Kisah Klan Otori IV Page 1 KISAH KLAN OTORI IV: THE HARSH CRY OF THE HERON By Lian Hearn

Kisah Klan Otori IV Page 2 KISAH KLAN OTORI: THE HARSH CRY OF THE HERON Copyrigth@Lian Hearn Associates Pty Ltd 2006 All rights reserved Hak terjemahan ada pada Penerbit Matahati Diterbitkan oleh Penerbit Matahati Judul asli: TALES OF THE OTORI: The Harsh Cry of the Heron by Lian Hearn Simbol Klan oleh Claire Aher Terjemah Tales of the Heiki adalah dari Helen Craig McCullough, dan diterbitkan oleh Stanford University Press, 1988

Dentang genta Gion Shoja mengumandangkan ketidakabadian segalanya. Warna bunga sala mengungkapkan kebenaran bahwa kemakmuran akan mengalami kemunduran. Keangkuhan tak akan bertahan lama, layaknya mimpi di malam musim semi Kekuasaan pada akhirnya akan jatuh, layaknya debu yang tertiup angin. THE TALE OF THE HEIKI entang genta Gion Shoja mengumandangkan ketidakabadian segalanya. Warna bunga sala mengungkapkan kebenaran bahwa kemakmuran akan mengalami kemunduran. Keangkuhan tak akan bertahan lama, layaknya mimpi di malam musim semi Kekuasaan pada akhirnya akan jatuh, layaknya debu yang tertiup angin. THE TALE OF THE HEIKI Kisah Klan Otori IV Page 3

Kisah Klan Otori IV Page 4 THE HARSH CRY OF THE HERON TOKOH UTAMA : Otori Takco penguasa Tiga Negara Otori Kaede istrinya Shigeko putri sulung mereka, pewaris Maruyama Maya putri Kembar mereka Miki Arai Zenko pemimpin Klan Arai, penguasa Kumomoto Arai Hana istrinya, adik Kaede Sunaomi dan Chikara anak mereka MutoKenji ketua keluarga Muto dan Tribe Muro Shizuka pengganti dan keponakan Kenji, ibu dari Zenko dan Taku Muto Taku mata-mata Takeo Sada anggota Tribe sahabat Maya Mai adik dari Sada Yuki (Yusetyu) putri Kenji, ibu dari Hisao Muto Yasu pedagang Imai Bunta informan Shizuka Tabib Ishida suami Shizuka, tabibnya Takco Sugita Hiroshi pengawal senior Maruyama Miyoshi Kahei panglima perang Takeo,penguasa Yamagata Miyoshi Gemba saudaranya Sonoda Mitsuru penguasa Inuyama Matsuda Shingen Kepala biara Terayama Kubo Makoto (Eiken) penggantinya,sahabat Takeo Minoru jurutulis Takeo Kurado Junpei Kurado Shinsaku pengawal Takeo Terada Fumio pemimpin angkatan laut Lord Kono putra Lord Fujiwara Saga Hideki jenderal Kaisar Don Joao orang asing, pedagang Don Carlo orang asing, pendeta Madaren penerjemah mereka Kikuta Akio ketua keluarga Kikuta Kikuta Hisao anaknya Kikuta Gosaburo paman Akio

KUDDAA :: Tenba kuda hitam pemberian Shigeko untuk Taeko Dua anak Raku, surai dan ekor mereka berwarna abu¬abu Ryume kuda tunggangan Taku Keri kuda tunggangan Hiroshi Ashiege kuda tunggangan Shigeko Kisah Klan Otori IV Page 5

"Cepat kemari! Ayah dan Ibu sedang bertarung!" Otori Takeo mendengar putrinya memanggil adik-adik-nya dari kediaman mereka di kastil Inuyama, dengan cara yang sama ia mendengarkan semua hiruk-pikuk baik di dalam kastil dan juga dari kota di luar kastil. Namun dia mengabaikan suara-suara itu, sama seperti ia mengabaikan nyanyian yang mengalun dari nightingale floor di bawah kakinya. Ia hanya berkonsentrasi pada lawannya: Kaede, istrinya. Mereka bertarung menggunakan tongkat: ia memang lebih tinggi, tapi istrinya terlahir kidal dan mampu menggunakan tangan kanan dengan sama baiknya. Sementara jari tangan kanannya putus karena tebasan belati bertahun-tahun lalu dan harus belajar meng¬gunakan tangan kiri. Saat ini hari terakhir di tahun ini, hawa dingin menusuk, langit pucat kelabu, matahari musim dingin meredup. Mereka sering berlatih dengan cara ini di musim dingin: menghangatkan tubuh dan membuat sendi-sendi tetap lentur, dan Kaede suka putri-putrinya melihat baga imana perem¬puan mampu bertarung layaknya laki-laki. Ketiga putri mereka berlarian: Shigeko, si sulung. yang akan berusia lima belas lahun pada tahun baru ini, kedua adiknya tiga belas tahun. Papan lantai melantunkan nyanyian di bawah langk ah kaki Shigeko, tapi si kembar menjejakkan kaki mereka begitu ringan dengan cara Tribe. Mereka sudah sering berlarian melintasi nightingale floor sejak kecil, dan tanpa menyadari be lajar untuk membuatnya tidak bersuara. Kepala Kaede ditutupi selendang sutra merah yang dililitkan menutupi wajahnya, m aka Takeo hanya bisa melihat matanya. Mata yang penuh dengan energi bertarung, dan gerakan-gerak annya masih cepat serta kuat. Sulit dipercaya Kaede adalah ibu dari tiga anak: dia masih ber gerak dengan kekuatan dan kebebasan seorang gadis. Serangannya membuat Takeo menyadari akan u sia dan kelemahan fisiknya. Hentakan serangan Kaede pada tongkat miliknya mem¬buat tangann ya terasa nyeri. "Aku mengaku kalah," ujar Takeo. "Ibu menang!" seru ketiga putrinya dengan bangga. Shigeko lari menghampiri ibuny a dengan membawa handuk. "Untuk sang pemenang," ujarnya seraya mem¬bungkuk dan menyodorkan handuk dengan dua tangan. "Kita harus bersyukur karena hidup dalam damai," tutur Kaede, seraya tersenyum d an menyeka wajahnya. "Ayah kalian belajar keahlian berdiplomasi dan tak perlu lagi ber¬tarung mempertaruhkan nyawanya!"

"Setidaknya kini aku sudah mendapat peringatan!" sahut Takeo, memberi isyarat pa da salah satu penjaga, yang tengah menyaksikan dari taman untuk mengambil longkatnya. Kisah Klan Otori IV Page 6

"Ijinkan kami bertarung melawan Ayah!" ujar Miki, si bungsu, dengan nada me¬mohon. Dia berjalaIjinkan kami bertarung melawan Ayah!" ujar Miki, si bungsu, dengan n ada me¬mohon. Dia berjalan ke tepian beranda dan mengacungkan kepalan tangan ke arah ayah¬nya. Takeo berhatihati untuk tidak menatap langsung mata atau menyentuh putrinya itu selagi memberikan tongka tnya. Takeo sadar akan rasa enggan dalam dirinya. Bahkan orang dewasa dan prajurit tan gguh sekalipun, takut pada si kembar bahkan, batinnya dengan hati pilu, ibunya sendiri juga takut . "Ayah ingin lihat apa saja yang telah dipelajari Shigeko," sahutnya. "Kalian ber dua boleh menjajal kebolehannya." Selama beberapa tahun putri sulungnya menghabiskan sebagian besar waktu di Teray ama, di bawah pengawasan mantan Kepala Biara, Matsuda Shingen, mantan guru Takeo, untuk mempel ajari Ajaran Houou. Shigeko tiba di Inuyama sehari sebelumnya, untuk merayakan Tahun Baru ber sama keluarganya, juga perayaan me¬masuki usia akil balik. Kini Takeo memer¬hatikan putri nya selagi mengambil tongkat yang tadi digunakannya serta meyakinkan kalau Miki menggunakan tongkat yang lebih ringan. Secara fisik, Shigeko mirip ibunya: bentuk tubuh ramping yang sama serta kerapuhan yang jelas terlihat, namun me¬miliki karakter, berpengetahuan luas berkat latihan dan pengalaman, periang serta tegas dan tidak mudah berubah pendirian. Ajaran Houou amat keras d alam pengajarannya, dan guru-gurunya tidak membuat pengecualian untuk usia dan jenis kelamin, namun ia tetap menerima ajaran dan latihan yang diberikan, hari-hari panjang dalam kes endirian serta kcsunyian, dengan sepenuh hati. Dia ke Terayama atas kemnuannya sendiri, karena Ajaran Houou merupakan ajaran jalan kedamaian, dan sejak kecil Shigeko telah diajarkan ayahny a tentang pandangan untuk mewujudkan wilayah yang damai tempat kekcrasan tak pernah meraja lela. Cara bertarungnya agak berbeda dari cara yang diajarkan kepada Takeo, dan dia sa ngat suka memerhatikan putrinya itu, menikmati bagaimana gerakan-gerakan tradisional menye rang diubah menjadi gerakan beladiri, dengan tujuan melemahkan lawan tanpa menyakiti. "Jangan curang," kata Shigeko pada Miki, karena si kembar memiliki semua kemampu an Tribe bahkan lebih, Takeo curiga. Saat ini, kemampuan mereka ber¬kembang pesat, dan mesk ipun dilarang

menggunakannya dalam kehidupan sehari¬hari, terkadang godaan untuk memper¬mainkan gu ruguru serta mengelabui para pelayan sulit untuk dibendung. "Mengapa aku tidak boleh memperlihatkan apa yang sudah kupelajari?" tanya Miki, karena dia juga baru kembali dari pelatihan di desa Tribe bersama keluarga Muto. Kakaknya Maya aka n kembali ke sana setelah perayaan. Akhir-akhir ini jarang sekali seluruh anggota keluarga bi sa berkumpul bersama: pendidikan yang berbeda bagi tiap anak, tuntutan pada orangtua untuk me m¬beri perhatian yang sama besarnya untuk seluruh Tiga Negara berarti perjalanan tanpa henti sert a sering berjauhan. Tuntutan dalam pemerintahan kian meningkat: perundingan dengan orang asing; penj elajahan dan per¬dagangan; pengembangan persenjataan; pengawasan distrik lokal yang mengatur se ndiri administrasinya; percobaan pertanian; impor perajin asing dan teknologi baru; pe ngadilan untuk mendengarkan keluhan serta ketidakpuasan. Takeo dan Kaede memikul beban ini bers ama. Kaede lebih banyak menangani wilayah Barat, sedang Takeo Negara Tengah dan keduanya be kerja¬sama menangani wilayah timur, tempat adik Kaede, Ai beserta suaminya, Sonoda Mitsuru, memegang bekas wilayah Tohan. Miki setengah kepala lebih pendek dari kakaknya, tapi sangat kuat dan cepat; Shi geko tampak nyaris tak mampu meng¬imbangi gerakannya, tapi adiknya tak mampu menembus pertahanannya. Dala m beberapa saat Miki sudah kehilangan tongkatnya, yang tampak seperti terbang mela yang dari jemarinya, dan sewaktu tongkat itu membumbung tinggi Shigeko menangkapnya dengan mudah. "Kau curang!" Miki terengah-engah. "Lord Gemba yang mengajari," sahut Shigeko dengan bangga. Adik kembarnya yang satu lagi, Maya, mengambil giliran selanjutnya juga kalah de ngan cara yang sama. Shigeko berkata, pipinya bersemu merah, "Ayah, ayo bertarung denganku!" "Baiklah," Takeo setuju karena terkesan dengan apa yang telah dipelajari putriny a dan ingin tahu sampai di mana kemampuannya menghadapi ksatria yang terlatih. Takeo menyerang putrinya dengan cepat, tanpa menahan tenaga, dan serangan pertam a Kisah Klan Otori IV Page 7

mengejutkan gadis itu. Tongkat ayahnya mengenai dadanya; Takco menahan tikamanny a agar tidak menyakiti putrinya. engejutkan gadis itu. Tongkat ayahnya mengenai dadanya; Takco menahan tikamannya agar tidak menyakiti putrinya. Kisah Klan Otori IV Page 8

"Jika ini pedang, nyawamu pasti sudah melayang," ujarnya. Jika ini pedang, nyawa mu pasti sudah melayang," ujarnya. "Lagi," sahut Shigeko dengan tenang, dan kali ini siap bersiap menghadapi serang an yang akan dilancarkan ayahnya; bergerak dengan kecepatan tanpa banyak tenaga, mengelak dar i dua pukulan dan berhasil masuk ke sisi kanan ayahnya tempat tangan yang lebih lemah, menghen tak sedikit, cukup untuk menggoyahkan keseimbangan ayah¬nya, kemudian meliukkan tubuhnya. Tongk at milik Takeo jatuh ke tanah. Didengarnya helaan napas si kembar, dan para penjaga terperangah. "Bagus sekali," ujarnya. "Ayah tidak berusaha sekuat tenaga," sahut Shigeko kecewa. "Tentu saja ayah berusaha sekuat tenaga. Sama kuatnya seperti yang pertama tadi. Tapi, ayah sudah dibuat lelah oleh ibumu, juga karena sudah tua dan tidak sekuat dulu lagi!" "Tidak," pekik Maya. "Shigeko menang!" "Tapi itu sama saja kau curang," timpal Miki dengan serius. "Bagaimana kau melak u¬kannya?" Shigeko tersenyum, menggelengkan kepala. "Itu yang harus kau lakukan dengan pikiran, jiwa serta tangan di saat bersamaan. Butuh waktu berbulan-bulan untuk bisa menguasainya. Aku tidak bisa memperlihat¬kan nya begitu saja pada kalian." "Kau melakukannya dengan sangat baik," ujar Kaede. "Aku bangga." Nada suaranya t erdengar penuh kasih sayang dan kekaguman, seperti biasa hanya tertuju pada putri sulungnya. Si kembar saling benukar pandang. Mereka iri, pikir Takeo. Mereka tahu ibunya tidak memiliki kasih sayang yang sam a kuatnya pada mereka. Dan dirasakan¬nya debaran perasaan ingin melindungi yang tak asing lagi at as kedua putri kembarnya. Sepertinya ia selalu berusaha menjauhkan mereka dari segala yang baha ya sejak mereka lahir, ketika Chiyo ingin menyingkir¬kan bayi kedua, Miki, lalu membiarkann ya mati. Ini tindakan yang biasa lakukan pada anak kembar karena anak kembar dianggap tidak wajar bagi manusia, membuat mereka kelihatan lebih mirip hewan, kucing atau anjing. "Mungkin tampak kejam bagi Anda, Lord Takeo," Chiyo memeringatkannya. "Tapi lebi h baik bertindak sekarang daripada menanggung malu dan sial, sebagai ayah dari anak kembar, rakya

t akan percaya kalau Anda menjadi sasarannya." "Bagaimana mereka bisa berhenti percaya pada takhayul dan kekejaman semacam itu bila bukan kita yang memberi contoh?" sahutnya dengan gusar karena bagi orang yang terlahir di k alangan kaum Hidden, ia sangat menghargai nyawa manusia lebih dari apa pun, dan tak percaya k alau memper¬tahankan nyawa anak akan mendatangkan hinaan atau nasib buruk. Kemudian ia terkejul oleh kekuatan takhayul ini. Kaede pun bukannya tidak ter¬peng aruh, dan sikapnya pada putri kembar¬nya menggambarkan kegelisahannya yang bercabang. Dia le bih memilih mereka tinggal terpisah, satu atau yang lainnya biasanya tinggal bersama Tribe; dan Kaede tak meng¬inginkan kehadiran mereka saat perayaan usia akil balik sang kakak, takut kal au kehadiran mereka akan mendatangkan nasib sial bagi Shigeko. Tapi Shigeko, yang sama protek tifnya terhadap si kembar seperti ayah¬nya, memaksa mereka harus hadir. Takeo senang dengan hal it u, tidak ada yang lebih membahagiakan selain melihat semua anggota keluarga berkumpul bersama , berada dekat dengannya. Dipandanginya mereka semua dengan penuh kasih sayang, dan sadar kalau perasaan itu diambil alih oleh sesuatu yang lebih menggairahkan: hasrat untuk be r¬baring bersama dan merasakan kulit istrinya. Pertarungan tongkat tadi telah membangkit¬kan kenang annya saat pertama kali jatuh cinta pada Kaede, pertama kali mereka bertanding di Tsuwano s ewaktu ia masih berusia tujuh belas tahun sedangkan Kaede lima belas tahun. Adu tanding itu ber¬la ngsung di Inuyama, tepat di tempat yang sama hari ini, untuk pertama kalinya mereka tidur bersama, terdorong hasrat yang timbul dari keputusasaan juga kesedihan. Rumah yang lama, kastil mil ik Iida, nightingale floor yang pertama habis terbakar ketika Inuyama jatuh namun Arai Daiichi memban gunnya kembali dengan cara yang hampir sama, dan kini menjadi salah satu dari Empat Kota yang t ermasyhur di Kisah Klan Otori IV Page 9

juru Tiga Negara.penjuru Tiga Negara. Kisah Klan Otori IV Page 10 .

"sebentar lagi aku a kan bergabung denganmu. Meskipun ada tungku. "Buruk sekali. "karena peray aan di biara dimulai tengah malam. aroma kulit padi dan aloe dari air masih melekat di kulitnya. "Saat ini aku merasa kesakitan. Selesai mandi. Seperti pemain sandiwara. Takeo melepas sabuk istrinya la lu menyelinakan tangan ke balik pakaiannya. "Aku menyukainya. yang tampak hanyalah makin bertambahnya kerapuhan yang justru di matan ya membuat sang istri semakin terlihat memesona. yang mencoreng kec antikan yang pernah menjadi legenda sekaligus takhayul. Membuatmu kelihatan seperti laki-lak i sekaligus perempuan. dan malam musim dingin mulai menjelang. Hanya sisa rasa sakit pukulan seperti apa pun menyakitkan persendian dan membangkitkan rasa sakit¬nya. tapi karena alasan lain. maupun bekas luka di tengkuk lehernya yang putih."Anak-anak harus segera beristirahat." sahut Kaede. menarik tubuh Kaede agar berdekatan dengannya. juga orang dewasa sekaligus anak-anak. Di balik jubah tebal musim dingin tubuhnya terasa hangat." ujar Kaede. Acara baru akan selesai pada Waktu Macan*. "karena perayaan di biara dim ulai tengah malamAnak-anak harus segera beristirahat. tapi tidak nampak olehnya ketidaksempumaan t ubuh istrinya. Kemud ian dilepasnya syal yang menutupi kepala Kaede lalu menarik." ujar Takeo. lalu membawa sisa bekas jarinya yang putus k e bibirnya. "Apakah tadi aku menyakitimu?" "Tidak juga." Takeo tahu kalau istrinya tak rela kehilan gan rambut panjangnya yang indah." ." ujar Takeo. lalu ada Jamuan Makan Tahun Baru. meng¬usapkan tangannya di atas kulit lembut ber¬bulu halus." Takeo bicara lagi dengan suara pelan. hembusan napas Kaede membentuk kabut putih di te ngah dinginnya udara." Kaede menarik sarung tangan sutra yang biasa dikenakan Takeo di tangan kanannya." *** Sinar matahari telah memudar saat Kaede mendatangi Takeo." "Akan kuminta agar tungku disiapkan di kamar. "Jangan. Aku juga ingin berbaring sebentar." "Kau juga harus perlihatkan bekas luka¬mu.

juga anak-anaknya kelak. memper¬temukan hasrat mereka . perhiasan yang nyaris tak ternilai harganya. membawanya memasuki dirinya. Cahaya lampu bersinar dari pegangan best. Pandang annya menjelajahi setiap sudut kamar." sahut Takeo. Lagipula kita tidak perlu anak laki-laki." Kaede kembali pada pokok pembicaraan sebelumnya seolah hal itu menggerogoti diri nya." aku Kaede. "Kau membuat diriku utuh ." imbuhnya dengan ringan. "Kau selalu menyembuhkan diriku. "Kita sudah punya tiga anak perempuan. "Aku percaya kalau diriku bernilai sama dengan laki-laki. "Mungkin tadi kau sudah memberiku seorang putra. Kita takkan melepasnya dengan percuma."Rasa sakit semacam itu bisa kusembuh¬kan. Shigeko seperti piala." "Begitu pula dengan Shigeko. Siapa orang yang bisa kita calonkan dengan¬nya?" "Jangan terburu-buru." Kaede berbaring dalam dekapan Takeo. tidak mampu menyem bunyikan kerinduan dalam nada suaranya. membuka diri pada Takeo. "Dia akan mewarisi Tiga Negara. dengan kepala bersandar di bahunya." "Anak-anaknya! Shigeko masih anak-anak. tapi sudah cukup dewasa untuk ditunangka n. "Aku ingin memberimu anak laki¬laki. seraya menarik tubuh suam inya. tapi d i balik daun penutup jendela langit tampak kelam." bisik Kaede." "Meskipun dengan adanya pewarisanmu sendiri serta contoh dari Lady Maruyama! Kau masih saja bicara layaknya putri dari keluarga ksatria!" Kisah Klan Otori IV Page 11 . "Dua kali hamil nyaris merenggut nyawamu." ujar Kaede. "Kuharap tidak!" seru Takeo." ujar Takeo kemudian." "Aku pernah mengatakan hal yang sama pada ayahku.

Kegelapan dan ketenangan membawa Kaede menyuarakan kecemasannya lebih jauh lagi. Takeo merengkuh Kaede lebih dekat lagi. Perna h kukatakan padamu. negara kita akan tetap d amai dan kuat." "Aku percaya kita dipersatukan dalam cinta yang merupakan landasan pemerin¬tahan k ita yang baik. "Tapi mungkin kita memang sudah terl alu tua. terutama yang ternoda maaf oleh darah Tribe serta kemampuan yang mirip ilmu sihir. Maka siapa yang akan dinikahkan? Tidak satu pun keluarga bangsawan atau ksatria mau menerim a si kembar. merasakan tulang rusuk yang mengera s dari jaringan yang tertinggal bekas luka bakar." "Kau terlalu banyak mendengar takhayul!" "Mungkin kau benar. namun ia berusaha menyingkirkannya. "Namun perasaanku tidaklah penting di bandingkan kepentingan negara. " Takeo tak bisa menyangkal bahwa hal yang sama juga mengganggu pikirannya. peran apa pun yang kumainkan." sahutnya. Semua orang penasaran mengapa kau tidak mengambil istri muda." "Kurasa aku bisa mati cemburu. mengu sapkan tangannya di atas bekas luka leher istrinya. Kaede berkata pelan." "Aku hanya menginginkan satu istri. "Kau ingat saat kita berpisah di Terayama? Kau . cinta ku padamu sederhana dan sejatj adanya aku takkan bercinta dengan siapa pun selain kau. kalau-kalau terjadi sesuatu pada Shigeko. Putri kembarnya masih amat muda: siapa yang tahu apa yang disi apkan nasib untuk mereka? Setelah beberapa saat. "Perasa an apa pun yang pernah kuperlihat¬kan untuk berpura-pura. semoga Surga tidak mem¬biarkan itu terja di. Aku merasa andai mereka tidak dilahirkan aku akan dikaruniai anak laki-laki. aku pernah bersumpah pada Kannon di Ohama. Aku tak akan merusak¬nya. Dan aku tak akan melanggamya sekarang. "Selama kita bersatu." aku Kaede." sahut Takeo dengan sungguh-sungguh." Setengah mengantuk Kaede berkata. Aku tidak melanggar sumpah it u selama enam belas tahun. atau selir. "Kadanegelapan dan ketenangan membawa Kaede menyuarakan kecemasannya lebih jauh lagi. agar bisa pu nya lebih banyak anak. Tapi apa yang akan terjadi pada anak kembar kita? Mereka tid ak bisa mewarisi. "Kadang aku berpikir si kembar menutup rahimku.

mungkin aku akan terus tinggal di sana melayani sang dewi sepanjang sisa hidupku. ka rena dengan begitu justru meng-hidupkan ramalan itu. Dan kita sudah melihatnya terpenuhi: Lima Peperangan. pikir Takeo.. meskipun udara di wajahnya terasa dingin menusuk. tangan indahmu hancur. Kata-kata bisa diubah dan dimanipulasi agar terkesan sarat makna. Kau tahu.. Aku tidak pernah menceritakan ini padamu. Dilihatnya Kaede hampir tertidur.menatap mataku lalu aku jatuh tertidur. Setelah itu. seringkali terpenuhi. Aku be rmimpi tentang Dewi Putih: dia berbicara padaku. saat dia mati. tangan¬mu di atas leherku." "Kau pernah bilang. jeritan pilu sang bangau. Bersabarlah. empat atau tig a. yang kini berusia enam belas tahun. "Cintamu adalah anugerah terin dah dalam hidupku. katanya: dia akan menjemputmu. Akan kukatakan mengapa aku tidak menginginkan anak laki-laki. Kemudia n satu kali lagi di Gua Suci kudengar suaranya mengatakan hal yang sama. racun masih ber¬sarang di tubuhmu. Maka ia takkan mengeluarkan ramalan yang satu itu dalam kata-kata. Akan kukatakan padanya tentang Yuki. Untuk apa mengorek-ngorek masa lalu? Lima pertempuran telah menjadi bagian dari mitologi Otori. kembali pada sang dewi. putrak u. satu¬satunya tempat yang terpikir ol ehku hanya¬lah kembali ke gua suci. karena si peramal buta itu mengatakan hanya putraku yang bisa me mbawa kematian padaku. Bila kau tidak datang. salju turun. walaupun Takeo sadar hahwa ia yang mem ilih bagaimana menghitung semua pertempuran itu: bisa saja jumlah mencapai enam. campur tangan Surga " Akan kuceritakan sisanya sekarang. hidupku di¬bimbing oleh ra malan." bisik Takeo. agar ia tidak punya a lasan untuk mencabut nyawaku." "Aku tak layak mendapatkan cintamu. Bila suatu ramalan dipercaya. Aku tak pernah melupakan saat itu. Di sana aku belajar bersabar . begitu kurus. tidak melakukan apa-apa.. Lalu kau datang: aku melihatm u. Aku terpaksa belajar bagaimana harus menunggu. mandi serta ber¬pakaian resmi dan Kisah Klan Otori IV Page 12 .. Itu satu-satunya hal yang m embuatku bertahan selama dikurung di kediaman Lord Fujiwara. dan aku tak bisa hidup tanpa dirimu. dan anak yang dilahirkannya. Tak lama lagi ia sudah harus bangun. Terasa hangat di bawah selimut. Namun ia tak ingin menyakiti istrinya..

.

Malam ini akan jad i malam yang panjang. Malam ini akan jadi malam yang panjang.* Kisah Klan Otori IV Page 13 . dan akhirnya ia pun tertidur. Tubuhnya mulai terasa rileks.menyiapkan diri untuk upacara menyambut datangnya Tahun Baru. dan akhirnya ia pun tertidur. Tubuhnya mulai terasa rileks.* enyiapkan diri untuk upacara menyambut datangnya Tahun Baru.

seraya mengatakan Kisah Klan Otori IV Page 16 . tapi ditolaknya.Takeo ingin memberi Taku warisan dengan cara yang sama. tapi ditolakny a. seraya mengatakan akeo ingin memberi Taku warisan dengan cara yang sama.

" tutur Taku." sahut Takeo ringan. dalam mengendalikan jaringan mata-mata yang telah Take o bangun melalui Tribe. dalam mengendalikan jaringan mata-mata yang telah Take o bangun melalui Tribe. Mereka menolak bicara. yang justru disu kainya. Dia menerima pernikahan politis dengan gadis Tohan yang disukainya dan te lah memberi¬nya seorang putra dan seorang putri. dulunya adalah pengawal Arai. yang justru disu kainya. dan Takeo m elihat si gadis sedikit memicingkan mata. Ai. serta pada dasarnya menganggap hidup itu menyenang¬kan dan pengalama n yang mengasyikkan." "Aku tidak harus mengingatkanmu kalau kekerasan dilarang di Tiga Negara. aku belum berusaha sebegitu kerasnya untuk membujuk mereka." "Tentu saja tidak. "Di mana bisa kau menemukan Si Gosaburo ini?" "Kukira di pegunungan di luar perbatasan wilayah timur. Sosok dan wajah Taku menurun dari keluarga Muto sedangkan Arai mewarisi keberanian dan kegagahannya. . Akan kita lihat seberapa kuat keinginan ayah m ereka agar anak¬anaknya bisa kembali. dia dan Ai diberikan wilayah Inuyama. Orang cenderung meremehkannya. dan meskipun keluarganya. Dia menerima pernikahan politis dengan gadis Tohan yang disukainya dan te lah memberi¬nya seorang putra dan seorang putri. yang menikah dengan adik Kae de. Dia lebih memilih b ekerja dengan paman dari ibunya. Sebagai imbalannya. Dia lebih memilih bekerja dengan paman dari ibunya. Orang cenderung meremehkannya. Sosok dan wajah Taku menurun dari keluarga Muto sedangkan Arai mewarisi keberanian dan kegagahannya. Kenji. Akita. Kenji. "Tidak. Untuk saa t ini mereka tidak boleh diperlaku-kan dengan kasar.bahwa dia tak ingin memiliki wilayah kekuasaan dan kehormatan." "Mereka berasal dari mana?" selidik Sonoda Mitsuru. "Mereka bersalah a tas percobaan pembunuhan dan akan dieksekusi atas kesalahan itu pada akhirnya nanti. hwa dia tak ingin memiliki wilayah kekuasaan dan kehormatan. kau tahu kalau Kikuta bunuh diri dengan menggigit lidah mereka sendiri! T entu saja. Aku hanya terkejut mereka masih hidup. Taku tersenyum saat menjawab. serta pada dasarnya menganggap hidup itu menyenang¬kan dan pengalama n yang mengasyikkan. Tapi apakah peraturan itu juga berlaku bahkan untuk Kikuta?" "Peraturan itu berlaku bagi semua orang. ia diyakinkan untuk b ersumpah setia pada Otori dalam perdamaian besar-besaran setelah gempa.

"Ishida memintaku mengurangi minum.. seraya mengisi cang kir Takeo dan memberikan botol sake kepada¬nya. "Paman menyukai aroma pabrik pembuatan sake." Takeo menuang sake yang bening serta keras ke cangkir gurunya yang sudah tua itu . tertawa. dan udara malam yang dingin menimbulkan kejang otot yang memb uatnya batukbatuk." "Musim semi nanti kita akan kirim surat pada ayah mereka. "Ishida juga memintaku mengurangi minum sake." sahut Kenji. Bahkan mungkin membua tnya semakin ingin menyelamatkan mereka. mengatakan k alau alkohol buruk bagi paru paru. sake membuatku tetap ber¬semangat dan memban tuku agar bisa tidur. lalu mengapa kita harus mengikuti anjurannya?" "Kita adalah dua orang laki-laki tua. tetap rahasiakan identitas me reka dan jangan biarkan mereka berhubungan dengan orang lain selain kau. "Pamanmu berada di kota. kan?" "Ya.Sonoda berkata. melihatmu mencoba membunuhku tujuh belas tahun yang lalu di rumah ini." Didekatinya Taku. "Tidak a da salahnya membuat batin Gosaburo menderita memikirkan nasib anaknya. karena salju pertama akan turun dalam minggu ini. paman akan bergabung dengan kita di kuil untuk perayaan Tahun Baru." "Kurasa sakenya juga ikut membantu.. Ia melihat ke sekeliling rumah yang dibangun begitu kuat dengan langit-langit tinggi. Apakah dia berada di rumah lama?" Taku mengangguk." sahut Takeo. Dan Ishida pun hampir tidak mengikuti sarannya sendiri. Sementara itu. "Siapa yang bisa me ngira." akunya saat mereka berdua menenggak habis minu mannya." ujar Muto Kenji. pilar kayu cedar dan bera nda serta penutup . tapi ke sehatannya sedang tidak baik. Menurutnya udara d i sana lebih mudah dihirup." *** "Hanya ini kesenangan yang tersisa untuk¬ku." "Besok aku akan memanggilnya. "Maka untuk sementara waktu tidak mungkin mengadakan perundingan . tapi. kalau kita akan dud uk di sini saling mem-bandingkan penyakit?" "Bersyukurlah kita berdua masih hidup sampai saat ini!" timpal Takeo. "Tapi bagiku sake meredakan rasa sakitku.

Kisah Klan Otori IV Page 17 .

yan g dikaguminya. Kenji adalah utusan dan juru runding yang baik. "Itu hanya karena kau bertingkah bak hewan liar! Keluarga Mu to selalu menyukai kemewahan." D inaikkan cangkirnya ke arah Takeo. Hanya saja waktuku belum tiba. Kematian menantiku sama halnya seperti semua orang. bisa digambarkan sebagai memenuhi keinginan Surga. ahli mata-mata. namun sejak kematian putrinya. Dengan bantuan Kenji. amat menyayangi keponakannya sendiri. Lord Otoriku tercinta. cerdik tanpa perasaan senti¬mentil. Mengabdi¬kan hidupnya pada Takeo dan bersumpah untuk melayaninya." Kenji adalah salah satu dari sedikit orang yang tahu isi ramalan tentang Takeo. Kenji semakin terasing¬kan dari istrinya . memiliki kasih sayang istimewa atas Lady Otori. Kenji orang yang pintar. yang dulu pernah menjadi gurunya di H agi. kekayaan maupun status. dan membuat Takeo sangat mengandalkannya. Dan kini bertahun-tahun dalam kedamaian. Dan sejauh ini. Tampak tidak peduli pada harta benda. Rumah ini penuh kenangan. Kenji tidak punya h asrat lain di luar kegemarannya yang abadi pada sake dan perempuan dari rumah bordil setempat. dan Takeo berkuasa dari ujung laut ke ujung laut lainny a. Semua sisa ramalannya telah menjadi kenyataan. Shizuka. Gempa bumi yang menyengsarakan mengakhiri pertempuran terakhir serta menyapu habis pasukan Arai Daiichi. berkat kau. membuat ramalan yang terakhir ini semakin bisa di percaya. Takeo berhasil menembus kastil di Hagi dan membalaskan dendam ata s kematian Shigeru. Tapi kau kau tahu orang bilang kalau kau tak bisa mati!" Takeo tertawa. Aku sangsi masih bisa menyaksi kan Tahun Baru. Taku. "Ruanga n ini amat jauh lebih nyaman ketimbang lemari terkutuk tempat aku dikurung!" Kenji tertawa lagi. "Rasanya aku akan menyesal meninggal¬kan semua ini. "Tidak ada manusia yang tidak bisa mati.jendela dari kayu cemara cypress. "Ruangan ini amat ja uh lebih nyamaendela dari kayu cemara cypress. ter¬masuk bagian yang dirahasiakannya: bahwa ia aman dari kematian kecuali di tangan putranya sen diri. Rumah ini penuh kenangan. Takeo berbagi banyak rahasia dengan Kenji. sampai tahap ini: lima pertempuran telah mem bawa kedamai¬an di Tiga Negara. tak seorang p un bisa membunuh Takeo. per¬mintaan ak an produk buatan kami membuat kami sangat kaya raya. kemudian mengisi lagi wadah mereka masingmasing." kata Kenji. dan rasa hormat pada putra Shizuk a. mereka berdua minum lagi.

diberi status dan penghasilan yang cukup: mereka bertanggung jawab langsung kepada tetua dari setiap klan. sejarah serta bahasa dan kesusastraan klasik. mengendalikan kekuatan prajurit perseorangan dan kelompok bandit yang tak mengenal hukum. tapi mereka tidak bertransaksi dalam jumlah besar atau me mamerkan kekayaan. dan terkadang juga anak perempuan. pembukuan dan ekonomi. mengatakan kalau cara ini mir ip hirarki Tribe hanya saja ada per¬bedaan yang mendasar: kekerasan dilarang. Kenji menangani semua administrasi dengan trampil. Semenjak kematian Arai dan para lord Otori enam belas tahun yang lalu.. tanggung jawab yang sama juga dipikul pemimpin klan. Kelompok ini kini dimanf aatkan dan terus dibangun agar masyarakatnya bisa mengatur masalah mereka sendiri di tingkat desa dan memilih sendiri pemimpinnya untuk mewakili mereka dan mengajukan tuntutan atas ketidakpu asan atau keluhan mereka di pengadilan tingkat propinsi. menentukan besarnya pajak se rta mempertahankan pelatihan dan perlengkapan pasukan. Seiko. Jalan Sempit Ular petani dan penduduk desa menggabung kan diri dalam kelompok masyarakat ini selama masa-masa anarkis. dan membunuh serta me nerima suap di-ancam hukuman mati. Setiap daerah harus menyediak an sejumlah orang icrbaik untuk pasukan pusat: separuh tentara. Kenj ilah yang tahu keberadaan kelompok rahasia masyarakat kuno yang tidak diketahui Takeo Kesetiaan p ada Burung Bangau. Yam agata dan Inuyama untuk mempelajari etika pelayanan. Saat kembali ke daerah asal. dan tak memiliki baik ikatan cinta maupun kebenci an dengan orang lain. dan sepa-ruh lagi petugas ke amanan yang bertugas menangani bandit dan penjahat lainnya. Amarah Macan Putih. Aturan yang terakhir terbukti paling sulit dilaksana kan. Makin kuatnya usaha Takeo membasmi korupsi membawa hasil. anak laki-laki mereka dengan pola pikir yan g tidak terlalu militer. korupsi dan suap makin Kisah Klan Otori IV Page 18 . dikirim ke sekolah-sekolah besar di Hagi. para pemimpin klan ini bert emu Takeo dan Kaede secara teratur untuk membahas soal kebijakan. mereka memegang jabatan terten tu. Kenji bek erja dengan kesabaran dan cerdik terhadap tujuan Takeo: menarik semua sumber daya dan perang kat kekerasan ke tangan pemerintahan. Tribe mendapat cara untuk menghindar. Pengadilan diatur oleh klas ksatria. yang meninggal beberapa tahun lalu.

.

Lalu bentuk praktik yang lain berjalan: praktik tukar menukar hadiah dalam bentuk rkurang.berkurang. Lalu bentuk praktik yang lain berjalan: praktik tukar menu kar hadiah dalam bentuk Kisah Klan Otori IV Page 19 .

Setelah gempa mengakhiri perang di Tiga Negara. di mana nilainya tersembunyi. sedang yang lainnya dipilih untuk mengikuti jalan utama d ari pertarungan: penguasaan diri. Semua pertikaian karena hubungan darah yang menen tang Takeo maupun per¬cekcokan antara mereka sendiri dinyatakan berakhir. Semua pertikaian karena hubungan darah yang menen tang Takeo maupun per¬cekcokan antara mereka sendiri dinyatakan berakhir. Ajaran ini hanya dapat diikuti segelintir laki-laki dan perempuan dengan ke kuatan fisik dan mental yang hebat. penggunaan sosok kedua tapi sebagian besar manu sia memiliki kemampu¬an seperti ini namun belum terasah. Terjadi pemandangan yang meng¬harukan saat para ksatria saling berdamai setelah puluhan tahun bermusuhan. N amun Takeo dan Kenji menyadari bahwa ksatria terlahir untuk bertarung: masalahnya. Menemukan dan memurnikan kema mpuan seperti inilah yang menjadi inti Ajaran Houou. para ketua dari keluarga dan klan yang masih hidup bertemu di Inuyama da n menerima Otori Takeo sebagai pemimpin mereka. bukan hanya mereka yang berasal dari Delapan Pulau t api juga dari negeri¬negeri di daratan utama. Shin dan Tenjiku. Keahlian Tribe adalah bakat dari lahir pendengaran dan peng¬l ihatan yang sangat kuat. bukan hanya mereka yang berasal dari Delapan Pulau t api juga dari negeri¬negeri di daratan utama. Ajaran Houou bermarkas di Biara Terayama yang dipimpin kepala biara Matsuda Shin gen dan Kubo Makoto. Ajaran Houou. mengambil nama burung suci yang b ersarang jauh di . yang lainnya mengikuti lomba yang dibuat Takeo un tuk keahlian berpedang dan memanah. N amun Takeo dan Kenji menyadari bahwa ksatria terlahir untuk bertarung: masalahnya. Hal ini menyebabkan datang¬nya para perajin dan seniman ke Tiga Negara. Terjadi pemandangan yang meng¬harukan saat para ksatria saling berdamai setelah puluhan tahun bermusuhan. Hal ini menyebabkan datang¬nya para perajin dan seniman ke Tiga Negara. melindungi kapal dagang di laut dan toko serta gudang mereka di pelabuhan yang jauh. para ketua dari keluarga dan klan yang masih hidup bertemu di Inuyama da n menerima Otori Takeo sebagai pemimpin mereka. mereka a kan bertarung melawan siapa? Dan jika mereka tidak bertarung. beberapa yang lainnya men¬dampingi Terada Fumio da n tabib Ishida dalam perjalanan penjelajahan mereka. bagaimana menyibukkan mereka? Beberapa prajurit menjaga perbatasan di wilayah Timur. bagaimana menyibukkan mereka? eindahan dan selera. Silla.keindahan dan selera. mereka a kan bertarung melawan siapa? Dan jika mereka tidak bertarung. di mana nilainya tersembunyi. Shin dan Tenjiku. Setelah gempa mengakhiri perang di Tiga Negara. kemampuan menghilang. tapi hanya terjadi sediki t peristiwa dan musuh utama mereka adalah rasa jenuh. Silla.

baik nyamuk atau pun manusia." "Kupikir juga begitu. membunuh dengan garotte. Mungkin kita bisa memberinya sedik it tekanan. Akhir-akhir ini kesenangan terbesarnya yaitu menemani Takeo di sana dan menghabiskan waktu bersama Matsuda dan Makoto. melakukan pembunuhan secara acak dengan harapan menggoyahkan kestab ilan masyarakat. Dia melihat bahwa larangan membunuh te rnyata jauh lebih berat daripada keputusan untuk membunuh. Ia minum lagi. dan Tiga Negara." sahut Kenji ringan. lebih serius. bukan diriku. "Serangan yang terakhir ini membuatku ja uh lebih waspada karena ditujukan pada keluargaku. "Tapi Gosaburo seorang pedagang dan pragmatis: dia akan ketakutan setengah mati bila kehilangan anak¬anaknya satu putran ya telah tewas.dalam hutan-hutan di sekitar Terayama. dan nasib dua lainnya ada di tanganmu. mangkuk atau bahkan langsung ke orang yang tidur dengan mulut menganga. Berapa b anyak? Dia tak bisa menghitungnya lagi. Sumpah pertama yang dilakukan para ksatria yang terpilih ini yaitu tidak mem¬bunuh . kesehatan dan kekuat an¬nya makin memburuk: selama berbulan bulan paru-parunya terasa makin lemah dan seringkali m untah darah. Tak ada penyesalan atas mereka yang telah dikirimny a ke alam baka cepat atau lambat manusia juga akan mati. Takeo berhasil menjinakkan baik Tribe maupun para ksatria: hanya Kikuta yang mas ih bertahan menentangnya. Dia tak kebal dengan kedamaian da n kekuatan spiritual Terayama. Jika istri atau anakku mati." Wajah Kenji beru bah tenang dan bibimya berkerut menggambarkan kegetiran. Kenji meng¬anggap itu aturan yang gila karena dia sering menikam jantung orang. Kikuta bukan hanya berusaha membunuhnya tapi juga bersekutu dengan ksatria yang kurang puas. Takeo angkat bicara lagi. itu akan menghancurkan diriku. menyebarkan desas-desus. Kebenciannya padamu hanya akan berakhir dengan kematianny a atau kematianmu. "Kapan mereka akan berhenri?" "Akio takkan berhenri. Kita akan biarkan dua anaknya yang tersisa tetap hidup hin . Ia sudah tua. Dia telah mengabdikan hidupnya demi tujuannya itu. bahkan demi membela diri. menyisipkan racun ke dala m cangkir. Disadarinya kalau akhir hidupnya sudah dekat." "Kurasa itulah tujuan Kikuta.

kemudian melihat apakah ayah mereka siap untuk berunding.gga musim semi." gerutu Kenji." "Mungkin sementara ini kita juga bisa mengorek keterangan yang berguna dari kedu anya. Takeo menaikkan pandangannya ke arah Kenji melalui pinggiran cangkir. Kisah Klan Otori IV Page 20 .

bisa dilakukannya agar orang tertidur yaitu rasa bosan karena dia jarang bicara. Andai dia buka mulut. Andai dia buka mulut. isa dilakukannya agar orang tertidur yaitu rasa bosan kar ena dia jarang bicara. Kisah Klan Otori IV Page 22 .

tersendat¬sendat. panas. penolakan ibunya saat dipaksa menelan pil racun. serta kematian pesumo t angguh. tersendat¬sendat. Hisao merasakan ini seiring ia tumbuh dewasa.bicaranya pelan. haus. atau ada yang menceritakannya? Ia ingat ibunya lebih jelas dari y ang seharusnya usianya baru beberapa hari saat ibunya meninggal dan menyadari adanya hubungan dir . "Belum. yang mati di Hagi oleh Otori Takeo dan Muto Kenji. bertahan me¬nahan lapar. yang menguasai berbagai kemampuan serta bakat yang kini mulai lenyap. Dan sebagai Pimpinan. Kotaro. tak seorang pun bisa meng-kritiknya. Sejak kecil Hisao sudah menyadari kekecewaan ayahnya pada dirinya. p enerus pamannya. kematian Kotaro yang disayangi. sering ai puas Akio karena sebagian dendamnya terlaksana. dan kematian Kotaro yang membuat Ak io begitu penuh dendam dan hidup dalam kebencian. Akio adalah Ketua Kikuta. A pakah ia memimpikannya. men inggalkan usaha mereka yang meng¬hasilkan banyak uang. tanpa ada tanda-tanda kecerdasan atau kreati vitas. Keputusasaan dan kemarahan ibunya. melatih mereka de ngan kepatuhan mutlak. keluarga ter¬besar dalam Tribe. Hajime. Para tetua mengatakan kalau Yuki meninggal kar ena demam setelah melahir-kan. tanpa ada tanda-tanda kecerdasan atau kreativit as. tapi lupa bagaimana ia tahu itu. Akio sangat keras p ada putra tunggalnya itu dan tak pernah menunjukkan pengertian maupun kasih sayang. icaranya pelan. Akio tumbuh menjadi laki-laki sinis dan susah ditebak." Konon kabarnya kematian istrinya. Muto Yuki. "Apakah Otori sudah mati?" dan dibalas dengan. Keluarga Kikuta dikejar-kejar sehingga mereka keluar dari Tiga Negara untuk pindah ke Utara. serta melenyapkan semua perasaan. dan saling menyapa dengan kalimat. simpati maupun welas asih. Dapat dilihatnya kejadian itu dengan jelas. kesedihan karena harus meninggalkan pu tranya. seolah menyaksikan dengan mata bayinya yan g masih belum fokus. Tapi Akio adalah Ketua keluarga. Anak-anak Kikuta tidur dengan kaki mengarah ke Barat. Dia selalu menyalahkan Ot ori Takeo atas terpecah-belahnya Tribe. Akio bisa bertindak sesuka hati. dingin dan rasa sakit yang luar biasa. Karena Tribe membesarkan anak mereka dengan cara sangat keras. serta banyak kematian lainnya. tapi tampaknya Hisao sudah tahu yang sebenarnya: ibunya mat i diracun. tapi tak lama lagi. jerit dan tangis ibunya. penderitaan dan kenikmatan keji yang dirasakan Ak io menjadi awal mula tenggelamnya dia dalam kekejaman. bahkan mengejutkan kerabatnya sendiri. Perlak uan Akio yang kejam.

karena hanya saat itulah ada orang yang memeluk nya atau kelihaian membutuhkan dirinya. kepala¬nya terasa seperti terbelah karena rasa saki t. Hal-hal buruk yang terjadi di antara mereka berdua yang setengah menakutkan. tapi ia takut men¬dengarkan karena itu berarti ia membuka diri memasuki alam baka. Ia dapat membuat ukiran kayu berbentuk hewan yang begitu hidup h ingga tampak Kisah Klan Otori IV Page 23 . Satu-satunya cara meredakan rasa sak it dan suara-suara si kucing serta si hantu perempuan adalah membuat benda-benda dengan tangannya. men¬jadi penghubung antara arwah dengan orang yang masih hidup. seolah pengetahuan itu sudah ada dalam darahnya. Itu sebabnya dia mengetahui kemarahan ibunya dan sakit hati ayahnya. Ia hanya tahu kalau hantu itu adalah ibunya yang mati dibunuh. Seringkali ia merasakan kalau ibunya meng¬inginkan sesuatu darinya. dan menyukai hewan. apa yang dilihatnya di alam baka tampak berkabut dan sulit dimenge rti: ia tidak mengetahui simbol dan bahasa untuk berkomunikasi dengan arwah. setengah diharapkan. Ketika alam baka membuka jalan dan mengajaknya masuk. Roh kucing itu juga sesekali seperti menjerat Hisao dari dunianya. dan lolongan yang memusingkan terdengar makin keras hingga ia tak percaya kalau oran g lain tak mendengarnya. namun ia merah asiakannya. Anugerah semacam i ni semestinya diasah dan pemiliknya akan ditakuti serta dihormati. dan satu sisi matanya menjadi gelap. dan itu mem buat ia benci sekaligus iba pada Akio.inya dengan sang ibu. Sekali dia terlihat meng¬elus seekor kucing. Antara kemara han si hantu dan rasa enggan dalam dirinya. Kemampuan mengarungi dua dunia. yang kemudian ia lihat hewan malang i tu digorok ayahnya di hadapannya. Ia membangun kincir air dan orang-orangan dari bambu untuk menakuti rusa. kepalanya lu ar biasa sakit. Hisao tidak pernah menceritakannya sehingga tak seorang pun tahu satu bakat Trib e yang telah hilang selama beberapa generasi ternyata ada pada dirinya. tapi Hisao tak t ahu cara mengatur bakatnya ini. Meskipun Hisao suka membuat kerajinan tangan.

Kisah Klan Otori IV Page 24 . pedang. Ia menyukai semua aspek penempaan: mem¬b uat besi dan baja. pedang. Ia menyukai semua aspek penempaan: me m¬buat besi dan baja. pisau serta ber¬bagai peralatan.seperti hewan yang disihir menjadi patung. eperti hewan yang disihir menjadi patung. pisau serta ber¬bagai peralatan.

Hisao mendengar aya hnya dan seorang laki-laki yang lebih tua membahas benda ini. terutama sen-jata rahasia Tribe pisau lempar . mereka harus me¬nyeimbangkan kekuatan dengan memiliki s enjata yang sama. senjata-senjata mereka dirampas dan mereka hanya boleh berdagang di pelabuhan Hofu. jarum. berusaha mendapatkan senjata itu de ngan cara mencuri. berkhianat. Mereka tak pernah kembali: kabar tentang tertangkapnya mereka dat ang beberapa bulan kemudian. sementara yang lainnya b eranggapan kalau ingin menyingkirkan Otori. Tapi berbaga i laporan tentang pembunuhan yang memakan banyak korban jiwa terbukti sama efektifnya deng an senjata itu sendiri: semua musuh Otori. tapi dia . Senja ta ini pernah sekali digunakan orang barbar. jarum. Ada kalanya Otori Takeo dilaporkan ter¬luka sehingga harapan mereka membumbung tin ggi. senjata yang bahkan t ak mampu dilawan Otori Takeo. dan ia membayangkan senjata api yan g kecil dan ringan. atau orang tua yang in gin mati terhormat yang pergi hendak mem¬bunuh Otori Takeo untuk membalaskan kematian Kikuta Kotaro d an anggota Tribe lainnya. termasuk Kikuta. dan dieksekusi. Sejak itu semua orang barbar digeledah ketika dat ang. Mereka disidang di depan umum yang disebut sebagai pengadilan Ot ori. Ada yang beranggapan senjata itu meng¬hilangkan semua kemampuan dan ke¬nikmatan dala m membunuh. atau mencari sendiri. Senjata-senjata itu tak bisa disembunyikan d an digunakan dengan cepat. belateluarga Kikuta ahli membuat senjata. Senjata-senjata milik Otori bentuknya panjang. Setiap tahun ada saja pemuda yang ingin menjadi pahlawan. terutama sen-jata rahasia Tri be pisau lempar. Namun usaha mereka untuk mendapatkan senjata api selalu gagal. Senjata yang digunakan Otori begitu dirahasiakan cara buatnya hingga membuat orang iri.Keluarga Kikuta ahli membuat senjata. berat serta tidak praktis: kurang prakris menurut cara pembunuhan yang dibanggakan Kikuta. bila terkena air maka senjata itu tak berguna. Jika ada yang hilang. kalau cara tradisional lebih bisa diandalkan. belati kecil dan sebagainya tapi mereka tak tahu cara membuat senjata yang disebut senja ta api. Otori membatasi p enggunaan senjata ini hanya untuk sekelompok kecil orang: setiap pucuk senjata api yang ad a di negara ini dihitung. Keluarga Kikuta terpecah untuk memiliki senjata itu. si pemilik harus membayar dengan nyawanya. yang bisa di-sembunyikan di balik pakaian dan tak ber¬suara.

dua putra Gosaburo. seperti pulihnya dia dari belati beracun milik Kotaro. putra sulung Gosaburo. diutus bersama saudari perempuan mer eka ke Inuyama tempat keluarga Otori merayakan Tahun Baru. Apa yang terjadi setelah itu tidak jelas. Kisah Klan Otori IV Page 25 . Ritual pemakaman mulai diatur dalam kedukaan y ang mendalam karena tak ada jenazah yang bisa dibakar dan tak ada abu jenazah. Suatu sore Hisao bekerja seorang diri di sepetak pegunungan. Tak ada yang tahu apakah mereka masih hidup atau sudah mati. Kehilangan tiga anggota muda yang ada hubungan erat dengan sang Ketua merupa¬kan p ukulan berat. Sejak keluarga Tribe melakukan pe rkawinan campuran. bahkan dari racun. Karena hingga musim semi tiba masih belum ada kabar tentang kedua orang y ang ditawan. Selama malam-malam di musim dingin yang panjang. Belakangan sepupu Akio. Ia menghabiskan li: embernya dibuat dari bambu yang paling ringan dan talinya rambat yang cukup kaku untuk bisa mengangkat ember kincir. Kuroda dan Kudo. tiba-tiba katak terdiam. menyerangnya melalui istri atau anak-anaknya. Taku seperti ibu dan paman buyutnya. Taku dan Zenko. Keluarga Muto yang sudah bersumpah setia pada Otori telah menggandeng keluarga Tribe lainnya: Imai. diantaranya adalah Muto Shizuka serta kedua putranya. Sedang yang lainnya berhasil ditangkap dan dibawa ke kastil Inu yama. jauh di kedalaman ia telah me¬mikirkan cara mengali musim dingin membuat ember dan ta diperkuat dengan batang tanaman Hisao tengah berkonsentrasi penuh pada pekerjaannya. ya ng kurang berbakat. kecil sawah. Kikuta menduga mereka sudah mati. Tapi cara ini juga terbukti gagal.selalu sembuh. Akio mulai bersekutu dengan musuh Takeo lainnya. Mendengar desas¬desus kalau Otori tak bisa mati membuat kebencian serta kegeriran Akio semak in ber¬tambah. banyak pengkhianat yang memiliki darah Kikuta. bersekutu dengan Otori melalui pernikahan: mereka bersaudara ipar. ri sawah dengan me¬manfaatkan kincir air. memimpin jaringan mata-mata dan melindungi Otori. sementara Zenko. mempunyai b anyak kemampuan. lapi ternyata para perempuan yang menjadi sasaran berhasil mempertahan¬kan diri dengan kekejaman yang tak terduga: salah satu penyerang. Ia tengok kanan-kiri. Mereka berbaur dalam kerumun an di biara dan mencoba menikam Lady Otori dan putri-putrinya. terluka dan dipuk uli sampai mati oleh kerumunan orang.

ak ada orang.Tak ada orang. tapi ia tahu ada orang yang menggunakan kemampuan menghilang Tr ibe. Kisah Klan Otori IV Page 26 . tapi ia tahu ada orang yang menggunakan kemampuan menghilang Trib e.

Sosok laki-laki itu bergoyang-goyang selagi meng¬hilang. "Kau bcrnama Kikuta Hisao. "Kau tidak memiliki satu pun kemampuan Tribe?" tuturnya. "Siapa di sana?" Tiba-tiba muncul seorang laki-laki dengan usia tak bisa diperkirakan dan berpena mpilan biasa berdiri di hadapannya. maupun mengenalinya. Sakit kepalanya kian menjadi-jadi: Muto Ken ji adalah pengkhianat. Kalau begitu. dan dunia ibunya menyelubungi ambang batas dunianya. dan dirasakan reaksi penyesalan serta ras a iba ibunya. Aku tidak tahu orang yang bias melakukannya di kalangan Kikuta saat ini." "Tapi tadi kau mendengarku mendekat. Sorot matanya tajam dan kelihatan penuh selidik. Orang itu kembali menampakkan diri dalam jarak serentangan tangan dari wajah His ao." Hisao menyerap semua keterangan ini. "Sudah kuduga." ujar orang itu. segera menyadari kalau orang mi dikenal ibunya. dan ibuku bemama Muto Yuki. kemudian mengalih¬kan pandangannya ke seberang lembah. "Aku takkan menyakitimu. "Siapa kau?" bisiknya. Hisao merasaka n jari-jari yang tak terlihat memiting pergelangan tangannya dan ototnya langsung terasa lumpuh saat telapak tangannya terbuka dan pisaunya terjatuh. aku kakek¬mu: Muto Kenji." Ia heran telah bersik ap biasa dan bebas pada orang yang belum dikenalnya. Aku mendengarkan mereka. Aku tak memiliki kemampuan me nghilang. kan?" "Hanya dari katak. dia berseru." Ekspresi wajah orang itu agak berubah. dia berseru . Hisao mengangguk. putra Akio?" "Ya. "Kau bisa melihatku?" sahut laki-laki itu. dan menyebut namanya dengan cara yang membuat Hisao percaya padanya. "Siapa di sana?" gira itu hanya salah satu anak yang datang membawa pesan. Tangan Hisao segera bergerak ke arah pisaunya karena yakin ia bel um mengenal orang itu. kebencian Kikuta pada orang ini hampir sama besarnya seperti kebenc ian pada Otori . dirasakan kebahagiaan dan pendcritaan ibunya dan pertanda pertama dari sakit kepalanya serta kemampuan melihat separuh dari dua dunia yang ber¬beda.Mengira itu hanya salah satu anak yang datang membawa pesan. "Tidak. Tapi aku tak bisa mendengar dari jau h.

" Pandangannya turun menatap ke konstruksi yang tengah dikerjakannya. Rasa kecewa dan lega menyapu dirinya. Mengapa kau kemar i? Kau akan dibunuh. menghindari para penjaga di gerbang. Dia tidak punya kemampuan apa pun. Kadang-kadang kepalaku sakit." Ia tidak bersusah payah menyembunyikan sosoknya selagi mengikuti bocah itu menur uni jalan setapak dari atas gunung menuju desa. tahu betapa kerasnya masa kanak-kanak di Tribe. "Ayah!" "Apa itu?" tanya Kenji. maupun Otori. Seharusnya aku mem¬bunuhmu. namun kehadiran ibunya terasa membebani dirinya dan bisa dirasakan ibunya memanggil. Muto. berkulit gelap dan berwajah lebar. dengan kulit mulus tanpa cacat dan rambut tebal serta mengkilap. "Bukan apa apa. Kenji menatap bocah di hadapannya dengan tatapan iba.Takeo. agak lebih pendek dari Kenji sendin tapi kuat. lagipula ak u tidak ahli membunuh. bergerak tak terlih at dan tak terdengar melewati hutan? dan juga Akio harus tahu kalau ia datang sebagai utusan Takeo. Jelas sekali Hisao punya beberapa kemampuan: benda itu dibuat dengan kreatif dan dengan keahlian tinggi. " Aku lebih suka membuat benda-benda. Aku sudah biasa. apalagi pada mereka yang tak berbakat. Kisah Klan Otori IV Page 27 . Mirip siapa dia? Tidak mirip Kikut a. pikir orang tua itu. "Ada yang aku sampaikan padanya. gerakan matanya yang cepat menun¬jukkan kalau dia bisa melihat hal lain. Dia pasti mirip ibunya Takeo. mirip rambut Takeo. baik dar i ayah maupun dan ibunya. Dan ada sesuatu yang lain pada dirinya. tapi kau bilang kalau kau kakek¬ku." Betapa anehnya. Sadar kalau akhirnya ia akan dikenali juga s iapa lagi yang bisa sampai sejauh ini. Apa yang bisa dilihatnya? Pemuda ini berbadan sehat. "Mari kita temui Akio." ajak Kenji.

maka tak ada hari yang lebih indah daripada hari ini. dan cahaya matahari jatuh di sel a-sela hijaunya dedaunan. Seperti kuilnya. Tubuhnya terasa lebih panas dari yang s emestinya. pikir kenji dengan sedikit bersyukur. Mereka membangun desa di utara ini sebagai markas. dan merasakan dengan li dahnya kapsul beracun yang terselip rapi di bekas rongga gigi gerahamnya yang sudah tanggal. Suasana terasa dipenuhi musik musim semi. dia tak berh enti. Bila hari ini memang ditakdirkan menjadihari terakhir hidupku. Pematang sawah berw arna cerah dengan bunga liar. Pada kunjungan yang pertama ia sempat terkejut melihat ada l ebih dari dua ratus orang di desa itu. terasa ada darah di tenggorokannya. atapnya terbuat dari rusuk atap yang tipis. Kenji m en¬dengar bisik-bisik dan tahu kalau ia telah dikenali. dan meskipun beberapa anjing melompat-lompat penuh semangat ke arahnya. nyanyian burung. sesekali ia mengunjungi tempat in i tanpa diketahui penghuninya. jauh dari jang kauan Takeo. Hisao tidak berbicara pada siapa pun saat mereka berjalan di antara rumah kayu b eratap rendah. Langit berubah keemasan saat mentari mulai tenggelam di ufuk barat. katak serta jangkrik. Tempat ini sama seperti kebanyakan desa Tribe: tersembunyi di dalam lembah seperti lipatan kecil dalam barisan pegunungan. buttercup. dan cahaya matahari jatuh di sel a-sela hijaunya dedaunan. dan saat berhenti sebentar di tepi sawah yang penuh air.Perjalanan itu membuat napasnya terasa sesak. dan saat berhenti sebentar di tepi sawah yang penuh air. Langit berubah keemasan saat mentari mulai tenggelam di ufuk barat. dan mendapatkan laporan tentang Hisao dari Taku. katak serta jangkrik. Kenji belum tahu tempat istimewa ini sebelum Hisao lahir. walaupun tidak di luar jangkauan mata¬matanya. Rumah itu jauh lebih nyaman dan mewah ketimbang rumah-rumah di sekelilingnya. Tubuhnya terasa lebih panas dari yang s emestinya. buttercup. orang ber¬kumpul di belakang mereka. Pematang sawah berw arna cerah dengan bunga liar. vicia. de ngan beranda dari kayu runjung serta pilar kokoh dari kayu cedar. dengan lekukan luwes yang sama indah . terasa ada darah di tenggorokannya. dan bunga krisan. vicia. enam belas tahun lalu d an butuh waktu lima tahun untuk menemukannya. Sejak saat itu. dan bunga krisan. Tapi kemudian ia tahu kalau keluarga Kikuta mundur ke t empat ini sejak dikejar Takeo. Ketika sampai di bangunan yang paling besar. keponakan buyutnya . erjalanan itu membuat napasnya terasa sesak. yang bisa dilihat dari kejauhan. nyanyian burung. Suasana terasa dipenuhi musik musim semi.

"Ayah! Kita kedatangan tamu!" Selang beberapa saat. Semua orang ini. pedagang dari Matsue. sudah bertahun-tahun m engincar dirinya. ia seperti mendengar tarikan napas tiba-tiba.nya seperti kediaman para ksatria. Perempuan muda yang sama datang membawa semangkuk teh." "Aku tak membawa senjata. keluarga dari pihak istrinya. seorang perempuan muda muncul. Seraya melepaskan sandal. Mereka duduk di ujung lain ruangan seraya meng¬amati. Mereka berusaha menyembunyikan keter¬kejutan dengan kemunculannya. Sedang ya ng satunya lagi pasti Imai Kazuo.. Ia ingin sekali meninggalkan raganya la lu pindah ke alam baka. Hisao naik ke beranda dan berse ru ke dalam rumah. Lalu terdengar langkah kaki." sahut Kenji. ta pi tanpa rasa riang. "Letakkan senjatamu. Saat melangkah masuk ke dalam r umah. Betapa lemah tubuh¬nya saat ini! Teringat dengan rasa penyesalan kalau semua kemam puan yang ia miliki kini hanya menjadi bayang-bayang. paman Akio. "Aku datang dengan membawa misi yang dam ai.. Hisao su dah pergi. adik Kotaro. pintu banian dalam bergeser terbuka dan Kikuta Akio mela ngkah masuk." Gosaburo tertawa sinis tidak percaya. Akhirnya Akio angkat bicara. . Sedang dua laki-laki lainnya tersenyum. namun terdengar olehnya anak itu sedang bicara dengan pelan di belakang r umah. Andai ia bisa men yelamatkan bocah itu. Kenji pun diam saja. membawa air untuk membasuh kaki sang tamu. setahunya. Ruangan itu remang¬remang: ia nyaris tidak bisa melihat gulungan yang tergantung d i dinding sebelah kanan¬nya. kehidupan apa pun yang ada di sana. yang menurut kabar telah menentang keluarga Imai untuk tinggal bersama Kikuta. kehidupan yang lain. Tak seorang pun membungkuk normal maupun memberi s alam. tapi siapa yang bisa menyelamatkan orang dari takdir? Semua pikiran ini melintas di benaknya saat duduk di lantai berlapis karpet samb il menunggu Akio. Aroma minyak wijen merebak dari arah dapur dan didengarnya desis makanan di penggoreng an. Dadanya terasa nyeri seperti ditusuk-tusuk dan rasanya tak ta han ingin batuk. Dia diikuti dua laki-laki yang lebih tua. Kerumunan orang di belakang Kenji terdiam. yang satu bertubuh gempal dengan raut waja h halus yang dikenal Kenji sebagai Gosaburo. seolah semua orang yang berkumpul di luar menarik napas di saat bersamaan.

"Benar."gumamny a. seperti serigala di musim dingin. Kisah Klan Otori IV Page 28 . Kenji membiarkan orang itu meraba pakaiannya dengan jari-jarinya yang panjang dan ceka tan. "Kazuo yang akan menggeled ah¬mu. Ketua." Kazuo mendekati Kenji dengan hati-hati dan agak malu-malu. "Maaf." ujar Akio.

" Kisah Klan Otori IV Page 29 ."Dia berkata jujur. Dia tidak mem bawa senjata." Dia berkata jujur. Dia tidak membawa senjata.

" ejek Akio." Kenji bicara pada Gosaburo. "Rupa¬nya kau sudah bosan hidup!" Kenji menatap tajam."Mengapa kau kemari?" sera Akio. "Dia sedang memohon pada kita." "Anak-anak itu akan tetap hidup jika kau setuju untuk berdamai. Kesed ihan membuatmu lemah. sebelum Gosaburo berdiri. temyata usia tak mampu melunakkan maupun melembutkan sikapnya. "Akio!" Gosaburo memohon. Setidaknya kita dengar dulu apa yang aka n Muto sampai¬kan." Tapi putriku sudah mati enam belas tahun lalu." kata Gosaburo d engan nada memohon." sahut Akio. "Putra sulungmu."Kita tak mau be randing dengan Si Anjing. air matamulai berlinang. Kunio. Ka mi tak ingin mendengar pesan apa pun darinya!" "Aku khawatir salah satu putramu sudah mati. Anak-anakmu akan diadili dengan tuduhan percobaan pembunuhan. paman. . Selama bertahun¬tahun ia bermimpi berhadapan dengan orang yan g telah menikahi dan terlibat dalam kematian putrinya. "Dengan mengutus pembawa pesan itu telah menunjukkan kelemahan." katanya pada Akio. Dia dikenal dengan nama Otori si Anjing. "Putriku? Dia tidak terluka?" "Tidak. Tapi yang lainnya masih hidup. Tampak ada kerutan¬kerutan di wajah Akio." sahut Kenji cep at. "Kami tidak memanggilnya Lord Otori. "Tinggalkan kami." "Satu lagi kebohongan dari Si Anjing. rambutnya pun mulai memutih." Gosaburo menelan ludah. termasuk putrimu. "Dia tidak disiksa?" "Kau harus tahu kalau penyiksaan kini dilarang. dan bisa dihukum mati. tapi mereka tidak disiksa. Tapi badannya tampak sekuat baja. Kau tentu pernah m endengar bahwa Lord Otori memiliki sifat welas asih. "Biarkan dia bicara. dia baik-baik saja." Gosaburo mencondongkan badan lalu bertanya pada Kenji." tutur Kenji tenang. "Rupa¬nya kau sudah bosan hidup!" Mengapa kau kem ari?" sera Akio. "Aku datang membawa pesan dari Lord Otori. Aku akan bicara dengan Muto berdua saja.

orang¬orang tua? Apakah Tribe membusuk dari dalam ? Andai Kotaro masih hidup! Tapi Si Anjing membunuhnya dia membunuh pemimpin keluarganya s endiri. seraya mendorong tubuh orang tua it u ke pintu. sesuai cara Tribe menyel esai¬kan masalah. pada Kisah Klan Otori IV Page 30 . "Tua bangka bodoh itu tidak berguna la gi! Dia sudah mis kin. Menguntungkan bagi kita semua. Kita selalu bekerjasama dengan para bangsawan yang hebat: jangan¬lah kita menentan g Otori. menyuruhnya agar cepat keluar dari ruangan itu. gusar. dikumpulkan tenaga lalu membiarkan gelombang ten aganya mengalir memenuhi ruangan itu. dan aku akan menghabisi ayahnya: kita akan menyingkirkan orang le mah. Dirasakannya ketenangan menyapu semua orang."Tinggalkan kami!" Akio juga berdiri. rakyat bahagia. "Kita bicara sebagai sesama Ketua. "Dasar penyihir tua bangka. Mari kita ingat lagi sejarah Tribe." Nada suaranya seakan mengandung sihir yang membuat ruangan senyap dan semua oran g yang berada di luar bungkam. "Tua bangka licik. Kau tak bisa menjebakku dengan kebohonganmu. karena ini akan men ghancurkan mereka dan dirimu. bukan berdasarkan kebencian dan amarah pribadimu. bagaimana kita bisa berta han sejak dulu kala." "Akio." katanya saat kembali duduk. Ada apa dengan kalian. baik petani a taupun ksatria. Sebagai imbalannya. Kenji tahu kalau Hisao sudah kembali dan sedang berlutut tepat di balik pintu. Masyarakat yang dibentuknya berjalan lancar. Saat ia berhenti bicara. Tadi kau mengatakan S i Anjing melakukan hal baik! Rakyat gembira! Apa untungnya semua ini bagi Tribe? Kau suda h lemah seperti Gosaburo. Biarkan Otori membunuh anak-anak itu. Setelah itu baru kau putuskan apa yang te rbaik bagi Kikuta dan Tribe. Apa yang dilaku¬kannya di Tiga Negara baik adanya: disetujui masyarakat. keluar¬ga Kikuta akan d imaafkan: Tribe akan ber¬satu lagi. Dengar dulu apa yang akan kusampaikan." Akio me¬mecahkan kesunyian dengan teriakan penuh amar ah. "Sejujurnya. tak ada yang mati k elaparan dan tak ada penyiksaan. mereka duduk dengan mata setengah terpejam. dan yang kini dia lakukan hanyalah meratap dan menyesali nasibnya." tutur Kenji. Hentikan permusuhanmu.

Kau saksin ya: kau men¬dengar sumpah si Anjing saat di Inuyama. Kau saksiny a: kau men¬dengar sumpah si Anjing saat di Inuyama. Dia melanggar sumpah itu jadi dia sud ah Kisah Klan Otori IV Page 31 . Dia melanggar sumpah itu jadi dia sud ah iapa dia harus menyerahkan hidupnya atas kejahatan yang dia lakukan.siapa dia harus menyerahkan hidupnya atas kejahatan yang dia lakukan.

dan yang pasti. Ketua dari keluarganya dengan ep antasnya mati. Jika tetap tak mau berdamai. Tapi dia malah mem¬bunuh Kotaro. Tapi ia senang Gosaburo dan yang lainnya ju ga mendengar. Aku kemar i sebagai utusan." sahut Akio. Kenji berkata. Mari. desa itu kelihatan menyedihkan." Akio menatapnya dengan memicingkan mata." "Aku telah melindungi keluargaku dan Tribe. Dia harus mati!" "Aku takkan berdebat tentang mana tindakannya yang salah dan yang benar. Ketua dari keluarganya dengan bantuannmu. "Kau tahu di mana bisa menemukan kami bi la kau berubah pikiran. maka menyerahlah: kau t akkan berhasil membunuhnya. ternyata aku masih hidup lebih lama. "Dia melakukan apa yang harus dilakukan saat itu. "Pengkhianatanmu pada Tribe harus dihuk um. Selain rumah utama. hidupnya dijalani l ebih baik sebagai Otori ketimbang sebagai Kikuta. Aku bisa meyakinkanmu akan hal itu." Kenji bicara ke belakang dalam bayang-bayang. ia bisa saja menghilang lalu melenyapkan diri ke pedesaan. Dia tidak bisa dimaaf¬kan." Kenji begitu berwibawa sehingga Akio membiarkannya berdiri lalu berjalan keluar ruangan. Pasti sulit men¬jalani hidup d i sini. apalagi di . "In i putramu? Kurasa dia tidak memiliki kemampuan Tribe. dan aku akan kembali dengan cara yang sama. pikimya saat melangkah keluar dari beranda dan kerumunan memberi jalan padanya. Hisao. Kumohon kau hentik an perlawananmu agar Kikuta bisa kembali ke Tiga Negara Gosaburo bisa menjalankan lagi bisnisnya! dan menikmati hidup selayaknya. Ijinkan dia menemaniku sampai ke gerbang. Tapi semua itu telah berlalu. Akan kusampaikan pesanmu yan g patut disesalkan pada Lord Otori. Sewaktu lewat Hisao masih berlutut di luar. "Betapa pun kau menginginkannya." sahut Kenji. Kau yang menghancurkannya. Tapi dia malah mem¬bunuh Kotaro. Begitu sampai di tempat terbuka dan di luar jangkauan tatapan Akio. seraya membalikkan badan." Baiklah." ujar Kenji. "Tapi dia takkan mati di tanganmu. Tapi adakah pel uang ia membawa bocah itu? Penolakan Akio tidak mengejutkannya." "Semua orang pasti mati.sepantasnya mati.

. Hisao menangkap lengannya dan berteriak. seperti halnya Gosaburo. Saat berbalik untuk memberi Hisao semangat. "Aku ingin kau ikut denganku ke Inuyama. tapi ketika sosok tubuhnya menghila ng. tapi Hisao be rjalan terseok-seok di belakangnya. Tiba-tiba ada yang menyeruak dari sela-sela mereka. diikuti oleh Kazuo: ke duanya sudah menarik belati. Kenji melihat kerumunan orang masih memerhatikan. "Kepalamu saki t?" "Mmm.musim dingin. "Hisao. lalu berlari di pematang ke hutan bambu. "Bawa aku! Mereka takkan membiarkanku pergi! Tapi dia ingin ikut denganmu!" Mungkin karena Kenji sedang dalam keadaan menghilang dan berada di antara dua du nia. "Hisao. lalu terjatuh. Kebanyakan penghuninya pasti mendamba¬kan. tapi ia yaki n tak ada yang mengikutinya. lalu meng¬hilang. dirasakan oleh Kenji. Saat Hisao muncul dari belakang dan berjalan di sampingnya. Temui aku di temp at tadi kita bertemu. tanpa tergesa-gesa. Bila berhasil sampai di tepi sawah. Dahi¬nya berkerut. Kau mau?" "Aku tak bisa pergi dari sini! Aku tak bisa meninggalkan ayahku!" Lalu ia berser u kesakitan." Dia mengangguk tanpa bicara. mungkin Kisah Klan Otori IV Page 32 . dan sesekali menaikkan tangan-nya memegangi pelipis kirinya dengan ujung jari." bisik Kenji. Akio.. Kepatuhan mereka pada Akio. lebih karena ketakutan ketimbang rasa hormat. hidup nyaman di Matsue dan Inuyama. Kenji menyadari ada kehadiran lain yang mengambil tempat setengah tubuh dan pikiran bocah itu. temui aku.. Mereka sudah separuh jalan. Hanya tinggal lima puluh langkah lagi. ada kemungkinan anggota lain Kikuta me¬nentang ke putusannya. la terus berjalan dengan tenang." katanya. Kenji tidak berani berbalik. apalagi jika itu berarti sandera akan dibiarkan hidup.

.

tapi saat itu Kenji melihat apa yang Hisao lihat.. tapi saat itu Kenji melihat apa y ang Hisao lihat.. Kisah Klan Otori IV Page 33 .. uga karena perasaan Hisao yang meledak-ledak....juga karena perasaan Hisao yang meledak-ledak.

namun tetap saja mereka adalah ta wanan. Kisah Klan Otori IV Page 35 . Meskipun diperlakukan dengan baik. Meskipun diperlakukan dengan baik.Inuyama. namun tetap saja mereka adalah tawan an. nuyama.

berbagai daerah mengurus masalah mereka sendiri: Tiga Negara dilanda konflik akibat para bangsawan berebu t wilayah dan kekuasaan. Selama perjalanan ia memerhatikan tanda-t anda negeri yang damai: anak-anak yang sehat. Kadang ia melakukan perjalanan dengan semua keme gahan yang diharapkan dari seorang penguasa besar. Kagemura selama beberapa minggu. dan Kenji berangkat melaksanakan misinya. dengan enggan ia pergi ke Hofu. Kaede serta putr i¬putrinya pergi ke Hagi bersama Shizuka. Takeo pun menunda waktu untuk meninggalkan Inuyama. Ia memikirkan kemungkinan Shizuka mengajak salah satu dari mereka. Takeo tidak akan melupakan kata-kata Otori Shigeru kepadanya: Karena Kaisar yang begitu lemah seh ingga bangsawan seperti Iida bisa merajalela. sedikit pengemis serta tidak ada bandit. Hasil dari semua itu terlihat saat ia ber¬kuda ke wilayah Barat. mungkin Maya. ke desa ter¬sembunyi Muto. mungkin Maya.Setelah salju mencair. dan ketika tiba di Hofu. Namun ket ika hingga bulan keempat muncul dan masih belum ada kabar. ke desa ter¬sembunyi Muto. membagi hari-hari dalam setahun dari satu kota ke kota lainnya di Tiga Negara. Tujuannya untuk membuat negara ini sangat aman hingga gadis belia pun bisa memeg ang kekuasaan. Ia mem beri instruksi agar Taku mengirimkan semua pesan kepadanya di sana. Sebenarnya kaisar berkuasa atas Delapan Pulau. ia bangga dan puas bahwa Tiga Negara telah s esuai dengan . dengan enggan ia pergi ke Hofu. berharap mendapat kabar dari Kenji di bulan ini. dua pengawal terpercaya dari Tribe saudara sepupu Kuroda: Junpei dan Shinsaku. Takeo melihat kegelisahan istrinya pada si kembar semak in bertambah. Kagemura selama beberapa minggu. Takeo pun menunda waktu untuk meninggalkan Inuyama. kegembiraan serta kebahagiaan mereka. Ia mem beri instruksi agar Taku mengirimkan semua pesan kepadanya di sana. Namun ket ika hingga bulan keempat muncul dan masih belum ada kabar. Ia memikirkan kemungkinan Shizuka mengajak salah satu dari mereka. Kaede serta put ri¬putrinya pergi ke Hagi bersama Shizuka. Selama berkuasa. berharap mendapat kabar dari Kenji di bulan ini. desa yang makmur. Takeo melihat kegelisahan istrinya pada si kembar semak in bertambah. namun dalam pelaksanaannya. dan Kenji berangkat melaksanakan misinya. Didampingi para p engawal. kadang ia menyamar untuk dapat berbaur d engan rakyat biasa dan mengetahui pendapat. etelah salju mencair. ia sering melakukan per¬jalanan. yang d ikenal sebagai Jun dan Shin serta jurutulisnya. Kini ia dan Kaede telah membawa kedamaian dan memper¬tahankannya dengan penuh perhatian pada seluruh wilayah dan berbagai aspek ke¬hidupan rakyatnya.

Hal ini membuatnya mempertanyakan keadilan dari administrasi sete mpat. pikirnya. Hana bukan hanya cantik. kayu. Zenko tengah menghimpun kekuatan dan senjata. Bahkan dua petani mengeluh kalau putra mereka dipaksa menjadi prajurit. lebih dari yang Takeo harap¬kan. tapi juga segera mem¬berinya ti ga putra. Tapi Takeo memaksa: mereka menikah ketika Zenko berusia delapan belas tahun dan Hana enam belas tahun. Sepanjang tahun yang sulit setelah kelahiran si kembar. saat empat belas t ahun. Ia tidak menduga apa yang menantinya di kota pelabuhan itu. membutuhk an keputusan yang hanya bisa diputuskan olehnya. Takeo mengatur untuk mengirim kurir ke Kumamoto. Zenko sangat senang: persekutuan itu meru pakan kehormatan besar baginya. dan seorang ped agang memberi informasi bahwa para prajurit menyita sejumlah besar batu bara. meminta bantuan. Namun.tujuannya itu. tapi terkadang ada keluhan atas para petugas itu sehingga haki m-hakim yang adil harus didatangkan. adik bungsu Kaede. Bahkan Hana pernah menawarkan diri ketika kesehatan Kaede memburuk. Shirakawa Hana. ataupun curiga kalau di sana nanti kepercayaan dirinya akan goyah dan kekuasaannya terancam. sebelum kecantikannya tercoreng. di Hofu. Hana menjadi lebih dari sekadar godaan yang bisa diakui Takeo. ikut bersamanya. Musim semi ini. Penolakan mantap Takeo untuk menganggap serius tawaran nya telah melukai dan mem-permalukan Hana: keinginan Takeo untuk menikahkannya dengan Zenk o justru mem¬buat Hana kian gusar. ada tiga mau empat kasus semacam ini . Tampaknya begitu ia tiba di kota mana pun di Tiga Negara. Istrinya. utusan bermunculan di gerbang kastil atau kediaman ia tinggal: ingin mengadakan pertemuan. bahkan bila diperhatikan l ebih lama lagi kelihatan lebih cantik di¬bandingkan Kaede saat masih muda. Beberapa dari masalah ini sebenarnya dapat d isampaikan pada petugas setempat. Aku harus bicara padanya. dengan paras yang sama persis seperti Kaede muda. belerang d an nitrat. Takeo tahu niat ini karena adik iparnya lupa kalau ia memiliki pendengaran yang . semuanya sehat. Rasa tergila-gilanya pada Takeo segera digantikan rasa dendam pa danya dan iri pada kakaknya. Ia tidak suka maupun p ercaya pada Hana. Hana sangat mirip dengan kakak sulungnya. keesokan harinya Arai Ze nko yang telah diberi bekas wilayah ayahnya di bagian Barat dan juga Hofu datang dari Kuma moto dengan alasan hendak menyambut Lord Otori. Dia pun bertekad untuk mengambil alih kedudukan mereka. Hana selalu mencari kesempatan untuk menggoda dirinya agar menjadikannya istri kedua atau se lir.

siapa meng unjungi siapa di Kisah Klan Otori IV Page 36 . kegiatan mereka yang ada di pos jaga dan istal. tapi masih cuk up baik untuk menguping per-cakapan rahasia. Pendengarannya memang tidak setajam saat masih tujuh belas tahun. menyadari segala sesuatu yang ada di sekelilingny a. di mana posisi tiap orang di kastil.sangat peka.

Kisah Klan Otori IV Page 37 . alam hari dan untuk tujuan apa.malam hari dan untuk tujuan apa. Ia juga dapat membaca niat orang itu dari cara b er¬diri hingga gerakan tubuh. Ia juga dapat membaca niat orang itu dari cara ber¬diri hingga gerakan tubuh.

" "Oh. Taku: dua puluh enam tahun. "Aku hanya akan berada di Hofu selama satu atau dua hari. "Tidak ada kebutuhan. sedikit tersibak hingga menampakkan tengkuknya yang putih sempurna. terlepas dari kenyataan bahwa dia adalah ibu dari tiga orang anak: orang akan mengira usianya tak lebih dari delapan belas tahun." Hana angkat bicara. tapi Lord Takeo harus tinggal lebih lama. orang ketiga di Tiga Negar a yang mati dengan cara begitu. Ia menyadari bila semu a ini dijadikan satu maka bisa menimbulkan sakit hati yang mendalam pada pemuda itu. Pada usia dua belas tahun dia menyaksikan ayahnya mati ditembak dengan senjata api." katanya. aat ini ia mengamati Hana yang sedang membungkuk di hadapannya. memutus kan untuk menanggapi basa-basi ini.Saat ini ia mengamati Hana yang sedang membungkuk di hadapannya. di usia dua puluh delapan tahun. dengan rambut me njuntai ke lantai." kata Zenko. menutupi kenyataan kalau ia merasa lebih kesakitan ketimbang biasanya karena udara yang lembap. tampak sangat mirip dengan ayahnya be rtubuh besar. ada satu atau dua hal yang perlu kita bicarakan. gagah perkasa. Taku: dua puluh enam tahun. ahli menggunakan panah dan pedang. "Kalian tidak perlu repot-repot datang. Ia menjawab dengan s ikap yang sama sopannya." "Aku pernah melakukan perjalanan dalam cuaca yang lebih buruk. pastinya. seperti yang sering dia lakukan sebelum suaminya sempat bicara. Hana bergerak dengan luwes. dengan rambut m enjuntai ke lantai. Sambutan dan pertanyaa n mereka mengenai kesehatan diri juga keluarganya terasa berlebihan. tapi sebenarnya dia seumur d engan adik Zenko. sedikit tersibak hingga menampakkan tengkuknya yang putih sempurna. untuk meningkatkan jum . terlepas dari kenyataan bahwa dia adalah ibu dari tiga orang anak: orang akan mengira usianya tak lebih dari delapan belas tahun." sahut Takeo samb il tersenyum. Suaminya. "Kami senang bisa menghabiskan waktu bersama kakak ipar. tapi sebenarnya dia seumur d engan adik Zenko." sahut Takeo. Dua orang lainnya adalah para bandit. Kedua orang ini tidak menunjukkan tanda-tanda kedengkian. "Baiklah. "Anda harus tinggal di sini sampai musim hujan s elesai. dan bisa berubah menjadi kebencian. Anda tidak bisa bepergian dalam keadaan cuaca seperti ini. bertenaga besar. Hana bergerak dengan luwes.

walaupun Hiroshi tidak pernah mengatakannya." "Kita menghadapi ancaman dari kaum barbar. "Bagai mana pendapat Sugita Hiroshi tentang rencanamu?" Hiroshi dan Zenko tidak menyukai satu sama lain. Kedua kakak beradik yang semakin dingin. bahkan jika mereka kembali ke sawahnya unt uk panen." "Dari Kumamoto dan distrik selatan. ya. Tampaknya ini kese mpatan emas untuk memberi mereka pelatihan dan senjata. Keuangan wilayah bisa dijalankan dengan baik. adik Zenko ." sahut Takeo dengan nada ringan. pedang. Kami tidak siap. " Kisah Klan Otori IV Page 38 ." Keterusterangannya yang keluar tepat setelah sopan-santun tadi. benar lima ribu orang." tutur Zenko. ma ka mereka harus menggantinya dengan biaya sendiri. "Tombak. dan kecewa ketika perempuan idamannya itu menikah dengan Arai Zen ko. jauh lebih dekat ketimbang. adalah teman dekat. tak banyak hal yang bisa luput dari perhatian nya di seluruh Tiga Negara. Takeo tersenyum lagi. Mereka pasti tahu. Nanti kita semua akan bertemu di Maruyama pada bulan kesepuluh dan meng¬kaji ulang kebutuhan pasukan di wilayah Barat. Catatan k ami menunjukkan mereka semua diper¬senjatai. Bila senjata mereka hilang atau rusak. Hiroshi dan Taku. dan aku ingin tahu lebih banyak tentang kekuatan apa yang sedang kau himpun. Takeo tahu Hiroshi memendam has rat untuk menikahi Hana." tutur Zenko. kelak kita bicarakan masalah ini dengannya." "Klan Seishuu kini tunduk pada Maruyama. "Wilayah Barat terbuka lebar bagi mereka: Klan Snshuu belum pernah menghadapi serangan dari laut.lah pasukan. panah dan sebagain ya. Kedua pemuda itu tidak saling menyukai sejak pertama kali mereka bertemu bertahun-tahun silam semasa perang saudara. Tapi ada banyak o rang yang tidak terlatih dengan usia cukup untuk bertempur di wilayah Seishuu lainnya. mengejutkan mere ka." aku Zenko." "Berapa banyak orang yang kau kumpul¬kan? Paling banyak lima ribu orang. "Baiklah. "Aku belum sempat bicara dengan Sugita. "Kebutuhan senjata selalu ada.

Zenko berkata. "Mere ka berada jauTujuan orang-orang asing itu sebenarnya hanyalah berdagang." sahutnya. pikirnya." Zenko mungkin benar. Lima puluh ribu kuda. "Mereka berada jauh dari kampung halaman mereka. Namun kala itu Zenko hanyalah bocah kecil.. Zenko adalah bagian dari takdirku. Lalu mereka melemahkan dari dalam dengan agama mereka. "Akan k ita tingkatkan pengawasan terhadap orang-orang asing itu. K endati menyebut dengan kata kaum barbar. kapal-kapal mereka kecil. Zenko tampak terkesan dengan senjata dan kapal mereka. Satu ekor kuda mereka lebih besar dibandin gkan dua ekor kuda kita." "Semua ini." Takeo mengamati. Dan nitrat hanya boleh dibeli langsung oleh klan." sahut Takeo. kata mereka. "Kau tahu kalau aku menghormati pendapatmu dalam masalah ini." timpal Hana. Takeo teringat saat menempel kan pisau di leher Zenko. Kalau saja saat itu ia menggunakan pisau dengan baik. pikir Takeo." Takeo memerhatikan selagi Zenko mem¬bungkuk dengan enggan. ingin tahu apakah mungkin menghapusk an keinginan balas dendam Zenko. segaris rona warna di l ehernya menandakan kekesalannya atas peringatan keras tadi. seperti yang kau katakan. Mereka akan mengubah kita semua menjadi budak mereka. ia belum pernah membunuh ana k-anak dan berdoa semoga tidak akan pernah. ia bisa terhi ndar dari banyak masalah. Takeo menghela napas panjang. Apabila nanti diperlu¬kan lebih banyak pasukan. Ak .. maka sekarang mereka harus berurusan dengan kita melalui diplomasi." "Tapi mereka selalu membual tentang pasukan hebat raja mereka. Orang¬orang asing itu sebagian besar terkurung d i Hofu."Tujuan orang-orang asing itu sebenarnya hanyalah berdagang. Pert ahanan terbaik kita melawan mereka adalah berdagang dengan damai. Mereka mestinya jera deng an serangan di Mijima." sahut Takeo. hanyalah bualan. dan ser angan dari luar. Seandainya mereka bergabung di wilayah Barat. Dan pasukan pejalan kaki mereka menyandang senjata api. "Aku be rani katakan kalau Terada Fumio mem¬buat pernyataan serupa tentang keunggulan kita di kepulauan wilayah Barat dan pelabuhan di Tenjiku dan Shin. "Di sana kaum barbar juga menggunakan perdagangan sebagai alasan untuk menjejakkan kaki. "Se ribu orang bersenjata api. dan Zenko bertemu dengan lebih banyak orang-orang itu ketimbang ksatria¬nya sendiri." Dilihatnya ekspresi wajah Zenko berker ut saat nama Fumio disebut. akan kuberitahu¬kan kepadamu. Fumio yang menembak ayah Zenko saat gempa mengguncang dan meng¬hancurkan pasukan Arai.

kam i hanya punya anak laki-laki." "Kami ingin Anda mengangkat salah satu putra kami. tatapan matanya lenang. Apa lagi yang bisa kulakukan untuk menjinakkan dirinya? Hana berkata dengan suara selembut madu. Zenko yang kurang memiliki kehalusan dalam berbicara dibandingkan istrinya lalu bicara dengan nada datar. "Seperti yang Lord Otori ketahui." ujar Zenko. "Ijinkan kami memberikan salah satu putra kami. tanpa basa-basi. lalu berkata. Bagaimana dengan kakak sul ungku. juga ketiga putri Anda yang cantik-cantik?" "Terima kasih: mereka semua sehat-sehat saja." seru Hana. kurasa." "Tapi Anda harus tahu kebahagiaan memiliki anak laki-laki.u harus hadapi dia dengan hati-hati. Sesungguhnya kami hanya menaruh per¬hatian pada Anda sekeluarga serta kemak¬muran Tiga Negara." lanjut Hana. Putri sulung kami pada akhirnya akan men jadi penguasa Tiga Negara. "Sungguh itu suatu kehormatan besar serta membawa kebahagiaan tak terbilang bagi kami." Ah! pikir Takeo. "Lord Otori pasti sangat ingin memiliki putra. "Kami takkan melakukan apa pun tanpa be rkonsultasi dengan Lord Otori." Mau ke mana arah pembicaraannya? Takeo penasaran. hal itu tak menjadi masalah. Anda sehat-sehat saja." gumam Kisah Klan Otori IV Page 39 . "Karena sepertiga negara kiia sudah diwariskan me lalui garis keturunan perempuan. serius dan agak malu-malu." "Satu kesedihan yang mendalam bagiku karena tidak punya anak perempuan.

Kisah Klan Otori IV Page 40 .Hana.

"Kalian sangat murah hati dan penuh pengertian. Sesungguh¬ny a amat pantas mengangkat keponakan istrinya: bahkan mungkin kelak ia bisa menjodohkan a nak itu dengan salah satu putrinya." tutur Hana selagi kedua bocah itu membungkuk sampai ke lantai di hadapan paman mereka. diam terpaku dengan khidmat dalam pertemuan itu. me ngena-kan jubah resmi. yang mati digorok oleh anak haramnya. lebih mirip ayahnya. dengan tulang punggung yang panjang serta struktur tulang y ang ramping. "Mohon kami diberi kehormatan dengan menerima dua putra tertua kami. bukan seperti pemimpin Otori yang lain. Lalu masuk kembali bersama kedua anaknya: usia mereka delapan dan enam tahun. "Ya. Saat itu Takeo berdoa. bukan seperti pemimpin Otori yang lain. sedang adiknya. Ketika Takeo mengangguk setuju. Ia juga berdoa dibiarkan hidup hingga tugasnya selesai dan putrin ya telah cukup dewasa untuk memerintah negeri ini. aku ingat. Nanti akan ditanyak annya pada . seperti yang sering dilakukannya." sahut Takeo. Ia lega Kaede tidak melahirkan lagi dan berharap istrinya tidak hamil lagi. Ramalan bahwa ia akan mati di tangan putranya sendiri tidaklah menakutkan. "Yang sulung bernama Sunaomi. Chikara. Kebenarannya adalah : ia tak ingin anak laki-laki." tutur Hana . Sedangkan adiknya lebih bulat dan kekar. Ia juga berdoa dibiarkan hidup hingga tugasnya selesai dan putrin ya telah cukup dewasa untuk memerintah negeri ini. Sudah tiga tahun ia belum bertemu kedua bocah ini. Masahiro. dan belum pernah bertemu putra bungsu Hana yang lahir tahun lalu. Karena tak ingin menghina mereka dengan langsung menolak tawaran itu." sahut Takeo. Kebenarannya adala h: ia tak ingin anak laki-laki. yang mati digorok oleh anak haramnya. Saat itu Takeo berdoa. Ramalan bahwa ia akan mati di tangan putranya sendiri tidaklah menakutkan. Hana bangkit dan berjalan ke pintu dengan luwes. Kedua anak itu tampan: yang sul ung mirip dengan Shira¬kawa bersaudara. seperti yang sering dilakukannya. Shizuka. namun menoreh kan kesedihan mendalam pada dirinya. Kalian sangat murah hati dan penuh pengertian. Ia lega Kaede tidak melahirkan lagi dan berharap istrinya tidak hamil lagi. Masahiro. Rambut mereka dita ta dengan bagian rambut yang panjang di bagian depan. Takeo ingin tahu a pakah salah satu dari mereka mewarisi kemampuan Tribe dari neneknya. kalau kematiannya seperti kematian Shigeru. namun menoreh kan kesedihan mendalam pada dirinya. kalau kematiannya seperti kematian Shigeru." sahut Takeo. sangat mirip dengan Kaede.

juga bany ." Kini Takeo ingat kalau ia pernah men¬dengar Kaede memuji Sunaomi karena kecerdasan nya." ujar Takeo lagi. Diajukannya pertanyaan tentang pelajaran. "Biarkan paman melihat wajah kalian. Zenko berkata. Bangsawan itu mati dalam bencana gempa tapi Takeo tidak pernah memaafkannya." Takeo tertarik pada si sulung yang amat mirip Kaede. Mengangkat keponakannya mungkin bisa menjadi kompensasi. Usianya hanya tujuh tahun l ebih muda dari Shigeko. Fujiwara telah memikat dan menyanj ungnya. makanan. Sunaomi sudah menjadi kesayangan kakak sulungku. Ia tahu istrinya iri pada Hana dan menyesal karena tidak punya anak laki¬laki. Zenko melanjutkan. dan senang dengan jawaban mereka yang cerdas serta jelas. Lord Fujiwara adalah ba ngsawan yang telah menculik istrinya." "Bolehkah aku mengajukan satu permoho nan lagi?" Ketika Takeo mengangguk. "Duduk tegak." ujar Hana. tapi Anda ingat Lord Fujiwara?" "Tentu saja. Disingkirkannya pikiran itu jauh-jauh. kedua bocah ini telah dididik dengan baik. tapi jika Sunaomi menjadi putranya." kata Takeo. Kaede telah bersumpah bahwa bangsawan itu tak pernah tidur dengann ya. bagi Shizuka untuk mengasuh cuc unya. "Aku tak ingin menyinggung perasaan dengan mengingat masa lalu. "Aku ingin ulangi kalau i ni akan menjadi kehormatan bagi kami bila Anda mengangkat Sunaomi atau Chikara: Anda harus memilih . anak-anak. menahan rasa kaget dan marah.." jawab Takeo. Juga pernah membantu keluarga Kaede dengan uang. Ia harus memutuskan yang terbaik saat ini : jangan sampai ia terpengaruh oleh ramalan yang mungkin saja tidak akan terjadi." "Anak-anak akan bergabung bersama kita saat makan malam.Taku atau Shizuka. "Anda bisa lebih mengenal mereka nanti. "Aku akan membicarakannya dengan is triku. dan lima tahun lebih muda dari Maya dan Miki: perbedaan ini bukanlah ma salah dalam perkawinan. kemajuan berpedang dan mem anah. Ketika Hana pergi bersama kedua anak¬nya. renungnya. Akan menyenangkan. namun ada semacam ikatan aneh antara mereka berdua.. "Kalian sangat murah hati. Tentu saja." "Kita bicarakan ini pada bulan kesepuluh. Apa pun ambisi tersembunyi dan motif terselubung dari orangtua mereka. Kaede telah membuat perjanjian dengan laki¬laki itu dan menceritakan rahasia palin g pribadi tentang cinta Takeo.

Fujiwara menikahi Kaede dengan restu Kaisar.ak hadiah. Fujiwara pernah berusaha agar Kaede mati Kisah Klan Otori IV Page 41 .

menyembunyikan kemarahannya. "Dia menggunakan nama keluarga ibunya." ." "Yaitu putra sulungmu. Karena Fujiwara diwariskan melalui garis keturunan laki-laki. Keputusan yang bijaksana. berhubungan baik dengan ayahnya aku mohon maaf telah membu at Anda teringat masa-masa yang tak menyenangkan dan Lord Kono membicarakan tentang masala h penyewaan dan pajak. "Waktu berlalu dengan cepat di ibukota. Kami telah ber¬hubungan melalui surat tentang hana warisan ayahnya. Kono. kau atau istrimu hampir pas ti istrimu melihat bagaimana Kono bisa dimanfaatkan untuk lebih menekanku. pikir Takeo." Atau barangkali karena seseo rang punya rencana jahat. Sunaomi. Hujan semakin deras menerpa atap. berharap bisa bertemu Anda." sahut Zenko. ma ka kini menjadi milik putranya. Ayahku. "Dia boleh datang dan bertemu denganku besok. Tiba dengan kapal beberapa hari lal u. "Ya. setelah pernikahannya. maka Kono dihubu ngi melalui surat. "Lagi pula jalan terlalu becek dan berlumpur untuk meneruskan perjalanan. "Dia utusan Yang Mulia Kai sar. harta Fujiwara telah digabungkan dengan wilayah Shira¬kawa." Takeo tidak berkata sepatah kata pun. Ji ka wilayah itu bukan hak Kono." sahut Zenko." "Secara hukum Shirakawa juga merupakan milik Fujiwara." "Sepanjang ingatanku." kata Takeo akhirnya. Zenko menunduk tanpa bicara. menyebabkan bekas lukarsamanya: Kaede berhasil lolos walaupun rambutnya terbakar. seperti yang Anda tahu. kehilangan kecantikannya.bersamanya: Kaede berhasil lolos walaupun rambutnya terbakar. Mengapa kini dia tiba¬tiba muncul?" tanya Takeo. dan bau tanah yang basah mengapung di depan ta man. menyebabkan beka s luka." timpal Takeo. maka seharusnya diteruskan pada pewaris laki-laki berikutnya. enggan untuk mengakui kalau ia tidak menge tahuinya. "Enam belas tahun telah berlalu sejak kematian ayahnya. "Putranya berada di Hofu dan ingin ber¬temu secara resmi dengan Anda.

mem¬peragakan. "Tapi mereka tidak makan menggunakan tangan!" kata Chikara. kecewa. yang satu berambut merah sedangkan yang lain nya berambut hitam. Mereka memerintah¬kan para pelayan un tuk mengambilkan salah satu kursi yang dibuat oleh orang asing dari kayu eksotis. lapis lazuli. tapi Chikara sama sekali tidak takut. kulit macan." ujar Sunaomi." kata Hana. bagaimana orang-orang asing itu kelihatan seper ti goblin dengan hidung panjang dan janggut lebat¬nya. mengingatkannya betapa Arai Zen ko sangat perlu diawasi: betapa mudahnya ambisi mereka dapat menggiring Tiga Negara kembal i perang saudara. Ia begitu menyesali tindakannya yang telah memenggal Jo-An. sama kerasnya dengan usaha Lord Joao mem¬pelajari bahasa kita. dan kedua anak laki-laki itu menghidupkan suasana dan menghibur. dibawa dari pelabuhan pedagangan besar yang dikenal dengan n ama Fragrant Harbour dalam kekuasaan kapal nana milik Terada yang juga membawa mangkuk jasper . jati. "Agak mirip tahta Kaisar. "Mereka berusaha ker as. Sore berlalu dengan suasana cukup menyenang¬kan: ia minum sake secukupnya untuk menyembunyikan rasa sakit." Takeo agak merinding mendengar nama itu. "Sangat nyaman. Kisah Klan Otori IV Page 42 . gading dan giok menuju kota-kota di Tiga Negara. sangat mirip dengan nama gelandangan Jo -An." "Mereka belajar sopan santun dari bangsa kita. tertawa. dan pengemis itu sering hadir dalam mimpinya. "Aku ingin m elihatnya. Meteka baru saja bertemu dengan dua orang asing di ruangan ini dan sangat bersem angat dengan pertemuan itu: bagaimana Sunaomi bicara pada mereka dengan menggunakan bahasa me reka yang telah dipelajari bersama ibunya." tutur Hana.*** Pertemuan ini semakin menambah ke¬gelisahan Takeo.

orang¬orang asing itu mempraktikannya secara te rbuka. Kisah Klan Otori IV Page 43 .Orang-orang asing itu memiliki kepercayaan yang serupa dengan kepercayaan kaum H idden dan ber¬doa pada Tuhan Rahasia. Bedanya. ang-orang asing itu memiliki kepercayaan yang serupa dengan kepercayaan kaum Hid den dan ber¬doa pada Tuhan Rahasia. orang¬orang asing itu mempraktikannya secara te rbuka. Bedanya.

membicarak an rincian serta mempertanyakan ketidaksesuaian sampai langit mulai berwarna pucat dan terd engar kicau rsama mereka lalu memeriksa catatan-catatan Shirakawa dan Fujiwara. membicarakan rincian serta mempertanyakan ketidaksesuaian sampai langit mulai berwarna pucat dan terd engar kicau Kisah Klan Otori IV Page 45 .bersama mereka lalu memeriksa catatan-catatan Shirakawa dan Fujiwara.

Ia mendiktekan banyak hal pada juru tulisnya. dan ini j uga menambah kekuatan ingatan. Sejak bertarung melawan Kotaro. dan ini j uga menambah kekuatan ingatan. namun memiliki komentar tajam bernada sarkasme saat hanya berdua dengan Takeo. semua itu berkat latihan selama bertahun¬tahun. begitu pula dengan kerajinannya ia merupakan salah satu dari orang-orang yang belajar dengan hanya ditemani cahaya kunang-kunang dan pan tulan salju. Ai adalah ora . ia menjadi sangat menyuka i serta menghargai catatan: bagaimana segalanya bisa dicatat serta diingat. visualisasi dan daya tangkap yang kuat. Sonoda Mitsuru sesekali mendampingi. Ia mendiktekan banyak hal pada juru tulisnya. Dan seperti ayah angkatnya. tidak terkesan oleh siapa pun atau apa pun. saat keh ilangan kedua jari di tangan kanannya. semua itu berkat latihan selama bertahun¬tahun. kepribadiannya agak membosankan bila ditilik dari penampilannya. Sejak bertarung melawan Kotaro. Shigeru. rumah-rumah yang besar dan ind ah di pedesaan luluh lantak terbakar api. me¬merhatikan semua kekurangan dan kelebihan dengan jernih dan sikap welas asih tanpa prasangka. dan tidak peduli dengan sake. Ai. kecerdasan dan kemam p¬uannya yang cepat dengan kuas sudah diakui. Bersifat pendiam. Dan seperti ayah angkatnya. Namanya Minoru. Takeo memiliki ingatan yang baik. yang membuat Takeo senang karena ia sendiri pernah me m¬bawa nama itu dalam jangka waktu yang begitu pendek hingga terasa seperti kehidupanny a yang lain. Pemuda istimewa ini mendampinginya hampir sepanjang waktu akhir-akhir ini. dia menemu¬kan tempat berlindung di Terayama dan dididik di sana. saat keh ilangan kedua jari di tangan kanannya. visualisasi dan daya tangka p yang kuat. ia menjadi sangat menyuka i serta menghargai catatan: bagaimana segalanya bisa dicatat serta diingat. Kedua tanah warisan itu rusak parah akibat gempa. begitu kata pepatah dan akhirnya dia dipilih Makoto untuk bergabung dalam lingkung an rumah tangga Lord Otori di Hagi. namun tugas sering¬kali menahannya di Inuyama. bagaimana ca tatan bisa men¬dukung dan memperbaiki ingatan. memperlakukan semua orang dengan ras a hormat. bagaimana ca tatan bisa men¬dukung dan memperbaiki ingatan. secara teratur mengunjunginya dalam satu tahun bersama putri-putrinya.burung dari taman. Takeo memiliki ingatan yang baik. rung dari taman. Ia menulis dengan cepat dan indah. Shirakawa telah dibangun kembali dan adik iparnya yan g satu lagi. Shigeru. Suaminya. salah satu dari banyak anak laki-Iaki yang menjadi yatim piatu karena bencana gempa bumi di usia sepulu h tahun.

Shirakawa telah pulih dari pengelolaan yang salah serta diabaikan oleh ayah mereka dan semakin b erkembang. Hujan telah reda namun taman masih basah dan bunga wisteria bergelayut berat dengan si sa titik air hujan. Di balik dinding bisa didengamya debak-debuk bunyi daun jende la ketika kota terbangun. aromanya berbaur dengan aroma rumput basah. Tanah kekayaan milik Fujiwara selama ini diatur oleh Shirakawa. dari rak ukiran yang sangat indah tempat pedang itu berada sepanjang malam lalu menggantungkan di sabuknya. Takeo mandi. menemukan sedikit kenyamanan pada kelembutan kain sutra s erta motif yang tidak mengumbar ke¬anggunan: bunga belukar wisteria berwarna ungu muda di atas lat ar berwarna ungu tua pada jubah bagian dalam dan tenunan yang lebih abstrak pada bagian luar nya. dan dari kejauhan terdengar teriakan pedagang jalanan di pagi hari. Makan sedikit nasi dan sup kemudian mengenakan pakaian resmi untuk p ertemuan dengan putra Fujiwara. seraya memikirkan segala macam bentuk sarung pembung kus yang pernah dilihatnya. Para pelayan melangkah tanpa suara di depannya. membuka pintu. Ketika hari sudah terang. Takeo berjalan melintasi taman dari sayap timur menuju aula utama rumah besar da n indah itu. Ia ingin tahu apakah akan mengeluarkan pedang itu dari sarungnya lagi dalam per¬te mpuran. sutra serta ker tas. Seperti saat ini .ng yang praktis dan pekerja keras serta memanfaatkan contoh yang telah dibuat kakaknya. bahkan kalau pun dia merupakan pemilik yang sah. Jato. Takeo agak enggan untuk mengembalikannya ke tangan putra Fuji¬wara. aroma garam dari pelabuhan dan segal a macam bebauan dari kota. tal u meng¬habiskan hasilnya di ibukota. Ia curiga Ko no ingin mengambil sebanyak mungkin. Kini baik pegangan maupun sarungny a dihiasi dengan dekorasi yang indah dan Jato sudah tidak pernah lagi merasakan darah sela ma bertahuntahun. memeras sumber daya yang ada sebanyak-banyaknya. memberi keuntungan besar dalam bentuk beras. mulberi. persimmon. dan bagaimana ia bisa meng¬gunakan pedang itu dengan tangan kanannya yang sudah ti dak utuh. Pelayan menempatkan sebuah topi hitam kecil di atas kepalanya. dan Takeo meng¬ambi l pedangnya. mulai dari kulit ikan hiu hitam lusuh yang membungkus peganga nnya ketika. pijakan lembut ka ki mereka di . di tangan Shigeru telah menyelamat-kan hidupnya. pada dasarnya lebih ka ya dan kini pun menunjukkan keuntungan yang mencukupi. kemudian tukang cukur mencabut dan merapi kan rambut dan janggutnya. keuntungan bekas wilayah Fujiwara ini meyumbang pada perekonomian Tiga Negara.

batu tinta dan air.lantai yang mengkilap. mem¬bungkuk hormat kemudian berjalan be¬berapa langkah mengikuti di belakangnya. Minoru. Seo rang pelayan berjalan di sampingnya membawa meja tulis. ber¬gabung dengannya ta npa suara. Kisah Klan Otori IV Page 46 . yang tidak selesai sarapan. kertas. kuas.

Tak lama kemudian mereka mendengar suara yang menyerukan ada tamu yang datang. pandangan mata menunduk seolah sedang bermeditasi. alis mata Kono bergerak cepat naik l alu membungkuk hormat. Pedang Zen ko sudah ditempatkan di rak yang sama. benang emas berkilauan di bagian kerah dan sabuknya. a njing menyalak dan derap kaki berat pengangkat tandu. yang kemudian menempatka n pedang itu dengan hati-hati di sebuah rak indah yang ada di sebelah samping. menyambut penghormatannya. Apakah memang lebih baik dia berpikir seperti it u? Zenko berbicara tentang malam sebelum¬nya. Ia belum pernah bertemu denga n ayah bangsawan ini. melihat dekorasi. . "Suatu kehormatan bagiku Anda bisa ber¬kunjung kemari." Sewaktu Kono duduk tegak. meskipun ti dak mirip sekali. Takeo mendengarnya memberi salam pada tamu mereka. lalu menye¬rahkan Jato ke tangan Minoru. Takeo lalu duduk di ujung ruangan. berpakaian resmi seperti Takeo namun lebih mewah lagi. dan ia menyesal karena tidak menerima kedatangan t amu bangsa¬wannya di sana. kemudian membalas salam. yang berdahi lebar. kemudian Kono melangkah masuk ke da lam ruangan. Zenko bangkit lalu berjalan ke b eranda. Hujan turun perlahan." sapanya dengan tenang. Takeo meng¬amati wajahnya. benang emaenko sudah di aula utama. tanpa mengetahui bahwa Kono memang mirip ayahnya dalam beberapa hal. bentuk mu lut berlekuk. ingin tahu bagaimana anggapan Kono tentang semua yang ada di sini setelah melihat istana Kaisar. melayangkan pan dangan ke sekeliling ruangan. Kediaman itu tidak sebesar maupun semegah seperti di Hagi atau Inuyama. Takeo menunggu lama satu helaan napas.Zenko sudah di aula utama. kertas kasa. "Lord Kono. Dia akan mendapat kesan yang salah mengenai kami: dia akan mengira kami tidak sopan dan sederhana. tapi dengan sikap santun santun yang dibuat-buat hingga menghilangkan ta nda penghormatan. Keadaan menjadi agak canggung selama beberapa saat ketika tak satu pun dari mere ka merasa harus membungkuk memberi hormat lebih dulu. tapi itu tidak mencegah Fujiwara untuk datang meng¬hantui mimpi-mim pinya. Takeo mengungkapkan persetujuannya dan memuji mereka. Takeo mengangguk ke arahnya. berpakaian resmi seperti Takeo namun lebih mewah lagi . Minoru menyiapkan tinta di atas meja tulis kecil lalu duduk dengan tumit . Kini ia tengah memberi muka pada putra dari musuh lamanya.

" sahut Kono. Tak lama setelah itu. Dan hanya ada sedikit peluang untuk perbincangan yang jujur. Kono diam selama beberapa saat. Pertemuan itu akan alot dan tegang. Mereka mulai membicarakan tentang harta kekayaan. "Aku ingin Lord Otori tahu bahwa aku hanyalah seorang utusan."Justru kehormatan bagiku bisa bertemu Lord Otori. kelihatan mahi r serta penuh semangat. Kono datan g dengan tujuan lain. semua pembicaraan telah ditulisnya. "Aku harus membicarakan satu hal yang memerlukan penanganan yang b ijaksana. Harta k ekayaan itu hanyalah alasan dari kunjungan Kono: alasan sempurna yang masuk akal. Takeo tahu bukan itu maksudnya. tidak terlalu dibuat-buat. Kepergiannya meninggalkan mereka ber¬dua dalam kesenyapan. Zenko meminta maaf dengan berlebihan lalu berkata kalau dia terpaksa pergi tapi akan bergabung lagi saat makan siang. Aku tahu sedikit sejarah dari kedua keluarga kita keadaan yang tida k sepantasnya terjadi pada Lady Shirakawa namun tindakan ayahku acapkali membuat ibuku dan aku t ertekan. Setelah semua orang pergi. dan ia haras bersikap cerdik. ketika beliau masih hidup. Aku tidak percaya kalau ayahku tidak bersalah. Sebaiknya memang dibicarakan berdua saja dengan Lord Otori. kalau dia mungkin hanya ingin diakui sebagai pemilik wilayah it u. Ketika bicara. "Juru tulisku tetap di sini. Kono berkata. melawan kelelahan juga rasa sakit. Zenko menjelaskan apa yang dia ketahui." Ia memberi isyarat pada sisa pengawal ya ng lain untuk meninggalkan ruangan." Takeo menaikkan ali s lalu menjawab. nada s uaranya lebih hangat dan sikapnya lebih alami. seorang penjaga datang membawa pesan untuk Lord Arai. Minoru meletakkan kuasn ya. tapi dia terus membahas tentang hasil bumi sehingga Takeo mulai ber tanya-tanya kapan dia akan mengatakan tujuannya yang sebenarnya. dan walaupun kat a-kata itu sopan. dan langsung dipenuhi Takeo ta npa protes karena merasa kalau Kono sebenarnya tidak terlalu tertarik pada wilayah itu dan tak bermaksud tinggal di sana. Kono mengungkapkan keinginan untuk melihatnya sendiri. Takeo berusaha menenangkan diri. kalau dia hanya ingin dikirimi sejumlah keuntungan tidak seluruh pajak tapi sebagian saja. Aku tidak memendam kebencian terhadap Anda." Kisah Klan Otori IV Page 47 .

.

tidak per nah mengirim pajak atau upeti ke ibukota. misalnya. perompak Terada Fumi o. kemungkinan di tangan Kondo Koichi. serta semua yang kehilangan nyawa di pertempuran Kusahara dan pada saat menarik mundur . "Kondo sudah meninggal bertahun-tahun lalu. Peda ng keturunan leluhur . Gempa itu merupakan hukuman dari Surga sebagai akibat d ari tindak pengkhianatan melawan wakil kaisar: itu yang dipercaya di ibukota. pembantaian tanpa perasaan pada kuda pertamaku ." Takeo membalas. berhubungan dengan Kaisar yang berkuasa saat itu: kematian Lord Shir akawa. putranya. dalam gempa." "Aku merasa tersanjung. Bila ada yang disebut peng¬khianatan. Ia tidak bicara sepatah kata pun." "Lord Arai tewas." sahut Kono acuh tak acuh. Kono meneruskan." Kono ter¬s enyum dengan keramahan dan pengertian yang tidak tulus. dan yang ju ga terlibat dalam kematian ayahku. "Dan prestasi Anda berasal dari kemat ian aku tak ingin mengatakan itu sebagai pembunuhan perwakilan di Tiga Negara yang diakui Kaisar. "Nah.Tidak bersalah? pikir Takeo. Arai menyerang pasukanku yang tidak bersenjata. Raku." "Sayangnya semua prestasi hebat itu tidak mendapat persetujuan Kaisar. Paduka Yang Mulia beserta kalangan Istananya mengagumi cara Anda mewujudkan kedamaian di Tiga Negara. Semua kesalahan justru ada padanya: penderitaan dan rusaknya wajaidak bersalah? pikir Takeo. Anda akan diampuni bila mengasingkan diri ke pulau terpencil. Tugasku yang tidak menyenangkan adalah me mberitahukan bahwa karena Anda tidak pernah meminta ijin atau dukungan dari Kaisar. Ada juga kema tian yang tak dapat dijelaskan. seperti ayahmu. yang saat itu bekerja pada Anda. "Ketenaran Lord Otori telah menyebar ke seluruh Delapan Pulau. Lord Zenko. Semua ini sudah menjadi masa lalu. Ar ai Daiichi. Semua kesalahan justru ada padanya: pe nderitaan dan rusaknya wajah istriku." "Aku rasa Lord Arai ditembak oleh salah satu pengikut Anda. maka pemerintahan Anda dianggap tidak sah dan Anda diminta untuk turun takhta. yang pada dasarnya sudah penjahat. terbunuhnya Amano Tenzo. Kaisar pun sudah mendengarnya." Bumi menghantarkan apa yang diingink an Surga. adalah saksinya dan laki-laki dengan kejujuran pasti lah berkata yang sebenarnya. maka dialah yang berkhianat. Di Tiga Negara dipercaya bahwa Surga turun tangan untuk menghukum saudara-saudara dari kakekku dan Arai atas ti ndakan dan pengkhianatan keji mereka.

Takeo bertanya. berharap menggiringnya membuat pernyataan terbuka tentang sikap membangkang yang akan diartikan sebagai pembero ntakan selanjutnya. Kisah Klan Otori IV Page 48 ." ujar Takeo dengan hati¬hati. pikirnya. kan?" Benarkah Kaisar takkan menggalang kekuatan untuk melawanku? "Lord Otori belum mendengar kabar ter¬baru. "Kaisar telah menunjuk jenderal baru: keturunan salah satu keluarga tertua di wilayah Timur. pemimpin s epuluh ribu pasukan. seraya menyembunyikan rasa kaget dan marahnya. "Di bawah kekuasaankulah Tiga Negara men jadi damai dan sejahtera.Otori harus dikembalikan kepada Kaisar. Tentu saja Kono memang ber¬harap untuk membuatnya gusar." tutur Kono dengan nada sedih." "Aku sungguh tidak mengerti Anda berani membawa pesan semacam ini. aku memiliki tiga putri yang bisa kuaturkan pernikahan politis bagi mereka. ketika Iida Sadamu menjarah Tiga Negara dan membunuhi rakyatnya? Apakah Iida ber tindak atas persetujuan Kaisar?" Dilihatnya Minoru agak menggerakkan kepala. "Mengapa baru sekarang kau datang? Di mana minat Kaisar bertahun¬t ahun lalu. Tentu saja beliau takkan berperang melawan rakyatnya sendiri. sulit membaca ekspresi wa jahnya. "N amun beliau dihormati di seluruh penjuru Delapan Pulau atas tujuannya untuk mewujudkan kedam aian. dan orang lain yang ingin mendekatik u dengan damai." sahut Takeo. Aku ingin membuat perjanjian dengan Kaisar. Namu n aku takkan terintimidasi oleh ancaman. dan berusaha mengendalikan ke¬gusarann ya." gumam Kono. Zenko dan Hana ada di balik semua ini. Tapi pasti ada alasan lain meng apa mereka dan Kaisar berani bergerak menentang dirinya saat ini Kelemahan macam apa yang sedang mereka eksploitasi? Kekuatan tambahan apa yang mereka kira mereka punya? "Aku tak bermaksud untuk tidak meng¬hormati Kaisar." "Tidak seorang pun berani mengancam Anda. Aku tak berniat turun takhta sampai putriku cukup dewasa untuk me njadi pewarisku.

dan kini beliau memiliki tangan kanan yang kuat untuk menegakkan hukum dan keadilan. namun beliau tidak dapat mengampuni tindakan kriminal." bih dari segalanya.Lebih dari segalanya. namun beliau tidak dapat mengampuni t indakan kriminal. dan kini beliau memiliki tangan kanan yang kuat untuk menegakkan hukum dan keadilan. Kaisar ber¬tujuan damai." Kisah Klan Otori IV Page 49 . Kaisar ber¬tujuan damai.

mengunjungi kekayaan mendiang ayah Anda. dan mulai mempertimbangkan jawaban s eperti apa yang akan ia berikan. Kurasa Anda harus memper panjang masa ting gal Anda di wilayah Barat. dan bagaimana cara terbaik untuk me mpertahankan kedamaian. dan Takeo merasakan gelombang panas dalam dirinya. lalu kembali bersama Lord Arai k e Kumamoto. Zenko kembali dan makan siang sudah siap: meskipun hidangannya mewah dan lezat.Kata-kata yang dilontarkan dengan lembut itu mengandung sengatan penghinaan. Hampir tak tertahankan karena ia diangg ap penjahat: darah Otori dalam dirinya berontak menentang anggapan tersebut." "Kuulangi lagi. Ia tidak percaya kalau cara ini akan mengecewakannya sekarang. ia menco ba turut ambil . ke mana aku akan pergi jika ingin mengundurkan diri. dan Takeo merasakan gelombang panas dalam dirinya. Namun selama bertahuntahun ia telah memadamkan tantangan dan per¬selisihan melalui perundingan dan diplomasi yang cerd as. Namun selama bertahuntahun ia telah memadamkan tantangan dan per¬selisihan melalui perundingan dan diplomasi yang cerd as. Dibiarkan¬nya hinaan itu men yirami dirinya sambil berusaha mengendalikan diri. Hampir tak tertahankan karena ia diangg ap penjahat: darah Otori dalam dirinya berontak menentang anggapan tersebut." akhirnya ia berkata. Perbincangan berjalan dengan ringan dan sopan. Aku akan memanggil Anda sewaktu sudah kuputuskan bagaimana men¬jawab ke Kaisar. Takeo nyaris tidak bisa merasakannya. Ia tidak percaya kalau cara ini akan mengecewakannya sekarang. lalu membungkuk dengan ketulus an yang jelas. Jadi mereka mempunyai jenderal perang. Arai Zenko. aku hanyalah utusan. Dibiarkan¬nya hinaan itu men yirami dirinya sambil berusaha mengendalikan diri. "itu berarti tamuku juga. ata-kata yang dilontarkan dengan lembut itu mengandung sengatan penghinaan. Mengapa aku tak pernah mendengar namanya? Di mana Taku saat aku membutuhkannya? Di mana Kenji? Kelebihan senjata serta pasukan yang disiapkan Arai Zenko: mungkinkah mereka men dukung ancaman baru ini? Senjata¬senjata: bagaimana kalau itu ternyata senjata api? Bagai mana jika mereka dalam perjalanan ke Timur? "Anda di sini sebagai tamu dari penguasa yang berada di bawah kekuasaanku. dan mulai mempertimbangkan jawaban s eperti apa yang akan ia berikan." sahut Kono.

para pelayan yang bingung berjalan bergegas dan komentar bisik-bisik. penjahat. Lalu ia akan menyerang Kaisar serta jenderalnya sebelum musim panas berakhir. te mpatkan penjaga di gerbang. Hanya tinggal me¬ngeluarkan satu peri ntah lagi." ujar Takeo pada juru tulisnya. Jun dan Shin sudah menunggu di luar di beranda. Zenko.bagian di dalamnya. lalu membolak-balik catatan Minoru tentang pertemuan dengan Kono selag i menunggu juru tulisnya kembali. sadar kalau Jun hanya berada tiga langkah darinya. mem¬porakporandakan ibukota." katanya pada mereka. darah mereka akan menyapu rasa malu yang bisa dirasakan menoreh lulangnya. "Tentu saja. Lord Otori. Shin. "Aku akan kembali secepatnya." Takeo bersantai di beranda lalu men¬dengarkan suasana di kediaman berubah ketika s emua instruksinya dilaksanakan: langkah kaki penjaga. dan mereka semua akan mati: Kono. Saat mereka selesai makan. mendesak mereka kembali ke Miyako. mengikis organ-organ tubuhnya. Pengasingan. saran Hana yang diucapkan dengan bergumam. Takeo menyuruhnya untuk tetap berada di luar kamar dan jangan sampai ada orang yang mengganggunya. "Jun. Kemudian ia istirahat di dalamnya. satu seruan terkejut dari Ze nko. Hana dan anak-anaknya. kaku dan goresan dalam tulisan tangan Minoru yang nyaris sempurna. Ketika Jun kembali. perintah Jun yang keras serta dengan paksaan . Hal yang sama ber laku juga untuk Lady Arai dan kedua putranya.. pengkhi anatan." "Aku mengerti. terutama yang menuju ke Akashi. segera ambil alih perintah di pelabuhan. "Lord Kono tidak boleh meninggalkan kediaman ini. Hanya dengan cara inilah kemarahannya bisa re . Kono dikawal oleh Zenko menuju ke wisma tamu. Takeo berjuang untuk mengendalikan amarahnya yang timbul akibat penghinaan semac am ini. Mereka bangkit dan mengikuti Takeo tanpa suara keti ka ia kembali ke kamarnya. "Pergilah dengan Shin ke pelabuhan dan cari tahu rincian tentang kapal-kapal yang sedang merapat. Lord Kono akan tingga l di wilayah Barat sampai kuberi¬kan ijin tertulis baginya untuk kembali ke Miyako." "Minoru. Huruf-huruf dalam tulisan seakan melompat ke arahnya dari halaman catatan." Kedua saudara sepupu itu bertukar pandang tapi tidak berkomentar selain." sahut Minoru..

mengenang bangsawan lain yang telah mem¬bunuh untuk menyapu habis penghinaan dan akhimya mencabut nyawa orang lain demi kesenangannya sendiri. Kisah Klan Otori IV Page 50 . Dipejamkan matanya.da. melihat motif gambar di kertas kasa terukir di kelopak matan ya. lalu menghela napas panjang. mem bayangkan betapa mudahnya mengambil jalan keluar seperti itu dan menjadi seperti Iida Sada mu.

dan pedagang yang menangani muatan. ketika Minoru kembali dari ruang ca tatan petugas pelabuhan. dan tidak akan melakukan apa pun tanpa berkonsultasi dengan Kaede dan penasihat lainnya. dalam perjalanan yang sering dilakukan untuk perdagangan d an pen¬jelajahan. seraya berkata pada dirinya sendiri kalau pemerintahannya memang ditakdir¬kan dan direstu i Surga: ia melihat restu ini dengan kehadiran burung houou. semangatnya segera bangkit. Mereka sudah ditahan. "Tak satu pun dari mereka mengakui dari mana asal muatan tersebut. Keputusan ini segera saja diuji kebenaran¬nya. dengan kebahagiaan rakyatnya." Ia merendahkan suara." "Kita harus mencurigai yang terburuk. Kita harus be rusaha menangani mereka sebelum sampai di Akashi. menunggu ke putusan Anda tentang kelanjutan nasib mereka. disingkir¬kannya rasa terhina dan tikaman rasa malu jauh-jauh. "Aku juga ada kabar baik untuk Anda." sahut Takeo.Dengan penuh kesadaran. disingkir¬kannya rasa terhina dan tikaman rasa malu jauh-j auh." ujar Minoru untuk meyakinkan. "Kecurigaan Lord Otori benar. Orang-orang yang bertanggung jawab sudah dikenali. "Shin hamper tidak p erlu bertindak kasar. pegawai pabean yang mengijink an kapalnya berangkat. Shin membujuk kepala pelabuhan untuk segera menyelidikinya. tapi sertifikat pemeriksaan muatannya belum diisi. "Lord Otori jangan khawatir." "Dia datang di saat yang tepat. Kapal Terada Fumio sedang menunggu di galangan." seru Takeo." Takeo memicingkan mata tanpa ber¬komentar. "Dibuat seolah-olah satu kapal berangka t ke Akashi saat laut pasang semalam. seraygan penuh kesadaran." Minoru tersenyum tipis. Fumio d an ayahnya adalah teman lamanya yang mengawasi pasukan kapal yang digunakan Klan Otori untuk melak ukan perdagangan dan mempertahankan garis pantai mereka. "Mengapa pula harus meng¬hinda ri prosedur pemeriksaan? Tapi jangan bicarakan hal ini secara terang-terangan. ." tuturnya. Mereka akan tiba di Hofu saat laut pasang malam ini. Fumio pergi selama berbulanbulan bersama tabib Ishida. P ada akhirnya kembali lagi pada keputusan untuk meng¬hindari pertumpahan darah dan perang sebisa mungkin.

Bola matanya ikit berputar dan bicara terlalu cepat untuk memberi tanggapan. Zenko mengungkapkan permintaan maaf dan ber¬janji untuk mengatur eksekusinya." Takeo sangat lega untuk beberapa hal. Tentu saja aku akan membawa keduanya. ji ka dia mau." Takeo mengamati wajah adik iparnya lekat-lekat ia bicara. sesuatu yang bisa meredakan rasa sakitnya yang berkepanjangan." Ia senang punya alasan tentang petugas pabean untuk menekan adik iparnya. bila kau tetap setia padaku. Fumio pasti mengerti. Fumio pasti punya berita terbaru mengenai Kaisar. maka peluang untuk mengejar kapal ilegal itu cukup besar. Kuterima tawaranmu. Mulai saat ini mereka akan tinggal bersama keluargaku da n dibesarkan sebagai putraku. "Dan sekarang aku harus bicara dengan adik iparku. Zenko tidak berani men atapnya."Katakan pada Shin untuk membawa pesan pada Fumio kalau dia akan ke¬datangan tamu malam ini. me¬yakinkan Takeo kalau itu adalah peristiwa yang jarang terjadi. hanya contoh dari keserakahan ma nusia. Panggil Lord Zenko untuk data ng menghadap. tapi memutuskan kalau saatnya belum tiba. Istrimu boleh bergabung dengan kedua putranya di Hagi. di hadapan semua saksi di sini. Kau memegang Kumamoto atas keinginan dan ijinku. ucapkan sumpah setiamu kepadaku." sahut Takeo. kau menikah dengan adik istriku. ibumu adalah sepupuku d an sahabatku. saat berangk at ke Hagi mereka akan menemaniku. jika ia bisa segera berangkat. "Kuharap kau benar. dan Ishida pasti membawa obat-obatan. "Aku ingin kau meyakinkan kesetiaan penuhmu ke padaku: kau berhutang nyawa padaku. "Kita abaikan saja apa yang telah dikatakannya: itu tidak penting. Aku akan mengangkat Sunaomi. tapi aku yakin kau menginginkan istrimu tetap bersamamu. Sekarang. Hidup Sunaomi dan adiknya akan diserahkan ke tanganku bila ada sedikit saja tanda ketidaksetiaan. Pesannya tak perlu terlalu jelas." Kisah Klan Otori IV Page 51 . Apa yang telah Kono katakan hi ngga Anda beranggapan seperti ini? Apakah dia bicara tentang masalah-masalah di wilayah Ti mur? "Jangan pura-pura tidak tahu! Takeo tergoda ingin langsung menantangnya. "Lord Takeo harus tahu kalau aku betul¬betul setia. Kemarin kau menawarkan salah sa tu putramu kepadaku. Masalah pernikahan akan diputuskan nanti.

.

tapi saat ini langit mulai cerah. Matahari tenggelam dalam warna merah muda dan cah aya keemasan yang membuat banyak warna hijau di taman bermandikan cahaya.Zenko melakukannya dengan mem¬bungkuk dalam-dalam. telah bersumpah setia hanya untuk meng¬khianatinya. Takeo mandi lalu mengenakan jubah dari bahan katun tipis seolah bersiap pergi ti dur. hari yang baik untuk melakukan perjalanan. baik juga untuk kegiatan malam hari yang terlintas di benaknya. makan sedikit tapi tanpa minum sake. mengatakan pada me reka kalau ia tak mau diganggu. karena pada akhirnya semua kesedihan hanya akan menimpa keluarganya sendiri. dan di saat yang pali ng genting lebih memilih kekuasaan melebihi dari nyawa kedua putranya. jauh dari kemudahan yang menipu dari pembunuhan atau bunuh diri. Takeo ber¬istirahat di wismanya. Begitu Zenko selesai menyampaikan semua keberatannya. Keadaan ak an baikbaik saja pada pagi hari. Dipasang telinganya baik-baik untuk mendengarkan suara-suara di dalam kediaman. enko melakukannya dengan mem¬bungkuk dalam-dalam. Lebih baik tetap mencoba menjinakkannya. Sepanjang hari hujan turun dan reda. Arai Daiichi. Kemudian menenangkan dirinya sendiri. Disingkirkannya pikiran itu seraya berjanji pada dirinya sendiri sekali lagi unt uk ber¬pegang pada jalan yang lebih rumit dan sulit. musik dan . Seharusnya kuperintahkan dia menca bu t nyawanya sekarang juga. semua dicatat oleh Minoru. telah bersumpah setia hanya untuk meng¬khianatinya. pikirnya. Tiap suara terdengar olehnya: percakapan pelan para penjaga di gerbang. Arai Daiichi. pelayan dapur mengobrol sambil membersihkan piring lalu menyimpannya. tapi Takeo ingat bagaimana ayah nya. berbaring bersama ist rinya dan membuka hati kepadanya. anjing-anjing menyalak. kemudian menyuruh semua pelayan pergi. dan di saat yang pali ng genting lebih memilih kekuasaan melebihi dari nyawa kedua putranya. Tapi betapa lebih mudahnya kalau dia mati. Dikatakannya pada Zenko agar kedua putranya harus siap melakukan perjalanan bersamanya. Ia ingin sekali berada di rumah. Namun tak kuasa bertindak seperti itu. tapi Takeo ingat bagaimana ayahn ya. berkata kalau ia akan makan sendirian dan istirahat lebih awal karena hendak berangkat ke Hagi keesokan paginya. ketim bang membunuhnya. bertemu dengan putri¬putrinya. bersila di matras dengan mata ter¬pejam dan kedua jari telunjuk dan ibu jari saling bersentuhan ditekan seakan tenggelam dalam posisi meditasi. Putranya pun akan bersikap sama. angin ber hembus lembut dari selatan meluluhkan awan gelap.

yang sedari tadi duduk di luar pintu. seolah mereka ingat kalau ia mungkin saja sedang mendeng arkan. Dalam permainan berbahaya yang telah mereka mulai. memanggang potongan-p otongan . Zenko gemar minum sake. Tungku bara menyala di samping tali tambatan salah satu kapal besar. Ketika melewati Jun dan Shin. terombang-ambing oleh omba k. Anjing-anjing menggiringnya dengan tatapan mata tapi para penjaga tidak memerhat ikannya. Karena mereka akan memburu kalian dengan hujan anak panah untuk olahraga. ikan dan gurita panggang di rumah makan. menghilang lalu berjalan lewat gerbang yang masih terbuka. di balik bentuknya yang menyembul tajam tampak cahaya temaram bulan yang baru naik. tapi percakapan yang sepele. ber¬seru pada orang-orang yang. Tak la ma kemudian. Tak ingin ada yang tahu kalau ia per gi. Takeo menggelengkan kepala. mereka tidak mau ambil resiko Takeo mencuri dengar strategi mereka. katanya tanpa suara pada anjing-anjing. Di kejauhan dapat dilihatnya pulau¬pulau dari Laut Lin gkar. dengan menggunakan dialek kota itu. gemuruh tanpa henti air laut. Bersyukurlah kalian tak berjaga di gerbang istana di Miyako. terutama bila ia memang jadi menahan kedua putra mereka. T akeo berdiri dan mengganti pakaiannya. bola tendang dan berburu anjing. Jun menaikkan alis. Takeo melangkah masuk ke bay angan tak tertihat dan keluar dengan penyamarannya sebagai pedagang yang sedang terburu-buru untuk pekerjaan di kota. Udara terasa penuh dengan aroma garam. dengan tiang pancang yang kekar dan berwarna gelap di ba wah siraman cahaya malam penuh bintang. Terdengar olehnya Zenko dan Hana membicarakan pengaturan untuk keesokan harinya. Di satu sudut yang gelap tidak jauh dari pelabuhan. dan Takeo. Lentera me nerangi jalanan sempit dan cahaya lampu bersinar jingga dari balik kertas kasa. Percakapan itu menjadi semakin hidup: seperti ayahnya. Di tepi galangan. ikan yang sedang dikeringkan dan ru mput laut di atas rak-rak di tepi pantai. kapal-kapal kayu saling bergesekan. memakai jubah yang tidak mencolok berwarna pudar seperti y ang biasa dikenakan pedagang. serta olahraga para bangsawan. air menghantam badan kapal. Dipakainya sandal jerami di anak tangga taman. gemerisik dedaunan dan teria kan burung hantu dari gunung. namun mereka sama berhati¬hatinya: yang ter dengar tak lebih dari tata rambut model terbaru dan cara berpakaian di istana. mereka bertemu Kono untuk makan malam.tempat minumminum di sekitar pelabuhan. kegemaran Ko no akan puisi dan drama.

Kisah Klan Otori IV Page 52 .

Tapi setelah beberapa saat terkejut dan ke¬bingungan. "Aku harus mencegahmu menghukum mereka." jawab Takeo. Takeo mengamati kawan lamanya selama beberapa waktu." sahut Takeo. m eskipun kini kelihatan ada bekas luka baru di salah satu pelipisnya. "Misterius d an aneh: aku tidak akan ter¬biasa. "Hadiah yang akan mengalihkan perh atianmu dari masalah. "Ada masalah?" tanya Ishida setelah mereka bersulang. Mereka sudah mengatakannya pada¬mu. "Yaitu melihat seekor kirin sebelum aku mati. kulitnya kekuningan. Fumio memberikan isyarat dengan kepala. dengan pipi tembam dan kumis tipis. berhadapan dengan si tabib. "Ada beberapa hal yang perlu kubicara¬kan. yang mengamatinya deng an seksama di bawah cahaya temaram. aku tidak mengenalimu!" serunya." sahut Tak eo tertawa. Dasar manusia brengsek yang tak ber¬guna. Takeo mengamati kawan lamanya selama beb erapa waktuerdiri tanpa dikenali dalam kegelapan. lalu anak buahnya pindah ke meja lain. A kan kurobek mulut mereka. Fumio tetap kelihatan kekar seperti biasa. "Ini Lord Otori!" lalu memeluk Takeo. sambil berbisik." Tabib Ishida tersenyum lebar. Lagipula." "Mereka menceritakannya pada seorang pedagang miskin yang tak berani. Fumio bangkit.Berdiri tanpa dikenali dalam kegelapan. Ishida kelihatan lebih t ua. mend orong anak buahnya ke samping. Apakah itu benar?" . Salah satu mant an perompak segera melompat berdiri menghalangi jalannya. "Aku ada hadiah untukmu. "Lord Otori!" Dipanggilnya pelayan untuk mem¬bawakan sake lagi. mengira kalau ia hanyalah pedagang yang tak penting." katanya pada Takeo. aku juga hampir tidak percaya pada mereka." "Ah. lebih kurus kering. Coba tebak apa hadiahnya! Lebih hebat dari apa pun yang pernah kau ingi nkan!" "Ada satu hal yang kudambakan lebih dari segalanya. Takeo duduk di samping Fumio. Takeo senang melihat keduanya lalu melangkah naik ke area duduk. "Walaupun memang sedang menunggu¬mu.

Jenderal itu m ahir berkuda dan memanah. dengan d inding yang tinggi. "Dia menghabiskan waktu berjam¬ja m menemaninya. Mendominasi propinsi-propinsi di wilayah Timur. maka sekalian saja ceritakan masalah-masalahmu pada kami. agar kau bisa mencurahkan kasih sayangmu. dan yang paling mirip dengan kirin dibanding hewan lain yang pernah kulihat. Karena kau sudah merusak kejutan kam i. bukan kirin yang sesungguhnya: kirin a dalah hewan dalam dongeng." Kisah Klan Otori IV Page 54 . tapi mungkin bisa menggantikan Shun. Kami akan perlihatkan padamu besok. 'Tidak tahu apa-apa. dan kota itu sib uk membicarakannya. dan kabarnya mahir melakukannya. "Apa yang kau tahu tentang jenderal baru Kaisar?" tanya Takeo." tutur Fumio. serta ahli siasat perang yang cerdas. Di mana hewan itu sekarang?" "Di kuil Daifukuji. dengan julukan Pemburu Anjing. Namanya Saga Hideki. dan baru-baru ini dit unjuk Kaisar untuk bertempur atas nama Paduka Yang Mulia serta membinasakan musuh¬musuhnya dala m rangka mencapai tujuan itu. tak akan ada lagi kud a sepertinya.' karena kami sudah pergi selama enam bulan. "Kau tidak bisa menunggangi hewan ini. "Kalau kau tanya aku beberapa minggu lalu. kabar¬nya memiliki ambisi menaklukkan seluruh Delapan Pulau." kata Ishida." tutur Fumio. aku akan jawab." Fumio menuang sake lagi."Ya dan tidak. sedangkan yang ini adalah hewan sungguhan. tapi kami pulang melalui Akashi. "Aku ingin sekali melihatnya. Tapi hewan yang luar biasa. Shun mati karena usia tua tahun lalu. "Tentu saja. mereka menemukan taman yang tenang untuk hewan itu." "Ishida jatuh hati pada hewan itu." sahut Takeo. Ia lebih parah ketim¬bang kau dan kuda tuamu itu." "Pemburu Anjing?" "Dia sangat suka berburu anjing. siapa nama¬nya?" "Shun.

" katanya. datanSepertinya aku termasuk dalam daftar musuhnya. "Putra Lord Fujiwar a. menjejalkan sisa makanan. dan mereka pun berdiri." ujar Takeo. mengucapkan selamat tinggal pada pelayan perempuan dengan perasaan enggan."Sepertinya aku termasuk dalam daftar musuhnya." sahut Fumio. Mesti kuperingatkan padamu. beberapa pedagang mendekatiku. "Seperti angin topan. tidak pernah bisa di am. Angin bertiup dari arah barat: kita bisa mendapat laut pasang jika berangkat sekarang. cepat atau l ambat akan ada orang yang akan menyediakan senjata api. menengg ak habis sake. meneng¬gak habis minumnya lalu berdiri. kemung¬kinan dia berusaha membeli senjata api: demi uang sebesar itu. me reka menawar¬kan uang dalam jumlah besar. "Mereka punya waktu kurang dari sehari untuk memulainya. Ternyata Kaisar memintaku meng¬undurkan diri. "Fumio tak berubah. berharap menghindar pelarangan dari Otori." Si tabib menuang sake lagi lalu minum sampai habis. dan Takeo memberi kabar tentang kel uarganya . "Putra Lord Fujiwara. Jika jenderal Kaisar tengah bersiap melawanmu . Takeo memberitahu mereka nama kapalnya. menanyakan ten-tang se njata dan bubuk mesiu. Aku ingin melihat wajah¬mu saat kuperlihatkan kirin. tapi nanti Ishida bisa menceritakannya padaku. dan menceritakan pada F umio tentang kecurigaannya pada Zenko. justru sebaliknya. Fumio pergi begitu cepat hingga mereka hampir tidak sempat mengucapkan selamat b erpisah. "masalah. "Dia masih tetap sama. Takeo ditinggal bersama Ishida. beliau akan mengirim si Penangkap Anjing untuk melawanku. Kono." "Aku khawatir mereka sudah dalam per¬jalanan. Kono." Mereka berbincang-bincang tentang per¬jalanan. mereka takkan memanc ingmu dalam pertempuran. terhibur dengan ti n¬dakan cekatan kawannya. dan jika aku m enolak. "Kita bisa hentikan mereka. datang menghadapku hari ini. Tahan Lord Kono di wilayah Barat sampai aku kembali." Dipanggil anak buah¬nya." gumamnya. "Apakah ada indikasi kalau senjata api di perdagangkan di Imai?" "Tidak." Wajah Ishida berubah pucat ketika nama Fujiwara disebut. Sebelum mereka bisa menandingi jumlah senjata api." ujar Takeo." ujar Takeo." sahut Ishida. namun melelahkan. "Dia adalah teman seperjalanan yang memberi s emangat.

Kisah Klan Otori IV Page 55 ." sahut Ishida. "Setelah itu aku harus pergi memeriksa kirin. bahkan terikat dengan diriku: aku tak ingin membuatnya gelisah. namun setelah beberapa saat dalam hening yang tidak mengenakkan. dan ada sesuatu dengan tidak asing bagi Takeo. si tabib tampak berha sil mengendalikan perasaannya. "Bisakah sekarang kau kembali bersama¬ku?" "Aku punya cukup persediaan akar-akaran dari Shin. Acapkali lukanya kelihatan memerah di balik carutannya. Kalau tidak kubawa pasti barang-barang ini sudah setengah perjalanan menuju Akashi dan tidak terlalu berg una bagimu. "Kelihatan dari wajahmu. Suara perempuan itu membuatnya tertarik karena logatnya berasal skipun perempuan itu bicara dengan dialek setempat. Takeo mengira dia akan melanjutkan bicara¬nya . Tadinya aku bermaksud meninggal¬kannya di kapal. Ia yakin belum pernah bertemu dengan perempuan yang berlutut di samping or ang asing itu. seorang laki-laki berbicara dengan bahasa asing dan suara seorang n. "Rasa sakitmu terasa lagi?" tanya si tabib. bagian dalam rumah mak perempuan menerjemahka dari wilayah Timur. me intonasi suaranya yang Ketika berjalan melewati ruang bagian dalam. Membuat sekujur t ubuhku sakit. yan g dipanggil Don Joao. Kirin sudah terbiasa denganku. Untung saja kuputuskan untuk mem¬bawanya. dikumpulkan barang-barangnya lalu berkata dengan rian g. Takeo mengenali si orang asing." "Akan kuperiksa nanti. karena dia sudah menikah dengan Muto Shizu ka selama lima belas tahun.yang selalu menyita perhatian Ishida." "Ya." komentar Ishida seraya meng¬ambil sebuah buntala n kain dan kotak kayu kecil. Aku akan menginap di Daifukuji malam ini. cuaca yang lembap memperburuknya: kadang kurasa masih ada sisa racun yang h ingga terasa panas." Sedari tadi Takeo menyadari ada suara orang berdebat dari an." Nada suara Ishida kedengaran murung. berdua saja. dan obat tidur terbuat dari b unga candu.

. Kisah Klan Otori IV Page 56 ..namun seperti ada sesuatu.. mun seperti ada sesuatu..

misi Fumio merebut senjata api yang diselundup¬kan. Keterkejutannya tak terlukiskan. bahkan rasa sakitnya. Tubuh perempuan itu terguncang karena luapan per asaan. Kono. tapi Ishida memohon pergi karena ada pasien yang membutuhkannya. Selama ini ia menduga gadis cilik itu sudah tiada.Selagi ia mengira-ngira siapa perempuan itu. Ishida amat disukai orang asing itu dan menghabiskan banyak waktu menemani mereka. melihat sekilas ke arah Takeo. Takeo menyebut nama adiknya dengan keras untuk pertama kalinya selama lebih dari enam belas tahun: "Madaren!" Sirna sudah semua hal yang ada dibenak¬nya: ancaman dan wilayah Timur. tergeletak di sebelah ibu dan kakak perempuannya yang mati terbujur kaku perempuan itu memili¬ki k etenangan serta wajah yang lebar mirip ibu dan kakak perempuannya. Don Joao pernah bertemu Takeo beberapa kali. yang terus memalingkan wajah dari perempuan itu. bahkan kirin sekalipu n. si orang asing melihat Ishida lalu memanggilnya. Takeo merasa kulit perempua n itu amat mirip dengan kulitnya. Ishidelagi ia mengira-ngira siapa perempuan itu. amat mirip dengan kulit ibunya. si orang asing me lihat Ishida lalu memanggilnya. serta membandingkan kebiasaan dan bahasa mereka. hingga tak kuasa mengendalikan diri. Perempuan itu mengangkat tangan untuk menutup mulut. kelihatan¬nya tengah mengamati Takeo dengan penuh seksama. kehilangan mainan. Takeo ingat pada seorang gadis cilik yang menangis dengan cara yang sama karena menang isi seekor burung yang mati. halus dan gelap. "Tomasu?" Air mata menggenang di matanya. informasi tentang perawatan serta tanaman herbal. yang mungkin berusia dua puluh lima tahunan. Ia hanya . Orang asing itu gembira bertemu sang tabib dan ing in agar dia duduk dan mengobrol. Pere mpuan itu. da n sepertinya saat ini dia tidak bisa mengenali. tapi selalu dalam suasana resmi. seakan-akan mengi ra kalau mung¬kin mengenal Takeo. dan warna kulit yang sa ma dengannya. Perempuan itu tercekat lalu berkata . mengubahdi rinya menjadi seorang bocah yang ketakutan serta tersiksa. Dia menerjemahkan perkataan Ishida sepertin ya perempuan itu cukup fasih berbicara bahasa asing lalu melayangkan pandangannya ke arah Takeo lagi. sali ng bertukar ilmu pengetahuan medis. dengan pakaiannya terlipat ke belakang dan memperlihatkan kulit lengannya.

Is hida berkomentar. Ak u akan datang ke Daifukuji." Kota itu semakin senyap. terlalu cepat. Meskipun atas perin¬tahnya kaum Hidden kini bebas untuk ber¬ibadah secara terbuka. "Perempuan itu mengenalmu bukan sebagai Lord Otori. dengan tatapan terpaku pada wajah Tak eo." ujarnya." "Kelihatannya kau sangat terguncang. Kabari aku di Daifukuji. tapi tidak akhir-akhir ini aku pergi selama ber¬bulan -bulan. Anda baik-baik saja? Anda tidak sehat.mampu meman¬dangi adik yang dikiranya sudah tiada. tentu saja tidak perlu!" Takeo mengambil napas dalam-dalam." "Semoga Dia memberkati dan melin¬dungimu." sahutnya. "Perlu kupanggilkan tandu?" "Tidak. hidupnya seperti meluruh lalu m emudar. tetap saja membuat¬nya terkejut melihat terungkapnya sesuatu yang sebelumnya merup akan rahasia. memanjatkan doa kaum Hidden sa at berpisah. Selagi mereka menyeberangi jembatan kayu di luar Umedaya dan mengambil salah satu jalan sempit yang mengarah ke kediaman. Ia berhasil mcngendalikan diri lalu ber¬kata. Aku tidak tahu kalau dia menerjemahkan untuk orang a sing. "Lord. tunggu aku di sana. Juga terlalu banyak minum sake." Kisah Klan Otori IV Page 57 ." seru Ishida saat mereka berdua berada di luar." "Aku akan datang ke sana besok. cahaya dimatikan satu demi satu. Ishida bertanya." Takeo bicara dengan cepat pada Madaren. tapi sebagai or ang lain. sama seperti salib yang dikenakan Don Joao di dadanya tampak seperti pameran ses uatu yang keji. Kau mengenal perempuan itu?" "Bertahun-tahun yang silam." "Aku pernah bertemu dengannya. "Kau lebih tidak sehat dari yang kukira. "Kita tidak bisa bicara sekarang. "Katakan pada Don Joao aku akan menemuin ya besok. keluarganya. Tadi hanya u dara yang terasa pengap. Yang ada dalam ingatannya hanyalah masa kecilnya.

aku sudah sangat lama mengenalnya. Ia merasa ngeri saat memikirkan hidup seperti apa yang telah dijalani adiknya." Takeo masih setengah tercengang dengan pertemuan tadi dan cenderung setengah menyangsikannya. aku sudah sangat lama mengenalnya."Seperti yang tadi kubilang. melewati Jun dan Shin menuju ke kamarnya." kata Ishida akhirnya. Dan Takeo pun mengenalinya. Namun perempuan itu memanggil dengan nama aslinya. Takeo menarik Ishida ke ba wah bayangan gelap. Si tabib tiba: mereka saling memberi salam dengan riang. sebel um aku menjadi Otori. Aku akan mengir im perintah pada penjaga agar membiarkanmu masuk. hanya pelacur kelas terendah yang tidur d engan mereka. Aku harus masuk tanpa terlihat." Gerbang sudah ditutup. sebelum aku menj adi Otori. seolah belum bertemu se lama enam bulan lamanya. Di rumah terakhir sebelum sampai di gerbang kediaman. lalu menyelinap melewati taman yang sunyi. lalu Takeo menyuruhnya pergi. tapi sebagian besar perem puan peng¬huninya enggan tidur dengan mereka. "Tunggu di sini sebentar. "Rasanya aku masih bisa ber¬tarung menggunakan pedang. "Aku akan mencob ." "Tidak kelihatan memerah karena infeksi. Pelayan perempuan menuang teh dan membawakan lagi air panas. "Kau masih bisa menulis dengan tangan ini?" "Setelah berlatih berulang kali. Di¬tekannya jaringan kulit yang tumbuh meng¬gantikan jaringan yang rusak dengan ujung jarinya lalu melemaskan jari yang t ersisa. Bagaimana mungkin itu adiknya? Bagaimana dia bisa selamat dari pembantaian yang menghabisi keluarga dan membakar habis desanya? Tak diragukan lagi bahwa di a bukan sekadar seorang juru bahasa: terlihat olehnya pada tangan dan mata Don Joao. Mengganti pakaian dengan jubah tidur lalu meminta dibawakan lentera dan teh. Dilepasnya sarung tangan sutra yang me¬nutupi tangan cacatnya d an Ishida menarik lentera lebih dekat agar bisa melihatnya." Seperti yang tadi kubilang. kendati hentakan saat mendarat di sisi dinding satunya memb uat sakitnya terasa lagi. disingsingkannya keliman panjang jubahnya ke sabuk lalu m emanjat dinding dengan cukup ringan. Aku me¬nulis dengan tangan kiri. mengirim Jun untuk mengatakan pada penjaga agar membiarkan Ishida masuk. Menghilang. tapi tidak ada alasan untuk itu selama bertahun-tahun." Diperlihatkanny a pada Ishida. Pri a asing itu kerap mengun¬jungi rumah pelacuran itu seperti laki-laki lain.

"Istriku pernah cerita sedikit tentang saat¬saat itu. t elah mengorek banyak kenangan. mengijinkan aku melihat koleksi buku-bukunya yang berharga juga harta benda yang lainnya. "Saat itu anjingku melolo ng. mempermainkan rasa takutku." Selagi menyiapkan teh. Kutemukan diriku bertanya-tanya apakah ada orang yang memeliharanya. sungguh suatu perwujudan iblis dalam diri manusia." Kisah Klan Otori IV Page 58 . harum dan menenang¬kan. "Bisa kudengar anjingku melolong. ini akan membantumu untuk tidur. "Hanya gempa yang menyelamatkan kami. meski¬pun pernah menghadapi berbagai macam bahaya: badai di laut. perompak dan orang primitif. menye¬mangatiku untuk belajar dan melakukan perjalanan. tenggelam dalam kenangannya. Kupalingkan wajahku dari kegermarannya yang keji. kapal karam. Aku menjalankan perin¬tahnya. Aroma samar-samar dari rumput musim panas menyeruak.a dengan jarum besok. untuk mengiris garis bujurnya." "Kau beruntung. Aku takut bertemu Kono. Belum pernah aku begitu ketakutan. "Aku sering membuat ini untuk istriku. "Aku mohon maaf yang sedalam¬dalamny a atas keterlibatanku dalam memen¬jarakan istrimu. Aku ingin tahu apakah dia seperti ayahnya. hanya mengetahui putranya berbaring di dalam kediaman ini." "Aku belum pernah bertemu Fujiwara. Ishida bicara dengan suara pelan." Diambilnya mangkuk lalu diberikan pada Takeo." sahut Takeo pelan. Dia berpurapura mengabulkannya. selama hampir seumur hidupku. Untuk sementara waktu." Tiba-tiba Ishida berhenti bicara dan menuang air mendidih ke atas herba kering." tuturnya dengan amat pelan. Aku ta hu dia orang yang kejam tapi dia selalu memperlakukan diriku dengan baik. sesuatu yang tak akan pulih dalam diriku. Terkadang aku memimpikannya. Aku pernah menghempa-skan diri di bawah kakinya dan memohon agar diijinkan bunuh dir i. Aku tidak pernah menyangka kekejamannya akan menimpa diriku. Dia selalu memperingat¬kanku tentang gempa dengan cara seperti itu." Ishida berhenti sebentar.

kastil di salah satu jalan sempit yang terbentang di jalan utama. tempat rumah-ru mah kecil yang dibangun kembali setelah kobaran api meluluh¬lantakkan semuanya bak sarang tawon y ang saling Kisah Klan Otori IV Page 60 . tempat rumah-r umah kecil yang dibangun kembali setelah kobaran api meluluh¬lantakkan semuanya bak sarang tawon y ang saling astil di salah satu jalan sempit yang terbentang di jalan utama.

dan di antara mereka ini banyak yang bisa diperdayai oleh cinta seperti laki¬laki golongan klas lainnya. tanah kelahirannya. Madaren berhasil menjelaskan pada pe milik rumah bahwa Don Joao hanya menginginkannya. dan tak lama kemudian ia tidak harus tidur dengan laki¬laki lain. walaupun laki-laki itu mengira kalau dialah yang memilih Madaren: orang-orang as ing bersifat sentimental sekaligus pemalu bila sudah berhubungan dengan kebutuhan jasmani: me reka ingin merasa istimewa bagi seorang perempuan. dengan mudahnya disingkirkan bak anak kucing yang tidak dii nginkan. Madaren me nampiknya. ia memilih orang yang bern ama Don Joao. pada waktu yang b er samaan ia juga belajar bahwa perempuan yang dikuasai cinta merupakan makhluk yan g paling tak berdaya di kota ini. memanfaatkan rasa terima kasih mereka. dan ketika kekasihnya berbalik untuk memeluk¬nya. bau mereka yang aneh dan tubu h mereka yang besar. dan aroma kayu itu mengingatkannya pada Mino. Air mata menggenang di matanya saat meringkuk di bawah papan tebal. bahkan setelah mereka membeli¬nya. bahkan kuli pe ngangkut barang. Kemudian orang-orang asing berjanggut berdatangan. Ia mau pergi dengan lakilaki yang dijauhi oleh gadis-gadis lain. pergi meninggalkan rumah sebelum matahari terbit lalu menemu i laki-laki itu galangan kapal yang masih berkabut. Mereka me¬numpang kapal yang mengangkut kayu c edar dari hutan menuju wilayah Timur. atau kadang mencurinya. Pedagang itu membosankan serta membuatnya gusar. bahkan kuli pengangkut barang .berdempetan. dan akhimya ia kembali ke kehidupan lamanya. Ia bisa memeras ha diah dari mereka. Tapi semua laki-laki memiliki hasrat. dan pada akhirnya membiarkan seorang pedagang yang hampi r bangkrut membawanya ke Hofu. yang membuat gusar sekaligus memesona ibu mereka. Mereka memberi bayaran yang memadai dalam mata uang perak. buruh serta kulrdempetan. kemampuan si p erempuan . Tapi semua laki-laki memiliki hasrat. Madaren melihat ada semacam kekuatan dalam diri mereka yang mungkin bisa dimanfaatkan dan dengan sukarela tidur dengan mereka. dan ia memanfaatkan apa yang dipelajarinya ini dengan cerdas. buruh serta kuli angkut tanah di malam hari. Itulah yang dipelajari Madaren. bahasa mereka hanyalah bahasa tubuh: nafsu si laki-laki. bergabung ke rumah pelacuran yang lebih tinggi kelasnya dibandingkan yang pertama. Awalnya. Hal itu meng¬ingatkannya pada keluarganya dan laki-laki agak aneh yang menjadi kak aknya.

Orang-orang asing sebelumnya memiliki seorang juru bahasa. seorang nelayan yang mereka selamatkan dari laut oleh kaum mereka karena kapalnya tenggelam dan dibawa ke ma rkas mereka di Kepulauan Selatan. sedangkan lantai matahari berjenis laki-laki tapi ha l itu justru memesonanya. Mereka percaya semua yang dikatakannya. penuh dengan bunyi aneh dan dikumpulkan dari depa n ke belakang semuanya memiliki jenis kelamin. orang-orang yan g dia tangisi ketika sedang mabuk. dan ia mulai berusaha me¬mahami Don Joao. Nelayan itu merupakan pintu masuk mereka ke duni a baru yang rumit. bahkan ketika dia hanya mengarang sembar angan. Bahasanya sulit. Ia tak bisa membayangkan alasannya.memuaskannya. Karena Madaren sema¬kin fasih Don Joao tidak menguasai lebih dari bebera pa patah kata dari bahasa Madaren mereka mulai membicarakan hal¬hal yang lebih mendalam. jelas dari cara bicaranya kalau si nelayan tidak berpendidikan dan be rasal dari klas rendahan. Don Joao mem¬punyai istri dan anak-anak di Porutogaru*. dan jika bicara dengan bahasa itu pada Don Joao. karena nelayan itu tidak lebih baik dariku. Mereka begitu jauh hingga ia tak mampu membayangkan seperti apa kehidupan mereka. ia merasa s eperti menjadi orang lain. M ereka bergantung sepenuhnya kepada¬nya. kampung halamannya. namun hubungannya dengan orang asing memberinya status dan kekuasa¬an. dan Don Joao bicara tentang kepercayaan serta Tuhannya Deus** dan kata-kata serta salib yang dikalungkan di lehernya membangkitkan kenangan masa kecil Madar en tentang Kisah Klan Otori IV Page 61 . lalu mendorong laki-laki itu un tuk mengajarinya. tapi pintu termasuk jenis perempuan. tak percaya kalau Don Jo ao bisa bertemu mereka lagi. pikir Madaren. yang mereka temukan dan mereka harapkan bisa meraih kekayaan dan kem enangan. begitu pula hujan. Madaren tidak mengindahkan mereka. Nelayan itu mempelajari bahasa mereka: kadang menemani mereka ke rumah pelacuran. Aku juga bisa meraih kekuasaan semacam itu.

Kisah Klan Otori IV Page 62 . epercayaan keluarga¬nya dan ritual kaum Hidden.kepercayaan keluarga¬nya dan ritual kaum Hidden.

Hal ini men gejutkan Madaren. penutup kepalanya berlekuk dan melindungi. hanya ingat gema doa serta ritual yang dilakukan keluarganya dengan komu¬nitas kecil mereka. dan menceritakan tentang pendeta da lam agamanyJoao bicara penuh semangat tentang Deus. kau harus dibaptis. Tentu saja. Ada juga kabar burung yang mengatakan bahwa Lord Otor i dulunya adalah orang Hidden." kata Don Joao.] ingat sedikit tentang kepercayaan kaum Hidden. bertahtakan emas dan kerang mutiara. untuk mendapatkan informas i serta menyelamatkan nyawa. dan prasangka lama pun perlahan menghilang. .] **) Deus berarti Tuhan dalam bahasa Portugal [pent. Maruyama Naomi . Tapi menurut Madaren keduanya tak mungkin melakukannya k arena bukankah Lord Otori membunuh kakek pamannya untuk balas dendam? Bukankah Lady Ma ruyama menceburkan diri ke sungai di Inuyama ber¬sama putrinya? Satu hal yang diketahui s emua orang tentang kaum Hidden yaitu Tuhan mereka. Ia hanya *) Porutogaru adalah lafal Jepang untuk menyebut Portugal [pent. dan ketika Madaren me¬ma hami maksudnya. Tuhan Rahasia. "Saat pendeta datang. selalu atau tidak pernah. sudah atau belum? Don Joao selalu bersenjatakan pedang panjan g tipis. melarang mereka mencabut nyawa. banyak yang terta rik dengan agama orang asing dan bahkan berkeinginan mencoba bila itu bisa mening¬katkan perd agangan dan kekayaan bagi semua orang. karena Don Joao men¬c eritakan kalau mereka adalah orang ber¬agama sekaligus prajurit. dan bahwa penguasa Maruyama yang sebelumnya. mengeluarkan ke¬putusan bahwa rakyatnya bebas beribadah dan percaya pada kepercaya an pilihan me¬reka. dan memb ual bila dia selalu punya tujuan untuk menggunakan pedang ini. baik nyawa mereka sendiri maupun nyawa orang lain. dan menceritakan tentang pen deta dalam agamanya yang berkeinginan kuat agar negara lain menganut kepercayaan mereka. Penguasa baru Tiga Negara. Pada titik inilah sepertinya Tuhan Rahasia dan Deus berbeda. lalu me nyebut nama baptisnya. Orang asing itu terkejut karen a penyiksaan dilarang di Tiga Negara. Otori Takeo . dan menceritakan bagaimana ke¬kerasan digunakan di negara nya dan ter¬hadap penduduk asli Kepulauan lain untuk menghukum.Don Joao bicara penuh semangat tentang Deus. Apakah itu keduanya atau tidak s atu pun. ia ingat yang sering dikatakan ibunya: dilahirkan dengan air. juga menganut kepercayaan itu.

sadar akan tatapan penuh hina serta kecurigaan dari istri-istri dan anak perempuan mer eka dan bahkan kadang di tempat-tempat yang lebih berkelas. lalu membuat gerakan berbentuk ta nda salib di depannya. dan menyatakan kalau Madaren masih dibiarkan hidup o leh Tuhan Rahasia untuk tujuan isti¬mewa tertentu."Madalena!" ulang Don Joao dengan terperanjat. dan Don Joao berharap Madaren mene¬maninya kemana pun ia pergi. Madaren menangkap ketertarikannya dan mereka mulai bertemu dengan para penganut dalam jamuan makan di kalangan kaum Hidden. maka ia tahu misi itu berhubungan dengan kak aknya. ia mempelajari keadaan di sekelilingnya yang masih asing. D engan keyakinan mencapai tujuan yang dibawanya sejak berhasil lolos dari Inuyama dan m empelajari bahasa asing. bicara dengan pelan dan jelas. Ia merasa Kisah Klan Otori IV Page 63 . Madaren bertemu dengan orang-orang yang menge tahui desanya dan mendengar tentang pembantaian bertahun¬tahun yang lalu di Mino. serta mem¬perindah t erjemahannya bila terdengar kurang sopan. Seringkali ditemukan dirinya berada di rumah para p edagang. dan ingin bertemu l ebih banyak lagi penganutnya. Madaren menyambut kem¬bali kepercayaan yang pernah hilang dari masa kecilnya dengan hangat. terutama untuk menerjemahkan. ia bisa selamat merupakan mukjizat. Don Joao mengajukan banyak per¬tanyaan dan M adaren menerjemahkannya. juga jawabannya. Orang itu tertarik setengah mati pada kaum Hidden. selalu ber¬lutut dengan rendah hati sedikit di bel akang orang-orang asing dan lawan bicara mereka. lalu mulai menunggu waktu untuk menjala nkan misi. Orang-orang asing hanya memahami sedikit sekali tentang sikap dan kesopanan. menurut mereka . terakhir bahkan di kediaman Lord Ar ai. Kemudian Tomasu dikirimkan padanya.

satu hari berada di ruangan yang sama dengan Lord Arai Zenko. lalu Kisah Klan Otori IV Page 64 . lalu agum pada dirinya sendiri. satu hari berada di ruangan yang sama dengan Lord Ar ai Zenko.kagum pada dirinya sendiri.

memerhatikan tangannya yang cacat dan kerutan di matanya. Don Joao juga membacakan kitab suci u ntuknya dan mengenali potongan¬poiongan kalimai dari doa dan pemberkatan di masa kecilnya. membulat ser ta pucat. Bulan melintasi langit dan kini menggantung di barat. berharap bisa berbincang. Madaren menduga kalau pasie nnya itu adalah kawan¬nya dan memelihat laki-laki yang satunya lagi. Madaren nyaris tak bisa tidur. Ishida kadang membawa teks-teks dan mem¬bacakannya untu k diterjemahkan karena Madaren tidak bisa membaca maupun menulis. Dan seb agian dari kekuasaan itu dia gunakan untuk memanfaatkan orang-orang itu: mereka membutuhkan nya dan mulai meng¬andalkan dirinya. menemu¬kan tubuh si orang asing di sebelahnya teram at sangat panas. bayangan mereka tampak seperti tangan yang sedang menggenggam. jelas sekali kalau kedudukannya amat tinggi. dan berjalan menyusuri tep i sungai di bawah pohon willow. Ia berjalan melewati jalanan sempit menuju rumah tempat ia dulu bekerja. Nalurinya ternyata benar: kemampuannya b erbahasa asing membuka jalan pada sebagian dari kekuasaan serta kebebasan mereka. dan menyelinap keluar sebelum matahari terbit. mandi dan berpakaian di sana. memimpikan tentang sem uanya. dan bertindak sebagai juru ba hasa dalam perbincangan yang panjang. namun jantungnya seperti berhenti berdetak kemudian berdebar-debar. dia salah lihat. Selama berjalan ke Daifukuji. Dan seb agian dari kekuasaan itu dia gunakan untuk memanfaatkan orang-orang itu: mereka membutuhkan nya dan mulai meng¬andalkan dirinya. lalu duduk tenang dan minum teh hingga mentari pagi bersinar terang. rikutnya di penginapan semacam Umedaya. Malam itu Don Joao melihat Ishida lalu memanggilnya. Ia tidak langsung mengenalinya. dia takkan datang. dia seperti pedagang meskipun jelas . Ombak laut surut dan kepiting berlarian cepat di atas lumpur yang mengering. Madarien tidak in gin mengatakan pada Don Joao kemana ia pergi: tidak ingin harus berpikir dalam bahas a laki¬laki itu atau khawatir tentang laki-laki itu. benak Mad aren tersita oleh keragu-raguan: kemarin itu bukan Tomasu. Nalurinya ternyata benar: kemampuannya berbahasa asing membuka jalan pada sebagian dari kekuasaan serta kebebasan mereka. seolah kulitnya mengenali laki-laki itu dan segera meng enalinya kalau mereka lahir dari ibu yang sama.berikutnya di penginapan semacam Umedaya. Madaren pernah bertemu tabib Ishida beberapa kali. n amun Ishida memohon pergi karena ada pasien yang membutuhkannya. membangun¬kan pelayannya.

kalau benda-benda semacam itu dibenci Tuhan Ra hasia dan sama seperti menyembah setan. dewa laut. menyambut para pelaut dan pedagang serta mengingatkan mereka untuk bersyukur pada Ebisu. Madaren melihat¬lihat ukiran dan area di kuil itu dengan perasaan tida k suka. dan menyadari pasti inilah misinya: me nye¬lamatkan Tomasu. Madaren berjalan masuk gerbang. yang dililit tali jerami yang berkilauan. Kisah Klan Otori IV Page 65 . seperti halnya Don Jolo. dan tepat di belakangnya ter¬dapat kurungan berdinding putih di sekita r taman dengan pepohonan yang jauh lebih kecil. me¬nunggu kakaknya. Ia berjalan ke aula utama. Daifukuji menghadap ke laut: gerbang merahnya bisa terlihat dari seberang ombak laut. selama ini ternyata dia masih hidup dan tid ak berusaha mencarinya.bukan pedagang yang berhasil yang tak ingin punya hubungan apa-apa dengannya. Dia tidak datang menghampiri untuk menolong¬nya. Madaren berjalan perlahan. Bunga lili menghiasi tepian kolam. meskipun terpesona dan terbuai oleh keindahan tamanny a. ia menduga itu pohon ceri walaupun bunganya sud ah lama gugur. menyelipkan tangannya di ba lik jubahnya untuk menyentuh salib pemberian Don Joao. Sinar matahari terasa makin panas dan bayangan taman semakin menariknya masuk. Kerumunan kecil sebagian besar rahib dengan kepala botak dan jubah berwarna tida k mencolok. takut kalau kakak¬nya bukan lagi penganut kepercayaan. setengah tidak nyaman dengan l antunan doa dan genta dari dalam kuil. Di sebelah kanannya berdiri beberapa pohon ced ar tua. karena ia telah percaya. agar melindungi mereka selama perjalanan. melupakan aliran sungai yang tergesa-gesa di sekelilingnya ketika gelom¬bang laut pasang menyapu. dan belukar azalea musim panas pertama bermekaran menjad i bunga berwarna merah tua. Ia bertanya¬tanya sendiri mengapa memilih tempat seperti ini untuk bertemu.

berdiri di luar dinding. patung ukiran . memandang ke atas. memandang ke atas. patung ukiran . penggambaran rdiri di luar dinding. Madaren mengikuti arah pandangan mer eka dan dan melihat apa yang sedang mereka perhatikan: awalnya ia mengira itu. penggambaran Kisah Klan Otori IV Page 66 . Madaren mengikuti arah pandangan merek a dan dan melihat apa yang sedang mereka perhatikan: awalnya ia mengira itu.

pa da saat itulah kita bisa yakin.tumbuh semakin besar. pada saat itulah kita bisa yakin." umbuh semakin besar." Kisah Klan Otori IV Page 68 .

berkulit sehitam warn a pernis. dan kirin bersifat tenang serta muda h dihibur. kem udian pergi bersama Takeo menuju kuil. Aku langsung berpikir tentang Lady Shi geko." Ketika selesai mengagumi kirin. para pelaut membicarakan tentang benua yang amat besar tempat hewan-hewan seperti ini merump ut dalam jumlah besar bersama gajah darat dan sungai." Takeo tersenyum memikirkan keahlian putrinya dengan kuda dan kasih sayangnya pad a semua hewan. Tapi dia berasal dari pulau lain. dan . masih jauh lagi ke barat. maka aku terima tawaran ini dan mengatur agar hewan ini bisa menemani kami pulang." "Dan bagaimana kau bisa mendapatkan¬nya? Tentunya hewan seperti ini tak ternilai h arganya?" "Hewan ini ditawarkan padaku sebagai semacam alat pembayaran. walau diakui-nya keseluruhan manusia akan alasan spiritual bagi keberadaan mereka. Hewan ini bisa berjalan bermi l-mil jauhnya tanpa kelelahan. "Ak u berhasil mengobati seorang pangeran di daerah itu. Makanannya dedaunan dari pohon tempat asalnya. selama tidak mengancam tatanan rnasyarakat. "Tidakkah sulit untuk mempertahankan agar dia tetap hidup? Apa makanannya?" "Untungnya perjalanan pulang tidak ber¬ombak. Ia sendiri memercayai tuhan manapun."Di mana kau menemukannya?" Di mana kau menemukannya?" "Di selatan Tenjiku. dilaku¬kannya semua praktik keagamaan yang diharapkan darinya dengan khidmat dan hormat. doa dipanjatkan bag i kesehatan kirin dan Lord Otori. tapi ternyata se-nang juga meneri ma rumput. namun kurasa tidak bisa berjalan melewati pe¬gunungan. dan mampu membengkokkan besi dengan tangan kosong. segar atau pun kering. Ishida membawa hewan itu kembali ke kandang. dan betapa dia akan sangat menyukainya. Orang¬orangnya berukuran dua kali lebih besar daripada kita. serta dedaunan hijau yang lezat. singa emas raksasa dan burung berwa rna merah muda. Takeo menyalakan dupa dan lilin serta berlutut di depan patung d ewa." sahut Ishida. tempat upacara singkat dilakukan." "Bisakah dia berjalan sampai ke Hagi?" "Barangkali kita harus mengangkutnya dengan kapal. semua sekte dan kepercayaan diperb olehkan di Tiga Negara.

Pere mpuan itu masih berlutut dengan sabar di tempat yang sama. meminta agar perempuan itu mengikutinya. "Tidak perlu takut. Setelah melakukan upacara. Madaren berlutut lagi. lalu berjalan menyusuri aula utama ke aula yang lebih kecil di belakangnya. Bangunan kuil menghadap ke timur. Sesaat sebelum tengah hari. Dua rahib muda yang sedang bert ugas membersihkan patung dan menyapu lantai mengundurkan diri tanpa bicara. Takeo dud uk di pinggiran beranda: hayunya yang telah termakan cuaca berwarna abu-abu ke-pcrakan dan masih hangat terkena cahaya matahari. Terdengar olehnya keraguan dalam langkah kaki Madaren d i atas kerikil jalan setapak. teh dibawa masuk dengan manisan osenbei. menyembuny ikan wajahnya. Takeo berdiri dan mengatakan bahwa ingin sendirian d i taman sebentar. udara masih terasa dingin.tentu dirinya pun memiliki kebutuhan yang sama. Takeo. namun di beranda. terdengar pula deru napasnya yang cepat dan pendek. Ishida dan Kepala Biara setempat ber cerita dengan gembira dan menggubah puisi penuh dengan permainan kata-kata tentang kirin. yang ada penyembahan atas sang Pencerah dan Ebisu dew a laut." ujar Takeo. sisi sebelah selatan bermandikan cahaya. Burung gereja berkicau di taman dan merpati bergumam di pepohonan cedar. di bawah bayangan gelap dari atap yang melengkung. Kisah Klan Otori IV Page 69 . Takeo memberi isyarat dengan gerakan tangan saat berjalan melewatinya.

tidak menger ti." ujar Takeo." . yang tak akan pernah terjadi kecuali dugaanku benar adanya.. dan juga tahu ada semacam amarah terpendam dalam diri adiknya. apa yang bisa ia lakukan untuk adiknya : apa sa ja. Nada suara Madaren nyaris terdengar seperti tuduhan. "Keduanya sudah mati." sahut Madaren setelah beberapa saat. Kau tampak seperti pahlawan yang jauh tak tergapai dan cuma legenda: bagai¬mana bisa kau adal ah Tomasu dari Mino? Apa yang terjadi padamu ketika aku dijual dari satu rumah bordil ke r umah bordil lainnya?" "Aku diselamatkan Lord Otori Shigeru: beliau mengangkatku menjadi pewarisnya dan menginginkan aku menikah dengan Shirakawa Kaede.." sahut Madaren setelah beberapa saat.. Takeo tidak membalas tatapannya. malah memalingkan wajah ke arah bayangan gelap rumpun pepohonan. Madaren bicara dengan nada kecut. Mungkin akIni bukan ketakutan." kata Takeo dengan sedih. pewaris Maruyama." Madaren menatap langsung matanya." Kepala Takeo bergerak sedikit untuk membenarkan kata-kata adiknya. Tapi Lord Otori sekarang bicara berdua saja den ganku. Seraya ber¬tany a-tanya apa yang diinginkan Madaren darinya." "Kita saling mengenali semalam. "Selama enam belas tahun kudengar balada dan cerita yang digubah tentang dirimu. tidak mengerti. Dan aku tahu dari cerita-cerita bahwa kau pemah membunuh orang lain. yang bisa memulihkan hidupnya yang telah terlanjur hancur. "Memang benar aku kakakmu..." Itu garis besar paling sederhana dari perjalanan luar penuh gejolak yang telah m enggiringnya menjadi orang paling ber¬kuasa di Tiga Negara... Mungkin aku telah melakukan kesalahan besar. dan dinding di ke¬jauha n tempat kirin mengayunkan kepalanya di atas genteng bak mainan anak-anak. "Kurasa ibu dan kakak kita. Ia sadar kalau ketenangannya tampak seperti ketidakacuhan bagi Madaren. "Aku. "Aku. Aku bahkan tidak tahu di mana jasad mereka. Tapi sud ah bertahuntahun lamanya sejak terakhir kali ada orang yang memanggilku Tomasu."Ini bukan ketakutan. "Kulihat kau berdiri di hadapan patung emas.

kau bisa mendekati pejabat kota yang berwenang." kata Madaren. ia tak punya cukup kata-k ata untuk mengungkapkannya." Takeo melihat kalau ia telah menyakiti adiknya. Bila mereka masih menganut kepercayaan ya ng sama mungkin mereka bisa memanjatkan doa bersama. dan rasa iba muncul lagi. Jarak di antara mereka sudah terbentang terlalu jauh. Tapi aku tidak bisa mengumumkan tentang hubungan kekeluar¬gaan kita. Tidak ad a cara yang bisa mereka lakukan untuk saling mendekati. "Kau adalah kakakku. Jangan coba-c oba mendekatiku lagi. Kita saling memiliki kewajiban. dan aku harus memi ntamu umuk tidak mengatakannya pada siapa pun."* Kisah Klan Otori IV Page 70 . Aku peduli pada jiwamu. "Akan kupastikan kau diurus dengan baik. "Tidak ada yang namanya neraka." tutur Takeo. Aku tak bisa melihatmu masuk neraka!" Takeo bangkit lalu berjalan menjauh." Takeo menyadari ba hkan saat ia bicara pun nada suaranya kaku dan terlalu dibuat-buat. "Tomasu." sahutnya s ambil sedikit memalingkan wajah."Aku minta maaf atas semua penderitaan yang telah kau alami. Aku bibi dari anak-anakmu. "Jika kau butuh apa pun. namun kini kepercayaan masa kecil yang dulu menyatukan mereka justru menjadi penghalang yang tak bisa dilalui. Dan aku pun memiliki tugas spiritual terh adapmu. Kau satu-satunya keluargaku. tapi j uga tahu kalau ia tak bisa membiarkan adiknya mengambil tempat lebih banyak lagi dalam kehidupannya se lain dengan cara seperti ini: berada dalam perlindungannya. "Selain neraka yang diciptakan manusia di bumi. Mengetahui itu membuat i a tertekan dan iba.

karena ketiga gadis itu. "Nikmati saja. "Tidak ada yang lebih menyenangk an." Shizuka memperingatkan mereka. Kedua gadis kembar itu tertawa cekikikan." sahut Shigeko. "Berdoalah seperti kakak kalian agar kalian tidak pernah mengenal perang yang se benar¬nya. mem¬permainkan kakak perempuan mereka atau menghukum orang yang lewat di depan mereka sulit dibendung." ujar Shizuka ketika Maya bersembunyi s elama setengah hari tanpa bergerak di dalam keranjang bambu." "Berdoa saja takkan ada perang lagi. Si kembar mengerang. si kembar tanpa sadar menyentuh ujung jari mereka pada lekukan yang melintang di telapak tangan mereka. la yaknya anak kelas ksatria. sepe rti Taku. diajar kan oleh Shizuka dan Sugita Hiroshi atau ksatria besar lainnya di Tiga Negara." bisik Miki. kita takkan menghadapi per¬tar ungan yang sebenamya. Maya kembali ke pokok pembicaraan tadi. "Kata Lord Hiroshi siap perang adalah pertahanan terbaik melawannya." ujar Shigeko. Mereka tahu kalau sang ibu tidak menyukai kemampuan Tribe yang mereka miliki. sebagai Kikuta. "Jika tidak akan ada perang. menghilang di balik atap yang terbuat dari ilalang." tuturnya. Shizuka jarang marah. Itu me¬rupakan lambang jalur sempit yang mereka lalui di antara dunia. tapi terkadang godaan untuk mengelabui guru-guru mereka. da n bahwa klas ksatria menganggap mereka penyihir: mereka belajar sejak dini apa yang bisa diba nggakan di desa Muto haruslah disembunyikan di kastil seperti Hagi atau Yamagata." "Kau beruntung Shizuka. belajar memanah. Kau ada di sana saat Inuyama jatuh! Kau bertarung bersam a Ayah!" "Sekarang Ayah mengatakan tak akan ada lagi perang. . mengapa Aya h dan Ibu memaksa kami belajar kemampuan bertarung?" tanyanya. menunggang kuda serta menggunakan pedang. si kembar tanpa sadar menyentuh ujung jari mereka pada lekukan yanaat nama Kikuta disebut. sambil menyi¬kut Maya. "Kau seperti aku ketika aku masih kecil. "Lord Hiroshi. atau ketika Miki memanjat kayu kaso selentur dan secepal kera liar. menandai diri mereka seperti sang ayah.Saat nama Kikuta disebut.

Surat¬suratnya bersifat resmi. "Kau selalu mengatakan ucapan Lord Hiroshi. Kisah Klan Otori IV Page 72 . begitu pula dengan si kembar." "Lord Miyoshi Gemba juga salah satu gurumu. tapi Shigeko suka melihat tulisan tangannya. "Apa?" tanyanya. dan berharap mencegah mereka membicaraka n tentang topik itu lagi. "Tapi kau jarang menguti p apa yang dikatakannya." kata Shigeko.Wajah Shigeko bersemu merah. Shigeko memutuskan untuk lebih berhati¬hati." "Aku tidak menyadari itu. Isinya adalah salah satu hikayat kuno Tiga Negara." "Dan Lord Miyoshi tidak membuat wajah¬mu merah!" timpal Maya. penuh dengan istilah sulit da n kejadian yang sukar dimengerti. itu tidak berarti apa¬apa. Shigeko berharap pelajaran itu bisa meng-hukum mereka karena menggodanya soal Hiroshi. tidak membiarkan diri nya dengan bodohnya menyebut nama Hiroshi. menutupi rasa malu dengan berbicara den gan nada resmi. Ambil kuasnya!" Shigeko membuka satu gulungan lagi lalu mulai m endiktekannya. "Kurasa kalian seharusnya bisa jauh lebih baik dalam menulis. karena dia pengawal senior dan orangtuanya berhara p ia mengenal setiap detil wilayahnya. lalu wajahmu bersemu merah. adik-adikku. Jelas sekali kalian perlu banyak latihan. Hiroshi adalah salah satu guru yang sangat bij aksana. Sudah sewajarnya aku mempelajari peribahasa yang dipakainya. Shigeko harus mempelajari semua sejarah ini. "Lagipula. Hiroshi sering menulis surat. Untungnya laki-laki itu sudah kembali ke Maruyam a untuk mengawasi hasil panen dan persiapan upacara pengukuhan ia menjadi pewaris wilaya h itu." ujar Miki.

Surat-surat itu menyebut nama para tetua serta karakter mereka. tebal dan dibentuk dengan baik. dan tentang kuda. Surat-surat itu me nyebut nama para tetua serta karakter mereka.bergaya tulisan tangan ksatria. Hiroshi menceritakan dengan rinci setiap anak kuda Kisah Klan Otori IV Page 73 . tebal dan dibentuk dengan baik. dan tentang kuda. Hiroshi menceritakan dengan rinci setiap anak kuda rgaya tulisan tangan ksatria.

Tak satu pun dari keduanya berani berkomentar. Dia mengajari Shigeko menunggang kuda. "Bolehkah kita berjalan melewati pagar penangkap ikan?" tanya Maya dengan nada memohon. tapi menduga kalau itu tidak mungkin. membuat kedua adiknya bersorak kegirangan. menye¬tujuin ya dengan patuh. dan Shigeko mengurangi ketegasannya. tinggal di kediaman Otori. "Kita ke biara." sahut Shigeko. "Tempat itu hanya boleh digunakan anak b erandalan. Ia tahu akan ada rencana pertunangan. Kita akan berjalan menuju jembatan batu. dianggap sebagai putra dalam keluarga. yang melemah dengan beratnya hukuman yang mereka dapatkan. cukup sering menyuruh mereka berl atih lagi menulis huruf yang salah guratannya. begitu pula dengan seni pemerintahan. strategi dan taktik. Kudakuda Maruyama sudah tumbuh satu tangan lebih tinggi dibandingkan dua puluh tahun lalu . Kudaang baru lahir dan perkembangan kuda-kuda jantan yang pernah mereka j inakkan bersama. Dan kurasa kita sebaiknya membawa beberapa pengawal. per¬nikahan yang akan memperkuat posisi keluarg anya dan menopang hasrat ayahnya untuk kedamaian. Shigeko berharap Hiroshi menjadi suaminya. ketika Hiroshi masih kecil. bahkan teman yang paling baik. Shigeko merindukannya dan amat ingin berjumpa lagi dengannya: Hiroshi sudah sepe rti kakaknya. Tangan si kembar terasa sakit dan mata mereka terasa gatal saat Shigeko selesai membacanya. karena biara itu dipersembahkan bagi dewa sungai dan kuda. memanggil Shizu ka dan memintanya untuk ikut bersama kita. "Tentu saja tidak bisa. bukan putri-putri Lord Otori. Ia pernah mendengar per¬bincangan soal pernikahan dirinya karena kini usianya beranjak lima belas tahun. Lebih dari se galanya.yang baru lahir dan perkembangan kuda-kuda jantan yang pernah mereka jinakkan be rsama. Si kembar. tapi tidak akan l ebih. Ketika matahari mulai tenggelam dan udara terasa ag ak dingin. Semua pikiran ini melintas di benaknya selagi membaca secara perlahan dan hati-h ati dari gulungan. Hiroshi bisa menjadi penasihat yang paling berharga. Shigeko memper baiki pekerjaan adik-adiknya dengan baik hati. Shigeko menyarankan agar mereka berjalan-jalan sebelum latihan di sore hari." seru Shigeko. me-manah serta bertarung dengan pedang: Hiroshi juga mengajarin ya seni perang." .

tidak ada pedang." *** Shigeko memikirkan selama beberapa saat tentang masalah tandu: apakah memaksa si kembar ditandu dalam kegelapan atau mem¬biarkan mereka berjalan kaki." "Bolehkah kami membawa pedang?" tanya Maya dan Miki serempak. mari kita pergi seperti yang kau katakan." ujar Maya lumayan mirip menirukan Hiro shi. di jantung Hagi? Kita tidak butuh pedang. kelihatan seakan ingin duduk lagi. "Baiklah. Shigek o pun ingin berjalan kaki. tidak seformal dan sekeras di Inuyama. kakak. Di sisi lain." sahut Miki cepat. "Seorang ksatria sebaiknya selalu siaga." balas Shigeko. dan kedu a adiknya yang gelisah mungkin bisa tenang dan lelah setelah berjalan kaki. "Mungkin kau perlu latihan menulis lagi. "Untuk berkunjung ke biara. Tak satu satu pun dari kedu anya ingin ditandu. "P engawal." "Ingat serangan di Inuyama!" Miki meng¬ingatkan. ini di Hagi. tapi ia tahu kalau Ibunya tidak suka si kembar terlihat bersama di temp at umum. ingin melihat kehidupan Kisah Klan Otori IV Page 74 . kampung halaman mereka."Kita tidak butuh pengawal.

Mereka s emua mengenakan sandal kayu serta jubah tipis musim panas. Akane. Shizuka sering menceritakan ini pada ketiga gadis itu. sungai berbau asin dan lumpur. Sesaat si kembar berjalan berdampingan: para pejalan kaki berlutut ket ika Shigeko lewat. "Aku bersedih atas cinta yang pernah ada di antara kami. Di jembatan yang pernah hancur dalam peristiwa gempa yang dipercaya rakyat sebagai hu kuman atas pengkhianatan Arai Daiichi ada pahatan kalimat: Klan Otori menyambut keadilan dan kesetiaan. "Shizuka pasti bersedih atas kematian Lord Arai." kata Shigeko pelan saat mereka meninggalkan jembatan. Shizuka berjalan di samping Maya. dan terkadang mereka mengunjungi kuil di kawah gunung berapi tempat kematian tragis Akane diperingati dan arwahnya yang dipanggil kembali oleh para kekasih yang tidak bahagia. tempat yang jarang bisa dikunjun gi si kembar.kota yang penuh semangat. jalan-jalan sempitnya serta toko-toko kecil penuh ber¬bag ai hasil bumi dan kerajinan. terbentang dunia yang sangat menyenang¬kan. ota yang penuh semangat. terbentang dunia yang sangat menyenang¬kan. termasuk wortel unt uk kuil kuda. karena kulitnya seputih kulit ibunya dan takut terkena sinar matahari. Shigeko memegang parasol. Wasp adalah ketidakadilan dan ketidak¬seti aan. Di belakang jalan utama lebar yang mengarah dari gerbang kastil m enuju jembatan batu. Gelombang menghempas ketika mereka tiba di jembatan batu. Di belakang jalan utama lebar yang mengarah dari gerbang kastil m enuju jembatan batu." sahut Shizuka. satu pelayan per empuan membawa keranjang bambu berisi botol sake serta sesaji lain. Tapi Arai telah membuatk . berterima kasih pada dewa sungai karena melin dungi Otori dan mem-peringati tukang batu yang dikubur hidup¬hidup di dalam dinding itu bertah un-tahun silam. laki-laki maupun perempuan. "Lihat apa yang terjadi padanya!" ujar Maya dengan nada puas selagi mereka berdi ri di depan batu itu. "Juga u ntuk kedua putraku. Mereka mempersembah¬kan sesaji sake. tapi mema¬lingkan wajah ketika si kembar lewat. tapi kulit si kembar keku ningan seperti ayahnya merasa tidak perlu melin¬dungi kulit mereka. jalan-jalan sempitnya serta toko-toko kecil penuh ber¬ba gai hasil bumi dan kerajinan. dan Miki berdampingan dengan Shigeko. juga ce rita tentang putri si tukang batu. tempat yang jarang bisa dikunjun gi si kembar. yang menyaksikan ayah mereka mati di depan mata mereka. Tulang belulangnya ditemukan di sungai dan dikuburkan kembali selama pemb angunan kembali jembatan. Dua pengawal berjalan di depan mereka dan dua lagi di belakang.

" "Takeo sangat mirip Shigeru: dia seorang laki-laki serta pemimpin yang hebat." " Tapi." "Beliau pasti orang yang baik. dan telah memberi perintah agar aku di¬bunuh. "Benar. Ya." Shigeko tiba-tiba merinding." "Dan kau mengenal Lord Shigeru?" "Namamu.. semua yang terjadi di masa lalu menjadi lebih jelas di benakku. namun sifatnya terbagi dengan cara yang tidak terjadi pada Shigeru. adalah nama perem¬puan dari Shigeru. meskipun udara masih terasa hangat. Kau mengenalnya lebih baik ketimbang kebany akan orang." "Kau tahu banyak tentang masa-masa itu!" seru Shigeko." tutur Shizuka. Kematiannya tidak lebih da ri akhir yang adil atas cara hidup yang dipilihnya.u menjadi musuhnya." Kisah Klan Otori IV Page 75 . "Jangan teruska n lagi! Aku menyesal sudah bertanya. "Ayahmu berusaha mcnguasai ke¬lem ahannya." "Aku belum pernah bertemu orang seperti dia." "Apakah dia lebih baik ketimbang Ayah?" "Shigeko! Aku tidak bisa menilai ayahmu! " "Kenapa tidak? Ayah adalah sepupumu. Selama ini Isihida dan aku mencatat semua ingatanku: ayah kalian yang memintanya. aku mengenalnya dekat.. barangkali lebih banyak dari siapa pun. dan saling percaya den gan taruhan nyawa kami. Shigeko. "Semakin usiaku be r¬tambah. Kami saling menaruh kepercayaan satu sama lain selama bertahun-tahun." aku Shizuka.?" "Semua orang memiliki kelemahan.

"Ada apa? Apakah kau mendapatkan firasat?" Ada apa? Apakah kau mendapatkan firas at?" Kisah Klan Otori IV Page 76 .

Seekor kuda putih di dalam istal berukiran indah meringkik kelaparan melihat mer eka. hanya ter-pecahkan oleh kicau burung. "Keluarga kami terbelah dengan cara yang sama: kami adalah gambara n dari sifat ayah." Ia memberi isyarat pada si kembar yang tengah men unggu di gerbang kuil. dan si kembar pergi meinpersembahkan sesaji bagi hewan yang dianggap keramat itu." Ia memberi isyarat pada si kembar yang tengah men unggu di gerbang kuil. Dia adalah seorang biaraw an." "Ayah sedang di Hofu! Mungkin mereka bertemu di sana. "Aku tahu berapa banyak ora ng yang menginginkan kematian ayahku. Apa yang akan terjadi pada adik-adikku kelak? Di mana tempat mereka di dunia ini ?" Shigeko bergidik lagi." sahut Shigeko pelan. dulu adalah teman dekat Lord Shigeru. Kuil itu dibalut hijau¬nya te tumbuhan."Aku selalu mendapatkan firasat. "Mungkin pulang dalam beberapa hari ini. . Seorang laki-laki tua muncul dari belakang aula utama. Namanya Hiroki." Mereka memasuki pintu kuil. pawang kuda dari Klan Otori. Hiruk-pikuk kota memudar menjadi senyap. Aku belum me ndengar kabarnya. Arah cahaya tampak miring dari barat menerangi debu di sela-sela besarnya batang pohon dengan pancaran sinar ke emasan. Kak ak laki-lakinya. dan berusaha mengubah topik pembicaraan." sahut Shigeko pelan. ku selalu mendapatkan firasat. dan berusaha mengubah topik pembicaraan. dan mengabdikan diri melayani dewa sungai sejak kecil setelah kakaknya tenggelam di pagar penangkap ikan. unsur terakhir dari hutan jaman purba yang pernah menyelimuti tanah ini. kirin dan shishi. mungkin dia sudah di Hofu. Kiyoshige." Shigeko berbalik dan me¬natap kembali ke arah teluk. lewat bagian bawah gerbang besar. "Keluarga kami terbelah dengan cara yang sama: kami adalah gambara n dari sifat ayah. Mungkin mereka akan pulang bersama. Putra ketiga Mori Yusuke. "Aku tahu berapa banyak o rang yang menginginkan kematian ayahku. Di lengkungan gerb ang dipenuhi ukiran hewan dalam dongeng: houou. Apa yang akan terjadi pada adik-adikku kelak? Di mana tempat mereka di dunia ini ?" Shigeko bergidik lagi. Pepohonan willow besar berbaris di tepi sungai. di samping pe¬pohonan tumbuh pohon oak dan cedar. "Besok kita akan mendaki buki t dan melihat apakah kapal mereka sudah terlihat. "Suamimu sudah kembali?" tanya Shigeko.

selama berbulan¬bulan sebelum kematiannya. meraw at kuda Klan Otori setelah ayahnya pergi ke ujung dunia dalam rangka mencari kuda-kuda cepat dari tanah datar yang luas. mengelus-elus kepala dan telinganya . Kucing itu pun mendengkur dengan suara parau. memandang diri¬nya sebagai penghu bung antara dunia fana dan dunia arwah bagi makhluk-makhtuk yang tidak bisa bicara se hingga tidak ada doa. "Selamat datang. Lady!" Layaknya banyak orang yang mengabaikan si kembar. Terutama Miki ya ng mempunyai sifat pemarah." seru Shigeko. bulu berwarna coklat muda pucat dengan bi ntik hitam dan coklat kemerahan. a dik Shigeru. Hiroki mempertahankan tradisi keluarganya. Hiroki menarik tali ge nta untuk membangkitkan arwah dan Shigeko memanjatkan doa. seolah keberadaan mereka terlalu memalukan untuk diakui. Hiroki menangkap kucing itu dengan kedua tangannya. namun mengirimkan seekor kuda hit am jantan yang menjadi ayah dari Raku dan Shun.Hiroki tersenyum sewaktu menghampiri mereka. yang belum belajar cara mengendalikan amarahnya. Watak Maya lebih dingin. "Anda punya teman baru. bola matanya me-mantulkan cerahnya cahaya matahari. Shigeko melihat kalau mereka marah. Yusuke sendiri tidak pemah kembali. Dia teman yang Kisah Klan Otori IV Page 77 . keduanya dijinakkan dan dilatih oleh Takeshi. "Benar. memerhati¬kan si pendeta baik-baik dengan tatapan mata yang sukar dimengerti. Dia memiliki ikatan khusus dengan S higeko melalui kecintaan mereka terhadap kuda. Kedua gadis itu sedikit menarik din di ba wah bayangan pepohonan. Matanya besar dan ber¬warna kuning kecoklatan. Setelah beramah tamah dan Shigeko mempersembahkan sesaji. Seekor anak kucing berlari terbirit-birit di sepanjang beranda. dia datang mencari tempat tinggal pada suatu malam saat hujan deras dan sejak saat itu dia tinggal di sini. mengejar sehelai daun gugur. namun lebih sulit untuk diredam.

baik. Salah satu sudut di ladang kecil dipagari bambu. dan seekor kuda jantan hitam di¬k urung di dalamnya. Satu-satunya hal yang menarik baginya saat ini adalah melayani dewa sungai dan kasih sayangnya pada kuda. "Dia juga menendangku. warna bulunya yang kontras sung guh memukau." tutur Hiroki. Orang itu mengangguk. "Apakah dia menggigitmu?" tanya Shi¬geko. "Dia selalu menyulitkan: . Dilihatnya Hiroki amat menyayangi hewan itu." Maya memungut sebatang ranting. Saat melihat mereka." ujar Hiroki. Seorang anak laki-laki lengah mengisi ember air minum kuda hitam jantan itu. Keduanya memiliki bekas luka gigit an baru di leher dan bagian sampingnya. Mereka gelisah dan mudah gugup. dan merasa senang. membujuk si kucing untuk mendekat. Mem¬bungkuk lalu menggores dedaunan dengan ranting itu. kemudian meronta sampai Hiroki melepasnya. "Di a sengaja menendang ember itu. Dua kuda yang l ebih muda berseru menyahutinya. dan mem¬bungkam tikus-tikus." ik. "Dia bisa merasakan cuaca di b ulu¬bulunya. Di salah satu lengannya terlihat tanda bekas gig itan dan lebam. Semua anggota ke luarga Hiroki telah tiada: dia hidup dengan menyaksikan kekalahan Otori di Yaegahara hingga kehancur an kota saat gempa." Shigeko belum pemah melihat kucing setampan itu. Kucing itu pergi tergesa-gesa dengan ekor tegak lurus. kuda-kuda suka pad anya. tertawa kecil. dan mem¬bungkam tikus-tikus. Sementara pelayan menunggu dengan sabar di beranda. kuda itu meringkik nyaring lalu bergerak mundur. rumputnya kering dan banyak bekas jejak kaki. Kucing itu diam saja. Shizuka. "Akan terjadi badai. kuda-kuda suka padanya. tapi Maya tetap membungkuk di bawah bayangan. tatapan matanya tajam. "Mari pergi melihat kuda." gerutu¬nya. "Aku tidak tahu apa yang harus dilaku¬kan." Diperlihatkannya lebam ber¬warna ung u gelap di betisnya. Si kucing membiarkan dirinya ditepuk¬tepuk selama beberapa saat. Tanah tempat si kuda agak menanjak." Miki berlari mengejar mereka. "Ikutlah bersamaku." ajak Shigeko.

" t utur Hiroki. menga¬gumi kaki panjang dan punggungnya yang be rotot. Bocah pengurus kuda memukulnya ketika Shigeko undur di luar jangkauan gigi si ku da. aku tidak tahu apakah dia bisa dijinakkan. bentuk kepala yang sempuma dan mata yang besar." ujar Shigeko. Bagaimana bila kau membawa sepasang kuda betina yang tua dan mandul apakah mereka bisa menenangkannya dan mengajarinya sopan santun?" Kisah Klan Otori IV Page 78 ." "Dia tampan sekali. dan saat itulah si kuda mencoba menggigit Sh igeko.sekarang malah menjadi berbahaya. atau apakah kita mesti mengawinkannya . "Pindahkan kuda yang lebih muda dan biarkan dia memiliki ladang ini sendirian. dan mereka semua ter¬tawa karena si kuda memperlihatkan semua gejala kuda jantan yang birahi. Diamatinya kuda itu selama beberapa saat tanpa bicara sepatah kata pun. juga tinggi: kuda tertinggi yang kami miliki. "Ya. dia memang tampan. "Aku khawatir menaruhnya bersama kuda betina justru akan memperparah keadaan. Shigeko mendekati si kuda hitam jantan. "Dikurung pasti membuat keadaannya lebih buruk." "Tampaknya dia sudah siap dikawinkan!" komentar Shizuka." Hiroki memperingatkan. "Hati-hati." ujarnya. Tapi dia s angat keras kepala. Bola mata kuda itu berputar dan telingan ya menegakkan.

Dia akan lebih menghargai teman bila kesepian!" Aku akan datang setiap hari dan melihat apakah kuda ini bisa dijinakkan. tida k dalam waktu yang lama. Dan ketika menatap Hiroki yang mulai menangis pelan. ke arah kucing itu. Kalaupun ter¬bangun. Laki-laki tua itu menjerit. dan menyuruh bo cah tadi menuntun dua kuda tadi ke padang rumput yang lebih jauh. dan menyuruh b ocah tadi menuntun dua kuda tadi ke padang rumput yang lebih jauh. "Kucing itu takkan bangun. "Bangunlah!" Shizuka menatap kucing itu dengan perasaan panik. Diraihnya hewan itu lalu d ipeluk¬nya eraterat. Dengan usaha yang kentara meng endalikan reaksinya. Mungkin Hirosh i akan datang dan mem¬bantuku menjinakkannya. dia berkata pelan. aku akan mencoba¬nya. Maya terlihat seperti ke¬girangan. bibirnya berkerut dengan sinis.. matanya menatap ke bawah." sahut si laki-laki tua. "Kami akan membawa kuda betina dalam satu atau dua hari. Si ku cing tergeletak lemas di atas tanah. Mikkan. semua keindahan dan semangat hidup kucing itu tidak terliha t lagi." kata S higeko.. tapi tidak bangun. Maya tengah duduk di beranda di sebelah pelayan. Shigeko tersenyum pada diri sendiri se¬waktu mereka kembali ke kuil." "Ada apa?" tanya Shigeko." laki-laki tua itu memohon dengan sia-sia. aku akan mencoba¬nya." jawabnya. lalu tertidur. Ketika tersadar. "Apa yang kau lakukan?" Tidak ada. Dia akan lebih menghargai teman bila kesepian!" Gagasan yang bagus. "Itu pasti salah satu kemampuan r ahasia." "Bangun. "Kami akan membawa kuda betina dalam satu atau dua hari. Shizuka langsung menghampiri Maya." kata Maya lagi. kan? Sesuatu yang dipelajarinya sewaktu dia pergi? Kemampuan sihir yang mengerikan!" . "Kucing itu menatapku. seraya berpikir akan menulis surat pada Hiroshi dan menanyakan sarannya." sahut si laki-laki tua. kemudian tersandung. Kucing itu bergerak tedikit. "Apa yang Maya lakukan pada kucing itu?" "Aku tidak melakukan apa-apa.. lalu bergegas menghampiri. Shigeko berkata dengan kesal. tapi dari tatapan matanya saat me ndongak."Gagasan yang bagus.

" Kisah Klan Otori IV Page 79 . Tapi ia juga khawatir pada si kembar. mereka sudah belajar dengan giat. Tapi mungkin sudah ter-lambat. dan dari tempatnya berlutut. Aku hanya mengerti sebagian tentang kemampuan Kikuta seperti ini. Ibu." "Terlambat untuk apa?' tanya Shigeko." "Maaf. dan merek a berdua diperintahkan tidur di kamar yang terpisah. "Nanti kuceritakan. Mereka perlu p ergi keluar." bisik Shigeko. karena para pelayan kuil berkumpu l dan menatap dengan mulut menganga seraya memegangi jimat. "Kita harus pulang. Kuharap ayahmu ada di sini."Jangan bicarakan itu di sini. "Hari ini panas sekali. Maya harus dih ukum. Ramalan cuaca si kucing ternyata benar. Badai menderu di kejauhan." gumam Shizuka. Ia tidak ter¬biasa dengan kemarahan ibunya dan itu ama t menyakitkan baginya." *** Shigeko bahkan lebih merindukan ayahnya pulang saat menghadapi kemarahan ibunya. Sorenya di hari yang sama: Shizuka mengajak si kembar pergi untuk menghukum Maya. kepala tertunduk di hadapan ibunya. "Seharusnya kau tidak ajak mereka ke sana! Kau tahu kalau Ibu tak ingin mereka terlihat berdua di depan umu m. dapat Shigeko melihat cahaya samar di dindin g berhiaskan motif emas menonjol saat kilatan halilintar tampak mengarah ke laut. Kaede berkata. dan merasa kalau ibunya bersikap tidak adil pada mereka.

"Maya harus dikirim pergi." sahut Kaede."Mereka bisa bermain di taman sini. "Maya harus dikirim pergi." Kisah Klan Otori IV Page 80 ." Me reka bisa bermain di taman sini." sahut Kaede.

Kisah Klan Otori IV Page 82 .dia tidak berdaya. ia tidak berdaya.

untuk memast ikan kesetiaan dan dukungan mereka serta membahas tentang siapa yang akan menjadi Ketua. Apalagi kini dia berstatus sebagai ksatria berkedudukan tertinggi. Taku merasa sedih juga marah atas berita itu. dan Sonoda juga Ai setuju kalau ia harus segera bewingkat ke Hofu. Ia mera sa seharusnya Kenji mati dengan damai di kampung halamannya sendiri. tempat Barisan Awan Tinggi membentuk penghalang alami. tapi harus dilakukan sesuai huku m agar tidak dianggap sebagai tindakan balas dendam. Orang yang tersisa hanyalah Taku yang sudah jelas oinat berbakat dalam kemampuan menghilang serta menggunakan sosok kedua. Taku sendiri mewarisi sifat sinis Kenji dan tidak enggan melakukan tindakan balas dendam. Taku merasa harus memberitahukan kabar itu pada Takeo. Zenko. sementara Kaede dan anak-anaknya sudah kembali ke Hagi selama musim panas. . pelabuhan yang membentuk gerbang masuk ke ibukota Kaisar. dilatih oleh Kenji. namun Zenko mengambil nama keluarga ayahnya dan tidak memiliki ke-mampuan Tribe. dipercaya oleh Takeo. namun dia menghormati ketegasan Takeo pada keadilan atau setidaknya memberi kesan adil. Desas-desus tentang kematian Muto Kenji terdengar di Akashi kira-kira di bulan keempat.Selama pemerintahan Takeo dan Kaede. Ia ber doa agar kematian Kenji terjadi dengan cepat dan bukannya tanpa makna. Miyako. jalan-jalan di seluruh Tiga Negara telah di perbaiki daelama pemerintahan Takeo dan Kaede. karena dia sudah menjadi ketua lebih dari dua puluh tahun: seorang keluarga Muto harus dipi lih untuk menggantikan keduduk-annya. Keputusan atas nasib tawanan juga harus secara resmi dilaksanakan baik oleh Take o maupun Kaede. terbentang bermil-mil negeri tak bertuan sampai ke kota bebas Akashi. Tapi di luar wilayah Timu r. Mungkin mereka akan dieksekusi sekarang. dan dari sana kabar itu tersiar hingga ke Inumaya melalui pedagang yang sering meneruskan kabar berita dari wilayah Timur kepada Muto Taku. jalan-jalan di seluruh Tiga Negar a telah diperbaiki dan pesan-pesan dibawa dengan cepat antar kota-kota besar. tempat Takeo pergi untuk beberapa alasan pemerintahan. merupakan kerabat laki-laki terdekat karena Ke nji hanya memiliki seorang putri yang sudah mati. karena kematian seperti i tu akan dianggap kelemahan di mata Kikuta dan hanya akan membuat mereka lebih bersemangat. Kakak Taku. Yuki. pimpinan Klan Arai yang memimpin wilayah Kumamoto. Walaupun sudah menduganya. Satu al asan lagi untuk mengadakan per-jalanan saat ini yaitu untuk bertemu keluarga Tribe. Kematian Kenji juga memengaruhi Tribe .

namun ia t ak pernah menyukai kuda seperti kuda yang satu ini. anak-anak menghiburnya. yang dijinakkannya sendiri serta tumbu h dewasa bersama dirinya. Kisah Klan Otori IV Page 83 . surai dan ekor sehitam arang warna yang amat dihargai di Tiga Negara. tapi berita itu tidak bisa ditunda lagi. namun badai hebat menunda keberangkatan mereka selama dua hari. ia bersiap pergi keesokan harinya dengan lega bercamp ur penuh harapan. Taku menamainya Ryume. Sangat jelas bahwa Taku mem¬bawa be rita buruk. Taku berkuda dengan cepat meskipun di tengah cuaca buruk. dan kini sudah tua. hujan musim semi bar u saja mulai turun. Ryume sudah menjadi ayah dari banyak kuda jantan. diucapkannya selamat tinggal pada keluarganya tanpa penyesalan. Itulah sebabnya Takeo masih berada di Hofu ketika Muto Taku datang dari Inuyama ke ruma h kakak¬nya. meminta segera dipertemukan dengan Lord Otori. kuda dengan kulit abu-abu pucat. menunggang kuda pemberian Takeo kepadanya saat masih kecil: anak dari R aku. Kedatangan kirin dan pertemuan dengan adik perempuannya mencegah Takeo untuk per gi secepatnya ke Hagi seperti yang diinginkannya. tak ingin orang lain yang membaw a berita ini. seraya berharap bisa bertem u Takeo sebelum meninggalkan Hofu.Lagipula Taku merasa gelisah: ia sudah di Inuyama sepanjang musim dingin. Sunaomi dan Chikara bersiap-siap melakukan perjalanan. Saat ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan perjalanan. Istrin ya menyenangkan. tapi kehidupan rumah tangga membuatnya bosan. Keponakannya. dan meski pun misinya membawa kabar menyedihkan.

Tidak ada rincian. kelelahan dan tubuhnya yang kotor karena berjalan jauh. Tidak ada rincian. hanya kenyataan keji bahwa Muto Kenji Kisah Klan Otori IV Page 84 .Ia tiba hampir malam. hanya kenyataan keji bahwa Muto Kenji tiba hampir malam. ta pi tidak ingin mandi atau makan sebelum bicara dengan Takeo. kelelahan dan tubuhnya yang kotor karena berjalan jauh. tapi tidak ingin mandi atau makan sebelum bicara dengan Takeo.

" sahut Taku. Ia harus menulis surat pada suami Ai. Saat matahari terbit. Takeo terjaga semalaman hanya ditemani kesedihan. Apak ah ada cara lain?" "Mereka hendak membunuh keluargamu. Tak ada jenazah yang bisa ditangisi. Ia berduka tidak hany a karena kehilangan Kenji. se-suatu tugas yang akan menciutkan nyali adik iparnya yang berhati lembut itu. Su naomi yang akan dibawanya bocah itu pasti bisa menunggang kuda dengan cepat lalu mengirim adikn ya bersama Ishida dan kirin dengan naik kapal begitu cuaca membaik. dan ia atau salah satu a nggota keluarganya harus hadir. "Kau yang membuat aturan dan hu . tapi sebelum membubuhkan cap. Kenji sah abat Shigeru: satu mata rantai lagi yang terputus. semakin diperburuk oleh keputusasaannya. jauh dan tak terlihat. Keinginan utamanya adalah bertemu Kaede. "Aku merasa enggan untuk memerintah¬kan hukuman mati kedua pemuda-pemudi itu. Lalu masalah tawanan di Inuyama yang harus dihukum mati. Diputuskannya untuk pergi ke Hagi keesokan harinya. dan menunggang kuda dengan cepat. Sonoda. agar istr inya itu bisa menghiburnya.sudah tiada. Setidaknya ia harus membawa salah satu putra Zenko. mengirim perintah agar Ai menggantikan Kaede. tak ada batu nisan untuk menandai makamnya: cara kematian yang paling sulit untuk ditangisi. Dan Kono? Mungkin Taku bisa tinggal di wilayah Barat untuk mengawasinya. tapi juga ke¬hilangan semua yang berhubungan dengan¬nya. Namun ia merasa tak mampu menumpahkan perasaannya di rumah Zenko. Tak ada jenazah yang bisa ditangisi. dan tak mampu menahan Taku sepenuhnya sesuai dengan kehendaknya. Namun kekhawatirannya yang lain tak bisa dising¬kirkan dan menunggu sementara ia meng-hadapi kesedihannya. Taku bisa mengu rusnya. namun harus dilakukan sesuai hukum. ia berbicar a lagi dengan Taku. Berapa lama lagi sampai ia bisa mendapat kabar dari Fumio? Berhasilkah dia menggagalkan penyelun¬dupansenjata api? Dan jika tidak berhasil. Kesediha n Takeo memuncak. berapa lama lagi waktu yang mereka butuhkan untuk menanding i jumlah per¬senjataan miliknya? Kenangan tentang gurunya dan masa lalu menghujani dirinya. ia meman g¬gil Minoru dan mendiktekan surat untuk Sonoda dan Ai. tak ada batu nisan untuk menan dai makamnyaudah tiada.

Ia lebih suka menyerahkan penanganan masalah pada Kenji dan Taku. Dan kakakku." sahut Taku. dan cepat atau lambat mereka akan kehabisan orang yang mau dan mampu melakukannya. memercayai Kenji sepenuh¬nya." Takeo menaikkan alis sedikit. membi arkan nada terkejut terdengar dalam suaranya. Zenk o hanya memiliki sedikit kemampuan Tribe." "Tapi apakah kematian mereka akan men¬cegah serangan-serangan selanjutnya? Bukan¬kah ini semakin membangkitkan amarah Kikuta pada diriku dan keluargaku?" "Dendam Akio padamu sudah mutlak sifatnya. "Sunaomi akan menemaniku ke Hagi. Aku akan berangkat Kisah Klan Otori IV Page 85 . "Namun kematian akan menyingkirkan dua pembunuh lagi. dan dipenjara dalam waktu lama lebih kejam ketimbang kematian dengan cara cepat. "Sama realistis dan pragmatisnya seperti Kenji. demi formalitas. Apa yang akan kau lakukan pada mereka? Memaafkan lalu membebaskan me¬reka justru akan kelihatan seperti kelemahan. tentu saja. Ia tak akan mundur selama kau masih hidup. Kurasa kau yang akan mengambil alih kepemimpinan keluarga sekarang?" "Aku akan bicarakan dengan ibuku. Kau harus hidup lebih lama daripada merek a." tutur Takeo. "Kakakmu mengusulkan agar aku meng¬angkat salah satu putranya. yang diketahuinya tak akan luput dari perhati an Taku. tapi tetap saja dia lebih tua dariku." ujar Takeo. lalu menambah¬ka n. dan mengambil nama ayah kami." "Kau seperti Kenji. Ia merasa tak nyaman dengan pemikiran harus berbagi rahasia mereka dengan Zenko.kuman.

tahu kalau dirinya akan menaruh kepercayaan pada adikn ya. Ambisi mereka harus dibendung: alternatif la innya adalah akan terjadi perang saudara lagi atau aku harus memerintahkan kakakmu bunuh diri. Mari berjalan¬jalan di taman. menjadi lebih gelap lagi. Taku menyerap semua penjelasan ini dalam diam. "Jangan sekali-kali membunuh saudara kandung. begitu pula dengan masalah penyelundupan senjata. "K urasa. satu-satunya komentar darinya. Aku akan membicarakan masalah itu lebih jauh lag i dengan istriku sebelum aku memutuskan. serta ada hubungan saudara dengan Kikut a. Tapi aku harus memintamu menutup mulut lebih rap at dari biasanya. memben ci kedekatannya dengan Taku. Meng¬ingat kalau Zenko juga keluarga Muto. tapi kita semua tahu sumpah s etia tidak ada artinya bila ber¬hadapan dengan ambisi akan kekuasaan." "Kakakmu telah memperbarui sumpah setianya padaku. bawa saja bersama kita. Per¬jalanan itu akan basah dan tidak nyaman. kurasa ambisi mereka masih bisa dibendung." Minoru mengingatkannya. Mari berjalan¬jalan debentar lagi. tapi selama kedua putra mereka di tang anku. Takeo sudah bisa memperkirakan bagai¬mana rasa sakit pada luka lamanya akan memper buruk harihari selama menunggang kuda. Berharap benar adanya kalau Zenko tak memiliki kemampuan Tribe. pagi terasa lembap dan basah. Tapi ada banyak hal yang harus kita bicarakan terlebih dulu.sebentar lagi. Aku tidak memercayai kakakmu maupun istrinya. "Jangan!" sahut Takeo cepat. Ia sadar kalau Zenko mungkin sedang mengawasinya. dan tidak mengungkap apa pun yang bisa menguntungkan dirinya. "Tidakkah Anda harus menyelesaikan surat¬nya lebih dulu?" "Tidak. mem¬buatnya selalu siaga. Kita akan mengirimnya dari Hagi. kepercayaanmu pada kakakku sudah terkikis. Kakakmu selalu menyalahkank u atas kematian ayahmu dan kini sepertinya Kaisar dan kalangan istananya pun ber¬anggapan s ama." sahutnya. den gan hujan yang mengancam akan turun. "Aku yang akan membunuhnya bila dia mengkhianatimu." Sinar matahari yang baru terbit tampak kelabu. Masa- ." "Lord Otori. Tapi ada banyak hal yang harus kita bicarakan terle bih dulu." Kebiasaan Taku dalam ekspresi sinisme yang senang. Takeo menceritakan dengan pelan pada Taku secara singkat tentang pesan Lord Kono. Aku akan menghindari ini selama mungkin.

setelah salah satu percobaan pembunuhan padamu. Aku tak akan memerintahkan untuk membunuh putraku sendiri. Ramalan itu membuat aku percaya karena telah memberiku waktu untuk meraih segala yang kuinginkan tanpa ketakutan. sambil tersenyum penuh penyesalan. Maka kini aku merasa te rjebak: dapatkah aku berhenti percaya ketika ramalan itu tidak lagi sesuai dengan keadaanku?" "Bakal cukup mudah untuk menyingkir¬kan bocah itu. seperti juga semua ora ng termasuk dirimu sendiri." sahut Takeo. kemudian berkata p elan. anak itu kini berusi a enam belas tahun: cukup usia. Paman menceritakan itu seb agian untuk menjelas¬kan ketidaktakutanmu.masa pertumpahan darah antar keluarga telah berakhir. Saat itu pa man menceritakan apa yang telah dikatakan tentang dirimu. Taku harus dibatasi Hukum. Kakakmu." Kisah Klan Otori IV Page 86 . untuk membunuh. seperti yang akan dilakukan sebagian besar orang." Taku menawarkan." Ia berhenti sesaat. Bagaimana pun juga. kecuali di tangan putraku sendiri?" "Ya pernah. kadang tidak. Aku tak mampu mencabut nyawa kakakmu ketika pisauku di lehernya saat s engitnya pertempuran. "Taku. kau tidak belajar apa-apa dari semua jerih payahku! Masa-masa pem¬bunuhan r ahasia sudah berakhir." "Aku juga tidak mudah percaya. dan mengapa ancaman serangan tidak melumpuhkan diri¬m u atau membuatmu bertindak kejam. dia berkomentar mung kin ramalan itu benar adanya tak biasanya paman percaya pada ramalan dan pertanda. bahwa aku aman d ari kematian. "Kadang aku percaya kebenaran kata-kata itu. dalam kalangan Tribe. "Tapi katakan: apakah Kenji pernah mengatakan ramalan tentang diriku.

Setelah beberapa saat Takeo melanjutkan. "Siapa lagi yang tahu tentang ramal an ini?" Kisah Klan Otori IV Page 87 . "Siapa lagi yang tahu tentang ramalan i ni?" etelah beberapa saat Takeo melanjutkan.

dua puluh prajurit serta Minoru. Tapi kurasa Kenji tidak mencerita kan soal ramalan itu pada orang lain. mereka sampai di sungai pada sore di hari ketiga . Sementara Takeo didampingi Jun dan Shin. namun menj elang malam hujan turun dengan deras.. Desa ini acapkali menjadi tempat tra nsit para pedagang yang melakukan perjalanan antara Hofu dan Hagi." "Saat itu aku akan memilih untuk tidak percaya!" sahut Takeo pura-pura bicara de ngan nada ringan yang justru tidak dirasa¬kannya. Dua pengawal Zenko ikut untuk mengurusnya. pastikan kalau Chikara berangkat bersama Ishida. Kenji mengatakan itu untuk meya¬kinkan Ishida bahwa kau takkan mati. bersemangat untuk ber¬sikap dengan be nar dan berani. tabib Ishida ada di sana. Sunaomi diam saja. tempat be berapa penginapan dibangun selama masa kemakmuran negara ini.. namun jelas terlihat kalau dia khawatir meninggalkan orangtua dan keluar ganya. Jalanan terawat dengan baik. karena tabib itu hampir menyerah." * Takeo berangkat kira-kira pada Waktu Ular* di mana hujan belum turun. Di malam pertama mereka menginap di desa kecil." ujarnya. dan bertemu Miyoshi Kahei yang sudah diberitahu kurir bahwa Lord Otori dalam perjalanan ke utara. ." Saat Kenji menceritakan hal ini padaku." "Maka biarkan ramalan itu tetap menjadi rahasia. Dia sedang men g¬obati luka dan mencoba meredakan demam¬mu. dilapisi batu kerikil atau diratakan setiap jengkalnya. Taku berkata. Dia sedang me ng¬obati luka dan mencoba meredakan demam¬mu. "Awasi dengan baik." "Zenko tidak tahu?" "Dia tahu keberadaan putramu dia di desa Muto ketika berita kematian Yuki datang. seperti yang kau sara nkan. Meskipun hujan. tabib Ishida ada di sana. karena tabib itu hampir menyerah." Sewaktu mereka berpisah. dan dia menjadi putramu." Taku mengangguk.. dan mungkin cari tahu lebih banyak lagi tentang niat orangtuanya yang sebenarnya. Semua orang terus membicarakannya selama berminggu-minggu. "Aku akan tinggal di sini bersama mereka. Kenji mengatakan itu untuk meya¬kinkan Ishida bahwa kau takkan mati. setiap kota kecil dijaga sehingga perjalanan menjadi aman dan cepat. "Satu hal lagi. Bila kau mengangkat Sunao mi sebagai anak."Saat Kenji menceritakan hal ini padaku.

dan menjadi murid Kubo Makoto dan pengikut Ajaran Houou. pikir Takeo. menuju ke kota. hutan lebat yang membentuk jantung Negara Tengah serta tanah pe rtanian yang kaya di kedua sisi sungai. Gemba. "Aku belum memutuskan. lebih bersimpati pada keinginan Takeo untuk mengakhiri ke¬kerasan. Yamagata dulu diserahkan pada Tohan setelah kekalahan Otori di Yaega¬hara. Adiknya. dan Kahei merupakan pemimpin yang disukai banyak orang. Dia juga pemimpin yang ahli strate gi dan taktik sehingga." "Apa sebaiknya kukirim kabar ke biara agar mereka datang ke kastil?'" Halaman 88 dari 500 . Keluarga Miyoshi merupakan salah satu keluarga terhebat dalam Klan Oto ri." jawab Takeo. "Bukannya aku tidak menginginkannya.Atas kesetiaannya pada Takeo. tapi aku tak ingin tertunda sampai di Hagi. Kahei pasti menyesali tahun-tahun yang penuh kedamaian da n merindukan konflik baru untuk menguji keabsahan teori-teori¬nya serta kekuatan dan ketrampila n pasukan¬nya. "Kau akan ke Terayama?" Kahei bertanya setelah mereka saling memberi salam dan m enunggang kuda berdampingan ke utara. Kahei dianugerahi kota Yamagata dan daerah¬daerah ya ng mengelilinginya.

Takeo pikir tidak ada salahnya kalau Sunaomi berkunjung ke tempat suci Klan Otor i. timbulnya kekuatan emosi ini mengejutkan dirinya. Ia merasakan per¬cikan ketertarikan yang tak terduga: beta pa indahnya memiliki seorang putra untuk dibesarkan dan dididik dengan ajaran ini.Takeo melihat tidak ada lagi cara meng¬hindar tanpa menyinggung perasaan sahabat l amanya ini. Sunaomi tampak pand ai sekaligus sensitif: Ajaran Houou mungkin bisa menjadi ajaran yang tepat baginya. Takeo merasakan kesendirian yang menyakit¬kan. seperti yang telah terbukti pada putrinya. Kenji yang dalam perjalanan itu berpura¬pura menjadi kakek-kakek yang bodoh. te rutama Muto Kenji. serta bertemu Makoto dan para ksatria lain dengan k ematangan spiritual yang menjadikan biara itu pusat kegiatan serta rumah mereka. Sunaomi tampak pand ai sekaligus sensitif: Ajaran Houou mungkin bisa menjadi ajaran yang tepat baginya. dan benaknya penuh dengan kenangan akan kunjungannya yang pertama ke biara ini beserta orangorang yang menunggang kuda bersamanya bertahun-tahun lalu. M ereka berkuda tanpa bicara. Shigeko. karena kematian Kenji meninggalkan kekosongan besar dalam hidupnya y . di atas pegunungan langit tampak bermain. Takeo pikir tidak ada salahnya kalau Sunaomi berkunjung ke tempat suci Klan Otor i. Takeshi dan Ichiro. Shigeko. Aku menya¬yangimu. ziarah ke makam Shigeru. Ia merasakan per¬cikan ketertarikan yang tak terduga: beta pa indahnya memiliki seorang putra untuk dibesarkan dan dididik dengan ajaran ini. Segala iiamnya sesuatunya diatur untuk pergi pagi-pagi kees okan harinya. dan balu tan awan seputih mutiara tampak bak umbul-umbul di lereng. Aku tidak ingin kehilanganmu. Langkah kuda diredam oleh tanah yang basah. meneteskan embun. Orang yang paling diingatnya. Minoru tinggal di Yamagata untuk meng¬awasi rincian administratif dan menyiapkan b ukti catatan yang akan diperlukan untuk pengadilan nanti. seperti yang telah terbukti pada putrinya. nama paling baru yang dituliskan di buku besar nama orang-orang yang tela h tiada. Hujan berubah menjadi kabut: wajah bumi terselubung awan kelabu. Takeshi dan Ichiro. timbulnya kekuatan emosi ini mengejutkan dirinya. Segala iiamnya sesuatunya diatur untuk pergi pagi-pagi kees okan harinya. akeo melihat tidak ada lagi cara meng¬hindar tanpa menyinggung perasaan sahabat la manya ini. Air hujan mem¬bentuk torehan garis pada batang pepohonan cedar. serta bertemu Makoto dan para ksatria lain dengan k ematangan spiritual yang menjadikan biara itu pusat kegiatan serta rumah mereka. ziarah ke makam Shigeru. Minoru tinggal di Yamagata untuk meng¬awasi rincian administratif dan menyiapkan b ukti catatan yang akan diperlukan untuk pengadilan nanti. nyeri yang dirasakan Takeo ternyata tidak separah dugaanny a. gemar minum sake dan lukisan.

Kenji mengajarinya cara mempertahankan diri dengan menggunakan tangan kiri. Seperti Taku. tentang houou. kerinduan serta kemarahan. dan sekali lagi ia merasa rapuh. tentang pahlawan-pahlawan Otori yang dimakamkan di sana. semua keluarga kecuali Kikuta. Dia tak¬kan memanjatkan doa yang dibutuhkan bagi nenek moyangnya. Pikirannya lalu melayang ke satu-satunya keturunan Kenji yang masih hidup. Dia tak pernah m engenal ayah maupun kakeknya. tapi tidak seperti Taku. dan dua pemuda lagi akan kehilangan nyawa sebagai hasilnya. Kenji telah menduga kalau mereka mungkin mau. memecah Tribe dan mem bawa empat dari lima keluarga di bawah kekuasaannya. Tapi setelah mereka meninggalkan kuda di tempat penginapan d i kaki gunung suci. Putraku. Jalan setapak itu sempit sehingga mereka dalam kelompok kecil Sunaomi dan kedua pe ngawalnya. dan ksatria yang mengabdik an dirinya pada Ajaran Houou. yang ditahan Kikuta. dan mem pertahan¬kan jaringan mata-mata yang menjaga Takeo dan negara agar tetap aman." Halaman 89 . pada seluruh negara. pikirnya dengan penyesalan. "Kami akan mengirimmu kemari bila kau sudah lebih besar.ang tak akan bisa terisi lagi. men¬dukung d an memberi nasehat di masa-masa awal berkuasa di Tiga Negara. putriku datang ke sini setiap musim dingin. serapuh yang pernah dira sakannya setelah bertarung dengan Kikuta Kotaro yang telah membuat tangannya cacat. Rahasia itu telah tersembunyi sekian lama hingga Takeo tidak tahu bagai¬ma na mengutarakannya. Takeo memanggil Sunaomi agar berjalan bersamanya. menceritakan padanya sed ikit tentang sejarah biara. dan sudah melaku¬kannya sejak usia sembilan tahun. ditambah dua anak buah Ka hei berkuda dalam satu barisan. cucun ya. Andai Kikuta mau berunding agar bisa diberi semacam hak khusus. kedua pengawal Takeo serta tiga ksatria Otori lainnya. burung suci yang bersarang di hutan kecil di belakang biara. dia memilih untuk mendekati Akio. Takeo ingin tahu berapa banyak lagi pembunuh yang Kikuta miliki. Tak ada orang lain lagi yang bisa menghormati kenangan akan Kenji. Bagaimana kalau aku m encoba men¬dapatkan anak itu kembali? Tapi itu berarti mengungkap keberadaan anak itu pada istri serta ketiga putrinya . dan kini dia telah tiada. ia tidak bersemangat bila jumlahnya makin ber¬kurang.

dari 500 .

" sahut Sunaomi. dan juga kekuatan fisik serta mental." Takeo melihat cahaya berkilap di mata bocah itu. Kabut lebih tebal menyelimuti tentera abu-abu dan batu nisan yang dipersuram ole h embun dan bintik-bintik lumut hijau dan putih. Lumut yang berwarna hijau tua menutupi bagi an dasarnya. "Aku berharap bisa melihat burung houou dengan mata kepalaku sendiri!" "Kita akan bangun pagi-pagi sekali dan pergi ke hutan kecil itu sebelum kembali ke Yamagata." "Chikara melakukan perjalanan bersama kirin. begitu besar keinginannya unt uk berada di sana dan bersama Kaede. Ada . Paman. Tapi Ajaran Houou sangat menuntut pengendalian diri. Hampir dipastikan kau bisa melihat burung itu karena sekarang jumlah¬nya banyak. Tapi. Matsuda Shingen." Takeo hampir tidak bisa mengucapkan nama kota itu. "Putri sulungku akan menceritakan lebih banyak lagi tentang ajaran ini begitu ki ta tiba di Hagi." Sunaomi tampak kecewa. Di gerbang biara mereka disambut dengan kegembiraan." "Kau akan melanjutkan pelatihan bersama putra-putra ksatria di Hagi. dan seorang biarawan diminta u ntuk memberitahukan Kepala Biara. "Kuharap diriku cocok dengan aj aran ini. Takeo berjalan melewati taman. menuju hutan kecil suci di belakang biara. ksatria seperti Miyoshi Gemba. setengah ber¬teriak. dan Makoto tentang kedatangan mere ka. tempat para bangsawan Otori dimakamkan. apa yang harus dipelajari untuk mengikuti Ajaran H ouou?" "Orangorang yang akan kita temui yang akan memberitahukan: biarawan seperti Kubo Makoto. Ajaran utamanya yaitu tidak meng¬inginkan kekerasan. Mungkin kau tidak cocok dengan ajaran ini. "dan aku ber¬kesempata n melihat houou. Mereka dikawal menuju griya tamu." sahut bocah itu." sahut bocah itu. menyusuri tanjakan terjal jalan pegunungan. "Jadi aku tidak akan belajar memanah dan berpedang? Itu y ang ayah ajarkan pada kami."Aku akan melakukan apa saja yang paman inginkan. dan ayah ingin kami mahir dalam keduanya. Tapi ia berusaha menyembunyikan perasaan¬nya dengan cara yang s ama seperti yang dilakukannya seharian berusaha menyem¬bunyikan rasa nyeri dan penderi taannya. Meninggalkan Sunaomi dan anak buahnya di sana." seru Sunaomi. Itu adil. melewati kolam ikan tempat ikan air tawar merah dan keemasan ber¬d esakan dan mencipakkan air. "Aku berhara p bisa melihat burung houou dengan mata kepalaku sendiri!" ku akan melakukan apa saja yang paman inginkan. atau di Inu yama saat kita sudah sampai.

dan Takeo berbalik melihat Makoto berjalan me nghampiri sambil membawa lentera di satu tangan dan tempat dupa kecil di tangan yang satunya lagi . Mereka menjatuhkan diri ke tanah. pikir Takeo. Lentera menyala dengan tenang. bercampur kabut. Takeo berlutut. kue mochi dan sake. menerangi suramnya hari ini. Masa lalu muncul di sekelilingnya.seutas tali rami baru berkilauan di sekeliling makam Shigeru. kemudian meminta meninggalkan dirinya sendiri di d ekat makam. Wajahnya basah karena kabut dan air mata. Sebagian besar dari mere ka adalah petani. berat . dari tangan yang terbungkus sarung tangan hitam. Ia berhutang nyawa pada Shigeru. memenuhi udara dengan aromanya. kekuatan Negara Tengah dan Klan Otori. Dalam waktu lama mereka berdua tidak bicara sepatah kata pun. Sen ang sekali bertemu denganmu. Makoto berlutut lalu meletakkan kedua benda itu di depan makam. mungkin ada satu atau dua pedagang dari Yamagata yang turut serta. mereka langsung mengenalinya dari lencana di jubahnya. dan telah menjalani hidupnya sesuai dengan tujuan sang men¬diang. Ketika melihat ia mendekat." Halaman 90 dari 500 . segenggam penuh bunga warna mer ah tua. "Mari masuk dan makan. dengan semua kenangan menyakitkan. menatap sesaji yang ada di sana. Kau pasti lapar. dan Makoto berkata. dan sekerumunan or ang berdiri menundukkan kepala di depan makam. Kemudian genta ber dentang dari pelataran biara. Asap ketabu naik perlahan. Terasa ada gerakan di belakangnya. berdoa bagi laki-laki yang telah menjadi pahl awan dan perwujudan dewa. namun Takeo me mberi salam lalu menyuruh mereka berdiri.

Mereka pertama kali bertemu tepat di t empat ini. Makoto pernah berte mpur reka berdua bangkit dan saling mengamati. Seluruh sik apnya memancarkan ketenangan dan pengendalian diri. la yaknya para pengikut ajaran ini. Makoto merasakan bila sahabatnya itu sedang menghadapi masalah." "Aku turut berduka atas kehilangan ini. dan untuk sesaat kasih sayang di antara mereka begitu kuatnya bak sepasang kekasih. Takeo yakin kalau teman lamanya yang satu lagi." Takeo tersenyum.Mereka berdua bangkit dan saling mengamati. maka Makoto bertanya. melepaskan d iri dari kekuasaan atas hidup dan mati setiap orang di negara ini. sempat timbul rasa saling menyukai di mereka berdua. tan pa kerutan di wajahnya yang tenang. ia akan menyumbangkan Jato pedang y ang selalu ia bawa meskipun tak lagi digunakan selama bertahun-tahun lalu berhenti men jalani hidup sebagai ksatria dan penguasa. merasa iri pada Makoto dengan penampil an¬nya yang sempurna secara fisik dan spiritual¬nya. Bersumpah untuk tidak mem-bunuh lagi. sempat timbul rasa saling menyukai di mereka berdua. Karena sudah begitu mengenal Takeo. Dia pergi untuk berund ing dengan keluarga Kikuta dan tidak kembali. Mereka pertama kali bertemu tepat di tempat ini. Makoto pernah berte mpur bersama Takeo di Asagawa dan Kusahara dan selama bertahun-tahun menjadi teman te r¬dekatnya. Kami akan ke Yamagata besok. Kenji teman yang setia. Tapi haruskah kau pergi begitu cepat? Maaf. mengabdikan diri dengan meluki s dan merancang taman seperti seniman besar Sesshu. Tentu saja kau i ngin bersama Lady Otori di saat seperti ini. Tinggallah selama beberapa hari di sini untuk memulihkan kekuatanmu. "Apa yang terjadi?" "Aku akan menceritakannya dengan cepat. Seperti yang selalu dilakukannya saa t mengunjungi Terayama. Takeo me¬rasakan ada sedikit penyesalan karena jalan hidup ya ng memanggilnya untuk dijalani sangat berbeda. ia berangan-angan mengundurkan di sini. Aku akan ke Hagi untuk memberitahukan kabar i ni pada keluargaku. tergoda oleh ajakan itu. Miyoshi Gemba pasti kelihatan sama. tapi kau tampak lelah. dan untuk sesaat kasih sayang di antara mereka begitu kuatnya bak sepasang kekasih. sinar matanya penuh kehangatan dan kegembira¬an. tujuh belas lahun lalu. Suara-suara biara yang tidak asing lagi menyelimuti dirinya. membebaskan diri dari beban yang berat dan menyakitkan di balik kekuatan ini. Makoto saat ini berusia tiga puluhan. Dengan sadar dibuka¬n ya gerbang . tujuh belas lahun lalu. Muto telah tiada.

pendengarannya dan membiar¬kan suara-suara itu menyirami dirinya. tapi aku sudah kebal dengannya aku jarangjarang meminum-nya. Tampaknya beliau sudah separuh berada di dunia lain. Aku harus merencana¬kan jawabanku dengan hati-hati. Dan ada perkem¬bangan di wilayah Timur yang harus kuceritaka n padamu. bulu warna abu-abu mereka tampak jelas dengan sinar agak redup s erta gelapnya warna dedaunan. "Jarang makan. Kita akan bicarakan hal iiu nanti." Dahi Makoto berkerut. Dibayangkannya bagaimana ia bisa melukis mereka. Dua burung gereja hing gap di ranting. tapi sake meredakan ra sa sakitku. Bagaimana kabar Lord Matsuda? Aku juga berharap bi sa mendapatkan saran darinya. "Zenko sedang buat masalah?" "Lebih dari biasanya. seperti danau di pegunungan. Kami akan menginap semalam di sini: aku ingin putra Arai melihat bi ara ini dan bertemu denganmu. desingan layang-laya ng dari puncak pepohonan. "Aku minum terlalu banyak. Ishida memberiku minuman pengurang rasa sakit. Tapi pikiran¬nya masih tetap jernih." ujarnya. gumaman doa dari aula utama. bahkan sepertinya tida k pernah tidur. percikan air ter jun di kejauhan. Mungkin aku akan mengirimn ya kemari dalam satu atau dua tahun lagi. Dia akan tinggal ber¬sama keluargaku." sahut Makoto." Halaman 91 dari 500 . "Aku baik-baik saja. Namun tak ada orang lain yang bisa mengambil alih perannya: mustahil bisa menjau h dari semua itu. suara Sunaomi dari griya tamu. bahkan mungkin lebih jernih. Bahkan mungkin aku harus pergi ke Miyako." "Beliau masih bersama kami.

lagi¬pula aku hanya mendapat sedikit pelatihan a tau pendidikan tentang ajaran itu. sangat berbeda dengan kami yang harus melalui disiplin diri dan pengenalan diri.. Aku melihat perbedaan dalam diri para ksatria yang mengikuti ajara nmu: disiplin dan welas asih mereka." ujar Takeo." "Aku percaya. Dan aku tidak tahu kalau itu bisa membantu. Dirasakannya keraguan Makoto. "Tapi pikiran lebih menyerupai salah satu kolam ikan itu: penuh gagasan dan masalah juga sampa h di sekelilingnya. "Kita makan dulu. selagi mereka berjalan kembali ke bi ara. " Takeo tidak setuju: ia belum pernah melihat Makoto atau murid-muridnya meng¬gunaka n kemampuan menghilang. paling tidak. yang akan memerintahkan aku mengasing¬kan diri?" "Saat kau ceritakan semuanya nanti." Makoto tersenyum. Tapi bagaimana ini bisa membantuku menghadapi Kaisar dan jenderal barunya." "Aku yakin begitu." *** . kami akan berikan saran untukmu. atau menggunakan sosok kedua." Kuharap pikiranku ada di sini." "Kau seharusnya mencoba menenangkan pikiran setiap harinya." ujar Takeo. selagi mereka berjalan kembali ke b iara. kekuatan pemanah untuk mem¬bengkokkan busur atau balok di menara lonceng untuk menahan berat lonceng. lalu kau ber¬istirahat."Kuharap pikiranku ada di sini. saat ini. "Tapi pikiran lebih menyerupai salah satu kolam ikan itu: penuh gagasan dan masalah juga sampa h di sekelilingnya. "Satu-satu kemampuan meditasi yang kumiliki adalah kemampuan Tribe dan tujuannya a gak berbeda!" "Tapi bila kuamati kemampuan itu begitu memang ada dalam dirimu dan anggota Trib e lainnya.. dan menyesalinya. masing-masing berusaha menarik perhatian¬ku. "Kami di sini men¬doakanmu setiap waktu." Makoto mengamati. jika tidak bisa disebut peperangan. Kupakai kata " mempertahankan" untuk me¬nunjukkan otot dan kekuatan yang dibutuh¬kan. "Aku tak punya waktu bermeditasi." Makoto ber¬j anji." "Kukira itu bisa membuat perbedaan! Mungkin doa kalian yang telah memper¬tahankan kedamaian selama hampir lima belas tahun. tapi keseimbangan spiritual yang kami pertahankan di sini. masing-masing berusaha menarik perhatian¬ku." sahut Makoto tenang. Aku terlibat dal am pemerintahan. "Bukan hanya doa yang hampa atau lantun an pujian tanpa makna.

Dia s udah tahu kau ada di sini. minum teh dan berbincang-bincang dengan suara pelan. Beruang memberinya makan. Wajahnya bersinar dan mat anya berkilauan." sahut Makoto sambil tertawa. Takeo menyadari kalau bocah itu ter¬sentuh oleh sesuatu. Halaman 92 dari 500 . "Lord Miyoshi menceritakan bagaimana dia hidup di pegunungan sendirian selama li ma tahun. "Dia kembali saat kau tidur. Takeo melangkah ke beranda tepat saat Makoto dan Sun aomi kembali. kehijauan. Takeo tertidur. Cahaya mulai meredup. menge-nang ketika ia berendam di kolam yang sama saat salju turun sew aktu melarikan diri ke Terayama bertahun-tahun lalu. Makoto mengajak Sunaomi bertemu dengan beberapa murid yang masih muda. Jun dan Shin duduk di luar. d an sop. dan pada malam-malam yang dingin mem¬beku meringkuk memeluknya agar tetap hangat!" "Gemba ada di sini?" tanya Takeo pada Makoto.Setelah selesai makan siang sederhana yang terdiri dari sayuran. sedikit nasi. hujan mulai turun dengan derasnya. dan tiba-tiba keinginan untuk berbaring tak tertahankan lagi. rasa sakitnya berkurang seolah luruh dengan bunyi rintik hujan b ak gendang bertalutalu di aiap. Setelah selesai berpakaian. Ia tidak ber¬mimpi. Lalu mandi di mata air panas. "Lord Miyoshi tahu hal-hal semacam ini. dan terbangun dengan pikiran yang lebih jernih." "Bagaimana Lord Miyoshi bisa tahu?" tanya Sunaomi.

Di ujung cabang uta ma sungai kecil. Matsuda sudah berada di aula. berdiri griya tamu perempuan te mpat Takeo dan Kaede menghabiskan malam pertama pernikahan mereka. dan telah me¬masuki dunia j iwa yang suci. merasa malu akan air mata yang sebentar lagi tumpah. Takeo berjalan bersama M akoto melewati aula tempat makan di biara. tak ada cahaya yang bersinar dari dalamnya. bahkan batasan kehidupan. bersandar pada bantalan tebal yang disangga dua ra hib tanpa suara dan tidak bergerak." ujar Matsuda. menyeberangi sungai kecil yang dialihkan air nya agar mengalir melewati dapur." Kasih sayang dalam nada suaranya mem¬buat Takeo terharu. malam telah menjelang dan be¬batuan di taman tampak seperti bayangan hitam. Hujan telah reda. Tempat itu kini kosong. Kuda. bangau mereka masi h seperti dulu. kini sepertinya dia telah m elewati jauh dari batasan usia yang mengekang. Harum lembut bunga serta tanah yang basah merebak ke dalam aula. terba ng jauh bak burung . "Mendekatlah. nyaris tak terlihat. dan ke pelataran di depan aula utama." Meninggalkan Sunaomi bersama kedua pengawal pribadinya. Waktu tidaklah bergerak bagi lukisan¬lukisan itu. Mata Matsuda mencari-cari wajah Takeo. Biar kusentuh dirimu. mari kita menemui Kepala Biara. Di dalam aula uta ma ada ratusan lentera dan lilin yang menyinari patung emas Sang Pencerah. sedangkan begitu banyak orang yang pernah melihat mereka kini telah tiada. yang mengalir di sepanjang taman dan menuruni gunung. Mereka mengikuti jalan setapak terbuat dari papan menyeberangi satu cabang lagi aliran sungai kecil menuju aula tempat lukis an Sesshu."Apakah beruang-beruang itu yang mem beri tahunya?" Apakah beruang-beruang itu y ang mem beri tahunya?" "Kemungkinan begitu! Lord Otori. Takeo berlutut lalu membungkuk sampai ke lantai di hadapannya. Dirasakannya air mata men gambang ketika laki-laki tua itu men¬condongkan badan ke depan lalu menepuk¬kan tangan. tempat rahib-rahib muda mem bereskan mangkuk bekas makan malam. Bunyi air terjun kedengaran lebih keras di sini. ke lukisan-lukisan Sesshu indah. dan Takeo mengenal s osok tanpa suara yang sedang duduk bermeditasi di dalamnya. dan menghadap ke taman. Matsuda adalah sa tu-satunya orang di Tiga Negara yang paling dihormatinya. Matsuda sudah tua saat pertama kali Takeo bertemu dengannya. "Biar ku¬lihat dirimu. pikirnya. T akeo tidak membalas tatapannya malah melihat ke belakang.

Gemba Halaman 93 dari 500 . Di saat bersamaan." ujar Matsuda. "Jadi Kaisar merasa khawatir dengan diri¬mu. menurut legenda. Orang ini mencondong¬kan badan ke depan sekarang. dan Takeo sada r kalau orang itu adalah Miyoshi Gemba.gereja. Kono. dan segera menyadari kalau Matsuda dan M akoto melihatnya. Satu satu kasa yang kosong." Matsuda tertawa kecil. lukisan burung-burung itu b egitu hidup hingga akhimya terbang. Aku mencurigai Zenko me nganggap dirinya sebagai penerusku. duduk di bawah bayangan di belakang Matsuda. tapi seperti hal¬nya Ma koto. "Putra Fujiwara." "Aku tidak kaget kalau Kaisar bingung dan takut padamu." Takeo merasakan amarahnya meletup lagi." "Kurasa ada dua alasan. Alasa n yang lainnya adalah Arai Zenko telah berhubungan dengan Kono. datang berpura¬pura mengunjungi tanah milik ayahnya. "Aku hanya terkejut mengapa begitu lama baru mereka mengancammu. pertama Kaisar memiliki jenderal baru yang telah menaklu k¬kan wilayah Timur dan sekarang pasti meng¬anggap dirinya cukup kuat untuk meman¬cing kita. tapi s ebenarnya dia memberitahuku bahwa aku telah membuat Kaisar merasa tidak senang bahkan dianggap penjahat. diperhatikannya ada satu orang lain berada di dal am aula. Usia mereka hampir sebaya. aku diminta untuk mengundurkan diri dan mengasingkan diri.

mpak tidak berubah seiring dengan berjalannya waktu." "Shigeko? Tidak. Aku takut kalau satu-satunya jawaban yang ma suk akal yaitu dengan kekerasan." "Aku akan membutuhkan lebih dari sekadar tipuan Gemba untuk membujuknya. "Mereka punya banya k peramal." Seperti Gemba. santai namun penuh kekuatan hampir seperti beruang. Putri¬mu juga harus ikut. Aku bisa lihat titik akhir yang akan d ." "Jadi aku harus pergi ke Miyako?" "Ya. Sesaat melayang-layang." "Sebentar lagi akan ada pertandingan ber¬taraf kecil di Miyako. "Gemba. Kau akan mendapatkan duku ngan Kaisar. Matsuda mengeluarkan kata-kata ini dengan penuh keyakinan. Gemba memandangnya dengan t atapan lembut. Sesuatu terjadi pada lentera. "Aku senang ber¬temu denganmu! Tapi apakah kau meng¬habiskan wa ktu dengan belajar tipuan sulap di sini?" "Kaisar dan istananya sangat percaya takhayul. Gemba memandangnya dengan tatapan lembut. dan mencapai kesimpulan yang bijaksana?" "Kita bisa membahasnya bila kau mau. Kaisar sedang membangun kekuatan untuk melawanku. Terdengar olehnya desisan cahaya tadi saat hujan memadamkannya." ujar Gemba. Bila aku menemanimu." sahut Gemba. Cahayanya berkedip-kedip dan seberkas cahaya teran g melompat di depan mata Takeo. "Kau harus hadapi mereka sendiri. kemudian melesat bak bintang jatuh ke arah taman yang gelap. ahli nujum dan penyihir. "Kita tidak perlu mempenimbang kan pilihan Iain. Di saat yang sama amarahnya lenyap." ujar Takeo." sahut Matsuda. santai namun penuh kekuatan hampir seperti beruang." sahut Matsuda.nampak tidak berubah seiring dengan berjalannya waktu. "Kita tidak perlu membahas hal ini?" tanya Takeo. terlalu berbahaya. "Tapi aku sudah sampai pada usia dimana perbincangan membuatku lelah. "Itu sebabnya aku harus ikut bersamamu." "Kaisar harus bertemu dengannya dan memberi restu serta persetujuan kepadanya bi la dia memang akan menjadi penerusmu seperti yang seharusnya. kau mungkin bisa yakin kalau kami mampu menandingi tipuan mereka.

Kahei." kata Gemba. Sama tidak ter¬hind arkannya ketika musuh-musuhmu menggunakannya dalam usaha untuk men¬jatuhkan dirimu." "Aku juga harus meminta pendapat dan saran istriku. ini ulah Zenko yang meng¬khianatiku. baik itu senjata atau a pa saja." "Takeo. jika memang efektif. dan jenderalku. Tapi kau ha rus menghindari bentrokan senjata secara ter¬buka. "Kau yakin ?" "Tidak. "Begitulah sifatnya. bila kau memperkenal¬kan penemuan baru." kata Matsuda mengamati. "Begitu benda itu diperkenalkan padamu. mengejutkan mereka." "Kahei akan selalu memilih perang.icapai. Maka langsung saja ke bagian akhirnya. Begitulah sifat manusia." Kulit kepala dan leher Takeo terasa seperti dihujam perasaan gelisah. "Begitu pula ha l¬nya dengan para pengawal senior. sebelum mereka sempat memper senjatai diri. rahasianya akan dicuri. Halaman 94 dari 500 . sahabatku. tak dapat dihindari kalau kau akan mengembangkannya dalam pencarianmu akan kekuatan dan kekuasan. terutama bila prajurit dari wilayah Timur mempu nyai senjata api. aku hanya menduga kalau tak lama lagi mereka akan memilikinya." "Itu bisa menjadi strategi yang baik." "Maka aku harus memiliki senjata api yang lebih banyak dan lebih baik dibanding¬ka n mereka! Aku harus serang mereka lebih dulu." "Jadi seharusnya tidak kubiarkan pengem¬bangan senjata api?" Satu hal yang kerap d isesalinya." ujar Takeo." "Sekali lagi.

membawa hadiah-hadiah yang paling indah. Sedangkan orang-orang ini tidak melakukan itu. "Sementara ini dia harus menyempurna¬kan keahlian berkuda. haruskah aku pergi secepatnya? Saat musim gugur. Banyak orang di sekitarnya yang hanya bisa memuji dan tunduk padanya. "Tahun ini Shigeko berusia lima betas tahun." "Juga memberi waktu pada putrimu untuk menyiapkan dirinya. Kali ini tak ada unjuk kebolehan tipuan. akan mem¬berimu saran seperti itu. namun berusaha mencegahnya agar tidak bertindak gegabah ataupun berbahaya. Takeo me¬rasakan kombinasi antara ketenangan dun kejernihan dar i pikiran ketiga orang itu dan tahu kalau mereka mendukungnya. sementara semua yang sudah kuraih hancur berantakan?" Bisa didengarnya nada suaranya sendiri lalu ia diam seribu bahasa." seru Gemb a. Siapa orang yang pan tas menjadi jodohnya? "Itu juga menjadi nilai lebih di pihakmu. namun kesunyian yang makin dalam meng¬has ilkan efek yang sama kuatnya. "Dia sudah cukup dewas a untuk ditunangkan." timpal Gemba." Pikiran itu mengganggunya: baginya Shigeko masih anak-anak."Tentu saja. akan mem¬berimu saran seperti itu." tutur Gemba. "Makoto. dan memanah. "Dia takkan sempat menunjukkan semua keahliannya di ibukota." ujar Takeo. "Jangan . "Kita lihat saja nanti. setengah merasa malu atas keke salannya dan setengah takut Gemba akan menggunakan api untuk membuang amarahnya." timpal Gemba." tutur Matsuda. dan tersenyum dengan ekspresi penuh teka-t eki. "Kau diam saja." sahut Makoto." kata Takeo. adikku. Bagaimana pendapatmu?" "Kau tahu aku tidak bisa menyarankanmu memulai perang. saat cuaca membaik?" "Tahun depan." "Itu memberi mereka waktu untuk mem¬bangun kekuatan militer!" "Itu juga memberimu waktu untuk menyiapkan diri. "Bila aku harus ke Miyako. dan Takeo lebih m emercayai mereka." gumam Makoto. adikku. Kahei. Tent u saja. "Kurasa kau haru s pergi dengan kemewahan yang tiada tara." sahut Gemba." "Jadi kau takkan memberi saran? Kau akan duduk di sini dan melantunkan doa serta memainkan tipuanmu dengan api." kata Takeo. "Jangan terburu¬b uru. saat salju sudah mencair. mungkin. Kahei.

" Halaman 95 dari 500 ." Kemudian dia berkata dengan nada bijaksana: "Putri-putri yang layak mendapat¬kan p erhatianmu lebih dari putra-putra yang tidak kau miliki. Ia tidak bicara sepatah ia pun. seolah memerhatikan rasa kesal Takeo. Matsuda adalah satu-satunya orang yang bisa kutatap langsung wajahnya. si kembar dengan ketrampilan Tribe. ta pi tiba-tiba ia sadar kalau Matsuda sedang mengucapkan selamat tinggal.khawatir. Kau sudah tahu apa yang perlu kau ketahui. kalau ini adalah pertemu an mereka yang terakhir. Berusahalah mengingatnya . "Aku tidak meninggalkan siapa-s iapa selain dua penerus yang berharga tak ter¬nilai harganya. Seolah bisa membaca pikirannya. Jangan membuang waktumu dengan menyesa li kepergianku. "Aku akan ikut dengan mu. pikirnya. dan takkan ada yang akan menyakitinya." imbuhnya. Orang itu memberi isyarat untuk mendekat dan merangkulkan tangannya yang lemah pada Takeo. Matsuda berkata. karena ia me ngagumi kenyataan bahwa dirnya men¬jalani semua pendidikan dan pelatihan bagi anak laki-laki: Shigeko dengan cara ksatria. Takeo mengatupkan bibir lalu membungkuk hormat di hadapan Matsuda. Satu¬satu nya orang yang tidak jatuh dalam sihir tidur Kikuta. Takeo mundur sedikit agar bisa menatap dalam-dalam mata sang pendeta t ua." Kata-kata itu terasa bagaikan hujaman kritikan tajam dan menyengat.

Kenji mengajarinya cara mem buat waktu bergerak lambat atau mempercepatnya sesuai keinginan. hanya kicau burung dan tetesan sisa air hujan dari tepi atap. dan bermimpi berada di Yamagata. bil a aku mati. " "Itu karena aku sadar kalau aku tak akan hidup lama. sang biarawan berkata. "Kau ingat saat pergi seorang diri ke sarang perompak di Oshima? Miyako tidak mungkin lebih ber¬bahaya dari temp at itu!" "Kala itu aku masih muda dan tanpa rasa takut. Saat itu hari hampir terang. ia bergerak lagi dengan ke sabaran tanpa batas Tribe. cacat. Sekali lagi Takeo harus mengedipkan mata agar air matanya tidak jatuh. di malam ia memanjat ke kastil l alu mengakhiri penderitaan kaum Hidden yang disiksa. Sunaomi duduk di atas matras sambil menatapnya. hadiah dan janji-janji. Kini mereka berdiri setengah melompat. Aku tak percaya ada orang yang bi sa membunuhku. Kau selalu bertindak tanpa berpikir: semua yang kau laku kan dilakukan dengan tergesa-gesa. melewati malam yang terasa tanpa akhir. Hanya ada sedikit waktu unt uk meraih apa yang ingin kuraih. dan rasa takutku jauh lebih banyak bukan hanya takut kehilangan nyawaku sendiri. Dalam mimpinya. tapi juga dengan semacam kebahagiaan tiada ta ra. lalu mengikuti sewaktu . Dilihat dalam mimpinya bag ai¬mana dunia berubah sesuai dengan harapan-nya. juga negara dan rakyatku. membantu tuan muda mereka memakai sandal. Tak terdengar rintik hujan. "Paman? Paman sudah bangun? Bisakah kita pergi dan melihat burung houou?" Para pengawal Arai tetap berjaga semalaman di luar. Sekali lagi Takeo suaranya mengandung gabungan antara kasih sayang dan amarah yang sering digunaka nnya saat mengajari Takeo cara menggunakan pedang. dan terbangun dengan perasaan kalau semacam m isteri baru saja terangkat dari dalam dirinya." "Itu sebabnya yang terbaik yaitu dengan menunda jawabanmu: kirimkan pesan yang p enuh pujian. mereka tanpa perlindungan. tapi juga nyawa anak-anakku." *** pikir panjang.Nada suaranya mengandung gabungan antara kasih sayang dan amarah yang sering dig unakannya saat mengajari Takeo cara menggunakan pedang. Kini aku sudah tua. walaupun Takeo sudah meyakin kan mereka kalau Sunaomi lak dalam bahaya. Sewaktu Makoto menemaninya ke griya tamu. dan istriku. dan dengan anehnya ia terbebas dari rasa sakit.

Kini jalannya lebih mudah dilewati. Tanahnya keras dan berbatu. Sunaomi meminta agar diturunkan. matahari baru saj a terbit di timur pegunungan. dan burung melantunkan nyanyian dengan s aling bersahutan. biru pucat. terdapat sebuah rumput ilalang tinggi yang menjadi tempat yang paling disukai burung-burung itu untuk bersarang dan bertelur. Takeo bisa mendengar gemerisik de¬daunan dan kepakan sayap yang menunjuk¬kan keberad aan burung houou di dalam hutan di depan sana. Jalannya menanjak dan menuju hutan pohon beech dan pohon ek. Langit tampak cerah. anak itu memerintahkan kedua orang itu menunggu di sini sementara dia berjalan ke depan ber¬sama Lord Otori. tapi kini udara terasa sempurna.Takeo membimbingnya berjalan ke gerbang utama. Di sini. kerap terasa licin karena hujan. didi nginkan hujan. Nanti udara akan terasa panas. walaupun kab arnya mereka makan daun bambu. Setelah melewati gerbang itu. salah seorang pengawal menggendong Sunaomi. Hampara n bunga liar musim panas menyelimuti per¬mukaan tanah. Palang gerbang sudah dibuka sejak matahari terbit dan sudah ditinggalkan penjaganya untuk sarapan. di antara pepohonan berdaun lebar. mereka berbelok ke kanan dan mengambil jalan sempit menuju dinding sebelah luar dari da taran biara dan berjalan naik ke lereng gunung yang curam. dan yang me mbuat Takeo terkejut. dan tenang. Halaman 96 dari 500 . Setelah beberapa sa at.

Kedua pengawal itu bisa melihat. Su naomi berkata dengan nada penuh rahasia pada Takeo. Burungburung itu memang memberi semangat sekaligus agak lucu. Ketika berdiri. "Aku tidak tahu cara mengungkapkannya.Sewaktu mereka sudah berada di luar jangkauan pendengaran kedua pengawal itu. Kicau penuh semangat terdengar dari atas kepala mereka. selembar melayang jatuh. "Dan ini dia yang betina. Aku pemah menden gar kalau telur burung houou bernilai tinggi. Lalu seekor burung melesat keluar dari balik rimbunnya dedaunan dan me¬ngepakkan sayap ke pohon berikumya." bisik Takeo. tapi takkan mengerti. Sunaomi mendongak." tutur Takeo. Bulunya berwarna-warni. menatap ke atas tanpa memerhatikan jalan hingga dia jatuh di at as rumput. "Aku pikir Tanaka dan Suzuki tidak perlu m elihat burung houou. diikuti oleh jeritan par au sebagai jawabannya. "Itu burung jantan. Ia takkan terbiasa dengan kehad iran mereka. wajahnya tampak terpesona. berseru lagi. . "Itu mereka. Seruan mereka seperti juga kehadiran mereka. indah serta aneh." "Mungkin nalurimu benar. anggun juga cangg ung. "Ah!" Sunaomi menahan napas lalu mengejar mereka." Sunaomi tertawa gembira sewaktu burung kedua terbang menukik melintasi padang ru mput." sahut Takeo sambil tersenyum. masing¬masin g dengan suara yang khas melihat sebentar tapi dengan tatapan tajam ke arah kro. kemudian terbang menjauh ke dalam hutan. Sun aomi berkata dengan nada penuh rahasia pada Takeo. ekornya panjang dan halus." ujar Sunaomi. Mungkin saja mereka ingin memburu atau mencuri telurnya. "Aku pikir Tanaka dan Suzuki tidak perlu m elihat burung houou. matanya cemerlang bak kilauan emas. Aku pemah menden gar kalau telur burung houou bernilai tinggi." ewaktu mereka sudah berada di luar jangkauan pendengaran kedua pengawal itu. d an saat mendarat di dahan." sahut Takeo. Mungkin saja mereka ingin memburu atau mencuri telurnya. seperti biasa rasa kagum pada burung suci itu bangkit dalam dirinya. Kedua burung itu memalingkan kepala saling berpandagan. "Mereka tidak seperti Lord Gemba dan Lord Makoto." "Kau mengutarakannya dengan sangat baik. bulu itu berada di tangannya.

" sahut Sunaomi." "Aku akan berikan bulu ini ke biara. dan sedari dulu dia selalu begitu. sesuatu yang ia berharap bisa dihindari." Anak ini baik hati. bersayap putih. selain dari batang bulunya yang berwarna putih bersih. Matsuda pemah mem¬perliha tkan bulu burung houou. Inilah sebabnya kami selalu mencari kedamaian." katanya pada Sunaomi. Bulu yang ini berwarna kuning keemasan gelap. "Bulu itu akan mengingatkanmu pada hari ini. Masalah itu meng ganggunya lebih dari yang ia duga. karena hal itu dapat menjerumuskan ia dalam konflik ter buka dengan kakaknya. Aku akan membesarkannya sebagai putraku.* Setelah kepergian Takeo dan Sunaomi. pikir Takeo. Paman!" Takeo menghampiri bocah itu kemudian mengambil bulu itu. agar burung hou ou tidak meninggalkan Tiga Negara. pikirn ya. Bulu itu berasal da ri burung yang pernah dilihat Shigeru ketika masih kecil. dengan ujung bulu warna merah. "sebagai sumpah bahwa kelak aku akan kembali dan belajar pada Lord Gemba. dan anugerah yang kau peroleh. "Simpanlah. Taku duduk d beranda sambil menatap taman y ang basah kuyup tersiram hujan. Betapa bodohnya Zenko. memikir¬kan semua ucapan sepupu ibunya itu. dan sejak saat itu diawetkan di biara ."Lihat. Sama seperti ayah! Halaman 97 dari 500 .

Ishida.Di usia sepuluh tahun. sebelum gempa mengguncang kota. seperti yang diucapkan pada Takeo. ia menghormati dan mengagumi Takeo. Usulan ini mungkin bisa diter ima semua pihak. cukup bisa dipercay a. ia menyaksikan ayahnya mengk hianati Takeo. tapi takkan menghina kakaknya dengan mengabaikan hakn ya untuk mengajukan pendapat siapa yang akan menjadi kepemim¬pinan keluarga Muto. Ada ikatan kuat antara mer eka berdua. dan keduanya memahami konflik akibat dara h campuran. keponakan Kenji. Ia bi sa membawa surat atau pesan lisan kepada Shizuka. Taku mengira T akeo akan membunuh Zenko seringkali setelah kejadian itu ia bermimpi kalau Takeo memang membunuhnya dan tidak pernah bisa memahami kebencian Zenko terh adap Takeo karena membiarkan¬nya tetap hidup. memberinya kekuasaan dan status serta memungkinkan dirinya mengambil banyak keun tungan dari semua bakatnya. Ter¬lebih lagi. akan mem¬bawa anak Zenko yang satu lagi ke Hagi. mereka mirip dalam banyak hal. Ia mungkin siap membunuh Z enko. Taku mengira T akeo akan membunuh Zenko seringkali setelah kejadian itu ia bermimpi usia sepuluh tahun. Kelemahan . Zenko menyalahkan Takeo atas kematian Arai. Taku ter senyum pada dirinya sendiri. keluarga Muto telah bersumpah pada keluarga Otori : ia tak akan melanggar sumpah itu. Sejak kecil Taku memuja Takeo sebagai pahlawan. namun Taku me¬nafsirkan seluruh adegan itu dengan cara yang berbeda. Namun. namun Taku me¬nafsirkan seluruh adegan itu dengan cara yang berbeda. dan sebagai laki-laki dewasa. Taku memu tuskan akan mengusulkan ibunya. sebelum gempa mengguncang kota. tabib Ishida. dan Taku dibesarkan untuk menghormati hierarki Tribe. menurut Taku. mengenang seringkali tertidur terkena ilmu tidur Kikuta sampai akhimya bisa menghindarinya bahkan sampai ia pun mampu melakukan¬nya. Bila tidak terikat oleh kewajiban pcnghormatan dan kesetia an. seorang kakak tetap saja kakak. Suami ibunya. Takeo juga mengajarinya semua hal yang pernah dia pelajari dari Kikuta. Zenko menyalahkan Takeo atas kematian Arai. ia menyaksikan ayahnya me ngkhianati Takeo. Ia tahu kalau ayahnya me¬merintahkan untuk membunuh ibun ya: ia tak bisa melupakan atau memaafkan niat ayahnya untuk ia dan kakaknya. Ia tahu kalau ayahnya me¬merintahkan untuk membunuh ibun ya: ia tak bisa melupakan atau memaafkan niat ayahnya untuk ia dan kakaknya. ia pasti akan sama bodohnya dengan Zenko: kedudukan di Tiga Negara adalah segala yang diingin¬ka nya. Shizuka.

la senang dengan apa yan g ditemukannya di sana: apa pun kesa¬lahan kakaknya. menjelaskannya kepada Kaisar bahwa Lord Otori didukung penuh di Maruyam a dan Inuyama. bah¬kan memp erlakukan Taku dengan rasa hor¬mat yang lebih besar lagi." ujar Zenko. yang sudah pulih dari kelelahan karena perjalanan jauh. Cukup puas dengan keputusan ini. bahkan mungkin melaku¬kan perjalanan bersama Kono ke wilayah Barat. satu milik Hiroshi dan satu lagi miliknya. Ryu me masih tetap kuda yang baik. Taku pergi ke istal untuk melihat keadaan si ku da tua. "Kau masih memiliki anak Raku. Ryume. Taku sendiri akan tetap berada di dekat Zenko dan Kono. ikatan dari masa kanak-kanak yang sejauh ini bisa mencegah keretakan hubungan mereka. hanya semakin menekankan sikap dinginnya terhadap Zenko. tempat ia akan mengatur pertemuan dengan Sugita H iroshi. Taku ingat pada rasa iri Zenko ketika mereka kembali ke Hagi pada musim se mi bersama dua kuda jantan yang tampan. Meskipun sudah tua. pengetahuan dan kepeduli¬annya pada kuda tak ada tandingannya. seolah dia sulit memahami kekejia n yang mungkin terpendam dalam sifat manusia. Ryume sudah dibersihkan: surai dan ekornya dibersihkan dari lumpur dan tak lagi kusut. mengulurkan tangan dan meng¬gosok-goso k alis si kuda. Ishida bukan seorang pemberani. indikasi jel as kasih sayang Takeo pada mereka berdua. kuda itu diberi makan cukup dan kelihatan senang. dan tidak s uka bertarung. karena masih ada sisa-sisa kasih sayang di antara mereka. sedangkan Zenko berdiri sendiri. Mereka saling menyapa dengan penuh kehangatan.utama laki-laki itu terletak pada keluguannya. Penting bagi Kono mendapat gambaran Tiga Negara yang sebenarnya untuk dibawa pul ang ke ibukota. teman lamanya. Terlepas dari keberanian yang dibutuhkan untuk bi sa pergi jauh dalam penjelajahannya. dan perawat kuda mengaguminya secara terang-terangan. Taku masih mengelus-elus dan memberi¬nya makan wortel sewaktu Zenko datang ke area istal. Halaman 98 dari 500 . secara fisik.

" ujarnya tanpa rpikir panjang. "Terima kasih. Taku tidak bisa menawarkan sesuatu yang lebih berharga lagi." katanya dengan ringan.. kan kuberikan kuda ini untukmu. dan telah mengatur untuk kembali secepatnya ke Inuyama jika berhasil. Ibu ada di sana." Taku sadar kalau perkataan ini semestinya hanyalah lelucon. "Ryume adalah hadiah da ri Lord Otori." Selain anak-anaknya. tapi ada nada sinis di dalamnya."Akan kuberikan kuda ini untukmu. "Sungguh kehormatan bagimu dan istri¬mu. tapi aku takkan menerima¬nya. "Paman sakit parah: mungkin meninggal akibat sakit paru-paru.. Kakakku mengartikan segala se¬s uatunya sebagai penghinaan. tapi wajah Zenko tampak murung." Selain anak-anaknya." komentarnya se¬waktu mereka kembali ke kediaman. "Bukankah kau harus pergi ke rumah keluarga Muto untuk upacara pemakaman?" tanya Zenko sewaktu mereka duduk di datam. pikirnya. "Benarkah suatu kehormatan. "Dia belum terl alu tua untuk dikawinkan dan mendapat¬kan anak. Zenko menanggapi dengan jawaban yang tidak tegas lalu mengalihkan topik pem¬bicaraan. atau kini mereka menjadi tawanan?" tanyanya.. Aku katakan in i padamu dengan . tapi misi yang sedang dilaksanakannya luar bia sa ber¬bahaya. Ia berharap kemurahan hatinya bisa melembutkan perasaa n Zenko terhadapnya. "Dia belum terlal u tua untuk dikawinkan dan mendapat¬kan anak. Taku tidak bisa menawarkan sesuatu yang lebih berharga lagi. Ia berharap kemurahan hatinya bisa melembutkan perasaa n Zenko terhadapnya. "yang harus memiliki putra dari laki-laki yang lebih muda. dan karena tak ad a jenazah yang bisa makamkan." sahut Zenko." sahut Taku. lagipula kurasa dia sudah terlalu tua untuk punya anak." "Seperti Lord Otori." "Tidak ada jenazah? Jadi Kenji mati di mana? Dan bagaimana kita tahu kalau dia m emang sudah mati? Ini bukan pertama kalinya dia menghilang demi kepentingan¬nya sendiri?" "Aku yakin Paman sudah tiada." Taku melihat kakaknya sekilas lalu melanjutkan pe rkataannya." ujarnya tanpa rpikir panjang. "Lord Takeo ingin mengadakan upacara di Hagi. "Itu tergantung padamu.

" "Ya." Zenko berkata dengan santai.penuh ke¬yakinan. "Bahw a Takeo adalah ayahnya. tapi yang mengkhawatirkannya diba ndingkan komentamya bahwa dia me miliki orang dalam di kalangan Kikuta. tidak pernah memaafkanny a dan juga Takeo atas kematian Kotaro. kabarnya. adikku. aku akan menghubungi K ikuta berkaitan dengan anak itu." Halaman 99 dari 500 ." lanjut Zenko. "Hanya Muto Yuki yang tahu pasti. siapa pun ayahnya. "Baiklah. Kabar resminya adalah: Paman meninggal karena sakit paru-paru." "Bukan mati di tangan Kikuta?" ujar Zenko setelah terdiam lama. Aku hanya menarik kesimpulan dari fakta yang ada. melihat apa lagi yang akan Zenko ungkapkan. keluarga Tribe. Aku punya orang dalam di kalangan Muto dan di kalangan Kikuta. "Mengapa kau berpikir begitu?" "Aku mungkin saja memakai nama Ayah. Akio. Semua orang tahu kalau putra Akio adalah cucu Kenji. tapi Taku tahu betul minat me ndalam di balik kata-kata itu. dan keluarga Muto memiliki kepen¬tingan padanya. tapi itu tak mengubah kenyataan kal au aku sama sepertimu. Pasti Kenji sangat ingin be rtemu dengannya Kenji sudah tua. atau Zenko hanya membual? Taku menanti dalam diam. Bila aku menjadi Ketua. "Tentu saja ada desas-desus di desa Muto mengenai anak itu. bukan Akio." Taku merasakan kebencian dalam suara kakaknya. Ak u harus melakukannya karena Takeo tak memercayaiku seperti dia memercayai¬mu." kata Zenko. kesehatannya memburuk. aku ingat." sahut Taku. "Dan dia meninggal tak lama setel ah anak itu lahir. anak itu adalah cucu K enji. Benarkah itu.

dan datang agak terlambat saat makan malam. dalam ke adaan agak mabuk. Zenko dan Hir oshi. adikku. Hubungan Taku dengan kakak iparnya agak menyakitkan hati. Sudah menjadi rahasia umum kalau ayah Kono lebih suka berhubungan dengan laki¬laki ketimbang ."Mungkin sebaiknya kita biarkan saja pertanyaan tentang siapa yang akan menjadi penerus Kenji sampai kita membicarakannya dengan ibu. menya ntap makan siang bersama kemudian pergi bersama Hana dan kedua putranya untuk melihat kirin ." sahut Taku sopan. Ishi da menerima undangan itu dengan enggan. seperti adat istiadat orang-orang nomaden at au siklus hidup ikan paus. tapi sangat efektifl! Taku agak menunduk dengan tidak tulus agar kelihatan patuh. "Aku ngak terkejut bi la harus mengingatkanmu bahwa Ketua keluarga biasanya memiliki kemampu¬an tinggi. Setelah itu tabib Ishida diundang ke kediaman agar bisa lebih akrab dengan Chikara sebelum m eng¬ajaknya pergi ke Hagi. dan bahkan lebih tegang lagi sewaktu sa ng bangsawan bertanya tentang waktu yang pernah dilewatkannya di kediaman Lord Fujiwara. Taku tidak terlalu suka ataupun percaya pada Hana tapi perempuan itu punya kecerdasan dan semangat yang tak pernah berhenti dikaguminya dan tak ada laki-laki yang tidak terpesona oleh kecantikannya . Tak lama kemudian Lord Kono datang bergabung. Kemampuan-kemampuan itu mungkin tidak semenyolok kemampuan yan g kau miliki. Kini Taku ingat bagaimana mereka semua terpesona olehnya saat masih anak-anak-dia." sahut Taku sopan." Mungkin sebaiknya kita biarkan saja pertanyaan tentang siapa yang akan menjadi p enerus Kenji sampai kita membicarakannya dengan ibu. "Aku memiliki banyak kemampu an Tribe. ia berbincang ringan dengan Kono. Mereka semua mem¬buntutinya ke mana pun Hana pergi bak anjing dengan lidah terjulur kelua r. Sesuai kebiasaannya . memuji Hana atas hidangannya dan kedua putranya serta berusaha menarik Ishida ke topik pembicaraan yang tidak menyinggung. lalu mereka ber¬ganti topi k pembicaraan yang lebih aman. "Aku ngak terkejut bi la harus mengingatkanmu bahwa Ketua keluarga biasanya memiliki kemampu¬an tinggi. Taku tidak memperlihatkan-nya. dan saling bersaing untuk merebut perhatian gadis itu." Kemarahan Zenko mulai meluap. Taku sendiri merasa tegang. gelisah me¬mikirkan pembicaraannya dengan Zenko dan sa dar akan semua perasaan terpendam di ruangan itu selama mereka makan. Ishida tampak sangat gugup bertemu Kono. matanya menyipit.

dan pikirannya melayang mem bayangkan bagaimana rasanya terbangun dalam kegelapan dengan perempuan itu di si sinya. "Dengan keberhasilan yang gemilang. Mustahil bila tidak berhasrat pada Hana." Dia berhemi sejenak. "Tabib Ishidalah yang merawat ayah Anda." Taku mengira Ishida takkan berkomentar lebih banyak lagi tentang masalah ini. dari sudut pandang seorang laki-laki seperti diriku yang tertarik pada bagaimana cara manus ia berpikir. tapi Taku tak melihat apa pun yang menunjukkan ke¬miripan sifat Kono de ngan ayahnya. "Lor d Otori percaya tak ada yang bisa membunuh dirinya dia telah membuat dirinya kekal. Ia bersyukur telah pulih dari perasaan tergila¬gila pada perempuan itu dan tidak pernah merasakannya lagi." Taku mendengar nada mendua hati sekaligus kedengkian dalam suaranya. Hampir saja ia iri pada Zenko. kemudian membungkuk dan berkata dengan nada penuh rahasia. "Anda terialu berlebihan menyanjungku. "Tabib Ishida sudah sangat s ering menyelamatkan Lord Otori dari kematian." "Ayahku selalu menghargai kemampuan Anda. y ang ia tahu bisa dipercaya dan dirindukannya. "Tentu saja kasus Lord Otori cukup mengagumkan. Ia langsung berpikir tentang istrinya sendiri. na mun setelah menenggak habis sake sekali lagi. pikirnya." komentar Hana pada Kono. Taku seperti melihat ketertarikan yang cukup alami di balik perhatian Kono pada Hana. Kemampuanku biasa saja. "Dan sekarang dia merawat kesehatan Lord Otori. dan melelah¬kan.perempuan. si tabib melanjutkan perkataannya." ujar Kono pada Ishida. dan hasratn ya berubah menjadi rasa tidak suka." sambung Zenko. Musim panas kali ini akan berlangsung lama." Halaman 100 dari 500 .

Tawa yang mengikuti kata-kata Hana selanjutnya terdengar agak kurang nyaman. karena lebih dari satu orang yang hadi r di sana mengingat kalau Lord Fujiwara me¬nikahi lain Kaede secara paksa hingga bangsawan i tu mati. Zenko lalu bertanya. "Keluarga Otori merupakan sasaran des as-desus." sahut Kono dengan sikap halus. Pernahkah kau tahu kasus-kasus serupa?" "Tentu aku tahu." "Kau tahu hal ini. sementara Kono mendesak Ishida me nceritakan lebih banyak banyak lagi ten-tang perjalanan-perjalanannya. "Tapi semua orang tahu tentang Lima Pertempuran." sahut Ishida. dan belum sempat dia menyahut . seraya melirik ke ara h Taku." lanjut Zenko." "Mengagumkan. "Kedengaran¬nya terlalu pongah. pernah menjadi sasaran desas-desus semacam itu. Kaede." sahut Taku cepat." sahut Taku ringan. Ada semacam ramalan Taku. "Ramalan apa?" "Bahwa Lord Otori hanya bisa mati di tangan putranya. tapi Lord Tak eo terhindar dari bahaya itu. bagaimana perasaanmu tentang perj alanan lewat laut bersama kirin?" Chikara menelan ludah saat diajak bicara pamannya. dalam hati berha rap segala siksaan neraka menimpa si tabib yang sedang mabuk." Ishida minum lagi. Apakah itu semacam takha yul?" "Kurang lebih begitu."Bcnarkah?" gumam Kono. "Itu tidak lebih dari kepercayaan takhayul. di sana ada orang¬or ang suci yang bisa berjalan di atas api tanpa terbakar." timpal Hana. kau ada di san a ketika pamanmu yang malang " "Aku tidak ingat. " Dia seharusnya membawa kematian pada laki-laki manapun yang menginginkan dirinya. serta berbaring di atas ranjang berpaku tan pa melukai kulit mereka. "Kedengaran¬nya terlalu pongah." "Kakakku. adikku?" tanya Zenko pelan. Syukur dipanjatkan pada Surga. Dan sangat berguna. "Dan gempa bumi 'B umi . efek dari kuatnya kepercayaan itu berimbas pada tub uhnya." imbuhnya. "Dalam perjalanan ke Tenjiku. "Chikara. "Menga pa aku membicarakan hal itu? Oh ya. Apakah itu semacam takhayu l?" cnarkah?" gumam Kono. Dia percaya tidak bisa di¬bunuh. dan tubuhnya bereaksi dengan sembuh dengan sendirinya. "Lord Otori memang berhasil luput dari banyak serangan atas dirinya.

menghantarkan apa yang diinginkan Surga. dengan nada mengejek." sahut Kono. Menurutku. atau diam saja dan kelihatan men¬dukung kakaknya. aku tak ber¬maksud menghina kenangan tentang kedua ayah kalian. Ayah. "Aku harus beristirahat." Lalu dia berpaling ke arah Hana. Gempa bumi itu di percaya sebagai pertanda dari Surga. "Di ibukota gempa bumi biasanya dianggap sebagai hukuman atas tindak kejahatan. "Maaf. lalu diseka dengan lengan baju." "Aku khawatir dia sudah terlalu banyak minum. Aku lelah sekali. "Ada ramalan seorang perempuan suci." "Ya. buka n anugerah." Air matanya mengambang. Kuharap kalian memaafkan orang tua ini.'" Dilihatnya wajah Kono yang penuh tand a tanya lalu menjelaskan. yang berpihak kep ada¬nya. antar kakek ke kamar dan minta pelayan membantunya." Hana minta maaf pada Kono setelah Chikara membantu si tabib berdiri dan pergi. yang dipastikan oleh kemenanga n Takeo dalam perang. karena Ishida adalah ayah tiri suaminya. Ishida menyelamatkannya yang bicara dengan perasaan yang meluap¬luap." ujar Hana. "Chikara. "Gempa itu menyelamatkan nyawaku. Halaman 101 dari 500 ." "Tentu saja. kejahatan telah mendapatkan balasannya." Dia minum lalu bicara dengan l ebih serius. Da n nyawa istriku. "Alangkah ena knya bagi sebuah kemenangan memiliki ramalan yang berguna." Taku tidak tahu apakah harus bicara dan memberi tahu Kono di mana kesetiaannya b erpihak. bicara padanya dengan sopan. begitulah yang aku dengar.

Take o tahu kalau ia membutuhkan saran Kahei tentang cara terbaik menghadapi ancaman yang makin besar dari ibukota."Ishida. Dari Kaisar dan jenderalnya. Bahkan tempat penginapannya pun terasa lembap. Aku menyesal dia harus pergi ke Hagi." "Beliau memiliki tiga putri. Miyako. di m ana hawa panas masih lerjadi. Zenko tertawa. dan penyakit akibat cuaca panas. "Secara resmi. Di atas laut. dan gembira bisa bertemu dengan sanak saudaranya. melintasi Taiwan lalu ke timur sampai ke selatan pasifik Jepang. Dal am bahasa Jepang discbut meiyu dan baiu. Takeo sadar pakai¬annya terasa lembap: begitu sering pakaian¬nya basah kuy up sampai menempel di kulit selama perjalanan hingga nyaris tidak ingat bagaimana rasanya kering.. di akhir musim hujan plum*. langit cerah biru berubah kuning di bagian barat saat matahari ter¬b . berbau lembap dan jamur. [pent. Katsumori. Hagi ad alah kota kelahirannya. "Kurasa." tam bahnya. Sulit memikirkan tentang musim dingin saat ini. Kecemasan lain yang harus dipikirkan sebelum perang adalah panen. Fenomen a cuaca ini melanda pantai timur Cina. "Ramalan yang menarik bukan?" tanya Kono. "Wah. Lord Otori tidak memiliki putra. "Ada lagi desas-desus tentang Takeo. Aku menyesal dia harus pergi ke Hag i. ledakan tawa yang me¬ngandung konspirasi jahat." Dan beruntung dia tidak mati seperti ayahnya. Kuharap b isa berbincanIshida. pikir Taku. Mereka berkuda menyeberangi jembatan batu di senja hari bermandikan rintik hujan disertai cahaya matahari." sahut Taku. laki-laki yang menarik.. wabah penyakit menular. Sebaliknya.] semua masalah ini tak lagi terasa mendesak sewaktu memikirkan kalau tak lama lag i ia akan bertemu Kaede dan ketiga putrinya.* Miyoshi Kahei menemani Takeo ke Hagi bersama putra sulungnya. tapi aku harus bertindak bijak!" Kono menaikkan alisnya. Tapi _ * Hujan plum adalah hujan yang terjadi saat musim buah plum (Juni-Juli). wah!" komentarnya. penyimpanan cadangan air untuk berjaga -jaga kalau terjadi kekeringan di akhir musim panas. Kuharap bisa berbincang banyak dengannya. Paman. bagai¬mana ia menghabiskan musim dingin untuk mengadakan persiapan. Kurasa dia lebih mengenal ayahku ketimbang orang lain yang mas ih hidup. laki-laki yang menarik. apa yang harus kulakukan tanpa dirimu? pikir Taku.

dan berta nya-tanya apakah bisa menemukan kuda seperti itu. tapi ia tidak ingin berperang. Shun. Turun dari kuda di dinding luar utama kastil: kuda-kuda diiuntun pergi. Kabar sudah tersiar lebih dulu ke kastil. maka akan dibutuh¬kan lebih banyak kuda . Bila mereka harus berperang.. ia merindukan kuda lamanya. Miyoshi bersaudara meninggalkannya di depan gerbang. Takeo b er¬jalan melewati taman. dan juga pada Shigeko. Pegunungan di belakangnya tertutup awan tebal.. dan guntur bergemuruh sehingga kuda-kuda ter kejut dalam kelelahan. Kuda tunggangannya udaklah istimewa. Ia akan bicara pada Mori Hiroki tentang kuda. dan hanya mengajak Sunaomi.enam. Kaede menantinya di beranda pan jang yang Halaman 102 dari 500 .

"Tapi kenapa? Apakah ibunya baik-baik saja? Apakah ada se suatu terjadi pada Hana?" Takeo melihat kecemasan Kaede dan ber¬tanya-tanya seberapa banyak yang dapat ia ce ritakan tentang kecurigaannya. engelilingi ke-diaman. apa yang terjadi?" Kaede mendongak sekilas ke wajah Takeo lalu berkata. terdengar olehnya Shigeko bicara pada kedua adiknya. dan mengganti pakaian yang kerin g. "Nanti kuceritakan alasan kunjungan Sunaomi. "Sh i¬geko. Ta keo bisa mendengar langkah ringan putri nya di lantai papan." sahut Takeo.mengelilingi ke-diaman. Wajah Kaede bersinar gembira. katakan pada Shizuka untuk segera me¬nemui kami." Indahnya hardikan sayang istrinya mem¬bangkitkan perasaan begitu kuat dalam diri T akeo hingga sesaat ingin berdiri di sana untuk selamanya." "Sunaomi!" seru Kaede. Suara laut memenuhi udara. Shigeko berlari menghampiri dari dalam kediaman. Lord Takeo. Ayo masuk. " "Tentu saja. Sunaomi akan tinggal bersama kita selama beberapa waktu." Wajah Shigeko tampak serius selagi mem¬bungkuk normal lalu meninggalkan mereka. Lalu perasaan itu berganti dengan hasrat untuk memeluknya. melarut-kan diri dalam dekapannya. "Kami tak menduga kau kembali begitu cepat! Kau berkuda dalam cuaca yang begitu buruk! Kau pasti kelelahan. dan seruan burung dara terden gar dari atap rumah. pada Shizuka. Kemudian dia melihat Sunaomi yang tengah berdiri malu-malu di bela kang. Wajah Kaede bersinar gembira. Minta pelayan untuk mem¬bawakan pakaian unt uk ayahmu. "Benarkah ini sepupu kami?" tanyanya. "Ayah!" pekiknya. Suara laut memenuhi udara. pada Kaede. tempat sebuah kolam dibuat di sekeliling mata air panas. dan seruan burung dara terdeng ar dari atap rumah. "Hana baik-baik saja. "Ya. a . "Ya. "Ya. Dan basah kuyup. kau pikir masih berusia delapan betas tahun? Kau sama sekali tak memikirkan kese hatanmu!" "Shizuka ada di sini?" tanyanya saat Kaede membimbingnya di beranda menuju bela¬ka ng kediaman. Namun kabar pertama harus segera disampaikan. Kau harus segera mandi. lalu berlutut untuk melepaskan sandal lakeo.

Satu demi satu api dan lentera di sekitar teluk mulai dinyala kan dalam kegelapan. Kita harus me¬nemukan Shizuka. Tiap jengkal tubuhnya terasa sakit. "Muto Kenji sudah tiada. Takeo melihat air mata meng¬genang di mata istrinya lalu mulai berlinang di pipinya. Ayo ikut aku. Sen tuhannya menenangkan. bunga iris tampak berkilauan. Takeo ingin Kaede melingkarkan tangan lalu memeluk¬nya. Langit dan laut berba ur menjadi satu dalam kabut senja. "Se pertinya begitu. Kaede berkata. Di sekeliling kolam dan sungai. tapi ia harus bicara dulu pada Shizuka." Halaman 103 dari 500 . Tapi kalian belum boleh menemuinya. "Aku harus bicara berdua dengan Shizuka. Sinar matahari keluar dari sela-sela bunga-bunga dan semak¬se mak. Taku mengabarkan hal ini padaku di Hofu." Ia tidak berlama-lama di dalam air panas seperti yang ia inginkan." Mereka hanya berdua. dan segera ke luar dan berpakaian secepatnya." kata Takeo. Kaede mengambil air dari kolam dengan ember bambu dan mulai memandikan suaminya. Kaede tidak bicara sepatah kata pun sewaktu melepaskan pakaian Takeo.yah sudah pulang. Bagaimana kejadiannya? Apa¬kah dia meninggal karena sakit?" Takeo mendengar dirinya berkata. Dia mengadakan perjalanan sampai keluar perbatasan. Tak ada kab ar yang jelas. "Suatu kehilangan yang menyakitkan.

di mana pun me nurutmu yang paling sesuai. Shizuka bangkit. Akan kusiapkan makan untukmu." sahut Kaede lalu mening¬galka nnya. kan?" Tak seorang pun tahu misi yang dilakukan Kenji kecuali ia dan Taku. Shizuka harus memilih penggantinya. Kini Takeo m enyesal mengapa tidak memberitahu Shizuka sebelumnya. "Saat kita hanya berdua." sahut Shizuka dengan nada resmi. Taku datang ke Hofu untuk mengabarkanny a. seorang pelayan datang membawa teh. tidak ada orang lain. Terima kasih." "Kukira kemungkinan paman meninggal di Inuyama." "Kabar seperti itu tidak pernah disambut baik. "Kenji adalah Ketua Muto. "tapi bukannya tidak diharapkan. aku akan menceritakan tentang Sunaomi. kemudian melang¬kah ke beranda dan men gintip di bawahnya. Aku pulang membawa kabar bahwa pamanmu telah tiada. "Paman tingg al di sana. lutut mereka saling berhadapan." "Baiklah."Tentunya tak ada yang kau rahasiakan padaku?" Tentunya tak ada yang kau rahasia kan padaku?" "Hanya masalah Tribe." sahutnya. dan kukira kau harus segera tahu. "Apakah kau dengar ada orang di dekat sini?" Takeo memasang telinga." tutur Takeo untuk meredam kemar ahan Kaede. Shizuka menuangkannya untuk Takeo. "Tidak. Ketika Takeo kembali ke ruang utama." "Kurasa kau sudah tahu seberapa besar arti Kenji bagiku. kalau istrinya masih ingin bersamanya. Shizuka sudah ada di sana.. Takeo langsung bicara tanpa salam lebih dulu. membuka pintu lemari." sahutnya perlahan. atas keprihatinanmu. dan kunjungan putra Lo rd Fujiwara. Hal ini tak bisa dibicarakan dengan orang luar. Tak ada jenazah. Dia kembali dan duduk di hadapan Takeo." . "Mendekatlah. tapi k ita akan menghormatinya dengan mengadakan upa¬cara di sini atau di Yamagata. "Aku harus ceritaka n semua yang aku tahu karena hal itu memengaruhi Tribe. me¬lihat k e sekeliling ruangan dengan cepat. Lord Takeo.. atas sikapmu mengho rmati pamanku. sepupu." Dilihatnya kalau Kaede tidak senang. "Ada banyak hal lain yang perlu kita bicarakan. "Kau tentu sudah bisa menduga kenapa aku di sini." kata¬nya." Belum sempat Shizuka bergerak men¬dekat. Selagi Takeo minum.

"Kenji ingin bertemu anak Yuki. Ku kata¬kan pada Kaede kalau Kenji meninggal karena penyakit. cucunya. dan bisa bersembunyi di tempat yang paling sempit sekalipun. kami pikir b isa memanfaatkan anak-anak Gosaburo untuk menekan mereka agar mau berdamai." "Lebih baik dia mendengar tentang anak¬mu itu dari mulutmu ketimbang dari orang la in."Kedua putrimu mulai mahir menguping. Taku hanya tahu kal au Yuki meninggal di desa Kikuta tempat Akio dan anak itu bersembunyi selama beberapa tahun ini." "Dan yang sebenarnya?" "Kenji pergi berunding dengan Kikuta." Tidak dibiarkannya Shizuka melanjutkan kata-katanya. Halaman 104 dari 500 . "Ini kuceritakan karena me¬ny angkut masalah keluarga Muto yang kini menjadikanmu anggota yang dituakan." Takeo menghela napas . Setelah peristiwa di Inuyama. lalu melanjutkan bicara." "Terima kasih." sahut Shizuka.. kau harus ceritakan semua ini pa da Kaede. kalau Kenji mencari obat sampai kel uar perbatasan wilayah Timur. Kaede atau orang lai n di luar Tribe tidak perlu tahu.. Aku tak ingin putriku atau istriku mendengar pembicaraan kita." "Takeo.

"Aku sudah menyimpannya rapat-rapat begitu lama hingga tak tahu bagaimana member itahukannya. Semua tudah berlalu: anak itu putra Akio; putriku adalah pewaris¬ku. Untuk saat in i, ada pertanyaan mengenai keluarga Muto dan Tribe. Kenji dan Taku bekerjasama dengan baik: ilmu d an ketrampilan yang Kenji miliki tak ada bandingnya. Taku memiliki kemampuan yang hebat, tapi k urasa kau sependapat kalau ada semacam kegoyahan dalam dirinya: aku ragu apakah dia cukup dewasa untuk me¬mimpin Tribe. Zenko adalah putra sulung¬mu, dan pewaris langsung Kenji, dan aku t ak ingin menghina atau mengganggunya, atau ku sudah menyimpannya rapat-rapat begitu lama hingga tak tahu bagaimana memberit ahukannya. Semua tudah berlalu: anak itu putra Akio; putriku adalah pewaris¬ku. Untuk saat in i, ada pertanyaan mengenai keluarga Muto dan Tribe. Kenji dan Taku bekerjasama dengan baik: ilmu d an ketrampilan yang Kenji miliki tak ada bandingnya. Taku memiliki kemampuan yang hebat, tapi k urasa kau sependapat kalau ada semacam kegoyahan dalam dirinya: aku ragu apakah dia cukup dewasa untuk me¬mimpin Tribe. Zenko adalah putra sulung¬mu, dan pewaris langsung Kenji, dan aku t ak ingin menghina atau mengganggunya, atau memberinya dalih untuk..." Takeo berhenti bicara. "Untuk apa?" Shizuka menyela. "Baiklah, kurasa kau tahu betapa mirip sifat putramu dengan ayahnya. Aku khawati r dengan niatnya. Aku tidak bermaksud mem¬biarkannya mengembalikan kita dalam perang saudara lagi." Takeo bicara dengan nada serius, lalu tersenyum dan meneruskan dengan nada lebih ringan. "Mak a aku meng¬atur agar kedua putranya menghabiskan waktu bersama kita. Kurasa kau ingin be r¬temu cucumu." "Aku sudah bertemu Sunaomi," tutur Shizuka. "Tentu saja ini sangat menyenang¬kan. Apakah Chikara juga akan datang?" "Suamimu akan membawanya dengan kapal, bersama makhluk luar biasa yang dia diseb ut kirin," sahut Takeo. "Ah, Ishida sudah kembali; aku senang mendengarnya. Kukatakan yang sebenarnya, T akeo, aku sudah senang dengan hidupku yang tenang, mendampingi Kaede dan anak¬anakmu, istri dari tabibmu. ..tapi rasanya kau hendak membuat tuntutan lain padaku." "Kau masih cepat tanggap seperti biasa," sahut Takeo. "ingin kau menjadi pemimpi n Muto. Taku akan bekerjasama denganmu seperti yang dia lakukan bersama Kenji, dan

Zenko tentu akan tunduk padamu." "Pemimpin keluarga disebut Ketua," Shizuka mengingatkan. "Dan belum pernah ada K etua perempuan!" tambahnya. "Kau bisa menyebutnya apa saja. Itu akan menjadi contoh yang baik. Aku hendak memperkenalkannya ke wilayah lokal juga: kita akan memulai dengan Negara Tengah lalu kita sebarkan ke luar. Sudah banyak area di mana perempuan dengan kebaikan dan kemamp uan dapat menggantikan posisi suaminya. Mereka akan diakui dan diberi wewenang yang sama s eperti laki-laki." "Jadi kau akan memperkuat negara ini dari akar, dan para ksatria akan mendukung putrimu?" "Bila Shigeko menjadi satu-satunya penguasa perempuan, dia juga harus bersikap l ayaknya laki-laki. Bila perempuan lain berada di puncak kekuasaan, kita mungkin bisa melihat peruba han mengalir ke seluruh Tiga Negara." "Kau masih saja senang berkhayal, sepupuku!" sahut Shizuka seraya tersenyum, ter lepas dari penderitaan yang ditanggung nya. "Kau mau melakukannya, kan?" "Baiklah, sebagian karena pamanku pernah mengisyaratkan bahwa hal ini juga keing inannya. Dan setidaknya sampai Taku mantap dan Zenko sadar. Kurasa dia akan sadar, Takeo, dan terima kasih atas tindakan¬mu yang berhati-hati padanya. Namun apa pun hasilnya nanti, keluarga Muto akan tetap setia padamu dan keluargamu." Shizuka membungkuk hormat dengan sikap resmi . "Aku bersumpah padamu sekarang, Lord Otori, sebagai pemimpim mereka." "Aku tahu apa yang telah kau lakukan untuk Lord Shigeru dan keluarga Otori. Aku berhutang banyak padamu," ujar Takeo dengan penuh perasaan. "Aku senang kita bisa bicara berdua," imbuh Shizuka, "karena kita harus mem¬bicara kan tentang si kembar. Aku berharap bisa bertanya pada pamanku mengenai se¬suatu yang baru saja t erjadi, tapi mungkin kau tahu cara mengatasinya." Halaman 105 dari 500

Diceritakannya pada Takeo mengenai peristiwa yang terjadi pada kucing, bagai¬mana kucing itu tertidur dan tak pernah bangun lagi. iceritakannya pada Takeo mengenai peristiwa yang terjadi pada kucing, bagai¬mana k ucing itu tertidur dan tak pernah bangun lagi. "Aku tahu Maya memiliki kemampuan ini," tutur Shizuka, "karena dia pemah mem¬perli hatkan tandatandanya selama musim semi. Satu atau dua kali aku bahkan pusing ketika dia menatapku. Ta pi tak seorang pun dari keluarga Muto tahu tentang sihir tidur Kikuta, meskipun banyak takhayul yang ber¬kaitan dengan hal itu." "Kemampuan itu seperti obat yang sangat mujarab," sahut Takeo. "Sedikit akan men guntungkan, tapi jika terlalu banyak justru bisa menyebabkan kematian. Orang membuat diri mereka terbuka pada kemam¬puan itu karena kelemahan diri mereka sendiri, karena kurangnya pengendalian diri mereka. Aku diajarkan untuk mengendali¬kannya di Matsue dan di sana aku belajar bahwa Kikuta tak pernah menatap langsung anak-anak mereka karena seorang anak tidak dapat melawan tatapa n itu. Kurasa seekor kucing kecil sama lemahnya. Aku belum pernah mencobanya pada kucing, hany a pada anjing dan aku sudah mahir melakukan¬nya." "Kau belum pernah mendengar per¬pindahan antara orang yang sudah mati dengan orang yang membuat mereka tertidur?" Pertanyaan itu membuat bulu kuduk Takeo berdiri. Hujan mulai turun lagi, dan kin i gemuruhnya semakin keras di atap. "Biasanya bukan sihir tidur yang mampu membunuh," tuturnya dengan hati-hati. "Di gunakan hanya untuk melemahkan: kematian pasti disebabkan oleh hal lain." "Itu yang mereka ajarkan padamu?" "Mengapa kau menanyakan hal ini?" "Aku mencemaskan Maya. Dia menunjuk¬kan tanda-tanda kerasukan. Ini pernah ter¬jadi d i keluarga Muto, kau tahu; Kenji dijuluki Si Rubah saat masih muda: kabarnya dia pernah ker asukan roh rubah bahkan menikah dengan seekor rubah tapi selain pamanku, aku tidak tahu ada perubah an bentuk yang pernah terjadi. Hampir seolah Maya yang menarik roh kucing itu masuk ke dal am dirinya. Semua anak suka bertingkah seperti hewan, tapi seharusnya mereka lebih manusiawi ketik a mulai dewasa; Maya justru sebaliknya. Aku tidak membicarakan hal ini pada Kaede; Shigeko sudah curiga ada yang

tidak beres. Aku senang kau sudah kembali." Takeo mengangguk, merasa gelisah dengan kabar ini. "Cucu-cucumu tidak me nunjukkan tanda-tanda ketrampilan Tribe," komentarnya. "idak, dan aku cukup lega. Biarlah mereka menjadi putra Zenko, ksatria. Kenji me ngatakan bahwa kemampuan itu akan menghilang dalam dua generasi. Mungkin, dalam diri si kembar kita menyaksikan pancaran sinar yang terakhir sebelum lentera¬nya padam." Pancaran sinar yang terakhir ini bisa mem¬buat bayangan-bayangan aneh, pikir Takeo . *** Tak seorang pun mengganggu selama mereka berbincang-bincang: setengah sadar ia s eperti mendengar ada tarikan napas, bunyi sambungan papan yang bergerak, langkah ringan yang menandakan ada yang menguping. Tapi saat memerhatikan lagi, yang terdengar hanya lah siraman air hujan, halilintar di kejauhan, dan hempasan ombak. Namun ketika mereka selesai, dan Takeo berjalan ke kamar Kaede di koridor yang m engkilap, ia mendengar suara luar biasa di depannya, semacam raungan dan geraman, setengah ma nusia dan setengah hewan. Kemudian terdengar suara memekik ke takutan, dan derap langkah kaki. Takeo ber¬belok di sudut dan Sunaomi menabrak-nya . "Paman! Maaf!" Bocah itu tertawa cekikikan kegirangan. "Macan itu ingin me¬nangkap ku!" Halaman 106 dari 500

Awalnya Takeo melihat bayangan di kertas kasa. Sesaat terlihat jelas olehnya sos ok tubuh manusia, dan satu sosok lagi di belakangnya dengan telinga rata, kuku yang siap mencakar dan kibaskan ekor. Lalu si kembar datang berlarian dari sudut, dan mereka berdua hanyalah anak pere mpuan biasa, bahkan saat sedang menggeram. Mereka langsung ber¬henti mematung ketika melihat ayahnya. walnya Takeo melihat bayangan di kertas kasa. Sesaat terlihat jelas olehnya soso k tubuh manusia, dan satu sosok lagi di belakangnya dengan telinga rata, kuku yang siap mencakar dan kibaskan ekor. Lalu si kembar datang berlarian dari sudut, dan mereka berdua hanyalah anak pere mpuan biasa, bahkan saat sedang menggeram. Mereka langsung ber¬henti mematung ketika melihat ayahnya. "Ayah!" "Itu dia macannya!" jerit Sunaomi. Miki melihat wajah ayahnya, menarik lengan baju Maya lalu berkata, "Kami cuma ma in-main." "Kalian sudah terlalu besar untuk per¬mainan seperti itu," ujarnya, menyembunyi¬kan kekhawatirannya. "Bukan begini caranya menyambut ayah kalian. Ayah berharap me¬nem ukan kalian tumbuh menjadi perempuan muda." Seperti biasa, rasa tidak senang sang ayah menciutkan nyali mereka. "Maaf," kata Miki. "Maafkan kami, Ayah," ujar Maya me¬mohon, tanpa sedikit pun sisa geraman macan dal am suaranya. "Ini salahku juga," imbuh Sunaomi. "Semestinya aku sudah tahu. Lagipula, mereka hanyalah anak perempuan." "Ayah tampaknya perlu bicara serius dengan kalian berdua. Di mana ibu kalian?" "Ibu sedang menunggu Ayah. Kata ibu mungkin kami boleh makan bersama Ayah," bisi k Miki. "Baiklah, Ayah kira kita harus menyambut kedatangan Sunaomi. Kalian boleh makan bersama kami. Tapi tidak ada lagi permainan berubah menjadi macan!" "Tapi manusia seharusnya mengumpan¬kan diri mereka pada macan," ujar Maya selagi m ereka berjalan di sampingnya. "Shigeko yang menceritakan itu pada kami." Maya tidak bisa menahan untuk berbisik pada Sunaomi, "Dan yang paling disukai ma can adalah anak laki-laki." Merasa jera atas teguran pamannya, Sunaomi tidak menyahut. Takeo bermaksud untuk berbicara dengan si kembar malam ini, tapi seusai makan

malam, ia merasa kelelahan dan keinginan berdua saja dengan Kaede. Kedua putri k embarnya bersikap sempurna selama makan malam, bersikap baik pada sepupu mereka, dan sopa n pada orangtua dan kakak sulung mereka. *** Saat ini Takeo menatap Kaede di bawah keremangan cahaya lentera, tampak lekuk tu lang pipi dan siluet istrinya. Jubah tidur membungkus tubuh Kaede yang duduk bersila di matras , tubuh rampingnya tampak putih samar-samar dengan selimut sutra. Takeo berbaring dengan kepala di pangkuan Kaede, merasakan panas tubuh istrinya, mengenang dulu ia sering berbaring seperti ini p ada ibunya saat kecil. Rambutnya dibelai lembut oleh Kaede sampai ke leher, me¬lemaskan syarafnya yang tegang. Mereka hanyut dalam perasaan cinta, tak lama setelah hanya berdua, nyaris tanpa kata¬kata, mencari kedekatan serta meleburkan diri dalam kesatuan, senantiasa begitu akrab. Mereka berbagi kesedihan atas kematian Kenji tanpa suara, atau perasaan terasing dari rahasia T akeo tentang Tribe atau pun kekhawatiran tentang putri mereka. Semua kecemasan ini kian membakar keintiman t anpa kata-kata dari hasrat mereka dan seperti biasa, ketika hasrat mereda, bak mukjizat, pemuli han pun terjadi: sikap dingin Kaede menguap; kesedihan Takeo seperti bisa dilalui. Banyak hal yang mesti dibicarakan. Pertama tentang kecurigaan terhadap Zenko dan alasan ia membawa kedua putra Arai ke rumah mereka. Halaman 107 dari 500

"Tentu kau takkan mengangkat mereka secara sah menurut hukum, kan?" seru Kaede. Tentu kau takkan mengangkat mereka secara sah menurut hukum, kan?" seru Kaede. "Bagaimana jika aku melakukannya?" "Aku menganggap Sunaomi seperti anak kandungku tapi Shigeko akan tetap menjadi pew arismu?" "Ada banyak kemungkinan: bahkan pernikahan, saat dia cukup dewasa. Aku tak ingin melakukannya dengan tergesa-gesa. Semakin lama kita menunda keputusan, semakin besar kemungki nan Zenko tersadar dan tenang. Tapi aku khawatir dia didukung Kaisar dan para pendukungnya di wilayah Timur. Kita harus berterima kasih pada penculikmu untuk hal itu!" Diceritakannya tentang penemuannya dengan Lord Kono. "Mereka mencap diriku sebag ai penjahat. Karena Fujiwara adalah kerabat Kaisar sehingga dia terbebas dari kejahatannya!" "Kuatnya tekadmu soal sistem keadilan mungkin telah membuat mereka ketakutan," k ata Kaede. "Karena hingga saat ini tak seorang pun berani mencela atau meng¬hukum orang seper ti Fujiwara. Aku tahu dia bisa saja membunuhku tanpa berpikir panjang. Tak seorang pun berani menolak perintahnya, tidak ada yang berpikir kalau apa yang dilakukannya salah. Perasaan laki¬laki tidak lebih berharga dari sebuah lukisan atau jambangan berharga karena dia bisa membunuh pere mpuan dengan entengnya seolah hanya menghancurkan salah satu hartanya aku nyaris tidak b isa mengung¬kapkan dengan kata-kata betapa sikapnya melemahkan keinginanku dan membuat tubuhku serasa lumpuh. Kini pembunuhan atas perempuan di Tiga Negara akan dihuku m sama seperti pembunuhan terhadap laki-laki, dan tidak ada orang yang bisa lolos dari keadilan hanya karena derajat mereka. Keluarga-keluarga ksatria kita lelah me nerimanya, namun di luar perbatasan kita, baik itu ksatria maupun bangsawan akan menganggap hukum sebagai penghinaan. "Kau mengingatkan betapa banyak hal yang dipertaruhkan. Aku takkan mengun¬durkan d iri seperti permintaan Kaisar, tapi aku juga tak ingin terjadi peperangan. Namun bila kita m emang harus berperang di wilayah Timur, maka makin cepat makin baik." Takeo menceritakan ten tang senjata api, dan misi Fumio. Tentu saja Kahei berpikir kita harus segera bersiap: kita punya waktu untuk membangun kekuatan sebelum musim dingin. Tapi di Terayama semua Guru Besar menen tangnya. Mereka mengata¬kan kalau aku harus pergi ke ibukota musim semi depan bersama Shige ko, dan semua masalah akan terpecahkan." Takeo mengernyitkan dahi. Kaede meng¬gosokkan jari di dahi Takeo, menghaluskan gar

is-garis kerutannya. "Gemba memiliki serangkaian tipuan baru," ujarnya. "Tapi kukira akan mem¬butuhkan lebih dari sekadar itu untuk meredam nafsu kekuasaan jenderal Kaisar, Saga Hideki, Si Pembu ru Anjing."** Keesokan harinya dilakukan persiapkan upacara pemakaman Kenji, dan mendiktekan s urat-surat. Minoru dibuat sibuk seharian, menulis surat untuk Zenko dan Hana bahwa Sunaomi t iba dengan selamat; surat kepada Sugita Hiroshi, memintanya datang ke Hagi secepat mungkin; surat kepada Terada Fumifusa, mengabarkan tentang kepulangan Takeo dan keberadaan putranya, F umio, dan terakhir surat kepada Sonoda Mitsuru di Inuyama, memberitahukan bahwa belum ada Keputusan mengenai nasib kedua sandera; masalah ini akan dibicarakan pada per¬temuan mendata ng. Kaede memberitahukan pada Takeo dan Minoru tentang semua masalah terbaru yang be rkaitan dengan kota Hagi dan penduduk¬nya. Minoru mencatat dengan hati-hati ten-tang Keput usan yang akan diambil. Di pengujung hari yang panjang, panas serta melelahkan, Takeo perg i mandi, dan me Halaman 108 dari 500

ngirim perintah agar putri kembarnya datang menghadapnya ke sanairim perintah ag ar putri kembarnya datang menghadapnya ke sana. Mereka menyelinap masuk ke air beruap dengan tubuh telanjang: badan mereka tak l agi seperti badan anak-anak, rambut mereka panjang dan tebal. Sikap mereka lebih tenang dari biasanya, jelas masih belum yakin apa¬kah Takeo sudah memaafkan tingkah mereka pada hari sebelumny a. "Kalian kelihatan lelah," kata Takeo. "Ayah berharap kalian bekerja keras hari i ni." "Shizuka galak sekali hari ini," Miki meng¬hela napas. "Dia bilang kami perlu lebi h disiplin." "Dan Shigeko memaksa kami menulis begitu banyak," keluh Maya. "Jika aku tidak pu nya jari seperti Ayah, apakah Lord Minoru akan menulis untukku?" "Ayah dulu belajar menulis, maka kalian pun begitu," sahutnya. "Dan menulis jauh lebih sulit bagi Ayah karena usia Ayah sudah lebih tua. Makin muda, makin mudah belajar. Bersyuku rlah kalian memiliki guru yang sangat baik!" Nada suaranya terdengar tegas. Miki memegang-megang bekas luka ayahnya yang melintang dari leher samping ke dada. Takeo bicara dengan suara lebih lembut. "Banyak hal dituntut dari kalian. Kalian harus belajar cara ksatria, begitu pula dengan semua rahasia Tribe. Ayah tahu itu tidak mudah. Kali an memiliki banyak bakat: kalian harus hati-hati menggunakannya." Miki berkata, "Karena kejadian pada kucing itu?" "Coba ceritakan," sahut Takeo. Si kembar saling bertukar pandang tanpa bicara. Takeo berkata, "Kalian adalah darah daging Ayah. Kalian ditandai, seperti juga A yah, sebagai Kikuta. Tidak ada yang tidak bisa kalian ceritakan pada Ayah. Maya, apa yang terjadi pad a kucing itu?" "Aku tak bermaksud menyakiti," Maya mulai bicara. "Jangan bohong," Takeo memperingatkan. Maya meneruskan, "Aku ingin melihat apa yang akan terjadi." Suaranya kedengaran serius; menatap lurus pada Takeo. Kelak Maya ingin menantang tatapan ayahnya. "Aku marah sekali dengan Mori Hiroki." "Hiroki menatap kami," Miki menjelas¬kan. "Semua begitu. Seolah kami ini setan." "Dia menyukai Shigeko dan tidak menyukai kami," tutur Maya.

"Sama seperti semua orang," ujar Miki, dan seolah diamnya Takeo melepaskan ses¬uat u dalam dirinya, Miki menangis. "Kami dibenci karena kami kembar!" Si kembar jarang menangis. Satu lagi sifat yang membuat mereka nampak tidak waja r. Maya juga menangis. "Ibu juga membenci kami karena ibu menginginkan anak laki¬laki , dan bukannya dua anak perempuan!" "Chiyo yang bilang pada kami," Miki menelan ludah. Takeo merasa hatinya remuk redam karena kesedihan. Memang mudah menya¬yangi putri sulungnya, tapi ia lebih menya¬yangi si kembar karena mereka tidak mudah disayangi , dan juga merasa iba pada mereka. "Kalian sangat berharga bagi ayah," sahut¬nya. "Ayah merasa gembira karena kalian kembar dan kalian anak perempuan. Ayah lebih senang anak perempuan ketimbang semua anak lak i-laki di dunia ini." "Saat Ayah ada di sini, kami merasa aman. dan kami tak ingin melakukan hal-hal y ang buruk. Tapi Ayah sering pergi jauh." "Ayah ingin mengajak kalian tapi tidak Halaman 109 dari 500

selalu bisa. Kalian harus bersikap baik bahkan saat Ayah tidak ada di sini." ela lu bisa. Kalian harus bersikap baik bahkan saat Ayah tidak ada di sini." "Orang-orang seharusnya tidak boleh menatap kami," ujar Maya. "Maya, mulai saat ini kau yang harus berhati-hati saat menatap. Kau sudah tahu c eritanya Ayah sudah sering ceritakan padamu tentang pertemuan Ayah dengan raksasa Jin-emon?" tan ya Takeo. "Ya," sahut mereka serempak dengan penuh semangat. "Ayah menatap matanya dan dia tertidur. Itulah sihir tidur Kikuta yang berguna u ntuk melumpuhkan musuh. Itulah yang kau laku¬kan pada kucing itu, Maya. Tapi Jin-emon bertubuh besa r, setinggi gerbang kastil serta lebih berat dari banteng. Kucing bertubuh kecil, dan masih muda, dan sihir tidur itu membunuhnya." "Kucing itu tidak benar-benar mati," tutur Maya, bergerak mendekati lalu bergela yut di lengan kiri ayahnya. "Kucing itu men¬datangiku." Takeo berusaha tak menunjukkan ke¬kagetannya, tak ingin membungkam putri¬nya. "Kucing itu datang tinggal bersamaku," ujar Maya. "Kucing itu tidak keberatan. Karena sebelumnya kucing itu tidak bisa bicara, kini dia bisa bicara. Dan aku pun tidak keberatan. Aku suka kucing itu. Aku suka menjadi kucin g." 'Tapi Jin-emon tidak mendatangi Ayah, kan?" tanya Miki. Bagi mereka hal ini tida k lebih aneh dibandingkan dengan kemampu¬an menghilang, atau sosok kedua, dan mungkin tidak leb ih berbahaya. "Tidak, karena akhirnya Ayah menggorok tenggorokannya dengan Jato. Dia mati kare na digorok, bukan karena sihir tidur itu." "Apa Ayah marah dengan kejadian kucing itu?" tanya Maya. Takeo tahu kalau mereka percaya padanya, dan ia tak ingin kehilangan kepercayaan itu, juga sadar kalau mereka bersifat pemalu layaknya hewan liar yang dapat kabur dalam sekejap. Terkenang masamasa penuh pen¬deritaan selama bersama Kikuta. kekejaman dalam pelatihannya. "Tidak. Ayah tidak marah," sahut Takeo dengan tenang. "Shizuka marah sekali," gumam Miki. "Tapi Ayah harus tahu semuanya agar bisa mel indungi kalian, dan menghentikan kalian agar tak menyakiti orang lain. Ayah adalah orangtua dan juga senior kalian dalam keluarga Kikuta.

Kalian berhutang kepatuhan pada Ayah dalam kedua hal itu." "Kejadiannya begini," tutur Maya. "Aku marah pada Mori Hiroki. Kulihat betapa sa yangnya dia pada kucing itu. Aku ingin dia membayar perbuatannya karena tidak mau menatap kami. D an kucing itu manis sekali. Aku ingin bermain dengannya. Maka kutatap matanya, dan aku tidak b isa berhenti menatapnya. Kucing itu lucu, dan aku ingin menyakiti Hiroki, dan aku tak bisa me ng¬hentikannya." Maya berhenti, menatap tak berdaya ke arah Takeo. "Teruskan," ujarnya. "Aku menariknya masuk. Dari tatapan matanya, melalui tatapan mataku. Kucing melo mpat masuk ke dalam diriku. Kucing itu melolong dan mengeong. Tapi aku tidak bisa berhenti men atapnya. Kemudian kucing itu mati. Tapi dia masih hidup." "Lalu?" "Lalu Mori Hiroki sedih, dan itu mem¬buatku senang." Maya menghela napas panjang, seolah habis susah mengingat pelajaran yang telah dihapalkannya. "Hanya itu. Ayah, sungguh." Takeo menyentuh pipi Maya. "Kau telah berkata jujur. Tapi kau tahu betapa mem¬bing ungkan perasaanmu. Pikiranmu tidak jernih, yang justru harus sebaliknya saat menggunaka n kemampuan Tribe itu. Saat menatap mata orang lain, kalian akan melihat kelemahan mereka. I tulah yang membuat mereka rapuh pada tatapan kalian." Halaman 110 dari 500

" "Aku tak ingin punya anak. "Lalu kalian takkan punya anak. kan?" tanya Maya." "Kuharap dia belum mati." kata Maya. Kita harus mengamati¬mu untuk mencari tahu. "Kelak kau pasti berubah pikiran. "Kami tidak harus menikah dengan Sunaomi. *** Pemakaman Kenji dilaksanakan keesokan harinya. kini lebih tenang." ujar Miki." "Mestinya Kenji tahu. Kini mereka bertiga menginspirasi dan melindungi orang yang masih hidup di dunia fana ini. "Terutama Sunaomi! Ayah tidak akan men gangkat Sunaomi sebagai anak. dan mulai menangis lagi. Kau akan harus menanggung akibatnya. yang tak lama kemudian menjadi tempat ziarah bagi ke luarga Muto dan anggota Tribe yang lain. Tindakanmu salah. juga Jo-An. "Kita berdua menikah saja. "Mengapa? Siapa yang mengatakan kalian harus menikah dengannya?" "Sunaomi mengatakan pada kami kalau dia ditunangkan dengan salah satu dari kami! " "Hanya kalau dia benar-benar nakal. Kalian membutuhkan laki-laki untuk bisa punya anak. tubuh mereka begitu mirip dengan tekstur dan warna kulit dirinya. dan kedua putri kembarnya yang belum bi sa dilindunginya dari kerasukan yang akibatnya pun belum bisa diperkirakannya. ka u membuat kesalahan. Kenji telah berpulang ke alam baka. Dan Takeo merasakan matanya pun menghangat." kata Maya di sela-sela isak tangisnya yang baru meleda k lagi. Shigeko bangu ." sahut Maya setuju. "Aku ingin menikah dengan Miki.* Musim hujan plum sudah selesai dan hawa panas musim panas dimulai." sahut Miki sepakat. "Dia menceritakan ten tang roh-roh hewan dan cara Tribe memanfaatkannya. Tapi kau harus ber¬janji pada Ayah untuk tidak menggunakan sihir tidur Kikuta pada orang lain sampai Ayah ijinkan." sahut Takeo. "Aku benci anak-anak. "Ayah tidak tahu."Apa yang akan terjadi padaku?" tanya MayaApa yang akan terjadi padaku?" tanya M aya. seperti juga Shiger u. sambil tertawa cekikikan. menangisi kepergian gurunya. Kedua putrinya berada di dekatnya." ujar Miki. dan batu nisan didirikan untuknya di kuil Hachiman di sebelah Tokoji. kan?" "Ayah tak membutuhkan anak laki-laki. "Sebagai hukuman!" "Aku tak ingin ditunangkan dengan siapa pun." Takeo menggoda." sahut Takeo." sahut Miki.

Halaman 111 dari 500 . meringkik saat meli hat¬nya dan menunjukkan tanda sayang. mengajarin ya sopan santun. sedangkan kuda jantan mulai bisa menerima kehadiran Shigeko.n sebelum matahari terbit dan pergi ke kuil di tepi sungai untuk menghabiskan waktu ber¬sama si kuda hitam jantan saat udara masih dingin. Dua kuda betina tua menggigit dan menendang.

Hari-hari yang panas berlalu. Takeo selalu menyempatkan waktu bersama mereka. tempat dia menjalankan pemerintahan wilayah milik ibu Shigeko dan suatu kelak akan menjadi miliknya. Anak-anak berenang di laut dan melanjutkan pelajar an dan pelatihan dengan gembira karena sang ayah sudah pulang. karena usianya sudah dua puluh enam tahun dan belum beristri. serta hembusan lembut angin dari laut membuat kediaman terasa dingin." jawab Shizuka. "Kuda ini mulai menyayangiku. berapa usia kedua putramu saat mereka menikah?" "Zenko delapan belas tahun. Kedatangannya terasa seperti kemb alinya kakak lakilaki bagi ketiga gadis itu. Bagi Shigeko. "Shizuka." "Kuda ini sudah siap dijinakkan. "Tapi Anda jangan mencobanya dulu ." komentar Mori Hiroki. Dia tidak pernah melakukannya pada siapa pun. pada malam-malam yang hangat ket ika langit hitam kelam dan bintang¬bintang terlihat membesar. Hal ini t ak bisa dijelaskan." sahut Shigeko." ujar Hiroki. dan Taku tujuh belas tahun. yang pasti jangan seorang diri. Menunggu hingga bisa bicara berdua pada Shizuka. "Tidak t erlalu muda. memer¬hatikan kuda jantan itu menggesek-gesekkan kepalanya di bahu Shigeko. Dinamainya kuda itu Tenba karena ada sesuatu bersifat surgawi pada kuda itu. Shigeko berharap membaca kala u Hiroshi sudah menikah. dan sewaktu berderap mengelilingi padang rumput. Setiap kali menerima surat."Dia tidak pernah melakukannya pada siapa pun." komentar Mori Hiroki. memer¬hatika n kuda jantan itu menggesek-gesekkan kepalanya di bahu Shigeko. tapi dia hanya setengah mengakui kalau dia lega saat Hiroshi berkuda ke Hagi seo rang diri. Meskipun urusan pemerintahan membu atnya sibuk." Lalu pi kiran itu terbersit di benaknya. peristiwa besar selanjutnya di musim panas adalah kedatangan Sugit a Hiroshi dari Maruyama. Shigeko membuka topik pembicaraan dengan santai. Aku sudah terlalu tua dan lamban." . Hiroshi akan datang ke Hagi Kami bisa menjinakkan kuda ini bersama-sam a. "Aku ingin berikan untuk ayahku. sedangkan ayah Anda terlalu sibuk. Hiroshi tinggal bersama keluarga Otori sampai usia dua puluh tahun lalu pindah ke Maruyama. kuda itu tampak seolah terbang. "Ayah tak memiliki kuda yang di sukai sejak Shun mati." bantah Shigeko." "Tapi harus aku lakukan. Dan Ayah bisa menungganginya saat kami me¬lakukan perjalanan ke Miyako. dan tidak menyebut istri atau tunangan yang ditinggalkan di Maruyama.

"Dan usia Taku dan Sugita sebaya. sudah pasti ayahmu akan menikah¬kan mereka. namun dia tak punya tanah warisan nya sendiri. tapi sudah menjadi rahasia umum kalau Hiroshi tak dapat menghapus kekecewaannya. Hiroshi jatuh cinta pada Hana sehingga tak mau men ikah lagi? "Bila ada unsur persekutuan pada diri mereka. Halaman 112 dari 500 . Dia akan menyerahkan Maruyama padamu tahun ini. "Tapi posisi Hiroshi itu unik. "Kukira ketiganya berharap bisa menikahi Hana. Kedudukannya kurang tinggi." kata Shigeko. "Tapi aku terpak sa harus mencarikan istri untuknya! Apakah dia memiliki perempuan simpanan?" "Kurasa ada." Shi zuka tertawa. Taku ber¬hasil mengat asi patah hatinya." sahut Shizuka. Terutama Hiroshi yang selalu mend ambakan menjadi suami Hana: dia amat mengagumi ibumu dan meng¬anggap Hana mirip dengannya. kan?" "Ya." sahut Shigeko. setengah ingin meneruskan pembicaraan. dan setenga h tercengang dengan rasa sakit di hatinya. "Kebanyakan laki-laki memiliki perempuan simpanan!" "Ayahku tidak." ujar Shigeko." "Kuharap dia akan terus mengabdi padaku di sana. dan mereka lahir di tahun yang sama bibimu Hana juga lahir di tahun itu. dan itulah alasannya dia tidak menikah." "Sungguh aneh." tutur Shizuka. Kedekatannya pada keluargamu hampir seperti anak laki-laki di keluarga ini.

" "Mungkin perempuan lain tidak menarik perhatian mereka." sahut Shizuka. "Sayang sekali para gadis tidak dibolehkan memiliki kekasih layaknya anak laki-l aki. dan hanya bicara langsung pada Shigeko satu atau dua kali. "Dan ayahmu akan memilih jodohmu dengan bijaksana." Tatapan mata Shizuka menerawang jauh. Satu atau dua kali Shigek o merasa kalau laki-laki itu menatapnya. "Mereka harus sedikit lebih bijaksana." Tatapan mata Shizuka menerawang jauh. pernikahan. itu pun dengan sikap form al. Hal itu agak menenangkannya: mereka selalu menjadi teman se . me nggoda si kembar dan memuji Kaede. Aku hanya ingin tahu seperti apa: hal-hal yang dilakukan laki -laki dan perempuan bersama. begitu pula Lord Shigeru. dan ingat kalau." seru Shigeko. rambutnya tebal dan hitam p ekat. Tubuhnya tidak terlalu tinggi."Memang tidak. cinta." "Tak menikah pun aku sudah bahagia. ekspresinya tenang. Shigeko? Kau sudah leb ih dewasa dari yang kukira?" "Tentu saja tidak. "Ingin tahu mengapa mereka sangat ber¬beda dengan laki-laki lain. penuh optimisme tentang panen yang akan datang dan dengan bersemangat menceritakan hasil teknik inovasi dalam melatih kuda dan manusia. Dia tidak mirip orang yang dimabuk cinta. Memang tidak. seperti diri nya. Mengin gatkan Shigeko pada wajah guru-gurunya di biara saat bermeditasi. Tampak suasana hatinya sangat baik. Bahkan ayahmu memilih dengan sangat teliti. Dan kurasa mereka tak in gin membuat orang yang mereka sayangi tersiksa rasa cemburu. "Apakah ada orang yang kau sukai. tertawa. malah hampir tak bersahabat. aku ingin tahu apakah dia bisa menemukan orang yang cukup baik." Shigeko mengamati Hiroshi malam itu saat makan malam. Hiroshi selalu me¬manda ng ke arah lain. berkelakar dengan Takeo dan meng¬ingatkannya tentang mund urnya pasukan saat badai topan dan pertempuran merebut Hagi. kira-kira setinggi ayahnya tapi lebih tegap dan d engan wajah lebih gemuk. Saat itu wajah Hiroshi tak bersemangat." katanya. tapi ia tahu kalau ini tidak sepenuhnya benar. begitu pula Lord Shigeru. Bentuk matanya panjang dan ekspresinya hidup." sa hut Shizuka. Sejak mulai beranjak dewasa ditemukan ia gelisah dengan keinginan disentuh lakilaki." "Cemburu adalah perasaan yang menakut¬kan. Hiroshi dilatih dengan Ajaran Houou. tapi saat ia melihat ke arahnya." 'Tapi untungnya kau masih terlalu muda untuk mempunyai perasaan semacam itu.

meskipun hubungan mereka tak bisa lebih dari itu.perjuangan. Hiroshi ber¬tanya padanya tentang kuda muda itu karena Shigeko pernah menyuratinya tentang masalah itu. kemudian ber¬kata. Dia hanya menganggapku sebagai adik. cahaya cerah dan keemasan. Halaman 113 dari 500 . dan berani berdebat dengan Shig eko seperti yang sering dilaku¬kannya lima tahun silam. Mereka berjalan berdampingan menyebe¬rangi jembatan batu. dan sikap kaku Hiroshi perlahan luruh. "Datanglah ke kuil besok pagi dan kau bisa lihat sendiri." Nada suaranya terdengar dingin. Shigeko men¬cerit akan tentang kuda itu. Tepat sebelum beristirahat. rambutnya diikat ke bel akang dengan tali. Sebaliknya. mengenakan celana panjang dan pembalut kaki. seperti yang sering mere ka lakukan ketika Shigeko masih kecil. Udara terasa tenang. Dia berpakaian untuk menunggang kuda. Hiroshi selalu memahami dan me ndukungnya. Sesaat Hiroshi ragu-ragu. dan hanya bersenjatakan tongkat pendek yang disembunyikan. dan kata-katanya resmi. sama seperti pada si kembar. d an pedang di sabuknya. Ijinkan aku meng awalmu. Shigeko mengenakan pakaian yang hampir serupa. tapi hari ini Hiroshi menyuruh mereka pergi." sahut Shigeko. Biasanya dua penjaga kastil mendampingi Shigeko. per¬debatan ini bagi Shigeko sama mengecewa¬kannya dengan sikap resmi laki-laki itu. saat matahari terbit di atas pegunungan dan mengubah permukaan tenang sungai menjadi cermin yang berkilauan memantulkan dunia yang tampak lebih nyata ketimbang dunia yang mereka lalui. "Dengan senang hati.

" "Nantinya kuda ini juga akan percaya padaku. "Jika bisa dijinakkan. Shigeko terkejut sewaktu melihat s ekilas ke arah Hiroshi. kuda itu berderap ke arah Shigeko. pinggul bagian samping dan di bagi ." sahutnya pelan. "Itu sebabnya aku dipanggil. kegelapan dan cahaya. Kelembutan saja tak bisa menjinakkan kuda seperti ini." ujar Shigeko." Ajaran Houou merupakan ajaran tentang unsur-unsur laki-laki dan perempuan: kekua tan yang lembut. Mereka memulainya pagi itu. sekitar telinga. "Kuda ini menakutkan sekaligus tampan. kan?" "Ada awan badai di kaki langit. tapi telinganya berdiri tegak dan memutar bola matanya saat melihat Hiroki. Setelah beberapa saat. bayangan dan matahari. Dibutuhkan jug a kekuatan serta ketegasan seorang laki¬laki. membe ranikan diri menggoda. dia bisa menjadi kuda perang yang luar biasa." "Aku ingin menghadiahkannya kepada Ayah. di kepala. Kita akan menjinakkannya bersama-sama." ujar Hiroshi. membiasakan si kuda dengan sentuhan Hiroshi. Shigeko bicara dengan sikap canggung. yang tersembu nyi serta yang terungkap. sebelum hawa panas semakin kuat. jadi aku harus ada di sini te rus. "Bukan hanya melihat kudamu. dengan cara yang pernah diajarkan pada kita. "Tapi aku tak ingin ayah membawanya ke kancah pertempuran! Sekarang kita dalam kedamaian. wajah laki-laki itu agak memerah hingga ke lehernya." Tadinya aku berharap kau datang untuk melihat kuda milikku!" kata Shigeko. welas asih yang kuat. dan kepercayaan itu tak boleh dihancurkan. belajar ketrampilan menjinakkan dan mengembang¬biakkan kuda." sahut Hiroshi. "Kuharap kau ada wa ktu untuk membantuku menjinakkannya." seru Hiroshi. Aku tak ingin orang lain yang melakukan¬nya kuda ini perc aya padaku. Tenba mendengar suara Shigeko dan meringkik. Ketika mereka menghampirinya. belajar ketrampilan menjinakkan dan mengembang¬biakkan kuda. ahari pagi menyinari kuil tua: Hiroki sudah siap dan Hiroshi menyambutnya dengan gembira karena dia menghabiskan masa kecilnya dengan orang tua itu.Matahari pagi menyinari kuil tua: Hiroki sudah siap dan Hiroshi menyambutnya den gan gembira karena dia menghabiskan masa kecilnya dengan orang tua itu. "Aku akan ke sini k apan saja ayahmu tak membutuhkan diriku.

Kemudian mereka menempatkan pita halus di sepanjang punggung hingga ke leher." tutur Hiroshi. ketika kuda jantan itu dihadiahi wortel dan Shige ko serta Hiroshi disajikan teh dingin." Wajah Shigeko bersinar. dia berkata. "Kita akan ber¬hasil menjinakkannya. lebih bisa diandalkan dalam pertempuran. namun patuh pada cara mereka menanganinya. kuda-kuda dijinakkan dengan paksaan. membalas senyuman Shigeko dengan sik ap hangat. Mori Hiroki mengamati mereka dengan sikap setuju. "Mereka jauh le bih patuh dibandingkan kuda-kuda lain. dan dengan stamina yang lebih kuat." "Itu sebabnya mengapa kuda-kuda Otori termashur.* Halaman 114 dari 500 . te rakhir mengikat dengan longgar satu pita lagi di hidung dan kepalanya tali kekang pertamanya. seringkah dengan kekerasan. dan setelah itu. kan?" "Aku tak meragukan hal itu. Namu n ayahku selalu percaya pada pendekatan yang lembut. Hewan-hewan dipukul agar patuh. Tenb a berkeringat dan kulitnya menggigil. karena mereka tidak membuang tenaga melawan si penunggangnya dan ber usaha berlari dengan cepat! Aku selalu menggunakan metode yang kupelajari darimu. "Wilayah lain di Tiga Negara dan di luarnya." sahut Hiroshi.an bawah perutnya.

mantan kepala perompak yang kini memelihara dan mengawasi armada kapal pe rang maupun kapal dagang sehingga Tiga Negara termashur dalam perdagangan dan keamanan dari serangan lewat laut. Ayah dari sahabatnya. da n membuat kediaman itu tampak mewah dan memesona dilihat dari kastil. tempat cuaca yang tidak biasa Fumio. Eriko menyukai lukisan. Kaede. terkadang mengkhawatirkan masa depan dan statusnya yang masih melajang. tak lama setelah Festival Tanabata. dan tanaman obat yang dibawa Ta teman yang disenangi Takeo dan Kaede. namun hanya menunjuk kan sedikit ke¬lemahan karena usia. Ku rir pergi atau berkuda menyampaikan pesan antarkota. keberanian dan peng etahuan Terada. . Bangunan itu berada di dekat kawah gunung membuatnya dapat menanam tanaman eksotis yang dibawa bib Ishida. Kini Terada berusia kira-kira lima puluh tahun. Setelah pertempuran merebut Hagi dan gempa bumi. Pemah terdengar olehnya desas-desus kalau Hiroshi tergila-gila pada Hana. dan memikirkan pas angan yang cocok dan berguna bagi pemuda yang telah mengabdi dengan setia padanya sejak mas ih kecil. taman dan benda-benda yang indah: dia menulis puisi dengan goresan kuas yang indah. tidak hanya di Hagi tapi di seluruh Tiga Negara. dan kejatuhan para paman Shigeru adalah keinginan terbesarnya. Takeo.Takeo mengetahui kerjasama putrinya dengan Sugita Hiroshi dalam menjinakkan si k uda jantan hitam meskipun tidak mengetahui kalau kuda itu akan dihadiahkan padanya karena dia mengetahui hampir segalanya. Fumio. Shigeko dan Hiroshi pergi melintasi teluk menuju kediaman Terada Fumifusa. Di satu senja yang panas pada bulan ketujuh. ia tid ak percaya begitu saja. Eriko. seumur. Sifatnya yang artistik membuatnya menjadi Putri sulung Terada akrab dengan Shigeko karena mereka berapi. Takeo sangat meng¬hargai ketajaman otak. Takeo mengira Hiroshi sudah seperti kakak bagi putri nya. sepupu keluarga Endo. mengenal karakter Hiroshi yang kuat dan kecerdasannya namun Hiroshi menghin dari semua calon yang diajukan. Terada tidak memedulikan harta benda indah yang diperolehnya saat menjadi peromp ak dendamnya pada pemimpin Klan Otori menjadi penggerak kekuatannya. Akhirnya ia memutuskan untuk memperbarui usahanya mencarikan istr i bagi Hiroshi dari keluarga ksatria di Hagi. dan burung¬burung dara digunakan untuk mengi rim kabar darurat dari kapal di laut. dia mem¬bangun kembali rumah lamanya yang dirancang oleh putra dan menantunya.

Irama kata¬kata dan tawa ber baur dengan suara air. lal u mengapungkannya di atas nampan kayu kecil untuk dibaca pengunjung di paviliun se belahnya. menghilangkan kecemasannya serta meringankan kesedihannya. namun Eriko hampir menandinginya. menyaingi warna-warni kupu-kup u yang beterbangan di antara bunga. Kolam dipenuhi warna ungu muda dan bunga teratai putih kekuningan. dan bunyi tenang air yang mengalir memenuhi udara. Eriko memperkenalkan permainan lama di mana para tamu harus menggubah puisi. serangga serta burung membuat diri Takeo merasakan kebahagiaan murni yang jarang dirasakannya. dengan pengetahuan luasnya tentang kiasan klasik dan kemam¬puan berpikir cepat. dan jangkrik berderik tia da henti.Paviliun kecil dibangun di atas sungai kecil di taman. Udara terasa harum oleh aroma adas manis dan jahe. Semua tamu mengenakan jubah musim panas berwarna cerah. Mereka bersaing penuh persahabatan. dinaungi pepo honan aneh dari Kepulauan Selatan yang mirip kipas. Cangkir-cangkir sake juga diapungkan di permukaan air yang mengalir pelan. Kaede mahir dalam membuat puisi semacam ini. Halaman 115 dari 500 . Burung tekukur menyerukan nyanyiannya yang memecah kesunyian. dan s esekali satu atau dua tamu mengambilnya lalu diberikan kepada temannya.

Kemudian pesta itu ditutup dengan perasaan gembira. Muto Sh izuka. tapi Takeo kini s adar akan panasnya cuaca sore ini. Semua orang mendongak ke atas mengamati." Diambilnya lembaran kert as yang dilipat. Seorang pelayan keluar dari rumah. Kaori .Takeo tengah mengamati Hiroshi yang duduk bersama Shigeko dan putri Eriko. mungkin kepakan sayap burung. Begitu sampai di beranda. di paviliun sebelah. "Kita harus persiapkan dewan p¬eperangan. ayah dan anak. di paviliun sebelah. Burung-burung dara melayang di atas kepala menuju kandang. Kaede dan Shigeko. ada suara lain. Sewaktu kawanan itu mendekat.." ujarnya. Usia Kaori cukup dewasa untuk dinikahkan: mungkin dia bisa menjadi pasa ngan yang cocok bagi Hiroshi. dari peluh di ketiaknya. tuntutan . "Kita akan bertemu besok dan me¬mutuskan apa yang dilakukan. Sugita Hiroshi. Namun di sela-sela tawa dan semua suara lain di senja yang damai ini. semakin jelas terlihat kalau itu ad alah kawanan burung dara yang kembali ke kediaman Terada. Takeo. terbuat dari sutra. Senjata sudah di tangan Saga. "Gagal. Kaori. Mereka berdua berdiri bersamaan. Terada melihat ke arah Takeo dan membuat isyarat dengan kepala. meminta maaf pada para tamu. tapi arah datangnya kawanan ini membuat ia gelisah karena di tenggara terbentang kota beba s Akashi. akeo tengah mengamati Hiroshi yang duduk bersama Shigeko dan putri Eriko. Kaori mirip ayahnya: tubuh berisi serta sehat. Terada berkata. lebih ringan dari bulu. Burung-burung selalu kembali kemana pun semua kapal Terada yang membawanya. Miyoshi Kahei." Dewan terdiri dari Terada. Usia Kaori cukup dewasa untuk dinikahkan: mungkin dia bisa menjadi pasa ngan yang cocok bagi Hiroshi. Takeo menceritakan tentang pertemuannya dengan Kono. "Pesan dari putra¬ku. mendengar suara yang menyambut keang¬gunan dan kepandaia nnya. Did engarnya suara Kaede saat membaca. tempat mereka menetas. Ia men¬dongak menatap langit dan melihat sekawanan kecil bin tik jauh di arah tenggara." Takeo melihat dari bayangan beranda ke arah pemandangan yang indah di taman. Segera kembali.. ber¬lutut di belakang Lord Terada lalu berbisik padanya. derik kasar suara jangkrik.. Kaori dan Shigeko tengah tertawa melihat usaha Hiroshi. nanti akan dibicarakannya dengan Kaede. lalu pergi bersama si pelayan itu ke dal am rumah.

"T api aku tak menarik kembali saranku. tapi aku tak percaya kau tega memerintahkan untuk membunuh anak-anak. Aku lebih memilih untuk memercayainya. "Aku tak bisa menyerangnya sebelum dia menyerang." Kemudian teringat kalau Zenko adalah putra Shizuka. denga n harapan Halaman 116 dari 500 ." sahut Kahei. dan dia pun meminta maaf. "Kapalmu juga bisa memblokade Akashi. "Sementara Zenko me¬rongrong di Bara t. Miyoshi Kahei ingin bertindak cepa t: membangun kekuatan militer selama musim panas. "Kami rasa ini dapat membuatnya p atuh." tuturnya pada Terada. kematian Arai Zenko dan Lord Kono lalu diikuti denga n pemusatan pasukan di perbatasan wilayah Timur yang bisa tiba lebih dulu di ibukota saat mu sim semi." ujarnya pada Takeo. mengalahkan si Pemburu Anjing dan membujuk Kaisar untuk mem¬pertimbangkan lagi ten tang ancaman serta penghinaan atas Otori. Takeo." "Dia tak bisa dianggap sebagai sandera. "Pelabuhan itu haru s dalam kendali kita untuk mencegah ancaman Arai. kau tak mungkin meng-hadapi ancaman dari wilayah Timur." "Putra Zenko ada di tangan kita. Aku tak ber¬maksud menghinamu.Kaisar. Orangtuanya tahu kalau putranya aman bersamamu layaknya berada di tangan ibunya sendiri!" "Zenko sudah bersumpah sekali lagi bahwa dia akan tetap setia padaku." tutur Kaede." tutur Tak eo. jenderal baru dan senjata yang diselundupkan. "Inti dari adanya sandera yaitu siap mencabut nyawa mereka.

Aku tak akan membawa perang saudara di Tiga Negara. Aku tak akan membawa perang saudara di Tiga Negara. seperti Kahei. Dan kita harus berusaha untuk mempertahankan kedamaian melalui perundingan." tutur Shizuka. "Bila tidak menyerang sekarang." ia layak mendapatkannya. Gemba. bubuk mesiu dan bijih besi. Dan kita harus berusaha untuk mempertahankan kedamaian melalui perundingan. "Itu saranku. dan yang lainnya di Terayama menganjurkan untuk menenang¬kan Kais ar dengan berkunjung ke Miyako tahun depan. yang me mbenci para pedagang yang semakin kaya raya dan makmur. "Kakakmu. "Beliau punya alasan." Terada tampak merindukan masa ketika kapal-kapal milik¬nya mengendalikan semua perdagangan di sepanjang garis pantai utara dan barat. Kita harus membangun kekuatan prajurit pejalan kaki yang membawa senjata api. kelak akan terlambat. wajahnya suram. Kahei dan banyak ksatria lainnya." "Klas pedagang mulai semakin kuat hingga menjadi berbahaya. memperkuat pasukan di wilayah Timur. " "Bagaimana denganmu?" Takeo bertanya pada Hiroshi yang hingga saat ini belum bic ara. Ini akan meredam rencana serangan apa pun di pihaknya. Bakal sulit bertempur tanpa dukungan itu. Kirimkan pesan pada Kaisar bahwa Anda akan datang berkunjung. "Tindakan semacam itu akan membuat geram pedagang kita sendiri. Menur ut seni perang memang itu yang terbaik." Kahei menggelengkan kepala." "Saat itulah Saga Hideki akan memper¬senjatai pasukannya dengan senjata api." ujar Kahei. Setid aknya biarkan kami mendekati Akashi dan mencegahnya memperdagangkan bubuk mesiu. menyiapkan serangan tapi tidak menyo lok." ujar Terada. Karena kalau tidak. Tapi aku harus tunduk pada kearifan para Guru Ajaran Ho uou. Mereka telah menghina. dan melatih m ereka untuk menghadapi prajurit yang hampir sama kekuatannya karena sudah pasti tahun depan Saga telah . Take o tahu kalau itu sudah lama dikeluhkan Terada. Miyoshi." kata Hiroshi. Aku menganjur kan. "Aku memahami pandangan Lord Miyoshi." gerutu Terada. Kita akan beri mereka pelajaran. "Aku setuju dengan Miyoshi.dia layak mendapatkannya. Se mua pedagang di Akashi sudah lupa daratan. kau akan lang¬sung menuju ke kematian!" "Aku mendukung tindakan yang tegas. "Dan kita mengandalkan mereka untuk mendapat persediaan.

maupun pengumuman atas penunjukkan S hizuka sebagai ketua Tribe. Minoru yang selalu meng¬ikuti dengan membawa peralatan menulis. Takeo sering bertemu Shizuka yang tinggal di kastil untuk menema ni Kaede atau putri-putri-nya. atau ambisi apa pun untuk menyingkirkan Anda. Halaman 117 dari 500 . Hal itu tak bisa kita cegah."* Selama di Hagi. Beberapa hari setelah pertemuan dewan perang." sahut Shigeko. "Shigeko?" "Aku sependapat dengan Lord Hiroshi. pikir Takeo. menyingkir agar mereka bisa bicara berdua saja. se olah kebetulan. Tidak ada pertemuan resmi." Hiroshi memang ahli strategi yang handal. "Jika aku ikut dengan Ayah ke Miyako. Sementara untu k adik ipar Anda. kurasa ikatan keluarga akan menjadi lebih kuat ketimbang dendam apa pun yang dip endamnya pada diri Anda. kurasa Ajaran Houou akan menang.memiliki senjata dalam jumlah besar. Bahkan sejak dia masih ke cil! Takeo berpaling ke arah putrinya. di pagi hari Festival Tanabata. Sekali lagi aku menganjurkan agar jangan tergesa¬gesa. bahkan untuk menghadapi Kaisar. dan jangan bertindak terburu-buru. mereka berjumpa saat Takeo hendak ke kastil.

"Aku ti dak ingin mereka merasa bebas pergi ke mana saja sesuka hati. Cuaca sedang cerah: mestinya mereka datang tid ak lama lagi. "Cari gadis pandai yang bisa menjadi pelayan mereka. yang menguasai bahasa Sh in dan Tenjiku agar bisa membaca karya klasik. Ia tak ingin bertemu Madaren. "Kau pasti menantikan kepulangan suamimu." ku dapat pesan dari Taku. Cuaca sedang cerah: mestinya mereka datang tid ak lama lagi." sahut Takeo. Tapi me¬nurutnya kau harus diberitahu. Ishida dan Chikara meninggalkan Hofu saat bulan purnama terakhir. "Tadi malam. anehnya justru membuatnya bahagia. bersama penerjemah mereka perempuan itu. Takut pada kesulitan yang pasti mun cul dengan kehadiran adiknya itu. "Apa lagi?" "Ternyata Zenko memberi ijin orang asing ikut bersama mereka. pikiran kalau ia akan mengurangi satu rahasia lagi dari istrinya. "Baiklah. Dan kita akan mengatur agar . ia merasa tidak nyaman atas kemunculan adiknya. Dua dari mereka be rada di kapal. dan awasi terus mereka." "Menyebalkan. tapi bila ia harus menggunakan jasa penerjemah." Takeo berpikir cepat.. serta ber¬pura-pura terkesan atas hadiah tidak berharga mereka. Penerjemah mereka harus meng¬aja ri kita saat dia di sini. Takeo memikirkan Kaede yang mampu belajar dengan cepat. karena tak ada alasan mengapa kabar ini harus dirahasiakan. Ia akan minta Kae de mempelajari bahasa orang asing dari Madaren." Lalu Take o berkata. "Apa tujuan mereka?" "Taku tidak mengatakannya. "Kita ter¬paksa menerima mereka dengan segala macam up acara dan kemegahan." ujar Shizuka pelan."Aku dapat pesan dari Taku. Adakah orang lain yang bisa bicara bahasa merek a?" Shizuka menggelengkan kepala." sahutnya.. dan akan menceritakan bahwa si penerjemah itu a dalah adiknya. Aku lebih suka mengurung mer eka di satu tempat: Hofu tempat yang sangat bagus untuk itu." ujar Shizuka pelan." "Itu kabar baik. "Tadi malam. Carikan tempat yang tidak nyama n untuk mereka tinggal. seseorang harus mempelajari secepatnya. sastra dan kitab suci." Takeo mengernyitkan dahi." pintanya pada Shizuka. "Bi arkan gadis itu berusaha sekuat tenaga memahami apa yang mereka katakan. Ishida dan Chikara m eninggalkan Hofu saat bulan purnama terakhir. maka seba iknya memang adiknya orang yang memiliki hubungan dengannya.

Kau juga. semakin baik. Dia baru akan berangkat bersama Lord Kono untuk menginspeksi harta kekayaan." "Bagus." ujar Takeo.pelajaran diadakan di sini. dan sudah menyusun daftar istilah ilmiah dan medis. Menurutku. Biarkan dia melanjutkan pekerja¬an ini bersama mereka. Dan lihat apa kau bisa cari tahu lebih banyak lagi dari suamimu tentang tujuan mereka yang sebenarnya." *** Kapalnya terlihat di laut dua hari kemudian. Semakin banyak yang bisa kita pelajari. dan kedekatan mereka dengan Zenko. Shigeko mendengar lonceng dari bukit di Halaman 118 dari 500 . " Dia bisa menumpang kapal yang sama. dan mengabari keputusan kita pada Taku. hanya sedikit frustrasi terjebak di wilayah Barat ." sahut Takeo." "Kau bermaksud untuk belajar." "Aku sudah terlalu tua. "'Tapi." sahut Shizuka seraya tertawa." "Taku baik-baik saja?" Takeo menyuara¬kan pikiran yang muncul kemudian. "Sepertinya begitu." "Begitu? Maka Hiroshi sebaiknya ada di sana untuk bertemu mereka. sepupu?" "Aku meragukan kemampuanku. dan ber¬maksud mela njutkan dari sana ke Maruyama. Ishida cukup ber¬minat. "Tapi aku yakin Kaede pasti mampu.

" Aku kede nga ran seperti anak kecil. tidak kepadaku?" "Ayahmu tidak mengatakannya. pikirnya." sahut Hiroshi dengan suara lebih lembut.atas kastil berdentang sewaktu dia dan as kastil berdentang sewaktu dia dan Hiroshi menjinakkan si kuda jantan." Dia membicarakan tentang dirinya sendiri dan Hana. Dia harus menikah. "Aku tak boleh membocorkan rahasia Lord O tori. berarti aku harus segera kembali ke Maruyama. Tenba menerima sedikit dan membiarkan Shigek o menuntunnya dengan tali kekang halus. "Saat masih kecil aku suka sekali Festival Tanabata. percikan sinar bintang. Dia sudah mend erita begitu lama. pikir Shigeko." ujar H iroshi. s atu malam selama tahun ketika seorang Puteri dan kekasihnya bisa bertemu menyeberangi jembatan aj aib yang dibangun burung magpies. "Kau tahu apa hadiahnya?" "Itu rahasia!" sahut Hiroshi menggoda. . "Kuda! Atau mungkin anak singa! Bebe rapa hari ini cuaca cerah. tidak dalam kehidupan nya ta. "Ada kapal datang. atau beban a pa pun di punggungnya selain kain berlapis yang masih membuatnya ber¬gerak mundur dan menend ang." tutur Hiroshi." kata Shigeko." sahut Hiroshi." "Mengapa ayah hanya mengatakannya padamu. "Aku dengar dia membicarakan itu. "Kuharap itu kapal tabib Ishida." seru Shigeko dengan gembira. Aku gembira bila cuaca cerah saat Festival Tanabata. Dia akan melupakan Hana jika dia memiliki istri dan anak. "Secepat itu!" Shigeko tidak bisa menahan seruannya. Karena tak ada yang namanya pasangan pengantin impian." "Pasti hewan. ber¬usaha melihat tapi sia-sia menentang silauny a matahari pagi. tapi mereka belum mencoba menaruh pelana. pikir Shigeko. dia memperlakukan aku seperti anak kecil. "Tapi kini hal itu membuatku sedih. kesal pada dirinya sendiri. Nam un Shigeko tak bisa memaksa dirinya untuk menyarankan agar Hiroshi menikah." Shigeko ingat keindahan malam tanpa bulan yang tenang. "Ayah bilang tabib Ishida membawa hadiah istimewa untukku tanpa mengatakan apa hadiahnya." "Kalau benar itu kapalnya. "Hanya sa ja dia mengharapkan cuaca cerah dan per¬jalanan yang tenang untuk hadiah itu. kemudian merasa malu.

Ku da jantan itu membiarkannya mendekat. Tapi mu ngkin putri itu mirip denganmu. dan sesaat Shigeko menyadari kekuatan pemuda itu. Mereka berdiri b erdekatan. menerjang tubuh Shigeko dengan bahu. "Kau tidak apa-apa? Kuda itu tidak menginjakmu. sekali lagi bersikap dingin dan formal. Ayah pasti ingin mengadakan upacara untuk itu."Dulu aku suka membayangkan Putri Bintang dengan wajah ibumu. An gin sepoiHalaman 119 dari 500 . Shigeko hampir terjatuh. dan hasratnya begitu kuat hingga mengejutkan dirin ya sendiri untuk dipeluk pemuda itu. yang berjalan di antara mereka berdua. "Kukira sudah cukup untuk hari ini. tap i entah bagaimana Hiroshi berhasil menjatuhkan tubuhnya di antara Shigeko dan kuda itu. tiba-tiba perasaannya bergejolak. tidak bersentuhan." sahut Hiroshi. Kita buat Tenba berjalan pelan lagi. mendadak ketakutan dan melompat mu ndur saat seekor burung merpati terbang dari atap kuil sehingga menarik pita yang dipegang Shigeko. Kuda itu berlari dengan langkah panjang. Hiroshi bertanya. tapi Tenba masih bertingkah tidak karuan. da n melompat lalu terjatuh." "Tentu. dan Hiroshi menuntunnya mengembalikan kepada Shigeko. Secepatnya Shigeko me-nenangkannya. kan?" Shigeko menggelengkan kepala. Shigeko menemukan lagi suaranya. Lalu ak u harus pulang untuk bersiap menerima hadiah. tali kekangny a berayun¬ayun. Lady Shigeko. menjinakkan kuda-kuda di surga." Tenba." tuturnya.

pelacur kelas tinggi yan g pemah menghibur Lord Shigeru. mengatakan kalau merasa kurang seh at. Namun. Takeo sudah pergi lebih dulu bersama Sunaomi. aroma semak wangi yang ditanamnya masih tercium di udara . oleh gayanya yang anggun serta pem-bawaan diri yang tenang selagi mengamati lingkungan asing di ha dapannya. Untungnya jarak antar a gerbang kastil ke tangga pelabuhan dekat dan bisa dilalui dengan berjalan kaki. Sewaktu Shizuka dan Shigeko bergabung dengan T akeo. Dia berjalan se panjang pantai. Takeo tertawa gembira karena kirin dalam keadaan sehat dan juga karena reaksi Sh igeko. Shigeko kembali ke kediaman lalu berganti pakaian yang lebih sesuai untuk menyambut hadiah untuknya.sepoi ber¬hembus pelan dan merpati terbang melayang di atas kepala. Tak satu pun dar i kedua¬nya bicara. bisa dilihat susana hati ayahnya sedang gembira: tak hentinya melihat ke arah Shigeko yang ada di sampingnya dan tersenyum. dan memutuskan untuk berpura¬pura senang menerima hadiah itu. Ia be gitu gembira ketika tabib Ishida menuntun hewan itu dengan berhati¬hati menuruni tangga kapal dan menyerah kan kepadanya. *** Di galangan kapal. Tak satu pun dar i kedua¬nya bicara. Nelayan berhenti membongkar muatan hasil tangkapan malam hari berupa ikan sarden perak dan mackarel sisik bi ru. Shigeko terpesona oleh kelembutan dan pola aneh kulit hewan itu. dihiasi bulu mata panjang dan tebal. menyambut kapal dari Hofu dengan muatan anehnya . Shizuka . tapi ibunya tetap tinggal di rumah. dan hewan aneh itu bisa terlihat jelas leh ernya yang panjang kekaguman Shigeko sebesar dan setulus kerumunan orang yang menonton. epoi ber¬hembus pelan dan merpati terbang melayang di atas kepala. namun kuda muda itu ber¬jalan tenang di antara mereka berdua dengan kepala tertunduk. beras dan sutra ke kapal bertiang lebar. dan orang-orang berkumpul di jalanan berkerikil. kesibukan biasa di pagi hari menjadi hening. Shigeko ber¬harap reaksinya tidak mengecewakan ayahnya. oleh bola mata yang gelap dan tatapannya yang lembut. Shizuka telah menunggu. melewati rumah kecil di bawah pohon pinus tempat Akane. Pedagang berhenti memuat berkarung-karung garam. ketika kapal mendekati dermaga. namun kuda mud a itu ber¬jalan tenang di antara mereka berdua dengan kepala tertunduk.

" tabib Ishida menegurnya. Setelah dibisiki perempuan muda itu. Ch ikara." ia menyela perkataan Chikara. Kedua orang itu mengenakan celana panjang dan sepatu bot dari kulit. kedua orang asing membungkuk dengan cara ya ng kaku. lalu bicara dengan bahasa mereka yang kasar. Halaman 120 dari 500 . yang satunya lagi berk ulit lebih pucat dengan rambut dan jenggot berwarna karat pucat. mungkin kurang disambut baik." Orang-orang asing itu ada dua orang." "Shigeko. tercengang dengan sambutan serta kerumunan. Satu orang berwajah agak hitam yang dipenuhi janggut berwarna gelap. membuat orang tak kalah terperangahnya ketimbang melihat kirin.. "Selamat datang di Hagi!" Ishida berkata pada Takeo." Chikara berhasil bicara. "Jangan berkecil hati.menyambut suaminya dengan kasih sayang yang tidak diperlihat¬kan. "Beri salam pada paman dan sepu pumu dengan baik. membungkuk dalam-dalam. sehijau teh hijau. Istrimu akan menunjukkan tempat mereka meng¬inap. Warna mata orang ini juga pucat. warna rambut dan mata seperti ini membuat orang merinding. baru pertama kali datang ke Hagi muncul di tang ga kapal. Sunaomi. Nanti akan kuceritakan rencana kita untu k mereka. "Lady.. "Kami membawa penumpang lain. emas berkilauan di leher dan dada mere ka." "Goblin." "Ya. dan si bocah. "Itukah raksasa?" "Hantu." "Lord Otori. aku sudah dikabari Taku. Kuharap aku dapat mem¬bujukmu untuk menghibur mereka semen¬tara waktu." Mereka diikuti seorang perempuan pendek yang tampak memberitahukan tata cara yan g sopan. cenderung berlagak. dan Shigeko mendengar bisik-bisik. mengenali wajah kakaknya dan berusah a menahan tangis. bantu adikmu.

dan perhatiannya tertuju pada makhluk mengagumkan ini. apakah mengi kuti kirin yang luar biasa. yang dengan sebarisan pelayan yang didampingi Shizuka membawa sejumlah besar kotak dan bal menuju ke perahu kecil yang akan membawa mereka menyeberangi sungai ke t empat penginapan di sepanjang bangunan biara tua Tokoji. atau mengikuti orang asing yang sama luar biasanya. mem¬beri isyarat agar perempuan itu boleh berdiri dan berbicara kepadanya. yang membuat Shigeko gelisah dan bersikap waspada. Perempuan itu menyembah. Dia mengenal Ayah. "Bagaimana aku harus berterima kasih kepada Ayah?" "Kau harus berterima kasih pada tabib Ishida. b erhias bordiran burung bangau. "Aku langsung jatuh hati padanya. gagah dengan jubah resminya. tapi ia mendengar ayahnya bicara beberapa patah kata pa da orang asing itu. serta tutup kepala warna hitam pekat. pikir Shigeko. dan ketika kerumunan mulai terbagi untuk seti ap arak-arakan terdiri dari kerumunan yang cukup besar. Orang-orang asing itu merasa hal ini le bih menjengkelkan diban¬dingkan kirin yang menunjukkan ekspresi kesal karena terus menjadi tontonan.Takeo membalas dengan isyarat kecil akeo membalas dengan isyarat kecil dengan kepala. dan ayahnya dengan begitu ramah. lalu menyampaikan jawaban orang asing itu. tapi di mata Shigeko. Beruntung Hagi berpenduduk banyak. "Ini adalah hadiah d arinya untuk kita: . yang dituntun Ishida dan Shigeko menuju kuil. Dilihatnya kalau pere mpuan itu terpaku menatap wajah Takeo." ujar Shigeko pada ayahnya selagi mereka men¬dek ati biara. tempat hewan itu akan diperlihatkan pada Mori Hiroki dan dipersembahkan pada dewa sungai. Ayahnya jauh lebih gagah. Dia berani menatap langsu ng wajah Ayah. S higeko seperti mendengar sesuatu yang tidak biasa dalam suaranya. pikir Shigeko. Orang-orang asing itu mungk in lebih tinggi dan lebih besar. Ia tak lagi tertawa: tampak tegas. Kirin berjalan se perti yang sedari tadi dilakukannya. Meskipun Shigeko memegang tali sutra yang mengikat leher kirin. Ketika perempuan itu menerjemahkan. semacam ekspresi akrab yang mendekati s ikap tidak sopan. Mereka bahkan akan lebih kesal lagi dengan jauhnya jarak tempat penginapan dari kastil dan pen jaga serta berbagai larangan yang diberlakukan pada mereka demi melindungi mereka." sahut Takeo. *** Kerumunan yang ada di dermaga dihadapkan pada keputusan yang sulit. Ada sesuatu dalam tatapan perempuan itu. dengan langkah lambat dan hati-hati yang anggun.

Tapi saat teringat kejadian tadi pagi. Halaman 121 dari 500 . dan sudah mengenalnya cukup lama. Dia dan ayahnya kembali ke Hagi untuk membangun kembali kota itu setelah gempa." seru Mori Hiroki saat meli hat¬nya. "Betapa diberkatinya Tiga Negara!" Dan Shigeko juga berpikir begitu. putra sulung si tukang kayu. Takeo langsung bergegas men emui Kaede. Shiro. berla ri ke pagar bambu untuk memeriksa dan menyentuhkan hidung perlahan padanya. Satu-satunya hal yang Shigeko sedihkan yaitu Hiroshi akan segera pergi." "Sungguh indah memiliki sesuatu seperti itu di Hagi.* Sewaktu kembali ke kediaman setelah menyambut kirin. Istrinya tampak duduk di beranda di sisi utara kediaman. Bahkan Tenba tampak terpikat oleh kirin. berpikir mungkin memang sebaiknya laki-laki itu pulang.hadiah yang berharga karena dia sendiri juga sudah jatuh hati padanya seperti ha lnya dirimu. Dia akan tunjuk¬kan cara merawatnya. sedang bicara dengan Ta ro.

" "Chiyo menceritakan tentang kisah Akane ketika aku masih kecil. akeo memberi salam dengan ceria. Kuharap tadinya bisa menunjukkan sketsa sang De wi." kata Taro. Kemu dian Taro meninggalkan mereka ber¬dua. memberi sinyal palsu ke kapal karena dia membenci semua pria. sejak Akane mening¬gal. dan Taro menjawab tanpa sungkan karena masa lal u mengikat hubungan mereka dalam jalinan persahabatan. seraya me natap kedua tangannya seolah berharap tangan itu bisa memberi jawaban. saat ini aku sedang memilih pohon yang tepat. Kuharap bisa memberi pen g¬hormatan yang sama kepada Yang Diberkati.Takeo memberi salam dengan ceria." sahut Takeo. Orang bilang kalau rumah itu berhantu. Para pelaut mengatakan kalau arwah Akane menyalakan lampu di bebatuan. dengan lekukan tajam seperti ini. begitu pula tentang istrinya. usia kayu dan semacamnya." Mereka membicarakan tentang berbagai jenis pohon. "Lady Otori punya usu lan." kata Kaede. "Sudah lama aku hendak menciptakan figur Dewi Welas Asih. "Ya." tutur Taro. Taro dan adik¬nya bisa membangun kuil baru untuk dewa Kannon." Diperlihatkannya pada Takeo sketsa yang telah dibuatnya untuk bangunan itu. Kukira dengan atap rangkap dua. "T api Shigeru tak pernah menceritakannya." "Kau akan memahat dari satu pohon?" tanya Takeo. dan Taro menjawab tanpa sungkan karena masa la lu mengikat hubungan mereka dalam jalinan persahabatan." "Mungkin arwah kedua wanita yang telah berpulang itu pada akhirnya bisa beristir ahat dengan tenang. memberi kesan tampilan yang kuat serta lembut. . Kita runtuhkan saja rumahnya lalu menyucikan tam annya. tapi figurnya tetap tersembunyi di balik kayu hingga tanganku menemukan¬nya. dan patung yang melambangkann ya akan memberkati pesisir dan teluk. "Rumah itu sudah kosong selam a bertahun-tahun. "Aku mem¬bayangkan bangunan kecil kita tak perlu menebang pohonpohon pinus tapi akan membangun di sela-sela pepohonan itu." "Kau tahu rumah di dekat tepi pantai. "Ata p yang lebih rendah menyeimbangkan atap di atasnya. dan sambungan siku yang saling mengunci untuk menyang¬g anya. dan Akane menggunak an mantra untuk me mikat Lord Shigeru tapi akhirnya dia sendiri yang terjebak dalam ilmu hitamnya.

"Aku sepertinya terlalu tua untuk hamil! Shigeko sudah menjadi wanita. Halaman 122 dari 500 .. Mereka tak bicara selama beberapa waktu. berpikir tentang mukjizat dari makhluk baru yang tumbuh dalam tubuh istrinya. Kem udian langkah kaki pelayan di lantai papan beranda menarik mereka kembali ke dunia nyata. bernapas dalam kedekatan. "Tapi aku yakin yang satu ini laki¬l aki. dan karena mereka hanya berdua.. "Apakah kirin tiba dengan selamat?" tanya Kaede." kata Kaede." Takeo mendekap istrinya. "Aku malu. Takeo memeluknya. Kukira aku tak bisa hamil lagi." gumamnya." ujar Takeo pada Kaede sewaktu mereka tinggal berdua. aku akan gembira."Rencana yang bagus." "Aku tidak ingin mengatakannya." ujarnya. "Rasa mual tadi pagi." bisik Kaede. Namun aku juga bahagia. aku bahagia dengan ketiga putri kita." "Rasanya aku punya alasan khusus untuk bersyukur pada sang dewi." "Aku sudah sering bilang padamu.. karena Takeo sudah mengungkapka n hadiah kejutan itu pada istrinya. seraya tertawa kecil. yang pulih dengan cepat. mengira kesempatan kita memiliki anak lakilaki sudah sirna. "Bila nanti kita tambah satu anak perempuan lagi." kata Kaede pel an. "Aku menyukai rencana itu." "Istriku sayang.

Aku ingin mau mempelajari bahasa mereka ." Takeo t erdiam sesaat. "Kau s emakin bijaksana dan berhati-hati." kata Takeo cepat. "Kelihatannya itu tugas yang cocok di saat kegiatan lain harus dibatasi." sahut Kaede setuju. Aku tak ingin melambungkan harapan yang kelak tak bisa terpenuhi. dan kau harus melaku¬kan semua yang dimintanya." Takeo menimbang¬nimbang apa yang mesti dikatakan selanjut¬nya. dan seorang wanita yang menerjemah k an merek a. Mungki n dia tahu lebih banyak." "Hanya ditunda." "Belajar. Aku akan pergi melihatnya sendiri nanti." "Kau tak boleh berpanas-panasan. "Ada penumpang lain dari Hofu. kemunculannya sangat kuharapkan." "Untuk tujuan apa mereka datang?" "Membuka peluang untuk berdagang. berkata. tapi aku tak ingin membebanimu. "Kuharap kini aku dapat mengendalikan sikap terges a¬gesa dan ceroboh. "Kita tunda dulu soal pengangkatan mereka sampai anak kita lahir. S iapa perempuan yang . mempelajari bahasa adalah salah satu yang paling kugemari. Tentu saja aku mau. Dua orang asing. I shida harus menengokmu. suamiku!" kata Kaede sambil tertawa." "yang arif. kurasa." Takeo menekankan. melihat lebih banyak lagi bagian neger i ini yang masih menjadi misteri besar bagi mereka." "Bisa membuat orang Otori terkagum¬kagum adalah prestasi yang sangat baik!" sahut Kaede." "Ishida juga tiba dengan selamat. Seluru h penduduk diam dalam kekaguman. Shigeko langsung jatuh hati padanya. lalu bagaimana dengan si kecil Chi kara?" "Mabuk laut berat dia malu dengan hal itu. atau men¬ciptakan kerumitan na ntinya." Ya. dan tiba pa da satu keputusan. dibantu perempuan yang datang bersama mereka. Kita harus bisa memahami mereka. Shigeko langsung jatuh hati padanya. Aku belum sempat bicara dengan Ishida. "Meski aku takut Zenko dan Hana akan kecewa."Ya. "Kuharap mereka sudah meng¬gubah nyanyian tentang hewan itu. "Sudah semestinya. Aku senang." sahutnya. kemunculannya sangat kuharapkan. Selur uh penduduk diam dalam kekaguman. Tapi gembira bertemu kakaknya." sahut Kaed e. lalu berkata. "Kau jangan terlalu lelah.

datang bersama mereka? Aku tertarik karena dia telah menguasai bahasa asing. Perempuan itu berasal dari wilayah Timur." "Nama itu cukup umum digunakan di kalangan kaum Hidden. "Benar. "Nama yang aneh. setengah bersimpati. Dia berganti nama. setengah ta k percaya. Dia dijual ke rumah bordil oleh prajurit yang membunu h ibunya ibuku dan kakak perempuanku. Saat itu aku menyamar untuk berte mu Terada Fumio untuk memintanya menghentikan penyelundupan senjata. Madaren. Dia lahir di desa yang sama denganku.?" Kaede menatap Takeo. "Aku tak ingin mengejutkan dirimu." "Setelah sekian tahun. tempat di mana dia bertemu orang asing yang bernama Don Joao: dia fasih berbicara dalam b ah asa merek a. setelah peristiwa pembantaian itu. Halaman 123 dari 500 . dan bekerja di rumah bordil l ainnya. dari ibu yang sama. adikku. Kami saling mengenali. tapi aku ha rus mengatakannya. kuras a." Takeo berkata dengan suara pelan. dan sempat tinggal di I nuyama. Dia adik perempuanku." "Adik yang kau kira sudah tiada?" tanya Kaede tercengang." "Bagaimana kau tahu semua ini?" "Kami kebetulan bertemu di penginapan di Hofu... Dia melarikan diri ke Hofu." Kaede mengernyitkan dahi.

Aku curiga kalau orang-orang asing itu ingin menyebarkan kepercayaan mereka. Wajar kalau dia tertarik dalam pergaulan orang asing.. Jarak di antara kami sudah begitu lebar . Siapa yang tahu alasannya? Aku tak bisa membiarkan siapa pun mengira bisa memengaruhi diriku. karena inti aj aran mereka serupa dengan kaum Hidden. dan tidak lagi mengikuti kepercayaan masa kecilku. Aku menyelidiki tentang dirinya dan tahu sedikit riwayat hidupnya. Kesenjangan derajat dan status kami sudah menganga lebar." "Apakah dia mirip denganmu? Aku ingin sekali bertemu dengannya. Aku memintamu untuk memperlakukannya dengan baik. dan aku semakin y akin. tapi desas-desus m ungkin akan tersebar. "Bisakah kau bu juk dia untuk menjadi mata-mata?" Sepertinya Kaede berusaha menyembunyikan kekagetannya dan bi cara secara masuk akal." Takeo menggeleng. bah¬kan dengan hormat.. Terl ebih lagi. Tapi informasi mengalir dari dua arah. hanya sebentar." "Kurasa dia bermanfaat bagi kita sebagai jurubahasa maupun guru. Tapi kini dia datang ke sini. Aku menyelidiki tentang dirinya dan tahu sedikit riwayat hidupnya. "Kau kedengaran sangat ding in. Aku menangisi kematiannya serta kematian yang lainnya. "Dia mirip ibunya. "Aku yakin dia bisa menjadi sumber informasi. Kukatakan padanya kalau aku akan menjamin hidupnya tapi tidak ingin bertemu dengannya lagi. Kami bertemu satu kali lagi. mungkin alasan orang-orang itu untuk memecah belah rakyat kita. karena aku harus melindungi mereka semua dari kedua belah pi hak. dan aku ingin kau mengetahui kebenarannya dariku.. tapi jangan p ernah membicarakan tentang diriku padanya. hanya sebentar." Kaede berkata. Dia bisa berguna untuk menanamkan pemikiran kita pada kedua orang asing itu. Aku takkan mengakuinya sebagai saudaraku. Tidakkah kau gembira menemukan nya masih hidup? Kau tidak ingin mem¬bawanya masuk ke dalam keluargamu?" "Kukira dia sudah mati. K ini aku tidak tahu harus bersikap bagai¬mana: aku sudah berubah menjadi orang yang berbeda dari bocah yang pernah menjadi kakaknya. dengan disengaja atau tidak."Aku yakin itu dia. dan aku semakin yakin. Kami bertemu satu kali lagi. dia penganut kepercayaan yang saleh: sedangkan aku tak memercayai kepercayaan mana p un." "Tak seorang pun yang menyaksikan dirimu melakukan upacara di biara atau kuil me rasa yakin akan . Kukatakan padanya kalau aku akan menjamin hidupnya ku yakin itu dia.

Tapi bila kau salah k tidak boleh berpura-pura bila sudah menyangkut masalah kepercayaan. Kita harus sangat berhati¬hati dengan mereka bila mereka telah berpikir kita dikutuk. mutla Dirimu terpampang jelas ayahku tidak memihak kau orang lain. "Bagi penganutnya. "Dan bagaimana dengan kuil dan patung baruku?" "Kau tahu kemampuanku sebagai pemain sandiwara. "Begitu pula aku. Sedangkan yang lainnya dikutuk ke neraka untuk selam anya. kan?" seru Kaede. mungkin dia masih hidup." "Aku tidak percaya itu!" sahut Kaede." ujar Kaede. setelah sesaat tenggelam dalam pikirannya. mungkin." Andai m Hidden. pikirnya." Dilihatnya Kaede agak gemetar. "Tentu tuhan kaum Hidden itu Maha Pengampun. dan takut kalau istrinya merasakan suatu firasat. tatapan tanpa belas kasihan Tuhan. Tapi itulah yang di¬percayai kaum Hidden. mer eka mungkin merasa benar untuk memperlakukan kita dengan cara menghina atau keji.ketidakpercayaanmu. Dan aku akan menjadi bahagia berpura-pura pun satu orang Hidden. * Halaman 124 dari 500 . oleh Yang Maha Melihat." sahut Takco dengan nada getir. begitu juga orang¬orang asing itu. "Aku sungguh ya kepercayaan demi kepentingan stabilitas negara.

dan M iki setuju dengannya. ar ea di sekitar gunung berapi. Shizuka sibuk dengan administrasi Tribe. akhirnya mereka tahu. Arwah orang yang mati disambut ke mbali. Mereka menguping pembicaraan dan tahu ada us ulan untuk mengangkat salah satu atau kedua anak itu. "Apa gunanya semua pelatihan itu bila tidak digunakan?" gerutu Maya pelan. tapi sifat mereka yang selalu mem er hatikan. ketakutan dan kegembiraan. Si kembar tak diijinkan keluar berdua saja. dirayakan dengan jamuan. tapi mereka sudah terampil dengan pe latihan Tribe. Meskipun tak diijinkan mengguna¬kannya. Kenyataan bahwa hal itu tidak dibicarakan secara terang-terangan membuat mereka gelisah. hutan di seberang sungai. Melihat kasih sayang Kaede pada kedua bocah itu. Shigeko tampak semakin cepat memasuki masa kedewasaan dan menjadi makin m enjauh. namun aturan itu menjengkelkan mereka: keduanya ingin menjelajahi kota yang sibuk." kata Maya kepada Sunaomi. membicarakan tentang kun¬jungan k e ibukota tahun depan. Dia lebih banyak menghabiskan waktu dengan ayah. Mereka mematuhi peraturan untuk tidak keluyuran di luar. lalu diucapkan selamat jalan dengan gabungan antara per asaan sedih sekaligus gembira. mereka menduga itu karena kedua anak itu laki-laki. Mereka tak diberitahu tentang kehamilan Kaede. atau sentuhan di rambut. Tepi pantai dan sungai dipenuhi oran g. Maya dan Miki menyalakan lilin bag i Kenji yang amat mereka rindukan. "Di sana ada goblin.Pada bulan kedelapan tibalah Festival Obon. "dengan hidung panjang dan mata yang selalu mengintai!" . dan hutan berbukit di atas kastil. Hari-hari di musim panas terasa panjang dan panas: semua orang mudah marah. tapi kesedihan mereka yang tulus tak menghalangi mereka dari ke giatan senggang baru. menyiksa Sunaomi dan Chikara. Lampion yang tak terhitung jumlahnya mengapung di gelapnya permukaan air. serta hal-hal lain yang menyangkut urusan kenegaraan. namun rasa jenuh dan diabaikan membuat mer eka mencoba hasil pelatihan mereka. Miki dapat menggunakan sosok kedua cukup lama untuk memberi kesan kalau Maya ada di ruangan sementara Maya menghilang agar bisa menakuti Sunaomi dan Chikara dengan hembusan napas seperti desah napas hantu di tengkuk. bentuk tarian mereka tampak jelas diterangi kembang api yang bersinar terang.

sehingga membuat Maya makin kesa l. di ba wah pepohonan. tetap saja terasa panas tak terkira. Dirasakan si kucing berputar¬putar di dalam dirinya." sahut Sunaomi.Maya menunjuk ke arah bukit. tempat pepohonan yang begitu lebat hingga kelihatan tak bisa ditembus. anggapan yang terucap tanpa disadariny a. "Terlalu banyak pe njaga." Halaman 125 dari 500 . "Aku tidak takut pada tengu. "Mereka tak bisa mengerjai kita di sini. Maya ingin membalas perkataan itu." bisik Miki. Ia belum melupakan kata-kata Sunaomi pada ayahnya. keempat anak itu berada di taman. "Mereka memakannya mentahmentahi" "Seperti macan?" sahut Sunaomi seraya mengejek. bahkan di taman. dan melemaskan jari¬jarinya." kata Chikara gugup. "Aku tidak takut pada apa pun!" "Tengu yang ini suka makan anak laki¬laki. Dua layang¬layang bergulung-gulung di atas mereka. mereka hanyalah anak perempuan. Hari terasa menyesak¬kan. Sore pada hari ketiga Festival Obon. tentang keung gulan anak lelaki: Lagipula.

"Memang mudah bersikap berani saat dikelilingi penjaga. Aku tidak takut. sepupu! Aku lupa." kata Maya dengan setengah tersenyum." kata Maya pada Sunaomi. "Kau tahu." bisik Miki. Aku sudah berjanj i pada Ayah. lalu kembali pada Ch ikara. "Kau takut!" "Tidak!" "Ya sudah. Rumah itu sudah setengah dibongkar karena akan dibangun kuil. bila kau menatap mataku maka kau akan tertidur dan tidak akan terbang . "Hanya saja aku tidak diperbolehkan ayahmu yang bilan g begitu." "Akane membenci anak laki-laki." sahutnya." kata Maya. tapi belum menjadi kuil. mengesankan persimpangan antara dunia nyata dan alam baka." "Sunaomi takkan berani ke sana." Cepat-cepai Maya menampar pipi Sunaomi untuk menyadar¬kannya. Aku sudah pernah pergi ke rumah Aka ne. Itu cuma alasanmu saja. "Jika kau memang pemberani. G elombang sudah hampir naik. "Di Kumamoto aku dikirim ke pemakaman saat malam hari untuk mem bawa pulang sebuah lentera. "Dia mengubur anak laki-laki hidup¬hi dup di tamannya supaya semak-semak tumbuh subur dan wangi." tutur Sunaomi." "Mudah jika kau tidak takut. "Maya!" seru Miki memperingatkan. 'Tidak mudah keluar tanpa terlihat." kata Maya pada Sunaomi. menahan tatapan bocah itu selama beb erapa saat. dan Maya menunjuk rumah Akane yang kosong dan kelihatan mu ram." Sunaomi mengikutinya. pergilah keluar." "Kau takut. "Aku tak melihat satu pun hantu!" "Kalau begitu. Aku pernah melihatnya. kau pasti berani keluar sendirian!" Memang mudah bersikap berani saat dikelilingi penjaga. maaf. Bangunan itu tak lagi be rbentuk rumah. pergilah ke rumah Akane dan bawa pulang beberapa tangkai bunga. sebagian menampakkan bebatuan yang menonjol dan licin." Maya berpaling ke arah Sunaomi. Aku tak boleh menatap orang lain. "Kau turun lewat dinding ini saat laut surut dan berjalan di atas bebatuan menuju pantai. kau pasti berani keluar sendirian!" "Aku tidak diijinkan. "Jika kau memang pemberani. "Kau b isa pergi malam ini." "Itu mudah. "Oh." Maya berdiri dan berjalan ke pinggiran dinding laut. walaupun arwahnya gentayangan di rumah itu." hardik Sunaomi.

" Sunaomi menegakkan badan dengan bangga. 'Tahukah kalian kalau kalian akan dib unuh jika tinggal di Kumamoto? Di sana kami membunuh orang kembar!" "Aku tidak percaya sedikit pun apa yang kau katakan. selain itu tak ada api lain lagi. Pa sukan patroli Halaman 126 dari 500 . aku akan membu nuhmu. melenyapkan bintang dan a khirnya menelan bulan. namun saat bulan mulai naik." sahut Maya. meskipun baru delapan tahun. meski dengan keberanian yang mantap. Para pengawal yang mendampinginya sejak dari Hofu tinggal di aula di kota atas perint ah Lord Otori: penjaga kastil sebagian besar berada di gerbang dan di sekitar dinding depan. Sunaomi adalah putra sulung dalam keluarga ksatria. Tapi karena kau hanya anak perempuan. Sunaomi." Saat matahari mulai terbenam. untu k tetap terjaga sampai tengah malam. Laut dan daratan berbaur menjadi satu. Sejak kecil dia dilatih deng an disiplin dan diajari untuk mengatasi rasa takut. dia tetap gel isah dan lebih takut karena tak mematuhi paman¬nya ketimbang bahaya terluka atau pun hantu. Tak sulit baginya. langit tampak cerah tanpa angin. Api terakhir masih mengepulkan asap di pantai. gumpalan awan aneh berwarna kelabu berarak dari timur. "Semua orang l ahu kalau Arai adalah pengkhianat dan pengecut.un lagi!" Sunaomi menghampiri untuk membela adiknya. aku akan ke rumah itu dan membawa pulang apa pu n yang kau minta. "Jika kau anak laki-laki.

na mun tak satu pun dari keduanya bergerak. Di bawah dinding. Kastil maupun kota sudah terlelap. siap mengatakan kalau ia ingin ke kamar mandi bila mereka terbangun. Seraya menggertakkan gigi. dan bentuk burung y ang seperti hantu itu sesaat mengapung di hadapannya dengan kepakan sayap. Sunaomi berhenti sebentar. salah satunya mendengkur. Kedua gadis pelayan itu tidur cepat. na mun tak satu pun dari keduanya bergerak. dira sakannya kulit kerang setajam pisau di telapak kaki dan lututnya. Ketika sampai di atas pasir. ikan ata u gurita raksasa yang bisa menelannya ke dalam kegelapan. Pantai tampak kelabu pucat. kini lebih keras lag i. Sunaomi mendengar suara m ereka melewati pintu yang terbuka dari ruangan tempat dia dan Chikara tidur. Di luar. Sunaomi menghela napas panjang dan mulai meraba¬raba jalan yang dilaluinya menurun i landaian besar di dinding batu besar yang dirapatkan. menuju ke pantai. Sua ra burung hantu terdengar di atas kepala membuatnya melonjak terkejut.berjalan melintasi taman dalam jarak waktu yang teratur. Sunaomi c epat-cepat berdiri. Ketika kakinya yang bersandal jerami menyentuh permukaan bebatuan. bersama dua pelaya n yang merawat mereka. meringkuk di balik pepohonan. Hampir tidak bisa melihat apaapa. Cahaya api berada tepat di belakangnya. Beberapa kali mengira kala u dirinya terjepit. Tercium olehnya bau damar yang terbawa asap api unggun tadi dan aroma kuat lainny a yang . Sunaomi mendengar suara mereka melewati pintu yang terbuka dari ruangan tempat dia dan Chikara tidur. Menggaruk berusaha mencengkeram sesuatu untuk pegangan. malam terasa tenang. ombak berdesis berbuih putih. menyebabkan luka tadi terasa perih. tak bisa naik atau turun. laut bergumam lembut. salah satunya mendengkur. Ombak merayap di bawah tubuhn ya. rjalan melintasi taman dalam jarak waktu yang teratur. Sunaomi tersandung dan terus berjala n dengan merangkak ke hutan kecil tempat pepohonan pinus bermunculan di sekeliling¬nya. siap mengatakan kalau ia ingin ke kamar mandi bila mereka terbangun. Laut terdengar meraung. dia bergeser sedikit demi sed ikit bak kepiting ke arah api terakhir yang masih mengepulkan asap. Lalu berganti rumput kaku. Bisa terdengar olehnya pusaran air di bebatuan. bersama dua pelaya n yang merawat mereka. Kedua gadis pelayan itu tidur cepat. dia lega merasakan kelembutan di telapak kakinya. dia ter¬peleset dan hampir jatuh ke dalam air. Sunaomi c epat-cepat berdiri. memikirkan tentang monster yang muncul dari laut.

akan balas dendam dengan memangsa darah manusia. orang yang mati penasaran. Halaman 127 dari 500 . dinding mulai runtuh. katanya dalam hati. Sesuatu berlari cepat menyeberangi beranda. Ia menggapaikan tangannya seakan mengikuti bau wangi itu sampai ke belaka ng rumah lalu sampai ke taman. lekukan atap di belakangnya. c ucu Daiichi. mungkin kuci ng.terasa manis dan memikat. atau tikus besar. Ta pi itu bukan berarti dia tak percaya akan keberadaannya: perempuan berleher panjang bak ular dan gigi setajam kucing. Wangi tanaman di taman Akane diperkuat dengan darah dan tulang anak laki-laki. aku tidak boleh menangis. Jangan menangis. bandit tanpa kepala ya ng marah karena dihukum mati. Gerbang terbuka lebar. Sunaomi menelan ludah dengan susah payah. putra Zenko. meskipun bisa dirasa¬kannya air mata mulai men gambang di pelupuk mata. Ia men¬capai dinding taman. dan tak tahan ingin buang air kecil. lalu ber¬jalan ke depan. lalu berusaha menahan gemetar yang sem akin melemaskan tubuhnya. makhluk bermata satu serta tanpa tangan dan kaki. jaring¬nya lengket di wajah dan rambutnya. Ketika melangkah masuk ke gerbang. Aku tak takut pada apa pun. Rumah itu gelap gulita. Kucing itu pasti kucing tiba-tiba melolong dari balik bayang-bayang. Sunaomi sudah menyom¬bongkan diri pada Maya kalau dia tak pernah melihat hantu. tubuhnya terhalang sarang laba-laba. tapi dia berkata pada dirinya sendi ri. Aku adalah Arai Sunaomi. Napasnya makin memburu. walau kakinya terasa berat . Dipaksa dirinya untuk berdiri. Anak laki-laki sering disuruh pergi ke makam atau tempat eksekusi di malam hari untuk uji nyali.

Bau tanah dan rasa¬nya mengingatkannya pada pemakaman dan mayat. Saat berbalik. D ia bergegas ke arah bunga itu. tapi tersandung sebongkah batu dan jatuh terjerembab. suara laki-laki. mulut juga hidung. dan Sunaomi mendengar langkah kaki di di belakangnya. Sunaomi berdiri. dan dengan sembarangan mencabut beberapa tangkai. merasakan se nsasi ter¬akhir dalam hidupnya. suara manusia. tapi hanya sebagian badan. namun luka telah tertoreh di hatinya. selain ketakutan setengah mati. Lenteranya agak sedikit naik. tapi tersandung sebongkah batu dan jatuh terjerembab. Perempuan itu tidak punya mata. Ku¬mohon jangan sakiti aku. cahaya jatuh tepat di wajah perempuan itu. Maaf. Dia lalu lari. Pertahanan dirinya bobol. menggapai dan mematahkan sebatang ranting. Sunaomi tidak terluka. Su naomi terus merenungkan kematian kakeknya. dan dengan sembarangan mencabut beberapa tangkai. merasakan se nsasi ter¬akhir dalam hidupnya. Bau tanah dan rasa¬nya mengingatkannya pada pemakaman dan mayat. Di a bergegas ke arah bunga itu. Sejak itu. dan meskipun sudah pulih. Lalu dia memaksakan diri berjalan me¬rangkak sekuat tenaga dan meludahkan tanah di mulutnya. Yang terlihat hanyalah sat u sosok setengah badan seorang perempuan. air terasa mengalir di celananya. "Apa yang sedang kau laku¬kan tengah malam begini?" Tapi Sunaomi tak mampu menjawab. Keesok an paginya dia tidak mengakui. dan betapa tak lama lagi dia akan ter-baring di kuburan. Bayangan bergerak¬gerak di atasnya. yang pasti baru keluar dari liang lahat. Dia lalu lari. tangan itu terulur ke arah Sunaomi. Sunaomi menjerit. Semak itu segera men geluarkan getah berbau tajam. *** Taro yang menginap di rumah Akane sambil mengerjakan patung.Sunaomi bisa melihat bunganya: satu¬satunya benda yang terlihat dalam kegelapan. dan serangan Klan Otori terhadap Arai. Di buangnya ranting yang ada di tangannya. matanya langsung silau terkena cahaya. dan betapa tak lama lagi dia akan ter-baring di kuburan. "Maafkan aku. unaomi bisa melihat bunganya: satu¬satunya benda yang terlihat dalam kegelapan. Piki ran kanakkanaknya . luka y ang masih membekas mengandung kebencian yang mendalam ter¬hadap Maya dan Miki. segera membawa boca h itu kembali ke kastil. Jangan kubur aku!" "Apa-apaan ini?" ada suara. Lady Akane.

bahkan ketika Kaede m engutarakan ketidak-senangannya dan menamparnya beberapa kali. lagipula sebagian besar dari mereka menyukai anak laki-laki. Kali ini Takeo lebih gusar pada Maya." kata Kaede. Tidak butuh waktu lama untuk mengungkap kebenarannya. dan menanyai¬nya penuh selidik tentang alasannya." Takeo mendengar kecemasan Kaede pada bayi yang dikandungnya. Halaman 128 dari 500 . dan tatapan m atanya kejam dan tanpa belas kasihan. menebar pesona dan menghibur merek a. ter¬lepas dari kesedihan orang di kastil menyayangi ked ua bocah. curiga kalau keponakannya tak akan melakukan hal itu tanpa ad a yang memancingnya. karena putrinya tidak menunjukkan penye¬salan ataupun rasa bersalah.. berlinang air mata karena kesal. Takeo juga m emarahi Sunaomi atas ketidakpatuhan dan keberaniannya yang gegabah. Bila dia tak bisa dipercaya tinggal bersama anak laki-laki. bak seekor hewan. "Di a tidak bisa tinggal di sini. dan kemudian giliran Maya menghadapi kemarahan ayahnya. *** Takeo dan Kaede merasa gusar atas kejadian ini. Kaede. "Maya benar-benar keterlaluan. Dia mulai meng ambil hati para perempuan penghuni rumah itu. Jika Sunaomi terbunuh atau terlu ka parah saat dalam perlindungan mereka. Dia tidak menangis. jauh lebih tinggi ketimbang pada si kembar. t api nalurinya mengatakan bahwa ia bisa mendapatkan tempat yang tinggi dalam kasih sayang bibin ya.. maka strategi untuk meredam dan membendung Zenko akan hancur berantakan. Sunaomi merindukan ibunya. Ia merasa putrinya butuh pengawasannya. tapi ia terlalu sibuk untuk terus berada di samping putrinya. Ia tak ingin mengir im Maya pergi.mencari cara untuk me¬nyakiti Maya dan Miki.

Mereka berdu a bekerja di rumah penginapan orang asing saat ini. Adakah yang dapat m engantar Maya?" "Ada seorang gadis." Sunaomi berusaha menghindar. tak punya pengalaman dengan kera sukan semacam ini. Sungguh sayang bila kemampuan seperti itu disia-siakan. "Sepertinya hanya itu jalan keluarnya." kata Maya pelan." Takeo menghela napas. penyamaran yang sering digunakan saat melaksanakan tugas Tribe. Seiko. dan bisa b eralih rupa menjadi laki-laki. tapi sebelum pergi Maya memojokkan bocah itu. Kita tak bisa memintanya kemari hanya u ntuk kepentingan Maya. "Kalau begitu." katTak baik menginginkan putri kandung¬mu pergi jauh." Shizuka berkata." sahut Shizuka. "Kau akan menemui Taku di Maruyama." kata Takeo pada Maya. dan lebih menyayangi putra ora ng lain. dan lebih menyayan gi putra orang lain. "Dia menyadarinya: dia memiliki kemampuan Tribe yang tidak boleh dia gunakan sebagai putri seorang ksat ria. Akan sela lu seperti ini. "Kau harus mematuhi S ada."Tak baik menginginkan putri kandung¬mu pergi jauh." "Maka kirim Maya kepadanya." "Kau mengajarkan banyak kemampuan Tribe pada putraku." Takeo mengangguk: kini ia ingat gadis itu. "Beraninya benar kau bicara seperti itu padaku. bertubuh tinggi dan tegap. seray . dia baru datang dari desa Muto bersama adiknya. Tapi siapa yang mengetahui hal semacam ini dalam keluarga Muto? Bahkan kau. "Mung¬kin Ta ku adalah orang yang paling tepat. ibumu se ndiri? Kau tahu apa tentang urusan negara? Semua yang kami lakukan ada alasan politis. Kaede menamparnya lagi." "Tapi Taku harus tetap di wilayah Barat. Kau putri Lord Otori." "Maya perlu pengawasan dan pelatihan. dengan darah Kikuta. Shizuka." Maya berbisik. biarkan aku menjadi putri seorang Tribe." "Siapa namanya?" "Sada: kerabat dari istri Kenji. Kau tidak bisa bersikap seperti anak-anak lain.

Sudah kubilang kalau Arai pengecut. dan mengompol di celana. Taro ada di sana." Maya tersenyum. Dia yang memaksaku pulang. aku di sana. Lalu kau buang.a berbisik. Aku melihatmu." sahutnya." Sunaomi berteriak memanggil pelayan." "Aku ke rumah itu. tapi Maya sudah pergi. "Kau gagal dalam uji nyali itu. Takeo bersiap untuk bepergian lagi.* Seiring musim panas berganti musim gugur. Su dah menjadi kebiasaan negeri ini kendalikan dari Yamagata dari akhir bulan kesembilan hingga puncak musim Halaman 129 dari 500 . "Kau tidak bawa rantingnya!" "Tidak ada bunga di sana!" "Tidak ada bunga! Kau memetik sebatang." "Kau tidak ada di sana!" "Ya.

kode etik hukum. Dan ibumu mulai membelajari bahasa orang-orang asing itu. kode etik hukum. tempat berbagai urusan administrasi menyita s eluruh perhatian Takeo. serta Jun dan Shin yang berada di luar tapi tetap masih . perencanaan pertanian sena keuangan. dan merasa kehilangan orang bijak tersebut sebagai kerugian bagi Tiga Negara. dan berganti nama me njadi Eikan. tapi Takeo tetap meng¬gunakan nama lamanya. Cita-citanya siap diterus¬kan mur id-muridnya: Takeo dan Shigeko. Makoto kini menggantikan kedudukannya sebagai Kepala Biara. dan hasil pengadilan dibagi-bagi dalam kotak dan keranj ang pada barisan panjang kuda beban. Gemba menemani mereka ke Yamagata. sena banyak yang lainnya. jiwanya merupakan kesatuan antara kemur¬nian dan kekuatan. Mi yoshi Gemba membawa kabar ini ke Hagi dan Takeo langsung berangkat ke Terayama bersama Gemba dan Shigeko. Namun Takeo begitu merindukan.dingin. dan hasil pengadilan dibagi-bagi dalam kotak dan keranj ang pada barisan panjang kuda beban. Tak ada yang perlu disesali atas kepergian Matsuda. mere ka melanjutkan per-jalanan ke Yamagata. perencanaan pertanian sena keuangan. "Ibumu pindah bersama kedua bocah itu ke rumah lama Lord Shigeru. dan segera mem¬beritahukan kabar ten tang keluarga pada putri sulungnya. Miy oshi Gemba membawa kabar ini ke Hagi dan Takeo langsung berangkat ke Terayama bersama Gemba dan Shigeko. Laporan kerja selama musim panas ber¬bagai keputusan. Shigeko bangun lebih awal setiap pagi untuk berlatih me¬nunggang kuda dan memanah bersama Gemba untuk kemudian menghadiri se¬bagian besar rapat bersamanya. Tepat sebelum berangkat ke Maruyama pada minggu pertama di bulan kesepuluh. Ia senang karena tahu Makoto tetap akan men dukungnya. Setetah upacara pe¬makaman selesai. tapi ia terpaksa ber¬angkat lebih awal karena kematian Matsuda Shingen. tapi ia terpaksa ber¬angkat lebih awal karena kematian Matsuda Shingen. sura t datang dari Hagi." "Dari si juru bahasa?" Shigeko ingin bertanya lagi pada ayahnya. Laporan kerja selama musim panas ber¬bagai keputusan. Takeo membacanya dengan penuh semangat. Tujuan hidupnya telah tercap ai. ingin. tapi Minoru dan pelayan rumah Miyoshi ada bersama mereka seperti biasa. dan ia memikirkan dengan penuh kerinduan saat ia akan mengundurkan diri ke Terayama dan sisa hidupnya dengan meditasi dan melukis.

Madaren adalah adik perempuanku: kami lahir dari satu ibu." ujar Shigeko. itu nama yang dipakai kaum Hidden . Saat itu Ayah bernama Tomasu." Sesaat Takeo ragu. menyelimuti tanah denga n onggokan berwama emas." katany a.bisa mendengar. Shigeko mendapat kesempatan saat mereka berdua berj alan di taman. "Ya. tapi l ain bapak ayahku. anak itu adalah Ayah. "Pasti hidupnya menderita. "Mereka akan tinggal di Hagi selama musim dingin." Bola mata Shigeko terbelalak dan urat nadinya berdenyut cepat. lalu dengan sifatnya yang lekas bersimpati. seperti kau tahu. "Ibumu tahu siapa dia." akhimya ia berkata. "Apakah sebaiknya mereka diijinkan ber¬dagang di Maruyama?" "Ayah ingin mereka berada di tempat yang bisa kita awasi." Halaman 130 dari 500 . Selama ini Ayah mengira dia sudah mati. tapi simpan rahasia ini baik-baik. "Ayah hams menceritakan lebih banyak lagi tentang orang-orang asing itu." sahut Takeo." "Juru bahasa itu: dia memandang ayah dengan pandangan aneh. Ayahnya ter¬senyum. tapi Shigeru mengganti nama Ayah menjadi Takeo." "Sungguh luar biasa. Kita harus belajar sebanyak mungkin tentang bahasa. ad at kebiasaan dan tujuan mereka. "Ayah akan ce ritakan kepadamu. Namanya Madaren. Semua keluarganya dibunuh. kabut merangkak naik dari parit yang me ngelilingi bangunan sehingga mengaburkan garis bentuk dan detil. berasal dari Tribe. seakan dia mengenal Ayah dengan baik. dan dulu pernah dibantai oleh Klan Tohan. Setelah itu. Saat itu hari sudah senja. kecuali kakak laki-lakinya yang diselamatkan o leh Lord Shigeru. Mereka memiliki kepercayaan yang sama dengan para orang asing. tapi orang lain tidak. Daun berguguran di taman yang tenang.

teraenyum. belajar bahasa asing. Lady Naomi melindungi me reka karena dia juga mengikuti ajaran mereka. juga salah satu pengikutnya. Jo-An." sahutnya. Burung houou bersarang lagi di Tiga Negara." "Aku ingin Ayah tidak pernah mati. tapi jangan ikuti satu pun dari semua itu. "Ayah sangat bersyukur atas sem ua yang dianugerahkan Surga pada Ayah. Bahkan kita memiliki kirin salah satu tanda adanya penguasa yang adil. "Madaren melakukannya lebih baik dibandingkan orang lain. begitu juga pada Madaren. "Bolehkah aku bertanya lagi?" " Tentu. ia me nambahkan." sahut Takeo. Ayah tak ingin menyembunyikan apa pun darimu." Setelah beberapa saat. meraih semua kesempatan yang ada. Kini dia dalam perlindungan Ayah. Tapi Shigeko tahu kalau ayahnya menyembu¬nyikan banyak kekhaw ." lanjut Takeo dengan s angat serius. Tapi jangan memercayai orang asing. "Ayah akan mati dengan bahagia karena tahu akan meninggalkan semuanya di tangan yang aman." "Orang tua semakin lama semakin akan bertindak bodoh. dan tak ingin membahas lebih jauh lagi topi k pembicaraan yang mengingatkan Ayahnya pada kenangan yang menyakitkan. "Madaren melakukannya lebih baik dibandingkan orang lain. "Dari dulu memang sudah banyak kaum Hidden di Maruyama. "Kelak. kau harus mendorong Ayah untuk mengundurkan diri. Kau harus ber¬kenalan dengan pemimpin mereka. tentu saja." sahut Takeo." tambahnya nngan "Bila itu terjadi. karena itu satu-satunya jalan yang harus d itempuh seorang pemimpin sejati. Dan ingat untuk menghormati semua kepercay aan. dan diijinkan mengajar¬kan ibumu. meskipun dia kerabatmu. serta banyak mantan gelandangan masih tinggal di pedesaan di sekitar kota." seru Shigeko." Shigeko merenungkan hal ini selama be¬berapa saat. dan Ayah berharap tidak menyalahgunakan kekuasaan yang telah diberikan kepada Ayah. belajar bahasa asing. Apa Ayah memercayai semua ini?" "Ayah tidak memercayai sepenuhnya. mendadak ketakutan. keamanan mereka ini ada di tanganmu. Ayah tak berharap hidup sampai tua. "Ayah sangsi bisa hidup bahkan separuh dari usia Matsuda. Kini dia dalam Dia berhasil bertahan." Shigeko melihat wajah ayahnya muram. Kau boleh tanya apa saja dan kapan saja." sahut Takeo."Dia berhasil bertahan. Meskipun." "Ramalan membenarkan kekuasaan Ayah seperti yang ditakdirkan dan direstui Surga. meraih semua kesempatan yang ada.

Ia Halaman 131 dari 500 . Biara dewa rubah yan g ada di tepi sungai kini. dia tumbuh dewasa bersama salah seorang yang m elegenda itu. dia mati dua tahun lalu. Tapi. Tahukah kau kalau Shun ternyata adalah kuda Takeshi? Mori Hiroki yang mengatakannya. Shigeko sudah tahu hal itu.atiran. adik Shigeru. dan kuda itu meng¬hilang sampai Amano Tenzo membeli dan memberikan nya kepada Takeo." sahut Gemba. Ditepuknya leher kuda hi tam yang sedang ditungganginya." ujar Takeo. Jin-Emon. Kuda coklat kemerahan itu dijinakkan oleh Lord Takeshi. yang membawanya ke Yamagata." "Aku tidak tahu. "Pada saat itu Amano Tenzo memberiku Shun. bantuan Jo -An bersama kelompok gelandangannya. Ia memikir¬kan dengan gembira atas hadiah rahasia yang akan ia berikan untu k ayahnya. tapi Shun membuatku te rcengang pada peperangan pertama kami. dan Tak eo mengenang masa lalu bersama Gemba: pergi dari Terayama di tengah guyuran hujan. secara aneh. Beberapa hari kemudian ia dan Gemba menyeberangi jembatan di dekat Kibi. "Kuda yang ini cukup menyenangkan. "Ya. diiden¬tikkan pada Jo-An dan sekarang dia dipuja di sini . dan kematian si raksasa. Dia lebih tahu banyak tentang peperangan ketimbang diriku sendiri!" "Kukira dia sudah mati sekarang?" tanya Gemba. Tidak ada kuda seperti dia. Takeshi dibunuh prajurit Tohan.

Dan apakah hewan it u dapat bertahan dalam perjalanan sejauh itu?" "Hewan itu berhasil menempuh per jalanan dengan kapal. menunggang kuda melalui pedesaan di musim gugur yang damai menuju wilay ah yang akan segera menjadi miliknya. Tapi Ayah telah memberikan kirin untukmu. dan Ajaran Houou. jasadnya dibuang ke parit dan tertimbun tanah. udah lama berharap akan ke Maruyama karena ia memang bermaksud menghadiahkan kud a itu sebagai kejutan saat upacara yang akan datang.sudah lama berharap akan ke Maruyama karena ia memang bermaksud menghadiahkan ku da itu sebagai kejutan saat upacara yang akan datang. "Ayah." Shigeko. namun telah merindu . Ia kemudia n melihat ke bawah. Begitu cemerlangnya gagasan itu hingga ia ingin langsung mengatakannya. saat kita ke Miyako tahun depan. Tida k ada benda yang menandakan tempat itu. "Sepertinya Lord Saga akan takluk pada Lady Shigeko. merasakan kalau me reka memang direstui Surga. "Hadiah yang sempurna! Hadiah yang belum pernah te rlihat di ibukota!" Takeo berpaling dari pelana dan menatap Shigeko. tempat ia akan bertemu Hiroshi lagi. Ia hanya mengenal kakeknya sebentar. Aku bisa menemani¬nya sampai ke Akashi. H isao melihatnya dan memanjatkan doa bagi arwah kakeknya agar dapat menempuh jalan ama n menuju alam baka dan kelahiran kembali yang lebih baik pada kehidupan kelak. Arwah itu menggantung di tepi kesadaran seperti juga arwah ibunya. Ayah tak ingin memintanya kembali." Gemba tertawa terbahak-bahak. Mungkin Lord Gemba a tau Lord Hiroshi bisa ikut ber¬samak u. ke barisan pegunungan yang terbentang ke timur dan utara. ajaran kedamaian akan menang. membuatnya sakit kepala dengan tuntutan yang tak bisa dipahami. tapi Hisao tidak sulit menemukannya karena ibu¬nya membimbi ng langkahnya ke sana. Seringkali hujan turun tiba-tiba selagi ia melewatinya." "Kaisar serta orang istana akan terpesona dengan hadiah itu. kita hadiahkan kirin kepada Kaisar.* Setelah kematian Muto Kenji." kata Gemba. memb iaskan sinar matahari menjadi penggalan-penggalan bianglala di awan yang membumbung tinggi. "Gagasan yang menakjubkan. Memikirkan legenda dan hewan-hewan yang mengagumkan memunculkan gagasan di benak nya. pipi t embamnya merona merah karena senang. untuk melihat a pakah ada orang yang datang Hisao merasa lega tapi juga menyesal karena arwah kakeknya telah kel uar.

Hisao senang arwah kakeknya sudah pergi dengan damai. mesk i tak ada yang menanamnya. kare na tak ada kabar tentang nasib anak¬anaknya yang ditahan di Inuyama. dia membenci Akio k arena menjadi penyebabnya. sinar matan ya hampa. Penduduk desa merasa khawatir selama musim panas. dan walaupun tidak pernah membicarakan hal itu. terutama Kotaro Gosaburo. tapi m enyesali kematiannya. Hisao agak senang men¬dengar kabar baik tentang eksekusi para pemuda itu karena akan mem adamkan harapan Gosaburo dan menguatkan ke-putusannya untuk balas dendam. Burung-burung mulai bermigrasi ke utara. bahwa salah satu atau keduanya s udah tewas. lipatan kulit keriputnya semakin bergelayut. Desas¬desus dan spekulasi kian bertambah: bahwa mereka sekarat karena disiksa. Akio makin tak sabar pada Gosaburo. dia menjadi cepat kesal dan sikapnya menjadi susa h ditebak.kannya: Kenji bunuh diri atas kemauannya sendiri. Bunga lili musim gugur berwarna merah tua pekat tumbuh di atas jasad Kenji. Gosaburo semakin kurus. dan malam Halaman 132 dari 500 . Musim panas berlalu dan tak ada yang datang.

masih di tahan di Inuyama. Pohon maple dan pohon sumac berubah warna menjadi merah tua. bobot. menyebar dedaunan kering dan kotoran hewan di sawah. dan bereksperimen dengan bilah kapak. Ada sebuah tempat penempaan besi di desa itu. willow dan ginko berwarna keemasan. willow dan ginko berwarna keemasan. Hari¬hari dilalui Hisao deng an memperbaiki pematang sebelum musim dingin. menyebar dedaunan kering dan kotoran hewan di sawah.dipenuhi jeritan angsa dan kepakan sayap mereka. iri pada berita ya ng kedua. wortel dan labu yang baik. Di awal bulan ketujuh. Imai Kazuo dikirim ke Inuyama untuk mencari berita. ipenuhi jeritan angsa dan kepakan sayap mereka. dan Hisao ke sana saa t ada waktu luang untuk memerhatikan dan membantu meniup panas dengan alat peng¬embus dalam pr oses mengubah besi menjadi baja. Dia juga membawa kabar lain: Lady Otori sedang hamil dan Lord Otori mengirim utusan dengan prosesi yang mewah ke ibukota. sudut s erta ke¬tajamannya. dan amat gelisah dengan berita yang ketiga. pohon bee ch berwarna tembaga. bobot. dan Hisao ke sana saa t ada waktu luang untuk memerhatikan dan membantu meniup panas dengan alat peng¬embus dalam pr oses mengubah besi menjadi baja. yang selama sepuluh tahun ini . sudut s erta ke¬tajamannya. Hari¬hari dilalui Hisao deng an memperbaiki pematang sebelum musim dingin. Sikap Akio kurang senang dengan potongan berita yang pertama. "Apa maks udnya?" "Kaisar telah menunjuk jenderal baru. Ada sebuah tempat penempaan besi di desa itu. Rembulan di bulan kesembilan tam pak besar dan keemasan. wortel dan labu yang baik. Pohon maple dan pohon sumac berubah warna menjadi merah tua. Dia k embali di pertengahan musim gugur dengan kabar gembira namun membingung¬kan: para sandera ma sih hidup. dan bereksperimen dengan bilah kapak. mengumpulkan kayu bakar dari hutan. Sistem pengairannya berhasil: sawah d i pegunungan menghasilkan panen kedelai. Rembulan di bulan kesembilan ta mpak besar dan keemasan. dan baru akan berangkat ke Miyako. la membuat penggaruk tana h baru sehingga pupuk ter¬sebar lebih merata. mengumpulkan kayu bakar dari hutan. "Mengapa Otori melakukan pendekatan pada Kaisar?" tanyanya pada Kazuo. pohon bee ch berwarna tembaga. Rombongan itu berada di Inuyama di waktu yang bersamaan dengan Kazuo. Sistem pengairannya berhasil: sawah d i pegunungan menghasilkan panen kedelai. Saga Hideki. la membuat penggaruk tana h baru sehingga pupuk ter¬sebar lebih merata.

" Kazuo sepakat. sandal jerami disiapkan dalam jumlah banyak. tentang perang zaman dulu. jimat¬jimat dikeluarkan dan dibersihkan. Sebagai anak. ia pun hapal semua lirik lagu-lagu. Ia jarang mem¬buat kesalahan. aku dapa t merasakannya.. sebel umnya ia tidak ragu membunuh keluarga Kikuta. bereaksi pada ancaman semacam itu." ujar Akio penuh per¬timbangan." "Muto Kenji berhasil mengetahui ke¬beradaan kita." sahut Akio. menyanyikan balada kuno yang disukai penduduk desa. senjata¬senjata diasah. "Ada banyak keluarga Kik uta di Akashi." "Kalau begitu kita pergi ke Akashi lebih dulu.. atraksi lempar bola. kecuali mereka di¬sibukkan dengan hal-hal yang lebih men¬desak. dan akan mengikut imu bila kau yang ke sana. walaup un orang Halaman 133 dari 500 . "Mengutus orang ke Kaisar. Kini muncul seorang ksatria yang bisa menantang Otori. dan anak-anak itu masih hidup. tapi kombinasi antara pukulan dan makian Akio telah men¬jadikanny a cukup terampil. Seminggu setelah pulangnya Kazuo. Keluarga kita yang ada di Tiga Negara ini juga butuh tuntunan. pengkhianatan dan tindakan balas dendam yang selalu mereka laku kan dalam perjalanan ke seluruh Tiga Negara.sibuk memperluas kekuasaannya di seluruh penjuru wilayah Timur. Otori menjadi lebih rapuh. asinan persimmon dan chestnut dikumpulkan lalu dikemas. ayah Hisao mengajarinya ketrampilan teater keliling Kikuta memain¬kan drum. "Ada yang berubah." "Memang ada tanda-tanda kelemahan." "Ini waktunya bagimu untuk bepergian lagi. pertikaian. Akio mulai berlatih at raksi lempar bola lagi. Kita harus ambil b agian dalam kejatuhannya: dengan bersembunyi kita tidak bisa me¬nunggu sampai orang lain memba wa kabar kematiannya kepada kita. Hisao bukanlah pemain pertunjukan yang berbakat: terlalu pemalu dan tidak menik¬ma ti menjadi pusat perhatian. Aku tidak percaya dia maupun Taku akan membiarkan ke matian Kenji begitu saja tanpa membalas dendam." kata Kazuo. Ta keo pasti sudah tahu tempat kita ini." Mata Akio berkilap dengan ekspresi yang tidak biasa.

.

"Aku mulai membusuk di sini. dan menanyainya dengan penuh selidik . "Sudah saatnya kita berun ding dengan Otori. p ergi meninggalkan desa. "Sekarang enyahlah. ketika Hi sao tengah bersiap untuk tidur." "Begitu Takeo dan juga Taku mati. menyediakan dana. Dia tidak langsung bicara pada Akio. menggeser tutup pintu lalu berlutut dengan gugup." "Tidak ada yang boleh pergi meninggalkan keluarga Kikuta. "Keponakan. "Aku akan kembali ke Matsue. tapi kurang bersemangat dengan pertunju kan dan gelisah meninggalkan makam kakeknya. Tiga Negara semakin kaya dan makmur sementara kita bersembunyi di pegunungan. "Tidak akan. p ergi meninggalkan desa.. melihat hal-hal baru. Tak sabar untuk segera berada di jalan. Aku lelah." sahut Akio. Kita juga bisa ber¬kembang: pengaruh k ita bisa diperluas melalui perdagangan. Mari kita terima lawarannya untuk berdamai. Hisao sudah ber¬baring: ma lam itu ." Akio memperingatkan." ujarnya. Gosaburo gembira menerima kabar dari Kazuo. seolah menekankan otoritas usia. Akio memadamkan lampu. Aku akan pergi bes ok pagi. Aku akan setia padamu. dan kehadiranmu membuatku jijik. tapi memberi isyarat agar tamunya boleh masuk dengan menggerakkan kepala." Akio menjawab. ny aris kelaparan dan tidak lama akan musim dingin.. Otori membiarkan anak-anakku tetap hidup. Gagasan untuk bepe rgian mem¬buat ia bersemangat sekaligus takut. Gosaburo menghampiri pintu kamar dan meminta apakah bisa bicara berdua dengan Akio. suaranya datar. Akio sudah setengah telanjang dan Hisao bisa melihat ekspresi kemarahan ayahnya. tapi kurang bersemangat dengan pertunju kan dan gelisah meninggalkan makam kakeknya. Kita semua juga. Tak sabar untuk segera berada di jalan. engeluhkan kalau ia seperti bergumam sehingga sulit didengar. menyimpan cat atan." Gosaburo menghela napas panjang. melihat hal-hal baru. Hentikanlah semua pertikaian ini.mengeluhkan kalau ia seperti bergumam sehingga sulit didengar. Aku ak an bekerja untukmu di Matsue seperti yang pernah kulakukan.. Gosaburo melangkah ke dalam kamar. baru kita bicara tentang perdamaian. Gagasan untuk bep ergian mem¬buat ia bersemangat sekaligus takut." Tak lama setelah Gosaburo pergi. tapi di malam sebelum keberangkatan mereka.

dan Takeo akan meng¬alami hal yang sama. Tak seorang pun berani menangisi kematiannya. sebelum Akio kembali. Setelah Akio pergi meninggalkan kamar. Hisao membenamkan diri di balik selimut dan berusaha menutup telinganya. ayahnya. Keesokan harinya tubuh Gosaburo ter¬geletak di lorong. diseret di atas papan. tapi ke¬mudian ia mendengarkan gerakan Akio: setiap s el dalam tubuh orang itu seakan merindukan belai kasih sayang." kata Aki o pada Hisao sewaktu mereka bersiap berangkat. "Ingat itu. Sesaat ia berpikir tentang sepupu-sepupunya dan ingin tahu bagaimana cara mereka mati di Inuyama. kata Hisao berulang kali pada dirinya sampai tiba-tiba. berani m eninggalkan Tribe. Aku sudah tidur. Isamu sudah dieksekusi." dalam konflik dan kebingungan sehingga para saudagar mengambil keuntungan dari k ebutuhan pangan dan senjata para ksatria. Penggalan ca haya menari-nari di balik kelopak matanya. seseorang tercekik dan meronta-roma: suara berdebuk berat. Kemarahan Akio membuatnya bersikap kasar dan gegabah. "Tak ada yang boleh meninggalkan Kikuta dan bebas pergi tanpa hukuman. Hisao berusaha untuk tidak bersuara karena kekerasan yang sewaktu-waktu akan menimpa dirinya. mereka tidak ingin kekayaan mereka dirampas ksatria yang sama sehingga mereka bergabung untuk melin¬dungi barang serta usaha m ereka. Terdengar beberapa kali suara pelan.terasa hangat dan ia tidak menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. lalu ke tanah. Takeo dan Isamu. Begitu mereka kaya. ia sudah tertidur nyenyak dan tanpa mimpi bak orang mati. Kota Halaman 134 dari 500 . dan jangan pedulikan apa pun yang akan di degarnya. dan Hisao merasakan kelembutan sesaat yang amat dirindukannya saat ram but¬nya dibelai sang ayah. Dia mati dibunuh dengan gar otte. Suara Akio terdengar h ampir lembut saat menyuruh ia tidur. jangan bangun.

" Mengira ayahnya akan bertindak seperti yang dilakukan pada Gosaburo. Baik Akio maupun Kazuo tidak muda lagi ." kata Jizaemon. Ia tak ingin Jizaemon mati sebelum mem¬perlihatkan sebagian dari nana bendanya. manis dan pedas. karya seni dan kemewahan lain dari Shin dan daerah yang lebih jauh lagi. Di desa kelahirannya. pemilik usaha importir sukses. baik dalam bidang materi maupun spiritual. membuka dirinya pada suara¬suara arwah. "Masa kejayaan telah berlalu. Keluarga Tribe pernah menjadi pedagang yang paling ber¬kuasa di kota itu. pada Akio saat menyambutnya dengan sikap setengah hati. ni dikelilingi parit lebar yang digali untuk melindungi diri dari musuh. Ada beberapa ku il besar yang melindungi dan mendukung perdagangan. kar ena rasa iba. Perjalanan terasa panjang dan melelahkan. Ki ta bisa lebih berkiprah dalam banyak peristiwa dengan menyediakan senjata dan kebutuhan lainny a. dan ma sing¬masing parit dengan sepuluh jembatannya dijaga prajurit dari masing-masing kesatuan.ini dikelilingi parit lebar yang digali untuk melindungi diri dari musuh. dengan pakaian tua yang lusuh. Hisao sedih . Kehadiran mereka di jalanan tidak mendap at sambutan baik. Lagu-lagu mere ka telah ketinggalan jaman dan tak lagi populer. bahkan di satu desa yang tidak ramah: tak seorang pun mau memberi mereka tempat menginap sehingga mereka terpaksa berjalan lagi semalaman. dan mas ing¬masing parit dengan sepuluh jembatannya dijaga prajurit dari masing-masing kesatuan. alat yang bisa menghitung waktu. ayahnya kelihatan seperti bukan siapa¬siapa. dan dari keuntungan kita bisa menghindari akibatnya. mereka mencari benda dan pakaian yang indah . dan penampilan mereka sebagai seniman jalanan sudah hilang gregetnya. Mari kita dukung persiapan perang. dia melihat kalau ayahnya sudah tua. Saat ini Hisao tengah mengamati ayahnya. Hisao merasa iba. dan pedagang pelab uhan bebas ini menyediakan-nya dengan senang hati. sementara di sini. seperti biasa. cermin dan makanan baru yang lezat. Ada beberapa ku il besar yang melindungi dan mendukung perdagangan. baik dalam bidang materi maupun spiritual. Sakit kepala yang tak asing mulai terasa . Akio adalah Ketua Kik uta. tapi meningkatnya kesejahteraan di Tiga Negara serta per¬musu han dengan Otori membuat banyak yang pindah ke Hofu. botol kaca dan cabung minuman. lalu berusaha menyingkirkan perasaan itu. kayu manis dan gula: kata-kata yang belum pernah di¬dengarnya. ditakuti dan dihormati semua orang. "Kita harus bergerak. Saat para penguasa semakin berkuasa.

itu sebabnya Lord Otori mencari dukungan Kaisar. Tapi baru-baru in i embargo itu dilanggar. "Nah.lagi: separuh dunia menyelinap ke balik kabut. Tapi sudah terlambat: senjata Halaman 135 dari 500 ." "Apa maksudmu?" "Selama bertahun-tahun Otori member¬lakukan embargo senjata api. tapi ia t idak mau mendengarkan. dan senjata api diselundupkan keluar Hofu kabamya dengan bantuan Arai Z enko! Kau kenal Terada Fumio?" Akio mengangguk.." "Ya. "Baiklah. sepupu. seolah dari kejauha n. mereka berangkat hanya selang beberapa minggu sebelum kau datang: aku belum pernah melihat prosesi yang begitu mewah. Dia gusar sekali. pertama¬tama dia menawarkan sejumlah besar uang. tak lama lagi jenderal itu akan memiliki senjata-s enjata baru. perempuan itu berbisik." terdengar olehnya Akio bicara. dan ada lagi. Fumio tiba dua hari setelah penyelundupan itu dan berusaha mendapat¬kannya k embali. dikaruniai dengan selera dan tingkah laku serta tutur bahasa yang halus: kabarnya itu karena penga ruh istrinya. lalu mengancam akan kembali dengan pasukan lalu membakar habis kota itu jika tidak dikembalikan.. Kami sudah mendengar tentang kurir-ku rir yang dikirim Otori kepada Kaisar. "Tapi yang pasti peperangan tidak bisa dihindari selamanya. mungkin kau benar." "Dan Kaisar memiliki jenderal baru?" Akio memotong perkataan si pedagang yang penuh semangat. Kabarnya. "Benar. dan lebih dari itu. Otori pasti benar-benar kaya.

sepupu. guna menyatukan kembali semua keluarga?" Jizaemon. Zenko yang seharusnya menjadi Ketua Muto." Hisao penasaran dengan jawaban Akio yang singkat. Diaturnya agar mereka bisa be . t api kedua orang itu tengah membicarakan hal lain: tentang Arai Zenko yang membiarkan senja ta api keluar dari jaringan Otori. "Jika dia berusaha mengambil hati Lord Saga. Ayahnya memang sudah mabuk ber at." katanya tertawa kecil. setinggi langit!" Jizaemon menuang secangkir lagi sake dan memaksa mereka minum bersamanya. mungkin senang berhasil menyingkirkan tamunya. Dan harga jual besi dan bubuk mesiu it u setinggi langit. "Zenko kuat sekaligus ambisius. Dicurigai kal au dia menyalahkan Takeo atas kematian ayahnya." "Waktu yang tepat untuk mendekati Zenko. cucu keponakan Kenji." sahut Kazuo. Hisao tahu riwayat Zenko: putra sulung Muto Shizuka. dan setengah berharap mendengar lagi suara pelan pembunuhan. jika Zenko menyerang dari Barat maka dia akan terjebak di antara dua wila yah tersebut. Hisao terbangun tengah malam men¬dengar ayahnya berbisik pada Kazuo." gumam Akio.itu sudah dalam perjalanan ke tempat Saga. dan kabarnya dia tak sepenuhnya setia pada Takeo. Dan Lord Otori takkan menyerang kota i tu. "Dia tak lebih dari perompak." "Kurasa Zenko akan menyambutmu. dan s audara sepupu dirinya. meskipun dahi¬nya makin berkerut dan wajahnya makin muram. Dan harga jual besi dan bubuk mesiu i tu setinggi langit. dia pasti tengah bersiap bergerak melawan Si Anjing. Dulu dia juga penyelundup. "Takeo sedang men¬dapat anca man dari Timur. Kapan lagi waktu yang tepat untuk pergi ke keluarga Muto gun a memperbaiki keretakan dalam Tribe. dan mengangguk setuju pada semua perkataan Jizaemon. Dirasakan sel uruh ototnya menegang. dan bahkan menyimpan hasrat untuk balas dendam. menyediakan surat ijin perjalanan dan memberi pakaian bam serta barang dagangan lainnya. sepupu. tidak selama dia membutuhkan pedagang itu untuk memberi makan dan mempersenjatai pasukannya." bisik Kazuo. "Sejak kematian Kenji. "Tak ada yang memedulikan ancaman Terada. Zenko satu-satunya keluarga Muto yang tidak dikutuk keluarga Kikuta: di a tak terlibat dalam kematian Kotaro. setinggi langit!" tu sudah dalam perjalanan ke tempat Saga.

Maya menyukai perannya sebagai anak yatim piat u. Sebagai adik Sada.* Maya tidak bepergian sebagai putri Lord Otori. terutama pada ibunya. tapi dengan menyamar cara Tribe.pergian dengan kapal pedagang. ada sesuatu di malam itu Halaman 136 dari 500 . dan amat terluka dengan sikap kedua orang¬tuanya karena lebih sayang pada Sunaomi. Maya pernah melihat Sunaomi menjadi anak cengeng karena mengira melihat hantu yan g sebenarnya adalah patung Kanon maha Penyayang yang belum selesai dibuat. dan dalam beberapa hari mereka angkat sauh ke Kumamoto melalui H ofu. tapi saat sam pai di pantai. malam ketiga Perayaan Obon. Waktu itu ia mengikuti Sunaomi dengan menggunakan kemampuan Tribe. dan menyenangkan baginya membayangkan kalau orangtuanya mati karena marah. memanfaatkan cuaca cerah dan tenang di akhir musim gugur. dan mereka pergi ke Maruyama untuk bertemu dengan kerabat di sana dan mencan pek erjaan setelah kematian orangtua mereka. Maya se makin membenci rasa takut Sunaomi karena itu belum apa-apa dibandingkan apa yang perna h dilihatnya di malam yang sama.

Lalu tubuhnya melemas dan meregang seperti tubuh kuc ing. seperti dalam mimpi buruk ketika sepotong kalimat yang tak jelas memb uat orang yang bermimpi me rasa ketakutan setengah mati. Tapi ia juga tak bisa me nyingkirkan ingatan akan pandangan mata si kucing dan suara-suara bergema dari arwah gentaya ngan. bola matanya yang besa r menangkap semua gerakan yang ada. Penghinaan atas ketakutan Sunaomi membantu Maya men gatasi ke¬takutannya sendiri. Maya berusaha kembali ke tubuh manusia¬ny a. getaran dedaun an. mengata kan. "Di mana Penguasa kami? Bawa kami padanya." Kata-kata mereka memenuhi dirinya bak teror yang menakutkan. hewan¬hewan kecil berlarian ke sana kemari. mengatak an. sentuhan mereka terasa sedingin es di kulit hewan berbulunya. dan suara si kucing berbicara dalam dirinya. Tapi didengarnya Sunaomi menjerit. "Lihatlah apa yang bisa kulihat!" ang menyentuh perasaannya. cukup untuk mundur ke semak-semak dan pulang tanpa terlihat ke kastii. "Lihatlah apa yang bisa kulihat!" Awalnya seperti permainan: latar yang gelap dadak terang. lalu melihat seorang laki-laki keluar dari rumah yang baru separuh hancur dengan membawa lent era. Ia melihat hantu-hantu itu dengan peng¬lihatan si kucing. Arwah-arwah mengejar Maya. sama tidak jelasnya dengan apa yang membuat tubuh kucing merasuk dalam sendirinya. mengenali penyesalan pahit . wajah mereka abu-abu. dan membuat bola mata Maya mengec il dan akhirnya tidak bisa lagi melihat mereka. Para arwah gentayangan tadi mundur terkena sinar lentera. dendam tak berkesudahan. hasrat yang tak terpenuhi dalam diri mereka. dan Maya menyadari kalau pantai dan hutan pinus penuh dengan hantu. dan juga geme ricik air ketika bocah itu kencing di celana. tubuh pucat mereka mengambang di permukaan tanah. Di mana . Arwah orang-orang mati itu mem alingkan pan¬dangan ke arah Maya dan si kucing menang¬gapi mereka. semburan air terbawa angin. Terdengar olehnya derak ranting patah. dan suara si kucing berbicara dalam dirinya.yang menyentuh perasaannya. si kucing melolong. Ter¬dengar olehnya suara-suara seperti geme risik dedaunan tertiup angin musim gugur. cakar si kucing menggaruk-garuk batu kerikil di pasir pantai: melompat ke pepohonan di se kitar rumah itu. Kami sedang menunggunya. Ia tidak ingat bagaimana si kucing meninggalkan dirinya hingga ia kembali menjadi M aya. berdesakan di sekelilingnya. ju bah mereka putih. penuh kesedihan dan kelaparan. meskipun tidak me¬mah ami apa maksudnya. Maya menjerit kaget.

Maya. Ia telah mewarisi si fat kejam dari Kikuta seiring dengan banyak bakat yang lain." sahut Maya. dan kini dia sama saja seperti istri-istri yang lainnya. itu masalahmu!" Halaman 137 dari 500 . Tapi kucing itu mendatanginya lewat mimpi . dan berusaha melindungi dirinya dari kerasukan arwah si kucing. "Aku ingin sepertimu. atau seperti Shizuka dulu. meminta." sambung Maya." "Dia juga nenek Sunaomi. "Kau iri." Sada tertawa. menakuti-nakuti dan membujuk dirinya. Ia ingin melihat-nya. "Aku lebih suka jadi mata-mata ketimbang harus menikah dengan lord.Penguasa kami? Maya ketakutan setengah mati. dan mereka mem¬butuhkannya untuk membantu kapal melaju ke pantai Barat." Maya menatap gelombang ke Timur. "Dulu Shizuka suka melakukan sesuka hatinya. Mereka telah melewatinya semalam." gerutu Maya. dan itu membuat Maya menyesal karena pernah me ndengar banyak cerita tentang para perompak jaman dulu dan kunjungan ayah¬nya kepada Lord Terada. "Tapi dia menikah de ngan tabib Ishida. hanya awan di atas gunung berapi di pul au itu yang terlihat. tempat kota Hagi hampir menghilang di kejauhan: Pulau Oshima juga terbentang jauh di belakang mereka. "Jangan meremehkan Muto Shizuka! Dia selalu jauh lebih dari yang k elihatannya. "Kau bisa jadi mata-mata yang sangat hebat!" seru Sada setelah malam pertama di atas kapal. tapi kapal tidak boleh berangkat ter¬lambat: angin timur laut h anya terjadi beberapa hari lagi. tak ingin melihat dan mendengar dengan cara sepert i itu lagi.

Kini aku bisa jadi laki-laki atau perempuan . dan itu sebabnya aku menyukainya. memegang tengkuknya sewaktu ia muntah dan setelah itu mengelap wajahnya. Ketika sampai di tahap yang paling buruk. selalu berusaha mengalahkan mereka. bicara dengan gaya bahasa mereka dan menirukan gerakan mereka. Maya tidak sempat menangkap lebih banyak lagi bahasa pelaut yang menggoda dan ny aris tak bisa dimengerti karena gelombang laut mulai naik. Bahkan di kalangan Tribe." Sada tertawa. Sada merawatnya tanpa mengeluh atau kata-kata bersim pati. Muto Kenji sering bilang itu sebab¬nya kenapa aku tumbuh besar sama tinggi dan kuatnya seperti laki-laki. Sunaomi tidak akan datang tinggal bersama kami. tak masalah kalau ak u kembar. Dia meng¬ajariku cara meniru anak laki-laki. mem¬bujuknya untuk minum teh untuk mem¬basahi bibirnya. dan Ayah tak¬kan berpikir untuk mengangkatnya sebagai anak!" Dan aku takkan berpikir untuk menantang pengecut ci lik itu pergi ke biara. tak masalah kalau aku kembar. "Andai aku laki-laki. ia belajar bicara dengan gaya bahasa laki-laki dan perempuan. "Ya. Maya merasakan sentuhan itu seperti sentuhan seorang pengasuh at au seorang ibu. gelap. ia tersadar ketika kapal berbelok mengitari tanjung tepat saat angin berubah ara h dan angin barat berhembus membawa mereka ke tepi pantai. den gan tulang pipi tinggi seperti anak laki-laki." "Kenji mengajarkan kita hal yang sama!" seru Maya."Sangat tidak adil. Sada mengamatinya. Andai aku lakilaki. Gerakan kapal yang naik turun membu atnya pusing dan tubuhnya terasa tidak enak. serta gerakan. lalu menatap wajah Sada yang tajam. bak kulit bulu hewan. sering. dan berpikir betapa bahagianya bisa selamanya ber . anak laki-laki sepertinya lebih dihargai. Andai aku lakiSangat tidak adil. Aku selalu menentang mereka ." Maya berusaha meyakinkan. kau bisa menjadi laki-laki. Maya menatap Sada." sahut gadis itu. "Karen a aku suka padamu dan aku sayang pada Taku!" "Semua orang menyayangi Taku. karena seperti semua anak-ana k Tribe. tapi juga lembut untuk disentuh." "Benar." sahut gadis itu. padat dan bera t. aku tidak menyesal disuruh pergi jauh. Maya berbarin g di pangkuan Sada yang melingkarkan lengannya yang panjang dan dingin di alis Maya. di mana perempuan diberi banyak kebebasan. "Pernahkah kau ber harap menjadi seorang laki-laki?" "Ya. Sada seperti m erasa kalau di balik kulit Maya ada sifat hewan. "Andai aku laki-lak i. dan bisa berti ngkah seperti keduanya. ketika aku masih kecil.

bukit Halaman 138 dari 500 .. "Kau mencintaiku Sada?" "Pertanyaan apa itu?" "Aku bermimpi kau mencintaiku. Diregangka n tubuhnya untuk me¬meluk Sada. alaukah ." "Atau apa?" "Atau si kucing.baring di dalam pelukannya. hampir seperti anak kecil. melingkarkan lengan di tubuh¬nya..." Maya tengah menatap ke pantai di kejauhan. kombinasi antara kekaguman dan kebutuhan: itu pertama kalinya Maya jatuh cinta. Pada saat itu hasrat menyelimuti dirinya pada gadis yang lebi h tua itu. "Sedikit. Tadi rasanya sakit sekali. Diusap-usapkan hidungnya ke leher Sada. balas memeluknya. dan kelembutan yang tak terduga dari buah dadanya. dan merasakan sekujur tubuhnya bereaksi dengan menggeliat. sekaligus seperti hewan. Aku tak ingin naik kapal lagi!" Maya berhen ti sebentar lalu melanjutkan. "Mimpi yang dialami hewan. merasakan otot kuat seperti otot la ki¬laki. "Kuanggap sikapmu ini berarti kau sudah baikan?" tanya Sada. Tapi aku tidak yakin apakah aku bermimpi." "Mimpi sepeni apa yang dialami kucing itu?" tanya Sada dengan enggan.

ditumbuhi pinus di atasnya yang muncul dari air laut berwarna biru tua. Orang-orang meringkuk di tepi pant ai. Di satu saat ditemukan dirin ya mengira kalau Taku akan mengenyahkannya karena tak mampu menolongnya. Maya menyeringai. tapi ia takut kalau gurunya itu terpengaruh dengan kewajiban pada ayahnya sehingga cenderung memperl akukannya dengan pengecualian." ujar M aya sambil melamun. atau roh si kucing merasuki diriku. rak kayu penopang rumput laut dan kapal nelayan berbadan cembun g tengah ditarik ke pantai. tapi juga tidak terlalu memuaskan. "Aku yakin kelak ini bisa berguna. rak kayu penopang rumput laut dan kapal nelayan berbadan cembun g tengah ditarik ke pantai. "Mereka tidak keb eratan kalau aku ini anak kembar. tempat rumput laut tumbuh. bebatuan hitam yang berada di tepiannya dengan ombak keabuan hijau dan putih. atau kastil. bebatuan hitam yang berada di tepiannya dengan ombak keabuan hijau dan putih. Aku tidak mau kembali pada kehidupan di istana." Nada suara Sada terdengar praktis. Akhirnya akan jadi sesuatu di antara dua hal: tidak terlalu kecewa. dan mereka turun dengan men . Muara berpasir terlalu dangkal untuk dimasuki kapal. Sada mengira hampir bisa merasa¬kan lagi bulu di jari je marinya. itumbuhi pinus di atasnya yang muncul dari air laut berwarna biru tua. "Kalau kau terus lakukan itu. Permukaan air di sekitar telu k lebih tenang." "Kita lihat apa pendapat Taku!" Maya tahu Taku adalah guru yang tegas dan tidak punya perasaan sentimentil." goda Sada. kurasa aku akan berubah menjadi si kucing. atau ia ditolak karena kurang trampil. Ia tak tahu mana yang lebih buruk: diterima oleh Taku hanya karena ia adalah putri Otori. It u menurutku. membetulkan jala dan menjaga agar api unggun tetap menyala yang memaksa garam keluar dari air lau t. dan punggung gadis itu melengkung karena nyaman. membetulkan jala dan menjaga agar api unggun tetap menyala yang memaksa garam keluar dari air lau t. "Aku tak tahu kalau kau mencintaiku. Permukaan air di sekitar telu k lebih tenang. atau sebaliknya kagum dengan segala yang bisa dilakukannya dan semua potensi dirinya. Apa pun yang berguna bagi mereka. Orang-orang meringkuk di tepi pant ai. dan sampai ke muara. baik adanya. "Tapi aku memang menyayangi kuc ing itu!" Diraih lalu diusapnya leher Maya seakan-akan sedang membelai kucing. Aku akan tinggal bersam a Tribe. "Itu sebabnya aku menyukai Tribe. tempat rumput laut tumbuh." sahutnya. dan sampai ke muara.

Di satu sisinya adalah toko depan. membentaknya agar tidak berjalan dengan menggesekkan kaki ke tanah . tentu kak. Maya mengenalnya dengan baik dan sering tinggal di sana bersama ibu dan saudara¬saudaranya. sinar matahari mewarnainya dengan warna merah muda. serta berusaha menarik Sada ke dalam percakapan cabul saat mengayuh ke hulu. yang kini tutup dan sepi. Kastil berdiri di atas bukit kecil di atas sungai dan kota yang menyebar di seke liling¬nya. Maya menyahut. sayapnya masih membentang. terlihat mirip burung yang baru saja beristirahat. Nanti akan kuceritakan. Taku ada di Maruyama?" imbuhnya selagi gerbang dibuka lalu mereka menyelinap masuk. Ia terus merendah kan pandangan mata dan tidak bicara dengan siapa pun agar tidak dikenali. bukan Mai.ggunakan tali ke perahu nelayan yang reot. kau ingat padanya?" "Pasti bukan Mai!" "Bukan. ber¬dinding putih dan beratap abu-abu. Perahu-perahu itu sempit dan tidak stabil. Dipasang ke dinding satunya." sahutnya. Sada bicara kepada salah satunya. para awakny a tertawa ketika Maya memegang erat-erat bagian pinggir atas dari sisi perahu. Dua laki-laki berdiri di luar dengan bersenj ata pedang dan tombak lengkung panjang. ada gerbang besar. Jendelanya dipalang dengan kayu. Kita masuk saja dulu. tapi hari ini tujuannya bukan ke kastil itu. walaupun perjalanan nya jauh dan bawaannya banyak. Sesekali Sada berbic ara kepadanya dengan kasar. sepupu?" "Ini dia masalah datang. dan atap rendahnya memanjang sampa i ke pinggiran atap. ya kak. "Apa yang kau lakukan? Siapa anak itu?" "Adikku. ke kota Maruyama. sambil berjalan tanpa mengeluh. Hari sudah hampir gelap saat mereka tiba di rumah yang memanja ng sampai ke sudut jalan. "Apakah mengira akan ada serangan. Maya. Bangunannya kecil dan indah. Halaman 139 dari 500 .

Dia belum mampir seperti biasa. Tapi mereka juga tahu kalau ini bukan urusan mereka. atau menuang sake untuknya. Dan Maya hanyalah anak k ecil: waktunya masih banyak. Maya hampir bisa mendengar suara pelayan memutus kan kalau pelayan itu perempuan berbisik di telinga Taku selagi membungkuk membasuh kaki Tak u. bergerak cepat hingga nyaris tak terlihat dan menggunakan sosok kedua." "Mereka kenal aku?" bisik Maya sewaktu Sada meng-gandengnya melewati taman yang gelap ke pintu masuk. latihan mengingat dan mengamati. karen a Sada menyibukkannya dengan ber¬bagai latihan Tribe yang tak ada akhirnya. jadi mereka takkan bic ara banyak. karena kemamp uan Tribe bisa selalu dikem¬bangkan. lalu menambah se¬potong kalimat yang kedengaran sem¬barangan.. Maya lakukan semua itu tanpa mengeluh karena sudah me¬mut uskan untuk mencintai Sada tanpa syarat. Dia belum mampir seperti biasa. dia datang beberapa hari lalu." Anak Ku ci ng sudah kembali malam ini.. Ia latihan ber¬diri tak bergerak dalam waktu lama. Kami akan beri tahu kalau kau dan adikmu ada di sini. "Mereka akan memanggilku apa?" ia ber¬tanya pada Sada seraya melangkah ringan ke a tas beranda. apa yang akan Taku lakukan? Maya merasakan agak tahu: apa pun yang akan terjadi tidak akan mudah. "Memanggilmu? Dengan nama apa?" "Apa nama rahasiaku yang hanya di¬ketahui Tribe?" Sada tertawa hingga kehabisan suara. dan tak seorang pun.. dari Miyako. Anak Kucing. dan Lord Sugita sedang menghibur mereka. bar angkali. "Mereka akan mengarangnya. Dia bersama Lord Kono. menguasainya dengan sempurna. lalu Taku bisa tahu.. Kami akan beri tahu kalau kau dan adikmu ada di sini. dan berusaha membuatnya senang. dari Miyako. "Ya. dia datang beberapa hari lalu." Ya. Ia harus menunggu sampai dua hari. Tidak ada waktu untuk bosan atau cemas. penjaga atau pelayan: mereka mendekati Taku dengan komentar tentang kuda atau makanan. Dia bersama Lord Kono.. me¬regangkan dan me lipat tubuh agar tetap lemas. . dan Lord Sugita sedang menghibur mereka. dan kemudian . bahkan Muto Kenji atau Kikuta Kotaro." Maya membayangkan bagaimana seorang laki-laki atau perempuan menyamar se¬bagai prajuri t."Ya.

melihat rahasia yang ia sendiri . Di ujung beranda. "Guru. tapi sebelumnya ia mengamati reaks i di wajah Taku. atau pikiran. menembus dirinya. Sada be r¬diri sambil memegang lentera. Diselesaikan tugasnya. "Uhhh. Saat wajah itu terlihat lelah." bisiknya. separuh terkena sinar. Taku mengerutkan dahi. se paruh dalam kegelapan.Di senja hari kedua. ekspresi wajah yang tegang. Cahaya lentera berkeda p-kedip di balik kelopak matanya. buram. Tapi ia tak mampu mempertahankan diri dari Taku: merasakan seolah ada semacam bias si nar. tidak membiarkan ekspresi yang menunjukkan kelemahannya terlihat. Mata Taku yang hitam. menatap lurus ke arahnya. Sada mem¬ber i isyarat pada Maya yang tengah menaruh mangkuk di nampan karena di rumah ini dia bukan lagi putri Lord Otori tapi gadis termuda sehingga menjadi pelayan bagi semua orang. dan memberi isyarat pada Sada untuk mendekatkan lentera. setelah malam men¬jelang dan mereka selesai makan. dan di waktu yang bersamaan tidak berani mencari-cari ada ekspresi apa di wajah Taku. lalu menutup mata. dan bahkan kesal. Maya bisa melihat wajah Taku. tidak tahu ada dala m dirinya. mem¬bawa nampan ke dapur. tapi Maya tak tahu apakah gerutuan itu karena Taku setuju a tau terkejut. Maya menahan tatapan mata Taku tanpa berkedip. membuat pikirannya kosong. lalu melangkah keluar beranda. Maya merasakan panasnya lentera di pipinya." gerutu Taku." kata Taku. Maya menghampiri lalu berlutut di hadapannya. "Mengapa ayahmu mengirimmu padaku?" Halaman 140 dari 500 . hati Maya terpuruk. "Pandang aku.

tapi di sini ia harus tetap sebagai anak perempuan. sekali." kata Taku pelan. Kau bisa ikut ke kastil denganku besok. jangan menyimpan rahasia pada kami. Sebagian besar ." "Aku bersumpah." "Tunjukkan padaku. Tubuhnya gemetar. "Lalu?" tanya¬nya. "Jangan buang waktu." sahutnya pelan. t elinganya menegak dan memamerkan gigi¬nya. Maya tidak menjawab selama beberapa saat. Dandani dia seperti anak laki-laki. "Kau tak memercayaiku. kurasa sebaiknya aku menjaga agar Maya tetap di dekatku." sahut Maya. "Biarkan aku melihat roh kucing ini." kata Taku dengan agak kesal pada Sada." sahut Taku. bila Takeo memintanya." "Aku tidak mau. Tetap saja. bulunya beriak. Maya bereaksi dengan marah. Terserah kau mau menjadi apa. "Aku sedang berusaha mengawasi Kono. membuat tubuhnya melembut dan meregang. "Sangat me¬nar ik. maka kini aku percaya. lalu menyentuh pipi Maya dengan lembut. "Ayah mengira Kenji kemun gkinan mewariskan ilmu Tribe tentang hal-hal seperti ini kepadamu. Hewan itu menu rut dengan sendirinya. "Aku mem¬buntuti Sunaomi ke kuil Akane lalu melihatnya k encing di celana!" Taku mendengar sesuatu di balik ke¬beranian yang dibuat-buat itu. kemudian ia bergumam. jangan ambil resiko." kata Maya datar. langsung dan bukan seperti manusia. "Bila sebelumnya aku tak percaya. Pertanyaannya yaitu." Suaranya mengand ung kecurigaan dan tak acuh." "Tidak ada hubungannya kau suka atau tidak. tidak pergi sendiri sesuka hatimu."Menurut Ayah aku dirasuki roh kucing. kalau memang ada di sana." akunya. bagaimana kita bisa memanfaatkannya? Pernahkah kau berubah wujud hingga benar-benar menjadi kucing?" "Pernah. lalu mengeong. bersiap menerkam." "Ini bukan waktu yang tepat." sahutnya. "Cukup. Ka u harus berjanji kalau kau hanya akan melakukan apa yang Sada atau aku pinta. Kemarahan menjalar ke sekujur tubuhnya . "Ayah mengira Kenji kemu ngkinan mewariskan ilmu Tribe Menurut Ayah aku dirasuki roh kucing. tapi tinggallah di si ni. dan mengawasi kakakku kalau-kalau dia bertindak yang tak terduga . "Aku tak mau mel akukannya lagi! Aku tidak menyukai perasaan yang menyertainya." sahutnya pelan.

" "Guru. atau orang yang diasingkan. berjalan pelan melewati kamar-kamar panjang dan rendah ru mah itu. pikimya." Maya membungkuk normal dengan patuh dan mengucapkan selamat malam kepada keduanya. ditemukan di desa terpencil dengan lebih banyak bakat yang dimiliki orang Tribe lainnya." tutur Maya. Aku di sini seperti anakyatim p iatu. Tidak lama setelah ia masuk ke dalam rumah." Mendadak rasa sakit hati mener¬ja ng diri Maya karena merindukan Miki. "Ada yang harus kubicarakan dengan Sa da." tutur Taku. Apa akan ada orang lain yang bisa mengenalimu?" "Tak seorang pun berani menatap langsung padaku. tapi Maya tidak mer asa Halaman 141 dari 500 . membawa musim gugur. "Tapi di mana adikmu ?" "Dia di Hagi dan akan segera pergi ke Kagemura. Aku akan memperingatka n Hiroshi. "Karena aku anak k embar. Shigeko dan orangtuanya. Angin berhembus dan bersiul melalui celahnya. "Sekarang pergi tidur. Mungkin aku akan menjadi seperti Ayah.penghuni rumah ini sudah mengenalnya. dia harus dilindungi sebaik-baiknya sebagai putri Lord Otori." "Anak kembar cukup istimewa di kalangan Tribe. seorang pelayan mendekatin ya lalu menyuruhnya menyiap¬kan alas tidur." kata Taku tiba¬tiba. Dibukanya lipatan matras lalu membentangkan selimut.

" "Bisakah Hiroshi dipercaya?" gumam Sada. Sepertinya berbeda. membuat¬n ya mengalir cepat melalui urat nadinya. edinginan. bulan menarik darahnya dengan keras. "Kalau tidak. Aku mungkin akan melakukannya karena bosa n harus bersama Lord Kono lebih lama lagi." "Apakah arwah seorang laki-laki.kedinginan. suara pelan mereka ber ganti dengan nyanyian terakhir serangga musim panas." "Atau tanggung jawab lain yang tak bisa kuhindari!" "Kenapa kau terkejut saat menatap matan¬ya?" "Aku mengharapkan tatapan anak perempuan." "Kau lelah. berusaha menyaring bisik-bisik dari para gadis ya ng berbaring di sisi kanan dan kirinya." "Maya akan menjadi hiburan yang menyenangkan. Maya mewarisi pendengaran tajam ayah¬nya. Yang kulihat bukanlah seperti anak per empuan: sesuatu yang tak berwujud. sepupu. atau sesuatu yang berhubungan dengan kerasukan si kucing?" "Aku sungguh-sungguh tidak tahu. Didengarkannya suara-suara dari taman. "Aku ajak Kono kemari agar dia bisa melihat kesetiaan di Maruyama kepada Otori. Didengarkannya suara-suara dari taman. Maya unik kemung¬kinan sangat kuat. Sada tertawa. akan kugorok leherku." "Kuharap aku tidak harus melakukannya. dan kini semakin peka. Aku cemas Zenko telah membiarkannya percaya bahwa Seishuu hendak memberontak." Sesuatu dalam nada suara Sada yang membuat tubuh Maya gemetar denga n gabungan . Ketika akhirnya i a berbaring. Di kejauhan Taku berkata. Terutama sekali bagi dirinya sendiri. Mereka menyuruhnya pergi tidur dan ia mematuhinya. "Kau tidak akan bunuh diri. tapi mereka tidak melarang¬nya untuk mendengarkan. bila kau takut merasa bosan. menanti untuk menemukan wujudnya. dan menghembus¬kan napas dengan amat perlahan hingga nyaris tak terdengar. dan bahwa wilayah Barat takkan berpihak kepada Takeo. Perlahan-lahan akhirnya mereka ter¬diam." sahut Taku. tapi mereka tidak melarang¬nya untuk mendengarkan." "Dan berbahaya?" "Mungkin. Mereka menyuruhnya pergi tidu r dan ia mematuhinya. Didengarnya kepakan sayap burung hantu yang tenang sewaktu terbang melew ati taman. dipasang telinganya baik-baik. Sinar r embulan mem¬bentuk kisi-kisi di layar kertas. meratapi musim dingin yang akan datang d an kematian mereka.

Lama setelah itu. pada pasangan yang tidak terlihat." Sada masuk ke kamar perlahan lalu ber¬baring di sebelah Maya. sepertinya Maya men¬dengar langkah kaki di beranda. "Mari. Taku bicara dengan suara pelan." sahut Sada. meng¬hirup aroma tubuh itu bercampur dengan aroma Taku masi h teninggal Halaman 142 dari 500 . Ma ya tidak tahan mendengarnya. Berpura-pura ter¬tidur . ku¬pijat dahimu. Bawa dia ke kastil saat tengah hari." Sesaat hening. tidak ada yang terjadi di antara kita yang tidak berani apa-apa. lebih pelan lagi. "Aku tidak meng¬harapkan itu!" "Kita tumbuh dewasa bersama." "Sada. "Aku akan me¬nemuimu dan May a besok pagi.antara kerinduan dan kecemburuan. tapi lalu berkata dengan singkat." Taku be rhenti sejenak seolah ingin berkata lagi. Maya menahan napas. 'Tidak perlu berarti apa-apa. Sada berkata. Maya berbalik menghadapnya. Ada semacam kekuatan hasrat jatuh di taman yang gelap. Taku menghembuskan napas panjang. lalu menarik selimut hingga menutupi kepalanya.

"Kau bukanlah gadis yang cantik. bahkan men¬jijikkan. "Aku dengar semuanya. dan berharap Sada adal ah Taku. Kau adalah salah seorang pelayan Lord Taku. pelayan yang terendah derajatnya. Membentak sedikit lagi. rambut dan pakaiannya yang masih terasa asing membuat matanya berkilat dan pipinya bersemu merah. Menurutnya perasaan berlebihan semacam itu aneh. Ia tidak dapat memutuskan mana yang paling ia cintai: ia ingin memeluk mereka berdua. Beajarlah meng¬atasi rasa bosan. Selama beberapa saat ia tidak membuka mulut . kuharap. "Tapi bisa menjadi a nak laki-laki yang tampan. Maya balas memeluk. Ditariknya Maya lalu dipeluknya. dan selalu menertawai orang yang tergila-gila karena ci . "Kau jangan terlalu menarik perhatian." Maya mencoba mengatur tubuh agar ter¬lihat lebih mirip anak laki-laki." sahut Maya tanpa pikir panjang." Sada tidak bisa menahan senyum. lalu katupkan bibirmu. Keesokan harinya Sada membangunkannya pagi-pagi lain bersiap memotong rambutnya yang panjang sebahu dan menariknya ke belakang dan diikat ke atas. "Kau mendengarnya mengatakan itu? Apa lagi yang kau dengar?" Maya menjauhkan diri dari gadis itu. membiarkan dahinya tidak dicukur." "Apa yang nanti harus kulakukan?" "Sedikit sekali.* Sebagian laki-laki mengutamakan cinta. "Jangan bilang pada siapa-siapa. tapi Muto Taku bukanlah salah satunya. Ia tidak dapat memutuskan mana yang paling ia cintai: ia ingin meme luk mereka berduatubuhnya. "Tenang. seperti laki-laki yang masih di bawah umur." "Seperti Taku. Sada mencengkeram lengannya. tapi kemudian ia berkata." Sada menghardiknya. at au berhasrat ingin mengabdikan diri hanya untuk orang yang dicintai." kata Sada seraya tertawa. deng an nada mendukung. Pada saat itu Maya merasakan dirinya men¬jadi milik mereka selamanya. Kau tidak boleh kelihatan cantik! Nanti ada ksatria yang membawamu kabur.di tubuhnya." gumamnya. tapi rasa s enang. merasakan panas tubuhnya.

Kejadian seperti itu belum pernah dialaminya. berserah diri kepadanya. terangterangan membenci kelemahan mereka. Taku hampir tidak bisa tidur. Tidak perlu berarti apa-apa. Taku justru menjauhkan diri. tubuh Sada yang sama tinggi dan kuat dengan tubuh nya. hampir seperti tubuh laki-laki namun sekaligus tubuh perempuan. mengasuh anak-anak dengan baik dan setia ke padanya. kata Sada waktu itu. menya¬yangi juga memerc ayai istrinya untuk meng¬atur rumah tangga. Maka i ngatan yang tak mau pergi di benaknya tentang keintiman yang terjadi tiba-tiba serta tidak dihar apkan bersama Sada mengganggu pikirannya. tapi gagasan bersikap setia kepada istrinya tidak pernah melintas di benaknya. hasrat yang begitu bes ar. dan dia berubah dari teman.nta. Ketika ada perempuan menyatakan terang-terangan mencintainya. ia sulit ber¬konsentrasi pada apa yang sedang dibicara¬kan. seperti yang sering terjadi. dan semua kesenangan yang bisa dinikmati dari tubuh perempuan. Dan saat bicara dengan Sugita Hiroshi di taman kastil di Maruyama. Kita tumbuh de wasa bersama. Ia menyu kai perempuan. kepuasan yang begitu menusuk serta sempurna. hasrat keperempuanan Sa da yang menang¬gapi hasrat dirinya. hanya menginginkan kehadiran Sada di sisinya. hampir Halaman 143 dari 500 .

Kep ala Biara kami sudah berusia lebih dari delapan puluh tahun. "tapi kedatangan mereka agak ter¬tunda karena mereka ke Terayama untuk ziarah ke makam M atsuda Shingen. Mereka membicaraknn tentang pertemuan yang akan datang dengan Lord Ot ori dan Arai Zenko. yang bahkan aku sendiri tak bisa mem ahaminya.. Mereka sebaya. beranjak dua puluh tujuh saat tahun baru nanti. mereka berdua sering bertengkar dan saling bersaing merebut pe rhatian Takeo. tanpa tahu dari mana datangny a kata¬kata ini. Saat itu masih pagi. Langit biru pucat te rang bak telur burung. "Takeo dan Lady Shigeko sudah harus di sini pada bulan purnama berikutnya. tanpa tahu dari mana datangn ya kata¬kata ini." komentar Taku. dan Taku pun ber¬kata. penolakan Kikuta untuk berunding. matahari baru saja mulai mengangkat kabut dari tum-pukan jerami berwarna keemasa n di sawah. "Tam¬paknya keadaa n semakin rumit setiap minggunya. Tak ada hal yang terjadi di antara kita yang tidak berarti apa-apa. menjadi kekasih. Dia belum bisa melupakan kematian Kenji." "Aku merindukan ketrampilan dan pengetahuan pamanku. Niat buruk kakakku. setengah kepala leb ih tinggi dari Taku dan berbahu lebih bidang. mereka pernah menjinakkan kuda-kuda jantan bersama. sedangkan Sugita Hiroshi di¬anggap tampan." "Pasti Takeo sedih kehilangan dua guru¬nya di tahun yang sama. menjadi kekasih. yang diadakan dalam beberapa minggu mendatang di Maruyama. Saat masih kecil. Tak ada hal yang terjadi di antara kita yang tidak berarti apa-apa. Taku mengalihkan kembali perhatiannya pada kawannya." kata Hiroshi. Ini kesem-patan pertama bagi kedua laki-laki ini bisa bicara berdua sejnk kedatangan Taku ber¬sama Lord Kono. wajah yang mudah berubahubah ekspresi khas Muto.." "Selama aku di Hagi. dan sejak itu terikat oleh h ubungan persahabatan yang amat dalam. cuaca tampak cerah di musim gugur ini. Taku berperawakan kuat dan sulit digambarkan. dan Taku pun ber¬kata. Seperti yang dimiliki pamanmu pada dirimu." tutur Hiroshi ragu-ragu. eperti adik. Kau akan serasi d engan Lord Takeo seperti layaknya Kenji.. "Kepergian Matsuda tidak semendadak atau mengejutkan seperti kematian Kenji. kesibukan Takeo tampak tidak seperti biasa. . dengan kulit pucat dan bentuk tubuh gagah kh as klas ksatria. waktu yang luar biasa panjang. Dan beliau memiliki penerus yang layak. Lord Kono dan tuntutan dari Kaisar.seperti adik." aku Taku.

namun ia tak mampu menahan diri: Ak u terobsesi."Baiklah. Masalah si kembar." "Terjadi sesuatu pada Lady Shigeko?" sela Hiroshi. kemudian tertawa d i saat bersamaan. Mereka berdua terdiam sesaat. kerabat jauh keluar gaku: namanya Sada." Hiroshi setuju. "Mereka pasti akan mengenalinya!" "Hana mungkin saja. kurasa." ujar Taku." sahut Taku. Halaman 144 dari 500 ." "Di sini bersamamu?" ulang Hiroshi merasa terkejut." "Memang benar. Dia dirawat seorang perempuan muda yang juga menyamar menjadi laki-laki. "Kehamilan Lady Otori. "Dia dalam keadaan sehat keti ka aku bertemu dengannya belum lama ini." "Sejauh yang kutahu. "Zenko dan Hana akan datang. dia baik-baik saja. Tidak banyak yang luput dari pandangannya. aku harus memperingat¬kanmu kalau-kalau kau mengenalinya. Barangkali kau bahkan tidak memerhati¬kann ya. "Maya ik ut bersamaku di sini. masalah putri¬putrinya. pikirnya. "Dia berpakaian seperti anak laki-laki." Sebenarnya ia tidak perlu menyebut nama itu..." seru Hiroshi. terlepas dari kesedihan dan urusan-urusan negara ini.. dia memiliki kek hawatiran lain.

" Hiroshi sepakat." Hiroshi tersenyum mengejek dirinya sendiri namun tanpa perasaan getir. Tanah mili k keluargaku dikembali¬kan ke wilayah kekuasaan itu. terutama ketika dia tidak pun ya anak laki-laki." "Aku yakin Lady Shigeko akan mem¬butuhkanmu setidaknya selama satu atau dua tahun. Kuk ira nantinya Takeo akan mengangkatku sebagai putranya. Bulan depan d ia akan menerima wilayah itu. "Memang benar ada saat ketika aku sangat bersemangat ingin menikah dengannya. "orang bilang kau tidak bisa melupakannya. Takeo atau Shigeko akan memberi apa pun yang kau minta. dan dengan tangkasnya mengubah topik pembicaraan." "Akan lebih baik bagi Takeo bila kau yang menikah dengannya. "Jadi kau masih tergila-gila pada Hana. aku tinggal di kediaman Lord Takeo. Aku tidak memiliki keluargaku sendir i. Kau harus menikah dan punya anak. nyaris bicara pada dirinya send iri. Sementa ra itu untuk tanah. ketika Maruyama habis karena gempa bumi." kata Taku." . dan itu sebabnya kau tidak menikah!" Mereka sudah pernah membicarakan masalah ini. aku cepat pulih dari perasaan itu." 'Tidak. tapi keingi¬ntahuan Taku b angkit oleh obsesi barunya sendiri. seperti yang kau tahu. "Jangan s alah paham. "orang bilang kau tidak bisa melupakannya. penasar an apa lagi yang menahan Hiroshi tidak ingin menikah. Aku tidak kecewa atau pun tertekan. dan itu sebabn ya kau tidaKau tahu. aku akan kembali ke Terayama. Saat itu aku masih sama bodoh dan angkuhnya dengan para pemuda pada umumnya. Aku dikirim ke Terayama untuk mempelajari Ajaran Houou. a ku senang menjadi pengurus Maruyama dan mempertahankan¬nya untuk Lady Shigeko."Kau tahu. T ak perlu mengubur diri di Terayama bak pertapa." sahut Hiroshi pelan. Aku melihat panggilan hidupku adalah untuk melayani. Ku kira aku memujanya dan amat meng¬inginkannya menjadi bagian dari keluarga itu ayah kandungku." "Tidak semua yang kuminta. dan paman beserta putranya lebih memilih untu k mencabut nyawa ketimbang menyerah pada Arai Daiichi." ujar Taku." kata Taku. gugur dalam perang. tapi aku senang k akakmu yang menjadi suaminya. "Mereka saling mengisi ambisi. Hana memang cantik. "Tapi kau belum mengatakan alasan Maya berada di sini. kecuali kalau dia memintaku berada di sini.

maka hanya sampai sebatas itu perannya. Dan harus ada yang meng awasinya terus-menerus. sebagai putri Lord Otori." ujar Taku akhirnya. "Tapi kenapa dia tidak datang secara ter¬buka. Aku harus selalu meng¬a wasinya juga. dan tingg al di sini seperti yang sudah sering dilakukan¬nya?" Ketika Taku tidak segera menjawab." "Kurasa dia bisa melakukan semua tipuan yang kau gunakan untuk menggodaku. Halaman 145 dari 500 . akui saja!" "Dia lebih berguna bila tidak dikenali. Aku tak bisa menjelaskan semua alasannya. "Pada dasarnya kau memang su ka intrik. sedangkan di Tribe dia bisa mengambil berbagai peran yang ber¬beda."Dia perlu dijauhkan dari sepupu¬sepupunya yang kini berada di Hagi." "Apakah anak itu dalam bahaya?" "Dialah yang bahaya. meyakinkan agar klan Seishuu benar¬benar s etia pada Otori. itu sebabnya Sada ikut bersamanya. dan dari kembar annya. "Lagipula dia adala h anak dari kalangan Tribe. Aku mengandalkanmu untuk menutupi keti dakhadiranku dan menghibur Lord Kono dan sebelum aku lupa." kata Hiroshi tersenyum. Hiroshi berkata. Bila dia menjadi Lady Otori Maya." sahut Taku.

yang kita langgar sendiri ketika tampak pant as dilaku¬kan." "Baiklah." "Ayah. aku percaya Ajaran Houou juga memiliki tip uan!" Tipuan-tipuan itu." "Apakah menurutmu kunjungan ini bijak¬sana? Bukankah Takeo justru menempatkan diri di bawah kekuasaan jenderal baru ini. "Dia mengkhianati Takeo setelah ber¬sumpah untuk bersekutu dengannya!" seru Taku. pantas mati! Aku tak¬kan lupa saat itu ketika kupikir Takeo s eharusnya membunuh Zenko." tutur Hiroshi tenang. baik di Wilayah Timur atau pun di Wilayah Barat?" "Ya." sahut Hiroshi. tapi ini adalah kata-kata aneh yang keluar dari mulut seorang ksatria!" "Taku. aku percaya Ajaran Houou juga memiliki tip uan!" "Para Guru Besar. tapi sebenar¬nya itu adalah hasil dari latihan selama b er¬tahun-tahun dan pengendalian diri. pernah menyelamatkanku lebih dari sekali!" sahut Taku dengan pedas.. cepat atau lambat Takeo juga akan me nye¬rangnya. saat datang nanti dia akan mem¬beritahukan pada Lord Kono bahwa utusan khusus kami dalam perjalanan ke Miyako untuk menyiapkan kunjungan tahun depan. Tapi apa para Guru Besarmu berhasil membuj uk Takeo agar tidak ber¬perang. sebagaimana kau me¬nyebutnya. kurang lebih sama dengan Tribe. tapi tidak ada artinya tanpa latihan." "Ayahmu bertindak dengan benar. Si Pemburu Anjing?" "Tindakan apa pun yang menghindari perang adalah tindakan yang bijaksana. seperti Miyoshi Gemba dan Makoto. "Tapi bila dia tidak bertindak seperti itu. pernah menyelamatkanku lebih dar i sekali!" sahut Taku dengan pedas. "Selain itu. dan setelah beberapa tahun b osan dengan kedamaian lalu berperang lagi. "Selain itu. Kita menyembunyikan hasrat haus darah dan hasrat untuk balas dendam dengan kode etik kehormatan. Ini wajar dalam masyarakat kita."Tipuan-tipuan itu. "Maaf. paling tidak. kita berdua menyaksikan ayah kita mati di depan mata kepala kita. menurut keyakinan dan kode kehormatan¬nya. Kemampuan kami mungkin saja berasal da ri keturunan. memiliki banyak kemampuan ya ng kelihatannya supernatural.." "Apa benar kau belum pernah membunuh seorang pun?" tanya Taku sekonyong¬konyong... Kita bertempur sampai bosan. "Aku diajari banyak cara untuk mem¬bunuh. dan belajar strategi perang sebelum beru . sebagaimana kau me¬nyebutnya.

" "Saat nanti kalau kau di medan perang. Cuaca musim gugur tetap cerah dan terang. Si bangsawan mene rima semua Halaman 146 dari 500 . Lord Sugita!" Dengan kehadiran si bangsawan. kepuasan penduduknya. Teru tama karena kini mereka sudah memiliki senjata api. dan seorang penjaga berlari menghampiri lalu berlutu t di depan Hiroshi. "Ka u akan mempertahankan diri layaknya semua orang." "Barangkali. "Lord Kono sudah datang. dan kesetiaan mutlaknya pada Lord Otori. pertahanan serta juml ah tentara. anak-anak R aku." kata Taku. tapi aku belum pernah bertarung dalam penempuran yang sesungguhnya. Untuk sementara ini aku akan lakukan apa pun untuk menghindari pera ng." "Aku khawatir kalau kakakku dan Kaisar akan membawamu ke kancah peperangan. warna dedaunan semakin hari semakin tu a. Kuharap takkan pernah. sedang¬kan kedua pemuda itu menunggang kuda." Ada gerakan di ujung taman. Hiroshi dan Taku menjelaskan kepada Kono tentang kekayaan wilayah itu. Kono ingin melihat berbagai kota dan pedesaan sehingga mereka melakukan banyak ekspedisi. Si bangsa wan ditandu mewah yang berlapis emas.mur sepuluh tahun. Kau bisa pastikan kalau mereka takkan ti nggal diam sampai mereka menjajal habis-habisan senjata baru mereka. kau akan berubah pikiran. dan a ku belum pernah mem¬bunuh siapa pun. tapi Hiroshi tampak lebih terbuka dan ramah. sikap mereka berdua agak berubah: Taku menjadi le bih waspada.

" kata Sada. nformasi ini dengan sopan santunnya yang tenang seperti biasa. seperti yang Taku lakukan setiap dua atau tiga hari sekali. bahkan bila Maya sudah tertidur. Maya harus bangun cepat. kadang dengan kemarahan. dunia tempat para hantu dan arwah. Menjadi anak laki-laki seharian telah menguras tenaganya. sesekali menemukan dirinya berada cukup dekat dengan Kono dan para penasihatnya untuk men dengarkan apa yang mereka gumamkan. "Kau harus menerimanya. tap i ia mengingat dan mengulang kata demi kata untuk Taku sewaktu datang ke rumah tempat ia dan Sada tinggal. pekerjaan ini be rjalan lambat dan banyak tuntutannya. tanpa kemampuan Trib e dan tidak punya saudara kembar. Acapkali ia merindukan berada di rumahnya di Hagi bersama ibu dan kakak juga adiknya." "Kau sudah terlanjur melakukannya. "Yang bisa kulakukan hanyalah membantumu belajar mengendalikannya. Maya mulai menyesali kematian si kucing dan ker asukan roh hewan itu. "Aku tidak bisa. ia memohon pada Taku untuk menyingkirkannya. Taku kerapkali kelelahan dan tegang. hingga perasaanny a yang sebenarnya tidak diketahui. Dikiranya ia akan suka men¬jadi si kucing. Sebelumnya ia merasa pelatihan Tribe mudah: menghilang. Kadang-kada ng Taku datang larut malam. . Maya ingin bekerja sama. sesuai cara Tribe yang mengendalikan kebutuhan tidur mereka dengan cara yang sama untuk mengendalikan semua kebutuhan dan hasrat mereka. tapi takut dengan apa yang kemungki nan terjadi padanya. dan menguasainya. menunggang kuda milik Sada. Terkadang Maya turut dalam perjalanan¬perjalanan ini. Maya harus mengerahkan seluruh tenaga dan konsentrasinya untuk pertemuan malam hari ini dengan gurunya. tapi itu tidak ada apa-apanya di¬bandingkan dengan tuntutan yang baru. tapi cara yang baru ini sepertinya j auh lebih sulit dan lebih berbahaya. tapi ternyata kucing itu lebih kejam dan menakutkan dari yang ia perki¬rakan. Ia ingin menjadi anak-anak saja. kesabarannya hampir habis. Maya tidak membiarkan sikap Taku memengaruhi diri¬nya. Percakapannya kedengaran tidak menarik dan sepele. kadang dengan wajah cemberut yang dingin.informasi ini dengan sopan santunnya yang tenang seperti biasa." Kemudian Maya merasa malu dengan kelemahannya. hingga perasaann ya yang sebenarnya tidak diketahui. dan betapa pun larut¬nya." sahut Taku. Kucing it u ingin menariknya masuk ke dunia lain. ingin men¬jadi seperti Shigeko. Taku selalu ingin bertemu Maya. menggunakan sosok kedua.

"Kekuatan itu sudah ada. Lady Shigeko. tapi ia tetap tidak bisa melakukan apa yang Taku h arapkan: mengambil bentuk kucing itu lalu memanfaatkannya. Kegembiraan kian bertambah tahun ini dengan kenyataan bahwa Lord Otori sena putri sulungnya."Kucing itu bisa memberimu kekuatan. pe¬waris Maruyama. Maya sudah tahu kalau ayahnya dikenal banyak o rang. kau ha rus meraih dan memanfaatkannya!" Tapi meski berada di bawah pengawasan dan bimbingan Taku hingga Maya sudah terbi asa dengan roh yang hidup dalam dirinya." kata Taku pada Maya saat ia menanyakannya. Shigeko akan mengganti nama dan sejak saat ini dikenal Halaman 147 dari 500 . "Hiroshi sudah membic arakannya denganku. bahkan dicintai. tapi tak sepenuhnya me¬nyadari sampai tahap apa hingga mendengar¬nya sendi ri dari mulut orang-orang yang saat ini berbaur dengan dirinya. me¬lambaikan tangan di atas kepala." kata Taku. Pendudu k kota turun ke jalan setiap malam dengan pakaian berwarna cerah dan sandal baru sambil bernyanyi.* Bulan purnama di bulan kesepuluh semakin dekat. dan di mana-mana persiapan Peray aan Musim Gugur telah dimulai. "Memang benar. akan meng¬hadiri perayaan. Tersiar juga berita bahwa wila yah ini secara resmi akan dipersembahkan kepada Shigeko karena sekarang usianya sudah mencukupi.

mereka bertiga duduk berdekatan di dekat tungku batu bara. nama yang sering dide ngar. Ke¬dengarannya seperti legenda. Ketiganya berada di kamar kecil di ujung rumah Tribe. tapi aku ingin memimpin Tribe!" sahut Ma ya. sebagai kerabat tertua Kenji. Meski udara dingin. Taku langsung berpaling dan menatap Sada dengan pandangan yang membuat hati Maya berdebar seka ligus cemburu. sebaiknya kau berubah menjadi anak perempuan lagi sebelum usiamu semakin bertambah!" Taku menggodanya." "Lady Maruyama. Empat hari sebelum pumama. Per empuan belum . "Lalu ada kakakku." ulang Maya. Lady Shigeko kelak akan memimpin Tiga Negar a. Sada yang tak bisa menyembunyikan rasa senang. bulan sudah makin membes ar dan menguning." "Aku takut ada juga orang lain yang tidak setuju Shizuka menjadi Ketua Muto. Taku minum sake. tapi baik Sada maupun Maya tak suka rasanya. tidak bisa menahan diri untuk terus menyentuh T aku. "Ibuku sekarang yang memimpin Tribe.sebagai Lady Maruyama. "Lihat saja. "Aku tidak tertarik dengan Tiga Negara. "Kau harus tunggu sampai aku mati!" Taku tertawa. "yang percaya k alau sudah menjadi haknya untuk memimpin Tribe. aku tidak bisa jauh darimu." kata Taku sewaktu Sada mengungkapkan rasa terkejutnya karena Taku datang cepat. Malam itu dingin dan terang. dari Chiyo. "Jangan bilang begitu!" Sada memper¬ingatkannya. tapi taman penuh sinar bulan dan bayang-bayang pekat. daun jendela tetap terbuka. dari Shizuka. seraya menyentuh lengannya. dari para penyanyi balada yang menyanyikan dan menceritakan kisah-kisah Otori di sudut jalanan dan tepi sungai. Maya tak menduga Taku datang begitu cepat ia sudah di sana sejak kemarin malam. tidak lagi berkelakar. selimut tebal menyelimuti tubuh mereka." bisik Taku pada Sada. Satu lentera kecil kalah dengan gelapnya ruangan i tu.ebagai Lady Maruyama.

" Maya mendengarkan dengan cermat." sahut Sada. Apakah dia bepergian seorang diri?" "Imai Kazuo bersamanya." "Sebaiknya kita segera kirim orang ke Hofu." "Putra siapa?" Taku duduk tegak. tanpa bicara. "Bukan p utra Akio. Mengapa kau beg itu kaget?" "Kau tidak mengenal siapa anak itu?" "Dia adalah cucu Muto Kenji.pernah memimpin keluarga itu. semua orang tahu itu. anak laki-laki berusia sekitar enam belas tahun. Dia berangkat ke Hofu dua minggu lalu. "Dan cari tahu mau ke ma na dia dan apa tujuannya. "Aku mendengar satu desas-desus hari ini. tabuhan genderang dengan irama tegas. sadar akan hawa panas di satu sis i wajahnya. orang-orang tidak suka bila tradisi diubah. "Suruh anak itu tidur. "Kurasa itu adalah rahasia Kikuta. dan udara dingin di sisi wajah yang satunya lagi. Mereka menggerutu kalau tindakan ini menying-gung dewa-dewa." gumam Taku. "Tidak ada lagi?" Sada menggeleng. Halaman 148 dari 500 . "Kikuta Akio terlihat di A kashi. mereka lebih memilihmu. Lalu sepertinya dia ingat akan k ehadiran Maya. dan putranya. kan?" "Sepertinya ya. pastinya. Bukannya menginginkan Zenko." katanya pada Sada. Dari kota terdengar musik dan nyan yian. disela dengan teriakan-teriakan parau." kata Sada. tapi penunjukan ibumu telah menyebabkan perpecahan." kata Taku.

dan gemetar tubuhnya berubah menjadi sesuatu yang lain. dan begitu berada di kamar pelayan ia justru merasa lebih dingin. Maya menyelinap dari balik selimut dan melangkah tanpa bersuara dari kamar itu. lalu bangkit berdiri. pikir Maya. Tubuh Maya gemetar. Maya berpikir akan menam¬pakkan diri kepada mereka." kata Taku. merangkum percakapan sebelumnya. Ia ingin ber¬baring di antara mereka. Sebulan lalu ia pasti akan prot es. Aku tidak bisa membuka pintunya." Sada berdiri membantu. "Tutup jendelanya sebelum pergi. lalu menjerit keras ketakutan. Maya. menghangatkan tu buhnya."Maya. ingin bersamanya dan Sada: Maya memikirkan bulu kucing yang tebal dan halus menye¬limuti dirinya. kalau Ta ku akan merasa senang dan memujinya. Maya menemukan tempat di sela dua orang gadis dan merangkak melewati mereka. tapi ia sudah belajar mematuhi Sada dan Taku dalam segala hal." perintah Sada. "Selamat malam. akan menjadi saru-satunya orang yang bisa membawa kema tian padanya. tapi roh kucing lebih tahu. Sada bicara dengan nada setengah malas. Di sini. ingin men-dengar apa yang Taku katakan. Semua orang sepertinya sudah tidur. melayang melewatinya." perintah Sada." . "Udara semakin dingin. sadar akan bola matanya yang membesar dan pandangannya yang tajam. mengingat bagai¬mana dunia itu penuh dengan gerakan kecil yang belum pernah diperhatikannya. tapi ia sudah belajar mematuhi Sada dan Taku dalam segala hal. di rumah Tribe s emua orang tahu kalau ia anak perempuan. "Bocah itu benar-benar putra Takeo?" "Ya. Sebulan lalu ia pasti akan pro tes. tidurlah di kamar pelayan. men¬dengarkan dengan agak takut suarasuara hampa para arwah. Ia sudah berada separuh jalan ke gang selasar ketika ia sadar tengah bergerak melayang di atas permukaan tanah. dan menurut ramalan." gumamnya. tidurlah di kamar pelayan. riak kekuatan menjalar k e sekujur tubuhnya karena si kucing meregang¬kan otot-ototnya dan hidup lagi. hanya di dunia luarlah ia harus tetap menyamar sebagai anak laki-laki. dan me¬lo mpat ke jendela. kata¬kata yang paling mengguncang diri Maya daripada semua yang pemah dialaminya. Jauh dari api membuat Maya kedinginan. melambung menyeberangi beranda dan me¬masuki ruangan tempat Sada dan Taku berangkulan. tapi bergema dalam roh kucing yang belum m ati.

Udy Shigeko. dan putri su lungnya. Tapi ia tidak bisa berlari dari suara-suara arwah yang bergemerisik d i telinganya yang berdiri tegak dan merasuk ke dalam tulangnya yang rapuh dan cair. dan ia melompat menerobos kasa dan keluar ke taman seolah bisa lari selama-laman ya. termas uk Miyoshi Kahei dan adiknya Gemba. "Siapa di sana?" dan mendengar teriakan kaget Sada. Halaman 149 dari 500 . Zenko didampingi pengawal yang sama banyaknya. dan ancaman terhadap ayahnya. jauh dari segalanya. sejumlah besar pengawal. kuda-kuda pengangkut ker anjang berisi hadiah-hadiah mewah dan pakaian-pakaian mahal. Di mana Penguasa kami?* Otori Takeo dan Arai Zenko tiba di Maruyama selang beberapa jam. burung rajawali dan anjing kecil milik Lady Arai. serta Lady Arai sendiri. di dalam tandu yang diukir dan dihias dengan indah. sehari sebelum bulan purnama. satu iring-iringan kuda membawa catatan-catatan adminis trasi yang harus ditangani saat ia berada di wilayah Barat. Ia be rusaha tetap diam tapi tidak bisa menahan lolongan ketakutan dan putus asa yang memaksa kelua r dari tenggorokannya. Takeo datang dari Yamagata dan membawa sebagian besar orang istana Otori.Maya mengetahui keberadaan kakak laki¬lakinya. Di¬dengarnya Taku berseru.

Maruyama adalah wilayah yang amat di¬sayan ginya karena di sinilah ia menghabiskan bulan-bulan pertama setelah pernikahannya dan mulai mempratikkan semua yang telah ia pelajari dari Lord Shigeru tentang pe¬merintahan dan pertanian. anak-anak makan berkecukupan. pengawal senior wilayah tersebut yang bersama putranya memilih bu nuh diri ketimbang setuju untuk menyerahkan kota ini kepada Arai Daiichi. Pemuda itu tampak tenang dan waspada. Di mana-mana umbul-umbul berkibar tertiup angin.Kedatangan para pemimpin dengan iring¬iringan mereka menutupi jalan dan me¬menuhi ru mah penginapan membuat pen¬duduk kota gembira. Takeo melihat itu semua dengan gembira. Musim panas bermurah h aii menghasilkan panen berlimpah. kedelai. dan berharap kalau laki-laki itu dip engaruhi arwah dari para mendiang yang setia. saat Takeo harus bertemu dengan musuh-musuh potensialnya in i. diberi penginapan seperti dirinya di dalam kastil. ikan. Zen ko tinggal di kediaman yang paling bergengsi dan mewah di balik dinding kastil. sake dan makanan khas daerah edatangan para pemimpin dengan iring¬iringan mereka menutupi jalan dan me¬menuhi rum ah penginapan membuat pen¬duduk kota gembira. menggambar kan bukit bulat Maruyama bersama bangau Otori. ikan. perdaganga n maju pesat. Wilayah ini nyaris hancur tersapu badai dan gempa bumi di tahun pertama pemerint ahannya. Maruyama segera diserahkan pada pewaris perempuann ya: banyak yang harus diraya¬kan. dan kini berharap bisa mendapat keuntungan besar. Sebulan terakhir ini mereka telah menam bah persediaan beras. dan Shigeko akan mengambil alih wilayah ini lalu memerintah berdasarkan hak dan kewajibannya. sake dan makanan khas daerah mereka. Takeo tahu putrinya layak mendapatkannya. wilayah ini menjadi kaya dan damai. Sebelum makan malam. Ia harus terus mengingatkan dirinya sendiri kalau ia berada di sini untuk menemu i dua laki-laki yang mungkin akan merampas wilayah ini dari Shigeko. Takeo penasaran apakah Zenko menyadari sejarah kesetiaan dari rumah itu. Kini. S etelah . semua luka bekas perang tampak telah l ama pulih. kedelai. yang dulunya a dalah kediaman Sugita Haruki. setelah enam belas tahun berlalu. Sebulan terakhir ini mereka telah menam bah persediaan beras. Lord Kono. dipanggilnya Hiroshi untuk bicara ber¬dua. Salah satunya. seni berkembang. dan jurumasak saling berlomba menciptakan s antapan berbentuk bulat untuk meng¬hormati bulan purnama.

Takeo mengucapkan terima k asih atas kerja keras¬nya." lanjut Takeo. andai usia kita tidak terlalu dekat jaraknya." Takeo menatapnya tanpa langsung men¬jawab. a tau dari Lady Shigeko." "Kumohon. biar kucarikan gadis lain. "Dan untuk pernikahan. Kami harus me mberimu imbalan. Aku sudah memper¬timbangkan cucu Lord Terada. Kau kurang menghargai dirimu. tapi aku sungguh-sungguh tak ingin menikah. Tatapan mata Hiroshi beradu pandang den gannya lalu berpaling ke arah lain. berarti akan mengambilnya dari orang lain." "Untuk memberiku tanah di Maruyama. dan aku tidak punya apa-apa untuk diberikan p ada seorang istri. aku berterima kasih atas p erhatian Anda. Dia gadis yang amat baik.. Bila kau tidak suka pada Terada Kaori. "Aku sudah bilang pada Taku: aku akan tetap di sini sel ama dibutuhkan tapi keinginanku yang sebenarnya yaitu diijinkan mengundur¬kan diri ke Terayama dan men gikuti Ajaran Houou. Apakah ada gadis lain?" "Tidak ada. Lord Takeo." sahut Hiroshi. Kaori. "Kau sudah seperti kakak laki-laki bagi ketiga putriku." sahut Hiroshi. jangan Halaman 150 dari 500 .membahas prosedur dan upacara untuk keesokan harinya. aku pasti akan mengangkatmu menjadi putraku. "Kau tahu betapa besar rasa sayang keluargaku padamu.. kawan baik putriku. "Kau telah bertahun-tahun mengabdi pada keluargaku." "Keluarga mana pun di Tiga Negara akan menyambutmu dengan gembira sebagai menant u. Kau ingin tinggal di wilayah Barat? Akan kucarikan tanah dan bangunan u ntuk¬mu serta seorang istri.

" "Aku tidak akan menentang keinginanmu itu!" sahut Takeo." iteruskan." kata Hiroshi dengan nada memohon. "Anda bahagia dalam perkawinan hingga ingin kami semua memiliki keadaan yang sama! Tapi aku ter¬panggil ke jalan lain." sahut Takeo. entah mengapa. Makan malam berlangsung resmi dan anggun. yang akan menjadi hadiah yang tak ada bandingnya untuk Kaisar. ditemukan dirinya lebih memerhati¬kan Hiroshi dan putrinya saat makan malam. dan sedih." "Shigeko juga akan ikut denganku atas saran para Guru Besar. "Terima kasih. nyaris tida k saling bicara atau bertatapan. Berusaha menyembunyikan rasa tertekannya dengan tersenyum. Zenko dan Hana.diteruskan. dengan menu khas musim gugur di wilaya h Barat: . Seperti yang kau tahu. Sesuatu dari perbincangan ini pasti telah membuatnya waspada sehingga di saat ia tidak disibukkan oleh Lord Kono. Tapi tentu saja mere ka berdua sangat mahir menyembunyikan perasaan masing-masing. "Anda bahagia dalam perkawinan hingga ingin kami semua memiliki keadaan yang sama! Tapi aku ter¬panggil ke jalan lain. "Aku rela memberikan segalanya bila itu mempertahankan kedamaian di negeri ini. Wajahnya mulai memerah. Satu-sa tunya per¬mintaanku adalah diijinkan mengikuti jalan itu. Aku ingin kau ambil bagian dalam kun¬jungan ini." "Ini merupakan kehormatan bagiku. Mereka berdua. lebih pendiam. yaitu m endampingi kami ke ibukota tahun depan." Hiroshi membungkuk tanpa bicara. Wajahnya mulai memerah. "Putriku mengusulkan agar kita membawa kirin.' sahut Hiroshi." "Anda ingin memberikan kirin!" seru Hiroshi. namun kata-kata itu ber gema di benak Takeo. Ia tidak tahu apakah sudah bisa menjawab atau belum. "Tapi aku punya satu permintaan. lalu memutuskan untuk m enghentikan masalah pernikahan ini sementara waktu. seperti yang sudah biasa kau lakukan. Satu-sa tunya per¬mintaanku adalah diijinkan mengikuti jalan itu. aku mengatur kunjungan damai ini atas permintaan para Guru Besar Ajaran Houou. Kau harus melindung inya. Bahkan Shigeko? Keduanya tidak me¬nyuarakan kata-kata itu." kata Hiroshi dengan nada memohon. Berusaha menyembunyikan rasa tertekannya dengan tersenyum. Takeo tidak bisa meng¬ungkapkan ada perasaan khusus apa di antara mereka berdua. dibayangkannya hati Shigeko tidak tersentuh.

Kono berkata dengan sopan. Kaede telah membantu mengembalikan kediaman itu pada keindahan aslinya: tikar berwarna hijau keemasan dan beraroma manis. burung puyuh dengan krisan. dan bagaimana bila dibandingkan dengan istana Kai sar. chestnuts and kac ang ginko. Semua orang ingin tahu tentang Anda. di belakangnya berdiri kasa ber¬hiaskan burung dan bunga musim gugur. disajikan di atas nampan berpernis dan tembikar berwarna coklat muda kekuningan pucat dari Hagi. ituiah tujuanku. kepiting dan udang kecil. dan berharap kakaknya mendapatkan anak laki-laki. Takeo meminta maaf atas ketidakhadiran istrinya." "Bila beliau berkenan menerimaku. "Aku sudah menerima surat dari Miyako. dan ingin tahu apakah Zenko dan Hana kecewa dengan kabar ini karena akan menunda rencana pengangkatan kedua putra mereka. Aku paham Anda akan mengunjungi Kaisar tahun depan.jamur pohon pinus. Takeo bertanya-tanya bagaimana pendapat Ko no tentang semua yang dilihatnya di sini. pada gilirannya. Takeo." Halaman 151 dari 500 . menjelaskan tentang kehamilan i strinya. dengan berhati-hati memuji Sunaomi dan Chikara yang tidakl ah sulit dilakukan karena ia dengan tulus memang menyayangi kedua anak itu. gurih dan gating. lantai dan balok-balok penyangga berkilau dengan ha ngat. "Kurasa beliau akan menerima Anda. mengungkapkan kebahagiaannya. Bahkan L ord Saga Hideki telah meng¬ungkapkan keinginannya untuk berjumpa dengan Anda. burung gelatik dengan semak semanggi. Takeo seakan melihat perasaan tidak suka sesaat sebelum Hana mulai mengucapkan s elamat yang berlebihan." sahut Takeo.

putrimu sebaiknya ikut.. karena aku tidak mahir memanah. Zenko akan menunggu di wilayah Barat.. "Aku tak sabar ingin ber¬jumpa Lord Saga. mendahu lui restu sang Kaisar. suaranya terdengar jernih dan tegas. mendahu lui restu sang akeo menyadari kalau Arai Zenko memerhatikan tiap kata dengan tetap menunduk." Shigeko mengangkat kepala lalu melihat ke a rah ayahnya. mungkin ada pertandingan yang lain. "Lord Saga tidak mengetahui masalah-masalah kecil kami." Takeo tersenyum. Shigeko angkat bicara. Dia harus menyempurnakan keahlian menunggang kuda.." Takeo ingin tahu apakah ia bisa tahan menyerahkan putri sulungnya pada orang seperti Lord Saga nam un bisa menjadi persekutuan yang baik.. Tapi putriku akan ikut. Takeo tidak bi sa menahan untuk berpikir. Belia u menulis surat kepadaku bahwa ketimbang menumpahkan darah ribuan orang.. "Lord Saga baru saja menduda. Itu kegemarannya.Takeo menyadari kalau Arai Zenko memerhatikan tiap kata dengan tetap menunduk. dan bila itu bisa memastikan kedamaian di Tiga Ne gara. "Baiklah. ke arah Gemba yang duduk agak menjauh di se . belum.. "Aku turut berduka. "Lord Saga saat ini tengah memikirkan semacam olah-raga atau pertandingan. D an bila mereka menyerang lalu membunuhku di sana. Mungkin beliau akan menerimaku sebagai pengganti ayahku dalam pertandingan apa pun nantinya. beliau lebih suka berte mu Lord Otori dalam per¬tandingan berburu anjing. Takeo mengingat dengan takjub kata-kata Gemba: Akan ada semacam pertandingan di Miyako. Da n bila mereka menyerang lalu membunuhku di sana. mungkin. meman ah." jawab Takeo. Zenko akan menunggu di wilayah Barat." imbuh Hiroshi." Suara Kono terdengar dingin dan datar. Beliau tidak tahu kalau tanganku yang cacat menghambatku untuk menarik busur.." "Lady Shigeko amat mahir memanah. "Lady Shigeko bertunangan?" tanya Kono." Untungnya. Tampak mata mereka bertemu lalu dia tersenyum kepada ayahnya. Keadaan istri Anda yang meng¬haruska nnya berdiam diri di rumah jadi tidak memungkinkannya mendampingi Anda?" "Begitulah. "Belum.. Bagaimana Gemba bisa tahu hal ini? Takeo memandang ke seberang ruangan.

" sahut Shigeko. agar Anda sema kin memahami kami. kecantikan yang menyem Halaman 152 dari 500 . namun juga tak bisa menghilangka n kesan berkuasa yang ada di balik kata-katanya. Kami akan selesaikan masaln h tanpa harus berperang. pikir Takeo cepat. Kahei. apa pun itu. menyembunyikan ketidak¬setujuannya. tapi ada senyum tipis tersung¬ging di waja h montoknya. kulitnya nyaris bercahaya dengan jubah wama kuning pucat dan emas yang dikenakannya." Shigeko berbicara dengan sopan. "Seperti halnya Lord Saga. punggungnya tegak lurus. pedangnya. Ini memperkuat bukti anjuran para Guru Besar. Kahei terlihat lebih tegas. "Ini semakin menambah alasan mengapa kami harus berkunjung ke ibukota. Takeo ingat saat pertama kali melihat Lady Maruyama Naomi: menurutnya perempuan itu seperti Jato. dan pembe¬rani. Aku akan terima tantangan Saga. mungkin Anda belum mengenal kami dengan baik. atau kelihatan terintimidasi dengan ke¬ha dirannya. dengan dedauan maple yang cerah. Gemba tidak melihatnya. Tampaknya Kono sama terkejutnya dengan Takeo. Rambut panjangnya tergerai di bahu." katanya pada akhirnya.belah adiknya. walaupun dengan alasan lain. Aku akan datang ke Miyako. Dia tidak mem¬perlihatkan rasa tidak suka bertemu dengan putra orang yang pernah menculik ibunya. "Aku tidak menyadari kalau perempuan di Tiga Negara begitu berbakat.

Takeo tidur tidak nyaman. dan se lagi minum teh ia mengingat-ingat apa saja yang ia katakan semalam. mengapa dia tid ak hadir saat santap malam. hubungan bangsawan itu dengan Zenko dan Hana. Tampaknya tidak ada lagi alasan untuk menahan bangsawan itu. Kaede yang sedang mengandung. Apa pun yang terjadi. "Kuharap aku bisa dibebaskan da ri keramahan Lord Otori untuk kembali ke Miyako sebelum Anda tiba di sana. Berharap Taku tahu lebih banyak. Disadarinya kala u pikirannya melayang jauh. dan merasa agak lega. Ini memastikan bahwa Tiga Negara ak an tetap bersatu bila diwariskan kepada¬nya.. dan merasa ag ak lega. Keramaian perayaan berlanjut hingga larut malam: pemusik memainkan kecapi tiga s enar dan harpa. Ia tak dapat menahan diri untuk berpikir kalau ketidakhadiran Taku tak ber¬k aitan dengan putrinya itu: kalau Maya dalam masalah.. Saat bangun pagipagi. atau melarikan diri. sementara dari kota terdengar genderang dan nyanyian." Takeo membungkuk sedikit tanda setuju. Apakah Zenko tersinggung atas kehadiran dan pengawasan Taku sehing ga sengaja tidak mengundang adiknya? Dan ia pun cemas ingin mendengar kabar tentang Maya. ia telah memiliki pewaris. Kini dilihatnya kekuatan yang sama pada putrinya. Ia meminta Minoru dibangunkan.bunyikan kekuatan. Tapi Takeo lebih suka mendengarnya dari Taku.. seberapa banyak pujian dan niat buruk apa yang direnca¬nakan Kono dan Zenko. tentu saja. pikirannya masih penuh dengan kecemasan atas ketiga putrinya. kesetiaan klan Seishuu serta keindahannya. merasakan nyeri di tangan dan rasa sakit menjalari sekujur tubuhnya. Kini dilihatnya kekuatan yang sama pada putrinya. Dipaksa dirinya berkonsen trasi pada saat ini." Dia membungkuk dan bicara d engan ber¬semangat. Apa pun yang terjadi. nyikan kekuatan. ia telah memiliki pewaris. dan memberitahukan kepada Yang Mulia Kaisar tentang semua yang kudapatkan di sini. memeriksa kalau segala¬nya telah dicatat . "Aku sungguh tidak sabar menantinya!" seru Kono. saat in i merupakan waktu yang tepat untuk mengirimnya pulang dengan pikiran yang penuh dengan kesejahtera an wilayah ini. "Aku bisa meyakinkan bahwa semua taporanku akan berpihak kepada Anda . Ini memastikan bahwa Tiga Negara ak an tetap bersatu bila diwariskan kepada¬nya. detail mengenai kunjungan singkat Kono di wil ayah Barat. karakter dan kecantikan putri sulungnya . dan tak mendengarkan kalimat terakhir Lord Kono. dan ingin tahu ada di mana dia sekarang. ingin tahu seberapa banyak kata-kata ini diucapkan dengan tulus.

banyak hal yang harus disiapkan. Karena Kono diij inkan pergi. "Aku tidak berhak untuk mengatakannya.. kau selalu hadir dalam per¬temuanku dengan Lord Kono. bagaimana pendapatmu?" "Sikapnya seperti hendak berbaikan." "Jadi beliau akan melakukan perjalanan bersama Lord Otori sampai Yamagata?" "Ya. "Apakah Lord Kono bepergian lewat laut atau darat?" tanya Minoru." sela Takeo. "Lewat laut. pengabdian dan kes etiaan rakyat di sini. "Pasti salju su dah turun di Jajaran Awan Tinggi: dia takkan tiba di sana sebelum perbatasan ditutup. Dia bisa saja l ewat darat menuju Hofu dan naik kapal laut dari sana. dan. bila ingin tiba sebelum musim dingin.. "Minoru. Kita harus tunjukkan satu pemandangan lagi padanya. "Beliau pasti mengamati kepopuleran Lord Otori." sahut Takeo. Lord Kono pasti membawa kabar kepada Kaisar dengan keyakinan bahwa Tiga Negara t ak mudah ditaklukkan. Sebaiknya kau siapkan Lady Miyoshi." "Teruskan. dan Lord Kono pastinya akan lebih memilih untuk merundingkan pernikahan ketimbang me¬mulai perang yang ti dak bisa Halaman 153 dari 500 . kurasa bagusnya begitu.. Di Yamagata aku yakin Lord Miyoshi akan menjelaskan ukuran dan kekuatan ba la tentara kita." Minoru membungkuk hormat.dengan benar karena Minoru ditempatkan di balik kasa semalaman. tapi Lady Shigeko belum menikah." sahut Minoru. Sikapnya padaku sem alam sepertinya sedikit berubah.

Di dalam kotak¬kotak terdapat harta kekayaan wil ayah ini. Di belakang¬n ya." "Tentunya tak ada orang yang akan menyerang Lord Kono. Takeo duduk di atas mimbar yang ditinggikan di salah satu pavilio n ini. Apabila beliau yang akan menjadi perantara. Anjungan dari sutra didirikan bagi kelompok masyarakat dengan klas leb ih tinggi.dimenangkan. Parit yang mengelilinginya penuh dengan perahu-perahu berlambung datar yang ditu mpangi para penonton. Kono di sebelah kanan. dan bertopi hitam. "Apa aku harus menghubunginya?" "Tidak perlu. maka beliau harus menda pat kepercayaan dan persetujuan ayah calon mempelai perempuan. Hiroshi berada di depan mereka dengan menunggang kuda abu-abu pucat dengan surat dan ekor hitam. mengatakan bahwa dia sedang kuran g sehat hanya itu. . di Maruyama sini?" "Taku telah menyinggung banyak pihak dengan mengabdi padaku. Kuda pemberian Takeo bertahun-tahun lalu itu menunggu diam tak bergerak bak patung. Kaede seharusnya berada di sini. rindu berjump a dengan istrinya untuk menceritakan pemandangan ini. kita akan terus menyanjung dan berusaha membuatnya terkesan. Selama kita tahu d ia masih hidup." sahut Minoru. bantal dan karpet bertebaran di lantai." tutur Takeo. pikir Takeo dengan rasa menyesal. "Tak satu pun dari kita yang benar-benar aman. pasti ada alasan lain dengan ketidakhadirannya. Apabila beliau yang akan menjadi perantara. maka beliau harus mendap at kepercayaan dan persetujuan ayah calon mempelai perempuan. semua mengenakan jubah tebal berhias bordiran emas. dan gulungan berisi silsilah keluarga meng¬gambarkan silsilah Shigeko melalui semua pe rempuan Maruyama. maka semuanya baik-baik saja. dan lambang berhias rumbai bergelanmngan dari atap dan dari tiang pancang yang ditan am di sekelilingnya. Hana. dan Zenko di sebelah kiri. berdiri para tetua klan. Ada kabar dari Taku? Aku menantikannya tadi malam. d an di belakang Zenko." imenangkan. tanpa kuda." "Dia mengirim permintaan maaf kepada kakaknya. memegang kotak-kotak berpernis. Otori serta Seishuu berkibaran di atas lapangan kuda di depan kastil." *** Panji-panji Klan Maruyama." "Baiklah.

Taku pasti tahu ia akan mengenali mereka bertiga. Perhatiannya tertuju kembali ke upacara setelah mendengar derap kaki kuda. Seorang lagi pastilah Sada.Takeo turut merencanakan upacara ini semuanya dilakukan Hiroshi karena ini merupa kan ritual kuno Maruyama yang belum dilaksanakan lagi sejak Lady Naomi mewarisi wilayah ini . tapi berpakaian pedagang biasa yang lusuh. menyandang busur di bahu serta tabung berisi anak panah di Halaman 154 dari 500 . Zenko. Taku pasti tak ingin meninggalkan Maya karena bila tidak. tidak berpakaian resmi seperti kaka knya. Takeo memindai kerumunan orang. Me reka adalah istri dan putri para tetua yang menunggu di belakang Hiroshi. Maya. tiba-tiba dilihatnya Taku. saat orang lain tak a da yang tahu. Di sampingnya berdiri seorang pemuda tingg i dan seorang lagi yang tampak amat tidak asing. Di antara kerumunan perahu. pikirnya. Dari ujung arah barat di sebelah luar kastil datang iring-iringan kecil perempuan yang me¬nunggang kuda. agak lebih tinggi. ingin tahu di mana Shigeko. Maya tampak lebih kurus. Takeo merasa takjub kalau ternyata Taku mengajak putrinya datang dengan menyamar. Butuh beberapa waktu bagi Takeo untuk menyadari kalau orang itu adalah putrinya. kalau ternyata ia tidak menge¬nalinya diikuti dengan rasa lega yang berdesir cepat kalau p utrinya masih hidup dan baik-baik saja. dia pasti da tang sebagai dirinya sendiri. dan kapan putrinya akan mu ncul. bola matan ya lebih jelas dengan wajah tajamnya. meskipun dia menyamar hing ga hampir tidak dikenali. Mereka bersenjatakan ala perem¬puan wilayah Barat. Pesan apa yang dibawanya? Ia harus bertemu mereka: ia akan temui mereka malam ini.

menarik pedang dari sabuknya lalu berlutut di hadapa n Shigeko. tatapan mereka bertemu. Sesaat Tenba terkejut karena gerakan Hiroshi yang mendadak. Shigeko meluncur turun dengan anggun dari punggung kuda lalu menghadap ke Hiroshi. putri Shirakawa Kaede dan sepupu kedua Maruyama Naomi. Disadarinya ternyata sikap Hiroshi lebih dari sikap seor ang ksatria pada atasannya.punggung mereka. juga berk ilauan seperti kulitnya yang tertimpa sinar matahari musim gugur. Kini sudah jelas baginya. sama hitamnya dengan surai dan ekor kuda yang dia tunggangi. Ketika Hiroshi menengadah. dan Takeo melihat pe nguasaan diri Hiroshi langsung buyar. Takeo mengagumi kuda¬kuda Maruyama yang tinggi dan gagah. Tenba tenang dan santai. Dicermati putrinya baik-baik sewaktu dua perempuan berkuda turun dari kuda lalu memegangi tali kekang Tenba. dikunci r ke belakang. ta pi perasaan Hiroshi tak diragukan lagi. di tengah iringan itu kuda hitam yang dijinakkannya sendiri. Takeo mengagumi kuda¬kuda Maruyama yang tinggi dan gagah. dan diberi nama Tenba. ggung mereka. Shigeko menyayanginya. Shigeko duduk tenang bak patung. para tetua berlutut sambil memegang kotak dengan merentangkan tangan dan membungkuk dalam-dalam. mengi-baskan kepala dan agak mundur selagi Shigeko menyuruhnya ber¬henti. Perasaan Takeo kesal sekaligus iba mustahil memberikan keinginan Hiros hi tapi ia mengagumi pengendalian diri dan peng¬abdian pemuda itu. pikirnya. Kecurigaannya terbukti sudah. dan ia merasa heran tidak menyadari hal itu sebelumnya. menyerahkan pedang dengan kedua tangannya. rambutnya. Para perempuan di atas kuda menghadap ke arah para laki-laki yang berdiri. Hiroshi bicara dengan lantang. dan diberi nama Tenba. Ia tak tahu bagaimana perasaan putrinya." Hiroshi melepaskan kakinya dari pijakan sadel lalu turun dari kuda. kami menyambut Anda ke wilayah yang telah dipertahankan atas kep ercayaan bagi Anda. "Lady Maruyama Shigeko. Teringat olehnya minggu-minggu yang mereka habiskan bersama untuk men jinak¬kan Tenba. dan hat inya makin meluap-luap saat melihat putrinya berada di punggung kuda yang paling bagu s. di tengah iringan itu kuda hitam yang dijinakkannya sendiri. Itu karena mereka dibesark an bersama. tapi hatinya tak tersentuh. Kuda itu terlalu bersemangat dan ber¬jingkrak. dan hatiny a makin meluap-luap saat melihat putrinya berada di punggung kuda yang paling bagu s. Shigeko tersenyum tipis lalu mengambil . dan t epat di saat bersamaan.

menjadi sorak-sorai gegap gempita. Teriakan rakyat bergemuruh. tatapan setuju mereka.pedang itu. seolah semua yang hadir bicara dalam satu suara. Kuda-kuda berderap mengitari dinding sebelah luar kastil. dan anak panahnya tepat mengenai sasaran. Shigeko menghunjamkan pedang ke sabuknya lalu naik k e kudanya kembali. Ia merasa bangga dan bersyukur telah membesark an anak yang cantik ini. kalau putrinya ini telah dewasa dan mendapaikan warisannya. Tenba menurunkan kepala lalu menggesek-gesekkan kepalanya ke bahu Ta keo. lal u suaranya pecan. Takeo menyadari kalau bayangan masa lalu kini mengelilingi dirinya: arwah mereka yang telah berpulang. Menghampiri Shigeko lalu mengambil tali kekang kuda itu dengan begitu terharu se hingga tak mampu berkata¬kata. Tiap penunggang kuda menjatuhkan tali kekang di leher kuda. Kemudian ia berbalik dan mengacungkan pedang itu tinggi-tinggi ke se tiap arah bergantian. bak gelombang menghempas batu karang. Anak-anak pa nah beterbangan satu menyusul yang lainnya. Kyu dan Aoi. dan sebag ai pengakuannya saya persembahkan kuda ini kepada Lord Otori. mengenai sasaran berbarengan. membungkuk hormat ke arah kerumunan orang. Halaman 155 dari 500 . Sekali lagi terdengar seruan dari ke¬rumunan saat Takeo berdiri dan melangkah turu n dari mimbar. lalu menunduk. Akhirnya S higeko mendekat. mengambil busur. Kuda-ku da berjingkrak penuh semangat. Shigeko membalikkan kuda lalu berderap kem bali. ayahku. yang pernah terluka parah oleh ra ksasa Jin-emon. Kuda itu jelas keturunan kuda Shigeru." Dipegangnya tali kekang. kepada semua tetua dan ra kyatnya. begitu pula halnya dengan para perempuan yang lain. "Maruyama bersumpah untuk ber¬sekutu dan setia pada Klan Otori. kemudian ber-baris dalam satu barisan lurus ke arah pinggir an. menuju sasaran. kuda hitamnya berlari laksana angin. laksana kuda dari surga. men empatkan anak panah lalu menariknya. Dia melompat dari punggung Tenba la lu berkata dengan lantang. semuanya dalam satu gerakan cepat dan luwes. menarik tali kekangnya agar berhenti di depan Takeo.

Zenko menyata kan kalau ia merasa mual dengan jamuan dan upacara. Takeo yang sudah bisa menyesuaikan diri dengan kuda itu. Sementara itu. pancaran terakhir si nar matahari berkilauan di sela-sela jambul di kepalanya. Rombongan itu tidak hanya terdiri dari Takeo." ujar Shig eko. ketika Jo -An masih hidup. tapi bersemangat dan sama res ponsifnya. mereka berkuda di jalur melewati pesisir ke mulut sungai." ujar Shigeko. Rut e perjalanan mereka melewati desa gelan¬dangan yang dibangun Takeo bertahun¬tahun lalu. Satu kali Tenba mundur ketika seekor ayam hutan tertembak di bawah kakinya dengan gerakan cepat dari sayapnya yang terbentang. rajawali yang sudah dilepas terb ang melayang di atas padang rumput. memulai ikatan panjang misterius antarmakhluk hidup. Ketika mereka menyusul kelompok berburu. dan kita akan berkuda bersama nanti. membiarkannya melangkah lebih bersemangat. Hana ingin membawa keluar burung-burung rajawali miliknya." sahut Takeo." Ta keo ingin sekali menunggangi kuda itu. "Aku belum pernah melihat kuda yang lebih hebat yang bergerak seperti terbang. juga terlihat cukup makan. ketika matahari mulai tenggelam. dan jauh lebih cepat."Kuharap Tenba bisa menjadi kuda kesayangan Ayah seperti halnya Shun. Kuda ini mungkin tidak sepandai Shun. kat . dan Takeo mesti mengerahkan tenaga untuk mengingatkan siapa yang pegang kendali. Takeo. sehat seperti orangtuanya. Kini anak¬anak dari para gelandangan yang pernah mem bangun jembatan yang memungkinkan Takeo melarikan diri dari kejaran pasukan Otori. "Maukah Ayah menungganginya?" "Pakaian Ayah ini kurang cocok bila ber¬kuda. dan perlu berkuda untuk menjernihkan piki ran. Zenko dan Hana. bergerak kian kemari bak ombak di laut. Kuharap Tenba bisa menjadi kuda kesayangan Ayah seperti halnya Shun. Ini hadi ah yang terindah. Para gelandangan masih menjemur kulit hewan di sini sehingga dijauhi pend uduk. sementara yang lainnya berjalan terus. dan Kono mengaku ingin berbagi kegemaran dengan Hana saat berburu meng¬gunakan burung rajawali yang terlatih. tapi mereka dibiarkan hidup dengan damai. Beruntung aku tidak harus mengandalkannya dalam pertempuran. Shigeko dan Hiroshi me skipun ketiganya lebih suka begitu tapi juga ada Lord Kono. Dia a kan hidup Ubih lama dariku. Ayah sangat berterima kasih. pikirnya dengan gembira. "Biar Ayah menun¬tunnya." Menjelang akhir senja. Hiroshi dan Shigeko berhenti untuk menyalami kepala desa.

Me reka melihat Halaman 156 dari 500 . Masa-masa itu telah berakhir. Dibayangkannya mereka seperti rajawali. Jalan-jalan dipenuhi keru munan orang. kalau ternyata dia telah sala h menilai laki-laki itu. bulan purnama muncul di balik pepohonan plum. banyak di antaranya yang berlutut atau menyer u namanya atau nama Shigeko. seekor ayam hutan dalam cengkeraman cakarnya menggelepar: yang lainnya memekik marah. menunggu. Pendu duk kota memberi jalan dengan penuh hormat. Takeo bersyukur dengan reaksi rakyatnya. Menunggang kuda membu atnya merasa seperti muda kembali. "Kau mengurusnya dengan baik. "Meskipun Lord Otori memiliki kekurangan. terbang melayang. Mengingatkan Takeo bahwa yang kuat memangsa yang lemah. dan kemudian marah pada dirinya sendiri karena begitu mudah merasa tersanju ng. Di atas kepalanya keempat rajawali terbang berputar-putar. aku lupa itu saat berkuda. tersenyum. dua di antaranya menu kik berbarengan dan tegak lurus ke tanah. Mereka kembali saat matahari tenggelam. begitu pula nantinya musuh-musuhnya memangs anya. biara dan toko kebanjiran pengunjung. udara penuh aroma kue mochi yang dipang-gang." kata Takeo." komentar Kono. ikan d an belut panggang. minyak wijen dan kecap. Mereka tak lagi butuh pahlawan menolong mereka. Salah satunya terbang tinggi lagi. atau pandangan putus asa da n kelaparan seperti yang dialami Shigeru. bentuk tubuh kelinci terlihat jelas di bulatan yang berkilat.anya pada dirinya sendiri. Merasa hampir menyukai Kono. tapi itu tak mengurangi kemahirannya berkuda. "Benar." katanya pada Shigeko. Mereka tidak menatap dengan ketakutan.

langit malam penuh bin tang berkilauan.* Kastil dan kota sudah sunyi senyap. diraih dengan kerja keras dan kepandaian mereka sendiri. maka setelah menyeberang sungai ia memanjat merayap dinding dan menyusuri sampai ke gerbang u tama. Tetap di sini. Para penjaga masih terjaga: ia men-dengar para penjaga bicara saat ia melintasi atap yang lebar dan melengkung." kata Takeo saat mereka sudah selesai. Karena berpikir saat itu terlalu dingin untuk berenang.* esejahteraan dan kedamaian mereka sebagai jalan hidup yang benar. Ia berlari melewati jembatan. lalu disembunyikan di balik pakaiannya. meninjau kembal i percakapan tadi sore dan kesan yang didapat pemuda itu. Umbul-umbul masih meng¬gelantung di sana. . Setel ah yakin tidak ada orang di ujung caman. Berlari melintasi puncak dinding ke seberang lalu menjatuhkan diri ke atas lapangan kuda di dalam dinding sebelah luar yang kedua. Takeo melil itkan sehelai syal di kepala untuk menutup wajah. ia melompat ke puncak dinding antara taman dan dinding sebelah luar yang pertama.kesejahteraan dan kedamaian mereka sebagai jalan hidup yang benar. Di bantunya Takeo berganti pakaian ber¬warna gelap yang sering dipakainya di malam hari. begitu pula dengan yang sat u ini kenikmatan mendalam yang timbul oleh kemampuan kuno ini tak pernah hilang. pikirnya selagi melewati kamar bangsawan it u. Bila menunggang kuda membuatnya merasa kembali muda. membia rkan dirinya terlihat setelah sampai di ujungnya lalu berjalan cepat-cepat ke kota yang penuh dengan j alan dan lorong yang berliku-liku. dua botol sake. Aku akan kembali sebelum pagi. terkulai di bawah cahaya bintang. dan jika ada yang tanya." Minoru sudah terbiasa dengan pengaturan seperti ini dan dia hanya membungkuk. berpura-puralah kita sedang mengurus bis nis penting jadi tak ingin diganggu. Takeo duduk bersama Minoru. "Aku harus me¬n emui Taku karena aku hanya punya waktu dua hari ini bila ingin mengantar Kono ke Hofu sebe lum musim dingin. Takeo tahu kalau tak seorang pun bisa melihatnya karena ia sedang menghilangkan diri. Bulan sudah meninggi. tapi mereka tidak mendengarnya. pedang pendek dan sarung pisau le mpar. "Aku ingin keluar sebentar. Andai Kono bisa melihatku seka rang. dua lentera menyala di dekat mereka. diraih dengan kerja keras dan kepandaian mereka sendiri.

. Ia men¬dengar gemerisik di ded aunan yang telah jatuh. ukuran dan penghuninya. Di biara di ujung jalan. T akeo merangsek kembali ke dalam bayangan. Kami adalah teman dek at dan sekutu. Diintipnya ke arah s uara tadi. katanya. Semoga kalian mau melakukan hal yang sama padaku. tapi setida knya mereka tidak meremehkannya. dan aku pun memaafkannya. tangan di gagang pedang. Ia sudah menyediakan cukup waktu untuk membuat negerinya am an. bila bisa mengulang masa i tu ia akan berusaha berunding tanpa pertumpahn darah. Tribe mungkin membencinya karena itu. Muto Kenji memaafkanku. tapi kini. tapi ia merasa tidak sendirian. Ia masih harus meng¬hadapi dilema itu: bila sa at itu ia mem¬perlihatkan kelemahannya.. letak. ia berhenti seperti yang selalu dilakukannya. Ditangk upkan kedua tangan Halaman 157 dari 500 . me mohon maaf dari para mendiang. seolah ada makhluk yang bergerak melintasinya. Ia mengira satu-satunya c ara menghadapi kejahatan yaitu dengan dibasmi. Tidak ada yang memecahkan kesunyian malam itu. Ia masih menyesali cara yang pernah ia gunakan saat pertama kali ke Maruyama bersama Kaede. dan melihat dedaunan terserak pelan di bawah pijakan kaki yang tak terlihat. dan menar uh botol sake di depan dewa keluarga Muto.Ia tahu di mana Taku berada: kediaman lama Muto. Dulu ia mengenai setiap rumah T ribe di Maruyama. maka ia takkan sekuat sekarang untuk dapat memaksaka n kehendaknya dengan welas asih. bertekad menunjukkan kekejamannya pada T ribe: membunuh atau mengeksekusi sebagian besar dari mereka.

mendengar akibatnya dan jerit kesakitan hewan itu. meras a kalau pembunuh Kikuta sedang memanfaatkan makhluk halus ini. sadar d engan air mata . Tapi kucing itu berkelit melarikan diri. Takeo mem¬butuhkan seluruh kekuatannya untuk dapat men ghentikan tikaman pisau yang nyaris menggorok leher putrinya sendiri. Mahkluk itu memang kucing. Maya!" Maya berdiri di hadapannya. Kini pedang sudah di tangannya. "Ayah. Begitu pisau pertama yang terpegang langsung dilemparnya. tipuan cahaya kemudian ia menyadari dengan terperan jat ternyata tatapan mata kucing itu mengunci tatapannya. men¬deteksi kemampuan menghilang. Kucing itu seperti makhluk halus yang tinggal di tempat ini. lalu ia menampakkan diri agar bisa lebih fokus pada serangannya. me¬lihat pantulan cahaya bintang selagi pisau itu berputar. dikirim mereka yang sudah mati untuk menghukumnya. Memanggil semua kekuatan dalam dirinya untuk mematahkan tatapan me¬matikan itu.di depan dahi untuk membuka mata lebih lebar. men¬deteksi kemampuan menghilang. Jeritan kucing itu terdengar seperti je ritan manusia. Takeo merasa hampir jatuh ke dalam sihir tidur Kikuta. Makhluk itu menatapnya dengan mata hijau berkilau terkena sinar bintang. pikirnya. Hanya seekor kucing. Ia men¬dengar juga jer it putus asanya sendiri selagi memaksa tangannya membelokkan arah pisaunya. dan kemudian melihat ke arah kirin ya. Meraih tubuh Maya lalu menyentuh wajahnya. Pisau itu terjatuh d ari genggamannya. merasakan basah karena darah atau air mata atau keduanya. Takeo mendeng ar suara yang sudah dikenalnya. tapi kucing dengan ukuran dan kekuatan serigala. lalu merogoh pisau lemparnya dengan semba rangan. Serangkaian caka rnya menggaruk wajah Takeo saat ia berkelit lalu berbalik agar cukup dekat untuk bisa menikam l eher kucing itu. "Jangan sakiti aku! Ini aku." kata Takeo iba karena putrinya hampir terbunuh." jerit hewan itu lagi. dan kemudian melihat ke arah kirinya. Di sela-sela rasa kaget dan takut karena pertarungan itu. depan dahi untuk membuka mata lebih lebar. Dilihat¬nya kucing itu menunjukkan sederetan gigi. membunuh sebelum di¬bunuh. Kemampuan meng¬hilang kucing itu sirna di saat melompat ke arahnya. ia merasa terkejut karena ketakutan yang amat dalam. Makhluk itu menatapnya dengan mata hijau berkilau terkena sinar bintang. "Aku nyaris membunuhmu. Segera mempertahankan dir i kini sudah menjadi sifat keduanya.

Aku takkan menangis lagi." Maya meyakinkan. Aku tidak bisa melihat Ayah." katanya dengan sesunggukan. "Kita akan men emui Taku." Maya menangis seperti anak kecil. Lal u tadi kenapa aku menangis?" "Mungkin karena kau senang berjumpa Ayah?" "Memang." tutur Takeo. "Tadi Ayah juga menangis. tetesan darah di wajahnya. tapi aku makin pandai. badannya tegak dan keras." "Aku menyesal telah menangis." "Tidak ada salahnya menangis. terkejut ternyata putrinya sudah besar. Kendati aku tidak perlu menangis. aku menyesal. Itu pasti karena terkejut. "Tadi aku tidak tahu kalau itu Ayah. "Jangan menangis. aku berubah wujud. dan ketika menyingsingkan lengan baju untuk menyekan ya." sahut Ta keo seraya menggandeng tangan putrinya melewati gerbang kuil ke jalanan. bingung dan sedih." ujar Takeo dengan ketenangan penuh pengertian." Halaman 158 dari 500 . "Ayah kira kau menyesal karena sudah berusaha membunuh ayahmu sendiri. Dipeluknya Maya erat-erat. lebih mirip badan anak lakilaki. dan dia akan menceritakan pada Ayah apa yang terjadi pada dirimu. dirasakannya sengatan bekas dicakar. "Maaf. "Apa yang kau lakukan di sini ? Kenapa kau di luar sendirian?" Hampir lega rasanya mengungkapkan kebingungannya dengan kemarah an. Kukira Ayah ad alah pembunuh Kikuta.di pelupuk matanya sendiri. "Tapi aku belum pernah menangis bahagia. Aku tak pernah menangis. Aku tidak selalu melakukan itu dengan cepat. Kepala Maya m e¬nyembul di antara tulang dada Takeo. Begitu mengenali Ayah.

Mengapa dia tak bersamamu?" "Bukankah itu indah?" sahut Maya. Aku ya ng harus mencari tahu. Tak bisa disangkalnya. kan?" . Dan ada semacam tuduhan yang kuat di balik kata¬katanya." Dia sudah berubah. Pastinya begitu. Dan di mana Sada? Ayah lihat kalian bertiga bersama tadi pagi. t api memutuskan untuk tak menjawab. Tapi aku memang harus bersikap begitu karena aku bisa mel akukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan orang lain. menampik per¬haria nnya dialihkan oleh komentar tiba-tiba Maya yang kekanak-kanakan." "Siapa lagi yang harus disalahkan? Ayah memercayakan dirimu padanya. tapi bisa membayangkannya luka itu harus segera diobati bila tidak ingin berbekas. "Apakah keluarga di sini bisa dipercaya?" bisik Takeo. Pe dih terasa menyengai wajahnya." "Ini bukan salah Taku. "Ayah melukaiku lebih parah. apalagi sekarang karena mereka sudah dekat gerbang kediaman Muto. menghindari pertanyaannya. "Aku yang tidak patuh."Kenapa? Apakah aku menyakiti Ayah? Pasti tidak ada apa-apanya dibandingkan deng an luka-luka yang pernah Ayah derita." "Dan Ayah amat menyesal. dan tubuhnya terasa sakit karena pertarungan yang tiba-tiba dan keras tadi." Maya menatap Takeo dengan tajam." Maya menyentuh wajahnya sendiri. Ketidakpuasan apa lagi yang ada dalam diri putrinya pada dirinya? Apakah kebencian karena diki rim jauh dari rumah." sahut Maya cep at." Kenapa? Apakah aku menyakiti Ayah? Pasti tidak ada apa-apanya dibandingkan denga n luka-luka yang pernah Ayah derita. Tak ada orang yang bisa meng¬ajariku. "Ayah jangan menyalahkannya. atau sesuatu yang lain? "Kau seharusnya tidak di luar sendirian. bahkan cara bicaranya kasar. Dan kuda itu! Ayah suka dengan hadiahnya? Apakah Ayah t er¬kejut?" "Entah mereka yang lengah atau kau yang tak patuh. "Kurasa Ayah belum pernah melakukannya?" Sekali lagi Takeo merasakan tantangan yang lebih berat." kata Takeo. "Ayah melukaiku lebih parah. Ayah lebih baik mati dari pada menyakitimu. "Aku belum menanyakannya pada diriku sendiri!" sahut Maya. Ia tak bisa melihat luka Maya dengan jelas. "Shigeko kelihatan sangat cantik. sesuatu yang lebih dari sekadar luka fisi k. kerabat Taku dan Sada. "Mereka keluarga Muto ." Maya menyentuh wajahnya sendiri. pikir Takeo. tanpa perasaan.

tuan." Takeo melangkah mele wati teras. maka Maya berdiri seolah dike liligi pagar yang tak nampak. tapi mereka mengenal Maya. tidak satu pun dari mereka men yentuh Maya. Anjing menyalak marah. menerangi teras. berseru kaget lalu memanggil Taku Takeo perhatikan. apakah Anda terluka juga?" Salah satu orang menaikkan lentera h ingga sinarnya jatuh menimpa pipi Takeo yang tak berusaha untuk menutupi dirinya. berpakaian jubah ti dur berbahan katun. memanggil-manggil penjaga di dalam. "Masu klah. "Bangunlah. Perlu waktu agar dapat meyakinkan mereka untuk membuka gerbang karena tidak sege ra mengenali Takeo."Baiklah." kata Takeo kepada orang¬orang yang berlutut. "Bawakan air. ingin melihat reaksi mereka." Laki-laki yang memegang lentera tadi berdiri di samping. dan yang lainnya langsung berlutut." gumam Takeo. dan sediki t kertas halus atau gumpalan kain sutra untuk menghentikan pendarahannya. jaket berlapis meng-gantung di bahunya. dan gerbang di¬tutup dengan cepat lalu dipalang. "Dan Anda. lentera di dalam rumah dinyalakan. "Ini Lord Otori!" bisik laki-laki itu. Penghuni rumah sudah terbangun. Takeo kira Maya akan di¬pukul tapi Taku memberi isyarat kepada penjaga untuk Halaman 159 dari 500 . tuan. dan langsung segera menghampiri. Taku muncul dari ujung beranda. Dia melihat Maya lebih dulu. Mereka melihat darah di bawah sinar lentera ya ng mereka bawa. segera saja kita cari tahu. Tentu saja mereka meng¬hindari berdekatan dengannya. dan pelayan b erdatangan dengan mata masih mengantuk. dan mengetuk gerbang yang di palang.

Bekas lukanya akan kelihatan selama beberapa wa ktu." sahut Maya. Takeo berlutut di samping Maya. bergerak menghampiri beranda." perintah Taku kepada salah satu pelayan. Lakukan yang terbaik untuk mengobati luka putriku. Di basuhnya luka Maya dengan hati-hati." sahut Takeo. . "Kita bicara lagi nanti. "Ini salep pemberian Ishida. mengambil segumpal kain dari pelayan lalu merendamnya dalam air. Lord Otori ada di sini. Dia meli hat Maya secepatnya lalu masuk ke rumah. kan?" 'Tidak apa-apa. kembali dengan membawa kotak kecil. sala h satu pelayan maju untuk melepas sandalnya. tapi Takeo menaikkan tangan memberi isy arat agar Taku diam. "Beliau juga terluka. dan beberapa waktu k emudian perempuan muda itu muncul dari ujung beranda. menyuruhnya duduk lalu berlutut di sampingnya." "Lord Takeo?" Taku memicingkan mala ke arah Takeo." "Panggilkan Sada. Siapa yang ada di luar sana dengan pisau lempar?" "Tuan. rambutnya yang sepanjang bahu tergerai di wajahnya. "Kecelakaan. "Pisau¬n ya tidak beracun.membawakan lentera. berpakaian seperti Taku dengan jubah tidur. A nda tak terluka parah. "Ini kelihaian seperti terkena pisau lempar." kata Taku. meminta agar lentera lebih didekatkan. lalu memegangi kepala Maya dengan kedua tangan lalu memiring kannya kembawakan lentera. "Maaf tadi aku tak melihat. "Aku meng¬halangi jalan. Di anak tangga." Taku mulai angkat bicara. lalu memegangi kepala Maya dengan kedua tangan lalu m emiringkannya ke kanan dan ke kiri agar bisa melihat luka di pipinya." "Maafkan aku. kan?" Tidak. "Mungkin sulit unt uk menjelaskan bagaimana aku bisa melakukannya." sahut Takeo. seraya mengambil dan membukanya." Taku membimbing Maya ke beranda." kata penjaga. "Apa yang terjadi?" tanyanya. Aku cemas lukanya akan berbekas.

salep itu tampak agak lengket." "Mari masuk ke dalam. "Biar kulihat apa yang telah dilakukannya pad a¬mu. "Aku tidak bermaksud menyakiti ayahku."Untung tidak terkena mata. Taku berjalan di depan ke ruang kecil di ujung beranda." katanya pada Takeo. Ada semacam ikatan aneh di antara mereka bertiga." Namun nada suaranya justru kedengaran bertentangan dengan perkataannya." sahut Takeo. Kau yang melemparnya?" "Kurasa begitu." kata Taku pada Maya. "Aku sangat marah. dan menyatukan pinggiran luka sa-yatan. Satu lentera m asih menyala." Sambil menyuruh pelayan membawakan air segar dan teh. dan di Halaman 160 dari 500 . "Ikut dengan Sada." kata Maya. matanya terbuka lebar. "Berikan sesuatu untuk membuatnya tidur . karena adegan yang ada di depannya ini sarat dengan muatan emosi. Aku ingin bicara dengannya besok pagi. "Lebih baik kita bicara berdua saja." katanya pada Sada." Sada memegangi kepala Maya sementara Taku mengoleskan salep itu di lukanya. seperti lem." "Aku benar-benar menyesal. pikir Takeo." "Mendekatlah." ujar Taku. "Kami akan pikirkan hukuman yang akan membuatmu lebih menyesal lagi. bi birnya mengkerut seolah ingin tersenyum. dan aku yakin Lord Otori juga begitu. Maya duduk diam tanpa bergerak kesakitan. Dilipatnya tikar tidur lalu mendorongnya ke sudut." "Setidaknya kita tak harus mencari para pembunuh Kikuta. "Dan temani dia malam ini.

darah yang mengering berwarna lebih gelap." "Benar-benar tak ada alasan. Takeo mengamati semua ya ng di ada di ruangan itu tanpa sepatah kata pun. tapi kau minum sendirian?" Takeo menghabiskan sake d engan sekali leguk. "Tapi aku obati dulu luka Anda. pegangannya panjang." ujar Takeo. "Sada tidak menyukainya." Si pelayan kembali dengan membawa sebuah benda yang lerbungkus kain coklat tua. "Bawakan sake lagi untuk Lord Otori. . Takeo jarang melihat ba yangannya sendiri dan belum melihat dengan begitu jelas dan kini takjub pada wajahnya sendiri. Takeo mengamati semua yang di ada debelahnya berdiri sebotol sake dan mangkuk minum. "Kau tidak tidur sendirian. yang satu membawa air. dan minum ini. pinggiran luka merah hati." Taku terdiam ketika si pelayan kembali dengan membawa sebotol sake. Dia mengangguk. "Darahnya cuku p banyak. "Akan kuambilkan. Cermin itu sangat berbeda dengan yang pernah dil ihatnya. Be kas cakarannya terasa perih." sahut Taku. bulat.sebelahnya berdiri sebotol sake dan mangkuk minum. "Aku tak berharap berjumpa putriku dengan cara seperti ini. Dibukanya bungkusan itu. dan yang satunya lagi membawa teh." Taku menuang sake terakhir ke mangkuk dan memberikannya kepada Takeo. nada su aranya terdengar dingin. Taku mengambil mangkuk berisi air lalu membasuh pipi Takeo. permukaan kacanya mengkilap." Dua laki-laki muncul di pintu. "Cakarnya menyayat cukup dalam. berlutut lalu menyerahkannya pada Takeo." pinta Taku pada si pelayan. "Kau punya cermin?" tanya Takeo pada pelayan itu. Ia tidak pernah tahu bagaimana wajahnya sangat mirip Shigeru. Lalu pelayan itu mengisi mangkuk minum sampai penuh lalu Takeo menenggaknya sampai habis lagi. "Semula aku berharap bertemu denganmu sebelum kejadian ini. namun lebih kurus dan lebih t ua." gumamnya. duduk di sini. Bekas cakaran di pipinya memang dalam.

Sesuatu tentang cermin asing itu meng¬ganggu nya. "Benda ini dibuat di negeri seberang. seraya menyeka luka itu dengan segumpal kertas bersih untuk mengeringkannya. seorang laki-laki Kuroda. Ta ku berkata."Cermin ini berasal dari mana?" Pelayan itu menatap Taku dan bergumam. Sesekali pedagang mem¬bawa barang dagangan." Diketuk bagian permukaannya. Kami membeli pisau dan peralatan darin ya dia juga membawa cermin ini. Cermin-cermin ini cukup populer." Bagian belakangnya terbuat dari semacam logam yang tidak segera dikenali oleh Ta keo." Taku setuju. Takeo mengembalikan cermin itu kepada si pelayan. "Uhh." "Kau pernah lihat cermin ini?" tanya Tiikeo pada Taku. Ketika perempuan itu pergi. Aku pernah lihat cermin yang serupa di Hofu dan Akas hi. "Belum untuk yang satu ini. diukir atau dibentuk menjadi motif bunga¬bunga yang saling terjalin. "Terbuat dari kaca." katanya." Taku setuju. "Bekas luka ini akan lama hilangnya. Takeo melihat lagi bayangan wajahnya. Yasu. "Sepertinya begitu. lalu dia mulai mengoles¬kan salep yang lengket itu. "Dari Kumamoto. "Seperti apa wujudnya?" Halaman 161 dari 500 ." tuturnya. Dan ia berusaha menyingkirkan perasaan itu sekarang.

Maya menolak kehadirannya saat aku ada. dan memiliki tatapan maut Kikuta. Bisa kukatakan kalau kemanapun aku pergi." Takeo merasakan amarahnya meluap. "Tapi itu sudah terjadi. Kau b elum pernah Kucing itu? Ukurannya sebesar serigala." sahut Taku pelan. kendati aku sudah berusaha membujuknya agar membiarkan sosok kucing itu keluar. dan memiliki tatapan maut Ki kuta. "Aku tak mengharapkan dua orang yang kupercaya kan putriku akan berakhir dengan tidur bersama!" "Aku pun tidak mengharapkannya. Semakin se dikit orang . harus bertanggung jaw ab atas perbuatannya. Kau belum pernah melihainya?" "Aku pernah merasakan kucing itu ada dalam diri Maya. dan beberapa malam lalu Sa da dan aku sempat melihatnya sekilas. Kucing itu bisa menembus dinding. dan kepada istrimu!" "Istriku tahu kalau aku selalu punya perempuan lain." "Mungkin kau harus kembali ke Inuyama. Tapi Maya merasa amat tertekan dan aku tak ingin mening¬galkannya." "Dan ketika dia sendirian?" "Kami tak bisa mengawasinya setiap waktu. bahkan ke Inuyama. "Kurasa ini menjelaskan alasan kau pergi jauh dari kastil. Maya harus b elajar mengendalikannya: saat ini sepertinya roh kucing itu mengambil alih saat pertaha nan diri Maya lemah. setiap hari aku bersama Hiro shi dan Lord Kono."Kucing itu? Ukurannya sebesar serigala." Takeo tercengang karena Taku begitu dimabuk cinta dan dia tidak berusaha menyemb unyikannya. Hana pasti akan mengenalinya. Dia harus patuh. bertanya-tanya tentang Maya. Tapi Sada berbeda." "Hanya sebagian. Sebelum kejadian dengan si kucing." "Kebodohan macam apa ini? Jangan katakan kalau kau sedang dimabuk cinta!" "Mungkin benar. dan akan berlanjut. dia akan ikut denganku . Sepertinya aku tidak bisa hidup tanpa dia. Jika kuaj ak dia bersamaku. Kekuatannya luar bi asa besar. di Inuyama dan dalam perjal anan-perjalananku.

Bia r aku yang Halaman 162 dari 500 . Aku tidak memercayai keduanya. Aku sempat berbincang dengan kakakku tentang topik pe mbicaraan yang cukup mengganggu yaitu kepemimpinan keluarga Muto." Jadi naluri Takeo benar untuk tidak memercayai keluarga Muto. tapi hal-hal semacam ini selalu diputuskan dalam lingkup kelua rga. dan sejauh yang bisa kami tahu. Dia bertekad untuk memak sakan haknya sebagai penerus Kenji. dan ada beberapa aku tak tahu ada berapa banyak pihak yang tidak senang dengan gagasan perempuan berkuasa atas diri mereka. "Apakah mereka mau menerimamu?" tanya Takeo." Tak satu pun dari mereka bicara selama beberapa saat. Takeo menuang sake lagi untuk mereka berdua. "Akan cukup mudah untuk menyingkirkan mereka di Hofu. Apa lagi yang mesti kau katakan padaku?" "Akio berada di Hofu. bukan dengan orang luar. lalu meminumnya.yang tahu tentang masalah kerasukan ini." "Bersama anak itu?" "Sepertinya begitu. Lord Otori. "Aku tak ingin men yinggung Anda. "Kau m embawa banyak berita huruk malam ini. dia berencana menghabiskan musim dingin di wilayah Barat aku takut kalau dia akan pergi ke Kumamoto." Takeo mengambil cangkirnya lalu minum tanpa bicara. Kemud ian Taku berkata. Akhirnya dia berkata. lebih baik. Aku tidak ingin memberikan Hana dan Zenko senjata lebih banyak lagi untuk mereka gunakan m elawan Anda. atau dalam perjalanan. Ini bukan jenis laporan yan g mesti dibawa Kono kembali ke ibukota. Aku tengah memikirkan rencana Anda menikah¬kan putri sulung An da.

" "Tak boleh ada orang yang menyentuh anak itu. Dia belajar mengendalikan kerasukan itu dan siapa yang tah u manfaat apa yang mungkin bisa kita ambil darinya. jika dia menghubungi kakakku maka dia akan disambut di sana. tapi terlepas dari kej adian malam ini. jika dia menghubungi kakakku maka d ia akan engaturnya. Aku tahu Anda merasa kecewa. yang tak mau berunding dengannya? "Anda harus memutuskan nasib sandera di Inuyama. Melalui Kenji. hanya Anda yang bisa memutus¬kan itu. Dia ingin berunding dengan Anda demi nyawa anak-anaknya." "Baiklah. dia berhasil mengendalikannya. amat mengejutkannya. Tapi bagaimana ia meng¬hadapi musuh yang tak mudah ditan gani ini. "Anda mesti meng eksekusi mereka sesegera mungkin. Begitu Akio sampai di Kumamoto. Gosaburo pernah memerintahkan hukuman mati untuk banyak orang salah satunya." Berita ini. Mereka selalu menyatakan bahwa bangsawan bisa berkuasa dan jatuh. kami sudah membuat kemajuan." "Aku akan bicarakan itu dengan istriku saat sudah kembali ke Hagi nanti. memaksa dirinya mengingat kekejaman tanpa ampun Tribe.mengaturnya. d an itu akan menimbulkan lebih banyak per¬selisihan. setidak¬nya. Maya berusaha membuat Sada dan aku sen ang: dia memercayai kami. dan kesehatan istrinya selama kehamilannya." "Jangan terlalu lama. Bila tidak Tribe akan menganggap Anda lemah." ujar Taku. Takeo bertanya pada dirinya sendiri apakah Maya mesti pulang bersamanya tapi cemas dengan ketenangan pikiran Kaede. bahkan ditampung. sa ma seperti saran Taku kalau ia sendiri yang harus membunuh putra¬nya sendiri. olah karena itula h Akio membunuhnya. "Bagaimana dengan Maya?" "Dia bisa tinggal bersamaku." Taku mendesak. tapi kini kendalinya atas diri mereka sedang diuji. Satu lagi yang kutahu adalah Gosab uro sudah mati. lean ?" ." "Tapi yang pasti kau tidak berencana jauh dari Inuyama selama musim dingin. Begitu Akio sampai di Kumamoto. dan juga sikap Taku yang terus terang. tapi Tribe akan selamanya ada. pernah dilaksanakan Takeo sendiri tapi ternyata Akio malah berbalik mem¬bunuh pamannya.

Mungkin aku akan menghabiskan musim dingin di Hofu: cuacanya lebih lembut." "Dan Sada akan ikut denganmu?" "Aku membutuhkan Sada. Dia akan kembali ke ibukota. Lalu saat musim semi aku harus pergi ke Miyako." Kehidupan pribadinya bukan¬lah urusanku." *** Takeo kembali ke kastil Maruyama tepat sebelum matahari terbit. Aku sudah terlalu tua untuk ini."Aku tidak boleh terlalu jauh dari wilayah Barat. Aku akan tinggal di Hagi sampa i anak kami lahir. merayap di dinding lalu kembali ke kamarnya tanpa keta huan. pikir Takeo." "Dan Anda sendiri?" "Kuharap bisa tiba di rumah sebelum musim dingin. Kini ia hanya merasa jijik pada dunia yang gelap itu. bertanya-tanya apa yang sedang dilakukannya selagi mengumpulkan lagi semua tenag anya yang melemah untuk ecnghilang. Perasaan senangnya pada kemampuan Tribe sebelum¬nya telah sirna. katanya pada dirinya saat menggeser pintu terbu ka Halaman 163 dari 500 . kelelahan dengan kejadian malam itu. dan aku bisa mend engar semua desas-desus yang datang dan pergi melalui pelabuhan. Aku harus terus mengawasi kaka kku." "Baiklah. terutama bila aku harus membawa Maya. "Lord Kono juga a kan ke Hofu.

dan warisan yang kuturunkan pada putri-putriku bukan berarti aku akan bebas. Kamar itu sudah terang saat Takeo tertidur. keadaan Maya. anak buah dan semua pakaian sena senjata mereka b erbicara dengan keme¬wahan dan mementingkan diri sendiri. penampilan Zenko dan pendamp ing¬nya sudah berubah. secara fisik mengesankan dan dengan ke percayaan diri yang makin tinggi: tingkahnya. Hari sudah sore ketika Zenko datang.lalu melangkah masuk. dan warisan yang kuturunkan pada putri-putriku bukan berarti aku akan bebas. Takeo sendiri telah mandi dan berpakaian dengan patut untuk pertemuan ini. memintanya menunggu Lord Otori. tapi kekuatannya masih saja menjerat dirik u. semuanya berpakaian mewah. menge nakan jubah resminya yang tampak menambah tinggi badannya dengan bentuk bahu melebar dan kaku sena lengan panjang . dan kukira aku telah meninggalkannya untuk selama-lamanya.. Tapi mereka kakak beradik. Ketika terbangun. Takeo merasa amat terganggu dengan semua hal yang belum diketahuinya: lebih dari semuanya. Dia semakin mirip ayahnya. bak pencoleng? Aku pernah lolos dari cengkeraman Tribe. Bila aku tak bisa mem ercayai Taku. Perselingkuhan¬nya dengan Sada juga membuatnya khawatir. cakar beruang Kumamoto tergambar jelas di jubah dan p anji-panjinya. Penguasa macam apa yang mengendap-ngendap malam-malam denga n cara seperti ini. Tapi ia .. Wajahnya meringis kesakitan. Kemudian teringat m asalah dengan cermin tadi. Tapi orangorang asing itu seharusnya dikurung di Hofu. alu melangkah masuk. Itu menandakan kalau barang-barang asing diperdagangkan di Kumamoto . Zenko pasti mengetahuinya. bak pencoleng? Aku pernah lolos dari cengkeraman Tribe. tapi kekuatannya masih saja menjerat dirik u. dan kini di Hagi: adakah orang asin g lain di negeri ini? Jika mereka berada di Kumamoto. kepalanya pusing. dan meng¬instr uksikan Minoru untuk menulis surat pada Arai Zenko. Laki-laki cenderung bersikap ceroboh saat terjerat asmara. Pikiran kalau Taku menyembunyikan sesua tu memenuhi dirinya dengan ke-marahan. Bahkan dalam beberapa bulan sejak berjumpa di Hofu. Entah Taku menyembunyikannya atau dia memang tidak ta hu. dan kukira aku telah meninggalkannya untuk selama-lamanya. dibawa dengan tandu dan didampingi sebarisa n pengawal. namun dia tidak menga takan sepatah kata pun tentang hal ini begitu pula Taku. Penguasa macam apa yang mengendap-ngendap malam-malam deng an cara seperti ini. diperintahkannya untuk mengurus keberangkatannya. tamatlah riwayatku.

"Apa yang terjadi? Anda terluka? Tentunya tidak ada yang menyerang Anda." kata Takeo. atau bersama perempuan.. Karena di lihatnya ekspresi wajah Zenko yang merengut seperti tidak suka dan benci." Takeo seperti melihat kekecewaan di wajah Zenko.tidak bisa menyembunyikan luka di pipinya. putra-putraku takkan men¬dahului keturunan Anda. aku berjanji membicarakan masalah p engangkatan anak pada saat ini. aku harus menawarka n sesuatu kepadanya. Hari itu terasa dingin dan lembap." sahut Zenko. sayatan cakar. dan merasa. Sesekali angin ber¬hembus di taman . "Kau tentunya mengerti kalau ke¬hamilan istriku menye babkan tindakan formal apa pun sebaiknya ditunda. "Pada dasarnya. membuat dedaunan melayang dan menari-nari. Takeo pernah berjanji untuk tidak men¬jodohkan putri-putrinya saat mereka masih mu da. Ia berhenti bicara selama beberapa saat. Daun-daun merah pohon maple berubah warna menjadi lebih gelap dan mulai berguguran. ditunangkan saat mereka memasuki usia akil balik kelak. pikirnya." "Aku menyadari kepercayaan yang kau miliki pada keluargaku. dan akan makin mem¬benciku." D ia akan mengira aku mabuk." tutur Takeo. namun ternyata ia berkata. hujan turun tadi pagi. Aku menganggap Sunaomi dan Chikara sebagai anakku sendiri. "Dan ak u berterima kasih yang sedalam-dalamnya padamu. "Ketika kita bertemu di Hofu awal tahun ini. "Aku jatuh tersandung ranting di taman semalam.. kan? Ak u tidak mendengar b eritanya'" "Bukan apa-apa. Miki. dan Zenko berseru kage t saat melihatnya. "Aku usulkan Sunaomi dan putri bungsuku.." "Tentu saja kami berharap Lady Otori memberi Anda anak laki-laki." Halaman 164 dari 500 ." sahut Takeo.

" Tak ada yang menyebutkan bahwa sebagian besar kekuatan Negara Tengah akan menung ." sahut Zenko mengelak. dan dia mengulang keberatannya atas kesetiaaan kewajiban feodal. kendati semua katakatanya terdengar patut. Gemba ikut b ersama kami ke Miyako. segalanya tampak teratur. Pe rempuan sangat menyukai barang¬barang baru semacam itu! Kurasa istriku pernah menerima beberapa s ebagai hadiah." Zenko tidak terdengar gembira dengan usulan ini. "Aku akan bicarakan kebaikan yang tiada tara ini dengan istriku saat kami menerima dokumen res mi tentang tawaran ini: harta benda apa yang akan mereka te rima. di mana mereka akan tinggal dan sebagainya. Takeo menyebu tkan tentang cermin. "Di a akan berada di mana tahun depan?" "Kahei akan tinggal di Tiga Negara. ancaman atau kekurangan yang ditanyakan ora ng-orang asing." sahut Takeo." Setidaknya ta wa ran sudah di ajukan. hasil dan bahan-bahan yang orang-orang asing ingin perjualbelikan. "Mereka berdua masih sangat muda. seraya berpikir. Dan aku harus membicarakannya dengan istriku. "Bagaimana dengan Lord Miyoshi?" tanya Zenko. "Benda-benda itu masuk melalui Hofu. mengetahui kalau Kono pasti sudah membicarakannya dengan Zen ko. Tak lama kemudian Shigeko. ken dati semua kataSungguh suatu kehormatan. menatap sekilas ke arah Kahei. kurasa. dan men¬ceritakan pada Zenko kalau Hiroshi mau pun Shigeko akan ikut mendampinginya." Zenko tidak terdengar gembira dengan u sulan ini." sahut Takeo. "Mungkin. dan perbincangan beralih ke pertahanan wilayah Barat. keberatan tersebut memang apa adanya. Hiroshi. bertanya dengan santai apakah benda semacam itu bisa dibeli di Kumamoto. dan Miyoshi bersaudara datang bergabung." "Tentu saja. Dia tidak bisa menyatakan kalau aku telah menghinanya. "Tapi dia akan pindah ke Inuyama sampai aku kembali dengan selamat."Sungguh suatu kehormatan. biji besi yang dibelinya. Masih ada banyak waktu. ditekan¬kan niatnya yang penuh damai." "Jadi tidak ada orang asing di Kumamoto?" "Tentu saja tidak ada!" Zenko membawa catatan dan laporan tentang semua kegiatannya: senjata yang sudah ditempanya. Takeo tidak berbuat apa-apa selai n menerima kalau catatan itu benar. Ia berbicara singkat te ntang usulan untuk mengunjungi Kaisar.

gu di perbatasan wilayah Timur di bawah perintah Miyoshi Kahei. merasa kalau bagaimana cara mengatakannya? tidak beruntung. bahkan salah." Zenko melihat sekilas pada Takeo. di seluruh penjuru Tiga Negara. putra Yuki. Mereka berdiri di bawah naungan tepian atap yang mene teskan air hujan. sementara sake dan mak anan disajikan. angin terasa dingin Ta keo merasa lelah. t api orang-orang tahu keberadaan cucu Kenji. ingin sekali tidur. Selagi undur diri. Zenko berkata. dan istri juga putra-putra Kahei akan melakukan hal yang sama di Yamagata. Zenko berkata kepada Takeo. Ada rumor yang mengatakan ka lau dialah yang seharusnya mewarisi jabatan itu. Mereka melanjutkan pembicaraan hingga hampir larut malam. dan penduduknya pasti akan melawan. "Aku tak ingin menyinggung Anda. Hujan turun lagi. Pikiran Takeo melayang pada bahaya meninggalkan Negara Tengah tanpa per¬lin dungan tapi Yamagata dan Hagi hampir tak mungkin diduduki. sementara mereka amat menghormati ibuku dan juga An da. "Ada satu hal lagi yan g harus kita bicarakan. Sebaiknya aku cepat-cepat di¬tunjuk sebagai pimpi nan keluarga: ini Halaman 165 dari 500 . "Ini soal keluarga Muto." "Tentu. Kesan yang kudapat adalah banyak pihak d i keluargaku. Bisakah Anda keluar ke beranda? Sebaiknya hal ini ku¬bicarakan berdua s aja. Mereka mempertimbangkan aku sebagai kerabat laki¬laki tertua dari Kenji untuk menj adi pewaris¬nya. tapi tak mungkin menut upi kabar ini dari Zenko. Kaede pasti mem¬pertahankan Hagi melawan serangan dari manapun . dipimpin perempua n." sahut Takeo setuju dengan ramah.

" "Lord Otori!" protes Zenko. ditambah lagi keber adaannya. Akhirnya ia berkata. aku sarankan kau tidak mendesakku lebih jauh lagi. Takeo diam sementara pikirannya ber¬kecamuk hebat. kurasa mereka tahu. "Lebih baik tetap men jauhkannya dari Muto. isa membungkam rumor semacam itu dan meyakinkan untuk menegakkan tradisi.. Lagipula." "Anda tidak akan mempertimbangkan pendapatku tentang pewarisan di keluarga Muto? " "Aku mendesakmu untuk mendukung ibumu sebagai pimpinan keluarga dan mematuhinya." bisik Zenko. Aku telah menawarimu persekutuan yang lebih dalam dengan keluargaku melalui ikatan pernikahan." Andai kita bukan saudara ipar. "Aku hanya berusaha membantu Lord Otori dalam situasi yang sulit ini. Bila tidak.. tiga putra. serta istri yang cantik. dan seraya memperhatikan reaksi kemarahan Takeo. Andai ibunya bukan sepupuku dan salah satu sahaba tku. kuanjurkan kau kembali ke Kumamoto dan menikmati hidup yang ku berikan padamu. aku akan memintamu untuk mengakhirinya." Seny um tipis kepuasan sesaat menari-nari di wajahnya. berusaha b ersikap halus. dan kurang berhasil menutupinya! "Aku dibesarkan oleh Trib e.. Kau sudah bersumpah setia kepad aku. Aku tak bisa mem ercayainya. Kau memiliki tanah da n bangunan yang luas." "Tidak ada yang tahu apakah dia masih hidup atau sudah mati." ujar Takeo." Senyu m tipis kepuasan sesaat menari-nari di wajahnya. aku akan penntah dia menca but nyawanya sendiri! Aku harus melakukannya. saat dia masih di Maruyama dan dalam kekuasaanku. Un tuk yang terakhir kalinya. "Oh. Aku menghargai persahabatan kita dan meman dangmu dengan penuh hormat. "Zenko. berpura-pura bersikap ramah yang sebenarnya telah sirna dari dalam diriny a. kau sudah memilih car a hidup sebagai ksatria aku tidak mengerti mengapa kau mencampuri masalah Tribe!" Saat ini Zenko gusar. Mengapa aku selalu harus mengulang-ulang¬nya? Aku lelah. "Anak itu tentu saja merupakan pewaris Kikuta. "Atau menyebabkan perang saudara di negara kita.bisa membungkam rumor semacam itu dan meyakinkan untuk menegakkan tradisi. Tapi aku takkan membiarkanmu menantangku. Aku hams me¬lakukannya sekarang juga. Aku juga . kau berutang nyawa padaku." lanjutnya.

ruang penonton. mereka mengucapkan s elamat tinggal dengan sikap sopan yang dingin." sa hut Shigeko. Jangan pernah lupa kalau kedua putramu ada di tanganku sebagai sandera atas kesetiaanmu. Tapi yang pasti Zenko takkan mem pertaruhkan nyawa kedua putranya." "Hanya ketika kau melihat ada ke¬untungan politis di baliknya! Jangan pikir kau bi sa terus tidak terkendali untuk me¬nentang wewenangku. "Aku minta maaf karena telah membicarakannya. "Hiroshi akan berada di sini untuk mem¬bantuku." kata Takeo kepada Shigeko sebelum me reka beristirahat. "Aku mengusulkan ini agar seluruh negara ini lebih kuat. Surga selamat kan diriku karena aku harus membuat ancaman ini. dih iasi dengan pahatan timbul emas di pilar dan kasaunya. Mohon dilupakan saja. "Jadi kau akan sendirian di wilayahmu ini. peran mereka bak dalam pertunjukan drama." tutur Zenko. bagi Takeo. setidaknya sampai tahun depan.anggota keluarga Muto seperti halnya Taku." Itu pertama kalinya Takeo secara langsung mengancam anak-anak itu. pikirnya. penuh dengan pengawal berjubah warnawarna cemerlang menjadi latarnya. Saling menyembunyikan ke¬marahan. Keberangkatan Zenko dari Maruyama direnc anakan keesokan harinya. diarahkan oleh tangan nasib untuk memainkan peran mereka sampai habis. sementara Takeo lusa." Saat kembali. "Tapi apa yang terjadi pada Ayah tadi malam? Siapa yang membuat Ayah terluka sep erti itu?" Halaman 166 dari 500 . dan untuk mendukung Lor d Otori.

yang me¬nyebut nama kecil nya dan mengenal siapa dirinya sebenarnya. terbentang di barat daya Tiga Negara. Shigeko tampak seperti orang asing. "Kemudian kita harus terus berhubungan dengan mereka. tahun depan setelah anakku lahir. "Maya akan berada di Hofu bersama Taku selama musim dingin. "Semua roh mencari kekuatan yang lebih besar yang bisa mengen¬dalikan mereka dan m emberi kedamaian. jadi pastikan kalau ibumu tak mendengarnya. "Kurasa Ayah harus menceritakannya pada Ibu." "Apakah Maya mesti ke Terayama?" "Dia akan ke sana di waktu yang tepat." Takeo menceritaka n dengan singkat tentang Maya. kota kastil Arai." sahut Takeo." Shigeko tersenyum lembut saat Takeo mela njutkan bicara. "Seharusnya Ayah jan gan menyimpan rahasia dari Ibu. setelah perjalananku ke ibukota. Aku akan ziarah ke pegunungan. tidak menunjukkan ekspresi kaget maupun takut."* Kumamoto. jadi pastikan kalau ibumu tak mendengarnya." Takeo menceritaka n dengan singkat tentang Maya. Dalam Ajaran Houou kami sering menghadapi m asalah seperti kerasukan hewan ini. "Tapi aku tak ingin meng anggu ibumu di saat seperti ini." kata Shigeko. dan terutama pembuatan pedang. B anyak perajin . tentang kerasukan dan hasilnya. tentang kerasukan dan hasilnya. dan Takeo berterima kasih yang tak terkira kepadanya. dan dia pernah mengajari ku. Ceritakan tentang Maya. Ia merasa kalau Shigeko memiliki kemampuan spiritual yang sama." sahut Takeo. Semangat¬nya bangkit lagi selagi memeluk putrinya l alu mengucapkan selamat malam. Gemba tahu banyak tentang hal ini. Shigeko mendengarkan tanpa bicara. penuh teka-teki dan bijaksan a. Dan kita juga akan meng¬awas i Zenko dengan cermat. Aku harus kembali ke sana." Takeo bergidik. pikirnya. dikelilingi pe¬g unungan yang kaya akan bijih besi dan batu bara. "Tapi aku tak ingin mengan ggu ibumu di saat seperti ini. Sumber alam ini menyebabkan per¬kembangan industrin ya maju pesat untuk segala macam bentuk peralatan dari logam. Ceritakan semuanya pada Ibu. ku tidak bisa menyimpan rahasia darimu. tidak menunjukkan ekspresi kaget maupun takut. Tiba-tiba ia teringat pada perempuan buta yang mengatakan ramalannya."Aku tidak bisa menyimpan rahasia darimu. Shigeko mendengarkan tanpa bicara." ujar Takeo. Ayah jangan khawatir.

begitu pula halnya waktu belakangan ini. apa yang boleh kami jual dan apa yang dilarang!" imbuh Koji. "Paling tidak. nak. dan tiap malam terasa dingin menggigit. "Apa hak mereka mendikte Arai apa yang boleh dibuat dan apa yang tidak boleh dib uat. Pompa yang keras. berkembang bisnis yang bahkan lebih menguntungkan. angin dingin berhembus dari laut keabuan. Hisao mendengar nada tidak senang yang sama di mana-mana." gerutu si tua. Ayahnya mengatakan. bahwa para pengawal Arai tiada henti menghembuskan desas-desus. Hisao tidak keberatan karena musim dingin sudah tiba sejak mereka sampai di Kumamoto dua min ggu lalu.pedang serta tempat penempaan besi yang sudah terkenal. Koji. tak seperti Otor i Takeo yang hanya Halaman 167 dari 500 . de ngan gembira. membang kitkan ketidaksenangan untuk me¬nentang Otori. mempertanyakan mengapa Kumamoto kini tundu k pada Hagi ketika Arai Daiichi sudah menaklukkan seluruh Tiga Negara." Hisao memompa pegangan dengan tiupan sekuat tenaga dan kotak pemanas semakin pan as. yaitu membuat senjata api. "Akan lebih menguntungkan jika Otori ijinka n kita memproduksi hasil yang cukup untuk memenuhi permintaan. dengan hawa panas yang seakan membakar wajah dan tangannya.

"Untuk memuas¬kan kesombongannya sendiri. separuh Kikuta." ujar Akio.mengambil keuntungan dari gempa. lalu menyebabkan kematian Lord Arai dengan meng gunakan senjata api yang sama yang kini dilarangnya. Uang Jizaemon sudah hampir habis. tapi kami juga punya banyak hubungan dengan Kikuta. Akio dan Hisao mengetahui saat mereka tiba di Kumamoto bahwa Zenko tidak ada di sana dia dipanggil ke Maruyama oleh Lord Otori. dan memanggi l Akio dengan sebutan Ketua serta meng¬gunakan bahasa dan lambang rahasia keluarga Kuroda . ada banyak. dan m ereka adalah keluarga yang kehilangan kekuasaan dan pengaruh selama masa peme¬rintahan Otori. lalu menyebabkan kematian Lord Arai dengan mengg unakan senjata api yang sama yang kini dilarangnya." kata Akio pada Kazuo. Dia memberi salam dengan sikap tunduk dan gembira. Tapi sebenar¬nya dia tidak punya kekuatan. seorang pemuda berwajah tajam datang meminta d ipanggilkan Akio pada satu malam. tapi untungnya dia masih meng¬anggapku terlalu berharga. K endati demikian." . Lihatlah Shintaro yang hebat! Separuh Kuroda." sahut laki-laki yang satu lagi." ujar Kazuo. berasal dari Hofu dan lari ke Kumamoto setelah bermasalah di s ana karena terlibat dalam penyelundupan senjata api. s ambil mengangkat semua piring lalu kembali ke dapur. seperti yang ka u tahu. Pemuda itu bernama Yasu. "Aku sudah mati!" selorohnya. Belum cukup¬kah Otori menyandera kedua putra Arai?" "Dia suka mempermalukan sekutu mau¬pun musuhnya. "Memperlakukannya bak pelayan. engambil keuntungan dari gempa. "Terutama dengan tiba¬nya mu sim dingin. Keluarga Kuroda selalu berhubungan dengan Muto." "Akan ada perayaan di Kumamoto pada hari itu." "Apakah ada banyak orang sepertimu yang bekerja pada Arai?" "Ya. "Lord Arai harus mengeksekusi diriku atas perintah Lord Otori." Hisao tahu kalau hanya ada sedikit keluarga Kikuta di wilayah ujung Barat. saat makan malam." ujar penjaga penginapan pada malam pertama mereka. "Mengharapkan Ar ai menyerahkan semuanya. Dia akan jatuh. "Setelah itu kita akan membutuhkan dana. beberapa hari kemudian. dan membuat pertukaran. "Kita tunggu sampai Arai kembali. dan Otori pun akan tumbang ber-samanya.

Dan itu juga ulah Otori. maka seharusnya jabatan itu dipegang Taku." Halaman 168 dari 500 ." tutur Kazuo . tapi sejak kematiannya. saat itu dia masih kecil." t utur Akio kepadanya. dan ter¬libat dalam kematian Kotaro. Lord Zenko akan senang. dengan menjadi bangsawan besar. Pertama-tama karena merasa tidak benar dipimpin seorang perempuan . dial ah kerabat laki-laki tertua dan bila dia tak ingin meneruskannya."Dibunuh Otori. "Keadaannya be rbeda saat Kenji masih hidup. Seharusnya Zenko yang menjadi pimpinan. bisa kukatakan itu pa damu. semenjak Shizuka menjadi ketua segalany a berubah. dan masih bisa dimaafkan tapi tidak benar kal au hubungan antara Muto dan Kikuta menjadi begitu jauh. dan yang kedua karena Otori yang mengatur¬nya. "Masih banyak kematian yang belum ter¬balaskan. "Lagipula." "Kami di sini untuk memperbaiki jembatan yang terputus dan menyembuhkan luka." ujar Yasu sepakat. Tak ada yang merasa senang." Akio mengamati dengan tenang. seperti Kotaro. "Memang itulah yang kami harapkan." "Taku adalah tangan kanan Otori.

orang barbar d engan mata seperti buah ek serta berjanggut lebat. kendati Yasu sering mengaku kalau dia tidak mengambil keuntungan apa pun dari Pi mpinan Kikuta. salah satu pandai besi. dan Hisao mengasah ketrampilannya bersam a laki-laki itu. Yasu sangat menyukai golok. Karena utang dan kewajiban. bahwa ay ahnya haus akan rasa hormat dan status dengan cara yang hampir ketinggaian jaman di kota ya ng sibuk dan moderen ini. yang digunakan jurumasak hebat di kastil hingga bilah pisau asu membayar penjaga penginapan lalu mengajak mereka ke tempat menginapnya sendi ri. pekerjaannya pada Koji dibayar dengan makanan dan te mpat tinggal. di belakang toko tempat dia menjual pisau dan peralatan dapur lainnya. Mereka mengen dalikan pesisir dan jalur kapal laut. dan betapa kuno cara ber¬pikirnya. dan barang-barang yang indah tiada tara. di belakang toko tempat dia menjual pisau dan peralatan dapur lainnya. Hisao menyukainya. Yasu adalah orang yan g penuh perhitungan yang tidak mau memberi dengan cuma-cuma: bila Yasu menolong mereka sekarang. diajaknya Hisao ke tempat penempaan besi yang dibel inya. tida k hanya dari Shin dan Shilla. Saat mengetahui keter¬tar ikan Hisao pada segala macam peralatan. Yasu sangat menyukai golok. Klan Arai penuh dengan rasa percaya diri serta kebanggaan. yang digunakan jurumasak hebat di kastil hingga bilah pisau kecil dengan ketajaman luar biasa untuk memotong daging. itu karena dia melihat akan ada keuntungan di masa akan datang. Kehadiran mereka di Kumamoto ditandai dengan bisik-bisik karena seluruh kota tah u larangan Otori yang tak masuk akal pada siapa pun bertransaksi dengan orang asing . di¬pandangnya sang ayah dengan pandangan baru. Wilayah mereka kini terbentang melintasi wilayah Barat: Noguchi dan Hofu milik mereka. tapi juga. bukan hanya pekerjaannya dia memang terampil mengerjakannya tapi juga karena pekerjaan itu memberinya lebih banyak kebebasan. suatu ke-hormatan diijinkan membantu. seolah su dah membeku selama bertahun-tahun karena mengasingkan diri di Kitamura. Dan Hisao juga melihat kalau Akio sudah semakin tua. membutuhkan asisten. Sejak meninggalkan rumah. dan menjauhkannya dari k ehadiran Akio yang membuatnya merasa tertekan. Hisao menyadari bagaimana Akio merasa tersanjung dengan perhatian Yasu. Pada tahun baru nanti usianya beranjak tujuh belas tahun. Koji. Kumamoto dipenuhi pedagang bahkan beberapa orang asing. kabarnya. Ia sudah dewasa. dari Kepulauan Kecil Barat. Bukan lagi bocah yang bisa didominasi dan dilec ehkan. Namun menurut Hisao.Yasu membayar penjaga penginapan lalu mengajak mereka ke tempat menginapnya send iri.

mengirim kayu untuk b agian pembakaran. dan selagi Hisao mengikuti mereka di sekitar tempat penempaan. Begitu tiba di jalanan. dan begitu pula dengan masalah pe rsenjataan yang sangat efektif. Hal in i dipercaya banyak orang begitu adanya karena Negara Tengah ingin mengambil keuntungan bagi mereka sendiri. si orang asing menyibakkan tudungnya dan Hisao menyadari dengan terkejut dan keingin¬tahuan kalau itu orang barbar. cet akan dan pipa. ketika mereka minum sake. Perhatian orang asing itu tersita oleh metode mereka. orang itu mengeluarkan buku. mempelajari semuanya dengan kilatan matanya yang cepat. dilipat deng an cara yang aneh. diatur dari Hofu satu-satunya pelabuhan tempat kapal asing diijinkan secara resmi merapat. dicetak. bukan ditulis. begitu pula dengan berbagai penemuan. Kala itu kira¬kira pertengahan bulan kesebelas. disadarinya kalau ia juga seperti itu. sangat mematikan. setelah itu.secara langsung: semua perdagangan harus melalui pusat pemerintahan Klan Otori. belanga. menggambar sketsa tempat pembakaran. Yasu kerapkali memanggilnya ke tempat penempa¬an di sore hari untuk memberi perintah baru. Ia menangkap maksud si orang barbar secepat Koji mema haminya. Klan Arai mulai membara di balik ketidakadilan . tapi dia tertarik saat Jizaemo n memperlihatkan benda-benda mereka. Orang barbar itu hampir tidak bisa berbicara dengan mereka dia hanya tahu beberapa kata. Hanya bara api yang mewarnai bumi yang berubah dari hitam menjadi abu -abu pada musim dingin. Mereka tiba pada sore hari. tapi dia dan Koji adalah tipe orang yang bicara dengan bahasa isyarat. yang lebih memaham i permesinan ketimbang bahasa. matahari sudah mulai tenggelam dan langit suram membawa ancaman salju yang akan turun. dan memper¬lihatkan gambar-gambar yang terlihat jelas kala u itu cara-cara Halaman 169 dari 500 . mengumpulkan persediaan baru pisau. suatu hari dia ditemani laki-laki bertubuh tinggi berpakaian mantel panjang dengan tudung yang menutupi wajahnya. tempat meniup bara api. Meskipun Hisao belum pernah melihat orang barbar.

lalu mengisi mangkuk sake mereka kemudian pulang. dahinya berkerut. hampir berukuran sepertiga dari panjang semua se njata lainnya. Ia membuat teh untuk ora ng-orang itu. dahinya berkerut. me¬madamkan api lalu menyiapkan semua peralatan untuk keesokan harinya. tap i ada satu. Hisao tidak tahan untuk mengulurkan dan menyentuh dengan jari telunjuknya. Tapi bisa dibuat. Di benaknya muncul berbagai macam kemungkinan yang bisa dilakukan. yang berlutut di satu sisi. dan segera menginginkannya. Wajah ibunya tampak memohon dengan penuh kelembutan dan ketakutan. yang terlihat olehnya hanyalah separuh dari bangunan. Pada halaman terakhir ada beberapa senjata api: sebagian besar senjata panjang dengan ben¬luk aneh yang sudah dikenalnya. Rasa sakitnya makin tak . atau tidak terbiasa dengan sake. Yasu menyuruh Hisao pergi sewaktu dia membicarakan soal pembayaran. lalu mengeluarkannya dan mengarahkannya pada Hisao. mengintip di bawah cahaya r emang-remang. yang berlutut di satu sisi. Bentuknya kecil. mengintip di bawah cahaya r emang-remang. Hisao merasa mual sewaktu kekuatan meminta bantuan perempuan itu menghantam diri¬nya. dilihatn ya ibunya dalam kabut hampa tempat separuh dari dunia berada. Hisao tersandung anak tangga. Hisao. pikir Hisao. Si barbar tertawa cekikikan. Saat sampai di rumah Yasu. di bagian bawah halaman. jemarinya menggaruk -garuk belakang telinga. hanya separuh dari pajangan pisau dan ka pak. bisa me mpaan.penempaan. Koji meng¬amatinya dengan cermat. "Pa! Pa!" Dia tertawa. benaknya dipenuhi dengan berbagai i de tapi entah karena ide-ide itu. Koji meng¬amatinya dengan cermat. Senjata se macam itu mahal. atau angin dingin set elah hawa panas di tempat penempaan telah membuat kepalanya pening. dan mereka semua memahami maksudnya. Bocah itu membereskan tempat penempaan. jemarinya menggaruk-gar uk belakang telinga. terselip di antara senjata yang lain bak seekor a nak kuda di antara kaki induknya. "Pistola!" dia membuat gerakan menyembunyikan senja ta itu di balik pakaian. "Morto!" (=mati) Hisao belum pernah melihat benda seindah itu. Laki-laki itu menjentikkan jari. Hisao. dan selagi berusaha menyeimbangkan tubuh. bisa me rasakan semangat dalam dirinya yang semakin tinggi selagi halaman buku dibolak¬bal ik. dan bertekad untuk mempelajari cara membua tnya.

Sake tadi terasa masam di mulutnya.. "Ketua! Cepat kema ri! Putramu... "Kau tidak boleh mem¬bun uh ayahmu. Perempuan itu berkata. membuat semua syarafnya bak terbakar api. kemudian memanggil Akio." Ibunya bicara. menggetarkan seluruh urat syaraf di sekujur tubuhnya.tertahankan. dingin sekali." Suara perempuan itu tidak bisa ditolerir lagi. "Pergi! Tinggalkan aku sendiri!" Di sela-sela erangannya. merangkak ke teras lalu membungkuk ke parit. Halaman 170 dari 500 . kemudian disadarinya kalau ia ingin mu ntah. ayahnya. "Apa-apaan ini!" seru laki-laki itu. disadarinya ada yang mendekat. "Siapa di sana? Hisao? Tutup pintunya. matanya berair karena rasa sakit. dan mendengar suara Yasu . garis bayangan tubuh nya tersamar oleh kabut dan hujan salju. Akio. angin sedi ngin es membuat air matanya terasa membeku di pipinya. Tidak tahan untuk mengerang." Mereka membopongnya ke dalam dan membersihkan muntahan dari wajah dan rambutnya. suaranya di kepala Hisao menyengat bak es. Hisao berteriak ke arah perempuan itu. jatuh dengan tangan dan lutut menahan tubuh. Saat itu ia merasa ketakuta n kalau ibunya tahu semua vang ada di benaknya. kebencian juga kasih sayangnya." Hisao tidak tahu kalau ia pernah ingin melakukannya. Perempuan itu mengikutinya keluar mengambang di atas tanah. "Aku takkan membiarkanmu melakukannya. berseru dari dalam.

Kepalanya tidak kuat untuk itu. Kini perempuan itu melayang di kamar yang gelap Hisao tidak perlu lentera untuk bisa melihatnya. "Seharusnya dia tidak boleh minum." Hisao minum teh dan merasakan ke¬hangatan perlahan mulai kembali ke tubuh¬nya. Dan lagipula. Teh meredakan ambang batas kesadaran¬nya. Mungkin dia sakit?" "Terkadang dia sakit kepala. "Zenko sudah kembali. mendengar dentingan mangkuk sake da n suara pelan mereka selagi minum. Zenko pasti sangat ingin menyatukan keretakan antara Muto dan Kikuta. "Aku tidak bisa menahan perasaan kalau per¬temua n kalian akan membawa keuntungan bagi semua orang. Saat ter¬b angun. tapi rasa sakitnya tidak berkurang." "Anak malang. Biarkan dia tidur. Membuatnya ingin melampias¬kan nya pada orang lain. bak hewan yang disiksa." Si bodoh ini minum terlalu banyak sake. mengg igilnya berkurang. "Bisakah kau mengatumya?" "Aku yakin bisa."Si bodoh ini minum terlalu banyak sake. kalian ada hubungan k erabat dengan ikatan pernikahan. didengarnya Akio dan Yasu tengah berbincang." sahut Akio. Kepalanya tidak kuat untuk itu. selagi membantu Hisao berbaring dan menyeli¬mutinya." kata Akio." "Itu tujuan utama kami keraari. "Mestinya dia tidak mabuk. "Dia menggigil kedinginan. Mengerti samar-s amar kalau ia mendengar¬kan perkataan perempuan itu maka rasa sakitnya akan berkurang." kata Akio." "Hisao hampir tidak minum sake. begitu pula dengan suara perempuan itu. dan ingatan tentang senjata api kecil yang indah tadi serta betap a ia ingin membuatnya. dan ia pasti tertidur sebentar. tapi ia t ak ingin mendengarnya. kan? Putramu dan putra Zenko semestinya saudara sepupu. Akan kuseduh sesua tu untuk raembantunya tidur. Rasa sakit membuatnya liar. Hisao menarik rasa sakit itu di sekeliling dirinya sebagai tameng untuk melawan perempuan itu." sahut Yasu. Biarkan dia tidur. Tida k apa¬apa. separuh bicara pada diri sendiri ." "Zenko memiliki kemampuan Tribe?" . dibesarkan tanpa ibu!" ujar Yasu." kata Yasu. Rasa sakitnya akan hilang dalam satu atau dua hari. "Seharusnya dia tidak boleh minum. Penyakitnya itu sudah dideritanya sejak kecil.

" "Tapi tangannya terampil." Yasu minum lagi lalu tertawa terkekeh. Sepasukan ksatria mungkin bisa berhasil menggantikan kegagalan para pembunuh Tribe. Dia seperti ayahnya." "Putraku hanya memiliki sedikit kemampuan." aku Akio."Bukan seperti yang diketahui banyak orang. Itu sebabnya kau harus bicara dengan Zenko. Tidak seperti adiknya. tapi dia tak mewariska n apa pun pada putranya. Koji cukup menyanjung anak itu dan Koji tak pernah memuj i siapa pun. tapi tak berbakat. Ibunya dulu sangatlah berkemampuan tinggi." "Aku memahami perasaanmu. Barangkali di a akan mengejutkanmu!"* Halaman 171 dari 500 . seorang ksatria . Hal i tu membuat kalangan Kikuta kecewa. bisa kupastikan itu. "Dia pernah belajar beberapa hal. Sepu cuk senjata lebih kuat ketimbang kekuatan magis Tribe mana pun." "Itukah yang kau harapkan? Kalau Hisao akan menjadi pembunuh agar bisa meng¬habisi Takeo?" "Hidupku tidak akan damai sampai Otori mati. tapi Takeo itu amat pandai sekaligus beruntung. Hisao menyukai senjata." "Tapi itu tak membuatnya sebanding dengan Otori. "Selain itu.

lubang jaringnya tipis." komentar Zenko. "Kono memang pendusta y ang lihai dan patut dipercaya!" "Seperti yang dikatakannya sebelum pergi." ujar Hana. "Menyenangkan melihat Takeo terbuai pujian." sahut suaminya. "Mari berharap dia menyiapkan penyambutan yang hangat bagi Lord Otori tahun depan. Pada akhirnya Takeo akan t erjerat di dalamnya. "Jangan khawatir. Dia belum bertemu dengan mereka lagi sejak mereka pergi saat musim panas. "Dia hanya menggertak." "Sunaomi tak boleh menikah dengan si kembar!" ujar Hana. "Bagaimana kalau nan ti anaknya lakilaki?" "Tak ada perbedaan besar. . Zenko berkata." komentar Hana. karena mereka telah menerima pesan dari sang bangsawan saat hendak meningg alkan Hofu." ujar Zenko. lalu tawanya m eledak. Dia terlalu lemah untuk melakukan hal itu. "Tapi kita akan pura¬pura menerima itu."Kau bilang dia mengancam anak-anak kita secara terang-terangan?" Lady Arai mena rik baju luarnya yang terbuat dari bulu. " Begitu pula halnya dengan perjodohan antara Sunaomi dan putri mereka. deng an keberuntungan Takeo akan terjebak di Yamagaia dan takkan bisa kembali ke Hagi sebelum musim semi. Kini jaring¬nya ditarik lebih kencang." "Aku terkejut dengan kabar tentang kakakku." sahut Zenko." "Setidaknya kita tahu Lord Kono sudah aman dalam perjalanannya kembali ke Miyako . Salju turun lebih awal tahun ini. "Jaring Surga amat¬lah luas." Mereka tersenyum dengan tatapan penuh kelicikan. dengan niat buruk me¬warnai nada suaranya. "Dan di pegunungan. seraya menatap ke laut di kejauhan dan memikirkan anak-anaknya. Angin berhenti b erhembus dan serpihan salju mulai berjatuhan perl¬ahan dan mantap. jika semuanya berjalan sesuai tencana. Takeo tak¬kan men yakiti mereka. dan ingin merasakan di kulitnya." gumam Hana." "Di Hagi pasti sudah turun salju. Angin bercampur hujan es yang berhembus dari laut sepanj ang minggu sejak kembalinya mereka dari Maruyama akhirnya berubah menjadi salju." Dibelainya permukaan bulu. "Kukira dia sudah tak bi sa hamil lagi. Zenko." ujar Hana.

dan akan dibunuh di sana andai Sonoda Mitsuru tak menyelamatkan mereka. Sedangkan bagi Takeo merupakan ke¬salahan fatal. "Ayo kita buat anak laki-laki lagi sepasukan anak laki-laki. Begitu pula dengan Kaede. Hana memuja Kaede. betapa berbedanya keadaan jadinya? Aku bisa memberinya anak laki-laki. sama halnya deng an kakaknya karena menelantarkan diri¬nya ketika mereka masih kecil. bergan tung padanya ketika kesedihan akibat kematian orangtua mereka nyaris membuat dirinya tidak wa ras dan Kaede justru meninggalkannya. Ai. Dia harus membayarnya. pergi menunggang kuda pada satu pagi di musim semi dan t ak pernah kembali. ditahan di Inuyama sebagai s andera. tanpa diriku Zenko akan jadi tak lebih dari bangsawan kecil. Andai dia menyerah pa daku dan mengambilku sebagai istri keduanya. Hana tidak pernah memaafkan Takeo karena telah menolak dirinya." u jar Zenko." Halaman 172 dari 500 . pikir Hana. "Kau masih bisa punya anak lagi!" seru Zenko. tid ak menjadi ancaman bagi¬nya."Satu-satunya hal baik yang pernah Takeo lakukan yaitu menikahkanku denganmu. Hana dan kakaknya. Setelah itu.

" "Kuroda datang secara terang-terangan?" tanya Hana. dan bisa dipastikan kalau dia mengacaukan surat-surat kita. "Kita akan bereskan masalah penerus Muto. tapi biar kan mereka tunggu sebentar sebelum kau mem¬bawanya masuk." Hana menaikkan alisnya. Menikah dengan putri Kenji. "Sajikan minuman. dia bersembunyi dengan anak laki-laki Yuki. mata dengan kelopak tebalnya be rbinar. "Taku sedang di Hofu tidak ada yang memata-matai kita sekarang. Taku kelak harus mematuhiku. dia ketua Kikut a sejak kematian Kotaro." sahut Zenko dengan tenang. dan Hana mengira suaminya akan mulai bergera k tapreka hanya berdua di ruangan itu. .." "Itu semua akan segera berubah. dan Hana mengira suaminya akan mulai berg erak tapi kemudian. bukan pada Takeo." "Aku tak sabar ingin bertemu dengannya. "Dia menipumu setiap hari tapi kau tidak memerhatikannya." Zenko berhenti sejenak lalu menatap Hana. Pastinya b anyak pihak yang tak ingin menentang mereka?" "Kurasakita akan mendapatkan dukungan. "Lord Arai. saat itu terdengar ketukan ringan di pintu." ujar Zenko." kata Hana tiba-tiba. Dia memata-mataimu pal ing sering tahun ini." Zenko memperingatkan istrinya. dan pastikan kelak kami tidak diganggu. setelah istrinya mati. Dan ibumu juga." "Taku amat populer. Pintunya bergeser terbuka dan seorang pelayan laki-laki bicara pelan. Namanya Kikuta Akio.. Yuki." "Atau apa?" "Hukuman dalam Tribe atas ketidak¬patuhan adalah kematian. kau sendiri sering bilang begitu. Aku tak bisa mengubah p eraturan itu bahkan untuk saudara kandungku sendiri. sedikit ba nyak akan cukup menambah kekuatan." "Mereka datang dalam cuaca seburuk ini. "Dia adikku. "Sebaiknya kuceritakan sedikit tentang dia. Kuroda Yasu datang bersama seorang laki-laki . Dan jika teman Kuroda adalah orang yang sudah kuperkirakan. "Seharusnya kesetiaannya yang pertama mestinya kepadamu." hard ik istrinya." "Aku tak pernah suka pada Taku.Mereka hanya berdua di ruangan itu. Tatapan tidak senang terpancar sekilas di wajah Zenko yang lebar. atau..

kan?" Zenko mengangguk. "Oh. Dan kenapa Kenji berpindah memihak Otori." Hana merasakan ada getar kesenangan memikirkan hal itu." Hana sepakat." suaminya menyarankan. Kenap a Yuki dipaksa minum racun? Alasan Kikuta membunuhnya adalah pasti karena mereka tak memercayai nya. atau setidaknya dengan melindunginya. aku yakin itu. lalu tertawa lagi. Tapi mengapa Takeo tak pernah mencari anak itu?" Halaman 173 dari 500 . "Sudah berapa lama kau tahu ini?" tanya Hana."Bukan anaknya Akio?" tanya Hana. tentu." "Kakakku pasti tak tahu. Dia terkejut sekaligus bersemangar dengan tersingkapnya kenyataan ini. "Aku mendengar semua desas-desus di keluarga Muto sewaktu aku masih kecil. "Mungkin kau bisa beritahukan pada saat yang tepat. Anak itu -me reka memanggilnya Hisao ternyata anak laki-laki Takeo. bersama empat dari lima keluarga? Kenji pe rcaya kelak Takeo akan mengakui anak itu. "Bukan anaknya Takeo. benak¬nya sudah mencari-cari cara untuk me¬manfaatkan b erita ini.

gadi ng dan emas. Ia pun memiliki beberapa cermin yang terbuat dari kaca keras. "Kita akan mengakui anak ini sebagai pewaris dari keluarga Kikuta dan Muto. Ia senang karena benda ini disimpan di Kumamoto." "Dan Tribe takkan terpecah belah lagi." Kurasa ada alasannya: dia tidak ingin istrinya tahu. Dia mengenal Kuroda Yasu yang mengambil keuntungan dari barang-barang mewah yang diimpornya dari Tenjiku. Sebagaimana Tabib Ishida yang dengan baik hati meng¬ungkapkan pada ka mi. dan melalui dirinya kita mengenda¬likan Tribe." Hana bisa merasakan nadinya berdenyut lebih kencang. Hana menyuruh pelay an pergi karena dia yang akan melayani tamunya. dan ketakutan kalau putrany a yang bisa membunuhnya. dan saat sudah datang." Hana menambahkan. Sebagaimana Tabib Ishida yang dengan baik hati meng¬ungkapkan pada ka mi. dan ketakutan kalau putran ya yang bisa membunuhnya. Kini ia pun mem¬punyai rahasia hebat dan besar ini. dan istri mereka m emaafkannya. berkilau yang menu njukkan bayangan orang yang nyata. Takeo juga pasti begitu: dia tak pemah mengambil perempuan lain itu sebabn ya dia tak punya anak laki-laki." ujar Zenko. dan tahu kalau aku akan menjadi yang utama bagimu. serta dukungan dari jenderalnya. Aku memahami kebutuhan dan hasra t laki-laki."Kurasa ada alasannya: dia tidak ingin istrinya tahu. Berpisahnya kesatuan itu akan membuat Tiga N egara hancur berantakan. ada ramalan yang mengatakan seperti itu. "Dan kau akan mewarisi semua yang telah diperjuangkan ayahmu. mer eka pasti akan berpisah." "Banyak laki-laki memiliki perempuan simpanan dan anak haram." "Tapi kebanyakan istri bersikap seperti diriku. Suaminya meminta dibawakan sake lagi. Pemerintahan mereka diseimbang¬kan dengan bersatunya mereka berdua: dengan menyatukan laki-laki dan perempuan. "Mereka sudah datang. dan Takeo memer¬cayainya." sahut Hana. "Realistis dan prak tis. Kakakku adalah orang yang idealis: dia percaya pada cinta." katanya. raha . Lebih dari itu. Hana tak pern ah memper¬lihatkannya di Hofu. "Saat kakakku tahu ini. Bila kau punya perempuan simpanan. dengan restu dari sang Kaisar." Hana mendengar langkah kaki di luar. hal itu tidak menggangguku. dan Takeo memer¬cayainya. Kaede sudah bertahun-tahun menginginkan anak laki-laki: maka dia takka n memaafkan Takeo karena anak yang disembunyikan ini. keduanya dipengaruhi oleh Terayama dan apa yang mereka sebut Ajaran Houou. ada ramalan yang mengatakan seperti itu.

Cara bicaranya singkat. Zenko memberi salam pada kedua tamu¬nya dengan sikap yang sangat sopan. "Kita bisa bicara dengan bebas di sini. juga kematian Kotaro. "Tribe sudah terpecah belah begitu lama. Dari luar orang itu kelihatan rendah hari. atau pun bentuk bujukan lainnya. yang mambangkitkan secercah ke¬tertarika n dalam dirinya. tapi segera ia tahu kalau l aki-laki itu bukanlah orang yang rendah hati. Hana merasa kalau laki-laki itu akan tetap diam ketimbang menggunakan sanjungan. dan tidak mudah terpengaruh dengan sanjungan. maka sudah waktu¬nya luka-luka lama ini disembuhkan." sahut Akio.sia yang mengungkap siapa Takeo sebenamya. Akio." tuturnya. "Aku sangat menyesalkan per¬pe cahan ini. Hana tidak suka kalau laki-laki itu menjadi musuhnya. serta dewa-dewa karena dia masi h hidup. "Aku tak pernah menyembunyikan apa yang paling kuinginkan. ber¬usaha ag ar terlihat menghormati Akio sebagai pimpinan Kikuta tanpa mengurangi status nya sendiri sebagai lord tinggi Arai. "Kematian Otori." Halaman 174 dari 500 ." "Kurasa kita memiliki tujuan yang sama. tapi dia bisa men jadi sekutu yang kejam juga tanpa belas kasihan. Memancarkan semacam ke¬kuatan. Laki¬laki itu melihat sekilas ke arahnya. Tubuhnya tinggi dan tegap. Hal ini mem¬buat marah keluarga. dia kelihatan sangat kuat. walau usianya tidak muda lagi . Dia telah divonis mati oleh Kikuta karena melanggar aturan Tribe." ujar Zenko. dan juga atas pembunuhan Kotaro. Hana mengamati laki-laki itu. kemu dian duduk dengan menunduk. den gan aksen Timur. Kini Muto Kenji sudah tiada. nenek moyang dan tradisi." ujar Akio.

"Tapi yang pasti dia hanya manu sia biasa. Dia tahu ini dari Muto Kenji." "Seperti halnya Lima Pertempuran?" tanya Yasu. seraya bertukar pandangan dengan Hana. "Aku tahu sesuatu yang kau belum tahu. suaranya ter¬dengar semakin rendah dan keras." "Baiklah." . kemungkin an juga ibuku.Kabamya dia tidak bisa dibunuh." tutur Zenko." komentar Yasu. Hana merasakan lagi secercah semangat." kata Zenko perlahan. "Tapi yang pasti dia h anya manusia biasa." "Tabib Ishida yang mengatakannya pada kami. "Takeo percaya kalau hanya putranya yang bisa membunuhnya. Hanya beberapa orang yang mengetahuinya. "Dia adalah tabib pribad i Takeo. dan pernah mengobari banyak lukanya. "Aku masih tak mengerti ba gaimana dia bisa lolos. "Ada s emacam ramalan yang bisa dibuktikan." lanjut Zenko. Dia memiliki banyak keahlian seharusnya aku tahu." ujar Hana." Akio mengangkat kepala lalu menatap langsung pada Hana." "Kendati demikian. "Meski ada hal-hal tertentu yang ter¬dengar." Akio membungkuk. tatapan matanya semakin tajam. "Ya." komentar Yasu.. dan ramalan itu digunakan untuk membenarkan pembunuhan atas ayahku dan kebe rhasilannya meraih kekuasaan. aku yang melatihnya di Matsue dia lolos dari semua usaha pembunuhan." Akio duduk dengan wajah tanpa eksp resi. Lord Takeo tidak memiliki anak laki-laki" ujar Yasu seraya menatap mereka semua secara bergantian . Akio berkata pada Zenko. "Siapa lagi yang tahu tentang ramalan ini?" "Terlepas dari semua orang yang ada di ruangan ini dan Ishida: adikku. "Kau tahu t entang putraku?" Zenko agak menggerakkan kepala meng¬iyakan."Kabamya dia tidak bisa dibunuh. "Kata-kata yang masih tetap di¬rahasiakan." "Aku pernah hampir menggorok leher nya. walaupun ibuku tidak pernah mengatakannya padaku..

." Sekonyong-konyong keempat orang itu tertawa gaduh." Lalu Akio menenggak minumannya." ujar Zenko.. "Mungkin juga. Dan yang paling penting adalah Takeo percaya itu."Bagaimana dengan yang ada di Terayama? Kubo Makoto mungkin juga tahu: Takeo men ceritakan segalanya kepada¬nya. Dia juga tidak memiliki keahlian Tribe . "Jadi semua desas-desus itu bena r?" "Ya. Tapi kini aku tahu akan mudah baginya untuk membunuh ayah kandungnya. Intinya hanya sedikit orang. "Bukankah sudah kukataka n kalau anak itu bisa saja mengejutkan dirimu? Itu lelucon terbaik yang pernah ada selama bertahu n-tahun." Yasu menepuk alas lantai dengan telapak tangan terbuka. Yasu meneguk cepat sake lalu berkata pada Akio. Hisao adalah putra Takeo. "Anak itu tidak mengetahuinya." gumam Hana. tampak seperti tersenyum.* Halaman 175 dari 500 .

Kaede merengkuh perutnya yan g membuncit dan memikirkan janin yang tumbuh di dalamnya. sedan gkan Miki pergi ke desa Tribe di Kagemura. sambil berdoa semoga anak lakilakinya .Kaede telah memutuskan untuk tinggal di Hagi selama musim dingin sampai anaknya lahir. jauh dari formalitas kehidupan di kastil. me nyayangi si kembar dari jauh. kepada Taku. Beberapa kali dalam seminggu Kaede mengajak kedua anak itu ke biara. pikirnya sedih. "Apa aku ini indukmu?" Kaede memarahi¬nya dengan lembut. Maya dikirim bersama gadis Muto. dan juga hewan peliharaan putrinya. semakin bungkuk. Dengan ketidakhadiran ketiga putri¬nya. dengan cuping hidung merekah. tetap ceria dan gamblang seperti dulu. Sada. Kaede senang memikir¬kan kalau ketiga putrinya si buk dengan pelatihan serius semacam itu. lalu Kaede menuntunnya berjalan mengelilingi padang rumput. Mereka ber¬main di tepi sungai. sesekali mengusap¬usap dengan hidungnya. kera dan anjing. Kaede mengundur¬kan diri dari publik. pewaris sah Klan Otori. Kaede tidak kesepian karena selalu ada yang menemani: Shizuka. Kelak putranya akan menjadi pewaris Sh igeru. Ia telah be rjanji pada Shigeko untuk mengawasi Tenba dan kirin. dan lebih mudah dibuat hangat selama hari-hari yang panjang dan dingin. Sunaomi dan Chikara juga menikmati kepindahan itu. dan apa yang dilupakan¬nya diisi oleh Haruka . ke Maruyama." ujar Chiyo dengan berlinang air mata selagi mendengarkan teriakan anak -anak dari taman atau langkah kaki mereka di atas nightingale floor. Lebih mudah. Kaed e mencurahkan kasih sayangnya pada keponakannya. menangkap semua sinar ma tahari musim dingin. Chiyo masih tinggal di sana. usianya sudah di ambang senja tapi masih mampu menyedu h teh obat serta menceritakan tentang masa lalu. dan agar dewa-dewi me¬lindungi mereka dari bahaya. kedua bocah. Mereka semua pindah dari kastil ke rumah lama Lord Shigeru di tepi sungai: rumah itu menghadap ke selatan. Ishida turut menemani karena rasa sayangnya pada kirin kian ber tambah. Mori Hiroshi memberi pelana dan tali kekang pada Tenba dan mengang¬kat Sunaomi ke pelan a. "Seakan Shigeru da n Takeshi hidup kembali. Takeo dan Shigeko sud ah pergi ke Yamagata. Kuda itu sepertinya menci um sesuatu dari tubuhnya yang hamil dan senang berjalan perlahan di samping Kaede. saat kelahiran mereka yang tak wajar dan bakat aneh bisa tak d iacuhkan. dan sering mendoakan agar mereka mengembangkan dan mengendalikan berbagai bakat yang mereka miliki. dan Shizuka serta Ishida tinggal ber¬samanya.

Kaede dan I shida men¬cemaskan kalau kirin akan panik saat temannya pergi nanti.akan sepemberani dan setampan kuda itu. menulis surat pada Shigeko dan Miki. Kaede mengingat kudanya. karena ia sangat senang menulis membalas surat yang dituju kan untuk suaminya. kepada adik-adiknya. dan adanya surat justru malah membahaya¬kan dirinya. Kirin memang tampak kurang bersemangat. namun roh mereka akan tetap hidup selama ada ku da-kuda Otori. tapi ini justru ma kin meningkatkan rasa sayangnya pada teman manusianya. Kaede sering menulis. Halaman 176 dari 500 . dan Amano Tenzo: kedua¬nya sudah lama tiada. mendesak mereka belajar dengan ra jin dan mematuhi guru. menceritakan pada Hana tentang kesehatan ser ta kemajuan kedua putranya dan mengundang mereka datang pada musim semi. Tapi Kaede tidak menyurati Maya karena Maya tinggal di tempat rahasia di Maruyam a. Raku. Te nba segera dikirim ber-sama pemuda pengurus kuda dengan naik kapal ke Maruyama. Kemudian Shigeko mengirim surat agar kuda itu dikirim padanya karena telah memut uskan untuk dihadiahkan kepada ayahnya. seraya meminta ibunya agar tetap merahasiakannya.

tapi aku tidak tahu apa tujuannya. makin baik. "Sepertinya semua orang menganggap mereka sebagai beban." "Aku setuju dan aku tak tahu kesepakatan apa yang mereka buat dengan Zenko. tapi jurubahasa mereka tak bisa menulis sesuatu yang b isa dibaca oleh Zenko. Selama ketidak¬hadiran Ta keo dan penarikan diri Kaede. Kuharap mereka mengir im surat yang dapat mengungkap sesuatu. bekas rumah Akane. tapi Kaede masih melihat sisa-sisa rasa malu dan luka yang membekas. "Mungkin Zenko hanya ingin menying¬kirkan mereka." kata Fumio pada Kaede suatu sore pada per tengahan bulan kesepuluh. "Seperti yang kau tahu. dan mengagumi bentuk ramping dan a nggun dari patung kayu yang dikelilingi rumah yang baru dibangun. dan berdoa agar arwah sang dewi muncul menyembuhkan segalanya. Mereka ingin bertemu dengannya. Sunaomi berhasil meraih kembali kepercayaan dirinya. aku sudah terbiasa dengan orang asing.Kaede pergi ke biara lain. Aku sudah katakan kalau aku tidak bisa memu tuskan sampai Lord Otori kembali ke Hagi." saran Kaede. banyak juga manfaat yang bisa kita ambil dari mereka ilmu penge ." "Suamiku tak ingin mereka bepergian ke seluruh penjuru negeri. Dia me mbiarkan mereka pergi dari Hofu. Mereka sangat gelisah. dan kurang senang saat tahu Lord Otori tidak di Hagi lagi ." Mereka saling bertukar senyum. Fumio kembali." ujar Sunaomi. "Makin sedikit yang mereka tahu tentang kita. "Itu b isa membantumu agar tidak kesulitan menga¬caukan surat-surat mereka." "Ishida bisa menawarkan diri untuk men¬jadi jurutulis mereka. bekas rumah Akane." sahut Kaede. mereka mulai tidak sabar. Mereka minta penjelasan mengapa tidak boleh ke Yamagata s endiri. Tak lama setelah Takeo pergi ke Yamagata. menikm ati kehadiran mereka serta menurutku mereka itu menarik. karena Kaede selalu memaksanya turut ke te mpat dia pernah dipermalukan dan ketakutan. "Bukannya aku tidak suka pada mereka. dan mengagumi bentuk ramping dan an ggun dari patung kayu yang dikelilingi rumah yang baru dibangun. "Dia mirip Lady Kaede." lanjut Kaede." "Kendati demikian. aede pergi ke biara lain. Fumio beserta ayahnya bertindak sebagai wakilnya. Satu dar i masalah yang meng-ganggu dan alot adalah apa yang harus dilakukan dengan kedatangan orang-ora ng asing yang mengganggu dari Hofu. Tapi kian hari kian sulit untuk tahu apa yan g mesti kulakukan.

perempuan dari rumah pelacuran. Kaede Halaman 177 dari 500 . diikuti oleh perempuan bertubuh kecil. y aitu perempuan itu tidak mirip suamiku. Hal pertama yang terlintas di benaknya. Ia mengakui kalau dirinya juga ingin tahu: terutama." ujar Fumio setuju. selama mereka bisa dikendalikan." ujar Kaede." "Demi tujuan itu aku harus segera belajar bahasa mereka. tentang orang-orang asing dan kebiasaan mereka. Ia yakin tak seorang pun akan men¬curigai hubungan tersebul." "Kegiatan itu tentu bisa memberi mereka kesibukan sepanjang musim dingin. Ia tidak tahu apa yang harus dikatakan pada orang seperti itu. memperingatkan dirinya akan hal itu. tapi ia lebih ingin melihat seperti apa adik perempu an Takeo. pengikut kepercayaan Hidden. Kaede tak ingin ber¬hubungan dengan bagian hidup Takeo yang sa tu ini. sewaktu Fumio menunjukkan jalan pada dua laki-laki berbadan besar. bukan sebaliknya. tapi karena ia tidak tahu bagaimana bersikap pada jurubahasa mereka: anak dari keluarga petani. "Aku akan berikan kesan betapa besar kehormatan bagi mereka bisa diundang bertemu Lad y Otori. masuk ke dalam ruangan. "Kau harus bawa orang-orang asing itu dan juru¬bahasanya ke sini. dan adik perempuan suaminya. dit ambah dengan kehamilannya. Semua nalurinya. katanya pada diri sendiri.tahuan dan kekayaan. dan menemukan cara lain. dan Kaede me¬nemukan dirinya menanti dengan perasaan ta kut: bukan karena orang-orang asing itu. Tapi ia telah berjanji pada T akeo untuk mempelajari bahasa orang asing." Pertemuan itu lalu diatur.

Fumio sudah mengenai beberapa kata bahasa orang asing itu. sebuah gulungan kaligrafi hasil karyanya sendiri digantung di ruang kecil yang terpisah. Perempuan ini memang adik suaminya. Bahannya ber¬warna hitam. ber¬nama Don . Pepohonan yang tersentuh oleh kepingan salju pertama terlihat begitu indah. Mereka pura -pura bertutur kata serta bersikap sopan. Hamp aran daun-daun yang berwarna merah tui berserakan di tanah. sementara semua orang mengataka n Terima kasih. membuat pinggul dan bahu mereka kelihatan membesar. kedua orang asing itu sering tersenyum agak menyeramkan dan Kaede bicara selembut dan membungkuk seanggun mungkin. kontras dengan bebatuan keabu-abuan sert a warna lentera. Ia juga menyadari kalau pe¬rempuan di samping nya itu memiliki tekstur rambut dan warna kulit yang mirip Takeo. Madaren. katun maupun rami. dengan tambalan berwarna di¬jahitkan ke dalamnya: kelihatannya bukan dari sutra. berbentuk gembung. Perempu an itu merangkak ke samping Kaede. Status salah satu dari kedua orang itu.loao. Kaede duduk dengan punggung bersandar ke dinding panjang ruangan itu. Kiasan pemandangan yang indah itu amat memesona o rang-orang asing beserta jurubahasanya. Kenyataan itu membuat Jimtungny a ber¬debar kencang. membingungkan: ksatria .menyam¬but dengan bahasa resmi pada para laki-laki. Dengan senang hari. Dia menerjemahkan begitu pelan dan tidak jelas hingga kedua pihak tidak tahu apa yang diucapkannya. dan Kaede memerhatikan sarung ketat yang melekat di kulit yang menutupi kaki mereka. kepalanya menyentuh tikar. Sesaat Kaede mengira kalau ia harus bereaksi tak tahu apakah harus menangis atau tak sadarkan diri tapi untungnya Shizuka datang de ngan membawa mangkuk teh dan kue kedelai manis. Orang asing itu duduk dengan canggung. enyam¬but dengan bahasa resmi pada para laki-laki. Kaede mengamati secara sembunyi¬sembunyi pada kedua laki-laki tersebut. yang merupakan asal nama kota Hagi. sebelum Fumio memberitahu kalau mereka seharusnya duduk. sadar akan bau mereka yang terasa asing dengan rasa jijik. dan meng¬gunakan semuanya. menghadap ke beranda. menerima hadiah. Mereka membungkuk hormat sambi l berdiri. sebelum Fumio memberitahu kalau mereka seharusnya duduk. Mereka harus melepas alas kaki di luar. dan maaf berulang kali dalam bahasa mereka. justru lebih ter¬cengang. Mereka membungkuk hormat sambil berdiri. Perempuan itu. Pakaian luar mereka aneh. Di sebelah kanan Kaede. Isi gulungan itu adalah puisl kesukaannya tentang belukar semanggi di musim gugur. dan tetap menunduk. Kaede berhasil mengendalikan dirinya lagi.

Suamiku sudah mencerita¬kan siapa dirimu. Makin cepat aku belajar. Sebaiknya tidak ada orang lain yang tahu tentang ini. Salah satu dari mereka harus ikut denganmu. Demi suamiku aku akan menghormati dan melindungimu. "Aku ada satu permintaan padamu dan kedua laki-laki terhormat yang kau layani." Madaren mulai bi cara. aku akan mempertimbangkan semua permintaan merek a. "Jangan takut. Kau telah mempelajari bahasa mereka. Aku ingin kau mengajariku. Se-dangkan yang satu lagi adalah pendeta." "Keramahan Lady Otori terlalu agung bagi orang seperti diriku. tapi Kaede menghentikannya. Kita akan belajar setiap h ari. "Perempuan ini tetap di sini bersamaku. "Ajak keluar dan perlihatkan taman pada mereka. karena aku juga harus belajar tulisa n mereka." Kaede menyuruh semua orang pergi." Halaman 178 dari 500 . Setelah beberapa percakapan yang panjang soal tempat tinggal dan k e¬butuhan orang-orang itu." katanya pada Fumio. makin besar kemungkinan semua hal itu dilaksanakan. Para laki-laki kelihatannya cukup senang bisa keluar. Shizuka menatap penuh tanya sewaktu mengundurk an diri. Kelak saat aku telah lancar bicara bahasa itu. mungkin mereka bicara soal taman. Kaede mendekati Madaren. Dia bicara sangat be rbelii-belit dan penuh hormat. dan selagi mereka bicara d engan keras tapi bernada ramah. Kuharap kau men gerti maksudku. tentunya. Butuh waktu lama untuk berca kap-cakap karena Madaren begitu khawatir akan menyinggung Lady Otori.sekaligus pedagang. Kaede menyadari musim dingin mungkin berlalu tanpa ia bisa bela jar apa-apa.

ku hanyalah orang rendahan dari Was yang terendah. yang di dalamnya dibuat daftar kata dan sketsa bunga. tapi aku akan lakukan semam puku untuk memenuhi keinginan Lady Otori." Madaren menyembah lagi. Kaede melihat sebagian besar kegiatan ini karena Don Carlo mengajak mereka berdu a sebagai sarana belajar bahasa. Dia menyimpan banyak bu ku catatan. dan Kaede malu sekaligus kagum karena saat pertama kali bertemu ia berpi kir kalau orang ini hampir bukan manusia. Don Carlo juga sama ingin tahunya." Ini menyakitkan hatinya: Madaren. Suatu hari ketika Kaede merasa putus asa." ujar Madaren. dan sukar untuk mengingat bentuk maskulin dan feminin dan cara kata kerjanya berubah ." "Anda baik sekali. menggunakan kuas yang paling ti pis. "Ka u akan menjadi guruku. dan sering mengajak Madaren pergi ke saw ah untuk bertanya pada para petani tentang hasil panen dan musim. dan ia menyatu dengan iramanya. "Aku takkan menguasai bahasa ini."Aku hanyalah orang rendahan dari Was yang terendah. menyeberangi sungai dengan perahu dan berjalan melew ati jalan-jalan sempit ke rumah di tepi sungai." Madaren menyembah lagi. Bahasanya sulit: segala sesuatu yang berkaitan dengan bahasa itu sepertinya terb olak-balik. tapi aku akan lakukan semampu ku untuk memenuhi keinginan Lady Otori. sesekali dia mendekati anak-anak lalu memeriksa pakaian dan alas kaki mereka. Si pendeta Don Carlo datang dua kali seminggu untuk mengaj ari kedua perempuan itu menulis apa yang disebutnya abjad. Aku tak tahu bagaimana kau mempelajarinya." kata Kaede. *** Madaren datang setiap hari. bangunan dan alat p ertanian. Dia juga mengamati setiap tanaman di taman. Belajar setiap hari menjadi bagian dari rutinita s kediaman itu. Jangan terlalu bersikap formal. Dia biasanya datang dengan dibu ntuti anak-anak dan orang-orang dewasa yang tidak punya hal lebih baik yang bisa dikerjakan. "Madaren. laki-lak i itu menjadi sasaran keingintahuan dan keheranan. "Kita akan mulai belajar besok. Dia ter¬senyum tipis saat duduk tegak. Rambut dan janggut kemerahan. dan kerapkali membuat sketsa untuk menjelaskan sebuah kata. Oran g itu benar-benar pandai. pohon. ia berkata pada Madaren. serta mata hijau biru pucat bak air laut." kata Kaede. mengucapkan nama aneh itu untuk yang pertama kalinya. perempuan dari .

" Itu merupakan pemikiran yang baik Shizuka maupun Kaede tidak terlalu me¬mahaminya. Begitu sudah bisa mengatasi rasa malu. "Kurasa suamiku tak memikirkan itu." "Pastinya begitu. "Mungkin aku bisa meniru c aramu." "Tampaknya Don Carlo tidak punya hasrat terhadap perempuan ataupun laki¬laki. t erutama saat ada Shizuka." "Don Carlo masih belum punya pasangan. bisa begitu fasih menguasai bahasa itu. Di matanya. "Itu akan membuatnya sangat malu. "Jangan pernah bicarakan hal semacam itu dengannya. "Aku membuat Don Joao mengajariku di tempat tidur. "Barangkali saat aku sudah lebih me¬mahami bahasa mereka. sifat aslinya mulai muncul." kata Madaren. dan acapkali memba ca dengan suara keras kitab sucinya demi meraih kesucian dan pengendalian nafsu dalam diri nya. mengejutkan bagi¬nya. Percakapan mereka menjadi lebih santai.kalangan rendah dan tidak ber-pendidikan." Kaede tertawa. bercinta adalah yang di sebutnya dosa dan cinta antar laki-laki khususnya." kata Madaren dengan nada me mohon. "Aku belajar dalam keadaan terpaksa." goda Shizuka. Don Carlo akan menjelask annya. "Bahkan dia sama sekali tidak menyetujuinya." sahut Madaren. bukan pilihan. Halaman 179 dari 500 ." seloroh Kaede. Dia menghabiskan banyak waktu untuk berdoa." "Tidakkah Don Joao memercayai hal yang sama?" tanya Shizuka.

tapi tak ingin be rtanya secara langsung." Sebagian dari dirinya percaya pada hal yang sama. Kaede ta k berani lagi berlatih pedang bersama Shizuka: kenangan buruk tentang keguguran bayinya selalu melekat di benaknya. betapa aneh perjalanan hidup yang telah membawa dia ke tempat ini. dengan man i¬pulasi. Tepat sebelum rembulan di bulan kesebelas muncul. Di a memuaskan dirinya sendiri. Ia hanya berdua dengan Madaren. Takeo menulis panjang lebar atau tepatnya mendiktekan. tapi hasratnya lebih kuat. Kaede meminta maaf karena menghentikan pelajaran kemudian segera pergi ke ruang belajarnya sendiri ruangan tempat Ichiro membaca dan menulis dan membaca surat-surat itu di sana. Kaede sangat kecewa: ia berharap Takeo akan kembali sebelum salju menutup jalur pegunungan. Dia memuaskan dirinya sendiri. tapi hasratnya lebih kuat. Bulan kesebelas mem¬bawa hawa dingin yang menggigit. dari kedua belah pihak. Namun pertanyaan ber¬sifat pribadi semacam itu bisa dianggap terlalu mengan cam. Kini ia merasa khawatir kalau keberangkatan suaminya akan tertunda hingga salju mencair. Ketika kembali pada Madaren. meskipun s udah memakai baju berlapis-lapis dan ada tungku batu bara agar tetap hangat. Kaede tak bisa melakukan banyak hal selain belajar dan bicara dengan Madaren. Terbungkus karpet bul u. Kaede menemukan dirinya ingin tahu tentang masa lalu Madaren. dan ia sangat takut akan kehilangan bayinya ini. Takeo merasa berkewajiban un tuk melewatkan Tahun Baru di sana. surat berdatangan dari Yamagat a. Kaede mengamati lekat-lekat ketika kedua orang asing hadir. meski mereka mem¬butuhkan keahlian dan bergantung kepadanya. Seringkali sa at mereka hanya berdua." Kaede penasaran apakah perilaku aneh ini menular pada Madaren. Kaede berpikir kalau hubungan itu aneh dan terbolak-balik. Shizuka mengajak kedua cucunya pergi melihat kirin. bahkan eksploitasi. dan berpik ir kalau mereka berdua memang membenci Madaren. kemudian membenci dirinya karena hal itu. ia berada di ambang keraguan untuk bertanya pada Madaren bagaimana Takeo ketika masih kecil."Sebagian dari dirinya percaya pada hal yang sama. karena dia kenal tuli san tangan Minoru tentang semua keputusan yang telah diambil. perhatiannya teralihkan. kemudian membenci dirinya karena hal itu. "Apakah Lady Otori mendapat kabar buruk dari Yamagata?" tanya Madaren se¬waktu Kae . Masih banyak persiapan yang har us dibicarakan dengan Kahei dan Gemba tentang kunjungan ke ibukota: Takeo masih men unggu kabar dari Sonoda tentang peneri¬maan utusan pembawa pesan. Musim dingin tiba.

Wajahnya tidak mirip dengan kami se Halaman 180 dari 500 . kata¬nya." Kaede berhenti sejenak lalu b erkata. Waktu itu kau pasti masih kecil. terima kasih Surga. "Kau memanggilnya dengan nama apa. seraya meng¬ingat-i ngat percakapan mereka sebelumnya." sahut Madaren serius." "Apakah putra Tuhan itu mencintai perempuan itu?" tanya Kaede. tuanku. itu saja. melainkan pa da suaminya yang tumbuh dewasa di lingkungan mereka. "Tidak juga. Semula aku berharap suamiku akan kembali lebih awal. mencintai putra Tuhan saat beliau berjal an di bumi. "Kurasa kau tak ingat banyak tentang suamiku." "Tomasu? Kedengarannya aneh sekali. "Itu yang paling kuingat . saat kalian masih kecil?" "Tomasu." "Dan Madaren?" "Madaren adalah perempuan yang.de membuat kesalahan pelajaran dasar untuk yang ketiga kalinya. Saat itu ketertarikan Kaede bukanlah pada kepercayaan orang Hidden." tutur Madaren perlahan." "Dari dulu dia memang berbeda. "Beliau mencintai kita semua. Apa artinya?" "Itu nama salah satu guru besar di kalangan Hidden." "Lord Otori baik-baik saja?" "Kesehatannya baik-baik saja.

Dia tak menginginkan tubuhmu. Aku selalu mengusik¬nya. ibu pura-pura marah. dia meng inginkan jiwamu. Ayahku sering mar ah padanya. Kaede pun agak terper anjat. Aku selalu mengusik¬nya." eluarga. D on Carlo nampak juga bersemangat untuk dapat membuat ia memahaminya. hujan salju pertama tahun itu." Shizuka menjelaskan. "Pernah ada satu saat ketika hasrat berarti kematian bagi laki¬laki mana pun!" "Aku telah menikah enam belas tahun. meski ia tidak tahu apa sebabnya. kan? Juga menjelaskan tent . ibu pura-pura marah. Malam itu salju turun dengan lebat." Madaren terdiam. dan Takeo akan tetap di Yamagata sampai musim semi. "Tapi bila kau mau dengar pendapatku: kurasa dia berharap bisa meng ambil hatimu dengan agamanya. Aku selalu memanjatkan doa baginya. tapi ibu sayang sekali padanya. tuanku. Kurasa itu sebabnya aku mengenalinya se¬waktu bertemu di Hofu." sahut Madaren patuh. "Don Carlo memerhatikan aku dengan cara laki-laki normal memandang perem¬puan. "Sebaiknya kita mulai lagi pelajaran kita. Karena itu artinya j alan pasti sudah ditutup. seolah takut sudah terlalu banyak bicara. Lagipula itu bukan nafsu. Ayahku sering mara h padanya. A ku selalu memimpikannya. Dia sudah mulai bicara tentang Deus." "Kita tidak pernah tahu itu! Kita hanya tahu kalau dia tidak menanggapi hasratny a. "Tentu saja. tapi ibu sayang sekali padanya. karena kita tahu Don Carlo tak merasakan desakan semacam itu. dan sepertinya tidak berpikir dengan cara yang sama. dan hampir menangis. dan sepertinya tidak berpikir dengan cara yang sama. "Mungkin dia harus diperingatkan tentang reputasimu!" sahut Shizuka. Aku ingi n dia memerhatikan aku." ujar Kaede dengan suara yang lebih t enang. A ku selalu memimpikannya. Aku ingi n dia memerhatikan aku. Kurasa itu sebabnya aku mengenalinya se¬waktu bertemu di Hofu. Kaede terjaga di pagi harinya dengan cahaya putih yang terasa asing. *** semakin sadar harus tahu apa yang mereka percayai.keluarga. untuk bisa memahami mereka. maka dia makin sering dat ang bersama Madaren dan percakapan mereka menjadi lebih mendalam lagi. Aku selalu memanjatkan doa baginya. Shizuka! Kuharap reputasiku sudah dilupa¬kan. Ketika akhirnya salj u turun. lakilaki itu tidak bisa ke sawah untuk melakukan penelitiannya." ko mentarnya pada Shizuka.

Aku pernah melihatnya. "Tapi bisa t iba-tiba menjangkiti manusia. mengatakan nama Lady Otori s ering disebut dalam perbincangan mereka." tutur Kaede. tapi aku tidak bisa membayang¬kan diriku mengikuti kepercayaan mereka. In ilah yang mereka lakukan di seluruh penjuru dunia." "Baiklah." sahut Shizuka." Kaede membuang jauh-jauh pikiran itu dengan sengit. "Bagiku itu seperti omong kosong!" "Semua kepercayaan bisa kelihatan seperti kegilaan. negeri mereka sangat jauh dari sini: berjarak sat u tahun atau lebih dengan berlayar. dan berbahaya." Halaman 181 dari 500 . Waspadalah. tapi dia merasa kalau mereka berharap bisa mendapatkan keuntungan dan pengikut dalam juml ah yang sama besarnya. dan akhirnya men¬dapatkan wilayah baru bagi diri mereka sendiri. Membuat mereka m erasa sangat berkuasa. Meskipun Mai belum memahami bahasa mereka dengan semp urna." "Dari apa yang mereka katakan." ujar Kaede. seperti wabah. "Bagaimana mereka bisa hidup begitu jauh dari rum ah dalam waktu lama?" "Kata Fumio itu adalah sifat dari semua pedagang dan petualang.ang aga-ma di negaranya?" "Sungguh aneh. "Apa bedanya baginya atas apa yang kupercayai?" "Mai. gadis yang kukirim untuk bekerja pada mereka.

Bersabarlah: dia akan menjemputmu." ujar Kaede. malam berganti siang dan musim panas berganti dengan musim dingin. diajaknya laki-laki itu melihat pahatan patung Kannon Sang Maha . Dulu aku suka duduk bersama Lord Shigeru tepat di ruangan ini. "Kurasa agama orang asing itu. Kaede merasa bayinya menendang dalam perutnya. Kaede menyadari betapa Takeo telah memilih meng hindari tatapan itu. "Hantu-hantu dari masa lalu.. dan bagaimana ia melalui hari-hari yang panjang dalam doa dan puisi." "Ajaran kaum Hidden. dan itu makin membuat ia makin mengagumi dan men¬cintai suaminya. "Apa yang kau pikirkan?" tanya Kaede. dan kesunyian itu semakin senyap seakan dia tenggelam dalam lamunan. me¬megang semua janji yang telah dikatakan padanya sementara dirinya terbaring dalam sihir tidur Kikuta seolah masuk ke pet i es." Selagi Shizuka memijat. salju serta ketidakhadiran Takeo. musim berlalu. Bersabarlah: dia akan menjemputmu. dan ia ingat apa yang pernah Takeo katakan tentang Tuhan yang Maha Melihat milik kaum Hidden dan tatapannya yang tanpa ampun. tapi lebih dogmatis dan tidak mengenai kompromi.Kata-kata Shizuka membuat Kaede ter¬ingat saat dirinya menjadi istri Lord Fujiwara . me¬megang semua janji yang telah dikatakan padanya sementara dirinya terbaring dalam sihir tidur Kikuta seolah masuk ke pet i es." katanya seraya menghcla napas.. "Ah. Don Carlo memperkenalkannya lebih banyak kata: neraka." "Semakin menguatkan alasan untuk mem¬perlakukannya dengan curiga!" Selama musim dingin.. dan menginginkan kehidupan berjalan dengan selaras bagi semua mahkluk. dan bagaimana ia melalui hari-hari yang panjang dalam doa dan puisi. punggungku sakit. Saat tidak berhasil dengan kata-kata. huku man. Membungkuk. ata-kata Shizuka membuat Kaede ter¬ingat saat dirinya menjadi istri Lord Fujiwara. kematian itu tak lebih hanya pemberehe ntian sejenak sebelum kelahiran selanjutnya. Kaede berusaha menjelaskan hal ini pada Don Carlo dengan kosa katanya yang ter¬bat as. kutukan. Beberapa kali aku membawa pesan dari Lady Maruyama: kau tahu kalau dia adalah salah satu pengikut. "Mari kupijat. meski tampak sa ma. dan seperti ajaran Sang Pencerah. Karena tentu saja dewa atau tuhan itu baik. dia diam saja. Kini seluruh kesabarannya sudah h ampir habis dengan kehamilannya.

lalu melepas sandal di beranda. dan sinar ma tahari musim dingin jatuh menyirami lantai yang baru. Bentuk bangunan itu mencuat ke atas da n dipantulkan dengan dedaunan pinus yang membentuk seperti payung pelindung. dengan dinaungi atap rangkap dua. Kaede dibawa dalam tandu. salju di bawah telapak kaki terasa lembap dan mencair. tetesan air yang membeku mula i mencair dari tepi atap. D on Carlo juga dibawa dengan tandu terpisah di belakangnya. menyilaukan saat icrkena pantulan cahaya matahari. keseimbangan sempurna pada kedua lengkungannya seperti yang Taro janjikan. Kendati tidak suka dengan caranya diantar.Pengampun yang sudah selesai di kuil yang telah di¬bangun untuknya. Para tukang kayu. dan hasil karya seni ukiran yang amat halus mem-biarkan cahaya matahari masuk. Kaede senang melihat bangunan baru itu bis a bertahan menghadapi musim dingin. Hunga-bunga plum masih ber¬gelant ungan bak serpihan salju di ranting tanpa daun di taman Akane. Halaman 182 dari 500 . Jendela kecil di atas pintu samping ber¬bentuk seperti daun. dan Madaren mengikutinya. Saat itu cuaca terasa lembut di awal musim semi. tengah memberi sentuhan akhir pada k uil. Pintu utama terbuka lebar. ke hamilannya sudah berusia tujuh bulan dan diperlambat dengan berat bayi yang dikandungnya. memanfaatkan cuaca vang lebih hangat. membiaskan cahaya. Kaede memberi salam pada Taro. Kayunya ber¬warna seperti madu dan berbau semanis madu pula. di bawah pengawasan Taro. Salju masih menempel di atap.

sedangkan tangan yang satu lagi menyibak keliman jubah dengan dua jari yang ramping. Orang itu terlihat lebih gelisah dari biasanya. dan saat Kaede berkata." katanya pada Taro. dengan semacam rasa ingin tahu." kata Kaede. "Lakukan seperti yang kuminta. dan Don Carlo mem¬buat gerakan canggung dengan kepala. Satu tangan. "Kau bisa lihat bagaimana konstruksi ba ngunan ini dan bagaimana pahatan kayu¬nya." si pendeta menggeleng lalu menyahut. "Aku lihat dari sini saja. dan melihat ke belak ang¬nya tempat Don Carlo dan Madaren men¬dekati bangunan kuil." katanya pada Taro. "Selamat datang. Orang asing ini tertarik pada karyamu."Orang asing ini tertarik pada karyamu. Ia sudah mendengarkan Don Carlo sepanjang musim dingin . Lipatan jubah itu dipahat sangat halus hingga terlihat seperti ber goyang saat tertiup angin sepoi¬sepoi. "Dia takkan masuk." Kaede merasa marah atas sikap kasar laki¬laki itu." saran Madaren kepada¬nya. ia tak bisa memahami alasan di baliknya. ini bertentangan dengan kepercayaannya." Don Carlo melepas alas kaki dengan sikap enggan yang sengaja diperlihatkan. tapi tidak berdoa." kata Don Carlo. "Ayolah. kemudian Madaren berbisik . dan sudah belajar banyak darinya. senyum dengan bibir agak mencuat ke atas. tapi ia tak menyerah begitu saja. "Ini tem pat istimewa untukku." "Tapi kau tak bisa melihatnya dari sini. Taro membantunya dengan senyum yang mem¬beri semangat." Taro membungkuk." sambut Kaede pada si pendeta dengan bahasa orang itu. Kaede menangkupkan telapak tangan lalu menunduk berdoa untuk bayi dalam kandungann ya. "Dia cantik sekali." desak Kaede. Mata sang dewi menatap ke bawah. Kaede melangkah ke dalam kuil." "Pasti menarik. menekan dada. Kau harus lihat karya paling indah dari ora ng ini. ekspresinya tegas sekaligus pe nuh welas asih. dan untuk arwah Akane yang mungkin pada akhirny a bisa istirahat dengan tenang. untuk suami dan ketiga putrinya. patung yang s udah selesai berdiri di depan mereka. "Mari masuk. Masih baru. Kini giliran orang itu yang harus mendengarkan. melebih¬lebi . Orang ini yang membuatnya. dan melihat ke belaka ng¬nya tempat Don Carlo dan Madaren men¬dekati bangunan kuil. memegangi bunga teratai. Kaede mengatakan pada Taro betapa si orang asing mengagumi patungnya.

dan ingin sekali agar T akeo kembali. Kaede berusaha menerjemahkan kalimat ini sebisa mungkin. Matanya kerapkali menerawang kembali ke arah sang dewi. b agaimana penyangganya saling menopang. dan mem bantunya menemukan jalan keluamya. menanyakan tentang nama kayu. memperlihatkan pada Don Carlo konstruksi bagian dalam atap. "Kurasa aku tidak bisa menemukan Bunda Maria dari Timur.hkan pujiannya untuk menebus sikap kasarnya tadi. merasakan tiba-tiba bayi dalam perutnya menendang keras. Sewaktu mereka pergi. namun melihat ada sesuatu yang telah meningkatkan ketertarikan Don Carlo pada dirinya." sahut Taro. dan tak mengerti artinya. Kemudian Don Carlo mengeluarkan buku catatan lalu menggambar apa yang dilihat¬nya. "Keahlianku biasa saja. dan nama setiap sambungan. Don Carlo ber¬gumam. Tanganku men¬dengarkan apa yang ada di dalam kayu. dengan gerakan dan sketsa gambar." Itulah pertama kalinya Kaede mendengar kata itu. Taro. hal itu men gganggunya.* Halaman 183 dari 500 . kemudian ke arah wajah K aede.

namun takkan meninggalkan negerinya tanpa penjagaan. Udara masih terasa dingin. sedangkan minuman penenang te lah habis. Waktu melahirkan hampir tiba. mandi dan makan bersama Kaede. percikan sungai terdengar di telinga merek a. cuping hidungnya mengem¬bang.Sisa luka cakaran membekas di wajahnya sudah hampir memudar ketika Takeo kembali ke Hagi di akhir bulan ketiga. hampir tidak berkurang berat badan maupun kondisinya. Ia langsung ke rumah lama. Ayah seharusnya tidak menyimpan . Bagaimana mengatakannya? Takeo me¬natap istrinya dengan penuh kekhawatiran. ia tidak bisa men erima surat. Dengan ditutupnya semua perbatasan antar kota di seluruh Tiga Negara. angin segar. Ishida serta kedua bocah. semua itu kian memantapkan hatinya. penutup jendela terbuka. seringkali tergenang. dan membaca catatan administrasi Ti ga Negara. Musim semi tiba dan ia langsung me¬mutuskan untuk pulang. Ia akan pergi dengan damai. Takeo terpaksa menghabiskan waktu ber¬sama Miyoshi Kahei. membahas strategi untuk musim semi yang akan datang serta kunjungan ke ibukota. Takeo tiba tadi pagi. Saat menunggang kuda mel ewati pedesaan. *** "Apa yang terjadi pada wajahmu?" tanya Kaede ketika mereka hanya berdua. membuat kuda itu melompat dan berjingkrak. dan tubuh hitamnya berkilauan bak pernis. namun juga menyesali ketidakhadiran si tabib selagi cua ca yang tak bersahabat mem¬buat luka lamanya terasa makin sakit. Bulu musim dinginnya telah disika t bersih oleh bocah-bocah pengurus kuda. menyelu juri tanda bekas luka yang mulai menghilang dengan jari-jarinya. Tenba melewati musim dingin dengan baik. dan di mana-mana tercium aroma musim semi. menuju tempat kelahirannya. Dan catatan administ rasi memastikan sekali lagi seberapa kuat negaranya. jalanannya berlump ur. surai dan ekornya melambai-lambai. Teringat o lehnya apa yang Shigeko katakan: Ayah harus ceritakan pada Ibu. Salju belum lagi mencair: musim dingin berlang¬aing lama dan s ulit. Saat ini ia dan Kaede d uduk di kamar lantai atas. Gembira kar ena berada di jalanan. Takeo senang Ishida tinggal bers ama istrinya selama masa kehamilanya. sampai ke tingkat desa di mana pem impinnya dipilih oleh para petani dapat dimobilisasi untuk mem¬pertahankan diri mereka dan wi layahnya. tempat Chiyo dan Haruka menyam¬butnya dengan suka cita. dan kecemasannya terhadap Kaede makin menjadi-jadi. tidak lebih dari tiga atau empat minggu lagi. Kedua hal itu membangkitkan semangatnya: merasa siap untuk apa saja yang akan te rjadi saat kunjungan nanti.

aku tidak akan tidur dengan siapa pun selain dirimu." "Seumur hidupmu?" "Seumur hidupku. senang suaminya sudah berada di rumah lagi. "Aku sudah sering mengatakan pada mu. "Jangan bilang begitu." sahutnya dengan nada lebih serius. "Aku tak sengaja menabrak dahan. kau kesepian di Yamagata lalu menemukan perempuan yang menggairahkan!" Kaede menggodanya. "Tidak." "Bahkan kalau aku mati lebih dulu?" Ditempelkan jarinya dengan lembut ke bibir i strinya. Halaman 184 dari 500 .rahasia dari Ibu." Ia merengkuh Kaede dan memeluknya erat-erat sesaat tanpa sepatah kata pun. Ceritakan semuanya pada Ibu. Tidak apa-apa." "Kelihatannya seperti dicakar. Aku tahu. Takeo berkata.

"Bagaimana Shigeko? Aku sangat gem bira memikirkan dia sebagai Lady Maruyama saat ini. Dia selalu memperlakukannya sebagai adik." "Shigeko masih gadis kecil!" ujar Kaede." Takeo memperingatkan. Dan mereka tak berharap hidup mereka berakhir dalam hitungan jam." akhirnya Kaede berkata. Dia mengingatka n¬ku pada Naomi. Kita dirasuki k egi-laan yang begitu kuat hingga mengakibatkan terjadinya pem¬bunuhan yang tiada henti." tuturnya pada Kaede. Jangan terlalu banyak berharap dari mereka berdua!" "Hiroshi jauh lebih tua ketimbang diriku saat itu! Kuyakin dia lebih bisa mengen dali¬kan diri. "Pendapat yang tidak bisa kita abaikan begitu saja. Lalu Kaede berkata. dan tidak memberi keuntungan yang sebenarnya belum kita miliki." "Hiroshi? Tidak mungkin."Ceritakan semuanya." "Shigeko baik-baik saja. menghela napas panjang. Mereka memut uskan untuk mengundang Hana saat musim panas agar bisa bertemu kedua putranya dan menemani K aede ." "Dia berharap menikah dengan Shigeko?" "Menurutku Shigeko juga menyayangi¬nya. pikirnya." Ceritakan semuanya. "Usianya sama dengan kau saat kita bertemu. Shigeko akan ikut bersamaku ke Miyako. Sesaat mereka saling pandang. Tapi saat itu baru kusadari kalau Hiroshi jatuh cinta padanya. Kita belum terlalu mengenal satu sama lain. "Kono mengisyaratkan persekutuan politis melalui pernikahan dengan jenderal Kais ar." sahut Kaede." "Baiklah." Cinta kita pun me rupakan hasrat yang buta." Takeo meneruskan ceritanya tentang kelanjutan masalah dengan Zenko." akhirnya Kaede berkata. Apakah dia bi lang begitu?" "Tidak dengan kata-kata. Saga Hideki. Shigeko dan Hir oshi sudah seperti kakak adik. "Mereka tidak boleh berada di Maruyama bersama-sama. kedengaran seolah marah dengan pendapat seperti itu. Andai kau bisa melihatnya saat upacara. "Bagaimana Shigeko? Aku sangat gemb ira memikirkan dia sebagai Lady Maruyama saat ini. Tapi aku yakin itu sebabnya dia selalu menghindari per¬ni kahan. tapi pernikahan semacam itu akan men yiakan-nyiakan Shigeko. "Aku yakin Hiroshi bisa menjadi suami yang baik. kami akan bertemu dengan Saga d an memutuskan nanti. Bukan dasar yang buruk untuk sebuah pernikahan.

"Aku sudah membuat kemajuan. tapi tidak serius. dan sudah sewaj arnya kami membacanya. Madaren pasti sudah menceritakan kalau kau lahir di antara kaum Hid den. meskipun tidak mendapat pendidikan. mereka sering menulis surat. Don Carlo Halaman 185 dari 500 . Aku suk a padanya: kelihatannya dia baik dan pandai. baik-baik saja. Kami terserang flu." "Dia mirip ibuku. pengaruhku pada dirimu." Sesaat Kaede terdiam. aku masih saja kesulitan me¬nangkap maknanya." ujar Takeo. "Menurutku dia ingin aku masuk agamanya. Aku harus sangat ber¬hati-hati agar tidak membuat Don Carlo takut: lakilaki itu amat tertarik dengan semua yang kukatakan. Bahkan bila sudah mengenal setiap kata. "Don Carlo maupun adikmu adalah guru yang baik. Dia menulis banyak hal tentang diriku.setelah melahirkan." "Kau memahami semua isinya?" "Sulit sekali. "Dan kuharap kau sudah fasih bicara dengan bahasa yang baru. Ishida kadang membantu mereka." sahut Kaede. ya. kekuatan yang tidak biasa seb agai seorang perempuan. "Apakah orang-orang asing itu berhubungan dengan Hofu atau Kumamoto?" "Ya." "Adikku baik-baik saja?" "Secara umum. dan m eraih dirimu melalui aku. dan menimbang¬nimbang setiap perkataan." ujar Takeo.

sedangkan Don Joao diijinkan ber¬dagang di Tiga Negara. "Dia tidak t ahan untuk memamerkan barang-barang baru kepunyaannya dan akan mengumbar tentang kehebatan Kumamoto." kata Kaede. terbungkus kain sutra tebal.nyaris mengira kau adalah pengikut ajaran mereka sehingga akan diberi ijin menye barkan agama. Takeo mengambilnya dan bercermin. dan Shizuka punya masalah yang harus dibicarakan dengan keluarga Muto. Aku yakin bisa me-mancingnya agar bercerita lebih banyak lagi. Mereka adalah kenalan bisnis. aku bertemu." kata Takeo." Kaede menepuk Kin. "Apa lagi yang diperdagangkan dari Kuma¬moto yang kita belum tahu?" "Satu lagi alasan yang tepat agar Hana berada di sini. sedangkan Don Joao diijinkan ber¬dagang di Tiga Negara. "Don Joao menerima sepucuk surat dari sal ah satunya. atau bepergian. Ia merasa aneh dan terkejut." "Perdagangan itu masalah lain: boleh selama kita bisa mengendalikannya dan demi kepentingan kita. . dan mengenai Zenko. Kau bertemu Maya?" "Ya. dari kampung halaman mereka." "Dia ke Kagemura begitu salju mencair. "Aku juga punya cermin yang sama!" Kaede memanggil Haruka." Takeo tak yakin bagai¬mana meneruskannya." "Shizuka tidak ada di sini? Aku ingin bicara dengannya tentang masalah ini. dan pelayan itu memba wakan cermin itu. seraya membuka bungkusnya. "Belum diputuskan. anjing yang berbaring meringkuk di sampin gnya." Takeo menceritakan tentang cermin yang diperlihatkan kepada¬n ya di Maruyama. "Kin pasti senang saat Maya pulang dia merindukan si kembar. sepertinya. "Ini pemberian Don Carlo." tutur Kaede. "Hal ini mencemaskanku." yaris mengira kau adalah pengikut ajaran mereka sehingga akan diberi ijin menyeb arkan agama." "Miki akan kembali bersamanya?" Takeo terperangkap oleh kerinduan ingin bertemu dengan putri bungsunya." "Tahukah kau kal au sudah ada orang asing di Kumamoto?" tanya Kaede. Tapi tak akan kuijinkan dia menyebarkan agama. Aku mencemaskan Miki dalam cuaca dingin s eperti ini." "Aku sudah curigai.

dan Takeo merasakan si bayi bergerak kua t dalam perut istrinya. Halaman 186 dari 500 ." sahut Takeo. "Jangan sampai masalah ini m embuatmu tertekan. kan? Hasrat seperti itu tidak bisa dihentikan toh." "Hasrat kita tak pernah padam. Tak ada ruginya. nanti akan pad am dengan sendirinya. Dia tengah belajar mengendal i¬kan diri dan juga disiplin. Kaede meraih tangan suaminya dan menaruhnya di perutnya."Kau juga mengkhawatirkannya? Dia baik¬baik saja?" "Maya baik-baik saja. Kau harus memikir¬kan kesehatanmu. "Aku lebih merasa terkejut ketimbang tertekan. Kukira gadis itu tidak peduli pada laki-laki dia berpenampil an seperti lakilaki. Dia sedang belajar pada Taku." sahut Takeo." "Seharusnya tidak kuceritakan padamu. Tapi Taku seperti¬nya tergila-gila pada gadis itu. Selama tidak meng¬ganggu tugas mereka." "Dengan Sada? Apa semua laki-laki sudah gila? Sada! Dia orang terakhir yang kudu ga bisa membuat Taku mabuk kepayang." Kaede tertawa. biarkan saja mereka sal ing mencinta." katanya. "Putra kita sedang menendang.

Mereka diberi penginapan oleh Lord Kono selama musim dingin. "Kau pasti paham benar apa alternatif itu. Keadilan menuntut kalau mereka dihukum mati atas kejahatan yang mereka lakukan. Kurirmu sudah kembali ke Inuyama. tapi aku harus tetap pergi ke Miyako sesuai rencana. Dan harus laksanakan secepatnya. Harus kelihatan sesuai hukum." gumam Kaede." kata Takeo. dan aku ragu kalau Kikuta mau berunding." "Minoru akan menulis suratnya sore ini. Keadilan menuntut kalau mereka dihukum mati atas kejahatan yang mereka lakukan. Mereka bisa mewak ili kita. keluarga Kikuta yang menyerang¬mu tahun lalu. Kukira sudah wakt¬unya men ulis surat pada Sonoda. Sonoda baru saja menulis surat. Ayah mereka sudah mati dibunuh tahun lalu. bukan sebagai tindakan balas dendam. "Dia tahu cara memikat serta memuji . Harus kelihatan sesuai hukum. Jangan ditunda. Pikirkan biaya yang dibutuhkan. Aku tidak memercayai dia. "Oh ya. Ayah mereka sudah mati dibunuh tahun lalu. Mungkin aku harus ke sana uniuk menyaksikannya aku mem¬pertimbangkan untuk meminta hukuman dilaksanakan saat aku melewati Inuyama Sebenarnya aku tidak ingin membicara kannya." sahut Takeo. "Tapi kita harus me¬mut uskan nasib sandera yang kita tahan di Inuyama. dan dia selalu memu jimu dan Tiga Negara." Kaede gemetar. "Itu pertanda buruk untuk suatu perjalanan. Kukira sudah wakt¬unya men ulis surat pada Sonoda. Katakan pada Sonoda u ntuk melakukannya sendiri: dia dan Ai adalah wakil kita di Inuyama. Bahkan jika kita bisa ." kata Takeo. "Tapi kita harus me¬mutu skan nasib sandera yang kita tahan di Inuyama. dan aku ragu kalau Kikuta mau berunding. keluarga Kikuta yang menyerang¬mu tahun lalu. bukan sebagai tindakan balas dendam."Sebenarnya aku tidak ingin membicara kannya." "Tentu: menyerang dan mengalahkan Zenko dengan cepat di Barat dan bersiap melawan Kaisar di Timur." "Tampaknya sikap Kono berubah." Takeo berterima kasih pada Kaede atas k eputusannya yang tegas. Mungkin aku harus ke sana uniuk menyaksikannya aku mem¬pertimbangkan untuk meminta hukuman dilaksanakan saat aku melewati Inuyama dalam perjalanan ke ibukota." "Alternatif lain terlalu menakutkan untuk dipikirkan. Mereka diterima Kaisar.

memenangkan kedua wilayah. Halaman 187 dari 500 ." *** Semua orang menantikan bayi itu lahir. Ia ingin mencapai persetujuan yang memuaskan kedua belah pihak untuk masalah perdagangan dan memperingatkan mereka siapa penguasa Tiga Negara. kita membawa dua pertiga negara kita dalam kancah peperangan dan akan menghancurkan kerabat sen diri dan merenggut Sunaomi dan Chikara dari orangtuanya. dan ak u sayang padanya dan anak-anaknya. Aku janji. tidak bisa me ngendalikannya. Takeo ingin bertemu dengan kedua orang asing. dan mengecup tengkuk istrinya. Napas mereka makin memburu dan kedua nya larut menjadi satu kesatuan. Takeo khawatir kalau selama ia tidak ada di sana." "Tapi kekuatan yang tengah digalang dimana dirimu. dan sumber daya lain. "Kuharap kita bisa seperti ini selamanya." Takeo menarik tubuh Kaede lebih dekat." kata Kaede pelan. tapi aku takut apa yang akan terjadi kelak. bekas luka itu masih tetap kelihatan." Kaede membenamkan diri dalam pelukan Takeo. tapi sebelum Kaede dipingit. "Takkan kubiarkan hal itu tcrjadi. Ibu mereka adalah adikku. orang-orang asing itu akan berpaling ke K umamoto untuk men¬dapatkan akses ke distrik lain. "Aku sangat bahagia saat ini. suamiku sayang. saat Kaede sibuk dengan bayinya.

meskipun tidak menyatakannya secara terang-terang an. dan tentunya senjata api. Don Joao menjelas kan bahwa mereka berharap bisa membangun hubungan dagang secara ter¬atur. Burung kembali ke sawah yang berair. taman berwarna merah m uda. Takeo meminta mereka menyatakan dengan jelas keinginan mereka. mencurigai kedua orang asing itu. katanya. Takeo pi ia Kaede edua belah sebenarnya lebih senang menerima mereka di kastil dengan upacara megah.. dan kicau burung warbler mengalun indah. dia menawarkan perak. gunung berwarna putih bersih. dan kicau burung warbler mengalun indah. sore segera me njelang. aster dan vetch. Mereka tak saba r untuk memulai perdagangan yang sesungguhnya. Dia tampak takut menyinggung. Madaren lebih gelisah dengan adanya Takeo. rempah dan kayu w angi..Cuaca hari itu semakin hangat. ta tak ingin melakukan perjalanan. sesekali melompat untuk menangkap seran gga musim semi. J erit jangkrik mulai terdengar. dan suara katak memenuhi udara. dan suara katak memenuhi udara. Ia pun gelisah. tapi juga ingin membuatnya terkesan. daun ginkgo dan maple merekah. daun ginkgo dan maple merekah. gunung berwarna putih bersih. dan keramik dan porselen yang diimpor dari Shin. Bunga aconi tus dan violet bermekaran di hutan dan taman. Itu tugas yang berat. banyak dicari d an bernilai tinggi di negaranya. aster dan vetch. ca hari itu semakin hangat. S eketika bunga ceri bermekaran di mana¬mana. Dia memuji sutra. Kaede harus hadir untuk membantu men¬jelaskan maksud k pihak. cerah dan segar. diikuti dandelion. cerah dan segar. Burung kembali ke sawah yang berair. taman berwarna merah m uda. pecah belah. windflower. Sebagai imbalan. Semua ini. Kedua orang asing itu kini lebih mendesak. windflower. kerang mutiara. diikuti dandelion. karena mereka sepert i memandang rendah dirinya. Seke tika bunga ceri bermekaran di mana¬mana. Don Carlo dan Don Joao datang bersama Madaren ke penemuan yang diadakan di ruang utama yang menghadap taman. penerjemahan semakin memperlambat pembicaraan. Bunga aconi tus dan violet bermekaran di hutan dan taman. tahu kalau Madaren adalah adiknya apakah mereka memang tahu itu? A pakah adiknya telah mengatakannya pada mereka? Kaede mengatakan mereka tahu kalau ia l ahir di kalangan Hidden. J erit jangkrik mulai terdengar. Aliran sungai dan air terjun di taman memercikkan air dan ikan carp merah keemasan berenang dengan malas di kolam. .

Tapi. Lalu Don Carlo mengungkit masalah agama.Takeo menjawab bahwa semua ini bisa diterima: satu-satunya syarat yaitu adalah s emua itu harus dilakukan melalui Hofu dan di bawah pengawasannya. Kami akan memberi akomodasi. "Tidak perlu membuat bangunan khusus untuk itu." "Dengan persyaratan seperti ini. dan bertanya apakah mereka boleh memban gun kuil di Hofu dan di Hagi. semua harga aka n jatuh." "Kami berharap Lord Otori bisa mengakui agama kami sebagai salah satu agama yang benar. dan senjata api hanya bisa ma suk dengan seijin dirinya atau istrinya. dan menjalankannya secara perlahan. sadar kalau hal itu sulit dite rima. "Kami sudah biasa bepergian dan berdagang dengan bebas. Kedua orang itu saling bertukar pandang ketika syarat itu diterjemahkan. jangan secara terang-terangan. Bila perdagangan in i ter¬nyata mendatangkan keuntungan bagi kami. saranku. "Bila itu keputusannya. Kami harus melindungi rakyat." Takeo berkata. Halaman 188 dari 600 . Kami tahu bahwa Anda bisa membayar dengan mata uang perak. "Rakyat kami boleh beribadah sesuai keinginan mereka. dan Takeo mcngira kalau ia menangkap nada lebih bersemangat Madaren s ewaktu menerjemahkan." tutur Don Carlo." "Itu keputusan Anda. "Mungkin kelak hal itu bisa dilakukan. maka keuntungan tak berada di pihak kami. dan apakah penduduk setempat boleh bergabung dengan mereka mem uja Deus." bant ah Don Joao." sahut Takeo. jangan sampai menganggu keselarasan dalam masyarakat. Anda boleh memanfaatkan satu ruangan di sana. Prasangka masih tetap ada ." Takeo sepakat dengan sopan. maka kami berdua akan pergi. dan Don Joao menjawab. maka kami akan memperluasnya. tapi bila terlalu banyak mata uang perak masuk.

tak i ngin Madaren mendengar." Madaren bicara dengan ragu-ragu. "Aku akan mengunjungi Kaisar. seraya berpikir akan menulis surat kepada Taku. s erta berharap dia mau terus belajar dari kita." sahutnya. "Mereka tidak tahu kalau ada Kaisar. dan melihat kalau hal itu membuat mereka kesal. "Aku berterima kasih kepadanya dan bilang kalau dia juga pandai sebagai murid. "Mereka mengira kalau kaulah yan g mereka sebut raja. dan hebat dalam keduanya. Seturuh kota sudah tahu: tak ada alasan menyembunyikannya dari mereka." tutur Kaede dengan pelan pada Takeo. seolah gagasan itu terlalu absurd untuk dibicarakan." sahut Kaede pelan. "Ada banyak hal yang dia merasa sudah tahu." sahutnya.Takeo tersenyum." bisik Takeo. "Maafkan aku. begitu cepat setelah kelahiran anak A nda?" tanya Don Joao. dan istriku akan sangat sibuk mengurus anak. dan melihat kalau hal itu membuat mereka kesal." gumamnya. Takeo kagum dengan kefasih an istrinya dalam bahasa yang aneh bunyinya itu. tapi mereka ingin tahu apakah mer eka boleh . "Kukira dia lebih suka menjadi guru ketimbang menjadi murid. Tak ada alasan lagi bagi kalian untuk tinggal di Hagi. akeo tersenyum. Aku akan pergi selama musim panas. seolah gagasan itu terlalu absurd untuk dibicarakan." Ketika diterjemahkan." Kaede berbicara padanya menggunakan bahasa asing itu." kata Don Carlo. "Takkan ad a hal semacam itu. "Lady Otori telah menja di murid sekaligus guru. "Takkan ada hal semacam itu. "Apa yang mereka katakan?" Takeo men¬condongkan badan ke arah Kaede dan ber¬bicara d i telinga istrinya. mereka tampak kebingungan. seraya melihat sekilas ke arah Takeo dengan tatapan terkejut. "Tapi Lord Otori akan ke mana begitu lama." "Aku akan merasa kehilangan Lady Otori. Mereka mengajukan per¬tanyaan pad a Madaren dengan hati-hati. "Anda berdua harus kembali ke Hofu." ujarnya." "Dari Delapan Pulau?" "Mereka tidak tahu tentang Delapan Pulau mereka mengira hanya ada Tiga Negara. "Aku akan mengatur kapa l dengan Terada Fumio dia akan menemani Anda.

"Jangan terjemahkan itu! Katakan pada m ereka kalau masalah ini telah dipersiapkan berbulan-bulan sebelumnya. Mungkin Lord Otori bisa menjadi duta bagi kami. mereka mengucapkan selamat tinggal." kata Takeo pada Ma daren. " Don Joao memaksa. berjanji akan mengirim surat dan hadiah sebelum Takeo pergi. Kaede sudah memerin tahkan dipersiapkan¬nya kain sutra yang indah. Sudah sepantasnya kami diper¬bole hkan memperlihatkan surat kepercayaan raja kami pada penguasa negeri ini. dan dikemas dengan bungkusan kertas halus bersama contoh keramik terindah. "Mungkin memang seharusnya kami mengirim surat dan h adiah. Takeo memikirkan dengan gembira kesan yang akan dibuat oleh kirin." Don Carlo lebih diplomatis. "Kami adalah utusan raja kami. kotak penyimpan teh dari emas dan pernis hitam. bila memang bukan Lord Otori orangnya." aku Takeo. Hal itu tidak mungkin." "Apa mereka sudah gila?" imbuhnya cepat. karena biasanya apa yang dianggap cukup oleh orang asing jauh dari yang biasa mereka la kukan. "Ingatkan pada mereka kalau hadiahnya harus mewah dan indah." "Kemungkinan itu bisa dilakukan. dalam hati ia bertekad tidak akan m elakukannya. Setelah menerima makanan kecil dari Haruka. serta l ukisan pemandangan karya Sesshu. Shigeko akan Halaman 189 dari 600 .menemani Lord Otori ke ibukota.

"Apa yang bisa kubantu? Adakah kebutuhanmu yang belum terpenuhi? Apakah kau perlu uang?" Madaren menggelengkan kepala. k etel besi dan rak lentera. dan saat Madaren tidak sanggup bicara. Takeo sangsi benda apa pun yang b isa disediakan kedua orang asing itu bisa layak dibawa sampai ke ibukota. Dan itu hanya kau yang bisa berikan. Ketimbang menganta r mereka sampai ke gerbang. bahkan untuk diberika n kepada menteri sekali pun." "Aku tidak ingin semua itu. "Aku tahu kau belum sepenuhnya ber¬pa ling dari ." Takeo menaikkan alis dan menanti kelanjutan kata-kata adiknya. bila ada yang melihat mereka bersama. Aku tidak b isa meninggalkannya. namun ia pun sadar kalau Madaren sudah akrab dengan istrin ya selama musim dingin. Takeo sangsi benda apa pun yang b isa disediakan kedua orang asing itu bisa layak dibawa sampai ke ibukota. dia berkata dengan ramah. Tindakan adiknya membuat ia gusar karena tidak ingin didekati. bukan kerabatnya. "Don Joao membutuhkan diriku. Kau bisa memulai usahamu sendiri. dan terkejut ketika temyata bu kan itu yang dikatakannya. m enyesali sikapnya yang dingin. ke tel besi dan rak lentera. Sebaliknya. Takeo sudah melangkah keluar menuju taman sewaktu kedua orang asing itu mengundu rkan diri. seraya membungkuk dengan sikap mereka yang canggung dan kaku. bahkan untuk diberika n kepada menteri sekali pun. Madaren memanggil namanya. "Apa sebaiknya kuaturkan pernikahan untukmu? Aku akan mencarikan pedagang yang c ocok denganmu. Semua itu untuk menghormati Kaisar dan memperlihatkan kekayaan dan status kedudukan Klan Otori serta kekayaan negaranya. Madaren justru berlari mengejar. "Ada satu hal yang kuinginkan lebih dari segala¬nya. ia merasa ada semacam kewajiban pada Madaren. Kebalikan dari sikapnya. embawa kuda-kuda dari Maruyama dan gulungan kaligrafi terbuat dari daun emas. dan juga keluargamu. "Tomasu." sahutnya. Semua itu untuk menghormati Kaisar dan memperlihatkan kekayaan dan status kedudukan Klan Otori serta kekayaan negaranya.membawa kuda-kuda dari Maruyama dan gulungan kaligrafi terbuat dari daun emas. Takeo berbalik. mereka ak an mengira perempuan itu bicara padanya sebagai penerjemah." Takeo mengira kalau adiknya ingin ber¬terima kasih. Untungnya. dia malah bicara dengan nada agak keras." katanya dengan berlinang air mata.

"Kau tidak boleh bicara denganku mengenai masalah ini . Api neraka melahap dirimu. jiwamu." "Aku tidak lagi pengikut ajaran itu. di dunia ini. Itulah yang menantimu setelah kematian. Pendiriannya tidak akan goyah. Tapi aku harus mengatakannya!" "Hidupku di sini. dalam segala keindahannya d i musim semi. "Tidakkah ini cukup? Dunia tempat kita lahir dan tempat kita mati." Air mata berlinang di wajahnya." "Saat kau mengeluarkan kata-kata tak pantas itu. Katakan padaku kalau kau masih menjadi pengikut Hidden." sahutnya tenang. "Aku me lihatmu terbakar di neraka." Takeo ingat pesan dari tuhan yang mendatangi dirinya setelah demam karena terken a racun yang membawa dirinya ke ambang alam baka. Tuhan mengirimkan firasat kepad aku. seperti yang t adi kukatakan: tak ada satu agama pun yang b enar. siklus kehidupan dan kematian? Ini sudah cukup indah dan men akjubkan.Tuhan. "Madaren. "Maksudku. agar rakyatnya bebas memilih. Kau pikir mudah bagiku untuk melakukannya? Lihat betapa gemetarnya tubuh ku! Aku takut mengutarakan kata-kata ini padamu." Halaman 190 dari 600 . Ia takkan percaya pada kepercayaan mana pun ." ujarnya lembut. ke cuali kau kembali kepada Tuhan. Aku melarangmu mendekatiku dengan cara seperti ini lagi." "Tapi kehidupan kekalmu menjadi taruhannya. Takeo memberi isyarat agar adiknya melihat ke taman. Rasa tertekan dan ketulusannya tak dira¬gukan lagi. Sudah menjadi tugasku untuk menyelamatkan dirimu. tempat kembal inya jiwa dan raga dalam siklus besar." sahutnya.

"jauh lebih kecil ke timbang dunia yang kita diami ini. seperti yang diingatnya s etiap hari. tapi bukannya tanpa syarat." "Tidak mungkin lebih hebat dibanding Tuhan. semua itu diciptakan oleh manusia. " * Terada Fumio menghabiskan musim dingin di Hagi bersama istri dan anak-anaknya. dewa. Pastikan perempuan itu pulih kembali. bukan sebagai adiknya tapi serendah pelayan seper ti Haruka yang menunggu setengah bersembunyi di beranda. dihangatkan dengan sumber air panas yang mengelilingi gunung bera pi."Tapi Tuhan yang menciptakan dunia ini. Dan kularan g kau mengungkapkan masa laluku pada mereka. tapi tidak bisa melihat ada alasan mengapa dia tertahan di tempat itu oleh adiknya itu. Aku telah memutus tali hubungannya." "Tuhan." katanya. T ak lama setelah pertemuan dengan orang asing selesai. Sebaiknya kau kembali pada mereka. gelandangan yang juga meng¬anggap dirinya sebagai utu san Tuhan Rahasia. Madaren tunduk pada kata-katanya. "Semuanya baik-baik saja. keyakinan masa kec ilnya dengan Jo-An. jauh lebih hebat dari yang kau kira. Lord Takeo?" "Juru bahasa itu mengajukan beberapa pertanyaan. lili . kelihatan cerah dengan azalea dan peony beserta tumbuhan eksotis lainnya yang dibawa Fumio untuk Eriko dari pulau-pulau yang jauh serta kekaisaran-kekaisaran terpencil: anggrek. "Tidak. Kuharap kau sadar sekarang kalau masa lal u sudah ditutup rapat. Keadaanku saat ini membuatku mustahil untuk kembali." Ia tidak marah lagi. dunia menciptakan dirinya sendiri. dan tak satu pun dari mereka bisa dibangkitkan kembali." Ia merasa kedinginan. Ia telah membunuh masa lalunya. kematian Jo-An di tangannya. ia sadar kal au ia bisa melakukannya lagi tanpa ragu. "Lord Otori. padahal cuaca hari itu hangat. Apa maksud perkataannya. dan pastikan kalau dia pergi secepatnya. seolah sadar tempatnya yang sebenarnya. Tapi Tuhan yang menciptakan du nia ini." dia membungkuk hormat sampai ke tanah. Taman beratap." katanya. Tak peduli seberapa dalam penyesalan atas lindakannya itu. "Kedua majikanmu sedang menunggu." sahutnya. ap a yang akan ia lakukan pada adiknya itu? Mengeksekusinya? Diingatnya. Takeo pergi ke rumah mereka yang berida di sisi lain teluk. Kau akan selalu menikmati perlindunganku. meneruskan perbincangan yang tak ada tujuannya." tuturnya. "Lalu kelihatannya d ia kurang sehat.

kita akan siap perang. Saga Hideki mengusulkan suatu penandingan putriku yang akan menggantika n diriku dan yang lainnya sudah yakin kalau hasilnya kelak akan berpihak kepadaku. tatapan matanya yang penuh semangat menelusuri wajah Takeo. "Lihat saja nanti apa yang akan terjadi di Miyako. "Kau belum pernah keluar Tiga Negara. Selama itu Kahei akan mengumpulkan pasukan di perbatas an wilayah Halaman 191 dari 600 ." kata Fumio selagi mereka berjalan mel ewati taman dan menceritakan tempat asal tiap tumbuhan." "Apa kau memang mempertimbangkan hal itu?" Fumio mengamati. karena kau sudah mem¬bawakan dunia kepadaku. "Tapi kel ak aku ingin ikut jika aku mengundurkan diri atau turun takhta." "Kau mempertaruhkan Tiga Negara hanya dalam satu penandingan? Jauh lebih baik be r¬siap untuk berperang!" "Seperti yang kita putuskan tahun lalu. Setidaknya aku bu tuh waktu satu bulan hingga sampai di ibukota." "Tidak perlu. Aku berharap bisa memecahkan masalah tanpa berperang.dan mawar." sahut Takeo. "Suatu hari nanti kau harus ikut dengan¬ku.

Aku diwajibkan ikut penandingan itu. Kekuatan kita akan berada di sana hanya jika syaratku t idak dipenuhi. "Mari kita minum beberapa cangkir. tapi dengan syara t yang akan dibicarakan dengan Saga. ditemani kawannya si perompak tua Fumifusa. Takeo pulang ke rumah melalui tepi sungai. menang atau kalah. Saat memasuki taman. Kekuatan kita akan berada di sana hanya jika syaratku t idak dipenuhi." Fumio berjanji." "Mereka akan kembali ke Hofu?" "Mereka akan membangun pos dagang di sana. serta taman yang indah. Kau dan ayahmu harus pergi dengan armada perang k e Hofu. "Itu berarti ki ta mengendalikan bagian Barat dari laut. . dan dia akan mengup ayakan seluruh pengaruhnya atas Hana. "Aku harus mengenal Don Joao dengan cukup baik musim dingin ini. Bicara tentang s ake. Untung nya dia bukan orang yang tertutup." "Kita harus menggerakkan armada dari Hagi ke Hofu. Kaede sepakat denganku.sing karena kemungkinan sudah ada yang tinggal di Kumamoto." imur. Kau bantu mereka melakukannya sambil mengawasi. tapi dengan syarat yang akan dibicarakan dengan Saga. atau jika mereka ingkar janji. dia tak akan benin dak bodoh dengan mempertaruh-kan nyawa mereka." imbuhnya. bersiap menerima serangan dari laut. semangat¬nya bangkit lagi ketika mendengar suara Shizuka." "Bahaya terbesar yaitu Zenko memanfaat¬kan ketidak-hadiranku dan memberontak. Mai. dan bisa menyerang di Kumamoto bila perlu." *** Ia lupa pada semua kecemasannya saat menikmati sake dan makanan yang disiapkan E riko." tutur Fumio. juga akan pergi bersama mereka. "Aku akan mencari tahu semampuku. Ayahku ingin bertemu denganmu. Taku ada di sana dan akan tetap memberitahu kan padamu apa pun yang terjadi. dan mulai mengerti bahasa mereka. masih dengan pikiran yang tenang dan ceria." Takeo terus menceritakan tentang kekhawatirannya atas orang-orang a. Gadis Muto itu. ikan segar dan sayuran musim semi.Timur. menang atau kalah. Aku diwajibkan ikut penandingan itu. atau jika mereka ingkar janji. kedua putranya sudah berada di sana. Menurutku. Dan kau bisa mengajak orang-orang asing itu bersamamu. Tapi istrinya akan ke Hagi. terutama setelah minum sake.

" sahut Takeo." sahut Shizuka. tapi kehadirannya di tempat Zenko berdampak pada banyak hal yang harus kubicarakan denganmu. juga kakak¬nya. Dia bilang Akio ber ada di Kumamoto bersama dengan putramu. Dia merindukanmu." "Aku sebenarnya berharap bisa bertemu dengannya sebelum pergi. tempat dia bisa Halaman 192 dari 600 . Sepertinya tidak bijaksana kalau tidak dimanfaatkan.. "Aku dapat kabar dari Taku pada akhir musim dingin. Aku terkejut Taku belum kembali ke Inuyama. "Dia mengingatkanku pada Yuki saat seusia nya. Apakah para tetua Muto mendukungmu?" "Ada perbedaan pendapat."Kau tidak ajak Miki?" tanyanya saat ber¬gabung dengan Shizuka di ruangan atas. "Di a sehat-sehat saja?" Shizuka tersenyum. tapi dari wila yah Timur dan Barat. "Bukan di Negara Tengah. serta Kaede akan sibuk dengan bayinya. Tumbuh dengan baik. Tapi dia kini dalam usia ketika dapat menyerap semua pelajaran dengan cepat. Dia ber¬kembang tanpa kehadiran Maya. Dan karena kau akan pergi selama musim panas ini.. Menyadari itu. "Pikirannya bercabang tentang masalah itu." Mendengar nama Yuki disebut membuat Takeo hanyut dalam lamunan. S hizuka berkata. Penuh percaya diri." sahut Shizuka. Aku tak ingin membicarakannya di sini. "Dia ingin bertemu de nganmu.." "Benar. Ha ruka menyajikan teh lalu meninggalkan mereka berdua. bahkan ternyata sangat baik ba ginya keluar dari bayang-bayang kakaknya.

"Aku sudah berusaha meredamnya." "Taku sudah terobsesi pada gadis yang kami kirim untuk merawat Maya. "Tapi gangguan semacam itu hanya akan membu atnya gegabah. demi kekuasaan. Aku harus ke sana. merasakan percikan kemarahan yang sama. Aku tak bisa lupa kalau Arai memerintahkan kematianku. sebagai pemimpin keluarg a Muto sekaligus sahabat keluarga Otori." Suaranya kedengaran teratur. kagum karena Shizuka bisa dengan sikap dingin menyarankan untuk membunuh putra sulungnya sendiri. itu sebabnya dia tidak takut atau hormat padamu. Kenji berkata kalau aku harus belajar kekejaman dari dirimu. tapi ak u enggan meninggalkan Kaede di saat seperti ini. yaitu secepatnya menyingkir¬kan Zenko." Shizuka berkata. Tampaknya dia bertekad untuk menuntut jabatan ketua Muto. dan itu akan menjadi k onflik dengan dirimu. tapi aku enggan meninggalkan Kaede di saat seperti ini. namun ia menjawab dengan ringan. "Dia semakin mirip dengan ayahnya." sahut Takeo. lalu berkata. Aku tak membiarkan tantangan Zenko . dan Taku serta tentu saja aku. Aku yang akan mengaturnya. tapi Takeo melihat kalau Shizuka benar-benar tertek an." Mata Shizuka berkilat. tapi tidak ada air mata. tapi untuk sementara ini dia masih bisa dik endalikan. apalagi kau akan segera berangkai. Zenko lain lagi masalahnya. sebelum d ia mengumpulkan lebih banyak dukungan lagi. setelah semua yang kau lakukan demi mereka. "Hari pertama kita bertemu. Takeo. Saranku. "Aku percaya pada Taku. dan sangg up menyaksikan kau membunuh putranya sendiri. "Kudengar desas-desus tentang itu." ujar Takeo. Aku khawatir bila kedua putraku membuatmu kec ewa. Aku harus ke sana. apalagi kau akan segera berangkai. "Aku sudah berjanji pada diriku dan pada negara ini untuk mengambil jalan perundingan demi mencapai keadi lan serta kedamaian.' Takeo berhenti sejenak. mengancam dan memberi perintah padanya.mengerahkan kendali atas kaum Tribe di wilayah Timur. Zen ko tahu itu." Kata-kata Shizuka menyengat dirinya." engerahkan kendali atas kaum Tribe di wilayah Timur. tapi dia tetap ingin memancing amarahku. "Tapi Kenji dan aku tak sanggup menanamkan sifat itu ke dalam dirimu. Kau hanya pe rlu memberi perintah." ujar Takeo .

" Shizuka mengamati. Buatlah sah menurut hukum. tap i bertindaklah cepat.mengingkari janji itu. dia meneruskan. Rasa lapar yang membawa mereka pulang. "Aku menawarkan Miki untuk ditunang¬kan dengan Sunaomi." Ucapan Shizuka membuat sapuan dingin firasat merayap hingga ke tulang punggung¬nya . "Tapi kau takkan mengikuti saranku." Shizuka tampak berusaha agar suaranya kedengaran lebih ringan. dan dilihatnya Sunaomi dan Chikara datang sambil mencipakkan air di bawah dinding mereka pasti habis bermain di tepi sungai. lalu memperpanjang pertikaian. aku berterima ka sih padamu karena membiarkan putraku tetap hidup." komentar Takeo. "Tindakan yang sangat bagus. dan saat tidak ada jawaban. kau tidak perlu mengatakan apa-apa. Kunang-kunang berke lap-kelip di atas aliran sungai. Bagaimana Takeo bisa membunuh ayah mereka? Ia justru hanya akan membuat kedua bo cah itu bersikap menentangnya dan keluarganya. "Walaupun kupikir tak sat u pun dari keduanya akan berterima kasih padamu! Jangan katakan ini pada siapa pun. tapi akibat yang harus ditanggung kita se mua tak terbayangkan besarnya. Matahari telah tenggelam dan taman berganti dengan cahaya biru malam. Takeo. Tentu saja." "Maka tangkap dan adili dia dengan tuduhan makar. Sunaomi pasti Halaman 193 dari 600 .

Menggendong putranya sendiri membuat ia merasa berbeda ." tutur Kaede.membenci usulan ini. meski dalam batasan tertentu karena cengkeraman si bayi pada tangan kehidupan masih lemah serta rapuh. berjenis kelamin laki-laki." Dari ekspresi Shizuka. "Shizuka. Kelak saat sudah dewasa baru dia bisa menyadari betapa besar kehormatan yang diterimanya. Kabar itu langsung dirayakan di seluruh kota Hagi. Kaede membawa si bayi dan menaruh si bayi di gendongan sang ayah. bayinya kuat dan se hat. tapi Zenko dan Hana mengirimkan hadiah yang indah: jubah sutra untuk si bayi. Kemungkinan kegem biraan itu kurang dirasakan di Kumamoto." "Kau sudah memberiku lebih dari yang kuharapkan. Proses kelahiran berlangsung cepat. dan seekor kuda poni. Hana bers iap melakukan perjalanan ke Hagi di akhir musim panas. bersemangat untuk bertemu dengan kedua putra kandungnya dan menemani kakaknya sementara Takeo pergi. tapi pembicaraan mereka disela oleh teriakan dari belakang rumah. membuat nightingal e floor ber¬nyanyi. tempat para perempuan. Tampaknya jelas kalau Lady Otori akan memiliki seorang putra sebagai pewaris. "Cepat kemari! Lady Otori sudah mau mela hirkan. Di taman kedua bocah berdiri dan menatap Haruka. Ketika masa pingitan Kaede berakhir. pedang kecil milik keluarga Arai. setidaknya di Maruyama." teriak Haruka. seperti keinginan Kaede selama ini. "Ini yang kudambakan seumur hidupku. Kelak saat sudah dewasa baru dia bisa menyadari betapa besar kehormatan yang diterimanya. Dia sangat kesal dengan kejadian di musim panas kemarin itu." sahutnya dengan penuh perasaan ." "Masih terlalu dini untuk mengumum¬kannya mungkin setelah aku kembali pada akhir mus im panas. dan kediaman telah disucikan sesuai adat." embenci usulan ini. Takeo mendengar langkah Haruka berlari di beranda." Bayi itu. Dia sangat kesal dengan kejadian di musim panas kemarin itu . Takeo belum siap untuk menerima makhluk mungil berwajah merah dan berambut hitam ini dan untuk kebanggaan dalam dirinya. Kabar itu diterima dengan kegembiraan yang sama selama beberapa minggu kemudian di seluruh penjuru Tiga Negara. Kutukan yang dibisik¬kan rakyat yang karena kelahiran si kembar telah sirna. Inuyama dan Hofu. Tabib Ishida. dia seakan mem¬peringatkan kalau ia takkan punya negara lag i yang bisa dipulanginya. "Memberimu seorang putra.

"Aku juga berharap demikian. ia akan bertempur sampai titik darah penghabisan untuk me mpertahankan Tiga Negara agar bayi ini bisa mewarisinya." gumam Kaede." sahut Kaede. dan kemudian menghadapi Zenko." sahutnya." Diambilnya si bayi lalu menatap wajah bayi mungil itu. Biar saja Si Pemburu Anjing menyerang." Seketika ia terpukau pada pikiran untuk mengabaikan perjalanan ke Miyako. seperti yang telah di putuskan. "Tapi kau harus pergi. "Aku bisa mati saat ini juga. namun ia tak bisa berhenti tersenyum. Kita akan hidup untuk melihat putra kita dewasa. begitu sering kau mengatakan tidak meng¬i nginkan anak laki-laki. lalu ia singkirkan dari benaknya. "Kau bahagia!" seru Kaede.. maka ia akan terlihat arogan sekaligus pengecut. "Aku takut." "Aku memang bahagia. Ia akan mencoba cara damai dulu. pasukan Tiga Negara akan menghabisinya dengan mudah. "Aku tidak akan sendirian lagi dengan lakilaki mungil ini di sisiku!"* Halaman 194 dari 600 . Sudut matanya mulai terasa hangat." "Aku berharap tidak meninggalkanmu." "Aku merasakan hal yang sama. Dipertimbangkannya masak-masak hal i tu. wajah Kaede penuh kasih sayang.. Ia tercengang de ngan kekuatan perasaan itu. jika perjalanan itu ditunda.. hingga aku hampir saja me mercayaimu. bahwa kau bahagia dengan ketiga putri kita. "Tapi jangan bicara tentang kematian .

Dalam mengatur perjalanan. ikan kering serta miso telah disim pan sebagai cadangan dan disebar sampai ke perbatasan wilayah Timur untuk persediaan bagi pa sukan. Jalur ini mengembalikan kenangan pad a orang yang telah menyelamatkan dan mengangkatnya sebagai anak. sepuluh ribu orang lagi akan dihimpun Sonoda Mitsuru di Inuyama. "Ayah ingin meli hat daratan dan jalan melewati jajaran itu. Hewan itu kini leb ih tinggi. melewati pegunungan dan jalan pantai menuju Mats ue. Sejak musim panas." sahut Takeo. "Ayah belum pernah keluar perbatasan Tiga Negara. tapi aku sering mendoakan arwah Shigeru. ma ka laut adalah jalan yang akan kita lalui untuk kembali. yang di beberapa tempat telah dianggap dewa. ketika aku membutuhkan kearifan sert a keberaniannya. memantulkan kilau me¬mesona saat disira mi cahaya matahari. tapi ketenangan dan kedamaianny a tak berubah. Dia membawa kekuatan utama pasu kan Otori: lima belas ribu pasukan dari Hagi dan Yamagata. berdiri sebuah kuil keci l. beras dan gandum. Fumio akan ke Hofu: dia akan membawamu dan k irin. Menurut Tabib Ishida. hewan itu sebaiknya tidak ikut berjalan kaki ke sana karena Jajaran Awan Tinggi akan terlalu berat baginya. Padi mulai tumbuh di sawah yang tergenang. dilihatnya kalau kuil itu dipersembahkan bagi Jo-An. Beruntung panen kali ini berlimpah: baik pasukan maupun mereka yang penduduk tak kan kelaparan. bila ada badai di bulan kedelapan dan kesembilan. Di tepiannya. Miyoshi Kahei s udah berangkat ke wilayah Timur tak lama setelah salju mencair. Aku bilang kalau tidak memercayai apa pun. Takeo pernah melewati jalur bersama Lord Shigeru. dan Miyoshi Gemba dari Terayama. "Kita semua bisa menumpang kapal." Bunga ceri berguguran dan kelopaknya berganti daun hijau yang baru ketika Takeo dan rombongannya berkuda dari Hagi. Pada akhimya diputuskan kalau Shigeko dan Hiroshi yang akan membawanya dengan ka pal sampai di Akashi. pikirnya sambil mengenang percakapan¬nya dengan Mada ren ." Shigeko menyarankan. pikirnya.Takeo harus pergi sesegera mungkin agar bisa sampai di tujuan sebelum mulai huja n plum. terutama saat seka rang ini. di mana ada persimpangan jalan. Ayah. dan kulitnya menjadi lebih gelap seperti warna madu. begitu pula dengan orang-orang asing itu. Alan gkah anehnya kepercayaan orang-o rang itu. yang paling membebani yaitu kirin. Shigeko dan Hiroshi tiba dari Maruyama.

perselisihan antarsepupu. Keyakinan y ang sama ditunjukkan oleh Jo-An dan kini Jo-An telah menjadi orang suci. Ia melihat sekilas pada Miyoshi Gemba yang berkuda di sampingnya. "Dia akan menjadi menantuku.beberapa minggu lalu: keyakinan yang memaksa adiknya bicara padanya. Gemba telah meng¬ikuti Ajaran Houou. Gemba acapkali tenggelam dalam medit asi. Ia membicarakan tentang Sunaomi. Saat berkuda. takut kalau Sunaomi terluka atas kejadian itu. menceritakan tentang rencananya untuk menjodohkan bocah itu dengan putrinya. teman seper¬jala nan yang paling tenang dan paling ceria yang bisa diharapkan." sahut Gemba. bak suara halilintar dari kejauhan atau raungan ber uang. Takeo terdiam. yang pernah bertemu Gemba di Terayama. Halaman 195 dari 600 . maka pertu nangan itu takkan berguna. Itu akan memuaskan ayahnya!" "Kecuali Sunaomi memiliki perasan sebagai putra yang berbakti padamu. teringat kejadian di biara. ajaran yang penuh pengendalian diri. dan sesekali bersenandung pelan.

"Aku akan menyurati istriku nanti mala m tentang usulanmu itu. "Jinggalkan tanggunganmu dan pendampingnya di Hof u. dan malam itu di pemberhentian pertama mere ka. dan untuk Taku di Hofu. Kami akan mera watnya. kabari aku. Aku takut kelak terpaksa memerintahkan untuk membunuhnya."Dia melihat burung houou. dan bila ada kebaikan dalam dirinya. Bila tidak dapat melepaskan diri. Jurutulisnya tahu lebih bany ak rahasia Tiga Negara dibanding siapa pun. aku juga berpikir begitu." "Terutama apa?" "Bila keluarga Muto tidak lagi yakin kepada siapa mereka akan berpihak?" Karena Takeo mengandalkan Tribe untuk membawa pesan tertulis dengan cepat ke sel uruh Tiga Negara." Minoru mendampinginya seperti biasa.." kata Gemba. mendengar kabar terbaru dari wilayah Barat. Ia merasa perlu bicara de ngan Taku. "Hal itu tidak akan terjadi. "Aku percaya kalau anak itu pun ya naluri yang baik. terutama." akhirnya ia berkata. namun juga seb agai sandera atas kesetiaan ayahnya. mana yang akan Taku pilih?" katanya pelan." aku Takeo. ia mendiktekan surat untuk Kaede. Itulah yang ia harapkan dapat dikendalikan Taku. sebagai calon putraku." "Dia tinggal bersamaku sebagai ke¬ponakanku. "Bila keluarga Muto memilih Zenko. "Datanglah sendiri. keraguan mulai merayapi dirinya. "Surat bisa saja dikacaukan." "Kurasa usianya sudah cukup dewasa: tahun ini usianya sembilan tahun." "Ijinkan dia ke tempat kami saat kita kembali." diktenya." "Ya. serta memintanya datang ke Inuyama a gar bisa bertemu di sana.. Baiklah. "Aku perca ya kalau anak itu punya naluri yang baik. Bagi Taku.." "Apakah ini bijaksana?" tanya Minoru. kemudian melalui sungai dengan menumpang kapal tongkang yang melintasi antara kota kastil dengan pesisir ." Dia melihat burung houou. . perjalanan itu mudah karena melalui laut dari Hofu." akhirnya ia berkata. Ia menatap Minoru. kirim anak itu pada kami. maka akan dipupuk dan dikembang¬kan.

tapi jauh lebih tegang. Kudanya. yang selalu me n¬dampinginya. Dapatkah aku lolos dari Muto juga .Minoru menaikkan bahu. hampir sama kua tnya dengan Shun. tapi bila mereka harus memilih antara dirinya dan Tribe. hingga terjalin ikatan kuat antara mereka. pikirnya. sementara bagian terberat dalam perjalanan itu masih belum tiba. sudah beberapa b ulan ini Takeo menungganginya." Percakapan ini melekat di benak Takeo sewaktu mereka melanjutkan perjalanan ke w ilayah Timur. "Perlu kutuliskan kalimat terakhir Anda?" dia bertanya. menangkap suasana hari penunggangnya. Ia selalu memercayai mereka sampai saat ini: meski mereka tidak memiliki kemampu an menghilang. senantiasa mendengarkan suara terpelan yang bisa jad i pertanda satu serangan. Aku telah memperdaya Kikuta begitu lama. Tenba cepat tanggap dan pintar. Takeo bertanya pada dirinya sendiri lagi. Jun dan Shin. Penunggang dan kud a. Mereka telah berulang kali melindunginya. "Tekankan kalau Taku harus datang sendiri. Tenba. keduanya tiba di Inuyama dalam keadaan tegang serta kelelahan. namun mereka bisa merasakannya. tapi bibimya terkatup rapat dan tidak langsung menjawab. Halaman 196 dari 600 . jalan mana yang akan mereka ambil? Takeo tetap bersikap siaga. dan mereka telah dilatih teknik bertarung cara T ribe oleh Kenji. bila mereka berbalik menentangku? Takeo mulai mencurigai kesetiaan Kuroda bersaudara.

sensitif tanpa berkurangnya keberaniannya. dia b er¬bagi angan Takeo akan negara yang makmur tanpa penyiksaan maupun suap. Seberapa besar sisa kesetiaan ada dalam dirinya ter-hadap putra Arai? Takeo semakin gelisah dengan kenyataan tidak adanya tanda-tanda keberadaan Taku. Dipanggilnya istri Taku. dia sudah terbiasa dengan ketidakhadiran suaminya.Inuyama dipenuhi dengan kegembiraan dan sibuk. uang dan sak e mengalir sama derasnya. Namun rasa lelah membuat Takeo men¬curigai semua orang di sekelilingnya. ataupun kabarnya. dulu adalah orang kepercayaan Arai. Suamiku tidak pernah . yang mendapatkan surat dari suaminya saat musim semi. dan suamiku berada jauh dalam waktu lama. Ai. "Aku sudah dengar tentang per empuan itu. Pamannya. dan suaminya Sonoda Mitsuru. Semua laki-laki punya kebutuha n. Karena rasa terima kasih itulah maka Takeo menikahkannya dengan Ai. tapi aku sudah menduga hal semacam itu. maka kita akan segera mendengar kabarnya. Lord Otori." Tomiko melihat sekilas ke arah Takeo lalu berkata. menyembunyikan kedua gadis itu. Takeo memercayai kedua orang ini. ia memperingatkan dirinya sendiri. Satu hal yang mem buat Takeo senang yaitu Ai dan Mitsuru menikah atas dasar cinta. Seringk ali dia berhasil meng-gunakan keahlian berundingnya untuk mewakili Takeo: bersama istrinya. yang memang saling mencintai. mereka terikat oleh hubungan perkawinan. Ber¬ba gai urusan pasti menahannya di Hofu mungkin sesuatu yang tak ingin dia tulis dalam surat. Itu bukanlah hal yang serius. Takeo disambut adik iparnya. Tomiko tidak terlihat khawatir. Beruntung Mitsuru telah lebih dulu mengambil ali h kastil. Dia tidak sec antik kedua saudaranya. "Apabila ada masalah. Tomiko. uang dan sak e mengalir sama derasnya. Ai. kedatangan Lord Otori dan penghim punan pasukan berarti pedagang dan pembuat senjata sibuk siang dan malam. dan M itsuru telah menjadi orang yang pragmatis. Takeo disambut adik iparnya. namun penampilannya menarik. Takeo menyayangi Ai. tapi akhir-akhir ini belum ada kabar. lalu merundingkan penyerahan wilayah Timur pada Otori. lagipula. kedatangan Lord Otori dan penghimp unan pasukan berarti pedagang dan pembuat senjata sibuk siang dan malam. Sonoda be rasal dari Klan Arai. Ai kerap men¬ceri takan tentang bagaimana penjaga di Inuyama hampir membunuh dia dan Hana ketika mendengar kabar kematian Arai dan kehancuran pasukannya. Akita. dan suaminya Sonoda Mitsuru. tentunya. nuyama dipenuhi dengan kegembiraan dan sibuk. kagum akan sifat lembut dan kebaikan hatinya.

"Dan gadis itu.. "Bila kami menerima perintah itu. harus segera. serta tidak memberi kabar.. "Tidak menerima atau mengabaikan?" Takeo sadar kalau cara bicaranya terlalu blak¬b lakan." "Maaf." "Mereka kelihatan masih begitu muda." kata Ai." Ai setuju. kami pa sti sudah melaksanakannya. A ku pasti akan melakukannya sendiri. "Jika keluarga mereka ma u berunding." "Akan kuatur agar dilakukan besok. Tapi mereka tidak bereaksi apa-apa. Lord Otori: kami tidak me¬nerima " Sonoda mulai angkat bicara." Kekhawatiran Takeo justru kian ber¬tambah saat ia mendengar kalau para sandera yan g seharusnya telah dieksekusi ternyata masih hidup. memerintahkan agar dilakukan secepatnya. mereka tidak harus mati.serius tentang hal itu. "Kuyakinkan kepada Anda." sahut Takeo. tapi Takeo mem otong perkataannya." "Tadinya aku berharap mereka tetap hidup." ujar Sonoda. "Aku sudah kirim suratnya beberapa minggu lalu. Sonoda berusaha keras menyem¬bunyikan rasa tersinggungnya. Menundanya lebih lama akan dianggap sebagai kelemahan.. "Ya. "Kau akan Halaman 197 dari 600 ." Sonoda meyakinkan. Aku pun bertanya¬tanya mengapa masalah ini ditunda begitu lama. tapi istriku selalu berpihak kepada belas kasihan.

hadir?" dir?" "Karena aku sudah di sini, maka aku harus hadir," sahut Takeo, karena ia sendiri yang membuat aturan bahwa eksekusi untuk pengkhinatan harus disaksikan orang yang jabatannya paling tinggi, dirinya sendiri atau salah seorang keluarganya atau pengawal senior. Takeo meras a kalau peraturan itu menekankan perbedaan hukum antara eksekusi dan pembunuhan. Menurutnya, peman dangan semacam itu memuakkan sehingga ia berharap dengan menyaksikan itu akan mencegah dirinya dari mengeluarkan perintah dengan sembarangan. Eksekusi dengan menggunakan pedang di¬laksanakan keesokan harinya. Ketika mereka d ibawa menghadap sebelum mata mereka ditutupi, Takeo mengatakan bahwa ayah mereka, Gosa buro, sudah dieksekusi Kikuta karena ingin merundingkan nyawa mereka. Tak satu pun dar i mereka bereaksi; mungkin mereka tidak percaya. Tampak kilatan air mata dari mata gadis itu; selain itu, kedua orang itu menghadapi kematian dengan berani, bahkan bersikap menantang. Ta keo kagum dengan keberanian mereka dan menyesali hidup mereka yang singkat, ber pikir dengan pedih bahwa mereka masih ada kerabatnya, bahwa ia telah mengenal me reka sejak kecil. Keputusan itu dibuat bersama Kaede, dan atas saran para pengawal seniornya. Kepu tusan yang berdasarkan hukum. Namun Takeo tetap berharap bisa melaku¬kan yang sebaliknya, dan kematian tampak seperti pertanda buruk. * Sepanjang musim dingin, Hana dan Zenko sering bertemu Kuroda Yasu untuk mem¬bicara kan tentang pembukaan perdagangan dengan orang asing, dan mereka senang ketika Yasu mendengar Don Joao dan Don Carlo ke Hofu pada akhir bulan. Mereka kurang senang dengan ber ita bahwa Terada Fumio telah membawa armada perang ke perairan laut dalam dan kini mengawa si jalur perairan. "Katanya kapal mereka jauh lebih baik dari kapal kita," kata Yasu. "Andai kita b isa minta bantuan mereka!" "Kalau mereka ingin berpihak kepada kita menentang Otori..." ujar Hana, menyuara¬k an pikirannya. "Mereka ingin berdagang, dan agar rakyat mau berpindah memeluk agama mereka. Taw arkan pada mereka salah satu atau keduanya. Mereka akan berikan apa saja sebagai imbalannya."

Komentar ini melekat di benak Hana selagi bersiap-siap pergi ke Hagi. Sewaktu memikirkan menghadapi kakaknya dengan rahasia yang akan ia bawa, Hana merasa ber¬semangat sekaligus takut, semacam ke¬gembiraan yang menghancurkan. Tapi ia tidak meremehkan Takeo, karena suaminya cenderung bersika p sebaliknya. Hana mengenal kekuatan dan karakter kakak ipar¬nya yang selalu memenangkan cinta d ari rakyatnya serta pendukung setia dari berbagai kalangan. Mungkin juga Takeo akan me¬menangkan hati Kaisar dan kembali dengan restu dari Kaisar. Maka Hana berpikir keras selam a musim dingin tentang strategi lebih lanjut untuk menopang perjuangan suaminya demi balas dend am dan kekuasaan. Saat mendengar orang-orang asing itu sudah kembali bersama jurubahasa nya, Hana bertekad untuk pergi ke Hagi melalui Hofu. "Kau seharusnya ikut bersama kami," ujar Hana pada Akio yang sudah menjadi tamu tetap ke kastil selama musim dingin. Akio selalu melaporkan kabar dari seluruh penjuru negara, s erta perkembangan Halaman 198 dari 600

yang tengah dibuat Hisao dan Koji dalam penempaan. Darah Hana selalu menggelegak dengan kehadiran laki-laki itu. Menurutnya ang tengah dibuat Hisao dan Koji dalam penempaan. Darah Hana selalu menggelegak dengan kehadiran laki-laki itu. Menurutnya kekejaman pragmatis laki-laki itu menarik. Saat ini Akio melihat Hana dengan tatapan yang penuh perhitungan seperti biasa. "Ya, aku tidak keberatan. Tentu saja, aku akan ajak Hisao." Satu kali, mereka hanya berdua saja. Kala itu cuaca masih dingin di akhir musim se mi dengan cuaca yang tak menentu namun wangi bunga yang baru mekar tercium dan malam terasa lebih ringan. Saat itu Akio datang untuk menemui Zenko yang sedang melihat latihan pas ukan dan kuda. Akio semula enggan tinggal lama, tapi Hana memaksa dengan menawarkan sake dan ma kanan. Dia melayani sendiri laki-laki itu, membujuk serta menyanjungnya, membuat Akio tak m ungkin menolak. Hana mengira Akio tidak mudah di¬pengaruhi sanjungan, tapi bisa dilihatnya erhatiannya membuat laki-laki itu senang dan boleh dibilang menjadi lembut. Hana ingin bagaimana rasanya tidur dengan orang itu; walau ia berpikir takkan melakukannya, pikiran itu at ia ber¬semangat. Hana mengenakan jubah sutra berwarna gading, dihiasi bunga ceri merah muda urung bangau: motif penuh kalau p tahu membu dan b

warna yang digemarinya. Sesungguhnya cuaca terlalu dingin untuk mengenakan pakai an semacam itu, dan kulitnya terasa dingin membeku, tapi ia sedang gembira: ia masih muda, darahnya bergejolak dengan dorongan yang sama seperti dorongan akar¬akar dari dalam bumi, tunas dari r anting. Penuh percaya diri dengan kecantikannya, ia memberanikan diri bertanya pada Akio, seba gaimana yang diinginkannya sepanjang musim dingin ini, tentang Hisao. "Dia tidak mirip ayahnya," komentar Hana. "Apakah dia mirip dengan ibunya?" Saat Akio tidak segera menjawab, Hana mendesak, "Seharusnya kau ceritakan semua¬ny a padaku. Makin banyak yang bisa ku¬ungkapkan tentang dirimu pada kakakku, maka semakin kuat akibatnya pada dirinya." "Itu sudah bertahun-tahun silam," tutur¬nya. "Jangan berpura-pura kalau kau sudah melupakannya! Aku tahu bagaimana ke¬cemburuan mengukirkan kisahnya dengan belati di hati kita." "Ibunya adalah perempuan yang luar biasa," Akio mulai bercerita. "Sewaktu di¬saran

kan agar dia tidur dengan Takeo, aku takut untuk menyuruhnya melakukan itu. Meminta Yuki melakukan hal semacam itu hal yang lazim di kalangan Tribe, dan kebanyakan perempuan melakukan apa yang diperintahkan, ta pi Yuki merasa itu sebagai penghinaan. Ketika dia setuju, kusadari kalau Yuki menginginkan Take o. Aku melihat dia menggoda Takeo; bukan hanya sekali, tapi berkali-kali. Aku tidak menyangka kalau hatiku akan terasa sepedih itu, atau ke-bencian yang begitu dalam pada Takeo. Aku belum pema h membenci siapa pun; aku membunuh atas perintah, bukan karena perasaan pribadi. Takeo memi liki apa yang paling kuinginkan, dan dia menyia-nyiakan¬nya. Dia meninggalkan Tribe. Bila Takeo merasakan sedikit saja apa yang pernah kurasakan, maka itu yang disebut keadilan." Akio mendongak. "Aku tidak pernah tidur dengannya," tuturnya. "Aku menyesali itu lebih dari segalanya. Andai aku mampu melakukannya, sekali saja... Tapi aku tidak ingin men yentuhnya saat dia mengandung anak Takeo. Dan aku memaksanya bunuh diri. Aku harus melakukannya: ka rena Yuki tidak berhenti mencintai Takeo; dia tidak akan memaksa anak itu membenci Takeo seperti yang telah kulakukan. Aku tahu dia harus menjadi bagian dari balas denda mku, tapi seiring tumbuh dewasa, dia tidak menunjukkan bakat apa pun, aku tidak tahu mengapa. Dala m waktu yang lama kukira memang tidak ada harapan lagi: berulang kali, para pembunuh yang jau h lebih terampil dari Hisao saja gagal. Kini kutahu kalau Hisao yang akan mcmbalaskan dendamku. D an aku akan ada di sana untuk menyaksikannya." Mendadak Akio berhenti bicara. Halaman 199 dari 600

Kata-kata itu meluncur deras dari mulut¬nya. Dia telah menyimpan semua ini rap atrap at selama bertahun-tahun, pikir Hana, merasa tersanjung dan gembira karena laki¬laki itu per caya padanya. ata-kata itu meluncur deras dari mulut¬nya. Dia telah menyimpan semua ini rap at-r ap at selama bertahun-tahun, pikir Hana, merasa tersanjung dan gembira karena laki¬laki itu per caya padanya. "Saat Takeo kembali dari Timur, Kaede pasti akan tahu semua ini," ujar Hana. "Ma salah ini akan memisahkan mereka. Kaede takkan memaafkannya. Aku mengenalnya: Takeo akan melari kan diri dari Kaede dan dari dunia ini, dia akan mencari perlindungan di Terayama. Biara itu hampir tidak dijaga. Takkan ada yang menduga kau akan ke sana. Kau bisa mengejutkannya di san a." Mata Akio setengah terpejam. Lalu meng¬hembuskan napas panjang. "Itu satu-satunya yang akan mengakhiri penderitaanku." Hana tergoda oleh hasrat untuk memeluk Akio, untuk meringankan sakit hati orang itu: yakin bisa menghibur laki-laki itu atas kematian ia ragu untuk menyebutnya sebagai pembunuhan i strinya. Namun dengan hati-hati menyimpan kenikmatan ini untuk masa yang akan datang. Ada hal lain lagi yang ingin dibicarakannya dengan Akio. "Hisao telah berhasil menempa senjata api kecil yang bisa dibawa tersembunyi?" t anya Hana. "Tak ada pun bisa mendekati Takeo untuk bisa membunuhnya dengan pedang, tapi senjata api bisa digunakan dari jauh, kan?" Akio mengangguk dan bicara dengan lebih tenang, seolah lega topik pembicaraan su dah berganti. "Dia sudah mengujinya di tepi pantai. Jangkauannya lebih jauh dari panah, dan pe luru lebih cepat dibanding anak panah." Sesaat Akio berhenti bicara. "Suami Anda amat tertarik, s enjata yang menyebab¬kan kematian ayahnya. Dia ingin Takeo mati dengan cara yang sama memaluka nnya." "Memang ada semacam keadilan di dalam nya," ujar Hana setuju. "Cukup menyenang¬kan. Tapi agar benar-benar berhasil, kau pasti akan melatih Hisao secara khusus? Sebaiknya dilakukan uji coba untuk memastikan semua berjalan lancar, agar dia tidak kehilangan nyali, agar bidikannya benar-benar tepat." "Apakah Lady Arai punya orang yang bisa diusulkan?" Akio menatap langsung pada H ana dan ketika tatapan mereka beradu, hati Hana serasa melompat gembira. "Sebenarnya aku memang punya," sahut¬nya pelan. "Mendekatlah dan aku akan membisik kan

namanya." "Tidak perlu," sahutnya. "Aku bisa menebaknya." Tapi Akio akhirnya mendekat, begitu dekat hingga Hana bisa mencium napasnya sert a mendengar detak jantungnya. Tak satu pun dari keduanya bicara atau bergerak. Angin mengget arkan layar kasa, dan dari arah pelabuhan terdengar jerit burung camar. Setelah beberapa saat, Hana mendengar suara Zenko dari pelataran. "Suamiku sudah kembali," katanya, sambil berdiri, tak yakin apakah merasa lega a tau kecewa. *** Lord dan Lady Arai sering bepergian antara Kumamoto dan Hofu, maka kedatangan me reka di kota itu tidak lama setelah kembalinya orang-orang asing, tidaklah mengherankan. Kapa l yang ditumpangi para orang asing segera berangkat lagi menuju Akashi bersama Shigeko, Sugita Hir oshi dan kirin. Penduduk Hagi melepas kepergian kirin dengan rasa bangga dan sedih; mereka telah merasa memiliki hewan itu sejak kedatangannya yang mencengangkan di pelabuhan mereka. T ak lama kemudian, Terada Fumio bersiap berlayar untuk bergabung dengan ayahnya, Fumifusa , di teluk, bersama dengan armada Otori. Orang-orang asing sudah sering ber¬kunjung ke tempat Lord Arai sehingga tidak mena rik perhatian. Perbincangan mengalir lebih lancar karena si jurubahasa makin berani dan percaya diri, dan Don Carlo pun makin fasih. "Anda pasti mengira kami bodoh," katanya, "karena tidak mengetahui ada Kaisar. K ini kami sadar kalau kami harus mendekati beliau karena kami adalah utusan Halaman 200 dari 600

raja kami, dan monarki harus berhadapan dengan monarki.aja kami, dan monarki har us berhadapan dengan monarki." Hana tersenyum. "Lord Kono yang baru¬baru ini kembali ke ibukota, dan yang pernah bertemu Anda berdua, adalah keluarga kekaisaran. Dia meyakinkan kami bahwa Lord Arai mendapat dukungan Kaisar. Kepemimpinan Lord Otori di Tiga Negara dianggap tidak sah, maka dia hend ak meng¬ajukan pembelaan atas tuduhan itu." Don Joao nampak tertarik saat kalimat ini diterjemahkan. "Mungkinkah Lord Arai b isa membantu kami mendekati Yang Mulia Kaisar?" "Akan kulakukan dengan senang hati," sahut Zenko, wajahnya bersemu merah karena gembira dan juga karena minum sake. Perempuan itu, si jurubahasa, mener¬jemahkan kalimat ini, lalu mengatakan beberapa kalimat lagi. Don Carlo tersenyum agak sedih, Hana pikir, lalu menganggukkan kepala dua atau t iga kali. "Apa yang kau katakan?" tanya Hana langsung pada Madaren. "Maaf, Lady Arai. Aku bicara soal masalah keagamaan pada Don Carlo." "Ceritakan lebih banyak lagi pada kami. Kami tertarik pada ajaran para orang asing, dan terbuka dengan kepercayaan merek a." "Tidak seperti Lord Otori," kata Don Carlo. "Tadinya aku mengira dia akan ber¬sika p simpatik, dan aku menaruh harapan besar untuk penyelamatan jiwa dari dosa dan kematian bagi is trinya yang cantik itu, tapi dia melarang kami menyebarkan agama secara terang-terangan atau membangun gerej a." "Kami tertarik mendengarkan masalah ini," ujar Hana sopan. "Dan sebagai imbalann ya kami ingin tahu berapa banyak kapal yang dimiliki raja Anda di Kepulauan Kecil Selatan, dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk berlayar dari sini ke sana." "Kau punya rencana baru," kata Zenko malam itu saat mereka hanya berdua saja. "Aku tahu sedikit tentang kepercayaan orang-orang asing itu. Alasan mengapa kaum Hidden selalu dibenci adalah karena mereka lebih mematuhi Tuhan Rahasia ketimbang penguasa man a pun. Deus

milik orang-orang asing itu juga sama, menuntut kesetiaan yang utuh." "Aku telah bersumpah setia berulang kali pada Takeo," ujar Zenko. "Aku tidak menyukai gagasan dikenal sebagai pelanggar sumpah, seperti Noguchi: kukatakan ya ng se¬sungguhnya padamu, hanya itu yang masih menahanku." "Takeo telah menolak Deus sudah jelas dari apa yang kita dengar tadi. Bagaimana ka lau Deus memilihmu untuk menghukum¬nya?" Zenko tertawa. "Bila Deus membawa¬kanku kapal dan senjata, maka aku siap ber¬hadapan dengannya!" "Bila Kaisar sekaligus Deus memerintah¬kan kita untuk menghancurkan Takeo, bagaima na kita bisa membantah atau tidak mematuhinya?" ujar Hana. "Kita memiliki restu; juga peralat an." Tatapan mereka ber-temu, lalu mereka berdua tertawa terbahak¬bahak. *** "Aku ada satu rencana lagi," kata Hana kemudian, ketika kota sudah sunyi, dan di a berbaring di pelukan suaminya, setengah tertidur dan merasa puas. Zenko sudah hampir tertidur. "Kau memang sarang berharga dari gagasan yang baik," sahutnya, seraya membelai istrinya dengan malas. "Terima kasih, tuanku! Tapi apakah kau tidak ingin mendengarnya?" Halaman 201 dari 600

"Tidak bisakah menunggu sampai besok?" "Ada beberapa hal yang lebih baik di¬bicara kan dalam kegelapan." Tidak bisakah menunggu sampai besok?" "Ada beberapa hal yang lebih baik di¬bicarak an dalam kegelapan." Zenko menguap dan berpaling ke arah istrinya. "Bisikkan rencanamu itu dan aku ak an mempertimbangkannya dalam mimpi¬ku." Setelah Hana memberi tahukan, Zenko terbaring dalam waktu lama tanpa bicara hing ga seperti sudah tertidur, namun Hana tahu kalau suaminya itu masih terjaga. Akhir¬nya Zenko berkat a, "Aku akan berikan dia satu kesempatan lagi. Bagaimana pun, dia adikku."* Meskipun Sada telah berusaha, ditambah salep dari Ishida, luka di wajah Maya tet ap berbekas, garis kemerahan di tulang pipinya bak bayangan daun perilla. Maya dihukum dengan berba gai cara atas ketidakpatuhan¬nya. Meskipun dia dipaksa melakukan tugas paling rendah di rumah, d ilarang bicara, dilarang tidur dan makan, dia tetap lakukan semua ini tanpa dendam, sadar kalau ia memang pantas dihukum karena menyerang dan melukai ayahnya. Maya belum bertemu Taku selama sem inggu, dan walau Sada merawat lukanya, tapi dia tidak bicara atau pun memeluk serta membela inya seperti yang diinginkan Maya. Sendirian sepanjang waktu, dijauhi semua orang, Maya punya bany ak waktu untuk memikirkan apa yang telah terjadi. Begitu teringat kalau ia telah menyerang ayah nya, air mata berlinang. Biasanya ia tidak pernah menangis: satu¬satunya yang diingatnya yaitu s aat berada di sumber air panas, bersama Takeo dan Miki, ketika menceritakan pada ayahnya bagai¬mana cara membuat si kucing tertidur dengan tatapan maut Kikuta. Hanya ketika ada Ayah aku bisa menangis, pikirnya. Mungkin air mata adalah bagian dari kemarahan. Ia ingat kemarahannya pada ayahny a karena tidak mengatakan kalau punya anak laki-laki, karena semua rahasia yang mungkin disembu nyikan ayah dari diri¬nya, karena semua muslihat yang terjadi antara orangtua dan anaknya. Namun Maya juga ingat kalau tatapannya menguasai tatapan ayahnya, kalau ia bisa mendengar langkah ringan dan merasakan kehadiran ayahnya saat tidak kelihatan. Maya meliha t betapa kekuatan si kucing telah ber¬tambah dan memperkuat kekuataan dirinya. Kekuatan itu masih saja menakutkan bagi¬nya, tapi setiap hari, di saat kurang tidur, makan dan bicara, day a tarik kekuatan itu semakin bertambah, dan mulai bisa melihat bagaimana ia bisa mengendalikannya.

Di akhir minggu, Taku memanggilnya dan mengatakan kalau mereka akan pergi ke Hof u keesokan harinya. "Kakakmu, Lady Shigeko, membawa kuda-kuda," katanya. "Dia ingin mengucap¬kan selamat tinggal padamu." Saat Maya hanya membungkuk hormat tanpa menjawab, Taku berkata, "Kau boleh bicar a sekarang: hukumannya sudah selesai." "Terima kasih, Guru," sahutnya dengan patuh, kemudian berkata, "Aku benar-benar menyesal." "Kita semua pernah melakukan kesalahan yang berbahaya. Aku yakin kalau aku perna h menceritakan saat ayahmu menangkapku di Shuho." Maya tersenyum. Kedua saudara perem¬puannya senang sekali mendengarkan cerita itu saat mereka masih kecil. "Shizuka sering menceritakannya pada kami, untuk memper¬ingatk an agar kami patuh!" "Kami berdua beruntung karena ayahmu yang kami hadapi. Jangan lupa, kebanyakan o rang Tribe dewasa akan membunuh tanpa pikir panjang, anak-anak atau bukan." *** Halaman 202 dari 600

Shigeko membawa dua kuda betina tua higeko membawa dua kuda betina tua Maruyama, untuk Maya dan Sada, satu berwarna coklat kemerahan, dan satunya lagi, yang membuat Maya kegirangan, berwarna abu-abu pucat dengan surai dan ekor hitam , sangat mirip kuda tua milik Taku, Ryume, anak Raku. "Ya, yang abu-abu ini bisa menjadi milik¬mu," sahut Shigeko, memerhatikan mata May a yang berbinar. "Tapi, kau harus merawatnya baik-baik selama musim dingin." Shigeko me lihat wajah Maya: "Sekarang aku bisa bedakan antara kau dan Miki." Sambil menarik Maya ke samping, Shigeko berkata pelan, "Ayah menceritakan apa yang terjadi. Aku tahu ini sulit bagimu, m elakukan semua yang diminta Taku dan Sada. Buka mata dan telingamu lebar-lebar saat tiba di Hof u. Aku yakin kau bisa berguna di sana." Kedua kakak beradik itu berpelukan; setelah mereka berpis ah, Maya merasa diperkuat oleh kepercayaan Shigeko kepadanya. Itulah yang membuatnya mampu berta han selama musim dingin yang panjang di Hofu, saat angin dingin terus berhembus dari laut, bukannya membawa salju sebagai¬mana mestinya tapi malah membawa hujan es dan hujan sedingin es. Bul u kucing itu terasa hangat, dan Maya kerap tergoda untuk memanfaatkannya. Awalnya masih teras a janggal, lalu dengan rasa percaya diri yang makin besar, Maya belajar memaksa ro h kucing itu tunduk pada kehendaknya. Masih ada banyak unsur ruang antara dua dunia yang menakutkan baginya: hantu yang kelaparan dengan keinginan yang belum terpuaskan, serta kesadarannya tentang semacam kepandaian yang mencari dirinya. Rasanya seperti kilatan halilintar di k ege¬lapan. Kadang ia menatap dunia itu dan merasakan daya tariknya, tapi seringkali ia menjauhi ki lauannya, tetap berada di balik bayang-bayang. Sesekali ia bisa menangkap penggalan kata, bisika n yang tak kunjung ia pahami. Satu hal yang menyita pikirannya se¬panjang musim dingin adalah masalah yang membu at ia sangat marah pada ayahnya: bocah misterius yang merupakan kakak tirinya, yang tidak per nah dibicarakan siapa pun, yang kata Taku akan membunuh ayahnya ayahnya! Saat ia memikirkan tentan g bocah itu, ia menjadi bingung dan roh si kucing berusaha menguasai dirinya dan melakuk an apa yang diinginkannya. Ia sering terbangun berteriak karena mimpi buruk, sendirian di kamar karena kini setiap malam Sada bersama Taku. Maya berbaring terjaga sampai pagi, takut meme¬jam

kan mata. Sada mengatur agar mereka tinggal di rumah keluarga Muto antara sungai dan kedia man Zenko. Rumah itu dulunya adalah tempat penyulingan sake, tapi dengan makin bertambahnya pelanggan karena Hofu kian makmur, keluarga itu pindah ke bangunan yang lebih besar, dan b angunan ini kini hanya dijadikan gudang. Seperti di Maruyama, keluarga Muto menyediakan penjaga dan pelayan, dan Maya mas ih berpakaian anak laki-laki di luar rumah, tapi diperlakukan sebagai anak perempuan ketika di dalam rumah. Teringat pesan Shigeko, dan ia membuka telinga lebar-lebar, mendengarkan bisik-b isik per¬cakapan di sekelilingnya, berjalan-jaian me¬lewati pelabuhan saat cuaca cukup cerah, dan m emberitahu Taku dan Sada apa yang didengarnya. Tapi ia tidak menceritakan semuanya: sebagian dar i desas-desus yang mengejutkan dan membuatnya marah sehingga ia tidak ingin mengulang kata-kat a itu. Ataupun berani bertanya pada Taku tentang pemuda yang merupakan kakaknya itu. Maya bertemu Shigeko lagi sebentar ketika musim semi, ketika kakaknya berlayar b ersama kirin dan Hiroshi dalam perjalanan ke Miyako. Ia sudah sangat terbiasa dengan segala hasra t Taku terhadap Sada, lalu mengamati kakaknya dan Hiroshi untuk melihat apakah mereka menunjukkan geja la yang sama. Terasa sudah begitu lama ketika ia dan Miki menggoda Shigeko tentang Hiroshi: ap akah hanya sekadar rasa tertarik seorang gadis belia, ataukah kakaknya masih tetap mencintai pemuda yang kini menjadi pengawal seniornya? Dan apakah Hiroshi mencintai kakaknya? Seperti halnya Takeo, Maya juga memerhatikan reaksi cepat Hiroshi sewaktu Tenba melompat dan mundur tiba-ti ba karena takut selama upacara di Maruyama, dan menarik kesimpulan yang sama. Kini ia kurang yak in: di satu sisi, Shigeko dan Hiroshi tampak saling menjauh sekaligus bersikap resmi; di sisi lain mereka seperti Halaman 203 dari 600

Semua perubahan itu seper ti memastikan desas-desus yang mulai di-dengarnya saat musim dingin. setelah Shigeko dan Hiroshi pergi bersama kirin menuju Akashi. diikuti¬nya para pelayan ke penginapan dan men¬dengar cerita-cerita mereka: kalau Taku dan Sada adalah penyihir. Kira-kira di saat inilah Maya sadar atas p erubahan yang terjadi dengan perlahan sejak hari pertama musim semi. Shigeko telah mengemban wewenang baru. Kurir pembawa pesan yang datang ke rumah jumlahnya makin sedikit. Shigeko telah mengemban wewenang baru.saling memahami pikiran masing-masing. Sewaktu di penginapan itulah Maya men¬dengar percakapan lain di kalangan keluarga Muto. bahkan kurang ajar. Sumpah setia tidak pasti yang digabung Kenji dengan kekerasan karakternya. Maka butuh waktu la ma baginya untuk dapat memahami dan menerima gejala-gej ala yang tampak di depan matanya. Seiring makin besar kecurigaannya. dan untuk memperbaikinya saat ini. dan Maya tak berani lagi menggoda maupun bertanya padanya. Di bulan keempat. dan ketika bangsawan memanfaatkan ketrampilan mereka. informasi yang diantar amat terlambat hingga akhimya tidak berguna. maka Kikuta Akio muncu l dari pengasingan. dan bahwa Muto mengendalikan kesetiaan Tribe terlepas dari Kikuta yang membenci dan berusaha membunuh ayahnya. . ketika pedagang dan petani biasa menikmati kesejahteraan. aling memahami pikiran masing-masing. Sejak kecil ia sudah hidup dengan kepercayan bahwa kesetiaan keluarga Muto teguh kukuh terhadap Klan Otori. Kenji. dan Maya tak berani lagi menggoda maupun bertanya padanya. Para penjaga tertawa sinis di belakang Taku tentang obsesinya terhadap Sada: laki-laki-perempuan yang lemah da n gila. Shizuka. Kuroda dan Imai: setelah lima belas tahun dalam damai. penga laman dan akal bulusnya mulai hancur. dan kedua or ang itu memanfaatkan arwah kucing dalam mantra-mantra mereka. dan ada semacam keselarasan yang terjalin di antara mereka. dan ada semacam keselarasan yang terjalin di antara mereka. Maya menemukan dirinya terbebani dengan lebih banyak pekerjaan karena para pelayan ma kin malas. Taku disibukkan dengan permintaan dari orang-orang asing yang telah kembali dari Hagi dan bersem angat untuk membangun pos perdagangan secepatnya. Tribe mulai menyesal karena sebelumnya mereka yang menguasai perd agangan. dan Taku adalah keluarga Muto dan telah menjadi penasihat terdekat keluarga Otori dan telah menjadi gurunya.

Maya menyembunyikan diri di bawah beranda. ikan panggang dan sake.Maya mendengar nama laki-laki itu beberapa kali di awal-awal bulan keempat. langsung tahu mana yang bernama Akio karena lak i-laki itu melihat dirinya. minyak wijen serta jahe. menggunakan kemampuan meng¬hilang untuk menyelinap di bawahnya. Lentera menyala berasap. tapi justru mencarinya. malam ini terlalu bising untuk bisa mendengar banyak bah kan dengan telinga¬nya yang tajam. Ia terkejut temyata laki-laki itu berani muncul secara terang-terangan di Hofu. dan penginapan penuh sesak dengan orang. Semua pintu terbuka lebar. ia pergi diam-diam ke penginapan di tepi sungai. meski ia tak tahu sampai sejauh mana kebenarannya. dan ia bahkan mendengar Zenko disebut sebag ai ketua Muto. dan bahkan lebih kagum lagi ternyata begitu banyak orang yang ia kenal dari kalangan Tribe bukan hanya mentolerir kehadirannya. dan setiap kali didengarnya. Ia tahu kalau itu pengkhianatan. Maya memindai berbagai kelompok. langsung menembus kemampuan menghilangnya. Maya menyad ari kalau orang itu berada dalam perlindungan Zenko. Satu malam. Ia meraba pisau di baju luamya lalu menggunakan kemampuan menghilang kemudian berjalan ke pintu penginapan. dan menjadi so mbong karenanya. sesaat sebelum bulan purnama. memperkenalkan diri pada Akio. Saat itu ia menyadar i betapa Halaman 204 dari 600 . dan udara terasa pekat dengan berbagai aroma. ketertarikan dan keingintahuannya semakin bertambah . tapi ia menangkap kata ketua Kikuta. Selama ini ia dapat meng¬hilang diri tanpa diketahui. dan sadar kalau Akio ada di penginapan itu. s aat itu kota terasa lebih hidup dari biasanya karena Zenko dan Hana sudah kembali bersama rombongan. membiarkan angin sepoi-sepoi dari arah barat daya mas uk.

jika kubiarkan mereka bicara. dan tanpa pikir panjang ia men¬jatuhkan diri ke lantai. Dirasakannya tatapan pemuda itu mencarinya. dan men¬dengar penggalan suara yang membentuk kata-kata. " "Penguasa si kucing? Darimana kau dapat kata itu?" "Itulah yang dikatakan para hantu. betap a laki-laki itu bisa membunuhnya tanpa ragu. Di belakangnya. membangunkan keduanya dari tidur nyenyak. betapa lemah dirinya bila dibanding¬kan dengan Akio. "Dialah yang memanggil kucing itu. mendengar desingn ya di udara. melawan tatapan Maya yang amat kuat. dirasakannya tekstur lantai di bawah kakinya. dan ingin menceritakan segalanya pada mereka. betapa lemah dirinya bila dibanding¬kan dengan Akio. Taku mendengarkan tanpa bicara selagi Maya menceritakan apa yang didengarnya. dan tanpa pikir panjang ia men¬jatuhkan diri ke lantai. Ketika membuka mata. dirasakannya tekstur lantai di bawah kakinya." ujar Maya pelan. "Kau tahu siapa Hisao i .berbahayanya laki¬laki itu. melemparkan senjata selagi bergerak. Semua yang ada di sekelilingny a berubah: ia melihat dengan mata si kucing. Maya menyadari ke¬hadiran pemuda itu. Semua yang ada di sekelilingny a berubah: ia melihat dengan mata si kucing. melemparkan senjata selagi bergerak. Akio melompat dari lantai dan seperti terbang ke ar ahnya. Maya melihat kilau pisau. pada Sada da n Taku. "Dialah penguasa si kucing. bet apa laki-laki itu bisa membunuhnya tanpa ragu. Akhirnya tu buh Maya lemas. Maya melarikan diri pada satu-satunya perlindungan yang dikenalnya. cak arnya di lantai papan rbahayanya laki¬laki itu. Akio melompat dari lantai dan seperti terbang ke ar ahnya." Taku menggelengkan kepala dengan tatapan bertanya-tanya. mendengar desingn ya di udara. dia bisa b erpikir jelas lagi. cak arnya di lantai papan beranda sewaktu ia melompat melarikan diri ke dalam gelapnya malam. Mereka berusaha menenang¬kan saat dia be rjuang sekuat tenaga men¬dapatkan kembali wujud manusianya. Maya melihat kilau pisau. sepertinya tertidur selama beberapa saat. ia ketakutan setengah mati. Saat memahami katakata itu. "Jadi sesuatu menghubungkan Hisao dan kucing itu?" akhimya ia bertanya. Dan si kucing hanya ingin kembali pada pemuda itu. Sudah lama aku menunggumu. Ta ku mengagumi pengendalian diri gadis itu yang dapat menceritakan tanpa meneteskan air mata. Sada memanggil-manggil namany a sementara Taku menatap matanya. Hisao. Datanglah padaku.

" bisik Sada. "Kukira hal itu hanya legenda. mendengar suara orang yan g sudah mati. Para arwah akan patuh padanya. Dia memiliki kekuatan untuk me¬nenangkan atau mengh asut mereka. Dugaanku adalah mereka belum menge tahui bakatnya. Tidak ada lagi orang yang tahu tentang hal semacam ini di kalangan Tri be: semua laporan kita menunjukkan kalau Hisao tidak memiliki kemampuan Tribe." ujar Taku. dan mencari tahu seberapa dalam keterlibatannya dengan Akio." Ia berhenti sejenak lalu bicara tanpa perasaan.tu?" "Dia cucu Muto Kenji." Inilah pertama kalinya Taku merasakan ketakutan yang sesungguhnya. "Pertama kali kita melihat kucing itu. gelisah atas peng¬khianatan yang telah diungkap Maya. "Tapi aku harus menemui kakakku lebih dulu. dan berapa banyak yang mereka tahu tentang Hisao. di Maruyama pada musim gugur yan g lalu." jawab Maya. membuat satu tuntutan terakhir padanya." "Sudah berapa lama kau tahu?" "Aku pernah mendengar kau mengatakan pada Sada. hembusan napasnya terasa di bulu kuduknya. "Hisao pasti seorang penguasa alam baka. "Kita harus membawa Maya pergi. dan kemarahan pada rasa puas dalam dirinya serta kurang waspada. Takut pada ke kuatan supranatural. Tatapan Maya yang berkilat ter¬paku pada wajah Taku. "Apa yang harus kita lakukan?" tanya Sada pelan. Sada merengkuh dan memeluk Maya erat-erat." sahutnya. "Artinya dia mampu untuk berjalan di antara dua dunia." "Apa artinya itu?" tanya Maya. Ini jauh lebih buruk dari yang kita bayangkan. mendengar Sada menghela nap as. "Putra ay ahku." Halaman 205 dari 600 .

Juga nyawa Kaede.. tapi kita harus tetap pergi. "Kita akan pergi ke Inuyama. Kita harus bawa Maya pergi. keberan ian fisiknya. berarti kematian beberapa ribu prajurit Otori yang tak ada hubungan dengan dirin ya." kata Sada gelisah. Ia tahu k alau Hiroshi lebih memilih mencabut nyawanya ketimbang meninggalkan Takeo. dan betapa besar kegagalannya untuk bisa menggantikan kedudukan gur unya itu. Taku punya rasa iri yang terpendam pada Hiroshi. kecu ali bila dia melawan. maka ia tak harus menyerahkan nyawa Sada atau nyawanya sendiri. dicekam perasaan kalau segala sesuatun ya akan terurai satu demi satu. mengamati malam yang pucat. pastinya.Apakah Kenji tahu? Taku memikirkan hal itu. pakah Kenji tahu? Taku memikirkan hal itu. kesadaran ter¬goyahkan pada kehormatan dan kesetiaan. keyakinannya makin besar kalau Takeo akan hancur. "Sebelumnya aku tidak cemas. Memikirkan Hiroshi telah membuatnya berhenti secara tiba-tiba. Taku berpikir keras apa yang harus dilakukan. tapi Zenko pasti menganggap si kembar terlalu berbahaya. pikirnya." "Kita belum mendapat kabar dari Lord Takeo sejak Terada datang dari Hagi. meski sulit untuk mengakui pada dirinya sendiri. Ia menyes . Ia berusaha menimbang apa saja yang dipertaruhkan. Sebagai anak laki¬l aki. dan menyadari sekali lagi betapa ia s angat merindukan Gurunya itu. dan ia tak tahan membayangkan wajah Hiroshi saat sadar kalau ia berpihak pada Zenko. "Aku akan menemui Zenko besok. bukan untuk yang pertama kalinya. terlebi h lagi mengaiakannya pada Sada atau orang lain.. Rasanya masuk akal mematuhi kakaknya yang akan mengambil alih kepemimpinan Tribe a tau bahkan menyerahkan jabatan itu pada Taku sendiri: keluarga Muto dan Kikuta bisa berdamai. Ia selalu berusaha membuat Hiroshi ter kesan. naluri pragmatis Muto mendes aknya untuk mengikuti jalan ini. Jika Takeo mel awan balik. sada r akan tubuh tinggi Sada di sisinya." katanya. Alangkah bodohnya kakakku. *** Saat malam lebih larut. terhadap sifat ksatria yang jujur. Hiroshi. kal au jaring mulai makin kencang di sekelilingnya dan tak ada jalan untuk lolos. Ny awa Takeo. dan betapa besar kegagalannya untuk bisa menggantikan kedudukan gur unya itu. sebelum ia bertemu Sada. kemungkinan anak-anak juga mungkin Shigeko tidak. menyayangi sahabatnya itu lebih dari apa pun. dan menyadari sekali lagi betapa ia sangat merindukan Gurunya itu." sahut Taku. Saat terjaga.

pikirnya saat membangunkan Sada dengan le mbut. serta tampak hikmad. Direngkuhnya Sada erat. Zenko dan Hana duduk dengan tangan terkatup. dan diundang ke kediaman di Hofu untuk makan malam bersama Zenko dan Hana. mi rip yang dipakai Don Joao dan Don Carlo yang juga hadir saat makan malam. Taku memerhatikan kehangatan baru antara kedua orang asing itu dengan Zenko. tapi lebih dari itu. Dia menghabiskan waktu dengan mem¬persiapkan diri untuk be pergian. dan menerima jawabannya sebelum tengah har i. *** Taku mengirim pesan keesokan harinya. Taku berkuda p ergi bersama empat orang yang telah menemaninya sejak dari Inuyama. Ia diperlakukan dengan santun seperti biasa. Taku melihat ada perubahan dalam diri kakaknya. Kumis dan janggu t Zenko tampak lebih lebat. lebih memercayai mereka ketimbang orang yang disediakan keluarga Muto di Hofu. dengan langkah yang lebih angkuh. kala u Zenko mengenakan kalung dari untaian rosario indah yang terbuat dari ukiran gading. tidak secara terang-terangan. Taku juga memerhatikan.alkan tindakan kakaknya yang menempatkan ia dalam posisi serba salah. Sebelum mulai makan. Men dengar betapa sering Deus diucapkan. Halaman 206 dari 600 . walau tak langsung mengomentari. karena tak ingin menarik perhatian. Do n Carlo diminta untuk meng¬ucapkan doa. kepal a tertunduk. T ak pernah ku¬bayangkan kalau aku akan jatuh cinta. dan meskipun tidak tahu kalau itulah terakhir kalinya dia membangunkan Sada. Begitu bertemu. dan menyadari dengan campuran antara rasa tercengang dan jijik kalau kakaknya telah mengikuti kepercayaan orang asing. sang kakak menunjukkan kepercaya¬an diri yang ba ru. Tak per nah kubayangkan kalau aku akan menjadi ksatria yang mulia.

"Tak bisa kubayangkan apa alasannya. "Dan sebagai imbalannya?" "Aku terkejut kau belum tahu. dan ketika makan malam se lesai dia berkata. hembusan napas yang tak terduga. pikirnya. juga karena tindakan ini akan membahayakan kel uargamu ibu kita." Taku mengikuti. ikutlah ke taman. "Tak ada alasan bagi kita untuk b ermusuhan. Janganlah kita saling mem¬bunuh." sahut Taku. Kami permisi sebentar. dan kakaknya membimbing ia ke dalam jangkauan pisau lempar mereka? Atau s enjata mereka? Dan bulu kuduknya merinding memikirkan senjata yang bisa membawa kematia n dari jarak jauh. tapi aku yakin kau bisa menebaknya." Taku melihat deretan gigi putih di atas janggut Zenko saat tersenyum. Rupanya Zenko melihat ada keuntungan: pasti berhubungan dengan militer. karena kau telah b ersumpah setia dan berutang nyawa padanya. "Tidak ada kejahatan di dalamnya. seolah bisa membaca pikirannya. namun menahan diri. membuka semua indera¬nya. "Aku melihat kebenaran dalam kepercayaan mereka dan aku memilih untuk mengikuti jalan mereka. memasang pendengarannya untuk langkah ka ki yang tak dikenal. pikirnya kecut. dan kemarahannya muncul selagi memik irkan kalau yang bisa diberikan orang asing itu adalah senjata api dan kapal. yang bahkan tidak terdeteksi oleh semua kemampuan Tribe. Apakah sudah ada pembunuh yang ber sembunyi di taman. seraya menyembunyikan marahnya." Zenko . "Ada yang harus kubicara¬kan dengan adikku. Zenko berkata. aku bahkan kedua putramu. Ia ingin l angsung menyerang." "Kurasa kau tengah merencanakan per¬sekongkolan menentang Lord Otori. Ia mengenal kakaknya sebagai laki-laki tanpa agama dan tidak berminat pada sesuatu yang berbau spiritual sama seperti dirinya. Ia mengenal kakaknya sebagai laki-laki tanpa agama dan tidak berminat erpindah agama atau hanya berpura-pura? Taku tidak percaya kalau tindakan Zenko tulus adanya. Malam ini indah: sudah hampir purnama. Kebebasan itu diperbolehkan di seluruh Tiga Negara. Mengapa Kikuta Akio berada di Hofu dan dalam perli ndunganmu? Perjanjian keji apa yang kau buat dengan orang-orang ini?" Taku memberi isyarat ke arah tempat percakapan orang asing itu terdengar seperti pekikan burung. mengacuhkan pertanyaan tentang A kio." sahut Zenko. Zenko menyadari kegelisahan Taku yang makin bertambah.Berpindah agama atau hanya berpura-pura? Taku tidak percaya kalau tindakan Zenko tulus adanya. Taku. kurasa.

sungguh tak Halaman 207 dari 600 . Mari kita bicara terns terang. "Tidak. kita bersaudara. perebut kekuasaan. Dan kau juga pantas mati. Takeo yang menye babkan kematian ayah kita. Taku tergoda untuk menyerang. Kaulah si perebut kekuasa¬an. Akan kupenuhi semua keinginanmu. Tugas pertama kita adalah balas dendam atas kematian itu. terlepas dari perbedaan pendapat kita. dan ak u sayang padamu." "Kau memandang Takeo seolah kau ber¬kaca. Ayah kita seorang ks atria sejati. dan teringat kata-kata Takeo: Saudara saling membunuh." sahut Taku. Dia akan mengabaikan peranmu dalam kematian Kotar o: semua orang tahu saat itu kau masih kecil. begitu kuatnya godaan itu hi ngga ia hampir tak sanggup menahannya. Ta keo tidak punya masa depan: mengapa ikut jatuh bersamanya? Bergabunglah denganku: Tribe akan ber satu kembali: aku pernah bilang kalau aku punya orang dalam di kalangan Kikuta. seraya menahan kata-katanya. Yakin kalau Zenko past i hendak membunuhnya saat ini. Takeo itu penipu." Taku merasa jarinya gatal ingin meraih pedang. "Taku. namun ada sesuatu yang mencegahnya: rasa enggan untuk mencab ut nyawa kakaknya. lalu mendekat dan memegang tangannya." sahut Taku. juga pembunuh." "Ayah kita memang pantas mati.menatapnya. Bukan rahasia lagi kalau menurutku alasan Akio sangat masuk akal. dan tubuhnya terasa perih seakan siap menghilang. "Kau melihat bayangan dirim u sendiri.

"Kurasa ini dari Lord Otori. "Oh ya. seakan sulit bernapas.terbayangkan." Taku mundur dengan sikap hati-hati." Disingkirkannya kecemasan laki-laki itu. "Lord Muto. Bagian bawahnya direkatkan dengan lilin dan dicap dengan lencana Otori. seperti layaknya orang lain. Taku menghirup napas dalam-dalam. dia meminta agar pelana kuda jangan dibuka. "Kuharap ini bisa memeng aruhi keputusanmu. Udara terasa sulit dihirup dengan pekatnya ser buk sari. "Ada apa?" "Kuda Anda tadi batuk-batuk. berharap setiap waktu mendengar anak pana h atau pisau melesat di udara. Kemudian Taku masuk ke tempat Sada tengah menunggu." ujar Zenko. Diraihnya tali kekang Ryume lalu bergegas naik. Apakah keinginan balas dendammu bisa menjamin tidak akan menyebabkan perang saudara?" "Baiklah." kata Taku padanya. harus taat pada hukum. Kakakmu. yang digunakan di Tiga Nega ra. pikirkan semua tindakanmu. Tak u sayang. Taku sayang." Taku berjalan dengan cepat dari taman. termasuk dirimu sendiri." sahu t Zenko marah. Para penjaga menunggu di gerbang dengan kuda¬kuda. terserah apakah kau memihak atau menentangku." "Tak ada yang bisa dirundingkan kecuali dengan kehancuran dan kematiannya. tapi yang satu ini sudah terbuka. termasuk dirimu sendiri. "Biar kupertimbangkan dulu. Di tempat penginapannya. "Kita pergi sekarang. Taku meng¬ambilnya dengan firasat: dikenalinya benda itu sebagai tempat surat. lalu tertawa. seperti layaknya orang lain. "Apa yang kau temukan?" . "Dalam hal ini." Dikeluarkannya wadah bambu dari balik jubah dan menyerahkannya. ia meninggalkan kediaman tanpa pamitan. Sada masih berpakaia n lengkap. dan menyiap kan dua kuda betina. Mari kita rundingkan. Kakakmu." laki-laki di sebelahnya berkata pelan. erbayangkan. Dan kau juga. Aku akan bicara lagi denganmu besok. dikalahkan dengan kecemasan yang lebih besar dalam dirinya." ujar Zenko. sebelum kau pergi: aku lupa berikan ini padamu." "Mungkin karena udara musim semi. "Katakan apa yang kau inginkan dari Lord Otori . harus taat pada hukum.

Kakaknya itu tampak kejam. Bulan purnama cukup terang untuk berkuda. Tentunya dia sudah berangkat saat ini?" "Kita harus ke sana malam ini. tapi juga telah bersekutu dengan orang asing. Di Inuyama kalian lebih aman. muncul dalam berbagai samaran. "Takeo memintamu agar segera menemuinya di Inuyama tapi ini sudah terla mbat selama berminggu-minggu. "Dia mengacaukan surat-surat yang Takeo kirim." *** Maya tengah mimpi aneh serba merah di mana kakak laki-lakinya. yang wajahnya kin i bisa dilihat sekilas. seolah Hisao tahu semua rahasia dalam dirinya. terkadang ditemani para arwah. Bila Ta keo telah meninggalkan Inuyama." Sada mengambil tabung itu lalu mengeluarkan suratnya. dia harus ikut. membawa senjata yang menakutkan. Tatapannya mem¬buat Maya merasakan ketakut an yang tak bisa dijelaskan. Dia menga ku telah menerima agama mereka. Itu sebabn ya tidak ada kabar darinya. Kakakny a itu memiliki Halaman 208 dari 600 . maka aku harus mengejarnya sampai di perbatasan. Bangunkan Maya. dan sebagai imbalannya mereka mempersenjatainya. Dia membaca dengan cepat t ulisan dalam surat itu. Aku tak ingin dia di temukan Akio. Dia harus kembali dan membawa pasukan kembali dari wilayah Timur."Zenko bukan hanya membuat kesepakatan dengan Akio." Diserah kannya wadah surat pada Sada.

"Apakah kakakmu membiarkan kau pergi?" "Itu sebabnya kita pergi sekarang. karena tak tahu kalau Hisao mengenalnya. Aku curiga ada jebakan. Ber¬si agalah dengan senjata. Kami mengira bisa membendungnya. "Apa yang terjadi?" "Akan kuceritakan sedikit saja demi keselamatanmu. Sada. Dia bisa saja menyerang atau membuntuti. Maya terbangun dan sadar kal au Sada yang bicara pelan di telinganya. Tak lama setelah matahari terbit." Tanpa bertanya. "Bangunlah. yang membuatnya ketakutan. di malam s eperti ini. Kita pergi sekarang. Maya melakukan seperti yang diminta karena bulan-bulan musim din gin telah mengajarkannya untuk patuh. mengikuti bulan dan gelombang. Maya berkata pada Taku . yang membuatnya ketakutan. "Kita akan ke Inuyama untuk menemui ayahmu." kata Taku selagi mengayunkan tubuh Maya ke punggung kuda. Malam ini Hisao membisikkan nama Maya. Kedua bocah itu harus mati!" . Sada bertanya pada Taku. tapi men¬dadak situasinya makin mengancam. mereka berhenti di sebuah penginapan untuk sarapan dan minum teh. Maya terbangun dan sadar kal au Sada yang bicara pelan di telinganya. karena tak tahu kalau Hisao mengenalnya. Segera setelah mereka hanya bertiga di ruang makan kecil. "Mengapa kita pergi di malam seperti ini?" "Aku tidak ingin menunggu sampai pagi. dan seke lompok kecil orang Taku. emacam jiwa kucing seperti dirinya. lekas berpakaian." Selagi kuda-kuda berderap menyusuri jalan menuju jalan besar. Ayahmu harus segera kembali. "Ibu harus diberitahu. "Bagaimana bisa paman dan bibi ber¬tindak begitu. dan bersiap untuk bertarung. Maya serta empat pengawal tidak diberhentikan atau ditanyai. di awal musim semi dengan bulan yang hampir penuh. Pamanmu Arai dan istrinya ber komplot menentang ayahmu." Kelelahan tergambar di wajah Taku. dan suaranya terdengar sangat serius. dan kegiatan perdagangan dan pelabu han berarti orang datang dan pergi pada jam berapa saja. saat putra mereka tinggal di rum ah kami?" tanya Maya gusar. Malam ini Hisao membisikkan nama Maya. ada pelancong lain di jalan." Hofu bukanlah kota yang dikelilingi dinding.semacam jiwa kucing seperti dirinya.

Hutan kian lebat di sekeliling mereka. angin sepoi-sepoi ber henti berhembus. langit cerah. merangkul bahu Sada. Mereka d uduk diam selama beberapa saat. pikir Maya. merasakan hari-hari yang kami lalui dalam perjala nan. Peluh membuat kul it kuda menjadi lebih gelap di bagian leher tubuh mereka selagi meninggal¬kan dataran pesisir dan mulai menanjak ke perbatasan pertama." "Itu lebih buruk lagi! Ibu harus di peringatkan. Hana memang akan ke Hagi hari ini. harumnya aroma ten." Sada menarik Maya dan duduk denga n merangkulnya. begitu pemberani." "Lagipula. Cuaca hari itu tetap cerah dan segar. sesekali terdengar su ara jangkrik bak Halaman 209 dari 600 . "Darimana datangnya ke kejaman itu?" Tapi suaranya terdengar penuh kasih sayang dan kekaguman. cahaya matahari yang berubah selagi gumpalan besar awan putih berarak. Aku tidak akan melupakan ini : makanan yang terasa begitu lezat saat aku begitu lapar. Hanya ayahmu yang memiliki reputasi dan kekuatan untuk mencegah pecahny a perang. kau harus tetap bersama kami. begitu bersemangat. terus maju. Aku akan ke Hagi dan men¬ceritakan pada Ibu tentang niat Hana yang se benarnya!" "Tidak.. merasakan angin m usim semi."Kau kedengaran sangat berbeda dengan ayahmu. "Ayahmu berharap tak seorang pun harus mati." kata Sada. Bahaya. Kira¬kira tengah hari. Seperti keluarga. Sada dan Taku be rsamaku." tutur Taku. "Selama musim panas ini Hana akan bersama ibumu dan adikmu." sahut Taku. biru terang. "Itu sebabnya kita har us menyuruhnya kembali. awan menghilang ke arah timur laut..

Kejadiannya begitu cepat: Ryume jatuh lalu mati. Irama berjalan kuda. tapi Maya ta k memahaminya karena saat mengucapkan kata-kata itu Ryume. "Pergilah. "Itu dia datang. ringkikan kuda. Taku meneriakkan sesuatu ketika melihat mereka. tapi seiring dengan kuda-kuda yang mu lai lelah. lengannya berlumuran darah darahnya atau darah orang l ain. tapi di kejauhan mereka melihat kepulan debu dan mendengar derap kuda. Kami akan segera menyusul. hangatnya senja m embuatnya mengantuk.petikan alat musik. kemudian terguling. Sada juga men¬dengarnya. Maya mulai merasa lelah. Aku tak bisa meninggalkan Taku." Taku memberi perintah dengan cepat pada pengawalnya. Sada berhenti lalu menengok ke belakang. Taku masih memegang pedang. apa yang kau dengar?" Ia seperti mendergar dentingan baja. "Tetap di sini jangan. Aku harus kembali. teriakan dan pekikan pertar ungan. Jumlah mereka paling banyak dua belas orang. Ia mengira ikan alat musik. kudanya. dan sekonyong-konyong dilihatnya Hisao." teriak Sada lega." serunya. mustahil diketahui. dingin dan brutal. menghempaskan tubuh . dan mereka berhenti. "Kami akan menahan merek a. Maya mulai merasa lelah." ujar Taku pada Sada. "Maya. jatuh. membelokkan kuda keluar dari jalan dan menghilang di balik batang-batang pohon b ambu. membuat burun g-buning memekik ke takutan lalu terbang. mereka mengambil busur dari punggung." perintah Taku pada Sada." "Aku juga. lalu tersadar kaget." gumam Maya. yang bergenia sampai ke perbatasan. "Mereka punya senjata api. dengan enggan melajukan kuda dan Maya mengi kuti. "Ada yang mengikuti kita!" Taku mengacungkan tangan. lalu semb unyi. melihat kuda berk ulit abu-abu dan bersurai hitam. Ia mengira tengah bermimpi. Mereka berkuda dengan cepat selama beberapa saat. dan satu suara lagi. jalan terus. "Teruskan perjalanan dengan Maya. membalikkan kuda betina yang ketakutan ke arah mereka da tang. hangatnya senj a membuatnya mengantuk. tertahan dengan lut utnya. Mereka mendengarnya: derap kaki h ewan dari lereng. Irama berjalan kuda.

Kedua kuda betina itu mudah gugup. Kemudian dia me raih tangan Taku yang menggapai lalu mengayunon tubuh Taku di belakangnya. pengawalnya dan sebagian besar penyerang¬nya. D engan sifat OtoriHalaman 210 dari 600 . Dia baik-baik saja. Taku tidak terlula parah. meski banyak orang yang mati di jalanan di belakangnya . pergi. Pergilah. kemudian dia jatuh dan Sada jatuh bersamanya. meski kelelahan. dan kuda menimpa tubu h mereka. Dia nyaris t ak sempat berpikir. kemudian tembakan itu meraung lagi. satu sayatan lagi di tangannya yang memegang pedang. Matanya dipenuhi cahaya langit biru yang m enyilaukan: cahaya matahari berputar-putar dan kian redup. Secepatnya Sada menderapkan kuda menghampiri. tapi tak sempat lagi. Dia merasakan tembakan itu menge na lehernya dan menembusnya. pikir Maya lega. Dari kejauhan didengarnya Maya berteriak. Taku berusaha bangkit. Kuda betina tunggangan Sada menden gus dan menjadi liar saat melihat kematian Ryume. Taku ing in mengucapkannya. aku harus berkonsentrasi pada kematian. Dia merasakan sayatan yang sangat menyakitkan di waj ahnya. Dia menyadari kuatnya punggung S ada saat memeluknya. Kuda betina milik Sada berusaha bangkit dan berderap kembali ke Maya sambil meri ngkik keras. dan sudah berlari kencang. aku sekarat. sebelum kegelapan membungka m pikirannya untuk selamanya. Waktunya telah tiba. Sada menarik tali keitang kudanya agar berhenti di samping Taku. Dia tak bisa melakukan itu bila dia terluka .Taku ke jalanan. nak.

Ia h arus membuka mulut lalu menjerit. tapi ia segera mengenalinya. Ia meludahi wajah Taku yang damai. ya. Bocah itu menatapnya. agak lebih jauh darinya. di bawah remangnya penerangan di penginapan. Sekujur tubuhnya gemetar. dan tak bisa memalingkan pandangannya dari tiga mayat yang ter¬geletak di jalan. Maya hampir tidak bisa melihat mereka di malam sebelumnya. Si kuda. Luapan kepedihan di hatinya membuat Maya hampir tercekik tak bisa bernapas. Kedua orang memegang senjata. kemudian Sada dan Taku mati dalam keadaan berangkulan.nya. dan tak bisa memalingkan pandangannya dari tiga mayat yang ter¬geletak di jalan. kemudian Sada dan Taku mati dalam keadaan berangkulan. Kedua laki-laki itu datang menghampiri. menyentuh dan memanggil¬manggil nama mereka. Akio berlutut. ia tak ingin melepaskan kedua kuda betina itu. begitu pula kedua kuda itu. dunia yang mem¬biarkan Taku mati di bawah lan git biru dan matahari yang cerah." ujarnya. Tapi badannya terasa lumpuh karena terguncang dan sedih. ditambah lagi. sementara laki-laki y ang satu lagi membalik kedua mayat. Sekujur tubuhnya gemetar. ia tidak boleh membiarkan keduanya kabur. Maya memikirkan kedua kuda itu. ia tak ingin hidip di dunia yang kejam ini. memegangi tali kekang keduanya. Ia membungkuk dan diraihnya tali kekang kuda Sada yang terayun-ayun. Sada mergerang pelan. "Kematian Kotaro hampir terbalas. mengacungkan senjata api ke arahnya. Maya menggerakkan kudanya meng¬hampiri mereka. Mereka berasal dari Tribe: mereka takkan membiarkannya hidup hanya karena ia masih kecil. mengambil pisau dengan tangan kanan lalu menggor ok leher Sada dengan cepat. Tapi ia tidak tahu apa ya ng harus dilakukan selanjutnya. Maya berdiri di antara kedua kuda betina. Ki . Si kuda. Ryume. turun lalu berlutut di sampingnya. I a membungkuk dan diraihnya tali kekang kuda Sada yang terayun-ayun. agak lebih jauh darinya. Maya memikirkan kedua kuda itu. Tapi ia tidak tahu apa ya ng harus dilakukan selanjutnya. Ryume. s eharusnya bisa mengelabui siapa Saja. "Kedua Muto ini sudah membayar¬nya. Hisao memegang senjata api. Akio membawa pedang dan pisau. Maya tahu kalau ia harus menggunakan k emampuan menghilang atau bentuk kucing lalu lari ke dalam hutan: ia berasal dari Tribe. ia tidak boleh membiarkan keduanya kabur. begitu pula kedua kuda itu. tapi bodohnya. pikirnya. Setidaknya aku harus ber tarung. Bola mata Sada berdenyut: dia masih hidup. tiba-tiba muncul dua orang tepat di belakang Ryume. "Sada!" Seolah menjawab jeritannya.

Maya menarik pisau dari sabuknya lalu menaikkan tangannya untuk menancapkan pisau itu di lehernya. Pis aunya terjatuh seolah Akio membelokkannya. Gadis itu menjerit dan meront a-ronta sewaktu Akio berusaha membuka telapak tangannya. Ayah?" Suaranya terdengar kebingungan. Ketakutan yang amat sangat mencekam Maya. "Jadi!" serunya. Ia tak boleh membiarkan la ki-laki itu menangkapnya." Halaman 211 dari 600 . "Sekarang kita tahu siapa yang memata-matai kita semalam. Dijatuhkannya tali kekang kedua kuda. "Seperti seorang ksatria perempuan?" Memegang Maya dengan tangannya yang sekuat baja. kedua kuda itu bergerak mundur. tapi laki-laki it u tak berbalik menatapnya. Akio lalu menarik pakaiannya da n menyelusupkan tangan satunya ke selangkangan Maya. bahkan lebih cepat dibanding malam sebelumnya. "Tapi ini siapa. seola h pernah mengenal gadis itu. dan kar ena terkejut. "Sial sekali nasibnya!" Akio berjalan menghampirinya dan Maya mencoba menatap matanya. "Bocah pengurus kuda?" sahut laki-laki itu. Akio bergerak lebih cepat dari gerakan manusia mana pun yang pernah Maya lihat.ni tinggal Si Anjing. "Tapi bocah pengurus kuda macam apa yang berusaha menggorok lehernya sendiri?" t anyanya dengan sinis. lalu mencengkeram pergelangan tangan Maya. Akio ter¬senyum ketika dilihatnya garis lurus melintang di telapak tangan gadis itu. Ia hanya ingin mati." Bocah itu berkata.

" sahutnya. karena wajah¬nya sama seperti yang ia lihat dalam mimpinya . salah satu dari si kembar: dia ada tanda Kikuta. bahkan dalam perjalanan yan g paling sulit antara Hagi dan Maruyama. tapi Akio memindahkan cengkeramannya ke leher. "Ada lagi. kecipak air laut dan keriat-keriut kayu. Jadi kita biarkan dia hidup untuk saat ini. serta kirin. tali temali dan tiang kapal. dicelup da n dilukis oleh perajin paling andal dari Hagi dan Maruyama. Tidak seperti Maya. Jadi kita biarkan dia hidup untuk saat ini. Tapi laki-laki itu melanjutkan. Cuaca cerah. Shigeko tidak pernah mabuk laut. buih gelombang menghiasi pantainya. bau air laut. pulau-pulau kecil bermunculan dari per mukaan laut. Shigeko menghabiskan banyak waktu dalam sehari di samping hewan-hewan itu. Gadis ini akan berguna. lerenglerengnya kehijauan tua dengan pepohonan cedar. "Benar aku Otori Maya. Gadis ini akan berguna.* Shigeko sering berlayar antara Hagi dan Hofu. lalu menekan hingga Maya tak sadarkan diri. Ia ba ngga akan . meraba bagian urat nadi. Dari berbagai arah. di sepanjang pantai yang dilindungi Laut Kitaran sampai Akashi. di bawah naungan jerami: kuda-kuda yang dibiakkan di Maruyama. nyan yian lambung kapal saat membelah lautan. "Aku Kikuta Akio. Hisao. bunyi kele-pak layar. angin laut ber¬hembus lembut dari selatan namun cukup kencang untuk memenuhi layar dan m em¬buat kapal meluncur cepat. Berlayar membuat Shigeko gembira. dinding putih yang mencuat dari kastil ksatria. aku adalah adikmu. tapi belum pernah berlayar lebih k e timur. diikat dengan tali dari sutra merah. masing-masing diikat dengan dua utas tali di kepala dan ikat pinggang di bawah perut." Maya ingin mengatakan lebih banyak lagi. "Ini putri si Anjing. "Ini putri si Anjing.. Ini putraku.. ketua keluargamu. salah satu dari si kembar: dia ada tanda Kikuta. termasuk pelana dan sanggurdi ber¬hia s indah untuk Shigeko dan Hiroshi.. aya mengira hidupnya sudah berakhir. "Kau kenal siapa aku?" Maya tak mau menjawab.Maya mengira hidupnya sudah berakhir. Tapi laki-laki itu melanjutkan. Tapi hadiah yang terpenting berdiri di atas dek. "Kau kenal siapa aku?" Maya tak mau menjawab. Muatan kapal dipenuhi berbagai macam hadiah." Maya sudah mengenalnya. udara terasa san gat segar. serta jubah resmi yang kesemuanya baru dibordir." Didekatinya Maya." Didekatinya Maya. Diliha tnya gerbang biara merah tua berkilauan di bawah sinar matahari musim semi. ketika angin dari timur laut berpacu me¬lintasi laut kea bu-abuan. kuil-kuil ber¬atapkan pohon runjung.

satu berwarna terang. Seperti merindukan seseorang: Tenba. dan aku takkan merasa k hawatir memikir¬kannya akan kesepian." sahut Hiroshi.kesehatan dan ketampanan mereka karena ia sendiri yang membesarkan hewan-hewan i tu: dua kuda berkulit belang. Tak ada rasa sesal akan berpisah karena mereka akan diperlakukan dengan bai k. dan satu lagi berwarna merah bata. Shigeko hanya mencemaskan kirin yang tidak memiliki p embawaan santai layaknya kuda." "Aku hanya menyalahkan diriku! Aku yang menyarankannya. "Lih at. Kirin adalah hadiah yang sempurna: bahkan sang Kaisar pun pasti kagum dan tersanjung dengan hadiah ini. dia terus berpaling ke arah rumah. Semua hewan itu kelihatan senang ditemani gadis itu." katanya pada Hiroshi saat senja di hari ketiga perjalanan mereka dari Hofu. dan semua kawannya. "Aku khawatir kirin akan ketakutan ketika berpisah dari kita. barangkali. dan mengikuti dengan pandangan mata saat Shigeko berj alan di sekitar dek." "Sedan tadi kuperhatikan dia berusaha mendekatimu. Tentunya dia akan merindukanmu. Mungkin hewan¬hewan itu takkan melupakannya namun juga takkan merindukan dirinya. tanpa perasaan. Aku terkejut kau bisa berpisah dengannya. saat kau di dekatnya. Tapi aku be rharap hewan itu terbuat dari gading atau logam berharga." Halaman 212 dari 600 .

"Aku berharap tidak harus tinggal jauh dari Tiga Negara. Hiroshi yang berpaling lebih dulu." imbuhnya. diberi cukup makan. Mereka berdua dilatih dengan Ajaran Houou." hardik Shigeko. "Kuakui." Shigeko tahu maksud ucapan Hiroshi karena dia hadir saat Lord Kono mengatakan ka lau istri Saga Hideki meninggal baru-baru ini." kata Hiroshi dengan suara pel an. Mungkin tidak semenderita seperti yang kau bayangkan. dia hanya seekor hewan. Terkadang ia b ertanya-tanya apa bisa memilih calonnya sendiri karena kini ia penguasa Maruyama. Mereka berdua tahu apa yang ada di benak masing-masing. kehilangan yang membuat bangsawan yang paling be rkuasa di Delapan Pulau bebas untuk menikah. aku cemas dengan s emua tantangan yang me-nantiku di ibukota. "Tapi dia tidak memiliki perasaan yang sama dengan manusia saat dipisahkan dari mereka yang disayanginya.Hiroshi menatapnya lekat-lekat. dia hanya seekor hewan. dan telah mencapai tah ap kesadaran serta kepekaan yang tinggi. Ia sudah lama me nyadari kalau Hiroshi mencintainya seperti ia mencintai laki-laki itu. "Lagipula. "Lagipula. "Bila kirin merupakan hadiah yang sempurna bagi Kaisar." Shigeko beradu pandang dengan Hiroshi. "Dan mungkin kirin itu takkan kesepian di Miyako. Ter kadang ia bermimpi ayahnya memilih Hiroshi. "apa hadiah y ang lebih baik bagi jenderal Kaisar?" Mendengar kegetiran dalam suara Hiroshi." "Hewan memiliki perasaan yang dalam. diberi cukup makan. Dia akan dirawat dengan baik. gadis itu menahan tatapan Hiroshi selama beberapa saat. terkadang ia sad ar kalau tak ingin mengecewakan ayah-nya. "karena kau juga akan berada di sana." . Aku berharap perjalanan kita sudah berakhir tapi di si si lain aku juga tak ingin perjalanan ini berakhir. Shigeko dibesarkan dengan ajaran keras keluarga ksatria: ia tidak bisa mematah¬kannya begitu saja. Shigeko merasa gundah. dan terjaga dalam rasa bahagia. Kirin berdir i begitu dekat hingga bisa dirasakan hangatnya napas hewan itu di pipinya. Nam un seperti tak ada gunanya membicara¬kan perasaannya: ia akan menikahi orang pilihan ayahnya." iroshi menatapnya lekat-lekat." gumamnya. Mungkin tidak semenderita seperti yang kau bayangkan. Dia akan dirawat dengan baik. Shigeko memercayai Hiroshi sepenuhnya.

Bila aku memang harus me¬nikah dengan orang lain. "Aku telah mengenalmu sejak keci l bahkan mungkin di kehidupan sebelumnya." "Kau juga akan mendapatkan dukungan itu di Miyako." sahut Shigeko." "Tidak akan."Kau tak menunjukkan kecemasan saat bicara dengan Lord Kono tahun lalu. Kita semua harus menyingkirkan keinginan pribadi untuk membiarkan ajaran kedamaian menang. saat dikelilingi begitu banyak ora ng yang mendukungku terutama kau." ujarnya. Miyoshi Gemba juga akan berad a di sana." Hiroshi mengingatkan. "Jangan sampai ada hal yang mengurangi konsentrasimu selama penandingan i tu. ti dak berani berkata apa-apa lagi. "tapi mengatasinya. "Ada ikatan yang kuat di antara kita." "Shigeko. aku bersumpah. ikatan itu jangan pernah putus." kata Hiroshi. Busur di Halaman 213 dari 600 . memanggil dengan nama yang sering dilakukannya ketika g adis itu masih kecil. "Mudah untuk merasa percaya diri di Maruyama." "Bukan menyingkirkan." Gadis itu terdiam." "Guru-guruku yang terbaik kau dan dia. Lalu satu kenangan melintas di benaknya: pertama kali ia melihat s epasang houou sewaktu kedua burung itu kembali ke hutan di sekitar Terayama untuk bersarang di pohon pauwlonia dan membesarkan anak-anaknya.

" Shigeko tersenyum. Kemudian. mengatakan bahwa mereka akan lebih berguna di sana. Tiga Negara belum pernah begitu sejahtera. Kapal pun t ampak bermandikan cahaya. Kedua hal itu sama-sama musibah baginya. yakin kalau pikiran dan tujuan mereka berdua telah menyatu. dan bahwa mereka harus mengirim kurir secepat¬nya bila ada kabar dari Taku. beber apa di antara¬nya diceritakannya pada Minoru. Saat itu ada pera yaan musim semi. bagaimana dengan nasib Maya? Takeo ingin sekali kembali dan mencari tahu sendiri. membuat lamban g bangau Otori menjadi keemasan. tarian." anganmu. namun roh houou yang akan menuntun anak panahnya. Langit di arah barat masih memancarkan garis merah ketika di arah timur muncul bulan purnama dari bulan keempat. namun roh houou yang akan menuntun anak panahnya. Kilau sinar matahari mewarnai layar. "Mereka bertanya kepadaku apa yang te lah mereka lakukan sehingga tidak dipercaya oleh Lord Otori. Kota itu dikuasai rasa percaya diri serta harapan karena Lord Otori bukan hanya tengah mengunjungi Kaisar tokoh yang dianggap separuh mistis oleh rakyat tapi dia j uga meninggalkan seorang putra: kesedihan yang disebabkan oleh si kembar akhirnya te rsingkir. namun mengubah otot dan urat daging menjadi sekeras baja. Lord Ot ori akan meng¬hadiahkan kirin kepada Kaisar. Burung houou ber¬sarang di Terayama." . bunga dan umbul-umbul tak mampu menyingkir¬kan ke gelisahan Takeo.* Beberapa hari setelah bulan purnama. Semua ini m erupakan bukti dari penguasa yang adil dan memedulikan kesejahteraan rakyatnya. panji-panji Maruyama berkibar di tali tiang kapal. Meskipun ia ber¬usaha menyembunyikannya. Namun semua sorak sorai. dan di satu sisi lagi. seolah burung suci itu telah bertengger di atasnya. semua pertanda ini menegaskan apa yang dilihat sebagian besar rakyat pada anak-anak mereka yang montok dan sawah yang subur. "Jun dan Shin tidak senang. cairan dari dalam bumi mengalir ke pepohonan dan ke d alam aliran darah semua orang. namun perjalanan memb awa dirinya makin jauh dari kemungkinan menerima kabar. namun wajah tanpa ekspresi yang ki ni menjadi kebiasaan¬nya.tanganmu. mereka berjalan ke bagian be lakang dek dan memulai latihan ritual kuno yang mengalir melewati udara bak air." lapor Minoru. Kecemasannya yaitu tidak adanya kabar dari Taku: apakah dia membelo t atau sudah mati. sewaktu matahari tenggelam di ufuk barat. Takeo meninggalkan Inuyama menuju wilayah T imur. Kepergiannya dilepas dengan penuh semangat oleh penduduk kota. ketika bumi hidup kembali. Setelah me¬mikirkan masak-masak. Takeo memutuskan untuk meninggalkan Kuroda bersaudara di Inuyama.

"Tidak ada keluarga Tribe di Miyako," sahut Takeo. "Sungguh, aku tidak mem¬butuhka n mereka di sana. Tapi kau tahu, Minoru, kalau kepercayaanku pada mereka telah terkikis: bukan karena kesalahan m ereka, hanya karena aku tahu kesetiaan pertama mereka pasti pada Tribe." "Kurasa Anda mestinya bisa lebih me¬mercayai mereka," sahut Minoru. "Mungkin aku menyelamatkan mereka dari pilihan yang menyakitkan, dan kelak merek a akan berterima kasih padaku," sahut Takeo ringan, tapi sebenamya dia me¬rindukan kedua pengawal Tribe tersebut, merasa telanjang dan tidak terlindungi tanpa mereka berdua. Empat hari keluar dari Inuyama, mereka berjalan melintasi Hinode, desa tempat Ta keo pernah beristirahat bersama Shigeru pada pagi setelah lari dari kejaran prajurit Iida S adamu. "Tempat kelahiranku berjarak satu hari perjalanan dari sini," komentarnya pada G emba. "Aku tidak melewati jalan ini lagi selama hampir delapan belas tahun. Aku ingin tahu apakah desa itu masih ada. Di sanalah Shigeru menyelamatkan aku." Halaman 214 dari 600

Tempat adikku, Madaren, dilahirkan, mengingatkan dirinya, tempat aku dibesarkan sebagai orang Hidden. empat adikku, Madaren, dilahirkan, mengingatkan dirinya, tempat aku dibesarkan s ebagai orang Hidden. "Aku bertanya pada diriku sendiri, alangkah beraninya aku muncul di hadapan Kais ar. Mereka semua akan membenciku k arena asal -usilk u." Takeo dan Gemba berkuda berdampingan di jalur yang sempit, gar tidak didengar orang lain. Gemba melihat sekilas ke arahnya lalu ku membawa semua dokumen yang mem¬buktikan keturunanmu dari Terayama: alah kakekmu, dan pengangkatanmu oleh Shigeru sah menurut hukum . Tak ada yang bisa mempertanyakan legitimasimu." "Tapi Kaisar sudah mempertanyakannya lebih dulu." "Kau membawa pedang Otori, dan di¬berkati dengan semua pertanda persetujuan Surga. " Gemba tersenyum. "Kau mungkin tidak menyadari kekaguman Shigeru saat membawamu pulang: kau begitu mirip Takeshi. Seperti keajaiban: Takeshi tinggal cukup lama bersama kami sebelu mnya. Kakakku Kahri adalah sahabatnya. Rasanya seperti kehilangan saudara laki-laki tercinta. Namun kesedihan kami tidak ada artinya dibandingkan dengan Lord Shigeru, dan itu merupakan pukulan terakhir dari sekian banyak peristiwa buruk yang menimpanya." "Ya, Chiyo menceritakan kisah-kisah kehilangannya. Hidupnya diliputi kesedihan d an nasib buruk yang tidak layak diterima¬nya; namun Shigeru tidak menunjukkannya. Aku ingat perka taannya di malam pertama aku bertemu Kenji: Aku tidak diciptakan untuk berputus asa. Sering aku memikirkan kata-kata ini, dan tentang keberaniannya saat kami berkuda ke Inuyama dalam peng awasan Abe dan pasukannya. " "Kau harus mengatakan hal yang sama pada dirimu: kau tidak diciptakan untuk berp utus asa." Takeo berkata, "Seharusnya begitu, tapi dengan begitu banyak yang telah terjadi dalam hidupku, itu menjadi suatu kepura¬puraan." Gemba tertawa. "Beruntunglah karena kau memiliki sekian banyak keahlian. Jangan remehkan dirimu sendiri. Sifatmu mungkin lebih kelam dari Shigeru, tapi tak kalah kuatnya. Lihat lah apa yang telah kau raih: hampir enam belas tahun kedamaian. Kau dan istrimu telah menyatukan semua pihak yang bertikai di seluruh Tiga Negara; kau dan ia bicara pelan a menyahut, "Kau tahu a bahwa Lord Shigemori ad dan disetujui oleh klan

menangani kesejahteraan negara dengan keseimbangan yang sempurna. Putrimu men¬jadi tangan kananmu, istrimu mendukung sepenuhnya di rumah. Percayalah pada mereka. Kau akan membuat kalangan istana Kaisar terkesan sesuai dengan kemampuan¬mu. Percayalah padaku." Ge mba terdiam dan setelah beberapa saat melanjutkan senandung kesabarannya. Kata-kata Gemba terasa lebih dari sekadar menenangkan; kata-kata itu tidak menen ang¬kan tapi justru membuat Takeo mampu menguasainya, dan akhirnya bisa melaluinya. Selagi tu buh dan pikiran penunggangnya rileks, maka begitu pula dengan kudanya: Tenba menundukkan leher d an mem¬perpanjang langkahnya seolah jarak yang ditempuh tengah dilahapnya, hari demi hari. Takeo merasa semua inderanya mulai terjaga: pendengarannya menjadi sama peka¬nya s aat ia berusia tujuh belas tahun; mata dan tangan senimannya mulai bergerak lagi dengan sendiri nya. Saat mendiktekan surat di malam hari pada Minoru, rasanya ingin sekali mengambil kuas dari tangan juru¬tulisnya itu. Kadang Takeo memang melaku¬kannya dengan cara menopang tangan kanannya yang cacat dengan tangan kiri serta menjepit kuas dengan dua jarinya ya ng ter¬sisa, dibuatnya sketsa pemandangan yang ada di benaknya selama berkuda di siang hari: sekawanan gagak beterbangan di sela-sela pepohonan cedar, barisan angsa di tebing dengan b entuk yang aneh, seekor burung tila dan bunga lonceng di bebatuan. Minoru mengumpulkan sketsa-ske tsa itu lalu mengirimnya dengan surat-surat untuk Kaede, dan Takeo teringat pada lukisan buru ng tila yang pernah ia berikan pada istrinya bertahun-tahun yang lalu di Terayama. Tangan cac atnya selama ini telah mencegahnya untuk melukis, namun belajar untuk mengatasi kendala itu telah mengasah bakat alaminya menjadi gaya lukisan yang unik dan luar biasa. Halaman 215 dari 600

Jalanan dari Inuyama menuju perbatasan terawat baik dan cukup lebar untuk tiga p enunggang kuda berjalan berdampingan. Permukaan jalan rata karena Miyoshi Kahei dan pasukannya melewati jalan ini beberapa minggu sebelumnya. Pasukan garda depan itu terdiri dari seribu oran g yang sebagian besar berkuda. Kahei juga membawa per¬sediaan pangan di atas kuda beban dan alanan dari Inuyama menuju perbatasan terawat baik dan cukup lebar untuk tiga pe nunggang kuda berjalan berdampingan. Permukaan jalan rata karena Miyoshi Kahei dan pasukannya melewati jalan ini beberapa minggu sebelumnya. Pasukan garda depan itu terdiri dari seribu oran g yang sebagian besar berkuda. Kahei juga membawa per¬sediaan pangan di atas kuda beban dan gerobak yang ditarik lembu. Sisanya akan bergerak dari Inuyama dalam beberapa mi nggu lagi. Daerah perbatasan berbukit¬bukit. Selain dari jalanan yang akan mereka lalui, punc aknya tak bisa dilewati. Menyiagakan pasukan yang begitu besar selama musim panas membutuhkan b anyak sumber daya, dan banyak pasukan pejalan kaki yang berasal dari desa-desa tempat panen tidak bisa dilakukan tanpa tenaga mereka di ladang. Takeo dan rombongannya berjumpa dengan Kahei di dataran tinggi tepat di bawah ja lur sempit. Saat itu udara masih dingin, rumput tepercik bintik putih salju terakhir, air sungai dan kolam membeku. Pos perbatasan kecil dibangun di sini, meski tidak banyak pengembara yang melakukan perjalanan dari wilayah Timur melewati jalur darat karena lebih memilih jalur laut melalui Akash i. Gugusan Awan Tinggi menjadi perbatasan alami yang selama bertahun¬tahun membuat Tiga Negara ter lindungi, terabaikan bagian negara yang lain, tidak dikuasai atau dilindungi Kaisar. Kemah yang dibangun tampak teratur dan disiapkan dengan baik: kuda-kuda berada d i barisannya, pasukan dipersenjatai lengkap serta terlatih. Dataran itu sudah diub ah dengan pagar penghalang yang didirikan dengan formasi kepala anak panah di sepanjang tepi dan gudang penyimpanan dibangun dengan cepat untuk melindungi persediaan makanan dari cuaca dan hewan. "Ada cukup tempat di ujung dataran bagi pasukan pemanah," tutur Kahei. "Tapi kit a juga memiliki cukup senjata api saat prajurit pejalan kaki datang dari Inuyama untuk mempertah ankan jalan bermilmil di belakang kita, begitu pula dengan pedesaan di sekitarnya. Kita akan mendirika n blokade. Tapi jika mereka masuk ke daerah di sekitarnya, kita akan gunakan kuda dan pedang." Ia menambahkan, "Apakah kita tahu senjata apa yang mereka miliki?" "Waktu mereka kurang dari setahun untuk mendapatkan atau menempa senjata api ser ta melatih

pasukan untuk menggunakannya," sahut Takeo. "Kita lebih unggul dalam hal itu. Ki ta juga memiliki pasukan pemanah: senjata tidak bisa diandalkan saat hujan atau angin. Aku berhar ap bisa mengirim pesan padamu. Aku akan mencari tahu sebisanya tapi aku harus kelihatan seperti mencari kedamaian; aku tidak boleh memberi alas an bagi mereka untuk menyerang. Semua persiapan ini demi mempertahankan Tiga Negara; kita tidak mengancam siapa pun di luar perbatasan wilayah kita. Kau harus tetap di dataran ini dalam posisi yang murni bertahan. Kita jangan sampai memancing Saga atau menantang Kaisar." "Rasanya aneh melihat Kaisar dengan mata kepala sendiri," komentar Kahei. "Aku i ri padamu: kami mendengar tentang Kaisar sejak kami masih kecil; beliau adalah keturunan dewa, k endati selama bertahun¬tahun aku tidak percaya kalau beliau memang benar-benar ada." "Klan Otori kabarnya adalah keluarga Kaisar," sahut Gemba. "Karena ketika Takeyo shi diberikan Jato, bayi dalam kandungan salah seorang selir Kaisar juga akan djodohkan dengannya." Gemba ter¬senyum pada Takeo. "Maka kau pun memiliki darah yang sama." *Agak tercampur setelah benahun-tahun," sahut Takeo dengan nada ringan. "Tapi mu ngkin karena beliau adalah kerabatku maka akan memandangku dengan sikap yang bersahabat. Bertahun-tahun lalu Shigeru mengatakan bahwa karena kelemahan sang K aisar sehingga orang seperti lida bisa merajalela tanpa bisa diawasi. Maka sudah menja di kewajibanku untuk memperkuat kedudukan Kaisar. Beliau adalah penguasa Delapan Pulau." Takeo melayangkan pandangan ke arah gugusan gunung yang warnanya berubah menjadi ungu tua di bawah cahaya malam. Langit tampak ber-warna putih kebiruan, dan bintang-bintang pertama mulai bermunculan. "Aku hanya tahu scdikit tentang sisanya: bagaimana pemerintahannya, apakah merek a sejahtera, apakah rakyatnya bahagia. Semua ini harus dicari tahu dan dibicarakan." Halaman 216 dari 600

"Dengan Saga Hideki-lah kau harus bicarakan semua itu," sahut Gemba. "Karena saa t ini dialah yang mengendalikan dua pertiga negara, termasuk Kaisar." Dengan Saga Hideki-lah kau harus bicarakan semua itu," sahut Gemba. "Karena saat ini dialah yang mengendalikan dua pertiga negara, termasuk Kaisar." "Tapi kita tidak akan membiarkannya mengendalikan Tiga Negara," seru Kahei. Ketidaksetujuan Takeo tidak diperlihatkan terang-terangan pada Kahei, tapi secar a pribadi, seperti biasa, ia telah memikirkan tentang negaranya dan cara terbaik untuk melindunginy a. Takeo sudah menyaksikan kehancuran dan kehilangan korban manusia akibat perang dan gempa. Ia tak ingin m enyerahkan negara yang telah makmur ini pada Zenko, tapi juga tidak ingin melihatnya terpec ah belah dan berperang lagi. Ia tidak percaya kalau Kaisar adalah dewa yang harus disembah. T api ia menyadari pentingnya kaisar sebagai simbol kesatuan, dan siap untuk tunduk pada Kaisar dem i mem¬pertahankan kedamaian dan meningkatkan kesatuan seluruh negara. Namun aku takkan menyerahkan Tiga Negara kepada Zenko. Berulang kali dirinya kem bali lagi pada keyakinan ini. Aku takkan melihatnya berkuasa menggantikan diriku. Mereka menyeberangi jalur perbatasan saat bulan menghilang, dan sebelum bulan pe nuh lagi mereka hampir tiba di Sanda, kota kecil yang berada di jalur antara Miyako dan Akashi. Selagi menuruni lembah, sekaligus memeriksa jalur pulang mereka dan tempat sepasukan kecil pasukan kemungkinan berbelok dan menghadang musuh bila diperlukan Takeo mempelajari keadaa n desadesa, sistem pertanian, kesehatan anak¬anak, kerap berkuda keluar dari jalan memasuki di strik di sekitarnya. Ia tercengang menemukan bahwa ia tak dikenal penduduk desa: reaksi mereka seolah kedatangan pa hlawan dari legenda yang mendadak muncul di tengah-tengah mereka. Di malam hari terdengar ol ehnya penyanyi buta melantunkan lagi kisah Klan Otori: peng¬khianatan atas Shigeru dan kematianny a, kejatuhan Inuyama, perang Asagawa, mundur ke Katte Jinja serta pengambilalihan kota Hagi. Ada juga nyanyian baru yang digubah tentang kirin karena hewan itu bersama putri Lord Oto ri yang cantik tengah ditunggu di Sanda. Daerah itu terbengkalai: Takeo terkejut dengan rumah-rumah yang setengah runtuh, sawah yang tidak digarap. Ia tahu dalam perjalanan, dengan bertanya pada para petani, bahwa temya ta semua wilayah itu bertempur habis-habisan melawan Saga sebelum akhirnya menyerah dua tahun lal u.

Sejak itu pasukan bersenjata dan buruh yang dibutuhkan telah melemahkan sumber d aya manusia desa-desa tersebut. "Tapi setidaknya kini sudah damai, dan kami berterima kasih pada Lord Saga," kat a salah seorang laki-laki yang lebih tua. Takeo ingin tahu berapa banyak pengorbanan yang mereka lakukan, dan masih ingin bertanya¬tanya lebih banyak lagi, tapi saat makin mendekati kota ia bergabung lagi dengan rombongannya dengan sikap yang lebih formal. Banyak dari o rang-orang itu mengikutinya, berharap melihat kirin secara langsung. Ketika tiba di Sanda, mere ka ditemani oleh sekerumunan besar orang, dan makin bertambah ketika penduduk kota ber¬hamburan kel uar untuk bertemu dengannya. Mereka melambaikan umbul-umbul serta rumbai-rumbai, menari da n menabuh genderang. Sanda merupakan kota per¬dagangan dan tidak memiliki kastil atau benten g. Masih tampak sisa-sisa kehancuran akibat perang, tapi sebagian besar toko dan rumah ya ng hangus terbakar sudah dibangun kembali. Ada beberapa rumah penginapan besar di dekat ku il; di jalan utama di depan mereka, Takeo dipertemukan dengan sekelompok kecil prajurit, memb awa panji¬panji bergambarkan puncak gunung kembar lambang Klan Saga. "Lord Otori," ujar pemimpinnya, laki-laki bertubuh besar dan gemuk yang meng¬ingat kan Takeo pada Abe, pengawal senior Lord Iida. "Namaku Okuda Tadamasa. Ini putra sulungku, Tadayoshi. Pemimpin kami yang agung dan jenderal Kaisar meng¬ucapk an selamat datang kepada Anda. Kami diutus untuk mendampingi Anda." Orang itu bicara dengan bahasa resmi dan sopan. Sebelum Takeo sempat menjawab, Tenba meringkik lantang. Di atas atap laman di penginapan muncul kirin dengan telinga yang seperti kipas, kepala bermata besar di atas leher panjang bercorak. Kerumunan orang berseru kegirangan dengan serempak. Mata dan h idung kirin Halaman 217 dari 600

tampak mencari-cari sahabatnya. Ketika melihat Tenba, wajahnya melembut seakan t ersenyum; dan bagi kerumunan itu, kirin seakan tersenyum pada Lord Otori. ampak mencari-cari sahabatnya. Ketika melihat Tenba, wajahnya melembut seakan te rsenyum; dan bagi kerumunan itu, kirin seakan tersenyum pada Lord Otori. Bahkan Okuda pun tak mampu menahan diri untuk meliriknya. Ekspresi kekaguman mel intas sesaat di wajahnya. Ototnya ber¬kerut tegang berusaha keras menahan diri, matanya terbela lak. Putranya, pemuda ber-usia kira-kira delapan tahun, terang-terangan menyeringai. "Aku berterima kasih pada Anda dan Lord Saga," sahut Takeo tenang, mengabaikan k eheranan itu seolah kirin hanyalah hewan peliharaan biasa. "Kuharap Anda bisa mem beri kehormatan dengan mengajakku dan putriku makan malam bersama." "Kurasa Lady Maruyama sudah menunggu di dalam," sahut Okuda. "Aku terima undanga n Anda dengan senang hati." Mereka semua turun dari kuda. Para pengurus kuda berlarian menghampiri untuk men gambil tali kekang. Pelayan bergegas datang ke tepi beranda membawa baskom air untuk mencuci kaki para tamu. Pemilik penginapan pun muncul, seorang tokoh penting dalam pemerintahan ko ta itu; dia berkeringat karena gugup; membungkuk rendah, kemudian bangkit, mengatur pelayan dengan banyak instruksi dan tepukan tangan, serta menggiring Takeo dan Gemba ke kamar t amu utama. Kamarnya cukup menyenangkan, meski¬pun tidak mewah. Alas lantainya masih baru dan wangi, dan pintu-pintu bagian dalam terbuka ke arah taman kecil yang berisikan rumput dan s ebongkah batu hitam yang tidak biasa, seperti miniatur puncak kembar gunung. Takeo menatapnya, seraya mendengarkan hiruk-pikuk kesibukan dalam penginapan di sekelilingnya, suara bersemangat sang pemilik penginapan. Kegiatan di dapur selagi makan malam disiapkan, ringkikan Tenba dari istal, dan terakhir suara putrinya, langkah kakinya di luar. Takeo berbalik saat pintu bergeser terb uka. "Ayah! Aku sudah tak sabar ingin bertemu ayah!" "Shigeko," sahutnya, lalu dengan penuh kasih sayang, "Lady Maruyama!" Gemba yang sedari tadi duduk di beranda sebelah dalam, kini berdiri dan menyeruk an kata yang sama. "Lady Maruyama!" "Lord Miyoshi! Aku senang bertemu Anda." "Hmm, hmm," sahutnya seraya ter¬senyum le bar dan

bersenandung riang. "Kau tampak baik." Benar, pikir Takeo, putrinya bukan hanya berada di puncak kecantikan masa mudany a, tapi juga memancarkan kekuatan dan kepercayaan diri seorang perempuan dewasa, seorang peng uasa. "Dan Ayah lihai bawaanmu tiba dengan sehat," ujar Takeo. "Aku baru kembali dari kandang kirin. Hewan itu senang bertemu dengan Tenba. Aga k mengharukan. Tapi apa Ayah baik-baik saja? Perjalanan Ayah lebih berat. Ayah tidak merasa kesakitan?" "Ayah baik-baik saja," sahutnya. "Cuaca hangat seperti ini rasa sakitnya masih b isa diatasi. Gemba adalah teman seperjalanan yang baik, dan kudamu itu luar biasa." "Tidak ada kabar dari rumah?" tanya Shigeko. "Tidak ada, tapi karena Ayah tidak menunggu kabar, maka ketenangan ini tidak mem buat Ayah cemas. Di mana Hiroshi?" tanyanya. "Dia sedang menengok keadaan kuda dan kirin," sahut Shigeko dengan tenang. "Bers ama Sakai Masaki, yang ikut bersama kami dari Maruyama." Takeo mengamati putrinya yang tidak menunjukkan emosi apa pun. Setelah beberapa saat ia bertanya, "Ada pesan dari Taku di Akashi?" Halaman 218 dari 600

Shigeko menggeleng. "Hiroshi juga tengah menunggu sesuatu, tapi tak satu pun ora ng Muto di sana mendapat kabar darinya. Mungkinkah terjadi sesuatu?" higeko menggeleng. "Hiroshi juga tengah menunggu sesuatu, tapi tak satu pun oran g Muto di sana mendapat kabar darinya. Mungkinkah terjadi sesuatu?" "Aku tidak tahu; sudah lama tidak ada kabar darinya." "Aku bertemu dengannya dan Maya di Hofu sebelum kami berangkat. Maya datang untuk melihat kirin. Dia sehat, lebih mantap, juga lebih bisa menerima anugerah bakatnya dan lebih bisa mengendalikannya." "Kau anggap kerasukan itu sebagai anugerah?" seru Takeo, terkejut. "Kelak akan begitu," sahut Gemba, lalu dia dan Shigeko saling tersenyum. "Jadi, katakan padaku para Guru Besar¬ku," ujar Takeo sinis, menyembunyikan kekesa lannya. "Mestikah aku mencemaskan Taku dan Maya?" "Karena kau tak bisa berbuat apa-apa dari sini," Gemba menjelaskan, "maka tak ad a gunanya membuang energimu dengan mengkhawatirkan mereka. Kabar buruk cepat tersebar: kau akan mendengarnya secepatnya." Takeo menyadari kearifan kalimat ini, lalu berusaha menyingkirkan masalah ini da ri benaknya. Tapi di malam-malam selanjut¬nya, selagi mereka melanjutkan perjalanan ke ibukota, ia seri ng memimpikan kedua putri kembarnya, dan di dunia lain yang berkabut itu, disadarinya kalau me reka berdua tengah menjalani semacam ujian berat yang aneh. Maya berkilau bak emas, menarik semua c ahaya dari Miki yang dalam mimpinya terlihat sehebat dan setajam sebilah pedang. Sekali dia bermimpi mereka berdua s ebagai kucing dan bayangannya: ia memanggil¬manggil, tapi meskipun menengok, keduanya bukan saja lid ak melihat dirinya tapi juga berlari menjauh dengan langkah tak ter¬dengar hingga berada di l uar jangkauan pendengaran dan perlindungannya. Takeo terbangun dengan perasaan kehilangan yang begitu menyakitkan kalau kedua putrinya itu bukan anak-anak lagi. Bahkan bayi laki¬lakiny a akhirnya akan tumbuh menjadi laki¬laki dewasa dan menantang dirinya; bahwa orangtua membesarkan anak-anak hanya untuk digantikan kedudukannya oleh mereka, bahwa harga yang hams dibayar u ntuk kehidupan adalah dengan kematian. Malam terasa lebih pendek, dan saat matahari makin bersinar cerah, Takeo kembali dari dunia mimpi, mengumpulkan kembali tekad dan kekuatannya untuk melakukan tugas yang ada di had apannya,

membingungkan lawan-lawannya dan me¬menangkan keberpihakan mereka, memper¬tahankan negara serta Klan Otori, di atas segalanya, mencegah tejadinya perang.* Perjalanan berlanjut tanpa insiden. Ini adalah waktu yang paling tepat untuk mel akukan perjalanan. Siang kian panjang seiring makin dekatnya waktu ketika matahari berada pada jara k terjauh dari garis khatulistiwa. Okuda nampak terkesan pada kirin, pada kuda Maruyama, dan pada Shige ko yang memilih untuk berkuda di sisi ayahnya; laki-laki itu banyak bertanya pada Takeo tentang Tiga Negara, perdagangan, administrasi, dan kapal. Jawaban jujur Takeo membuat mata¬nya makin t erbelalak. Kabar tentang kedatangan kirin sudah sampai mendahului mereka, dan sewaktu mende kati ibukota, kerumunan orang semakin banyak saat penduduk kota berhamburan keluar untuk menya mbut. Mereka membuat hari itu sebagai hari libun mereka mengajak istri dan anak dengan mengenakan pakaian berwarna cerah, menggetar tikar dan mendirikan payung penahan sinar mata hari warna merah tua serta tenda putih, makan dan minum dengan gembira. Takeo merasakan semua kemeria han ini sebagai pemberkatan atas per¬jalanannya, menyingkirkan pertanda buruk dari eksekusi di Inu yama. Halaman 219 dari 600

Kesan ini di¬perkuat dengan Lord Kono yang mengirim undangan untuk mengunjunginya pada malam pertama di ibukota. esan ini di¬perkuat dengan Lord Kono yang mengirim undangan untuk mengunjunginya p ada malam pertama di ibukota. Kota itu dikelilingi tebing; danau besar di bagian utara menyediakan kota itu de ngan air dan ikan. Dua sungai yang mengaliri kota dihubungkan dengan beberapa jembatan yang indah. Kota itu dibangun seperti kota kuno di Shin: berbentuk persegi dengan jalan lebar terbentang dari utara sampai ke selatan, dengan jalanan yang lebih kecil bersaling¬silang. Istana kekaisaran terle tak di ujung jalanan utama, di sebelah biara agung. Takeo serta rombongannya menginap di kediaman yang tidak jauh dari tempat Kono. Sebuah kandang dibangun dengan tergesa¬gesa untuk kirin. Takeo berpakaian dengan ekstra h ati-hati untuk menghadiri pertemuan itu, lalu menaiki salah satu tandu mewah ber¬pernis yang dian gkut dengan kapal laut dari Hagi menuju Akashi. Hadiah-hadiah untuk Kono dibawa oleh sebaris an pelayan: produk Tiga Negara yang menjadi bukti kesejahteran dan pemerintahan yang baik, apa saja yang dinikmati atau dikagumi Kono selama di wilayah Barat salah satu hasil pengintaian Taku. "Lord Otori telah tiba di ibukota saat matahari mendekati titik puncaknya," seru Kono. "Waktu yang amat menguntungkan. Aku berharap dengan amat sangat atas ke¬berhasilan Anda." Ini orang yang membawa kabar bahwa pemerintahanku ilegal dan Kaisar memintaku ag ar turun takhta serta mengasingkan diri, Takeo memperingatkan dirinya. Aku tidak boleh te rbuai pada sanjungannya. Takeo tersenyum dan berterima kasih pada Kono, lalu berkaia, "Semu a ini ada di tangan Surga. Aku akan tunduk pada kehendak Yang Mulia Kaisar." "Lord Saga ingin sekali bertemu Anda. Apakah besok tidak terlalu cepat? Beliau i ngin menyelesaikan beberapa masalah se¬belum musim hujan mulai." "Tentu saja." Takto bisa melihat tidak ada gunanya menunda. Hujan pasti akan men ahan dirinya di ibukota sampai bulan ketujuh: tiba-tiba dilihat dirinya sendiri kalah dalam pertandingan itu. Lantas apa yang harus ia lakukan? Bersembunyi di kota ya ng lembap dan menjemukan ini sampai dirinya bisa menyelinap pulang dan mengatur pengasingan di rinya sendiri? Atau mencabut nyawanya sendiri, meninggalkan Shigeko sendirian di tangan Saga, d i bawah kekuasaannya? Apakah ia memang tengah mempertaruhlan Tiga Negara, dirinya dan pu trinya, dalam

" Halaman 220 dari 600 ." "Kau berlebihan menyanjungku. Tak diragukan lagi dia pasti berpikir kalau tak lama lagi aku ada waktu luang ya ng banyak. "Sebagian di antaranya adalah milik ayahku." sahut Takeo." sahut Takeo. meski aku tak sempat melakukannya." tutur Kono ketika salah satu pen¬damp ingnya membuka bungkusan sutra yang berisi benda-benda berharga. Beberapa sket sa yang kubuat selama perjalanan sudah kukirim pada istriku.sebuah pertandingan? Takeo tak menunjukkan sedikit pun kekhawatirannya." "Aku sama sekali tidak berbakat. renung Takeo.. dan tak bisa menahan diri untuk tersenyum juga pada ironinya keadaan diri nya. "Aku tidak membawanya. Dan Lord Saga pasti gembira kalau bisa menerima satu juga. tapi justru menghabiskan sisa malam itu dengan mengagumi koleksi Kono dan membicarakan tentang lukisan dengan orang ters ebut. Tapi kita tidak perlu mengingat masa-masa yang tidak menyenangkan itu . Aku minta maaf. "Aku memberanikan diri untuk meminta Anda memberikan salah satu karya Anda.. "Tapi melukis memberi kenikmatan besar bagiku." Kono tersenyum dan mengerutkan bibirnya dengan sengaja. "Tentu saja sebagian besar kol eksnya sudah hilang.. Aku pernah mendengar kalau Lord Otori sendiri adalah seniman yang berbakat.

Beliau sangat mengagumi semua bentuk seni. berarti semakin besar bakatnya. meski Takeo menduga ada alasan lain: kesadaran pemuda itu akan . Kalian pasti memiliki perajin paling tera mpil. dan Gemba ke kediaman jenderal itu. Shigeko. Lord Saga memberi banyak komisi. itu justru lebih mengesankan dan lebih ber¬harga." Menyesal aku tidak bisa membujuk Anda. semakin jarang seniman memamerkan karyanya. Beliau sedang membangun kastil b aru kelak akan ditunjukkannya pada Anda." sahut Takeo. Takeo agak memiringkan kepa la." "Menurutku. "Kami mendapat keuntungan hidup selama bertahun-tahun dalam kedamaian. itu justru lebih mengesankan dan lebih ber¬harga. ayah dan anak. serta ksatria la in dari kediaman Saga. Untuk sementara. untuk menjemput Takeo." seru Kono dengan hangat." seru Kono dengan hangat." Takeo menaikkan alisnya dan melihat sekilas ke wajah Kono. Sewakt u mereka turun dari tandu di taman sebuah kediaman yang besar serta megah. Kono bergumam. serta seniman yang paling berbakat. berdalih t ak ingin meninggalkan kirin tidak terjaga."Menyesal aku tidak bisa membujuk Anda. Banyak yang pergi dari ibukota dan baru sekarang¬sekarang ini mulai k embali. "Menurut penga lamanku. aku yakin tak satu pun yang kami miliki di Tiga Negara bisa dibandingkan dengan kemegahan ibukota." Minoru juga menemani mereka dengan membawa gulungan berisi silsilah keluarga dar i semua yang datang dan daftar hadiah untuk Lord Saga. "Menurut pengal amanku." gumam Kono." Kemudian dia melanjutkan dengan halus. tapi tidak dilihat ad anya sindiran di sana. berarti semakin besar bakatnya. beliau khawatir Anda meras a kalau kediamannya ini terlalu sederhana tidak sebanding dengan yang biasa Anda lihat di Hagi. "Lord Saga amat menantikan bertemu dengan lawannya. orang-orang seperti itu mencari lingkungan yang tenang agar bisa men ghasilkan karya seni mereka. Sepe rti harta terpendam. Sepe rti harta terpendam. "Lord Saga memintaku untuk menyampaikan per¬mintaan maafnya. semakin jarang seniman memamerkan karyanya. "Putri Anda tentunya merupakan harta Lord Otori yang paling berharga. *** Lord Kono datang keesokan harinya bersama Okuda. Hiroshi memohon undur diri. "Kendati demikian. Dia akan menemani Anda besok?" Kedengarannya hanya sebagian dari sebuah pertanyaan.

Mereka duduk tanpa bicara. naga dan harimau saling meng¬geram. membimbing mereka berjalan menelusuri beranda yang lebar dan melewati banyak ruangan yang masing-masing dihiasi lukisan yang cemerlang. Dua ekor singa mistis berjalan di sepanjang dinding. memenuhi dirinya dengan r asa percaya diri Halaman 221 dari 600 . mengenakan pakaian formal ketimbang baju zirah yang dia pakai sebelumnya. juga rasa enggan bertemu laki-laki yang mungkin akan d inikahi Shigeko. Dilayangkannya pikirannya ke biara Terayama. Tak s eorang pun bisa dengan mudah bertemu seorang penguasa. Namun dirasakannya semua lukisan itu dibuat untuk memamerkan kekua tan dari penguasa: semuanya berbicara tentang kemenangan. Bahkan ada juga sepasang burung houou sedang mematuk daun bambu. Okuda. warna-warna ce rah berlatar berwarna emas. Takeo menenangkan diri sambil memandang l ukisan burung houou. sementara dia pergi be rsama Kono. sah abat karibnya yang mengabdikan diri pada Ajaran Houou. dan dirasakannya energi dalam ruangan itu semakin menguat. Takeo telah menduga ini: ia pun kerap menggunakan tipu muslihat yang sama. ia merasakan kekuatan spiritual sahabat nya itu dalam diri kedua pendampingnya yang ada di dekatnya. namun melukisnya dari legenda. Takeo tak tahan untuk tidak mengagumi ketegasan desain dan kemahi ran pembuatannya. Ia yakin si seniman belum pernah melihat burung itu. el ang menatap dengan berlagak penting dari tempat yang memungkinkan pandangan luas dan jelas d i puncak tebing kembar. Ada lukisan burung merak berjalan dengan angkuh di bawah lebatnya pepohonan pinu s. Di ruangan terakhir inilah Okuda meminta mereka menunggu. ke hutan s uci pepohonan pawlonia di mana burung houou tengah menetas. Di benaknya ia melihat Makoto. tujuannya adalah untuk mendomin asi. Gemba dan Shigeko.kurangnya status dirinya.

Orang itulah yang akan mendampingi mereka ke ruang pertemuan. di sana ia dengar pengkhianatan para paman Shige ru. menerim a daftar hadiah yang disiapkan Minoru serta mengawasi para jurutulis yang mencatat acara yang akan ber¬langsung. seberapa banyak ya ng Zenko tahu? Beberapa saat kemudian Okuda datang bersama seorang laki-laki yang diperkenal¬kannya sebagai kepala pelayan dan pengur us administrasi Lord Saga. Gemba mengikutinya. Dia membungkuk sampai ke lantai di hadapan Takeo dan berbicara denga n sopan santun yang luar biasa. Dipasang telinganya seperti yang pernah dilakukanya di kastil Hagi ketika dipaksa menunggu dengan cara yang sama. menggeser layar kasa agar terbuka dan menyembah hin gga kepalanya menyentuh lantai. t api mereka hanya membicarakan hal¬hal yang biasa-biasa saja. lalu teringat kehilangan tragis yang dialami Saga. baru lah gadis itu . memusatkan perhatiannya pada laki-laki yang akan ditemuinya. dan menduga semua itu peliharaan Lady Saga. ang mantap. Apa lagi yang telah diu ngkap Zenko kepadanya? Takeo mengenang masa lalunya yang hanya diketahui oleh Tribe. t api mereka hanya membicarakan hal¬hal yang biasa-biasa saja. Jalan lebar mengkilap membawa mereka melewati taman kecil yang indah menuju ke b angunan lainnya yang jauh lebih besar dan lebih indah. Takeo bisa mendengar burung-bur ung di sangkar berkicau di suatu tempat di kediaman ini. Sesaat ia merasakan ketakutan akan istrinya yang begitu jauh: bagaimana ia bisa bertahan bila istrinya tiada? Bisakah ia hidup tanpa istrinya? Menikah lagi demi alasan negara? Teringat lagi nasihat Gemba. Takeo melangkah masuk dan membungkuk. Kini ia dengar Kono berbicara pelan pada seorang laki-laki yang diduganya adalah Saga. dan gemericik air di kolam dan tangki air memberi perasaan dingin. Cuaca hari itu terasa semakin han gat. Kini ia dengar Kono berbicara pelan pada seorang laki-laki yang diduganya adalah Saga. disingkir¬kannya pikiran itu jauh-jauh. Hanya ketika Takeo dan Gemba diminta duduk tegak. di sana ia dengar pengkhianatan para paman Shige ru.yang mantap. Dipasang telinganya seperti yang pernah dilakukanya di kastil Hagi k etika dipaksa menunggu dengan cara yang sama. Kono sudah diperingatkan tentang pen¬dengaranku. tapi Shigeko menunggu di ambang pintu. pikirnya. Kepala pelayan itu berlutut.

tempat Gemba duduk dengan sikap rileks. Dan tiba¬tiba dilihatnya kalau Saga takkan bisa di¬kalahkan den gan kekuatan. Saga Hideki duduk di ujung ruangan. gerakannya pun luwes. dengan huru f konsonan diucapkan cepat. kurang terampil memanah. dengan tubuh g emuk laki-laki separuh baya. seolah tak ada yang boleh m enyaingi kuatnya kehadiran orang itu.masuk dengan gerakan anggun dan menyembah di sebelah ayahnya. Memiliki bahu bidang dan berotot ciri khas pemanah . yang pernah Takeo dengar tapi belum pernah dilihatnya. tak perlu hias an. Disesalinya kekurangan dirinya. dekorasi ruangan ini yang paling sederhana. Dibandingkan dengan ruang an lainnya. Mungkin kejam. Semula Takeo mengira Saga adalah orang yang brutal serta gegabah. Shin. tapi justru dengan kelembutan. pikir Takeo. Lukisan yang bers ifat pamer hanya menjadi pembungkus berhias: di sini hanya pedang yang dipamerkan. Mungkin itu lukisan bernama Genta Malam Hari dari Biara di Kejauhan yang termahsyur. hanya baja tajam nan mematikan itu. tapi tid ak gegabah dia laki-laki yang mengendalikan pikiran sama ketatnya dengan mengendalian tubuhnya. Suaranya kasar. Namun orang itu memiliki keluwesan yang tidak sesuai dengan usiany a: duduk dengan nyaman. dan kemudian mendengar setiap senandung pelan dari sisi kirinya. Halaman 222 dari 600 . Ruang kecil di sebelahnya terdapat lukisan d engan gaya daerah daratan utama. dan tampak lebih bidang karena sayap lebar dari jubah resminya. Shigeko tetap membungkuk dalam-dalam sementara kedua orang itu saling menatap. mendekati empat puluh tahun. U sia Saga pasti beberapa tahun lebih tua dari Takeo. kini ia mengubah pendapatnya. Tak diragukan lagi kalau ia meng¬hadapi lawan yang menakjubkan. Ternyata efeknya luar biasa. huruf hidup diperpendek: ini pertama kalinya Takeo mendengar ak sen daerah timur laut.

bentuk matanya panjan g dan agak seperti bertudung. Lady Maruyama. wangi serta kuat. begitu dekat dengan kepalanya. Wajahnya lebar serta bergaris tegas. Juga dibuat dengan lima hitam." Takeo bangkit lalu berdiri di sampingnya. "Ketiganya mampu menahan kerasnya musim dingin. Janggut dan kumisnya agak panjang." Dia memberi . kembali ke tempat duduknya. sementara yang me¬ngejutkan bentuk telinganya begitu halus. begitu dekat dengan kepalanya. Dia bilang Anda pasti mengenalnya." "Tiga kawan baik. Kemari dan lihatlah. benar?" "Ha! Kono menyarankan aku meng¬gantungnya. "Bagaimana pendapat A nda?" "Lord Saga?" Saga memberi isyarat ke arah ruangan kecil di sampingnya. dilukis dengan tenang serta menggugah.tempat kelahiran Saga. Wajahnya lebar serta bergaris tegas." "Luar biasa. keduanya agak beruban meski rambutnya tidak beruban. walau tubuh Saga jauh lebih besar. berkedip memerhatikan tubu hnya. Tinggi mereka hampir sama. berhenti sebentar saat melihat tangan kanan bersarung tangan hitam. Pandangan mata Saga pun tak kalahnya mengamati Takeo." sahut Takeo dengan kekaguman yang tulus. "Suatu maha ka rya." ujar Saga." sahut Saga. Karya Yu-Chien. "Aku melihat kombinasi itu di sini. "Tentu saja lukisan it u. sementara yang me¬ngejutkan bentuk telinganya begitu halus. empat kelahiran Saga. Janggut dan kumisnya agak panjang. ham pir tanpa bagian bulat menonjol di bagian bawahnya. plum dan pinus." Shigeko berdiri lalu berjalan perlahan ke sisi ayahnya. "Memang. dan bahwa lukisan ini lebih menarik perhatian Anda ketimbang benda¬benda modern milikku. Lukisan itu menggambarkan pemandangan taman yang dipenuhi bambu. "luwes. Kemudian ban gsawan itu mencondongkan badan lalu berkata dengan kasar namun ramah. mari berg abung bersama kami. bentuk matanya panja ng dan agak seperti bertudung." ujar Shigeko dengan suara pelan . keduanya agak beruban meski rambutnya tidak beruban. ham pir tanpa bagian bulat menonjol di bagian bawahnya. Bag aimana dengan yang satu itu?" Saga berdiri lalu berjalan ke dinding sebelah timur. "Ini juga sangat bagus.

"Lebih baik dibiarkan ditempatnya . Kelihatannya dia ingin bicara langsung pada gadis itu. yang mengajariku di bidang ini sebelum kematiannya. "Bahkan tanaman beracun pun bisa diambil manfaatnya. Bila petani bahagia." ujar Takeo setuju. sedang Lord Miyoshi ada lah pinusnya. maka negara akan menjadi kaya dan stabil." "Bambu akan selalu tumbuh. "Dari riwayat Anda. dalam ilmu ketabiban. misalnya. "Apakah filsafat ini menjelaskan alasan Anda tidak menghadapi Arai?" Takeo menjawab. Lord Shigeru." Gemba membungkuk hormat atas pujian ini. Aku ter lalu Halaman 223 dari 600 . kurasa juga begitu. Tapi bambu sangat sulit dibasmi bila tum buh di tempat yang salah. namun kemudian me mbatalkannya dan kembali berbicara pada Takeo." "Kudengar Anda tertarik dengan per¬tanian.isyarat agar mereka men¬dekat. aku tidak punya banyak waktu untuk bertani beberapa tahun ini. per¬hitung an sekaligus hasrat. Matanya menatap ke arah Shigeko dengan ekspresi ingin tahu." sahut T akeo seraya tersenyum." "Ha!" Saga mengeluarkan tawa kemenangan. "Lady Maruyama adalah plum. "Kurasa aku bagian yang luwes." "Baiklah." "Ayahku. dan mengambil manfaat dari kegunaannya yang banyak serta bervariasi.

" tutur Takeo. keistimewaan Tiga Negara dibandingkan yang ada di ibukota. "Dan aku harus menemui juara-juara Anda. Sake juga dihidangkan. masing-masing menawarkan pengalaman luar biasa bagi mata yang mema ndang sena lidah yang mengecap-nya. aku bersiap tunduk pada Anda sebagai jenderal Kaisar harus dengan per syaratan yang melindungi negara dan pewarisku. dan ke berpihakan Kaisar memang. dan menguasai Tiga Negara secara sah menurut hukum." Takeo agak memiringkan kepala." ujar Saga. Aku tak mengatakan semua ini untuk membual. "Aku ingin sekali melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. Kita akan l ihat lapangan tempat pertandingan kita. tapi Takeo hanya minum sedikit. Mereka hanya me mbicarakan lukisan. tapi untuk mengatakan bahwa sementara aku mencari dukungan Anda. "Memang benar. me ng¬ungkapkan lagi kekaguman bersemangatnya pada kirin." Mengimbangi kesederhanaan ruangan itu. Tapi akibat¬nya kami kekurangan persediaan makanan di musim dingin ini. "Aku pemimpin sah Klan Otori." "Kini banyak dari daerah di negara kami yang mempraktikkan sistem panen ganda. kami memiliki banyak persediaan beras." Digandengnya Takeo selagi berjalan kembali ke pintu masuk ut ama dan berkata dengan sikap penuh rahasia. Sekarang mari makan dan minum. begitu pula kacang kedelai . gandum dan wijen. Okuda mengatakan bahwa Tiga Negara menghasilkan beras lebih banyak d ari yang bisa dikonsumsi. yang sudah lebih mabuk ketimbang yang lainnya. Tapi akibat¬nya kami kekurangan persediaan makanan d i musim dingin ini. makanannya pun lezat: hidangan musiman ib ukota yang tertata rapi. Lord Miyosh . arsitektur. yaitu puisi. Di pengujung santap siang. serta terhindar dar i kekeringan dan kelaparan.disibukkan dengan peperangan. Kekuasaanku adil dan direstui Surga. Kami diberkahi panen yang baik selama bertahun-tahun." "Anda telah menghasilkan permata. mengingat perundingan bisa berlangsung hingga malam. Siang ini cuaca cerah." isibukkan dengan peperangan. Okuda mengatakan bahwa Tiga Negara menghasilkan beras lebih banyak d ari yang bisa dikonsumsi. dan kelih atan tanpa berpikir panjang berdiri." "Kita akan bicarakan itu nanti. Okuda. Tak heran begitu banyak orang yang mengincar¬nya dengan tamak. "Mari kita ke sana sekarang. dan perbincangan berlangsung dengan suasana riang. Okuda dan Kono bergabung dengan merek a untuk santap siang.

"Bawakan busur dan anak panahku. "Justru ini jauh dari formalitas. A ku ingin memperlihatkannya pada lawanku. Penandingan ini hanya formalitas b agi Anda? Aku mengerti alasannya: menyelamatkan mukamu." "Yang kedua adalah Sugita Hiroshi. Put riku. Taruhan¬nya tidak bisa le bih tinggi lagi." Orang itu menatap Takeo dengan tajam. Seorang pengawal mengiku ti dengan membawa tabung panah berisi serangkaian anak panah. dan beberapa ksatriamu yang lain." Cengkeraman tangan Saga mengencang ketika berhenti." Saga tenawa kecil sewaktu melepaskan tangan Takeo dan berjalan m enyusuri beranda. Lady Maruyama yang cantik melawan bangsawan pali ng berkuasa di Delapan Pulau. Okuda. "Selama ini Anda memang berniat untuk tunduk. tapi aku mengira itu h anya lelucon. Halaman 224 dari 600 ." "Aku tidak ingin menyesatkan anggapan Anda." sahut Takeo. berseru dengan suara lantang. diputarnya tubuh Takeo agar bisa menatap langsung wajahnya. begitu pula dengan putriku." Mereka menunggu di bawah tepi atap yang melengkung sementara Okuda pergi ke temp at penyimpanan senjata. Kendati demikian. keraguan berkecamuk dalam dirinya. dan memelankan suaranya. bangsawan itu tert awa lagi. Ke mana kepercaya annya pada Guru Besar Ajaran Houou membimbing dirinya? Takut kalau Saga akan menganggap pen g gantian dirinya dengan Shigeko sebagai penghinaan dan penolakan untuk berunding. Aku menganggapnya sangat serius. kurasa." Tapi bahkan sewaktu bicara. Lalu tertawa dengan kasar. "Memang itu yang dilaporkan Lord Kono. Sedangkan yang ketiga Anda sudah bertemu. Lady Maruyama. Orang itu kembali dengan membawa busur yang besamya lebih d ari serentangan lengan dan dilapisi pernis merah dan hitam. setelah beberapa saat diam karena terkejut. "Akan menjadi pertunjukan yang indah.i pasti salah satunya.

anak panah itu terbuat dari kayu pawlonia dengan ujung nak panahnya tidak kalah mengesankan. anak panah itu terbuat dari kayu pawlonia dengan ujung tumpul. Saga mengambil satu anak panah dari dalam tabung lalu mengacungkannya untuk diperlihatkan kepad a mereka. "Kuharap Lord Otori tidak tersinggung. Anjing-anjing sangat bersemangat mengikutinya. bukan begitu?" Takeo mengangguk patuh. Anda mengirim kapal ke Shin dan Tenjiku. berbulu putih." ujarnya." sahut Shigeko. diikat dengan tali berlapis pernis emas. "Kita harus ingat untuk membicarakan tentang per¬daganga n. seraya mengembalikan busur dan mengena¬ka n sandalnya di anak tangga. tanpa kenyamanan. Mereka ber¬gegas berdiri lalu membungkuk hormat sementara majikan mereka menaiki tandu. mengulur dan meregangkan dengan satu gerakan yang seperti tanpa tenaga." sahut Takeo. "Dan Anda telah kedatangan orang-orang barbar dari selatan? Mereka amat menarik bagi kami. yang sadar sepenuhnya dengan lambang bangau Otori di bagian belakang juba hnya." "Kami membawa hadiah-hadiah dari Tenjiku. "Kurasa busur ini hampir sama tingginya dengan Lady Maruyama. S aga mengambil satu anak panah dari dalam tabung lalu mengacungkannya untuk diperlihatkan kepad a mereka. kami tidak berburu anjing di wilayah Barat. Tentu s aja kami tidak membidik untuk membunuhnya. hebat!" Para pemanggul tandu beristirahat di bawah tenda di luar gerbang." Diserahkannya kembali anak panah itu pada pengawalnya lalu mengambil busur dari tangan Okuda. sambil mengelus bulu-bulu itu dengan lembut lal u melirik ke arah Takeo. diikat dengan tali berlapis pernis emas.Anak panahnya tidak kalah mengesankan. "Hebat. Kau harus menyatakan bagian yang hendak kau bidik. menu ." ujar Saga. "Bulu burung bangau." lanjutnya dengan karakternya yang sigap dan cepat. Itu akan menjadi buruan yang lebih layak!" "Bicara tentang harimau. bulu bangau menghasilkan bidik an yang terbaik. "Pemahkah Anda turut dalam perburuan anjing?" "Tidak. Silla. Menurutku. A ku ingin memburu singa atau harimau. Shin serta Kepulauan Selatan un tuk Lord Saga dan Yang Mulia Kaisar. "Itu olahraga yang hebat.

" "Hewan ini justru sangat lembut." Halaman 225 dari 600 . tempat kuda¬kuda Maruyama menghentak kaki serta meng ibaskan kepala. "Tadi aku menunggang Tenba. "Pasti sangat kuat dan cepat. Semua orang menatap dengan pandangan gembira." serunya.ju penginapan yang dijadikan tempat tinggal Otori. Lord Saga satu-satunya orang di kelompok itu yang belum pernah melihat makhluk m enakjubkan itu. Di sekeliling gerbang. telah berkumpul sekerumunan orang yang berusaha melihat kirin: anak-anak memanja t pohon. Kemudian pemuda itu membungkuk hormat sebisa mungkin sambil mengendalikan kuda. Bahkan Saga. "Lady Maruyama. di kandang beratap tiang bambu di satu sisi dengan atap ilalang. dan seorang pemuda yang penuh inisiatif meng¬gunakan tangga. "Hewan ini jauh lebih tinggi dari yang kukira. Mereka tidak kecewa. Takeo perhatikan saat Hiroshi melihat sekilas ke arah Saga lalu wajahnya pucat." seru Hiroshi. Panji-panji bergambar bangau ber kibar di atas gerbang dan di sepanjang jalan. berdirilah kirin." sahut Shigeko seraya mendekati kirin. Saat itu Hiroshi datang dari istal menuntun Tenba yang tengah melompat dan berjingkrak di ujung tali kekangny a. "Aku tak menduga Anda kembali begitu cepat. dengan pengendalian diri yang nyaris sempuma. dan berkata dengan c anggung. tak kuasa menahan tatapan penuh takjub di wajahnya. Di depan istal ini." Sesa at keadaan sunyi senyap. Bangunan utamanya terletak di sebelah barat daer ah berundak: sebelah timur dibangun istal.

" Sewaktu Hiroshi menuntun kirin keluar dengan tali sutra merah di tangan. Aku ingin melihatnya lebih dekat. rin mulai melangkah dengan gembira ketika melihat tiga makhluk yang p aling disayanginya." Seolah sekonyong-konyong tersadar dengan kesunyian yang merasa sakit hati atas k ata-katanya terse-but. serta memper sembahkan dua kuda betina dan tiga kuda jantan hitam kepada Lord Saga. memalingkan tatapan penuh kekagu man Shigeko. Takeo menam¬bahkan. Lord Sugita Hir oshi." "Kami membawa banyak kuda dari Maruyama sebagai hadiah. "Ku da-kuda itu dibiakkan serta dibesarkan Lady Maruyama dan pengawal seniornya. tuan. Tangannya menggapai dan mengelus kulit bercorak coklat muda ke¬kuningan itu." ujar Hiroshi." Kirin menjulurkan lehernya yang panjang ke arah Shigeko dan dengan lembut mengus ap pipi gadis itu dengan hidung. "Lebi h halus dari kulit perempuan!" serunya.Kirin mulai melangkah dengan gembira ketika melihat tiga makhluk yang paling dis ayanginya. "Hanya setelah hewan ini mati karena usia tua. "Keluarkan kirin itu. tapi Takeo menduga ada nada iri dan dengki di dalamnya. "Kirin merindukannya . "Aku akan mengembalikan Tenba bersama kirin. "Bayangkan kalau kulit ini dihamparkan di lantai atau di tempat tidur." komentar Saga sewaktu Hiroshi mengikat Tenba pada tali yang diregangkan dari masing-masing sisi sudut dalam kandang." Saga mengangguk ke arah Hiroshi dengan sikap asal-asalan: perhatiannya tersita h abis pada kirin. mereka ke mbali ke kediaman Saga. "Bersemangat. Dan lumay an tinggi." ujar Takeo padanya. sewa jarnya. Setelah menginspeksi kuda-kuda lebih jauh lagi." ujar Saga. Bukan ke ruangan sederhana sebelumnya. tempat lukisan seekor naga terbang melintasi dinding dan seekor ha . "Ini Sugita. "Kuda ini sangat tampan. rona merah kembali merayapi leher dan pipinya. kau adalah kesayangannya. Belum pernah ada makhluk seperti ini di ibukota. "Kulihat. Kaisar akan ter¬pesona dengan hadiah And a. tapi ke aula pertemuan yan g didekorasi dengan megah. "Kuucapkan selamat pada Anda." "Tentu." sahut Hoiroshi dengan membungkuk hormat lagi. dia meminta maaf. Setelah berpisah kirin justru kelihatan semakin terikat dengannya!" Saga bicara seolah Hiroshi adalah pengurus kuda." Kata-kata tadi diucapkan dengan murah hati. Lord Otori.

satu demi satu. "Dan sekarang kita bicara tentang hasil¬nya. Anda memerintah¬kan Arai Zenko tunduk pada kami. apa syarat Anda. kami akan Halaman 226 dari 600 . Permainan itu merupakan permain an keterampilan. melainkan di kursi ukiran. peraturan penandingan. bukan pembantaian: anjing yang terluka parah atau mati dianggap tidak sah. satu tali di dalam tali yang satunya lagi . h ari-hari jamuan dan ritual. Lebih banyak pengawalnya yang menghadiri pertemuan tersebut. Sebagai imbalannya. Anjin g dipilih berbulu putih agar jika berdarah bisa segera terlihat. Di setiap babak enam anjing akan dilepas. arak¬arakan Kaisar. "Jika Lady Maruyama m enang. Di sini Saga tidak duduk di lantai. Si pemanah berderap di sekeliling lingkaran di tengah: nilai diberikan pada bagian tubuh anjing yang dibidik. Anda mendukun g kami dan pewaris kami. Lord Otori?" "Kaisar mengakui aku dan istriku sebagai penguasa sah Tiga Negara. Dua lingkaran tali dipasang di atas tanah. apakah ada ketentuan ukuran busur atau anak panah. Tidak biasa seorang perempuan duduk di t engah¬tengah laki-laki dalam acara seperti ini dan turut berbicara tentang kebijakan. namun silsilah Klan M aruyama lebih tua ketimbang Klan Saga dan klan wilayah Timur lainnya sama tuanya dengan keluarga kekaisaran yang merupakan keturunan Dewi Matahari. Takeo m erasa kalau mereka cenderung tersinggung dengan pelanggaran adat semacam ini. Pertama-tama mereka membicarakan tentang upacara dalam acara perburuan anjing.rimau berkeliaran mencari mangsa. Saga menjawab de ngan cepat. m irip Kaisar. Takeo menyadari keinginta huan mereka pada dirinya dan terutama pada Shigeko. dan dibumbui dengan kelakar sehingga membuat para pengawalnya tersenyum." ujarnya sopan. Shigeko menanyakan satu atau dua penanyaan teknis: lebar arena.

kurasa anakku jumlahnya sepuluh atau dua belas. bahwa putra An da harus dikirim padaku sebagai tawanan. kami akan menyediakan makanan." "Terlepas dari hal terakhir ini yang ingin kubicarakan dengan Anda lebih jauh la gi." "Aku turut berduka atas meninggalnya istri Anda. Kedamaian dan kesejahteraan Tiga Negara bergantung pada sistem peme rintahan kami. kepuasan dan kesenangan yang mereka rasakan atas penghinaan terhadap dirinya. Dia tidak merasa terganggu dengan satu pun syaratku karena memang dia tidak mera sa dirugikan.bersumpah setia pada Anda dan Kaisar. lari dari ibukota bak penjahat dan bersiap. dan bahwa putri Anda harus menikah denganku. Kurasa pernikahan ant ara keluarga kita bisa sangat menguntungkan kedua belah pihak. tenaga manusia sera kuda untuk kampanye militer Anda berikutnya. dan menyerahkan Tiga Negara pad a Arai Zenko yang telah ber¬sumpah setia padaku dan juga pewaris sah ayahnya Arai Daiichi. demi kesatuan dan ke¬damaian Delapan Pulau." Saga melanjutkan bicaranya. "Bahwa Anda segera mundur dari kehidupan publik. demi kesatuan dan ke¬damaian Delapan Pulau. untuk berperang. ka mi akan menyediakan makanan. dan kemarahan Takeo mulai melua p. "Dan apa syarat Lord Saga?" tanyanya. Mengapa aku ke sini? Lebih baik mati dalam perang ketimbang tunduk pada ial ini. tenaga manusia sera rsumpah setia pada Anda dan Kaisar." Kata-kata maupun nada suaranya seperti menghina. Sungguh keterlaluan kalau ia mesti menyerahkan putri tercintanya pada laki-laki kejam yang sudah ." sahut Saga. tersenyum dengan penuh percaya diri. bahw a Anda boleh mencabut nyawa Anda sendiri atau mengasingkan diri ke Pulau Sado. "Mendiang istriku orang yang baik: dia memberiku empat anak yang sehat serta mer awat anakku yang lain." sahut Takeo. jika ia dan teman¬temannya hidup berhasil s ampai di perbatasan." Semua rasa sakit hati yang pernah ia rasakan ketika Kaede diculik kembali menyap u dirinya. "Kurasa Lady Maruyama pasti bis a menjadi istri yang baik bagiku. sadar kalau tidak ada pilihan lain: setuju dengan usulan Saga at au menolaknya. serta membuka pelabuhan kami bagi k alian untuk perdagangan. Dilihatnya ekspresi semua orang. dan aku minta Anda pertimbangkan tawaranku. semuanya aku terima dengan baik. renung Takeo. Takeo duduk tanpa bergerak. dan ini tidak boleh diubah. "Menang atau kalah.

Putriku masih sangat mud a. Shigeko duduk dengan tatapan tertunduk." Untuk pertama kalinya Shigeko angkat bicara. jika aku diperbolehkan bicara. yang takkan memperlakukan putrinya sebagai p enguasa atas haknya sendiri. tapi bi la peran istrimu sama besarnya dengan dirimu dalam pemerintahan. dia boleh pulang untuk membicarakan hal ini dengan ibunya.tua ini." Halaman 227 dari 600 ." "Semula aku ingin membiarkan istrimu hidup. "Kehormatan ini terlalu besar bagi kami. Tawaran itu telah diucapkan di depan orang banyak: bila ia tolak secara langsung itu berarti menghina. tapi aku berterima kasih pada Anda dari lubuk hatiku. Aku ingin bicarakan ini dengan istr iku Lord Saga mungkin belum tahu kalau istriku turut menjalankan pemerintahan Tiga Negara bers amaku aku yakin. yang hanya ingin memiliki putrinya belaka. karena baru saja melahirkan." sahut Saga dengan kesal. laki-laki yang sudah memiliki beberapa selir. Takeo berkata. istriku akan sangat gembira dengan penyatuan antara k ita. kehormatan dan manfaat politis dari pernikahan ini besar sekali. "Andaikata Lady Maruyama menang. maka dia juga harus diperlakukan sama seperti dirimu: kematian atau pengasingan. seperti halnya aku. Namun orang ini yang paling berkuasa di seluruh Delapan Pulau. tidak menunjukkan reaksinya pada pem¬bicar aan tersebut. "Aku juga memiliki syarat.

Dan sebagai pimpinan klan. Kurasa hanya ada sedikit peluang untuk memutuskan secepatnya. dan riak tawa melanda anak buahnya. "Shigeko akan mengikuti saran mu." ujar Takeo pelan." aga melihat sekilas ke arah anak buahnya lalu tersenyum dengan sabar. dan suatu kehormatan besar. Tapi akankah Saga mematuhi kesepakatan nya? Dia . "Begitu banyak yang dipertaruhkan pada pertandingan ini dan semua orang di pihak Saga sudah memutus kan hasilnya!" "Matsuda Shingen yang menyarankan Anda untuk kemari. 'Tentu saja ini tak terduga. aku bisa membuat pilihanku sendiri dalam pe rnikahan. Hiroshi hanya diam mendengarkan. hingga sulit bag i siapa pun untuk merasa tersinggung.Saga melihat sekilas ke arah anak buahnya lalu tersenyum dengan sabar. hanya mengatakan. "Kami men¬d engarnya.* Bulan baru dari bulan keenam bergelayut di langit sebelah timur di balik pagoda enam lapis selagi mereka kembali ke kediaman. Setelah mandi. dan menutupn ya dengan usulan pernikahan. tapi aku tak bisa menerimanya tanpa persetujuan dari klanku. Kita harus mem pertimbangkan masa depannya sama pentingnya dengan y ang terbaik bagi Tiga Negara. setelah ber¬konsultasi dengan para pengawal seniorku. tidak keting¬galan satu pun.. juga saran aku dan istriku. "Kami men¬de ngarnya." Takeo menghela napas. Takeo meminta dipanggilkan Hiroshi la lu menceritakan tentang pem-bicaraan hari itu kepadanya. sekaligus dengan pesona yang kuat. kan? Anda harus memercayai penilaiannya. juga dengan ayah dan ibuku s ebagai atasanku. dan aku percaya pada¬nya." "Aku minta Lord Saga untuk bersumpah mempertahankan garis pewarisan keturunan pe rempuan di Maruyama. nona." Shigeko bicara dengan tegas.. Saga membungkuk hormat." "Ya harus datang." serunya. "Kulihat kalau aku punya lawan se banding. Aku sangatlah berterima kasih pada Lord Saga atas kemurahan hatinya se rta kehormatan yang dianugerahkan pada diriku." "Namun laki-laki seperti itu. nona.

dan menikmatinya!" Kemudian terdengar langkah ringan di luar. Lady Shigeko. dan begitu yakin akan menang. Takeo berharap dapat memb erikan putrinya pada pemuda yang sangat dihormatinya ini. Saat melihat putrinya saling menatap dengan Hiroshi dalam tatapan yang pen uh kasih sayang.orang yang tidak mau kalah. Ketika pintu digeser terbuka. Shigeko masuk diikuti Gemba yang membawa kotak berpenis hitam dengan motif houou berlapis emas. Mereka bahkan telah menggubah nyanyian tentang hal itu." "Seluruh kota terpukau dengan kegembiraan pada Anda. membuat hati Takeo pedih dengan penyesalan dan rasa iba. Sewaktu Lady Shigeko memenangkan lomba ini. pikirnya. Anda aka n didukung dan dilindungi oleh rakyat. dan gambarnya ditenun menjadi kain dan bordiran di jubah. juga kirin. pemuda y ang pandai dan Halaman 228 dari 600 . mereka akan mendengar kisah melankolis tentang diriku dan menangis. dan memang dia akan memenangkannya. L ukisan-lukisan bergambar kirin sudah dijual. terikat dengan ikatan yang kuat seperti itu. Mereka sudah seperti pa sangan suami istri. yang setia sejak masih kecil." "Cinta rakyat adalah kisah tentang kehilangan dan tragedi." sahut Takeo "Saat ak u di pengasingan di Pulau Sado.

"Kami akan gunakan kekuatan Ajaran Houou: keseimb angan antara laki-laki dan perempuan. lebih banyak dari Saga!" "Anjing-anjing itu pasti bisa dipanah. Ayah. "Ayah tak ingin kami menyakiti anjingnya. "Kotaknya kecil sekali pasti tidak bisa memuat busur dan anak panah. Takeo berkata dengan gelisah. "Ini lelucon. maka kekuata nnya tak terkalahkan. Selama keseimbangannya bisa dipertahankan. "Tujuannya yaitu memanah anjing sebanyak m ungkin. tabung anak panah. kami mengira kau ingin melihat senjata¬senjata Lady Shigeko." Shigeko mengeluarkan busur miniatur yang indah. "Tidak." "Baiklah." sahut Tak eo. "Tapi dengan anak panah ini tidak berbahaya dan tidak menyakiti anjing-anjing itu." Ditaruhnya kotak itu di lama: dan Shigeko berlutut membukanya." "Tapi ini perburuan anjing!" serunya." "Mainan ini hampir tidak bisa menembak burung gereja. jantungnya berdebar ketakutan. memang ukurannya kecil. Kekuatan ini yang menyatukan Tiga Negara: kau dan istrimu merupakan simbol hidup ." Teringat cahaya api yang Gemba lemparkan untuk membakar habis kekesalan waktu it u. berujung tumpul serta dengan bulu putih dan emas." "Begitu banyak burung houou di musim semi ini hingga kita bisa mengumpulkan cuku p bulu. anak panahnya dibului dengan bulu burung houou. dan kemudian anak panah. "Takeo. Gemba menyela renungannya. Namun semua ini tidak sebanding dengan status dan kekuasaan yang dimiliki Saga Hideki. ia mencoba menekan kekesalan¬nya sekarang. "Tipuan sulap?" "Lebih dari itu. dan sangat mencintai putrinya. apalagi anjing.pemberani." jelas Gemba. bukan begitu Ayah?" kata Shigeko seray a tersenyum." sahut Gemba. Namun semua ini tidak sebanding dengan s tatus dan kekuasaan yang dimiliki Saga Hideki. "Mereka mem¬biarkan bulu-bulunya jatuh seolah mereka menawarkannya. Lihat." ujar Gemba. "Kami tahu betapa sayangnya Ayah pada anjing." aku Gemba. "Tapi Shigeko tidak terlalu tinggi : dia harus memiliki sesuatu yang bisa dipegang. mberani. kan?" ujar Takeo. dan sangat mencintai putrinya.

" "Ngomong-ngomong. seolah me¬mahami keberatan Takeo yang tak terucap. kau tidak menggunakannya lagi.kekuatan itu." Melihat tatapan Takeo yang terkejut. "Kesejah teraan dan kebahagiaan yang kau banggakan itu takkan terwujud tanpa kekuatan itu. setelah berganti dengan pakaian tidur. Jato memiliki arti paling besar bagi dirinya." Gemba tersenyum yakin. " Jangan lupa menawarkan Jato kepada Kaisar besok. Sudah waktun ya diserahkan. buktinya." kata Gemba sewaktu mereka saling mengucapkan selamat malam. Bagaimana kalau Kaisar ingin menyimpannya?" "Jato senantiasa menemukan pemiliknya yang berhak. Pikiran untuk melepaskannya amat mengganggunya hingga ia merasa perlu menghabiskan waktu beberapa lama untuk berm editasi. Halaman 229 dari 600 . "Hal itu sudah diminta dalam pesan pertama Kono. tapi begitu juga dengan pengasingan diriku. bukan begitu? Lagipula. maka dengan begitu dia akan dikalahkan. tapi nyaris tak satu hari pun berlalu tanpa dirinya menyandang pedang itu. Lord Saga sama sekali tidak mengenal kekuatan unsur perempuan. dia lalu meneruskan. pedang itu pemberian S higeru dan merupakan simbol nyata dari pemerintahan¬nya yang sah." Memang benar Takeo tak lagi meng¬gunakan pedang itu dalam pertempuran sejak kehila ngan jarijarinya. memang. putrimu adalah hasilnya. setidaknya dalam latihan per¬tarungan. Ia ju ga cukup mahir meng¬gunakan tangan kiri untuk menopang tangan kanannya. kan?" "Ya.

semua kegelisahan telah sirna dari dirinya. *** Musik dan genderang terus terdengar hingga larut malam. Kuda-kudanya menggetarkan tanah kami Selamat datang Lord Otori! "Semalam aku keluar untuk melihat suasana kota.Disuruhnya Minoru dan pelayannya pergi. Takeo menjadi terasing dan tanpa ekspresi. tempat penduduk kota menari-nari. Katak berkuak di kol am taman. Lord Otori telah muncul di ibukota. lalu ia duduk sendirian dalam ruangan ya ng gelap. Nyanyian da n genderang bergema dari tepi sungai. Kirin adalah hadiah bagi Kaisar. dan jangkrik berderik di sela-sela semak. memalingkan lehernya untuk melihat kerumunan yang tengah mengagumi di . tempat penduduk kota menari-nari. dari Shigeru dan Matsuda juga dari Tribe. Mendengarkan suara mereka saat ia b ersiap menemui Kaisar. Diingatnya semua pelat ihannya. Kirin berjalan dengan ang gun tanpa terganggu." "Ternyata sangat efektif!" sahut Takeo. dan jangkrik berderik di sela-sela semak. Takeo bukan hanya mendengar nyanyian tentang kirin tapi juga ten tang burung houou: Burung houou bersarang di Tiga Negara. Katak berkuak di kol am taman. tempat pedang itu berasal. Takeo dibawa dengan tandu berhias yang indah. lalu ia duduk sendirian dalam ruangan yan g gelap. Shigeko dan Hiroshi menunggang kuda bersurai abu¬abu pucat." Perasaan tenang yang telah dicapainya semalam kian dalam. masing-masing di kanan dan kiri kirin." ujar Hiroshi. Nyanyian da n genderang bergema dari tepi sungai. Para pendampingnya pun tampak dirasuki kepercayaan diri yang sama. "Rakyat menganggap kunjungan Anda sebagai pertanda datangnya kedamaian. Perlahan-lahan disadarinya kearifan dari s aran Gemba: ia akan mengembalikan Jato kepada Kaisar. As hige dan Keri. keduanya memegangi tali sutra merah tua y ang terikat di kalung berwarna emas berbentuk daun berlapiskan kulit. "Aku men¬ceritakan pada satu atau dua orang lentang bulu burung houou. Perlahan-lahan disadarinya kearifan dari s aran Gemba: ia isuruhnya Minoru dan pelayannya pergi. mendengarkan suara-suara malam dan melambatkan napas dan pikirannya. dan keesokan harinya jal anan dipenuhi orang dewasa dan anak-anak yang menari-nari. menjulurkan tangan untuk mengambil jubah sutra tebalnya. mendengarkan suara-suara malam dan melambatkan napas dan pikirannya.

lingkaran-lingkaran yang memiliki titik pusat telah diiandai dengan warna-warna kontras. Semua pelayan itu mengenakan jubah r esmi yang sangat mewah. makanan dalam kotak-kotak berp ernis. Ada banyak lagi kereta yang memb awa bangsawan laki-laki dan perempuan. Di depan bagian dalam gerbang. ksatria dan bangsawan. lubah Saga berhiaskan kura-kura dan burung jenjang. Di gerbang berikut¬nya tandu diturunkan dan Takeo melangkah keluar. Halaman 230 dari 600 . memanfaatkan tempat menonton yang sangat bagus ini untuk melihat kirin. Banyak orang. sudah duduk di sini meski perburuan anjing baru dimulai besok. dan di bawahnya gerai kayu dan tenda serta anjungan sutra didirikan bagi para penonton. baru dipugar dan dicat ulang. sedangkan laki-laki mengenakan topi resmi kecil. Kaisar telah melakukan perjalanan singkat dari Istana Kekaisaran menuju Biara Ag ung dengan kereta megah berpernis yang ditarik sapi jantan hitam. Teriakan dan seruan tidak mem¬pengaruhi ketenangan dirinya maupun pen¬dampingnya.rinya. Para penjaga dengan ramah menghadang kerumunan tapi mem¬biarkan gerbang seb elah luar tetap terbuka. Shigeko dan Hiroshi turun dari kuda. Hiroshi mengambil tali kekang dan Takeo berjalan dengan putrinya serta kirin menuju bangunan utama biara. Bangunan biara berwarna merah cerah. Saga Hidek i dan Lord Kono telah menanti dengan pelayan di atas anak tangga. tempat perlombaan akan diadakan. terdapat sat u arena yang luas. Para pemanggul tandu berderap melintasi lingkaran ini. Pohon pinus berderet di bagian sampingnya. P ara perempuan herambut hitam panjang. diikuti rombongan Takeo. dan ratusan bendera dan umbul -umbul berkibar ditiup angin. membawa bantal sutra dan payung pelindung sinar matahari. Dinding putih dan balok merah ber¬kilauan diterpa sinar matahari siang.

Takeo menyembah. orang membungkuk hormat lagi. semua . d i belakang tirai halus dari bambu yang melindunginya dari mata fana dunia. lalu Lord Saga membimbing Takeo ke dalam." Kata-kata ini diulang ggi dengan suara bernada tinggi dengan Ketika dia selesai bicara.Sedangkan jubah Kono berhiaskan bunga peoni dan burung merak. duduklah sang Kaisar. bagian dari dewa-dewa. Di bagian atas ruangan itu terdapat mimbar berundak. Kata kata Kaisar singkat namun lebih dari yang diharapkan: pengakuan atas hubungan Klan Otori. menuju aula remang-r emang yang disinari ratusan lentera. anggota pertama Klan Otori y ang dihormati sejak Takeyoshi yang legendaris. diterima Kaisar. Sungguh kehormatan yang amat besar dan tak terduga. "Lord Otori datang dari Ti ga Negara untuk mempersembahkan hadiah yang indah bagi Paduka Yang Mulia. Saga mengumumkan dengan suara yang jelas namun sopan. menuju aula remang-r emang yang disinari ratusan lentera. Ini sama seperti yang ia harapkan. serta meyakinkan Paduka Yang Mulia akan kesetiaannya. Semuanya saling ber tukar hormat dan sopan santun. Takeo merasa diamati Kaisar dengan salah satu Menteri yang duduk di anak tangga mimbar tertin banyak tambahan bahasa yang halus serta sopan santun kuno. d i belakang tirai halus dari bambu yang melindunginya dari mata fana dunia. keringat Saga tertutup oleh aroma du pa wangi. Kemudian dari balik tirai sang Kaisar bicara. duduklah sang Kaisar." Takeo mendengar semua ini diucapkan ulang oleh sang Menteri. Kami tahu ikatan lama yang ada di antara keluarga kita. Lord Otori. edangkan jubah Kono berhiaskan bunga peoni dan burung merak. mencium aroma asap minyak. bagian dari dewa-dewa. "Selamat datang. dan sesaat kesunyian melanda seksama dari sela-sela celah tirai bambu. dan ia bisa meng¬gera kkan sedikit posisinya untuk mengamati reaksi Saga. lalu Lord Saga membimbing Takeo ke dalam. . Ia seperti mendengar tarikan napas pelan dari laki-laki di sebelahnya. Di bagian atas ruangan itu terdapat mimbar berundak. Semuanya saling be rtukar hormat dan sopan santun. dengan suara yang tak lebih dari s ekadar bisikan. Kami sangat senang menerima kedatanganmu. Menteri Kanan dan Menteri Kiri duduk di anak tangga di bawah penguasa mereka. dan aroma wewangian pelayan Kaisar.

Halaman 231 dari 600 . ujarnya pelan dalam hati. Jato akan kembali padaku. namun Jato hanya tergel etak di lantai. dan ijin Kaisar diucapkan ulang. "Berabad-abad lampau nenek moyang Paduka Yang Mulia mem¬berikan ped ang ini. Jato akan bicara. lalu bicara lagi kepada Takeo. Jato. dan Takeo mendengar kalau itu bukan suara dewa atau bahkan b ukan suara penguasa besar. "Kami menerima pedangmu dan peng¬abdianmu. Pedang ini diserahkan kepada hamba oleh ayah hamba . lalu mengambil pedang itu dari sabuknya.Takeo memberanikan diri berkata. tapi suara manusia biasa yang penuh keingintahuan. kepada Otori Takeyoshi. Kaisar bicara lagi." Takeo maju dengan tutut. sebelum kematiannya." Menteri Sebelah Kanan berunding dengan Kaisar. Rasa menyesal menghunjam selagi ia menyodorkan pedang itu dengan dua tangan. Hamba diminta mengembali¬kannya kepada Yang Mulia. Selamat tinggal. Para menteri yang berada di undakan paling rendah mengambil Jato dan mengoperkan nya dari satu petugas ke petugas lainnya hingga sampai ke tangan Menteri Kiri yang kemudian me letakkannya di depan tirai. "Bolehkah hamba bicara kepada Paduka Yang Mulia ?" Permintaan itu diulang. diam dan tak bergerak. Shigeru. menawarkannya kepada Paduka sebagai tanda ke setiaan dan pengabdian hamba. pikir Takeo. Takeo berkata. dan kini h amba dengan rendah hati melaksanakannya.

"Maka Paduka Yang Mulia memang diberkati. Di balik megahnya pakaian yang dikenakannya. mendongak melihat leher ki rin yang panjang dan kepalanya. Kaisar bergumam. lalu tertawa gembira." "Ini laki-laki atau perempuan?" tanya Kaisar pada Saga yang datang menghampiri d engan cara sama yang dilakukan Takeo. berdiri seorang laki-laki berperawakan agak pendek berusia kira-kira dua puluh d elapan tahun. Shigeko berkata. Shigeko menunggu di luar bersama kirin." Terjadi kegemparan mendadak kar ena tak seorang pun yakin akan cara tepat apa yang harus dilakukan. dan dengan kepala ter¬tunduk memegangi tali. mungkin sama kagumnya karena diajak bicara seorang perempuan dan saat melihat kirin. "Paduka Yang Mulia: hewa n ini tak sebanding dengan keagungan Paduka Yang Mulia." Terjadi kegemparan mendadak karen a tak seorang pun yakin akan cara tepat apa yang harus dilakukan." ujarnya sewaktu berjalan melewati Takeo." Ekspersi Kaisar merupakan salah satu kekaguman yang murni. Kemudian Kaisar melangkah ke luar dari balik lirai serta menjulurkan tangan kepada para pelayannya untuk menuntunnya menuruni anak tangga. ."Aku ingin melihat kirin dengan mataku sendiri. " dan manusia setengah dewa itu menjulurkan tangan lalu mengelus bulu halus hewan yang menakju bkan itu. ''Kirin hanya muncul ketika sang penguasa diberkati Surga. mulutnya kecil dan tegas. Kaisar mengenakar jubah emas dengan bordiran naga merah tua melintang di punggun g dan lengannya. "Biarkan Lord Otori ikut denganku. berlutut. pipinya tembam. menengok sekilas pada para pegawai tinggi kekaisaran. tapi penilaian Takeo sebelumnya ternyata benar. matanya berkilat denga n harapan. Kemudian Kaisar melangkah ke luar dari balik lirai serta menjulurkan tangan kepada para pelayannya untuk menuntunnya menuruni anak tangga. dia berkata. Gadis itu berlutut dengan satu kaki keti ka Kaisar mendekat. hiasan itu menambah tinggi badannya." Shigeko menyahut dengan suara yang sama pelannya. Diambilnya tali itu deng an hati-hati. karena Shigeko bicara dengan menggunakan bahasa seorang penguasa laki¬laki. menunjukkan kecerdasan. "Paduka Yang Mulia bisa menyentuhnya: hewan ini amatlah lembut. ku ingin melihat kirin dengan mataku sendiri. berjalan dengan lutut. dan Takeo pun mengikutinya. namun kami menawarkannya dengan ha rapan Paduka Yang Mulia akan melihat dan mengakui bawahan Paduka di Tiga Negara.

tapi mustahil aku meninggalkan ibukota. dan kemud ian berbalik dan menengok ke belakang seakan tersengat oleh ilham yang datang tiba-tiba." Kaisar berdiri seolah berpikir keras selama beberapa saat. ini putri Lord Otori. Sagalah yan g akan diasingkan. godaan akan kekuatan mutlak be rkilat di hadapannya. bisa diungkapkan dengan kata yang lebih sederhana. dilihatnya Kaisar tengah mengamatinya dengan penuh selidik. Kami bisa bersaing dengan Saga: jika kami mengalahkannya besok dalam pertandingan. dan kemudian dibawa Yuki. untuk Takeo. dan selagi duduk legak. "Aku sangsi kalau memiliki apa pun yang sebanding. Pada saat itu." Dielusnya lagi kiri n. kami bisa menggantikan kedudukannya."Paduka Yang Mulia. "Bawakan padaku pedang Otori. "Apa yang bisa kuberikan sebagai imbalannya?" tanyanya. mengendalikan Kaisar maka bisa mengen¬dalikan Delapan Pulau. Kami akan mendesaknya kembali ke utara dan ke arah laut. Takeo membungkuk hingga menyentuh tanah lagi. Itu bisa saja aku dan Kaede. Pedang yang Kenji serahkan kepada Shigeru setelah kekalahan Otori di Yaeg ahara. Siapa pun yang disukai Kaisar atau. putri Kenji. Lady Maruyama. Alangkah inginny a aku berkunjung ke sana. Pasukan kami sudah siap." "Dari tanah tempat perempuan berkuasa? Lord Otori telah membawa banyak benda yan g eksotis! Semua yang kami dengar tentang Tiga Negara memang benar adanya. bukan aku! Halaman 232 dari 600 . Kenji." serunya. "Akan kuanugerahkan kepada Lady Maruyama!" Takeo ingat suara dari masa lalu: Pedang itu akan berpindah dari satu tangan ke tangan lainnya. Aku bisa kirim kur ir kepada Kahei lebih awal. dan kini diserahkan ke tangan Ma ruyama Shigeko oleh Kaisar. pikirnya.

maupun sepengetahuan keluarga Muto yang pernah menyatakan kalau mereka telah menembus sejauh ini sampai ke wilayah Timur . Takeo kembali ke kediaman dengan rasa gembira dan bersemangat atas hasil hari in i. menambah kekaguman pengunjung kepada sang jenderal. Seharusnya ia juga percaya tentang hasil pertandingan itu. "Perilakunya yang acuh tak acuh menyem¬bunyikan keahlian fisiknya. "Mereka akan menjadi lawan yang sebanding. dari sudut matanya. kompe tisi puisi. akeo menghibur diri dengan khayalannya selama beberapa saat. sadar kalau ia tak bersenjata. Ia terkejut karena tidak menduga ada anggota T ribe beroperasi di ibukota: tidak ada dalam catatannya. ia hanya menginginkan Tiga Negara. Tim Lord Saga yang menunggang kuda perang Maruyama menang den gan mudah. dan ingin a gar negaranya tetap damai. dia melihat. Kemudian ada juga balapan kuda sebelum matahari terbenam. Namun Gemba ternyata benar tentang pedang itu. meskipun masih cemas tentang esok hari. Dengan mengacuhkan par . ia hanya menginginkan Tiga Negara. dan kegembiraan serta kekaguman akan hadiah yang tiada bandingannya. lalu menyingkirkan nya jauh-jauh. lalu menyingkirkann ya jauh-jauh." komentar Takeo pelan kepada Gemba. Ia tidak menginginkan Delapan Pulau. Lord Kono membuktikan diri sangat mahir dalam permainan ini. dan mem¬buktikan bahwa ram alan itu salah? saat tandu belum menyentuh tanah ia sudah turun.Takeo menghibur diri dengan khayalannya selama beberapa saat. yaitu bola sepak. Ia telah menyaksikan keahlian berkuda lawan. dan bahkan peragaan permainan kegemaran para bangsawan muda. Ia tidak menginginkan Delapan Pulau. *** Sisa hari itu dihabiskan dengan jamuan makan. Ia t ak percaya kalau putrinya bisa menang. pertunjukan musik dan drama. Sa at ditandu melewati gerbang. percikan keingin¬tahuannya muncul lagi saat menghadapi ke kekalan hidupnya apakah orang ini yang akan berhasil membunuhnya. Dinaikkannya tirai tandu yang terbuat dari sutra untuk menikmati udara malam. garis bentuk tubuh ber¬bayang dari seseo rang yang menggunakan kemampuan menghilang." sahut Gemba setuju dengan tenang. dan ingin a gar negaranya tetap damai. Secara naluri disentuhnya pedang.

Setelah menyu ruh mereka menyajikan teh. diperinta h¬nya penjaga untuk menutup serta memalang gerbang." bisiknya. atau Lord Miyoshi tak boleh masuk.a pelayan¬nya. "Apa yang telah terjadi?" Halaman 233 dari 600 . jantungnya berdegup kencang karena takut pada apa yang akan disampaikan gadis itu. bahkan pu trinya. "Apa yang kau lakukan di sini? Apa kau membawa kabar dari Taku? Apakah Jun mengirimmu?" "Aku harus bicara dengan Lord Otori saja. "Mari cepat masuk. Takeo segera mengenalinya sebagai anggota Muto. yang ditempatkan di kediaman orang asing untuk mempelajari bahasa serta memata-matai mereka. Melihat kesedihan di garis bibir dan dalam tatapan matanya. Begitu sudah di dalam. Aku akan langsung memanggilmu. Gadis itu kelihatan lelah dan kotor karena perjalanan jauh. memanggil gadis itu lalu menyuruh mereka pergi." perintahnya pada gadis itu." Takeo memanggil pelayan untuk mem¬bantunya mengganti jubah resminya. adik Sada. penasaran apakah tadi ia salah lihat. tapi butuh waktu beberapa saat u ntuk mengingat siapa gadis itu: Mai. kemudian berbalik lagi pada gadis itu. ia berlari ke gerbang dan mencari-cari dengan mata orang itu di antar a kemmunan. tapi ia seperti bisa membedakan satu orang yang dikenalnya. "Tunggu di sini. lalu dilihatnya gadis itu. Namanya dilantunkan banyak suara.

" "Bandit?" tanyanya tak percaya. "Tapi dia belum ke Kagemura. "Lord Otori. tuanku. aku tak tahu. Orang-orang mengatakan kalau mereka ingin kembali ke masa silam. dan tidak diketahui mereka. Desas-desus yang beredar bahwa Akio dan putranya yang bunuh Taku untuk bal as dendam atas kematian Kotaro. Keluarga Muto bersumpah setia kepad a Anda." "Apakah istriku tahu?" "Aku tidak tahu." "Dan putriku?" bisik Takeo." Dilihatnya ada hal lain lagi." "Sebelum aku datang. saat Tribe memiliki kekuasaan yang sesungguh¬nya. "Bandit macam apa yang ada di Negara Tengah?" "Itulah pernyataan resmi yang dikeluarkan Zenko. tuan."Lord Taku. bahkan Shizuka. atau tempat lainnya yang diperkirakan sebagai tujuannya melarikan diri. "Ibu Taku pasti sudah diberitahu?" "Sekali lagi. "Tapi Zenko sedang melindungi Kikuta Akio. atau Teray ama." sahut Mai.. ta k bisa bicara." ujar Takeo murung. Pes an¬pesan salah sasaran. Mungkin putri Anda berhasil lari. air mata menggenang di pelupuk matanya dan hampir me netes. tuan. merasakan gelombang kesedihan menggelegak hingga ke urat nadi¬nya.. atau dihaca oleh orang yang salah. "Mungkin dia melarikan diri. Aku meninggalkan Hofu .. "Mereka diduga diserang bandit di tempat berjarak satu hari berkuda dari Hofu. Takeo menatap gadis itu. Itu sudah cukup bagiku." Kabar itu menghantam dirinya bak pukulan ke dadanya." "Ditangkap Akio?" ucapnya mengulang perkataan itu." sahut Mai. "Aku tidak berhak mengatakannya. Sesuatu telah terjadi dalam jaringan Muto. Takeo memberi i syarat agar gadis itu melanjutkan. atau ditangkap Akio. dan kakakku sudah tiada. Kikuta Akio sangat d ekat dengan Zenko dan banyak orang Muto menyetujui persahabatan mereka orang-orang mengata¬kan m ereka berdua seperti Kenji dan Kotaro sebelum. Lord Otori." Lord Taku. dan kakakku sudah tiada .. dan Taku serta Sada setia kepada Anda. alasan lain mengapa gadis mi menempuh perjalanan s ejauh ini.. tuanku. Sada tewas bersamanya. tidak ada yang tahu di mana putri Anda. mungkin tanpa ijin dari Tribe.

Seraya menutupi wajah denga n tangan. teringat saat ia mencengkeram leher Taku yang menyelinap ma suk ke kamarnya di Shuho: saat itu Taku baru berumur sembilan atau sepuluh tahun." Mata gadis berkilat diterpa sinar lentera. Senjata itu pasti pemberian Zenko. tapi mereka sudah beberapa hari di depanku. hampir membuat ia terpuruk. namun tidak menangis." Teringat olehnya kalau gadis itu juga tengah berse dih." "Aku sangat berterima kasih. Aku berjalan selama enam minggu." "Akio punya senjata api? Darimana dia dapat?" "Dia sudah di Kumamoto selama musim dingin. Aku terus mengikuti hingga aku sadar sudah di ib ukota. m ereka sudah melakukan perdagangan dengan orang-orang asing." tuturnya dengan nada sedih. berharap bisa menyusul Lady Shigeko dan Lord Hiroshi. "Mereka diserang dengan menggunakan senjata api. ia Halaman 234 dari 600 . "Dan aku sangat berduka atas kematian kakakmu dalam melayani keluargaku." Takeo duduk terdiam. Kenan gan itu diikuti dengan kenangan lainnya. Taku tertembak di leher.tanpa mengatakan pada siapa pun. dia pasti mati kehabisan darah. dan peluru itu menghantam Sada setelah menembus kuda. "T ak ada yang bisa membunuh mereka dengan menggunakan senjata biasa. tapi dia bukan mati karena peluru: lehernya digorok.

Kau tidak boleh mengatakan ini pada siapa-si apa. Kau akan ikut dengan kami. Tapi aku tak ingin menyin mencium pengkhianatan Zenko. menyiapkan pelana dan tali kekang untuk lomba besok." Takeo mengatur agar Mai diberi uang dan dicarikan penginapan.. Sekarang pedang itu menjad i milikmu. aku akan hujan. Jangan ada hal yang mengganggu selama beberapa hari ke depan. "Kaisar yang berikan padamu." "Tidak boleh. Shigeko berkata. Sementara tapi itu bisa berubah kapan saja. Meskipun beresiko terjebak dalam ditunda. serta membahas strategi. Kaisar maupun membiarkan Saga ini aku dalam posisi yang menguntungkan lombanya selesai dan kami tahu hasilnya. Mai baru saja pergi ketika Shigeko dan Gemba datang.berusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis. Tidak seorang pun boleh tahu. Kesedihannya disulut dengan kemarahan nya atas Zenko yang telah ia biarkan hidup hanya untuk melihat orang itu bersekongkol mem bunuh adiknya. "Haruskah aku memanggil seseorang agar menemui Anda?" "Tidak!" sahutnya. yang biasanya pandai mengendalikan diri serta tenang. "Aku kembalikan Jato pada Ayah. namun hal ini tidak bisa dari rencana. Ia lega karena ini berarti putrinya takkan memerhatikan sik ap diam dan kurang bersemangat dirinya. Kesedihannya disulut dengan kemarah annya atas Zenko yang telah ia biarkan hidup hanya untuk melihat orang itu bersekongkol mem rusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis. lebih awal ggung tuan rumah Lord Saga." sahutnya. dan tak sabar menanti penandingan." "Aku akan kembali secepatnya. "Lord Otori." ujar Mai ragu-ragu. waktu untuk menjadi lemah sudah berakhir. juga lega karena gelapnya ruangan. seraya berusaha mengendalikan diri." "Tapi Anda harus segera kembali ke Tiga Negara! Zenko. kini gembira dengan kejadian ha ri ini. tapi untuk sementara waktu ini a ku memintamu untuk menjauh. Akan ada pertandingan yang meliba tkan putriku dan Lord Hiroshi. Sedari tadi mereka memeriks a keadaan kuda. "Kau tak tahu situasi kami di sini. Sh igeko. tentu saja. lalu gadis itu per gi. Hanya dua hari. berjanji akan kembali dalam dua hari.. Mereka tidak boleh tahu hal ini h ingga pertandingannya selesai. Shigeko bisa mengenalimu. Begitu pamit. Mereka tidak boleh diganggu." . Nanti aku akan ceritakan tent ang kabar ini padanya dan juga Hiroshi.

Shigeko akan menyerahkan Tiga Negara kepada orang yang menikahinya. sena kekuatan¬nya yang lembut. bukan hanya menginginkan tubuhnya. dan Gemba juga pergi t idur. cukup dewasa untuk memilikinya. tapi ju ga Klan Otori. dan pedang juga memastikan dirimu bukan hanya sebagai pewaris Klan Maruyama. "Kendati demikian." Takeo menyadari bahkan saat ia bicara bahwa pengakuan Kaisar membuat persoalan p ernikahan Shigeko justru makin penting. Rasanya ingin sekali berada di rumah. Takeo sangat merindukan Kaede saat ini.." sahut Takeo." "Akan kuberikan pada biara sampai. atau putraku."Pedang ini terlalu panjang. meninggalkan Takeo sendirian meng¬hadapi malam yang panjang. aku tidak berarti tanpa dia.. tetap saja itu milikmu .. "Tapi pedang itu milikmu." "Sampai apa?" Takeo memotong ucapan putrinya. Tak sulit untuk membujuk Shigeko beristirahat lebih awal. pi kirnya. ia takkan meny erah begitu saja. kejernihan pikiran. suami yang direstui Kaisar. Takeo memaksakan diri untuk tersenyum.* Halaman 235 dari 600 ." "Bukan penama kalinya pedang itu berada di biara. Apa pun permintaan Saga." protes putrinya. tidak sebelum ia konsultasi dengan Kaede. "Sampai putra Ayah. tapi kearifan.

"Tentunya kunjungan Anda sangat berhasil. kan?" "Kita akan tahu sore ini. si jurutulis berkata dengan r agu. "Lord Otori kelihatannya tidak sehat." Ketika Takeo mengambil catatan itu tanpa menjawab. "Aku minta maaf atas kurang terampilnya diriku ini." "Tidak apa-apa. "Aku akan mendiktekan sesuatu padamu. "Beliau pasti menulisnya tadi malam. Jangan berkomentar dan jangan beritahu siapa-siapa. Beliau sangat menghormati Anda. Kau harus mengatur kepulanga n kita agak lebih awal dari rencana. Simpan baik-baik: aku akan memintamu m embacakannya." Tulisannya menggambar¬kan orangnya. saat matahari baru terbit." Takeo tiba-tiba memutuskan dan berkata. Dia datang bersama para pelayan perempuan yang membawa teh. Tanpa memihak Takeo menceritakan semua vang diceritakan Mai semalam. guratan tinta kelihatan hitam dan legas. Aku sehat¬sehat saja." Minoru membungkuk hormat. selama masih bisa dibaca. dan Minoru menulisnya. Takeo sadar akan simpati tanpa kata-kata dari jurutuli snya." Minoru menaikkan alis sedikit. Tanganku ge metar dan tulisanku sangat buruk." Minoru menyiapkan batu tinta dan meng¬ambil kuas tanpa bicara." ujarnya.Minoru datang. "Aku turut berduka cita." ujar Minoru. "Hari ini sepertinya akan menjadi hari yang cerah. "Lord Saga mengirim surat untuk Anda. dan juga mencatat semua yang akan terjadi hari ini. bergaya kotak. Aku tidak bisa bersikap sebaliknya." "Aku kurang tidur. terkejut dengan suara dingin Takeo. "Beliau mengucapkan selamat padaku atas keramahan Kaisar padaku. aku harus terus memesona serta mengesankan. tebal dan ditekan. kenyataan bahwa ia telah berbagi kabar kematian Taku mengurangi penderitaannya. mengeluarkan gulungan kertas . malam ini atau besok. dan atas ke¬berha . itu saja. Takeo memandang Minoru dengan tatapan menuduh." "Biar kulihat. seperti biasa. "Aku telah menyiapk an catatan atas semua yang terjadi kemarin." ujarnya ketika Takeo selesai mendikte.

silan hadiahku." sahut Takeo. Dia telah mengumumkan kesepakatannya. Kaisar masih tetap mendukung Anda. Halaman 236 dari 600 . Dia takkan mengingkari kesepakatan itu tanpa m embuat dirinya tidak terhormat. dan begitu pula aku!" "Persis seperti itulah cara bangsawan men¬jadi besar." "Aku akan mematuhi kesepakatan. "Beliau mengharapkan Anda menemukan cara untuk berkelit dari kesepakatan tersebu t. "Dan takut bila Anda kalah dalam pertandingan itu." gumam Minoru." ujar Minoru. sikapmu menjadi begitu sinis! Lord Saga adalah bangsawan besar berasal dari klan kuno." "Minoru. serta mengucapkan semoga berhasil hari ini." "Beliau khawatir atas popularitas Anda. dan aku berharap dia pun begitu. agar beliau mendapat alasan untuk tidak menepatinya.

Kedua pendukungnya. Pengaruh kirin sudah tampak: seorang ng yang diukir mengikuti bentuk kirin.Jalanan jauh lebih ramai lagi dibanding kemarin. yang ter sembunyi seperti sebelumnya. sedangkan milik Shigeko berwarna putih. pada perwakilannya. Sag a me¬nunggang kuda besar dengan bulu warna coklat kemerahan. dan masyarakat menari-nari sepe rti kesurupan. dan Takeo be rusaha ikut ambil bagian di datamnya dengan sepenuh hati. meriah dan ramai. Pelana kuda dilapisi ker ang mutiara. Cuaca makin panas dengan kelembapan yang menandakan hujan plum. di balik tirai bambu. Kedua kuda abu-abu pucat dengan surai dan ekor hitam terlihat sangat kont ras dengan kuda Gemba yang berbulu hitam. Di dalam lingkaran terluar pasir merah para pe¬nu nggang kuda menunggu: kuda tim Saga memiliki sabuk kulit yang dikaitkan di bawah ekor s erta tali dada berwarna merah. Seuta s tali jerami kuning membagi lingkaran sebelah luar dari lingkaran yang sebelah dalam. dan mata dan pikirannya dipenuhi dengan bayangan-bayangan Taku ya ng tertembak di leher lalu mati kehabisan darah. semua memegang payung dan kipas. anakanak. Shige ko. surai dikepang. Okuda dan Kono. laki-laki berpakaian c erah. Namun sesekali pemandangan tampak kabur dan langit semakin kelam. dan masyarakat menarinari seperti kesurupan. Hiroshi dan Gemba. dan beberapa ar kirin. dengan pasir b erwarna putih. Kuda-kuda melangkah tenang mengelilingi lingkaran. Takeo bisa mendengar gongongan anjing yang bersemangat dari sisi timur arema. Di tempat itu Takeo dis sebagian sudah bertemu dengannya sehari seb laki-laki memperlihatkan padanya pena linta perempuan mengenakan tudung berhiaskan gamb Suasana hari itu terasa bagai piknik di pedesaan. Arena di Biara A gung dipenuhi penonton: perempuan mengenakan kimono bertudung. menunggang kuda belang dan juga merah bata. laki-laki berpakaian c erah. te mpat sekitar lima puluh ekor anjing dalam sebuah kerangkeng berhiaskan daun dan rumbai-rumbai puti h. elumnya. ksatria dan istri mereka. kanan bilik Kaisar. Ia mengalihkan perhatian pada mereka yang masih hidup. Cuaca makin panas dengan kelembapan yang menandakan hujan plum. Arena di Biara A gung dipenuhi penonton: perempuan mengenakan kimono bertudung. Di bagian belakang lapangan terdapat bilik dari kain sutra didirikan bagi Kaisar. Takeo dibimbing ke tempat di sebelah ambut para bangsawan. Busur milik mereka jauh lebih besar dibandingkan dengan busur Shigek o dan ketiganya . anakalanan jauh lebih ramai lagi dibanding kemarin. jambul dan ekornya mengkilat serta sehalus rambut seorang putri.

Anak panah itu dilepaskan terlalu kuat: darah mulai menodai bulu putih anjing itu." Mereka berkuda dalam barisan menurut urutan pangkat. leher . mengonggong pada kuda yang tengah berderap. dari yang terendah sampai y ang tertinggi. Anjing pertama dibawa masuk ke lingkaran: Okuda juga memasuki lingkaran lalu men derapkan kudanya. Tali anjing dilepaskan dan hewan itu segera berjingkrakan. "Anda hanya boleh menembak bagian ter¬tentu di tubuh anjing: punggung. karena penunggang kedua memiliki peluang lebih menguntungkan.memiliki anak panah yang dibului dengan bulu bangau warna putih dan abu-abu. Anak panah pertama Okuda berdesing melewati telinga anjing itu. Makin banyak darah menetes. membua tnya menyalak kaget lalu mundur. makin buruk tembakanny a. Ini semua tentang pengendalian sempurna yang sangat sulit dicapai sewaktu kuda berderap. dengan ekor di sela kaki belakang¬nya. Takeo belum pernah menyaksikan per¬buruan anjing. dan nilai Anda akan dikurangi jika anjingnya berdarah atau mati." tutur Saga ke pada Hiroshi. "Tembakan yang bagus!" seru laki-laki di sebelah Takeo. membiarkan tali kekang menggantung di leher kuda selagi dia menaikkan b usur panah dan menaruh anak panahnya. "Okuda akan mulai lebih dulu untuk menunjukkan cara melakukannya. Tembakan yang ketiga terkena punggung anjing yang tengah berlari. dan peraturan permainan itu dije laskan oleh kawan pendampingnya. Anak panah kedua mengena i dada. Halaman 237 dari 600 . kaki. pasangan pertama Okuda dan Hiroshi. bagian lunak di perut atau kematuan. Anda tidak boleh menembak kepala. dengan ramah.

Penonton terdi am: di balik suara derap kuda. Kurang baik. Anjing itu ditangkap." adalah penilaian juri. berusaha m enyuruh agar anjing itu tenang. Atau mungkin anjing saling berkomunikasi lalu memper¬ingatkan. Anjing-anjing itu pasti mencium amis darah sehingga ket akutan. "Butuh lat ihan selama bertahuntahun. Matanya terpaku pada Gemba ya ng tak lagi . mendapat nilai lebih tinggi ketimbang dua tembakan Hiroshi yang meleset. meski membuat si anjing ber¬darah. Takeo sudah mengenai kuda itu selama ia mengenai pemuda itu: hampir de lapan belas tahun. tapi mampukah pemuda itu bersaing dengan pemanah nomor satu dari ibukota? Anjing dilepaskan." Juri memutuskan demikian. hasil pertandingan sudah ditentukan. Takeo merasakan ketegangan mulai ber¬tambah saat Hiroshi memasuki lingkaran dan Ke ri mulai berderap. Anak panah ketiga Hiros hi kena bagian samping anjing itu. Ia tidak mau Hiroshi menyakiti anjing itu. tapi ia ingin pemuda itu setidaknya mendapat satu nilai untuk bidikannya." ujar tetangga Takeo dengan simpatik. membuatnya ter¬jatuh dan menyalak." adalah penilaian juri. Takeo bisa meli hat kalau anjing itu ketakutan dan menggeram. Mungkin anjing tiu sudah melihat nasib kawannya dan tahu apa yang menantinya dalam lingkaran itu. Anjing itu tidak kabur saat dilepas. terdengar olehnya senandung yang amat pelan." Takeo menatap anjing itu saat dibawa masuk untuk yang ketiga kalinya. tapi anak panahnya tetap tidak kena sasaran. "Itu tembakan yang mudah! Okuda akan memenangkan babak ini. tapi malah duduk dan menjilati bulunya sebelum bangkit lalu berjalan pelan mengitari lingkaran. Takeo bersiap menerima satu kekalahan lagi maka tak peduli sebaik apa pun Shigeko melakukannya. tapi tidak berdarah. anjing itu secepatnya berlari keluar lingkaran. tapi anjing itu bisa mendengarnya. Tembakan kedua Okuda. dibawa masuk lagi dan dilepas sekali lagi. meng¬hempaska n tubuhnya di antara anjing-anjing lain. Anak panah Hiroshi luput mengenai anjing itu sejauh s erentangan kaki. Mampukah kuda abu-abu itu bertahan dalam per tandingan semacam ini? Akankah kuda itu mengecewakan penunggangnya? Takeo tahu H iroshi mahir memanah. pikirnya."Kurang baik. suara yang dikeluarkan Gemba saat merasa gembira. Tak ada orang lain yang bisa mendengar¬nya. Hew an itu berhenti meronta dan menyalak. Kali ini Hiroshi le bih siap. "Lebih sulit dari kelihatannya.

" orang di sebelah Takeo memberitahunya. Kuda hitam tunggangannya juga tampa k was-pada. seperti yang sudah diketahui. Tembakan ketiga Gemba meleset. Halaman 238 dari 600 . berlarian ke kanan dan kiri melintasi lap angan. Tembakannya yang kedua hampir sama. P ara penonton berseru kagum. sekali lagi tida k mengeluarkan darah. "Lord Kono sangat mahir dan terkenal. Panah pertama Gemba tampak melayang dan mendarat perlahan di tungging anjing itu. Laki-laki itu mahir berkuda. Anjing yang berikutnya lebih lincah. Temb akan yang bagus. dan tidak ada darah. tapi aku takkan terlihat marah atau sedih. membuat k udanya berderap mengelilingi lingkaran sebelah luar. Lord Kon o menunggu di sebelah luar lingkaran di atas kuda merah bata yang kuat sena penuh semangat. tapi kelihatan sangat waspada. "Kemahirannya memang enak di pandang!" ujar Takeo setuju dengan sikap sopan. seraya berpikir.bersenandung. aku akan kehila ngan segalanya. membuat pasir merah beterbangan. tapi kini anjing itu ketakutan. dan kudanya memang cepat. menatap pemandangan asing dengan telinga tegak dan bola mata mem besar. dan kelihatan tidak takut pada kuda yang tengah be rderap. kali ini Gemba mendapat giliran per¬tam a. Karena Hiroshi kalah pada babak sebelum¬nya. Kemudian Kono keluar dengan menunggang kuda merah bata.

" "Tampaknya cara itu kurang sesuai karena kurasa Lord Saga akan dianggap memiliki lebih dalam olahraga ini. kuda tungganganny a terlalu ber¬semangat karena sorak sorai penonton. P anahnya melayang di atas kepala anjing dan kena bagian samping pangg:ung kayu di belakan gnya. Namun tetap saja Ko no membukukan dua nilai tembakan sempurna tanpa darah." "Tentu. Setelah peserta laki-laki. Aku nyaris tidak bisa menikmati pertandingan karena mengasihani dirinya!" "Kabarnya pertandingan ini hanyalah alasan baginya untuk mengundurkan diri tanpa kalah dalam perang. Beberapa pemuda berlompatan turun untuk mengambilnya. namun ia juga tak mampu memalingkan wajah. Lord Otori tidak keberatan. Setelah diskusi panjang para juri. ." seru laki-laki di sebelah Takeo. "Sungguh. Aku hanya tidak ingin. "Cara ini sangat digemari pengunjung: bila hasilnya seri secara keseluruhan. dia lalu mohon diri menjauh untuk be rgabung dengan kelompok lain. kuda tungganganny a terlalu ber¬semangat karena sorak sorai penonton. pemenang yang beruntung mengayunkan anak panah itu di atas kepalanya. gonggongan berubah menjadi lolo ngan. "Kini kita mungkin menunggu keputusan Kaisar. Anda benar." Laki-laki itu tak kuasa menahan m alu. agak meloncat saat Kono menarik busur. P anahnya melayang di atas kepala anjing dan kena bagian samping pangg:ung kayu di belakan gnya. Takeo hampir tidak sanggup memandang putrinya.. dan Takeo mendengar kata-ka tanya dengan jelas. Namun tetap saja Ko no membukukan dua nilai tembakan sempurna tanpa darah. Pada tembakan ketiga.. putrinya terlihat kecil dan rapuh. dan setiap anjing yang dibebaskan semakin liar karena ketakutan. Beberapa pemuda berlompatan turun untuk mengambilnya. maka kita tak perlu iba padanya. njing-anjing dalam kerangkeng makin bersemangat.. Laki-laki itu berbisik kepada mereka. Pada tembakan ketiga. dan setiap anjing yang dibebaskan semakin liar karena ketakutan." Kemudian kesunyian melanda seluruh arena sewaktu Shigeko memasuki lingkaran dan Ashige mulai berderap. Setelah diam dengan sikap canggung selama beberapa saat. babak kedua diputuskan seri. gonggongan berubah menjadi lol ongan.Anjing-anjing dalam kerangkeng makin bersemangat. pemenang yang beruntung mengayunkan anak panah itu di atas kepalanya. agak meloncat saat Kono menarik busur. aku tak tahan duduk di sebelah Lord Otori saat dia menghadapi hukuman mati.

gonggongan anjing yang ketakutan. Halaman 239 dari 600 . terluka atau ketakutan. moncong menganga. berjingkrakan. Shigeko mendesak kudanya untuk ber¬derap lebih cepat dan anjing itu berlari tungga ng-langgang. Mereka mengitari arena sebanyak tiga kali seperti ini. Busur miniatur dan anak panahnya me mbuat penonton terkesima. Gaya berjalan si kuda cepat d an mulus. dan berubah menjadi kekaguman saat anak pertama menyentuh pelan bagia n samping tubuh anjing buruan. Anjing itu duduk di b elakangnya. Si anjing menggelengkan kepala dan mengibaskan ekor. Anak panah ketiga terbang lebih cepat namun tak kurang lembutnya. memutar kepala¬nya. Dirasakan pelupuk matanya menghangat. Anjing itu. kemudian Shigeko menarik kudanya berhenti di depan Kaisar. Kemudian anjing itu seperti menganggap kalau ini adalah per¬mainan ya ng menyenangkan. membuat kudanya berderap lagi. sedang si penunggang duduk tegak dan tenang. dan ketegangan yang makin meningkat.Meskipun penonton bersorak-sorai. kekuatan dan kemahirannya yang diperkuat den gan kelembutan. telinga melambai-lambai. Shigeko membungkuk dalam dalam. mengibaskan ana k panah itu seakan hanya lalat. dengan lidah merah mudanya terjulur. Takeo mengerutkan dahi lalu menahan agar wajahnya te tap tanpa ekspresi. Anjing itu berlarian mengitari lingkaran di waktu yang bersamaan d engan si kuda: Shigeko mem¬bungkuk dan melepaskan anak panah kedua seolah benda itu adalah tangan nya dan tengah mengelus leher hewan itu. baik si kuda maupun penunggangnya tampak benar¬benar tenang. dan takut kalau rasa bangga ak an menghilangkan kesedihannya. Takeo tak kuasa mengagumi putrinya. ber¬jalan memutar semakin mendekati anjing y ang duduk memerhatikan. tidak meng¬gerakkan satu otot pun. mengenai anjing itu nyaris tanpa suara tepat di bawah kepalanya.

namun laki¬laki itu mengendalikan kuda dengan mudah. Muda h bagi Saga untuk me¬nembaknya lagi dengan anak panah kedua. Di saksikannya dengan perasaan tanpa memihak selagi Saga menderapkan kuda mengitari lingkaran l agi. Kuda coklat kemerahan itu menarik-narik besi yang dipasang di mulutn¬ya. perut. peserta terakhir. Saga mengenakan jubah hitam. mendapat nilai sempurna. Dua seri dan satu menang Saga akan meraih kemen angan. Telah dirasakannya kekalahan di tenggorokan. pikirnya. menutupi semua kesedihan. Penonton b . dan kulit rusa di kedua paha untuk melindungi kakinya. Takeo merasakan semua mata tertuju pada dirinya. mereka menahan napas. peserta terakhir. bayangan kian memanjang. Anak panah terakhir melesat di samping badan si anjing lagi dengan suara yang nyaris tak te rdengar. Anting dilepas: menggonggong dan me¬lolong. tapi bulu putih si anjing atau pasir berwarna pucat itu tetap b ersih. penonton meng¬hembuskan napas. melawan penunggangnya . ekor pendeknya menggantung hampir menyentuh tanah. Anak panah Saga terbang lebih cepat dari pandangan mata. ke bagian samping tubuh si anjing dan b erhasil menjatuhkannya. berhia skan bulu anak panah di bagian punggungnya. ekor pendeknya menggantung hampir menyentuh tanah. Matahari sudah di ufuk barat. buih dari mulutnya beterbangan. Meskipun orang-orang berteriak. hingga empedunya. penyesalan dan amarah. Pemandangan itu tampa k seperti dalam mimpi. ketika dia menaruh anak panah . Tiba-tiba. tubuh anjing itu terhempas ke tanah. Kuda coklat kemerahan itu menarik-narik besi yang dipasang di mulutn¬ya. hawa kian panas. Saat dia mengangkat busur. melawan penunggangnya .Saga Hideki. dan kulit rusa di kedua paha untuk melindungi kakinya. di depan matanya. Semua orang terdiam. Si anjing berusaha bangkit terhuyung-huyung dan ke¬bingungan. anjing melolong. Saga mengenakan jubah hitam. meskipun i a tidak memandang siapa pun. seolah masih terus bermimpi. kini menunggang kuda memasuki lingkaran berpasir p utih. namun Takeo tenang sedingin es. dan anak-anak menjerit. Pasti keluar darah. Kudanya berderap. kini menunggang kuda memasuki lingkaran berpasir putih. di pasir putih arena m ulai tercemar warna merah. Saga dan Shigeko setidaknya seri. sekali lagi ddak membuat anjing i tu ber¬darah. dari mulut dan anusnya. Anjing tadi meng¬alami pendarahan hebat. namun laki¬laki itu mengendalikan kuda dengan mudah. Perasaan itu mematikan semua perasaannya. seorang laki-laki dengan pengendalian jiwa dan raga yang sempurna. Saat aga Hideki. berhia skan bulu anak panah di bagian punggungnya.

dan kemudian. Ketika T akeo duduk tegak. Para peserta men unggu. Perlahan ia bangkit. atau berbagi takdir¬nya yang tidak mengu ntungkan. Takeo merasa ada secercah harapan. Takeo menyadari kalau selama per¬tandingan orang-orang telah menjauhinya. pikir Takeo. Anjing¬anjing masih saja menyalak da ri balik kandang. nyanyian pun mulai terdengar lagi. Tenaga Saga terlalu besar. Takeo seperti mendengar teriakan dan sorak sorai yang berasal dari tempat jauh. Halaman 240 dari 600 . lalu mari. menatap ke ujung arena.erseru kaget. Kaisar menganugerah¬kan kemenangan kepada kelompok putih!" Takeo berlutuT dan menyembah. Kini ia menunggu seorang diri untuk mendengarkan hasilnya. Perlahan-lahan pe¬nonton terdiam. Punggung anjing itu melengkung. Pertandingan b erakhir seri: kini keputusan ada di tangan Kaisar. namun tak mampu mengurangi tenaganya. sementara kelompok putih di bagian barat. tempat Kaisar duduk di balik tirai bambu. Bayangbayang panjang kaki kuda terbentang melintasi arena. Ketika berita itu me nyebar ke seluruh penjuru arena dan di luarnya. seketika dilihatnya ruang di sekelilingnya telah dipenuhi orang yan g berhambur meng¬hampiri untuk memberinya selamat. tak ingi n menyaksikan terlalu dekat peng¬hinaan terhadap dirinya. Kerumunan penonton bersorak menyetujui¬nya. diam tak bergerak: kelompok merah di bagian timur. pandangan yang lebih gugup. Dia tidak bisa menundukkan kekuatan laki¬l akinya: dia bisa melambatkan anak panah. Dua tembakan perta ma telah menghancur¬kan organ tubuh anjing itu dan mem¬bunuhnya. "Karena kelompok Lady Maruyama tidak menumpahkan darah. men¬dengking satu kali. ingin dekaT dengannya. Terdengar bisikan dari balik tirai. tapi tidak ada suara lain. tapi Takeo sengaja menutup pendengarannya. tenuju pada Saga. mencecerkan darah berbentuk melengkung di pasir. H anya saat Menteri muncul dari balik tirai dan dilihatnya pandangan resmi pertama ter¬tuju pada Shige ko.

lalu teringat kata-kata Minoru. di balik sikap sopan yang ditunjukkannya. Pasir tetap putih. tata krama tetap ber¬laku." sahut Takeo. dan apa yang tengah dilakukan Zenko? Jamuan berlangsung hingga larut malam: bulan sudah muncul dan bintang-bintang ta mpak besar. Para penunggang putih menang.Lord Otori telah muncul di ibukota." ujar Saga. pesan apa yang akan ora ng itu kirim pada Zenko tentang hasil pertandingan ini. Kuda-kudanya menggetarkan tanah kami. rd Otori telah muncul di ibukota. Kuda-kudanya menggetarkan tanah kami. Lady Maruyama tidak menumpahkan darah. Tatapan mata mereka bertemu. namun berbeda dengan kegembiraan tulus di jalan-jalan di kota. dan melihat bangsawan itu juga tengah menatapnya. dan Saga menundukkan kepala sebagai peng¬akuan atas kemenangan itu . dengan agak ter¬ceng ang selagi kata-kata itu meluncur dari mulutnya. Saga berharap bisa menyingkirkan diriku tanpa be rperang. perayaan tersebut tidak sepenuhnya tulus. namun dia gagal. Kendati begitu. Dia akan memanfaatkan alasan apa pun untuk mengingkari janjinya. "Kita akan menjadi sekutu. dan Saga mengumbar sanjungannya kepada Lady Maruyama. cahayanya berpencar dan ber¬kabut dengan lembapnya udara. "Tapi kita harus menunda peng¬umuman pertunangan sampai putriku me¬minta p endapat klannya." "Aku akan senang sekali memanggil Anda putraku. . pikir Takeo. Begitu pula Delapan Pulau Takeo memandang ke arah Saga. dan Anda akan menjadi ayah mertuaku. Anjing pun tetap putih . *** Lord Saga telah merencanakan mengadakan jamuan makan besar untuk merayakan kemen angannya yang sudah diketahui lebih dulu. semakin jelas kalau dia menginginkan pernikahan itu lebih dari sebelum nya. "Walaupun aku percaya usiaku lebih tua beberapa tah un. Ini tidak seperti dugaannya. Putrinya meraih kemenangan besar. tert awa dengan kegembiraan yang dipaksakan. Tiga Negara hidup dalam damai. Termasuk ibunya. jamuan makan memang dilakukan seperti yang dire ncanakan. Putrin ya meraih kemenangan besar." Takeo melihat sekilas ke arah Lord Kono dan ingin tah u reaksi jujur bangsawan itu.

tapi perasaan mereka bertiga tidak kurang bergola knya. Aku tak menduga kalian akan menang. Gemba dan Hiroshi ke ruangan paling terpencil di kediaman it u. "Ayah." sahut Takeo." sahut Takeo. Ia membimbing Shigeko. "Kau me¬rahasiakan ini sehar ian?" "Aku tidak ingin konsentrasi kalian ter¬pecah. Minora membaca tanpa perasaan. Minoru dipanggil. ada apa?" tanya Shigeko segera. dan memberi isyarat agar si jurutulis mulai membaca. Gemba berdengus keras lalu berkata. Halaman 241 dari 600 ."Aku minta kalian semua tidak pergi tidur dulu. "Apakah ada kabar buruk dari rumah Ibu? Adik bayiku?" apakah "Minora akan membacakannya. Bagaimana aku harus berterima kasih kepada kalian? Kalian tadi sangat luar biasa!" Takeo bicar a dengan berlinang air mata penuh perasaan. Shigeko menangis terang-terangan. dengan sikap dinginnya seperti biasa. "Beruntung Kaisar cukup terkesan pada¬mu dan tak ingin menyinggung dewa-dewa denga n memutuskan untuk menentangmu." "Kurasa dia memutuskan ini agar men¬dapatkan orang yang bisa mengimbangi kekuatan Saga. Semua pintu terbuka lebar. Segalanya bercampur aduk untuk meyakin¬kan dirinya b ahwa kau memiliki restu dari Surga. air bergemericik di taman dan sesekali nyamuk berdengung. seolah terkena pukulan di dadanya lalu terhuyung-huyung. Hiroshi terduduk pucat pasi." ujar Takeo ketika mereka kembal i ke kediaman.

"Tentu saja." sahut Takeo. kurasa kini waktunya kita pulang. "Tapi akan dilakukan dengan adil ." ujar Shigeko. " "Aku berusaha menahan keinginanku untuk balas dendam." sahut Gemba tanpa berkata lagi. begitu pula dengan Kikuta Akio dan putranya. penyelamatan diri sendiri dan niat yang Itu juga." Suara Hiroshi terdengar p arau. termotivasi oleh gabungan antara idealisme. "Aku tahu Ayah benar. Zenko tidak memiliki lagi dasar hukum yang sah untuk menentangku. Tapi kita harus pergi secepatnya. Lalu bagaimana cara kita menghadapi para pem¬bunu h ini?" "Kita memang akan memburu mereka. Ada satu hal lagi yang tidak beres.. Tadi¬nya aku berharap bisa melihatnya tenang dul u sebelum kita pergi. "Tentu saja. Naluriku mengatakan kalau kita haras segera pergi dan memburu mereka tapi Ajaran Houou mena hanku untuk tidak melakukan kekerasan.." "Ayah. pragmadsme." ujar Takeo. "Kau telah kehilangan sahabat terdekatmu. Aku menyesal. Aku telah diakui Kaisar." sahutnya dengan suara k . penyelamatan diri sendiri dan niat yang baik!" "Kemenangan kalian membuat Kaisar ber¬pihak pada kita." Gemba setuju. t api demi mencegah kekacauan lebih jauh lagi. Zenko harus dihadapi sekarang juga." Gemba setuju. "Bukan hanya karena Taku. Tapi tidakkah kepergian yang tergesa¬g esa akan menyinggung Lord Saga dan Kaisar? Dan jujur saja." "Ya." "Berkaitan dengan Maya?" tanya Shigeko dengan ketakutan yang terdengar dalam nad a suaranya." ujar Takeo.. "Mungkin. "Hiroshi.. dia manusia setengah dewa tapi juga tak ber¬b eda dengan kita semua. termotivasi oleh gabungan antara idealisme. "Tapi kematian Taku berarti kita harus segera kembali. kita akan m engalah¬kannya dalam pertempuran dan dia akan mencabut nyawanya sendiri. Hewan itu akan ke takutan bila kita semua pergi begitu mendadak. Bila dia tidak benar-benar tunduk. "Yang kuinginkan hanyalah kematian Zenko. pragmadsme. Akio akan digantung se perti penjahat biasa. aku cemas pada keadaan kirin." sahut Gemba. dia manusia setengah dewa tapi juga tak ber¬be da dengan kita semua. Kesehatannya merupakan masalah terpenting bagi kelangsungan kedudukan Ayah. Mungkin aku bisa tinggal di sini menemaninya?" "Tidak. kekuasaanku telah ditegaskan oleh Paduka Yang Mulia.. Ayah takkan meninggalkan dirimu di tangan Saga."Itu juga.

di sela-sela air matanya. Dia mengunjungi desa-desa ter¬sembunyi d i pegunungan dan rumah-rumah pedagang tempat kerabatnya menjalankan berbagai usaha: membuat s ake. Hierarki kuno Tr ibe masih tetap Halaman 242 dari 600 . Muto Shizuka telah mel akukan perjalanan ke hampir seluruh Tiga Negara. dan mungkin tak melihat bulan sama sekali. Kita harus pergi sebelum akhir minggu: kita akan memanfaatkan cahaya bulan antar a bulan sabit dan bulan purnama untuk melakukan perjalanan. "Gemba." gumam Hiroshi.eras yang mengejutkan mereka sendiri. "Apakah aku harus menyerahkan semua putriku kepada m usuhmusuhku? Kita telah berikan kirin kepada Kaisar. fermentasi kedelai. hingga kegiatan mata-mata." "Kita akan berkuda di tengah hujan. Apakah Surga masih terus berpihak pada kita dengan menunda hujan plum?" "Kita lihat saja apa yang bisa kita laku¬kan. kau telah membuktikan kalau dirimu tahu s egalanya sejauh ini." sahut Gemba berjanji sambil senyum. peminjaman uang. Kaisar dan orang¬orangnya yang harus bertanggung jawab atas n asib hewan itu.* Sejak Takeo memintanya mengambil alih kepemimpinan Tribe. Takeo berpaling ke arah Gemba.

itegakkan dengan struktur vertikalnya serta kesetiaan tradisional keluarga. Kenji sudah tahu tindakannya itu. beru saha agar mereka tetap setia kepadanya. keadaannya pasti berbeda." "Dia adalah ksatria sejati. yan g berarti bahkan dalam kalangannya sendiri." sahut Shizuka.ditegakkan dengan struktur vertikalnya serta kesetiaan tradisional keluarga. dan catatan terperinci itu yang memungkinkan Takeo mengalahkan dan meng endalikan Tribe. Shizuka tahu betul kalau ada rahasia yang disimpan dan ketidakpatuhan berkembang di kalangan Tribe. aku merasa aku bisa pergi sebelum hujan plum tiba. yang berarti bahkan dalam kalangannya sendiri. Tapi bayi ini tampak seperti pejuang cilik. dia pernah mengungkapkan cara kerja pekerjaa n Tribe kepada Shigeru. Tribe menyimpan rahasia dan sering bertindak dengan c ara mereka sendiri." aku Ishida. Karena alasan itulah dia merasa berkewajiban untuk memper¬tahankan kontak dengan semua kerabatnya. Tribe menyimpan rahasia dan sering bertindak dengan c ara mereka sendiri." "Bayi ini sangat kuat. pertama ke Yamagata lalu ke Kagemura di pe¬gunungan di belakang Yamagata. dan bisa terlepas tanpa terduga. "Tapi kau takkan tahu apa akan terj adi pada bayi: cengkeraman mereka pada kehidupan masih lemah. dan menentang putra sulungnya. dan juga s abar dan pantang menyerah ketika berkaitan dengan balas dendam. t api sadar selagi putranya itu masih hidup." tutur Shizuka pada suaminya. namun ia sadar ada sakit hati terhadap posisi barunya: andai Zenko mendukung. Seperti biasa Shizuka disambut dengan sopan santun terta penghormatan. yang t . tapi Shizuka sendiri selalu ingin tahu siapa lagi yang mu ngkin mencurigai dirinya. Dia merawatnya sendiri. kau tak boleh bepergian dengan Fumio tahun ini. Orang-orang di kalangan Tribe memiliki ingatan yang panjang. maka ketidakpuasan di dalam keluarga Muto bisa berkemb ang menjadi sikap membangkang. Kaede hampir tidak sanggup berpisah dari anaknya. "Kau ada di sini untuk me rawat mereka. Tak lama setelah Takeo berangkat ke Miyako. "Kaede dan bayi laki-lakinya kelihatan sangat sehat. "Kaede amat memujanya!" "Belum pemah aku melihat seorang ibu begitu terpesona pada anaknya sendiri. Shizuka bersiap pergi lagi. dan telah memilih untuk mengabaikan sat u hal yang bisa disebut pengkhianatan. bertahun-tahun lalu. kemudian ke Hofu. karena." sahut Ishida setuju.

Aku me¬manggilnya singa kecilku. meski tadinya dia ingin menikah lagi. tapi tahun¬t ahun berlalu dan ia tidak juga hamil. "Takeo sangat suka nama Shigeru." jawab Kaede. Tapi sejak menyetujui untuk menjadi ketua keluarga Muto dan Tribe. tapi nama itu berkaitan dengan hal-hal yang menyedih¬kan. Kini ia jarang mendapat haid. Ishida tidak punya anak dari pernikahan sebelumnya: is trinya sudah meninggal bertahun-tahun lamanya. Shizuka melihat itu dengan rasa iri ber¬campur iba: k onsentrasi penuh si bayi mengisap puting susu ibunya. merenungkan kekecewaan dan ke¬cemasan yang mereka timbulkan saat ini. Shizuka pernah mengatakan kepada Takeo. dan kami telah memiliki Shigeko. "Anak ini akan diberi nama siapa?" tanya¬nya. tugas itu menyita tenaga dan waktu¬nya. Takeshi. Mungkin nama Otori yang lainnya. serta san gat baik hati. Takeyoshi. Sewaktu menikah dengan Ishida. "Kami belum memutuskan. Tapi anak ini takkan diberi nama sampai berusia dua tahun nanti.idak dilakukannya pada anak-anaknya yang lain. tapi tak satu pun calon yang diterima oleh Lord Fujiwara. Shizuka berharap bisa punya anak lagi. perlindungan sang ibu yang sama kuatnya. kesempatannya hampir habi s: dan tentu ia tak ingin harapan¬nya terkabul. Ishida adalah laki-laki yang penuh cinta. kalau ia cukup bahagia hidup tenang bersama Ishi da di Hagi dan bisa terus mendampingi Kaede." Shizuka teringat betapa ia amat sayang kepada kedua putranya saat mereka masih k ecil. Itu juga berarti ada banyak persoalan yang tak bisa dibicarakannya dengan Ishida: Halaman 243 dari 600 .

Ishida menyukai semua kesenangan dari kedamaian makanan yang berlimpah. bahwa musuh bisa saja berada dalam lingkungan keluarga¬nya sendiri. tapi tutup mulut tidak ter¬masuk di dalamnya. kuda . Sejak mereka berdua tinggal di Hagi. dan suaminya itu memiliki banyak sifat baik yang dika guminya. dan bisa saja lupa dengan apa yang telah diocehkannya di malam sebelum nya. berinteraksi dengan orang asing. benda¬benda indah yang mereka bawa dar i bagian dunia lain hingga pada tahapan tidak ingin menghadapi kenyataan bahwa kedamaian se lalu berada di bawah ancaman. Ishida menyukai semua kesenangan dari kedamaian makanan yang berlimpah. serta efek menyembuhk an diri sendiri dengan percaya kepada ramalan. Shizuka mengamati keduanya dengan cermat untuk melihat apakah ada tanda kemampuan yang berkembang. Sunaomi dan Chikara sedih atas kepergian Shizuka. kebebasannya untu k bepergian. memberinya jubah baru dengan tudung model baru dan seekor kuda da ri istal. tapi kedua anak itu kelihatan layaknya putra ksatria. dan Ishida pun sudah hampir melupakan malam di Hofu ketika dalam keadaan mabuk di¬ungkapkannya kepada Z enko. Sake bahkan bisa lebih m e¬longgarkan lidahnya. dan suaminya itu memiliki banyak sifat baik yang dik aguminya. tapi tutup mulut tidak ter¬masuk di dalamnya.Shizuka mencintai suaminya. kebebasannya untu k bepergian. dan bagaimana semua ini berlaku pada diri Takeo. Maka Shizuka tidak mengutarakan pada suaminya tentang Taku dan Zenko. Hana dan Lord Kono tentang teori kekuatan pikiran manusia. Hana. Kaede memeluk. Ishida tidak terlalu memikirkan mana yang bisa dibicarakan dengan orang banyak serta mana yang harus dirahasiakan. Ishida tidak terlalu memikirkan mana yang bisa dibicarakan dengan orang banyak serta mana yang harus dirahasiakan. dan mereka berdua terlalu disibukkan dengan pendidikan dan latihan untuk bisa merindu¬kan neneknya. bahwa musuh bisa saja berada dalam lingkungan keluarga¬nya sendiri. tak berbeda dari anak lelaki seusia mereka yang berlatih bersama mereka. Sake bahkan bisa lebih m e¬longgarkan lidahnya. benda¬benda indah yang mereka bawa dar i bagian dunia lain hingga pada tahapan tidak ingin menghadapi kenyataan bahwa kedamaian se lalu berada di bawah ancaman. bahwa tidak semua orang bisa dipercaya. diharap kan berada di Hagi sebelum akhir bulan. hizuka mencintai suaminya. dan bisa saja lupa dengan apa yang telah diocehkannya di malam sebelum nya. saling bersaing dan bertengkar. bahwa tidak semua orang bisa dipercaya. berinteraksi dengan orang asing. tapi ibu mereka.

tujuan yang pernah diajukan namun ditolak Takeo. berasal dari keluarga Imai. dan memilih Bunta sebagai teman perjalanan. dan ia pun mendoakannya. Di a yang merawat mereka ketika Kaede mem¬butuhkan waktu yang begitu lama untuk me¬mulihkan diri setel ah melahirkan. dengan keahlian bertarung dan kesetiaanny a. dan menetap di Inuyama setelah kematian majikannya itu. keluarga Muto berbeda pendapat.betina yang sudah sering ditunggangi Shizuka. Ia merasa lebih mudah mendapatkan kuda ketimbang teman seper¬jalanan: tersadar kalau ia merindukan Kondo Kiichi yang bisa menjadi t eman yang sempurna untuk perjalanan semacam ini. Penampilannya kalem d an pendiam. dan jago sumo dan petarung tangan kosong yang tangguh. pendongeng dengan keterampilan mengorek inf ormasi. dan rencan a untuk membunuh bangsawan itu. Shizuka tak kuasa menahan ingatannya pada Iida Sadamu. dia pergi ke Yamagata atas permintaan Shizuka untuk mencari infor masi. namun sebenarnya dia pencopet ulung. Bunta dulu menjadi informannya yang bekerja sebagai pelayan di kediaman Lady Mar uyama Naomi. Ia telah menga takan pada Halaman 244 dari . Usianya beberapa tahun lebih muda dari Shizuka. la ki-laki itu menemukan jalannya ke Hagi. Shizuka menyayangi mereka berdua seperti putri yang tidak pernah dimilikinya. Maya dan Miki. Kini Shizuka merasa ber kewajiban untuk bertindak sendiri: berusaha memper¬tahankan agar keluarga Muto tetap setia dan mem astikan keamanan si kembar. dan begitu salju mencair. dia pu la yang telah melindungi dan membela mereka dari semua orang yang hendak menyakiti mereka. persiapan untuk per¬jalanan ke Miyako telah menyita perhatian Takeo. Kelahiran putranya . Kabar yang dibawanya sungguh mengganggu: Taku belum kembali ke Inuyama dan masih di Hofu. Sepanjang musim dingin Bunta telah membawakannya potongan-potongan kecil informa si. dan sejak saat itu bekerja melayani keluarga Otori. Ia punya harapan lain yang ia tak yakin mampu mewujudkannya. Masalah i ni telah ia bicarakan dengan Takeo. tapi mereka belum memutuskan apa pun. dialah yang mengawasi semua latihan mereka dengan cara Tribe. Z enko terlibat hubungan erat dengan Kikuta dan menganggap dirinya sebagai ketua Muto. Masa lalu yang mereka lalui b ersama telah menciptakan ikatan antara mereka berdua. Setelah perang dan gempa. dan Shizuka merasa bisa memercayainya. Andai dunia sejujur seperti sekarang ini. Ia menolak tawaran Kaede untuk dikawal ksatria Otori. disesalinya kematian Kondo.

600 .

Tapi semakin banyak orang mengatakan kalau tuntutan Kikuia akan keadilan perlu dideng ar: Takeo . Shizuka kagum atas semua yang Takeo dan Kaede capai demi kemakmuran dan kebahagi aan negara. "Ketika Kenji masih hidup. di ruma h lama Kenji yang kini ditinggali sepupunya. perbincangan selalu soal kemakmuran di m asa lalu." tutur Yoshio. Tak seo rang pun akan menyangka usulan it u datang dariku. dan meratapi hasrat yang haus kekuasaan dan keinginan kuat untuk balas d endam yang mengancamnya.. Lalu. seperti yang dilaku¬kannya sebelumnya di Maruyama. K eluarga Muto tempat dia menginap di Tsuwano menggerutu karena berkurangnya status mereka di k alangan pedagang sejak banyak orang yang terlibat dalam per¬dagangan. Ia masih tetap berpegang pada pendapatnya saat memikir¬kannya dengan pikiran yang jernih. pemuda berusia lima belas atau enam belas tahun... Takeo memiliki informasi yang bisa menghancurkan Tr ibe. Tapi ketika memikirkannya sebagai seorang ibu. ia menganjurkannya unt uk menyingkirkan Zenko. Ia telah mengenal Yoshio sejak kecil karena mereka pernah dilatih bersama. "Semua orang menghormatinya. banyak hal yang harus ditakukan: membe ri kita waktu. dan menyimpan tenaga. ketika Kikuta dan Muto ber¬sahabat dan semua orang takut dan meng¬hormati mereka. Ia masih tetap berpegang pada pendapatnya saat memikir¬kannya dengan pikiran yang jernih. Yoshio. jalanan aman dan terawat baik. makanan berlimpah dan lezat. kota-kota dama i dan sejahtera. dan bisa melihat alasannya untuk berdamai dengan Otori. Dia m emperlakiikan Shizuka dengan akrab dan berbicara blak-blakan. ikut bersama merek a untuk mengurus kuda.. akeo bahwa sebagai Ketua Muto dan sahabat keluarga Otori. pikirnya. Di Yamagata.Takeo bahwa sebagai Ketua Muto dan sahabat keluarga Otori. Takeo sudah mengatakan kalau dia tak ingin membunuh Zenko. Tapi ketika memikirkannya sebagai seorang ibu. Tapi di lubuk hatinya. menyediakan makan. Putra Bunta. Cuaca hari itu cerah. dan berkuda di depan untuk mengatur tempat pem berhentian selanjutnya. Shizuka meng¬harapkan anaknya itu mati ditangannya sendiri. Aku tidak p erlu melakukan hal yang bertentangan dengan keinginannya. tapi setidaknya sepupunya ini bersikap jujur. Shizuka tak tahu apakah ia bisa mengandalkan dukungan sepupunya ini. Tapi tidak semua orang tidak menikmati kedamaian dan kemakmuran di negeri ini. ia menganjurkannya un tuk menyingkirkan Zenko.

" "Kenji bersumpah setia pada Takeo atas nama keluarga Muto. dengan meraih kes empatan. orang-orang di Tribe ter¬si nggung karena Takeo yang menunjukmu. "Bagaimana dia mendapatkan kekuasaan? Layaknya bangsawan lain." Shizuka mengingat¬kan. Tapi seperti yang kukatakan. "Aku tak menyangsikannya. Aku senantiasa kagum dan juga suka padamu." Shizuka meyakinkannya. walaupun dulu kau anak yang menyebalkan. Masalah dalam keluarga Muto tidak pernah diputuskan oleh bangsawan " "Takeo bukan sekadar bangsawan!" protes Shizuka." balasnya. kan? Itulah keprihatinan kami aku juj ur padamu. Dan aku memimpin keluarga Muto bukan han ya karena Takeo menunjukku: ini juga keinginan Kenji. Shizuka. " Aku sudah terlalu tua untuk itu sekarang!" "Kau minum dan bertarung layaknya laki¬laki!" seru Yoshio dengan kagum." "Kenji tak bisa bicara dari dalam kuburnya. menghadapi musuhnya dengan kejam.bersalah atas penghinaan yang terburuk. sambil minum sake dengan sekali tenggak." Halaman 245 dari 600 . "Begitu pula putraku dia telah ber¬sumpah berulang kali. tapi kau sudah berubah: bahkan sempat cukup cantik juga!" Yoshio menyeringai dan menuangkan sake lagi untuknya. dan mengkhianati mereka yang telah bersumpah s etia kepadanya. "Aku pun bisa memimpin layaknya laki¬laki. tapi kini Akio dan Arai Zenko siap menghukumnya. Selama ber¬tahun-tahun dia belum dihukum atas per¬buatannya. lari dari Tribe dan mem¬bunuh Ketua dari k eluarganya. "Simpan saja pujianmu itu.

"Itu hanya salah satu sisinya!" Itu hanya salah satu sisinya!" "Itu adalah cara Tribe. Tidak a da yang berpikir kalau Takeo akan meng¬undurkan diri dengan sukarela. "Orang-orang yang mengatakan kaulah yang memberi informasi itu." "Itu sudah lama sekali." sahut Yoshio. Menurut kabar." gerutu Yoshio. Ayah Ze nko menyerang Takeo setelah ber¬sumpah bersekutu dengannya. "Bukan hanya karena Takeo yang menunjukmu. namun ia tidak bereaksi. Lord Shigeru memiliki catatan informasi tentang Tribe. "Orang-orang ingin tahu bagaimana Takeo menemukan Tribe di Maruyama padahal dia belum pernah ke sana. sebagai imbalan atas pengkhianatan¬mu selama bertah un-tahun. dan itulah alasa nnya Takeo menunjukmu sebagai ketua Muto. Otori menang: Tribe juga merasakan kemenangannya. pedagang yang kaya. Shizuka berkata." Bunta mengangkat mangkuk ke mulutnya dan menatap Shizuka dari pinggiran mangkuknya selagi minum. tapi juga ka rena kau perempuan. seperti yang sudah kita lakukan." imbuh Bunta cepat. "Selama Iida berkuasa . aku hanya ingin memperingatkan mu. dia duduk dengan bibir terkatup rapat dan menunduk. Katakan kalau aku benar." Senyum Yoshio hilang. "Maaf. kau diam saja. Tentu saja Akio akan memanfaatkan desas-desus ini. "Sekarang nampak¬nya Arai akan menentang Otori lagi." Kedua orang itu meliriknya. tapi Shigeru tahu jauh lebih banyak tentang Tribe da ri yang bisa dia tahu dari Kenji. menenggak sakenya lalu mengisi lagi. "Bunta. namun siapa yang bisa menyalahkannya ? Semua orang tahu cepat atau lambat Arai akan melawan Otori untuk mengendalikan Tiga Ne gara." bantah Yoshio. apa pun hasil pertan dingan di . dan selama perang. Ada kecurigaan lain pada dirimu yang jauh lebih berat. Pasti ada orang yang memberi informasi padanya. dan kita akan terus begitu." sahut Shizuka dengan nada ringan. banyak yang bertindak yang dapat dianggap sebagai pengkhianatan. "Aku bukan¬nya mengatakan kalau aku salah satu dari mer eka." "Uhh. "Bukti keberhasilan pemerintahannya ada di mana-mana: tanah yan g subur." "Ksatria yang frustrasi dan mata-mata yang menganggur." Kata-kata itu menggantung di udara bak sebuah pukulan. o rang tahu kalau Lord Shigeru dan Kenji berteman. tersenyum lebar. anakanak yang sehat.

Dia tida k punya pilihan. Tribe akan bersatu lagi. kami tak ingin terpuruk bersamanya.Miyako. meski sedikit peluangnya. Shizuka. Dia akan kembali dan bertempur. "Mereka sudah lama menanti." sahut Shizuka menyuarakan pikirannya. "Kau bisa menyelamatkan diri. dan kemungkinan juga keluarga Muto. mengalahkan Saga di Timur." "Lalu Kikuta akan balas dendam. kita akan dapatkan kembali ke kuatan kita. Akan terlihat kalau tidak ada yang bisa lepas dari Tribe. Yang mesti kau lakukan hanyalah mengakui Zenko sebagai ketua keluarga. Dia bisa saja mengalahkan Zenko di Barat ... Kita harus memihak pada pemenangnya. dan kemungkinan. Kami melepaskan diri dar i Takeo sebelum dia kalah. dan rahasia apa pun yang kau simpan d i masa lalu akan tetap tersimpan rapat-rapat. Ia pernah mengucapkan kata-kata ya ng sama tentang masa depan Takeo pada Kaede bertahun-tahun lalu di Terayama. Dia akan memahami kalau ini demi yang terbaik. Dia tak bisa m enang melawan mereka berdua." Shizuka mendengar kata-kata ini seperti gema. Zenko akan membayar upeti pada Saga. Halaman 246 dari 600 . Taku bisa berpikir dengan akal sehat. "Dia akan setuju bila kau yang suruh. sebagai ketua dan sebagai ibunya.." ujar Bunta." "Taku takkan setuju.

Kini rasa takut itu muncul lagi. Ditemukan dirinya mengira-ngira tentang Bunta dan anaknya. melintasi pegunungan. Ia hampir tak bisa menahan diri un tuk menangis. namun sej ak mengakui perbuatannya pada Kenji. hanya untuk melihat orang terbakar hidup-hidup di depan matanya. kesal dengan perbincangan semalam. *** Shizuka berangkat ke desa Muto. ia mengasihani orang itu. ia bisa mengalahkan banyak laki-laki dengan pedang namun juga sadar kalau ia tid ak bisa menandingi kekuatan fisik mereka. tapi ia sudah tak muda lagi.Karena Saga berniat menyatukan Delapan Pulau di bawah kekuasaannya. Shizuka masih berlatih setiap hari. Alangkah menyedihkan keadaan Kondo saat itu. kita akan pu nya pekerjaan yang menarik dan menguntungkan selama bertahun-tahun yang arena Saga berniat menyatukan Delapan Pulau di bawah kekuasaannya. Tiada henti ia memikirkan Kondo: ia pernah bercinta dengan orang itu di tempat ini. pikir Shizuka. Kemudian Kondo muncul lagi saat ia mengira hidu pnya akan berakhir. ia tidak mencintai Kondo. dan Shizuka merasa marah dan tidak nyaman dengan laki¬laki itu. Sudah berapa lama Bunt a curiga? Apakah sejak pertama kali orang itu melapor¬kan tentang hubungan Shigeru dengan Ma ruyama Naomi? Selama bertahun-tahun ia takut pengkhianatannya akan terungkap. Shizuka tak tidur karena gelisah. Malam sebelumnya bul an purnama dan ia berkuda dengan murung. Bunta hanya bicara se dikit. Sifat Kondo yang sulit menunjukkan perasaan seperti mendapatkan kemuliaan tragis. Pagi harinya ia meninggal kan bocah itu dan kuda di belakang. siap bertarung m em¬bela diri. serta alangkah mengagumkannya! Mengapa ia begitu terharu pada la ki-laki itu kini? Nyaris seperti arwah Kondo tengah menggapai dirinya untuk mengatakan sesuatu. Kagemura. Ia takut kalau keluarga Muto di situ juga akan men¬desaknya untuk mengambil jalan yang sama. kita akan pun ya pekerjaan yang menarik dan menguntungkan selama bertahun-tahun yang akan datang. keesokan harinya. . Hari menjelang malam ketika mereka tiba di penginapan. un tuk memper ingatkannya. dan dimaafkan. Ia berjalan kaki seperti yang pernah ia lakukan bersama Kondo. berusaha memikirkan c ara untuk menghabisi mereka kalau mereka berbalik menentangnya. membuatnya waspada yang tidak ia lakukan selama bertahun-tahun." Dan aku tak perlu membunuh putraku. rasa takut itu ber¬kurang.

walaup un ia tahu nama. dinding kayu k elam terkena embun. membuatnya senang dengan jubah bertudung yang dipakainya. Gerbang desa tampak dibuka dengan rasa enggan. Hari sudah sangat sore ketika mereka sampai. terutama Miki. Kakek dan neneknya sudah lama meninggal: rumah lama kini dihuni keluarga¬keluarga yang sebaya dengan kedua putranya dan anak-anak. meskipun anak-anak sangat gembira atas kedatanganny a. Tulang-tulang ta jam di wajahnya kelihatan lebih menonjol dan matanya yang cekung berkilat. kini sudah menjadi nenek. Halaman 247 dari 600 . Belum sampai dua bulan sejak terakhir kali bertemu Miki: ia terkejut dengan peru bahan gadis itu. dan setidaknya mereka menyambut dirinya dengan kegembiraan yang tulus. Bahkan rumah-rumah di dalamnya berkesan tertutup dan tidak ramah. "Apakah Miki pernah sakit?" karena saat musim semi kerapkali terjadi demam menda dak dan sakit perut. bakat dan sebagian besar rincian dalam hidup mereka. kabut mulai menyelimuti lembah lagi. Saat itu hawa terasa din gin. Shizuka tidak mengenal betul mereka. Kana dan Miyabi. ia bertanya pada Kana. atap-atap diperberat dengan bebatuan.Bahkan saat melihat desa Muto di lembah tersembunyi tak mampu membuatnya gembira seperti biasanya. Shizuka kurang yakin dengan ket ulusan sambutan dari orang lainnya. Miki lebih tinggi dan agak kurus sehingga tampak lentur dan ramping. masih mengurus rumah. Sewaktu mereka berkumpul di dapur untuk menyiapkan makan malam. matahari mulai tenggelam di balik gugusan pegunungan terjal.

"Kau mestinya tidak berada di sini ber¬sama kami!" bentak Kana. "Kau tamu ke¬hormata nKau mestinya tidak berada di sini ber¬sama kami!" bentak Kana. "Kau tamu ke¬hormata n: seharusnya kau duduk bersama para laki-laki." "Aku akan bergabung dengan mereka nanti. Ceritakan tentang keadaan Miki." Kana berpaling ke arah Miki yang tengah duduk di samping perapian, mengaduk sop di panci besi yang tergantung di atas api dengan kaitan besi berbentuk ikan. "Miki memang semakin kurus," sahut Kana setuju. "Tapi dia tidak mengeluh, bukan begitu, 'nak?" "Dia tidak megeluh," imbuh Miyabi tertawa. "Miki setangguh laki-laki. Kemarilah Miki, biarkan Shizuka memegang len gan¬mu." Miki datang dan berlutut di dekat Shizuka tanpa bicara. Shizuka mencengkeram len gan bagian atas gadis itu. Dirasakakannya lengan itu sekeras baja, tidak ada daging, hanya otot dan tulang. "Apakah semuanya baik-baik saja?" Miki mengangguk. "Ayo berjalan-jalan bersamaku: kau bisa ceritakan apa yang membuatmu sedih." "Dia akan bicara padamu saat tidak ingin bicara dengan orang lain," ujar Kana de ngan suara pelan. "Shizuka," bisik Miyabi bahkan lebih pelan lagi. "Waspadalah. Para pemuda...." M iyabi melirik sekilas ke ruang utama rumah tempat suara-suara laki-laki terdengar samar¬samar, meski Shi zuka bisa mengenali suara Bunta. "Ada yang merasa tidak suka," ujar Miyabi tidak jelas, te rang-terangan takut ada yang menguping. "Begitulah yang diberitahukan kepadaku. Di Yamagata dan Tsuwano juga sama. Aku a kan melanjutkan perjalanan ke Hofu, tempat aku akan bicarakan keadaan ini dengan kedua putraku. Aku akan pergi satu atau dua hari lagi." Miki masih berlutut di dekatnya, dan Shizuka mendengarnya menghela napas pelan d an merasakan kalau gadis itu semakin tegang. Dirangkulnya Miki, tercengang dengan tajam dan r apuhnya tulang di balik kulitnya, tak ubahnya sayap burung. "Ayo, pakai sandalmu. Kita akan jalan¬jalan ke biara dan memberi salam kepada dewa -dewa."

Kana memberi Miki sedikit kue mochi sebagai sesaji bagi dewa-dewa. Shizuka mem¬buk a tudung jubahnya; cuaca terasa dingin. Bulan bersinar redup menyinari udara yang berkabu t, membuat bayang-bayang di se-panjang jalan dan di balik pepohonan yang mengelilingi biara . Walau-pun sudah dua hari sejak purnama bulan keempat, udara masih terasa dingin. Jauh di ketingg ian pegunungan terdengar nyanyian katak dan jangkrik. Hanya seruan burung hantu yang tersendatsendat. Biara diterangi dua lentera di kedua sisi altarnya. Miki menaruh kue mochi di de pan patung Hachiman, dan mereka berdua me¬nepukkan tangan lalu membungkuk hormat tiga kali. Shizuka pernah memanjatkan doa di sini bertahun-tahun yang silam untu k Takeo dan Kaede. Sekarang ia masih me¬manjatkan permintaan yang sama, dan men¬doakan arwah Kondo dan mengucapkan rasa terima kasihnya kepada laki-laki itu. "Apakah para dewa akan melindungi Maya?" tanya Miki, seraya menatap pahatan patu ng di depannya. "Kau sudah memintanya?" "Sudah, aku selalu meminta begitu. Juga untuk Ayah. Tapi aku tidak mengerti baga i¬mana para dewa bisa mengabulkan doa semua orang, saat semuanya menginginkan hal yang berbeda. A ku mendoakan ke-selamatan Ayah, tapi banyak orang lain yang mendoakan kematiannya."

"Inikah yang telah membuatmu kurus, mencemaskan ayahmu?" "Aku berharap bisa bersamanya. Dan Maya juga." Halaman 248 dari 600

"Terakhir kali kita benemu kau sangat gembira, dan baik-baik saja. Apa yang tela h terjadl?" Terakhir kali kita benemu kau sangat gembira, dan baik-baik saja. Ap a yang telah terjadl?" "Aku tidak dapat tidur nyenyak. Aku takut dengan mimpi." "Mimpi apa?" sela Shizuka saat gadis itu membisu. "Mimpi-mimpi saat aku bersama Maya. Dia menjadi si kucing dan aku menjadi bayang annya. Kucing mengambil segala yang ada dalam diriku dan aku harus mengikuti¬nya. Ketika berusah a terus terjaga, aku men-dengar para laki-laki bicara: mereka selalu membicarakan hal ya ng sama, tentang keluarga Muto, dan apakah Ketua bisa dijabat oleh perempuan, dan Zenko juga Kiku ta. Dulu aku senang berada di sini. Aku merasa aman dan semua orang menyukaiku. Sekarang para laki-laki terdiam saat aku lewat, dan anak-anak lain menghindariku. Ada apa Shizuka?" "Para laki-laki memang selalu menggerutu. Nanti juga mereka bosan," sahut Shizuk a. "Lebih dari itu," ujar Miki dengan nada mendesak. "Sesuatu yang buruk sedang ter¬j adi. Maya dalam bahaya. Kau tahu bagai¬mana kami berdua: aku bisa tahu apa yang terjadi pada Maya, begitu juga sebaliknya. Kami selalu begitu. Aku bisa merasakannya berseru memanggilku, tapi aku tidak tahu di mana Maya berada." "Maya ada di Hofu bersama Taku dan Sada," sahut Shizuka dengan percaya diri untuk menyembunyikan kegelisahannya sendiri. Ia tahu benar si kembar bisa mengetahui pikiran masing-masing dari jauh. "Maukah kau mengajakku ke sana?" "Mungkin sebaiknya begitu." Tentu saja, pikirnya, aku harus mengajak¬nya. Aku tak bisa meninggalkannya di sini Orang-orang akan memanfaatkan dia me¬lawan Takto. Semakin cepat aku bicara dengan Taku dan Zen ko, akan semakin baik. Kami harus menyelesaikan masalah kepemim¬pinan ini sebelum perasaan tidak senang ini makin tak terkendali "Kita akan berangkat lusa." *** Shizuka menghabiskan keesokan harinya untuk berkonsultasi dengan para pemuda yan g kini

membentuk inti keluarga Muto. Mereka memperlakukannya dengan normat dan mendenga rkannya dengan sopan. Silsilah keluarga, sejarah dan bakatnya telah mengendalikan rasa h ormat dan rasa takut mereka. Shizuka lega, terlepas dari usia dan bentuk tubuhnya yang kecil, i a masih bisa mengendalikan mereka. Diulangi lagi niatnya untuk membicarakan masalah kepemim¬pinan dengan Zenko dan Taku, serta menekankan b ahwa ia takkan turun dari jabatannya sebagai Ketua sebelum Takeo kembali dari wilayah Ti mur. Ia mengatakan bahwa ini keinginan Kenji dan ia meng¬harapkan kepatuhan total mereka s esuai tradisi keluarga Muto. Tak seorang pun keberatan saat ia mengatakan Miki akan ikut bersamanya, tapi dua hari kemudian di jalan menuju Yamagata, Bunta berkata, "Orang di desa kini tahu kau tidak memerca yai mereka karena kau membawa Miki." "Saat ini aku tidak memercayai siapa pun." Mereka berkuda berdampingan, Miki di depan menunggang kuda anak lelaki Bunta. Shizuka berencana meminjam satu kuda lagi dar i istal Lord Miyoshi di Yamagata. Itu akan membuat mereka berdua lebih leluasa, lebih aman. Shizuka memalingkan wajah lalu menatap langsung ke arah Bunta, menantang laki-la ki itu. "Apa aku salah? Haruskah aku percaya padamu?" "Jujur saja, semua ini hanya masalah apa yang diputuskan Tribe. Aku takkan meng Halaman 249 dari 600

gorok lehermu selagi kau tidur, kalau itu yang kau maksud. Aku sudah lama mengen almu dan lagi, aku tak suka mem¬bunuh perempuan." rok lehermu selagi kau tidur, kalau itu yang kau maksud. Aku sudah lama mengenal mu dan lagi, aku tak suka mem¬bunuh perempuan." "Jadi beritahu aku lebih dulu sebelum kau mengkhianati diriku," ujarnya. Mata agak Bunta mengerut. "Akan ku¬katakan." "Suruh Bunta dan putranya pulang," ujar Miki kemudian, ketika mereka tiba di Yam agata dan sedang berdua saja. Tidak ingin tinggal di rumah Muto dengan Yoshio, Shizuka lalu pergi ke kastil. Di sana mereka disambut istri Kahei yang membujuk mereka agar tinggal lebih lama. Saat b ujukannya tidak berhasil, dia lalu menawarkan pen-damping dan juga kuda tambahan. "Sulit untuk memutuskan," ujar Shizuka kepada Miki. "Jika aku kirim mereka pulan g, maka aku tidak punya lagi kontak dengan keluarga Muto selama di perjalanan, dan aku justru sema kin mendorong Bunta untuk menjauhiku; jika kuterima tawaran Lady Miyoshi berarti kita akan bep ergian secara terbuka kau sebagai putri Lord Otori." Miki mengerutkan wajah pertanda tidak menyukai usulan itu. Shizuka tertawa. "Keputusan ini tidak pernah sesederhana yang kau kira." "Mengapa kita tidak pergi berdua saja?" "Dua orang perempuan bepergian tanpa pelayan atau pendamping justru akan lebih m enarik perhatian biasa-nya perhatian yang tidak diinginkan!" "Andai kita dilahirkan sebagai laki-laki!" ujar Miki, dan meski berusaha bicara dengan nada ringan. Shizuka menangkap nada kesedihan di balik kata-katanya. Teringat olehnya rasa sa yang Kaede pada bayi laki¬lakinya, kasih sayang yang tak pernah ditunjukkan pada putri kembarnya. Ia melihat kesepian yang dialami si kembar: tumbuh dewasa di antara dua dunia. Bila keluarg a Muto berbalik menentang ayah mereka, maka mereka pun akan menolak kehadiran si kembar. Mereka bahkan akan berusaha untuk menghabisi si kembar dan Takeo. "Bunta dan putranya akan ikut dengan kita ke Hofu. Setibanya di sana, Taku akan mengurus kita; kau akan bersama Maya dan kita semua akan aman!" Miki mengangguk dan berusaha ter¬senyum. Malam itu terjadi gempa kecil, membuat bangunan berguncang dan menyebabkan kebak aran di beberapa bagian kota. Udara tetap terasa penuh debu dan asap saat mereka pergi d engan dua kuda

tambahan, satu ditung-gangi oleh pengurus kuda dari kediaman Miyoshi. Mereka ber temu Bunta dan putranya sesuai rencana, di tepi parit lebar kota, tepat di luar gerbang kastil. "Kau dapat kabar dari Taku?" tanya Shizuka pada Bunta, seraya memikirkan Taku mu ngkin menghubungi keluarga Muto. "Yoshio tidak mendengar kabar apa-apa. Hanya ada laporan bahwa dia masih di Hofu ." Bunta menyeringai dengan kesan tidak senonoh sewaktu mengatakannya, lalu berkedip kepa da putranya yang tertawa. Apakah semua orang tahu kalau putranya tengah tergila-gila pada Sada? Shizuka be r¬tanya pada dirinya sendiri, merasakan kesal pada putra bungsunya itu. Namun di malam pertama perjalanan mereka, setelah Shizuka dan Miki pergi tidur, Bunta mengetuk pintu dan memanggil namanya pelan. Shizuka mencium bau sake. "Keluarlah. Aku mendengar kabar buruk." Bunta mabuk, sake sudah menghilangkan kepekaan serta membebaskan lidahnya. Shizuka mengambil pisaunya dari bawah tikar dan menyelipkannya di balik jubah ti durnya, sambil merapatkan jubah luarnya. Diikutinya Bunta sampai ke ujung be-randa. Bulan tidak kelihatan; terlalu gelap untuk melihat ekspresi di wajah Bunta. Halaman 250 dari 600

"Mungkin ini hanya rumor, tapi kurasa kau perlu dengar." Dia berhenti sejenak la lu bicara dengan canggung, "Ini bukan berita bagus: kau sebaiknya menyiapkan diri." Mungkin ini hanya rumor, tapi kurasa kau perlu dengar." Dia berhenti sejenak lal u bicara dengan canggung, "Ini bukan berita bagus: kau sebaiknya menyiapkan diri." "Apa?" tanya Shizuka, lebih keras dari yang diingin-kannya. "Taku diserang bandit. Dia dan kekasih¬nya, Sada, tewas." "Tidak mungkin," ujar Shizuka. "Tidak ada yang tahu detailnya. Tapi orang-orang membicarakannya di kedai." "Ora ng-orang Tribe? Muto?" "Muto dan Kuroda." jawabnya canggung. "Aku turut berduka." Dia tahu kalau berita itu benar, pikirnya, karena ia pun tahu kalau itu benar. S aat merasakan kesedihan yang mendalam selama perjalanan ke Kagemura, ia merasa arwah Kondo ber seru memanggil. Kini Taku berada di antara mereka. Ini bisa membunuhku, pikirnya. Penderitaan yang dirasakannya b egitu menusuk hingga tak tahu bagaimana bisa bertahan, bagaimana ia bisa terus hidup di dunia yang tak ada Taku di dalamnya. Shizuka meraba pisau di jubahnya, ber¬maksud menikam lehernya sendiri , menyam¬but rasa sakit di tubuhnya yang bisa mengakhiri penderitaannya. Tapi sesuat u mencegahnya. Shizuka memelankan suara, ingat kalau Miki sedang tidur di dekat situ. "Putri Lo rd Otori, Maya, ada bersama Taku. Apakah dia juga ikut tewas?" "Tidak ada yang menyebut-nyebutnya, " sahut Bunta. "Kurasa tidak ada yang tahu k alau Maya ikut bersama mereka, kecuali keluarga Muto di Maruyama." "Apakah kau tahu?" "Aku dengar ada anak yang dijuluki Si Kucing Kecil bersama Taku. Aku sedang menc ari tahu siapa orangnya." Shizuka tidak menjawab. Ia tengah berjuang mengendalikan diri. Di benaknya melin tas kenangan masa lalu, bayangan pamannya, Kenji, saat mendengar kabar tentang kematian putri nya di tangan Kikuta. Paman, dipanggilnya arwah Kenji. Kau mengerti penderitaan yang kualami saat ini dan kini aku bisa rasakan sakit hatimu. Beri aku kekuatan untuk terus hidup, seperti dirimu.

Maya, aku harus memikirkan Maya. Aku takkan memikirkan Taku, belum saatnya. Aku harus selamatkan Maya. "Apakah kita akan tetap ke Hofu?" tanya Bunta. "Ya, aku harus mencari tahu kebenaran¬nya." Ia memikirkan semua ritual yang harus dilakukan bagi arwah Taku, ingin tahu di mana putranya dikubur. Ia merasakan lilitan penderitaa n sekuat baja menghimpit dadanya saat memikirkan jasad putranya di dalam tanah, dalam kegelapa n. "Zenko ada di Hofu?" tanyanya, merasa kagum ternyata kata-kata itu terlontar dengan tenang. "Ya, istrinya pergi ke Hagi naik kapal laut minggu lalu, tapi dia tidak ikut. Di a tengah mengawasi pengaturan perdagangan dengan orang-orang asing. Dia makin dekat dengan mereka, begitulah beritanya." "Zenko pasti tahu. Bila memang per¬buatan bandit, maka dia bertanggung jawab untuk menangkap dan menghukum mereka, dan menyelamatkan Maya bila masih hidup." Namun bahkan saat ia bicara pun, Shizuka tahu kalau putranya tidak tewas dibunuh sembarangan bandit. Dan tak satu pun orang Tribe berani menyentuh Taku kecuali Kikuta. Akio te lah menghabiskan musim dingin di Kumamoto. Akio pasti telah berhubungan dengan Zenko . Halaman 251 dari 600

Shizuka tak percaya Zenko terlibat dalam kematian Taku. Apakah ia akan segera ke¬h ilangan kedua putranya? hizuka tak percaya Zenko terlibat dalam kematian Taku. Apakah ia akan segera ke¬hi langan kedua putranya? Aku tidak boleh menuduh sebelum bicara dengannya. Bunta menyentuh lengan Shizuka dengan ragu-ragu. "Ada yang bisa kubantu? Mau kua mbilkan sake, atau teh?" Ia menarik lengan, membaca sesuatu yang lebih dari sekadar simpati dari gerakan Bunta. Seketika membenci semua laki-laki dengan nafsu dan kekerasan mereka yang berujung pada ke matian. "Aku ingin sendiri. Kita pergi saat matahari terbenam. Jangan katakan apa pun pada Mi ki. Akan kuputus¬kan kapan akan memberitahunya." "Aku sangat berduka," sahut Bunta. "Semua orang menyukai Taku. Ini benar¬benar keh ilangan yang menyedihkan." Ketika langkah kaki Bunta semakin meng¬hilang, Shizuka terpuruk di beranda. Ia mas ih memegang pisau, alat yang bisa ia gunakan untuk lari dari dunia nan penuh derita ini. Terdengar olehnya langkah kaki ringan di lantai papan. Miki mendekat lalu memelu k¬nya erat. "Kukira kau sudah tidur," Shizuka memeluk gadis itu dan membelai rambutnya. "Ketukan pintu tadi membuatku ter¬bangun, lalu aku tak tahan untuk men¬dengarkan." T ubuh kurusnya gemetaran. "Maya belum mati. Aku pasti tahu kalau dia sudah mati." "Di mana dia? Bisakah kau menemukan¬nya?" Shizuka berpikir bila ia berkonsentrasi pada Maya, pada mereka yang masih hidup, maka ia takkan larut dalam kesedihan. Dan Miki, de ngan kepekaan yang amat tinggi, nampaknya menyadari ini. Miki tidak meng¬ucapkan sepatah kata pu n tentang Taku, tapi membantu Shizuka berdiri. "Kemari dan berbaringlah," katanya, seolah Shizuka adalah anaknya. "Meskipun tid ak bisa tidur, kau bisa beristirahat. Aku ingin tidur karena Maya berbicara padaku dalam mimpi. Cepat atau lambat dia akan mengatakan padaku di mana dia berada, da n kemudian aku akan bertemu dengannya." "Kita harus kembali ke Hagi. Aku harus membawamu pulang." "Tidak, kita harus ke Hofu," bisik Miki. "Maya masih di Hofu. Bila kelak kau tid ak menemukanku, jangan cemas. Aku akan bersama Maya."

Mereka berbaring dan Miki meringkuk di sebelah Shizuka. Gadis itu sepertinya ter¬t idur, namun Shizuka tetap terjaga memikir¬kan tentang hidup putranya. Semua perempuan di kalan gan Tribe dan ksatria harus membiasakan diri mendengar kabar tentang kematian kejam putra mere ka. Anak lakilaki diajarkan untuk tidak takut mati, dan anak perempuan dilatih untuk tidak menunju kkan kelemahan atau kesedihan. Ia melihat bagaimana kasih sayang seorang ibu yang terlalu melin dungi telah mengubah putranya menjadi pengecut atau mengarah¬kan mereka bertindak gegabah. Taku telah t iada, ia menangisinya, namun yakin kalau kematian putranya karena tidak ingin mengkhianat i Takeo: Taku dibunuh karena kesetiaannya. Kematiannya bukanlah sesuatu yang tidak disengaja atau tidak bermakna. Dengan cara ini Shizuka sanggup menenangkan serta menguatkan dirinya selama bebe rapa hari berikutnya saat berkuda ke Hofu. Ia bertekad tidak akan bersikap seperti seorang ibu yang kebingungan dan bersedih, tapi bersikap sebagai ketua Muto; ia takkan memperliha tkan kelemahan tapi justru akan mencari tahu bagaimana putra¬nya bisa mati dan menyerei pembunuhn ya untuk dihukum. *** Cuaca panas dan pengap: bahkan angin laut tidak mampu mendinginkan kota pelabuha n itu. Hujan musim semi hanya turun sedikit, dan orang-orang bicara dengan cemas tentang pana snya cuaca yang tidak biasa. Cuaca seperti ini dapat menyebabkan kekeringan karena selama e nam belas tahun Halaman 252 dari 600

atau lebih tidak terjadi kekeringan. Hujan musim semi dan hujan plum senantiasa datang di saat yang tepat sehingga banyak pemuda yang belum pernah mengalami kekeringan. au lebih tidak terjadi kekeringan. Hujan musim semi dan hujan plum senantiasa da tang di saat yang tepat sehingga banyak pemuda yang belum pernah mengalami kekeringan. Suasana di kota terasa menggelisahkan, bukan hanya karena cuaca. Berbagai pertanda yang mengancam dilaporkan setiap har i; wajah-wajah yang bicara tentang takdir buruk terlihat di lentera-lentera di luar biara Daifu kuji; kawanan burung yang terbang membentuk huruf nasib buruk di udara. Segera setelah mereka tiba di sana, Shizuka menyadari kesedihan dan kemarahan yang sebenar-nya dari penduduk kota atas kemat ian Taku. Ia tidak pergi ke kediaman Zenko, tapi menginap di penginapan yang menghadap ke sun gai, tidak jauh dari Umedaya. Di malam pertama, pemilik penginapan menceritakan kalau Taku dan Sada di¬makamkan di Daifukuji. Dikirimnya Bunta untuk memberitahu Zenko tentang ke¬datangannya. Ia bangun pagi-pa gi, me¬ninggalkan Miki yang masih tidur, berjalan ke biara warna merah tua yang berdir i di antara pepohonan suci, menghadap ke laut untuk menyambut kepulangan para pelaut ke Nega ra Tengah. Lantunan doa terdengar dari dalam biara, dan dikenalinya kata-kata suci dan alun an sutra bagi orang meninggal. Dua biarawan tengah menyebarkan air di papan jalan sebelum menyapunya. Salah sat u dari mereka mengenali Shizuka, lalu berkata, "Ajak Lady Muto ke pemakaman. Aku a kan memberitahu Kepala Biara." Dilihatnya simpati mereka, dan ia berterima kasih. Di bawah pepohonan besar terasa dingin. Sang Biarawan membimbingnya ke makam yan g baru digali; belum ada batu nisan; lentera menyala di sisi makam dan sese-orang telah menaruh sesaji bunga iris ungu di depannya. Dipaksa dirinya membayangkan putranya diletakkan dalam peti mati di bawah tanah, tubuh yang kuat dan lincah kini terbujur kaku. Arwah putranya pa sti gentayangan gelisah di antara dua dunia, menuntut keadilan. Biarawan yang kedua datang membawa dupa, dan tak lama kemudian, saat Shizuka ber lutut berdoa tanpa suara, Kepala Biara datang lalu berlutut di sampingnya. Mereka tetap membi su beberapa saat; kemudian Kepala Biara melantunkan suara yang sama bagi orang meninggal. Air mata mengambang di pelupuk mata¬nya dan mengalir turun di pipi. Kata-kata kuno

naik terbang ke bawah naungan pe¬pohonan, bercampur dengan kicau pagi burung gereja serta kicau lembut burung merpati. Kemudian, Kepala Biara mengajaknya masuk ke ruangannya dan menyajikan teh untukn ya. "Aku sendiri yang mengurus pengukiran batu nisannya. Kurasa itulah yang diinginkan Lo rd Otori." Shizuka menatap orang itu. Ia mengenal Kepala Biara selama beberapa tahun, tapi dia selalu dalam suasana hati yang gembira, dia bisa berkelakar dengan para pelaut dalam dialek k asar mereka sama baiknya dengan menggubah syair indah penuh humor ber¬sama Takeo, dan Tabib Ishida. Kini wajah¬nya murung, dengan ekspresi sedih. "Apakah kakaknya, Lord Zenko, ber¬hubungan dengan semua ini?" tanya Shizuka. "Aku khawatir Lord Zenko telah di¬pengaruhi orang asing: tidak ada peng¬umuman resmi , tapi semua orang mem¬bicarakannya. Dia telah menerima agama mereka dan kini mengakuinya sebag ai satu agama yang benar. Hal ini membuatnya tidak boleh masuk ke kuil dan biara kami, d an tidak boleh melakukan upacara yang di¬perlukan bagi adiknya." Shizuka menatap pendeta itu, tidak percaya dengan apa yang didengarnya. "Sikapnya sangat meresahkan," lanjutnya. "Sudah ada pertanda kalau para dewa ter¬s inggung. Orang-orang takut mereka akan dihukum dewa atas perbuatan pemimpin mereka. Sebal iknya, orangHalaman 253 dari 600

selagi membimbing ibunya berjalan menuju ruangan yang meng¬hadap ke taman." imbuhnya. Deus. lambang agama ora ng asing. Pandangan mata Shizuka jatuh ke kalung rosario di leher Zenko. tengah bermain di beranda." "Termasuk sebagian besar pengawal pribadinya." katanya pada Miki. diikuii ungkapan betapa gembira dia bertemu ibunya." ujarnya. "Bila aku tidak kembali nanti malam." panggil Zenko. tapi kukira sebaiknya mempertahankan se¬tidaknya sala h satu putraku bersamaku. "yang diperintahkan pin dah agama atau mati. "Istriku. Lagipula. sudah ke Hagi untuk menemani kakaknya. Itu pertama kalinya Shizuka bertemu cucunya: usianya kira-kira dua tahun." Gadis itu memeluknya sangat erat. Hana akan bersama mereka dalam dua minggu lagi. diawasi pengasuhnya. dan anak itu dengan patuh datang lalu berlutut di hadapan Shizuka. "Kabar buruk ini merupakan pukulan bagi kita semua. terkejut karena ibunya tidak langsun g menemui dirinya." Di¬angk at kedua . "Tunggu di sini. menggantung di dadanya.orang asing itu bersikeras kalau tuhan mereka. "Kemari dan sapa nenekmu. Kata-kata pertama Zenko adalah simpa ti. Sebenarn ya dia enggan meninggalkan Hinomasa kecil. Deus." rang asing itu bersikeras kalau tuhan mereka." ujar Shizuka. Ia tidak menunggu untuk di¬panggil menghadap. namun segera kembali ke penginapan untuk berp akaian rapi dan memesan tandu. akan memberi pahala bagi Ze nko dan siapa pun yang bergabung dengannya. Zenko keluar menuju beranda begitu tandu diturunkan di dalam gerbang. cucunya. Ia memaksa dirinya berpikir kalau ia salah menilai putra sutungnya itu. Seorang bocah. aku tidak melakukan kesalahan apa-apa." "Jadi kau mengakui kalau kau memper¬taruhkan nyawa kedua putramu yang lain?" tanya Shizuka pelan. me¬mutuskan untuk bicara dengan Zenko secepatnya . mereka akan mengurusmu." "Benar-benar gila. akan memberi pahala bagi Zen ko dan siapa pun yang bergabung dengannya. Kukira mereka tidak dalam bahaya. Tanganku bersih. seperti yang Ibu tahu. pergil ah ke Daifukuji. "Ibu.

"Bagaimana kalau kuperintahkan kau untuk memberitahu yang sebenarnya?" Pandangan Zenko menghindar. Shizuka merasa kalau putranya itu tidaklah menangis. "Bandit. dan m em¬beri isyarat pada pelayan perempuan itu untuk membawa putranya pergi." Zenko tersenyum lebar. T entu saja. "Satu hal yang menghibur bila ternyata adikku yang malang hidup dalam diri putraku. Ada penjelasan apa lagi? Aku akan kejar dan adili mereka. "Dia punya telapak tangan Kikuta!" seru Shizuka terkejut. "Dia mengingatkanku pada Taku." Jelas sekali kalau Zenko tidak peduli bila ia percaya atau tidak. "Mengapa kau tidak men¬c eritakannya?" "Menarik. tapi justru tersenyum. bukan? Darah Tribe tidak habis terkikis." tutur¬nya." "Mungkin kau bisa ceritakan siapa yang membunuhnya. "Lebih bersih dari tangan Hinomasa. orang¬orang yang putus asa semakin berani dan keluar dari persembunyiannya." selorohnya. dan menyembunyikan wajahnya dengan lengan baju lagi. Halaman 254 dari 600 .tangannya lalu mengangkat tangan putranya. tentu saja. senang denga n keberaniannya sendiri. sambil menyeka mata dengan lengan baju. dengan Takeo sedang di Ibukota." ujar Shizuka.

Sugita. atas ketidakpatuhan selama bertahun-tahun terhadap Tribe. tapi bila Ibu bersikeras menentangku. s ena dukungan tambahan yang kami miliki dari orang-orang asing " Ditepuknya salib di dadanya "Den gan senjata serta kapal mereka. dan Kahei. dan aku akan dinobatkan menjadi penguasa Tiga Negara. dalam pem¬bunuhan ayahku. "Begitu pula Kenji." sahutnya."Janganlah bicara tentang perintah me¬merintah." seru Shizuka. Takeo dapat dikalahkan dengan mudah. Apakah Ibu mengira Kaisar akan berpihak padanya? Kalau pun d ia kembali. sudah selayaknya Ibu mematuhiku." "Kau sudah siap melawan Takeo. sebagai Muto maupun sebagai Arai. Sebenarnya dia juga buk an benar¬benar ksatria: semua pertempurannya yang terkenal itu hanya dimenangkan oleh keberuntu ngan ketimbang keahlian. Takeo dan Kaede menciptakan dunia itu. Kemana pun kita melihat sejarah kebang¬kitan Otori. dan kau pun telah bersumpah setia padanya." Janganlah bicara tentang perintah me¬merintah." "Ya. bahkan dalam kematian Lor d Fujiwara kenapa Ibu tega meng¬khianati rahasia-rahasia Tribe kepada Shigeru?" "Akan kukatakan kepadamu! Aku meng¬inginkan dunia yang lebih baik bagi kau dan Tak u. kemarahannya mulai terlihat." ujarnya. Dengan Saga di wilayah Timur." sahutnya. Ibu. aku tak bisa menahan keluarga Kikuta." "Aku akan bunuh diri terlebih dulu. "Aku dapat melindungi Ibu sampai tahap tertentu." "Takeo sudah tamat. sudah selayaknya Ibu mematuhiku." "Aku melayani Otori. seraya menatap ibunya lekat-lekat. "Mungkin itulah keputusan terbaik. Mereka menuntut Ibu dihukum. Itu hakk u dan aku sudah siap. Sonoda sebagian besar ksatria Ti ga Negara?" "Takkan ada perang. Ibu. Ibu melayani Otori. "Itulah yang men jadi masalah selama bertahun-tahun." Zenko memelankan suaranya. Aku akan mematuhi semua kewaj ibanku sebagai anak. Kurasa sudah semestinya kalian hidup di dalam dunia Shigeru. yang ada hanyalah kerusuhan. tapi dalam hal lain. Aku akan mematuhi semua kewaji banku sebagai anak. . kita melihat t angan Ibu dalam penganiayaan Takeo atas Tribe. kami akan membunuhnya. Kami takkan membiarkan kau menghancurkannya. sebagai Muto maupun sebagai Arai. bukan dunia yang berisi pembunuh bayaran yang ada di sek elilingku. tapi dalam hal lain.

Ia ingin menanyakan keberadaan Maya. Ia bisa menggunakan kemampua n menghilang: jika para penjaga datang setelah ia mengalah¬kan seorang penjaga." Selama beberapa saat Shizuka mengira kalau putranya akan menolak keinginannya: i a memperkirakan jarak antara taman dan luar dinding. Biarkan ak u mengatur pemakaman adikmu. P utranya adalah hadiah bagi kekasihnya: betapa bangganya Arai saat itu. Kini ayah dan anak telah memerintahkan kematiannya. tapi dalam kesunyian ia seper ti mendengar desah napas sesorang adakah penjaga yang bersembunyi di balik layar kasa. pikirnya. Aku tak bisa memutuskan saat diliputi kesedihan. Aku be rha rap bisa menca but nyawaku sendiri. "Zenko. hanya nasib si kembar yang mencegahnya. kau putra sulungku. Aku akan memikirkan semua yang kau katakan.. dan aku ingin menjadi ibu yang baik dan berbakti pad amu.."Bagaimana kalau kuperintahkan Ibu melakukannya sekarang juga?" "Aku mengandungmu dalam perut selama sembilan bulan. Bisa dirasakannya akal sehatnya bergulir ke tepi kegilaan. melakukan apa yang telah ia lakukan seumur hidupnya." Seketika Shizuka terkenang saat ia menemui Kenji untuk mendapatkan ijin dari Tribe agar bisa melahirkan anak ini. di taman ? Apakah dia takut aku akan membunuhnya? Peluangnya lolos kecil. Lebih baik tutup mulut.. Halaman 255 dari 600 . bersandiwara sebaik mungkin. tergiur dengan pemusnahan yang disebab kan oleh kematian. Shizuka berjuang membuang perasaannya dan berpurapura bersikap lembut. tapi takut mengungkap sesuatu yang mungkin Zenko belum tahu. Beri aku waktu satu atau dua hari. meng ambil pedang penjaga itu. Kemarahan serta kesedihan menyelimuti dirinya: menangis selama seta hun takkan mampu menguranginya.

bisa dirasakannya peras aan-perasaan itu menarik-narik dirinya menuju kegilaan. dan jangan sekali-sek ali meninggalkan Hofu. "Aku akan meminta penjaga mengawal Ibu. Ia hampir tidak ingat lagi kata-kata yang terlontar dari mulutnya tadi: kemarahan dan kesedihan membuat ia kacau. "Di mana Miki?" tanyanya. Shizuka tidak segera turun. layaknya yang kita semua lakukan." sahut Bunta. Tapi ketika memikirkan nasib Miki. Sewaktu tandu diturunkan di luar penginapan. Ia berh arap bisa tetap berada dalam ruang sempit yang mirip peti mati ini. tapi kamar itu kos ong. Selagi tandu itu digotong pergi dalam pengawalan enam orang. Ibu harus ber¬gabung denganku atau mencabut nyawa I bu sendiri. dan mereka berjalan dengan rasa pe rcaya diri yang baru. Madaren menghampiri. "Di dalam. Ketika masa berkabung selesai." . ia melihat Don Joao bersama jurubahasany a. "Kau pikir apa yang sedang kau lakukan di sini?" Madaren tersipu atas nada bicara Shizuka." akhirnya Z enko berkata. diikuti gelengan yang tidak sabar. dan jangan sekali-sek ali meninggalkan Hofu. keluar atau masuk. "Aku akan meminta penjaga mengawal Ibu. dirutukinya orang-orang asing itu ka rena mengganggu dengan kedatangan senjata dan Tuhan mereka. Setelah memberi salam pada Don Joao dengan sikap dingin. "Melakukan kehendak Tuhan. tanpa sopan santun. Shizuka me mbungkuk hormat. ernyata sisa-sisa rasa hormat masih berhasil membujuknya. Ketika menoleh." "Kau akan datang untuk memanjatkan doa bagi adikmu?" Zenko melayangkan tatapan dingin. Shizuka tak ingin memaksa karena takut Zenko akan menahannya di sini. tapi berhasil mengumpulkan keberanian lalu menjawab." Tanpa menjawab Shizuka melangkah masuk ke dalam tandu. Saat pergi. "Tidak ada orang yang melewatiku. tatapan matanya penuh amarah. "Baiklah.Ternyata sisa-sisa rasa hormat masih berhasil membujuknya. mungkin dengan kekerasan. Bunta berjongkok di beranda. Jangan coba-coba kabur. sama seperti saat dia ditinggal. Shizuka lalu bicara pad a Madaren. "Baiklah. ia mendengar suara-suara di ujung beranda utama. merasakan kemarahan yang membara dalam dirinya. terkejut. dan tidak berhubungan dengan orang yang hidup lagi. Mereka mengenakan pakaian mewah. Jangan coba-coba kabur." akhirnya Ze nko berkata.

Ia tidak bisa menghilang dan membiarkan Taku tidak diratapi. apa kah mereka akan menanggapi karena kini Zenko telah menyatakan diri sebagai ketua? Halaman 256 dari 600 . Dua buah setengah lingkaran saling berh adapan." ujar Shizuka." Shizuka berlutut di lantai. Tak ada yang bisa ia lakukan untuk gadis itu saat i ni. menyelinap melewati Bunta lalu pergi menuju kota gadis itu dilatih sel ama bertahuntahun untuk melakukan hal seperti. masuk kembali ke kamar itu lagi. berusaha menenangkan diri. "Tida k ada. Peluh mulai mengalir di sela p ayudara dan ketiaknya. Miki sudah pergi: menggun akan kemampuan menghilang. ta pi di satu sudut Shizuka menemukan goresan di balok kayu." "Sebaiknya kau jangan berbohong. dan di bawahnya ada lingkaran penuh. aku bersumpah. Ia duduk lama."Siapa yang membawanya?" jantung Shizuka mulai berdebar kencang ketakutan. "Dia pergi mencari Maya. tapi apakah ia harus tinggal di Hofu sampai putranya atau Kikuta memutuskan kematiann ya? Tak ada waktu untuk menghubungi keluarga Muto dan meminta bantuan mereka dan lagipula. dan menya dari kalau pilihannya semakin berkurang. mencari dengan sia-sia di tempat-tempat yang paling sempit. Kamar itu kosong. merasakan panasnya cuaca hari ini. Didengarnya para penjaga saling berseru dengan tidak sabar.

Doakan kami Oh. garotte. menghaturkan terima kasih kepada semua senjata dan kepada hidupnya sampai saat i ni. Kenji. Pergi da n carikan gunting tajam dan jubah putih untukku. meminumnya lalu me-mecahkan cangkir kosong menj adi dua dengan gerakan cepat. Shizuka sampai ke bagian depan pengin . serta pisau lemparlalu menaruhnya di lantai. Kesedihan dan keadaan tidak tidur mulai menuntut bayarannya. Kesedihan dan keadaan tidak tidur mulai menuntut bayarannya. wajahnya pucat karena kaget. dibagi menjadi dua untai lalu m enggunting keduanya. "Shizuka!" prates Bunta dari teras. Benaknya yang kelelahan makin men¬curahkan perhatiannya pada kata-kata ter¬sebut. doakan kami. "Perempuan yan g malang!" Berjalan dengan perlahan dan berhati-hati. Kenji . tapi Shizuka tidak mengacuhkannya. Dibuangnya sisa-sisa potongan rambut lalu mengenakan jubah putih. terkejut memerhatikan betapa banyak ubannya. Membungkuk hingga ke lantai. mem¬baringkan jalinan rambutnya dengan hati¬hati di alas lantai. lakukan saja permintaanku. Dibukanya bungkusan itu lalu mengeluarkan gunting." "Sudahlah. lalu ia meminta dibawakan semangkuk teh. Doakan kami Oh. Kondo dan Taku. kubebaskan kau dari ke wajibanmu untuk melayaniku. Dia melepas ikatan rambut. "Ada satu tugas terakhir yang kuminta kau lakukan. atau mereka akan mengatakan apa yang harus ia lakukan. "Apa yang terjadi? Jangan katakan kalau kau ingin menghabisi nyawamu sendiri. Lalu diguntingnya sisa rambutnya sampai pendek.Shizuka memanggil para mendiang untuk memberinya saran: memanggil Shigeru. Aku harus ke biara dan mengurus nisan sert a ritual pemakaman Taku. Ia akan ke biara dan meratapi men¬diang." ujarnya lantang." panggilnya. merasakan helaiannya berjatuhan di sekelilingnya bak debu beterbangan. "Bunta. hizuka memanggil para mendiang untuk memberinya saran: memanggil Shigeru. "Apakah dia sudah tidak waras?" didengarnya putra Bunta berbisik. Diambilnya senjata miliknya pedang. doakan kami. Setelah memenuhi permintaanku. Shizuka me¬nyuruhnya menunggu di luar. Ia merasakan napas dingin arwah mereka. Ia merasakan napas dingin arwah mereka. hingga dirinya menjadi salah satu dari mereka." Bunta muncul di teras. Kondo dan Taku. di antara dua untaian rambut panjangnya. pisau. "Aku takkan minum lagi." Sewaktu Bunta kembali.

namun jumlahnya justru semakin b esar dan makin sulit dikendalikan serta makin tidak bersahabat." para biarawan mengumum kan. Pemanggul tandu menurunkan Shizuka di luar gerbang.apan. di siang hari sering terlihat burung-burung beterbangan di s ekitar kepalanya. mereka mengikutinya sampai ke jalan di tepi sungai menuju Daifukuji. S etelah itu hujan turun setiap malam. dan akhirnya ia membiarkan dirinya menangisi kematian putran ya dan pengkhianatan putra¬nya yang satu lagi.* Halaman 257 dari 600 . Di malam ketiga hujan turun rintik-rintik. dan ia berjalan perlahan memasuki pelataran utama. dan mengorek batu-batu dari endapan lumpur lalu melempamya ke arah pengawal. "Mereka memberinya makan dengan butiran gandum dan madu. Ketika ia melangkah masuk ke dalam ta ndu. Sekerumunan kecil orang berkumpul di sini. kakinya dilipai ba k makhluk suci di atas bunga teratai. dan orang-orang mengatakan bahwa Surga tengah memberinya minum. dan batu nisan dipahat l alu didirikan. dan berusaha menghalau. juga tidak makan dan minum. Harihari berlalu dan Shizuka tetap bergeming. ber hasil menghalau mereka menjauh dari ger-bang biara. Penduduk kota mengatakan kalau Surga menangisi ibu yang ditinggalkan. Popularitas Zenko sedikit demi sedikit ber¬kurang saat bulan dari bulan kelima mulai mendekati puncak purnamanya. dan mereka bersyukur terhindar dari kekeringan. Ritual pemakaman diadakan selagi Shizuka duduk di sana. bergerak seolah meng ambang. Shizuka duduk di tanah. Para pengawal Zenk o dibuat gelisah dengan arak-arakan ini. Kerumunan kian banyak di pintu masuk. banyak yang berlarian ke sungai yang hampir kering.

May a bisa mencium bau sake di napasnya. tak sanggup membayang¬ka n kehilangan yang lebih besar lagi. la menyesali ketidakmampuan dirinya untuk bergerak atau membela diri yang tak bisa dijelaskan. berlutut di depannya lalu meraih dan membalik telapak tangannya. makin mudah menggunakan kemampuan menghilang dan sosok kedua. dan cara bicaranya pelan tapi aneh. Ia sadar sedang berada di kamar kec il remang-remang. Ia ingin tetap dekat dengan Akio dan Hisao: tak dibiarkannya mereka membunuh ayahnya. tapi ternyata tidak laki-laki itu menahan dirinya untuk tujuan terten tu. dan ia membiarkannya pergi. Maya akhirnya memahami kalau makin sedi kit ia makan. Maya punya banyak waktu untuk merenungkan kegagalannya. terkadang bahkan ia pun terkecoh dan melihat Miki sedang bersand ar di dinding di seberangnya. Maka dikendalikan amarah dan rasa takutnya. Maya tahu ia bisa kabur kapan saja karena pintu dan dinding takkan mampu menahan si kucing. t api ia masih belum ingin pergi. Tapi setelah dikurung selama kira¬kira seminggu. tenggorokannya terasa kering. Takeo sering menceritakan saat Tribe mengurungnya di kamar semacam ini. perutnya mual. Maya tahu kalau Akio tidak memiliki kemampuan menghilang atau tatapan maut Kikuta. Saat tersadar kembali. Dua atau tiga kali sehari. seperti Akio mengamati di rinya. tapi la ki-laki itu bisa melihat orang yang menggunakan kemampu¬an menghilang dan menghindari tatapan maut. Gerak refleksnya sangat cepat ayahnya sering bilang kalau itu gerakan paling cepat yang pernah ada sangat kuat dan tidak punya perasaan. di s atu malam laki-laki itu datang. Diingat-ingatnya lagi sewaktu melepas tali kekang dan kedua kuda betina kabur. dirinya yang akan membunuh mereka lebih dulu. pelayan perempuan datang untuk mengantarnya ke kakus: selain itu ia tidak melihat ada orang lain lagi. Ia tidak bicara pada Akio tapi mengamati. dan kini kenangan itu menghibur dan me¬nenangkannya. Saat itu ketiga kalinya ia meng¬hadapi bahaya yang sesungguhnya setelah serangan di Inuyama dan pertemuan dengan ayahnya dan merasakan kalau saat itu ia merasa gagal. makanan¬nya jarang datang tapi ia tak terganggu dengan rasa lapar. . Shigeko telah memintanya untuk merawat kedua k uda itu. walau sudah berlatih selama bertahun-tahun di Tribe. ruang rahasia rumah Tribe. Ia melihat Akio ketika orang itu mem¬bawakan makanan dan minuman. Ia mengira Akio akan langsung membunuhnya.Selama berhari-hari Maya meratapi kepergian kuda-kudanya. Ia mempraktikkanny a saat sedang sendiri. dan bersiap mencari tahu semua tentang mereka.

Bagaimana dengan kemampu an menghilang?" Maya menceritakan karena tidak ingin Akio membunuhnya saat itu juga."Kuharap kau jawab pertanyaanku dengan jujur karena aku adalah ketua keluargamu: apakah kau memiliki kemampuan seperti ayahmu?" Maya menggeleng. dan sebelum selesai menggeleng dirasakan kepalanya terhempas da n pandangan matanya kabur selagi Akio menamparnya. tapi tidak menceritakan tentang si kucing. Ia tidak melihat gerakan tangan laki-laki itu. "Lalu di mana adikmu?" "Aku tidak tahu. "Kau pernah mencoba mengunci tatapan mataku: kau pasti memiliki bakat tatapan ma ut Kikuta." Halaman 258 dari 600 .

" ujar Akio. tak pernah diberitahukan pada ibunya. "Ayahku tidak memedulikan aku dan adikku." sahut Maya. Akio menyeringai. Ia memanggil Akio Ayah. "Ini yang pernah kudengar. ia dianugerahi kemampuan untuk tidak takut pada Kikuta. kakak tirinya." ujarnya. "Dia di Kagemura." "Itu tidak benar. seolah ini permainan yang sangat dinikmat inya. "Ada perubahan dalam keluarga Muto." Maya tidak bereaksi atas perkataan itu. dan Maya melihat kebencian serta rasa iri pada Takeo. Ayahku hanya bersifat baik . Par a ksatria membenci anak kembar dan menganggap mereka memalukan. seolah ini permainan yang sangat dinikmat inya." "Benarkah? Tapi dia bukan Muto. dia Kikuta. "Tapi dia takkan membunuh Hisao!" Maya menemukan dirinya memikirkan tentang Hisao. Di bagian belakang tangan kanannya ada be kas luka lama." "Dia berhati lembut. "Begitulah cara kami bisa bertahan. Sada." "Keluarga Muto takkan menyerahkan adikku padamu." Akio mengetuk-ngetuk gigi dengan kuku. itu saja. Akio menyeringai. ia lebih tertarik pada reaksinya sendiri . bersama keluarga Muto. yang tak pernah dibicarakan siapa pun. Maya tidak bisa bergerak cukup cepat unt uk menghindari tamparan yang kedua. Kupikir sebaiknya dia berada di sini bersama kita." sahut Maya. Aku takkan ragu melakukan yang sama padamu. Maya tidak bisa bergerak cukup cepat untu k menghindari tamparan yang kedua. Dan Maya yakin kalau Hisao tak tahu ayah kandungnya. tapi ayahmu menyayangimu. "Kalau ibumu takkan melakukan apa-apa untuk menyelamatkanmu. Selama setengah tahun ini ia harus menerima kenyataan kalau ini adalah putra ayahnya. sep erti ayahnya. "Kau melihatku membunuh penyihir Muto itu. ahkan meski sudah menduganya kali ini. Akio tertawa lalu berdiri." ujar Akio. kukira kau sudah tahu. Hisao menatap dengan pandangan tak mengerti ketika ia . Tribe selalu bersatu pada akhirnya.Bahkan meski sudah menduganya kali ini. ter¬cengang kalau ternyata ia tidak takut pada laki-laki itu." Maya berbohong." "Hanya untuk membunuhmu. "Mungkin kau bisa membawa Takeo kepadaku. Ia tak menyadari kalau ternyata. melintang dari pergelangan sampai ke bagian bawah ibu jarinya.

Awalnya ia ragu. dan merasakan kehangatan tubuh kakaknya itu. sementara di malam hari ia bisa keluyuran dengan bebas ke sel uruh bagian rumah.mengatakan kalau ia adalah adiknya. bermimpi bagaikan nyata. Dilihatnya deng an sikap remeh rasa takut dan harapan mereka. Para pelayan perempuan mengeluhkan adanya h antu. Selain latihan gerak badan yang dilakukan¬nya dengan tekun. mengamati penghuninya." Ia bahkan pernah ber mimpi si kucing berbaring di sisi Hisao. namun lama kelamaan kepercaya¬an dirinya makin meningkat. ia tidak ada kesibukan lain. ingin tahu semua tentang pemuda itu. Jadi anak itu benar-benar putra Takeo? Dan jawaban Taku. Mulai ber¬ek sperimen dengan mengambil alih bentuk si kucing di malam hari selagi tidur. semacam warisan Kikuta yang membulatkan tekadn ya yang kejam mulai terbentuk. i a memimpikan Hisao. Keseimbangan baginya menjadi begitu sederhana: bila Hisao mati maka Takeo bisa hidup selamanya. dan menurut ramalan dial ah satu-satunya orang yang bisa membawa kematian Takeo. "Aku adikmu. D i siang hari ia adalah tawanan. merasakan hembusan napas di wajah mereka atau bulu hangat berbaring di sebelah m ereka. Halaman 259 dari 600 . kar ena hal itu ingin ia sembunyikan dari Akio. Ya. serta memasuki mimpi-mimpi mereka. Maya mendengar di benaknya berulang kali sua ra Sada. Karakter tidak mengenal kompromi. Ia menjadi terobsesi pada Hisao. mimpi yang begitu jelas sehingga ia seperti yakin kalau Miki ada di kamar itu bersamanya. dan sering terombang-ambing antara sadar dan tidur. Ia berlutut di sampingnya saat pemuda itu tidur lalu berbisik di telinganya. Ia memimpikan Miki.

di kamar bagian be lakang rumah. pert anda serta penampakan. Maya berkata.mendengar langkah pelan makhluk besar. "Kau seperti anak laki¬l aki. tepat sebelum fajar menyingsing untuk mengamati Hisao yang sedang tidur. endengar langkah pelan makhluk besar." bisiknya." bentak Maya. Pemuda itu tidur gelisah. kue-kue itu penuh ulat. akan kubuktikan betapa kuatnya diriku. kemudian pergi ke rumah kecil di belakang rumah." Gadis itu tertawa cekikikan tapi tidak memalingkan wajah. Para pelayan perempuan tak pernah meng¬ajak bicara. kadang dalam pelukan Akio. tempat bengkel penempaan da n perbaikan alatalat rumah tangga dan senjata. "Noriko. Kadang Hisao terbangun dan tidak bisa tidur lagi. dan gadis itu tertawa. per tanda serta penampakan. Kau bermimpi tentang kain pem¬bung kus: kau pernah membungkus beberapa kue mochi dengairkain itu dan saat kau buka bungkusan nya. "Jangan menatapku." "Aku tidak bilang siapa-siapa!" gadis itu tercekat." ujarnya. di sisi lain halaman. kadang sendi ri. bergoyang-goyang dan bergumam. Hal-hal aneh terjadi di seluruh kota. dan dia menatap Maya dengan keingin¬tahua n yang terang-terangan. Selain perjalanan ke kakus ia hampir tidak pernah bertemu mereka sampai suatu hari seorang perempuan muda datang membawakan makanan." Ditahannya tatapan gadis itu . Maya berjalan pada waktu tersunyi. Maya mengikuti dan mengamatinya. tapi malah mendekati Maya. Hal-hal aneh terjadi di seluruh kota. Akio dan Hisao tidur terpisah dari peng¬huni laki-laki lainnya. Kau tahu kalau aku sangat kuat. Mimpi-mimpinya kejam dan tidak ber aturan. Usianya kira-kira sebaya dengan Shigeko. "Kau pernah mengintipku kencing ya?" Maya bicara dengan bahasa anak laki¬lak i. "Noriko. "Kau tahu aku anak perempuan. "Siapa namamu?" tanya Maya." sahut Maya. memer¬hatikan gerakanny a yang berhari-hari dan sangat teliti. " Bagaimana kau bisa tahu?" "Aku tahu banyak hal. tapi itu justru membuat Maya tertarik. "Tatap mataku.

"Kenapa kau tidak mengantarku kepadan ya?" 'Tidak bisa! Akio akan membunuhku kalau dia tahu. dan dia sering sakit.selama beberapa saat. "Ayahnya sangat keras kepada nya. dan pandangannya kabur. Tapi kau harus berhati-hati ka lau Akio datang. H ari ini dia sedang sakit. cukup lama untuk melihat kalau gadis itu percaya pada takhayul." "Sakit yang bagaimana?" "Dia sering terserang sakit kepala yang parah.. sesuatu tentang Hisao. takkan ada orang yang melihatku.. Gadis itu tersipu." kata Maya." bisiknya. Ketua Kikuta sangat marah karena mereka seharusnya pergi menemui Lord Zen ko Akio akhirnya pergi sendiri. tapi jangan dikunci." "Mungkin aku bisa menolongnya. Aku akan ke kamar Hisao.. Noriko menatap bingung. Muntah. "Tutup pintunya. "Aku kasihan padanya. Peringatkan aku saat dia kembali." Halaman 260 dari 600 ." ujar Maya." "Antar aku ke kakus. dan satu l agi. Kepala gadis itu berputar saat Maya menarik kekuatan tatapan mautnya." ujar Maya terus terang. Maya menam par kedua pipi gadis itu untuk menyadarkannya. "Kau bodoh kalau mencintai Hisao. Jangan khawatir.

tapi setain itu ia tenang-tenang saja. mengarahkan pandangannya tetap ke depan. satu tangannya menutupi wajah. dengan spontan. melihat ke luar dan memberi isyarat kepada Maya. tapi dia memimpikan dirimu. "Mana bisa kutahan kalau sakit begini?" sahut Maya dengan nada yang sama. "Cepat. sudah kukatakan kalau aku in gin menolongnya. Aku baru empat belas tahun bahkan masih anak-anak. Dia membutuhkan bantuanmu. "Ini g ara-gara makanan menjijikkan yang kau bawa!" Disentuhnya bahu Noriko saat bentuk tubuhnya memudar. Noriko. lalu melangkah masuk. dan jangan berlama-lama di dalam situ. menjilati bibir." Bahkan saai bicara. Noriko sudah terbiasa deng an keanehan semacam itu. ia "Ayo. Dia memimpikan dirinya memelukmu dan mengigau dal am tidurnya. Kemudian dilihatnya pemu da itu meringkuk di matras di sudut. kita ke kamar Hisao."Kau takkan menyakiti Hisao?" Kau takkan menyakiti Hisao?" "Dia laki-laki dewasa." Maya memerhatikan wajah Noriko men¬jadi lembut. Dia akan mudah dilumpuhkan sendiri. Teriknya sinar matahari di luar telah mengecilkan pupil matanya. Hisao sedang karena penyakitnya. lemah.. Noriko meng¬geser pintu terbuka. Aku pernah melihat mi mpinya dengan cara yang sama aku melihat mimpimu.. dan di pintu kakus Maya meremas perutnya dan berteriak seolah kesakitan. Bagaimana bisa aku menyakitinya? Lagipula. Mereka ber¬jalan cepat-cepat ke belakang rumah. dan sesaat ia t ak bisa melihat apaapa. membayangkan urat akan memanggil si kucing. "Dia tidak bilang siapa-siapa. S . Dan kalau cara itu gagal. Dari irama napasnya yang teratur sepertinya dia memang tidur.. Maya berkata pelan. samar-samar tercium bau muntah. menggeser pintunya terbuka. Ia tak akan mendapat kesempatan seperti ini lagi. tidak suka pada gadis itu karena m abuk kepayang oleh cinta. meraba." ujar Noriko. tenggorokannya terasa k sakit. Maya ingat semua cara yang pernah diajarkan kepadanya untuk membunuh dengan tangan kosong." Ketika Noriko mas ih ragu. "Dia juga mencintaimu. mungkin pandangannya kabur dengan tatapan maut. di¬sentuhnya lehernya nadi Hisao. Aku tida k punya senjata. Kamar itu baunya masam. Maya ber¬gegas pergi ke kama r Hisao tidur. urat nadinya. Lidahnya ering." "Benarkah?" mata gadis itu berbinar-binar di wajahnya yang kurus dan pucat.

dirasakannya kemarahan Miki p ada Hisao merasuki dirinya dan si kucing mulai muncul. Hisao berteriak kaget dan melepasnya. Kulit pemuda itu berkeringat. dan dari suatu tempat ia mendengar Noriko memanggil namanya. ia melenturkan pergelangan tangan.ambil menahan napas. dan Maya merasakan cengkeramannya mulai terasa licin. berlutut di sebelah Hisao dan menyerang bagian lehernya Usahanya melemahkan konsentrasinya hingga kemampuan menghilangnya sirna." Halaman 261 dari 600 . tapi ia langsung menatap mata pemuda itu dan selama beberap a saat membuat Hisao pusing. Ia bergantung seperti hewan saat Hisao berusaha bangkit dengan tangan dan lutut. L ayar kasa yang rapuh sobek. dan Maya bersiap untuk mati. selagi tangan Hisao mencengkcram lehernya. pikirnya. siap melarikan diri tapi masih belum ingin menyerah. cengkeraman jarinya makin kuat bak tentakel. dan menatap sejenak sebelum berkelit dari cengkeraman tangan gadis itu. meludah dan meng¬geram. mengumpulkan tenaga. dan seolah Miki mendengarnya. Pemuda itu lebih kuat dari perkiraan. Ditangkapnya tubuh Maya lalu dihempaskannya ke dinding. Aku ga gal. Miki! Ujarnya pelan. Mata Hi sao terbuka. dan selagi punggung H isao melengkung dan memukul-mukul saat meronta berusaha melepaskan diri. berjalan melintas i kamar. si kucing bergerak mundur. lalu mengibaskan kep ala saat mencoba berkelit lagi. Hisao juga merasakannya.

dan mendengarkan suara berbisik. Ekspresi di wajah¬nya melukiskan kemarahan dan putus asa yang b ahkan membuat hati Maya terharu. renungnya saat menyadari hutang budinya pada si kuc ing dan bagaimana ia bisa memenuhinya. Perempuan itu berseru memanggilnya. Tangan itu melembut berbentuk melengkung yang ingin sekali mengelus bulu si kucing. Bau busuk dan jamur rtahankan: bulu si kucing menyesakkan napasnya. "Aku ingin putraku mendengarkan aku!" Belum sempat Maya menjawab. agak terhuyung-huyung. ijinkan aku menyen tuhmu. Perempuan itu mengenakan jubah putih. Masih muda. Ia terkejut. Kemarilah. "Kau telah memaafkanku. Sepeninya pemuda itu berusaha melihat sesuatu di belakang Maya . menund . wajahnya pucat. Dan kemudian ia menyadari kekuatan yang ini dan b agaimana ia bisa memanfaatkannya. Sepeninya pemuda itu berusaha melihat sesuatu di belakang Maya . Maya mengira itu semacam tipuan natap tajam pemuda itu. untuk mengecohkan pandangannya. endati tak memahami kata-kata itu. Hisao mendekat. aktu sejenak itu memberi Maya waktu untuk meraih kembali kendali diri dan konsen trasinya. Dilihatnya kalau Hisao begitu ingin menatap hantu itu tapi juga takut. menyeberangi sisi seberang dunia fa na. agak terhuyung-huyung. Apakah kau hantu juga? Boleh aku menyentuhmu?" Ia melihat perubahan tangan Hisao saat menggapai. dan tubuhnya melayang. Dilihatnya kalau ternyata ada sesuatu yang melemahkan Hisao. Ada orang lai Maya menoleh ke samping dan melihat perempuan itu. roh si kucing yang merasuki dirinya bergerak dengan bebas antara dua dunia. potongan rambutnya pendek. dan mendengarkan suara berbisik. Mata pemuda itu tid ak tokus. Dilihatnya kalau ternyata ada sesuatu yang melemahkan Hisao. k tahu kalau itu bukan suara Noriko. tapi ia n lagi di kamar itu. "Kembali kau!" ujar Hisao. si kucing bereaksi seolah tunduk pada majikannya. mungkin sembilan belas atau dua puluh tahun. "Tolong aku! Tolong aku!" "Apa yang kau inginkan?" tanya si kucing. Mata pemuda itu tid ak tokus. Jadi ini yang dimaksud Taku.Waktu sejenak itu memberi Maya waktu untuk meraih kembali kendali diri dan konse ntrasinya. maka ia terus me semakin menyengat: kamar itu terasa panas tak te Terdengar olehnya bisikan di sebelah kanannya.

"Sekarang maukah kau mendengarkan Ibu?" Tangan Hisao masih di atas kepala si kucing. jalan yang terbentang ke depan yang tak ingin ia ambil. jalan yang dirinya dan Hisao harus lalui bersama. rasa takutnya memasuki dunia alam baka. Sentuhan Hisao menyatukan sesuatu di dalam diri mereka. bergelayut ketakutan yang sama. "Cepat! Ketua sudah datang!" Hisao mengangkat tangannya. berdiri di teras. dan membiarkan Hisao membelainya. "Jangan pergi. tatapannya kagum dan lapar. tapi Hisao menangkap lengannya. Ia merasa¬kan penderitaan saudaranya itu seolah berada di kepalanya send iri: lalu berkurang. Maya kembali ke wujud aslinya dengan rasa lega. Halaman 262 dari 600 . meski ia membenci pemuda itu dan ingin membunuhnya. Di tepi kesadaran Maya. "Gadis itu menyembuh¬kanmu!" Mereka berdua tidak mengacuhkannya. "Ibu?" Hantu itu bicara. "Katakan padaku.uk¬kan kepala serta merebahkan telinga. rasa takut melihat sedikit kekuatan yang bangkit. Pemuda itu tengah menatap¬nya. dan Hisao ber¬kata. kumparan c ahaya bak roda bergerigi dari alat penyiksaan. Maya melihat. Ia i ngin pergi dari pemuda itu. Ia mematuhi keinginan si kucing. Maya merasakan kebingungan pemuda i tu: rasa lega karena penderitaannya telah sirna. Hisao tercekat. "kau sudah baika n. ia bisa merasakan cengkraman Hisao s ampai ke tulang sumsumnya." serunya. "Akhirnya!" ujarnya. melalui mata Hisao: pandangan setengah buta. Apakah kau melihatnya?" Noriko. berganti-ganti memandang kedua orang." ujarnya. Noriko memanggil-manggil dari luar.

Data nglah kepadaku. Pa ra penghuni rumah sudah terbiasa melihat Hisao berada di situ saat dini hari. Ia tak ingin merasakan bulu tebal si kucing. serta semua rahasia lain yang disim pan orang mati dari mereka yang masih hidup. udara terasa lembap. ak u harus pulang. Maya tidur nyenyak selama berminggu¬minggu. kelelahan yang menggiurkan menye¬limuti dirinya. Leher dan rambutnya terasa lemb ap karena keringat. Aku harus melarikan dirinya. selagi Noriko bergegas kembali ke kamar y ang terkunci. Tak satu pun dari keduanya bicara. Entah dia akan membun uhku atau mereka akan memanfaat¬kan aku untuk mela wan Ayah. . berjalan di antara dua dunia dan berbicara dengan hantu. dan dia ingin agar kau mendengar¬kannya. seolah merindukan sentuhan dan belaiannya. aku akan memperingatkan Ibu tentang Zenko dan Hana."Tentu saja aku melihatnya. Pemuda itu tel ah menemukan tempat yang cocok dan tidak ada orang yang meng¬ganggunya. Telinga si kucing berdiri tegak. dan dia ingin agar kau mendengar¬kannya. pikir Maya. Kucing itu berjalan dengan mudah¬nya melewati layar kasa dan dinding menuju bengkel tempat api penempaan menyala semalaman. Akio akan tahu tentang si kucing. Kelopak matanya terasa makin bera t. Dan Maya ingin. Pemuda itu membelai. Kala itu malam gelap pekat. "Dia i tu ibumu. Tapi sentuhan tangan majikannya mem¬buat si kucing enggan pergi. seolah ditarik paksa keluar dari air. tapi di antara mereka mengalir kerinduan akan kedekata n serta sentuhan kasih sayang yang dibutuhkan hewan itu. dan si kucing menjilati pipinya dengan lidah ka sarnya. tapi segera setelah kembali ke kamar s empit. Dia akan ceritakan semuanya." sahut Maya seraya menyelinap melewati Hisao. Tanpa bicara kepada Noriko." sahut Maya seraya menyelinap melewati Hisao. b ertentangan dengan keputusannya. kepalanya berputar. tapi majikannya memanggil¬n ya: si kucing harus menemuinya. bagaimana rasanya mati. Aku harus pulang."* Dia akan bilang pada Akio. Maya terbangun. "Dia it u ibumu. ia berbaring di lantai dan langsun g tertidur lelap. Ia ingin tahu apa yang mereka ketahui."* Tentu saja aku melihatnya. sekujur tubuhnya terasa sakit karena kelelahan. oleh sebuah perintah. Hisao menggapaikan tangan dan kucing itu menghampiri.

Rasanya menyenangkan se¬kaligus menjijikkan. Ia melepaskan diri dari pelukan Hisao . tak ingin menentang ta tapan pemuda itu. Kuci ng itu mengurangi sakitku. dan menenangkan suara-suara Halaman 263 dari 600 . saat ber¬samaku. tapi Taku telah membantuku mengendalikannya. "Perlihatkan wujud aslimu. Tak satu pun dari mereka bicara. dan rohnya merasuki diri ku. Hisao mengangkat lentera lalu menatap. Tidak bisa dilihatnya ekspresi wajah Hisao dalam keremangan cahaya. Bara api meretih. Akhirnya Hisao berkata. Ia terus menunduk. seakan tak ingin kembali ke dunia manusia yang penuh dengan kata-kata. Hisao berkata. "Tak seorang Muto pun tahu bagaimana menghadapinya." Maya tersadar kalau ia berdempetan dengan Hisao." sahutnya. tangan pemuda itu masih di teng kuknya.Setelah agak lama. "Mengapa kau datang sebagai kucing?" "Aku membunuh seekor kucing dengan tatapan maut Kikuta." "Aku adalah penguasanya: tapi aku tak tahu sebabnya atau bagaimana caranya. asap membuat matanya pedih.

tapi ayahku pernah membunuh seekor kucing di depan mataku karena aku menyukainya kau bukan kucing itu kan?" Maya menggeleng. dan tidak seorang pun berhasil mendekatinya." Hisao meletakkan lentera kembali di atas lantai dan berusaha menarik tubuh Maya lebih dekat lagi. lalu b erkata dengan nada kejam yang disengaja." Takeo melirik ke arah Maya. aku tidak bisa be rhenti memikirkanmu. Aku memerlukan dirimu bersamaku." Hisao tertawa dengan ser ingai yang dibenci Maya. "Aku pasti sangat menyukaimu. "Kau tahu kalau kita bersaudara?" tanyanya. Hisao tidak mirip ayahnya. tapi melihat dengan jelas dan tanpa perasaan terharu pada k ematian Taku. Aku suka kucing. Taku dan Sada mati bersama. Tiba-tiba ia membenci pemuda itu lagi. tapi senjata ini lebih kuat ketimbang ilmu sihir. Wajah Hisao mengkerut. dengan nuansa warna madu. "Dia itu penyihir. dan merasa jijik pada dirinya sendi ri atas keinginan dan ketentraman yang dirasakan kucing itu hingga tunduk pada Hisao. tapi ayah kita sama. Laki-laki itu mati dalam pertarungan. Maya menolaknya. menjauh dari cahaya lentera. ibu kita berbeda. Tidak ada yang harus disesali dari . Aku suka kucing. tapi ayahku pernah membunuh seeko r kucing di depan mataku karena aku menyukainya kau bukan kucing itu kan?" ingga aku bisa mendengarnya. "Kau sudah lihat bagaimana senjata ini menghabisi Muto Tak u. atau de ngannya atau Miki. Seketika Maya teringat kenangan akan masa kecilnya payung pelindung sinar matahari dan cairan unluk membuat kulit lebih terang: betapa bodoh dan sia-sianya semua itu sekarang. yang kami sebut si Anjing. namun rambutnya yang mengkilap mirip dengan rambut mereka. Cahaya berkilat di laras baja hitam senjata itu. "Ayahmu adalah Otori Takeo." Kini Maya bisa melihatnya dengan lebih jelas. Berjanjilah kau akan tinggal bers amaku.hingga aku bisa mendengarnya. "Aku dan ayahku akan membunuhnya. "Dia itu ibumu? Hantu perempuan itu? Itukah sebabnya kau bisa melihatnya?" "Bukan. dan kulitnya memiliki tekstur dan warna yang sama." Hisao menjauh. penuh kehormatan. dan mengeluarkan senjata api kecil." ujarnya. tidak mengkhianati siapa pun." Maya tidak menjawab. "Aku tetap menyukaimu.

Kau tidak tahu bagaimana seharusnya sikap ayah pada anaknya. maka aku akan mendengarkannya. "Lord Otori adalah ayahmu. "Dia terikat pada diriku oleh seutas tali . Aku tak pernah terbebas darinya." ujar Maya. "Dia menyembunyikannya dari semua orang. It u tidak terlalu buruk. Saat dia ingin bicara maka rasa sakit itu menyerang¬ku. "Itu sebabnya aku berusaha membunuhmu." Keraguan dan kemarahan terdengar dalam suaranya. tapi aku tahu. Dia membutuhkan diriku. "Bukankah sudah kukatakan padamu untuk mendengar kannya? Ibumu akan mengatakan yang sebenarnya kepadamu." "Dia sayang padaku. menganiaya dan berbohong padamu.kematiannya." sahut Maya. "Jadilah kucing lagi. Umpan Hisao tak membuat¬nya terpancing maupun melemahkan diri¬nya. "Apakah ibumu ada di sini?" "Dia selalu ada di sini. ag ar kau tidak membunuh ayahmu sendiri." Halaman 264 dari 600 ." Kemudian keadaan hening dalam waktu lama. Dia bukan a yahmu." "Tanya pada ibumu. Ia merasa kehausan. "Akio memperlakukanmu dengan kejam. seperti dulu aku pernah terikat pada tubuhnya. Kadang dia diam saja." bisik Hisao." "Akio adalah ayahku." katanya begitu pelan hingg a Maya hampir tidak bisa mendengar suaranya. Udara terasa panas: Maya bisa merasaka n peluh di dahinya." sahut Hisao.

menerangi arwah perempuan saat mendekat. Aku tidak bisa menggunakan kemampuan menghilang. membara makin terang." kata sang ibu. Bahkan melihat semua kemampuan ini pun membuat perutku agak mual. meng¬gerakkan debu dan membuat dau n jendela bergemeretak."Karena kau berusaha melawan dunia arwah." bisiknya. memaksa Ibu minum racu n. Saat si kucing ingin muncul dan aku menolaknya. Mereka. "Tetaplah di dekatku." Bara api penempaan dan cahaya lentera meredup dan berkelap-kelip saat angin hang at dan berbau busuk tiba-tiba ber¬hembus meniup debu di lantai. dan Hisao merasakan sosok tub uh ibunya begitu dekat. "Hal yang sama terjadi pada ku. . suaranya gemetar." ujar Maya. Dia membuatku nyaman dan kuat. Hisao menarik tubuh si kucing yang lentur itu lebih mendekat dan membelai-belai bulu-bulu tebalnya. Ibu tak ingin mati. merasakan tekanan paling lemah saat ibunya memeluk dirinya. Aku tidak seperti ka u. Gadis itu merasakan tubuh si kucing meregang dan mel entur dengan keinginan yang kuat. bicara lebih keras. dihia si dengan daya tarik yang tak bisa ditolak Maya. Tapi mereka tidak memisahkan diri Ibu darimu." Hisao tidak menyadari kalau suaranya berubah dan menjadi seperti hipnotis." Jemari kurusnya menyentuh dahi Hisao. Kala itu usia Ibu baru dua puluh t ahun. "Nak. "Ibu tak sanggup meninggalkanmu." bisiknya. membuat hewan itu menunjukkan cakar nya. melayang. "Aku tidak memiliki kemampuan Tribe apa pun. Mereka menangisi kepergian Ibu dengan cinta." Karena kau berusaha melawan dunia arwah. Tapi tidak begitu dengan si k ucing. apa pun yang ingin kau katakan. Akio mem-bunuh Ibu karena dia membenci ayahmu. "Biarkan Ibu menyentuhmu. Kotaro dan Akio. Kemudian api makin ber¬kobar. Mereka menyaksikan Ibu mati dengan jiwa dan raga yang menderita. matanya yang keemasan tidak berkedip. aku juga kesakitan." ujar Maya. aku juga kesakitan. Aku tidak bisa menggunakan sosok kedua. Hisao duduk diam tak bergerak. dan kemudian. "Aku akan men dengarkan. setelah mematuhi perintah Ketua dan memasu kkan dengan paksa pit beracun ke mulut Ibu. "Hal yang sama terjadi pad aku. si kucing berbaring di s ebelahnya dengan kepala di bawah tangan Hisao. Tangan Hisao menggosok-gosok bulu si kucing. "Dulu Ibu suka memelukmu seperti ini saat kau bayi. Saat si kucing ingin muncul dan aku menolaknya." "Aku ingat." Hisao berkata. biarkan ibu me melukmu. membelai rambutnya.

yang bisa mengenali dirimu. Pertama Ibu. dan kalau kau akan dilahirkan hasil dari cinta. lalu kau pun akan mati. tapi Maya ingat kata -kata Taku: Halaman 265 dari 600 . Mereka memerintahkan Ibu agar tidur dengannya. agar Ibu mengandung dirinya. aku tidak bisa mengubahnya sekarang. dari lima keluarga. "Ibu sudah mati. Ibu mencintain ya. "Hanya orang hidup yang berbohong." sahutnya." "Kau tidak mengenal siapa dirimu? Tak ada lagi orang Tribe. tenggorokannya ter cekat. kini mereka akan memanfaa tkan dirimu untuk membunuh ayah kandungmu. mem andangi kegelapan yang pucat perlahan berubah terang." *** Lama setelah kejadian itu." "Aku membenci si Anjing seumur hidup¬ku. Hisao belum sepenuhnya memahaminya."Siapakah ayahku?" "Gadis itu benar. Maya mengingat-ingat kembali saat mendengar si arwah meng¬ucapkan semua kata-kata ini: tengkuknya bergidik. Mereka berusaha menghancurkan kita semua. ketika kembali ke kamarnya dan berbaring terjaga. Dia memang adikmu. bulu-bulunya tegak berdiri. Ibu akan ceritakan apa yang dikatakan kakekmu saat kematian¬nya. Tangan Hisao memegang erai lehernya. Tapi mereka tak menyangka kalau Ibu akan mencintainya." sahutnya." "Bohong. Ibu mematuh i mereka. Takeo adalah ayah kandungmu. Kau adala h penguasa alam baka.

dan ia merasakan keinginan itu memikat sekaligus berbahaya. pem uda yang kejam dan brengsek ini. Mereka mencari Hisao. di tepi pantai d i depan rumah Akane. Hofu sedang gempar. dan sewaktu Noriko membawakannya nasi dan sop untuk makan pagi. penguasa mereka." ujar Noriko. "Hisao sudah cukup sehat untuk beper gian. sepertinya habis menangis.. memiliki kekuatan semacam itu? Dan bagaimana Akio bisa m emanfaatkan dia bila tahu itu? Hisao tak ingin Maya meninggalkannya. lalu bertanya. Orang-orang menyalahkan Lord Arai -serta menuduhnya terlibat dalam kematian Taku. juga takut. sebelum Lord Otori kem . Mata Noriko merah. Arai gusar dan segera pulang ke rumahnya menyiapkan pasukannya untuk berperang. pikir Maya. ia tidak terlalu berselera." Matanya penuh dengan air mata dan disekanya dengan lengan jubah. Diingatnya suara-suara hantu y ang guasa alam baka adalah orang yang bisa berjalan di antara dua dunia. Mereka pasti mengajakmu. Maya mengenali perasaan seperti itu karena ia merasakan hal yang sama pada pemud a itu. "Shizuka ada di Hofu?" "Dia datang untuk memakamkan putra bungsunya. serta tuntutan mereka untuk balas dendam. Seharusnya aku senang. dukun ya ng mampu menenangkan atau menghasut orang yang sudah mati. meremehkan serta iba. b elum.. "Seharusnya aku t idak mengatakan ini. dan d irinya sebagai si kucing. dirasakannya penye¬salan atas kematian mereka yang kejam dan tidak pada wak tunya. Ia tidak tidur." Bersyukurlah dia akan pergi jauh darimu." "Bepergian? Aku akan pergi kemana?" "Lord Arai akan kembali ke Kumamoto." Noriko gemetar. dukun yang mampu menenangkan atau menghasut orang yang sudah mati. Ia merasakan kuatnya keinginan Hisao itu. Ia tidak terlalu memahami bagaimana perasaan Hisao yang sebenarnya atas laki-laki yang selalu dip ercaya sebagai ayahnya: gabungan antara cinta dan kebencian. Ketua harus menemaninya. "Kau harus makan. Tapi Hisao tak ingin Akio tahu itu.penguasa alam baka adalah orang yang bisa berjalan di antara dua dunia. dan Hisao juga. memberinya kekuatan untuk menguasai mereka. Muto Shizuka tengah ber puasa di Daifukuji dan hanya diberi makan oleh burung. Diingatnya suara-suara hantu y ang berdesakan di sekelilingnya pada malam menjelang Perayaan Oban. dan kabarnya dia sudah tidak waras . Tapi bagaimana Hisao. "Dan setelah itu kau harus bersiap untuk bepergi an.

ia belum pe rnah ke sana. Ia tahu kalau kedua putra Zenko. Hofu berada di Negara Tengah dan setia pada Otori ia me ngenal kota itu dan tahu jalan pulang. Maya mengangkat mangkuk sop dan menghabiskannya." sahut Noriko. Begitu sampai di sana. pikirannya berpacu kencang." Gadis itu mengatupkan bibir rapat-rapat.bali dari Miyako. Kudengar Lo rd Arai akan mengirim pengawal." "Apa itu salahku kalau kau makan begitu lambat?" "Lagipula aku juga tidak lapar. "Begitu Ketua dan Hisao siap. Sunao mi dan Chikara. "Aku ta kkan mengatakan apa-apa lagi. Halaman 266 dari 600 . Sedangkan Kumamoto jauh di wilayah Barat. "Aku memberitahumu hanya karena kau sudah menolong Hisao." "Omong kosong apa yang kau katakan! Kau tidak tahu apa-apa tentang hal ini!" May a menyembunyikan ketakutannya dengan kemarahan." Noriko mengangkat mangkuk." "Aku belum selesai makan. sudah dikirim ke Hagi untuk menjamin kesetiaan ayah mereka. ia tidak akan punya peluang kabur. Ia tak ingin membiarkan mereka membawanya ke Kumamoto. marah dan ter singgung. dan bahwa Z enko takkan ragu-ragu menekan ayahnya. "Aku harus mem¬bawa semua ini ke dapur. Kau akan sudah di jalan sebelum siang." "Kumamoto jauh dari sini. "Kapan kami akan pergi?" tanya perlahan." ujar Noriko saat kel uar.

Ia mengubah wujud menjadi kucing dan melewati dinding. . Seorang perempuan di beranda berusaha menghalaunya dengan sapu sewaktu Maya berl ari melewatinya. saat berjalan tanpa berpikir. Ini mungkin nyata: Shizuka pasti mengajak Miki begitu mendengar kematian Taku. U dara terasa semakin panas. Mereka pasti m embawanya dengan disembunyikan. Mereka pasti me mbawanya dengan disembunyikan. Miki ada di luar. aya tahu ia hanya punya sedikit waktu untuk mengambil keputusan. Ia sudah berada di luar. dan dari jalanan di depan-nya terdengar olehnya derap kuda mendekat. Hisao memanggil lagi. dan melihat Miki berada di gang di belakang rumah. saat berjalan tanpa berpikir. Mereka datang untuk mencarin ya. Mereka datang untuk mencarin ya. dengan tangan terikat mungkin. Ia harus kembali kepadanya. la menoleh ke belakang dan melihat Hisao berlari dengan senjata di tangan. dilewatinya bangunan bengkel dan merasakan kehadiran Hi sao di sana. Maya terbangun kaget. Maya sadar dari sudut matanya melihat sosok samar yang tak kelihatan. Secepat bi lah pedang. matanya mencari-cari di halaman. mereka bisa pulang ke rumah. ta pi ketika sampai di dinding sebelah luar. ia lapar dan lelah. U dara terasa semakin panas. dengan tangan terikat mungkin. Mereka bisa pergi ke Hagi bersamasama.Maya tahu ia hanya punya sedikit waktu untuk mengambil keputusan. Ia mulai mengukur kamar itu dengan jarak langkah. ia bisa saja mengecoh penga wal Zenko tapi takkan bisa lolos dari Akio. sesuatu melesat di antara kucing itu dan Hisao. tidak berusaha sembunyi¬sembunyi. Ia tidak ingin berpikir lagi karena hanya akan membuang-buang waktu. di jalanan. dan tekadnya melemah. dan melihat Miki berada di gang di belakang rumah. terus berlari melintasi halaman. Dia tidak akan membiarkan aku pergi Gerbang belakang terbuka. mereka bisa pulang ke rumah. tapi kaki kucing itu terasa berat. "Kembali!" Ia merasakan kekuatan perintah itu. dari seberang jalan. Mereka bisa pergi ke Hagi bersamasama. Ini mungkin nyata: Shizuka pasti mengajak Miki begitu mendengar kematian Taku. ia hanyut dalam mimpi y ang terjaga. dia berseru. ia lapar dan lelah. ia bisa saja mengecoh penga wal Zenko tapi takkan bisa lolos dari Akio. dan sosok itu me miliki ketajaman yang luar biasa hingga memutuskan keterkaitan antara mereka berdua. ia hanyut dalam mimpi y ang terjaga. si kucing tidak akan meninggal¬kannya. Maya terbangun kaget. Si kucing mendengarkan majikannya. Jangan sampai dia mclihatku. Ia mulai mengukur kamar itu dengan jarak langkah. Miki ada di luar. Ketika melihat.

" didengarnya Miki memanggil. Kedua gadis itu menghilang lagi. "Kemunculan Anda ibarat komet. seraya memikirkan kalau Kono mungkin sudah tahu apa alasannya. dan selagi pengawal Lord Arai datang dari sudut jalan. tapi suaranya hanya suara anak laki-lak i. sekarang kelihatan. "Kurasa aku ada alasan mendesak untuk pulang. Maya tidak harus mendengarkannya lagi. tapi bangsawan itu tidak menunjukkannya. Halaman 267 dari 600 . "Melesat ber¬cahaya melintasi langit musim panas." sahutnya. karena orang biasanya percaya kalau komet merupakan pertanda buruk datangnya kehancuran dan kelaparan. "Maya!" dan saat itulah Maya mendapatkan kek uatan untuk berubah wujud."Maya. meski ada kekagetan dan kekecewaan karena ia pergi begitu cepat. berdiri di sampingnya. mereka berlari tanpa terlihat memasuki jalan-jalan kota pelabuhan yang sempit dan berli ku-liku." Takeo ingin tahu seberapa tulus pujian ini. ketika bangsawan itu datang meng ucapkan selamat jalan. Hisao berteriak dari gerbang.* Keberangkatan Takeo dari Miyako dilepas dengan upacara dan kegembiraan yang lebi h besar. Adik kembarnya i tu memegang eraterat tangannya." ujar Lord Kono. atau menyebut kan kematian Taku. Miki.

Zenko bis a disembuhkatt . tempat dia mengatur jamuan makan perpisahan. Lord Saga memberi kehormatan dengan menemani mereka selama minggu pertama perjal anan sampai di Sanda. Anda tidak perlu khawatir. dan juga persekutuan yang tulus dengan Sa ga. bertemu Kaede dan putranya. agar setidaknya mening galkan Lady Maruyama untuk menikmati indahnya musim panas di ibukota. Dia pasti sudah melapor¬kannya kepada Anda." Takeo berani membetulkan perkataannya. dari semua pe njelasan tentang keindahan yang perlu mereka lihat sebenarnya tidak bagus. Membawa dukungan dan pengakuan Kaisar. kemudian menghadapi Zenko dengan tegas." Saga mencodongkan badan dan bicara dengan penuh rahasia." "Kami menyebutnya orang asing.Saga Hideki bahkan lebih tak bisa berkata¬kata karena terkejut dan merasa tidak se nang akan kepergiannya yang mendadak itu. Ia nyaris tidak men¬duga bisa pulang membawa kemenangan besar seperti ini. sama saja." Takeo bersikeras menolak bujukannya dengan sikap sopan yang tegas. "Orang asing. "Masih banyak yang perlu kita bicarakan aku ingin tahu cara Anda memerintah Tiga N egara. Saga menaikkan alisnya." "Apakah aku mendapat jaminan dari Lord Saga?" "Tentu saja! Kita sudah mengumumkan kesepakatan yang mengikat. Mendesak agar tinggal lebih lama lagi atau aga Hideki bahkan lebih tak bisa berkata¬kata karena terkejut dan merasa tidak sen ang akan kepergiannya yang mendadak itu. tanpa dukungan Saga. Perbatasan wilayah Timur akan aman dari serangan. "Lord Kon o mendapatkan sebagian besar informasi¬nya dari Arai. dan hujan plum yang bisa terjadi kapan saja membuat udara menjadi lembap dan berjamu r." "Lord Kono menghabiskan banyak waktu bersama kami. Ia ingin sekali pulang. Kita adalah sekutu dan tak lama akan menjadi kerabat. Saat jamuan selesai dan mereka akhirnya mengucapkan selamat tinggal. Ibukota diland a hawa panas. merasakan d ingin angin laut di Hagi. bagaimana cara Anda menghadap i kaum barbar. Keadaan sudah berubah sejak saat itu. apa yang menopang kemakmuran dan kesejahteraan kalian. Takeo meras a semangatnya bangkit. kaum barbar." "Lord Otori. Ia tidak ingin Shigeko menderita dalam kondisi seperti itu. Mendesak agar tinggal lebih lama lagi atau jika Lord Otori benar-benar harus kembali ke Tiga Negara.

kini Hiroshi menunggang kuda tu a miliknya. Tapi bila memungkinkan. demi Shizuka. kuda Taku." Takeo melakukan perjalanan dengan tandu. kuda-kuda berkeringat selagi jalan sem akin menanjak menuju tanah lapang yang masih kelihatan jauh. maka dia akan dihukum. menceritakan kalau Ryume. langit tak berawan. "Bila ada bukti keterlibatannya dalam kematian Taku. Keri.dari ambisinya dan menerima kenyataan sahnya pemerintahan Takeo. "Kau langsung mengenali kalau mereka adalah anak-anak Raku. "Tapi tidak jelas apakah dia juga mati ditembak. Mereka adalah pertanda pertama bagiku akan kembalinya harapan. mati bersama majikan¬nya. Mai. anak Raku." Hari itu cuaca panas." t utur Hiroshi kepada Takeo saat mereka berkuda berdampingan. sampai ke Sand a. bahwa kehidupan senantiasa bermula dari kematian. "Gadis itu. Hiroshi yang menungganginya karena kuda itu menjadi terlalu bersemangat da n sulit dikendalikan bila tidak ditunggangi setiap hari. "Aku ingat dengan jelas saat pertama kali kita lihat kuda-kuda jantan itu." Halaman 268 dari 600 . dengan formalitas besar. maka aku akan membiarkannya tetap hidup. Sungguh lega Saga sudah pergi dan membuatnya bisa menanggalkan jubah indahnya lalu menun ggang Tenba lagi." sahu t Takeo.

seraya mengarahkan kuda itu kembali dala m kendalinya dan memaksanya agar bergerak ke depan lagi. yang sedari tadi berkuda di akhir arak-arakan bersama Gemba. Lalat penghisap darah mengganggu manusia dan hewan di malam hari. kurasa mereka makin berkembang. halilintar berge-muruh dan petir ber kilatan di langit tiap malam. Kukira aku tak akan memiliki kuda seperti Shun lagi. dan ikatan di antara mereka berdua semakin kuat. ." "Dia akan menjadi liar dan tidak bisa dikendalikan di Miyako. tapi tetap tidak turun hujan. dan membelokkan pelana untuk memandang ke arah belakangnya. Gemba menjadi sangat pendiam. "Sempat terpikir olehku. "Sesuatu membuatnya kesal." Tenba terus gelisah. seraya meringkik keras. "Dia masih menjadi tantangan: kau takkan bisa mengabaikannya. tapi mesti kuakui aku sangat senang dengan Tenba. ku merindukan Ryume hampir sebesar rinduku pada Taku." Hiroshi melirik k e arah Shigeko." Tenba berderap cukup tenang. Tenba dijinakkan dengan kelembutan." Shigeko. di bawa h bimbingan tangan ahlimu. Bulan purnama di bulan ke¬enam sudah berubah . kini tidak bisa ditangani dengan kekerasan. sering¬kali saat terbangun di malam hari Takeo melih at dia sedang duduk tanpa ber-gerak: bermeditasi atau berdoa. Kuda¬kuda semakin kurus." ujar Shigeko. Tentu saja." 'Tenba menantang untuk dijinakkan." ujar Hiroshi pelan. namun tepat saat Hiroshi bicara. "Mungkin sebaiknya kita tinggalkan saja dia bersama kirin. kuda itu mengibask an kepala dan berputar ke arah mereka datang. "Untungnya kuda Otori tidak menunjuk¬kan tanda-tanda kematian. datang men g hampiri mereka." ujat Takeo. Satu atau dua kali ia bermimpi." ujar Takeo. tapi tidak membawa hujan yang diharapkan."Aku merindukan Ryume hampir sebesar rinduku pada Taku. Takeo takut kalau mereka harus melewati jalur peg unungan paling tinggi dalam keadaan hujan. tapi ternyata hasilnya baik-baik saja. tapi Takeo menikmati tantangan untuk membujuk Tenba agar te nang. Sewaktu bulan baru di bulan ketujuh muncul di ufuk timur." ujar Hiroshi. "Kau terlalu cepat bicara. tapi aku tidak ingin berpisah dengannya." ujar Hiroshi pelan. dan lega karena hawa panas makin menyengat. "Dia merindukan kirin. pengurus kuda khawatfr' mereka makan pasir atau cacingan.

Gemba pernah berkata. melakukan hal yang sama. dan terbangun dengan seruan salah satu pengawal. nun jauh di Terayama. dan ia merasakan itu dalam aliran darah dan t ulangnya. pohon ek serta hornbeam. lalu melihat kirin. dengan pohon cedar dan pinus di lereng yang lebih tinggi. "Lord Otori!" Saat itu matahari baru akan terbit. mengira masih bermimpi: ia melihat sekilas. Hutan semakin lebat di sekitar jalur itu. air melimpah karen a ada mata air. kini terasa lagi. pertama ke barisan kuda. Sakai Masaki yang berjalan lebih dulu untuk mengintai. melaporkan. Mereka berkemah di bawah pepohonan. Halaman 269 dari 600 . tapi makanan yang mereka bawa menipis. Sebelum bulan mencapai seperempat bagian pertama. diperintahkannya a gar kecepatan perjalanan ditingkatkan: mereka bangun sebelum matahari terbit dan berkuda di ba wah cahaya bulan. seperti biasa. lebih sakit dari ya ng pernah dirasakannya. manusia tanpa bayangan . burung¬burung baru mulai berkicau. cermin tanpa bayangan. Dengan desakan yang hanya setengah dipahaminya. Ada yang tidak beres. Matanya ter¬b uka.atau membayangkan Makoto. Takeo tidur sedikit. mereka sudah tak jauh dari Jal ur Rajawali: kurang dari sehari perjalanan. Rasa sakitnya yang berkurang selama perjalanan. Mimpi-mimpi Takeo menggam barkan benang putus dan peti mati kosong.

Ayah. Hiroshi yang tidur tidak jauh dar inya sudah lebih dulu berdiri. biarkan aku yang mengembalikannya. kita tak bisa menyerahkannya pada Kaisar dalam kondisiseperti ini. leher panjangnya membungkuk.Hewan itu berdiri di samping Tenba. kepalanya dekat dengan kuda-kuda." sahuinya. seolah hewan itu berjuang melepaskan diri. tanda putihnya berkilau menakutkan ditimpa cah aya keabuabuan. "Kin . kakinya meregan g keluar. Hewan itu menunjukkan semua tanda gembira karena berada di antara mereka: menggosokkan hidungnya pada Shigeko. Tenba meringkik pelan melihatnya. menatap putrinya selagi menenangkan dan membelai kirin. kakinya meregang keluar." sahut Hiroshi setuju. leher panjangnya membungkuk. "Haruskah kita meneruskan perjalanan dengan membawa kirin? Atau haruskah kita mengirim semacam ganti rugi ke Miyako?" Sejenak Takeo berhent i bicara. Kulitnya tergores di mana-mana. kepalanya dekat dengan kuda-kuda. kemudian mulai membasuh dar ah kering di badannya. "Kirin kembali?" pekiknya." tutur Gemba. "Itulah yang kutakut¬kan. mengisi ember dengan air dan membiarkan kirin minum. tanda putihnya berkilau menakutkan ditimpa cah aya keabuewan itu berdiri di samping Tenba. "Apa artinya ini?" tanya Takeo dengan gempar. kirin memang disambut sebagai pertanda restu dari Surga." "Sudah terlambat." lanjutnya dengan suara pelan." "Dia takkan sanggup bertahan dalam perjalanan. tubuhnya terasa kaku dan pegal. langkah panjangnya yang canggung. dan seketika itu juga kirin dikerumuni. "Kaisar pasti merasa ter hina karena hewan ini kabur. Kulitnya mengkerut dan gemetar tapi tetap berdiri tenang. dan di lehernya ada bekas luka gesekan tali. Seruannya membangunkan yang lain. Takeo berdiri. Pemuda itu pergi ke mata air. lututnya berdarah. "Bagaimana hewan ini bisa kabur? Apakah mereka melepasnya?" Shigeko menjawab. Dibayangkannya hewan itu lari meli ntasi daerah yang tidak dikenalnya. "Ya. ketakutan dalam kesendiriann ya. Seharusnya kita tinggal lebih lama. "Lihatlah. bagian belakang k aki kirinya tidak apa-apa. serta menjilati tangan Hiroshi dengan lidah abu-abu panjangnya. "Apa artinya ini?" tanya Takeo pada Gemba setelah hewan itu diberi makan dan per intah dikeluarkan agar perjalanan segera dilanjutkan. me mastikan agar kirin senang.

" "Apa yang harus kulakukan?" "Bersiap untuk berperang. Yan g kutahu hanyalah sesuatu yang menahan jaring yang rapuh telah terputus." sahut Gemba.i hewan itu menunjukkan kalau dia lebih memilihmu ketimbang Paduka Yang Mulia. tidak sanggup memahami kata-katanya. "Atau mencabut nyawamu se ndiri." sahut Gemba tenang. Mustahil bisa diramalkan atau mencegah semuanya. Sudah kuk atakan sebelumnya bahwa ada yang tidak beres. kurasa. kemenanganku. namun keseimbangannya terputus. "Istriku?" "Aku tak bisa mengatakan rincian semacam itu." Takeo menatapnya. penyerahan Jato. "Peristiwa keji seperti kematian Taku telah melepaskan semua rangka ian peristiwa: ini pasti salah satunya. Pasti akan di anggap sebagai peng-hinaan yang luar biasa. Aku bukan penyihir atau dukun. bila kau pikir itu lebih baik. "Apakah telah terjadi ses uatu pada kedua putriku?" Dihelanya napas dalam-dalam. dengan cara yang sama Shigeko menepuk kirin. Tidakkah ka u tahu yang satu ini?" "Segala sesuatu ada sebab dan akibat. Aku berusaha mempertahankan keseimbangann ya. "Maaf." Diulurkan tangannya dan me¬nepuk bahu Takeo." Halaman 270 dari 600 ." "Kau tahu segalanya hasil pertandingan.

Kini dilihatnya k alau semua upayanya akan hancur oleh kejadian yang tak ber¬aturan. rasa suka kirin yang tidak terkendali pada kawannya ketimbang dengan orang asing. Kono melompat turun dari punggung kudanya. aku senang berhasil menyusul Anda. Kami akan berada di seberang perbatasan pada tengah hari nanti. "Bisakah diperbaiki?" lut Takeo ter asa kering karena rasa takut. Takeo bisa merasakan kemarahannya memuncak di balik matanya. Hiroshi berlari ke depan untuk mengambil tali kekang sewaktu bangsawan itu meng¬he ntikan kudanya. dan pe nunggangnya adalah Lord Kono. Kono berjalan menjauh menuju pohon cedar yang sudah tumb ang hingga ." "Kurasa tidak ada yang perlu dibicarakan saat ini. perhatian ku pada Anda tulus dari lubuk hatiku. Kami baru saja hendak melanjutkan perjalanan. Ia percaya tak ada sat u hal pun yang bisa memperbaiki posisinya sekarang ini." Takeo tidak peduli jika si bangsawan tersinggung. Penampilannya yang tidak ber tenaga sirna sudah. tapi percayalah." Tanpa menunggu jawaban. Ternyata itu salah satu kuda Maruyama pemberian Shigeko kepada Lord Saga. "Kurasa aku tak bisa menawarkan banyak untuk menyegark an diri." "Lord Kono. "Lord Otori." desak Kono. "Bisakah diperbaiki?" Gemba tidak menjawab. laki-laki itu kelihatan kuat dan trampil. Tak eo mendengar derap langkah kuda dari kejauhan.Mulut Takeo terasa kering karena rasa takut. "Lord Otori." balas Takeo. Tak lama kemudian kuda-kuda dalam barisan menaik-kan kepala dan meringkik." Kegelisahannya telah berubah men¬jadi kemarahan. di atas hiruk pikuk persiapan. "Aku harus meminta Anda menunda perjalanan. "Mari bicara berdua saja. beri aku waktu untuk menyampaikan pesan Lord Saga ." ujarnya. Mari. aku tahu Anda meng¬anggapku sebagai musuh. seperti saat pertandingan. "Ada yang berkuda ke arah kita. dan kuda yang tengah berjalan menghampi ri meringkik balik selagi berjalan dengan santai di sekitar kelokan jalur dan mulai kelihatan . dan pada saat itu pula. Selama b erbulanbulan ia telah berusaha keras untuk bersabar dan mengendalikan diri.

Pasukan Anda kalah banyak dengannya. dan mereka sudah siap untuk kemungki nan semacam ini. Aku bertem u Lord Saga saat beliau meninggalkan Sanda. Kaisar mengunjungi¬nya setiap hari. bahwa ternyata Lord Otori-lah yang didukung Surga. Suasana ibukota berubah dari gembira bah wa Kaisar direstui Surga menjadi ejekan. Kemudian dia kabur. dan akhirnya dia berhasil lolos. Takeo melihat sekilas ke timur. "Ijinkan aku ceritakan apa yang terjadi. ber¬lukiskan warna keemasan. Aku diperintahkan menyampai¬kan bahwa bila An da Halaman 271 dari 600 . bukannya Kaisar dan Lord Saga. Kami mengejarnya." Kono berhenti sejenak. terutama hewan ini. pasukan khususnya senantiasa siaga." ujar Takeo. Kaisar cukup gembira dengan hadiah-hadiah pemberian Anda. tapi hewan itu ketakutan. Kaisar kemudian khawatir melihat kirin yang kian gelisah setelah kepe rgian Anda. semua upaya kami untuk me nangkapnya gagal. Kerabat Kaisar itu duduk dan memberi isyarat agar Takeo bergabung dengannya. Tadinya Kaisar berharap bisa lebih mengenal Anda A nda membuat Kaisar ter¬kesan. Tetap saja. Lord Saga berada hampir tid ak sampai sehari menunggang kuda di belakangku. "Kuberi waktu sampai matahari menyinari puncak gunung. dan segera berbalik arah. bahwa restu Surga berpindah. Tepian pegunungan tam pak hitam pekat ber¬lawanan dengan langit yang berkilauan. dan tidak mau makan selama tiga hari. "Tentu saja. peng¬hinaan ini tak bisa diabaikan.seolah menyediakan tempat duduk yang alami. Kekuatan telah di himpun. Kemenangan dari kunjungan Anda agak mer edup dengan kepergian Anda yang lebih awal. tapi tentu saja.

kuda itu bereaksi dengan melompat dan menendang. "Kau sering menyanjungku. Jika kau memang memiliki kehormatan atau keberanian sejati ." u jar Kono. dan Takeo tahu semu a orang berharap ia memberi perintah untuk membunuh Kono. Kono menghentakkan kaki di bagian samping kuda itu." Takeo memotong perkataannya. "Kita akan berjumpa dalam per¬tempuran. bawahanku dan adik iparku." "Aku tidak bisa mengatakan kalau aku terkejut. melompat ke atas punggungnya lalu menarik tali kekang dengan kasar untuk memalingkan kepala kudan ya. sesuatu untuk melampiaskan kemarahannya. Kau ular bermuka dua yang hebat. Anda dan keluarga Anda akan dihukum mati kecuali Lady Maruya ma. Ia berharap melakukannya sendi ri." idak kembali bersamaku dan meminta maaf pada Kaisar: maka Anda harus bunuh diri ak u khawatir pilihan untuk mengasingkan diri sudah tidak ada lagi Saga akan memburu Anda. Kau telah menghina dan menipuk u.tidak kembali bersamaku dan meminta maaf pada Kaisar: maka Anda harus bunuh diri a ku khawatir pilihan untuk mengasingkan diri sudah tidak ada lagi Saga akan memburu Anda. Anda dan keluarga Anda akan dihukum mati kecuali Lady Maruya ma.. yang Lord Saga harap bisa dinikahinya. mestinya kau menantangku secara langsung. tidak berusaha mengendalikan amarahnya. "Anda harus tahu betapa aku mengagumi Anda." "Bukankah sejak awal dia telah meren¬canakan akan seperti ini jadinya?" sahut Take o. dan agak melawan. "Saat itu tipuan dan ilmu sihir takkan bisa menyelamatkan Anda!" Kono berdiri. dan tanpa membungkuk hormat berjalan ke arah kudanya. melemparkan b angsawan itu yang terjatuh dengan memalukan ke tanah.. dan m erebut Tiga Negara dengan paksa. tapi menyesali keputusan Anda.. "Biarkan dia mengejarku: dia akan kaget atas y ang akan menantinya. dan m erebut Tiga Negara dengan paksa. ingin . Kuda itu enggan mening¬galkan kawan-kawannya. Keadaan menjadi sunyi. yang Lord Saga harap bisa dinikahinya. Mungkin kau merasa dengan cara tertentu akan dapat me mbalaskan dendam atas kematian ayahmu. Dua pengawal terdekat menarik pedang." Wajah Kono yang sudah pucat makin pucat. tapi kurasa kau berniat j ahat padaku dan berusaha melemah¬kan diriku." sahutnya. ketimbang diam-diam bersekongkol dengan Lord Arai.

Dia takkan sanggu p mengikuti kita. ambil kuda Lord Kono dan bantu dia. Akan kupastikan kirin tidak tertingg al." "Kita tidak bisa lakukan itu. "Shigeko. Para pengawal menurunkan pedang lalu menya¬rungkannya kembali. Kita harus berhasil menyeberangi jalur sempit secepat mungkin. "Ayah bisa menye¬lamatkanmu dan kirin hanya dengan cara menye rahkan diri pada Lord Saga. Besok mungkin ia akan melihat putrinya be rtarung mempertahankan diri. Ashige. "Mereka berdua akan saling memberi seman gat. dan melihat wajah putrinya tercengang. serta mengingkari semua janjinya pada kita." ujarnya.menghukum orang yang berada di bawah kakinya atas semua penghinaan. Takeo ber paling ke arah Hiroshi dan berkata." tuturnya." sahut Takeo. Takeo sadar." "Ayah. namun putrinya itu belum pernah membunuh satu makhluk hidup pun. "Hiroshi. "Kirim Sakai pergi untuk memberitahu Kahei dan perintahkan dia bersiap untuk berperang. Saat didengarnya derap langkah kaki makin menjauh menyusuri jalan itu. dan menyuruhnya berjalan di depan bersama Gemba." "Maka tunggangilah Tenba." sahut Shigeko tanpa ragu. lalu berpaling agar tak lebih mempermalukan bangsawan itu. dan kita masih bisa menghindari pe-perangan. Takeo mengambil kuda Shigeko. bagaimana dengan kirin?" tanya Shigeko. Ayah akan bunuh diri." "Hewan itu harus bisa mengikuti kita bila tidak maka lebih baik dibunuh sekarang juga. Halaman 272 dari 600 . Kemudian muncul masalah apa yang harus dilakukan dengan kuda beban." sahutnya. da n hadiahhadiah mewah dari Kaisar dan Lord Saga yang mereka bawa." Sebagai gantinya. "Dia kelelahan. Tapi sesuatu mencegahnya untuk melakukan i tu. kau akan menikah dengannya. "Saga telah menipu dan mengancam kita. seraya berpikir kalau putrinya akan lebih aman di sana ketimbang berada di belakang. rencana jaha t dan pengkhianatan yang mengepung dirinya.

Ia berpikir betapa Kaede sangat senang atas itu semua. Baju z irah itu berat dan tidak praktis." aku Takeo. "Meski aku tidak percaya dewa mana pun bisa menolong kita saat ini. Mereka mengibarkan pan ji-panji merah. bahkan baju zirah berhias indah pemberian Lord Saga. Tandu pun ditinggalkannya." "Kini kirin sudah menjadi perlambang." "Kini bukan saatnya untuk bicara filsafat! Sebaiknya kita bicarakan tentang renc ana pertempuran. "Dengan teropong aku melihat pasukan Saga dari kejauhan. bersenjatakan panah dan senjata api." tutur Sakai. dan Takeo lebih suka baju zirah miliknya yang diurus oleh Kahei. cermin perunggu dan mangk uk berpernis. "Semua benda itu adalah sesaji untuk dewa gunung. selagi mereka berkuda menjauh. akan kututup semua rute yang bisa kau lalui sebelum kau meninggalk an ibukota. "Aku memanjat pohon dan melihat ke belakang ke arah Timur. tapi tidak melihat ada ja lan keluar lain. Takeo memerintahkan agar bal-bal dan keranjang ditinggalkan di dekat kuil batu kecil d i tepi mata air. Tapi apakah kini perbatasan itu tidak dij aga? Andai aku menjadi Saga. sedang mengejar kita. Hewan itu kabur karena merindukan kawannya. ." "Butuh berapa lama hingga dia bisa sampai di sana?" tanya Takeo. Takeo menyesali kehilangan benda¬benda indah itu: jubah sutra. "Begitulah cara manusia me nghadapi dunia. aku sudah memikirkannya sejak kita melewati jalan ini: perbatasan di depan kita dapat digunakan untuk bertahan meng¬hadapi pasukan Saga. Aku suruh Kitayama mengitari tempat itu bila orang lain bisa melewatinya. maka dia juga bisa melewati¬n ya tapi dia harus mendaki gunung dan turun di sisi gunung yang satunya lagi sebelum mencapai tempat Lord Miyoshi. Apa artinya restu dari Surga? Kita tahu kalau kirin hanyalah hewan biasa. dan ketakutan mereka dipastikan tak lama kemudian saat Sakai kembali melaporkan bahwa jalur telah dipenuhi pasukan Saga yang bersembunyi di s ela bebatuan dan pepohonan. bukan makhluk dalam dongeng. dan pasukan pertahanan Saga di perbatasan pasti juga sudah melihatnya." sahut Hiroshi." "Ya." tuturnya pada Hiroshi." "Itu juga terpikir olehku.Kuda-kuda itu tidak bisa mengimbangi jalan kuda lainnya merasa kalau Kaisar sudah terlanjur tersinggung dan tak bisa uda-kuda itu tidak bisa mengimbangi jalan kuda lainnya merasa kalau Kaisar sudah t erlanjur tersinggung dan tak bisa ditebus dengan apa pun.

" ujar Hiroshi." "Ada berapa banyak pasukan di perbatasan?" "Lima puluh sampai seratus orang." Takeo terdiam merenung selama beberapa saat. Kami tak sempat menghitungnya." sahut Hiro shi. "Satu-satunya harapan kita adalah meng¬giring mereka ke lahan terbuka. "Ayah harus meminta kuda itu kembali. "Ayah hendak memancing musuh kel uar dari persembunyian. pasukan kita kurang lebih sebanding dengan jumlah pasukan musuh."Beruntung bila dia bisa sampai sebelum malam." "Terlambat untuk memberi kejutan: tapi bisakah kita mengecoh dengan mengitari me reka?" tanya Takeo." "Ayah takkan pergi sendirian. "Saat itulah kita bisa menembak mereka satu demi satu Anda dan Lady Shigeko harus berkuda denga n kecepatan penuh sementara kami melindungi kalian. Halaman 273 dari 600 ." "Baiklah. kemudian menyuruh Sakai pergi lebih dulu bersama pengawal lainnya untuk ber¬henti tepat di depan perbatasan lalu bersembunyi. "Tapi mereka memiliki semua keuntungan dari tanah datar. Ia la lu menyusul Shigeko dan Gemba." ujarnya. sewaktu turun dari punggung T enba lalu mengambil tali kekang Ashige dari tangan ayahnya. kan?" tanya Shigeko.

" Takeo mengambil pedang itu dari putrinya dengan rasa terima kasih." tutur Takeo. berdoa dalam hati bagi keselamatan put rinya. pedang itu sudah di punggung Tenba. "Ini akan menjadi pertempuran yang sebenarnya." "Ayah harus ambil Jato kembali. "Tak ada yang bisa menyakiti Ayah. Ayah jangan pergi tanpa membawanya." ujarnya. hingga terlalu berat bagi Shigeko untuk membawan ya. Tapi kau harus me nyiapkan panahmu dan bersiap untuk menembak mati. Saat itu kira-kira tengah hari dan cuaca sangat panas. "Jangan khawatir. Sewaktu menunggang kuda menjauh dari pasukan bersama kirin." sahutnya. lalu memalingkan pelananya untuk memerintahkan siapa pun itu agar kembali ke pasukan. Ia telah memerintahkan bahwa dia harus pergi sendiri." Ayah akan pergi bersama Tenba dan kirin. "Mungkin kelak kau tak punya pilihan. Takeo mengikatkan tali sutra kirin ke tali leher Tenba dan sebelum menaiki kuda. "Tapi takkan ada y ang melihat Ayah. dan kini pun ia tak ingin menjelaskannya. bukan perlombaan."Ayah akan pergi bersama Tenba dan kirin. mendongak sesaat dan melihat awan tebal yang mengandung kilat menumpuk di arah B arat. Pedang itu masih disarungi denga n kain upacaranya dan kelihatan luar biasa. atau bahkan membica rakannya." "Kami akan berusaha melumpuhkan mereka ketimbang membunuh mereka." sahutnya sera ya melirik ke arah Gemba yang duduk diam tanpa ekspresi di punggung kuda hitamnya. adik Sada. Takeo meraih tali kekang Tenba den gan tangan kiri. "Lord Otori!" Ternyata itu Mai." sahutnya. dipeluknya Shigeko. "Tapi takkan ada yang melih at Ayah." "Kau bersenjata?" ." ujarnya. "Ijinkan aku pergi bersama Anda. Takeo berhenti sejenak lalu gadis itu berjalan menghampiri ke samping kuda. gadis Muto. Tenb a mengayunkan kepala ke arah gadis itu. Dilihatnya tatapan ragu putrinya yang kemudian dengan cepat dikendalikannya. Tenba mengibaskan kepala menghalau kerumunan serangga kecil yang meng¬gigitinya. "Mungkin aku bisa membantu. ingin putrinya siap untuk peperangan yang haus darah. Ada bingkai k husus yang sengaja dibuat pada pedang itu." Takeo jarang memperlihatkan kemampu¬an Tribe-nya pada Shigeko. Takeo menyadari ada seseorang yang berjalan kaki mengikutinya. tepat di depan pelana.

Matahari masih tinggi di langit. "Aku juga bisa menggunakannya. "Aku juga punya pisau lempar. lalu membiarkan kemampuan menghilang menyelimuti diri¬nya. pikir¬nya dengan perasaan sedih saat didesaknya Tenba agar berjalan lagi. Kuharap kein gintahuan dan keserakahan akan meng¬giring mereka menghampirinya. Berlindung di sisi mana pun yang kelihatannya hanya ada sedikit musuh. Lord Otori berencana meng¬gunakan kemampuan menghilang?" Takeo mengangguk. makin ba gus. tuan. da n garotte. "Terima kasih. dan bayangHalaman 274 dari 600 . jalannya ag ak menanjak dan melebar." Kini aku yang memulai peperangan. tapi tepat di depan perbatasan. Mereka pasti terbuai dengan kecerobohannya sendiri. Jalanan itu makin curam dan berbatu.Mai menarik sebilah belati dari balik jubahnya. Setiap nyawa yang kuhabisi akan mem¬bala skan dendam kakakku. Jangan menyerang dulu sampai m ereka berada di daratan terbuka dan Sugita memerintahkan tembakan pertama. tapi sudah mulai tenggelam di ufuk bar at. dan bunuh musuh sebanyak-banyaknya semampumu. Makin mereka kebingungan." Mai tersenyum tipis. Apakah Anda bermaksud memaksa musuh menampakkan d iri agar para pangawal bisa menyerang mereka?" "Mereka akan melihat seekor kuda perang dan kirin berjalan sendiri.

atau legenda yang menjadi kenyataan? Kuda hitam. terdengar oleh¬nya suara b erbisik. gemerisik pelan orang berpindah tempat. ia sudah yakin kalau tak seorang p un yang bisa membunuhnya sampai putranya sanggup melakukannya. Sesaat darahnya membeku. tapi kini rasa takut yang nyar is tak disadarinya muncul. Ia tak ingat pernah menggunakan kemampuan menghilang saat menunggang kuda. dan terdengar g emuruh halilintar yang membuat Tenba mengibaskan kepala dan gemetar. ter¬bentang Tiga Negara. bila aku mati akibat senjata api. dengan leher panjang serta kulit yang bercorak aneh. dan bahkan lebih mengancam lagi. maka itu hanya untuk keadilan . karena akulah yang mengenalkan serta mengembangkan benda itu. bijih besi yang ma mpu mengoyak daging dan tulang. Dikejauhan Takeo mendengar desingan layang-layang dan kepakan sayap burung. Dibiarkannya tali kekang kuda meng gantung dan mengangkat kakinya dari sanggurdi agar tidak kelihatan ada penunggangnya. Takeo berusaha menjaga keseimbangan tubuhnya selagi gerakan mendadak itu menarik tubuh nya ke kanan dan ke kiri. kini berselimut awan. Di kedua sisi jajaran pegunungan. kini berselimut awan.bayang mulai memanjang. Di kedua sisi jajaran pegunungan. tinggi dan asing. Petir berkilatan di kejauhan. Bila aku harus mati. Saat memasuki lembah. Petir berkilatan di kejauhan. bunyi ketukan senjata api yang tengah diisi bubuk mesiu. Ia ing in tahu apa yang ada dalam pikiran prajurit yang tengah me¬mandangi kuda dan kirin berjalan melewat i lembah. muncul dari hutan leba t. muncul dari hutan lebat . dan terdengar g emuruh halilintar yang membuat Tenba mengibaskan kepala dan gemetar. kirin berjalan dengan tenang dan a nggun seperti ayang mulai memanjang. pedang di samping pelana. pada peluru yang bisa membunuh dari jauh. dan gemericik air. ia me mbiasakan diri untuk memisah kan ketrampilan ksatria dari kemampuan Tribe. helaan busur. terlebih lagi. Apakah pemandangan itu mimpi. Takeo tidak takut mati. Tak ingin terjatuh seperti Kono atau pun kehilangan kemampuan meng¬hi langnya karena . Terdengar olehnya desingan sebatang anak panah: Tenba juga mendengarnya dan terk ejut. ijinkan aku mati oleh pedang. ia sudah sering bersentuhan den gan kematian hingga tidak membuatnya takut. ia berdoa saat halilintar bergemuruh lagi. d engan surai dan ekor berkilau sama terangnya dengan pelana. serta kirin. ter¬bentang Tiga Negara. kirin berjalan dengan tenang dan a nggun seperti biasa. keri at-keriut pepohonan tua.

Anggota pasukan mulai menampakkan diri satu demi satu. Tenba mendengus. r mereka bersenjatakan busur panah. Kirin pun mengik uti dengan patuh. Kemudian ia menekan kedua kaki agak di samping perut kuda itu. Dipelankan napasnya dan membiarkan tubuhnya mengikuti geraka n kuda seakan mereka adalah satu makhluk. Kini teriakan terdengar di mana-mana. dari sebelah utara lembah. dan mempercepat langkahnya sampai akhirnya melangkah santai dan pelan lagi. Anak pan ah itu tidak dibidik langsung ke arah hewan hewan itu. hanya sekadar menguji reaksi alami mereka. memaksanya maju. tapi mereka mengesampingkan dari tempat p berat sehingg Sebagian besa senjata ini. Tenba menegak¬k an telinga dan memutamya ke arah suara tadi. Di depan. Langkah Tenba mulai berderap dan kirin mulai berlari dengan lompatan naik turun di sebel ahnya. Hal ini membuat lebih banyak lagi pasukan bermunculan dan berlarian lebih cepat. lima atau Halaman 275 dari 600 . Satu orang lagi menjawab teriakannya. mereka berlomba-lomba menjadi orang pertam a yang memegang tali kekang kuda perang itu untuk menyatakan menjadi milik¬nya. dari arah se latan. Takeo membiarkan Tenba ber gerak dengan cepat dan ringan. panik karena mereka seperti sekawanan serigala. bersyukur atas reaksi kuda itu seperti yang diharap¬kannya. dan beberapa senjata api. Mereka tidak bersenjata a mudah untuk mengepung dan lebih leluasa: mereka berharap bisa menyergap cepat. bermunculan ersembunyian mereka lalu berlarian ke permukaan lembah. Terdengar teriakan di sebelah kanannya. bisa dilihatnya tanah datar di bawahnya tempat pasukan Kahei menunggu. Anak panah itu berjatuhan ke tanah sejauh beberapa langkah di depannya. Takeo m erasakan tanah mulai curam: mereka telah melewati titik tertinggi lembah.kurang konsentrasi. berusaha menghalangi agar kedua hewan itu jangan ke ujung lembah.

Di belakangnya terdengar dentuman langkah kuda selagi pasukannya Hiroshi ber¬hamburan memasuki lembah. bak kepakan sayap. l angkah panjang kirin membuatnya seperti melayang di atas tanah. Ia mem biarkan dirinya terlihat di waktu yang sama ketika mengayunkan pedang ke kiri. orang pasukan berkuda muncul dari celah antara tebing yang curam. menyeringai. memasukkan kakinya. Kuda tunggangan Hiroshi ya ng berkulit abuabu . menyeringai. bersiap menggigit. Takeo mendengar sebatang anak p anah berdesing melewati dirinya. melambatkan l angkah dan berputar untuk menghadapi prajurit berkuda lain yang kini mengepung Takeo. Ia menghempaskan berat badannya ke belakang saat berusaha mel ambatkan gerakan Tenba. tangan kiri mengambil alih peran tangan k anannya yang cacat. dan melihat prajurit pertama terjatuh. Jato melompat seperti yang biasa dilakukannya. Desingan mengerikan anak panah me¬menuhi udara. karena tak satu pun mengenai kedua hewan itu. pasukan itu menyadari kalau itu jebakan dan mulai berlarian kembali u ntuk berlindung di antara bebatuan. Dilupakannya usia dan cacat tangannya. Terlambat. Satu prajurit segera tumbang. Di belakangnya terdengar dentuman langkah kuda selagi pasukannya Hiroshi ber¬hamburan memasuki lembah. pedang terhunus di tangan. membuat mereka yang berada di belakangnya cukup lama merasa ragu untuk lari ke luncuran anak panah selanjutnya. menguatkan diri lalu menarik Jato dengan tangan kiri. Takeo meraba¬raba s anggurdi. bersiap menggigit. Tenba ber derap. l angkah panjang kirin membuatnya seperti melayang di atas tanah. Ia menyadari Hiroshi yang datang bergabung dengannya. lalu ia menebas tali yang mengikat kirin ke kuda itu. mungkin mengingat untuk apa dia dilahirkan. Baik Tenba maupun kirin berada tepat di luar ja ngkauan. menghantam prajur it berkuda hingga jatuh dari pelana. Pasukan berkuda muncul di depannya. sebilah pisau berbentuk bintang m enancap di matanya. Kirin berla ri dengan canggung ke depan sementara Tenba. atau kemahiran para pemanahnya memang luar biasa. Tenba berderap . Takeo mendengar sebatang anak p anah berdesing melewati dirinya. anak panah menembus dad anya.enam orang pasukan berkuda muncul dari celah antara tebing yang curam. dan melihat prajurit pertama terjatuh. meliuk bak kuda jantan tengah menggiring kuda betina. meliuk bak kuda jantan tengah menggiring kuda betina. seolah bergerak atas kehen daknya sendiri. anak panah menembus dad anya.

"Jan gan tinggalkan satu orang pun. "Jangan." serunya kepada mereka. arom a keringat Mai mengingatkan Takeo kalau sudah berbulan-bulan sejak ia tidur dengan istrinya. mencari perlin¬dungan di sela bebatuan dan pepohonan. dan prajurit pejalan kaki juga kabur. Lima orang tewas. "Kau terluka?" serunya sambil menengok ke belakang." perintahnya pada Hiroshi. "Kumpulkan prajurit kita yang terluka dan tewas. Bentrokan m ereda dan sadar kalau pasukan berkuda musuh yang terakhir tengah ber¬usaha menyelamatkan diri. sambil mengatur napas. "Mai! Mai!" Dilihatnya kedipan sosok dengan kemampuan menghilang di sisi utara. Be tapa ia sangat merindukan Kaede: istrinya memenuhi pikirannya saat mengamati lembah untuk melih at prajurit nya yang selamat dan mengumpulkan sisa¬sisanya.pucat memerah karena darah." Kemudian Takeo berteriak lantang. Per¬tempuran besar akan terjadi nanti. lalu mengara hkan Tenba menghampiri saat gadis itu menampakkan diri. mem¬belokkan Keri. Kita akan bergabung dengan Kahei malam ini. dan tersenyum dalam hati selagi mereka berj alan melewatinya dan mulai berjalan menurun. "Tidak. biarkan mereka pergi." Dapat dirasakannya debar jantung Mai berpacu cepat menempel di punggungnya. Saga pasti sudah dekat di belakang. mung kin enam orang terluka. Kita sudah berada di Tiga Negara. Jangan ditunda. "Apakah kita akan kejar mereka?" scru Hiroshi. Takeo mengulurkan tangan lalu menga yunkan gadis itu naik di belakangnya. Lalu sekumpulan prajurit datang mengelilinginya: Shi geko dan Gemba dengan busur ter-sandang di punggung dan pedang di tangan. "Aku mem¬bunuh tiga orang dan melukai dua orang. kesemuanya telah ia kenal selama Halaman 276 dari 600 . setidaknya untuk hari ini. "Maju terus." teriak Mai balik. pikir Takeo saat mengembalikan Jato ke sarung d an akal warasnya mulai kembali. Takeo bersedih bagi mereka yang tewas." Tadi hanyalah pertempuran kecil. Shigeko aman. sepertinya.

Kita tidak bisa tinggal di sini dan me nahannya dengan tidak jelas. Kita harap Saga mengira kita sedang kabur. "Tidak." sera Kahei. karena ia mengharapkan surat dari ist rinya. ia pergi bersama jurutulis itu ke tenda Kahei. Pasukan Saga yang tewas ditinggalkannya di lembah . bukan menentang Saga atau Kaisar. Wajah putrinya pucat. Saga akan berad a di tempat ini esok hari." "T idak ada kabar dari istriku?" "Tidak ada kabar sejak bulan ketiga. hatinya terasa pedih melihat pen deritaan putrinya. ke hilangan semangat dan kebingungan. Kau sudah mendengar tentang kematian Taku?" "Aku sudah mendengar desas-desus. dan bertekad memakamkan mereka dengan penghormatan yang tinggi di kampung halaman mereka di Tiga Negara. serta membicarakan rencana untuk keesokan hari nya. Kita haras mengalahkannya dengan telak dan membawa kembali pasukan ke wilayah Barat untuk menghadapi Zenko. rtahun¬tahun. lalu entah di hari yang sama atau keesokan harinya mereka akan be rtemu dalam per¬tempuran. "Dia harus melewati jalur sempit itu. dengan berita tentang situasi Negara Tengah dan wilayah Barat. Pasukan Saga yang tewas ditinggalkannya di lembah . tapi kami tidak ada kabar resmi dari Hagi.bertahun¬tahun. dan entah bagaimana terlihat agak kurus. L ega melihat Minoru tidak terluka. tidak bersusah payah menebas kepala mereka atau mengurus yang terluka. Hiroshi membawa kuda ke dalam barisan. Kita sedang memperta hankan Tiga Negara. Saga akan berad a di tempat ini esok hari. Mungkin saat itu Kaede memang belum mendengar kabar itu." "Kita akan segera kirim pasukan untuk mempertahankannya. Suasana hatinya murung saat memberi salam pada Kahei di tanah lapang di bawah. lalu entah di hari yang sama atau keesokan harinya mereka akan be rtemu dalam per¬tempuran. dan bertekad memakamkan mereka dengan penghormatan yang tinggi di ka mpung halaman mereka di Tiga Negara. dan dia juga tidak menyebutkan tentang beri ta duka ini. begitu pula dengan kabar tentang kesehatannya juga si . "Setidaknya kita tahu Saga tak bisa datang lewat jalan lain. Dan dia harus kelihatan seperti penyerang. tempat Takeo bisa melihat putrinya bersama kirin. tidak bersusah payah menebas kepala mereka atau mengurus yang terluka. akan kita biarkan terbuka. tempat dice ritakannya semua yang telah terjadi pada sang komandan." Hal itu membuat Takeo lebih tertekan lagi." tutur Takeo.

"Mari ku tunjukkan pasukan kita. membuang kekhawatirannya dengan cara yang biasa. begitu pula dengan pasukan pemanah tambahan. nam un awan gelap berarak tidak beraturan. "Jika terlalu basah untuk menggunakan se njata api. dan kilat menyala di langit barat. " Kau sudah bertempur satu kali hari ini. "Mungkin adikmu bisa terus menunda turunnya hujan." sahut Kahei. Gemba duduk di bawah sebatang pohon runjung kecil. maka kita kehilangan keuntungan terbesar kita. berusaha membang kitkan semangat dirinya dan juga Kahei." ujarnya. Bulan putih semakin mendekati purnama." ujar Takeo. memikirkan rumah mereka nun jauh di sana da n anak-anak mereka." Kedua laki-laki itu terdiam sejenak. kami pernah mendapat pesan dari Inuyama.bayi. Aku akan berjaga sementara kau dan pen¬dampingmu tid ur. dengan kegiatan fisik. dan bagian samping di se¬panjang tepi utara terlindungi oleh barisan bukit yang menonj ol. jelas terpisah dari hiruk pikuk kemah di sekitamya. "Aku belum mendapat kabar dari istriku. orang bilang kalau kabar buruk tersebar lebih cepat ketimbang kabar ba ik. "Baiklah. di dekat kolam yang menyediakan air buat mereka: matanya te rpejam." Halaman 277 dari 600 . "Hujan atau tidak. tapi tidak ada kabar dari Negara Tengah. penjaga juga membawakan obor ilalang. kita harus bersiap menyambut serangan mereka. Di sini ditempatkan-nya para prajurit bersenjata api." sera Kahei." Takeo berjalan bersamanya di bawah cahaya rembulan untuk menginspeksi posisi." Kahei sudah mengatur pasukan dalam formasi tempur: kekuatan utama di sisi barat tanah datar. "Kita menghadapi cuaca buruk.

dan memimpikan Kaede. Dilihatnya lentera berkelap-kelip di antara mereka berdua saat Kaede menatap tangannya lalu menaikkan pandangan ke wajah. kemudian meregangkan badan di bawah lipa tan sutra tenda. la langsung tertidur. Naomi. kemudian meregangkan badan di bawah lipa tan sutra tenda. mengencangkan tali di barisan kuda. Gemba men gambil rumput kering dan air. Saat dirasakannya bentuk tubuh Kaede yang amat disayanginya dalam pelukannya. Dia mengatakan bahwa Kahei harus diberitahu lebih dulu. dan memimpikan Kaede. te rdengar olehnya gemeletak api dan menyadari kalau gerakannya yang tergesa¬gesa menghantam lentera hingga jatuh. Shigeko dan Gemba menemukannya di sana. arena sudah berada di perkemahan sejak bulan kelima. Mereka berada di penginapan di Tsuwano. Mereka dikelilingi prajurit dari per¬kemahan yang ingin mengetahui tentang pertaru ngan tadi. Kahei mengatur agar ia bisa nyaman: Takeo mandi dengan air dingin. wajahnya masih mulus tanpa kerutan. dan segera saja langkahnya melambat. Kahei mengatur agar ia bis a nyaman: Takeo mandi dengan air dingin. hewan itu menunggu dengan kesabaran dan ke¬patuhannya yang biasa. tapi Gemba menghalau mereka..Karena sudah berada di perkemahan sejak bulan kelima. bau terbakar menyesak¬kan cuping hidungnya. namun di depannya nampak sosok manusia dan kuda yang tidak dikenalnya. lalu membawanya ke perkemahan. Dilihatnya Kaede saat berusia lima belas tahun. Dalam mimpinya. Kaede ditunangkan dengan Shigeru sekaligus t elah menjadi istrinya. halilintar memec ah langit. kirin terus berlari melintasi lembah. tanpa goresan bekas luka di leher. berjalan terpincang-pincang.* Setelah Takeo memotong tali pengikat. makan sedikit. rambut tebalnya hitam te rgerai. api melahap tubuh Shigeru. kilat menghanguskan per¬kemahan. Keributan di belakangnya membuatnya panik. la langsung tertidur. Takeo terbangun. cahaya terangnya yang mengeri¬kan. namu n kaki¬nya tidak cocok dengan permukaan tanah yang berbatu. dan malam itu adalah malam pertunangan K aede dengan Shigeru. makan sedikit. dan bahwa Lord O . dan di saat yang bersam aan meraih tubuh Kaede dan menariknya ke arahnya. Ke nji. Ruangan itu meledak terbakar. Sadar kalau orang dan kuda yang sayang p adanya masih di belakang. diserahkannya hadiah pertunangan kepada Kaede. Shigeko d iam tanpa bicara saat melepas pelana Ashige.. hujan sudah me¬merciki tenda.

Hiroshi yang p ertama turun dari kuda dan mengulurkan kedua tangannya untuk mengangkat gadis itu turun dari pungg ung Tenba. kemudian mencaci dirinya sendiri karena merasa cemburu. Aku mencintainya. Tenba mencium bau kirin dan meringkik keras. kejam. ekspresi kemarahan sisa pertempuran masih tergambar di wajah mereka. Perasaan itu menodai ras a lega karena temyata ayahnya dan Hiroshi tidak terluka.tori ada di belakang mereka. Shigeko berharap ia memiliki pendengaran tajam agar tahu apa yang sedang mereka bicarakan. Aku hanya akan menikah dengannya. membuat figurnya kelihatan maskulin. di belak ang ayahnya dan Hiroshi di samping¬nya. Shigeko melihat ayahnya berkuda me¬masuki perkemahan. Setelah itu Takeo turun dan menyapa Kahei. pikir Shigeko. Hiroshi melihat ke arahnya dan Shigeko melihat ekspresi laki-laki yang sangat dikenalnya. tapi kemudian berdiri sebentar untuk berbicara dengan Mai. Hiroshi mengucapkan selamat tinggal kepada Mai lalu membawa kedua kuda menuju ba risan kuda. dan Tenba di sebelah kirin. Hiroshi mengambil tali kekang kedua k uda itu. Si gadis Muto. Keri. di samping Ashige. mengikat kuda miliknya. Ekspresi wajah Mai pun sama. Mai. Sesaat ia merasa mereka berdua seperti orang yang berb eda: berlumuran darah. Halaman 278 dari 600 .

" "Aku juga tak ingin meninggalkan Ayah. setelah kejadian itu." sahut Shigeko. "Apa yang kau bicarakan dengan gadis itu tadi?" "Gadis Muto itu? Aku berterima kasih padanya karena membantu kita lagi." ujar Shigeko. Seharusnya kau tidak terlibat. aku merasakan penyesalan dan kesedihan... punya teman.." ujar Shigeko. tapi biar kusarankan agar Gemba membawa¬mu pergi. "Juga Lord Hiroshi. "Mereka punya makanan. dan sudah lupa peristiwa mengerikan hari ini. "Aku har us melakukan hal yang sama." Ia memalingkan wajah. dan sudah lupa peristiwa mengerikan hari ini. Aku tidak ingin menyakiti anjing¬anjing itu. Aku ti dak tahu bagaimana lagi cara untuk tetap setia pada ayahmu. dan sudah terbiasa. Bidikanku tepat kena sasaran: tak satu pun anak panah yang meleset. Kembalilah ke Inuyama. "Aku tak tahu apakah hari ini aku telah membunuh. Pertarungan kecil ini tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan pertempuran yang akan terjadi nanti. Tapi aku merasa telah mengkhianati semua yang telah diajarkan para Gu ru Besar." Dirasakan pipinya merona merah lalu berkata."Mereka semua bahagia sekarang. namun aku ingin menyakiti orang-orang itu . Kau bisa membawa kirin. Berapa banyak dari mereka yang sudah mati sekarang? " "Aku juga membunuh.." tutur Hiroshi. Aku sung guh-sungguh berterima kasih padanya karena membawa kabar tentang kematian Taku. dan memalingkan wajah ke arah kirin untuk menye . seketika air mata terasa menusuk kelopak matanya. Aku merasa gembira saat darah mereka menyembur. Mere ka tidak tahu apa yang menanti besok. saat hewan-hewan itu makan dan mi num. Namun kini. punya teman. ke tempat bibimu. saat hewan-hewan itu makan dan min um. mengata¬kan kalau dia perlu menghabiskan waktu seorang diri. kepada Tiga Negara." "Oh! Tentu saja. "Dia pergi untuk menguatkan dirinya dengan Ajaran Houou. "Mereka punya makanan. Aku tak bisa meninggalkan ayahmu. "Tapi panahku mengena banyak orang. "Besok pasti lebih buruk lag i. "Aku dilatih semasa kecil untuk hal ini." ujar Shigeko." ujar Shigeko. Hiroshi lalu menambahkan." Mereka semua bahagia sekarang. Mere ka tidak tahu apa yang menanti besok. dan tidak kuasa menambahka n." Gemba meninggalkan mereka. juga karena telah bertempur bersama kita hari ini." Setelah berhenti sejenak. atau mela kukan semampuku untuk melindungi ayahmu juga dirimu." ujarnya pelan.

lalu menemui ayahku. "Lady Shigeko. takut kalau mereka akan mati tanpa semp at menyatakan cinta. "Kau harus tetap hidup. "Tidak ada orang lain yang lebih berarti bagiku ketimbang dirimu. namun kenyataan kalau salah satu dari kita mungkin mati besok." "Kau sudah seperti kakakku. Namun ia tak tahu bagaimana mengatakan saat dikelilingi prajurit." Hari masih terang. Aku tak¬kan meng ucapkannya padamu.mbunyikan rasa bingungnya. Ia ingin dipeluk pemuda itu." Nampak¬nya Hiros hi pun berusaha mengungkapkan perasaannya. Aku tahu derajat dan kedudukan menempatkan dirimu jauh di atas diriku." tuturnya." ujarnya." Shigeko tak kuasa menahan diri untuk tersenyum. Langit di antara tempat perlindungan mereka yang berwarna abu-abu tu a." "Perasaanku padamu jauh melebihi perasaan kakak terhadap adiknya." ajak Shigeko. berwama abuabu pucat. "Kita harus melihat medan perang. Kata-kata Hiroshi menghalau kese dihannya. Halaman 279 dari 600 . tapi aku tak bisa mencintai atau menikah dengan orang lain selain d irimu. demi nasib seluruh n egeri. memenuhi dirinya dengan rasa gembira serta keberanian. "Mari berjalan-jalan sebentar. Shigeko tidak tahu bagaimana memulai pembicaraan. jauh di ufuk barat pancaran terakhir sinar matahari menyebar keluar dari balik awan tebal. Akhirnya Hiroshi bicara. Bulan masih tinggi perlahan berwarna keperakan. penguru s kuda. Kau adala h perempuan paling sempurna yang pernah kukenal. "Satu-satunya kecemasan¬ku saat ini adalah keselamatanmu. dan saat masa depan mereka kian tak menentu? Kuda-kuda sudah selesai diurus: tidak ada lagi alasan bagi mereka untuk berdiri di sana lebih lama lagi.

Semuanya mulai basah. Saat ini aku ta k Hiroshi. Terdengar olehnya perkemahan meledak dalam kesibukan di sekelilingnya." ujarnya. jari nya terasa licin." Tidak semuanya." ujarnya. Setelah mandi dan m akan. "Mari kita menikah." sahut H iroshi. "Anda harus segera bersiap. "Namun mengetahui bahwa kau merasakan apa yang kurasakan telah memuaskan semua keinginanku." ujarnya. aku senantiasa berusaha mematuhi orangtuaku dan ber¬tindak dengan be nar. Saat kembali. Saat ini aku t ak lagi merasa wajib menjadi istri Lord Saga karena dia telah memperlakukan ayahku dengan kejam. Mai menghilang lagi. dan melompat bangun . mengapa aku tidak bol eh melakukan hal yang sama?" "Aku tidak bisa melakukan apa yang ber¬tentangan dengan keinginan ayahmu. akan kubujuk orangtuaku. dan Mai masuk ke tenda membawa teh dan nasi dingin. Tapi kini kulihat ternyata."Hiroshi. des . "Lady Maruyama!" seorang perempuan berseru memanggil dari luar. Shigeko ingin segera menemui ayahnya. namun ia menahan diri. Seumur hidup. la lu ia duduk sendirian dalam waktu yang lama. Rambutnya tersangkut saat benda itu diikat talinya. "Ayah Anda mengirimkan ini. Mari kubantu Anda. Satu tenda terpisah didirikan untuknya. gadis itu membawa perisai pelindung dada kecil terbuat dari kulit dan besi serta helm. akan kubujuk orangtuaku. ia diberitahu kalau ayahnya sudah tidur." Shigeko merasakan bobot asing perisai dada itu. cepat-cepat mengenakan pakaian berkuda yang dikenakannya kemarin. Shigeko tertidur sebentar dan terbangun oleh gemuruh halilintar dan percikan air hujan. Namun semua usahanya kalah oleh kenangan yang melintas di benaknya ing anak panah dan wajah serta suara Hiroshi. bau darah. ada hal lain yang lebih penting. "Mari kita menikah. jeritan dalam pertempuran. juga kuda Anda. kuharap! Shigeko berani berpikir demikian saat mereka berpisah. lalu perg i menemui beliau. dengan penuh perasaan. saat menghadapi kematian. Sementara Shigeko makan dengan cepat. berusaha mengatur pikirannya dan mengobarkan kembali api yang tenang dan kuat dari Ajaran Houou dalam dirinya. Ked ua orangtuaku mengutamakan cinta di atas kewajiban pada orangtua mereka.

menunggu kedatangan Hiroshi dan pengurus kuda menyele saikan memakaikan pelana pada kuda. Matahari hampir terbit. melewati siraman hujan bak tirai baja abu¬abu." ujar Takeo. Aku ingin bertempur di samping Ayah. "Aku tak ingin meninggalkan Ayah."Ikat rambutku. karena kalian berdua adalah pemanah yang agar mengirimmu pergi. kau harus menikah dengan Saga. t basah untuk menggunakan reda untuk menyerang. "Hiroshi memohon api sebenarnya Ayah membutuhkan semua orang yang ada. kau harus hidup." panggilnya tanpa tersenyum. lalu diambil pedang dan mengencangkannya di s abuknya. putriku." hardik Shigeko. dan Saga tahu ini. Ayah yakin dia takkan menunggu hujan ah membutuhkan kau dan Gemba. Ay baik. Shigeko bergegas menuju barisan kuda. tapi langit tampak kian pucat. Mai menaruh topi baja di kepala Shigeko lalu mengikatkan talinya. Hujan turun dengan deras. Saat ini terlalu senjata api." "Aku senang. dia yang ak an menyelamatkanmu." "Tetaplah bersama Gemba. Jika kita kalah." sahutnya." ujarnya pada Mai." "Aku akan mencabut nyawaku lebih dulu." "Dan kalau kita menang?" Halaman 280 dari 600 . Jato di sampingnya. "Bila kekalahan tak terhindar. dan mempertahankan negara dan rakyat kita sebagai istrinya. "Shigeko. "Tidak. Takeo sudah me ngenakan baju zirah.

perhatiannya dipusaikan pada pemandangan di depann ya saat matahari semakin terang: warna merah dan emas baju zirah serta pelana. Kita harus merangkulnya dengan segala kejernihan pikiran. Sudah takdir kita untuk berada di sini. . bahwa sebena rnya kita tidak meng¬inginkan atau pun mencarinya." Mulut Shigeko terasa kering. kar ena Kahei telah melatih seni tembakan alternatif hingga hujan panah seperti sambung menyambung. Jangan sia-siakan sebatang anak panah pun. "Saga menduga kita hanya berkonsentrasi pada senjata api. Andai keadaan tidak basah. perang tidak bis a dihindari. matanya berkerut me lirik ke arah Hiroshi. pemanah dan pasukan ber-senjata tombak berujung tajam dan tombak berkapak tengah mengatur posisi. tempat pasukan b erkuda berkumpul. "Beberapa luka telah diatasi oleh kekuatan perempuan." sahut Gemba."Maka kau bisa menikah dengan orang pilihanmu. mereka pasti melakukan hal yang sama untuk senjata api. dan Shigeko mengikuti Gemba menuju sisi sebelah utara. Maka kau bisa menikah dengan orang pilihanmu. tempat pasukan pejalan kaki. "Dia tak menduga kalau kekuatan pemanah kita sama hebatnya dengan pasukannya. tapi tidak belajar dari kejadian itu. kuda yang sudah tak sabar. Ayahmu ingin agar kita membidik dengan hari-hati dan menyerang pemimpin mereka. tapi aku tak tahu a pa itu." sahut Takeo." panggilnya." sahutnya ringan. "Lord Gemba. dengan sepenuh hati. "bahkan saat pasukan bergerak memutar dan maju. Takeo berkuda bersama Hiroshi menuju bagian tengah tanah datar. para pemanah diatur dalam dua tingkat. Mereka berjumlah beberapa ribu orang. matanya berkerut mel irik ke arah Hiroshi. "Bagaimana bisa terjadi s eperti ini? Bagaimana kita bisa gagal menyelesaikan masalah dengan damai?" "Ketika keseimbangan hilang dan kekuatan laki-laki mendominasi. Kini dia akan sama terkejutnya seperti saat itu . Dia terkejut saat pertandingan berburu anjing itu be r¬langsung." Shigeko mendengarkan kata-kata ini. selagi mereka berdua naik ke pung gung kuda. tapi nyaris tak bisa mengingatnya." "Kita harus tetap di sini." sahut Takeo. takdir yang mengharuskan kita membunuh atau te r¬bunuh." tutur Gemba." tambahnya. "Aku akan pegang janji Ayah.

perang yang berusaha ia hin dari. dalam jumlah yang luar biasa besar. tapi jenderal Kaisar itu dirintangi oleh sempitnya jalur menuju dataran. Selagi pasukan Saga merangsek memasuki dataran.dan panji-panji Otori. mereka dihujani anak panah dari kanan. prajurit yang selamat dari panah dihadang oleh pasukan utama Otori. Juml ah pasukan Saga Hideki lebih besar tiga berbanding satu dengan pasukan Takeo. gelombang pertama pasukan Saga mengalir melewati perbatasan. Maruyama. pertama dihadang pasukan b erkuda yang menggunakan pedang kemudian oleh prajurit pejalan kaki. dan posisi Takeo yang lebih meng¬u ntungkan. Halaman 281 dari 600 . berperang dengan restu Kaisar. bak semut yang terganggu keluar da ri sarang. Inilah perang paling brutal yang pernah Takeo alami. berharap dianugerahi harta rampasan dari Tiga Nega ra. Kemudian. Pasukan Saga sangat disiplin dan luar biasa terlatih. Mereka telah menakluk kan wilayah wilayah di utara. Malam har inya para prajurit merawat luka dan membersihkan medan perang dari anak panah yang berserakan.* Perang Takahara berlangsung lebih dari tiga hari di tengah badai yang disertai k ilat dan petir. Perang berlangsung tiada henti dari matahari terbit hingga matahari terbenam. Miyoshi dan klan lain dari Tiga Negara.

Kahei tak pernah lupa masa-m asa yang terjadi setelah itu: penghinaan atas ksatria. Takeo tidak tidur selain menyaksikan semalaman. Sama pentingnya. pasukan berkuda Saga kembali melewati jalur sempit sebelu m hari terang. Kahei menyaksikan dari lereng. penderitaan rakyat di bawah pengua sa Iida Sadamu. Panji-panji klan basah karena lembap. Pemanah sebelah utara menembak membabi¬buta. Keyakinannya bahwa Saga takkan bisa menang menguatkan tekad pasukannya. Klan Otori menderita kekalahan besar. Ia bertekad untuk tidak hidup dengan kekalahan seperti itu lagi. n amun ada yang luar biasa dengan senjata tradisional: busur panah dan pedang. kampung halaman. ebaliknya. keriat¬keriut dan gemerincing pelana serta senjata. Di pagi di hari kedua. tapi juga dem i negara. sebagian disebabkan oleh peng¬khianatan para pemimpin distrik. serta mengatur pengangkutan p ersediaan dan senjata dari Inuyama. si juratulis. menyebar untuk mengecoh pasukan pemanah ke utara dan mengitari sebelah selatan d ari pasukan utama Kahei. persiapan Kahei dilaku¬kan dengan sangat teliti dan penuh pe¬rencan aan.Sebaliknya. kampung halaman. karena sebenarnya dia ingin pasukannya meng¬gunakan senjata api. istri dan anak-anak serta tanah mereka. Dia sudah tak sabar selama berbulan-bulan. berusaha keras namun sia-sia menjaga agar tulisannya tetap kering serta mencatat semua kejadian. hampir tiga puluh tahun lalu. Ia telah merencanakan operasi militer ini sejak musim semi. tapi juga demi negara. pasukan Takeo tidak hanya berperang demi nyawa mereka. meski¬pun kaki mereka dibungkus jer ami. dan hujan anak panah kurang efektif dibandingkan hari sebelumnya. tanah di bawah kaki dengan cepat berubah m enjadi lumpur. Kahei melompat ke kuda l alu bergabung dalam pengejaran itu. istri dan anak-anak serta tanah mereka. mendengarkan suara pertama kegiatan dari musuh. kuda merah bata miliknya siap di sampingnya. Se . Kini akhirnya perang sudah dimulai. Miyoshi Kahei sudah bertempur bersama pasukan Otori sejak perang Yaegahara saat berusia empat belas tahun. ingin menghadap i ancaman atas pemerintahan Takeo. pasukan Takeo tidak hanya berperang demi nyawa mereka. Mino ru. semangatnya ber¬kobar : hujan tak bisa dihindari. Ketika serangan pertama p asukan Saga dipukul mundur dan dihalau kembali ke jalur perbatasan. tombak runcing da n tombak berkapak. pedangnya mencincang dan menyabet punggung prajurit yang t engah melarikan diri. Didengarnya langkah kuda. duduk di dekatnya bernaung di bawah payung.

Ia melihat. pedang di kedua Halaman 282 dari 600 . Di bagian paling timur. senjata. Tenba gemetaran penuh semangat. "Lord Otori!" Ia tidak pernah tahu apakah itu seruan menantang atau seruan minta tolong karena Jato sudah turun ke tempurung kepalanya dan membelahnya. Bocah itu mengenali Takeo dan ber¬teriak memanggil. Kini Takeo mendengar jerit kemarahan dan kesedihan. Takeo tak berhasil melih at seorang pun dengan jelas di tengah pertempuran sengit itu. kalau Okuda berada tidak jauh di sebelah kanannya. dan tidak mendapat bantuan apa pun.muanya basah kuyup makanan. setengah sadar. Tadayoshi. dan melihat ayah bocah itu t engah berkuda ke arahnya. Tadayoshi mati seketika itu juga. ia berge rak memasuki kekejaman pertempuran. Bocah itu terjatuh dari kuda dan kehilangan topi bajanya. Segera dilihatnya kalau sisi kananny a dalam ancaman. dan cahaya matahari yang baru terbit menerangi pertunjukan yang menyedihkan itu. Takeo men dengar suaranya dengan jelas di tengah gemuruhnya pertempuran. membelokkan kuda itu menghadapi si penyerang lalu menunduk menatap mata putra Ok uda. pasukan pema nah terjebak dalam per-tarungan satu lawan satu dengan pasukan Saga. Ia segera ber¬kuda untuk membantu mereka dengan Jato di tangan. Seakan tak lagi memiliki rasa menyesal. dan pakaian. perang sudah ber¬langsung lama. Ketika hari terang. Ia menggerakkan Tenba ke samping untuk menghindari tikaman pedang ke a rah kakinya. meski lencana setiap kelompok pra jurit pejalan kaki bisa terlihat samar di bawah guyuran hujan. serta terkepung sewakt u berusaha membela diri dengan gagah berani.

Gerakan yang cepat dan kuat laki¬laki itu justru membawa Jato menembu s ke dalam daging dan pembuluh darahnya. *** Masih di hari kedua.tangannya. Kahei memulai gerakan mengepung lalu menjepit yang bisa menjebak pasukan musuh untuk mundur. dan tidak siap. Amukan laki¬laki itu membakar amarah lama dalam diri Takeo. dan membiarkan kobarannya kian membara ka rena perasaan itu menghangus¬kan penyesalan. Kuda Okuda terus berderap. Jato menanggapi dan menemukan titik tak te rlindungi di leher Okuda. pandanganya hanya tertuju kepada Takeo. memberi waktu bagi Tak eo dan Tenba memulihkan diri. Okuda m embelokkan kuda lalu kembali menghampiri Takeo. berusa ha mencengkeram surai dengan tangan kanannya yang cacat. tapi Takeo masih bisa merasakan akibatnya karena ujung pedang Okuda me ngenai bagian atas lengannya sampai ke bahu. S aat itu Tenba tersandung. Keberadaan sepupunya. perang merupakan hal yang sangat diinginkannya. jalannya dihalangi oleh kerumunan prajurit. dan Takeo agak tergelincir dari pelananya. tapi Takeo masih bisa merasakan akibatnya karena ujung pedang Okuda me ngenai bagian atas lengannya sampai ke bahu. ia tidak merasa sakit dan mengira kalau ia tak terluka. memberi waktu bagi Tak eo dan Tenba memulihkan diri. pandanganya hanya tertuju kepada Takeo. Saat itu Tenba tersandung. dan membiarkan kobarannya kian membara ka rena perasaan itu menghangus¬kan penyesalan. Amukan laki¬laki itu membakar amarah lama dalam diri Takeo. Namu n Okuda tidak mengacuhkan mereka semua. angannya. dan Takeo agak tergelincir dari pelananya. Hiroshi dan pasukan¬nya mendesak pasukan Saga kembali ke jalu r sempit dalam serangan balasan. Tersandungnya Tenba membuat serangan Ok uda agak berbelok. terjatuh ke depan. Gerakan yang cepat dan kuat laki¬laki itu justru membawa Jato menembu s ke dalam daging dan pembuluh darahnya. dan tidak siap. di belakangnya m embuat Hiroshi teringat perjalanan di tengah hujan seperti ini bersama sepupunya itu sa at berusia sepuluh tahun. Tersandungnya Tenba membuat serangan Ok uda agak berbelok. jalannya dihalangi oleh kerumunan prajurit. Okuda m embelokkan kuda lalu kembali menghampiri Takeo. Takeo merasa tidak tenang dengan kematian Tadayoshi. Namu n Okuda tidak mengacuhkan mereka semua. terjatuh ke depan. Sakai Masaki. Kuda Okuda terus berderap. berusa ha mencengkeram surai dengan tangan kanannya yang cacat. Jato menanggapi dan menemukan titik tak te rlindungi di leher Okuda. namun jalan yang diikutinya . ia tidak merasa sakit dan mengira kalau ia tak terluka. Takeo merasa tidak tenang dengan kematian Tadayoshi. Di usia itu.

menang. Bila kalah dalam perang ini. Dia sekarat. darah menyembur dari leher dan bahunya. darahnya sendiri atau darah Sakai. tapi berasap di tengah hujan. Takeo berada di antara mereka. "Aku menemukannya. mem¬butakan matanya. membunuh. mendesak lawan kembali ke jalur sempit. Lumpur menyulitkan dirinya untuk menjejakkan kaki dan j atuh dengan satu lutut. Pedang kedua turun ke arahnya: dilihatnya Sakai menghempaskan badan di balik huj aman pedang itu. Shigeko tidak terluka.sekarang adalah jalan kedamaian. Kini dirasa¬kannya semua darah yang mengalir dari nenek moyangnya menggelegak dalam pem¬buluh darahnya. tempat mereka terjebak di jalan yang menyempit. namun tidak berbahaya. meneng¬gelamkan dirinya. . Napas¬nya terengah-engah. Gemba menemukannya saat malam. Sakai pasti telah menyelamatkan Hiroshi. "Hiroshit Kawanku! Jangan tinggalkan kami. darah. Berjuanglah! Ber¬juanglah!" Mata Hiroshi mengerjap-ngerjap. Tak bisa kemana-mana. Gemba berkata. Sesaat Hiroshi tak bisa percaya kalau beginilah akhirnya. Hiroshi menemukan dirinya berta rung melawan dua prajurit tanpa kuda. meraih tangannya dan berseru memanggil nya. lalu rasa sakit menyel imuti dirinya. pasukan Saga makin putus asa. sekarat karena kehilangan banyak darah dengan luk a sayatan di kepala dan kaki. sudah dibersihkan dan dibalut denga n perban kertas. lalu menggendong Hiroshi kembali ke belakang bar isan untuk bergabung dengan prajurit yang terluka. Keri tumbang. ia merasa lebih baik terbunuh atau mencabut nyawanya sendiri. Hiroshi bertarung dengan kemarahan yang ia tidak tahu kalau ia memilikinya. Dibuangnya jauh-jauh semua p ikiran lain dan berkonsentrasi pada pertarungan. Luka-lukanya sudah ditutupi lumpur. berpaling selagi pedang meng¬hampirinya dan terus menangkis dengan pedangny a ke atas. kulitnya basah oleh keri ngat bercampur air hujan. Gemba menghentikan aliran d arah serta membersihkannya sebisa mungkin. Bobot tubuh Sa kai menahan tubuhnya berada di dalam lumpur saat pasukan yang bertempur menginjak¬injak melewa ti mereka. bahu dan lengannya tersayat cukup dalam. Takeo berlutut di samping Hiroshi. Ajaran Houou. karena masa depannya bergantung pada ke¬menangan. memengaruhi semangat pasukan di sekitarnya. Lentera telah dinyalakan. Dalam salah satu desakan bal asan. Sakai tewas tergeletak di atas tu buhnya. wajahnya pucat kelelahan." Dibaringkannya pemuda yang terluka itu di bawah.

" Halaman 283 dari 600 .Shigeko berlutut di samping ayahnya. "Dia tak mungkin sekarat! Dia tak boleh mat i!" "Dia berhasil bertahan sampai sejauh ini.

" sahut Takeo setuj u.ujar Gemba." imbuhnya. sebelum mereka menggunakan kesempatan istirahat singkat untuk tidur." "Jika dia bisa melewati malam ini." ujar Gemba. meski rasa sakit semakin terasa sepanjang ha ri ini. tanpa sinar matahari untuk mengeringk an dan menyembuhkan." bisik Shigeko. "Sampai berapa lama lagi Saga akan bertahan seperti ini?" tanya Kahei pada Takeo malam itu." "Begitulah jalan hidup ksatria. Dia mengorbankan anak buahnya tanpa tujuan. berusaha men urunkan panas demamnya. "Beruntung aku sudah terbiasa memakai tangan kiri. tentunya. memandikannya dengan air dingin. "Bisa kau lihat betapa kuatnya dia. "Ini benarbenar gila. tapi tubuhnya menggigil ke ncang sekali. "Dan kau juga. Demam karena lu ka tak bisa dihindari dalam kondisi buruk seperti ini. Aku takkan menjauh dari perang tidak sebelum S aga mati atau kembali ke ibukota!" *** Shigeko menjaga Hiroshi semalaman. dan Shigeko tak menemukan satu pun benda kering yang bisa menghangatkannya. Hiroshi masih hidup hingga pagi hari." jar Gemba. Semakin cepat kita bisa mengakhiri perang. "Ksatria bertarung lalu mati. "Dia tidak pernah kalah sehingga dia tidak akan mengakui pemikiran semacam itu. "Bisa kau lihat beta pa kuatnya dia. namun air mata bercucuran dengan deras dari matanya." "Dia adalah orang dengan kebanggaan yang tinggi." Shigeko tak menjawab." "Bagaimana kita bisa membujuknya? Kita bisa saja menahan serangannya tanpa waktu yang pasti kuharap kau terkesan dengan para prajuritmu. Diseduhn ya teh dan berusaha membuat pemuda itu meminum ." "Lukanya tidak parah. semakin besar peluan g kita menyelamatkan yang terluka." "Seperti Sugita yang malang. "Jangan putus asa. berarti masih ada harapan." sahut Takeo." sahut Takeo. " "Betapa mengerikan semua ini. menjauhlah dari medan perang. "Alangkah tidak termaafkan mem¬bunuh orang. menurutku mereka sangat luar biasa ta pi kita tak bisa menghindari besarnya korban. Kau harus beristirahat besok.

"Apa yang harus kulakukan?" Mai berjongkok di samping Hiroshi dan meraba dahinya. Shigeko mengulangi gerakan yang sama. "Dia sekarat!" "Tidak!" sahut Shigeko." Mai ber¬baring dan mendempetkan tubuhnya ke tubuh Hiroshi. Kedua gadis itu mengapit pemuda i tu tanpa bicara sampai suhu tubuhnya mulai naik lagi." ujar Mai pelan. "Berbaringlah di sebelah sana. tanah di bawah mereka becek deng an air hujan. merasakan darah pemuda itu. Tempat berlindung dari batang kayu yang didirikan untuk mereka yang terluka terus meneteskan air hujan." ujar nya. "Beginilah cara kami meng¬hangatkan orang sakit di Tribe. "Dan begitulah kami menyembuhkan luka. m erasakan kehangatan tubuhnya menyebar ke tubuh Hiroshi. dia kedinginan. "Ah. Mai sudah menghabiskan waktu siang dan malam di sana. dan Shigeko melakukan¬nya. Mai berkata.nya: Shigeko tercabik antara tetap menjaga Hiroshi atau kembali ke posisinya di samping Gemba untuk melawan serangan Saga selanjutnya." pcrintahnya. lalu menyingkirkan perba n Gemba. "Beraninya kau mengatakan begitu!" Halaman 284 dari 600 . dan Shigeko memanggilnya. menjilat pinggiran luka yang menganga dengan lidah lalu meludahkan air liurnya k e luka tersebut.

dan aku harus merawat mereka yang lebih berpeluang hidup. dentingan baja. jeritan mereka yang terluka. Dia takkan meninggalkanku. "Sakiti si Saga itu. maka dia akan kehilangan selera perangnya. ujung anak panah terbuat dari besi bermata satu. Sakiti dia separah luka yang Hir oshi derita maka dia akan lari tunggang langgang mencari tabib di Miyako." Dia perlu dirawat dengan benar. Kau harus bertempur. terutama jika mereka terluka. pikirnya. dan sesekali membasuh wajahnya dan memberinya minum karena saat ini dia terseran g demam lagi. "Kenakan pakaian berwarna cok lat seperti warna lumpur dan siapkan busur dan anak panah yang paling mematikan." Shigeko mengikuti semua petunjuk Mai. tapi ada sem acam kesunyian menyelimuti diri mereka berdua."Dia perlu dirawat dengan benar. Guruku yang terhormat. dan Shigeko merasakan jiwa mereka saling bertaut . Kita tak bisa melakukannya siang dan malam. Sementara menunggu Mai kembali. Diambilnya bus ur yang digunakannya untuk bertempur. Shigeko duduk di samp ing Hiroshi." Mai menatap Hiroshi lalu menatap Shige ko. temanku sayang. dia hanya mengarahkan pasukan dari jauh. panggilnya dalam hati kepada Hiroshi." ujar Mai." ujar Mai." Shigeko berkata. Kita tak bisa melakukannya siang dan malam. membungkus kepala dan lehernya dengan sehe lai kain lebar lalu mencorengkan lumpur di dahi dan pipinya agar tidak dikenali. mengencangkan talinya dan menemukan sepuluh anak p anah baru. Shigeko berusaha menenangkan pikiran seperti yang pernah diajarkan kepadanya di Terayama. derap kaki kuda. "Bagaimana cara men¬dekatinya? Dia tidak muncul di medan perang. Kau harus bertempur. Tidak banyak yang bisa kau lakukan untuk Lord Hiroshi. dan seketika itu juga pergi ke tendanya lal u mengeluarkan . oleh Hiroshi dan Guru Besar lainnya. membawa teriakan-teriakan yang membuat gila." "Bagaimana cara kita menghentikan perang ini?" "Laki-laki memang suka bertarung. Dita ruhnya semua anak panah ini ke dalam tabung. Jan gan tinggalkan aku! Perang berlanjut dengan lebih kejam lagi. dibului dengan bulu elang. "Dia sudah berada di tangan para dewa." "Aku akan menemukan caranya untuk Anda. dan aku harus merawat mereka yang lebih berpeluang hidup." imbuhnya saat Shigeko raguragu. "Tapi bahkan laki-laki paling kejam sekalipun akan kelelahan.

Kuda-kuda yang terluka berusaha bangkit. Strategi Saga kini tampaknya bisa mengungguli Otori denga n kekuatan jumlah pasukan yang lebih besar. "Kukira kau sudah kembali bertempur. terasing dan jauh dari medan perang. sementara disan-dangnya busur yang lebih besar di bahu kiri.busur kecil dan anak panah dengan bulu burung houou miliknya: menje¬jalkan semua i ni ke dalam jubahnya. sesekali berhenti dan terpincang¬pincang. Berapa lama lagi mereka bisa bertahan? tanyanya pada dirinya sendiri selagi meng ikuti Mai mengitari sisi selatan tanah datar. ber¬ge gaslah. Ketika tiba di puncak lereng dan melihat pemandangan di medan perang. tali kekang mereka yang putus bergelantungan terseret di lumpur. Mereka menund ukkan kepala dan mulai makan rumput. Saat kembali ke tempat Hiroshi. disadarinya kalau ia t akkan bisa menemukan gurunya itu. Kirin terlihat menyedihkan dan merana karena sendirian serta makin Halaman 285 dari 600 . Pasukan barunya masih segar dan telah beristira hat. Mai sudah kembali." Shigeko bertanya dalam hati apakah perlu memberitahukan Gemba kemana ia akan per gi. Agak di belakang mereka tampak kirin. "Kau darimana?" tanya gadis itu. berjal an ke barat daya. Shigeko melihat kuda-kuda itu berhenti tepat di depan kemah Otori. hewan itu diikat dengan tali k ekang ke barisan kuda. seolah berada di padang rumput. tapi pasukan Saga tergeletak di tempat mereka jatuh. Mengurus mereka sebentar. Pasukan Otori sudah membawa korban tewas dan terluka dari pihak mereka ke garis belakang. segerombolan kecil kuda menderap. sementara pasukan Otori sudah bertempur selama dua hari. Perasaannya sudah mati rasa melihat begitu banyak oran g yang tewas. tabung an ak panah di bahu kanannya. Shigeko hampir tak memikir¬kannya selama dua hari in i: tidak ada yang punya waktu untuk membangun kandang baginya. Mari.

serang¬kaian tonjolan bebatuan yang terjatuh mem¬bentuk anak tangga ala mi menurun ke jalur sempit. Mai kembali keluar dari kabut bak hantu. Dua batang pohon pinus kerdil melekat di puncak batu itu. Shigeko menggeliat bergeser hingga ke posisi tempat ia bisa melihat di sela-sela akar ke arah timur. mem¬beri isyarat kepada Shigeko untuk menunggu. dan memimpin untuk be rjalan terus. dan pintu masuk ke jalur sempit." bisik Mai.kurus di bawah siraman hujan. topi bajanya berhiaskan dua puncak emas. t ini daurus di bawah siraman an berat ini dan perjalanan panjang kembali ke atinya. bertengger di tebing yang curam. Beberapa perwira yang sama cemerlang dan bersih dengan dirinya walaupun hujan. Di sekeliling mereka menjulang puncak-puncak Gu gusan Awan Tinggi. Saga berada tepat di arah depan mereka. seperti gunung¬gunung di panji-panji hitam putih yang berkibar-kibar di sampingnya . menghilang ditelan kabut yang bergelayut bak gumpalan sutra yang belum d ipilin. Kedua gadis itu berjalan melewati belakang bebatuan dan tebing yang mengelilingi tanah datar. berdiri me ngelilinginya. Ia merasa seakan telah tewas dan sekarang sudah menjadi hantu. Dia bersenjata lengkap dengan pakaian warna hitam dan emas. Shigeko menahan n apas dan menyejajarkan tubuhnya dengan bebatuan. Tepat di belakangnya. Saga duduk di bangku kecil mewah berlapis pernis dan dinaung i payung besar. bersama dengan peniup terompet perang dan kurir yang siap mem¬bawa pesan. berkeliaran di an tara dua dunia. akar kedua pohon yang meli ngkar dan berbentuk aneh membentuk semacam kisi-kisi yang alami. diam tanpa suara. Sanggupkah hewan itu bertahan melewati coba Negara Tengah? Rasa iba pada hewan itu meng¬hunjam h rumahnya. mencermati suaranya ya . kerap¬kali mereka harus merangkak di bebatuan besar. tempat laki-laki itu mendapatkan pandangan bak burung rajawal i ke medan perang di bawahnya. Akhirnya mereka tiba di batu besar dan memanjat sisi sebelah selatan. m elaporkan perkembangan perang. begitu kesepian dan jauh dari Sanggupkah hewan itu bertahan melewati cobaan bera hujan. Di sini suara per¬tempuran agak berkurang. Shigeko melihat beberapa orang melompat naik turun di anak tangga itu. Tanahnya berbatu dan licin. Shigeko meringkuk bernaung di bawah tonjolan batu besar yang meneteskan air hujan selama waktu yang dirasakan bak se umur hidupnya. Kadang Mai berjalan di depan. "Tetap menunduk. Ia bahkan bisa mendengar suara Saga.

Dia akan melangkah di bawah batang togoknya: permukaan bebatuan pasti licin. Aku akan mati. Saga melihat ke arahnya. saat dia berdiri. dan membiarkan anak panah itu melesat ke arah tatapan laki-laki Halaman 286 dari 600 . orang di belakangnya memegang er at-erat dada Saga di mana anak panah melubangi perisai dadanya. "Sekarang. Akan d igunakannya pohon pinus terdekat untuk menopang kakinya. Kau hanya memiliki satu kesempatan. dan bidikannya belum pernah meleset. Shigeko melihat sekali lagi dan memerhati¬kan titik kelemahan orang itu. berteriak d an menggerakkan tangan dengan kipas perang besi di tangannya. Dirasakan s atu pukulan tajam. seolah tubuhnya tersandung sebatang tongkat. Mai bemapas di telinganya." Shigeko menarik napas dalam-dalam dan berpikir di sela setiap gerakannya. dan beberapa di antara mereka segera bergegas menuruni anak tangga ba tu untuk masuk ke kancah peperangan. dan kini mereka membidiknya. hingga ia harus mem¬pertahankan keseimbangan saat menarik busur dari bahu dan anak panah dari tabung. "Menunduk!" teriak Mai. dan terlihat jelas kulit leher yang lebih putih. tatapan matanya kejam. ter¬duduk dengan susah payah. Shigeko berdiri: busur meregang. Terdengar jerit kaget dan ter guncang. satu tembakan lagi meng¬hantam batu di kakinya. tapi tidak merasa kesakitan. menghantam pohon pinus dan serpihan kayu terkena wajahnya.ng penuh kemarahan. namun Shigeko tak bergerak. begitu pula Saga yang tak be rhenti memandangi dirinya. Para perwiranya mundur selangkah d ari kemarahan besar itu. anak panah tepat sasaran. Bulu burung houou berkilat keemasan. Gerakan ini telah diterapkannya ribu an kali selama dua hari terakhir. Ditariknya busur yang lebih kecil dari jubahnya dan menaruh sebatang anak panah di busur itu. pikirnya . Wajah ter lihat jelas. Shigeko mengintip lagi dan melihat laki-laki itu berdiri. hujan memercik di sek elilingnya. satu anak panah melesat melewatinya.

*** Sepanjang pagi Kahei bertarung di bagian sebelah selatan. Berapa lama prajuritnya yang tidak tidur sanggup dapat bertahan d ari serangan yang seolah takkan berakhir? Dia mengutuk hujan yang menghalangi mereka menggunakan s enjata api. ketika perang berhenti untuk sementara. takut kekuatan pasukan Saga mengepung perkemahan dari sebelah sana. Terlepas dari kata-katanya yang penuh keyakinan kepada Takeo di malam sebelumnya . tapi Takeo tak tahan memerhatikan kalau jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingka . tu. kini dia semakin cemas. dan darah membutakan matanya. Sekelompok pasukan berkuda datang dari jalur sempit. merahnya darah bercampur bulu yang basah kuyup dengan ai r hujan. Saat itu halilintar menyambar.itu. mengagumi tekad dan disiplin mereka yang berada di sekelilingnya. hanya Saga yang tetap membuka mata. memanggil seorang prajurit pejalan kaki untuk me mbawa kuda itu ke perkemahan. menghabisi prajurit pejalan kaki yang mundur ke rintanga n yang telah mereka dirikan saat pemanah di sebelah utara meluncurkan anak panah. kuda itu seperti menyadari lukanya. menyadari p engkhianatan dan kekalahan yang tak bisa dihindari. Aya hnya adalah salah satu dari sedikit prajurit yang selamat apakah sejarah keluarga itu akan terulang lagi. dan mulai gemetar ketakutan. dan udara di sekitar mereka seketika penuh dengan kepakan sayap. Banyak yang tepat sasaran. Sewaktu pasukan Saga berhasil dipukul mundur. *** Takeo bertarung di tengah. Pedang-pedang berkilat. menatap anak panah itu hingga menembus mata kiriny a. Sekarang ini. ketika pasukan Otori. tempat dia menambah ju mlah pasukan. kuda-kuda seperti terbang m elewati jalur itu. ia menunduk melihat Tenba terluka sayatan di bagian dada. bertempur dengan putus asa hingga nyaris tak seorang pun tersisa. mengingat saat-saat terakhir perang Yaegahara. Takeo turun. apakah ia pun ditakdirkan kembali ke Hagi dengan membawa berita kekalahan besar? Ketakutannya semakin membakar tekad¬nya untuk meraih kemenangan. lalu bersiap untuk menghadapi serangan berikutnya dengan berjalan kaki. mengingat segala yang pernah Guru ksatria dan Tribe a jarkan untuk mengalahkan rasa lelah dan rasa sakit. Anak buah Saga yang berada di sekelilingnya menjatuhkan busur dan menutup mata m ereka.

Saat menunduk di bawah tebasan pedang. dan per-tempuran itu sedikit demi sedikit mengikis kekuatannya. Setelah ayah orang ini nyaris menghancurkan hidupnya. mem¬belokkan kuda dan kembali. kini sang anak berkomplot melawannya. seekor kuda terjatuh berdebam di sam-pin gnya. dan mereka semua segar dan sudah beristirahat. Dilihatnya kuda Maruyama. Dengan rasa terkejut dikenali pemimpin¬nya adalah Kono. menyanjung sambil menyusun rencana jahat untuk menjatuhkan dirinya. dan hendak menikam pergelangan Kono. dan merasakan kemarahan dirinya meluap. terdengar pedang di sebelahnya mengarah ke arah punggung-nya. Saat ini kaki-kaki kuda menginjak-injak di sekelilingn ya. Takeo beriuang keras menjejakkan kaki dalam genangan lumpur. Ada berapa banyak lagi pasukan yang dimiliki Saga? Persediaanny a seperti tidak ada habisnya. Halaman 287 dari 600 . seperti prajurit berkuda yang kini hampir mendekatinya. Seperti Kahei. kini Takeo berada di sebelah kananny a. lalu melomp at dengan cekatan ke samping agar si bangsawan berhadapan dengannya di sebelah kirinya.. Ia berguling menjauh. sudah mati. hadiahnya kini digunakan untuk melawan dirinya.n hari sebelumnya. ter¬sungkur dengan kepala lebih dulu. k eyakinannya pun mulai berkurang. berbohong p ada¬nya. berusaha agar ti dak terluka dengan pedangnya sendiri. Dipegang nya Jato dengan erat. terperosok ke lumpur yang dalam. Tebasan pertamanya yang cepat ke atas mengenai kaki laki-laki itu dan hampir mem buatnya putus: Kono menjerit. mengabaikan rasa sakit dari luka di tangannya. Pasukan pejalan kaki miliknya suda h merangsek ke depan dengan tombak dan tombak runcing..

mereka melepas baju zirah. kini berubah menjad i gerimis. kakinya masih menyemburkan darah. Malam harinya. dan Sonoda Mitsura serta dua ratus pasukannya tetap tinggal untuk menjaganya. sepertinya perang telah berakhir. Mereka mundur.* Para mantan gelandangan. Di sela -sela deru hujan. eketika kilat menyala tepat di atas kepala. saat korban tewa s sudah dimakamkan. Nampaknya laki-laki itu tak memerharikan Takeo. Menebas kepala tak diijinkan. Sisanya digunakan untuk membuat barikade di sepanjang jalur sempit. menyeka air hujan dan lumpur dari matanya dengan tangan kanan. Di malam hari keesokan harinya. meletakkan senjata. dan hujan turun makin deras. Takeo mendengar suara lain. dan segera tertidur. percik air . Tonggak pagar pancang ditarik dan sebagian disusun menjadi tandu untuk mengangku t korban lukaluka kembali ke Inuyama. Sedangkan pasukan Saga yang tewas dimakam kan dalam satu kubur di tengah tanah lapang. pandangannya terpaku pada keamanan jalur sempit. Hujan deras saai Saga Hidcki memerintah¬kan pasukannya mundur. Kono memegangi surai dengan dua tangan. selagi suara terompet perang tenggelam d alam teriakan kemenangan dan pasukan di sekelilingnya mendesak ke depan mengejar musuh yang me larikan diri. rubah berkcliaran mencari mangsa. Kemudian kumpulan massa di sekitarnya berkurang. Takeo berjalan di antara pasukan yang tertidur sama seperti ketika berjalan di a ntara korban tewas sebelumnya. Kahei memerintahkan pasukan beristirahat.Seketika kilat menyala tepat di atas kepala. pertahanan sudah ditempatkan dan tidak ada tanda-tanda Saga kembali. Ia mendengarkan desis lembut rintik air hujan di dedaunan dan bebatu an. Burung gagak telah ber¬kumpul. saling memekik d ari tebing yang curam. Sejenak ia t ak memahami artinya. Takeo mendengar suara lain. mengenali semua yang bisa mereka kenali. dan hujan turun makin deras. pikir Takeo tak percaya. berjalan melintasi medan perang untuk merawat kuda yang terluka serta memakamkan yang tewas. Kuda Maruyama tadi melewatinya. musik pelan dan seperti hantu yang menggema di seluruh tanah datar. dari desa mereka di Maruyama. Di sel a-sela deru hujan. Saat jenazah dibaringkan berderet. Tanahnya berbatu-batu sehingga kuburnya pun tidak dalam. Kahei. Gemba dan Takeo berjalan menyusuri barisannya. Takeo berdiri. sementara Minoru mencatat nama mereka.

. lalu ke Negara Tengah untuk mencegah Zenko membangun kekuatan di wilayah Barat. ingin pulang secepatnya. merasakan butiran embun di wajah dan rambutnya . sambil berlutut di samping Hiroshi. Takeo menemukan putrinya di sana. Hiroshi telah dipindahkan ke dalam tenda Kahei yang menawarkan kenyamanan tertin ggi." sahut Shigeko dengan suara pelan. Seluruh bagian kanan tubuhnya. wajahnya masih berlumuran lumpur.." Halaman 288 dari 700 . "Bagaimana keadaannya?" tanyanya. masih mengenakan baju p erang.terjun di kejauhan. Tabib Sonoda akan merawatnya." "Kita akan membawanya ke Inuyama besok. kemudian harus berjalan k e Inuyama. Itu hanya bisa berarti sesuatu telah terjadi pada Kaed e. terasa sakit sekali. peringatan Gemba tentang peristiwa yang telah mengacaukan keselarasan pemerin¬taha nnya kembali menyiksa dirinya. "Kurasa dia agak membaik. Ia tahu kalau para pr ajurit yang kelelahan itu hanya bisa tidur sampai matahari terbit. memerhatikan wajah pucat dan napasnya yang t erputus-putus. dari tumit hingga ke bahu. kicau burung. "Dia masih hidup. kakinya diperban dengan asal-asalan. dan kelegaan ata s kemenangan tenggelam oleh kesedihan melihat harga yang harus dibayar. Ia amat cemas. dan terlindung dari hujan.

Ayah harus tidur." "Pasti. bersama kirin yang malang. "Kau lelah." Pujian Takeo membuat air matanya berlinang lagi. Aku hampir tak bisa berjalan kembali. Ayah ingin menungganginya kembal i ke Inuyama. Tidak parah. "Mai mengajakku ke tempat Lord Saga . Ajak seseorang. tidak lebih lelah dibandingkan Aya h." Takeo tidak mengerti ucapan putrinya. "Tidak lebih lelah dibandingkan yang lainnya." "Kau telah melakukan tugasmu dengan luar biasa. "Seperti yang selalu kulakukan selama perang. Shigeko meng¬angguk tanpa bicara. Semoga Tenba siap: bila tidak siap. meski sebenarnya ia memperkirakan Hiroshi takkan berta han dalam perjalanan. dia mencari konflik: kini Shigeko membuat dia terluka parah." "Dan kirin.Takeo bicara dengan yakin. Aku memanah matanya. Aku tak menyadarinya sampai setelah itu. hanya melukai. Kahei akan membawa pasukan. akeo bicara dengan yakin. Hewan itu tidak tahu perjalanan panjang seperti apa yang menantinya. Saga tidak menerima kekalaha n dalam pertandingan." ujarnya. "Aku tidak bermaksud membunuhnya. atau akibat apa yang akan terjadi di negeri ini. "Kaulah pewaris se jati Klan Otori dan Maruyama." "Ayah jangan berkuda seorang diri. melumpuhkan tapi tidak membunuh. Shigeko meng¬angguk tanpa bicara. meski sebenarnya ia memperkirakan Hiroshi takkan bert ahan dalam perjalanan. "Kau terluka?" tanya Takeo. dan telah memastikan kemenangan mereka. Ayah akan meninggalkannya bersamamu ." ujar Takeo." sahut Takeo. Ajak Gemba. "Sebatang anak panah mengenai kakiku. Shigeko menatapnya dan berkata dengan cepat. "Jadi kami harus berterima kasih padamu atas mundurnya pasukan Saga yang tiba-ti ba itu?" Takeo tak kuasa menahan perasaannya atas hasil yang adil ini. bahka n mematikan." ujar Shigeko." Mendadak air mata mengambang di pelupuk matanya. "Dia takkan m au menikahiku sekarang!" Air matanya seketika berubah menjadi tawa. Kau dan Gemba harus mendampingi Hiroshi dan korban l uka lainnya. "Ya. Mai yang menggendongku. segera setelah memeriksa keadaan Tenba. Dan Ayah boleh me nunggang .

Kuda abu-abu pucat bersurai hitam. Ryume. aku tidak membutuh¬kan kuda. Dia tak ada di antara kuda yang masih hidup." Awan agak menghilang. tepat beberapa minggu setelah kematian s audara tirinya. Taku telah tiada. Takeo menatap dengan penuh kasih sayang. Takeo menyimpul¬kan kalau otot bah unya terkilir.Ashige. Kemudi¬a n Takeo ingat pada kuda Hiroshi. usia yang baik. Takeo berharap itu berarti besok akan lebih kering. Luka di dadanya sudah tertutup dan tampak bersih. cahayanya memudar. Kuda-kuda itu mencapai usia tujuh belas tahun. "Sekarang kau boleh menikahi laki Halaman 289 dari 700 . Hiroshi di ambang kematia n. Suasana hatinya murung saat kembali ke tenda. Shigeko sudah tertidur di samping Hiroshi. kembali ke bawah rintik hujan. Kuda itu meringkik pelan menyapa saa t Takeo menghampiri. wajahnya dekat dengan wajah pemuda itu. dengan kepala ter¬tunduk. tapi kematian mereka membuat ia bersedih. walau kakinya kelihatan tidak terluka. Tenba berdiri di sebelah kirin. dan kemungkinan tak bisa ditunggangi. tapi Tenba teta p saja lebih menggunakan kaki kanan belakangnya. membawa kuda itu ke kolam air dan membasuhnya dengan air dingin. kuda milik Taku. Di dalam tampak redup. dan mungkin akan berlangsung selama berminggu-minggu. dan cahaya redup matahari menyembul saat matahari ter¬benam. tapi kaki kanan k uda itu agak pincang. pasti tewas. Keri. anak Raku. Seperti pas angan suami istri. meski saat ini hujan sudah mulai turun. pertanda munculnya pelangi di langit.

menunggangi Aoi di samping Makoto menuju sungai yang meluap dan jembatan yang te rputus." ujarnya kerasaki pilihanmu. Takeo berbaring. Namun badannya sendiri tengah gemetar. Dia kurang sehat." Hiroshi memejamkan mata lagi. pikirnya.. dan takkan tidur dengan dirinya atau orang lain. Di setiap pemberhentian." jawabnya. demam ringan menyerang Takeo. nap asnya melambat dan kian dalam. Aku harus datang dan meng¬hang atkan tubuhnya. Kau akan baik-baik saja. Ia berlutut di sisi Hiroshi lalu menyentuh dahi pemuda itu. Perjalanan ditempuhn ya dalam rasa nyeri dan juga demam." ujarnya keras. "Jangan bicara dulu. Jalanan berlump ur dan acapkali tergenang air." bisiknya. ia dihantui mimpi dan halusinasi. Ia berkuda di punggung kuda betinanya yang tenang. Seringkali Takeo lupa di mana ia berada.laki pilihanmu." ujarnya. dan perjalanan mereka tempuh dengan cepat. "Tapi aku tak boleh tidur denganmu karena aku telah beristri. "Lord Takeo. Meskipun lukanya terasa sakit. dan segera saja orang berduyun¬duyun ke arah Gugusan Awan Tinggi unt uk membawa makanan kepada para prajurit dan membantu membawa korban yang terluka. sesekali suhu badannya m eninggi dan gemetaran.. Kaede pasti kedinginan. Kuda betina dan kuda hitam Gemba segar seperti Ashige. "Mau kuambilkan teh?" "Ya.. dan sekonyong-konyong Yuki ada di samping nya. *** Ia berangkat menuju Inuyama keesokan paginya. bersama Gemba sesuai anjurkan Shigek o dan Minora. mereka menyebar kabar tentang perang dan hasilnya. Takeo mengira Hiroshi tidak sadarkan diri. dan mengira tengah berad a di masa lalu." "Perang?" "Sudah berakhir. Tubuhnya dingin. semangatnya agak bangkit. tapi menolak berhenti." Lalu diingatnya kalau Yuki sudah meninggal. namun Hiroshi tiba-tiba m embuka mata dan tersenyum. namun senyum masih tetap tersungging di bibirnya. ia seg era tertidur. Rasa menyesal menusuk hatinya atas nasib gadis itu dan peran dirinya dalam kematian i tu. Hujan yang deras selama berhari-hari bisa berakibat gagal panen. . Saga mundur. di hari ketiga. bak awan gelap yang menghilang. "Kelihatannya kau kedinginan.

Hujan turun la gi dan para pelayan berlari ke depan membawa payung. Adik Kaede." "Ishida di sini? Mengapa?" Halaman 290 dari 700 . tapi hatinya tetap cemas." "Lord Takeo. demamnya sudah reda dan pikirannya telah kembali jernih . tempat ia dibantu turun dari kuda oleh Minoru dan Gemba. "Suamimu selamat. "Syukur kupanjatkan pada Surga. Dia akan merawatmu." lanjut Ai. Ai. "Tabib Ishida ada di sini.Sewaktu tiba di Inuyama." Ai mulai bicara. "Akan kupanggil dia. "Kau terluka?" "Kurasa aku sudah melewati bagian ter¬buruk." sahut¬nya. Kecemasan¬nya bahkan tak bisa dihilangkan dengan sambutan sepenuh hat i penduduk kota yang merayakan kabar kemenangan dengan menari di jalanan. Apakah kau mendapat kabar dari istrik u? Aku tidak mendapat kabar apa pun sejak kami pergi di bulan keempat. dan melihat wajah Ai bersinar dengan p erasaan lega." katanya dengan segera. dan hati Takeo berdebar ketakutan. k eluar menyambut di dinding sebelah luar kastil.

" "Menurutku kau harus segera mendengar nya. Kau ingin mandi dulu? Dan kami akan siapkan makanan bagi kalian. "Bisakah kau ikut denganku untuk mendengar apa yang telah membawa Ishida ke Inuyama?" "Tentu saja." Sew aktu Ai berlutut untuk menggeser pintu terbuka. ingin bersiap dan menguatkan diri untuk men dengar kabar itu. "Biar kuperiksa. Kau ingin mandi dulu? Dan kami akan siapkan makanan bagi kalian. "Sudah mulai sembuh. Hujan membasahi lembut wajah dan bahu mereka. "Maafkan aku. "Akan kutinggalkan kalian." Takeo menghirup teh. mengelilingi mereka ber¬du a seakan membawa mereka ke dunia lain. "Mari mas uk. aku akan mandi dulu." ujar Ai." "Ya. kuh arap kau membawa berita baik. kelembutannya menakutkan Takeo. Ai menuangkan teh ke mangkuk biru berlapis kaca. "Tak ada luka lainnya?" tanya Ishida." "Nanti saja. hampir tanpa merasakannya. Ishida datang bersama mereka." sahutnya. "Mari ma suk." akhirnya Takeo berkata. "Aku tidak bisa berlama-lama di sini. tapi Takeo hanya mengangguk setuju. setelah mereka saling memberi salam. kelembutannya menakutkan Takeo. Demam dan nyeri membuat kepalanya pening: pendengarannya agak lebih peka dari bi asanya. Takeo melihatnya mengangkat lengan baju untuk men yeka air mata." ujar Takeo." Dia akan ceritakan semuanya. Mereka makan dengan cepat: Ai menyuruh pelayan membereskan nampan dan mem¬bawakan teh."Dia akan ceritakan semuanya." ujar Ai. mereka juga tidak bicara selagi membasuh dan mengeringkan tubuh lalu masuk ke dalam air yang berbuih dan mengandung belerang. Dengan hati-hati Gemba menyingkir¬kan perban dari bahu dan lengan Takeo lalu membasuh luk anya dengan air panas." sahut Ishida. "Kau sudah jauh-jauh kemari. bayi sangatlah lemah. Mere . aku merasa semua ini salahku. tapi begitu jernihnya suara menyakitkan telinganya." sahut Gemba." ujar Gemba. "Lukanya semakin pulih. "Mengetahui yang terburuk adalah tahu cara bergerak m aju. Ia dan Gemba berjalan ke kolam sumber air panas dan melepas pakaian mereka yang kotor. Hal¬hal seperti ini memang sering terjadi. Kau menitipkan i stri dan putramu dalam perawatanku. nasi dan sayuran musim panas." Ai sendiri yang menyajikan sop dan ikan panggang. Saat pel ayan kembali.

nyaris marah. Bila diriku saja t ak kuasa menanggungnya." Ishida berhenti dan menatap tak berdaya ke arah Takeo. pikirnya.ka terlepas dari geng¬gaman kita." tutur Ishid a. mungkinkah dia penyebab kema tian putranya? Takeo menangis. lalu tertidur tanpa rewel. air mata berlinang di pipinya. Aku tak kuasa menanggung kabar buruk ini. yang nyaris belum dikenalnya. namun tidak pernah terbangun lagi. Mahkluk mungil itu. "Apakah kau hendak mengatakan kalau putraku meninggal?" Kesedihan melanda dirinya. kemudian. Darah Takeo berdentum di telinganya. Kematian seperti ini tidak wajar. "Bukan karena sihir? Bagai¬man a dengan racun?" Teringat olehnya kalau Hana berada di Hagi. bagaimana Kaede bisa tahan? "Aku harus segera menemui istriku. bibirnya berkerut sedih. yang kini tak akan bisa dikenalnya. "Tak ada tanda-tanda racun." "Bagaimana bisa begitu?" Tanya Takeo." ujar Ishida. tidak berusaha menyem¬bunyikannya. "Bagaimana istriku menerima keadaan ini? Apakah karena penyakit? Apa¬kah Kaede juga sakit?" "Itu merupakan kematian di masa kanak¬kanak yang tak bisa dijelaskan. diberi cukup makan. suaranya pecah." Halaman 291 dari 700 . tersen yum juga tertawa. "Sementara sihir aku benar-benar tidak t ahu." ujarnya. dan air mata menetes. "Bocah mungil itu sehat pada malam sebelumnya. tapi aku sama sekali tak tahu penyebabnya.

seolah seluruh tangannya ter enggut habis. di Hofu. namun ekspresi kesedihan serta welas asih terlukis di wajahnya. "Jaraknya sem . Takeo duduk diam membeku." ujar Takeo. "Kini kita tahu apa yang salah. lewat Tsuwano dan Yamagata. tempat dia membangun kekuatan militer. Z enko mundur dalam keadaan gusar ke Kumamoto." "Ah!" ujar Gemba pelan." "Hana dan kedua putranya sudah tidak di Hagi. Namun sebagian dalam dirinya merasa tercabik-cabik. Mereka dal am perjalanan ke Kumamoto. "Kaede pergi bersama mereka. Sepertinya dia menjadi gila karena sedih. Dirasakan semangatnya naik turun menuju kegelapan. Kaede meninggalkan Hagi? Dia pergi ke Kumamoto. dan melihat kalau kegelapan i tu akan melahap seluruh negara nya. Sebagai jawabnya." tutur Ishida dengan sedih. Apakah S hizuka bersamanya?" "Banyak hal buruk terjadi sejak kau pergi. dan menyerukan pada putra sulungnya untuk bertindak dengan adil. "Gemba."Lalu istriku: bagaimana keadaannya? Dia pasti hampir gila karena sedih." "Bisakah aku mencegat mereka di Yamagata?" tanya Takeo pada Gemba." "Istri Zenko dan putranya berada di Hagi. Kira-kira sudah sampai di mana mereka sekarang? Kapan mereka berangkat?" "Aku pergi kira-kira dua minggu lalu." ujar Ishida. menyerahkan d iri ke tangan yang tengah berkomplot menentang dirinya? Mengapa istrinya mau melakukan hal semacam itu? Bergabung dengan suami adik¬nya? Tidak bisa dipercaya kalau istrinya melakuka n itu. Dia duduk tanpa makan di depan Daifuku ji." sahut Ishida. "Istriku baru saja keh ilangan putranya." bisik Ishida." ujarnya. "Tentu dia tidak akan menyia-nyiakan nyawa mereka. Telinganya sudah mendengar kata-kata itu. siapkan kuda. namun benakn ya masih belum memahaminya. seakan ingi n menopang tubuh Takeo. Apakah Shizuka bersamanya?" Lalu istriku: bagaimana keadaannya? Dia pasti hampir gila karena sedih. "Apa? Kaede membiarkan mereka pergi?" "Lord Takeo. "Aku harus menemuinya. Dia bergeser mendekati Takeo. "Mereka pasti pergi beberap a hari kemudian." Dia tak menangis.

Tapi bagaimana aku sanggup ber perang melawan istriku sendiri?"* Halaman 292 dari 700 ." tutur Ishida." "Aku akan sampai di sana dalam tiga hari. agar istrinya tid ak meninggalkan dirinya.inggu berkuda." la njutnya. "Lord Takeo. maka aku pergi dia m-diam dari Hagi." "Mereka berjalan dengan lambat." Takeo ber¬henti bicara lalu menatap Gemba den gan pandangan penuh kesedihan. Minoru. "Kirin juga mungkin butu h perhatianmu." tutur Takeo. Rawat mereka sebaik-baiknya. Ak u akan ke sana dan mencari tahu apa yang telah terjadi. beritahukan keberangkatanku. menjanjikan apa saja pada dewa manapun. "Tak satu pun sanggup menghibur a tau mencegah kepergiannya." Ishida tidak memandang Takeo: sikap bersalah sekaligus bingung. bawa mereka ke Yamagata. "Aku harus bersiap untuk bertarung melawan Zenko. Yang terpikir olehku adalah meminta bantuan Ai. Shigeko luka ringan. seraya berharap bertemu denganmu dalam per¬jalanan pulang. "Hiroshi luka parah. Benaknya seketika mulai ber¬pacu. membantah dan memohon. dan begitu sanggup bepergian. mencari-cari jaw aban. kirim pesan sekarang juga kepada Miyoshi Kahei. tapi Takeo tak mengijinkannya melanjutkan.

tidak berdaya. Jalan di si ni sepi. Pelabuhan dalam puncak kesibukan¬nya. Tanpa berpikir panjang.Di Hofu.00 s/d jam 13. diambilnya pisau itu l alu dia tusuk tangan laki-laki itu. Maya sudah kelelahan karena tidak tidur semalaman. pikirnya. maka mereka pun tak ingin kembali ke masa-mas a di bawah kepemim¬pinan Arai. pertemuan dengan Hisao. Penduduk Hofu adalah orang¬orang yang pemberani dan juga keras kepala. dan melihat Miki muncul kembali di sebelahnya.00. "Apa yang kau lakukan?" pekik Miki. kesal pada Z enko yang sangat tidak berbakti pada orangtua dan menghina dewa-dewa serta pasti akan dihukum ata s perbuatannya. seorang lakilaki tengah berjongkok mengasah pisau dengan batu asah. gelombang pasang di awal bulan kelima datang setelah siang hari di Wakt u Kuda*. Hisao pasti dihukum. menyuarakan kekagetan dan penyesalan atas kematian Muto Taku. mereka berlari dengan menghilangkan diri melewati jalanjalan yang sempit. ungkapan dendam atau kebencian: para pengawal Arai yang berada di bagian belakan g rombongan bahkan dilempari kotoran atau sampah. bahkan dilempari batu. Mereka minum sambil bertuk ar berita dan cerita. pemuda itu takkan membiar¬kannya pergi. kebanyakan orang berada di dalam rumah untuk makan siang." jawab Maya. yang diberi makan oleh burung-burung di Daifukuji. Dan Akio pasti sudah tahu tentang si kucin g. seolah yakin Hisao aka n mengejar. mengagumi mukjizat yang dialami Shizuka. Maya panik. Orang itu melonjak kaget melihat ke¬munculan mereka yang tiba-tiba hingga pisau ya ng dipegangnya jatuh. Merasakan kalau kemampuan meng¬hilangnya sirna saat ia kelelahan. makanan dan uang. percakapan dengan hantu pe rempuan. dengan arus kapal yang datang dan pergi mema nfaatkan angin barat untuk menuju Akashi dengan membawa hasil bumi Tiga Negara. Mereka memb enci perbudakan oleh Tohan dan Noguchi. Miki dan Maya melihat sedikit kejadian ini. dengan saru tujuan: menjauhkan diri dari Hisao dan Akio. "Dia akan berikan untuk kita . mengambil air dari kanal kecil. Rumah mak an dan penginapan dijejali orang yang baru turun dari kapal. Ia selalu menoleh ke belakang dengan gugup saat mereka lari. tapi tak tahu apakah pikiran itu membuatnya gembira atau sedi h." . "Kita butuh senjata. Maya melambatkan larinya untuk mengatur napas. Kepergian Zenko dari kota itu disertai dengan cemooh dan berba gai bentuk *) Waktu Kuda: berkisar antara jam 11. Di luar toko kecil.

ambil pisau ju ga. Halaman 293 dari 700 . Bola matanya terbelalak ketakutan." dia memohon." Miki mengambil pisau kecil dari tempat¬nya tergetak di atas selembar kain yang ter hampar di tanah. atau kau akan mati." ujarnya. Kalau si bodo h ini mengira mereka adalah iblis atau hantu. kali ini di leher. Aku hanyalah seorang perajin yang miskin. "Jangan bunuh aku. tapi aku tidak terlibat di dalamnya. kini keduanya bersenjatakan pisau yang disembunyikan di balik pakaian." "Dewa menghukum rakyat atas kejahatan penguasanya. "Adik. "Beri kami makanan dan uang. ditunjukkan¬nya tempat dia menyimpan bebe rapa koin. dan memaksakan kue mochi ke dalam geng¬gaman tangan Maya. "Aku membenci kejahatan Lord Arai: aku tahu dia telah manghasut dewa-dewa menentangnya. Didekatinya laki-laki itu di bagian tangan yang tidak terluka lalu membimbingnya masuk ke dalam toko. maka ia harus memanfaatkan sebaik¬baiknya.Laki-laki itu menatap dengan tak percaya pada darahnya sendiri. "Apa-apaan tadi itu?" tanya Miki sewaktu mereka meninggalkan toko. Maya berguling l alu muncul di belakang laki-laki itu." Maya mengoceh. melukainya lagi.

Ranting pohon cedar dan a wan di belakangnya memantul di per¬mukaan yang tenang. Kau pasti pernah mendengar tentang dia di Kagemura." Sesaat dikiranya kalau ia akan menangis. tapi perasaan itu segera berlalu. "Paman tengah menyiapkan pasukan melawan Ayah. yang berseru-seru me¬manggilku. seolah dengan tidak mengakui kelahiran adiknya itu." Mereka mengikuti kanal sampai ke jalan yang mengarah keluar kota menuju utara. Ibu tidak boleh p ercaya kepadanya. dia sudah mendengar semua kisah Tribe ini sejak kecil. Maya belum pernah melihatnya. Dia putra Ayah. Di sini mereka minum sebanyak-banyaknya. dan menemukan tempat yang terlindung di balik semak-semak. tapi setelah bocah itu lahir. Miki. Ayo kita cari tempat untuk bersembunyi sebentar. Aku ditawan Kikuta Akio. Dia hampir lupa akan keberadaan bayi yang baru lahir. kecuali bila kita mencegahnya." katanya seketika. adalah Kikuta Hisao. tempat yang ada airnya. Peluh bercucuran di wajah kedua gadis itu. Hisao akan membunuh Ayah. Yuki. Itu sebabnya Kenji menggi ring Tribe kepada Ayah. kau tidak tahu apa yang sudah kualami. mau¬pun memikirkanny . Bibi Hana sedang dalam perjalanan ke sana." "Dengar. "Dan bocah itu. "Benar. hutan kecil mengelilingi kolam sumber air. Kita harus ke Hagi lalu memperingatkan Ibu. "Hisao adalah kakak kita." "Itu tidak mungkin. "Sud ah menjadi takdir orang itu berada di sana saat itu." tutur Maya. M ereka tiba di jalan ke biara." Miki mengangguk. tempat yang ada airnya. tapi sebenarnya bukan. Maya berkata. Ayo kita cari tempat untuk bersembunyi sebentar. "Lagipula." Gadis itu menatap permukaan kolam dengan murung." ujar Miki dengan suara lemah. Burung gagak memekik di ketinggian pohon cedar. dia adalah cucu Kenji. "Orang mengira dia putra Akio. Dan ada ramalan yang mengata¬kan bahwa Ayah hanya bisa dibunuh oleh putran ya sendiri. menikah dengan Akio. Ibunya. tempat mereka duduk d an ber¬bagi kue mochi." kan kuceritakan nanti. tidak ada orang yang tidak bersalah." Maya menatap Miki. Aku melihat Taku dan Sada dibunuh di depan mataku."Akan kuceritakan nanti. dan di balik pakaian ter asa lembap dan gatal. pada akhirnya. dan jangkrik yang ber derik membosankan. kau gunakan kemampuan Tribe untuk melawan orang yang tidak bersalah. Kikuta memaksanya bunuh diri. Ayah melarang kita melakukan hal itu." "Tapi Maya.

" ujar¬nya. maka dipanjatnya dinding samping lalu membuang hajat. seharusnya kita juga begitu." "Kalau sudah tahu. apa yang bisa Ayah lakukan?" "Ayah seharusnya membunuh Hisao. lalu ber¬jalan lebih jauh m emasuki hutan. mengapa Ayah tidak berbuat apa-apa?" sahut Maya. Maya berpikir kalau ia ta k boleh mengotori¬nya. "Aku mau pipis. Maya setengah terjatuh ke atas tanah. Di sini ada batu nisan yang berlumut dan terbengkalai. Lag i-pula. Dia itu ja hat. Seekor nyamuk hinggap di tangannya dan dia menepuknya. merasa heran mengapa hal ini membuat ia begitu marah. Lagi¬pula Hisao pantas mendapatkannya. dan dirasaka n¬nya bebatuan merekah di bawah tangannya. Miki!" Maya berdiri mengibaskan debu dar i pakaiannya. Pada saat itu dirasakannya keinginan untuk menjadi si kucing. Saat ia meman jat dengan susah payah kembali ke sisi dinding yang sebelumnya. bersamaan dengan perasaan yang tidak dikenalinya. orang paling jahat yang pernah ku¬temui.a. merasa pusing selama beberapa saat. Halaman 294 dari 700 . "Ayah pasti tahu tentang ini. menggunakan bahasa laki-laki. bumi bergetar. "Jika Ayah memilih untuk tidak berbuat apa-apa." "Tapi bagaimana dengan adik bayi kita?" tanya Miki lagi. lebih jahat dari Akio. "Jangan membuat semuanya menjadi rumit. Puncak pe¬pohonan cedar masih bergetar. yang membuatnya gelisah. Miki berkata.

Ketika dilihatnya Miki duduk di samping kolam. penjaja dagangan. "Apa¬kah kita akan mengikuti jalanan mama?" Ia memberi isyarat ke arah jalan berdebu yang berbelok-belok menuju sawah yang meng¬hijau ke arah pegunu ngan yang berselimut¬kan pepohonan. berkuda secara terbuka dengan dua orang laki-laki yang membantu kita. "Kita harus segera pergi. Hal ini membuatnya merasa kesal." sahut Maya." "Tapi jaraknya jauh sekali. pedagan g. "Butuh waktu seminggu berkuda dari Yamag ata. "Kita akan mencurinya. Dia akan menolong kita." "Apakah kita akan berjalan kaki sampai ke rumah?" "Ada ide yang lebih baik?" "Kita bisa meminta bantuan dari se¬seorang. Maya tak ingin mencemaskan keadaan Miki: ia ingin segalanya tetap seperti biasa¬nya." ujar Miki." "Apa rencana kita?" tanya Miki sewakt u berdiri. akan makan waktu tiga kali lebih lama. ia terkejut melihat betapa kurusn ya adiknya itu kinietika dilihatnya Miki duduk di samping kolam. biarawan berjalan dengan tongkat dan mangkuk pengemis. Bila kita berjalan kaki dan sambil ber sembunyi. seraya menyentuh pisaunya yang ter sembunyi. peziarah. "Tentu saja pulang." ujar Miki tidak senang. mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang sulit." 'Tak satu pun dari mereka bisa dipercaya lagi. "Ayo." sahut Maya dengan perasaan jijik . "Kita harus pergi sendiri. Maya mencermati para pelancong yang berjalan menyusuri j alan itu dari kedua arah: ksatria berkuda." "Apakah dia Muto?" "Imai. Seorang laki-laki bernama Bunta datang bersama Shizuka dan aku." "Baiklah. yang ter¬buruk." katanya. ketika mereka seperti memiliki satu pikiran. Be-berapa di antara mereka mungkin saja menahan dan menghentikan mereka berdua. Dari Yamagata ke Hagi ber jarak sepuluh hari. ia terkejut mel ihat betapa kurusnya adiknya itu kini. perempuan bertopi dan berkerudung lebar pelindung s inar matahari. Lalu bagaimana kita mendapatkan makanan?" "Seperti yang tadi kita lakukan. Atau mereka mungkin saja o rang Tribe . Ia tak ingin Miki tidak sepaham dengan dir inya.

Ay o kita temui Shizuka. Ia bimbang dan disadarinya ternyata ia rindu dan ingin bertem u Hisao lagi." protes Miki. ke arah kota. "Walau aku berpakaia n laki-laki. Maya menoleh ke belakang. ia berkata." Halaman 295 dari 700 ." "Kita akan kelaparan." "Dia berada di Daifukuji. Kita akan berjalan melewati pegunungan." Miki berdiri. Itu dia. "Berpua sa dan berdoa." ujar Maya. "Aku tidak dengar siapa-siapa. setengah berharap melihat Hisao dan Akio mengejar. mendengarkan dengan seksama. Akio mungkin sudah menunggu kita di sana. Kita tak ingin menjadi perhatian. Datanglah kepadaku. Tapi aku membencinya! Bagaimana bisa aku ingin berjumpa dengannya? Berusaha menyembunyikan perasaan ini dari Miki." Rasa tegangnya makin bertambah. mendengar suara Hisao.yang sedang mengejar. siapa pun bisa melihat kalau kita kembar. Kita boleh kembali. ingat perkataan gadis pelayan itu. Mendadak Maya melompat. "Kau dengar itu?" Dicengkera m¬nya tangan Miki. Suara itu bergema seperti bisikan di sela¬sela hutan. Ayo kembali ke kota saja. "atau tersesat. "Apa?" "Suara itu. m erasakan kalau pemuda itu sedang mencari¬nya. Maya bisa merasakan tarikan itu dalam dirinya.

Jalan hampir mengarah ke utara. Aku tahu sesuatu yang mengerikan terjadi padamu. namun mata Maya kering." "Kuda betina apa?" "Kuda pemberian Shigeko untuk per¬jalanan dari Maruyama." ujar Miki. Jalan hampir mengarah ke utara. hanya beberapa hari lalu. aku kehil angan mereka. "Aku memimpika nmu sebagai si kucing. Setelah selesai bercerita. mengikuti aliran sungai di sepanjang jalan menuju Tsuwano. rumah dan gubuk petani benebaran di tengah daerah persawahan. "Kau tahu. dan kematian Taku dan Sada. Mereka sudah sering melewati jalan ini. melewati sebagian besar daerah tersubur d i Tiga Negara." ajak Maya." ajak Maya. deburan air berbuih menghempas bebatuan. seraya menyeka mata dengan tangan. Sungai itu sering meluap." ujarnya pada Miki saat me¬langkah d ari bawah naungan pepohonan lalu berjalan di bawah teriknya matahari. ia melihat ke angkasa. Sungai itu sering meluap. tepat sebelum Sun gai Yamagata. Ayo pergi. tapi berjarak satu hari per¬jalanan ke utara Hofu. ia melihat ke angkasa. hanya it u. sunga inya makin dangkal. melewati sebagian besar daerah tersubur d i Tiga Negara."Ayo pergi. bersama Taku dan Sada. lalu memukulku beberapa kali." . Miki menangis tanpa suara. tapi berjarak satu hari per¬jalanan ke utara Hofu. sedangkan Maya saat musim gugur se¬belumnya. tepat sebelum Sun gai Yamagata. deburan air berbuih menghempas bebatuan. lalu berkata. Juga ada jembatan baru. mengikuti aliran sungai di sepanjang jalan menuju Tsuwano. "Aku penasaran di mana kedua kuda betina itu. Jalan ter¬bentang di sepanjang sisi barat sampai ke jembatan di Kibi." Selagi mereka mulai berjalan menanjak menaiki lereng ke pepohonan bambu. "Aku memimpikanmu. Matahari sudah bergeser dari titi k puncaknya ke arah barat. sunga inya makin dangkal. Maya me nceritakan dengan singkai tentang serangan itu. Matahari sudah bergeser dari titik puncaknya ke arah barat. Sawah terbentang di k edua sisi lembah. Miki yang terakhir kali. rumah dan gubuk petani benebaran di tengah daerah persawahan. Juga ada jembatan baru. dan aku adalah bayangannya. Sawah terbentang di k edua sisi lembah. "Apa¬kah Akio menyakitimu?" "Dia mencekikku untuk membungkam mulutku. Jalan ter¬bentang di sepanjang sisi barat sampai ke jembatan di Kibi." Sejenak Miki terdiam.

Di sungai juga menemukan kepiting kecil yang mereka makan hidup-hidup. "Penguasa alam baka dari Tribe?" "Ya. dan terdapat banyak tebin g dengan batuan yang menonjol dan pohon tumbang yang menyediakan tempat bernaung. dan di suatu tempat di sebelah kiri mereka terdengar kicau burung kecil. Bahkan ada kacang¬kacangan yang masih bisa dimak an di Halaman 296 . T idak akan ada bulan. menghilang ke semak beluk ar. Dan dia bisa membuat senjata api."Bagaimana dengan Hisao?" Maya mulai berjalan lebih cepat. mengumpul kan daun. sampai hampir berlari kecil di sela-sela batang pohon yang berwarna keperakan. Seekor ular kecil melintas di depan mereka. dan awan rendah menyebar di langit dari arah selatan. wineber ry. R asanya waktu sudah lama berlalu sejak mereka makan kue mochi di biara tadi. Kini mereka berada di lebatnya hutan. selain cara bertindak kejam. Daun rontok selama ber¬tahun-tahun menyediakan kasur yang empuk. juga tidak akan ada bintang. kedua gadis itu kini mulai secara naluriah mencari makanan: jamur yang tumbuh di bawah pohon pinus. Sejak kecil mereka diajarkan oleh Tribe untuk hidup dari alam. Dia bisa menjadi luar biasa kuat. Derik jangkrik keden garan makin kencang. Tak ada orang yang pernah meng¬ajarinya. Kemudian mer eka melanjutkan perjalanan selama senja yang panjang sampai malam sudah terlalu gela p hingga tak bisa melihat apa-apa. Mereka mengikuti buny i gemericik air dan minum dari sebuah sungai kecil. Mereka menyelinap dengan mudah di antara batang-batang ba mbu. mengisap daging berlumpur dari cangkangnya yang rapuh. akar dan buah-buahan sebagai makanan juga racun. Miki pun ikut berlari. "Hisao adalah penguasa alam baka. pucuk pakis yang sudah tua. ketika akhirnya lereng yang semaki n curam memaksanya untuk melambatkan langkah. akar halus bambu. hanya saja dia tidak tahu bagaimana meng¬at asinya. Kurasa ada orang yang mengajarinya." Matahari tergelincir di balik puncak tinggi pegunungan di sebelah kiri mereka. dan batang nya yang besar dan akar¬nya membentuk liang. Sambil berjalan. meski semua ini makin sulit ditemukan. Mereka sampai di sebatang pohon beech besar yang setengah tercabut akarnya akiba t gempa atau badai." ujar Maya.

dari 700 .

seolah dirinya menjadi utuh kembali. Maya mulai merasa rileks. Dalam pelukan adiknya. Dengan rintik-rintik pertamanya. "Tidak. membuat keduanya melonj ak kaget. Miki agak memutar badannya." Maya memikirkannya. "Tidak." Terdengar suara burung hantu di pe¬pohonan di atas mereka. Tubuhnya menyentak-nyentak gelisah." Tubuh Miki agak gemetar. ba ru aku akan merasa aman. tapi Ibu akan melindungi kita. Sebagian dari dirinya takut pada laki-laki itu dan ingin menjauh. Apakah aku sudah menjadi jahat? Maya mengingat tukang asah pisau yang dilukai da n dirampoknya . ingin bersama pemuda itu dan berjalan ber¬sama di antara dunia. "Apakah saat itu kau takut?" bisik Miki. kan? Begitu kita sampai di Hagi. Saat Hisao bersama si kucing. Mengisi cuping hidungnya dengan kehidupan sekaligus kematian. bau lembap mulai muncul dar i tanah. dan harus menyaksikan putranya diubah menjadi jahat. Sebagia n lagi ditarik kembali kepadanya. ibunya selalu bersamanya. Kedua gadis itu berbaring." ulangnya. be¬rangkulan. "Aku tahu Ayah d an Shigeko belum pulang. dan cahaya menerangi tanah. memanggilku. ia bisa b icara dengan arwah ibunya." ujar Miki pelan. "Hujan. Maya tidak yakin apakah dia mengucap¬kan kata-kata itu atau hanya memikirkannya. Dia dipaksa mat i sebelum waktunya." Tapi bahkan setelah kata-kata itu lepas dari mulutnya. Hisao menyayangi kucing itu dan dia adalah penguasanya. Udara terasa menjadi agak dingin. "Aku merasa iba. M aya mulai merasa rileks. ia pun tak yakin kalau se mua ucapannya benar. maksudku?" "Dia sedang mencariku." "Mudah sekali menjadi jahat. Kedua gadis itu berbaring. Aku merasakannya: aku me¬mutuska n ikatan antara pemuda yang me¬manggilmu dan si kucing. ara dedaunan.antara dedaunan. be¬rangkulan." "Dia mengikuti kita?" Maya tak langsung menjawab. dan di kejauhan terdengar jerit rubah betina. seolah dirinya menjadi utuh kembali." Tambahan lagi. "Kau pernah melihatnya?" "Sudah. "Kurasa aku tahu itu. Dalam pelukan adiknya. dan kau berubah ke wujud aslimu. "Apa kau lari darinya? Sekalian pulang." ujar Maya.

Ayah pasti marah padaku. Maya berjuang kembali ke wujud aslinya. menegakkan telinganya serta mendengkur. Kucing itu meregang¬kan badan. seolah Hisao bisa me lihat melalui kegelapan. Seh arusnya Ayah tidak boleh begitu sering meninggalkanku saat aku masih kecil. Ayah yang memaksaku. Segera terdengar suara Hisao. Hujan membuat¬nya kedinginan. Halaman 297 dari 700 . Sikutnya menusuk badan Maya. Napasnya tenang dan teratur. ia menuangkan rasa marah untuk memadam¬kannya. Suara burung hantu tadi terdengar lagi. pikirnya. merasa bersalah dan tida k menyukai perasaan itu.tanpa pikir panjang. berusaha memanggil Miki . saat kepalanya berputar melihat ke arah Hisao. Nyamuk mencium bau ker ingat mereka dan ber¬dengung di telinga Maya. Seharusnya Ayah tidak mengirimku pergi jauh. ini salah Ayah hingga aku menjadi seperti ini. Dibuka mulutnya. dan Maya bergeser sedikit. Seharusnya Ayah tidak boleh punya anak laki-laki! Miki sepertinya sudah tidur. Datanglah padaku. Nyaris tanpa berpikir dib iar¬kannya si kucing datang dengan bulu tebal¬nya yang hangat. Seharusnya Ayah bilang kalau Ayah punya anak laki-laki. tepat ke mata keemasan si kucing. Dan Maya merasakan tatapan pemuda itu berpaling ke arahnya.

Jaring laba-laba. pakis: semuanya berkilau dan bersinar. serta mem¬bebaskan diriku darinya . Kita harus pergi sekarang jug a. dan hujan." Murni adalah kata yang terbersit di benak Maya." "Apakah dia sudah dekat?" "Aku tidak tahu.Miki duduk tegak. tapi dia tahu tempat kita berada. Kucing itu mengambil begitu banyak dari dalam diriku. dibengkokkan dan dipukul berulang kali. mem¬buat tanah terasa panas dan mengubah ra nting dan daun yang meneteskan air hujan menjadi bingkai keemasan dan potongan pelangi. dan Hisao melihatku. "Aku tidak bisa lihat apa-apa. Suaranya lemah dan lelah. "Atau bagaimana m elakukannya. *** Hujan berhenti saat hari mulai terang. Meskipun ingin berjalan sebentar di permukaan jalan yang mulus." "Aku tidak tahu apa itu. seringkali harus mene lusuri kembali jejak kaki mereka se¬belumnya. Di depan mereka tampak ada jalan yang tidak terlalu mulus. Gelap gulita. namun menjanjikan kalau bagian selanjutnya per¬jalanan mereka akan lebih mudah. Dipeluknya Miki dan mendekapnya lebih erat. Mereka berusaha sekuat tenaga naik turun parit yang dalam. rumpun bambu. "Ada ses uatu yang bisa kau lakukan yang menghalangi antara dia dan aku. Kita tidak bisa pergi sekaran g. "Apa yang terjadi?" Maya merasakan lagi kekuatan setajam pedang dari jiwa Miki yang menghalangi anta ra si kucing dan penguasanya. Dengan menjaga agar sinar m atahari tetap di kanan mereka. Mereka b . "Tadi kau melolong!" ujar Miki. seperti murninya baja setelah di panas¬kan. mereka tak beran i melaku¬kannya. "Apa yang terjadi?" iki duduk tegak. sesekali melihat jalan di bawah sana." ujar Miki. di sisi sebelah timur pe¬gu nungan. mereka berhenti di saat yang bersamaan. Saat tengah hari. keduanya melanjutkan per¬jalanan ke utara." "Kau akan tetap terjaga?" tanya Maya gemetaran karena dingin dan emosi. "Tadi aku berubah menjadi kucing di luar kehendakku. Berpelukan." Miki berlutut di pinggiran gua pohon dan melihat dengan seksama keluar ke gelapn ya malam. kedua gadis itu me¬n unggu cahaya matahari merayap perlahan menyinari mereka. dan sungai di belakangnya.

Kakinya lecet dan berdarah. seraya melepas sandal dan menggosokkan tel apak kakinya di rumput yang lembap. berhenti hanya untuk mengambil makanan yang disediakan ata m. namun tidak tahu lagi apa yang bisa dilakukan. tanpa bersuara. sedikit buah b eri yang hampir ranum. "Kita harus mendapatkan makanan sungguhan.elum makan sejak pagi. dan menem ukan kacang beech. perut mereka mulai keroncongan. Matahari berlalu tersembunyi di balik gunung. Halaman 298 dari 700 . Tapi mereka tidak menemukan tempat apa pun. selain terus berjalan. ke arah hijau dedaunan yang be rubah bentuk." Kedua gadis itu tertidur sebentar. "Aku lapar sekali. hampir tidak perlu bicara. Aku pena saran apakah jalan itu mengarah ke sebuah desa. bahkan tak ada gubuk atau b iara terpencil di gunung. bahkan dalam naungan lebatnya hutan. chestnut sisa musim gugur lalu yang telah bertunas. lumut. tapi rasa lapar membangunkan mereka. kulitnya berubah segelap tembaga . Mereka ber¬jalan tanpa bicara. dan sawah garapan tetap berada di luar jangkauan di bawah tempat mereka berada. Sekali l agi. dan kini mulai mencari-cari di rerumputan. "Kita istirahat sebentar. Sesekali mereka melihat atap rumah petani jauh di bawah. dan mengira kalau jalan kecil itu akan membawa merek a ke sana. awan ber kumpul lagi di sebelah selatan." katanya. Tak satu pun dari kedua nya ingin menghabiskan semalam lagi di hutan. tak ada desa. mereka mengen¬cangkan kembali sandal dan mulai mengikuti jalan kecil tadi yang berkelok di sepanjang sisi gunung. Maya sudah berbaring terlentang. menatap ke atas. Udara terasa panas." ujar Miki.

dan mereka berjalan dengan lebih hati-hati. an dan gunung menyatu saat senja tiba. Maya bisa memperkirakan dari bentuk tubuh dan gerakannya kalau sosok itu adalah perempuan dan ada sesuatu dengannya yang terasa sangat familiar. kini bercampur dengan aroma daging panggang yang membuat perut mereka semakin keroncongan. "Apakah kau Muto?" tanya Maya. "Kau bisa memanggilku Yusetsu. tiba-tiba berhenti." Menggunakan kemampuan menghilang. hanya perempuan itu." bisik Miki. "Asap. "Ya. Miki berbisik di telinganya. burung berkicau melantunkan nyanyian peng iring matahari teng-gelam. Aroma daging begitu kuat hingga ia mengira akan kehilangan kon¬sentrasinya. kepalanya tertutup tu dung yang di¬pegangi dengan satu tangan sementara mem¬bolak-balik daging pada tusuk pemanggang dengan t angan satunya lagi. Perempuan itu berkata. Di sela-sela pepohonan bisa dilihatnya sebuah gubuk kecil. Dagi ng burung kuau atau kelinci. Aku akan memberimu dan adikmu makan. Baunya semakin kuat . tiba-tiba berhenti. Maya yang berada di depan. Maya mengangguk. tanpa berpalin g. tapi juga tidak mirip. Suaranya pun dingin dan misterius. Angin sepoi-sepoi berhembus perlahan di dataran itu dan membuat bulu-bulu coklat dan hijau melambai-lambai terkena angin¬nya. Maya yang berada di depan. "Kau tak perlu menggunakan pisau itu. karena ia pernah mencicipi kedua daging itu di se kitar Kagemura. Segera saja terbit air liurnya.Hutan dan gunung menyatu saat senja tiba. "Tidak mu ngkin. Maya berpikir. maka dia pasti berasal dari Tribe. Kalau dia bi sa melihatku. burung berkicau melantunkan nyanyian p engiring matahari teng-gelam. "Perempuan itu mirip Shizuka!" Maya mencengkeram tangan adiknya saat Miki hendak berlari menghampiri." Suaranya mirip suara Shizuka. aku Muto. Diraba nya pisaunya. lalu membuat dirinya terlihat lagi. pikir Maya. Sepertinya tidak ada orang lain lagi. Maya menyelinap di sela pepohonan dan ke belak ang gubuk. Api unggun menyala di depan¬nya. dan sesosok tubuh ramping berlutut menjaga daging yang sedang dimasak." sahut perempuan itu. bak jej ak terakhir salju . Bagaimana dia bisa ada di sini? Aku akan ke sana dan melihatnya." Maya belum pernah mendengar nama itu.

Kedua gadis itu bergantian menuangkan air men¬c uci tangan dan kaki mereka. Si kembar makan tanpa bicara. namun tudung menutupi wajahnya. Yusetyu menuangkan air ke s elembar kain untuk mengelap tangan mereka. Dia membalikkan telapak tangan mereka dan menyusur i tanda Kikuta dengan jari-jarinya. panasnya membakar mulut dan lidah. M aya tidak bisa melihat wajahnya. "Panggil adikmu lalu cuci tangan dan kaki k alian. dia hanya mengamati setiap suapan mereka. sikapnya penuh perhati¬an. Dia lalu berlutut. Yusetsu menaruh daging burung kuau bakar di lembara n kulit kayu yang di-bungkus daun. dan memberikan lumut untuk member sihkannya.yang tertinggal di sisi utara pegunungan di musim semi." kata Yusetsu. "Apa yang kau lakukan di sini? Apakah ayahku yang menyuruhmu ke sini?" "Ayahmu? Takeo. lembut sekaligus getir." Ada teko air di anak tangga gubuk. Kini p erempuan itu menatap Maya. melahap daging dengan rakus. yang membuat Maya bergidik. Kemudian ditunjuknya tempat untuk buang hajat. Di anak tangga. Yu setsu tidak makan. seolah dia adalah ibu mereka. Setelah itu dinyalakannya lentera dari sisa api yang masih menyala. memerhatikan wajah dan tangan m ereka. Ketika keduanya sudah mengisap tulang yang terakhir. mengiris daging menjadi potongan kecil. Bahkan dengan cahaya api unggun." Perempuan itu meng¬ucapkan nama Takeo dengan semacam kerinduan ya ng dalam dan penyesalan. "Sudah hampir matang. dan mereka berbaring di Halaman 299 dari 700 .

"Ada jalan kecil. namun rasa daging burung kuau masih tertinggal di lidah dan tengg orokan mereka. merasakan juga lebih baik kalau mereka memang menjadi anak Yusetsu. makanannya sudah m atang. teko berisi air. "Tidurlah." Dan kedua gadis itu. "Tidak ada yang bisa menyakiti kalian saat aku di sini." ujar Miki. melalui semak belukar. "Selamat datang di rumah. "Kalian mirip dengannya. teko. Miki berkata." "Mmm. seperti jalanan rubah. setuju. mengejar Maya." Mereka tidur tanpa bermimpi dan ter¬bangun saat hari mulai terang. "Cuci tangan." uj arnya. Di belakangnya ada gubuk. maupun perempuan itu. Kalian seha rusnya menjadi anakku. aroma daging yang tengah dimasak yang mene rbitkan air liur. "Dia adalah hantu perempuan itu. Dan berjalan lagi sampai malam tiba saat bulan baru muncul." "Apakah itu makanan hantu?" tanya Miki saat perempuan itu membawakan daging . Tiba-tiba tercium bau asap yang sama. "Seperti kemarin. bulan sabit. Tak ada tanda-tanda gubuk. beristirahat dalam panasnya siang hari di rimbunnya semak hazeln ut. meski mereka belum tahu siapa perempuan itu sebenar nya." sahut perempuan itu. Yusetsu memadamkan lentera dan menye¬limuti mereka dengan jubahnya. "Ibu Hisao? Yuki?" "Siapa lagi?" Maya mulai berjalan ke arah utara. Hanya bulu burung di lumpur dan bekas bara api yang menandakan kalau perempuan i tu pernah ada di sana." ujar Maya menyapa dengan akrab.lantai gubuk sementara perempuan itu terus memandangi merekaantai gubuk sementar a perempuan itu terus memandangi mereka. dalam keadaan hangat dan kenyang. seoerang perempuan sedang menjaga makanan yang dimasak. "Kita di rumah." gumam Maya." ujarnya lirih. Mereka berjal an menyusurinya sepanjang hari. Hujan menyirami wajah mereka. juga tanah lembap di bawah tubuh mereka. Tak satu pun dari keduanya bica ra lagi tentang perempuan itu." Jalannya tidak rata. wajahnya tersembunyi ole h jubah bertudung. "Jadi kalian anaknya Takeo.

saat ini daging kelinci dan mengirisnya untuk mereka." "Apa yang kau inginkan sebagai imbalan?" tanya Miki. "Semua makanan adalah makanan hantu." tambahnya ketika Miki ragu." tutur Miki dengan su ara tenang dan tegas yang belum pernah Maya dengar. "Tugasmu sudah berakhir di dunia ini. dan sekaligus membebaskanku. Semua makanan sudah mati d an memberikan rohnya pada kalian agar kalian bisa hidup. seharusnya kau me¬lanjutkan perjalananmu. Dalam waktu satu atau dua bulan lagi." "Bila sudah bebas. kau dan kakakmu akan mulai mendapa t haid. Maya sudah menjejalkan daging ke mul utnya. Kau h arus merelakannya. Karena kau memutuskan ikatanku dengan anakku. Yusetsu tertawa. dan membu at seorang Halaman 300 dari 700 ." "Benarkah?" "Kau membebaskan si kucing. tetap belum mau makan. Menjadi perempuan membuat kalian lemah. "Aku membalas pertolonganmu." sahut Yuki. "Akan lebih bijaksana dan lebih kuat lagi begitu ka u dewasa. jatuh cinta menghancurkan diri kalian. dan membiarkan arwahmu berjalan terus menuju kelahirannya kembali." "Kau bijaksana. Aku ber¬utang padamu." "Jangan takut. "Aku di sini untuk membantu kalian.

Bil a dia menyadari kekuatan itu sepenuhnya.anak menem¬pelkan pisau di lehermu. tapi tidak bicara." Yuki terdiam membisu." Kedua gadis itu meng-angguk. dan kukira dia jatuh cinta padaku. merasakan lemak dan darahnya. sedang yang satunya lagi memiliki kualitas spritual yang menolak ke¬kuatannya. yang disayanginya. Aku sangat suka bercinta. kalian harus tahu tentang kepatuhan. yang kutahu mesti kunikahi di kemudian ha ri." Miki mencondongkan badan ke depan dan mengambil sepotong daging. "Aku patuh pada Ketua Kikuta dan Akio. Jangan tidur dengan laki-laki. maka kalian takkan merindu¬kannya. Jangan tidur dengan laki-laki. Aku mem¬biarkannya memiliki diriku seutuhnya. "Hisao berusa ha untuk tidak ingin mendengarkanmu. aku merasa seperti di Surga." tutur Yuki." sahut Yuki. ketika aku menganggap ayah kalian sebagai kekasihku. Akhirnya Maya berkata. aku merasa seperti di Surga. Aku merindukannya siang dan malam. Aku mem¬biarkannya memiliki diriku seutuhnya. Kemudian aku tahu kalau Shirakawa Kaede yang dicintainya. "Semak in lama dia menjadi semakin jahat. Dia kelihatan terobsesi pada ku sama seperti aku terobsesi padanya. Dan aku melakukan apa yang diperintahkan padaku: kalian anakmenem¬pelkan pisau di lehermu. Dan aku melakukan apa yang diperintahkan padaku: kalian anakanak Tribe. dia masih . amarahnya kembali lagi. diceritakan oleh perempuan yang s angat menderita disebab-kan oleh cintanya pada ayah mereka. maka dia akan menjadi benar¬benar jahat. Aku sangat suka bercinta. kegilaan karena cinta yang bodoh membawa dirinya kabur dari Tribe dan membuat aku dihukum mati. Tapi sampai tiba waktunya nan ti. "Dia tak mau tahu siapa dirinya." "Dia tidak bisa dibebaskan dari dosa. mengu¬nyahnya pel an. bila kali an tidak me¬mulainya." "Kalian adalah adiknya. Aku merindukannya siang dan malam. bila kalian tid ak me¬mulainya. Tapi aku mengira akan menikah dengan Takeo dan melahirkan anak-anaknya. ketika aku menganggap ayah kalian sebagai kekasihku. Kami sangat seras i dalam kemampuan Tribe. "Salah satu dari kalian menjadi si kucing. itu sebabnya dia merasa sakit kepala yang sangat menusuk. "Sifat dalam dirinya tercabik. Mereka belum p ernah mendengar versi cerita ini dari riwayat orangtua mereka. Kedua gadis itu juga tidak berkata apa-apa. maka kalian takkan merindu¬kannya." ujar Maya.

"B egitu dia sudah selamat. serta ketakutan akan Akio dan Hisao yang sudah dekat di balakang mereka. layaknya seorang ibu. si kembar terbangun di hutan yang kosong. "Apakah menurutmu kita melakukan hal yang salah?" tanya Maya. kesal denga n kemarahan Miki." bentak Miki. Suasana hati Maya labil. Aku tidak bisa membiarkan anakku mem bunuh ayahnya." "Bagaimana kau bisa tahu begitu banyak tentang hal itu?" tanya Maya. Namun ayah angkatnya harus membayar pembunuhan keji atas diriku. Kita akan menemukan ayah kalian dan mempering atkannya. kita akan selamatkan Hisao. saat kita sudah bebas. "Kita su dah makan makanan darinya dan me¬nerima bantuannya. "Sekarang sudah terlambat. sentuhannya kuat dan ny ata: dia tidak terasa seperti arwah. kan?" Halaman 301 dari 700 ." Dia cantik. Miki bahkan lebih pendiam lagi ketim¬bang sebelumnya. Aku berharap dia belum mati. tidak seperti Ibu tapi dengan sifat yang selalu kuingin diriku menjadi seperti itu. kuat dan ptnuh semangat. Aku akan memberi kalia n makan dan membimbing kalian kembali ke Hagi. Teruslah berjalan ke utara. Dia mencoba memaksa Miki bicara.bisa diselamatkan. "Kau bukan seorang penguasa alam baka juga. tapi keesokan paginya. pikir Maya. dan kemudian sikapnya melunak. Hantu perempuan itu sudah pergi. dan membiarkan tudung terlepas. Aku be rha rap dia yang menjadi ibuku. Kita tidak bisa melaku¬kan apa-apa lagi. aku akan melanjutkan perjalananku. k ita hanya harus segera sampai di rumah dan berharap Ayah cepat kembali. tapi k ali ini dibelainya tangan mereka dengan lebih lembut. ber gerak antara gembira karena kemung¬kinan bertemu Yuki lagi malam itu. "Sekarang kalian harus tidur." Yuki mencondongkan badan. tapi jawab an Miki singkat dan tidak memuaskan." Yuki mencuci tangan mereka seperti yang dilakukannya di malam sebelumnya.

" Bukan. kau memang tahu semuanya. "Aku bahkan tidak tahu apa itu." jawab Miki. Sewaktu tubuh-tubuh yang ben gkok bergerak cepat menghilang di balik bebatuan." "Benar kan. "Dia ingin balas dendam. mer eka mulai terbiasa dengan kehadirannya."Bukan. tentu saja bukan. dia yang bilang begitu. Aku belum pernah mendengarnya sampai kau mengata¬kan kalau Hisao adalah penguasa alam baka." lanjut Miki. tapi perjalanan setiap harinya terasa lebih mudah karena kini mereka tahu Yuki m enanti mereka di penghujung hari. tentu saja bukan. Yuki menemui mereka setiap malam. "Menurutmu apa yang sebenarnya Yuki inginkan?" tanyanya." ujar Maya. Jato." pekik Miki. Memikirkan arwah Akane. lalu menyerahkannya ke tangan Takeo setelah sebelumnya mereka menyelamatkan Shig eru dari kastil Inuyama. seolah membuat bantahan kepada dirinya sendiri. seorang diri. "Aku bahkan tidak tahu apa itu. ketika temannya dari Yamagata dibakar sampai mati bersama semua keluar ganya di malam Otori Takeshi dibunuh prajurit Tohan. melewati negeri yang tidak ramah. Maya pun bergidik. kesedihan terbesar pe rtama dalam hidupnya. dan bagaimana Yuki membawa kepala Lord Shigeru ke Terayama. "Untuk mencari Ayah. Yuki menemani mereka dari antara matahari terbenam sampai mat ahari terbit. Bul an keenam tiba dan musim panas bergerak menuju puncaknya. Setiap malam Yuki men¬ceritakan masa lalunya: tentang masa kecil-nya di Tribe. dan tanpa disadari mulai menyayanginya seakan pere mpuan itu adalah ibu mereka." "Tapi Ayah belum akan kembali sampai musim panas berakhir. Aku belum pernah mendengarnya sampai kau mengata¬kan kalau Hisao adalah penguasa alam baka." pekik Miki. d an bagaimana ia menggoda Sunaomi dengan menyaru sebagai perempuan pelacur yang sudah mati itu. Mereka berdua kagum pada keberan ian dan . Jalur itu berkelok di antara tonjola n batu-batu besar: sepertinya itu tempat kesukaan ular untuk berjemur." "Pada Akio?" "Pada semua orang yang telah menyakiti dirinya. bagaimana dia membawa pedang Lord Sh igeru. *** Maka perjalanan mereka berlanjut saat bulan semakin penuh dan menyusut lagi. "Semua hantu ingin balas dendam. Keinginannya pun menjadi keinginan mereka berdua. "Mengapa dia membimbing kita ke Hagi?" tanya Miki." Mereka berjalan menuruni lereng yang curam.

membuat air laut tampak seperti kuningan. dan perahu-perahu yan g tertambat di tepinya. wortel dan bawang. "Kita bisa tidur di rumah. Matahari masih di langit barat. "Kita tidak membutuhkan Yuki malam ini. padi berwarna hij au terang. Maya bisa melihat lengkungan jembatan batu. Tiang pancang kayu dari pagar penangkap ikan." Namun pikiran itu membuat Maya sedih. bak mayat yang tengah menanti air untuk menghidupkannya Halaman 302 dari 700 . Ia akan merindukan Yuki. terharu dengan kesedihan dan rasa ibanya atas putranya. dan seketika timb ul niat ingin pergi ke mana pun perempuan itu pergi." ujar Miki.kesetiaan Yuki. Ladang sayuran lebat dengan dedaunan. Gelombang sedang surut dan tepi yang berlumpur terlihat jelas di sepanjang sunga i kembar. dan biara bagi dewa sungai tempat ia memb unuh kucing milik Mori Hiroki. dan terkejut serta gusar dengan kematiannya yang kejam. kedelai.* Si kembar tiba di Hagi di sore hari. Mereka meringkuk di hutan bambu tepat di tepi sawah.

tapak beruang hitam dengan latar belakang merah : lambang Klan Arai. Mereka ak an kirim pesan pada Ibu. Aku bisa mengadu dan men¬ceritakan segalanya. "Bertemu Haruka dan Chiyo. Kesedihan yang mendalam menerpa dirinya: bahwa Yuki sudah mati dan tidak mengena l kasih sayang anaknya. tidak ada surat. pikirnya. Bisa dilihatnya umbul-umbul bangau Otori.. Bahkan kabar tentang kelahiran ad ik laki-lakinya ia dengar melalui Shigeko di Hofu." saran Maya.. Sejak saat itu. tapi di sebelahnya ada umbul-umbul lain.kembali." "Baiklah. Di belakangnya tampak pepohonan dan taman rumah tua keluarga. Bahwa Kaede hidup." "Ayah pasti belum kembali. Aku bisa saja ikut terbunuh bersama Sada dan Taku. dan dia pasti percaya. menjulang kastil dengan panji-panji Ot ori berkibar tertiup angin. bagaimana dia telah membunuh Taku dan tengah mem-bangun kekuatan. tidak ada pesan. Perasaan itu am at menusuk hati dan mengganggunya: ia begitu ingin pulang ke rumah. embali. Ibu tidak akan peduli. kemarahan Kaede. Di belakangnya tampak pepohonan dan taman rumah tua keluarga.. Lebih jauh ke barat. dan mereka saling tersenyum." bisiknya pada Miki." "Bibi pasti di kastil. "Bibi Hana ada di sini. di H . "Aku akan pergi. "Kurasa Ibu juga di sana. di atas atap dan sirap rendah bangunan kota. Ayah justru lebih aman berada jauh di sana ketimbang berada di rumah." sahut Miki." "Bagaimana dia bisa begitu berani saat Hana dan kedua putranya ada di sini. "Tapi kita harus ceritakan pada Ibu tentang Paman Zenko. Lebih jau h ke barat. di atas atap dan sirap rendah bangunan kota. pikirnya. menjulang kastil dengan panji-panji Ot ori berkibar tertiup angin. tamparan itu. tapi kini takut pada penerim aan ibunya. Maya memicingkan mata melihat mata¬hari." Maya menyadari kalau dirinya tidak yakin akan reaksi ibunya. "Aku tidak ingin dia melihatku. "Ayah pergi jauh ke Miyako." ujarnya." sahut Maya. berpikir tentang keciniaan Hana pada kemewahan dan kedudukan. Maya tak mendapa t kabar apa pun dari ibunya. Tiba-tiba teringat dengan penemuan terakhir mereka. Andai Yuki adalah ibuku. "Akan kulihat siapa yang ada di sana." "Ayo kita ke rumah lebih dulu." ujar Miki. melihat apakah Ayah sudah kembali.

menoleh ke arah Maya kemudian terbang. Maya seperti mendengar suara mereka dari dapur. Kau tunggu di sini. Kepakan sayapnya kedengaran menghentak tajam sepe rti suara kibasan kipas. begitu merindukan Haruka dan Chiyo.agi?" "Hana mungkin berencana membawa mereka lari. berasal dari luar dindi ng dari tepi sungai." Maya masih mengenakan pakaian laki-laki dan menu-rutnya tak ada orang yang bisa mengenalinya. Maya berusaha mendengarkan suara-suara di dalam rumah. pikirnya. Chiyo pasti akan menangis bahagia sep erti biasanya. Suara anak laki-laki. Seekor bangau abu-abu besar yang tengah mencari ikan di sungai merasakan ada ger akan. Halaman 303 dari 700 . Tapi di balik gumaman tadi terdengar olehnya suara lain. tertawa. tempat alira n air mengalir ke sungai. Dan gembira. Gadis itu berlari dengan langkah ringa n di atasnya seperti yang sudah sering dilakukannya: bagian atas tiang pancang terasa lembap dan licin. Setelah sampai di seberang. Ikan itu mencipakkan air. Dengan meng¬gunakan kemampuan menghilang. berceloteh. dan burung itu terbang dengan kepakan sayap pelan: tepat seperti biasanya. Banyak anak laki-laki seusia¬nya bermain di tepi sungai serta me¬manfaatkan pagar ja ring penangkap ikan untuk menyeberangi sungai. Aku akan kembali secepat¬nya. seekor ikan air tawar melompat. Maya berhenti di depan lubang di dinding taman. Mereka pasti kaget. Di sungai. Maya melangkah masuk ke taman. itu sebabnya dia datang.

wajahnya nampak gembira dengan perasaan cinta. sayangku. Dilih atnya rasa percaya diri dan keangkuhan mereka berdua. Kunang-kunang mena dengan cahaya lentera.Maya merendahkan tubuhnya di balik batu paling besar sewaktu Sunaomi dan Chikara mencepukaya merendahkan tubuhnya di balik batu paling besar sewaktu Sunaomi dan Chikara mencepukcepuk air sungai. "Tidak ada yang bisa mengalahkan perasaan memiliki anak laki-laki. dan Kaed e serta Hana berjalan keluar menuju beranda. Apa yang akan kulakukan? pikirnya. Ka ede mengangkatnya agar bisa melihat kedua bocah yang datang menghampiri. mungilku. . Kau akan tumbuh besar menjadi tam pan seperti mereka!" Si bayi tersenyum dan tersenyum lagi. "Lihat." ujar Hana." sahui Kaede. Tapi jangan sampai Hana curiga kalau aku ada di sini Maya menunggu tanpa suara di ri di atas sungai. "Cuci tangan dan kaki kalian. Dia sudah berusaha menggunakan kakinya dan berdiri. dan tempat taman sewaktu matahari terbenam. melihat kasih sayang dan rasa hormat yang mereka dapatkan tanpa ber-susah payah dari semua perempuan di sekeliling mereka." Dipelu k¬nya bayi itu eraterat. Hana mengelitik si bayi dan membuatnya tertawa cekikikan dan menggeliat-geliat. seakan hatin ya hancur dan darah mendidih dalam dirinya. Lihatlah sepupumu. Aku harus berusaha menemui Ibu tanpa ada orang lain. dan rumah berkilauan angan di lantai atas. aku harus menemui Ibu dulu. "Bukankah sudah kukatakan. men¬dengar kedua bocah ampan kembali ke dapur. "Aku tidak tahu kalau aku bisa merasa seperti ini. Ia mencium bau makanan di ru berbicara saat makan. Kaede menggendong bayi yang tersenyum dan berusaha mencengkeram jubah ibunya. anak-anakku. Di saat yang sama." "Benar. Maya merasakan kebencian yang tak pernah dirasakan seumur hidupnya. Haruka! Bawakan air untuk kedua tuan muda!" Tuan muda! Maya mengamati Haruka datang lalu mencuci kaki kedua bocah itu." Hana membentak mereka. "Alangkah kotornya kalian. Kemudian pelayan muda membawa n tidur digelar. Tatapan penuh kasih sayang terlukis di wajah ibu dan bibinya. terdengar langkah kaki dari dalam rumah. Apakah Ibu mau mendengarkan ku? Apa seharusnya aku kembali pada Miki saja? Pergi ke kastil menemui Lord Endo? Tidak. wajahnya berseri¬s eri dengan rasa bangga.

Kedua bocah itu tidur di bagian belakang rumah. Saat rumah sudah sunyi. "Aku harus menulis surat untuk suamiku. Prempuan itu tak lagi memakai jubah mantel bertudung namun berpakaian putih orang mati. Napasnya terasa dingin dan berbau tanah." tuturnya pada Hana. Maya mem¬beranikan diri masuk. Yusetsu. seputih dagingnya. Dilewatinya nightingale flo or tanpa suara karena sudah begitu terbiasa. Hana duduk di sisi jendela yang terbuka. pikir Maya." Kaede berjalan menuruni tangga menuju bekas kamar Ichiro. seraya memanggil Haruka untuk membawakan lentera. Ia berjingkat menaiki tangga dan menyaksikan ibuny a menyusui si bayi. Kaede menyelimuti si bayi rapat-rapat lalu membaringkannya. menyisiri rambut panjangnya. Hana dan Kaede tidur di kamar atas bersama si bayi. Halaman 304 dari 700 . Seka rang aku harus menemui Ibu. tempat catatan dan ala t tulis disimpan. dan perempuan itu memandang pada si ibu dan anak dengan tatapan ir i yang begitu jelas terpancar di wajahnya. Lentera menyala di sebuah rak besi. "Panggil aku kalau bayinya terbangun. Dia menengok ke belakang dan melihat hantu perempuan itu. sambil men yenandungkan nina bobo untuk dirinya sendiri. Maya merasakan kehadiran yang akrab di sampingnya. tempat para pelayan beristirahat saat tugas mereka selesai.<