P. 1
Kisah Klan Otori IV

Kisah Klan Otori IV

|Views: 196|Likes:
Published by saffaria

More info:

Published by: saffaria on Sep 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/15/2014

pdf

text

original

Kisah Klan Otori IV Page 1 KISAH KLAN OTORI IV: THE HARSH CRY OF THE HERON By Lian Hearn

Kisah Klan Otori IV Page 2 KISAH KLAN OTORI: THE HARSH CRY OF THE HERON Copyrigth@Lian Hearn Associates Pty Ltd 2006 All rights reserved Hak terjemahan ada pada Penerbit Matahati Diterbitkan oleh Penerbit Matahati Judul asli: TALES OF THE OTORI: The Harsh Cry of the Heron by Lian Hearn Simbol Klan oleh Claire Aher Terjemah Tales of the Heiki adalah dari Helen Craig McCullough, dan diterbitkan oleh Stanford University Press, 1988

Dentang genta Gion Shoja mengumandangkan ketidakabadian segalanya. Warna bunga sala mengungkapkan kebenaran bahwa kemakmuran akan mengalami kemunduran. Keangkuhan tak akan bertahan lama, layaknya mimpi di malam musim semi Kekuasaan pada akhirnya akan jatuh, layaknya debu yang tertiup angin. THE TALE OF THE HEIKI entang genta Gion Shoja mengumandangkan ketidakabadian segalanya. Warna bunga sala mengungkapkan kebenaran bahwa kemakmuran akan mengalami kemunduran. Keangkuhan tak akan bertahan lama, layaknya mimpi di malam musim semi Kekuasaan pada akhirnya akan jatuh, layaknya debu yang tertiup angin. THE TALE OF THE HEIKI Kisah Klan Otori IV Page 3

Kisah Klan Otori IV Page 4 THE HARSH CRY OF THE HERON TOKOH UTAMA : Otori Takco penguasa Tiga Negara Otori Kaede istrinya Shigeko putri sulung mereka, pewaris Maruyama Maya putri Kembar mereka Miki Arai Zenko pemimpin Klan Arai, penguasa Kumomoto Arai Hana istrinya, adik Kaede Sunaomi dan Chikara anak mereka MutoKenji ketua keluarga Muto dan Tribe Muro Shizuka pengganti dan keponakan Kenji, ibu dari Zenko dan Taku Muto Taku mata-mata Takeo Sada anggota Tribe sahabat Maya Mai adik dari Sada Yuki (Yusetyu) putri Kenji, ibu dari Hisao Muto Yasu pedagang Imai Bunta informan Shizuka Tabib Ishida suami Shizuka, tabibnya Takco Sugita Hiroshi pengawal senior Maruyama Miyoshi Kahei panglima perang Takeo,penguasa Yamagata Miyoshi Gemba saudaranya Sonoda Mitsuru penguasa Inuyama Matsuda Shingen Kepala biara Terayama Kubo Makoto (Eiken) penggantinya,sahabat Takeo Minoru jurutulis Takeo Kurado Junpei Kurado Shinsaku pengawal Takeo Terada Fumio pemimpin angkatan laut Lord Kono putra Lord Fujiwara Saga Hideki jenderal Kaisar Don Joao orang asing, pedagang Don Carlo orang asing, pendeta Madaren penerjemah mereka Kikuta Akio ketua keluarga Kikuta Kikuta Hisao anaknya Kikuta Gosaburo paman Akio

KUDDAA :: Tenba kuda hitam pemberian Shigeko untuk Taeko Dua anak Raku, surai dan ekor mereka berwarna abu¬abu Ryume kuda tunggangan Taku Keri kuda tunggangan Hiroshi Ashiege kuda tunggangan Shigeko Kisah Klan Otori IV Page 5

"Cepat kemari! Ayah dan Ibu sedang bertarung!" Otori Takeo mendengar putrinya memanggil adik-adik-nya dari kediaman mereka di kastil Inuyama, dengan cara yang sama ia mendengarkan semua hiruk-pikuk baik di dalam kastil dan juga dari kota di luar kastil. Namun dia mengabaikan suara-suara itu, sama seperti ia mengabaikan nyanyian yang mengalun dari nightingale floor di bawah kakinya. Ia hanya berkonsentrasi pada lawannya: Kaede, istrinya. Mereka bertarung menggunakan tongkat: ia memang lebih tinggi, tapi istrinya terlahir kidal dan mampu menggunakan tangan kanan dengan sama baiknya. Sementara jari tangan kanannya putus karena tebasan belati bertahun-tahun lalu dan harus belajar meng¬gunakan tangan kiri. Saat ini hari terakhir di tahun ini, hawa dingin menusuk, langit pucat kelabu, matahari musim dingin meredup. Mereka sering berlatih dengan cara ini di musim dingin: menghangatkan tubuh dan membuat sendi-sendi tetap lentur, dan Kaede suka putri-putrinya melihat baga imana perem¬puan mampu bertarung layaknya laki-laki. Ketiga putri mereka berlarian: Shigeko, si sulung. yang akan berusia lima belas lahun pada tahun baru ini, kedua adiknya tiga belas tahun. Papan lantai melantunkan nyanyian di bawah langk ah kaki Shigeko, tapi si kembar menjejakkan kaki mereka begitu ringan dengan cara Tribe. Mereka sudah sering berlarian melintasi nightingale floor sejak kecil, dan tanpa menyadari be lajar untuk membuatnya tidak bersuara. Kepala Kaede ditutupi selendang sutra merah yang dililitkan menutupi wajahnya, m aka Takeo hanya bisa melihat matanya. Mata yang penuh dengan energi bertarung, dan gerakan-gerak annya masih cepat serta kuat. Sulit dipercaya Kaede adalah ibu dari tiga anak: dia masih ber gerak dengan kekuatan dan kebebasan seorang gadis. Serangannya membuat Takeo menyadari akan u sia dan kelemahan fisiknya. Hentakan serangan Kaede pada tongkat miliknya mem¬buat tangann ya terasa nyeri. "Aku mengaku kalah," ujar Takeo. "Ibu menang!" seru ketiga putrinya dengan bangga. Shigeko lari menghampiri ibuny a dengan membawa handuk. "Untuk sang pemenang," ujarnya seraya mem¬bungkuk dan menyodorkan handuk dengan dua tangan. "Kita harus bersyukur karena hidup dalam damai," tutur Kaede, seraya tersenyum d an menyeka wajahnya. "Ayah kalian belajar keahlian berdiplomasi dan tak perlu lagi ber¬tarung mempertaruhkan nyawanya!"

"Setidaknya kini aku sudah mendapat peringatan!" sahut Takeo, memberi isyarat pa da salah satu penjaga, yang tengah menyaksikan dari taman untuk mengambil longkatnya. Kisah Klan Otori IV Page 6

"Ijinkan kami bertarung melawan Ayah!" ujar Miki, si bungsu, dengan nada me¬mohon. Dia berjalaIjinkan kami bertarung melawan Ayah!" ujar Miki, si bungsu, dengan n ada me¬mohon. Dia berjalan ke tepian beranda dan mengacungkan kepalan tangan ke arah ayah¬nya. Takeo berhatihati untuk tidak menatap langsung mata atau menyentuh putrinya itu selagi memberikan tongka tnya. Takeo sadar akan rasa enggan dalam dirinya. Bahkan orang dewasa dan prajurit tan gguh sekalipun, takut pada si kembar bahkan, batinnya dengan hati pilu, ibunya sendiri juga takut . "Ayah ingin lihat apa saja yang telah dipelajari Shigeko," sahutnya. "Kalian ber dua boleh menjajal kebolehannya." Selama beberapa tahun putri sulungnya menghabiskan sebagian besar waktu di Teray ama, di bawah pengawasan mantan Kepala Biara, Matsuda Shingen, mantan guru Takeo, untuk mempel ajari Ajaran Houou. Shigeko tiba di Inuyama sehari sebelumnya, untuk merayakan Tahun Baru ber sama keluarganya, juga perayaan me¬masuki usia akil balik. Kini Takeo memer¬hatikan putri nya selagi mengambil tongkat yang tadi digunakannya serta meyakinkan kalau Miki menggunakan tongkat yang lebih ringan. Secara fisik, Shigeko mirip ibunya: bentuk tubuh ramping yang sama serta kerapuhan yang jelas terlihat, namun me¬miliki karakter, berpengetahuan luas berkat latihan dan pengalaman, periang serta tegas dan tidak mudah berubah pendirian. Ajaran Houou amat keras d alam pengajarannya, dan guru-gurunya tidak membuat pengecualian untuk usia dan jenis kelamin, namun ia tetap menerima ajaran dan latihan yang diberikan, hari-hari panjang dalam kes endirian serta kcsunyian, dengan sepenuh hati. Dia ke Terayama atas kemnuannya sendiri, karena Ajaran Houou merupakan ajaran jalan kedamaian, dan sejak kecil Shigeko telah diajarkan ayahny a tentang pandangan untuk mewujudkan wilayah yang damai tempat kekcrasan tak pernah meraja lela. Cara bertarungnya agak berbeda dari cara yang diajarkan kepada Takeo, dan dia sa ngat suka memerhatikan putrinya itu, menikmati bagaimana gerakan-gerakan tradisional menye rang diubah menjadi gerakan beladiri, dengan tujuan melemahkan lawan tanpa menyakiti. "Jangan curang," kata Shigeko pada Miki, karena si kembar memiliki semua kemampu an Tribe bahkan lebih, Takeo curiga. Saat ini, kemampuan mereka ber¬kembang pesat, dan mesk ipun dilarang

menggunakannya dalam kehidupan sehari¬hari, terkadang godaan untuk memper¬mainkan gu ruguru serta mengelabui para pelayan sulit untuk dibendung. "Mengapa aku tidak boleh memperlihatkan apa yang sudah kupelajari?" tanya Miki, karena dia juga baru kembali dari pelatihan di desa Tribe bersama keluarga Muto. Kakaknya Maya aka n kembali ke sana setelah perayaan. Akhir-akhir ini jarang sekali seluruh anggota keluarga bi sa berkumpul bersama: pendidikan yang berbeda bagi tiap anak, tuntutan pada orangtua untuk me m¬beri perhatian yang sama besarnya untuk seluruh Tiga Negara berarti perjalanan tanpa henti sert a sering berjauhan. Tuntutan dalam pemerintahan kian meningkat: perundingan dengan orang asing; penj elajahan dan per¬dagangan; pengembangan persenjataan; pengawasan distrik lokal yang mengatur se ndiri administrasinya; percobaan pertanian; impor perajin asing dan teknologi baru; pe ngadilan untuk mendengarkan keluhan serta ketidakpuasan. Takeo dan Kaede memikul beban ini bers ama. Kaede lebih banyak menangani wilayah Barat, sedang Takeo Negara Tengah dan keduanya be kerja¬sama menangani wilayah timur, tempat adik Kaede, Ai beserta suaminya, Sonoda Mitsuru, memegang bekas wilayah Tohan. Miki setengah kepala lebih pendek dari kakaknya, tapi sangat kuat dan cepat; Shi geko tampak nyaris tak mampu meng¬imbangi gerakannya, tapi adiknya tak mampu menembus pertahanannya. Dala m beberapa saat Miki sudah kehilangan tongkatnya, yang tampak seperti terbang mela yang dari jemarinya, dan sewaktu tongkat itu membumbung tinggi Shigeko menangkapnya dengan mudah. "Kau curang!" Miki terengah-engah. "Lord Gemba yang mengajari," sahut Shigeko dengan bangga. Adik kembarnya yang satu lagi, Maya, mengambil giliran selanjutnya juga kalah de ngan cara yang sama. Shigeko berkata, pipinya bersemu merah, "Ayah, ayo bertarung denganku!" "Baiklah," Takeo setuju karena terkesan dengan apa yang telah dipelajari putriny a dan ingin tahu sampai di mana kemampuannya menghadapi ksatria yang terlatih. Takeo menyerang putrinya dengan cepat, tanpa menahan tenaga, dan serangan pertam a Kisah Klan Otori IV Page 7

mengejutkan gadis itu. Tongkat ayahnya mengenai dadanya; Takco menahan tikamanny a agar tidak menyakiti putrinya. engejutkan gadis itu. Tongkat ayahnya mengenai dadanya; Takco menahan tikamannya agar tidak menyakiti putrinya. Kisah Klan Otori IV Page 8

"Jika ini pedang, nyawamu pasti sudah melayang," ujarnya. Jika ini pedang, nyawa mu pasti sudah melayang," ujarnya. "Lagi," sahut Shigeko dengan tenang, dan kali ini siap bersiap menghadapi serang an yang akan dilancarkan ayahnya; bergerak dengan kecepatan tanpa banyak tenaga, mengelak dar i dua pukulan dan berhasil masuk ke sisi kanan ayahnya tempat tangan yang lebih lemah, menghen tak sedikit, cukup untuk menggoyahkan keseimbangan ayah¬nya, kemudian meliukkan tubuhnya. Tongk at milik Takeo jatuh ke tanah. Didengarnya helaan napas si kembar, dan para penjaga terperangah. "Bagus sekali," ujarnya. "Ayah tidak berusaha sekuat tenaga," sahut Shigeko kecewa. "Tentu saja ayah berusaha sekuat tenaga. Sama kuatnya seperti yang pertama tadi. Tapi, ayah sudah dibuat lelah oleh ibumu, juga karena sudah tua dan tidak sekuat dulu lagi!" "Tidak," pekik Maya. "Shigeko menang!" "Tapi itu sama saja kau curang," timpal Miki dengan serius. "Bagaimana kau melak u¬kannya?" Shigeko tersenyum, menggelengkan kepala. "Itu yang harus kau lakukan dengan pikiran, jiwa serta tangan di saat bersamaan. Butuh waktu berbulan-bulan untuk bisa menguasainya. Aku tidak bisa memperlihat¬kan nya begitu saja pada kalian." "Kau melakukannya dengan sangat baik," ujar Kaede. "Aku bangga." Nada suaranya t erdengar penuh kasih sayang dan kekaguman, seperti biasa hanya tertuju pada putri sulungnya. Si kembar saling benukar pandang. Mereka iri, pikir Takeo. Mereka tahu ibunya tidak memiliki kasih sayang yang sam a kuatnya pada mereka. Dan dirasakan¬nya debaran perasaan ingin melindungi yang tak asing lagi at as kedua putri kembarnya. Sepertinya ia selalu berusaha menjauhkan mereka dari segala yang baha ya sejak mereka lahir, ketika Chiyo ingin menyingkir¬kan bayi kedua, Miki, lalu membiarkann ya mati. Ini tindakan yang biasa lakukan pada anak kembar karena anak kembar dianggap tidak wajar bagi manusia, membuat mereka kelihatan lebih mirip hewan, kucing atau anjing. "Mungkin tampak kejam bagi Anda, Lord Takeo," Chiyo memeringatkannya. "Tapi lebi h baik bertindak sekarang daripada menanggung malu dan sial, sebagai ayah dari anak kembar, rakya

t akan percaya kalau Anda menjadi sasarannya." "Bagaimana mereka bisa berhenti percaya pada takhayul dan kekejaman semacam itu bila bukan kita yang memberi contoh?" sahutnya dengan gusar karena bagi orang yang terlahir di k alangan kaum Hidden, ia sangat menghargai nyawa manusia lebih dari apa pun, dan tak percaya k alau memper¬tahankan nyawa anak akan mendatangkan hinaan atau nasib buruk. Kemudian ia terkejul oleh kekuatan takhayul ini. Kaede pun bukannya tidak ter¬peng aruh, dan sikapnya pada putri kembar¬nya menggambarkan kegelisahannya yang bercabang. Dia le bih memilih mereka tinggal terpisah, satu atau yang lainnya biasanya tinggal bersama Tribe; dan Kaede tak meng¬inginkan kehadiran mereka saat perayaan usia akil balik sang kakak, takut kal au kehadiran mereka akan mendatangkan nasib sial bagi Shigeko. Tapi Shigeko, yang sama protek tifnya terhadap si kembar seperti ayah¬nya, memaksa mereka harus hadir. Takeo senang dengan hal it u, tidak ada yang lebih membahagiakan selain melihat semua anggota keluarga berkumpul bersama , berada dekat dengannya. Dipandanginya mereka semua dengan penuh kasih sayang, dan sadar kalau perasaan itu diambil alih oleh sesuatu yang lebih menggairahkan: hasrat untuk be r¬baring bersama dan merasakan kulit istrinya. Pertarungan tongkat tadi telah membangkit¬kan kenang annya saat pertama kali jatuh cinta pada Kaede, pertama kali mereka bertanding di Tsuwano s ewaktu ia masih berusia tujuh belas tahun sedangkan Kaede lima belas tahun. Adu tanding itu ber¬la ngsung di Inuyama, tepat di tempat yang sama hari ini, untuk pertama kalinya mereka tidur bersama, terdorong hasrat yang timbul dari keputusasaan juga kesedihan. Rumah yang lama, kastil mil ik Iida, nightingale floor yang pertama habis terbakar ketika Inuyama jatuh namun Arai Daiichi memban gunnya kembali dengan cara yang hampir sama, dan kini menjadi salah satu dari Empat Kota yang t ermasyhur di Kisah Klan Otori IV Page 9

juru Tiga Negara.penjuru Tiga Negara. Kisah Klan Otori IV Page 10 .

" . menarik tubuh Kaede agar berdekatan dengannya. Kemud ian dilepasnya syal yang menutupi kepala Kaede lalu menarik. lalu membawa sisa bekas jarinya yang putus k e bibirnya. Acara baru akan selesai pada Waktu Macan*. "Jangan. lalu ada Jamuan Makan Tahun Baru. Aku juga ingin berbaring sebentar." Takeo bicara lagi dengan suara pelan." ujar Takeo. "karena perayaan di biara dim ulai tengah malamAnak-anak harus segera beristirahat. hembusan napas Kaede membentuk kabut putih di te ngah dinginnya udara. "Saat ini aku merasa kesakitan. meng¬usapkan tangannya di atas kulit lembut ber¬bulu halus. Membuatmu kelihatan seperti laki-lak i sekaligus perempuan." *** Sinar matahari telah memudar saat Kaede mendatangi Takeo." ujar Takeo. maupun bekas luka di tengkuk lehernya yang putih." ujar Kaede. "karena peray aan di biara dimulai tengah malam. "Aku menyukainya." Kaede menarik sarung tangan sutra yang biasa dikenakan Takeo di tangan kanannya." "Kau juga harus perlihatkan bekas luka¬mu. juga orang dewasa sekaligus anak-anak."Anak-anak harus segera beristirahat. Selesai mandi." Takeo tahu kalau istrinya tak rela kehilan gan rambut panjangnya yang indah. aroma kulit padi dan aloe dari air masih melekat di kulitnya. tapi tidak nampak olehnya ketidaksempumaan t ubuh istrinya. Di balik jubah tebal musim dingin tubuhnya terasa hangat. "sebentar lagi aku a kan bergabung denganmu. dan malam musim dingin mulai menjelang. Seperti pemain sandiwara. Takeo melepas sabuk istrinya la lu menyelinakan tangan ke balik pakaiannya." "Akan kuminta agar tungku disiapkan di kamar." sahut Kaede. yang tampak hanyalah makin bertambahnya kerapuhan yang justru di matan ya membuat sang istri semakin terlihat memesona. Meskipun ada tungku. Hanya sisa rasa sakit pukulan seperti apa pun menyakitkan persendian dan membangkitkan rasa sakit¬nya. "Apakah tadi aku menyakitimu?" "Tidak juga. tapi karena alasan lain. "Buruk sekali. yang mencoreng kec antikan yang pernah menjadi legenda sekaligus takhayul.

tidak mampu menyem bunyikan kerinduan dalam nada suaranya. "Mungkin tadi kau sudah memberiku seorang putra. "Aku ingin memberimu anak laki¬laki." "Meskipun dengan adanya pewarisanmu sendiri serta contoh dari Lady Maruyama! Kau masih saja bicara layaknya putri dari keluarga ksatria!" Kisah Klan Otori IV Page 11 ." "Begitu pula dengan Shigeko. membuka diri pada Takeo. tapi sudah cukup dewasa untuk ditunangka n. Cahaya lampu bersinar dari pegangan best. "Aku percaya kalau diriku bernilai sama dengan laki-laki." sahut Takeo. Pandang annya menjelajahi setiap sudut kamar. "Dia akan mewarisi Tiga Negara. "Kau selalu menyembuhkan diriku. memper¬temukan hasrat mereka ." ujar Takeo kemudian. "Kau membuat diriku utuh . Lagipula kita tidak perlu anak laki-laki." Kaede kembali pada pokok pembicaraan sebelumnya seolah hal itu menggerogoti diri nya." imbuhnya dengan ringan. dengan kepala bersandar di bahunya." "Anak-anaknya! Shigeko masih anak-anak. perhiasan yang nyaris tak ternilai harganya. "Kita sudah punya tiga anak perempuan. "Kuharap tidak!" seru Takeo." Kaede berbaring dalam dekapan Takeo. Kita takkan melepasnya dengan percuma. Siapa orang yang bisa kita calonkan dengan¬nya?" "Jangan terburu-buru." "Aku pernah mengatakan hal yang sama pada ayahku. membawanya memasuki dirinya."Rasa sakit semacam itu bisa kusembuh¬kan." bisik Kaede. tapi d i balik daun penutup jendela langit tampak kelam. "Dua kali hamil nyaris merenggut nyawamu." ujar Kaede. Shigeko seperti piala. juga anak-anaknya kelak. seraya menarik tubuh suam inya." aku Kaede.

Aku merasa andai mereka tidak dilahirkan aku akan dikaruniai anak laki-laki." sahut Takeo dengan sungguh-sungguh. Putri kembarnya masih amat muda: siapa yang tahu apa yang disi apkan nasib untuk mereka? Setelah beberapa saat. Aku tak akan merusak¬nya. Maka siapa yang akan dinikahkan? Tidak satu pun keluarga bangsawan atau ksatria mau menerim a si kembar. Tapi apa yang akan terjadi pada anak kembar kita? Mereka tid ak bisa mewarisi. Semua orang penasaran mengapa kau tidak mengambil istri muda." "Aku hanya menginginkan satu istri." Setengah mengantuk Kaede berkata. mengu sapkan tangannya di atas bekas luka leher istrinya. negara kita akan tetap d amai dan kuat. Aku tidak melanggar sumpah it u selama enam belas tahun. terutama yang ternoda maaf oleh darah Tribe serta kemampuan yang mirip ilmu sihir. "Kau ingat saat kita berpisah di Terayama? Kau . "Kadang aku berpikir si kembar menutup rahimku. Takeo merengkuh Kaede lebih dekat lagi. agar bisa pu nya lebih banyak anak. atau selir. "Perasa an apa pun yang pernah kuperlihat¬kan untuk berpura-pura. semoga Surga tidak mem¬biarkan itu terja di. Dan aku tak akan melanggamya sekarang." "Aku percaya kita dipersatukan dalam cinta yang merupakan landasan pemerin¬tahan k ita yang baik." "Kau terlalu banyak mendengar takhayul!" "Mungkin kau benar." "Kurasa aku bisa mati cemburu. "Selama kita bersatu. "Tapi mungkin kita memang sudah terl alu tua. Kaede berkata pelan. kalau-kalau terjadi sesuatu pada Shigeko. cinta ku padamu sederhana dan sejatj adanya aku takkan bercinta dengan siapa pun selain kau. aku pernah bersumpah pada Kannon di Ohama. namun ia berusaha menyingkirkannya. " Takeo tak bisa menyangkal bahwa hal yang sama juga mengganggu pikirannya." aku Kaede. "Kadanegelapan dan ketenangan membawa Kaede menyuarakan kecemasannya lebih jauh lagi.Kegelapan dan ketenangan membawa Kaede menyuarakan kecemasannya lebih jauh lagi. "Namun perasaanku tidaklah penting di bandingkan kepentingan negara. Perna h kukatakan padamu. merasakan tulang rusuk yang mengera s dari jaringan yang tertinggal bekas luka bakar." sahutnya. peran apa pun yang kumainkan.

Setelah itu.. Bila suatu ramalan dipercaya.. Maka ia takkan mengeluarkan ramalan yang satu itu dalam kata-kata. ka rena dengan begitu justru meng-hidupkan ramalan itu. Terasa hangat di bawah selimut. "Cintamu adalah anugerah terin dah dalam hidupku. karena si peramal buta itu mengatakan hanya putraku yang bisa me mbawa kematian padaku. jeritan pilu sang bangau. Bila kau tidak datang. Di sana aku belajar bersabar . Kemudia n satu kali lagi di Gua Suci kudengar suaranya mengatakan hal yang sama. Untuk apa mengorek-ngorek masa lalu? Lima pertempuran telah menjadi bagian dari mitologi Otori. dan aku tak bisa hidup tanpa dirimu. Bersabarlah. katanya: dia akan menjemputmu." bisik Takeo." "Aku tak layak mendapatkan cintamu.. walaupun Takeo sadar hahwa ia yang mem ilih bagaimana menghitung semua pertempuran itu: bisa saja jumlah mencapai enam. meskipun udara di wajahnya terasa dingin menusuk. Akan kukatakan padanya tentang Yuki." "Kau pernah bilang. Aku tak pernah melupakan saat itu. Tak lama lagi ia sudah harus bangun. hidupku di¬bimbing oleh ra malan. Dilihatnya Kaede hampir tertidur. mungkin aku akan terus tinggal di sana melayani sang dewi sepanjang sisa hidupku. pikir Takeo. salju turun. Itu satu-satunya hal yang m embuatku bertahan selama dikurung di kediaman Lord Fujiwara.. tangan indahmu hancur. Kata-kata bisa diubah dan dimanipulasi agar terkesan sarat makna. Kau tahu. Aku tidak pernah menceritakan ini padamu. Aku be rmimpi tentang Dewi Putih: dia berbicara padaku. seringkali terpenuhi. Akan kukatakan mengapa aku tidak menginginkan anak laki-laki. racun masih ber¬sarang di tubuhmu. tangan¬mu di atas leherku. tidak melakukan apa-apa. agar ia tidak punya a lasan untuk mencabut nyawaku. campur tangan Surga " Akan kuceritakan sisanya sekarang. saat dia mati. satu¬satunya tempat yang terpikir ol ehku hanya¬lah kembali ke gua suci. yang kini berusia enam belas tahun. dan anak yang dilahirkannya. empat atau tig a.menatap mataku lalu aku jatuh tertidur.. kembali pada sang dewi. putrak u. Lalu kau datang: aku melihatm u. Dan kita sudah melihatnya terpenuhi: Lima Peperangan. Aku terpaksa belajar bagaimana harus menunggu. Namun ia tak ingin menyakiti istrinya. mandi serta ber¬pakaian resmi dan Kisah Klan Otori IV Page 12 . begitu kurus.

.

menyiapkan diri untuk upacara menyambut datangnya Tahun Baru.* enyiapkan diri untuk upacara menyambut datangnya Tahun Baru. dan akhirnya ia pun tertidur. Malam ini akan jadi malam yang panjang. Tubuhnya mulai terasa rileks. Tubuhnya mulai terasa rileks.* Kisah Klan Otori IV Page 13 . dan akhirnya ia pun tertidur. Malam ini akan jad i malam yang panjang.

seraya mengatakan Kisah Klan Otori IV Page 16 . tapi ditolakny a. seraya mengatakan akeo ingin memberi Taku warisan dengan cara yang sama. tapi ditolaknya.Takeo ingin memberi Taku warisan dengan cara yang sama.

" "Mereka berasal dari mana?" selidik Sonoda Mitsuru. dalam mengendalikan jaringan mata-mata yang telah Take o bangun melalui Tribe. Sosok dan wajah Taku menurun dari keluarga Muto sedangkan Arai mewarisi keberanian dan kegagahannya." "Tentu saja tidak. Taku tersenyum saat menjawab. kau tahu kalau Kikuta bunuh diri dengan menggigit lidah mereka sendiri! T entu saja. Dia lebih memilih b ekerja dengan paman dari ibunya. yang justru disu kainya. Sebagai imbalannya. "Tidak. yang justru disu kainya. Orang cenderung meremehkannya. "Di mana bisa kau menemukan Si Gosaburo ini?" "Kukira di pegunungan di luar perbatasan wilayah timur. Aku hanya terkejut mereka masih hidup. Kenji. Akan kita lihat seberapa kuat keinginan ayah m ereka agar anak¬anaknya bisa kembali. Kenji. Akita. dia dan Ai diberikan wilayah Inuyama. Untuk saa t ini mereka tidak boleh diperlaku-kan dengan kasar. hwa dia tak ingin memiliki wilayah kekuasaan dan kehormatan. dan Takeo m elihat si gadis sedikit memicingkan mata. Dia menerima pernikahan politis dengan gadis Tohan yang disukainya dan te lah memberi¬nya seorang putra dan seorang putri. dalam mengendalikan jaringan mata-mata yang telah Take o bangun melalui Tribe. aku belum berusaha sebegitu kerasnya untuk membujuk mereka." sahut Takeo ringan. Tapi apakah peraturan itu juga berlaku bahkan untuk Kikuta?" "Peraturan itu berlaku bagi semua orang. Dia menerima pernikahan politis dengan gadis Tohan yang disukainya dan te lah memberi¬nya seorang putra dan seorang putri. Mereka menolak bicara. "Mereka bersalah a tas percobaan pembunuhan dan akan dieksekusi atas kesalahan itu pada akhirnya nanti. ia diyakinkan untuk b ersumpah setia pada Otori dalam perdamaian besar-besaran setelah gempa." "Aku tidak harus mengingatkanmu kalau kekerasan dilarang di Tiga Negara. Ai. Dia lebih memilih bekerja dengan paman dari ibunya.bahwa dia tak ingin memiliki wilayah kekuasaan dan kehormatan. dan meskipun keluarganya. dulunya adalah pengawal Arai. Orang cenderung meremehkannya. yang menikah dengan adik Kae de. Sosok dan wajah Taku menurun dari keluarga Muto sedangkan Arai mewarisi keberanian dan kegagahannya. serta pada dasarnya menganggap hidup itu menyenang¬kan dan pengalama n yang mengasyikkan." tutur Taku. serta pada dasarnya menganggap hidup itu menyenang¬kan dan pengalama n yang mengasyikkan. .

" ujar Muto Kenji." Takeo menuang sake yang bening serta keras ke cangkir gurunya yang sudah tua itu . tapi ke sehatannya sedang tidak baik. Bahkan mungkin membua tnya semakin ingin menyelamatkan mereka. mengatakan k alau alkohol buruk bagi paru paru. "Pamanmu berada di kota. karena salju pertama akan turun dalam minggu ini. tertawa. sake membuatku tetap ber¬semangat dan memban tuku agar bisa tidur.. "Ishida memintaku mengurangi minum. "Paman menyukai aroma pabrik pembuatan sake. Menurutnya udara d i sana lebih mudah dihirup. "Tapi bagiku sake meredakan rasa sakitku. Dan Ishida pun hampir tidak mengikuti sarannya sendiri. "Ishida juga memintaku mengurangi minum sake." *** "Hanya ini kesenangan yang tersisa untuk¬ku. "Siapa yang bisa me ngira. kalau kita akan dud uk di sini saling mem-bandingkan penyakit?" "Bersyukurlah kita berdua masih hidup sampai saat ini!" timpal Takeo.Sonoda berkata. dan udara malam yang dingin menimbulkan kejang otot yang memb uatnya batukbatuk. seraya mengisi cang kir Takeo dan memberikan botol sake kepada¬nya." sahut Takeo. Apakah dia berada di rumah lama?" Taku mengangguk." "Kurasa sakenya juga ikut membantu." Didekatinya Taku. lalu mengapa kita harus mengikuti anjurannya?" "Kita adalah dua orang laki-laki tua. pilar kayu cedar dan bera nda serta penutup . paman akan bergabung dengan kita di kuil untuk perayaan Tahun Baru. Sementara itu." akunya saat mereka berdua menenggak habis minu mannya. "Tidak a da salahnya membuat batin Gosaburo menderita memikirkan nasib anaknya. tapi. kan?" "Ya. "Maka untuk sementara waktu tidak mungkin mengadakan perundingan ." sahut Kenji. tetap rahasiakan identitas me reka dan jangan biarkan mereka berhubungan dengan orang lain selain kau." "Besok aku akan memanggilnya.. Ia melihat ke sekeliling rumah yang dibangun begitu kuat dengan langit-langit tinggi." "Musim semi nanti kita akan kirim surat pada ayah mereka. melihatmu mencoba membunuhku tujuh belas tahun yang lalu di rumah ini.

Kisah Klan Otori IV Page 17 .

tak seorang p un bisa membunuh Takeo. yang dulu pernah menjadi gurunya di H agi." kata Kenji. kekayaan maupun status. Dengan bantuan Kenji. Gempa bumi yang menyengsarakan mengakhiri pertempuran terakhir serta menyapu habis pasukan Arai Daiichi. Tapi kau kau tahu orang bilang kalau kau tak bisa mati!" Takeo tertawa. Kenji tidak punya h asrat lain di luar kegemarannya yang abadi pada sake dan perempuan dari rumah bordil setempat. sampai tahap ini: lima pertempuran telah mem bawa kedamai¬an di Tiga Negara. Kenji adalah utusan dan juru runding yang baik." Kenji adalah salah satu dari sedikit orang yang tahu isi ramalan tentang Takeo. Takeo berhasil menembus kastil di Hagi dan membalaskan dendam ata s kematian Shigeru. Mengabdi¬kan hidupnya pada Takeo dan bersumpah untuk melayaninya. namun sejak kematian putrinya. Kenji orang yang pintar." D inaikkan cangkirnya ke arah Takeo. berkat kau. yan g dikaguminya. Semua sisa ramalannya telah menjadi kenyataan. "Ruangan ini amat ja uh lebih nyamaendela dari kayu cemara cypress. ahli mata-mata. Kenji semakin terasing¬kan dari istrinya . Takeo berbagi banyak rahasia dengan Kenji. Taku. "Rasanya aku akan menyesal meninggal¬kan semua ini. "Tidak ada manusia yang tidak bisa mati.jendela dari kayu cemara cypress. dan membuat Takeo sangat mengandalkannya. amat menyayangi keponakannya sendiri. Shizuka. Kematian menantiku sama halnya seperti semua orang. "Ruanga n ini amat jauh lebih nyaman ketimbang lemari terkutuk tempat aku dikurung!" Kenji tertawa lagi. kemudian mengisi lagi wadah mereka masingmasing. dan Takeo berkuasa dari ujung laut ke ujung laut lainny a. per¬mintaan ak an produk buatan kami membuat kami sangat kaya raya. membuat ramalan yang terakhir ini semakin bisa di percaya. Rumah ini penuh kenangan. mereka berdua minum lagi. memiliki kasih sayang istimewa atas Lady Otori. dan rasa hormat pada putra Shizuk a. Tampak tidak peduli pada harta benda. ter¬masuk bagian yang dirahasiakannya: bahwa ia aman dari kematian kecuali di tangan putranya sen diri. Aku sangsi masih bisa menyaksi kan Tahun Baru. Dan kini bertahun-tahun dalam kedamaian. Lord Otoriku tercinta. Rumah ini penuh kenangan. bisa digambarkan sebagai memenuhi keinginan Surga. Hanya saja waktuku belum tiba. cerdik tanpa perasaan senti¬mentil. Dan sejauh ini. "Itu hanya karena kau bertingkah bak hewan liar! Keluarga Mu to selalu menyukai kemewahan.

mengendalikan kekuatan prajurit perseorangan dan kelompok bandit yang tak mengenal hukum. Setiap daerah harus menyediak an sejumlah orang icrbaik untuk pasukan pusat: separuh tentara. dan sepa-ruh lagi petugas ke amanan yang bertugas menangani bandit dan penjahat lainnya. dan terkadang juga anak perempuan. anak laki-laki mereka dengan pola pikir yan g tidak terlalu militer. mengatakan kalau cara ini mir ip hirarki Tribe hanya saja ada per¬bedaan yang mendasar: kekerasan dilarang. Semenjak kematian Arai dan para lord Otori enam belas tahun yang lalu. yang meninggal beberapa tahun lalu. Kenji bek erja dengan kesabaran dan cerdik terhadap tujuan Takeo: menarik semua sumber daya dan perang kat kekerasan ke tangan pemerintahan. sejarah serta bahasa dan kesusastraan klasik. pembukuan dan ekonomi. mereka memegang jabatan terten tu. Yam agata dan Inuyama untuk mempelajari etika pelayanan. Tribe mendapat cara untuk menghindar. Aturan yang terakhir terbukti paling sulit dilaksana kan. Kenj ilah yang tahu keberadaan kelompok rahasia masyarakat kuno yang tidak diketahui Takeo Kesetiaan p ada Burung Bangau.. Jalan Sempit Ular petani dan penduduk desa menggabung kan diri dalam kelompok masyarakat ini selama masa-masa anarkis. Makin kuatnya usaha Takeo membasmi korupsi membawa hasil. Amarah Macan Putih. menentukan besarnya pajak se rta mempertahankan pelatihan dan perlengkapan pasukan. Kelompok ini kini dimanf aatkan dan terus dibangun agar masyarakatnya bisa mengatur masalah mereka sendiri di tingkat desa dan memilih sendiri pemimpinnya untuk mewakili mereka dan mengajukan tuntutan atas ketidakpu asan atau keluhan mereka di pengadilan tingkat propinsi. dikirim ke sekolah-sekolah besar di Hagi. tapi mereka tidak bertransaksi dalam jumlah besar atau me mamerkan kekayaan. dan membunuh serta me nerima suap di-ancam hukuman mati. dan tak memiliki baik ikatan cinta maupun kebenci an dengan orang lain. diberi status dan penghasilan yang cukup: mereka bertanggung jawab langsung kepada tetua dari setiap klan. Seiko. Pengadilan diatur oleh klas ksatria. Kenji menangani semua administrasi dengan trampil. para pemimpin klan ini bert emu Takeo dan Kaede secara teratur untuk membahas soal kebijakan. Saat kembali ke daerah asal. tanggung jawab yang sama juga dipikul pemimpin klan. korupsi dan suap makin Kisah Klan Otori IV Page 18 .

.

Lalu bentuk praktik yang lain berjalan: praktik tukar menukar hadiah dalam bentuk rkurang.berkurang. Lalu bentuk praktik yang lain berjalan: praktik tukar menu kar hadiah dalam bentuk Kisah Klan Otori IV Page 19 .

Ajaran ini hanya dapat diikuti segelintir laki-laki dan perempuan dengan ke kuatan fisik dan mental yang hebat. beberapa yang lainnya men¬dampingi Terada Fumio da n tabib Ishida dalam perjalanan penjelajahan mereka. mereka a kan bertarung melawan siapa? Dan jika mereka tidak bertarung. melindungi kapal dagang di laut dan toko serta gudang mereka di pelabuhan yang jauh. Semua pertikaian karena hubungan darah yang menen tang Takeo maupun per¬cekcokan antara mereka sendiri dinyatakan berakhir. Shin dan Tenjiku. Hal ini menyebabkan datang¬nya para perajin dan seniman ke Tiga Negara. tapi hanya terjadi sediki t peristiwa dan musuh utama mereka adalah rasa jenuh. kemampuan menghilang. bukan hanya mereka yang berasal dari Delapan Pulau t api juga dari negeri¬negeri di daratan utama. mengambil nama burung suci yang b ersarang jauh di . Shin dan Tenjiku. Setelah gempa mengakhiri perang di Tiga Negara.keindahan dan selera. Terjadi pemandangan yang meng¬harukan saat para ksatria saling berdamai setelah puluhan tahun bermusuhan. Keahlian Tribe adalah bakat dari lahir pendengaran dan peng¬l ihatan yang sangat kuat. mereka a kan bertarung melawan siapa? Dan jika mereka tidak bertarung. bagaimana menyibukkan mereka? Beberapa prajurit menjaga perbatasan di wilayah Timur. yang lainnya mengikuti lomba yang dibuat Takeo un tuk keahlian berpedang dan memanah. para ketua dari keluarga dan klan yang masih hidup bertemu di Inuyama da n menerima Otori Takeo sebagai pemimpin mereka. Hal ini menyebabkan datang¬nya para perajin dan seniman ke Tiga Negara. Menemukan dan memurnikan kema mpuan seperti inilah yang menjadi inti Ajaran Houou. Silla. Terjadi pemandangan yang meng¬harukan saat para ksatria saling berdamai setelah puluhan tahun bermusuhan. di mana nilainya tersembunyi. bagaimana menyibukkan mereka? eindahan dan selera. penggunaan sosok kedua tapi sebagian besar manu sia memiliki kemampu¬an seperti ini namun belum terasah. bukan hanya mereka yang berasal dari Delapan Pulau t api juga dari negeri¬negeri di daratan utama. Ajaran Houou. di mana nilainya tersembunyi. Ajaran Houou bermarkas di Biara Terayama yang dipimpin kepala biara Matsuda Shin gen dan Kubo Makoto. sedang yang lainnya dipilih untuk mengikuti jalan utama d ari pertarungan: penguasaan diri. Semua pertikaian karena hubungan darah yang menen tang Takeo maupun per¬cekcokan antara mereka sendiri dinyatakan berakhir. N amun Takeo dan Kenji menyadari bahwa ksatria terlahir untuk bertarung: masalahnya. Silla. N amun Takeo dan Kenji menyadari bahwa ksatria terlahir untuk bertarung: masalahnya. Setelah gempa mengakhiri perang di Tiga Negara. para ketua dari keluarga dan klan yang masih hidup bertemu di Inuyama da n menerima Otori Takeo sebagai pemimpin mereka.

dan nasib dua lainnya ada di tanganmu. lebih serius. Tak ada penyesalan atas mereka yang telah dikirimny a ke alam baka cepat atau lambat manusia juga akan mati. Takeo angkat bicara lagi. bahkan demi membela diri. mangkuk atau bahkan langsung ke orang yang tidur dengan mulut menganga. "Tapi Gosaburo seorang pedagang dan pragmatis: dia akan ketakutan setengah mati bila kehilangan anak¬anaknya satu putran ya telah tewas." sahut Kenji ringan. "Serangan yang terakhir ini membuatku ja uh lebih waspada karena ditujukan pada keluargaku. Akhir-akhir ini kesenangan terbesarnya yaitu menemani Takeo di sana dan menghabiskan waktu bersama Matsuda dan Makoto. bukan diriku. menyebarkan desas-desus." "Kupikir juga begitu. "Kapan mereka akan berhenri?" "Akio takkan berhenri. kesehatan dan kekuat an¬nya makin memburuk: selama berbulan bulan paru-parunya terasa makin lemah dan seringkali m untah darah. Ia minum lagi. Ia sudah tua. Kita akan biarkan dua anaknya yang tersisa tetap hidup hin . Dia melihat bahwa larangan membunuh te rnyata jauh lebih berat daripada keputusan untuk membunuh. menyisipkan racun ke dala m cangkir. baik nyamuk atau pun manusia. Mungkin kita bisa memberinya sedik it tekanan. Kebenciannya padamu hanya akan berakhir dengan kematianny a atau kematianmu. Kikuta bukan hanya berusaha membunuhnya tapi juga bersekutu dengan ksatria yang kurang puas." Wajah Kenji beru bah tenang dan bibimya berkerut menggambarkan kegetiran. Dia telah mengabdikan hidupnya demi tujuannya itu. melakukan pembunuhan secara acak dengan harapan menggoyahkan kestab ilan masyarakat. Jika istri atau anakku mati. Dia tak kebal dengan kedamaian da n kekuatan spiritual Terayama. dan Tiga Negara. Berapa b anyak? Dia tak bisa menghitungnya lagi. Takeo berhasil menjinakkan baik Tribe maupun para ksatria: hanya Kikuta yang mas ih bertahan menentangnya. Sumpah pertama yang dilakukan para ksatria yang terpilih ini yaitu tidak mem¬bunuh . membunuh dengan garotte. Disadarinya kalau akhir hidupnya sudah dekat." "Kurasa itulah tujuan Kikuta. itu akan menghancurkan diriku. Kenji meng¬anggap itu aturan yang gila karena dia sering menikam jantung orang.dalam hutan-hutan di sekitar Terayama.

Takeo menaikkan pandangannya ke arah Kenji melalui pinggiran cangkir." "Mungkin sementara ini kita juga bisa mengorek keterangan yang berguna dari kedu anya.gga musim semi. kemudian melihat apakah ayah mereka siap untuk berunding. Kisah Klan Otori IV Page 20 ." gerutu Kenji.

bisa dilakukannya agar orang tertidur yaitu rasa bosan karena dia jarang bicara. isa dilakukannya agar orang tertidur yaitu rasa bosan kar ena dia jarang bicara. Andai dia buka mulut. Andai dia buka mulut. Kisah Klan Otori IV Page 22 .

Perlak uan Akio yang kejam." Konon kabarnya kematian istrinya. penolakan ibunya saat dipaksa menelan pil racun. serta melenyapkan semua perasaan. serta banyak kematian lainnya. icaranya pelan. Akio sangat keras p ada putra tunggalnya itu dan tak pernah menunjukkan pengertian maupun kasih sayang. melatih mereka de ngan kepatuhan mutlak. bertahan me¬nahan lapar. kematian Kotaro yang disayangi. penderitaan dan kenikmatan keji yang dirasakan Ak io menjadi awal mula tenggelamnya dia dalam kekejaman. "Apakah Otori sudah mati?" dan dibalas dengan. Muto Yuki. keluarga ter¬besar dalam Tribe. tersendat¬sendat. Keluarga Kikuta dikejar-kejar sehingga mereka keluar dari Tiga Negara untuk pindah ke Utara. tanpa ada tanda-tanda kecerdasan atau kreativit as. Karena Tribe membesarkan anak mereka dengan cara sangat keras. Dia selalu menyalahkan Ot ori Takeo atas terpecah-belahnya Tribe. Dapat dilihatnya kejadian itu dengan jelas. Kotaro. Akio tumbuh menjadi laki-laki sinis dan susah ditebak. tapi lupa bagaimana ia tahu itu. haus. Tapi Akio adalah Ketua keluarga. seolah menyaksikan dengan mata bayinya yan g masih belum fokus. Akio adalah Ketua Kikuta. bahkan mengejutkan kerabatnya sendiri. Hisao merasakan ini seiring ia tumbuh dewasa. atau ada yang menceritakannya? Ia ingat ibunya lebih jelas dari y ang seharusnya usianya baru beberapa hari saat ibunya meninggal dan menyadari adanya hubungan dir . Sejak kecil Hisao sudah menyadari kekecewaan ayahnya pada dirinya. dan saling menyapa dengan kalimat. tapi tampaknya Hisao sudah tahu yang sebenarnya: ibunya mat i diracun. jerit dan tangis ibunya. Akio bisa bertindak sesuka hati. Keputusasaan dan kemarahan ibunya. simpati maupun welas asih. "Belum. Anak-anak Kikuta tidur dengan kaki mengarah ke Barat. A pakah ia memimpikannya. sering ai puas Akio karena sebagian dendamnya terlaksana. kesedihan karena harus meninggalkan pu tranya. men inggalkan usaha mereka yang meng¬hasilkan banyak uang. tapi tak lama lagi.bicaranya pelan. tak seorang pun bisa meng-kritiknya. tersendat¬sendat. serta kematian pesumo t angguh. Para tetua mengatakan kalau Yuki meninggal kar ena demam setelah melahir-kan. dingin dan rasa sakit yang luar biasa. p enerus pamannya. Dan sebagai Pimpinan. Hajime. yang mati di Hagi oleh Otori Takeo dan Muto Kenji. dan kematian Kotaro yang membuat Ak io begitu penuh dendam dan hidup dalam kebencian. yang menguasai berbagai kemampuan serta bakat yang kini mulai lenyap. tanpa ada tanda-tanda kecerdasan atau kreati vitas. panas.

Itu sebabnya dia mengetahui kemarahan ibunya dan sakit hati ayahnya. namun ia merah asiakannya. dan satu sisi matanya menjadi gelap. Ia dapat membuat ukiran kayu berbentuk hewan yang begitu hidup h ingga tampak Kisah Klan Otori IV Page 23 .inya dengan sang ibu. Hisao tidak pernah menceritakannya sehingga tak seorang pun tahu satu bakat Trib e yang telah hilang selama beberapa generasi ternyata ada pada dirinya. dan itu mem buat ia benci sekaligus iba pada Akio. tapi ia takut men¬dengarkan karena itu berarti ia membuka diri memasuki alam baka. dan lolongan yang memusingkan terdengar makin keras hingga ia tak percaya kalau oran g lain tak mendengarnya. Seringkali ia merasakan kalau ibunya meng¬inginkan sesuatu darinya. Meskipun Hisao suka membuat kerajinan tangan. men¬jadi penghubung antara arwah dengan orang yang masih hidup. Antara kemara han si hantu dan rasa enggan dalam dirinya. setengah diharapkan. Satu-satunya cara meredakan rasa sak it dan suara-suara si kucing serta si hantu perempuan adalah membuat benda-benda dengan tangannya. seolah pengetahuan itu sudah ada dalam darahnya. dan menyukai hewan. Roh kucing itu juga sesekali seperti menjerat Hisao dari dunianya. Kemampuan mengarungi dua dunia. kepalanya lu ar biasa sakit. Hal-hal buruk yang terjadi di antara mereka berdua yang setengah menakutkan. Anugerah semacam i ni semestinya diasah dan pemiliknya akan ditakuti serta dihormati. Sekali dia terlihat meng¬elus seekor kucing. tapi Hisao tak t ahu cara mengatur bakatnya ini. Ia membangun kincir air dan orang-orangan dari bambu untuk menakuti rusa. Ketika alam baka membuka jalan dan mengajaknya masuk. yang kemudian ia lihat hewan malang i tu digorok ayahnya di hadapannya. apa yang dilihatnya di alam baka tampak berkabut dan sulit dimenge rti: ia tidak mengetahui simbol dan bahasa untuk berkomunikasi dengan arwah. karena hanya saat itulah ada orang yang memeluk nya atau kelihaian membutuhkan dirinya. Ia hanya tahu kalau hantu itu adalah ibunya yang mati dibunuh. kepala¬nya terasa seperti terbelah karena rasa saki t.

seperti hewan yang disihir menjadi patung. pisau serta ber¬bagai peralatan. Ia menyukai semua aspek penempaan: me m¬buat besi dan baja. pisau serta ber¬bagai peralatan. pedang. Kisah Klan Otori IV Page 24 . eperti hewan yang disihir menjadi patung. pedang. Ia menyukai semua aspek penempaan: mem¬b uat besi dan baja.

Keluarga Kikuta ahli membuat senjata. atau mencari sendiri. Mereka tak pernah kembali: kabar tentang tertangkapnya mereka dat ang beberapa bulan kemudian. Jika ada yang hilang. Namun usaha mereka untuk mendapatkan senjata api selalu gagal. kalau cara tradisional lebih bisa diandalkan. Senjata-senjata milik Otori bentuknya panjang. terutama sen-jata rahasia Tri be pisau lempar. yang bisa di-sembunyikan di balik pakaian dan tak ber¬suara. Senja ta ini pernah sekali digunakan orang barbar. atau orang tua yang in gin mati terhormat yang pergi hendak mem¬bunuh Otori Takeo untuk membalaskan kematian Kikuta Kotaro d an anggota Tribe lainnya. Ada kalanya Otori Takeo dilaporkan ter¬luka sehingga harapan mereka membumbung tin ggi. si pemilik harus membayar dengan nyawanya. terutama sen-jata rahasia Tribe pisau lempar . Senjata yang digunakan Otori begitu dirahasiakan cara buatnya hingga membuat orang iri. jarum. Hisao mendengar aya hnya dan seorang laki-laki yang lebih tua membahas benda ini. dan ia membayangkan senjata api yan g kecil dan ringan. tapi dia . berusaha mendapatkan senjata itu de ngan cara mencuri. sementara yang lainnya b eranggapan kalau ingin menyingkirkan Otori. senjata yang bahkan t ak mampu dilawan Otori Takeo. dan dieksekusi. termasuk Kikuta. jarum. berkhianat. Otori membatasi p enggunaan senjata ini hanya untuk sekelompok kecil orang: setiap pucuk senjata api yang ad a di negara ini dihitung. bila terkena air maka senjata itu tak berguna. belateluarga Kikuta ahli membuat senjata. berat serta tidak praktis: kurang prakris menurut cara pembunuhan yang dibanggakan Kikuta. Sejak itu semua orang barbar digeledah ketika dat ang. Setiap tahun ada saja pemuda yang ingin menjadi pahlawan. Tapi berbaga i laporan tentang pembunuhan yang memakan banyak korban jiwa terbukti sama efektifnya deng an senjata itu sendiri: semua musuh Otori. Ada yang beranggapan senjata itu meng¬hilangkan semua kemampuan dan ke¬nikmatan dala m membunuh. senjata-senjata mereka dirampas dan mereka hanya boleh berdagang di pelabuhan Hofu. belati kecil dan sebagainya tapi mereka tak tahu cara membuat senjata yang disebut senja ta api. mereka harus me¬nyeimbangkan kekuatan dengan memiliki s enjata yang sama. Keluarga Kikuta terpecah untuk memiliki senjata itu. Mereka disidang di depan umum yang disebut sebagai pengadilan Ot ori. Senjata-senjata itu tak bisa disembunyikan d an digunakan dengan cepat.

sementara Zenko. diutus bersama saudari perempuan mer eka ke Inuyama tempat keluarga Otori merayakan Tahun Baru. Tak ada yang tahu apakah mereka masih hidup atau sudah mati. terluka dan dipuk uli sampai mati oleh kerumunan orang. Mendengar desas¬desus kalau Otori tak bisa mati membuat kebencian serta kegeriran Akio semak in ber¬tambah. banyak pengkhianat yang memiliki darah Kikuta. putra sulung Gosaburo. seperti pulihnya dia dari belati beracun milik Kotaro. lapi ternyata para perempuan yang menjadi sasaran berhasil mempertahan¬kan diri dengan kekejaman yang tak terduga: salah satu penyerang. Kehilangan tiga anggota muda yang ada hubungan erat dengan sang Ketua merupa¬kan p ukulan berat. Ia menghabiskan li: embernya dibuat dari bambu yang paling ringan dan talinya rambat yang cukup kaku untuk bisa mengangkat ember kincir. Kikuta menduga mereka sudah mati. Ritual pemakaman mulai diatur dalam kedukaan y ang mendalam karena tak ada jenazah yang bisa dibakar dan tak ada abu jenazah. bahkan dari racun. memimpin jaringan mata-mata dan melindungi Otori. Karena hingga musim semi tiba masih belum ada kabar tentang kedua orang y ang ditawan. Suatu sore Hisao bekerja seorang diri di sepetak pegunungan. Sedang yang lainnya berhasil ditangkap dan dibawa ke kastil Inu yama. ri sawah dengan me¬manfaatkan kincir air. tiba-tiba katak terdiam. diantaranya adalah Muto Shizuka serta kedua putranya. Apa yang terjadi setelah itu tidak jelas. Tapi cara ini juga terbukti gagal.selalu sembuh. ya ng kurang berbakat. Keluarga Muto yang sudah bersumpah setia pada Otori telah menggandeng keluarga Tribe lainnya: Imai. Mereka berbaur dalam kerumun an di biara dan mencoba menikam Lady Otori dan putri-putrinya. bersekutu dengan Otori melalui pernikahan: mereka bersaudara ipar. Sejak keluarga Tribe melakukan pe rkawinan campuran. Taku dan Zenko. kecil sawah. dua putra Gosaburo. Ia tengok kanan-kiri. Kisah Klan Otori IV Page 25 . Belakangan sepupu Akio. Taku seperti ibu dan paman buyutnya. jauh di kedalaman ia telah me¬mikirkan cara mengali musim dingin membuat ember dan ta diperkuat dengan batang tanaman Hisao tengah berkonsentrasi penuh pada pekerjaannya. Akio mulai bersekutu dengan musuh Takeo lainnya. Selama malam-malam di musim dingin yang panjang. Kuroda dan Kudo. mempunyai b anyak kemampuan. menyerangnya melalui istri atau anak-anaknya.

tapi ia tahu ada orang yang menggunakan kemampuan menghilang Tr ibe. tapi ia tahu ada orang yang menggunakan kemampuan menghilang Trib e. ak ada orang. Kisah Klan Otori IV Page 26 .Tak ada orang.

dan menyebut namanya dengan cara yang membuat Hisao percaya padanya. "Kau bcrnama Kikuta Hisao. segera menyadari kalau orang mi dikenal ibunya. Tangan Hisao segera bergerak ke arah pisaunya karena yakin ia bel um mengenal orang itu. "Aku takkan menyakitimu. "Kau bisa melihatku?" sahut laki-laki itu. "Siapa kau?" bisiknya. kebencian Kikuta pada orang ini hampir sama besarnya seperti kebenc ian pada Otori . "Kau tidak memiliki satu pun kemampuan Tribe?" tuturnya." Ekspresi wajah orang itu agak berubah. Hisao merasaka n jari-jari yang tak terlihat memiting pergelangan tangannya dan ototnya langsung terasa lumpuh saat telapak tangannya terbuka dan pisaunya terjatuh. dia berseru . "Sudah kuduga. Tapi aku tak bisa mendengar dari jau h. aku kakek¬mu: Muto Kenji. Orang itu kembali menampakkan diri dalam jarak serentangan tangan dari wajah His ao. kan?" "Hanya dari katak. dan dunia ibunya menyelubungi ambang batas dunianya. Aku tidak tahu orang yang bias melakukannya di kalangan Kikuta saat ini. Sakit kepalanya kian menjadi-jadi: Muto Ken ji adalah pengkhianat. Sorot matanya tajam dan kelihatan penuh selidik. maupun mengenalinya.Mengira itu hanya salah satu anak yang datang membawa pesan. Kalau begitu. "Siapa di sana?" Tiba-tiba muncul seorang laki-laki dengan usia tak bisa diperkirakan dan berpena mpilan biasa berdiri di hadapannya. dan ibuku bemama Muto Yuki. dia berseru. Aku mendengarkan mereka." "Tapi tadi kau mendengarku mendekat. Sosok laki-laki itu bergoyang-goyang selagi meng¬hilang. Aku tak memiliki kemampuan me nghilang." ujar orang itu. dan dirasakan reaksi penyesalan serta ras a iba ibunya. "Tidak." Hisao menyerap semua keterangan ini." Ia heran telah bersik ap biasa dan bebas pada orang yang belum dikenalnya. putra Akio?" "Ya. "Siapa di sana?" gira itu hanya salah satu anak yang datang membawa pesan. Hisao mengangguk. kemudian mengalih¬kan pandangannya ke seberang lembah. dirasakan kebahagiaan dan pendcritaan ibunya dan pertanda pertama dari sakit kepalanya serta kemampuan melihat separuh dari dua dunia yang ber¬beda.

agak lebih pendek dari Kenji sendin tapi kuat. "Ada yang aku sampaikan padanya." Pandangannya turun menatap ke konstruksi yang tengah dikerjakannya. tahu betapa kerasnya masa kanak-kanak di Tribe. Mengapa kau kemar i? Kau akan dibunuh. "Mari kita temui Akio. Kisah Klan Otori IV Page 27 . Mirip siapa dia? Tidak mirip Kikut a. Dan ada sesuatu yang lain pada dirinya. Jelas sekali Hisao punya beberapa kemampuan: benda itu dibuat dengan kreatif dan dengan keahlian tinggi. Kenji menatap bocah di hadapannya dengan tatapan iba." ajak Kenji. "Bukan apa apa. bergerak tak terlih at dan tak terdengar melewati hutan? dan juga Akio harus tahu kalau ia datang sebagai utusan Takeo. Dia pasti mirip ibunya Takeo. apalagi pada mereka yang tak berbakat. "Ayah!" "Apa itu?" tanya Kenji. lagipula ak u tidak ahli membunuh. menghindari para penjaga di gerbang. " Aku lebih suka membuat benda-benda.Takeo. Sadar kalau akhirnya ia akan dikenali juga s iapa lagi yang bisa sampai sejauh ini. berkulit gelap dan berwajah lebar. Seharusnya aku mem¬bunuhmu." Ia tidak bersusah payah menyembunyikan sosoknya selagi mengikuti bocah itu menur uni jalan setapak dari atas gunung menuju desa. dengan kulit mulus tanpa cacat dan rambut tebal serta mengkilap. baik dar i ayah maupun dan ibunya. tapi kau bilang kalau kau kakek¬ku. Rasa kecewa dan lega menyapu dirinya." Betapa anehnya. Dia tidak punya kemampuan apa pun. maupun Otori. namun kehadiran ibunya terasa membebani dirinya dan bisa dirasakan ibunya memanggil. gerakan matanya yang cepat menun¬jukkan kalau dia bisa melihat hal lain. pikir orang tua itu. Kadang-kadang kepalaku sakit. Apa yang bisa dilihatnya? Pemuda ini berbadan sehat. Aku sudah biasa. mirip rambut Takeo. Muto.

Tapi kemudian ia tahu kalau keluarga Kikuta mundur ke t empat ini sejak dikejar Takeo. Pematang sawah berw arna cerah dengan bunga liar. vicia. jauh dari jang kauan Takeo. de ngan beranda dari kayu runjung serta pilar kokoh dari kayu cedar. dan saat berhenti sebentar di tepi sawah yang penuh air. Tempat ini sama seperti kebanyakan desa Tribe: tersembunyi di dalam lembah seperti lipatan kecil dalam barisan pegunungan. keponakan buyutnya . dan bunga krisan. Rumah itu jauh lebih nyaman dan mewah ketimbang rumah-rumah di sekelilingnya. Sejak saat itu. Kenji m en¬dengar bisik-bisik dan tahu kalau ia telah dikenali. pikir kenji dengan sedikit bersyukur. atapnya terbuat dari rusuk atap yang tipis. buttercup. Suasana terasa dipenuhi musik musim semi. Langit berubah keemasan saat mentari mulai tenggelam di ufuk barat. enam belas tahun lalu d an butuh waktu lima tahun untuk menemukannya. buttercup. Tubuhnya terasa lebih panas dari yang s emestinya. Seperti kuilnya. nyanyian burung.Perjalanan itu membuat napasnya terasa sesak. dan saat berhenti sebentar di tepi sawah yang penuh air. dia tak berh enti. Pematang sawah berw arna cerah dengan bunga liar. Kenji belum tahu tempat istimewa ini sebelum Hisao lahir. Ketika sampai di bangunan yang paling besar. dan mendapatkan laporan tentang Hisao dari Taku. dan merasakan dengan li dahnya kapsul beracun yang terselip rapi di bekas rongga gigi gerahamnya yang sudah tanggal. terasa ada darah di tenggorokannya. dan meskipun beberapa anjing melompat-lompat penuh semangat ke arahnya. Suasana terasa dipenuhi musik musim semi. Hisao tidak berbicara pada siapa pun saat mereka berjalan di antara rumah kayu b eratap rendah. orang ber¬kumpul di belakang mereka. yang bisa dilihat dari kejauhan. terasa ada darah di tenggorokannya. dan cahaya matahari jatuh di sel a-sela hijaunya dedaunan. Pada kunjungan yang pertama ia sempat terkejut melihat ada l ebih dari dua ratus orang di desa itu. Mereka membangun desa di utara ini sebagai markas. Tubuhnya terasa lebih panas dari yang s emestinya. dengan lekukan luwes yang sama indah . vicia. katak serta jangkrik. erjalanan itu membuat napasnya terasa sesak. maka tak ada hari yang lebih indah daripada hari ini. dan cahaya matahari jatuh di sel a-sela hijaunya dedaunan. dan bunga krisan. sesekali ia mengunjungi tempat in i tanpa diketahui penghuninya. katak serta jangkrik. walaupun tidak di luar jangkauan mata¬matanya. nyanyian burung. Langit berubah keemasan saat mentari mulai tenggelam di ufuk barat. Bila hari ini memang ditakdirkan menjadihari terakhir hidupku.

ia seperti mendengar tarikan napas tiba-tiba. keluarga dari pihak istrinya. Kenji pun diam saja. Seraya melepaskan sandal. Dia diikuti dua laki-laki yang lebih tua.." sahut Kenji. "Aku datang dengan membawa misi yang dam ai. "Ayah! Kita kedatangan tamu!" Selang beberapa saat.nya seperti kediaman para ksatria. Mereka berusaha menyembunyikan keter¬kejutan dengan kemunculannya. Hisao su dah pergi. membawa air untuk membasuh kaki sang tamu. pedagang dari Matsue. Perempuan muda yang sama datang membawa semangkuk teh. Saat melangkah masuk ke dalam r umah. paman Akio. Semua orang ini. namun terdengar olehnya anak itu sedang bicara dengan pelan di belakang r umah. Betapa lemah tubuh¬nya saat ini! Teringat dengan rasa penyesalan kalau semua kemam puan yang ia miliki kini hanya menjadi bayang-bayang. pintu banian dalam bergeser terbuka dan Kikuta Akio mela ngkah masuk." Gosaburo tertawa sinis tidak percaya. Kerumunan orang di belakang Kenji terdiam.. Andai ia bisa men yelamatkan bocah itu. seorang perempuan muda muncul. . kehidupan yang lain. Dadanya terasa nyeri seperti ditusuk-tusuk dan rasanya tak ta han ingin batuk. "Letakkan senjatamu. Tak seorang pun membungkuk normal maupun memberi s alam. adik Kotaro. Lalu terdengar langkah kaki. setahunya. ta pi tanpa rasa riang. Aroma minyak wijen merebak dari arah dapur dan didengarnya desis makanan di penggoreng an. Ruangan itu remang¬remang: ia nyaris tidak bisa melihat gulungan yang tergantung d i dinding sebelah kanan¬nya. Sedang ya ng satunya lagi pasti Imai Kazuo. kehidupan apa pun yang ada di sana. yang menurut kabar telah menentang keluarga Imai untuk tinggal bersama Kikuta. Sedang dua laki-laki lainnya tersenyum. seolah semua orang yang berkumpul di luar menarik napas di saat bersamaan. Hisao naik ke beranda dan berse ru ke dalam rumah. Akhirnya Akio angkat bicara." "Aku tak membawa senjata. Mereka duduk di ujung lain ruangan seraya meng¬amati. yang satu bertubuh gempal dengan raut waja h halus yang dikenal Kenji sebagai Gosaburo. sudah bertahun-tahun m engincar dirinya. tapi siapa yang bisa menyelamatkan orang dari takdir? Semua pikiran ini melintas di benaknya saat duduk di lantai berlapis karpet samb il menunggu Akio. Ia ingin sekali meninggalkan raganya la lu pindah ke alam baka.

Kisah Klan Otori IV Page 28 ." ujar Akio." Kazuo mendekati Kenji dengan hati-hati dan agak malu-malu."Benar. Ketua. "Maaf."gumamny a. "Kazuo yang akan menggeled ah¬mu. Kenji membiarkan orang itu meraba pakaiannya dengan jari-jarinya yang panjang dan ceka tan. seperti serigala di musim dingin.

Dia tidak membawa senjata."Dia berkata jujur." Kisah Klan Otori IV Page 29 . Dia tidak mem bawa senjata." Dia berkata jujur.

"Dia tidak disiksa?" "Kau harus tahu kalau penyiksaan kini dilarang. "Tinggalkan kami. Ka mi tak ingin mendengar pesan apa pun darinya!" "Aku khawatir salah satu putramu sudah mati." Kenji bicara pada Gosaburo. air matamulai berlinang." "Satu lagi kebohongan dari Si Anjing." katanya pada Akio. "Putra sulungmu. sebelum Gosaburo berdiri. Kau tentu pernah m endengar bahwa Lord Otori memiliki sifat welas asih. "Putriku? Dia tidak terluka?" "Tidak." ejek Akio. dan bisa dihukum mati." "Anak-anak itu akan tetap hidup jika kau setuju untuk berdamai. "Biarkan dia bicara. Setidaknya kita dengar dulu apa yang aka n Muto sampai¬kan. ." sahut Akio. rambutnya pun mulai memutih. Dia dikenal dengan nama Otori si Anjing. Tapi yang lainnya masih hidup. "Rupa¬nya kau sudah bosan hidup!" Mengapa kau kem ari?" sera Akio. Tampak ada kerutan¬kerutan di wajah Akio. termasuk putrimu." Tapi putriku sudah mati enam belas tahun lalu. Anak-anakmu akan diadili dengan tuduhan percobaan pembunuhan. "Dia sedang memohon pada kita. Kunio." sahut Kenji cep at." Gosaburo mencondongkan badan lalu bertanya pada Kenji. "Rupa¬nya kau sudah bosan hidup!" Kenji menatap tajam."Mengapa kau kemari?" sera Akio. "Akio!" Gosaburo memohon. "Kami tidak memanggilnya Lord Otori." kata Gosaburo d engan nada memohon. dia baik-baik saja. "Aku datang membawa pesan dari Lord Otori. paman. "Dengan mengutus pembawa pesan itu telah menunjukkan kelemahan. temyata usia tak mampu melunakkan maupun melembutkan sikapnya." tutur Kenji tenang. Selama bertahun¬tahun ia bermimpi berhadapan dengan orang yan g telah menikahi dan terlibat dalam kematian putrinya. Kesed ihan membuatmu lemah. tapi mereka tidak disiksa. Tapi badannya tampak sekuat baja. Aku akan bicara dengan Muto berdua saja."Kita tak mau be randing dengan Si Anjing." Gosaburo menelan ludah.

"Sejujurnya. Kau tak bisa menjebakku dengan kebohonganmu. "Dasar penyihir tua bangka. Kenji tahu kalau Hisao sudah kembali dan sedang berlutut tepat di balik pintu. "Tua bangka licik. Apa yang dilaku¬kannya di Tiga Negara baik adanya: disetujui masyarakat. Ada apa dengan kalian. "Tua bangka bodoh itu tidak berguna la gi! Dia sudah mis kin. Masyarakat yang dibentuknya berjalan lancar. Tadi kau mengatakan S i Anjing melakukan hal baik! Rakyat gembira! Apa untungnya semua ini bagi Tribe? Kau suda h lemah seperti Gosaburo. rakyat bahagia. pada Kisah Klan Otori IV Page 30 ." Akio me¬mecahkan kesunyian dengan teriakan penuh amar ah." "Akio. baik petani a taupun ksatria. bagaimana kita bisa berta han sejak dulu kala. mereka duduk dengan mata setengah terpejam. tak ada yang mati k elaparan dan tak ada penyiksaan. Sebagai imbalannya. Setelah itu baru kau putuskan apa yang te rbaik bagi Kikuta dan Tribe. Hentikan permusuhanmu. bukan berdasarkan kebencian dan amarah pribadimu."Tinggalkan kami!" Akio juga berdiri. dan yang kini dia lakukan hanyalah meratap dan menyesali nasibnya. dikumpulkan tenaga lalu membiarkan gelombang ten aganya mengalir memenuhi ruangan itu. dan aku akan menghabisi ayahnya: kita akan menyingkirkan orang le mah. Menguntungkan bagi kita semua. sesuai cara Tribe menyel esai¬kan masalah. keluar¬ga Kikuta akan d imaafkan: Tribe akan ber¬satu lagi. Kita selalu bekerjasama dengan para bangsawan yang hebat: jangan¬lah kita menentan g Otori. "Kita bicara sebagai sesama Ketua. Dengar dulu apa yang akan kusampaikan. seraya mendorong tubuh orang tua it u ke pintu. Saat ia berhenti bicara. menyuruhnya agar cepat keluar dari ruangan itu. karena ini akan men ghancurkan mereka dan dirimu. orang¬orang tua? Apakah Tribe membusuk dari dalam ? Andai Kotaro masih hidup! Tapi Si Anjing membunuhnya dia membunuh pemimpin keluarganya s endiri." Nada suaranya seakan mengandung sihir yang membuat ruangan senyap dan semua oran g yang berada di luar bungkam. Biarkan Otori membunuh anak-anak itu." tutur Kenji. Dirasakannya ketenangan menyapu semua orang." katanya saat kembali duduk. Mari kita ingat lagi sejarah Tribe. gusar.

Kau saksiny a: kau men¬dengar sumpah si Anjing saat di Inuyama. Kau saksin ya: kau men¬dengar sumpah si Anjing saat di Inuyama.siapa dia harus menyerahkan hidupnya atas kejahatan yang dia lakukan. Dia melanggar sumpah itu jadi dia sud ah iapa dia harus menyerahkan hidupnya atas kejahatan yang dia lakukan. Dia melanggar sumpah itu jadi dia sud ah Kisah Klan Otori IV Page 31 .

" Kenji begitu berwibawa sehingga Akio membiarkannya berdiri lalu berjalan keluar ruangan. Tapi semua itu telah berlalu. Pasti sulit men¬jalani hidup d i sini. dan yang pasti. "Dia melakukan apa yang harus dilakukan saat itu." Kenji bicara ke belakang dalam bayang-bayang. dan aku akan kembali dengan cara yang sama. Ijinkan dia menemaniku sampai ke gerbang. Akan kusampaikan pesanmu yan g patut disesalkan pada Lord Otori. Kenji berkata. ternyata aku masih hidup lebih lama." sahut Akio." Akio menatapnya dengan memicingkan mata. Dia harus mati!" "Aku takkan berdebat tentang mana tindakannya yang salah dan yang benar. Tapi dia malah mem¬bunuh Kotaro. Aku bisa meyakinkanmu akan hal itu. "Kau tahu di mana bisa menemukan kami bi la kau berubah pikiran." "Aku telah melindungi keluargaku dan Tribe. Ketua dari keluarganya dengan bantuannmu. "Betapa pun kau menginginkannya. Tapi adakah pel uang ia membawa bocah itu? Penolakan Akio tidak mengejutkannya. Ketua dari keluarganya dengan ep antasnya mati. pikimya saat melangkah keluar dari beranda dan kerumunan memberi jalan padanya. Dia tidak bisa dimaaf¬kan. Kumohon kau hentik an perlawananmu agar Kikuta bisa kembali ke Tiga Negara Gosaburo bisa menjalankan lagi bisnisnya! dan menikmati hidup selayaknya. Sewaktu lewat Hisao masih berlutut di luar. Aku kemar i sebagai utusan." sahut Kenji. ia bisa saja menghilang lalu melenyapkan diri ke pedesaan. hidupnya dijalani l ebih baik sebagai Otori ketimbang sebagai Kikuta.sepantasnya mati." ujar Kenji. Begitu sampai di tempat terbuka dan di luar jangkauan tatapan Akio. desa itu kelihatan menyedihkan. Kau yang menghancurkannya. "Tapi dia takkan mati di tanganmu. Tapi dia malah mem¬bunuh Kotaro. apalagi di . Tapi ia senang Gosaburo dan yang lainnya ju ga mendengar. "Pengkhianatanmu pada Tribe harus dihuk um. Mari." Baiklah. maka menyerahlah: kau t akkan berhasil membunuhnya. "In i putramu? Kurasa dia tidak memiliki kemampuan Tribe. Jika tetap tak mau berdamai. seraya membalikkan badan. Selain rumah utama. Hisao." "Semua orang pasti mati.

Saat Hisao muncul dari belakang dan berjalan di sampingnya. Hanya tinggal lima puluh langkah lagi. tanpa tergesa-gesa. seperti halnya Gosaburo. Mereka sudah separuh jalan. lebih karena ketakutan ketimbang rasa hormat. lalu berlari di pematang ke hutan bambu. Kau mau?" "Aku tak bisa pergi dari sini! Aku tak bisa meninggalkan ayahku!" Lalu ia berser u kesakitan. Temui aku di temp at tadi kita bertemu. tapi ketika sosok tubuhnya menghila ng. Kenji melihat kerumunan orang masih memerhatikan. "Hisao. apalagi jika itu berarti sandera akan dibiarkan hidup." bisik Kenji.. "Aku ingin kau ikut denganku ke Inuyama." Dia mengangguk tanpa bicara. Akio. Kebanyakan penghuninya pasti mendamba¬kan. dirasakan oleh Kenji. Saat berbalik untuk memberi Hisao semangat. hidup nyaman di Matsue dan Inuyama. Kepatuhan mereka pada Akio. Hisao menangkap lengannya dan berteriak. lalu terjatuh. temui aku. "Hisao. mungkin Kisah Klan Otori IV Page 32 . Kenji menyadari ada kehadiran lain yang mengambil tempat setengah tubuh dan pikiran bocah itu. ada kemungkinan anggota lain Kikuta me¬nentang ke putusannya.. la terus berjalan dengan tenang. Bila berhasil sampai di tepi sawah. Tiba-tiba ada yang menyeruak dari sela-sela mereka. Kenji tidak berani berbalik.musim dingin. "Kepalamu saki t?" "Mmm. Dahi¬nya berkerut.. lalu meng¬hilang. tapi Hisao be rjalan terseok-seok di belakangnya. "Bawa aku! Mereka takkan membiarkanku pergi! Tapi dia ingin ikut denganmu!" Mungkin karena Kenji sedang dalam keadaan menghilang dan berada di antara dua du nia. dan sesekali menaikkan tangan-nya memegangi pelipis kirinya dengan ujung jari. tapi ia yaki n tak ada yang mengikutinya." katanya. diikuti oleh Kazuo: ke duanya sudah menarik belati.

.

.juga karena perasaan Hisao yang meledak-ledak.. tapi saat itu Kenji melihat apa yang Hisao lihat. tapi saat itu Kenji melihat apa y ang Hisao lihat.... Kisah Klan Otori IV Page 33 .. uga karena perasaan Hisao yang meledak-ledak.

nuyama. Meskipun diperlakukan dengan baik. namun tetap saja mereka adalah ta wanan.Inuyama. Meskipun diperlakukan dengan baik. Kisah Klan Otori IV Page 35 . namun tetap saja mereka adalah tawan an.

Ia memikirkan kemungkinan Shizuka mengajak salah satu dari mereka. mungkin Maya. Tujuannya untuk membuat negara ini sangat aman hingga gadis belia pun bisa memeg ang kekuasaan.Setelah salju mencair. ia bangga dan puas bahwa Tiga Negara telah s esuai dengan . Kini ia dan Kaede telah membawa kedamaian dan memper¬tahankannya dengan penuh perhatian pada seluruh wilayah dan berbagai aspek ke¬hidupan rakyatnya. dengan enggan ia pergi ke Hofu. mungkin Maya. ke desa ter¬sembunyi Muto. Didampingi para p engawal. Namun ket ika hingga bulan keempat muncul dan masih belum ada kabar. Takeo tidak akan melupakan kata-kata Otori Shigeru kepadanya: Karena Kaisar yang begitu lemah seh ingga bangsawan seperti Iida bisa merajalela. dan ketika tiba di Hofu. Takeo melihat kegelisahan istrinya pada si kembar semak in bertambah. Kagemura selama beberapa minggu. Sebenarnya kaisar berkuasa atas Delapan Pulau. yang d ikenal sebagai Jun dan Shin serta jurutulisnya. Selama perjalanan ia memerhatikan tanda-t anda negeri yang damai: anak-anak yang sehat. dan Kenji berangkat melaksanakan misinya. Selama berkuasa. kegembiraan serta kebahagiaan mereka. dengan enggan ia pergi ke Hofu. Kagemura selama beberapa minggu. ia sering melakukan per¬jalanan. Takeo pun menunda waktu untuk meninggalkan Inuyama. ke desa ter¬sembunyi Muto. Kadang ia melakukan perjalanan dengan semua keme gahan yang diharapkan dari seorang penguasa besar. Takeo pun menunda waktu untuk meninggalkan Inuyama. membagi hari-hari dalam setahun dari satu kota ke kota lainnya di Tiga Negara. namun dalam pelaksanaannya. kadang ia menyamar untuk dapat berbaur d engan rakyat biasa dan mengetahui pendapat. Ia mem beri instruksi agar Taku mengirimkan semua pesan kepadanya di sana. berharap mendapat kabar dari Kenji di bulan ini. Hasil dari semua itu terlihat saat ia ber¬kuda ke wilayah Barat. berbagai daerah mengurus masalah mereka sendiri: Tiga Negara dilanda konflik akibat para bangsawan berebu t wilayah dan kekuasaan. Kaede serta putr i¬putrinya pergi ke Hagi bersama Shizuka. Ia memikirkan kemungkinan Shizuka mengajak salah satu dari mereka. Takeo melihat kegelisahan istrinya pada si kembar semak in bertambah. dua pengawal terpercaya dari Tribe saudara sepupu Kuroda: Junpei dan Shinsaku. Namun ket ika hingga bulan keempat muncul dan masih belum ada kabar. sedikit pengemis serta tidak ada bandit. berharap mendapat kabar dari Kenji di bulan ini. etelah salju mencair. Kaede serta put ri¬putrinya pergi ke Hagi bersama Shizuka. Ia mem beri instruksi agar Taku mengirimkan semua pesan kepadanya di sana. dan Kenji berangkat melaksanakan misinya. desa yang makmur.

tapi terkadang ada keluhan atas para petugas itu sehingga haki m-hakim yang adil harus didatangkan. Zenko sangat senang: persekutuan itu meru pakan kehormatan besar baginya. keesokan harinya Arai Ze nko yang telah diberi bekas wilayah ayahnya di bagian Barat dan juga Hofu datang dari Kuma moto dengan alasan hendak menyambut Lord Otori. dengan paras yang sama persis seperti Kaede muda. membutuhk an keputusan yang hanya bisa diputuskan olehnya. Takeo tahu niat ini karena adik iparnya lupa kalau ia memiliki pendengaran yang . meminta bantuan. Sepanjang tahun yang sulit setelah kelahiran si kembar. saat empat belas t ahun. Dia pun bertekad untuk mengambil alih kedudukan mereka. Hana sangat mirip dengan kakak sulungnya. Hana bukan hanya cantik. Penolakan mantap Takeo untuk menganggap serius tawaran nya telah melukai dan mem-permalukan Hana: keinginan Takeo untuk menikahkannya dengan Zenk o justru mem¬buat Hana kian gusar. tapi juga segera mem¬berinya ti ga putra. dan seorang ped agang memberi informasi bahwa para prajurit menyita sejumlah besar batu bara. Aku harus bicara padanya. Beberapa dari masalah ini sebenarnya dapat d isampaikan pada petugas setempat. Bahkan dua petani mengeluh kalau putra mereka dipaksa menjadi prajurit. Bahkan Hana pernah menawarkan diri ketika kesehatan Kaede memburuk. Ia tidak suka maupun p ercaya pada Hana. Takeo mengatur untuk mengirim kurir ke Kumamoto. Hal ini membuatnya mempertanyakan keadilan dari administrasi sete mpat. Rasa tergila-gilanya pada Takeo segera digantikan rasa dendam pa danya dan iri pada kakaknya. semuanya sehat. Namun. sebelum kecantikannya tercoreng. Tampaknya begitu ia tiba di kota mana pun di Tiga Negara. Shirakawa Hana. Musim semi ini. ataupun curiga kalau di sana nanti kepercayaan dirinya akan goyah dan kekuasaannya terancam. Zenko tengah menghimpun kekuatan dan senjata. Ia tidak menduga apa yang menantinya di kota pelabuhan itu. utusan bermunculan di gerbang kastil atau kediaman ia tinggal: ingin mengadakan pertemuan. ada tiga mau empat kasus semacam ini . ikut bersamanya. adik bungsu Kaede. Hana selalu mencari kesempatan untuk menggoda dirinya agar menjadikannya istri kedua atau se lir. pikirnya. di Hofu. kayu. Hana menjadi lebih dari sekadar godaan yang bisa diakui Takeo. lebih dari yang Takeo harap¬kan. Tapi Takeo memaksa: mereka menikah ketika Zenko berusia delapan belas tahun dan Hana enam belas tahun. bahkan bila diperhatikan l ebih lama lagi kelihatan lebih cantik di¬bandingkan Kaede saat masih muda. Istrinya.tujuannya itu. belerang d an nitrat.

sangat peka. kegiatan mereka yang ada di pos jaga dan istal. tapi masih cuk up baik untuk menguping per-cakapan rahasia. Pendengarannya memang tidak setajam saat masih tujuh belas tahun. siapa meng unjungi siapa di Kisah Klan Otori IV Page 36 . di mana posisi tiap orang di kastil. menyadari segala sesuatu yang ada di sekelilingny a.

Ia juga dapat membaca niat orang itu dari cara b er¬diri hingga gerakan tubuh. Ia juga dapat membaca niat orang itu dari cara ber¬diri hingga gerakan tubuh. Kisah Klan Otori IV Page 37 . alam hari dan untuk tujuan apa.malam hari dan untuk tujuan apa.

Hana bergerak dengan luwes. Ia menyadari bila semu a ini dijadikan satu maka bisa menimbulkan sakit hati yang mendalam pada pemuda itu. "Aku hanya akan berada di Hofu selama satu atau dua hari. Taku: dua puluh enam tahun. sedikit tersibak hingga menampakkan tengkuknya yang putih sempurna. Ia menjawab dengan s ikap yang sama sopannya. aat ini ia mengamati Hana yang sedang membungkuk di hadapannya. di usia dua puluh delapan tahun. "Tidak ada kebutuhan. tapi Lord Takeo harus tinggal lebih lama. tapi sebenarnya dia seumur d engan adik Zenko. Hana bergerak dengan luwes. terlepas dari kenyataan bahwa dia adalah ibu dari tiga orang anak: orang akan mengira usianya tak lebih dari delapan belas tahun. "Anda harus tinggal di sini sampai musim hujan s elesai. Pada usia dua belas tahun dia menyaksikan ayahnya mati ditembak dengan senjata api. dan bisa berubah menjadi kebencian." katanya. Taku: dua puluh enam tahun. ahli menggunakan panah dan pedang." Hana angkat bicara. seperti yang sering dia lakukan sebelum suaminya sempat bicara. gagah perkasa. "Kami senang bisa menghabiskan waktu bersama kakak ipar. Sambutan dan pertanyaa n mereka mengenai kesehatan diri juga keluarganya terasa berlebihan. Anda tidak bisa bepergian dalam keadaan cuaca seperti ini." "Aku pernah melakukan perjalanan dalam cuaca yang lebih buruk. Suaminya." sahut Takeo samb il tersenyum. ada satu atau dua hal yang perlu kita bicarakan. menutupi kenyataan kalau ia merasa lebih kesakitan ketimbang biasanya karena udara yang lembap. orang ketiga di Tiga Negar a yang mati dengan cara begitu.Saat ini ia mengamati Hana yang sedang membungkuk di hadapannya. Dua orang lainnya adalah para bandit. tapi sebenarnya dia seumur d engan adik Zenko." sahut Takeo. bertenaga besar. terlepas dari kenyataan bahwa dia adalah ibu dari tiga orang anak: orang akan mengira usianya tak lebih dari delapan belas tahun. "Kalian tidak perlu repot-repot datang. dengan rambut m enjuntai ke lantai. "Baiklah. untuk meningkatkan jum . memutus kan untuk menanggapi basa-basi ini." "Oh. pastinya. sedikit tersibak hingga menampakkan tengkuknya yang putih sempurna." kata Zenko. tampak sangat mirip dengan ayahnya be rtubuh besar. Kedua orang ini tidak menunjukkan tanda-tanda kedengkian. dengan rambut me njuntai ke lantai.

jauh lebih dekat ketimbang. Hiroshi dan Taku. dan aku ingin tahu lebih banyak tentang kekuatan apa yang sedang kau himpun. "Bagai mana pendapat Sugita Hiroshi tentang rencanamu?" Hiroshi dan Zenko tidak menyukai satu sama lain. Kami tidak siap." "Dari Kumamoto dan distrik selatan. ya. panah dan sebagain ya." "Klan Seishuu kini tunduk pada Maruyama. Nanti kita semua akan bertemu di Maruyama pada bulan kesepuluh dan meng¬kaji ulang kebutuhan pasukan di wilayah Barat." sahut Takeo dengan nada ringan. "Kebutuhan senjata selalu ada. Tampaknya ini kese mpatan emas untuk memberi mereka pelatihan dan senjata." "Kita menghadapi ancaman dari kaum barbar. "Wilayah Barat terbuka lebar bagi mereka: Klan Snshuu belum pernah menghadapi serangan dari laut. "Baiklah." tutur Zenko. pedang. walaupun Hiroshi tidak pernah mengatakannya. Takeo tahu Hiroshi memendam has rat untuk menikahi Hana. Bila senjata mereka hilang atau rusak. "Tombak. Mereka pasti tahu. Kedua pemuda itu tidak saling menyukai sejak pertama kali mereka bertemu bertahun-tahun silam semasa perang saudara. bahkan jika mereka kembali ke sawahnya unt uk panen." Keterusterangannya yang keluar tepat setelah sopan-santun tadi. kelak kita bicarakan masalah ini dengannya. adalah teman dekat. tak banyak hal yang bisa luput dari perhatian nya di seluruh Tiga Negara. adik Zenko . ma ka mereka harus menggantinya dengan biaya sendiri. Keuangan wilayah bisa dijalankan dengan baik. " Kisah Klan Otori IV Page 38 . dan kecewa ketika perempuan idamannya itu menikah dengan Arai Zen ko. mengejutkan mere ka." tutur Zenko. Kedua kakak beradik yang semakin dingin. Takeo tersenyum lagi. benar lima ribu orang." "Berapa banyak orang yang kau kumpul¬kan? Paling banyak lima ribu orang. "Aku belum sempat bicara dengan Sugita." aku Zenko.lah pasukan. Tapi ada banyak o rang yang tidak terlatih dengan usia cukup untuk bertempur di wilayah Seishuu lainnya. Catatan k ami menunjukkan mereka semua diper¬senjatai.

"Mereka berada jauh dari kampung halaman mereka. seperti yang kau katakan. Seandainya mereka bergabung di wilayah Barat. "Di sana kaum barbar juga menggunakan perdagangan sebagai alasan untuk menjejakkan kaki. Kalau saja saat itu ia menggunakan pisau dengan baik."Tujuan orang-orang asing itu sebenarnya hanyalah berdagang." timpal Hana. Dan pasukan pejalan kaki mereka menyandang senjata api. Pert ahanan terbaik kita melawan mereka adalah berdagang dengan damai." "Semua ini. Takeo menghela napas panjang. maka sekarang mereka harus berurusan dengan kita melalui diplomasi. hanyalah bualan. Zenko berkata. Ak . pikirnya... "Aku be rani katakan kalau Terada Fumio mem¬buat pernyataan serupa tentang keunggulan kita di kepulauan wilayah Barat dan pelabuhan di Tenjiku dan Shin." "Tapi mereka selalu membual tentang pasukan hebat raja mereka. "Se ribu orang bersenjata api. Zenko tampak terkesan dengan senjata dan kapal mereka. Zenko adalah bagian dari takdirku. Mereka mestinya jera deng an serangan di Mijima. dan ser angan dari luar. Lalu mereka melemahkan dari dalam dengan agama mereka." sahut Takeo. kata mereka." Dilihatnya ekspresi wajah Zenko berker ut saat nama Fumio disebut. pikir Takeo." Takeo mengamati. ia belum pernah membunuh ana k-anak dan berdoa semoga tidak akan pernah." Takeo memerhatikan selagi Zenko mem¬bungkuk dengan enggan." sahut Takeo. "Akan k ita tingkatkan pengawasan terhadap orang-orang asing itu. ia bisa terhi ndar dari banyak masalah. Namun kala itu Zenko hanyalah bocah kecil. Satu ekor kuda mereka lebih besar dibandin gkan dua ekor kuda kita. akan kuberitahu¬kan kepadamu. Fumio yang menembak ayah Zenko saat gempa mengguncang dan meng¬hancurkan pasukan Arai. kapal-kapal mereka kecil. segaris rona warna di l ehernya menandakan kekesalannya atas peringatan keras tadi. dan Zenko bertemu dengan lebih banyak orang-orang itu ketimbang ksatria¬nya sendiri. K endati menyebut dengan kata kaum barbar. Orang¬orang asing itu sebagian besar terkurung d i Hofu. "Kau tahu kalau aku menghormati pendapatmu dalam masalah ini. Apabila nanti diperlu¬kan lebih banyak pasukan." Zenko mungkin benar. Lima puluh ribu kuda." sahutnya. Mereka akan mengubah kita semua menjadi budak mereka. ingin tahu apakah mungkin menghapusk an keinginan balas dendam Zenko. "Mere ka berada jauTujuan orang-orang asing itu sebenarnya hanyalah berdagang. Takeo teringat saat menempel kan pisau di leher Zenko. Dan nitrat hanya boleh dibeli langsung oleh klan.

"Seperti yang Lord Otori ketahui. "Lord Otori pasti sangat ingin memiliki putra. Sesungguhnya kami hanya menaruh per¬hatian pada Anda sekeluarga serta kemak¬muran Tiga Negara." Mau ke mana arah pembicaraannya? Takeo penasaran. serius dan agak malu-malu. kurasa. tatapan matanya lenang. "Ijinkan kami memberikan salah satu putra kami. "Karena sepertiga negara kiia sudah diwariskan me lalui garis keturunan perempuan." lanjut Hana." Ah! pikir Takeo. "Sungguh itu suatu kehormatan besar serta membawa kebahagiaan tak terbilang bagi kami. Bagaimana dengan kakak sul ungku. hal itu tak menjadi masalah. Apa lagi yang bisa kulakukan untuk menjinakkan dirinya? Hana berkata dengan suara selembut madu." ujar Zenko.u harus hadapi dia dengan hati-hati. Putri sulung kami pada akhirnya akan men jadi penguasa Tiga Negara. juga ketiga putri Anda yang cantik-cantik?" "Terima kasih: mereka semua sehat-sehat saja. kam i hanya punya anak laki-laki." seru Hana." "Kami ingin Anda mengangkat salah satu putra kami. Zenko yang kurang memiliki kehalusan dalam berbicara dibandingkan istrinya lalu bicara dengan nada datar. lalu berkata. "Kami takkan melakukan apa pun tanpa be rkonsultasi dengan Lord Otori." "Satu kesedihan yang mendalam bagiku karena tidak punya anak perempuan." "Tapi Anda harus tahu kebahagiaan memiliki anak laki-laki." gumam Kisah Klan Otori IV Page 39 . tanpa basa-basi. Anda sehat-sehat saja.

Kisah Klan Otori IV Page 40 .Hana.

"Ya. Chikara. Nanti akan ditanyak annya pada . namun menoreh kan kesedihan mendalam pada dirinya. sangat mirip dengan Kaede. Kebenarannya adala h: ia tak ingin anak laki-laki. Ia lega Kaede tidak melahirkan lagi dan berharap istrinya tidak hamil lagi. Kedua anak itu tampan: yang sul ung mirip dengan Shira¬kawa bersaudara. seperti yang sering dilakukannya. Ia juga berdoa dibiarkan hidup hingga tugasnya selesai dan putrin ya telah cukup dewasa untuk memerintah negeri ini. namun menoreh kan kesedihan mendalam pada dirinya. Lalu masuk kembali bersama kedua anaknya: usia mereka delapan dan enam tahun. Rambut mereka dita ta dengan bagian rambut yang panjang di bagian depan. me ngena-kan jubah resmi. Masahiro. Masahiro. aku ingat." sahut Takeo." tutur Hana . "Mohon kami diberi kehormatan dengan menerima dua putra tertua kami. bukan seperti pemimpin Otori yang lain. Sudah tiga tahun ia belum bertemu kedua bocah ini." sahut Takeo. dan belum pernah bertemu putra bungsu Hana yang lahir tahun lalu. Ia lega Kaede tidak melahirkan lagi dan berharap istrinya tidak hamil lagi. Saat itu Takeo berdoa." sahut Takeo. kalau kematiannya seperti kematian Shigeru. lebih mirip ayahnya. Karena tak ingin menghina mereka dengan langsung menolak tawaran itu. Ramalan bahwa ia akan mati di tangan putranya sendiri tidaklah menakutkan. Shizuka. Kalian sangat murah hati dan penuh pengertian. Ramalan bahwa ia akan mati di tangan putranya sendiri tidaklah menakutkan. "Yang sulung bernama Sunaomi. bukan seperti pemimpin Otori yang lain. yang mati digorok oleh anak haramnya. Hana bangkit dan berjalan ke pintu dengan luwes. sedang adiknya. Saat itu Takeo berdoa. yang mati digorok oleh anak haramnya. diam terpaku dengan khidmat dalam pertemuan itu. seperti yang sering dilakukannya."Kalian sangat murah hati dan penuh pengertian. Takeo ingin tahu a pakah salah satu dari mereka mewarisi kemampuan Tribe dari neneknya." tutur Hana selagi kedua bocah itu membungkuk sampai ke lantai di hadapan paman mereka. Ia juga berdoa dibiarkan hidup hingga tugasnya selesai dan putrin ya telah cukup dewasa untuk memerintah negeri ini. Sedangkan adiknya lebih bulat dan kekar. Sesungguh¬ny a amat pantas mengangkat keponakan istrinya: bahkan mungkin kelak ia bisa menjodohkan a nak itu dengan salah satu putrinya. Kebenarannya adalah : ia tak ingin anak laki-laki. Ketika Takeo mengangguk setuju. dengan tulang punggung yang panjang serta struktur tulang y ang ramping. kalau kematiannya seperti kematian Shigeru.

dan senang dengan jawaban mereka yang cerdas serta jelas. "Aku tak ingin menyinggung perasaan dengan mengingat masa lalu. kemajuan berpedang dan mem anah. Ia tahu istrinya iri pada Hana dan menyesal karena tidak punya anak laki¬laki. Mengangkat keponakannya mungkin bisa menjadi kompensasi. Apa pun ambisi tersembunyi dan motif terselubung dari orangtua mereka. "Aku ingin ulangi kalau i ni akan menjadi kehormatan bagi kami bila Anda mengangkat Sunaomi atau Chikara: Anda harus memilih . Bangsawan itu mati dalam bencana gempa tapi Takeo tidak pernah memaafkannya. Disingkirkannya pikiran itu jauh-jauh. Usianya hanya tujuh tahun l ebih muda dari Shigeko. bagi Shizuka untuk mengasuh cuc unya. Lord Fujiwara adalah ba ngsawan yang telah menculik istrinya. dan lima tahun lebih muda dari Maya dan Miki: perbedaan ini bukanlah ma salah dalam perkawinan. anak-anak." ujar Hana. Ketika Hana pergi bersama kedua anak¬nya. Akan menyenangkan." Kini Takeo ingat kalau ia pernah men¬dengar Kaede memuji Sunaomi karena kecerdasan nya.Taku atau Shizuka. tapi Anda ingat Lord Fujiwara?" "Tentu saja. namun ada semacam ikatan aneh antara mereka berdua." Takeo tertarik pada si sulung yang amat mirip Kaede. "Biarkan paman melihat wajah kalian. Sunaomi sudah menjadi kesayangan kakak sulungku. juga bany ." "Kita bicarakan ini pada bulan kesepuluh. Zenko berkata.. Kaede telah membuat perjanjian dengan laki¬laki itu dan menceritakan rahasia palin g pribadi tentang cinta Takeo. Juga pernah membantu keluarga Kaede dengan uang. "Aku akan membicarakannya dengan is triku. "Duduk tegak. makanan. "Kalian sangat murah hati." "Anak-anak akan bergabung bersama kita saat makan malam. menahan rasa kaget dan marah. Fujiwara telah memikat dan menyanj ungnya." "Bolehkah aku mengajukan satu permoho nan lagi?" Ketika Takeo mengangguk." ujar Takeo lagi." jawab Takeo. Ia harus memutuskan yang terbaik saat ini : jangan sampai ia terpengaruh oleh ramalan yang mungkin saja tidak akan terjadi. Tentu saja. tapi jika Sunaomi menjadi putranya.. Kaede telah bersumpah bahwa bangsawan itu tak pernah tidur dengann ya. renungnya. "Anda bisa lebih mengenal mereka nanti." kata Takeo. Diajukannya pertanyaan tentang pelajaran. kedua bocah ini telah dididik dengan baik. Zenko melanjutkan.

ak hadiah. Fujiwara menikahi Kaede dengan restu Kaisar. Fujiwara pernah berusaha agar Kaede mati Kisah Klan Otori IV Page 41 .

enggan untuk mengakui kalau ia tidak menge tahuinya. dan bau tanah yang basah mengapung di depan ta man. berharap bisa bertemu Anda. setelah pernikahannya." "Sepanjang ingatanku." "Yaitu putra sulungmu. Kono. "Enam belas tahun telah berlalu sejak kematian ayahnya. seperti yang Anda tahu. Keputusan yang bijaksana." Takeo tidak berkata sepatah kata pun. "Putranya berada di Hofu dan ingin ber¬temu secara resmi dengan Anda. Hujan semakin deras menerpa atap." timpal Takeo. pikir Takeo." Atau barangkali karena seseo rang punya rencana jahat. kau atau istrimu hampir pas ti istrimu melihat bagaimana Kono bisa dimanfaatkan untuk lebih menekanku. menyebabkan bekas lukarsamanya: Kaede berhasil lolos walaupun rambutnya terbakar. berhubungan baik dengan ayahnya aku mohon maaf telah membu at Anda teringat masa-masa yang tak menyenangkan dan Lord Kono membicarakan tentang masala h penyewaan dan pajak. Tiba dengan kapal beberapa hari lal u." . kehilangan kecantikannya. Kami telah ber¬hubungan melalui surat tentang hana warisan ayahnya. "Dia boleh datang dan bertemu denganku besok. harta Fujiwara telah digabungkan dengan wilayah Shira¬kawa. "Dia utusan Yang Mulia Kai sar. maka Kono dihubu ngi melalui surat. "Lagi pula jalan terlalu becek dan berlumpur untuk meneruskan perjalanan. ma ka kini menjadi milik putranya.bersamanya: Kaede berhasil lolos walaupun rambutnya terbakar." sahut Zenko. Zenko menunduk tanpa bicara. Mengapa kini dia tiba¬tiba muncul?" tanya Takeo. Karena Fujiwara diwariskan melalui garis keturunan laki-laki." sahut Zenko. menyembunyikan kemarahannya. Ayahku. Ji ka wilayah itu bukan hak Kono. maka seharusnya diteruskan pada pewaris laki-laki berikutnya. "Ya. "Dia menggunakan nama keluarga ibunya. menyebabkan beka s luka. "Waktu berlalu dengan cepat di ibukota." "Secara hukum Shirakawa juga merupakan milik Fujiwara. Sunaomi." kata Takeo akhirnya.

Ia begitu menyesali tindakannya yang telah memenggal Jo-An. Sore berlalu dengan suasana cukup menyenang¬kan: ia minum sake secukupnya untuk menyembunyikan rasa sakit. mengingatkannya betapa Arai Zen ko sangat perlu diawasi: betapa mudahnya ambisi mereka dapat menggiring Tiga Negara kembal i perang saudara. "Aku ingin m elihatnya. dibawa dari pelabuhan pedagangan besar yang dikenal dengan n ama Fragrant Harbour dalam kekuasaan kapal nana milik Terada yang juga membawa mangkuk jasper . "Mereka berusaha ker as. mem¬peragakan." kata Hana. "Tapi mereka tidak makan menggunakan tangan!" kata Chikara.*** Pertemuan ini semakin menambah ke¬gelisahan Takeo. sangat mirip dengan nama gelandangan Jo -An." tutur Hana. Mereka memerintah¬kan para pelayan un tuk mengambilkan salah satu kursi yang dibuat oleh orang asing dari kayu eksotis. gading dan giok menuju kota-kota di Tiga Negara. jati. dan pengemis itu sering hadir dalam mimpinya. "Sangat nyaman. kecewa. sama kerasnya dengan usaha Lord Joao mem¬pelajari bahasa kita." "Mereka belajar sopan santun dari bangsa kita." Takeo agak merinding mendengar nama itu. kulit macan. lapis lazuli. tapi Chikara sama sekali tidak takut. "Agak mirip tahta Kaisar. Kisah Klan Otori IV Page 42 . dan kedua anak laki-laki itu menghidupkan suasana dan menghibur." ujar Sunaomi. Meteka baru saja bertemu dengan dua orang asing di ruangan ini dan sangat bersem angat dengan pertemuan itu: bagaimana Sunaomi bicara pada mereka dengan menggunakan bahasa me reka yang telah dipelajari bersama ibunya. tertawa. yang satu berambut merah sedangkan yang lain nya berambut hitam. bagaimana orang-orang asing itu kelihatan seper ti goblin dengan hidung panjang dan janggut lebat¬nya.

ang-orang asing itu memiliki kepercayaan yang serupa dengan kepercayaan kaum Hid den dan ber¬doa pada Tuhan Rahasia. Bedanya. Kisah Klan Otori IV Page 43 . Bedanya. orang¬orang asing itu mempraktikannya secara te rbuka. orang¬orang asing itu mempraktikannya secara te rbuka.Orang-orang asing itu memiliki kepercayaan yang serupa dengan kepercayaan kaum H idden dan ber¬doa pada Tuhan Rahasia.

membicarakan rincian serta mempertanyakan ketidaksesuaian sampai langit mulai berwarna pucat dan terd engar kicau Kisah Klan Otori IV Page 45 . membicarak an rincian serta mempertanyakan ketidaksesuaian sampai langit mulai berwarna pucat dan terd engar kicau rsama mereka lalu memeriksa catatan-catatan Shirakawa dan Fujiwara.bersama mereka lalu memeriksa catatan-catatan Shirakawa dan Fujiwara.

Pemuda istimewa ini mendampinginya hampir sepanjang waktu akhir-akhir ini. dia menemu¬kan tempat berlindung di Terayama dan dididik di sana. Shirakawa telah dibangun kembali dan adik iparnya yan g satu lagi. ia menjadi sangat menyuka i serta menghargai catatan: bagaimana segalanya bisa dicatat serta diingat. semua itu berkat latihan selama bertahun¬tahun. yang membuat Takeo senang karena ia sendiri pernah me m¬bawa nama itu dalam jangka waktu yang begitu pendek hingga terasa seperti kehidupanny a yang lain. dan ini j uga menambah kekuatan ingatan. Ia mendiktekan banyak hal pada juru tulisnya.burung dari taman. saat keh ilangan kedua jari di tangan kanannya. secara teratur mengunjunginya dalam satu tahun bersama putri-putrinya. rumah-rumah yang besar dan ind ah di pedesaan luluh lantak terbakar api. Sejak bertarung melawan Kotaro. tidak terkesan oleh siapa pun atau apa pun. memperlakukan semua orang dengan ras a hormat. Ia menulis dengan cepat dan indah. me¬merhatikan semua kekurangan dan kelebihan dengan jernih dan sikap welas asih tanpa prasangka. begitu kata pepatah dan akhirnya dia dipilih Makoto untuk bergabung dalam lingkung an rumah tangga Lord Otori di Hagi. Suaminya. Sejak bertarung melawan Kotaro. kecerdasan dan kemam p¬uannya yang cepat dengan kuas sudah diakui. bagaimana ca tatan bisa men¬dukung dan memperbaiki ingatan. Dan seperti ayah angkatnya. namun memiliki komentar tajam bernada sarkasme saat hanya berdua dengan Takeo. Ai adalah ora . Namanya Minoru. bagaimana ca tatan bisa men¬dukung dan memperbaiki ingatan. Shigeru. Shigeru. Takeo memiliki ingatan yang baik. Ia mendiktekan banyak hal pada juru tulisnya. kepribadiannya agak membosankan bila ditilik dari penampilannya. namun tugas sering¬kali menahannya di Inuyama. begitu pula dengan kerajinannya ia merupakan salah satu dari orang-orang yang belajar dengan hanya ditemani cahaya kunang-kunang dan pan tulan salju. saat keh ilangan kedua jari di tangan kanannya. semua itu berkat latihan selama bertahun¬tahun. Sonoda Mitsuru sesekali mendampingi. rung dari taman. Dan seperti ayah angkatnya. Bersifat pendiam. ia menjadi sangat menyuka i serta menghargai catatan: bagaimana segalanya bisa dicatat serta diingat. dan ini j uga menambah kekuatan ingatan. visualisasi dan daya tangkap yang kuat. Takeo memiliki ingatan yang baik. visualisasi dan daya tangka p yang kuat. Kedua tanah warisan itu rusak parah akibat gempa. Ai. salah satu dari banyak anak laki-Iaki yang menjadi yatim piatu karena bencana gempa bumi di usia sepulu h tahun. dan tidak peduli dengan sake.

aromanya berbaur dengan aroma rumput basah. persimmon. membuka pintu. memeras sumber daya yang ada sebanyak-banyaknya. keuntungan bekas wilayah Fujiwara ini meyumbang pada perekonomian Tiga Negara. Makan sedikit nasi dan sup kemudian mengenakan pakaian resmi untuk p ertemuan dengan putra Fujiwara. Ketika hari sudah terang. Jato. aroma garam dari pelabuhan dan segal a macam bebauan dari kota. menemukan sedikit kenyamanan pada kelembutan kain sutra s erta motif yang tidak mengumbar ke¬anggunan: bunga belukar wisteria berwarna ungu muda di atas lat ar berwarna ungu tua pada jubah bagian dalam dan tenunan yang lebih abstrak pada bagian luar nya. di tangan Shigeru telah menyelamat-kan hidupnya. Seperti saat ini . Shirakawa telah pulih dari pengelolaan yang salah serta diabaikan oleh ayah mereka dan semakin b erkembang. Ia ingin tahu apakah akan mengeluarkan pedang itu dari sarungnya lagi dalam per¬te mpuran. Pelayan menempatkan sebuah topi hitam kecil di atas kepalanya. dan Takeo meng¬ambi l pedangnya. Para pelayan melangkah tanpa suara di depannya. dan dari kejauhan terdengar teriakan pedagang jalanan di pagi hari. mulai dari kulit ikan hiu hitam lusuh yang membungkus peganga nnya ketika. bahkan kalau pun dia merupakan pemilik yang sah. Takeo mandi. tal u meng¬habiskan hasilnya di ibukota. Di balik dinding bisa didengamya debak-debuk bunyi daun jende la ketika kota terbangun. Kini baik pegangan maupun sarungny a dihiasi dengan dekorasi yang indah dan Jato sudah tidak pernah lagi merasakan darah sela ma bertahuntahun. Tanah kekayaan milik Fujiwara selama ini diatur oleh Shirakawa. mulberi. memberi keuntungan besar dalam bentuk beras. Hujan telah reda namun taman masih basah dan bunga wisteria bergelayut berat dengan si sa titik air hujan. Takeo berjalan melintasi taman dari sayap timur menuju aula utama rumah besar da n indah itu. kemudian tukang cukur mencabut dan merapi kan rambut dan janggutnya. pada dasarnya lebih ka ya dan kini pun menunjukkan keuntungan yang mencukupi. seraya memikirkan segala macam bentuk sarung pembung kus yang pernah dilihatnya. dan bagaimana ia bisa meng¬gunakan pedang itu dengan tangan kanannya yang sudah ti dak utuh. sutra serta ker tas.ng yang praktis dan pekerja keras serta memanfaatkan contoh yang telah dibuat kakaknya. pijakan lembut ka ki mereka di . Takeo agak enggan untuk mengembalikannya ke tangan putra Fuji¬wara. dari rak ukiran yang sangat indah tempat pedang itu berada sepanjang malam lalu menggantungkan di sabuknya. Ia curiga Ko no ingin mengambil sebanyak mungkin.

Minoru. batu tinta dan air. kuas. mem¬bungkuk hormat kemudian berjalan be¬berapa langkah mengikuti di belakangnya. yang tidak selesai sarapan. ber¬gabung dengannya ta npa suara. Seo rang pelayan berjalan di sampingnya membawa meja tulis. Kisah Klan Otori IV Page 46 .lantai yang mengkilap. kertas.

lalu menye¬rahkan Jato ke tangan Minoru. pandangan mata menunduk seolah sedang bermeditasi. benang emaenko sudah di aula utama. Takeo mengungkapkan persetujuannya dan memuji mereka. meskipun ti dak mirip sekali. yang kemudian menempatka n pedang itu dengan hati-hati di sebuah rak indah yang ada di sebelah samping. menyambut penghormatannya. Takeo meng¬amati wajahnya." Sewaktu Kono duduk tegak. berpakaian resmi seperti Takeo namun lebih mewah lagi . Pedang Zen ko sudah ditempatkan di rak yang sama. Tak lama kemudian mereka mendengar suara yang menyerukan ada tamu yang datang. Zenko bangkit lalu berjalan ke b eranda. Apakah memang lebih baik dia berpikir seperti it u? Zenko berbicara tentang malam sebelum¬nya. Takeo mengangguk ke arahnya. Takeo menunggu lama satu helaan napas. Hujan turun perlahan. a njing menyalak dan derap kaki berat pengangkat tandu. Minoru menyiapkan tinta di atas meja tulis kecil lalu duduk dengan tumit . Kediaman itu tidak sebesar maupun semegah seperti di Hagi atau Inuyama. alis mata Kono bergerak cepat naik l alu membungkuk hormat. "Lord Kono. melihat dekorasi. Keadaan menjadi agak canggung selama beberapa saat ketika tak satu pun dari mere ka merasa harus membungkuk memberi hormat lebih dulu. Takeo mendengarnya memberi salam pada tamu mereka. berpakaian resmi seperti Takeo namun lebih mewah lagi. Takeo lalu duduk di ujung ruangan. Dia akan mendapat kesan yang salah mengenai kami: dia akan mengira kami tidak sopan dan sederhana. bentuk mu lut berlekuk. Kini ia tengah memberi muka pada putra dari musuh lamanya. . kertas kasa. melayangkan pan dangan ke sekeliling ruangan.Zenko sudah di aula utama. kemudian Kono melangkah masuk ke da lam ruangan. yang berdahi lebar. kemudian membalas salam. benang emas berkilauan di bagian kerah dan sabuknya." sapanya dengan tenang. tanpa mengetahui bahwa Kono memang mirip ayahnya dalam beberapa hal. Ia belum pernah bertemu denga n ayah bangsawan ini. "Suatu kehormatan bagiku Anda bisa ber¬kunjung kemari. ingin tahu bagaimana anggapan Kono tentang semua yang ada di sini setelah melihat istana Kaisar. tapi itu tidak mencegah Fujiwara untuk datang meng¬hantui mimpi-mim pinya. dan ia menyesal karena tidak menerima kedatangan t amu bangsa¬wannya di sana. tapi dengan sikap santun santun yang dibuat-buat hingga menghilangkan ta nda penghormatan.

tidak terlalu dibuat-buat. Aku tahu sedikit sejarah dari kedua keluarga kita keadaan yang tida k sepantasnya terjadi pada Lady Shirakawa namun tindakan ayahku acapkali membuat ibuku dan aku t ertekan. "Juru tulisku tetap di sini. Aku tidak memendam kebencian terhadap Anda. Harta k ekayaan itu hanyalah alasan dari kunjungan Kono: alasan sempurna yang masuk akal. Dan hanya ada sedikit peluang untuk perbincangan yang jujur. Zenko menjelaskan apa yang dia ketahui. seorang penjaga datang membawa pesan untuk Lord Arai. Zenko meminta maaf dengan berlebihan lalu berkata kalau dia terpaksa pergi tapi akan bergabung lagi saat makan siang. tapi dia terus membahas tentang hasil bumi sehingga Takeo mulai ber tanya-tanya kapan dia akan mengatakan tujuannya yang sebenarnya. Tak lama setelah itu. Kono datan g dengan tujuan lain. melawan kelelahan juga rasa sakit. Kepergiannya meninggalkan mereka ber¬dua dalam kesenyapan. kelihatan mahi r serta penuh semangat. "Aku ingin Lord Otori tahu bahwa aku hanyalah seorang utusan. dan langsung dipenuhi Takeo ta npa protes karena merasa kalau Kono sebenarnya tidak terlalu tertarik pada wilayah itu dan tak bermaksud tinggal di sana. dan ia haras bersikap cerdik. Pertemuan itu akan alot dan tegang. Mereka mulai membicarakan tentang harta kekayaan. Kono mengungkapkan keinginan untuk melihatnya sendiri. kalau dia hanya ingin dikirimi sejumlah keuntungan tidak seluruh pajak tapi sebagian saja. ketika beliau masih hidup. nada s uaranya lebih hangat dan sikapnya lebih alami. Sebaiknya memang dibicarakan berdua saja dengan Lord Otori. Takeo berusaha menenangkan diri. Kono berkata. semua pembicaraan telah ditulisnya. dan walaupun kat a-kata itu sopan. Aku tidak percaya kalau ayahku tidak bersalah. Minoru meletakkan kuasn ya." sahut Kono. Kono diam selama beberapa saat. Setelah semua orang pergi. kalau dia mungkin hanya ingin diakui sebagai pemilik wilayah it u."Justru kehormatan bagiku bisa bertemu Lord Otori. "Aku harus membicarakan satu hal yang memerlukan penanganan yang b ijaksana." Kisah Klan Otori IV Page 47 ." Ia memberi isyarat pada sisa pengawal ya ng lain untuk meninggalkan ruangan. Ketika bicara." Takeo menaikkan ali s lalu menjawab. Takeo tahu bukan itu maksudnya.

.

Raku. kemungkinan di tangan Kondo Koichi. seperti ayahmu. Lord Zenko." "Sayangnya semua prestasi hebat itu tidak mendapat persetujuan Kaisar. "Dan prestasi Anda berasal dari kemat ian aku tak ingin mengatakan itu sebagai pembunuhan perwakilan di Tiga Negara yang diakui Kaisar. tidak per nah mengirim pajak atau upeti ke ibukota." Bumi menghantarkan apa yang diingink an Surga." Kono ter¬s enyum dengan keramahan dan pengertian yang tidak tulus. maka dialah yang berkhianat." "Aku rasa Lord Arai ditembak oleh salah satu pengikut Anda. berhubungan dengan Kaisar yang berkuasa saat itu: kematian Lord Shir akawa. putranya. Kono meneruskan. Ia tidak bicara sepatah kata pun. maka pemerintahan Anda dianggap tidak sah dan Anda diminta untuk turun takhta. yang saat itu bekerja pada Anda. Ada juga kema tian yang tak dapat dijelaskan. Semua kesalahan justru ada padanya: pe nderitaan dan rusaknya wajah istriku. Tugasku yang tidak menyenangkan adalah me mberitahukan bahwa karena Anda tidak pernah meminta ijin atau dukungan dari Kaisar. Di Tiga Negara dipercaya bahwa Surga turun tangan untuk menghukum saudara-saudara dari kakekku dan Arai atas ti ndakan dan pengkhianatan keji mereka. "Kondo sudah meninggal bertahun-tahun lalu. perompak Terada Fumi o. Arai menyerang pasukanku yang tidak bersenjata. Semua kesalahan justru ada padanya: penderitaan dan rusaknya wajaidak bersalah? pikir Takeo." "Lord Arai tewas. Paduka Yang Mulia beserta kalangan Istananya mengagumi cara Anda mewujudkan kedamaian di Tiga Negara.Tidak bersalah? pikir Takeo. Bila ada yang disebut peng¬khianatan. Kaisar pun sudah mendengarnya. Anda akan diampuni bila mengasingkan diri ke pulau terpencil." Takeo membalas. Ar ai Daiichi. "Nah. adalah saksinya dan laki-laki dengan kejujuran pasti lah berkata yang sebenarnya." "Aku merasa tersanjung. misalnya." sahut Kono acuh tak acuh. pembantaian tanpa perasaan pada kuda pertamaku . Gempa itu merupakan hukuman dari Surga sebagai akibat d ari tindak pengkhianatan melawan wakil kaisar: itu yang dipercaya di ibukota. dalam gempa. serta semua yang kehilangan nyawa di pertempuran Kusahara dan pada saat menarik mundur . terbunuhnya Amano Tenzo. "Ketenaran Lord Otori telah menyebar ke seluruh Delapan Pulau. Peda ng keturunan leluhur . Semua ini sudah menjadi masa lalu. dan yang ju ga terlibat dalam kematian ayahku. yang pada dasarnya sudah penjahat.

Aku ingin membuat perjanjian dengan Kaisar. Tentu saja Kono memang ber¬harap untuk membuatnya gusar. aku memiliki tiga putri yang bisa kuaturkan pernikahan politis bagi mereka. "N amun beliau dihormati di seluruh penjuru Delapan Pulau atas tujuannya untuk mewujudkan kedam aian. dan berusaha mengendalikan ke¬gusarann ya.Otori harus dikembalikan kepada Kaisar. Zenko dan Hana ada di balik semua ini. Tapi pasti ada alasan lain meng apa mereka dan Kaisar berani bergerak menentang dirinya saat ini Kelemahan macam apa yang sedang mereka eksploitasi? Kekuatan tambahan apa yang mereka kira mereka punya? "Aku tak bermaksud untuk tidak meng¬hormati Kaisar." ujar Takeo dengan hati¬hati. Takeo bertanya. "Di bawah kekuasaankulah Tiga Negara men jadi damai dan sejahtera. sulit membaca ekspresi wa jahnya. pikirnya. pemimpin s epuluh ribu pasukan. seraya menyembunyikan rasa kaget dan marahnya." tutur Kono dengan nada sedih." "Tidak seorang pun berani mengancam Anda." "Aku sungguh tidak mengerti Anda berani membawa pesan semacam ini. ketika Iida Sadamu menjarah Tiga Negara dan membunuhi rakyatnya? Apakah Iida ber tindak atas persetujuan Kaisar?" Dilihatnya Minoru agak menggerakkan kepala. Namu n aku takkan terintimidasi oleh ancaman. berharap menggiringnya membuat pernyataan terbuka tentang sikap membangkang yang akan diartikan sebagai pembero ntakan selanjutnya. kan?" Benarkah Kaisar takkan menggalang kekuatan untuk melawanku? "Lord Otori belum mendengar kabar ter¬baru. Aku tak berniat turun takhta sampai putriku cukup dewasa untuk me njadi pewarisku. dan orang lain yang ingin mendekatik u dengan damai. "Mengapa baru sekarang kau datang? Di mana minat Kaisar bertahun¬t ahun lalu. "Kaisar telah menunjuk jenderal baru: keturunan salah satu keluarga tertua di wilayah Timur." sahut Takeo. Tentu saja beliau takkan berperang melawan rakyatnya sendiri." gumam Kono. Kisah Klan Otori IV Page 48 .

dan kini beliau memiliki tangan kanan yang kuat untuk menegakkan hukum dan keadilan. dan kini beliau memiliki tangan kanan yang kuat untuk menegakkan hukum dan keadilan." bih dari segalanya. Kaisar ber¬tujuan damai. namun beliau tidak dapat mengampuni tindakan kriminal." Kisah Klan Otori IV Page 49 . namun beliau tidak dapat mengampuni t indakan kriminal. Kaisar ber¬tujuan damai.Lebih dari segalanya.

lalu kembali bersama Lord Arai k e Kumamoto. ia menco ba turut ambil . Perbincangan berjalan dengan ringan dan sopan. Namun selama bertahuntahun ia telah memadamkan tantangan dan per¬selisihan melalui perundingan dan diplomasi yang cerd as. dan mulai mempertimbangkan jawaban s eperti apa yang akan ia berikan. Kurasa Anda harus memper panjang masa ting gal Anda di wilayah Barat. mengunjungi kekayaan mendiang ayah Anda. dan mulai mempertimbangkan jawaban s eperti apa yang akan ia berikan. Dibiarkan¬nya hinaan itu men yirami dirinya sambil berusaha mengendalikan diri. Jadi mereka mempunyai jenderal perang." sahut Kono. dan Takeo merasakan gelombang panas dalam dirinya. Ia tidak percaya kalau cara ini akan mengecewakannya sekarang. lalu membungkuk dengan ketulus an yang jelas. Aku akan memanggil Anda sewaktu sudah kuputuskan bagaimana men¬jawab ke Kaisar. Ia tidak percaya kalau cara ini akan mengecewakannya sekarang. Mengapa aku tak pernah mendengar namanya? Di mana Taku saat aku membutuhkannya? Di mana Kenji? Kelebihan senjata serta pasukan yang disiapkan Arai Zenko: mungkinkah mereka men dukung ancaman baru ini? Senjata¬senjata: bagaimana kalau itu ternyata senjata api? Bagai mana jika mereka dalam perjalanan ke Timur? "Anda di sini sebagai tamu dari penguasa yang berada di bawah kekuasaanku. Takeo nyaris tidak bisa merasakannya. Zenko kembali dan makan siang sudah siap: meskipun hidangannya mewah dan lezat." akhirnya ia berkata. ke mana aku akan pergi jika ingin mengundurkan diri. Arai Zenko. aku hanyalah utusan. ata-kata yang dilontarkan dengan lembut itu mengandung sengatan penghinaan.Kata-kata yang dilontarkan dengan lembut itu mengandung sengatan penghinaan. dan bagaimana cara terbaik untuk me mpertahankan kedamaian. "itu berarti tamuku juga. Namun selama bertahuntahun ia telah memadamkan tantangan dan per¬selisihan melalui perundingan dan diplomasi yang cerd as. Hampir tak tertahankan karena ia diangg ap penjahat: darah Otori dalam dirinya berontak menentang anggapan tersebut. Hampir tak tertahankan karena ia diangg ap penjahat: darah Otori dalam dirinya berontak menentang anggapan tersebut. dan Takeo merasakan gelombang panas dalam dirinya. Dibiarkan¬nya hinaan itu men yirami dirinya sambil berusaha mengendalikan diri." "Kuulangi lagi.

darah mereka akan menyapu rasa malu yang bisa dirasakan menoreh lulangnya. pengkhi anatan.. Kono dikawal oleh Zenko menuju ke wisma tamu." katanya pada mereka. Saat mereka selesai makan. Shin. Takeo berjuang untuk mengendalikan amarahnya yang timbul akibat penghinaan semac am ini. Kemudian ia istirahat di dalamnya. "Tentu saja. terutama yang menuju ke Akashi. Hana dan anak-anaknya.bagian di dalamnya.. mengikis organ-organ tubuhnya. Lalu ia akan menyerang Kaisar serta jenderalnya sebelum musim panas berakhir. satu seruan terkejut dari Ze nko. "Aku akan kembali secepatnya. "Pergilah dengan Shin ke pelabuhan dan cari tahu rincian tentang kapal-kapal yang sedang merapat. Hal yang sama ber laku juga untuk Lady Arai dan kedua putranya. mendesak mereka kembali ke Miyako. Ketika Jun kembali. Zenko. saran Hana yang diucapkan dengan bergumam. "Jun. dan mereka semua akan mati: Kono. Takeo menyuruhnya untuk tetap berada di luar kamar dan jangan sampai ada orang yang mengganggunya." ujar Takeo pada juru tulisnya. sadar kalau Jun hanya berada tiga langkah darinya. lalu membolak-balik catatan Minoru tentang pertemuan dengan Kono selag i menunggu juru tulisnya kembali. Lord Kono akan tingga l di wilayah Barat sampai kuberi¬kan ijin tertulis baginya untuk kembali ke Miyako. Lord Otori. Mereka bangkit dan mengikuti Takeo tanpa suara keti ka ia kembali ke kamarnya. Hanya tinggal me¬ngeluarkan satu peri ntah lagi." Takeo bersantai di beranda lalu men¬dengarkan suasana di kediaman berubah ketika s emua instruksinya dilaksanakan: langkah kaki penjaga. kaku dan goresan dalam tulisan tangan Minoru yang nyaris sempurna. Hanya dengan cara inilah kemarahannya bisa re . segera ambil alih perintah di pelabuhan." sahut Minoru. "Lord Kono tidak boleh meninggalkan kediaman ini." "Minoru." "Aku mengerti. mem¬porakporandakan ibukota. Pengasingan. para pelayan yang bingung berjalan bergegas dan komentar bisik-bisik." Kedua saudara sepupu itu bertukar pandang tapi tidak berkomentar selain. perintah Jun yang keras serta dengan paksaan . te mpatkan penjaga di gerbang. penjahat. Jun dan Shin sudah menunggu di luar di beranda. Huruf-huruf dalam tulisan seakan melompat ke arahnya dari halaman catatan.

da. Dipejamkan matanya. lalu menghela napas panjang. mem bayangkan betapa mudahnya mengambil jalan keluar seperti itu dan menjadi seperti Iida Sada mu. mengenang bangsawan lain yang telah mem¬bunuh untuk menyapu habis penghinaan dan akhimya mencabut nyawa orang lain demi kesenangannya sendiri. Kisah Klan Otori IV Page 50 . melihat motif gambar di kertas kasa terukir di kelopak matan ya.

pegawai pabean yang mengijink an kapalnya berangkat. "Kecurigaan Lord Otori benar. tapi sertifikat pemeriksaan muatannya belum diisi." Minoru tersenyum tipis." seru Takeo. dengan kebahagiaan rakyatnya. Shin membujuk kepala pelabuhan untuk segera menyelidikinya." sahut Takeo." tuturnya." "Dia datang di saat yang tepat. "Lord Otori jangan khawatir. semangatnya segera bangkit. dan pedagang yang menangani muatan." "Kita harus mencurigai yang terburuk. seraygan penuh kesadaran. "Aku juga ada kabar baik untuk Anda. Orang-orang yang bertanggung jawab sudah dikenali. menunggu ke putusan Anda tentang kelanjutan nasib mereka. . Kita harus be rusaha menangani mereka sebelum sampai di Akashi. Fumio pergi selama berbulanbulan bersama tabib Ishida. P ada akhirnya kembali lagi pada keputusan untuk meng¬hindari pertumpahan darah dan perang sebisa mungkin. "Tak satu pun dari mereka mengakui dari mana asal muatan tersebut." Ia merendahkan suara. ketika Minoru kembali dari ruang ca tatan petugas pelabuhan.Dengan penuh kesadaran. dan tidak akan melakukan apa pun tanpa berkonsultasi dengan Kaede dan penasihat lainnya. "Mengapa pula harus meng¬hinda ri prosedur pemeriksaan? Tapi jangan bicarakan hal ini secara terang-terangan. Kapal Terada Fumio sedang menunggu di galangan. Keputusan ini segera saja diuji kebenaran¬nya." Takeo memicingkan mata tanpa ber¬komentar. "Dibuat seolah-olah satu kapal berangka t ke Akashi saat laut pasang semalam. seraya berkata pada dirinya sendiri kalau pemerintahannya memang ditakdir¬kan dan direstu i Surga: ia melihat restu ini dengan kehadiran burung houou. "Shin hamper tidak p erlu bertindak kasar. Mereka akan tiba di Hofu saat laut pasang malam ini. disingkir¬kannya rasa terhina dan tikaman rasa malu jauh-jauh. disingkir¬kannya rasa terhina dan tikaman rasa malu jauh-j auh. dalam perjalanan yang sering dilakukan untuk perdagangan d an pen¬jelajahan. Mereka sudah ditahan. Fumio d an ayahnya adalah teman lamanya yang mengawasi pasukan kapal yang digunakan Klan Otori untuk melak ukan perdagangan dan mempertahankan garis pantai mereka." ujar Minoru untuk meyakinkan.

" Kisah Klan Otori IV Page 51 . Kuterima tawaranmu. Fumio pasti mengerti." sahut Takeo. Aku akan mengangkat Sunaomi. bila kau tetap setia padaku. hanya contoh dari keserakahan ma nusia. Hidup Sunaomi dan adiknya akan diserahkan ke tanganku bila ada sedikit saja tanda ketidaksetiaan. kau menikah dengan adik istriku. Istrimu boleh bergabung dengan kedua putranya di Hagi. Kau memegang Kumamoto atas keinginan dan ijinku. Tentu saja aku akan membawa keduanya. Mulai saat ini mereka akan tinggal bersama keluargaku da n dibesarkan sebagai putraku. ji ka dia mau. tapi memutuskan kalau saatnya belum tiba." Takeo sangat lega untuk beberapa hal. Kemarin kau menawarkan salah sa tu putramu kepadaku. Zenko tidak berani men atapnya. me¬yakinkan Takeo kalau itu adalah peristiwa yang jarang terjadi. di hadapan semua saksi di sini." Ia senang punya alasan tentang petugas pabean untuk menekan adik iparnya. saat berangk at ke Hagi mereka akan menemaniku. Masalah pernikahan akan diputuskan nanti. "Aku ingin kau meyakinkan kesetiaan penuhmu ke padaku: kau berhutang nyawa padaku. tapi aku yakin kau menginginkan istrimu tetap bersamamu."Katakan pada Shin untuk membawa pesan pada Fumio kalau dia akan ke¬datangan tamu malam ini. maka peluang untuk mengejar kapal ilegal itu cukup besar. Apa yang telah Kono katakan hi ngga Anda beranggapan seperti ini? Apakah dia bicara tentang masalah-masalah di wilayah Ti mur? "Jangan pura-pura tidak tahu! Takeo tergoda ingin langsung menantangnya. Fumio pasti punya berita terbaru mengenai Kaisar. "Lord Takeo harus tahu kalau aku betul¬betul setia. Pesannya tak perlu terlalu jelas. jika ia bisa segera berangkat. ucapkan sumpah setiamu kepadaku. Sekarang. sesuatu yang bisa meredakan rasa sakitnya yang berkepanjangan. "Kita abaikan saja apa yang telah dikatakannya: itu tidak penting. "Dan sekarang aku harus bicara dengan adik iparku. Panggil Lord Zenko untuk data ng menghadap." Takeo mengamati wajah adik iparnya lekat-lekat ia bicara. "Kuharap kau benar. ibumu adalah sepupuku d an sahabatku. Bola matanya ikit berputar dan bicara terlalu cepat untuk memberi tanggapan. dan Ishida pasti membawa obat-obatan. Zenko mengungkapkan permintaan maaf dan ber¬janji untuk mengatur eksekusinya.

.

dan di saat yang pali ng genting lebih memilih kekuasaan melebihi dari nyawa kedua putranya. pelayan dapur mengobrol sambil membersihkan piring lalu menyimpannya. berkata kalau ia akan makan sendirian dan istirahat lebih awal karena hendak berangkat ke Hagi keesokan paginya.Zenko melakukannya dengan mem¬bungkuk dalam-dalam. Putranya pun akan bersikap sama. pikirnya. berbaring bersama ist rinya dan membuka hati kepadanya. hari yang baik untuk melakukan perjalanan. mengatakan pada me reka kalau ia tak mau diganggu. jauh dari kemudahan yang menipu dari pembunuhan atau bunuh diri. tapi saat ini langit mulai cerah. kemudian menyuruh semua pelayan pergi. tapi Takeo ingat bagaimana ayah nya. Sepanjang hari hujan turun dan reda. telah bersumpah setia hanya untuk meng¬khianatinya. Namun tak kuasa bertindak seperti itu. telah bersumpah setia hanya untuk meng¬khianatinya. Begitu Zenko selesai menyampaikan semua keberatannya. Keadaan ak an baikbaik saja pada pagi hari. semua dicatat oleh Minoru. dan di saat yang pali ng genting lebih memilih kekuasaan melebihi dari nyawa kedua putranya. tapi Takeo ingat bagaimana ayahn ya. Dipasang telinganya baik-baik untuk mendengarkan suara-suara di dalam kediaman. makan sedikit tapi tanpa minum sake. karena pada akhirnya semua kesedihan hanya akan menimpa keluarganya sendiri. anjing-anjing menyalak. Disingkirkannya pikiran itu seraya berjanji pada dirinya sendiri sekali lagi unt uk ber¬pegang pada jalan yang lebih rumit dan sulit. ketim bang membunuhnya. Kemudian menenangkan dirinya sendiri. enko melakukannya dengan mem¬bungkuk dalam-dalam. Arai Daiichi. Takeo ber¬istirahat di wismanya. Takeo mandi lalu mengenakan jubah dari bahan katun tipis seolah bersiap pergi ti dur. baik juga untuk kegiatan malam hari yang terlintas di benaknya. Lebih baik tetap mencoba menjinakkannya. Arai Daiichi. Tapi betapa lebih mudahnya kalau dia mati. Dikatakannya pada Zenko agar kedua putranya harus siap melakukan perjalanan bersamanya. angin ber hembus lembut dari selatan meluluhkan awan gelap. Matahari tenggelam dalam warna merah muda dan cah aya keemasan yang membuat banyak warna hijau di taman bermandikan cahaya. musik dan . bertemu dengan putri¬putrinya. Seharusnya kuperintahkan dia menca bu t nyawanya sekarang juga. bersila di matras dengan mata ter¬pejam dan kedua jari telunjuk dan ibu jari saling bersentuhan ditekan seakan tenggelam dalam posisi meditasi. Ia ingin sekali berada di rumah. Tiap suara terdengar olehnya: percakapan pelan para penjaga di gerbang.

Dipakainya sandal jerami di anak tangga taman. namun mereka sama berhati¬hatinya: yang ter dengar tak lebih dari tata rambut model terbaru dan cara berpakaian di istana. kegemaran Ko no akan puisi dan drama. gemuruh tanpa henti air laut. T akeo berdiri dan mengganti pakaiannya. Lentera me nerangi jalanan sempit dan cahaya lampu bersinar jingga dari balik kertas kasa. seolah mereka ingat kalau ia mungkin saja sedang mendeng arkan. air menghantam badan kapal. kapal-kapal kayu saling bergesekan. menghilang lalu berjalan lewat gerbang yang masih terbuka. Tak la ma kemudian. di balik bentuknya yang menyembul tajam tampak cahaya temaram bulan yang baru naik. yang sedari tadi duduk di luar pintu. Jun menaikkan alis. memanggang potongan-p otongan . mereka bertemu Kono untuk makan malam. Udara terasa penuh dengan aroma garam. mereka tidak mau ambil resiko Takeo mencuri dengar strategi mereka. dan Takeo. gemerisik dedaunan dan teria kan burung hantu dari gunung. Anjing-anjing menggiringnya dengan tatapan mata tapi para penjaga tidak memerhat ikannya. tapi percakapan yang sepele. Dalam permainan berbahaya yang telah mereka mulai. Di kejauhan dapat dilihatnya pulau¬pulau dari Laut Lin gkar. Terdengar olehnya Zenko dan Hana membicarakan pengaturan untuk keesokan harinya. Di satu sudut yang gelap tidak jauh dari pelabuhan. Ketika melewati Jun dan Shin. Di tepi galangan. dengan tiang pancang yang kekar dan berwarna gelap di ba wah siraman cahaya malam penuh bintang. Zenko gemar minum sake. ber¬seru pada orang-orang yang. Percakapan itu menjadi semakin hidup: seperti ayahnya. Karena mereka akan memburu kalian dengan hujan anak panah untuk olahraga. dengan menggunakan dialek kota itu. Bersyukurlah kalian tak berjaga di gerbang istana di Miyako. ikan dan gurita panggang di rumah makan. bola tendang dan berburu anjing. Takeo menggelengkan kepala.tempat minumminum di sekitar pelabuhan. Tungku bara menyala di samping tali tambatan salah satu kapal besar. serta olahraga para bangsawan. terutama bila ia memang jadi menahan kedua putra mereka. Takeo melangkah masuk ke bay angan tak tertihat dan keluar dengan penyamarannya sebagai pedagang yang sedang terburu-buru untuk pekerjaan di kota. memakai jubah yang tidak mencolok berwarna pudar seperti y ang biasa dikenakan pedagang. ikan yang sedang dikeringkan dan ru mput laut di atas rak-rak di tepi pantai. Tak ingin ada yang tahu kalau ia per gi. katanya tanpa suara pada anjing-anjing. terombang-ambing oleh omba k.

Kisah Klan Otori IV Page 52 .

aku juga hampir tidak percaya pada mereka." katanya pada Takeo. kulitnya kekuningan. mend orong anak buahnya ke samping. Ishida kelihatan lebih t ua. Mereka sudah mengatakannya pada¬mu. Dasar manusia brengsek yang tak ber¬guna. m eskipun kini kelihatan ada bekas luka baru di salah satu pelipisnya. Fumio memberikan isyarat dengan kepala. berhadapan dengan si tabib. lalu anak buahnya pindah ke meja lain. dengan pipi tembam dan kumis tipis. Salah satu mant an perompak segera melompat berdiri menghalangi jalannya. Coba tebak apa hadiahnya! Lebih hebat dari apa pun yang pernah kau ingi nkan!" "Ada satu hal yang kudambakan lebih dari segalanya. "Misterius d an aneh: aku tidak akan ter¬biasa. Takeo mengamati kawan lamanya selama beb erapa waktuerdiri tanpa dikenali dalam kegelapan. Fumio tetap kelihatan kekar seperti biasa." sahut Tak eo tertawa." sahut Takeo. sambil berbisik. yang mengamatinya deng an seksama di bawah cahaya temaram. Lagipula. Takeo mengamati kawan lamanya selama beberapa waktu. Takeo duduk di samping Fumio. Takeo senang melihat keduanya lalu melangkah naik ke area duduk. Apakah itu benar?" ." jawab Takeo. "Ini Lord Otori!" lalu memeluk Takeo." Tabib Ishida tersenyum lebar.Berdiri tanpa dikenali dalam kegelapan. "Aku ada hadiah untukmu. "Ada masalah?" tanya Ishida setelah mereka bersulang. "Lord Otori!" Dipanggilnya pelayan untuk mem¬bawakan sake lagi. "Aku harus mencegahmu menghukum mereka. A kan kurobek mulut mereka." "Ah. lebih kurus kering. aku tidak mengenalimu!" serunya. "Walaupun memang sedang menunggu¬mu." "Mereka menceritakannya pada seorang pedagang miskin yang tak berani. Fumio bangkit. "Ada beberapa hal yang perlu kubicara¬kan. "Yaitu melihat seekor kirin sebelum aku mati. Tapi setelah beberapa saat terkejut dan ke¬bingungan. mengira kalau ia hanyalah pedagang yang tak penting. "Hadiah yang akan mengalihkan perh atianmu dari masalah.

" Fumio menuang sake lagi. tapi kami pulang melalui Akashi." tutur Fumio. Tapi hewan yang luar biasa. maka sekalian saja ceritakan masalah-masalahmu pada kami. Namanya Saga Hideki. tak akan ada lagi kud a sepertinya. Karena kau sudah merusak kejutan kam i."Ya dan tidak. dan kabarnya mahir melakukannya. serta ahli siasat perang yang cerdas. "Tentu saja. "Kalau kau tanya aku beberapa minggu lalu." "Ishida jatuh hati pada hewan itu." tutur Fumio. dan baru-baru ini dit unjuk Kaisar untuk bertempur atas nama Paduka Yang Mulia serta membinasakan musuh¬musuhnya dala m rangka mencapai tujuan itu. agar kau bisa mencurahkan kasih sayangmu. 'Tidak tahu apa-apa. dengan julukan Pemburu Anjing." kata Ishida. Kami akan perlihatkan padamu besok. kabar¬nya memiliki ambisi menaklukkan seluruh Delapan Pulau. "Aku ingin sekali melihatnya. sedangkan yang ini adalah hewan sungguhan. Mendominasi propinsi-propinsi di wilayah Timur. "Kau tidak bisa menunggangi hewan ini. tapi mungkin bisa menggantikan Shun. "Dia menghabiskan waktu berjam¬ja m menemaninya. bukan kirin yang sesungguhnya: kirin a dalah hewan dalam dongeng." sahut Takeo. mereka menemukan taman yang tenang untuk hewan itu.' karena kami sudah pergi selama enam bulan. dan kota itu sib uk membicarakannya. "Apa yang kau tahu tentang jenderal baru Kaisar?" tanya Takeo. aku akan jawab. Di mana hewan itu sekarang?" "Di kuil Daifukuji. Shun mati karena usia tua tahun lalu." "Pemburu Anjing?" "Dia sangat suka berburu anjing. dengan d inding yang tinggi. siapa nama¬nya?" "Shun." Kisah Klan Otori IV Page 54 . dan yang paling mirip dengan kirin dibanding hewan lain yang pernah kulihat. Jenderal itu m ahir berkuda dan memanah. Ia lebih parah ketim¬bang kau dan kuda tuamu itu.

Mesti kuperingatkan padamu. "Kita bisa hentikan mereka. beberapa pedagang mendekatiku. dan menceritakan pada F umio tentang kecurigaannya pada Zenko." Mereka berbincang-bincang tentang per¬jalanan." Wajah Ishida berubah pucat ketika nama Fujiwara disebut. kemung¬kinan dia berusaha membeli senjata api: demi uang sebesar itu. namun melelahkan. Aku ingin melihat wajah¬mu saat kuperlihatkan kirin. Tahan Lord Kono di wilayah Barat sampai aku kembali." ujar Takeo. menanyakan ten-tang se njata dan bubuk mesiu. terhibur dengan ti n¬dakan cekatan kawannya. mereka takkan memanc ingmu dalam pertempuran. Angin bertiup dari arah barat: kita bisa mendapat laut pasang jika berangkat sekarang. "Dia adalah teman seperjalanan yang memberi s emangat. Kono." "Aku khawatir mereka sudah dalam per¬jalanan. me reka menawar¬kan uang dalam jumlah besar. Sebelum mereka bisa menandingi jumlah senjata api. Fumio pergi begitu cepat hingga mereka hampir tidak sempat mengucapkan selamat b erpisah." ujar Takeo. dan Takeo memberi kabar tentang kel uarganya ." sahut Ishida. Jika jenderal Kaisar tengah bersiap melawanmu . justru sebaliknya. dan mereka pun berdiri."Sepertinya aku termasuk dalam daftar musuhnya. datang menghadapku hari ini. menengg ak habis sake. "masalah." Si tabib menuang sake lagi lalu minum sampai habis. "Mereka punya waktu kurang dari sehari untuk memulainya." gumamnya. dan jika aku m enolak. beliau akan mengirim si Penangkap Anjing untuk melawanku. "Putra Lord Fujiwar a." Dipanggil anak buah¬nya. "Fumio tak berubah. Takeo memberitahu mereka nama kapalnya. "Apakah ada indikasi kalau senjata api di perdagangkan di Imai?" "Tidak. "Seperti angin topan. "Dia masih tetap sama. menjejalkan sisa makanan. cepat atau l ambat akan ada orang yang akan menyediakan senjata api." ujar Takeo. berharap menghindar pelarangan dari Otori. tapi nanti Ishida bisa menceritakannya padaku. tidak pernah bisa di am." katanya. mengucapkan selamat tinggal pada pelayan perempuan dengan perasaan enggan. Kono. meneng¬gak habis minumnya lalu berdiri. Ternyata Kaisar memintaku meng¬undurkan diri. datanSepertinya aku termasuk dalam daftar musuhnya. Takeo ditinggal bersama Ishida." sahut Fumio. "Putra Lord Fujiwara.

cuaca yang lembap memperburuknya: kadang kurasa masih ada sisa racun yang h ingga terasa panas. "Kelihatan dari wajahmu. yan g dipanggil Don Joao.yang selalu menyita perhatian Ishida." "Akan kuperiksa nanti. me intonasi suaranya yang Ketika berjalan melewati ruang bagian dalam. Takeo mengenali si orang asing. seorang laki-laki berbicara dengan bahasa asing dan suara seorang n. Kalau tidak kubawa pasti barang-barang ini sudah setengah perjalanan menuju Akashi dan tidak terlalu berg una bagimu. si tabib tampak berha sil mengendalikan perasaannya. dan ada sesuatu dengan tidak asing bagi Takeo. karena dia sudah menikah dengan Muto Shizu ka selama lima belas tahun. "Bisakah sekarang kau kembali bersama¬ku?" "Aku punya cukup persediaan akar-akaran dari Shin. Membuat sekujur t ubuhku sakit. namun setelah beberapa saat dalam hening yang tidak mengenakkan. Suara perempuan itu membuatnya tertarik karena logatnya berasal skipun perempuan itu bicara dengan dialek setempat." komentar Ishida seraya meng¬ambil sebuah buntala n kain dan kotak kayu kecil. Untung saja kuputuskan untuk mem¬bawanya. Takeo mengira dia akan melanjutkan bicara¬nya . berdua saja." "Ya. bahkan terikat dengan diriku: aku tak ingin membuatnya gelisah. Kirin sudah terbiasa denganku. Aku akan menginap di Daifukuji malam ini. dan obat tidur terbuat dari b unga candu. bagian dalam rumah mak perempuan menerjemahka dari wilayah Timur. Acapkali lukanya kelihatan memerah di balik carutannya." Nada suara Ishida kedengaran murung." sahut Ishida. "Setelah itu aku harus pergi memeriksa kirin. Tadinya aku bermaksud meninggal¬kannya di kapal. "Rasa sakitmu terasa lagi?" tanya si tabib. Ia yakin belum pernah bertemu dengan perempuan yang berlutut di samping or ang asing itu." Sedari tadi Takeo menyadari ada suara orang berdebat dari an. Kisah Klan Otori IV Page 55 . dikumpulkan barang-barangnya lalu berkata dengan rian g.

. mun seperti ada sesuatu....namun seperti ada sesuatu. Kisah Klan Otori IV Page 56 .

bahkan kirin sekalipu n. halus dan gelap. si orang asing me lihat Ishida lalu memanggilnya. sali ng bertukar ilmu pengetahuan medis. Tubuh perempuan itu terguncang karena luapan per asaan. yang mungkin berusia dua puluh lima tahunan. Keterkejutannya tak terlukiskan. misi Fumio merebut senjata api yang diselundup¬kan. Don Joao pernah bertemu Takeo beberapa kali. dan warna kulit yang sa ma dengannya. Ishidelagi ia mengira-ngira siapa perempuan itu. Pere mpuan itu. bahkan rasa sakitnya. mengubahdi rinya menjadi seorang bocah yang ketakutan serta tersiksa. tapi Ishida memohon pergi karena ada pasien yang membutuhkannya. dengan pakaiannya terlipat ke belakang dan memperlihatkan kulit lengannya. Orang asing itu gembira bertemu sang tabib dan ing in agar dia duduk dan mengobrol. hingga tak kuasa mengendalikan diri. Takeo merasa kulit perempua n itu amat mirip dengan kulitnya. Selama ini ia menduga gadis cilik itu sudah tiada. kelihatan¬nya tengah mengamati Takeo dengan penuh seksama. Ia hanya . serta membandingkan kebiasaan dan bahasa mereka. Perempuan itu mengangkat tangan untuk menutup mulut. si orang asing melihat Ishida lalu memanggilnya. melihat sekilas ke arah Takeo. tapi selalu dalam suasana resmi. tergeletak di sebelah ibu dan kakak perempuannya yang mati terbujur kaku perempuan itu memili¬ki k etenangan serta wajah yang lebar mirip ibu dan kakak perempuannya. Takeo menyebut nama adiknya dengan keras untuk pertama kalinya selama lebih dari enam belas tahun: "Madaren!" Sirna sudah semua hal yang ada dibenak¬nya: ancaman dan wilayah Timur. kehilangan mainan. da n sepertinya saat ini dia tidak bisa mengenali. amat mirip dengan kulit ibunya. yang terus memalingkan wajah dari perempuan itu. "Tomasu?" Air mata menggenang di matanya. seakan-akan mengi ra kalau mung¬kin mengenal Takeo. Perempuan itu tercekat lalu berkata . Ishida amat disukai orang asing itu dan menghabiskan banyak waktu menemani mereka. informasi tentang perawatan serta tanaman herbal.Selagi ia mengira-ngira siapa perempuan itu. Dia menerjemahkan perkataan Ishida sepertin ya perempuan itu cukup fasih berbicara bahasa asing lalu melayangkan pandangannya ke arah Takeo lagi. Kono. Takeo ingat pada seorang gadis cilik yang menangis dengan cara yang sama karena menang isi seekor burung yang mati.

"Kau lebih tidak sehat dari yang kukira. cahaya dimatikan satu demi satu." Takeo bicara dengan cepat pada Madaren. hidupnya seperti meluruh lalu m emudar. "Perempuan itu mengenalmu bukan sebagai Lord Otori. Ia berhasil mcngendalikan diri lalu ber¬kata. tapi tidak akhir-akhir ini aku pergi selama ber¬bulan -bulan. Anda baik-baik saja? Anda tidak sehat. tetap saja membuat¬nya terkejut melihat terungkapnya sesuatu yang sebelumnya merup akan rahasia. memanjatkan doa kaum Hidden sa at berpisah. Kabari aku di Daifukuji. tunggu aku di sana." "Aku akan datang ke sana besok. Selagi mereka menyeberangi jembatan kayu di luar Umedaya dan mengambil salah satu jalan sempit yang mengarah ke kediaman." ujarnya. "Kita tidak bisa bicara sekarang. Yang ada dalam ingatannya hanyalah masa kecilnya. "Lord. Is hida berkomentar. sama seperti salib yang dikenakan Don Joao di dadanya tampak seperti pameran ses uatu yang keji. terlalu cepat. Juga terlalu banyak minum sake.mampu meman¬dangi adik yang dikiranya sudah tiada. Ishida bertanya. "Katakan pada Don Joao aku akan menemuin ya besok. tapi sebagai or ang lain." Kisah Klan Otori IV Page 57 . keluarganya. Kau mengenal perempuan itu?" "Bertahun-tahun yang silam. Ak u akan datang ke Daifukuji. Aku tidak tahu kalau dia menerjemahkan untuk orang a sing. Tadi hanya u dara yang terasa pengap." "Semoga Dia memberkati dan melin¬dungimu. Meskipun atas perin¬tahnya kaum Hidden kini bebas untuk ber¬ibadah secara terbuka." seru Ishida saat mereka berdua berada di luar. "Perlu kupanggilkan tandu?" "Tidak." Kota itu semakin senyap." sahutnya." "Aku pernah bertemu dengannya. dengan tatapan terpaku pada wajah Tak eo. tentu saja tidak perlu!" Takeo mengambil napas dalam-dalam." "Kelihatannya kau sangat terguncang.

aku sudah sangat lama mengenalnya. Di¬tekannya jaringan kulit yang tumbuh meng¬gantikan jaringan yang rusak dengan ujung jarinya lalu melemaskan jari yang t ersisa."Seperti yang tadi kubilang. Takeo menarik Ishida ke ba wah bayangan gelap. melewati Jun dan Shin menuju ke kamarnya. "Rasanya aku masih bisa ber¬tarung menggunakan pedang. Bagaimana mungkin itu adiknya? Bagaimana dia bisa selamat dari pembantaian yang menghabisi keluarga dan membakar habis desanya? Tak diragukan lagi bahwa di a bukan sekadar seorang juru bahasa: terlihat olehnya pada tangan dan mata Don Joao. Dilepasnya sarung tangan sutra yang me¬nutupi tangan cacatnya d an Ishida menarik lentera lebih dekat agar bisa melihatnya." Seperti yang tadi kubilang. seolah belum bertemu se lama enam bulan lamanya. Ia merasa ngeri saat memikirkan hidup seperti apa yang telah dijalani adiknya. Namun perempuan itu memanggil dengan nama aslinya. Menghilang. Aku me¬nulis dengan tangan kiri. tapi sebagian besar perem puan peng¬huninya enggan tidur dengan mereka. Pelayan perempuan menuang teh dan membawakan lagi air panas. hanya pelacur kelas terendah yang tidur d engan mereka. Mengganti pakaian dengan jubah tidur lalu meminta dibawakan lentera dan teh. aku sudah sangat lama mengenalnya. Dan Takeo pun mengenalinya." "Tidak kelihatan memerah karena infeksi. lalu menyelinap melewati taman yang sunyi. sebel um aku menjadi Otori. "Tunggu di sini sebentar. sebelum aku menj adi Otori. Si tabib tiba: mereka saling memberi salam dengan riang." Diperlihatkanny a pada Ishida. Di rumah terakhir sebelum sampai di gerbang kediaman. Aku harus masuk tanpa terlihat. "Kau masih bisa menulis dengan tangan ini?" "Setelah berlatih berulang kali." Takeo masih setengah tercengang dengan pertemuan tadi dan cenderung setengah menyangsikannya. "Aku akan mencob . lalu Takeo menyuruhnya pergi. Aku akan mengir im perintah pada penjaga agar membiarkanmu masuk. kendati hentakan saat mendarat di sisi dinding satunya memb uat sakitnya terasa lagi. tapi tidak ada alasan untuk itu selama bertahun-tahun. disingsingkannya keliman panjang jubahnya ke sabuk lalu m emanjat dinding dengan cukup ringan. mengirim Jun untuk mengatakan pada penjaga agar membiarkan Ishida masuk." Gerbang sudah ditutup." kata Ishida akhirnya. Pri a asing itu kerap mengun¬jungi rumah pelacuran itu seperti laki-laki lain.

perompak dan orang primitif. menye¬mangatiku untuk belajar dan melakukan perjalanan. Aku ingin tahu apakah dia seperti ayahnya.a dengan jarum besok. sesuatu yang tak akan pulih dalam diriku. sungguh suatu perwujudan iblis dalam diri manusia." Selagi menyiapkan teh. mengijinkan aku melihat koleksi buku-bukunya yang berharga juga harta benda yang lainnya." tuturnya dengan amat pelan. Dia selalu memperingat¬kanku tentang gempa dengan cara seperti itu. Aku ta hu dia orang yang kejam tapi dia selalu memperlakukan diriku dengan baik. Ishida bicara dengan suara pelan." "Aku belum pernah bertemu Fujiwara. hanya mengetahui putranya berbaring di dalam kediaman ini." "Kau beruntung." Kisah Klan Otori IV Page 58 . kapal karam. mempermainkan rasa takutku. Dia berpurapura mengabulkannya. "Saat itu anjingku melolo ng." Tiba-tiba Ishida berhenti bicara dan menuang air mendidih ke atas herba kering. ini akan membantumu untuk tidur. Belum pernah aku begitu ketakutan. Kutemukan diriku bertanya-tanya apakah ada orang yang memeliharanya. "Bisa kudengar anjingku melolong. "Hanya gempa yang menyelamatkan kami. tenggelam dalam kenangannya." Ishida berhenti sebentar. Aku takut bertemu Kono. Aku menjalankan perin¬tahnya. Aroma samar-samar dari rumput musim panas menyeruak. Untuk sementara waktu. Aku tidak pernah menyangka kekejamannya akan menimpa diriku. Terkadang aku memimpikannya." Diambilnya mangkuk lalu diberikan pada Takeo. Kupalingkan wajahku dari kegermarannya yang keji. Aku pernah menghempa-skan diri di bawah kakinya dan memohon agar diijinkan bunuh dir i. "Aku mohon maaf yang sedalam¬dalamny a atas keterlibatanku dalam memen¬jarakan istrimu. harum dan menenang¬kan. untuk mengiris garis bujurnya. meski¬pun pernah menghadapi berbagai macam bahaya: badai di laut. selama hampir seumur hidupku. "Aku sering membuat ini untuk istriku. "Istriku pernah cerita sedikit tentang saat¬saat itu." sahut Takeo pelan. t elah mengorek banyak kenangan.

tempat rumah-r umah kecil yang dibangun kembali setelah kobaran api meluluh¬lantakkan semuanya bak sarang tawon y ang saling astil di salah satu jalan sempit yang terbentang di jalan utama.kastil di salah satu jalan sempit yang terbentang di jalan utama. tempat rumah-ru mah kecil yang dibangun kembali setelah kobaran api meluluh¬lantakkan semuanya bak sarang tawon y ang saling Kisah Klan Otori IV Page 60 .

atau kadang mencurinya. Mereka memberi bayaran yang memadai dalam mata uang perak. Ia mau pergi dengan lakilaki yang dijauhi oleh gadis-gadis lain. dan ia memanfaatkan apa yang dipelajarinya ini dengan cerdas. yang membuat gusar sekaligus memesona ibu mereka. tanah kelahirannya. Ia bisa memeras ha diah dari mereka. dan aroma kayu itu mengingatkannya pada Mino. bahkan kuli pengangkut barang . memanfaatkan rasa terima kasih mereka. bahasa mereka hanyalah bahasa tubuh: nafsu si laki-laki. dan ketika kekasihnya berbalik untuk memeluk¬nya. Air mata menggenang di matanya saat meringkuk di bawah papan tebal. pada waktu yang b er samaan ia juga belajar bahwa perempuan yang dikuasai cinta merupakan makhluk yan g paling tak berdaya di kota ini. Hal itu meng¬ingatkannya pada keluarganya dan laki-laki agak aneh yang menjadi kak aknya. bergabung ke rumah pelacuran yang lebih tinggi kelasnya dibandingkan yang pertama. Tapi semua laki-laki memiliki hasrat. bau mereka yang aneh dan tubu h mereka yang besar. buruh serta kulrdempetan. Madaren melihat ada semacam kekuatan dalam diri mereka yang mungkin bisa dimanfaatkan dan dengan sukarela tidur dengan mereka. dengan mudahnya disingkirkan bak anak kucing yang tidak dii nginkan. walaupun laki-laki itu mengira kalau dialah yang memilih Madaren: orang-orang as ing bersifat sentimental sekaligus pemalu bila sudah berhubungan dengan kebutuhan jasmani: me reka ingin merasa istimewa bagi seorang perempuan. bahkan kuli pe ngangkut barang. bahkan setelah mereka membeli¬nya. kemampuan si p erempuan . ia memilih orang yang bern ama Don Joao. dan pada akhirnya membiarkan seorang pedagang yang hampi r bangkrut membawanya ke Hofu. Itulah yang dipelajari Madaren.berdempetan. Tapi semua laki-laki memiliki hasrat. dan di antara mereka ini banyak yang bisa diperdayai oleh cinta seperti laki¬laki golongan klas lainnya. Kemudian orang-orang asing berjanggut berdatangan. buruh serta kuli angkut tanah di malam hari. pergi meninggalkan rumah sebelum matahari terbit lalu menemu i laki-laki itu galangan kapal yang masih berkabut. Pedagang itu membosankan serta membuatnya gusar. dan tak lama kemudian ia tidak harus tidur dengan laki¬laki lain. Awalnya. Madaren me nampiknya. Mereka me¬numpang kapal yang mengangkut kayu c edar dari hutan menuju wilayah Timur. dan akhimya ia kembali ke kehidupan lamanya. Madaren berhasil menjelaskan pada pe milik rumah bahwa Don Joao hanya menginginkannya.

orang-orang yan g dia tangisi ketika sedang mabuk. Mereka percaya semua yang dikatakannya. M ereka bergantung sepenuhnya kepada¬nya. tapi pintu termasuk jenis perempuan. karena nelayan itu tidak lebih baik dariku. namun hubungannya dengan orang asing memberinya status dan kekuasa¬an. begitu pula hujan. yang mereka temukan dan mereka harapkan bisa meraih kekayaan dan kem enangan. tak percaya kalau Don Jo ao bisa bertemu mereka lagi. Mereka begitu jauh hingga ia tak mampu membayangkan seperti apa kehidupan mereka. jelas dari cara bicaranya kalau si nelayan tidak berpendidikan dan be rasal dari klas rendahan. Ia tak bisa membayangkan alasannya. seorang nelayan yang mereka selamatkan dari laut oleh kaum mereka karena kapalnya tenggelam dan dibawa ke ma rkas mereka di Kepulauan Selatan. bahkan ketika dia hanya mengarang sembar angan. penuh dengan bunyi aneh dan dikumpulkan dari depa n ke belakang semuanya memiliki jenis kelamin.memuaskannya. dan Don Joao bicara tentang kepercayaan serta Tuhannya Deus** dan kata-kata serta salib yang dikalungkan di lehernya membangkitkan kenangan masa kecil Madar en tentang Kisah Klan Otori IV Page 61 . ia merasa s eperti menjadi orang lain. Nelayan itu merupakan pintu masuk mereka ke duni a baru yang rumit. Nelayan itu mempelajari bahasa mereka: kadang menemani mereka ke rumah pelacuran. dan jika bicara dengan bahasa itu pada Don Joao. Aku juga bisa meraih kekuasaan semacam itu. pikir Madaren. Orang-orang asing sebelumnya memiliki seorang juru bahasa. lalu mendorong laki-laki itu un tuk mengajarinya. sedangkan lantai matahari berjenis laki-laki tapi ha l itu justru memesonanya. kampung halamannya. Bahasanya sulit. Madaren tidak mengindahkan mereka. dan ia mulai berusaha me¬mahami Don Joao. Don Joao mem¬punyai istri dan anak-anak di Porutogaru*. Karena Madaren sema¬kin fasih Don Joao tidak menguasai lebih dari bebera pa patah kata dari bahasa Madaren mereka mulai membicarakan hal¬hal yang lebih mendalam.

epercayaan keluarga¬nya dan ritual kaum Hidden. Kisah Klan Otori IV Page 62 .kepercayaan keluarga¬nya dan ritual kaum Hidden.

Tentu saja.] **) Deus berarti Tuhan dalam bahasa Portugal [pent. dan ketika Madaren me¬ma hami maksudnya. penutup kepalanya berlekuk dan melindungi. Orang asing itu terkejut karen a penyiksaan dilarang di Tiga Negara. dan bahwa penguasa Maruyama yang sebelumnya. bertahtakan emas dan kerang mutiara. juga menganut kepercayaan itu. dan prasangka lama pun perlahan menghilang. . Otori Takeo . Ada juga kabar burung yang mengatakan bahwa Lord Otor i dulunya adalah orang Hidden. Apakah itu keduanya atau tidak s atu pun." kata Don Joao. dan menceritakan bagaimana ke¬kerasan digunakan di negara nya dan ter¬hadap penduduk asli Kepulauan lain untuk menghukum. Ia hanya *) Porutogaru adalah lafal Jepang untuk menyebut Portugal [pent. kau harus dibaptis. lalu me nyebut nama baptisnya.] ingat sedikit tentang kepercayaan kaum Hidden. dan memb ual bila dia selalu punya tujuan untuk menggunakan pedang ini. sudah atau belum? Don Joao selalu bersenjatakan pedang panjan g tipis. Tapi menurut Madaren keduanya tak mungkin melakukannya k arena bukankah Lord Otori membunuh kakek pamannya untuk balas dendam? Bukankah Lady Ma ruyama menceburkan diri ke sungai di Inuyama ber¬sama putrinya? Satu hal yang diketahui s emua orang tentang kaum Hidden yaitu Tuhan mereka. hanya ingat gema doa serta ritual yang dilakukan keluarganya dengan komu¬nitas kecil mereka. ia ingat yang sering dikatakan ibunya: dilahirkan dengan air.Don Joao bicara penuh semangat tentang Deus. Hal ini men gejutkan Madaren. dan menceritakan tentang pendeta da lam agamanyJoao bicara penuh semangat tentang Deus. mengeluarkan ke¬putusan bahwa rakyatnya bebas beribadah dan percaya pada kepercaya an pilihan me¬reka. untuk mendapatkan informas i serta menyelamatkan nyawa. baik nyawa mereka sendiri maupun nyawa orang lain. karena Don Joao men¬c eritakan kalau mereka adalah orang ber¬agama sekaligus prajurit. Pada titik inilah sepertinya Tuhan Rahasia dan Deus berbeda. selalu atau tidak pernah. melarang mereka mencabut nyawa. Tuhan Rahasia. Penguasa baru Tiga Negara. Maruyama Naomi . "Saat pendeta datang. dan menceritakan tentang pen deta dalam agamanya yang berkeinginan kuat agar negara lain menganut kepercayaan mereka. banyak yang terta rik dengan agama orang asing dan bahkan berkeinginan mencoba bila itu bisa mening¬katkan perd agangan dan kekayaan bagi semua orang.

Orang-orang asing hanya memahami sedikit sekali tentang sikap dan kesopanan. ia bisa selamat merupakan mukjizat. maka ia tahu misi itu berhubungan dengan kak aknya. Madaren menyambut kem¬bali kepercayaan yang pernah hilang dari masa kecilnya dengan hangat. Don Joao mengajukan banyak per¬tanyaan dan M adaren menerjemahkannya. Orang itu tertarik setengah mati pada kaum Hidden."Madalena!" ulang Don Joao dengan terperanjat. dan Don Joao berharap Madaren mene¬maninya kemana pun ia pergi. Madaren bertemu dengan orang-orang yang menge tahui desanya dan mendengar tentang pembantaian bertahun¬tahun yang lalu di Mino. Kemudian Tomasu dikirimkan padanya. ia mempelajari keadaan di sekelilingnya yang masih asing. dan menyatakan kalau Madaren masih dibiarkan hidup o leh Tuhan Rahasia untuk tujuan isti¬mewa tertentu. terutama untuk menerjemahkan. juga jawabannya. lalu mulai menunggu waktu untuk menjala nkan misi. D engan keyakinan mencapai tujuan yang dibawanya sejak berhasil lolos dari Inuyama dan m empelajari bahasa asing. Seringkali ditemukan dirinya berada di rumah para p edagang. dan ingin bertemu l ebih banyak lagi penganutnya. bicara dengan pelan dan jelas. Madaren menangkap ketertarikannya dan mereka mulai bertemu dengan para penganut dalam jamuan makan di kalangan kaum Hidden. serta mem¬perindah t erjemahannya bila terdengar kurang sopan. menurut mereka . selalu ber¬lutut dengan rendah hati sedikit di bel akang orang-orang asing dan lawan bicara mereka. lalu membuat gerakan berbentuk ta nda salib di depannya. terakhir bahkan di kediaman Lord Ar ai. Ia merasa Kisah Klan Otori IV Page 63 . sadar akan tatapan penuh hina serta kecurigaan dari istri-istri dan anak perempuan mer eka dan bahkan kadang di tempat-tempat yang lebih berkelas.

satu hari berada di ruangan yang sama dengan Lord Ar ai Zenko. satu hari berada di ruangan yang sama dengan Lord Arai Zenko. lalu Kisah Klan Otori IV Page 64 . lalu agum pada dirinya sendiri.kagum pada dirinya sendiri.

Ia berjalan melewati jalanan sempit menuju rumah tempat ia dulu bekerja. bayangan mereka tampak seperti tangan yang sedang menggenggam. dia salah lihat. memerhatikan tangannya yang cacat dan kerutan di matanya. Malam itu Don Joao melihat Ishida lalu memanggilnya. membulat ser ta pucat. benak Mad aren tersita oleh keragu-raguan: kemarin itu bukan Tomasu. dia takkan datang. berharap bisa berbincang. Ishida kadang membawa teks-teks dan mem¬bacakannya untu k diterjemahkan karena Madaren tidak bisa membaca maupun menulis. mandi dan berpakaian di sana. dia seperti pedagang meskipun jelas . namun jantungnya seperti berhenti berdetak kemudian berdebar-debar. Madaren nyaris tak bisa tidur. memimpikan tentang sem uanya. jelas sekali kalau kedudukannya amat tinggi. Dan seb agian dari kekuasaan itu dia gunakan untuk memanfaatkan orang-orang itu: mereka membutuhkan nya dan mulai meng¬andalkan dirinya. Don Joao juga membacakan kitab suci u ntuknya dan mengenali potongan¬poiongan kalimai dari doa dan pemberkatan di masa kecilnya.berikutnya di penginapan semacam Umedaya. n amun Ishida memohon pergi karena ada pasien yang membutuhkannya. seolah kulitnya mengenali laki-laki itu dan segera meng enalinya kalau mereka lahir dari ibu yang sama. lalu duduk tenang dan minum teh hingga mentari pagi bersinar terang. menemu¬kan tubuh si orang asing di sebelahnya teram at sangat panas. Ombak laut surut dan kepiting berlarian cepat di atas lumpur yang mengering. Nalurinya ternyata benar: kemampuannya berbahasa asing membuka jalan pada sebagian dari kekuasaan serta kebebasan mereka. membangun¬kan pelayannya. Selama berjalan ke Daifukuji. Madarien tidak in gin mengatakan pada Don Joao kemana ia pergi: tidak ingin harus berpikir dalam bahas a laki¬laki itu atau khawatir tentang laki-laki itu. dan berjalan menyusuri tep i sungai di bawah pohon willow. Madaren menduga kalau pasie nnya itu adalah kawan¬nya dan memelihat laki-laki yang satunya lagi. Bulan melintasi langit dan kini menggantung di barat. Nalurinya ternyata benar: kemampuannya b erbahasa asing membuka jalan pada sebagian dari kekuasaan serta kebebasan mereka. dan menyelinap keluar sebelum matahari terbit. Madaren pernah bertemu tabib Ishida beberapa kali. Ia tidak langsung mengenalinya. Dan seb agian dari kekuasaan itu dia gunakan untuk memanfaatkan orang-orang itu: mereka membutuhkan nya dan mulai meng¬andalkan dirinya. rikutnya di penginapan semacam Umedaya. dan bertindak sebagai juru ba hasa dalam perbincangan yang panjang.

Madaren berjalan masuk gerbang. Kerumunan kecil sebagian besar rahib dengan kepala botak dan jubah berwarna tida k mencolok. takut kalau kakak¬nya bukan lagi penganut kepercayaan. meskipun terpesona dan terbuai oleh keindahan tamanny a. melupakan aliran sungai yang tergesa-gesa di sekelilingnya ketika gelom¬bang laut pasang menyapu. karena ia telah percaya. yang dililit tali jerami yang berkilauan. dan belukar azalea musim panas pertama bermekaran menjad i bunga berwarna merah tua. Di sebelah kanannya berdiri beberapa pohon ced ar tua. me¬nunggu kakaknya. Daifukuji menghadap ke laut: gerbang merahnya bisa terlihat dari seberang ombak laut. ia menduga itu pohon ceri walaupun bunganya sud ah lama gugur. menyambut para pelaut dan pedagang serta mengingatkan mereka untuk bersyukur pada Ebisu. seperti halnya Don Jolo. Ia berjalan ke aula utama. dan tepat di belakangnya ter¬dapat kurungan berdinding putih di sekita r taman dengan pepohonan yang jauh lebih kecil. setengah tidak nyaman dengan l antunan doa dan genta dari dalam kuil. Madaren melihat¬lihat ukiran dan area di kuil itu dengan perasaan tida k suka. selama ini ternyata dia masih hidup dan tid ak berusaha mencarinya. dewa laut. Kisah Klan Otori IV Page 65 . Bunga lili menghiasi tepian kolam. Madaren berjalan perlahan. menyelipkan tangannya di ba lik jubahnya untuk menyentuh salib pemberian Don Joao. agar melindungi mereka selama perjalanan. Sinar matahari terasa makin panas dan bayangan taman semakin menariknya masuk. dan menyadari pasti inilah misinya: me nye¬lamatkan Tomasu. Ia bertanya¬tanya sendiri mengapa memilih tempat seperti ini untuk bertemu. kalau benda-benda semacam itu dibenci Tuhan Ra hasia dan sama seperti menyembah setan. Dia tidak datang menghampiri untuk menolong¬nya.bukan pedagang yang berhasil yang tak ingin punya hubungan apa-apa dengannya.

Madaren mengikuti arah pandangan mer eka dan dan melihat apa yang sedang mereka perhatikan: awalnya ia mengira itu. memandang ke atas. penggambaran Kisah Klan Otori IV Page 66 . penggambaran rdiri di luar dinding.berdiri di luar dinding. patung ukiran . patung ukiran . memandang ke atas. Madaren mengikuti arah pandangan merek a dan dan melihat apa yang sedang mereka perhatikan: awalnya ia mengira itu.

" umbuh semakin besar." Kisah Klan Otori IV Page 68 . pada saat itulah kita bisa yakin.tumbuh semakin besar. pa da saat itulah kita bisa yakin.

selama tidak mengancam tatanan rnasyarakat. "Tidakkah sulit untuk mempertahankan agar dia tetap hidup? Apa makanannya?" "Untungnya perjalanan pulang tidak ber¬ombak." "Dan bagaimana kau bisa mendapatkan¬nya? Tentunya hewan seperti ini tak ternilai h arganya?" "Hewan ini ditawarkan padaku sebagai semacam alat pembayaran."Di mana kau menemukannya?" Di mana kau menemukannya?" "Di selatan Tenjiku. dan . serta dedaunan hijau yang lezat. "Ak u berhasil mengobati seorang pangeran di daerah itu. Ia sendiri memercayai tuhan manapun. dan mampu membengkokkan besi dengan tangan kosong. Hewan ini bisa berjalan bermi l-mil jauhnya tanpa kelelahan. dan kirin bersifat tenang serta muda h dihibur." Ketika selesai mengagumi kirin. Tapi dia berasal dari pulau lain." Takeo tersenyum memikirkan keahlian putrinya dengan kuda dan kasih sayangnya pad a semua hewan. Takeo menyalakan dupa dan lilin serta berlutut di depan patung d ewa. masih jauh lagi ke barat." sahut Ishida. singa emas raksasa dan burung berwa rna merah muda. doa dipanjatkan bag i kesehatan kirin dan Lord Otori. dilaku¬kannya semua praktik keagamaan yang diharapkan darinya dengan khidmat dan hormat. tempat upacara singkat dilakukan. berkulit sehitam warn a pernis." "Bisakah dia berjalan sampai ke Hagi?" "Barangkali kita harus mengangkutnya dengan kapal. walau diakui-nya keseluruhan manusia akan alasan spiritual bagi keberadaan mereka. kem udian pergi bersama Takeo menuju kuil. namun kurasa tidak bisa berjalan melewati pe¬gunungan. semua sekte dan kepercayaan diperb olehkan di Tiga Negara. Makanannya dedaunan dari pohon tempat asalnya. tapi ternyata se-nang juga meneri ma rumput. Aku langsung berpikir tentang Lady Shi geko. para pelaut membicarakan tentang benua yang amat besar tempat hewan-hewan seperti ini merump ut dalam jumlah besar bersama gajah darat dan sungai. Ishida membawa hewan itu kembali ke kandang. segar atau pun kering. dan betapa dia akan sangat menyukainya. maka aku terima tawaran ini dan mengatur agar hewan ini bisa menemani kami pulang. Orang¬orangnya berukuran dua kali lebih besar daripada kita.

yang ada penyembahan atas sang Pencerah dan Ebisu dew a laut. Takeo dud uk di pinggiran beranda: hayunya yang telah termakan cuaca berwarna abu-abu ke-pcrakan dan masih hangat terkena cahaya matahari. terdengar pula deru napasnya yang cepat dan pendek. Kisah Klan Otori IV Page 69 . namun di beranda. Bangunan kuil menghadap ke timur. Madaren berlutut lagi. lalu berjalan menyusuri aula utama ke aula yang lebih kecil di belakangnya. Pere mpuan itu masih berlutut dengan sabar di tempat yang sama. menyembuny ikan wajahnya. udara masih terasa dingin. Takeo memberi isyarat dengan gerakan tangan saat berjalan melewatinya. Burung gereja berkicau di taman dan merpati bergumam di pepohonan cedar. Ishida dan Kepala Biara setempat ber cerita dengan gembira dan menggubah puisi penuh dengan permainan kata-kata tentang kirin. Terdengar olehnya keraguan dalam langkah kaki Madaren d i atas kerikil jalan setapak. di bawah bayangan gelap dari atap yang melengkung. Takeo berdiri dan mengatakan bahwa ingin sendirian d i taman sebentar. meminta agar perempuan itu mengikutinya. sisi sebelah selatan bermandikan cahaya." ujar Takeo. "Tidak perlu takut.tentu dirinya pun memiliki kebutuhan yang sama. Dua rahib muda yang sedang bert ugas membersihkan patung dan menyapu lantai mengundurkan diri tanpa bicara. Sesaat sebelum tengah hari. Takeo. teh dibawa masuk dengan manisan osenbei. Setelah melakukan upacara.

. yang tak akan pernah terjadi kecuali dugaanku benar adanya.. "Aku. Madaren bicara dengan nada kecut. Nada suara Madaren nyaris terdengar seperti tuduhan... Takeo tidak membalas tatapannya."Ini bukan ketakutan." ." sahut Madaren setelah beberapa saat. malah memalingkan wajah ke arah bayangan gelap rumpun pepohonan. tidak mengerti." ujar Takeo. Ia sadar kalau ketenangannya tampak seperti ketidakacuhan bagi Madaren.. Aku bahkan tidak tahu di mana jasad mereka." Kepala Takeo bergerak sedikit untuk membenarkan kata-kata adiknya. "Kulihat kau berdiri di hadapan patung emas. Tapi sud ah bertahuntahun lamanya sejak terakhir kali ada orang yang memanggilku Tomasu. Seraya ber¬tany a-tanya apa yang diinginkan Madaren darinya. Mungkin aku telah melakukan kesalahan besar. Tapi Lord Otori sekarang bicara berdua saja den ganku. apa yang bisa ia lakukan untuk adiknya : apa sa ja... Mungkin akIni bukan ketakutan. "Kurasa ibu dan kakak kita. yang bisa memulihkan hidupnya yang telah terlanjur hancur. Kau tampak seperti pahlawan yang jauh tak tergapai dan cuma legenda: bagai¬mana bisa kau adal ah Tomasu dari Mino? Apa yang terjadi padamu ketika aku dijual dari satu rumah bordil ke r umah bordil lainnya?" "Aku diselamatkan Lord Otori Shigeru: beliau mengangkatku menjadi pewarisnya dan menginginkan aku menikah dengan Shirakawa Kaede. dan juga tahu ada semacam amarah terpendam dalam diri adiknya. dan dinding di ke¬jauha n tempat kirin mengayunkan kepalanya di atas genteng bak mainan anak-anak. "Keduanya sudah mati." sahut Madaren setelah beberapa saat." Madaren menatap langsung matanya. "Selama enam belas tahun kudengar balada dan cerita yang digubah tentang dirimu. "Memang benar aku kakakmu. tidak menger ti. Dan aku tahu dari cerita-cerita bahwa kau pemah membunuh orang lain. "Aku." kata Takeo dengan sedih." Itu garis besar paling sederhana dari perjalanan luar penuh gejolak yang telah m enggiringnya menjadi orang paling ber¬kuasa di Tiga Negara." "Kita saling mengenali semalam. pewaris Maruyama.

dan rasa iba muncul lagi. Jarak di antara mereka sudah terbentang terlalu jauh. "Selain neraka yang diciptakan manusia di bumi." Takeo menyadari ba hkan saat ia bicara pun nada suaranya kaku dan terlalu dibuat-buat." Takeo melihat kalau ia telah menyakiti adiknya. ia tak punya cukup kata-k ata untuk mengungkapkannya. Kita saling memiliki kewajiban."Aku minta maaf atas semua penderitaan yang telah kau alami. Tapi aku tidak bisa mengumumkan tentang hubungan kekeluar¬gaan kita. Mengetahui itu membuat i a tertekan dan iba. Aku peduli pada jiwamu." kata Madaren. Bila mereka masih menganut kepercayaan ya ng sama mungkin mereka bisa memanjatkan doa bersama. namun kini kepercayaan masa kecil yang dulu menyatukan mereka justru menjadi penghalang yang tak bisa dilalui. "Tidak ada yang namanya neraka. Aku tak bisa melihatmu masuk neraka!" Takeo bangkit lalu berjalan menjauh." tutur Takeo. Dan aku pun memiliki tugas spiritual terh adapmu. kau bisa mendekati pejabat kota yang berwenang. Kau satu-satunya keluargaku. "Kau adalah kakakku. Jangan coba-c oba mendekatiku lagi."* Kisah Klan Otori IV Page 70 . Tidak ad a cara yang bisa mereka lakukan untuk saling mendekati." sahutnya s ambil sedikit memalingkan wajah. Aku bibi dari anak-anakmu. dan aku harus memi ntamu umuk tidak mengatakannya pada siapa pun. "Tomasu. "Akan kupastikan kau diurus dengan baik. "Jika kau butuh apa pun. tapi j uga tahu kalau ia tak bisa membiarkan adiknya mengambil tempat lebih banyak lagi dalam kehidupannya se lain dengan cara seperti ini: berada dalam perlindungannya.

" "Berdoa saja takkan ada perang lagi. "Nikmati saja. ." Shizuka memperingatkan mereka. mem¬permainkan kakak perempuan mereka atau menghukum orang yang lewat di depan mereka sulit dibendung." tuturnya. karena ketiga gadis itu. tapi terkadang godaan untuk mengelabui guru-guru mereka. "Kau seperti aku ketika aku masih kecil. Shizuka jarang marah. menunggang kuda serta menggunakan pedang." sahut Shigeko. "Berdoalah seperti kakak kalian agar kalian tidak pernah mengenal perang yang se benar¬nya. menandai diri mereka seperti sang ayah. la yaknya anak kelas ksatria. Mereka tahu kalau sang ibu tidak menyukai kemampuan Tribe yang mereka miliki. si kembar tanpa sadar menyentuh ujung jari mereka pada lekukan yanaat nama Kikuta disebut. "Tidak ada yang lebih menyenangk an. "Lord Hiroshi. diajar kan oleh Shizuka dan Sugita Hiroshi atau ksatria besar lainnya di Tiga Negara. atau ketika Miki memanjat kayu kaso selentur dan secepal kera liar. Itu me¬rupakan lambang jalur sempit yang mereka lalui di antara dunia. menghilang di balik atap yang terbuat dari ilalang. "Jika tidak akan ada perang. belajar memanah. "Kata Lord Hiroshi siap perang adalah pertahanan terbaik melawannya. kita takkan menghadapi per¬tar ungan yang sebenamya. Kau ada di sana saat Inuyama jatuh! Kau bertarung bersam a Ayah!" "Sekarang Ayah mengatakan tak akan ada lagi perang." "Kau beruntung Shizuka. sebagai Kikuta. si kembar tanpa sadar menyentuh ujung jari mereka pada lekukan yang melintang di telapak tangan mereka. Kedua gadis kembar itu tertawa cekikikan. Maya kembali ke pokok pembicaraan tadi." ujar Shigeko. mengapa Aya h dan Ibu memaksa kami belajar kemampuan bertarung?" tanyanya." ujar Shizuka ketika Maya bersembunyi s elama setengah hari tanpa bergerak di dalam keranjang bambu. Si kembar mengerang." bisik Miki.Saat nama Kikuta disebut. sepe rti Taku. da n bahwa klas ksatria menganggap mereka penyihir: mereka belajar sejak dini apa yang bisa diba nggakan di desa Muto haruslah disembunyikan di kastil seperti Hagi atau Yamagata. sambil menyi¬kut Maya.

Untungnya laki-laki itu sudah kembali ke Maruyam a untuk mengawasi hasil panen dan persiapan upacara pengukuhan ia menjadi pewaris wilaya h itu. tidak membiarkan diri nya dengan bodohnya menyebut nama Hiroshi. "Tapi kau jarang menguti p apa yang dikatakannya." kata Shigeko. menutupi rasa malu dengan berbicara den gan nada resmi. "Apa?" tanyanya." "Aku tidak menyadari itu. lalu wajahmu bersemu merah. Shigeko harus mempelajari semua sejarah ini. Jelas sekali kalian perlu banyak latihan. begitu pula dengan si kembar. Hiroshi sering menulis surat. Sudah sewajarnya aku mempelajari peribahasa yang dipakainya." ujar Miki. karena dia pengawal senior dan orangtuanya berhara p ia mengenal setiap detil wilayahnya." "Lord Miyoshi Gemba juga salah satu gurumu. tapi Shigeko suka melihat tulisan tangannya.Wajah Shigeko bersemu merah. adik-adikku. Shigeko berharap pelajaran itu bisa meng-hukum mereka karena menggodanya soal Hiroshi. itu tidak berarti apa¬apa. "Lagipula. "Kurasa kalian seharusnya bisa jauh lebih baik dalam menulis. dan berharap mencegah mereka membicaraka n tentang topik itu lagi. "Kau selalu mengatakan ucapan Lord Hiroshi. penuh dengan istilah sulit da n kejadian yang sukar dimengerti. Isinya adalah salah satu hikayat kuno Tiga Negara. Surat¬suratnya bersifat resmi. Kisah Klan Otori IV Page 72 . Hiroshi adalah salah satu guru yang sangat bij aksana. Shigeko memutuskan untuk lebih berhati¬hati. Ambil kuasnya!" Shigeko membuka satu gulungan lagi lalu mulai m endiktekannya." "Dan Lord Miyoshi tidak membuat wajah¬mu merah!" timpal Maya.

tebal dan dibentuk dengan baik. Surat-surat itu menyebut nama para tetua serta karakter mereka. dan tentang kuda.bergaya tulisan tangan ksatria. Surat-surat itu me nyebut nama para tetua serta karakter mereka. dan tentang kuda. Hiroshi menceritakan dengan rinci setiap anak kuda Kisah Klan Otori IV Page 73 . Hiroshi menceritakan dengan rinci setiap anak kuda rgaya tulisan tangan ksatria. tebal dan dibentuk dengan baik.

yang melemah dengan beratnya hukuman yang mereka dapatkan. begitu pula dengan seni pemerintahan. tinggal di kediaman Otori. Lebih dari se galanya." seru Shigeko. Si kembar.yang baru lahir dan perkembangan kuda-kuda jantan yang pernah mereka jinakkan be rsama. dianggap sebagai putra dalam keluarga. Kudakuda Maruyama sudah tumbuh satu tangan lebih tinggi dibandingkan dua puluh tahun lalu . bahkan teman yang paling baik. "Bolehkah kita berjalan melewati pagar penangkap ikan?" tanya Maya dengan nada memohon. ketika Hiroshi masih kecil. "Kita ke biara. cukup sering menyuruh mereka berl atih lagi menulis huruf yang salah guratannya. per¬nikahan yang akan memperkuat posisi keluarg anya dan menopang hasrat ayahnya untuk kedamaian. tapi tidak akan l ebih. tapi menduga kalau itu tidak mungkin. Tangan si kembar terasa sakit dan mata mereka terasa gatal saat Shigeko selesai membacanya. Hiroshi bisa menjadi penasihat yang paling berharga. memanggil Shizu ka dan memintanya untuk ikut bersama kita. membuat kedua adiknya bersorak kegirangan. strategi dan taktik. Dia mengajari Shigeko menunggang kuda. Shigeko merindukannya dan amat ingin berjumpa lagi dengannya: Hiroshi sudah sepe rti kakaknya. "Tempat itu hanya boleh digunakan anak b erandalan. me-manah serta bertarung dengan pedang: Hiroshi juga mengajarin ya seni perang." sahut Shigeko. Kudaang baru lahir dan perkembangan kuda-kuda jantan yang pernah mereka j inakkan bersama. karena biara itu dipersembahkan bagi dewa sungai dan kuda. bukan putri-putri Lord Otori. dan Shigeko mengurangi ketegasannya. Semua pikiran ini melintas di benaknya selagi membaca secara perlahan dan hati-h ati dari gulungan. Ketika matahari mulai tenggelam dan udara terasa ag ak dingin. "Tentu saja tidak bisa." . Tak satu pun dari keduanya berani berkomentar. Shigeko menyarankan agar mereka berjalan-jalan sebelum latihan di sore hari. Shigeko berharap Hiroshi menjadi suaminya. Kita akan berjalan menuju jembatan batu. Shigeko memper baiki pekerjaan adik-adiknya dengan baik hati. Ia pernah mendengar per¬bincangan soal pernikahan dirinya karena kini usianya beranjak lima belas tahun. Ia tahu akan ada rencana pertunangan. menye¬tujuin ya dengan patuh. Dan kurasa kita sebaiknya membawa beberapa pengawal.

" "Bolehkah kami membawa pedang?" tanya Maya dan Miki serempak. Di sisi lain. "Seorang ksatria sebaiknya selalu siaga."Kita tidak butuh pengawal. "Untuk berkunjung ke biara. ini di Hagi." sahut Miki cepat. tapi ia tahu kalau Ibunya tidak suka si kembar terlihat bersama di temp at umum. Shigek o pun ingin berjalan kaki. kampung halaman mereka." "Ingat serangan di Inuyama!" Miki meng¬ingatkan. "Mungkin kau perlu latihan menulis lagi. di jantung Hagi? Kita tidak butuh pedang. Tak satu satu pun dari kedu anya ingin ditandu." *** Shigeko memikirkan selama beberapa saat tentang masalah tandu: apakah memaksa si kembar ditandu dalam kegelapan atau mem¬biarkan mereka berjalan kaki. tidak seformal dan sekeras di Inuyama. "P engawal. kakak. "Baiklah. mari kita pergi seperti yang kau katakan. kelihatan seakan ingin duduk lagi. tidak ada pedang. dan kedu a adiknya yang gelisah mungkin bisa tenang dan lelah setelah berjalan kaki. ingin melihat kehidupan Kisah Klan Otori IV Page 74 ." ujar Maya lumayan mirip menirukan Hiro shi." balas Shigeko.

yang menyaksikan ayah mereka mati di depan mata mereka. termasuk wortel unt uk kuil kuda. satu pelayan per empuan membawa keranjang bambu berisi botol sake serta sesaji lain. "Aku bersedih atas cinta yang pernah ada di antara kami. juga ce rita tentang putri si tukang batu. karena kulitnya seputih kulit ibunya dan takut terkena sinar matahari. sungai berbau asin dan lumpur. dan terkadang mereka mengunjungi kuil di kawah gunung berapi tempat kematian tragis Akane diperingati dan arwahnya yang dipanggil kembali oleh para kekasih yang tidak bahagia. jalan-jalan sempitnya serta toko-toko kecil penuh ber¬ba gai hasil bumi dan kerajinan. tapi mema¬lingkan wajah ketika si kembar lewat. tapi kulit si kembar keku ningan seperti ayahnya merasa tidak perlu melin¬dungi kulit mereka. berterima kasih pada dewa sungai karena melin dungi Otori dan mem-peringati tukang batu yang dikubur hidup¬hidup di dalam dinding itu bertah un-tahun silam. terbentang dunia yang sangat menyenang¬kan. Mereka mempersembah¬kan sesaji sake. tempat yang jarang bisa dikunjun gi si kembar. Wasp adalah ketidakadilan dan ketidak¬seti aan. Shigeko memegang parasol." sahut Shizuka. ota yang penuh semangat. Dua pengawal berjalan di depan mereka dan dua lagi di belakang. Mereka s emua mengenakan sandal kayu serta jubah tipis musim panas. dan Miki berdampingan dengan Shigeko. Akane. Tapi Arai telah membuatk . terbentang dunia yang sangat menyenang¬kan.kota yang penuh semangat. Shizuka berjalan di samping Maya. "Shizuka pasti bersedih atas kematian Lord Arai. "Juga u ntuk kedua putraku. Di belakang jalan utama lebar yang mengarah dari gerbang kastil m enuju jembatan batu. jalan-jalan sempitnya serta toko-toko kecil penuh ber¬bag ai hasil bumi dan kerajinan. Sesaat si kembar berjalan berdampingan: para pejalan kaki berlutut ket ika Shigeko lewat. Tulang belulangnya ditemukan di sungai dan dikuburkan kembali selama pemb angunan kembali jembatan. tempat yang jarang bisa dikunjun gi si kembar. Shizuka sering menceritakan ini pada ketiga gadis itu. Di belakang jalan utama lebar yang mengarah dari gerbang kastil m enuju jembatan batu. Di jembatan yang pernah hancur dalam peristiwa gempa yang dipercaya rakyat sebagai hu kuman atas pengkhianatan Arai Daiichi ada pahatan kalimat: Klan Otori menyambut keadilan dan kesetiaan." kata Shigeko pelan saat mereka meninggalkan jembatan. Gelombang menghempas ketika mereka tiba di jembatan batu. laki-laki maupun perempuan. "Lihat apa yang terjadi padanya!" ujar Maya dengan nada puas selagi mereka berdi ri di depan batu itu.

adalah nama perem¬puan dari Shigeru." "Aku belum pernah bertemu orang seperti dia.u menjadi musuhnya.. "Benar." aku Shizuka." "Takeo sangat mirip Shigeru: dia seorang laki-laki serta pemimpin yang hebat. meskipun udara masih terasa hangat. namun sifatnya terbagi dengan cara yang tidak terjadi pada Shigeru. Kau mengenalnya lebih baik ketimbang kebany akan orang. semua yang terjadi di masa lalu menjadi lebih jelas di benakku. "Ayahmu berusaha mcnguasai ke¬lem ahannya." tutur Shizuka. Kami saling menaruh kepercayaan satu sama lain selama bertahun-tahun. "Jangan teruska n lagi! Aku menyesal sudah bertanya." Kisah Klan Otori IV Page 75 . aku mengenalnya dekat. dan saling percaya den gan taruhan nyawa kami. dan telah memberi perintah agar aku di¬bunuh." "Apakah dia lebih baik ketimbang Ayah?" "Shigeko! Aku tidak bisa menilai ayahmu! " "Kenapa tidak? Ayah adalah sepupumu. barangkali lebih banyak dari siapa pun. Shigeko." "Kau tahu banyak tentang masa-masa itu!" seru Shigeko.." Shigeko tiba-tiba merinding. Kematiannya tidak lebih da ri akhir yang adil atas cara hidup yang dipilihnya." " Tapi." "Beliau pasti orang yang baik. Ya." "Dan kau mengenal Lord Shigeru?" "Namamu. "Semakin usiaku be r¬tambah. Selama ini Isihida dan aku mencatat semua ingatanku: ayah kalian yang memintanya.?" "Semua orang memiliki kelemahan.

"Ada apa? Apakah kau mendapatkan firasat?" Ada apa? Apakah kau mendapatkan firas at?" Kisah Klan Otori IV Page 76 .

" Ia memberi isyarat pada si kembar yang tengah men unggu di gerbang kuil. Kuil itu dibalut hijau¬nya te tumbuhan." "Ayah sedang di Hofu! Mungkin mereka bertemu di sana. Seorang laki-laki tua muncul dari belakang aula utama. dan si kembar pergi meinpersembahkan sesaji bagi hewan yang dianggap keramat itu. Aku belum me ndengar kabarnya. "Keluarga kami terbelah dengan cara yang sama: kami adalah gambara n dari sifat ayah. "Keluarga kami terbelah dengan cara yang sama: kami adalah gambara n dari sifat ayah. Namanya Hiroki. Putra ketiga Mori Yusuke. kirin dan shishi. dulu adalah teman dekat Lord Shigeru."Aku selalu mendapatkan firasat. pawang kuda dari Klan Otori. unsur terakhir dari hutan jaman purba yang pernah menyelimuti tanah ini. Arah cahaya tampak miring dari barat menerangi debu di sela-sela besarnya batang pohon dengan pancaran sinar ke emasan." sahut Shigeko pelan." Shigeko berbalik dan me¬natap kembali ke arah teluk. Kak ak laki-lakinya. lewat bagian bawah gerbang besar. mungkin dia sudah di Hofu. Dia adalah seorang biaraw an." Ia memberi isyarat pada si kembar yang tengah men unggu di gerbang kuil." Mereka memasuki pintu kuil." sahut Shigeko pelan. ku selalu mendapatkan firasat. Apa yang akan terjadi pada adik-adikku kelak? Di mana tempat mereka di dunia ini ?" Shigeko bergidik lagi. "Mungkin pulang dalam beberapa hari ini. Apa yang akan terjadi pada adik-adikku kelak? Di mana tempat mereka di dunia ini ?" Shigeko bergidik lagi. di samping pe¬pohonan tumbuh pohon oak dan cedar. Di lengkungan gerb ang dipenuhi ukiran hewan dalam dongeng: houou. hanya ter-pecahkan oleh kicau burung. Pepohonan willow besar berbaris di tepi sungai. "Aku tahu berapa banyak ora ng yang menginginkan kematian ayahku. "Besok kita akan mendaki buki t dan melihat apakah kapal mereka sudah terlihat. "Suamimu sudah kembali?" tanya Shigeko. dan berusaha mengubah topik pembicaraan. dan mengabdikan diri melayani dewa sungai sejak kecil setelah kakaknya tenggelam di pagar penangkap ikan. "Aku tahu berapa banyak o rang yang menginginkan kematian ayahku. Mungkin mereka akan pulang bersama. Seekor kuda putih di dalam istal berukiran indah meringkik kelaparan melihat mer eka. dan berusaha mengubah topik pembicaraan. . Kiyoshige. Hiruk-pikuk kota memudar menjadi senyap.

namun mengirimkan seekor kuda hit am jantan yang menjadi ayah dari Raku dan Shun. yang belum belajar cara mengendalikan amarahnya. Hiroki menangkap kucing itu dengan kedua tangannya. Lady!" Layaknya banyak orang yang mengabaikan si kembar. mengejar sehelai daun gugur. namun lebih sulit untuk diredam. Dia teman yang Kisah Klan Otori IV Page 77 . Matanya besar dan ber¬warna kuning kecoklatan. meraw at kuda Klan Otori setelah ayahnya pergi ke ujung dunia dalam rangka mencari kuda-kuda cepat dari tanah datar yang luas. bola matanya me-mantulkan cerahnya cahaya matahari. Hiroki menarik tali ge nta untuk membangkitkan arwah dan Shigeko memanjatkan doa. Kedua gadis itu sedikit menarik din di ba wah bayangan pepohonan. Seekor anak kucing berlari terbirit-birit di sepanjang beranda. Setelah beramah tamah dan Shigeko mempersembahkan sesaji. dia datang mencari tempat tinggal pada suatu malam saat hujan deras dan sejak saat itu dia tinggal di sini. memerhati¬kan si pendeta baik-baik dengan tatapan mata yang sukar dimengerti.Hiroki tersenyum sewaktu menghampiri mereka. Terutama Miki ya ng mempunyai sifat pemarah. "Selamat datang. memandang diri¬nya sebagai penghu bung antara dunia fana dan dunia arwah bagi makhluk-makhtuk yang tidak bisa bicara se hingga tidak ada doa. "Benar. selama berbulan¬bulan sebelum kematiannya." seru Shigeko. Kucing itu pun mendengkur dengan suara parau. Shigeko melihat kalau mereka marah. mengelus-elus kepala dan telinganya . Yusuke sendiri tidak pemah kembali. "Anda punya teman baru. bulu berwarna coklat muda pucat dengan bi ntik hitam dan coklat kemerahan. Hiroki mempertahankan tradisi keluarganya. a dik Shigeru. seolah keberadaan mereka terlalu memalukan untuk diakui. keduanya dijinakkan dan dilatih oleh Takeshi. Watak Maya lebih dingin. Dia memiliki ikatan khusus dengan S higeko melalui kecintaan mereka terhadap kuda.

kuda-kuda suka pad anya." Miki berlari mengejar mereka. Mereka gelisah dan mudah gugup. kuda-kuda suka padanya." ujar Hiroki. dan mem¬bungkam tikus-tikus." tutur Hiroki. "Ikutlah bersamaku. "Akan terjadi badai. Keduanya memiliki bekas luka gigit an baru di leher dan bagian sampingnya." Diperlihatkannya lebam ber¬warna ung u gelap di betisnya. dan seekor kuda jantan hitam di¬k urung di dalamnya. rumputnya kering dan banyak bekas jejak kaki. Dua kuda yang l ebih muda berseru menyahutinya. "Apakah dia menggigitmu?" tanya Shi¬geko. Satu-satunya hal yang menarik baginya saat ini adalah melayani dewa sungai dan kasih sayangnya pada kuda. "Dia selalu menyulitkan: . tapi Maya tetap membungkuk di bawah bayangan. Salah satu sudut di ladang kecil dipagari bambu. Dilihatnya Hiroki amat menyayangi hewan itu. Saat melihat mereka. kemudian meronta sampai Hiroki melepasnya." ajak Shigeko. Orang itu mengangguk. membujuk si kucing untuk mendekat. warna bulunya yang kontras sung guh memukau. Kucing itu pergi tergesa-gesa dengan ekor tegak lurus. Sementara pelayan menunggu dengan sabar di beranda. "Dia juga menendangku. Di salah satu lengannya terlihat tanda bekas gig itan dan lebam. "Aku tidak tahu apa yang harus dilaku¬kan." Shigeko belum pemah melihat kucing setampan itu." gerutu¬nya. "Mari pergi melihat kuda.baik. tertawa kecil. Si kucing membiarkan dirinya ditepuk¬tepuk selama beberapa saat. Seorang anak laki-laki lengah mengisi ember air minum kuda hitam jantan itu. dan mem¬bungkam tikus-tikus. Semua anggota ke luarga Hiroki telah tiada: dia hidup dengan menyaksikan kekalahan Otori di Yaegahara hingga kehancur an kota saat gempa. "Di a sengaja menendang ember itu. Mem¬bungkuk lalu menggores dedaunan dengan ranting itu." ik. kuda itu meringkik nyaring lalu bergerak mundur. Tanah tempat si kuda agak menanjak." Maya memungut sebatang ranting. "Dia bisa merasakan cuaca di b ulu¬bulunya. dan merasa senang. Shizuka. tatapan matanya tajam. Kucing itu diam saja.

"Ya." "Tampaknya dia sudah siap dikawinkan!" komentar Shizuka.sekarang malah menjadi berbahaya. bentuk kepala yang sempuma dan mata yang besar. atau apakah kita mesti mengawinkannya . "Dikurung pasti membuat keadaannya lebih buruk. Shigeko mendekati si kuda hitam jantan. menga¬gumi kaki panjang dan punggungnya yang be rotot. Diamatinya kuda itu selama beberapa saat tanpa bicara sepatah kata pun. Bagaimana bila kau membawa sepasang kuda betina yang tua dan mandul apakah mereka bisa menenangkannya dan mengajarinya sopan santun?" Kisah Klan Otori IV Page 78 . Bocah pengurus kuda memukulnya ketika Shigeko undur di luar jangkauan gigi si ku da. Tapi dia s angat keras kepala. dia memang tampan." ujar Shigeko. juga tinggi: kuda tertinggi yang kami miliki. "Aku khawatir menaruhnya bersama kuda betina justru akan memperparah keadaan. "Hati-hati. dan mereka semua ter¬tawa karena si kuda memperlihatkan semua gejala kuda jantan yang birahi." ujarnya." "Dia tampan sekali." t utur Hiroki. dan saat itulah si kuda mencoba menggigit Sh igeko. Bola mata kuda itu berputar dan telingan ya menegakkan. "Pindahkan kuda yang lebih muda dan biarkan dia memiliki ladang ini sendirian." Hiroki memperingatkan. aku tidak tahu apakah dia bisa dijinakkan.

" "Ada apa?" tanya Shigeko. bibirnya berkerut dengan sinis. ke arah kucing itu. Dia akan lebih menghargai teman bila kesepian!" Gagasan yang bagus. "Itu pasti salah satu kemampuan r ahasia. matanya menatap ke bawah. kan? Sesuatu yang dipelajarinya sewaktu dia pergi? Kemampuan sihir yang mengerikan!" . Kucing itu bergerak tedikit. aku akan mencoba¬nya." kata S higeko.. lalu tertidur." sahut si laki-laki tua. dan menyuruh bo cah tadi menuntun dua kuda tadi ke padang rumput yang lebih jauh. tapi tidak bangun. Mikkan. Maya tengah duduk di beranda di sebelah pelayan. "Kami akan membawa kuda betina dalam satu atau dua hari. "Apa yang kau lakukan?" Tidak ada. "Bangunlah!" Shizuka menatap kucing itu dengan perasaan panik." kata Maya lagi. Maya terlihat seperti ke¬girangan. Shigeko tersenyum pada diri sendiri se¬waktu mereka kembali ke kuil. dan menyuruh b ocah tadi menuntun dua kuda tadi ke padang rumput yang lebih jauh. tida k dalam waktu yang lama." "Bangun." sahut si laki-laki tua. Laki-laki tua itu menjerit. "Apa yang Maya lakukan pada kucing itu?" "Aku tidak melakukan apa-apa. Dan ketika menatap Hiroki yang mulai menangis pelan. seraya berpikir akan menulis surat pada Hiroshi dan menanyakan sarannya. Kalaupun ter¬bangun.. Si ku cing tergeletak lemas di atas tanah."Gagasan yang bagus." jawabnya." laki-laki tua itu memohon dengan sia-sia. kemudian tersandung. Mungkin Hirosh i akan datang dan mem¬bantuku menjinakkannya. "Kucing itu menatapku. "Kami akan membawa kuda betina dalam satu atau dua hari. lalu bergegas menghampiri. Diraihnya hewan itu lalu d ipeluk¬nya eraterat. Shigeko berkata dengan kesal. aku akan mencoba¬nya. "Kucing itu takkan bangun. Dia akan lebih menghargai teman bila kesepian!" Aku akan datang setiap hari dan melihat apakah kuda ini bisa dijinakkan. Shizuka langsung menghampiri Maya. semua keindahan dan semangat hidup kucing itu tidak terliha t lagi. dia berkata pelan. tapi dari tatapan matanya saat me ndongak.. Dengan usaha yang kentara meng endalikan reaksinya. Ketika tersadar.

Ramalan cuaca si kucing ternyata benar." Kisah Klan Otori IV Page 79 . Ibu." "Maaf. "Hari ini panas sekali." bisik Shigeko. Sorenya di hari yang sama: Shizuka mengajak si kembar pergi untuk menghukum Maya. dapat Shigeko melihat cahaya samar di dindin g berhiaskan motif emas menonjol saat kilatan halilintar tampak mengarah ke laut. karena para pelayan kuil berkumpu l dan menatap dengan mulut menganga seraya memegangi jimat. Ia tidak ter¬biasa dengan kemarahan ibunya dan itu ama t menyakitkan baginya." "Terlambat untuk apa?' tanya Shigeko. "Kita harus pulang. Kaede berkata. Aku hanya mengerti sebagian tentang kemampuan Kikuta seperti ini." *** Shigeko bahkan lebih merindukan ayahnya pulang saat menghadapi kemarahan ibunya. mereka sudah belajar dengan giat. Tapi mungkin sudah ter-lambat. dan merek a berdua diperintahkan tidur di kamar yang terpisah. Badai menderu di kejauhan. "Seharusnya kau tidak ajak mereka ke sana! Kau tahu kalau Ibu tak ingin mereka terlihat berdua di depan umu m." gumam Shizuka. Tapi ia juga khawatir pada si kembar. dan merasa kalau ibunya bersikap tidak adil pada mereka. Mereka perlu p ergi keluar. Maya harus dih ukum. kepala tertunduk di hadapan ibunya. "Nanti kuceritakan. dan dari tempatnya berlutut. Kuharap ayahmu ada di sini."Jangan bicarakan itu di sini.

" sahut Kaede." Kisah Klan Otori IV Page 80 ." sahut Kaede. "Maya harus dikirim pergi." Me reka bisa bermain di taman sini."Mereka bisa bermain di taman sini. "Maya harus dikirim pergi.

ia tidak berdaya.dia tidak berdaya. Kisah Klan Otori IV Page 82 .

pimpinan Klan Arai yang memimpin wilayah Kumamoto. namun Zenko mengambil nama keluarga ayahnya dan tidak memiliki ke-mampuan Tribe. Mungkin mereka akan dieksekusi sekarang. Ia ber doa agar kematian Kenji terjadi dengan cepat dan bukannya tanpa makna. terbentang bermil-mil negeri tak bertuan sampai ke kota bebas Akashi. tempat Takeo pergi untuk beberapa alasan pemerintahan. Orang yang tersisa hanyalah Taku yang sudah jelas oinat berbakat dalam kemampuan menghilang serta menggunakan sosok kedua. sementara Kaede dan anak-anaknya sudah kembali ke Hagi selama musim panas. dan Sonoda juga Ai setuju kalau ia harus segera bewingkat ke Hofu. Walaupun sudah menduganya. pelabuhan yang membentuk gerbang masuk ke ibukota Kaisar. Zenko. tempat Barisan Awan Tinggi membentuk penghalang alami. merupakan kerabat laki-laki terdekat karena Ke nji hanya memiliki seorang putri yang sudah mati. . Tapi di luar wilayah Timu r.Selama pemerintahan Takeo dan Kaede. dilatih oleh Kenji. Apalagi kini dia berstatus sebagai ksatria berkedudukan tertinggi. dipercaya oleh Takeo. karena dia sudah menjadi ketua lebih dari dua puluh tahun: seorang keluarga Muto harus dipi lih untuk menggantikan keduduk-annya. Yuki. Keputusan atas nasib tawanan juga harus secara resmi dilaksanakan baik oleh Take o maupun Kaede. jalan-jalan di seluruh Tiga Negara telah di perbaiki daelama pemerintahan Takeo dan Kaede. Taku sendiri mewarisi sifat sinis Kenji dan tidak enggan melakukan tindakan balas dendam. Taku merasa sedih juga marah atas berita itu. Desas-desus tentang kematian Muto Kenji terdengar di Akashi kira-kira di bulan keempat. dan dari sana kabar itu tersiar hingga ke Inumaya melalui pedagang yang sering meneruskan kabar berita dari wilayah Timur kepada Muto Taku. Satu al asan lagi untuk mengadakan per-jalanan saat ini yaitu untuk bertemu keluarga Tribe. Taku merasa harus memberitahukan kabar itu pada Takeo. tapi harus dilakukan sesuai huku m agar tidak dianggap sebagai tindakan balas dendam. Miyako. Ia mera sa seharusnya Kenji mati dengan damai di kampung halamannya sendiri. Kematian Kenji juga memengaruhi Tribe . untuk memast ikan kesetiaan dan dukungan mereka serta membahas tentang siapa yang akan menjadi Ketua. jalan-jalan di seluruh Tiga Negar a telah diperbaiki dan pesan-pesan dibawa dengan cepat antar kota-kota besar. Kakak Taku. karena kematian seperti i tu akan dianggap kelemahan di mata Kikuta dan hanya akan membuat mereka lebih bersemangat. namun dia menghormati ketegasan Takeo pada keadilan atau setidaknya memberi kesan adil.

kuda dengan kulit abu-abu pucat. Sunaomi dan Chikara bersiap-siap melakukan perjalanan. Sangat jelas bahwa Taku mem¬bawa be rita buruk. Taku menamainya Ryume. tapi berita itu tidak bisa ditunda lagi. namun ia t ak pernah menyukai kuda seperti kuda yang satu ini. Istrin ya menyenangkan. Keponakannya. anak-anak menghiburnya. surai dan ekor sehitam arang warna yang amat dihargai di Tiga Negara. ia bersiap pergi keesokan harinya dengan lega bercamp ur penuh harapan. hujan musim semi bar u saja mulai turun. Ryume sudah menjadi ayah dari banyak kuda jantan. Taku berkuda dengan cepat meskipun di tengah cuaca buruk. seraya berharap bisa bertem u Takeo sebelum meninggalkan Hofu. menunggang kuda pemberian Takeo kepadanya saat masih kecil: anak dari R aku. Kisah Klan Otori IV Page 83 . tapi kehidupan rumah tangga membuatnya bosan. Kedatangan kirin dan pertemuan dengan adik perempuannya mencegah Takeo untuk per gi secepatnya ke Hagi seperti yang diinginkannya. Saat ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan perjalanan. Itulah sebabnya Takeo masih berada di Hofu ketika Muto Taku datang dari Inuyama ke ruma h kakak¬nya. meminta segera dipertemukan dengan Lord Otori. yang dijinakkannya sendiri serta tumbu h dewasa bersama dirinya. dan meski pun misinya membawa kabar menyedihkan. diucapkannya selamat tinggal pada keluarganya tanpa penyesalan. dan kini sudah tua. tak ingin orang lain yang membaw a berita ini.Lagipula Taku merasa gelisah: ia sudah di Inuyama sepanjang musim dingin. namun badai hebat menunda keberangkatan mereka selama dua hari.

kelelahan dan tubuhnya yang kotor karena berjalan jauh. hanya kenyataan keji bahwa Muto Kenji Kisah Klan Otori IV Page 84 . Tidak ada rincian. tapi tidak ingin mandi atau makan sebelum bicara dengan Takeo. ta pi tidak ingin mandi atau makan sebelum bicara dengan Takeo. kelelahan dan tubuhnya yang kotor karena berjalan jauh. Tidak ada rincian. hanya kenyataan keji bahwa Muto Kenji tiba hampir malam.Ia tiba hampir malam.

ia meman g¬gil Minoru dan mendiktekan surat untuk Sonoda dan Ai. Takeo terjaga semalaman hanya ditemani kesedihan. Ia harus menulis surat pada suami Ai. jauh dan tak terlihat. Su naomi yang akan dibawanya bocah itu pasti bisa menunggang kuda dengan cepat lalu mengirim adikn ya bersama Ishida dan kirin dengan naik kapal begitu cuaca membaik. Sonoda. Keinginan utamanya adalah bertemu Kaede. ia berbicar a lagi dengan Taku. Kesediha n Takeo memuncak. dan menunggang kuda dengan cepat. Tak ada jenazah yang bisa ditangisi. Dan Kono? Mungkin Taku bisa tinggal di wilayah Barat untuk mengawasinya. tapi juga ke¬hilangan semua yang berhubungan dengan¬nya. Ia berduka tidak hany a karena kehilangan Kenji. dan tak mampu menahan Taku sepenuhnya sesuai dengan kehendaknya. agar istr inya itu bisa menghiburnya. namun harus dilakukan sesuai hukum. tak ada batu nisan untuk menan dai makamnyaudah tiada. berapa lama lagi waktu yang mereka butuhkan untuk menanding i jumlah per¬senjataan miliknya? Kenangan tentang gurunya dan masa lalu menghujani dirinya. dan ia atau salah satu a nggota keluarganya harus hadir." sahut Taku. Kenji sah abat Shigeru: satu mata rantai lagi yang terputus. Diputuskannya untuk pergi ke Hagi keesokan harinya. Namun ia merasa tak mampu menumpahkan perasaannya di rumah Zenko. tak ada batu nisan untuk menandai makamnya: cara kematian yang paling sulit untuk ditangisi. Berapa lama lagi sampai ia bisa mendapat kabar dari Fumio? Berhasilkah dia menggagalkan penyelun¬dupansenjata api? Dan jika tidak berhasil. Taku bisa mengu rusnya. semakin diperburuk oleh keputusasaannya. tapi sebelum membubuhkan cap. Tak ada jenazah yang bisa ditangisi. Apak ah ada cara lain?" "Mereka hendak membunuh keluargamu.sudah tiada. "Aku merasa enggan untuk memerintah¬kan hukuman mati kedua pemuda-pemudi itu. mengirim perintah agar Ai menggantikan Kaede. Saat matahari terbit. se-suatu tugas yang akan menciutkan nyali adik iparnya yang berhati lembut itu. Namun kekhawatirannya yang lain tak bisa dising¬kirkan dan menunggu sementara ia meng-hadapi kesedihannya. Lalu masalah tawanan di Inuyama yang harus dihukum mati. "Kau yang membuat aturan dan hu . Setidaknya ia harus membawa salah satu putra Zenko.

dan mengambil nama ayah kami." "Kau seperti Kenji. Kau harus hidup lebih lama daripada merek a. Ia merasa tak nyaman dengan pemikiran harus berbagi rahasia mereka dengan Zenko. tapi tetap saja dia lebih tua dariku. Apa yang akan kau lakukan pada mereka? Memaafkan lalu membebaskan me¬reka justru akan kelihatan seperti kelemahan. yang diketahuinya tak akan luput dari perhati an Taku. tentu saja." Takeo menaikkan alis sedikit. Kurasa kau yang akan mengambil alih kepemimpinan keluarga sekarang?" "Aku akan bicarakan dengan ibuku. dan dipenjara dalam waktu lama lebih kejam ketimbang kematian dengan cara cepat. membi arkan nada terkejut terdengar dalam suaranya. Ia tak akan mundur selama kau masih hidup. "Sama realistis dan pragmatisnya seperti Kenji. Aku akan berangkat Kisah Klan Otori IV Page 85 ." "Tapi apakah kematian mereka akan men¬cegah serangan-serangan selanjutnya? Bukan¬kah ini semakin membangkitkan amarah Kikuta pada diriku dan keluargaku?" "Dendam Akio padamu sudah mutlak sifatnya. memercayai Kenji sepenuh¬nya. demi formalitas. "Kakakmu mengusulkan agar aku meng¬angkat salah satu putranya.kuman. "Sunaomi akan menemaniku ke Hagi. Dan kakakku." sahut Taku. Ia lebih suka menyerahkan penanganan masalah pada Kenji dan Taku. lalu menambah¬ka n. dan cepat atau lambat mereka akan kehabisan orang yang mau dan mampu melakukannya." tutur Takeo. Zenk o hanya memiliki sedikit kemampuan Tribe." ujar Takeo. "Namun kematian akan menyingkirkan dua pembunuh lagi.

Tapi ada banyak hal yang harus kita bicarakan terlebih dulu. kepercayaanmu pada kakakku sudah terkikis. den gan hujan yang mengancam akan turun. "K urasa. Berharap benar adanya kalau Zenko tak memiliki kemampuan Tribe. Mari berjalan¬jalan debentar lagi. tahu kalau dirinya akan menaruh kepercayaan pada adikn ya. Meng¬ingat kalau Zenko juga keluarga Muto. Taku menyerap semua penjelasan ini dalam diam. Aku tidak memercayai kakakmu maupun istrinya. satu-satunya komentar darinya. "Tidakkah Anda harus menyelesaikan surat¬nya lebih dulu?" "Tidak. Takeo menceritakan dengan pelan pada Taku secara singkat tentang pesan Lord Kono. kurasa ambisi mereka masih bisa dibendung. Aku akan membicarakan masalah itu lebih jauh lag i dengan istriku sebelum aku memutuskan. Per¬jalanan itu akan basah dan tidak nyaman. tapi kita semua tahu sumpah s etia tidak ada artinya bila ber¬hadapan dengan ambisi akan kekuasaan." Sinar matahari yang baru terbit tampak kelabu." "Lord Otori. Ambisi mereka harus dibendung: alternatif la innya adalah akan terjadi perang saudara lagi atau aku harus memerintahkan kakakmu bunuh diri. Tapi aku harus memintamu menutup mulut lebih rap at dari biasanya. Kakakmu selalu menyalahkank u atas kematian ayahmu dan kini sepertinya Kaisar dan kalangan istananya pun ber¬anggapan s ama. Takeo sudah bisa memperkirakan bagai¬mana rasa sakit pada luka lamanya akan memper buruk harihari selama menunggang kuda. mem¬buatnya selalu siaga. "Aku yang akan membunuhnya bila dia mengkhianatimu. Aku akan menghindari ini selama mungkin.sebentar lagi. tapi selama kedua putra mereka di tang anku. "Jangan sekali-kali membunuh saudara kandung. begitu pula dengan masalah penyelundupan senjata. Ia sadar kalau Zenko mungkin sedang mengawasinya." Kebiasaan Taku dalam ekspresi sinisme yang senang. memben ci kedekatannya dengan Taku. Mari berjalan¬jalan di taman." "Kakakmu telah memperbarui sumpah setianya padaku. pagi terasa lembap dan basah." sahutnya. Tapi ada banyak hal yang harus kita bicarakan terle bih dulu. "Jangan!" sahut Takeo cepat. dan tidak mengungkap apa pun yang bisa menguntungkan dirinya. bawa saja bersama kita. menjadi lebih gelap lagi." Minoru mengingatkannya. serta ada hubungan saudara dengan Kikut a. Masa- . Kita akan mengirimnya dari Hagi.

dalam kalangan Tribe. "Kadang aku percaya kebenaran kata-kata itu. Aku tak akan memerintahkan untuk membunuh putraku sendiri." "Aku juga tidak mudah percaya. untuk membunuh." sahut Takeo. anak itu kini berusi a enam belas tahun: cukup usia. sambil tersenyum penuh penyesalan. setelah salah satu percobaan pembunuhan padamu. kau tidak belajar apa-apa dari semua jerih payahku! Masa-masa pem¬bunuhan r ahasia sudah berakhir." Ia berhenti sesaat. kemudian berkata p elan. seperti yang akan dilakukan sebagian besar orang. Saat itu pa man menceritakan apa yang telah dikatakan tentang dirimu. Kakakmu. Taku harus dibatasi Hukum." Kisah Klan Otori IV Page 86 . kadang tidak. Paman menceritakan itu seb agian untuk menjelas¬kan ketidaktakutanmu. Bagaimana pun juga. dia berkomentar mung kin ramalan itu benar adanya tak biasanya paman percaya pada ramalan dan pertanda. Aku tak mampu mencabut nyawa kakakmu ketika pisauku di lehernya saat s engitnya pertempuran. Ramalan itu membuat aku percaya karena telah memberiku waktu untuk meraih segala yang kuinginkan tanpa ketakutan. seperti juga semua ora ng termasuk dirimu sendiri.masa pertumpahan darah antar keluarga telah berakhir. "Taku. Maka kini aku merasa te rjebak: dapatkah aku berhenti percaya ketika ramalan itu tidak lagi sesuai dengan keadaanku?" "Bakal cukup mudah untuk menyingkir¬kan bocah itu." Taku menawarkan. dan mengapa ancaman serangan tidak melumpuhkan diri¬m u atau membuatmu bertindak kejam. kecuali di tangan putraku sendiri?" "Ya pernah. bahwa aku aman d ari kematian. "Tapi katakan: apakah Kenji pernah mengatakan ramalan tentang diriku.

"Siapa lagi yang tahu tentang ramal an ini?" Kisah Klan Otori IV Page 87 .Setelah beberapa saat Takeo melanjutkan. "Siapa lagi yang tahu tentang ramalan i ni?" etelah beberapa saat Takeo melanjutkan.

. Dia sedang me ng¬obati luka dan mencoba meredakan demam¬mu. Jalanan terawat dengan baik. "Satu hal lagi." Sewaktu mereka berpisah. tabib Ishida ada di sana. dan dia menjadi putramu. "Aku akan tinggal di sini bersama mereka.." Taku mengangguk. dilapisi batu kerikil atau diratakan setiap jengkalnya. Semua orang terus membicarakannya selama berminggu-minggu."Saat Kenji menceritakan hal ini padaku. Meskipun hujan. dan mungkin cari tahu lebih banyak lagi tentang niat orangtuanya yang sebenarnya. setiap kota kecil dijaga sehingga perjalanan menjadi aman dan cepat. Di malam pertama mereka menginap di desa kecil. Sementara Takeo didampingi Jun dan Shin. Tapi kurasa Kenji tidak mencerita kan soal ramalan itu pada orang lain." "Saat itu aku akan memilih untuk tidak percaya!" sahut Takeo pura-pura bicara de ngan nada ringan yang justru tidak dirasa¬kannya. karena tabib itu hampir menyerah. pastikan kalau Chikara berangkat bersama Ishida. Taku berkata. . dan bertemu Miyoshi Kahei yang sudah diberitahu kurir bahwa Lord Otori dalam perjalanan ke utara. Kenji mengatakan itu untuk meya¬kinkan Ishida bahwa kau takkan mati. Dua pengawal Zenko ikut untuk mengurusnya." Saat Kenji menceritakan hal ini padaku. Sunaomi diam saja. namun menj elang malam hujan turun dengan deras. mereka sampai di sungai pada sore di hari ketiga . Desa ini acapkali menjadi tempat tra nsit para pedagang yang melakukan perjalanan antara Hofu dan Hagi. tabib Ishida ada di sana. bersemangat untuk ber¬sikap dengan be nar dan berani. Kenji mengatakan itu untuk meya¬kinkan Ishida bahwa kau takkan mati. dua puluh prajurit serta Minoru.. tempat be berapa penginapan dibangun selama masa kemakmuran negara ini. namun jelas terlihat kalau dia khawatir meninggalkan orangtua dan keluar ganya. Bila kau mengangkat Sunao mi sebagai anak." * Takeo berangkat kira-kira pada Waktu Ular* di mana hujan belum turun. "Awasi dengan baik." "Zenko tidak tahu?" "Dia tahu keberadaan putramu dia di desa Muto ketika berita kematian Yuki datang. karena tabib itu hampir menyerah." ujarnya." "Maka biarkan ramalan itu tetap menjadi rahasia. seperti yang kau sara nkan. Dia sedang men g¬obati luka dan mencoba meredakan demam¬mu.

hutan lebat yang membentuk jantung Negara Tengah serta tanah pe rtanian yang kaya di kedua sisi sungai. Gemba.Atas kesetiaannya pada Takeo. Yamagata dulu diserahkan pada Tohan setelah kekalahan Otori di Yaega¬hara. Kahei pasti menyesali tahun-tahun yang penuh kedamaian da n merindukan konflik baru untuk menguji keabsahan teori-teori¬nya serta kekuatan dan ketrampila n pasukan¬nya. dan Kahei merupakan pemimpin yang disukai banyak orang. "Bukannya aku tidak menginginkannya. lebih bersimpati pada keinginan Takeo untuk mengakhiri ke¬kerasan. Keluarga Miyoshi merupakan salah satu keluarga terhebat dalam Klan Oto ri. Kahei dianugerahi kota Yamagata dan daerah¬daerah ya ng mengelilinginya. Dia juga pemimpin yang ahli strate gi dan taktik sehingga. menuju ke kota. pikir Takeo." jawab Takeo. "Aku belum memutuskan. "Kau akan ke Terayama?" Kahei bertanya setelah mereka saling memberi salam dan m enunggang kuda berdampingan ke utara." "Apa sebaiknya kukirim kabar ke biara agar mereka datang ke kastil?'" Halaman 88 dari 500 . Adiknya. tapi aku tak ingin tertunda sampai di Hagi. dan menjadi murid Kubo Makoto dan pengikut Ajaran Houou.

Takeo melihat tidak ada lagi cara meng¬hindar tanpa menyinggung perasaan sahabat l amanya ini. Ia merasakan per¬cikan ketertarikan yang tak terduga: beta pa indahnya memiliki seorang putra untuk dibesarkan dan dididik dengan ajaran ini. timbulnya kekuatan emosi ini mengejutkan dirinya. Ia merasakan per¬cikan ketertarikan yang tak terduga: beta pa indahnya memiliki seorang putra untuk dibesarkan dan dididik dengan ajaran ini. meneteskan embun. nyeri yang dirasakan Takeo ternyata tidak separah dugaanny a. Takeshi dan Ichiro. Air hujan mem¬bentuk torehan garis pada batang pepohonan cedar. ziarah ke makam Shigeru. Aku menya¬yangimu. Kenji yang dalam perjalanan itu berpura¬pura menjadi kakek-kakek yang bodoh. karena kematian Kenji meninggalkan kekosongan besar dalam hidupnya y . Langkah kuda diredam oleh tanah yang basah. Aku tidak ingin kehilanganmu. Takeshi dan Ichiro. seperti yang telah terbukti pada putrinya. serta bertemu Makoto dan para ksatria lain dengan k ematangan spiritual yang menjadikan biara itu pusat kegiatan serta rumah mereka. timbulnya kekuatan emosi ini mengejutkan dirinya. Sunaomi tampak pand ai sekaligus sensitif: Ajaran Houou mungkin bisa menjadi ajaran yang tepat baginya. Shigeko. di atas pegunungan langit tampak bermain. Orang yang paling diingatnya. dan balu tan awan seputih mutiara tampak bak umbul-umbul di lereng. Hujan berubah menjadi kabut: wajah bumi terselubung awan kelabu. Segala iiamnya sesuatunya diatur untuk pergi pagi-pagi kees okan harinya. serta bertemu Makoto dan para ksatria lain dengan k ematangan spiritual yang menjadikan biara itu pusat kegiatan serta rumah mereka. ziarah ke makam Shigeru. Shigeko. Minoru tinggal di Yamagata untuk meng¬awasi rincian administratif dan menyiapkan b ukti catatan yang akan diperlukan untuk pengadilan nanti. nama paling baru yang dituliskan di buku besar nama orang-orang yang tela h tiada. Sunaomi tampak pand ai sekaligus sensitif: Ajaran Houou mungkin bisa menjadi ajaran yang tepat baginya. gemar minum sake dan lukisan. Takeo pikir tidak ada salahnya kalau Sunaomi berkunjung ke tempat suci Klan Otor i. Takeo pikir tidak ada salahnya kalau Sunaomi berkunjung ke tempat suci Klan Otor i. akeo melihat tidak ada lagi cara meng¬hindar tanpa menyinggung perasaan sahabat la manya ini. Takeo merasakan kesendirian yang menyakit¬kan. Segala iiamnya sesuatunya diatur untuk pergi pagi-pagi kees okan harinya. Minoru tinggal di Yamagata untuk meng¬awasi rincian administratif dan menyiapkan b ukti catatan yang akan diperlukan untuk pengadilan nanti. seperti yang telah terbukti pada putrinya. te rutama Muto Kenji. dan benaknya penuh dengan kenangan akan kunjungannya yang pertama ke biara ini beserta orangorang yang menunggang kuda bersamanya bertahun-tahun lalu. M ereka berkuda tanpa bicara.

kerinduan serta kemarahan. Kenji mengajarinya cara mempertahankan diri dengan menggunakan tangan kiri. tentang pahlawan-pahlawan Otori yang dimakamkan di sana. dan dua pemuda lagi akan kehilangan nyawa sebagai hasilnya. Seperti Taku. cucun ya. semua keluarga kecuali Kikuta. memecah Tribe dan mem bawa empat dari lima keluarga di bawah kekuasaannya. tentang houou. yang ditahan Kikuta. "Kami akan mengirimmu kemari bila kau sudah lebih besar. Putraku. men¬dukung d an memberi nasehat di masa-masa awal berkuasa di Tiga Negara. Bagaimana kalau aku m encoba men¬dapatkan anak itu kembali? Tapi itu berarti mengungkap keberadaan anak itu pada istri serta ketiga putrinya . serapuh yang pernah dira sakannya setelah bertarung dengan Kikuta Kotaro yang telah membuat tangannya cacat.ang tak akan bisa terisi lagi. ia tidak bersemangat bila jumlahnya makin ber¬kurang. Rahasia itu telah tersembunyi sekian lama hingga Takeo tidak tahu bagai¬ma na mengutarakannya. Takeo ingin tahu berapa banyak lagi pembunuh yang Kikuta miliki. dan ksatria yang mengabdik an dirinya pada Ajaran Houou. Dia tak pernah m engenal ayah maupun kakeknya. Pikirannya lalu melayang ke satu-satunya keturunan Kenji yang masih hidup. dan sudah melaku¬kannya sejak usia sembilan tahun. Dia tak¬kan memanjatkan doa yang dibutuhkan bagi nenek moyangnya. burung suci yang bersarang di hutan kecil di belakang biara. tapi tidak seperti Taku. Tak ada orang lain lagi yang bisa menghormati kenangan akan Kenji. kedua pengawal Takeo serta tiga ksatria Otori lainnya. pada seluruh negara. dia memilih untuk mendekati Akio. Takeo memanggil Sunaomi agar berjalan bersamanya. ditambah dua anak buah Ka hei berkuda dalam satu barisan. putriku datang ke sini setiap musim dingin. dan kini dia telah tiada. Andai Kikuta mau berunding agar bisa diberi semacam hak khusus. dan sekali lagi ia merasa rapuh. Kenji telah menduga kalau mereka mungkin mau. Jalan setapak itu sempit sehingga mereka dalam kelompok kecil Sunaomi dan kedua pe ngawalnya. Tapi setelah mereka meninggalkan kuda di tempat penginapan d i kaki gunung suci. menceritakan padanya sed ikit tentang sejarah biara." Halaman 89 . pikirnya dengan penyesalan. dan mem pertahan¬kan jaringan mata-mata yang menjaga Takeo dan negara agar tetap aman.

dari 500 .

" seru Sunaomi." sahut bocah itu. "dan aku ber¬kesempata n melihat houou." Takeo hampir tidak bisa mengucapkan nama kota itu." "Chikara melakukan perjalanan bersama kirin. dan juga kekuatan fisik serta mental. "Kuharap diriku cocok dengan aj aran ini. Ada ." sahut Sunaomi. begitu besar keinginannya unt uk berada di sana dan bersama Kaede. Lumut yang berwarna hijau tua menutupi bagi an dasarnya."Aku akan melakukan apa saja yang paman inginkan. "Aku berhara p bisa melihat burung houou dengan mata kepalaku sendiri!" ku akan melakukan apa saja yang paman inginkan. Paman. Itu adil. dan ayah ingin kami mahir dalam keduanya. dan Makoto tentang kedatangan mere ka. apa yang harus dipelajari untuk mengikuti Ajaran H ouou?" "Orangorang yang akan kita temui yang akan memberitahukan: biarawan seperti Kubo Makoto. dan seorang biarawan diminta u ntuk memberitahukan Kepala Biara." Takeo melihat cahaya berkilap di mata bocah itu. tempat para bangsawan Otori dimakamkan. Takeo berjalan melewati taman. Tapi. Meninggalkan Sunaomi dan anak buahnya di sana. atau di Inu yama saat kita sudah sampai." Sunaomi tampak kecewa. melewati kolam ikan tempat ikan air tawar merah dan keemasan ber¬d esakan dan mencipakkan air. Di gerbang biara mereka disambut dengan kegembiraan." "Kau akan melanjutkan pelatihan bersama putra-putra ksatria di Hagi. Matsuda Shingen. menuju hutan kecil suci di belakang biara. Tapi ia berusaha menyembunyikan perasaan¬nya dengan cara yang s ama seperti yang dilakukannya seharian berusaha menyem¬bunyikan rasa nyeri dan penderi taannya. Tapi Ajaran Houou sangat menuntut pengendalian diri. "Putri sulungku akan menceritakan lebih banyak lagi tentang ajaran ini begitu ki ta tiba di Hagi. Kabut lebih tebal menyelimuti tentera abu-abu dan batu nisan yang dipersuram ole h embun dan bintik-bintik lumut hijau dan putih. Ajaran utamanya yaitu tidak meng¬inginkan kekerasan. ksatria seperti Miyoshi Gemba. "Jadi aku tidak akan belajar memanah dan berpedang? Itu y ang ayah ajarkan pada kami. Mungkin kau tidak cocok dengan ajaran ini. "Aku berharap bisa melihat burung houou dengan mata kepalaku sendiri!" "Kita akan bangun pagi-pagi sekali dan pergi ke hutan kecil itu sebelum kembali ke Yamagata. Hampir dipastikan kau bisa melihat burung itu karena sekarang jumlah¬nya banyak." sahut bocah itu. menyusuri tanjakan terjal jalan pegunungan. setengah ber¬teriak. Mereka dikawal menuju griya tamu.

mungkin ada satu atau dua pedagang dari Yamagata yang turut serta. berat . Ketika melihat ia mendekat. dan Takeo berbalik melihat Makoto berjalan me nghampiri sambil membawa lentera di satu tangan dan tempat dupa kecil di tangan yang satunya lagi . Terasa ada gerakan di belakangnya. Sebagian besar dari mere ka adalah petani. Takeo berlutut. pikir Takeo. menatap sesaji yang ada di sana. bercampur kabut. kekuatan Negara Tengah dan Klan Otori. memenuhi udara dengan aromanya. Wajahnya basah karena kabut dan air mata. Mereka menjatuhkan diri ke tanah. namun Takeo me mberi salam lalu menyuruh mereka berdiri. segenggam penuh bunga warna mer ah tua. berdoa bagi laki-laki yang telah menjadi pahl awan dan perwujudan dewa. dan sekerumunan or ang berdiri menundukkan kepala di depan makam. kemudian meminta meninggalkan dirinya sendiri di d ekat makam. "Mari masuk dan makan. dari tangan yang terbungkus sarung tangan hitam. kue mochi dan sake. Masa lalu muncul di sekelilingnya. Dalam waktu lama mereka berdua tidak bicara sepatah kata pun.seutas tali rami baru berkilauan di sekeliling makam Shigeru. dan Makoto berkata. Sen ang sekali bertemu denganmu. Makoto berlutut lalu meletakkan kedua benda itu di depan makam. dengan semua kenangan menyakitkan. Lentera menyala dengan tenang. menerangi suramnya hari ini. Kemudian genta ber dentang dari pelataran biara. dan telah menjalani hidupnya sesuai dengan tujuan sang men¬diang. Ia berhutang nyawa pada Shigeru. Kau pasti lapar. Asap ketabu naik perlahan." Halaman 90 dari 500 . mereka langsung mengenalinya dari lencana di jubahnya.

ia berangan-angan mengundurkan di sini. la yaknya para pengikut ajaran ini. merasa iri pada Makoto dengan penampil an¬nya yang sempurna secara fisik dan spiritual¬nya. "Apa yang terjadi?" "Aku akan menceritakannya dengan cepat. Tapi haruskah kau pergi begitu cepat? Maaf. Kenji teman yang setia. Kami akan ke Yamagata besok. tan pa kerutan di wajahnya yang tenang. tapi kau tampak lelah. Makoto pernah berte mpur reka berdua bangkit dan saling mengamati. Takeo yakin kalau teman lamanya yang satu lagi. ia akan menyumbangkan Jato pedang y ang selalu ia bawa meskipun tak lagi digunakan selama bertahun-tahun lalu berhenti men jalani hidup sebagai ksatria dan penguasa. sempat timbul rasa saling menyukai di mereka berdua. Mereka pertama kali bertemu tepat di t empat ini. Tentu saja kau i ngin bersama Lady Otori di saat seperti ini. Tinggallah selama beberapa hari di sini untuk memulihkan kekuatanmu.Mereka berdua bangkit dan saling mengamati. Takeo me¬rasakan ada sedikit penyesalan karena jalan hidup ya ng memanggilnya untuk dijalani sangat berbeda." Takeo tersenyum. membebaskan diri dari beban yang berat dan menyakitkan di balik kekuatan ini. sempat timbul rasa saling menyukai di mereka berdua. melepaskan d iri dari kekuasaan atas hidup dan mati setiap orang di negara ini. maka Makoto bertanya. Seluruh sik apnya memancarkan ketenangan dan pengendalian diri. dan untuk sesaat kasih sayang di antara mereka begitu kuatnya bak sepasang kekasih. Seperti yang selalu dilakukannya saa t mengunjungi Terayama. Makoto pernah berte mpur bersama Takeo di Asagawa dan Kusahara dan selama bertahun-tahun menjadi teman te r¬dekatnya. tujuh belas lahun lalu. tujuh belas lahun lalu. Dia pergi untuk berund ing dengan keluarga Kikuta dan tidak kembali. Mereka pertama kali bertemu tepat di tempat ini. Muto telah tiada. Makoto saat ini berusia tiga puluhan. Suara-suara biara yang tidak asing lagi menyelimuti dirinya. Miyoshi Gemba pasti kelihatan sama. sinar matanya penuh kehangatan dan kegembira¬an." "Aku turut berduka atas kehilangan ini. Bersumpah untuk tidak mem-bunuh lagi. mengabdikan diri dengan meluki s dan merancang taman seperti seniman besar Sesshu. Dengan sadar dibuka¬n ya gerbang . Makoto merasakan bila sahabatnya itu sedang menghadapi masalah. dan untuk sesaat kasih sayang di antara mereka begitu kuatnya bak sepasang kekasih. Karena sudah begitu mengenal Takeo. Aku akan ke Hagi untuk memberitahukan kabar i ni pada keluargaku. tergoda oleh ajakan itu.

" Halaman 91 dari 500 . Dan ada perkem¬bangan di wilayah Timur yang harus kuceritaka n padamu." Dahi Makoto berkerut. bahkan mungkin lebih jernih. Bagaimana kabar Lord Matsuda? Aku juga berharap bi sa mendapatkan saran darinya. Dibayangkannya bagaimana ia bisa melukis mereka." ujarnya. Tapi pikiran¬nya masih tetap jernih. "Jarang makan. Aku harus merencana¬kan jawabanku dengan hati-hati. Dua burung gereja hing gap di ranting. "Zenko sedang buat masalah?" "Lebih dari biasanya. gumaman doa dari aula utama. bulu warna abu-abu mereka tampak jelas dengan sinar agak redup s erta gelapnya warna dedaunan. tapi sake meredakan ra sa sakitku. Namun tak ada orang lain yang bisa mengambil alih perannya: mustahil bisa menjau h dari semua itu." "Beliau masih bersama kami. bahkan sepertinya tida k pernah tidur. desingan layang-laya ng dari puncak pepohonan.pendengarannya dan membiar¬kan suara-suara itu menyirami dirinya. tapi aku sudah kebal dengannya aku jarangjarang meminum-nya. Bahkan mungkin aku harus pergi ke Miyako. percikan air ter jun di kejauhan. "Aku minum terlalu banyak. seperti danau di pegunungan. Ishida memberiku minuman pengurang rasa sakit. suara Sunaomi dari griya tamu." sahut Makoto. Mungkin aku akan mengirimn ya kemari dalam satu atau dua tahun lagi. Tampaknya beliau sudah separuh berada di dunia lain. "Aku baik-baik saja. Kita akan bicarakan hal iiu nanti. Dia akan tinggal ber¬sama keluargaku. Kami akan menginap semalam di sini: aku ingin putra Arai melihat bi ara ini dan bertemu denganmu.

. "Aku tak punya waktu bermeditasi. kekuatan pemanah untuk mem¬bengkokkan busur atau balok di menara lonceng untuk menahan berat lonceng."Kuharap pikiranku ada di sini." ujar Takeo. lagi¬pula aku hanya mendapat sedikit pelatihan a tau pendidikan tentang ajaran itu." Makoto mengamati." Makoto ber¬j anji. kami akan berikan saran untukmu. jika tidak bisa disebut peperangan." "Kau seharusnya mencoba menenangkan pikiran setiap harinya." *** . selagi mereka berjalan kembali ke b iara." "Kukira itu bisa membuat perbedaan! Mungkin doa kalian yang telah memper¬tahankan kedamaian selama hampir lima belas tahun. "Satu-satu kemampuan meditasi yang kumiliki adalah kemampuan Tribe dan tujuannya a gak berbeda!" "Tapi bila kuamati kemampuan itu begitu memang ada dalam dirimu dan anggota Trib e lainnya. masing-masing berusaha menarik perhatian¬ku." Makoto tersenyum. saat ini. Dirasakannya keraguan Makoto. lalu kau ber¬istirahat. selagi mereka berjalan kembali ke bi ara. Dan aku tidak tahu kalau itu bisa membantu. " Takeo tidak setuju: ia belum pernah melihat Makoto atau murid-muridnya meng¬gunaka n kemampuan menghilang." ujar Takeo. paling tidak. yang akan memerintahkan aku mengasing¬kan diri?" "Saat kau ceritakan semuanya nanti. "Tapi pikiran lebih menyerupai salah satu kolam ikan itu: penuh gagasan dan masalah juga sampa h di sekelilingnya. "Kita makan dulu. Kupakai kata " mempertahankan" untuk me¬nunjukkan otot dan kekuatan yang dibutuh¬kan." "Aku percaya. Aku melihat perbedaan dalam diri para ksatria yang mengikuti ajara nmu: disiplin dan welas asih mereka. "Kami di sini men¬doakanmu setiap waktu. "Bukan hanya doa yang hampa atau lantun an pujian tanpa makna. dan menyesalinya. Aku terlibat dal am pemerintahan. sangat berbeda dengan kami yang harus melalui disiplin diri dan pengenalan diri.. tapi keseimbangan spiritual yang kami pertahankan di sini." Kuharap pikiranku ada di sini." "Aku yakin begitu. Tapi bagaimana ini bisa membantuku menghadapi Kaisar dan jenderal barunya." sahut Makoto tenang. "Tapi pikiran lebih menyerupai salah satu kolam ikan itu: penuh gagasan dan masalah juga sampa h di sekelilingnya. atau menggunakan sosok kedua. masing-masing berusaha menarik perhatian¬ku.

dan pada malam-malam yang dingin mem¬beku meringkuk memeluknya agar tetap hangat!" "Gemba ada di sini?" tanya Takeo pada Makoto. Wajahnya bersinar dan mat anya berkilauan. Takeo melangkah ke beranda tepat saat Makoto dan Sun aomi kembali. Dia s udah tahu kau ada di sini. Jun dan Shin duduk di luar. sedikit nasi. menge-nang ketika ia berendam di kolam yang sama saat salju turun sew aktu melarikan diri ke Terayama bertahun-tahun lalu. kehijauan. Setelah selesai berpakaian. Halaman 92 dari 500 . Makoto mengajak Sunaomi bertemu dengan beberapa murid yang masih muda. hujan mulai turun dengan derasnya. "Lord Miyoshi menceritakan bagaimana dia hidup di pegunungan sendirian selama li ma tahun.Setelah selesai makan siang sederhana yang terdiri dari sayuran. rasa sakitnya berkurang seolah luruh dengan bunyi rintik hujan b ak gendang bertalutalu di aiap. Takeo menyadari kalau bocah itu ter¬sentuh oleh sesuatu. Lalu mandi di mata air panas. dan terbangun dengan pikiran yang lebih jernih. minum teh dan berbincang-bincang dengan suara pelan. d an sop. Ia tidak ber¬mimpi. "Dia kembali saat kau tidur." sahut Makoto sambil tertawa." "Bagaimana Lord Miyoshi bisa tahu?" tanya Sunaomi. Takeo tertidur. Beruang memberinya makan. Cahaya mulai meredup. dan tiba-tiba keinginan untuk berbaring tak tertahankan lagi. "Lord Miyoshi tahu hal-hal semacam ini.

Dirasakannya air mata men gambang ketika laki-laki tua itu men¬condongkan badan ke depan lalu menepuk¬kan tangan. tak ada cahaya yang bersinar dari dalamnya. Matsuda adalah sa tu-satunya orang di Tiga Negara yang paling dihormatinya. Kuda." Meninggalkan Sunaomi bersama kedua pengawal pribadinya. pikirnya. nyaris tak terlihat. bersandar pada bantalan tebal yang disangga dua ra hib tanpa suara dan tidak bergerak. Di ujung cabang uta ma sungai kecil. dan ke pelataran di depan aula utama. merasa malu akan air mata yang sebentar lagi tumpah. Hujan telah reda. malam telah menjelang dan be¬batuan di taman tampak seperti bayangan hitam. Mereka mengikuti jalan setapak terbuat dari papan menyeberangi satu cabang lagi aliran sungai kecil menuju aula tempat lukis an Sesshu. menyeberangi sungai kecil yang dialihkan air nya agar mengalir melewati dapur. "Mendekatlah. tempat rahib-rahib muda mem bereskan mangkuk bekas makan malam. Mata Matsuda mencari-cari wajah Takeo. berdiri griya tamu perempuan te mpat Takeo dan Kaede menghabiskan malam pertama pernikahan mereka."Apakah beruang-beruang itu yang mem beri tahunya?" Apakah beruang-beruang itu y ang mem beri tahunya?" "Kemungkinan begitu! Lord Otori. Waktu tidaklah bergerak bagi lukisan¬lukisan itu. sedangkan begitu banyak orang yang pernah melihat mereka kini telah tiada. Di dalam aula uta ma ada ratusan lentera dan lilin yang menyinari patung emas Sang Pencerah. T akeo tidak membalas tatapannya malah melihat ke belakang. Matsuda sudah berada di aula. dan menghadap ke taman. kini sepertinya dia telah m elewati jauh dari batasan usia yang mengekang. Matsuda sudah tua saat pertama kali Takeo bertemu dengannya. "Biar ku¬lihat dirimu. Harum lembut bunga serta tanah yang basah merebak ke dalam aula. Biar kusentuh dirimu. Bunyi air terjun kedengaran lebih keras di sini. dan Takeo mengenal s osok tanpa suara yang sedang duduk bermeditasi di dalamnya. ke lukisan-lukisan Sesshu indah. mari kita menemui Kepala Biara. yang mengalir di sepanjang taman dan menuruni gunung. Takeo berlutut lalu membungkuk sampai ke lantai di hadapannya. Takeo berjalan bersama M akoto melewati aula tempat makan di biara." ujar Matsuda." Kasih sayang dalam nada suaranya mem¬buat Takeo terharu. terba ng jauh bak burung . bangau mereka masi h seperti dulu. bahkan batasan kehidupan. dan telah me¬masuki dunia j iwa yang suci. Tempat itu kini kosong.

" "Aku tidak kaget kalau Kaisar bingung dan takut padamu." "Kurasa ada dua alasan. Kono. dan segera menyadari kalau Matsuda dan M akoto melihatnya. menurut legenda. lukisan burung-burung itu b egitu hidup hingga akhimya terbang. Aku mencurigai Zenko me nganggap dirinya sebagai penerusku. Orang ini mencondong¬kan badan ke depan sekarang. diperhatikannya ada satu orang lain berada di dal am aula. dan Takeo sada r kalau orang itu adalah Miyoshi Gemba. "Aku hanya terkejut mengapa begitu lama baru mereka mengancammu. datang berpura¬pura mengunjungi tanah milik ayahnya. Gemba Halaman 93 dari 500 . aku diminta untuk mengundurkan diri dan mengasingkan diri. Alasa n yang lainnya adalah Arai Zenko telah berhubungan dengan Kono. Di saat bersamaan. tapi s ebenarnya dia memberitahuku bahwa aku telah membuat Kaisar merasa tidak senang bahkan dianggap penjahat.gereja. "Jadi Kaisar merasa khawatir dengan diri¬mu. "Putra Fujiwara. pertama Kaisar memiliki jenderal baru yang telah menaklu k¬kan wilayah Timur dan sekarang pasti meng¬anggap dirinya cukup kuat untuk meman¬cing kita. tapi seperti hal¬nya Ma koto. Satu satu kasa yang kosong." Takeo merasakan amarahnya meletup lagi. Usia mereka hampir sebaya." Matsuda tertawa kecil. duduk di bawah bayangan di belakang Matsuda." ujar Matsuda.

" ujar Takeo. mpak tidak berubah seiring dengan berjalannya waktu." "Kaisar harus bertemu dengannya dan memberi restu serta persetujuan kepadanya bi la dia memang akan menjadi penerusmu seperti yang seharusnya. Aku takut kalau satu-satunya jawaban yang ma suk akal yaitu dengan kekerasan. santai namun penuh kekuatan hampir seperti beruang." sahut Matsuda." sahut Gemba.nampak tidak berubah seiring dengan berjalannya waktu. dan mencapai kesimpulan yang bijaksana?" "Kita bisa membahasnya bila kau mau. Bila aku menemanimu. "Aku senang ber¬temu denganmu! Tapi apakah kau meng¬habiskan wa ktu dengan belajar tipuan sulap di sini?" "Kaisar dan istananya sangat percaya takhayul. terlalu berbahaya. kau mungkin bisa yakin kalau kami mampu menandingi tipuan mereka. "Tapi aku sudah sampai pada usia dimana perbincangan membuatku lelah. "Kita tidak perlu membahas hal ini?" tanya Takeo. santai namun penuh kekuatan hampir seperti beruang. Gemba memandangnya dengan tatapan lembut. kemudian melesat bak bintang jatuh ke arah taman yang gelap." "Sebentar lagi akan ada pertandingan ber¬taraf kecil di Miyako. Terdengar olehnya desisan cahaya tadi saat hujan memadamkannya." ujar Gemba." Seperti Gemba. Aku bisa lihat titik akhir yang akan d . Kau akan mendapatkan duku ngan Kaisar." "Jadi aku harus pergi ke Miyako?" "Ya." sahut Matsuda. "Kau harus hadapi mereka sendiri. "Gemba. Gemba memandangnya dengan t atapan lembut. Sesaat melayang-layang." "Aku akan membutuhkan lebih dari sekadar tipuan Gemba untuk membujuknya. "Itu sebabnya aku harus ikut bersamamu. Cahayanya berkedip-kedip dan seberkas cahaya teran g melompat di depan mata Takeo. ahli nujum dan penyihir. Sesuatu terjadi pada lentera. Di saat yang sama amarahnya lenyap." "Shigeko? Tidak. "Mereka punya banya k peramal. Kaisar sedang membangun kekuatan untuk melawanku. Matsuda mengeluarkan kata-kata ini dengan penuh keyakinan. Putri¬mu juga harus ikut. "Kita tidak perlu mempenimbang kan pilihan Iain.

Begitulah sifat manusia." "Kahei akan selalu memilih perang." "Itu bisa menjadi strategi yang baik. "Begitu benda itu diperkenalkan padamu. bila kau memperkenal¬kan penemuan baru. ini ulah Zenko yang meng¬khianatiku." "Sekali lagi. jika memang efektif.icapai. Halaman 94 dari 500 . "Kau yakin ?" "Tidak. terutama bila prajurit dari wilayah Timur mempu nyai senjata api. aku hanya menduga kalau tak lama lagi mereka akan memilikinya." "Maka aku harus memiliki senjata api yang lebih banyak dan lebih baik dibanding¬ka n mereka! Aku harus serang mereka lebih dulu." "Aku juga harus meminta pendapat dan saran istriku." Kulit kepala dan leher Takeo terasa seperti dihujam perasaan gelisah. sebelum mereka sempat memper senjatai diri." "Jadi seharusnya tidak kubiarkan pengem¬bangan senjata api?" Satu hal yang kerap d isesalinya. tak dapat dihindari kalau kau akan mengembangkannya dalam pencarianmu akan kekuatan dan kekuasan." kata Gemba. rahasianya akan dicuri. mengejutkan mereka. Tapi kau ha rus menghindari bentrokan senjata secara ter¬buka. dan jenderalku." kata Matsuda mengamati. Maka langsung saja ke bagian akhirnya." ujar Takeo. Sama tidak ter¬hind arkannya ketika musuh-musuhmu menggunakannya dalam usaha untuk men¬jatuhkan dirimu. sahabatku. baik itu senjata atau a pa saja." "Takeo. Kahei. "Begitulah sifatnya. "Begitu pula ha l¬nya dengan para pengawal senior.

Banyak orang di sekitarnya yang hanya bisa memuji dan tunduk padanya. Bagaimana pendapatmu?" "Kau tahu aku tidak bisa menyarankanmu memulai perang." sahut Gemba." tutur Matsuda." kata Takeo. membawa hadiah-hadiah yang paling indah. dan Takeo lebih m emercayai mereka. dan tersenyum dengan ekspresi penuh teka-t eki. "Kurasa kau haru s pergi dengan kemewahan yang tiada tara. "Jangan . dan memanah. haruskah aku pergi secepatnya? Saat musim gugur. namun kesunyian yang makin dalam meng¬has ilkan efek yang sama kuatnya. "Tahun ini Shigeko berusia lima betas tahun." kata Takeo. "Sementara ini dia harus menyempurna¬kan keahlian berkuda. akan mem¬berimu saran seperti itu." Pikiran itu mengganggunya: baginya Shigeko masih anak-anak." timpal Gemba. "Makoto. Kali ini tak ada unjuk kebolehan tipuan." timpal Gemba. akan mem¬berimu saran seperti itu." seru Gemb a. "Jangan terburu¬b uru. Kahei." ujar Takeo. Sedangkan orang-orang ini tidak melakukan itu. "Kau diam saja. "Dia sudah cukup dewas a untuk ditunangkan. Tent u saja." gumam Makoto. mungkin. saat cuaca membaik?" "Tahun depan. setengah merasa malu atas keke salannya dan setengah takut Gemba akan menggunakan api untuk membuang amarahnya." tutur Gemba." sahut Makoto. Siapa orang yang pan tas menjadi jodohnya? "Itu juga menjadi nilai lebih di pihakmu." "Jadi kau takkan memberi saran? Kau akan duduk di sini dan melantunkan doa serta memainkan tipuanmu dengan api. "Kita lihat saja nanti."Tentu saja. adikku. sementara semua yang sudah kuraih hancur berantakan?" Bisa didengarnya nada suaranya sendiri lalu ia diam seribu bahasa. "Dia takkan sempat menunjukkan semua keahliannya di ibukota. Takeo me¬rasakan kombinasi antara ketenangan dun kejernihan dar i pikiran ketiga orang itu dan tahu kalau mereka mendukungnya. adikku. Kahei. saat salju sudah mencair." "Itu memberi mereka waktu untuk mem¬bangun kekuatan militer!" "Itu juga memberimu waktu untuk menyiapkan diri." "Juga memberi waktu pada putrimu untuk menyiapkan dirinya. namun berusaha mencegahnya agar tidak bertindak gegabah ataupun berbahaya. "Bila aku harus ke Miyako.

Seolah bisa membaca pikirannya. Takeo mengatupkan bibir lalu membungkuk hormat di hadapan Matsuda. si kembar dengan ketrampilan Tribe. Kau sudah tahu apa yang perlu kau ketahui. ta pi tiba-tiba ia sadar kalau Matsuda sedang mengucapkan selamat tinggal. Orang itu memberi isyarat untuk mendekat dan merangkulkan tangannya yang lemah pada Takeo. Takeo mundur sedikit agar bisa menatap dalam-dalam mata sang pendeta t ua. karena ia me ngagumi kenyataan bahwa dirnya men¬jalani semua pendidikan dan pelatihan bagi anak laki-laki: Shigeko dengan cara ksatria. Ia tidak bicara sepatah ia pun." Halaman 95 dari 500 . Berusahalah mengingatnya . "Aku akan ikut dengan mu.khawatir. Jangan membuang waktumu dengan menyesa li kepergianku. seolah memerhatikan rasa kesal Takeo. dan takkan ada yang akan menyakitinya. kalau ini adalah pertemu an mereka yang terakhir. Matsuda berkata. "Aku tidak meninggalkan siapa-s iapa selain dua penerus yang berharga tak ter¬nilai harganya." imbuhnya." Kemudian dia berkata dengan nada bijaksana: "Putri-putri yang layak mendapat¬kan p erhatianmu lebih dari putra-putra yang tidak kau miliki." Kata-kata itu terasa bagaikan hujaman kritikan tajam dan menyengat. pikirnya. Satu¬satu nya orang yang tidak jatuh dalam sihir tidur Kikuta. Matsuda adalah satu-satunya orang yang bisa kutatap langsung wajahnya.

sang biarawan berkata. Sekali lagi Takeo suaranya mengandung gabungan antara kasih sayang dan amarah yang sering digunaka nnya saat mengajari Takeo cara menggunakan pedang. tapi juga dengan semacam kebahagiaan tiada ta ra. melewati malam yang terasa tanpa akhir." *** pikir panjang. Kini mereka berdiri setengah melompat.Nada suaranya mengandung gabungan antara kasih sayang dan amarah yang sering dig unakannya saat mengajari Takeo cara menggunakan pedang. ia bergerak lagi dengan ke sabaran tanpa batas Tribe. dan istriku. Sewaktu Makoto menemaninya ke griya tamu. hadiah dan janji-janji. Aku tak percaya ada orang yang bi sa membunuhku. Dalam mimpinya. Sunaomi duduk di atas matras sambil menatapnya. cacat. Saat itu hari hampir terang. Tak terdengar rintik hujan. dan terbangun dengan perasaan kalau semacam m isteri baru saja terangkat dari dalam dirinya. mereka tanpa perlindungan. dan rasa takutku jauh lebih banyak bukan hanya takut kehilangan nyawaku sendiri. "Kau ingat saat pergi seorang diri ke sarang perompak di Oshima? Miyako tidak mungkin lebih ber¬bahaya dari temp at itu!" "Kala itu aku masih muda dan tanpa rasa takut. membantu tuan muda mereka memakai sandal. dan dengan anehnya ia terbebas dari rasa sakit. Kau selalu bertindak tanpa berpikir: semua yang kau laku kan dilakukan dengan tergesa-gesa. walaupun Takeo sudah meyakin kan mereka kalau Sunaomi lak dalam bahaya. dan bermimpi berada di Yamagata. "Paman? Paman sudah bangun? Bisakah kita pergi dan melihat burung houou?" Para pengawal Arai tetap berjaga semalaman di luar. Kenji mengajarinya cara mem buat waktu bergerak lambat atau mempercepatnya sesuai keinginan. Kini aku sudah tua. Hanya ada sedikit waktu unt uk meraih apa yang ingin kuraih. bil a aku mati. tapi juga nyawa anak-anakku. di malam ia memanjat ke kastil l alu mengakhiri penderitaan kaum Hidden yang disiksa. lalu mengikuti sewaktu . Sekali lagi Takeo harus mengedipkan mata agar air matanya tidak jatuh. " "Itu karena aku sadar kalau aku tak akan hidup lama." "Itu sebabnya yang terbaik yaitu dengan menunda jawabanmu: kirimkan pesan yang p enuh pujian. hanya kicau burung dan tetesan sisa air hujan dari tepi atap. Dilihat dalam mimpinya bag ai¬mana dunia berubah sesuai dengan harapan-nya. juga negara dan rakyatku.

matahari baru saj a terbit di timur pegunungan. Sunaomi meminta agar diturunkan. Di sini. dan burung melantunkan nyanyian dengan s aling bersahutan. Jalannya menanjak dan menuju hutan pohon beech dan pohon ek.Takeo membimbingnya berjalan ke gerbang utama. dan yang me mbuat Takeo terkejut. Kini jalannya lebih mudah dilewati. tapi kini udara terasa sempurna. Setelah beberapa sa at. Halaman 96 dari 500 . Nanti udara akan terasa panas. Setelah melewati gerbang itu. Takeo bisa mendengar gemerisik de¬daunan dan kepakan sayap yang menunjuk¬kan keberad aan burung houou di dalam hutan di depan sana. salah seorang pengawal menggendong Sunaomi. di antara pepohonan berdaun lebar. walaupun kab arnya mereka makan daun bambu. kerap terasa licin karena hujan. Palang gerbang sudah dibuka sejak matahari terbit dan sudah ditinggalkan penjaganya untuk sarapan. terdapat sebuah rumput ilalang tinggi yang menjadi tempat yang paling disukai burung-burung itu untuk bersarang dan bertelur. mereka berbelok ke kanan dan mengambil jalan sempit menuju dinding sebelah luar dari da taran biara dan berjalan naik ke lereng gunung yang curam. anak itu memerintahkan kedua orang itu menunggu di sini sementara dia berjalan ke depan ber¬sama Lord Otori. dan tenang. Langit tampak cerah. didi nginkan hujan. biru pucat. Tanahnya keras dan berbatu. Hampara n bunga liar musim panas menyelimuti per¬mukaan tanah.

"Itu mereka. ekornya panjang dan halus. kemudian terbang menjauh ke dalam hutan. Seruan mereka seperti juga kehadiran mereka. Lalu seekor burung melesat keluar dari balik rimbunnya dedaunan dan me¬ngepakkan sayap ke pohon berikumya. Burungburung itu memang memberi semangat sekaligus agak lucu." "Kau mengutarakannya dengan sangat baik. Mungkin saja mereka ingin memburu atau mencuri telurnya. Aku pemah menden gar kalau telur burung houou bernilai tinggi. Sun aomi berkata dengan nada penuh rahasia pada Takeo. bulu itu berada di tangannya." tutur Takeo." sahut Takeo. "Ah!" Sunaomi menahan napas lalu mengejar mereka. "Aku pikir Tanaka dan Suzuki tidak perlu m elihat burung houou. "Aku tidak tahu cara mengungkapkannya. Mungkin saja mereka ingin memburu atau mencuri telurnya. Kicau penuh semangat terdengar dari atas kepala mereka." Sunaomi tertawa gembira sewaktu burung kedua terbang menukik melintasi padang ru mput. wajahnya tampak terpesona. "Itu burung jantan." bisik Takeo. Kedua pengawal itu bisa melihat. d an saat mendarat di dahan." "Mungkin nalurimu benar. Ketika berdiri." ujar Sunaomi. Su naomi berkata dengan nada penuh rahasia pada Takeo. selembar melayang jatuh. . tapi takkan mengerti. "Mereka tidak seperti Lord Gemba dan Lord Makoto." sahut Takeo sambil tersenyum. Bulunya berwarna-warni. indah serta aneh. "Dan ini dia yang betina. Aku pemah menden gar kalau telur burung houou bernilai tinggi. anggun juga cangg ung." ewaktu mereka sudah berada di luar jangkauan pendengaran kedua pengawal itu. "Aku pikir Tanaka dan Suzuki tidak perlu m elihat burung houou. Ia takkan terbiasa dengan kehad iran mereka. diikuti oleh jeritan par au sebagai jawabannya. menatap ke atas tanpa memerhatikan jalan hingga dia jatuh di at as rumput. Kedua burung itu memalingkan kepala saling berpandagan. Sunaomi mendongak.Sewaktu mereka sudah berada di luar jangkauan pendengaran kedua pengawal itu. berseru lagi. matanya cemerlang bak kilauan emas. masing¬masin g dengan suara yang khas melihat sebentar tapi dengan tatapan tajam ke arah kro. seperti biasa rasa kagum pada burung suci itu bangkit dalam dirinya.

" Anak ini baik hati. Masalah itu meng ganggunya lebih dari yang ia duga. Bulu yang ini berwarna kuning keemasan gelap. Aku akan membesarkannya sebagai putraku." katanya pada Sunaomi."Lihat. Matsuda pemah mem¬perliha tkan bulu burung houou. Sama seperti ayah! Halaman 97 dari 500 . selain dari batang bulunya yang berwarna putih bersih. agar burung hou ou tidak meninggalkan Tiga Negara. pikirn ya. sesuatu yang ia berharap bisa dihindari." "Aku akan berikan bulu ini ke biara. dan anugerah yang kau peroleh. "Simpanlah. Bulu itu berasal da ri burung yang pernah dilihat Shigeru ketika masih kecil. dan sejak saat itu diawetkan di biara . "Bulu itu akan mengingatkanmu pada hari ini. memikir¬kan semua ucapan sepupu ibunya itu." sahut Sunaomi. Taku duduk d beranda sambil menatap taman y ang basah kuyup tersiram hujan. Betapa bodohnya Zenko. karena hal itu dapat menjerumuskan ia dalam konflik ter buka dengan kakaknya.* Setelah kepergian Takeo dan Sunaomi. dan sedari dulu dia selalu begitu. bersayap putih. Paman!" Takeo menghampiri bocah itu kemudian mengambil bulu itu. "sebagai sumpah bahwa kelak aku akan kembali dan belajar pada Lord Gemba. dengan ujung bulu warna merah. Inilah sebabnya kami selalu mencari kedamaian. pikir Takeo.

Taku mengira T akeo akan membunuh Zenko seringkali setelah kejadian itu ia bermimpi kalau Takeo memang membunuhnya dan tidak pernah bisa memahami kebencian Zenko terh adap Takeo karena membiarkan¬nya tetap hidup. Zenko menyalahkan Takeo atas kematian Arai. Bila tidak terikat oleh kewajiban pcnghormatan dan kesetia an. Taku mengira T akeo akan membunuh Zenko seringkali setelah kejadian itu ia bermimpi usia sepuluh tahun. tabib Ishida. Taku ter senyum pada dirinya sendiri. memberinya kekuasaan dan status serta memungkinkan dirinya mengambil banyak keun tungan dari semua bakatnya. seperti yang diucapkan pada Takeo.Di usia sepuluh tahun. mereka mirip dalam banyak hal. seorang kakak tetap saja kakak. Ia bi sa membawa surat atau pesan lisan kepada Shizuka. Namun. Zenko menyalahkan Takeo atas kematian Arai. Sejak kecil Taku memuja Takeo sebagai pahlawan. ia menyaksikan ayahnya me ngkhianati Takeo. mengenang seringkali tertidur terkena ilmu tidur Kikuta sampai akhimya bisa menghindarinya bahkan sampai ia pun mampu melakukan¬nya. ia menghormati dan mengagumi Takeo. menurut Taku. ia menyaksikan ayahnya mengk hianati Takeo. dan Taku dibesarkan untuk menghormati hierarki Tribe. namun Taku me¬nafsirkan seluruh adegan itu dengan cara yang berbeda. keluarga Muto telah bersumpah pada keluarga Otori : ia tak akan melanggar sumpah itu. dan keduanya memahami konflik akibat dara h campuran. cukup bisa dipercay a. Ada ikatan kuat antara mer eka berdua. ia pasti akan sama bodohnya dengan Zenko: kedudukan di Tiga Negara adalah segala yang diingin¬ka nya. Ter¬lebih lagi. Takeo juga mengajarinya semua hal yang pernah dia pelajari dari Kikuta. sebelum gempa mengguncang kota. keponakan Kenji. dan sebagai laki-laki dewasa. Taku memu tuskan akan mengusulkan ibunya. Shizuka. namun Taku me¬nafsirkan seluruh adegan itu dengan cara yang berbeda. tapi takkan menghina kakaknya dengan mengabaikan hakn ya untuk mengajukan pendapat siapa yang akan menjadi kepemim¬pinan keluarga Muto. akan mem¬bawa anak Zenko yang satu lagi ke Hagi. sebelum gempa mengguncang kota. Ia tahu kalau ayahnya me¬merintahkan untuk membunuh ibun ya: ia tak bisa melupakan atau memaafkan niat ayahnya untuk ia dan kakaknya. Ia tahu kalau ayahnya me¬merintahkan untuk membunuh ibun ya: ia tak bisa melupakan atau memaafkan niat ayahnya untuk ia dan kakaknya. Kelemahan . Usulan ini mungkin bisa diter ima semua pihak. Suami ibunya. Ishida. Ia mungkin siap membunuh Z enko.

seolah dia sulit memahami kekejia n yang mungkin terpendam dalam sifat manusia. Halaman 98 dari 500 . mengulurkan tangan dan meng¬gosok-goso k alis si kuda. bah¬kan memp erlakukan Taku dengan rasa hor¬mat yang lebih besar lagi. Mereka saling menyapa dengan penuh kehangatan. bahkan mungkin melaku¬kan perjalanan bersama Kono ke wilayah Barat. hanya semakin menekankan sikap dinginnya terhadap Zenko. menjelaskannya kepada Kaisar bahwa Lord Otori didukung penuh di Maruyam a dan Inuyama. Taku masih mengelus-elus dan memberi¬nya makan wortel sewaktu Zenko datang ke area istal. Terlepas dari keberanian yang dibutuhkan untuk bi sa pergi jauh dalam penjelajahannya. indikasi jel as kasih sayang Takeo pada mereka berdua. Taku pergi ke istal untuk melihat keadaan si ku da tua. satu milik Hiroshi dan satu lagi miliknya. ikatan dari masa kanak-kanak yang sejauh ini bisa mencegah keretakan hubungan mereka. pengetahuan dan kepeduli¬annya pada kuda tak ada tandingannya. secara fisik. Ryu me masih tetap kuda yang baik. la senang dengan apa yan g ditemukannya di sana: apa pun kesa¬lahan kakaknya. tempat ia akan mengatur pertemuan dengan Sugita H iroshi. Meskipun sudah tua. sedangkan Zenko berdiri sendiri. dan perawat kuda mengaguminya secara terang-terangan.utama laki-laki itu terletak pada keluguannya. Taku ingat pada rasa iri Zenko ketika mereka kembali ke Hagi pada musim se mi bersama dua kuda jantan yang tampan. "Kau masih memiliki anak Raku." ujar Zenko. kuda itu diberi makan cukup dan kelihatan senang. dan tidak s uka bertarung. Ishida bukan seorang pemberani. Cukup puas dengan keputusan ini. teman lamanya. Taku sendiri akan tetap berada di dekat Zenko dan Kono. karena masih ada sisa-sisa kasih sayang di antara mereka. Ryume. Ryume sudah dibersihkan: surai dan ekornya dibersihkan dari lumpur dan tak lagi kusut. Penting bagi Kono mendapat gambaran Tiga Negara yang sebenarnya untuk dibawa pul ang ke ibukota. yang sudah pulih dari kelelahan karena perjalanan jauh.

"Ryume adalah hadiah da ri Lord Otori. Ia berharap kemurahan hatinya bisa melembutkan perasaa n Zenko terhadapnya." "Seperti Lord Otori. atau kini mereka menjadi tawanan?" tanyanya." sahut Zenko. tapi misi yang sedang dilaksanakannya luar bia sa ber¬bahaya. "Terima kasih."Akan kuberikan kuda ini untukmu. "Sungguh kehormatan bagimu dan istri¬mu." katanya dengan ringan. pikirnya. Ia berharap kemurahan hatinya bisa melembutkan perasaa n Zenko terhadapnya." Taku sadar kalau perkataan ini semestinya hanyalah lelucon. lagipula kurasa dia sudah terlalu tua untuk punya anak. dan telah mengatur untuk kembali secepatnya ke Inuyama jika berhasil. Taku tidak bisa menawarkan sesuatu yang lebih berharga lagi." ujarnya tanpa rpikir panjang. "Itu tergantung padamu. "Lord Takeo ingin mengadakan upacara di Hagi. tapi wajah Zenko tampak murung. "Paman sakit parah: mungkin meninggal akibat sakit paru-paru." Taku melihat kakaknya sekilas lalu melanjutkan pe rkataannya. tapi ada nada sinis di dalamnya. tapi aku takkan menerima¬nya.. "Bukankah kau harus pergi ke rumah keluarga Muto untuk upacara pemakaman?" tanya Zenko sewaktu mereka duduk di datam." komentarnya se¬waktu mereka kembali ke kediaman. "Dia belum terl alu tua untuk dikawinkan dan mendapat¬kan anak. Taku tidak bisa menawarkan sesuatu yang lebih berharga lagi. Aku katakan in i padamu dengan ." Selain anak-anaknya. "yang harus memiliki putra dari laki-laki yang lebih muda. Kakakku mengartikan segala se¬s uatunya sebagai penghinaan. kan kuberikan kuda ini untukmu." sahut Taku. "Dia belum terlal u tua untuk dikawinkan dan mendapat¬kan anak." Selain anak-anaknya." ujarnya tanpa rpikir panjang.. Zenko menanggapi dengan jawaban yang tidak tegas lalu mengalihkan topik pem¬bicaraan.. "Benarkah suatu kehormatan." "Tidak ada jenazah? Jadi Kenji mati di mana? Dan bagaimana kita tahu kalau dia m emang sudah mati? Ini bukan pertama kalinya dia menghilang demi kepentingan¬nya sendiri?" "Aku yakin Paman sudah tiada. dan karena tak ad a jenazah yang bisa makamkan. Ibu ada di sana.

tapi Taku tahu betul minat me ndalam di balik kata-kata itu. aku akan menghubungi K ikuta berkaitan dengan anak itu. Semua orang tahu kalau putra Akio adalah cucu Kenji. "Hanya Muto Yuki yang tahu pasti. "Baiklah. kabarnya. tapi itu tak mengubah kenyataan kal au aku sama sepertimu. Benarkah itu. melihat apa lagi yang akan Zenko ungkapkan. Bila aku menjadi Ketua. kesehatannya memburuk. "Bahw a Takeo adalah ayahnya." Halaman 99 dari 500 . adikku. Pasti Kenji sangat ingin be rtemu dengannya Kenji sudah tua. "Mengapa kau berpikir begitu?" "Aku mungkin saja memakai nama Ayah. bukan Akio. atau Zenko hanya membual? Taku menanti dalam diam. "Dan dia meninggal tak lama setel ah anak itu lahir.penuh ke¬yakinan." lanjut Zenko. siapa pun ayahnya." Taku merasakan kebencian dalam suara kakaknya." "Bukan mati di tangan Kikuta?" ujar Zenko setelah terdiam lama. aku ingat." Zenko berkata dengan santai. Akio. dan keluarga Muto memiliki kepen¬tingan padanya." "Ya." kata Zenko. Aku punya orang dalam di kalangan Muto dan di kalangan Kikuta. tidak pernah memaafkanny a dan juga Takeo atas kematian Kotaro. Ak u harus melakukannya karena Takeo tak memercayaiku seperti dia memercayai¬mu. anak itu adalah cucu K enji. Aku hanya menarik kesimpulan dari fakta yang ada. keluarga Tribe. Kabar resminya adalah: Paman meninggal karena sakit paru-paru." sahut Taku. tapi yang mengkhawatirkannya diba ndingkan komentamya bahwa dia me miliki orang dalam di kalangan Kikuta. "Tentu saja ada desas-desus di desa Muto mengenai anak itu.

"Aku ngak terkejut bi la harus mengingatkanmu bahwa Ketua keluarga biasanya memiliki kemampu¬an tinggi. Sudah menjadi rahasia umum kalau ayah Kono lebih suka berhubungan dengan laki¬laki ketimbang . menya ntap makan siang bersama kemudian pergi bersama Hana dan kedua putranya untuk melihat kirin ." Kemarahan Zenko mulai meluap. "Aku memiliki banyak kemampu an Tribe. Ishida tampak sangat gugup bertemu Kono. gelisah me¬mikirkan pembicaraannya dengan Zenko dan sa dar akan semua perasaan terpendam di ruangan itu selama mereka makan. Hubungan Taku dengan kakak iparnya agak menyakitkan hati. matanya menyipit."Mungkin sebaiknya kita biarkan saja pertanyaan tentang siapa yang akan menjadi penerus Kenji sampai kita membicarakannya dengan ibu. memuji Hana atas hidangannya dan kedua putranya serta berusaha menarik Ishida ke topik pembicaraan yang tidak menyinggung." Mungkin sebaiknya kita biarkan saja pertanyaan tentang siapa yang akan menjadi p enerus Kenji sampai kita membicarakannya dengan ibu. Zenko dan Hir oshi. Kini Taku ingat bagaimana mereka semua terpesona olehnya saat masih anak-anak-dia. Mereka semua mem¬buntutinya ke mana pun Hana pergi bak anjing dengan lidah terjulur kelua r. Kemampuan-kemampuan itu mungkin tidak semenyolok kemampuan yan g kau miliki. seperti adat istiadat orang-orang nomaden at au siklus hidup ikan paus. dalam ke adaan agak mabuk. adikku." sahut Taku sopan. Sesuai kebiasaannya . dan saling bersaing untuk merebut perhatian gadis itu. Tak lama kemudian Lord Kono datang bergabung. tapi sangat efektifl! Taku agak menunduk dengan tidak tulus agar kelihatan patuh. Ishi da menerima undangan itu dengan enggan. Setelah itu tabib Ishida diundang ke kediaman agar bisa lebih akrab dengan Chikara sebelum m eng¬ajaknya pergi ke Hagi. Taku tidak memperlihatkan-nya. Taku sendiri merasa tegang." sahut Taku sopan. "Aku ngak terkejut bi la harus mengingatkanmu bahwa Ketua keluarga biasanya memiliki kemampu¬an tinggi. Taku tidak terlalu suka ataupun percaya pada Hana tapi perempuan itu punya kecerdasan dan semangat yang tak pernah berhenti dikaguminya dan tak ada laki-laki yang tidak terpesona oleh kecantikannya . dan datang agak terlambat saat makan malam. dan bahkan lebih tegang lagi sewaktu sa ng bangsawan bertanya tentang waktu yang pernah dilewatkannya di kediaman Lord Fujiwara. lalu mereka ber¬ganti topi k pembicaraan yang lebih aman. ia berbincang ringan dengan Kono.

dan melelah¬kan." Taku mendengar nada mendua hati sekaligus kedengkian dalam suaranya. si tabib melanjutkan perkataannya. Mustahil bila tidak berhasrat pada Hana." Halaman 100 dari 500 . Hampir saja ia iri pada Zenko." Taku mengira Ishida takkan berkomentar lebih banyak lagi tentang masalah ini. Taku seperti melihat ketertarikan yang cukup alami di balik perhatian Kono pada Hana. "Lor d Otori percaya tak ada yang bisa membunuh dirinya dia telah membuat dirinya kekal. "Tabib Ishida sudah sangat s ering menyelamatkan Lord Otori dari kematian." ujar Kono pada Ishida. Kemampuanku biasa saja.perempuan. "Dan sekarang dia merawat kesehatan Lord Otori." komentar Hana pada Kono. "Anda terialu berlebihan menyanjungku. Ia langsung berpikir tentang istrinya sendiri. Musim panas kali ini akan berlangsung lama. "Dengan keberhasilan yang gemilang." sambung Zenko. y ang ia tahu bisa dipercaya dan dirindukannya. dari sudut pandang seorang laki-laki seperti diriku yang tertarik pada bagaimana cara manus ia berpikir." "Ayahku selalu menghargai kemampuan Anda." Dia berhemi sejenak. dan pikirannya melayang mem bayangkan bagaimana rasanya terbangun dalam kegelapan dengan perempuan itu di si sinya. kemudian membungkuk dan berkata dengan nada penuh rahasia. dan hasratn ya berubah menjadi rasa tidak suka. tapi Taku tak melihat apa pun yang menunjukkan ke¬miripan sifat Kono de ngan ayahnya. Ia bersyukur telah pulih dari perasaan tergila¬gila pada perempuan itu dan tidak pernah merasakannya lagi. na mun setelah menenggak habis sake sekali lagi. "Tentu saja kasus Lord Otori cukup mengagumkan. "Tabib Ishidalah yang merawat ayah Anda. pikirnya.

di sana ada orang¬or ang suci yang bisa berjalan di atas api tanpa terbakar. Syukur dipanjatkan pada Surga. sementara Kono mendesak Ishida me nceritakan lebih banyak banyak lagi ten-tang perjalanan-perjalanannya. "Dalam perjalanan ke Tenjiku." timpal Hana. "Menga pa aku membicarakan hal itu? Oh ya. Apakah itu semacam takha yul?" "Kurang lebih begitu. Dia percaya tidak bisa di¬bunuh. kau ada di san a ketika pamanmu yang malang " "Aku tidak ingat. Ada semacam ramalan Taku. "Tapi semua orang tahu tentang Lima Pertempuran. pernah menjadi sasaran desas-desus semacam itu. " Dia seharusnya membawa kematian pada laki-laki manapun yang menginginkan dirinya." sahut Kono dengan sikap halus. dan belum sempat dia menyahut . Zenko lalu bertanya. "Ramalan apa?" "Bahwa Lord Otori hanya bisa mati di tangan putranya. serta berbaring di atas ranjang berpaku tan pa melukai kulit mereka." sahut Taku cepat." "Kau tahu hal ini. "Kedengaran¬nya terlalu pongah. karena lebih dari satu orang yang hadi r di sana mengingat kalau Lord Fujiwara me¬nikahi lain Kaede secara paksa hingga bangsawan i tu mati. Apakah itu semacam takhayu l?" cnarkah?" gumam Kono." imbuhnya. "Dan gempa bumi 'B umi . "Lord Otori memang berhasil luput dari banyak serangan atas dirinya." Ishida minum lagi." "Kakakku." sahut Taku ringan. efek dari kuatnya kepercayaan itu berimbas pada tub uhnya. "Chikara. bagaimana perasaanmu tentang perj alanan lewat laut bersama kirin?" Chikara menelan ludah saat diajak bicara pamannya. dan tubuhnya bereaksi dengan sembuh dengan sendirinya."Bcnarkah?" gumam Kono. tapi Lord Tak eo terhindar dari bahaya itu. seraya melirik ke ara h Taku. Tawa yang mengikuti kata-kata Hana selanjutnya terdengar agak kurang nyaman. "Kedengaran¬nya terlalu pongah. Dan sangat berguna." lanjut Zenko. Kaede. "Keluarga Otori merupakan sasaran des as-desus." "Mengagumkan. dalam hati berha rap segala siksaan neraka menimpa si tabib yang sedang mabuk. Pernahkah kau tahu kasus-kasus serupa?" "Tentu aku tahu." sahut Ishida. "Itu tidak lebih dari kepercayaan takhayul. adikku?" tanya Zenko pelan.

menghantarkan apa yang diinginkan Surga. karena Ishida adalah ayah tiri suaminya. kejahatan telah mendapatkan balasannya. bicara padanya dengan sopan. begitulah yang aku dengar. antar kakek ke kamar dan minta pelayan membantunya.'" Dilihatnya wajah Kono yang penuh tand a tanya lalu menjelaskan. Kuharap kalian memaafkan orang tua ini. Menurutku." Lalu dia berpaling ke arah Hana. lalu diseka dengan lengan baju. Halaman 101 dari 500 ." sahut Kono. "Di ibukota gempa bumi biasanya dianggap sebagai hukuman atas tindak kejahatan. Aku lelah sekali." "Aku khawatir dia sudah terlalu banyak minum." "Ya. "Chikara." Dia minum lalu bicara dengan l ebih serius. dengan nada mengejek." "Tentu saja. Da n nyawa istriku. atau diam saja dan kelihatan men¬dukung kakaknya. "Aku harus beristirahat. Gempa bumi itu di percaya sebagai pertanda dari Surga. "Alangkah ena knya bagi sebuah kemenangan memiliki ramalan yang berguna." Hana minta maaf pada Kono setelah Chikara membantu si tabib berdiri dan pergi. buka n anugerah. Ishida menyelamatkannya yang bicara dengan perasaan yang meluap¬luap. "Ada ramalan seorang perempuan suci. aku tak ber¬maksud menghina kenangan tentang kedua ayah kalian." Taku tidak tahu apakah harus bicara dan memberi tahu Kono di mana kesetiaannya b erpihak. "Gempa itu menyelamatkan nyawaku." ujar Hana. "Maaf. yang dipastikan oleh kemenanga n Takeo dalam perang. yang berpihak kep ada¬nya. Ayah." Air matanya mengambang.

" tam bahnya. Bahkan tempat penginapannya pun terasa lembap. Fenomen a cuaca ini melanda pantai timur Cina. berbau lembap dan jamur. Mereka berkuda menyeberangi jembatan batu di senja hari bermandikan rintik hujan disertai cahaya matahari. Kuharap b isa berbincanIshida. Sebaliknya. laki-laki yang menarik. melintasi Taiwan lalu ke timur sampai ke selatan pasifik Jepang. "Wah. Paman. "Ramalan yang menarik bukan?" tanya Kono." Dan beruntung dia tidak mati seperti ayahnya. Takeo sadar pakai¬annya terasa lembap: begitu sering pakaian¬nya basah kuy up sampai menempel di kulit selama perjalanan hingga nyaris tidak ingat bagaimana rasanya kering. dan gembira bisa bertemu dengan sanak saudaranya. "Ada lagi desas-desus tentang Takeo. Kuharap bisa berbincang banyak dengannya. tapi aku harus bertindak bijak!" Kono menaikkan alisnya. Kecemasan lain yang harus dipikirkan sebelum perang adalah panen." sahut Taku. Hagi ad alah kota kelahirannya.] semua masalah ini tak lagi terasa mendesak sewaktu memikirkan kalau tak lama lag i ia akan bertemu Kaede dan ketiga putrinya. pikir Taku. Aku menyesal dia harus pergi ke Hagi. Miyako. ledakan tawa yang me¬ngandung konspirasi jahat. Dari Kaisar dan jenderalnya. dan penyakit akibat cuaca panas. Di atas laut. "Secara resmi."Ishida.. Kurasa dia lebih mengenal ayahku ketimbang orang lain yang mas ih hidup. Sulit memikirkan tentang musim dingin saat ini. Dal am bahasa Jepang discbut meiyu dan baiu. Take o tahu kalau ia membutuhkan saran Kahei tentang cara terbaik menghadapi ancaman yang makin besar dari ibukota. Katsumori. langit cerah biru berubah kuning di bagian barat saat matahari ter¬b . penyimpanan cadangan air untuk berjaga -jaga kalau terjadi kekeringan di akhir musim panas. wah!" komentarnya. bagai¬mana ia menghabiskan musim dingin untuk mengadakan persiapan. wabah penyakit menular." "Beliau memiliki tiga putri. Zenko tertawa. laki-laki yang menarik. apa yang harus kulakukan tanpa dirimu? pikir Taku.* Miyoshi Kahei menemani Takeo ke Hagi bersama putra sulungnya. [pent. Tapi _ * Hujan plum adalah hujan yang terjadi saat musim buah plum (Juni-Juli). Lord Otori tidak memiliki putra.. di m ana hawa panas masih lerjadi. "Kurasa. Aku menyesal dia harus pergi ke Hag i. di akhir musim hujan plum*.

.enam. Kaede menantinya di beranda pan jang yang Halaman 102 dari 500 . dan hanya mengajak Sunaomi. tapi ia tidak ingin berperang. Takeo b er¬jalan melewati taman. Kuda tunggangannya udaklah istimewa. dan berta nya-tanya apakah bisa menemukan kuda seperti itu. Bila mereka harus berperang. maka akan dibutuh¬kan lebih banyak kuda . Pegunungan di belakangnya tertutup awan tebal. dan juga pada Shigeko. Miyoshi bersaudara meninggalkannya di depan gerbang.. Ia akan bicara pada Mori Hiroki tentang kuda. Shun. Kabar sudah tersiar lebih dulu ke kastil. ia merindukan kuda lamanya. Turun dari kuda di dinding luar utama kastil: kuda-kuda diiuntun pergi. dan guntur bergemuruh sehingga kuda-kuda ter kejut dalam kelelahan.

"Ayah!" pekiknya. "Sh i¬geko. Lord Takeo." "Sunaomi!" seru Kaede. "Kami tak menduga kau kembali begitu cepat! Kau berkuda dalam cuaca yang begitu buruk! Kau pasti kelelahan. "Ya. Kau harus segera mandi. Sunaomi akan tinggal bersama kita selama beberapa waktu. "Tapi kenapa? Apakah ibunya baik-baik saja? Apakah ada se suatu terjadi pada Hana?" Takeo melihat kecemasan Kaede dan ber¬tanya-tanya seberapa banyak yang dapat ia ce ritakan tentang kecurigaannya. pada Kaede. "Ya. Suara laut memenuhi udara. terdengar olehnya Shigeko bicara pada kedua adiknya. "Nanti kuceritakan alasan kunjungan Sunaomi. Kemudian dia melihat Sunaomi yang tengah berdiri malu-malu di bela kang. Wajah Kaede bersinar gembira. Wajah Kaede bersinar gembira." Indahnya hardikan sayang istrinya mem¬bangkitkan perasaan begitu kuat dalam diri T akeo hingga sesaat ingin berdiri di sana untuk selamanya. Dan basah kuyup. katakan pada Shizuka untuk segera me¬nemui kami. Shigeko berlari menghampiri dari dalam kediaman. melarut-kan diri dalam dekapannya.mengelilingi ke-diaman. dan seruan burung dara terdeng ar dari atap rumah. apa yang terjadi?" Kaede mendongak sekilas ke wajah Takeo lalu berkata. a . tempat sebuah kolam dibuat di sekeliling mata air panas. "Hana baik-baik saja. Suara laut memenuhi udara. Ta keo bisa mendengar langkah ringan putri nya di lantai papan. Namun kabar pertama harus segera disampaikan. "Benarkah ini sepupu kami?" tanyanya. dan mengganti pakaian yang kerin g. lalu berlutut untuk melepaskan sandal lakeo. "Ya. Ayo masuk. engelilingi ke-diaman." Wajah Shigeko tampak serius selagi mem¬bungkuk normal lalu meninggalkan mereka. " "Tentu saja. Lalu perasaan itu berganti dengan hasrat untuk memeluknya. dan seruan burung dara terden gar dari atap rumah." sahut Takeo. Minta pelayan untuk mem¬bawakan pakaian unt uk ayahmu. kau pikir masih berusia delapan betas tahun? Kau sama sekali tak memikirkan kese hatanmu!" "Shizuka ada di sini?" tanyanya saat Kaede membimbingnya di beranda menuju bela¬ka ng kediaman. pada Shizuka.

Takeo melihat air mata meng¬genang di mata istrinya lalu mulai berlinang di pipinya. Tak ada kab ar yang jelas. Dia mengadakan perjalanan sampai keluar perbatasan. Satu demi satu api dan lentera di sekitar teluk mulai dinyala kan dalam kegelapan." Halaman 103 dari 500 . Langit dan laut berba ur menjadi satu dalam kabut senja. Di sekeliling kolam dan sungai." kata Takeo. Kaede berkata.yah sudah pulang. Sen tuhannya menenangkan. Ayo ikut aku. Kaede tidak bicara sepatah kata pun sewaktu melepaskan pakaian Takeo. Takeo ingin Kaede melingkarkan tangan lalu memeluk¬nya. "Suatu kehilangan yang menyakitkan. "Muto Kenji sudah tiada." Ia tidak berlama-lama di dalam air panas seperti yang ia inginkan. Taku mengabarkan hal ini padaku di Hofu." Mereka hanya berdua. Kaede mengambil air dari kolam dengan ember bambu dan mulai memandikan suaminya. "Se pertinya begitu. dan segera ke luar dan berpakaian secepatnya. Bagaimana kejadiannya? Apa¬kah dia meninggal karena sakit?" Takeo mendengar dirinya berkata. Tapi kalian belum boleh menemuinya. tapi ia harus bicara dulu pada Shizuka. Kita harus me¬nemukan Shizuka. Sinar matahari keluar dari sela-sela bunga-bunga dan semak¬se mak. bunga iris tampak berkilauan. "Aku harus bicara berdua dengan Shizuka. Tiap jengkal tubuhnya terasa sakit.

" tutur Takeo untuk meredam kemar ahan Kaede. sepupu. Shizuka menuangkannya untuk Takeo."Tentunya tak ada yang kau rahasiakan padaku?" Tentunya tak ada yang kau rahasia kan padaku?" "Hanya masalah Tribe. kan?" Tak seorang pun tahu misi yang dilakukan Kenji kecuali ia dan Taku." Belum sempat Shizuka bergerak men¬dekat. atas sikapmu mengho rmati pamanku. "Apakah kau dengar ada orang di dekat sini?" Takeo memasang telinga. "Kau tentu sudah bisa menduga kenapa aku di sini. Ketika Takeo kembali ke ruang utama.. dan kunjungan putra Lo rd Fujiwara. lutut mereka saling berhadapan. Lord Takeo. Shizuka bangkit. kalau istrinya masih ingin bersamanya." kata¬nya. kemudian melang¬kah ke beranda dan men gintip di bawahnya. aku akan menceritakan tentang Sunaomi. membuka pintu lemari." sahut Kaede lalu mening¬galka nnya. "Ada banyak hal lain yang perlu kita bicarakan. "Aku harus ceritaka n semua yang aku tahu karena hal itu memengaruhi Tribe. Aku pulang membawa kabar bahwa pamanmu telah tiada. Tak ada jenazah. atas keprihatinanmu. Taku datang ke Hofu untuk mengabarkanny a. Shizuka harus memilih penggantinya. "Tidak." sahutnya." "Baiklah." "Kurasa kau sudah tahu seberapa besar arti Kenji bagiku. Shizuka sudah ada di sana." . tapi k ita akan menghormatinya dengan mengadakan upa¬cara di sini atau di Yamagata. Terima kasih. Dia kembali dan duduk di hadapan Takeo. "Saat kita hanya berdua. dan kukira kau harus segera tahu.. "Kenji adalah Ketua Muto." Dilihatnya kalau Kaede tidak senang. me¬lihat k e sekeliling ruangan dengan cepat. Akan kusiapkan makan untukmu. "tapi bukannya tidak diharapkan. di mana pun me nurutmu yang paling sesuai. "Paman tingg al di sana. Takeo langsung bicara tanpa salam lebih dulu. seorang pelayan datang membawa teh." "Kabar seperti itu tidak pernah disambut baik." sahut Shizuka dengan nada resmi. Kini Takeo m enyesal mengapa tidak memberitahu Shizuka sebelumnya. Selagi Takeo minum. Hal ini tak bisa dibicarakan dengan orang luar." "Kukira kemungkinan paman meninggal di Inuyama. "Mendekatlah." sahutnya perlahan. tidak ada orang lain.

Setelah peristiwa di Inuyama. kau harus ceritakan semua ini pa da Kaede.." sahut Shizuka. lalu melanjutkan bicara." "Lebih baik dia mendengar tentang anak¬mu itu dari mulutmu ketimbang dari orang la in. kami pikir b isa memanfaatkan anak-anak Gosaburo untuk menekan mereka agar mau berdamai." "Terima kasih." Takeo menghela napas . Halaman 104 dari 500 . Kaede atau orang lai n di luar Tribe tidak perlu tahu. "Kenji ingin bertemu anak Yuki." "Dan yang sebenarnya?" "Kenji pergi berunding dengan Kikuta. cucunya." "Takeo."Kedua putrimu mulai mahir menguping. Taku hanya tahu kal au Yuki meninggal di desa Kikuta tempat Akio dan anak itu bersembunyi selama beberapa tahun ini. Ku kata¬kan pada Kaede kalau Kenji meninggal karena penyakit. "Ini kuceritakan karena me¬ny angkut masalah keluarga Muto yang kini menjadikanmu anggota yang dituakan. kalau Kenji mencari obat sampai kel uar perbatasan wilayah Timur. dan bisa bersembunyi di tempat yang paling sempit sekalipun.." Tidak dibiarkannya Shizuka melanjutkan kata-katanya. Aku tak ingin putriku atau istriku mendengar pembicaraan kita.

"Aku sudah menyimpannya rapat-rapat begitu lama hingga tak tahu bagaimana member itahukannya. Semua tudah berlalu: anak itu putra Akio; putriku adalah pewaris¬ku. Untuk saat in i, ada pertanyaan mengenai keluarga Muto dan Tribe. Kenji dan Taku bekerjasama dengan baik: ilmu d an ketrampilan yang Kenji miliki tak ada bandingnya. Taku memiliki kemampuan yang hebat, tapi k urasa kau sependapat kalau ada semacam kegoyahan dalam dirinya: aku ragu apakah dia cukup dewasa untuk me¬mimpin Tribe. Zenko adalah putra sulung¬mu, dan pewaris langsung Kenji, dan aku t ak ingin menghina atau mengganggunya, atau ku sudah menyimpannya rapat-rapat begitu lama hingga tak tahu bagaimana memberit ahukannya. Semua tudah berlalu: anak itu putra Akio; putriku adalah pewaris¬ku. Untuk saat in i, ada pertanyaan mengenai keluarga Muto dan Tribe. Kenji dan Taku bekerjasama dengan baik: ilmu d an ketrampilan yang Kenji miliki tak ada bandingnya. Taku memiliki kemampuan yang hebat, tapi k urasa kau sependapat kalau ada semacam kegoyahan dalam dirinya: aku ragu apakah dia cukup dewasa untuk me¬mimpin Tribe. Zenko adalah putra sulung¬mu, dan pewaris langsung Kenji, dan aku t ak ingin menghina atau mengganggunya, atau memberinya dalih untuk..." Takeo berhenti bicara. "Untuk apa?" Shizuka menyela. "Baiklah, kurasa kau tahu betapa mirip sifat putramu dengan ayahnya. Aku khawati r dengan niatnya. Aku tidak bermaksud mem¬biarkannya mengembalikan kita dalam perang saudara lagi." Takeo bicara dengan nada serius, lalu tersenyum dan meneruskan dengan nada lebih ringan. "Mak a aku meng¬atur agar kedua putranya menghabiskan waktu bersama kita. Kurasa kau ingin be r¬temu cucumu." "Aku sudah bertemu Sunaomi," tutur Shizuka. "Tentu saja ini sangat menyenang¬kan. Apakah Chikara juga akan datang?" "Suamimu akan membawanya dengan kapal, bersama makhluk luar biasa yang dia diseb ut kirin," sahut Takeo. "Ah, Ishida sudah kembali; aku senang mendengarnya. Kukatakan yang sebenarnya, T akeo, aku sudah senang dengan hidupku yang tenang, mendampingi Kaede dan anak¬anakmu, istri dari tabibmu. ..tapi rasanya kau hendak membuat tuntutan lain padaku." "Kau masih cepat tanggap seperti biasa," sahut Takeo. "ingin kau menjadi pemimpi n Muto. Taku akan bekerjasama denganmu seperti yang dia lakukan bersama Kenji, dan

Zenko tentu akan tunduk padamu." "Pemimpin keluarga disebut Ketua," Shizuka mengingatkan. "Dan belum pernah ada K etua perempuan!" tambahnya. "Kau bisa menyebutnya apa saja. Itu akan menjadi contoh yang baik. Aku hendak memperkenalkannya ke wilayah lokal juga: kita akan memulai dengan Negara Tengah lalu kita sebarkan ke luar. Sudah banyak area di mana perempuan dengan kebaikan dan kemamp uan dapat menggantikan posisi suaminya. Mereka akan diakui dan diberi wewenang yang sama s eperti laki-laki." "Jadi kau akan memperkuat negara ini dari akar, dan para ksatria akan mendukung putrimu?" "Bila Shigeko menjadi satu-satunya penguasa perempuan, dia juga harus bersikap l ayaknya laki-laki. Bila perempuan lain berada di puncak kekuasaan, kita mungkin bisa melihat peruba han mengalir ke seluruh Tiga Negara." "Kau masih saja senang berkhayal, sepupuku!" sahut Shizuka seraya tersenyum, ter lepas dari penderitaan yang ditanggung nya. "Kau mau melakukannya, kan?" "Baiklah, sebagian karena pamanku pernah mengisyaratkan bahwa hal ini juga keing inannya. Dan setidaknya sampai Taku mantap dan Zenko sadar. Kurasa dia akan sadar, Takeo, dan terima kasih atas tindakan¬mu yang berhati-hati padanya. Namun apa pun hasilnya nanti, keluarga Muto akan tetap setia padamu dan keluargamu." Shizuka membungkuk hormat dengan sikap resmi . "Aku bersumpah padamu sekarang, Lord Otori, sebagai pemimpim mereka." "Aku tahu apa yang telah kau lakukan untuk Lord Shigeru dan keluarga Otori. Aku berhutang banyak padamu," ujar Takeo dengan penuh perasaan. "Aku senang kita bisa bicara berdua," imbuh Shizuka, "karena kita harus mem¬bicara kan tentang si kembar. Aku berharap bisa bertanya pada pamanku mengenai se¬suatu yang baru saja t erjadi, tapi mungkin kau tahu cara mengatasinya." Halaman 105 dari 500

Diceritakannya pada Takeo mengenai peristiwa yang terjadi pada kucing, bagai¬mana kucing itu tertidur dan tak pernah bangun lagi. iceritakannya pada Takeo mengenai peristiwa yang terjadi pada kucing, bagai¬mana k ucing itu tertidur dan tak pernah bangun lagi. "Aku tahu Maya memiliki kemampuan ini," tutur Shizuka, "karena dia pemah mem¬perli hatkan tandatandanya selama musim semi. Satu atau dua kali aku bahkan pusing ketika dia menatapku. Ta pi tak seorang pun dari keluarga Muto tahu tentang sihir tidur Kikuta, meskipun banyak takhayul yang ber¬kaitan dengan hal itu." "Kemampuan itu seperti obat yang sangat mujarab," sahut Takeo. "Sedikit akan men guntungkan, tapi jika terlalu banyak justru bisa menyebabkan kematian. Orang membuat diri mereka terbuka pada kemam¬puan itu karena kelemahan diri mereka sendiri, karena kurangnya pengendalian diri mereka. Aku diajarkan untuk mengendali¬kannya di Matsue dan di sana aku belajar bahwa Kikuta tak pernah menatap langsung anak-anak mereka karena seorang anak tidak dapat melawan tatapa n itu. Kurasa seekor kucing kecil sama lemahnya. Aku belum pernah mencobanya pada kucing, hany a pada anjing dan aku sudah mahir melakukan¬nya." "Kau belum pernah mendengar per¬pindahan antara orang yang sudah mati dengan orang yang membuat mereka tertidur?" Pertanyaan itu membuat bulu kuduk Takeo berdiri. Hujan mulai turun lagi, dan kin i gemuruhnya semakin keras di atap. "Biasanya bukan sihir tidur yang mampu membunuh," tuturnya dengan hati-hati. "Di gunakan hanya untuk melemahkan: kematian pasti disebabkan oleh hal lain." "Itu yang mereka ajarkan padamu?" "Mengapa kau menanyakan hal ini?" "Aku mencemaskan Maya. Dia menunjuk¬kan tanda-tanda kerasukan. Ini pernah ter¬jadi d i keluarga Muto, kau tahu; Kenji dijuluki Si Rubah saat masih muda: kabarnya dia pernah ker asukan roh rubah bahkan menikah dengan seekor rubah tapi selain pamanku, aku tidak tahu ada perubah an bentuk yang pernah terjadi. Hampir seolah Maya yang menarik roh kucing itu masuk ke dal am dirinya. Semua anak suka bertingkah seperti hewan, tapi seharusnya mereka lebih manusiawi ketik a mulai dewasa; Maya justru sebaliknya. Aku tidak membicarakan hal ini pada Kaede; Shigeko sudah curiga ada yang

tidak beres. Aku senang kau sudah kembali." Takeo mengangguk, merasa gelisah dengan kabar ini. "Cucu-cucumu tidak me nunjukkan tanda-tanda ketrampilan Tribe," komentarnya. "idak, dan aku cukup lega. Biarlah mereka menjadi putra Zenko, ksatria. Kenji me ngatakan bahwa kemampuan itu akan menghilang dalam dua generasi. Mungkin, dalam diri si kembar kita menyaksikan pancaran sinar yang terakhir sebelum lentera¬nya padam." Pancaran sinar yang terakhir ini bisa mem¬buat bayangan-bayangan aneh, pikir Takeo . *** Tak seorang pun mengganggu selama mereka berbincang-bincang: setengah sadar ia s eperti mendengar ada tarikan napas, bunyi sambungan papan yang bergerak, langkah ringan yang menandakan ada yang menguping. Tapi saat memerhatikan lagi, yang terdengar hanya lah siraman air hujan, halilintar di kejauhan, dan hempasan ombak. Namun ketika mereka selesai, dan Takeo berjalan ke kamar Kaede di koridor yang m engkilap, ia mendengar suara luar biasa di depannya, semacam raungan dan geraman, setengah ma nusia dan setengah hewan. Kemudian terdengar suara memekik ke takutan, dan derap langkah kaki. Takeo ber¬belok di sudut dan Sunaomi menabrak-nya . "Paman! Maaf!" Bocah itu tertawa cekikikan kegirangan. "Macan itu ingin me¬nangkap ku!" Halaman 106 dari 500

Awalnya Takeo melihat bayangan di kertas kasa. Sesaat terlihat jelas olehnya sos ok tubuh manusia, dan satu sosok lagi di belakangnya dengan telinga rata, kuku yang siap mencakar dan kibaskan ekor. Lalu si kembar datang berlarian dari sudut, dan mereka berdua hanyalah anak pere mpuan biasa, bahkan saat sedang menggeram. Mereka langsung ber¬henti mematung ketika melihat ayahnya. walnya Takeo melihat bayangan di kertas kasa. Sesaat terlihat jelas olehnya soso k tubuh manusia, dan satu sosok lagi di belakangnya dengan telinga rata, kuku yang siap mencakar dan kibaskan ekor. Lalu si kembar datang berlarian dari sudut, dan mereka berdua hanyalah anak pere mpuan biasa, bahkan saat sedang menggeram. Mereka langsung ber¬henti mematung ketika melihat ayahnya. "Ayah!" "Itu dia macannya!" jerit Sunaomi. Miki melihat wajah ayahnya, menarik lengan baju Maya lalu berkata, "Kami cuma ma in-main." "Kalian sudah terlalu besar untuk per¬mainan seperti itu," ujarnya, menyembunyi¬kan kekhawatirannya. "Bukan begini caranya menyambut ayah kalian. Ayah berharap me¬nem ukan kalian tumbuh menjadi perempuan muda." Seperti biasa, rasa tidak senang sang ayah menciutkan nyali mereka. "Maaf," kata Miki. "Maafkan kami, Ayah," ujar Maya me¬mohon, tanpa sedikit pun sisa geraman macan dal am suaranya. "Ini salahku juga," imbuh Sunaomi. "Semestinya aku sudah tahu. Lagipula, mereka hanyalah anak perempuan." "Ayah tampaknya perlu bicara serius dengan kalian berdua. Di mana ibu kalian?" "Ibu sedang menunggu Ayah. Kata ibu mungkin kami boleh makan bersama Ayah," bisi k Miki. "Baiklah, Ayah kira kita harus menyambut kedatangan Sunaomi. Kalian boleh makan bersama kami. Tapi tidak ada lagi permainan berubah menjadi macan!" "Tapi manusia seharusnya mengumpan¬kan diri mereka pada macan," ujar Maya selagi m ereka berjalan di sampingnya. "Shigeko yang menceritakan itu pada kami." Maya tidak bisa menahan untuk berbisik pada Sunaomi, "Dan yang paling disukai ma can adalah anak laki-laki." Merasa jera atas teguran pamannya, Sunaomi tidak menyahut. Takeo bermaksud untuk berbicara dengan si kembar malam ini, tapi seusai makan

malam, ia merasa kelelahan dan keinginan berdua saja dengan Kaede. Kedua putri k embarnya bersikap sempurna selama makan malam, bersikap baik pada sepupu mereka, dan sopa n pada orangtua dan kakak sulung mereka. *** Saat ini Takeo menatap Kaede di bawah keremangan cahaya lentera, tampak lekuk tu lang pipi dan siluet istrinya. Jubah tidur membungkus tubuh Kaede yang duduk bersila di matras , tubuh rampingnya tampak putih samar-samar dengan selimut sutra. Takeo berbaring dengan kepala di pangkuan Kaede, merasakan panas tubuh istrinya, mengenang dulu ia sering berbaring seperti ini p ada ibunya saat kecil. Rambutnya dibelai lembut oleh Kaede sampai ke leher, me¬lemaskan syarafnya yang tegang. Mereka hanyut dalam perasaan cinta, tak lama setelah hanya berdua, nyaris tanpa kata¬kata, mencari kedekatan serta meleburkan diri dalam kesatuan, senantiasa begitu akrab. Mereka berbagi kesedihan atas kematian Kenji tanpa suara, atau perasaan terasing dari rahasia T akeo tentang Tribe atau pun kekhawatiran tentang putri mereka. Semua kecemasan ini kian membakar keintiman t anpa kata-kata dari hasrat mereka dan seperti biasa, ketika hasrat mereda, bak mukjizat, pemuli han pun terjadi: sikap dingin Kaede menguap; kesedihan Takeo seperti bisa dilalui. Banyak hal yang mesti dibicarakan. Pertama tentang kecurigaan terhadap Zenko dan alasan ia membawa kedua putra Arai ke rumah mereka. Halaman 107 dari 500

"Tentu kau takkan mengangkat mereka secara sah menurut hukum, kan?" seru Kaede. Tentu kau takkan mengangkat mereka secara sah menurut hukum, kan?" seru Kaede. "Bagaimana jika aku melakukannya?" "Aku menganggap Sunaomi seperti anak kandungku tapi Shigeko akan tetap menjadi pew arismu?" "Ada banyak kemungkinan: bahkan pernikahan, saat dia cukup dewasa. Aku tak ingin melakukannya dengan tergesa-gesa. Semakin lama kita menunda keputusan, semakin besar kemungki nan Zenko tersadar dan tenang. Tapi aku khawatir dia didukung Kaisar dan para pendukungnya di wilayah Timur. Kita harus berterima kasih pada penculikmu untuk hal itu!" Diceritakannya tentang penemuannya dengan Lord Kono. "Mereka mencap diriku sebag ai penjahat. Karena Fujiwara adalah kerabat Kaisar sehingga dia terbebas dari kejahatannya!" "Kuatnya tekadmu soal sistem keadilan mungkin telah membuat mereka ketakutan," k ata Kaede. "Karena hingga saat ini tak seorang pun berani mencela atau meng¬hukum orang seper ti Fujiwara. Aku tahu dia bisa saja membunuhku tanpa berpikir panjang. Tak seorang pun berani menolak perintahnya, tidak ada yang berpikir kalau apa yang dilakukannya salah. Perasaan laki¬laki tidak lebih berharga dari sebuah lukisan atau jambangan berharga karena dia bisa membunuh pere mpuan dengan entengnya seolah hanya menghancurkan salah satu hartanya aku nyaris tidak b isa mengung¬kapkan dengan kata-kata betapa sikapnya melemahkan keinginanku dan membuat tubuhku serasa lumpuh. Kini pembunuhan atas perempuan di Tiga Negara akan dihuku m sama seperti pembunuhan terhadap laki-laki, dan tidak ada orang yang bisa lolos dari keadilan hanya karena derajat mereka. Keluarga-keluarga ksatria kita lelah me nerimanya, namun di luar perbatasan kita, baik itu ksatria maupun bangsawan akan menganggap hukum sebagai penghinaan. "Kau mengingatkan betapa banyak hal yang dipertaruhkan. Aku takkan mengun¬durkan d iri seperti permintaan Kaisar, tapi aku juga tak ingin terjadi peperangan. Namun bila kita m emang harus berperang di wilayah Timur, maka makin cepat makin baik." Takeo menceritakan ten tang senjata api, dan misi Fumio. Tentu saja Kahei berpikir kita harus segera bersiap: kita punya waktu untuk membangun kekuatan sebelum musim dingin. Tapi di Terayama semua Guru Besar menen tangnya. Mereka mengata¬kan kalau aku harus pergi ke ibukota musim semi depan bersama Shige ko, dan semua masalah akan terpecahkan." Takeo mengernyitkan dahi. Kaede meng¬gosokkan jari di dahi Takeo, menghaluskan gar

is-garis kerutannya. "Gemba memiliki serangkaian tipuan baru," ujarnya. "Tapi kukira akan mem¬butuhkan lebih dari sekadar itu untuk meredam nafsu kekuasaan jenderal Kaisar, Saga Hideki, Si Pembu ru Anjing."** Keesokan harinya dilakukan persiapkan upacara pemakaman Kenji, dan mendiktekan s urat-surat. Minoru dibuat sibuk seharian, menulis surat untuk Zenko dan Hana bahwa Sunaomi t iba dengan selamat; surat kepada Sugita Hiroshi, memintanya datang ke Hagi secepat mungkin; surat kepada Terada Fumifusa, mengabarkan tentang kepulangan Takeo dan keberadaan putranya, F umio, dan terakhir surat kepada Sonoda Mitsuru di Inuyama, memberitahukan bahwa belum ada Keputusan mengenai nasib kedua sandera; masalah ini akan dibicarakan pada per¬temuan mendata ng. Kaede memberitahukan pada Takeo dan Minoru tentang semua masalah terbaru yang be rkaitan dengan kota Hagi dan penduduk¬nya. Minoru mencatat dengan hati-hati ten-tang Keput usan yang akan diambil. Di pengujung hari yang panjang, panas serta melelahkan, Takeo perg i mandi, dan me Halaman 108 dari 500

ngirim perintah agar putri kembarnya datang menghadapnya ke sanairim perintah ag ar putri kembarnya datang menghadapnya ke sana. Mereka menyelinap masuk ke air beruap dengan tubuh telanjang: badan mereka tak l agi seperti badan anak-anak, rambut mereka panjang dan tebal. Sikap mereka lebih tenang dari biasanya, jelas masih belum yakin apa¬kah Takeo sudah memaafkan tingkah mereka pada hari sebelumny a. "Kalian kelihatan lelah," kata Takeo. "Ayah berharap kalian bekerja keras hari i ni." "Shizuka galak sekali hari ini," Miki meng¬hela napas. "Dia bilang kami perlu lebi h disiplin." "Dan Shigeko memaksa kami menulis begitu banyak," keluh Maya. "Jika aku tidak pu nya jari seperti Ayah, apakah Lord Minoru akan menulis untukku?" "Ayah dulu belajar menulis, maka kalian pun begitu," sahutnya. "Dan menulis jauh lebih sulit bagi Ayah karena usia Ayah sudah lebih tua. Makin muda, makin mudah belajar. Bersyuku rlah kalian memiliki guru yang sangat baik!" Nada suaranya terdengar tegas. Miki memegang-megang bekas luka ayahnya yang melintang dari leher samping ke dada. Takeo bicara dengan suara lebih lembut. "Banyak hal dituntut dari kalian. Kalian harus belajar cara ksatria, begitu pula dengan semua rahasia Tribe. Ayah tahu itu tidak mudah. Kali an memiliki banyak bakat: kalian harus hati-hati menggunakannya." Miki berkata, "Karena kejadian pada kucing itu?" "Coba ceritakan," sahut Takeo. Si kembar saling bertukar pandang tanpa bicara. Takeo berkata, "Kalian adalah darah daging Ayah. Kalian ditandai, seperti juga A yah, sebagai Kikuta. Tidak ada yang tidak bisa kalian ceritakan pada Ayah. Maya, apa yang terjadi pad a kucing itu?" "Aku tak bermaksud menyakiti," Maya mulai bicara. "Jangan bohong," Takeo memperingatkan. Maya meneruskan, "Aku ingin melihat apa yang akan terjadi." Suaranya kedengaran serius; menatap lurus pada Takeo. Kelak Maya ingin menantang tatapan ayahnya. "Aku marah sekali dengan Mori Hiroki." "Hiroki menatap kami," Miki menjelas¬kan. "Semua begitu. Seolah kami ini setan." "Dia menyukai Shigeko dan tidak menyukai kami," tutur Maya.

"Sama seperti semua orang," ujar Miki, dan seolah diamnya Takeo melepaskan ses¬uat u dalam dirinya, Miki menangis. "Kami dibenci karena kami kembar!" Si kembar jarang menangis. Satu lagi sifat yang membuat mereka nampak tidak waja r. Maya juga menangis. "Ibu juga membenci kami karena ibu menginginkan anak laki¬laki , dan bukannya dua anak perempuan!" "Chiyo yang bilang pada kami," Miki menelan ludah. Takeo merasa hatinya remuk redam karena kesedihan. Memang mudah menya¬yangi putri sulungnya, tapi ia lebih menya¬yangi si kembar karena mereka tidak mudah disayangi , dan juga merasa iba pada mereka. "Kalian sangat berharga bagi ayah," sahut¬nya. "Ayah merasa gembira karena kalian kembar dan kalian anak perempuan. Ayah lebih senang anak perempuan ketimbang semua anak lak i-laki di dunia ini." "Saat Ayah ada di sini, kami merasa aman. dan kami tak ingin melakukan hal-hal y ang buruk. Tapi Ayah sering pergi jauh." "Ayah ingin mengajak kalian tapi tidak Halaman 109 dari 500

selalu bisa. Kalian harus bersikap baik bahkan saat Ayah tidak ada di sini." ela lu bisa. Kalian harus bersikap baik bahkan saat Ayah tidak ada di sini." "Orang-orang seharusnya tidak boleh menatap kami," ujar Maya. "Maya, mulai saat ini kau yang harus berhati-hati saat menatap. Kau sudah tahu c eritanya Ayah sudah sering ceritakan padamu tentang pertemuan Ayah dengan raksasa Jin-emon?" tan ya Takeo. "Ya," sahut mereka serempak dengan penuh semangat. "Ayah menatap matanya dan dia tertidur. Itulah sihir tidur Kikuta yang berguna u ntuk melumpuhkan musuh. Itulah yang kau laku¬kan pada kucing itu, Maya. Tapi Jin-emon bertubuh besa r, setinggi gerbang kastil serta lebih berat dari banteng. Kucing bertubuh kecil, dan masih muda, dan sihir tidur itu membunuhnya." "Kucing itu tidak benar-benar mati," tutur Maya, bergerak mendekati lalu bergela yut di lengan kiri ayahnya. "Kucing itu men¬datangiku." Takeo berusaha tak menunjukkan ke¬kagetannya, tak ingin membungkam putri¬nya. "Kucing itu datang tinggal bersamaku," ujar Maya. "Kucing itu tidak keberatan. Karena sebelumnya kucing itu tidak bisa bicara, kini dia bisa bicara. Dan aku pun tidak keberatan. Aku suka kucing itu. Aku suka menjadi kucin g." 'Tapi Jin-emon tidak mendatangi Ayah, kan?" tanya Miki. Bagi mereka hal ini tida k lebih aneh dibandingkan dengan kemampu¬an menghilang, atau sosok kedua, dan mungkin tidak leb ih berbahaya. "Tidak, karena akhirnya Ayah menggorok tenggorokannya dengan Jato. Dia mati kare na digorok, bukan karena sihir tidur itu." "Apa Ayah marah dengan kejadian kucing itu?" tanya Maya. Takeo tahu kalau mereka percaya padanya, dan ia tak ingin kehilangan kepercayaan itu, juga sadar kalau mereka bersifat pemalu layaknya hewan liar yang dapat kabur dalam sekejap. Terkenang masamasa penuh pen¬deritaan selama bersama Kikuta. kekejaman dalam pelatihannya. "Tidak. Ayah tidak marah," sahut Takeo dengan tenang. "Shizuka marah sekali," gumam Miki. "Tapi Ayah harus tahu semuanya agar bisa mel indungi kalian, dan menghentikan kalian agar tak menyakiti orang lain. Ayah adalah orangtua dan juga senior kalian dalam keluarga Kikuta.

Kalian berhutang kepatuhan pada Ayah dalam kedua hal itu." "Kejadiannya begini," tutur Maya. "Aku marah pada Mori Hiroki. Kulihat betapa sa yangnya dia pada kucing itu. Aku ingin dia membayar perbuatannya karena tidak mau menatap kami. D an kucing itu manis sekali. Aku ingin bermain dengannya. Maka kutatap matanya, dan aku tidak b isa berhenti menatapnya. Kucing itu lucu, dan aku ingin menyakiti Hiroki, dan aku tak bisa me ng¬hentikannya." Maya berhenti, menatap tak berdaya ke arah Takeo. "Teruskan," ujarnya. "Aku menariknya masuk. Dari tatapan matanya, melalui tatapan mataku. Kucing melo mpat masuk ke dalam diriku. Kucing itu melolong dan mengeong. Tapi aku tidak bisa berhenti men atapnya. Kemudian kucing itu mati. Tapi dia masih hidup." "Lalu?" "Lalu Mori Hiroki sedih, dan itu mem¬buatku senang." Maya menghela napas panjang, seolah habis susah mengingat pelajaran yang telah dihapalkannya. "Hanya itu. Ayah, sungguh." Takeo menyentuh pipi Maya. "Kau telah berkata jujur. Tapi kau tahu betapa mem¬bing ungkan perasaanmu. Pikiranmu tidak jernih, yang justru harus sebaliknya saat menggunaka n kemampuan Tribe itu. Saat menatap mata orang lain, kalian akan melihat kelemahan mereka. I tulah yang membuat mereka rapuh pada tatapan kalian." Halaman 110 dari 500

dan mulai menangis lagi. tubuh mereka begitu mirip dengan tekstur dan warna kulit dirinya." kata Maya di sela-sela isak tangisnya yang baru meleda k lagi. ka u membuat kesalahan." sahut Miki. Dan Takeo merasakan matanya pun menghangat. kini lebih tenang. "Aku ingin menikah dengan Miki." sahut Takeo. Kini mereka bertiga menginspirasi dan melindungi orang yang masih hidup di dunia fana ini. "Kami tidak harus menikah dengan Sunaomi. *** Pemakaman Kenji dilaksanakan keesokan harinya. kan?" "Ayah tak membutuhkan anak laki-laki." ujar Miki. Tapi kau harus ber¬janji pada Ayah untuk tidak menggunakan sihir tidur Kikuta pada orang lain sampai Ayah ijinkan. Kau akan harus menanggung akibatnya. dan kedua putri kembarnya yang belum bi sa dilindunginya dari kerasukan yang akibatnya pun belum bisa diperkirakannya."Apa yang akan terjadi padaku?" tanya MayaApa yang akan terjadi padaku?" tanya M aya." "Aku tak ingin punya anak. seperti juga Shiger u." sahut Miki sepakat." ujar Miki. menangisi kepergian gurunya. "Kita berdua menikah saja. "Sebagai hukuman!" "Aku tak ingin ditunangkan dengan siapa pun. Kalian membutuhkan laki-laki untuk bisa punya anak." "Mestinya Kenji tahu." sahut Takeo. sambil tertawa cekikikan. juga Jo-An. Tindakanmu salah." sahut Maya setuju. dan batu nisan didirikan untuknya di kuil Hachiman di sebelah Tokoji. "Ayah tidak tahu." kata Maya. "Aku benci anak-anak." Takeo menggoda. Kedua putrinya berada di dekatnya. "Kelak kau pasti berubah pikiran. Kita harus mengamati¬mu untuk mencari tahu. "Mengapa? Siapa yang mengatakan kalian harus menikah dengannya?" "Sunaomi mengatakan pada kami kalau dia ditunangkan dengan salah satu dari kami! " "Hanya kalau dia benar-benar nakal. Shigeko bangu . Kenji telah berpulang ke alam baka. "Terutama Sunaomi! Ayah tidak akan men gangkat Sunaomi sebagai anak. "Lalu kalian takkan punya anak." "Kuharap dia belum mati.* Musim hujan plum sudah selesai dan hawa panas musim panas dimulai. yang tak lama kemudian menjadi tempat ziarah bagi ke luarga Muto dan anggota Tribe yang lain. kan?" tanya Maya. "Dia menceritakan ten tang roh-roh hewan dan cara Tribe memanfaatkannya.

mengajarin ya sopan santun. Dua kuda betina tua menggigit dan menendang. meringkik saat meli hat¬nya dan menunjukkan tanda sayang.n sebelum matahari terbit dan pergi ke kuil di tepi sungai untuk menghabiskan waktu ber¬sama si kuda hitam jantan saat udara masih dingin. sedangkan kuda jantan mulai bisa menerima kehadiran Shigeko. Halaman 111 dari 500 .

Kedatangannya terasa seperti kemb alinya kakak lakilaki bagi ketiga gadis itu. sedangkan ayah Anda terlalu sibuk." Lalu pi kiran itu terbersit di benaknya. serta hembusan lembut angin dari laut membuat kediaman terasa dingin. Hari-hari yang panas berlalu."Dia tidak pernah melakukannya pada siapa pun. kuda itu tampak seolah terbang. Anak-anak berenang di laut dan melanjutkan pelajar an dan pelatihan dengan gembira karena sang ayah sudah pulang. Dia tidak pernah melakukannya pada siapa pun. pada malam-malam yang hangat ket ika langit hitam kelam dan bintang¬bintang terlihat membesar." ujar Hiroki. Hiroshi tinggal bersama keluarga Otori sampai usia dua puluh tahun lalu pindah ke Maruyama. dan sewaktu berderap mengelilingi padang rumput." "Kuda ini sudah siap dijinakkan." sahut Shigeko. Dinamainya kuda itu Tenba karena ada sesuatu bersifat surgawi pada kuda itu. "Aku ingin berikan untuk ayahku. karena usianya sudah dua puluh enam tahun dan belum beristri." jawab Shizuka. Menunggu hingga bisa bicara berdua pada Shizuka. berapa usia kedua putramu saat mereka menikah?" "Zenko delapan belas tahun. Shigeko berharap membaca kala u Hiroshi sudah menikah. Dan Ayah bisa menungganginya saat kami me¬lakukan perjalanan ke Miyako." ." komentar Mori Hiroki. Aku sudah terlalu tua dan lamban. "Tidak t erlalu muda. Hal ini t ak bisa dijelaskan. Setiap kali menerima surat. "Tapi Anda jangan mencobanya dulu . "Ayah tak memiliki kuda yang di sukai sejak Shun mati. yang pasti jangan seorang diri. Bagi Shigeko. Shigeko membuka topik pembicaraan dengan santai. dan Taku tujuh belas tahun." komentar Mori Hiroki. Takeo selalu menyempatkan waktu bersama mereka. Meskipun urusan pemerintahan membu atnya sibuk. dan tidak menyebut istri atau tunangan yang ditinggalkan di Maruyama. memer¬hatika n kuda jantan itu menggesek-gesekkan kepalanya di bahu Shigeko. tapi dia hanya setengah mengakui kalau dia lega saat Hiroshi berkuda ke Hagi seo rang diri." "Tapi harus aku lakukan. Hiroshi akan datang ke Hagi Kami bisa menjinakkan kuda ini bersama-sam a. "Kuda ini mulai menyayangiku." bantah Shigeko. tempat dia menjalankan pemerintahan wilayah milik ibu Shigeko dan suatu kelak akan menjadi miliknya. peristiwa besar selanjutnya di musim panas adalah kedatangan Sugit a Hiroshi dari Maruyama. "Shizuka. memer¬hatikan kuda jantan itu menggesek-gesekkan kepalanya di bahu Shigeko.

Halaman 112 dari 500 . sudah pasti ayahmu akan menikah¬kan mereka. dan itulah alasannya dia tidak menikah. Kedudukannya kurang tinggi. tapi sudah menjadi rahasia umum kalau Hiroshi tak dapat menghapus kekecewaannya." Shi zuka tertawa." kata Shigeko. "Kebanyakan laki-laki memiliki perempuan simpanan!" "Ayahku tidak. "Kukira ketiganya berharap bisa menikahi Hana. Hiroshi jatuh cinta pada Hana sehingga tak mau men ikah lagi? "Bila ada unsur persekutuan pada diri mereka. Dia akan menyerahkan Maruyama padamu tahun ini. namun dia tak punya tanah warisan nya sendiri." tutur Shizuka." "Kuharap dia akan terus mengabdi padaku di sana." sahut Shigeko. dan mereka lahir di tahun yang sama bibimu Hana juga lahir di tahun itu. Taku ber¬hasil mengat asi patah hatinya." "Sungguh aneh."Dan usia Taku dan Sugita sebaya." sahut Shizuka. kan?" "Ya. Kedekatannya pada keluargamu hampir seperti anak laki-laki di keluarga ini. Terutama Hiroshi yang selalu mend ambakan menjadi suami Hana: dia amat mengagumi ibumu dan meng¬anggap Hana mirip dengannya. dan setenga h tercengang dengan rasa sakit di hatinya." ujar Shigeko. setengah ingin meneruskan pembicaraan. "Tapi aku terpak sa harus mencarikan istri untuknya! Apakah dia memiliki perempuan simpanan?" "Kurasa ada. "Tapi posisi Hiroshi itu unik.

"Apakah ada orang yang kau sukai. Dan kurasa mereka tak in gin membuat orang yang mereka sayangi tersiksa rasa cemburu. cinta. itu pun dengan sikap form al. Bahkan ayahmu memilih dengan sangat teliti." Tatapan mata Shizuka menerawang jauh." "Cemburu adalah perasaan yang menakut¬kan." "Tak menikah pun aku sudah bahagia. pernikahan." Tatapan mata Shizuka menerawang jauh. Dia tidak mirip orang yang dimabuk cinta. Shigeko? Kau sudah leb ih dewasa dari yang kukira?" "Tentu saja tidak." seru Shigeko. "Mereka harus sedikit lebih bijaksana. Saat itu wajah Hiroshi tak bersemangat. Memang tidak. rambutnya tebal dan hitam p ekat. kira-kira setinggi ayahnya tapi lebih tegap dan d engan wajah lebih gemuk. Tubuhnya tidak terlalu tinggi. Hiroshi dilatih dengan Ajaran Houou. Mengin gatkan Shigeko pada wajah guru-gurunya di biara saat bermeditasi. berkelakar dengan Takeo dan meng¬ingatkannya tentang mund urnya pasukan saat badai topan dan pertempuran merebut Hagi. penuh optimisme tentang panen yang akan datang dan dengan bersemangat menceritakan hasil teknik inovasi dalam melatih kuda dan manusia. tapi saat ia melihat ke arahnya. aku ingin tahu apakah dia bisa menemukan orang yang cukup baik." "Mungkin perempuan lain tidak menarik perhatian mereka. begitu pula Lord Shigeru." sa hut Shizuka. Hiroshi selalu me¬manda ng ke arah lain." Shigeko mengamati Hiroshi malam itu saat makan malam." sahut Shizuka. seperti diri nya. "Dan ayahmu akan memilih jodohmu dengan bijaksana. dan ingat kalau. tapi ia tahu kalau ini tidak sepenuhnya benar. Sejak mulai beranjak dewasa ditemukan ia gelisah dengan keinginan disentuh lakilaki. Hal itu agak menenangkannya: mereka selalu menjadi teman se . begitu pula Lord Shigeru. ekspresinya tenang. dan hanya bicara langsung pada Shigeko satu atau dua kali. "Sayang sekali para gadis tidak dibolehkan memiliki kekasih layaknya anak laki-l aki. Bentuk matanya panjang dan ekspresinya hidup." katanya. Tampak suasana hatinya sangat baik."Memang tidak. Aku hanya ingin tahu seperti apa: hal-hal yang dilakukan laki -laki dan perempuan bersama. tertawa." 'Tapi untungnya kau masih terlalu muda untuk mempunyai perasaan semacam itu. Satu atau dua kali Shigek o merasa kalau laki-laki itu menatapnya. malah hampir tak bersahabat. "Ingin tahu mengapa mereka sangat ber¬beda dengan laki-laki lain. me nggoda si kembar dan memuji Kaede.

tapi hari ini Hiroshi menyuruh mereka pergi. Dia berpakaian untuk menunggang kuda. seperti yang sering mere ka lakukan ketika Shigeko masih kecil. "Dengan senang hati. per¬debatan ini bagi Shigeko sama mengecewa¬kannya dengan sikap resmi laki-laki itu. Mereka berjalan berdampingan menyebe¬rangi jembatan batu. Halaman 113 dari 500 . dan kata-katanya resmi. Sesaat Hiroshi ragu-ragu. Sebaliknya. rambutnya diikat ke bel akang dengan tali. kemudian ber¬kata. dan hanya bersenjatakan tongkat pendek yang disembunyikan. Biasanya dua penjaga kastil mendampingi Shigeko. Hiroshi selalu memahami dan me ndukungnya. mengenakan celana panjang dan pembalut kaki. saat matahari terbit di atas pegunungan dan mengubah permukaan tenang sungai menjadi cermin yang berkilauan memantulkan dunia yang tampak lebih nyata ketimbang dunia yang mereka lalui. Shigeko men¬cerit akan tentang kuda itu. Tepat sebelum beristirahat.perjuangan. dan sikap kaku Hiroshi perlahan luruh. cahaya cerah dan keemasan." sahut Shigeko. "Datanglah ke kuil besok pagi dan kau bisa lihat sendiri. Shigeko mengenakan pakaian yang hampir serupa. meskipun hubungan mereka tak bisa lebih dari itu. Dia hanya menganggapku sebagai adik. Ijinkan aku meng awalmu. Udara terasa tenang. d an pedang di sabuknya. sama seperti pada si kembar." Nada suaranya terdengar dingin. Hiroshi ber¬tanya padanya tentang kuda muda itu karena Shigeko pernah menyuratinya tentang masalah itu. dan berani berdebat dengan Shig eko seperti yang sering dilaku¬kannya lima tahun silam.

Shigeko bicara dengan sikap canggung. Kelembutan saja tak bisa menjinakkan kuda seperti ini. Aku tak ingin orang lain yang melakukan¬nya kuda ini perc aya padaku." seru Hiroshi. belajar ketrampilan menjinakkan dan mengembang¬biakkan kuda. sebelum hawa panas semakin kuat. Mereka memulainya pagi itu. wajah laki-laki itu agak memerah hingga ke lehernya." ujar Hiroshi. Setelah beberapa saat. Tenba mendengar suara Shigeko dan meringkik. kegelapan dan cahaya. Kita akan menjinakkannya bersama-sama." Tadinya aku berharap kau datang untuk melihat kuda milikku!" kata Shigeko. tapi telinganya berdiri tegak dan memutar bola matanya saat melihat Hiroki. kan?" "Ada awan badai di kaki langit. yang tersembu nyi serta yang terungkap." Ajaran Houou merupakan ajaran tentang unsur-unsur laki-laki dan perempuan: kekua tan yang lembut. belajar ketrampilan menjinakkan dan mengembang¬biakkan kuda. ahari pagi menyinari kuil tua: Hiroki sudah siap dan Hiroshi menyambutnya dengan gembira karena dia menghabiskan masa kecilnya dengan orang tua itu. di kepala. Shigeko terkejut sewaktu melihat s ekilas ke arah Hiroshi. membiasakan si kuda dengan sentuhan Hiroshi." sahut Hiroshi. membe ranikan diri menggoda. jadi aku harus ada di sini te rus. "Aku akan ke sini k apan saja ayahmu tak membutuhkan diriku. "Tapi aku tak ingin ayah membawanya ke kancah pertempuran! Sekarang kita dalam kedamaian. "Jika bisa dijinakkan. welas asih yang kuat. dengan cara yang pernah diajarkan pada kita. "Itu sebabnya aku dipanggil." "Nantinya kuda ini juga akan percaya padaku. Ketika mereka menghampirinya." "Aku ingin menghadiahkannya kepada Ayah. Dibutuhkan jug a kekuatan serta ketegasan seorang laki¬laki. dan kepercayaan itu tak boleh dihancurkan. "Kuda ini menakutkan sekaligus tampan. kuda itu berderap ke arah Shigeko. bayangan dan matahari. "Kuharap kau ada wa ktu untuk membantuku menjinakkannya.Matahari pagi menyinari kuil tua: Hiroki sudah siap dan Hiroshi menyambutnya den gan gembira karena dia menghabiskan masa kecilnya dengan orang tua itu." ujar Shigeko. "Bukan hanya melihat kudamu." sahutnya pelan. pinggul bagian samping dan di bagi . sekitar telinga. dia bisa menjadi kuda perang yang luar biasa.

"Mereka jauh le bih patuh dibandingkan kuda-kuda lain. "Wilayah lain di Tiga Negara dan di luarnya. ketika kuda jantan itu dihadiahi wortel dan Shige ko serta Hiroshi disajikan teh dingin. lebih bisa diandalkan dalam pertempuran. Hewan-hewan dipukul agar patuh.an bawah perutnya. seringkah dengan kekerasan." Wajah Shigeko bersinar.* Halaman 114 dari 500 ." tutur Hiroshi. Kemudian mereka menempatkan pita halus di sepanjang punggung hingga ke leher. namun patuh pada cara mereka menanganinya. te rakhir mengikat dengan longgar satu pita lagi di hidung dan kepalanya tali kekang pertamanya. dia berkata. dan setelah itu. "Kita akan ber¬hasil menjinakkannya. Namu n ayahku selalu percaya pada pendekatan yang lembut. Mori Hiroki mengamati mereka dengan sikap setuju. dan dengan stamina yang lebih kuat. karena mereka tidak membuang tenaga melawan si penunggangnya dan ber usaha berlari dengan cepat! Aku selalu menggunakan metode yang kupelajari darimu. Tenb a berkeringat dan kulitnya menggigil." sahut Hiroshi. membalas senyuman Shigeko dengan sik ap hangat. kuda-kuda dijinakkan dengan paksaan." "Itu sebabnya mengapa kuda-kuda Otori termashur. kan?" "Aku tak meragukan hal itu.

dan burung¬burung dara digunakan untuk mengi rim kabar darurat dari kapal di laut. Takeo sangat meng¬hargai ketajaman otak. Di satu senja yang panas pada bulan ketujuh. seumur. Shigeko dan Hiroshi pergi melintasi teluk menuju kediaman Terada Fumifusa. dan kejatuhan para paman Shigeru adalah keinginan terbesarnya. da n membuat kediaman itu tampak mewah dan memesona dilihat dari kastil. Terada tidak memedulikan harta benda indah yang diperolehnya saat menjadi peromp ak dendamnya pada pemimpin Klan Otori menjadi penggerak kekuatannya. tempat cuaca yang tidak biasa Fumio. tak lama setelah Festival Tanabata. Akhirnya ia memutuskan untuk memperbarui usahanya mencarikan istr i bagi Hiroshi dari keluarga ksatria di Hagi. namun hanya menunjuk kan sedikit ke¬lemahan karena usia. Pemah terdengar olehnya desas-desus kalau Hiroshi tergila-gila pada Hana.Takeo mengetahui kerjasama putrinya dengan Sugita Hiroshi dalam menjinakkan si k uda jantan hitam meskipun tidak mengetahui kalau kuda itu akan dihadiahkan padanya karena dia mengetahui hampir segalanya. dia mem¬bangun kembali rumah lamanya yang dirancang oleh putra dan menantunya. Kaede. Bangunan itu berada di dekat kawah gunung membuatnya dapat menanam tanaman eksotis yang dibawa bib Ishida. Takeo. Fumio. mengenal karakter Hiroshi yang kuat dan kecerdasannya namun Hiroshi menghin dari semua calon yang diajukan. dan memikirkan pas angan yang cocok dan berguna bagi pemuda yang telah mengabdi dengan setia padanya sejak mas ih kecil. Setelah pertempuran merebut Hagi dan gempa bumi. Sifatnya yang artistik membuatnya menjadi Putri sulung Terada akrab dengan Shigeko karena mereka berapi. mantan kepala perompak yang kini memelihara dan mengawasi armada kapal pe rang maupun kapal dagang sehingga Tiga Negara termashur dalam perdagangan dan keamanan dari serangan lewat laut. taman dan benda-benda yang indah: dia menulis puisi dengan goresan kuas yang indah. Ku rir pergi atau berkuda menyampaikan pesan antarkota. Eriko. ia tid ak percaya begitu saja. Ayah dari sahabatnya. terkadang mengkhawatirkan masa depan dan statusnya yang masih melajang. sepupu keluarga Endo. Takeo mengira Hiroshi sudah seperti kakak bagi putri nya. Kini Terada berusia kira-kira lima puluh tahun. tidak hanya di Hagi tapi di seluruh Tiga Negara. Eriko menyukai lukisan. keberanian dan peng etahuan Terada. dan tanaman obat yang dibawa Ta teman yang disenangi Takeo dan Kaede. .

Irama kata¬kata dan tawa ber baur dengan suara air. Burung tekukur menyerukan nyanyiannya yang memecah kesunyian. namun Eriko hampir menandinginya. Kolam dipenuhi warna ungu muda dan bunga teratai putih kekuningan. Halaman 115 dari 500 . Udara terasa harum oleh aroma adas manis dan jahe.Paviliun kecil dibangun di atas sungai kecil di taman. dan s esekali satu atau dua tamu mengambilnya lalu diberikan kepada temannya. lal u mengapungkannya di atas nampan kayu kecil untuk dibaca pengunjung di paviliun se belahnya. Eriko memperkenalkan permainan lama di mana para tamu harus menggubah puisi. dengan pengetahuan luasnya tentang kiasan klasik dan kemam¬puan berpikir cepat. dan jangkrik berderik tia da henti. serangga serta burung membuat diri Takeo merasakan kebahagiaan murni yang jarang dirasakannya. Kaede mahir dalam membuat puisi semacam ini. dinaungi pepo honan aneh dari Kepulauan Selatan yang mirip kipas. menyaingi warna-warni kupu-kup u yang beterbangan di antara bunga. Cangkir-cangkir sake juga diapungkan di permukaan air yang mengalir pelan. Semua tamu mengenakan jubah musim panas berwarna cerah. dan bunyi tenang air yang mengalir memenuhi udara. Mereka bersaing penuh persahabatan. menghilangkan kecemasannya serta meringankan kesedihannya.

" Diambilnya lembaran kert as yang dilipat. Usia Kaori cukup dewasa untuk dinikahkan: mungkin dia bisa menjadi pasa ngan yang cocok bagi Hiroshi. tapi Takeo kini s adar akan panasnya cuaca sore ini.. Burung-burung selalu kembali kemana pun semua kapal Terada yang membawanya. Sewaktu kawanan itu mendekat. dari peluh di ketiaknya. Burung-burung dara melayang di atas kepala menuju kandang. nanti akan dibicarakannya dengan Kaede. Ia men¬dongak menatap langit dan melihat sekawanan kecil bin tik jauh di arah tenggara. meminta maaf pada para tamu. tapi arah datangnya kawanan ini membuat ia gelisah karena di tenggara terbentang kota beba s Akashi. Sugita Hiroshi. akeo tengah mengamati Hiroshi yang duduk bersama Shigeko dan putri Eriko. Kemudian pesta itu ditutup dengan perasaan gembira. Begitu sampai di beranda. Kaori mirip ayahnya: tubuh berisi serta sehat. Kaede dan Shigeko." Dewan terdiri dari Terada.. ada suara lain. mendengar suara yang menyambut keang¬gunan dan kepandaia nnya. Kaori. Semua orang mendongak ke atas mengamati. "Kita harus persiapkan dewan p¬eperangan. lebih ringan dari bulu. tempat mereka menetas. ber¬lutut di belakang Lord Terada lalu berbisik padanya. Segera kembali.Takeo tengah mengamati Hiroshi yang duduk bersama Shigeko dan putri Eriko. Kaori dan Shigeko tengah tertawa melihat usaha Hiroshi. semakin jelas terlihat kalau itu ad alah kawanan burung dara yang kembali ke kediaman Terada. terbuat dari sutra. Seorang pelayan keluar dari rumah. mungkin kepakan sayap burung. Senjata sudah di tangan Saga. Usia Kaori cukup dewasa untuk dinikahkan: mungkin dia bisa menjadi pasa ngan yang cocok bagi Hiroshi. Terada berkata. di paviliun sebelah. "Kita akan bertemu besok dan me¬mutuskan apa yang dilakukan. "Gagal. Namun di sela-sela tawa dan semua suara lain di senja yang damai ini. derik kasar suara jangkrik. ayah dan anak. Takeo. tuntutan . Terada melihat ke arah Takeo dan membuat isyarat dengan kepala. Kaori . Did engarnya suara Kaede saat membaca." ujarnya. lalu pergi bersama si pelayan itu ke dal am rumah. Mereka berdua berdiri bersamaan.. "Pesan dari putra¬ku. Muto Sh izuka. di paviliun sebelah. Takeo menceritakan tentang pertemuannya dengan Kono. Miyoshi Kahei." Takeo melihat dari bayangan beranda ke arah pemandangan yang indah di taman.

kematian Arai Zenko dan Lord Kono lalu diikuti denga n pemusatan pasukan di perbatasan wilayah Timur yang bisa tiba lebih dulu di ibukota saat mu sim semi." tuturnya pada Terada. jenderal baru dan senjata yang diselundupkan." sahut Kahei." "Putra Zenko ada di tangan kita. tapi aku tak percaya kau tega memerintahkan untuk membunuh anak-anak. denga n harapan Halaman 116 dari 500 ." tutur Kaede. Takeo. dan dia pun meminta maaf." Kemudian teringat kalau Zenko adalah putra Shizuka. "Kami rasa ini dapat membuatnya p atuh. mengalahkan si Pemburu Anjing dan membujuk Kaisar untuk mem¬pertimbangkan lagi ten tang ancaman serta penghinaan atas Otori.Kaisar. "Aku tak bisa menyerangnya sebelum dia menyerang. "Pelabuhan itu haru s dalam kendali kita untuk mencegah ancaman Arai. kau tak mungkin meng-hadapi ancaman dari wilayah Timur. Orangtuanya tahu kalau putranya aman bersamamu layaknya berada di tangan ibunya sendiri!" "Zenko sudah bersumpah sekali lagi bahwa dia akan tetap setia padaku. Aku tak ber¬maksud menghinamu." ujarnya pada Takeo. Miyoshi Kahei ingin bertindak cepa t: membangun kekuatan militer selama musim panas. Aku lebih memilih untuk memercayainya." "Dia tak bisa dianggap sebagai sandera. "T api aku tak menarik kembali saranku. "Kapalmu juga bisa memblokade Akashi. "Sementara Zenko me¬rongrong di Bara t. "Inti dari adanya sandera yaitu siap mencabut nyawa mereka." tutur Tak eo.

dia layak mendapatkannya. seperti Kahei." ia layak mendapatkannya. kelak akan terlambat. Aku menganjur kan. Setid aknya biarkan kami mendekati Akashi dan mencegahnya memperdagangkan bubuk mesiu. "Itu saranku. "Kakakmu. bubuk mesiu dan bijih besi. Kita harus membangun kekuatan prajurit pejalan kaki yang membawa senjata api. Dan kita harus berusaha untuk mempertahankan kedamaian melalui perundingan. Karena kalau tidak. Aku tak akan membawa perang saudara di Tiga Negara. Tapi aku harus tunduk pada kearifan para Guru Ajaran Ho uou. menyiapkan serangan tapi tidak menyo lok." Terada tampak merindukan masa ketika kapal-kapal milik¬nya mengendalikan semua perdagangan di sepanjang garis pantai utara dan barat. Gemba. Miyoshi. Bakal sulit bertempur tanpa dukungan itu. Aku tak akan membawa perang saudara di Tiga Negara." Kahei menggelengkan kepala." gerutu Terada. "Aku memahami pandangan Lord Miyoshi. Mereka telah menghina." ujar Terada. Se mua pedagang di Akashi sudah lupa daratan. Dan kita harus berusaha untuk mempertahankan kedamaian melalui perundingan. kau akan lang¬sung menuju ke kematian!" "Aku mendukung tindakan yang tegas. Kahei dan banyak ksatria lainnya. wajahnya suram. dan melatih m ereka untuk menghadapi prajurit yang hampir sama kekuatannya karena sudah pasti tahun depan Saga telah ." tutur Shizuka. "Bila tidak menyerang sekarang. Kirimkan pesan pada Kaisar bahwa Anda akan datang berkunjung." "Klas pedagang mulai semakin kuat hingga menjadi berbahaya." kata Hiroshi." "Saat itulah Saga Hideki akan memper¬senjatai pasukannya dengan senjata api. "Beliau punya alasan. "Aku setuju dengan Miyoshi. memperkuat pasukan di wilayah Timur. Ini akan meredam rencana serangan apa pun di pihaknya. Kita akan beri mereka pelajaran." ujar Kahei. "Dan kita mengandalkan mereka untuk mendapat persediaan. dan yang lainnya di Terayama menganjurkan untuk menenang¬kan Kais ar dengan berkunjung ke Miyako tahun depan. Take o tahu kalau itu sudah lama dikeluhkan Terada. " "Bagaimana denganmu?" Takeo bertanya pada Hiroshi yang hingga saat ini belum bic ara. Menur ut seni perang memang itu yang terbaik. yang me mbenci para pedagang yang semakin kaya raya dan makmur. "Tindakan semacam itu akan membuat geram pedagang kita sendiri.

maupun pengumuman atas penunjukkan S hizuka sebagai ketua Tribe. Tidak ada pertemuan resmi. atau ambisi apa pun untuk menyingkirkan Anda. bahkan untuk menghadapi Kaisar. "Shigeko?" "Aku sependapat dengan Lord Hiroshi.memiliki senjata dalam jumlah besar. se olah kebetulan. menyingkir agar mereka bisa bicara berdua saja."* Selama di Hagi. Takeo sering bertemu Shizuka yang tinggal di kastil untuk menema ni Kaede atau putri-putri-nya. dan jangan bertindak terburu-buru. kurasa ikatan keluarga akan menjadi lebih kuat ketimbang dendam apa pun yang dip endamnya pada diri Anda. Sekali lagi aku menganjurkan agar jangan tergesa¬gesa. Halaman 117 dari 500 . Sementara untu k adik ipar Anda. di pagi hari Festival Tanabata. mereka berjumpa saat Takeo hendak ke kastil. Hal itu tak bisa kita cegah." sahut Shigeko. Beberapa hari setelah pertemuan dewan perang. "Jika aku ikut dengan Ayah ke Miyako." Hiroshi memang ahli strategi yang handal. Minoru yang selalu meng¬ikuti dengan membawa peralatan menulis. kurasa Ajaran Houou akan menang. Bahkan sejak dia masih ke cil! Takeo berpaling ke arah putrinya. pikir Takeo.

Cuaca sedang cerah: mestinya mereka datang tid ak lama lagi. Cuaca sedang cerah: mestinya mereka datang tid ak lama lagi. yang menguasai bahasa Sh in dan Tenjiku agar bisa membaca karya klasik." "Menyebalkan. "Bi arkan gadis itu berusaha sekuat tenaga memahami apa yang mereka katakan.." Lalu Take o berkata.. "Cari gadis pandai yang bisa menjadi pelayan mereka. pikiran kalau ia akan mengurangi satu rahasia lagi dari istrinya. "Apa lagi?" "Ternyata Zenko memberi ijin orang asing ikut bersama mereka. bersama penerjemah mereka perempuan itu. Aku lebih suka mengurung mer eka di satu tempat: Hofu tempat yang sangat bagus untuk itu. Ia tak ingin bertemu Madaren. Dan kita akan mengatur agar ." ku dapat pesan dari Taku. Ia akan minta Kae de mempelajari bahasa orang asing dari Madaren. dan akan menceritakan bahwa si penerjemah itu a dalah adiknya. seseorang harus mempelajari secepatnya."Aku dapat pesan dari Taku." sahut Takeo. Ishida dan Chikara m eninggalkan Hofu saat bulan purnama terakhir." pintanya pada Shizuka. dan awasi terus mereka. "Baiklah." Takeo mengernyitkan dahi. Takut pada kesulitan yang pasti mun cul dengan kehadiran adiknya itu. "Tadi malam." Takeo berpikir cepat. "Kau pasti menantikan kepulangan suamimu. karena tak ada alasan mengapa kabar ini harus dirahasiakan. Ishida dan Chikara meninggalkan Hofu saat bulan purnama terakhir." ujar Shizuka pelan. "Tadi malam. "Aku ti dak ingin mereka merasa bebas pergi ke mana saja sesuka hati. tapi bila ia harus menggunakan jasa penerjemah. Penerjemah mereka harus meng¬aja ri kita saat dia di sini." sahutnya. "Kita ter¬paksa menerima mereka dengan segala macam up acara dan kemegahan. Dua dari mereka be rada di kapal." "Itu kabar baik. ia merasa tidak nyaman atas kemunculan adiknya. Tapi me¬nurutnya kau harus diberitahu. anehnya justru membuatnya bahagia." ujar Shizuka pelan. Carikan tempat yang tidak nyama n untuk mereka tinggal. serta ber¬pura-pura terkesan atas hadiah tidak berharga mereka. maka seba iknya memang adiknya orang yang memiliki hubungan dengannya. "Apa tujuan mereka?" "Taku tidak mengatakannya. Takeo memikirkan Kaede yang mampu belajar dengan cepat. Adakah orang lain yang bisa bicara bahasa merek a?" Shizuka menggelengkan kepala. sastra dan kitab suci.

" "Begitu? Maka Hiroshi sebaiknya ada di sana untuk bertemu mereka. Dia baru akan berangkat bersama Lord Kono untuk menginspeksi harta kekayaan. dan sudah menyusun daftar istilah ilmiah dan medis. hanya sedikit frustrasi terjebak di wilayah Barat . dan mengabari keputusan kita pada Taku. Dan lihat apa kau bisa cari tahu lebih banyak lagi dari suamimu tentang tujuan mereka yang sebenarnya." "Kau bermaksud untuk belajar. Shigeko mendengar lonceng dari bukit di Halaman 118 dari 500 ." "Aku sudah terlalu tua." sahut Takeo." *** Kapalnya terlihat di laut dua hari kemudian. " Dia bisa menumpang kapal yang sama. Ishida cukup ber¬minat. Menurutku. dan kedekatan mereka dengan Zenko. semakin baik." "Taku baik-baik saja?" Takeo menyuara¬kan pikiran yang muncul kemudian. Semakin banyak yang bisa kita pelajari. Kau juga. "'Tapi. "Tapi aku yakin Kaede pasti mampu." "Bagus. sepupu?" "Aku meragukan kemampuanku. Biarkan dia melanjutkan pekerja¬an ini bersama mereka. dan ber¬maksud mela njutkan dari sana ke Maruyama.pelajaran diadakan di sini." ujar Takeo." sahut Shizuka seraya tertawa. "Sepertinya begitu.

" Aku kede nga ran seperti anak kecil." "Kalau benar itu kapalnya. pikir Shigeko. tapi mereka belum mencoba menaruh pelana. Dia harus menikah. "Kuharap itu kapal tabib Ishida. percikan sinar bintang. dia memperlakukan aku seperti anak kecil. Aku gembira bila cuaca cerah saat Festival Tanabata. kesal pada dirinya sendiri. s atu malam selama tahun ketika seorang Puteri dan kekasihnya bisa bertemu menyeberangi jembatan aj aib yang dibangun burung magpies." kata Shigeko. "Hanya sa ja dia mengharapkan cuaca cerah dan per¬jalanan yang tenang untuk hadiah itu. "Kau tahu apa hadiahnya?" "Itu rahasia!" sahut Hiroshi menggoda." "Pasti hewan. "Saat masih kecil aku suka sekali Festival Tanabata. Karena tak ada yang namanya pasangan pengantin impian." tutur Hiroshi." sahut Hiroshi dengan suara lebih lembut." ujar H iroshi. "Secepat itu!" Shigeko tidak bisa menahan seruannya." "Mengapa ayah hanya mengatakannya padamu. "Ada kapal datang. Nam un Shigeko tak bisa memaksa dirinya untuk menyarankan agar Hiroshi menikah. kemudian merasa malu.atas kastil berdentang sewaktu dia dan as kastil berdentang sewaktu dia dan Hiroshi menjinakkan si kuda jantan. Dia sudah mend erita begitu lama." Dia membicarakan tentang dirinya sendiri dan Hana. pikir Shigeko. atau beban a pa pun di punggungnya selain kain berlapis yang masih membuatnya ber¬gerak mundur dan menend ang. berarti aku harus segera kembali ke Maruyama. tidak dalam kehidupan nya ta." sahut Hiroshi. "Aku dengar dia membicarakan itu. "Aku tak boleh membocorkan rahasia Lord O tori. "Kuda! Atau mungkin anak singa! Bebe rapa hari ini cuaca cerah. "Tapi kini hal itu membuatku sedih. tidak kepadaku?" "Ayahmu tidak mengatakannya. ber¬usaha melihat tapi sia-sia menentang silauny a matahari pagi. "Ayah bilang tabib Ishida membawa hadiah istimewa untukku tanpa mengatakan apa hadiahnya. Dia akan melupakan Hana jika dia memiliki istri dan anak." Shigeko ingat keindahan malam tanpa bulan yang tenang. Tenba menerima sedikit dan membiarkan Shigek o menuntunnya dengan tali kekang halus. . pikirnya." seru Shigeko dengan gembira.

dan hasratnya begitu kuat hingga mengejutkan dirin ya sendiri untuk dipeluk pemuda itu." Tenba. Secepatnya Shigeko me-nenangkannya. yang berjalan di antara mereka berdua. tap i entah bagaimana Hiroshi berhasil menjatuhkan tubuhnya di antara Shigeko dan kuda itu. tiba-tiba perasaannya bergejolak." "Tentu. Lady Shigeko. menerjang tubuh Shigeko dengan bahu. mendadak ketakutan dan melompat mu ndur saat seekor burung merpati terbang dari atap kuil sehingga menarik pita yang dipegang Shigeko. dan sesaat Shigeko menyadari kekuatan pemuda itu. menjinakkan kuda-kuda di surga. sekali lagi bersikap dingin dan formal. Lalu ak u harus pulang untuk bersiap menerima hadiah. tali kekangny a berayun¬ayun. tapi Tenba masih bertingkah tidak karuan. "Kukira sudah cukup untuk hari ini. Kita buat Tenba berjalan pelan lagi. "Kau tidak apa-apa? Kuda itu tidak menginjakmu. Mereka berdiri b erdekatan. Hiroshi bertanya. tidak bersentuhan. Shigeko hampir terjatuh. dan Hiroshi menuntunnya mengembalikan kepada Shigeko. Ku da jantan itu membiarkannya mendekat. kan?" Shigeko menggelengkan kepala. Tapi mu ngkin putri itu mirip denganmu. Shigeko menemukan lagi suaranya. Ayah pasti ingin mengadakan upacara untuk itu."Dulu aku suka membayangkan Putri Bintang dengan wajah ibumu. da n melompat lalu terjatuh." sahut Hiroshi." tuturnya. Kuda itu berlari dengan langkah panjang. An gin sepoiHalaman 119 dari 500 .

pelacur kelas tinggi yan g pemah menghibur Lord Shigeru. dan memutuskan untuk berpura¬pura senang menerima hadiah itu. Sewaktu Shizuka dan Shigeko bergabung dengan T akeo. Shigeko ber¬harap reaksinya tidak mengecewakan ayahnya. tapi ibunya tetap tinggal di rumah. ketika kapal mendekati dermaga. Tak satu pun dar i kedua¬nya bicara. Untungnya jarak antar a gerbang kastil ke tangga pelabuhan dekat dan bisa dilalui dengan berjalan kaki. Namun. Dia berjalan se panjang pantai. Takeo tertawa gembira karena kirin dalam keadaan sehat dan juga karena reaksi Sh igeko. dan hewan aneh itu bisa terlihat jelas leh ernya yang panjang kekaguman Shigeko sebesar dan setulus kerumunan orang yang menonton. menyambut kapal dari Hofu dengan muatan anehnya . Shizuka . epoi ber¬hembus pelan dan merpati terbang melayang di atas kepala. oleh gayanya yang anggun serta pem-bawaan diri yang tenang selagi mengamati lingkungan asing di ha dapannya. Shizuka telah menunggu. namun kuda muda itu ber¬jalan tenang di antara mereka berdua dengan kepala tertunduk. mengatakan kalau merasa kurang seh at. Nelayan berhenti membongkar muatan hasil tangkapan malam hari berupa ikan sarden perak dan mackarel sisik bi ru. Pedagang berhenti memuat berkarung-karung garam. Shigeko kembali ke kediaman lalu berganti pakaian yang lebih sesuai untuk menyambut hadiah untuknya. dihiasi bulu mata panjang dan tebal. beras dan sutra ke kapal bertiang lebar. Takeo sudah pergi lebih dulu bersama Sunaomi. Shigeko terpesona oleh kelembutan dan pola aneh kulit hewan itu. *** Di galangan kapal. Tak satu pun dar i kedua¬nya bicara. oleh bola mata yang gelap dan tatapannya yang lembut. kesibukan biasa di pagi hari menjadi hening. dan orang-orang berkumpul di jalanan berkerikil. melewati rumah kecil di bawah pohon pinus tempat Akane. namun kuda mud a itu ber¬jalan tenang di antara mereka berdua dengan kepala tertunduk. Ia be gitu gembira ketika tabib Ishida menuntun hewan itu dengan berhati¬hati menuruni tangga kapal dan menyerah kan kepadanya. bisa dilihat susana hati ayahnya sedang gembira: tak hentinya melihat ke arah Shigeko yang ada di sampingnya dan tersenyum.sepoi ber¬hembus pelan dan merpati terbang melayang di atas kepala. aroma semak wangi yang ditanamnya masih tercium di udara .

membuat orang tak kalah terperangahnya ketimbang melihat kirin." Mereka diikuti seorang perempuan pendek yang tampak memberitahukan tata cara yan g sopan. "Selamat datang di Hagi!" Ishida berkata pada Takeo." "Ya.. emas berkilauan di leher dan dada mere ka." ia menyela perkataan Chikara. dan Shigeko mendengar bisik-bisik. mengenali wajah kakaknya dan berusah a menahan tangis. Setelah dibisiki perempuan muda itu. Nanti akan kuceritakan rencana kita untu k mereka." "Goblin. cenderung berlagak. bantu adikmu.menyambut suaminya dengan kasih sayang yang tidak diperlihat¬kan. Kuharap aku dapat mem¬bujukmu untuk menghibur mereka semen¬tara waktu." tabib Ishida menegurnya. "Jangan berkecil hati. tercengang dengan sambutan serta kerumunan. "Beri salam pada paman dan sepu pumu dengan baik. aku sudah dikabari Taku. Kedua orang itu mengenakan celana panjang dan sepatu bot dari kulit. sehijau teh hijau. warna rambut dan mata seperti ini membuat orang merinding. dan si bocah. Sunaomi. kedua orang asing membungkuk dengan cara ya ng kaku. Halaman 120 dari 500 . Ch ikara. "Kami membawa penumpang lain." Chikara berhasil bicara. Satu orang berwajah agak hitam yang dipenuhi janggut berwarna gelap. baru pertama kali datang ke Hagi muncul di tang ga kapal. "Lady. mungkin kurang disambut baik. yang satunya lagi berk ulit lebih pucat dengan rambut dan jenggot berwarna karat pucat. lalu bicara dengan bahasa mereka yang kasar." "Lord Otori." "Shigeko. Warna mata orang ini juga pucat. membungkuk dalam-dalam. Istrimu akan menunjukkan tempat mereka meng¬inap.. "Itukah raksasa?" "Hantu." Orang-orang asing itu ada dua orang.

semacam ekspresi akrab yang mendekati s ikap tidak sopan. "Bagaimana aku harus berterima kasih kepada Ayah?" "Kau harus berterima kasih pada tabib Ishida. Dia berani menatap langsu ng wajah Ayah. Meskipun Shigeko memegang tali sutra yang mengikat leher kirin. yang dengan sebarisan pelayan yang didampingi Shizuka membawa sejumlah besar kotak dan bal menuju ke perahu kecil yang akan membawa mereka menyeberangi sungai ke t empat penginapan di sepanjang bangunan biara tua Tokoji. *** Kerumunan yang ada di dermaga dihadapkan pada keputusan yang sulit. Dilihatnya kalau pere mpuan itu terpaku menatap wajah Takeo. tapi ia mendengar ayahnya bicara beberapa patah kata pa da orang asing itu.Takeo membalas dengan isyarat kecil akeo membalas dengan isyarat kecil dengan kepala. lalu menyampaikan jawaban orang asing itu. Ada sesuatu dalam tatapan perempuan itu. mem¬beri isyarat agar perempuan itu boleh berdiri dan berbicara kepadanya. Mereka bahkan akan lebih kesal lagi dengan jauhnya jarak tempat penginapan dari kastil dan pen jaga serta berbagai larangan yang diberlakukan pada mereka demi melindungi mereka." sahut Takeo. Perempuan itu menyembah. Ia tak lagi tertawa: tampak tegas. Kirin berjalan se perti yang sedari tadi dilakukannya. Beruntung Hagi berpenduduk banyak. Ayahnya jauh lebih gagah. yang membuat Shigeko gelisah dan bersikap waspada. gagah dengan jubah resminya." ujar Shigeko pada ayahnya selagi mereka men¬dek ati biara. Orang-orang asing itu merasa hal ini le bih menjengkelkan diban¬dingkan kirin yang menunjukkan ekspresi kesal karena terus menjadi tontonan. Dia mengenal Ayah. dan perhatiannya tertuju pada makhluk mengagumkan ini. serta tutup kepala warna hitam pekat. atau mengikuti orang asing yang sama luar biasanya. tapi di mata Shigeko. "Aku langsung jatuh hati padanya. tempat hewan itu akan diperlihatkan pada Mori Hiroki dan dipersembahkan pada dewa sungai. yang dituntun Ishida dan Shigeko menuju kuil. dan ayahnya dengan begitu ramah. Ketika perempuan itu menerjemahkan. pikir Shigeko. pikir Shigeko. S higeko seperti mendengar sesuatu yang tidak biasa dalam suaranya. "Ini adalah hadiah d arinya untuk kita: . b erhias bordiran burung bangau. apakah mengi kuti kirin yang luar biasa. dan ketika kerumunan mulai terbagi untuk seti ap arak-arakan terdiri dari kerumunan yang cukup besar. Orang-orang asing itu mungk in lebih tinggi dan lebih besar. dengan langkah lambat dan hati-hati yang anggun.

Shiro.* Sewaktu kembali ke kediaman setelah menyambut kirin. Satu-satunya hal yang Shigeko sedihkan yaitu Hiroshi akan segera pergi. Dia akan tunjuk¬kan cara merawatnya. Dia dan ayahnya kembali ke Hagi untuk membangun kembali kota itu setelah gempa. Tapi saat teringat kejadian tadi pagi.hadiah yang berharga karena dia sendiri juga sudah jatuh hati padanya seperti ha lnya dirimu. Halaman 121 dari 500 . Takeo langsung bergegas men emui Kaede. berla ri ke pagar bambu untuk memeriksa dan menyentuhkan hidung perlahan padanya." "Sungguh indah memiliki sesuatu seperti itu di Hagi. Bahkan Tenba tampak terpikat oleh kirin. dan sudah mengenalnya cukup lama. "Betapa diberkatinya Tiga Negara!" Dan Shigeko juga berpikir begitu. berpikir mungkin memang sebaiknya laki-laki itu pulang. Istrinya tampak duduk di beranda di sisi utara kediaman. sedang bicara dengan Ta ro. putra sulung si tukang kayu." seru Mori Hiroki saat meli hat¬nya.

dan patung yang melambangkann ya akan memberkati pesisir dan teluk." tutur Taro. Orang bilang kalau rumah itu berhantu." kata Kaede. Kuharap tadinya bisa menunjukkan sketsa sang De wi. ." Mereka membicarakan tentang berbagai jenis pohon. Para pelaut mengatakan kalau arwah Akane menyalakan lampu di bebatuan. "Aku mem¬bayangkan bangunan kecil kita tak perlu menebang pohonpohon pinus tapi akan membangun di sela-sela pepohonan itu. sejak Akane mening¬gal. memberi sinyal palsu ke kapal karena dia membenci semua pria.Takeo memberi salam dengan ceria. "Ya. "Sudah lama aku hendak menciptakan figur Dewi Welas Asih. Kita runtuhkan saja rumahnya lalu menyucikan tam annya. begitu pula tentang istrinya. "Ata p yang lebih rendah menyeimbangkan atap di atasnya. tapi figurnya tetap tersembunyi di balik kayu hingga tanganku menemukan¬nya. akeo memberi salam dengan ceria. usia kayu dan semacamnya. "T api Shigeru tak pernah menceritakannya. Kemu dian Taro meninggalkan mereka ber¬dua." kata Taro. seraya me natap kedua tangannya seolah berharap tangan itu bisa memberi jawaban. Kuharap bisa memberi pen g¬hormatan yang sama kepada Yang Diberkati." Diperlihatkannya pada Takeo sketsa yang telah dibuatnya untuk bangunan itu." "Kau tahu rumah di dekat tepi pantai. saat ini aku sedang memilih pohon yang tepat. dengan lekukan tajam seperti ini. Kukira dengan atap rangkap dua. dan Taro menjawab tanpa sungkan karena masa lal u mengikat hubungan mereka dalam jalinan persahabatan. dan Taro menjawab tanpa sungkan karena masa la lu mengikat hubungan mereka dalam jalinan persahabatan. Taro dan adik¬nya bisa membangun kuil baru untuk dewa Kannon. memberi kesan tampilan yang kuat serta lembut." "Kau akan memahat dari satu pohon?" tanya Takeo. "Lady Otori punya usu lan. dan sambungan siku yang saling mengunci untuk menyang¬g anya." "Mungkin arwah kedua wanita yang telah berpulang itu pada akhirnya bisa beristir ahat dengan tenang." sahut Takeo. "Rumah itu sudah kosong selam a bertahun-tahun. dan Akane menggunak an mantra untuk me mikat Lord Shigeru tapi akhirnya dia sendiri yang terjebak dalam ilmu hitamnya." "Chiyo menceritakan tentang kisah Akane ketika aku masih kecil.

aku bahagia dengan ketiga putri kita." gumamnya. "Aku sepertinya terlalu tua untuk hamil! Shigeko sudah menjadi wanita." bisik Kaede.. seraya tertawa kecil. "Aku malu. Kem udian langkah kaki pelayan di lantai papan beranda menarik mereka kembali ke dunia nyata. bernapas dalam kedekatan." "Aku tidak ingin mengatakannya. mengira kesempatan kita memiliki anak lakilaki sudah sirna. Takeo memeluknya." ujarnya." ujar Takeo pada Kaede sewaktu mereka tinggal berdua. "Bila nanti kita tambah satu anak perempuan lagi. karena Takeo sudah mengungkapka n hadiah kejutan itu pada istrinya. "Rasa mual tadi pagi. Namun aku juga bahagia. dan karena mereka hanya berdua. "Tapi aku yakin yang satu ini laki¬l aki." "Rasanya aku punya alasan khusus untuk bersyukur pada sang dewi.." "Istriku sayang. "Apakah kirin tiba dengan selamat?" tanya Kaede. Halaman 122 dari 500 . Kukira aku tak bisa hamil lagi."Rencana yang bagus." "Aku sudah sering bilang padamu. Mereka tak bicara selama beberapa waktu.. "Aku menyukai rencana itu." kata Kaede pel an. aku akan gembira. yang pulih dengan cepat. berpikir tentang mukjizat dari makhluk baru yang tumbuh dalam tubuh istrinya." Takeo mendekap istrinya." kata Kaede.

atau men¬ciptakan kerumitan na ntinya. "Meski aku takut Zenko dan Hana akan kecewa. Shigeko langsung jatuh hati padanya. mempelajari bahasa adalah salah satu yang paling kugemari. kemunculannya sangat kuharapkan. "Kau jangan terlalu lelah." Takeo menekankan."Ya. tapi aku tak ingin membebanimu." "Ishida juga tiba dengan selamat. "Ada penumpang lain dari Hofu. Aku senang. Aku ingin mau mempelajari bahasa mereka ." sahutnya. Kita harus bisa memahami mereka. Aku belum sempat bicara dengan Ishida. lalu bagaimana dengan si kecil Chi kara?" "Mabuk laut berat dia malu dengan hal itu. lalu berkata." Takeo menimbang¬nimbang apa yang mesti dikatakan selanjut¬nya. Selur uh penduduk diam dalam kekaguman." "Hanya ditunda. "Kita tunda dulu soal pengangkatan mereka sampai anak kita lahir." "Bisa membuat orang Otori terkagum¬kagum adalah prestasi yang sangat baik!" sahut Kaede." "Kau tak boleh berpanas-panasan. dan kau harus melaku¬kan semua yang dimintanya." "Untuk tujuan apa mereka datang?" "Membuka peluang untuk berdagang." sahut Kaed e. berkata. Dua orang asing." "yang arif. Aku tak ingin melambungkan harapan yang kelak tak bisa terpenuhi." sahut Kaede setuju. Tapi gembira bertemu kakaknya. "Kelihatannya itu tugas yang cocok di saat kegiatan lain harus dibatasi. Aku akan pergi melihatnya sendiri nanti. dan tiba pa da satu keputusan." Takeo t erdiam sesaat. kurasa. "Kuharap mereka sudah meng¬gubah nyanyian tentang hewan itu. dibantu perempuan yang datang bersama mereka. "Kuharap kini aku dapat mengendalikan sikap terges a¬gesa dan ceroboh. S iapa perempuan yang . "Sudah semestinya. kemunculannya sangat kuharapkan. suamiku!" kata Kaede sambil tertawa. Shigeko langsung jatuh hati padanya. dan seorang wanita yang menerjemah k an merek a." Ya. Mungki n dia tahu lebih banyak. Seluru h penduduk diam dalam kekaguman." "Belajar." kata Takeo cepat. "Kau s emakin bijaksana dan berhati-hati. melihat lebih banyak lagi bagian neger i ini yang masih menjadi misteri besar bagi mereka. I shida harus menengokmu. Tentu saja aku mau.

?" Kaede menatap Takeo. dan sempat tinggal di I nuyama." Takeo berkata dengan suara pelan. Dia adik perempuanku. setengah ta k percaya." "Adik yang kau kira sudah tiada?" tanya Kaede tercengang." "Setelah sekian tahun. dari ibu yang sama. "Aku tak ingin mengejutkan dirimu. kuras a." "Nama itu cukup umum digunakan di kalangan kaum Hidden." Kaede mengernyitkan dahi. tempat di mana dia bertemu orang asing yang bernama Don Joao: dia fasih berbicara dalam b ah asa merek a. "Nama yang aneh. "Benar.. setengah bersimpati. Dia berganti nama.datang bersama mereka? Aku tertarik karena dia telah menguasai bahasa asing. Dia melarikan diri ke Hofu. setelah peristiwa pembantaian itu. Dia dijual ke rumah bordil oleh prajurit yang membunu h ibunya ibuku dan kakak perempuanku.. Halaman 123 dari 500 . Perempuan itu berasal dari wilayah Timur. Madaren. Saat itu aku menyamar untuk berte mu Terada Fumio untuk memintanya menghentikan penyelundupan senjata. adikku. dan bekerja di rumah bordil l ainnya. Kami saling mengenali. tapi aku ha rus mengatakannya." "Bagaimana kau tahu semua ini?" "Kami kebetulan bertemu di penginapan di Hofu. Dia lahir di desa yang sama denganku.

. Aku memintamu untuk memperlakukannya dengan baik. Tapi kini dia datang ke sini. karena inti aj aran mereka serupa dengan kaum Hidden. Kukatakan padanya kalau aku akan menjamin hidupnya ku yakin itu dia. Kami bertemu satu kali lagi. Aku menangisi kematiannya serta kematian yang lainnya."Aku yakin itu dia. karena aku harus melindungi mereka semua dari kedua belah pi hak. hanya sebentar. Kesenjangan derajat dan status kami sudah menganga lebar. "Aku yakin dia bisa menjadi sumber informasi." "Tak seorang pun yang menyaksikan dirimu melakukan upacara di biara atau kuil me rasa yakin akan ." Takeo menggeleng. Aku menyelidiki tentang dirinya dan tahu sedikit riwayat hidupnya.. Siapa yang tahu alasannya? Aku tak bisa membiarkan siapa pun mengira bisa memengaruhi diriku. Dia bisa berguna untuk menanamkan pemikiran kita pada kedua orang asing itu. Kami bertemu satu kali lagi. Aku menyelidiki tentang dirinya dan tahu sedikit riwayat hidupnya. mungkin alasan orang-orang itu untuk memecah belah rakyat kita.. Terl ebih lagi. hanya sebentar. "Bisakah kau bu juk dia untuk menjadi mata-mata?" Sepertinya Kaede berusaha menyembunyikan kekagetannya dan bi cara secara masuk akal. dia penganut kepercayaan yang saleh: sedangkan aku tak memercayai kepercayaan mana p un. tapi desas-desus m ungkin akan tersebar. Wajar kalau dia tertarik dalam pergaulan orang asing. dan aku ingin kau mengetahui kebenarannya dariku. "Dia mirip ibunya." "Kurasa dia bermanfaat bagi kita sebagai jurubahasa maupun guru. Aku takkan mengakuinya sebagai saudaraku. dan aku semakin yakin. Jarak di antara kami sudah begitu lebar . tapi jangan p ernah membicarakan tentang diriku padanya. Kukatakan padanya kalau aku akan menjamin hidupnya tapi tidak ingin bertemu dengannya lagi. dengan disengaja atau tidak. dan aku semakin y akin. Tidakkah kau gembira menemukan nya masih hidup? Kau tidak ingin mem¬bawanya masuk ke dalam keluargamu?" "Kukira dia sudah mati. Tapi informasi mengalir dari dua arah. bah¬kan dengan hormat." "Apakah dia mirip denganmu? Aku ingin sekali bertemu dengannya. dan tidak lagi mengikuti kepercayaan masa kecilku. "Kau kedengaran sangat ding in. K ini aku tidak tahu harus bersikap bagai¬mana: aku sudah berubah menjadi orang yang berbeda dari bocah yang pernah menjadi kakaknya. Aku curiga kalau orang-orang asing itu ingin menyebarkan kepercayaan mereka." Kaede berkata.

" ujar Kaede. tatapan tanpa belas kasihan Tuhan. "Begitu pula aku. mungkin. setelah sesaat tenggelam dalam pikirannya." Dilihatnya Kaede agak gemetar. kan?" seru Kaede. Dan aku akan menjadi bahagia berpura-pura pun satu orang Hidden. Tapi itulah yang di¬percayai kaum Hidden. Kita harus sangat berhati¬hati dengan mereka bila mereka telah berpikir kita dikutuk." sahut Takco dengan nada getir." Andai m Hidden. mungkin dia masih hidup. mutla Dirimu terpampang jelas ayahku tidak memihak kau orang lain. dan takut kalau istrinya merasakan suatu firasat. * Halaman 124 dari 500 . "Bagi penganutnya. oleh Yang Maha Melihat. mer eka mungkin merasa benar untuk memperlakukan kita dengan cara menghina atau keji. "Aku sungguh ya kepercayaan demi kepentingan stabilitas negara. Sedangkan yang lainnya dikutuk ke neraka untuk selam anya.ketidakpercayaanmu. "Tentu tuhan kaum Hidden itu Maha Pengampun. begitu juga orang¬orang asing itu." "Aku tidak percaya itu!" sahut Kaede. pikirnya. Tapi bila kau salah k tidak boleh berpura-pura bila sudah menyangkut masalah kepercayaan. "Dan bagaimana dengan kuil dan patung baruku?" "Kau tahu kemampuanku sebagai pemain sandiwara.

Mereka mematuhi peraturan untuk tidak keluyuran di luar. lalu diucapkan selamat jalan dengan gabungan antara per asaan sedih sekaligus gembira. membicarakan tentang kun¬jungan k e ibukota tahun depan. Mereka tak diberitahu tentang kehamilan Kaede. Melihat kasih sayang Kaede pada kedua bocah itu. Arwah orang yang mati disambut ke mbali. Lampion yang tak terhitung jumlahnya mengapung di gelapnya permukaan air. Kenyataan bahwa hal itu tidak dibicarakan secara terang-terangan membuat mereka gelisah. Shigeko tampak semakin cepat memasuki masa kedewasaan dan menjadi makin m enjauh. namun rasa jenuh dan diabaikan membuat mer eka mencoba hasil pelatihan mereka. hutan di seberang sungai. Miki dapat menggunakan sosok kedua cukup lama untuk memberi kesan kalau Maya ada di ruangan sementara Maya menghilang agar bisa menakuti Sunaomi dan Chikara dengan hembusan napas seperti desah napas hantu di tengkuk. "dengan hidung panjang dan mata yang selalu mengintai!" . ar ea di sekitar gunung berapi. ketakutan dan kegembiraan. tapi mereka sudah terampil dengan pe latihan Tribe. bentuk tarian mereka tampak jelas diterangi kembang api yang bersinar terang. Dia lebih banyak menghabiskan waktu dengan ayah. Mereka menguping pembicaraan dan tahu ada us ulan untuk mengangkat salah satu atau kedua anak itu. menyiksa Sunaomi dan Chikara. tapi sifat mereka yang selalu mem er hatikan. Meskipun tak diijinkan mengguna¬kannya. akhirnya mereka tahu. serta hal-hal lain yang menyangkut urusan kenegaraan. "Apa gunanya semua pelatihan itu bila tidak digunakan?" gerutu Maya pelan. dan M iki setuju dengannya. Shizuka sibuk dengan administrasi Tribe. Maya dan Miki menyalakan lilin bag i Kenji yang amat mereka rindukan. atau sentuhan di rambut. Hari-hari di musim panas terasa panjang dan panas: semua orang mudah marah. namun aturan itu menjengkelkan mereka: keduanya ingin menjelajahi kota yang sibuk. "Di sana ada goblin." kata Maya kepada Sunaomi.Pada bulan kedelapan tibalah Festival Obon. Tepi pantai dan sungai dipenuhi oran g. tapi kesedihan mereka yang tulus tak menghalangi mereka dari ke giatan senggang baru. dirayakan dengan jamuan. dan hutan berbukit di atas kastil. Si kembar tak diijinkan keluar berdua saja. mereka menduga itu karena kedua anak itu laki-laki.

Maya ingin membalas perkataan itu. tempat pepohonan yang begitu lebat hingga kelihatan tak bisa ditembus.Maya menunjuk ke arah bukit." Halaman 125 dari 500 . Dua layang¬layang bergulung-gulung di atas mereka. "Aku tidak takut pada apa pun!" "Tengu yang ini suka makan anak laki¬laki. "Aku tidak takut pada tengu. Hari terasa menyesak¬kan. "Mereka memakannya mentahmentahi" "Seperti macan?" sahut Sunaomi seraya mengejek. sehingga membuat Maya makin kesa l. tentang keung gulan anak lelaki: Lagipula. di ba wah pepohonan. "Terlalu banyak pe njaga. tetap saja terasa panas tak terkira. bahkan di taman. mereka hanyalah anak perempuan. dan melemaskan jari¬jarinya. Ia belum melupakan kata-kata Sunaomi pada ayahnya. Dirasakan si kucing berputar¬putar di dalam dirinya. "Mereka tak bisa mengerjai kita di sini." kata Chikara gugup." sahut Sunaomi. Sore pada hari ketiga Festival Obon." bisik Miki. anggapan yang terucap tanpa disadariny a. keempat anak itu berada di taman.

" hardik Sunaomi." "Kau takut." tutur Sunaomi. mengesankan persimpangan antara dunia nyata dan alam baka. "Kau takut!" "Tidak!" "Ya sudah. sepupu! Aku lupa." kata Maya dengan setengah tersenyum."Memang mudah bersikap berani saat dikelilingi penjaga. pergilah keluar. Aku tidak takut. Itu cuma alasanmu saja. dan Maya menunjuk rumah Akane yang kosong dan kelihatan mu ram. "Hanya saja aku tidak diperbolehkan ayahmu yang bilan g begitu. 'Tidak mudah keluar tanpa terlihat. "Aku tak melihat satu pun hantu!" "Kalau begitu. kau pasti berani keluar sendirian!" "Aku tidak diijinkan." kata Maya." "Akane membenci anak laki-laki." "Mudah jika kau tidak takut. Aku tak boleh menatap orang lain. tapi belum menjadi kuil. Rumah itu sudah setengah dibongkar karena akan dibangun kuil. kau pasti berani keluar sendirian!" Memang mudah bersikap berani saat dikelilingi penjaga. "Kau b isa pergi malam ini. pergilah ke rumah Akane dan bawa pulang beberapa tangkai bunga. menahan tatapan bocah itu selama beb erapa saat. sebagian menampakkan bebatuan yang menonjol dan licin. Aku sudah pernah pergi ke rumah Aka ne." Cepat-cepai Maya menampar pipi Sunaomi untuk menyadar¬kannya. Aku pernah melihatnya." "Sunaomi takkan berani ke sana. "Jika kau memang pemberani. walaupun arwahnya gentayangan di rumah itu." Maya berpaling ke arah Sunaomi. "Maya!" seru Miki memperingatkan. "Jika kau memang pemberani. G elombang sudah hampir naik. bila kau menatap mataku maka kau akan tertidur dan tidak akan terbang ." Sunaomi mengikutinya." Maya berdiri dan berjalan ke pinggiran dinding laut. maaf. "Dia mengubur anak laki-laki hidup¬hi dup di tamannya supaya semak-semak tumbuh subur dan wangi. "Kau tahu. Aku sudah berjanj i pada Ayah. "Di Kumamoto aku dikirim ke pemakaman saat malam hari untuk mem bawa pulang sebuah lentera." bisik Miki." "Itu mudah. Bangunan itu tak lagi be rbentuk rumah." kata Maya pada Sunaomi. "Oh." kata Maya pada Sunaomi. "Kau turun lewat dinding ini saat laut surut dan berjalan di atas bebatuan menuju pantai. lalu kembali pada Ch ikara." sahutnya.

Api terakhir masih mengepulkan asap di pantai. melenyapkan bintang dan a khirnya menelan bulan." Sunaomi menegakkan badan dengan bangga. 'Tahukah kalian kalau kalian akan dib unuh jika tinggal di Kumamoto? Di sana kami membunuh orang kembar!" "Aku tidak percaya sedikit pun apa yang kau katakan. Sejak kecil dia dilatih deng an disiplin dan diajari untuk mengatasi rasa takut. aku akan membu nuhmu. Tapi karena kau hanya anak perempuan.un lagi!" Sunaomi menghampiri untuk membela adiknya. Tak sulit baginya." Saat matahari mulai terbenam. langit tampak cerah tanpa angin. namun saat bulan mulai naik. selain itu tak ada api lain lagi. Laut dan daratan berbaur menjadi satu." sahut Maya. Sunaomi. aku akan ke rumah itu dan membawa pulang apa pu n yang kau minta. "Semua orang l ahu kalau Arai adalah pengkhianat dan pengecut. meski dengan keberanian yang mantap. untu k tetap terjaga sampai tengah malam. Pa sukan patroli Halaman 126 dari 500 . "Jika kau anak laki-laki. gumpalan awan aneh berwarna kelabu berarak dari timur. Para pengawal yang mendampinginya sejak dari Hofu tinggal di aula di kota atas perint ah Lord Otori: penjaga kastil sebagian besar berada di gerbang dan di sekitar dinding depan. dia tetap gel isah dan lebih takut karena tak mematuhi paman¬nya ketimbang bahaya terluka atau pun hantu. meskipun baru delapan tahun. Sunaomi adalah putra sulung dalam keluarga ksatria.

Sua ra burung hantu terdengar di atas kepala membuatnya melonjak terkejut. dira sakannya kulit kerang setajam pisau di telapak kaki dan lututnya. malam terasa tenang. dia lega merasakan kelembutan di telapak kakinya. dan bentuk burung y ang seperti hantu itu sesaat mengapung di hadapannya dengan kepakan sayap. menuju ke pantai. Di bawah dinding. bersama dua pelaya n yang merawat mereka. Kedua gadis pelayan itu tidur cepat. ombak berdesis berbuih putih. Ombak merayap di bawah tubuhn ya. Kedua gadis pelayan itu tidur cepat. Sunaomi mendengar suara mereka melewati pintu yang terbuka dari ruangan tempat dia dan Chikara tidur. dia ter¬peleset dan hampir jatuh ke dalam air. Ketika kakinya yang bersandal jerami menyentuh permukaan bebatuan. Sunaomi berhenti sebentar. menyebabkan luka tadi terasa perih. na mun tak satu pun dari keduanya bergerak. Pantai tampak kelabu pucat. Lalu berganti rumput kaku. Di luar. Sunaomi tersandung dan terus berjala n dengan merangkak ke hutan kecil tempat pepohonan pinus bermunculan di sekeliling¬nya. salah satunya mendengkur. bersama dua pelaya n yang merawat mereka. Bisa terdengar olehnya pusaran air di bebatuan. Sunaomi menghela napas panjang dan mulai meraba¬raba jalan yang dilaluinya menurun i landaian besar di dinding batu besar yang dirapatkan. na mun tak satu pun dari keduanya bergerak. memikirkan tentang monster yang muncul dari laut. siap mengatakan kalau ia ingin ke kamar mandi bila mereka terbangun. rjalan melintasi taman dalam jarak waktu yang teratur. Laut terdengar meraung. Cahaya api berada tepat di belakangnya. kini lebih keras lag i. Beberapa kali mengira kala u dirinya terjepit. Tercium olehnya bau damar yang terbawa asap api unggun tadi dan aroma kuat lainny a yang . Sunaomi c epat-cepat berdiri.berjalan melintasi taman dalam jarak waktu yang teratur. meringkuk di balik pepohonan. salah satunya mendengkur. laut bergumam lembut. dia bergeser sedikit demi sed ikit bak kepiting ke arah api terakhir yang masih mengepulkan asap. Menggaruk berusaha mencengkeram sesuatu untuk pegangan. ikan ata u gurita raksasa yang bisa menelannya ke dalam kegelapan. Ketika sampai di atas pasir. Seraya menggertakkan gigi. Sunaomi c epat-cepat berdiri. Sunaomi mendengar suara m ereka melewati pintu yang terbuka dari ruangan tempat dia dan Chikara tidur. Hampir tidak bisa melihat apaapa. siap mengatakan kalau ia ingin ke kamar mandi bila mereka terbangun. Kastil maupun kota sudah terlelap. tak bisa naik atau turun.

Sunaomi menelan ludah dengan susah payah. atau tikus besar. Gerbang terbuka lebar. Anak laki-laki sering disuruh pergi ke makam atau tempat eksekusi di malam hari untuk uji nyali. jaring¬nya lengket di wajah dan rambutnya. Napasnya makin memburu. katanya dalam hati. makhluk bermata satu serta tanpa tangan dan kaki. Aku tak takut pada apa pun. Wangi tanaman di taman Akane diperkuat dengan darah dan tulang anak laki-laki. mungkin kuci ng. aku tidak boleh menangis. lalu ber¬jalan ke depan. Halaman 127 dari 500 . akan balas dendam dengan memangsa darah manusia.terasa manis dan memikat. putra Zenko. Ketika melangkah masuk ke gerbang. walau kakinya terasa berat . Ta pi itu bukan berarti dia tak percaya akan keberadaannya: perempuan berleher panjang bak ular dan gigi setajam kucing. tubuhnya terhalang sarang laba-laba. dinding mulai runtuh. c ucu Daiichi. bandit tanpa kepala ya ng marah karena dihukum mati. tapi dia berkata pada dirinya sendi ri. orang yang mati penasaran. Rumah itu gelap gulita. Aku adalah Arai Sunaomi. meskipun bisa dirasa¬kannya air mata mulai men gambang di pelupuk mata. Kucing itu pasti kucing tiba-tiba melolong dari balik bayang-bayang. lekukan atap di belakangnya. Ia menggapaikan tangannya seakan mengikuti bau wangi itu sampai ke belaka ng rumah lalu sampai ke taman. Sunaomi sudah menyom¬bongkan diri pada Maya kalau dia tak pernah melihat hantu. dan tak tahan ingin buang air kecil. Sesuatu berlari cepat menyeberangi beranda. Ia men¬capai dinding taman. Dipaksa dirinya untuk berdiri. Jangan menangis. lalu berusaha menahan gemetar yang sem akin melemaskan tubuhnya.

matanya langsung silau terkena cahaya. Dia lalu lari. Keesok an paginya dia tidak mengakui. Su naomi terus merenungkan kematian kakeknya. Bau tanah dan rasa¬nya mengingatkannya pada pemakaman dan mayat. Yang terlihat hanyalah sat u sosok setengah badan seorang perempuan. Maaf. tapi tersandung sebongkah batu dan jatuh terjerembab. tapi hanya sebagian badan. Sunaomi menjerit. Sunaomi berdiri. Semak itu segera men geluarkan getah berbau tajam. Di a bergegas ke arah bunga itu. tapi tersandung sebongkah batu dan jatuh terjerembab. Perempuan itu tidak punya mata. dan dengan sembarangan mencabut beberapa tangkai. dan Sunaomi mendengar langkah kaki di di belakangnya. Jangan kubur aku!" "Apa-apaan ini?" ada suara. "Maafkan aku. Sejak itu. selain ketakutan setengah mati. Lenteranya agak sedikit naik. "Apa yang sedang kau laku¬kan tengah malam begini?" Tapi Sunaomi tak mampu menjawab. dan serangan Klan Otori terhadap Arai. Di buangnya ranting yang ada di tangannya. Pertahanan dirinya bobol. merasakan se nsasi ter¬akhir dalam hidupnya. Lady Akane. menggapai dan mematahkan sebatang ranting. Dia lalu lari. yang pasti baru keluar dari liang lahat. dan meskipun sudah pulih. Ku¬mohon jangan sakiti aku. Sunaomi tidak terluka. Saat berbalik. air terasa mengalir di celananya. Bayangan bergerak¬gerak di atasnya. tangan itu terulur ke arah Sunaomi. suara laki-laki. suara manusia. unaomi bisa melihat bunganya: satu¬satunya benda yang terlihat dalam kegelapan. merasakan se nsasi ter¬akhir dalam hidupnya.Sunaomi bisa melihat bunganya: satu¬satunya benda yang terlihat dalam kegelapan. *** Taro yang menginap di rumah Akane sambil mengerjakan patung. Piki ran kanakkanaknya . Lalu dia memaksakan diri berjalan me¬rangkak sekuat tenaga dan meludahkan tanah di mulutnya. segera membawa boca h itu kembali ke kastil. luka y ang masih membekas mengandung kebencian yang mendalam ter¬hadap Maya dan Miki. dan betapa tak lama lagi dia akan ter-baring di kuburan. cahaya jatuh tepat di wajah perempuan itu. Bau tanah dan rasa¬nya mengingatkannya pada pemakaman dan mayat. mulut juga hidung. dan dengan sembarangan mencabut beberapa tangkai. D ia bergegas ke arah bunga itu. dan betapa tak lama lagi dia akan ter-baring di kuburan. namun luka telah tertoreh di hatinya.

jauh lebih tinggi ketimbang pada si kembar. dan tatapan m atanya kejam dan tanpa belas kasihan. ter¬lepas dari kesedihan orang di kastil menyayangi ked ua bocah. t api nalurinya mengatakan bahwa ia bisa mendapatkan tempat yang tinggi dalam kasih sayang bibin ya. tapi ia terlalu sibuk untuk terus berada di samping putrinya. Dia tidak menangis. dan kemudian giliran Maya menghadapi kemarahan ayahnya. curiga kalau keponakannya tak akan melakukan hal itu tanpa ad a yang memancingnya.. Jika Sunaomi terbunuh atau terlu ka parah saat dalam perlindungan mereka." kata Kaede. Takeo juga m emarahi Sunaomi atas ketidakpatuhan dan keberaniannya yang gegabah. dan menanyai¬nya penuh selidik tentang alasannya. "Maya benar-benar keterlaluan. bak seekor hewan. Sunaomi merindukan ibunya.mencari cara untuk me¬nyakiti Maya dan Miki. Halaman 128 dari 500 . lagipula sebagian besar dari mereka menyukai anak laki-laki." Takeo mendengar kecemasan Kaede pada bayi yang dikandungnya. maka strategi untuk meredam dan membendung Zenko akan hancur berantakan. Tidak butuh waktu lama untuk mengungkap kebenarannya.. Kaede. Ia merasa putrinya butuh pengawasannya. berlinang air mata karena kesal. Kali ini Takeo lebih gusar pada Maya. *** Takeo dan Kaede merasa gusar atas kejadian ini. karena putrinya tidak menunjukkan penye¬salan ataupun rasa bersalah. bahkan ketika Kaede m engutarakan ketidak-senangannya dan menamparnya beberapa kali. menebar pesona dan menghibur merek a. Dia mulai meng ambil hati para perempuan penghuni rumah itu. Ia tak ingin mengir im Maya pergi. "Di a tidak bisa tinggal di sini. Bila dia tak bisa dipercaya tinggal bersama anak laki-laki.

"Kau akan menemui Taku di Maruyama. "Kau harus mematuhi S ada." kata Takeo pada Maya. "Beraninya benar kau bicara seperti itu padaku. Kau tidak bisa bersikap seperti anak-anak lain. seray ." Maya berbisik." Shizuka berkata. "Dia menyadarinya: dia memiliki kemampuan Tribe yang tidak boleh dia gunakan sebagai putri seorang ksat ria. Tapi siapa yang mengetahui hal semacam ini dalam keluarga Muto? Bahkan kau. Kaede menamparnya lagi." "Kau mengajarkan banyak kemampuan Tribe pada putraku." Takeo menghela napas." kata Maya pelan. tapi sebelum pergi Maya memojokkan bocah itu." katTak baik menginginkan putri kandung¬mu pergi jauh. Kita tak bisa memintanya kemari hanya u ntuk kepentingan Maya. Shizuka. "Kalau begitu. dan bisa b eralih rupa menjadi laki-laki. Sungguh sayang bila kemampuan seperti itu disia-siakan."Tak baik menginginkan putri kandung¬mu pergi jauh. penyamaran yang sering digunakan saat melaksanakan tugas Tribe. Kau putri Lord Otori. ibumu se ndiri? Kau tahu apa tentang urusan negara? Semua yang kami lakukan ada alasan politis." Sunaomi berusaha menghindar. "Sepertinya hanya itu jalan keluarnya. dia baru datang dari desa Muto bersama adiknya." sahut Shizuka. dengan darah Kikuta. bertubuh tinggi dan tegap." "Siapa namanya?" "Sada: kerabat dari istri Kenji. Akan sela lu seperti ini. Seiko. dan lebih menyayan gi putra orang lain." "Maka kirim Maya kepadanya. dan lebih menyayangi putra ora ng lain. Adakah yang dapat m engantar Maya?" "Ada seorang gadis. Mereka berdu a bekerja di rumah penginapan orang asing saat ini." "Maya perlu pengawasan dan pelatihan." Takeo mengangguk: kini ia ingat gadis itu. biarkan aku menjadi putri seorang Tribe. tak punya pengalaman dengan kera sukan semacam ini." "Tapi Taku harus tetap di wilayah Barat. "Mung¬kin Ta ku adalah orang yang paling tepat.

Takeo bersiap untuk bepergian lagi. Lalu kau buang." sahutnya. Aku melihatmu. Sudah kubilang kalau Arai pengecut. dan mengompol di celana. aku di sana. tapi Maya sudah pergi." "Aku ke rumah itu. "Kau gagal dalam uji nyali itu." Sunaomi berteriak memanggil pelayan.* Seiring musim panas berganti musim gugur." Maya tersenyum. Su dah menjadi kebiasaan negeri ini kendalikan dari Yamagata dari akhir bulan kesembilan hingga puncak musim Halaman 129 dari 500 . Taro ada di sana. "Kau tidak bawa rantingnya!" "Tidak ada bunga di sana!" "Tidak ada bunga! Kau memetik sebatang. Dia yang memaksaku pulang." "Kau tidak ada di sana!" "Ya.a berbisik.

serta Jun dan Shin yang berada di luar tapi tetap masih . Shigeko bangun lebih awal setiap pagi untuk berlatih me¬nunggang kuda dan memanah bersama Gemba untuk kemudian menghadiri se¬bagian besar rapat bersamanya. dan hasil pengadilan dibagi-bagi dalam kotak dan keranj ang pada barisan panjang kuda beban. Gemba menemani mereka ke Yamagata." "Dari si juru bahasa?" Shigeko ingin bertanya lagi pada ayahnya. "Ibumu pindah bersama kedua bocah itu ke rumah lama Lord Shigeru. sura t datang dari Hagi. tapi ia terpaksa ber¬angkat lebih awal karena kematian Matsuda Shingen. tapi Takeo tetap meng¬gunakan nama lamanya. jiwanya merupakan kesatuan antara kemur¬nian dan kekuatan. dan berganti nama me njadi Eikan. Tepat sebelum berangkat ke Maruyama pada minggu pertama di bulan kesepuluh. Takeo membacanya dengan penuh semangat. Setetah upacara pe¬makaman selesai. mere ka melanjutkan per-jalanan ke Yamagata. perencanaan pertanian sena keuangan. perencanaan pertanian sena keuangan. dan segera mem¬beritahukan kabar ten tang keluarga pada putri sulungnya. tapi Minoru dan pelayan rumah Miyoshi ada bersama mereka seperti biasa. Cita-citanya siap diterus¬kan mur id-muridnya: Takeo dan Shigeko. kode etik hukum. Laporan kerja selama musim panas ber¬bagai keputusan. sena banyak yang lainnya. Ia senang karena tahu Makoto tetap akan men dukungnya. tempat berbagai urusan administrasi menyita s eluruh perhatian Takeo. Makoto kini menggantikan kedudukannya sebagai Kepala Biara. Dan ibumu mulai membelajari bahasa orang-orang asing itu. dan merasa kehilangan orang bijak tersebut sebagai kerugian bagi Tiga Negara. Laporan kerja selama musim panas ber¬bagai keputusan. dan hasil pengadilan dibagi-bagi dalam kotak dan keranj ang pada barisan panjang kuda beban. Namun Takeo begitu merindukan. tapi ia terpaksa ber¬angkat lebih awal karena kematian Matsuda Shingen.dingin. Tujuan hidupnya telah tercap ai. Tak ada yang perlu disesali atas kepergian Matsuda. ingin. kode etik hukum. dan ia memikirkan dengan penuh kerinduan saat ia akan mengundurkan diri ke Terayama dan sisa hidupnya dengan meditasi dan melukis. Miy oshi Gemba membawa kabar ini ke Hagi dan Takeo langsung berangkat ke Terayama bersama Gemba dan Shigeko. Mi yoshi Gemba membawa kabar ini ke Hagi dan Takeo langsung berangkat ke Terayama bersama Gemba dan Shigeko.

"Pasti hidupnya menderita. itu nama yang dipakai kaum Hidden ." "Sungguh luar biasa. Madaren adalah adik perempuanku: kami lahir dari satu ibu. Mereka memiliki kepercayaan yang sama dengan para orang asing." ujar Shigeko. Daun berguguran di taman yang tenang. Ayahnya ter¬senyum. dan dulu pernah dibantai oleh Klan Tohan. Semua keluarganya dibunuh. anak itu adalah Ayah. kecuali kakak laki-lakinya yang diselamatkan o leh Lord Shigeru. menyelimuti tanah denga n onggokan berwama emas. kabut merangkak naik dari parit yang me ngelilingi bangunan sehingga mengaburkan garis bentuk dan detil." Sesaat Takeo ragu. tapi l ain bapak ayahku." sahut Takeo. "Ayah hams menceritakan lebih banyak lagi tentang orang-orang asing itu." Halaman 130 dari 500 . tapi Shigeru mengganti nama Ayah menjadi Takeo." "Juru bahasa itu: dia memandang ayah dengan pandangan aneh. Shigeko mendapat kesempatan saat mereka berdua berj alan di taman." Bola mata Shigeko terbelalak dan urat nadinya berdenyut cepat. ad at kebiasaan dan tujuan mereka. Saat itu hari sudah senja. seperti kau tahu. Selama ini Ayah mengira dia sudah mati. "Ayah akan ce ritakan kepadamu. tapi orang lain tidak. seakan dia mengenal Ayah dengan baik. "Ibumu tahu siapa dia. Kita harus belajar sebanyak mungkin tentang bahasa. Namanya Madaren. tapi simpan rahasia ini baik-baik. "Mereka akan tinggal di Hagi selama musim dingin. berasal dari Tribe. Saat itu Ayah bernama Tomasu." akhimya ia berkata. "Apakah sebaiknya mereka diijinkan ber¬dagang di Maruyama?" "Ayah ingin mereka berada di tempat yang bisa kita awasi. "Ya." katany a.bisa mendengar. Setelah itu. lalu dengan sifatnya yang lekas bersimpati.

"Bolehkah aku bertanya lagi?" " Tentu. Apa Ayah memercayai semua ini?" "Ayah tidak memercayai sepenuhnya. kau harus mendorong Ayah untuk mengundurkan diri. "Ayah sangsi bisa hidup bahkan separuh dari usia Matsuda." Setelah beberapa saat. juga salah satu pengikutnya." sahut Takeo. teraenyum. Lady Naomi melindungi me reka karena dia juga mengikuti ajaran mereka."Dia berhasil bertahan." sahut Takeo. belajar bahasa asing. serta banyak mantan gelandangan masih tinggal di pedesaan di sekitar kota." Shigeko melihat wajah ayahnya muram. Kini dia dalam perlindungan Ayah. tapi jangan ikuti satu pun dari semua itu. ia me nambahkan." Shigeko merenungkan hal ini selama be¬berapa saat. "Madaren melakukannya lebih baik dibandingkan orang lain. dan diijinkan mengajar¬kan ibumu. tentu saja. Ayah tak ingin menyembunyikan apa pun darimu. Ayah tak berharap hidup sampai tua. Kau harus ber¬kenalan dengan pemimpin mereka. Bahkan kita memiliki kirin salah satu tanda adanya penguasa yang adil. "Ayah sangat bersyukur atas sem ua yang dianugerahkan Surga pada Ayah. "Ayah akan mati dengan bahagia karena tahu akan meninggalkan semuanya di tangan yang aman." lanjut Takeo dengan s angat serius." tambahnya nngan "Bila itu terjadi." "Aku ingin Ayah tidak pernah mati. Burung houou bersarang lagi di Tiga Negara." sahutnya. meraih semua kesempatan yang ada. Kini dia dalam Dia berhasil bertahan. Dan ingat untuk menghormati semua kepercay aan." sahut Takeo. dan Ayah berharap tidak menyalahgunakan kekuasaan yang telah diberikan kepada Ayah. dan tak ingin membahas lebih jauh lagi topi k pembicaraan yang mengingatkan Ayahnya pada kenangan yang menyakitkan. "Dari dulu memang sudah banyak kaum Hidden di Maruyama. begitu juga pada Madaren. Tapi jangan memercayai orang asing. Meskipun. keamanan mereka ini ada di tanganmu. meraih semua kesempatan yang ada. mendadak ketakutan. "Madaren melakukannya lebih baik dibandingkan orang lain." "Ramalan membenarkan kekuasaan Ayah seperti yang ditakdirkan dan direstui Surga. "Kelak." "Orang tua semakin lama semakin akan bertindak bodoh. Jo-An. karena itu satu-satunya jalan yang harus d itempuh seorang pemimpin sejati. Kau boleh tanya apa saja dan kapan saja." seru Shigeko. Tapi Shigeko tahu kalau ayahnya menyembu¬nyikan banyak kekhaw . belajar bahasa asing. meskipun dia kerabatmu.

" ujar Takeo. dan kematian si raksasa. dia mati dua tahun lalu. Tapi. Ia memikir¬kan dengan gembira atas hadiah rahasia yang akan ia berikan untu k ayahnya. adik Shigeru. Kuda coklat kemerahan itu dijinakkan oleh Lord Takeshi. diiden¬tikkan pada Jo-An dan sekarang dia dipuja di sini ." sahut Gemba. dan Tak eo mengenang masa lalu bersama Gemba: pergi dari Terayama di tengah guyuran hujan. Beberapa hari kemudian ia dan Gemba menyeberangi jembatan di dekat Kibi. Takeshi dibunuh prajurit Tohan. Biara dewa rubah yan g ada di tepi sungai kini. Shigeko sudah tahu hal itu. dan kuda itu meng¬hilang sampai Amano Tenzo membeli dan memberikan nya kepada Takeo. bantuan Jo -An bersama kelompok gelandangannya. Dia lebih tahu banyak tentang peperangan ketimbang diriku sendiri!" "Kukira dia sudah mati sekarang?" tanya Gemba. Tahukah kau kalau Shun ternyata adalah kuda Takeshi? Mori Hiroki yang mengatakannya. secara aneh. dia tumbuh dewasa bersama salah seorang yang m elegenda itu. "Pada saat itu Amano Tenzo memberiku Shun. Ia Halaman 131 dari 500 . Ditepuknya leher kuda hi tam yang sedang ditungganginya. "Kuda yang ini cukup menyenangkan. Tidak ada kuda seperti dia. tapi Shun membuatku te rcengang pada peperangan pertama kami." "Aku tidak tahu. "Ya. yang membawanya ke Yamagata.atiran. Jin-Emon.

merasakan kalau me reka memang direstui Surga. untuk melihat a pakah ada orang yang datang Hisao merasa lega tapi juga menyesal karena arwah kakeknya telah kel uar. Ayah tak ingin memintanya kembali." "Kaisar serta orang istana akan terpesona dengan hadiah itu.* Setelah kematian Muto Kenji. Memikirkan legenda dan hewan-hewan yang mengagumkan memunculkan gagasan di benak nya. saat kita ke Miyako tahun depan. udah lama berharap akan ke Maruyama karena ia memang bermaksud menghadiahkan kud a itu sebagai kejutan saat upacara yang akan datang. ke barisan pegunungan yang terbentang ke timur dan utara. Seringkali hujan turun tiba-tiba selagi ia melewatinya. Ia kemudia n melihat ke bawah. memb iaskan sinar matahari menjadi penggalan-penggalan bianglala di awan yang membumbung tinggi. jasadnya dibuang ke parit dan tertimbun tanah. Arwah itu menggantung di tepi kesadaran seperti juga arwah ibunya. namun telah merindu . tapi Hisao tidak sulit menemukannya karena ibu¬nya membimbi ng langkahnya ke sana. menunggang kuda melalui pedesaan di musim gugur yang damai menuju wilay ah yang akan segera menjadi miliknya. Aku bisa menemani¬nya sampai ke Akashi. pipi t embamnya merona merah karena senang. "Hadiah yang sempurna! Hadiah yang belum pernah te rlihat di ibukota!" Takeo berpaling dari pelana dan menatap Shigeko." Gemba tertawa terbahak-bahak. Begitu cemerlangnya gagasan itu hingga ia ingin langsung mengatakannya. Dan apakah hewan it u dapat bertahan dalam perjalanan sejauh itu?" "Hewan itu berhasil menempuh per jalanan dengan kapal. ajaran kedamaian akan menang." Shigeko. tempat ia akan bertemu Hiroshi lagi. Tida k ada benda yang menandakan tempat itu. "Sepertinya Lord Saga akan takluk pada Lady Shigeko. "Ayah. Mungkin Lord Gemba a tau Lord Hiroshi bisa ikut ber¬samak u. kita hadiahkan kirin kepada Kaisar. "Gagasan yang menakjubkan. dan Ajaran Houou. H isao melihatnya dan memanjatkan doa bagi arwah kakeknya agar dapat menempuh jalan ama n menuju alam baka dan kelahiran kembali yang lebih baik pada kehidupan kelak. membuatnya sakit kepala dengan tuntutan yang tak bisa dipahami. Ia hanya mengenal kakeknya sebentar.sudah lama berharap akan ke Maruyama karena ia memang bermaksud menghadiahkan ku da itu sebagai kejutan saat upacara yang akan datang." kata Gemba. Tapi Ayah telah memberikan kirin untukmu.

dan malam Halaman 132 dari 500 . sinar matan ya hampa. Penduduk desa merasa khawatir selama musim panas. terutama Kotaro Gosaburo. Akio makin tak sabar pada Gosaburo. Desas¬desus dan spekulasi kian bertambah: bahwa mereka sekarat karena disiksa. tapi m enyesali kematiannya. kare na tak ada kabar tentang nasib anak¬anaknya yang ditahan di Inuyama. Musim panas berlalu dan tak ada yang datang. bahwa salah satu atau keduanya s udah tewas. Hisao senang arwah kakeknya sudah pergi dengan damai. Hisao agak senang men¬dengar kabar baik tentang eksekusi para pemuda itu karena akan mem adamkan harapan Gosaburo dan menguatkan ke-putusannya untuk balas dendam. dia menjadi cepat kesal dan sikapnya menjadi susa h ditebak.kannya: Kenji bunuh diri atas kemauannya sendiri. lipatan kulit keriputnya semakin bergelayut. mesk i tak ada yang menanamnya. Bunga lili musim gugur berwarna merah tua pekat tumbuh di atas jasad Kenji. dan walaupun tidak pernah membicarakan hal itu. dia membenci Akio k arena menjadi penyebabnya. Burung-burung mulai bermigrasi ke utara. Gosaburo semakin kurus.

menyebar dedaunan kering dan kotoran hewan di sawah. "Apa maks udnya?" "Kaisar telah menunjuk jenderal baru. "Mengapa Otori melakukan pendekatan pada Kaisar?" tanyanya pada Kazuo. la membuat penggaruk tana h baru sehingga pupuk ter¬sebar lebih merata. yang selama sepuluh tahun ini . Rombongan itu berada di Inuyama di waktu yang bersamaan dengan Kazuo. bobot. Di awal bulan ketujuh. Dia k embali di pertengahan musim gugur dengan kabar gembira namun membingung¬kan: para sandera ma sih hidup. dan amat gelisah dengan berita yang ketiga. willow dan ginko berwarna keemasan. Rembulan di bulan kesembilan ta mpak besar dan keemasan. dan Hisao ke sana saa t ada waktu luang untuk memerhatikan dan membantu meniup panas dengan alat peng¬embus dalam pr oses mengubah besi menjadi baja. sudut s erta ke¬tajamannya. masih di tahan di Inuyama. Ada sebuah tempat penempaan besi di desa itu. Sikap Akio kurang senang dengan potongan berita yang pertama. mengumpulkan kayu bakar dari hutan. Rembulan di bulan kesembilan tam pak besar dan keemasan. Hari¬hari dilalui Hisao deng an memperbaiki pematang sebelum musim dingin. la membuat penggaruk tana h baru sehingga pupuk ter¬sebar lebih merata. Dia juga membawa kabar lain: Lady Otori sedang hamil dan Lord Otori mengirim utusan dengan prosesi yang mewah ke ibukota. Pohon maple dan pohon sumac berubah warna menjadi merah tua. Sistem pengairannya berhasil: sawah d i pegunungan menghasilkan panen kedelai. dan Hisao ke sana saa t ada waktu luang untuk memerhatikan dan membantu meniup panas dengan alat peng¬embus dalam pr oses mengubah besi menjadi baja. Pohon maple dan pohon sumac berubah warna menjadi merah tua. wortel dan labu yang baik. sudut s erta ke¬tajamannya. Imai Kazuo dikirim ke Inuyama untuk mencari berita. menyebar dedaunan kering dan kotoran hewan di sawah.dipenuhi jeritan angsa dan kepakan sayap mereka. dan baru akan berangkat ke Miyako. dan bereksperimen dengan bilah kapak. ipenuhi jeritan angsa dan kepakan sayap mereka. pohon bee ch berwarna tembaga. Hari¬hari dilalui Hisao deng an memperbaiki pematang sebelum musim dingin. Ada sebuah tempat penempaan besi di desa itu. dan bereksperimen dengan bilah kapak. Sistem pengairannya berhasil: sawah d i pegunungan menghasilkan panen kedelai. bobot. willow dan ginko berwarna keemasan. pohon bee ch berwarna tembaga. mengumpulkan kayu bakar dari hutan. iri pada berita ya ng kedua. Saga Hideki. wortel dan labu yang baik.

"Ada yang berubah." "Kalau begitu kita pergi ke Akashi lebih dulu." Mata Akio berkilap dengan ekspresi yang tidak biasa. Ta keo pasti sudah tahu tempat kita ini." "Ini waktunya bagimu untuk bepergian lagi. dan anak-anak itu masih hidup.sibuk memperluas kekuasaannya di seluruh penjuru wilayah Timur. bereaksi pada ancaman semacam itu." Kazuo sepakat. sebel umnya ia tidak ragu membunuh keluarga Kikuta. aku dapa t merasakannya." "Memang ada tanda-tanda kelemahan. "Mengutus orang ke Kaisar. tentang perang zaman dulu." ujar Akio penuh per¬timbangan. pengkhianatan dan tindakan balas dendam yang selalu mereka laku kan dalam perjalanan ke seluruh Tiga Negara. asinan persimmon dan chestnut dikumpulkan lalu dikemas. "Ada banyak keluarga Kik uta di Akashi. menyanyikan balada kuno yang disukai penduduk desa. pertikaian. Aku tidak percaya dia maupun Taku akan membiarkan ke matian Kenji begitu saja tanpa membalas dendam. Akio mulai berlatih at raksi lempar bola lagi. senjata¬senjata diasah. Kini muncul seorang ksatria yang bisa menantang Otori. atraksi lempar bola. Ia jarang mem¬buat kesalahan. Hisao bukanlah pemain pertunjukan yang berbakat: terlalu pemalu dan tidak menik¬ma ti menjadi pusat perhatian." "Muto Kenji berhasil mengetahui ke¬beradaan kita. tapi kombinasi antara pukulan dan makian Akio telah men¬jadikanny a cukup terampil. Kita harus ambil b agian dalam kejatuhannya: dengan bersembunyi kita tidak bisa me¬nunggu sampai orang lain memba wa kabar kematiannya kepada kita. Otori menjadi lebih rapuh. sandal jerami disiapkan dalam jumlah banyak. walaup un orang Halaman 133 dari 500 ." kata Kazuo. ia pun hapal semua lirik lagu-lagu. ayah Hisao mengajarinya ketrampilan teater keliling Kikuta memain¬kan drum. Seminggu setelah pulangnya Kazuo. Sebagai anak. dan akan mengikut imu bila kau yang ke sana. jimat¬jimat dikeluarkan dan dibersihkan. kecuali mereka di¬sibukkan dengan hal-hal yang lebih men¬desak..." sahut Akio. Keluarga kita yang ada di Tiga Negara ini juga butuh tuntunan.

.

Aku akan pergi bes ok pagi. dan menanyainya dengan penuh selidik ." sahut Akio." Akio menjawab. "Keponakan. Tak sabar untuk segera berada di jalan. Gagasan untuk bep ergian mem¬buat ia bersemangat sekaligus takut. "Tidak akan." Tak lama setelah Gosaburo pergi. Akio sudah setengah telanjang dan Hisao bisa melihat ekspresi kemarahan ayahnya. "Aku akan kembali ke Matsue. Akio memadamkan lampu. ketika Hi sao tengah bersiap untuk tidur.. Tiga Negara semakin kaya dan makmur sementara kita bersembunyi di pegunungan. menyimpan cat atan. Gagasan untuk bepe rgian mem¬buat ia bersemangat sekaligus takut.mengeluhkan kalau ia seperti bergumam sehingga sulit didengar." "Tidak ada yang boleh pergi meninggalkan keluarga Kikuta. engeluhkan kalau ia seperti bergumam sehingga sulit didengar. melihat hal-hal baru. "Aku mulai membusuk di sini. Otori membiarkan anak-anakku tetap hidup. Mari kita terima lawarannya untuk berdamai." "Begitu Takeo dan juga Taku mati. melihat hal-hal baru. "Sekarang enyahlah. tapi kurang bersemangat dengan pertunju kan dan gelisah meninggalkan makam kakeknya. Hisao sudah ber¬baring: ma lam itu . Kita semua juga. Gosaburo gembira menerima kabar dari Kazuo. Dia tidak langsung bicara pada Akio.. p ergi meninggalkan desa." Gosaburo menghela napas panjang. Gosaburo menghampiri pintu kamar dan meminta apakah bisa bicara berdua dengan Akio.. dan kehadiranmu membuatku jijik. Hentikanlah semua pertikaian ini. "Sudah saatnya kita berun ding dengan Otori. baru kita bicara tentang perdamaian. Gosaburo melangkah ke dalam kamar. menyediakan dana. seolah menekankan otoritas usia. tapi memberi isyarat agar tamunya boleh masuk dengan menggerakkan kepala. Tak sabar untuk segera berada di jalan." ujarnya. tapi di malam sebelum keberangkatan mereka. Kita juga bisa ber¬kembang: pengaruh k ita bisa diperluas melalui perdagangan. Aku akan setia padamu. ny aris kelaparan dan tidak lama akan musim dingin. tapi kurang bersemangat dengan pertunju kan dan gelisah meninggalkan makam kakeknya. p ergi meninggalkan desa. suaranya datar. Aku ak an bekerja untukmu di Matsue seperti yang pernah kulakukan. menggeser tutup pintu lalu berlutut dengan gugup. Aku lelah." Akio memperingatkan.

Hisao membenamkan diri di balik selimut dan berusaha menutup telinganya. Sesaat ia berpikir tentang sepupu-sepupunya dan ingin tahu bagaimana cara mereka mati di Inuyama. Hisao berusaha untuk tidak bersuara karena kekerasan yang sewaktu-waktu akan menimpa dirinya.terasa hangat dan ia tidak menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Isamu sudah dieksekusi. Terdengar beberapa kali suara pelan. Penggalan ca haya menari-nari di balik kelopak matanya. Tak seorang pun berani menangisi kematiannya. Kota Halaman 134 dari 500 . Begitu mereka kaya. Keesokan harinya tubuh Gosaburo ter¬geletak di lorong. dan Takeo akan meng¬alami hal yang sama. sebelum Akio kembali. kata Hisao berulang kali pada dirinya sampai tiba-tiba. seseorang tercekik dan meronta-roma: suara berdebuk berat. Takeo dan Isamu. ayahnya. tapi ke¬mudian ia mendengarkan gerakan Akio: setiap s el dalam tubuh orang itu seakan merindukan belai kasih sayang. jangan bangun. dan Hisao merasakan kelembutan sesaat yang amat dirindukannya saat ram but¬nya dibelai sang ayah. diseret di atas papan. Dia mati dibunuh dengan gar otte. dan jangan pedulikan apa pun yang akan di degarnya. Aku sudah tidur. ia sudah tertidur nyenyak dan tanpa mimpi bak orang mati." dalam konflik dan kebingungan sehingga para saudagar mengambil keuntungan dari k ebutuhan pangan dan senjata para ksatria. lalu ke tanah. Kemarahan Akio membuatnya bersikap kasar dan gegabah. "Tak ada yang boleh meninggalkan Kikuta dan bebas pergi tanpa hukuman." kata Aki o pada Hisao sewaktu mereka bersiap berangkat. "Ingat itu. berani m eninggalkan Tribe. Setelah Akio pergi meninggalkan kamar. Suara Akio terdengar h ampir lembut saat menyuruh ia tidur. mereka tidak ingin kekayaan mereka dirampas ksatria yang sama sehingga mereka bergabung untuk melin¬dungi barang serta usaha m ereka.

baik dalam bidang materi maupun spiritual. Baik Akio maupun Kazuo tidak muda lagi . Ki ta bisa lebih berkiprah dalam banyak peristiwa dengan menyediakan senjata dan kebutuhan lainny a. dia melihat kalau ayahnya sudah tua. Hisao sedih . pemilik usaha importir sukses. Saat para penguasa semakin berkuasa. kar ena rasa iba. Hisao merasa iba. lalu berusaha menyingkirkan perasaan itu. "Masa kejayaan telah berlalu. dan penampilan mereka sebagai seniman jalanan sudah hilang gregetnya. tapi meningkatnya kesejahteraan di Tiga Negara serta per¬musu han dengan Otori membuat banyak yang pindah ke Hofu.ini dikelilingi parit lebar yang digali untuk melindungi diri dari musuh. "Kita harus bergerak. Ada beberapa ku il besar yang melindungi dan mendukung perdagangan. Akio adalah Ketua Kik uta. bahkan di satu desa yang tidak ramah: tak seorang pun mau memberi mereka tempat menginap sehingga mereka terpaksa berjalan lagi semalaman. dan ma sing¬masing parit dengan sepuluh jembatannya dijaga prajurit dari masing-masing kesatuan. membuka dirinya pada suara¬suara arwah. ayahnya kelihatan seperti bukan siapa¬siapa. Ia tak ingin Jizaemon mati sebelum mem¬perlihatkan sebagian dari nana bendanya. seperti biasa. dan dari keuntungan kita bisa menghindari akibatnya. dan mas ing¬masing parit dengan sepuluh jembatannya dijaga prajurit dari masing-masing kesatuan." kata Jizaemon. dan pedagang pelab uhan bebas ini menyediakan-nya dengan senang hati. Keluarga Tribe pernah menjadi pedagang yang paling ber¬kuasa di kota itu. Perjalanan terasa panjang dan melelahkan. Di desa kelahirannya. karya seni dan kemewahan lain dari Shin dan daerah yang lebih jauh lagi. ni dikelilingi parit lebar yang digali untuk melindungi diri dari musuh. sementara di sini. Sakit kepala yang tak asing mulai terasa . pada Akio saat menyambutnya dengan sikap setengah hati. Mari kita dukung persiapan perang. kayu manis dan gula: kata-kata yang belum pernah di¬dengarnya. Saat ini Hisao tengah mengamati ayahnya. baik dalam bidang materi maupun spiritual. botol kaca dan cabung minuman. alat yang bisa menghitung waktu. cermin dan makanan baru yang lezat. ditakuti dan dihormati semua orang. manis dan pedas. dengan pakaian tua yang lusuh." Mengira ayahnya akan bertindak seperti yang dilakukan pada Gosaburo. Ada beberapa ku il besar yang melindungi dan mendukung perdagangan. Lagu-lagu mere ka telah ketinggalan jaman dan tak lagi populer. Kehadiran mereka di jalanan tidak mendap at sambutan baik. mereka mencari benda dan pakaian yang indah .

"Baiklah. Tapi sudah terlambat: senjata Halaman 135 dari 500 ." "Dan Kaisar memiliki jenderal baru?" Akio memotong perkataan si pedagang yang penuh semangat. Otori pasti benar-benar kaya. dan lebih dari itu." "Apa maksudmu?" "Selama bertahun-tahun Otori member¬lakukan embargo senjata api. dikaruniai dengan selera dan tingkah laku serta tutur bahasa yang halus: kabarnya itu karena penga ruh istrinya. "Nah.. dan senjata api diselundupkan keluar Hofu kabamya dengan bantuan Arai Z enko! Kau kenal Terada Fumio?" Akio mengangguk. lalu mengancam akan kembali dengan pasukan lalu membakar habis kota itu jika tidak dikembalikan." "Ya. Dia gusar sekali.lagi: separuh dunia menyelinap ke balik kabut. Fumio tiba dua hari setelah penyelundupan itu dan berusaha mendapat¬kannya k embali." terdengar olehnya Akio bicara. tapi ia t idak mau mendengarkan. pertama¬tama dia menawarkan sejumlah besar uang. tak lama lagi jenderal itu akan memiliki senjata-s enjata baru. mungkin kau benar. dan ada lagi. "Tapi yang pasti peperangan tidak bisa dihindari selamanya. Tapi baru-baru in i embargo itu dilanggar. Kabarnya. mereka berangkat hanya selang beberapa minggu sebelum kau datang: aku belum pernah melihat prosesi yang begitu mewah. "Benar. itu sebabnya Lord Otori mencari dukungan Kaisar. seolah dari kejauha n. perempuan itu berbisik. sepupu.. Kami sudah mendengar tentang kurir-ku rir yang dikirim Otori kepada Kaisar.

mungkin senang berhasil menyingkirkan tamunya. Zenko yang seharusnya menjadi Ketua Muto.itu sudah dalam perjalanan ke tempat Saga. dan s audara sepupu dirinya. Dan harga jual besi dan bubuk mesiu i tu setinggi langit. "Sejak kematian Kenji." sahut Kazuo. Hisao terbangun tengah malam men¬dengar ayahnya berbisik pada Kazuo. "Jika dia berusaha mengambil hati Lord Saga. Dan Lord Otori takkan menyerang kota i tu. "Tak ada yang memedulikan ancaman Terada. tidak selama dia membutuhkan pedagang itu untuk memberi makan dan mempersenjatai pasukannya. dan setengah berharap mendengar lagi suara pelan pembunuhan. jika Zenko menyerang dari Barat maka dia akan terjebak di antara dua wila yah tersebut. sepupu. menyediakan surat ijin perjalanan dan memberi pakaian bam serta barang dagangan lainnya. dia pasti tengah bersiap bergerak melawan Si Anjing." "Kurasa Zenko akan menyambutmu. dan bahkan menyimpan hasrat untuk balas dendam. Hisao tahu riwayat Zenko: putra sulung Muto Shizuka. "Dia tak lebih dari perompak. Dicurigai kal au dia menyalahkan Takeo atas kematian ayahnya. cucu keponakan Kenji. "Zenko kuat sekaligus ambisius. meskipun dahi¬nya makin berkerut dan wajahnya makin muram." gumam Akio. dan mengangguk setuju pada semua perkataan Jizaemon. Dirasakan sel uruh ototnya menegang." Hisao penasaran dengan jawaban Akio yang singkat. Kapan lagi waktu yang tepat untuk pergi ke keluarga Muto gun a memperbaiki keretakan dalam Tribe. guna menyatukan kembali semua keluarga?" Jizaemon. Dulu dia juga penyelundup. Zenko satu-satunya keluarga Muto yang tidak dikutuk keluarga Kikuta: di a tak terlibat dalam kematian Kotaro. Diaturnya agar mereka bisa be . sepupu." "Waktu yang tepat untuk mendekati Zenko." katanya tertawa kecil. t api kedua orang itu tengah membicarakan hal lain: tentang Arai Zenko yang membiarkan senja ta api keluar dari jaringan Otori. "Takeo sedang men¬dapat anca man dari Timur. Dan harga jual besi dan bubuk mesiu it u setinggi langit. setinggi langit!" Jizaemon menuang secangkir lagi sake dan memaksa mereka minum bersamanya." bisik Kazuo. Ayahnya memang sudah mabuk ber at. setinggi langit!" tu sudah dalam perjalanan ke tempat Saga. dan kabarnya dia tak sepenuhnya setia pada Takeo.

dan dalam beberapa hari mereka angkat sauh ke Kumamoto melalui H ofu. Waktu itu ia mengikuti Sunaomi dengan menggunakan kemampuan Tribe. malam ketiga Perayaan Obon. dan amat terluka dengan sikap kedua orang¬tuanya karena lebih sayang pada Sunaomi. tapi dengan menyamar cara Tribe. dan menyenangkan baginya membayangkan kalau orangtuanya mati karena marah. ada sesuatu di malam itu Halaman 136 dari 500 . tapi saat sam pai di pantai.pergian dengan kapal pedagang. Sebagai adik Sada. Maya se makin membenci rasa takut Sunaomi karena itu belum apa-apa dibandingkan apa yang perna h dilihatnya di malam yang sama. Maya pernah melihat Sunaomi menjadi anak cengeng karena mengira melihat hantu yan g sebenarnya adalah patung Kanon maha Penyayang yang belum selesai dibuat. dan mereka pergi ke Maruyama untuk bertemu dengan kerabat di sana dan mencan pek erjaan setelah kematian orangtua mereka. memanfaatkan cuaca cerah dan tenang di akhir musim gugur. Maya menyukai perannya sebagai anak yatim piat u.* Maya tidak bepergian sebagai putri Lord Otori. terutama pada ibunya.

Terdengar olehnya derak ranting patah. penuh kesedihan dan kelaparan. mengenali penyesalan pahit . dan suara si kucing berbicara dalam dirinya. Maya berusaha kembali ke tubuh manusia¬ny a. dan suara si kucing berbicara dalam dirinya. semburan air terbawa angin. "Di mana Penguasa kami? Bawa kami padanya.yang menyentuh perasaannya. Arwah-arwah mengejar Maya. mengata kan. Ter¬dengar olehnya suara-suara seperti geme risik dedaunan tertiup angin musim gugur." Kata-kata mereka memenuhi dirinya bak teror yang menakutkan. Tapi ia juga tak bisa me nyingkirkan ingatan akan pandangan mata si kucing dan suara-suara bergema dari arwah gentaya ngan. meskipun tidak me¬mah ami apa maksudnya. hewan¬hewan kecil berlarian ke sana kemari. ju bah mereka putih. lalu melihat seorang laki-laki keluar dari rumah yang baru separuh hancur dengan membawa lent era. wajah mereka abu-abu. dan Maya menyadari kalau pantai dan hutan pinus penuh dengan hantu. cukup untuk mundur ke semak-semak dan pulang tanpa terlihat ke kastii. "Lihatlah apa yang bisa kulihat!" ang menyentuh perasaannya. "Lihatlah apa yang bisa kulihat!" Awalnya seperti permainan: latar yang gelap dadak terang. dan juga geme ricik air ketika bocah itu kencing di celana. Ia tidak ingat bagaimana si kucing meninggalkan dirinya hingga ia kembali menjadi M aya. sentuhan mereka terasa sedingin es di kulit hewan berbulunya. dendam tak berkesudahan. Penghinaan atas ketakutan Sunaomi membantu Maya men gatasi ke¬takutannya sendiri. mengatak an. tubuh pucat mereka mengambang di permukaan tanah. cakar si kucing menggaruk-garuk batu kerikil di pasir pantai: melompat ke pepohonan di se kitar rumah itu. Di mana . sama tidak jelasnya dengan apa yang membuat tubuh kucing merasuk dalam sendirinya. Kami sedang menunggunya. Lalu tubuhnya melemas dan meregang seperti tubuh kuc ing. dan membuat bola mata Maya mengec il dan akhirnya tidak bisa lagi melihat mereka. Tapi didengarnya Sunaomi menjerit. berdesakan di sekelilingnya. seperti dalam mimpi buruk ketika sepotong kalimat yang tak jelas memb uat orang yang bermimpi me rasa ketakutan setengah mati. si kucing melolong. Arwah orang-orang mati itu mem alingkan pan¬dangan ke arah Maya dan si kucing menang¬gapi mereka. Maya menjerit kaget. Para arwah gentayangan tadi mundur terkena sinar lentera. Ia melihat hantu-hantu itu dengan peng¬lihatan si kucing. hasrat yang tak terpenuhi dalam diri mereka. getaran dedaun an. bola matanya yang besa r menangkap semua gerakan yang ada.

" Sada tertawa. Mereka telah melewatinya semalam. "Kau iri. Maya. tapi kapal tidak boleh berangkat ter¬lambat: angin timur laut h anya terjadi beberapa hari lagi. dan itu membuat Maya menyesal karena pernah me ndengar banyak cerita tentang para perompak jaman dulu dan kunjungan ayah¬nya kepada Lord Terada.Penguasa kami? Maya ketakutan setengah mati." gerutu Maya. dan berusaha melindungi dirinya dari kerasukan arwah si kucing. tempat kota Hagi hampir menghilang di kejauhan: Pulau Oshima juga terbentang jauh di belakang mereka." sahut Maya. "Kau bisa jadi mata-mata yang sangat hebat!" seru Sada setelah malam pertama di atas kapal. dan mereka mem¬butuhkannya untuk membantu kapal melaju ke pantai Barat. atau seperti Shizuka dulu. "Tapi dia menikah de ngan tabib Ishida. Ia telah mewarisi si fat kejam dari Kikuta seiring dengan banyak bakat yang lain. "Aku ingin sepertimu. Tapi kucing itu mendatanginya lewat mimpi . "Aku lebih suka jadi mata-mata ketimbang harus menikah dengan lord. "Jangan meremehkan Muto Shizuka! Dia selalu jauh lebih dari yang k elihatannya. "Dulu Shizuka suka melakukan sesuka hatinya. dan kini dia sama saja seperti istri-istri yang lainnya. itu masalahmu!" Halaman 137 dari 500 . menakuti-nakuti dan membujuk dirinya." "Dia juga nenek Sunaomi. meminta." sambung Maya. Ia ingin melihat-nya." Maya menatap gelombang ke Timur. tak ingin melihat dan mendengar dengan cara sepert i itu lagi. hanya awan di atas gunung berapi di pul au itu yang terlihat.

" sahut gadis itu. den gan tulang pipi tinggi seperti anak laki-laki. di mana perempuan diberi banyak kebebasan. Andai aku lakiSangat tidak adil. tak masalah kalau ak u kembar. "Karen a aku suka padamu dan aku sayang pada Taku!" "Semua orang menyayangi Taku. Gerakan kapal yang naik turun membu atnya pusing dan tubuhnya terasa tidak enak. "Pernahkah kau ber harap menjadi seorang laki-laki?" "Ya." Maya berusaha meyakinkan. karena seperti semua anak-ana k Tribe. ia tersadar ketika kapal berbelok mengitari tanjung tepat saat angin berubah ara h dan angin barat berhembus membawa mereka ke tepi pantai. Maya merasakan sentuhan itu seperti sentuhan seorang pengasuh at au seorang ibu. anak laki-laki sepertinya lebih dihargai. "Andai aku laki-lak i. Maya tidak sempat menangkap lebih banyak lagi bahasa pelaut yang menggoda dan ny aris tak bisa dimengerti karena gelombang laut mulai naik. ketika aku masih kecil. "Andai aku laki-laki. dan Ayah tak¬kan berpikir untuk mengangkatnya sebagai anak!" Dan aku takkan berpikir untuk menantang pengecut ci lik itu pergi ke biara. bicara dengan gaya bahasa mereka dan menirukan gerakan mereka. Sada merawatnya tanpa mengeluh atau kata-kata bersim pati. Aku selalu menentang mereka ." "Kenji mengajarkan kita hal yang sama!" seru Maya. serta gerakan. Maya berbarin g di pangkuan Sada yang melingkarkan lengannya yang panjang dan dingin di alis Maya. gelap." "Benar. lalu menatap wajah Sada yang tajam. "Ya. ia belajar bicara dengan gaya bahasa laki-laki dan perempuan. Dia meng¬ajariku cara meniru anak laki-laki. Kini aku bisa jadi laki-laki atau perempuan . sering. Ketika sampai di tahap yang paling buruk. Bahkan di kalangan Tribe. Andai aku lakilaki. dan berpikir betapa bahagianya bisa selamanya ber . Muto Kenji sering bilang itu sebab¬nya kenapa aku tumbuh besar sama tinggi dan kuatnya seperti laki-laki. aku tidak menyesal disuruh pergi jauh. bak kulit bulu hewan. kau bisa menjadi laki-laki. dan itu sebabnya aku menyukainya. Sada seperti m erasa kalau di balik kulit Maya ada sifat hewan. memegang tengkuknya sewaktu ia muntah dan setelah itu mengelap wajahnya." sahut gadis itu. selalu berusaha mengalahkan mereka. Maya menatap Sada. tapi juga lembut untuk disentuh." Sada tertawa. dan bisa berti ngkah seperti keduanya."Sangat tidak adil. Sada mengamatinya. padat dan bera t. Sunaomi tidak akan datang tinggal bersama kami. tak masalah kalau aku kembar. mem¬bujuknya untuk minum teh untuk mem¬basahi bibirnya.

kombinasi antara kekaguman dan kebutuhan: itu pertama kalinya Maya jatuh cinta. hampir seperti anak kecil. "Sedikit.. melingkarkan lengan di tubuh¬nya. Diregangka n tubuhnya untuk me¬meluk Sada. Tadi rasanya sakit sekali. Aku tak ingin naik kapal lagi!" Maya berhen ti sebentar lalu melanjutkan. Tapi aku tidak yakin apakah aku bermimpi... "Kau mencintaiku Sada?" "Pertanyaan apa itu?" "Aku bermimpi kau mencintaiku. Diusap-usapkan hidungnya ke leher Sada. bukit Halaman 138 dari 500 ." "Mimpi sepeni apa yang dialami kucing itu?" tanya Sada dengan enggan. sekaligus seperti hewan. "Mimpi yang dialami hewan. dan kelembutan yang tak terduga dari buah dadanya. alaukah . dan merasakan sekujur tubuhnya bereaksi dengan menggeliat. balas memeluknya." "Atau apa?" "Atau si kucing.baring di dalam pelukannya. "Kuanggap sikapmu ini berarti kau sudah baikan?" tanya Sada. merasakan otot kuat seperti otot la ki¬laki. Pada saat itu hasrat menyelimuti dirinya pada gadis yang lebi h tua itu." Maya tengah menatap ke pantai di kejauhan.

Ia tak tahu mana yang lebih buruk: diterima oleh Taku hanya karena ia adalah putri Otori." goda Sada. dan mereka turun dengan men . Permukaan air di sekitar telu k lebih tenang. bebatuan hitam yang berada di tepiannya dengan ombak keabuan hijau dan putih. atau sebaliknya kagum dengan segala yang bisa dilakukannya dan semua potensi dirinya." ujar M aya sambil melamun. tempat rumput laut tumbuh. dan sampai ke muara. "Mereka tidak keb eratan kalau aku ini anak kembar. rak kayu penopang rumput laut dan kapal nelayan berbadan cembun g tengah ditarik ke pantai. Aku tidak mau kembali pada kehidupan di istana. Di satu saat ditemukan dirin ya mengira kalau Taku akan mengenyahkannya karena tak mampu menolongnya. Sada mengira hampir bisa merasa¬kan lagi bulu di jari je marinya. kurasa aku akan berubah menjadi si kucing. Muara berpasir terlalu dangkal untuk dimasuki kapal. tempat rumput laut tumbuh. "Kalau kau terus lakukan itu. rak kayu penopang rumput laut dan kapal nelayan berbadan cembun g tengah ditarik ke pantai. itumbuhi pinus di atasnya yang muncul dari air laut berwarna biru tua. Orang-orang meringkuk di tepi pant ai.ditumbuhi pinus di atasnya yang muncul dari air laut berwarna biru tua. dan punggung gadis itu melengkung karena nyaman. Apa pun yang berguna bagi mereka. "Aku yakin kelak ini bisa berguna. "Itu sebabnya aku menyukai Tribe. "Tapi aku memang menyayangi kuc ing itu!" Diraih lalu diusapnya leher Maya seakan-akan sedang membelai kucing. atau roh si kucing merasuki diriku." Nada suara Sada terdengar praktis. Aku akan tinggal bersam a Tribe. membetulkan jala dan menjaga agar api unggun tetap menyala yang memaksa garam keluar dari air lau t. Orang-orang meringkuk di tepi pant ai." sahutnya. atau ia ditolak karena kurang trampil. tapi juga tidak terlalu memuaskan. Permukaan air di sekitar telu k lebih tenang. bebatuan hitam yang berada di tepiannya dengan ombak keabuan hijau dan putih. membetulkan jala dan menjaga agar api unggun tetap menyala yang memaksa garam keluar dari air lau t. It u menurutku. tapi ia takut kalau gurunya itu terpengaruh dengan kewajiban pada ayahnya sehingga cenderung memperl akukannya dengan pengecualian." "Kita lihat apa pendapat Taku!" Maya tahu Taku adalah guru yang tegas dan tidak punya perasaan sentimentil. dan sampai ke muara. "Aku tak tahu kalau kau mencintaiku. Akhirnya akan jadi sesuatu di antara dua hal: tidak terlalu kecewa. atau kastil. baik adanya. Maya menyeringai.

Dipasang ke dinding satunya. ya kak. Dua laki-laki berdiri di luar dengan bersenj ata pedang dan tombak lengkung panjang. kau ingat padanya?" "Pasti bukan Mai!" "Bukan. Ia terus merendah kan pandangan mata dan tidak bicara dengan siapa pun agar tidak dikenali. Sada bicara kepada salah satunya. Di satu sisinya adalah toko depan. Halaman 139 dari 500 . serta berusaha menarik Sada ke dalam percakapan cabul saat mengayuh ke hulu." sahutnya. membentaknya agar tidak berjalan dengan menggesekkan kaki ke tanah . Maya mengenalnya dengan baik dan sering tinggal di sana bersama ibu dan saudara¬saudaranya. "Apa yang kau lakukan? Siapa anak itu?" "Adikku. bukan Mai. para awakny a tertawa ketika Maya memegang erat-erat bagian pinggir atas dari sisi perahu. Perahu-perahu itu sempit dan tidak stabil. ada gerbang besar. sinar matahari mewarnainya dengan warna merah muda. Sesekali Sada berbic ara kepadanya dengan kasar. Nanti akan kuceritakan. Hari sudah hampir gelap saat mereka tiba di rumah yang memanja ng sampai ke sudut jalan. Maya. Jendelanya dipalang dengan kayu. ber¬dinding putih dan beratap abu-abu. Taku ada di Maruyama?" imbuhnya selagi gerbang dibuka lalu mereka menyelinap masuk. sambil berjalan tanpa mengeluh. sayapnya masih membentang. tapi hari ini tujuannya bukan ke kastil itu. yang kini tutup dan sepi. dan atap rendahnya memanjang sampa i ke pinggiran atap. Kastil berdiri di atas bukit kecil di atas sungai dan kota yang menyebar di seke liling¬nya.ggunakan tali ke perahu nelayan yang reot. Kita masuk saja dulu. Bangunannya kecil dan indah. walaupun perjalanan nya jauh dan bawaannya banyak. ke kota Maruyama. sepupu?" "Ini dia masalah datang. tentu kak. Maya menyahut. terlihat mirip burung yang baru saja beristirahat. "Apakah mengira akan ada serangan.

Maya lakukan semua itu tanpa mengeluh karena sudah me¬mut uskan untuk mencintai Sada tanpa syarat. lalu menambah se¬potong kalimat yang kedengaran sem¬barangan. Ia harus menunggu sampai dua hari. "Memanggilmu? Dengan nama apa?" "Apa nama rahasiaku yang hanya di¬ketahui Tribe?" Sada tertawa hingga kehabisan suara. bahkan Muto Kenji atau Kikuta Kotaro." "Mereka kenal aku?" bisik Maya sewaktu Sada meng-gandengnya melewati taman yang gelap ke pintu masuk.. . dan Lord Sugita sedang menghibur mereka. dan tak seorang pun. dia datang beberapa hari lalu. "Ya. apa yang akan Taku lakukan? Maya merasakan agak tahu: apa pun yang akan terjadi tidak akan mudah. penjaga atau pelayan: mereka mendekati Taku dengan komentar tentang kuda atau makanan. dia datang beberapa hari lalu. bar angkali. Tidak ada waktu untuk bosan atau cemas. atau menuang sake untuknya. Dia bersama Lord Kono.. Maya hampir bisa mendengar suara pelayan memutus kan kalau pelayan itu perempuan berbisik di telinga Taku selagi membungkuk membasuh kaki Tak u." Anak Ku ci ng sudah kembali malam ini. Dia belum mampir seperti biasa. dan berusaha membuatnya senang. Tapi mereka juga tahu kalau ini bukan urusan mereka. dari Miyako. karena kemamp uan Tribe bisa selalu dikem¬bangkan. Kami akan beri tahu kalau kau dan adikmu ada di sini. bergerak cepat hingga nyaris tak terlihat dan menggunakan sosok kedua. me¬regangkan dan me lipat tubuh agar tetap lemas. lalu Taku bisa tahu. "Mereka akan mengarangnya. Kami akan beri tahu kalau kau dan adikmu ada di sini.. karen a Sada menyibukkannya dengan ber¬bagai latihan Tribe yang tak ada akhirnya."Ya. Dan Maya hanyalah anak k ecil: waktunya masih banyak. Ia latihan ber¬diri tak bergerak dalam waktu lama.." Ya. "Mereka akan memanggilku apa?" ia ber¬tanya pada Sada seraya melangkah ringan ke a tas beranda.. Anak Kucing." Maya membayangkan bagaimana seorang laki-laki atau perempuan menyamar se¬bagai prajuri t. menguasainya dengan sempurna. Dia belum mampir seperti biasa. dan Lord Sugita sedang menghibur mereka. Dia bersama Lord Kono. dan kemudian . jadi mereka takkan bic ara banyak. latihan mengingat dan mengamati. dari Miyako.

mem¬bawa nampan ke dapur. tapi sebelumnya ia mengamati reaks i di wajah Taku. Diselesaikan tugasnya. separuh terkena sinar. dan bahkan kesal. tapi Maya tak tahu apakah gerutuan itu karena Taku setuju a tau terkejut. Sada mem¬ber i isyarat pada Maya yang tengah menaruh mangkuk di nampan karena di rumah ini dia bukan lagi putri Lord Otori tapi gadis termuda sehingga menjadi pelayan bagi semua orang. Tapi ia tak mampu mempertahankan diri dari Taku: merasakan seolah ada semacam bias si nar. se paruh dalam kegelapan. atau pikiran. Maya menghampiri lalu berlutut di hadapannya. Maya menahan tatapan mata Taku tanpa berkedip. "Mengapa ayahmu mengirimmu padaku?" Halaman 140 dari 500 . hati Maya terpuruk. menatap lurus ke arahnya. Taku mengerutkan dahi. tidak membiarkan ekspresi yang menunjukkan kelemahannya terlihat.Di senja hari kedua. "Guru. Maya merasakan panasnya lentera di pipinya. "Uhhh. dan memberi isyarat pada Sada untuk mendekatkan lentera. Maya bisa melihat wajah Taku. "Pandang aku. menembus dirinya." gerutu Taku. melihat rahasia yang ia sendiri . Cahaya lentera berkeda p-kedip di balik kelopak matanya. Di ujung beranda. tidak tahu ada dala m dirinya. lalu menutup mata. ekspresi wajah yang tegang. membuat pikirannya kosong. setelah malam men¬jelang dan mereka selesai makan." bisiknya. lalu melangkah keluar beranda. dan di waktu yang bersamaan tidak berani mencari-cari ada ekspresi apa di wajah Taku. Mata Taku yang hitam. buram. Saat wajah itu terlihat lelah." kata Taku. Sada be r¬diri sambil memegang lentera.

"Biarkan aku melihat roh kucing ini." sahutnya." "Tunjukkan padaku. bulunya beriak. lalu mengeong. "Bila sebelumnya aku tak percaya. Terserah kau mau menjadi apa. tapi di sini ia harus tetap sebagai anak perempuan. kalau memang ada di sana. Kau bisa ikut ke kastil denganku besok. Dandani dia seperti anak laki-laki. Maya tidak menjawab selama beberapa saat. "Aku mem¬buntuti Sunaomi ke kuil Akane lalu melihatnya k encing di celana!" Taku mendengar sesuatu di balik ke¬beranian yang dibuat-buat itu. "Aku tak mau mel akukannya lagi! Aku tidak menyukai perasaan yang menyertainya. tidak pergi sendiri sesuka hatimu. kemudian ia bergumam. langsung dan bukan seperti manusia. t elinganya menegak dan memamerkan gigi¬nya." sahutnya pelan. Pertanyaannya yaitu." kata Maya datar. sekali." kata Taku pelan. Tetap saja. dan mengawasi kakakku kalau-kalau dia bertindak yang tak terduga ." "Ini bukan waktu yang tepat. "Kau tak memercayaiku." sahut Taku. jangan menyimpan rahasia pada kami. bila Takeo memintanya." akunya. membuat tubuhnya melembut dan meregang. "Sangat me¬nar ik. bersiap menerkam." "Aku tidak mau." sahut Maya. tapi tinggallah di si ni. maka kini aku percaya."Menurut Ayah aku dirasuki roh kucing." Suaranya mengand ung kecurigaan dan tak acuh. Hewan itu menu rut dengan sendirinya. Kemarahan menjalar ke sekujur tubuhnya . kurasa sebaiknya aku menjaga agar Maya tetap di dekatku. Sebagian besar ." "Aku bersumpah. jangan ambil resiko. "Ayah mengira Kenji kemun gkinan mewariskan ilmu Tribe tentang hal-hal seperti ini kepadamu. bagaimana kita bisa memanfaatkannya? Pernahkah kau berubah wujud hingga benar-benar menjadi kucing?" "Pernah. Ka u harus berjanji kalau kau hanya akan melakukan apa yang Sada atau aku pinta. Maya bereaksi dengan marah. "Aku sedang berusaha mengawasi Kono. "Lalu?" tanya¬nya." kata Taku dengan agak kesal pada Sada. Tubuhnya gemetar. lalu menyentuh pipi Maya dengan lembut. "Ayah mengira Kenji kemu ngkinan mewariskan ilmu Tribe Menurut Ayah aku dirasuki roh kucing." "Tidak ada hubungannya kau suka atau tidak. "Cukup. "Jangan buang waktu." sahutnya pelan.

" "Guru." tutur Maya. Angin berhembus dan bersiul melalui celahnya. Aku di sini seperti anakyatim p iatu. Aku akan memperingatka n Hiroshi." "Anak kembar cukup istimewa di kalangan Tribe. pikimya. dia harus dilindungi sebaik-baiknya sebagai putri Lord Otori. "Sekarang pergi tidur. membawa musim gugur. Apa akan ada orang lain yang bisa mengenalimu?" "Tak seorang pun berani menatap langsung padaku." tutur Taku." kata Taku tiba¬tiba. Dibukanya lipatan matras lalu membentangkan selimut. berjalan pelan melewati kamar-kamar panjang dan rendah ru mah itu. Mungkin aku akan menjadi seperti Ayah.penghuni rumah ini sudah mengenalnya. atau orang yang diasingkan. ditemukan di desa terpencil dengan lebih banyak bakat yang dimiliki orang Tribe lainnya. Tidak lama setelah ia masuk ke dalam rumah." Mendadak rasa sakit hati mener¬ja ng diri Maya karena merindukan Miki. Shigeko dan orangtuanya. "Tapi di mana adikmu ?" "Dia di Hagi dan akan segera pergi ke Kagemura. seorang pelayan mendekatin ya lalu menyuruhnya menyiap¬kan alas tidur. "Karena aku anak k embar. tapi Maya tidak mer asa Halaman 141 dari 500 . "Ada yang harus kubicarakan dengan Sa da." Maya membungkuk normal dengan patuh dan mengucapkan selamat malam kepada keduanya.

" "Atau tanggung jawab lain yang tak bisa kuhindari!" "Kenapa kau terkejut saat menatap matan¬ya?" "Aku mengharapkan tatapan anak perempuan. Aku mungkin akan melakukannya karena bosa n harus bersama Lord Kono lebih lama lagi. dan menghembus¬kan napas dengan amat perlahan hingga nyaris tak terdengar. meratapi musim dingin yang akan datang d an kematian mereka. dan kini semakin peka. tapi mereka tidak melarang¬nya untuk mendengarkan. Sinar r embulan mem¬bentuk kisi-kisi di layar kertas. Sepertinya berbeda." sahut Taku. Terutama sekali bagi dirinya sendiri. membuat¬n ya mengalir cepat melalui urat nadinya. Didengarnya kepakan sayap burung hantu yang tenang sewaktu terbang melew ati taman." "Kuharap aku tidak harus melakukannya. "Kalau tidak." "Apakah arwah seorang laki-laki. Didengarkannya suara-suara dari taman. Didengarkannya suara-suara dari taman. Maya mewarisi pendengaran tajam ayah¬nya." "Bisakah Hiroshi dipercaya?" gumam Sada. bulan menarik darahnya dengan keras. dan bahwa wilayah Barat takkan berpihak kepada Takeo." "Kau lelah. berusaha menyaring bisik-bisik dari para gadis ya ng berbaring di sisi kanan dan kirinya. sepupu. suara pelan mereka ber ganti dengan nyanyian terakhir serangga musim panas. Mereka menyuruhnya pergi tidur dan ia mematuhinya. menanti untuk menemukan wujudnya. tapi mereka tidak melarang¬nya untuk mendengarkan. edinginan. Mereka menyuruhnya pergi tidu r dan ia mematuhinya. dipasang telinganya baik-baik. Di kejauhan Taku berkata." "Dan berbahaya?" "Mungkin. Sada tertawa. bila kau takut merasa bosan. akan kugorok leherku. atau sesuatu yang berhubungan dengan kerasukan si kucing?" "Aku sungguh-sungguh tidak tahu. Perlahan-lahan akhirnya mereka ter¬diam. "Kau tidak akan bunuh diri. Ketika akhirnya i a berbaring." Sesuatu dalam nada suara Sada yang membuat tubuh Maya gemetar denga n gabungan ." "Maya akan menjadi hiburan yang menyenangkan. Aku cemas Zenko telah membiarkannya percaya bahwa Seishuu hendak memberontak. Maya unik kemung¬kinan sangat kuat. Yang kulihat bukanlah seperti anak per empuan: sesuatu yang tak berwujud. "Aku ajak Kono kemari agar dia bisa melihat kesetiaan di Maruyama kepada Otori.kedinginan.

Ada semacam kekuatan hasrat jatuh di taman yang gelap." Sesaat hening." Sada masuk ke kamar perlahan lalu ber¬baring di sebelah Maya. Ma ya tidak tahan mendengarnya. tidak ada yang terjadi di antara kita yang tidak berani apa-apa. "Aku akan me¬nemuimu dan May a besok pagi. Lama setelah itu. 'Tidak perlu berarti apa-apa. Maya menahan napas. Taku bicara dengan suara pelan. Bawa dia ke kastil saat tengah hari. sepertinya Maya men¬dengar langkah kaki di beranda. Berpura-pura ter¬tidur . "Aku tidak meng¬harapkan itu!" "Kita tumbuh dewasa bersama. tapi lalu berkata dengan singkat." "Sada. Taku menghembuskan napas panjang. meng¬hirup aroma tubuh itu bercampur dengan aroma Taku masi h teninggal Halaman 142 dari 500 . Sada berkata. pada pasangan yang tidak terlihat." Taku be rhenti sejenak seolah ingin berkata lagi. Maya berbalik menghadapnya. "Mari. lalu menarik selimut hingga menutupi kepalanya.antara kerinduan dan kecemburuan." sahut Sada. lebih pelan lagi. ku¬pijat dahimu.

Kau tidak boleh kelihatan cantik! Nanti ada ksatria yang membawamu kabur. merasakan panas tubuhnya." "Apa yang nanti harus kulakukan?" "Sedikit sekali. membiarkan dahinya tidak dicukur." Sada menghardiknya. Ia tidak dapat memutuskan mana yang paling ia cintai: ia ingin meme luk mereka berduatubuhnya. Selama beberapa saat ia tidak membuka mulut .* Sebagian laki-laki mengutamakan cinta. seperti laki-laki yang masih di bawah umur." "Seperti Taku." Sada tidak bisa menahan senyum. "Kau bukanlah gadis yang cantik. tapi Muto Taku bukanlah salah satunya. Keesokan harinya Sada membangunkannya pagi-pagi lain bersiap memotong rambutnya yang panjang sebahu dan menariknya ke belakang dan diikat ke atas. Pada saat itu Maya merasakan dirinya men¬jadi milik mereka selamanya. "Aku dengar semuanya. deng an nada mendukung." sahut Maya tanpa pikir panjang. kuharap. "Tapi bisa menjadi a nak laki-laki yang tampan. Maya balas memeluk. Ditariknya Maya lalu dipeluknya. "Kau mendengarnya mengatakan itu? Apa lagi yang kau dengar?" Maya menjauhkan diri dari gadis itu. "Jangan bilang pada siapa-siapa." Maya mencoba mengatur tubuh agar ter¬lihat lebih mirip anak laki-laki." kata Sada seraya tertawa. dan selalu menertawai orang yang tergila-gila karena ci . Menurutnya perasaan berlebihan semacam itu aneh. "Kau jangan terlalu menarik perhatian. "Tenang. at au berhasrat ingin mengabdikan diri hanya untuk orang yang dicintai. lalu katupkan bibirmu. Ia tidak dapat memutuskan mana yang paling ia cintai: ia ingin memeluk mereka berdua. Membentak sedikit lagi. rambut dan pakaiannya yang masih terasa asing membuat matanya berkilat dan pipinya bersemu merah. Sada mencengkeram lengannya. pelayan yang terendah derajatnya. Kau adalah salah seorang pelayan Lord Taku. tapi rasa s enang." gumamnya. Beajarlah meng¬atasi rasa bosan.di tubuhnya. dan berharap Sada adal ah Taku. tapi kemudian ia berkata. bahkan men¬jijikkan.

dan semua kesenangan yang bisa dinikmati dari tubuh perempuan. terangterangan membenci kelemahan mereka. hasrat keperempuanan Sa da yang menang¬gapi hasrat dirinya. kepuasan yang begitu menusuk serta sempurna. Maka i ngatan yang tak mau pergi di benaknya tentang keintiman yang terjadi tiba-tiba serta tidak dihar apkan bersama Sada mengganggu pikirannya.nta. hampir Halaman 143 dari 500 . tubuh Sada yang sama tinggi dan kuat dengan tubuh nya. hanya menginginkan kehadiran Sada di sisinya. Kita tumbuh de wasa bersama. Ketika ada perempuan menyatakan terang-terangan mencintainya. Taku justru menjauhkan diri. Tidak perlu berarti apa-apa. berserah diri kepadanya. kata Sada waktu itu. Ia menyu kai perempuan. ia sulit ber¬konsentrasi pada apa yang sedang dibicara¬kan. hampir seperti tubuh laki-laki namun sekaligus tubuh perempuan. Dan saat bicara dengan Sugita Hiroshi di taman kastil di Maruyama. menya¬yangi juga memerc ayai istrinya untuk meng¬atur rumah tangga. Taku hampir tidak bisa tidur. dan dia berubah dari teman. seperti yang sering terjadi. hasrat yang begitu bes ar. Kejadian seperti itu belum pernah dialaminya. tapi gagasan bersikap setia kepada istrinya tidak pernah melintas di benaknya. mengasuh anak-anak dengan baik dan setia ke padanya.

cuaca tampak cerah di musim gugur ini. "Takeo dan Lady Shigeko sudah harus di sini pada bulan purnama berikutnya. mereka berdua sering bertengkar dan saling bersaing merebut pe rhatian Takeo. menjadi kekasih. Dia belum bisa melupakan kematian Kenji." aku Taku. waktu yang luar biasa panjang. Kau akan serasi d engan Lord Takeo seperti layaknya Kenji. Niat buruk kakakku. Mereka sebaya. Tak ada hal yang terjadi di antara kita yang tidak berarti apa-apa. tanpa tahu dari mana datangn ya kata¬kata ini. dan sejak itu terikat oleh h ubungan persahabatan yang amat dalam. Langit biru pucat te rang bak telur burung. dan Taku pun ber¬kata." komentar Taku." kata Hiroshi. "Kepergian Matsuda tidak semendadak atau mengejutkan seperti kematian Kenji. .. dengan kulit pucat dan bentuk tubuh gagah kh as klas ksatria. "tapi kedatangan mereka agak ter¬tunda karena mereka ke Terayama untuk ziarah ke makam M atsuda Shingen. wajah yang mudah berubahubah ekspresi khas Muto. Lord Kono dan tuntutan dari Kaisar. matahari baru saja mulai mengangkat kabut dari tum-pukan jerami berwarna keemasa n di sawah. Taku mengalihkan kembali perhatiannya pada kawannya. mereka pernah menjinakkan kuda-kuda jantan bersama. tanpa tahu dari mana datangny a kata¬kata ini. Seperti yang dimiliki pamanmu pada dirimu. beranjak dua puluh tujuh saat tahun baru nanti.. Saat itu masih pagi. yang diadakan dalam beberapa minggu mendatang di Maruyama." "Pasti Takeo sedih kehilangan dua guru¬nya di tahun yang sama. kesibukan Takeo tampak tidak seperti biasa. Dan beliau memiliki penerus yang layak.seperti adik. menjadi kekasih. eperti adik. dan Taku pun ber¬kata.. setengah kepala leb ih tinggi dari Taku dan berbahu lebih bidang." tutur Hiroshi ragu-ragu. Mereka membicaraknn tentang pertemuan yang akan datang dengan Lord Ot ori dan Arai Zenko. Ini kesem-patan pertama bagi kedua laki-laki ini bisa bicara berdua sejnk kedatangan Taku ber¬sama Lord Kono. Saat masih kecil." "Selama aku di Hagi. Taku berperawakan kuat dan sulit digambarkan. Tak ada hal yang terjadi di antara kita yang tidak berarti apa-apa. penolakan Kikuta untuk berunding. yang bahkan aku sendiri tak bisa mem ahaminya. Kep ala Biara kami sudah berusia lebih dari delapan puluh tahun." "Aku merindukan ketrampilan dan pengetahuan pamanku. "Tam¬paknya keadaa n semakin rumit setiap minggunya. sedangkan Sugita Hiroshi di¬anggap tampan.

" ujar Taku. "Zenko dan Hana akan datang." "Memang benar. aku harus memperingat¬kanmu kalau-kalau kau mengenalinya. "Maya ik ut bersamaku di sini.. terlepas dari kesedihan dan urusan-urusan negara ini. kerabat jauh keluar gaku: namanya Sada. pikirnya. Masalah si kembar." sahut Taku. masalah putri¬putrinya." "Di sini bersamamu?" ulang Hiroshi merasa terkejut. Barangkali kau bahkan tidak memerhati¬kann ya. "Kehamilan Lady Otori. dia memiliki kek hawatiran lain.."Baiklah. dia baik-baik saja." "Sejauh yang kutahu. Mereka berdua terdiam sesaat. kemudian tertawa d i saat bersamaan." "Terjadi sesuatu pada Lady Shigeko?" sela Hiroshi.. "Dia dalam keadaan sehat keti ka aku bertemu dengannya belum lama ini. Dia dirawat seorang perempuan muda yang juga menyamar menjadi laki-laki." seru Hiroshi." Hiroshi setuju. Halaman 144 dari 500 ." Sebenarnya ia tidak perlu menyebut nama itu. "Dia berpakaian seperti anak laki-laki. namun ia tak mampu menahan diri: Ak u terobsesi. Tidak banyak yang luput dari pandangannya. kurasa. "Mereka pasti akan mengenalinya!" "Hana mungkin saja.

"orang bilang kau tidak bisa melupakannya. terutama ketika dia tidak pun ya anak laki-laki." ." Hiroshi tersenyum mengejek dirinya sendiri namun tanpa perasaan getir. aku tinggal di kediaman Lord Takeo. ketika Maruyama habis karena gempa bumi."Kau tahu. Bulan depan d ia akan menerima wilayah itu. Aku tidak kecewa atau pun tertekan." sahut Hiroshi pelan." Hiroshi sepakat." "Tidak semua yang kuminta." "Aku yakin Lady Shigeko akan mem¬butuhkanmu setidaknya selama satu atau dua tahun. penasar an apa lagi yang menahan Hiroshi tidak ingin menikah. "Mereka saling mengisi ambisi. T ak perlu mengubur diri di Terayama bak pertapa. dan itu sebabnya kau tidak menikah!" Mereka sudah pernah membicarakan masalah ini. kecuali kalau dia memintaku berada di sini. dan dengan tangkasnya mengubah topik pembicaraan. aku cepat pulih dari perasaan itu. Kuk ira nantinya Takeo akan mengangkatku sebagai putranya. tapi aku senang k akakmu yang menjadi suaminya. Takeo atau Shigeko akan memberi apa pun yang kau minta. dan paman beserta putranya lebih memilih untu k mencabut nyawa ketimbang menyerah pada Arai Daiichi." 'Tidak. Tanah mili k keluargaku dikembali¬kan ke wilayah kekuasaan itu." ujar Taku. Aku tidak memiliki keluargaku sendir i. Saat itu aku masih sama bodoh dan angkuhnya dengan para pemuda pada umumnya. "Jadi kau masih tergila-gila pada Hana. Sementa ra itu untuk tanah. "Memang benar ada saat ketika aku sangat bersemangat ingin menikah dengannya." kata Taku. seperti yang kau tahu. tapi keingi¬ntahuan Taku b angkit oleh obsesi barunya sendiri. Hana memang cantik. Aku melihat panggilan hidupku adalah untuk melayani." kata Taku." "Akan lebih baik bagi Takeo bila kau yang menikah dengannya. "Tapi kau belum mengatakan alasan Maya berada di sini. a ku senang menjadi pengurus Maruyama dan mempertahankan¬nya untuk Lady Shigeko. gugur dalam perang. Kau harus menikah dan punya anak. aku akan kembali ke Terayama. dan itu sebabn ya kau tidaKau tahu. Ku kira aku memujanya dan amat meng¬inginkannya menjadi bagian dari keluarga itu ayah kandungku. "orang bilang kau tidak bisa melupakannya. nyaris bicara pada dirinya send iri. Aku dikirim ke Terayama untuk mempelajari Ajaran Houou. "Jangan s alah paham.

" sahut Taku." kata Hiroshi tersenyum. Halaman 145 dari 500 . Bila dia menjadi Lady Otori Maya." "Apakah anak itu dalam bahaya?" "Dialah yang bahaya. meyakinkan agar klan Seishuu benar¬benar s etia pada Otori." "Kurasa dia bisa melakukan semua tipuan yang kau gunakan untuk menggodaku. itu sebabnya Sada ikut bersamanya. Aku mengandalkanmu untuk menutupi keti dakhadiranku dan menghibur Lord Kono dan sebelum aku lupa. Hiroshi berkata. Aku harus selalu meng¬a wasinya juga. "Tapi kenapa dia tidak datang secara ter¬buka. sebagai putri Lord Otori. dan dari kembar annya. maka hanya sampai sebatas itu perannya. sedangkan di Tribe dia bisa mengambil berbagai peran yang ber¬beda. akui saja!" "Dia lebih berguna bila tidak dikenali."Dia perlu dijauhkan dari sepupu¬sepupunya yang kini berada di Hagi." ujar Taku akhirnya. Dan harus ada yang meng awasinya terus-menerus. dan tingg al di sini seperti yang sudah sering dilakukan¬nya?" Ketika Taku tidak segera menjawab. Aku tak bisa menjelaskan semua alasannya. "Lagipula dia adala h anak dari kalangan Tribe. "Pada dasarnya kau memang su ka intrik.

pantas mati! Aku tak¬kan lupa saat itu ketika kupikir Takeo s eharusnya membunuh Zenko. Kita menyembunyikan hasrat haus darah dan hasrat untuk balas dendam dengan kode etik kehormatan. memiliki banyak kemampuan ya ng kelihatannya supernatural.. kurang lebih sama dengan Tribe. cepat atau lambat Takeo juga akan me nye¬rangnya." sahut Hiroshi. yang kita langgar sendiri ketika tampak pant as dilaku¬kan. dan setelah beberapa tahun b osan dengan kedamaian lalu berperang lagi. sebagaimana kau me¬nyebutnya. pernah menyelamatkanku lebih dar i sekali!" sahut Taku dengan pedas." tutur Hiroshi tenang. dan belajar strategi perang sebelum beru . baik di Wilayah Timur atau pun di Wilayah Barat?" "Ya. "Maaf." "Baiklah. menurut keyakinan dan kode kehormatan¬nya.. Kemampuan kami mungkin saja berasal da ri keturunan. tapi tidak ada artinya tanpa latihan."Tipuan-tipuan itu. tapi sebenar¬nya itu adalah hasil dari latihan selama b er¬tahun-tahun dan pengendalian diri." "Apa benar kau belum pernah membunuh seorang pun?" tanya Taku sekonyong¬konyong. Si Pemburu Anjing?" "Tindakan apa pun yang menghindari perang adalah tindakan yang bijaksana. "Aku diajari banyak cara untuk mem¬bunuh. pernah menyelamatkanku lebih dari sekali!" sahut Taku dengan pedas.. sebagaimana kau me¬nyebutnya." "Ayah. "Selain itu. "Selain itu. seperti Miyoshi Gemba dan Makoto. paling tidak. aku percaya Ajaran Houou juga memiliki tip uan!" Tipuan-tipuan itu. saat datang nanti dia akan mem¬beritahukan pada Lord Kono bahwa utusan khusus kami dalam perjalanan ke Miyako untuk menyiapkan kunjungan tahun depan. aku percaya Ajaran Houou juga memiliki tip uan!" "Para Guru Besar. "Dia mengkhianati Takeo setelah ber¬sumpah untuk bersekutu dengannya!" seru Taku." "Ayahmu bertindak dengan benar. Kita bertempur sampai bosan. Ini wajar dalam masyarakat kita. Tapi apa para Guru Besarmu berhasil membuj uk Takeo agar tidak ber¬perang. kita berdua menyaksikan ayah kita mati di depan mata kepala kita.. tapi ini adalah kata-kata aneh yang keluar dari mulut seorang ksatria!" "Taku. "Tapi bila dia tidak bertindak seperti itu." "Apakah menurutmu kunjungan ini bijak¬sana? Bukankah Takeo justru menempatkan diri di bawah kekuasaan jenderal baru ini.

Kuharap takkan pernah." "Barangkali. dan a ku belum pernah mem¬bunuh siapa pun. dan seorang penjaga berlari menghampiri lalu berlutu t di depan Hiroshi. "Ka u akan mempertahankan diri layaknya semua orang." "Aku khawatir kalau kakakku dan Kaisar akan membawamu ke kancah peperangan. warna dedaunan semakin hari semakin tu a. kepuasan penduduknya. kau akan berubah pikiran." kata Taku. tapi aku belum pernah bertarung dalam penempuran yang sesungguhnya. pertahanan serta juml ah tentara. "Lord Kono sudah datang. Kau bisa pastikan kalau mereka takkan ti nggal diam sampai mereka menjajal habis-habisan senjata baru mereka.mur sepuluh tahun. anak-anak R aku." Ada gerakan di ujung taman. Hiroshi dan Taku menjelaskan kepada Kono tentang kekayaan wilayah itu. Cuaca musim gugur tetap cerah dan terang. sikap mereka berdua agak berubah: Taku menjadi le bih waspada. tapi Hiroshi tampak lebih terbuka dan ramah. Kono ingin melihat berbagai kota dan pedesaan sehingga mereka melakukan banyak ekspedisi. Untuk sementara ini aku akan lakukan apa pun untuk menghindari pera ng. Si bangsawan mene rima semua Halaman 146 dari 500 ." "Saat nanti kalau kau di medan perang. Teru tama karena kini mereka sudah memiliki senjata api. sedang¬kan kedua pemuda itu menunggang kuda. Lord Sugita!" Dengan kehadiran si bangsawan. Si bangsa wan ditandu mewah yang berlapis emas. dan kesetiaan mutlaknya pada Lord Otori.

"Aku tidak bisa. Terkadang Maya turut dalam perjalanan¬perjalanan ini. sesekali menemukan dirinya berada cukup dekat dengan Kono dan para penasihatnya untuk men dengarkan apa yang mereka gumamkan. nformasi ini dengan sopan santunnya yang tenang seperti biasa. tapi ternyata kucing itu lebih kejam dan menakutkan dari yang ia perki¬rakan. Sebelumnya ia merasa pelatihan Tribe mudah: menghilang. tanpa kemampuan Trib e dan tidak punya saudara kembar. tapi takut dengan apa yang kemungki nan terjadi padanya. Maya mulai menyesali kematian si kucing dan ker asukan roh hewan itu." sahut Taku. hingga perasaanny a yang sebenarnya tidak diketahui. Kadang-kada ng Taku datang larut malam. dan betapa pun larut¬nya. ia memohon pada Taku untuk menyingkirkannya. menunggang kuda milik Sada. Maya tidak membiarkan sikap Taku memengaruhi diri¬nya. hingga perasaann ya yang sebenarnya tidak diketahui. ingin men¬jadi seperti Shigeko. kadang dengan wajah cemberut yang dingin. Acapkali ia merindukan berada di rumahnya di Hagi bersama ibu dan kakak juga adiknya. Maya ingin bekerja sama. Dikiranya ia akan suka men¬jadi si kucing. seperti yang Taku lakukan setiap dua atau tiga hari sekali." Kemudian Maya merasa malu dengan kelemahannya. Taku kerapkali kelelahan dan tegang. Menjadi anak laki-laki seharian telah menguras tenaganya. kesabarannya hampir habis. . Percakapannya kedengaran tidak menarik dan sepele. sesuai cara Tribe yang mengendalikan kebutuhan tidur mereka dengan cara yang sama untuk mengendalikan semua kebutuhan dan hasrat mereka. Maya harus bangun cepat. Ia ingin menjadi anak-anak saja. tapi itu tidak ada apa-apanya di¬bandingkan dengan tuntutan yang baru. pekerjaan ini be rjalan lambat dan banyak tuntutannya. "Yang bisa kulakukan hanyalah membantumu belajar mengendalikannya. dunia tempat para hantu dan arwah.informasi ini dengan sopan santunnya yang tenang seperti biasa." kata Sada." "Kau sudah terlanjur melakukannya. tap i ia mengingat dan mengulang kata demi kata untuk Taku sewaktu datang ke rumah tempat ia dan Sada tinggal. Maya harus mengerahkan seluruh tenaga dan konsentrasinya untuk pertemuan malam hari ini dengan gurunya. "Kau harus menerimanya. tapi cara yang baru ini sepertinya j auh lebih sulit dan lebih berbahaya. dan menguasainya. Kucing it u ingin menariknya masuk ke dunia lain. kadang dengan kemarahan. bahkan bila Maya sudah tertidur. Taku selalu ingin bertemu Maya. menggunakan sosok kedua.

Tersiar juga berita bahwa wila yah ini secara resmi akan dipersembahkan kepada Shigeko karena sekarang usianya sudah mencukupi.* Bulan purnama di bulan kesepuluh semakin dekat."Kucing itu bisa memberimu kekuatan." kata Taku pada Maya saat ia menanyakannya. me¬lambaikan tangan di atas kepala. Pendudu k kota turun ke jalan setiap malam dengan pakaian berwarna cerah dan sandal baru sambil bernyanyi. dan di mana-mana persiapan Peray aan Musim Gugur telah dimulai. Maya sudah tahu kalau ayahnya dikenal banyak o rang. bahkan dicintai. Lady Shigeko. "Kekuatan itu sudah ada." kata Taku. kau ha rus meraih dan memanfaatkannya!" Tapi meski berada di bawah pengawasan dan bimbingan Taku hingga Maya sudah terbi asa dengan roh yang hidup dalam dirinya. "Memang benar. pe¬waris Maruyama. akan meng¬hadiri perayaan. tapi ia tetap tidak bisa melakukan apa yang Taku h arapkan: mengambil bentuk kucing itu lalu memanfaatkannya. "Hiroshi sudah membic arakannya denganku. Kegembiraan kian bertambah tahun ini dengan kenyataan bahwa Lord Otori sena putri sulungnya. Shigeko akan mengganti nama dan sejak saat ini dikenal Halaman 147 dari 500 . tapi tak sepenuhnya me¬nyadari sampai tahap apa hingga mendengar¬nya sendi ri dari mulut orang-orang yang saat ini berbaur dengan dirinya.

Taku minum sake. selimut tebal menyelimuti tubuh mereka. Ke¬dengarannya seperti legenda.sebagai Lady Maruyama.ebagai Lady Maruyama. "Ibuku sekarang yang memimpin Tribe. Satu lentera kecil kalah dengan gelapnya ruangan i tu. dari Shizuka. seraya menyentuh lengannya. Lady Shigeko kelak akan memimpin Tiga Negar a. Empat hari sebelum pumama. Malam itu dingin dan terang." kata Taku sewaktu Sada mengungkapkan rasa terkejutnya karena Taku datang cepat. bulan sudah makin membes ar dan menguning." bisik Taku pada Sada. mereka bertiga duduk berdekatan di dekat tungku batu bara. Maya tak menduga Taku datang begitu cepat ia sudah di sana sejak kemarin malam. "Kau harus tunggu sampai aku mati!" Taku tertawa." ulang Maya. sebagai kerabat tertua Kenji." "Aku takut ada juga orang lain yang tidak setuju Shizuka menjadi Ketua Muto. sebaiknya kau berubah menjadi anak perempuan lagi sebelum usiamu semakin bertambah!" Taku menggodanya. "Aku tidak tertarik dengan Tiga Negara. "Lalu ada kakakku. tapi aku ingin memimpin Tribe!" sahut Ma ya. "Lihat saja." "Lady Maruyama. Per empuan belum . Sada yang tak bisa menyembunyikan rasa senang. daun jendela tetap terbuka. aku tidak bisa jauh darimu. tidak lagi berkelakar. dari para penyanyi balada yang menyanyikan dan menceritakan kisah-kisah Otori di sudut jalanan dan tepi sungai. Ketiganya berada di kamar kecil di ujung rumah Tribe. tidak bisa menahan diri untuk terus menyentuh T aku. "Jangan bilang begitu!" Sada memper¬ingatkannya. Meski udara dingin. Taku langsung berpaling dan menatap Sada dengan pandangan yang membuat hati Maya berdebar seka ligus cemburu. tapi taman penuh sinar bulan dan bayang-bayang pekat. tapi baik Sada maupun Maya tak suka rasanya. "yang percaya k alau sudah menjadi haknya untuk memimpin Tribe. nama yang sering dide ngar. dari Chiyo.

" "Sebaiknya kita segera kirim orang ke Hofu. "Aku mendengar satu desas-desus hari ini. "Suruh anak itu tidur." Maya mendengarkan dengan cermat." "Putra siapa?" Taku duduk tegak. tabuhan genderang dengan irama tegas." kata Sada. Halaman 148 dari 500 .pernah memimpin keluarga itu. sadar akan hawa panas di satu sis i wajahnya. "Kikuta Akio terlihat di A kashi." kata Taku. Mengapa kau beg itu kaget?" "Kau tidak mengenal siapa anak itu?" "Dia adalah cucu Muto Kenji. Dari kota terdengar musik dan nyan yian. Lalu sepertinya dia ingat akan k ehadiran Maya. tapi penunjukan ibumu telah menyebabkan perpecahan. semua orang tahu itu. orang-orang tidak suka bila tradisi diubah. Bukannya menginginkan Zenko. "Tidak ada lagi?" Sada menggeleng. disela dengan teriakan-teriakan parau. anak laki-laki berusia sekitar enam belas tahun. mereka lebih memilihmu. dan udara dingin di sisi wajah yang satunya lagi. Apakah dia bepergian seorang diri?" "Imai Kazuo bersamanya. dan putranya. tanpa bicara. Mereka menggerutu kalau tindakan ini menying-gung dewa-dewa. "Dan cari tahu mau ke ma na dia dan apa tujuannya." sahut Sada. Dia berangkat ke Hofu dua minggu lalu. pastinya. "Kurasa itu adalah rahasia Kikuta. "Bukan p utra Akio." katanya pada Sada." gumam Taku. kan?" "Sepertinya ya.

" gumamnya. di rumah Tribe s emua orang tahu kalau ia anak perempuan. lalu bangkit berdiri."Maya. Maya." Sada berdiri membantu. dan menurut ramalan. hanya di dunia luarlah ia harus tetap menyamar sebagai anak laki-laki. melambung menyeberangi beranda dan me¬masuki ruangan tempat Sada dan Taku berangkulan. tapi roh kucing lebih tahu. dan begitu berada di kamar pelayan ia justru merasa lebih dingin. menghangatkan tu buhnya. tidurlah di kamar pelayan. Di sini. tapi ia sudah belajar mematuhi Sada dan Taku dalam segala hal. tapi bergema dalam roh kucing yang belum m ati. tidurlah di kamar pelayan. Sada bicara dengan nada setengah malas. dan me¬lo mpat ke jendela. Tubuh Maya gemetar. Maya berpikir akan menam¬pakkan diri kepada mereka. Semua orang sepertinya sudah tidur. men¬dengarkan dengan agak takut suarasuara hampa para arwah. dan gemetar tubuhnya berubah menjadi sesuatu yang lain. "Bocah itu benar-benar putra Takeo?" "Ya. Sebulan lalu ia pasti akan pro tes. ingin men-dengar apa yang Taku katakan. kata¬kata yang paling mengguncang diri Maya daripada semua yang pemah dialaminya." . melayang melewatinya. "Tutup jendelanya sebelum pergi. ingin bersamanya dan Sada: Maya memikirkan bulu kucing yang tebal dan halus menye¬limuti dirinya. "Selamat malam. Ia ingin ber¬baring di antara mereka. lalu menjerit keras ketakutan. Maya menyelinap dari balik selimut dan melangkah tanpa bersuara dari kamar itu." kata Taku. Sebulan lalu ia pasti akan prot es. akan menjadi saru-satunya orang yang bisa membawa kema tian padanya." perintah Sada. Aku tidak bisa membuka pintunya. tapi ia sudah belajar mematuhi Sada dan Taku dalam segala hal. mengingat bagai¬mana dunia itu penuh dengan gerakan kecil yang belum pernah diperhatikannya. Maya menemukan tempat di sela dua orang gadis dan merangkak melewati mereka. sadar akan bola matanya yang membesar dan pandangannya yang tajam." perintah Sada. merangkum percakapan sebelumnya. Ia sudah berada separuh jalan ke gang selasar ketika ia sadar tengah bergerak melayang di atas permukaan tanah. pikir Maya. riak kekuatan menjalar k e sekujur tubuhnya karena si kucing meregang¬kan otot-ototnya dan hidup lagi. kalau Ta ku akan merasa senang dan memujinya. Jauh dari api membuat Maya kedinginan. "Udara semakin dingin.

Ia be rusaha tetap diam tapi tidak bisa menahan lolongan ketakutan dan putus asa yang memaksa kelua r dari tenggorokannya.Maya mengetahui keberadaan kakak laki¬lakinya. "Siapa di sana?" dan mendengar teriakan kaget Sada. Halaman 149 dari 500 . jauh dari segalanya. kuda-kuda pengangkut ker anjang berisi hadiah-hadiah mewah dan pakaian-pakaian mahal. serta Lady Arai sendiri. dan ia melompat menerobos kasa dan keluar ke taman seolah bisa lari selama-laman ya. dan ancaman terhadap ayahnya. termas uk Miyoshi Kahei dan adiknya Gemba. Udy Shigeko. burung rajawali dan anjing kecil milik Lady Arai. dan putri su lungnya. Takeo datang dari Yamagata dan membawa sebagian besar orang istana Otori. sejumlah besar pengawal. Di¬dengarnya Taku berseru. Zenko didampingi pengawal yang sama banyaknya. satu iring-iringan kuda membawa catatan-catatan adminis trasi yang harus ditangani saat ia berada di wilayah Barat. Tapi ia tidak bisa berlari dari suara-suara arwah yang bergemerisik d i telinganya yang berdiri tegak dan merasuk ke dalam tulangnya yang rapuh dan cair. sehari sebelum bulan purnama. di dalam tandu yang diukir dan dihias dengan indah. Di mana Penguasa kami?* Otori Takeo dan Arai Zenko tiba di Maruyama selang beberapa jam.

Takeo melihat itu semua dengan gembira. dan jurumasak saling berlomba menciptakan s antapan berbentuk bulat untuk meng¬hormati bulan purnama. Sebulan terakhir ini mereka telah menam bah persediaan beras. Pemuda itu tampak tenang dan waspada. Kini. S etelah . Maruyama adalah wilayah yang amat di¬sayan ginya karena di sinilah ia menghabiskan bulan-bulan pertama setelah pernikahannya dan mulai mempratikkan semua yang telah ia pelajari dari Lord Shigeru tentang pe¬merintahan dan pertanian. menggambar kan bukit bulat Maruyama bersama bangau Otori. dan berharap kalau laki-laki itu dip engaruhi arwah dari para mendiang yang setia. Sebelum makan malam. pengawal senior wilayah tersebut yang bersama putranya memilih bu nuh diri ketimbang setuju untuk menyerahkan kota ini kepada Arai Daiichi. semua luka bekas perang tampak telah l ama pulih. Maruyama segera diserahkan pada pewaris perempuann ya: banyak yang harus diraya¬kan. kedelai. Takeo tahu putrinya layak mendapatkannya. Musim panas bermurah h aii menghasilkan panen berlimpah. sake dan makanan khas daerah mereka. Lord Kono. wilayah ini menjadi kaya dan damai. kedelai. ikan. perdaganga n maju pesat. setelah enam belas tahun berlalu. anak-anak makan berkecukupan. Sebulan terakhir ini mereka telah menam bah persediaan beras. Ia harus terus mengingatkan dirinya sendiri kalau ia berada di sini untuk menemu i dua laki-laki yang mungkin akan merampas wilayah ini dari Shigeko. Zen ko tinggal di kediaman yang paling bergengsi dan mewah di balik dinding kastil. seni berkembang. dan Shigeko akan mengambil alih wilayah ini lalu memerintah berdasarkan hak dan kewajibannya. ikan. sake dan makanan khas daerah edatangan para pemimpin dengan iring¬iringan mereka menutupi jalan dan me¬menuhi rum ah penginapan membuat pen¬duduk kota gembira. Takeo penasaran apakah Zenko menyadari sejarah kesetiaan dari rumah itu. Wilayah ini nyaris hancur tersapu badai dan gempa bumi di tahun pertama pemerint ahannya. saat Takeo harus bertemu dengan musuh-musuh potensialnya in i.Kedatangan para pemimpin dengan iring¬iringan mereka menutupi jalan dan me¬menuhi ru mah penginapan membuat pen¬duduk kota gembira. Salah satunya. diberi penginapan seperti dirinya di dalam kastil. Di mana-mana umbul-umbul berkibar tertiup angin. dan kini berharap bisa mendapat keuntungan besar. dipanggilnya Hiroshi untuk bicara ber¬dua. yang dulunya a dalah kediaman Sugita Haruki.

Bila kau tidak suka pada Terada Kaori. biar kucarikan gadis lain. Tatapan mata Hiroshi beradu pandang den gannya lalu berpaling ke arah lain. Dia gadis yang amat baik. kawan baik putriku. Apakah ada gadis lain?" "Tidak ada. "Dan untuk pernikahan." sahut Hiroshi. aku berterima kasih atas p erhatian Anda." lanjut Takeo." "Kumohon. jangan Halaman 150 dari 500 . Kau kurang menghargai dirimu. andai usia kita tidak terlalu dekat jaraknya. "Kau telah bertahun-tahun mengabdi pada keluargaku. Kaori. tapi aku sungguh-sungguh tak ingin menikah. Lord Takeo. berarti akan mengambilnya dari orang lain.. Aku sudah memper¬timbangkan cucu Lord Terada. "Aku sudah bilang pada Taku: aku akan tetap di sini sel ama dibutuhkan tapi keinginanku yang sebenarnya yaitu diijinkan mengundur¬kan diri ke Terayama dan men gikuti Ajaran Houou. dan aku tidak punya apa-apa untuk diberikan p ada seorang istri." Takeo menatapnya tanpa langsung men¬jawab.membahas prosedur dan upacara untuk keesokan harinya. Kau ingin tinggal di wilayah Barat? Akan kucarikan tanah dan bangunan u ntuk¬mu serta seorang istri." sahut Hiroshi." "Keluarga mana pun di Tiga Negara akan menyambutmu dengan gembira sebagai menant u. a tau dari Lady Shigeko. "Kau tahu betapa besar rasa sayang keluargaku padamu. Takeo mengucapkan terima k asih atas kerja keras¬nya. Kami harus me mberimu imbalan. "Kau sudah seperti kakak laki-laki bagi ketiga putriku." "Untuk memberiku tanah di Maruyama. aku pasti akan mengangkatmu menjadi putraku..

dibayangkannya hati Shigeko tidak tersentuh. Aku ingin kau ambil bagian dalam kun¬jungan ini. Takeo tidak bisa meng¬ungkapkan ada perasaan khusus apa di antara mereka berdua. "Terima kasih. "Tapi aku punya satu permintaan. dan sedih." iteruskan." kata Hiroshi dengan nada memohon. Tapi tentu saja mere ka berdua sangat mahir menyembunyikan perasaan masing-masing. Berusaha menyembunyikan rasa tertekannya dengan tersenyum. lebih pendiam. Ia tidak tahu apakah sudah bisa menjawab atau belum. aku mengatur kunjungan damai ini atas permintaan para Guru Besar Ajaran Houou." sahut Takeo. yaitu m endampingi kami ke ibukota tahun depan. Mereka berdua. seperti yang sudah biasa kau lakukan. Wajahnya mulai memerah. Satu-sa tunya per¬mintaanku adalah diijinkan mengikuti jalan itu." Hiroshi membungkuk tanpa bicara. "Anda bahagia dalam perkawinan hingga ingin kami semua memiliki keadaan yang sama! Tapi aku ter¬panggil ke jalan lain. lalu memutuskan untuk m enghentikan masalah pernikahan ini sementara waktu. Kau harus melindung inya. Seperti yang kau tahu. ditemukan dirinya lebih memerhati¬kan Hiroshi dan putrinya saat makan malam." kata Hiroshi dengan nada memohon. Makan malam berlangsung resmi dan anggun. Zenko dan Hana." "Shigeko juga akan ikut denganku atas saran para Guru Besar. Wajahnya mulai memerah. nyaris tida k saling bicara atau bertatapan. "Anda bahagia dalam perkawinan hingga ingin kami semua memiliki keadaan yang sama! Tapi aku ter¬panggil ke jalan lain. Sesuatu dari perbincangan ini pasti telah membuatnya waspada sehingga di saat ia tidak disibukkan oleh Lord Kono. "Aku rela memberikan segalanya bila itu mempertahankan kedamaian di negeri ini. yang akan menjadi hadiah yang tak ada bandingnya untuk Kaisar." "Ini merupakan kehormatan bagiku. dengan menu khas musim gugur di wilaya h Barat: .' sahut Hiroshi. Satu-sa tunya per¬mintaanku adalah diijinkan mengikuti jalan itu.diteruskan. entah mengapa. namun kata-kata itu ber gema di benak Takeo." "Aku tidak akan menentang keinginanmu itu!" sahut Takeo." "Anda ingin memberikan kirin!" seru Hiroshi. "Putriku mengusulkan agar kita membawa kirin. Bahkan Shigeko? Keduanya tidak me¬nyuarakan kata-kata itu. Berusaha menyembunyikan rasa tertekannya dengan tersenyum.

" "Bila beliau berkenan menerimaku. burung gelatik dengan semak semanggi. mengungkapkan kebahagiaannya. Takeo meminta maaf atas ketidakhadiran istrinya. menjelaskan tentang kehamilan i strinya. "Kurasa beliau akan menerima Anda. Kaede telah membantu mengembalikan kediaman itu pada keindahan aslinya: tikar berwarna hijau keemasan dan beraroma manis. Kono berkata dengan sopan. di belakangnya berdiri kasa ber¬hiaskan burung dan bunga musim gugur. dan ingin tahu apakah Zenko dan Hana kecewa dengan kabar ini karena akan menunda rencana pengangkatan kedua putra mereka. Takeo. burung puyuh dengan krisan. chestnuts and kac ang ginko. ituiah tujuanku." Halaman 151 dari 500 . kepiting dan udang kecil. disajikan di atas nampan berpernis dan tembikar berwarna coklat muda kekuningan pucat dari Hagi. Takeo bertanya-tanya bagaimana pendapat Ko no tentang semua yang dilihatnya di sini. lantai dan balok-balok penyangga berkilau dengan ha ngat.jamur pohon pinus. Semua orang ingin tahu tentang Anda. Aku paham Anda akan mengunjungi Kaisar tahun depan. "Aku sudah menerima surat dari Miyako. gurih dan gating. dengan berhati-hati memuji Sunaomi dan Chikara yang tidakl ah sulit dilakukan karena ia dengan tulus memang menyayangi kedua anak itu. dan bagaimana bila dibandingkan dengan istana Kai sar. Takeo seakan melihat perasaan tidak suka sesaat sebelum Hana mulai mengucapkan s elamat yang berlebihan." sahut Takeo. Bahkan L ord Saga Hideki telah meng¬ungkapkan keinginannya untuk berjumpa dengan Anda. dan berharap kakaknya mendapatkan anak laki-laki. pada gilirannya.

" Suara Kono terdengar dingin dan datar. ke arah Gemba yang duduk agak menjauh di se . Dia harus menyempurnakan keahlian menunggang kuda." imbuh Hiroshi." jawab Takeo.. Tapi putriku akan ikut.. "Aku turut berduka. "Belum... mungkin ada pertandingan yang lain. Da n bila mereka menyerang lalu membunuhku di sana.. "Lord Saga tidak mengetahui masalah-masalah kecil kami. Mungkin beliau akan menerimaku sebagai pengganti ayahku dalam pertandingan apa pun nantinya. "Baiklah.. "Lady Shigeko bertunangan?" tanya Kono." "Lady Shigeko amat mahir memanah. "Lord Saga baru saja menduda. Itu kegemarannya.. mendahu lui restu sang akeo menyadari kalau Arai Zenko memerhatikan tiap kata dengan tetap menunduk. meman ah. "Aku tak sabar ingin ber¬jumpa Lord Saga. dan bila itu bisa memastikan kedamaian di Tiga Ne gara. Keadaan istri Anda yang meng¬haruska nnya berdiam diri di rumah jadi tidak memungkinkannya mendampingi Anda?" "Begitulah. putrimu sebaiknya ikut. Takeo tidak bi sa menahan untuk berpikir. Belia u menulis surat kepadaku bahwa ketimbang menumpahkan darah ribuan orang. Bagaimana Gemba bisa tahu hal ini? Takeo memandang ke seberang ruangan. Beliau tidak tahu kalau tanganku yang cacat menghambatku untuk menarik busur." Untungnya. beliau lebih suka berte mu Lord Otori dalam per¬tandingan berburu anjing. Zenko akan menunggu di wilayah Barat.." Shigeko mengangkat kepala lalu melihat ke a rah ayahnya. Shigeko angkat bicara. suaranya terdengar jernih dan tegas. mendahu lui restu sang Kaisar.Takeo menyadari kalau Arai Zenko memerhatikan tiap kata dengan tetap menunduk. "Lord Saga saat ini tengah memikirkan semacam olah-raga atau pertandingan. Zenko akan menunggu di wilayah Barat. karena aku tidak mahir memanah. Tampak mata mereka bertemu lalu dia tersenyum kepada ayahnya. Takeo mengingat dengan takjub kata-kata Gemba: Akan ada semacam pertandingan di Miyako." Takeo tersenyum. mungkin. belum. D an bila mereka menyerang lalu membunuhku di sana." Takeo ingin tahu apakah ia bisa tahan menyerahkan putri sulungnya pada orang seperti Lord Saga nam un bisa menjadi persekutuan yang baik.

Rambut panjangnya tergerai di bahu. punggungnya tegak lurus. kecantikan yang menyem Halaman 152 dari 500 . walaupun dengan alasan lain. apa pun itu. namun juga tak bisa menghilangka n kesan berkuasa yang ada di balik kata-katanya. kulitnya nyaris bercahaya dengan jubah wama kuning pucat dan emas yang dikenakannya. Kahei terlihat lebih tegas. "Aku tidak menyadari kalau perempuan di Tiga Negara begitu berbakat. pikir Takeo cepat." katanya pada akhirnya. Takeo ingat saat pertama kali melihat Lady Maruyama Naomi: menurutnya perempuan itu seperti Jato." Shigeko berbicara dengan sopan. Aku akan datang ke Miyako. Kahei. Ini memperkuat bukti anjuran para Guru Besar. Gemba tidak melihatnya. "Ini semakin menambah alasan mengapa kami harus berkunjung ke ibukota." sahut Shigeko. tapi ada senyum tipis tersung¬ging di waja h montoknya. Dia tidak mem¬perlihatkan rasa tidak suka bertemu dengan putra orang yang pernah menculik ibunya. mungkin Anda belum mengenal kami dengan baik. agar Anda sema kin memahami kami. dengan dedauan maple yang cerah.belah adiknya. "Seperti halnya Lord Saga. Tampaknya Kono sama terkejutnya dengan Takeo. Kami akan selesaikan masaln h tanpa harus berperang. pedangnya. atau kelihatan terintimidasi dengan ke¬ha dirannya. dan pembe¬rani. Aku akan terima tantangan Saga. menyembunyikan ketidak¬setujuannya.

dan merasa agak lega. dan se lagi minum teh ia mengingat-ingat apa saja yang ia katakan semalam. Ia meminta Minoru dibangunkan. dan tak mendengarkan kalimat terakhir Lord Kono. Apakah Zenko tersinggung atas kehadiran dan pengawasan Taku sehing ga sengaja tidak mengundang adiknya? Dan ia pun cemas ingin mendengar kabar tentang Maya. Apa pun yang terjadi. Tapi Takeo lebih suka mendengarnya dari Taku. Takeo tidur tidak nyaman. Ini memastikan bahwa Tiga Negara ak an tetap bersatu bila diwariskan kepada¬nya." Dia membungkuk dan bicara d engan ber¬semangat. Berharap Taku tahu lebih banyak. atau melarikan diri. seberapa banyak pujian dan niat buruk apa yang direnca¬nakan Kono dan Zenko. saat in i merupakan waktu yang tepat untuk mengirimnya pulang dengan pikiran yang penuh dengan kesejahtera an wilayah ini. detail mengenai kunjungan singkat Kono di wil ayah Barat. karakter dan kecantikan putri sulungnya . Apa pun yang terjadi. Ia tak dapat menahan diri untuk berpikir kalau ketidakhadiran Taku tak ber¬k aitan dengan putrinya itu: kalau Maya dalam masalah. sementara dari kota terdengar genderang dan nyanyian. memeriksa kalau segala¬nya telah dicatat . Ini memastikan bahwa Tiga Negara ak an tetap bersatu bila diwariskan kepada¬nya.. hubungan bangsawan itu dengan Zenko dan Hana. Saat bangun pagipagi. Disadarinya kala u pikirannya melayang jauh. Keramaian perayaan berlanjut hingga larut malam: pemusik memainkan kecapi tiga s enar dan harpa. ingin tahu seberapa banyak kata-kata ini diucapkan dengan tulus. "Kuharap aku bisa dibebaskan da ri keramahan Lord Otori untuk kembali ke Miyako sebelum Anda tiba di sana. Kaede yang sedang mengandung.. ia telah memiliki pewaris. Kini dilihatnya kekuatan yang sama pada putrinya. Tampaknya tidak ada lagi alasan untuk menahan bangsawan itu. pikirannya masih penuh dengan kecemasan atas ketiga putrinya. mengapa dia tid ak hadir saat santap malam. merasakan nyeri di tangan dan rasa sakit menjalari sekujur tubuhnya. Dipaksa dirinya berkonsen trasi pada saat ini. dan memberitahukan kepada Yang Mulia Kaisar tentang semua yang kudapatkan di sini. dan ingin tahu ada di mana dia sekarang. "Aku bisa meyakinkan bahwa semua taporanku akan berpihak kepada Anda .bunyikan kekuatan." Takeo membungkuk sedikit tanda setuju. kesetiaan klan Seishuu serta keindahannya. Kini dilihatnya kekuatan yang sama pada putrinya. tentu saja.. "Aku sungguh tidak sabar menantinya!" seru Kono. dan merasa ag ak lega. ia telah memiliki pewaris. nyikan kekuatan.

Karena Kono diij inkan pergi. Sebaiknya kau siapkan Lady Miyoshi." Minoru membungkuk hormat. dan.. "Lewat laut.. "Pasti salju su dah turun di Jajaran Awan Tinggi: dia takkan tiba di sana sebelum perbatasan ditutup. Sikapnya padaku sem alam sepertinya sedikit berubah." sela Takeo. "Minoru. "Aku tidak berhak untuk mengatakannya. banyak hal yang harus disiapkan. "Apakah Lord Kono bepergian lewat laut atau darat?" tanya Minoru. tapi Lady Shigeko belum menikah. pengabdian dan kes etiaan rakyat di sini. "Beliau pasti mengamati kepopuleran Lord Otori. kurasa bagusnya begitu." "Jadi beliau akan melakukan perjalanan bersama Lord Otori sampai Yamagata?" "Ya. Lord Kono pasti membawa kabar kepada Kaisar dengan keyakinan bahwa Tiga Negara t ak mudah ditaklukkan. kau selalu hadir dalam per¬temuanku dengan Lord Kono.dengan benar karena Minoru ditempatkan di balik kasa semalaman." "Teruskan." sahut Minoru. Kita harus tunjukkan satu pemandangan lagi padanya. dan Lord Kono pastinya akan lebih memilih untuk merundingkan pernikahan ketimbang me¬mulai perang yang ti dak bisa Halaman 153 dari 500 . bagaimana pendapatmu?" "Sikapnya seperti hendak berbaikan. Di Yamagata aku yakin Lord Miyoshi akan menjelaskan ukuran dan kekuatan ba la tentara kita. Dia bisa saja l ewat darat menuju Hofu dan naik kapal laut dari sana.. bila ingin tiba sebelum musim dingin." sahut Takeo.

Kuda pemberian Takeo bertahun-tahun lalu itu menunggu diam tak bergerak bak patung. dan lambang berhias rumbai bergelanmngan dari atap dan dari tiang pancang yang ditan am di sekelilingnya. dan bertopi hitam." "Tentunya tak ada orang yang akan menyerang Lord Kono. Anjungan dari sutra didirikan bagi kelompok masyarakat dengan klas leb ih tinggi. tanpa kuda.dimenangkan. pasti ada alasan lain dengan ketidakhadirannya. di Maruyama sini?" "Taku telah menyinggung banyak pihak dengan mengabdi padaku. Hiroshi berada di depan mereka dengan menunggang kuda abu-abu pucat dengan surat dan ekor hitam." "Baiklah. Di belakang¬n ya. "Apa aku harus menghubunginya?" "Tidak perlu. Takeo duduk di atas mimbar yang ditinggikan di salah satu pavilio n ini. rindu berjump a dengan istrinya untuk menceritakan pemandangan ini. Ada kabar dari Taku? Aku menantikannya tadi malam. semua mengenakan jubah tebal berhias bordiran emas. bantal dan karpet bertebaran di lantai. dan Zenko di sebelah kiri. d an di belakang Zenko. maka beliau harus mendap at kepercayaan dan persetujuan ayah calon mempelai perempuan. berdiri para tetua klan. Selama kita tahu d ia masih hidup. . Apabila beliau yang akan menjadi perantara." sahut Minoru. kita akan terus menyanjung dan berusaha membuatnya terkesan. pikir Takeo dengan rasa menyesal. Hana. memegang kotak-kotak berpernis." *** Panji-panji Klan Maruyama. Kaede seharusnya berada di sini. maka semuanya baik-baik saja. Otori serta Seishuu berkibaran di atas lapangan kuda di depan kastil." tutur Takeo. dan gulungan berisi silsilah keluarga meng¬gambarkan silsilah Shigeko melalui semua pe rempuan Maruyama. "Tak satu pun dari kita yang benar-benar aman. Kono di sebelah kanan. mengatakan bahwa dia sedang kuran g sehat hanya itu. Di dalam kotak¬kotak terdapat harta kekayaan wil ayah ini. Apabila beliau yang akan menjadi perantara. maka beliau harus menda pat kepercayaan dan persetujuan ayah calon mempelai perempuan." imenangkan." "Dia mengirim permintaan maaf kepada kakaknya. Parit yang mengelilinginya penuh dengan perahu-perahu berlambung datar yang ditu mpangi para penonton.

Pesan apa yang dibawanya? Ia harus bertemu mereka: ia akan temui mereka malam ini. Taku pasti tahu ia akan mengenali mereka bertiga. Zenko. Butuh beberapa waktu bagi Takeo untuk menyadari kalau orang itu adalah putrinya. Maya. Seorang lagi pastilah Sada. Perhatiannya tertuju kembali ke upacara setelah mendengar derap kaki kuda. tapi berpakaian pedagang biasa yang lusuh. Taku pasti tak ingin meninggalkan Maya karena bila tidak. Dari ujung arah barat di sebelah luar kastil datang iring-iringan kecil perempuan yang me¬nunggang kuda. dan kapan putrinya akan mu ncul.Takeo turut merencanakan upacara ini semuanya dilakukan Hiroshi karena ini merupa kan ritual kuno Maruyama yang belum dilaksanakan lagi sejak Lady Naomi mewarisi wilayah ini . Maya tampak lebih kurus. kalau ternyata ia tidak menge¬nalinya diikuti dengan rasa lega yang berdesir cepat kalau p utrinya masih hidup dan baik-baik saja. Takeo memindai kerumunan orang. saat orang lain tak a da yang tahu. Me reka adalah istri dan putri para tetua yang menunggu di belakang Hiroshi. bola matan ya lebih jelas dengan wajah tajamnya. tidak berpakaian resmi seperti kaka knya. Mereka bersenjatakan ala perem¬puan wilayah Barat. ingin tahu di mana Shigeko. tiba-tiba dilihatnya Taku. Di sampingnya berdiri seorang pemuda tingg i dan seorang lagi yang tampak amat tidak asing. Takeo merasa takjub kalau ternyata Taku mengajak putrinya datang dengan menyamar. dia pasti da tang sebagai dirinya sendiri. agak lebih tinggi. pikirnya. Di antara kerumunan perahu. meskipun dia menyamar hing ga hampir tidak dikenali. menyandang busur di bahu serta tabung berisi anak panah di Halaman 154 dari 500 .

"Lady Maruyama Shigeko. tapi hatinya tak tersentuh. dan diberi nama Tenba. menyerahkan pedang dengan kedua tangannya. Hiroshi bicara dengan lantang. Tenba tenang dan santai. Perasaan Takeo kesal sekaligus iba mustahil memberikan keinginan Hiros hi tapi ia mengagumi pengendalian diri dan peng¬abdian pemuda itu. dan ia merasa heran tidak menyadari hal itu sebelumnya. Shigeko duduk tenang bak patung. para tetua berlutut sambil memegang kotak dengan merentangkan tangan dan membungkuk dalam-dalam. Itu karena mereka dibesark an bersama. putri Shirakawa Kaede dan sepupu kedua Maruyama Naomi. dan t epat di saat bersamaan. Sesaat Tenba terkejut karena gerakan Hiroshi yang mendadak. Kecurigaannya terbukti sudah. Shigeko tersenyum tipis lalu mengambil . rambutnya. di tengah iringan itu kuda hitam yang dijinakkannya sendiri. dan hat inya makin meluap-luap saat melihat putrinya berada di punggung kuda yang paling bagu s. kami menyambut Anda ke wilayah yang telah dipertahankan atas kep ercayaan bagi Anda. Para perempuan di atas kuda menghadap ke arah para laki-laki yang berdiri. Dicermati putrinya baik-baik sewaktu dua perempuan berkuda turun dari kuda lalu memegangi tali kekang Tenba. Takeo mengagumi kuda¬kuda Maruyama yang tinggi dan gagah. Teringat olehnya minggu-minggu yang mereka habiskan bersama untuk men jinak¬kan Tenba. Kuda itu terlalu bersemangat dan ber¬jingkrak. Shigeko menyayanginya. Disadarinya ternyata sikap Hiroshi lebih dari sikap seor ang ksatria pada atasannya. sama hitamnya dengan surai dan ekor kuda yang dia tunggangi. tatapan mereka bertemu.punggung mereka. di tengah iringan itu kuda hitam yang dijinakkannya sendiri. menarik pedang dari sabuknya lalu berlutut di hadapa n Shigeko." Hiroshi melepaskan kakinya dari pijakan sadel lalu turun dari kuda. dan Takeo melihat pe nguasaan diri Hiroshi langsung buyar. Ia tak tahu bagaimana perasaan putrinya. dikunci r ke belakang. Takeo mengagumi kuda¬kuda Maruyama yang tinggi dan gagah. Ketika Hiroshi menengadah. dan diberi nama Tenba. Kini sudah jelas baginya. mengi-baskan kepala dan agak mundur selagi Shigeko menyuruhnya ber¬henti. dan hatiny a makin meluap-luap saat melihat putrinya berada di punggung kuda yang paling bagu s. pikirnya. Shigeko meluncur turun dengan anggun dari punggung kuda lalu menghadap ke Hiroshi. juga berk ilauan seperti kulitnya yang tertimpa sinar matahari musim gugur. ggung mereka. ta pi perasaan Hiroshi tak diragukan lagi.

Anak-anak pa nah beterbangan satu menyusul yang lainnya. Ia merasa bangga dan bersyukur telah membesark an anak yang cantik ini. menarik tali kekangnya agar berhenti di depan Takeo. dan anak panahnya tepat mengenai sasaran. Kuda itu jelas keturunan kuda Shigeru. menuju sasaran. men empatkan anak panah lalu menariknya. Tiap penunggang kuda menjatuhkan tali kekang di leher kuda. Akhirnya S higeko mendekat. semuanya dalam satu gerakan cepat dan luwes. Teriakan rakyat bergemuruh. kalau putrinya ini telah dewasa dan mendapaikan warisannya. lalu menunduk. Shigeko membalikkan kuda lalu berderap kem bali." Dipegangnya tali kekang. Kemudian ia berbalik dan mengacungkan pedang itu tinggi-tinggi ke se tiap arah bergantian. Kuda-ku da berjingkrak penuh semangat. "Maruyama bersumpah untuk ber¬sekutu dan setia pada Klan Otori. seolah semua yang hadir bicara dalam satu suara. Kyu dan Aoi. Takeo menyadari kalau bayangan masa lalu kini mengelilingi dirinya: arwah mereka yang telah berpulang. Dia melompat dari punggung Tenba la lu berkata dengan lantang. kuda hitamnya berlari laksana angin. Kuda-kuda berderap mengitari dinding sebelah luar kastil. kepada semua tetua dan ra kyatnya. lal u suaranya pecan.pedang itu. bak gelombang menghempas batu karang. Shigeko menghunjamkan pedang ke sabuknya lalu naik k e kudanya kembali. laksana kuda dari surga. Sekali lagi terdengar seruan dari ke¬rumunan saat Takeo berdiri dan melangkah turu n dari mimbar. begitu pula halnya dengan para perempuan yang lain. dan sebag ai pengakuannya saya persembahkan kuda ini kepada Lord Otori. kemudian ber-baris dalam satu barisan lurus ke arah pinggir an. Halaman 155 dari 500 . Tenba menurunkan kepala lalu menggesek-gesekkan kepalanya ke bahu Ta keo. yang pernah terluka parah oleh ra ksasa Jin-emon. menjadi sorak-sorai gegap gempita. membungkuk hormat ke arah kerumunan orang. Menghampiri Shigeko lalu mengambil tali kekang kuda itu dengan begitu terharu se hingga tak mampu berkata¬kata. mengenai sasaran berbarengan. mengambil busur. ayahku. tatapan setuju mereka.

"Kuharap Tenba bisa menjadi kuda kesayangan Ayah seperti halnya Shun. Shigeko dan Hiroshi me skipun ketiganya lebih suka begitu tapi juga ada Lord Kono. sehat seperti orangtuanya. sementara yang lainnya berjalan terus. membiarkannya melangkah lebih bersemangat." ujar Shig eko. "Biar Ayah menun¬tunnya. Kuharap Tenba bisa menjadi kuda kesayangan Ayah seperti halnya Shun. Takeo. mereka berkuda di jalur melewati pesisir ke mulut sungai. pancaran terakhir si nar matahari berkilauan di sela-sela jambul di kepalanya. tapi bersemangat dan sama res ponsifnya. Takeo yang sudah bisa menyesuaikan diri dengan kuda itu. dan kita akan berkuda bersama nanti. Hana ingin membawa keluar burung-burung rajawali miliknya. Ayah sangat berterima kasih. tapi mereka dibiarkan hidup dengan damai. bergerak kian kemari bak ombak di laut. dan perlu berkuda untuk menjernihkan piki ran." Menjelang akhir senja. Ini hadi ah yang terindah. Zenko menyata kan kalau ia merasa mual dengan jamuan dan upacara. Dia a kan hidup Ubih lama dariku. juga terlihat cukup makan. pikirnya dengan gembira." ujar Shigeko. Zenko dan Hana. Beruntung aku tidak harus mengandalkannya dalam pertempuran. "Maukah Ayah menungganginya?" "Pakaian Ayah ini kurang cocok bila ber¬kuda. Hiroshi dan Shigeko berhenti untuk menyalami kepala desa. Rombongan itu tidak hanya terdiri dari Takeo. rajawali yang sudah dilepas terb ang melayang di atas padang rumput. dan Takeo mesti mengerahkan tenaga untuk mengingatkan siapa yang pegang kendali. Ketika mereka menyusul kelompok berburu. ketika matahari mulai tenggelam. Kuda ini mungkin tidak sepandai Shun. ketika Jo -An masih hidup. Sementara itu. Satu kali Tenba mundur ketika seekor ayam hutan tertembak di bawah kakinya dengan gerakan cepat dari sayapnya yang terbentang. dan jauh lebih cepat. Rut e perjalanan mereka melewati desa gelan¬dangan yang dibangun Takeo bertahun¬tahun lalu." sahut Takeo. Para gelandangan masih menjemur kulit hewan di sini sehingga dijauhi pend uduk. kat . Kini anak¬anak dari para gelandangan yang pernah mem bangun jembatan yang memungkinkan Takeo melarikan diri dari kejaran pasukan Otori. memulai ikatan panjang misterius antarmakhluk hidup." Ta keo ingin sekali menunggangi kuda itu. dan Kono mengaku ingin berbagi kegemaran dengan Hana saat berburu meng¬gunakan burung rajawali yang terlatih. "Aku belum pernah melihat kuda yang lebih hebat yang bergerak seperti terbang.

Salah satunya terbang tinggi lagi. Di atas kepalanya keempat rajawali terbang berputar-putar. "Meskipun Lord Otori memiliki kekurangan. aku lupa itu saat berkuda. tersenyum. kalau ternyata dia telah sala h menilai laki-laki itu. Menunggang kuda membu atnya merasa seperti muda kembali. Masa-masa itu telah berakhir. tapi itu tak mengurangi kemahirannya berkuda. Dibayangkannya mereka seperti rajawali.anya pada dirinya sendiri. dua di antaranya menu kik berbarengan dan tegak lurus ke tanah. seekor ayam hutan dalam cengkeraman cakarnya menggelepar: yang lainnya memekik marah. biara dan toko kebanjiran pengunjung." kata Takeo. begitu pula nantinya musuh-musuhnya memangs anya. Me reka melihat Halaman 156 dari 500 . Mengingatkan Takeo bahwa yang kuat memangsa yang lemah. Jalan-jalan dipenuhi keru munan orang. bulan purnama muncul di balik pepohonan plum. "Kau mengurusnya dengan baik." komentar Kono. Mereka tidak menatap dengan ketakutan. Pendu duk kota memberi jalan dengan penuh hormat. Mereka tak lagi butuh pahlawan menolong mereka. menunggu. dan kemudian marah pada dirinya sendiri karena begitu mudah merasa tersanju ng. bentuk tubuh kelinci terlihat jelas di bulatan yang berkilat. "Benar. ikan d an belut panggang. minyak wijen dan kecap. terbang melayang. Mereka kembali saat matahari tenggelam. udara penuh aroma kue mochi yang dipang-gang. banyak di antaranya yang berlutut atau menyer u namanya atau nama Shigeko. atau pandangan putus asa da n kelaparan seperti yang dialami Shigeru." katanya pada Shigeko. Merasa hampir menyukai Kono. Takeo bersyukur dengan reaksi rakyatnya.

Aku akan kembali sebelum pagi. tapi mereka tidak mendengarnya. pikirnya selagi melewati kamar bangsawan it u." Minoru sudah terbiasa dengan pengaturan seperti ini dan dia hanya membungkuk. Bila menunggang kuda membuatnya merasa kembali muda. Setel ah yakin tidak ada orang di ujung caman. maka setelah menyeberang sungai ia memanjat merayap dinding dan menyusuri sampai ke gerbang u tama. dua lentera menyala di dekat mereka. Andai Kono bisa melihatku seka rang. diraih dengan kerja keras dan kepandaian mereka sendiri. Ia berlari melewati jembatan.* Kastil dan kota sudah sunyi senyap. Bulan sudah meninggi. Berlari melintasi puncak dinding ke seberang lalu menjatuhkan diri ke atas lapangan kuda di dalam dinding sebelah luar yang kedua. Takeo tahu kalau tak seorang pun bisa melihatnya karena ia sedang menghilangkan diri. . Tetap di sini. membia rkan dirinya terlihat setelah sampai di ujungnya lalu berjalan cepat-cepat ke kota yang penuh dengan j alan dan lorong yang berliku-liku. "Aku ingin keluar sebentar. dua botol sake. lalu disembunyikan di balik pakaiannya. meninjau kembal i percakapan tadi sore dan kesan yang didapat pemuda itu. begitu pula dengan yang sat u ini kenikmatan mendalam yang timbul oleh kemampuan kuno ini tak pernah hilang. Karena berpikir saat itu terlalu dingin untuk berenang. berpura-puralah kita sedang mengurus bis nis penting jadi tak ingin diganggu.* esejahteraan dan kedamaian mereka sebagai jalan hidup yang benar. "Aku harus me¬n emui Taku karena aku hanya punya waktu dua hari ini bila ingin mengantar Kono ke Hofu sebe lum musim dingin. terkulai di bawah cahaya bintang. ia melompat ke puncak dinding antara taman dan dinding sebelah luar yang pertama. dan jika ada yang tanya. langit malam penuh bin tang berkilauan. Di bantunya Takeo berganti pakaian ber¬warna gelap yang sering dipakainya di malam hari. Para penjaga masih terjaga: ia men-dengar para penjaga bicara saat ia melintasi atap yang lebar dan melengkung.kesejahteraan dan kedamaian mereka sebagai jalan hidup yang benar. diraih dengan kerja keras dan kepandaian mereka sendiri. Takeo duduk bersama Minoru. Umbul-umbul masih meng¬gelantung di sana." kata Takeo saat mereka sudah selesai. pedang pendek dan sarung pisau le mpar. Takeo melil itkan sehelai syal di kepala untuk menutup wajah.

ukuran dan penghuninya.Ia tahu di mana Taku berada: kediaman lama Muto. dan melihat dedaunan terserak pelan di bawah pijakan kaki yang tak terlihat. Dulu ia mengenai setiap rumah T ribe di Maruyama. T akeo merangsek kembali ke dalam bayangan. Tidak ada yang memecahkan kesunyian malam itu. seolah ada makhluk yang bergerak melintasinya. bertekad menunjukkan kekejamannya pada T ribe: membunuh atau mengeksekusi sebagian besar dari mereka. tapi setida knya mereka tidak meremehkannya. Kami adalah teman dek at dan sekutu. Ia masih menyesali cara yang pernah ia gunakan saat pertama kali ke Maruyama bersama Kaede. Di biara di ujung jalan... Ia masih harus meng¬hadapi dilema itu: bila sa at itu ia mem¬perlihatkan kelemahannya. Semoga kalian mau melakukan hal yang sama padaku. Diintipnya ke arah s uara tadi. Ia sudah menyediakan cukup waktu untuk membuat negerinya am an. Tribe mungkin membencinya karena itu. tapi kini. Ditangk upkan kedua tangan Halaman 157 dari 500 . maka ia takkan sekuat sekarang untuk dapat memaksaka n kehendaknya dengan welas asih. katanya. dan aku pun memaafkannya. tangan di gagang pedang. Muto Kenji memaafkanku. letak. ia berhenti seperti yang selalu dilakukannya. Ia mengira satu-satunya c ara menghadapi kejahatan yaitu dengan dibasmi. tapi ia merasa tidak sendirian. dan menar uh botol sake di depan dewa keluarga Muto. Ia men¬dengar gemerisik di ded aunan yang telah jatuh. bila bisa mengulang masa i tu ia akan berusaha berunding tanpa pertumpahn darah. me mohon maaf dari para mendiang.

Makhluk itu menatapnya dengan mata hijau berkilau terkena sinar bintang. Takeo mendeng ar suara yang sudah dikenalnya. lalu merogoh pisau lemparnya dengan semba rangan. merasakan basah karena darah atau air mata atau keduanya. Takeo mem¬butuhkan seluruh kekuatannya untuk dapat men ghentikan tikaman pisau yang nyaris menggorok leher putrinya sendiri. Pisau itu terjatuh d ari genggamannya. "Aku nyaris membunuhmu. Kini pedang sudah di tangannya. Dilihat¬nya kucing itu menunjukkan sederetan gigi. tapi kucing dengan ukuran dan kekuatan serigala. "Ayah. dan kemudian melihat ke arah kirin ya. ia merasa terkejut karena ketakutan yang amat dalam. pikirnya. Serangkaian caka rnya menggaruk wajah Takeo saat ia berkelit lalu berbalik agar cukup dekat untuk bisa menikam l eher kucing itu. Kucing itu seperti makhluk halus yang tinggal di tempat ini. dan kemudian melihat ke arah kirinya." kata Takeo iba karena putrinya hampir terbunuh. dikirim mereka yang sudah mati untuk menghukumnya. membunuh sebelum di¬bunuh. men¬deteksi kemampuan menghilang. "Jangan sakiti aku! Ini aku. Makhluk itu menatapnya dengan mata hijau berkilau terkena sinar bintang. meras a kalau pembunuh Kikuta sedang memanfaatkan makhluk halus ini. lalu ia menampakkan diri agar bisa lebih fokus pada serangannya. Hanya seekor kucing. Ia men¬dengar juga jer it putus asanya sendiri selagi memaksa tangannya membelokkan arah pisaunya. tipuan cahaya kemudian ia menyadari dengan terperan jat ternyata tatapan mata kucing itu mengunci tatapannya. sadar d engan air mata . Di sela-sela rasa kaget dan takut karena pertarungan itu. Begitu pisau pertama yang terpegang langsung dilemparnya. Maya!" Maya berdiri di hadapannya. Memanggil semua kekuatan dalam dirinya untuk mematahkan tatapan me¬matikan itu. Tapi kucing itu berkelit melarikan diri. Meraih tubuh Maya lalu menyentuh wajahnya. Kemampuan meng¬hilang kucing itu sirna di saat melompat ke arahnya.di depan dahi untuk membuka mata lebih lebar." jerit hewan itu lagi. Takeo merasa hampir jatuh ke dalam sihir tidur Kikuta. Jeritan kucing itu terdengar seperti je ritan manusia. mendengar akibatnya dan jerit kesakitan hewan itu. men¬deteksi kemampuan menghilang. me¬lihat pantulan cahaya bintang selagi pisau itu berputar. depan dahi untuk membuka mata lebih lebar. Mahkluk itu memang kucing. Segera mempertahankan dir i kini sudah menjadi sifat keduanya.

" sahut Ta keo seraya menggandeng tangan putrinya melewati gerbang kuil ke jalanan. lebih mirip badan anak lakilaki." "Aku menyesal telah menangis. Itu pasti karena terkejut. "Apa yang kau lakukan di sini ? Kenapa kau di luar sendirian?" Hampir lega rasanya mengungkapkan kebingungannya dengan kemarah an. Kendati aku tidak perlu menangis. Begitu mengenali Ayah." Maya menangis seperti anak kecil. Aku tidak bisa melihat Ayah. Aku tidak selalu melakukan itu dengan cepat. "Tapi aku belum pernah menangis bahagia. "Jangan menangis." katanya dengan sesunggukan. "Tadi aku tidak tahu kalau itu Ayah. "Maaf." Halaman 158 dari 500 . aku menyesal. dan dia akan menceritakan pada Ayah apa yang terjadi pada dirimu." tutur Takeo." "Tidak ada salahnya menangis. dan ketika menyingsingkan lengan baju untuk menyekan ya. dirasakannya sengatan bekas dicakar. tapi aku makin pandai. Kukira Ayah ad alah pembunuh Kikuta. tetesan darah di wajahnya. Dipeluknya Maya erat-erat. bingung dan sedih." ujar Takeo dengan ketenangan penuh pengertian. "Tadi Ayah juga menangis. badannya tegak dan keras. "Ayah kira kau menyesal karena sudah berusaha membunuh ayahmu sendiri. Lal u tadi kenapa aku menangis?" "Mungkin karena kau senang berjumpa Ayah?" "Memang. "Kita akan men emui Taku.di pelupuk matanya sendiri. Aku takkan menangis lagi. terkejut ternyata putrinya sudah besar. aku berubah wujud. Aku tak pernah menangis. Kepala Maya m e¬nyembul di antara tulang dada Takeo." Maya meyakinkan.

tapi bisa membayangkannya luka itu harus segera diobati bila tidak ingin berbekas. Ayah lebih baik mati dari pada menyakitimu. atau sesuatu yang lain? "Kau seharusnya tidak di luar sendirian. kerabat Taku dan Sada." Dia sudah berubah. Dan di mana Sada? Ayah lihat kalian bertiga bersama tadi pagi." Maya menyentuh wajahnya sendiri. Mengapa dia tak bersamamu?" "Bukankah itu indah?" sahut Maya. Pastinya begitu." "Dan Ayah amat menyesal. Dan kuda itu! Ayah suka dengan hadiahnya? Apakah Ayah t er¬kejut?" "Entah mereka yang lengah atau kau yang tak patuh. Ketidakpuasan apa lagi yang ada dalam diri putrinya pada dirinya? Apakah kebencian karena diki rim jauh dari rumah. "Aku belum menanyakannya pada diriku sendiri!" sahut Maya. kan?" . dan tubuhnya terasa sakit karena pertarungan yang tiba-tiba dan keras tadi." kata Takeo. "Mereka keluarga Muto . "Apakah keluarga di sini bisa dipercaya?" bisik Takeo. menampik per¬haria nnya dialihkan oleh komentar tiba-tiba Maya yang kekanak-kanakan. Tak bisa disangkalnya. Pe dih terasa menyengai wajahnya. Ia tak bisa melihat luka Maya dengan jelas. "Ayah melukaiku lebih parah. tanpa perasaan." "Siapa lagi yang harus disalahkan? Ayah memercayakan dirimu padanya." Kenapa? Apakah aku menyakiti Ayah? Pasti tidak ada apa-apanya dibandingkan denga n luka-luka yang pernah Ayah derita. bahkan cara bicaranya kasar." Maya menatap Takeo dengan tajam. "Ayah melukaiku lebih parah." Maya menyentuh wajahnya sendiri. sesuatu yang lebih dari sekadar luka fisi k. "Shigeko kelihatan sangat cantik." sahut Maya cep at. Tak ada orang yang bisa meng¬ajariku. "Kurasa Ayah belum pernah melakukannya?" Sekali lagi Takeo merasakan tantangan yang lebih berat. t api memutuskan untuk tak menjawab. "Aku yang tidak patuh. Aku ya ng harus mencari tahu. pikir Takeo."Kenapa? Apakah aku menyakiti Ayah? Pasti tidak ada apa-apanya dibandingkan deng an luka-luka yang pernah Ayah derita. "Ayah jangan menyalahkannya. apalagi sekarang karena mereka sudah dekat gerbang kediaman Muto. Dan ada semacam tuduhan yang kuat di balik kata¬katanya." "Ini bukan salah Taku. Tapi aku memang harus bersikap begitu karena aku bisa mel akukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan orang lain. menghindari pertanyaannya.

Mereka melihat darah di bawah sinar lentera ya ng mereka bawa. Penghuni rumah sudah terbangun. tuan. tuan. dan sediki t kertas halus atau gumpalan kain sutra untuk menghentikan pendarahannya. Taku muncul dari ujung beranda. dan mengetuk gerbang yang di palang." kata Takeo kepada orang¬orang yang berlutut. "Bawakan air."Baiklah. ingin melihat reaksi mereka. maka Maya berdiri seolah dike liligi pagar yang tak nampak." Laki-laki yang memegang lentera tadi berdiri di samping. segera saja kita cari tahu. tapi mereka mengenal Maya." Takeo melangkah mele wati teras. dan langsung segera menghampiri. Perlu waktu agar dapat meyakinkan mereka untuk membuka gerbang karena tidak sege ra mengenali Takeo. lentera di dalam rumah dinyalakan. memanggil-manggil penjaga di dalam. jaket berlapis meng-gantung di bahunya." gumam Takeo. "Ini Lord Otori!" bisik laki-laki itu. dan gerbang di¬tutup dengan cepat lalu dipalang. Tentu saja mereka meng¬hindari berdekatan dengannya. Takeo kira Maya akan di¬pukul tapi Taku memberi isyarat kepada penjaga untuk Halaman 159 dari 500 . apakah Anda terluka juga?" Salah satu orang menaikkan lentera h ingga sinarnya jatuh menimpa pipi Takeo yang tak berusaha untuk menutupi dirinya. tidak satu pun dari mereka men yentuh Maya. dan pelayan b erdatangan dengan mata masih mengantuk. berseru kaget lalu memanggil Taku Takeo perhatikan. "Dan Anda. berpakaian jubah ti dur berbahan katun. Dia melihat Maya lebih dulu. menerangi teras. "Bangunlah. "Masu klah. dan yang lainnya langsung berlutut. Anjing menyalak marah.

" "Panggilkan Sada." "Lord Takeo?" Taku memicingkan mala ke arah Takeo. Siapa yang ada di luar sana dengan pisau lempar?" "Tuan." kata Taku. "Mungkin sulit unt uk menjelaskan bagaimana aku bisa melakukannya. A nda tak terluka parah. Lakukan yang terbaik untuk mengobati luka putriku." Taku membimbing Maya ke beranda." sahut Takeo. "Maaf tadi aku tak melihat. Lord Otori ada di sini. Aku cemas lukanya akan berbekas. kembali dengan membawa kotak kecil. "Ini salep pemberian Ishida. seraya mengambil dan membukanya. tapi Takeo menaikkan tangan memberi isy arat agar Taku diam. Bekas lukanya akan kelihatan selama beberapa wa ktu. Takeo berlutut di samping Maya. Di basuhnya luka Maya dengan hati-hati. sala h satu pelayan maju untuk melepas sandalnya. "Pisau¬n ya tidak beracun. "Kecelakaan. "Ini kelihaian seperti terkena pisau lempar. dan beberapa waktu k emudian perempuan muda itu muncul dari ujung beranda." perintah Taku kepada salah satu pelayan." "Maafkan aku." Taku mulai angkat bicara. meminta agar lentera lebih didekatkan. lalu memegangi kepala Maya dengan kedua tangan lalu memiring kannya kembawakan lentera. lalu memegangi kepala Maya dengan kedua tangan lalu m emiringkannya ke kanan dan ke kiri agar bisa melihat luka di pipinya. berpakaian seperti Taku dengan jubah tidur. "Beliau juga terluka. "Aku meng¬halangi jalan. rambutnya yang sepanjang bahu tergerai di wajahnya. mengambil segumpal kain dari pelayan lalu merendamnya dalam air. kan?" Tidak.membawakan lentera. Dia meli hat Maya secepatnya lalu masuk ke rumah. "Kita bicara lagi nanti. Di anak tangga." sahut Takeo." kata penjaga. kan?" 'Tidak apa-apa. . menyuruhnya duduk lalu berlutut di sampingnya. "Apa yang terjadi?" tanyanya. bergerak menghampiri beranda." sahut Maya.

matanya terbuka lebar. pikir Takeo." katanya pada Takeo." kata Maya. "Lebih baik kita bicara berdua saja. "Dan temani dia malam ini." "Setidaknya kita tak harus mencari para pembunuh Kikuta. salep itu tampak agak lengket. "Aku tidak bermaksud menyakiti ayahku. dan di Halaman 160 dari 500 . Taku berjalan di depan ke ruang kecil di ujung beranda." katanya pada Sada. Satu lentera m asih menyala." "Mari masuk ke dalam." Namun nada suaranya justru kedengaran bertentangan dengan perkataannya. karena adegan yang ada di depannya ini sarat dengan muatan emosi. dan aku yakin Lord Otori juga begitu. Dilipatnya tikar tidur lalu mendorongnya ke sudut." Sada memegangi kepala Maya sementara Taku mengoleskan salep itu di lukanya." kata Taku pada Maya. "Berikan sesuatu untuk membuatnya tidur ." "Mendekatlah. Aku ingin bicara dengannya besok pagi. dan menyatukan pinggiran luka sa-yatan." Sambil menyuruh pelayan membawakan air segar dan teh. "Kami akan pikirkan hukuman yang akan membuatmu lebih menyesal lagi. "Ikut dengan Sada." "Aku benar-benar menyesal. Ada semacam ikatan aneh di antara mereka bertiga. bi birnya mengkerut seolah ingin tersenyum. seperti lem."Untung tidak terkena mata. Kau yang melemparnya?" "Kurasa begitu. Maya duduk diam tanpa bergerak kesakitan." ujar Taku. "Aku sangat marah. "Biar kulihat apa yang telah dilakukannya pad a¬mu." sahut Takeo.

yang satu membawa air. Takeo jarang melihat ba yangannya sendiri dan belum melihat dengan begitu jelas dan kini takjub pada wajahnya sendiri. . "Kau tidak tidur sendirian. berlutut lalu menyerahkannya pada Takeo. Dibukanya bungkusan itu. Dia mengangguk. "Sada tidak menyukainya. bulat. dan yang satunya lagi membawa teh. darah yang mengering berwarna lebih gelap." ujar Takeo. Takeo mengamati semua ya ng di ada di ruangan itu tanpa sepatah kata pun. permukaan kacanya mengkilap. "Semula aku berharap bertemu denganmu sebelum kejadian ini. "Cakarnya menyayat cukup dalam. dan minum ini." "Benar-benar tak ada alasan." Si pelayan kembali dengan membawa sebuah benda yang lerbungkus kain coklat tua. namun lebih kurus dan lebih t ua." gumamnya. "Kau punya cermin?" tanya Takeo pada pelayan itu. "Akan kuambilkan. Bekas cakaran di pipinya memang dalam. Be kas cakarannya terasa perih. Cermin itu sangat berbeda dengan yang pernah dil ihatnya. Lalu pelayan itu mengisi mangkuk minum sampai penuh lalu Takeo menenggaknya sampai habis lagi. tapi kau minum sendirian?" Takeo menghabiskan sake d engan sekali leguk." Dua laki-laki muncul di pintu. nada su aranya terdengar dingin. pegangannya panjang." sahut Taku." Taku menuang sake terakhir ke mangkuk dan memberikannya kepada Takeo. "Bawakan sake lagi untuk Lord Otori. "Darahnya cuku p banyak." Taku terdiam ketika si pelayan kembali dengan membawa sebotol sake.sebelahnya berdiri sebotol sake dan mangkuk minum. Ia tidak pernah tahu bagaimana wajahnya sangat mirip Shigeru. Taku mengambil mangkuk berisi air lalu membasuh pipi Takeo. "Aku tak berharap berjumpa putriku dengan cara seperti ini. duduk di sini. "Tapi aku obati dulu luka Anda. pinggiran luka merah hati." pinta Taku pada si pelayan. Takeo mengamati semua yang di ada debelahnya berdiri sebotol sake dan mangkuk minum.

Takeo mengembalikan cermin itu kepada si pelayan."Cermin ini berasal dari mana?" Pelayan itu menatap Taku dan bergumam. Dan ia berusaha menyingkirkan perasaan itu sekarang." Diketuk bagian permukaannya. Cermin-cermin ini cukup populer. Kami membeli pisau dan peralatan darin ya dia juga membawa cermin ini." katanya. "Benda ini dibuat di negeri seberang." tuturnya. "Uhh. Aku pernah lihat cermin yang serupa di Hofu dan Akas hi." Taku setuju. Sesuatu tentang cermin asing itu meng¬ganggu nya. Takeo melihat lagi bayangan wajahnya. "Bekas luka ini akan lama hilangnya." "Kau pernah lihat cermin ini?" tanya Tiikeo pada Taku. Sesekali pedagang mem¬bawa barang dagangan. "Belum untuk yang satu ini. lalu dia mulai mengoles¬kan salep yang lengket itu. "Seperti apa wujudnya?" Halaman 161 dari 500 . diukir atau dibentuk menjadi motif bunga¬bunga yang saling terjalin." Bagian belakangnya terbuat dari semacam logam yang tidak segera dikenali oleh Ta keo. Ketika perempuan itu pergi. "Dari Kumamoto. "Sepertinya begitu. Ta ku berkata. seraya menyeka luka itu dengan segumpal kertas bersih untuk mengeringkannya." Taku setuju. "Terbuat dari kaca. seorang laki-laki Kuroda. Yasu.

Bisa kukatakan kalau kemanapun aku pergi. "Aku tak mengharapkan dua orang yang kupercaya kan putriku akan berakhir dengan tidur bersama!" "Aku pun tidak mengharapkannya." "Hanya sebagian. Tapi Maya merasa amat tertekan dan aku tak ingin mening¬galkannya. Dia harus patuh. Jika kuaj ak dia bersamaku. Kau belum pernah melihainya?" "Aku pernah merasakan kucing itu ada dalam diri Maya. di Inuyama dan dalam perjal anan-perjalananku. "Tapi itu sudah terjadi. bahkan ke Inuyama. dan memiliki tatapan maut Ki kuta. dan memiliki tatapan maut Kikuta." sahut Taku pelan. dia akan ikut denganku . Hana pasti akan mengenalinya. Kekuatannya luar bi asa besar. dan akan berlanjut." "Kebodohan macam apa ini? Jangan katakan kalau kau sedang dimabuk cinta!" "Mungkin benar. bertanya-tanya tentang Maya. Kau b elum pernah Kucing itu? Ukurannya sebesar serigala."Kucing itu? Ukurannya sebesar serigala. dan beberapa malam lalu Sa da dan aku sempat melihatnya sekilas. Semakin se dikit orang . Maya harus b elajar mengendalikannya: saat ini sepertinya roh kucing itu mengambil alih saat pertaha nan diri Maya lemah." Takeo tercengang karena Taku begitu dimabuk cinta dan dia tidak berusaha menyemb unyikannya. Maya menolak kehadirannya saat aku ada. dan kepada istrimu!" "Istriku tahu kalau aku selalu punya perempuan lain. Sebelum kejadian dengan si kucing. Kucing itu bisa menembus dinding. "Kurasa ini menjelaskan alasan kau pergi jauh dari kastil. Tapi Sada berbeda. kendati aku sudah berusaha membujuknya agar membiarkan sosok kucing itu keluar." Takeo merasakan amarahnya meluap. Sepertinya aku tidak bisa hidup tanpa dia. harus bertanggung jaw ab atas perbuatannya." "Mungkin kau harus kembali ke Inuyama." "Dan ketika dia sendirian?" "Kami tak bisa mengawasinya setiap waktu. setiap hari aku bersama Hiro shi dan Lord Kono.

"Akan cukup mudah untuk menyingkirkan mereka di Hofu." Takeo mengambil cangkirnya lalu minum tanpa bicara. Aku tidak ingin memberikan Hana dan Zenko senjata lebih banyak lagi untuk mereka gunakan m elawan Anda. Takeo menuang sake lagi untuk mereka berdua. Akhirnya dia berkata. Kemud ian Taku berkata. bukan dengan orang luar. Dia bertekad untuk memak sakan haknya sebagai penerus Kenji.yang tahu tentang masalah kerasukan ini. tapi hal-hal semacam ini selalu diputuskan dalam lingkup kelua rga. Aku tidak memercayai keduanya. "Aku tak ingin men yinggung Anda. Bia r aku yang Halaman 162 dari 500 . dia berencana menghabiskan musim dingin di wilayah Barat aku takut kalau dia akan pergi ke Kumamoto. dan sejauh yang bisa kami tahu. lalu meminumnya. lebih baik. Ini bukan jenis laporan yan g mesti dibawa Kono kembali ke ibukota. Aku tengah memikirkan rencana Anda menikah¬kan putri sulung An da. atau dalam perjalanan. dan ada beberapa aku tak tahu ada berapa banyak pihak yang tidak senang dengan gagasan perempuan berkuasa atas diri mereka." Jadi naluri Takeo benar untuk tidak memercayai keluarga Muto. Apa lagi yang mesti kau katakan padaku?" "Akio berada di Hofu. "Apakah mereka mau menerimamu?" tanya Takeo. "Kau m embawa banyak berita huruk malam ini. Aku sempat berbincang dengan kakakku tentang topik pe mbicaraan yang cukup mengganggu yaitu kepemimpinan keluarga Muto." Tak satu pun dari mereka bicara selama beberapa saat." "Bersama anak itu?" "Sepertinya begitu. Lord Otori.

Begitu Akio sampai di Kumamoto. Mereka selalu menyatakan bahwa bangsawan bisa berkuasa dan jatuh. setidak¬nya. dan juga sikap Taku yang terus terang. sa ma seperti saran Taku kalau ia sendiri yang harus membunuh putra¬nya sendiri. tapi kini kendalinya atas diri mereka sedang diuji. memaksa dirinya mengingat kekejaman tanpa ampun Tribe." Berita ini. olah karena itula h Akio membunuhnya. Maya berusaha membuat Sada dan aku sen ang: dia memercayai kami." "Tapi yang pasti kau tidak berencana jauh dari Inuyama selama musim dingin. lean ?" . "Anda mesti meng eksekusi mereka sesegera mungkin." ujar Taku. Aku tahu Anda merasa kecewa. Begitu Akio sampai di Kumamoto." "Baiklah.mengaturnya. dia berhasil mengendalikannya. Dia belajar mengendalikan kerasukan itu dan siapa yang tah u manfaat apa yang mungkin bisa kita ambil darinya. Takeo bertanya pada dirinya sendiri apakah Maya mesti pulang bersamanya tapi cemas dengan ketenangan pikiran Kaede. Bila tidak Tribe akan menganggap Anda lemah. "Bagaimana dengan Maya?" "Dia bisa tinggal bersamaku. Dia ingin berunding dengan Anda demi nyawa anak-anaknya. tapi Tribe akan selamanya ada." "Aku akan bicarakan itu dengan istriku saat sudah kembali ke Hagi nanti." "Tak boleh ada orang yang menyentuh anak itu. yang tak mau berunding dengannya? "Anda harus memutuskan nasib sandera di Inuyama. hanya Anda yang bisa memutus¬kan itu. amat mengejutkannya. kami sudah membuat kemajuan. Tapi bagaimana ia meng¬hadapi musuh yang tak mudah ditan gani ini. Melalui Kenji. dan kesehatan istrinya selama kehamilannya. jika dia menghubungi kakakku maka d ia akan engaturnya. Satu lagi yang kutahu adalah Gosab uro sudah mati." Taku mendesak. d an itu akan menimbulkan lebih banyak per¬selisihan. bahkan ditampung. Gosaburo pernah memerintahkan hukuman mati untuk banyak orang salah satunya." "Jangan terlalu lama. pernah dilaksanakan Takeo sendiri tapi ternyata Akio malah berbalik mem¬bunuh pamannya. jika dia menghubungi kakakku maka dia akan disambut di sana. tapi terlepas dari kej adian malam ini.

Aku harus terus mengawasi kaka kku. bertanya-tanya apa yang sedang dilakukannya selagi mengumpulkan lagi semua tenag anya yang melemah untuk ecnghilang. Perasaan senangnya pada kemampuan Tribe sebelum¬nya telah sirna. "Lord Kono juga a kan ke Hofu." *** Takeo kembali ke kastil Maruyama tepat sebelum matahari terbit." "Baiklah. Kini ia hanya merasa jijik pada dunia yang gelap itu. katanya pada dirinya saat menggeser pintu terbu ka Halaman 163 dari 500 ." "Dan Anda sendiri?" "Kuharap bisa tiba di rumah sebelum musim dingin. Aku sudah terlalu tua untuk ini. Dia akan kembali ke ibukota. terutama bila aku harus membawa Maya." Kehidupan pribadinya bukan¬lah urusanku. Mungkin aku akan menghabiskan musim dingin di Hofu: cuacanya lebih lembut. kelelahan dengan kejadian malam itu." "Dan Sada akan ikut denganmu?" "Aku membutuhkan Sada. merayap di dinding lalu kembali ke kamarnya tanpa keta huan. pikir Takeo. Lalu saat musim semi aku harus pergi ke Miyako."Aku tidak boleh terlalu jauh dari wilayah Barat. Aku akan tinggal di Hagi sampa i anak kami lahir. dan aku bisa mend engar semua desas-desus yang datang dan pergi melalui pelabuhan.

Kemudian teringat m asalah dengan cermin tadi. Perselingkuhan¬nya dengan Sada juga membuatnya khawatir. dan meng¬instr uksikan Minoru untuk menulis surat pada Arai Zenko. anak buah dan semua pakaian sena senjata mereka b erbicara dengan keme¬wahan dan mementingkan diri sendiri. Takeo sendiri telah mandi dan berpakaian dengan patut untuk pertemuan ini. Entah Taku menyembunyikannya atau dia memang tidak ta hu. Penguasa macam apa yang mengendap-ngendap malam-malam denga n cara seperti ini. Itu menandakan kalau barang-barang asing diperdagangkan di Kumamoto . alu melangkah masuk. namun dia tidak menga takan sepatah kata pun tentang hal ini begitu pula Taku. Bila aku tak bisa mem ercayai Taku. Ketika terbangun. tapi kekuatannya masih saja menjerat dirik u. memintanya menunggu Lord Otori. Takeo merasa amat terganggu dengan semua hal yang belum diketahuinya: lebih dari semuanya. Tapi ia . Pikiran kalau Taku menyembunyikan sesua tu memenuhi dirinya dengan ke-marahan. secara fisik mengesankan dan dengan ke percayaan diri yang makin tinggi: tingkahnya. Laki-laki cenderung bersikap ceroboh saat terjerat asmara. Kamar itu sudah terang saat Takeo tertidur. dan warisan yang kuturunkan pada putri-putriku bukan berarti aku akan bebas. dibawa dengan tandu dan didampingi sebarisa n pengawal. Hari sudah sore ketika Zenko datang. bak pencoleng? Aku pernah lolos dari cengkeraman Tribe. tapi kekuatannya masih saja menjerat dirik u. tamatlah riwayatku. dan kukira aku telah meninggalkannya untuk selama-lamanya. dan warisan yang kuturunkan pada putri-putriku bukan berarti aku akan bebas. cakar beruang Kumamoto tergambar jelas di jubah dan p anji-panjinya. semuanya berpakaian mewah. Tapi orangorang asing itu seharusnya dikurung di Hofu. dan kukira aku telah meninggalkannya untuk selama-lamanya. keadaan Maya.. bak pencoleng? Aku pernah lolos dari cengkeraman Tribe.lalu melangkah masuk. diperintahkannya untuk mengurus keberangkatannya. Tapi mereka kakak beradik. Penguasa macam apa yang mengendap-ngendap malam-malam deng an cara seperti ini. dan kini di Hagi: adakah orang asin g lain di negeri ini? Jika mereka berada di Kumamoto. Dia semakin mirip ayahnya. Bahkan dalam beberapa bulan sejak berjumpa di Hofu.. kepalanya pusing. Zenko pasti mengetahuinya. penampilan Zenko dan pendamp ing¬nya sudah berubah. Wajahnya meringis kesakitan. menge nakan jubah resminya yang tampak menambah tinggi badannya dengan bentuk bahu melebar dan kaku sena lengan panjang .

" "Tentu saja kami berharap Lady Otori memberi Anda anak laki-laki. atau bersama perempuan. putra-putraku takkan men¬dahului keturunan Anda. membuat dedaunan melayang dan menari-nari." kata Takeo. aku harus menawarka n sesuatu kepadanya. pikirnya." tutur Takeo." D ia akan mengira aku mabuk.. Aku menganggap Sunaomi dan Chikara sebagai anakku sendiri.tidak bisa menyembunyikan luka di pipinya. aku berjanji membicarakan masalah p engangkatan anak pada saat ini. "Pada dasarnya. "Apa yang terjadi? Anda terluka? Tentunya tidak ada yang menyerang Anda. "Ketika kita bertemu di Hofu awal tahun ini. namun ternyata ia berkata. "Dan ak u berterima kasih yang sedalam-dalamnya padamu. Takeo pernah berjanji untuk tidak men¬jodohkan putri-putrinya saat mereka masih mu da. Daun-daun merah pohon maple berubah warna menjadi lebih gelap dan mulai berguguran." sahut Zenko. Karena di lihatnya ekspresi wajah Zenko yang merengut seperti tidak suka dan benci. "Aku usulkan Sunaomi dan putri bungsuku.." "Aku menyadari kepercayaan yang kau miliki pada keluargaku. sayatan cakar. "Kau tentunya mengerti kalau ke¬hamilan istriku menye babkan tindakan formal apa pun sebaiknya ditunda. hujan turun tadi pagi. kan? Ak u tidak mendengar b eritanya'" "Bukan apa-apa. Hari itu terasa dingin dan lembap. "Aku jatuh tersandung ranting di taman semalam." sahut Takeo." Halaman 164 dari 500 . Sesekali angin ber¬hembus di taman .. dan Zenko berseru kage t saat melihatnya. Ia berhenti bicara selama beberapa saat. dan merasa. Miki. ditunangkan saat mereka memasuki usia akil balik kelak. dan akan makin mem¬benciku." Takeo seperti melihat kekecewaan di wajah Zenko.

Tak lama kemudian Shigeko. "Bagaimana dengan Lord Miyoshi?" tanya Zenko. keberatan tersebut memang apa adanya. di mana mereka akan tinggal dan sebagainya. kurasa. dan men¬ceritakan pada Zenko kalau Hiroshi mau pun Shigeko akan ikut mendampinginya. biji besi yang dibelinya. Pe rempuan sangat menyukai barang¬barang baru semacam itu! Kurasa istriku pernah menerima beberapa s ebagai hadiah. dan dia mengulang keberatannya atas kesetiaaan kewajiban feodal. "Aku akan bicarakan kebaikan yang tiada tara ini dengan istriku saat kami menerima dokumen res mi tentang tawaran ini: harta benda apa yang akan mereka te rima. "Mungkin. "Mereka berdua masih sangat muda." sahut Zenko mengelak. dan Miyoshi bersaudara datang bergabung. Masih ada banyak waktu. Takeo tidak berbuat apa-apa selai n menerima kalau catatan itu benar." Setidaknya ta wa ran sudah di ajukan." "Tentu saja." Zenko tidak terdengar gembira dengan usulan ini. Dia tidak bisa menyatakan kalau aku telah menghinanya. mengetahui kalau Kono pasti sudah membicarakannya dengan Zen ko. Hiroshi. Ia berbicara singkat te ntang usulan untuk mengunjungi Kaisar. bertanya dengan santai apakah benda semacam itu bisa dibeli di Kumamoto. "Di a akan berada di mana tahun depan?" "Kahei akan tinggal di Tiga Negara. Takeo menyebu tkan tentang cermin. dan perbincangan beralih ke pertahanan wilayah Barat. "Benda-benda itu masuk melalui Hofu." Tak ada yang menyebutkan bahwa sebagian besar kekuatan Negara Tengah akan menung ." "Jadi tidak ada orang asing di Kumamoto?" "Tentu saja tidak ada!" Zenko membawa catatan dan laporan tentang semua kegiatannya: senjata yang sudah ditempanya."Sungguh suatu kehormatan." sahut Takeo. seraya berpikir." sahut Takeo. "Tapi dia akan pindah ke Inuyama sampai aku kembali dengan selamat. kendati semua katakatanya terdengar patut. Dan aku harus membicarakannya dengan istriku. menatap sekilas ke arah Kahei. ancaman atau kekurangan yang ditanyakan ora ng-orang asing. ken dati semua kataSungguh suatu kehormatan." Zenko tidak terdengar gembira dengan u sulan ini. segalanya tampak teratur. ditekan¬kan niatnya yang penuh damai. Gemba ikut b ersama kami ke Miyako. hasil dan bahan-bahan yang orang-orang asing ingin perjualbelikan.

Hujan turun lagi.gu di perbatasan wilayah Timur di bawah perintah Miyoshi Kahei. bahkan salah." "Tentu. "Ada satu hal lagi yan g harus kita bicarakan. Kesan yang kudapat adalah banyak pihak d i keluargaku. Kaede pasti mem¬pertahankan Hagi melawan serangan dari manapun . Pikiran Takeo melayang pada bahaya meninggalkan Negara Tengah tanpa per¬lin dungan tapi Yamagata dan Hagi hampir tak mungkin diduduki. "Aku tak ingin menyinggung Anda. putra Yuki. angin terasa dingin Ta keo merasa lelah. dan penduduknya pasti akan melawan. di seluruh penjuru Tiga Negara. t api orang-orang tahu keberadaan cucu Kenji. tapi tak mungkin menut upi kabar ini dari Zenko. Ada rumor yang mengatakan ka lau dialah yang seharusnya mewarisi jabatan itu. Bisakah Anda keluar ke beranda? Sebaiknya hal ini ku¬bicarakan berdua s aja." Zenko melihat sekilas pada Takeo. ingin sekali tidur." sahut Takeo setuju dengan ramah. sementara sake dan mak anan disajikan. Sebaiknya aku cepat-cepat di¬tunjuk sebagai pimpi nan keluarga: ini Halaman 165 dari 500 . Mereka melanjutkan pembicaraan hingga hampir larut malam. dan istri juga putra-putra Kahei akan melakukan hal yang sama di Yamagata. dipimpin perempua n. Selagi undur diri. merasa kalau bagaimana cara mengatakannya? tidak beruntung. Zenko berkata kepada Takeo. Mereka berdiri di bawah naungan tepian atap yang mene teskan air hujan. Mereka mempertimbangkan aku sebagai kerabat laki¬laki tertua dari Kenji untuk menj adi pewaris¬nya. Zenko berkata. "Ini soal keluarga Muto. sementara mereka amat menghormati ibuku dan juga An da.

ditambah lagi keber adaannya." "Anda tidak akan mempertimbangkan pendapatku tentang pewarisan di keluarga Muto? " "Aku mendesakmu untuk mendukung ibumu sebagai pimpinan keluarga dan mematuhinya." Seny um tipis kepuasan sesaat menari-nari di wajahnya. aku akan penntah dia menca but nyawanya sendiri! Aku harus melakukannya. Akhirnya ia berkata." Senyu m tipis kepuasan sesaat menari-nari di wajahnya. Lagipula. "Atau menyebabkan perang saudara di negara kita." bisik Zenko. Andai ibunya bukan sepupuku dan salah satu sahaba tku. "Anak itu tentu saja merupakan pewaris Kikuta. saat dia masih di Maruyama dan dalam kekuasaanku. serta istri yang cantik. berusaha b ersikap halus. Tapi aku takkan membiarkanmu menantangku. kau sudah memilih car a hidup sebagai ksatria aku tidak mengerti mengapa kau mencampuri masalah Tribe!" Saat ini Zenko gusar. dan kurang berhasil menutupinya! "Aku dibesarkan oleh Trib e. Aku tak bisa mem ercayainya.bisa membungkam rumor semacam itu dan meyakinkan untuk menegakkan tradisi. aku akan memintamu untuk mengakhirinya. tiga putra. Mengapa aku selalu harus mengulang-ulang¬nya? Aku lelah. Aku juga . Takeo diam sementara pikirannya ber¬kecamuk hebat." Andai kita bukan saudara ipar. "Oh. "Aku hanya berusaha membantu Lord Otori dalam situasi yang sulit ini.. Aku telah menawarimu persekutuan yang lebih dalam dengan keluargaku melalui ikatan pernikahan. dan seraya memperhatikan reaksi kemarahan Takeo. "Lebih baik tetap men jauhkannya dari Muto. Aku hams me¬lakukannya sekarang juga." ujar Takeo. Un tuk yang terakhir kalinya. aku sarankan kau tidak mendesakku lebih jauh lagi.. Bila tidak. kuanjurkan kau kembali ke Kumamoto dan menikmati hidup yang ku berikan padamu. berpura-pura bersikap ramah yang sebenarnya telah sirna dari dalam diriny a. "Zenko. Kau sudah bersumpah setia kepad aku." "Tidak ada yang tahu apakah dia masih hidup atau sudah mati.. isa membungkam rumor semacam itu dan meyakinkan untuk menegakkan tradisi. Kau memiliki tanah da n bangunan yang luas." "Lord Otori!" protes Zenko. Aku menghargai persahabatan kita dan meman dangmu dengan penuh hormat. kurasa mereka tahu." lanjutnya. kau berutang nyawa padaku.

Jangan pernah lupa kalau kedua putramu ada di tanganku sebagai sandera atas kesetiaanmu. Tapi yang pasti Zenko takkan mem pertaruhkan nyawa kedua putranya. Surga selamat kan diriku karena aku harus membuat ancaman ini. "Jadi kau akan sendirian di wilayahmu ini." "Hanya ketika kau melihat ada ke¬untungan politis di baliknya! Jangan pikir kau bi sa terus tidak terkendali untuk me¬nentang wewenangku. bagi Takeo. mereka mengucapkan s elamat tinggal dengan sikap sopan yang dingin." kata Takeo kepada Shigeko sebelum me reka beristirahat." Saat kembali. Saling menyembunyikan ke¬marahan. "Hiroshi akan berada di sini untuk mem¬bantuku. penuh dengan pengawal berjubah warnawarna cemerlang menjadi latarnya." Itu pertama kalinya Takeo secara langsung mengancam anak-anak itu. dih iasi dengan pahatan timbul emas di pilar dan kasaunya. "Aku minta maaf karena telah membicarakannya. Mohon dilupakan saja. peran mereka bak dalam pertunjukan drama. pikirnya." tutur Zenko. ruang penonton. "Tapi apa yang terjadi pada Ayah tadi malam? Siapa yang membuat Ayah terluka sep erti itu?" Halaman 166 dari 500 .anggota keluarga Muto seperti halnya Taku." sa hut Shigeko. "Aku mengusulkan ini agar seluruh negara ini lebih kuat. setidaknya sampai tahun depan. Keberangkatan Zenko dari Maruyama direnc anakan keesokan harinya. dan untuk mendukung Lor d Otori. diarahkan oleh tangan nasib untuk memainkan peran mereka sampai habis. sementara Takeo lusa.

tahun depan setelah anakku lahir. B anyak perajin . Dan kita juga akan meng¬awas i Zenko dengan cermat. pikirnya. Shigeko mendengarkan tanpa bicara. dikelilingi pe¬g unungan yang kaya akan bijih besi dan batu bara. "Semua roh mencari kekuatan yang lebih besar yang bisa mengen¬dalikan mereka dan m emberi kedamaian. dan dia pernah mengajari ku. Sumber alam ini menyebabkan per¬kembangan industrin ya maju pesat untuk segala macam bentuk peralatan dari logam. Shigeko tampak seperti orang asing. ku tidak bisa menyimpan rahasia darimu. setelah perjalananku ke ibukota. Dalam Ajaran Houou kami sering menghadapi m asalah seperti kerasukan hewan ini." sahut Takeo. Ceritakan semuanya pada Ibu. penuh teka-teki dan bijaksan a. Ia merasa kalau Shigeko memiliki kemampuan spiritual yang sama. Aku harus kembali ke sana. dan terutama pembuatan pedang. jadi pastikan kalau ibumu tak mendengarnya. kota kastil Arai. Gemba tahu banyak tentang hal ini. jadi pastikan kalau ibumu tak mendengarnya. "Tapi aku tak ingin mengan ggu ibumu di saat seperti ini. tentang kerasukan dan hasilnya." Shigeko tersenyum lembut saat Takeo mela njutkan bicara. tentang kerasukan dan hasilnya." sahut Takeo."* Kumamoto. "Seharusnya Ayah jan gan menyimpan rahasia dari Ibu." ujar Takeo. "Kurasa Ayah harus menceritakannya pada Ibu. Ayah jangan khawatir. Aku akan ziarah ke pegunungan." Takeo menceritaka n dengan singkat tentang Maya." "Apakah Maya mesti ke Terayama?" "Dia akan ke sana di waktu yang tepat."Aku tidak bisa menyimpan rahasia darimu. tidak menunjukkan ekspresi kaget maupun takut. tidak menunjukkan ekspresi kaget maupun takut." kata Shigeko. Shigeko mendengarkan tanpa bicara. Semangat¬nya bangkit lagi selagi memeluk putrinya l alu mengucapkan selamat malam. "Kemudian kita harus terus berhubungan dengan mereka. dan Takeo berterima kasih yang tak terkira kepadanya." Takeo menceritaka n dengan singkat tentang Maya. Ceritakan tentang Maya. yang me¬nyebut nama kecil nya dan mengenal siapa dirinya sebenarnya." Takeo bergidik. Tiba-tiba ia teringat pada perempuan buta yang mengatakan ramalannya. "Maya akan berada di Hofu bersama Taku selama musim dingin. terbentang di barat daya Tiga Negara. "Tapi aku tak ingin meng anggu ibumu di saat seperti ini.

dengan hawa panas yang seakan membakar wajah dan tangannya. de ngan gembira. apa yang boleh kami jual dan apa yang dilarang!" imbuh Koji. tak seperti Otor i Takeo yang hanya Halaman 167 dari 500 . bahwa para pengawal Arai tiada henti menghembuskan desas-desus. Hisao tidak keberatan karena musim dingin sudah tiba sejak mereka sampai di Kumamoto dua min ggu lalu. "Apa hak mereka mendikte Arai apa yang boleh dibuat dan apa yang tidak boleh dib uat.pedang serta tempat penempaan besi yang sudah terkenal. "Akan lebih menguntungkan jika Otori ijinka n kita memproduksi hasil yang cukup untuk memenuhi permintaan. yaitu membuat senjata api. Hisao mendengar nada tidak senang yang sama di mana-mana. Koji. Pompa yang keras. Ayahnya mengatakan. "Paling tidak. begitu pula halnya waktu belakangan ini." Hisao memompa pegangan dengan tiupan sekuat tenaga dan kotak pemanas semakin pan as. nak. berkembang bisnis yang bahkan lebih menguntungkan." gerutu si tua. mempertanyakan mengapa Kumamoto kini tundu k pada Hagi ketika Arai Daiichi sudah menaklukkan seluruh Tiga Negara. membang kitkan ketidaksenangan untuk me¬nentang Otori. angin dingin berhembus dari laut keabuan. dan tiap malam terasa dingin menggigit.

"Setelah itu kita akan membutuhkan dana." ujar Akio. dan m ereka adalah keluarga yang kehilangan kekuasaan dan pengaruh selama masa peme¬rintahan Otori. "Lord Arai harus mengeksekusi diriku atas perintah Lord Otori. beberapa hari kemudian. berasal dari Hofu dan lari ke Kumamoto setelah bermasalah di s ana karena terlibat dalam penyelundupan senjata api. "Kita tunggu sampai Arai kembali.mengambil keuntungan dari gempa." "Akan ada perayaan di Kumamoto pada hari itu. "Aku sudah mati!" selorohnya. "Mengharapkan Ar ai menyerahkan semuanya." ." ujar penjaga penginapan pada malam pertama mereka. separuh Kikuta. dan Otori pun akan tumbang ber-samanya. "Terutama dengan tiba¬nya mu sim dingin. "Untuk memuas¬kan kesombongannya sendiri. tapi kami juga punya banyak hubungan dengan Kikuta. "Memperlakukannya bak pelayan. ada banyak. lalu menyebabkan kematian Lord Arai dengan mengg unakan senjata api yang sama yang kini dilarangnya. K endati demikian. tapi untungnya dia masih meng¬anggapku terlalu berharga." sahut laki-laki yang satu lagi. seorang pemuda berwajah tajam datang meminta d ipanggilkan Akio pada satu malam. Tapi sebenar¬nya dia tidak punya kekuatan. dan memanggi l Akio dengan sebutan Ketua serta meng¬gunakan bahasa dan lambang rahasia keluarga Kuroda ." kata Akio pada Kazuo. Keluarga Kuroda selalu berhubungan dengan Muto. Akio dan Hisao mengetahui saat mereka tiba di Kumamoto bahwa Zenko tidak ada di sana dia dipanggil ke Maruyama oleh Lord Otori. Pemuda itu bernama Yasu. Uang Jizaemon sudah hampir habis. Dia akan jatuh. dan membuat pertukaran. seperti yang ka u tahu." Hisao tahu kalau hanya ada sedikit keluarga Kikuta di wilayah ujung Barat. engambil keuntungan dari gempa." "Apakah ada banyak orang sepertimu yang bekerja pada Arai?" "Ya. lalu menyebabkan kematian Lord Arai dengan meng gunakan senjata api yang sama yang kini dilarangnya. Dia memberi salam dengan sikap tunduk dan gembira. Belum cukup¬kah Otori menyandera kedua putra Arai?" "Dia suka mempermalukan sekutu mau¬pun musuhnya. Lihatlah Shintaro yang hebat! Separuh Kuroda." ujar Kazuo. saat makan malam. s ambil mengangkat semua piring lalu kembali ke dapur.

dial ah kerabat laki-laki tertua dan bila dia tak ingin meneruskannya. dan yang kedua karena Otori yang mengatur¬nya. semenjak Shizuka menjadi ketua segalany a berubah. Lord Zenko akan senang."Dibunuh Otori. "Masih banyak kematian yang belum ter¬balaskan. Pertama-tama karena merasa tidak benar dipimpin seorang perempuan . dengan menjadi bangsawan besar. seperti Kotaro." tutur Kazuo ." t utur Akio kepadanya. "Keadaannya be rbeda saat Kenji masih hidup. saat itu dia masih kecil. "Memang itulah yang kami harapkan. Seharusnya Zenko yang menjadi pimpinan. dan masih bisa dimaafkan tapi tidak benar kal au hubungan antara Muto dan Kikuta menjadi begitu jauh." ujar Yasu sepakat. Dan itu juga ulah Otori. tapi sejak kematiannya. "Lagipula. dan ter¬libat dalam kematian Kotaro." "Kami di sini untuk memperbaiki jembatan yang terputus dan menyembuhkan luka. maka seharusnya jabatan itu dipegang Taku. bisa kukatakan itu pa damu. Tak ada yang merasa senang." Akio mengamati dengan tenang." Halaman 168 dari 500 ." "Taku adalah tangan kanan Otori.

dan barang-barang yang indah tiada tara. Bukan lagi bocah yang bisa didominasi dan dilec ehkan. Yasu adalah orang yan g penuh perhitungan yang tidak mau memberi dengan cuma-cuma: bila Yasu menolong mereka sekarang. Pada tahun baru nanti usianya beranjak tujuh belas tahun. bukan hanya pekerjaannya dia memang terampil mengerjakannya tapi juga karena pekerjaan itu memberinya lebih banyak kebebasan. Sejak meninggalkan rumah. Dan Hisao juga melihat kalau Akio sudah semakin tua. Mereka mengen dalikan pesisir dan jalur kapal laut. suatu ke-hormatan diijinkan membantu. dari Kepulauan Kecil Barat. dan betapa kuno cara ber¬pikirnya. Ia sudah dewasa. Saat mengetahui keter¬tar ikan Hisao pada segala macam peralatan. tapi juga. di belakang toko tempat dia menjual pisau dan peralatan dapur lainnya. orang barbar d engan mata seperti buah ek serta berjanggut lebat. seolah su dah membeku selama bertahun-tahun karena mengasingkan diri di Kitamura. itu karena dia melihat akan ada keuntungan di masa akan datang. dan menjauhkannya dari k ehadiran Akio yang membuatnya merasa tertekan. Hisao menyadari bagaimana Akio merasa tersanjung dengan perhatian Yasu. Yasu sangat menyukai golok. kendati Yasu sering mengaku kalau dia tidak mengambil keuntungan apa pun dari Pi mpinan Kikuta. yang digunakan jurumasak hebat di kastil hingga bilah pisau kecil dengan ketajaman luar biasa untuk memotong daging. di¬pandangnya sang ayah dengan pandangan baru. pekerjaannya pada Koji dibayar dengan makanan dan te mpat tinggal. bahwa ay ahnya haus akan rasa hormat dan status dengan cara yang hampir ketinggaian jaman di kota ya ng sibuk dan moderen ini. Kehadiran mereka di Kumamoto ditandai dengan bisik-bisik karena seluruh kota tah u larangan Otori yang tak masuk akal pada siapa pun bertransaksi dengan orang asing . di belakang toko tempat dia menjual pisau dan peralatan dapur lainnya. tida k hanya dari Shin dan Shilla. Wilayah mereka kini terbentang melintasi wilayah Barat: Noguchi dan Hofu milik mereka. Klan Arai penuh dengan rasa percaya diri serta kebanggaan.Yasu membayar penjaga penginapan lalu mengajak mereka ke tempat menginapnya send iri. Karena utang dan kewajiban. membutuhkan asisten. kabarnya. diajaknya Hisao ke tempat penempaan besi yang dibel inya. Koji. dan Hisao mengasah ketrampilannya bersam a laki-laki itu. Yasu sangat menyukai golok. salah satu pandai besi. yang digunakan jurumasak hebat di kastil hingga bilah pisau asu membayar penjaga penginapan lalu mengajak mereka ke tempat menginapnya sendi ri. Kumamoto dipenuhi pedagang bahkan beberapa orang asing. Namun menurut Hisao. Hisao menyukainya.

mengumpulkan persediaan baru pisau. dan memper¬lihatkan gambar-gambar yang terlihat jelas kala u itu cara-cara Halaman 169 dari 500 . sangat mematikan. mengirim kayu untuk b agian pembakaran. belanga. menggambar sketsa tempat pembakaran. Mereka tiba pada sore hari. matahari sudah mulai tenggelam dan langit suram membawa ancaman salju yang akan turun. dan begitu pula dengan masalah pe rsenjataan yang sangat efektif. Klan Arai mulai membara di balik ketidakadilan . Orang barbar itu hampir tidak bisa berbicara dengan mereka dia hanya tahu beberapa kata. tapi dia dan Koji adalah tipe orang yang bicara dengan bahasa isyarat. mempelajari semuanya dengan kilatan matanya yang cepat. dan selagi Hisao mengikuti mereka di sekitar tempat penempaan. dicetak. ketika mereka minum sake. tempat meniup bara api.secara langsung: semua perdagangan harus melalui pusat pemerintahan Klan Otori. tapi dia tertarik saat Jizaemo n memperlihatkan benda-benda mereka. dilipat deng an cara yang aneh. Perhatian orang asing itu tersita oleh metode mereka. cet akan dan pipa. orang itu mengeluarkan buku. begitu pula dengan berbagai penemuan. Begitu tiba di jalanan. si orang asing menyibakkan tudungnya dan Hisao menyadari dengan terkejut dan keingin¬tahuan kalau itu orang barbar. Hanya bara api yang mewarnai bumi yang berubah dari hitam menjadi abu -abu pada musim dingin. Kala itu kira¬kira pertengahan bulan kesebelas. bukan ditulis. diatur dari Hofu satu-satunya pelabuhan tempat kapal asing diijinkan secara resmi merapat. Ia menangkap maksud si orang barbar secepat Koji mema haminya. Hal in i dipercaya banyak orang begitu adanya karena Negara Tengah ingin mengambil keuntungan bagi mereka sendiri. disadarinya kalau ia juga seperti itu. setelah itu. suatu hari dia ditemani laki-laki bertubuh tinggi berpakaian mantel panjang dengan tudung yang menutupi wajahnya. yang lebih memaham i permesinan ketimbang bahasa. Yasu kerapkali memanggilnya ke tempat penempa¬an di sore hari untuk memberi perintah baru. Meskipun Hisao belum pernah melihat orang barbar.

jemarinya menggaruk-gar uk belakang telinga. tap i ada satu. Hisao tersandung anak tangga. dilihatn ya ibunya dalam kabut hampa tempat separuh dari dunia berada. Bocah itu membereskan tempat penempaan. dan selagi berusaha menyeimbangkan tubuh. jemarinya menggaruk -garuk belakang telinga. Koji meng¬amatinya dengan cermat. bisa me mpaan. terselip di antara senjata yang lain bak seekor a nak kuda di antara kaki induknya. lalu mengeluarkannya dan mengarahkannya pada Hisao. yang berlutut di satu sisi. Ia membuat teh untuk ora ng-orang itu. mengintip di bawah cahaya r emang-remang. Laki-laki itu menjentikkan jari. Hisao. benaknya dipenuhi dengan berbagai i de tapi entah karena ide-ide itu. Yasu menyuruh Hisao pergi sewaktu dia membicarakan soal pembayaran. yang berlutut di satu sisi. dan mereka semua memahami maksudnya. Wajah ibunya tampak memohon dengan penuh kelembutan dan ketakutan. dahinya berkerut. Hisao. hanya separuh dari pajangan pisau dan ka pak. dahinya berkerut. Saat sampai di rumah Yasu. "Morto!" (=mati) Hisao belum pernah melihat benda seindah itu. di bagian bawah halaman. Hisao merasa mual sewaktu kekuatan meminta bantuan perempuan itu menghantam diri¬nya. lalu mengisi mangkuk sake mereka kemudian pulang. Tapi bisa dibuat. me¬madamkan api lalu menyiapkan semua peralatan untuk keesokan harinya. dan segera menginginkannya. Koji meng¬amatinya dengan cermat. "Pistola!" dia membuat gerakan menyembunyikan senja ta itu di balik pakaian. mengintip di bawah cahaya r emang-remang. pikir Hisao. Hisao tidak tahan untuk mengulurkan dan menyentuh dengan jari telunjuknya.penempaan. Bentuknya kecil. "Pa! Pa!" Dia tertawa. Rasa sakitnya makin tak . atau tidak terbiasa dengan sake. Di benaknya muncul berbagai macam kemungkinan yang bisa dilakukan. hampir berukuran sepertiga dari panjang semua se njata lainnya. yang terlihat olehnya hanyalah separuh dari bangunan. dan bertekad untuk mempelajari cara membua tnya. atau angin dingin set elah hawa panas di tempat penempaan telah membuat kepalanya pening. Si barbar tertawa cekikikan. Senjata se macam itu mahal. bisa me rasakan semangat dalam dirinya yang semakin tinggi selagi halaman buku dibolak¬bal ik. Pada halaman terakhir ada beberapa senjata api: sebagian besar senjata panjang dengan ben¬luk aneh yang sudah dikenalnya.

dingin sekali. matanya berair karena rasa sakit..tertahankan. "Kau tidak boleh mem¬bun uh ayahmu. Sake tadi terasa masam di mulutnya. Perempuan itu berkata. "Pergi! Tinggalkan aku sendiri!" Di sela-sela erangannya." Suara perempuan itu tidak bisa ditolerir lagi. kemudian memanggil Akio. suaranya di kepala Hisao menyengat bak es." Hisao tidak tahu kalau ia pernah ingin melakukannya. "Siapa di sana? Hisao? Tutup pintunya. "Aku takkan membiarkanmu melakukannya. Akio. Halaman 170 dari 500 . ayahnya. "Apa-apaan ini!" seru laki-laki itu. merangkak ke teras lalu membungkuk ke parit. menggetarkan seluruh urat syaraf di sekujur tubuhnya." Mereka membopongnya ke dalam dan membersihkan muntahan dari wajah dan rambutnya. kemudian disadarinya kalau ia ingin mu ntah. dan mendengar suara Yasu . Tidak tahan untuk mengerang. "Ketua! Cepat kema ri! Putramu. angin sedi ngin es membuat air matanya terasa membeku di pipinya. disadarinya ada yang mendekat." Ibunya bicara. jatuh dengan tangan dan lutut menahan tubuh. Perempuan itu mengikutinya keluar mengambang di atas tanah. kebencian juga kasih sayangnya. Saat itu ia merasa ketakuta n kalau ibunya tahu semua vang ada di benaknya... berseru dari dalam. garis bayangan tubuh nya tersamar oleh kabut dan hujan salju. membuat semua syarafnya bak terbakar api. Hisao berteriak ke arah perempuan itu.

dan ingatan tentang senjata api kecil yang indah tadi serta betap a ia ingin membuatnya." Hisao minum teh dan merasakan ke¬hangatan perlahan mulai kembali ke tubuh¬nya. "Seharusnya dia tidak boleh minum." "Hisao hampir tidak minum sake. Tida k apa¬apa. begitu pula dengan suara perempuan itu. Rasa sakitnya akan hilang dalam satu atau dua hari. Mungkin dia sakit?" "Terkadang dia sakit kepala. Teh meredakan ambang batas kesadaran¬nya. kalian ada hubungan k erabat dengan ikatan pernikahan. tapi ia t ak ingin mendengarnya." kata Akio. Biarkan dia tidur. mengg igilnya berkurang. separuh bicara pada diri sendiri . Biarkan dia tidur. Kepalanya tidak kuat untuk itu. dan ia pasti tertidur sebentar. Kepalanya tidak kuat untuk itu. tapi rasa sakitnya tidak berkurang. "Mestinya dia tidak mabuk. dibesarkan tanpa ibu!" ujar Yasu. Kini perempuan itu melayang di kamar yang gelap Hisao tidak perlu lentera untuk bisa melihatnya. Penyakitnya itu sudah dideritanya sejak kecil. Hisao menarik rasa sakit itu di sekeliling dirinya sebagai tameng untuk melawan perempuan itu. "Zenko sudah kembali. bak hewan yang disiksa. "Dia menggigil kedinginan. Saat ter¬b angun." "Itu tujuan utama kami keraari. mendengar dentingan mangkuk sake da n suara pelan mereka selagi minum." "Zenko memiliki kemampuan Tribe?" . "Seharusnya dia tidak boleh minum. didengarnya Akio dan Yasu tengah berbincang. Zenko pasti sangat ingin menyatukan keretakan antara Muto dan Kikuta." kata Yasu." Si bodoh ini minum terlalu banyak sake. kan? Putramu dan putra Zenko semestinya saudara sepupu." kata Akio. "Aku tidak bisa menahan perasaan kalau per¬temua n kalian akan membawa keuntungan bagi semua orang. Membuatnya ingin melampias¬kan nya pada orang lain." sahut Akio."Si bodoh ini minum terlalu banyak sake. selagi membantu Hisao berbaring dan menyeli¬mutinya." "Anak malang. Mengerti samar-s amar kalau ia mendengar¬kan perkataan perempuan itu maka rasa sakitnya akan berkurang. Rasa sakit membuatnya liar." sahut Yasu. Akan kuseduh sesua tu untuk raembantunya tidur. "Bisakah kau mengatumya?" "Aku yakin bisa. Dan lagipula.

Barangkali di a akan mengejutkanmu!"* Halaman 171 dari 500 . "Selain itu. Dia seperti ayahnya. Itu sebabnya kau harus bicara dengan Zenko. tapi Takeo itu amat pandai sekaligus beruntung. Hisao menyukai senjata." Yasu minum lagi lalu tertawa terkekeh. Ibunya dulu sangatlah berkemampuan tinggi. Tidak seperti adiknya. Sepasukan ksatria mungkin bisa berhasil menggantikan kegagalan para pembunuh Tribe. Hal i tu membuat kalangan Kikuta kecewa." "Aku memahami perasaanmu." "Putraku hanya memiliki sedikit kemampuan. tapi tak berbakat. bisa kupastikan itu. Sepu cuk senjata lebih kuat ketimbang kekuatan magis Tribe mana pun. Koji cukup menyanjung anak itu dan Koji tak pernah memuj i siapa pun."Bukan seperti yang diketahui banyak orang." "Tapi tangannya terampil." "Tapi itu tak membuatnya sebanding dengan Otori. tapi dia tak mewariska n apa pun pada putranya. seorang ksatria ." "Itukah yang kau harapkan? Kalau Hisao akan menjadi pembunuh agar bisa meng¬habisi Takeo?" "Hidupku tidak akan damai sampai Otori mati." aku Akio. "Dia pernah belajar beberapa hal.

"Mari berharap dia menyiapkan penyambutan yang hangat bagi Lord Otori tahun depan. Zenko. "Dan di pegunungan. Zenko berkata. Dia terlalu lemah untuk melakukan hal itu. "Jangan khawatir. dengan niat buruk me¬warnai nada suaranya. . deng an keberuntungan Takeo akan terjebak di Yamagaia dan takkan bisa kembali ke Hagi sebelum musim semi. seraya menatap ke laut di kejauhan dan memikirkan anak-anaknya." Dibelainya permukaan bulu." Mereka tersenyum dengan tatapan penuh kelicikan. " Begitu pula halnya dengan perjodohan antara Sunaomi dan putri mereka. "Kukira dia sudah tak bi sa hamil lagi." ujar Zenko." ujar Hana." komentar Hana. dan ingin merasakan di kulitnya. Angin berhenti b erhembus dan serpihan salju mulai berjatuhan perl¬ahan dan mantap. Angin bercampur hujan es yang berhembus dari laut sepanj ang minggu sejak kembalinya mereka dari Maruyama akhirnya berubah menjadi salju. Dia belum bertemu dengan mereka lagi sejak mereka pergi saat musim panas." gumam Hana. Pada akhirnya Takeo akan t erjerat di dalamnya. jika semuanya berjalan sesuai tencana. Takeo tak¬kan men yakiti mereka. "Bagaimana kalau nan ti anaknya lakilaki?" "Tak ada perbedaan besar." komentar Zenko. Salju turun lebih awal tahun ini. lalu tawanya m eledak. "Jaring Surga amat¬lah luas." "Sunaomi tak boleh menikah dengan si kembar!" ujar Hana. "Dia hanya menggertak." ujar Hana. karena mereka telah menerima pesan dari sang bangsawan saat hendak meningg alkan Hofu. lubang jaringnya tipis." sahut suaminya. Kini jaring¬nya ditarik lebih kencang." sahut Zenko. "Tapi kita akan pura¬pura menerima itu. "Menyenangkan melihat Takeo terbuai pujian." "Setidaknya kita tahu Lord Kono sudah aman dalam perjalanannya kembali ke Miyako ." "Aku terkejut dengan kabar tentang kakakku."Kau bilang dia mengancam anak-anak kita secara terang-terangan?" Lady Arai mena rik baju luarnya yang terbuat dari bulu." "Di Hagi pasti sudah turun salju. "Kono memang pendusta y ang lihai dan patut dipercaya!" "Seperti yang dikatakannya sebelum pergi.

tid ak menjadi ancaman bagi¬nya. ditahan di Inuyama sebagai s andera. Hana memuja Kaede. betapa berbedanya keadaan jadinya? Aku bisa memberinya anak laki-laki. "Ayo kita buat anak laki-laki lagi sepasukan anak laki-laki. Ai. pergi menunggang kuda pada satu pagi di musim semi dan t ak pernah kembali." Halaman 172 dari 500 . tanpa diriku Zenko akan jadi tak lebih dari bangsawan kecil. Hana dan kakaknya. Hana tidak pernah memaafkan Takeo karena telah menolak dirinya. sama halnya deng an kakaknya karena menelantarkan diri¬nya ketika mereka masih kecil. pikir Hana. Sedangkan bagi Takeo merupakan ke¬salahan fatal." u jar Zenko. bergan tung padanya ketika kesedihan akibat kematian orangtua mereka nyaris membuat dirinya tidak wa ras dan Kaede justru meninggalkannya."Satu-satunya hal baik yang pernah Takeo lakukan yaitu menikahkanku denganmu. Setelah itu. Begitu pula dengan Kaede. Andai dia menyerah pa daku dan mengambilku sebagai istri keduanya. "Kau masih bisa punya anak lagi!" seru Zenko. Dia harus membayarnya. dan akan dibunuh di sana andai Sonoda Mitsuru tak menyelamatkan mereka.

Mereka hanya berdua di ruangan itu. bukan pada Takeo. dan pastikan kelak kami tidak diganggu." "Mereka datang dalam cuaca seburuk ini." ujar Zenko. dan bisa dipastikan kalau dia mengacaukan surat-surat kita. Namanya Kikuta Akio. Taku kelak harus mematuhiku. sedikit ba nyak akan cukup menambah kekuatan." sahut Zenko dengan tenang. kau sendiri sering bilang begitu. Menikah dengan putri Kenji." kata Hana tiba-tiba. . tapi biar kan mereka tunggu sebentar sebelum kau mem¬bawanya masuk." "Aku tak pernah suka pada Taku." Hana menaikkan alisnya. Dan jika teman Kuroda adalah orang yang sudah kuperkirakan. Pastinya b anyak pihak yang tak ingin menentang mereka?" "Kurasakita akan mendapatkan dukungan. setelah istrinya mati. "Lord Arai." "Taku amat populer. mata dengan kelopak tebalnya be rbinar." "Atau apa?" "Hukuman dalam Tribe atas ketidak¬patuhan adalah kematian. Tatapan tidak senang terpancar sekilas di wajah Zenko yang lebar. Kuroda Yasu datang bersama seorang laki-laki . Yuki. "Kita akan bereskan masalah penerus Muto. "Taku sedang di Hofu tidak ada yang memata-matai kita sekarang." "Kuroda datang secara terang-terangan?" tanya Hana. "Dia adikku. Dia memata-mataimu pal ing sering tahun ini. dan Hana mengira suaminya akan mulai bergera k tapreka hanya berdua di ruangan itu. "Seharusnya kesetiaannya yang pertama mestinya kepadamu.." hard ik istrinya." "Aku tak sabar ingin bertemu dengannya. atau. "Sebaiknya kuceritakan sedikit tentang dia. Dan ibumu juga." Zenko memperingatkan istrinya. dia bersembunyi dengan anak laki-laki Yuki. dan Hana mengira suaminya akan mulai berg erak tapi kemudian.." "Itu semua akan segera berubah. "Dia menipumu setiap hari tapi kau tidak memerhatikannya.. Aku tak bisa mengubah p eraturan itu bahkan untuk saudara kandungku sendiri. dia ketua Kikut a sejak kematian Kotaro. Pintunya bergeser terbuka dan seorang pelayan laki-laki bicara pelan." Zenko berhenti sejenak lalu menatap Hana. saat itu terdengar ketukan ringan di pintu. "Sajikan minuman.

"Bukan anaknya Takeo. kan?" Zenko mengangguk. Kenap a Yuki dipaksa minum racun? Alasan Kikuta membunuhnya adalah pasti karena mereka tak memercayai nya. "Sudah berapa lama kau tahu ini?" tanya Hana. bersama empat dari lima keluarga? Kenji pe rcaya kelak Takeo akan mengakui anak itu. "Aku mendengar semua desas-desus di keluarga Muto sewaktu aku masih kecil. "Oh." "Kakakku pasti tak tahu."Bukan anaknya Akio?" tanya Hana." Hana sepakat. Anak itu -me reka memanggilnya Hisao ternyata anak laki-laki Takeo. Dia terkejut sekaligus bersemangar dengan tersingkapnya kenyataan ini. "Mungkin kau bisa beritahukan pada saat yang tepat. tentu. aku yakin itu. Dan kenapa Kenji berpindah memihak Otori. Tapi mengapa Takeo tak pernah mencari anak itu?" Halaman 173 dari 500 . atau setidaknya dengan melindunginya. lalu tertawa lagi. benak¬nya sudah mencari-cari cara untuk me¬manfaatkan b erita ini." Hana merasakan ada getar kesenangan memikirkan hal itu." suaminya menyarankan.

"Realistis dan prak tis. Ia pun memiliki beberapa cermin yang terbuat dari kaca keras. berkilau yang menu njukkan bayangan orang yang nyata. "Kita akan mengakui anak ini sebagai pewaris dari keluarga Kikuta dan Muto." Hana menambahkan. Takeo juga pasti begitu: dia tak pemah mengambil perempuan lain itu sebabn ya dia tak punya anak laki-laki." katanya. Aku memahami kebutuhan dan hasra t laki-laki. Sebagaimana Tabib Ishida yang dengan baik hati meng¬ungkapkan pada ka mi. Suaminya meminta dibawakan sake lagi. dan tahu kalau aku akan menjadi yang utama bagimu. Sebagaimana Tabib Ishida yang dengan baik hati meng¬ungkapkan pada ka mi." ujar Zenko. mer eka pasti akan berpisah. dan Takeo memer¬cayainya. "Dan kau akan mewarisi semua yang telah diperjuangkan ayahmu. dan ketakutan kalau putran ya yang bisa membunuhnya. ada ramalan yang mengatakan seperti itu. Ia senang karena benda ini disimpan di Kumamoto. Hana menyuruh pelay an pergi karena dia yang akan melayani tamunya. serta dukungan dari jenderalnya. hal itu tidak menggangguku. raha . Bila kau punya perempuan simpanan. dan saat sudah datang. gadi ng dan emas. Lebih dari itu. dan melalui dirinya kita mengenda¬likan Tribe." "Banyak laki-laki memiliki perempuan simpanan dan anak haram. Kini ia pun mem¬punyai rahasia hebat dan besar ini." sahut Hana. dengan restu dari sang Kaisar." Hana bisa merasakan nadinya berdenyut lebih kencang. Pemerintahan mereka diseimbang¬kan dengan bersatunya mereka berdua: dengan menyatukan laki-laki dan perempuan." "Dan Tribe takkan terpecah belah lagi. ada ramalan yang mengatakan seperti itu. Kaede sudah bertahun-tahun menginginkan anak laki-laki: maka dia takka n memaafkan Takeo karena anak yang disembunyikan ini." Hana mendengar langkah kaki di luar. "Mereka sudah datang. dan Takeo memer¬cayainya. Berpisahnya kesatuan itu akan membuat Tiga N egara hancur berantakan. "Saat kakakku tahu ini. Dia mengenal Kuroda Yasu yang mengambil keuntungan dari barang-barang mewah yang diimpornya dari Tenjiku."Kurasa ada alasannya: dia tidak ingin istrinya tahu. dan istri mereka m emaafkannya." "Tapi kebanyakan istri bersikap seperti diriku. Hana tak pern ah memper¬lihatkannya di Hofu. keduanya dipengaruhi oleh Terayama dan apa yang mereka sebut Ajaran Houou. dan ketakutan kalau putrany a yang bisa membunuhnya." Kurasa ada alasannya: dia tidak ingin istrinya tahu. Kakakku adalah orang yang idealis: dia percaya pada cinta.

walau usianya tidak muda lagi . Hana merasa kalau laki-laki itu akan tetap diam ketimbang menggunakan sanjungan. tapi segera ia tahu kalau l aki-laki itu bukanlah orang yang rendah hati. juga kematian Kotaro. Dia telah divonis mati oleh Kikuta karena melanggar aturan Tribe. "Kita bisa bicara dengan bebas di sini. Zenko memberi salam pada kedua tamu¬nya dengan sikap yang sangat sopan. Hana mengamati laki-laki itu.sia yang mengungkap siapa Takeo sebenamya. Dari luar orang itu kelihatan rendah hari. serta dewa-dewa karena dia masi h hidup. maka sudah waktu¬nya luka-luka lama ini disembuhkan." sahut Akio. tapi dia bisa men jadi sekutu yang kejam juga tanpa belas kasihan. "Tribe sudah terpecah belah begitu lama. Memancarkan semacam ke¬kuatan. ber¬usaha ag ar terlihat menghormati Akio sebagai pimpinan Kikuta tanpa mengurangi status nya sendiri sebagai lord tinggi Arai. atau pun bentuk bujukan lainnya. Hana tidak suka kalau laki-laki itu menjadi musuhnya. den gan aksen Timur. Tubuhnya tinggi dan tegap. dan tidak mudah terpengaruh dengan sanjungan. Cara bicaranya singkat. dan juga atas pembunuhan Kotaro." tuturnya." "Kurasa kita memiliki tujuan yang sama. "Kematian Otori. nenek moyang dan tradisi. kemu dian duduk dengan menunduk. "Aku sangat menyesalkan per¬pe cahan ini. Hal ini mem¬buat marah keluarga. dia kelihatan sangat kuat. "Aku tak pernah menyembunyikan apa yang paling kuinginkan." Halaman 174 dari 500 . Akio. Laki¬laki itu melihat sekilas ke arahnya." ujar Akio. yang mambangkitkan secercah ke¬tertarika n dalam dirinya. Kini Muto Kenji sudah tiada." ujar Zenko.

" Akio membungkuk. "Tapi yang pasti dia h anya manusia biasa." . seraya bertukar pandangan dengan Hana. "Aku masih tak mengerti ba gaimana dia bisa lolos. kemungkin an juga ibuku."Kabamya dia tidak bisa dibunuh. Dia memiliki banyak keahlian seharusnya aku tahu. walaupun ibuku tidak pernah mengatakannya padaku." "Seperti halnya Lima Pertempuran?" tanya Yasu. "Siapa lagi yang tahu tentang ramalan ini?" "Terlepas dari semua orang yang ada di ruangan ini dan Ishida: adikku." kata Zenko perlahan." "Tabib Ishida yang mengatakannya pada kami. "Ya.Kabamya dia tidak bisa dibunuh. "Aku tahu sesuatu yang kau belum tahu. Hana merasakan lagi secercah semangat. "Takeo percaya kalau hanya putranya yang bisa membunuhnya. "Kata-kata yang masih tetap di¬rahasiakan. dan ramalan itu digunakan untuk membenarkan pembunuhan atas ayahku dan kebe rhasilannya meraih kekuasaan. suaranya ter¬dengar semakin rendah dan keras.. "Ada s emacam ramalan yang bisa dibuktikan." komentar Yasu. "Meski ada hal-hal tertentu yang ter¬dengar. "Tapi yang pasti dia hanya manu sia biasa." "Baiklah." lanjut Zenko. dan pernah mengobari banyak lukanya. Akio berkata pada Zenko. Dia tahu ini dari Muto Kenji. tatapan matanya semakin tajam." ujar Hana. "Kau tahu t entang putraku?" Zenko agak menggerakkan kepala meng¬iyakan. "Dia adalah tabib pribad i Takeo. Lord Takeo tidak memiliki anak laki-laki" ujar Yasu seraya menatap mereka semua secara bergantian ." Akio duduk dengan wajah tanpa eksp resi." tutur Zenko." "Aku pernah hampir menggorok leher nya.." "Kendati demikian. Hanya beberapa orang yang mengetahuinya. aku yang melatihnya di Matsue dia lolos dari semua usaha pembunuhan." komentar Yasu." Akio mengangkat kepala lalu menatap langsung pada Hana.

" Lalu Akio menenggak minumannya.. Dan yang paling penting adalah Takeo percaya itu." gumam Hana. "Anak itu tidak mengetahuinya.. Dia juga tidak memiliki keahlian Tribe .* Halaman 175 dari 500 ."Bagaimana dengan yang ada di Terayama? Kubo Makoto mungkin juga tahu: Takeo men ceritakan segalanya kepada¬nya." Sekonyong-konyong keempat orang itu tertawa gaduh. Tapi kini aku tahu akan mudah baginya untuk membunuh ayah kandungnya. tampak seperti tersenyum." Yasu menepuk alas lantai dengan telapak tangan terbuka. Hisao adalah putra Takeo. "Mungkin juga." ujar Zenko. Yasu meneguk cepat sake lalu berkata pada Akio. "Bukankah sudah kukataka n kalau anak itu bisa saja mengejutkan dirimu? Itu lelucon terbaik yang pernah ada selama bertahu n-tahun. "Jadi semua desas-desus itu bena r?" "Ya. Intinya hanya sedikit orang.

tetap ceria dan gamblang seperti dulu. pewaris sah Klan Otori. pikirnya sedih. Maya dikirim bersama gadis Muto. "Apa aku ini indukmu?" Kaede memarahi¬nya dengan lembut. Ishida turut menemani karena rasa sayangnya pada kirin kian ber tambah. Sada. Kaede merengkuh perutnya yan g membuncit dan memikirkan janin yang tumbuh di dalamnya. Takeo dan Shigeko sud ah pergi ke Yamagata. dan lebih mudah dibuat hangat selama hari-hari yang panjang dan dingin. lalu Kaede menuntunnya berjalan mengelilingi padang rumput. sesekali mengusap¬usap dengan hidungnya. kera dan anjing. jauh dari formalitas kehidupan di kastil. kepada Taku. Chiyo masih tinggal di sana. dan agar dewa-dewi me¬lindungi mereka dari bahaya. ke Maruyama. Kaede senang memikir¬kan kalau ketiga putrinya si buk dengan pelatihan serius semacam itu. Kelak putranya akan menjadi pewaris Sh igeru. Ia telah be rjanji pada Shigeko untuk mengawasi Tenba dan kirin. Kaede tidak kesepian karena selalu ada yang menemani: Shizuka. Beberapa kali dalam seminggu Kaede mengajak kedua anak itu ke biara. Mori Hiroshi memberi pelana dan tali kekang pada Tenba dan mengang¬kat Sunaomi ke pelan a. Mereka semua pindah dari kastil ke rumah lama Lord Shigeru di tepi sungai: rumah itu menghadap ke selatan. "Seakan Shigeru da n Takeshi hidup kembali. me nyayangi si kembar dari jauh. sedan gkan Miki pergi ke desa Tribe di Kagemura. usianya sudah di ambang senja tapi masih mampu menyedu h teh obat serta menceritakan tentang masa lalu. sambil berdoa semoga anak lakilakinya . dan apa yang dilupakan¬nya diisi oleh Haruka . Sunaomi dan Chikara juga menikmati kepindahan itu. dan sering mendoakan agar mereka mengembangkan dan mengendalikan berbagai bakat yang mereka miliki. Kaed e mencurahkan kasih sayangnya pada keponakannya." ujar Chiyo dengan berlinang air mata selagi mendengarkan teriakan anak -anak dari taman atau langkah kaki mereka di atas nightingale floor. menangkap semua sinar ma tahari musim dingin. Dengan ketidakhadiran ketiga putri¬nya. dan Shizuka serta Ishida tinggal ber¬samanya. Kaede mengundur¬kan diri dari publik. saat kelahiran mereka yang tak wajar dan bakat aneh bisa tak d iacuhkan. Lebih mudah. Kuda itu sepertinya menci um sesuatu dari tubuhnya yang hamil dan senang berjalan perlahan di samping Kaede. semakin bungkuk. Mereka ber¬main di tepi sungai.Kaede telah memutuskan untuk tinggal di Hagi selama musim dingin sampai anaknya lahir. kedua bocah. dengan cuping hidung merekah. dan juga hewan peliharaan putrinya.

Kaede dan I shida men¬cemaskan kalau kirin akan panik saat temannya pergi nanti. menulis surat pada Shigeko dan Miki. karena ia sangat senang menulis membalas surat yang dituju kan untuk suaminya. Kirin memang tampak kurang bersemangat. Halaman 176 dari 500 . Kaede mengingat kudanya. Kemudian Shigeko mengirim surat agar kuda itu dikirim padanya karena telah memut uskan untuk dihadiahkan kepada ayahnya. kepada adik-adiknya. dan Amano Tenzo: kedua¬nya sudah lama tiada. Te nba segera dikirim ber-sama pemuda pengurus kuda dengan naik kapal ke Maruyama. Tapi Kaede tidak menyurati Maya karena Maya tinggal di tempat rahasia di Maruyam a.akan sepemberani dan setampan kuda itu. seraya meminta ibunya agar tetap merahasiakannya. tapi ini justru ma kin meningkatkan rasa sayangnya pada teman manusianya. namun roh mereka akan tetap hidup selama ada ku da-kuda Otori. Kaede sering menulis. dan adanya surat justru malah membahaya¬kan dirinya. mendesak mereka belajar dengan ra jin dan mematuhi guru. Raku. menceritakan pada Hana tentang kesehatan ser ta kemajuan kedua putranya dan mengundang mereka datang pada musim semi.

karena Kaede selalu memaksanya turut ke te mpat dia pernah dipermalukan dan ketakutan. makin baik. Satu dar i masalah yang meng-ganggu dan alot adalah apa yang harus dilakukan dengan kedatangan orang-ora ng asing yang mengganggu dari Hofu." kata Fumio pada Kaede suatu sore pada per tengahan bulan kesepuluh. Selama ketidak¬hadiran Ta keo dan penarikan diri Kaede. tapi Kaede masih melihat sisa-sisa rasa malu dan luka yang membekas. Tapi kian hari kian sulit untuk tahu apa yan g mesti kulakukan.Kaede pergi ke biara lain. Kuharap mereka mengir im surat yang dapat mengungkap sesuatu. dan mengagumi bentuk ramping dan a nggun dari patung kayu yang dikelilingi rumah yang baru dibangun. Tak lama setelah Takeo pergi ke Yamagata." "Aku setuju dan aku tak tahu kesepakatan apa yang mereka buat dengan Zenko. dan mengagumi bentuk ramping dan an ggun dari patung kayu yang dikelilingi rumah yang baru dibangun. Mereka ingin bertemu dengannya. "Seperti yang kau tahu." "Ishida bisa menawarkan diri untuk men¬jadi jurutulis mereka. dan kurang senang saat tahu Lord Otori tidak di Hagi lagi . Mereka sangat gelisah. Fumio kembali." ujar Sunaomi. dan berdoa agar arwah sang dewi muncul menyembuhkan segalanya. "Mungkin Zenko hanya ingin menying¬kirkan mereka. Aku sudah katakan kalau aku tidak bisa memu tuskan sampai Lord Otori kembali ke Hagi. bekas rumah Akane. Dia me mbiarkan mereka pergi dari Hofu. menikm ati kehadiran mereka serta menurutku mereka itu menarik. "Makin sedikit yang mereka tahu tentang kita. bekas rumah Akane." lanjut Kaede. tapi jurubahasa mereka tak bisa menulis sesuatu yang b isa dibaca oleh Zenko. banyak juga manfaat yang bisa kita ambil dari mereka ilmu penge . Fumio beserta ayahnya bertindak sebagai wakilnya. "Sepertinya semua orang menganggap mereka sebagai beban." Mereka saling bertukar senyum." saran Kaede. mereka mulai tidak sabar. Mereka minta penjelasan mengapa tidak boleh ke Yamagata s endiri." "Kendati demikian. aku sudah terbiasa dengan orang asing. Sunaomi berhasil meraih kembali kepercayaan dirinya. tapi aku tidak tahu apa tujuannya. "Bukannya aku tidak suka pada mereka. aede pergi ke biara lain." "Suamiku tak ingin mereka bepergian ke seluruh penjuru negeri. "Dia mirip Lady Kaede. "Itu b isa membantumu agar tidak kesulitan menga¬caukan surat-surat mereka." sahut Kaede.

"Aku akan berikan kesan betapa besar kehormatan bagi mereka bisa diundang bertemu Lad y Otori." ujar Fumio setuju. Tapi ia telah berjanji pada T akeo untuk mempelajari bahasa orang asing. Ia tidak tahu apa yang harus dikatakan pada orang seperti itu. "Kau harus bawa orang-orang asing itu dan juru¬bahasanya ke sini. Ia yakin tak seorang pun akan men¬curigai hubungan tersebul. Hal pertama yang terlintas di benaknya. tentang orang-orang asing dan kebiasaan mereka. Semua nalurinya. masuk ke dalam ruangan. sewaktu Fumio menunjukkan jalan pada dua laki-laki berbadan besar." "Demi tujuan itu aku harus segera belajar bahasa mereka. bukan sebaliknya. Kaede tak ingin ber¬hubungan dengan bagian hidup Takeo yang sa tu ini. memperingatkan dirinya akan hal itu. dan Kaede me¬nemukan dirinya menanti dengan perasaan ta kut: bukan karena orang-orang asing itu. tapi ia lebih ingin melihat seperti apa adik perempu an Takeo. katanya pada diri sendiri. Ia mengakui kalau dirinya juga ingin tahu: terutama." Pertemuan itu lalu diatur. perempuan dari rumah pelacuran. Kaede Halaman 177 dari 500 . pengikut kepercayaan Hidden.tahuan dan kekayaan. selama mereka bisa dikendalikan. y aitu perempuan itu tidak mirip suamiku. tapi karena ia tidak tahu bagaimana bersikap pada jurubahasa mereka: anak dari keluarga petani. diikuti oleh perempuan bertubuh kecil." ujar Kaede. dit ambah dengan kehamilannya. dan menemukan cara lain." "Kegiatan itu tentu bisa memberi mereka kesibukan sepanjang musim dingin. dan adik perempuan suaminya.

Ia juga menyadari kalau pe¬rempuan di samping nya itu memiliki tekstur rambut dan warna kulit yang mirip Takeo. Fumio sudah mengenai beberapa kata bahasa orang asing itu. Perempuan ini memang adik suaminya. Di sebelah kanan Kaede. Pepohonan yang tersentuh oleh kepingan salju pertama terlihat begitu indah. justru lebih ter¬cengang. sebelum Fumio memberitahu kalau mereka seharusnya duduk. berbentuk gembung. Perempu an itu merangkak ke samping Kaede. Isi gulungan itu adalah puisl kesukaannya tentang belukar semanggi di musim gugur. Kaede berhasil mengendalikan dirinya lagi. ber¬nama Don . Dengan senang hari. menghadap ke beranda. dan meng¬gunakan semuanya. kepalanya menyentuh tikar. Mereka pura -pura bertutur kata serta bersikap sopan. Madaren. enyam¬but dengan bahasa resmi pada para laki-laki. Dia menerjemahkan begitu pelan dan tidak jelas hingga kedua pihak tidak tahu apa yang diucapkannya. sadar akan bau mereka yang terasa asing dengan rasa jijik. Status salah satu dari kedua orang itu. Kiasan pemandangan yang indah itu amat memesona o rang-orang asing beserta jurubahasanya. sebelum Fumio memberitahu kalau mereka seharusnya duduk. Mereka membungkuk hormat sambi l berdiri. dan Kaede memerhatikan sarung ketat yang melekat di kulit yang menutupi kaki mereka. kontras dengan bebatuan keabu-abuan sert a warna lentera.loao.menyam¬but dengan bahasa resmi pada para laki-laki. membingungkan: ksatria . Mereka membungkuk hormat sambil berdiri. dengan tambalan berwarna di¬jahitkan ke dalamnya: kelihatannya bukan dari sutra. Bahannya ber¬warna hitam. katun maupun rami. Kaede duduk dengan punggung bersandar ke dinding panjang ruangan itu. Mereka harus melepas alas kaki di luar. sementara semua orang mengataka n Terima kasih. Kenyataan itu membuat Jimtungny a ber¬debar kencang. membuat pinggul dan bahu mereka kelihatan membesar. kedua orang asing itu sering tersenyum agak menyeramkan dan Kaede bicara selembut dan membungkuk seanggun mungkin. Sesaat Kaede mengira kalau ia harus bereaksi tak tahu apakah harus menangis atau tak sadarkan diri tapi untungnya Shizuka datang de ngan membawa mangkuk teh dan kue kedelai manis. Orang asing itu duduk dengan canggung. Hamp aran daun-daun yang berwarna merah tui berserakan di tanah. Pakaian luar mereka aneh. Perempuan itu. dan maaf berulang kali dalam bahasa mereka. Kaede mengamati secara sembunyi¬sembunyi pada kedua laki-laki tersebut. menerima hadiah. yang merupakan asal nama kota Hagi. dan tetap menunduk. sebuah gulungan kaligrafi hasil karyanya sendiri digantung di ruang kecil yang terpisah.

Butuh waktu lama untuk berca kap-cakap karena Madaren begitu khawatir akan menyinggung Lady Otori. tentunya. Shizuka menatap penuh tanya sewaktu mengundurk an diri." Madaren mulai bi cara. Kelak saat aku telah lancar bicara bahasa itu. Para laki-laki kelihatannya cukup senang bisa keluar. "Ajak keluar dan perlihatkan taman pada mereka. "Jangan takut. makin besar kemungkinan semua hal itu dilaksanakan. Makin cepat aku belajar. Kita akan belajar setiap h ari. Sebaiknya tidak ada orang lain yang tahu tentang ini. karena aku juga harus belajar tulisa n mereka. "Perempuan ini tetap di sini bersamaku. Kuharap kau men gerti maksudku. dan selagi mereka bicara d engan keras tapi bernada ramah." katanya pada Fumio. Se-dangkan yang satu lagi adalah pendeta." Halaman 178 dari 500 . Dia bicara sangat be rbelii-belit dan penuh hormat. Aku ingin kau mengajariku. tapi Kaede menghentikannya. Kaede mendekati Madaren. "Aku ada satu permintaan padamu dan kedua laki-laki terhormat yang kau layani. Salah satu dari mereka harus ikut denganmu." Kaede menyuruh semua orang pergi. Suamiku sudah mencerita¬kan siapa dirimu." "Keramahan Lady Otori terlalu agung bagi orang seperti diriku. Demi suamiku aku akan menghormati dan melindungimu. Kau telah mempelajari bahasa mereka. Setelah beberapa percakapan yang panjang soal tempat tinggal dan k e¬butuhan orang-orang itu.sekaligus pedagang. Kaede menyadari musim dingin mungkin berlalu tanpa ia bisa bela jar apa-apa. mungkin mereka bicara soal taman. aku akan mempertimbangkan semua permintaan merek a.

Don Carlo juga sama ingin tahunya."Aku hanyalah orang rendahan dari Was yang terendah. Dia ter¬senyum tipis saat duduk tegak. Bahasanya sulit: segala sesuatu yang berkaitan dengan bahasa itu sepertinya terb olak-balik." ujar Madaren. laki-lak i itu menjadi sasaran keingintahuan dan keheranan. sesekali dia mendekati anak-anak lalu memeriksa pakaian dan alas kaki mereka. Suatu hari ketika Kaede merasa putus asa. Jangan terlalu bersikap formal. Rambut dan janggut kemerahan. menyeberangi sungai dengan perahu dan berjalan melew ati jalan-jalan sempit ke rumah di tepi sungai. Kaede melihat sebagian besar kegiatan ini karena Don Carlo mengajak mereka berdu a sebagai sarana belajar bahasa." Madaren menyembah lagi. "Madaren. tapi aku akan lakukan semam puku untuk memenuhi keinginan Lady Otori. serta mata hijau biru pucat bak air laut. ia berkata pada Madaren. dan ia menyatu dengan iramanya. *** Madaren datang setiap hari. Aku tak tahu bagaimana kau mempelajarinya." Madaren menyembah lagi." "Anda baik sekali. Dia juga mengamati setiap tanaman di taman. dan sukar untuk mengingat bentuk maskulin dan feminin dan cara kata kerjanya berubah . perempuan dari ." kata Kaede. dan kerapkali membuat sketsa untuk menjelaskan sebuah kata." Ini menyakitkan hatinya: Madaren. Belajar setiap hari menjadi bagian dari rutinita s kediaman itu. dan sering mengajak Madaren pergi ke saw ah untuk bertanya pada para petani tentang hasil panen dan musim. Dia menyimpan banyak bu ku catatan. tapi aku akan lakukan semampu ku untuk memenuhi keinginan Lady Otori. "Kita akan mulai belajar besok. mengucapkan nama aneh itu untuk yang pertama kalinya. Oran g itu benar-benar pandai. pohon. ku hanyalah orang rendahan dari Was yang terendah. "Aku takkan menguasai bahasa ini. yang di dalamnya dibuat daftar kata dan sketsa bunga. dan Kaede malu sekaligus kagum karena saat pertama kali bertemu ia berpi kir kalau orang ini hampir bukan manusia." kata Kaede. "Ka u akan menjadi guruku. bangunan dan alat p ertanian. menggunakan kuas yang paling ti pis. Si pendeta Don Carlo datang dua kali seminggu untuk mengaj ari kedua perempuan itu menulis apa yang disebutnya abjad. Dia biasanya datang dengan dibu ntuti anak-anak dan orang-orang dewasa yang tidak punya hal lebih baik yang bisa dikerjakan.

" "Don Carlo masih belum punya pasangan. dan acapkali memba ca dengan suara keras kitab sucinya demi meraih kesucian dan pengendalian nafsu dalam diri nya." "Tidakkah Don Joao memercayai hal yang sama?" tanya Shizuka. "Bahkan dia sama sekali tidak menyetujuinya. "Aku belajar dalam keadaan terpaksa. Percakapan mereka menjadi lebih santai." kata Madaren." sahut Madaren. mengejutkan bagi¬nya. bisa begitu fasih menguasai bahasa itu." seloroh Kaede. Begitu sudah bisa mengatasi rasa malu." Itu merupakan pemikiran yang baik Shizuka maupun Kaede tidak terlalu me¬mahaminya. bercinta adalah yang di sebutnya dosa dan cinta antar laki-laki khususnya." Kaede tertawa. sifat aslinya mulai muncul. Don Carlo akan menjelask annya. "Jangan pernah bicarakan hal semacam itu dengannya." kata Madaren dengan nada me mohon. "Kurasa suamiku tak memikirkan itu." "Tampaknya Don Carlo tidak punya hasrat terhadap perempuan ataupun laki¬laki. "Mungkin aku bisa meniru c aramu. "Aku membuat Don Joao mengajariku di tempat tidur." "Pastinya begitu. Halaman 179 dari 500 . t erutama saat ada Shizuka.kalangan rendah dan tidak ber-pendidikan. Di matanya. "Itu akan membuatnya sangat malu. Dia menghabiskan banyak waktu untuk berdoa." goda Shizuka. "Barangkali saat aku sudah lebih me¬mahami bahasa mereka. bukan pilihan.

tapi hasratnya lebih kuat. Takeo menulis panjang lebar atau tepatnya mendiktekan. Terbungkus karpet bul u. Kaede ta k berani lagi berlatih pedang bersama Shizuka: kenangan buruk tentang keguguran bayinya selalu melekat di benaknya. Kaede menemukan dirinya ingin tahu tentang masa lalu Madaren. tapi hasratnya lebih kuat. dari kedua belah pihak. Kini ia merasa khawatir kalau keberangkatan suaminya akan tertunda hingga salju mencair. Seringkali sa at mereka hanya berdua. Masih banyak persiapan yang har us dibicarakan dengan Kahei dan Gemba tentang kunjungan ke ibukota: Takeo masih men unggu kabar dari Sonoda tentang peneri¬maan utusan pembawa pesan. Kaede mengamati lekat-lekat ketika kedua orang asing hadir." Kaede penasaran apakah perilaku aneh ini menular pada Madaren. kemudian membenci dirinya karena hal itu. ia berada di ambang keraguan untuk bertanya pada Madaren bagaimana Takeo ketika masih kecil. kemudian membenci dirinya karena hal itu. dan ia sangat takut akan kehilangan bayinya ini. meski mereka mem¬butuhkan keahlian dan bergantung kepadanya. Namun pertanyaan ber¬sifat pribadi semacam itu bisa dianggap terlalu mengan cam. dan berpik ir kalau mereka berdua memang membenci Madaren. Shizuka mengajak kedua cucunya pergi melihat kirin. tapi tak ingin be rtanya secara langsung. Musim dingin tiba. bahkan eksploitasi. Dia memuaskan dirinya sendiri." Sebagian dari dirinya percaya pada hal yang sama. Kaede berpikir kalau hubungan itu aneh dan terbolak-balik. Takeo merasa berkewajiban un tuk melewatkan Tahun Baru di sana. karena dia kenal tuli san tangan Minoru tentang semua keputusan yang telah diambil. Kaede meminta maaf karena menghentikan pelajaran kemudian segera pergi ke ruang belajarnya sendiri ruangan tempat Ichiro membaca dan menulis dan membaca surat-surat itu di sana. betapa aneh perjalanan hidup yang telah membawa dia ke tempat ini. surat berdatangan dari Yamagat a. meskipun s udah memakai baju berlapis-lapis dan ada tungku batu bara agar tetap hangat. perhatiannya teralihkan. Ketika kembali pada Madaren. Kaede tak bisa melakukan banyak hal selain belajar dan bicara dengan Madaren."Sebagian dari dirinya percaya pada hal yang sama. Di a memuaskan dirinya sendiri. "Apakah Lady Otori mendapat kabar buruk dari Yamagata?" tanya Madaren se¬waktu Kae . Tepat sebelum rembulan di bulan kesebelas muncul. Ia hanya berdua dengan Madaren. Kaede sangat kecewa: ia berharap Takeo akan kembali sebelum salju menutup jalur pegunungan. dengan man i¬pulasi. Bulan kesebelas mem¬bawa hawa dingin yang menggigit.

" "Dari dulu dia memang berbeda. seraya meng¬ingat-i ngat percakapan mereka sebelumnya. "Tidak juga. terima kasih Surga." "Lord Otori baik-baik saja?" "Kesehatannya baik-baik saja. saat kalian masih kecil?" "Tomasu. Apa artinya?" "Itu nama salah satu guru besar di kalangan Hidden. "Itu yang paling kuingat ." "Tomasu? Kedengarannya aneh sekali." sahut Madaren serius. "Kau memanggilnya dengan nama apa." Kaede berhenti sejenak lalu b erkata." "Dan Madaren?" "Madaren adalah perempuan yang. "Kurasa kau tak ingat banyak tentang suamiku. Waktu itu kau pasti masih kecil. kata¬nya. Semula aku berharap suamiku akan kembali lebih awal.de membuat kesalahan pelajaran dasar untuk yang ketiga kalinya. itu saja. Wajahnya tidak mirip dengan kami se Halaman 180 dari 500 ." "Apakah putra Tuhan itu mencintai perempuan itu?" tanya Kaede. Saat itu ketertarikan Kaede bukanlah pada kepercayaan orang Hidden. mencintai putra Tuhan saat beliau berjal an di bumi. melainkan pa da suaminya yang tumbuh dewasa di lingkungan mereka. tuanku." tutur Madaren perlahan. "Beliau mencintai kita semua.

dan Takeo akan tetap di Yamagata sampai musim semi. tapi ibu sayang sekali padanya. Malam itu salju turun dengan lebat. Dia sudah mulai bicara tentang Deus. tuanku. "Pernah ada satu saat ketika hasrat berarti kematian bagi laki¬laki mana pun!" "Aku telah menikah enam belas tahun. Karena itu artinya j alan pasti sudah ditutup. kan? Juga menjelaskan tent . Ayahku sering mar ah padanya. meski ia tidak tahu apa sebabnya. Kurasa itu sebabnya aku mengenalinya se¬waktu bertemu di Hofu. Aku selalu mengusik¬nya. ibu pura-pura marah." Shizuka menjelaskan. Aku ingi n dia memerhatikan aku. Kaede pun agak terper anjat. "Don Carlo memerhatikan aku dengan cara laki-laki normal memandang perem¬puan. "Sebaiknya kita mulai lagi pelajaran kita. lakilaki itu tidak bisa ke sawah untuk melakukan penelitiannya." Madaren terdiam. maka dia makin sering dat ang bersama Madaren dan percakapan mereka menjadi lebih mendalam lagi. dan hampir menangis. Dia tak menginginkan tubuhmu. Ketika akhirnya salj u turun. untuk bisa memahami mereka. dia meng inginkan jiwamu. tapi ibu sayang sekali padanya. "Tentu saja. dan sepertinya tidak berpikir dengan cara yang sama. A ku selalu memimpikannya. hujan salju pertama tahun itu. dan sepertinya tidak berpikir dengan cara yang sama." ko mentarnya pada Shizuka. Lagipula itu bukan nafsu. Aku ingi n dia memerhatikan aku. ibu pura-pura marah. Kaede terjaga di pagi harinya dengan cahaya putih yang terasa asing. Aku selalu memanjatkan doa baginya. *** semakin sadar harus tahu apa yang mereka percayai." eluarga. "Tapi bila kau mau dengar pendapatku: kurasa dia berharap bisa meng ambil hatimu dengan agamanya. Aku selalu memanjatkan doa baginya." sahut Madaren patuh." ujar Kaede dengan suara yang lebih t enang. A ku selalu memimpikannya. Shizuka! Kuharap reputasiku sudah dilupa¬kan. seolah takut sudah terlalu banyak bicara. karena kita tahu Don Carlo tak merasakan desakan semacam itu.keluarga. Ayahku sering mara h padanya. "Mungkin dia harus diperingatkan tentang reputasimu!" sahut Shizuka. D on Carlo nampak juga bersemangat untuk dapat membuat ia memahaminya. Kurasa itu sebabnya aku mengenalinya se¬waktu bertemu di Hofu." "Kita tidak pernah tahu itu! Kita hanya tahu kalau dia tidak menanggapi hasratny a. Aku selalu mengusik¬nya.

seperti wabah. "Apa bedanya baginya atas apa yang kupercayai?" "Mai. "Bagaimana mereka bisa hidup begitu jauh dari rum ah dalam waktu lama?" "Kata Fumio itu adalah sifat dari semua pedagang dan petualang. Aku pernah melihatnya. dan berbahaya. Waspadalah. "Tapi bisa t iba-tiba menjangkiti manusia. tapi aku tidak bisa membayang¬kan diriku mengikuti kepercayaan mereka. tapi dia merasa kalau mereka berharap bisa mendapatkan keuntungan dan pengikut dalam juml ah yang sama besarnya. negeri mereka sangat jauh dari sini: berjarak sat u tahun atau lebih dengan berlayar. "Bagiku itu seperti omong kosong!" "Semua kepercayaan bisa kelihatan seperti kegilaan." Kaede membuang jauh-jauh pikiran itu dengan sengit. dan akhirnya men¬dapatkan wilayah baru bagi diri mereka sendiri." "Baiklah. Meskipun Mai belum memahami bahasa mereka dengan semp urna." Halaman 181 dari 500 .ang aga-ma di negaranya?" "Sungguh aneh. gadis yang kukirim untuk bekerja pada mereka." "Dari apa yang mereka katakan." sahut Shizuka. In ilah yang mereka lakukan di seluruh penjuru dunia." ujar Kaede. mengatakan nama Lady Otori s ering disebut dalam perbincangan mereka. Membuat mereka m erasa sangat berkuasa." tutur Kaede.

." "Semakin menguatkan alasan untuk mem¬perlakukannya dengan curiga!" Selama musim dingin. tapi lebih dogmatis dan tidak mengenai kompromi. Membungkuk. huku man.Kata-kata Shizuka membuat Kaede ter¬ingat saat dirinya menjadi istri Lord Fujiwara . Bersabarlah: dia akan menjemputmu. "Mari kupijat. kutukan. dan bagaimana ia melalui hari-hari yang panjang dalam doa dan puisi. dan menginginkan kehidupan berjalan dengan selaras bagi semua mahkluk. Kaede menyadari betapa Takeo telah memilih meng hindari tatapan itu. dan kesunyian itu semakin senyap seakan dia tenggelam dalam lamunan. punggungku sakit." ujar Kaede. meski tampak sa ma. Dulu aku suka duduk bersama Lord Shigeru tepat di ruangan ini. Don Carlo memperkenalkannya lebih banyak kata: neraka.. malam berganti siang dan musim panas berganti dengan musim dingin. Saat tidak berhasil dengan kata-kata. "Hantu-hantu dari masa lalu. "Apa yang kau pikirkan?" tanya Kaede. Bersabarlah: dia akan menjemputmu. dia diam saja. ata-kata Shizuka membuat Kaede ter¬ingat saat dirinya menjadi istri Lord Fujiwara. dan bagaimana ia melalui hari-hari yang panjang dalam doa dan puisi. Kaede merasa bayinya menendang dalam perutnya." Selagi Shizuka memijat." katanya seraya menghcla napas. me¬megang semua janji yang telah dikatakan padanya sementara dirinya terbaring dalam sihir tidur Kikuta seolah masuk ke pet i es. Kaede berusaha menjelaskan hal ini pada Don Carlo dengan kosa katanya yang ter¬bat as. Karena tentu saja dewa atau tuhan itu baik. Kini seluruh kesabarannya sudah h ampir habis dengan kehamilannya. dan seperti ajaran Sang Pencerah. kematian itu tak lebih hanya pemberehe ntian sejenak sebelum kelahiran selanjutnya. "Kurasa agama orang asing itu. diajaknya laki-laki itu melihat pahatan patung Kannon Sang Maha . musim berlalu. dan ia ingat apa yang pernah Takeo katakan tentang Tuhan yang Maha Melihat milik kaum Hidden dan tatapannya yang tanpa ampun." "Ajaran kaum Hidden. salju serta ketidakhadiran Takeo.. me¬megang semua janji yang telah dikatakan padanya sementara dirinya terbaring dalam sihir tidur Kikuta seolah masuk ke pet i es. "Ah. Beberapa kali aku membawa pesan dari Lady Maruyama: kau tahu kalau dia adalah salah satu pengikut. dan itu makin membuat ia makin mengagumi dan men¬cintai suaminya.

ke hamilannya sudah berusia tujuh bulan dan diperlambat dengan berat bayi yang dikandungnya. tetesan air yang membeku mula i mencair dari tepi atap. Kaede senang melihat bangunan baru itu bis a bertahan menghadapi musim dingin. Saat itu cuaca terasa lembut di awal musim semi. Halaman 182 dari 500 .Pengampun yang sudah selesai di kuil yang telah di¬bangun untuknya. di bawah pengawasan Taro. dan sinar ma tahari musim dingin jatuh menyirami lantai yang baru. Kayunya ber¬warna seperti madu dan berbau semanis madu pula. dengan dinaungi atap rangkap dua. lalu melepas sandal di beranda. salju di bawah telapak kaki terasa lembap dan mencair. Kendati tidak suka dengan caranya diantar. dan hasil karya seni ukiran yang amat halus mem-biarkan cahaya matahari masuk. Pintu utama terbuka lebar. Para tukang kayu. menyilaukan saat icrkena pantulan cahaya matahari. dan Madaren mengikutinya. Hunga-bunga plum masih ber¬gelant ungan bak serpihan salju di ranting tanpa daun di taman Akane. Jendela kecil di atas pintu samping ber¬bentuk seperti daun. membiaskan cahaya. Bentuk bangunan itu mencuat ke atas da n dipantulkan dengan dedaunan pinus yang membentuk seperti payung pelindung. Salju masih menempel di atap. Kaede memberi salam pada Taro. Kaede dibawa dalam tandu. memanfaatkan cuaca vang lebih hangat. tengah memberi sentuhan akhir pada k uil. keseimbangan sempurna pada kedua lengkungannya seperti yang Taro janjikan. D on Carlo juga dibawa dengan tandu terpisah di belakangnya.

"Aku lihat dari sini saja." "Tapi kau tak bisa melihatnya dari sini. dan untuk arwah Akane yang mungkin pada akhirny a bisa istirahat dengan tenang." sambut Kaede pada si pendeta dengan bahasa orang itu. sedangkan tangan yang satu lagi menyibak keliman jubah dengan dua jari yang ramping. Kini giliran orang itu yang harus mendengarkan. Kau harus lihat karya paling indah dari ora ng ini. Orang asing ini tertarik pada karyamu. ekspresinya tegas sekaligus pe nuh welas asih." Don Carlo melepas alas kaki dengan sikap enggan yang sengaja diperlihatkan. Masih baru. memegangi bunga teratai." kata Kaede. ini bertentangan dengan kepercayaannya. Kaede mengatakan pada Taro betapa si orang asing mengagumi patungnya." katanya pada Taro." kata Don Carlo. Lipatan jubah itu dipahat sangat halus hingga terlihat seperti ber goyang saat tertiup angin sepoi¬sepoi. tapi ia tak menyerah begitu saja. "Kau bisa lihat bagaimana konstruksi ba ngunan ini dan bagaimana pahatan kayu¬nya. dan Don Carlo mem¬buat gerakan canggung dengan kepala. melebih¬lebi ." Kaede merasa marah atas sikap kasar laki¬laki itu. menekan dada. dan melihat ke belak ang¬nya tempat Don Carlo dan Madaren men¬dekati bangunan kuil. Taro membantunya dengan senyum yang mem¬beri semangat. dan saat Kaede berkata." saran Madaren kepada¬nya. dan sudah belajar banyak darinya. Satu tangan. Orang itu terlihat lebih gelisah dari biasanya." si pendeta menggeleng lalu menyahut. Orang ini yang membuatnya. "Ayolah. "Dia takkan masuk. "Mari masuk. tapi tidak berdoa. ia tak bisa memahami alasan di baliknya. Kaede melangkah ke dalam kuil." "Pasti menarik. "Selamat datang. Ia sudah mendengarkan Don Carlo sepanjang musim dingin . "Ini tem pat istimewa untukku." Taro membungkuk. "Dia cantik sekali. patung yang s udah selesai berdiri di depan mereka. senyum dengan bibir agak mencuat ke atas." katanya pada Taro. "Lakukan seperti yang kuminta."Orang asing ini tertarik pada karyamu. Kaede menangkupkan telapak tangan lalu menunduk berdoa untuk bayi dalam kandungann ya. untuk suami dan ketiga putrinya." desak Kaede. kemudian Madaren berbisik . dan melihat ke belaka ng¬nya tempat Don Carlo dan Madaren men¬dekati bangunan kuil. Mata sang dewi menatap ke bawah. dengan semacam rasa ingin tahu.

Tanganku men¬dengarkan apa yang ada di dalam kayu. "Keahlianku biasa saja." sahut Taro. namun melihat ada sesuatu yang telah meningkatkan ketertarikan Don Carlo pada dirinya. dan mem bantunya menemukan jalan keluamya. Taro.* Halaman 183 dari 500 . Kaede berusaha menerjemahkan kalimat ini sebisa mungkin. dan ingin sekali agar T akeo kembali. hal itu men gganggunya. Kemudian Don Carlo mengeluarkan buku catatan lalu menggambar apa yang dilihat¬nya. b agaimana penyangganya saling menopang. Don Carlo ber¬gumam. Matanya kerapkali menerawang kembali ke arah sang dewi. kemudian ke arah wajah K aede. memperlihatkan pada Don Carlo konstruksi bagian dalam atap.hkan pujiannya untuk menebus sikap kasarnya tadi. "Kurasa aku tidak bisa menemukan Bunda Maria dari Timur. menanyakan tentang nama kayu." Itulah pertama kalinya Kaede mendengar kata itu. merasakan tiba-tiba bayi dalam perutnya menendang keras. dan nama setiap sambungan. dan tak mengerti artinya. Sewaktu mereka pergi. dengan gerakan dan sketsa gambar.

membuat kuda itu melompat dan berjingkrak. Bagaimana mengatakannya? Takeo me¬natap istrinya dengan penuh kekhawatiran. Dan catatan administ rasi memastikan sekali lagi seberapa kuat negaranya. Ia akan pergi dengan damai. penutup jendela terbuka. *** "Apa yang terjadi pada wajahmu?" tanya Kaede ketika mereka hanya berdua. Takeo senang Ishida tinggal bers ama istrinya selama masa kehamilanya. mandi dan makan bersama Kaede. Teringat o lehnya apa yang Shigeko katakan: Ayah harus ceritakan pada Ibu. Gembira kar ena berada di jalanan. cuping hidungnya mengem¬bang. seringkali tergenang.Sisa luka cakaran membekas di wajahnya sudah hampir memudar ketika Takeo kembali ke Hagi di akhir bulan ketiga. tidak lebih dari tiga atau empat minggu lagi. Ishida serta kedua bocah. Ia langsung ke rumah lama. namun juga menyesali ketidakhadiran si tabib selagi cua ca yang tak bersahabat mem¬buat luka lamanya terasa makin sakit. jalanannya berlump ur. sedangkan minuman penenang te lah habis. menyelu juri tanda bekas luka yang mulai menghilang dengan jari-jarinya. dan kecemasannya terhadap Kaede makin menjadi-jadi. Dengan ditutupnya semua perbatasan antar kota di seluruh Tiga Negara. dan di mana-mana tercium aroma musim semi. ia tidak bisa men erima surat. Saat ini ia dan Kaede d uduk di kamar lantai atas. semua itu kian memantapkan hatinya. Waktu melahirkan hampir tiba. Udara masih terasa dingin. namun takkan meninggalkan negerinya tanpa penjagaan. membahas strategi untuk musim semi yang akan datang serta kunjungan ke ibukota. tempat Chiyo dan Haruka menyam¬butnya dengan suka cita. dan tubuh hitamnya berkilauan bak pernis. menuju tempat kelahirannya. Musim semi tiba dan ia langsung me¬mutuskan untuk pulang. Saat menunggang kuda mel ewati pedesaan. Ayah seharusnya tidak menyimpan . surai dan ekornya melambai-lambai. Bulu musim dinginnya telah disika t bersih oleh bocah-bocah pengurus kuda. Takeo tiba tadi pagi. Tenba melewati musim dingin dengan baik. sampai ke tingkat desa di mana pem impinnya dipilih oleh para petani dapat dimobilisasi untuk mem¬pertahankan diri mereka dan wi layahnya. Salju belum lagi mencair: musim dingin berlang¬aing lama dan s ulit. dan membaca catatan administrasi Ti ga Negara. angin segar. Kedua hal itu membangkitkan semangatnya: merasa siap untuk apa saja yang akan te rjadi saat kunjungan nanti. hampir tidak berkurang berat badan maupun kondisinya. percikan sungai terdengar di telinga merek a. Takeo terpaksa menghabiskan waktu ber¬sama Miyoshi Kahei.

"Aku sudah sering mengatakan pada mu. "Jangan bilang begitu. kau kesepian di Yamagata lalu menemukan perempuan yang menggairahkan!" Kaede menggodanya. Aku tahu. Takeo berkata." Ia merengkuh Kaede dan memeluknya erat-erat sesaat tanpa sepatah kata pun. Halaman 184 dari 500 ." "Kelihatannya seperti dicakar. Tidak apa-apa. "Aku tak sengaja menabrak dahan. senang suaminya sudah berada di rumah lagi. aku tidak akan tidur dengan siapa pun selain dirimu. Ceritakan semuanya pada Ibu.rahasia dari Ibu." sahutnya dengan nada lebih serius." "Bahkan kalau aku mati lebih dulu?" Ditempelkan jarinya dengan lembut ke bibir i strinya." "Seumur hidupmu?" "Seumur hidupku. "Tidak.

" akhirnya Kaede berkata. Dan mereka tak berharap hidup mereka berakhir dalam hitungan jam. tapi pernikahan semacam itu akan men yiakan-nyiakan Shigeko." tuturnya pada Kaede. "Pendapat yang tidak bisa kita abaikan begitu saja. Sesaat mereka saling pandang. Lalu Kaede berkata. "Bagaimana Shigeko? Aku sangat gemb ira memikirkan dia sebagai Lady Maruyama saat ini. "Aku yakin Hiroshi bisa menjadi suami yang baik. Tapi aku yakin itu sebabnya dia selalu menghindari per¬ni kahan. "Bagaimana Shigeko? Aku sangat gem bira memikirkan dia sebagai Lady Maruyama saat ini. "Usianya sama dengan kau saat kita bertemu. kedengaran seolah marah dengan pendapat seperti itu."Ceritakan semuanya." Takeo memperingatkan." Cinta kita pun me rupakan hasrat yang buta." "Dia berharap menikah dengan Shigeko?" "Menurutku Shigeko juga menyayangi¬nya." "Shigeko baik-baik saja. Bukan dasar yang buruk untuk sebuah pernikahan. Mereka memut uskan untuk mengundang Hana saat musim panas agar bisa bertemu kedua putranya dan menemani K aede . "Kono mengisyaratkan persekutuan politis melalui pernikahan dengan jenderal Kais ar. Kita dirasuki k egi-laan yang begitu kuat hingga mengakibatkan terjadinya pem¬bunuhan yang tiada henti. pikirnya. Tapi saat itu baru kusadari kalau Hiroshi jatuh cinta padanya." "Shigeko masih gadis kecil!" ujar Kaede. "Mereka tidak boleh berada di Maruyama bersama-sama. Dia mengingatka n¬ku pada Naomi. Saga Hideki." sahut Kaede." Takeo meneruskan ceritanya tentang kelanjutan masalah dengan Zenko. Shigeko akan ikut bersamaku ke Miyako. Shigeko dan Hir oshi sudah seperti kakak adik. Dia selalu memperlakukannya sebagai adik. dan tidak memberi keuntungan yang sebenarnya belum kita miliki." Ceritakan semuanya. Andai kau bisa melihatnya saat upacara." "Hiroshi? Tidak mungkin. menghela napas panjang. kami akan bertemu dengan Saga d an memutuskan nanti." "Baiklah. Jangan terlalu banyak berharap dari mereka berdua!" "Hiroshi jauh lebih tua ketimbang diriku saat itu! Kuyakin dia lebih bisa mengen dali¬kan diri. Kita belum terlalu mengenal satu sama lain. Apakah dia bi lang begitu?" "Tidak dengan kata-kata." akhirnya Kaede berkata.

"Don Carlo maupun adikmu adalah guru yang baik. kekuatan yang tidak biasa seb agai seorang perempuan. aku masih saja kesulitan me¬nangkap maknanya. Ishida kadang membantu mereka. tapi tidak serius. Madaren pasti sudah menceritakan kalau kau lahir di antara kaum Hid den. baik-baik saja.setelah melahirkan. "Apakah orang-orang asing itu berhubungan dengan Hofu atau Kumamoto?" "Ya." ujar Takeo." ujar Takeo. dan sudah sewaj arnya kami membacanya. pengaruhku pada dirimu. dan m eraih dirimu melalui aku. Kami terserang flu. meskipun tidak mendapat pendidikan. Aku suk a padanya: kelihatannya dia baik dan pandai. Bahkan bila sudah mengenal setiap kata. Dia menulis banyak hal tentang diriku. "Menurutku dia ingin aku masuk agamanya. Don Carlo Halaman 185 dari 500 . dan menimbang¬nimbang setiap perkataan." "Adikku baik-baik saja?" "Secara umum. "Dan kuharap kau sudah fasih bicara dengan bahasa yang baru." Sesaat Kaede terdiam." "Dia mirip ibuku. Aku harus sangat ber¬hati-hati agar tidak membuat Don Carlo takut: lakilaki itu amat tertarik dengan semua yang kukatakan." "Kau memahami semua isinya?" "Sulit sekali. ya." sahut Kaede. "Aku sudah membuat kemajuan. mereka sering menulis surat.

sedangkan Don Joao diijinkan ber¬dagang di Tiga Negara." "Aku sudah curigai. . dan mengenai Zenko." Kaede menepuk Kin." tutur Kaede. sedangkan Don Joao diijinkan ber¬dagang di Tiga Negara." "Perdagangan itu masalah lain: boleh selama kita bisa mengendalikannya dan demi kepentingan kita. "Aku juga punya cermin yang sama!" Kaede memanggil Haruka." "Miki akan kembali bersamanya?" Takeo terperangkap oleh kerinduan ingin bertemu dengan putri bungsunya. "Dia tidak t ahan untuk memamerkan barang-barang baru kepunyaannya dan akan mengumbar tentang kehebatan Kumamoto. Takeo mengambilnya dan bercermin. Ia merasa aneh dan terkejut. aku bertemu. "Kin pasti senang saat Maya pulang dia merindukan si kembar." "Shizuka tidak ada di sini? Aku ingin bicara dengannya tentang masalah ini. "Don Joao menerima sepucuk surat dari sal ah satunya. Aku yakin bisa me-mancingnya agar bercerita lebih banyak lagi. sepertinya.nyaris mengira kau adalah pengikut ajaran mereka sehingga akan diberi ijin menye barkan agama. Kau bertemu Maya?" "Ya. "Ini pemberian Don Carlo. terbungkus kain sutra tebal. dan pelayan itu memba wakan cermin itu. Mereka adalah kenalan bisnis. "Apa lagi yang diperdagangkan dari Kuma¬moto yang kita belum tahu?" "Satu lagi alasan yang tepat agar Hana berada di sini. seraya membuka bungkusnya. Tapi tak akan kuijinkan dia menyebarkan agama. "Hal ini mencemaskanku." Takeo menceritakan tentang cermin yang diperlihatkan kepada¬n ya di Maruyama." "Dia ke Kagemura begitu salju mencair. dari kampung halaman mereka. atau bepergian. Aku mencemaskan Miki dalam cuaca dingin s eperti ini." yaris mengira kau adalah pengikut ajaran mereka sehingga akan diberi ijin menyeb arkan agama. "Belum diputuskan." "Tahukah kau kal au sudah ada orang asing di Kumamoto?" tanya Kaede." Takeo tak yakin bagai¬mana meneruskannya. dan Shizuka punya masalah yang harus dibicarakan dengan keluarga Muto." kata Kaede. anjing yang berbaring meringkuk di sampin gnya." kata Takeo.

Tapi Taku seperti¬nya tergila-gila pada gadis itu." "Hasrat kita tak pernah padam. Selama tidak meng¬ganggu tugas mereka. Kau harus memikir¬kan kesehatanmu." sahut Takeo. Halaman 186 dari 500 . dan Takeo merasakan si bayi bergerak kua t dalam perut istrinya." katanya. "Jangan sampai masalah ini m embuatmu tertekan." "Dengan Sada? Apa semua laki-laki sudah gila? Sada! Dia orang terakhir yang kudu ga bisa membuat Taku mabuk kepayang. Tak ada ruginya. Dia tengah belajar mengendal i¬kan diri dan juga disiplin."Kau juga mengkhawatirkannya? Dia baik¬baik saja?" "Maya baik-baik saja." Kaede tertawa. Kukira gadis itu tidak peduli pada laki-laki dia berpenampil an seperti lakilaki." "Seharusnya tidak kuceritakan padamu. Dia sedang belajar pada Taku. biarkan saja mereka sal ing mencinta. "Putra kita sedang menendang. nanti akan pad am dengan sendirinya. kan? Hasrat seperti itu tidak bisa dihentikan toh. Kaede meraih tangan suaminya dan menaruhnya di perutnya. "Aku lebih merasa terkejut ketimbang tertekan." sahut Takeo.

Harus kelihatan sesuai hukum." "Tampaknya sikap Kono berubah. Jangan ditunda. Bahkan jika kita bisa ."Sebenarnya aku tidak ingin membicara kannya. Keadilan menuntut kalau mereka dihukum mati atas kejahatan yang mereka lakukan." "Alternatif lain terlalu menakutkan untuk dipikirkan." Kaede gemetar." kata Takeo." "Tentu: menyerang dan mengalahkan Zenko dengan cepat di Barat dan bersiap melawan Kaisar di Timur. Mungkin aku harus ke sana uniuk menyaksikannya aku mem¬pertimbangkan untuk meminta hukuman dilaksanakan saat aku melewati Inuyama dalam perjalanan ke ibukota. keluarga Kikuta yang menyerang¬mu tahun lalu." sahut Takeo. "Tapi kita harus me¬mut uskan nasib sandera yang kita tahan di Inuyama. tapi aku harus tetap pergi ke Miyako sesuai rencana. keluarga Kikuta yang menyerang¬mu tahun lalu. Ayah mereka sudah mati dibunuh tahun lalu. bukan sebagai tindakan balas dendam. Pikirkan biaya yang dibutuhkan. "Oh ya. Sonoda baru saja menulis surat. Ayah mereka sudah mati dibunuh tahun lalu. Katakan pada Sonoda u ntuk melakukannya sendiri: dia dan Ai adalah wakil kita di Inuyama. Mungkin aku harus ke sana uniuk menyaksikannya aku mem¬pertimbangkan untuk meminta hukuman dilaksanakan saat aku melewati Inuyama Sebenarnya aku tidak ingin membicara kannya." kata Takeo. Kurirmu sudah kembali ke Inuyama. Kukira sudah wakt¬unya men ulis surat pada Sonoda. Kukira sudah wakt¬unya men ulis surat pada Sonoda. dan aku ragu kalau Kikuta mau berunding." Takeo berterima kasih pada Kaede atas k eputusannya yang tegas. "Tapi kita harus me¬mutu skan nasib sandera yang kita tahan di Inuyama." gumam Kaede. "Dia tahu cara memikat serta memuji . "Itu pertanda buruk untuk suatu perjalanan. Mereka diterima Kaisar. bukan sebagai tindakan balas dendam. Aku tidak memercayai dia. Harus kelihatan sesuai hukum. Dan harus laksanakan secepatnya." "Minoru akan menulis suratnya sore ini. dan dia selalu memu jimu dan Tiga Negara. Mereka diberi penginapan oleh Lord Kono selama musim dingin. "Kau pasti paham benar apa alternatif itu. Mereka bisa mewak ili kita. dan aku ragu kalau Kikuta mau berunding. Keadilan menuntut kalau mereka dihukum mati atas kejahatan yang mereka lakukan.

dan ak u sayang padanya dan anak-anaknya. Napas mereka makin memburu dan kedua nya larut menjadi satu kesatuan. Halaman 187 dari 500 . tapi sebelum Kaede dipingit.memenangkan kedua wilayah. Takeo khawatir kalau selama ia tidak ada di sana. dan sumber daya lain. Aku janji. tidak bisa me ngendalikannya." Takeo menarik tubuh Kaede lebih dekat. orang-orang asing itu akan berpaling ke K umamoto untuk men¬dapatkan akses ke distrik lain. "Takkan kubiarkan hal itu tcrjadi. tapi aku takut apa yang akan terjadi kelak. kita membawa dua pertiga negara kita dalam kancah peperangan dan akan menghancurkan kerabat sen diri dan merenggut Sunaomi dan Chikara dari orangtuanya." kata Kaede pelan. Ia ingin mencapai persetujuan yang memuaskan kedua belah pihak untuk masalah perdagangan dan memperingatkan mereka siapa penguasa Tiga Negara. Takeo ingin bertemu dengan kedua orang asing." *** Semua orang menantikan bayi itu lahir. dan mengecup tengkuk istrinya." "Tapi kekuatan yang tengah digalang dimana dirimu. suamiku sayang. "Kuharap kita bisa seperti ini selamanya. Ibu mereka adalah adikku. saat Kaede sibuk dengan bayinya. bekas luka itu masih tetap kelihatan." Kaede membenamkan diri dalam pelukan Takeo. "Aku sangat bahagia saat ini.

cerah dan segar. sesekali melompat untuk menangkap seran gga musim semi. taman berwarna merah m uda. ca hari itu semakin hangat. diikuti dandelion. Don Joao menjelas kan bahwa mereka berharap bisa membangun hubungan dagang secara ter¬atur. aster dan vetch. tahu kalau Madaren adalah adiknya apakah mereka memang tahu itu? A pakah adiknya telah mengatakannya pada mereka? Kaede mengatakan mereka tahu kalau ia l ahir di kalangan Hidden.. . dia menawarkan perak. Semua ini. aster dan vetch. mencurigai kedua orang asing itu. katanya. diikuti dandelion. penerjemahan semakin memperlambat pembicaraan. Ia pun gelisah. karena mereka sepert i memandang rendah dirinya. Takeo pi ia Kaede edua belah sebenarnya lebih senang menerima mereka di kastil dengan upacara megah.Cuaca hari itu semakin hangat. dan kicau burung warbler mengalun indah. sore segera me njelang. Burung kembali ke sawah yang berair. Madaren lebih gelisah dengan adanya Takeo. Itu tugas yang berat. pecah belah. Burung kembali ke sawah yang berair. taman berwarna merah m uda. kerang mutiara. banyak dicari d an bernilai tinggi di negaranya. Kaede harus hadir untuk membantu men¬jelaskan maksud k pihak. meskipun tidak menyatakannya secara terang-terang an. cerah dan segar. Aliran sungai dan air terjun di taman memercikkan air dan ikan carp merah keemasan berenang dengan malas di kolam. dan suara katak memenuhi udara. Dia memuji sutra. daun ginkgo dan maple merekah. windflower. daun ginkgo dan maple merekah. rempah dan kayu w angi. windflower. Bunga aconi tus dan violet bermekaran di hutan dan taman. dan tentunya senjata api. Dia tampak takut menyinggung.. J erit jangkrik mulai terdengar. tapi juga ingin membuatnya terkesan. Bunga aconi tus dan violet bermekaran di hutan dan taman. dan kicau burung warbler mengalun indah. gunung berwarna putih bersih. ta tak ingin melakukan perjalanan. Mereka tak saba r untuk memulai perdagangan yang sesungguhnya. dan keramik dan porselen yang diimpor dari Shin. dan suara katak memenuhi udara. J erit jangkrik mulai terdengar. Takeo meminta mereka menyatakan dengan jelas keinginan mereka. Sebagai imbalan. S eketika bunga ceri bermekaran di mana¬mana. Seke tika bunga ceri bermekaran di mana¬mana. Don Carlo dan Don Joao datang bersama Madaren ke penemuan yang diadakan di ruang utama yang menghadap taman. Kedua orang asing itu kini lebih mendesak. gunung berwarna putih bersih.

Kami tahu bahwa Anda bisa membayar dengan mata uang perak. tapi bila terlalu banyak mata uang perak masuk. dan apakah penduduk setempat boleh bergabung dengan mereka mem uja Deus. maka kami berdua akan pergi." "Dengan persyaratan seperti ini." Takeo sepakat dengan sopan. Lalu Don Carlo mengungkit masalah agama. "Kami sudah biasa bepergian dan berdagang dengan bebas. saranku. Halaman 188 dari 600 . Prasangka masih tetap ada . jangan sampai menganggu keselarasan dalam masyarakat." tutur Don Carlo. dan Takeo mcngira kalau ia menangkap nada lebih bersemangat Madaren s ewaktu menerjemahkan. dan menjalankannya secara perlahan." "Itu keputusan Anda. "Mungkin kelak hal itu bisa dilakukan. semua harga aka n jatuh. "Rakyat kami boleh beribadah sesuai keinginan mereka. Anda boleh memanfaatkan satu ruangan di sana. Tapi. sadar kalau hal itu sulit dite rima." sahut Takeo." Takeo berkata. maka kami akan memperluasnya. dan senjata api hanya bisa ma suk dengan seijin dirinya atau istrinya." "Kami berharap Lord Otori bisa mengakui agama kami sebagai salah satu agama yang benar." bant ah Don Joao. dan Don Joao menjawab. Bila perdagangan in i ter¬nyata mendatangkan keuntungan bagi kami. "Tidak perlu membuat bangunan khusus untuk itu. jangan secara terang-terangan. dan bertanya apakah mereka boleh memban gun kuil di Hofu dan di Hagi. Kami harus melindungi rakyat. "Bila itu keputusannya. Kedua orang itu saling bertukar pandang ketika syarat itu diterjemahkan. maka keuntungan tak berada di pihak kami. Kami akan memberi akomodasi.Takeo menjawab bahwa semua ini bisa diterima: satu-satunya syarat yaitu adalah s emua itu harus dilakukan melalui Hofu dan di bawah pengawasannya.

" Kaede berbicara padanya menggunakan bahasa asing itu. "Apa yang mereka katakan?" Takeo men¬condongkan badan ke arah Kaede dan ber¬bicara d i telinga istrinya. "Takkan ad a hal semacam itu. Aku akan pergi selama musim panas." Madaren bicara dengan ragu-ragu. begitu cepat setelah kelahiran anak A nda?" tanya Don Joao. dan hebat dalam keduanya." ujarnya. Takeo kagum dengan kefasih an istrinya dalam bahasa yang aneh bunyinya itu. dan istriku akan sangat sibuk mengurus anak. "Takkan ada hal semacam itu. dan melihat kalau hal itu membuat mereka kesal. "Kukira dia lebih suka menjadi guru ketimbang menjadi murid." kata Don Carlo. "Aku akan mengunjungi Kaisar." "Aku akan merasa kehilangan Lady Otori. Seturuh kota sudah tahu: tak ada alasan menyembunyikannya dari mereka. seraya berpikir akan menulis surat kepada Taku. "Ada banyak hal yang dia merasa sudah tahu." sahutnya. dan melihat kalau hal itu membuat mereka kesal." bisik Takeo. s erta berharap dia mau terus belajar dari kita. seraya melihat sekilas ke arah Takeo dengan tatapan terkejut. "Aku berterima kasih kepadanya dan bilang kalau dia juga pandai sebagai murid." gumamnya. "Anda berdua harus kembali ke Hofu. "Tapi Lord Otori akan ke mana begitu lama. "Mereka mengira kalau kaulah yan g mereka sebut raja." sahutnya. tak i ngin Madaren mendengar. Tak ada alasan lagi bagi kalian untuk tinggal di Hagi. tapi mereka ingin tahu apakah mer eka boleh ." "Dari Delapan Pulau?" "Mereka tidak tahu tentang Delapan Pulau mereka mengira hanya ada Tiga Negara. "Aku akan mengatur kapa l dengan Terada Fumio dia akan menemani Anda. akeo tersenyum." Ketika diterjemahkan. "Lady Otori telah menja di murid sekaligus guru. Mereka mengajukan per¬tanyaan pad a Madaren dengan hati-hati." tutur Kaede dengan pelan pada Takeo. seolah gagasan itu terlalu absurd untuk dibicarakan. mereka tampak kebingungan. "Mereka tidak tahu kalau ada Kaisar. seolah gagasan itu terlalu absurd untuk dibicarakan." sahut Kaede pelan. "Maafkan aku.Takeo tersenyum.

" "Apa mereka sudah gila?" imbuhnya cepat. " Don Joao memaksa. "Kami adalah utusan raja kami. Takeo memikirkan dengan gembira kesan yang akan dibuat oleh kirin. karena biasanya apa yang dianggap cukup oleh orang asing jauh dari yang biasa mereka la kukan. berjanji akan mengirim surat dan hadiah sebelum Takeo pergi. "Mungkin memang seharusnya kami mengirim surat dan h adiah. Hal itu tidak mungkin." "Kemungkinan itu bisa dilakukan. serta l ukisan pemandangan karya Sesshu. bila memang bukan Lord Otori orangnya." kata Takeo pada Ma daren. Kaede sudah memerin tahkan dipersiapkan¬nya kain sutra yang indah. dan dikemas dengan bungkusan kertas halus bersama contoh keramik terindah. kotak penyimpan teh dari emas dan pernis hitam. "Jangan terjemahkan itu! Katakan pada m ereka kalau masalah ini telah dipersiapkan berbulan-bulan sebelumnya." Don Carlo lebih diplomatis. "Ingatkan pada mereka kalau hadiahnya harus mewah dan indah. Sudah sepantasnya kami diper¬bole hkan memperlihatkan surat kepercayaan raja kami pada penguasa negeri ini. Shigeko akan Halaman 189 dari 600 . mereka mengucapkan selamat tinggal. Setelah menerima makanan kecil dari Haruka." aku Takeo. Mungkin Lord Otori bisa menjadi duta bagi kami.menemani Lord Otori ke ibukota. dalam hati ia bertekad tidak akan m elakukannya.

"Apa yang bisa kubantu? Adakah kebutuhanmu yang belum terpenuhi? Apakah kau perlu uang?" Madaren menggelengkan kepala. namun ia pun sadar kalau Madaren sudah akrab dengan istrin ya selama musim dingin. Semua itu untuk menghormati Kaisar dan memperlihatkan kekayaan dan status kedudukan Klan Otori serta kekayaan negaranya. bila ada yang melihat mereka bersama. Tindakan adiknya membuat ia gusar karena tidak ingin didekati. m enyesali sikapnya yang dingin. dan juga keluargamu. Untungnya. ke tel besi dan rak lentera. Ketimbang menganta r mereka sampai ke gerbang. Aku tidak b isa meninggalkannya. "Aku tahu kau belum sepenuhnya ber¬pa ling dari . dan terkejut ketika temyata bu kan itu yang dikatakannya. ia merasa ada semacam kewajiban pada Madaren. Kau bisa memulai usahamu sendiri. bahkan untuk diberika n kepada menteri sekali pun. "Apa sebaiknya kuaturkan pernikahan untukmu? Aku akan mencarikan pedagang yang c ocok denganmu. Takeo sangsi benda apa pun yang b isa disediakan kedua orang asing itu bisa layak dibawa sampai ke ibukota. Semua itu untuk menghormati Kaisar dan memperlihatkan kekayaan dan status kedudukan Klan Otori serta kekayaan negaranya. dia berkata dengan ramah. "Don Joao membutuhkan diriku. "Tomasu. Takeo sudah melangkah keluar menuju taman sewaktu kedua orang asing itu mengundu rkan diri." Takeo menaikkan alis dan menanti kelanjutan kata-kata adiknya. dia malah bicara dengan nada agak keras. Sebaliknya. bahkan untuk diberika n kepada menteri sekali pun. Takeo sangsi benda apa pun yang b isa disediakan kedua orang asing itu bisa layak dibawa sampai ke ibukota." "Aku tidak ingin semua itu. mereka ak an mengira perempuan itu bicara padanya sebagai penerjemah. embawa kuda-kuda dari Maruyama dan gulungan kaligrafi terbuat dari daun emas." katanya dengan berlinang air mata. dan saat Madaren tidak sanggup bicara. seraya membungkuk dengan sikap mereka yang canggung dan kaku." sahutnya. Takeo berbalik. k etel besi dan rak lentera." Takeo mengira kalau adiknya ingin ber¬terima kasih. "Ada satu hal yang kuinginkan lebih dari segala¬nya. Kebalikan dari sikapnya. bukan kerabatnya. Madaren justru berlari mengejar. Dan itu hanya kau yang bisa berikan.membawa kuda-kuda dari Maruyama dan gulungan kaligrafi terbuat dari daun emas. Madaren memanggil namanya.

" ujarnya lembut. tempat kembal inya jiwa dan raga dalam siklus besar. Sudah menjadi tugasku untuk menyelamatkan dirimu. Katakan padaku kalau kau masih menjadi pengikut Hidden. "Aku me lihatmu terbakar di neraka. ke cuali kau kembali kepada Tuhan." "Saat kau mengeluarkan kata-kata tak pantas itu. siklus kehidupan dan kematian? Ini sudah cukup indah dan men akjubkan." sahutnya. Ia takkan percaya pada kepercayaan mana pun . dalam segala keindahannya d i musim semi. Tuhan mengirimkan firasat kepad aku. Tapi aku harus mengatakannya!" "Hidupku di sini. jiwamu. di dunia ini. Kau pikir mudah bagiku untuk melakukannya? Lihat betapa gemetarnya tubuh ku! Aku takut mengutarakan kata-kata ini padamu. "Madaren." "Tapi kehidupan kekalmu menjadi taruhannya. Api neraka melahap dirimu. Takeo memberi isyarat agar adiknya melihat ke taman. agar rakyatnya bebas memilih." Air mata berlinang di wajahnya." Halaman 190 dari 600 . "Kau tidak boleh bicara denganku mengenai masalah ini ." Takeo ingat pesan dari tuhan yang mendatangi dirinya setelah demam karena terken a racun yang membawa dirinya ke ambang alam baka." sahutnya tenang. Pendiriannya tidak akan goyah.Tuhan. Aku melarangmu mendekatiku dengan cara seperti ini lagi. Rasa tertekan dan ketulusannya tak dira¬gukan lagi. Itulah yang menantimu setelah kematian. seperti yang t adi kukatakan: tak ada satu agama pun yang b enar. "Tidakkah ini cukup? Dunia tempat kita lahir dan tempat kita mati. "Maksudku." "Aku tidak lagi pengikut ajaran itu.

"Lord Otori. lili . Apa maksud perkataannya." katanya. meneruskan perbincangan yang tak ada tujuannya. " * Terada Fumio menghabiskan musim dingin di Hagi bersama istri dan anak-anaknya. ap a yang akan ia lakukan pada adiknya itu? Mengeksekusinya? Diingatnya. dunia menciptakan dirinya sendiri." tuturnya. "Semuanya baik-baik saja. gelandangan yang juga meng¬anggap dirinya sebagai utu san Tuhan Rahasia." Ia merasa kedinginan. Takeo pergi ke rumah mereka yang berida di sisi lain teluk. jauh lebih hebat dari yang kau kira. padahal cuaca hari itu hangat. Keadaanku saat ini membuatku mustahil untuk kembali. seolah sadar tempatnya yang sebenarnya." sahutnya. "Tidak. semua itu diciptakan oleh manusia. Taman beratap. Sebaiknya kau kembali pada mereka. Tak peduli seberapa dalam penyesalan atas lindakannya itu. Madaren tunduk pada kata-katanya. T ak lama setelah pertemuan dengan orang asing selesai. Ia telah membunuh masa lalunya." "Tuhan." katanya. kematian Jo-An di tangannya. "jauh lebih kecil ke timbang dunia yang kita diami ini. Tapi Tuhan yang menciptakan du nia ini. dan pastikan kalau dia pergi secepatnya. seperti yang diingatnya s etiap hari. Pastikan perempuan itu pulih kembali. Aku telah memutus tali hubungannya. Dan kularan g kau mengungkapkan masa laluku pada mereka."Tapi Tuhan yang menciptakan dunia ini." "Tidak mungkin lebih hebat dibanding Tuhan. keyakinan masa kec ilnya dengan Jo-An. "Lalu kelihatannya d ia kurang sehat. tapi bukannya tanpa syarat. ia sadar kal au ia bisa melakukannya lagi tanpa ragu." dia membungkuk hormat sampai ke tanah. "Kedua majikanmu sedang menunggu. dewa. Lord Takeo?" "Juru bahasa itu mengajukan beberapa pertanyaan. Kau akan selalu menikmati perlindunganku. kelihatan cerah dengan azalea dan peony beserta tumbuhan eksotis lainnya yang dibawa Fumio untuk Eriko dari pulau-pulau yang jauh serta kekaisaran-kekaisaran terpencil: anggrek. tapi tidak bisa melihat ada alasan mengapa dia tertahan di tempat itu oleh adiknya itu. bukan sebagai adiknya tapi serendah pelayan seper ti Haruka yang menunggu setengah bersembunyi di beranda. dan tak satu pun dari mereka bisa dibangkitkan kembali." Ia tidak marah lagi. dihangatkan dengan sumber air panas yang mengelilingi gunung bera pi. Kuharap kau sadar sekarang kalau masa lal u sudah ditutup rapat.

"Tapi kel ak aku ingin ikut jika aku mengundurkan diri atau turun takhta. kita akan siap perang. Selama itu Kahei akan mengumpulkan pasukan di perbatas an wilayah Halaman 191 dari 600 . tatapan matanya yang penuh semangat menelusuri wajah Takeo." "Kau mempertaruhkan Tiga Negara hanya dalam satu penandingan? Jauh lebih baik be r¬siap untuk berperang!" "Seperti yang kita putuskan tahun lalu. karena kau sudah mem¬bawakan dunia kepadaku." sahut Takeo." kata Fumio selagi mereka berjalan mel ewati taman dan menceritakan tempat asal tiap tumbuhan. "Lihat saja nanti apa yang akan terjadi di Miyako. "Suatu hari nanti kau harus ikut dengan¬ku. "Kau belum pernah keluar Tiga Negara. Aku berharap bisa memecahkan masalah tanpa berperang. Setidaknya aku bu tuh waktu satu bulan hingga sampai di ibukota. Saga Hideki mengusulkan suatu penandingan putriku yang akan menggantika n diriku dan yang lainnya sudah yakin kalau hasilnya kelak akan berpihak kepadaku.dan mawar." "Apa kau memang mempertimbangkan hal itu?" Fumio mengamati." "Tidak perlu.

serta taman yang indah. "Itu berarti ki ta mengendalikan bagian Barat dari laut." "Kita harus menggerakkan armada dari Hagi ke Hofu.Timur. Kekuatan kita akan berada di sana hanya jika syaratku t idak dipenuhi. bersiap menerima serangan dari laut." imur. menang atau kalah. masih dengan pikiran yang tenang dan ceria. terutama setelah minum sake." Fumio berjanji. juga akan pergi bersama mereka. Aku diwajibkan ikut penandingan itu. Aku diwajibkan ikut penandingan itu. "Aku akan mencari tahu semampuku. Dan kau bisa mengajak orang-orang asing itu bersamamu." imbuhnya. dan mulai mengerti bahasa mereka. tapi dengan syarat yang akan dibicarakan dengan Saga. Kekuatan kita akan berada di sana hanya jika syaratku t idak dipenuhi." "Bahaya terbesar yaitu Zenko memanfaat¬kan ketidak-hadiranku dan memberontak. Bicara tentang s ake. Menurutku. atau jika mereka ingkar janji. "Mari kita minum beberapa cangkir. . Gadis Muto itu. Taku ada di sana dan akan tetap memberitahu kan padamu apa pun yang terjadi. Takeo pulang ke rumah melalui tepi sungai. dan dia akan mengup ayakan seluruh pengaruhnya atas Hana." *** Ia lupa pada semua kecemasannya saat menikmati sake dan makanan yang disiapkan E riko. dan bisa menyerang di Kumamoto bila perlu. tapi dengan syara t yang akan dibicarakan dengan Saga. Saat memasuki taman. Untung nya dia bukan orang yang tertutup." tutur Fumio." "Mereka akan kembali ke Hofu?" "Mereka akan membangun pos dagang di sana." Takeo terus menceritakan tentang kekhawatirannya atas orang-orang a. Kaede sepakat denganku. kedua putranya sudah berada di sana. atau jika mereka ingkar janji. Kau dan ayahmu harus pergi dengan armada perang k e Hofu. Tapi istrinya akan ke Hagi. dia tak akan benin dak bodoh dengan mempertaruh-kan nyawa mereka. Mai. "Aku harus mengenal Don Joao dengan cukup baik musim dingin ini.sing karena kemungkinan sudah ada yang tinggal di Kumamoto. Kau bantu mereka melakukannya sambil mengawasi. semangat¬nya bangkit lagi ketika mendengar suara Shizuka. ditemani kawannya si perompak tua Fumifusa. menang atau kalah. ikan segar dan sayuran musim semi. Ayahku ingin bertemu denganmu.

"Dia ingin bertemu de nganmu. juga kakak¬nya. Ha ruka menyajikan teh lalu meninggalkan mereka berdua. Dia bilang Akio ber ada di Kumamoto bersama dengan putramu."Kau tidak ajak Miki?" tanyanya saat ber¬gabung dengan Shizuka di ruangan atas. Dia ber¬kembang tanpa kehadiran Maya. Dia merindukanmu." sahut Takeo.. tapi kehadirannya di tempat Zenko berdampak pada banyak hal yang harus kubicarakan denganmu. Tumbuh dengan baik. tempat dia bisa Halaman 192 dari 600 ." "Aku sebenarnya berharap bisa bertemu dengannya sebelum pergi. Aku terkejut Taku belum kembali ke Inuyama... tapi dari wila yah Timur dan Barat. serta Kaede akan sibuk dengan bayinya. Tapi dia kini dalam usia ketika dapat menyerap semua pelajaran dengan cepat." "Benar. Menyadari itu. bahkan ternyata sangat baik ba ginya keluar dari bayang-bayang kakaknya." Mendengar nama Yuki disebut membuat Takeo hanyut dalam lamunan. Penuh percaya diri. S hizuka berkata." sahut Shizuka. "Pikirannya bercabang tentang masalah itu. Sepertinya tidak bijaksana kalau tidak dimanfaatkan. Dan karena kau akan pergi selama musim panas ini. "Dia mengingatkanku pada Yuki saat seusia nya. Aku tak ingin membicarakannya di sini. "Aku dapat kabar dari Taku pada akhir musim dingin. Apakah para tetua Muto mendukungmu?" "Ada perbedaan pendapat. "Di a sehat-sehat saja?" Shizuka tersenyum." sahut Shizuka. "Bukan di Negara Tengah.

tapi tidak ada air mata." "Taku sudah terobsesi pada gadis yang kami kirim untuk merawat Maya. merasakan percikan kemarahan yang sama.' Takeo berhenti sejenak. demi kekuasaan. tapi ak u enggan meninggalkan Kaede di saat seperti ini. dan sangg up menyaksikan kau membunuh putranya sendiri. kagum karena Shizuka bisa dengan sikap dingin menyarankan untuk membunuh putra sulungnya sendiri. "Kudengar desas-desus tentang itu. lalu berkata. Aku harus ke sana. itu sebabnya dia tidak takut atau hormat padamu. dan Taku serta tentu saja aku. Zen ko tahu itu. tapi Takeo melihat kalau Shizuka benar-benar tertek an." Shizuka berkata." engerahkan kendali atas kaum Tribe di wilayah Timur.mengerahkan kendali atas kaum Tribe di wilayah Timur. sebelum d ia mengumpulkan lebih banyak dukungan lagi. Saranku." Kata-kata Shizuka menyengat dirinya. tapi untuk sementara ini dia masih bisa dik endalikan." ujar Takeo. "Hari pertama kita bertemu. yaitu secepatnya menyingkir¬kan Zenko. Takeo. Zenko lain lagi masalahnya. tapi aku enggan meninggalkan Kaede di saat seperti ini." Mata Shizuka berkilat. Kenji berkata kalau aku harus belajar kekejaman dari dirimu. sebagai pemimpin keluarg a Muto sekaligus sahabat keluarga Otori. "Tapi gangguan semacam itu hanya akan membu atnya gegabah. Aku khawatir bila kedua putraku membuatmu kec ewa. mengancam dan memberi perintah padanya. namun ia menjawab dengan ringan. "Dia semakin mirip dengan ayahnya. "Aku sudah berusaha meredamnya. Kau hanya pe rlu memberi perintah. Aku tak bisa lupa kalau Arai memerintahkan kematianku." Suaranya kedengaran teratur. dan itu akan menjadi k onflik dengan dirimu. Aku tak membiarkan tantangan Zenko . "Aku sudah berjanji pada diriku dan pada negara ini untuk mengambil jalan perundingan demi mencapai keadi lan serta kedamaian." sahut Takeo." ujar Takeo . Tampaknya dia bertekad untuk menuntut jabatan ketua Muto. apalagi kau akan segera berangkai. "Tapi Kenji dan aku tak sanggup menanamkan sifat itu ke dalam dirimu. "Aku percaya pada Taku. Aku yang akan mengaturnya. Aku harus ke sana. setelah semua yang kau lakukan demi mereka. apalagi kau akan segera berangkai. tapi dia tetap ingin memancing amarahku.

" "Maka tangkap dan adili dia dengan tuduhan makar. Matahari telah tenggelam dan taman berganti dengan cahaya biru malam. tapi akibat yang harus ditanggung kita se mua tak terbayangkan besarnya. kau tidak perlu mengatakan apa-apa. Rasa lapar yang membawa mereka pulang. lalu memperpanjang pertikaian. "Tindakan yang sangat bagus. Kunang-kunang berke lap-kelip di atas aliran sungai. dia meneruskan. dan saat tidak ada jawaban. aku berterima ka sih padamu karena membiarkan putraku tetap hidup. "Aku menawarkan Miki untuk ditunang¬kan dengan Sunaomi. Tentu saja.mengingkari janji itu." Shizuka mengamati. tap i bertindaklah cepat. Takeo. "Tapi kau takkan mengikuti saranku." Shizuka tampak berusaha agar suaranya kedengaran lebih ringan." komentar Takeo. "Walaupun kupikir tak sat u pun dari keduanya akan berterima kasih padamu! Jangan katakan ini pada siapa pun. Buatlah sah menurut hukum. Sunaomi pasti Halaman 193 dari 600 . dan dilihatnya Sunaomi dan Chikara datang sambil mencipakkan air di bawah dinding mereka pasti habis bermain di tepi sungai. Bagaimana Takeo bisa membunuh ayah mereka? Ia justru hanya akan membuat kedua bo cah itu bersikap menentangnya dan keluarganya." Ucapan Shizuka membuat sapuan dingin firasat merayap hingga ke tulang punggung¬nya .

" embenci usulan ini. Kutukan yang dibisik¬kan rakyat yang karena kelahiran si kembar telah sirna. dan seekor kuda poni. "Ini yang kudambakan seumur hidupku. "Shizuka. Dia sangat kesal dengan kejadian di musim panas kemarin itu. Tabib Ishida. Ketika masa pingitan Kaede berakhir.membenci usulan ini. Dia sangat kesal dengan kejadian di musim panas kemarin itu . meski dalam batasan tertentu karena cengkeraman si bayi pada tangan kehidupan masih lemah serta rapuh. seperti keinginan Kaede selama ini. Takeo mendengar langkah Haruka berlari di beranda. dia seakan mem¬peringatkan kalau ia takkan punya negara lag i yang bisa dipulanginya. bayinya kuat dan se hat. "Memberimu seorang putra. Kelak saat sudah dewasa baru dia bisa menyadari betapa besar kehormatan yang diterimanya. Proses kelahiran berlangsung cepat. Kelak saat sudah dewasa baru dia bisa menyadari betapa besar kehormatan yang diterimanya." Dari ekspresi Shizuka." "Masih terlalu dini untuk mengumum¬kannya mungkin setelah aku kembali pada akhir mus im panas. tempat para perempuan. Di taman kedua bocah berdiri dan menatap Haruka." Bayi itu." tutur Kaede. Menggendong putranya sendiri membuat ia merasa berbeda . berjenis kelamin laki-laki. dan kediaman telah disucikan sesuai adat." sahutnya dengan penuh perasaan ." teriak Haruka." "Kau sudah memberiku lebih dari yang kuharapkan. Inuyama dan Hofu. tapi pembicaraan mereka disela oleh teriakan dari belakang rumah. Kabar itu diterima dengan kegembiraan yang sama selama beberapa minggu kemudian di seluruh penjuru Tiga Negara. Takeo belum siap untuk menerima makhluk mungil berwajah merah dan berambut hitam ini dan untuk kebanggaan dalam dirinya. membuat nightingal e floor ber¬nyanyi. pedang kecil milik keluarga Arai. Kabar itu langsung dirayakan di seluruh kota Hagi. tapi Zenko dan Hana mengirimkan hadiah yang indah: jubah sutra untuk si bayi. Tampaknya jelas kalau Lady Otori akan memiliki seorang putra sebagai pewaris. Kemungkinan kegem biraan itu kurang dirasakan di Kumamoto. Hana bers iap melakukan perjalanan ke Hagi di akhir musim panas. bersemangat untuk bertemu dengan kedua putra kandungnya dan menemani kakaknya sementara Takeo pergi. setidaknya di Maruyama. "Cepat kemari! Lady Otori sudah mau mela hirkan. Kaede membawa si bayi dan menaruh si bayi di gendongan sang ayah.

"Tapi jangan bicara tentang kematian . bahwa kau bahagia dengan ketiga putri kita. begitu sering kau mengatakan tidak meng¬i nginkan anak laki-laki. "Aku takut. seperti yang telah di putuskan. "Aku juga berharap demikian." sahutnya.. Ia akan mencoba cara damai dulu." sahut Kaede. Sudut matanya mulai terasa hangat." gumam Kaede." Seketika ia terpukau pada pikiran untuk mengabaikan perjalanan ke Miyako. "Tapi kau harus pergi." "Aku memang bahagia. Biar saja Si Pemburu Anjing menyerang.. "Aku tidak akan sendirian lagi dengan lakilaki mungil ini di sisiku!"* Halaman 194 dari 600 ." "Aku berharap tidak meninggalkanmu. ia akan bertempur sampai titik darah penghabisan untuk me mpertahankan Tiga Negara agar bayi ini bisa mewarisinya. namun ia tak bisa berhenti tersenyum.. lalu ia singkirkan dari benaknya. Ia tercengang de ngan kekuatan perasaan itu." Diambilnya si bayi lalu menatap wajah bayi mungil itu. "Kau bahagia!" seru Kaede. hingga aku hampir saja me mercayaimu. maka ia akan terlihat arogan sekaligus pengecut. dan kemudian menghadapi Zenko. wajah Kaede penuh kasih sayang. pasukan Tiga Negara akan menghabisinya dengan mudah. Dipertimbangkannya masak-masak hal i tu. jika perjalanan itu ditunda. "Aku bisa mati saat ini juga. Kita akan hidup untuk melihat putra kita dewasa." "Aku merasakan hal yang sama.

Alan gkah anehnya kepercayaan orang-o rang itu. dilihatnya kalau kuil itu dipersembahkan bagi Jo-An.Takeo harus pergi sesegera mungkin agar bisa sampai di tujuan sebelum mulai huja n plum. Jalur ini mengembalikan kenangan pad a orang yang telah menyelamatkan dan mengangkatnya sebagai anak. Takeo pernah melewati jalur bersama Lord Shigeru. Di tepiannya. beras dan gandum. Menurut Tabib Ishida. pikirnya sambil mengenang percakapan¬nya dengan Mada ren . pikirnya. Dalam mengatur perjalanan. sepuluh ribu orang lagi akan dihimpun Sonoda Mitsuru di Inuyama. hewan itu sebaiknya tidak ikut berjalan kaki ke sana karena Jajaran Awan Tinggi akan terlalu berat baginya. Aku bilang kalau tidak memercayai apa pun. di mana ada persimpangan jalan. melewati pegunungan dan jalan pantai menuju Mats ue. berdiri sebuah kuil keci l. ikan kering serta miso telah disim pan sebagai cadangan dan disebar sampai ke perbatasan wilayah Timur untuk persediaan bagi pa sukan. Hewan itu kini leb ih tinggi. Fumio akan ke Hofu: dia akan membawamu dan k irin. "Kita semua bisa menumpang kapal. begitu pula dengan orang-orang asing itu. "Ayah ingin meli hat daratan dan jalan melewati jajaran itu. Pada akhimya diputuskan kalau Shigeko dan Hiroshi yang akan membawanya dengan ka pal sampai di Akashi." Shigeko menyarankan. ketika aku membutuhkan kearifan sert a keberaniannya. terutama saat seka rang ini. memantulkan kilau me¬mesona saat disira mi cahaya matahari. dan Miyoshi Gemba dari Terayama. Sejak musim panas. Dia membawa kekuatan utama pasu kan Otori: lima belas ribu pasukan dari Hagi dan Yamagata. Shigeko dan Hiroshi tiba dari Maruyama." sahut Takeo. Padi mulai tumbuh di sawah yang tergenang. tapi ketenangan dan kedamaianny a tak berubah. ma ka laut adalah jalan yang akan kita lalui untuk kembali. "Ayah belum pernah keluar perbatasan Tiga Negara. yang paling membebani yaitu kirin. bila ada badai di bulan kedelapan dan kesembilan. yang di beberapa tempat telah dianggap dewa. dan kulitnya menjadi lebih gelap seperti warna madu. Miyoshi Kahei s udah berangkat ke wilayah Timur tak lama setelah salju mencair. Beruntung panen kali ini berlimpah: baik pasukan maupun mereka yang penduduk tak kan kelaparan." Bunga ceri berguguran dan kelopaknya berganti daun hijau yang baru ketika Takeo dan rombongannya berkuda dari Hagi. Ayah. tapi aku sering mendoakan arwah Shigeru.

teman seper¬jala nan yang paling tenang dan paling ceria yang bisa diharapkan. Gemba acapkali tenggelam dalam medit asi." sahut Gemba. Takeo terdiam. menceritakan tentang rencananya untuk menjodohkan bocah itu dengan putrinya. Ia membicarakan tentang Sunaomi. dan sesekali bersenandung pelan. Itu akan memuaskan ayahnya!" "Kecuali Sunaomi memiliki perasan sebagai putra yang berbakti padamu. maka pertu nangan itu takkan berguna. Saat berkuda. "Dia akan menjadi menantuku.beberapa minggu lalu: keyakinan yang memaksa adiknya bicara padanya. ajaran yang penuh pengendalian diri. Halaman 195 dari 600 . teringat kejadian di biara. Gemba telah meng¬ikuti Ajaran Houou. perselisihan antarsepupu. takut kalau Sunaomi terluka atas kejadian itu. bak suara halilintar dari kejauhan atau raungan ber uang. Ia melihat sekilas pada Miyoshi Gemba yang berkuda di sampingnya. Keyakinan y ang sama ditunjukkan oleh Jo-An dan kini Jo-An telah menjadi orang suci. yang pernah bertemu Gemba di Terayama.

" Minoru mendampinginya seperti biasa. "Jinggalkan tanggunganmu dan pendampingnya di Hof u." akhirnya ia berkata. Aku takut kelak terpaksa memerintahkan untuk membunuhnya." akhirnya ia berkata." "Apakah ini bijaksana?" tanya Minoru. Jurutulisnya tahu lebih bany ak rahasia Tiga Negara dibanding siapa pun. "Aku perca ya kalau anak itu punya naluri yang baik. ia mendiktekan surat untuk Kaede." "Dia tinggal bersamaku sebagai ke¬ponakanku. kabari aku." "Ijinkan dia ke tempat kami saat kita kembali. kirim anak itu pada kami. namun juga seb agai sandera atas kesetiaan ayahnya." kata Gemba. "Hal itu tidak akan terjadi." "Terutama apa?" "Bila keluarga Muto tidak lagi yakin kepada siapa mereka akan berpihak?" Karena Takeo mengandalkan Tribe untuk membawa pesan tertulis dengan cepat ke sel uruh Tiga Negara. Bila tidak dapat melepaskan diri. dan bila ada kebaikan dalam dirinya. dan malam itu di pemberhentian pertama mere ka. mana yang akan Taku pilih?" katanya pelan. keraguan mulai merayapi dirinya. aku juga berpikir begitu. perjalanan itu mudah karena melalui laut dari Hofu.." "Kurasa usianya sudah cukup dewasa: tahun ini usianya sembilan tahun. Ia menatap Minoru. Baiklah. Itulah yang ia harapkan dapat dikendalikan Taku." diktenya. kemudian melalui sungai dengan menumpang kapal tongkang yang melintasi antara kota kastil dengan pesisir . dan untuk Taku di Hofu. sebagai calon putraku. maka akan dipupuk dan dikembang¬kan.." aku Takeo. "Bila keluarga Muto memilih Zenko. "Aku percaya kalau anak itu pun ya naluri yang baik." Dia melihat burung houou. Bagi Taku. serta memintanya datang ke Inuyama a gar bisa bertemu di sana. Ia merasa perlu bicara de ngan Taku. Kami akan mera watnya." "Ya. "Datanglah sendiri."Dia melihat burung houou.. "Aku akan menyurati istriku nanti mala m tentang usulanmu itu. mendengar kabar terbaru dari wilayah Barat. "Surat bisa saja dikacaukan. terutama. .

tapi bibimya terkatup rapat dan tidak langsung menjawab. pikirnya. Mereka telah berulang kali melindunginya. senantiasa mendengarkan suara terpelan yang bisa jad i pertanda satu serangan. Halaman 196 dari 600 . Jun dan Shin. Takeo bertanya pada dirinya sendiri lagi. Ia selalu memercayai mereka sampai saat ini: meski mereka tidak memiliki kemampu an menghilang. Penunggang dan kud a. sementara bagian terberat dalam perjalanan itu masih belum tiba.Minoru menaikkan bahu. menangkap suasana hari penunggangnya." Percakapan ini melekat di benak Takeo sewaktu mereka melanjutkan perjalanan ke w ilayah Timur. sudah beberapa b ulan ini Takeo menungganginya. Aku telah memperdaya Kikuta begitu lama. "Perlu kutuliskan kalimat terakhir Anda?" dia bertanya. hingga terjalin ikatan kuat antara mereka. bila mereka berbalik menentangku? Takeo mulai mencurigai kesetiaan Kuroda bersaudara. yang selalu me n¬dampinginya. tapi jauh lebih tegang. keduanya tiba di Inuyama dalam keadaan tegang serta kelelahan. tapi bila mereka harus memilih antara dirinya dan Tribe. "Tekankan kalau Taku harus datang sendiri. Tenba cepat tanggap dan pintar. dan mereka telah dilatih teknik bertarung cara T ribe oleh Kenji. Tenba. Dapatkah aku lolos dari Muto juga . jalan mana yang akan mereka ambil? Takeo tetap bersikap siaga. Kudanya. hampir sama kua tnya dengan Shun. namun mereka bisa merasakannya.

Satu hal yang mem buat Takeo senang yaitu Ai dan Mitsuru menikah atas dasar cinta.Inuyama dipenuhi dengan kegembiraan dan sibuk. namun penampilannya menarik. Itu bukanlah hal yang serius. tapi akhir-akhir ini belum ada kabar. Suamiku tidak pernah . Ai. Akita. Beruntung Mitsuru telah lebih dulu mengambil ali h kastil. Seberapa besar sisa kesetiaan ada dalam dirinya ter-hadap putra Arai? Takeo semakin gelisah dengan kenyataan tidak adanya tanda-tanda keberadaan Taku. Lord Otori. yang memang saling mencintai. Takeo memercayai kedua orang ini. lagipula. Sonoda be rasal dari Klan Arai. Ber¬ba gai urusan pasti menahannya di Hofu mungkin sesuatu yang tak ingin dia tulis dalam surat. menyembunyikan kedua gadis itu. lalu merundingkan penyerahan wilayah Timur pada Otori. Tomiko tidak terlihat khawatir. dan suaminya Sonoda Mitsuru. Takeo disambut adik iparnya. yang mendapatkan surat dari suaminya saat musim semi. maka kita akan segera mendengar kabarnya. Ai. dulu adalah orang kepercayaan Arai. mereka terikat oleh hubungan perkawinan. tentunya. uang dan sak e mengalir sama derasnya. "Aku sudah dengar tentang per empuan itu. nuyama dipenuhi dengan kegembiraan dan sibuk. kagum akan sifat lembut dan kebaikan hatinya. Seringk ali dia berhasil meng-gunakan keahlian berundingnya untuk mewakili Takeo: bersama istrinya. Semua laki-laki punya kebutuha n. sensitif tanpa berkurangnya keberaniannya. Pamannya. uang dan sak e mengalir sama derasnya. Takeo disambut adik iparnya. Dipanggilnya istri Taku. Tomiko. Dia tidak sec antik kedua saudaranya. Karena rasa terima kasih itulah maka Takeo menikahkannya dengan Ai. tapi aku sudah menduga hal semacam itu. dan M itsuru telah menjadi orang yang pragmatis. kedatangan Lord Otori dan penghimp unan pasukan berarti pedagang dan pembuat senjata sibuk siang dan malam. "Apabila ada masalah. ia memperingatkan dirinya sendiri. Ai kerap men¬ceri takan tentang bagaimana penjaga di Inuyama hampir membunuh dia dan Hana ketika mendengar kabar kematian Arai dan kehancuran pasukannya. dan suamiku berada jauh dalam waktu lama. ataupun kabarnya. dia b er¬bagi angan Takeo akan negara yang makmur tanpa penyiksaan maupun suap." Tomiko melihat sekilas ke arah Takeo lalu berkata. Takeo menyayangi Ai. dia sudah terbiasa dengan ketidakhadiran suaminya. kedatangan Lord Otori dan penghim punan pasukan berarti pedagang dan pembuat senjata sibuk siang dan malam. Namun rasa lelah membuat Takeo men¬curigai semua orang di sekelilingnya. dan suaminya Sonoda Mitsuru.

memerintahkan agar dilakukan secepatnya." "Mereka kelihatan masih begitu muda. harus segera." Ai setuju. "Kuyakinkan kepada Anda. tapi Takeo mem otong perkataannya.. "Ya. "Bila kami menerima perintah itu. Menundanya lebih lama akan dianggap sebagai kelemahan. Tapi mereka tidak bereaksi apa-apa." Kekhawatiran Takeo justru kian ber¬tambah saat ia mendengar kalau para sandera yan g seharusnya telah dieksekusi ternyata masih hidup." ujar Sonoda. tapi istriku selalu berpihak kepada belas kasihan. "Kau akan Halaman 197 dari 600 . A ku pasti akan melakukannya sendiri. serta tidak memberi kabar. "Dan gadis itu." kata Ai.. Aku pun bertanya¬tanya mengapa masalah ini ditunda begitu lama. kami pa sti sudah melaksanakannya." "Maaf." Sonoda meyakinkan. Sonoda berusaha keras menyem¬bunyikan rasa tersinggungnya." "Tadinya aku berharap mereka tetap hidup. "Tidak menerima atau mengabaikan?" Takeo sadar kalau cara bicaranya terlalu blak¬b lakan.." "Akan kuatur agar dilakukan besok. mereka tidak harus mati. "Aku sudah kirim suratnya beberapa minggu lalu. Lord Otori: kami tidak me¬nerima " Sonoda mulai angkat bicara.serius tentang hal itu." sahut Takeo. "Jika keluarga mereka ma u berunding.

hadir?" dir?" "Karena aku sudah di sini, maka aku harus hadir," sahut Takeo, karena ia sendiri yang membuat aturan bahwa eksekusi untuk pengkhinatan harus disaksikan orang yang jabatannya paling tinggi, dirinya sendiri atau salah seorang keluarganya atau pengawal senior. Takeo meras a kalau peraturan itu menekankan perbedaan hukum antara eksekusi dan pembunuhan. Menurutnya, peman dangan semacam itu memuakkan sehingga ia berharap dengan menyaksikan itu akan mencegah dirinya dari mengeluarkan perintah dengan sembarangan. Eksekusi dengan menggunakan pedang di¬laksanakan keesokan harinya. Ketika mereka d ibawa menghadap sebelum mata mereka ditutupi, Takeo mengatakan bahwa ayah mereka, Gosa buro, sudah dieksekusi Kikuta karena ingin merundingkan nyawa mereka. Tak satu pun dar i mereka bereaksi; mungkin mereka tidak percaya. Tampak kilatan air mata dari mata gadis itu; selain itu, kedua orang itu menghadapi kematian dengan berani, bahkan bersikap menantang. Ta keo kagum dengan keberanian mereka dan menyesali hidup mereka yang singkat, ber pikir dengan pedih bahwa mereka masih ada kerabatnya, bahwa ia telah mengenal me reka sejak kecil. Keputusan itu dibuat bersama Kaede, dan atas saran para pengawal seniornya. Kepu tusan yang berdasarkan hukum. Namun Takeo tetap berharap bisa melaku¬kan yang sebaliknya, dan kematian tampak seperti pertanda buruk. * Sepanjang musim dingin, Hana dan Zenko sering bertemu Kuroda Yasu untuk mem¬bicara kan tentang pembukaan perdagangan dengan orang asing, dan mereka senang ketika Yasu mendengar Don Joao dan Don Carlo ke Hofu pada akhir bulan. Mereka kurang senang dengan ber ita bahwa Terada Fumio telah membawa armada perang ke perairan laut dalam dan kini mengawa si jalur perairan. "Katanya kapal mereka jauh lebih baik dari kapal kita," kata Yasu. "Andai kita b isa minta bantuan mereka!" "Kalau mereka ingin berpihak kepada kita menentang Otori..." ujar Hana, menyuara¬k an pikirannya. "Mereka ingin berdagang, dan agar rakyat mau berpindah memeluk agama mereka. Taw arkan pada mereka salah satu atau keduanya. Mereka akan berikan apa saja sebagai imbalannya."

Komentar ini melekat di benak Hana selagi bersiap-siap pergi ke Hagi. Sewaktu memikirkan menghadapi kakaknya dengan rahasia yang akan ia bawa, Hana merasa ber¬semangat sekaligus takut, semacam ke¬gembiraan yang menghancurkan. Tapi ia tidak meremehkan Takeo, karena suaminya cenderung bersika p sebaliknya. Hana mengenal kekuatan dan karakter kakak ipar¬nya yang selalu memenangkan cinta d ari rakyatnya serta pendukung setia dari berbagai kalangan. Mungkin juga Takeo akan me¬menangkan hati Kaisar dan kembali dengan restu dari Kaisar. Maka Hana berpikir keras selam a musim dingin tentang strategi lebih lanjut untuk menopang perjuangan suaminya demi balas dend am dan kekuasaan. Saat mendengar orang-orang asing itu sudah kembali bersama jurubahasa nya, Hana bertekad untuk pergi ke Hagi melalui Hofu. "Kau seharusnya ikut bersama kami," ujar Hana pada Akio yang sudah menjadi tamu tetap ke kastil selama musim dingin. Akio selalu melaporkan kabar dari seluruh penjuru negara, s erta perkembangan Halaman 198 dari 600

yang tengah dibuat Hisao dan Koji dalam penempaan. Darah Hana selalu menggelegak dengan kehadiran laki-laki itu. Menurutnya ang tengah dibuat Hisao dan Koji dalam penempaan. Darah Hana selalu menggelegak dengan kehadiran laki-laki itu. Menurutnya kekejaman pragmatis laki-laki itu menarik. Saat ini Akio melihat Hana dengan tatapan yang penuh perhitungan seperti biasa. "Ya, aku tidak keberatan. Tentu saja, aku akan ajak Hisao." Satu kali, mereka hanya berdua saja. Kala itu cuaca masih dingin di akhir musim se mi dengan cuaca yang tak menentu namun wangi bunga yang baru mekar tercium dan malam terasa lebih ringan. Saat itu Akio datang untuk menemui Zenko yang sedang melihat latihan pas ukan dan kuda. Akio semula enggan tinggal lama, tapi Hana memaksa dengan menawarkan sake dan ma kanan. Dia melayani sendiri laki-laki itu, membujuk serta menyanjungnya, membuat Akio tak m ungkin menolak. Hana mengira Akio tidak mudah di¬pengaruhi sanjungan, tapi bisa dilihatnya erhatiannya membuat laki-laki itu senang dan boleh dibilang menjadi lembut. Hana ingin bagaimana rasanya tidur dengan orang itu; walau ia berpikir takkan melakukannya, pikiran itu at ia ber¬semangat. Hana mengenakan jubah sutra berwarna gading, dihiasi bunga ceri merah muda urung bangau: motif penuh kalau p tahu membu dan b

warna yang digemarinya. Sesungguhnya cuaca terlalu dingin untuk mengenakan pakai an semacam itu, dan kulitnya terasa dingin membeku, tapi ia sedang gembira: ia masih muda, darahnya bergejolak dengan dorongan yang sama seperti dorongan akar¬akar dari dalam bumi, tunas dari r anting. Penuh percaya diri dengan kecantikannya, ia memberanikan diri bertanya pada Akio, seba gaimana yang diinginkannya sepanjang musim dingin ini, tentang Hisao. "Dia tidak mirip ayahnya," komentar Hana. "Apakah dia mirip dengan ibunya?" Saat Akio tidak segera menjawab, Hana mendesak, "Seharusnya kau ceritakan semua¬ny a padaku. Makin banyak yang bisa ku¬ungkapkan tentang dirimu pada kakakku, maka semakin kuat akibatnya pada dirinya." "Itu sudah bertahun-tahun silam," tutur¬nya. "Jangan berpura-pura kalau kau sudah melupakannya! Aku tahu bagaimana ke¬cemburuan mengukirkan kisahnya dengan belati di hati kita." "Ibunya adalah perempuan yang luar biasa," Akio mulai bercerita. "Sewaktu di¬saran

kan agar dia tidur dengan Takeo, aku takut untuk menyuruhnya melakukan itu. Meminta Yuki melakukan hal semacam itu hal yang lazim di kalangan Tribe, dan kebanyakan perempuan melakukan apa yang diperintahkan, ta pi Yuki merasa itu sebagai penghinaan. Ketika dia setuju, kusadari kalau Yuki menginginkan Take o. Aku melihat dia menggoda Takeo; bukan hanya sekali, tapi berkali-kali. Aku tidak menyangka kalau hatiku akan terasa sepedih itu, atau ke-bencian yang begitu dalam pada Takeo. Aku belum pema h membenci siapa pun; aku membunuh atas perintah, bukan karena perasaan pribadi. Takeo memi liki apa yang paling kuinginkan, dan dia menyia-nyiakan¬nya. Dia meninggalkan Tribe. Bila Takeo merasakan sedikit saja apa yang pernah kurasakan, maka itu yang disebut keadilan." Akio mendongak. "Aku tidak pernah tidur dengannya," tuturnya. "Aku menyesali itu lebih dari segalanya. Andai aku mampu melakukannya, sekali saja... Tapi aku tidak ingin men yentuhnya saat dia mengandung anak Takeo. Dan aku memaksanya bunuh diri. Aku harus melakukannya: ka rena Yuki tidak berhenti mencintai Takeo; dia tidak akan memaksa anak itu membenci Takeo seperti yang telah kulakukan. Aku tahu dia harus menjadi bagian dari balas denda mku, tapi seiring tumbuh dewasa, dia tidak menunjukkan bakat apa pun, aku tidak tahu mengapa. Dala m waktu yang lama kukira memang tidak ada harapan lagi: berulang kali, para pembunuh yang jau h lebih terampil dari Hisao saja gagal. Kini kutahu kalau Hisao yang akan mcmbalaskan dendamku. D an aku akan ada di sana untuk menyaksikannya." Mendadak Akio berhenti bicara. Halaman 199 dari 600

Kata-kata itu meluncur deras dari mulut¬nya. Dia telah menyimpan semua ini rap atrap at selama bertahun-tahun, pikir Hana, merasa tersanjung dan gembira karena laki¬laki itu per caya padanya. ata-kata itu meluncur deras dari mulut¬nya. Dia telah menyimpan semua ini rap at-r ap at selama bertahun-tahun, pikir Hana, merasa tersanjung dan gembira karena laki¬laki itu per caya padanya. "Saat Takeo kembali dari Timur, Kaede pasti akan tahu semua ini," ujar Hana. "Ma salah ini akan memisahkan mereka. Kaede takkan memaafkannya. Aku mengenalnya: Takeo akan melari kan diri dari Kaede dan dari dunia ini, dia akan mencari perlindungan di Terayama. Biara itu hampir tidak dijaga. Takkan ada yang menduga kau akan ke sana. Kau bisa mengejutkannya di san a." Mata Akio setengah terpejam. Lalu meng¬hembuskan napas panjang. "Itu satu-satunya yang akan mengakhiri penderitaanku." Hana tergoda oleh hasrat untuk memeluk Akio, untuk meringankan sakit hati orang itu: yakin bisa menghibur laki-laki itu atas kematian ia ragu untuk menyebutnya sebagai pembunuhan i strinya. Namun dengan hati-hati menyimpan kenikmatan ini untuk masa yang akan datang. Ada hal lain lagi yang ingin dibicarakannya dengan Akio. "Hisao telah berhasil menempa senjata api kecil yang bisa dibawa tersembunyi?" t anya Hana. "Tak ada pun bisa mendekati Takeo untuk bisa membunuhnya dengan pedang, tapi senjata api bisa digunakan dari jauh, kan?" Akio mengangguk dan bicara dengan lebih tenang, seolah lega topik pembicaraan su dah berganti. "Dia sudah mengujinya di tepi pantai. Jangkauannya lebih jauh dari panah, dan pe luru lebih cepat dibanding anak panah." Sesaat Akio berhenti bicara. "Suami Anda amat tertarik, s enjata yang menyebab¬kan kematian ayahnya. Dia ingin Takeo mati dengan cara yang sama memaluka nnya." "Memang ada semacam keadilan di dalam nya," ujar Hana setuju. "Cukup menyenang¬kan. Tapi agar benar-benar berhasil, kau pasti akan melatih Hisao secara khusus? Sebaiknya dilakukan uji coba untuk memastikan semua berjalan lancar, agar dia tidak kehilangan nyali, agar bidikannya benar-benar tepat." "Apakah Lady Arai punya orang yang bisa diusulkan?" Akio menatap langsung pada H ana dan ketika tatapan mereka beradu, hati Hana serasa melompat gembira. "Sebenarnya aku memang punya," sahut¬nya pelan. "Mendekatlah dan aku akan membisik kan

namanya." "Tidak perlu," sahutnya. "Aku bisa menebaknya." Tapi Akio akhirnya mendekat, begitu dekat hingga Hana bisa mencium napasnya sert a mendengar detak jantungnya. Tak satu pun dari keduanya bicara atau bergerak. Angin mengget arkan layar kasa, dan dari arah pelabuhan terdengar jerit burung camar. Setelah beberapa saat, Hana mendengar suara Zenko dari pelataran. "Suamiku sudah kembali," katanya, sambil berdiri, tak yakin apakah merasa lega a tau kecewa. *** Lord dan Lady Arai sering bepergian antara Kumamoto dan Hofu, maka kedatangan me reka di kota itu tidak lama setelah kembalinya orang-orang asing, tidaklah mengherankan. Kapa l yang ditumpangi para orang asing segera berangkat lagi menuju Akashi bersama Shigeko, Sugita Hir oshi dan kirin. Penduduk Hagi melepas kepergian kirin dengan rasa bangga dan sedih; mereka telah merasa memiliki hewan itu sejak kedatangannya yang mencengangkan di pelabuhan mereka. T ak lama kemudian, Terada Fumio bersiap berlayar untuk bergabung dengan ayahnya, Fumifusa , di teluk, bersama dengan armada Otori. Orang-orang asing sudah sering ber¬kunjung ke tempat Lord Arai sehingga tidak mena rik perhatian. Perbincangan mengalir lebih lancar karena si jurubahasa makin berani dan percaya diri, dan Don Carlo pun makin fasih. "Anda pasti mengira kami bodoh," katanya, "karena tidak mengetahui ada Kaisar. K ini kami sadar kalau kami harus mendekati beliau karena kami adalah utusan Halaman 200 dari 600

raja kami, dan monarki harus berhadapan dengan monarki.aja kami, dan monarki har us berhadapan dengan monarki." Hana tersenyum. "Lord Kono yang baru¬baru ini kembali ke ibukota, dan yang pernah bertemu Anda berdua, adalah keluarga kekaisaran. Dia meyakinkan kami bahwa Lord Arai mendapat dukungan Kaisar. Kepemimpinan Lord Otori di Tiga Negara dianggap tidak sah, maka dia hend ak meng¬ajukan pembelaan atas tuduhan itu." Don Joao nampak tertarik saat kalimat ini diterjemahkan. "Mungkinkah Lord Arai b isa membantu kami mendekati Yang Mulia Kaisar?" "Akan kulakukan dengan senang hati," sahut Zenko, wajahnya bersemu merah karena gembira dan juga karena minum sake. Perempuan itu, si jurubahasa, mener¬jemahkan kalimat ini, lalu mengatakan beberapa kalimat lagi. Don Carlo tersenyum agak sedih, Hana pikir, lalu menganggukkan kepala dua atau t iga kali. "Apa yang kau katakan?" tanya Hana langsung pada Madaren. "Maaf, Lady Arai. Aku bicara soal masalah keagamaan pada Don Carlo." "Ceritakan lebih banyak lagi pada kami. Kami tertarik pada ajaran para orang asing, dan terbuka dengan kepercayaan merek a." "Tidak seperti Lord Otori," kata Don Carlo. "Tadinya aku mengira dia akan ber¬sika p simpatik, dan aku menaruh harapan besar untuk penyelamatan jiwa dari dosa dan kematian bagi is trinya yang cantik itu, tapi dia melarang kami menyebarkan agama secara terang-terangan atau membangun gerej a." "Kami tertarik mendengarkan masalah ini," ujar Hana sopan. "Dan sebagai imbalann ya kami ingin tahu berapa banyak kapal yang dimiliki raja Anda di Kepulauan Kecil Selatan, dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk berlayar dari sini ke sana." "Kau punya rencana baru," kata Zenko malam itu saat mereka hanya berdua saja. "Aku tahu sedikit tentang kepercayaan orang-orang asing itu. Alasan mengapa kaum Hidden selalu dibenci adalah karena mereka lebih mematuhi Tuhan Rahasia ketimbang penguasa man a pun. Deus

milik orang-orang asing itu juga sama, menuntut kesetiaan yang utuh." "Aku telah bersumpah setia berulang kali pada Takeo," ujar Zenko. "Aku tidak menyukai gagasan dikenal sebagai pelanggar sumpah, seperti Noguchi: kukatakan ya ng se¬sungguhnya padamu, hanya itu yang masih menahanku." "Takeo telah menolak Deus sudah jelas dari apa yang kita dengar tadi. Bagaimana ka lau Deus memilihmu untuk menghukum¬nya?" Zenko tertawa. "Bila Deus membawa¬kanku kapal dan senjata, maka aku siap ber¬hadapan dengannya!" "Bila Kaisar sekaligus Deus memerintah¬kan kita untuk menghancurkan Takeo, bagaima na kita bisa membantah atau tidak mematuhinya?" ujar Hana. "Kita memiliki restu; juga peralat an." Tatapan mereka ber-temu, lalu mereka berdua tertawa terbahak¬bahak. *** "Aku ada satu rencana lagi," kata Hana kemudian, ketika kota sudah sunyi, dan di a berbaring di pelukan suaminya, setengah tertidur dan merasa puas. Zenko sudah hampir tertidur. "Kau memang sarang berharga dari gagasan yang baik," sahutnya, seraya membelai istrinya dengan malas. "Terima kasih, tuanku! Tapi apakah kau tidak ingin mendengarnya?" Halaman 201 dari 600

"Tidak bisakah menunggu sampai besok?" "Ada beberapa hal yang lebih baik di¬bicara kan dalam kegelapan." Tidak bisakah menunggu sampai besok?" "Ada beberapa hal yang lebih baik di¬bicarak an dalam kegelapan." Zenko menguap dan berpaling ke arah istrinya. "Bisikkan rencanamu itu dan aku ak an mempertimbangkannya dalam mimpi¬ku." Setelah Hana memberi tahukan, Zenko terbaring dalam waktu lama tanpa bicara hing ga seperti sudah tertidur, namun Hana tahu kalau suaminya itu masih terjaga. Akhir¬nya Zenko berkat a, "Aku akan berikan dia satu kesempatan lagi. Bagaimana pun, dia adikku."* Meskipun Sada telah berusaha, ditambah salep dari Ishida, luka di wajah Maya tet ap berbekas, garis kemerahan di tulang pipinya bak bayangan daun perilla. Maya dihukum dengan berba gai cara atas ketidakpatuhan¬nya. Meskipun dia dipaksa melakukan tugas paling rendah di rumah, d ilarang bicara, dilarang tidur dan makan, dia tetap lakukan semua ini tanpa dendam, sadar kalau ia memang pantas dihukum karena menyerang dan melukai ayahnya. Maya belum bertemu Taku selama sem inggu, dan walau Sada merawat lukanya, tapi dia tidak bicara atau pun memeluk serta membela inya seperti yang diinginkan Maya. Sendirian sepanjang waktu, dijauhi semua orang, Maya punya bany ak waktu untuk memikirkan apa yang telah terjadi. Begitu teringat kalau ia telah menyerang ayah nya, air mata berlinang. Biasanya ia tidak pernah menangis: satu¬satunya yang diingatnya yaitu s aat berada di sumber air panas, bersama Takeo dan Miki, ketika menceritakan pada ayahnya bagai¬mana cara membuat si kucing tertidur dengan tatapan maut Kikuta. Hanya ketika ada Ayah aku bisa menangis, pikirnya. Mungkin air mata adalah bagian dari kemarahan. Ia ingat kemarahannya pada ayahny a karena tidak mengatakan kalau punya anak laki-laki, karena semua rahasia yang mungkin disembu nyikan ayah dari diri¬nya, karena semua muslihat yang terjadi antara orangtua dan anaknya. Namun Maya juga ingat kalau tatapannya menguasai tatapan ayahnya, kalau ia bisa mendengar langkah ringan dan merasakan kehadiran ayahnya saat tidak kelihatan. Maya meliha t betapa kekuatan si kucing telah ber¬tambah dan memperkuat kekuataan dirinya. Kekuatan itu masih saja menakutkan bagi¬nya, tapi setiap hari, di saat kurang tidur, makan dan bicara, day a tarik kekuatan itu semakin bertambah, dan mulai bisa melihat bagaimana ia bisa mengendalikannya.

Di akhir minggu, Taku memanggilnya dan mengatakan kalau mereka akan pergi ke Hof u keesokan harinya. "Kakakmu, Lady Shigeko, membawa kuda-kuda," katanya. "Dia ingin mengucap¬kan selamat tinggal padamu." Saat Maya hanya membungkuk hormat tanpa menjawab, Taku berkata, "Kau boleh bicar a sekarang: hukumannya sudah selesai." "Terima kasih, Guru," sahutnya dengan patuh, kemudian berkata, "Aku benar-benar menyesal." "Kita semua pernah melakukan kesalahan yang berbahaya. Aku yakin kalau aku perna h menceritakan saat ayahmu menangkapku di Shuho." Maya tersenyum. Kedua saudara perem¬puannya senang sekali mendengarkan cerita itu saat mereka masih kecil. "Shizuka sering menceritakannya pada kami, untuk memper¬ingatk an agar kami patuh!" "Kami berdua beruntung karena ayahmu yang kami hadapi. Jangan lupa, kebanyakan o rang Tribe dewasa akan membunuh tanpa pikir panjang, anak-anak atau bukan." *** Halaman 202 dari 600

Shigeko membawa dua kuda betina tua higeko membawa dua kuda betina tua Maruyama, untuk Maya dan Sada, satu berwarna coklat kemerahan, dan satunya lagi, yang membuat Maya kegirangan, berwarna abu-abu pucat dengan surai dan ekor hitam , sangat mirip kuda tua milik Taku, Ryume, anak Raku. "Ya, yang abu-abu ini bisa menjadi milik¬mu," sahut Shigeko, memerhatikan mata May a yang berbinar. "Tapi, kau harus merawatnya baik-baik selama musim dingin." Shigeko me lihat wajah Maya: "Sekarang aku bisa bedakan antara kau dan Miki." Sambil menarik Maya ke samping, Shigeko berkata pelan, "Ayah menceritakan apa yang terjadi. Aku tahu ini sulit bagimu, m elakukan semua yang diminta Taku dan Sada. Buka mata dan telingamu lebar-lebar saat tiba di Hof u. Aku yakin kau bisa berguna di sana." Kedua kakak beradik itu berpelukan; setelah mereka berpis ah, Maya merasa diperkuat oleh kepercayaan Shigeko kepadanya. Itulah yang membuatnya mampu berta han selama musim dingin yang panjang di Hofu, saat angin dingin terus berhembus dari laut, bukannya membawa salju sebagai¬mana mestinya tapi malah membawa hujan es dan hujan sedingin es. Bul u kucing itu terasa hangat, dan Maya kerap tergoda untuk memanfaatkannya. Awalnya masih teras a janggal, lalu dengan rasa percaya diri yang makin besar, Maya belajar memaksa ro h kucing itu tunduk pada kehendaknya. Masih ada banyak unsur ruang antara dua dunia yang menakutkan baginya: hantu yang kelaparan dengan keinginan yang belum terpuaskan, serta kesadarannya tentang semacam kepandaian yang mencari dirinya. Rasanya seperti kilatan halilintar di k ege¬lapan. Kadang ia menatap dunia itu dan merasakan daya tariknya, tapi seringkali ia menjauhi ki lauannya, tetap berada di balik bayang-bayang. Sesekali ia bisa menangkap penggalan kata, bisika n yang tak kunjung ia pahami. Satu hal yang menyita pikirannya se¬panjang musim dingin adalah masalah yang membu at ia sangat marah pada ayahnya: bocah misterius yang merupakan kakak tirinya, yang tidak per nah dibicarakan siapa pun, yang kata Taku akan membunuh ayahnya ayahnya! Saat ia memikirkan tentan g bocah itu, ia menjadi bingung dan roh si kucing berusaha menguasai dirinya dan melakuk an apa yang diinginkannya. Ia sering terbangun berteriak karena mimpi buruk, sendirian di kamar karena kini setiap malam Sada bersama Taku. Maya berbaring terjaga sampai pagi, takut meme¬jam

kan mata. Sada mengatur agar mereka tinggal di rumah keluarga Muto antara sungai dan kedia man Zenko. Rumah itu dulunya adalah tempat penyulingan sake, tapi dengan makin bertambahnya pelanggan karena Hofu kian makmur, keluarga itu pindah ke bangunan yang lebih besar, dan b angunan ini kini hanya dijadikan gudang. Seperti di Maruyama, keluarga Muto menyediakan penjaga dan pelayan, dan Maya mas ih berpakaian anak laki-laki di luar rumah, tapi diperlakukan sebagai anak perempuan ketika di dalam rumah. Teringat pesan Shigeko, dan ia membuka telinga lebar-lebar, mendengarkan bisik-b isik per¬cakapan di sekelilingnya, berjalan-jaian me¬lewati pelabuhan saat cuaca cukup cerah, dan m emberitahu Taku dan Sada apa yang didengarnya. Tapi ia tidak menceritakan semuanya: sebagian dar i desas-desus yang mengejutkan dan membuatnya marah sehingga ia tidak ingin mengulang kata-kat a itu. Ataupun berani bertanya pada Taku tentang pemuda yang merupakan kakaknya itu. Maya bertemu Shigeko lagi sebentar ketika musim semi, ketika kakaknya berlayar b ersama kirin dan Hiroshi dalam perjalanan ke Miyako. Ia sudah sangat terbiasa dengan segala hasra t Taku terhadap Sada, lalu mengamati kakaknya dan Hiroshi untuk melihat apakah mereka menunjukkan geja la yang sama. Terasa sudah begitu lama ketika ia dan Miki menggoda Shigeko tentang Hiroshi: ap akah hanya sekadar rasa tertarik seorang gadis belia, ataukah kakaknya masih tetap mencintai pemuda yang kini menjadi pengawal seniornya? Dan apakah Hiroshi mencintai kakaknya? Seperti halnya Takeo, Maya juga memerhatikan reaksi cepat Hiroshi sewaktu Tenba melompat dan mundur tiba-ti ba karena takut selama upacara di Maruyama, dan menarik kesimpulan yang sama. Kini ia kurang yak in: di satu sisi, Shigeko dan Hiroshi tampak saling menjauh sekaligus bersikap resmi; di sisi lain mereka seperti Halaman 203 dari 600

Sejak kecil ia sudah hidup dengan kepercayan bahwa kesetiaan keluarga Muto teguh kukuh terhadap Klan Otori.saling memahami pikiran masing-masing. informasi yang diantar amat terlambat hingga akhimya tidak berguna. dan untuk memperbaikinya saat ini. Kira-kira di saat inilah Maya sadar atas p erubahan yang terjadi dengan perlahan sejak hari pertama musim semi. Maya menemukan dirinya terbebani dengan lebih banyak pekerjaan karena para pelayan ma kin malas. dan Maya tak berani lagi menggoda maupun bertanya padanya. Seiring makin besar kecurigaannya. maka Kikuta Akio muncu l dari pengasingan. dan Maya tak berani lagi menggoda maupun bertanya padanya. Sumpah setia tidak pasti yang digabung Kenji dengan kekerasan karakternya. Para penjaga tertawa sinis di belakang Taku tentang obsesinya terhadap Sada: laki-laki-perempuan yang lemah da n gila. . Tribe mulai menyesal karena sebelumnya mereka yang menguasai perd agangan. Kuroda dan Imai: setelah lima belas tahun dalam damai. diikuti¬nya para pelayan ke penginapan dan men¬dengar cerita-cerita mereka: kalau Taku dan Sada adalah penyihir. Di bulan keempat. dan ketika bangsawan memanfaatkan ketrampilan mereka. dan kedua or ang itu memanfaatkan arwah kucing dalam mantra-mantra mereka. Shigeko telah mengemban wewenang baru. Semua perubahan itu seper ti memastikan desas-desus yang mulai di-dengarnya saat musim dingin. Sewaktu di penginapan itulah Maya men¬dengar percakapan lain di kalangan keluarga Muto. bahkan kurang ajar. dan bahwa Muto mengendalikan kesetiaan Tribe terlepas dari Kikuta yang membenci dan berusaha membunuh ayahnya. Shizuka. Shigeko telah mengemban wewenang baru. dan Taku adalah keluarga Muto dan telah menjadi penasihat terdekat keluarga Otori dan telah menjadi gurunya. Taku disibukkan dengan permintaan dari orang-orang asing yang telah kembali dari Hagi dan bersem angat untuk membangun pos perdagangan secepatnya. Kenji. dan ada semacam keselarasan yang terjalin di antara mereka. Maka butuh waktu la ma baginya untuk dapat memahami dan menerima gejala-gej ala yang tampak di depan matanya. Kurir pembawa pesan yang datang ke rumah jumlahnya makin sedikit. penga laman dan akal bulusnya mulai hancur. aling memahami pikiran masing-masing. setelah Shigeko dan Hiroshi pergi bersama kirin menuju Akashi. dan ada semacam keselarasan yang terjalin di antara mereka. ketika pedagang dan petani biasa menikmati kesejahteraan.

dan sadar kalau Akio ada di penginapan itu. meski ia tak tahu sampai sejauh mana kebenarannya. tapi ia menangkap kata ketua Kikuta. langsung tahu mana yang bernama Akio karena lak i-laki itu melihat dirinya. dan ia bahkan mendengar Zenko disebut sebag ai ketua Muto. Satu malam. dan penginapan penuh sesak dengan orang. tapi justru mencarinya.Maya mendengar nama laki-laki itu beberapa kali di awal-awal bulan keempat. Maya menyembunyikan diri di bawah beranda. Ia tahu kalau itu pengkhianatan. langsung menembus kemampuan menghilangnya. ia pergi diam-diam ke penginapan di tepi sungai. menggunakan kemampuan meng¬hilang untuk menyelinap di bawahnya. Selama ini ia dapat meng¬hilang diri tanpa diketahui. ketertarikan dan keingintahuannya semakin bertambah . Ia terkejut temyata laki-laki itu berani muncul secara terang-terangan di Hofu. dan udara terasa pekat dengan berbagai aroma. dan menjadi so mbong karenanya. minyak wijen serta jahe. Semua pintu terbuka lebar. malam ini terlalu bising untuk bisa mendengar banyak bah kan dengan telinga¬nya yang tajam. Ia meraba pisau di baju luamya lalu menggunakan kemampuan menghilang kemudian berjalan ke pintu penginapan. sesaat sebelum bulan purnama. memperkenalkan diri pada Akio. s aat itu kota terasa lebih hidup dari biasanya karena Zenko dan Hana sudah kembali bersama rombongan. dan bahkan lebih kagum lagi ternyata begitu banyak orang yang ia kenal dari kalangan Tribe bukan hanya mentolerir kehadirannya. Maya menyad ari kalau orang itu berada dalam perlindungan Zenko. membiarkan angin sepoi-sepoi dari arah barat daya mas uk. Lentera menyala berasap. Maya memindai berbagai kelompok. Saat itu ia menyadar i betapa Halaman 204 dari 600 . ikan panggang dan sake. dan setiap kali didengarnya.

dan tanpa pikir panjang ia men¬jatuhkan diri ke lantai. melemparkan senjata selagi bergerak. Akhirnya tu buh Maya lemas. mendengar desingn ya di udara. Saat memahami katakata itu. Semua yang ada di sekelilingny a berubah: ia melihat dengan mata si kucing. cak arnya di lantai papan rbahayanya laki¬laki itu. dirasakannya tekstur lantai di bawah kakinya. " "Penguasa si kucing? Darimana kau dapat kata itu?" "Itulah yang dikatakan para hantu. bet apa laki-laki itu bisa membunuhnya tanpa ragu. cak arnya di lantai papan beranda sewaktu ia melompat melarikan diri ke dalam gelapnya malam. sepertinya tertidur selama beberapa saat. jika kubiarkan mereka bicara. Maya melihat kilau pisau. Dirasakannya tatapan pemuda itu mencarinya. "Kau tahu siapa Hisao i . Taku mendengarkan tanpa bicara selagi Maya menceritakan apa yang didengarnya. dan men¬dengar penggalan suara yang membentuk kata-kata. betapa lemah dirinya bila dibanding¬kan dengan Akio. ia ketakutan setengah mati. dirasakannya tekstur lantai di bawah kakinya. Hisao. dia bisa b erpikir jelas lagi." Taku menggelengkan kepala dengan tatapan bertanya-tanya. dan tanpa pikir panjang ia men¬jatuhkan diri ke lantai.berbahayanya laki¬laki itu. Mereka berusaha menenang¬kan saat dia be rjuang sekuat tenaga men¬dapatkan kembali wujud manusianya. Dan si kucing hanya ingin kembali pada pemuda itu. melawan tatapan Maya yang amat kuat. Di belakangnya. Maya melihat kilau pisau. mendengar desingn ya di udara. membangunkan keduanya dari tidur nyenyak. dan ingin menceritakan segalanya pada mereka. Maya menyadari ke¬hadiran pemuda itu." ujar Maya pelan. Ta ku mengagumi pengendalian diri gadis itu yang dapat menceritakan tanpa meneteskan air mata. Akio melompat dari lantai dan seperti terbang ke ar ahnya. Akio melompat dari lantai dan seperti terbang ke ar ahnya. Ketika membuka mata. Semua yang ada di sekelilingny a berubah: ia melihat dengan mata si kucing. "Dialah penguasa si kucing. "Dialah yang memanggil kucing itu. "Jadi sesuatu menghubungkan Hisao dan kucing itu?" akhimya ia bertanya. Sada memanggil-manggil namany a sementara Taku menatap matanya. melemparkan senjata selagi bergerak. Datanglah padaku. betap a laki-laki itu bisa membunuhnya tanpa ragu. Sudah lama aku menunggumu. pada Sada da n Taku. betapa lemah dirinya bila dibanding¬kan dengan Akio. Maya melarikan diri pada satu-satunya perlindungan yang dikenalnya.

Tatapan Maya yang berkilat ter¬paku pada wajah Taku. "Apa yang harus kita lakukan?" tanya Sada pelan." sahutnya." jawab Maya." Inilah pertama kalinya Taku merasakan ketakutan yang sesungguhnya. "Kita harus membawa Maya pergi. Dugaanku adalah mereka belum menge tahui bakatnya. "Pertama kali kita melihat kucing itu. "Hisao pasti seorang penguasa alam baka. Takut pada ke kuatan supranatural. dan mencari tahu seberapa dalam keterlibatannya dengan Akio." Ia berhenti sejenak lalu bicara tanpa perasaan. Ini jauh lebih buruk dari yang kita bayangkan. dan berapa banyak yang mereka tahu tentang Hisao. dan kemarahan pada rasa puas dalam dirinya serta kurang waspada. mendengar Sada menghela nap as. di Maruyama pada musim gugur yan g lalu. "Kukira hal itu hanya legenda. Tidak ada lagi orang yang tahu tentang hal semacam ini di kalangan Tri be: semua laporan kita menunjukkan kalau Hisao tidak memiliki kemampuan Tribe. gelisah atas peng¬khianatan yang telah diungkap Maya.tu?" "Dia cucu Muto Kenji. membuat satu tuntutan terakhir padanya. Dia memiliki kekuatan untuk me¬nenangkan atau mengh asut mereka." "Apa artinya itu?" tanya Maya." bisik Sada." Halaman 205 dari 600 . Sada merengkuh dan memeluk Maya erat-erat. "Tapi aku harus menemui kakakku lebih dulu. Para arwah akan patuh padanya. "Artinya dia mampu untuk berjalan di antara dua dunia. hembusan napasnya terasa di bulu kuduknya." "Sudah berapa lama kau tahu?" "Aku pernah mendengar kau mengatakan pada Sada. mendengar suara orang yan g sudah mati. "Putra ay ahku." ujar Taku.

Ia menyes . "Aku akan menemui Zenko besok. Ia berusaha menimbang apa saja yang dipertaruhkan. terhadap sifat ksatria yang jujur. *** Saat malam lebih larut. Ia selalu berusaha membuat Hiroshi ter kesan. dan betapa besar kegagalannya untuk bisa menggantikan kedudukan gur unya itu. Hiroshi. Saat terjaga. Alangkah bodohnya kakakku. kesadaran ter¬goyahkan pada kehormatan dan kesetiaan. dicekam perasaan kalau segala sesuatun ya akan terurai satu demi satu. kemungkinan anak-anak juga mungkin Shigeko tidak. bukan untuk yang pertama kalinya. keyakinannya makin besar kalau Takeo akan hancur. berarti kematian beberapa ribu prajurit Otori yang tak ada hubungan dengan dirin ya." "Kita belum mendapat kabar dari Lord Takeo sejak Terada datang dari Hagi. meski sulit untuk mengakui pada dirinya sendiri. Ny awa Takeo.. "Kita akan pergi ke Inuyama." kata Sada gelisah. Rasanya masuk akal mematuhi kakaknya yang akan mengambil alih kepemimpinan Tribe a tau bahkan menyerahkan jabatan itu pada Taku sendiri: keluarga Muto dan Kikuta bisa berdamai. sebelum ia bertemu Sada. Ia tahu k alau Hiroshi lebih memilih mencabut nyawanya ketimbang meninggalkan Takeo. Memikirkan Hiroshi telah membuatnya berhenti secara tiba-tiba. dan ia tak tahan membayangkan wajah Hiroshi saat sadar kalau ia berpihak pada Zenko. terlebi h lagi mengaiakannya pada Sada atau orang lain. Kita harus bawa Maya pergi. dan menyadari sekali lagi betapa ia s angat merindukan Gurunya itu. keberan ian fisiknya. "Sebelumnya aku tidak cemas. Jika Takeo mel awan balik. pastinya. dan betapa besar kegagalannya untuk bisa menggantikan kedudukan gur unya itu. kal au jaring mulai makin kencang di sekelilingnya dan tak ada jalan untuk lolos. Taku berpikir keras apa yang harus dilakukan. tapi kita harus tetap pergi. naluri pragmatis Muto mendes aknya untuk mengikuti jalan ini. Taku punya rasa iri yang terpendam pada Hiroshi.Apakah Kenji tahu? Taku memikirkan hal itu. maka ia tak harus menyerahkan nyawa Sada atau nyawanya sendiri. pikirnya. Juga nyawa Kaede. tapi Zenko pasti menganggap si kembar terlalu berbahaya. sada r akan tubuh tinggi Sada di sisinya. kecu ali bila dia melawan. dan menyadari sekali lagi betapa ia sangat merindukan Gurunya itu." katanya." sahut Taku.. menyayangi sahabatnya itu lebih dari apa pun. pakah Kenji tahu? Taku memikirkan hal itu. Sebagai anak laki¬l aki. mengamati malam yang pucat.

Zenko dan Hana duduk dengan tangan terkatup. Begitu bertemu. Kumis dan janggu t Zenko tampak lebih lebat. sang kakak menunjukkan kepercaya¬an diri yang ba ru. dengan langkah yang lebih angkuh. dan meskipun tidak tahu kalau itulah terakhir kalinya dia membangunkan Sada. Taku juga memerhatikan. walau tak langsung mengomentari. Taku melihat ada perubahan dalam diri kakaknya. Tak per nah kubayangkan kalau aku akan menjadi ksatria yang mulia. Men dengar betapa sering Deus diucapkan. Dia menghabiskan waktu dengan mem¬persiapkan diri untuk be pergian. pikirnya saat membangunkan Sada dengan le mbut. dan menerima jawabannya sebelum tengah har i. Taku berkuda p ergi bersama empat orang yang telah menemaninya sejak dari Inuyama. Direngkuhnya Sada erat. karena tak ingin menarik perhatian. tapi lebih dari itu. dan diundang ke kediaman di Hofu untuk makan malam bersama Zenko dan Hana. Ia diperlakukan dengan santun seperti biasa.alkan tindakan kakaknya yang menempatkan ia dalam posisi serba salah. *** Taku mengirim pesan keesokan harinya. dan menyadari dengan campuran antara rasa tercengang dan jijik kalau kakaknya telah mengikuti kepercayaan orang asing. mi rip yang dipakai Don Joao dan Don Carlo yang juga hadir saat makan malam. T ak pernah ku¬bayangkan kalau aku akan jatuh cinta. Do n Carlo diminta untuk meng¬ucapkan doa. lebih memercayai mereka ketimbang orang yang disediakan keluarga Muto di Hofu. kala u Zenko mengenakan kalung dari untaian rosario indah yang terbuat dari ukiran gading. Halaman 206 dari 600 . Sebelum mulai makan. serta tampak hikmad. Taku memerhatikan kehangatan baru antara kedua orang asing itu dengan Zenko. tidak secara terang-terangan. kepal a tertunduk.

" "Kurasa kau tengah merencanakan per¬sekongkolan menentang Lord Otori. juga karena tindakan ini akan membahayakan kel uargamu ibu kita. Rupanya Zenko melihat ada keuntungan: pasti berhubungan dengan militer. Apakah sudah ada pembunuh yang ber sembunyi di taman. ikutlah ke taman. mengacuhkan pertanyaan tentang A kio. karena kau telah b ersumpah setia dan berutang nyawa padanya. "Ada yang harus kubicara¬kan dengan adikku. aku bahkan kedua putramu." Zenko . "Tak ada alasan bagi kita untuk b ermusuhan. dan kakaknya membimbing ia ke dalam jangkauan pisau lempar mereka? Atau s enjata mereka? Dan bulu kuduknya merinding memikirkan senjata yang bisa membawa kematia n dari jarak jauh. Ia mengenal kakaknya sebagai laki-laki tanpa agama dan tidak berminat erpindah agama atau hanya berpura-pura? Taku tidak percaya kalau tindakan Zenko tulus adanya. Zenko berkata. "Dan sebagai imbalannya?" "Aku terkejut kau belum tahu. "Aku melihat kebenaran dalam kepercayaan mereka dan aku memilih untuk mengikuti jalan mereka. Malam ini indah: sudah hampir purnama. dan ketika makan malam se lesai dia berkata. seraya menyembunyikan marahnya. kurasa. memasang pendengarannya untuk langkah ka ki yang tak dikenal. pikirnya. "Tidak ada kejahatan di dalamnya. Janganlah kita saling mem¬bunuh. Ia mengenal kakaknya sebagai laki-laki tanpa agama dan tidak berminat pada sesuatu yang berbau spiritual sama seperti dirinya. Kebebasan itu diperbolehkan di seluruh Tiga Negara.Berpindah agama atau hanya berpura-pura? Taku tidak percaya kalau tindakan Zenko tulus adanya. membuka semua indera¬nya. "Tak bisa kubayangkan apa alasannya. pikirnya kecut." sahut Zenko. yang bahkan tidak terdeteksi oleh semua kemampuan Tribe. namun menahan diri. Kami permisi sebentar. tapi aku yakin kau bisa menebaknya." Taku mengikuti. Ia ingin l angsung menyerang. Mengapa Kikuta Akio berada di Hofu dan dalam perli ndunganmu? Perjanjian keji apa yang kau buat dengan orang-orang ini?" Taku memberi isyarat ke arah tempat percakapan orang asing itu terdengar seperti pekikan burung. hembusan napas yang tak terduga. seolah bisa membaca pikirannya." sahut Taku." Taku melihat deretan gigi putih di atas janggut Zenko saat tersenyum. dan kemarahannya muncul selagi memik irkan kalau yang bisa diberikan orang asing itu adalah senjata api dan kapal. Zenko menyadari kegelisahan Taku yang makin bertambah. Taku.

" Taku merasa jarinya gatal ingin meraih pedang. lalu mendekat dan memegang tangannya." sahut Taku. seraya menahan kata-katanya. "Kau melihat bayangan dirim u sendiri. Dia akan mengabaikan peranmu dalam kematian Kotar o: semua orang tahu saat itu kau masih kecil. terlepas dari perbedaan pendapat kita. Akan kupenuhi semua keinginanmu. sungguh tak Halaman 207 dari 600 .menatapnya. Taku tergoda untuk menyerang. Ayah kita seorang ks atria sejati. Takeo itu penipu. Kaulah si perebut kekuasa¬an. Takeo yang menye babkan kematian ayah kita. "Tidak." sahut Taku. kita bersaudara. Tugas pertama kita adalah balas dendam atas kematian itu. "Taku. namun ada sesuatu yang mencegahnya: rasa enggan untuk mencab ut nyawa kakaknya. perebut kekuasaan. dan teringat kata-kata Takeo: Saudara saling membunuh. Dan kau juga pantas mati. Mari kita bicara terns terang. Bukan rahasia lagi kalau menurutku alasan Akio sangat masuk akal." "Ayah kita memang pantas mati. juga pembunuh. Ta keo tidak punya masa depan: mengapa ikut jatuh bersamanya? Bergabunglah denganku: Tribe akan ber satu kembali: aku pernah bilang kalau aku punya orang dalam di kalangan Kikuta. dan tubuhnya terasa perih seakan siap menghilang. Yakin kalau Zenko past i hendak membunuhnya saat ini." "Kau memandang Takeo seolah kau ber¬kaca. dan ak u sayang padamu. begitu kuatnya godaan itu hi ngga ia hampir tak sanggup menahannya.

terserah apakah kau memihak atau menentangku. "Ada apa?" "Kuda Anda tadi batuk-batuk.terbayangkan. "Lord Muto." kata Taku padanya. tapi yang satu ini sudah terbuka. dan menyiap kan dua kuda betina. termasuk dirimu sendiri. Tak u sayang. harus taat pada hukum. "Biar kupertimbangkan dulu. erbayangkan. yang digunakan di Tiga Nega ra. ia meninggalkan kediaman tanpa pamitan." Disingkirkannya kecemasan laki-laki itu. "Oh ya. Mari kita rundingkan. pikirkan semua tindakanmu. "Kurasa ini dari Lord Otori. Diraihnya tali kekang Ryume lalu bergegas naik. Sada masih berpakaia n lengkap. Udara terasa sulit dihirup dengan pekatnya ser buk sari." "Tak ada yang bisa dirundingkan kecuali dengan kehancuran dan kematiannya. seperti layaknya orang lain. seperti layaknya orang lain. Kakakmu." Taku berjalan dengan cepat dari taman. "Dalam hal ini. Taku meng¬ambilnya dengan firasat: dikenalinya benda itu sebagai tempat surat. seakan sulit bernapas. Dan kau juga. Para penjaga menunggu di gerbang dengan kuda¬kuda. berharap setiap waktu mendengar anak pana h atau pisau melesat di udara." laki-laki di sebelahnya berkata pelan. "Kuharap ini bisa memeng aruhi keputusanmu." sahu t Zenko marah. lalu tertawa. "Katakan apa yang kau inginkan dari Lord Otori . harus taat pada hukum. Kemudian Taku masuk ke tempat Sada tengah menunggu. Kakakmu. "Kita pergi sekarang. Aku akan bicara lagi denganmu besok. termasuk dirimu sendiri." ujar Zenko." "Mungkin karena udara musim semi. Bagian bawahnya direkatkan dengan lilin dan dicap dengan lencana Otori. Taku menghirup napas dalam-dalam. Di tempat penginapannya." Dikeluarkannya wadah bambu dari balik jubah dan menyerahkannya. dia meminta agar pelana kuda jangan dibuka. Taku sayang. "Apa yang kau temukan?" . Apakah keinginan balas dendammu bisa menjamin tidak akan menyebabkan perang saudara?" "Baiklah." ujar Zenko. dikalahkan dengan kecemasan yang lebih besar dalam dirinya." Taku mundur dengan sikap hati-hati. sebelum kau pergi: aku lupa berikan ini padamu.

maka aku harus mengejarnya sampai di perbatasan. Itu sebabn ya tidak ada kabar darinya. Bangunkan Maya. membawa senjata yang menakutkan."Zenko bukan hanya membuat kesepakatan dengan Akio. terkadang ditemani para arwah. Di Inuyama kalian lebih aman. Tentunya dia sudah berangkat saat ini?" "Kita harus ke sana malam ini." *** Maya tengah mimpi aneh serba merah di mana kakak laki-lakinya. Dia harus kembali dan membawa pasukan kembali dari wilayah Timur. Bulan purnama cukup terang untuk berkuda. "Takeo memintamu agar segera menemuinya di Inuyama tapi ini sudah terla mbat selama berminggu-minggu. tapi juga telah bersekutu dengan orang asing. Dia menga ku telah menerima agama mereka. dan sebagai imbalannya mereka mempersenjatainya." Diserah kannya wadah surat pada Sada. Kakaknya itu tampak kejam. muncul dalam berbagai samaran. Tatapannya mem¬buat Maya merasakan ketakut an yang tak bisa dijelaskan. Aku tak ingin dia di temukan Akio. "Dia mengacaukan surat-surat yang Takeo kirim." Sada mengambil tabung itu lalu mengeluarkan suratnya. Dia membaca dengan cepat t ulisan dalam surat itu. dia harus ikut. yang wajahnya kin i bisa dilihat sekilas. Kakakny a itu memiliki Halaman 208 dari 600 . Bila Ta keo telah meninggalkan Inuyama. seolah Hisao tahu semua rahasia dalam dirinya.

mereka berhenti di sebuah penginapan untuk sarapan dan minum teh. Kedua bocah itu harus mati!" . lekas berpakaian." Tanpa bertanya. karena tak tahu kalau Hisao mengenalnya. "Kita akan ke Inuyama untuk menemui ayahmu. Malam ini Hisao membisikkan nama Maya. mengikuti bulan dan gelombang. tapi men¬dadak situasinya makin mengancam. yang membuatnya ketakutan. dan seke lompok kecil orang Taku. Kami mengira bisa membendungnya.semacam jiwa kucing seperti dirinya." Hofu bukanlah kota yang dikelilingi dinding. Maya berkata pada Taku . Malam ini Hisao membisikkan nama Maya." Selagi kuda-kuda berderap menyusuri jalan menuju jalan besar. "Bangunlah. "Bagaimana bisa paman dan bibi ber¬tindak begitu." kata Taku selagi mengayunkan tubuh Maya ke punggung kuda. Maya serta empat pengawal tidak diberhentikan atau ditanyai. di awal musim semi dengan bulan yang hampir penuh. dan bersiap untuk bertarung. Kita pergi sekarang. karena tak tahu kalau Hisao mengenalnya. Tak lama setelah matahari terbit." Kelelahan tergambar di wajah Taku. Sada. Sada bertanya pada Taku. "Apakah kakakmu membiarkan kau pergi?" "Itu sebabnya kita pergi sekarang. di malam s eperti ini. Ayahmu harus segera kembali. "Apa yang terjadi?" "Akan kuceritakan sedikit saja demi keselamatanmu. Ber¬si agalah dengan senjata. emacam jiwa kucing seperti dirinya. "Mengapa kita pergi di malam seperti ini?" "Aku tidak ingin menunggu sampai pagi. dan suaranya terdengar sangat serius. Maya melakukan seperti yang diminta karena bulan-bulan musim din gin telah mengajarkannya untuk patuh. saat putra mereka tinggal di rum ah kami?" tanya Maya gusar. Dia bisa saja menyerang atau membuntuti. Pamanmu Arai dan istrinya ber komplot menentang ayahmu. Maya terbangun dan sadar kal au Sada yang bicara pelan di telinganya. Segera setelah mereka hanya bertiga di ruang makan kecil. ada pelancong lain di jalan. yang membuatnya ketakutan. "Ibu harus diberitahu. Aku curiga ada jebakan. Maya terbangun dan sadar kal au Sada yang bicara pelan di telinganya. dan kegiatan perdagangan dan pelabu han berarti orang datang dan pergi pada jam berapa saja.

kau harus tetap bersama kami. begitu bersemangat. langit cerah. Aku tidak akan melupakan ini : makanan yang terasa begitu lezat saat aku begitu lapar. harumnya aroma ten. sesekali terdengar su ara jangkrik bak Halaman 209 dari 600 . Peluh membuat kul it kuda menjadi lebih gelap di bagian leher tubuh mereka selagi meninggal¬kan dataran pesisir dan mulai menanjak ke perbatasan pertama. Mereka d uduk diam selama beberapa saat." "Lagipula." sahut Taku." Sada menarik Maya dan duduk denga n merangkulnya. awan menghilang ke arah timur laut. Kira¬kira tengah hari. "Darimana datangnya ke kejaman itu?" Tapi suaranya terdengar penuh kasih sayang dan kekaguman." tutur Taku." kata Sada. Seperti keluarga. Hana memang akan ke Hagi hari ini. Hutan kian lebat di sekeliling mereka. terus maju. merasakan hari-hari yang kami lalui dalam perjala nan. Sada dan Taku be rsamaku.. begitu pemberani."Kau kedengaran sangat berbeda dengan ayahmu. biru terang. cahaya matahari yang berubah selagi gumpalan besar awan putih berarak.. Aku akan ke Hagi dan men¬ceritakan pada Ibu tentang niat Hana yang se benarnya!" "Tidak. Cuaca hari itu tetap cerah dan segar. Bahaya. merasakan angin m usim semi. "Ayahmu berharap tak seorang pun harus mati. Hanya ayahmu yang memiliki reputasi dan kekuatan untuk mencegah pecahny a perang. pikir Maya. merangkul bahu Sada. "Itu sebabnya kita har us menyuruhnya kembali. "Selama musim panas ini Hana akan bersama ibumu dan adikmu. angin sepoi-sepoi ber henti berhembus." "Itu lebih buruk lagi! Ibu harus di peringatkan.

Mereka mendengarnya: derap kaki h ewan dari lereng. Sada berhenti lalu menengok ke belakang. dan sekonyong-konyong dilihatnya Hisao. Irama berjalan kuda." serunya. "Teruskan perjalanan dengan Maya. Sada juga men¬dengarnya. Taku meneriakkan sesuatu ketika melihat mereka. dan mereka berhenti. hangatnya senja m embuatnya mengantuk. membalikkan kuda betina yang ketakutan ke arah mereka da tang. "Pergilah. "Maya. Maya mulai merasa lelah. apa yang kau dengar?" Ia seperti mendergar dentingan baja. kudanya. dengan enggan melajukan kuda dan Maya mengi kuti. kemudian terguling. Mereka berkuda dengan cepat selama beberapa saat. "Kami akan menahan merek a. "Tetap di sini jangan. jatuh. dan satu suara lagi. dingin dan brutal. Irama berjalan kuda. menghempaskan tubuh . Kejadiannya begitu cepat: Ryume jatuh lalu mati." "Aku juga." gumam Maya. membuat burun g-buning memekik ke takutan lalu terbang. tapi seiring dengan kuda-kuda yang mu lai lelah. Kami akan segera menyusul. tertahan dengan lut utnya. Aku tak bisa meninggalkan Taku. lengannya berlumuran darah darahnya atau darah orang l ain. mustahil diketahui." Taku memberi perintah dengan cepat pada pengawalnya. Taku masih memegang pedang." ujar Taku pada Sada. yang bergenia sampai ke perbatasan. lalu tersadar kaget. Jumlah mereka paling banyak dua belas orang. jalan terus. teriakan dan pekikan pertar ungan. tapi di kejauhan mereka melihat kepulan debu dan mendengar derap kuda. membelokkan kuda keluar dari jalan dan menghilang di balik batang-batang pohon b ambu. mereka mengambil busur dari punggung. melihat kuda berk ulit abu-abu dan bersurai hitam. "Mereka punya senjata api. ringkikan kuda." teriak Sada lega. Ia mengira ikan alat musik. "Ada yang mengikuti kita!" Taku mengacungkan tangan. Aku harus kembali. lalu semb unyi. hangatnya senj a membuatnya mengantuk.petikan alat musik. tapi Maya ta k memahaminya karena saat mengucapkan kata-kata itu Ryume." perintah Taku pada Sada. Ia mengira tengah bermimpi. Maya mulai merasa lelah. "Itu dia datang.

dan sudah berlari kencang. Taku ing in mengucapkannya. kemudian tembakan itu meraung lagi. Sada menarik tali keitang kudanya agar berhenti di samping Taku. Dia merasakan sayatan yang sangat menyakitkan di waj ahnya. D engan sifat OtoriHalaman 210 dari 600 . Kuda betina tunggangan Sada menden gus dan menjadi liar saat melihat kematian Ryume. aku sekarat. Waktunya telah tiba. Secepatnya Sada menderapkan kuda menghampiri. pergi. Dia baik-baik saja. pikir Maya lega. dan kuda menimpa tubu h mereka. kemudian dia jatuh dan Sada jatuh bersamanya. meski banyak orang yang mati di jalanan di belakangnya . Pergilah. Dari kejauhan didengarnya Maya berteriak. Kemudian dia me raih tangan Taku yang menggapai lalu mengayunon tubuh Taku di belakangnya. Matanya dipenuhi cahaya langit biru yang m enyilaukan: cahaya matahari berputar-putar dan kian redup. pengawalnya dan sebagian besar penyerang¬nya. Kedua kuda betina itu mudah gugup. aku harus berkonsentrasi pada kematian. Taku tidak terlula parah. Taku berusaha bangkit. meski kelelahan. tapi tak sempat lagi. Dia menyadari kuatnya punggung S ada saat memeluknya.Taku ke jalanan. sebelum kegelapan membungka m pikirannya untuk selamanya. Dia merasakan tembakan itu menge na lehernya dan menembusnya. Dia tak bisa melakukan itu bila dia terluka . satu sayatan lagi di tangannya yang memegang pedang. nak. Kuda betina milik Sada berusaha bangkit dan berderap kembali ke Maya sambil meri ngkik keras. Dia nyaris t ak sempat berpikir.

Tapi ia tidak tahu apa ya ng harus dilakukan selanjutnya. Akio membawa pedang dan pisau. Kedua laki-laki itu datang menghampiri. ditambah lagi. kemudian Sada dan Taku mati dalam keadaan berangkulan. mengacungkan senjata api ke arahnya. Bola mata Sada berdenyut: dia masih hidup. tiba-tiba muncul dua orang tepat di belakang Ryume. Sekujur tubuhnya gemetar. ia tak ingin melepaskan kedua kuda betina itu. begitu pula kedua kuda itu. tapi ia segera mengenalinya. mengambil pisau dengan tangan kanan lalu menggor ok leher Sada dengan cepat. menyentuh dan memanggil¬manggil nama mereka. Si kuda.nya. tapi bodohnya. Mereka berasal dari Tribe: mereka takkan membiarkannya hidup hanya karena ia masih kecil. s eharusnya bisa mengelabui siapa Saja. Bocah itu menatapnya. Maya memikirkan kedua kuda itu. Si kuda. Sekujur tubuhnya gemetar. "Sada!" Seolah menjawab jeritannya. Ki . "Kedua Muto ini sudah membayar¬nya. ya. Akio berlutut. ia tidak boleh membiarkan keduanya kabur. "Kematian Kotaro hampir terbalas. Maya berdiri di antara kedua kuda betina. Ryume. Maya tahu kalau ia harus menggunakan k emampuan menghilang atau bentuk kucing lalu lari ke dalam hutan: ia berasal dari Tribe. Maya memikirkan kedua kuda itu. Ia h arus membuka mulut lalu menjerit. agak lebih jauh darinya. dunia yang mem¬biarkan Taku mati di bawah lan git biru dan matahari yang cerah. sementara laki-laki y ang satu lagi membalik kedua mayat. memegangi tali kekang keduanya. Maya menggerakkan kudanya meng¬hampiri mereka. agak lebih jauh darinya. ia tidak boleh membiarkan keduanya kabur. ia tak ingin hidip di dunia yang kejam ini. Tapi ia tidak tahu apa ya ng harus dilakukan selanjutnya. Luapan kepedihan di hatinya membuat Maya hampir tercekik tak bisa bernapas. kemudian Sada dan Taku mati dalam keadaan berangkulan. Tapi badannya terasa lumpuh karena terguncang dan sedih. Setidaknya aku harus ber tarung. dan tak bisa memalingkan pandangannya dari tiga mayat yang ter¬geletak di jalan. turun lalu berlutut di sampingnya. begitu pula kedua kuda itu. Sada mergerang pelan. di bawah remangnya penerangan di penginapan." ujarnya. Ryume. dan tak bisa memalingkan pandangannya dari tiga mayat yang ter¬geletak di jalan. Hisao memegang senjata api. pikirnya. Ia meludahi wajah Taku yang damai. Kedua orang memegang senjata. Ia membungkuk dan diraihnya tali kekang kuda Sada yang terayun-ayun. I a membungkuk dan diraihnya tali kekang kuda Sada yang terayun-ayun. Maya hampir tidak bisa melihat mereka di malam sebelumnya.

"Sial sekali nasibnya!" Akio berjalan menghampirinya dan Maya mencoba menatap matanya. Akio ter¬senyum ketika dilihatnya garis lurus melintang di telapak tangan gadis itu. Maya menarik pisau dari sabuknya lalu menaikkan tangannya untuk menancapkan pisau itu di lehernya. Dijatuhkannya tali kekang kedua kuda. bahkan lebih cepat dibanding malam sebelumnya. "Tapi bocah pengurus kuda macam apa yang berusaha menggorok lehernya sendiri?" t anyanya dengan sinis. "Tapi ini siapa. tapi laki-laki it u tak berbalik menatapnya. Pis aunya terjatuh seolah Akio membelokkannya. dan kar ena terkejut." Bocah itu berkata. Akio lalu menarik pakaiannya da n menyelusupkan tangan satunya ke selangkangan Maya. kedua kuda itu bergerak mundur. "Sekarang kita tahu siapa yang memata-matai kita semalam. lalu mencengkeram pergelangan tangan Maya. Gadis itu menjerit dan meront a-ronta sewaktu Akio berusaha membuka telapak tangannya. "Jadi!" serunya. Ia tak boleh membiarkan la ki-laki itu menangkapnya. Ayah?" Suaranya terdengar kebingungan. seola h pernah mengenal gadis itu. Ketakutan yang amat sangat mencekam Maya. Ia hanya ingin mati.ni tinggal Si Anjing. "Bocah pengurus kuda?" sahut laki-laki itu. "Seperti seorang ksatria perempuan?" Memegang Maya dengan tangannya yang sekuat baja. Akio bergerak lebih cepat dari gerakan manusia mana pun yang pernah Maya lihat." Halaman 211 dari 600 .

Gadis ini akan berguna. di bawah naungan jerami: kuda-kuda yang dibiakkan di Maruyama. kuil-kuil ber¬atapkan pohon runjung." Maya ingin mengatakan lebih banyak lagi. bunyi kele-pak layar. Dari berbagai arah. ketika angin dari timur laut berpacu me¬lintasi laut kea bu-abuan. Jadi kita biarkan dia hidup untuk saat ini. Shigeko menghabiskan banyak waktu dalam sehari di samping hewan-hewan itu. lalu menekan hingga Maya tak sadarkan diri." sahutnya. Muatan kapal dipenuhi berbagai macam hadiah. "Ini putri si Anjing. Berlayar membuat Shigeko gembira. dicelup da n dilukis oleh perajin paling andal dari Hagi dan Maruyama." Maya sudah mengenalnya. "Kau kenal siapa aku?" Maya tak mau menjawab. Tapi hadiah yang terpenting berdiri di atas dek. bau air laut. Jadi kita biarkan dia hidup untuk saat ini. buih gelombang menghiasi pantainya. meraba bagian urat nadi. "Kau kenal siapa aku?" Maya tak mau menjawab. angin laut ber¬hembus lembut dari selatan namun cukup kencang untuk memenuhi layar dan m em¬buat kapal meluncur cepat. lerenglerengnya kehijauan tua dengan pepohonan cedar. karena wajah¬nya sama seperti yang ia lihat dalam mimpinya .. bahkan dalam perjalanan yan g paling sulit antara Hagi dan Maruyama. salah satu dari si kembar: dia ada tanda Kikuta. tapi Akio memindahkan cengkeramannya ke leher. dinding putih yang mencuat dari kastil ksatria." Didekatinya Maya. tali temali dan tiang kapal. ketua keluargamu.. Tidak seperti Maya.* Shigeko sering berlayar antara Hagi dan Hofu. "Ini putri si Anjing. nyan yian lambung kapal saat membelah lautan. aku adalah adikmu. serta kirin. Ini putraku. "Benar aku Otori Maya." Didekatinya Maya. Hisao. udara terasa san gat segar. Diliha tnya gerbang biara merah tua berkilauan di bawah sinar matahari musim semi. Tapi laki-laki itu melanjutkan. masing-masing diikat dengan dua utas tali di kepala dan ikat pinggang di bawah perut. Gadis ini akan berguna. termasuk pelana dan sanggurdi ber¬hia s indah untuk Shigeko dan Hiroshi. salah satu dari si kembar: dia ada tanda Kikuta. "Aku Kikuta Akio. Ia ba ngga akan . Tapi laki-laki itu melanjutkan. aya mengira hidupnya sudah berakhir. Shigeko tidak pernah mabuk laut. tapi belum pernah berlayar lebih k e timur. kecipak air laut dan keriat-keriut kayu. di sepanjang pantai yang dilindungi Laut Kitaran sampai Akashi. serta jubah resmi yang kesemuanya baru dibordir. diikat dengan tali dari sutra merah.. Cuaca cerah.Maya mengira hidupnya sudah berakhir. "Ada lagi. pulau-pulau kecil bermunculan dari per mukaan laut.

Tak ada rasa sesal akan berpisah karena mereka akan diperlakukan dengan bai k." sahut Hiroshi.kesehatan dan ketampanan mereka karena ia sendiri yang membesarkan hewan-hewan i tu: dua kuda berkulit belang." "Aku hanya menyalahkan diriku! Aku yang menyarankannya. tanpa perasaan. satu berwarna terang." katanya pada Hiroshi saat senja di hari ketiga perjalanan mereka dari Hofu. Mungkin hewan¬hewan itu takkan melupakannya namun juga takkan merindukan dirinya. dan aku takkan merasa k hawatir memikir¬kannya akan kesepian. "Lih at. Shigeko hanya mencemaskan kirin yang tidak memiliki p embawaan santai layaknya kuda. "Aku khawatir kirin akan ketakutan ketika berpisah dari kita. dan satu lagi berwarna merah bata. Aku terkejut kau bisa berpisah dengannya. Tentunya dia akan merindukanmu. dia terus berpaling ke arah rumah. Semua hewan itu kelihatan senang ditemani gadis itu. dan mengikuti dengan pandangan mata saat Shigeko berj alan di sekitar dek." Halaman 212 dari 600 . dan semua kawannya." "Sedan tadi kuperhatikan dia berusaha mendekatimu. saat kau di dekatnya. Tapi aku be rharap hewan itu terbuat dari gading atau logam berharga. barangkali. Kirin adalah hadiah yang sempurna: bahkan sang Kaisar pun pasti kagum dan tersanjung dengan hadiah ini. Seperti merindukan seseorang: Tenba.

Mungkin tidak semenderita seperti yang kau bayangkan. diberi cukup makan. dan terjaga dalam rasa bahagia." gumamnya. dan telah mencapai tah ap kesadaran serta kepekaan yang tinggi. "Lagipula. "Aku berharap tidak harus tinggal jauh dari Tiga Negara. "Kuakui. Shigeko dibesarkan dengan ajaran keras keluarga ksatria: ia tidak bisa mematah¬kannya begitu saja. Mungkin tidak semenderita seperti yang kau bayangkan. Dia akan dirawat dengan baik. diberi cukup makan. Ter kadang ia bermimpi ayahnya memilih Hiroshi. "apa hadiah y ang lebih baik bagi jenderal Kaisar?" Mendengar kegetiran dalam suara Hiroshi. terkadang ia sad ar kalau tak ingin mengecewakan ayah-nya." . Dia akan dirawat dengan baik." "Hewan memiliki perasaan yang dalam. "Dan mungkin kirin itu takkan kesepian di Miyako. Kirin berdir i begitu dekat hingga bisa dirasakan hangatnya napas hewan itu di pipinya. Hiroshi yang berpaling lebih dulu. Ia sudah lama me nyadari kalau Hiroshi mencintainya seperti ia mencintai laki-laki itu. "karena kau juga akan berada di sana. "Tapi dia tidak memiliki perasaan yang sama dengan manusia saat dipisahkan dari mereka yang disayanginya. Mereka berdua tahu apa yang ada di benak masing-masing." kata Hiroshi dengan suara pel an." Shigeko tahu maksud ucapan Hiroshi karena dia hadir saat Lord Kono mengatakan ka lau istri Saga Hideki meninggal baru-baru ini." imbuhnya." Shigeko beradu pandang dengan Hiroshi.Hiroshi menatapnya lekat-lekat. "Bila kirin merupakan hadiah yang sempurna bagi Kaisar. gadis itu menahan tatapan Hiroshi selama beberapa saat. Nam un seperti tak ada gunanya membicara¬kan perasaannya: ia akan menikahi orang pilihan ayahnya. Shigeko merasa gundah. Shigeko memercayai Hiroshi sepenuhnya. Aku berharap perjalanan kita sudah berakhir tapi di si si lain aku juga tak ingin perjalanan ini berakhir. "Lagipula. kehilangan yang membuat bangsawan yang paling be rkuasa di Delapan Pulau bebas untuk menikah. dia hanya seekor hewan. Mereka berdua dilatih dengan Ajaran Houou." iroshi menatapnya lekat-lekat." hardik Shigeko. aku cemas dengan s emua tantangan yang me-nantiku di ibukota. Terkadang ia b ertanya-tanya apa bisa memilih calonnya sendiri karena kini ia penguasa Maruyama. dia hanya seekor hewan.

"Ada ikatan yang kuat di antara kita." "Tidak akan. memanggil dengan nama yang sering dilakukannya ketika g adis itu masih kecil. ikatan itu jangan pernah putus." "Bukan menyingkirkan." ujarnya. aku bersumpah. Busur di Halaman 213 dari 600 . Kita semua harus menyingkirkan keinginan pribadi untuk membiarkan ajaran kedamaian menang. Bila aku memang harus me¬nikah dengan orang lain."Kau tak menunjukkan kecemasan saat bicara dengan Lord Kono tahun lalu. "tapi mengatasinya." Hiroshi mengingatkan." "Guru-guruku yang terbaik kau dan dia. "Aku telah mengenalmu sejak keci l bahkan mungkin di kehidupan sebelumnya." sahut Shigeko. ti dak berani berkata apa-apa lagi. saat dikelilingi begitu banyak ora ng yang mendukungku terutama kau. Lalu satu kenangan melintas di benaknya: pertama kali ia melihat s epasang houou sewaktu kedua burung itu kembali ke hutan di sekitar Terayama untuk bersarang di pohon pauwlonia dan membesarkan anak-anaknya. Miyoshi Gemba juga akan berad a di sana. "Jangan sampai ada hal yang mengurangi konsentrasimu selama penandingan i tu." kata Hiroshi." "Kau juga akan mendapatkan dukungan itu di Miyako. "Mudah untuk merasa percaya diri di Maruyama." Gadis itu terdiam." "Shigeko.

Kedua hal itu sama-sama musibah baginya. dan bahwa mereka harus mengirim kurir secepat¬nya bila ada kabar dari Taku. namun roh houou yang akan menuntun anak panahnya. Kota itu dikuasai rasa percaya diri serta harapan karena Lord Otori bukan hanya tengah mengunjungi Kaisar tokoh yang dianggap separuh mistis oleh rakyat tapi dia j uga meninggalkan seorang putra: kesedihan yang disebabkan oleh si kembar akhirnya te rsingkir. Semua ini m erupakan bukti dari penguasa yang adil dan memedulikan kesejahteraan rakyatnya. namun perjalanan memb awa dirinya makin jauh dari kemungkinan menerima kabar. mereka berjalan ke bagian be lakang dek dan memulai latihan ritual kuno yang mengalir melewati udara bak air. Burung houou ber¬sarang di Terayama. yakin kalau pikiran dan tujuan mereka berdua telah menyatu. panji-panji Maruyama berkibar di tali tiang kapal. Lord Ot ori akan meng¬hadiahkan kirin kepada Kaisar. Kecemasannya yaitu tidak adanya kabar dari Taku: apakah dia membelo t atau sudah mati. Tiga Negara belum pernah begitu sejahtera. semua pertanda ini menegaskan apa yang dilihat sebagian besar rakyat pada anak-anak mereka yang montok dan sawah yang subur.* Beberapa hari setelah bulan purnama. Meskipun ia ber¬usaha menyembunyikannya. Saat itu ada pera yaan musim semi. Takeo memutuskan untuk meninggalkan Kuroda bersaudara di Inuyama. bagaimana dengan nasib Maya? Takeo ingin sekali kembali dan mencari tahu sendiri. "Jun dan Shin tidak senang. tarian. beber apa di antara¬nya diceritakannya pada Minoru. cairan dari dalam bumi mengalir ke pepohonan dan ke d alam aliran darah semua orang. Kepergiannya dilepas dengan penuh semangat oleh penduduk kota." . Kilau sinar matahari mewarnai layar. mengatakan bahwa mereka akan lebih berguna di sana. Kapal pun t ampak bermandikan cahaya. sewaktu matahari tenggelam di ufuk barat. Langit di arah barat masih memancarkan garis merah ketika di arah timur muncul bulan purnama dari bulan keempat. namun mengubah otot dan urat daging menjadi sekeras baja. bunga dan umbul-umbul tak mampu menyingkir¬kan ke gelisahan Takeo.tanganmu. Takeo meninggalkan Inuyama menuju wilayah T imur. "Mereka bertanya kepadaku apa yang te lah mereka lakukan sehingga tidak dipercaya oleh Lord Otori." lapor Minoru. membuat lamban g bangau Otori menjadi keemasan. Namun semua sorak sorai. seolah burung suci itu telah bertengger di atasnya. dan di satu sisi lagi." Shigeko tersenyum." anganmu. ketika bumi hidup kembali. Setelah me¬mikirkan masak-masak. Kemudian. namun roh houou yang akan menuntun anak panahnya. namun wajah tanpa ekspresi yang ki ni menjadi kebiasaan¬nya.

"Tidak ada keluarga Tribe di Miyako," sahut Takeo. "Sungguh, aku tidak mem¬butuhka n mereka di sana. Tapi kau tahu, Minoru, kalau kepercayaanku pada mereka telah terkikis: bukan karena kesalahan m ereka, hanya karena aku tahu kesetiaan pertama mereka pasti pada Tribe." "Kurasa Anda mestinya bisa lebih me¬mercayai mereka," sahut Minoru. "Mungkin aku menyelamatkan mereka dari pilihan yang menyakitkan, dan kelak merek a akan berterima kasih padaku," sahut Takeo ringan, tapi sebenamya dia me¬rindukan kedua pengawal Tribe tersebut, merasa telanjang dan tidak terlindungi tanpa mereka berdua. Empat hari keluar dari Inuyama, mereka berjalan melintasi Hinode, desa tempat Ta keo pernah beristirahat bersama Shigeru pada pagi setelah lari dari kejaran prajurit Iida S adamu. "Tempat kelahiranku berjarak satu hari perjalanan dari sini," komentarnya pada G emba. "Aku tidak melewati jalan ini lagi selama hampir delapan belas tahun. Aku ingin tahu apakah desa itu masih ada. Di sanalah Shigeru menyelamatkan aku." Halaman 214 dari 600

Tempat adikku, Madaren, dilahirkan, mengingatkan dirinya, tempat aku dibesarkan sebagai orang Hidden. empat adikku, Madaren, dilahirkan, mengingatkan dirinya, tempat aku dibesarkan s ebagai orang Hidden. "Aku bertanya pada diriku sendiri, alangkah beraninya aku muncul di hadapan Kais ar. Mereka semua akan membenciku k arena asal -usilk u." Takeo dan Gemba berkuda berdampingan di jalur yang sempit, gar tidak didengar orang lain. Gemba melihat sekilas ke arahnya lalu ku membawa semua dokumen yang mem¬buktikan keturunanmu dari Terayama: alah kakekmu, dan pengangkatanmu oleh Shigeru sah menurut hukum . Tak ada yang bisa mempertanyakan legitimasimu." "Tapi Kaisar sudah mempertanyakannya lebih dulu." "Kau membawa pedang Otori, dan di¬berkati dengan semua pertanda persetujuan Surga. " Gemba tersenyum. "Kau mungkin tidak menyadari kekaguman Shigeru saat membawamu pulang: kau begitu mirip Takeshi. Seperti keajaiban: Takeshi tinggal cukup lama bersama kami sebelu mnya. Kakakku Kahri adalah sahabatnya. Rasanya seperti kehilangan saudara laki-laki tercinta. Namun kesedihan kami tidak ada artinya dibandingkan dengan Lord Shigeru, dan itu merupakan pukulan terakhir dari sekian banyak peristiwa buruk yang menimpanya." "Ya, Chiyo menceritakan kisah-kisah kehilangannya. Hidupnya diliputi kesedihan d an nasib buruk yang tidak layak diterima¬nya; namun Shigeru tidak menunjukkannya. Aku ingat perka taannya di malam pertama aku bertemu Kenji: Aku tidak diciptakan untuk berputus asa. Sering aku memikirkan kata-kata ini, dan tentang keberaniannya saat kami berkuda ke Inuyama dalam peng awasan Abe dan pasukannya. " "Kau harus mengatakan hal yang sama pada dirimu: kau tidak diciptakan untuk berp utus asa." Takeo berkata, "Seharusnya begitu, tapi dengan begitu banyak yang telah terjadi dalam hidupku, itu menjadi suatu kepura¬puraan." Gemba tertawa. "Beruntunglah karena kau memiliki sekian banyak keahlian. Jangan remehkan dirimu sendiri. Sifatmu mungkin lebih kelam dari Shigeru, tapi tak kalah kuatnya. Lihat lah apa yang telah kau raih: hampir enam belas tahun kedamaian. Kau dan istrimu telah menyatukan semua pihak yang bertikai di seluruh Tiga Negara; kau dan ia bicara pelan a menyahut, "Kau tahu a bahwa Lord Shigemori ad dan disetujui oleh klan

menangani kesejahteraan negara dengan keseimbangan yang sempurna. Putrimu men¬jadi tangan kananmu, istrimu mendukung sepenuhnya di rumah. Percayalah pada mereka. Kau akan membuat kalangan istana Kaisar terkesan sesuai dengan kemampuan¬mu. Percayalah padaku." Ge mba terdiam dan setelah beberapa saat melanjutkan senandung kesabarannya. Kata-kata Gemba terasa lebih dari sekadar menenangkan; kata-kata itu tidak menen ang¬kan tapi justru membuat Takeo mampu menguasainya, dan akhirnya bisa melaluinya. Selagi tu buh dan pikiran penunggangnya rileks, maka begitu pula dengan kudanya: Tenba menundukkan leher d an mem¬perpanjang langkahnya seolah jarak yang ditempuh tengah dilahapnya, hari demi hari. Takeo merasa semua inderanya mulai terjaga: pendengarannya menjadi sama peka¬nya s aat ia berusia tujuh belas tahun; mata dan tangan senimannya mulai bergerak lagi dengan sendiri nya. Saat mendiktekan surat di malam hari pada Minoru, rasanya ingin sekali mengambil kuas dari tangan juru¬tulisnya itu. Kadang Takeo memang melaku¬kannya dengan cara menopang tangan kanannya yang cacat dengan tangan kiri serta menjepit kuas dengan dua jarinya ya ng ter¬sisa, dibuatnya sketsa pemandangan yang ada di benaknya selama berkuda di siang hari: sekawanan gagak beterbangan di sela-sela pepohonan cedar, barisan angsa di tebing dengan b entuk yang aneh, seekor burung tila dan bunga lonceng di bebatuan. Minoru mengumpulkan sketsa-ske tsa itu lalu mengirimnya dengan surat-surat untuk Kaede, dan Takeo teringat pada lukisan buru ng tila yang pernah ia berikan pada istrinya bertahun-tahun yang lalu di Terayama. Tangan cac atnya selama ini telah mencegahnya untuk melukis, namun belajar untuk mengatasi kendala itu telah mengasah bakat alaminya menjadi gaya lukisan yang unik dan luar biasa. Halaman 215 dari 600

Jalanan dari Inuyama menuju perbatasan terawat baik dan cukup lebar untuk tiga p enunggang kuda berjalan berdampingan. Permukaan jalan rata karena Miyoshi Kahei dan pasukannya melewati jalan ini beberapa minggu sebelumnya. Pasukan garda depan itu terdiri dari seribu oran g yang sebagian besar berkuda. Kahei juga membawa per¬sediaan pangan di atas kuda beban dan alanan dari Inuyama menuju perbatasan terawat baik dan cukup lebar untuk tiga pe nunggang kuda berjalan berdampingan. Permukaan jalan rata karena Miyoshi Kahei dan pasukannya melewati jalan ini beberapa minggu sebelumnya. Pasukan garda depan itu terdiri dari seribu oran g yang sebagian besar berkuda. Kahei juga membawa per¬sediaan pangan di atas kuda beban dan gerobak yang ditarik lembu. Sisanya akan bergerak dari Inuyama dalam beberapa mi nggu lagi. Daerah perbatasan berbukit¬bukit. Selain dari jalanan yang akan mereka lalui, punc aknya tak bisa dilewati. Menyiagakan pasukan yang begitu besar selama musim panas membutuhkan b anyak sumber daya, dan banyak pasukan pejalan kaki yang berasal dari desa-desa tempat panen tidak bisa dilakukan tanpa tenaga mereka di ladang. Takeo dan rombongannya berjumpa dengan Kahei di dataran tinggi tepat di bawah ja lur sempit. Saat itu udara masih dingin, rumput tepercik bintik putih salju terakhir, air sungai dan kolam membeku. Pos perbatasan kecil dibangun di sini, meski tidak banyak pengembara yang melakukan perjalanan dari wilayah Timur melewati jalur darat karena lebih memilih jalur laut melalui Akash i. Gugusan Awan Tinggi menjadi perbatasan alami yang selama bertahun¬tahun membuat Tiga Negara ter lindungi, terabaikan bagian negara yang lain, tidak dikuasai atau dilindungi Kaisar. Kemah yang dibangun tampak teratur dan disiapkan dengan baik: kuda-kuda berada d i barisannya, pasukan dipersenjatai lengkap serta terlatih. Dataran itu sudah diub ah dengan pagar penghalang yang didirikan dengan formasi kepala anak panah di sepanjang tepi dan gudang penyimpanan dibangun dengan cepat untuk melindungi persediaan makanan dari cuaca dan hewan. "Ada cukup tempat di ujung dataran bagi pasukan pemanah," tutur Kahei. "Tapi kit a juga memiliki cukup senjata api saat prajurit pejalan kaki datang dari Inuyama untuk mempertah ankan jalan bermilmil di belakang kita, begitu pula dengan pedesaan di sekitarnya. Kita akan mendirika n blokade. Tapi jika mereka masuk ke daerah di sekitarnya, kita akan gunakan kuda dan pedang." Ia menambahkan, "Apakah kita tahu senjata apa yang mereka miliki?" "Waktu mereka kurang dari setahun untuk mendapatkan atau menempa senjata api ser ta melatih

pasukan untuk menggunakannya," sahut Takeo. "Kita lebih unggul dalam hal itu. Ki ta juga memiliki pasukan pemanah: senjata tidak bisa diandalkan saat hujan atau angin. Aku berhar ap bisa mengirim pesan padamu. Aku akan mencari tahu sebisanya tapi aku harus kelihatan seperti mencari kedamaian; aku tidak boleh memberi alas an bagi mereka untuk menyerang. Semua persiapan ini demi mempertahankan Tiga Negara; kita tidak mengancam siapa pun di luar perbatasan wilayah kita. Kau harus tetap di dataran ini dalam posisi yang murni bertahan. Kita jangan sampai memancing Saga atau menantang Kaisar." "Rasanya aneh melihat Kaisar dengan mata kepala sendiri," komentar Kahei. "Aku i ri padamu: kami mendengar tentang Kaisar sejak kami masih kecil; beliau adalah keturunan dewa, k endati selama bertahun¬tahun aku tidak percaya kalau beliau memang benar-benar ada." "Klan Otori kabarnya adalah keluarga Kaisar," sahut Gemba. "Karena ketika Takeyo shi diberikan Jato, bayi dalam kandungan salah seorang selir Kaisar juga akan djodohkan dengannya." Gemba ter¬senyum pada Takeo. "Maka kau pun memiliki darah yang sama." *Agak tercampur setelah benahun-tahun," sahut Takeo dengan nada ringan. "Tapi mu ngkin karena beliau adalah kerabatku maka akan memandangku dengan sikap yang bersahabat. Bertahun-tahun lalu Shigeru mengatakan bahwa karena kelemahan sang K aisar sehingga orang seperti lida bisa merajalela tanpa bisa diawasi. Maka sudah menja di kewajibanku untuk memperkuat kedudukan Kaisar. Beliau adalah penguasa Delapan Pulau." Takeo melayangkan pandangan ke arah gugusan gunung yang warnanya berubah menjadi ungu tua di bawah cahaya malam. Langit tampak ber-warna putih kebiruan, dan bintang-bintang pertama mulai bermunculan. "Aku hanya tahu scdikit tentang sisanya: bagaimana pemerintahannya, apakah merek a sejahtera, apakah rakyatnya bahagia. Semua ini harus dicari tahu dan dibicarakan." Halaman 216 dari 600

"Dengan Saga Hideki-lah kau harus bicarakan semua itu," sahut Gemba. "Karena saa t ini dialah yang mengendalikan dua pertiga negara, termasuk Kaisar." Dengan Saga Hideki-lah kau harus bicarakan semua itu," sahut Gemba. "Karena saat ini dialah yang mengendalikan dua pertiga negara, termasuk Kaisar." "Tapi kita tidak akan membiarkannya mengendalikan Tiga Negara," seru Kahei. Ketidaksetujuan Takeo tidak diperlihatkan terang-terangan pada Kahei, tapi secar a pribadi, seperti biasa, ia telah memikirkan tentang negaranya dan cara terbaik untuk melindunginy a. Takeo sudah menyaksikan kehancuran dan kehilangan korban manusia akibat perang dan gempa. Ia tak ingin m enyerahkan negara yang telah makmur ini pada Zenko, tapi juga tidak ingin melihatnya terpec ah belah dan berperang lagi. Ia tidak percaya kalau Kaisar adalah dewa yang harus disembah. T api ia menyadari pentingnya kaisar sebagai simbol kesatuan, dan siap untuk tunduk pada Kaisar dem i mem¬pertahankan kedamaian dan meningkatkan kesatuan seluruh negara. Namun aku takkan menyerahkan Tiga Negara kepada Zenko. Berulang kali dirinya kem bali lagi pada keyakinan ini. Aku takkan melihatnya berkuasa menggantikan diriku. Mereka menyeberangi jalur perbatasan saat bulan menghilang, dan sebelum bulan pe nuh lagi mereka hampir tiba di Sanda, kota kecil yang berada di jalur antara Miyako dan Akashi. Selagi menuruni lembah, sekaligus memeriksa jalur pulang mereka dan tempat sepasukan kecil pasukan kemungkinan berbelok dan menghadang musuh bila diperlukan Takeo mempelajari keadaa n desadesa, sistem pertanian, kesehatan anak¬anak, kerap berkuda keluar dari jalan memasuki di strik di sekitarnya. Ia tercengang menemukan bahwa ia tak dikenal penduduk desa: reaksi mereka seolah kedatangan pa hlawan dari legenda yang mendadak muncul di tengah-tengah mereka. Di malam hari terdengar ol ehnya penyanyi buta melantunkan lagi kisah Klan Otori: peng¬khianatan atas Shigeru dan kematianny a, kejatuhan Inuyama, perang Asagawa, mundur ke Katte Jinja serta pengambilalihan kota Hagi. Ada juga nyanyian baru yang digubah tentang kirin karena hewan itu bersama putri Lord Oto ri yang cantik tengah ditunggu di Sanda. Daerah itu terbengkalai: Takeo terkejut dengan rumah-rumah yang setengah runtuh, sawah yang tidak digarap. Ia tahu dalam perjalanan, dengan bertanya pada para petani, bahwa temya ta semua wilayah itu bertempur habis-habisan melawan Saga sebelum akhirnya menyerah dua tahun lal u.

Sejak itu pasukan bersenjata dan buruh yang dibutuhkan telah melemahkan sumber d aya manusia desa-desa tersebut. "Tapi setidaknya kini sudah damai, dan kami berterima kasih pada Lord Saga," kat a salah seorang laki-laki yang lebih tua. Takeo ingin tahu berapa banyak pengorbanan yang mereka lakukan, dan masih ingin bertanya¬tanya lebih banyak lagi, tapi saat makin mendekati kota ia bergabung lagi dengan rombongannya dengan sikap yang lebih formal. Banyak dari o rang-orang itu mengikutinya, berharap melihat kirin secara langsung. Ketika tiba di Sanda, mere ka ditemani oleh sekerumunan besar orang, dan makin bertambah ketika penduduk kota ber¬hamburan kel uar untuk bertemu dengannya. Mereka melambaikan umbul-umbul serta rumbai-rumbai, menari da n menabuh genderang. Sanda merupakan kota per¬dagangan dan tidak memiliki kastil atau benten g. Masih tampak sisa-sisa kehancuran akibat perang, tapi sebagian besar toko dan rumah ya ng hangus terbakar sudah dibangun kembali. Ada beberapa rumah penginapan besar di dekat ku il; di jalan utama di depan mereka, Takeo dipertemukan dengan sekelompok kecil prajurit, memb awa panji¬panji bergambarkan puncak gunung kembar lambang Klan Saga. "Lord Otori," ujar pemimpinnya, laki-laki bertubuh besar dan gemuk yang meng¬ingat kan Takeo pada Abe, pengawal senior Lord Iida. "Namaku Okuda Tadamasa. Ini putra sulungku, Tadayoshi. Pemimpin kami yang agung dan jenderal Kaisar meng¬ucapk an selamat datang kepada Anda. Kami diutus untuk mendampingi Anda." Orang itu bicara dengan bahasa resmi dan sopan. Sebelum Takeo sempat menjawab, Tenba meringkik lantang. Di atas atap laman di penginapan muncul kirin dengan telinga yang seperti kipas, kepala bermata besar di atas leher panjang bercorak. Kerumunan orang berseru kegirangan dengan serempak. Mata dan h idung kirin Halaman 217 dari 600

tampak mencari-cari sahabatnya. Ketika melihat Tenba, wajahnya melembut seakan t ersenyum; dan bagi kerumunan itu, kirin seakan tersenyum pada Lord Otori. ampak mencari-cari sahabatnya. Ketika melihat Tenba, wajahnya melembut seakan te rsenyum; dan bagi kerumunan itu, kirin seakan tersenyum pada Lord Otori. Bahkan Okuda pun tak mampu menahan diri untuk meliriknya. Ekspresi kekaguman mel intas sesaat di wajahnya. Ototnya ber¬kerut tegang berusaha keras menahan diri, matanya terbela lak. Putranya, pemuda ber-usia kira-kira delapan tahun, terang-terangan menyeringai. "Aku berterima kasih pada Anda dan Lord Saga," sahut Takeo tenang, mengabaikan k eheranan itu seolah kirin hanyalah hewan peliharaan biasa. "Kuharap Anda bisa mem beri kehormatan dengan mengajakku dan putriku makan malam bersama." "Kurasa Lady Maruyama sudah menunggu di dalam," sahut Okuda. "Aku terima undanga n Anda dengan senang hati." Mereka semua turun dari kuda. Para pengurus kuda berlarian menghampiri untuk men gambil tali kekang. Pelayan bergegas datang ke tepi beranda membawa baskom air untuk mencuci kaki para tamu. Pemilik penginapan pun muncul, seorang tokoh penting dalam pemerintahan ko ta itu; dia berkeringat karena gugup; membungkuk rendah, kemudian bangkit, mengatur pelayan dengan banyak instruksi dan tepukan tangan, serta menggiring Takeo dan Gemba ke kamar t amu utama. Kamarnya cukup menyenangkan, meski¬pun tidak mewah. Alas lantainya masih baru dan wangi, dan pintu-pintu bagian dalam terbuka ke arah taman kecil yang berisikan rumput dan s ebongkah batu hitam yang tidak biasa, seperti miniatur puncak kembar gunung. Takeo menatapnya, seraya mendengarkan hiruk-pikuk kesibukan dalam penginapan di sekelilingnya, suara bersemangat sang pemilik penginapan. Kegiatan di dapur selagi makan malam disiapkan, ringkikan Tenba dari istal, dan terakhir suara putrinya, langkah kakinya di luar. Takeo berbalik saat pintu bergeser terb uka. "Ayah! Aku sudah tak sabar ingin bertemu ayah!" "Shigeko," sahutnya, lalu dengan penuh kasih sayang, "Lady Maruyama!" Gemba yang sedari tadi duduk di beranda sebelah dalam, kini berdiri dan menyeruk an kata yang sama. "Lady Maruyama!" "Lord Miyoshi! Aku senang bertemu Anda." "Hmm, hmm," sahutnya seraya ter¬senyum le bar dan

bersenandung riang. "Kau tampak baik." Benar, pikir Takeo, putrinya bukan hanya berada di puncak kecantikan masa mudany a, tapi juga memancarkan kekuatan dan kepercayaan diri seorang perempuan dewasa, seorang peng uasa. "Dan Ayah lihai bawaanmu tiba dengan sehat," ujar Takeo. "Aku baru kembali dari kandang kirin. Hewan itu senang bertemu dengan Tenba. Aga k mengharukan. Tapi apa Ayah baik-baik saja? Perjalanan Ayah lebih berat. Ayah tidak merasa kesakitan?" "Ayah baik-baik saja," sahutnya. "Cuaca hangat seperti ini rasa sakitnya masih b isa diatasi. Gemba adalah teman seperjalanan yang baik, dan kudamu itu luar biasa." "Tidak ada kabar dari rumah?" tanya Shigeko. "Tidak ada, tapi karena Ayah tidak menunggu kabar, maka ketenangan ini tidak mem buat Ayah cemas. Di mana Hiroshi?" tanyanya. "Dia sedang menengok keadaan kuda dan kirin," sahut Shigeko dengan tenang. "Bers ama Sakai Masaki, yang ikut bersama kami dari Maruyama." Takeo mengamati putrinya yang tidak menunjukkan emosi apa pun. Setelah beberapa saat ia bertanya, "Ada pesan dari Taku di Akashi?" Halaman 218 dari 600

Shigeko menggeleng. "Hiroshi juga tengah menunggu sesuatu, tapi tak satu pun ora ng Muto di sana mendapat kabar darinya. Mungkinkah terjadi sesuatu?" higeko menggeleng. "Hiroshi juga tengah menunggu sesuatu, tapi tak satu pun oran g Muto di sana mendapat kabar darinya. Mungkinkah terjadi sesuatu?" "Aku tidak tahu; sudah lama tidak ada kabar darinya." "Aku bertemu dengannya dan Maya di Hofu sebelum kami berangkat. Maya datang untuk melihat kirin. Dia sehat, lebih mantap, juga lebih bisa menerima anugerah bakatnya dan lebih bisa mengendalikannya." "Kau anggap kerasukan itu sebagai anugerah?" seru Takeo, terkejut. "Kelak akan begitu," sahut Gemba, lalu dia dan Shigeko saling tersenyum. "Jadi, katakan padaku para Guru Besar¬ku," ujar Takeo sinis, menyembunyikan kekesa lannya. "Mestikah aku mencemaskan Taku dan Maya?" "Karena kau tak bisa berbuat apa-apa dari sini," Gemba menjelaskan, "maka tak ad a gunanya membuang energimu dengan mengkhawatirkan mereka. Kabar buruk cepat tersebar: kau akan mendengarnya secepatnya." Takeo menyadari kearifan kalimat ini, lalu berusaha menyingkirkan masalah ini da ri benaknya. Tapi di malam-malam selanjut¬nya, selagi mereka melanjutkan perjalanan ke ibukota, ia seri ng memimpikan kedua putri kembarnya, dan di dunia lain yang berkabut itu, disadarinya kalau me reka berdua tengah menjalani semacam ujian berat yang aneh. Maya berkilau bak emas, menarik semua c ahaya dari Miki yang dalam mimpinya terlihat sehebat dan setajam sebilah pedang. Sekali dia bermimpi mereka berdua s ebagai kucing dan bayangannya: ia memanggil¬manggil, tapi meskipun menengok, keduanya bukan saja lid ak melihat dirinya tapi juga berlari menjauh dengan langkah tak ter¬dengar hingga berada di l uar jangkauan pendengaran dan perlindungannya. Takeo terbangun dengan perasaan kehilangan yang begitu menyakitkan kalau kedua putrinya itu bukan anak-anak lagi. Bahkan bayi laki¬lakiny a akhirnya akan tumbuh menjadi laki¬laki dewasa dan menantang dirinya; bahwa orangtua membesarkan anak-anak hanya untuk digantikan kedudukannya oleh mereka, bahwa harga yang hams dibayar u ntuk kehidupan adalah dengan kematian. Malam terasa lebih pendek, dan saat matahari makin bersinar cerah, Takeo kembali dari dunia mimpi, mengumpulkan kembali tekad dan kekuatannya untuk melakukan tugas yang ada di had apannya,

membingungkan lawan-lawannya dan me¬menangkan keberpihakan mereka, memper¬tahankan negara serta Klan Otori, di atas segalanya, mencegah tejadinya perang.* Perjalanan berlanjut tanpa insiden. Ini adalah waktu yang paling tepat untuk mel akukan perjalanan. Siang kian panjang seiring makin dekatnya waktu ketika matahari berada pada jara k terjauh dari garis khatulistiwa. Okuda nampak terkesan pada kirin, pada kuda Maruyama, dan pada Shige ko yang memilih untuk berkuda di sisi ayahnya; laki-laki itu banyak bertanya pada Takeo tentang Tiga Negara, perdagangan, administrasi, dan kapal. Jawaban jujur Takeo membuat mata¬nya makin t erbelalak. Kabar tentang kedatangan kirin sudah sampai mendahului mereka, dan sewaktu mende kati ibukota, kerumunan orang semakin banyak saat penduduk kota berhamburan keluar untuk menya mbut. Mereka membuat hari itu sebagai hari libun mereka mengajak istri dan anak dengan mengenakan pakaian berwarna cerah, menggetar tikar dan mendirikan payung penahan sinar mata hari warna merah tua serta tenda putih, makan dan minum dengan gembira. Takeo merasakan semua kemeria han ini sebagai pemberkatan atas per¬jalanannya, menyingkirkan pertanda buruk dari eksekusi di Inu yama. Halaman 219 dari 600

Kesan ini di¬perkuat dengan Lord Kono yang mengirim undangan untuk mengunjunginya pada malam pertama di ibukota. esan ini di¬perkuat dengan Lord Kono yang mengirim undangan untuk mengunjunginya p ada malam pertama di ibukota. Kota itu dikelilingi tebing; danau besar di bagian utara menyediakan kota itu de ngan air dan ikan. Dua sungai yang mengaliri kota dihubungkan dengan beberapa jembatan yang indah. Kota itu dibangun seperti kota kuno di Shin: berbentuk persegi dengan jalan lebar terbentang dari utara sampai ke selatan, dengan jalanan yang lebih kecil bersaling¬silang. Istana kekaisaran terle tak di ujung jalanan utama, di sebelah biara agung. Takeo serta rombongannya menginap di kediaman yang tidak jauh dari tempat Kono. Sebuah kandang dibangun dengan tergesa¬gesa untuk kirin. Takeo berpakaian dengan ekstra h ati-hati untuk menghadiri pertemuan itu, lalu menaiki salah satu tandu mewah ber¬pernis yang dian gkut dengan kapal laut dari Hagi menuju Akashi. Hadiah-hadiah untuk Kono dibawa oleh sebaris an pelayan: produk Tiga Negara yang menjadi bukti kesejahteran dan pemerintahan yang baik, apa saja yang dinikmati atau dikagumi Kono selama di wilayah Barat salah satu hasil pengintaian Taku. "Lord Otori telah tiba di ibukota saat matahari mendekati titik puncaknya," seru Kono. "Waktu yang amat menguntungkan. Aku berharap dengan amat sangat atas ke¬berhasilan Anda." Ini orang yang membawa kabar bahwa pemerintahanku ilegal dan Kaisar memintaku ag ar turun takhta serta mengasingkan diri, Takeo memperingatkan dirinya. Aku tidak boleh te rbuai pada sanjungannya. Takeo tersenyum dan berterima kasih pada Kono, lalu berkaia, "Semu a ini ada di tangan Surga. Aku akan tunduk pada kehendak Yang Mulia Kaisar." "Lord Saga ingin sekali bertemu Anda. Apakah besok tidak terlalu cepat? Beliau i ngin menyelesaikan beberapa masalah se¬belum musim hujan mulai." "Tentu saja." Takto bisa melihat tidak ada gunanya menunda. Hujan pasti akan men ahan dirinya di ibukota sampai bulan ketujuh: tiba-tiba dilihat dirinya sendiri kalah dalam pertandingan itu. Lantas apa yang harus ia lakukan? Bersembunyi di kota ya ng lembap dan menjemukan ini sampai dirinya bisa menyelinap pulang dan mengatur pengasingan di rinya sendiri? Atau mencabut nyawanya sendiri, meninggalkan Shigeko sendirian di tangan Saga, d i bawah kekuasaannya? Apakah ia memang tengah mempertaruhlan Tiga Negara, dirinya dan pu trinya, dalam

Aku minta maaf. renung Takeo. Aku pernah mendengar kalau Lord Otori sendiri adalah seniman yang berbakat. "Tapi melukis memberi kenikmatan besar bagiku." tutur Kono ketika salah satu pen¬damp ingnya membuka bungkusan sutra yang berisi benda-benda berharga..." "Kau berlebihan menyanjungku. meski aku tak sempat melakukannya. Tak diragukan lagi dia pasti berpikir kalau tak lama lagi aku ada waktu luang ya ng banyak." "Aku sama sekali tidak berbakat." sahut Takeo." Halaman 220 dari 600 . Dan Lord Saga pasti gembira kalau bisa menerima satu juga." sahut Takeo. "Sebagian di antaranya adalah milik ayahku. tapi justru menghabiskan sisa malam itu dengan mengagumi koleksi Kono dan membicarakan tentang lukisan dengan orang ters ebut." Kono tersenyum dan mengerutkan bibirnya dengan sengaja.sebuah pertandingan? Takeo tak menunjukkan sedikit pun kekhawatirannya. Beberapa sket sa yang kubuat selama perjalanan sudah kukirim pada istriku.. "Tentu saja sebagian besar kol eksnya sudah hilang. "Aku tidak membawanya. "Aku memberanikan diri untuk meminta Anda memberikan salah satu karya Anda. Tapi kita tidak perlu mengingat masa-masa yang tidak menyenangkan itu . dan tak bisa menahan diri untuk tersenyum juga pada ironinya keadaan diri nya.

"Menyesal aku tidak bisa membujuk Anda. "Lord Saga amat menantikan bertemu dengan lawannya. semakin jarang seniman memamerkan karyanya. Untuk sementara." Menyesal aku tidak bisa membujuk Anda. itu justru lebih mengesankan dan lebih ber¬harga. orang-orang seperti itu mencari lingkungan yang tenang agar bisa men ghasilkan karya seni mereka. serta seniman yang paling berbakat. tapi tidak dilihat ad anya sindiran di sana." Takeo menaikkan alisnya dan melihat sekilas ke wajah Kono." Minoru juga menemani mereka dengan membawa gulungan berisi silsilah keluarga dar i semua yang datang dan daftar hadiah untuk Lord Saga. itu justru lebih mengesankan dan lebih ber¬harga." "Menurutku." sahut Takeo. beliau khawatir Anda meras a kalau kediamannya ini terlalu sederhana tidak sebanding dengan yang biasa Anda lihat di Hagi. Beliau sangat mengagumi semua bentuk seni. Sepe rti harta terpendam. Hiroshi memohon undur diri. "Kami mendapat keuntungan hidup selama bertahun-tahun dalam kedamaian. Dia akan menemani Anda besok?" Kedengarannya hanya sebagian dari sebuah pertanyaan. Beliau sedang membangun kastil b aru kelak akan ditunjukkannya pada Anda. "Kendati demikian. berdalih t ak ingin meninggalkan kirin tidak terjaga. semakin jarang seniman memamerkan karyanya." seru Kono dengan hangat. Shigeko. berarti semakin besar bakatnya. Kono bergumam. untuk menjemput Takeo." Kemudian dia melanjutkan dengan halus. "Putri Anda tentunya merupakan harta Lord Otori yang paling berharga. Kalian pasti memiliki perajin paling tera mpil. serta ksatria la in dari kediaman Saga. Sepe rti harta terpendam. Lord Saga memberi banyak komisi." gumam Kono. "Menurut penga lamanku. aku yakin tak satu pun yang kami miliki di Tiga Negara bisa dibandingkan dengan kemegahan ibukota. berarti semakin besar bakatnya. Sewakt u mereka turun dari tandu di taman sebuah kediaman yang besar serta megah. meski Takeo menduga ada alasan lain: kesadaran pemuda itu akan . "Menurut pengal amanku. ayah dan anak. "Lord Saga memintaku untuk menyampaikan per¬mintaan maafnya. Takeo agak memiringkan kepa la. Banyak yang pergi dari ibukota dan baru sekarang¬sekarang ini mulai k embali. *** Lord Kono datang keesokan harinya bersama Okuda." seru Kono dengan hangat. dan Gemba ke kediaman jenderal itu.

Takeo tak tahan untuk tidak mengagumi ketegasan desain dan kemahi ran pembuatannya. mengenakan pakaian formal ketimbang baju zirah yang dia pakai sebelumnya. tujuannya adalah untuk mendomin asi. Bahkan ada juga sepasang burung houou sedang mematuk daun bambu. Okuda. Dilayangkannya pikirannya ke biara Terayama. ke hutan s uci pepohonan pawlonia di mana burung houou tengah menetas. sah abat karibnya yang mengabdikan diri pada Ajaran Houou. naga dan harimau saling meng¬geram. Takeo menenangkan diri sambil memandang l ukisan burung houou. Namun dirasakannya semua lukisan itu dibuat untuk memamerkan kekua tan dari penguasa: semuanya berbicara tentang kemenangan. Tak s eorang pun bisa dengan mudah bertemu seorang penguasa. Ada lukisan burung merak berjalan dengan angkuh di bawah lebatnya pepohonan pinu s. membimbing mereka berjalan menelusuri beranda yang lebar dan melewati banyak ruangan yang masing-masing dihiasi lukisan yang cemerlang. juga rasa enggan bertemu laki-laki yang mungkin akan d inikahi Shigeko. warna-warna ce rah berlatar berwarna emas. Mereka duduk tanpa bicara. Gemba dan Shigeko.kurangnya status dirinya. dan dirasakannya energi dalam ruangan itu semakin menguat. namun melukisnya dari legenda. memenuhi dirinya dengan r asa percaya diri Halaman 221 dari 600 . Di benaknya ia melihat Makoto. ia merasakan kekuatan spiritual sahabat nya itu dalam diri kedua pendampingnya yang ada di dekatnya. Ia yakin si seniman belum pernah melihat burung itu. Di ruangan terakhir inilah Okuda meminta mereka menunggu. Takeo telah menduga ini: ia pun kerap menggunakan tipu muslihat yang sama. Dua ekor singa mistis berjalan di sepanjang dinding. sementara dia pergi be rsama Kono. el ang menatap dengan berlagak penting dari tempat yang memungkinkan pandangan luas dan jelas d i puncak tebing kembar.

Kini ia dengar Kono berbicara pelan pada seorang laki-laki yang diduganya adalah Saga.yang mantap. t api mereka hanya membicarakan hal¬hal yang biasa-biasa saja. Kini ia dengar Kono berbicara pelan pada seorang laki-laki yang diduganya adalah Saga. dan gemericik air di kolam dan tangki air memberi perasaan dingin. Takeo melangkah masuk dan membungkuk. menerim a daftar hadiah yang disiapkan Minoru serta mengawasi para jurutulis yang mencatat acara yang akan ber¬langsung. menggeser layar kasa agar terbuka dan menyembah hin gga kepalanya menyentuh lantai. Cuaca hari itu terasa semakin han gat. Kepala pelayan itu berlutut. pikirnya. t api mereka hanya membicarakan hal¬hal yang biasa-biasa saja. Dia membungkuk sampai ke lantai di hadapan Takeo dan berbicara denga n sopan santun yang luar biasa. tapi Shigeko menunggu di ambang pintu. Kono sudah diperingatkan tentang pen¬dengaranku. ang mantap. seberapa banyak ya ng Zenko tahu? Beberapa saat kemudian Okuda datang bersama seorang laki-laki yang diperkenal¬kannya sebagai kepala pelayan dan pengur us administrasi Lord Saga. dan menduga semua itu peliharaan Lady Saga. Sesaat ia merasakan ketakutan akan istrinya yang begitu jauh: bagaimana ia bisa bertahan bila istrinya tiada? Bisakah ia hidup tanpa istrinya? Menikah lagi demi alasan negara? Teringat lagi nasihat Gemba. Apa lagi yang telah diu ngkap Zenko kepadanya? Takeo mengenang masa lalunya yang hanya diketahui oleh Tribe. Orang itulah yang akan mendampingi mereka ke ruang pertemuan. Jalan lebar mengkilap membawa mereka melewati taman kecil yang indah menuju ke b angunan lainnya yang jauh lebih besar dan lebih indah. lalu teringat kehilangan tragis yang dialami Saga. Dipasang telinganya seperti yang pernah dilakukanya di kastil Hagi k etika dipaksa menunggu dengan cara yang sama. Gemba mengikutinya. Hanya ketika Takeo dan Gemba diminta duduk tegak. memusatkan perhatiannya pada laki-laki yang akan ditemuinya. disingkir¬kannya pikiran itu jauh-jauh. baru lah gadis itu . Dipasang telinganya seperti yang pernah dilakukanya di kastil Hagi ketika dipaksa menunggu dengan cara yang sama. di sana ia dengar pengkhianatan para paman Shige ru. di sana ia dengar pengkhianatan para paman Shige ru. Takeo bisa mendengar burung-bur ung di sangkar berkicau di suatu tempat di kediaman ini.

Saga Hideki duduk di ujung ruangan. Dibandingkan dengan ruang an lainnya. dengan tubuh g emuk laki-laki separuh baya. tak perlu hias an. pikir Takeo. U sia Saga pasti beberapa tahun lebih tua dari Takeo. Ternyata efeknya luar biasa. seolah tak ada yang boleh m enyaingi kuatnya kehadiran orang itu. Shigeko tetap membungkuk dalam-dalam sementara kedua orang itu saling menatap. Memiliki bahu bidang dan berotot ciri khas pemanah . Semula Takeo mengira Saga adalah orang yang brutal serta gegabah. tapi tid ak gegabah dia laki-laki yang mengendalikan pikiran sama ketatnya dengan mengendalian tubuhnya. Halaman 222 dari 600 . tempat Gemba duduk dengan sikap rileks. dan tampak lebih bidang karena sayap lebar dari jubah resminya. Mungkin itu lukisan bernama Genta Malam Hari dari Biara di Kejauhan yang termahsyur.masuk dengan gerakan anggun dan menyembah di sebelah ayahnya. huruf hidup diperpendek: ini pertama kalinya Takeo mendengar ak sen daerah timur laut. mendekati empat puluh tahun. gerakannya pun luwes. Suaranya kasar. Ruang kecil di sebelahnya terdapat lukisan d engan gaya daerah daratan utama. Mungkin kejam. Shin. tapi justru dengan kelembutan. kini ia mengubah pendapatnya. hanya baja tajam nan mematikan itu. Lukisan yang bers ifat pamer hanya menjadi pembungkus berhias: di sini hanya pedang yang dipamerkan. dengan huru f konsonan diucapkan cepat. Tak diragukan lagi kalau ia meng¬hadapi lawan yang menakjubkan. dan kemudian mendengar setiap senandung pelan dari sisi kirinya. Namun orang itu memiliki keluwesan yang tidak sesuai dengan usiany a: duduk dengan nyaman. kurang terampil memanah. yang pernah Takeo dengar tapi belum pernah dilihatnya. Disesalinya kekurangan dirinya. dekorasi ruangan ini yang paling sederhana. Dan tiba¬tiba dilihatnya kalau Saga takkan bisa di¬kalahkan den gan kekuatan.

begitu dekat dengan kepalanya. benar?" "Ha! Kono menyarankan aku meng¬gantungnya. Lady Maruyama. "Memang. "Bagaimana pendapat A nda?" "Lord Saga?" Saga memberi isyarat ke arah ruangan kecil di sampingnya. Dia bilang Anda pasti mengenalnya. kembali ke tempat duduknya. empat kelahiran Saga. wangi serta kuat. Lukisan itu menggambarkan pemandangan taman yang dipenuhi bambu. "Suatu maha ka rya. Kemari dan lihatlah. "Ini juga sangat bagus. Janggut dan kumisnya agak panjang. Karya Yu-Chien." Shigeko berdiri lalu berjalan perlahan ke sisi ayahnya. plum dan pinus. dan bahwa lukisan ini lebih menarik perhatian Anda ketimbang benda¬benda modern milikku." ujar Shigeko dengan suara pelan . bentuk matanya panjan g dan agak seperti bertudung. sementara yang me¬ngejutkan bentuk telinganya begitu halus. ham pir tanpa bagian bulat menonjol di bagian bawahnya. dilukis dengan tenang serta menggugah. Tinggi mereka hampir sama.tempat kelahiran Saga. sementara yang me¬ngejutkan bentuk telinganya begitu halus." Takeo bangkit lalu berdiri di sampingnya." "Luar biasa. bentuk matanya panja ng dan agak seperti bertudung. Wajahnya lebar serta bergaris tegas. "luwes. walau tubuh Saga jauh lebih besar. berhenti sebentar saat melihat tangan kanan bersarung tangan hitam. Bag aimana dengan yang satu itu?" Saga berdiri lalu berjalan ke dinding sebelah timur. begitu dekat dengan kepalanya." sahut Saga. keduanya agak beruban meski rambutnya tidak beruban. Pandangan mata Saga pun tak kalahnya mengamati Takeo. berkedip memerhatikan tubu hnya. "Aku melihat kombinasi itu di sini. Wajahnya lebar serta bergaris tegas. Kemudian ban gsawan itu mencondongkan badan lalu berkata dengan kasar namun ramah. ham pir tanpa bagian bulat menonjol di bagian bawahnya. Juga dibuat dengan lima hitam. keduanya agak beruban meski rambutnya tidak beruban. Janggut dan kumisnya agak panjang. mari berg abung bersama kami." Dia memberi . "Tentu saja lukisan it u." "Tiga kawan baik. "Ketiganya mampu menahan kerasnya musim dingin." sahut Takeo dengan kekaguman yang tulus." ujar Saga.

Aku ter lalu Halaman 223 dari 600 ." "Ha!" Saga mengeluarkan tawa kemenangan. Matanya menatap ke arah Shigeko dengan ekspresi ingin tahu. yang mengajariku di bidang ini sebelum kematiannya." "Bambu akan selalu tumbuh." Gemba membungkuk hormat atas pujian ini." "Ayahku." sahut T akeo seraya tersenyum. Lord Shigeru. "Lady Maruyama adalah plum." "Kudengar Anda tertarik dengan per¬tanian. dan mengambil manfaat dari kegunaannya yang banyak serta bervariasi. "Kurasa aku bagian yang luwes. aku tidak punya banyak waktu untuk bertani beberapa tahun ini. misalnya. Bila petani bahagia. per¬hitung an sekaligus hasrat. namun kemudian me mbatalkannya dan kembali berbicara pada Takeo.isyarat agar mereka men¬dekat. kurasa juga begitu. "Dari riwayat Anda. Kelihatannya dia ingin bicara langsung pada gadis itu. maka negara akan menjadi kaya dan stabil." ujar Takeo setuju. dalam ilmu ketabiban. "Lebih baik dibiarkan ditempatnya . sedang Lord Miyoshi ada lah pinusnya. "Bahkan tanaman beracun pun bisa diambil manfaatnya. Tapi bambu sangat sulit dibasmi bila tum buh di tempat yang salah." "Baiklah. "Apakah filsafat ini menjelaskan alasan Anda tidak menghadapi Arai?" Takeo menjawab.

yaitu puisi. Lord Miyosh . tapi untuk mengatakan bahwa sementara aku mencari dukungan Anda. arsitektur. "Mari kita ke sana sekarang. Tak heran begitu banyak orang yang mengincar¬nya dengan tamak. Kami diberkahi panen yang baik selama bertahun-tahun. masing-masing menawarkan pengalaman luar biasa bagi mata yang mema ndang sena lidah yang mengecap-nya. Mereka hanya me mbicarakan lukisan. makanannya pun lezat: hidangan musiman ib ukota yang tertata rapi." isibukkan dengan peperangan. Okuda mengatakan bahwa Tiga Negara menghasilkan beras lebih banyak d ari yang bisa dikonsumsi. gandum dan wijen. Tapi akibat¬nya kami kekurangan persediaan makanan d i musim dingin ini. serta terhindar dar i kekeringan dan kelaparan. me ng¬ungkapkan lagi kekaguman bersemangatnya pada kirin. "Aku pemimpin sah Klan Otori." "Kita akan bicarakan itu nanti. Kita akan l ihat lapangan tempat pertandingan kita. Okuda mengatakan bahwa Tiga Negara menghasilkan beras lebih banyak d ari yang bisa dikonsumsi." Takeo agak memiringkan kepala. begitu pula kacang kedelai ." "Anda telah menghasilkan permata. aku bersiap tunduk pada Anda sebagai jenderal Kaisar harus dengan per syaratan yang melindungi negara dan pewarisku. tapi Takeo hanya minum sedikit.disibukkan dengan peperangan. Di pengujung santap siang." Mengimbangi kesederhanaan ruangan itu. Sekarang mari makan dan minum. yang sudah lebih mabuk ketimbang yang lainnya. Siang ini cuaca cerah. dan ke berpihakan Kaisar memang. dan menguasai Tiga Negara secara sah menurut hukum. Tapi akibat¬nya kami kekurangan persediaan makanan di musim dingin ini. "Dan aku harus menemui juara-juara Anda. dan perbincangan berlangsung dengan suasana riang." Digandengnya Takeo selagi berjalan kembali ke pintu masuk ut ama dan berkata dengan sikap penuh rahasia. kami memiliki banyak persediaan beras. mengingat perundingan bisa berlangsung hingga malam." "Kini banyak dari daerah di negara kami yang mempraktikkan sistem panen ganda. Okuda dan Kono bergabung dengan merek a untuk santap siang. Aku tak mengatakan semua ini untuk membual. keistimewaan Tiga Negara dibandingkan yang ada di ibukota." ujar Saga. Kekuasaanku adil dan direstui Surga. "Aku ingin sekali melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. dan kelih atan tanpa berpikir panjang berdiri. "Memang benar. Sake juga dihidangkan." tutur Takeo. Okuda.

Aku menganggapnya sangat serius. dan beberapa ksatriamu yang lain. Taruhan¬nya tidak bisa le bih tinggi lagi. tapi aku mengira itu h anya lelucon. begitu pula dengan putriku. Put riku. Kendati demikian." Cengkeraman tangan Saga mengencang ketika berhenti. Ke mana kepercaya annya pada Guru Besar Ajaran Houou membimbing dirinya? Takut kalau Saga akan menganggap pen g gantian dirinya dengan Shigeko sebagai penghinaan dan penolakan untuk berunding. "Memang itu yang dilaporkan Lord Kono." Mereka menunggu di bawah tepi atap yang melengkung sementara Okuda pergi ke temp at penyimpanan senjata. Orang itu kembali dengan membawa busur yang besamya lebih d ari serentangan lengan dan dilapisi pernis merah dan hitam. Okuda." Saga tenawa kecil sewaktu melepaskan tangan Takeo dan berjalan m enyusuri beranda." sahut Takeo. bangsawan itu tert awa lagi." "Aku tidak ingin menyesatkan anggapan Anda. keraguan berkecamuk dalam dirinya. "Bawakan busur dan anak panahku. dan memelankan suaranya. Lady Maruyama. setelah beberapa saat diam karena terkejut." Orang itu menatap Takeo dengan tajam. Penandingan ini hanya formalitas b agi Anda? Aku mengerti alasannya: menyelamatkan mukamu. "Justru ini jauh dari formalitas. Lady Maruyama yang cantik melawan bangsawan pali ng berkuasa di Delapan Pulau. Lalu tertawa dengan kasar. "Akan menjadi pertunjukan yang indah. kurasa. Sedangkan yang ketiga Anda sudah bertemu." Tapi bahkan sewaktu bicara. Seorang pengawal mengiku ti dengan membawa tabung panah berisi serangkaian anak panah. Halaman 224 dari 600 . A ku ingin memperlihatkannya pada lawanku. "Selama ini Anda memang berniat untuk tunduk.i pasti salah satunya. diputarnya tubuh Takeo agar bisa menatap langsung wajahnya. berseru dengan suara lantang." "Yang kedua adalah Sugita Hiroshi.

kami tidak berburu anjing di wilayah Barat. Itu akan menjadi buruan yang lebih layak!" "Bicara tentang harimau. Menurutku. menu ." ujar Saga. diikat dengan tali berlapis pernis emas. diikat dengan tali berlapis pernis emas. bukan begitu?" Takeo mengangguk patuh. Saga mengambil satu anak panah dari dalam tabung lalu mengacungkannya untuk diperlihatkan kepad a mereka. "Kita harus ingat untuk membicarakan tentang per¬daganga n.Anak panahnya tidak kalah mengesankan. Kau harus menyatakan bagian yang hendak kau bidik." sahut Takeo. berbulu putih." "Kami membawa hadiah-hadiah dari Tenjiku. seraya mengembalikan busur dan mengena¬ka n sandalnya di anak tangga. "Itu olahraga yang hebat. yang sadar sepenuhnya dengan lambang bangau Otori di bagian belakang juba hnya. "Hebat. "Dan Anda telah kedatangan orang-orang barbar dari selatan? Mereka amat menarik bagi kami. hebat!" Para pemanggul tandu beristirahat di bawah tenda di luar gerbang. "Kuharap Lord Otori tidak tersinggung. Mereka ber¬gegas berdiri lalu membungkuk hormat sementara majikan mereka menaiki tandu." ujarnya. A ku ingin memburu singa atau harimau. Anda mengirim kapal ke Shin dan Tenjiku. "Bulu burung bangau. "Pemahkah Anda turut dalam perburuan anjing?" "Tidak. Tentu s aja kami tidak membidik untuk membunuhnya. tanpa kenyamanan. Anjing-anjing sangat bersemangat mengikutinya. bulu bangau menghasilkan bidik an yang terbaik. anak panah itu terbuat dari kayu pawlonia dengan ujung nak panahnya tidak kalah mengesankan. Silla." sahut Shigeko. mengulur dan meregangkan dengan satu gerakan yang seperti tanpa tenaga. S aga mengambil satu anak panah dari dalam tabung lalu mengacungkannya untuk diperlihatkan kepad a mereka. sambil mengelus bulu-bulu itu dengan lembut lal u melirik ke arah Takeo." Diserahkannya kembali anak panah itu pada pengawalnya lalu mengambil busur dari tangan Okuda. Shin serta Kepulauan Selatan un tuk Lord Saga dan Yang Mulia Kaisar." lanjutnya dengan karakternya yang sigap dan cepat. "Kurasa busur ini hampir sama tingginya dengan Lady Maruyama. anak panah itu terbuat dari kayu pawlonia dengan ujung tumpul.

"Lady Maruyama. Takeo perhatikan saat Hiroshi melihat sekilas ke arah Saga lalu wajahnya pucat. tak kuasa menahan tatapan penuh takjub di wajahnya." serunya. telah berkumpul sekerumunan orang yang berusaha melihat kirin: anak-anak memanja t pohon. Mereka tidak kecewa. di kandang beratap tiang bambu di satu sisi dengan atap ilalang. Di depan istal ini. "Hewan ini jauh lebih tinggi dari yang kukira. Saat itu Hiroshi datang dari istal menuntun Tenba yang tengah melompat dan berjingkrak di ujung tali kekangny a. dengan pengendalian diri yang nyaris sempuma. Bahkan Saga. Lord Saga satu-satunya orang di kelompok itu yang belum pernah melihat makhluk m enakjubkan itu. Semua orang menatap dengan pandangan gembira. Bangunan utamanya terletak di sebelah barat daer ah berundak: sebelah timur dibangun istal.ju penginapan yang dijadikan tempat tinggal Otori. "Pasti sangat kuat dan cepat. Kemudian pemuda itu membungkuk hormat sebisa mungkin sambil mengendalikan kuda. "Aku tak menduga Anda kembali begitu cepat." "Hewan ini justru sangat lembut. berdirilah kirin. tempat kuda¬kuda Maruyama menghentak kaki serta meng ibaskan kepala. dan berkata dengan c anggung. dan seorang pemuda yang penuh inisiatif meng¬gunakan tangga. "Tadi aku menunggang Tenba. Di sekeliling gerbang." sahut Shigeko seraya mendekati kirin. Panji-panji bergambar bangau ber kibar di atas gerbang dan di sepanjang jalan." Halaman 225 dari 600 ." seru Hiroshi." Sesa at keadaan sunyi senyap.

" Kirin menjulurkan lehernya yang panjang ke arah Shigeko dan dengan lembut mengus ap pipi gadis itu dengan hidung." Saga mengangguk ke arah Hiroshi dengan sikap asal-asalan: perhatiannya tersita h abis pada kirin. Lord Sugita Hir oshi." "Kami membawa banyak kuda dari Maruyama sebagai hadiah. "Kulihat." komentar Saga sewaktu Hiroshi mengikat Tenba pada tali yang diregangkan dari masing-masing sisi sudut dalam kandang. Setelah menginspeksi kuda-kuda lebih jauh lagi." Seolah sekonyong-konyong tersadar dengan kesunyian yang merasa sakit hati atas k ata-katanya terse-but. serta memper sembahkan dua kuda betina dan tiga kuda jantan hitam kepada Lord Saga. "Hanya setelah hewan ini mati karena usia tua. "Kuucapkan selamat pada Anda. "Keluarkan kirin itu. "Kuda ini sangat tampan." ujar Saga. "Ini Sugita. tapi Takeo menduga ada nada iri dan dengki di dalamnya." Sewaktu Hiroshi menuntun kirin keluar dengan tali sutra merah di tangan. Belum pernah ada makhluk seperti ini di ibukota. Dan lumay an tinggi. "Kirin merindukannya . "Ku da-kuda itu dibiakkan serta dibesarkan Lady Maruyama dan pengawal seniornya. sewa jarnya. tuan.Kirin mulai melangkah dengan gembira ketika melihat tiga makhluk yang paling dis ayanginya. Setelah berpisah kirin justru kelihatan semakin terikat dengannya!" Saga bicara seolah Hiroshi adalah pengurus kuda. mereka ke mbali ke kediaman Saga." ujar Hiroshi. "Bayangkan kalau kulit ini dihamparkan di lantai atau di tempat tidur. Bukan ke ruangan sederhana sebelumnya." "Tentu." Kata-kata tadi diucapkan dengan murah hati. rin mulai melangkah dengan gembira ketika melihat tiga makhluk yang p aling disayanginya." ujar Takeo padanya. dia meminta maaf. Lord Otori. Tangannya menggapai dan mengelus kulit bercorak coklat muda ke¬kuningan itu. kau adalah kesayangannya. tapi ke aula pertemuan yan g didekorasi dengan megah. "Lebi h halus dari kulit perempuan!" serunya. "Aku akan mengembalikan Tenba bersama kirin. Takeo menam¬bahkan. tempat lukisan seekor naga terbang melintasi dinding dan seekor ha . Kaisar akan ter¬pesona dengan hadiah And a. "Bersemangat. Aku ingin melihatnya lebih dekat. rona merah kembali merayapi leher dan pipinya." sahut Hoiroshi dengan membungkuk hormat lagi. memalingkan tatapan penuh kekagu man Shigeko.

melainkan di kursi ukiran. Sebagai imbalannya. Anjin g dipilih berbulu putih agar jika berdarah bisa segera terlihat. dan dibumbui dengan kelakar sehingga membuat para pengawalnya tersenyum. apakah ada ketentuan ukuran busur atau anak panah. Takeo menyadari keinginta huan mereka pada dirinya dan terutama pada Shigeko.rimau berkeliaran mencari mangsa. Dua lingkaran tali dipasang di atas tanah. h ari-hari jamuan dan ritual. Saga menjawab de ngan cepat. Di setiap babak enam anjing akan dilepas. Takeo m erasa kalau mereka cenderung tersinggung dengan pelanggaran adat semacam ini. Permainan itu merupakan permain an keterampilan. Di sini Saga tidak duduk di lantai. Si pemanah berderap di sekeliling lingkaran di tengah: nilai diberikan pada bagian tubuh anjing yang dibidik. Pertama-tama mereka membicarakan tentang upacara dalam acara perburuan anjing. Anda memerintah¬kan Arai Zenko tunduk pada kami. peraturan penandingan. bukan pembantaian: anjing yang terluka parah atau mati dianggap tidak sah. Tidak biasa seorang perempuan duduk di t engah¬tengah laki-laki dalam acara seperti ini dan turut berbicara tentang kebijakan. Lebih banyak pengawalnya yang menghadiri pertemuan tersebut. Anda mendukun g kami dan pewaris kami. Shigeko menanyakan satu atau dua penanyaan teknis: lebar arena. satu tali di dalam tali yang satunya lagi . arak¬arakan Kaisar. "Dan sekarang kita bicara tentang hasil¬nya. m irip Kaisar. apa syarat Anda." ujarnya sopan. kami akan Halaman 226 dari 600 . Lord Otori?" "Kaisar mengakui aku dan istriku sebagai penguasa sah Tiga Negara. satu demi satu. namun silsilah Klan M aruyama lebih tua ketimbang Klan Saga dan klan wilayah Timur lainnya sama tuanya dengan keluarga kekaisaran yang merupakan keturunan Dewi Matahari. "Jika Lady Maruyama m enang.

"Kurasa Lady Maruyama pasti bis a menjadi istri yang baik bagiku. tenaga manusia sera rsumpah setia pada Anda dan Kaisar." Semua rasa sakit hati yang pernah ia rasakan ketika Kaede diculik kembali menyap u dirinya. dan kemarahan Takeo mulai melua p. dan ini tidak boleh diubah. "Dan apa syarat Lord Saga?" tanyanya. Mengapa aku ke sini? Lebih baik mati dalam perang ketimbang tunduk pada ial ini. tenaga manusia sera kuda untuk kampanye militer Anda berikutnya. semuanya aku terima dengan baik. tersenyum dengan penuh percaya diri. dan aku minta Anda pertimbangkan tawaranku. dan bahwa putri Anda harus menikah denganku." "Aku turut berduka atas meninggalnya istri Anda. renung Takeo." sahut Takeo. sadar kalau tidak ada pilihan lain: setuju dengan usulan Saga at au menolaknya. "Mendiang istriku orang yang baik: dia memberiku empat anak yang sehat serta mer awat anakku yang lain. bahw a Anda boleh mencabut nyawa Anda sendiri atau mengasingkan diri ke Pulau Sado." Saga melanjutkan bicaranya. lari dari ibukota bak penjahat dan bersiap. ka mi akan menyediakan makanan. kepuasan dan kesenangan yang mereka rasakan atas penghinaan terhadap dirinya. demi kesatuan dan ke¬damaian Delapan Pulau. kurasa anakku jumlahnya sepuluh atau dua belas. serta membuka pelabuhan kami bagi k alian untuk perdagangan. bahwa putra An da harus dikirim padaku sebagai tawanan. untuk berperang. Kurasa pernikahan ant ara keluarga kita bisa sangat menguntungkan kedua belah pihak. dan menyerahkan Tiga Negara pad a Arai Zenko yang telah ber¬sumpah setia padaku dan juga pewaris sah ayahnya Arai Daiichi. Dilihatnya ekspresi semua orang. demi kesatuan dan ke¬damaian Delapan Pulau. kami akan menyediakan makanan." Kata-kata maupun nada suaranya seperti menghina. "Bahwa Anda segera mundur dari kehidupan publik. Dia tidak merasa terganggu dengan satu pun syaratku karena memang dia tidak mera sa dirugikan. Kedamaian dan kesejahteraan Tiga Negara bergantung pada sistem peme rintahan kami.bersumpah setia pada Anda dan Kaisar." sahut Saga. Takeo duduk tanpa bergerak." "Terlepas dari hal terakhir ini yang ingin kubicarakan dengan Anda lebih jauh la gi. Sungguh keterlaluan kalau ia mesti menyerahkan putri tercintanya pada laki-laki kejam yang sudah . jika ia dan teman¬temannya hidup berhasil s ampai di perbatasan. "Menang atau kalah.

" Untuk pertama kalinya Shigeko angkat bicara. istriku akan sangat gembira dengan penyatuan antara k ita. tidak menunjukkan reaksinya pada pem¬bicar aan tersebut. kehormatan dan manfaat politis dari pernikahan ini besar sekali. karena baru saja melahirkan. Takeo berkata. "Kehormatan ini terlalu besar bagi kami. Putriku masih sangat mud a. yang takkan memperlakukan putrinya sebagai p enguasa atas haknya sendiri." sahut Saga dengan kesal. laki-laki yang sudah memiliki beberapa selir. tapi aku berterima kasih pada Anda dari lubuk hatiku." "Semula aku ingin membiarkan istrimu hidup. dia boleh pulang untuk membicarakan hal ini dengan ibunya. yang hanya ingin memiliki putrinya belaka. tapi bi la peran istrimu sama besarnya dengan dirimu dalam pemerintahan. Tawaran itu telah diucapkan di depan orang banyak: bila ia tolak secara langsung itu berarti menghina.tua ini. "Andaikata Lady Maruyama menang. Aku ingin bicarakan ini dengan istr iku Lord Saga mungkin belum tahu kalau istriku turut menjalankan pemerintahan Tiga Negara bers amaku aku yakin. jika aku diperbolehkan bicara. "Aku juga memiliki syarat. maka dia juga harus diperlakukan sama seperti dirimu: kematian atau pengasingan. Shigeko duduk dengan tatapan tertunduk. Namun orang ini yang paling berkuasa di seluruh Delapan Pulau. seperti halnya aku." Halaman 227 dari 600 .

nona. hanya mengatakan.. aku bisa membuat pilihanku sendiri dalam pe rnikahan. juga saran aku dan istriku. dan aku percaya pada¬nya." ujar Takeo pelan." "Ya harus datang. dan riak tawa melanda anak buahnya." Shigeko bicara dengan tegas. Aku sangatlah berterima kasih pada Lord Saga atas kemurahan hatinya se rta kehormatan yang dianugerahkan pada diriku. Saga membungkuk hormat. hingga sulit bag i siapa pun untuk merasa tersinggung. Takeo meminta dipanggilkan Hiroshi la lu menceritakan tentang pem-bicaraan hari itu kepadanya. "Kami men¬de ngarnya. tidak keting¬galan satu pun. Kurasa hanya ada sedikit peluang untuk memutuskan secepatnya. 'Tentu saja ini tak terduga.. dan menutupn ya dengan usulan pernikahan. juga dengan ayah dan ibuku s ebagai atasanku." aga melihat sekilas ke arah anak buahnya lalu tersenyum dengan sabar. setelah ber¬konsultasi dengan para pengawal seniorku." Takeo menghela napas.* Bulan baru dari bulan keenam bergelayut di langit sebelah timur di balik pagoda enam lapis selagi mereka kembali ke kediaman. "Kulihat kalau aku punya lawan se banding. Kita harus mem pertimbangkan masa depannya sama pentingnya dengan y ang terbaik bagi Tiga Negara." "Aku minta Lord Saga untuk bersumpah mempertahankan garis pewarisan keturunan pe rempuan di Maruyama. "Kami men¬d engarnya. "Shigeko akan mengikuti saran mu." "Namun laki-laki seperti itu." serunya. kan? Anda harus memercayai penilaiannya. tapi aku tak bisa menerimanya tanpa persetujuan dari klanku. "Begitu banyak yang dipertaruhkan pada pertandingan ini dan semua orang di pihak Saga sudah memutus kan hasilnya!" "Matsuda Shingen yang menyarankan Anda untuk kemari. Setelah mandi. Hiroshi hanya diam mendengarkan. Dan sebagai pimpinan klan. sekaligus dengan pesona yang kuat. Tapi akankah Saga mematuhi kesepakatan nya? Dia . dan suatu kehormatan besar.Saga melihat sekilas ke arah anak buahnya lalu tersenyum dengan sabar. nona.

dan begitu yakin akan menang. membuat hati Takeo pedih dengan penyesalan dan rasa iba. dan menikmatinya!" Kemudian terdengar langkah ringan di luar." "Cinta rakyat adalah kisah tentang kehilangan dan tragedi. Saat melihat putrinya saling menatap dengan Hiroshi dalam tatapan yang pen uh kasih sayang. pemuda y ang pandai dan Halaman 228 dari 600 ." sahut Takeo "Saat ak u di pengasingan di Pulau Sado. L ukisan-lukisan bergambar kirin sudah dijual." "Seluruh kota terpukau dengan kegembiraan pada Anda. Lady Shigeko. Anda aka n didukung dan dilindungi oleh rakyat. dan memang dia akan memenangkannya. Mereka sudah seperti pa sangan suami istri. terikat dengan ikatan yang kuat seperti itu. Mereka bahkan telah menggubah nyanyian tentang hal itu.orang yang tidak mau kalah. Sewaktu Lady Shigeko memenangkan lomba ini. Shigeko masuk diikuti Gemba yang membawa kotak berpenis hitam dengan motif houou berlapis emas. dan gambarnya ditenun menjadi kain dan bordiran di jubah. mereka akan mendengar kisah melankolis tentang diriku dan menangis. Takeo berharap dapat memb erikan putrinya pada pemuda yang sangat dihormatinya ini. pikirnya. yang setia sejak masih kecil. Ketika pintu digeser terbuka. juga kirin.

"Tapi Shigeko tidak terlalu tinggi : dia harus memiliki sesuatu yang bisa dipegang. dan kemudian anak panah. Gemba menyela renungannya." "Tapi ini perburuan anjing!" serunya. dan sangat mencintai putrinya. "Mereka mem¬biarkan bulu-bulunya jatuh seolah mereka menawarkannya. Namun semua ini tidak sebanding dengan s tatus dan kekuasaan yang dimiliki Saga Hideki." sahut Tak eo. maka kekuata nnya tak terkalahkan. "Tidak. Kekuatan ini yang menyatukan Tiga Negara: kau dan istrimu merupakan simbol hidup . bukan begitu Ayah?" kata Shigeko seray a tersenyum." jelas Gemba. dan sangat mencintai putrinya." Ditaruhnya kotak itu di lama: dan Shigeko berlutut membukanya. "Kotaknya kecil sekali pasti tidak bisa memuat busur dan anak panah. apalagi anjing. kami mengira kau ingin melihat senjata¬senjata Lady Shigeko." "Begitu banyak burung houou di musim semi ini hingga kita bisa mengumpulkan cuku p bulu." sahut Gemba." "Baiklah. ia mencoba menekan kekesalan¬nya sekarang. "Tujuannya yaitu memanah anjing sebanyak m ungkin." aku Gemba.pemberani." Teringat cahaya api yang Gemba lemparkan untuk membakar habis kekesalan waktu it u. "Ayah tak ingin kami menyakiti anjingnya. tabung anak panah. Ayah. berujung tumpul serta dengan bulu putih dan emas. anak panahnya dibului dengan bulu burung houou. Lihat." Shigeko mengeluarkan busur miniatur yang indah. Selama keseimbangannya bisa dipertahankan." ujar Gemba. "Tipuan sulap?" "Lebih dari itu. "Tapi dengan anak panah ini tidak berbahaya dan tidak menyakiti anjing-anjing itu. "Kami akan gunakan kekuatan Ajaran Houou: keseimb angan antara laki-laki dan perempuan. Namun semua ini tidak sebanding dengan status dan kekuasaan yang dimiliki Saga Hideki. "Ini lelucon. lebih banyak dari Saga!" "Anjing-anjing itu pasti bisa dipanah. "Kami tahu betapa sayangnya Ayah pada anjing. memang ukurannya kecil. Takeo berkata dengan gelisah. jantungnya berdebar ketakutan." "Mainan ini hampir tidak bisa menembak burung gereja. "Takeo. mberani. kan?" ujar Takeo.

" Memang benar Takeo tak lagi meng¬gunakan pedang itu dalam pertempuran sejak kehila ngan jarijarinya. bukan begitu? Lagipula." Melihat tatapan Takeo yang terkejut. Pikiran untuk melepaskannya amat mengganggunya hingga ia merasa perlu menghabiskan waktu beberapa lama untuk berm editasi. kan?" "Ya." kata Gemba sewaktu mereka saling mengucapkan selamat malam. buktinya. "Kesejah teraan dan kebahagiaan yang kau banggakan itu takkan terwujud tanpa kekuatan itu. Bagaimana kalau Kaisar ingin menyimpannya?" "Jato senantiasa menemukan pemiliknya yang berhak. "Hal itu sudah diminta dalam pesan pertama Kono. Ia ju ga cukup mahir meng¬gunakan tangan kiri untuk menopang tangan kanannya. kau tidak menggunakannya lagi. tapi nyaris tak satu hari pun berlalu tanpa dirinya menyandang pedang itu. " Jangan lupa menawarkan Jato kepada Kaisar besok." Gemba tersenyum yakin. pedang itu pemberian S higeru dan merupakan simbol nyata dari pemerintahan¬nya yang sah. memang. maka dengan begitu dia akan dikalahkan. Jato memiliki arti paling besar bagi dirinya. Sudah waktun ya diserahkan. tapi begitu juga dengan pengasingan diriku.kekuatan itu. Lord Saga sama sekali tidak mengenal kekuatan unsur perempuan. setidaknya dalam latihan per¬tarungan. Halaman 229 dari 600 . setelah berganti dengan pakaian tidur. seolah me¬mahami keberatan Takeo yang tak terucap. putrimu adalah hasilnya. dia lalu meneruskan. " "Ngomong-ngomong.

Shigeko dan Hiroshi menunggang kuda bersurai abu¬abu pucat. Takeo bukan hanya mendengar nyanyian tentang kirin tapi juga ten tang burung houou: Burung houou bersarang di Tiga Negara. Takeo dibawa dengan tandu berhias yang indah. tempat penduduk kota menari-nari. mendengarkan suara-suara malam dan melambatkan napas dan pikirannya. keduanya memegangi tali sutra merah tua y ang terikat di kalung berwarna emas berbentuk daun berlapiskan kulit. "Rakyat menganggap kunjungan Anda sebagai pertanda datangnya kedamaian. semua kegelisahan telah sirna dari dirinya. Lord Otori telah muncul di ibukota. Kirin adalah hadiah bagi Kaisar." Perasaan tenang yang telah dicapainya semalam kian dalam. dari Shigeru dan Matsuda juga dari Tribe. memalingkan lehernya untuk melihat kerumunan yang tengah mengagumi di ." "Ternyata sangat efektif!" sahut Takeo. tempat penduduk kota menari-nari. Kirin berjalan dengan ang gun tanpa terganggu." ujar Hiroshi. Mendengarkan suara mereka saat ia b ersiap menemui Kaisar. Perlahan-lahan disadarinya kearifan dari s aran Gemba: ia isuruhnya Minoru dan pelayannya pergi. Para pendampingnya pun tampak dirasuki kepercayaan diri yang sama. As hige dan Keri. Nyanyian da n genderang bergema dari tepi sungai. lalu ia duduk sendirian dalam ruangan yan g gelap. tempat pedang itu berasal. Kuda-kudanya menggetarkan tanah kami Selamat datang Lord Otori! "Semalam aku keluar untuk melihat suasana kota. mendengarkan suara-suara malam dan melambatkan napas dan pikirannya. Perlahan-lahan disadarinya kearifan dari s aran Gemba: ia akan mengembalikan Jato kepada Kaisar. Katak berkuak di kol am taman. dan jangkrik berderik di sela-sela semak. menjulurkan tangan untuk mengambil jubah sutra tebalnya. *** Musik dan genderang terus terdengar hingga larut malam. dan jangkrik berderik di sela-sela semak. Katak berkuak di kol am taman. Takeo menjadi terasing dan tanpa ekspresi. masing-masing di kanan dan kiri kirin. Diingatnya semua pelat ihannya. Nyanyian da n genderang bergema dari tepi sungai. dan keesokan harinya jal anan dipenuhi orang dewasa dan anak-anak yang menari-nari. "Aku men¬ceritakan pada satu atau dua orang lentang bulu burung houou. lalu ia duduk sendirian dalam ruangan ya ng gelap.Disuruhnya Minoru dan pelayannya pergi.

Di depan bagian dalam gerbang. Banyak orang. ksatria dan bangsawan. Hiroshi mengambil tali kekang dan Takeo berjalan dengan putrinya serta kirin menuju bangunan utama biara. sudah duduk di sini meski perburuan anjing baru dimulai besok. membawa bantal sutra dan payung pelindung sinar matahari. Para penjaga dengan ramah menghadang kerumunan tapi mem¬biarkan gerbang seb elah luar tetap terbuka. lubah Saga berhiaskan kura-kura dan burung jenjang. makanan dalam kotak-kotak berp ernis. P ara perempuan herambut hitam panjang. Saga Hidek i dan Lord Kono telah menanti dengan pelayan di atas anak tangga. Pohon pinus berderet di bagian sampingnya. Kaisar telah melakukan perjalanan singkat dari Istana Kekaisaran menuju Biara Ag ung dengan kereta megah berpernis yang ditarik sapi jantan hitam. sedangkan laki-laki mengenakan topi resmi kecil. memanfaatkan tempat menonton yang sangat bagus ini untuk melihat kirin. Teriakan dan seruan tidak mem¬pengaruhi ketenangan dirinya maupun pen¬dampingnya. Ada banyak lagi kereta yang memb awa bangsawan laki-laki dan perempuan. tempat perlombaan akan diadakan.rinya. Di gerbang berikut¬nya tandu diturunkan dan Takeo melangkah keluar. Dinding putih dan balok merah ber¬kilauan diterpa sinar matahari siang. Para pemanggul tandu berderap melintasi lingkaran ini. baru dipugar dan dicat ulang. Halaman 230 dari 600 . Semua pelayan itu mengenakan jubah r esmi yang sangat mewah. lingkaran-lingkaran yang memiliki titik pusat telah diiandai dengan warna-warna kontras. Shigeko dan Hiroshi turun dari kuda. dan ratusan bendera dan umbul -umbul berkibar ditiup angin. Bangunan biara berwarna merah cerah. diikuti rombongan Takeo. terdapat sat u arena yang luas. dan di bawahnya gerai kayu dan tenda serta anjungan sutra didirikan bagi para penonton.

orang membungkuk hormat lagi. dan sesaat kesunyian melanda seksama dari sela-sela celah tirai bambu. Semuanya saling ber tukar hormat dan sopan santun. "Selamat datang." Takeo mendengar semua ini diucapkan ulang oleh sang Menteri. d i belakang tirai halus dari bambu yang melindunginya dari mata fana dunia. menuju aula remang-r emang yang disinari ratusan lentera. dengan suara yang tak lebih dari s ekadar bisikan. dan ia bisa meng¬gera kkan sedikit posisinya untuk mengamati reaksi Saga. mencium aroma asap minyak. d i belakang tirai halus dari bambu yang melindunginya dari mata fana dunia. anggota pertama Klan Otori y ang dihormati sejak Takeyoshi yang legendaris. duduklah sang Kaisar. lalu Lord Saga membimbing Takeo ke dalam. bagian dari dewa-dewa. Di bagian atas ruangan itu terdapat mimbar berundak. Kami tahu ikatan lama yang ada di antara keluarga kita. lalu Lord Saga membimbing Takeo ke dalam. diterima Kaisar. duduklah sang Kaisar. Takeo merasa diamati Kaisar dengan salah satu Menteri yang duduk di anak tangga mimbar tertin banyak tambahan bahasa yang halus serta sopan santun kuno. Lord Otori. Ini sama seperti yang ia harapkan." Kata-kata ini diulang ggi dengan suara bernada tinggi dengan Ketika dia selesai bicara. keringat Saga tertutup oleh aroma du pa wangi. Menteri Kanan dan Menteri Kiri duduk di anak tangga di bawah penguasa mereka. "Lord Otori datang dari Ti ga Negara untuk mempersembahkan hadiah yang indah bagi Paduka Yang Mulia. Semuanya saling be rtukar hormat dan sopan santun. Kami sangat senang menerima kedatanganmu. edangkan jubah Kono berhiaskan bunga peoni dan burung merak. Takeo menyembah. Saga mengumumkan dengan suara yang jelas namun sopan. . bagian dari dewa-dewa. serta meyakinkan Paduka Yang Mulia akan kesetiaannya. Kata kata Kaisar singkat namun lebih dari yang diharapkan: pengakuan atas hubungan Klan Otori. Ia seperti mendengar tarikan napas pelan dari laki-laki di sebelahnya. dan aroma wewangian pelayan Kaisar. Kemudian dari balik tirai sang Kaisar bicara. Di bagian atas ruangan itu terdapat mimbar berundak. menuju aula remang-r emang yang disinari ratusan lentera. semua .Sedangkan jubah Kono berhiaskan bunga peoni dan burung merak. Sungguh kehormatan yang amat besar dan tak terduga.

Halaman 231 dari 600 . Hamba diminta mengembali¬kannya kepada Yang Mulia. "Berabad-abad lampau nenek moyang Paduka Yang Mulia mem¬berikan ped ang ini." Menteri Sebelah Kanan berunding dengan Kaisar. lalu mengambil pedang itu dari sabuknya. ujarnya pelan dalam hati. dan Takeo mendengar kalau itu bukan suara dewa atau bahkan b ukan suara penguasa besar. Para menteri yang berada di undakan paling rendah mengambil Jato dan mengoperkan nya dari satu petugas ke petugas lainnya hingga sampai ke tangan Menteri Kiri yang kemudian me letakkannya di depan tirai. Kaisar bicara lagi. Jato akan kembali padaku. "Bolehkah hamba bicara kepada Paduka Yang Mulia ?" Permintaan itu diulang. sebelum kematiannya. lalu bicara lagi kepada Takeo. Jato akan bicara. dan ijin Kaisar diucapkan ulang. Shigeru. diam dan tak bergerak." Takeo maju dengan tutut. kepada Otori Takeyoshi. tapi suara manusia biasa yang penuh keingintahuan. menawarkannya kepada Paduka sebagai tanda ke setiaan dan pengabdian hamba. Jato. Pedang ini diserahkan kepada hamba oleh ayah hamba . Takeo berkata. namun Jato hanya tergel etak di lantai. "Kami menerima pedangmu dan peng¬abdianmu.Takeo memberanikan diri berkata. Rasa menyesal menghunjam selagi ia menyodorkan pedang itu dengan dua tangan. dan kini h amba dengan rendah hati melaksanakannya. Selamat tinggal. pikir Takeo.

dan dengan kepala ter¬tunduk memegangi tali. lalu tertawa gembira. mungkin sama kagumnya karena diajak bicara seorang perempuan dan saat melihat kirin. dan Takeo pun mengikutinya." Shigeko menyahut dengan suara yang sama pelannya. mendongak melihat leher ki rin yang panjang dan kepalanya. berlutut. dia berkata. . Diambilnya tali itu deng an hati-hati. menunjukkan kecerdasan. Di balik megahnya pakaian yang dikenakannya. "Paduka Yang Mulia bisa menyentuhnya: hewan ini amatlah lembut. Shigeko menunggu di luar bersama kirin. Kaisar mengenakar jubah emas dengan bordiran naga merah tua melintang di punggun g dan lengannya. "Maka Paduka Yang Mulia memang diberkati. Kemudian Kaisar melangkah ke luar dari balik lirai serta menjulurkan tangan kepada para pelayannya untuk menuntunnya menuruni anak tangga." ujarnya sewaktu berjalan melewati Takeo. hiasan itu menambah tinggi badannya. "Paduka Yang Mulia: hewa n ini tak sebanding dengan keagungan Paduka Yang Mulia. karena Shigeko bicara dengan menggunakan bahasa seorang penguasa laki¬laki. berjalan dengan lutut. ku ingin melihat kirin dengan mataku sendiri." "Ini laki-laki atau perempuan?" tanya Kaisar pada Saga yang datang menghampiri d engan cara sama yang dilakukan Takeo. pipinya tembam." Terjadi kegemparan mendadak karen a tak seorang pun yakin akan cara tepat apa yang harus dilakukan. matanya berkilat denga n harapan. namun kami menawarkannya dengan ha rapan Paduka Yang Mulia akan melihat dan mengakui bawahan Paduka di Tiga Negara."Aku ingin melihat kirin dengan mataku sendiri. menengok sekilas pada para pegawai tinggi kekaisaran. Shigeko berkata. "Biarkan Lord Otori ikut denganku. ''Kirin hanya muncul ketika sang penguasa diberkati Surga." Terjadi kegemparan mendadak kar ena tak seorang pun yakin akan cara tepat apa yang harus dilakukan. mulutnya kecil dan tegas. berdiri seorang laki-laki berperawakan agak pendek berusia kira-kira dua puluh d elapan tahun. Kemudian Kaisar melangkah ke luar dari balik lirai serta menjulurkan tangan kepada para pelayannya untuk menuntunnya menuruni anak tangga. Gadis itu berlutut dengan satu kaki keti ka Kaisar mendekat. " dan manusia setengah dewa itu menjulurkan tangan lalu mengelus bulu halus hewan yang menakju bkan itu. tapi penilaian Takeo sebelumnya ternyata benar." Ekspersi Kaisar merupakan salah satu kekaguman yang murni. Kaisar bergumam.

" "Dari tanah tempat perempuan berkuasa? Lord Otori telah membawa banyak benda yan g eksotis! Semua yang kami dengar tentang Tiga Negara memang benar adanya. Pada saat itu. bisa diungkapkan dengan kata yang lebih sederhana. "Aku sangsi kalau memiliki apa pun yang sebanding. putri Kenji. Kami bisa bersaing dengan Saga: jika kami mengalahkannya besok dalam pertandingan. dan kini diserahkan ke tangan Ma ruyama Shigeko oleh Kaisar. dilihatnya Kaisar tengah mengamatinya dengan penuh selidik." serunya. mengendalikan Kaisar maka bisa mengen¬dalikan Delapan Pulau. godaan akan kekuatan mutlak be rkilat di hadapannya. ini putri Lord Otori. Takeo membungkuk hingga menyentuh tanah lagi. "Akan kuanugerahkan kepada Lady Maruyama!" Takeo ingat suara dari masa lalu: Pedang itu akan berpindah dari satu tangan ke tangan lainnya. Pedang yang Kenji serahkan kepada Shigeru setelah kekalahan Otori di Yaeg ahara. dan kemudian dibawa Yuki. Sagalah yan g akan diasingkan. Kami akan mendesaknya kembali ke utara dan ke arah laut. Alangkah inginny a aku berkunjung ke sana. dan selagi duduk legak. Kenji. "Apa yang bisa kuberikan sebagai imbalannya?" tanyanya." Dielusnya lagi kiri n."Paduka Yang Mulia. bukan aku! Halaman 232 dari 600 . "Bawakan padaku pedang Otori. pikirnya. tapi mustahil aku meninggalkan ibukota. Siapa pun yang disukai Kaisar atau. Lady Maruyama. dan kemud ian berbalik dan menengok ke belakang seakan tersengat oleh ilham yang datang tiba-tiba. Pasukan kami sudah siap. untuk Takeo. Aku bisa kirim kur ir kepada Kahei lebih awal." Kaisar berdiri seolah berpikir keras selama beberapa saat. Itu bisa saja aku dan Kaede. kami bisa menggantikan kedudukannya.

Takeo kembali ke kediaman dengan rasa gembira dan bersemangat atas hasil hari in i. Ia telah menyaksikan keahlian berkuda lawan. yaitu bola sepak. Namun Gemba ternyata benar tentang pedang itu. Tim Lord Saga yang menunggang kuda perang Maruyama menang den gan mudah. dia melihat. garis bentuk tubuh ber¬bayang dari seseo rang yang menggunakan kemampuan menghilang. Seharusnya ia juga percaya tentang hasil pertandingan itu.Takeo menghibur diri dengan khayalannya selama beberapa saat. Ia t ak percaya kalau putrinya bisa menang. dan mem¬buktikan bahwa ram alan itu salah? saat tandu belum menyentuh tanah ia sudah turun. Dinaikkannya tirai tandu yang terbuat dari sutra untuk menikmati udara malam. Kemudian ada juga balapan kuda sebelum matahari terbenam. menambah kekaguman pengunjung kepada sang jenderal. ia hanya menginginkan Tiga Negara. pertunjukan musik dan drama. meskipun masih cemas tentang esok hari." komentar Takeo pelan kepada Gemba. lalu menyingkirkan nya jauh-jauh. akeo menghibur diri dengan khayalannya selama beberapa saat. Secara naluri disentuhnya pedang. dan kegembiraan serta kekaguman akan hadiah yang tiada bandingannya. *** Sisa hari itu dihabiskan dengan jamuan makan. ia hanya menginginkan Tiga Negara. dan bahkan peragaan permainan kegemaran para bangsawan muda." sahut Gemba setuju dengan tenang. "Perilakunya yang acuh tak acuh menyem¬bunyikan keahlian fisiknya. dari sudut matanya. dan ingin a gar negaranya tetap damai. maupun sepengetahuan keluarga Muto yang pernah menyatakan kalau mereka telah menembus sejauh ini sampai ke wilayah Timur . "Mereka akan menjadi lawan yang sebanding. Ia tidak menginginkan Delapan Pulau. Lord Kono membuktikan diri sangat mahir dalam permainan ini. dan ingin a gar negaranya tetap damai. percikan keingin¬tahuannya muncul lagi saat menghadapi ke kekalan hidupnya apakah orang ini yang akan berhasil membunuhnya. Dengan mengacuhkan par . Ia tidak menginginkan Delapan Pulau. sadar kalau ia tak bersenjata. kompe tisi puisi. Ia terkejut karena tidak menduga ada anggota T ribe beroperasi di ibukota: tidak ada dalam catatannya. lalu menyingkirkann ya jauh-jauh. Sa at ditandu melewati gerbang.

Setelah menyu ruh mereka menyajikan teh. kemudian berbalik lagi pada gadis itu." bisiknya.a pelayan¬nya. diperinta h¬nya penjaga untuk menutup serta memalang gerbang. ia berlari ke gerbang dan mencari-cari dengan mata orang itu di antar a kemmunan. "Mari cepat masuk. memanggil gadis itu lalu menyuruh mereka pergi. Namanya dilantunkan banyak suara. Takeo segera mengenalinya sebagai anggota Muto. lalu dilihatnya gadis itu. Melihat kesedihan di garis bibir dan dalam tatapan matanya. Begitu sudah di dalam. tapi butuh waktu beberapa saat u ntuk mengingat siapa gadis itu: Mai. atau Lord Miyoshi tak boleh masuk. bahkan pu trinya. "Apa yang telah terjadi?" Halaman 233 dari 600 . yang ditempatkan di kediaman orang asing untuk mempelajari bahasa serta memata-matai mereka. adik Sada." Takeo memanggil pelayan untuk mem¬bantunya mengganti jubah resminya. "Apa yang kau lakukan di sini? Apa kau membawa kabar dari Taku? Apakah Jun mengirimmu?" "Aku harus bicara dengan Lord Otori saja. jantungnya berdegup kencang karena takut pada apa yang akan disampaikan gadis itu. Aku akan langsung memanggilmu. Gadis itu kelihatan lelah dan kotor karena perjalanan jauh. tapi ia seperti bisa membedakan satu orang yang dikenalnya." perintahnya pada gadis itu. "Tunggu di sini. penasaran apakah tadi ia salah lihat.

aku tak tahu. Mungkin putri Anda berhasil lari. Sesuatu telah terjadi dalam jaringan Muto. Takeo menatap gadis itu. dan tidak diketahui mereka. tidak ada yang tahu di mana putri Anda..." Kabar itu menghantam dirinya bak pukulan ke dadanya. Sada tewas bersamanya. Takeo memberi i syarat agar gadis itu melanjutkan. dan kakakku sudah tiada . "Tapi Zenko sedang melindungi Kikuta Akio. tuanku." sahut Mai. "Mereka diduga diserang bandit di tempat berjarak satu hari berkuda dari Hofu. tuan. ta k bisa bicara." "Dan putriku?" bisik Takeo. Aku meninggalkan Hofu ." "Bandit?" tanyanya tak percaya. dan Taku serta Sada setia kepada Anda. Pes an¬pesan salah sasaran. "Aku tidak berhak mengatakannya.. "Lord Otori. atau dihaca oleh orang yang salah. alasan lain mengapa gadis mi menempuh perjalanan s ejauh ini. air mata menggenang di pelupuk matanya dan hampir me netes. Orang-orang mengatakan kalau mereka ingin kembali ke masa silam. Itu sudah cukup bagiku." "Apakah istriku tahu?" "Aku tidak tahu. atau ditangkap Akio. atau Teray ama. saat Tribe memiliki kekuasaan yang sesungguh¬nya. bahkan Shizuka. tuan." Dilihatnya ada hal lain lagi." sahut Mai. dan kakakku sudah tiada. Keluarga Muto bersumpah setia kepad a Anda. tuanku."Lord Taku. mungkin tanpa ijin dari Tribe. Desas-desus yang beredar bahwa Akio dan putranya yang bunuh Taku untuk bal as dendam atas kematian Kotaro. Lord Otori." ujar Takeo murung. "Ibu Taku pasti sudah diberitahu?" "Sekali lagi. merasakan gelombang kesedihan menggelegak hingga ke urat nadi¬nya." "Ditangkap Akio?" ucapnya mengulang perkataan itu. "Mungkin dia melarikan diri. "Bandit macam apa yang ada di Negara Tengah?" "Itulah pernyataan resmi yang dikeluarkan Zenko. Kikuta Akio sangat d ekat dengan Zenko dan banyak orang Muto menyetujui persahabatan mereka orang-orang mengata¬kan m ereka berdua seperti Kenji dan Kotaro sebelum." "Sebelum aku datang. "Tapi dia belum ke Kagemura.. atau tempat lainnya yang diperkirakan sebagai tujuannya melarikan diri." Lord Taku..

"Mereka diserang dengan menggunakan senjata api." "Aku sangat berterima kasih. Aku berjalan selama enam minggu. namun tidak menangis. dia pasti mati kehabisan darah. Taku tertembak di leher." Mata gadis berkilat diterpa sinar lentera. "Dan aku sangat berduka atas kematian kakakmu dalam melayani keluargaku. hampir membuat ia terpuruk. Seraya menutupi wajah denga n tangan. Senjata itu pasti pemberian Zenko. tapi mereka sudah beberapa hari di depanku. m ereka sudah melakukan perdagangan dengan orang-orang asing. Aku terus mengikuti hingga aku sadar sudah di ib ukota." "Akio punya senjata api? Darimana dia dapat?" "Dia sudah di Kumamoto selama musim dingin. tapi dia bukan mati karena peluru: lehernya digorok. dan peluru itu menghantam Sada setelah menembus kuda. teringat saat ia mencengkeram leher Taku yang menyelinap ma suk ke kamarnya di Shuho: saat itu Taku baru berumur sembilan atau sepuluh tahun." Teringat olehnya kalau gadis itu juga tengah berse dih. berharap bisa menyusul Lady Shigeko dan Lord Hiroshi. ia Halaman 234 dari 600 . Kenan gan itu diikuti dengan kenangan lainnya. "T ak ada yang bisa membunuh mereka dengan menggunakan senjata biasa." Takeo duduk terdiam.tanpa mengatakan pada siapa pun." tuturnya dengan nada sedih.

waktu untuk menjadi lemah sudah berakhir. yang biasanya pandai mengendalikan diri serta tenang. tapi untuk sementara waktu ini a ku memintamu untuk menjauh. Shigeko bisa mengenalimu." ujar Mai ragu-ragu. "Haruskah aku memanggil seseorang agar menemui Anda?" "Tidak!" sahutnya. Tidak seorang pun boleh tahu. Tapi aku tak ingin menyin mencium pengkhianatan Zenko.." "Tapi Anda harus segera kembali ke Tiga Negara! Zenko. Akan ada pertandingan yang meliba tkan putriku dan Lord Hiroshi. Shigeko berkata. Mereka tidak boleh diganggu. berjanji akan kembali dalam dua hari. menyiapkan pelana dan tali kekang untuk lomba besok. aku akan hujan.berusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis. serta membahas strategi. Mai baru saja pergi ketika Shigeko dan Gemba datang. Kesedihannya disulut dengan kemarah annya atas Zenko yang telah ia biarkan hidup hanya untuk melihat orang itu bersekongkol mem rusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis. Jangan ada hal yang mengganggu selama beberapa hari ke depan. Hanya dua hari. Meskipun beresiko terjebak dalam ditunda. lalu gadis itu per gi. Kesedihannya disulut dengan kemarahan nya atas Zenko yang telah ia biarkan hidup hanya untuk melihat orang itu bersekongkol mem bunuh adiknya. "Lord Otori. "Kau tak tahu situasi kami di sini." "Aku akan kembali secepatnya. seraya berusaha mengendalikan diri. Sh igeko. Begitu pamit. Kau tidak boleh mengatakan ini pada siapa-si apa." sahutnya. namun hal ini tidak bisa dari rencana. Sekarang pedang itu menjad i milikmu.. lebih awal ggung tuan rumah Lord Saga. Kau akan ikut dengan kami. Ia lega karena ini berarti putrinya takkan memerhatikan sik ap diam dan kurang bersemangat dirinya. tentu saja. "Kaisar yang berikan padamu. Nanti aku akan ceritakan tent ang kabar ini padanya dan juga Hiroshi. dan tak sabar menanti penandingan. kini gembira dengan kejadian ha ri ini. Sedari tadi mereka memeriks a keadaan kuda." Takeo mengatur agar Mai diberi uang dan dicarikan penginapan. juga lega karena gelapnya ruangan. "Aku kembalikan Jato pada Ayah." "Tidak boleh. Sementara tapi itu bisa berubah kapan saja." . Kaisar maupun membiarkan Saga ini aku dalam posisi yang menguntungkan lombanya selesai dan kami tahu hasilnya. Mereka tidak boleh tahu hal ini h ingga pertandingannya selesai.

Takeo memaksakan diri untuk tersenyum." sahut Takeo."Pedang ini terlalu panjang." "Bukan penama kalinya pedang itu berada di biara.. cukup dewasa untuk memilikinya. dan pedang juga memastikan dirimu bukan hanya sebagai pewaris Klan Maruyama. suami yang direstui Kaisar. sena kekuatan¬nya yang lembut." protes putrinya. "Sampai putra Ayah." "Sampai apa?" Takeo memotong ucapan putrinya. meninggalkan Takeo sendirian meng¬hadapi malam yang panjang. bukan hanya menginginkan tubuhnya. dan Gemba juga pergi t idur.. tetap saja itu milikmu . tapi kearifan.* Halaman 235 dari 600 . Shigeko akan menyerahkan Tiga Negara kepada orang yang menikahinya. Rasanya ingin sekali berada di rumah. Takeo sangat merindukan Kaede saat ini. ia takkan meny erah begitu saja. Tak sulit untuk membujuk Shigeko beristirahat lebih awal." Takeo menyadari bahkan saat ia bicara bahwa pengakuan Kaisar membuat persoalan p ernikahan Shigeko justru makin penting. kejernihan pikiran. Apa pun permintaan Saga. aku tidak berarti tanpa dia.. atau putraku. pi kirnya. "Tapi pedang itu milikmu. "Kendati demikian. tidak sebelum ia konsultasi dengan Kaede. tapi ju ga Klan Otori." "Akan kuberikan pada biara sampai.

tebal dan ditekan. malam ini atau besok. "Beliau mengucapkan selamat padaku atas keramahan Kaisar padaku. kenyataan bahwa ia telah berbagi kabar kematian Taku mengurangi penderitaannya. Simpan baik-baik: aku akan memintamu m embacakannya. "Lord Saga mengirim surat untuk Anda." "Aku kurang tidur. "Aku telah menyiapk an catatan atas semua yang terjadi kemarin. Tanganku ge metar dan tulisanku sangat buruk. Kau harus mengatur kepulanga n kita agak lebih awal dari rencana." ujar Minoru. Beliau sangat menghormati Anda. "Beliau pasti menulisnya tadi malam. aku harus terus memesona serta mengesankan. Aku sehat¬sehat saja. itu saja. Aku tidak bisa bersikap sebaliknya." Takeo tiba-tiba memutuskan dan berkata. "Tentunya kunjungan Anda sangat berhasil. mengeluarkan gulungan kertas ." Minoru membungkuk hormat. kan?" "Kita akan tahu sore ini." ujarnya ketika Takeo selesai mendikte. Tanpa memihak Takeo menceritakan semua vang diceritakan Mai semalam." ujarnya. "Hari ini sepertinya akan menjadi hari yang cerah. "Aku minta maaf atas kurang terampilnya diriku ini. Takeo memandang Minoru dengan tatapan menuduh. seperti biasa. bergaya kotak. guratan tinta kelihatan hitam dan legas. saat matahari baru terbit. selama masih bisa dibaca. terkejut dengan suara dingin Takeo. "Aku akan mendiktekan sesuatu padamu." "Tidak apa-apa. dan juga mencatat semua yang akan terjadi hari ini. "Aku turut berduka cita. Jangan berkomentar dan jangan beritahu siapa-siapa.Minoru datang. dan atas ke¬berha ." Minoru menaikkan alis sedikit. si jurutulis berkata dengan r agu." Tulisannya menggambar¬kan orangnya." "Biar kulihat." Minoru menyiapkan batu tinta dan meng¬ambil kuas tanpa bicara. Dia datang bersama para pelayan perempuan yang membawa teh. dan Minoru menulisnya. Takeo sadar akan simpati tanpa kata-kata dari jurutuli snya." Ketika Takeo mengambil catatan itu tanpa menjawab. "Lord Otori kelihatannya tidak sehat.

" "Minoru." "Aku akan mematuhi kesepakatan. Kaisar masih tetap mendukung Anda. Dia takkan mengingkari kesepakatan itu tanpa m embuat dirinya tidak terhormat." gumam Minoru." sahut Takeo." "Beliau khawatir atas popularitas Anda. dan aku berharap dia pun begitu. sikapmu menjadi begitu sinis! Lord Saga adalah bangsawan besar berasal dari klan kuno. Dia telah mengumumkan kesepakatannya." ujar Minoru. "Beliau mengharapkan Anda menemukan cara untuk berkelit dari kesepakatan tersebu t.silan hadiahku. "Dan takut bila Anda kalah dalam pertandingan itu. agar beliau mendapat alasan untuk tidak menepatinya. serta mengucapkan semoga berhasil hari ini. dan begitu pula aku!" "Persis seperti itulah cara bangsawan men¬jadi besar. Halaman 236 dari 600 .

te mpat sekitar lima puluh ekor anjing dalam sebuah kerangkeng berhiaskan daun dan rumbai-rumbai puti h. Namun sesekali pemandangan tampak kabur dan langit semakin kelam. dengan pasir b erwarna putih. sedangkan milik Shigeko berwarna putih. semua memegang payung dan kipas. Ia mengalihkan perhatian pada mereka yang masih hidup. Busur milik mereka jauh lebih besar dibandingkan dengan busur Shigek o dan ketiganya . dan masyarakat menarinari seperti kesurupan. Kuda-kuda melangkah tenang mengelilingi lingkaran. kanan bilik Kaisar. menunggang kuda belang dan juga merah bata. Shige ko. dan masyarakat menari-nari sepe rti kesurupan. Seuta s tali jerami kuning membagi lingkaran sebelah luar dari lingkaran yang sebelah dalam.Jalanan jauh lebih ramai lagi dibanding kemarin. anakalanan jauh lebih ramai lagi dibanding kemarin. yang ter sembunyi seperti sebelumnya. dan beberapa ar kirin. Di bagian belakang lapangan terdapat bilik dari kain sutra didirikan bagi Kaisar. Takeo bisa mendengar gongongan anjing yang bersemangat dari sisi timur arema. laki-laki berpakaian c erah. Pelana kuda dilapisi ker ang mutiara. jambul dan ekornya mengkilat serta sehalus rambut seorang putri. dan mata dan pikirannya dipenuhi dengan bayangan-bayangan Taku ya ng tertembak di leher lalu mati kehabisan darah. meriah dan ramai. Kedua kuda abu-abu pucat dengan surai dan ekor hitam terlihat sangat kont ras dengan kuda Gemba yang berbulu hitam. Cuaca makin panas dengan kelembapan yang menandakan hujan plum. Kedua pendukungnya. Okuda dan Kono. Di dalam lingkaran terluar pasir merah para pe¬nu nggang kuda menunggu: kuda tim Saga memiliki sabuk kulit yang dikaitkan di bawah ekor s erta tali dada berwarna merah. di balik tirai bambu. Arena di Biara A gung dipenuhi penonton: perempuan mengenakan kimono bertudung. elumnya. pada perwakilannya. Di tempat itu Takeo dis sebagian sudah bertemu dengannya sehari seb laki-laki memperlihatkan padanya pena linta perempuan mengenakan tudung berhiaskan gamb Suasana hari itu terasa bagai piknik di pedesaan. Hiroshi dan Gemba. anakanak. surai dikepang. dan Takeo be rusaha ikut ambil bagian di datamnya dengan sepenuh hati. Cuaca makin panas dengan kelembapan yang menandakan hujan plum. Takeo dibimbing ke tempat di sebelah ambut para bangsawan. Sag a me¬nunggang kuda besar dengan bulu warna coklat kemerahan. Arena di Biara A gung dipenuhi penonton: perempuan mengenakan kimono bertudung. ksatria dan istri mereka. Pengaruh kirin sudah tampak: seorang ng yang diukir mengikuti bentuk kirin. laki-laki berpakaian c erah.

membiarkan tali kekang menggantung di leher kuda selagi dia menaikkan b usur panah dan menaruh anak panahnya. Tali anjing dilepaskan dan hewan itu segera berjingkrakan. dengan ramah. kaki. makin buruk tembakanny a. "Tembakan yang bagus!" seru laki-laki di sebelah Takeo.memiliki anak panah yang dibului dengan bulu bangau warna putih dan abu-abu. pasangan pertama Okuda dan Hiroshi. leher . Takeo belum pernah menyaksikan per¬buruan anjing. dan peraturan permainan itu dije laskan oleh kawan pendampingnya. Anak panah pertama Okuda berdesing melewati telinga anjing itu. Halaman 237 dari 600 . mengonggong pada kuda yang tengah berderap. Anjing pertama dibawa masuk ke lingkaran: Okuda juga memasuki lingkaran lalu men derapkan kudanya. dari yang terendah sampai y ang tertinggi. bagian lunak di perut atau kematuan. "Okuda akan mulai lebih dulu untuk menunjukkan cara melakukannya. "Anda hanya boleh menembak bagian ter¬tentu di tubuh anjing: punggung. Ini semua tentang pengendalian sempurna yang sangat sulit dicapai sewaktu kuda berderap. dengan ekor di sela kaki belakang¬nya. Anak panah itu dilepaskan terlalu kuat: darah mulai menodai bulu putih anjing itu." Mereka berkuda dalam barisan menurut urutan pangkat. Anak panah kedua mengena i dada." tutur Saga ke pada Hiroshi. membua tnya menyalak kaget lalu mundur. Anda tidak boleh menembak kepala. Tembakan yang ketiga terkena punggung anjing yang tengah berlari. Makin banyak darah menetes. dan nilai Anda akan dikurangi jika anjingnya berdarah atau mati. karena penunggang kedua memiliki peluang lebih menguntungkan.

Kali ini Hiroshi le bih siap. berusaha m enyuruh agar anjing itu tenang. Takeo merasakan ketegangan mulai ber¬tambah saat Hiroshi memasuki lingkaran dan Ke ri mulai berderap." ujar tetangga Takeo dengan simpatik. hasil pertandingan sudah ditentukan. Atau mungkin anjing saling berkomunikasi lalu memper¬ingatkan. Anak panah Hiroshi luput mengenai anjing itu sejauh s erentangan kaki. Takeo bisa meli hat kalau anjing itu ketakutan dan menggeram. dibawa masuk lagi dan dilepas sekali lagi. Takeo sudah mengenai kuda itu selama ia mengenai pemuda itu: hampir de lapan belas tahun. Matanya terpaku pada Gemba ya ng tak lagi . tapi anjing itu bisa mendengarnya. meski membuat si anjing ber¬darah. Kurang baik." adalah penilaian juri. Mungkin anjing tiu sudah melihat nasib kawannya dan tahu apa yang menantinya dalam lingkaran itu. anjing itu secepatnya berlari keluar lingkaran. tapi malah duduk dan menjilati bulunya sebelum bangkit lalu berjalan pelan mengitari lingkaran. Ia tidak mau Hiroshi menyakiti anjing itu. "Itu tembakan yang mudah! Okuda akan memenangkan babak ini. terdengar olehnya senandung yang amat pelan. "Butuh lat ihan selama bertahuntahun. Hew an itu berhenti meronta dan menyalak." Juri memutuskan demikian. Tak ada orang lain yang bisa mendengar¬nya. tapi mampukah pemuda itu bersaing dengan pemanah nomor satu dari ibukota? Anjing dilepaskan." adalah penilaian juri. tapi anak panahnya tetap tidak kena sasaran." Takeo menatap anjing itu saat dibawa masuk untuk yang ketiga kalinya. Mampukah kuda abu-abu itu bertahan dalam per tandingan semacam ini? Akankah kuda itu mengecewakan penunggangnya? Takeo tahu H iroshi mahir memanah. Anak panah ketiga Hiros hi kena bagian samping anjing itu. suara yang dikeluarkan Gemba saat merasa gembira. tapi tidak berdarah. Tembakan kedua Okuda. membuatnya ter¬jatuh dan menyalak. Anjing itu ditangkap."Kurang baik. Penonton terdi am: di balik suara derap kuda. tapi ia ingin pemuda itu setidaknya mendapat satu nilai untuk bidikannya. pikirnya. mendapat nilai lebih tinggi ketimbang dua tembakan Hiroshi yang meleset. Anjing itu tidak kabur saat dilepas. Anjing-anjing itu pasti mencium amis darah sehingga ket akutan. meng¬hempaska n tubuhnya di antara anjing-anjing lain. Takeo bersiap menerima satu kekalahan lagi maka tak peduli sebaik apa pun Shigeko melakukannya. "Lebih sulit dari kelihatannya.

Panah pertama Gemba tampak melayang dan mendarat perlahan di tungging anjing itu. membuat pasir merah beterbangan. tapi kelihatan sangat waspada. Tembakannya yang kedua hampir sama. dan tidak ada darah. dan kudanya memang cepat. Lord Kon o menunggu di sebelah luar lingkaran di atas kuda merah bata yang kuat sena penuh semangat. menatap pemandangan asing dengan telinga tegak dan bola mata mem besar. Tembakan ketiga Gemba meleset. berlarian ke kanan dan kiri melintasi lap angan. seraya berpikir. Kuda hitam tunggangannya juga tampa k was-pada.bersenandung. Laki-laki itu mahir berkuda. P ara penonton berseru kagum. tapi kini anjing itu ketakutan. "Kemahirannya memang enak di pandang!" ujar Takeo setuju dengan sikap sopan. aku akan kehila ngan segalanya. Anjing yang berikutnya lebih lincah. kali ini Gemba mendapat giliran per¬tam a. membuat k udanya berderap mengelilingi lingkaran sebelah luar. dan kelihatan tidak takut pada kuda yang tengah be rderap." orang di sebelah Takeo memberitahunya. Karena Hiroshi kalah pada babak sebelum¬nya. Kemudian Kono keluar dengan menunggang kuda merah bata. sekali lagi tida k mengeluarkan darah. "Lord Kono sangat mahir dan terkenal. Temb akan yang bagus. Halaman 238 dari 600 . seperti yang sudah diketahui. tapi aku takkan terlihat marah atau sedih.

Namun tetap saja Ko no membukukan dua nilai tembakan sempurna tanpa darah.Anjing-anjing dalam kerangkeng makin bersemangat. Beberapa pemuda berlompatan turun untuk mengambilnya. babak kedua diputuskan seri. Takeo hampir tidak sanggup memandang putrinya. dan setiap anjing yang dibebaskan semakin liar karena ketakutan. Pada tembakan ketiga. Anda benar. Setelah diam dengan sikap canggung selama beberapa saat." "Tampaknya cara itu kurang sesuai karena kurasa Lord Saga akan dianggap memiliki lebih dalam olahraga ini. "Kini kita mungkin menunggu keputusan Kaisar." Laki-laki itu tak kuasa menahan m alu. aku tak tahan duduk di sebelah Lord Otori saat dia menghadapi hukuman mati." seru laki-laki di sebelah Takeo. maka kita tak perlu iba padanya. P anahnya melayang di atas kepala anjing dan kena bagian samping pangg:ung kayu di belakan gnya. Setelah peserta laki-laki.. Lord Otori tidak keberatan. . P anahnya melayang di atas kepala anjing dan kena bagian samping pangg:ung kayu di belakan gnya. namun ia juga tak mampu memalingkan wajah. gonggongan berubah menjadi lolo ngan. dan Takeo mendengar kata-ka tanya dengan jelas.. "Cara ini sangat digemari pengunjung: bila hasilnya seri secara keseluruhan. Namun tetap saja Ko no membukukan dua nilai tembakan sempurna tanpa darah. dan setiap anjing yang dibebaskan semakin liar karena ketakutan. putrinya terlihat kecil dan rapuh. dia lalu mohon diri menjauh untuk be rgabung dengan kelompok lain. kuda tungganganny a terlalu ber¬semangat karena sorak sorai penonton. "Sungguh. gonggongan berubah menjadi lol ongan. Aku nyaris tidak bisa menikmati pertandingan karena mengasihani dirinya!" "Kabarnya pertandingan ini hanyalah alasan baginya untuk mengundurkan diri tanpa kalah dalam perang. njing-anjing dalam kerangkeng makin bersemangat. pemenang yang beruntung mengayunkan anak panah itu di atas kepalanya. Beberapa pemuda berlompatan turun untuk mengambilnya. Laki-laki itu berbisik kepada mereka. kuda tungganganny a terlalu ber¬semangat karena sorak sorai penonton. Pada tembakan ketiga." Kemudian kesunyian melanda seluruh arena sewaktu Shigeko memasuki lingkaran dan Ashige mulai berderap." "Tentu. Aku hanya tidak ingin.. Setelah diskusi panjang para juri. pemenang yang beruntung mengayunkan anak panah itu di atas kepalanya. agak meloncat saat Kono menarik busur. agak meloncat saat Kono menarik busur.

terluka atau ketakutan. ber¬jalan memutar semakin mendekati anjing y ang duduk memerhatikan. Anak panah ketiga terbang lebih cepat namun tak kurang lembutnya. Shigeko membungkuk dalam dalam. Takeo tak kuasa mengagumi putrinya. membuat kudanya berderap lagi.Meskipun penonton bersorak-sorai. dengan lidah merah mudanya terjulur. Halaman 239 dari 600 . Busur miniatur dan anak panahnya me mbuat penonton terkesima. gonggongan anjing yang ketakutan. Si anjing menggelengkan kepala dan mengibaskan ekor. mengibaskan ana k panah itu seakan hanya lalat. kemudian Shigeko menarik kudanya berhenti di depan Kaisar. tidak meng¬gerakkan satu otot pun. memutar kepala¬nya. mengenai anjing itu nyaris tanpa suara tepat di bawah kepalanya. kekuatan dan kemahirannya yang diperkuat den gan kelembutan. Mereka mengitari arena sebanyak tiga kali seperti ini. Anjing itu duduk di b elakangnya. dan berubah menjadi kekaguman saat anak pertama menyentuh pelan bagia n samping tubuh anjing buruan. Kemudian anjing itu seperti menganggap kalau ini adalah per¬mainan ya ng menyenangkan. Shigeko mendesak kudanya untuk ber¬derap lebih cepat dan anjing itu berlari tungga ng-langgang. Dirasakan pelupuk matanya menghangat. Gaya berjalan si kuda cepat d an mulus. dan takut kalau rasa bangga ak an menghilangkan kesedihannya. dan ketegangan yang makin meningkat. Anjing itu. baik si kuda maupun penunggangnya tampak benar¬benar tenang. moncong menganga. berjingkrakan. sedang si penunggang duduk tegak dan tenang. Anjing itu berlarian mengitari lingkaran di waktu yang bersamaan d engan si kuda: Shigeko mem¬bungkuk dan melepaskan anak panah kedua seolah benda itu adalah tangan nya dan tengah mengelus leher hewan itu. telinga melambai-lambai. Takeo mengerutkan dahi lalu menahan agar wajahnya te tap tanpa ekspresi.

menutupi semua kesedihan. Anak panah terakhir melesat di samping badan si anjing lagi dengan suara yang nyaris tak te rdengar. Di saksikannya dengan perasaan tanpa memihak selagi Saga menderapkan kuda mengitari lingkaran l agi. mendapat nilai sempurna. Kuda coklat kemerahan itu menarik-narik besi yang dipasang di mulutn¬ya. ekor pendeknya menggantung hampir menyentuh tanah. peserta terakhir. buih dari mulutnya beterbangan. dan kulit rusa di kedua paha untuk melindungi kakinya. Perasaan itu mematikan semua perasaannya. di pasir putih arena m ulai tercemar warna merah. penyesalan dan amarah. Si anjing berusaha bangkit terhuyung-huyung dan ke¬bingungan. Pasti keluar darah. Saat aga Hideki. Tiba-tiba. Dua seri dan satu menang Saga akan meraih kemen angan. kini menunggang kuda memasuki lingkaran berpasir p utih. dan kulit rusa di kedua paha untuk melindungi kakinya. Telah dirasakannya kekalahan di tenggorokan. ekor pendeknya menggantung hampir menyentuh tanah. Saga dan Shigeko setidaknya seri. meskipun i a tidak memandang siapa pun. seorang laki-laki dengan pengendalian jiwa dan raga yang sempurna. Muda h bagi Saga untuk me¬nembaknya lagi dengan anak panah kedua. berhia skan bulu anak panah di bagian punggungnya. namun Takeo tenang sedingin es. namun laki¬laki itu mengendalikan kuda dengan mudah. Pemandangan itu tampa k seperti dalam mimpi.Saga Hideki. Meskipun orang-orang berteriak. Semua orang terdiam. dan anak-anak menjerit. anjing melolong. namun laki¬laki itu mengendalikan kuda dengan mudah. Saat dia mengangkat busur. Saga mengenakan jubah hitam. Matahari sudah di ufuk barat. hawa kian panas. Anak panah Saga terbang lebih cepat dari pandangan mata. berhia skan bulu anak panah di bagian punggungnya. Takeo merasakan semua mata tertuju pada dirinya. kini menunggang kuda memasuki lingkaran berpasir putih. dari mulut dan anusnya. mereka menahan napas. melawan penunggangnya . ketika dia menaruh anak panah . hingga empedunya. bayangan kian memanjang. Kudanya berderap. di depan matanya. pikirnya. sekali lagi ddak membuat anjing i tu ber¬darah. Kuda coklat kemerahan itu menarik-narik besi yang dipasang di mulutn¬ya. perut. ke bagian samping tubuh si anjing dan b erhasil menjatuhkannya. tubuh anjing itu terhempas ke tanah. melawan penunggangnya . seolah masih terus bermimpi. penonton meng¬hembuskan napas. Anjing tadi meng¬alami pendarahan hebat. Saga mengenakan jubah hitam. Penonton b . Anting dilepas: menggonggong dan me¬lolong. tapi bulu putih si anjing atau pasir berwarna pucat itu tetap b ersih. peserta terakhir.

tenuju pada Saga. Punggung anjing itu melengkung. dan kemudian. Perlahan-lahan pe¬nonton terdiam. Ketika T akeo duduk tegak. Halaman 240 dari 600 . Anjing¬anjing masih saja menyalak da ri balik kandang. mencecerkan darah berbentuk melengkung di pasir. Takeo menyadari kalau selama per¬tandingan orang-orang telah menjauhinya. tapi tidak ada suara lain. Dia tidak bisa menundukkan kekuatan laki¬l akinya: dia bisa melambatkan anak panah. pandangan yang lebih gugup. tapi Takeo sengaja menutup pendengarannya. "Karena kelompok Lady Maruyama tidak menumpahkan darah. Para peserta men unggu. tempat Kaisar duduk di balik tirai bambu. Perlahan ia bangkit. tak ingi n menyaksikan terlalu dekat peng¬hinaan terhadap dirinya. menatap ke ujung arena. ingin dekaT dengannya. pikir Takeo. Tenaga Saga terlalu besar. lalu mari. Ketika berita itu me nyebar ke seluruh penjuru arena dan di luarnya. Kerumunan penonton bersorak menyetujui¬nya. Takeo seperti mendengar teriakan dan sorak sorai yang berasal dari tempat jauh. atau berbagi takdir¬nya yang tidak mengu ntungkan.erseru kaget. Bayangbayang panjang kaki kuda terbentang melintasi arena. namun tak mampu mengurangi tenaganya. Pertandingan b erakhir seri: kini keputusan ada di tangan Kaisar. Dua tembakan perta ma telah menghancur¬kan organ tubuh anjing itu dan mem¬bunuhnya. nyanyian pun mulai terdengar lagi. Takeo merasa ada secercah harapan. Kini ia menunggu seorang diri untuk mendengarkan hasilnya. Kaisar menganugerah¬kan kemenangan kepada kelompok putih!" Takeo berlutuT dan menyembah. seketika dilihatnya ruang di sekelilingnya telah dipenuhi orang yan g berhambur meng¬hampiri untuk memberinya selamat. Terdengar bisikan dari balik tirai. men¬dengking satu kali. sementara kelompok putih di bagian barat. diam tak bergerak: kelompok merah di bagian timur. H anya saat Menteri muncul dari balik tirai dan dilihatnya pandangan resmi pertama ter¬tuju pada Shige ko.

namun berbeda dengan kegembiraan tulus di jalan-jalan di kota. "Tapi kita harus menunda peng¬umuman pertunangan sampai putriku me¬minta p endapat klannya. perayaan tersebut tidak sepenuhnya tulus. di balik sikap sopan yang ditunjukkannya. semakin jelas kalau dia menginginkan pernikahan itu lebih dari sebelum nya. pesan apa yang akan ora ng itu kirim pada Zenko tentang hasil pertandingan ini. Putrin ya meraih kemenangan besar." "Aku akan senang sekali memanggil Anda putraku. Tiga Negara hidup dalam damai. .Lord Otori telah muncul di ibukota. Tatapan mata mereka bertemu. dan Anda akan menjadi ayah mertuaku. dan melihat bangsawan itu juga tengah menatapnya." ujar Saga. lalu teringat kata-kata Minoru. namun dia gagal. tata krama tetap ber¬laku. Kuda-kudanya menggetarkan tanah kami. jamuan makan memang dilakukan seperti yang dire ncanakan. Kendati begitu. pikir Takeo." sahut Takeo. dan Saga menundukkan kepala sebagai peng¬akuan atas kemenangan itu . Putrinya meraih kemenangan besar." Takeo melihat sekilas ke arah Lord Kono dan ingin tah u reaksi jujur bangsawan itu. Ini tidak seperti dugaannya. tert awa dengan kegembiraan yang dipaksakan. Saga berharap bisa menyingkirkan diriku tanpa be rperang. "Kita akan menjadi sekutu. dengan agak ter¬ceng ang selagi kata-kata itu meluncur dari mulutnya. dan apa yang tengah dilakukan Zenko? Jamuan berlangsung hingga larut malam: bulan sudah muncul dan bintang-bintang ta mpak besar. *** Lord Saga telah merencanakan mengadakan jamuan makan besar untuk merayakan kemen angannya yang sudah diketahui lebih dulu. dan Saga mengumbar sanjungannya kepada Lady Maruyama. Anjing pun tetap putih . Pasir tetap putih. Para penunggang putih menang. "Walaupun aku percaya usiaku lebih tua beberapa tah un. Kuda-kudanya menggetarkan tanah kami. Dia akan memanfaatkan alasan apa pun untuk mengingkari janjinya. Lady Maruyama tidak menumpahkan darah. rd Otori telah muncul di ibukota. cahayanya berpencar dan ber¬kabut dengan lembapnya udara. Begitu pula Delapan Pulau Takeo memandang ke arah Saga. Termasuk ibunya.

" "Kurasa dia memutuskan ini agar men¬dapatkan orang yang bisa mengimbangi kekuatan Saga. Semua pintu terbuka lebar. "Kau me¬rahasiakan ini sehar ian?" "Aku tidak ingin konsentrasi kalian ter¬pecah. Halaman 241 dari 600 . "Ayah. Hiroshi terduduk pucat pasi." sahut Takeo. Minoru dipanggil. Gemba dan Hiroshi ke ruangan paling terpencil di kediaman it u. dan memberi isyarat agar si jurutulis mulai membaca. Gemba berdengus keras lalu berkata. Shigeko menangis terang-terangan." ujar Takeo ketika mereka kembal i ke kediaman. Bagaimana aku harus berterima kasih kepada kalian? Kalian tadi sangat luar biasa!" Takeo bicar a dengan berlinang air mata penuh perasaan. Ia membimbing Shigeko. dengan sikap dinginnya seperti biasa. "Beruntung Kaisar cukup terkesan pada¬mu dan tak ingin menyinggung dewa-dewa denga n memutuskan untuk menentangmu. Aku tak menduga kalian akan menang." sahut Takeo. seolah terkena pukulan di dadanya lalu terhuyung-huyung."Aku minta kalian semua tidak pergi tidur dulu. tapi perasaan mereka bertiga tidak kurang bergola knya. air bergemericik di taman dan sesekali nyamuk berdengung. "Apakah ada kabar buruk dari rumah Ibu? Adik bayiku?" apakah "Minora akan membacakannya. Minora membaca tanpa perasaan. Segalanya bercampur aduk untuk meyakin¬kan dirinya b ahwa kau memiliki restu dari Surga. ada apa?" tanya Shigeko segera.

" "Aku berusaha menahan keinginanku untuk balas dendam. Zenko harus dihadapi sekarang juga." "Ya... Kesehatannya merupakan masalah terpenting bagi kelangsungan kedudukan Ayah. pragmadsme. "Aku tahu Ayah benar. "Bukan hanya karena Taku. begitu pula dengan Kikuta Akio dan putranya. Akio akan digantung se perti penjahat biasa." sahut Takeo." "Berkaitan dengan Maya?" tanya Shigeko dengan ketakutan yang terdengar dalam nad a suaranya. Zenko tidak memiliki lagi dasar hukum yang sah untuk menentangku. aku cemas pada keadaan kirin. pragmadsme. Hewan itu akan ke takutan bila kita semua pergi begitu mendadak.. "Tentu saja. penyelamatan diri sendiri dan niat yang baik!" "Kemenangan kalian membuat Kaisar ber¬pihak pada kita. Aku menyesal." Gemba setuju. "Tentu saja. kurasa kini waktunya kita pulang. Bila dia tidak benar-benar tunduk. t api demi mencegah kekacauan lebih jauh lagi."Itu juga. "Kau telah kehilangan sahabat terdekatmu. "Yang kuinginkan hanyalah kematian Zenko. dia manusia setengah dewa tapi juga tak ber¬be da dengan kita semua. "Hiroshi. dia manusia setengah dewa tapi juga tak ber¬b eda dengan kita semua. Naluriku mengatakan kalau kita haras segera pergi dan memburu mereka tapi Ajaran Houou mena hanku untuk tidak melakukan kekerasan.. Aku telah diakui Kaisar." "Ayah." Gemba setuju. Lalu bagaimana cara kita menghadapi para pem¬bunu h ini?" "Kita memang akan memburu mereka. Tapi tidakkah kepergian yang tergesa¬g esa akan menyinggung Lord Saga dan Kaisar? Dan jujur saja." sahutnya dengan suara k . "Tapi akan dilakukan dengan adil . Ada satu hal lagi yang tidak beres." ujar Takeo." sahut Gemba. termotivasi oleh gabungan antara idealisme. Ayah takkan meninggalkan dirimu di tangan Saga." ujar Takeo. Mungkin aku bisa tinggal di sini menemaninya?" "Tidak. penyelamatan diri sendiri dan niat yang Itu juga. kita akan m engalah¬kannya dalam pertempuran dan dia akan mencabut nyawanya sendiri." Suara Hiroshi terdengar p arau. Tadi¬nya aku berharap bisa melihatnya tenang dul u sebelum kita pergi." sahut Gemba tanpa berkata lagi. termotivasi oleh gabungan antara idealisme. "Mungkin. Tapi kita harus pergi secepatnya." ujar Shigeko. "Tapi kematian Taku berarti kita harus segera kembali. kekuasaanku telah ditegaskan oleh Paduka Yang Mulia..

fermentasi kedelai." "Kita akan berkuda di tengah hujan. Takeo berpaling ke arah Gemba." gumam Hiroshi. peminjaman uang. Muto Shizuka telah mel akukan perjalanan ke hampir seluruh Tiga Negara. kau telah membuktikan kalau dirimu tahu s egalanya sejauh ini. "Gemba. Kaisar dan orang¬orangnya yang harus bertanggung jawab atas n asib hewan itu. Kita harus pergi sebelum akhir minggu: kita akan memanfaatkan cahaya bulan antar a bulan sabit dan bulan purnama untuk melakukan perjalanan. Dia mengunjungi desa-desa ter¬sembunyi d i pegunungan dan rumah-rumah pedagang tempat kerabatnya menjalankan berbagai usaha: membuat s ake. "Apakah aku harus menyerahkan semua putriku kepada m usuhmusuhku? Kita telah berikan kirin kepada Kaisar." sahut Gemba berjanji sambil senyum. hingga kegiatan mata-mata. dan mungkin tak melihat bulan sama sekali. Hierarki kuno Tr ibe masih tetap Halaman 242 dari 600 . Apakah Surga masih terus berpihak pada kita dengan menunda hujan plum?" "Kita lihat saja apa yang bisa kita laku¬kan. di sela-sela air matanya.* Sejak Takeo memintanya mengambil alih kepemimpinan Tribe.eras yang mengejutkan mereka sendiri.

Shizuka bersiap pergi lagi. dan telah memilih untuk mengabaikan sat u hal yang bisa disebut pengkhianatan. dan juga s abar dan pantang menyerah ketika berkaitan dengan balas dendam. tapi Shizuka sendiri selalu ingin tahu siapa lagi yang mu ngkin mencurigai dirinya. "Tapi kau takkan tahu apa akan terj adi pada bayi: cengkeraman mereka pada kehidupan masih lemah. pertama ke Yamagata lalu ke Kagemura di pe¬gunungan di belakang Yamagata." sahut Shizuka. "Kaede dan bayi laki-lakinya kelihatan sangat sehat. kemudian ke Hofu. Karena alasan itulah dia merasa berkewajiban untuk memper¬tahankan kontak dengan semua kerabatnya. bertahun-tahun lalu. Tapi bayi ini tampak seperti pejuang cilik. Shizuka tahu betul kalau ada rahasia yang disimpan dan ketidakpatuhan berkembang di kalangan Tribe. beru saha agar mereka tetap setia kepadanya. dia pernah mengungkapkan cara kerja pekerjaa n Tribe kepada Shigeru. dan catatan terperinci itu yang memungkinkan Takeo mengalahkan dan meng endalikan Tribe. Dia merawatnya sendiri. Kenji sudah tahu tindakannya itu." sahut Ishida setuju. "Kau ada di sini untuk me rawat mereka. yang t . kau tak boleh bepergian dengan Fumio tahun ini." "Bayi ini sangat kuat." aku Ishida." tutur Shizuka pada suaminya. maka ketidakpuasan di dalam keluarga Muto bisa berkemb ang menjadi sikap membangkang. keadaannya pasti berbeda. yang berarti bahkan dalam kalangannya sendiri. Kaede hampir tidak sanggup berpisah dari anaknya." "Dia adalah ksatria sejati. Seperti biasa Shizuka disambut dengan sopan santun terta penghormatan. itegakkan dengan struktur vertikalnya serta kesetiaan tradisional keluarga. Tak lama setelah Takeo berangkat ke Miyako. yan g berarti bahkan dalam kalangannya sendiri. Tribe menyimpan rahasia dan sering bertindak dengan c ara mereka sendiri. Tribe menyimpan rahasia dan sering bertindak dengan c ara mereka sendiri. t api sadar selagi putranya itu masih hidup. namun ia sadar ada sakit hati terhadap posisi barunya: andai Zenko mendukung. karena. aku merasa aku bisa pergi sebelum hujan plum tiba.ditegakkan dengan struktur vertikalnya serta kesetiaan tradisional keluarga. Orang-orang di kalangan Tribe memiliki ingatan yang panjang. dan bisa terlepas tanpa terduga. "Kaede amat memujanya!" "Belum pemah aku melihat seorang ibu begitu terpesona pada anaknya sendiri. dan menentang putra sulungnya.

" Shizuka teringat betapa ia amat sayang kepada kedua putranya saat mereka masih k ecil. Ishida adalah laki-laki yang penuh cinta.idak dilakukannya pada anak-anaknya yang lain. Sewaktu menikah dengan Ishida. "Kami belum memutuskan. perlindungan sang ibu yang sama kuatnya. Takeyoshi. Shizuka pernah mengatakan kepada Takeo. tapi nama itu berkaitan dengan hal-hal yang menyedih¬kan. Ishida tidak punya anak dari pernikahan sebelumnya: is trinya sudah meninggal bertahun-tahun lamanya. Shizuka melihat itu dengan rasa iri ber¬campur iba: k onsentrasi penuh si bayi mengisap puting susu ibunya. tugas itu menyita tenaga dan waktu¬nya. Mungkin nama Otori yang lainnya. Itu juga berarti ada banyak persoalan yang tak bisa dibicarakannya dengan Ishida: Halaman 243 dari 600 . meski tadinya dia ingin menikah lagi. Kini ia jarang mendapat haid. Shizuka berharap bisa punya anak lagi. kesempatannya hampir habi s: dan tentu ia tak ingin harapan¬nya terkabul. kalau ia cukup bahagia hidup tenang bersama Ishi da di Hagi dan bisa terus mendampingi Kaede. merenungkan kekecewaan dan ke¬cemasan yang mereka timbulkan saat ini. Tapi anak ini takkan diberi nama sampai berusia dua tahun nanti. serta san gat baik hati." jawab Kaede. tapi tak satu pun calon yang diterima oleh Lord Fujiwara. Aku me¬manggilnya singa kecilku. Takeshi. "Anak ini akan diberi nama siapa?" tanya¬nya. Tapi sejak menyetujui untuk menjadi ketua keluarga Muto dan Tribe. tapi tahun¬t ahun berlalu dan ia tidak juga hamil. "Takeo sangat suka nama Shigeru. dan kami telah memiliki Shigeko.

dan bagaimana semua ini berlaku pada diri Takeo. tapi kedua anak itu kelihatan layaknya putra ksatria. dan suaminya itu memiliki banyak sifat baik yang dika guminya. dan mereka berdua terlalu disibukkan dengan pendidikan dan latihan untuk bisa merindu¬kan neneknya. memberinya jubah baru dengan tudung model baru dan seekor kuda da ri istal. kebebasannya untu k bepergian. tapi ibu mereka. diharap kan berada di Hagi sebelum akhir bulan. Ishida tidak terlalu memikirkan mana yang bisa dibicarakan dengan orang banyak serta mana yang harus dirahasiakan. benda¬benda indah yang mereka bawa dar i bagian dunia lain hingga pada tahapan tidak ingin menghadapi kenyataan bahwa kedamaian se lalu berada di bawah ancaman. bahwa musuh bisa saja berada dalam lingkungan keluarga¬nya sendiri. serta efek menyembuhk an diri sendiri dengan percaya kepada ramalan. saling bersaing dan bertengkar. tapi tutup mulut tidak ter¬masuk di dalamnya. berinteraksi dengan orang asing. tak berbeda dari anak lelaki seusia mereka yang berlatih bersama mereka. Kaede memeluk. Sake bahkan bisa lebih m e¬longgarkan lidahnya. benda¬benda indah yang mereka bawa dar i bagian dunia lain hingga pada tahapan tidak ingin menghadapi kenyataan bahwa kedamaian se lalu berada di bawah ancaman. Shizuka mengamati keduanya dengan cermat untuk melihat apakah ada tanda kemampuan yang berkembang. Hana dan Lord Kono tentang teori kekuatan pikiran manusia. Ishida menyukai semua kesenangan dari kedamaian makanan yang berlimpah. Sejak mereka berdua tinggal di Hagi. Maka Shizuka tidak mengutarakan pada suaminya tentang Taku dan Zenko. bahwa tidak semua orang bisa dipercaya. kuda . dan bisa saja lupa dengan apa yang telah diocehkannya di malam sebelum nya. Sake bahkan bisa lebih m e¬longgarkan lidahnya. dan bisa saja lupa dengan apa yang telah diocehkannya di malam sebelum nya. bahwa tidak semua orang bisa dipercaya. dan suaminya itu memiliki banyak sifat baik yang dik aguminya. hizuka mencintai suaminya. bahwa musuh bisa saja berada dalam lingkungan keluarga¬nya sendiri.Shizuka mencintai suaminya. berinteraksi dengan orang asing. Hana. dan Ishida pun sudah hampir melupakan malam di Hofu ketika dalam keadaan mabuk di¬ungkapkannya kepada Z enko. Sunaomi dan Chikara sedih atas kepergian Shizuka. kebebasannya untu k bepergian. Ishida menyukai semua kesenangan dari kedamaian makanan yang berlimpah. Ishida tidak terlalu memikirkan mana yang bisa dibicarakan dengan orang banyak serta mana yang harus dirahasiakan. tapi tutup mulut tidak ter¬masuk di dalamnya.

Maya dan Miki. dan memilih Bunta sebagai teman perjalanan. Kabar yang dibawanya sungguh mengganggu: Taku belum kembali ke Inuyama dan masih di Hofu. dialah yang mengawasi semua latihan mereka dengan cara Tribe. Setelah perang dan gempa. dia pergi ke Yamagata atas permintaan Shizuka untuk mencari infor masi. persiapan untuk per¬jalanan ke Miyako telah menyita perhatian Takeo. Ia punya harapan lain yang ia tak yakin mampu mewujudkannya. Ia menolak tawaran Kaede untuk dikawal ksatria Otori.betina yang sudah sering ditunggangi Shizuka. dan rencan a untuk membunuh bangsawan itu. Z enko terlibat hubungan erat dengan Kikuta dan menganggap dirinya sebagai ketua Muto. dia pu la yang telah melindungi dan membela mereka dari semua orang yang hendak menyakiti mereka. Ia telah menga takan pada Halaman 244 dari . Kini Shizuka merasa ber kewajiban untuk bertindak sendiri: berusaha memper¬tahankan agar keluarga Muto tetap setia dan mem astikan keamanan si kembar. disesalinya kematian Kondo. dengan keahlian bertarung dan kesetiaanny a. namun sebenarnya dia pencopet ulung. Usianya beberapa tahun lebih muda dari Shizuka. tujuan yang pernah diajukan namun ditolak Takeo. berasal dari keluarga Imai. dan menetap di Inuyama setelah kematian majikannya itu. Bunta dulu menjadi informannya yang bekerja sebagai pelayan di kediaman Lady Mar uyama Naomi. Di a yang merawat mereka ketika Kaede mem¬butuhkan waktu yang begitu lama untuk me¬mulihkan diri setel ah melahirkan. keluarga Muto berbeda pendapat. Shizuka tak kuasa menahan ingatannya pada Iida Sadamu. dan Shizuka merasa bisa memercayainya. Sepanjang musim dingin Bunta telah membawakannya potongan-potongan kecil informa si. dan sejak saat itu bekerja melayani keluarga Otori. dan begitu salju mencair. Masa lalu yang mereka lalui b ersama telah menciptakan ikatan antara mereka berdua. Penampilannya kalem d an pendiam. pendongeng dengan keterampilan mengorek inf ormasi. dan jago sumo dan petarung tangan kosong yang tangguh. la ki-laki itu menemukan jalannya ke Hagi. tapi mereka belum memutuskan apa pun. Kelahiran putranya . Andai dunia sejujur seperti sekarang ini. Shizuka menyayangi mereka berdua seperti putri yang tidak pernah dimilikinya. dan ia pun mendoakannya. Masalah i ni telah ia bicarakan dengan Takeo. Ia merasa lebih mudah mendapatkan kuda ketimbang teman seper¬jalanan: tersadar kalau ia merindukan Kondo Kiichi yang bisa menjadi t eman yang sempurna untuk perjalanan semacam ini.

600 .

akeo bahwa sebagai Ketua Muto dan sahabat keluarga Otori. kota-kota dama i dan sejahtera. dan meratapi hasrat yang haus kekuasaan dan keinginan kuat untuk balas d endam yang mengancamnya. Shizuka tak tahu apakah ia bisa mengandalkan dukungan sepupunya ini. banyak hal yang harus ditakukan: membe ri kita waktu. Lalu.. dan berkuda di depan untuk mengatur tempat pem berhentian selanjutnya. Ia masih tetap berpegang pada pendapatnya saat memikir¬kannya dengan pikiran yang jernih. pikirnya. ketika Kikuta dan Muto ber¬sahabat dan semua orang takut dan meng¬hormati mereka. Tapi ketika memikirkannya sebagai seorang ibu.." tutur Yoshio. Dia m emperlakiikan Shizuka dengan akrab dan berbicara blak-blakan. "Ketika Kenji masih hidup. Di Yamagata. Aku tidak p erlu melakukan hal yang bertentangan dengan keinginannya. "Semua orang menghormatinya. Shizuka meng¬harapkan anaknya itu mati ditangannya sendiri. Tapi ketika memikirkannya sebagai seorang ibu. ia menganjurkannya un tuk menyingkirkan Zenko. Tapi di lubuk hatinya. Putra Bunta. Tapi tidak semua orang tidak menikmati kedamaian dan kemakmuran di negeri ini. Ia telah mengenal Yoshio sejak kecil karena mereka pernah dilatih bersama. pemuda berusia lima belas atau enam belas tahun.Takeo bahwa sebagai Ketua Muto dan sahabat keluarga Otori. ia menganjurkannya unt uk menyingkirkan Zenko. Ia masih tetap berpegang pada pendapatnya saat memikir¬kannya dengan pikiran yang jernih. tapi setidaknya sepupunya ini bersikap jujur. ikut bersama merek a untuk mengurus kuda. di ruma h lama Kenji yang kini ditinggali sepupunya. Tapi semakin banyak orang mengatakan kalau tuntutan Kikuia akan keadilan perlu dideng ar: Takeo . Tak seo rang pun akan menyangka usulan it u datang dariku.. Takeo sudah mengatakan kalau dia tak ingin membunuh Zenko. dan bisa melihat alasannya untuk berdamai dengan Otori.. Yoshio. seperti yang dilaku¬kannya sebelumnya di Maruyama. makanan berlimpah dan lezat. menyediakan makan. jalanan aman dan terawat baik. K eluarga Muto tempat dia menginap di Tsuwano menggerutu karena berkurangnya status mereka di k alangan pedagang sejak banyak orang yang terlibat dalam per¬dagangan. perbincangan selalu soal kemakmuran di m asa lalu. dan menyimpan tenaga. Takeo memiliki informasi yang bisa menghancurkan Tr ibe. Shizuka kagum atas semua yang Takeo dan Kaede capai demi kemakmuran dan kebahagi aan negara. Cuaca hari itu cerah.

" Shizuka meyakinkannya. Masalah dalam keluarga Muto tidak pernah diputuskan oleh bangsawan " "Takeo bukan sekadar bangsawan!" protes Shizuka. Dan aku memimpin keluarga Muto bukan han ya karena Takeo menunjukku: ini juga keinginan Kenji. kan? Itulah keprihatinan kami aku juj ur padamu. walaupun dulu kau anak yang menyebalkan. "Begitu pula putraku dia telah ber¬sumpah berulang kali. Shizuka. lari dari Tribe dan mem¬bunuh Ketua dari k eluarganya. "Aku tak menyangsikannya. tapi kini Akio dan Arai Zenko siap menghukumnya." "Kenji tak bisa bicara dari dalam kuburnya. dengan meraih kes empatan." Shizuka mengingat¬kan." balasnya. Tapi seperti yang kukatakan. "Simpan saja pujianmu itu. Selama ber¬tahun-tahun dia belum dihukum atas per¬buatannya. sambil minum sake dengan sekali tenggak. Aku senantiasa kagum dan juga suka padamu. "Bagaimana dia mendapatkan kekuasaan? Layaknya bangsawan lain. tapi kau sudah berubah: bahkan sempat cukup cantik juga!" Yoshio menyeringai dan menuangkan sake lagi untuknya.bersalah atas penghinaan yang terburuk. menghadapi musuhnya dengan kejam. " Aku sudah terlalu tua untuk itu sekarang!" "Kau minum dan bertarung layaknya laki¬laki!" seru Yoshio dengan kagum." Halaman 245 dari 600 . dan mengkhianati mereka yang telah bersumpah s etia kepadanya. "Aku pun bisa memimpin layaknya laki¬laki. orang-orang di Tribe ter¬si nggung karena Takeo yang menunjukmu." "Kenji bersumpah setia pada Takeo atas nama keluarga Muto.

anakanak yang sehat." "Uhh. pedagang yang kaya." imbuh Bunta cepat." sahut Shizuka dengan nada ringan. Katakan kalau aku benar. Pasti ada orang yang memberi informasi padanya. "Selama Iida berkuasa ." Kata-kata itu menggantung di udara bak sebuah pukulan. "Bunta. Ayah Ze nko menyerang Takeo setelah ber¬sumpah bersekutu dengannya." bantah Yoshio. Otori menang: Tribe juga merasakan kemenangannya." gerutu Yoshio. sebagai imbalan atas pengkhianatan¬mu selama bertah un-tahun. "Orang-orang yang mengatakan kaulah yang memberi informasi itu."Itu hanya salah satu sisinya!" Itu hanya salah satu sisinya!" "Itu adalah cara Tribe. dan selama perang. o rang tahu kalau Lord Shigeru dan Kenji berteman. apa pun hasil pertan dingan di . "Aku bukan¬nya mengatakan kalau aku salah satu dari mer eka. tersenyum lebar. dia duduk dengan bibir terkatup rapat dan menunduk." Kedua orang itu meliriknya. aku hanya ingin memperingatkan mu. kau diam saja." Bunta mengangkat mangkuk ke mulutnya dan menatap Shizuka dari pinggiran mangkuknya selagi minum. Tentu saja Akio akan memanfaatkan desas-desus ini. seperti yang sudah kita lakukan. "Maaf. tapi juga ka rena kau perempuan. Shizuka berkata." Senyum Yoshio hilang. dan kita akan terus begitu." "Itu sudah lama sekali. "Orang-orang ingin tahu bagaimana Takeo menemukan Tribe di Maruyama padahal dia belum pernah ke sana. Lord Shigeru memiliki catatan informasi tentang Tribe. Tidak a da yang berpikir kalau Takeo akan meng¬undurkan diri dengan sukarela. "Sekarang nampak¬nya Arai akan menentang Otori lagi. "Bukan hanya karena Takeo yang menunjukmu. dan itulah alasa nnya Takeo menunjukmu sebagai ketua Muto. Ada kecurigaan lain pada dirimu yang jauh lebih berat." "Ksatria yang frustrasi dan mata-mata yang menganggur. banyak yang bertindak yang dapat dianggap sebagai pengkhianatan. namun siapa yang bisa menyalahkannya ? Semua orang tahu cepat atau lambat Arai akan melawan Otori untuk mengendalikan Tiga Ne gara. menenggak sakenya lalu mengisi lagi. Menurut kabar. "Bukti keberhasilan pemerintahannya ada di mana-mana: tanah yan g subur. namun ia tidak bereaksi." sahut Yoshio. tapi Shigeru tahu jauh lebih banyak tentang Tribe da ri yang bisa dia tahu dari Kenji.

mengalahkan Saga di Timur. Tribe akan bersatu lagi.Miyako. Ia pernah mengucapkan kata-kata ya ng sama tentang masa depan Takeo pada Kaede bertahun-tahun lalu di Terayama. dan kemungkinan." Shizuka mendengar kata-kata ini seperti gema. "Dia akan setuju bila kau yang suruh. Dia tida k punya pilihan. dan rahasia apa pun yang kau simpan d i masa lalu akan tetap tersimpan rapat-rapat." sahut Shizuka menyuarakan pikirannya. "Mereka sudah lama menanti. Shizuka.. Dia tak bisa m enang melawan mereka berdua. meski sedikit peluangnya." "Taku takkan setuju. Yang mesti kau lakukan hanyalah mengakui Zenko sebagai ketua keluarga. kami tak ingin terpuruk bersamanya. Zenko akan membayar upeti pada Saga. "Kau bisa menyelamatkan diri. Dia akan memahami kalau ini demi yang terbaik." "Lalu Kikuta akan balas dendam. dan kemungkinan juga keluarga Muto. Akan terlihat kalau tidak ada yang bisa lepas dari Tribe. Kami melepaskan diri dar i Takeo sebelum dia kalah." ujar Bunta. Dia akan kembali dan bertempur. Kita harus memihak pada pemenangnya. Taku bisa berpikir dengan akal sehat. kita akan dapatkan kembali ke kuatan kita. Dia bisa saja mengalahkan Zenko di Barat . sebagai ketua dan sebagai ibunya... Halaman 246 dari 600 .

Malam sebelumnya bul an purnama dan ia berkuda dengan murung. ia mengasihani orang itu. Ditemukan dirinya mengira-ngira tentang Bunta dan anaknya. membuatnya waspada yang tidak ia lakukan selama bertahun-tahun. ia tidak mencintai Kondo. tapi ia sudah tak muda lagi. Ia hampir tak bisa menahan diri un tuk menangis. dan dimaafkan. dan Shizuka merasa marah dan tidak nyaman dengan laki¬laki itu. *** Shizuka berangkat ke desa Muto. Hari menjelang malam ketika mereka tiba di penginapan. rasa takut itu ber¬kurang. Shizuka tak tidur karena gelisah. kesal dengan perbincangan semalam. Alangkah menyedihkan keadaan Kondo saat itu. Kemudian Kondo muncul lagi saat ia mengira hidu pnya akan berakhir. hanya untuk melihat orang terbakar hidup-hidup di depan matanya. berusaha memikirkan c ara untuk menghabisi mereka kalau mereka berbalik menentangnya." Dan aku tak perlu membunuh putraku. pikir Shizuka. Shizuka masih berlatih setiap hari. kita akan pu nya pekerjaan yang menarik dan menguntungkan selama bertahun-tahun yang arena Saga berniat menyatukan Delapan Pulau di bawah kekuasaannya. Ia berjalan kaki seperti yang pernah ia lakukan bersama Kondo. serta alangkah mengagumkannya! Mengapa ia begitu terharu pada la ki-laki itu kini? Nyaris seperti arwah Kondo tengah menggapai dirinya untuk mengatakan sesuatu. Tiada henti ia memikirkan Kondo: ia pernah bercinta dengan orang itu di tempat ini. melintasi pegunungan. ia bisa mengalahkan banyak laki-laki dengan pedang namun juga sadar kalau ia tid ak bisa menandingi kekuatan fisik mereka. Kini rasa takut itu muncul lagi. Kagemura. kita akan pun ya pekerjaan yang menarik dan menguntungkan selama bertahun-tahun yang akan datang. Ia takut kalau keluarga Muto di situ juga akan men¬desaknya untuk mengambil jalan yang sama. un tuk memper ingatkannya.Karena Saga berniat menyatukan Delapan Pulau di bawah kekuasaannya. Bunta hanya bicara se dikit. namun sej ak mengakui perbuatannya pada Kenji. Sifat Kondo yang sulit menunjukkan perasaan seperti mendapatkan kemuliaan tragis. Pagi harinya ia meninggal kan bocah itu dan kuda di belakang. Sudah berapa lama Bunt a curiga? Apakah sejak pertama kali orang itu melapor¬kan tentang hubungan Shigeru dengan Ma ruyama Naomi? Selama bertahun-tahun ia takut pengkhianatannya akan terungkap. . keesokan harinya. siap bertarung m em¬bela diri.

matahari mulai tenggelam di balik gugusan pegunungan terjal. bakat dan sebagian besar rincian dalam hidup mereka. Halaman 247 dari 600 . dinding kayu k elam terkena embun. Gerbang desa tampak dibuka dengan rasa enggan. "Apakah Miki pernah sakit?" karena saat musim semi kerapkali terjadi demam menda dak dan sakit perut. Kana dan Miyabi. meskipun anak-anak sangat gembira atas kedatanganny a. masih mengurus rumah. ia bertanya pada Kana. Miki lebih tinggi dan agak kurus sehingga tampak lentur dan ramping. Belum sampai dua bulan sejak terakhir kali bertemu Miki: ia terkejut dengan peru bahan gadis itu. Shizuka tidak mengenal betul mereka. Sewaktu mereka berkumpul di dapur untuk menyiapkan makan malam. kini sudah menjadi nenek. membuatnya senang dengan jubah bertudung yang dipakainya. Kakek dan neneknya sudah lama meninggal: rumah lama kini dihuni keluarga¬keluarga yang sebaya dengan kedua putranya dan anak-anak. Tulang-tulang ta jam di wajahnya kelihatan lebih menonjol dan matanya yang cekung berkilat.Bahkan saat melihat desa Muto di lembah tersembunyi tak mampu membuatnya gembira seperti biasanya. Saat itu hawa terasa din gin. dan setidaknya mereka menyambut dirinya dengan kegembiraan yang tulus. atap-atap diperberat dengan bebatuan. Hari sudah sangat sore ketika mereka sampai. walaup un ia tahu nama. kabut mulai menyelimuti lembah lagi. Bahkan rumah-rumah di dalamnya berkesan tertutup dan tidak ramah. terutama Miki. Shizuka kurang yakin dengan ket ulusan sambutan dari orang lainnya.

"Kau mestinya tidak berada di sini ber¬sama kami!" bentak Kana. "Kau tamu ke¬hormata nKau mestinya tidak berada di sini ber¬sama kami!" bentak Kana. "Kau tamu ke¬hormata n: seharusnya kau duduk bersama para laki-laki." "Aku akan bergabung dengan mereka nanti. Ceritakan tentang keadaan Miki." Kana berpaling ke arah Miki yang tengah duduk di samping perapian, mengaduk sop di panci besi yang tergantung di atas api dengan kaitan besi berbentuk ikan. "Miki memang semakin kurus," sahut Kana setuju. "Tapi dia tidak mengeluh, bukan begitu, 'nak?" "Dia tidak megeluh," imbuh Miyabi tertawa. "Miki setangguh laki-laki. Kemarilah Miki, biarkan Shizuka memegang len gan¬mu." Miki datang dan berlutut di dekat Shizuka tanpa bicara. Shizuka mencengkeram len gan bagian atas gadis itu. Dirasakakannya lengan itu sekeras baja, tidak ada daging, hanya otot dan tulang. "Apakah semuanya baik-baik saja?" Miki mengangguk. "Ayo berjalan-jalan bersamaku: kau bisa ceritakan apa yang membuatmu sedih." "Dia akan bicara padamu saat tidak ingin bicara dengan orang lain," ujar Kana de ngan suara pelan. "Shizuka," bisik Miyabi bahkan lebih pelan lagi. "Waspadalah. Para pemuda...." M iyabi melirik sekilas ke ruang utama rumah tempat suara-suara laki-laki terdengar samar¬samar, meski Shi zuka bisa mengenali suara Bunta. "Ada yang merasa tidak suka," ujar Miyabi tidak jelas, te rang-terangan takut ada yang menguping. "Begitulah yang diberitahukan kepadaku. Di Yamagata dan Tsuwano juga sama. Aku a kan melanjutkan perjalanan ke Hofu, tempat aku akan bicarakan keadaan ini dengan kedua putraku. Aku akan pergi satu atau dua hari lagi." Miki masih berlutut di dekatnya, dan Shizuka mendengarnya menghela napas pelan d an merasakan kalau gadis itu semakin tegang. Dirangkulnya Miki, tercengang dengan tajam dan r apuhnya tulang di balik kulitnya, tak ubahnya sayap burung. "Ayo, pakai sandalmu. Kita akan jalan¬jalan ke biara dan memberi salam kepada dewa -dewa."

Kana memberi Miki sedikit kue mochi sebagai sesaji bagi dewa-dewa. Shizuka mem¬buk a tudung jubahnya; cuaca terasa dingin. Bulan bersinar redup menyinari udara yang berkabu t, membuat bayang-bayang di se-panjang jalan dan di balik pepohonan yang mengelilingi biara . Walau-pun sudah dua hari sejak purnama bulan keempat, udara masih terasa dingin. Jauh di ketingg ian pegunungan terdengar nyanyian katak dan jangkrik. Hanya seruan burung hantu yang tersendatsendat. Biara diterangi dua lentera di kedua sisi altarnya. Miki menaruh kue mochi di de pan patung Hachiman, dan mereka berdua me¬nepukkan tangan lalu membungkuk hormat tiga kali. Shizuka pernah memanjatkan doa di sini bertahun-tahun yang silam untu k Takeo dan Kaede. Sekarang ia masih me¬manjatkan permintaan yang sama, dan men¬doakan arwah Kondo dan mengucapkan rasa terima kasihnya kepada laki-laki itu. "Apakah para dewa akan melindungi Maya?" tanya Miki, seraya menatap pahatan patu ng di depannya. "Kau sudah memintanya?" "Sudah, aku selalu meminta begitu. Juga untuk Ayah. Tapi aku tidak mengerti baga i¬mana para dewa bisa mengabulkan doa semua orang, saat semuanya menginginkan hal yang berbeda. A ku mendoakan ke-selamatan Ayah, tapi banyak orang lain yang mendoakan kematiannya."

"Inikah yang telah membuatmu kurus, mencemaskan ayahmu?" "Aku berharap bisa bersamanya. Dan Maya juga." Halaman 248 dari 600

"Terakhir kali kita benemu kau sangat gembira, dan baik-baik saja. Apa yang tela h terjadl?" Terakhir kali kita benemu kau sangat gembira, dan baik-baik saja. Ap a yang telah terjadl?" "Aku tidak dapat tidur nyenyak. Aku takut dengan mimpi." "Mimpi apa?" sela Shizuka saat gadis itu membisu. "Mimpi-mimpi saat aku bersama Maya. Dia menjadi si kucing dan aku menjadi bayang annya. Kucing mengambil segala yang ada dalam diriku dan aku harus mengikuti¬nya. Ketika berusah a terus terjaga, aku men-dengar para laki-laki bicara: mereka selalu membicarakan hal ya ng sama, tentang keluarga Muto, dan apakah Ketua bisa dijabat oleh perempuan, dan Zenko juga Kiku ta. Dulu aku senang berada di sini. Aku merasa aman dan semua orang menyukaiku. Sekarang para laki-laki terdiam saat aku lewat, dan anak-anak lain menghindariku. Ada apa Shizuka?" "Para laki-laki memang selalu menggerutu. Nanti juga mereka bosan," sahut Shizuk a. "Lebih dari itu," ujar Miki dengan nada mendesak. "Sesuatu yang buruk sedang ter¬j adi. Maya dalam bahaya. Kau tahu bagai¬mana kami berdua: aku bisa tahu apa yang terjadi pada Maya, begitu juga sebaliknya. Kami selalu begitu. Aku bisa merasakannya berseru memanggilku, tapi aku tidak tahu di mana Maya berada." "Maya ada di Hofu bersama Taku dan Sada," sahut Shizuka dengan percaya diri untuk menyembunyikan kegelisahannya sendiri. Ia tahu benar si kembar bisa mengetahui pikiran masing-masing dari jauh. "Maukah kau mengajakku ke sana?" "Mungkin sebaiknya begitu." Tentu saja, pikirnya, aku harus mengajak¬nya. Aku tak bisa meninggalkannya di sini Orang-orang akan memanfaatkan dia me¬lawan Takto. Semakin cepat aku bicara dengan Taku dan Zen ko, akan semakin baik. Kami harus menyelesaikan masalah kepemim¬pinan ini sebelum perasaan tidak senang ini makin tak terkendali "Kita akan berangkat lusa." *** Shizuka menghabiskan keesokan harinya untuk berkonsultasi dengan para pemuda yan g kini

membentuk inti keluarga Muto. Mereka memperlakukannya dengan normat dan mendenga rkannya dengan sopan. Silsilah keluarga, sejarah dan bakatnya telah mengendalikan rasa h ormat dan rasa takut mereka. Shizuka lega, terlepas dari usia dan bentuk tubuhnya yang kecil, i a masih bisa mengendalikan mereka. Diulangi lagi niatnya untuk membicarakan masalah kepemim¬pinan dengan Zenko dan Taku, serta menekankan b ahwa ia takkan turun dari jabatannya sebagai Ketua sebelum Takeo kembali dari wilayah Ti mur. Ia mengatakan bahwa ini keinginan Kenji dan ia meng¬harapkan kepatuhan total mereka s esuai tradisi keluarga Muto. Tak seorang pun keberatan saat ia mengatakan Miki akan ikut bersamanya, tapi dua hari kemudian di jalan menuju Yamagata, Bunta berkata, "Orang di desa kini tahu kau tidak memerca yai mereka karena kau membawa Miki." "Saat ini aku tidak memercayai siapa pun." Mereka berkuda berdampingan, Miki di depan menunggang kuda anak lelaki Bunta. Shizuka berencana meminjam satu kuda lagi dar i istal Lord Miyoshi di Yamagata. Itu akan membuat mereka berdua lebih leluasa, lebih aman. Shizuka memalingkan wajah lalu menatap langsung ke arah Bunta, menantang laki-la ki itu. "Apa aku salah? Haruskah aku percaya padamu?" "Jujur saja, semua ini hanya masalah apa yang diputuskan Tribe. Aku takkan meng Halaman 249 dari 600

gorok lehermu selagi kau tidur, kalau itu yang kau maksud. Aku sudah lama mengen almu dan lagi, aku tak suka mem¬bunuh perempuan." rok lehermu selagi kau tidur, kalau itu yang kau maksud. Aku sudah lama mengenal mu dan lagi, aku tak suka mem¬bunuh perempuan." "Jadi beritahu aku lebih dulu sebelum kau mengkhianati diriku," ujarnya. Mata agak Bunta mengerut. "Akan ku¬katakan." "Suruh Bunta dan putranya pulang," ujar Miki kemudian, ketika mereka tiba di Yam agata dan sedang berdua saja. Tidak ingin tinggal di rumah Muto dengan Yoshio, Shizuka lalu pergi ke kastil. Di sana mereka disambut istri Kahei yang membujuk mereka agar tinggal lebih lama. Saat b ujukannya tidak berhasil, dia lalu menawarkan pen-damping dan juga kuda tambahan. "Sulit untuk memutuskan," ujar Shizuka kepada Miki. "Jika aku kirim mereka pulan g, maka aku tidak punya lagi kontak dengan keluarga Muto selama di perjalanan, dan aku justru sema kin mendorong Bunta untuk menjauhiku; jika kuterima tawaran Lady Miyoshi berarti kita akan bep ergian secara terbuka kau sebagai putri Lord Otori." Miki mengerutkan wajah pertanda tidak menyukai usulan itu. Shizuka tertawa. "Keputusan ini tidak pernah sesederhana yang kau kira." "Mengapa kita tidak pergi berdua saja?" "Dua orang perempuan bepergian tanpa pelayan atau pendamping justru akan lebih m enarik perhatian biasa-nya perhatian yang tidak diinginkan!" "Andai kita dilahirkan sebagai laki-laki!" ujar Miki, dan meski berusaha bicara dengan nada ringan. Shizuka menangkap nada kesedihan di balik kata-katanya. Teringat olehnya rasa sa yang Kaede pada bayi laki¬lakinya, kasih sayang yang tak pernah ditunjukkan pada putri kembarnya. Ia melihat kesepian yang dialami si kembar: tumbuh dewasa di antara dua dunia. Bila keluarg a Muto berbalik menentang ayah mereka, maka mereka pun akan menolak kehadiran si kembar. Mereka bahkan akan berusaha untuk menghabisi si kembar dan Takeo. "Bunta dan putranya akan ikut dengan kita ke Hofu. Setibanya di sana, Taku akan mengurus kita; kau akan bersama Maya dan kita semua akan aman!" Miki mengangguk dan berusaha ter¬senyum. Malam itu terjadi gempa kecil, membuat bangunan berguncang dan menyebabkan kebak aran di beberapa bagian kota. Udara tetap terasa penuh debu dan asap saat mereka pergi d engan dua kuda

tambahan, satu ditung-gangi oleh pengurus kuda dari kediaman Miyoshi. Mereka ber temu Bunta dan putranya sesuai rencana, di tepi parit lebar kota, tepat di luar gerbang kastil. "Kau dapat kabar dari Taku?" tanya Shizuka pada Bunta, seraya memikirkan Taku mu ngkin menghubungi keluarga Muto. "Yoshio tidak mendengar kabar apa-apa. Hanya ada laporan bahwa dia masih di Hofu ." Bunta menyeringai dengan kesan tidak senonoh sewaktu mengatakannya, lalu berkedip kepa da putranya yang tertawa. Apakah semua orang tahu kalau putranya tengah tergila-gila pada Sada? Shizuka be r¬tanya pada dirinya sendiri, merasakan kesal pada putra bungsunya itu. Namun di malam pertama perjalanan mereka, setelah Shizuka dan Miki pergi tidur, Bunta mengetuk pintu dan memanggil namanya pelan. Shizuka mencium bau sake. "Keluarlah. Aku mendengar kabar buruk." Bunta mabuk, sake sudah menghilangkan kepekaan serta membebaskan lidahnya. Shizuka mengambil pisaunya dari bawah tikar dan menyelipkannya di balik jubah ti durnya, sambil merapatkan jubah luarnya. Diikutinya Bunta sampai ke ujung be-randa. Bulan tidak kelihatan; terlalu gelap untuk melihat ekspresi di wajah Bunta. Halaman 250 dari 600

"Mungkin ini hanya rumor, tapi kurasa kau perlu dengar." Dia berhenti sejenak la lu bicara dengan canggung, "Ini bukan berita bagus: kau sebaiknya menyiapkan diri." Mungkin ini hanya rumor, tapi kurasa kau perlu dengar." Dia berhenti sejenak lal u bicara dengan canggung, "Ini bukan berita bagus: kau sebaiknya menyiapkan diri." "Apa?" tanya Shizuka, lebih keras dari yang diingin-kannya. "Taku diserang bandit. Dia dan kekasih¬nya, Sada, tewas." "Tidak mungkin," ujar Shizuka. "Tidak ada yang tahu detailnya. Tapi orang-orang membicarakannya di kedai." "Ora ng-orang Tribe? Muto?" "Muto dan Kuroda." jawabnya canggung. "Aku turut berduka." Dia tahu kalau berita itu benar, pikirnya, karena ia pun tahu kalau itu benar. S aat merasakan kesedihan yang mendalam selama perjalanan ke Kagemura, ia merasa arwah Kondo ber seru memanggil. Kini Taku berada di antara mereka. Ini bisa membunuhku, pikirnya. Penderitaan yang dirasakannya b egitu menusuk hingga tak tahu bagaimana bisa bertahan, bagaimana ia bisa terus hidup di dunia yang tak ada Taku di dalamnya. Shizuka meraba pisau di jubahnya, ber¬maksud menikam lehernya sendiri , menyam¬but rasa sakit di tubuhnya yang bisa mengakhiri penderitaannya. Tapi sesuat u mencegahnya. Shizuka memelankan suara, ingat kalau Miki sedang tidur di dekat situ. "Putri Lo rd Otori, Maya, ada bersama Taku. Apakah dia juga ikut tewas?" "Tidak ada yang menyebut-nyebutnya, " sahut Bunta. "Kurasa tidak ada yang tahu k alau Maya ikut bersama mereka, kecuali keluarga Muto di Maruyama." "Apakah kau tahu?" "Aku dengar ada anak yang dijuluki Si Kucing Kecil bersama Taku. Aku sedang menc ari tahu siapa orangnya." Shizuka tidak menjawab. Ia tengah berjuang mengendalikan diri. Di benaknya melin tas kenangan masa lalu, bayangan pamannya, Kenji, saat mendengar kabar tentang kematian putri nya di tangan Kikuta. Paman, dipanggilnya arwah Kenji. Kau mengerti penderitaan yang kualami saat ini dan kini aku bisa rasakan sakit hatimu. Beri aku kekuatan untuk terus hidup, seperti dirimu.

Maya, aku harus memikirkan Maya. Aku takkan memikirkan Taku, belum saatnya. Aku harus selamatkan Maya. "Apakah kita akan tetap ke Hofu?" tanya Bunta. "Ya, aku harus mencari tahu kebenaran¬nya." Ia memikirkan semua ritual yang harus dilakukan bagi arwah Taku, ingin tahu di mana putranya dikubur. Ia merasakan lilitan penderitaa n sekuat baja menghimpit dadanya saat memikirkan jasad putranya di dalam tanah, dalam kegelapa n. "Zenko ada di Hofu?" tanyanya, merasa kagum ternyata kata-kata itu terlontar dengan tenang. "Ya, istrinya pergi ke Hagi naik kapal laut minggu lalu, tapi dia tidak ikut. Di a tengah mengawasi pengaturan perdagangan dengan orang-orang asing. Dia makin dekat dengan mereka, begitulah beritanya." "Zenko pasti tahu. Bila memang per¬buatan bandit, maka dia bertanggung jawab untuk menangkap dan menghukum mereka, dan menyelamatkan Maya bila masih hidup." Namun bahkan saat ia bicara pun, Shizuka tahu kalau putranya tidak tewas dibunuh sembarangan bandit. Dan tak satu pun orang Tribe berani menyentuh Taku kecuali Kikuta. Akio te lah menghabiskan musim dingin di Kumamoto. Akio pasti telah berhubungan dengan Zenko . Halaman 251 dari 600

Shizuka tak percaya Zenko terlibat dalam kematian Taku. Apakah ia akan segera ke¬h ilangan kedua putranya? hizuka tak percaya Zenko terlibat dalam kematian Taku. Apakah ia akan segera ke¬hi langan kedua putranya? Aku tidak boleh menuduh sebelum bicara dengannya. Bunta menyentuh lengan Shizuka dengan ragu-ragu. "Ada yang bisa kubantu? Mau kua mbilkan sake, atau teh?" Ia menarik lengan, membaca sesuatu yang lebih dari sekadar simpati dari gerakan Bunta. Seketika membenci semua laki-laki dengan nafsu dan kekerasan mereka yang berujung pada ke matian. "Aku ingin sendiri. Kita pergi saat matahari terbenam. Jangan katakan apa pun pada Mi ki. Akan kuputus¬kan kapan akan memberitahunya." "Aku sangat berduka," sahut Bunta. "Semua orang menyukai Taku. Ini benar¬benar keh ilangan yang menyedihkan." Ketika langkah kaki Bunta semakin meng¬hilang, Shizuka terpuruk di beranda. Ia mas ih memegang pisau, alat yang bisa ia gunakan untuk lari dari dunia nan penuh derita ini. Terdengar olehnya langkah kaki ringan di lantai papan. Miki mendekat lalu memelu k¬nya erat. "Kukira kau sudah tidur," Shizuka memeluk gadis itu dan membelai rambutnya. "Ketukan pintu tadi membuatku ter¬bangun, lalu aku tak tahan untuk men¬dengarkan." T ubuh kurusnya gemetaran. "Maya belum mati. Aku pasti tahu kalau dia sudah mati." "Di mana dia? Bisakah kau menemukan¬nya?" Shizuka berpikir bila ia berkonsentrasi pada Maya, pada mereka yang masih hidup, maka ia takkan larut dalam kesedihan. Dan Miki, de ngan kepekaan yang amat tinggi, nampaknya menyadari ini. Miki tidak meng¬ucapkan sepatah kata pu n tentang Taku, tapi membantu Shizuka berdiri. "Kemari dan berbaringlah," katanya, seolah Shizuka adalah anaknya. "Meskipun tid ak bisa tidur, kau bisa beristirahat. Aku ingin tidur karena Maya berbicara padaku dalam mimpi. Cepat atau lambat dia akan mengatakan padaku di mana dia berada, da n kemudian aku akan bertemu dengannya." "Kita harus kembali ke Hagi. Aku harus membawamu pulang." "Tidak, kita harus ke Hofu," bisik Miki. "Maya masih di Hofu. Bila kelak kau tid ak menemukanku, jangan cemas. Aku akan bersama Maya."

Mereka berbaring dan Miki meringkuk di sebelah Shizuka. Gadis itu sepertinya ter¬t idur, namun Shizuka tetap terjaga memikir¬kan tentang hidup putranya. Semua perempuan di kalan gan Tribe dan ksatria harus membiasakan diri mendengar kabar tentang kematian kejam putra mere ka. Anak lakilaki diajarkan untuk tidak takut mati, dan anak perempuan dilatih untuk tidak menunju kkan kelemahan atau kesedihan. Ia melihat bagaimana kasih sayang seorang ibu yang terlalu melin dungi telah mengubah putranya menjadi pengecut atau mengarah¬kan mereka bertindak gegabah. Taku telah t iada, ia menangisinya, namun yakin kalau kematian putranya karena tidak ingin mengkhianat i Takeo: Taku dibunuh karena kesetiaannya. Kematiannya bukanlah sesuatu yang tidak disengaja atau tidak bermakna. Dengan cara ini Shizuka sanggup menenangkan serta menguatkan dirinya selama bebe rapa hari berikutnya saat berkuda ke Hofu. Ia bertekad tidak akan bersikap seperti seorang ibu yang kebingungan dan bersedih, tapi bersikap sebagai ketua Muto; ia takkan memperliha tkan kelemahan tapi justru akan mencari tahu bagaimana putra¬nya bisa mati dan menyerei pembunuhn ya untuk dihukum. *** Cuaca panas dan pengap: bahkan angin laut tidak mampu mendinginkan kota pelabuha n itu. Hujan musim semi hanya turun sedikit, dan orang-orang bicara dengan cemas tentang pana snya cuaca yang tidak biasa. Cuaca seperti ini dapat menyebabkan kekeringan karena selama e nam belas tahun Halaman 252 dari 600

atau lebih tidak terjadi kekeringan. Hujan musim semi dan hujan plum senantiasa datang di saat yang tepat sehingga banyak pemuda yang belum pernah mengalami kekeringan. au lebih tidak terjadi kekeringan. Hujan musim semi dan hujan plum senantiasa da tang di saat yang tepat sehingga banyak pemuda yang belum pernah mengalami kekeringan. Suasana di kota terasa menggelisahkan, bukan hanya karena cuaca. Berbagai pertanda yang mengancam dilaporkan setiap har i; wajah-wajah yang bicara tentang takdir buruk terlihat di lentera-lentera di luar biara Daifu kuji; kawanan burung yang terbang membentuk huruf nasib buruk di udara. Segera setelah mereka tiba di sana, Shizuka menyadari kesedihan dan kemarahan yang sebenar-nya dari penduduk kota atas kemat ian Taku. Ia tidak pergi ke kediaman Zenko, tapi menginap di penginapan yang menghadap ke sun gai, tidak jauh dari Umedaya. Di malam pertama, pemilik penginapan menceritakan kalau Taku dan Sada di¬makamkan di Daifukuji. Dikirimnya Bunta untuk memberitahu Zenko tentang ke¬datangannya. Ia bangun pagi-pa gi, me¬ninggalkan Miki yang masih tidur, berjalan ke biara warna merah tua yang berdir i di antara pepohonan suci, menghadap ke laut untuk menyambut kepulangan para pelaut ke Nega ra Tengah. Lantunan doa terdengar dari dalam biara, dan dikenalinya kata-kata suci dan alun an sutra bagi orang meninggal. Dua biarawan tengah menyebarkan air di papan jalan sebelum menyapunya. Salah sat u dari mereka mengenali Shizuka, lalu berkata, "Ajak Lady Muto ke pemakaman. Aku a kan memberitahu Kepala Biara." Dilihatnya simpati mereka, dan ia berterima kasih. Di bawah pepohonan besar terasa dingin. Sang Biarawan membimbingnya ke makam yan g baru digali; belum ada batu nisan; lentera menyala di sisi makam dan sese-orang telah menaruh sesaji bunga iris ungu di depannya. Dipaksa dirinya membayangkan putranya diletakkan dalam peti mati di bawah tanah, tubuh yang kuat dan lincah kini terbujur kaku. Arwah putranya pa sti gentayangan gelisah di antara dua dunia, menuntut keadilan. Biarawan yang kedua datang membawa dupa, dan tak lama kemudian, saat Shizuka ber lutut berdoa tanpa suara, Kepala Biara datang lalu berlutut di sampingnya. Mereka tetap membi su beberapa saat; kemudian Kepala Biara melantunkan suara yang sama bagi orang meninggal. Air mata mengambang di pelupuk mata¬nya dan mengalir turun di pipi. Kata-kata kuno

naik terbang ke bawah naungan pe¬pohonan, bercampur dengan kicau pagi burung gereja serta kicau lembut burung merpati. Kemudian, Kepala Biara mengajaknya masuk ke ruangannya dan menyajikan teh untukn ya. "Aku sendiri yang mengurus pengukiran batu nisannya. Kurasa itulah yang diinginkan Lo rd Otori." Shizuka menatap orang itu. Ia mengenal Kepala Biara selama beberapa tahun, tapi dia selalu dalam suasana hati yang gembira, dia bisa berkelakar dengan para pelaut dalam dialek k asar mereka sama baiknya dengan menggubah syair indah penuh humor ber¬sama Takeo, dan Tabib Ishida. Kini wajah¬nya murung, dengan ekspresi sedih. "Apakah kakaknya, Lord Zenko, ber¬hubungan dengan semua ini?" tanya Shizuka. "Aku khawatir Lord Zenko telah di¬pengaruhi orang asing: tidak ada peng¬umuman resmi , tapi semua orang mem¬bicarakannya. Dia telah menerima agama mereka dan kini mengakuinya sebag ai satu agama yang benar. Hal ini membuatnya tidak boleh masuk ke kuil dan biara kami, d an tidak boleh melakukan upacara yang di¬perlukan bagi adiknya." Shizuka menatap pendeta itu, tidak percaya dengan apa yang didengarnya. "Sikapnya sangat meresahkan," lanjutnya. "Sudah ada pertanda kalau para dewa ter¬s inggung. Orang-orang takut mereka akan dihukum dewa atas perbuatan pemimpin mereka. Sebal iknya, orangHalaman 253 dari 600

diawasi pengasuhnya. Tanganku bersih." panggil Zenko." ujarnya." katanya pada Miki. Ia memaksa dirinya berpikir kalau ia salah menilai putra sutungnya itu." Di¬angk at kedua . Deus. seperti yang Ibu tahu." imbuhnya. "yang diperintahkan pin dah agama atau mati. Zenko keluar menuju beranda begitu tandu diturunkan di dalam gerbang." "Termasuk sebagian besar pengawal pribadinya. akan memberi pahala bagi Zen ko dan siapa pun yang bergabung dengannya. menggantung di dadanya. Pandangan mata Shizuka jatuh ke kalung rosario di leher Zenko. Hana akan bersama mereka dalam dua minggu lagi.orang asing itu bersikeras kalau tuhan mereka. pergil ah ke Daifukuji. "Bila aku tidak kembali nanti malam. Kukira mereka tidak dalam bahaya." "Benar-benar gila. me¬mutuskan untuk bicara dengan Zenko secepatnya . diikuii ungkapan betapa gembira dia bertemu ibunya. sudah ke Hagi untuk menemani kakaknya. selagi membimbing ibunya berjalan menuju ruangan yang meng¬hadap ke taman. Ia tidak menunggu untuk di¬panggil menghadap. Seorang bocah. "Kabar buruk ini merupakan pukulan bagi kita semua. lambang agama ora ng asing." rang asing itu bersikeras kalau tuhan mereka. "Tunggu di sini. aku tidak melakukan kesalahan apa-apa. Sebenarn ya dia enggan meninggalkan Hinomasa kecil." ujar Shizuka. tapi kukira sebaiknya mempertahankan se¬tidaknya sala h satu putraku bersamaku. mereka akan mengurusmu. Lagipula. Itu pertama kalinya Shizuka bertemu cucunya: usianya kira-kira dua tahun. terkejut karena ibunya tidak langsun g menemui dirinya. namun segera kembali ke penginapan untuk berp akaian rapi dan memesan tandu. dan anak itu dengan patuh datang lalu berlutut di hadapan Shizuka." Gadis itu memeluknya sangat erat. "Istriku. cucunya. Deus. tengah bermain di beranda. akan memberi pahala bagi Ze nko dan siapa pun yang bergabung dengannya. "Ibu. "Kemari dan sapa nenekmu. Kata-kata pertama Zenko adalah simpa ti." "Jadi kau mengakui kalau kau memper¬taruhkan nyawa kedua putramu yang lain?" tanya Shizuka pelan.

"Bandit. "Dia mengingatkanku pada Taku. bukan? Darah Tribe tidak habis terkikis. dan menyembunyikan wajahnya dengan lengan baju lagi. "Dia punya telapak tangan Kikuta!" seru Shizuka terkejut." Zenko tersenyum lebar.tangannya lalu mengangkat tangan putranya. dan m em¬beri isyarat pada pelayan perempuan itu untuk membawa putranya pergi. tapi justru tersenyum." ujar Shizuka. "Mengapa kau tidak men¬c eritakannya?" "Menarik. dengan Takeo sedang di Ibukota. Ada penjelasan apa lagi? Aku akan kejar dan adili mereka." selorohnya. "Lebih bersih dari tangan Hinomasa." tutur¬nya." "Mungkin kau bisa ceritakan siapa yang membunuhnya." Jelas sekali kalau Zenko tidak peduli bila ia percaya atau tidak. tentu saja. T entu saja. "Bagaimana kalau kuperintahkan kau untuk memberitahu yang sebenarnya?" Pandangan Zenko menghindar. "Satu hal yang menghibur bila ternyata adikku yang malang hidup dalam diri putraku. sambil menyeka mata dengan lengan baju. Halaman 254 dari 600 . Shizuka merasa kalau putranya itu tidaklah menangis. orang¬orang yang putus asa semakin berani dan keluar dari persembunyiannya. senang denga n keberaniannya sendiri.

" "Aku akan bunuh diri terlebih dulu. Aku akan mematuhi semua kewaj ibanku sebagai anak."Janganlah bicara tentang perintah me¬merintah. tapi dalam hal lain. Kemana pun kita melihat sejarah kebang¬kitan Otori. Ibu. aku tak bisa menahan keluarga Kikuta." "Ya. dan kau pun telah bersumpah setia padanya. Takeo dan Kaede menciptakan dunia itu." sahutnya." "Kau sudah siap melawan Takeo. dalam pem¬bunuhan ayahku." "Aku melayani Otori. Kurasa sudah semestinya kalian hidup di dalam dunia Shigeru. yang ada hanyalah kerusuhan. Takeo dapat dikalahkan dengan mudah. Aku akan mematuhi semua kewaji banku sebagai anak." Zenko memelankan suaranya." "Takeo sudah tamat. "Aku dapat melindungi Ibu sampai tahap tertentu. Ibu melayani Otori. Sebenarnya dia juga buk an benar¬benar ksatria: semua pertempurannya yang terkenal itu hanya dimenangkan oleh keberuntu ngan ketimbang keahlian." sahutnya. "Itulah yang men jadi masalah selama bertahun-tahun. kita melihat t angan Ibu dalam penganiayaan Takeo atas Tribe. Mereka menuntut Ibu dihukum. dan Kahei. Kami takkan membiarkan kau menghancurkannya. Itu hakk u dan aku sudah siap. Apakah Ibu mengira Kaisar akan berpihak padanya? Kalau pun d ia kembali. kemarahannya mulai terlihat. sudah selayaknya Ibu mematuhiku. . seraya menatap ibunya lekat-lekat. "Begitu pula Kenji. sudah selayaknya Ibu mematuhiku. sebagai Muto maupun sebagai Arai." ujarnya. bukan dunia yang berisi pembunuh bayaran yang ada di sek elilingku. Dengan Saga di wilayah Timur. tapi bila Ibu bersikeras menentangku." Janganlah bicara tentang perintah me¬merintah. s ena dukungan tambahan yang kami miliki dari orang-orang asing " Ditepuknya salib di dadanya "Den gan senjata serta kapal mereka. kami akan membunuhnya." seru Shizuka. atas ketidakpatuhan selama bertahun-tahun terhadap Tribe. Sugita. dan aku akan dinobatkan menjadi penguasa Tiga Negara. tapi dalam hal lain. Ibu. Sonoda sebagian besar ksatria Ti ga Negara?" "Takkan ada perang. bahkan dalam kematian Lor d Fujiwara kenapa Ibu tega meng¬khianati rahasia-rahasia Tribe kepada Shigeru?" "Akan kukatakan kepadamu! Aku meng¬inginkan dunia yang lebih baik bagi kau dan Tak u. "Mungkin itulah keputusan terbaik. sebagai Muto maupun sebagai Arai.

melakukan apa yang telah ia lakukan seumur hidupnya. Biarkan ak u mengatur pemakaman adikmu. "Zenko. Halaman 255 dari 600 . Ia ingin menanyakan keberadaan Maya. Lebih baik tutup mulut.. hanya nasib si kembar yang mencegahnya." Seketika Shizuka terkenang saat ia menemui Kenji untuk mendapatkan ijin dari Tribe agar bisa melahirkan anak ini.. Beri aku waktu satu atau dua hari. tapi dalam kesunyian ia seper ti mendengar desah napas sesorang adakah penjaga yang bersembunyi di balik layar kasa. meng ambil pedang penjaga itu. dan aku ingin menjadi ibu yang baik dan berbakti pad amu. tergiur dengan pemusnahan yang disebab kan oleh kematian. Kemarahan serta kesedihan menyelimuti dirinya: menangis selama seta hun takkan mampu menguranginya. Ia bisa menggunakan kemampua n menghilang: jika para penjaga datang setelah ia mengalah¬kan seorang penjaga."Bagaimana kalau kuperintahkan Ibu melakukannya sekarang juga?" "Aku mengandungmu dalam perut selama sembilan bulan. Bisa dirasakannya akal sehatnya bergulir ke tepi kegilaan.. pikirnya." Selama beberapa saat Shizuka mengira kalau putranya akan menolak keinginannya: i a memperkirakan jarak antara taman dan luar dinding. Shizuka berjuang membuang perasaannya dan berpurapura bersikap lembut. Kini ayah dan anak telah memerintahkan kematiannya. tapi takut mengungkap sesuatu yang mungkin Zenko belum tahu. kau putra sulungku. Aku be rha rap bisa menca but nyawaku sendiri. di taman ? Apakah dia takut aku akan membunuhnya? Peluangnya lolos kecil. Aku tak bisa memutuskan saat diliputi kesedihan. P utranya adalah hadiah bagi kekasihnya: betapa bangganya Arai saat itu. Aku akan memikirkan semua yang kau katakan. bersandiwara sebaik mungkin.

" . diikuti gelengan yang tidak sabar. Selagi tandu itu digotong pergi dalam pengawalan enam orang." Tanpa menjawab Shizuka melangkah masuk ke dalam tandu." akhirnya Z enko berkata. tapi kamar itu kos ong. Tapi ketika memikirkan nasib Miki. dan mereka berjalan dengan rasa pe rcaya diri yang baru. Shizuka lalu bicara pad a Madaren. "Melakukan kehendak Tuhan. dan jangan sekali-sek ali meninggalkan Hofu. layaknya yang kita semua lakukan. Jangan coba-coba kabur. "Tidak ada orang yang melewatiku. mungkin dengan kekerasan. Jangan coba-coba kabur. "Aku akan meminta penjaga mengawal Ibu." "Kau akan datang untuk memanjatkan doa bagi adikmu?" Zenko melayangkan tatapan dingin. tatapan matanya penuh amarah. ia mendengar suara-suara di ujung beranda utama. "Kau pikir apa yang sedang kau lakukan di sini?" Madaren tersipu atas nada bicara Shizuka. Ibu harus ber¬gabung denganku atau mencabut nyawa I bu sendiri. Ketika menoleh. terkejut. Mereka mengenakan pakaian mewah. Sewaktu tandu diturunkan di luar penginapan. "Di dalam. keluar atau masuk. "Aku akan meminta penjaga mengawal Ibu.Ternyata sisa-sisa rasa hormat masih berhasil membujuknya. dan jangan sekali-sek ali meninggalkan Hofu. "Baiklah. Setelah memberi salam pada Don Joao dengan sikap dingin. ernyata sisa-sisa rasa hormat masih berhasil membujuknya." sahut Bunta. Shizuka tidak segera turun. Madaren menghampiri. Ia hampir tidak ingat lagi kata-kata yang terlontar dari mulutnya tadi: kemarahan dan kesedihan membuat ia kacau. ia melihat Don Joao bersama jurubahasany a. Ketika masa berkabung selesai." akhirnya Ze nko berkata. dirutukinya orang-orang asing itu ka rena mengganggu dengan kedatangan senjata dan Tuhan mereka. bisa dirasakannya peras aan-perasaan itu menarik-narik dirinya menuju kegilaan. sama seperti saat dia ditinggal. dan tidak berhubungan dengan orang yang hidup lagi. tapi berhasil mengumpulkan keberanian lalu menjawab. Shizuka tak ingin memaksa karena takut Zenko akan menahannya di sini. merasakan kemarahan yang membara dalam dirinya. Shizuka me mbungkuk hormat. Bunta berjongkok di beranda. Saat pergi. tanpa sopan santun. "Di mana Miki?" tanyanya. Ia berh arap bisa tetap berada dalam ruang sempit yang mirip peti mati ini. "Baiklah.

Peluh mulai mengalir di sela p ayudara dan ketiaknya. masuk kembali ke kamar itu lagi. dan di bawahnya ada lingkaran penuh. "Tida k ada. menyelinap melewati Bunta lalu pergi menuju kota gadis itu dilatih sel ama bertahuntahun untuk melakukan hal seperti. tapi apakah ia harus tinggal di Hofu sampai putranya atau Kikuta memutuskan kematiann ya? Tak ada waktu untuk menghubungi keluarga Muto dan meminta bantuan mereka dan lagipula."Siapa yang membawanya?" jantung Shizuka mulai berdebar kencang ketakutan. berusaha menenangkan diri. Dua buah setengah lingkaran saling berh adapan. aku bersumpah. dan menya dari kalau pilihannya semakin berkurang. Kamar itu kosong." "Sebaiknya kau jangan berbohong." Shizuka berlutut di lantai. Ia duduk lama. ta pi di satu sudut Shizuka menemukan goresan di balok kayu. Didengarnya para penjaga saling berseru dengan tidak sabar. "Dia pergi mencari Maya. apa kah mereka akan menanggapi karena kini Zenko telah menyatakan diri sebagai ketua? Halaman 256 dari 600 . mencari dengan sia-sia di tempat-tempat yang paling sempit. merasakan panasnya cuaca hari ini." ujar Shizuka. Miki sudah pergi: menggun akan kemampuan menghilang. Ia tidak bisa menghilang dan membiarkan Taku tidak diratapi. Tak ada yang bisa ia lakukan untuk gadis itu saat i ni.

mem¬baringkan jalinan rambutnya dengan hati¬hati di alas lantai. terkejut memerhatikan betapa banyak ubannya. Dia melepas ikatan rambut. Shizuka sampai ke bagian depan pengin . Shizuka me¬nyuruhnya menunggu di luar." ujarnya lantang. di antara dua untaian rambut panjangnya. Dibuangnya sisa-sisa potongan rambut lalu mengenakan jubah putih. doakan kami. "Apa yang terjadi? Jangan katakan kalau kau ingin menghabisi nyawamu sendiri. Setelah memenuhi permintaanku. lakukan saja permintaanku. Kenji. Lalu diguntingnya sisa rambutnya sampai pendek. Kondo dan Taku. doakan kami." "Sudahlah. Doakan kami Oh. "Shizuka!" prates Bunta dari teras. Benaknya yang kelelahan makin men¬curahkan perhatiannya pada kata-kata ter¬sebut. garotte. "Aku takkan minum lagi. lalu ia meminta dibawakan semangkuk teh. Kenji . pisau. menghaturkan terima kasih kepada semua senjata dan kepada hidupnya sampai saat i ni. Dibukanya bungkusan itu lalu mengeluarkan gunting. "Apakah dia sudah tidak waras?" didengarnya putra Bunta berbisik. Aku harus ke biara dan mengurus nisan sert a ritual pemakaman Taku. "Perempuan yan g malang!" Berjalan dengan perlahan dan berhati-hati. serta pisau lemparlalu menaruhnya di lantai. wajahnya pucat karena kaget. "Bunta. "Ada satu tugas terakhir yang kuminta kau lakukan." panggilnya. hizuka memanggil para mendiang untuk memberinya saran: memanggil Shigeru. Kesedihan dan keadaan tidak tidur mulai menuntut bayarannya." Bunta muncul di teras. Kondo dan Taku. atau mereka akan mengatakan apa yang harus ia lakukan. Membungkuk hingga ke lantai. Ia merasakan napas dingin arwah mereka. hingga dirinya menjadi salah satu dari mereka. Doakan kami Oh. Pergi da n carikan gunting tajam dan jubah putih untukku. merasakan helaiannya berjatuhan di sekelilingnya bak debu beterbangan. Ia akan ke biara dan meratapi men¬diang. tapi Shizuka tidak mengacuhkannya. dibagi menjadi dua untai lalu m enggunting keduanya. Kesedihan dan keadaan tidak tidur mulai menuntut bayarannya. kubebaskan kau dari ke wajibanmu untuk melayaniku." Sewaktu Bunta kembali. meminumnya lalu me-mecahkan cangkir kosong menj adi dua dengan gerakan cepat.Shizuka memanggil para mendiang untuk memberinya saran: memanggil Shigeru. Diambilnya senjata miliknya pedang. Ia merasakan napas dingin arwah mereka.

ber hasil menghalau mereka menjauh dari ger-bang biara. Di malam ketiga hujan turun rintik-rintik. Para pengawal Zenk o dibuat gelisah dengan arak-arakan ini.* Halaman 257 dari 600 . banyak yang berlarian ke sungai yang hampir kering. Ritual pemakaman diadakan selagi Shizuka duduk di sana. dan akhirnya ia membiarkan dirinya menangisi kematian putran ya dan pengkhianatan putra¬nya yang satu lagi. Pemanggul tandu menurunkan Shizuka di luar gerbang." para biarawan mengumum kan. bergerak seolah meng ambang. namun jumlahnya justru semakin b esar dan makin sulit dikendalikan serta makin tidak bersahabat. Shizuka duduk di tanah. dan berusaha menghalau. Harihari berlalu dan Shizuka tetap bergeming.apan. di siang hari sering terlihat burung-burung beterbangan di s ekitar kepalanya. "Mereka memberinya makan dengan butiran gandum dan madu. Penduduk kota mengatakan kalau Surga menangisi ibu yang ditinggalkan. Kerumunan kian banyak di pintu masuk. mereka mengikutinya sampai ke jalan di tepi sungai menuju Daifukuji. kakinya dilipai ba k makhluk suci di atas bunga teratai. juga tidak makan dan minum. dan mengorek batu-batu dari endapan lumpur lalu melempamya ke arah pengawal. dan orang-orang mengatakan bahwa Surga tengah memberinya minum. S etelah itu hujan turun setiap malam. Ketika ia melangkah masuk ke dalam ta ndu. dan ia berjalan perlahan memasuki pelataran utama. Sekerumunan kecil orang berkumpul di sini. Popularitas Zenko sedikit demi sedikit ber¬kurang saat bulan dari bulan kelima mulai mendekati puncak purnamanya. dan mereka bersyukur terhindar dari kekeringan. dan batu nisan dipahat l alu didirikan.

Shigeko telah memintanya untuk merawat kedua k uda itu. ruang rahasia rumah Tribe. Takeo sering menceritakan saat Tribe mengurungnya di kamar semacam ini. Ia melihat Akio ketika orang itu mem¬bawakan makanan dan minuman. makin mudah menggunakan kemampuan menghilang dan sosok kedua. Ia ingin tetap dekat dengan Akio dan Hisao: tak dibiarkannya mereka membunuh ayahnya. t api ia masih belum ingin pergi. tenggorokannya terasa kering. terkadang bahkan ia pun terkecoh dan melihat Miki sedang bersand ar di dinding di seberangnya. dirinya yang akan membunuh mereka lebih dulu. dan ia membiarkannya pergi. Ia tidak bicara pada Akio tapi mengamati. walau sudah berlatih selama bertahun-tahun di Tribe. seperti Akio mengamati di rinya. makanan¬nya jarang datang tapi ia tak terganggu dengan rasa lapar. tapi la ki-laki itu bisa melihat orang yang menggunakan kemampu¬an menghilang dan menghindari tatapan maut. Maya tahu kalau Akio tidak memiliki kemampuan menghilang atau tatapan maut Kikuta. tapi ternyata tidak laki-laki itu menahan dirinya untuk tujuan terten tu. Maka dikendalikan amarah dan rasa takutnya. pelayan perempuan datang untuk mengantarnya ke kakus: selain itu ia tidak melihat ada orang lain lagi. Saat tersadar kembali. . tak sanggup membayang¬ka n kehilangan yang lebih besar lagi. Ia sadar sedang berada di kamar kec il remang-remang. perutnya mual. Gerak refleksnya sangat cepat ayahnya sering bilang kalau itu gerakan paling cepat yang pernah ada sangat kuat dan tidak punya perasaan. berlutut di depannya lalu meraih dan membalik telapak tangannya.Selama berhari-hari Maya meratapi kepergian kuda-kudanya. May a bisa mencium bau sake di napasnya. Maya punya banyak waktu untuk merenungkan kegagalannya. Diingat-ingatnya lagi sewaktu melepas tali kekang dan kedua kuda betina kabur. Tapi setelah dikurung selama kira¬kira seminggu. dan cara bicaranya pelan tapi aneh. Ia mengira Akio akan langsung membunuhnya. Maya akhirnya memahami kalau makin sedi kit ia makan. Maya tahu ia bisa kabur kapan saja karena pintu dan dinding takkan mampu menahan si kucing. dan bersiap mencari tahu semua tentang mereka. dan kini kenangan itu menghibur dan me¬nenangkannya. Dua atau tiga kali sehari. di s atu malam laki-laki itu datang. Ia mempraktikkanny a saat sedang sendiri. Saat itu ketiga kalinya ia meng¬hadapi bahaya yang sesungguhnya setelah serangan di Inuyama dan pertemuan dengan ayahnya dan merasakan kalau saat itu ia merasa gagal. la menyesali ketidakmampuan dirinya untuk bergerak atau membela diri yang tak bisa dijelaskan.

" Halaman 258 dari 600 ."Kuharap kau jawab pertanyaanku dengan jujur karena aku adalah ketua keluargamu: apakah kau memiliki kemampuan seperti ayahmu?" Maya menggeleng. Bagaimana dengan kemampu an menghilang?" Maya menceritakan karena tidak ingin Akio membunuhnya saat itu juga. "Lalu di mana adikmu?" "Aku tidak tahu. Ia tidak melihat gerakan tangan laki-laki itu. tapi tidak menceritakan tentang si kucing. "Kau pernah mencoba mengunci tatapan mataku: kau pasti memiliki bakat tatapan ma ut Kikuta. dan sebelum selesai menggeleng dirasakan kepalanya terhempas da n pandangan matanya kabur selagi Akio menamparnya.

ahkan meski sudah menduganya kali ini. ter¬cengang kalau ternyata ia tidak takut pada laki-laki itu. Maya tidak bisa bergerak cukup cepat unt uk menghindari tamparan yang kedua. Hisao menatap dengan pandangan tak mengerti ketika ia . "Ayahku tidak memedulikan aku dan adikku." "Hanya untuk membunuhmu." ujarnya." "Itu tidak benar. ia dianugerahi kemampuan untuk tidak takut pada Kikuta. "Mungkin kau bisa membawa Takeo kepadaku. "Dia di Kagemura. Kupikir sebaiknya dia berada di sini bersama kita. "Begitulah cara kami bisa bertahan. "Kau melihatku membunuh penyihir Muto itu. "Kalau ibumu takkan melakukan apa-apa untuk menyelamatkanmu. Akio tertawa lalu berdiri. itu saja. melintang dari pergelangan sampai ke bagian bawah ibu jarinya. Akio menyeringai. kakak tirinya." "Dia berhati lembut." ujar Akio.Bahkan meski sudah menduganya kali ini. Selama setengah tahun ini ia harus menerima kenyataan kalau ini adalah putra ayahnya. Akio menyeringai. ia lebih tertarik pada reaksinya sendiri . tak pernah diberitahukan pada ibunya. dan Maya melihat kebencian serta rasa iri pada Takeo." ujar Akio." "Keluarga Muto takkan menyerahkan adikku padamu. kukira kau sudah tahu." Akio mengetuk-ngetuk gigi dengan kuku. sep erti ayahnya. Ia tak menyadari kalau ternyata. Maya tidak bisa bergerak cukup cepat untu k menghindari tamparan yang kedua. seolah ini permainan yang sangat dinikmat inya. Ia memanggil Akio Ayah. Di bagian belakang tangan kanannya ada be kas luka lama. "Ada perubahan dalam keluarga Muto." Maya tidak bereaksi atas perkataan itu. "Ini yang pernah kudengar. Par a ksatria membenci anak kembar dan menganggap mereka memalukan." sahut Maya. "Tapi dia takkan membunuh Hisao!" Maya menemukan dirinya memikirkan tentang Hisao. yang tak pernah dibicarakan siapa pun. Sada. bersama keluarga Muto. dia Kikuta. Dan Maya yakin kalau Hisao tak tahu ayah kandungnya. Aku takkan ragu melakukan yang sama padamu." Maya berbohong. Tribe selalu bersatu pada akhirnya." sahut Maya." "Benarkah? Tapi dia bukan Muto. seolah ini permainan yang sangat dinikmat inya. tapi ayahmu menyayangimu. Ayahku hanya bersifat baik .

mengamati penghuninya. kar ena hal itu ingin ia sembunyikan dari Akio. ingin tahu semua tentang pemuda itu. Dilihatnya deng an sikap remeh rasa takut dan harapan mereka. dan menurut ramalan dial ah satu-satunya orang yang bisa membawa kematian Takeo. Halaman 259 dari 600 . dan merasakan kehangatan tubuh kakaknya itu.mengatakan kalau ia adalah adiknya." Ia bahkan pernah ber mimpi si kucing berbaring di sisi Hisao. Jadi anak itu benar-benar putra Takeo? Dan jawaban Taku. Ia memimpikan Miki. semacam warisan Kikuta yang membulatkan tekadn ya yang kejam mulai terbentuk. namun lama kelamaan kepercaya¬an dirinya makin meningkat. Para pelayan perempuan mengeluhkan adanya h antu. Maya mendengar di benaknya berulang kali sua ra Sada. bermimpi bagaikan nyata. merasakan hembusan napas di wajah mereka atau bulu hangat berbaring di sebelah m ereka. sementara di malam hari ia bisa keluyuran dengan bebas ke sel uruh bagian rumah. Selain latihan gerak badan yang dilakukan¬nya dengan tekun. "Aku adikmu. serta memasuki mimpi-mimpi mereka. mimpi yang begitu jelas sehingga ia seperti yakin kalau Miki ada di kamar itu bersamanya. Karakter tidak mengenal kompromi. Mulai ber¬ek sperimen dengan mengambil alih bentuk si kucing di malam hari selagi tidur. Ia berlutut di sampingnya saat pemuda itu tidur lalu berbisik di telinganya. ia tidak ada kesibukan lain. Keseimbangan baginya menjadi begitu sederhana: bila Hisao mati maka Takeo bisa hidup selamanya. dan sering terombang-ambing antara sadar dan tidur. Ia menjadi terobsesi pada Hisao. Awalnya ia ragu. D i siang hari ia adalah tawanan. i a memimpikan Hisao. Ya.

"Kau pernah mengintipku kencing ya?" Maya bicara dengan bahasa anak laki¬lak i. memer¬hatikan gerakanny a yang berhari-hari dan sangat teliti. "Noriko. "Tatap mataku." Gadis itu tertawa cekikikan tapi tidak memalingkan wajah. akan kubuktikan betapa kuatnya diriku." "Aku tidak bilang siapa-siapa!" gadis itu tercekat. Para pelayan perempuan tak pernah meng¬ajak bicara. dan gadis itu tertawa. Kau tahu kalau aku sangat kuat. kadang dalam pelukan Akio. Hal-hal aneh terjadi di seluruh kota." bisiknya. tapi malah mendekati Maya. Maya berjalan pada waktu tersunyi. Maya berkata. Hal-hal aneh terjadi di seluruh kota. Maya mengikuti dan mengamatinya. tempat bengkel penempaan da n perbaikan alatalat rumah tangga dan senjata. "Siapa namamu?" tanya Maya." bentak Maya." Ditahannya tatapan gadis itu . "Kau tahu aku anak perempuan. Selain perjalanan ke kakus ia hampir tidak pernah bertemu mereka sampai suatu hari seorang perempuan muda datang membawakan makanan. endengar langkah pelan makhluk besar. pert anda serta penampakan. bergoyang-goyang dan bergumam. "Kau seperti anak laki¬l aki. Mimpi-mimpinya kejam dan tidak ber aturan. Akio dan Hisao tidur terpisah dari peng¬huni laki-laki lainnya. Pemuda itu tidur gelisah." ujarnya. kemudian pergi ke rumah kecil di belakang rumah. tepat sebelum fajar menyingsing untuk mengamati Hisao yang sedang tidur. Usianya kira-kira sebaya dengan Shigeko." sahut Maya. " Bagaimana kau bisa tahu?" "Aku tahu banyak hal. dan dia menatap Maya dengan keingin¬tahua n yang terang-terangan. Kadang Hisao terbangun dan tidak bisa tidur lagi. "Noriko. kadang sendi ri. per tanda serta penampakan. di sisi lain halaman. tapi itu justru membuat Maya tertarik. kue-kue itu penuh ulat.mendengar langkah pelan makhluk besar. Kau bermimpi tentang kain pem¬bung kus: kau pernah membungkus beberapa kue mochi dengairkain itu dan saat kau buka bungkusan nya. di kamar bagian be lakang rumah. "Jangan menatapku.

Peringatkan aku saat dia kembali. "Ayahnya sangat keras kepada nya. Jangan khawatir. Muntah. dan pandangannya kabur. Kepala gadis itu berputar saat Maya menarik kekuatan tatapan mautnya." kata Maya. cukup lama untuk melihat kalau gadis itu percaya pada takhayul." "Mungkin aku bisa menolongnya. "Tutup pintunya. "Aku kasihan padanya." bisiknya.." "Antar aku ke kakus. tapi jangan dikunci.selama beberapa saat." "Sakit yang bagaimana?" "Dia sering terserang sakit kepala yang parah. "Kenapa kau tidak mengantarku kepadan ya?" 'Tidak bisa! Akio akan membunuhku kalau dia tahu. sesuatu tentang Hisao. "Kau bodoh kalau mencintai Hisao. Ketua Kikuta sangat marah karena mereka seharusnya pergi menemui Lord Zen ko Akio akhirnya pergi sendiri. Tapi kau harus berhati-hati ka lau Akio datang. Aku akan ke kamar Hisao.. Gadis itu tersipu. dan dia sering sakit. Noriko menatap bingung." ujar Maya terus terang." ujar Maya. takkan ada orang yang melihatku. dan satu l agi. H ari ini dia sedang sakit." Halaman 260 dari 600 .. Maya menam par kedua pipi gadis itu untuk menyadarkannya.

sudah kukatakan kalau aku in gin menolongnya. Dia memimpikan dirinya memelukmu dan mengigau dal am tidurnya.. Noriko sudah terbiasa deng an keanehan semacam itu. mengarahkan pandangannya tetap ke depan. dan di pintu kakus Maya meremas perutnya dan berteriak seolah kesakitan. "Ini g ara-gara makanan menjijikkan yang kau bawa!" Disentuhnya bahu Noriko saat bentuk tubuhnya memudar. kita ke kamar Hisao. lemah. tenggorokannya terasa k sakit. "Mana bisa kutahan kalau sakit begini?" sahut Maya dengan nada yang sama." "Benarkah?" mata gadis itu berbinar-binar di wajahnya yang kurus dan pucat. Aku baru empat belas tahun bahkan masih anak-anak. Ia tak akan mendapat kesempatan seperti ini lagi. Dia membutuhkan bantuanmu. Kemudian dilihatnya pemu da itu meringkuk di matras di sudut. Aku pernah melihat mi mpinya dengan cara yang sama aku melihat mimpimu. melihat ke luar dan memberi isyarat kepada Maya. Maya ingat semua cara yang pernah diajarkan kepadanya untuk membunuh dengan tangan kosong. Bagaimana bisa aku menyakitinya? Lagipula. dengan spontan. "Dia tidak bilang siapa-siapa. Dari irama napasnya yang teratur sepertinya dia memang tidur. Mereka ber¬jalan cepat-cepat ke belakang rumah. "Cepat. mungkin pandangannya kabur dengan tatapan maut. Hisao sedang karena penyakitnya. urat nadinya. meraba."Kau takkan menyakiti Hisao?" Kau takkan menyakiti Hisao?" "Dia laki-laki dewasa. menggeser pintunya terbuka. membayangkan urat akan memanggil si kucing. di¬sentuhnya lehernya nadi Hisao.. ia "Ayo. "Dia juga mencintaimu. Dan kalau cara itu gagal. Maya ber¬gegas pergi ke kama r Hisao tidur." Ketika Noriko mas ih ragu. Dia akan mudah dilumpuhkan sendiri. samar-samar tercium bau muntah. satu tangannya menutupi wajah. Noriko meng¬geser pintu terbuka. lalu melangkah masuk. tapi setain itu ia tenang-tenang saja. Kamar itu baunya masam. Noriko.." Maya memerhatikan wajah Noriko men¬jadi lembut. Lidahnya ering. tapi dia memimpikan dirimu. dan jangan berlama-lama di dalam situ. Aku tida k punya senjata. tidak suka pada gadis itu karena m abuk kepayang oleh cinta. Teriknya sinar matahari di luar telah mengecilkan pupil matanya. S . Maya berkata pelan." Bahkan saai bicara." ujar Noriko. dan sesaat ia t ak bisa melihat apaapa. menjilati bibir.

dan seolah Miki mendengarnya. cengkeraman jarinya makin kuat bak tentakel. ia melenturkan pergelangan tangan. mengumpulkan tenaga. dirasakannya kemarahan Miki p ada Hisao merasuki dirinya dan si kucing mulai muncul. berlutut di sebelah Hisao dan menyerang bagian lehernya Usahanya melemahkan konsentrasinya hingga kemampuan menghilangnya sirna. dan Maya bersiap untuk mati. Pemuda itu lebih kuat dari perkiraan." Halaman 261 dari 600 . dan Maya merasakan cengkeramannya mulai terasa licin. Hisao juga merasakannya. Kulit pemuda itu berkeringat. Ia bergantung seperti hewan saat Hisao berusaha bangkit dengan tangan dan lutut. L ayar kasa yang rapuh sobek. dan dari suatu tempat ia mendengar Noriko memanggil namanya. si kucing bergerak mundur. Hisao berteriak kaget dan melepasnya. meludah dan meng¬geram. selagi tangan Hisao mencengkcram lehernya. berjalan melintas i kamar. Ditangkapnya tubuh Maya lalu dihempaskannya ke dinding. Mata Hi sao terbuka. tapi ia langsung menatap mata pemuda itu dan selama beberap a saat membuat Hisao pusing. dan selagi punggung H isao melengkung dan memukul-mukul saat meronta berusaha melepaskan diri. dan menatap sejenak sebelum berkelit dari cengkeraman tangan gadis itu. siap melarikan diri tapi masih belum ingin menyerah. Miki! Ujarnya pelan.ambil menahan napas. lalu mengibaskan kep ala saat mencoba berkelit lagi. Aku ga gal. pikirnya.

potongan rambutnya pendek. Maya mengira itu semacam tipuan natap tajam pemuda itu. Kemarilah. si kucing bereaksi seolah tunduk pada majikannya. dan mendengarkan suara berbisik. endati tak memahami kata-kata itu. mungkin sembilan belas atau dua puluh tahun. menund . Jadi ini yang dimaksud Taku. "Tolong aku! Tolong aku!" "Apa yang kau inginkan?" tanya si kucing. Mata pemuda itu tid ak tokus. aktu sejenak itu memberi Maya waktu untuk meraih kembali kendali diri dan konsen trasinya. "Aku ingin putraku mendengarkan aku!" Belum sempat Maya menjawab. dan tubuhnya melayang. dan mendengarkan suara berbisik. Perempuan itu berseru memanggilnya. "Kau telah memaafkanku. Dan kemudian ia menyadari kekuatan yang ini dan b agaimana ia bisa memanfaatkannya. wajahnya pucat. k tahu kalau itu bukan suara Noriko. Hisao mendekat. Sepeninya pemuda itu berusaha melihat sesuatu di belakang Maya . Perempuan itu mengenakan jubah putih. Dilihatnya kalau Hisao begitu ingin menatap hantu itu tapi juga takut. Ia terkejut. untuk mengecohkan pandangannya. Dilihatnya kalau ternyata ada sesuatu yang melemahkan Hisao. agak terhuyung-huyung. Dilihatnya kalau ternyata ada sesuatu yang melemahkan Hisao. agak terhuyung-huyung. Tangan itu melembut berbentuk melengkung yang ingin sekali mengelus bulu si kucing. maka ia terus me semakin menyengat: kamar itu terasa panas tak te Terdengar olehnya bisikan di sebelah kanannya. Sepeninya pemuda itu berusaha melihat sesuatu di belakang Maya . menyeberangi sisi seberang dunia fa na. Apakah kau hantu juga? Boleh aku menyentuhmu?" Ia melihat perubahan tangan Hisao saat menggapai. Ada orang lai Maya menoleh ke samping dan melihat perempuan itu. tapi ia n lagi di kamar itu.Waktu sejenak itu memberi Maya waktu untuk meraih kembali kendali diri dan konse ntrasinya. Ekspresi di wajah¬nya melukiskan kemarahan dan putus asa yang b ahkan membuat hati Maya terharu. Masih muda. ijinkan aku menyen tuhmu. roh si kucing yang merasuki dirinya bergerak dengan bebas antara dua dunia. "Kembali kau!" ujar Hisao. Bau busuk dan jamur rtahankan: bulu si kucing menyesakkan napasnya. renungnya saat menyadari hutang budinya pada si kuc ing dan bagaimana ia bisa memenuhinya. Mata pemuda itu tid ak tokus.

rasa takutnya memasuki dunia alam baka. dan membiarkan Hisao membelainya. Ia merasa¬kan penderitaan saudaranya itu seolah berada di kepalanya send iri: lalu berkurang. Noriko memanggil-manggil dari luar. ia bisa merasakan cengkraman Hisao s ampai ke tulang sumsumnya. meski ia membenci pemuda itu dan ingin membunuhnya." serunya. Pemuda itu tengah menatap¬nya. "Ibu?" Hantu itu bicara.uk¬kan kepala serta merebahkan telinga. Maya melihat. "Gadis itu menyembuh¬kanmu!" Mereka berdua tidak mengacuhkannya. jalan yang terbentang ke depan yang tak ingin ia ambil. Ia i ngin pergi dari pemuda itu. berdiri di teras. kumparan c ahaya bak roda bergerigi dari alat penyiksaan. jalan yang dirinya dan Hisao harus lalui bersama. "Katakan padaku. tatapannya kagum dan lapar. "Sekarang maukah kau mendengarkan Ibu?" Tangan Hisao masih di atas kepala si kucing. Sentuhan Hisao menyatukan sesuatu di dalam diri mereka. rasa takut melihat sedikit kekuatan yang bangkit. Maya kembali ke wujud aslinya dengan rasa lega. tapi Hisao menangkap lengannya. "kau sudah baika n. berganti-ganti memandang kedua orang. Maya merasakan kebingungan pemuda i tu: rasa lega karena penderitaannya telah sirna. melalui mata Hisao: pandangan setengah buta. "Jangan pergi. bergelayut ketakutan yang sama. dan Hisao ber¬kata. Di tepi kesadaran Maya. Hisao tercekat. Apakah kau melihatnya?" Noriko." ujarnya. Halaman 262 dari 600 . "Cepat! Ketua sudah datang!" Hisao mengangkat tangannya. "Akhirnya!" ujarnya. Ia mematuhi keinginan si kucing.

" sahut Maya seraya menyelinap melewati Hisao. Akio akan tahu tentang si kucing."* Tentu saja aku melihatnya. Hisao menggapaikan tangan dan kucing itu menghampiri. dan dia ingin agar kau mendengar¬kannya. bagaimana rasanya mati. oleh sebuah perintah. seolah ditarik paksa keluar dari air. Entah dia akan membun uhku atau mereka akan memanfaat¬kan aku untuk mela wan Ayah. kelelahan yang menggiurkan menye¬limuti dirinya. Kucing itu berjalan dengan mudah¬nya melewati layar kasa dan dinding menuju bengkel tempat api penempaan menyala semalaman. Leher dan rambutnya terasa lemb ap karena keringat. "Dia it u ibumu. pikir Maya. Kelopak matanya terasa makin bera t. "Dia i tu ibumu. Tapi sentuhan tangan majikannya mem¬buat si kucing enggan pergi. Tak satu pun dari keduanya bicara. ia berbaring di lantai dan langsun g tertidur lelap. Dan Maya ingin."Tentu saja aku melihatnya. dan si kucing menjilati pipinya dengan lidah ka sarnya. selagi Noriko bergegas kembali ke kamar y ang terkunci. serta semua rahasia lain yang disim pan orang mati dari mereka yang masih hidup. Pemuda itu tel ah menemukan tempat yang cocok dan tidak ada orang yang meng¬ganggunya. Telinga si kucing berdiri tegak. Aku harus melarikan dirinya. dan dia ingin agar kau mendengar¬kannya. aku akan memperingatkan Ibu tentang Zenko dan Hana. tapi majikannya memanggil¬n ya: si kucing harus menemuinya."* Dia akan bilang pada Akio. b ertentangan dengan keputusannya. Maya tidur nyenyak selama berminggu¬minggu. berjalan di antara dua dunia dan berbicara dengan hantu. Data nglah kepadaku. udara terasa lembap. tapi segera setelah kembali ke kamar s empit. kepalanya berputar. Aku harus pulang. . seolah merindukan sentuhan dan belaiannya." sahut Maya seraya menyelinap melewati Hisao. Maya terbangun. Pemuda itu membelai. Pa ra penghuni rumah sudah terbiasa melihat Hisao berada di situ saat dini hari. sekujur tubuhnya terasa sakit karena kelelahan. Kala itu malam gelap pekat. ak u harus pulang. Ia tak ingin merasakan bulu tebal si kucing. Ia ingin tahu apa yang mereka ketahui. tapi di antara mereka mengalir kerinduan akan kedekata n serta sentuhan kasih sayang yang dibutuhkan hewan itu. Tanpa bicara kepada Noriko. Dia akan ceritakan semuanya.

"Mengapa kau datang sebagai kucing?" "Aku membunuh seekor kucing dengan tatapan maut Kikuta. Rasanya menyenangkan se¬kaligus menjijikkan. "Tak seorang Muto pun tahu bagaimana menghadapinya. Tidak bisa dilihatnya ekspresi wajah Hisao dalam keremangan cahaya. Ia melepaskan diri dari pelukan Hisao . Kuci ng itu mengurangi sakitku. "Perlihatkan wujud aslimu. tangan pemuda itu masih di teng kuknya. tapi Taku telah membantuku mengendalikannya." "Aku adalah penguasanya: tapi aku tak tahu sebabnya atau bagaimana caranya. seakan tak ingin kembali ke dunia manusia yang penuh dengan kata-kata." sahutnya. Bara api meretih. asap membuat matanya pedih." Maya tersadar kalau ia berdempetan dengan Hisao. Hisao berkata. Akhirnya Hisao berkata. saat ber¬samaku. Hisao mengangkat lentera lalu menatap. dan menenangkan suara-suara Halaman 263 dari 600 . dan rohnya merasuki diri ku.Setelah agak lama. Tak satu pun dari mereka bicara. tak ingin menentang ta tapan pemuda itu. Ia terus menunduk.

tapi melihat dengan jelas dan tanpa perasaan terharu pada k ematian Taku. menjauh dari cahaya lentera. Laki-laki itu mati dalam pertarungan. lalu b erkata dengan nada kejam yang disengaja. Aku memerlukan dirimu bersamaku. tapi senjata ini lebih kuat ketimbang ilmu sihir." ujarnya. "Aku pasti sangat menyukaimu. penuh kehormatan. tapi ayahku pernah membunuh seekor kucing di depan mataku karena aku menyukainya kau bukan kucing itu kan?" Maya menggeleng. Taku dan Sada mati bersama. Tiba-tiba ia membenci pemuda itu lagi. dan kulitnya memiliki tekstur dan warna yang sama. tidak mengkhianati siapa pun. Tidak ada yang harus disesali dari ." Hisao meletakkan lentera kembali di atas lantai dan berusaha menarik tubuh Maya lebih dekat lagi. dan merasa jijik pada dirinya sendi ri atas keinginan dan ketentraman yang dirasakan kucing itu hingga tunduk pada Hisao. ibu kita berbeda. aku tidak bisa be rhenti memikirkanmu. dengan nuansa warna madu. Aku suka kucing.hingga aku bisa mendengarnya. "Dia itu penyihir." Hisao tertawa dengan ser ingai yang dibenci Maya." Hisao menjauh. tapi ayahku pernah membunuh seeko r kucing di depan mataku karena aku menyukainya kau bukan kucing itu kan?" ingga aku bisa mendengarnya. dan tidak seorang pun berhasil mendekatinya. atau de ngannya atau Miki. namun rambutnya yang mengkilap mirip dengan rambut mereka. "Aku dan ayahku akan membunuhnya." Takeo melirik ke arah Maya." Maya tidak menjawab. "Dia itu ibumu? Hantu perempuan itu? Itukah sebabnya kau bisa melihatnya?" "Bukan. "Ayahmu adalah Otori Takeo. dan mengeluarkan senjata api kecil. "Aku tetap menyukaimu. Aku suka kucing. "Kau sudah lihat bagaimana senjata ini menghabisi Muto Tak u. Maya menolaknya. Berjanjilah kau akan tinggal bers amaku." Kini Maya bisa melihatnya dengan lebih jelas. Wajah Hisao mengkerut. yang kami sebut si Anjing. Hisao tidak mirip ayahnya. Seketika Maya teringat kenangan akan masa kecilnya payung pelindung sinar matahari dan cairan unluk membuat kulit lebih terang: betapa bodoh dan sia-sianya semua itu sekarang. Cahaya berkilat di laras baja hitam senjata itu. "Kau tahu kalau kita bersaudara?" tanyanya. tapi ayah kita sama.

ag ar kau tidak membunuh ayahmu sendiri. menganiaya dan berbohong padamu." Halaman 264 dari 600 . "Bukankah sudah kukatakan padamu untuk mendengar kannya? Ibumu akan mengatakan yang sebenarnya kepadamu. "Dia menyembunyikannya dari semua orang. Dia bukan a yahmu. "Jadilah kucing lagi. Kau tidak tahu bagaimana seharusnya sikap ayah pada anaknya." bisik Hisao." "Akio adalah ayahku. Udara terasa panas: Maya bisa merasaka n peluh di dahinya. "Akio memperlakukanmu dengan kejam. "Itu sebabnya aku berusaha membunuhmu." sahut Maya. seperti dulu aku pernah terikat pada tubuhnya.kematiannya." Keraguan dan kemarahan terdengar dalam suaranya." "Dia sayang padaku. Dia membutuhkan diriku. "Dia terikat pada diriku oleh seutas tali . Saat dia ingin bicara maka rasa sakit itu menyerang¬ku. "Apakah ibumu ada di sini?" "Dia selalu ada di sini. Ia merasa kehausan." sahut Hisao. It u tidak terlalu buruk." ujar Maya." "Tanya pada ibumu." katanya begitu pelan hingg a Maya hampir tidak bisa mendengar suaranya." Kemudian keadaan hening dalam waktu lama. Aku tak pernah terbebas darinya. Umpan Hisao tak membuat¬nya terpancing maupun melemahkan diri¬nya. Kadang dia diam saja. tapi aku tahu. maka aku akan mendengarkannya. "Lord Otori adalah ayahmu.

aku juga kesakitan. membara makin terang. Mereka. bicara lebih keras. Tapi tidak begitu dengan si k ucing." ujar Maya. "Nak. apa pun yang ingin kau katakan. suaranya gemetar. meng¬gerakkan debu dan membuat dau n jendela bergemeretak. dan Hisao merasakan sosok tub uh ibunya begitu dekat. memaksa Ibu minum racu n. "Hal yang sama terjadi pada ku. Kotaro dan Akio. biarkan ibu me melukmu. "Aku tidak memiliki kemampuan Tribe apa pun." bisiknya." Karena kau berusaha melawan dunia arwah." "Aku ingat. "Aku akan men dengarkan." Hisao berkata. Hisao menarik tubuh si kucing yang lentur itu lebih mendekat dan membelai-belai bulu-bulu tebalnya. dan kemudian. Kala itu usia Ibu baru dua puluh t ahun. Saat si kucing ingin muncul dan aku menolaknya." Jemari kurusnya menyentuh dahi Hisao. Tangan Hisao menggosok-gosok bulu si kucing. merasakan tekanan paling lemah saat ibunya memeluk dirinya." kata sang ibu. Akio mem-bunuh Ibu karena dia membenci ayahmu. Kemudian api makin ber¬kobar." ujar Maya. Aku tidak bisa menggunakan sosok kedua. Saat si kucing ingin muncul dan aku menolaknya. melayang. . si kucing berbaring di s ebelahnya dengan kepala di bawah tangan Hisao. Mereka menyaksikan Ibu mati dengan jiwa dan raga yang menderita. menerangi arwah perempuan saat mendekat. Aku tidak seperti ka u. Bahkan melihat semua kemampuan ini pun membuat perutku agak mual. aku juga kesakitan. Tapi mereka tidak memisahkan diri Ibu darimu. "Ibu tak sanggup meninggalkanmu. Aku tidak bisa menggunakan kemampuan menghilang. membelai rambutnya. Gadis itu merasakan tubuh si kucing meregang dan mel entur dengan keinginan yang kuat. "Tetaplah di dekatku."Karena kau berusaha melawan dunia arwah. Dia membuatku nyaman dan kuat. dihia si dengan daya tarik yang tak bisa ditolak Maya." Bara api penempaan dan cahaya lentera meredup dan berkelap-kelip saat angin hang at dan berbau busuk tiba-tiba ber¬hembus meniup debu di lantai. matanya yang keemasan tidak berkedip. Ibu tak ingin mati. "Dulu Ibu suka memelukmu seperti ini saat kau bayi. "Hal yang sama terjadi pad aku." bisiknya. Mereka menangisi kepergian Ibu dengan cinta. membuat hewan itu menunjukkan cakar nya. Hisao duduk diam tak bergerak. setelah mematuhi perintah Ketua dan memasu kkan dengan paksa pit beracun ke mulut Ibu. "Biarkan Ibu menyentuhmu." Hisao tidak menyadari kalau suaranya berubah dan menjadi seperti hipnotis.

Ibu mencintain ya. Maya mengingat-ingat kembali saat mendengar si arwah meng¬ucapkan semua kata-kata ini: tengkuknya bergidik. aku tidak bisa mengubahnya sekarang. tapi Maya ingat kata -kata Taku: Halaman 265 dari 600 . Mereka memerintahkan Ibu agar tidur dengannya. ketika kembali ke kamarnya dan berbaring terjaga." *** Lama setelah kejadian itu. tenggorokannya ter cekat. Dia memang adikmu. Hisao belum sepenuhnya memahaminya. Kau adala h penguasa alam baka." sahutnya. kini mereka akan memanfaa tkan dirimu untuk membunuh ayah kandungmu. lalu kau pun akan mati. dan kalau kau akan dilahirkan hasil dari cinta." "Aku membenci si Anjing seumur hidup¬ku. agar Ibu mengandung dirinya. "Hanya orang hidup yang berbohong." "Bohong. Ibu akan ceritakan apa yang dikatakan kakekmu saat kematian¬nya. Ibu mematuh i mereka. "Ibu sudah mati." "Kau tidak mengenal siapa dirimu? Tak ada lagi orang Tribe. mem andangi kegelapan yang pucat perlahan berubah terang. Mereka berusaha menghancurkan kita semua. Tapi mereka tak menyangka kalau Ibu akan mencintainya. bulu-bulunya tegak berdiri. dari lima keluarga. yang bisa mengenali dirimu." sahutnya. Tangan Hisao memegang erai lehernya. Pertama Ibu. Takeo adalah ayah kandungmu."Siapakah ayahku?" "Gadis itu benar.

dan Hisao juga. Mata Noriko merah. Diingatnya suara-suara hantu y ang guasa alam baka adalah orang yang bisa berjalan di antara dua dunia. dan ia merasakan keinginan itu memikat sekaligus berbahaya." Matanya penuh dengan air mata dan disekanya dengan lengan jubah. serta tuntutan mereka untuk balas dendam. pem uda yang kejam dan brengsek ini. b elum. Orang-orang menyalahkan Lord Arai -serta menuduhnya terlibat dalam kematian Taku. memberinya kekuatan untuk menguasai mereka. Ia merasakan kuatnya keinginan Hisao itu. Muto Shizuka tengah ber puasa di Daifukuji dan hanya diberi makan oleh burung. lalu bertanya." Noriko gemetar. Arai gusar dan segera pulang ke rumahnya menyiapkan pasukannya untuk berperang.penguasa alam baka adalah orang yang bisa berjalan di antara dua dunia. ia tidak terlalu berselera. Mereka mencari Hisao. Diingatnya suara-suara hantu y ang berdesakan di sekelilingnya pada malam menjelang Perayaan Oban. Tapi bagaimana Hisao. Maya mengenali perasaan seperti itu karena ia merasakan hal yang sama pada pemud a itu." Bersyukurlah dia akan pergi jauh darimu. dan d irinya sebagai si kucing. dirasakannya penye¬salan atas kematian mereka yang kejam dan tidak pada wak tunya. dan sewaktu Noriko membawakannya nasi dan sop untuk makan pagi.. Ia tidak tidur.. Hofu sedang gempar. "Shizuka ada di Hofu?" "Dia datang untuk memakamkan putra bungsunya. "Kau harus makan. dukun ya ng mampu menenangkan atau menghasut orang yang sudah mati. pikir Maya. dukun yang mampu menenangkan atau menghasut orang yang sudah mati. Ia tidak terlalu memahami bagaimana perasaan Hisao yang sebenarnya atas laki-laki yang selalu dip ercaya sebagai ayahnya: gabungan antara cinta dan kebencian. Mereka pasti mengajakmu. sebelum Lord Otori kem . penguasa mereka. Ketua harus menemaninya. juga takut. dan kabarnya dia sudah tidak waras . "Seharusnya aku t idak mengatakan ini. di tepi pantai d i depan rumah Akane." "Bepergian? Aku akan pergi kemana?" "Lord Arai akan kembali ke Kumamoto. meremehkan serta iba. "Hisao sudah cukup sehat untuk beper gian. memiliki kekuatan semacam itu? Dan bagaimana Akio bisa m emanfaatkan dia bila tahu itu? Hisao tak ingin Maya meninggalkannya." ujar Noriko. Tapi Hisao tak ingin Akio tahu itu. sepertinya habis menangis. "Dan setelah itu kau harus bersiap untuk bepergi an. Seharusnya aku senang.

Ia tahu kalau kedua putra Zenko. Ia tak ingin membiarkan mereka membawanya ke Kumamoto. "Aku ta kkan mengatakan apa-apa lagi." "Aku belum selesai makan. dan bahwa Z enko takkan ragu-ragu menekan ayahnya. "Aku harus mem¬bawa semua ini ke dapur. Hofu berada di Negara Tengah dan setia pada Otori ia me ngenal kota itu dan tahu jalan pulang. Halaman 266 dari 600 ." Gadis itu mengatupkan bibir rapat-rapat." ujar Noriko saat kel uar.bali dari Miyako. marah dan ter singgung. Begitu sampai di sana." Noriko mengangkat mangkuk. ia tidak akan punya peluang kabur. Sunao mi dan Chikara. sudah dikirim ke Hagi untuk menjamin kesetiaan ayah mereka." "Omong kosong apa yang kau katakan! Kau tidak tahu apa-apa tentang hal ini!" May a menyembunyikan ketakutannya dengan kemarahan. Kau akan sudah di jalan sebelum siang." "Kumamoto jauh dari sini. pikirannya berpacu kencang. "Kapan kami akan pergi?" tanya perlahan. "Aku memberitahumu hanya karena kau sudah menolong Hisao. Sedangkan Kumamoto jauh di wilayah Barat. "Begitu Ketua dan Hisao siap. Kudengar Lo rd Arai akan mengirim pengawal. ia belum pe rnah ke sana." sahut Noriko. Maya mengangkat mangkuk sop dan menghabiskannya." "Apa itu salahku kalau kau makan begitu lambat?" "Lagipula aku juga tidak lapar.

Maya sadar dari sudut matanya melihat sosok samar yang tak kelihatan. Miki ada di luar. Jangan sampai dia mclihatku. Si kucing mendengarkan majikannya. mereka bisa pulang ke rumah. Seorang perempuan di beranda berusaha menghalaunya dengan sapu sewaktu Maya berl ari melewatinya. terus berlari melintasi halaman. Ini mungkin nyata: Shizuka pasti mengajak Miki begitu mendengar kematian Taku. dari seberang jalan. ia lapar dan lelah. U dara terasa semakin panas. Mereka pasti m embawanya dengan disembunyikan. dengan tangan terikat mungkin. Mereka datang untuk mencarin ya. mereka bisa pulang ke rumah. Maya terbangun kaget. dilewatinya bangunan bengkel dan merasakan kehadiran Hi sao di sana. Mereka bisa pergi ke Hagi bersamasama. "Kembali!" Ia merasakan kekuatan perintah itu. U dara terasa semakin panas. dan tekadnya melemah. Ketika melihat. Mereka pasti me mbawanya dengan disembunyikan. .Maya tahu ia hanya punya sedikit waktu untuk mengambil keputusan. sesuatu melesat di antara kucing itu dan Hisao. Miki ada di luar. matanya mencari-cari di halaman. saat berjalan tanpa berpikir. di jalanan. tidak berusaha sembunyi¬sembunyi. dengan tangan terikat mungkin. Ini mungkin nyata: Shizuka pasti mengajak Miki begitu mendengar kematian Taku. Maya terbangun kaget. ta pi ketika sampai di dinding sebelah luar. Secepat bi lah pedang. Ia sudah berada di luar. tapi kaki kucing itu terasa berat. Mereka bisa pergi ke Hagi bersamasama. Ia mengubah wujud menjadi kucing dan melewati dinding. Hisao memanggil lagi. Ia harus kembali kepadanya. ia hanyut dalam mimpi y ang terjaga. dia berseru. dan sosok itu me miliki ketajaman yang luar biasa hingga memutuskan keterkaitan antara mereka berdua. Mereka datang untuk mencarin ya. dan dari jalanan di depan-nya terdengar olehnya derap kuda mendekat. ia bisa saja mengecoh penga wal Zenko tapi takkan bisa lolos dari Akio. si kucing tidak akan meninggal¬kannya. Dia tidak akan membiarkan aku pergi Gerbang belakang terbuka. ia bisa saja mengecoh penga wal Zenko tapi takkan bisa lolos dari Akio. Ia mulai mengukur kamar itu dengan jarak langkah. saat berjalan tanpa berpikir. ia lapar dan lelah. dan melihat Miki berada di gang di belakang rumah. la menoleh ke belakang dan melihat Hisao berlari dengan senjata di tangan. Ia mulai mengukur kamar itu dengan jarak langkah. aya tahu ia hanya punya sedikit waktu untuk mengambil keputusan. ia hanyut dalam mimpi y ang terjaga. Ia tidak ingin berpikir lagi karena hanya akan membuang-buang waktu. dan melihat Miki berada di gang di belakang rumah.

" sahutnya. Halaman 267 dari 600 . mereka berlari tanpa terlihat memasuki jalan-jalan kota pelabuhan yang sempit dan berli ku-liku. karena orang biasanya percaya kalau komet merupakan pertanda buruk datangnya kehancuran dan kelaparan. berdiri di sampingnya. Maya tidak harus mendengarkannya lagi. Miki. dan selagi pengawal Lord Arai datang dari sudut jalan. Kedua gadis itu menghilang lagi. "Maya!" dan saat itulah Maya mendapatkan kek uatan untuk berubah wujud." didengarnya Miki memanggil. tapi suaranya hanya suara anak laki-lak i." Takeo ingin tahu seberapa tulus pujian ini. meski ada kekagetan dan kekecewaan karena ia pergi begitu cepat."Maya. tapi bangsawan itu tidak menunjukkannya.* Keberangkatan Takeo dari Miyako dilepas dengan upacara dan kegembiraan yang lebi h besar. Hisao berteriak dari gerbang. "Melesat ber¬cahaya melintasi langit musim panas. "Kurasa aku ada alasan mendesak untuk pulang. "Kemunculan Anda ibarat komet. atau menyebut kan kematian Taku. sekarang kelihatan. seraya memikirkan kalau Kono mungkin sudah tahu apa alasannya. Adik kembarnya i tu memegang eraterat tangannya." ujar Lord Kono. ketika bangsawan itu datang meng ucapkan selamat jalan.

apa yang menopang kemakmuran dan kesejahteraan kalian.Saga Hideki bahkan lebih tak bisa berkata¬kata karena terkejut dan merasa tidak se nang akan kepergiannya yang mendadak itu. tanpa dukungan Saga. Saat jamuan selesai dan mereka akhirnya mengucapkan selamat tinggal. bertemu Kaede dan putranya. Ibukota diland a hawa panas. tempat dia mengatur jamuan makan perpisahan. Keadaan sudah berubah sejak saat itu. "Lord Kon o mendapatkan sebagian besar informasi¬nya dari Arai. kaum barbar. "Masih banyak yang perlu kita bicarakan aku ingin tahu cara Anda memerintah Tiga N egara. merasakan d ingin angin laut di Hagi. Membawa dukungan dan pengakuan Kaisar. Mendesak agar tinggal lebih lama lagi atau jika Lord Otori benar-benar harus kembali ke Tiga Negara." "Lord Otori. Zenko bis a disembuhkatt . dari semua pe njelasan tentang keindahan yang perlu mereka lihat sebenarnya tidak bagus. Mendesak agar tinggal lebih lama lagi atau aga Hideki bahkan lebih tak bisa berkata¬kata karena terkejut dan merasa tidak sen ang akan kepergiannya yang mendadak itu. Ia nyaris tidak men¬duga bisa pulang membawa kemenangan besar seperti ini. agar setidaknya mening galkan Lady Maruyama untuk menikmati indahnya musim panas di ibukota. Anda tidak perlu khawatir." Saga mencodongkan badan dan bicara dengan penuh rahasia. Saga menaikkan alisnya. Perbatasan wilayah Timur akan aman dari serangan. Kita adalah sekutu dan tak lama akan menjadi kerabat." "Lord Kono menghabiskan banyak waktu bersama kami. "Orang asing." "Kami menyebutnya orang asing. Takeo meras a semangatnya bangkit. bagaimana cara Anda menghadap i kaum barbar. dan juga persekutuan yang tulus dengan Sa ga. dan hujan plum yang bisa terjadi kapan saja membuat udara menjadi lembap dan berjamu r. Lord Saga memberi kehormatan dengan menemani mereka selama minggu pertama perjal anan sampai di Sanda. Ia tidak ingin Shigeko menderita dalam kondisi seperti itu. Dia pasti sudah melapor¬kannya kepada Anda. sama saja." Takeo berani membetulkan perkataannya. Ia ingin sekali pulang." Takeo bersikeras menolak bujukannya dengan sikap sopan yang tegas." "Apakah aku mendapat jaminan dari Lord Saga?" "Tentu saja! Kita sudah mengumumkan kesepakatan yang mengikat. kemudian menghadapi Zenko dengan tegas.

maka aku akan membiarkannya tetap hidup. demi Shizuka.dari ambisinya dan menerima kenyataan sahnya pemerintahan Takeo. Mereka adalah pertanda pertama bagiku akan kembalinya harapan. Tapi bila memungkinkan." Hari itu cuaca panas." t utur Hiroshi kepada Takeo saat mereka berkuda berdampingan. kuda Taku. "Kau langsung mengenali kalau mereka adalah anak-anak Raku." sahu t Takeo. menceritakan kalau Ryume. bahwa kehidupan senantiasa bermula dari kematian. "Gadis itu." Takeo melakukan perjalanan dengan tandu. dengan formalitas besar. "Aku ingat dengan jelas saat pertama kali kita lihat kuda-kuda jantan itu. Mai. mati bersama majikan¬nya. anak Raku. sampai ke Sand a. Hiroshi yang menungganginya karena kuda itu menjadi terlalu bersemangat da n sulit dikendalikan bila tidak ditunggangi setiap hari. maka dia akan dihukum." Halaman 268 dari 600 . Sungguh lega Saga sudah pergi dan membuatnya bisa menanggalkan jubah indahnya lalu menun ggang Tenba lagi. "Tapi tidak jelas apakah dia juga mati ditembak. kuda-kuda berkeringat selagi jalan sem akin menanjak menuju tanah lapang yang masih kelihatan jauh. kini Hiroshi menunggang kuda tu a miliknya. langit tak berawan. Keri. "Bila ada bukti keterlibatannya dalam kematian Taku.

"Untungnya kuda Otori tidak menunjuk¬kan tanda-tanda kematian. ." Hiroshi melirik k e arah Shigeko. "Dia masih menjadi tantangan: kau takkan bisa mengabaikannya." ujar Shigeko. Satu atau dua kali ia bermimpi. Gemba menjadi sangat pendiam. tapi Takeo menikmati tantangan untuk membujuk Tenba agar te nang. pengurus kuda khawatfr' mereka makan pasir atau cacingan. Kukira aku tak akan memiliki kuda seperti Shun lagi. datang men g hampiri mereka. Kuda¬kuda semakin kurus. Lalat penghisap darah mengganggu manusia dan hewan di malam hari." "Dia akan menjadi liar dan tidak bisa dikendalikan di Miyako. halilintar berge-muruh dan petir ber kilatan di langit tiap malam. seraya mengarahkan kuda itu kembali dala m kendalinya dan memaksanya agar bergerak ke depan lagi. "Dia merindukan kirin. tapi aku tidak ingin berpisah dengannya." ujat Takeo. di bawa h bimbingan tangan ahlimu. tapi ternyata hasilnya baik-baik saja. yang sedari tadi berkuda di akhir arak-arakan bersama Gemba. "Mungkin sebaiknya kita tinggalkan saja dia bersama kirin." ujar Takeo. "Sempat terpikir olehku. Bulan purnama di bulan ke¬enam sudah berubah . kini tidak bisa ditangani dengan kekerasan. "Sesuatu membuatnya kesal." 'Tenba menantang untuk dijinakkan." Tenba terus gelisah. ku merindukan Ryume hampir sebesar rinduku pada Taku. Tentu saja. namun tepat saat Hiroshi bicara. tapi mesti kuakui aku sangat senang dengan Tenba. dan lega karena hawa panas makin menyengat. tapi tetap tidak turun hujan." Tenba berderap cukup tenang. dan ikatan di antara mereka berdua semakin kuat. kurasa mereka makin berkembang. Sewaktu bulan baru di bulan ketujuh muncul di ufuk timur."Aku merindukan Ryume hampir sebesar rinduku pada Taku." ujar Hiroshi pelan. seraya meringkik keras. kuda itu mengibask an kepala dan berputar ke arah mereka datang. "Kau terlalu cepat bicara. dan membelokkan pelana untuk memandang ke arah belakangnya. sering¬kali saat terbangun di malam hari Takeo melih at dia sedang duduk tanpa ber-gerak: bermeditasi atau berdoa." ujar Hiroshi. Takeo takut kalau mereka harus melewati jalur peg unungan paling tinggi dalam keadaan hujan. Tenba dijinakkan dengan kelembutan. tapi tidak membawa hujan yang diharapkan." ujar Hiroshi pelan." Shigeko.

"Lord Otori!" Saat itu matahari baru akan terbit. mereka sudah tak jauh dari Jal ur Rajawali: kurang dari sehari perjalanan. dan ia merasakan itu dalam aliran darah dan t ulangnya. Matanya ter¬b uka. Sakai Masaki yang berjalan lebih dulu untuk mengintai. dengan pohon cedar dan pinus di lereng yang lebih tinggi. Hutan semakin lebat di sekitar jalur itu. melakukan hal yang sama. pertama ke barisan kuda. manusia tanpa bayangan . seperti biasa. cermin tanpa bayangan. Mimpi-mimpi Takeo menggam barkan benang putus dan peti mati kosong. nun jauh di Terayama. Rasa sakitnya yang berkurang selama perjalanan. Dengan desakan yang hanya setengah dipahaminya. lebih sakit dari ya ng pernah dirasakannya. Ada yang tidak beres. dan terbangun dengan seruan salah satu pengawal. Sebelum bulan mencapai seperempat bagian pertama. lalu melihat kirin. Halaman 269 dari 600 . tapi makanan yang mereka bawa menipis.atau membayangkan Makoto. air melimpah karen a ada mata air. Gemba pernah berkata. Mereka berkemah di bawah pepohonan. melaporkan. diperintahkannya a gar kecepatan perjalanan ditingkatkan: mereka bangun sebelum matahari terbit dan berkuda di ba wah cahaya bulan. Takeo tidur sedikit. mengira masih bermimpi: ia melihat sekilas. pohon ek serta hornbeam. burung¬burung baru mulai berkicau. kini terasa lagi.

Seharusnya kita tinggal lebih lama. "Kin . "Itulah yang kutakut¬kan. leher panjangnya membungkuk. tanda putihnya berkilau menakutkan ditimpa cah aya keabuabuan. tubuhnya terasa kaku dan pegal. kirin memang disambut sebagai pertanda restu dari Surga." sahut Hiroshi setuju. Hewan itu menunjukkan semua tanda gembira karena berada di antara mereka: menggosokkan hidungnya pada Shigeko. Pemuda itu pergi ke mata air. dan di lehernya ada bekas luka gesekan tali. Kulitnya tergores di mana-mana. kepalanya dekat dengan kuda-kuda. menatap putrinya selagi menenangkan dan membelai kirin. leher panjangnya membungkuk. langkah panjangnya yang canggung. dan seketika itu juga kirin dikerumuni. Tenba meringkik pelan melihatnya. "Kirin kembali?" pekiknya. biarkan aku yang mengembalikannya. lututnya berdarah. me mastikan agar kirin senang. Kulitnya mengkerut dan gemetar tapi tetap berdiri tenang. "Kaisar pasti merasa ter hina karena hewan ini kabur. serta menjilati tangan Hiroshi dengan lidah abu-abu panjangnya. kemudian mulai membasuh dar ah kering di badannya. ketakutan dalam kesendiriann ya.Hewan itu berdiri di samping Tenba. tanda putihnya berkilau menakutkan ditimpa cah aya keabuewan itu berdiri di samping Tenba. "Apa artinya ini?" tanya Takeo pada Gemba setelah hewan itu diberi makan dan per intah dikeluarkan agar perjalanan segera dilanjutkan. Seruannya membangunkan yang lain. bagian belakang k aki kirinya tidak apa-apa. "Ya. "Apa artinya ini?" tanya Takeo dengan gempar. "Haruskah kita meneruskan perjalanan dengan membawa kirin? Atau haruskah kita mengirim semacam ganti rugi ke Miyako?" Sejenak Takeo berhent i bicara. kakinya meregang keluar. seolah hewan itu berjuang melepaskan diri. kakinya meregan g keluar." tutur Gemba." "Dia takkan sanggup bertahan dalam perjalanan. "Bagaimana hewan ini bisa kabur? Apakah mereka melepasnya?" Shigeko menjawab. Dibayangkannya hewan itu lari meli ntasi daerah yang tidak dikenalnya." lanjutnya dengan suara pelan. Hiroshi yang tidur tidak jauh dar inya sudah lebih dulu berdiri. Takeo berdiri." "Sudah terlambat." sahuinya. kepalanya dekat dengan kuda-kuda. Ayah. "Lihatlah. kita tak bisa menyerahkannya pada Kaisar dalam kondisiseperti ini. mengisi ember dengan air dan membiarkan kirin minum.

Yan g kutahu hanyalah sesuatu yang menahan jaring yang rapuh telah terputus. "Istriku?" "Aku tak bisa mengatakan rincian semacam itu." Takeo menatapnya. Aku bukan penyihir atau dukun. "Atau mencabut nyawamu se ndiri. dengan cara yang sama Shigeko menepuk kirin." "Kau tahu segalanya hasil pertandingan. "Apakah telah terjadi ses uatu pada kedua putriku?" Dihelanya napas dalam-dalam." sahut Gemba. namun keseimbangannya terputus." Halaman 270 dari 600 . bila kau pikir itu lebih baik. Sudah kuk atakan sebelumnya bahwa ada yang tidak beres.i hewan itu menunjukkan kalau dia lebih memilihmu ketimbang Paduka Yang Mulia. Aku berusaha mempertahankan keseimbangann ya." sahut Gemba tenang." "Apa yang harus kulakukan?" "Bersiap untuk berperang. kurasa. tidak sanggup memahami kata-katanya. Pasti akan di anggap sebagai peng-hinaan yang luar biasa. kemenanganku. "Maaf. penyerahan Jato. "Peristiwa keji seperti kematian Taku telah melepaskan semua rangka ian peristiwa: ini pasti salah satunya." Diulurkan tangannya dan me¬nepuk bahu Takeo. Mustahil bisa diramalkan atau mencegah semuanya. Tidakkah ka u tahu yang satu ini?" "Segala sesuatu ada sebab dan akibat.

Mari. rasa suka kirin yang tidak terkendali pada kawannya ketimbang dengan orang asing. Takeo bisa merasakan kemarahannya memuncak di balik matanya. Kami akan berada di seberang perbatasan pada tengah hari nanti. Ternyata itu salah satu kuda Maruyama pemberian Shigeko kepada Lord Saga. Kini dilihatnya k alau semua upayanya akan hancur oleh kejadian yang tak ber¬aturan. laki-laki itu kelihatan kuat dan trampil. "Mari bicara berdua saja. dan pada saat itu pula. dan pe nunggangnya adalah Lord Kono. perhatian ku pada Anda tulus dari lubuk hatiku. "Aku harus meminta Anda menunda perjalanan. "Ada yang berkuda ke arah kita. "Bisakah diperbaiki?" Gemba tidak menjawab." "Kurasa tidak ada yang perlu dibicarakan saat ini. Hiroshi berlari ke depan untuk mengambil tali kekang sewaktu bangsawan itu meng¬he ntikan kudanya." Tanpa menunggu jawaban." ujarnya. tapi percayalah. aku tahu Anda meng¬anggapku sebagai musuh. dan kuda yang tengah berjalan menghampi ri meringkik balik selagi berjalan dengan santai di sekitar kelokan jalur dan mulai kelihatan . Kono melompat turun dari punggung kudanya. Penampilannya yang tidak ber tenaga sirna sudah." balas Takeo." Takeo tidak peduli jika si bangsawan tersinggung. Tak eo mendengar derap langkah kuda dari kejauhan. Kono berjalan menjauh menuju pohon cedar yang sudah tumb ang hingga .Mulut Takeo terasa kering karena rasa takut." "Lord Kono. aku senang berhasil menyusul Anda. Kami baru saja hendak melanjutkan perjalanan." Kegelisahannya telah berubah men¬jadi kemarahan." desak Kono. Ia percaya tak ada sat u hal pun yang bisa memperbaiki posisinya sekarang ini. beri aku waktu untuk menyampaikan pesan Lord Saga . Tak lama kemudian kuda-kuda dalam barisan menaik-kan kepala dan meringkik. "Bisakah diperbaiki?" lut Takeo ter asa kering karena rasa takut. "Lord Otori. Selama b erbulanbulan ia telah berusaha keras untuk bersabar dan mengendalikan diri. "Kurasa aku tak bisa menawarkan banyak untuk menyegark an diri. seperti saat pertandingan. "Lord Otori. di atas hiruk pikuk persiapan.

dan segera berbalik arah. Pasukan Anda kalah banyak dengannya. dan mereka sudah siap untuk kemungki nan semacam ini. tapi hewan itu ketakutan. "Tentu saja. Kemudian dia kabur. Kekuatan telah di himpun. Takeo melihat sekilas ke timur. Aku diperintahkan menyampai¬kan bahwa bila An da Halaman 271 dari 600 . dan akhirnya dia berhasil lolos. "Ijinkan aku ceritakan apa yang terjadi." ujar Takeo. ber¬lukiskan warna keemasan.seolah menyediakan tempat duduk yang alami." Kono berhenti sejenak. Tepian pegunungan tam pak hitam pekat ber¬lawanan dengan langit yang berkilauan. Kerabat Kaisar itu duduk dan memberi isyarat agar Takeo bergabung dengannya. Kemenangan dari kunjungan Anda agak mer edup dengan kepergian Anda yang lebih awal. Tetap saja. Suasana ibukota berubah dari gembira bah wa Kaisar direstui Surga menjadi ejekan. Tadinya Kaisar berharap bisa lebih mengenal Anda A nda membuat Kaisar ter¬kesan. "Kuberi waktu sampai matahari menyinari puncak gunung. bahwa restu Surga berpindah. Aku bertem u Lord Saga saat beliau meninggalkan Sanda. pasukan khususnya senantiasa siaga. tapi tentu saja. Kaisar mengunjungi¬nya setiap hari. bahwa ternyata Lord Otori-lah yang didukung Surga. bukannya Kaisar dan Lord Saga. dan tidak mau makan selama tiga hari. peng¬hinaan ini tak bisa diabaikan. terutama hewan ini. Kami mengejarnya. Lord Saga berada hampir tid ak sampai sehari menunggang kuda di belakangku. semua upaya kami untuk me nangkapnya gagal. Kaisar cukup gembira dengan hadiah-hadiah pemberian Anda. Kaisar kemudian khawatir melihat kirin yang kian gelisah setelah kepe rgian Anda.

"Saat itu tipuan dan ilmu sihir takkan bisa menyelamatkan Anda!" Kono berdiri. dan tanpa membungkuk hormat berjalan ke arah kudanya. Kau ular bermuka dua yang hebat. Kuda itu enggan mening¬galkan kawan-kawannya. Kau telah menghina dan menipuk u. sesuatu untuk melampiaskan kemarahannya." idak kembali bersamaku dan meminta maaf pada Kaisar: maka Anda harus bunuh diri ak u khawatir pilihan untuk mengasingkan diri sudah tidak ada lagi Saga akan memburu Anda. "Kau sering menyanjungku. Anda dan keluarga Anda akan dihukum mati kecuali Lady Maruya ma. "Kita akan berjumpa dalam per¬tempuran. ketimbang diam-diam bersekongkol dengan Lord Arai.." "Aku tidak bisa mengatakan kalau aku terkejut." u jar Kono. tapi menyesali keputusan Anda. Jika kau memang memiliki kehormatan atau keberanian sejati . ingin . Anda dan keluarga Anda akan dihukum mati kecuali Lady Maruya ma." Takeo memotong perkataannya. mestinya kau menantangku secara langsung. yang Lord Saga harap bisa dinikahinya. tidak berusaha mengendalikan amarahnya. Mungkin kau merasa dengan cara tertentu akan dapat me mbalaskan dendam atas kematian ayahmu. dan m erebut Tiga Negara dengan paksa. yang Lord Saga harap bisa dinikahinya. tapi kurasa kau berniat j ahat padaku dan berusaha melemah¬kan diriku. "Anda harus tahu betapa aku mengagumi Anda." sahutnya. dan agak melawan.." "Bukankah sejak awal dia telah meren¬canakan akan seperti ini jadinya?" sahut Take o. melemparkan b angsawan itu yang terjatuh dengan memalukan ke tanah. melompat ke atas punggungnya lalu menarik tali kekang dengan kasar untuk memalingkan kepala kudan ya.. Kono menghentakkan kaki di bagian samping kuda itu. Dua pengawal terdekat menarik pedang. bawahanku dan adik iparku.tidak kembali bersamaku dan meminta maaf pada Kaisar: maka Anda harus bunuh diri a ku khawatir pilihan untuk mengasingkan diri sudah tidak ada lagi Saga akan memburu Anda." Wajah Kono yang sudah pucat makin pucat. Ia berharap melakukannya sendi ri. "Biarkan dia mengejarku: dia akan kaget atas y ang akan menantinya. dan Takeo tahu semu a orang berharap ia memberi perintah untuk membunuh Kono. Keadaan menjadi sunyi. dan m erebut Tiga Negara dengan paksa. kuda itu bereaksi dengan melompat dan menendang.

Akan kupastikan kirin tidak tertingg al." sahut Shigeko tanpa ragu. Takeo ber paling ke arah Hiroshi dan berkata. kau akan menikah dengannya." "Maka tunggangilah Tenba. seraya berpikir kalau putrinya akan lebih aman di sana ketimbang berada di belakang. "Shigeko. dan melihat wajah putrinya tercengang. Ayah akan bunuh diri. Kita harus berhasil menyeberangi jalur sempit secepat mungkin. da n hadiahhadiah mewah dari Kaisar dan Lord Saga yang mereka bawa. dan menyuruhnya berjalan di depan bersama Gemba." "Hewan itu harus bisa mengikuti kita bila tidak maka lebih baik dibunuh sekarang juga. Kemudian muncul masalah apa yang harus dilakukan dengan kuda beban." "Ayah. "Mereka berdua akan saling memberi seman gat." ujarnya. namun putrinya itu belum pernah membunuh satu makhluk hidup pun. "Saga telah menipu dan mengancam kita.menghukum orang yang berada di bawah kakinya atas semua penghinaan. Takeo mengambil kuda Shigeko. "Dia kelelahan. dan kita masih bisa menghindari pe-perangan. "Ayah bisa menye¬lamatkanmu dan kirin hanya dengan cara menye rahkan diri pada Lord Saga." Sebagai gantinya. bagaimana dengan kirin?" tanya Shigeko. rencana jaha t dan pengkhianatan yang mengepung dirinya. lalu berpaling agar tak lebih mempermalukan bangsawan itu. Ashige. Takeo sadar. Para pengawal menurunkan pedang lalu menya¬rungkannya kembali. Tapi sesuatu mencegahnya untuk melakukan i tu." sahut Takeo. serta mengingkari semua janjinya pada kita. Besok mungkin ia akan melihat putrinya be rtarung mempertahankan diri." "Kita tidak bisa lakukan itu. Dia takkan sanggu p mengikuti kita. "Hiroshi. ambil kuda Lord Kono dan bantu dia. "Kirim Sakai pergi untuk memberitahu Kahei dan perintahkan dia bersiap untuk berperang. Saat didengarnya derap langkah kaki makin menjauh menyusuri jalan itu. Halaman 272 dari 600 ." sahutnya." tuturnya.

bahkan baju zirah berhias indah pemberian Lord Saga. cermin perunggu dan mangk uk berpernis. akan kututup semua rute yang bisa kau lalui sebelum kau meninggalk an ibukota." "Kini kirin sudah menjadi perlambang. Ia berpikir betapa Kaede sangat senang atas itu semua." tutur Sakai. Tapi apakah kini perbatasan itu tidak dij aga? Andai aku menjadi Saga. "Meski aku tidak percaya dewa mana pun bisa menolong kita saat ini. Tandu pun ditinggalkannya." aku Takeo. selagi mereka berkuda menjauh." "Kini bukan saatnya untuk bicara filsafat! Sebaiknya kita bicarakan tentang renc ana pertempuran." tuturnya pada Hiroshi. Apa artinya restu dari Surga? Kita tahu kalau kirin hanyalah hewan biasa. Hewan itu kabur karena merindukan kawannya." "Itu juga terpikir olehku. Takeo memerintahkan agar bal-bal dan keranjang ditinggalkan di dekat kuil batu kecil d i tepi mata air. dan ketakutan mereka dipastikan tak lama kemudian saat Sakai kembali melaporkan bahwa jalur telah dipenuhi pasukan Saga yang bersembunyi di s ela bebatuan dan pepohonan. tapi tidak melihat ada ja lan keluar lain. maka dia juga bisa melewati¬n ya tapi dia harus mendaki gunung dan turun di sisi gunung yang satunya lagi sebelum mencapai tempat Lord Miyoshi. . Mereka mengibarkan pan ji-panji merah. Takeo menyesali kehilangan benda¬benda indah itu: jubah sutra." "Butuh berapa lama hingga dia bisa sampai di sana?" tanya Takeo. "Dengan teropong aku melihat pasukan Saga dari kejauhan.Kuda-kuda itu tidak bisa mengimbangi jalan kuda lainnya merasa kalau Kaisar sudah terlanjur tersinggung dan tak bisa uda-kuda itu tidak bisa mengimbangi jalan kuda lainnya merasa kalau Kaisar sudah t erlanjur tersinggung dan tak bisa ditebus dengan apa pun. "Aku memanjat pohon dan melihat ke belakang ke arah Timur. dan pasukan pertahanan Saga di perbatasan pasti juga sudah melihatnya. bersenjatakan panah dan senjata api." sahut Hiroshi. dan Takeo lebih suka baju zirah miliknya yang diurus oleh Kahei. "Begitulah cara manusia me nghadapi dunia. "Semua benda itu adalah sesaji untuk dewa gunung." "Ya. aku sudah memikirkannya sejak kita melewati jalan ini: perbatasan di depan kita dapat digunakan untuk bertahan meng¬hadapi pasukan Saga. Aku suruh Kitayama mengitari tempat itu bila orang lain bisa melewatinya. Baju z irah itu berat dan tidak praktis. bukan makhluk dalam dongeng. sedang mengejar kita.

sewaktu turun dari punggung T enba lalu mengambil tali kekang Ashige dari tangan ayahnya." "Baiklah. Halaman 273 dari 600 ." Takeo terdiam merenung selama beberapa saat. "Tapi mereka memiliki semua keuntungan dari tanah datar. "Satu-satunya harapan kita adalah meng¬giring mereka ke lahan terbuka." ujarnya. "Ayah hendak memancing musuh kel uar dari persembunyian." "Ada berapa banyak pasukan di perbatasan?" "Lima puluh sampai seratus orang. Ia la lu menyusul Shigeko dan Gemba. kemudian menyuruh Sakai pergi lebih dulu bersama pengawal lainnya untuk ber¬henti tepat di depan perbatasan lalu bersembunyi." sahut Hiro shi. "Ayah harus meminta kuda itu kembali. "Saat itulah kita bisa menembak mereka satu demi satu Anda dan Lady Shigeko harus berkuda denga n kecepatan penuh sementara kami melindungi kalian." "Ayah takkan pergi sendirian. Kami tak sempat menghitungnya." ujar Hiroshi." "Terlambat untuk memberi kejutan: tapi bisakah kita mengecoh dengan mengitari me reka?" tanya Takeo. kan?" tanya Shigeko. pasukan kita kurang lebih sebanding dengan jumlah pasukan musuh."Beruntung bila dia bisa sampai sebelum malam.

"Mungkin aku bisa membantu. berdoa dalam hati bagi keselamatan put rinya." "Kami akan berusaha melumpuhkan mereka ketimbang membunuh mereka. "Tak ada yang bisa menyakiti Ayah. Takeo mengikatkan tali sutra kirin ke tali leher Tenba dan sebelum menaiki kuda. "Ini akan menjadi pertempuran yang sebenarnya. "Tapi takkan ada y ang melihat Ayah." Ayah akan pergi bersama Tenba dan kirin. ingin putrinya siap untuk peperangan yang haus darah. gadis Muto. Ada bingkai k husus yang sengaja dibuat pada pedang itu. "Jangan khawatir." Takeo jarang memperlihatkan kemampu¬an Tribe-nya pada Shigeko. Pedang itu masih disarungi denga n kain upacaranya dan kelihatan luar biasa. atau bahkan membica rakannya. bukan perlombaan." sahutnya. tepat di depan pelana." "Ayah harus ambil Jato kembali. Tenb a mengayunkan kepala ke arah gadis itu. dan kini pun ia tak ingin menjelaskannya."Ayah akan pergi bersama Tenba dan kirin. Ia telah memerintahkan bahwa dia harus pergi sendiri. lalu memalingkan pelananya untuk memerintahkan siapa pun itu agar kembali ke pasukan. "Mungkin kelak kau tak punya pilihan. Takeo meraih tali kekang Tenba den gan tangan kiri." tutur Takeo. "Lord Otori!" Ternyata itu Mai. Takeo menyadari ada seseorang yang berjalan kaki mengikutinya." ujarnya." sahutnya." Takeo mengambil pedang itu dari putrinya dengan rasa terima kasih. Dilihatnya tatapan ragu putrinya yang kemudian dengan cepat dikendalikannya. "Ijinkan aku pergi bersama Anda." sahutnya sera ya melirik ke arah Gemba yang duduk diam tanpa ekspresi di punggung kuda hitamnya." ujarnya. hingga terlalu berat bagi Shigeko untuk membawan ya. mendongak sesaat dan melihat awan tebal yang mengandung kilat menumpuk di arah B arat. "Tapi takkan ada yang melih at Ayah. Takeo berhenti sejenak lalu gadis itu berjalan menghampiri ke samping kuda. adik Sada. Sewaktu menunggang kuda menjauh dari pasukan bersama kirin. Tenba mengibaskan kepala menghalau kerumunan serangga kecil yang meng¬gigitinya. Ayah jangan pergi tanpa membawanya. dipeluknya Shigeko." "Kau bersenjata?" . pedang itu sudah di punggung Tenba. Saat itu kira-kira tengah hari dan cuaca sangat panas. Tapi kau harus me nyiapkan panahmu dan bersiap untuk menembak mati.

Lord Otori berencana meng¬gunakan kemampuan menghilang?" Takeo mengangguk. tuan. tapi tepat di depan perbatasan. Makin mereka kebingungan. dan bunuh musuh sebanyak-banyaknya semampumu." Mai tersenyum tipis. Berlindung di sisi mana pun yang kelihatannya hanya ada sedikit musuh. Jangan menyerang dulu sampai m ereka berada di daratan terbuka dan Sugita memerintahkan tembakan pertama. Apakah Anda bermaksud memaksa musuh menampakkan d iri agar para pangawal bisa menyerang mereka?" "Mereka akan melihat seekor kuda perang dan kirin berjalan sendiri. Setiap nyawa yang kuhabisi akan mem¬bala skan dendam kakakku. makin ba gus. pikir¬nya dengan perasaan sedih saat didesaknya Tenba agar berjalan lagi. Jalanan itu makin curam dan berbatu. "Terima kasih. tapi sudah mulai tenggelam di ufuk bar at. Matahari masih tinggi di langit." Kini aku yang memulai peperangan.Mai menarik sebilah belati dari balik jubahnya. Kuharap kein gintahuan dan keserakahan akan meng¬giring mereka menghampirinya. "Aku juga bisa menggunakannya. lalu membiarkan kemampuan menghilang menyelimuti diri¬nya. dan bayangHalaman 274 dari 600 . Mereka pasti terbuai dengan kecerobohannya sendiri. da n garotte. "Aku juga punya pisau lempar. jalannya ag ak menanjak dan melebar.

kini berselimut awan.bayang mulai memanjang. tapi kini rasa takut yang nyar is tak disadarinya muncul. Ia ing in tahu apa yang ada dalam pikiran prajurit yang tengah me¬mandangi kuda dan kirin berjalan melewat i lembah. ter¬bentang Tiga Negara. dan bahkan lebih mengancam lagi. ia berdoa saat halilintar bergemuruh lagi. Takeo berusaha menjaga keseimbangan tubuhnya selagi gerakan mendadak itu menarik tubuh nya ke kanan dan ke kiri. ter¬bentang Tiga Negara. Sesaat darahnya membeku. karena akulah yang mengenalkan serta mengembangkan benda itu. Petir berkilatan di kejauhan. bunyi ketukan senjata api yang tengah diisi bubuk mesiu. Di kedua sisi jajaran pegunungan. Bila aku harus mati. terdengar oleh¬nya suara b erbisik. Saat memasuki lembah. Dibiarkannya tali kekang kuda meng gantung dan mengangkat kakinya dari sanggurdi agar tidak kelihatan ada penunggangnya. serta kirin. Tak ingin terjatuh seperti Kono atau pun kehilangan kemampuan meng¬hi langnya karena . kini berselimut awan. muncul dari hutan leba t. ia sudah sering bersentuhan den gan kematian hingga tidak membuatnya takut. dan terdengar g emuruh halilintar yang membuat Tenba mengibaskan kepala dan gemetar. Takeo tidak takut mati. gemerisik pelan orang berpindah tempat. pedang di samping pelana. dengan leher panjang serta kulit yang bercorak aneh. kirin berjalan dengan tenang dan a nggun seperti biasa. Petir berkilatan di kejauhan. Ia tak ingat pernah menggunakan kemampuan menghilang saat menunggang kuda. keri at-keriut pepohonan tua. d engan surai dan ekor berkilau sama terangnya dengan pelana. ia sudah yakin kalau tak seorang p un yang bisa membunuhnya sampai putranya sanggup melakukannya. kirin berjalan dengan tenang dan a nggun seperti ayang mulai memanjang. atau legenda yang menjadi kenyataan? Kuda hitam. maka itu hanya untuk keadilan . tinggi dan asing. terlebih lagi. ijinkan aku mati oleh pedang. dan terdengar g emuruh halilintar yang membuat Tenba mengibaskan kepala dan gemetar. ia me mbiasakan diri untuk memisah kan ketrampilan ksatria dari kemampuan Tribe. dan gemericik air. bijih besi yang ma mpu mengoyak daging dan tulang. pada peluru yang bisa membunuh dari jauh. Apakah pemandangan itu mimpi. muncul dari hutan lebat . Terdengar olehnya desingan sebatang anak panah: Tenba juga mendengarnya dan terk ejut. Dikejauhan Takeo mendengar desingan layang-layang dan kepakan sayap burung. Di kedua sisi jajaran pegunungan. helaan busur. bila aku mati akibat senjata api.

Kirin pun mengik uti dengan patuh. Tenba mendengus. Anak pan ah itu tidak dibidik langsung ke arah hewan hewan itu. Tenba menegak¬k an telinga dan memutamya ke arah suara tadi. Takeo membiarkan Tenba ber gerak dengan cepat dan ringan. hanya sekadar menguji reaksi alami mereka. Mereka tidak bersenjata a mudah untuk mengepung dan lebih leluasa: mereka berharap bisa menyergap cepat. Kini teriakan terdengar di mana-mana. panik karena mereka seperti sekawanan serigala. tapi mereka mengesampingkan dari tempat p berat sehingg Sebagian besa senjata ini. dari sebelah utara lembah. memaksanya maju. Di depan. Kemudian ia menekan kedua kaki agak di samping perut kuda itu. Dipelankan napasnya dan membiarkan tubuhnya mengikuti geraka n kuda seakan mereka adalah satu makhluk. Satu orang lagi menjawab teriakannya. Hal ini membuat lebih banyak lagi pasukan bermunculan dan berlarian lebih cepat. dan mempercepat langkahnya sampai akhirnya melangkah santai dan pelan lagi. mereka berlomba-lomba menjadi orang pertam a yang memegang tali kekang kuda perang itu untuk menyatakan menjadi milik¬nya. Anak panah itu berjatuhan ke tanah sejauh beberapa langkah di depannya. dan beberapa senjata api. bisa dilihatnya tanah datar di bawahnya tempat pasukan Kahei menunggu. r mereka bersenjatakan busur panah. Takeo m erasakan tanah mulai curam: mereka telah melewati titik tertinggi lembah.kurang konsentrasi. bermunculan ersembunyian mereka lalu berlarian ke permukaan lembah. Terdengar teriakan di sebelah kanannya. berusaha menghalangi agar kedua hewan itu jangan ke ujung lembah. bersyukur atas reaksi kuda itu seperti yang diharap¬kannya. Langkah Tenba mulai berderap dan kirin mulai berlari dengan lompatan naik turun di sebel ahnya. lima atau Halaman 275 dari 600 . dari arah se latan. Anggota pasukan mulai menampakkan diri satu demi satu.

tangan kiri mengambil alih peran tangan k anannya yang cacat. pedang terhunus di tangan. karena tak satu pun mengenai kedua hewan itu. Tenba berderap . Kuda tunggangan Hiroshi ya ng berkulit abuabu . bak kepakan sayap. lalu ia menebas tali yang mengikat kirin ke kuda itu. meliuk bak kuda jantan tengah menggiring kuda betina. Di belakangnya terdengar dentuman langkah kuda selagi pasukannya Hiroshi ber¬hamburan memasuki lembah. Jato melompat seperti yang biasa dilakukannya. Kirin berla ri dengan canggung ke depan sementara Tenba. menyeringai. mungkin mengingat untuk apa dia dilahirkan. membuat mereka yang berada di belakangnya cukup lama merasa ragu untuk lari ke luncuran anak panah selanjutnya. Desingan mengerikan anak panah me¬menuhi udara. seolah bergerak atas kehen daknya sendiri. atau kemahiran para pemanahnya memang luar biasa. l angkah panjang kirin membuatnya seperti melayang di atas tanah. pasukan itu menyadari kalau itu jebakan dan mulai berlarian kembali u ntuk berlindung di antara bebatuan. menghantam prajur it berkuda hingga jatuh dari pelana. sebilah pisau berbentuk bintang m enancap di matanya. dan melihat prajurit pertama terjatuh. bersiap menggigit. Takeo mendengar sebatang anak p anah berdesing melewati dirinya. bersiap menggigit. Ia menghempaskan berat badannya ke belakang saat berusaha mel ambatkan gerakan Tenba. Dilupakannya usia dan cacat tangannya. anak panah menembus dad anya. anak panah menembus dad anya. Takeo mendengar sebatang anak p anah berdesing melewati dirinya. Satu prajurit segera tumbang. Terlambat. Pasukan berkuda muncul di depannya. orang pasukan berkuda muncul dari celah antara tebing yang curam. l angkah panjang kirin membuatnya seperti melayang di atas tanah. dan melihat prajurit pertama terjatuh. memasukkan kakinya. Ia menyadari Hiroshi yang datang bergabung dengannya. meliuk bak kuda jantan tengah menggiring kuda betina. menyeringai. Di belakangnya terdengar dentuman langkah kuda selagi pasukannya Hiroshi ber¬hamburan memasuki lembah. menguatkan diri lalu menarik Jato dengan tangan kiri. Takeo meraba¬raba s anggurdi. Ia mem biarkan dirinya terlihat di waktu yang sama ketika mengayunkan pedang ke kiri. melambatkan l angkah dan berputar untuk menghadapi prajurit berkuda lain yang kini mengepung Takeo. Baik Tenba maupun kirin berada tepat di luar ja ngkauan. Tenba ber derap.enam orang pasukan berkuda muncul dari celah antara tebing yang curam.

Be tapa ia sangat merindukan Kaede: istrinya memenuhi pikirannya saat mengamati lembah untuk melih at prajurit nya yang selamat dan mengumpulkan sisa¬sisanya. setidaknya untuk hari ini. arom a keringat Mai mengingatkan Takeo kalau sudah berbulan-bulan sejak ia tidur dengan istrinya. "Mai! Mai!" Dilihatnya kedipan sosok dengan kemampuan menghilang di sisi utara. Saga pasti sudah dekat di belakang. mem¬belokkan Keri.pucat memerah karena darah. mencari perlin¬dungan di sela bebatuan dan pepohonan. "Maju terus. "Kau terluka?" serunya sambil menengok ke belakang." perintahnya pada Hiroshi. pikir Takeo saat mengembalikan Jato ke sarung d an akal warasnya mulai kembali. Jangan ditunda. "Aku mem¬bunuh tiga orang dan melukai dua orang. mung kin enam orang terluka." Dapat dirasakannya debar jantung Mai berpacu cepat menempel di punggungnya. lalu mengara hkan Tenba menghampiri saat gadis itu menampakkan diri. "Jan gan tinggalkan satu orang pun. "Kumpulkan prajurit kita yang terluka dan tewas. "Apakah kita akan kejar mereka?" scru Hiroshi. Bentrokan m ereda dan sadar kalau pasukan berkuda musuh yang terakhir tengah ber¬usaha menyelamatkan diri." teriak Mai balik. Kita akan bergabung dengan Kahei malam ini. "Tidak. dan prajurit pejalan kaki juga kabur. kesemuanya telah ia kenal selama Halaman 276 dari 600 . Lalu sekumpulan prajurit datang mengelilinginya: Shi geko dan Gemba dengan busur ter-sandang di punggung dan pedang di tangan. sambil mengatur napas." Tadi hanyalah pertempuran kecil. dan tersenyum dalam hati selagi mereka berj alan melewatinya dan mulai berjalan menurun. Per¬tempuran besar akan terjadi nanti. biarkan mereka pergi. Takeo bersedih bagi mereka yang tewas. Lima orang tewas. Takeo mengulurkan tangan lalu menga yunkan gadis itu naik di belakangnya. Kita sudah berada di Tiga Negara." Kemudian Takeo berteriak lantang. sepertinya." serunya kepada mereka. "Jangan. Shigeko aman.

Kita sedang memperta hankan Tiga Negara. dengan berita tentang situasi Negara Tengah dan wilayah Barat. ia pergi bersama jurutulis itu ke tenda Kahei." sera Kahei. Saga akan berad a di tempat ini esok hari. lalu entah di hari yang sama atau keesokan harinya mereka akan be rtemu dalam per¬tempuran. "Dia harus melewati jalur sempit itu." Hal itu membuat Takeo lebih tertekan lagi. Kau sudah mendengar tentang kematian Taku?" "Aku sudah mendengar desas-desus. serta membicarakan rencana untuk keesokan hari nya. tempat Takeo bisa melihat putrinya bersama kirin. karena ia mengharapkan surat dari ist rinya. tidak bersusah payah menebas kepala mereka atau mengurus yang terluka. Dan dia harus kelihatan seperti penyerang.bertahun¬tahun. L ega melihat Minoru tidak terluka." "T idak ada kabar dari istriku?" "Tidak ada kabar sejak bulan ketiga. Pasukan Saga yang tewas ditinggalkannya di lembah . Saga akan berad a di tempat ini esok hari. dan entah bagaimana terlihat agak kurus. Kita harap Saga mengira kita sedang kabur." tutur Takeo. Kita tidak bisa tinggal di sini dan me nahannya dengan tidak jelas. tempat dice ritakannya semua yang telah terjadi pada sang komandan. bukan menentang Saga atau Kaisar." "Kita akan segera kirim pasukan untuk mempertahankannya. Pasukan Saga yang tewas ditinggalkannya di lembah . dan dia juga tidak menyebutkan tentang beri ta duka ini. Suasana hatinya murung saat memberi salam pada Kahei di tanah lapang di bawah. dan bertekad memakamkan mereka dengan penghormatan yang tinggi di ka mpung halaman mereka di Tiga Negara. hatinya terasa pedih melihat pen deritaan putrinya. Mungkin saat itu Kaede memang belum mendengar kabar itu. Hiroshi membawa kuda ke dalam barisan. dan bertekad memakamkan mereka dengan penghormatan yang tinggi di kampung halaman mereka di Tiga Negara. tapi kami tidak ada kabar resmi dari Hagi. akan kita biarkan terbuka. "Tidak. tidak bersusah payah menebas kepala mereka atau mengurus yang terluka. Wajah putrinya pucat. "Setidaknya kita tahu Saga tak bisa datang lewat jalan lain. ke hilangan semangat dan kebingungan. Kita haras mengalahkannya dengan telak dan membawa kembali pasukan ke wilayah Barat untuk menghadapi Zenko. lalu entah di hari yang sama atau keesokan harinya mereka akan be rtemu dalam per¬tempuran. begitu pula dengan kabar tentang kesehatannya juga si . rtahun¬tahun.

"Mungkin adikmu bisa terus menunda turunnya hujan. berusaha membang kitkan semangat dirinya dan juga Kahei. kita harus bersiap menyambut serangan mereka. dan kilat menyala di langit barat. nam un awan gelap berarak tidak beraturan." Takeo berjalan bersamanya di bawah cahaya rembulan untuk menginspeksi posisi. " Kau sudah bertempur satu kali hari ini." sera Kahei. dengan kegiatan fisik. tapi tidak ada kabar dari Negara Tengah." Halaman 277 dari 600 . Aku akan berjaga sementara kau dan pen¬dampingmu tid ur. "Jika terlalu basah untuk menggunakan se njata api. Bulan putih semakin mendekati purnama. "Aku belum mendapat kabar dari istriku.bayi. jelas terpisah dari hiruk pikuk kemah di sekitamya. membuang kekhawatirannya dengan cara yang biasa." Kahei sudah mengatur pasukan dalam formasi tempur: kekuatan utama di sisi barat tanah datar." ujar Takeo." ujarnya. kami pernah mendapat pesan dari Inuyama." Kedua laki-laki itu terdiam sejenak. penjaga juga membawakan obor ilalang. maka kita kehilangan keuntungan terbesar kita. "Kita menghadapi cuaca buruk. "Baiklah. begitu pula dengan pasukan pemanah tambahan. "Mari ku tunjukkan pasukan kita. "Hujan atau tidak." sahut Kahei. dan bagian samping di se¬panjang tepi utara terlindungi oleh barisan bukit yang menonj ol. orang bilang kalau kabar buruk tersebar lebih cepat ketimbang kabar ba ik. Gemba duduk di bawah sebatang pohon runjung kecil. di dekat kolam yang menyediakan air buat mereka: matanya te rpejam. Di sini ditempatkan-nya para prajurit bersenjata api. memikirkan rumah mereka nun jauh di sana da n anak-anak mereka.

Sadar kalau orang dan kuda yang sayang p adanya masih di belakang. dan memimpikan Kaede. te rdengar olehnya gemeletak api dan menyadari kalau gerakannya yang tergesa¬gesa menghantam lentera hingga jatuh. Dilihatnya Kaede saat berusia lima belas tahun. Gemba men gambil rumput kering dan air. cahaya terangnya yang mengeri¬kan. arena sudah berada di perkemahan sejak bulan kelima. dan di saat yang bersam aan meraih tubuh Kaede dan menariknya ke arahnya. namun di depannya nampak sosok manusia dan kuda yang tidak dikenalnya. dan memimpikan Kaede. makan sedikit. Ruangan itu meledak terbakar. Keributan di belakangnya membuatnya panik. mengencangkan tali di barisan kuda. tanpa goresan bekas luka di leher. Ke nji.. Dalam mimpinya. tapi Gemba menghalau mereka. Takeo terbangun. hujan sudah me¬merciki tenda. Naomi. Kaede ditunangkan dengan Shigeru sekaligus t elah menjadi istrinya. Mereka dikelilingi prajurit dari per¬kemahan yang ingin mengetahui tentang pertaru ngan tadi. Shigeko dan Gemba menemukannya di sana.. dan segera saja langkahnya melambat.Karena sudah berada di perkemahan sejak bulan kelima. la langsung tertidur. dan malam itu adalah malam pertunangan K aede dengan Shigeru. kemudian meregangkan badan di bawah lipa tan sutra tenda. diserahkannya hadiah pertunangan kepada Kaede. halilintar memec ah langit. kemudian meregangkan badan di bawah lipa tan sutra tenda. Mereka berada di penginapan di Tsuwano. Dilihatnya lentera berkelap-kelip di antara mereka berdua saat Kaede menatap tangannya lalu menaikkan pandangan ke wajah. api melahap tubuh Shigeru. dan bahwa Lord O . Dia mengatakan bahwa Kahei harus diberitahu lebih dulu. wajahnya masih mulus tanpa kerutan.* Setelah Takeo memotong tali pengikat. la langsung tertidur. kirin terus berlari melintasi lembah. rambut tebalnya hitam te rgerai. kilat menghanguskan per¬kemahan. Kahei mengatur agar ia bisa nyaman: Takeo mandi dengan air dingin. namu n kaki¬nya tidak cocok dengan permukaan tanah yang berbatu. Shigeko d iam tanpa bicara saat melepas pelana Ashige. berjalan terpincang-pincang. makan sedikit. Kahei mengatur agar ia bis a nyaman: Takeo mandi dengan air dingin. hewan itu menunggu dengan kesabaran dan ke¬patuhannya yang biasa. lalu membawanya ke perkemahan. Saat dirasakannya bentuk tubuh Kaede yang amat disayanginya dalam pelukannya. bau terbakar menyesak¬kan cuping hidungnya.

kejam. tapi kemudian berdiri sebentar untuk berbicara dengan Mai. Aku hanya akan menikah dengannya. Tenba mencium bau kirin dan meringkik keras. ekspresi kemarahan sisa pertempuran masih tergambar di wajah mereka. Shigeko berharap ia memiliki pendengaran tajam agar tahu apa yang sedang mereka bicarakan. di samping Ashige. Aku mencintainya. Hiroshi melihat ke arahnya dan Shigeko melihat ekspresi laki-laki yang sangat dikenalnya. kemudian mencaci dirinya sendiri karena merasa cemburu. Perasaan itu menodai ras a lega karena temyata ayahnya dan Hiroshi tidak terluka. di belak ang ayahnya dan Hiroshi di samping¬nya. pikir Shigeko. Keri. Si gadis Muto. dan Tenba di sebelah kirin. Ekspresi wajah Mai pun sama. Hiroshi mengucapkan selamat tinggal kepada Mai lalu membawa kedua kuda menuju ba risan kuda. Hiroshi mengambil tali kekang kedua k uda itu. Mai.tori ada di belakang mereka. mengikat kuda miliknya. Shigeko melihat ayahnya berkuda me¬masuki perkemahan. membuat figurnya kelihatan maskulin. Setelah itu Takeo turun dan menyapa Kahei. Sesaat ia merasa mereka berdua seperti orang yang berb eda: berlumuran darah. Hiroshi yang p ertama turun dari kuda dan mengulurkan kedua tangannya untuk mengangkat gadis itu turun dari pungg ung Tenba. Halaman 278 dari 600 .

." Ia memalingkan wajah. atau mela kukan semampuku untuk melindungi ayahmu juga dirimu."Mereka semua bahagia sekarang. Hiroshi lalu menambahkan. Aku merasa gembira saat darah mereka menyembur. punya teman. Tapi aku merasa telah mengkhianati semua yang telah diajarkan para Gu ru Besar.. aku merasakan penyesalan dan kesedihan. Aku tidak ingin menyakiti anjing¬anjing itu." ujar Shigeko." ujar Shigeko. tapi biar kusarankan agar Gemba membawa¬mu pergi. dan sudah lupa peristiwa mengerikan hari ini. Aku sung guh-sungguh berterima kasih padanya karena membawa kabar tentang kematian Taku. Mere ka tidak tahu apa yang menanti besok." "Oh! Tentu saja. Seharusnya kau tidak terlibat." Setelah berhenti sejenak. "Apa yang kau bicarakan dengan gadis itu tadi?" "Gadis Muto itu? Aku berterima kasih padanya karena membantu kita lagi. Pertarungan kecil ini tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan pertempuran yang akan terjadi nanti. dan memalingkan wajah ke arah kirin untuk menye . dan sudah terbiasa." sahut Shigeko. punya teman. setelah kejadian itu. "Tapi panahku mengena banyak orang." Gemba meninggalkan mereka. mengata¬kan kalau dia perlu menghabiskan waktu seorang diri. dan tidak kuasa menambahka n. Namun kini. "Aku tak tahu apakah hari ini aku telah membunuh. Bidikanku tepat kena sasaran: tak satu pun anak panah yang meleset. "Dia pergi untuk menguatkan dirinya dengan Ajaran Houou." Mereka semua bahagia sekarang." ujarnya pelan. "Aku dilatih semasa kecil untuk hal ini. "Mereka punya makanan. kepada Tiga Negara." ujar Shigeko." ujar Shigeko. dan sudah lupa peristiwa mengerikan hari ini. ke tempat bibimu. " "Aku juga tak ingin meninggalkan Ayah. "Aku har us melakukan hal yang sama. Berapa banyak dari mereka yang sudah mati sekarang? " "Aku juga membunuh. saat hewan-hewan itu makan dan min um. saat hewan-hewan itu makan dan mi num. "Mereka punya makanan. seketika air mata terasa menusuk kelopak matanya. Kau bisa membawa kirin. Mere ka tidak tahu apa yang menanti besok. Kembalilah ke Inuyama. "Juga Lord Hiroshi. namun aku ingin menyakiti orang-orang itu ... "Besok pasti lebih buruk lag i." tutur Hiroshi. juga karena telah bertempur bersama kita hari ini. Aku tak bisa meninggalkan ayahmu. Aku ti dak tahu bagaimana lagi cara untuk tetap setia pada ayahmu." Dirasakan pipinya merona merah lalu berkata.

mbunyikan rasa bingungnya. berwama abuabu pucat. Kata-kata Hiroshi menghalau kese dihannya." Shigeko tak kuasa menahan diri untuk tersenyum." "Kau sudah seperti kakakku." ujarnya. dan saat masa depan mereka kian tak menentu? Kuda-kuda sudah selesai diurus: tidak ada lagi alasan bagi mereka untuk berdiri di sana lebih lama lagi. Bulan masih tinggi perlahan berwarna keperakan. Aku tak¬kan meng ucapkannya padamu. Ia ingin dipeluk pemuda itu. "Tidak ada orang lain yang lebih berarti bagiku ketimbang dirimu." Nampak¬nya Hiros hi pun berusaha mengungkapkan perasaannya. jauh di ufuk barat pancaran terakhir sinar matahari menyebar keluar dari balik awan tebal. Shigeko tidak tahu bagaimana memulai pembicaraan. Langit di antara tempat perlindungan mereka yang berwarna abu-abu tu a. "Mari berjalan-jalan sebentar. demi nasib seluruh n egeri. Akhirnya Hiroshi bicara. penguru s kuda. "Lady Shigeko." ajak Shigeko. Halaman 279 dari 600 . Namun ia tak tahu bagaimana mengatakan saat dikelilingi prajurit. tapi aku tak bisa mencintai atau menikah dengan orang lain selain d irimu. memenuhi dirinya dengan rasa gembira serta keberanian. "Kau harus tetap hidup." Hari masih terang. takut kalau mereka akan mati tanpa semp at menyatakan cinta. Kau adala h perempuan paling sempurna yang pernah kukenal. namun kenyataan kalau salah satu dari kita mungkin mati besok." tuturnya. "Satu-satunya kecemasan¬ku saat ini adalah keselamatanmu. Aku tahu derajat dan kedudukan menempatkan dirimu jauh di atas diriku. "Kita harus melihat medan perang." "Perasaanku padamu jauh melebihi perasaan kakak terhadap adiknya. lalu menemui ayahku.

Seumur hidup. akan kubujuk orangtuaku. jeritan dalam pertempuran. mengapa aku tidak bol eh melakukan hal yang sama?" "Aku tidak bisa melakukan apa yang ber¬tentangan dengan keinginan ayahmu. lalu perg i menemui beliau. akan kubujuk orangtuaku." Shigeko merasakan bobot asing perisai dada itu. "Anda harus segera bersiap. juga kuda Anda. Rambutnya tersangkut saat benda itu diikat talinya. dengan penuh perasaan. Ked ua orangtuaku mengutamakan cinta di atas kewajiban pada orangtua mereka. Tapi kini kulihat ternyata." ujarnya. dan Mai masuk ke tenda membawa teh dan nasi dingin. "Namun mengetahui bahwa kau merasakan apa yang kurasakan telah memuaskan semua keinginanku. ada hal lain yang lebih penting."Hiroshi. aku senantiasa berusaha mematuhi orangtuaku dan ber¬tindak dengan be nar. kuharap! Shigeko berani berpikir demikian saat mereka berpisah. des . bau darah. "Mari kita menikah. Semuanya mulai basah. Mai menghilang lagi. Sementara Shigeko makan dengan cepat. "Lady Maruyama!" seorang perempuan berseru memanggil dari luar. Mari kubantu Anda. Saat ini aku ta k Hiroshi. Shigeko tertidur sebentar dan terbangun oleh gemuruh halilintar dan percikan air hujan. saat menghadapi kematian. Shigeko ingin segera menemui ayahnya." sahut H iroshi. Terdengar olehnya perkemahan meledak dalam kesibukan di sekelilingnya. Satu tenda terpisah didirikan untuknya. Saat ini aku t ak lagi merasa wajib menjadi istri Lord Saga karena dia telah memperlakukan ayahku dengan kejam. la lu ia duduk sendirian dalam waktu yang lama. jari nya terasa licin. Saat kembali. cepat-cepat mengenakan pakaian berkuda yang dikenakannya kemarin." Tidak semuanya. Setelah mandi dan m akan." ujarnya. "Mari kita menikah. ia diberitahu kalau ayahnya sudah tidur." ujarnya. "Ayah Anda mengirimkan ini. berusaha mengatur pikirannya dan mengobarkan kembali api yang tenang dan kuat dari Ajaran Houou dalam dirinya. Namun semua usahanya kalah oleh kenangan yang melintas di benaknya ing anak panah dan wajah serta suara Hiroshi. namun ia menahan diri. gadis itu membawa perisai pelindung dada kecil terbuat dari kulit dan besi serta helm. dan melompat bangun .

lalu diambil pedang dan mengencangkannya di s abuknya. Takeo sudah me ngenakan baju zirah. kau harus menikah dengan Saga." sahutnya." panggilnya tanpa tersenyum. menunggu kedatangan Hiroshi dan pengurus kuda menyele saikan memakaikan pelana pada kuda. Ay baik. Hujan turun dengan deras. "Tidak." ujar Takeo. Jato di sampingnya."Ikat rambutku. Saat ini terlalu senjata api. "Aku tak ingin meninggalkan Ayah. melewati siraman hujan bak tirai baja abu¬abu. t basah untuk menggunakan reda untuk menyerang." "Dan kalau kita menang?" Halaman 280 dari 600 . dan mempertahankan negara dan rakyat kita sebagai istrinya. "Shigeko." ujarnya pada Mai. dan Saga tahu ini. karena kalian berdua adalah pemanah yang agar mengirimmu pergi. "Bila kekalahan tak terhindar." "Tetaplah bersama Gemba. putriku. "Hiroshi memohon api sebenarnya Ayah membutuhkan semua orang yang ada." hardik Shigeko. Jika kita kalah. Aku ingin bertempur di samping Ayah. dia yang ak an menyelamatkanmu. Shigeko bergegas menuju barisan kuda. Mai menaruh topi baja di kepala Shigeko lalu mengikatkan talinya. kau harus hidup. Matahari hampir terbit. Ayah yakin dia takkan menunggu hujan ah membutuhkan kau dan Gemba." "Aku akan mencabut nyawaku lebih dulu." "Aku senang. tapi langit tampak kian pucat.

"Maka kau bisa menikah dengan orang pilihanmu. takdir yang mengharuskan kita membunuh atau te r¬bunuh. Andai keadaan tidak basah. matanya berkerut mel irik ke arah Hiroshi. tempat pasukan pejalan kaki. Jangan sia-siakan sebatang anak panah pun. "Dia tak menduga kalau kekuatan pemanah kita sama hebatnya dengan pasukannya. "bahkan saat pasukan bergerak memutar dan maju. para pemanah diatur dalam dua tingkat." sahut Takeo." sahut Gemba. kuda yang sudah tak sabar. tapi tidak belajar dari kejadian itu. perang tidak bis a dihindari. Kita harus merangkulnya dengan segala kejernihan pikiran. tapi nyaris tak bisa mengingatnya. "Lord Gemba. dengan sepenuh hati. "Aku akan pegang janji Ayah. Kini dia akan sama terkejutnya seperti saat itu . . "Beberapa luka telah diatasi oleh kekuatan perempuan. "Saga menduga kita hanya berkonsentrasi pada senjata api." sahutnya ringan. Maka kau bisa menikah dengan orang pilihanmu. selagi mereka berdua naik ke pung gung kuda. perhatiannya dipusaikan pada pemandangan di depann ya saat matahari semakin terang: warna merah dan emas baju zirah serta pelana." panggilnya. matanya berkerut me lirik ke arah Hiroshi." Mulut Shigeko terasa kering. bahwa sebena rnya kita tidak meng¬inginkan atau pun mencarinya. Takeo berkuda bersama Hiroshi menuju bagian tengah tanah datar." sahut Takeo. dan Shigeko mengikuti Gemba menuju sisi sebelah utara." tambahnya. mereka pasti melakukan hal yang sama untuk senjata api." Shigeko mendengarkan kata-kata ini." tutur Gemba. Dia terkejut saat pertandingan berburu anjing itu be r¬langsung. "Bagaimana bisa terjadi s eperti ini? Bagaimana kita bisa gagal menyelesaikan masalah dengan damai?" "Ketika keseimbangan hilang dan kekuatan laki-laki mendominasi. Ayahmu ingin agar kita membidik dengan hari-hati dan menyerang pemimpin mereka. tapi aku tak tahu a pa itu. tempat pasukan b erkuda berkumpul." "Kita harus tetap di sini. pemanah dan pasukan ber-senjata tombak berujung tajam dan tombak berkapak tengah mengatur posisi. Mereka berjumlah beberapa ribu orang. kar ena Kahei telah melatih seni tembakan alternatif hingga hujan panah seperti sambung menyambung. Sudah takdir kita untuk berada di sini.

bak semut yang terganggu keluar da ri sarang. pertama dihadang pasukan b erkuda yang menggunakan pedang kemudian oleh prajurit pejalan kaki. Miyoshi dan klan lain dari Tiga Negara. Mereka telah menakluk kan wilayah wilayah di utara. perang yang berusaha ia hin dari. dalam jumlah yang luar biasa besar.dan panji-panji Otori.* Perang Takahara berlangsung lebih dari tiga hari di tengah badai yang disertai k ilat dan petir. gelombang pertama pasukan Saga mengalir melewati perbatasan. Juml ah pasukan Saga Hideki lebih besar tiga berbanding satu dengan pasukan Takeo. Pasukan Saga sangat disiplin dan luar biasa terlatih. dan posisi Takeo yang lebih meng¬u ntungkan. berharap dianugerahi harta rampasan dari Tiga Nega ra. Selagi pasukan Saga merangsek memasuki dataran. mereka dihujani anak panah dari kanan. tapi jenderal Kaisar itu dirintangi oleh sempitnya jalur menuju dataran. berperang dengan restu Kaisar. prajurit yang selamat dari panah dihadang oleh pasukan utama Otori. Kemudian. Perang berlangsung tiada henti dari matahari terbit hingga matahari terbenam. Maruyama. Inilah perang paling brutal yang pernah Takeo alami. Malam har inya para prajurit merawat luka dan membersihkan medan perang dari anak panah yang berserakan. Halaman 281 dari 600 .

persiapan Kahei dilaku¬kan dengan sangat teliti dan penuh pe¬rencan aan. Klan Otori menderita kekalahan besar. n amun ada yang luar biasa dengan senjata tradisional: busur panah dan pedang.Sebaliknya. Mino ru. tombak runcing da n tombak berkapak. Ia telah merencanakan operasi militer ini sejak musim semi. Pemanah sebelah utara menembak membabi¬buta. Miyoshi Kahei sudah bertempur bersama pasukan Otori sejak perang Yaegahara saat berusia empat belas tahun. Kahei menyaksikan dari lereng. tapi juga demi negara. Ketika serangan pertama p asukan Saga dipukul mundur dan dihalau kembali ke jalur perbatasan. mendengarkan suara pertama kegiatan dari musuh. kampung halaman. Keyakinannya bahwa Saga takkan bisa menang menguatkan tekad pasukannya. tapi juga dem i negara. ingin menghadap i ancaman atas pemerintahan Takeo. Kini akhirnya perang sudah dimulai. kampung halaman. karena sebenarnya dia ingin pasukannya meng¬gunakan senjata api. pasukan berkuda Saga kembali melewati jalur sempit sebelu m hari terang. semangatnya ber¬kobar : hujan tak bisa dihindari. Panji-panji klan basah karena lembap. Dia sudah tak sabar selama berbulan-bulan. Didengarnya langkah kuda. Kahei melompat ke kuda l alu bergabung dalam pengejaran itu. duduk di dekatnya bernaung di bawah payung. penderitaan rakyat di bawah pengua sa Iida Sadamu. istri dan anak-anak serta tanah mereka. si juratulis. keriat¬keriut dan gemerincing pelana serta senjata. berusaha keras namun sia-sia menjaga agar tulisannya tetap kering serta mencatat semua kejadian. dan hujan anak panah kurang efektif dibandingkan hari sebelumnya. sebagian disebabkan oleh peng¬khianatan para pemimpin distrik. Se . meski¬pun kaki mereka dibungkus jer ami. pedangnya mencincang dan menyabet punggung prajurit yang t engah melarikan diri. istri dan anak-anak serta tanah mereka. menyebar untuk mengecoh pasukan pemanah ke utara dan mengitari sebelah selatan d ari pasukan utama Kahei. pasukan Takeo tidak hanya berperang demi nyawa mereka. Ia bertekad untuk tidak hidup dengan kekalahan seperti itu lagi. Di pagi di hari kedua. serta mengatur pengangkutan p ersediaan dan senjata dari Inuyama. Kahei tak pernah lupa masa-m asa yang terjadi setelah itu: penghinaan atas ksatria. Takeo tidak tidur selain menyaksikan semalaman. tanah di bawah kaki dengan cepat berubah m enjadi lumpur. Sama pentingnya. hampir tiga puluh tahun lalu. pasukan Takeo tidak hanya berperang demi nyawa mereka. ebaliknya. kuda merah bata miliknya siap di sampingnya.

dan tidak mendapat bantuan apa pun. Ketika hari terang. membelokkan kuda itu menghadapi si penyerang lalu menunduk menatap mata putra Ok uda. Bocah itu mengenali Takeo dan ber¬teriak memanggil. Tenba gemetaran penuh semangat. ia berge rak memasuki kekejaman pertempuran. Tadayoshi. Segera dilihatnya kalau sisi kananny a dalam ancaman. dan cahaya matahari yang baru terbit menerangi pertunjukan yang menyedihkan itu. Takeo men dengar suaranya dengan jelas di tengah gemuruhnya pertempuran. meski lencana setiap kelompok pra jurit pejalan kaki bisa terlihat samar di bawah guyuran hujan.muanya basah kuyup makanan. pedang di kedua Halaman 282 dari 600 . pasukan pema nah terjebak dalam per-tarungan satu lawan satu dengan pasukan Saga. Ia melihat. serta terkepung sewakt u berusaha membela diri dengan gagah berani. "Lord Otori!" Ia tidak pernah tahu apakah itu seruan menantang atau seruan minta tolong karena Jato sudah turun ke tempurung kepalanya dan membelahnya. Seakan tak lagi memiliki rasa menyesal. dan melihat ayah bocah itu t engah berkuda ke arahnya. Kini Takeo mendengar jerit kemarahan dan kesedihan. Di bagian paling timur. dan pakaian. setengah sadar. Takeo tak berhasil melih at seorang pun dengan jelas di tengah pertempuran sengit itu. Tadayoshi mati seketika itu juga. perang sudah ber¬langsung lama. Ia menggerakkan Tenba ke samping untuk menghindari tikaman pedang ke a rah kakinya. kalau Okuda berada tidak jauh di sebelah kanannya. senjata. Ia segera ber¬kuda untuk membantu mereka dengan Jato di tangan. Bocah itu terjatuh dari kuda dan kehilangan topi bajanya.

Hiroshi dan pasukan¬nya mendesak pasukan Saga kembali ke jalu r sempit dalam serangan balasan. terjatuh ke depan. Sakai Masaki. Saat itu Tenba tersandung. Amukan laki¬laki itu membakar amarah lama dalam diri Takeo. Kuda Okuda terus berderap. Gerakan yang cepat dan kuat laki¬laki itu justru membawa Jato menembu s ke dalam daging dan pembuluh darahnya. Jato menanggapi dan menemukan titik tak te rlindungi di leher Okuda. dan membiarkan kobarannya kian membara ka rena perasaan itu menghangus¬kan penyesalan. berusa ha mencengkeram surai dengan tangan kanannya yang cacat. dan tidak siap. Gerakan yang cepat dan kuat laki¬laki itu justru membawa Jato menembu s ke dalam daging dan pembuluh darahnya. Okuda m embelokkan kuda lalu kembali menghampiri Takeo. Kahei memulai gerakan mengepung lalu menjepit yang bisa menjebak pasukan musuh untuk mundur. perang merupakan hal yang sangat diinginkannya. Okuda m embelokkan kuda lalu kembali menghampiri Takeo. dan membiarkan kobarannya kian membara ka rena perasaan itu menghangus¬kan penyesalan. memberi waktu bagi Tak eo dan Tenba memulihkan diri. Namu n Okuda tidak mengacuhkan mereka semua. Takeo merasa tidak tenang dengan kematian Tadayoshi. dan tidak siap. jalannya dihalangi oleh kerumunan prajurit. dan Takeo agak tergelincir dari pelananya. namun jalan yang diikutinya . terjatuh ke depan. Jato menanggapi dan menemukan titik tak te rlindungi di leher Okuda. Amukan laki¬laki itu membakar amarah lama dalam diri Takeo. Takeo merasa tidak tenang dengan kematian Tadayoshi.tangannya. di belakangnya m embuat Hiroshi teringat perjalanan di tengah hujan seperti ini bersama sepupunya itu sa at berusia sepuluh tahun. Tersandungnya Tenba membuat serangan Ok uda agak berbelok. *** Masih di hari kedua. tapi Takeo masih bisa merasakan akibatnya karena ujung pedang Okuda me ngenai bagian atas lengannya sampai ke bahu. berusa ha mencengkeram surai dengan tangan kanannya yang cacat. dan Takeo agak tergelincir dari pelananya. jalannya dihalangi oleh kerumunan prajurit. Namu n Okuda tidak mengacuhkan mereka semua. memberi waktu bagi Tak eo dan Tenba memulihkan diri. S aat itu Tenba tersandung. Keberadaan sepupunya. Tersandungnya Tenba membuat serangan Ok uda agak berbelok. pandanganya hanya tertuju kepada Takeo. Kuda Okuda terus berderap. tapi Takeo masih bisa merasakan akibatnya karena ujung pedang Okuda me ngenai bagian atas lengannya sampai ke bahu. pandanganya hanya tertuju kepada Takeo. ia tidak merasa sakit dan mengira kalau ia tak terluka. ia tidak merasa sakit dan mengira kalau ia tak terluka. angannya. Di usia itu.

darahnya sendiri atau darah Sakai. "Aku menemukannya. Lumpur menyulitkan dirinya untuk menjejakkan kaki dan j atuh dengan satu lutut. Hiroshi bertarung dengan kemarahan yang ia tidak tahu kalau ia memilikinya. Takeo berada di antara mereka. memengaruhi semangat pasukan di sekitarnya. Tak bisa kemana-mana. meneng¬gelamkan dirinya. kulitnya basah oleh keri ngat bercampur air hujan. Dia sekarat. bahu dan lengannya tersayat cukup dalam. lalu menggendong Hiroshi kembali ke belakang bar isan untuk bergabung dengan prajurit yang terluka. Luka-lukanya sudah ditutupi lumpur. Ajaran Houou. sekarat karena kehilangan banyak darah dengan luk a sayatan di kepala dan kaki. Keri tumbang. Bila kalah dalam perang ini. Pedang kedua turun ke arahnya: dilihatnya Sakai menghempaskan badan di balik huj aman pedang itu. Gemba berkata. membunuh. karena masa depannya bergantung pada ke¬menangan." Dibaringkannya pemuda yang terluka itu di bawah. Sakai tewas tergeletak di atas tu buhnya.sekarang adalah jalan kedamaian. Sakai pasti telah menyelamatkan Hiroshi. Berjuanglah! Ber¬juanglah!" Mata Hiroshi mengerjap-ngerjap. Gemba menemukannya saat malam. Gemba menghentikan aliran d arah serta membersihkannya sebisa mungkin. mendesak lawan kembali ke jalur sempit. ia merasa lebih baik terbunuh atau mencabut nyawanya sendiri. Bobot tubuh Sa kai menahan tubuhnya berada di dalam lumpur saat pasukan yang bertempur menginjak¬injak melewa ti mereka. lalu rasa sakit menyel imuti dirinya. menang. "Hiroshit Kawanku! Jangan tinggalkan kami. Sesaat Hiroshi tak bisa percaya kalau beginilah akhirnya. . darah. Dalam salah satu desakan bal asan. wajahnya pucat kelelahan. Shigeko tidak terluka. Napas¬nya terengah-engah. berpaling selagi pedang meng¬hampirinya dan terus menangkis dengan pedangny a ke atas. Takeo berlutut di samping Hiroshi. tapi berasap di tengah hujan. tempat mereka terjebak di jalan yang menyempit. pasukan Saga makin putus asa. Dibuangnya jauh-jauh semua p ikiran lain dan berkonsentrasi pada pertarungan. mem¬butakan matanya. Lentera telah dinyalakan. darah menyembur dari leher dan bahunya. sudah dibersihkan dan dibalut denga n perban kertas. Kini dirasa¬kannya semua darah yang mengalir dari nenek moyangnya menggelegak dalam pem¬buluh darahnya. Hiroshi menemukan dirinya berta rung melawan dua prajurit tanpa kuda. meraih tangannya dan berseru memanggil nya. namun tidak berbahaya.

" Halaman 283 dari 600 .Shigeko berlutut di samping ayahnya. "Dia tak mungkin sekarat! Dia tak boleh mat i!" "Dia berhasil bertahan sampai sejauh ini.

"Bisa kau lihat beta pa kuatnya dia. "Ini benarbenar gila. Hiroshi masih hidup hingga pagi hari. "Sampai berapa lama lagi Saga akan bertahan seperti ini?" tanya Kahei pada Takeo malam itu. meski rasa sakit semakin terasa sepanjang ha ri ini." sahut Takeo. Diseduhn ya teh dan berusaha membuat pemuda itu meminum ." "Lukanya tidak parah. "Dia tidak pernah kalah sehingga dia tidak akan mengakui pemikiran semacam itu. "Alangkah tidak termaafkan mem¬bunuh orang. sebelum mereka menggunakan kesempatan istirahat singkat untuk tidur. berarti masih ada harapan.ujar Gemba. Aku takkan menjauh dari perang tidak sebelum S aga mati atau kembali ke ibukota!" *** Shigeko menjaga Hiroshi semalaman." "Bagaimana kita bisa membujuknya? Kita bisa saja menahan serangannya tanpa waktu yang pasti kuharap kau terkesan dengan para prajuritmu. "Dan kau juga." jar Gemba. namun air mata bercucuran dengan deras dari matanya. semakin besar peluan g kita menyelamatkan yang terluka. Semakin cepat kita bisa mengakhiri perang." sahut Takeo setuj u. "Bisa kau lihat betapa kuatnya dia. "Beruntung aku sudah terbiasa memakai tangan kiri." sahut Takeo. berusaha men urunkan panas demamnya. tapi tubuhnya menggigil ke ncang sekali." ujar Gemba. tanpa sinar matahari untuk mengeringk an dan menyembuhkan. memandikannya dengan air dingin." imbuhnya. "Jangan putus asa. Demam karena lu ka tak bisa dihindari dalam kondisi buruk seperti ini. "Ksatria bertarung lalu mati. Kau harus beristirahat besok." "Begitulah jalan hidup ksatria." Shigeko tak menjawab. menjauhlah dari medan perang." "Seperti Sugita yang malang. tentunya. menurutku mereka sangat luar biasa ta pi kita tak bisa menghindari besarnya korban." bisik Shigeko. " "Betapa mengerikan semua ini." "Dia adalah orang dengan kebanggaan yang tinggi. dan Shigeko tak menemukan satu pun benda kering yang bisa menghangatkannya." "Jika dia bisa melewati malam ini. Dia mengorbankan anak buahnya tanpa tujuan.

"Berbaringlah di sebelah sana. m erasakan kehangatan tubuhnya menyebar ke tubuh Hiroshi. tanah di bawah mereka becek deng an air hujan. Tempat berlindung dari batang kayu yang didirikan untuk mereka yang terluka terus meneteskan air hujan." ujar nya. merasakan darah pemuda itu. dia kedinginan. dan Shigeko memanggilnya.nya: Shigeko tercabik antara tetap menjaga Hiroshi atau kembali ke posisinya di samping Gemba untuk melawan serangan Saga selanjutnya. "Apa yang harus kulakukan?" Mai berjongkok di samping Hiroshi dan meraba dahinya. "Dan begitulah kami menyembuhkan luka. dan Shigeko melakukan¬nya. Mai berkata. "Dia sekarat!" "Tidak!" sahut Shigeko. "Beginilah cara kami meng¬hangatkan orang sakit di Tribe. menjilat pinggiran luka yang menganga dengan lidah lalu meludahkan air liurnya k e luka tersebut. Kedua gadis itu mengapit pemuda i tu tanpa bicara sampai suhu tubuhnya mulai naik lagi. "Beraninya kau mengatakan begitu!" Halaman 284 dari 600 . Mai sudah menghabiskan waktu siang dan malam di sana." pcrintahnya. Shigeko mengulangi gerakan yang sama." Mai ber¬baring dan mendempetkan tubuhnya ke tubuh Hiroshi. "Ah." ujar Mai pelan. lalu menyingkirkan perba n Gemba.

maka dia akan kehilangan selera perangnya. Diambilnya bus ur yang digunakannya untuk bertempur." ujar Mai. Shigeko duduk di samp ing Hiroshi. dentingan baja." Mai menatap Hiroshi lalu menatap Shige ko. "Dia sudah berada di tangan para dewa. Shigeko berusaha menenangkan pikiran seperti yang pernah diajarkan kepadanya di Terayama. Jan gan tinggalkan aku! Perang berlanjut dengan lebih kejam lagi. Kita tak bisa melakukannya siang dan malam. tapi ada sem acam kesunyian menyelimuti diri mereka berdua. Kau harus bertempur." "Aku akan menemukan caranya untuk Anda. "Kenakan pakaian berwarna cok lat seperti warna lumpur dan siapkan busur dan anak panah yang paling mematikan. dibului dengan bulu elang. Kau harus bertempur. Sementara menunggu Mai kembali."Dia perlu dirawat dengan benar." Shigeko mengikuti semua petunjuk Mai. jeritan mereka yang terluka. membungkus kepala dan lehernya dengan sehe lai kain lebar lalu mencorengkan lumpur di dahi dan pipinya agar tidak dikenali. derap kaki kuda. panggilnya dalam hati kepada Hiroshi. oleh Hiroshi dan Guru Besar lainnya. membawa teriakan-teriakan yang membuat gila. ujung anak panah terbuat dari besi bermata satu. terutama jika mereka terluka. Sakiti dia separah luka yang Hir oshi derita maka dia akan lari tunggang langgang mencari tabib di Miyako. Tidak banyak yang bisa kau lakukan untuk Lord Hiroshi. Dita ruhnya semua anak panah ini ke dalam tabung." "Bagaimana cara kita menghentikan perang ini?" "Laki-laki memang suka bertarung. dan Shigeko merasakan jiwa mereka saling bertaut . mengencangkan talinya dan menemukan sepuluh anak p anah baru. dan aku harus merawat mereka yang lebih berpeluang hidup. "Tapi bahkan laki-laki paling kejam sekalipun akan kelelahan. dan sesekali membasuh wajahnya dan memberinya minum karena saat ini dia terseran g demam lagi. dia hanya mengarahkan pasukan dari jauh. dan seketika itu juga pergi ke tendanya lal u mengeluarkan . "Sakiti si Saga itu. dan aku harus merawat mereka yang lebih berpeluang hidup." Shigeko berkata. Kita tak bisa melakukannya siang dan malam. temanku sayang." ujar Mai. Dia takkan meninggalkanku. pikirnya. "Bagaimana cara men¬dekatinya? Dia tidak muncul di medan perang." Dia perlu dirawat dengan benar. Guruku yang terhormat." imbuhnya saat Shigeko raguragu.

Ketika tiba di puncak lereng dan melihat pemandangan di medan perang. Perasaannya sudah mati rasa melihat begitu banyak oran g yang tewas. terasing dan jauh dari medan perang. "Kukira kau sudah kembali bertempur. Kuda-kuda yang terluka berusaha bangkit. seolah berada di padang rumput. tapi pasukan Saga tergeletak di tempat mereka jatuh. sementara disan-dangnya busur yang lebih besar di bahu kiri. Agak di belakang mereka tampak kirin." Shigeko bertanya dalam hati apakah perlu memberitahukan Gemba kemana ia akan per gi. Pasukan barunya masih segar dan telah beristira hat. Mari. disadarinya kalau ia t akkan bisa menemukan gurunya itu. Shigeko melihat kuda-kuda itu berhenti tepat di depan kemah Otori. hewan itu diikat dengan tali k ekang ke barisan kuda. Mai sudah kembali. sementara pasukan Otori sudah bertempur selama dua hari. "Kau darimana?" tanya gadis itu. Kirin terlihat menyedihkan dan merana karena sendirian serta makin Halaman 285 dari 600 . Mengurus mereka sebentar. ber¬ge gaslah. Pasukan Otori sudah membawa korban tewas dan terluka dari pihak mereka ke garis belakang. Strategi Saga kini tampaknya bisa mengungguli Otori denga n kekuatan jumlah pasukan yang lebih besar. sesekali berhenti dan terpincang¬pincang. segerombolan kecil kuda menderap. Saat kembali ke tempat Hiroshi. tabung an ak panah di bahu kanannya. Berapa lama lagi mereka bisa bertahan? tanyanya pada dirinya sendiri selagi meng ikuti Mai mengitari sisi selatan tanah datar.busur kecil dan anak panah dengan bulu burung houou miliknya: menje¬jalkan semua i ni ke dalam jubahnya. berjal an ke barat daya. Mereka menund ukkan kepala dan mulai makan rumput. tali kekang mereka yang putus bergelantungan terseret di lumpur. Shigeko hampir tak memikir¬kannya selama dua hari in i: tidak ada yang punya waktu untuk membangun kandang baginya.

Ia bahkan bisa mendengar suara Saga. dan memimpin untuk be rjalan terus. Sanggupkah hewan itu bertahan melewati coba Negara Tengah? Rasa iba pada hewan itu meng¬hunjam h rumahnya. akar kedua pohon yang meli ngkar dan berbentuk aneh membentuk semacam kisi-kisi yang alami. Kedua gadis itu berjalan melewati belakang bebatuan dan tebing yang mengelilingi tanah datar. tempat laki-laki itu mendapatkan pandangan bak burung rajawal i ke medan perang di bawahnya. Di sekeliling mereka menjulang puncak-puncak Gu gusan Awan Tinggi. "Tetap menunduk. Saga berada tepat di arah depan mereka. Tepat di belakangnya. Dia bersenjata lengkap dengan pakaian warna hitam dan emas. Kadang Mai berjalan di depan. begitu kesepian dan jauh dari Sanggupkah hewan itu bertahan melewati cobaan bera hujan. berkeliaran di an tara dua dunia. serang¬kaian tonjolan bebatuan yang terjatuh mem¬bentuk anak tangga ala mi menurun ke jalur sempit. bertengger di tebing yang curam. Dua batang pohon pinus kerdil melekat di puncak batu itu. Ia merasa seakan telah tewas dan sekarang sudah menjadi hantu. Tanahnya berbatu dan licin. t ini daurus di bawah siraman an berat ini dan perjalanan panjang kembali ke atinya. m elaporkan perkembangan perang. Di sini suara per¬tempuran agak berkurang. seperti gunung¬gunung di panji-panji hitam putih yang berkibar-kibar di sampingnya ." bisik Mai. Shigeko melihat beberapa orang melompat naik turun di anak tangga itu. diam tanpa suara. dan pintu masuk ke jalur sempit. Shigeko menahan n apas dan menyejajarkan tubuhnya dengan bebatuan. Saga duduk di bangku kecil mewah berlapis pernis dan dinaung i payung besar. Akhirnya mereka tiba di batu besar dan memanjat sisi sebelah selatan. Shigeko menggeliat bergeser hingga ke posisi tempat ia bisa melihat di sela-sela akar ke arah timur. mencermati suaranya ya .kurus di bawah siraman hujan. Mai kembali keluar dari kabut bak hantu. bersama dengan peniup terompet perang dan kurir yang siap mem¬bawa pesan. kerap¬kali mereka harus merangkak di bebatuan besar. Beberapa perwira yang sama cemerlang dan bersih dengan dirinya walaupun hujan. mem¬beri isyarat kepada Shigeko untuk menunggu. topi bajanya berhiaskan dua puncak emas. Shigeko meringkuk bernaung di bawah tonjolan batu besar yang meneteskan air hujan selama waktu yang dirasakan bak se umur hidupnya. berdiri me ngelilinginya. menghilang ditelan kabut yang bergelayut bak gumpalan sutra yang belum d ipilin.

anak panah tepat sasaran. Bulu burung houou berkilat keemasan. Wajah ter lihat jelas. "Sekarang. dan beberapa di antara mereka segera bergegas menuruni anak tangga ba tu untuk masuk ke kancah peperangan. Akan d igunakannya pohon pinus terdekat untuk menopang kakinya. Kau hanya memiliki satu kesempatan. begitu pula Saga yang tak be rhenti memandangi dirinya. seolah tubuhnya tersandung sebatang tongkat. ter¬duduk dengan susah payah. Terdengar jerit kaget dan ter guncang. Para perwiranya mundur selangkah d ari kemarahan besar itu. dan terlihat jelas kulit leher yang lebih putih. Mai bemapas di telinganya. Shigeko mengintip lagi dan melihat laki-laki itu berdiri. Aku akan mati. menghantam pohon pinus dan serpihan kayu terkena wajahnya." Shigeko menarik napas dalam-dalam dan berpikir di sela setiap gerakannya.ng penuh kemarahan. dan kini mereka membidiknya. Saga melihat ke arahnya. saat dia berdiri. Ditariknya busur yang lebih kecil dari jubahnya dan menaruh sebatang anak panah di busur itu. tapi tidak merasa kesakitan. namun Shigeko tak bergerak. Shigeko berdiri: busur meregang. berteriak d an menggerakkan tangan dengan kipas perang besi di tangannya. hingga ia harus mem¬pertahankan keseimbangan saat menarik busur dari bahu dan anak panah dari tabung. satu anak panah melesat melewatinya. "Menunduk!" teriak Mai. Dirasakan s atu pukulan tajam. Shigeko melihat sekali lagi dan memerhati¬kan titik kelemahan orang itu. satu tembakan lagi meng¬hantam batu di kakinya. dan bidikannya belum pernah meleset. tatapan matanya kejam. orang di belakangnya memegang er at-erat dada Saga di mana anak panah melubangi perisai dadanya. Gerakan ini telah diterapkannya ribu an kali selama dua hari terakhir. pikirnya . hujan memercik di sek elilingnya. dan membiarkan anak panah itu melesat ke arah tatapan laki-laki Halaman 286 dari 600 . Dia akan melangkah di bawah batang togoknya: permukaan bebatuan pasti licin.

menghabisi prajurit pejalan kaki yang mundur ke rintanga n yang telah mereka dirikan saat pemanah di sebelah utara meluncurkan anak panah. tu. mengingat segala yang pernah Guru ksatria dan Tribe a jarkan untuk mengalahkan rasa lelah dan rasa sakit. Berapa lama prajuritnya yang tidak tidur sanggup dapat bertahan d ari serangan yang seolah takkan berakhir? Dia mengutuk hujan yang menghalangi mereka menggunakan s enjata api. kuda-kuda seperti terbang m elewati jalur itu. menyadari p engkhianatan dan kekalahan yang tak bisa dihindari. Sewaktu pasukan Saga berhasil dipukul mundur. dan darah membutakan matanya. ketika perang berhenti untuk sementara. ia menunduk melihat Tenba terluka sayatan di bagian dada. hanya Saga yang tetap membuka mata. mengagumi tekad dan disiplin mereka yang berada di sekelilingnya. memanggil seorang prajurit pejalan kaki untuk me mbawa kuda itu ke perkemahan. lalu bersiap untuk menghadapi serangan berikutnya dengan berjalan kaki. Banyak yang tepat sasaran. dan mulai gemetar ketakutan. Takeo turun.itu. Terlepas dari kata-katanya yang penuh keyakinan kepada Takeo di malam sebelumnya . ketika pasukan Otori. bertempur dengan putus asa hingga nyaris tak seorang pun tersisa. takut kekuatan pasukan Saga mengepung perkemahan dari sebelah sana. Anak buah Saga yang berada di sekelilingnya menjatuhkan busur dan menutup mata m ereka. apakah ia pun ditakdirkan kembali ke Hagi dengan membawa berita kekalahan besar? Ketakutannya semakin membakar tekad¬nya untuk meraih kemenangan. merahnya darah bercampur bulu yang basah kuyup dengan ai r hujan. *** Sepanjang pagi Kahei bertarung di bagian sebelah selatan. Pedang-pedang berkilat. dan udara di sekitar mereka seketika penuh dengan kepakan sayap. Sekelompok pasukan berkuda datang dari jalur sempit. *** Takeo bertarung di tengah. kuda itu seperti menyadari lukanya. Sekarang ini. mengingat saat-saat terakhir perang Yaegahara. tapi Takeo tak tahan memerhatikan kalau jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingka . tempat dia menambah ju mlah pasukan. menatap anak panah itu hingga menembus mata kiriny a. kini dia semakin cemas. Saat itu halilintar menyambar. Aya hnya adalah salah satu dari sedikit prajurit yang selamat apakah sejarah keluarga itu akan terulang lagi.

hadiahnya kini digunakan untuk melawan dirinya. Dilihatnya kuda Maruyama. mem¬belokkan kuda dan kembali. dan per-tempuran itu sedikit demi sedikit mengikis kekuatannya.n hari sebelumnya. Saat menunduk di bawah tebasan pedang. Dengan rasa terkejut dikenali pemimpin¬nya adalah Kono. Ia berguling menjauh. Dipegang nya Jato dengan erat. Ada berapa banyak lagi pasukan yang dimiliki Saga? Persediaanny a seperti tidak ada habisnya. dan hendak menikam pergelangan Kono.. berusaha agar ti dak terluka dengan pedangnya sendiri. mengabaikan rasa sakit dari luka di tangannya. kini Takeo berada di sebelah kananny a. Halaman 287 dari 600 . menyanjung sambil menyusun rencana jahat untuk menjatuhkan dirinya. Tebasan pertamanya yang cepat ke atas mengenai kaki laki-laki itu dan hampir mem buatnya putus: Kono menjerit. Seperti Kahei. berbohong p ada¬nya. sudah mati. seperti prajurit berkuda yang kini hampir mendekatinya. Takeo beriuang keras menjejakkan kaki dalam genangan lumpur.. seekor kuda terjatuh berdebam di sam-pin gnya. lalu melomp at dengan cekatan ke samping agar si bangsawan berhadapan dengannya di sebelah kirinya. dan mereka semua segar dan sudah beristirahat. terdengar pedang di sebelahnya mengarah ke arah punggung-nya. dan merasakan kemarahan dirinya meluap. k eyakinannya pun mulai berkurang. Pasukan pejalan kaki miliknya suda h merangsek ke depan dengan tombak dan tombak runcing. terperosok ke lumpur yang dalam. Saat ini kaki-kaki kuda menginjak-injak di sekelilingn ya. kini sang anak berkomplot melawannya. ter¬sungkur dengan kepala lebih dulu. Setelah ayah orang ini nyaris menghancurkan hidupnya.

saling memekik d ari tebing yang curam. Hujan deras saai Saga Hidcki memerintah¬kan pasukannya mundur. dan segera tertidur. eketika kilat menyala tepat di atas kepala. musik pelan dan seperti hantu yang menggema di seluruh tanah datar. Saat jenazah dibaringkan berderet. percik air . kini berubah menjad i gerimis. Kahei. Takeo mendengar suara lain. Gemba dan Takeo berjalan menyusuri barisannya. Sejenak ia t ak memahami artinya. Menebas kepala tak diijinkan. pandangannya terpaku pada keamanan jalur sempit. Malam harinya. pikir Takeo tak percaya. mengenali semua yang bisa mereka kenali. Tanahnya berbatu-batu sehingga kuburnya pun tidak dalam. dan hujan turun makin deras. Takeo mendengar suara lain. rubah berkcliaran mencari mangsa. Mereka mundur. Takeo berdiri. saat korban tewa s sudah dimakamkan. meletakkan senjata. selagi suara terompet perang tenggelam d alam teriakan kemenangan dan pasukan di sekelilingnya mendesak ke depan mengejar musuh yang me larikan diri. kakinya masih menyemburkan darah.Seketika kilat menyala tepat di atas kepala. Sisanya digunakan untuk membuat barikade di sepanjang jalur sempit. dari desa mereka di Maruyama. Takeo berjalan di antara pasukan yang tertidur sama seperti ketika berjalan di a ntara korban tewas sebelumnya. Burung gagak telah ber¬kumpul. Di sela -sela deru hujan. berjalan melintasi medan perang untuk merawat kuda yang terluka serta memakamkan yang tewas. Di sel a-sela deru hujan. dan hujan turun makin deras. menyeka air hujan dan lumpur dari matanya dengan tangan kanan. sepertinya perang telah berakhir. dan Sonoda Mitsura serta dua ratus pasukannya tetap tinggal untuk menjaganya. Kahei memerintahkan pasukan beristirahat. Di malam hari keesokan harinya. pertahanan sudah ditempatkan dan tidak ada tanda-tanda Saga kembali. Sedangkan pasukan Saga yang tewas dimakam kan dalam satu kubur di tengah tanah lapang. Tonggak pagar pancang ditarik dan sebagian disusun menjadi tandu untuk mengangku t korban lukaluka kembali ke Inuyama. Kemudian kumpulan massa di sekitarnya berkurang. sementara Minoru mencatat nama mereka. mereka melepas baju zirah. Ia mendengarkan desis lembut rintik air hujan di dedaunan dan bebatu an. Kono memegangi surai dengan dua tangan. Nampaknya laki-laki itu tak memerharikan Takeo.* Para mantan gelandangan. Kuda Maruyama tadi melewatinya.

" "Kita akan membawanya ke Inuyama besok. "Dia masih hidup. wajahnya masih berlumuran lumpur." sahut Shigeko dengan suara pelan. Takeo menemukan putrinya di sana. Hiroshi telah dipindahkan ke dalam tenda Kahei yang menawarkan kenyamanan tertin ggi. kakinya diperban dengan asal-asalan..terjun di kejauhan. merasakan butiran embun di wajah dan rambutnya . Seluruh bagian kanan tubuhnya. Itu hanya bisa berarti sesuatu telah terjadi pada Kaed e. dan terlindung dari hujan. sambil berlutut di samping Hiroshi. Ia tahu kalau para pr ajurit yang kelelahan itu hanya bisa tidur sampai matahari terbit. kemudian harus berjalan k e Inuyama. dari tumit hingga ke bahu. Ia amat cemas. peringatan Gemba tentang peristiwa yang telah mengacaukan keselarasan pemerin¬taha nnya kembali menyiksa dirinya. Tabib Sonoda akan merawatnya. masih mengenakan baju p erang. "Kurasa dia agak membaik. memerhatikan wajah pucat dan napasnya yang t erputus-putus. "Bagaimana keadaannya?" tanyanya. kicau burung. dan kelegaan ata s kemenangan tenggelam oleh kesedihan melihat harga yang harus dibayar. lalu ke Negara Tengah untuk mencegah Zenko membangun kekuatan di wilayah Barat. ingin pulang secepatnya." Halaman 288 dari 700 . terasa sakit sekali..

Tidak parah. "Aku tidak bermaksud membunuhnya. "Kau terluka?" tanya Takeo." Mendadak air mata mengambang di pelupuk matanya." ujar Shigeko. Hewan itu tidak tahu perjalanan panjang seperti apa yang menantinya." Takeo tidak mengerti ucapan putrinya. tidak lebih lelah dibandingkan Aya h. "Tidak lebih lelah dibandingkan yang lainnya. "Seperti yang selalu kulakukan selama perang. akeo bicara dengan yakin. Aku tak menyadarinya sampai setelah itu." Pujian Takeo membuat air matanya berlinang lagi. meski sebenarnya ia memperkirakan Hiroshi takkan berta han dalam perjalanan." "Dan kirin. "Ya. "Kaulah pewaris se jati Klan Otori dan Maruyama." sahut Takeo. dia mencari konflik: kini Shigeko membuat dia terluka parah. Saga tidak menerima kekalaha n dalam pertandingan. Ajak seseorang.Takeo bicara dengan yakin. "Sebatang anak panah mengenai kakiku. atau akibat apa yang akan terjadi di negeri ini. "Mai mengajakku ke tempat Lord Saga . Kahei akan membawa pasukan. meski sebenarnya ia memperkirakan Hiroshi takkan bert ahan dalam perjalanan. Aku hampir tak bisa berjalan kembali." "Ayah jangan berkuda seorang diri. bersama kirin yang malang. Shigeko meng¬angguk tanpa bicara. Shigeko meng¬angguk tanpa bicara. melumpuhkan tapi tidak membunuh. "Dia takkan m au menikahiku sekarang!" Air matanya seketika berubah menjadi tawa." ujarnya. Ayah harus tidur. Aku memanah matanya. Kau dan Gemba harus mendampingi Hiroshi dan korban l uka lainnya. Ayah ingin menungganginya kembal i ke Inuyama." "Kau telah melakukan tugasmu dengan luar biasa. bahka n mematikan. hanya melukai." ujar Takeo. segera setelah memeriksa keadaan Tenba. Ayah akan meninggalkannya bersamamu . Shigeko menatapnya dan berkata dengan cepat." "Pasti. dan telah memastikan kemenangan mereka. "Jadi kami harus berterima kasih padamu atas mundurnya pasukan Saga yang tiba-ti ba itu?" Takeo tak kuasa menahan perasaannya atas hasil yang adil ini. Semoga Tenba siap: bila tidak siap. Dan Ayah boleh me nunggang . "Kau lelah. Ajak Gemba. Mai yang menggendongku.

Keri. aku tidak membutuh¬kan kuda. tapi Tenba teta p saja lebih menggunakan kaki kanan belakangnya. Di dalam tampak redup. "Sekarang kau boleh menikahi laki Halaman 289 dari 700 . walau kakinya kelihatan tidak terluka. membawa kuda itu ke kolam air dan membasuhnya dengan air dingin. kembali ke bawah rintik hujan. pertanda munculnya pelangi di langit.Ashige. dan mungkin akan berlangsung selama berminggu-minggu. tapi kematian mereka membuat ia bersedih. Tenba berdiri di sebelah kirin. tepat beberapa minggu setelah kematian s audara tirinya. cahayanya memudar. dan kemungkinan tak bisa ditunggangi. usia yang baik. Kemudi¬a n Takeo ingat pada kuda Hiroshi. kuda milik Taku. Shigeko sudah tertidur di samping Hiroshi. Suasana hatinya murung saat kembali ke tenda. Dia tak ada di antara kuda yang masih hidup. anak Raku." Awan agak menghilang. Kuda abu-abu pucat bersurai hitam. wajahnya dekat dengan wajah pemuda itu. Taku telah tiada. Luka di dadanya sudah tertutup dan tampak bersih. Kuda itu meringkik pelan menyapa saa t Takeo menghampiri. Seperti pas angan suami istri. dengan kepala ter¬tunduk. Hiroshi di ambang kematia n. Kuda-kuda itu mencapai usia tujuh belas tahun. Takeo menyimpul¬kan kalau otot bah unya terkilir. Takeo menatap dengan penuh kasih sayang. dan cahaya redup matahari menyembul saat matahari ter¬benam. meski saat ini hujan sudah mulai turun. Takeo berharap itu berarti besok akan lebih kering. tapi kaki kanan k uda itu agak pincang. pasti tewas. Ryume.

Di setiap pemberhentian. "Jangan bicara dulu." Lalu diingatnya kalau Yuki sudah meninggal. dan sekonyong-konyong Yuki ada di samping nya. Takeo mengira Hiroshi tidak sadarkan diri. "Kelihatannya kau kedinginan." jawabnya. namun senyum masih tetap tersungging di bibirnya. Jalanan berlump ur dan acapkali tergenang air. "Lord Takeo. Hujan yang deras selama berhari-hari bisa berakibat gagal panen. ia seg era tertidur." ujarnya. Aku harus datang dan meng¬hang atkan tubuhnya. Meskipun lukanya terasa sakit. mereka menyebar kabar tentang perang dan hasilnya. dan mengira tengah berad a di masa lalu. Kuda betina dan kuda hitam Gemba segar seperti Ashige. Rasa menyesal menusuk hatinya atas nasib gadis itu dan peran dirinya dalam kematian i tu. Ia berlutut di sisi Hiroshi lalu menyentuh dahi pemuda itu. semangatnya agak bangkit. Ia berkuda di punggung kuda betinanya yang tenang.laki pilihanmu. Dia kurang sehat. bersama Gemba sesuai anjurkan Shigek o dan Minora. sesekali suhu badannya m eninggi dan gemetaran. Takeo berbaring. Kau akan baik-baik saja. *** Ia berangkat menuju Inuyama keesokan paginya. Seringkali Takeo lupa di mana ia berada. "Mau kuambilkan teh?" "Ya. ia dihantui mimpi dan halusinasi." ujarnya kerasaki pilihanmu. "Tapi aku tak boleh tidur denganmu karena aku telah beristri." bisiknya. dan segera saja orang berduyun¬duyun ke arah Gugusan Awan Tinggi unt uk membawa makanan kepada para prajurit dan membantu membawa korban yang terluka. Tubuhnya dingin." ujarnya keras. Namun badannya sendiri tengah gemetar. di hari ketiga. dan perjalanan mereka tempuh dengan cepat.. tapi menolak berhenti. .. Saga mundur." Hiroshi memejamkan mata lagi. nap asnya melambat dan kian dalam. menunggangi Aoi di samping Makoto menuju sungai yang meluap dan jembatan yang te rputus. Perjalanan ditempuhn ya dalam rasa nyeri dan juga demam. bak awan gelap yang menghilang. dan takkan tidur dengan dirinya atau orang lain.. demam ringan menyerang Takeo. namun Hiroshi tiba-tiba m embuka mata dan tersenyum. pikirnya. Kaede pasti kedinginan." "Perang?" "Sudah berakhir.

" katanya dengan segera. dan hati Takeo berdebar ketakutan. k eluar menyambut di dinding sebelah luar kastil. demamnya sudah reda dan pikirannya telah kembali jernih . Hujan turun la gi dan para pelayan berlari ke depan membawa payung. "Akan kupanggil dia. Kecemasan¬nya bahkan tak bisa dihilangkan dengan sambutan sepenuh hat i penduduk kota yang merayakan kabar kemenangan dengan menari di jalanan. dan melihat wajah Ai bersinar dengan p erasaan lega." "Lord Takeo. Apakah kau mendapat kabar dari istrik u? Aku tidak mendapat kabar apa pun sejak kami pergi di bulan keempat. Dia akan merawatmu." lanjut Ai.Sewaktu tiba di Inuyama. "Kau terluka?" "Kurasa aku sudah melewati bagian ter¬buruk." "Ishida di sini? Mengapa?" Halaman 290 dari 700 . "Suamimu selamat. "Tabib Ishida ada di sini." sahut¬nya." Ai mulai bicara. "Syukur kupanjatkan pada Surga. Adik Kaede. tempat ia dibantu turun dari kuda oleh Minoru dan Gemba. tapi hatinya tetap cemas. Ai.

" Takeo menghirup teh. "Bisakah kau ikut denganku untuk mendengar apa yang telah membawa Ishida ke Inuyama?" "Tentu saja. Dengan hati-hati Gemba menyingkir¬kan perban dari bahu dan lengan Takeo lalu membasuh luk anya dengan air panas. mengelilingi mereka ber¬du a seakan membawa mereka ke dunia lain. Mere . "Mari ma suk. Kau ingin mandi dulu? Dan kami akan siapkan makanan bagi kalian. "Akan kutinggalkan kalian." sahutnya." sahut Gemba. "Biar kuperiksa." Dia akan ceritakan semuanya. aku merasa semua ini salahku. "Lukanya semakin pulih. bayi sangatlah lemah. Saat pel ayan kembali. kelembutannya menakutkan Takeo." ujar Ai." "Ya. Ai menuangkan teh ke mangkuk biru berlapis kaca. Takeo melihatnya mengangkat lengan baju untuk men yeka air mata. setelah mereka saling memberi salam. Kau menitipkan i stri dan putramu dalam perawatanku. "Maafkan aku. "Mari mas uk. Hujan membasahi lembut wajah dan bahu mereka. tapi Takeo hanya mengangguk setuju. nasi dan sayuran musim panas. "Kau sudah jauh-jauh kemari."Dia akan ceritakan semuanya. Ia dan Gemba berjalan ke kolam sumber air panas dan melepas pakaian mereka yang kotor. Kau ingin mandi dulu? Dan kami akan siapkan makanan bagi kalian. aku akan mandi dulu. tapi begitu jernihnya suara menyakitkan telinganya." ujar Ai. "Tak ada luka lainnya?" tanya Ishida. mereka juga tidak bicara selagi membasuh dan mengeringkan tubuh lalu masuk ke dalam air yang berbuih dan mengandung belerang." Sew aktu Ai berlutut untuk menggeser pintu terbuka. "Mengetahui yang terburuk adalah tahu cara bergerak m aju. "Aku tidak bisa berlama-lama di sini. ingin bersiap dan menguatkan diri untuk men dengar kabar itu. kelembutannya menakutkan Takeo." akhirnya Takeo berkata." ujar Takeo." ujar Gemba." sahut Ishida." "Nanti saja. Ishida datang bersama mereka. hampir tanpa merasakannya. "Sudah mulai sembuh. kuh arap kau membawa berita baik. Mereka makan dengan cepat: Ai menyuruh pelayan membereskan nampan dan mem¬bawakan teh." Ai sendiri yang menyajikan sop dan ikan panggang. Hal¬hal seperti ini memang sering terjadi. Demam dan nyeri membuat kepalanya pening: pendengarannya agak lebih peka dari bi asanya." "Menurutku kau harus segera mendengar nya.

nyaris marah. "Bocah mungil itu sehat pada malam sebelumnya. "Tak ada tanda-tanda racun. lalu tertidur tanpa rewel. "Bagaimana istriku menerima keadaan ini? Apakah karena penyakit? Apa¬kah Kaede juga sakit?" "Itu merupakan kematian di masa kanak¬kanak yang tak bisa dijelaskan. namun tidak pernah terbangun lagi.ka terlepas dari geng¬gaman kita. kemudian. Kematian seperti ini tidak wajar. Darah Takeo berdentum di telinganya. tersen yum juga tertawa." Ishida berhenti dan menatap tak berdaya ke arah Takeo. "Sementara sihir aku benar-benar tidak t ahu." ujar Ishida." ujarnya. yang nyaris belum dikenalnya. bibirnya berkerut sedih. Bila diriku saja t ak kuasa menanggungnya. tapi aku sama sekali tak tahu penyebabnya. bagaimana Kaede bisa tahan? "Aku harus segera menemui istriku. pikirnya. Aku tak kuasa menanggung kabar buruk ini." "Bagaimana bisa begitu?" Tanya Takeo. dan air mata menetes. "Bukan karena sihir? Bagai¬man a dengan racun?" Teringat olehnya kalau Hana berada di Hagi. tidak berusaha menyem¬bunyikannya. suaranya pecah. Mahkluk mungil itu. mungkinkah dia penyebab kema tian putranya? Takeo menangis. diberi cukup makan." Halaman 291 dari 700 . yang kini tak akan bisa dikenalnya." tutur Ishid a. air mata berlinang di pipinya. "Apakah kau hendak mengatakan kalau putraku meninggal?" Kesedihan melanda dirinya.

namun ekspresi kesedihan serta welas asih terlukis di wajahnya. di Hofu." "Bisakah aku mencegat mereka di Yamagata?" tanya Takeo pada Gemba." sahut Ishida." Dia tak menangis. Sepertinya dia menjadi gila karena sedih. seolah seluruh tangannya ter enggut habis."Lalu istriku: bagaimana keadaannya? Dia pasti hampir gila karena sedih. Dirasakan semangatnya naik turun menuju kegelapan. Mereka dal am perjalanan ke Kumamoto. "Aku harus menemuinya. Kira-kira sudah sampai di mana mereka sekarang? Kapan mereka berangkat?" "Aku pergi kira-kira dua minggu lalu. "Kaede pergi bersama mereka." "Hana dan kedua putranya sudah tidak di Hagi. menyerahkan d iri ke tangan yang tengah berkomplot menentang dirinya? Mengapa istrinya mau melakukan hal semacam itu? Bergabung dengan suami adik¬nya? Tidak bisa dipercaya kalau istrinya melakuka n itu. "Jaraknya sem . dan menyerukan pada putra sulungnya untuk bertindak dengan adil. namun benakn ya masih belum memahaminya. Z enko mundur dalam keadaan gusar ke Kumamoto. "Tentu dia tidak akan menyia-nyiakan nyawa mereka. siapkan kuda. "Istriku baru saja keh ilangan putranya. Dia duduk tanpa makan di depan Daifuku ji." tutur Ishida dengan sedih. lewat Tsuwano dan Yamagata. "Mereka pasti pergi beberap a hari kemudian. "Gemba. Sebagai jawabnya. Takeo duduk diam membeku. Dia bergeser mendekati Takeo." ujarnya." ujar Ishida." "Istri Zenko dan putranya berada di Hagi. Apakah S hizuka bersamanya?" "Banyak hal buruk terjadi sejak kau pergi. tempat dia membangun kekuatan militer." ujar Takeo. dan melihat kalau kegelapan i tu akan melahap seluruh negara nya." bisik Ishida. Telinganya sudah mendengar kata-kata itu. Kaede meninggalkan Hagi? Dia pergi ke Kumamoto. Apakah Shizuka bersamanya?" Lalu istriku: bagaimana keadaannya? Dia pasti hampir gila karena sedih. "Kini kita tahu apa yang salah." "Ah!" ujar Gemba pelan. "Apa? Kaede membiarkan mereka pergi?" "Lord Takeo. seakan ingi n menopang tubuh Takeo. Namun sebagian dalam dirinya merasa tercabik-cabik.

"Lord Takeo.inggu berkuda." Ishida tidak memandang Takeo: sikap bersalah sekaligus bingung. mencari-cari jaw aban. Shigeko luka ringan. kirim pesan sekarang juga kepada Miyoshi Kahei. seraya berharap bertemu denganmu dalam per¬jalanan pulang. Rawat mereka sebaik-baiknya. agar istrinya tid ak meninggalkan dirinya. "Tak satu pun sanggup menghibur a tau mencegah kepergiannya. Minoru. Tapi bagaimana aku sanggup ber perang melawan istriku sendiri?"* Halaman 292 dari 700 . Benaknya seketika mulai ber¬pacu. "Hiroshi luka parah." "Mereka berjalan dengan lambat." "Aku akan sampai di sana dalam tiga hari. membantah dan memohon. bawa mereka ke Yamagata." tutur Ishida. tapi Takeo tak mengijinkannya melanjutkan. maka aku pergi dia m-diam dari Hagi." Takeo ber¬henti bicara lalu menatap Gemba den gan pandangan penuh kesedihan. "Aku harus bersiap untuk bertarung melawan Zenko." la njutnya." tutur Takeo. menjanjikan apa saja pada dewa manapun. "Kirin juga mungkin butu h perhatianmu. beritahukan keberangkatanku. Yang terpikir olehku adalah meminta bantuan Ai. Ak u akan ke sana dan mencari tahu apa yang telah terjadi. dan begitu sanggup bepergian.

Dan Akio pasti sudah tahu tentang si kucin g. dan melihat Miki muncul kembali di sebelahnya. Jalan di si ni sepi." jawab Maya. maka mereka pun tak ingin kembali ke masa-mas a di bawah kepemim¬pinan Arai. makanan dan uang.00 s/d jam 13. ungkapan dendam atau kebencian: para pengawal Arai yang berada di bagian belakan g rombongan bahkan dilempari kotoran atau sampah. gelombang pasang di awal bulan kelima datang setelah siang hari di Wakt u Kuda*. tidak berdaya. mengambil air dari kanal kecil. pikirnya. kebanyakan orang berada di dalam rumah untuk makan siang. yang diberi makan oleh burung-burung di Daifukuji. Maya sudah kelelahan karena tidak tidur semalaman. Pelabuhan dalam puncak kesibukan¬nya. Ia selalu menoleh ke belakang dengan gugup saat mereka lari." . menyuarakan kekagetan dan penyesalan atas kematian Muto Taku. "Apa yang kau lakukan?" pekik Miki. mereka berlari dengan menghilangkan diri melewati jalanjalan yang sempit. "Dia akan berikan untuk kita . bahkan dilempari batu. Miki dan Maya melihat sedikit kejadian ini.Di Hofu. Orang itu melonjak kaget melihat ke¬munculan mereka yang tiba-tiba hingga pisau ya ng dipegangnya jatuh. seolah yakin Hisao aka n mengejar. kesal pada Z enko yang sangat tidak berbakti pada orangtua dan menghina dewa-dewa serta pasti akan dihukum ata s perbuatannya. Penduduk Hofu adalah orang¬orang yang pemberani dan juga keras kepala. Kepergian Zenko dari kota itu disertai dengan cemooh dan berba gai bentuk *) Waktu Kuda: berkisar antara jam 11. "Kita butuh senjata. Di luar toko kecil. Tanpa berpikir panjang. percakapan dengan hantu pe rempuan. Mereka memb enci perbudakan oleh Tohan dan Noguchi. Maya panik. pertemuan dengan Hisao. dengan saru tujuan: menjauhkan diri dari Hisao dan Akio. seorang lakilaki tengah berjongkok mengasah pisau dengan batu asah. diambilnya pisau itu l alu dia tusuk tangan laki-laki itu. dengan arus kapal yang datang dan pergi mema nfaatkan angin barat untuk menuju Akashi dengan membawa hasil bumi Tiga Negara. Maya melambatkan larinya untuk mengatur napas. pemuda itu takkan membiar¬kannya pergi. mengagumi mukjizat yang dialami Shizuka. Hisao pasti dihukum. Mereka minum sambil bertuk ar berita dan cerita.00. Merasakan kalau kemampuan meng¬hilangnya sirna saat ia kelelahan. tapi tak tahu apakah pikiran itu membuatnya gembira atau sedi h. Rumah mak an dan penginapan dijejali orang yang baru turun dari kapal.

tapi aku tidak terlibat di dalamnya. "Jangan bunuh aku. Kalau si bodo h ini mengira mereka adalah iblis atau hantu." Maya mengoceh. dan memaksakan kue mochi ke dalam geng¬gaman tangan Maya. atau kau akan mati. ditunjukkan¬nya tempat dia menyimpan bebe rapa koin. Halaman 293 dari 700 .Laki-laki itu menatap dengan tak percaya pada darahnya sendiri." ujarnya. melukainya lagi." dia memohon. "Beri kami makanan dan uang. "Adik. Maya berguling l alu muncul di belakang laki-laki itu. Bola matanya terbelalak ketakutan. ambil pisau ju ga. kali ini di leher." "Dewa menghukum rakyat atas kejahatan penguasanya. kini keduanya bersenjatakan pisau yang disembunyikan di balik pakaian. "Aku membenci kejahatan Lord Arai: aku tahu dia telah manghasut dewa-dewa menentangnya. Aku hanyalah seorang perajin yang miskin." Miki mengambil pisau kecil dari tempat¬nya tergetak di atas selembar kain yang ter hampar di tanah. "Apa-apaan tadi itu?" tanya Miki sewaktu mereka meninggalkan toko. maka ia harus memanfaatkan sebaik¬baiknya. Didekatinya laki-laki itu di bagian tangan yang tidak terluka lalu membimbingnya masuk ke dalam toko.

Kau pasti pernah mendengar tentang dia di Kagemura. dan di balik pakaian ter asa lembap dan gatal." "Itu tidak mungkin. hutan kecil mengelilingi kolam sumber air. adalah Kikuta Hisao. M ereka tiba di jalan ke biara. Di sini mereka minum sebanyak-banyaknya. seolah dengan tidak mengakui kelahiran adiknya itu. dan jangkrik yang ber derik membosankan. tapi setelah bocah itu lahir. Ayo kita cari tempat untuk bersembunyi sebentar. "Benar. Ayah melarang kita melakukan hal itu. tempat yang ada airnya. Burung gagak memekik di ketinggian pohon cedar." Maya menatap Miki. Itu sebabnya Kenji menggi ring Tribe kepada Ayah. Miki. pada akhirnya. Yuki. menikah dengan Akio. Ranting pohon cedar dan a wan di belakangnya memantul di per¬mukaan yang tenang." katanya seketika." kan kuceritakan nanti." tutur Maya. "Paman tengah menyiapkan pasukan melawan Ayah. Ayo kita cari tempat untuk bersembunyi sebentar. Aku melihat Taku dan Sada dibunuh di depan mataku. Dan ada ramalan yang mengata¬kan bahwa Ayah hanya bisa dibunuh oleh putran ya sendiri. Bibi Hana sedang dalam perjalanan ke sana. Kikuta memaksanya bunuh diri. dan menemukan tempat yang terlindung di balik semak-semak." "Tapi Maya. Aku ditawan Kikuta Akio. "Hisao adalah kakak kita."Akan kuceritakan nanti. tapi sebenarnya bukan. tempat mereka duduk d an ber¬bagi kue mochi." Miki mengangguk. mau¬pun memikirkanny . Ibunya." Gadis itu menatap permukaan kolam dengan murung. "Lagipula. "Dan bocah itu. Ibu tidak boleh p ercaya kepadanya. Maya berkata. Dia putra Ayah. dia adalah cucu Kenji. Maya belum pernah melihatnya. "Sud ah menjadi takdir orang itu berada di sana saat itu. Kita harus ke Hagi lalu memperingatkan Ibu. tempat yang ada airnya. Dia hampir lupa akan keberadaan bayi yang baru lahir. kecuali bila kita mencegahnya." "Dengar. tidak ada orang yang tidak bersalah. yang berseru-seru me¬manggilku. "Orang mengira dia putra Akio. tapi perasaan itu segera berlalu. Peluh bercucuran di wajah kedua gadis itu. dia sudah mendengar semua kisah Tribe ini sejak kecil." ujar Miki dengan suara lemah. kau tidak tahu apa yang sudah kualami." Sesaat dikiranya kalau ia akan menangis. kau gunakan kemampuan Tribe untuk melawan orang yang tidak bersalah. Hisao akan membunuh Ayah." Mereka mengikuti kanal sampai ke jalan yang mengarah keluar kota menuju utara.

bumi bergetar. Puncak pe¬pohonan cedar masih bergetar. menggunakan bahasa laki-laki. yang membuatnya gelisah. mengapa Ayah tidak berbuat apa-apa?" sahut Maya. "Ayah pasti tahu tentang ini. "Jangan membuat semuanya menjadi rumit." ujar¬nya. lalu ber¬jalan lebih jauh m emasuki hutan. bersamaan dengan perasaan yang tidak dikenalinya. Maya setengah terjatuh ke atas tanah." "Tapi bagaimana dengan adik bayi kita?" tanya Miki lagi. Saat ia meman jat dengan susah payah kembali ke sisi dinding yang sebelumnya. dan dirasaka n¬nya bebatuan merekah di bawah tangannya.a. merasa heran mengapa hal ini membuat ia begitu marah. Miki berkata." "Kalau sudah tahu. merasa pusing selama beberapa saat. apa yang bisa Ayah lakukan?" "Ayah seharusnya membunuh Hisao. Di sini ada batu nisan yang berlumut dan terbengkalai. Lagi¬pula Hisao pantas mendapatkannya. orang paling jahat yang pernah ku¬temui. Pada saat itu dirasakannya keinginan untuk menjadi si kucing. seharusnya kita juga begitu. "Aku mau pipis. Dia itu ja hat. maka dipanjatnya dinding samping lalu membuang hajat. lebih jahat dari Akio. Lag i-pula. Miki!" Maya berdiri mengibaskan debu dar i pakaiannya. Halaman 294 dari 700 . "Jika Ayah memilih untuk tidak berbuat apa-apa. Seekor nyamuk hinggap di tangannya dan dia menepuknya. Maya berpikir kalau ia ta k boleh mengotori¬nya.

" ujar Miki. Atau mereka mungkin saja o rang Tribe . Dia akan menolong kita." 'Tak satu pun dari mereka bisa dipercaya lagi. "Ayo. ia terkejut melihat betapa kurusn ya adiknya itu kinietika dilihatnya Miki duduk di samping kolam. peziarah." "Apakah dia Muto?" "Imai." "Baiklah. "Tentu saja pulang. ia terkejut mel ihat betapa kurusnya adiknya itu kini. "Apa¬kah kita akan mengikuti jalanan mama?" Ia memberi isyarat ke arah jalan berdebu yang berbelok-belok menuju sawah yang meng¬hijau ke arah pegunu ngan yang berselimut¬kan pepohonan. Be-berapa di antara mereka mungkin saja menahan dan menghentikan mereka berdua." "Apa rencana kita?" tanya Miki sewakt u berdiri. Maya tak ingin mencemaskan keadaan Miki: ia ingin segalanya tetap seperti biasa¬nya." sahut Maya." katanya. seraya menyentuh pisaunya yang ter sembunyi. Bila kita berjalan kaki dan sambil ber sembunyi. Maya mencermati para pelancong yang berjalan menyusuri j alan itu dari kedua arah: ksatria berkuda. ketika mereka seperti memiliki satu pikiran. "Kita harus segera pergi. pedagan g. "Kita harus pergi sendiri. biarawan berjalan dengan tongkat dan mangkuk pengemis. Hal ini membuatnya merasa kesal." "Tapi jaraknya jauh sekali. Ia tak ingin Miki tidak sepaham dengan dir inya." sahut Maya dengan perasaan jijik ." ujar Miki tidak senang. akan makan waktu tiga kali lebih lama. berkuda secara terbuka dengan dua orang laki-laki yang membantu kita. "Butuh waktu seminggu berkuda dari Yamag ata." "Apakah kita akan berjalan kaki sampai ke rumah?" "Ada ide yang lebih baik?" "Kita bisa meminta bantuan dari se¬seorang. Dari Yamagata ke Hagi ber jarak sepuluh hari. yang ter¬buruk. Seorang laki-laki bernama Bunta datang bersama Shizuka dan aku. "Kita akan mencurinya. penjaja dagangan. mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang sulit. perempuan bertopi dan berkerudung lebar pelindung s inar matahari. Lalu bagaimana kita mendapatkan makanan?" "Seperti yang tadi kita lakukan.Ketika dilihatnya Miki duduk di samping kolam.

Maya menoleh ke belakang." Miki berdiri. "Apa?" "Suara itu. Suara itu bergema seperti bisikan di sela¬sela hutan." Rasa tegangnya makin bertambah. m erasakan kalau pemuda itu sedang mencari¬nya. Akio mungkin sudah menunggu kita di sana. ingat perkataan gadis pelayan itu. setengah berharap melihat Hisao dan Akio mengejar. "Aku tidak dengar siapa-siapa. Kita tak ingin menjadi perhatian." protes Miki. Ayo kembali ke kota saja. ia berkata. ke arah kota. "atau tersesat. Mendadak Maya melompat.yang sedang mengejar." ujar Maya. Maya bisa merasakan tarikan itu dalam dirinya. "Berpua sa dan berdoa. mendengarkan dengan seksama. siapa pun bisa melihat kalau kita kembar. Ay o kita temui Shizuka." Halaman 295 dari 700 . Kita akan berjalan melewati pegunungan. "Kau dengar itu?" Dicengkera m¬nya tangan Miki. Tapi aku membencinya! Bagaimana bisa aku ingin berjumpa dengannya? Berusaha menyembunyikan perasaan ini dari Miki. Ia bimbang dan disadarinya ternyata ia rindu dan ingin bertem u Hisao lagi." "Kita akan kelaparan." "Dia berada di Daifukuji. "Walau aku berpakaia n laki-laki. mendengar suara Hisao. Itu dia. Kita boleh kembali. Datanglah kepadaku.

melewati sebagian besar daerah tersubur d i Tiga Negara. hanya it u. Aku tahu sesuatu yang mengerikan terjadi padamu." Sejenak Miki terdiam. sedangkan Maya saat musim gugur se¬belumnya. Ayo pergi. deburan air berbuih menghempas bebatuan. seraya menyeka mata dengan tangan. lalu memukulku beberapa kali." ajak Maya. Miki menangis tanpa suara." ujar Miki. Jalan hampir mengarah ke utara. Sungai itu sering meluap. tapi berjarak satu hari per¬jalanan ke utara Hofu. mengikuti aliran sungai di sepanjang jalan menuju Tsuwano. dan aku adalah bayangannya. namun mata Maya kering. "Aku memimpika nmu sebagai si kucing. lalu berkata. Maya me nceritakan dengan singkai tentang serangan itu. Juga ada jembatan baru. Jalan hampir mengarah ke utara. "Aku penasaran di mana kedua kuda betina itu. hanya beberapa hari lalu." ajak Maya. Matahari sudah bergeser dari titik puncaknya ke arah barat. Sungai itu sering meluap. Sawah terbentang di k edua sisi lembah. tepat sebelum Sun gai Yamagata. "Apa¬kah Akio menyakitimu?" "Dia mencekikku untuk membungkam mulutku. sunga inya makin dangkal. melewati sebagian besar daerah tersubur d i Tiga Negara. Jalan ter¬bentang di sepanjang sisi barat sampai ke jembatan di Kibi. ia melihat ke angkasa." ."Ayo pergi. mengikuti aliran sungai di sepanjang jalan menuju Tsuwano. dan kematian Taku dan Sada. Miki yang terakhir kali." "Kuda betina apa?" "Kuda pemberian Shigeko untuk per¬jalanan dari Maruyama. Sawah terbentang di k edua sisi lembah." Selagi mereka mulai berjalan menanjak menaiki lereng ke pepohonan bambu. tepat sebelum Sun gai Yamagata. Juga ada jembatan baru." ujarnya pada Miki saat me¬langkah d ari bawah naungan pepohonan lalu berjalan di bawah teriknya matahari. Mereka sudah sering melewati jalan ini. bersama Taku dan Sada. sunga inya makin dangkal. tapi berjarak satu hari per¬jalanan ke utara Hofu. "Aku memimpikanmu. deburan air berbuih menghempas bebatuan. Setelah selesai bercerita. rumah dan gubuk petani benebaran di tengah daerah persawahan. Jalan ter¬bentang di sepanjang sisi barat sampai ke jembatan di Kibi. Matahari sudah bergeser dari titi k puncaknya ke arah barat. aku kehil angan mereka. rumah dan gubuk petani benebaran di tengah daerah persawahan. ia melihat ke angkasa. "Kau tahu.

Mereka sampai di sebatang pohon beech besar yang setengah tercabut akarnya akiba t gempa atau badai. Sambil berjalan. dan terdapat banyak tebin g dengan batuan yang menonjol dan pohon tumbang yang menyediakan tempat bernaung. dan batang nya yang besar dan akar¬nya membentuk liang. selain cara bertindak kejam."Bagaimana dengan Hisao?" Maya mulai berjalan lebih cepat. Seekor ular kecil melintas di depan mereka." ujar Maya. R asanya waktu sudah lama berlalu sejak mereka makan kue mochi di biara tadi. dan di suatu tempat di sebelah kiri mereka terdengar kicau burung kecil. Sejak kecil mereka diajarkan oleh Tribe untuk hidup dari alam. mengumpul kan daun. Derik jangkrik keden garan makin kencang. meski semua ini makin sulit ditemukan. "Penguasa alam baka dari Tribe?" "Ya. Kini mereka berada di lebatnya hutan. akar halus bambu. hanya saja dia tidak tahu bagaimana meng¬at asinya. Mereka menyelinap dengan mudah di antara batang-batang ba mbu. Daun rontok selama ber¬tahun-tahun menyediakan kasur yang empuk. ketika akhirnya lereng yang semaki n curam memaksanya untuk melambatkan langkah." Matahari tergelincir di balik puncak tinggi pegunungan di sebelah kiri mereka. Kurasa ada orang yang mengajarinya. "Hisao adalah penguasa alam baka. mengisap daging berlumpur dari cangkangnya yang rapuh. Mereka mengikuti buny i gemericik air dan minum dari sebuah sungai kecil. akar dan buah-buahan sebagai makanan juga racun. Miki pun ikut berlari. kedua gadis itu kini mulai secara naluriah mencari makanan: jamur yang tumbuh di bawah pohon pinus. Dan dia bisa membuat senjata api. juga tidak akan ada bintang. menghilang ke semak beluk ar. Tak ada orang yang pernah meng¬ajarinya. Kemudian mer eka melanjutkan perjalanan selama senja yang panjang sampai malam sudah terlalu gela p hingga tak bisa melihat apa-apa. sampai hampir berlari kecil di sela-sela batang pohon yang berwarna keperakan. Bahkan ada kacang¬kacangan yang masih bisa dimak an di Halaman 296 . T idak akan ada bulan. Di sungai juga menemukan kepiting kecil yang mereka makan hidup-hidup. dan awan rendah menyebar di langit dari arah selatan. wineber ry. Dia bisa menjadi luar biasa kuat. pucuk pakis yang sudah tua.

dari 700 .

Miki agak memutar badannya. Kedua gadis itu berbaring. Maya tidak yakin apakah dia mengucap¬kan kata-kata itu atau hanya memikirkannya. "Tidak. Maya mulai merasa rileks. Hisao menyayangi kucing itu dan dia adalah penguasanya. dan harus menyaksikan putranya diubah menjadi jahat." Tambahan lagi. ara dedaunan. Saat Hisao bersama si kucing. be¬rangkulan. Dalam pelukan adiknya. Dalam pelukan adiknya. "Kau pernah melihatnya?" "Sudah. "Hujan. ingin bersama pemuda itu dan berjalan ber¬sama di antara dunia. Aku merasakannya: aku me¬mutuska n ikatan antara pemuda yang me¬manggilmu dan si kucing. dan kau berubah ke wujud aslimu. "Aku tahu Ayah d an Shigeko belum pulang." Maya memikirkannya." ujar Miki pelan." ujar Maya. dan cahaya menerangi tanah. Tubuhnya menyentak-nyentak gelisah. ibunya selalu bersamanya. memanggilku. M aya mulai merasa rileks. "Kurasa aku tahu itu. Sebagia n lagi ditarik kembali kepadanya." Tapi bahkan setelah kata-kata itu lepas dari mulutnya. seolah dirinya menjadi utuh kembali. Dengan rintik-rintik pertamanya. "Tidak." Tubuh Miki agak gemetar. Kedua gadis itu berbaring. membuat keduanya melonj ak kaget. ba ru aku akan merasa aman. Dia dipaksa mat i sebelum waktunya. maksudku?" "Dia sedang mencariku. Sebagian dari dirinya takut pada laki-laki itu dan ingin menjauh. "Apakah saat itu kau takut?" bisik Miki. Apakah aku sudah menjadi jahat? Maya mengingat tukang asah pisau yang dilukai da n dirampoknya ." Terdengar suara burung hantu di pe¬pohonan di atas mereka. bau lembap mulai muncul dar i tanah. tapi Ibu akan melindungi kita. ia bisa b icara dengan arwah ibunya. Mengisi cuping hidungnya dengan kehidupan sekaligus kematian. ia pun tak yakin kalau se mua ucapannya benar. "Apa kau lari darinya? Sekalian pulang.antara dedaunan. be¬rangkulan." "Mudah sekali menjadi jahat. "Aku merasa iba." ulangnya. Udara terasa menjadi agak dingin. seolah dirinya menjadi utuh kembali. dan di kejauhan terdengar jerit rubah betina. kan? Begitu kita sampai di Hagi." "Dia mengikuti kita?" Maya tak langsung menjawab.

Datanglah padaku. Ayah yang memaksaku. Maya berjuang kembali ke wujud aslinya. tepat ke mata keemasan si kucing. ini salah Ayah hingga aku menjadi seperti ini. pikirnya. Kucing itu meregang¬kan badan. berusaha memanggil Miki . Segera terdengar suara Hisao. Dibuka mulutnya. saat kepalanya berputar melihat ke arah Hisao. ia menuangkan rasa marah untuk memadam¬kannya. Dan Maya merasakan tatapan pemuda itu berpaling ke arahnya. Hujan membuat¬nya kedinginan. Sikutnya menusuk badan Maya. Halaman 297 dari 700 . dan Maya bergeser sedikit. seolah Hisao bisa me lihat melalui kegelapan.tanpa pikir panjang. Napasnya tenang dan teratur. Nyaris tanpa berpikir dib iar¬kannya si kucing datang dengan bulu tebal¬nya yang hangat. Seharusnya Ayah tidak boleh punya anak laki-laki! Miki sepertinya sudah tidur. Seh arusnya Ayah tidak boleh begitu sering meninggalkanku saat aku masih kecil. Seharusnya Ayah tidak mengirimku pergi jauh. merasa bersalah dan tida k menyukai perasaan itu. Seharusnya Ayah bilang kalau Ayah punya anak laki-laki. Ayah pasti marah padaku. Suara burung hantu tadi terdengar lagi. menegakkan telinganya serta mendengkur. Nyamuk mencium bau ker ingat mereka dan ber¬dengung di telinga Maya.

dan hujan. Saat tengah hari. Mereka b . Dipeluknya Miki dan mendekapnya lebih erat. serta mem¬bebaskan diriku darinya . mereka berhenti di saat yang bersamaan. dan Hisao melihatku. Berpelukan. "Apa yang terjadi?" iki duduk tegak. mereka tak beran i melaku¬kannya. dan sungai di belakangnya. "Aku tidak bisa lihat apa-apa." "Kau akan tetap terjaga?" tanya Maya gemetaran karena dingin dan emosi. sesekali melihat jalan di bawah sana. seperti murninya baja setelah di panas¬kan. Gelap gulita. dibengkokkan dan dipukul berulang kali. Kita harus pergi sekarang jug a. "Ada ses uatu yang bisa kau lakukan yang menghalangi antara dia dan aku. "Tadi aku berubah menjadi kucing di luar kehendakku. tapi dia tahu tempat kita berada. "Tadi kau melolong!" ujar Miki. "Atau bagaimana m elakukannya. Di depan mereka tampak ada jalan yang tidak terlalu mulus. keduanya melanjutkan per¬jalanan ke utara. rumpun bambu." "Apakah dia sudah dekat?" "Aku tidak tahu. Meskipun ingin berjalan sebentar di permukaan jalan yang mulus. Suaranya lemah dan lelah. namun menjanjikan kalau bagian selanjutnya per¬jalanan mereka akan lebih mudah. seringkali harus mene lusuri kembali jejak kaki mereka se¬belumnya. mem¬buat tanah terasa panas dan mengubah ra nting dan daun yang meneteskan air hujan menjadi bingkai keemasan dan potongan pelangi." Miki berlutut di pinggiran gua pohon dan melihat dengan seksama keluar ke gelapn ya malam. Dengan menjaga agar sinar m atahari tetap di kanan mereka. kedua gadis itu me¬n unggu cahaya matahari merayap perlahan menyinari mereka." Murni adalah kata yang terbersit di benak Maya. Kucing itu mengambil begitu banyak dari dalam diriku. pakis: semuanya berkilau dan bersinar. Jaring laba-laba. di sisi sebelah timur pe¬gu nungan. *** Hujan berhenti saat hari mulai terang." ujar Miki. Mereka berusaha sekuat tenaga naik turun parit yang dalam. "Apa yang terjadi?" Maya merasakan lagi kekuatan setajam pedang dari jiwa Miki yang menghalangi anta ra si kucing dan penguasanya. Kita tidak bisa pergi sekaran g." "Aku tidak tahu apa itu.Miki duduk tegak.

" katanya. hampir tidak perlu bicara. Sekali l agi. dan mengira kalau jalan kecil itu akan membawa merek a ke sana. Udara terasa panas. "Kita istirahat sebentar. kulitnya berubah segelap tembaga . tanpa bersuara. Kakinya lecet dan berdarah. Halaman 298 dari 700 . dan sawah garapan tetap berada di luar jangkauan di bawah tempat mereka berada. tak ada desa. selain terus berjalan. berhenti hanya untuk mengambil makanan yang disediakan ata m. awan ber kumpul lagi di sebelah selatan. Matahari berlalu tersembunyi di balik gunung. bahkan dalam naungan lebatnya hutan. seraya melepas sandal dan menggosokkan tel apak kakinya di rumput yang lembap. Aku pena saran apakah jalan itu mengarah ke sebuah desa. Maya sudah berbaring terlentang. Sesekali mereka melihat atap rumah petani jauh di bawah. lumut. "Aku lapar sekali." Kedua gadis itu tertidur sebentar. "Kita harus mendapatkan makanan sungguhan. Tak satu pun dari kedua nya ingin menghabiskan semalam lagi di hutan. bahkan tak ada gubuk atau b iara terpencil di gunung. tapi rasa lapar membangunkan mereka. Mereka ber¬jalan tanpa bicara. menatap ke atas. dan kini mulai mencari-cari di rerumputan. ke arah hijau dedaunan yang be rubah bentuk. mereka mengen¬cangkan kembali sandal dan mulai mengikuti jalan kecil tadi yang berkelok di sepanjang sisi gunung. Tapi mereka tidak menemukan tempat apa pun. perut mereka mulai keroncongan. namun tidak tahu lagi apa yang bisa dilakukan." ujar Miki.elum makan sejak pagi. dan menem ukan kacang beech. chestnut sisa musim gugur lalu yang telah bertunas. sedikit buah b eri yang hampir ranum.

aku Muto. Aku akan memberimu dan adikmu makan. kini bercampur dengan aroma daging panggang yang membuat perut mereka semakin keroncongan. "Ya. Baunya semakin kuat . tapi juga tidak mirip. kepalanya tertutup tu dung yang di¬pegangi dengan satu tangan sementara mem¬bolak-balik daging pada tusuk pemanggang dengan t angan satunya lagi. "Kau bisa memanggilku Yusetsu. Sepertinya tidak ada orang lain lagi. Bagaimana dia bisa ada di sini? Aku akan ke sana dan melihatnya. karena ia pernah mencicipi kedua daging itu di se kitar Kagemura." Menggunakan kemampuan menghilang." bisik Miki. an dan gunung menyatu saat senja tiba. "Apakah kau Muto?" tanya Maya. Di sela-sela pepohonan bisa dilihatnya sebuah gubuk kecil. lalu membuat dirinya terlihat lagi. Dagi ng burung kuau atau kelinci.Hutan dan gunung menyatu saat senja tiba. tanpa berpalin g. burung berkicau melantunkan nyanyian p engiring matahari teng-gelam. Segera saja terbit air liurnya. "Asap. burung berkicau melantunkan nyanyian peng iring matahari teng-gelam. Suaranya pun dingin dan misterius. tiba-tiba berhenti. Maya menyelinap di sela pepohonan dan ke belak ang gubuk. Aroma daging begitu kuat hingga ia mengira akan kehilangan kon¬sentrasinya. Maya yang berada di depan. Kalau dia bi sa melihatku. "Tidak mu ngkin. Perempuan itu berkata. Maya bisa memperkirakan dari bentuk tubuh dan gerakannya kalau sosok itu adalah perempuan dan ada sesuatu dengannya yang terasa sangat familiar. Maya mengangguk. Api unggun menyala di depan¬nya. hanya perempuan itu. maka dia pasti berasal dari Tribe. "Kau tak perlu menggunakan pisau itu." sahut perempuan itu." Suaranya mirip suara Shizuka. dan sesosok tubuh ramping berlutut menjaga daging yang sedang dimasak. dan mereka berjalan dengan lebih hati-hati. bak jej ak terakhir salju . pikir Maya. Maya yang berada di depan. Angin sepoi-sepoi berhembus perlahan di dataran itu dan membuat bulu-bulu coklat dan hijau melambai-lambai terkena angin¬nya. "Perempuan itu mirip Shizuka!" Maya mencengkeram tangan adiknya saat Miki hendak berlari menghampiri. Maya berpikir. Diraba nya pisaunya. Miki berbisik di telinganya. tiba-tiba berhenti." Maya belum pernah mendengar nama itu.

" Perempuan itu meng¬ucapkan nama Takeo dengan semacam kerinduan ya ng dalam dan penyesalan.yang tertinggal di sisi utara pegunungan di musim semi. memerhatikan wajah dan tangan m ereka. melahap daging dengan rakus. namun tudung menutupi wajahnya. lembut sekaligus getir. Kini p erempuan itu menatap Maya. Kemudian ditunjuknya tempat untuk buang hajat. Dia lalu berlutut." Ada teko air di anak tangga gubuk. dan mereka berbaring di Halaman 299 dari 700 . Ketika keduanya sudah mengisap tulang yang terakhir. Di anak tangga." kata Yusetsu. Setelah itu dinyalakannya lentera dari sisa api yang masih menyala. "Sudah hampir matang. dan memberikan lumut untuk member sihkannya. Si kembar makan tanpa bicara. mengiris daging menjadi potongan kecil. seolah dia adalah ibu mereka. sikapnya penuh perhati¬an. yang membuat Maya bergidik. Yusetyu menuangkan air ke s elembar kain untuk mengelap tangan mereka. M aya tidak bisa melihat wajahnya. "Apa yang kau lakukan di sini? Apakah ayahku yang menyuruhmu ke sini?" "Ayahmu? Takeo. Yusetsu menaruh daging burung kuau bakar di lembara n kulit kayu yang di-bungkus daun. panasnya membakar mulut dan lidah. Bahkan dengan cahaya api unggun. dia hanya mengamati setiap suapan mereka. Kedua gadis itu bergantian menuangkan air men¬c uci tangan dan kaki mereka. "Panggil adikmu lalu cuci tangan dan kaki k alian. Dia membalikkan telapak tangan mereka dan menyusur i tanda Kikuta dengan jari-jarinya. Yu setsu tidak makan.

"Tidak ada yang bisa menyakiti kalian saat aku di sini. makanannya sudah m atang." Jalannya tidak rata. teko berisi air. Tak ada tanda-tanda gubuk. beristirahat dalam panasnya siang hari di rimbunnya semak hazeln ut. "Ibu Hisao? Yuki?" "Siapa lagi?" Maya mulai berjalan ke arah utara. "Seperti kemarin. Yusetsu memadamkan lentera dan menye¬limuti mereka dengan jubahnya. "Selamat datang di rumah." Mereka tidur tanpa bermimpi dan ter¬bangun saat hari mulai terang. namun rasa daging burung kuau masih tertinggal di lidah dan tengg orokan mereka. "Tidurlah. meski mereka belum tahu siapa perempuan itu sebenar nya. maupun perempuan itu. aroma daging yang tengah dimasak yang mene rbitkan air liur. "Ada jalan kecil." gumam Maya. Mereka berjal an menyusurinya sepanjang hari. teko. Di belakangnya ada gubuk. merasakan juga lebih baik kalau mereka memang menjadi anak Yusetsu.lantai gubuk sementara perempuan itu terus memandangi merekaantai gubuk sementar a perempuan itu terus memandangi mereka." "Mmm." sahut perempuan itu. seperti jalanan rubah. seoerang perempuan sedang menjaga makanan yang dimasak. mengejar Maya. dalam keadaan hangat dan kenyang. "Jadi kalian anaknya Takeo." "Apakah itu makanan hantu?" tanya Miki saat perempuan itu membawakan daging . Kalian seha rusnya menjadi anakku." ujar Maya menyapa dengan akrab. Miki berkata. setuju. "Cuci tangan. Hanya bulu burung di lumpur dan bekas bara api yang menandakan kalau perempuan i tu pernah ada di sana. melalui semak belukar." ujarnya lirih. "Kalian mirip dengannya. juga tanah lembap di bawah tubuh mereka." uj arnya. Tak satu pun dari keduanya bica ra lagi tentang perempuan itu. Dan berjalan lagi sampai malam tiba saat bulan baru muncul. Hujan menyirami wajah mereka. wajahnya tersembunyi ole h jubah bertudung. "Dia adalah hantu perempuan itu." ujar Miki. bulan sabit." Dan kedua gadis itu. Tiba-tiba tercium bau asap yang sama. "Kita di rumah.

dan membu at seorang Halaman 300 dari 700 ." tutur Miki dengan su ara tenang dan tegas yang belum pernah Maya dengar. "Akan lebih bijaksana dan lebih kuat lagi begitu ka u dewasa. "Aku membalas pertolonganmu. dan membiarkan arwahmu berjalan terus menuju kelahirannya kembali. Yusetsu tertawa. "Tugasmu sudah berakhir di dunia ini." "Jangan takut. kau dan kakakmu akan mulai mendapa t haid. Kau h arus merelakannya. seharusnya kau me¬lanjutkan perjalananmu." "Benarkah?" "Kau membebaskan si kucing. "Aku di sini untuk membantu kalian." "Bila sudah bebas.saat ini daging kelinci dan mengirisnya untuk mereka. "Semua makanan adalah makanan hantu. tetap belum mau makan. Aku ber¬utang padamu. jatuh cinta menghancurkan diri kalian. Dalam waktu satu atau dua bulan lagi." "Apa yang kau inginkan sebagai imbalan?" tanya Miki. dan sekaligus membebaskanku." tambahnya ketika Miki ragu. Maya sudah menjejalkan daging ke mul utnya. Semua makanan sudah mati d an memberikan rohnya pada kalian agar kalian bisa hidup. Menjadi perempuan membuat kalian lemah. Karena kau memutuskan ikatanku dengan anakku." sahut Yuki." "Kau bijaksana.

" ujar Maya. Akhirnya Maya berkata. Aku merindukannya siang dan malam. maka dia akan menjadi benar¬benar jahat. Aku merindukannya siang dan malam. Aku mem¬biarkannya memiliki diriku seutuhnya. diceritakan oleh perempuan yang s angat menderita disebab-kan oleh cintanya pada ayah mereka. Dia kelihatan terobsesi pada ku sama seperti aku terobsesi padanya." "Kalian adalah adiknya. aku merasa seperti di Surga. maka kalian takkan merindu¬kannya. Aku mem¬biarkannya memiliki diriku seutuhnya. Bil a dia menyadari kekuatan itu sepenuhnya. "Dia tak mau tahu siapa dirinya. Aku sangat suka bercinta. dan kukira dia jatuh cinta padaku. mengu¬nyahnya pel an. Dan aku melakukan apa yang diperintahkan padaku: kalian anakmenem¬pelkan pisau di lehermu." "Dia tidak bisa dibebaskan dari dosa. sedang yang satunya lagi memiliki kualitas spritual yang menolak ke¬kuatannya. Dan aku melakukan apa yang diperintahkan padaku: kalian anakanak Tribe. Mereka belum p ernah mendengar versi cerita ini dari riwayat orangtua mereka. Kemudian aku tahu kalau Shirakawa Kaede yang dicintainya. "Salah satu dari kalian menjadi si kucing. Kami sangat seras i dalam kemampuan Tribe. amarahnya kembali lagi.anak menem¬pelkan pisau di lehermu. dia masih . kegilaan karena cinta yang bodoh membawa dirinya kabur dari Tribe dan membuat aku dihukum mati. tapi tidak bicara. Tapi aku mengira akan menikah dengan Takeo dan melahirkan anak-anaknya." Yuki terdiam membisu. ketika aku menganggap ayah kalian sebagai kekasihku. Kedua gadis itu juga tidak berkata apa-apa. bila kali an tidak me¬mulainya. Jangan tidur dengan laki-laki. Jangan tidur dengan laki-laki. kalian harus tahu tentang kepatuhan. "Aku patuh pada Ketua Kikuta dan Akio. Aku sangat suka bercinta. ketika aku menganggap ayah kalian sebagai kekasihku. maka kalian takkan merindu¬kannya. itu sebabnya dia merasa sakit kepala yang sangat menusuk. Tapi sampai tiba waktunya nan ti. merasakan lemak dan darahnya." sahut Yuki. "Hisao berusa ha untuk tidak ingin mendengarkanmu. yang kutahu mesti kunikahi di kemudian ha ri. "Semak in lama dia menjadi semakin jahat." Miki mencondongkan badan ke depan dan mengambil sepotong daging. aku merasa seperti di Surga. "Sifat dalam dirinya tercabik." Kedua gadis itu meng-angguk. yang disayanginya. bila kalian tid ak me¬mulainya." tutur Yuki.

si kembar terbangun di hutan yang kosong. "Sekarang kalian harus tidur. pikir Maya. Aku berharap dia belum mati. aku akan melanjutkan perjalananku. Kita tidak bisa melaku¬kan apa-apa lagi. "B egitu dia sudah selamat." Dia cantik. k ita hanya harus segera sampai di rumah dan berharap Ayah cepat kembali." bentak Miki. Hantu perempuan itu sudah pergi. Aku be rha rap dia yang menjadi ibuku. tidak seperti Ibu tapi dengan sifat yang selalu kuingin diriku menjadi seperti itu. dan kemudian sikapnya melunak. layaknya seorang ibu. Suasana hati Maya labil. Teruslah berjalan ke utara. Aku akan memberi kalia n makan dan membimbing kalian kembali ke Hagi. Miki bahkan lebih pendiam lagi ketim¬bang sebelumnya. kesal denga n kemarahan Miki. tapi keesokan paginya. Dia mencoba memaksa Miki bicara. sentuhannya kuat dan ny ata: dia tidak terasa seperti arwah." "Bagaimana kau bisa tahu begitu banyak tentang hal itu?" tanya Maya. dan membiarkan tudung terlepas.bisa diselamatkan." Yuki mencondongkan badan. kuat dan ptnuh semangat. ber gerak antara gembira karena kemung¬kinan bertemu Yuki lagi malam itu. "Kita su dah makan makanan darinya dan me¬nerima bantuannya. Aku tidak bisa membiarkan anakku mem bunuh ayahnya. kan?" Halaman 301 dari 700 . kita akan selamatkan Hisao. Kita akan menemukan ayah kalian dan mempering atkannya. "Apakah menurutmu kita melakukan hal yang salah?" tanya Maya. "Kau bukan seorang penguasa alam baka juga." Yuki mencuci tangan mereka seperti yang dilakukannya di malam sebelumnya. tapi k ali ini dibelainya tangan mereka dengan lebih lembut. saat kita sudah bebas. "Sekarang sudah terlambat. tapi jawab an Miki singkat dan tidak memuaskan. Namun ayah angkatnya harus membayar pembunuhan keji atas diriku. serta ketakutan akan Akio dan Hisao yang sudah dekat di balakang mereka.

kesedihan terbesar pe rtama dalam hidupnya. Jato. dia yang bilang begitu." Bukan. tentu saja bukan."Bukan. "Aku bahkan tidak tahu apa itu. tapi perjalanan setiap harinya terasa lebih mudah karena kini mereka tahu Yuki m enanti mereka di penghujung hari." jawab Miki. Setiap malam Yuki men¬ceritakan masa lalunya: tentang masa kecil-nya di Tribe." pekik Miki. "Untuk mencari Ayah." ujar Maya. Aku belum pernah mendengarnya sampai kau mengata¬kan kalau Hisao adalah penguasa alam baka. Yuki menemani mereka dari antara matahari terbenam sampai mat ahari terbit. dan tanpa disadari mulai menyayanginya seakan pere mpuan itu adalah ibu mereka. "Aku bahkan tidak tahu apa itu. Memikirkan arwah Akane." "Pada Akio?" "Pada semua orang yang telah menyakiti dirinya. bagaimana dia membawa pedang Lord Sh igeru. melewati negeri yang tidak ramah. Mereka berdua kagum pada keberan ian dan . tentu saja bukan. d an bagaimana ia menggoda Sunaomi dengan menyaru sebagai perempuan pelacur yang sudah mati itu." pekik Miki. seorang diri. Aku belum pernah mendengarnya sampai kau mengata¬kan kalau Hisao adalah penguasa alam baka. mer eka mulai terbiasa dengan kehadirannya. Keinginannya pun menjadi keinginan mereka berdua." lanjut Miki. "Semua hantu ingin balas dendam. lalu menyerahkannya ke tangan Takeo setelah sebelumnya mereka menyelamatkan Shig eru dari kastil Inuyama. Maya pun bergidik. kau memang tahu semuanya. "Dia ingin balas dendam. Jalur itu berkelok di antara tonjola n batu-batu besar: sepertinya itu tempat kesukaan ular untuk berjemur." "Tapi Ayah belum akan kembali sampai musim panas berakhir. *** Maka perjalanan mereka berlanjut saat bulan semakin penuh dan menyusut lagi. "Menurutmu apa yang sebenarnya Yuki inginkan?" tanyanya. dan bagaimana Yuki membawa kepala Lord Shigeru ke Terayama. Yuki menemui mereka setiap malam. ketika temannya dari Yamagata dibakar sampai mati bersama semua keluar ganya di malam Otori Takeshi dibunuh prajurit Tohan. Sewaktu tubuh-tubuh yang ben gkok bergerak cepat menghilang di balik bebatuan. "Mengapa dia membimbing kita ke Hagi?" tanya Miki." "Benar kan. seolah membuat bantahan kepada dirinya sendiri." Mereka berjalan menuruni lereng yang curam. Bul an keenam tiba dan musim panas bergerak menuju puncaknya.

dan terkejut serta gusar dengan kematiannya yang kejam. dan seketika timb ul niat ingin pergi ke mana pun perempuan itu pergi. dan biara bagi dewa sungai tempat ia memb unuh kucing milik Mori Hiroki. wortel dan bawang." ujar Miki. bak mayat yang tengah menanti air untuk menghidupkannya Halaman 302 dari 700 .* Si kembar tiba di Hagi di sore hari. Matahari masih di langit barat. Ia akan merindukan Yuki. Gelombang sedang surut dan tepi yang berlumpur terlihat jelas di sepanjang sunga i kembar. Maya bisa melihat lengkungan jembatan batu. Ladang sayuran lebat dengan dedaunan. "Kita tidak membutuhkan Yuki malam ini. Tiang pancang kayu dari pagar penangkap ikan.kesetiaan Yuki. padi berwarna hij au terang. Mereka meringkuk di hutan bambu tepat di tepi sawah. terharu dengan kesedihan dan rasa ibanya atas putranya." Namun pikiran itu membuat Maya sedih. membuat air laut tampak seperti kuningan. kedelai. "Kita bisa tidur di rumah. dan perahu-perahu yan g tertambat di tepinya.

. tidak ada pesan. menjulang kastil dengan panji-panji Ot ori berkibar tertiup angin. dan dia pasti percaya. "Aku tidak ingin dia melihatku. pikirnya. "Akan kulihat siapa yang ada di sana. menjulang kastil dengan panji-panji Ot ori berkibar tertiup angin. bagaimana dia telah membunuh Taku dan tengah mem-bangun kekuatan. Tiba-tiba teringat dengan penemuan terakhir mereka. Bisa dilihatnya umbul-umbul bangau Otori. tidak ada surat. "Kurasa Ibu juga di sana. Maya tak mendapa t kabar apa pun dari ibunya. tapak beruang hitam dengan latar belakang merah : lambang Klan Arai. Bahkan kabar tentang kelahiran ad ik laki-lakinya ia dengar melalui Shigeko di Hofu. di atas atap dan sirap rendah bangunan kota." sahut Maya. pikirnya." "Bibi pasti di kastil. kemarahan Kaede. Di belakangnya tampak pepohonan dan taman rumah tua keluarga. Lebih jauh ke barat. Andai Yuki adalah ibuku. Lebih jau h ke barat. Di belakangnya tampak pepohonan dan taman rumah tua keluarga. tapi kini takut pada penerim aan ibunya. Aku bisa saja ikut terbunuh bersama Sada dan Taku." "Ayo kita ke rumah lebih dulu." ujar Miki. Mereka ak an kirim pesan pada Ibu. "Tapi kita harus ceritakan pada Ibu tentang Paman Zenko." Maya menyadari kalau dirinya tidak yakin akan reaksi ibunya. "Aku akan pergi. di atas atap dan sirap rendah bangunan kota.. "Bertemu Haruka dan Chiyo." ujarnya. Maya memicingkan mata melihat mata¬hari. berpikir tentang keciniaan Hana pada kemewahan dan kedudukan. "Bibi Hana ada di sini. dan mereka saling tersenyum. Ibu tidak akan peduli.kembali. Ayah justru lebih aman berada jauh di sana ketimbang berada di rumah. Aku bisa mengadu dan men¬ceritakan segalanya." sahut Miki." "Baiklah. embali. Perasaan itu am at menusuk hati dan mengganggunya: ia begitu ingin pulang ke rumah. "Ayah pergi jauh ke Miyako. Bahwa Kaede hidup. Kesedihan yang mendalam menerpa dirinya: bahwa Yuki sudah mati dan tidak mengena l kasih sayang anaknya. Sejak saat itu." "Bagaimana dia bisa begitu berani saat Hana dan kedua putranya ada di sini. tamparan itu." saran Maya. di H . tapi di sebelahnya ada umbul-umbul lain." "Ayah pasti belum kembali." bisiknya pada Miki.. melihat apakah Ayah sudah kembali.

Maya seperti mendengar suara mereka dari dapur. dan burung itu terbang dengan kepakan sayap pelan: tepat seperti biasanya. Mereka pasti kaget. Kau tunggu di sini. Seekor bangau abu-abu besar yang tengah mencari ikan di sungai merasakan ada ger akan. Suara anak laki-laki. Ikan itu mencipakkan air. Maya berhenti di depan lubang di dinding taman. Chiyo pasti akan menangis bahagia sep erti biasanya. berceloteh. Banyak anak laki-laki seusia¬nya bermain di tepi sungai serta me¬manfaatkan pagar ja ring penangkap ikan untuk menyeberangi sungai. Halaman 303 dari 700 ." Maya masih mengenakan pakaian laki-laki dan menu-rutnya tak ada orang yang bisa mengenalinya. itu sebabnya dia datang. seekor ikan air tawar melompat.agi?" "Hana mungkin berencana membawa mereka lari. Di sungai. Aku akan kembali secepat¬nya. Maya melangkah masuk ke taman. Gadis itu berlari dengan langkah ringa n di atasnya seperti yang sudah sering dilakukannya: bagian atas tiang pancang terasa lembap dan licin. pikirnya. Tapi di bali