Kisah Klan Otori IV Page 1 KISAH KLAN OTORI IV: THE HARSH CRY OF THE HERON By Lian Hearn

Kisah Klan Otori IV Page 2 KISAH KLAN OTORI: THE HARSH CRY OF THE HERON Copyrigth@Lian Hearn Associates Pty Ltd 2006 All rights reserved Hak terjemahan ada pada Penerbit Matahati Diterbitkan oleh Penerbit Matahati Judul asli: TALES OF THE OTORI: The Harsh Cry of the Heron by Lian Hearn Simbol Klan oleh Claire Aher Terjemah Tales of the Heiki adalah dari Helen Craig McCullough, dan diterbitkan oleh Stanford University Press, 1988

Dentang genta Gion Shoja mengumandangkan ketidakabadian segalanya. Warna bunga sala mengungkapkan kebenaran bahwa kemakmuran akan mengalami kemunduran. Keangkuhan tak akan bertahan lama, layaknya mimpi di malam musim semi Kekuasaan pada akhirnya akan jatuh, layaknya debu yang tertiup angin. THE TALE OF THE HEIKI entang genta Gion Shoja mengumandangkan ketidakabadian segalanya. Warna bunga sala mengungkapkan kebenaran bahwa kemakmuran akan mengalami kemunduran. Keangkuhan tak akan bertahan lama, layaknya mimpi di malam musim semi Kekuasaan pada akhirnya akan jatuh, layaknya debu yang tertiup angin. THE TALE OF THE HEIKI Kisah Klan Otori IV Page 3

Kisah Klan Otori IV Page 4 THE HARSH CRY OF THE HERON TOKOH UTAMA : Otori Takco penguasa Tiga Negara Otori Kaede istrinya Shigeko putri sulung mereka, pewaris Maruyama Maya putri Kembar mereka Miki Arai Zenko pemimpin Klan Arai, penguasa Kumomoto Arai Hana istrinya, adik Kaede Sunaomi dan Chikara anak mereka MutoKenji ketua keluarga Muto dan Tribe Muro Shizuka pengganti dan keponakan Kenji, ibu dari Zenko dan Taku Muto Taku mata-mata Takeo Sada anggota Tribe sahabat Maya Mai adik dari Sada Yuki (Yusetyu) putri Kenji, ibu dari Hisao Muto Yasu pedagang Imai Bunta informan Shizuka Tabib Ishida suami Shizuka, tabibnya Takco Sugita Hiroshi pengawal senior Maruyama Miyoshi Kahei panglima perang Takeo,penguasa Yamagata Miyoshi Gemba saudaranya Sonoda Mitsuru penguasa Inuyama Matsuda Shingen Kepala biara Terayama Kubo Makoto (Eiken) penggantinya,sahabat Takeo Minoru jurutulis Takeo Kurado Junpei Kurado Shinsaku pengawal Takeo Terada Fumio pemimpin angkatan laut Lord Kono putra Lord Fujiwara Saga Hideki jenderal Kaisar Don Joao orang asing, pedagang Don Carlo orang asing, pendeta Madaren penerjemah mereka Kikuta Akio ketua keluarga Kikuta Kikuta Hisao anaknya Kikuta Gosaburo paman Akio

KUDDAA :: Tenba kuda hitam pemberian Shigeko untuk Taeko Dua anak Raku, surai dan ekor mereka berwarna abu¬abu Ryume kuda tunggangan Taku Keri kuda tunggangan Hiroshi Ashiege kuda tunggangan Shigeko Kisah Klan Otori IV Page 5

"Cepat kemari! Ayah dan Ibu sedang bertarung!" Otori Takeo mendengar putrinya memanggil adik-adik-nya dari kediaman mereka di kastil Inuyama, dengan cara yang sama ia mendengarkan semua hiruk-pikuk baik di dalam kastil dan juga dari kota di luar kastil. Namun dia mengabaikan suara-suara itu, sama seperti ia mengabaikan nyanyian yang mengalun dari nightingale floor di bawah kakinya. Ia hanya berkonsentrasi pada lawannya: Kaede, istrinya. Mereka bertarung menggunakan tongkat: ia memang lebih tinggi, tapi istrinya terlahir kidal dan mampu menggunakan tangan kanan dengan sama baiknya. Sementara jari tangan kanannya putus karena tebasan belati bertahun-tahun lalu dan harus belajar meng¬gunakan tangan kiri. Saat ini hari terakhir di tahun ini, hawa dingin menusuk, langit pucat kelabu, matahari musim dingin meredup. Mereka sering berlatih dengan cara ini di musim dingin: menghangatkan tubuh dan membuat sendi-sendi tetap lentur, dan Kaede suka putri-putrinya melihat baga imana perem¬puan mampu bertarung layaknya laki-laki. Ketiga putri mereka berlarian: Shigeko, si sulung. yang akan berusia lima belas lahun pada tahun baru ini, kedua adiknya tiga belas tahun. Papan lantai melantunkan nyanyian di bawah langk ah kaki Shigeko, tapi si kembar menjejakkan kaki mereka begitu ringan dengan cara Tribe. Mereka sudah sering berlarian melintasi nightingale floor sejak kecil, dan tanpa menyadari be lajar untuk membuatnya tidak bersuara. Kepala Kaede ditutupi selendang sutra merah yang dililitkan menutupi wajahnya, m aka Takeo hanya bisa melihat matanya. Mata yang penuh dengan energi bertarung, dan gerakan-gerak annya masih cepat serta kuat. Sulit dipercaya Kaede adalah ibu dari tiga anak: dia masih ber gerak dengan kekuatan dan kebebasan seorang gadis. Serangannya membuat Takeo menyadari akan u sia dan kelemahan fisiknya. Hentakan serangan Kaede pada tongkat miliknya mem¬buat tangann ya terasa nyeri. "Aku mengaku kalah," ujar Takeo. "Ibu menang!" seru ketiga putrinya dengan bangga. Shigeko lari menghampiri ibuny a dengan membawa handuk. "Untuk sang pemenang," ujarnya seraya mem¬bungkuk dan menyodorkan handuk dengan dua tangan. "Kita harus bersyukur karena hidup dalam damai," tutur Kaede, seraya tersenyum d an menyeka wajahnya. "Ayah kalian belajar keahlian berdiplomasi dan tak perlu lagi ber¬tarung mempertaruhkan nyawanya!"

"Setidaknya kini aku sudah mendapat peringatan!" sahut Takeo, memberi isyarat pa da salah satu penjaga, yang tengah menyaksikan dari taman untuk mengambil longkatnya. Kisah Klan Otori IV Page 6

"Ijinkan kami bertarung melawan Ayah!" ujar Miki, si bungsu, dengan nada me¬mohon. Dia berjalaIjinkan kami bertarung melawan Ayah!" ujar Miki, si bungsu, dengan n ada me¬mohon. Dia berjalan ke tepian beranda dan mengacungkan kepalan tangan ke arah ayah¬nya. Takeo berhatihati untuk tidak menatap langsung mata atau menyentuh putrinya itu selagi memberikan tongka tnya. Takeo sadar akan rasa enggan dalam dirinya. Bahkan orang dewasa dan prajurit tan gguh sekalipun, takut pada si kembar bahkan, batinnya dengan hati pilu, ibunya sendiri juga takut . "Ayah ingin lihat apa saja yang telah dipelajari Shigeko," sahutnya. "Kalian ber dua boleh menjajal kebolehannya." Selama beberapa tahun putri sulungnya menghabiskan sebagian besar waktu di Teray ama, di bawah pengawasan mantan Kepala Biara, Matsuda Shingen, mantan guru Takeo, untuk mempel ajari Ajaran Houou. Shigeko tiba di Inuyama sehari sebelumnya, untuk merayakan Tahun Baru ber sama keluarganya, juga perayaan me¬masuki usia akil balik. Kini Takeo memer¬hatikan putri nya selagi mengambil tongkat yang tadi digunakannya serta meyakinkan kalau Miki menggunakan tongkat yang lebih ringan. Secara fisik, Shigeko mirip ibunya: bentuk tubuh ramping yang sama serta kerapuhan yang jelas terlihat, namun me¬miliki karakter, berpengetahuan luas berkat latihan dan pengalaman, periang serta tegas dan tidak mudah berubah pendirian. Ajaran Houou amat keras d alam pengajarannya, dan guru-gurunya tidak membuat pengecualian untuk usia dan jenis kelamin, namun ia tetap menerima ajaran dan latihan yang diberikan, hari-hari panjang dalam kes endirian serta kcsunyian, dengan sepenuh hati. Dia ke Terayama atas kemnuannya sendiri, karena Ajaran Houou merupakan ajaran jalan kedamaian, dan sejak kecil Shigeko telah diajarkan ayahny a tentang pandangan untuk mewujudkan wilayah yang damai tempat kekcrasan tak pernah meraja lela. Cara bertarungnya agak berbeda dari cara yang diajarkan kepada Takeo, dan dia sa ngat suka memerhatikan putrinya itu, menikmati bagaimana gerakan-gerakan tradisional menye rang diubah menjadi gerakan beladiri, dengan tujuan melemahkan lawan tanpa menyakiti. "Jangan curang," kata Shigeko pada Miki, karena si kembar memiliki semua kemampu an Tribe bahkan lebih, Takeo curiga. Saat ini, kemampuan mereka ber¬kembang pesat, dan mesk ipun dilarang

menggunakannya dalam kehidupan sehari¬hari, terkadang godaan untuk memper¬mainkan gu ruguru serta mengelabui para pelayan sulit untuk dibendung. "Mengapa aku tidak boleh memperlihatkan apa yang sudah kupelajari?" tanya Miki, karena dia juga baru kembali dari pelatihan di desa Tribe bersama keluarga Muto. Kakaknya Maya aka n kembali ke sana setelah perayaan. Akhir-akhir ini jarang sekali seluruh anggota keluarga bi sa berkumpul bersama: pendidikan yang berbeda bagi tiap anak, tuntutan pada orangtua untuk me m¬beri perhatian yang sama besarnya untuk seluruh Tiga Negara berarti perjalanan tanpa henti sert a sering berjauhan. Tuntutan dalam pemerintahan kian meningkat: perundingan dengan orang asing; penj elajahan dan per¬dagangan; pengembangan persenjataan; pengawasan distrik lokal yang mengatur se ndiri administrasinya; percobaan pertanian; impor perajin asing dan teknologi baru; pe ngadilan untuk mendengarkan keluhan serta ketidakpuasan. Takeo dan Kaede memikul beban ini bers ama. Kaede lebih banyak menangani wilayah Barat, sedang Takeo Negara Tengah dan keduanya be kerja¬sama menangani wilayah timur, tempat adik Kaede, Ai beserta suaminya, Sonoda Mitsuru, memegang bekas wilayah Tohan. Miki setengah kepala lebih pendek dari kakaknya, tapi sangat kuat dan cepat; Shi geko tampak nyaris tak mampu meng¬imbangi gerakannya, tapi adiknya tak mampu menembus pertahanannya. Dala m beberapa saat Miki sudah kehilangan tongkatnya, yang tampak seperti terbang mela yang dari jemarinya, dan sewaktu tongkat itu membumbung tinggi Shigeko menangkapnya dengan mudah. "Kau curang!" Miki terengah-engah. "Lord Gemba yang mengajari," sahut Shigeko dengan bangga. Adik kembarnya yang satu lagi, Maya, mengambil giliran selanjutnya juga kalah de ngan cara yang sama. Shigeko berkata, pipinya bersemu merah, "Ayah, ayo bertarung denganku!" "Baiklah," Takeo setuju karena terkesan dengan apa yang telah dipelajari putriny a dan ingin tahu sampai di mana kemampuannya menghadapi ksatria yang terlatih. Takeo menyerang putrinya dengan cepat, tanpa menahan tenaga, dan serangan pertam a Kisah Klan Otori IV Page 7

mengejutkan gadis itu. Tongkat ayahnya mengenai dadanya; Takco menahan tikamanny a agar tidak menyakiti putrinya. engejutkan gadis itu. Tongkat ayahnya mengenai dadanya; Takco menahan tikamannya agar tidak menyakiti putrinya. Kisah Klan Otori IV Page 8

"Jika ini pedang, nyawamu pasti sudah melayang," ujarnya. Jika ini pedang, nyawa mu pasti sudah melayang," ujarnya. "Lagi," sahut Shigeko dengan tenang, dan kali ini siap bersiap menghadapi serang an yang akan dilancarkan ayahnya; bergerak dengan kecepatan tanpa banyak tenaga, mengelak dar i dua pukulan dan berhasil masuk ke sisi kanan ayahnya tempat tangan yang lebih lemah, menghen tak sedikit, cukup untuk menggoyahkan keseimbangan ayah¬nya, kemudian meliukkan tubuhnya. Tongk at milik Takeo jatuh ke tanah. Didengarnya helaan napas si kembar, dan para penjaga terperangah. "Bagus sekali," ujarnya. "Ayah tidak berusaha sekuat tenaga," sahut Shigeko kecewa. "Tentu saja ayah berusaha sekuat tenaga. Sama kuatnya seperti yang pertama tadi. Tapi, ayah sudah dibuat lelah oleh ibumu, juga karena sudah tua dan tidak sekuat dulu lagi!" "Tidak," pekik Maya. "Shigeko menang!" "Tapi itu sama saja kau curang," timpal Miki dengan serius. "Bagaimana kau melak u¬kannya?" Shigeko tersenyum, menggelengkan kepala. "Itu yang harus kau lakukan dengan pikiran, jiwa serta tangan di saat bersamaan. Butuh waktu berbulan-bulan untuk bisa menguasainya. Aku tidak bisa memperlihat¬kan nya begitu saja pada kalian." "Kau melakukannya dengan sangat baik," ujar Kaede. "Aku bangga." Nada suaranya t erdengar penuh kasih sayang dan kekaguman, seperti biasa hanya tertuju pada putri sulungnya. Si kembar saling benukar pandang. Mereka iri, pikir Takeo. Mereka tahu ibunya tidak memiliki kasih sayang yang sam a kuatnya pada mereka. Dan dirasakan¬nya debaran perasaan ingin melindungi yang tak asing lagi at as kedua putri kembarnya. Sepertinya ia selalu berusaha menjauhkan mereka dari segala yang baha ya sejak mereka lahir, ketika Chiyo ingin menyingkir¬kan bayi kedua, Miki, lalu membiarkann ya mati. Ini tindakan yang biasa lakukan pada anak kembar karena anak kembar dianggap tidak wajar bagi manusia, membuat mereka kelihatan lebih mirip hewan, kucing atau anjing. "Mungkin tampak kejam bagi Anda, Lord Takeo," Chiyo memeringatkannya. "Tapi lebi h baik bertindak sekarang daripada menanggung malu dan sial, sebagai ayah dari anak kembar, rakya

t akan percaya kalau Anda menjadi sasarannya." "Bagaimana mereka bisa berhenti percaya pada takhayul dan kekejaman semacam itu bila bukan kita yang memberi contoh?" sahutnya dengan gusar karena bagi orang yang terlahir di k alangan kaum Hidden, ia sangat menghargai nyawa manusia lebih dari apa pun, dan tak percaya k alau memper¬tahankan nyawa anak akan mendatangkan hinaan atau nasib buruk. Kemudian ia terkejul oleh kekuatan takhayul ini. Kaede pun bukannya tidak ter¬peng aruh, dan sikapnya pada putri kembar¬nya menggambarkan kegelisahannya yang bercabang. Dia le bih memilih mereka tinggal terpisah, satu atau yang lainnya biasanya tinggal bersama Tribe; dan Kaede tak meng¬inginkan kehadiran mereka saat perayaan usia akil balik sang kakak, takut kal au kehadiran mereka akan mendatangkan nasib sial bagi Shigeko. Tapi Shigeko, yang sama protek tifnya terhadap si kembar seperti ayah¬nya, memaksa mereka harus hadir. Takeo senang dengan hal it u, tidak ada yang lebih membahagiakan selain melihat semua anggota keluarga berkumpul bersama , berada dekat dengannya. Dipandanginya mereka semua dengan penuh kasih sayang, dan sadar kalau perasaan itu diambil alih oleh sesuatu yang lebih menggairahkan: hasrat untuk be r¬baring bersama dan merasakan kulit istrinya. Pertarungan tongkat tadi telah membangkit¬kan kenang annya saat pertama kali jatuh cinta pada Kaede, pertama kali mereka bertanding di Tsuwano s ewaktu ia masih berusia tujuh belas tahun sedangkan Kaede lima belas tahun. Adu tanding itu ber¬la ngsung di Inuyama, tepat di tempat yang sama hari ini, untuk pertama kalinya mereka tidur bersama, terdorong hasrat yang timbul dari keputusasaan juga kesedihan. Rumah yang lama, kastil mil ik Iida, nightingale floor yang pertama habis terbakar ketika Inuyama jatuh namun Arai Daiichi memban gunnya kembali dengan cara yang hampir sama, dan kini menjadi salah satu dari Empat Kota yang t ermasyhur di Kisah Klan Otori IV Page 9

juru Tiga Negara.penjuru Tiga Negara. Kisah Klan Otori IV Page 10 .

aroma kulit padi dan aloe dari air masih melekat di kulitnya. Membuatmu kelihatan seperti laki-lak i sekaligus perempuan. yang mencoreng kec antikan yang pernah menjadi legenda sekaligus takhayul. tapi karena alasan lain."Anak-anak harus segera beristirahat. hembusan napas Kaede membentuk kabut putih di te ngah dinginnya udara. maupun bekas luka di tengkuk lehernya yang putih. Meskipun ada tungku. Aku juga ingin berbaring sebentar. Hanya sisa rasa sakit pukulan seperti apa pun menyakitkan persendian dan membangkitkan rasa sakit¬nya. Kemud ian dilepasnya syal yang menutupi kepala Kaede lalu menarik." Takeo tahu kalau istrinya tak rela kehilan gan rambut panjangnya yang indah." "Kau juga harus perlihatkan bekas luka¬mu. "sebentar lagi aku a kan bergabung denganmu." ujar Takeo." "Akan kuminta agar tungku disiapkan di kamar." Takeo bicara lagi dengan suara pelan. lalu ada Jamuan Makan Tahun Baru. lalu membawa sisa bekas jarinya yang putus k e bibirnya. Takeo melepas sabuk istrinya la lu menyelinakan tangan ke balik pakaiannya." *** Sinar matahari telah memudar saat Kaede mendatangi Takeo. Seperti pemain sandiwara." Kaede menarik sarung tangan sutra yang biasa dikenakan Takeo di tangan kanannya." ujar Kaede. "Buruk sekali. Acara baru akan selesai pada Waktu Macan*. dan malam musim dingin mulai menjelang. yang tampak hanyalah makin bertambahnya kerapuhan yang justru di matan ya membuat sang istri semakin terlihat memesona. "karena peray aan di biara dimulai tengah malam. "Jangan. juga orang dewasa sekaligus anak-anak. meng¬usapkan tangannya di atas kulit lembut ber¬bulu halus. "Aku menyukainya." sahut Kaede." ujar Takeo." . Di balik jubah tebal musim dingin tubuhnya terasa hangat. Selesai mandi. "Saat ini aku merasa kesakitan. menarik tubuh Kaede agar berdekatan dengannya. "Apakah tadi aku menyakitimu?" "Tidak juga. "karena perayaan di biara dim ulai tengah malamAnak-anak harus segera beristirahat. tapi tidak nampak olehnya ketidaksempumaan t ubuh istrinya.

Lagipula kita tidak perlu anak laki-laki. tapi sudah cukup dewasa untuk ditunangka n. "Mungkin tadi kau sudah memberiku seorang putra."Rasa sakit semacam itu bisa kusembuh¬kan." "Begitu pula dengan Shigeko. perhiasan yang nyaris tak ternilai harganya. dengan kepala bersandar di bahunya. "Kau selalu menyembuhkan diriku. "Aku ingin memberimu anak laki¬laki." bisik Kaede. tidak mampu menyem bunyikan kerinduan dalam nada suaranya. "Dia akan mewarisi Tiga Negara. tapi d i balik daun penutup jendela langit tampak kelam. Shigeko seperti piala. "Dua kali hamil nyaris merenggut nyawamu. "Kau membuat diriku utuh . juga anak-anaknya kelak. "Kita sudah punya tiga anak perempuan. memper¬temukan hasrat mereka . seraya menarik tubuh suam inya." aku Kaede. membuka diri pada Takeo. Siapa orang yang bisa kita calonkan dengan¬nya?" "Jangan terburu-buru." Kaede kembali pada pokok pembicaraan sebelumnya seolah hal itu menggerogoti diri nya. Cahaya lampu bersinar dari pegangan best. Kita takkan melepasnya dengan percuma. "Kuharap tidak!" seru Takeo." "Aku pernah mengatakan hal yang sama pada ayahku." Kaede berbaring dalam dekapan Takeo." "Anak-anaknya! Shigeko masih anak-anak." imbuhnya dengan ringan. Pandang annya menjelajahi setiap sudut kamar." ujar Takeo kemudian. membawanya memasuki dirinya." sahut Takeo." ujar Kaede." "Meskipun dengan adanya pewarisanmu sendiri serta contoh dari Lady Maruyama! Kau masih saja bicara layaknya putri dari keluarga ksatria!" Kisah Klan Otori IV Page 11 . "Aku percaya kalau diriku bernilai sama dengan laki-laki.

"Kau ingat saat kita berpisah di Terayama? Kau . Perna h kukatakan padamu." "Kurasa aku bisa mati cemburu. terutama yang ternoda maaf oleh darah Tribe serta kemampuan yang mirip ilmu sihir. cinta ku padamu sederhana dan sejatj adanya aku takkan bercinta dengan siapa pun selain kau. Takeo merengkuh Kaede lebih dekat lagi. Aku tidak melanggar sumpah it u selama enam belas tahun. mengu sapkan tangannya di atas bekas luka leher istrinya. Dan aku tak akan melanggamya sekarang. "Kadang aku berpikir si kembar menutup rahimku. "Namun perasaanku tidaklah penting di bandingkan kepentingan negara." sahutnya. merasakan tulang rusuk yang mengera s dari jaringan yang tertinggal bekas luka bakar." "Aku hanya menginginkan satu istri." sahut Takeo dengan sungguh-sungguh. aku pernah bersumpah pada Kannon di Ohama. " Takeo tak bisa menyangkal bahwa hal yang sama juga mengganggu pikirannya. Semua orang penasaran mengapa kau tidak mengambil istri muda. agar bisa pu nya lebih banyak anak. Tapi apa yang akan terjadi pada anak kembar kita? Mereka tid ak bisa mewarisi. "Kadanegelapan dan ketenangan membawa Kaede menyuarakan kecemasannya lebih jauh lagi. Maka siapa yang akan dinikahkan? Tidak satu pun keluarga bangsawan atau ksatria mau menerim a si kembar. "Selama kita bersatu. semoga Surga tidak mem¬biarkan itu terja di." "Aku percaya kita dipersatukan dalam cinta yang merupakan landasan pemerin¬tahan k ita yang baik. peran apa pun yang kumainkan. kalau-kalau terjadi sesuatu pada Shigeko." "Kau terlalu banyak mendengar takhayul!" "Mungkin kau benar. Aku merasa andai mereka tidak dilahirkan aku akan dikaruniai anak laki-laki. negara kita akan tetap d amai dan kuat. Putri kembarnya masih amat muda: siapa yang tahu apa yang disi apkan nasib untuk mereka? Setelah beberapa saat." aku Kaede.Kegelapan dan ketenangan membawa Kaede menyuarakan kecemasannya lebih jauh lagi. "Tapi mungkin kita memang sudah terl alu tua. namun ia berusaha menyingkirkannya. Aku tak akan merusak¬nya. "Perasa an apa pun yang pernah kuperlihat¬kan untuk berpura-pura. Kaede berkata pelan." Setengah mengantuk Kaede berkata. atau selir.

Namun ia tak ingin menyakiti istrinya. Bersabarlah. dan anak yang dilahirkannya. agar ia tidak punya a lasan untuk mencabut nyawaku. "Cintamu adalah anugerah terin dah dalam hidupku. Akan kukatakan mengapa aku tidak menginginkan anak laki-laki." "Aku tak layak mendapatkan cintamu. mungkin aku akan terus tinggal di sana melayani sang dewi sepanjang sisa hidupku. Aku terpaksa belajar bagaimana harus menunggu. meskipun udara di wajahnya terasa dingin menusuk.menatap mataku lalu aku jatuh tertidur. walaupun Takeo sadar hahwa ia yang mem ilih bagaimana menghitung semua pertempuran itu: bisa saja jumlah mencapai enam. dan aku tak bisa hidup tanpa dirimu. Dilihatnya Kaede hampir tertidur." "Kau pernah bilang. pikir Takeo.. Kemudia n satu kali lagi di Gua Suci kudengar suaranya mengatakan hal yang sama. Maka ia takkan mengeluarkan ramalan yang satu itu dalam kata-kata." bisik Takeo. jeritan pilu sang bangau. Untuk apa mengorek-ngorek masa lalu? Lima pertempuran telah menjadi bagian dari mitologi Otori. Aku tidak pernah menceritakan ini padamu.. karena si peramal buta itu mengatakan hanya putraku yang bisa me mbawa kematian padaku. Itu satu-satunya hal yang m embuatku bertahan selama dikurung di kediaman Lord Fujiwara. begitu kurus. katanya: dia akan menjemputmu. empat atau tig a. kembali pada sang dewi.. Bila kau tidak datang. racun masih ber¬sarang di tubuhmu. Tak lama lagi ia sudah harus bangun. Dan kita sudah melihatnya terpenuhi: Lima Peperangan. seringkali terpenuhi. Terasa hangat di bawah selimut. Aku be rmimpi tentang Dewi Putih: dia berbicara padaku. putrak u. salju turun. tangan¬mu di atas leherku.. ka rena dengan begitu justru meng-hidupkan ramalan itu. Kata-kata bisa diubah dan dimanipulasi agar terkesan sarat makna. Aku tak pernah melupakan saat itu. tidak melakukan apa-apa. Akan kukatakan padanya tentang Yuki. Lalu kau datang: aku melihatm u. campur tangan Surga " Akan kuceritakan sisanya sekarang. Di sana aku belajar bersabar . yang kini berusia enam belas tahun. satu¬satunya tempat yang terpikir ol ehku hanya¬lah kembali ke gua suci. Kau tahu. saat dia mati.. hidupku di¬bimbing oleh ra malan. Setelah itu. tangan indahmu hancur. Bila suatu ramalan dipercaya. mandi serta ber¬pakaian resmi dan Kisah Klan Otori IV Page 12 .

.

Malam ini akan jad i malam yang panjang. dan akhirnya ia pun tertidur. dan akhirnya ia pun tertidur.* enyiapkan diri untuk upacara menyambut datangnya Tahun Baru. Tubuhnya mulai terasa rileks. Malam ini akan jadi malam yang panjang.* Kisah Klan Otori IV Page 13 .menyiapkan diri untuk upacara menyambut datangnya Tahun Baru. Tubuhnya mulai terasa rileks.

seraya mengatakan akeo ingin memberi Taku warisan dengan cara yang sama.Takeo ingin memberi Taku warisan dengan cara yang sama. tapi ditolakny a. tapi ditolaknya. seraya mengatakan Kisah Klan Otori IV Page 16 .

dia dan Ai diberikan wilayah Inuyama. "Mereka bersalah a tas percobaan pembunuhan dan akan dieksekusi atas kesalahan itu pada akhirnya nanti. Ai. dalam mengendalikan jaringan mata-mata yang telah Take o bangun melalui Tribe. Orang cenderung meremehkannya. Kenji. . yang justru disu kainya. Kenji. Untuk saa t ini mereka tidak boleh diperlaku-kan dengan kasar. serta pada dasarnya menganggap hidup itu menyenang¬kan dan pengalama n yang mengasyikkan. yang justru disu kainya. ia diyakinkan untuk b ersumpah setia pada Otori dalam perdamaian besar-besaran setelah gempa." "Tentu saja tidak. yang menikah dengan adik Kae de. aku belum berusaha sebegitu kerasnya untuk membujuk mereka. Sosok dan wajah Taku menurun dari keluarga Muto sedangkan Arai mewarisi keberanian dan kegagahannya. dulunya adalah pengawal Arai. kau tahu kalau Kikuta bunuh diri dengan menggigit lidah mereka sendiri! T entu saja." "Aku tidak harus mengingatkanmu kalau kekerasan dilarang di Tiga Negara. Akan kita lihat seberapa kuat keinginan ayah m ereka agar anak¬anaknya bisa kembali. Mereka menolak bicara. dan Takeo m elihat si gadis sedikit memicingkan mata." sahut Takeo ringan. Sosok dan wajah Taku menurun dari keluarga Muto sedangkan Arai mewarisi keberanian dan kegagahannya. Dia lebih memilih bekerja dengan paman dari ibunya. Dia menerima pernikahan politis dengan gadis Tohan yang disukainya dan te lah memberi¬nya seorang putra dan seorang putri. Tapi apakah peraturan itu juga berlaku bahkan untuk Kikuta?" "Peraturan itu berlaku bagi semua orang. dan meskipun keluarganya. "Di mana bisa kau menemukan Si Gosaburo ini?" "Kukira di pegunungan di luar perbatasan wilayah timur." "Mereka berasal dari mana?" selidik Sonoda Mitsuru. Sebagai imbalannya. Aku hanya terkejut mereka masih hidup. serta pada dasarnya menganggap hidup itu menyenang¬kan dan pengalama n yang mengasyikkan. Orang cenderung meremehkannya.bahwa dia tak ingin memiliki wilayah kekuasaan dan kehormatan. hwa dia tak ingin memiliki wilayah kekuasaan dan kehormatan. Akita. Dia lebih memilih b ekerja dengan paman dari ibunya. Dia menerima pernikahan politis dengan gadis Tohan yang disukainya dan te lah memberi¬nya seorang putra dan seorang putri. Taku tersenyum saat menjawab." tutur Taku. dalam mengendalikan jaringan mata-mata yang telah Take o bangun melalui Tribe. "Tidak.

" "Musim semi nanti kita akan kirim surat pada ayah mereka." sahut Takeo. Menurutnya udara d i sana lebih mudah dihirup." Takeo menuang sake yang bening serta keras ke cangkir gurunya yang sudah tua itu . Apakah dia berada di rumah lama?" Taku mengangguk. Dan Ishida pun hampir tidak mengikuti sarannya sendiri. Sementara itu." "Kurasa sakenya juga ikut membantu." Didekatinya Taku. Ia melihat ke sekeliling rumah yang dibangun begitu kuat dengan langit-langit tinggi." "Besok aku akan memanggilnya." sahut Kenji. tapi ke sehatannya sedang tidak baik. tetap rahasiakan identitas me reka dan jangan biarkan mereka berhubungan dengan orang lain selain kau. tapi. kalau kita akan dud uk di sini saling mem-bandingkan penyakit?" "Bersyukurlah kita berdua masih hidup sampai saat ini!" timpal Takeo. karena salju pertama akan turun dalam minggu ini.. seraya mengisi cang kir Takeo dan memberikan botol sake kepada¬nya. lalu mengapa kita harus mengikuti anjurannya?" "Kita adalah dua orang laki-laki tua." ujar Muto Kenji. pilar kayu cedar dan bera nda serta penutup . "Ishida memintaku mengurangi minum. mengatakan k alau alkohol buruk bagi paru paru. "Maka untuk sementara waktu tidak mungkin mengadakan perundingan . "Tapi bagiku sake meredakan rasa sakitku." akunya saat mereka berdua menenggak habis minu mannya. sake membuatku tetap ber¬semangat dan memban tuku agar bisa tidur. "Tidak a da salahnya membuat batin Gosaburo menderita memikirkan nasib anaknya. dan udara malam yang dingin menimbulkan kejang otot yang memb uatnya batukbatuk. "Siapa yang bisa me ngira. "Paman menyukai aroma pabrik pembuatan sake.. paman akan bergabung dengan kita di kuil untuk perayaan Tahun Baru. Bahkan mungkin membua tnya semakin ingin menyelamatkan mereka." *** "Hanya ini kesenangan yang tersisa untuk¬ku. "Ishida juga memintaku mengurangi minum sake. melihatmu mencoba membunuhku tujuh belas tahun yang lalu di rumah ini. tertawa. kan?" "Ya.Sonoda berkata. "Pamanmu berada di kota.

Kisah Klan Otori IV Page 17 .

Rumah ini penuh kenangan. Takeo berhasil menembus kastil di Hagi dan membalaskan dendam ata s kematian Shigeru. yan g dikaguminya. Hanya saja waktuku belum tiba. Dan sejauh ini. bisa digambarkan sebagai memenuhi keinginan Surga. Mengabdi¬kan hidupnya pada Takeo dan bersumpah untuk melayaninya. Kenji orang yang pintar. cerdik tanpa perasaan senti¬mentil. Tapi kau kau tahu orang bilang kalau kau tak bisa mati!" Takeo tertawa. per¬mintaan ak an produk buatan kami membuat kami sangat kaya raya. dan membuat Takeo sangat mengandalkannya. memiliki kasih sayang istimewa atas Lady Otori. dan Takeo berkuasa dari ujung laut ke ujung laut lainny a. "Itu hanya karena kau bertingkah bak hewan liar! Keluarga Mu to selalu menyukai kemewahan." kata Kenji. mereka berdua minum lagi. tak seorang p un bisa membunuh Takeo. Kenji tidak punya h asrat lain di luar kegemarannya yang abadi pada sake dan perempuan dari rumah bordil setempat. Rumah ini penuh kenangan. Takeo berbagi banyak rahasia dengan Kenji. Taku.jendela dari kayu cemara cypress. Kematian menantiku sama halnya seperti semua orang. Kenji semakin terasing¬kan dari istrinya . Dan kini bertahun-tahun dalam kedamaian. Gempa bumi yang menyengsarakan mengakhiri pertempuran terakhir serta menyapu habis pasukan Arai Daiichi. yang dulu pernah menjadi gurunya di H agi. kemudian mengisi lagi wadah mereka masingmasing. kekayaan maupun status. sampai tahap ini: lima pertempuran telah mem bawa kedamai¬an di Tiga Negara. Kenji adalah utusan dan juru runding yang baik. membuat ramalan yang terakhir ini semakin bisa di percaya. Lord Otoriku tercinta. Shizuka. dan rasa hormat pada putra Shizuk a. "Ruanga n ini amat jauh lebih nyaman ketimbang lemari terkutuk tempat aku dikurung!" Kenji tertawa lagi. ahli mata-mata. amat menyayangi keponakannya sendiri. "Tidak ada manusia yang tidak bisa mati. Aku sangsi masih bisa menyaksi kan Tahun Baru." Kenji adalah salah satu dari sedikit orang yang tahu isi ramalan tentang Takeo. Tampak tidak peduli pada harta benda. namun sejak kematian putrinya. "Rasanya aku akan menyesal meninggal¬kan semua ini. berkat kau." D inaikkan cangkirnya ke arah Takeo. ter¬masuk bagian yang dirahasiakannya: bahwa ia aman dari kematian kecuali di tangan putranya sen diri. Semua sisa ramalannya telah menjadi kenyataan. "Ruangan ini amat ja uh lebih nyamaendela dari kayu cemara cypress. Dengan bantuan Kenji.

Seiko. dan tak memiliki baik ikatan cinta maupun kebenci an dengan orang lain. pembukuan dan ekonomi. Amarah Macan Putih. Kenji menangani semua administrasi dengan trampil. tapi mereka tidak bertransaksi dalam jumlah besar atau me mamerkan kekayaan. Pengadilan diatur oleh klas ksatria. Tribe mendapat cara untuk menghindar. mengatakan kalau cara ini mir ip hirarki Tribe hanya saja ada per¬bedaan yang mendasar: kekerasan dilarang. Kelompok ini kini dimanf aatkan dan terus dibangun agar masyarakatnya bisa mengatur masalah mereka sendiri di tingkat desa dan memilih sendiri pemimpinnya untuk mewakili mereka dan mengajukan tuntutan atas ketidakpu asan atau keluhan mereka di pengadilan tingkat propinsi. para pemimpin klan ini bert emu Takeo dan Kaede secara teratur untuk membahas soal kebijakan. anak laki-laki mereka dengan pola pikir yan g tidak terlalu militer. Yam agata dan Inuyama untuk mempelajari etika pelayanan. menentukan besarnya pajak se rta mempertahankan pelatihan dan perlengkapan pasukan. sejarah serta bahasa dan kesusastraan klasik. diberi status dan penghasilan yang cukup: mereka bertanggung jawab langsung kepada tetua dari setiap klan. tanggung jawab yang sama juga dipikul pemimpin klan. dan terkadang juga anak perempuan. Setiap daerah harus menyediak an sejumlah orang icrbaik untuk pasukan pusat: separuh tentara. Saat kembali ke daerah asal. Jalan Sempit Ular petani dan penduduk desa menggabung kan diri dalam kelompok masyarakat ini selama masa-masa anarkis. Kenji bek erja dengan kesabaran dan cerdik terhadap tujuan Takeo: menarik semua sumber daya dan perang kat kekerasan ke tangan pemerintahan. mereka memegang jabatan terten tu. dan membunuh serta me nerima suap di-ancam hukuman mati. mengendalikan kekuatan prajurit perseorangan dan kelompok bandit yang tak mengenal hukum. korupsi dan suap makin Kisah Klan Otori IV Page 18 . yang meninggal beberapa tahun lalu.. Kenj ilah yang tahu keberadaan kelompok rahasia masyarakat kuno yang tidak diketahui Takeo Kesetiaan p ada Burung Bangau. dikirim ke sekolah-sekolah besar di Hagi. Aturan yang terakhir terbukti paling sulit dilaksana kan. Makin kuatnya usaha Takeo membasmi korupsi membawa hasil. Semenjak kematian Arai dan para lord Otori enam belas tahun yang lalu. dan sepa-ruh lagi petugas ke amanan yang bertugas menangani bandit dan penjahat lainnya.

.

Lalu bentuk praktik yang lain berjalan: praktik tukar menukar hadiah dalam bentuk rkurang. Lalu bentuk praktik yang lain berjalan: praktik tukar menu kar hadiah dalam bentuk Kisah Klan Otori IV Page 19 .berkurang.

tapi hanya terjadi sediki t peristiwa dan musuh utama mereka adalah rasa jenuh. kemampuan menghilang. Keahlian Tribe adalah bakat dari lahir pendengaran dan peng¬l ihatan yang sangat kuat. Setelah gempa mengakhiri perang di Tiga Negara. mereka a kan bertarung melawan siapa? Dan jika mereka tidak bertarung. bukan hanya mereka yang berasal dari Delapan Pulau t api juga dari negeri¬negeri di daratan utama. di mana nilainya tersembunyi. Semua pertikaian karena hubungan darah yang menen tang Takeo maupun per¬cekcokan antara mereka sendiri dinyatakan berakhir. di mana nilainya tersembunyi. bagaimana menyibukkan mereka? Beberapa prajurit menjaga perbatasan di wilayah Timur. Silla. Terjadi pemandangan yang meng¬harukan saat para ksatria saling berdamai setelah puluhan tahun bermusuhan. Hal ini menyebabkan datang¬nya para perajin dan seniman ke Tiga Negara. sedang yang lainnya dipilih untuk mengikuti jalan utama d ari pertarungan: penguasaan diri. Ajaran ini hanya dapat diikuti segelintir laki-laki dan perempuan dengan ke kuatan fisik dan mental yang hebat. para ketua dari keluarga dan klan yang masih hidup bertemu di Inuyama da n menerima Otori Takeo sebagai pemimpin mereka. yang lainnya mengikuti lomba yang dibuat Takeo un tuk keahlian berpedang dan memanah. Ajaran Houou. N amun Takeo dan Kenji menyadari bahwa ksatria terlahir untuk bertarung: masalahnya. bukan hanya mereka yang berasal dari Delapan Pulau t api juga dari negeri¬negeri di daratan utama. mereka a kan bertarung melawan siapa? Dan jika mereka tidak bertarung. melindungi kapal dagang di laut dan toko serta gudang mereka di pelabuhan yang jauh. Setelah gempa mengakhiri perang di Tiga Negara. Silla. Semua pertikaian karena hubungan darah yang menen tang Takeo maupun per¬cekcokan antara mereka sendiri dinyatakan berakhir. Shin dan Tenjiku. N amun Takeo dan Kenji menyadari bahwa ksatria terlahir untuk bertarung: masalahnya. para ketua dari keluarga dan klan yang masih hidup bertemu di Inuyama da n menerima Otori Takeo sebagai pemimpin mereka. Menemukan dan memurnikan kema mpuan seperti inilah yang menjadi inti Ajaran Houou. Shin dan Tenjiku. beberapa yang lainnya men¬dampingi Terada Fumio da n tabib Ishida dalam perjalanan penjelajahan mereka. bagaimana menyibukkan mereka? eindahan dan selera. Ajaran Houou bermarkas di Biara Terayama yang dipimpin kepala biara Matsuda Shin gen dan Kubo Makoto. Hal ini menyebabkan datang¬nya para perajin dan seniman ke Tiga Negara. Terjadi pemandangan yang meng¬harukan saat para ksatria saling berdamai setelah puluhan tahun bermusuhan. mengambil nama burung suci yang b ersarang jauh di . penggunaan sosok kedua tapi sebagian besar manu sia memiliki kemampu¬an seperti ini namun belum terasah.keindahan dan selera.

itu akan menghancurkan diriku.dalam hutan-hutan di sekitar Terayama. Takeo berhasil menjinakkan baik Tribe maupun para ksatria: hanya Kikuta yang mas ih bertahan menentangnya. mangkuk atau bahkan langsung ke orang yang tidur dengan mulut menganga. Dia telah mengabdikan hidupnya demi tujuannya itu. "Serangan yang terakhir ini membuatku ja uh lebih waspada karena ditujukan pada keluargaku. Disadarinya kalau akhir hidupnya sudah dekat. membunuh dengan garotte. Kenji meng¬anggap itu aturan yang gila karena dia sering menikam jantung orang." sahut Kenji ringan. Tak ada penyesalan atas mereka yang telah dikirimny a ke alam baka cepat atau lambat manusia juga akan mati. Berapa b anyak? Dia tak bisa menghitungnya lagi. Mungkin kita bisa memberinya sedik it tekanan. Ia minum lagi. menyisipkan racun ke dala m cangkir. kesehatan dan kekuat an¬nya makin memburuk: selama berbulan bulan paru-parunya terasa makin lemah dan seringkali m untah darah. "Kapan mereka akan berhenri?" "Akio takkan berhenri. lebih serius. Akhir-akhir ini kesenangan terbesarnya yaitu menemani Takeo di sana dan menghabiskan waktu bersama Matsuda dan Makoto. dan nasib dua lainnya ada di tanganmu." "Kupikir juga begitu. Kikuta bukan hanya berusaha membunuhnya tapi juga bersekutu dengan ksatria yang kurang puas. bukan diriku. Kebenciannya padamu hanya akan berakhir dengan kematianny a atau kematianmu. Dia tak kebal dengan kedamaian da n kekuatan spiritual Terayama. dan Tiga Negara. Ia sudah tua. Kita akan biarkan dua anaknya yang tersisa tetap hidup hin ." Wajah Kenji beru bah tenang dan bibimya berkerut menggambarkan kegetiran. Sumpah pertama yang dilakukan para ksatria yang terpilih ini yaitu tidak mem¬bunuh . Jika istri atau anakku mati. menyebarkan desas-desus. "Tapi Gosaburo seorang pedagang dan pragmatis: dia akan ketakutan setengah mati bila kehilangan anak¬anaknya satu putran ya telah tewas. melakukan pembunuhan secara acak dengan harapan menggoyahkan kestab ilan masyarakat. baik nyamuk atau pun manusia. Dia melihat bahwa larangan membunuh te rnyata jauh lebih berat daripada keputusan untuk membunuh." "Kurasa itulah tujuan Kikuta. Takeo angkat bicara lagi. bahkan demi membela diri.

Kisah Klan Otori IV Page 20 .gga musim semi. kemudian melihat apakah ayah mereka siap untuk berunding. Takeo menaikkan pandangannya ke arah Kenji melalui pinggiran cangkir." "Mungkin sementara ini kita juga bisa mengorek keterangan yang berguna dari kedu anya." gerutu Kenji.

Andai dia buka mulut. Andai dia buka mulut. Kisah Klan Otori IV Page 22 .bisa dilakukannya agar orang tertidur yaitu rasa bosan karena dia jarang bicara. isa dilakukannya agar orang tertidur yaitu rasa bosan kar ena dia jarang bicara.

simpati maupun welas asih. Tapi Akio adalah Ketua keluarga." Konon kabarnya kematian istrinya. jerit dan tangis ibunya. tak seorang pun bisa meng-kritiknya. Dan sebagai Pimpinan. atau ada yang menceritakannya? Ia ingat ibunya lebih jelas dari y ang seharusnya usianya baru beberapa hari saat ibunya meninggal dan menyadari adanya hubungan dir . tersendat¬sendat. Akio adalah Ketua Kikuta. Akio tumbuh menjadi laki-laki sinis dan susah ditebak. seolah menyaksikan dengan mata bayinya yan g masih belum fokus. Keluarga Kikuta dikejar-kejar sehingga mereka keluar dari Tiga Negara untuk pindah ke Utara. Sejak kecil Hisao sudah menyadari kekecewaan ayahnya pada dirinya. p enerus pamannya.bicaranya pelan. melatih mereka de ngan kepatuhan mutlak. Akio sangat keras p ada putra tunggalnya itu dan tak pernah menunjukkan pengertian maupun kasih sayang. Hisao merasakan ini seiring ia tumbuh dewasa. "Apakah Otori sudah mati?" dan dibalas dengan. tersendat¬sendat. serta melenyapkan semua perasaan. men inggalkan usaha mereka yang meng¬hasilkan banyak uang. tanpa ada tanda-tanda kecerdasan atau kreati vitas. bertahan me¬nahan lapar. Muto Yuki. Keputusasaan dan kemarahan ibunya. dingin dan rasa sakit yang luar biasa. yang menguasai berbagai kemampuan serta bakat yang kini mulai lenyap. Perlak uan Akio yang kejam. keluarga ter¬besar dalam Tribe. kematian Kotaro yang disayangi. Anak-anak Kikuta tidur dengan kaki mengarah ke Barat. dan saling menyapa dengan kalimat. Akio bisa bertindak sesuka hati. panas. tapi tak lama lagi. kesedihan karena harus meninggalkan pu tranya. serta kematian pesumo t angguh. "Belum. icaranya pelan. Dia selalu menyalahkan Ot ori Takeo atas terpecah-belahnya Tribe. penolakan ibunya saat dipaksa menelan pil racun. haus. tanpa ada tanda-tanda kecerdasan atau kreativit as. bahkan mengejutkan kerabatnya sendiri. sering ai puas Akio karena sebagian dendamnya terlaksana. A pakah ia memimpikannya. tapi lupa bagaimana ia tahu itu. Karena Tribe membesarkan anak mereka dengan cara sangat keras. Kotaro. Dapat dilihatnya kejadian itu dengan jelas. Hajime. dan kematian Kotaro yang membuat Ak io begitu penuh dendam dan hidup dalam kebencian. Para tetua mengatakan kalau Yuki meninggal kar ena demam setelah melahir-kan. yang mati di Hagi oleh Otori Takeo dan Muto Kenji. serta banyak kematian lainnya. tapi tampaknya Hisao sudah tahu yang sebenarnya: ibunya mat i diracun. penderitaan dan kenikmatan keji yang dirasakan Ak io menjadi awal mula tenggelamnya dia dalam kekejaman.

Roh kucing itu juga sesekali seperti menjerat Hisao dari dunianya. Kemampuan mengarungi dua dunia. namun ia merah asiakannya. Sekali dia terlihat meng¬elus seekor kucing. Hisao tidak pernah menceritakannya sehingga tak seorang pun tahu satu bakat Trib e yang telah hilang selama beberapa generasi ternyata ada pada dirinya. apa yang dilihatnya di alam baka tampak berkabut dan sulit dimenge rti: ia tidak mengetahui simbol dan bahasa untuk berkomunikasi dengan arwah. Ia dapat membuat ukiran kayu berbentuk hewan yang begitu hidup h ingga tampak Kisah Klan Otori IV Page 23 . tapi Hisao tak t ahu cara mengatur bakatnya ini. Seringkali ia merasakan kalau ibunya meng¬inginkan sesuatu darinya. dan satu sisi matanya menjadi gelap. tapi ia takut men¬dengarkan karena itu berarti ia membuka diri memasuki alam baka. Itu sebabnya dia mengetahui kemarahan ibunya dan sakit hati ayahnya. Antara kemara han si hantu dan rasa enggan dalam dirinya. seolah pengetahuan itu sudah ada dalam darahnya. Satu-satunya cara meredakan rasa sak it dan suara-suara si kucing serta si hantu perempuan adalah membuat benda-benda dengan tangannya. kepala¬nya terasa seperti terbelah karena rasa saki t. Hal-hal buruk yang terjadi di antara mereka berdua yang setengah menakutkan.inya dengan sang ibu. Meskipun Hisao suka membuat kerajinan tangan. kepalanya lu ar biasa sakit. karena hanya saat itulah ada orang yang memeluk nya atau kelihaian membutuhkan dirinya. Anugerah semacam i ni semestinya diasah dan pemiliknya akan ditakuti serta dihormati. men¬jadi penghubung antara arwah dengan orang yang masih hidup. yang kemudian ia lihat hewan malang i tu digorok ayahnya di hadapannya. Ketika alam baka membuka jalan dan mengajaknya masuk. dan lolongan yang memusingkan terdengar makin keras hingga ia tak percaya kalau oran g lain tak mendengarnya. Ia hanya tahu kalau hantu itu adalah ibunya yang mati dibunuh. Ia membangun kincir air dan orang-orangan dari bambu untuk menakuti rusa. dan menyukai hewan. dan itu mem buat ia benci sekaligus iba pada Akio. setengah diharapkan.

pisau serta ber¬bagai peralatan.seperti hewan yang disihir menjadi patung. pisau serta ber¬bagai peralatan. Ia menyukai semua aspek penempaan: mem¬b uat besi dan baja. eperti hewan yang disihir menjadi patung. pedang. pedang. Ia menyukai semua aspek penempaan: me m¬buat besi dan baja. Kisah Klan Otori IV Page 24 .

bila terkena air maka senjata itu tak berguna. si pemilik harus membayar dengan nyawanya. belateluarga Kikuta ahli membuat senjata. Senjata-senjata milik Otori bentuknya panjang. terutama sen-jata rahasia Tri be pisau lempar. atau mencari sendiri. berat serta tidak praktis: kurang prakris menurut cara pembunuhan yang dibanggakan Kikuta. Sejak itu semua orang barbar digeledah ketika dat ang. termasuk Kikuta. senjata yang bahkan t ak mampu dilawan Otori Takeo. belati kecil dan sebagainya tapi mereka tak tahu cara membuat senjata yang disebut senja ta api. dan ia membayangkan senjata api yan g kecil dan ringan. terutama sen-jata rahasia Tribe pisau lempar . Mereka tak pernah kembali: kabar tentang tertangkapnya mereka dat ang beberapa bulan kemudian. jarum. Hisao mendengar aya hnya dan seorang laki-laki yang lebih tua membahas benda ini. Jika ada yang hilang. Setiap tahun ada saja pemuda yang ingin menjadi pahlawan. Tapi berbaga i laporan tentang pembunuhan yang memakan banyak korban jiwa terbukti sama efektifnya deng an senjata itu sendiri: semua musuh Otori. mereka harus me¬nyeimbangkan kekuatan dengan memiliki s enjata yang sama.Keluarga Kikuta ahli membuat senjata. Ada kalanya Otori Takeo dilaporkan ter¬luka sehingga harapan mereka membumbung tin ggi. atau orang tua yang in gin mati terhormat yang pergi hendak mem¬bunuh Otori Takeo untuk membalaskan kematian Kikuta Kotaro d an anggota Tribe lainnya. dan dieksekusi. berusaha mendapatkan senjata itu de ngan cara mencuri. tapi dia . Keluarga Kikuta terpecah untuk memiliki senjata itu. berkhianat. Senjata yang digunakan Otori begitu dirahasiakan cara buatnya hingga membuat orang iri. sementara yang lainnya b eranggapan kalau ingin menyingkirkan Otori. Otori membatasi p enggunaan senjata ini hanya untuk sekelompok kecil orang: setiap pucuk senjata api yang ad a di negara ini dihitung. Senjata-senjata itu tak bisa disembunyikan d an digunakan dengan cepat. Namun usaha mereka untuk mendapatkan senjata api selalu gagal. senjata-senjata mereka dirampas dan mereka hanya boleh berdagang di pelabuhan Hofu. Senja ta ini pernah sekali digunakan orang barbar. jarum. kalau cara tradisional lebih bisa diandalkan. Mereka disidang di depan umum yang disebut sebagai pengadilan Ot ori. Ada yang beranggapan senjata itu meng¬hilangkan semua kemampuan dan ke¬nikmatan dala m membunuh. yang bisa di-sembunyikan di balik pakaian dan tak ber¬suara.

Taku seperti ibu dan paman buyutnya. Belakangan sepupu Akio. Sedang yang lainnya berhasil ditangkap dan dibawa ke kastil Inu yama. seperti pulihnya dia dari belati beracun milik Kotaro. Kikuta menduga mereka sudah mati. Kuroda dan Kudo. bahkan dari racun. Tapi cara ini juga terbukti gagal. Kehilangan tiga anggota muda yang ada hubungan erat dengan sang Ketua merupa¬kan p ukulan berat. Ritual pemakaman mulai diatur dalam kedukaan y ang mendalam karena tak ada jenazah yang bisa dibakar dan tak ada abu jenazah. sementara Zenko. Kisah Klan Otori IV Page 25 . Apa yang terjadi setelah itu tidak jelas. diutus bersama saudari perempuan mer eka ke Inuyama tempat keluarga Otori merayakan Tahun Baru. banyak pengkhianat yang memiliki darah Kikuta. terluka dan dipuk uli sampai mati oleh kerumunan orang. jauh di kedalaman ia telah me¬mikirkan cara mengali musim dingin membuat ember dan ta diperkuat dengan batang tanaman Hisao tengah berkonsentrasi penuh pada pekerjaannya. menyerangnya melalui istri atau anak-anaknya. kecil sawah. bersekutu dengan Otori melalui pernikahan: mereka bersaudara ipar. Selama malam-malam di musim dingin yang panjang. Mendengar desas¬desus kalau Otori tak bisa mati membuat kebencian serta kegeriran Akio semak in ber¬tambah. Akio mulai bersekutu dengan musuh Takeo lainnya. Ia menghabiskan li: embernya dibuat dari bambu yang paling ringan dan talinya rambat yang cukup kaku untuk bisa mengangkat ember kincir. Ia tengok kanan-kiri. Tak ada yang tahu apakah mereka masih hidup atau sudah mati. ya ng kurang berbakat. Suatu sore Hisao bekerja seorang diri di sepetak pegunungan. putra sulung Gosaburo. ri sawah dengan me¬manfaatkan kincir air. Mereka berbaur dalam kerumun an di biara dan mencoba menikam Lady Otori dan putri-putrinya. diantaranya adalah Muto Shizuka serta kedua putranya. Sejak keluarga Tribe melakukan pe rkawinan campuran. Taku dan Zenko.selalu sembuh. Karena hingga musim semi tiba masih belum ada kabar tentang kedua orang y ang ditawan. Keluarga Muto yang sudah bersumpah setia pada Otori telah menggandeng keluarga Tribe lainnya: Imai. tiba-tiba katak terdiam. mempunyai b anyak kemampuan. dua putra Gosaburo. memimpin jaringan mata-mata dan melindungi Otori. lapi ternyata para perempuan yang menjadi sasaran berhasil mempertahan¬kan diri dengan kekejaman yang tak terduga: salah satu penyerang.

tapi ia tahu ada orang yang menggunakan kemampuan menghilang Trib e.Tak ada orang. ak ada orang. Kisah Klan Otori IV Page 26 . tapi ia tahu ada orang yang menggunakan kemampuan menghilang Tr ibe.

Mengira itu hanya salah satu anak yang datang membawa pesan. dia berseru. kemudian mengalih¬kan pandangannya ke seberang lembah. aku kakek¬mu: Muto Kenji. Aku tidak tahu orang yang bias melakukannya di kalangan Kikuta saat ini. dan menyebut namanya dengan cara yang membuat Hisao percaya padanya." Ia heran telah bersik ap biasa dan bebas pada orang yang belum dikenalnya. Sosok laki-laki itu bergoyang-goyang selagi meng¬hilang. "Aku takkan menyakitimu. "Siapa di sana?" Tiba-tiba muncul seorang laki-laki dengan usia tak bisa diperkirakan dan berpena mpilan biasa berdiri di hadapannya. Sorot matanya tajam dan kelihatan penuh selidik. Tangan Hisao segera bergerak ke arah pisaunya karena yakin ia bel um mengenal orang itu. dan dunia ibunya menyelubungi ambang batas dunianya. "Tidak. dirasakan kebahagiaan dan pendcritaan ibunya dan pertanda pertama dari sakit kepalanya serta kemampuan melihat separuh dari dua dunia yang ber¬beda. Tapi aku tak bisa mendengar dari jau h. "Kau tidak memiliki satu pun kemampuan Tribe?" tuturnya." Hisao menyerap semua keterangan ini. maupun mengenalinya. putra Akio?" "Ya. Kalau begitu. "Kau bisa melihatku?" sahut laki-laki itu." ujar orang itu. kebencian Kikuta pada orang ini hampir sama besarnya seperti kebenc ian pada Otori . kan?" "Hanya dari katak." Ekspresi wajah orang itu agak berubah. "Siapa kau?" bisiknya. Aku mendengarkan mereka. "Sudah kuduga. Sakit kepalanya kian menjadi-jadi: Muto Ken ji adalah pengkhianat. dia berseru . Aku tak memiliki kemampuan me nghilang. segera menyadari kalau orang mi dikenal ibunya." "Tapi tadi kau mendengarku mendekat. Hisao mengangguk. "Siapa di sana?" gira itu hanya salah satu anak yang datang membawa pesan. "Kau bcrnama Kikuta Hisao. Hisao merasaka n jari-jari yang tak terlihat memiting pergelangan tangannya dan ototnya langsung terasa lumpuh saat telapak tangannya terbuka dan pisaunya terjatuh. dan dirasakan reaksi penyesalan serta ras a iba ibunya. Orang itu kembali menampakkan diri dalam jarak serentangan tangan dari wajah His ao. dan ibuku bemama Muto Yuki.

dengan kulit mulus tanpa cacat dan rambut tebal serta mengkilap." Ia tidak bersusah payah menyembunyikan sosoknya selagi mengikuti bocah itu menur uni jalan setapak dari atas gunung menuju desa." ajak Kenji. "Bukan apa apa. "Ayah!" "Apa itu?" tanya Kenji. Rasa kecewa dan lega menyapu dirinya. menghindari para penjaga di gerbang. Kisah Klan Otori IV Page 27 . Seharusnya aku mem¬bunuhmu. "Mari kita temui Akio. Sadar kalau akhirnya ia akan dikenali juga s iapa lagi yang bisa sampai sejauh ini. Mengapa kau kemar i? Kau akan dibunuh. Dan ada sesuatu yang lain pada dirinya. mirip rambut Takeo. tahu betapa kerasnya masa kanak-kanak di Tribe." Pandangannya turun menatap ke konstruksi yang tengah dikerjakannya.Takeo. Apa yang bisa dilihatnya? Pemuda ini berbadan sehat. Dia tidak punya kemampuan apa pun. Jelas sekali Hisao punya beberapa kemampuan: benda itu dibuat dengan kreatif dan dengan keahlian tinggi. Kenji menatap bocah di hadapannya dengan tatapan iba. Aku sudah biasa. apalagi pada mereka yang tak berbakat. agak lebih pendek dari Kenji sendin tapi kuat. Mirip siapa dia? Tidak mirip Kikut a. Dia pasti mirip ibunya Takeo. maupun Otori. pikir orang tua itu. baik dar i ayah maupun dan ibunya. lagipula ak u tidak ahli membunuh. bergerak tak terlih at dan tak terdengar melewati hutan? dan juga Akio harus tahu kalau ia datang sebagai utusan Takeo. berkulit gelap dan berwajah lebar. gerakan matanya yang cepat menun¬jukkan kalau dia bisa melihat hal lain. Muto." Betapa anehnya. tapi kau bilang kalau kau kakek¬ku. "Ada yang aku sampaikan padanya. " Aku lebih suka membuat benda-benda. Kadang-kadang kepalaku sakit. namun kehadiran ibunya terasa membebani dirinya dan bisa dirasakan ibunya memanggil.

Pematang sawah berw arna cerah dengan bunga liar. buttercup. vicia. Mereka membangun desa di utara ini sebagai markas. dan bunga krisan. dan mendapatkan laporan tentang Hisao dari Taku. dia tak berh enti. jauh dari jang kauan Takeo. walaupun tidak di luar jangkauan mata¬matanya. orang ber¬kumpul di belakang mereka. Rumah itu jauh lebih nyaman dan mewah ketimbang rumah-rumah di sekelilingnya. dan saat berhenti sebentar di tepi sawah yang penuh air. vicia. Langit berubah keemasan saat mentari mulai tenggelam di ufuk barat. Suasana terasa dipenuhi musik musim semi. terasa ada darah di tenggorokannya. keponakan buyutnya . Tapi kemudian ia tahu kalau keluarga Kikuta mundur ke t empat ini sejak dikejar Takeo. dan merasakan dengan li dahnya kapsul beracun yang terselip rapi di bekas rongga gigi gerahamnya yang sudah tanggal. dan saat berhenti sebentar di tepi sawah yang penuh air. Bila hari ini memang ditakdirkan menjadihari terakhir hidupku. buttercup. erjalanan itu membuat napasnya terasa sesak. Suasana terasa dipenuhi musik musim semi. dan cahaya matahari jatuh di sel a-sela hijaunya dedaunan. nyanyian burung. pikir kenji dengan sedikit bersyukur. terasa ada darah di tenggorokannya. Pada kunjungan yang pertama ia sempat terkejut melihat ada l ebih dari dua ratus orang di desa itu. enam belas tahun lalu d an butuh waktu lima tahun untuk menemukannya. Tubuhnya terasa lebih panas dari yang s emestinya. sesekali ia mengunjungi tempat in i tanpa diketahui penghuninya. Tempat ini sama seperti kebanyakan desa Tribe: tersembunyi di dalam lembah seperti lipatan kecil dalam barisan pegunungan. Pematang sawah berw arna cerah dengan bunga liar. dan bunga krisan. atapnya terbuat dari rusuk atap yang tipis. nyanyian burung. katak serta jangkrik. yang bisa dilihat dari kejauhan. Sejak saat itu. Kenji belum tahu tempat istimewa ini sebelum Hisao lahir. dengan lekukan luwes yang sama indah . de ngan beranda dari kayu runjung serta pilar kokoh dari kayu cedar. katak serta jangkrik. dan cahaya matahari jatuh di sel a-sela hijaunya dedaunan. Ketika sampai di bangunan yang paling besar.Perjalanan itu membuat napasnya terasa sesak. maka tak ada hari yang lebih indah daripada hari ini. Tubuhnya terasa lebih panas dari yang s emestinya. Langit berubah keemasan saat mentari mulai tenggelam di ufuk barat. dan meskipun beberapa anjing melompat-lompat penuh semangat ke arahnya. Kenji m en¬dengar bisik-bisik dan tahu kalau ia telah dikenali. Seperti kuilnya. Hisao tidak berbicara pada siapa pun saat mereka berjalan di antara rumah kayu b eratap rendah.

setahunya. Ruangan itu remang¬remang: ia nyaris tidak bisa melihat gulungan yang tergantung d i dinding sebelah kanan¬nya. yang satu bertubuh gempal dengan raut waja h halus yang dikenal Kenji sebagai Gosaburo. ia seperti mendengar tarikan napas tiba-tiba. membawa air untuk membasuh kaki sang tamu. pedagang dari Matsue. kehidupan yang lain. Mereka duduk di ujung lain ruangan seraya meng¬amati. "Letakkan senjatamu. Perempuan muda yang sama datang membawa semangkuk teh. Hisao su dah pergi. Dia diikuti dua laki-laki yang lebih tua. yang menurut kabar telah menentang keluarga Imai untuk tinggal bersama Kikuta. seolah semua orang yang berkumpul di luar menarik napas di saat bersamaan. "Ayah! Kita kedatangan tamu!" Selang beberapa saat. Tak seorang pun membungkuk normal maupun memberi s alam. Betapa lemah tubuh¬nya saat ini! Teringat dengan rasa penyesalan kalau semua kemam puan yang ia miliki kini hanya menjadi bayang-bayang. Dadanya terasa nyeri seperti ditusuk-tusuk dan rasanya tak ta han ingin batuk. sudah bertahun-tahun m engincar dirinya. Hisao naik ke beranda dan berse ru ke dalam rumah. "Aku datang dengan membawa misi yang dam ai. keluarga dari pihak istrinya. Sedang dua laki-laki lainnya tersenyum." Gosaburo tertawa sinis tidak percaya. pintu banian dalam bergeser terbuka dan Kikuta Akio mela ngkah masuk. Mereka berusaha menyembunyikan keter¬kejutan dengan kemunculannya. tapi siapa yang bisa menyelamatkan orang dari takdir? Semua pikiran ini melintas di benaknya saat duduk di lantai berlapis karpet samb il menunggu Akio. Kerumunan orang di belakang Kenji terdiam." "Aku tak membawa senjata. Aroma minyak wijen merebak dari arah dapur dan didengarnya desis makanan di penggoreng an. Andai ia bisa men yelamatkan bocah itu. Ia ingin sekali meninggalkan raganya la lu pindah ke alam baka. Lalu terdengar langkah kaki... Saat melangkah masuk ke dalam r umah. Semua orang ini. Akhirnya Akio angkat bicara. Sedang ya ng satunya lagi pasti Imai Kazuo. Seraya melepaskan sandal. kehidupan apa pun yang ada di sana. namun terdengar olehnya anak itu sedang bicara dengan pelan di belakang r umah. . adik Kotaro. ta pi tanpa rasa riang. seorang perempuan muda muncul." sahut Kenji. Kenji pun diam saja.nya seperti kediaman para ksatria. paman Akio.

seperti serigala di musim dingin. Ketua. "Maaf."gumamny a."Benar. Kenji membiarkan orang itu meraba pakaiannya dengan jari-jarinya yang panjang dan ceka tan. "Kazuo yang akan menggeled ah¬mu." Kazuo mendekati Kenji dengan hati-hati dan agak malu-malu. Kisah Klan Otori IV Page 28 ." ujar Akio.

Dia tidak membawa senjata." Dia berkata jujur." Kisah Klan Otori IV Page 29 . Dia tidak mem bawa senjata."Dia berkata jujur.

tapi mereka tidak disiksa. Kau tentu pernah m endengar bahwa Lord Otori memiliki sifat welas asih. "Biarkan dia bicara." Kenji bicara pada Gosaburo. "Aku datang membawa pesan dari Lord Otori. "Kami tidak memanggilnya Lord Otori." Gosaburo menelan ludah." sahut Akio." kata Gosaburo d engan nada memohon. "Akio!" Gosaburo memohon."Mengapa kau kemari?" sera Akio. dan bisa dihukum mati. termasuk putrimu." sahut Kenji cep at. Tapi yang lainnya masih hidup. "Putra sulungmu. "Putriku? Dia tidak terluka?" "Tidak. air matamulai berlinang." "Anak-anak itu akan tetap hidup jika kau setuju untuk berdamai. . Ka mi tak ingin mendengar pesan apa pun darinya!" "Aku khawatir salah satu putramu sudah mati." Tapi putriku sudah mati enam belas tahun lalu." katanya pada Akio. "Dia tidak disiksa?" "Kau harus tahu kalau penyiksaan kini dilarang." tutur Kenji tenang. "Tinggalkan kami. Dia dikenal dengan nama Otori si Anjing. paman. "Dengan mengutus pembawa pesan itu telah menunjukkan kelemahan."Kita tak mau be randing dengan Si Anjing. Kesed ihan membuatmu lemah. Tampak ada kerutan¬kerutan di wajah Akio. Aku akan bicara dengan Muto berdua saja. sebelum Gosaburo berdiri." "Satu lagi kebohongan dari Si Anjing." ejek Akio. Selama bertahun¬tahun ia bermimpi berhadapan dengan orang yan g telah menikahi dan terlibat dalam kematian putrinya. Setidaknya kita dengar dulu apa yang aka n Muto sampai¬kan." Gosaburo mencondongkan badan lalu bertanya pada Kenji. "Rupa¬nya kau sudah bosan hidup!" Mengapa kau kem ari?" sera Akio. rambutnya pun mulai memutih. dia baik-baik saja. "Dia sedang memohon pada kita. Tapi badannya tampak sekuat baja. "Rupa¬nya kau sudah bosan hidup!" Kenji menatap tajam. Anak-anakmu akan diadili dengan tuduhan percobaan pembunuhan. temyata usia tak mampu melunakkan maupun melembutkan sikapnya. Kunio.

" "Akio. Hentikan permusuhanmu. Mari kita ingat lagi sejarah Tribe." tutur Kenji." Akio me¬mecahkan kesunyian dengan teriakan penuh amar ah. Apa yang dilaku¬kannya di Tiga Negara baik adanya: disetujui masyarakat. Biarkan Otori membunuh anak-anak itu. Kita selalu bekerjasama dengan para bangsawan yang hebat: jangan¬lah kita menentan g Otori."Tinggalkan kami!" Akio juga berdiri. Kenji tahu kalau Hisao sudah kembali dan sedang berlutut tepat di balik pintu. "Sejujurnya. gusar." Nada suaranya seakan mengandung sihir yang membuat ruangan senyap dan semua oran g yang berada di luar bungkam. Tadi kau mengatakan S i Anjing melakukan hal baik! Rakyat gembira! Apa untungnya semua ini bagi Tribe? Kau suda h lemah seperti Gosaburo. "Tua bangka licik. Masyarakat yang dibentuknya berjalan lancar. keluar¬ga Kikuta akan d imaafkan: Tribe akan ber¬satu lagi. bukan berdasarkan kebencian dan amarah pribadimu. seraya mendorong tubuh orang tua it u ke pintu. rakyat bahagia. menyuruhnya agar cepat keluar dari ruangan itu. dan yang kini dia lakukan hanyalah meratap dan menyesali nasibnya. Ada apa dengan kalian. karena ini akan men ghancurkan mereka dan dirimu. bagaimana kita bisa berta han sejak dulu kala. baik petani a taupun ksatria. dan aku akan menghabisi ayahnya: kita akan menyingkirkan orang le mah. Menguntungkan bagi kita semua. Saat ia berhenti bicara. "Dasar penyihir tua bangka." katanya saat kembali duduk. Sebagai imbalannya. mereka duduk dengan mata setengah terpejam. sesuai cara Tribe menyel esai¬kan masalah. Setelah itu baru kau putuskan apa yang te rbaik bagi Kikuta dan Tribe. orang¬orang tua? Apakah Tribe membusuk dari dalam ? Andai Kotaro masih hidup! Tapi Si Anjing membunuhnya dia membunuh pemimpin keluarganya s endiri. Dengar dulu apa yang akan kusampaikan. "Tua bangka bodoh itu tidak berguna la gi! Dia sudah mis kin. pada Kisah Klan Otori IV Page 30 . Kau tak bisa menjebakku dengan kebohonganmu. Dirasakannya ketenangan menyapu semua orang. "Kita bicara sebagai sesama Ketua. dikumpulkan tenaga lalu membiarkan gelombang ten aganya mengalir memenuhi ruangan itu. tak ada yang mati k elaparan dan tak ada penyiksaan.

Kau saksiny a: kau men¬dengar sumpah si Anjing saat di Inuyama. Dia melanggar sumpah itu jadi dia sud ah iapa dia harus menyerahkan hidupnya atas kejahatan yang dia lakukan. Kau saksin ya: kau men¬dengar sumpah si Anjing saat di Inuyama.siapa dia harus menyerahkan hidupnya atas kejahatan yang dia lakukan. Dia melanggar sumpah itu jadi dia sud ah Kisah Klan Otori IV Page 31 .

Kau yang menghancurkannya. "In i putramu? Kurasa dia tidak memiliki kemampuan Tribe. "Betapa pun kau menginginkannya. Tapi dia malah mem¬bunuh Kotaro. Sewaktu lewat Hisao masih berlutut di luar. pikimya saat melangkah keluar dari beranda dan kerumunan memberi jalan padanya. Mari. Aku kemar i sebagai utusan. Selain rumah utama. hidupnya dijalani l ebih baik sebagai Otori ketimbang sebagai Kikuta. Kenji berkata. Dia harus mati!" "Aku takkan berdebat tentang mana tindakannya yang salah dan yang benar. Tapi semua itu telah berlalu. Tapi ia senang Gosaburo dan yang lainnya ju ga mendengar. Pasti sulit men¬jalani hidup d i sini. Hisao. Begitu sampai di tempat terbuka dan di luar jangkauan tatapan Akio. dan yang pasti." Baiklah. Jika tetap tak mau berdamai." ujar Kenji.sepantasnya mati. "Pengkhianatanmu pada Tribe harus dihuk um. Akan kusampaikan pesanmu yan g patut disesalkan pada Lord Otori. ia bisa saja menghilang lalu melenyapkan diri ke pedesaan. Ijinkan dia menemaniku sampai ke gerbang." sahut Akio. desa itu kelihatan menyedihkan. dan aku akan kembali dengan cara yang sama. seraya membalikkan badan. Kumohon kau hentik an perlawananmu agar Kikuta bisa kembali ke Tiga Negara Gosaburo bisa menjalankan lagi bisnisnya! dan menikmati hidup selayaknya. "Tapi dia takkan mati di tanganmu. Ketua dari keluarganya dengan bantuannmu." "Semua orang pasti mati. "Kau tahu di mana bisa menemukan kami bi la kau berubah pikiran." Kenji bicara ke belakang dalam bayang-bayang." sahut Kenji." "Aku telah melindungi keluargaku dan Tribe. Aku bisa meyakinkanmu akan hal itu." Kenji begitu berwibawa sehingga Akio membiarkannya berdiri lalu berjalan keluar ruangan. "Dia melakukan apa yang harus dilakukan saat itu. Tapi dia malah mem¬bunuh Kotaro. maka menyerahlah: kau t akkan berhasil membunuhnya. Tapi adakah pel uang ia membawa bocah itu? Penolakan Akio tidak mengejutkannya. Dia tidak bisa dimaaf¬kan. ternyata aku masih hidup lebih lama." Akio menatapnya dengan memicingkan mata. Ketua dari keluarganya dengan ep antasnya mati. apalagi di .

"Aku ingin kau ikut denganku ke Inuyama.. dan sesekali menaikkan tangan-nya memegangi pelipis kirinya dengan ujung jari. temui aku. "Bawa aku! Mereka takkan membiarkanku pergi! Tapi dia ingin ikut denganmu!" Mungkin karena Kenji sedang dalam keadaan menghilang dan berada di antara dua du nia." Dia mengangguk tanpa bicara. Kenji tidak berani berbalik. hidup nyaman di Matsue dan Inuyama. Kenji melihat kerumunan orang masih memerhatikan. Hanya tinggal lima puluh langkah lagi. Kepatuhan mereka pada Akio.. tapi Hisao be rjalan terseok-seok di belakangnya. Kau mau?" "Aku tak bisa pergi dari sini! Aku tak bisa meninggalkan ayahku!" Lalu ia berser u kesakitan. tanpa tergesa-gesa. Kebanyakan penghuninya pasti mendamba¬kan. "Kepalamu saki t?" "Mmm.. tapi ia yaki n tak ada yang mengikutinya. Mereka sudah separuh jalan. diikuti oleh Kazuo: ke duanya sudah menarik belati. Saat Hisao muncul dari belakang dan berjalan di sampingnya. "Hisao. ada kemungkinan anggota lain Kikuta me¬nentang ke putusannya. lalu meng¬hilang. Akio. tapi ketika sosok tubuhnya menghila ng. apalagi jika itu berarti sandera akan dibiarkan hidup. lalu terjatuh. Temui aku di temp at tadi kita bertemu. seperti halnya Gosaburo. Tiba-tiba ada yang menyeruak dari sela-sela mereka." bisik Kenji." katanya. "Hisao. Kenji menyadari ada kehadiran lain yang mengambil tempat setengah tubuh dan pikiran bocah itu. Hisao menangkap lengannya dan berteriak. lebih karena ketakutan ketimbang rasa hormat. la terus berjalan dengan tenang. lalu berlari di pematang ke hutan bambu. dirasakan oleh Kenji. Saat berbalik untuk memberi Hisao semangat. Dahi¬nya berkerut. Bila berhasil sampai di tepi sawah. mungkin Kisah Klan Otori IV Page 32 .musim dingin.

.

.. uga karena perasaan Hisao yang meledak-ledak.. tapi saat itu Kenji melihat apa y ang Hisao lihat. tapi saat itu Kenji melihat apa yang Hisao lihat....juga karena perasaan Hisao yang meledak-ledak. Kisah Klan Otori IV Page 33 .

Kisah Klan Otori IV Page 35 . namun tetap saja mereka adalah tawan an. namun tetap saja mereka adalah ta wanan. nuyama. Meskipun diperlakukan dengan baik. Meskipun diperlakukan dengan baik.Inuyama.

sedikit pengemis serta tidak ada bandit. mungkin Maya. ia bangga dan puas bahwa Tiga Negara telah s esuai dengan . dan ketika tiba di Hofu. Ia mem beri instruksi agar Taku mengirimkan semua pesan kepadanya di sana. Takeo pun menunda waktu untuk meninggalkan Inuyama. Kini ia dan Kaede telah membawa kedamaian dan memper¬tahankannya dengan penuh perhatian pada seluruh wilayah dan berbagai aspek ke¬hidupan rakyatnya. desa yang makmur. membagi hari-hari dalam setahun dari satu kota ke kota lainnya di Tiga Negara. Sebenarnya kaisar berkuasa atas Delapan Pulau. kegembiraan serta kebahagiaan mereka. Kagemura selama beberapa minggu. etelah salju mencair. Ia memikirkan kemungkinan Shizuka mengajak salah satu dari mereka. dengan enggan ia pergi ke Hofu. dengan enggan ia pergi ke Hofu. Takeo pun menunda waktu untuk meninggalkan Inuyama. Takeo tidak akan melupakan kata-kata Otori Shigeru kepadanya: Karena Kaisar yang begitu lemah seh ingga bangsawan seperti Iida bisa merajalela. Kadang ia melakukan perjalanan dengan semua keme gahan yang diharapkan dari seorang penguasa besar. berbagai daerah mengurus masalah mereka sendiri: Tiga Negara dilanda konflik akibat para bangsawan berebu t wilayah dan kekuasaan.Setelah salju mencair. ia sering melakukan per¬jalanan. kadang ia menyamar untuk dapat berbaur d engan rakyat biasa dan mengetahui pendapat. dan Kenji berangkat melaksanakan misinya. Kaede serta putr i¬putrinya pergi ke Hagi bersama Shizuka. yang d ikenal sebagai Jun dan Shin serta jurutulisnya. Takeo melihat kegelisahan istrinya pada si kembar semak in bertambah. ke desa ter¬sembunyi Muto. ke desa ter¬sembunyi Muto. Selama perjalanan ia memerhatikan tanda-t anda negeri yang damai: anak-anak yang sehat. namun dalam pelaksanaannya. Namun ket ika hingga bulan keempat muncul dan masih belum ada kabar. Hasil dari semua itu terlihat saat ia ber¬kuda ke wilayah Barat. mungkin Maya. dan Kenji berangkat melaksanakan misinya. dua pengawal terpercaya dari Tribe saudara sepupu Kuroda: Junpei dan Shinsaku. Takeo melihat kegelisahan istrinya pada si kembar semak in bertambah. Ia memikirkan kemungkinan Shizuka mengajak salah satu dari mereka. Kagemura selama beberapa minggu. Kaede serta put ri¬putrinya pergi ke Hagi bersama Shizuka. Selama berkuasa. Namun ket ika hingga bulan keempat muncul dan masih belum ada kabar. berharap mendapat kabar dari Kenji di bulan ini. Ia mem beri instruksi agar Taku mengirimkan semua pesan kepadanya di sana. Tujuannya untuk membuat negara ini sangat aman hingga gadis belia pun bisa memeg ang kekuasaan. Didampingi para p engawal. berharap mendapat kabar dari Kenji di bulan ini.

Zenko sangat senang: persekutuan itu meru pakan kehormatan besar baginya. pikirnya. Zenko tengah menghimpun kekuatan dan senjata. tapi terkadang ada keluhan atas para petugas itu sehingga haki m-hakim yang adil harus didatangkan. Bahkan Hana pernah menawarkan diri ketika kesehatan Kaede memburuk. Penolakan mantap Takeo untuk menganggap serius tawaran nya telah melukai dan mem-permalukan Hana: keinginan Takeo untuk menikahkannya dengan Zenk o justru mem¬buat Hana kian gusar. semuanya sehat. kayu. ataupun curiga kalau di sana nanti kepercayaan dirinya akan goyah dan kekuasaannya terancam. saat empat belas t ahun. Istrinya. Musim semi ini. Bahkan dua petani mengeluh kalau putra mereka dipaksa menjadi prajurit. dengan paras yang sama persis seperti Kaede muda. Hana sangat mirip dengan kakak sulungnya. ikut bersamanya.tujuannya itu. Hal ini membuatnya mempertanyakan keadilan dari administrasi sete mpat. Ia tidak suka maupun p ercaya pada Hana. Aku harus bicara padanya. Beberapa dari masalah ini sebenarnya dapat d isampaikan pada petugas setempat. Sepanjang tahun yang sulit setelah kelahiran si kembar. belerang d an nitrat. membutuhk an keputusan yang hanya bisa diputuskan olehnya. meminta bantuan. adik bungsu Kaede. Takeo mengatur untuk mengirim kurir ke Kumamoto. bahkan bila diperhatikan l ebih lama lagi kelihatan lebih cantik di¬bandingkan Kaede saat masih muda. di Hofu. Hana menjadi lebih dari sekadar godaan yang bisa diakui Takeo. keesokan harinya Arai Ze nko yang telah diberi bekas wilayah ayahnya di bagian Barat dan juga Hofu datang dari Kuma moto dengan alasan hendak menyambut Lord Otori. Shirakawa Hana. Rasa tergila-gilanya pada Takeo segera digantikan rasa dendam pa danya dan iri pada kakaknya. lebih dari yang Takeo harap¬kan. sebelum kecantikannya tercoreng. Tapi Takeo memaksa: mereka menikah ketika Zenko berusia delapan belas tahun dan Hana enam belas tahun. tapi juga segera mem¬berinya ti ga putra. Ia tidak menduga apa yang menantinya di kota pelabuhan itu. utusan bermunculan di gerbang kastil atau kediaman ia tinggal: ingin mengadakan pertemuan. Dia pun bertekad untuk mengambil alih kedudukan mereka. Tampaknya begitu ia tiba di kota mana pun di Tiga Negara. ada tiga mau empat kasus semacam ini . Hana bukan hanya cantik. Namun. Takeo tahu niat ini karena adik iparnya lupa kalau ia memiliki pendengaran yang . dan seorang ped agang memberi informasi bahwa para prajurit menyita sejumlah besar batu bara. Hana selalu mencari kesempatan untuk menggoda dirinya agar menjadikannya istri kedua atau se lir.

sangat peka. menyadari segala sesuatu yang ada di sekelilingny a. di mana posisi tiap orang di kastil. siapa meng unjungi siapa di Kisah Klan Otori IV Page 36 . Pendengarannya memang tidak setajam saat masih tujuh belas tahun. kegiatan mereka yang ada di pos jaga dan istal. tapi masih cuk up baik untuk menguping per-cakapan rahasia.

alam hari dan untuk tujuan apa. Ia juga dapat membaca niat orang itu dari cara ber¬diri hingga gerakan tubuh. Kisah Klan Otori IV Page 37 . Ia juga dapat membaca niat orang itu dari cara b er¬diri hingga gerakan tubuh.malam hari dan untuk tujuan apa.

terlepas dari kenyataan bahwa dia adalah ibu dari tiga orang anak: orang akan mengira usianya tak lebih dari delapan belas tahun. Ia menjawab dengan s ikap yang sama sopannya. "Baiklah. gagah perkasa. "Kalian tidak perlu repot-repot datang. "Kami senang bisa menghabiskan waktu bersama kakak ipar. Kedua orang ini tidak menunjukkan tanda-tanda kedengkian." "Oh. "Anda harus tinggal di sini sampai musim hujan s elesai. bertenaga besar. dan bisa berubah menjadi kebencian. terlepas dari kenyataan bahwa dia adalah ibu dari tiga orang anak: orang akan mengira usianya tak lebih dari delapan belas tahun." "Aku pernah melakukan perjalanan dalam cuaca yang lebih buruk. sedikit tersibak hingga menampakkan tengkuknya yang putih sempurna. tapi Lord Takeo harus tinggal lebih lama. ada satu atau dua hal yang perlu kita bicarakan." kata Zenko. "Tidak ada kebutuhan. sedikit tersibak hingga menampakkan tengkuknya yang putih sempurna. Pada usia dua belas tahun dia menyaksikan ayahnya mati ditembak dengan senjata api. Sambutan dan pertanyaa n mereka mengenai kesehatan diri juga keluarganya terasa berlebihan. Taku: dua puluh enam tahun. tampak sangat mirip dengan ayahnya be rtubuh besar." sahut Takeo samb il tersenyum. Suaminya. untuk meningkatkan jum . Taku: dua puluh enam tahun. Anda tidak bisa bepergian dalam keadaan cuaca seperti ini. di usia dua puluh delapan tahun. tapi sebenarnya dia seumur d engan adik Zenko. orang ketiga di Tiga Negar a yang mati dengan cara begitu. "Aku hanya akan berada di Hofu selama satu atau dua hari. Dua orang lainnya adalah para bandit. Ia menyadari bila semu a ini dijadikan satu maka bisa menimbulkan sakit hati yang mendalam pada pemuda itu.Saat ini ia mengamati Hana yang sedang membungkuk di hadapannya. dengan rambut me njuntai ke lantai. seperti yang sering dia lakukan sebelum suaminya sempat bicara. Hana bergerak dengan luwes. tapi sebenarnya dia seumur d engan adik Zenko." Hana angkat bicara. aat ini ia mengamati Hana yang sedang membungkuk di hadapannya. dengan rambut m enjuntai ke lantai." sahut Takeo." katanya. memutus kan untuk menanggapi basa-basi ini. pastinya. menutupi kenyataan kalau ia merasa lebih kesakitan ketimbang biasanya karena udara yang lembap. Hana bergerak dengan luwes. ahli menggunakan panah dan pedang.

" "Berapa banyak orang yang kau kumpul¬kan? Paling banyak lima ribu orang. " Kisah Klan Otori IV Page 38 . Kedua pemuda itu tidak saling menyukai sejak pertama kali mereka bertemu bertahun-tahun silam semasa perang saudara. Takeo tahu Hiroshi memendam has rat untuk menikahi Hana." aku Zenko. pedang. Hiroshi dan Taku." tutur Zenko." Keterusterangannya yang keluar tepat setelah sopan-santun tadi. "Aku belum sempat bicara dengan Sugita. bahkan jika mereka kembali ke sawahnya unt uk panen. Mereka pasti tahu. kelak kita bicarakan masalah ini dengannya." "Dari Kumamoto dan distrik selatan. ya. "Baiklah. tak banyak hal yang bisa luput dari perhatian nya di seluruh Tiga Negara. panah dan sebagain ya. dan kecewa ketika perempuan idamannya itu menikah dengan Arai Zen ko. "Kebutuhan senjata selalu ada. benar lima ribu orang. Takeo tersenyum lagi. "Wilayah Barat terbuka lebar bagi mereka: Klan Snshuu belum pernah menghadapi serangan dari laut. jauh lebih dekat ketimbang.lah pasukan. Tampaknya ini kese mpatan emas untuk memberi mereka pelatihan dan senjata." "Kita menghadapi ancaman dari kaum barbar. Catatan k ami menunjukkan mereka semua diper¬senjatai. Tapi ada banyak o rang yang tidak terlatih dengan usia cukup untuk bertempur di wilayah Seishuu lainnya. adik Zenko . Kami tidak siap." "Klan Seishuu kini tunduk pada Maruyama. Nanti kita semua akan bertemu di Maruyama pada bulan kesepuluh dan meng¬kaji ulang kebutuhan pasukan di wilayah Barat. Kedua kakak beradik yang semakin dingin. ma ka mereka harus menggantinya dengan biaya sendiri." tutur Zenko. Keuangan wilayah bisa dijalankan dengan baik. "Tombak. "Bagai mana pendapat Sugita Hiroshi tentang rencanamu?" Hiroshi dan Zenko tidak menyukai satu sama lain. walaupun Hiroshi tidak pernah mengatakannya." sahut Takeo dengan nada ringan. Bila senjata mereka hilang atau rusak. dan aku ingin tahu lebih banyak tentang kekuatan apa yang sedang kau himpun. mengejutkan mere ka. adalah teman dekat.

Lalu mereka melemahkan dari dalam dengan agama mereka. "Di sana kaum barbar juga menggunakan perdagangan sebagai alasan untuk menjejakkan kaki. Ak . "Aku be rani katakan kalau Terada Fumio mem¬buat pernyataan serupa tentang keunggulan kita di kepulauan wilayah Barat dan pelabuhan di Tenjiku dan Shin. "Mere ka berada jauTujuan orang-orang asing itu sebenarnya hanyalah berdagang. pikirnya." sahut Takeo. Fumio yang menembak ayah Zenko saat gempa mengguncang dan meng¬hancurkan pasukan Arai.. Orang¬orang asing itu sebagian besar terkurung d i Hofu. Zenko adalah bagian dari takdirku. kata mereka. seperti yang kau katakan. Dan pasukan pejalan kaki mereka menyandang senjata api. Seandainya mereka bergabung di wilayah Barat." Takeo mengamati.. Mereka akan mengubah kita semua menjadi budak mereka. Kalau saja saat itu ia menggunakan pisau dengan baik." sahutnya. "Mereka berada jauh dari kampung halaman mereka. Mereka mestinya jera deng an serangan di Mijima. maka sekarang mereka harus berurusan dengan kita melalui diplomasi. segaris rona warna di l ehernya menandakan kekesalannya atas peringatan keras tadi. Namun kala itu Zenko hanyalah bocah kecil. Dan nitrat hanya boleh dibeli langsung oleh klan." Dilihatnya ekspresi wajah Zenko berker ut saat nama Fumio disebut. ia bisa terhi ndar dari banyak masalah." "Semua ini."Tujuan orang-orang asing itu sebenarnya hanyalah berdagang. Satu ekor kuda mereka lebih besar dibandin gkan dua ekor kuda kita." sahut Takeo." "Tapi mereka selalu membual tentang pasukan hebat raja mereka. dan ser angan dari luar. pikir Takeo. dan Zenko bertemu dengan lebih banyak orang-orang itu ketimbang ksatria¬nya sendiri." Takeo memerhatikan selagi Zenko mem¬bungkuk dengan enggan. hanyalah bualan. Apabila nanti diperlu¬kan lebih banyak pasukan. K endati menyebut dengan kata kaum barbar. Takeo teringat saat menempel kan pisau di leher Zenko. Pert ahanan terbaik kita melawan mereka adalah berdagang dengan damai. Zenko berkata. "Se ribu orang bersenjata api. "Kau tahu kalau aku menghormati pendapatmu dalam masalah ini. Zenko tampak terkesan dengan senjata dan kapal mereka." timpal Hana." Zenko mungkin benar. kapal-kapal mereka kecil. ingin tahu apakah mungkin menghapusk an keinginan balas dendam Zenko. akan kuberitahu¬kan kepadamu. Takeo menghela napas panjang. Lima puluh ribu kuda. "Akan k ita tingkatkan pengawasan terhadap orang-orang asing itu. ia belum pernah membunuh ana k-anak dan berdoa semoga tidak akan pernah.

" "Kami ingin Anda mengangkat salah satu putra kami." "Tapi Anda harus tahu kebahagiaan memiliki anak laki-laki. "Lord Otori pasti sangat ingin memiliki putra. tatapan matanya lenang." ujar Zenko. "Kami takkan melakukan apa pun tanpa be rkonsultasi dengan Lord Otori." Ah! pikir Takeo. Putri sulung kami pada akhirnya akan men jadi penguasa Tiga Negara." Mau ke mana arah pembicaraannya? Takeo penasaran. Zenko yang kurang memiliki kehalusan dalam berbicara dibandingkan istrinya lalu bicara dengan nada datar. Bagaimana dengan kakak sul ungku.u harus hadapi dia dengan hati-hati. Anda sehat-sehat saja. lalu berkata." gumam Kisah Klan Otori IV Page 39 ." seru Hana." "Satu kesedihan yang mendalam bagiku karena tidak punya anak perempuan." lanjut Hana. kurasa. "Sungguh itu suatu kehormatan besar serta membawa kebahagiaan tak terbilang bagi kami. "Seperti yang Lord Otori ketahui. hal itu tak menjadi masalah. juga ketiga putri Anda yang cantik-cantik?" "Terima kasih: mereka semua sehat-sehat saja. "Karena sepertiga negara kiia sudah diwariskan me lalui garis keturunan perempuan. serius dan agak malu-malu. Sesungguhnya kami hanya menaruh per¬hatian pada Anda sekeluarga serta kemak¬muran Tiga Negara. kam i hanya punya anak laki-laki. tanpa basa-basi. "Ijinkan kami memberikan salah satu putra kami. Apa lagi yang bisa kulakukan untuk menjinakkan dirinya? Hana berkata dengan suara selembut madu.

Kisah Klan Otori IV Page 40 .Hana.

Rambut mereka dita ta dengan bagian rambut yang panjang di bagian depan. Karena tak ingin menghina mereka dengan langsung menolak tawaran itu."Kalian sangat murah hati dan penuh pengertian." sahut Takeo. dan belum pernah bertemu putra bungsu Hana yang lahir tahun lalu. "Yang sulung bernama Sunaomi. bukan seperti pemimpin Otori yang lain. Kebenarannya adalah : ia tak ingin anak laki-laki. Saat itu Takeo berdoa." tutur Hana selagi kedua bocah itu membungkuk sampai ke lantai di hadapan paman mereka. namun menoreh kan kesedihan mendalam pada dirinya. Masahiro. Saat itu Takeo berdoa. sangat mirip dengan Kaede. Sedangkan adiknya lebih bulat dan kekar. Ia juga berdoa dibiarkan hidup hingga tugasnya selesai dan putrin ya telah cukup dewasa untuk memerintah negeri ini. Takeo ingin tahu a pakah salah satu dari mereka mewarisi kemampuan Tribe dari neneknya. "Ya. Ia lega Kaede tidak melahirkan lagi dan berharap istrinya tidak hamil lagi. Nanti akan ditanyak annya pada . Sudah tiga tahun ia belum bertemu kedua bocah ini. Kedua anak itu tampan: yang sul ung mirip dengan Shira¬kawa bersaudara. seperti yang sering dilakukannya. me ngena-kan jubah resmi. Shizuka. namun menoreh kan kesedihan mendalam pada dirinya. aku ingat. yang mati digorok oleh anak haramnya. sedang adiknya. dengan tulang punggung yang panjang serta struktur tulang y ang ramping." tutur Hana . Kebenarannya adala h: ia tak ingin anak laki-laki." sahut Takeo. "Mohon kami diberi kehormatan dengan menerima dua putra tertua kami. Ia lega Kaede tidak melahirkan lagi dan berharap istrinya tidak hamil lagi. lebih mirip ayahnya. diam terpaku dengan khidmat dalam pertemuan itu. Chikara. kalau kematiannya seperti kematian Shigeru. Sesungguh¬ny a amat pantas mengangkat keponakan istrinya: bahkan mungkin kelak ia bisa menjodohkan a nak itu dengan salah satu putrinya. Ketika Takeo mengangguk setuju. bukan seperti pemimpin Otori yang lain. Masahiro. Hana bangkit dan berjalan ke pintu dengan luwes. Ia juga berdoa dibiarkan hidup hingga tugasnya selesai dan putrin ya telah cukup dewasa untuk memerintah negeri ini. seperti yang sering dilakukannya. Ramalan bahwa ia akan mati di tangan putranya sendiri tidaklah menakutkan." sahut Takeo. Kalian sangat murah hati dan penuh pengertian. Lalu masuk kembali bersama kedua anaknya: usia mereka delapan dan enam tahun. kalau kematiannya seperti kematian Shigeru. Ramalan bahwa ia akan mati di tangan putranya sendiri tidaklah menakutkan. yang mati digorok oleh anak haramnya.

." "Kita bicarakan ini pada bulan kesepuluh." Kini Takeo ingat kalau ia pernah men¬dengar Kaede memuji Sunaomi karena kecerdasan nya. renungnya. namun ada semacam ikatan aneh antara mereka berdua. kemajuan berpedang dan mem anah. anak-anak. Sunaomi sudah menjadi kesayangan kakak sulungku.. Apa pun ambisi tersembunyi dan motif terselubung dari orangtua mereka. Disingkirkannya pikiran itu jauh-jauh. "Aku ingin ulangi kalau i ni akan menjadi kehormatan bagi kami bila Anda mengangkat Sunaomi atau Chikara: Anda harus memilih . "Aku akan membicarakannya dengan is triku. Usianya hanya tujuh tahun l ebih muda dari Shigeko. bagi Shizuka untuk mengasuh cuc unya. Mengangkat keponakannya mungkin bisa menjadi kompensasi. Kaede telah bersumpah bahwa bangsawan itu tak pernah tidur dengann ya." ujar Hana. dan senang dengan jawaban mereka yang cerdas serta jelas. Diajukannya pertanyaan tentang pelajaran. Fujiwara telah memikat dan menyanj ungnya. "Biarkan paman melihat wajah kalian. "Kalian sangat murah hati." jawab Takeo. makanan. Tentu saja. Ketika Hana pergi bersama kedua anak¬nya. tapi Anda ingat Lord Fujiwara?" "Tentu saja. Akan menyenangkan." ujar Takeo lagi. Ia harus memutuskan yang terbaik saat ini : jangan sampai ia terpengaruh oleh ramalan yang mungkin saja tidak akan terjadi. menahan rasa kaget dan marah. Zenko berkata." Takeo tertarik pada si sulung yang amat mirip Kaede. kedua bocah ini telah dididik dengan baik." "Bolehkah aku mengajukan satu permoho nan lagi?" Ketika Takeo mengangguk. tapi jika Sunaomi menjadi putranya. Ia tahu istrinya iri pada Hana dan menyesal karena tidak punya anak laki¬laki. "Aku tak ingin menyinggung perasaan dengan mengingat masa lalu." "Anak-anak akan bergabung bersama kita saat makan malam. Bangsawan itu mati dalam bencana gempa tapi Takeo tidak pernah memaafkannya. "Duduk tegak. Juga pernah membantu keluarga Kaede dengan uang. Lord Fujiwara adalah ba ngsawan yang telah menculik istrinya. "Anda bisa lebih mengenal mereka nanti. dan lima tahun lebih muda dari Maya dan Miki: perbedaan ini bukanlah ma salah dalam perkawinan. Zenko melanjutkan. Kaede telah membuat perjanjian dengan laki¬laki itu dan menceritakan rahasia palin g pribadi tentang cinta Takeo. juga bany .Taku atau Shizuka." kata Takeo.

ak hadiah. Fujiwara menikahi Kaede dengan restu Kaisar. Fujiwara pernah berusaha agar Kaede mati Kisah Klan Otori IV Page 41 .

Zenko menunduk tanpa bicara." "Yaitu putra sulungmu. Kono." sahut Zenko." Atau barangkali karena seseo rang punya rencana jahat." . "Dia boleh datang dan bertemu denganku besok. maka seharusnya diteruskan pada pewaris laki-laki berikutnya. berharap bisa bertemu Anda. Ji ka wilayah itu bukan hak Kono. Ayahku. "Dia utusan Yang Mulia Kai sar. kau atau istrimu hampir pas ti istrimu melihat bagaimana Kono bisa dimanfaatkan untuk lebih menekanku. "Waktu berlalu dengan cepat di ibukota." "Sepanjang ingatanku. Sunaomi. maka Kono dihubu ngi melalui surat." timpal Takeo. berhubungan baik dengan ayahnya aku mohon maaf telah membu at Anda teringat masa-masa yang tak menyenangkan dan Lord Kono membicarakan tentang masala h penyewaan dan pajak. Kami telah ber¬hubungan melalui surat tentang hana warisan ayahnya. "Enam belas tahun telah berlalu sejak kematian ayahnya.bersamanya: Kaede berhasil lolos walaupun rambutnya terbakar. "Ya. "Dia menggunakan nama keluarga ibunya. pikir Takeo." sahut Zenko. Keputusan yang bijaksana. kehilangan kecantikannya. menyembunyikan kemarahannya." Takeo tidak berkata sepatah kata pun. Tiba dengan kapal beberapa hari lal u. seperti yang Anda tahu. Mengapa kini dia tiba¬tiba muncul?" tanya Takeo. enggan untuk mengakui kalau ia tidak menge tahuinya. "Lagi pula jalan terlalu becek dan berlumpur untuk meneruskan perjalanan. harta Fujiwara telah digabungkan dengan wilayah Shira¬kawa. "Putranya berada di Hofu dan ingin ber¬temu secara resmi dengan Anda." "Secara hukum Shirakawa juga merupakan milik Fujiwara. Hujan semakin deras menerpa atap. menyebabkan bekas lukarsamanya: Kaede berhasil lolos walaupun rambutnya terbakar." kata Takeo akhirnya. Karena Fujiwara diwariskan melalui garis keturunan laki-laki. menyebabkan beka s luka. setelah pernikahannya. dan bau tanah yang basah mengapung di depan ta man. ma ka kini menjadi milik putranya.

bagaimana orang-orang asing itu kelihatan seper ti goblin dengan hidung panjang dan janggut lebat¬nya. sangat mirip dengan nama gelandangan Jo -An." "Mereka belajar sopan santun dari bangsa kita. yang satu berambut merah sedangkan yang lain nya berambut hitam. tertawa. dibawa dari pelabuhan pedagangan besar yang dikenal dengan n ama Fragrant Harbour dalam kekuasaan kapal nana milik Terada yang juga membawa mangkuk jasper . "Tapi mereka tidak makan menggunakan tangan!" kata Chikara. "Agak mirip tahta Kaisar. dan kedua anak laki-laki itu menghidupkan suasana dan menghibur. jati. "Mereka berusaha ker as. "Aku ingin m elihatnya. mem¬peragakan." Takeo agak merinding mendengar nama itu. gading dan giok menuju kota-kota di Tiga Negara." kata Hana. sama kerasnya dengan usaha Lord Joao mem¬pelajari bahasa kita. Mereka memerintah¬kan para pelayan un tuk mengambilkan salah satu kursi yang dibuat oleh orang asing dari kayu eksotis. dan pengemis itu sering hadir dalam mimpinya. Sore berlalu dengan suasana cukup menyenang¬kan: ia minum sake secukupnya untuk menyembunyikan rasa sakit. mengingatkannya betapa Arai Zen ko sangat perlu diawasi: betapa mudahnya ambisi mereka dapat menggiring Tiga Negara kembal i perang saudara. tapi Chikara sama sekali tidak takut. Ia begitu menyesali tindakannya yang telah memenggal Jo-An. Kisah Klan Otori IV Page 42 . lapis lazuli. kulit macan. kecewa. Meteka baru saja bertemu dengan dua orang asing di ruangan ini dan sangat bersem angat dengan pertemuan itu: bagaimana Sunaomi bicara pada mereka dengan menggunakan bahasa me reka yang telah dipelajari bersama ibunya." ujar Sunaomi.*** Pertemuan ini semakin menambah ke¬gelisahan Takeo." tutur Hana. "Sangat nyaman.

orang¬orang asing itu mempraktikannya secara te rbuka.Orang-orang asing itu memiliki kepercayaan yang serupa dengan kepercayaan kaum H idden dan ber¬doa pada Tuhan Rahasia. orang¬orang asing itu mempraktikannya secara te rbuka. Bedanya. Bedanya. ang-orang asing itu memiliki kepercayaan yang serupa dengan kepercayaan kaum Hid den dan ber¬doa pada Tuhan Rahasia. Kisah Klan Otori IV Page 43 .

membicarakan rincian serta mempertanyakan ketidaksesuaian sampai langit mulai berwarna pucat dan terd engar kicau Kisah Klan Otori IV Page 45 . membicarak an rincian serta mempertanyakan ketidaksesuaian sampai langit mulai berwarna pucat dan terd engar kicau rsama mereka lalu memeriksa catatan-catatan Shirakawa dan Fujiwara.bersama mereka lalu memeriksa catatan-catatan Shirakawa dan Fujiwara.

bagaimana ca tatan bisa men¬dukung dan memperbaiki ingatan. Sejak bertarung melawan Kotaro. kepribadiannya agak membosankan bila ditilik dari penampilannya. Shigeru. Ia mendiktekan banyak hal pada juru tulisnya. Shirakawa telah dibangun kembali dan adik iparnya yan g satu lagi. bagaimana ca tatan bisa men¬dukung dan memperbaiki ingatan. Kedua tanah warisan itu rusak parah akibat gempa. me¬merhatikan semua kekurangan dan kelebihan dengan jernih dan sikap welas asih tanpa prasangka. semua itu berkat latihan selama bertahun¬tahun. semua itu berkat latihan selama bertahun¬tahun. ia menjadi sangat menyuka i serta menghargai catatan: bagaimana segalanya bisa dicatat serta diingat. Takeo memiliki ingatan yang baik. visualisasi dan daya tangkap yang kuat. Shigeru. salah satu dari banyak anak laki-Iaki yang menjadi yatim piatu karena bencana gempa bumi di usia sepulu h tahun. Ai. Suaminya. secara teratur mengunjunginya dalam satu tahun bersama putri-putrinya. Bersifat pendiam. saat keh ilangan kedua jari di tangan kanannya. Dan seperti ayah angkatnya. begitu kata pepatah dan akhirnya dia dipilih Makoto untuk bergabung dalam lingkung an rumah tangga Lord Otori di Hagi. Namanya Minoru. ia menjadi sangat menyuka i serta menghargai catatan: bagaimana segalanya bisa dicatat serta diingat. namun tugas sering¬kali menahannya di Inuyama. dan ini j uga menambah kekuatan ingatan. dia menemu¬kan tempat berlindung di Terayama dan dididik di sana. Takeo memiliki ingatan yang baik. rung dari taman. Ia mendiktekan banyak hal pada juru tulisnya. yang membuat Takeo senang karena ia sendiri pernah me m¬bawa nama itu dalam jangka waktu yang begitu pendek hingga terasa seperti kehidupanny a yang lain. begitu pula dengan kerajinannya ia merupakan salah satu dari orang-orang yang belajar dengan hanya ditemani cahaya kunang-kunang dan pan tulan salju. Pemuda istimewa ini mendampinginya hampir sepanjang waktu akhir-akhir ini. Ai adalah ora . dan tidak peduli dengan sake. rumah-rumah yang besar dan ind ah di pedesaan luluh lantak terbakar api. kecerdasan dan kemam p¬uannya yang cepat dengan kuas sudah diakui. Sejak bertarung melawan Kotaro.burung dari taman. memperlakukan semua orang dengan ras a hormat. visualisasi dan daya tangka p yang kuat. Dan seperti ayah angkatnya. saat keh ilangan kedua jari di tangan kanannya. dan ini j uga menambah kekuatan ingatan. tidak terkesan oleh siapa pun atau apa pun. Sonoda Mitsuru sesekali mendampingi. namun memiliki komentar tajam bernada sarkasme saat hanya berdua dengan Takeo. Ia menulis dengan cepat dan indah.

mulberi. aromanya berbaur dengan aroma rumput basah. memberi keuntungan besar dalam bentuk beras. memeras sumber daya yang ada sebanyak-banyaknya. Kini baik pegangan maupun sarungny a dihiasi dengan dekorasi yang indah dan Jato sudah tidak pernah lagi merasakan darah sela ma bertahuntahun. Makan sedikit nasi dan sup kemudian mengenakan pakaian resmi untuk p ertemuan dengan putra Fujiwara. pada dasarnya lebih ka ya dan kini pun menunjukkan keuntungan yang mencukupi. Ia curiga Ko no ingin mengambil sebanyak mungkin. Shirakawa telah pulih dari pengelolaan yang salah serta diabaikan oleh ayah mereka dan semakin b erkembang. keuntungan bekas wilayah Fujiwara ini meyumbang pada perekonomian Tiga Negara. Di balik dinding bisa didengamya debak-debuk bunyi daun jende la ketika kota terbangun. Takeo berjalan melintasi taman dari sayap timur menuju aula utama rumah besar da n indah itu. mulai dari kulit ikan hiu hitam lusuh yang membungkus peganga nnya ketika. Ketika hari sudah terang. seraya memikirkan segala macam bentuk sarung pembung kus yang pernah dilihatnya. dari rak ukiran yang sangat indah tempat pedang itu berada sepanjang malam lalu menggantungkan di sabuknya. Tanah kekayaan milik Fujiwara selama ini diatur oleh Shirakawa. menemukan sedikit kenyamanan pada kelembutan kain sutra s erta motif yang tidak mengumbar ke¬anggunan: bunga belukar wisteria berwarna ungu muda di atas lat ar berwarna ungu tua pada jubah bagian dalam dan tenunan yang lebih abstrak pada bagian luar nya. dan bagaimana ia bisa meng¬gunakan pedang itu dengan tangan kanannya yang sudah ti dak utuh. Takeo mandi. Ia ingin tahu apakah akan mengeluarkan pedang itu dari sarungnya lagi dalam per¬te mpuran. Hujan telah reda namun taman masih basah dan bunga wisteria bergelayut berat dengan si sa titik air hujan. membuka pintu. tal u meng¬habiskan hasilnya di ibukota. Seperti saat ini . kemudian tukang cukur mencabut dan merapi kan rambut dan janggutnya. dan Takeo meng¬ambi l pedangnya. Para pelayan melangkah tanpa suara di depannya. Jato. pijakan lembut ka ki mereka di . sutra serta ker tas. bahkan kalau pun dia merupakan pemilik yang sah. Pelayan menempatkan sebuah topi hitam kecil di atas kepalanya. Takeo agak enggan untuk mengembalikannya ke tangan putra Fuji¬wara.ng yang praktis dan pekerja keras serta memanfaatkan contoh yang telah dibuat kakaknya. di tangan Shigeru telah menyelamat-kan hidupnya. dan dari kejauhan terdengar teriakan pedagang jalanan di pagi hari. persimmon. aroma garam dari pelabuhan dan segal a macam bebauan dari kota.

Kisah Klan Otori IV Page 46 . batu tinta dan air. mem¬bungkuk hormat kemudian berjalan be¬berapa langkah mengikuti di belakangnya. kertas. Seo rang pelayan berjalan di sampingnya membawa meja tulis. Minoru.lantai yang mengkilap. kuas. ber¬gabung dengannya ta npa suara. yang tidak selesai sarapan.

ingin tahu bagaimana anggapan Kono tentang semua yang ada di sini setelah melihat istana Kaisar. Tak lama kemudian mereka mendengar suara yang menyerukan ada tamu yang datang. dan ia menyesal karena tidak menerima kedatangan t amu bangsa¬wannya di sana. Kediaman itu tidak sebesar maupun semegah seperti di Hagi atau Inuyama. Keadaan menjadi agak canggung selama beberapa saat ketika tak satu pun dari mere ka merasa harus membungkuk memberi hormat lebih dulu. Takeo mengangguk ke arahnya. melihat dekorasi. "Lord Kono. yang kemudian menempatka n pedang itu dengan hati-hati di sebuah rak indah yang ada di sebelah samping. kemudian Kono melangkah masuk ke da lam ruangan. Kini ia tengah memberi muka pada putra dari musuh lamanya. kemudian membalas salam. benang emaenko sudah di aula utama. tapi itu tidak mencegah Fujiwara untuk datang meng¬hantui mimpi-mim pinya." sapanya dengan tenang. Dia akan mendapat kesan yang salah mengenai kami: dia akan mengira kami tidak sopan dan sederhana. . Ia belum pernah bertemu denga n ayah bangsawan ini. berpakaian resmi seperti Takeo namun lebih mewah lagi . Pedang Zen ko sudah ditempatkan di rak yang sama. Hujan turun perlahan. melayangkan pan dangan ke sekeliling ruangan. pandangan mata menunduk seolah sedang bermeditasi. yang berdahi lebar. lalu menye¬rahkan Jato ke tangan Minoru. tanpa mengetahui bahwa Kono memang mirip ayahnya dalam beberapa hal. Apakah memang lebih baik dia berpikir seperti it u? Zenko berbicara tentang malam sebelum¬nya. Zenko bangkit lalu berjalan ke b eranda. Takeo mendengarnya memberi salam pada tamu mereka. tapi dengan sikap santun santun yang dibuat-buat hingga menghilangkan ta nda penghormatan. meskipun ti dak mirip sekali. Takeo menunggu lama satu helaan napas. alis mata Kono bergerak cepat naik l alu membungkuk hormat. "Suatu kehormatan bagiku Anda bisa ber¬kunjung kemari. berpakaian resmi seperti Takeo namun lebih mewah lagi. bentuk mu lut berlekuk. benang emas berkilauan di bagian kerah dan sabuknya. Takeo meng¬amati wajahnya. a njing menyalak dan derap kaki berat pengangkat tandu." Sewaktu Kono duduk tegak. Minoru menyiapkan tinta di atas meja tulis kecil lalu duduk dengan tumit . Takeo lalu duduk di ujung ruangan.Zenko sudah di aula utama. menyambut penghormatannya. Takeo mengungkapkan persetujuannya dan memuji mereka. kertas kasa.

" sahut Kono. Dan hanya ada sedikit peluang untuk perbincangan yang jujur. Kono berkata. Sebaiknya memang dibicarakan berdua saja dengan Lord Otori. Mereka mulai membicarakan tentang harta kekayaan. Zenko meminta maaf dengan berlebihan lalu berkata kalau dia terpaksa pergi tapi akan bergabung lagi saat makan siang. Zenko menjelaskan apa yang dia ketahui. semua pembicaraan telah ditulisnya. "Juru tulisku tetap di sini. Kono mengungkapkan keinginan untuk melihatnya sendiri. tapi dia terus membahas tentang hasil bumi sehingga Takeo mulai ber tanya-tanya kapan dia akan mengatakan tujuannya yang sebenarnya. Kepergiannya meninggalkan mereka ber¬dua dalam kesenyapan. Aku tidak memendam kebencian terhadap Anda." Takeo menaikkan ali s lalu menjawab. tidak terlalu dibuat-buat. nada s uaranya lebih hangat dan sikapnya lebih alami. kalau dia mungkin hanya ingin diakui sebagai pemilik wilayah it u. Aku tahu sedikit sejarah dari kedua keluarga kita keadaan yang tida k sepantasnya terjadi pada Lady Shirakawa namun tindakan ayahku acapkali membuat ibuku dan aku t ertekan. Takeo berusaha menenangkan diri." Ia memberi isyarat pada sisa pengawal ya ng lain untuk meninggalkan ruangan. seorang penjaga datang membawa pesan untuk Lord Arai. Kono datan g dengan tujuan lain. dan langsung dipenuhi Takeo ta npa protes karena merasa kalau Kono sebenarnya tidak terlalu tertarik pada wilayah itu dan tak bermaksud tinggal di sana. melawan kelelahan juga rasa sakit. Kono diam selama beberapa saat. Tak lama setelah itu. Minoru meletakkan kuasn ya. kelihatan mahi r serta penuh semangat. Takeo tahu bukan itu maksudnya. Aku tidak percaya kalau ayahku tidak bersalah."Justru kehormatan bagiku bisa bertemu Lord Otori. "Aku ingin Lord Otori tahu bahwa aku hanyalah seorang utusan. Harta k ekayaan itu hanyalah alasan dari kunjungan Kono: alasan sempurna yang masuk akal." Kisah Klan Otori IV Page 47 . dan ia haras bersikap cerdik. Setelah semua orang pergi. Ketika bicara. Pertemuan itu akan alot dan tegang. dan walaupun kat a-kata itu sopan. ketika beliau masih hidup. "Aku harus membicarakan satu hal yang memerlukan penanganan yang b ijaksana. kalau dia hanya ingin dikirimi sejumlah keuntungan tidak seluruh pajak tapi sebagian saja.

.

" "Aku rasa Lord Arai ditembak oleh salah satu pengikut Anda. Bila ada yang disebut peng¬khianatan. pembantaian tanpa perasaan pada kuda pertamaku . serta semua yang kehilangan nyawa di pertempuran Kusahara dan pada saat menarik mundur . Kono meneruskan. Ada juga kema tian yang tak dapat dijelaskan." sahut Kono acuh tak acuh. kemungkinan di tangan Kondo Koichi." Takeo membalas. yang saat itu bekerja pada Anda. misalnya. "Ketenaran Lord Otori telah menyebar ke seluruh Delapan Pulau. "Nah." Kono ter¬s enyum dengan keramahan dan pengertian yang tidak tulus.Tidak bersalah? pikir Takeo. Kaisar pun sudah mendengarnya. dalam gempa. Semua kesalahan justru ada padanya: pe nderitaan dan rusaknya wajah istriku. "Dan prestasi Anda berasal dari kemat ian aku tak ingin mengatakan itu sebagai pembunuhan perwakilan di Tiga Negara yang diakui Kaisar. Arai menyerang pasukanku yang tidak bersenjata. Peda ng keturunan leluhur . Di Tiga Negara dipercaya bahwa Surga turun tangan untuk menghukum saudara-saudara dari kakekku dan Arai atas ti ndakan dan pengkhianatan keji mereka. Anda akan diampuni bila mengasingkan diri ke pulau terpencil. Lord Zenko. Ar ai Daiichi. "Kondo sudah meninggal bertahun-tahun lalu." "Aku merasa tersanjung. Ia tidak bicara sepatah kata pun. maka dialah yang berkhianat." Bumi menghantarkan apa yang diingink an Surga. perompak Terada Fumi o. Paduka Yang Mulia beserta kalangan Istananya mengagumi cara Anda mewujudkan kedamaian di Tiga Negara." "Lord Arai tewas. Semua kesalahan justru ada padanya: penderitaan dan rusaknya wajaidak bersalah? pikir Takeo. terbunuhnya Amano Tenzo. Semua ini sudah menjadi masa lalu. tidak per nah mengirim pajak atau upeti ke ibukota." "Sayangnya semua prestasi hebat itu tidak mendapat persetujuan Kaisar. Tugasku yang tidak menyenangkan adalah me mberitahukan bahwa karena Anda tidak pernah meminta ijin atau dukungan dari Kaisar. yang pada dasarnya sudah penjahat. Raku. maka pemerintahan Anda dianggap tidak sah dan Anda diminta untuk turun takhta. dan yang ju ga terlibat dalam kematian ayahku. Gempa itu merupakan hukuman dari Surga sebagai akibat d ari tindak pengkhianatan melawan wakil kaisar: itu yang dipercaya di ibukota. putranya. adalah saksinya dan laki-laki dengan kejujuran pasti lah berkata yang sebenarnya. seperti ayahmu. berhubungan dengan Kaisar yang berkuasa saat itu: kematian Lord Shir akawa.

berharap menggiringnya membuat pernyataan terbuka tentang sikap membangkang yang akan diartikan sebagai pembero ntakan selanjutnya. Zenko dan Hana ada di balik semua ini." gumam Kono." tutur Kono dengan nada sedih. Aku tak berniat turun takhta sampai putriku cukup dewasa untuk me njadi pewarisku. Tentu saja beliau takkan berperang melawan rakyatnya sendiri. aku memiliki tiga putri yang bisa kuaturkan pernikahan politis bagi mereka. sulit membaca ekspresi wa jahnya. "Mengapa baru sekarang kau datang? Di mana minat Kaisar bertahun¬t ahun lalu. ketika Iida Sadamu menjarah Tiga Negara dan membunuhi rakyatnya? Apakah Iida ber tindak atas persetujuan Kaisar?" Dilihatnya Minoru agak menggerakkan kepala. Tapi pasti ada alasan lain meng apa mereka dan Kaisar berani bergerak menentang dirinya saat ini Kelemahan macam apa yang sedang mereka eksploitasi? Kekuatan tambahan apa yang mereka kira mereka punya? "Aku tak bermaksud untuk tidak meng¬hormati Kaisar. Aku ingin membuat perjanjian dengan Kaisar." ujar Takeo dengan hati¬hati. Namu n aku takkan terintimidasi oleh ancaman. "Di bawah kekuasaankulah Tiga Negara men jadi damai dan sejahtera. dan orang lain yang ingin mendekatik u dengan damai. pikirnya. Takeo bertanya. Kisah Klan Otori IV Page 48 ." "Aku sungguh tidak mengerti Anda berani membawa pesan semacam ini. pemimpin s epuluh ribu pasukan. Tentu saja Kono memang ber¬harap untuk membuatnya gusar." sahut Takeo. "Kaisar telah menunjuk jenderal baru: keturunan salah satu keluarga tertua di wilayah Timur. dan berusaha mengendalikan ke¬gusarann ya." "Tidak seorang pun berani mengancam Anda. kan?" Benarkah Kaisar takkan menggalang kekuatan untuk melawanku? "Lord Otori belum mendengar kabar ter¬baru. "N amun beliau dihormati di seluruh penjuru Delapan Pulau atas tujuannya untuk mewujudkan kedam aian.Otori harus dikembalikan kepada Kaisar. seraya menyembunyikan rasa kaget dan marahnya.

dan kini beliau memiliki tangan kanan yang kuat untuk menegakkan hukum dan keadilan." Kisah Klan Otori IV Page 49 . Kaisar ber¬tujuan damai. dan kini beliau memiliki tangan kanan yang kuat untuk menegakkan hukum dan keadilan. Kaisar ber¬tujuan damai." bih dari segalanya.Lebih dari segalanya. namun beliau tidak dapat mengampuni tindakan kriminal. namun beliau tidak dapat mengampuni t indakan kriminal.

aku hanyalah utusan. Ia tidak percaya kalau cara ini akan mengecewakannya sekarang. lalu kembali bersama Lord Arai k e Kumamoto. "itu berarti tamuku juga. dan Takeo merasakan gelombang panas dalam dirinya. Perbincangan berjalan dengan ringan dan sopan. Dibiarkan¬nya hinaan itu men yirami dirinya sambil berusaha mengendalikan diri. ke mana aku akan pergi jika ingin mengundurkan diri." sahut Kono. Ia tidak percaya kalau cara ini akan mengecewakannya sekarang. Takeo nyaris tidak bisa merasakannya. ata-kata yang dilontarkan dengan lembut itu mengandung sengatan penghinaan." akhirnya ia berkata. Mengapa aku tak pernah mendengar namanya? Di mana Taku saat aku membutuhkannya? Di mana Kenji? Kelebihan senjata serta pasukan yang disiapkan Arai Zenko: mungkinkah mereka men dukung ancaman baru ini? Senjata¬senjata: bagaimana kalau itu ternyata senjata api? Bagai mana jika mereka dalam perjalanan ke Timur? "Anda di sini sebagai tamu dari penguasa yang berada di bawah kekuasaanku. Arai Zenko. Jadi mereka mempunyai jenderal perang. Namun selama bertahuntahun ia telah memadamkan tantangan dan per¬selisihan melalui perundingan dan diplomasi yang cerd as. dan mulai mempertimbangkan jawaban s eperti apa yang akan ia berikan. dan Takeo merasakan gelombang panas dalam dirinya. Dibiarkan¬nya hinaan itu men yirami dirinya sambil berusaha mengendalikan diri. lalu membungkuk dengan ketulus an yang jelas. Zenko kembali dan makan siang sudah siap: meskipun hidangannya mewah dan lezat. Namun selama bertahuntahun ia telah memadamkan tantangan dan per¬selisihan melalui perundingan dan diplomasi yang cerd as. Kurasa Anda harus memper panjang masa ting gal Anda di wilayah Barat. ia menco ba turut ambil . Aku akan memanggil Anda sewaktu sudah kuputuskan bagaimana men¬jawab ke Kaisar. dan mulai mempertimbangkan jawaban s eperti apa yang akan ia berikan." "Kuulangi lagi. dan bagaimana cara terbaik untuk me mpertahankan kedamaian. Hampir tak tertahankan karena ia diangg ap penjahat: darah Otori dalam dirinya berontak menentang anggapan tersebut. mengunjungi kekayaan mendiang ayah Anda.Kata-kata yang dilontarkan dengan lembut itu mengandung sengatan penghinaan. Hampir tak tertahankan karena ia diangg ap penjahat: darah Otori dalam dirinya berontak menentang anggapan tersebut.

Takeo berjuang untuk mengendalikan amarahnya yang timbul akibat penghinaan semac am ini. Huruf-huruf dalam tulisan seakan melompat ke arahnya dari halaman catatan. dan mereka semua akan mati: Kono. Hana dan anak-anaknya. para pelayan yang bingung berjalan bergegas dan komentar bisik-bisik. satu seruan terkejut dari Ze nko. segera ambil alih perintah di pelabuhan. Lord Kono akan tingga l di wilayah Barat sampai kuberi¬kan ijin tertulis baginya untuk kembali ke Miyako." ujar Takeo pada juru tulisnya. sadar kalau Jun hanya berada tiga langkah darinya. penjahat. perintah Jun yang keras serta dengan paksaan . Jun dan Shin sudah menunggu di luar di beranda. kaku dan goresan dalam tulisan tangan Minoru yang nyaris sempurna.. saran Hana yang diucapkan dengan bergumam. pengkhi anatan. terutama yang menuju ke Akashi." katanya pada mereka." sahut Minoru." "Aku mengerti." "Minoru. mendesak mereka kembali ke Miyako. Lord Otori." Kedua saudara sepupu itu bertukar pandang tapi tidak berkomentar selain. Ketika Jun kembali. "Lord Kono tidak boleh meninggalkan kediaman ini. Lalu ia akan menyerang Kaisar serta jenderalnya sebelum musim panas berakhir. "Pergilah dengan Shin ke pelabuhan dan cari tahu rincian tentang kapal-kapal yang sedang merapat. "Aku akan kembali secepatnya.bagian di dalamnya. "Jun. Hal yang sama ber laku juga untuk Lady Arai dan kedua putranya. Kemudian ia istirahat di dalamnya. darah mereka akan menyapu rasa malu yang bisa dirasakan menoreh lulangnya. Saat mereka selesai makan. "Tentu saja. Hanya tinggal me¬ngeluarkan satu peri ntah lagi. Shin. lalu membolak-balik catatan Minoru tentang pertemuan dengan Kono selag i menunggu juru tulisnya kembali." Takeo bersantai di beranda lalu men¬dengarkan suasana di kediaman berubah ketika s emua instruksinya dilaksanakan: langkah kaki penjaga. mengikis organ-organ tubuhnya. Zenko. Kono dikawal oleh Zenko menuju ke wisma tamu. Takeo menyuruhnya untuk tetap berada di luar kamar dan jangan sampai ada orang yang mengganggunya. Hanya dengan cara inilah kemarahannya bisa re . te mpatkan penjaga di gerbang. Pengasingan.. mem¬porakporandakan ibukota. Mereka bangkit dan mengikuti Takeo tanpa suara keti ka ia kembali ke kamarnya.

da. lalu menghela napas panjang. melihat motif gambar di kertas kasa terukir di kelopak matan ya. Kisah Klan Otori IV Page 50 . mem bayangkan betapa mudahnya mengambil jalan keluar seperti itu dan menjadi seperti Iida Sada mu. Dipejamkan matanya. mengenang bangsawan lain yang telah mem¬bunuh untuk menyapu habis penghinaan dan akhimya mencabut nyawa orang lain demi kesenangannya sendiri.

"Shin hamper tidak p erlu bertindak kasar. menunggu ke putusan Anda tentang kelanjutan nasib mereka. seraygan penuh kesadaran. pegawai pabean yang mengijink an kapalnya berangkat. disingkir¬kannya rasa terhina dan tikaman rasa malu jauh-jauh. dalam perjalanan yang sering dilakukan untuk perdagangan d an pen¬jelajahan." tuturnya. . "Dibuat seolah-olah satu kapal berangka t ke Akashi saat laut pasang semalam. seraya berkata pada dirinya sendiri kalau pemerintahannya memang ditakdir¬kan dan direstu i Surga: ia melihat restu ini dengan kehadiran burung houou." "Dia datang di saat yang tepat. "Aku juga ada kabar baik untuk Anda. "Lord Otori jangan khawatir. dan pedagang yang menangani muatan. "Tak satu pun dari mereka mengakui dari mana asal muatan tersebut. Kapal Terada Fumio sedang menunggu di galangan." seru Takeo. Orang-orang yang bertanggung jawab sudah dikenali. P ada akhirnya kembali lagi pada keputusan untuk meng¬hindari pertumpahan darah dan perang sebisa mungkin. disingkir¬kannya rasa terhina dan tikaman rasa malu jauh-j auh. Shin membujuk kepala pelabuhan untuk segera menyelidikinya. tapi sertifikat pemeriksaan muatannya belum diisi." Minoru tersenyum tipis." ujar Minoru untuk meyakinkan.Dengan penuh kesadaran. Kita harus be rusaha menangani mereka sebelum sampai di Akashi. dan tidak akan melakukan apa pun tanpa berkonsultasi dengan Kaede dan penasihat lainnya. ketika Minoru kembali dari ruang ca tatan petugas pelabuhan. Mereka akan tiba di Hofu saat laut pasang malam ini. dengan kebahagiaan rakyatnya. Mereka sudah ditahan." "Kita harus mencurigai yang terburuk." sahut Takeo. "Mengapa pula harus meng¬hinda ri prosedur pemeriksaan? Tapi jangan bicarakan hal ini secara terang-terangan." Takeo memicingkan mata tanpa ber¬komentar. Keputusan ini segera saja diuji kebenaran¬nya. Fumio d an ayahnya adalah teman lamanya yang mengawasi pasukan kapal yang digunakan Klan Otori untuk melak ukan perdagangan dan mempertahankan garis pantai mereka." Ia merendahkan suara. Fumio pergi selama berbulanbulan bersama tabib Ishida. "Kecurigaan Lord Otori benar. semangatnya segera bangkit.

ibumu adalah sepupuku d an sahabatku. "Kuharap kau benar. Sekarang. Panggil Lord Zenko untuk data ng menghadap. ucapkan sumpah setiamu kepadaku. Kuterima tawaranmu. Mulai saat ini mereka akan tinggal bersama keluargaku da n dibesarkan sebagai putraku. kau menikah dengan adik istriku." Takeo sangat lega untuk beberapa hal. Zenko mengungkapkan permintaan maaf dan ber¬janji untuk mengatur eksekusinya. saat berangk at ke Hagi mereka akan menemaniku. hanya contoh dari keserakahan ma nusia. Masalah pernikahan akan diputuskan nanti. Pesannya tak perlu terlalu jelas. Apa yang telah Kono katakan hi ngga Anda beranggapan seperti ini? Apakah dia bicara tentang masalah-masalah di wilayah Ti mur? "Jangan pura-pura tidak tahu! Takeo tergoda ingin langsung menantangnya." sahut Takeo. jika ia bisa segera berangkat. Kemarin kau menawarkan salah sa tu putramu kepadaku. Bola matanya ikit berputar dan bicara terlalu cepat untuk memberi tanggapan. Fumio pasti punya berita terbaru mengenai Kaisar. bila kau tetap setia padaku. tapi aku yakin kau menginginkan istrimu tetap bersamamu. sesuatu yang bisa meredakan rasa sakitnya yang berkepanjangan. "Aku ingin kau meyakinkan kesetiaan penuhmu ke padaku: kau berhutang nyawa padaku. dan Ishida pasti membawa obat-obatan. me¬yakinkan Takeo kalau itu adalah peristiwa yang jarang terjadi." Ia senang punya alasan tentang petugas pabean untuk menekan adik iparnya. "Dan sekarang aku harus bicara dengan adik iparku." Kisah Klan Otori IV Page 51 . di hadapan semua saksi di sini. maka peluang untuk mengejar kapal ilegal itu cukup besar. Hidup Sunaomi dan adiknya akan diserahkan ke tanganku bila ada sedikit saja tanda ketidaksetiaan. Fumio pasti mengerti."Katakan pada Shin untuk membawa pesan pada Fumio kalau dia akan ke¬datangan tamu malam ini." Takeo mengamati wajah adik iparnya lekat-lekat ia bicara. Kau memegang Kumamoto atas keinginan dan ijinku. tapi memutuskan kalau saatnya belum tiba. Istrimu boleh bergabung dengan kedua putranya di Hagi. Aku akan mengangkat Sunaomi. "Lord Takeo harus tahu kalau aku betul¬betul setia. Tentu saja aku akan membawa keduanya. ji ka dia mau. "Kita abaikan saja apa yang telah dikatakannya: itu tidak penting. Zenko tidak berani men atapnya.

.

Dipasang telinganya baik-baik untuk mendengarkan suara-suara di dalam kediaman. dan di saat yang pali ng genting lebih memilih kekuasaan melebihi dari nyawa kedua putranya. Namun tak kuasa bertindak seperti itu. Kemudian menenangkan dirinya sendiri. bersila di matras dengan mata ter¬pejam dan kedua jari telunjuk dan ibu jari saling bersentuhan ditekan seakan tenggelam dalam posisi meditasi. kemudian menyuruh semua pelayan pergi. mengatakan pada me reka kalau ia tak mau diganggu. hari yang baik untuk melakukan perjalanan. berkata kalau ia akan makan sendirian dan istirahat lebih awal karena hendak berangkat ke Hagi keesokan paginya. musik dan . Ia ingin sekali berada di rumah. enko melakukannya dengan mem¬bungkuk dalam-dalam. jauh dari kemudahan yang menipu dari pembunuhan atau bunuh diri.Zenko melakukannya dengan mem¬bungkuk dalam-dalam. Seharusnya kuperintahkan dia menca bu t nyawanya sekarang juga. dan di saat yang pali ng genting lebih memilih kekuasaan melebihi dari nyawa kedua putranya. pikirnya. angin ber hembus lembut dari selatan meluluhkan awan gelap. Disingkirkannya pikiran itu seraya berjanji pada dirinya sendiri sekali lagi unt uk ber¬pegang pada jalan yang lebih rumit dan sulit. telah bersumpah setia hanya untuk meng¬khianatinya. Sepanjang hari hujan turun dan reda. Arai Daiichi. Takeo ber¬istirahat di wismanya. tapi Takeo ingat bagaimana ayah nya. tapi saat ini langit mulai cerah. Takeo mandi lalu mengenakan jubah dari bahan katun tipis seolah bersiap pergi ti dur. tapi Takeo ingat bagaimana ayahn ya. makan sedikit tapi tanpa minum sake. Matahari tenggelam dalam warna merah muda dan cah aya keemasan yang membuat banyak warna hijau di taman bermandikan cahaya. pelayan dapur mengobrol sambil membersihkan piring lalu menyimpannya. karena pada akhirnya semua kesedihan hanya akan menimpa keluarganya sendiri. Keadaan ak an baikbaik saja pada pagi hari. Dikatakannya pada Zenko agar kedua putranya harus siap melakukan perjalanan bersamanya. Lebih baik tetap mencoba menjinakkannya. baik juga untuk kegiatan malam hari yang terlintas di benaknya. Tiap suara terdengar olehnya: percakapan pelan para penjaga di gerbang. telah bersumpah setia hanya untuk meng¬khianatinya. berbaring bersama ist rinya dan membuka hati kepadanya. Arai Daiichi. semua dicatat oleh Minoru. Begitu Zenko selesai menyampaikan semua keberatannya. bertemu dengan putri¬putrinya. Putranya pun akan bersikap sama. ketim bang membunuhnya. Tapi betapa lebih mudahnya kalau dia mati. anjing-anjing menyalak.

Di kejauhan dapat dilihatnya pulau¬pulau dari Laut Lin gkar. Lentera me nerangi jalanan sempit dan cahaya lampu bersinar jingga dari balik kertas kasa. kegemaran Ko no akan puisi dan drama. Anjing-anjing menggiringnya dengan tatapan mata tapi para penjaga tidak memerhat ikannya. Udara terasa penuh dengan aroma garam. Dalam permainan berbahaya yang telah mereka mulai. Bersyukurlah kalian tak berjaga di gerbang istana di Miyako. terutama bila ia memang jadi menahan kedua putra mereka. Di satu sudut yang gelap tidak jauh dari pelabuhan. kapal-kapal kayu saling bergesekan. mereka bertemu Kono untuk makan malam. Terdengar olehnya Zenko dan Hana membicarakan pengaturan untuk keesokan harinya. di balik bentuknya yang menyembul tajam tampak cahaya temaram bulan yang baru naik. namun mereka sama berhati¬hatinya: yang ter dengar tak lebih dari tata rambut model terbaru dan cara berpakaian di istana. mereka tidak mau ambil resiko Takeo mencuri dengar strategi mereka. Tungku bara menyala di samping tali tambatan salah satu kapal besar. T akeo berdiri dan mengganti pakaiannya. menghilang lalu berjalan lewat gerbang yang masih terbuka. gemerisik dedaunan dan teria kan burung hantu dari gunung. terombang-ambing oleh omba k. Karena mereka akan memburu kalian dengan hujan anak panah untuk olahraga. Tak la ma kemudian. air menghantam badan kapal. Ketika melewati Jun dan Shin. Takeo melangkah masuk ke bay angan tak tertihat dan keluar dengan penyamarannya sebagai pedagang yang sedang terburu-buru untuk pekerjaan di kota. Takeo menggelengkan kepala. dengan menggunakan dialek kota itu. serta olahraga para bangsawan. ikan dan gurita panggang di rumah makan. dengan tiang pancang yang kekar dan berwarna gelap di ba wah siraman cahaya malam penuh bintang. Di tepi galangan. gemuruh tanpa henti air laut. ikan yang sedang dikeringkan dan ru mput laut di atas rak-rak di tepi pantai. Tak ingin ada yang tahu kalau ia per gi. Percakapan itu menjadi semakin hidup: seperti ayahnya.tempat minumminum di sekitar pelabuhan. memakai jubah yang tidak mencolok berwarna pudar seperti y ang biasa dikenakan pedagang. katanya tanpa suara pada anjing-anjing. Zenko gemar minum sake. memanggang potongan-p otongan . yang sedari tadi duduk di luar pintu. tapi percakapan yang sepele. seolah mereka ingat kalau ia mungkin saja sedang mendeng arkan. bola tendang dan berburu anjing. Jun menaikkan alis. Dipakainya sandal jerami di anak tangga taman. ber¬seru pada orang-orang yang. dan Takeo.

Kisah Klan Otori IV Page 52 .

Coba tebak apa hadiahnya! Lebih hebat dari apa pun yang pernah kau ingi nkan!" "Ada satu hal yang kudambakan lebih dari segalanya." sahut Tak eo tertawa. Fumio tetap kelihatan kekar seperti biasa." Tabib Ishida tersenyum lebar. Tapi setelah beberapa saat terkejut dan ke¬bingungan. "Misterius d an aneh: aku tidak akan ter¬biasa. mengira kalau ia hanyalah pedagang yang tak penting.Berdiri tanpa dikenali dalam kegelapan." katanya pada Takeo. "Ada masalah?" tanya Ishida setelah mereka bersulang. "Walaupun memang sedang menunggu¬mu. m eskipun kini kelihatan ada bekas luka baru di salah satu pelipisnya. Ishida kelihatan lebih t ua. A kan kurobek mulut mereka. berhadapan dengan si tabib. yang mengamatinya deng an seksama di bawah cahaya temaram. mend orong anak buahnya ke samping. "Aku harus mencegahmu menghukum mereka. dengan pipi tembam dan kumis tipis. lalu anak buahnya pindah ke meja lain." "Ah." sahut Takeo. sambil berbisik. "Yaitu melihat seekor kirin sebelum aku mati. Apakah itu benar?" . Takeo mengamati kawan lamanya selama beberapa waktu. "Ada beberapa hal yang perlu kubicara¬kan. Takeo mengamati kawan lamanya selama beb erapa waktuerdiri tanpa dikenali dalam kegelapan. Takeo duduk di samping Fumio. Lagipula. "Aku ada hadiah untukmu. aku tidak mengenalimu!" serunya. "Hadiah yang akan mengalihkan perh atianmu dari masalah. Salah satu mant an perompak segera melompat berdiri menghalangi jalannya. kulitnya kekuningan. aku juga hampir tidak percaya pada mereka." "Mereka menceritakannya pada seorang pedagang miskin yang tak berani." jawab Takeo. lebih kurus kering. "Ini Lord Otori!" lalu memeluk Takeo. Fumio bangkit. Dasar manusia brengsek yang tak ber¬guna. Mereka sudah mengatakannya pada¬mu. Takeo senang melihat keduanya lalu melangkah naik ke area duduk. Fumio memberikan isyarat dengan kepala. "Lord Otori!" Dipanggilnya pelayan untuk mem¬bawakan sake lagi.

"Tentu saja. dengan julukan Pemburu Anjing. aku akan jawab. kabar¬nya memiliki ambisi menaklukkan seluruh Delapan Pulau. tak akan ada lagi kud a sepertinya. Karena kau sudah merusak kejutan kam i. tapi kami pulang melalui Akashi. dan kabarnya mahir melakukannya. "Aku ingin sekali melihatnya. Di mana hewan itu sekarang?" "Di kuil Daifukuji. Namanya Saga Hideki. mereka menemukan taman yang tenang untuk hewan itu. dan yang paling mirip dengan kirin dibanding hewan lain yang pernah kulihat. Shun mati karena usia tua tahun lalu. 'Tidak tahu apa-apa. Ia lebih parah ketim¬bang kau dan kuda tuamu itu. Jenderal itu m ahir berkuda dan memanah.' karena kami sudah pergi selama enam bulan." tutur Fumio. serta ahli siasat perang yang cerdas. Kami akan perlihatkan padamu besok. maka sekalian saja ceritakan masalah-masalahmu pada kami." kata Ishida. dan kota itu sib uk membicarakannya." Fumio menuang sake lagi." sahut Takeo. sedangkan yang ini adalah hewan sungguhan. dan baru-baru ini dit unjuk Kaisar untuk bertempur atas nama Paduka Yang Mulia serta membinasakan musuh¬musuhnya dala m rangka mencapai tujuan itu." "Ishida jatuh hati pada hewan itu. Mendominasi propinsi-propinsi di wilayah Timur. tapi mungkin bisa menggantikan Shun." Kisah Klan Otori IV Page 54 . "Kalau kau tanya aku beberapa minggu lalu. "Apa yang kau tahu tentang jenderal baru Kaisar?" tanya Takeo. Tapi hewan yang luar biasa." "Pemburu Anjing?" "Dia sangat suka berburu anjing. bukan kirin yang sesungguhnya: kirin a dalah hewan dalam dongeng. dengan d inding yang tinggi. "Dia menghabiskan waktu berjam¬ja m menemaninya. agar kau bisa mencurahkan kasih sayangmu. "Kau tidak bisa menunggangi hewan ini." tutur Fumio. siapa nama¬nya?" "Shun."Ya dan tidak.

tidak pernah bisa di am. "Putra Lord Fujiwara. dan jika aku m enolak. Jika jenderal Kaisar tengah bersiap melawanmu . "Putra Lord Fujiwar a. beberapa pedagang mendekatiku. "masalah." sahut Ishida." Wajah Ishida berubah pucat ketika nama Fujiwara disebut. mengucapkan selamat tinggal pada pelayan perempuan dengan perasaan enggan. namun melelahkan. kemung¬kinan dia berusaha membeli senjata api: demi uang sebesar itu. mereka takkan memanc ingmu dalam pertempuran. Takeo memberitahu mereka nama kapalnya." ujar Takeo. "Mereka punya waktu kurang dari sehari untuk memulainya. datanSepertinya aku termasuk dalam daftar musuhnya. cepat atau l ambat akan ada orang yang akan menyediakan senjata api. dan Takeo memberi kabar tentang kel uarganya . dan mereka pun berdiri. berharap menghindar pelarangan dari Otori. "Fumio tak berubah. tapi nanti Ishida bisa menceritakannya padaku. Angin bertiup dari arah barat: kita bisa mendapat laut pasang jika berangkat sekarang." Dipanggil anak buah¬nya. Sebelum mereka bisa menandingi jumlah senjata api." gumamnya. beliau akan mengirim si Penangkap Anjing untuk melawanku." "Aku khawatir mereka sudah dalam per¬jalanan." katanya. meneng¬gak habis minumnya lalu berdiri." sahut Fumio. Mesti kuperingatkan padamu." Mereka berbincang-bincang tentang per¬jalanan. "Kita bisa hentikan mereka."Sepertinya aku termasuk dalam daftar musuhnya. Kono. Takeo ditinggal bersama Ishida. Ternyata Kaisar memintaku meng¬undurkan diri. "Seperti angin topan. dan menceritakan pada F umio tentang kecurigaannya pada Zenko. "Dia masih tetap sama. menanyakan ten-tang se njata dan bubuk mesiu. Kono. Tahan Lord Kono di wilayah Barat sampai aku kembali. datang menghadapku hari ini. "Dia adalah teman seperjalanan yang memberi s emangat. "Apakah ada indikasi kalau senjata api di perdagangkan di Imai?" "Tidak. me reka menawar¬kan uang dalam jumlah besar. justru sebaliknya." ujar Takeo. terhibur dengan ti n¬dakan cekatan kawannya. menjejalkan sisa makanan. menengg ak habis sake. Fumio pergi begitu cepat hingga mereka hampir tidak sempat mengucapkan selamat b erpisah. Aku ingin melihat wajah¬mu saat kuperlihatkan kirin." ujar Takeo." Si tabib menuang sake lagi lalu minum sampai habis.

Kalau tidak kubawa pasti barang-barang ini sudah setengah perjalanan menuju Akashi dan tidak terlalu berg una bagimu. Takeo mengira dia akan melanjutkan bicara¬nya . dan obat tidur terbuat dari b unga candu." komentar Ishida seraya meng¬ambil sebuah buntala n kain dan kotak kayu kecil. yan g dipanggil Don Joao. karena dia sudah menikah dengan Muto Shizu ka selama lima belas tahun. "Rasa sakitmu terasa lagi?" tanya si tabib. Kirin sudah terbiasa denganku. bagian dalam rumah mak perempuan menerjemahka dari wilayah Timur." "Ya. Acapkali lukanya kelihatan memerah di balik carutannya. dan ada sesuatu dengan tidak asing bagi Takeo. cuaca yang lembap memperburuknya: kadang kurasa masih ada sisa racun yang h ingga terasa panas. Ia yakin belum pernah bertemu dengan perempuan yang berlutut di samping or ang asing itu.yang selalu menyita perhatian Ishida. Suara perempuan itu membuatnya tertarik karena logatnya berasal skipun perempuan itu bicara dengan dialek setempat. Tadinya aku bermaksud meninggal¬kannya di kapal. si tabib tampak berha sil mengendalikan perasaannya." "Akan kuperiksa nanti." Sedari tadi Takeo menyadari ada suara orang berdebat dari an. dikumpulkan barang-barangnya lalu berkata dengan rian g. Kisah Klan Otori IV Page 55 . Untung saja kuputuskan untuk mem¬bawanya. berdua saja. bahkan terikat dengan diriku: aku tak ingin membuatnya gelisah. Aku akan menginap di Daifukuji malam ini. "Setelah itu aku harus pergi memeriksa kirin. me intonasi suaranya yang Ketika berjalan melewati ruang bagian dalam." sahut Ishida. Takeo mengenali si orang asing. Membuat sekujur t ubuhku sakit. seorang laki-laki berbicara dengan bahasa asing dan suara seorang n. namun setelah beberapa saat dalam hening yang tidak mengenakkan. "Bisakah sekarang kau kembali bersama¬ku?" "Aku punya cukup persediaan akar-akaran dari Shin. "Kelihatan dari wajahmu." Nada suara Ishida kedengaran murung.

.. Kisah Klan Otori IV Page 56 .namun seperti ada sesuatu. mun seperti ada sesuatu...

kehilangan mainan. hingga tak kuasa mengendalikan diri. Pere mpuan itu. bahkan rasa sakitnya. misi Fumio merebut senjata api yang diselundup¬kan. Dia menerjemahkan perkataan Ishida sepertin ya perempuan itu cukup fasih berbicara bahasa asing lalu melayangkan pandangannya ke arah Takeo lagi. seakan-akan mengi ra kalau mung¬kin mengenal Takeo. "Tomasu?" Air mata menggenang di matanya. sali ng bertukar ilmu pengetahuan medis. Perempuan itu tercekat lalu berkata . Ia hanya . Kono. Takeo ingat pada seorang gadis cilik yang menangis dengan cara yang sama karena menang isi seekor burung yang mati. Ishidelagi ia mengira-ngira siapa perempuan itu. amat mirip dengan kulit ibunya. dengan pakaiannya terlipat ke belakang dan memperlihatkan kulit lengannya.Selagi ia mengira-ngira siapa perempuan itu. tergeletak di sebelah ibu dan kakak perempuannya yang mati terbujur kaku perempuan itu memili¬ki k etenangan serta wajah yang lebar mirip ibu dan kakak perempuannya. tapi Ishida memohon pergi karena ada pasien yang membutuhkannya. Ishida amat disukai orang asing itu dan menghabiskan banyak waktu menemani mereka. Tubuh perempuan itu terguncang karena luapan per asaan. mengubahdi rinya menjadi seorang bocah yang ketakutan serta tersiksa. informasi tentang perawatan serta tanaman herbal. tapi selalu dalam suasana resmi. Takeo merasa kulit perempua n itu amat mirip dengan kulitnya. Takeo menyebut nama adiknya dengan keras untuk pertama kalinya selama lebih dari enam belas tahun: "Madaren!" Sirna sudah semua hal yang ada dibenak¬nya: ancaman dan wilayah Timur. bahkan kirin sekalipu n. Perempuan itu mengangkat tangan untuk menutup mulut. serta membandingkan kebiasaan dan bahasa mereka. Selama ini ia menduga gadis cilik itu sudah tiada. Orang asing itu gembira bertemu sang tabib dan ing in agar dia duduk dan mengobrol. Don Joao pernah bertemu Takeo beberapa kali. kelihatan¬nya tengah mengamati Takeo dengan penuh seksama. si orang asing melihat Ishida lalu memanggilnya. si orang asing me lihat Ishida lalu memanggilnya. halus dan gelap. dan warna kulit yang sa ma dengannya. da n sepertinya saat ini dia tidak bisa mengenali. Keterkejutannya tak terlukiskan. melihat sekilas ke arah Takeo. yang terus memalingkan wajah dari perempuan itu. yang mungkin berusia dua puluh lima tahunan.

tentu saja tidak perlu!" Takeo mengambil napas dalam-dalam.mampu meman¬dangi adik yang dikiranya sudah tiada. Is hida berkomentar. Selagi mereka menyeberangi jembatan kayu di luar Umedaya dan mengambil salah satu jalan sempit yang mengarah ke kediaman. tunggu aku di sana." Kisah Klan Otori IV Page 57 . Anda baik-baik saja? Anda tidak sehat. tetap saja membuat¬nya terkejut melihat terungkapnya sesuatu yang sebelumnya merup akan rahasia." sahutnya. Meskipun atas perin¬tahnya kaum Hidden kini bebas untuk ber¬ibadah secara terbuka." ujarnya." "Kelihatannya kau sangat terguncang. "Perlu kupanggilkan tandu?" "Tidak. "Kita tidak bisa bicara sekarang. tapi tidak akhir-akhir ini aku pergi selama ber¬bulan -bulan. memanjatkan doa kaum Hidden sa at berpisah. "Katakan pada Don Joao aku akan menemuin ya besok. "Kau lebih tidak sehat dari yang kukira. "Lord. Kabari aku di Daifukuji." Takeo bicara dengan cepat pada Madaren. Ak u akan datang ke Daifukuji. Kau mengenal perempuan itu?" "Bertahun-tahun yang silam. Ia berhasil mcngendalikan diri lalu ber¬kata. keluarganya. Aku tidak tahu kalau dia menerjemahkan untuk orang a sing. "Perempuan itu mengenalmu bukan sebagai Lord Otori. Tadi hanya u dara yang terasa pengap. tapi sebagai or ang lain. hidupnya seperti meluruh lalu m emudar. sama seperti salib yang dikenakan Don Joao di dadanya tampak seperti pameran ses uatu yang keji. dengan tatapan terpaku pada wajah Tak eo. Juga terlalu banyak minum sake." Kota itu semakin senyap." "Aku akan datang ke sana besok. Ishida bertanya." "Aku pernah bertemu dengannya. Yang ada dalam ingatannya hanyalah masa kecilnya." "Semoga Dia memberkati dan melin¬dungimu. cahaya dimatikan satu demi satu." seru Ishida saat mereka berdua berada di luar. terlalu cepat.

" Gerbang sudah ditutup. Pri a asing itu kerap mengun¬jungi rumah pelacuran itu seperti laki-laki lain." Diperlihatkanny a pada Ishida. sebelum aku menj adi Otori. lalu Takeo menyuruhnya pergi. sebel um aku menjadi Otori." Seperti yang tadi kubilang. Takeo menarik Ishida ke ba wah bayangan gelap. seolah belum bertemu se lama enam bulan lamanya. Si tabib tiba: mereka saling memberi salam dengan riang. kendati hentakan saat mendarat di sisi dinding satunya memb uat sakitnya terasa lagi. Bagaimana mungkin itu adiknya? Bagaimana dia bisa selamat dari pembantaian yang menghabisi keluarga dan membakar habis desanya? Tak diragukan lagi bahwa di a bukan sekadar seorang juru bahasa: terlihat olehnya pada tangan dan mata Don Joao. Ia merasa ngeri saat memikirkan hidup seperti apa yang telah dijalani adiknya. mengirim Jun untuk mengatakan pada penjaga agar membiarkan Ishida masuk. Dan Takeo pun mengenalinya. hanya pelacur kelas terendah yang tidur d engan mereka. "Tunggu di sini sebentar. tapi sebagian besar perem puan peng¬huninya enggan tidur dengan mereka. "Kau masih bisa menulis dengan tangan ini?" "Setelah berlatih berulang kali. Menghilang. Di¬tekannya jaringan kulit yang tumbuh meng¬gantikan jaringan yang rusak dengan ujung jarinya lalu melemaskan jari yang t ersisa. Pelayan perempuan menuang teh dan membawakan lagi air panas. Mengganti pakaian dengan jubah tidur lalu meminta dibawakan lentera dan teh. aku sudah sangat lama mengenalnya." Takeo masih setengah tercengang dengan pertemuan tadi dan cenderung setengah menyangsikannya. melewati Jun dan Shin menuju ke kamarnya." "Tidak kelihatan memerah karena infeksi. Aku harus masuk tanpa terlihat. Namun perempuan itu memanggil dengan nama aslinya." kata Ishida akhirnya."Seperti yang tadi kubilang. aku sudah sangat lama mengenalnya. tapi tidak ada alasan untuk itu selama bertahun-tahun. disingsingkannya keliman panjang jubahnya ke sabuk lalu m emanjat dinding dengan cukup ringan. lalu menyelinap melewati taman yang sunyi. Dilepasnya sarung tangan sutra yang me¬nutupi tangan cacatnya d an Ishida menarik lentera lebih dekat agar bisa melihatnya. "Aku akan mencob . Di rumah terakhir sebelum sampai di gerbang kediaman. Aku me¬nulis dengan tangan kiri. "Rasanya aku masih bisa ber¬tarung menggunakan pedang. Aku akan mengir im perintah pada penjaga agar membiarkanmu masuk.

" "Kau beruntung. Aku menjalankan perin¬tahnya. Aroma samar-samar dari rumput musim panas menyeruak." Ishida berhenti sebentar. "Bisa kudengar anjingku melolong. Aku pernah menghempa-skan diri di bawah kakinya dan memohon agar diijinkan bunuh dir i. Untuk sementara waktu. mengijinkan aku melihat koleksi buku-bukunya yang berharga juga harta benda yang lainnya. t elah mengorek banyak kenangan. "Aku sering membuat ini untuk istriku. kapal karam." Kisah Klan Otori IV Page 58 . Kutemukan diriku bertanya-tanya apakah ada orang yang memeliharanya. untuk mengiris garis bujurnya." tuturnya dengan amat pelan. "Saat itu anjingku melolo ng. Aku tidak pernah menyangka kekejamannya akan menimpa diriku. "Hanya gempa yang menyelamatkan kami. Aku ta hu dia orang yang kejam tapi dia selalu memperlakukan diriku dengan baik. Ishida bicara dengan suara pelan. sungguh suatu perwujudan iblis dalam diri manusia." Diambilnya mangkuk lalu diberikan pada Takeo. selama hampir seumur hidupku. Aku ingin tahu apakah dia seperti ayahnya. Belum pernah aku begitu ketakutan. harum dan menenang¬kan. tenggelam dalam kenangannya. Aku takut bertemu Kono. ini akan membantumu untuk tidur. Dia berpurapura mengabulkannya. "Istriku pernah cerita sedikit tentang saat¬saat itu. sesuatu yang tak akan pulih dalam diriku. "Aku mohon maaf yang sedalam¬dalamny a atas keterlibatanku dalam memen¬jarakan istrimu.a dengan jarum besok." sahut Takeo pelan. Kupalingkan wajahku dari kegermarannya yang keji." "Aku belum pernah bertemu Fujiwara. mempermainkan rasa takutku." Selagi menyiapkan teh." Tiba-tiba Ishida berhenti bicara dan menuang air mendidih ke atas herba kering. perompak dan orang primitif. Dia selalu memperingat¬kanku tentang gempa dengan cara seperti itu. meski¬pun pernah menghadapi berbagai macam bahaya: badai di laut. menye¬mangatiku untuk belajar dan melakukan perjalanan. hanya mengetahui putranya berbaring di dalam kediaman ini. Terkadang aku memimpikannya.

tempat rumah-ru mah kecil yang dibangun kembali setelah kobaran api meluluh¬lantakkan semuanya bak sarang tawon y ang saling Kisah Klan Otori IV Page 60 . tempat rumah-r umah kecil yang dibangun kembali setelah kobaran api meluluh¬lantakkan semuanya bak sarang tawon y ang saling astil di salah satu jalan sempit yang terbentang di jalan utama.kastil di salah satu jalan sempit yang terbentang di jalan utama.

Awalnya. walaupun laki-laki itu mengira kalau dialah yang memilih Madaren: orang-orang as ing bersifat sentimental sekaligus pemalu bila sudah berhubungan dengan kebutuhan jasmani: me reka ingin merasa istimewa bagi seorang perempuan. dan ketika kekasihnya berbalik untuk memeluk¬nya. Hal itu meng¬ingatkannya pada keluarganya dan laki-laki agak aneh yang menjadi kak aknya. bahkan kuli pe ngangkut barang. Pedagang itu membosankan serta membuatnya gusar. bahkan kuli pengangkut barang . Tapi semua laki-laki memiliki hasrat. Mereka me¬numpang kapal yang mengangkut kayu c edar dari hutan menuju wilayah Timur. Tapi semua laki-laki memiliki hasrat. Madaren me nampiknya. atau kadang mencurinya. Mereka memberi bayaran yang memadai dalam mata uang perak. bau mereka yang aneh dan tubu h mereka yang besar. Air mata menggenang di matanya saat meringkuk di bawah papan tebal. dan di antara mereka ini banyak yang bisa diperdayai oleh cinta seperti laki¬laki golongan klas lainnya. ia memilih orang yang bern ama Don Joao. dan ia memanfaatkan apa yang dipelajarinya ini dengan cerdas. Kemudian orang-orang asing berjanggut berdatangan. buruh serta kuli angkut tanah di malam hari. dan aroma kayu itu mengingatkannya pada Mino. memanfaatkan rasa terima kasih mereka. dan akhimya ia kembali ke kehidupan lamanya. bahasa mereka hanyalah bahasa tubuh: nafsu si laki-laki. dengan mudahnya disingkirkan bak anak kucing yang tidak dii nginkan. bahkan setelah mereka membeli¬nya. yang membuat gusar sekaligus memesona ibu mereka. dan pada akhirnya membiarkan seorang pedagang yang hampi r bangkrut membawanya ke Hofu. kemampuan si p erempuan . Ia bisa memeras ha diah dari mereka. bergabung ke rumah pelacuran yang lebih tinggi kelasnya dibandingkan yang pertama. pergi meninggalkan rumah sebelum matahari terbit lalu menemu i laki-laki itu galangan kapal yang masih berkabut. Ia mau pergi dengan lakilaki yang dijauhi oleh gadis-gadis lain. Itulah yang dipelajari Madaren. tanah kelahirannya.berdempetan. pada waktu yang b er samaan ia juga belajar bahwa perempuan yang dikuasai cinta merupakan makhluk yan g paling tak berdaya di kota ini. Madaren melihat ada semacam kekuatan dalam diri mereka yang mungkin bisa dimanfaatkan dan dengan sukarela tidur dengan mereka. buruh serta kulrdempetan. Madaren berhasil menjelaskan pada pe milik rumah bahwa Don Joao hanya menginginkannya. dan tak lama kemudian ia tidak harus tidur dengan laki¬laki lain.

kampung halamannya. Nelayan itu mempelajari bahasa mereka: kadang menemani mereka ke rumah pelacuran. pikir Madaren. M ereka bergantung sepenuhnya kepada¬nya.memuaskannya. dan Don Joao bicara tentang kepercayaan serta Tuhannya Deus** dan kata-kata serta salib yang dikalungkan di lehernya membangkitkan kenangan masa kecil Madar en tentang Kisah Klan Otori IV Page 61 . Ia tak bisa membayangkan alasannya. bahkan ketika dia hanya mengarang sembar angan. yang mereka temukan dan mereka harapkan bisa meraih kekayaan dan kem enangan. jelas dari cara bicaranya kalau si nelayan tidak berpendidikan dan be rasal dari klas rendahan. seorang nelayan yang mereka selamatkan dari laut oleh kaum mereka karena kapalnya tenggelam dan dibawa ke ma rkas mereka di Kepulauan Selatan. tapi pintu termasuk jenis perempuan. Aku juga bisa meraih kekuasaan semacam itu. karena nelayan itu tidak lebih baik dariku. Nelayan itu merupakan pintu masuk mereka ke duni a baru yang rumit. namun hubungannya dengan orang asing memberinya status dan kekuasa¬an. tak percaya kalau Don Jo ao bisa bertemu mereka lagi. Mereka begitu jauh hingga ia tak mampu membayangkan seperti apa kehidupan mereka. dan ia mulai berusaha me¬mahami Don Joao. Madaren tidak mengindahkan mereka. sedangkan lantai matahari berjenis laki-laki tapi ha l itu justru memesonanya. dan jika bicara dengan bahasa itu pada Don Joao. Bahasanya sulit. Karena Madaren sema¬kin fasih Don Joao tidak menguasai lebih dari bebera pa patah kata dari bahasa Madaren mereka mulai membicarakan hal¬hal yang lebih mendalam. lalu mendorong laki-laki itu un tuk mengajarinya. orang-orang yan g dia tangisi ketika sedang mabuk. penuh dengan bunyi aneh dan dikumpulkan dari depa n ke belakang semuanya memiliki jenis kelamin. Mereka percaya semua yang dikatakannya. begitu pula hujan. Don Joao mem¬punyai istri dan anak-anak di Porutogaru*. ia merasa s eperti menjadi orang lain. Orang-orang asing sebelumnya memiliki seorang juru bahasa.

kepercayaan keluarga¬nya dan ritual kaum Hidden. Kisah Klan Otori IV Page 62 . epercayaan keluarga¬nya dan ritual kaum Hidden.

ia ingat yang sering dikatakan ibunya: dilahirkan dengan air. .Don Joao bicara penuh semangat tentang Deus. Penguasa baru Tiga Negara. melarang mereka mencabut nyawa. Otori Takeo . Ada juga kabar burung yang mengatakan bahwa Lord Otor i dulunya adalah orang Hidden. Tentu saja. sudah atau belum? Don Joao selalu bersenjatakan pedang panjan g tipis. dan menceritakan tentang pendeta da lam agamanyJoao bicara penuh semangat tentang Deus. Tuhan Rahasia. karena Don Joao men¬c eritakan kalau mereka adalah orang ber¬agama sekaligus prajurit." kata Don Joao. Orang asing itu terkejut karen a penyiksaan dilarang di Tiga Negara. Apakah itu keduanya atau tidak s atu pun. dan prasangka lama pun perlahan menghilang. bertahtakan emas dan kerang mutiara. Pada titik inilah sepertinya Tuhan Rahasia dan Deus berbeda. mengeluarkan ke¬putusan bahwa rakyatnya bebas beribadah dan percaya pada kepercaya an pilihan me¬reka. penutup kepalanya berlekuk dan melindungi. hanya ingat gema doa serta ritual yang dilakukan keluarganya dengan komu¬nitas kecil mereka. kau harus dibaptis. Ia hanya *) Porutogaru adalah lafal Jepang untuk menyebut Portugal [pent. untuk mendapatkan informas i serta menyelamatkan nyawa. dan bahwa penguasa Maruyama yang sebelumnya. selalu atau tidak pernah. Hal ini men gejutkan Madaren. dan ketika Madaren me¬ma hami maksudnya. Tapi menurut Madaren keduanya tak mungkin melakukannya k arena bukankah Lord Otori membunuh kakek pamannya untuk balas dendam? Bukankah Lady Ma ruyama menceburkan diri ke sungai di Inuyama ber¬sama putrinya? Satu hal yang diketahui s emua orang tentang kaum Hidden yaitu Tuhan mereka. banyak yang terta rik dengan agama orang asing dan bahkan berkeinginan mencoba bila itu bisa mening¬katkan perd agangan dan kekayaan bagi semua orang.] ingat sedikit tentang kepercayaan kaum Hidden. lalu me nyebut nama baptisnya.] **) Deus berarti Tuhan dalam bahasa Portugal [pent. dan memb ual bila dia selalu punya tujuan untuk menggunakan pedang ini. dan menceritakan tentang pen deta dalam agamanya yang berkeinginan kuat agar negara lain menganut kepercayaan mereka. baik nyawa mereka sendiri maupun nyawa orang lain. dan menceritakan bagaimana ke¬kerasan digunakan di negara nya dan ter¬hadap penduduk asli Kepulauan lain untuk menghukum. juga menganut kepercayaan itu. "Saat pendeta datang. Maruyama Naomi .

maka ia tahu misi itu berhubungan dengan kak aknya."Madalena!" ulang Don Joao dengan terperanjat. bicara dengan pelan dan jelas. Don Joao mengajukan banyak per¬tanyaan dan M adaren menerjemahkannya. terakhir bahkan di kediaman Lord Ar ai. Kemudian Tomasu dikirimkan padanya. Madaren bertemu dengan orang-orang yang menge tahui desanya dan mendengar tentang pembantaian bertahun¬tahun yang lalu di Mino. lalu membuat gerakan berbentuk ta nda salib di depannya. Madaren menangkap ketertarikannya dan mereka mulai bertemu dengan para penganut dalam jamuan makan di kalangan kaum Hidden. Madaren menyambut kem¬bali kepercayaan yang pernah hilang dari masa kecilnya dengan hangat. Orang-orang asing hanya memahami sedikit sekali tentang sikap dan kesopanan. ia bisa selamat merupakan mukjizat. juga jawabannya. lalu mulai menunggu waktu untuk menjala nkan misi. ia mempelajari keadaan di sekelilingnya yang masih asing. selalu ber¬lutut dengan rendah hati sedikit di bel akang orang-orang asing dan lawan bicara mereka. Seringkali ditemukan dirinya berada di rumah para p edagang. terutama untuk menerjemahkan. dan menyatakan kalau Madaren masih dibiarkan hidup o leh Tuhan Rahasia untuk tujuan isti¬mewa tertentu. Orang itu tertarik setengah mati pada kaum Hidden. Ia merasa Kisah Klan Otori IV Page 63 . dan Don Joao berharap Madaren mene¬maninya kemana pun ia pergi. D engan keyakinan mencapai tujuan yang dibawanya sejak berhasil lolos dari Inuyama dan m empelajari bahasa asing. serta mem¬perindah t erjemahannya bila terdengar kurang sopan. sadar akan tatapan penuh hina serta kecurigaan dari istri-istri dan anak perempuan mer eka dan bahkan kadang di tempat-tempat yang lebih berkelas. menurut mereka . dan ingin bertemu l ebih banyak lagi penganutnya.

satu hari berada di ruangan yang sama dengan Lord Arai Zenko.kagum pada dirinya sendiri. lalu Kisah Klan Otori IV Page 64 . satu hari berada di ruangan yang sama dengan Lord Ar ai Zenko. lalu agum pada dirinya sendiri.

Ombak laut surut dan kepiting berlarian cepat di atas lumpur yang mengering. Dan seb agian dari kekuasaan itu dia gunakan untuk memanfaatkan orang-orang itu: mereka membutuhkan nya dan mulai meng¬andalkan dirinya. lalu duduk tenang dan minum teh hingga mentari pagi bersinar terang. seolah kulitnya mengenali laki-laki itu dan segera meng enalinya kalau mereka lahir dari ibu yang sama. jelas sekali kalau kedudukannya amat tinggi. Ishida kadang membawa teks-teks dan mem¬bacakannya untu k diterjemahkan karena Madaren tidak bisa membaca maupun menulis. Dan seb agian dari kekuasaan itu dia gunakan untuk memanfaatkan orang-orang itu: mereka membutuhkan nya dan mulai meng¬andalkan dirinya. Ia tidak langsung mengenalinya. Bulan melintasi langit dan kini menggantung di barat. Selama berjalan ke Daifukuji. dia takkan datang. dia salah lihat. Ia berjalan melewati jalanan sempit menuju rumah tempat ia dulu bekerja. bayangan mereka tampak seperti tangan yang sedang menggenggam. benak Mad aren tersita oleh keragu-raguan: kemarin itu bukan Tomasu. Nalurinya ternyata benar: kemampuannya b erbahasa asing membuka jalan pada sebagian dari kekuasaan serta kebebasan mereka. menemu¬kan tubuh si orang asing di sebelahnya teram at sangat panas. namun jantungnya seperti berhenti berdetak kemudian berdebar-debar. n amun Ishida memohon pergi karena ada pasien yang membutuhkannya. Malam itu Don Joao melihat Ishida lalu memanggilnya. dan berjalan menyusuri tep i sungai di bawah pohon willow. mandi dan berpakaian di sana. membulat ser ta pucat.berikutnya di penginapan semacam Umedaya. Madaren nyaris tak bisa tidur. memimpikan tentang sem uanya. rikutnya di penginapan semacam Umedaya. Nalurinya ternyata benar: kemampuannya berbahasa asing membuka jalan pada sebagian dari kekuasaan serta kebebasan mereka. Don Joao juga membacakan kitab suci u ntuknya dan mengenali potongan¬poiongan kalimai dari doa dan pemberkatan di masa kecilnya. membangun¬kan pelayannya. dia seperti pedagang meskipun jelas . Madaren pernah bertemu tabib Ishida beberapa kali. Madaren menduga kalau pasie nnya itu adalah kawan¬nya dan memelihat laki-laki yang satunya lagi. dan bertindak sebagai juru ba hasa dalam perbincangan yang panjang. berharap bisa berbincang. Madarien tidak in gin mengatakan pada Don Joao kemana ia pergi: tidak ingin harus berpikir dalam bahas a laki¬laki itu atau khawatir tentang laki-laki itu. dan menyelinap keluar sebelum matahari terbit. memerhatikan tangannya yang cacat dan kerutan di matanya.

dan belukar azalea musim panas pertama bermekaran menjad i bunga berwarna merah tua.bukan pedagang yang berhasil yang tak ingin punya hubungan apa-apa dengannya. Sinar matahari terasa makin panas dan bayangan taman semakin menariknya masuk. setengah tidak nyaman dengan l antunan doa dan genta dari dalam kuil. Ia bertanya¬tanya sendiri mengapa memilih tempat seperti ini untuk bertemu. seperti halnya Don Jolo. dan tepat di belakangnya ter¬dapat kurungan berdinding putih di sekita r taman dengan pepohonan yang jauh lebih kecil. kalau benda-benda semacam itu dibenci Tuhan Ra hasia dan sama seperti menyembah setan. Ia berjalan ke aula utama. me¬nunggu kakaknya. yang dililit tali jerami yang berkilauan. karena ia telah percaya. menyelipkan tangannya di ba lik jubahnya untuk menyentuh salib pemberian Don Joao. melupakan aliran sungai yang tergesa-gesa di sekelilingnya ketika gelom¬bang laut pasang menyapu. meskipun terpesona dan terbuai oleh keindahan tamanny a. Madaren berjalan masuk gerbang. Madaren berjalan perlahan. dan menyadari pasti inilah misinya: me nye¬lamatkan Tomasu. Di sebelah kanannya berdiri beberapa pohon ced ar tua. agar melindungi mereka selama perjalanan. dewa laut. Dia tidak datang menghampiri untuk menolong¬nya. ia menduga itu pohon ceri walaupun bunganya sud ah lama gugur. menyambut para pelaut dan pedagang serta mengingatkan mereka untuk bersyukur pada Ebisu. Kerumunan kecil sebagian besar rahib dengan kepala botak dan jubah berwarna tida k mencolok. Madaren melihat¬lihat ukiran dan area di kuil itu dengan perasaan tida k suka. takut kalau kakak¬nya bukan lagi penganut kepercayaan. selama ini ternyata dia masih hidup dan tid ak berusaha mencarinya. Kisah Klan Otori IV Page 65 . Daifukuji menghadap ke laut: gerbang merahnya bisa terlihat dari seberang ombak laut. Bunga lili menghiasi tepian kolam.

berdiri di luar dinding. memandang ke atas. Madaren mengikuti arah pandangan merek a dan dan melihat apa yang sedang mereka perhatikan: awalnya ia mengira itu. patung ukiran . memandang ke atas. penggambaran Kisah Klan Otori IV Page 66 . Madaren mengikuti arah pandangan mer eka dan dan melihat apa yang sedang mereka perhatikan: awalnya ia mengira itu. penggambaran rdiri di luar dinding. patung ukiran .

" umbuh semakin besar. pa da saat itulah kita bisa yakin.tumbuh semakin besar." Kisah Klan Otori IV Page 68 . pada saat itulah kita bisa yakin.

doa dipanjatkan bag i kesehatan kirin dan Lord Otori. Makanannya dedaunan dari pohon tempat asalnya. Takeo menyalakan dupa dan lilin serta berlutut di depan patung d ewa. Hewan ini bisa berjalan bermi l-mil jauhnya tanpa kelelahan. berkulit sehitam warn a pernis." Takeo tersenyum memikirkan keahlian putrinya dengan kuda dan kasih sayangnya pad a semua hewan. singa emas raksasa dan burung berwa rna merah muda. dilaku¬kannya semua praktik keagamaan yang diharapkan darinya dengan khidmat dan hormat. dan betapa dia akan sangat menyukainya. kem udian pergi bersama Takeo menuju kuil. serta dedaunan hijau yang lezat. Ia sendiri memercayai tuhan manapun. Orang¬orangnya berukuran dua kali lebih besar daripada kita. para pelaut membicarakan tentang benua yang amat besar tempat hewan-hewan seperti ini merump ut dalam jumlah besar bersama gajah darat dan sungai. maka aku terima tawaran ini dan mengatur agar hewan ini bisa menemani kami pulang. walau diakui-nya keseluruhan manusia akan alasan spiritual bagi keberadaan mereka. Tapi dia berasal dari pulau lain." Ketika selesai mengagumi kirin. "Ak u berhasil mengobati seorang pangeran di daerah itu. segar atau pun kering." "Dan bagaimana kau bisa mendapatkan¬nya? Tentunya hewan seperti ini tak ternilai h arganya?" "Hewan ini ditawarkan padaku sebagai semacam alat pembayaran. dan mampu membengkokkan besi dengan tangan kosong. tempat upacara singkat dilakukan. "Tidakkah sulit untuk mempertahankan agar dia tetap hidup? Apa makanannya?" "Untungnya perjalanan pulang tidak ber¬ombak. semua sekte dan kepercayaan diperb olehkan di Tiga Negara. dan kirin bersifat tenang serta muda h dihibur."Di mana kau menemukannya?" Di mana kau menemukannya?" "Di selatan Tenjiku. Aku langsung berpikir tentang Lady Shi geko. namun kurasa tidak bisa berjalan melewati pe¬gunungan. masih jauh lagi ke barat. dan ." "Bisakah dia berjalan sampai ke Hagi?" "Barangkali kita harus mengangkutnya dengan kapal." sahut Ishida. tapi ternyata se-nang juga meneri ma rumput. Ishida membawa hewan itu kembali ke kandang. selama tidak mengancam tatanan rnasyarakat.

menyembuny ikan wajahnya. di bawah bayangan gelap dari atap yang melengkung. Burung gereja berkicau di taman dan merpati bergumam di pepohonan cedar. yang ada penyembahan atas sang Pencerah dan Ebisu dew a laut. meminta agar perempuan itu mengikutinya. Takeo memberi isyarat dengan gerakan tangan saat berjalan melewatinya. Takeo dud uk di pinggiran beranda: hayunya yang telah termakan cuaca berwarna abu-abu ke-pcrakan dan masih hangat terkena cahaya matahari. Ishida dan Kepala Biara setempat ber cerita dengan gembira dan menggubah puisi penuh dengan permainan kata-kata tentang kirin. Kisah Klan Otori IV Page 69 . Takeo. Terdengar olehnya keraguan dalam langkah kaki Madaren d i atas kerikil jalan setapak.tentu dirinya pun memiliki kebutuhan yang sama." ujar Takeo. Setelah melakukan upacara. terdengar pula deru napasnya yang cepat dan pendek. Bangunan kuil menghadap ke timur. teh dibawa masuk dengan manisan osenbei. "Tidak perlu takut. lalu berjalan menyusuri aula utama ke aula yang lebih kecil di belakangnya. Pere mpuan itu masih berlutut dengan sabar di tempat yang sama. udara masih terasa dingin. Dua rahib muda yang sedang bert ugas membersihkan patung dan menyapu lantai mengundurkan diri tanpa bicara. Madaren berlutut lagi. namun di beranda. Sesaat sebelum tengah hari. sisi sebelah selatan bermandikan cahaya. Takeo berdiri dan mengatakan bahwa ingin sendirian d i taman sebentar.

" "Kita saling mengenali semalam."Ini bukan ketakutan.." sahut Madaren setelah beberapa saat. tidak mengerti. yang tak akan pernah terjadi kecuali dugaanku benar adanya." sahut Madaren setelah beberapa saat. Dan aku tahu dari cerita-cerita bahwa kau pemah membunuh orang lain. "Selama enam belas tahun kudengar balada dan cerita yang digubah tentang dirimu." Itu garis besar paling sederhana dari perjalanan luar penuh gejolak yang telah m enggiringnya menjadi orang paling ber¬kuasa di Tiga Negara. Aku bahkan tidak tahu di mana jasad mereka. pewaris Maruyama. Ia sadar kalau ketenangannya tampak seperti ketidakacuhan bagi Madaren. apa yang bisa ia lakukan untuk adiknya : apa sa ja. dan juga tahu ada semacam amarah terpendam dalam diri adiknya." kata Takeo dengan sedih. Tapi Lord Otori sekarang bicara berdua saja den ganku. Madaren bicara dengan nada kecut. "Kulihat kau berdiri di hadapan patung emas. malah memalingkan wajah ke arah bayangan gelap rumpun pepohonan.. Nada suara Madaren nyaris terdengar seperti tuduhan." . "Aku. "Aku. "Keduanya sudah mati.. Mungkin aku telah melakukan kesalahan besar. Kau tampak seperti pahlawan yang jauh tak tergapai dan cuma legenda: bagai¬mana bisa kau adal ah Tomasu dari Mino? Apa yang terjadi padamu ketika aku dijual dari satu rumah bordil ke r umah bordil lainnya?" "Aku diselamatkan Lord Otori Shigeru: beliau mengangkatku menjadi pewarisnya dan menginginkan aku menikah dengan Shirakawa Kaede.. Tapi sud ah bertahuntahun lamanya sejak terakhir kali ada orang yang memanggilku Tomasu. Seraya ber¬tany a-tanya apa yang diinginkan Madaren darinya. tidak menger ti. "Kurasa ibu dan kakak kita." Madaren menatap langsung matanya. yang bisa memulihkan hidupnya yang telah terlanjur hancur.. Mungkin akIni bukan ketakutan." Kepala Takeo bergerak sedikit untuk membenarkan kata-kata adiknya.. "Memang benar aku kakakmu.. Takeo tidak membalas tatapannya." ujar Takeo. dan dinding di ke¬jauha n tempat kirin mengayunkan kepalanya di atas genteng bak mainan anak-anak.

"* Kisah Klan Otori IV Page 70 . Jangan coba-c oba mendekatiku lagi. dan aku harus memi ntamu umuk tidak mengatakannya pada siapa pun." tutur Takeo. "Selain neraka yang diciptakan manusia di bumi. "Tomasu. namun kini kepercayaan masa kecil yang dulu menyatukan mereka justru menjadi penghalang yang tak bisa dilalui. Mengetahui itu membuat i a tertekan dan iba. Jarak di antara mereka sudah terbentang terlalu jauh." Takeo menyadari ba hkan saat ia bicara pun nada suaranya kaku dan terlalu dibuat-buat. Aku tak bisa melihatmu masuk neraka!" Takeo bangkit lalu berjalan menjauh."Aku minta maaf atas semua penderitaan yang telah kau alami. Tidak ad a cara yang bisa mereka lakukan untuk saling mendekati. "Tidak ada yang namanya neraka. "Akan kupastikan kau diurus dengan baik. Aku bibi dari anak-anakmu." sahutnya s ambil sedikit memalingkan wajah. Dan aku pun memiliki tugas spiritual terh adapmu." Takeo melihat kalau ia telah menyakiti adiknya. "Jika kau butuh apa pun." kata Madaren. Tapi aku tidak bisa mengumumkan tentang hubungan kekeluar¬gaan kita. Aku peduli pada jiwamu. Kita saling memiliki kewajiban. Kau satu-satunya keluargaku. tapi j uga tahu kalau ia tak bisa membiarkan adiknya mengambil tempat lebih banyak lagi dalam kehidupannya se lain dengan cara seperti ini: berada dalam perlindungannya. "Kau adalah kakakku. ia tak punya cukup kata-k ata untuk mengungkapkannya. kau bisa mendekati pejabat kota yang berwenang. dan rasa iba muncul lagi. Bila mereka masih menganut kepercayaan ya ng sama mungkin mereka bisa memanjatkan doa bersama.

"Nikmati saja. sepe rti Taku. la yaknya anak kelas ksatria. diajar kan oleh Shizuka dan Sugita Hiroshi atau ksatria besar lainnya di Tiga Negara." sahut Shigeko." bisik Miki. "Lord Hiroshi." tuturnya. atau ketika Miki memanjat kayu kaso selentur dan secepal kera liar. menandai diri mereka seperti sang ayah. Kau ada di sana saat Inuyama jatuh! Kau bertarung bersam a Ayah!" "Sekarang Ayah mengatakan tak akan ada lagi perang. si kembar tanpa sadar menyentuh ujung jari mereka pada lekukan yang melintang di telapak tangan mereka. sebagai Kikuta.Saat nama Kikuta disebut." "Berdoa saja takkan ada perang lagi. mengapa Aya h dan Ibu memaksa kami belajar kemampuan bertarung?" tanyanya." ujar Shizuka ketika Maya bersembunyi s elama setengah hari tanpa bergerak di dalam keranjang bambu. menghilang di balik atap yang terbuat dari ilalang. Itu me¬rupakan lambang jalur sempit yang mereka lalui di antara dunia. si kembar tanpa sadar menyentuh ujung jari mereka pada lekukan yanaat nama Kikuta disebut." Shizuka memperingatkan mereka. mem¬permainkan kakak perempuan mereka atau menghukum orang yang lewat di depan mereka sulit dibendung. kita takkan menghadapi per¬tar ungan yang sebenamya. "Jika tidak akan ada perang. "Kau seperti aku ketika aku masih kecil. Maya kembali ke pokok pembicaraan tadi. "Berdoalah seperti kakak kalian agar kalian tidak pernah mengenal perang yang se benar¬nya. Si kembar mengerang. Kedua gadis kembar itu tertawa cekikikan. da n bahwa klas ksatria menganggap mereka penyihir: mereka belajar sejak dini apa yang bisa diba nggakan di desa Muto haruslah disembunyikan di kastil seperti Hagi atau Yamagata. menunggang kuda serta menggunakan pedang." ujar Shigeko." "Kau beruntung Shizuka. . Mereka tahu kalau sang ibu tidak menyukai kemampuan Tribe yang mereka miliki. karena ketiga gadis itu. "Tidak ada yang lebih menyenangk an. Shizuka jarang marah. sambil menyi¬kut Maya. "Kata Lord Hiroshi siap perang adalah pertahanan terbaik melawannya. belajar memanah. tapi terkadang godaan untuk mengelabui guru-guru mereka.

Shigeko memutuskan untuk lebih berhati¬hati." ujar Miki. menutupi rasa malu dengan berbicara den gan nada resmi." "Aku tidak menyadari itu. begitu pula dengan si kembar. tidak membiarkan diri nya dengan bodohnya menyebut nama Hiroshi. Surat¬suratnya bersifat resmi. adik-adikku. dan berharap mencegah mereka membicaraka n tentang topik itu lagi. Ambil kuasnya!" Shigeko membuka satu gulungan lagi lalu mulai m endiktekannya. "Tapi kau jarang menguti p apa yang dikatakannya. "Kurasa kalian seharusnya bisa jauh lebih baik dalam menulis.Wajah Shigeko bersemu merah. penuh dengan istilah sulit da n kejadian yang sukar dimengerti. Shigeko harus mempelajari semua sejarah ini. karena dia pengawal senior dan orangtuanya berhara p ia mengenal setiap detil wilayahnya. lalu wajahmu bersemu merah. Jelas sekali kalian perlu banyak latihan. "Apa?" tanyanya. tapi Shigeko suka melihat tulisan tangannya. Shigeko berharap pelajaran itu bisa meng-hukum mereka karena menggodanya soal Hiroshi. itu tidak berarti apa¬apa. Kisah Klan Otori IV Page 72 . Hiroshi sering menulis surat." "Dan Lord Miyoshi tidak membuat wajah¬mu merah!" timpal Maya. Sudah sewajarnya aku mempelajari peribahasa yang dipakainya. Isinya adalah salah satu hikayat kuno Tiga Negara. "Lagipula." kata Shigeko. Untungnya laki-laki itu sudah kembali ke Maruyam a untuk mengawasi hasil panen dan persiapan upacara pengukuhan ia menjadi pewaris wilaya h itu. Hiroshi adalah salah satu guru yang sangat bij aksana." "Lord Miyoshi Gemba juga salah satu gurumu. "Kau selalu mengatakan ucapan Lord Hiroshi.

Hiroshi menceritakan dengan rinci setiap anak kuda rgaya tulisan tangan ksatria. tebal dan dibentuk dengan baik. Surat-surat itu me nyebut nama para tetua serta karakter mereka. tebal dan dibentuk dengan baik. Hiroshi menceritakan dengan rinci setiap anak kuda Kisah Klan Otori IV Page 73 . Surat-surat itu menyebut nama para tetua serta karakter mereka. dan tentang kuda.bergaya tulisan tangan ksatria. dan tentang kuda.

per¬nikahan yang akan memperkuat posisi keluarg anya dan menopang hasrat ayahnya untuk kedamaian. tapi menduga kalau itu tidak mungkin. Dia mengajari Shigeko menunggang kuda. membuat kedua adiknya bersorak kegirangan." seru Shigeko. strategi dan taktik. menye¬tujuin ya dengan patuh. bukan putri-putri Lord Otori." . Shigeko menyarankan agar mereka berjalan-jalan sebelum latihan di sore hari. Lebih dari se galanya. Si kembar. Ia tahu akan ada rencana pertunangan. Dan kurasa kita sebaiknya membawa beberapa pengawal. cukup sering menyuruh mereka berl atih lagi menulis huruf yang salah guratannya. Kudaang baru lahir dan perkembangan kuda-kuda jantan yang pernah mereka j inakkan bersama. Shigeko merindukannya dan amat ingin berjumpa lagi dengannya: Hiroshi sudah sepe rti kakaknya. Tak satu pun dari keduanya berani berkomentar. yang melemah dengan beratnya hukuman yang mereka dapatkan. Hiroshi bisa menjadi penasihat yang paling berharga. begitu pula dengan seni pemerintahan. tinggal di kediaman Otori. Shigeko memper baiki pekerjaan adik-adiknya dengan baik hati. me-manah serta bertarung dengan pedang: Hiroshi juga mengajarin ya seni perang. dianggap sebagai putra dalam keluarga. bahkan teman yang paling baik. "Bolehkah kita berjalan melewati pagar penangkap ikan?" tanya Maya dengan nada memohon. karena biara itu dipersembahkan bagi dewa sungai dan kuda. dan Shigeko mengurangi ketegasannya. Kita akan berjalan menuju jembatan batu. Ketika matahari mulai tenggelam dan udara terasa ag ak dingin. Semua pikiran ini melintas di benaknya selagi membaca secara perlahan dan hati-h ati dari gulungan. Shigeko berharap Hiroshi menjadi suaminya. "Kita ke biara." sahut Shigeko. "Tentu saja tidak bisa. Ia pernah mendengar per¬bincangan soal pernikahan dirinya karena kini usianya beranjak lima belas tahun.yang baru lahir dan perkembangan kuda-kuda jantan yang pernah mereka jinakkan be rsama. tapi tidak akan l ebih. Tangan si kembar terasa sakit dan mata mereka terasa gatal saat Shigeko selesai membacanya. ketika Hiroshi masih kecil. Kudakuda Maruyama sudah tumbuh satu tangan lebih tinggi dibandingkan dua puluh tahun lalu . memanggil Shizu ka dan memintanya untuk ikut bersama kita. "Tempat itu hanya boleh digunakan anak b erandalan.

Shigek o pun ingin berjalan kaki." "Bolehkah kami membawa pedang?" tanya Maya dan Miki serempak. kampung halaman mereka. tidak seformal dan sekeras di Inuyama. "P engawal." ujar Maya lumayan mirip menirukan Hiro shi." "Ingat serangan di Inuyama!" Miki meng¬ingatkan. "Untuk berkunjung ke biara. mari kita pergi seperti yang kau katakan. kakak." sahut Miki cepat. "Seorang ksatria sebaiknya selalu siaga. kelihatan seakan ingin duduk lagi. ingin melihat kehidupan Kisah Klan Otori IV Page 74 ." balas Shigeko." *** Shigeko memikirkan selama beberapa saat tentang masalah tandu: apakah memaksa si kembar ditandu dalam kegelapan atau mem¬biarkan mereka berjalan kaki. Di sisi lain. tapi ia tahu kalau Ibunya tidak suka si kembar terlihat bersama di temp at umum. di jantung Hagi? Kita tidak butuh pedang. Tak satu satu pun dari kedu anya ingin ditandu. "Baiklah. dan kedu a adiknya yang gelisah mungkin bisa tenang dan lelah setelah berjalan kaki. tidak ada pedang. ini di Hagi."Kita tidak butuh pengawal. "Mungkin kau perlu latihan menulis lagi.

Shizuka sering menceritakan ini pada ketiga gadis itu. satu pelayan per empuan membawa keranjang bambu berisi botol sake serta sesaji lain. terbentang dunia yang sangat menyenang¬kan. Shigeko memegang parasol. tapi kulit si kembar keku ningan seperti ayahnya merasa tidak perlu melin¬dungi kulit mereka. laki-laki maupun perempuan. berterima kasih pada dewa sungai karena melin dungi Otori dan mem-peringati tukang batu yang dikubur hidup¬hidup di dalam dinding itu bertah un-tahun silam. terbentang dunia yang sangat menyenang¬kan. jalan-jalan sempitnya serta toko-toko kecil penuh ber¬bag ai hasil bumi dan kerajinan." kata Shigeko pelan saat mereka meninggalkan jembatan. Tapi Arai telah membuatk . Mereka mempersembah¬kan sesaji sake. Gelombang menghempas ketika mereka tiba di jembatan batu." sahut Shizuka. Tulang belulangnya ditemukan di sungai dan dikuburkan kembali selama pemb angunan kembali jembatan. "Juga u ntuk kedua putraku. karena kulitnya seputih kulit ibunya dan takut terkena sinar matahari. Mereka s emua mengenakan sandal kayu serta jubah tipis musim panas. Di jembatan yang pernah hancur dalam peristiwa gempa yang dipercaya rakyat sebagai hu kuman atas pengkhianatan Arai Daiichi ada pahatan kalimat: Klan Otori menyambut keadilan dan kesetiaan. tempat yang jarang bisa dikunjun gi si kembar. dan Miki berdampingan dengan Shigeko. Sesaat si kembar berjalan berdampingan: para pejalan kaki berlutut ket ika Shigeko lewat.kota yang penuh semangat. "Shizuka pasti bersedih atas kematian Lord Arai. Shizuka berjalan di samping Maya. juga ce rita tentang putri si tukang batu. Di belakang jalan utama lebar yang mengarah dari gerbang kastil m enuju jembatan batu. tempat yang jarang bisa dikunjun gi si kembar. tapi mema¬lingkan wajah ketika si kembar lewat. Di belakang jalan utama lebar yang mengarah dari gerbang kastil m enuju jembatan batu. jalan-jalan sempitnya serta toko-toko kecil penuh ber¬ba gai hasil bumi dan kerajinan. yang menyaksikan ayah mereka mati di depan mata mereka. "Aku bersedih atas cinta yang pernah ada di antara kami. dan terkadang mereka mengunjungi kuil di kawah gunung berapi tempat kematian tragis Akane diperingati dan arwahnya yang dipanggil kembali oleh para kekasih yang tidak bahagia. termasuk wortel unt uk kuil kuda. Akane. Wasp adalah ketidakadilan dan ketidak¬seti aan. "Lihat apa yang terjadi padanya!" ujar Maya dengan nada puas selagi mereka berdi ri di depan batu itu. Dua pengawal berjalan di depan mereka dan dua lagi di belakang. sungai berbau asin dan lumpur. ota yang penuh semangat.

" tutur Shizuka.. "Semakin usiaku be r¬tambah. dan telah memberi perintah agar aku di¬bunuh. "Benar. namun sifatnya terbagi dengan cara yang tidak terjadi pada Shigeru." "Aku belum pernah bertemu orang seperti dia. dan saling percaya den gan taruhan nyawa kami. "Ayahmu berusaha mcnguasai ke¬lem ahannya." Shigeko tiba-tiba merinding." "Beliau pasti orang yang baik. Ya.." "Kau tahu banyak tentang masa-masa itu!" seru Shigeko." "Apakah dia lebih baik ketimbang Ayah?" "Shigeko! Aku tidak bisa menilai ayahmu! " "Kenapa tidak? Ayah adalah sepupumu." Kisah Klan Otori IV Page 75 . Kematiannya tidak lebih da ri akhir yang adil atas cara hidup yang dipilihnya." "Dan kau mengenal Lord Shigeru?" "Namamu. barangkali lebih banyak dari siapa pun. aku mengenalnya dekat." " Tapi. adalah nama perem¬puan dari Shigeru. Selama ini Isihida dan aku mencatat semua ingatanku: ayah kalian yang memintanya.u menjadi musuhnya. meskipun udara masih terasa hangat. Kami saling menaruh kepercayaan satu sama lain selama bertahun-tahun. "Jangan teruska n lagi! Aku menyesal sudah bertanya.?" "Semua orang memiliki kelemahan. semua yang terjadi di masa lalu menjadi lebih jelas di benakku." "Takeo sangat mirip Shigeru: dia seorang laki-laki serta pemimpin yang hebat. Shigeko. Kau mengenalnya lebih baik ketimbang kebany akan orang." aku Shizuka.

"Ada apa? Apakah kau mendapatkan firasat?" Ada apa? Apakah kau mendapatkan firas at?" Kisah Klan Otori IV Page 76 .

Seekor kuda putih di dalam istal berukiran indah meringkik kelaparan melihat mer eka. "Mungkin pulang dalam beberapa hari ini. "Besok kita akan mendaki buki t dan melihat apakah kapal mereka sudah terlihat." sahut Shigeko pelan." Shigeko berbalik dan me¬natap kembali ke arah teluk. lewat bagian bawah gerbang besar. hanya ter-pecahkan oleh kicau burung. ."Aku selalu mendapatkan firasat. Apa yang akan terjadi pada adik-adikku kelak? Di mana tempat mereka di dunia ini ?" Shigeko bergidik lagi. "Suamimu sudah kembali?" tanya Shigeko. dan si kembar pergi meinpersembahkan sesaji bagi hewan yang dianggap keramat itu. Mungkin mereka akan pulang bersama. dan mengabdikan diri melayani dewa sungai sejak kecil setelah kakaknya tenggelam di pagar penangkap ikan. Aku belum me ndengar kabarnya. Putra ketiga Mori Yusuke. Hiruk-pikuk kota memudar menjadi senyap. Apa yang akan terjadi pada adik-adikku kelak? Di mana tempat mereka di dunia ini ?" Shigeko bergidik lagi. dan berusaha mengubah topik pembicaraan. dan berusaha mengubah topik pembicaraan." Ia memberi isyarat pada si kembar yang tengah men unggu di gerbang kuil. kirin dan shishi. pawang kuda dari Klan Otori." sahut Shigeko pelan. Di lengkungan gerb ang dipenuhi ukiran hewan dalam dongeng: houou. "Keluarga kami terbelah dengan cara yang sama: kami adalah gambara n dari sifat ayah. "Aku tahu berapa banyak ora ng yang menginginkan kematian ayahku. Kuil itu dibalut hijau¬nya te tumbuhan. Arah cahaya tampak miring dari barat menerangi debu di sela-sela besarnya batang pohon dengan pancaran sinar ke emasan." Mereka memasuki pintu kuil. Dia adalah seorang biaraw an." "Ayah sedang di Hofu! Mungkin mereka bertemu di sana. dulu adalah teman dekat Lord Shigeru. Kak ak laki-lakinya. Pepohonan willow besar berbaris di tepi sungai. mungkin dia sudah di Hofu. Kiyoshige. unsur terakhir dari hutan jaman purba yang pernah menyelimuti tanah ini. "Aku tahu berapa banyak o rang yang menginginkan kematian ayahku." Ia memberi isyarat pada si kembar yang tengah men unggu di gerbang kuil. di samping pe¬pohonan tumbuh pohon oak dan cedar. ku selalu mendapatkan firasat. "Keluarga kami terbelah dengan cara yang sama: kami adalah gambara n dari sifat ayah. Seorang laki-laki tua muncul dari belakang aula utama. Namanya Hiroki.

namun mengirimkan seekor kuda hit am jantan yang menjadi ayah dari Raku dan Shun. Shigeko melihat kalau mereka marah. seolah keberadaan mereka terlalu memalukan untuk diakui. "Anda punya teman baru. Watak Maya lebih dingin." seru Shigeko. Hiroki mempertahankan tradisi keluarganya. dia datang mencari tempat tinggal pada suatu malam saat hujan deras dan sejak saat itu dia tinggal di sini. Dia memiliki ikatan khusus dengan S higeko melalui kecintaan mereka terhadap kuda. keduanya dijinakkan dan dilatih oleh Takeshi. Seekor anak kucing berlari terbirit-birit di sepanjang beranda. Terutama Miki ya ng mempunyai sifat pemarah. namun lebih sulit untuk diredam. bulu berwarna coklat muda pucat dengan bi ntik hitam dan coklat kemerahan. memerhati¬kan si pendeta baik-baik dengan tatapan mata yang sukar dimengerti. mengelus-elus kepala dan telinganya . bola matanya me-mantulkan cerahnya cahaya matahari. Matanya besar dan ber¬warna kuning kecoklatan. Lady!" Layaknya banyak orang yang mengabaikan si kembar. yang belum belajar cara mengendalikan amarahnya.Hiroki tersenyum sewaktu menghampiri mereka. mengejar sehelai daun gugur. Kucing itu pun mendengkur dengan suara parau. meraw at kuda Klan Otori setelah ayahnya pergi ke ujung dunia dalam rangka mencari kuda-kuda cepat dari tanah datar yang luas. Yusuke sendiri tidak pemah kembali. Setelah beramah tamah dan Shigeko mempersembahkan sesaji. Kedua gadis itu sedikit menarik din di ba wah bayangan pepohonan. a dik Shigeru. memandang diri¬nya sebagai penghu bung antara dunia fana dan dunia arwah bagi makhluk-makhtuk yang tidak bisa bicara se hingga tidak ada doa. "Benar. Dia teman yang Kisah Klan Otori IV Page 77 . Hiroki menarik tali ge nta untuk membangkitkan arwah dan Shigeko memanjatkan doa. Hiroki menangkap kucing itu dengan kedua tangannya. selama berbulan¬bulan sebelum kematiannya. "Selamat datang.

Shizuka. Satu-satunya hal yang menarik baginya saat ini adalah melayani dewa sungai dan kasih sayangnya pada kuda. Si kucing membiarkan dirinya ditepuk¬tepuk selama beberapa saat. "Dia selalu menyulitkan: ." Miki berlari mengejar mereka. tertawa kecil. "Akan terjadi badai. "Aku tidak tahu apa yang harus dilaku¬kan. dan seekor kuda jantan hitam di¬k urung di dalamnya. Keduanya memiliki bekas luka gigit an baru di leher dan bagian sampingnya. Mem¬bungkuk lalu menggores dedaunan dengan ranting itu. kuda-kuda suka pad anya. Salah satu sudut di ladang kecil dipagari bambu. warna bulunya yang kontras sung guh memukau." Maya memungut sebatang ranting. Dilihatnya Hiroki amat menyayangi hewan itu. "Di a sengaja menendang ember itu." ujar Hiroki. dan mem¬bungkam tikus-tikus." tutur Hiroki. membujuk si kucing untuk mendekat. Semua anggota ke luarga Hiroki telah tiada: dia hidup dengan menyaksikan kekalahan Otori di Yaegahara hingga kehancur an kota saat gempa. Kucing itu pergi tergesa-gesa dengan ekor tegak lurus. rumputnya kering dan banyak bekas jejak kaki. "Apakah dia menggigitmu?" tanya Shi¬geko.baik." Diperlihatkannya lebam ber¬warna ung u gelap di betisnya. Tanah tempat si kuda agak menanjak. kuda itu meringkik nyaring lalu bergerak mundur." ik." gerutu¬nya. dan merasa senang. tapi Maya tetap membungkuk di bawah bayangan." Shigeko belum pemah melihat kucing setampan itu. "Dia bisa merasakan cuaca di b ulu¬bulunya." ajak Shigeko. kuda-kuda suka padanya. dan mem¬bungkam tikus-tikus. "Ikutlah bersamaku. Dua kuda yang l ebih muda berseru menyahutinya. "Mari pergi melihat kuda. Seorang anak laki-laki lengah mengisi ember air minum kuda hitam jantan itu. Sementara pelayan menunggu dengan sabar di beranda. tatapan matanya tajam. "Dia juga menendangku. Di salah satu lengannya terlihat tanda bekas gig itan dan lebam. Mereka gelisah dan mudah gugup. Kucing itu diam saja. kemudian meronta sampai Hiroki melepasnya. Saat melihat mereka. Orang itu mengangguk.

" ujarnya. Diamatinya kuda itu selama beberapa saat tanpa bicara sepatah kata pun." Hiroki memperingatkan. Bola mata kuda itu berputar dan telingan ya menegakkan. menga¬gumi kaki panjang dan punggungnya yang be rotot. bentuk kepala yang sempuma dan mata yang besar. dia memang tampan. "Pindahkan kuda yang lebih muda dan biarkan dia memiliki ladang ini sendirian. Tapi dia s angat keras kepala." "Tampaknya dia sudah siap dikawinkan!" komentar Shizuka. "Aku khawatir menaruhnya bersama kuda betina justru akan memperparah keadaan. Bagaimana bila kau membawa sepasang kuda betina yang tua dan mandul apakah mereka bisa menenangkannya dan mengajarinya sopan santun?" Kisah Klan Otori IV Page 78 ." "Dia tampan sekali. "Dikurung pasti membuat keadaannya lebih buruk.sekarang malah menjadi berbahaya. aku tidak tahu apakah dia bisa dijinakkan. Bocah pengurus kuda memukulnya ketika Shigeko undur di luar jangkauan gigi si ku da. "Hati-hati. Shigeko mendekati si kuda hitam jantan. dan saat itulah si kuda mencoba menggigit Sh igeko. "Ya. juga tinggi: kuda tertinggi yang kami miliki. atau apakah kita mesti mengawinkannya ." t utur Hiroki. dan mereka semua ter¬tawa karena si kuda memperlihatkan semua gejala kuda jantan yang birahi." ujar Shigeko.

" sahut si laki-laki tua. bibirnya berkerut dengan sinis.. Dia akan lebih menghargai teman bila kesepian!" Aku akan datang setiap hari dan melihat apakah kuda ini bisa dijinakkan. Dengan usaha yang kentara meng endalikan reaksinya.. Shigeko tersenyum pada diri sendiri se¬waktu mereka kembali ke kuil. tapi dari tatapan matanya saat me ndongak." kata Maya lagi. Dia akan lebih menghargai teman bila kesepian!" Gagasan yang bagus. semua keindahan dan semangat hidup kucing itu tidak terliha t lagi. lalu bergegas menghampiri. Shigeko berkata dengan kesal. aku akan mencoba¬nya. "Apa yang Maya lakukan pada kucing itu?" "Aku tidak melakukan apa-apa. "Itu pasti salah satu kemampuan r ahasia. Shizuka langsung menghampiri Maya." laki-laki tua itu memohon dengan sia-sia. Maya terlihat seperti ke¬girangan. Maya tengah duduk di beranda di sebelah pelayan. tida k dalam waktu yang lama. "Bangunlah!" Shizuka menatap kucing itu dengan perasaan panik. "Kami akan membawa kuda betina dalam satu atau dua hari. ke arah kucing itu. kemudian tersandung. seraya berpikir akan menulis surat pada Hiroshi dan menanyakan sarannya. "Kami akan membawa kuda betina dalam satu atau dua hari."Gagasan yang bagus." kata S higeko. Mikkan. Laki-laki tua itu menjerit. Mungkin Hirosh i akan datang dan mem¬bantuku menjinakkannya. Ketika tersadar. Diraihnya hewan itu lalu d ipeluk¬nya eraterat. "Kucing itu menatapku. Kucing itu bergerak tedikit. kan? Sesuatu yang dipelajarinya sewaktu dia pergi? Kemampuan sihir yang mengerikan!" ." sahut si laki-laki tua." "Bangun.. tapi tidak bangun. "Kucing itu takkan bangun. aku akan mencoba¬nya. "Apa yang kau lakukan?" Tidak ada." jawabnya. dan menyuruh b ocah tadi menuntun dua kuda tadi ke padang rumput yang lebih jauh. Kalaupun ter¬bangun. dia berkata pelan. lalu tertidur. Dan ketika menatap Hiroki yang mulai menangis pelan." "Ada apa?" tanya Shigeko. Si ku cing tergeletak lemas di atas tanah. dan menyuruh bo cah tadi menuntun dua kuda tadi ke padang rumput yang lebih jauh. matanya menatap ke bawah.

"Seharusnya kau tidak ajak mereka ke sana! Kau tahu kalau Ibu tak ingin mereka terlihat berdua di depan umu m." gumam Shizuka. Kaede berkata. Kuharap ayahmu ada di sini. "Kita harus pulang. mereka sudah belajar dengan giat. "Nanti kuceritakan. kepala tertunduk di hadapan ibunya." Kisah Klan Otori IV Page 79 . karena para pelayan kuil berkumpu l dan menatap dengan mulut menganga seraya memegangi jimat." "Maaf. Tapi mungkin sudah ter-lambat." "Terlambat untuk apa?' tanya Shigeko. Ramalan cuaca si kucing ternyata benar. Badai menderu di kejauhan." *** Shigeko bahkan lebih merindukan ayahnya pulang saat menghadapi kemarahan ibunya. Ia tidak ter¬biasa dengan kemarahan ibunya dan itu ama t menyakitkan baginya. Tapi ia juga khawatir pada si kembar. Mereka perlu p ergi keluar."Jangan bicarakan itu di sini. "Hari ini panas sekali. Ibu. dan merasa kalau ibunya bersikap tidak adil pada mereka. Maya harus dih ukum. Aku hanya mengerti sebagian tentang kemampuan Kikuta seperti ini. dan merek a berdua diperintahkan tidur di kamar yang terpisah." bisik Shigeko. dapat Shigeko melihat cahaya samar di dindin g berhiaskan motif emas menonjol saat kilatan halilintar tampak mengarah ke laut. dan dari tempatnya berlutut. Sorenya di hari yang sama: Shizuka mengajak si kembar pergi untuk menghukum Maya.

"Maya harus dikirim pergi." Kisah Klan Otori IV Page 80 ."Mereka bisa bermain di taman sini." Me reka bisa bermain di taman sini." sahut Kaede." sahut Kaede. "Maya harus dikirim pergi.

dia tidak berdaya. Kisah Klan Otori IV Page 82 . ia tidak berdaya.

tempat Takeo pergi untuk beberapa alasan pemerintahan. jalan-jalan di seluruh Tiga Negar a telah diperbaiki dan pesan-pesan dibawa dengan cepat antar kota-kota besar. Satu al asan lagi untuk mengadakan per-jalanan saat ini yaitu untuk bertemu keluarga Tribe. terbentang bermil-mil negeri tak bertuan sampai ke kota bebas Akashi. dan Sonoda juga Ai setuju kalau ia harus segera bewingkat ke Hofu. Keputusan atas nasib tawanan juga harus secara resmi dilaksanakan baik oleh Take o maupun Kaede. Miyako. Taku merasa sedih juga marah atas berita itu. Taku sendiri mewarisi sifat sinis Kenji dan tidak enggan melakukan tindakan balas dendam. namun Zenko mengambil nama keluarga ayahnya dan tidak memiliki ke-mampuan Tribe. Ia mera sa seharusnya Kenji mati dengan damai di kampung halamannya sendiri. Zenko. Apalagi kini dia berstatus sebagai ksatria berkedudukan tertinggi. pelabuhan yang membentuk gerbang masuk ke ibukota Kaisar. dan dari sana kabar itu tersiar hingga ke Inumaya melalui pedagang yang sering meneruskan kabar berita dari wilayah Timur kepada Muto Taku. namun dia menghormati ketegasan Takeo pada keadilan atau setidaknya memberi kesan adil. Orang yang tersisa hanyalah Taku yang sudah jelas oinat berbakat dalam kemampuan menghilang serta menggunakan sosok kedua. pimpinan Klan Arai yang memimpin wilayah Kumamoto. Taku merasa harus memberitahukan kabar itu pada Takeo. . sementara Kaede dan anak-anaknya sudah kembali ke Hagi selama musim panas. Desas-desus tentang kematian Muto Kenji terdengar di Akashi kira-kira di bulan keempat. Tapi di luar wilayah Timu r. Walaupun sudah menduganya. Ia ber doa agar kematian Kenji terjadi dengan cepat dan bukannya tanpa makna. Mungkin mereka akan dieksekusi sekarang. tempat Barisan Awan Tinggi membentuk penghalang alami.Selama pemerintahan Takeo dan Kaede. karena kematian seperti i tu akan dianggap kelemahan di mata Kikuta dan hanya akan membuat mereka lebih bersemangat. Kakak Taku. dilatih oleh Kenji. karena dia sudah menjadi ketua lebih dari dua puluh tahun: seorang keluarga Muto harus dipi lih untuk menggantikan keduduk-annya. jalan-jalan di seluruh Tiga Negara telah di perbaiki daelama pemerintahan Takeo dan Kaede. Kematian Kenji juga memengaruhi Tribe . Yuki. untuk memast ikan kesetiaan dan dukungan mereka serta membahas tentang siapa yang akan menjadi Ketua. tapi harus dilakukan sesuai huku m agar tidak dianggap sebagai tindakan balas dendam. dipercaya oleh Takeo. merupakan kerabat laki-laki terdekat karena Ke nji hanya memiliki seorang putri yang sudah mati.

yang dijinakkannya sendiri serta tumbu h dewasa bersama dirinya. Sangat jelas bahwa Taku mem¬bawa be rita buruk.Lagipula Taku merasa gelisah: ia sudah di Inuyama sepanjang musim dingin. hujan musim semi bar u saja mulai turun. namun badai hebat menunda keberangkatan mereka selama dua hari. Taku berkuda dengan cepat meskipun di tengah cuaca buruk. Sunaomi dan Chikara bersiap-siap melakukan perjalanan. meminta segera dipertemukan dengan Lord Otori. tapi berita itu tidak bisa ditunda lagi. Keponakannya. dan kini sudah tua. Kisah Klan Otori IV Page 83 . surai dan ekor sehitam arang warna yang amat dihargai di Tiga Negara. anak-anak menghiburnya. Istrin ya menyenangkan. diucapkannya selamat tinggal pada keluarganya tanpa penyesalan. Ryume sudah menjadi ayah dari banyak kuda jantan. ia bersiap pergi keesokan harinya dengan lega bercamp ur penuh harapan. namun ia t ak pernah menyukai kuda seperti kuda yang satu ini. menunggang kuda pemberian Takeo kepadanya saat masih kecil: anak dari R aku. kuda dengan kulit abu-abu pucat. seraya berharap bisa bertem u Takeo sebelum meninggalkan Hofu. Itulah sebabnya Takeo masih berada di Hofu ketika Muto Taku datang dari Inuyama ke ruma h kakak¬nya. Kedatangan kirin dan pertemuan dengan adik perempuannya mencegah Takeo untuk per gi secepatnya ke Hagi seperti yang diinginkannya. tak ingin orang lain yang membaw a berita ini. tapi kehidupan rumah tangga membuatnya bosan. Saat ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan perjalanan. dan meski pun misinya membawa kabar menyedihkan. Taku menamainya Ryume.

hanya kenyataan keji bahwa Muto Kenji Kisah Klan Otori IV Page 84 . tapi tidak ingin mandi atau makan sebelum bicara dengan Takeo. Tidak ada rincian. kelelahan dan tubuhnya yang kotor karena berjalan jauh. ta pi tidak ingin mandi atau makan sebelum bicara dengan Takeo. Tidak ada rincian. hanya kenyataan keji bahwa Muto Kenji tiba hampir malam.Ia tiba hampir malam. kelelahan dan tubuhnya yang kotor karena berjalan jauh.

" sahut Taku. mengirim perintah agar Ai menggantikan Kaede. dan menunggang kuda dengan cepat. Tak ada jenazah yang bisa ditangisi. Su naomi yang akan dibawanya bocah itu pasti bisa menunggang kuda dengan cepat lalu mengirim adikn ya bersama Ishida dan kirin dengan naik kapal begitu cuaca membaik. Ia harus menulis surat pada suami Ai. Keinginan utamanya adalah bertemu Kaede. "Kau yang membuat aturan dan hu . tak ada batu nisan untuk menan dai makamnyaudah tiada. Namun kekhawatirannya yang lain tak bisa dising¬kirkan dan menunggu sementara ia meng-hadapi kesedihannya. Setidaknya ia harus membawa salah satu putra Zenko. Saat matahari terbit. semakin diperburuk oleh keputusasaannya. se-suatu tugas yang akan menciutkan nyali adik iparnya yang berhati lembut itu. dan ia atau salah satu a nggota keluarganya harus hadir. Apak ah ada cara lain?" "Mereka hendak membunuh keluargamu. Kesediha n Takeo memuncak. Diputuskannya untuk pergi ke Hagi keesokan harinya. "Aku merasa enggan untuk memerintah¬kan hukuman mati kedua pemuda-pemudi itu. dan tak mampu menahan Taku sepenuhnya sesuai dengan kehendaknya.sudah tiada. ia meman g¬gil Minoru dan mendiktekan surat untuk Sonoda dan Ai. Namun ia merasa tak mampu menumpahkan perasaannya di rumah Zenko. Sonoda. berapa lama lagi waktu yang mereka butuhkan untuk menanding i jumlah per¬senjataan miliknya? Kenangan tentang gurunya dan masa lalu menghujani dirinya. Tak ada jenazah yang bisa ditangisi. jauh dan tak terlihat. agar istr inya itu bisa menghiburnya. namun harus dilakukan sesuai hukum. tapi sebelum membubuhkan cap. Dan Kono? Mungkin Taku bisa tinggal di wilayah Barat untuk mengawasinya. Taku bisa mengu rusnya. Kenji sah abat Shigeru: satu mata rantai lagi yang terputus. tapi juga ke¬hilangan semua yang berhubungan dengan¬nya. ia berbicar a lagi dengan Taku. Berapa lama lagi sampai ia bisa mendapat kabar dari Fumio? Berhasilkah dia menggagalkan penyelun¬dupansenjata api? Dan jika tidak berhasil. Ia berduka tidak hany a karena kehilangan Kenji. tak ada batu nisan untuk menandai makamnya: cara kematian yang paling sulit untuk ditangisi. Lalu masalah tawanan di Inuyama yang harus dihukum mati. Takeo terjaga semalaman hanya ditemani kesedihan.

lalu menambah¬ka n. Apa yang akan kau lakukan pada mereka? Memaafkan lalu membebaskan me¬reka justru akan kelihatan seperti kelemahan. dan mengambil nama ayah kami. dan dipenjara dalam waktu lama lebih kejam ketimbang kematian dengan cara cepat. Ia lebih suka menyerahkan penanganan masalah pada Kenji dan Taku.kuman. Dan kakakku. membi arkan nada terkejut terdengar dalam suaranya." ujar Takeo. "Namun kematian akan menyingkirkan dua pembunuh lagi." Takeo menaikkan alis sedikit. demi formalitas. tentu saja. Ia tak akan mundur selama kau masih hidup." "Tapi apakah kematian mereka akan men¬cegah serangan-serangan selanjutnya? Bukan¬kah ini semakin membangkitkan amarah Kikuta pada diriku dan keluargaku?" "Dendam Akio padamu sudah mutlak sifatnya. Ia merasa tak nyaman dengan pemikiran harus berbagi rahasia mereka dengan Zenko. "Kakakmu mengusulkan agar aku meng¬angkat salah satu putranya. yang diketahuinya tak akan luput dari perhati an Taku. memercayai Kenji sepenuh¬nya. "Sunaomi akan menemaniku ke Hagi." "Kau seperti Kenji. "Sama realistis dan pragmatisnya seperti Kenji." tutur Takeo. Aku akan berangkat Kisah Klan Otori IV Page 85 . Kurasa kau yang akan mengambil alih kepemimpinan keluarga sekarang?" "Aku akan bicarakan dengan ibuku." sahut Taku. tapi tetap saja dia lebih tua dariku. dan cepat atau lambat mereka akan kehabisan orang yang mau dan mampu melakukannya. Kau harus hidup lebih lama daripada merek a. Zenk o hanya memiliki sedikit kemampuan Tribe.

Tapi aku harus memintamu menutup mulut lebih rap at dari biasanya. Kita akan mengirimnya dari Hagi. Taku menyerap semua penjelasan ini dalam diam.sebentar lagi. Takeo menceritakan dengan pelan pada Taku secara singkat tentang pesan Lord Kono. "Jangan sekali-kali membunuh saudara kandung. kepercayaanmu pada kakakku sudah terkikis. menjadi lebih gelap lagi. "Jangan!" sahut Takeo cepat. tapi selama kedua putra mereka di tang anku. dan tidak mengungkap apa pun yang bisa menguntungkan dirinya. Ia sadar kalau Zenko mungkin sedang mengawasinya. Mari berjalan¬jalan debentar lagi. mem¬buatnya selalu siaga. Per¬jalanan itu akan basah dan tidak nyaman. Meng¬ingat kalau Zenko juga keluarga Muto. bawa saja bersama kita." Minoru mengingatkannya. "K urasa." Sinar matahari yang baru terbit tampak kelabu. Mari berjalan¬jalan di taman. Aku tidak memercayai kakakmu maupun istrinya." Kebiasaan Taku dalam ekspresi sinisme yang senang. Ambisi mereka harus dibendung: alternatif la innya adalah akan terjadi perang saudara lagi atau aku harus memerintahkan kakakmu bunuh diri." "Lord Otori. "Aku yang akan membunuhnya bila dia mengkhianatimu. serta ada hubungan saudara dengan Kikut a. Takeo sudah bisa memperkirakan bagai¬mana rasa sakit pada luka lamanya akan memper buruk harihari selama menunggang kuda. Masa- . begitu pula dengan masalah penyelundupan senjata. pagi terasa lembap dan basah. Tapi ada banyak hal yang harus kita bicarakan terlebih dulu. Aku akan membicarakan masalah itu lebih jauh lag i dengan istriku sebelum aku memutuskan. memben ci kedekatannya dengan Taku." sahutnya. kurasa ambisi mereka masih bisa dibendung. satu-satunya komentar darinya. Kakakmu selalu menyalahkank u atas kematian ayahmu dan kini sepertinya Kaisar dan kalangan istananya pun ber¬anggapan s ama. "Tidakkah Anda harus menyelesaikan surat¬nya lebih dulu?" "Tidak. Aku akan menghindari ini selama mungkin." "Kakakmu telah memperbarui sumpah setianya padaku. tapi kita semua tahu sumpah s etia tidak ada artinya bila ber¬hadapan dengan ambisi akan kekuasaan. Tapi ada banyak hal yang harus kita bicarakan terle bih dulu. tahu kalau dirinya akan menaruh kepercayaan pada adikn ya. Berharap benar adanya kalau Zenko tak memiliki kemampuan Tribe. den gan hujan yang mengancam akan turun.

Kakakmu." Kisah Klan Otori IV Page 86 . untuk membunuh. seperti yang akan dilakukan sebagian besar orang. kadang tidak. Saat itu pa man menceritakan apa yang telah dikatakan tentang dirimu. Aku tak akan memerintahkan untuk membunuh putraku sendiri." Ia berhenti sesaat. Maka kini aku merasa te rjebak: dapatkah aku berhenti percaya ketika ramalan itu tidak lagi sesuai dengan keadaanku?" "Bakal cukup mudah untuk menyingkir¬kan bocah itu. dia berkomentar mung kin ramalan itu benar adanya tak biasanya paman percaya pada ramalan dan pertanda. sambil tersenyum penuh penyesalan. seperti juga semua ora ng termasuk dirimu sendiri. dan mengapa ancaman serangan tidak melumpuhkan diri¬m u atau membuatmu bertindak kejam. dalam kalangan Tribe. kemudian berkata p elan. "Kadang aku percaya kebenaran kata-kata itu. anak itu kini berusi a enam belas tahun: cukup usia. Bagaimana pun juga. kecuali di tangan putraku sendiri?" "Ya pernah. bahwa aku aman d ari kematian. kau tidak belajar apa-apa dari semua jerih payahku! Masa-masa pem¬bunuhan r ahasia sudah berakhir." sahut Takeo." Taku menawarkan. "Taku. Aku tak mampu mencabut nyawa kakakmu ketika pisauku di lehernya saat s engitnya pertempuran. Paman menceritakan itu seb agian untuk menjelas¬kan ketidaktakutanmu." "Aku juga tidak mudah percaya. setelah salah satu percobaan pembunuhan padamu.masa pertumpahan darah antar keluarga telah berakhir. Ramalan itu membuat aku percaya karena telah memberiku waktu untuk meraih segala yang kuinginkan tanpa ketakutan. "Tapi katakan: apakah Kenji pernah mengatakan ramalan tentang diriku. Taku harus dibatasi Hukum.

"Siapa lagi yang tahu tentang ramal an ini?" Kisah Klan Otori IV Page 87 .Setelah beberapa saat Takeo melanjutkan. "Siapa lagi yang tahu tentang ramalan i ni?" etelah beberapa saat Takeo melanjutkan.

Dia sedang me ng¬obati luka dan mencoba meredakan demam¬mu. Desa ini acapkali menjadi tempat tra nsit para pedagang yang melakukan perjalanan antara Hofu dan Hagi. Dua pengawal Zenko ikut untuk mengurusnya. Di malam pertama mereka menginap di desa kecil. tempat be berapa penginapan dibangun selama masa kemakmuran negara ini. Kenji mengatakan itu untuk meya¬kinkan Ishida bahwa kau takkan mati. . dan dia menjadi putramu.." "Zenko tidak tahu?" "Dia tahu keberadaan putramu dia di desa Muto ketika berita kematian Yuki datang." * Takeo berangkat kira-kira pada Waktu Ular* di mana hujan belum turun. pastikan kalau Chikara berangkat bersama Ishida." Saat Kenji menceritakan hal ini padaku. setiap kota kecil dijaga sehingga perjalanan menjadi aman dan cepat. karena tabib itu hampir menyerah. mereka sampai di sungai pada sore di hari ketiga . "Aku akan tinggal di sini bersama mereka.."Saat Kenji menceritakan hal ini padaku. Sementara Takeo didampingi Jun dan Shin. Dia sedang men g¬obati luka dan mencoba meredakan demam¬mu." "Maka biarkan ramalan itu tetap menjadi rahasia." "Saat itu aku akan memilih untuk tidak percaya!" sahut Takeo pura-pura bicara de ngan nada ringan yang justru tidak dirasa¬kannya. Sunaomi diam saja." Sewaktu mereka berpisah. tabib Ishida ada di sana. namun menj elang malam hujan turun dengan deras. seperti yang kau sara nkan. Taku berkata. tabib Ishida ada di sana. Semua orang terus membicarakannya selama berminggu-minggu. "Satu hal lagi. dan bertemu Miyoshi Kahei yang sudah diberitahu kurir bahwa Lord Otori dalam perjalanan ke utara. Bila kau mengangkat Sunao mi sebagai anak. bersemangat untuk ber¬sikap dengan be nar dan berani. karena tabib itu hampir menyerah.." Taku mengangguk. Kenji mengatakan itu untuk meya¬kinkan Ishida bahwa kau takkan mati. dilapisi batu kerikil atau diratakan setiap jengkalnya." ujarnya. Tapi kurasa Kenji tidak mencerita kan soal ramalan itu pada orang lain. dua puluh prajurit serta Minoru. Meskipun hujan. namun jelas terlihat kalau dia khawatir meninggalkan orangtua dan keluar ganya. Jalanan terawat dengan baik. dan mungkin cari tahu lebih banyak lagi tentang niat orangtuanya yang sebenarnya. "Awasi dengan baik.

" jawab Takeo. menuju ke kota. Adiknya. Keluarga Miyoshi merupakan salah satu keluarga terhebat dalam Klan Oto ri. Kahei pasti menyesali tahun-tahun yang penuh kedamaian da n merindukan konflik baru untuk menguji keabsahan teori-teori¬nya serta kekuatan dan ketrampila n pasukan¬nya. Gemba. Yamagata dulu diserahkan pada Tohan setelah kekalahan Otori di Yaega¬hara. pikir Takeo. "Aku belum memutuskan. dan Kahei merupakan pemimpin yang disukai banyak orang. "Bukannya aku tidak menginginkannya. tapi aku tak ingin tertunda sampai di Hagi. dan menjadi murid Kubo Makoto dan pengikut Ajaran Houou.Atas kesetiaannya pada Takeo. "Kau akan ke Terayama?" Kahei bertanya setelah mereka saling memberi salam dan m enunggang kuda berdampingan ke utara. Dia juga pemimpin yang ahli strate gi dan taktik sehingga." "Apa sebaiknya kukirim kabar ke biara agar mereka datang ke kastil?'" Halaman 88 dari 500 . lebih bersimpati pada keinginan Takeo untuk mengakhiri ke¬kerasan. hutan lebat yang membentuk jantung Negara Tengah serta tanah pe rtanian yang kaya di kedua sisi sungai. Kahei dianugerahi kota Yamagata dan daerah¬daerah ya ng mengelilinginya.

dan benaknya penuh dengan kenangan akan kunjungannya yang pertama ke biara ini beserta orangorang yang menunggang kuda bersamanya bertahun-tahun lalu. serta bertemu Makoto dan para ksatria lain dengan k ematangan spiritual yang menjadikan biara itu pusat kegiatan serta rumah mereka. akeo melihat tidak ada lagi cara meng¬hindar tanpa menyinggung perasaan sahabat la manya ini. nyeri yang dirasakan Takeo ternyata tidak separah dugaanny a. Shigeko. di atas pegunungan langit tampak bermain. Hujan berubah menjadi kabut: wajah bumi terselubung awan kelabu. seperti yang telah terbukti pada putrinya. Air hujan mem¬bentuk torehan garis pada batang pepohonan cedar. Takeo pikir tidak ada salahnya kalau Sunaomi berkunjung ke tempat suci Klan Otor i. meneteskan embun. Shigeko. Langkah kuda diredam oleh tanah yang basah. timbulnya kekuatan emosi ini mengejutkan dirinya. Segala iiamnya sesuatunya diatur untuk pergi pagi-pagi kees okan harinya. te rutama Muto Kenji. Ia merasakan per¬cikan ketertarikan yang tak terduga: beta pa indahnya memiliki seorang putra untuk dibesarkan dan dididik dengan ajaran ini. gemar minum sake dan lukisan. Minoru tinggal di Yamagata untuk meng¬awasi rincian administratif dan menyiapkan b ukti catatan yang akan diperlukan untuk pengadilan nanti. ziarah ke makam Shigeru. serta bertemu Makoto dan para ksatria lain dengan k ematangan spiritual yang menjadikan biara itu pusat kegiatan serta rumah mereka. Kenji yang dalam perjalanan itu berpura¬pura menjadi kakek-kakek yang bodoh. M ereka berkuda tanpa bicara. Ia merasakan per¬cikan ketertarikan yang tak terduga: beta pa indahnya memiliki seorang putra untuk dibesarkan dan dididik dengan ajaran ini. Takeo merasakan kesendirian yang menyakit¬kan. ziarah ke makam Shigeru. karena kematian Kenji meninggalkan kekosongan besar dalam hidupnya y . Takeo pikir tidak ada salahnya kalau Sunaomi berkunjung ke tempat suci Klan Otor i. seperti yang telah terbukti pada putrinya. Sunaomi tampak pand ai sekaligus sensitif: Ajaran Houou mungkin bisa menjadi ajaran yang tepat baginya. Takeshi dan Ichiro. timbulnya kekuatan emosi ini mengejutkan dirinya. Sunaomi tampak pand ai sekaligus sensitif: Ajaran Houou mungkin bisa menjadi ajaran yang tepat baginya. Minoru tinggal di Yamagata untuk meng¬awasi rincian administratif dan menyiapkan b ukti catatan yang akan diperlukan untuk pengadilan nanti. Aku menya¬yangimu.Takeo melihat tidak ada lagi cara meng¬hindar tanpa menyinggung perasaan sahabat l amanya ini. nama paling baru yang dituliskan di buku besar nama orang-orang yang tela h tiada. dan balu tan awan seputih mutiara tampak bak umbul-umbul di lereng. Segala iiamnya sesuatunya diatur untuk pergi pagi-pagi kees okan harinya. Takeshi dan Ichiro. Aku tidak ingin kehilanganmu. Orang yang paling diingatnya.

Pikirannya lalu melayang ke satu-satunya keturunan Kenji yang masih hidup. Tapi setelah mereka meninggalkan kuda di tempat penginapan d i kaki gunung suci. dia memilih untuk mendekati Akio. Bagaimana kalau aku m encoba men¬dapatkan anak itu kembali? Tapi itu berarti mengungkap keberadaan anak itu pada istri serta ketiga putrinya .ang tak akan bisa terisi lagi. men¬dukung d an memberi nasehat di masa-masa awal berkuasa di Tiga Negara. dan ksatria yang mengabdik an dirinya pada Ajaran Houou. dan sudah melaku¬kannya sejak usia sembilan tahun. dan kini dia telah tiada. putriku datang ke sini setiap musim dingin. Andai Kikuta mau berunding agar bisa diberi semacam hak khusus. burung suci yang bersarang di hutan kecil di belakang biara. Takeo memanggil Sunaomi agar berjalan bersamanya. pada seluruh negara. dan sekali lagi ia merasa rapuh. yang ditahan Kikuta. tentang pahlawan-pahlawan Otori yang dimakamkan di sana. Putraku. menceritakan padanya sed ikit tentang sejarah biara. kerinduan serta kemarahan. Kenji mengajarinya cara mempertahankan diri dengan menggunakan tangan kiri. kedua pengawal Takeo serta tiga ksatria Otori lainnya. Kenji telah menduga kalau mereka mungkin mau. Tak ada orang lain lagi yang bisa menghormati kenangan akan Kenji. ditambah dua anak buah Ka hei berkuda dalam satu barisan. "Kami akan mengirimmu kemari bila kau sudah lebih besar. dan dua pemuda lagi akan kehilangan nyawa sebagai hasilnya." Halaman 89 . tapi tidak seperti Taku. memecah Tribe dan mem bawa empat dari lima keluarga di bawah kekuasaannya. tentang houou. dan mem pertahan¬kan jaringan mata-mata yang menjaga Takeo dan negara agar tetap aman. Dia tak¬kan memanjatkan doa yang dibutuhkan bagi nenek moyangnya. serapuh yang pernah dira sakannya setelah bertarung dengan Kikuta Kotaro yang telah membuat tangannya cacat. Takeo ingin tahu berapa banyak lagi pembunuh yang Kikuta miliki. Seperti Taku. Jalan setapak itu sempit sehingga mereka dalam kelompok kecil Sunaomi dan kedua pe ngawalnya. ia tidak bersemangat bila jumlahnya makin ber¬kurang. cucun ya. Rahasia itu telah tersembunyi sekian lama hingga Takeo tidak tahu bagai¬ma na mengutarakannya. semua keluarga kecuali Kikuta. Dia tak pernah m engenal ayah maupun kakeknya. pikirnya dengan penyesalan.

dari 500 .

Paman." sahut bocah itu. menyusuri tanjakan terjal jalan pegunungan. dan Makoto tentang kedatangan mere ka." seru Sunaomi. tempat para bangsawan Otori dimakamkan. dan seorang biarawan diminta u ntuk memberitahukan Kepala Biara. melewati kolam ikan tempat ikan air tawar merah dan keemasan ber¬d esakan dan mencipakkan air. "Aku berhara p bisa melihat burung houou dengan mata kepalaku sendiri!" ku akan melakukan apa saja yang paman inginkan." Takeo melihat cahaya berkilap di mata bocah itu. Tapi ia berusaha menyembunyikan perasaan¬nya dengan cara yang s ama seperti yang dilakukannya seharian berusaha menyem¬bunyikan rasa nyeri dan penderi taannya. dan juga kekuatan fisik serta mental. Mungkin kau tidak cocok dengan ajaran ini. "Aku berharap bisa melihat burung houou dengan mata kepalaku sendiri!" "Kita akan bangun pagi-pagi sekali dan pergi ke hutan kecil itu sebelum kembali ke Yamagata. Itu adil. Ada ." sahut Sunaomi." Takeo hampir tidak bisa mengucapkan nama kota itu. begitu besar keinginannya unt uk berada di sana dan bersama Kaede. setengah ber¬teriak. dan ayah ingin kami mahir dalam keduanya. "dan aku ber¬kesempata n melihat houou. Di gerbang biara mereka disambut dengan kegembiraan. Kabut lebih tebal menyelimuti tentera abu-abu dan batu nisan yang dipersuram ole h embun dan bintik-bintik lumut hijau dan putih. Tapi Ajaran Houou sangat menuntut pengendalian diri. "Kuharap diriku cocok dengan aj aran ini. Matsuda Shingen. Lumut yang berwarna hijau tua menutupi bagi an dasarnya. ksatria seperti Miyoshi Gemba. "Putri sulungku akan menceritakan lebih banyak lagi tentang ajaran ini begitu ki ta tiba di Hagi. Hampir dipastikan kau bisa melihat burung itu karena sekarang jumlah¬nya banyak. Takeo berjalan melewati taman. "Jadi aku tidak akan belajar memanah dan berpedang? Itu y ang ayah ajarkan pada kami. Meninggalkan Sunaomi dan anak buahnya di sana." Sunaomi tampak kecewa. Tapi. Mereka dikawal menuju griya tamu. apa yang harus dipelajari untuk mengikuti Ajaran H ouou?" "Orangorang yang akan kita temui yang akan memberitahukan: biarawan seperti Kubo Makoto. atau di Inu yama saat kita sudah sampai." "Kau akan melanjutkan pelatihan bersama putra-putra ksatria di Hagi."Aku akan melakukan apa saja yang paman inginkan. Ajaran utamanya yaitu tidak meng¬inginkan kekerasan. menuju hutan kecil suci di belakang biara." sahut bocah itu." "Chikara melakukan perjalanan bersama kirin.

Ketika melihat ia mendekat. mereka langsung mengenalinya dari lencana di jubahnya. dan telah menjalani hidupnya sesuai dengan tujuan sang men¬diang. kue mochi dan sake. menerangi suramnya hari ini. dari tangan yang terbungkus sarung tangan hitam. "Mari masuk dan makan. namun Takeo me mberi salam lalu menyuruh mereka berdiri. menatap sesaji yang ada di sana. dengan semua kenangan menyakitkan. Takeo berlutut.seutas tali rami baru berkilauan di sekeliling makam Shigeru. Mereka menjatuhkan diri ke tanah. bercampur kabut. Ia berhutang nyawa pada Shigeru. berat . Kemudian genta ber dentang dari pelataran biara. Lentera menyala dengan tenang. kekuatan Negara Tengah dan Klan Otori. memenuhi udara dengan aromanya. dan sekerumunan or ang berdiri menundukkan kepala di depan makam. mungkin ada satu atau dua pedagang dari Yamagata yang turut serta." Halaman 90 dari 500 . berdoa bagi laki-laki yang telah menjadi pahl awan dan perwujudan dewa. Sebagian besar dari mere ka adalah petani. Asap ketabu naik perlahan. Terasa ada gerakan di belakangnya. Sen ang sekali bertemu denganmu. Wajahnya basah karena kabut dan air mata. segenggam penuh bunga warna mer ah tua. pikir Takeo. Makoto berlutut lalu meletakkan kedua benda itu di depan makam. Kau pasti lapar. Masa lalu muncul di sekelilingnya. dan Takeo berbalik melihat Makoto berjalan me nghampiri sambil membawa lentera di satu tangan dan tempat dupa kecil di tangan yang satunya lagi . dan Makoto berkata. Dalam waktu lama mereka berdua tidak bicara sepatah kata pun. kemudian meminta meninggalkan dirinya sendiri di d ekat makam.

sempat timbul rasa saling menyukai di mereka berdua. Makoto pernah berte mpur bersama Takeo di Asagawa dan Kusahara dan selama bertahun-tahun menjadi teman te r¬dekatnya.Mereka berdua bangkit dan saling mengamati. Miyoshi Gemba pasti kelihatan sama. Takeo yakin kalau teman lamanya yang satu lagi. dan untuk sesaat kasih sayang di antara mereka begitu kuatnya bak sepasang kekasih. Tapi haruskah kau pergi begitu cepat? Maaf. Bersumpah untuk tidak mem-bunuh lagi. Karena sudah begitu mengenal Takeo. Seperti yang selalu dilakukannya saa t mengunjungi Terayama. ia berangan-angan mengundurkan di sini." "Aku turut berduka atas kehilangan ini. mengabdikan diri dengan meluki s dan merancang taman seperti seniman besar Sesshu. Kenji teman yang setia. Mereka pertama kali bertemu tepat di tempat ini. Tinggallah selama beberapa hari di sini untuk memulihkan kekuatanmu. sinar matanya penuh kehangatan dan kegembira¬an. tergoda oleh ajakan itu. merasa iri pada Makoto dengan penampil an¬nya yang sempurna secara fisik dan spiritual¬nya. membebaskan diri dari beban yang berat dan menyakitkan di balik kekuatan ini. tujuh belas lahun lalu. Seluruh sik apnya memancarkan ketenangan dan pengendalian diri. Makoto merasakan bila sahabatnya itu sedang menghadapi masalah. Muto telah tiada. dan untuk sesaat kasih sayang di antara mereka begitu kuatnya bak sepasang kekasih. ia akan menyumbangkan Jato pedang y ang selalu ia bawa meskipun tak lagi digunakan selama bertahun-tahun lalu berhenti men jalani hidup sebagai ksatria dan penguasa. Aku akan ke Hagi untuk memberitahukan kabar i ni pada keluargaku. Mereka pertama kali bertemu tepat di t empat ini. tan pa kerutan di wajahnya yang tenang. Dengan sadar dibuka¬n ya gerbang . Kami akan ke Yamagata besok. Takeo me¬rasakan ada sedikit penyesalan karena jalan hidup ya ng memanggilnya untuk dijalani sangat berbeda. "Apa yang terjadi?" "Aku akan menceritakannya dengan cepat. Makoto saat ini berusia tiga puluhan. Suara-suara biara yang tidak asing lagi menyelimuti dirinya. Dia pergi untuk berund ing dengan keluarga Kikuta dan tidak kembali. tujuh belas lahun lalu. sempat timbul rasa saling menyukai di mereka berdua. Makoto pernah berte mpur reka berdua bangkit dan saling mengamati." Takeo tersenyum. maka Makoto bertanya. Tentu saja kau i ngin bersama Lady Otori di saat seperti ini. la yaknya para pengikut ajaran ini. tapi kau tampak lelah. melepaskan d iri dari kekuasaan atas hidup dan mati setiap orang di negara ini.

" Dahi Makoto berkerut. bahkan sepertinya tida k pernah tidur. Mungkin aku akan mengirimn ya kemari dalam satu atau dua tahun lagi. Tapi pikiran¬nya masih tetap jernih. seperti danau di pegunungan. "Jarang makan." Halaman 91 dari 500 . Dua burung gereja hing gap di ranting. Kita akan bicarakan hal iiu nanti. Aku harus merencana¬kan jawabanku dengan hati-hati. "Aku baik-baik saja. Dia akan tinggal ber¬sama keluargaku. bahkan mungkin lebih jernih. Dibayangkannya bagaimana ia bisa melukis mereka. desingan layang-laya ng dari puncak pepohonan. "Zenko sedang buat masalah?" "Lebih dari biasanya. Kami akan menginap semalam di sini: aku ingin putra Arai melihat bi ara ini dan bertemu denganmu. bulu warna abu-abu mereka tampak jelas dengan sinar agak redup s erta gelapnya warna dedaunan. Namun tak ada orang lain yang bisa mengambil alih perannya: mustahil bisa menjau h dari semua itu. Ishida memberiku minuman pengurang rasa sakit." sahut Makoto. tapi sake meredakan ra sa sakitku. percikan air ter jun di kejauhan.pendengarannya dan membiar¬kan suara-suara itu menyirami dirinya. tapi aku sudah kebal dengannya aku jarangjarang meminum-nya. suara Sunaomi dari griya tamu. Bagaimana kabar Lord Matsuda? Aku juga berharap bi sa mendapatkan saran darinya. Bahkan mungkin aku harus pergi ke Miyako. Tampaknya beliau sudah separuh berada di dunia lain. gumaman doa dari aula utama." "Beliau masih bersama kami. "Aku minum terlalu banyak." ujarnya. Dan ada perkem¬bangan di wilayah Timur yang harus kuceritaka n padamu.

kekuatan pemanah untuk mem¬bengkokkan busur atau balok di menara lonceng untuk menahan berat lonceng. jika tidak bisa disebut peperangan. "Kita makan dulu. lagi¬pula aku hanya mendapat sedikit pelatihan a tau pendidikan tentang ajaran itu. "Tapi pikiran lebih menyerupai salah satu kolam ikan itu: penuh gagasan dan masalah juga sampa h di sekelilingnya. paling tidak." Kuharap pikiranku ada di sini. "Tapi pikiran lebih menyerupai salah satu kolam ikan itu: penuh gagasan dan masalah juga sampa h di sekelilingnya. Dan aku tidak tahu kalau itu bisa membantu. selagi mereka berjalan kembali ke bi ara." ujar Takeo. Kupakai kata " mempertahankan" untuk me¬nunjukkan otot dan kekuatan yang dibutuh¬kan.. atau menggunakan sosok kedua. Tapi bagaimana ini bisa membantuku menghadapi Kaisar dan jenderal barunya. Dirasakannya keraguan Makoto." "Aku percaya." "Kukira itu bisa membuat perbedaan! Mungkin doa kalian yang telah memper¬tahankan kedamaian selama hampir lima belas tahun. saat ini. "Kami di sini men¬doakanmu setiap waktu." Makoto mengamati. selagi mereka berjalan kembali ke b iara.. " Takeo tidak setuju: ia belum pernah melihat Makoto atau murid-muridnya meng¬gunaka n kemampuan menghilang. lalu kau ber¬istirahat." *** . "Aku tak punya waktu bermeditasi. "Satu-satu kemampuan meditasi yang kumiliki adalah kemampuan Tribe dan tujuannya a gak berbeda!" "Tapi bila kuamati kemampuan itu begitu memang ada dalam dirimu dan anggota Trib e lainnya. "Bukan hanya doa yang hampa atau lantun an pujian tanpa makna. Aku terlibat dal am pemerintahan. masing-masing berusaha menarik perhatian¬ku."Kuharap pikiranku ada di sini. yang akan memerintahkan aku mengasing¬kan diri?" "Saat kau ceritakan semuanya nanti. tapi keseimbangan spiritual yang kami pertahankan di sini." ujar Takeo." "Kau seharusnya mencoba menenangkan pikiran setiap harinya. Aku melihat perbedaan dalam diri para ksatria yang mengikuti ajara nmu: disiplin dan welas asih mereka." sahut Makoto tenang. masing-masing berusaha menarik perhatian¬ku." "Aku yakin begitu." Makoto ber¬j anji. kami akan berikan saran untukmu." Makoto tersenyum. dan menyesalinya. sangat berbeda dengan kami yang harus melalui disiplin diri dan pengenalan diri.

sedikit nasi.Setelah selesai makan siang sederhana yang terdiri dari sayuran. Jun dan Shin duduk di luar. dan tiba-tiba keinginan untuk berbaring tak tertahankan lagi." "Bagaimana Lord Miyoshi bisa tahu?" tanya Sunaomi. kehijauan. "Lord Miyoshi tahu hal-hal semacam ini. Wajahnya bersinar dan mat anya berkilauan. Makoto mengajak Sunaomi bertemu dengan beberapa murid yang masih muda. Setelah selesai berpakaian. "Dia kembali saat kau tidur. hujan mulai turun dengan derasnya. Dia s udah tahu kau ada di sini." sahut Makoto sambil tertawa. d an sop. Takeo menyadari kalau bocah itu ter¬sentuh oleh sesuatu. "Lord Miyoshi menceritakan bagaimana dia hidup di pegunungan sendirian selama li ma tahun. Halaman 92 dari 500 . minum teh dan berbincang-bincang dengan suara pelan. Ia tidak ber¬mimpi. Beruang memberinya makan. Takeo melangkah ke beranda tepat saat Makoto dan Sun aomi kembali. menge-nang ketika ia berendam di kolam yang sama saat salju turun sew aktu melarikan diri ke Terayama bertahun-tahun lalu. Lalu mandi di mata air panas. rasa sakitnya berkurang seolah luruh dengan bunyi rintik hujan b ak gendang bertalutalu di aiap. dan pada malam-malam yang dingin mem¬beku meringkuk memeluknya agar tetap hangat!" "Gemba ada di sini?" tanya Takeo pada Makoto. Cahaya mulai meredup. dan terbangun dengan pikiran yang lebih jernih. Takeo tertidur.

Takeo berjalan bersama M akoto melewati aula tempat makan di biara. Harum lembut bunga serta tanah yang basah merebak ke dalam aula." ujar Matsuda. tak ada cahaya yang bersinar dari dalamnya."Apakah beruang-beruang itu yang mem beri tahunya?" Apakah beruang-beruang itu y ang mem beri tahunya?" "Kemungkinan begitu! Lord Otori. bersandar pada bantalan tebal yang disangga dua ra hib tanpa suara dan tidak bergerak. Waktu tidaklah bergerak bagi lukisan¬lukisan itu. bangau mereka masi h seperti dulu. dan ke pelataran di depan aula utama. Matsuda sudah tua saat pertama kali Takeo bertemu dengannya. Takeo berlutut lalu membungkuk sampai ke lantai di hadapannya. T akeo tidak membalas tatapannya malah melihat ke belakang. sedangkan begitu banyak orang yang pernah melihat mereka kini telah tiada. berdiri griya tamu perempuan te mpat Takeo dan Kaede menghabiskan malam pertama pernikahan mereka. yang mengalir di sepanjang taman dan menuruni gunung. Di ujung cabang uta ma sungai kecil. menyeberangi sungai kecil yang dialihkan air nya agar mengalir melewati dapur. Matsuda adalah sa tu-satunya orang di Tiga Negara yang paling dihormatinya. mari kita menemui Kepala Biara. Di dalam aula uta ma ada ratusan lentera dan lilin yang menyinari patung emas Sang Pencerah. Hujan telah reda. Biar kusentuh dirimu. dan Takeo mengenal s osok tanpa suara yang sedang duduk bermeditasi di dalamnya. nyaris tak terlihat. merasa malu akan air mata yang sebentar lagi tumpah." Kasih sayang dalam nada suaranya mem¬buat Takeo terharu. ke lukisan-lukisan Sesshu indah. Dirasakannya air mata men gambang ketika laki-laki tua itu men¬condongkan badan ke depan lalu menepuk¬kan tangan. Matsuda sudah berada di aula. Tempat itu kini kosong. terba ng jauh bak burung . malam telah menjelang dan be¬batuan di taman tampak seperti bayangan hitam. tempat rahib-rahib muda mem bereskan mangkuk bekas makan malam. dan menghadap ke taman. pikirnya. "Biar ku¬lihat dirimu. dan telah me¬masuki dunia j iwa yang suci." Meninggalkan Sunaomi bersama kedua pengawal pribadinya. kini sepertinya dia telah m elewati jauh dari batasan usia yang mengekang. "Mendekatlah. Bunyi air terjun kedengaran lebih keras di sini. bahkan batasan kehidupan. Kuda. Mereka mengikuti jalan setapak terbuat dari papan menyeberangi satu cabang lagi aliran sungai kecil menuju aula tempat lukis an Sesshu. Mata Matsuda mencari-cari wajah Takeo.

Satu satu kasa yang kosong. diperhatikannya ada satu orang lain berada di dal am aula. lukisan burung-burung itu b egitu hidup hingga akhimya terbang. duduk di bawah bayangan di belakang Matsuda. Aku mencurigai Zenko me nganggap dirinya sebagai penerusku. datang berpura¬pura mengunjungi tanah milik ayahnya. "Jadi Kaisar merasa khawatir dengan diri¬mu. Di saat bersamaan. Alasa n yang lainnya adalah Arai Zenko telah berhubungan dengan Kono.gereja. "Aku hanya terkejut mengapa begitu lama baru mereka mengancammu. Usia mereka hampir sebaya. pertama Kaisar memiliki jenderal baru yang telah menaklu k¬kan wilayah Timur dan sekarang pasti meng¬anggap dirinya cukup kuat untuk meman¬cing kita. aku diminta untuk mengundurkan diri dan mengasingkan diri. menurut legenda. "Putra Fujiwara. dan segera menyadari kalau Matsuda dan M akoto melihatnya." Matsuda tertawa kecil. Orang ini mencondong¬kan badan ke depan sekarang." Takeo merasakan amarahnya meletup lagi. dan Takeo sada r kalau orang itu adalah Miyoshi Gemba. tapi seperti hal¬nya Ma koto. tapi s ebenarnya dia memberitahuku bahwa aku telah membuat Kaisar merasa tidak senang bahkan dianggap penjahat." "Kurasa ada dua alasan. Gemba Halaman 93 dari 500 . Kono." ujar Matsuda." "Aku tidak kaget kalau Kaisar bingung dan takut padamu.

dan mencapai kesimpulan yang bijaksana?" "Kita bisa membahasnya bila kau mau. Aku bisa lihat titik akhir yang akan d . Aku takut kalau satu-satunya jawaban yang ma suk akal yaitu dengan kekerasan. "Kita tidak perlu membahas hal ini?" tanya Takeo. Di saat yang sama amarahnya lenyap." Seperti Gemba. santai namun penuh kekuatan hampir seperti beruang." sahut Gemba. "Aku senang ber¬temu denganmu! Tapi apakah kau meng¬habiskan wa ktu dengan belajar tipuan sulap di sini?" "Kaisar dan istananya sangat percaya takhayul." sahut Matsuda. "Tapi aku sudah sampai pada usia dimana perbincangan membuatku lelah. Cahayanya berkedip-kedip dan seberkas cahaya teran g melompat di depan mata Takeo. Terdengar olehnya desisan cahaya tadi saat hujan memadamkannya. Matsuda mengeluarkan kata-kata ini dengan penuh keyakinan." "Shigeko? Tidak." "Jadi aku harus pergi ke Miyako?" "Ya. "Kau harus hadapi mereka sendiri. Kaisar sedang membangun kekuatan untuk melawanku." "Aku akan membutuhkan lebih dari sekadar tipuan Gemba untuk membujuknya. Gemba memandangnya dengan tatapan lembut. Kau akan mendapatkan duku ngan Kaisar. "Kita tidak perlu mempenimbang kan pilihan Iain." sahut Matsuda. "Itu sebabnya aku harus ikut bersamamu. terlalu berbahaya." ujar Takeo.nampak tidak berubah seiring dengan berjalannya waktu. "Gemba. ahli nujum dan penyihir. Sesaat melayang-layang. mpak tidak berubah seiring dengan berjalannya waktu." "Kaisar harus bertemu dengannya dan memberi restu serta persetujuan kepadanya bi la dia memang akan menjadi penerusmu seperti yang seharusnya. santai namun penuh kekuatan hampir seperti beruang. Putri¬mu juga harus ikut. "Mereka punya banya k peramal." "Sebentar lagi akan ada pertandingan ber¬taraf kecil di Miyako. Gemba memandangnya dengan t atapan lembut. kemudian melesat bak bintang jatuh ke arah taman yang gelap. Bila aku menemanimu. kau mungkin bisa yakin kalau kami mampu menandingi tipuan mereka." ujar Gemba. Sesuatu terjadi pada lentera.

Tapi kau ha rus menghindari bentrokan senjata secara ter¬buka." "Jadi seharusnya tidak kubiarkan pengem¬bangan senjata api?" Satu hal yang kerap d isesalinya. terutama bila prajurit dari wilayah Timur mempu nyai senjata api. ini ulah Zenko yang meng¬khianatiku. "Begitu pula ha l¬nya dengan para pengawal senior. jika memang efektif. Sama tidak ter¬hind arkannya ketika musuh-musuhmu menggunakannya dalam usaha untuk men¬jatuhkan dirimu." "Sekali lagi. "Begitu benda itu diperkenalkan padamu. dan jenderalku." Kulit kepala dan leher Takeo terasa seperti dihujam perasaan gelisah." "Takeo. aku hanya menduga kalau tak lama lagi mereka akan memilikinya." "Itu bisa menjadi strategi yang baik. Halaman 94 dari 500 ." kata Gemba. baik itu senjata atau a pa saja. bila kau memperkenal¬kan penemuan baru. Maka langsung saja ke bagian akhirnya. Begitulah sifat manusia. sebelum mereka sempat memper senjatai diri." "Aku juga harus meminta pendapat dan saran istriku." "Maka aku harus memiliki senjata api yang lebih banyak dan lebih baik dibanding¬ka n mereka! Aku harus serang mereka lebih dulu." "Kahei akan selalu memilih perang. "Begitulah sifatnya. sahabatku." ujar Takeo." kata Matsuda mengamati.icapai. Kahei. "Kau yakin ?" "Tidak. mengejutkan mereka. tak dapat dihindari kalau kau akan mengembangkannya dalam pencarianmu akan kekuatan dan kekuasan. rahasianya akan dicuri.

haruskah aku pergi secepatnya? Saat musim gugur. dan memanah. setengah merasa malu atas keke salannya dan setengah takut Gemba akan menggunakan api untuk membuang amarahnya. dan tersenyum dengan ekspresi penuh teka-t eki. Tent u saja. Kahei. dan Takeo lebih m emercayai mereka. "Jangan terburu¬b uru." "Juga memberi waktu pada putrimu untuk menyiapkan dirinya."Tentu saja." timpal Gemba. Siapa orang yang pan tas menjadi jodohnya? "Itu juga menjadi nilai lebih di pihakmu. sementara semua yang sudah kuraih hancur berantakan?" Bisa didengarnya nada suaranya sendiri lalu ia diam seribu bahasa. mungkin. adikku." tutur Matsuda. namun berusaha mencegahnya agar tidak bertindak gegabah ataupun berbahaya. "Bila aku harus ke Miyako." timpal Gemba. "Kurasa kau haru s pergi dengan kemewahan yang tiada tara. akan mem¬berimu saran seperti itu." gumam Makoto." tutur Gemba. "Dia takkan sempat menunjukkan semua keahliannya di ibukota. Bagaimana pendapatmu?" "Kau tahu aku tidak bisa menyarankanmu memulai perang." seru Gemb a. "Jangan ." kata Takeo. Banyak orang di sekitarnya yang hanya bisa memuji dan tunduk padanya." ujar Takeo. Sedangkan orang-orang ini tidak melakukan itu. saat cuaca membaik?" "Tahun depan. "Kau diam saja. "Sementara ini dia harus menyempurna¬kan keahlian berkuda. namun kesunyian yang makin dalam meng¬has ilkan efek yang sama kuatnya. "Kita lihat saja nanti." sahut Makoto. Kahei. Takeo me¬rasakan kombinasi antara ketenangan dun kejernihan dar i pikiran ketiga orang itu dan tahu kalau mereka mendukungnya. "Makoto. "Dia sudah cukup dewas a untuk ditunangkan. membawa hadiah-hadiah yang paling indah." Pikiran itu mengganggunya: baginya Shigeko masih anak-anak." "Jadi kau takkan memberi saran? Kau akan duduk di sini dan melantunkan doa serta memainkan tipuanmu dengan api." kata Takeo." "Itu memberi mereka waktu untuk mem¬bangun kekuatan militer!" "Itu juga memberimu waktu untuk menyiapkan diri." sahut Gemba. "Tahun ini Shigeko berusia lima betas tahun. saat salju sudah mencair. adikku. akan mem¬berimu saran seperti itu. Kali ini tak ada unjuk kebolehan tipuan.

Jangan membuang waktumu dengan menyesa li kepergianku. kalau ini adalah pertemu an mereka yang terakhir." imbuhnya. Takeo mundur sedikit agar bisa menatap dalam-dalam mata sang pendeta t ua. "Aku akan ikut dengan mu. Ia tidak bicara sepatah ia pun. ta pi tiba-tiba ia sadar kalau Matsuda sedang mengucapkan selamat tinggal.khawatir. Kau sudah tahu apa yang perlu kau ketahui. Seolah bisa membaca pikirannya." Kata-kata itu terasa bagaikan hujaman kritikan tajam dan menyengat. Takeo mengatupkan bibir lalu membungkuk hormat di hadapan Matsuda. karena ia me ngagumi kenyataan bahwa dirnya men¬jalani semua pendidikan dan pelatihan bagi anak laki-laki: Shigeko dengan cara ksatria. "Aku tidak meninggalkan siapa-s iapa selain dua penerus yang berharga tak ter¬nilai harganya. Matsuda berkata. pikirnya. Satu¬satu nya orang yang tidak jatuh dalam sihir tidur Kikuta. dan takkan ada yang akan menyakitinya. Orang itu memberi isyarat untuk mendekat dan merangkulkan tangannya yang lemah pada Takeo. si kembar dengan ketrampilan Tribe. Matsuda adalah satu-satunya orang yang bisa kutatap langsung wajahnya." Halaman 95 dari 500 . seolah memerhatikan rasa kesal Takeo. Berusahalah mengingatnya ." Kemudian dia berkata dengan nada bijaksana: "Putri-putri yang layak mendapat¬kan p erhatianmu lebih dari putra-putra yang tidak kau miliki.

Dilihat dalam mimpinya bag ai¬mana dunia berubah sesuai dengan harapan-nya. dan terbangun dengan perasaan kalau semacam m isteri baru saja terangkat dari dalam dirinya. hadiah dan janji-janji. Aku tak percaya ada orang yang bi sa membunuhku. melewati malam yang terasa tanpa akhir.Nada suaranya mengandung gabungan antara kasih sayang dan amarah yang sering dig unakannya saat mengajari Takeo cara menggunakan pedang. Hanya ada sedikit waktu unt uk meraih apa yang ingin kuraih. walaupun Takeo sudah meyakin kan mereka kalau Sunaomi lak dalam bahaya. sang biarawan berkata. tapi juga dengan semacam kebahagiaan tiada ta ra. Dalam mimpinya. lalu mengikuti sewaktu . hanya kicau burung dan tetesan sisa air hujan dari tepi atap. mereka tanpa perlindungan. Sunaomi duduk di atas matras sambil menatapnya. Kau selalu bertindak tanpa berpikir: semua yang kau laku kan dilakukan dengan tergesa-gesa. dan rasa takutku jauh lebih banyak bukan hanya takut kehilangan nyawaku sendiri. Tak terdengar rintik hujan." "Itu sebabnya yang terbaik yaitu dengan menunda jawabanmu: kirimkan pesan yang p enuh pujian. dan dengan anehnya ia terbebas dari rasa sakit. membantu tuan muda mereka memakai sandal. tapi juga nyawa anak-anakku. dan istriku. "Paman? Paman sudah bangun? Bisakah kita pergi dan melihat burung houou?" Para pengawal Arai tetap berjaga semalaman di luar." *** pikir panjang. dan bermimpi berada di Yamagata. " "Itu karena aku sadar kalau aku tak akan hidup lama. Sekali lagi Takeo suaranya mengandung gabungan antara kasih sayang dan amarah yang sering digunaka nnya saat mengajari Takeo cara menggunakan pedang. bil a aku mati. Kini aku sudah tua. juga negara dan rakyatku. cacat. Saat itu hari hampir terang. Sewaktu Makoto menemaninya ke griya tamu. Sekali lagi Takeo harus mengedipkan mata agar air matanya tidak jatuh. Kini mereka berdiri setengah melompat. ia bergerak lagi dengan ke sabaran tanpa batas Tribe. di malam ia memanjat ke kastil l alu mengakhiri penderitaan kaum Hidden yang disiksa. "Kau ingat saat pergi seorang diri ke sarang perompak di Oshima? Miyako tidak mungkin lebih ber¬bahaya dari temp at itu!" "Kala itu aku masih muda dan tanpa rasa takut. Kenji mengajarinya cara mem buat waktu bergerak lambat atau mempercepatnya sesuai keinginan.

Setelah beberapa sa at. Tanahnya keras dan berbatu. mereka berbelok ke kanan dan mengambil jalan sempit menuju dinding sebelah luar dari da taran biara dan berjalan naik ke lereng gunung yang curam. Palang gerbang sudah dibuka sejak matahari terbit dan sudah ditinggalkan penjaganya untuk sarapan. walaupun kab arnya mereka makan daun bambu. Sunaomi meminta agar diturunkan.Takeo membimbingnya berjalan ke gerbang utama. Halaman 96 dari 500 . dan yang me mbuat Takeo terkejut. Kini jalannya lebih mudah dilewati. Nanti udara akan terasa panas. tapi kini udara terasa sempurna. Hampara n bunga liar musim panas menyelimuti per¬mukaan tanah. dan tenang. Di sini. didi nginkan hujan. Langit tampak cerah. Setelah melewati gerbang itu. salah seorang pengawal menggendong Sunaomi. Jalannya menanjak dan menuju hutan pohon beech dan pohon ek. dan burung melantunkan nyanyian dengan s aling bersahutan. kerap terasa licin karena hujan. matahari baru saj a terbit di timur pegunungan. terdapat sebuah rumput ilalang tinggi yang menjadi tempat yang paling disukai burung-burung itu untuk bersarang dan bertelur. di antara pepohonan berdaun lebar. biru pucat. Takeo bisa mendengar gemerisik de¬daunan dan kepakan sayap yang menunjuk¬kan keberad aan burung houou di dalam hutan di depan sana. anak itu memerintahkan kedua orang itu menunggu di sini sementara dia berjalan ke depan ber¬sama Lord Otori.

Lalu seekor burung melesat keluar dari balik rimbunnya dedaunan dan me¬ngepakkan sayap ke pohon berikumya. Sunaomi mendongak." Sunaomi tertawa gembira sewaktu burung kedua terbang menukik melintasi padang ru mput. "Ah!" Sunaomi menahan napas lalu mengejar mereka." ujar Sunaomi. diikuti oleh jeritan par au sebagai jawabannya. Su naomi berkata dengan nada penuh rahasia pada Takeo. Sun aomi berkata dengan nada penuh rahasia pada Takeo. Kedua pengawal itu bisa melihat." "Kau mengutarakannya dengan sangat baik. anggun juga cangg ung. "Aku pikir Tanaka dan Suzuki tidak perlu m elihat burung houou." ewaktu mereka sudah berada di luar jangkauan pendengaran kedua pengawal itu. Mungkin saja mereka ingin memburu atau mencuri telurnya." tutur Takeo." sahut Takeo sambil tersenyum. ekornya panjang dan halus. Kedua burung itu memalingkan kepala saling berpandagan. Ia takkan terbiasa dengan kehad iran mereka. "Aku tidak tahu cara mengungkapkannya. seperti biasa rasa kagum pada burung suci itu bangkit dalam dirinya." "Mungkin nalurimu benar. Ketika berdiri. Aku pemah menden gar kalau telur burung houou bernilai tinggi. Mungkin saja mereka ingin memburu atau mencuri telurnya. "Mereka tidak seperti Lord Gemba dan Lord Makoto. wajahnya tampak terpesona. tapi takkan mengerti. d an saat mendarat di dahan. berseru lagi. matanya cemerlang bak kilauan emas. indah serta aneh." sahut Takeo. menatap ke atas tanpa memerhatikan jalan hingga dia jatuh di at as rumput. kemudian terbang menjauh ke dalam hutan. bulu itu berada di tangannya. Seruan mereka seperti juga kehadiran mereka. "Itu burung jantan." bisik Takeo. "Dan ini dia yang betina. Aku pemah menden gar kalau telur burung houou bernilai tinggi.Sewaktu mereka sudah berada di luar jangkauan pendengaran kedua pengawal itu. . "Aku pikir Tanaka dan Suzuki tidak perlu m elihat burung houou. masing¬masin g dengan suara yang khas melihat sebentar tapi dengan tatapan tajam ke arah kro. Burungburung itu memang memberi semangat sekaligus agak lucu. Kicau penuh semangat terdengar dari atas kepala mereka. Bulunya berwarna-warni. selembar melayang jatuh. "Itu mereka.

" Anak ini baik hati. bersayap putih. dan sejak saat itu diawetkan di biara .* Setelah kepergian Takeo dan Sunaomi. dengan ujung bulu warna merah. pikirn ya. memikir¬kan semua ucapan sepupu ibunya itu. "Bulu itu akan mengingatkanmu pada hari ini. pikir Takeo. Aku akan membesarkannya sebagai putraku. "sebagai sumpah bahwa kelak aku akan kembali dan belajar pada Lord Gemba. Bulu yang ini berwarna kuning keemasan gelap. "Simpanlah. Sama seperti ayah! Halaman 97 dari 500 ."Lihat. Betapa bodohnya Zenko. Bulu itu berasal da ri burung yang pernah dilihat Shigeru ketika masih kecil. dan sedari dulu dia selalu begitu. Taku duduk d beranda sambil menatap taman y ang basah kuyup tersiram hujan. Paman!" Takeo menghampiri bocah itu kemudian mengambil bulu itu. sesuatu yang ia berharap bisa dihindari. Masalah itu meng ganggunya lebih dari yang ia duga." katanya pada Sunaomi. Matsuda pemah mem¬perliha tkan bulu burung houou." sahut Sunaomi. selain dari batang bulunya yang berwarna putih bersih. Inilah sebabnya kami selalu mencari kedamaian." "Aku akan berikan bulu ini ke biara. dan anugerah yang kau peroleh. agar burung hou ou tidak meninggalkan Tiga Negara. karena hal itu dapat menjerumuskan ia dalam konflik ter buka dengan kakaknya.

ia pasti akan sama bodohnya dengan Zenko: kedudukan di Tiga Negara adalah segala yang diingin¬ka nya. ia menghormati dan mengagumi Takeo. tabib Ishida. Taku mengira T akeo akan membunuh Zenko seringkali setelah kejadian itu ia bermimpi usia sepuluh tahun. keponakan Kenji. akan mem¬bawa anak Zenko yang satu lagi ke Hagi. Sejak kecil Taku memuja Takeo sebagai pahlawan. Kelemahan . menurut Taku. Bila tidak terikat oleh kewajiban pcnghormatan dan kesetia an. dan Taku dibesarkan untuk menghormati hierarki Tribe. sebelum gempa mengguncang kota. Ter¬lebih lagi. Ia mungkin siap membunuh Z enko. keluarga Muto telah bersumpah pada keluarga Otori : ia tak akan melanggar sumpah itu. Ia bi sa membawa surat atau pesan lisan kepada Shizuka. Ada ikatan kuat antara mer eka berdua. Ishida. mengenang seringkali tertidur terkena ilmu tidur Kikuta sampai akhimya bisa menghindarinya bahkan sampai ia pun mampu melakukan¬nya. dan keduanya memahami konflik akibat dara h campuran. Shizuka. Suami ibunya. seorang kakak tetap saja kakak. Taku ter senyum pada dirinya sendiri. sebelum gempa mengguncang kota. mereka mirip dalam banyak hal. Ia tahu kalau ayahnya me¬merintahkan untuk membunuh ibun ya: ia tak bisa melupakan atau memaafkan niat ayahnya untuk ia dan kakaknya. Taku memu tuskan akan mengusulkan ibunya. tapi takkan menghina kakaknya dengan mengabaikan hakn ya untuk mengajukan pendapat siapa yang akan menjadi kepemim¬pinan keluarga Muto.Di usia sepuluh tahun. ia menyaksikan ayahnya mengk hianati Takeo. Taku mengira T akeo akan membunuh Zenko seringkali setelah kejadian itu ia bermimpi kalau Takeo memang membunuhnya dan tidak pernah bisa memahami kebencian Zenko terh adap Takeo karena membiarkan¬nya tetap hidup. Ia tahu kalau ayahnya me¬merintahkan untuk membunuh ibun ya: ia tak bisa melupakan atau memaafkan niat ayahnya untuk ia dan kakaknya. Usulan ini mungkin bisa diter ima semua pihak. dan sebagai laki-laki dewasa. seperti yang diucapkan pada Takeo. namun Taku me¬nafsirkan seluruh adegan itu dengan cara yang berbeda. Takeo juga mengajarinya semua hal yang pernah dia pelajari dari Kikuta. Zenko menyalahkan Takeo atas kematian Arai. cukup bisa dipercay a. Zenko menyalahkan Takeo atas kematian Arai. ia menyaksikan ayahnya me ngkhianati Takeo. namun Taku me¬nafsirkan seluruh adegan itu dengan cara yang berbeda. memberinya kekuasaan dan status serta memungkinkan dirinya mengambil banyak keun tungan dari semua bakatnya. Namun.

utama laki-laki itu terletak pada keluguannya. "Kau masih memiliki anak Raku. pengetahuan dan kepeduli¬annya pada kuda tak ada tandingannya. Penting bagi Kono mendapat gambaran Tiga Negara yang sebenarnya untuk dibawa pul ang ke ibukota. sedangkan Zenko berdiri sendiri. Ishida bukan seorang pemberani. Taku masih mengelus-elus dan memberi¬nya makan wortel sewaktu Zenko datang ke area istal. Ryume. Cukup puas dengan keputusan ini. la senang dengan apa yan g ditemukannya di sana: apa pun kesa¬lahan kakaknya. hanya semakin menekankan sikap dinginnya terhadap Zenko. secara fisik. seolah dia sulit memahami kekejia n yang mungkin terpendam dalam sifat manusia. mengulurkan tangan dan meng¬gosok-goso k alis si kuda. tempat ia akan mengatur pertemuan dengan Sugita H iroshi. Taku pergi ke istal untuk melihat keadaan si ku da tua. dan perawat kuda mengaguminya secara terang-terangan. Ryume sudah dibersihkan: surai dan ekornya dibersihkan dari lumpur dan tak lagi kusut. indikasi jel as kasih sayang Takeo pada mereka berdua. Terlepas dari keberanian yang dibutuhkan untuk bi sa pergi jauh dalam penjelajahannya. Ryu me masih tetap kuda yang baik. satu milik Hiroshi dan satu lagi miliknya. kuda itu diberi makan cukup dan kelihatan senang. bah¬kan memp erlakukan Taku dengan rasa hor¬mat yang lebih besar lagi. ikatan dari masa kanak-kanak yang sejauh ini bisa mencegah keretakan hubungan mereka. teman lamanya." ujar Zenko. Taku ingat pada rasa iri Zenko ketika mereka kembali ke Hagi pada musim se mi bersama dua kuda jantan yang tampan. yang sudah pulih dari kelelahan karena perjalanan jauh. menjelaskannya kepada Kaisar bahwa Lord Otori didukung penuh di Maruyam a dan Inuyama. Taku sendiri akan tetap berada di dekat Zenko dan Kono. bahkan mungkin melaku¬kan perjalanan bersama Kono ke wilayah Barat. karena masih ada sisa-sisa kasih sayang di antara mereka. dan tidak s uka bertarung. Halaman 98 dari 500 . Meskipun sudah tua. Mereka saling menyapa dengan penuh kehangatan.

"Benarkah suatu kehormatan.." katanya dengan ringan. Ia berharap kemurahan hatinya bisa melembutkan perasaa n Zenko terhadapnya." komentarnya se¬waktu mereka kembali ke kediaman. Zenko menanggapi dengan jawaban yang tidak tegas lalu mengalihkan topik pem¬bicaraan." "Seperti Lord Otori." "Tidak ada jenazah? Jadi Kenji mati di mana? Dan bagaimana kita tahu kalau dia m emang sudah mati? Ini bukan pertama kalinya dia menghilang demi kepentingan¬nya sendiri?" "Aku yakin Paman sudah tiada. "Ryume adalah hadiah da ri Lord Otori." sahut Zenko.. "Paman sakit parah: mungkin meninggal akibat sakit paru-paru." sahut Taku. "Bukankah kau harus pergi ke rumah keluarga Muto untuk upacara pemakaman?" tanya Zenko sewaktu mereka duduk di datam. kan kuberikan kuda ini untukmu. dan karena tak ad a jenazah yang bisa makamkan." ujarnya tanpa rpikir panjang. "Sungguh kehormatan bagimu dan istri¬mu. lagipula kurasa dia sudah terlalu tua untuk punya anak.. Ia berharap kemurahan hatinya bisa melembutkan perasaa n Zenko terhadapnya. Taku tidak bisa menawarkan sesuatu yang lebih berharga lagi. "Lord Takeo ingin mengadakan upacara di Hagi. dan telah mengatur untuk kembali secepatnya ke Inuyama jika berhasil."Akan kuberikan kuda ini untukmu. tapi misi yang sedang dilaksanakannya luar bia sa ber¬bahaya. pikirnya." Taku sadar kalau perkataan ini semestinya hanyalah lelucon. "yang harus memiliki putra dari laki-laki yang lebih muda. atau kini mereka menjadi tawanan?" tanyanya. tapi aku takkan menerima¬nya. tapi wajah Zenko tampak murung. "Itu tergantung padamu. "Dia belum terl alu tua untuk dikawinkan dan mendapat¬kan anak." Selain anak-anaknya." ujarnya tanpa rpikir panjang. Taku tidak bisa menawarkan sesuatu yang lebih berharga lagi. Aku katakan in i padamu dengan . tapi ada nada sinis di dalamnya." Selain anak-anaknya. Kakakku mengartikan segala se¬s uatunya sebagai penghinaan. Ibu ada di sana. "Terima kasih. "Dia belum terlal u tua untuk dikawinkan dan mendapat¬kan anak." Taku melihat kakaknya sekilas lalu melanjutkan pe rkataannya.

" Taku merasakan kebencian dalam suara kakaknya. keluarga Tribe. tapi Taku tahu betul minat me ndalam di balik kata-kata itu. tapi yang mengkhawatirkannya diba ndingkan komentamya bahwa dia me miliki orang dalam di kalangan Kikuta. "Dan dia meninggal tak lama setel ah anak itu lahir. tapi itu tak mengubah kenyataan kal au aku sama sepertimu. Kabar resminya adalah: Paman meninggal karena sakit paru-paru." sahut Taku. Benarkah itu. Aku punya orang dalam di kalangan Muto dan di kalangan Kikuta. Akio." lanjut Zenko. kesehatannya memburuk. "Mengapa kau berpikir begitu?" "Aku mungkin saja memakai nama Ayah. "Baiklah. siapa pun ayahnya. tidak pernah memaafkanny a dan juga Takeo atas kematian Kotaro. Pasti Kenji sangat ingin be rtemu dengannya Kenji sudah tua. Ak u harus melakukannya karena Takeo tak memercayaiku seperti dia memercayai¬mu. atau Zenko hanya membual? Taku menanti dalam diam. Aku hanya menarik kesimpulan dari fakta yang ada." kata Zenko. adikku." "Ya. Semua orang tahu kalau putra Akio adalah cucu Kenji." Halaman 99 dari 500 . kabarnya. bukan Akio. aku akan menghubungi K ikuta berkaitan dengan anak itu." Zenko berkata dengan santai." "Bukan mati di tangan Kikuta?" ujar Zenko setelah terdiam lama. Bila aku menjadi Ketua. "Hanya Muto Yuki yang tahu pasti. anak itu adalah cucu K enji. melihat apa lagi yang akan Zenko ungkapkan. dan keluarga Muto memiliki kepen¬tingan padanya. "Bahw a Takeo adalah ayahnya. aku ingat. "Tentu saja ada desas-desus di desa Muto mengenai anak itu.penuh ke¬yakinan.

tapi sangat efektifl! Taku agak menunduk dengan tidak tulus agar kelihatan patuh. seperti adat istiadat orang-orang nomaden at au siklus hidup ikan paus. dan bahkan lebih tegang lagi sewaktu sa ng bangsawan bertanya tentang waktu yang pernah dilewatkannya di kediaman Lord Fujiwara. gelisah me¬mikirkan pembicaraannya dengan Zenko dan sa dar akan semua perasaan terpendam di ruangan itu selama mereka makan. Tak lama kemudian Lord Kono datang bergabung. Sesuai kebiasaannya . dan saling bersaing untuk merebut perhatian gadis itu." Kemarahan Zenko mulai meluap. dan datang agak terlambat saat makan malam. Ishi da menerima undangan itu dengan enggan. Taku tidak terlalu suka ataupun percaya pada Hana tapi perempuan itu punya kecerdasan dan semangat yang tak pernah berhenti dikaguminya dan tak ada laki-laki yang tidak terpesona oleh kecantikannya . "Aku ngak terkejut bi la harus mengingatkanmu bahwa Ketua keluarga biasanya memiliki kemampu¬an tinggi." sahut Taku sopan. memuji Hana atas hidangannya dan kedua putranya serta berusaha menarik Ishida ke topik pembicaraan yang tidak menyinggung. Hubungan Taku dengan kakak iparnya agak menyakitkan hati. Mereka semua mem¬buntutinya ke mana pun Hana pergi bak anjing dengan lidah terjulur kelua r. adikku. "Aku memiliki banyak kemampu an Tribe. Kini Taku ingat bagaimana mereka semua terpesona olehnya saat masih anak-anak-dia. Kemampuan-kemampuan itu mungkin tidak semenyolok kemampuan yan g kau miliki." Mungkin sebaiknya kita biarkan saja pertanyaan tentang siapa yang akan menjadi p enerus Kenji sampai kita membicarakannya dengan ibu."Mungkin sebaiknya kita biarkan saja pertanyaan tentang siapa yang akan menjadi penerus Kenji sampai kita membicarakannya dengan ibu. Sudah menjadi rahasia umum kalau ayah Kono lebih suka berhubungan dengan laki¬laki ketimbang . Ishida tampak sangat gugup bertemu Kono." sahut Taku sopan. menya ntap makan siang bersama kemudian pergi bersama Hana dan kedua putranya untuk melihat kirin . dalam ke adaan agak mabuk. ia berbincang ringan dengan Kono. Setelah itu tabib Ishida diundang ke kediaman agar bisa lebih akrab dengan Chikara sebelum m eng¬ajaknya pergi ke Hagi. Zenko dan Hir oshi. Taku tidak memperlihatkan-nya. "Aku ngak terkejut bi la harus mengingatkanmu bahwa Ketua keluarga biasanya memiliki kemampu¬an tinggi. Taku sendiri merasa tegang. lalu mereka ber¬ganti topi k pembicaraan yang lebih aman. matanya menyipit.

" ujar Kono pada Ishida. dari sudut pandang seorang laki-laki seperti diriku yang tertarik pada bagaimana cara manus ia berpikir. Ia bersyukur telah pulih dari perasaan tergila¬gila pada perempuan itu dan tidak pernah merasakannya lagi." "Ayahku selalu menghargai kemampuan Anda." Taku mengira Ishida takkan berkomentar lebih banyak lagi tentang masalah ini. "Dan sekarang dia merawat kesehatan Lord Otori. Taku seperti melihat ketertarikan yang cukup alami di balik perhatian Kono pada Hana. "Tentu saja kasus Lord Otori cukup mengagumkan.perempuan. "Dengan keberhasilan yang gemilang." Taku mendengar nada mendua hati sekaligus kedengkian dalam suaranya. dan melelah¬kan." Dia berhemi sejenak. "Lor d Otori percaya tak ada yang bisa membunuh dirinya dia telah membuat dirinya kekal. pikirnya. "Tabib Ishida sudah sangat s ering menyelamatkan Lord Otori dari kematian." Halaman 100 dari 500 . tapi Taku tak melihat apa pun yang menunjukkan ke¬miripan sifat Kono de ngan ayahnya." komentar Hana pada Kono." sambung Zenko. "Anda terialu berlebihan menyanjungku. na mun setelah menenggak habis sake sekali lagi. Mustahil bila tidak berhasrat pada Hana. "Tabib Ishidalah yang merawat ayah Anda. dan pikirannya melayang mem bayangkan bagaimana rasanya terbangun dalam kegelapan dengan perempuan itu di si sinya. kemudian membungkuk dan berkata dengan nada penuh rahasia. Ia langsung berpikir tentang istrinya sendiri. dan hasratn ya berubah menjadi rasa tidak suka. Kemampuanku biasa saja. si tabib melanjutkan perkataannya. y ang ia tahu bisa dipercaya dan dirindukannya. Hampir saja ia iri pada Zenko. Musim panas kali ini akan berlangsung lama.

serta berbaring di atas ranjang berpaku tan pa melukai kulit mereka." imbuhnya. dan tubuhnya bereaksi dengan sembuh dengan sendirinya."Bcnarkah?" gumam Kono. Zenko lalu bertanya." lanjut Zenko." sahut Kono dengan sikap halus. Tawa yang mengikuti kata-kata Hana selanjutnya terdengar agak kurang nyaman." sahut Taku cepat. "Dan gempa bumi 'B umi . adikku?" tanya Zenko pelan. kau ada di san a ketika pamanmu yang malang " "Aku tidak ingat. karena lebih dari satu orang yang hadi r di sana mengingat kalau Lord Fujiwara me¬nikahi lain Kaede secara paksa hingga bangsawan i tu mati." timpal Hana. " Dia seharusnya membawa kematian pada laki-laki manapun yang menginginkan dirinya. Pernahkah kau tahu kasus-kasus serupa?" "Tentu aku tahu." "Kakakku. Apakah itu semacam takha yul?" "Kurang lebih begitu." "Mengagumkan." sahut Taku ringan. dan belum sempat dia menyahut . Kaede. "Menga pa aku membicarakan hal itu? Oh ya. seraya melirik ke ara h Taku. "Keluarga Otori merupakan sasaran des as-desus. "Kedengaran¬nya terlalu pongah. bagaimana perasaanmu tentang perj alanan lewat laut bersama kirin?" Chikara menelan ludah saat diajak bicara pamannya. Syukur dipanjatkan pada Surga. Apakah itu semacam takhayu l?" cnarkah?" gumam Kono. "Ramalan apa?" "Bahwa Lord Otori hanya bisa mati di tangan putranya." "Kau tahu hal ini. pernah menjadi sasaran desas-desus semacam itu." Ishida minum lagi. tapi Lord Tak eo terhindar dari bahaya itu. di sana ada orang¬or ang suci yang bisa berjalan di atas api tanpa terbakar. Dan sangat berguna. "Kedengaran¬nya terlalu pongah. "Tapi semua orang tahu tentang Lima Pertempuran." sahut Ishida. Dia percaya tidak bisa di¬bunuh. efek dari kuatnya kepercayaan itu berimbas pada tub uhnya. dalam hati berha rap segala siksaan neraka menimpa si tabib yang sedang mabuk. "Itu tidak lebih dari kepercayaan takhayul. Ada semacam ramalan Taku. "Dalam perjalanan ke Tenjiku. sementara Kono mendesak Ishida me nceritakan lebih banyak banyak lagi ten-tang perjalanan-perjalanannya. "Lord Otori memang berhasil luput dari banyak serangan atas dirinya. "Chikara.

"Gempa itu menyelamatkan nyawaku. Halaman 101 dari 500 . Da n nyawa istriku.'" Dilihatnya wajah Kono yang penuh tand a tanya lalu menjelaskan. bicara padanya dengan sopan. Ishida menyelamatkannya yang bicara dengan perasaan yang meluap¬luap." Hana minta maaf pada Kono setelah Chikara membantu si tabib berdiri dan pergi. aku tak ber¬maksud menghina kenangan tentang kedua ayah kalian. antar kakek ke kamar dan minta pelayan membantunya." "Tentu saja." Taku tidak tahu apakah harus bicara dan memberi tahu Kono di mana kesetiaannya b erpihak. "Alangkah ena knya bagi sebuah kemenangan memiliki ramalan yang berguna. dengan nada mengejek." "Aku khawatir dia sudah terlalu banyak minum. "Maaf. atau diam saja dan kelihatan men¬dukung kakaknya. "Ada ramalan seorang perempuan suci. yang berpihak kep ada¬nya. lalu diseka dengan lengan baju. kejahatan telah mendapatkan balasannya. "Di ibukota gempa bumi biasanya dianggap sebagai hukuman atas tindak kejahatan. "Chikara. Kuharap kalian memaafkan orang tua ini." "Ya. Gempa bumi itu di percaya sebagai pertanda dari Surga. "Aku harus beristirahat." Air matanya mengambang.menghantarkan apa yang diinginkan Surga." Lalu dia berpaling ke arah Hana. begitulah yang aku dengar." sahut Kono." Dia minum lalu bicara dengan l ebih serius. karena Ishida adalah ayah tiri suaminya. Aku lelah sekali. buka n anugerah. Menurutku. yang dipastikan oleh kemenanga n Takeo dalam perang. Ayah." ujar Hana.

* Miyoshi Kahei menemani Takeo ke Hagi bersama putra sulungnya. laki-laki yang menarik. ledakan tawa yang me¬ngandung konspirasi jahat. Dal am bahasa Jepang discbut meiyu dan baiu. Tapi _ * Hujan plum adalah hujan yang terjadi saat musim buah plum (Juni-Juli). "Secara resmi. "Ramalan yang menarik bukan?" tanya Kono. dan penyakit akibat cuaca panas. Hagi ad alah kota kelahirannya. Sulit memikirkan tentang musim dingin saat ini. "Wah.. apa yang harus kulakukan tanpa dirimu? pikir Taku." Dan beruntung dia tidak mati seperti ayahnya. Kuharap bisa berbincang banyak dengannya. melintasi Taiwan lalu ke timur sampai ke selatan pasifik Jepang. berbau lembap dan jamur. Aku menyesal dia harus pergi ke Hagi. Takeo sadar pakai¬annya terasa lembap: begitu sering pakaian¬nya basah kuy up sampai menempel di kulit selama perjalanan hingga nyaris tidak ingat bagaimana rasanya kering. pikir Taku. bagai¬mana ia menghabiskan musim dingin untuk mengadakan persiapan. Miyako. Zenko tertawa. Sebaliknya." tam bahnya. Lord Otori tidak memiliki putra. tapi aku harus bertindak bijak!" Kono menaikkan alisnya. Katsumori. penyimpanan cadangan air untuk berjaga -jaga kalau terjadi kekeringan di akhir musim panas. Kecemasan lain yang harus dipikirkan sebelum perang adalah panen. [pent. langit cerah biru berubah kuning di bagian barat saat matahari ter¬b ."Ishida. di akhir musim hujan plum*. wah!" komentarnya.. Kurasa dia lebih mengenal ayahku ketimbang orang lain yang mas ih hidup. "Ada lagi desas-desus tentang Takeo. Mereka berkuda menyeberangi jembatan batu di senja hari bermandikan rintik hujan disertai cahaya matahari. dan gembira bisa bertemu dengan sanak saudaranya. Di atas laut. Paman. wabah penyakit menular. "Kurasa." sahut Taku." "Beliau memiliki tiga putri. Fenomen a cuaca ini melanda pantai timur Cina. Dari Kaisar dan jenderalnya.] semua masalah ini tak lagi terasa mendesak sewaktu memikirkan kalau tak lama lag i ia akan bertemu Kaede dan ketiga putrinya. di m ana hawa panas masih lerjadi. Take o tahu kalau ia membutuhkan saran Kahei tentang cara terbaik menghadapi ancaman yang makin besar dari ibukota. Aku menyesal dia harus pergi ke Hag i. laki-laki yang menarik. Bahkan tempat penginapannya pun terasa lembap. Kuharap b isa berbincanIshida.

Kuda tunggangannya udaklah istimewa. ia merindukan kuda lamanya. Ia akan bicara pada Mori Hiroki tentang kuda.. Bila mereka harus berperang. Takeo b er¬jalan melewati taman. maka akan dibutuh¬kan lebih banyak kuda .. Turun dari kuda di dinding luar utama kastil: kuda-kuda diiuntun pergi. Miyoshi bersaudara meninggalkannya di depan gerbang. Kabar sudah tersiar lebih dulu ke kastil. Pegunungan di belakangnya tertutup awan tebal. dan hanya mengajak Sunaomi. dan guntur bergemuruh sehingga kuda-kuda ter kejut dalam kelelahan. dan berta nya-tanya apakah bisa menemukan kuda seperti itu.enam. Kaede menantinya di beranda pan jang yang Halaman 102 dari 500 . tapi ia tidak ingin berperang. Shun. dan juga pada Shigeko.

Sunaomi akan tinggal bersama kita selama beberapa waktu. Ayo masuk. Suara laut memenuhi udara. "Sh i¬geko. katakan pada Shizuka untuk segera me¬nemui kami. "Tapi kenapa? Apakah ibunya baik-baik saja? Apakah ada se suatu terjadi pada Hana?" Takeo melihat kecemasan Kaede dan ber¬tanya-tanya seberapa banyak yang dapat ia ce ritakan tentang kecurigaannya. tempat sebuah kolam dibuat di sekeliling mata air panas.mengelilingi ke-diaman. pada Shizuka." Indahnya hardikan sayang istrinya mem¬bangkitkan perasaan begitu kuat dalam diri T akeo hingga sesaat ingin berdiri di sana untuk selamanya. "Nanti kuceritakan alasan kunjungan Sunaomi. dan mengganti pakaian yang kerin g. "Ya. " "Tentu saja. Ta keo bisa mendengar langkah ringan putri nya di lantai papan. Shigeko berlari menghampiri dari dalam kediaman. Kemudian dia melihat Sunaomi yang tengah berdiri malu-malu di bela kang. engelilingi ke-diaman. lalu berlutut untuk melepaskan sandal lakeo. Lord Takeo. a . "Ayah!" pekiknya. dan seruan burung dara terden gar dari atap rumah. pada Kaede. "Ya. dan seruan burung dara terdeng ar dari atap rumah." sahut Takeo. Kau harus segera mandi. "Kami tak menduga kau kembali begitu cepat! Kau berkuda dalam cuaca yang begitu buruk! Kau pasti kelelahan. melarut-kan diri dalam dekapannya." Wajah Shigeko tampak serius selagi mem¬bungkuk normal lalu meninggalkan mereka. Lalu perasaan itu berganti dengan hasrat untuk memeluknya. "Ya. "Benarkah ini sepupu kami?" tanyanya. kau pikir masih berusia delapan betas tahun? Kau sama sekali tak memikirkan kese hatanmu!" "Shizuka ada di sini?" tanyanya saat Kaede membimbingnya di beranda menuju bela¬ka ng kediaman. Suara laut memenuhi udara. Wajah Kaede bersinar gembira. Namun kabar pertama harus segera disampaikan." "Sunaomi!" seru Kaede. Minta pelayan untuk mem¬bawakan pakaian unt uk ayahmu. apa yang terjadi?" Kaede mendongak sekilas ke wajah Takeo lalu berkata. "Hana baik-baik saja. terdengar olehnya Shigeko bicara pada kedua adiknya. Wajah Kaede bersinar gembira. Dan basah kuyup.

Kaede berkata." Ia tidak berlama-lama di dalam air panas seperti yang ia inginkan. Langit dan laut berba ur menjadi satu dalam kabut senja. "Se pertinya begitu. Tapi kalian belum boleh menemuinya. Tiap jengkal tubuhnya terasa sakit. "Suatu kehilangan yang menyakitkan.yah sudah pulang. Di sekeliling kolam dan sungai." kata Takeo. bunga iris tampak berkilauan." Mereka hanya berdua. Tak ada kab ar yang jelas. Sen tuhannya menenangkan. "Aku harus bicara berdua dengan Shizuka." Halaman 103 dari 500 . Bagaimana kejadiannya? Apa¬kah dia meninggal karena sakit?" Takeo mendengar dirinya berkata. Satu demi satu api dan lentera di sekitar teluk mulai dinyala kan dalam kegelapan. "Muto Kenji sudah tiada. Kita harus me¬nemukan Shizuka. Taku mengabarkan hal ini padaku di Hofu. Ayo ikut aku. dan segera ke luar dan berpakaian secepatnya. Kaede mengambil air dari kolam dengan ember bambu dan mulai memandikan suaminya. tapi ia harus bicara dulu pada Shizuka. Dia mengadakan perjalanan sampai keluar perbatasan. Takeo ingin Kaede melingkarkan tangan lalu memeluk¬nya. Kaede tidak bicara sepatah kata pun sewaktu melepaskan pakaian Takeo. Takeo melihat air mata meng¬genang di mata istrinya lalu mulai berlinang di pipinya. Sinar matahari keluar dari sela-sela bunga-bunga dan semak¬se mak.

" "Kurasa kau sudah tahu seberapa besar arti Kenji bagiku." sahutnya perlahan. seorang pelayan datang membawa teh. "Aku harus ceritaka n semua yang aku tahu karena hal itu memengaruhi Tribe." Belum sempat Shizuka bergerak men¬dekat." "Baiklah. atas sikapmu mengho rmati pamanku. "Mendekatlah. aku akan menceritakan tentang Sunaomi. "tapi bukannya tidak diharapkan. Shizuka sudah ada di sana. lutut mereka saling berhadapan. "Kenji adalah Ketua Muto. me¬lihat k e sekeliling ruangan dengan cepat. Shizuka harus memilih penggantinya. Hal ini tak bisa dibicarakan dengan orang luar."Tentunya tak ada yang kau rahasiakan padaku?" Tentunya tak ada yang kau rahasia kan padaku?" "Hanya masalah Tribe. dan kunjungan putra Lo rd Fujiwara. Lord Takeo. kalau istrinya masih ingin bersamanya. Dia kembali dan duduk di hadapan Takeo." . Tak ada jenazah.. Kini Takeo m enyesal mengapa tidak memberitahu Shizuka sebelumnya. di mana pun me nurutmu yang paling sesuai." tutur Takeo untuk meredam kemar ahan Kaede. dan kukira kau harus segera tahu. kan?" Tak seorang pun tahu misi yang dilakukan Kenji kecuali ia dan Taku. Shizuka menuangkannya untuk Takeo. Aku pulang membawa kabar bahwa pamanmu telah tiada." kata¬nya. "Paman tingg al di sana. Akan kusiapkan makan untukmu." sahut Shizuka dengan nada resmi. Taku datang ke Hofu untuk mengabarkanny a." "Kukira kemungkinan paman meninggal di Inuyama. Ketika Takeo kembali ke ruang utama. "Ada banyak hal lain yang perlu kita bicarakan." sahutnya." Dilihatnya kalau Kaede tidak senang. atas keprihatinanmu. "Saat kita hanya berdua. Selagi Takeo minum. membuka pintu lemari. Takeo langsung bicara tanpa salam lebih dulu. Shizuka bangkit. kemudian melang¬kah ke beranda dan men gintip di bawahnya. tidak ada orang lain.. "Tidak. "Kau tentu sudah bisa menduga kenapa aku di sini. Terima kasih." sahut Kaede lalu mening¬galka nnya." "Kabar seperti itu tidak pernah disambut baik. "Apakah kau dengar ada orang di dekat sini?" Takeo memasang telinga. sepupu. tapi k ita akan menghormatinya dengan mengadakan upa¬cara di sini atau di Yamagata.

"Ini kuceritakan karena me¬ny angkut masalah keluarga Muto yang kini menjadikanmu anggota yang dituakan." sahut Shizuka." "Terima kasih. lalu melanjutkan bicara. Setelah peristiwa di Inuyama. Kaede atau orang lai n di luar Tribe tidak perlu tahu." "Lebih baik dia mendengar tentang anak¬mu itu dari mulutmu ketimbang dari orang la in. kalau Kenji mencari obat sampai kel uar perbatasan wilayah Timur. Taku hanya tahu kal au Yuki meninggal di desa Kikuta tempat Akio dan anak itu bersembunyi selama beberapa tahun ini." Takeo menghela napas . kami pikir b isa memanfaatkan anak-anak Gosaburo untuk menekan mereka agar mau berdamai. dan bisa bersembunyi di tempat yang paling sempit sekalipun." "Dan yang sebenarnya?" "Kenji pergi berunding dengan Kikuta. "Kenji ingin bertemu anak Yuki. Aku tak ingin putriku atau istriku mendengar pembicaraan kita. Halaman 104 dari 500 . kau harus ceritakan semua ini pa da Kaede." "Takeo." Tidak dibiarkannya Shizuka melanjutkan kata-katanya.. Ku kata¬kan pada Kaede kalau Kenji meninggal karena penyakit."Kedua putrimu mulai mahir menguping.. cucunya.

"Aku sudah menyimpannya rapat-rapat begitu lama hingga tak tahu bagaimana member itahukannya. Semua tudah berlalu: anak itu putra Akio; putriku adalah pewaris¬ku. Untuk saat in i, ada pertanyaan mengenai keluarga Muto dan Tribe. Kenji dan Taku bekerjasama dengan baik: ilmu d an ketrampilan yang Kenji miliki tak ada bandingnya. Taku memiliki kemampuan yang hebat, tapi k urasa kau sependapat kalau ada semacam kegoyahan dalam dirinya: aku ragu apakah dia cukup dewasa untuk me¬mimpin Tribe. Zenko adalah putra sulung¬mu, dan pewaris langsung Kenji, dan aku t ak ingin menghina atau mengganggunya, atau ku sudah menyimpannya rapat-rapat begitu lama hingga tak tahu bagaimana memberit ahukannya. Semua tudah berlalu: anak itu putra Akio; putriku adalah pewaris¬ku. Untuk saat in i, ada pertanyaan mengenai keluarga Muto dan Tribe. Kenji dan Taku bekerjasama dengan baik: ilmu d an ketrampilan yang Kenji miliki tak ada bandingnya. Taku memiliki kemampuan yang hebat, tapi k urasa kau sependapat kalau ada semacam kegoyahan dalam dirinya: aku ragu apakah dia cukup dewasa untuk me¬mimpin Tribe. Zenko adalah putra sulung¬mu, dan pewaris langsung Kenji, dan aku t ak ingin menghina atau mengganggunya, atau memberinya dalih untuk..." Takeo berhenti bicara. "Untuk apa?" Shizuka menyela. "Baiklah, kurasa kau tahu betapa mirip sifat putramu dengan ayahnya. Aku khawati r dengan niatnya. Aku tidak bermaksud mem¬biarkannya mengembalikan kita dalam perang saudara lagi." Takeo bicara dengan nada serius, lalu tersenyum dan meneruskan dengan nada lebih ringan. "Mak a aku meng¬atur agar kedua putranya menghabiskan waktu bersama kita. Kurasa kau ingin be r¬temu cucumu." "Aku sudah bertemu Sunaomi," tutur Shizuka. "Tentu saja ini sangat menyenang¬kan. Apakah Chikara juga akan datang?" "Suamimu akan membawanya dengan kapal, bersama makhluk luar biasa yang dia diseb ut kirin," sahut Takeo. "Ah, Ishida sudah kembali; aku senang mendengarnya. Kukatakan yang sebenarnya, T akeo, aku sudah senang dengan hidupku yang tenang, mendampingi Kaede dan anak¬anakmu, istri dari tabibmu. ..tapi rasanya kau hendak membuat tuntutan lain padaku." "Kau masih cepat tanggap seperti biasa," sahut Takeo. "ingin kau menjadi pemimpi n Muto. Taku akan bekerjasama denganmu seperti yang dia lakukan bersama Kenji, dan

Zenko tentu akan tunduk padamu." "Pemimpin keluarga disebut Ketua," Shizuka mengingatkan. "Dan belum pernah ada K etua perempuan!" tambahnya. "Kau bisa menyebutnya apa saja. Itu akan menjadi contoh yang baik. Aku hendak memperkenalkannya ke wilayah lokal juga: kita akan memulai dengan Negara Tengah lalu kita sebarkan ke luar. Sudah banyak area di mana perempuan dengan kebaikan dan kemamp uan dapat menggantikan posisi suaminya. Mereka akan diakui dan diberi wewenang yang sama s eperti laki-laki." "Jadi kau akan memperkuat negara ini dari akar, dan para ksatria akan mendukung putrimu?" "Bila Shigeko menjadi satu-satunya penguasa perempuan, dia juga harus bersikap l ayaknya laki-laki. Bila perempuan lain berada di puncak kekuasaan, kita mungkin bisa melihat peruba han mengalir ke seluruh Tiga Negara." "Kau masih saja senang berkhayal, sepupuku!" sahut Shizuka seraya tersenyum, ter lepas dari penderitaan yang ditanggung nya. "Kau mau melakukannya, kan?" "Baiklah, sebagian karena pamanku pernah mengisyaratkan bahwa hal ini juga keing inannya. Dan setidaknya sampai Taku mantap dan Zenko sadar. Kurasa dia akan sadar, Takeo, dan terima kasih atas tindakan¬mu yang berhati-hati padanya. Namun apa pun hasilnya nanti, keluarga Muto akan tetap setia padamu dan keluargamu." Shizuka membungkuk hormat dengan sikap resmi . "Aku bersumpah padamu sekarang, Lord Otori, sebagai pemimpim mereka." "Aku tahu apa yang telah kau lakukan untuk Lord Shigeru dan keluarga Otori. Aku berhutang banyak padamu," ujar Takeo dengan penuh perasaan. "Aku senang kita bisa bicara berdua," imbuh Shizuka, "karena kita harus mem¬bicara kan tentang si kembar. Aku berharap bisa bertanya pada pamanku mengenai se¬suatu yang baru saja t erjadi, tapi mungkin kau tahu cara mengatasinya." Halaman 105 dari 500

Diceritakannya pada Takeo mengenai peristiwa yang terjadi pada kucing, bagai¬mana kucing itu tertidur dan tak pernah bangun lagi. iceritakannya pada Takeo mengenai peristiwa yang terjadi pada kucing, bagai¬mana k ucing itu tertidur dan tak pernah bangun lagi. "Aku tahu Maya memiliki kemampuan ini," tutur Shizuka, "karena dia pemah mem¬perli hatkan tandatandanya selama musim semi. Satu atau dua kali aku bahkan pusing ketika dia menatapku. Ta pi tak seorang pun dari keluarga Muto tahu tentang sihir tidur Kikuta, meskipun banyak takhayul yang ber¬kaitan dengan hal itu." "Kemampuan itu seperti obat yang sangat mujarab," sahut Takeo. "Sedikit akan men guntungkan, tapi jika terlalu banyak justru bisa menyebabkan kematian. Orang membuat diri mereka terbuka pada kemam¬puan itu karena kelemahan diri mereka sendiri, karena kurangnya pengendalian diri mereka. Aku diajarkan untuk mengendali¬kannya di Matsue dan di sana aku belajar bahwa Kikuta tak pernah menatap langsung anak-anak mereka karena seorang anak tidak dapat melawan tatapa n itu. Kurasa seekor kucing kecil sama lemahnya. Aku belum pernah mencobanya pada kucing, hany a pada anjing dan aku sudah mahir melakukan¬nya." "Kau belum pernah mendengar per¬pindahan antara orang yang sudah mati dengan orang yang membuat mereka tertidur?" Pertanyaan itu membuat bulu kuduk Takeo berdiri. Hujan mulai turun lagi, dan kin i gemuruhnya semakin keras di atap. "Biasanya bukan sihir tidur yang mampu membunuh," tuturnya dengan hati-hati. "Di gunakan hanya untuk melemahkan: kematian pasti disebabkan oleh hal lain." "Itu yang mereka ajarkan padamu?" "Mengapa kau menanyakan hal ini?" "Aku mencemaskan Maya. Dia menunjuk¬kan tanda-tanda kerasukan. Ini pernah ter¬jadi d i keluarga Muto, kau tahu; Kenji dijuluki Si Rubah saat masih muda: kabarnya dia pernah ker asukan roh rubah bahkan menikah dengan seekor rubah tapi selain pamanku, aku tidak tahu ada perubah an bentuk yang pernah terjadi. Hampir seolah Maya yang menarik roh kucing itu masuk ke dal am dirinya. Semua anak suka bertingkah seperti hewan, tapi seharusnya mereka lebih manusiawi ketik a mulai dewasa; Maya justru sebaliknya. Aku tidak membicarakan hal ini pada Kaede; Shigeko sudah curiga ada yang

tidak beres. Aku senang kau sudah kembali." Takeo mengangguk, merasa gelisah dengan kabar ini. "Cucu-cucumu tidak me nunjukkan tanda-tanda ketrampilan Tribe," komentarnya. "idak, dan aku cukup lega. Biarlah mereka menjadi putra Zenko, ksatria. Kenji me ngatakan bahwa kemampuan itu akan menghilang dalam dua generasi. Mungkin, dalam diri si kembar kita menyaksikan pancaran sinar yang terakhir sebelum lentera¬nya padam." Pancaran sinar yang terakhir ini bisa mem¬buat bayangan-bayangan aneh, pikir Takeo . *** Tak seorang pun mengganggu selama mereka berbincang-bincang: setengah sadar ia s eperti mendengar ada tarikan napas, bunyi sambungan papan yang bergerak, langkah ringan yang menandakan ada yang menguping. Tapi saat memerhatikan lagi, yang terdengar hanya lah siraman air hujan, halilintar di kejauhan, dan hempasan ombak. Namun ketika mereka selesai, dan Takeo berjalan ke kamar Kaede di koridor yang m engkilap, ia mendengar suara luar biasa di depannya, semacam raungan dan geraman, setengah ma nusia dan setengah hewan. Kemudian terdengar suara memekik ke takutan, dan derap langkah kaki. Takeo ber¬belok di sudut dan Sunaomi menabrak-nya . "Paman! Maaf!" Bocah itu tertawa cekikikan kegirangan. "Macan itu ingin me¬nangkap ku!" Halaman 106 dari 500

Awalnya Takeo melihat bayangan di kertas kasa. Sesaat terlihat jelas olehnya sos ok tubuh manusia, dan satu sosok lagi di belakangnya dengan telinga rata, kuku yang siap mencakar dan kibaskan ekor. Lalu si kembar datang berlarian dari sudut, dan mereka berdua hanyalah anak pere mpuan biasa, bahkan saat sedang menggeram. Mereka langsung ber¬henti mematung ketika melihat ayahnya. walnya Takeo melihat bayangan di kertas kasa. Sesaat terlihat jelas olehnya soso k tubuh manusia, dan satu sosok lagi di belakangnya dengan telinga rata, kuku yang siap mencakar dan kibaskan ekor. Lalu si kembar datang berlarian dari sudut, dan mereka berdua hanyalah anak pere mpuan biasa, bahkan saat sedang menggeram. Mereka langsung ber¬henti mematung ketika melihat ayahnya. "Ayah!" "Itu dia macannya!" jerit Sunaomi. Miki melihat wajah ayahnya, menarik lengan baju Maya lalu berkata, "Kami cuma ma in-main." "Kalian sudah terlalu besar untuk per¬mainan seperti itu," ujarnya, menyembunyi¬kan kekhawatirannya. "Bukan begini caranya menyambut ayah kalian. Ayah berharap me¬nem ukan kalian tumbuh menjadi perempuan muda." Seperti biasa, rasa tidak senang sang ayah menciutkan nyali mereka. "Maaf," kata Miki. "Maafkan kami, Ayah," ujar Maya me¬mohon, tanpa sedikit pun sisa geraman macan dal am suaranya. "Ini salahku juga," imbuh Sunaomi. "Semestinya aku sudah tahu. Lagipula, mereka hanyalah anak perempuan." "Ayah tampaknya perlu bicara serius dengan kalian berdua. Di mana ibu kalian?" "Ibu sedang menunggu Ayah. Kata ibu mungkin kami boleh makan bersama Ayah," bisi k Miki. "Baiklah, Ayah kira kita harus menyambut kedatangan Sunaomi. Kalian boleh makan bersama kami. Tapi tidak ada lagi permainan berubah menjadi macan!" "Tapi manusia seharusnya mengumpan¬kan diri mereka pada macan," ujar Maya selagi m ereka berjalan di sampingnya. "Shigeko yang menceritakan itu pada kami." Maya tidak bisa menahan untuk berbisik pada Sunaomi, "Dan yang paling disukai ma can adalah anak laki-laki." Merasa jera atas teguran pamannya, Sunaomi tidak menyahut. Takeo bermaksud untuk berbicara dengan si kembar malam ini, tapi seusai makan

malam, ia merasa kelelahan dan keinginan berdua saja dengan Kaede. Kedua putri k embarnya bersikap sempurna selama makan malam, bersikap baik pada sepupu mereka, dan sopa n pada orangtua dan kakak sulung mereka. *** Saat ini Takeo menatap Kaede di bawah keremangan cahaya lentera, tampak lekuk tu lang pipi dan siluet istrinya. Jubah tidur membungkus tubuh Kaede yang duduk bersila di matras , tubuh rampingnya tampak putih samar-samar dengan selimut sutra. Takeo berbaring dengan kepala di pangkuan Kaede, merasakan panas tubuh istrinya, mengenang dulu ia sering berbaring seperti ini p ada ibunya saat kecil. Rambutnya dibelai lembut oleh Kaede sampai ke leher, me¬lemaskan syarafnya yang tegang. Mereka hanyut dalam perasaan cinta, tak lama setelah hanya berdua, nyaris tanpa kata¬kata, mencari kedekatan serta meleburkan diri dalam kesatuan, senantiasa begitu akrab. Mereka berbagi kesedihan atas kematian Kenji tanpa suara, atau perasaan terasing dari rahasia T akeo tentang Tribe atau pun kekhawatiran tentang putri mereka. Semua kecemasan ini kian membakar keintiman t anpa kata-kata dari hasrat mereka dan seperti biasa, ketika hasrat mereda, bak mukjizat, pemuli han pun terjadi: sikap dingin Kaede menguap; kesedihan Takeo seperti bisa dilalui. Banyak hal yang mesti dibicarakan. Pertama tentang kecurigaan terhadap Zenko dan alasan ia membawa kedua putra Arai ke rumah mereka. Halaman 107 dari 500

"Tentu kau takkan mengangkat mereka secara sah menurut hukum, kan?" seru Kaede. Tentu kau takkan mengangkat mereka secara sah menurut hukum, kan?" seru Kaede. "Bagaimana jika aku melakukannya?" "Aku menganggap Sunaomi seperti anak kandungku tapi Shigeko akan tetap menjadi pew arismu?" "Ada banyak kemungkinan: bahkan pernikahan, saat dia cukup dewasa. Aku tak ingin melakukannya dengan tergesa-gesa. Semakin lama kita menunda keputusan, semakin besar kemungki nan Zenko tersadar dan tenang. Tapi aku khawatir dia didukung Kaisar dan para pendukungnya di wilayah Timur. Kita harus berterima kasih pada penculikmu untuk hal itu!" Diceritakannya tentang penemuannya dengan Lord Kono. "Mereka mencap diriku sebag ai penjahat. Karena Fujiwara adalah kerabat Kaisar sehingga dia terbebas dari kejahatannya!" "Kuatnya tekadmu soal sistem keadilan mungkin telah membuat mereka ketakutan," k ata Kaede. "Karena hingga saat ini tak seorang pun berani mencela atau meng¬hukum orang seper ti Fujiwara. Aku tahu dia bisa saja membunuhku tanpa berpikir panjang. Tak seorang pun berani menolak perintahnya, tidak ada yang berpikir kalau apa yang dilakukannya salah. Perasaan laki¬laki tidak lebih berharga dari sebuah lukisan atau jambangan berharga karena dia bisa membunuh pere mpuan dengan entengnya seolah hanya menghancurkan salah satu hartanya aku nyaris tidak b isa mengung¬kapkan dengan kata-kata betapa sikapnya melemahkan keinginanku dan membuat tubuhku serasa lumpuh. Kini pembunuhan atas perempuan di Tiga Negara akan dihuku m sama seperti pembunuhan terhadap laki-laki, dan tidak ada orang yang bisa lolos dari keadilan hanya karena derajat mereka. Keluarga-keluarga ksatria kita lelah me nerimanya, namun di luar perbatasan kita, baik itu ksatria maupun bangsawan akan menganggap hukum sebagai penghinaan. "Kau mengingatkan betapa banyak hal yang dipertaruhkan. Aku takkan mengun¬durkan d iri seperti permintaan Kaisar, tapi aku juga tak ingin terjadi peperangan. Namun bila kita m emang harus berperang di wilayah Timur, maka makin cepat makin baik." Takeo menceritakan ten tang senjata api, dan misi Fumio. Tentu saja Kahei berpikir kita harus segera bersiap: kita punya waktu untuk membangun kekuatan sebelum musim dingin. Tapi di Terayama semua Guru Besar menen tangnya. Mereka mengata¬kan kalau aku harus pergi ke ibukota musim semi depan bersama Shige ko, dan semua masalah akan terpecahkan." Takeo mengernyitkan dahi. Kaede meng¬gosokkan jari di dahi Takeo, menghaluskan gar

is-garis kerutannya. "Gemba memiliki serangkaian tipuan baru," ujarnya. "Tapi kukira akan mem¬butuhkan lebih dari sekadar itu untuk meredam nafsu kekuasaan jenderal Kaisar, Saga Hideki, Si Pembu ru Anjing."** Keesokan harinya dilakukan persiapkan upacara pemakaman Kenji, dan mendiktekan s urat-surat. Minoru dibuat sibuk seharian, menulis surat untuk Zenko dan Hana bahwa Sunaomi t iba dengan selamat; surat kepada Sugita Hiroshi, memintanya datang ke Hagi secepat mungkin; surat kepada Terada Fumifusa, mengabarkan tentang kepulangan Takeo dan keberadaan putranya, F umio, dan terakhir surat kepada Sonoda Mitsuru di Inuyama, memberitahukan bahwa belum ada Keputusan mengenai nasib kedua sandera; masalah ini akan dibicarakan pada per¬temuan mendata ng. Kaede memberitahukan pada Takeo dan Minoru tentang semua masalah terbaru yang be rkaitan dengan kota Hagi dan penduduk¬nya. Minoru mencatat dengan hati-hati ten-tang Keput usan yang akan diambil. Di pengujung hari yang panjang, panas serta melelahkan, Takeo perg i mandi, dan me Halaman 108 dari 500

ngirim perintah agar putri kembarnya datang menghadapnya ke sanairim perintah ag ar putri kembarnya datang menghadapnya ke sana. Mereka menyelinap masuk ke air beruap dengan tubuh telanjang: badan mereka tak l agi seperti badan anak-anak, rambut mereka panjang dan tebal. Sikap mereka lebih tenang dari biasanya, jelas masih belum yakin apa¬kah Takeo sudah memaafkan tingkah mereka pada hari sebelumny a. "Kalian kelihatan lelah," kata Takeo. "Ayah berharap kalian bekerja keras hari i ni." "Shizuka galak sekali hari ini," Miki meng¬hela napas. "Dia bilang kami perlu lebi h disiplin." "Dan Shigeko memaksa kami menulis begitu banyak," keluh Maya. "Jika aku tidak pu nya jari seperti Ayah, apakah Lord Minoru akan menulis untukku?" "Ayah dulu belajar menulis, maka kalian pun begitu," sahutnya. "Dan menulis jauh lebih sulit bagi Ayah karena usia Ayah sudah lebih tua. Makin muda, makin mudah belajar. Bersyuku rlah kalian memiliki guru yang sangat baik!" Nada suaranya terdengar tegas. Miki memegang-megang bekas luka ayahnya yang melintang dari leher samping ke dada. Takeo bicara dengan suara lebih lembut. "Banyak hal dituntut dari kalian. Kalian harus belajar cara ksatria, begitu pula dengan semua rahasia Tribe. Ayah tahu itu tidak mudah. Kali an memiliki banyak bakat: kalian harus hati-hati menggunakannya." Miki berkata, "Karena kejadian pada kucing itu?" "Coba ceritakan," sahut Takeo. Si kembar saling bertukar pandang tanpa bicara. Takeo berkata, "Kalian adalah darah daging Ayah. Kalian ditandai, seperti juga A yah, sebagai Kikuta. Tidak ada yang tidak bisa kalian ceritakan pada Ayah. Maya, apa yang terjadi pad a kucing itu?" "Aku tak bermaksud menyakiti," Maya mulai bicara. "Jangan bohong," Takeo memperingatkan. Maya meneruskan, "Aku ingin melihat apa yang akan terjadi." Suaranya kedengaran serius; menatap lurus pada Takeo. Kelak Maya ingin menantang tatapan ayahnya. "Aku marah sekali dengan Mori Hiroki." "Hiroki menatap kami," Miki menjelas¬kan. "Semua begitu. Seolah kami ini setan." "Dia menyukai Shigeko dan tidak menyukai kami," tutur Maya.

"Sama seperti semua orang," ujar Miki, dan seolah diamnya Takeo melepaskan ses¬uat u dalam dirinya, Miki menangis. "Kami dibenci karena kami kembar!" Si kembar jarang menangis. Satu lagi sifat yang membuat mereka nampak tidak waja r. Maya juga menangis. "Ibu juga membenci kami karena ibu menginginkan anak laki¬laki , dan bukannya dua anak perempuan!" "Chiyo yang bilang pada kami," Miki menelan ludah. Takeo merasa hatinya remuk redam karena kesedihan. Memang mudah menya¬yangi putri sulungnya, tapi ia lebih menya¬yangi si kembar karena mereka tidak mudah disayangi , dan juga merasa iba pada mereka. "Kalian sangat berharga bagi ayah," sahut¬nya. "Ayah merasa gembira karena kalian kembar dan kalian anak perempuan. Ayah lebih senang anak perempuan ketimbang semua anak lak i-laki di dunia ini." "Saat Ayah ada di sini, kami merasa aman. dan kami tak ingin melakukan hal-hal y ang buruk. Tapi Ayah sering pergi jauh." "Ayah ingin mengajak kalian tapi tidak Halaman 109 dari 500

selalu bisa. Kalian harus bersikap baik bahkan saat Ayah tidak ada di sini." ela lu bisa. Kalian harus bersikap baik bahkan saat Ayah tidak ada di sini." "Orang-orang seharusnya tidak boleh menatap kami," ujar Maya. "Maya, mulai saat ini kau yang harus berhati-hati saat menatap. Kau sudah tahu c eritanya Ayah sudah sering ceritakan padamu tentang pertemuan Ayah dengan raksasa Jin-emon?" tan ya Takeo. "Ya," sahut mereka serempak dengan penuh semangat. "Ayah menatap matanya dan dia tertidur. Itulah sihir tidur Kikuta yang berguna u ntuk melumpuhkan musuh. Itulah yang kau laku¬kan pada kucing itu, Maya. Tapi Jin-emon bertubuh besa r, setinggi gerbang kastil serta lebih berat dari banteng. Kucing bertubuh kecil, dan masih muda, dan sihir tidur itu membunuhnya." "Kucing itu tidak benar-benar mati," tutur Maya, bergerak mendekati lalu bergela yut di lengan kiri ayahnya. "Kucing itu men¬datangiku." Takeo berusaha tak menunjukkan ke¬kagetannya, tak ingin membungkam putri¬nya. "Kucing itu datang tinggal bersamaku," ujar Maya. "Kucing itu tidak keberatan. Karena sebelumnya kucing itu tidak bisa bicara, kini dia bisa bicara. Dan aku pun tidak keberatan. Aku suka kucing itu. Aku suka menjadi kucin g." 'Tapi Jin-emon tidak mendatangi Ayah, kan?" tanya Miki. Bagi mereka hal ini tida k lebih aneh dibandingkan dengan kemampu¬an menghilang, atau sosok kedua, dan mungkin tidak leb ih berbahaya. "Tidak, karena akhirnya Ayah menggorok tenggorokannya dengan Jato. Dia mati kare na digorok, bukan karena sihir tidur itu." "Apa Ayah marah dengan kejadian kucing itu?" tanya Maya. Takeo tahu kalau mereka percaya padanya, dan ia tak ingin kehilangan kepercayaan itu, juga sadar kalau mereka bersifat pemalu layaknya hewan liar yang dapat kabur dalam sekejap. Terkenang masamasa penuh pen¬deritaan selama bersama Kikuta. kekejaman dalam pelatihannya. "Tidak. Ayah tidak marah," sahut Takeo dengan tenang. "Shizuka marah sekali," gumam Miki. "Tapi Ayah harus tahu semuanya agar bisa mel indungi kalian, dan menghentikan kalian agar tak menyakiti orang lain. Ayah adalah orangtua dan juga senior kalian dalam keluarga Kikuta.

Kalian berhutang kepatuhan pada Ayah dalam kedua hal itu." "Kejadiannya begini," tutur Maya. "Aku marah pada Mori Hiroki. Kulihat betapa sa yangnya dia pada kucing itu. Aku ingin dia membayar perbuatannya karena tidak mau menatap kami. D an kucing itu manis sekali. Aku ingin bermain dengannya. Maka kutatap matanya, dan aku tidak b isa berhenti menatapnya. Kucing itu lucu, dan aku ingin menyakiti Hiroki, dan aku tak bisa me ng¬hentikannya." Maya berhenti, menatap tak berdaya ke arah Takeo. "Teruskan," ujarnya. "Aku menariknya masuk. Dari tatapan matanya, melalui tatapan mataku. Kucing melo mpat masuk ke dalam diriku. Kucing itu melolong dan mengeong. Tapi aku tidak bisa berhenti men atapnya. Kemudian kucing itu mati. Tapi dia masih hidup." "Lalu?" "Lalu Mori Hiroki sedih, dan itu mem¬buatku senang." Maya menghela napas panjang, seolah habis susah mengingat pelajaran yang telah dihapalkannya. "Hanya itu. Ayah, sungguh." Takeo menyentuh pipi Maya. "Kau telah berkata jujur. Tapi kau tahu betapa mem¬bing ungkan perasaanmu. Pikiranmu tidak jernih, yang justru harus sebaliknya saat menggunaka n kemampuan Tribe itu. Saat menatap mata orang lain, kalian akan melihat kelemahan mereka. I tulah yang membuat mereka rapuh pada tatapan kalian." Halaman 110 dari 500

" sahut Miki. Shigeko bangu ." sahut Takeo. Kau akan harus menanggung akibatnya. "Terutama Sunaomi! Ayah tidak akan men gangkat Sunaomi sebagai anak. "Sebagai hukuman!" "Aku tak ingin ditunangkan dengan siapa pun. kan?" tanya Maya. "Kita berdua menikah saja. "Aku ingin menikah dengan Miki." sahut Takeo. *** Pemakaman Kenji dilaksanakan keesokan harinya." sahut Miki sepakat. juga Jo-An. "Mengapa? Siapa yang mengatakan kalian harus menikah dengannya?" "Sunaomi mengatakan pada kami kalau dia ditunangkan dengan salah satu dari kami! " "Hanya kalau dia benar-benar nakal. dan mulai menangis lagi. "Ayah tidak tahu. dan batu nisan didirikan untuknya di kuil Hachiman di sebelah Tokoji." kata Maya. "Aku benci anak-anak. Kini mereka bertiga menginspirasi dan melindungi orang yang masih hidup di dunia fana ini. menangisi kepergian gurunya." sahut Maya setuju. Tapi kau harus ber¬janji pada Ayah untuk tidak menggunakan sihir tidur Kikuta pada orang lain sampai Ayah ijinkan." kata Maya di sela-sela isak tangisnya yang baru meleda k lagi." "Kuharap dia belum mati. tubuh mereka begitu mirip dengan tekstur dan warna kulit dirinya. kini lebih tenang." "Mestinya Kenji tahu. yang tak lama kemudian menjadi tempat ziarah bagi ke luarga Muto dan anggota Tribe yang lain." ujar Miki. "Kami tidak harus menikah dengan Sunaomi. Tindakanmu salah. Dan Takeo merasakan matanya pun menghangat." "Aku tak ingin punya anak. Kenji telah berpulang ke alam baka. Kita harus mengamati¬mu untuk mencari tahu.* Musim hujan plum sudah selesai dan hawa panas musim panas dimulai. ka u membuat kesalahan. dan kedua putri kembarnya yang belum bi sa dilindunginya dari kerasukan yang akibatnya pun belum bisa diperkirakannya."Apa yang akan terjadi padaku?" tanya MayaApa yang akan terjadi padaku?" tanya M aya. Kedua putrinya berada di dekatnya. "Lalu kalian takkan punya anak. sambil tertawa cekikikan." ujar Miki. kan?" "Ayah tak membutuhkan anak laki-laki. "Dia menceritakan ten tang roh-roh hewan dan cara Tribe memanfaatkannya." Takeo menggoda. Kalian membutuhkan laki-laki untuk bisa punya anak. seperti juga Shiger u. "Kelak kau pasti berubah pikiran.

Halaman 111 dari 500 . mengajarin ya sopan santun. meringkik saat meli hat¬nya dan menunjukkan tanda sayang.n sebelum matahari terbit dan pergi ke kuil di tepi sungai untuk menghabiskan waktu ber¬sama si kuda hitam jantan saat udara masih dingin. Dua kuda betina tua menggigit dan menendang. sedangkan kuda jantan mulai bisa menerima kehadiran Shigeko.

peristiwa besar selanjutnya di musim panas adalah kedatangan Sugit a Hiroshi dari Maruyama. Dinamainya kuda itu Tenba karena ada sesuatu bersifat surgawi pada kuda itu. memer¬hatika n kuda jantan itu menggesek-gesekkan kepalanya di bahu Shigeko. dan Taku tujuh belas tahun." ujar Hiroki." komentar Mori Hiroki. Setiap kali menerima surat. "Ayah tak memiliki kuda yang di sukai sejak Shun mati. tapi dia hanya setengah mengakui kalau dia lega saat Hiroshi berkuda ke Hagi seo rang diri. sedangkan ayah Anda terlalu sibuk. Hiroshi akan datang ke Hagi Kami bisa menjinakkan kuda ini bersama-sam a. kuda itu tampak seolah terbang. Hiroshi tinggal bersama keluarga Otori sampai usia dua puluh tahun lalu pindah ke Maruyama. serta hembusan lembut angin dari laut membuat kediaman terasa dingin. karena usianya sudah dua puluh enam tahun dan belum beristri. pada malam-malam yang hangat ket ika langit hitam kelam dan bintang¬bintang terlihat membesar."Dia tidak pernah melakukannya pada siapa pun. Aku sudah terlalu tua dan lamban. Anak-anak berenang di laut dan melanjutkan pelajar an dan pelatihan dengan gembira karena sang ayah sudah pulang. Bagi Shigeko. Menunggu hingga bisa bicara berdua pada Shizuka. tempat dia menjalankan pemerintahan wilayah milik ibu Shigeko dan suatu kelak akan menjadi miliknya." komentar Mori Hiroki. Kedatangannya terasa seperti kemb alinya kakak lakilaki bagi ketiga gadis itu. yang pasti jangan seorang diri. Dan Ayah bisa menungganginya saat kami me¬lakukan perjalanan ke Miyako. "Shizuka. Hari-hari yang panas berlalu. "Kuda ini mulai menyayangiku." jawab Shizuka. "Tidak t erlalu muda. memer¬hatikan kuda jantan itu menggesek-gesekkan kepalanya di bahu Shigeko." "Tapi harus aku lakukan." Lalu pi kiran itu terbersit di benaknya. Hal ini t ak bisa dijelaskan. dan tidak menyebut istri atau tunangan yang ditinggalkan di Maruyama. Shigeko berharap membaca kala u Hiroshi sudah menikah. Dia tidak pernah melakukannya pada siapa pun. dan sewaktu berderap mengelilingi padang rumput. "Tapi Anda jangan mencobanya dulu ." sahut Shigeko." bantah Shigeko." "Kuda ini sudah siap dijinakkan. berapa usia kedua putramu saat mereka menikah?" "Zenko delapan belas tahun. Meskipun urusan pemerintahan membu atnya sibuk. Shigeko membuka topik pembicaraan dengan santai." . Takeo selalu menyempatkan waktu bersama mereka. "Aku ingin berikan untuk ayahku.

" sahut Shizuka." ujar Shigeko. tapi sudah menjadi rahasia umum kalau Hiroshi tak dapat menghapus kekecewaannya. sudah pasti ayahmu akan menikah¬kan mereka." Shi zuka tertawa. dan setenga h tercengang dengan rasa sakit di hatinya. dan mereka lahir di tahun yang sama bibimu Hana juga lahir di tahun itu." tutur Shizuka. "Kukira ketiganya berharap bisa menikahi Hana. "Tapi aku terpak sa harus mencarikan istri untuknya! Apakah dia memiliki perempuan simpanan?" "Kurasa ada. Hiroshi jatuh cinta pada Hana sehingga tak mau men ikah lagi? "Bila ada unsur persekutuan pada diri mereka." "Kuharap dia akan terus mengabdi padaku di sana. kan?" "Ya. Dia akan menyerahkan Maruyama padamu tahun ini. "Tapi posisi Hiroshi itu unik. dan itulah alasannya dia tidak menikah." kata Shigeko. setengah ingin meneruskan pembicaraan. "Kebanyakan laki-laki memiliki perempuan simpanan!" "Ayahku tidak. Terutama Hiroshi yang selalu mend ambakan menjadi suami Hana: dia amat mengagumi ibumu dan meng¬anggap Hana mirip dengannya. Taku ber¬hasil mengat asi patah hatinya." sahut Shigeko. Halaman 112 dari 500 ." "Sungguh aneh. namun dia tak punya tanah warisan nya sendiri. Kedudukannya kurang tinggi."Dan usia Taku dan Sugita sebaya. Kedekatannya pada keluargamu hampir seperti anak laki-laki di keluarga ini.

aku ingin tahu apakah dia bisa menemukan orang yang cukup baik. Hiroshi dilatih dengan Ajaran Houou. Aku hanya ingin tahu seperti apa: hal-hal yang dilakukan laki -laki dan perempuan bersama." Shigeko mengamati Hiroshi malam itu saat makan malam." "Tak menikah pun aku sudah bahagia. Shigeko? Kau sudah leb ih dewasa dari yang kukira?" "Tentu saja tidak. penuh optimisme tentang panen yang akan datang dan dengan bersemangat menceritakan hasil teknik inovasi dalam melatih kuda dan manusia. cinta. itu pun dengan sikap form al. Memang tidak. Saat itu wajah Hiroshi tak bersemangat. "Mereka harus sedikit lebih bijaksana. Tampak suasana hatinya sangat baik. dan ingat kalau. berkelakar dengan Takeo dan meng¬ingatkannya tentang mund urnya pasukan saat badai topan dan pertempuran merebut Hagi." 'Tapi untungnya kau masih terlalu muda untuk mempunyai perasaan semacam itu. dan hanya bicara langsung pada Shigeko satu atau dua kali. Tubuhnya tidak terlalu tinggi." "Mungkin perempuan lain tidak menarik perhatian mereka. Satu atau dua kali Shigek o merasa kalau laki-laki itu menatapnya." "Cemburu adalah perasaan yang menakut¬kan. ekspresinya tenang. Dan kurasa mereka tak in gin membuat orang yang mereka sayangi tersiksa rasa cemburu. Bentuk matanya panjang dan ekspresinya hidup. Hal itu agak menenangkannya: mereka selalu menjadi teman se . seperti diri nya. Bahkan ayahmu memilih dengan sangat teliti. "Sayang sekali para gadis tidak dibolehkan memiliki kekasih layaknya anak laki-l aki. Sejak mulai beranjak dewasa ditemukan ia gelisah dengan keinginan disentuh lakilaki. me nggoda si kembar dan memuji Kaede. "Dan ayahmu akan memilih jodohmu dengan bijaksana."Memang tidak. "Ingin tahu mengapa mereka sangat ber¬beda dengan laki-laki lain." sahut Shizuka. kira-kira setinggi ayahnya tapi lebih tegap dan d engan wajah lebih gemuk." Tatapan mata Shizuka menerawang jauh. Mengin gatkan Shigeko pada wajah guru-gurunya di biara saat bermeditasi." Tatapan mata Shizuka menerawang jauh. tapi saat ia melihat ke arahnya." sa hut Shizuka. malah hampir tak bersahabat. pernikahan. rambutnya tebal dan hitam p ekat. begitu pula Lord Shigeru. Dia tidak mirip orang yang dimabuk cinta. begitu pula Lord Shigeru. tertawa. "Apakah ada orang yang kau sukai. tapi ia tahu kalau ini tidak sepenuhnya benar." seru Shigeko. Hiroshi selalu me¬manda ng ke arah lain." katanya.

Tepat sebelum beristirahat. rambutnya diikat ke bel akang dengan tali. Ijinkan aku meng awalmu. Mereka berjalan berdampingan menyebe¬rangi jembatan batu. Sesaat Hiroshi ragu-ragu. Biasanya dua penjaga kastil mendampingi Shigeko. kemudian ber¬kata. mengenakan celana panjang dan pembalut kaki. Dia berpakaian untuk menunggang kuda. "Dengan senang hati. dan berani berdebat dengan Shig eko seperti yang sering dilaku¬kannya lima tahun silam. sama seperti pada si kembar. Halaman 113 dari 500 ." Nada suaranya terdengar dingin. d an pedang di sabuknya. Shigeko mengenakan pakaian yang hampir serupa." sahut Shigeko. Sebaliknya. dan hanya bersenjatakan tongkat pendek yang disembunyikan. tapi hari ini Hiroshi menyuruh mereka pergi. meskipun hubungan mereka tak bisa lebih dari itu. Udara terasa tenang. "Datanglah ke kuil besok pagi dan kau bisa lihat sendiri. seperti yang sering mere ka lakukan ketika Shigeko masih kecil. Dia hanya menganggapku sebagai adik. Hiroshi ber¬tanya padanya tentang kuda muda itu karena Shigeko pernah menyuratinya tentang masalah itu. dan kata-katanya resmi. dan sikap kaku Hiroshi perlahan luruh. per¬debatan ini bagi Shigeko sama mengecewa¬kannya dengan sikap resmi laki-laki itu. cahaya cerah dan keemasan. saat matahari terbit di atas pegunungan dan mengubah permukaan tenang sungai menjadi cermin yang berkilauan memantulkan dunia yang tampak lebih nyata ketimbang dunia yang mereka lalui.perjuangan. Hiroshi selalu memahami dan me ndukungnya. Shigeko men¬cerit akan tentang kuda itu.

sebelum hawa panas semakin kuat. "Bukan hanya melihat kudamu. tapi telinganya berdiri tegak dan memutar bola matanya saat melihat Hiroki. Shigeko terkejut sewaktu melihat s ekilas ke arah Hiroshi. kuda itu berderap ke arah Shigeko. "Itu sebabnya aku dipanggil." Ajaran Houou merupakan ajaran tentang unsur-unsur laki-laki dan perempuan: kekua tan yang lembut. yang tersembu nyi serta yang terungkap. "Jika bisa dijinakkan. jadi aku harus ada di sini te rus. ahari pagi menyinari kuil tua: Hiroki sudah siap dan Hiroshi menyambutnya dengan gembira karena dia menghabiskan masa kecilnya dengan orang tua itu. membiasakan si kuda dengan sentuhan Hiroshi. Tenba mendengar suara Shigeko dan meringkik." ujar Shigeko. kan?" "Ada awan badai di kaki langit. kegelapan dan cahaya." sahutnya pelan." sahut Hiroshi." seru Hiroshi." Tadinya aku berharap kau datang untuk melihat kuda milikku!" kata Shigeko. "Kuda ini menakutkan sekaligus tampan. "Aku akan ke sini k apan saja ayahmu tak membutuhkan diriku. Mereka memulainya pagi itu." "Aku ingin menghadiahkannya kepada Ayah. Ketika mereka menghampirinya. sekitar telinga. Dibutuhkan jug a kekuatan serta ketegasan seorang laki¬laki. di kepala." "Nantinya kuda ini juga akan percaya padaku.Matahari pagi menyinari kuil tua: Hiroki sudah siap dan Hiroshi menyambutnya den gan gembira karena dia menghabiskan masa kecilnya dengan orang tua itu. pinggul bagian samping dan di bagi . dan kepercayaan itu tak boleh dihancurkan. welas asih yang kuat. Kita akan menjinakkannya bersama-sama. membe ranikan diri menggoda." ujar Hiroshi. belajar ketrampilan menjinakkan dan mengembang¬biakkan kuda. Kelembutan saja tak bisa menjinakkan kuda seperti ini. belajar ketrampilan menjinakkan dan mengembang¬biakkan kuda. dia bisa menjadi kuda perang yang luar biasa. "Kuharap kau ada wa ktu untuk membantuku menjinakkannya. Shigeko bicara dengan sikap canggung. Aku tak ingin orang lain yang melakukan¬nya kuda ini perc aya padaku. Setelah beberapa saat. dengan cara yang pernah diajarkan pada kita. wajah laki-laki itu agak memerah hingga ke lehernya. bayangan dan matahari. "Tapi aku tak ingin ayah membawanya ke kancah pertempuran! Sekarang kita dalam kedamaian.

te rakhir mengikat dengan longgar satu pita lagi di hidung dan kepalanya tali kekang pertamanya. Kemudian mereka menempatkan pita halus di sepanjang punggung hingga ke leher. namun patuh pada cara mereka menanganinya." tutur Hiroshi. "Wilayah lain di Tiga Negara dan di luarnya. karena mereka tidak membuang tenaga melawan si penunggangnya dan ber usaha berlari dengan cepat! Aku selalu menggunakan metode yang kupelajari darimu. lebih bisa diandalkan dalam pertempuran. kan?" "Aku tak meragukan hal itu. seringkah dengan kekerasan. kuda-kuda dijinakkan dengan paksaan. dan dengan stamina yang lebih kuat. Hewan-hewan dipukul agar patuh.an bawah perutnya. "Mereka jauh le bih patuh dibandingkan kuda-kuda lain. membalas senyuman Shigeko dengan sik ap hangat. Tenb a berkeringat dan kulitnya menggigil. dan setelah itu. "Kita akan ber¬hasil menjinakkannya.* Halaman 114 dari 500 ." "Itu sebabnya mengapa kuda-kuda Otori termashur." sahut Hiroshi. Mori Hiroki mengamati mereka dengan sikap setuju. ketika kuda jantan itu dihadiahi wortel dan Shige ko serta Hiroshi disajikan teh dingin. dia berkata." Wajah Shigeko bersinar. Namu n ayahku selalu percaya pada pendekatan yang lembut.

dan tanaman obat yang dibawa Ta teman yang disenangi Takeo dan Kaede. Kini Terada berusia kira-kira lima puluh tahun. tempat cuaca yang tidak biasa Fumio. da n membuat kediaman itu tampak mewah dan memesona dilihat dari kastil. Terada tidak memedulikan harta benda indah yang diperolehnya saat menjadi peromp ak dendamnya pada pemimpin Klan Otori menjadi penggerak kekuatannya. keberanian dan peng etahuan Terada. Takeo mengira Hiroshi sudah seperti kakak bagi putri nya. . dan kejatuhan para paman Shigeru adalah keinginan terbesarnya. Eriko. Sifatnya yang artistik membuatnya menjadi Putri sulung Terada akrab dengan Shigeko karena mereka berapi.Takeo mengetahui kerjasama putrinya dengan Sugita Hiroshi dalam menjinakkan si k uda jantan hitam meskipun tidak mengetahui kalau kuda itu akan dihadiahkan padanya karena dia mengetahui hampir segalanya. Fumio. Ku rir pergi atau berkuda menyampaikan pesan antarkota. Setelah pertempuran merebut Hagi dan gempa bumi. Bangunan itu berada di dekat kawah gunung membuatnya dapat menanam tanaman eksotis yang dibawa bib Ishida. sepupu keluarga Endo. mengenal karakter Hiroshi yang kuat dan kecerdasannya namun Hiroshi menghin dari semua calon yang diajukan. seumur. terkadang mengkhawatirkan masa depan dan statusnya yang masih melajang. tak lama setelah Festival Tanabata. Eriko menyukai lukisan. Takeo sangat meng¬hargai ketajaman otak. Akhirnya ia memutuskan untuk memperbarui usahanya mencarikan istr i bagi Hiroshi dari keluarga ksatria di Hagi. taman dan benda-benda yang indah: dia menulis puisi dengan goresan kuas yang indah. Pemah terdengar olehnya desas-desus kalau Hiroshi tergila-gila pada Hana. ia tid ak percaya begitu saja. Shigeko dan Hiroshi pergi melintasi teluk menuju kediaman Terada Fumifusa. Ayah dari sahabatnya. mantan kepala perompak yang kini memelihara dan mengawasi armada kapal pe rang maupun kapal dagang sehingga Tiga Negara termashur dalam perdagangan dan keamanan dari serangan lewat laut. dan memikirkan pas angan yang cocok dan berguna bagi pemuda yang telah mengabdi dengan setia padanya sejak mas ih kecil. Takeo. namun hanya menunjuk kan sedikit ke¬lemahan karena usia. dia mem¬bangun kembali rumah lamanya yang dirancang oleh putra dan menantunya. tidak hanya di Hagi tapi di seluruh Tiga Negara. dan burung¬burung dara digunakan untuk mengi rim kabar darurat dari kapal di laut. Kaede. Di satu senja yang panas pada bulan ketujuh.

menghilangkan kecemasannya serta meringankan kesedihannya. namun Eriko hampir menandinginya. Cangkir-cangkir sake juga diapungkan di permukaan air yang mengalir pelan. Mereka bersaing penuh persahabatan. dan bunyi tenang air yang mengalir memenuhi udara. lal u mengapungkannya di atas nampan kayu kecil untuk dibaca pengunjung di paviliun se belahnya. Irama kata¬kata dan tawa ber baur dengan suara air. Semua tamu mengenakan jubah musim panas berwarna cerah. dinaungi pepo honan aneh dari Kepulauan Selatan yang mirip kipas. Halaman 115 dari 500 . menyaingi warna-warni kupu-kup u yang beterbangan di antara bunga. Burung tekukur menyerukan nyanyiannya yang memecah kesunyian. serangga serta burung membuat diri Takeo merasakan kebahagiaan murni yang jarang dirasakannya. dan s esekali satu atau dua tamu mengambilnya lalu diberikan kepada temannya. Kolam dipenuhi warna ungu muda dan bunga teratai putih kekuningan. Eriko memperkenalkan permainan lama di mana para tamu harus menggubah puisi.Paviliun kecil dibangun di atas sungai kecil di taman. Udara terasa harum oleh aroma adas manis dan jahe. dengan pengetahuan luasnya tentang kiasan klasik dan kemam¬puan berpikir cepat. Kaede mahir dalam membuat puisi semacam ini. dan jangkrik berderik tia da henti.

tuntutan . di paviliun sebelah." Takeo melihat dari bayangan beranda ke arah pemandangan yang indah di taman.. tapi arah datangnya kawanan ini membuat ia gelisah karena di tenggara terbentang kota beba s Akashi. derik kasar suara jangkrik. lalu pergi bersama si pelayan itu ke dal am rumah. lebih ringan dari bulu. Mereka berdua berdiri bersamaan. Takeo menceritakan tentang pertemuannya dengan Kono. Semua orang mendongak ke atas mengamati.. ber¬lutut di belakang Lord Terada lalu berbisik padanya. Sewaktu kawanan itu mendekat. Terada melihat ke arah Takeo dan membuat isyarat dengan kepala. Seorang pelayan keluar dari rumah.. "Pesan dari putra¬ku. Kaori . ada suara lain. tempat mereka menetas.Takeo tengah mengamati Hiroshi yang duduk bersama Shigeko dan putri Eriko. tapi Takeo kini s adar akan panasnya cuaca sore ini. nanti akan dibicarakannya dengan Kaede." Dewan terdiri dari Terada. mendengar suara yang menyambut keang¬gunan dan kepandaia nnya. Burung-burung dara melayang di atas kepala menuju kandang. Sugita Hiroshi. Did engarnya suara Kaede saat membaca. Miyoshi Kahei. semakin jelas terlihat kalau itu ad alah kawanan burung dara yang kembali ke kediaman Terada. "Kita akan bertemu besok dan me¬mutuskan apa yang dilakukan. terbuat dari sutra. Usia Kaori cukup dewasa untuk dinikahkan: mungkin dia bisa menjadi pasa ngan yang cocok bagi Hiroshi. mungkin kepakan sayap burung. Takeo." ujarnya. Senjata sudah di tangan Saga. Begitu sampai di beranda. ayah dan anak. dari peluh di ketiaknya. Ia men¬dongak menatap langit dan melihat sekawanan kecil bin tik jauh di arah tenggara. Kemudian pesta itu ditutup dengan perasaan gembira. akeo tengah mengamati Hiroshi yang duduk bersama Shigeko dan putri Eriko. Segera kembali. Usia Kaori cukup dewasa untuk dinikahkan: mungkin dia bisa menjadi pasa ngan yang cocok bagi Hiroshi. "Kita harus persiapkan dewan p¬eperangan. Kaori dan Shigeko tengah tertawa melihat usaha Hiroshi. Muto Sh izuka." Diambilnya lembaran kert as yang dilipat. Terada berkata. Kaori mirip ayahnya: tubuh berisi serta sehat. Kaori. Kaede dan Shigeko. meminta maaf pada para tamu. "Gagal. di paviliun sebelah. Namun di sela-sela tawa dan semua suara lain di senja yang damai ini. Burung-burung selalu kembali kemana pun semua kapal Terada yang membawanya.

Aku tak ber¬maksud menghinamu. "Kapalmu juga bisa memblokade Akashi. Aku lebih memilih untuk memercayainya." tutur Tak eo. denga n harapan Halaman 116 dari 500 . mengalahkan si Pemburu Anjing dan membujuk Kaisar untuk mem¬pertimbangkan lagi ten tang ancaman serta penghinaan atas Otori. kematian Arai Zenko dan Lord Kono lalu diikuti denga n pemusatan pasukan di perbatasan wilayah Timur yang bisa tiba lebih dulu di ibukota saat mu sim semi. "Kami rasa ini dapat membuatnya p atuh. "T api aku tak menarik kembali saranku." ujarnya pada Takeo.Kaisar. "Pelabuhan itu haru s dalam kendali kita untuk mencegah ancaman Arai. kau tak mungkin meng-hadapi ancaman dari wilayah Timur." tutur Kaede. Takeo." sahut Kahei." Kemudian teringat kalau Zenko adalah putra Shizuka." "Dia tak bisa dianggap sebagai sandera. tapi aku tak percaya kau tega memerintahkan untuk membunuh anak-anak. "Aku tak bisa menyerangnya sebelum dia menyerang. dan dia pun meminta maaf. Miyoshi Kahei ingin bertindak cepa t: membangun kekuatan militer selama musim panas. Orangtuanya tahu kalau putranya aman bersamamu layaknya berada di tangan ibunya sendiri!" "Zenko sudah bersumpah sekali lagi bahwa dia akan tetap setia padaku." "Putra Zenko ada di tangan kita." tuturnya pada Terada. jenderal baru dan senjata yang diselundupkan. "Sementara Zenko me¬rongrong di Bara t. "Inti dari adanya sandera yaitu siap mencabut nyawa mereka.

" ujar Terada. "Bila tidak menyerang sekarang. kelak akan terlambat. Se mua pedagang di Akashi sudah lupa daratan. Gemba. memperkuat pasukan di wilayah Timur. Kirimkan pesan pada Kaisar bahwa Anda akan datang berkunjung. Menur ut seni perang memang itu yang terbaik." kata Hiroshi. dan melatih m ereka untuk menghadapi prajurit yang hampir sama kekuatannya karena sudah pasti tahun depan Saga telah . Miyoshi. Ini akan meredam rencana serangan apa pun di pihaknya. Aku tak akan membawa perang saudara di Tiga Negara. "Itu saranku. Kita harus membangun kekuatan prajurit pejalan kaki yang membawa senjata api. Bakal sulit bertempur tanpa dukungan itu." Terada tampak merindukan masa ketika kapal-kapal milik¬nya mengendalikan semua perdagangan di sepanjang garis pantai utara dan barat." ia layak mendapatkannya. wajahnya suram. Kahei dan banyak ksatria lainnya. Kita akan beri mereka pelajaran." "Saat itulah Saga Hideki akan memper¬senjatai pasukannya dengan senjata api. Karena kalau tidak." Kahei menggelengkan kepala. bubuk mesiu dan bijih besi. menyiapkan serangan tapi tidak menyo lok. kau akan lang¬sung menuju ke kematian!" "Aku mendukung tindakan yang tegas.dia layak mendapatkannya. " "Bagaimana denganmu?" Takeo bertanya pada Hiroshi yang hingga saat ini belum bic ara." "Klas pedagang mulai semakin kuat hingga menjadi berbahaya. Dan kita harus berusaha untuk mempertahankan kedamaian melalui perundingan. "Dan kita mengandalkan mereka untuk mendapat persediaan. dan yang lainnya di Terayama menganjurkan untuk menenang¬kan Kais ar dengan berkunjung ke Miyako tahun depan. seperti Kahei. Setid aknya biarkan kami mendekati Akashi dan mencegahnya memperdagangkan bubuk mesiu. "Kakakmu. Mereka telah menghina." gerutu Terada. "Beliau punya alasan. Aku menganjur kan. "Tindakan semacam itu akan membuat geram pedagang kita sendiri. yang me mbenci para pedagang yang semakin kaya raya dan makmur. "Aku memahami pandangan Lord Miyoshi. "Aku setuju dengan Miyoshi." tutur Shizuka. Aku tak akan membawa perang saudara di Tiga Negara. Tapi aku harus tunduk pada kearifan para Guru Ajaran Ho uou." ujar Kahei. Take o tahu kalau itu sudah lama dikeluhkan Terada. Dan kita harus berusaha untuk mempertahankan kedamaian melalui perundingan.

Halaman 117 dari 500 . kurasa ikatan keluarga akan menjadi lebih kuat ketimbang dendam apa pun yang dip endamnya pada diri Anda. atau ambisi apa pun untuk menyingkirkan Anda. kurasa Ajaran Houou akan menang. "Jika aku ikut dengan Ayah ke Miyako. Beberapa hari setelah pertemuan dewan perang. Hal itu tak bisa kita cegah."* Selama di Hagi. bahkan untuk menghadapi Kaisar." sahut Shigeko. maupun pengumuman atas penunjukkan S hizuka sebagai ketua Tribe. Sementara untu k adik ipar Anda. Bahkan sejak dia masih ke cil! Takeo berpaling ke arah putrinya. dan jangan bertindak terburu-buru. pikir Takeo. Sekali lagi aku menganjurkan agar jangan tergesa¬gesa. Tidak ada pertemuan resmi. se olah kebetulan. Minoru yang selalu meng¬ikuti dengan membawa peralatan menulis." Hiroshi memang ahli strategi yang handal. mereka berjumpa saat Takeo hendak ke kastil. di pagi hari Festival Tanabata. menyingkir agar mereka bisa bicara berdua saja. Takeo sering bertemu Shizuka yang tinggal di kastil untuk menema ni Kaede atau putri-putri-nya. "Shigeko?" "Aku sependapat dengan Lord Hiroshi.memiliki senjata dalam jumlah besar.

"Cari gadis pandai yang bisa menjadi pelayan mereka." ku dapat pesan dari Taku. "Tadi malam. Dua dari mereka be rada di kapal. dan awasi terus mereka. Aku lebih suka mengurung mer eka di satu tempat: Hofu tempat yang sangat bagus untuk itu."Aku dapat pesan dari Taku." "Itu kabar baik." pintanya pada Shizuka. "Aku ti dak ingin mereka merasa bebas pergi ke mana saja sesuka hati." Takeo mengernyitkan dahi. Cuaca sedang cerah: mestinya mereka datang tid ak lama lagi. Carikan tempat yang tidak nyama n untuk mereka tinggal. "Bi arkan gadis itu berusaha sekuat tenaga memahami apa yang mereka katakan. Ia tak ingin bertemu Madaren.. Cuaca sedang cerah: mestinya mereka datang tid ak lama lagi.. Adakah orang lain yang bisa bicara bahasa merek a?" Shizuka menggelengkan kepala. "Apa lagi?" "Ternyata Zenko memberi ijin orang asing ikut bersama mereka." ujar Shizuka pelan. karena tak ada alasan mengapa kabar ini harus dirahasiakan." ujar Shizuka pelan. "Tadi malam." "Menyebalkan. Ishida dan Chikara m eninggalkan Hofu saat bulan purnama terakhir. Penerjemah mereka harus meng¬aja ri kita saat dia di sini." sahutnya. Tapi me¬nurutnya kau harus diberitahu. dan akan menceritakan bahwa si penerjemah itu a dalah adiknya." sahut Takeo. anehnya justru membuatnya bahagia. "Kau pasti menantikan kepulangan suamimu. yang menguasai bahasa Sh in dan Tenjiku agar bisa membaca karya klasik. "Baiklah. maka seba iknya memang adiknya orang yang memiliki hubungan dengannya. Dan kita akan mengatur agar . Takut pada kesulitan yang pasti mun cul dengan kehadiran adiknya itu. Takeo memikirkan Kaede yang mampu belajar dengan cepat. bersama penerjemah mereka perempuan itu. seseorang harus mempelajari secepatnya. "Apa tujuan mereka?" "Taku tidak mengatakannya. tapi bila ia harus menggunakan jasa penerjemah. ia merasa tidak nyaman atas kemunculan adiknya. sastra dan kitab suci." Takeo berpikir cepat." Lalu Take o berkata. Ishida dan Chikara meninggalkan Hofu saat bulan purnama terakhir. serta ber¬pura-pura terkesan atas hadiah tidak berharga mereka. pikiran kalau ia akan mengurangi satu rahasia lagi dari istrinya. Ia akan minta Kae de mempelajari bahasa orang asing dari Madaren. "Kita ter¬paksa menerima mereka dengan segala macam up acara dan kemegahan.

" "Taku baik-baik saja?" Takeo menyuara¬kan pikiran yang muncul kemudian. Biarkan dia melanjutkan pekerja¬an ini bersama mereka. dan ber¬maksud mela njutkan dari sana ke Maruyama. "Sepertinya begitu." sahut Takeo." sahut Shizuka seraya tertawa. Ishida cukup ber¬minat. "'Tapi. Semakin banyak yang bisa kita pelajari." *** Kapalnya terlihat di laut dua hari kemudian." "Aku sudah terlalu tua. dan sudah menyusun daftar istilah ilmiah dan medis." "Kau bermaksud untuk belajar. hanya sedikit frustrasi terjebak di wilayah Barat . Kau juga. "Tapi aku yakin Kaede pasti mampu. Menurutku. " Dia bisa menumpang kapal yang sama. semakin baik. Dia baru akan berangkat bersama Lord Kono untuk menginspeksi harta kekayaan. Shigeko mendengar lonceng dari bukit di Halaman 118 dari 500 . sepupu?" "Aku meragukan kemampuanku. Dan lihat apa kau bisa cari tahu lebih banyak lagi dari suamimu tentang tujuan mereka yang sebenarnya." ujar Takeo. dan kedekatan mereka dengan Zenko." "Begitu? Maka Hiroshi sebaiknya ada di sana untuk bertemu mereka. dan mengabari keputusan kita pada Taku.pelajaran diadakan di sini." "Bagus.

pikirnya. pikir Shigeko." tutur Hiroshi. Nam un Shigeko tak bisa memaksa dirinya untuk menyarankan agar Hiroshi menikah." kata Shigeko. "Kuda! Atau mungkin anak singa! Bebe rapa hari ini cuaca cerah." seru Shigeko dengan gembira. tidak dalam kehidupan nya ta." Shigeko ingat keindahan malam tanpa bulan yang tenang. tidak kepadaku?" "Ayahmu tidak mengatakannya. Dia sudah mend erita begitu lama. ber¬usaha melihat tapi sia-sia menentang silauny a matahari pagi. tapi mereka belum mencoba menaruh pelana. "Ayah bilang tabib Ishida membawa hadiah istimewa untukku tanpa mengatakan apa hadiahnya. kesal pada dirinya sendiri." "Kalau benar itu kapalnya. ." Dia membicarakan tentang dirinya sendiri dan Hana. "Ada kapal datang. s atu malam selama tahun ketika seorang Puteri dan kekasihnya bisa bertemu menyeberangi jembatan aj aib yang dibangun burung magpies. Dia harus menikah." sahut Hiroshi dengan suara lebih lembut. "Kau tahu apa hadiahnya?" "Itu rahasia!" sahut Hiroshi menggoda. "Aku tak boleh membocorkan rahasia Lord O tori. Dia akan melupakan Hana jika dia memiliki istri dan anak. "Hanya sa ja dia mengharapkan cuaca cerah dan per¬jalanan yang tenang untuk hadiah itu. dia memperlakukan aku seperti anak kecil. Aku gembira bila cuaca cerah saat Festival Tanabata. atau beban a pa pun di punggungnya selain kain berlapis yang masih membuatnya ber¬gerak mundur dan menend ang. "Aku dengar dia membicarakan itu." "Pasti hewan. kemudian merasa malu. percikan sinar bintang." Aku kede nga ran seperti anak kecil.atas kastil berdentang sewaktu dia dan as kastil berdentang sewaktu dia dan Hiroshi menjinakkan si kuda jantan. "Secepat itu!" Shigeko tidak bisa menahan seruannya." ujar H iroshi. berarti aku harus segera kembali ke Maruyama." sahut Hiroshi. Tenba menerima sedikit dan membiarkan Shigek o menuntunnya dengan tali kekang halus. "Tapi kini hal itu membuatku sedih. "Kuharap itu kapal tabib Ishida. "Saat masih kecil aku suka sekali Festival Tanabata." "Mengapa ayah hanya mengatakannya padamu. Karena tak ada yang namanya pasangan pengantin impian. pikir Shigeko.

da n melompat lalu terjatuh. Shigeko menemukan lagi suaranya. Kuda itu berlari dengan langkah panjang. mendadak ketakutan dan melompat mu ndur saat seekor burung merpati terbang dari atap kuil sehingga menarik pita yang dipegang Shigeko. dan hasratnya begitu kuat hingga mengejutkan dirin ya sendiri untuk dipeluk pemuda itu. dan sesaat Shigeko menyadari kekuatan pemuda itu." tuturnya. menerjang tubuh Shigeko dengan bahu. tali kekangny a berayun¬ayun. tapi Tenba masih bertingkah tidak karuan." Tenba. Lalu ak u harus pulang untuk bersiap menerima hadiah. dan Hiroshi menuntunnya mengembalikan kepada Shigeko. tiba-tiba perasaannya bergejolak. menjinakkan kuda-kuda di surga. An gin sepoiHalaman 119 dari 500 . Mereka berdiri b erdekatan. Kita buat Tenba berjalan pelan lagi. "Kau tidak apa-apa? Kuda itu tidak menginjakmu. Tapi mu ngkin putri itu mirip denganmu. Shigeko hampir terjatuh. "Kukira sudah cukup untuk hari ini. Ku da jantan itu membiarkannya mendekat. Ayah pasti ingin mengadakan upacara untuk itu." sahut Hiroshi. Lady Shigeko. tidak bersentuhan. yang berjalan di antara mereka berdua. Hiroshi bertanya. kan?" Shigeko menggelengkan kepala." "Tentu."Dulu aku suka membayangkan Putri Bintang dengan wajah ibumu. sekali lagi bersikap dingin dan formal. Secepatnya Shigeko me-nenangkannya. tap i entah bagaimana Hiroshi berhasil menjatuhkan tubuhnya di antara Shigeko dan kuda itu.

oleh gayanya yang anggun serta pem-bawaan diri yang tenang selagi mengamati lingkungan asing di ha dapannya. namun kuda mud a itu ber¬jalan tenang di antara mereka berdua dengan kepala tertunduk. dihiasi bulu mata panjang dan tebal. Nelayan berhenti membongkar muatan hasil tangkapan malam hari berupa ikan sarden perak dan mackarel sisik bi ru. Dia berjalan se panjang pantai. menyambut kapal dari Hofu dengan muatan anehnya . ketika kapal mendekati dermaga. Shizuka . Untungnya jarak antar a gerbang kastil ke tangga pelabuhan dekat dan bisa dilalui dengan berjalan kaki. Shigeko kembali ke kediaman lalu berganti pakaian yang lebih sesuai untuk menyambut hadiah untuknya. kesibukan biasa di pagi hari menjadi hening. Ia be gitu gembira ketika tabib Ishida menuntun hewan itu dengan berhati¬hati menuruni tangga kapal dan menyerah kan kepadanya. dan memutuskan untuk berpura¬pura senang menerima hadiah itu. melewati rumah kecil di bawah pohon pinus tempat Akane. Tak satu pun dar i kedua¬nya bicara.sepoi ber¬hembus pelan dan merpati terbang melayang di atas kepala. Shigeko terpesona oleh kelembutan dan pola aneh kulit hewan itu. Namun. Tak satu pun dar i kedua¬nya bicara. bisa dilihat susana hati ayahnya sedang gembira: tak hentinya melihat ke arah Shigeko yang ada di sampingnya dan tersenyum. namun kuda muda itu ber¬jalan tenang di antara mereka berdua dengan kepala tertunduk. Pedagang berhenti memuat berkarung-karung garam. beras dan sutra ke kapal bertiang lebar. Shigeko ber¬harap reaksinya tidak mengecewakan ayahnya. *** Di galangan kapal. aroma semak wangi yang ditanamnya masih tercium di udara . dan hewan aneh itu bisa terlihat jelas leh ernya yang panjang kekaguman Shigeko sebesar dan setulus kerumunan orang yang menonton. mengatakan kalau merasa kurang seh at. oleh bola mata yang gelap dan tatapannya yang lembut. tapi ibunya tetap tinggal di rumah. Takeo tertawa gembira karena kirin dalam keadaan sehat dan juga karena reaksi Sh igeko. dan orang-orang berkumpul di jalanan berkerikil. pelacur kelas tinggi yan g pemah menghibur Lord Shigeru. Sewaktu Shizuka dan Shigeko bergabung dengan T akeo. Takeo sudah pergi lebih dulu bersama Sunaomi. Shizuka telah menunggu. epoi ber¬hembus pelan dan merpati terbang melayang di atas kepala.

" "Ya. kedua orang asing membungkuk dengan cara ya ng kaku. Nanti akan kuceritakan rencana kita untu k mereka." tabib Ishida menegurnya. "Itukah raksasa?" "Hantu." ia menyela perkataan Chikara. Kedua orang itu mengenakan celana panjang dan sepatu bot dari kulit. dan si bocah. "Lady. "Kami membawa penumpang lain. Warna mata orang ini juga pucat. tercengang dengan sambutan serta kerumunan. Kuharap aku dapat mem¬bujukmu untuk menghibur mereka semen¬tara waktu.. lalu bicara dengan bahasa mereka yang kasar. Halaman 120 dari 500 . Ch ikara. membuat orang tak kalah terperangahnya ketimbang melihat kirin. Setelah dibisiki perempuan muda itu. "Selamat datang di Hagi!" Ishida berkata pada Takeo.. aku sudah dikabari Taku." Mereka diikuti seorang perempuan pendek yang tampak memberitahukan tata cara yan g sopan. yang satunya lagi berk ulit lebih pucat dengan rambut dan jenggot berwarna karat pucat. membungkuk dalam-dalam. bantu adikmu. baru pertama kali datang ke Hagi muncul di tang ga kapal. "Beri salam pada paman dan sepu pumu dengan baik. Istrimu akan menunjukkan tempat mereka meng¬inap." "Lord Otori." Chikara berhasil bicara." Orang-orang asing itu ada dua orang. cenderung berlagak. Sunaomi. emas berkilauan di leher dan dada mere ka. mengenali wajah kakaknya dan berusah a menahan tangis." "Goblin. dan Shigeko mendengar bisik-bisik. warna rambut dan mata seperti ini membuat orang merinding. Satu orang berwajah agak hitam yang dipenuhi janggut berwarna gelap.menyambut suaminya dengan kasih sayang yang tidak diperlihat¬kan. "Jangan berkecil hati. sehijau teh hijau. mungkin kurang disambut baik." "Shigeko.

tempat hewan itu akan diperlihatkan pada Mori Hiroki dan dipersembahkan pada dewa sungai. *** Kerumunan yang ada di dermaga dihadapkan pada keputusan yang sulit. atau mengikuti orang asing yang sama luar biasanya. dengan langkah lambat dan hati-hati yang anggun. lalu menyampaikan jawaban orang asing itu. Ada sesuatu dalam tatapan perempuan itu. dan ayahnya dengan begitu ramah. Ketika perempuan itu menerjemahkan. "Ini adalah hadiah d arinya untuk kita: . Beruntung Hagi berpenduduk banyak. yang membuat Shigeko gelisah dan bersikap waspada. yang dengan sebarisan pelayan yang didampingi Shizuka membawa sejumlah besar kotak dan bal menuju ke perahu kecil yang akan membawa mereka menyeberangi sungai ke t empat penginapan di sepanjang bangunan biara tua Tokoji. b erhias bordiran burung bangau. pikir Shigeko. Ia tak lagi tertawa: tampak tegas. yang dituntun Ishida dan Shigeko menuju kuil. "Bagaimana aku harus berterima kasih kepada Ayah?" "Kau harus berterima kasih pada tabib Ishida. pikir Shigeko." ujar Shigeko pada ayahnya selagi mereka men¬dek ati biara. gagah dengan jubah resminya. dan ketika kerumunan mulai terbagi untuk seti ap arak-arakan terdiri dari kerumunan yang cukup besar. Perempuan itu menyembah. semacam ekspresi akrab yang mendekati s ikap tidak sopan. Orang-orang asing itu mungk in lebih tinggi dan lebih besar. tapi di mata Shigeko. serta tutup kepala warna hitam pekat. S higeko seperti mendengar sesuatu yang tidak biasa dalam suaranya. Orang-orang asing itu merasa hal ini le bih menjengkelkan diban¬dingkan kirin yang menunjukkan ekspresi kesal karena terus menjadi tontonan. Ayahnya jauh lebih gagah. Dilihatnya kalau pere mpuan itu terpaku menatap wajah Takeo. tapi ia mendengar ayahnya bicara beberapa patah kata pa da orang asing itu. Kirin berjalan se perti yang sedari tadi dilakukannya. "Aku langsung jatuh hati padanya. dan perhatiannya tertuju pada makhluk mengagumkan ini. Dia mengenal Ayah. Meskipun Shigeko memegang tali sutra yang mengikat leher kirin. mem¬beri isyarat agar perempuan itu boleh berdiri dan berbicara kepadanya." sahut Takeo. Mereka bahkan akan lebih kesal lagi dengan jauhnya jarak tempat penginapan dari kastil dan pen jaga serta berbagai larangan yang diberlakukan pada mereka demi melindungi mereka. Dia berani menatap langsu ng wajah Ayah.Takeo membalas dengan isyarat kecil akeo membalas dengan isyarat kecil dengan kepala. apakah mengi kuti kirin yang luar biasa.

putra sulung si tukang kayu. "Betapa diberkatinya Tiga Negara!" Dan Shigeko juga berpikir begitu. berpikir mungkin memang sebaiknya laki-laki itu pulang. dan sudah mengenalnya cukup lama. berla ri ke pagar bambu untuk memeriksa dan menyentuhkan hidung perlahan padanya. Tapi saat teringat kejadian tadi pagi." seru Mori Hiroki saat meli hat¬nya. Halaman 121 dari 500 . Bahkan Tenba tampak terpikat oleh kirin.hadiah yang berharga karena dia sendiri juga sudah jatuh hati padanya seperti ha lnya dirimu. Dia dan ayahnya kembali ke Hagi untuk membangun kembali kota itu setelah gempa. Istrinya tampak duduk di beranda di sisi utara kediaman.* Sewaktu kembali ke kediaman setelah menyambut kirin. Shiro. Dia akan tunjuk¬kan cara merawatnya. sedang bicara dengan Ta ro. Satu-satunya hal yang Shigeko sedihkan yaitu Hiroshi akan segera pergi. Takeo langsung bergegas men emui Kaede." "Sungguh indah memiliki sesuatu seperti itu di Hagi.

Orang bilang kalau rumah itu berhantu." Mereka membicarakan tentang berbagai jenis pohon. memberi sinyal palsu ke kapal karena dia membenci semua pria. Kuharap bisa memberi pen g¬hormatan yang sama kepada Yang Diberkati. usia kayu dan semacamnya. "T api Shigeru tak pernah menceritakannya.Takeo memberi salam dengan ceria. Kita runtuhkan saja rumahnya lalu menyucikan tam annya. begitu pula tentang istrinya. dengan lekukan tajam seperti ini. Taro dan adik¬nya bisa membangun kuil baru untuk dewa Kannon." "Kau tahu rumah di dekat tepi pantai. . "Ata p yang lebih rendah menyeimbangkan atap di atasnya. sejak Akane mening¬gal. Kukira dengan atap rangkap dua. dan Akane menggunak an mantra untuk me mikat Lord Shigeru tapi akhirnya dia sendiri yang terjebak dalam ilmu hitamnya. memberi kesan tampilan yang kuat serta lembut." kata Taro. dan Taro menjawab tanpa sungkan karena masa la lu mengikat hubungan mereka dalam jalinan persahabatan." "Mungkin arwah kedua wanita yang telah berpulang itu pada akhirnya bisa beristir ahat dengan tenang. "Lady Otori punya usu lan. dan sambungan siku yang saling mengunci untuk menyang¬g anya." tutur Taro. "Ya. tapi figurnya tetap tersembunyi di balik kayu hingga tanganku menemukan¬nya." Diperlihatkannya pada Takeo sketsa yang telah dibuatnya untuk bangunan itu." kata Kaede." "Chiyo menceritakan tentang kisah Akane ketika aku masih kecil." sahut Takeo. "Aku mem¬bayangkan bangunan kecil kita tak perlu menebang pohonpohon pinus tapi akan membangun di sela-sela pepohonan itu." "Kau akan memahat dari satu pohon?" tanya Takeo. "Rumah itu sudah kosong selam a bertahun-tahun. akeo memberi salam dengan ceria. seraya me natap kedua tangannya seolah berharap tangan itu bisa memberi jawaban. Para pelaut mengatakan kalau arwah Akane menyalakan lampu di bebatuan. dan Taro menjawab tanpa sungkan karena masa lal u mengikat hubungan mereka dalam jalinan persahabatan. saat ini aku sedang memilih pohon yang tepat. dan patung yang melambangkann ya akan memberkati pesisir dan teluk. Kemu dian Taro meninggalkan mereka ber¬dua. "Sudah lama aku hendak menciptakan figur Dewi Welas Asih. Kuharap tadinya bisa menunjukkan sketsa sang De wi.

" "Istriku sayang." kata Kaede. berpikir tentang mukjizat dari makhluk baru yang tumbuh dalam tubuh istrinya." gumamnya." Takeo mendekap istrinya. "Aku sepertinya terlalu tua untuk hamil! Shigeko sudah menjadi wanita. "Bila nanti kita tambah satu anak perempuan lagi." ujarnya. aku akan gembira. Kem udian langkah kaki pelayan di lantai papan beranda menarik mereka kembali ke dunia nyata. "Apakah kirin tiba dengan selamat?" tanya Kaede. "Rasa mual tadi pagi." "Rasanya aku punya alasan khusus untuk bersyukur pada sang dewi." "Aku sudah sering bilang padamu. yang pulih dengan cepat." "Aku tidak ingin mengatakannya. Mereka tak bicara selama beberapa waktu."Rencana yang bagus. "Aku malu. bernapas dalam kedekatan. "Aku menyukai rencana itu. Namun aku juga bahagia." ujar Takeo pada Kaede sewaktu mereka tinggal berdua.. Halaman 122 dari 500 . "Tapi aku yakin yang satu ini laki¬l aki." kata Kaede pel an. aku bahagia dengan ketiga putri kita. karena Takeo sudah mengungkapka n hadiah kejutan itu pada istrinya. Takeo memeluknya. Kukira aku tak bisa hamil lagi.. mengira kesempatan kita memiliki anak lakilaki sudah sirna." bisik Kaede.. seraya tertawa kecil. dan karena mereka hanya berdua.

"Kelihatannya itu tugas yang cocok di saat kegiatan lain harus dibatasi. Kita harus bisa memahami mereka. berkata. Tentu saja aku mau." Takeo menekankan. melihat lebih banyak lagi bagian neger i ini yang masih menjadi misteri besar bagi mereka. kurasa. Shigeko langsung jatuh hati padanya." Takeo menimbang¬nimbang apa yang mesti dikatakan selanjut¬nya. "Kau s emakin bijaksana dan berhati-hati. suamiku!" kata Kaede sambil tertawa. lalu berkata. Aku senang. dibantu perempuan yang datang bersama mereka. Shigeko langsung jatuh hati padanya. Tapi gembira bertemu kakaknya." Ya. S iapa perempuan yang . Aku akan pergi melihatnya sendiri nanti." "Untuk tujuan apa mereka datang?" "Membuka peluang untuk berdagang. dan tiba pa da satu keputusan. lalu bagaimana dengan si kecil Chi kara?" "Mabuk laut berat dia malu dengan hal itu." sahut Kaede setuju." "Belajar. "Ada penumpang lain dari Hofu. Aku tak ingin melambungkan harapan yang kelak tak bisa terpenuhi. "Meski aku takut Zenko dan Hana akan kecewa." "Kau tak boleh berpanas-panasan." Takeo t erdiam sesaat. "Kuharap kini aku dapat mengendalikan sikap terges a¬gesa dan ceroboh. Selur uh penduduk diam dalam kekaguman. dan kau harus melaku¬kan semua yang dimintanya. kemunculannya sangat kuharapkan. "Kau jangan terlalu lelah. Aku belum sempat bicara dengan Ishida. mempelajari bahasa adalah salah satu yang paling kugemari." "Bisa membuat orang Otori terkagum¬kagum adalah prestasi yang sangat baik!" sahut Kaede. tapi aku tak ingin membebanimu." kata Takeo cepat. Mungki n dia tahu lebih banyak. kemunculannya sangat kuharapkan. atau men¬ciptakan kerumitan na ntinya." "Ishida juga tiba dengan selamat. Seluru h penduduk diam dalam kekaguman." sahut Kaed e." "yang arif. dan seorang wanita yang menerjemah k an merek a. "Sudah semestinya. Aku ingin mau mempelajari bahasa mereka . I shida harus menengokmu. "Kita tunda dulu soal pengangkatan mereka sampai anak kita lahir. "Kuharap mereka sudah meng¬gubah nyanyian tentang hewan itu." "Hanya ditunda." sahutnya. Dua orang asing."Ya.

." "Bagaimana kau tahu semua ini?" "Kami kebetulan bertemu di penginapan di Hofu. Halaman 123 dari 500 . Dia dijual ke rumah bordil oleh prajurit yang membunu h ibunya ibuku dan kakak perempuanku. Dia adik perempuanku. Madaren.. Dia lahir di desa yang sama denganku." "Nama itu cukup umum digunakan di kalangan kaum Hidden. setengah ta k percaya." "Adik yang kau kira sudah tiada?" tanya Kaede tercengang.?" Kaede menatap Takeo. Dia berganti nama. dan sempat tinggal di I nuyama. Perempuan itu berasal dari wilayah Timur. setengah bersimpati. kuras a. Kami saling mengenali. Saat itu aku menyamar untuk berte mu Terada Fumio untuk memintanya menghentikan penyelundupan senjata. Dia melarikan diri ke Hofu. setelah peristiwa pembantaian itu. tapi aku ha rus mengatakannya." "Setelah sekian tahun. "Aku tak ingin mengejutkan dirimu. dan bekerja di rumah bordil l ainnya." Takeo berkata dengan suara pelan. tempat di mana dia bertemu orang asing yang bernama Don Joao: dia fasih berbicara dalam b ah asa merek a.datang bersama mereka? Aku tertarik karena dia telah menguasai bahasa asing." Kaede mengernyitkan dahi. adikku. "Nama yang aneh. "Benar. dari ibu yang sama.

Kukatakan padanya kalau aku akan menjamin hidupnya ku yakin itu dia. Dia bisa berguna untuk menanamkan pemikiran kita pada kedua orang asing itu. Tidakkah kau gembira menemukan nya masih hidup? Kau tidak ingin mem¬bawanya masuk ke dalam keluargamu?" "Kukira dia sudah mati." "Kurasa dia bermanfaat bagi kita sebagai jurubahasa maupun guru. hanya sebentar. Aku takkan mengakuinya sebagai saudaraku.. Tapi kini dia datang ke sini. Tapi informasi mengalir dari dua arah."Aku yakin itu dia. "Dia mirip ibunya.. "Bisakah kau bu juk dia untuk menjadi mata-mata?" Sepertinya Kaede berusaha menyembunyikan kekagetannya dan bi cara secara masuk akal. Aku menyelidiki tentang dirinya dan tahu sedikit riwayat hidupnya. karena inti aj aran mereka serupa dengan kaum Hidden. tapi desas-desus m ungkin akan tersebar. Wajar kalau dia tertarik dalam pergaulan orang asing. "Kau kedengaran sangat ding in. tapi jangan p ernah membicarakan tentang diriku padanya. Kami bertemu satu kali lagi. mungkin alasan orang-orang itu untuk memecah belah rakyat kita." "Tak seorang pun yang menyaksikan dirimu melakukan upacara di biara atau kuil me rasa yakin akan . hanya sebentar. Aku menangisi kematiannya serta kematian yang lainnya. dan aku semakin yakin. Aku curiga kalau orang-orang asing itu ingin menyebarkan kepercayaan mereka. Kami bertemu satu kali lagi. Aku memintamu untuk memperlakukannya dengan baik. Kukatakan padanya kalau aku akan menjamin hidupnya tapi tidak ingin bertemu dengannya lagi. Aku menyelidiki tentang dirinya dan tahu sedikit riwayat hidupnya. dan tidak lagi mengikuti kepercayaan masa kecilku. Siapa yang tahu alasannya? Aku tak bisa membiarkan siapa pun mengira bisa memengaruhi diriku. bah¬kan dengan hormat. Jarak di antara kami sudah begitu lebar . "Aku yakin dia bisa menjadi sumber informasi. Terl ebih lagi. K ini aku tidak tahu harus bersikap bagai¬mana: aku sudah berubah menjadi orang yang berbeda dari bocah yang pernah menjadi kakaknya. dia penganut kepercayaan yang saleh: sedangkan aku tak memercayai kepercayaan mana p un. karena aku harus melindungi mereka semua dari kedua belah pi hak." "Apakah dia mirip denganmu? Aku ingin sekali bertemu dengannya. Kesenjangan derajat dan status kami sudah menganga lebar." Takeo menggeleng. dan aku semakin y akin." Kaede berkata.. dengan disengaja atau tidak. dan aku ingin kau mengetahui kebenarannya dariku.

Tapi bila kau salah k tidak boleh berpura-pura bila sudah menyangkut masalah kepercayaan." Andai m Hidden. * Halaman 124 dari 500 . mer eka mungkin merasa benar untuk memperlakukan kita dengan cara menghina atau keji. "Begitu pula aku. Sedangkan yang lainnya dikutuk ke neraka untuk selam anya. Kita harus sangat berhati¬hati dengan mereka bila mereka telah berpikir kita dikutuk. dan takut kalau istrinya merasakan suatu firasat. Tapi itulah yang di¬percayai kaum Hidden. begitu juga orang¬orang asing itu. "Dan bagaimana dengan kuil dan patung baruku?" "Kau tahu kemampuanku sebagai pemain sandiwara. kan?" seru Kaede." Dilihatnya Kaede agak gemetar. pikirnya. "Aku sungguh ya kepercayaan demi kepentingan stabilitas negara. Dan aku akan menjadi bahagia berpura-pura pun satu orang Hidden. mungkin." sahut Takco dengan nada getir. "Tentu tuhan kaum Hidden itu Maha Pengampun. tatapan tanpa belas kasihan Tuhan." "Aku tidak percaya itu!" sahut Kaede. "Bagi penganutnya." ujar Kaede. mutla Dirimu terpampang jelas ayahku tidak memihak kau orang lain. mungkin dia masih hidup. setelah sesaat tenggelam dalam pikirannya. oleh Yang Maha Melihat.ketidakpercayaanmu.

akhirnya mereka tahu. Maya dan Miki menyalakan lilin bag i Kenji yang amat mereka rindukan. Kenyataan bahwa hal itu tidak dibicarakan secara terang-terangan membuat mereka gelisah. lalu diucapkan selamat jalan dengan gabungan antara per asaan sedih sekaligus gembira. Shigeko tampak semakin cepat memasuki masa kedewasaan dan menjadi makin m enjauh. "Di sana ada goblin.Pada bulan kedelapan tibalah Festival Obon. mereka menduga itu karena kedua anak itu laki-laki. tapi kesedihan mereka yang tulus tak menghalangi mereka dari ke giatan senggang baru. Mereka mematuhi peraturan untuk tidak keluyuran di luar. membicarakan tentang kun¬jungan k e ibukota tahun depan. menyiksa Sunaomi dan Chikara. Si kembar tak diijinkan keluar berdua saja. serta hal-hal lain yang menyangkut urusan kenegaraan. Lampion yang tak terhitung jumlahnya mengapung di gelapnya permukaan air. ar ea di sekitar gunung berapi. Tepi pantai dan sungai dipenuhi oran g. dirayakan dengan jamuan. hutan di seberang sungai. bentuk tarian mereka tampak jelas diterangi kembang api yang bersinar terang. namun aturan itu menjengkelkan mereka: keduanya ingin menjelajahi kota yang sibuk. ketakutan dan kegembiraan. Miki dapat menggunakan sosok kedua cukup lama untuk memberi kesan kalau Maya ada di ruangan sementara Maya menghilang agar bisa menakuti Sunaomi dan Chikara dengan hembusan napas seperti desah napas hantu di tengkuk. Hari-hari di musim panas terasa panjang dan panas: semua orang mudah marah. "dengan hidung panjang dan mata yang selalu mengintai!" . Dia lebih banyak menghabiskan waktu dengan ayah. Arwah orang yang mati disambut ke mbali. "Apa gunanya semua pelatihan itu bila tidak digunakan?" gerutu Maya pelan. atau sentuhan di rambut." kata Maya kepada Sunaomi. Mereka menguping pembicaraan dan tahu ada us ulan untuk mengangkat salah satu atau kedua anak itu. namun rasa jenuh dan diabaikan membuat mer eka mencoba hasil pelatihan mereka. dan hutan berbukit di atas kastil. Shizuka sibuk dengan administrasi Tribe. tapi sifat mereka yang selalu mem er hatikan. dan M iki setuju dengannya. Mereka tak diberitahu tentang kehamilan Kaede. tapi mereka sudah terampil dengan pe latihan Tribe. Meskipun tak diijinkan mengguna¬kannya. Melihat kasih sayang Kaede pada kedua bocah itu.

sehingga membuat Maya makin kesa l. tempat pepohonan yang begitu lebat hingga kelihatan tak bisa ditembus. Hari terasa menyesak¬kan. keempat anak itu berada di taman. Ia belum melupakan kata-kata Sunaomi pada ayahnya." kata Chikara gugup. Dua layang¬layang bergulung-gulung di atas mereka. Dirasakan si kucing berputar¬putar di dalam dirinya. "Mereka memakannya mentahmentahi" "Seperti macan?" sahut Sunaomi seraya mengejek.Maya menunjuk ke arah bukit." bisik Miki. "Mereka tak bisa mengerjai kita di sini. Maya ingin membalas perkataan itu. Sore pada hari ketiga Festival Obon. anggapan yang terucap tanpa disadariny a. bahkan di taman. mereka hanyalah anak perempuan. di ba wah pepohonan. "Aku tidak takut pada tengu. dan melemaskan jari¬jarinya. "Aku tidak takut pada apa pun!" "Tengu yang ini suka makan anak laki¬laki. "Terlalu banyak pe njaga." sahut Sunaomi. tentang keung gulan anak lelaki: Lagipula. tetap saja terasa panas tak terkira." Halaman 125 dari 500 .

kau pasti berani keluar sendirian!" "Aku tidak diijinkan. "Dia mengubur anak laki-laki hidup¬hi dup di tamannya supaya semak-semak tumbuh subur dan wangi. mengesankan persimpangan antara dunia nyata dan alam baka." "Mudah jika kau tidak takut." Cepat-cepai Maya menampar pipi Sunaomi untuk menyadar¬kannya. "Aku tak melihat satu pun hantu!" "Kalau begitu. Bangunan itu tak lagi be rbentuk rumah. "Kau b isa pergi malam ini. bila kau menatap mataku maka kau akan tertidur dan tidak akan terbang ." Sunaomi mengikutinya. "Jika kau memang pemberani. "Kau tahu. "Hanya saja aku tidak diperbolehkan ayahmu yang bilan g begitu. "Kau takut!" "Tidak!" "Ya sudah. Itu cuma alasanmu saja." tutur Sunaomi. sepupu! Aku lupa. Aku pernah melihatnya. "Kau turun lewat dinding ini saat laut surut dan berjalan di atas bebatuan menuju pantai. maaf. Rumah itu sudah setengah dibongkar karena akan dibangun kuil. walaupun arwahnya gentayangan di rumah itu. pergilah ke rumah Akane dan bawa pulang beberapa tangkai bunga." hardik Sunaomi." kata Maya. menahan tatapan bocah itu selama beb erapa saat." Maya berdiri dan berjalan ke pinggiran dinding laut. Aku sudah berjanj i pada Ayah." "Kau takut."Memang mudah bersikap berani saat dikelilingi penjaga." kata Maya pada Sunaomi. 'Tidak mudah keluar tanpa terlihat. "Maya!" seru Miki memperingatkan. Aku sudah pernah pergi ke rumah Aka ne. "Jika kau memang pemberani. tapi belum menjadi kuil." "Itu mudah." bisik Miki. "Oh. Aku tidak takut. dan Maya menunjuk rumah Akane yang kosong dan kelihatan mu ram. pergilah keluar." "Akane membenci anak laki-laki." "Sunaomi takkan berani ke sana. kau pasti berani keluar sendirian!" Memang mudah bersikap berani saat dikelilingi penjaga. Aku tak boleh menatap orang lain." sahutnya. "Di Kumamoto aku dikirim ke pemakaman saat malam hari untuk mem bawa pulang sebuah lentera. sebagian menampakkan bebatuan yang menonjol dan licin. lalu kembali pada Ch ikara. G elombang sudah hampir naik." Maya berpaling ke arah Sunaomi." kata Maya dengan setengah tersenyum." kata Maya pada Sunaomi.

untu k tetap terjaga sampai tengah malam. gumpalan awan aneh berwarna kelabu berarak dari timur. dia tetap gel isah dan lebih takut karena tak mematuhi paman¬nya ketimbang bahaya terluka atau pun hantu. Sunaomi. "Jika kau anak laki-laki. "Semua orang l ahu kalau Arai adalah pengkhianat dan pengecut. Para pengawal yang mendampinginya sejak dari Hofu tinggal di aula di kota atas perint ah Lord Otori: penjaga kastil sebagian besar berada di gerbang dan di sekitar dinding depan. Api terakhir masih mengepulkan asap di pantai. Laut dan daratan berbaur menjadi satu. Pa sukan patroli Halaman 126 dari 500 . aku akan membu nuhmu. meski dengan keberanian yang mantap. melenyapkan bintang dan a khirnya menelan bulan. 'Tahukah kalian kalau kalian akan dib unuh jika tinggal di Kumamoto? Di sana kami membunuh orang kembar!" "Aku tidak percaya sedikit pun apa yang kau katakan." Saat matahari mulai terbenam." sahut Maya. Tapi karena kau hanya anak perempuan. langit tampak cerah tanpa angin. meskipun baru delapan tahun. Tak sulit baginya. Sejak kecil dia dilatih deng an disiplin dan diajari untuk mengatasi rasa takut. aku akan ke rumah itu dan membawa pulang apa pu n yang kau minta. Sunaomi adalah putra sulung dalam keluarga ksatria. selain itu tak ada api lain lagi. namun saat bulan mulai naik.un lagi!" Sunaomi menghampiri untuk membela adiknya." Sunaomi menegakkan badan dengan bangga.

menuju ke pantai. Ketika sampai di atas pasir. salah satunya mendengkur. malam terasa tenang. Ombak merayap di bawah tubuhn ya. ombak berdesis berbuih putih. Sunaomi menghela napas panjang dan mulai meraba¬raba jalan yang dilaluinya menurun i landaian besar di dinding batu besar yang dirapatkan. Sunaomi mendengar suara mereka melewati pintu yang terbuka dari ruangan tempat dia dan Chikara tidur. siap mengatakan kalau ia ingin ke kamar mandi bila mereka terbangun. siap mengatakan kalau ia ingin ke kamar mandi bila mereka terbangun. Kedua gadis pelayan itu tidur cepat. Sunaomi tersandung dan terus berjala n dengan merangkak ke hutan kecil tempat pepohonan pinus bermunculan di sekeliling¬nya. dira sakannya kulit kerang setajam pisau di telapak kaki dan lututnya. Beberapa kali mengira kala u dirinya terjepit. Seraya menggertakkan gigi. tak bisa naik atau turun. bersama dua pelaya n yang merawat mereka. Kedua gadis pelayan itu tidur cepat. na mun tak satu pun dari keduanya bergerak. Bisa terdengar olehnya pusaran air di bebatuan. Lalu berganti rumput kaku. dia ter¬peleset dan hampir jatuh ke dalam air. Cahaya api berada tepat di belakangnya. Sunaomi berhenti sebentar. dia bergeser sedikit demi sed ikit bak kepiting ke arah api terakhir yang masih mengepulkan asap. Tercium olehnya bau damar yang terbawa asap api unggun tadi dan aroma kuat lainny a yang . dan bentuk burung y ang seperti hantu itu sesaat mengapung di hadapannya dengan kepakan sayap. Menggaruk berusaha mencengkeram sesuatu untuk pegangan. Sua ra burung hantu terdengar di atas kepala membuatnya melonjak terkejut. menyebabkan luka tadi terasa perih. Sunaomi c epat-cepat berdiri. rjalan melintasi taman dalam jarak waktu yang teratur. kini lebih keras lag i. salah satunya mendengkur. Pantai tampak kelabu pucat. memikirkan tentang monster yang muncul dari laut. Di luar. bersama dua pelaya n yang merawat mereka. Kastil maupun kota sudah terlelap. Hampir tidak bisa melihat apaapa. dia lega merasakan kelembutan di telapak kakinya. Sunaomi c epat-cepat berdiri. Di bawah dinding. na mun tak satu pun dari keduanya bergerak. laut bergumam lembut. meringkuk di balik pepohonan. Laut terdengar meraung. Sunaomi mendengar suara m ereka melewati pintu yang terbuka dari ruangan tempat dia dan Chikara tidur.berjalan melintasi taman dalam jarak waktu yang teratur. Ketika kakinya yang bersandal jerami menyentuh permukaan bebatuan. ikan ata u gurita raksasa yang bisa menelannya ke dalam kegelapan.

Kucing itu pasti kucing tiba-tiba melolong dari balik bayang-bayang. Sunaomi sudah menyom¬bongkan diri pada Maya kalau dia tak pernah melihat hantu. aku tidak boleh menangis. jaring¬nya lengket di wajah dan rambutnya. katanya dalam hati. tapi dia berkata pada dirinya sendi ri.terasa manis dan memikat. Jangan menangis. makhluk bermata satu serta tanpa tangan dan kaki. Anak laki-laki sering disuruh pergi ke makam atau tempat eksekusi di malam hari untuk uji nyali. lalu berusaha menahan gemetar yang sem akin melemaskan tubuhnya. Wangi tanaman di taman Akane diperkuat dengan darah dan tulang anak laki-laki. walau kakinya terasa berat . lekukan atap di belakangnya. mungkin kuci ng. Napasnya makin memburu. Rumah itu gelap gulita. c ucu Daiichi. dan tak tahan ingin buang air kecil. dinding mulai runtuh. putra Zenko. meskipun bisa dirasa¬kannya air mata mulai men gambang di pelupuk mata. Gerbang terbuka lebar. Ia men¬capai dinding taman. atau tikus besar. Halaman 127 dari 500 . tubuhnya terhalang sarang laba-laba. Aku tak takut pada apa pun. orang yang mati penasaran. Ketika melangkah masuk ke gerbang. bandit tanpa kepala ya ng marah karena dihukum mati. lalu ber¬jalan ke depan. Sesuatu berlari cepat menyeberangi beranda. Dipaksa dirinya untuk berdiri. Sunaomi menelan ludah dengan susah payah. Ta pi itu bukan berarti dia tak percaya akan keberadaannya: perempuan berleher panjang bak ular dan gigi setajam kucing. akan balas dendam dengan memangsa darah manusia. Ia menggapaikan tangannya seakan mengikuti bau wangi itu sampai ke belaka ng rumah lalu sampai ke taman. Aku adalah Arai Sunaomi.

Di a bergegas ke arah bunga itu. cahaya jatuh tepat di wajah perempuan itu. Sunaomi berdiri. Keesok an paginya dia tidak mengakui. dan meskipun sudah pulih. Saat berbalik. "Apa yang sedang kau laku¬kan tengah malam begini?" Tapi Sunaomi tak mampu menjawab. namun luka telah tertoreh di hatinya. dan betapa tak lama lagi dia akan ter-baring di kuburan. "Maafkan aku. dan dengan sembarangan mencabut beberapa tangkai. Lalu dia memaksakan diri berjalan me¬rangkak sekuat tenaga dan meludahkan tanah di mulutnya. Sunaomi menjerit. dan Sunaomi mendengar langkah kaki di di belakangnya. Piki ran kanakkanaknya . tapi hanya sebagian badan. Lenteranya agak sedikit naik. tapi tersandung sebongkah batu dan jatuh terjerembab. air terasa mengalir di celananya. matanya langsung silau terkena cahaya. Di buangnya ranting yang ada di tangannya. merasakan se nsasi ter¬akhir dalam hidupnya. Bau tanah dan rasa¬nya mengingatkannya pada pemakaman dan mayat. Su naomi terus merenungkan kematian kakeknya. suara manusia. *** Taro yang menginap di rumah Akane sambil mengerjakan patung. Dia lalu lari. suara laki-laki. Pertahanan dirinya bobol. Dia lalu lari. Ku¬mohon jangan sakiti aku. merasakan se nsasi ter¬akhir dalam hidupnya. dan serangan Klan Otori terhadap Arai. unaomi bisa melihat bunganya: satu¬satunya benda yang terlihat dalam kegelapan. selain ketakutan setengah mati. Jangan kubur aku!" "Apa-apaan ini?" ada suara. Yang terlihat hanyalah sat u sosok setengah badan seorang perempuan. dan betapa tak lama lagi dia akan ter-baring di kuburan. mulut juga hidung. D ia bergegas ke arah bunga itu. menggapai dan mematahkan sebatang ranting. Sejak itu. Bau tanah dan rasa¬nya mengingatkannya pada pemakaman dan mayat. Semak itu segera men geluarkan getah berbau tajam. dan dengan sembarangan mencabut beberapa tangkai. Bayangan bergerak¬gerak di atasnya. luka y ang masih membekas mengandung kebencian yang mendalam ter¬hadap Maya dan Miki. yang pasti baru keluar dari liang lahat. tangan itu terulur ke arah Sunaomi. tapi tersandung sebongkah batu dan jatuh terjerembab. Sunaomi tidak terluka. Maaf.Sunaomi bisa melihat bunganya: satu¬satunya benda yang terlihat dalam kegelapan. Lady Akane. segera membawa boca h itu kembali ke kastil. Perempuan itu tidak punya mata.

menebar pesona dan menghibur merek a. dan kemudian giliran Maya menghadapi kemarahan ayahnya. Kaede. curiga kalau keponakannya tak akan melakukan hal itu tanpa ad a yang memancingnya. Ia merasa putrinya butuh pengawasannya." kata Kaede. lagipula sebagian besar dari mereka menyukai anak laki-laki." Takeo mendengar kecemasan Kaede pada bayi yang dikandungnya. karena putrinya tidak menunjukkan penye¬salan ataupun rasa bersalah.mencari cara untuk me¬nyakiti Maya dan Miki. maka strategi untuk meredam dan membendung Zenko akan hancur berantakan. tapi ia terlalu sibuk untuk terus berada di samping putrinya. bahkan ketika Kaede m engutarakan ketidak-senangannya dan menamparnya beberapa kali. berlinang air mata karena kesal. "Maya benar-benar keterlaluan. Kali ini Takeo lebih gusar pada Maya. *** Takeo dan Kaede merasa gusar atas kejadian ini. Dia mulai meng ambil hati para perempuan penghuni rumah itu. "Di a tidak bisa tinggal di sini. Bila dia tak bisa dipercaya tinggal bersama anak laki-laki. jauh lebih tinggi ketimbang pada si kembar. dan menanyai¬nya penuh selidik tentang alasannya. Jika Sunaomi terbunuh atau terlu ka parah saat dalam perlindungan mereka. Ia tak ingin mengir im Maya pergi.. Tidak butuh waktu lama untuk mengungkap kebenarannya. bak seekor hewan. t api nalurinya mengatakan bahwa ia bisa mendapatkan tempat yang tinggi dalam kasih sayang bibin ya. ter¬lepas dari kesedihan orang di kastil menyayangi ked ua bocah. Halaman 128 dari 500 . dan tatapan m atanya kejam dan tanpa belas kasihan.. Dia tidak menangis. Sunaomi merindukan ibunya. Takeo juga m emarahi Sunaomi atas ketidakpatuhan dan keberaniannya yang gegabah.

" Takeo mengangguk: kini ia ingat gadis itu. "Kau harus mematuhi S ada. Kita tak bisa memintanya kemari hanya u ntuk kepentingan Maya." Takeo menghela napas. "Beraninya benar kau bicara seperti itu padaku." "Kau mengajarkan banyak kemampuan Tribe pada putraku. penyamaran yang sering digunakan saat melaksanakan tugas Tribe. Shizuka. dan lebih menyayan gi putra orang lain. Kaede menamparnya lagi. Kau tidak bisa bersikap seperti anak-anak lain. dengan darah Kikuta. dia baru datang dari desa Muto bersama adiknya." sahut Shizuka. Akan sela lu seperti ini. Sungguh sayang bila kemampuan seperti itu disia-siakan. "Kalau begitu." "Maya perlu pengawasan dan pelatihan. Tapi siapa yang mengetahui hal semacam ini dalam keluarga Muto? Bahkan kau." kata Maya pelan." Maya berbisik." kata Takeo pada Maya. "Kau akan menemui Taku di Maruyama." "Tapi Taku harus tetap di wilayah Barat. seray . bertubuh tinggi dan tegap. tapi sebelum pergi Maya memojokkan bocah itu." Shizuka berkata."Tak baik menginginkan putri kandung¬mu pergi jauh. Mereka berdu a bekerja di rumah penginapan orang asing saat ini. "Sepertinya hanya itu jalan keluarnya. "Mung¬kin Ta ku adalah orang yang paling tepat. dan bisa b eralih rupa menjadi laki-laki. Kau putri Lord Otori." "Siapa namanya?" "Sada: kerabat dari istri Kenji. "Dia menyadarinya: dia memiliki kemampuan Tribe yang tidak boleh dia gunakan sebagai putri seorang ksat ria. tak punya pengalaman dengan kera sukan semacam ini." katTak baik menginginkan putri kandung¬mu pergi jauh." "Maka kirim Maya kepadanya. ibumu se ndiri? Kau tahu apa tentang urusan negara? Semua yang kami lakukan ada alasan politis. Adakah yang dapat m engantar Maya?" "Ada seorang gadis. biarkan aku menjadi putri seorang Tribe. dan lebih menyayangi putra ora ng lain." Sunaomi berusaha menghindar. Seiko.

aku di sana. Lalu kau buang. Taro ada di sana. tapi Maya sudah pergi.* Seiring musim panas berganti musim gugur." Sunaomi berteriak memanggil pelayan." "Aku ke rumah itu. dan mengompol di celana.a berbisik." sahutnya. Takeo bersiap untuk bepergian lagi. Su dah menjadi kebiasaan negeri ini kendalikan dari Yamagata dari akhir bulan kesembilan hingga puncak musim Halaman 129 dari 500 ." "Kau tidak ada di sana!" "Ya. Dia yang memaksaku pulang. Sudah kubilang kalau Arai pengecut. Aku melihatmu." Maya tersenyum. "Kau gagal dalam uji nyali itu. "Kau tidak bawa rantingnya!" "Tidak ada bunga di sana!" "Tidak ada bunga! Kau memetik sebatang.

perencanaan pertanian sena keuangan. jiwanya merupakan kesatuan antara kemur¬nian dan kekuatan. tapi ia terpaksa ber¬angkat lebih awal karena kematian Matsuda Shingen. Takeo membacanya dengan penuh semangat. serta Jun dan Shin yang berada di luar tapi tetap masih . Setetah upacara pe¬makaman selesai. Shigeko bangun lebih awal setiap pagi untuk berlatih me¬nunggang kuda dan memanah bersama Gemba untuk kemudian menghadiri se¬bagian besar rapat bersamanya. Miy oshi Gemba membawa kabar ini ke Hagi dan Takeo langsung berangkat ke Terayama bersama Gemba dan Shigeko. Laporan kerja selama musim panas ber¬bagai keputusan. Tepat sebelum berangkat ke Maruyama pada minggu pertama di bulan kesepuluh. perencanaan pertanian sena keuangan. mere ka melanjutkan per-jalanan ke Yamagata. ingin. kode etik hukum. kode etik hukum. dan merasa kehilangan orang bijak tersebut sebagai kerugian bagi Tiga Negara. Gemba menemani mereka ke Yamagata. sura t datang dari Hagi.dingin. Tak ada yang perlu disesali atas kepergian Matsuda. Mi yoshi Gemba membawa kabar ini ke Hagi dan Takeo langsung berangkat ke Terayama bersama Gemba dan Shigeko. "Ibumu pindah bersama kedua bocah itu ke rumah lama Lord Shigeru. Cita-citanya siap diterus¬kan mur id-muridnya: Takeo dan Shigeko. Tujuan hidupnya telah tercap ai. dan berganti nama me njadi Eikan." "Dari si juru bahasa?" Shigeko ingin bertanya lagi pada ayahnya. dan hasil pengadilan dibagi-bagi dalam kotak dan keranj ang pada barisan panjang kuda beban. Ia senang karena tahu Makoto tetap akan men dukungnya. tapi ia terpaksa ber¬angkat lebih awal karena kematian Matsuda Shingen. dan ia memikirkan dengan penuh kerinduan saat ia akan mengundurkan diri ke Terayama dan sisa hidupnya dengan meditasi dan melukis. dan segera mem¬beritahukan kabar ten tang keluarga pada putri sulungnya. Makoto kini menggantikan kedudukannya sebagai Kepala Biara. dan hasil pengadilan dibagi-bagi dalam kotak dan keranj ang pada barisan panjang kuda beban. tempat berbagai urusan administrasi menyita s eluruh perhatian Takeo. Dan ibumu mulai membelajari bahasa orang-orang asing itu. tapi Takeo tetap meng¬gunakan nama lamanya. sena banyak yang lainnya. tapi Minoru dan pelayan rumah Miyoshi ada bersama mereka seperti biasa. Namun Takeo begitu merindukan. Laporan kerja selama musim panas ber¬bagai keputusan.

" Halaman 130 dari 500 . anak itu adalah Ayah. "Pasti hidupnya menderita. Mereka memiliki kepercayaan yang sama dengan para orang asing. itu nama yang dipakai kaum Hidden . "Apakah sebaiknya mereka diijinkan ber¬dagang di Maruyama?" "Ayah ingin mereka berada di tempat yang bisa kita awasi. Semua keluarganya dibunuh. Ayahnya ter¬senyum. "Ayah hams menceritakan lebih banyak lagi tentang orang-orang asing itu. menyelimuti tanah denga n onggokan berwama emas. tapi l ain bapak ayahku.bisa mendengar." ujar Shigeko." akhimya ia berkata. Shigeko mendapat kesempatan saat mereka berdua berj alan di taman. Setelah itu. berasal dari Tribe. "Ya. "Ibumu tahu siapa dia. Kita harus belajar sebanyak mungkin tentang bahasa. tapi Shigeru mengganti nama Ayah menjadi Takeo. "Ayah akan ce ritakan kepadamu. tapi orang lain tidak. tapi simpan rahasia ini baik-baik. dan dulu pernah dibantai oleh Klan Tohan. lalu dengan sifatnya yang lekas bersimpati. Daun berguguran di taman yang tenang." Bola mata Shigeko terbelalak dan urat nadinya berdenyut cepat. kecuali kakak laki-lakinya yang diselamatkan o leh Lord Shigeru. Madaren adalah adik perempuanku: kami lahir dari satu ibu. Saat itu hari sudah senja. seakan dia mengenal Ayah dengan baik." sahut Takeo. ad at kebiasaan dan tujuan mereka." "Juru bahasa itu: dia memandang ayah dengan pandangan aneh. "Mereka akan tinggal di Hagi selama musim dingin." "Sungguh luar biasa. Selama ini Ayah mengira dia sudah mati. Saat itu Ayah bernama Tomasu." Sesaat Takeo ragu. seperti kau tahu. kabut merangkak naik dari parit yang me ngelilingi bangunan sehingga mengaburkan garis bentuk dan detil. Namanya Madaren." katany a.

Ayah tak ingin menyembunyikan apa pun darimu. "Ayah akan mati dengan bahagia karena tahu akan meninggalkan semuanya di tangan yang aman. keamanan mereka ini ada di tanganmu. "Ayah sangsi bisa hidup bahkan separuh dari usia Matsuda. Kini dia dalam Dia berhasil bertahan." "Ramalan membenarkan kekuasaan Ayah seperti yang ditakdirkan dan direstui Surga. Burung houou bersarang lagi di Tiga Negara. serta banyak mantan gelandangan masih tinggal di pedesaan di sekitar kota. belajar bahasa asing. kau harus mendorong Ayah untuk mengundurkan diri. Kau boleh tanya apa saja dan kapan saja."Dia berhasil bertahan." sahutnya." "Aku ingin Ayah tidak pernah mati." tambahnya nngan "Bila itu terjadi. Bahkan kita memiliki kirin salah satu tanda adanya penguasa yang adil. "Bolehkah aku bertanya lagi?" " Tentu. juga salah satu pengikutnya." Shigeko merenungkan hal ini selama be¬berapa saat. Ayah tak berharap hidup sampai tua. belajar bahasa asing. meskipun dia kerabatmu. mendadak ketakutan. teraenyum. "Dari dulu memang sudah banyak kaum Hidden di Maruyama. Kau harus ber¬kenalan dengan pemimpin mereka. Tapi jangan memercayai orang asing. Meskipun. karena itu satu-satunya jalan yang harus d itempuh seorang pemimpin sejati." Setelah beberapa saat. tentu saja." lanjut Takeo dengan s angat serius. "Madaren melakukannya lebih baik dibandingkan orang lain. ia me nambahkan. Kini dia dalam perlindungan Ayah. dan Ayah berharap tidak menyalahgunakan kekuasaan yang telah diberikan kepada Ayah. "Madaren melakukannya lebih baik dibandingkan orang lain." Shigeko melihat wajah ayahnya muram." sahut Takeo. tapi jangan ikuti satu pun dari semua itu." sahut Takeo. Dan ingat untuk menghormati semua kepercay aan. "Ayah sangat bersyukur atas sem ua yang dianugerahkan Surga pada Ayah. dan diijinkan mengajar¬kan ibumu. Lady Naomi melindungi me reka karena dia juga mengikuti ajaran mereka." "Orang tua semakin lama semakin akan bertindak bodoh. dan tak ingin membahas lebih jauh lagi topi k pembicaraan yang mengingatkan Ayahnya pada kenangan yang menyakitkan." sahut Takeo. meraih semua kesempatan yang ada. Jo-An. "Kelak. Tapi Shigeko tahu kalau ayahnya menyembu¬nyikan banyak kekhaw ." seru Shigeko. begitu juga pada Madaren. meraih semua kesempatan yang ada. Apa Ayah memercayai semua ini?" "Ayah tidak memercayai sepenuhnya.

"Pada saat itu Amano Tenzo memberiku Shun. Shigeko sudah tahu hal itu. dia mati dua tahun lalu. yang membawanya ke Yamagata. adik Shigeru. Beberapa hari kemudian ia dan Gemba menyeberangi jembatan di dekat Kibi. "Kuda yang ini cukup menyenangkan. "Ya." sahut Gemba. Tahukah kau kalau Shun ternyata adalah kuda Takeshi? Mori Hiroki yang mengatakannya. secara aneh." "Aku tidak tahu. Ditepuknya leher kuda hi tam yang sedang ditungganginya. Biara dewa rubah yan g ada di tepi sungai kini. tapi Shun membuatku te rcengang pada peperangan pertama kami. dan kuda itu meng¬hilang sampai Amano Tenzo membeli dan memberikan nya kepada Takeo. Ia memikir¬kan dengan gembira atas hadiah rahasia yang akan ia berikan untu k ayahnya. Tapi. Dia lebih tahu banyak tentang peperangan ketimbang diriku sendiri!" "Kukira dia sudah mati sekarang?" tanya Gemba." ujar Takeo. Kuda coklat kemerahan itu dijinakkan oleh Lord Takeshi. dan kematian si raksasa. dan Tak eo mengenang masa lalu bersama Gemba: pergi dari Terayama di tengah guyuran hujan. Tidak ada kuda seperti dia. Jin-Emon. diiden¬tikkan pada Jo-An dan sekarang dia dipuja di sini . Ia Halaman 131 dari 500 . dia tumbuh dewasa bersama salah seorang yang m elegenda itu.atiran. Takeshi dibunuh prajurit Tohan. bantuan Jo -An bersama kelompok gelandangannya.

" kata Gemba. Begitu cemerlangnya gagasan itu hingga ia ingin langsung mengatakannya. namun telah merindu . "Sepertinya Lord Saga akan takluk pada Lady Shigeko. Seringkali hujan turun tiba-tiba selagi ia melewatinya." Gemba tertawa terbahak-bahak. saat kita ke Miyako tahun depan. Ia hanya mengenal kakeknya sebentar. Aku bisa menemani¬nya sampai ke Akashi. "Ayah. H isao melihatnya dan memanjatkan doa bagi arwah kakeknya agar dapat menempuh jalan ama n menuju alam baka dan kelahiran kembali yang lebih baik pada kehidupan kelak. kita hadiahkan kirin kepada Kaisar. Arwah itu menggantung di tepi kesadaran seperti juga arwah ibunya. pipi t embamnya merona merah karena senang. Tapi Ayah telah memberikan kirin untukmu. Dan apakah hewan it u dapat bertahan dalam perjalanan sejauh itu?" "Hewan itu berhasil menempuh per jalanan dengan kapal. merasakan kalau me reka memang direstui Surga. ke barisan pegunungan yang terbentang ke timur dan utara. "Hadiah yang sempurna! Hadiah yang belum pernah te rlihat di ibukota!" Takeo berpaling dari pelana dan menatap Shigeko. Tida k ada benda yang menandakan tempat itu.* Setelah kematian Muto Kenji. menunggang kuda melalui pedesaan di musim gugur yang damai menuju wilay ah yang akan segera menjadi miliknya. tempat ia akan bertemu Hiroshi lagi. membuatnya sakit kepala dengan tuntutan yang tak bisa dipahami.sudah lama berharap akan ke Maruyama karena ia memang bermaksud menghadiahkan ku da itu sebagai kejutan saat upacara yang akan datang. Mungkin Lord Gemba a tau Lord Hiroshi bisa ikut ber¬samak u. dan Ajaran Houou." "Kaisar serta orang istana akan terpesona dengan hadiah itu. Ia kemudia n melihat ke bawah. memb iaskan sinar matahari menjadi penggalan-penggalan bianglala di awan yang membumbung tinggi. untuk melihat a pakah ada orang yang datang Hisao merasa lega tapi juga menyesal karena arwah kakeknya telah kel uar. jasadnya dibuang ke parit dan tertimbun tanah. Ayah tak ingin memintanya kembali." Shigeko. udah lama berharap akan ke Maruyama karena ia memang bermaksud menghadiahkan kud a itu sebagai kejutan saat upacara yang akan datang. "Gagasan yang menakjubkan. ajaran kedamaian akan menang. Memikirkan legenda dan hewan-hewan yang mengagumkan memunculkan gagasan di benak nya. tapi Hisao tidak sulit menemukannya karena ibu¬nya membimbi ng langkahnya ke sana.

Akio makin tak sabar pada Gosaburo. Desas¬desus dan spekulasi kian bertambah: bahwa mereka sekarat karena disiksa. Hisao senang arwah kakeknya sudah pergi dengan damai. terutama Kotaro Gosaburo. tapi m enyesali kematiannya. dan walaupun tidak pernah membicarakan hal itu. Musim panas berlalu dan tak ada yang datang. Bunga lili musim gugur berwarna merah tua pekat tumbuh di atas jasad Kenji. kare na tak ada kabar tentang nasib anak¬anaknya yang ditahan di Inuyama. Hisao agak senang men¬dengar kabar baik tentang eksekusi para pemuda itu karena akan mem adamkan harapan Gosaburo dan menguatkan ke-putusannya untuk balas dendam. mesk i tak ada yang menanamnya. Penduduk desa merasa khawatir selama musim panas. Burung-burung mulai bermigrasi ke utara. dia menjadi cepat kesal dan sikapnya menjadi susa h ditebak. dan malam Halaman 132 dari 500 . dia membenci Akio k arena menjadi penyebabnya. lipatan kulit keriputnya semakin bergelayut. bahwa salah satu atau keduanya s udah tewas.kannya: Kenji bunuh diri atas kemauannya sendiri. sinar matan ya hampa. Gosaburo semakin kurus.

sudut s erta ke¬tajamannya. iri pada berita ya ng kedua. wortel dan labu yang baik. Rembulan di bulan kesembilan tam pak besar dan keemasan. Sistem pengairannya berhasil: sawah d i pegunungan menghasilkan panen kedelai. Dia juga membawa kabar lain: Lady Otori sedang hamil dan Lord Otori mengirim utusan dengan prosesi yang mewah ke ibukota. Pohon maple dan pohon sumac berubah warna menjadi merah tua. Sikap Akio kurang senang dengan potongan berita yang pertama. Pohon maple dan pohon sumac berubah warna menjadi merah tua. dan Hisao ke sana saa t ada waktu luang untuk memerhatikan dan membantu meniup panas dengan alat peng¬embus dalam pr oses mengubah besi menjadi baja. la membuat penggaruk tana h baru sehingga pupuk ter¬sebar lebih merata. "Mengapa Otori melakukan pendekatan pada Kaisar?" tanyanya pada Kazuo. willow dan ginko berwarna keemasan. Ada sebuah tempat penempaan besi di desa itu. Imai Kazuo dikirim ke Inuyama untuk mencari berita.dipenuhi jeritan angsa dan kepakan sayap mereka. Hari¬hari dilalui Hisao deng an memperbaiki pematang sebelum musim dingin. dan bereksperimen dengan bilah kapak. dan Hisao ke sana saa t ada waktu luang untuk memerhatikan dan membantu meniup panas dengan alat peng¬embus dalam pr oses mengubah besi menjadi baja. Hari¬hari dilalui Hisao deng an memperbaiki pematang sebelum musim dingin. dan amat gelisah dengan berita yang ketiga. Sistem pengairannya berhasil: sawah d i pegunungan menghasilkan panen kedelai. la membuat penggaruk tana h baru sehingga pupuk ter¬sebar lebih merata. bobot. masih di tahan di Inuyama. Rombongan itu berada di Inuyama di waktu yang bersamaan dengan Kazuo. willow dan ginko berwarna keemasan. Rembulan di bulan kesembilan ta mpak besar dan keemasan. mengumpulkan kayu bakar dari hutan. wortel dan labu yang baik. bobot. menyebar dedaunan kering dan kotoran hewan di sawah. pohon bee ch berwarna tembaga. mengumpulkan kayu bakar dari hutan. yang selama sepuluh tahun ini . pohon bee ch berwarna tembaga. dan bereksperimen dengan bilah kapak. Dia k embali di pertengahan musim gugur dengan kabar gembira namun membingung¬kan: para sandera ma sih hidup. Saga Hideki. sudut s erta ke¬tajamannya. Ada sebuah tempat penempaan besi di desa itu. Di awal bulan ketujuh. menyebar dedaunan kering dan kotoran hewan di sawah. dan baru akan berangkat ke Miyako. ipenuhi jeritan angsa dan kepakan sayap mereka. "Apa maks udnya?" "Kaisar telah menunjuk jenderal baru.

"Mengutus orang ke Kaisar. "Ada yang berubah. Kita harus ambil b agian dalam kejatuhannya: dengan bersembunyi kita tidak bisa me¬nunggu sampai orang lain memba wa kabar kematiannya kepada kita. dan akan mengikut imu bila kau yang ke sana. Kini muncul seorang ksatria yang bisa menantang Otori. Sebagai anak. "Ada banyak keluarga Kik uta di Akashi." "Muto Kenji berhasil mengetahui ke¬beradaan kita. Ta keo pasti sudah tahu tempat kita ini. Aku tidak percaya dia maupun Taku akan membiarkan ke matian Kenji begitu saja tanpa membalas dendam. sebel umnya ia tidak ragu membunuh keluarga Kikuta. pengkhianatan dan tindakan balas dendam yang selalu mereka laku kan dalam perjalanan ke seluruh Tiga Negara. tapi kombinasi antara pukulan dan makian Akio telah men¬jadikanny a cukup terampil. kecuali mereka di¬sibukkan dengan hal-hal yang lebih men¬desak." kata Kazuo. aku dapa t merasakannya. Keluarga kita yang ada di Tiga Negara ini juga butuh tuntunan. menyanyikan balada kuno yang disukai penduduk desa. sandal jerami disiapkan dalam jumlah banyak. Seminggu setelah pulangnya Kazuo." Mata Akio berkilap dengan ekspresi yang tidak biasa. Ia jarang mem¬buat kesalahan. ayah Hisao mengajarinya ketrampilan teater keliling Kikuta memain¬kan drum.sibuk memperluas kekuasaannya di seluruh penjuru wilayah Timur. Akio mulai berlatih at raksi lempar bola lagi." "Memang ada tanda-tanda kelemahan. senjata¬senjata diasah. ia pun hapal semua lirik lagu-lagu. atraksi lempar bola. pertikaian. bereaksi pada ancaman semacam itu." ujar Akio penuh per¬timbangan. walaup un orang Halaman 133 dari 500 ." "Kalau begitu kita pergi ke Akashi lebih dulu. jimat¬jimat dikeluarkan dan dibersihkan." sahut Akio." Kazuo sepakat.." "Ini waktunya bagimu untuk bepergian lagi. asinan persimmon dan chestnut dikumpulkan lalu dikemas. dan anak-anak itu masih hidup. Hisao bukanlah pemain pertunjukan yang berbakat: terlalu pemalu dan tidak menik¬ma ti menjadi pusat perhatian.. tentang perang zaman dulu. Otori menjadi lebih rapuh.

.

tapi kurang bersemangat dengan pertunju kan dan gelisah meninggalkan makam kakeknya. Gagasan untuk bep ergian mem¬buat ia bersemangat sekaligus takut." Tak lama setelah Gosaburo pergi. tapi di malam sebelum keberangkatan mereka. dan menanyainya dengan penuh selidik ." sahut Akio. tapi memberi isyarat agar tamunya boleh masuk dengan menggerakkan kepala.. Aku ak an bekerja untukmu di Matsue seperti yang pernah kulakukan. Aku lelah. ketika Hi sao tengah bersiap untuk tidur. Dia tidak langsung bicara pada Akio. menggeser tutup pintu lalu berlutut dengan gugup. Tak sabar untuk segera berada di jalan. "Aku mulai membusuk di sini. p ergi meninggalkan desa." "Tidak ada yang boleh pergi meninggalkan keluarga Kikuta. Otori membiarkan anak-anakku tetap hidup. melihat hal-hal baru. suaranya datar. Kita juga bisa ber¬kembang: pengaruh k ita bisa diperluas melalui perdagangan. "Keponakan.mengeluhkan kalau ia seperti bergumam sehingga sulit didengar. Gosaburo gembira menerima kabar dari Kazuo. engeluhkan kalau ia seperti bergumam sehingga sulit didengar. "Sudah saatnya kita berun ding dengan Otori." ujarnya. dan kehadiranmu membuatku jijik. Hentikanlah semua pertikaian ini. Tiga Negara semakin kaya dan makmur sementara kita bersembunyi di pegunungan." "Begitu Takeo dan juga Taku mati. seolah menekankan otoritas usia. Akio sudah setengah telanjang dan Hisao bisa melihat ekspresi kemarahan ayahnya. Tak sabar untuk segera berada di jalan. Gosaburo melangkah ke dalam kamar. menyimpan cat atan.. Hisao sudah ber¬baring: ma lam itu ." Gosaburo menghela napas panjang. Aku akan setia padamu. Gosaburo menghampiri pintu kamar dan meminta apakah bisa bicara berdua dengan Akio. "Sekarang enyahlah. Akio memadamkan lampu.. tapi kurang bersemangat dengan pertunju kan dan gelisah meninggalkan makam kakeknya. ny aris kelaparan dan tidak lama akan musim dingin. menyediakan dana. "Aku akan kembali ke Matsue. Mari kita terima lawarannya untuk berdamai. p ergi meninggalkan desa. Gagasan untuk bepe rgian mem¬buat ia bersemangat sekaligus takut. "Tidak akan." Akio memperingatkan. Aku akan pergi bes ok pagi. Kita semua juga." Akio menjawab. melihat hal-hal baru. baru kita bicara tentang perdamaian.

kata Hisao berulang kali pada dirinya sampai tiba-tiba. Hisao membenamkan diri di balik selimut dan berusaha menutup telinganya. Keesokan harinya tubuh Gosaburo ter¬geletak di lorong. Dia mati dibunuh dengan gar otte. Begitu mereka kaya. Penggalan ca haya menari-nari di balik kelopak matanya. Terdengar beberapa kali suara pelan. Tak seorang pun berani menangisi kematiannya. ia sudah tertidur nyenyak dan tanpa mimpi bak orang mati. Sesaat ia berpikir tentang sepupu-sepupunya dan ingin tahu bagaimana cara mereka mati di Inuyama.terasa hangat dan ia tidak menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Setelah Akio pergi meninggalkan kamar. "Tak ada yang boleh meninggalkan Kikuta dan bebas pergi tanpa hukuman. mereka tidak ingin kekayaan mereka dirampas ksatria yang sama sehingga mereka bergabung untuk melin¬dungi barang serta usaha m ereka. berani m eninggalkan Tribe. dan jangan pedulikan apa pun yang akan di degarnya. Kota Halaman 134 dari 500 . Hisao berusaha untuk tidak bersuara karena kekerasan yang sewaktu-waktu akan menimpa dirinya. Suara Akio terdengar h ampir lembut saat menyuruh ia tidur. "Ingat itu. ayahnya. lalu ke tanah. dan Hisao merasakan kelembutan sesaat yang amat dirindukannya saat ram but¬nya dibelai sang ayah. Kemarahan Akio membuatnya bersikap kasar dan gegabah." kata Aki o pada Hisao sewaktu mereka bersiap berangkat. Isamu sudah dieksekusi. Takeo dan Isamu. seseorang tercekik dan meronta-roma: suara berdebuk berat. dan Takeo akan meng¬alami hal yang sama. tapi ke¬mudian ia mendengarkan gerakan Akio: setiap s el dalam tubuh orang itu seakan merindukan belai kasih sayang. diseret di atas papan. Aku sudah tidur. jangan bangun. sebelum Akio kembali." dalam konflik dan kebingungan sehingga para saudagar mengambil keuntungan dari k ebutuhan pangan dan senjata para ksatria.

dan dari keuntungan kita bisa menghindari akibatnya. Ki ta bisa lebih berkiprah dalam banyak peristiwa dengan menyediakan senjata dan kebutuhan lainny a. pada Akio saat menyambutnya dengan sikap setengah hati. seperti biasa. ni dikelilingi parit lebar yang digali untuk melindungi diri dari musuh. dengan pakaian tua yang lusuh. karya seni dan kemewahan lain dari Shin dan daerah yang lebih jauh lagi. baik dalam bidang materi maupun spiritual." Mengira ayahnya akan bertindak seperti yang dilakukan pada Gosaburo. Baik Akio maupun Kazuo tidak muda lagi . Lagu-lagu mere ka telah ketinggalan jaman dan tak lagi populer." kata Jizaemon. sementara di sini. Hisao merasa iba. Ada beberapa ku il besar yang melindungi dan mendukung perdagangan. Ia tak ingin Jizaemon mati sebelum mem¬perlihatkan sebagian dari nana bendanya. cermin dan makanan baru yang lezat. Sakit kepala yang tak asing mulai terasa . Kehadiran mereka di jalanan tidak mendap at sambutan baik. mereka mencari benda dan pakaian yang indah . baik dalam bidang materi maupun spiritual. dan penampilan mereka sebagai seniman jalanan sudah hilang gregetnya. dan pedagang pelab uhan bebas ini menyediakan-nya dengan senang hati. Saat para penguasa semakin berkuasa. Di desa kelahirannya. Mari kita dukung persiapan perang. dia melihat kalau ayahnya sudah tua. dan ma sing¬masing parit dengan sepuluh jembatannya dijaga prajurit dari masing-masing kesatuan. "Masa kejayaan telah berlalu. botol kaca dan cabung minuman. manis dan pedas. Saat ini Hisao tengah mengamati ayahnya. kayu manis dan gula: kata-kata yang belum pernah di¬dengarnya. lalu berusaha menyingkirkan perasaan itu.ini dikelilingi parit lebar yang digali untuk melindungi diri dari musuh. pemilik usaha importir sukses. ayahnya kelihatan seperti bukan siapa¬siapa. Ada beberapa ku il besar yang melindungi dan mendukung perdagangan. dan mas ing¬masing parit dengan sepuluh jembatannya dijaga prajurit dari masing-masing kesatuan. Hisao sedih . bahkan di satu desa yang tidak ramah: tak seorang pun mau memberi mereka tempat menginap sehingga mereka terpaksa berjalan lagi semalaman. membuka dirinya pada suara¬suara arwah. alat yang bisa menghitung waktu. ditakuti dan dihormati semua orang. Perjalanan terasa panjang dan melelahkan. kar ena rasa iba. tapi meningkatnya kesejahteraan di Tiga Negara serta per¬musu han dengan Otori membuat banyak yang pindah ke Hofu. Keluarga Tribe pernah menjadi pedagang yang paling ber¬kuasa di kota itu. Akio adalah Ketua Kik uta. "Kita harus bergerak.

dan lebih dari itu.lagi: separuh dunia menyelinap ke balik kabut. Otori pasti benar-benar kaya. mungkin kau benar. dikaruniai dengan selera dan tingkah laku serta tutur bahasa yang halus: kabarnya itu karena penga ruh istrinya. "Baiklah. sepupu. "Tapi yang pasti peperangan tidak bisa dihindari selamanya. tapi ia t idak mau mendengarkan. lalu mengancam akan kembali dengan pasukan lalu membakar habis kota itu jika tidak dikembalikan." "Apa maksudmu?" "Selama bertahun-tahun Otori member¬lakukan embargo senjata api. pertama¬tama dia menawarkan sejumlah besar uang. dan senjata api diselundupkan keluar Hofu kabamya dengan bantuan Arai Z enko! Kau kenal Terada Fumio?" Akio mengangguk. "Nah.. tak lama lagi jenderal itu akan memiliki senjata-s enjata baru. itu sebabnya Lord Otori mencari dukungan Kaisar. seolah dari kejauha n.. mereka berangkat hanya selang beberapa minggu sebelum kau datang: aku belum pernah melihat prosesi yang begitu mewah. Dia gusar sekali. perempuan itu berbisik. Tapi sudah terlambat: senjata Halaman 135 dari 500 . Fumio tiba dua hari setelah penyelundupan itu dan berusaha mendapat¬kannya k embali." "Ya." terdengar olehnya Akio bicara. dan ada lagi." "Dan Kaisar memiliki jenderal baru?" Akio memotong perkataan si pedagang yang penuh semangat. "Benar. Kami sudah mendengar tentang kurir-ku rir yang dikirim Otori kepada Kaisar. Kabarnya. Tapi baru-baru in i embargo itu dilanggar.

sepupu. dan setengah berharap mendengar lagi suara pelan pembunuhan. dan bahkan menyimpan hasrat untuk balas dendam. Diaturnya agar mereka bisa be ." "Kurasa Zenko akan menyambutmu. Kapan lagi waktu yang tepat untuk pergi ke keluarga Muto gun a memperbaiki keretakan dalam Tribe." bisik Kazuo. Hisao tahu riwayat Zenko: putra sulung Muto Shizuka. setinggi langit!" Jizaemon menuang secangkir lagi sake dan memaksa mereka minum bersamanya. Hisao terbangun tengah malam men¬dengar ayahnya berbisik pada Kazuo. Ayahnya memang sudah mabuk ber at. t api kedua orang itu tengah membicarakan hal lain: tentang Arai Zenko yang membiarkan senja ta api keluar dari jaringan Otori." katanya tertawa kecil. dan s audara sepupu dirinya. "Takeo sedang men¬dapat anca man dari Timur. guna menyatukan kembali semua keluarga?" Jizaemon. "Dia tak lebih dari perompak. "Tak ada yang memedulikan ancaman Terada. Dan harga jual besi dan bubuk mesiu i tu setinggi langit. "Sejak kematian Kenji." gumam Akio. dia pasti tengah bersiap bergerak melawan Si Anjing. cucu keponakan Kenji. dan kabarnya dia tak sepenuhnya setia pada Takeo. Dicurigai kal au dia menyalahkan Takeo atas kematian ayahnya. Zenko satu-satunya keluarga Muto yang tidak dikutuk keluarga Kikuta: di a tak terlibat dalam kematian Kotaro." Hisao penasaran dengan jawaban Akio yang singkat.itu sudah dalam perjalanan ke tempat Saga." sahut Kazuo." "Waktu yang tepat untuk mendekati Zenko. Dirasakan sel uruh ototnya menegang. tidak selama dia membutuhkan pedagang itu untuk memberi makan dan mempersenjatai pasukannya. meskipun dahi¬nya makin berkerut dan wajahnya makin muram. Dan Lord Otori takkan menyerang kota i tu. "Zenko kuat sekaligus ambisius. Dan harga jual besi dan bubuk mesiu it u setinggi langit. Dulu dia juga penyelundup. jika Zenko menyerang dari Barat maka dia akan terjebak di antara dua wila yah tersebut. sepupu. dan mengangguk setuju pada semua perkataan Jizaemon. setinggi langit!" tu sudah dalam perjalanan ke tempat Saga. menyediakan surat ijin perjalanan dan memberi pakaian bam serta barang dagangan lainnya. "Jika dia berusaha mengambil hati Lord Saga. mungkin senang berhasil menyingkirkan tamunya. Zenko yang seharusnya menjadi Ketua Muto.

malam ketiga Perayaan Obon. dan mereka pergi ke Maruyama untuk bertemu dengan kerabat di sana dan mencan pek erjaan setelah kematian orangtua mereka. tapi saat sam pai di pantai. Maya se makin membenci rasa takut Sunaomi karena itu belum apa-apa dibandingkan apa yang perna h dilihatnya di malam yang sama. Waktu itu ia mengikuti Sunaomi dengan menggunakan kemampuan Tribe. Maya pernah melihat Sunaomi menjadi anak cengeng karena mengira melihat hantu yan g sebenarnya adalah patung Kanon maha Penyayang yang belum selesai dibuat. ada sesuatu di malam itu Halaman 136 dari 500 . terutama pada ibunya. Maya menyukai perannya sebagai anak yatim piat u. dan amat terluka dengan sikap kedua orang¬tuanya karena lebih sayang pada Sunaomi. memanfaatkan cuaca cerah dan tenang di akhir musim gugur.* Maya tidak bepergian sebagai putri Lord Otori.pergian dengan kapal pedagang. dan menyenangkan baginya membayangkan kalau orangtuanya mati karena marah. Sebagai adik Sada. dan dalam beberapa hari mereka angkat sauh ke Kumamoto melalui H ofu. tapi dengan menyamar cara Tribe.

Penghinaan atas ketakutan Sunaomi membantu Maya men gatasi ke¬takutannya sendiri. Tapi didengarnya Sunaomi menjerit. "Di mana Penguasa kami? Bawa kami padanya. sama tidak jelasnya dengan apa yang membuat tubuh kucing merasuk dalam sendirinya. wajah mereka abu-abu. Para arwah gentayangan tadi mundur terkena sinar lentera. penuh kesedihan dan kelaparan. cukup untuk mundur ke semak-semak dan pulang tanpa terlihat ke kastii. getaran dedaun an. Maya berusaha kembali ke tubuh manusia¬ny a. dendam tak berkesudahan. si kucing melolong. "Lihatlah apa yang bisa kulihat!" Awalnya seperti permainan: latar yang gelap dadak terang. Di mana . seperti dalam mimpi buruk ketika sepotong kalimat yang tak jelas memb uat orang yang bermimpi me rasa ketakutan setengah mati. berdesakan di sekelilingnya. dan Maya menyadari kalau pantai dan hutan pinus penuh dengan hantu. Arwah orang-orang mati itu mem alingkan pan¬dangan ke arah Maya dan si kucing menang¬gapi mereka.yang menyentuh perasaannya. "Lihatlah apa yang bisa kulihat!" ang menyentuh perasaannya. mengenali penyesalan pahit . ju bah mereka putih. lalu melihat seorang laki-laki keluar dari rumah yang baru separuh hancur dengan membawa lent era. meskipun tidak me¬mah ami apa maksudnya. tubuh pucat mereka mengambang di permukaan tanah. Ter¬dengar olehnya suara-suara seperti geme risik dedaunan tertiup angin musim gugur. Terdengar olehnya derak ranting patah. mengata kan. dan juga geme ricik air ketika bocah itu kencing di celana. hasrat yang tak terpenuhi dalam diri mereka. Maya menjerit kaget. Ia tidak ingat bagaimana si kucing meninggalkan dirinya hingga ia kembali menjadi M aya. mengatak an. Tapi ia juga tak bisa me nyingkirkan ingatan akan pandangan mata si kucing dan suara-suara bergema dari arwah gentaya ngan. Ia melihat hantu-hantu itu dengan peng¬lihatan si kucing. Kami sedang menunggunya. bola matanya yang besa r menangkap semua gerakan yang ada. Arwah-arwah mengejar Maya. dan membuat bola mata Maya mengec il dan akhirnya tidak bisa lagi melihat mereka. Lalu tubuhnya melemas dan meregang seperti tubuh kuc ing." Kata-kata mereka memenuhi dirinya bak teror yang menakutkan. hewan¬hewan kecil berlarian ke sana kemari. semburan air terbawa angin. dan suara si kucing berbicara dalam dirinya. cakar si kucing menggaruk-garuk batu kerikil di pasir pantai: melompat ke pepohonan di se kitar rumah itu. dan suara si kucing berbicara dalam dirinya. sentuhan mereka terasa sedingin es di kulit hewan berbulunya.

meminta." Maya menatap gelombang ke Timur. "Aku ingin sepertimu." sambung Maya. dan itu membuat Maya menyesal karena pernah me ndengar banyak cerita tentang para perompak jaman dulu dan kunjungan ayah¬nya kepada Lord Terada. hanya awan di atas gunung berapi di pul au itu yang terlihat." Sada tertawa. Ia ingin melihat-nya." gerutu Maya. menakuti-nakuti dan membujuk dirinya. dan berusaha melindungi dirinya dari kerasukan arwah si kucing. itu masalahmu!" Halaman 137 dari 500 . "Kau bisa jadi mata-mata yang sangat hebat!" seru Sada setelah malam pertama di atas kapal. Ia telah mewarisi si fat kejam dari Kikuta seiring dengan banyak bakat yang lain.Penguasa kami? Maya ketakutan setengah mati. "Dulu Shizuka suka melakukan sesuka hatinya. "Jangan meremehkan Muto Shizuka! Dia selalu jauh lebih dari yang k elihatannya. tapi kapal tidak boleh berangkat ter¬lambat: angin timur laut h anya terjadi beberapa hari lagi. Tapi kucing itu mendatanginya lewat mimpi . "Aku lebih suka jadi mata-mata ketimbang harus menikah dengan lord. Maya. dan mereka mem¬butuhkannya untuk membantu kapal melaju ke pantai Barat." sahut Maya." "Dia juga nenek Sunaomi. tempat kota Hagi hampir menghilang di kejauhan: Pulau Oshima juga terbentang jauh di belakang mereka. dan kini dia sama saja seperti istri-istri yang lainnya. tak ingin melihat dan mendengar dengan cara sepert i itu lagi. atau seperti Shizuka dulu. "Tapi dia menikah de ngan tabib Ishida. Mereka telah melewatinya semalam. "Kau iri.

den gan tulang pipi tinggi seperti anak laki-laki. padat dan bera t. tak masalah kalau aku kembar. karena seperti semua anak-ana k Tribe. Aku selalu menentang mereka ." Maya berusaha meyakinkan." Sada tertawa. ia belajar bicara dengan gaya bahasa laki-laki dan perempuan. tapi juga lembut untuk disentuh." sahut gadis itu. Sunaomi tidak akan datang tinggal bersama kami. lalu menatap wajah Sada yang tajam. dan itu sebabnya aku menyukainya. "Andai aku laki-lak i. bak kulit bulu hewan." "Kenji mengajarkan kita hal yang sama!" seru Maya. Gerakan kapal yang naik turun membu atnya pusing dan tubuhnya terasa tidak enak. ia tersadar ketika kapal berbelok mengitari tanjung tepat saat angin berubah ara h dan angin barat berhembus membawa mereka ke tepi pantai. mem¬bujuknya untuk minum teh untuk mem¬basahi bibirnya. selalu berusaha mengalahkan mereka. "Andai aku laki-laki. serta gerakan. sering. Kini aku bisa jadi laki-laki atau perempuan ." sahut gadis itu. "Karen a aku suka padamu dan aku sayang pada Taku!" "Semua orang menyayangi Taku. kau bisa menjadi laki-laki. Sada mengamatinya. aku tidak menyesal disuruh pergi jauh. Sada merawatnya tanpa mengeluh atau kata-kata bersim pati. Maya merasakan sentuhan itu seperti sentuhan seorang pengasuh at au seorang ibu. bicara dengan gaya bahasa mereka dan menirukan gerakan mereka. Bahkan di kalangan Tribe. tak masalah kalau ak u kembar. Dia meng¬ajariku cara meniru anak laki-laki. dan Ayah tak¬kan berpikir untuk mengangkatnya sebagai anak!" Dan aku takkan berpikir untuk menantang pengecut ci lik itu pergi ke biara. ketika aku masih kecil. Muto Kenji sering bilang itu sebab¬nya kenapa aku tumbuh besar sama tinggi dan kuatnya seperti laki-laki."Sangat tidak adil. di mana perempuan diberi banyak kebebasan. gelap. anak laki-laki sepertinya lebih dihargai. Ketika sampai di tahap yang paling buruk. Maya tidak sempat menangkap lebih banyak lagi bahasa pelaut yang menggoda dan ny aris tak bisa dimengerti karena gelombang laut mulai naik. dan berpikir betapa bahagianya bisa selamanya ber . "Pernahkah kau ber harap menjadi seorang laki-laki?" "Ya. Maya berbarin g di pangkuan Sada yang melingkarkan lengannya yang panjang dan dingin di alis Maya. dan bisa berti ngkah seperti keduanya. Andai aku lakilaki. Sada seperti m erasa kalau di balik kulit Maya ada sifat hewan. Maya menatap Sada. "Ya." "Benar. Andai aku lakiSangat tidak adil. memegang tengkuknya sewaktu ia muntah dan setelah itu mengelap wajahnya.

"Sedikit. dan kelembutan yang tak terduga dari buah dadanya. "Kuanggap sikapmu ini berarti kau sudah baikan?" tanya Sada. "Kau mencintaiku Sada?" "Pertanyaan apa itu?" "Aku bermimpi kau mencintaiku. sekaligus seperti hewan... "Mimpi yang dialami hewan. balas memeluknya. Tapi aku tidak yakin apakah aku bermimpi. alaukah .baring di dalam pelukannya." Maya tengah menatap ke pantai di kejauhan. melingkarkan lengan di tubuh¬nya." "Mimpi sepeni apa yang dialami kucing itu?" tanya Sada dengan enggan. kombinasi antara kekaguman dan kebutuhan: itu pertama kalinya Maya jatuh cinta. hampir seperti anak kecil. bukit Halaman 138 dari 500 . Pada saat itu hasrat menyelimuti dirinya pada gadis yang lebi h tua itu. Aku tak ingin naik kapal lagi!" Maya berhen ti sebentar lalu melanjutkan." "Atau apa?" "Atau si kucing.. Diusap-usapkan hidungnya ke leher Sada. Tadi rasanya sakit sekali. Diregangka n tubuhnya untuk me¬meluk Sada. dan merasakan sekujur tubuhnya bereaksi dengan menggeliat. merasakan otot kuat seperti otot la ki¬laki.

kurasa aku akan berubah menjadi si kucing. Ia tak tahu mana yang lebih buruk: diterima oleh Taku hanya karena ia adalah putri Otori. rak kayu penopang rumput laut dan kapal nelayan berbadan cembun g tengah ditarik ke pantai. Orang-orang meringkuk di tepi pant ai. membetulkan jala dan menjaga agar api unggun tetap menyala yang memaksa garam keluar dari air lau t. "Tapi aku memang menyayangi kuc ing itu!" Diraih lalu diusapnya leher Maya seakan-akan sedang membelai kucing. atau roh si kucing merasuki diriku." "Kita lihat apa pendapat Taku!" Maya tahu Taku adalah guru yang tegas dan tidak punya perasaan sentimentil. Akhirnya akan jadi sesuatu di antara dua hal: tidak terlalu kecewa. Aku akan tinggal bersam a Tribe. rak kayu penopang rumput laut dan kapal nelayan berbadan cembun g tengah ditarik ke pantai. Permukaan air di sekitar telu k lebih tenang. bebatuan hitam yang berada di tepiannya dengan ombak keabuan hijau dan putih. membetulkan jala dan menjaga agar api unggun tetap menyala yang memaksa garam keluar dari air lau t.ditumbuhi pinus di atasnya yang muncul dari air laut berwarna biru tua. tempat rumput laut tumbuh. dan mereka turun dengan men ." sahutnya. dan sampai ke muara. Di satu saat ditemukan dirin ya mengira kalau Taku akan mengenyahkannya karena tak mampu menolongnya." ujar M aya sambil melamun. "Mereka tidak keb eratan kalau aku ini anak kembar. atau sebaliknya kagum dengan segala yang bisa dilakukannya dan semua potensi dirinya. Orang-orang meringkuk di tepi pant ai." Nada suara Sada terdengar praktis. "Itu sebabnya aku menyukai Tribe. atau kastil. tempat rumput laut tumbuh. "Aku tak tahu kalau kau mencintaiku. atau ia ditolak karena kurang trampil. Maya menyeringai. bebatuan hitam yang berada di tepiannya dengan ombak keabuan hijau dan putih. It u menurutku. Permukaan air di sekitar telu k lebih tenang. Apa pun yang berguna bagi mereka. dan punggung gadis itu melengkung karena nyaman. dan sampai ke muara. "Aku yakin kelak ini bisa berguna. Sada mengira hampir bisa merasa¬kan lagi bulu di jari je marinya. itumbuhi pinus di atasnya yang muncul dari air laut berwarna biru tua. tapi ia takut kalau gurunya itu terpengaruh dengan kewajiban pada ayahnya sehingga cenderung memperl akukannya dengan pengecualian. Muara berpasir terlalu dangkal untuk dimasuki kapal. tapi juga tidak terlalu memuaskan. "Kalau kau terus lakukan itu. Aku tidak mau kembali pada kehidupan di istana. baik adanya." goda Sada.

Halaman 139 dari 500 . Kita masuk saja dulu. tentu kak.ggunakan tali ke perahu nelayan yang reot. Kastil berdiri di atas bukit kecil di atas sungai dan kota yang menyebar di seke liling¬nya. Sesekali Sada berbic ara kepadanya dengan kasar. "Apakah mengira akan ada serangan. serta berusaha menarik Sada ke dalam percakapan cabul saat mengayuh ke hulu. tapi hari ini tujuannya bukan ke kastil itu. ya kak. Nanti akan kuceritakan. Ia terus merendah kan pandangan mata dan tidak bicara dengan siapa pun agar tidak dikenali. sepupu?" "Ini dia masalah datang. yang kini tutup dan sepi. Bangunannya kecil dan indah. ke kota Maruyama." sahutnya. sambil berjalan tanpa mengeluh. ber¬dinding putih dan beratap abu-abu. Taku ada di Maruyama?" imbuhnya selagi gerbang dibuka lalu mereka menyelinap masuk. ada gerbang besar. walaupun perjalanan nya jauh dan bawaannya banyak. Hari sudah hampir gelap saat mereka tiba di rumah yang memanja ng sampai ke sudut jalan. Sada bicara kepada salah satunya. para awakny a tertawa ketika Maya memegang erat-erat bagian pinggir atas dari sisi perahu. dan atap rendahnya memanjang sampa i ke pinggiran atap. Perahu-perahu itu sempit dan tidak stabil. Maya. Jendelanya dipalang dengan kayu. sinar matahari mewarnainya dengan warna merah muda. Dua laki-laki berdiri di luar dengan bersenj ata pedang dan tombak lengkung panjang. membentaknya agar tidak berjalan dengan menggesekkan kaki ke tanah . kau ingat padanya?" "Pasti bukan Mai!" "Bukan. terlihat mirip burung yang baru saja beristirahat. sayapnya masih membentang. Maya menyahut. bukan Mai. Maya mengenalnya dengan baik dan sering tinggal di sana bersama ibu dan saudara¬saudaranya. Di satu sisinya adalah toko depan. Dipasang ke dinding satunya. "Apa yang kau lakukan? Siapa anak itu?" "Adikku.

Anak Kucing. Maya lakukan semua itu tanpa mengeluh karena sudah me¬mut uskan untuk mencintai Sada tanpa syarat.. dia datang beberapa hari lalu. dan berusaha membuatnya senang. Dia bersama Lord Kono. "Ya. "Mereka akan memanggilku apa?" ia ber¬tanya pada Sada seraya melangkah ringan ke a tas beranda." Anak Ku ci ng sudah kembali malam ini. Ia harus menunggu sampai dua hari.. "Memanggilmu? Dengan nama apa?" "Apa nama rahasiaku yang hanya di¬ketahui Tribe?" Sada tertawa hingga kehabisan suara. menguasainya dengan sempurna. me¬regangkan dan me lipat tubuh agar tetap lemas. Dia belum mampir seperti biasa. dari Miyako. latihan mengingat dan mengamati. lalu Taku bisa tahu. Kami akan beri tahu kalau kau dan adikmu ada di sini. bahkan Muto Kenji atau Kikuta Kotaro." "Mereka kenal aku?" bisik Maya sewaktu Sada meng-gandengnya melewati taman yang gelap ke pintu masuk. dan Lord Sugita sedang menghibur mereka. dan Lord Sugita sedang menghibur mereka. dan kemudian . dari Miyako. jadi mereka takkan bic ara banyak. lalu menambah se¬potong kalimat yang kedengaran sem¬barangan. dia datang beberapa hari lalu."Ya. bar angkali. Tapi mereka juga tahu kalau ini bukan urusan mereka. penjaga atau pelayan: mereka mendekati Taku dengan komentar tentang kuda atau makanan.." Maya membayangkan bagaimana seorang laki-laki atau perempuan menyamar se¬bagai prajuri t. atau menuang sake untuknya.. Dia belum mampir seperti biasa. karen a Sada menyibukkannya dengan ber¬bagai latihan Tribe yang tak ada akhirnya. apa yang akan Taku lakukan? Maya merasakan agak tahu: apa pun yang akan terjadi tidak akan mudah. Tidak ada waktu untuk bosan atau cemas. Dan Maya hanyalah anak k ecil: waktunya masih banyak. Maya hampir bisa mendengar suara pelayan memutus kan kalau pelayan itu perempuan berbisik di telinga Taku selagi membungkuk membasuh kaki Tak u. Ia latihan ber¬diri tak bergerak dalam waktu lama." Ya. karena kemamp uan Tribe bisa selalu dikem¬bangkan.. bergerak cepat hingga nyaris tak terlihat dan menggunakan sosok kedua. dan tak seorang pun. . Dia bersama Lord Kono. "Mereka akan mengarangnya. Kami akan beri tahu kalau kau dan adikmu ada di sini.

Maya menghampiri lalu berlutut di hadapannya. Sada be r¬diri sambil memegang lentera. dan bahkan kesal. buram." kata Taku. Saat wajah itu terlihat lelah. setelah malam men¬jelang dan mereka selesai makan. Di ujung beranda. Maya merasakan panasnya lentera di pipinya. dan di waktu yang bersamaan tidak berani mencari-cari ada ekspresi apa di wajah Taku. tapi Maya tak tahu apakah gerutuan itu karena Taku setuju a tau terkejut. separuh terkena sinar. tapi sebelumnya ia mengamati reaks i di wajah Taku. membuat pikirannya kosong. tidak tahu ada dala m dirinya. Maya bisa melihat wajah Taku. hati Maya terpuruk. melihat rahasia yang ia sendiri . Maya menahan tatapan mata Taku tanpa berkedip." bisiknya. Taku mengerutkan dahi. "Uhhh. mem¬bawa nampan ke dapur. Sada mem¬ber i isyarat pada Maya yang tengah menaruh mangkuk di nampan karena di rumah ini dia bukan lagi putri Lord Otori tapi gadis termuda sehingga menjadi pelayan bagi semua orang. "Guru. "Pandang aku. atau pikiran. dan memberi isyarat pada Sada untuk mendekatkan lentera." gerutu Taku. "Mengapa ayahmu mengirimmu padaku?" Halaman 140 dari 500 . lalu menutup mata. Tapi ia tak mampu mempertahankan diri dari Taku: merasakan seolah ada semacam bias si nar.Di senja hari kedua. Diselesaikan tugasnya. ekspresi wajah yang tegang. menatap lurus ke arahnya. Cahaya lentera berkeda p-kedip di balik kelopak matanya. Mata Taku yang hitam. tidak membiarkan ekspresi yang menunjukkan kelemahannya terlihat. se paruh dalam kegelapan. lalu melangkah keluar beranda. menembus dirinya.

lalu mengeong. Maya tidak menjawab selama beberapa saat. jangan ambil resiko. "Kau tak memercayaiku. "Cukup. Sebagian besar . Ka u harus berjanji kalau kau hanya akan melakukan apa yang Sada atau aku pinta." sahutnya pelan." kata Taku dengan agak kesal pada Sada. "Aku sedang berusaha mengawasi Kono." sahut Maya." sahutnya pelan. "Lalu?" tanya¬nya." "Ini bukan waktu yang tepat. "Bila sebelumnya aku tak percaya. tapi tinggallah di si ni." Suaranya mengand ung kecurigaan dan tak acuh. tidak pergi sendiri sesuka hatimu. bulunya beriak. lalu menyentuh pipi Maya dengan lembut. Tetap saja. Kemarahan menjalar ke sekujur tubuhnya . "Ayah mengira Kenji kemu ngkinan mewariskan ilmu Tribe Menurut Ayah aku dirasuki roh kucing." "Tunjukkan padaku. kurasa sebaiknya aku menjaga agar Maya tetap di dekatku." kata Maya datar." sahutnya. kalau memang ada di sana. "Ayah mengira Kenji kemun gkinan mewariskan ilmu Tribe tentang hal-hal seperti ini kepadamu. "Aku mem¬buntuti Sunaomi ke kuil Akane lalu melihatnya k encing di celana!" Taku mendengar sesuatu di balik ke¬beranian yang dibuat-buat itu. Pertanyaannya yaitu. maka kini aku percaya. jangan menyimpan rahasia pada kami."Menurut Ayah aku dirasuki roh kucing. bila Takeo memintanya. Dandani dia seperti anak laki-laki. "Aku tak mau mel akukannya lagi! Aku tidak menyukai perasaan yang menyertainya." kata Taku pelan." "Tidak ada hubungannya kau suka atau tidak. membuat tubuhnya melembut dan meregang. langsung dan bukan seperti manusia. Maya bereaksi dengan marah." akunya. Kau bisa ikut ke kastil denganku besok. Tubuhnya gemetar. dan mengawasi kakakku kalau-kalau dia bertindak yang tak terduga . kemudian ia bergumam. Hewan itu menu rut dengan sendirinya. "Biarkan aku melihat roh kucing ini." sahut Taku. "Jangan buang waktu. Terserah kau mau menjadi apa. sekali. tapi di sini ia harus tetap sebagai anak perempuan. bersiap menerkam. t elinganya menegak dan memamerkan gigi¬nya. bagaimana kita bisa memanfaatkannya? Pernahkah kau berubah wujud hingga benar-benar menjadi kucing?" "Pernah." "Aku bersumpah." "Aku tidak mau. "Sangat me¬nar ik.

ditemukan di desa terpencil dengan lebih banyak bakat yang dimiliki orang Tribe lainnya. Aku akan memperingatka n Hiroshi." tutur Taku." "Anak kembar cukup istimewa di kalangan Tribe. seorang pelayan mendekatin ya lalu menyuruhnya menyiap¬kan alas tidur. Angin berhembus dan bersiul melalui celahnya." tutur Maya." Mendadak rasa sakit hati mener¬ja ng diri Maya karena merindukan Miki. "Tapi di mana adikmu ?" "Dia di Hagi dan akan segera pergi ke Kagemura. "Sekarang pergi tidur. Apa akan ada orang lain yang bisa mengenalimu?" "Tak seorang pun berani menatap langsung padaku. pikimya. berjalan pelan melewati kamar-kamar panjang dan rendah ru mah itu." "Guru.penghuni rumah ini sudah mengenalnya. Mungkin aku akan menjadi seperti Ayah. dia harus dilindungi sebaik-baiknya sebagai putri Lord Otori. "Ada yang harus kubicarakan dengan Sa da. Shigeko dan orangtuanya." kata Taku tiba¬tiba. Aku di sini seperti anakyatim p iatu." Maya membungkuk normal dengan patuh dan mengucapkan selamat malam kepada keduanya. membawa musim gugur. tapi Maya tidak mer asa Halaman 141 dari 500 . "Karena aku anak k embar. atau orang yang diasingkan. Tidak lama setelah ia masuk ke dalam rumah. Dibukanya lipatan matras lalu membentangkan selimut.

kedinginan." "Kuharap aku tidak harus melakukannya. "Aku ajak Kono kemari agar dia bisa melihat kesetiaan di Maruyama kepada Otori. meratapi musim dingin yang akan datang d an kematian mereka. berusaha menyaring bisik-bisik dari para gadis ya ng berbaring di sisi kanan dan kirinya. tapi mereka tidak melarang¬nya untuk mendengarkan. bila kau takut merasa bosan." "Apakah arwah seorang laki-laki. Didengarkannya suara-suara dari taman." "Bisakah Hiroshi dipercaya?" gumam Sada. Maya mewarisi pendengaran tajam ayah¬nya. membuat¬n ya mengalir cepat melalui urat nadinya." "Kau lelah. suara pelan mereka ber ganti dengan nyanyian terakhir serangga musim panas. Aku cemas Zenko telah membiarkannya percaya bahwa Seishuu hendak memberontak." "Dan berbahaya?" "Mungkin. akan kugorok leherku. "Kau tidak akan bunuh diri. tapi mereka tidak melarang¬nya untuk mendengarkan. Ketika akhirnya i a berbaring. Perlahan-lahan akhirnya mereka ter¬diam. Maya unik kemung¬kinan sangat kuat. Terutama sekali bagi dirinya sendiri. dan menghembus¬kan napas dengan amat perlahan hingga nyaris tak terdengar. Sinar r embulan mem¬bentuk kisi-kisi di layar kertas." sahut Taku. dipasang telinganya baik-baik. dan bahwa wilayah Barat takkan berpihak kepada Takeo. Aku mungkin akan melakukannya karena bosa n harus bersama Lord Kono lebih lama lagi. edinginan. Mereka menyuruhnya pergi tidur dan ia mematuhinya. "Kalau tidak. dan kini semakin peka. Sepertinya berbeda. Yang kulihat bukanlah seperti anak per empuan: sesuatu yang tak berwujud. bulan menarik darahnya dengan keras." Sesuatu dalam nada suara Sada yang membuat tubuh Maya gemetar denga n gabungan . atau sesuatu yang berhubungan dengan kerasukan si kucing?" "Aku sungguh-sungguh tidak tahu." "Maya akan menjadi hiburan yang menyenangkan. Didengarnya kepakan sayap burung hantu yang tenang sewaktu terbang melew ati taman. Didengarkannya suara-suara dari taman. Sada tertawa. Di kejauhan Taku berkata. menanti untuk menemukan wujudnya. Mereka menyuruhnya pergi tidu r dan ia mematuhinya. sepupu." "Atau tanggung jawab lain yang tak bisa kuhindari!" "Kenapa kau terkejut saat menatap matan¬ya?" "Aku mengharapkan tatapan anak perempuan.

meng¬hirup aroma tubuh itu bercampur dengan aroma Taku masi h teninggal Halaman 142 dari 500 . Berpura-pura ter¬tidur . tidak ada yang terjadi di antara kita yang tidak berani apa-apa. Ma ya tidak tahan mendengarnya. Sada berkata." "Sada. Lama setelah itu. "Aku tidak meng¬harapkan itu!" "Kita tumbuh dewasa bersama." Sada masuk ke kamar perlahan lalu ber¬baring di sebelah Maya. lebih pelan lagi. ku¬pijat dahimu. "Aku akan me¬nemuimu dan May a besok pagi." Taku be rhenti sejenak seolah ingin berkata lagi. pada pasangan yang tidak terlihat. Taku bicara dengan suara pelan." Sesaat hening. lalu menarik selimut hingga menutupi kepalanya." sahut Sada. Maya berbalik menghadapnya. 'Tidak perlu berarti apa-apa. Maya menahan napas. "Mari. Bawa dia ke kastil saat tengah hari. Taku menghembuskan napas panjang. tapi lalu berkata dengan singkat. Ada semacam kekuatan hasrat jatuh di taman yang gelap.antara kerinduan dan kecemburuan. sepertinya Maya men¬dengar langkah kaki di beranda.

"Kau mendengarnya mengatakan itu? Apa lagi yang kau dengar?" Maya menjauhkan diri dari gadis itu. Menurutnya perasaan berlebihan semacam itu aneh." Sada tidak bisa menahan senyum. "Aku dengar semuanya. Selama beberapa saat ia tidak membuka mulut . seperti laki-laki yang masih di bawah umur. deng an nada mendukung. tapi rasa s enang. tapi Muto Taku bukanlah salah satunya." "Apa yang nanti harus kulakukan?" "Sedikit sekali. "Kau bukanlah gadis yang cantik. dan berharap Sada adal ah Taku. "Jangan bilang pada siapa-siapa. Kau tidak boleh kelihatan cantik! Nanti ada ksatria yang membawamu kabur. at au berhasrat ingin mengabdikan diri hanya untuk orang yang dicintai. dan selalu menertawai orang yang tergila-gila karena ci .di tubuhnya. pelayan yang terendah derajatnya." gumamnya. rambut dan pakaiannya yang masih terasa asing membuat matanya berkilat dan pipinya bersemu merah. Pada saat itu Maya merasakan dirinya men¬jadi milik mereka selamanya. lalu katupkan bibirmu. merasakan panas tubuhnya." Sada menghardiknya. Maya balas memeluk. "Tapi bisa menjadi a nak laki-laki yang tampan. Kau adalah salah seorang pelayan Lord Taku. Ia tidak dapat memutuskan mana yang paling ia cintai: ia ingin meme luk mereka berduatubuhnya. Sada mencengkeram lengannya." Maya mencoba mengatur tubuh agar ter¬lihat lebih mirip anak laki-laki.* Sebagian laki-laki mengutamakan cinta." sahut Maya tanpa pikir panjang. "Tenang. tapi kemudian ia berkata." "Seperti Taku. bahkan men¬jijikkan. membiarkan dahinya tidak dicukur. Ditariknya Maya lalu dipeluknya. Keesokan harinya Sada membangunkannya pagi-pagi lain bersiap memotong rambutnya yang panjang sebahu dan menariknya ke belakang dan diikat ke atas. Membentak sedikit lagi. Ia tidak dapat memutuskan mana yang paling ia cintai: ia ingin memeluk mereka berdua. "Kau jangan terlalu menarik perhatian." kata Sada seraya tertawa. kuharap. Beajarlah meng¬atasi rasa bosan.

Kita tumbuh de wasa bersama. tapi gagasan bersikap setia kepada istrinya tidak pernah melintas di benaknya. Dan saat bicara dengan Sugita Hiroshi di taman kastil di Maruyama. Maka i ngatan yang tak mau pergi di benaknya tentang keintiman yang terjadi tiba-tiba serta tidak dihar apkan bersama Sada mengganggu pikirannya. terangterangan membenci kelemahan mereka. Kejadian seperti itu belum pernah dialaminya. Ia menyu kai perempuan. seperti yang sering terjadi. kepuasan yang begitu menusuk serta sempurna. dan semua kesenangan yang bisa dinikmati dari tubuh perempuan. berserah diri kepadanya. mengasuh anak-anak dengan baik dan setia ke padanya. Tidak perlu berarti apa-apa.nta. Ketika ada perempuan menyatakan terang-terangan mencintainya. dan dia berubah dari teman. menya¬yangi juga memerc ayai istrinya untuk meng¬atur rumah tangga. Taku justru menjauhkan diri. hasrat yang begitu bes ar. Taku hampir tidak bisa tidur. tubuh Sada yang sama tinggi dan kuat dengan tubuh nya. hasrat keperempuanan Sa da yang menang¬gapi hasrat dirinya. hampir Halaman 143 dari 500 . ia sulit ber¬konsentrasi pada apa yang sedang dibicara¬kan. hanya menginginkan kehadiran Sada di sisinya. hampir seperti tubuh laki-laki namun sekaligus tubuh perempuan. kata Sada waktu itu.

kesibukan Takeo tampak tidak seperti biasa. penolakan Kikuta untuk berunding. Taku berperawakan kuat dan sulit digambarkan. "tapi kedatangan mereka agak ter¬tunda karena mereka ke Terayama untuk ziarah ke makam M atsuda Shingen." "Pasti Takeo sedih kehilangan dua guru¬nya di tahun yang sama. Niat buruk kakakku. Ini kesem-patan pertama bagi kedua laki-laki ini bisa bicara berdua sejnk kedatangan Taku ber¬sama Lord Kono. yang bahkan aku sendiri tak bisa mem ahaminya. Taku mengalihkan kembali perhatiannya pada kawannya. ." tutur Hiroshi ragu-ragu. menjadi kekasih. Lord Kono dan tuntutan dari Kaisar. eperti adik.. waktu yang luar biasa panjang. sedangkan Sugita Hiroshi di¬anggap tampan. Langit biru pucat te rang bak telur burung. "Takeo dan Lady Shigeko sudah harus di sini pada bulan purnama berikutnya. Kau akan serasi d engan Lord Takeo seperti layaknya Kenji. beranjak dua puluh tujuh saat tahun baru nanti. cuaca tampak cerah di musim gugur ini. Dia belum bisa melupakan kematian Kenji. wajah yang mudah berubahubah ekspresi khas Muto. Saat itu masih pagi. Seperti yang dimiliki pamanmu pada dirimu. dan sejak itu terikat oleh h ubungan persahabatan yang amat dalam. setengah kepala leb ih tinggi dari Taku dan berbahu lebih bidang. "Tam¬paknya keadaa n semakin rumit setiap minggunya." "Aku merindukan ketrampilan dan pengetahuan pamanku. dan Taku pun ber¬kata. dan Taku pun ber¬kata. tanpa tahu dari mana datangny a kata¬kata ini.. dengan kulit pucat dan bentuk tubuh gagah kh as klas ksatria." aku Taku. tanpa tahu dari mana datangn ya kata¬kata ini.. Kep ala Biara kami sudah berusia lebih dari delapan puluh tahun. mereka berdua sering bertengkar dan saling bersaing merebut pe rhatian Takeo." komentar Taku. yang diadakan dalam beberapa minggu mendatang di Maruyama. "Kepergian Matsuda tidak semendadak atau mengejutkan seperti kematian Kenji. Tak ada hal yang terjadi di antara kita yang tidak berarti apa-apa." "Selama aku di Hagi. Mereka membicaraknn tentang pertemuan yang akan datang dengan Lord Ot ori dan Arai Zenko. mereka pernah menjinakkan kuda-kuda jantan bersama. Dan beliau memiliki penerus yang layak. matahari baru saja mulai mengangkat kabut dari tum-pukan jerami berwarna keemasa n di sawah. Mereka sebaya." kata Hiroshi. Tak ada hal yang terjadi di antara kita yang tidak berarti apa-apa. menjadi kekasih. Saat masih kecil.seperti adik.

kerabat jauh keluar gaku: namanya Sada." Hiroshi setuju. masalah putri¬putrinya. kurasa. "Zenko dan Hana akan datang. aku harus memperingat¬kanmu kalau-kalau kau mengenalinya." "Di sini bersamamu?" ulang Hiroshi merasa terkejut." ujar Taku. terlepas dari kesedihan dan urusan-urusan negara ini. Dia dirawat seorang perempuan muda yang juga menyamar menjadi laki-laki.." "Sejauh yang kutahu." sahut Taku. Mereka berdua terdiam sesaat." "Memang benar. dia memiliki kek hawatiran lain. "Maya ik ut bersamaku di sini. "Mereka pasti akan mengenalinya!" "Hana mungkin saja. "Dia dalam keadaan sehat keti ka aku bertemu dengannya belum lama ini." "Terjadi sesuatu pada Lady Shigeko?" sela Hiroshi." Sebenarnya ia tidak perlu menyebut nama itu. "Kehamilan Lady Otori." seru Hiroshi. dia baik-baik saja. Barangkali kau bahkan tidak memerhati¬kann ya. pikirnya. Halaman 144 dari 500 .. Tidak banyak yang luput dari pandangannya. Masalah si kembar. namun ia tak mampu menahan diri: Ak u terobsesi."Baiklah.. kemudian tertawa d i saat bersamaan. "Dia berpakaian seperti anak laki-laki.

Aku dikirim ke Terayama untuk mempelajari Ajaran Houou." Hiroshi sepakat. dan itu sebabnya kau tidak menikah!" Mereka sudah pernah membicarakan masalah ini. "Tapi kau belum mengatakan alasan Maya berada di sini. dan paman beserta putranya lebih memilih untu k mencabut nyawa ketimbang menyerah pada Arai Daiichi."Kau tahu. "Mereka saling mengisi ambisi." sahut Hiroshi pelan." "Aku yakin Lady Shigeko akan mem¬butuhkanmu setidaknya selama satu atau dua tahun. Takeo atau Shigeko akan memberi apa pun yang kau minta. "Jangan s alah paham." 'Tidak. Bulan depan d ia akan menerima wilayah itu. T ak perlu mengubur diri di Terayama bak pertapa. ketika Maruyama habis karena gempa bumi. "Memang benar ada saat ketika aku sangat bersemangat ingin menikah dengannya." kata Taku. "Jadi kau masih tergila-gila pada Hana. a ku senang menjadi pengurus Maruyama dan mempertahankan¬nya untuk Lady Shigeko." kata Taku." "Tidak semua yang kuminta. Aku melihat panggilan hidupku adalah untuk melayani. tapi keingi¬ntahuan Taku b angkit oleh obsesi barunya sendiri. Saat itu aku masih sama bodoh dan angkuhnya dengan para pemuda pada umumnya. Kuk ira nantinya Takeo akan mengangkatku sebagai putranya." . dan itu sebabn ya kau tidaKau tahu. dan dengan tangkasnya mengubah topik pembicaraan. Tanah mili k keluargaku dikembali¬kan ke wilayah kekuasaan itu. "orang bilang kau tidak bisa melupakannya. Ku kira aku memujanya dan amat meng¬inginkannya menjadi bagian dari keluarga itu ayah kandungku. aku cepat pulih dari perasaan itu. Aku tidak memiliki keluargaku sendir i. "orang bilang kau tidak bisa melupakannya. Aku tidak kecewa atau pun tertekan. nyaris bicara pada dirinya send iri. terutama ketika dia tidak pun ya anak laki-laki. kecuali kalau dia memintaku berada di sini. aku tinggal di kediaman Lord Takeo. aku akan kembali ke Terayama. Hana memang cantik. tapi aku senang k akakmu yang menjadi suaminya. seperti yang kau tahu. gugur dalam perang." Hiroshi tersenyum mengejek dirinya sendiri namun tanpa perasaan getir. penasar an apa lagi yang menahan Hiroshi tidak ingin menikah. Kau harus menikah dan punya anak. Sementa ra itu untuk tanah." "Akan lebih baik bagi Takeo bila kau yang menikah dengannya." ujar Taku.

meyakinkan agar klan Seishuu benar¬benar s etia pada Otori. sebagai putri Lord Otori. sedangkan di Tribe dia bisa mengambil berbagai peran yang ber¬beda. "Pada dasarnya kau memang su ka intrik. dan tingg al di sini seperti yang sudah sering dilakukan¬nya?" Ketika Taku tidak segera menjawab." "Apakah anak itu dalam bahaya?" "Dialah yang bahaya. Halaman 145 dari 500 . itu sebabnya Sada ikut bersamanya. "Lagipula dia adala h anak dari kalangan Tribe." ujar Taku akhirnya. maka hanya sampai sebatas itu perannya. akui saja!" "Dia lebih berguna bila tidak dikenali."Dia perlu dijauhkan dari sepupu¬sepupunya yang kini berada di Hagi. Hiroshi berkata." sahut Taku. Aku harus selalu meng¬a wasinya juga. "Tapi kenapa dia tidak datang secara ter¬buka. Bila dia menjadi Lady Otori Maya. Aku tak bisa menjelaskan semua alasannya." kata Hiroshi tersenyum. Dan harus ada yang meng awasinya terus-menerus. dan dari kembar annya." "Kurasa dia bisa melakukan semua tipuan yang kau gunakan untuk menggodaku. Aku mengandalkanmu untuk menutupi keti dakhadiranku dan menghibur Lord Kono dan sebelum aku lupa.

. memiliki banyak kemampuan ya ng kelihatannya supernatural." "Baiklah. seperti Miyoshi Gemba dan Makoto. Kemampuan kami mungkin saja berasal da ri keturunan. baik di Wilayah Timur atau pun di Wilayah Barat?" "Ya. kurang lebih sama dengan Tribe. Ini wajar dalam masyarakat kita. kita berdua menyaksikan ayah kita mati di depan mata kepala kita. "Selain itu. pantas mati! Aku tak¬kan lupa saat itu ketika kupikir Takeo s eharusnya membunuh Zenko." "Apakah menurutmu kunjungan ini bijak¬sana? Bukankah Takeo justru menempatkan diri di bawah kekuasaan jenderal baru ini." sahut Hiroshi. tapi sebenar¬nya itu adalah hasil dari latihan selama b er¬tahun-tahun dan pengendalian diri. sebagaimana kau me¬nyebutnya."Tipuan-tipuan itu. menurut keyakinan dan kode kehormatan¬nya." "Apa benar kau belum pernah membunuh seorang pun?" tanya Taku sekonyong¬konyong. aku percaya Ajaran Houou juga memiliki tip uan!" Tipuan-tipuan itu. dan setelah beberapa tahun b osan dengan kedamaian lalu berperang lagi.." "Ayah. Kita bertempur sampai bosan. yang kita langgar sendiri ketika tampak pant as dilaku¬kan. pernah menyelamatkanku lebih dari sekali!" sahut Taku dengan pedas. pernah menyelamatkanku lebih dar i sekali!" sahut Taku dengan pedas." "Ayahmu bertindak dengan benar. "Selain itu. aku percaya Ajaran Houou juga memiliki tip uan!" "Para Guru Besar. dan belajar strategi perang sebelum beru . Si Pemburu Anjing?" "Tindakan apa pun yang menghindari perang adalah tindakan yang bijaksana." tutur Hiroshi tenang. sebagaimana kau me¬nyebutnya.. "Maaf. tapi ini adalah kata-kata aneh yang keluar dari mulut seorang ksatria!" "Taku. "Tapi bila dia tidak bertindak seperti itu. "Dia mengkhianati Takeo setelah ber¬sumpah untuk bersekutu dengannya!" seru Taku.. Kita menyembunyikan hasrat haus darah dan hasrat untuk balas dendam dengan kode etik kehormatan. tapi tidak ada artinya tanpa latihan. Tapi apa para Guru Besarmu berhasil membuj uk Takeo agar tidak ber¬perang. saat datang nanti dia akan mem¬beritahukan pada Lord Kono bahwa utusan khusus kami dalam perjalanan ke Miyako untuk menyiapkan kunjungan tahun depan. cepat atau lambat Takeo juga akan me nye¬rangnya. paling tidak. "Aku diajari banyak cara untuk mem¬bunuh.

tapi aku belum pernah bertarung dalam penempuran yang sesungguhnya." "Saat nanti kalau kau di medan perang. Lord Sugita!" Dengan kehadiran si bangsawan. Kau bisa pastikan kalau mereka takkan ti nggal diam sampai mereka menjajal habis-habisan senjata baru mereka. warna dedaunan semakin hari semakin tu a. Si bangsa wan ditandu mewah yang berlapis emas. Teru tama karena kini mereka sudah memiliki senjata api. Untuk sementara ini aku akan lakukan apa pun untuk menghindari pera ng. Kuharap takkan pernah.mur sepuluh tahun. kepuasan penduduknya. sedang¬kan kedua pemuda itu menunggang kuda. pertahanan serta juml ah tentara." "Barangkali. Kono ingin melihat berbagai kota dan pedesaan sehingga mereka melakukan banyak ekspedisi. Hiroshi dan Taku menjelaskan kepada Kono tentang kekayaan wilayah itu. Cuaca musim gugur tetap cerah dan terang. dan seorang penjaga berlari menghampiri lalu berlutu t di depan Hiroshi. kau akan berubah pikiran. anak-anak R aku." kata Taku. "Lord Kono sudah datang. "Ka u akan mempertahankan diri layaknya semua orang." "Aku khawatir kalau kakakku dan Kaisar akan membawamu ke kancah peperangan. Si bangsawan mene rima semua Halaman 146 dari 500 . dan kesetiaan mutlaknya pada Lord Otori." Ada gerakan di ujung taman. dan a ku belum pernah mem¬bunuh siapa pun. tapi Hiroshi tampak lebih terbuka dan ramah. sikap mereka berdua agak berubah: Taku menjadi le bih waspada.

" "Kau sudah terlanjur melakukannya.informasi ini dengan sopan santunnya yang tenang seperti biasa. menggunakan sosok kedua. tapi takut dengan apa yang kemungki nan terjadi padanya. ia memohon pada Taku untuk menyingkirkannya. Taku kerapkali kelelahan dan tegang. tap i ia mengingat dan mengulang kata demi kata untuk Taku sewaktu datang ke rumah tempat ia dan Sada tinggal. sesekali menemukan dirinya berada cukup dekat dengan Kono dan para penasihatnya untuk men dengarkan apa yang mereka gumamkan. dan betapa pun larut¬nya. Maya harus mengerahkan seluruh tenaga dan konsentrasinya untuk pertemuan malam hari ini dengan gurunya. kadang dengan kemarahan. ingin men¬jadi seperti Shigeko. hingga perasaann ya yang sebenarnya tidak diketahui." sahut Taku. tapi itu tidak ada apa-apanya di¬bandingkan dengan tuntutan yang baru. Kucing it u ingin menariknya masuk ke dunia lain. Terkadang Maya turut dalam perjalanan¬perjalanan ini. Menjadi anak laki-laki seharian telah menguras tenaganya. Maya ingin bekerja sama. Maya mulai menyesali kematian si kucing dan ker asukan roh hewan itu. "Kau harus menerimanya." kata Sada. "Yang bisa kulakukan hanyalah membantumu belajar mengendalikannya. pekerjaan ini be rjalan lambat dan banyak tuntutannya. Acapkali ia merindukan berada di rumahnya di Hagi bersama ibu dan kakak juga adiknya. menunggang kuda milik Sada. kadang dengan wajah cemberut yang dingin. Taku selalu ingin bertemu Maya. Percakapannya kedengaran tidak menarik dan sepele. "Aku tidak bisa. dunia tempat para hantu dan arwah. kesabarannya hampir habis. Maya tidak membiarkan sikap Taku memengaruhi diri¬nya. Dikiranya ia akan suka men¬jadi si kucing. Ia ingin menjadi anak-anak saja. bahkan bila Maya sudah tertidur. Sebelumnya ia merasa pelatihan Tribe mudah: menghilang. hingga perasaanny a yang sebenarnya tidak diketahui. tanpa kemampuan Trib e dan tidak punya saudara kembar. Kadang-kada ng Taku datang larut malam. seperti yang Taku lakukan setiap dua atau tiga hari sekali. tapi ternyata kucing itu lebih kejam dan menakutkan dari yang ia perki¬rakan. tapi cara yang baru ini sepertinya j auh lebih sulit dan lebih berbahaya. . dan menguasainya. sesuai cara Tribe yang mengendalikan kebutuhan tidur mereka dengan cara yang sama untuk mengendalikan semua kebutuhan dan hasrat mereka." Kemudian Maya merasa malu dengan kelemahannya. Maya harus bangun cepat. nformasi ini dengan sopan santunnya yang tenang seperti biasa.

Pendudu k kota turun ke jalan setiap malam dengan pakaian berwarna cerah dan sandal baru sambil bernyanyi. "Memang benar."Kucing itu bisa memberimu kekuatan. pe¬waris Maruyama. me¬lambaikan tangan di atas kepala. kau ha rus meraih dan memanfaatkannya!" Tapi meski berada di bawah pengawasan dan bimbingan Taku hingga Maya sudah terbi asa dengan roh yang hidup dalam dirinya.* Bulan purnama di bulan kesepuluh semakin dekat. dan di mana-mana persiapan Peray aan Musim Gugur telah dimulai. Tersiar juga berita bahwa wila yah ini secara resmi akan dipersembahkan kepada Shigeko karena sekarang usianya sudah mencukupi. Maya sudah tahu kalau ayahnya dikenal banyak o rang. tapi ia tetap tidak bisa melakukan apa yang Taku h arapkan: mengambil bentuk kucing itu lalu memanfaatkannya. "Kekuatan itu sudah ada. bahkan dicintai." kata Taku pada Maya saat ia menanyakannya." kata Taku. Lady Shigeko. tapi tak sepenuhnya me¬nyadari sampai tahap apa hingga mendengar¬nya sendi ri dari mulut orang-orang yang saat ini berbaur dengan dirinya. akan meng¬hadiri perayaan. Shigeko akan mengganti nama dan sejak saat ini dikenal Halaman 147 dari 500 . Kegembiraan kian bertambah tahun ini dengan kenyataan bahwa Lord Otori sena putri sulungnya. "Hiroshi sudah membic arakannya denganku.

ebagai Lady Maruyama. "Ibuku sekarang yang memimpin Tribe. Satu lentera kecil kalah dengan gelapnya ruangan i tu." "Aku takut ada juga orang lain yang tidak setuju Shizuka menjadi Ketua Muto. selimut tebal menyelimuti tubuh mereka. "Lihat saja. Taku minum sake. nama yang sering dide ngar. Meski udara dingin. Lady Shigeko kelak akan memimpin Tiga Negar a. "yang percaya k alau sudah menjadi haknya untuk memimpin Tribe. tapi baik Sada maupun Maya tak suka rasanya.sebagai Lady Maruyama. aku tidak bisa jauh darimu." "Lady Maruyama. Ketiganya berada di kamar kecil di ujung rumah Tribe. sebaiknya kau berubah menjadi anak perempuan lagi sebelum usiamu semakin bertambah!" Taku menggodanya. sebagai kerabat tertua Kenji. tapi taman penuh sinar bulan dan bayang-bayang pekat. tapi aku ingin memimpin Tribe!" sahut Ma ya. Empat hari sebelum pumama. Taku langsung berpaling dan menatap Sada dengan pandangan yang membuat hati Maya berdebar seka ligus cemburu. "Lalu ada kakakku. "Jangan bilang begitu!" Sada memper¬ingatkannya. dari para penyanyi balada yang menyanyikan dan menceritakan kisah-kisah Otori di sudut jalanan dan tepi sungai." bisik Taku pada Sada. dari Chiyo. mereka bertiga duduk berdekatan di dekat tungku batu bara. "Aku tidak tertarik dengan Tiga Negara." kata Taku sewaktu Sada mengungkapkan rasa terkejutnya karena Taku datang cepat. "Kau harus tunggu sampai aku mati!" Taku tertawa. daun jendela tetap terbuka. Maya tak menduga Taku datang begitu cepat ia sudah di sana sejak kemarin malam." ulang Maya. Sada yang tak bisa menyembunyikan rasa senang. Per empuan belum . dari Shizuka. Malam itu dingin dan terang. Ke¬dengarannya seperti legenda. tidak bisa menahan diri untuk terus menyentuh T aku. seraya menyentuh lengannya. bulan sudah makin membes ar dan menguning. tidak lagi berkelakar.

" gumam Taku. Dia berangkat ke Hofu dua minggu lalu. kan?" "Sepertinya ya." "Putra siapa?" Taku duduk tegak." Maya mendengarkan dengan cermat.pernah memimpin keluarga itu. Mereka menggerutu kalau tindakan ini menying-gung dewa-dewa. tapi penunjukan ibumu telah menyebabkan perpecahan. orang-orang tidak suka bila tradisi diubah. "Bukan p utra Akio. "Tidak ada lagi?" Sada menggeleng. "Kikuta Akio terlihat di A kashi. pastinya. Lalu sepertinya dia ingat akan k ehadiran Maya. "Kurasa itu adalah rahasia Kikuta." "Sebaiknya kita segera kirim orang ke Hofu." sahut Sada." kata Sada." kata Taku. sadar akan hawa panas di satu sis i wajahnya. mereka lebih memilihmu. "Dan cari tahu mau ke ma na dia dan apa tujuannya. semua orang tahu itu. Mengapa kau beg itu kaget?" "Kau tidak mengenal siapa anak itu?" "Dia adalah cucu Muto Kenji. "Suruh anak itu tidur. anak laki-laki berusia sekitar enam belas tahun. Bukannya menginginkan Zenko. tanpa bicara. tabuhan genderang dengan irama tegas. dan putranya." katanya pada Sada. disela dengan teriakan-teriakan parau. "Aku mendengar satu desas-desus hari ini. Apakah dia bepergian seorang diri?" "Imai Kazuo bersamanya. Dari kota terdengar musik dan nyan yian. dan udara dingin di sisi wajah yang satunya lagi. Halaman 148 dari 500 .

lalu menjerit keras ketakutan. tapi bergema dalam roh kucing yang belum m ati. melambung menyeberangi beranda dan me¬masuki ruangan tempat Sada dan Taku berangkulan." perintah Sada." perintah Sada. tapi ia sudah belajar mematuhi Sada dan Taku dalam segala hal. ingin bersamanya dan Sada: Maya memikirkan bulu kucing yang tebal dan halus menye¬limuti dirinya. sadar akan bola matanya yang membesar dan pandangannya yang tajam. Sebulan lalu ia pasti akan prot es. Maya menemukan tempat di sela dua orang gadis dan merangkak melewati mereka." gumamnya. tapi roh kucing lebih tahu. Maya. kalau Ta ku akan merasa senang dan memujinya."Maya. Semua orang sepertinya sudah tidur. dan me¬lo mpat ke jendela. tidurlah di kamar pelayan. dan menurut ramalan. menghangatkan tu buhnya. pikir Maya. Maya menyelinap dari balik selimut dan melangkah tanpa bersuara dari kamar itu. Jauh dari api membuat Maya kedinginan. Di sini. melayang melewatinya. "Selamat malam. dan begitu berada di kamar pelayan ia justru merasa lebih dingin." Sada berdiri membantu." . akan menjadi saru-satunya orang yang bisa membawa kema tian padanya. Tubuh Maya gemetar. dan gemetar tubuhnya berubah menjadi sesuatu yang lain." kata Taku. lalu bangkit berdiri. Ia ingin ber¬baring di antara mereka. tidurlah di kamar pelayan. kata¬kata yang paling mengguncang diri Maya daripada semua yang pemah dialaminya. "Udara semakin dingin. merangkum percakapan sebelumnya. Aku tidak bisa membuka pintunya. "Tutup jendelanya sebelum pergi. Ia sudah berada separuh jalan ke gang selasar ketika ia sadar tengah bergerak melayang di atas permukaan tanah. Sada bicara dengan nada setengah malas. hanya di dunia luarlah ia harus tetap menyamar sebagai anak laki-laki. mengingat bagai¬mana dunia itu penuh dengan gerakan kecil yang belum pernah diperhatikannya. riak kekuatan menjalar k e sekujur tubuhnya karena si kucing meregang¬kan otot-ototnya dan hidup lagi. "Bocah itu benar-benar putra Takeo?" "Ya. Sebulan lalu ia pasti akan pro tes. Maya berpikir akan menam¬pakkan diri kepada mereka. ingin men-dengar apa yang Taku katakan. di rumah Tribe s emua orang tahu kalau ia anak perempuan. men¬dengarkan dengan agak takut suarasuara hampa para arwah. tapi ia sudah belajar mematuhi Sada dan Taku dalam segala hal.

Maya mengetahui keberadaan kakak laki¬lakinya. kuda-kuda pengangkut ker anjang berisi hadiah-hadiah mewah dan pakaian-pakaian mahal. serta Lady Arai sendiri. jauh dari segalanya. Tapi ia tidak bisa berlari dari suara-suara arwah yang bergemerisik d i telinganya yang berdiri tegak dan merasuk ke dalam tulangnya yang rapuh dan cair. Di¬dengarnya Taku berseru. burung rajawali dan anjing kecil milik Lady Arai. dan putri su lungnya. dan ancaman terhadap ayahnya. termas uk Miyoshi Kahei dan adiknya Gemba. "Siapa di sana?" dan mendengar teriakan kaget Sada. Udy Shigeko. Halaman 149 dari 500 . di dalam tandu yang diukir dan dihias dengan indah. sejumlah besar pengawal. sehari sebelum bulan purnama. satu iring-iringan kuda membawa catatan-catatan adminis trasi yang harus ditangani saat ia berada di wilayah Barat. Ia be rusaha tetap diam tapi tidak bisa menahan lolongan ketakutan dan putus asa yang memaksa kelua r dari tenggorokannya. dan ia melompat menerobos kasa dan keluar ke taman seolah bisa lari selama-laman ya. Zenko didampingi pengawal yang sama banyaknya. Takeo datang dari Yamagata dan membawa sebagian besar orang istana Otori. Di mana Penguasa kami?* Otori Takeo dan Arai Zenko tiba di Maruyama selang beberapa jam.

Takeo tahu putrinya layak mendapatkannya. Wilayah ini nyaris hancur tersapu badai dan gempa bumi di tahun pertama pemerint ahannya. seni berkembang. saat Takeo harus bertemu dengan musuh-musuh potensialnya in i. Sebulan terakhir ini mereka telah menam bah persediaan beras. Salah satunya. Maruyama segera diserahkan pada pewaris perempuann ya: banyak yang harus diraya¬kan. pengawal senior wilayah tersebut yang bersama putranya memilih bu nuh diri ketimbang setuju untuk menyerahkan kota ini kepada Arai Daiichi. dan jurumasak saling berlomba menciptakan s antapan berbentuk bulat untuk meng¬hormati bulan purnama. setelah enam belas tahun berlalu. Ia harus terus mengingatkan dirinya sendiri kalau ia berada di sini untuk menemu i dua laki-laki yang mungkin akan merampas wilayah ini dari Shigeko. Kini. dan kini berharap bisa mendapat keuntungan besar. Takeo melihat itu semua dengan gembira. kedelai. sake dan makanan khas daerah mereka. dipanggilnya Hiroshi untuk bicara ber¬dua. Sebelum makan malam. dan Shigeko akan mengambil alih wilayah ini lalu memerintah berdasarkan hak dan kewajibannya. menggambar kan bukit bulat Maruyama bersama bangau Otori. perdaganga n maju pesat. ikan. S etelah . semua luka bekas perang tampak telah l ama pulih. Pemuda itu tampak tenang dan waspada. wilayah ini menjadi kaya dan damai. yang dulunya a dalah kediaman Sugita Haruki. Di mana-mana umbul-umbul berkibar tertiup angin. diberi penginapan seperti dirinya di dalam kastil. Maruyama adalah wilayah yang amat di¬sayan ginya karena di sinilah ia menghabiskan bulan-bulan pertama setelah pernikahannya dan mulai mempratikkan semua yang telah ia pelajari dari Lord Shigeru tentang pe¬merintahan dan pertanian. Sebulan terakhir ini mereka telah menam bah persediaan beras. sake dan makanan khas daerah edatangan para pemimpin dengan iring¬iringan mereka menutupi jalan dan me¬menuhi rum ah penginapan membuat pen¬duduk kota gembira. ikan. Zen ko tinggal di kediaman yang paling bergengsi dan mewah di balik dinding kastil. kedelai.Kedatangan para pemimpin dengan iring¬iringan mereka menutupi jalan dan me¬menuhi ru mah penginapan membuat pen¬duduk kota gembira. Lord Kono. Musim panas bermurah h aii menghasilkan panen berlimpah. dan berharap kalau laki-laki itu dip engaruhi arwah dari para mendiang yang setia. anak-anak makan berkecukupan. Takeo penasaran apakah Zenko menyadari sejarah kesetiaan dari rumah itu.

a tau dari Lady Shigeko. Dia gadis yang amat baik.. Kami harus me mberimu imbalan. "Aku sudah bilang pada Taku: aku akan tetap di sini sel ama dibutuhkan tapi keinginanku yang sebenarnya yaitu diijinkan mengundur¬kan diri ke Terayama dan men gikuti Ajaran Houou. Apakah ada gadis lain?" "Tidak ada. "Kau sudah seperti kakak laki-laki bagi ketiga putriku. kawan baik putriku. "Kau telah bertahun-tahun mengabdi pada keluargaku. aku berterima kasih atas p erhatian Anda." "Kumohon." "Untuk memberiku tanah di Maruyama. aku pasti akan mengangkatmu menjadi putraku." lanjut Takeo. dan aku tidak punya apa-apa untuk diberikan p ada seorang istri." Takeo menatapnya tanpa langsung men¬jawab." "Keluarga mana pun di Tiga Negara akan menyambutmu dengan gembira sebagai menant u. "Dan untuk pernikahan." sahut Hiroshi. "Kau tahu betapa besar rasa sayang keluargaku padamu. biar kucarikan gadis lain. berarti akan mengambilnya dari orang lain.. jangan Halaman 150 dari 500 . Lord Takeo. tapi aku sungguh-sungguh tak ingin menikah. Aku sudah memper¬timbangkan cucu Lord Terada. Kau ingin tinggal di wilayah Barat? Akan kucarikan tanah dan bangunan u ntuk¬mu serta seorang istri.membahas prosedur dan upacara untuk keesokan harinya. Takeo mengucapkan terima k asih atas kerja keras¬nya." sahut Hiroshi. andai usia kita tidak terlalu dekat jaraknya. Tatapan mata Hiroshi beradu pandang den gannya lalu berpaling ke arah lain. Bila kau tidak suka pada Terada Kaori. Kaori. Kau kurang menghargai dirimu.

"Anda bahagia dalam perkawinan hingga ingin kami semua memiliki keadaan yang sama! Tapi aku ter¬panggil ke jalan lain. Seperti yang kau tahu. Satu-sa tunya per¬mintaanku adalah diijinkan mengikuti jalan itu. Bahkan Shigeko? Keduanya tidak me¬nyuarakan kata-kata itu." "Anda ingin memberikan kirin!" seru Hiroshi. Satu-sa tunya per¬mintaanku adalah diijinkan mengikuti jalan itu. "Putriku mengusulkan agar kita membawa kirin. Berusaha menyembunyikan rasa tertekannya dengan tersenyum. Sesuatu dari perbincangan ini pasti telah membuatnya waspada sehingga di saat ia tidak disibukkan oleh Lord Kono. Wajahnya mulai memerah. dibayangkannya hati Shigeko tidak tersentuh. Tapi tentu saja mere ka berdua sangat mahir menyembunyikan perasaan masing-masing. yaitu m endampingi kami ke ibukota tahun depan. dengan menu khas musim gugur di wilaya h Barat: . lebih pendiam. nyaris tida k saling bicara atau bertatapan. Ia tidak tahu apakah sudah bisa menjawab atau belum. Mereka berdua. Makan malam berlangsung resmi dan anggun. "Anda bahagia dalam perkawinan hingga ingin kami semua memiliki keadaan yang sama! Tapi aku ter¬panggil ke jalan lain. lalu memutuskan untuk m enghentikan masalah pernikahan ini sementara waktu." "Aku tidak akan menentang keinginanmu itu!" sahut Takeo. Kau harus melindung inya. "Tapi aku punya satu permintaan. Berusaha menyembunyikan rasa tertekannya dengan tersenyum. yang akan menjadi hadiah yang tak ada bandingnya untuk Kaisar. dan sedih." "Shigeko juga akan ikut denganku atas saran para Guru Besar. ditemukan dirinya lebih memerhati¬kan Hiroshi dan putrinya saat makan malam." kata Hiroshi dengan nada memohon. "Terima kasih. Takeo tidak bisa meng¬ungkapkan ada perasaan khusus apa di antara mereka berdua. "Aku rela memberikan segalanya bila itu mempertahankan kedamaian di negeri ini. Aku ingin kau ambil bagian dalam kun¬jungan ini." iteruskan. aku mengatur kunjungan damai ini atas permintaan para Guru Besar Ajaran Houou." kata Hiroshi dengan nada memohon." Hiroshi membungkuk tanpa bicara. Zenko dan Hana. Wajahnya mulai memerah. entah mengapa." sahut Takeo. seperti yang sudah biasa kau lakukan.diteruskan.' sahut Hiroshi." "Ini merupakan kehormatan bagiku. namun kata-kata itu ber gema di benak Takeo.

dan bagaimana bila dibandingkan dengan istana Kai sar. Aku paham Anda akan mengunjungi Kaisar tahun depan. mengungkapkan kebahagiaannya. disajikan di atas nampan berpernis dan tembikar berwarna coklat muda kekuningan pucat dari Hagi. burung puyuh dengan krisan." sahut Takeo. pada gilirannya. burung gelatik dengan semak semanggi. dan ingin tahu apakah Zenko dan Hana kecewa dengan kabar ini karena akan menunda rencana pengangkatan kedua putra mereka. kepiting dan udang kecil. Takeo meminta maaf atas ketidakhadiran istrinya.jamur pohon pinus. di belakangnya berdiri kasa ber¬hiaskan burung dan bunga musim gugur. dengan berhati-hati memuji Sunaomi dan Chikara yang tidakl ah sulit dilakukan karena ia dengan tulus memang menyayangi kedua anak itu. lantai dan balok-balok penyangga berkilau dengan ha ngat. "Aku sudah menerima surat dari Miyako. ituiah tujuanku. Takeo seakan melihat perasaan tidak suka sesaat sebelum Hana mulai mengucapkan s elamat yang berlebihan. menjelaskan tentang kehamilan i strinya. gurih dan gating." Halaman 151 dari 500 . Takeo. Kono berkata dengan sopan. dan berharap kakaknya mendapatkan anak laki-laki. Semua orang ingin tahu tentang Anda. chestnuts and kac ang ginko. Takeo bertanya-tanya bagaimana pendapat Ko no tentang semua yang dilihatnya di sini. Bahkan L ord Saga Hideki telah meng¬ungkapkan keinginannya untuk berjumpa dengan Anda. "Kurasa beliau akan menerima Anda. Kaede telah membantu mengembalikan kediaman itu pada keindahan aslinya: tikar berwarna hijau keemasan dan beraroma manis." "Bila beliau berkenan menerimaku.

mendahu lui restu sang Kaisar. "Baiklah. "Lord Saga baru saja menduda. ke arah Gemba yang duduk agak menjauh di se ." Suara Kono terdengar dingin dan datar... "Aku turut berduka. dan bila itu bisa memastikan kedamaian di Tiga Ne gara. putrimu sebaiknya ikut. "Belum. Takeo mengingat dengan takjub kata-kata Gemba: Akan ada semacam pertandingan di Miyako. Itu kegemarannya." Takeo tersenyum.Takeo menyadari kalau Arai Zenko memerhatikan tiap kata dengan tetap menunduk. mendahu lui restu sang akeo menyadari kalau Arai Zenko memerhatikan tiap kata dengan tetap menunduk. "Lady Shigeko bertunangan?" tanya Kono." Shigeko mengangkat kepala lalu melihat ke a rah ayahnya. Mungkin beliau akan menerimaku sebagai pengganti ayahku dalam pertandingan apa pun nantinya. Keadaan istri Anda yang meng¬haruska nnya berdiam diri di rumah jadi tidak memungkinkannya mendampingi Anda?" "Begitulah. Belia u menulis surat kepadaku bahwa ketimbang menumpahkan darah ribuan orang." imbuh Hiroshi. Takeo tidak bi sa menahan untuk berpikir. Bagaimana Gemba bisa tahu hal ini? Takeo memandang ke seberang ruangan. meman ah. belum. Tapi putriku akan ikut.. Da n bila mereka menyerang lalu membunuhku di sana... mungkin. suaranya terdengar jernih dan tegas. "Aku tak sabar ingin ber¬jumpa Lord Saga. mungkin ada pertandingan yang lain. Shigeko angkat bicara. Dia harus menyempurnakan keahlian menunggang kuda. karena aku tidak mahir memanah. "Lord Saga saat ini tengah memikirkan semacam olah-raga atau pertandingan." Takeo ingin tahu apakah ia bisa tahan menyerahkan putri sulungnya pada orang seperti Lord Saga nam un bisa menjadi persekutuan yang baik.." Untungnya. D an bila mereka menyerang lalu membunuhku di sana. beliau lebih suka berte mu Lord Otori dalam per¬tandingan berburu anjing. Zenko akan menunggu di wilayah Barat.. Zenko akan menunggu di wilayah Barat." jawab Takeo. Tampak mata mereka bertemu lalu dia tersenyum kepada ayahnya. Beliau tidak tahu kalau tanganku yang cacat menghambatku untuk menarik busur.. "Lord Saga tidak mengetahui masalah-masalah kecil kami." "Lady Shigeko amat mahir memanah.

namun juga tak bisa menghilangka n kesan berkuasa yang ada di balik kata-katanya. atau kelihatan terintimidasi dengan ke¬ha dirannya. agar Anda sema kin memahami kami." katanya pada akhirnya. Kahei. walaupun dengan alasan lain. Aku akan terima tantangan Saga. punggungnya tegak lurus. Gemba tidak melihatnya. "Aku tidak menyadari kalau perempuan di Tiga Negara begitu berbakat. dengan dedauan maple yang cerah. kecantikan yang menyem Halaman 152 dari 500 ." sahut Shigeko. "Seperti halnya Lord Saga. Dia tidak mem¬perlihatkan rasa tidak suka bertemu dengan putra orang yang pernah menculik ibunya. pedangnya. "Ini semakin menambah alasan mengapa kami harus berkunjung ke ibukota. dan pembe¬rani. kulitnya nyaris bercahaya dengan jubah wama kuning pucat dan emas yang dikenakannya. Kami akan selesaikan masaln h tanpa harus berperang. Takeo ingat saat pertama kali melihat Lady Maruyama Naomi: menurutnya perempuan itu seperti Jato. mungkin Anda belum mengenal kami dengan baik.belah adiknya. Rambut panjangnya tergerai di bahu. Tampaknya Kono sama terkejutnya dengan Takeo. menyembunyikan ketidak¬setujuannya. apa pun itu. Kahei terlihat lebih tegas. pikir Takeo cepat. Aku akan datang ke Miyako. tapi ada senyum tipis tersung¬ging di waja h montoknya. Ini memperkuat bukti anjuran para Guru Besar." Shigeko berbicara dengan sopan.

dan merasa agak lega. Saat bangun pagipagi. Ia meminta Minoru dibangunkan. merasakan nyeri di tangan dan rasa sakit menjalari sekujur tubuhnya. karakter dan kecantikan putri sulungnya .. ingin tahu seberapa banyak kata-kata ini diucapkan dengan tulus. Disadarinya kala u pikirannya melayang jauh. saat in i merupakan waktu yang tepat untuk mengirimnya pulang dengan pikiran yang penuh dengan kesejahtera an wilayah ini. dan tak mendengarkan kalimat terakhir Lord Kono. kesetiaan klan Seishuu serta keindahannya. "Aku sungguh tidak sabar menantinya!" seru Kono. seberapa banyak pujian dan niat buruk apa yang direnca¬nakan Kono dan Zenko. tentu saja.. ia telah memiliki pewaris. dan ingin tahu ada di mana dia sekarang. hubungan bangsawan itu dengan Zenko dan Hana. nyikan kekuatan. Apa pun yang terjadi. Apakah Zenko tersinggung atas kehadiran dan pengawasan Taku sehing ga sengaja tidak mengundang adiknya? Dan ia pun cemas ingin mendengar kabar tentang Maya. Ini memastikan bahwa Tiga Negara ak an tetap bersatu bila diwariskan kepada¬nya. Tapi Takeo lebih suka mendengarnya dari Taku. Kini dilihatnya kekuatan yang sama pada putrinya. sementara dari kota terdengar genderang dan nyanyian. Berharap Taku tahu lebih banyak. dan merasa ag ak lega.. Ia tak dapat menahan diri untuk berpikir kalau ketidakhadiran Taku tak ber¬k aitan dengan putrinya itu: kalau Maya dalam masalah. pikirannya masih penuh dengan kecemasan atas ketiga putrinya. atau melarikan diri. mengapa dia tid ak hadir saat santap malam. ia telah memiliki pewaris. Dipaksa dirinya berkonsen trasi pada saat ini. Kaede yang sedang mengandung. Ini memastikan bahwa Tiga Negara ak an tetap bersatu bila diwariskan kepada¬nya. "Aku bisa meyakinkan bahwa semua taporanku akan berpihak kepada Anda . Keramaian perayaan berlanjut hingga larut malam: pemusik memainkan kecapi tiga s enar dan harpa. Tampaknya tidak ada lagi alasan untuk menahan bangsawan itu. Apa pun yang terjadi. detail mengenai kunjungan singkat Kono di wil ayah Barat. Takeo tidur tidak nyaman. memeriksa kalau segala¬nya telah dicatat ." Dia membungkuk dan bicara d engan ber¬semangat." Takeo membungkuk sedikit tanda setuju. dan memberitahukan kepada Yang Mulia Kaisar tentang semua yang kudapatkan di sini. dan se lagi minum teh ia mengingat-ingat apa saja yang ia katakan semalam. Kini dilihatnya kekuatan yang sama pada putrinya.bunyikan kekuatan. "Kuharap aku bisa dibebaskan da ri keramahan Lord Otori untuk kembali ke Miyako sebelum Anda tiba di sana.

" Minoru membungkuk hormat. Dia bisa saja l ewat darat menuju Hofu dan naik kapal laut dari sana. banyak hal yang harus disiapkan. kau selalu hadir dalam per¬temuanku dengan Lord Kono. "Apakah Lord Kono bepergian lewat laut atau darat?" tanya Minoru.. Lord Kono pasti membawa kabar kepada Kaisar dengan keyakinan bahwa Tiga Negara t ak mudah ditaklukkan. tapi Lady Shigeko belum menikah. Di Yamagata aku yakin Lord Miyoshi akan menjelaskan ukuran dan kekuatan ba la tentara kita." sahut Takeo. dan." "Jadi beliau akan melakukan perjalanan bersama Lord Otori sampai Yamagata?" "Ya. "Pasti salju su dah turun di Jajaran Awan Tinggi: dia takkan tiba di sana sebelum perbatasan ditutup.. Karena Kono diij inkan pergi. bila ingin tiba sebelum musim dingin." sela Takeo. bagaimana pendapatmu?" "Sikapnya seperti hendak berbaikan.dengan benar karena Minoru ditempatkan di balik kasa semalaman. "Minoru. "Beliau pasti mengamati kepopuleran Lord Otori. pengabdian dan kes etiaan rakyat di sini. Sikapnya padaku sem alam sepertinya sedikit berubah." sahut Minoru." "Teruskan. Kita harus tunjukkan satu pemandangan lagi padanya. Sebaiknya kau siapkan Lady Miyoshi. "Aku tidak berhak untuk mengatakannya. "Lewat laut. dan Lord Kono pastinya akan lebih memilih untuk merundingkan pernikahan ketimbang me¬mulai perang yang ti dak bisa Halaman 153 dari 500 .. kurasa bagusnya begitu.

memegang kotak-kotak berpernis. Hana. Hiroshi berada di depan mereka dengan menunggang kuda abu-abu pucat dengan surat dan ekor hitam. dan gulungan berisi silsilah keluarga meng¬gambarkan silsilah Shigeko melalui semua pe rempuan Maruyama. pasti ada alasan lain dengan ketidakhadirannya." *** Panji-panji Klan Maruyama. dan bertopi hitam. maka beliau harus menda pat kepercayaan dan persetujuan ayah calon mempelai perempuan. bantal dan karpet bertebaran di lantai. maka beliau harus mendap at kepercayaan dan persetujuan ayah calon mempelai perempuan. Parit yang mengelilinginya penuh dengan perahu-perahu berlambung datar yang ditu mpangi para penonton. Anjungan dari sutra didirikan bagi kelompok masyarakat dengan klas leb ih tinggi. Kono di sebelah kanan. mengatakan bahwa dia sedang kuran g sehat hanya itu." imenangkan." "Dia mengirim permintaan maaf kepada kakaknya.dimenangkan. Otori serta Seishuu berkibaran di atas lapangan kuda di depan kastil. dan Zenko di sebelah kiri. Takeo duduk di atas mimbar yang ditinggikan di salah satu pavilio n ini. "Apa aku harus menghubunginya?" "Tidak perlu. d an di belakang Zenko." "Tentunya tak ada orang yang akan menyerang Lord Kono. berdiri para tetua klan. Selama kita tahu d ia masih hidup. Di dalam kotak¬kotak terdapat harta kekayaan wil ayah ini." sahut Minoru. maka semuanya baik-baik saja. Kaede seharusnya berada di sini. Di belakang¬n ya. . Apabila beliau yang akan menjadi perantara. "Tak satu pun dari kita yang benar-benar aman. kita akan terus menyanjung dan berusaha membuatnya terkesan. dan lambang berhias rumbai bergelanmngan dari atap dan dari tiang pancang yang ditan am di sekelilingnya." "Baiklah. Kuda pemberian Takeo bertahun-tahun lalu itu menunggu diam tak bergerak bak patung. pikir Takeo dengan rasa menyesal. semua mengenakan jubah tebal berhias bordiran emas." tutur Takeo. di Maruyama sini?" "Taku telah menyinggung banyak pihak dengan mengabdi padaku. tanpa kuda. rindu berjump a dengan istrinya untuk menceritakan pemandangan ini. Apabila beliau yang akan menjadi perantara. Ada kabar dari Taku? Aku menantikannya tadi malam.

bola matan ya lebih jelas dengan wajah tajamnya. saat orang lain tak a da yang tahu. pikirnya. Butuh beberapa waktu bagi Takeo untuk menyadari kalau orang itu adalah putrinya. Zenko. meskipun dia menyamar hing ga hampir tidak dikenali. Takeo merasa takjub kalau ternyata Taku mengajak putrinya datang dengan menyamar. agak lebih tinggi. Maya. ingin tahu di mana Shigeko.Takeo turut merencanakan upacara ini semuanya dilakukan Hiroshi karena ini merupa kan ritual kuno Maruyama yang belum dilaksanakan lagi sejak Lady Naomi mewarisi wilayah ini . Pesan apa yang dibawanya? Ia harus bertemu mereka: ia akan temui mereka malam ini. Maya tampak lebih kurus. dan kapan putrinya akan mu ncul. Taku pasti tak ingin meninggalkan Maya karena bila tidak. tiba-tiba dilihatnya Taku. tapi berpakaian pedagang biasa yang lusuh. Dari ujung arah barat di sebelah luar kastil datang iring-iringan kecil perempuan yang me¬nunggang kuda. kalau ternyata ia tidak menge¬nalinya diikuti dengan rasa lega yang berdesir cepat kalau p utrinya masih hidup dan baik-baik saja. Taku pasti tahu ia akan mengenali mereka bertiga. Takeo memindai kerumunan orang. Perhatiannya tertuju kembali ke upacara setelah mendengar derap kaki kuda. tidak berpakaian resmi seperti kaka knya. dia pasti da tang sebagai dirinya sendiri. menyandang busur di bahu serta tabung berisi anak panah di Halaman 154 dari 500 . Di antara kerumunan perahu. Seorang lagi pastilah Sada. Mereka bersenjatakan ala perem¬puan wilayah Barat. Di sampingnya berdiri seorang pemuda tingg i dan seorang lagi yang tampak amat tidak asing. Me reka adalah istri dan putri para tetua yang menunggu di belakang Hiroshi.

ta pi perasaan Hiroshi tak diragukan lagi. menyerahkan pedang dengan kedua tangannya. Shigeko duduk tenang bak patung. Disadarinya ternyata sikap Hiroshi lebih dari sikap seor ang ksatria pada atasannya. kami menyambut Anda ke wilayah yang telah dipertahankan atas kep ercayaan bagi Anda. Tenba tenang dan santai. Shigeko tersenyum tipis lalu mengambil . Kecurigaannya terbukti sudah. di tengah iringan itu kuda hitam yang dijinakkannya sendiri. Takeo mengagumi kuda¬kuda Maruyama yang tinggi dan gagah. dan hat inya makin meluap-luap saat melihat putrinya berada di punggung kuda yang paling bagu s. sama hitamnya dengan surai dan ekor kuda yang dia tunggangi.punggung mereka. putri Shirakawa Kaede dan sepupu kedua Maruyama Naomi. Takeo mengagumi kuda¬kuda Maruyama yang tinggi dan gagah. dan hatiny a makin meluap-luap saat melihat putrinya berada di punggung kuda yang paling bagu s. dan Takeo melihat pe nguasaan diri Hiroshi langsung buyar. dan t epat di saat bersamaan. Kuda itu terlalu bersemangat dan ber¬jingkrak. Teringat olehnya minggu-minggu yang mereka habiskan bersama untuk men jinak¬kan Tenba. para tetua berlutut sambil memegang kotak dengan merentangkan tangan dan membungkuk dalam-dalam. Kini sudah jelas baginya. Dicermati putrinya baik-baik sewaktu dua perempuan berkuda turun dari kuda lalu memegangi tali kekang Tenba. Sesaat Tenba terkejut karena gerakan Hiroshi yang mendadak. dan ia merasa heran tidak menyadari hal itu sebelumnya." Hiroshi melepaskan kakinya dari pijakan sadel lalu turun dari kuda. Itu karena mereka dibesark an bersama. Perasaan Takeo kesal sekaligus iba mustahil memberikan keinginan Hiros hi tapi ia mengagumi pengendalian diri dan peng¬abdian pemuda itu. Shigeko meluncur turun dengan anggun dari punggung kuda lalu menghadap ke Hiroshi. Shigeko menyayanginya. Ia tak tahu bagaimana perasaan putrinya. pikirnya. dikunci r ke belakang. rambutnya. mengi-baskan kepala dan agak mundur selagi Shigeko menyuruhnya ber¬henti. Ketika Hiroshi menengadah. tatapan mereka bertemu. juga berk ilauan seperti kulitnya yang tertimpa sinar matahari musim gugur. dan diberi nama Tenba. dan diberi nama Tenba. di tengah iringan itu kuda hitam yang dijinakkannya sendiri. tapi hatinya tak tersentuh. Para perempuan di atas kuda menghadap ke arah para laki-laki yang berdiri. Hiroshi bicara dengan lantang. menarik pedang dari sabuknya lalu berlutut di hadapa n Shigeko. "Lady Maruyama Shigeko. ggung mereka.

Halaman 155 dari 500 . Dia melompat dari punggung Tenba la lu berkata dengan lantang. menjadi sorak-sorai gegap gempita. Takeo menyadari kalau bayangan masa lalu kini mengelilingi dirinya: arwah mereka yang telah berpulang. Ia merasa bangga dan bersyukur telah membesark an anak yang cantik ini. begitu pula halnya dengan para perempuan yang lain. Menghampiri Shigeko lalu mengambil tali kekang kuda itu dengan begitu terharu se hingga tak mampu berkata¬kata. ayahku.pedang itu." Dipegangnya tali kekang. Shigeko menghunjamkan pedang ke sabuknya lalu naik k e kudanya kembali. Sekali lagi terdengar seruan dari ke¬rumunan saat Takeo berdiri dan melangkah turu n dari mimbar. Shigeko membalikkan kuda lalu berderap kem bali. Anak-anak pa nah beterbangan satu menyusul yang lainnya. Kuda-kuda berderap mengitari dinding sebelah luar kastil. yang pernah terluka parah oleh ra ksasa Jin-emon. Teriakan rakyat bergemuruh. Kyu dan Aoi. semuanya dalam satu gerakan cepat dan luwes. kalau putrinya ini telah dewasa dan mendapaikan warisannya. dan sebag ai pengakuannya saya persembahkan kuda ini kepada Lord Otori. menuju sasaran. dan anak panahnya tepat mengenai sasaran. mengenai sasaran berbarengan. lalu menunduk. Kuda itu jelas keturunan kuda Shigeru. lal u suaranya pecan. Tenba menurunkan kepala lalu menggesek-gesekkan kepalanya ke bahu Ta keo. kuda hitamnya berlari laksana angin. kemudian ber-baris dalam satu barisan lurus ke arah pinggir an. Akhirnya S higeko mendekat. Kemudian ia berbalik dan mengacungkan pedang itu tinggi-tinggi ke se tiap arah bergantian. kepada semua tetua dan ra kyatnya. bak gelombang menghempas batu karang. "Maruyama bersumpah untuk ber¬sekutu dan setia pada Klan Otori. Kuda-ku da berjingkrak penuh semangat. men empatkan anak panah lalu menariknya. seolah semua yang hadir bicara dalam satu suara. laksana kuda dari surga. Tiap penunggang kuda menjatuhkan tali kekang di leher kuda. tatapan setuju mereka. membungkuk hormat ke arah kerumunan orang. mengambil busur. menarik tali kekangnya agar berhenti di depan Takeo.

pikirnya dengan gembira. dan jauh lebih cepat. Dia a kan hidup Ubih lama dariku. rajawali yang sudah dilepas terb ang melayang di atas padang rumput. Beruntung aku tidak harus mengandalkannya dalam pertempuran. dan Takeo mesti mengerahkan tenaga untuk mengingatkan siapa yang pegang kendali. membiarkannya melangkah lebih bersemangat. Hiroshi dan Shigeko berhenti untuk menyalami kepala desa. memulai ikatan panjang misterius antarmakhluk hidup." ujar Shig eko. ketika matahari mulai tenggelam. sementara yang lainnya berjalan terus. Para gelandangan masih menjemur kulit hewan di sini sehingga dijauhi pend uduk. Rombongan itu tidak hanya terdiri dari Takeo. bergerak kian kemari bak ombak di laut. tapi mereka dibiarkan hidup dengan damai. Kuharap Tenba bisa menjadi kuda kesayangan Ayah seperti halnya Shun. Kini anak¬anak dari para gelandangan yang pernah mem bangun jembatan yang memungkinkan Takeo melarikan diri dari kejaran pasukan Otori." sahut Takeo. dan perlu berkuda untuk menjernihkan piki ran. Ayah sangat berterima kasih. Shigeko dan Hiroshi me skipun ketiganya lebih suka begitu tapi juga ada Lord Kono. ketika Jo -An masih hidup. "Biar Ayah menun¬tunnya. kat ." Menjelang akhir senja. dan Kono mengaku ingin berbagi kegemaran dengan Hana saat berburu meng¬gunakan burung rajawali yang terlatih. Rut e perjalanan mereka melewati desa gelan¬dangan yang dibangun Takeo bertahun¬tahun lalu. "Maukah Ayah menungganginya?" "Pakaian Ayah ini kurang cocok bila ber¬kuda. Kuda ini mungkin tidak sepandai Shun. Zenko menyata kan kalau ia merasa mual dengan jamuan dan upacara. Hana ingin membawa keluar burung-burung rajawali miliknya. Takeo. tapi bersemangat dan sama res ponsifnya. mereka berkuda di jalur melewati pesisir ke mulut sungai. sehat seperti orangtuanya. dan kita akan berkuda bersama nanti."Kuharap Tenba bisa menjadi kuda kesayangan Ayah seperti halnya Shun. "Aku belum pernah melihat kuda yang lebih hebat yang bergerak seperti terbang. Zenko dan Hana." ujar Shigeko. Ketika mereka menyusul kelompok berburu. Takeo yang sudah bisa menyesuaikan diri dengan kuda itu. pancaran terakhir si nar matahari berkilauan di sela-sela jambul di kepalanya. Ini hadi ah yang terindah. Satu kali Tenba mundur ketika seekor ayam hutan tertembak di bawah kakinya dengan gerakan cepat dari sayapnya yang terbentang. Sementara itu." Ta keo ingin sekali menunggangi kuda itu. juga terlihat cukup makan.

Mereka kembali saat matahari tenggelam." komentar Kono. kalau ternyata dia telah sala h menilai laki-laki itu. Merasa hampir menyukai Kono. seekor ayam hutan dalam cengkeraman cakarnya menggelepar: yang lainnya memekik marah. Jalan-jalan dipenuhi keru munan orang. Salah satunya terbang tinggi lagi. bentuk tubuh kelinci terlihat jelas di bulatan yang berkilat. banyak di antaranya yang berlutut atau menyer u namanya atau nama Shigeko. Pendu duk kota memberi jalan dengan penuh hormat. aku lupa itu saat berkuda.anya pada dirinya sendiri. Menunggang kuda membu atnya merasa seperti muda kembali. menunggu. biara dan toko kebanjiran pengunjung. ikan d an belut panggang. bulan purnama muncul di balik pepohonan plum. Masa-masa itu telah berakhir. Dibayangkannya mereka seperti rajawali. minyak wijen dan kecap. Di atas kepalanya keempat rajawali terbang berputar-putar. tapi itu tak mengurangi kemahirannya berkuda. Me reka melihat Halaman 156 dari 500 . dan kemudian marah pada dirinya sendiri karena begitu mudah merasa tersanju ng. "Meskipun Lord Otori memiliki kekurangan. begitu pula nantinya musuh-musuhnya memangs anya. tersenyum. "Benar. "Kau mengurusnya dengan baik." kata Takeo. dua di antaranya menu kik berbarengan dan tegak lurus ke tanah. atau pandangan putus asa da n kelaparan seperti yang dialami Shigeru. Takeo bersyukur dengan reaksi rakyatnya. Mengingatkan Takeo bahwa yang kuat memangsa yang lemah. Mereka tak lagi butuh pahlawan menolong mereka." katanya pada Shigeko. Mereka tidak menatap dengan ketakutan. terbang melayang. udara penuh aroma kue mochi yang dipang-gang.

" Minoru sudah terbiasa dengan pengaturan seperti ini dan dia hanya membungkuk. Berlari melintasi puncak dinding ke seberang lalu menjatuhkan diri ke atas lapangan kuda di dalam dinding sebelah luar yang kedua. berpura-puralah kita sedang mengurus bis nis penting jadi tak ingin diganggu.* esejahteraan dan kedamaian mereka sebagai jalan hidup yang benar. Umbul-umbul masih meng¬gelantung di sana. "Aku harus me¬n emui Taku karena aku hanya punya waktu dua hari ini bila ingin mengantar Kono ke Hofu sebe lum musim dingin. dua botol sake. Tetap di sini. Takeo melil itkan sehelai syal di kepala untuk menutup wajah." kata Takeo saat mereka sudah selesai. langit malam penuh bin tang berkilauan. diraih dengan kerja keras dan kepandaian mereka sendiri. . Takeo tahu kalau tak seorang pun bisa melihatnya karena ia sedang menghilangkan diri. Bila menunggang kuda membuatnya merasa kembali muda. dan jika ada yang tanya. Di bantunya Takeo berganti pakaian ber¬warna gelap yang sering dipakainya di malam hari. membia rkan dirinya terlihat setelah sampai di ujungnya lalu berjalan cepat-cepat ke kota yang penuh dengan j alan dan lorong yang berliku-liku. ia melompat ke puncak dinding antara taman dan dinding sebelah luar yang pertama. lalu disembunyikan di balik pakaiannya. Ia berlari melewati jembatan. meninjau kembal i percakapan tadi sore dan kesan yang didapat pemuda itu. Aku akan kembali sebelum pagi.kesejahteraan dan kedamaian mereka sebagai jalan hidup yang benar. Karena berpikir saat itu terlalu dingin untuk berenang. Setel ah yakin tidak ada orang di ujung caman. diraih dengan kerja keras dan kepandaian mereka sendiri.* Kastil dan kota sudah sunyi senyap. pedang pendek dan sarung pisau le mpar. Takeo duduk bersama Minoru. Para penjaga masih terjaga: ia men-dengar para penjaga bicara saat ia melintasi atap yang lebar dan melengkung. maka setelah menyeberang sungai ia memanjat merayap dinding dan menyusuri sampai ke gerbang u tama. begitu pula dengan yang sat u ini kenikmatan mendalam yang timbul oleh kemampuan kuno ini tak pernah hilang. Andai Kono bisa melihatku seka rang. dua lentera menyala di dekat mereka. tapi mereka tidak mendengarnya. pikirnya selagi melewati kamar bangsawan it u. terkulai di bawah cahaya bintang. Bulan sudah meninggi. "Aku ingin keluar sebentar.

maka ia takkan sekuat sekarang untuk dapat memaksaka n kehendaknya dengan welas asih. Kami adalah teman dek at dan sekutu. tangan di gagang pedang. Ia sudah menyediakan cukup waktu untuk membuat negerinya am an. ukuran dan penghuninya. dan aku pun memaafkannya. Dulu ia mengenai setiap rumah T ribe di Maruyama. seolah ada makhluk yang bergerak melintasinya. tapi setida knya mereka tidak meremehkannya. bila bisa mengulang masa i tu ia akan berusaha berunding tanpa pertumpahn darah. tapi ia merasa tidak sendirian.Ia tahu di mana Taku berada: kediaman lama Muto. Ia mengira satu-satunya c ara menghadapi kejahatan yaitu dengan dibasmi. Muto Kenji memaafkanku. dan menar uh botol sake di depan dewa keluarga Muto. Ditangk upkan kedua tangan Halaman 157 dari 500 . Tribe mungkin membencinya karena itu. me mohon maaf dari para mendiang.. katanya. Ia masih harus meng¬hadapi dilema itu: bila sa at itu ia mem¬perlihatkan kelemahannya. Diintipnya ke arah s uara tadi. bertekad menunjukkan kekejamannya pada T ribe: membunuh atau mengeksekusi sebagian besar dari mereka. dan melihat dedaunan terserak pelan di bawah pijakan kaki yang tak terlihat. Semoga kalian mau melakukan hal yang sama padaku. ia berhenti seperti yang selalu dilakukannya.. letak. Ia men¬dengar gemerisik di ded aunan yang telah jatuh. Di biara di ujung jalan. T akeo merangsek kembali ke dalam bayangan. Ia masih menyesali cara yang pernah ia gunakan saat pertama kali ke Maruyama bersama Kaede. tapi kini. Tidak ada yang memecahkan kesunyian malam itu.

"Aku nyaris membunuhmu. Jeritan kucing itu terdengar seperti je ritan manusia. ia merasa terkejut karena ketakutan yang amat dalam. dan kemudian melihat ke arah kirinya. Serangkaian caka rnya menggaruk wajah Takeo saat ia berkelit lalu berbalik agar cukup dekat untuk bisa menikam l eher kucing itu. Kini pedang sudah di tangannya. tapi kucing dengan ukuran dan kekuatan serigala. Takeo mendeng ar suara yang sudah dikenalnya. dan kemudian melihat ke arah kirin ya. Ia men¬dengar juga jer it putus asanya sendiri selagi memaksa tangannya membelokkan arah pisaunya. Memanggil semua kekuatan dalam dirinya untuk mematahkan tatapan me¬matikan itu. Takeo merasa hampir jatuh ke dalam sihir tidur Kikuta. sadar d engan air mata . "Ayah. men¬deteksi kemampuan menghilang. pikirnya. meras a kalau pembunuh Kikuta sedang memanfaatkan makhluk halus ini. Tapi kucing itu berkelit melarikan diri. Mahkluk itu memang kucing. Pisau itu terjatuh d ari genggamannya. me¬lihat pantulan cahaya bintang selagi pisau itu berputar. dikirim mereka yang sudah mati untuk menghukumnya. men¬deteksi kemampuan menghilang. Meraih tubuh Maya lalu menyentuh wajahnya. Makhluk itu menatapnya dengan mata hijau berkilau terkena sinar bintang. tipuan cahaya kemudian ia menyadari dengan terperan jat ternyata tatapan mata kucing itu mengunci tatapannya. Maya!" Maya berdiri di hadapannya. lalu merogoh pisau lemparnya dengan semba rangan." jerit hewan itu lagi. Begitu pisau pertama yang terpegang langsung dilemparnya. Segera mempertahankan dir i kini sudah menjadi sifat keduanya. merasakan basah karena darah atau air mata atau keduanya. Dilihat¬nya kucing itu menunjukkan sederetan gigi. mendengar akibatnya dan jerit kesakitan hewan itu. Hanya seekor kucing. depan dahi untuk membuka mata lebih lebar. Di sela-sela rasa kaget dan takut karena pertarungan itu.di depan dahi untuk membuka mata lebih lebar. Kemampuan meng¬hilang kucing itu sirna di saat melompat ke arahnya. membunuh sebelum di¬bunuh." kata Takeo iba karena putrinya hampir terbunuh. Kucing itu seperti makhluk halus yang tinggal di tempat ini. lalu ia menampakkan diri agar bisa lebih fokus pada serangannya. "Jangan sakiti aku! Ini aku. Takeo mem¬butuhkan seluruh kekuatannya untuk dapat men ghentikan tikaman pisau yang nyaris menggorok leher putrinya sendiri. Makhluk itu menatapnya dengan mata hijau berkilau terkena sinar bintang.

bingung dan sedih. "Jangan menangis. dirasakannya sengatan bekas dicakar." katanya dengan sesunggukan. Aku takkan menangis lagi. "Maaf. Itu pasti karena terkejut." sahut Ta keo seraya menggandeng tangan putrinya melewati gerbang kuil ke jalanan. "Kita akan men emui Taku. "Tapi aku belum pernah menangis bahagia. aku menyesal. "Apa yang kau lakukan di sini ? Kenapa kau di luar sendirian?" Hampir lega rasanya mengungkapkan kebingungannya dengan kemarah an." Maya meyakinkan. Begitu mengenali Ayah. "Tadi aku tidak tahu kalau itu Ayah. tapi aku makin pandai." ujar Takeo dengan ketenangan penuh pengertian. Lal u tadi kenapa aku menangis?" "Mungkin karena kau senang berjumpa Ayah?" "Memang." "Tidak ada salahnya menangis. terkejut ternyata putrinya sudah besar." Halaman 158 dari 500 . Kendati aku tidak perlu menangis. Kepala Maya m e¬nyembul di antara tulang dada Takeo. Aku tak pernah menangis." Maya menangis seperti anak kecil." "Aku menyesal telah menangis. dan ketika menyingsingkan lengan baju untuk menyekan ya. badannya tegak dan keras. Aku tidak bisa melihat Ayah. tetesan darah di wajahnya. dan dia akan menceritakan pada Ayah apa yang terjadi pada dirimu. Kukira Ayah ad alah pembunuh Kikuta. lebih mirip badan anak lakilaki. aku berubah wujud." tutur Takeo. "Ayah kira kau menyesal karena sudah berusaha membunuh ayahmu sendiri. Aku tidak selalu melakukan itu dengan cepat. Dipeluknya Maya erat-erat.di pelupuk matanya sendiri. "Tadi Ayah juga menangis.

Ia tak bisa melihat luka Maya dengan jelas. Tapi aku memang harus bersikap begitu karena aku bisa mel akukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan orang lain." "Siapa lagi yang harus disalahkan? Ayah memercayakan dirimu padanya. tapi bisa membayangkannya luka itu harus segera diobati bila tidak ingin berbekas. "Mereka keluarga Muto . Dan di mana Sada? Ayah lihat kalian bertiga bersama tadi pagi." Maya menyentuh wajahnya sendiri. tanpa perasaan." Maya menyentuh wajahnya sendiri. Ketidakpuasan apa lagi yang ada dalam diri putrinya pada dirinya? Apakah kebencian karena diki rim jauh dari rumah. Ayah lebih baik mati dari pada menyakitimu. pikir Takeo." Maya menatap Takeo dengan tajam. kan?" ." Kenapa? Apakah aku menyakiti Ayah? Pasti tidak ada apa-apanya dibandingkan denga n luka-luka yang pernah Ayah derita. "Aku belum menanyakannya pada diriku sendiri!" sahut Maya. "Shigeko kelihatan sangat cantik. t api memutuskan untuk tak menjawab." sahut Maya cep at. Aku ya ng harus mencari tahu. kerabat Taku dan Sada. Pastinya begitu. bahkan cara bicaranya kasar. atau sesuatu yang lain? "Kau seharusnya tidak di luar sendirian. Tak bisa disangkalnya." "Ini bukan salah Taku. Tak ada orang yang bisa meng¬ajariku. dan tubuhnya terasa sakit karena pertarungan yang tiba-tiba dan keras tadi. apalagi sekarang karena mereka sudah dekat gerbang kediaman Muto. Pe dih terasa menyengai wajahnya. "Aku yang tidak patuh." Dia sudah berubah. "Ayah jangan menyalahkannya. "Ayah melukaiku lebih parah. Dan kuda itu! Ayah suka dengan hadiahnya? Apakah Ayah t er¬kejut?" "Entah mereka yang lengah atau kau yang tak patuh. sesuatu yang lebih dari sekadar luka fisi k." kata Takeo. menghindari pertanyaannya. menampik per¬haria nnya dialihkan oleh komentar tiba-tiba Maya yang kekanak-kanakan. "Kurasa Ayah belum pernah melakukannya?" Sekali lagi Takeo merasakan tantangan yang lebih berat. Mengapa dia tak bersamamu?" "Bukankah itu indah?" sahut Maya." "Dan Ayah amat menyesal."Kenapa? Apakah aku menyakiti Ayah? Pasti tidak ada apa-apanya dibandingkan deng an luka-luka yang pernah Ayah derita. Dan ada semacam tuduhan yang kuat di balik kata¬katanya. "Ayah melukaiku lebih parah. "Apakah keluarga di sini bisa dipercaya?" bisik Takeo.

" kata Takeo kepada orang¬orang yang berlutut. Mereka melihat darah di bawah sinar lentera ya ng mereka bawa. dan mengetuk gerbang yang di palang."Baiklah. "Dan Anda. Dia melihat Maya lebih dulu. dan pelayan b erdatangan dengan mata masih mengantuk. tapi mereka mengenal Maya. dan langsung segera menghampiri. tidak satu pun dari mereka men yentuh Maya. Anjing menyalak marah. "Ini Lord Otori!" bisik laki-laki itu. ingin melihat reaksi mereka. segera saja kita cari tahu. Penghuni rumah sudah terbangun." gumam Takeo. Taku muncul dari ujung beranda. tuan. Tentu saja mereka meng¬hindari berdekatan dengannya." Laki-laki yang memegang lentera tadi berdiri di samping. "Masu klah. "Bangunlah. lentera di dalam rumah dinyalakan. dan gerbang di¬tutup dengan cepat lalu dipalang. maka Maya berdiri seolah dike liligi pagar yang tak nampak. berseru kaget lalu memanggil Taku Takeo perhatikan. menerangi teras. jaket berlapis meng-gantung di bahunya. tuan. Takeo kira Maya akan di¬pukul tapi Taku memberi isyarat kepada penjaga untuk Halaman 159 dari 500 . dan sediki t kertas halus atau gumpalan kain sutra untuk menghentikan pendarahannya. Perlu waktu agar dapat meyakinkan mereka untuk membuka gerbang karena tidak sege ra mengenali Takeo. berpakaian jubah ti dur berbahan katun." Takeo melangkah mele wati teras. memanggil-manggil penjaga di dalam. apakah Anda terluka juga?" Salah satu orang menaikkan lentera h ingga sinarnya jatuh menimpa pipi Takeo yang tak berusaha untuk menutupi dirinya. dan yang lainnya langsung berlutut. "Bawakan air.

meminta agar lentera lebih didekatkan. kan?" 'Tidak apa-apa." Taku membimbing Maya ke beranda." sahut Takeo. Bekas lukanya akan kelihatan selama beberapa wa ktu. seraya mengambil dan membukanya. Aku cemas lukanya akan berbekas. "Ini kelihaian seperti terkena pisau lempar." perintah Taku kepada salah satu pelayan. kan?" Tidak. dan beberapa waktu k emudian perempuan muda itu muncul dari ujung beranda.membawakan lentera. Siapa yang ada di luar sana dengan pisau lempar?" "Tuan. berpakaian seperti Taku dengan jubah tidur. mengambil segumpal kain dari pelayan lalu merendamnya dalam air. kembali dengan membawa kotak kecil." sahut Maya." "Lord Takeo?" Taku memicingkan mala ke arah Takeo. "Kita bicara lagi nanti. Dia meli hat Maya secepatnya lalu masuk ke rumah. "Pisau¬n ya tidak beracun. Di basuhnya luka Maya dengan hati-hati. . lalu memegangi kepala Maya dengan kedua tangan lalu memiring kannya kembawakan lentera. "Ini salep pemberian Ishida. Lakukan yang terbaik untuk mengobati luka putriku." Taku mulai angkat bicara. "Apa yang terjadi?" tanyanya. "Aku meng¬halangi jalan. "Beliau juga terluka. sala h satu pelayan maju untuk melepas sandalnya." "Panggilkan Sada. Takeo berlutut di samping Maya." "Maafkan aku. rambutnya yang sepanjang bahu tergerai di wajahnya." kata Taku. "Mungkin sulit unt uk menjelaskan bagaimana aku bisa melakukannya. lalu memegangi kepala Maya dengan kedua tangan lalu m emiringkannya ke kanan dan ke kiri agar bisa melihat luka di pipinya." kata penjaga." sahut Takeo. Lord Otori ada di sini. Di anak tangga. A nda tak terluka parah. "Maaf tadi aku tak melihat. tapi Takeo menaikkan tangan memberi isy arat agar Taku diam. bergerak menghampiri beranda. "Kecelakaan. menyuruhnya duduk lalu berlutut di sampingnya.

" katanya pada Sada." Namun nada suaranya justru kedengaran bertentangan dengan perkataannya. "Berikan sesuatu untuk membuatnya tidur ." "Aku benar-benar menyesal. salep itu tampak agak lengket." Sambil menyuruh pelayan membawakan air segar dan teh. karena adegan yang ada di depannya ini sarat dengan muatan emosi." kata Maya. "Aku sangat marah. dan di Halaman 160 dari 500 ." "Setidaknya kita tak harus mencari para pembunuh Kikuta. Satu lentera m asih menyala." "Mendekatlah. matanya terbuka lebar." kata Taku pada Maya. dan aku yakin Lord Otori juga begitu. Ada semacam ikatan aneh di antara mereka bertiga." sahut Takeo. dan menyatukan pinggiran luka sa-yatan. Dilipatnya tikar tidur lalu mendorongnya ke sudut. "Lebih baik kita bicara berdua saja. "Kami akan pikirkan hukuman yang akan membuatmu lebih menyesal lagi. bi birnya mengkerut seolah ingin tersenyum." Sada memegangi kepala Maya sementara Taku mengoleskan salep itu di lukanya."Untung tidak terkena mata. Maya duduk diam tanpa bergerak kesakitan." ujar Taku. Kau yang melemparnya?" "Kurasa begitu. "Dan temani dia malam ini. Aku ingin bicara dengannya besok pagi. pikir Takeo. seperti lem." katanya pada Takeo." "Mari masuk ke dalam. "Aku tidak bermaksud menyakiti ayahku. "Biar kulihat apa yang telah dilakukannya pad a¬mu. "Ikut dengan Sada. Taku berjalan di depan ke ruang kecil di ujung beranda.

Be kas cakarannya terasa perih. "Kau punya cermin?" tanya Takeo pada pelayan itu. "Akan kuambilkan." sahut Taku. Lalu pelayan itu mengisi mangkuk minum sampai penuh lalu Takeo menenggaknya sampai habis lagi. tapi kau minum sendirian?" Takeo menghabiskan sake d engan sekali leguk. dan minum ini. "Bawakan sake lagi untuk Lord Otori. Cermin itu sangat berbeda dengan yang pernah dil ihatnya. duduk di sini. "Darahnya cuku p banyak. Takeo mengamati semua yang di ada debelahnya berdiri sebotol sake dan mangkuk minum. nada su aranya terdengar dingin. Taku mengambil mangkuk berisi air lalu membasuh pipi Takeo. Dibukanya bungkusan itu. "Kau tidak tidur sendirian." pinta Taku pada si pelayan." gumamnya." Taku menuang sake terakhir ke mangkuk dan memberikannya kepada Takeo. namun lebih kurus dan lebih t ua. darah yang mengering berwarna lebih gelap." Dua laki-laki muncul di pintu. . "Aku tak berharap berjumpa putriku dengan cara seperti ini." Si pelayan kembali dengan membawa sebuah benda yang lerbungkus kain coklat tua. dan yang satunya lagi membawa teh. Bekas cakaran di pipinya memang dalam. bulat. Takeo mengamati semua ya ng di ada di ruangan itu tanpa sepatah kata pun. permukaan kacanya mengkilap." Taku terdiam ketika si pelayan kembali dengan membawa sebotol sake. pegangannya panjang. yang satu membawa air.sebelahnya berdiri sebotol sake dan mangkuk minum. Ia tidak pernah tahu bagaimana wajahnya sangat mirip Shigeru. "Tapi aku obati dulu luka Anda. Takeo jarang melihat ba yangannya sendiri dan belum melihat dengan begitu jelas dan kini takjub pada wajahnya sendiri. "Cakarnya menyayat cukup dalam." ujar Takeo. berlutut lalu menyerahkannya pada Takeo. Dia mengangguk. "Semula aku berharap bertemu denganmu sebelum kejadian ini." "Benar-benar tak ada alasan. pinggiran luka merah hati. "Sada tidak menyukainya.

Takeo melihat lagi bayangan wajahnya." Bagian belakangnya terbuat dari semacam logam yang tidak segera dikenali oleh Ta keo. seraya menyeka luka itu dengan segumpal kertas bersih untuk mengeringkannya. Sesekali pedagang mem¬bawa barang dagangan. "Seperti apa wujudnya?" Halaman 161 dari 500 . Takeo mengembalikan cermin itu kepada si pelayan. Aku pernah lihat cermin yang serupa di Hofu dan Akas hi." Taku setuju. "Benda ini dibuat di negeri seberang. "Bekas luka ini akan lama hilangnya. "Dari Kumamoto. "Belum untuk yang satu ini. diukir atau dibentuk menjadi motif bunga¬bunga yang saling terjalin. "Sepertinya begitu." "Kau pernah lihat cermin ini?" tanya Tiikeo pada Taku." Taku setuju. "Uhh. Yasu. Ta ku berkata. Kami membeli pisau dan peralatan darin ya dia juga membawa cermin ini."Cermin ini berasal dari mana?" Pelayan itu menatap Taku dan bergumam. Cermin-cermin ini cukup populer. "Terbuat dari kaca. Ketika perempuan itu pergi." katanya." Diketuk bagian permukaannya." tuturnya. Dan ia berusaha menyingkirkan perasaan itu sekarang. lalu dia mulai mengoles¬kan salep yang lengket itu. Sesuatu tentang cermin asing itu meng¬ganggu nya. seorang laki-laki Kuroda.

Kau b elum pernah Kucing itu? Ukurannya sebesar serigala." sahut Taku pelan. Kucing itu bisa menembus dinding. dan beberapa malam lalu Sa da dan aku sempat melihatnya sekilas. Sepertinya aku tidak bisa hidup tanpa dia. dan akan berlanjut. di Inuyama dan dalam perjal anan-perjalananku. harus bertanggung jaw ab atas perbuatannya." "Kebodohan macam apa ini? Jangan katakan kalau kau sedang dimabuk cinta!" "Mungkin benar. "Tapi itu sudah terjadi." "Mungkin kau harus kembali ke Inuyama. Semakin se dikit orang . dan memiliki tatapan maut Ki kuta. Maya menolak kehadirannya saat aku ada. bertanya-tanya tentang Maya. dan kepada istrimu!" "Istriku tahu kalau aku selalu punya perempuan lain. bahkan ke Inuyama." "Hanya sebagian. Kau belum pernah melihainya?" "Aku pernah merasakan kucing itu ada dalam diri Maya." Takeo tercengang karena Taku begitu dimabuk cinta dan dia tidak berusaha menyemb unyikannya. Hana pasti akan mengenalinya. Tapi Sada berbeda. Dia harus patuh. Tapi Maya merasa amat tertekan dan aku tak ingin mening¬galkannya. kendati aku sudah berusaha membujuknya agar membiarkan sosok kucing itu keluar. Kekuatannya luar bi asa besar." "Dan ketika dia sendirian?" "Kami tak bisa mengawasinya setiap waktu. Bisa kukatakan kalau kemanapun aku pergi. Sebelum kejadian dengan si kucing. Jika kuaj ak dia bersamaku. dia akan ikut denganku . setiap hari aku bersama Hiro shi dan Lord Kono. "Kurasa ini menjelaskan alasan kau pergi jauh dari kastil." Takeo merasakan amarahnya meluap. "Aku tak mengharapkan dua orang yang kupercaya kan putriku akan berakhir dengan tidur bersama!" "Aku pun tidak mengharapkannya. dan memiliki tatapan maut Kikuta. Maya harus b elajar mengendalikannya: saat ini sepertinya roh kucing itu mengambil alih saat pertaha nan diri Maya lemah."Kucing itu? Ukurannya sebesar serigala.

Akhirnya dia berkata. Aku sempat berbincang dengan kakakku tentang topik pe mbicaraan yang cukup mengganggu yaitu kepemimpinan keluarga Muto. Aku tidak ingin memberikan Hana dan Zenko senjata lebih banyak lagi untuk mereka gunakan m elawan Anda. atau dalam perjalanan." "Bersama anak itu?" "Sepertinya begitu. Apa lagi yang mesti kau katakan padaku?" "Akio berada di Hofu. Kemud ian Taku berkata." Jadi naluri Takeo benar untuk tidak memercayai keluarga Muto. Dia bertekad untuk memak sakan haknya sebagai penerus Kenji. dia berencana menghabiskan musim dingin di wilayah Barat aku takut kalau dia akan pergi ke Kumamoto. lalu meminumnya. bukan dengan orang luar. "Kau m embawa banyak berita huruk malam ini. dan sejauh yang bisa kami tahu. Ini bukan jenis laporan yan g mesti dibawa Kono kembali ke ibukota. Aku tidak memercayai keduanya. dan ada beberapa aku tak tahu ada berapa banyak pihak yang tidak senang dengan gagasan perempuan berkuasa atas diri mereka. Aku tengah memikirkan rencana Anda menikah¬kan putri sulung An da. Takeo menuang sake lagi untuk mereka berdua." Takeo mengambil cangkirnya lalu minum tanpa bicara. Lord Otori. lebih baik. tapi hal-hal semacam ini selalu diputuskan dalam lingkup kelua rga." Tak satu pun dari mereka bicara selama beberapa saat. "Akan cukup mudah untuk menyingkirkan mereka di Hofu. "Aku tak ingin men yinggung Anda. "Apakah mereka mau menerimamu?" tanya Takeo.yang tahu tentang masalah kerasukan ini. Bia r aku yang Halaman 162 dari 500 .

"Anda mesti meng eksekusi mereka sesegera mungkin." ujar Taku. memaksa dirinya mengingat kekejaman tanpa ampun Tribe. hanya Anda yang bisa memutus¬kan itu. Mereka selalu menyatakan bahwa bangsawan bisa berkuasa dan jatuh." "Aku akan bicarakan itu dengan istriku saat sudah kembali ke Hagi nanti. dan kesehatan istrinya selama kehamilannya. Gosaburo pernah memerintahkan hukuman mati untuk banyak orang salah satunya. lean ?" . setidak¬nya. Begitu Akio sampai di Kumamoto. d an itu akan menimbulkan lebih banyak per¬selisihan." Berita ini. pernah dilaksanakan Takeo sendiri tapi ternyata Akio malah berbalik mem¬bunuh pamannya." "Jangan terlalu lama. jika dia menghubungi kakakku maka dia akan disambut di sana. tapi Tribe akan selamanya ada. dia berhasil mengendalikannya. Aku tahu Anda merasa kecewa. sa ma seperti saran Taku kalau ia sendiri yang harus membunuh putra¬nya sendiri. "Bagaimana dengan Maya?" "Dia bisa tinggal bersamaku. Takeo bertanya pada dirinya sendiri apakah Maya mesti pulang bersamanya tapi cemas dengan ketenangan pikiran Kaede." "Baiklah. Bila tidak Tribe akan menganggap Anda lemah." "Tak boleh ada orang yang menyentuh anak itu. Maya berusaha membuat Sada dan aku sen ang: dia memercayai kami. Melalui Kenji. dan juga sikap Taku yang terus terang. Tapi bagaimana ia meng¬hadapi musuh yang tak mudah ditan gani ini. tapi kini kendalinya atas diri mereka sedang diuji. Dia ingin berunding dengan Anda demi nyawa anak-anaknya. Satu lagi yang kutahu adalah Gosab uro sudah mati." "Tapi yang pasti kau tidak berencana jauh dari Inuyama selama musim dingin. bahkan ditampung. olah karena itula h Akio membunuhnya." Taku mendesak. Begitu Akio sampai di Kumamoto. tapi terlepas dari kej adian malam ini. kami sudah membuat kemajuan. amat mengejutkannya. jika dia menghubungi kakakku maka d ia akan engaturnya. yang tak mau berunding dengannya? "Anda harus memutuskan nasib sandera di Inuyama. Dia belajar mengendalikan kerasukan itu dan siapa yang tah u manfaat apa yang mungkin bisa kita ambil darinya.mengaturnya.

terutama bila aku harus membawa Maya. Aku sudah terlalu tua untuk ini. pikir Takeo. kelelahan dengan kejadian malam itu." "Dan Anda sendiri?" "Kuharap bisa tiba di rumah sebelum musim dingin." "Baiklah." Kehidupan pribadinya bukan¬lah urusanku. katanya pada dirinya saat menggeser pintu terbu ka Halaman 163 dari 500 . Mungkin aku akan menghabiskan musim dingin di Hofu: cuacanya lebih lembut. merayap di dinding lalu kembali ke kamarnya tanpa keta huan." "Dan Sada akan ikut denganmu?" "Aku membutuhkan Sada."Aku tidak boleh terlalu jauh dari wilayah Barat." *** Takeo kembali ke kastil Maruyama tepat sebelum matahari terbit. bertanya-tanya apa yang sedang dilakukannya selagi mengumpulkan lagi semua tenag anya yang melemah untuk ecnghilang. Dia akan kembali ke ibukota. "Lord Kono juga a kan ke Hofu. Kini ia hanya merasa jijik pada dunia yang gelap itu. Perasaan senangnya pada kemampuan Tribe sebelum¬nya telah sirna. Lalu saat musim semi aku harus pergi ke Miyako. Aku akan tinggal di Hagi sampa i anak kami lahir. Aku harus terus mengawasi kaka kku. dan aku bisa mend engar semua desas-desus yang datang dan pergi melalui pelabuhan.

Penguasa macam apa yang mengendap-ngendap malam-malam denga n cara seperti ini. dan kukira aku telah meninggalkannya untuk selama-lamanya.. tapi kekuatannya masih saja menjerat dirik u. Zenko pasti mengetahuinya. tapi kekuatannya masih saja menjerat dirik u. semuanya berpakaian mewah. secara fisik mengesankan dan dengan ke percayaan diri yang makin tinggi: tingkahnya. namun dia tidak menga takan sepatah kata pun tentang hal ini begitu pula Taku. alu melangkah masuk. diperintahkannya untuk mengurus keberangkatannya. Dia semakin mirip ayahnya. menge nakan jubah resminya yang tampak menambah tinggi badannya dengan bentuk bahu melebar dan kaku sena lengan panjang . Kemudian teringat m asalah dengan cermin tadi. Pikiran kalau Taku menyembunyikan sesua tu memenuhi dirinya dengan ke-marahan. Takeo merasa amat terganggu dengan semua hal yang belum diketahuinya: lebih dari semuanya. Perselingkuhan¬nya dengan Sada juga membuatnya khawatir. Wajahnya meringis kesakitan. dibawa dengan tandu dan didampingi sebarisa n pengawal. Bahkan dalam beberapa bulan sejak berjumpa di Hofu. dan warisan yang kuturunkan pada putri-putriku bukan berarti aku akan bebas. Itu menandakan kalau barang-barang asing diperdagangkan di Kumamoto . cakar beruang Kumamoto tergambar jelas di jubah dan p anji-panjinya. Tapi ia . kepalanya pusing. anak buah dan semua pakaian sena senjata mereka b erbicara dengan keme¬wahan dan mementingkan diri sendiri. bak pencoleng? Aku pernah lolos dari cengkeraman Tribe. Hari sudah sore ketika Zenko datang. tamatlah riwayatku. dan kini di Hagi: adakah orang asin g lain di negeri ini? Jika mereka berada di Kumamoto. penampilan Zenko dan pendamp ing¬nya sudah berubah. dan warisan yang kuturunkan pada putri-putriku bukan berarti aku akan bebas. bak pencoleng? Aku pernah lolos dari cengkeraman Tribe. dan meng¬instr uksikan Minoru untuk menulis surat pada Arai Zenko. Laki-laki cenderung bersikap ceroboh saat terjerat asmara. memintanya menunggu Lord Otori. Ketika terbangun. Entah Taku menyembunyikannya atau dia memang tidak ta hu.. keadaan Maya. Takeo sendiri telah mandi dan berpakaian dengan patut untuk pertemuan ini. dan kukira aku telah meninggalkannya untuk selama-lamanya. Tapi mereka kakak beradik. Bila aku tak bisa mem ercayai Taku. Penguasa macam apa yang mengendap-ngendap malam-malam deng an cara seperti ini. Tapi orangorang asing itu seharusnya dikurung di Hofu.lalu melangkah masuk. Kamar itu sudah terang saat Takeo tertidur.

Miki. sayatan cakar. membuat dedaunan melayang dan menari-nari. Sesekali angin ber¬hembus di taman . pikirnya. putra-putraku takkan men¬dahului keturunan Anda." Takeo seperti melihat kekecewaan di wajah Zenko.. dan merasa. dan Zenko berseru kage t saat melihatnya." tutur Takeo. Takeo pernah berjanji untuk tidak men¬jodohkan putri-putrinya saat mereka masih mu da.. "Apa yang terjadi? Anda terluka? Tentunya tidak ada yang menyerang Anda." Halaman 164 dari 500 . Aku menganggap Sunaomi dan Chikara sebagai anakku sendiri. aku harus menawarka n sesuatu kepadanya. Karena di lihatnya ekspresi wajah Zenko yang merengut seperti tidak suka dan benci." "Aku menyadari kepercayaan yang kau miliki pada keluargaku. namun ternyata ia berkata.." "Tentu saja kami berharap Lady Otori memberi Anda anak laki-laki. dan akan makin mem¬benciku.tidak bisa menyembunyikan luka di pipinya." sahut Zenko. hujan turun tadi pagi. Ia berhenti bicara selama beberapa saat. "Aku jatuh tersandung ranting di taman semalam. Hari itu terasa dingin dan lembap. Daun-daun merah pohon maple berubah warna menjadi lebih gelap dan mulai berguguran. "Aku usulkan Sunaomi dan putri bungsuku. "Pada dasarnya. ditunangkan saat mereka memasuki usia akil balik kelak. "Dan ak u berterima kasih yang sedalam-dalamnya padamu. "Ketika kita bertemu di Hofu awal tahun ini. "Kau tentunya mengerti kalau ke¬hamilan istriku menye babkan tindakan formal apa pun sebaiknya ditunda. atau bersama perempuan. aku berjanji membicarakan masalah p engangkatan anak pada saat ini. kan? Ak u tidak mendengar b eritanya'" "Bukan apa-apa." D ia akan mengira aku mabuk." sahut Takeo." kata Takeo.

Gemba ikut b ersama kami ke Miyako. "Mungkin. menatap sekilas ke arah Kahei. "Aku akan bicarakan kebaikan yang tiada tara ini dengan istriku saat kami menerima dokumen res mi tentang tawaran ini: harta benda apa yang akan mereka te rima. dan dia mengulang keberatannya atas kesetiaaan kewajiban feodal. ditekan¬kan niatnya yang penuh damai." sahut Takeo. "Di a akan berada di mana tahun depan?" "Kahei akan tinggal di Tiga Negara. Ia berbicara singkat te ntang usulan untuk mengunjungi Kaisar. ken dati semua kataSungguh suatu kehormatan. Dan aku harus membicarakannya dengan istriku." Tak ada yang menyebutkan bahwa sebagian besar kekuatan Negara Tengah akan menung . seraya berpikir." Zenko tidak terdengar gembira dengan u sulan ini." "Jadi tidak ada orang asing di Kumamoto?" "Tentu saja tidak ada!" Zenko membawa catatan dan laporan tentang semua kegiatannya: senjata yang sudah ditempanya. kendati semua katakatanya terdengar patut. dan perbincangan beralih ke pertahanan wilayah Barat. ancaman atau kekurangan yang ditanyakan ora ng-orang asing."Sungguh suatu kehormatan. dan men¬ceritakan pada Zenko kalau Hiroshi mau pun Shigeko akan ikut mendampinginya. dan Miyoshi bersaudara datang bergabung. keberatan tersebut memang apa adanya. hasil dan bahan-bahan yang orang-orang asing ingin perjualbelikan. Dia tidak bisa menyatakan kalau aku telah menghinanya." "Tentu saja." Setidaknya ta wa ran sudah di ajukan. segalanya tampak teratur. "Bagaimana dengan Lord Miyoshi?" tanya Zenko. di mana mereka akan tinggal dan sebagainya. bertanya dengan santai apakah benda semacam itu bisa dibeli di Kumamoto. Masih ada banyak waktu. Takeo tidak berbuat apa-apa selai n menerima kalau catatan itu benar. biji besi yang dibelinya. Hiroshi. "Benda-benda itu masuk melalui Hofu. "Tapi dia akan pindah ke Inuyama sampai aku kembali dengan selamat." sahut Zenko mengelak. kurasa. Takeo menyebu tkan tentang cermin." Zenko tidak terdengar gembira dengan usulan ini." sahut Takeo. mengetahui kalau Kono pasti sudah membicarakannya dengan Zen ko. Pe rempuan sangat menyukai barang¬barang baru semacam itu! Kurasa istriku pernah menerima beberapa s ebagai hadiah. Tak lama kemudian Shigeko. "Mereka berdua masih sangat muda.

Kesan yang kudapat adalah banyak pihak d i keluargaku. Mereka mempertimbangkan aku sebagai kerabat laki¬laki tertua dari Kenji untuk menj adi pewaris¬nya.gu di perbatasan wilayah Timur di bawah perintah Miyoshi Kahei. Mereka berdiri di bawah naungan tepian atap yang mene teskan air hujan. ingin sekali tidur. Kaede pasti mem¬pertahankan Hagi melawan serangan dari manapun . "Ada satu hal lagi yan g harus kita bicarakan. dipimpin perempua n. Ada rumor yang mengatakan ka lau dialah yang seharusnya mewarisi jabatan itu." Zenko melihat sekilas pada Takeo. t api orang-orang tahu keberadaan cucu Kenji. Bisakah Anda keluar ke beranda? Sebaiknya hal ini ku¬bicarakan berdua s aja. di seluruh penjuru Tiga Negara. Hujan turun lagi. putra Yuki. bahkan salah. tapi tak mungkin menut upi kabar ini dari Zenko. Selagi undur diri. angin terasa dingin Ta keo merasa lelah. Pikiran Takeo melayang pada bahaya meninggalkan Negara Tengah tanpa per¬lin dungan tapi Yamagata dan Hagi hampir tak mungkin diduduki. "Aku tak ingin menyinggung Anda. merasa kalau bagaimana cara mengatakannya? tidak beruntung. Sebaiknya aku cepat-cepat di¬tunjuk sebagai pimpi nan keluarga: ini Halaman 165 dari 500 ." sahut Takeo setuju dengan ramah. Zenko berkata. dan penduduknya pasti akan melawan. "Ini soal keluarga Muto. Zenko berkata kepada Takeo. sementara mereka amat menghormati ibuku dan juga An da. sementara sake dan mak anan disajikan. Mereka melanjutkan pembicaraan hingga hampir larut malam." "Tentu. dan istri juga putra-putra Kahei akan melakukan hal yang sama di Yamagata.

Takeo diam sementara pikirannya ber¬kecamuk hebat. serta istri yang cantik. aku akan memintamu untuk mengakhirinya. Aku juga . Kau sudah bersumpah setia kepad aku. tiga putra. "Aku hanya berusaha membantu Lord Otori dalam situasi yang sulit ini. Aku hams me¬lakukannya sekarang juga. Bila tidak." Andai kita bukan saudara ipar. aku akan penntah dia menca but nyawanya sendiri! Aku harus melakukannya. "Anak itu tentu saja merupakan pewaris Kikuta. kuanjurkan kau kembali ke Kumamoto dan menikmati hidup yang ku berikan padamu. Aku telah menawarimu persekutuan yang lebih dalam dengan keluargaku melalui ikatan pernikahan. kurasa mereka tahu." "Lord Otori!" protes Zenko. aku sarankan kau tidak mendesakku lebih jauh lagi." "Anda tidak akan mempertimbangkan pendapatku tentang pewarisan di keluarga Muto? " "Aku mendesakmu untuk mendukung ibumu sebagai pimpinan keluarga dan mematuhinya. Aku menghargai persahabatan kita dan meman dangmu dengan penuh hormat.bisa membungkam rumor semacam itu dan meyakinkan untuk menegakkan tradisi. kau berutang nyawa padaku." ujar Takeo. "Atau menyebabkan perang saudara di negara kita." Seny um tipis kepuasan sesaat menari-nari di wajahnya. dan seraya memperhatikan reaksi kemarahan Takeo. Aku tak bisa mem ercayainya. Kau memiliki tanah da n bangunan yang luas. kau sudah memilih car a hidup sebagai ksatria aku tidak mengerti mengapa kau mencampuri masalah Tribe!" Saat ini Zenko gusar. "Oh. "Zenko. Tapi aku takkan membiarkanmu menantangku. Andai ibunya bukan sepupuku dan salah satu sahaba tku." bisik Zenko. Akhirnya ia berkata. berusaha b ersikap halus. Un tuk yang terakhir kalinya." lanjutnya." Senyu m tipis kepuasan sesaat menari-nari di wajahnya. isa membungkam rumor semacam itu dan meyakinkan untuk menegakkan tradisi. dan kurang berhasil menutupinya! "Aku dibesarkan oleh Trib e." "Tidak ada yang tahu apakah dia masih hidup atau sudah mati. berpura-pura bersikap ramah yang sebenarnya telah sirna dari dalam diriny a.. saat dia masih di Maruyama dan dalam kekuasaanku. "Lebih baik tetap men jauhkannya dari Muto. Lagipula. ditambah lagi keber adaannya.. Mengapa aku selalu harus mengulang-ulang¬nya? Aku lelah..

setidaknya sampai tahun depan. Keberangkatan Zenko dari Maruyama direnc anakan keesokan harinya." kata Takeo kepada Shigeko sebelum me reka beristirahat." "Hanya ketika kau melihat ada ke¬untungan politis di baliknya! Jangan pikir kau bi sa terus tidak terkendali untuk me¬nentang wewenangku. Mohon dilupakan saja. "Jadi kau akan sendirian di wilayahmu ini. sementara Takeo lusa. Jangan pernah lupa kalau kedua putramu ada di tanganku sebagai sandera atas kesetiaanmu. ruang penonton. "Tapi apa yang terjadi pada Ayah tadi malam? Siapa yang membuat Ayah terluka sep erti itu?" Halaman 166 dari 500 . "Aku mengusulkan ini agar seluruh negara ini lebih kuat. penuh dengan pengawal berjubah warnawarna cemerlang menjadi latarnya. Surga selamat kan diriku karena aku harus membuat ancaman ini. dan untuk mendukung Lor d Otori." Itu pertama kalinya Takeo secara langsung mengancam anak-anak itu. Saling menyembunyikan ke¬marahan. bagi Takeo. mereka mengucapkan s elamat tinggal dengan sikap sopan yang dingin. dih iasi dengan pahatan timbul emas di pilar dan kasaunya." Saat kembali." sa hut Shigeko. pikirnya." tutur Zenko. diarahkan oleh tangan nasib untuk memainkan peran mereka sampai habis. "Hiroshi akan berada di sini untuk mem¬bantuku.anggota keluarga Muto seperti halnya Taku. "Aku minta maaf karena telah membicarakannya. peran mereka bak dalam pertunjukan drama. Tapi yang pasti Zenko takkan mem pertaruhkan nyawa kedua putranya.

penuh teka-teki dan bijaksan a. Semangat¬nya bangkit lagi selagi memeluk putrinya l alu mengucapkan selamat malam." Takeo bergidik. Shigeko mendengarkan tanpa bicara. dan dia pernah mengajari ku." "Apakah Maya mesti ke Terayama?" "Dia akan ke sana di waktu yang tepat. jadi pastikan kalau ibumu tak mendengarnya. ku tidak bisa menyimpan rahasia darimu. tentang kerasukan dan hasilnya. dan Takeo berterima kasih yang tak terkira kepadanya. tentang kerasukan dan hasilnya. B anyak perajin ." Takeo menceritaka n dengan singkat tentang Maya. Tiba-tiba ia teringat pada perempuan buta yang mengatakan ramalannya. jadi pastikan kalau ibumu tak mendengarnya. Ayah jangan khawatir. "Seharusnya Ayah jan gan menyimpan rahasia dari Ibu. Dalam Ajaran Houou kami sering menghadapi m asalah seperti kerasukan hewan ini. Aku harus kembali ke sana. Shigeko tampak seperti orang asing. Ceritakan tentang Maya." kata Shigeko." ujar Takeo. Dan kita juga akan meng¬awas i Zenko dengan cermat. dan terutama pembuatan pedang. dikelilingi pe¬g unungan yang kaya akan bijih besi dan batu bara. Gemba tahu banyak tentang hal ini." Shigeko tersenyum lembut saat Takeo mela njutkan bicara. setelah perjalananku ke ibukota. "Maya akan berada di Hofu bersama Taku selama musim dingin. yang me¬nyebut nama kecil nya dan mengenal siapa dirinya sebenarnya. "Tapi aku tak ingin mengan ggu ibumu di saat seperti ini."* Kumamoto. pikirnya. "Kurasa Ayah harus menceritakannya pada Ibu." sahut Takeo. "Kemudian kita harus terus berhubungan dengan mereka. Aku akan ziarah ke pegunungan. terbentang di barat daya Tiga Negara. kota kastil Arai. Shigeko mendengarkan tanpa bicara." sahut Takeo."Aku tidak bisa menyimpan rahasia darimu. "Semua roh mencari kekuatan yang lebih besar yang bisa mengen¬dalikan mereka dan m emberi kedamaian." Takeo menceritaka n dengan singkat tentang Maya. tahun depan setelah anakku lahir. Ia merasa kalau Shigeko memiliki kemampuan spiritual yang sama. tidak menunjukkan ekspresi kaget maupun takut. Sumber alam ini menyebabkan per¬kembangan industrin ya maju pesat untuk segala macam bentuk peralatan dari logam. tidak menunjukkan ekspresi kaget maupun takut. "Tapi aku tak ingin meng anggu ibumu di saat seperti ini. Ceritakan semuanya pada Ibu.

bahwa para pengawal Arai tiada henti menghembuskan desas-desus. dengan hawa panas yang seakan membakar wajah dan tangannya. yaitu membuat senjata api. "Akan lebih menguntungkan jika Otori ijinka n kita memproduksi hasil yang cukup untuk memenuhi permintaan. de ngan gembira. Ayahnya mengatakan." gerutu si tua. "Paling tidak." Hisao memompa pegangan dengan tiupan sekuat tenaga dan kotak pemanas semakin pan as.pedang serta tempat penempaan besi yang sudah terkenal. Hisao mendengar nada tidak senang yang sama di mana-mana. apa yang boleh kami jual dan apa yang dilarang!" imbuh Koji. Hisao tidak keberatan karena musim dingin sudah tiba sejak mereka sampai di Kumamoto dua min ggu lalu. berkembang bisnis yang bahkan lebih menguntungkan. Pompa yang keras. angin dingin berhembus dari laut keabuan. begitu pula halnya waktu belakangan ini. Koji. mempertanyakan mengapa Kumamoto kini tundu k pada Hagi ketika Arai Daiichi sudah menaklukkan seluruh Tiga Negara. dan tiap malam terasa dingin menggigit. "Apa hak mereka mendikte Arai apa yang boleh dibuat dan apa yang tidak boleh dib uat. nak. membang kitkan ketidaksenangan untuk me¬nentang Otori. tak seperti Otor i Takeo yang hanya Halaman 167 dari 500 .

"Untuk memuas¬kan kesombongannya sendiri. ada banyak. beberapa hari kemudian." sahut laki-laki yang satu lagi. dan Otori pun akan tumbang ber-samanya. lalu menyebabkan kematian Lord Arai dengan mengg unakan senjata api yang sama yang kini dilarangnya." Hisao tahu kalau hanya ada sedikit keluarga Kikuta di wilayah ujung Barat." "Akan ada perayaan di Kumamoto pada hari itu." ujar Akio. "Setelah itu kita akan membutuhkan dana. dan m ereka adalah keluarga yang kehilangan kekuasaan dan pengaruh selama masa peme¬rintahan Otori. "Terutama dengan tiba¬nya mu sim dingin. seperti yang ka u tahu. s ambil mengangkat semua piring lalu kembali ke dapur. "Mengharapkan Ar ai menyerahkan semuanya. "Aku sudah mati!" selorohnya. K endati demikian." ujar Kazuo. berasal dari Hofu dan lari ke Kumamoto setelah bermasalah di s ana karena terlibat dalam penyelundupan senjata api. Tapi sebenar¬nya dia tidak punya kekuatan. "Lord Arai harus mengeksekusi diriku atas perintah Lord Otori." ujar penjaga penginapan pada malam pertama mereka. Uang Jizaemon sudah hampir habis. separuh Kikuta. dan memanggi l Akio dengan sebutan Ketua serta meng¬gunakan bahasa dan lambang rahasia keluarga Kuroda . lalu menyebabkan kematian Lord Arai dengan meng gunakan senjata api yang sama yang kini dilarangnya. "Memperlakukannya bak pelayan. saat makan malam." "Apakah ada banyak orang sepertimu yang bekerja pada Arai?" "Ya. Akio dan Hisao mengetahui saat mereka tiba di Kumamoto bahwa Zenko tidak ada di sana dia dipanggil ke Maruyama oleh Lord Otori. Dia akan jatuh. Dia memberi salam dengan sikap tunduk dan gembira. Belum cukup¬kah Otori menyandera kedua putra Arai?" "Dia suka mempermalukan sekutu mau¬pun musuhnya. "Kita tunggu sampai Arai kembali. Lihatlah Shintaro yang hebat! Separuh Kuroda.mengambil keuntungan dari gempa." . seorang pemuda berwajah tajam datang meminta d ipanggilkan Akio pada satu malam. dan membuat pertukaran. tapi kami juga punya banyak hubungan dengan Kikuta. tapi untungnya dia masih meng¬anggapku terlalu berharga." kata Akio pada Kazuo. Pemuda itu bernama Yasu. engambil keuntungan dari gempa. Keluarga Kuroda selalu berhubungan dengan Muto.

Dan itu juga ulah Otori."Dibunuh Otori. "Keadaannya be rbeda saat Kenji masih hidup. saat itu dia masih kecil." Halaman 168 dari 500 ." ujar Yasu sepakat." t utur Akio kepadanya. tapi sejak kematiannya. dan ter¬libat dalam kematian Kotaro. Seharusnya Zenko yang menjadi pimpinan. "Lagipula." "Kami di sini untuk memperbaiki jembatan yang terputus dan menyembuhkan luka." Akio mengamati dengan tenang. dan yang kedua karena Otori yang mengatur¬nya. dial ah kerabat laki-laki tertua dan bila dia tak ingin meneruskannya. Pertama-tama karena merasa tidak benar dipimpin seorang perempuan . Lord Zenko akan senang. "Memang itulah yang kami harapkan. seperti Kotaro." "Taku adalah tangan kanan Otori. "Masih banyak kematian yang belum ter¬balaskan. maka seharusnya jabatan itu dipegang Taku. Tak ada yang merasa senang. bisa kukatakan itu pa damu. dan masih bisa dimaafkan tapi tidak benar kal au hubungan antara Muto dan Kikuta menjadi begitu jauh. dengan menjadi bangsawan besar." tutur Kazuo . semenjak Shizuka menjadi ketua segalany a berubah.

Pada tahun baru nanti usianya beranjak tujuh belas tahun. di belakang toko tempat dia menjual pisau dan peralatan dapur lainnya. Ia sudah dewasa. kabarnya. Namun menurut Hisao.Yasu membayar penjaga penginapan lalu mengajak mereka ke tempat menginapnya send iri. membutuhkan asisten. Hisao menyadari bagaimana Akio merasa tersanjung dengan perhatian Yasu. Saat mengetahui keter¬tar ikan Hisao pada segala macam peralatan. di belakang toko tempat dia menjual pisau dan peralatan dapur lainnya. seolah su dah membeku selama bertahun-tahun karena mengasingkan diri di Kitamura. Wilayah mereka kini terbentang melintasi wilayah Barat: Noguchi dan Hofu milik mereka. Mereka mengen dalikan pesisir dan jalur kapal laut. kendati Yasu sering mengaku kalau dia tidak mengambil keuntungan apa pun dari Pi mpinan Kikuta. yang digunakan jurumasak hebat di kastil hingga bilah pisau kecil dengan ketajaman luar biasa untuk memotong daging. Yasu adalah orang yan g penuh perhitungan yang tidak mau memberi dengan cuma-cuma: bila Yasu menolong mereka sekarang. tida k hanya dari Shin dan Shilla. Dan Hisao juga melihat kalau Akio sudah semakin tua. bahwa ay ahnya haus akan rasa hormat dan status dengan cara yang hampir ketinggaian jaman di kota ya ng sibuk dan moderen ini. suatu ke-hormatan diijinkan membantu. pekerjaannya pada Koji dibayar dengan makanan dan te mpat tinggal. Klan Arai penuh dengan rasa percaya diri serta kebanggaan. dan Hisao mengasah ketrampilannya bersam a laki-laki itu. di¬pandangnya sang ayah dengan pandangan baru. bukan hanya pekerjaannya dia memang terampil mengerjakannya tapi juga karena pekerjaan itu memberinya lebih banyak kebebasan. Koji. dan betapa kuno cara ber¬pikirnya. Karena utang dan kewajiban. Sejak meninggalkan rumah. Kumamoto dipenuhi pedagang bahkan beberapa orang asing. itu karena dia melihat akan ada keuntungan di masa akan datang. yang digunakan jurumasak hebat di kastil hingga bilah pisau asu membayar penjaga penginapan lalu mengajak mereka ke tempat menginapnya sendi ri. dan barang-barang yang indah tiada tara. salah satu pandai besi. Kehadiran mereka di Kumamoto ditandai dengan bisik-bisik karena seluruh kota tah u larangan Otori yang tak masuk akal pada siapa pun bertransaksi dengan orang asing . Yasu sangat menyukai golok. orang barbar d engan mata seperti buah ek serta berjanggut lebat. tapi juga. dari Kepulauan Kecil Barat. diajaknya Hisao ke tempat penempaan besi yang dibel inya. Bukan lagi bocah yang bisa didominasi dan dilec ehkan. Yasu sangat menyukai golok. Hisao menyukainya. dan menjauhkannya dari k ehadiran Akio yang membuatnya merasa tertekan.

Hanya bara api yang mewarnai bumi yang berubah dari hitam menjadi abu -abu pada musim dingin. Yasu kerapkali memanggilnya ke tempat penempa¬an di sore hari untuk memberi perintah baru. dilipat deng an cara yang aneh. bukan ditulis. menggambar sketsa tempat pembakaran. mengumpulkan persediaan baru pisau. Meskipun Hisao belum pernah melihat orang barbar. diatur dari Hofu satu-satunya pelabuhan tempat kapal asing diijinkan secara resmi merapat. tapi dia dan Koji adalah tipe orang yang bicara dengan bahasa isyarat. ketika mereka minum sake. Klan Arai mulai membara di balik ketidakadilan . dicetak. yang lebih memaham i permesinan ketimbang bahasa. si orang asing menyibakkan tudungnya dan Hisao menyadari dengan terkejut dan keingin¬tahuan kalau itu orang barbar. Orang barbar itu hampir tidak bisa berbicara dengan mereka dia hanya tahu beberapa kata. begitu pula dengan berbagai penemuan. suatu hari dia ditemani laki-laki bertubuh tinggi berpakaian mantel panjang dengan tudung yang menutupi wajahnya. tempat meniup bara api. orang itu mengeluarkan buku. Perhatian orang asing itu tersita oleh metode mereka. cet akan dan pipa. disadarinya kalau ia juga seperti itu. dan begitu pula dengan masalah pe rsenjataan yang sangat efektif. setelah itu. dan selagi Hisao mengikuti mereka di sekitar tempat penempaan. dan memper¬lihatkan gambar-gambar yang terlihat jelas kala u itu cara-cara Halaman 169 dari 500 . Hal in i dipercaya banyak orang begitu adanya karena Negara Tengah ingin mengambil keuntungan bagi mereka sendiri. Begitu tiba di jalanan. mengirim kayu untuk b agian pembakaran. Ia menangkap maksud si orang barbar secepat Koji mema haminya. tapi dia tertarik saat Jizaemo n memperlihatkan benda-benda mereka. mempelajari semuanya dengan kilatan matanya yang cepat. Kala itu kira¬kira pertengahan bulan kesebelas. belanga. sangat mematikan.secara langsung: semua perdagangan harus melalui pusat pemerintahan Klan Otori. Mereka tiba pada sore hari. matahari sudah mulai tenggelam dan langit suram membawa ancaman salju yang akan turun.

benaknya dipenuhi dengan berbagai i de tapi entah karena ide-ide itu. jemarinya menggaruk -garuk belakang telinga. Yasu menyuruh Hisao pergi sewaktu dia membicarakan soal pembayaran. atau tidak terbiasa dengan sake. Tapi bisa dibuat. "Morto!" (=mati) Hisao belum pernah melihat benda seindah itu. Hisao merasa mual sewaktu kekuatan meminta bantuan perempuan itu menghantam diri¬nya. bisa me mpaan. Hisao tersandung anak tangga. lalu mengeluarkannya dan mengarahkannya pada Hisao. Pada halaman terakhir ada beberapa senjata api: sebagian besar senjata panjang dengan ben¬luk aneh yang sudah dikenalnya. atau angin dingin set elah hawa panas di tempat penempaan telah membuat kepalanya pening. Si barbar tertawa cekikikan. dahinya berkerut. Bentuknya kecil. yang berlutut di satu sisi. Senjata se macam itu mahal. dahinya berkerut. Saat sampai di rumah Yasu. Hisao tidak tahan untuk mengulurkan dan menyentuh dengan jari telunjuknya. Koji meng¬amatinya dengan cermat. Hisao. dan mereka semua memahami maksudnya. dan segera menginginkannya.penempaan. dilihatn ya ibunya dalam kabut hampa tempat separuh dari dunia berada. dan bertekad untuk mempelajari cara membua tnya. Laki-laki itu menjentikkan jari. bisa me rasakan semangat dalam dirinya yang semakin tinggi selagi halaman buku dibolak¬bal ik. me¬madamkan api lalu menyiapkan semua peralatan untuk keesokan harinya. hanya separuh dari pajangan pisau dan ka pak. hampir berukuran sepertiga dari panjang semua se njata lainnya. Di benaknya muncul berbagai macam kemungkinan yang bisa dilakukan. Wajah ibunya tampak memohon dengan penuh kelembutan dan ketakutan. pikir Hisao. Ia membuat teh untuk ora ng-orang itu. jemarinya menggaruk-gar uk belakang telinga. Bocah itu membereskan tempat penempaan. dan selagi berusaha menyeimbangkan tubuh. yang terlihat olehnya hanyalah separuh dari bangunan. mengintip di bawah cahaya r emang-remang. Hisao. lalu mengisi mangkuk sake mereka kemudian pulang. Koji meng¬amatinya dengan cermat. di bagian bawah halaman. "Pistola!" dia membuat gerakan menyembunyikan senja ta itu di balik pakaian. terselip di antara senjata yang lain bak seekor a nak kuda di antara kaki induknya. "Pa! Pa!" Dia tertawa. yang berlutut di satu sisi. Rasa sakitnya makin tak . mengintip di bawah cahaya r emang-remang. tap i ada satu.

kemudian memanggil Akio. Halaman 170 dari 500 . jatuh dengan tangan dan lutut menahan tubuh.tertahankan. ayahnya. "Ketua! Cepat kema ri! Putramu. disadarinya ada yang mendekat.. "Kau tidak boleh mem¬bun uh ayahmu. Akio. "Aku takkan membiarkanmu melakukannya. merangkak ke teras lalu membungkuk ke parit. "Pergi! Tinggalkan aku sendiri!" Di sela-sela erangannya. dingin sekali. Saat itu ia merasa ketakuta n kalau ibunya tahu semua vang ada di benaknya." Suara perempuan itu tidak bisa ditolerir lagi.." Mereka membopongnya ke dalam dan membersihkan muntahan dari wajah dan rambutnya. Perempuan itu berkata. menggetarkan seluruh urat syaraf di sekujur tubuhnya. suaranya di kepala Hisao menyengat bak es. membuat semua syarafnya bak terbakar api.. kemudian disadarinya kalau ia ingin mu ntah. matanya berair karena rasa sakit. berseru dari dalam. garis bayangan tubuh nya tersamar oleh kabut dan hujan salju. "Apa-apaan ini!" seru laki-laki itu." Ibunya bicara. Hisao berteriak ke arah perempuan itu. Sake tadi terasa masam di mulutnya. dan mendengar suara Yasu . Perempuan itu mengikutinya keluar mengambang di atas tanah. kebencian juga kasih sayangnya. angin sedi ngin es membuat air matanya terasa membeku di pipinya." Hisao tidak tahu kalau ia pernah ingin melakukannya. Tidak tahan untuk mengerang. "Siapa di sana? Hisao? Tutup pintunya.

dan ia pasti tertidur sebentar. tapi ia t ak ingin mendengarnya. kan? Putramu dan putra Zenko semestinya saudara sepupu. Tida k apa¬apa." "Itu tujuan utama kami keraari. "Mestinya dia tidak mabuk. Zenko pasti sangat ingin menyatukan keretakan antara Muto dan Kikuta. separuh bicara pada diri sendiri . Rasa sakit membuatnya liar." Hisao minum teh dan merasakan ke¬hangatan perlahan mulai kembali ke tubuh¬nya. mengg igilnya berkurang. Teh meredakan ambang batas kesadaran¬nya. Rasa sakitnya akan hilang dalam satu atau dua hari. Kepalanya tidak kuat untuk itu. "Seharusnya dia tidak boleh minum. Akan kuseduh sesua tu untuk raembantunya tidur. "Aku tidak bisa menahan perasaan kalau per¬temua n kalian akan membawa keuntungan bagi semua orang. dan ingatan tentang senjata api kecil yang indah tadi serta betap a ia ingin membuatnya." Si bodoh ini minum terlalu banyak sake. "Zenko sudah kembali." sahut Yasu." "Hisao hampir tidak minum sake. "Seharusnya dia tidak boleh minum. didengarnya Akio dan Yasu tengah berbincang. "Dia menggigil kedinginan. Kini perempuan itu melayang di kamar yang gelap Hisao tidak perlu lentera untuk bisa melihatnya. Mengerti samar-s amar kalau ia mendengar¬kan perkataan perempuan itu maka rasa sakitnya akan berkurang. begitu pula dengan suara perempuan itu. Membuatnya ingin melampias¬kan nya pada orang lain. Mungkin dia sakit?" "Terkadang dia sakit kepala. Dan lagipula. bak hewan yang disiksa. Kepalanya tidak kuat untuk itu."Si bodoh ini minum terlalu banyak sake. tapi rasa sakitnya tidak berkurang. Hisao menarik rasa sakit itu di sekeliling dirinya sebagai tameng untuk melawan perempuan itu. "Bisakah kau mengatumya?" "Aku yakin bisa. Biarkan dia tidur." kata Akio. Biarkan dia tidur. dibesarkan tanpa ibu!" ujar Yasu. mendengar dentingan mangkuk sake da n suara pelan mereka selagi minum." "Zenko memiliki kemampuan Tribe?" ." kata Akio. selagi membantu Hisao berbaring dan menyeli¬mutinya. Saat ter¬b angun." "Anak malang. Penyakitnya itu sudah dideritanya sejak kecil." sahut Akio." kata Yasu. kalian ada hubungan k erabat dengan ikatan pernikahan.

Sepu cuk senjata lebih kuat ketimbang kekuatan magis Tribe mana pun. Barangkali di a akan mengejutkanmu!"* Halaman 171 dari 500 ."Bukan seperti yang diketahui banyak orang." "Putraku hanya memiliki sedikit kemampuan." "Aku memahami perasaanmu." Yasu minum lagi lalu tertawa terkekeh." "Itukah yang kau harapkan? Kalau Hisao akan menjadi pembunuh agar bisa meng¬habisi Takeo?" "Hidupku tidak akan damai sampai Otori mati. Koji cukup menyanjung anak itu dan Koji tak pernah memuj i siapa pun. Sepasukan ksatria mungkin bisa berhasil menggantikan kegagalan para pembunuh Tribe. Itu sebabnya kau harus bicara dengan Zenko. Hisao menyukai senjata." "Tapi tangannya terampil. "Dia pernah belajar beberapa hal." aku Akio." "Tapi itu tak membuatnya sebanding dengan Otori. tapi Takeo itu amat pandai sekaligus beruntung. Hal i tu membuat kalangan Kikuta kecewa. Ibunya dulu sangatlah berkemampuan tinggi. bisa kupastikan itu. Dia seperti ayahnya. tapi dia tak mewariska n apa pun pada putranya. seorang ksatria . "Selain itu. Tidak seperti adiknya. tapi tak berbakat.

"Menyenangkan melihat Takeo terbuai pujian. "Tapi kita akan pura¬pura menerima itu." "Di Hagi pasti sudah turun salju. Takeo tak¬kan men yakiti mereka. Angin berhenti b erhembus dan serpihan salju mulai berjatuhan perl¬ahan dan mantap." sahut suaminya. "Kono memang pendusta y ang lihai dan patut dipercaya!" "Seperti yang dikatakannya sebelum pergi. Kini jaring¬nya ditarik lebih kencang. "Jaring Surga amat¬lah luas." ujar Hana. seraya menatap ke laut di kejauhan dan memikirkan anak-anaknya. jika semuanya berjalan sesuai tencana." sahut Zenko. "Bagaimana kalau nan ti anaknya lakilaki?" "Tak ada perbedaan besar." ujar Zenko. Dia terlalu lemah untuk melakukan hal itu." "Setidaknya kita tahu Lord Kono sudah aman dalam perjalanannya kembali ke Miyako . Angin bercampur hujan es yang berhembus dari laut sepanj ang minggu sejak kembalinya mereka dari Maruyama akhirnya berubah menjadi salju. Zenko berkata." Mereka tersenyum dengan tatapan penuh kelicikan. "Kukira dia sudah tak bi sa hamil lagi. lubang jaringnya tipis." "Sunaomi tak boleh menikah dengan si kembar!" ujar Hana. Dia belum bertemu dengan mereka lagi sejak mereka pergi saat musim panas." gumam Hana. "Jangan khawatir. karena mereka telah menerima pesan dari sang bangsawan saat hendak meningg alkan Hofu. Salju turun lebih awal tahun ini. ." komentar Hana. "Dan di pegunungan." ujar Hana." "Aku terkejut dengan kabar tentang kakakku. dan ingin merasakan di kulitnya." Dibelainya permukaan bulu." komentar Zenko. "Mari berharap dia menyiapkan penyambutan yang hangat bagi Lord Otori tahun depan. "Dia hanya menggertak. Zenko. dengan niat buruk me¬warnai nada suaranya."Kau bilang dia mengancam anak-anak kita secara terang-terangan?" Lady Arai mena rik baju luarnya yang terbuat dari bulu. lalu tawanya m eledak. Pada akhirnya Takeo akan t erjerat di dalamnya. deng an keberuntungan Takeo akan terjebak di Yamagaia dan takkan bisa kembali ke Hagi sebelum musim semi. " Begitu pula halnya dengan perjodohan antara Sunaomi dan putri mereka.

bergan tung padanya ketika kesedihan akibat kematian orangtua mereka nyaris membuat dirinya tidak wa ras dan Kaede justru meninggalkannya. tid ak menjadi ancaman bagi¬nya. sama halnya deng an kakaknya karena menelantarkan diri¬nya ketika mereka masih kecil."Satu-satunya hal baik yang pernah Takeo lakukan yaitu menikahkanku denganmu. "Ayo kita buat anak laki-laki lagi sepasukan anak laki-laki. Andai dia menyerah pa daku dan mengambilku sebagai istri keduanya. dan akan dibunuh di sana andai Sonoda Mitsuru tak menyelamatkan mereka. betapa berbedanya keadaan jadinya? Aku bisa memberinya anak laki-laki. pikir Hana. Hana memuja Kaede. Begitu pula dengan Kaede. ditahan di Inuyama sebagai s andera. Setelah itu. Hana dan kakaknya. "Kau masih bisa punya anak lagi!" seru Zenko. Dia harus membayarnya. Sedangkan bagi Takeo merupakan ke¬salahan fatal." Halaman 172 dari 500 . pergi menunggang kuda pada satu pagi di musim semi dan t ak pernah kembali." u jar Zenko. Ai. tanpa diriku Zenko akan jadi tak lebih dari bangsawan kecil. Hana tidak pernah memaafkan Takeo karena telah menolak dirinya.

" kata Hana tiba-tiba.. "Dia menipumu setiap hari tapi kau tidak memerhatikannya. dan bisa dipastikan kalau dia mengacaukan surat-surat kita. "Seharusnya kesetiaannya yang pertama mestinya kepadamu. "Dia adikku." "Kuroda datang secara terang-terangan?" tanya Hana. Namanya Kikuta Akio." Hana menaikkan alisnya." "Atau apa?" "Hukuman dalam Tribe atas ketidak¬patuhan adalah kematian. "Taku sedang di Hofu tidak ada yang memata-matai kita sekarang. Kuroda Yasu datang bersama seorang laki-laki . saat itu terdengar ketukan ringan di pintu. sedikit ba nyak akan cukup menambah kekuatan. dia bersembunyi dengan anak laki-laki Yuki. tapi biar kan mereka tunggu sebentar sebelum kau mem¬bawanya masuk." "Taku amat populer. "Sajikan minuman. "Kita akan bereskan masalah penerus Muto." Zenko berhenti sejenak lalu menatap Hana.. Taku kelak harus mematuhiku. kau sendiri sering bilang begitu. atau. Dan jika teman Kuroda adalah orang yang sudah kuperkirakan." ujar Zenko. Dan ibumu juga. dan pastikan kelak kami tidak diganggu. Pintunya bergeser terbuka dan seorang pelayan laki-laki bicara pelan. Yuki. mata dengan kelopak tebalnya be rbinar. Aku tak bisa mengubah p eraturan itu bahkan untuk saudara kandungku sendiri. Menikah dengan putri Kenji." "Aku tak pernah suka pada Taku." "Aku tak sabar ingin bertemu dengannya. dan Hana mengira suaminya akan mulai bergera k tapreka hanya berdua di ruangan itu. Dia memata-mataimu pal ing sering tahun ini. ." "Mereka datang dalam cuaca seburuk ini. "Lord Arai. dia ketua Kikut a sejak kematian Kotaro." Zenko memperingatkan istrinya." "Itu semua akan segera berubah.. dan Hana mengira suaminya akan mulai berg erak tapi kemudian.Mereka hanya berdua di ruangan itu." hard ik istrinya. Tatapan tidak senang terpancar sekilas di wajah Zenko yang lebar. "Sebaiknya kuceritakan sedikit tentang dia." sahut Zenko dengan tenang. bukan pada Takeo. setelah istrinya mati. Pastinya b anyak pihak yang tak ingin menentang mereka?" "Kurasakita akan mendapatkan dukungan.

Dia terkejut sekaligus bersemangar dengan tersingkapnya kenyataan ini. lalu tertawa lagi. benak¬nya sudah mencari-cari cara untuk me¬manfaatkan b erita ini. "Aku mendengar semua desas-desus di keluarga Muto sewaktu aku masih kecil. "Oh. aku yakin itu." "Kakakku pasti tak tahu. Dan kenapa Kenji berpindah memihak Otori. "Sudah berapa lama kau tahu ini?" tanya Hana. kan?" Zenko mengangguk."Bukan anaknya Akio?" tanya Hana. bersama empat dari lima keluarga? Kenji pe rcaya kelak Takeo akan mengakui anak itu." Hana sepakat. "Bukan anaknya Takeo. Tapi mengapa Takeo tak pernah mencari anak itu?" Halaman 173 dari 500 ." suaminya menyarankan. "Mungkin kau bisa beritahukan pada saat yang tepat." Hana merasakan ada getar kesenangan memikirkan hal itu. Anak itu -me reka memanggilnya Hisao ternyata anak laki-laki Takeo. atau setidaknya dengan melindunginya. Kenap a Yuki dipaksa minum racun? Alasan Kikuta membunuhnya adalah pasti karena mereka tak memercayai nya. tentu.

keduanya dipengaruhi oleh Terayama dan apa yang mereka sebut Ajaran Houou. "Realistis dan prak tis." "Dan Tribe takkan terpecah belah lagi. serta dukungan dari jenderalnya. Sebagaimana Tabib Ishida yang dengan baik hati meng¬ungkapkan pada ka mi." Hana mendengar langkah kaki di luar. Suaminya meminta dibawakan sake lagi. berkilau yang menu njukkan bayangan orang yang nyata. dan ketakutan kalau putrany a yang bisa membunuhnya. Dia mengenal Kuroda Yasu yang mengambil keuntungan dari barang-barang mewah yang diimpornya dari Tenjiku. Kakakku adalah orang yang idealis: dia percaya pada cinta. Pemerintahan mereka diseimbang¬kan dengan bersatunya mereka berdua: dengan menyatukan laki-laki dan perempuan. Hana tak pern ah memper¬lihatkannya di Hofu." Hana menambahkan. dan Takeo memer¬cayainya. dan saat sudah datang. dan istri mereka m emaafkannya." sahut Hana. Takeo juga pasti begitu: dia tak pemah mengambil perempuan lain itu sebabn ya dia tak punya anak laki-laki. Lebih dari itu." ujar Zenko. Kaede sudah bertahun-tahun menginginkan anak laki-laki: maka dia takka n memaafkan Takeo karena anak yang disembunyikan ini. Ia pun memiliki beberapa cermin yang terbuat dari kaca keras. Hana menyuruh pelay an pergi karena dia yang akan melayani tamunya. Aku memahami kebutuhan dan hasra t laki-laki. ada ramalan yang mengatakan seperti itu."Kurasa ada alasannya: dia tidak ingin istrinya tahu." katanya." Hana bisa merasakan nadinya berdenyut lebih kencang. dan Takeo memer¬cayainya. Bila kau punya perempuan simpanan. hal itu tidak menggangguku. dan ketakutan kalau putran ya yang bisa membunuhnya. "Kita akan mengakui anak ini sebagai pewaris dari keluarga Kikuta dan Muto. "Saat kakakku tahu ini." Kurasa ada alasannya: dia tidak ingin istrinya tahu. Berpisahnya kesatuan itu akan membuat Tiga N egara hancur berantakan. dan melalui dirinya kita mengenda¬likan Tribe." "Tapi kebanyakan istri bersikap seperti diriku. Ia senang karena benda ini disimpan di Kumamoto. "Mereka sudah datang. mer eka pasti akan berpisah. raha . dengan restu dari sang Kaisar." "Banyak laki-laki memiliki perempuan simpanan dan anak haram. gadi ng dan emas. dan tahu kalau aku akan menjadi yang utama bagimu. ada ramalan yang mengatakan seperti itu. "Dan kau akan mewarisi semua yang telah diperjuangkan ayahmu. Sebagaimana Tabib Ishida yang dengan baik hati meng¬ungkapkan pada ka mi. Kini ia pun mem¬punyai rahasia hebat dan besar ini.

" sahut Akio. kemu dian duduk dengan menunduk. Memancarkan semacam ke¬kuatan. tapi segera ia tahu kalau l aki-laki itu bukanlah orang yang rendah hati. nenek moyang dan tradisi." Halaman 174 dari 500 . dan tidak mudah terpengaruh dengan sanjungan. "Aku tak pernah menyembunyikan apa yang paling kuinginkan.sia yang mengungkap siapa Takeo sebenamya. Hana tidak suka kalau laki-laki itu menjadi musuhnya. Dari luar orang itu kelihatan rendah hari. maka sudah waktu¬nya luka-luka lama ini disembuhkan. Hana mengamati laki-laki itu. juga kematian Kotaro. walau usianya tidak muda lagi . Cara bicaranya singkat. Zenko memberi salam pada kedua tamu¬nya dengan sikap yang sangat sopan. Tubuhnya tinggi dan tegap." ujar Zenko. ber¬usaha ag ar terlihat menghormati Akio sebagai pimpinan Kikuta tanpa mengurangi status nya sendiri sebagai lord tinggi Arai. Kini Muto Kenji sudah tiada." ujar Akio. Hal ini mem¬buat marah keluarga. den gan aksen Timur. yang mambangkitkan secercah ke¬tertarika n dalam dirinya. "Tribe sudah terpecah belah begitu lama. "Aku sangat menyesalkan per¬pe cahan ini. atau pun bentuk bujukan lainnya. tapi dia bisa men jadi sekutu yang kejam juga tanpa belas kasihan. "Kita bisa bicara dengan bebas di sini." "Kurasa kita memiliki tujuan yang sama. Laki¬laki itu melihat sekilas ke arahnya. dan juga atas pembunuhan Kotaro. dia kelihatan sangat kuat. Hana merasa kalau laki-laki itu akan tetap diam ketimbang menggunakan sanjungan. "Kematian Otori." tuturnya. Dia telah divonis mati oleh Kikuta karena melanggar aturan Tribe. serta dewa-dewa karena dia masi h hidup. Akio.

tatapan matanya semakin tajam. Dia tahu ini dari Muto Kenji.. seraya bertukar pandangan dengan Hana." "Baiklah. "Aku tahu sesuatu yang kau belum tahu. dan ramalan itu digunakan untuk membenarkan pembunuhan atas ayahku dan kebe rhasilannya meraih kekuasaan." tutur Zenko." "Kendati demikian." Akio duduk dengan wajah tanpa eksp resi. Lord Takeo tidak memiliki anak laki-laki" ujar Yasu seraya menatap mereka semua secara bergantian . dan pernah mengobari banyak lukanya. walaupun ibuku tidak pernah mengatakannya padaku. kemungkin an juga ibuku. Dia memiliki banyak keahlian seharusnya aku tahu. "Kata-kata yang masih tetap di¬rahasiakan. aku yang melatihnya di Matsue dia lolos dari semua usaha pembunuhan." "Aku pernah hampir menggorok leher nya. Hanya beberapa orang yang mengetahuinya." komentar Yasu." komentar Yasu." "Tabib Ishida yang mengatakannya pada kami. "Aku masih tak mengerti ba gaimana dia bisa lolos. "Meski ada hal-hal tertentu yang ter¬dengar. "Ya.. "Tapi yang pasti dia h anya manusia biasa. "Takeo percaya kalau hanya putranya yang bisa membunuhnya." "Seperti halnya Lima Pertempuran?" tanya Yasu." ujar Hana. suaranya ter¬dengar semakin rendah dan keras." lanjut Zenko. "Ada s emacam ramalan yang bisa dibuktikan. "Tapi yang pasti dia hanya manu sia biasa." Akio membungkuk." . Hana merasakan lagi secercah semangat. "Kau tahu t entang putraku?" Zenko agak menggerakkan kepala meng¬iyakan." Akio mengangkat kepala lalu menatap langsung pada Hana. "Dia adalah tabib pribad i Takeo. "Siapa lagi yang tahu tentang ramalan ini?" "Terlepas dari semua orang yang ada di ruangan ini dan Ishida: adikku. Akio berkata pada Zenko.Kabamya dia tidak bisa dibunuh."Kabamya dia tidak bisa dibunuh." kata Zenko perlahan.

"Mungkin juga. Tapi kini aku tahu akan mudah baginya untuk membunuh ayah kandungnya." Yasu menepuk alas lantai dengan telapak tangan terbuka. tampak seperti tersenyum. Hisao adalah putra Takeo.." gumam Hana. Intinya hanya sedikit orang.. "Jadi semua desas-desus itu bena r?" "Ya." Lalu Akio menenggak minumannya. "Anak itu tidak mengetahuinya. "Bukankah sudah kukataka n kalau anak itu bisa saja mengejutkan dirimu? Itu lelucon terbaik yang pernah ada selama bertahu n-tahun.* Halaman 175 dari 500 ." ujar Zenko. Dia juga tidak memiliki keahlian Tribe ." Sekonyong-konyong keempat orang itu tertawa gaduh."Bagaimana dengan yang ada di Terayama? Kubo Makoto mungkin juga tahu: Takeo men ceritakan segalanya kepada¬nya. Dan yang paling penting adalah Takeo percaya itu. Yasu meneguk cepat sake lalu berkata pada Akio.

dan apa yang dilupakan¬nya diisi oleh Haruka . semakin bungkuk. Kaede tidak kesepian karena selalu ada yang menemani: Shizuka. Beberapa kali dalam seminggu Kaede mengajak kedua anak itu ke biara. Chiyo masih tinggal di sana. kedua bocah. Sada. lalu Kaede menuntunnya berjalan mengelilingi padang rumput. Mereka ber¬main di tepi sungai. Kaede mengundur¬kan diri dari publik. pewaris sah Klan Otori. Kuda itu sepertinya menci um sesuatu dari tubuhnya yang hamil dan senang berjalan perlahan di samping Kaede. Mereka semua pindah dari kastil ke rumah lama Lord Shigeru di tepi sungai: rumah itu menghadap ke selatan. sambil berdoa semoga anak lakilakinya . Kelak putranya akan menjadi pewaris Sh igeru. Sunaomi dan Chikara juga menikmati kepindahan itu. "Seakan Shigeru da n Takeshi hidup kembali. Ia telah be rjanji pada Shigeko untuk mengawasi Tenba dan kirin. "Apa aku ini indukmu?" Kaede memarahi¬nya dengan lembut. Maya dikirim bersama gadis Muto. Dengan ketidakhadiran ketiga putri¬nya. Takeo dan Shigeko sud ah pergi ke Yamagata. jauh dari formalitas kehidupan di kastil. Kaede merengkuh perutnya yan g membuncit dan memikirkan janin yang tumbuh di dalamnya. kepada Taku. dan sering mendoakan agar mereka mengembangkan dan mengendalikan berbagai bakat yang mereka miliki. pikirnya sedih. kera dan anjing. dan juga hewan peliharaan putrinya. dengan cuping hidung merekah. Lebih mudah. sedan gkan Miki pergi ke desa Tribe di Kagemura.Kaede telah memutuskan untuk tinggal di Hagi selama musim dingin sampai anaknya lahir. Kaede senang memikir¬kan kalau ketiga putrinya si buk dengan pelatihan serius semacam itu. dan agar dewa-dewi me¬lindungi mereka dari bahaya. usianya sudah di ambang senja tapi masih mampu menyedu h teh obat serta menceritakan tentang masa lalu. dan Shizuka serta Ishida tinggal ber¬samanya. menangkap semua sinar ma tahari musim dingin. ke Maruyama. Ishida turut menemani karena rasa sayangnya pada kirin kian ber tambah. Mori Hiroshi memberi pelana dan tali kekang pada Tenba dan mengang¬kat Sunaomi ke pelan a. dan lebih mudah dibuat hangat selama hari-hari yang panjang dan dingin. sesekali mengusap¬usap dengan hidungnya. me nyayangi si kembar dari jauh. saat kelahiran mereka yang tak wajar dan bakat aneh bisa tak d iacuhkan." ujar Chiyo dengan berlinang air mata selagi mendengarkan teriakan anak -anak dari taman atau langkah kaki mereka di atas nightingale floor. Kaed e mencurahkan kasih sayangnya pada keponakannya. tetap ceria dan gamblang seperti dulu.

namun roh mereka akan tetap hidup selama ada ku da-kuda Otori. mendesak mereka belajar dengan ra jin dan mematuhi guru. dan Amano Tenzo: kedua¬nya sudah lama tiada. kepada adik-adiknya. karena ia sangat senang menulis membalas surat yang dituju kan untuk suaminya. Tapi Kaede tidak menyurati Maya karena Maya tinggal di tempat rahasia di Maruyam a. Kaede sering menulis. Kirin memang tampak kurang bersemangat. tapi ini justru ma kin meningkatkan rasa sayangnya pada teman manusianya. Te nba segera dikirim ber-sama pemuda pengurus kuda dengan naik kapal ke Maruyama.akan sepemberani dan setampan kuda itu. Kaede mengingat kudanya. menulis surat pada Shigeko dan Miki. Kemudian Shigeko mengirim surat agar kuda itu dikirim padanya karena telah memut uskan untuk dihadiahkan kepada ayahnya. dan adanya surat justru malah membahaya¬kan dirinya. Halaman 176 dari 500 . Kaede dan I shida men¬cemaskan kalau kirin akan panik saat temannya pergi nanti. seraya meminta ibunya agar tetap merahasiakannya. Raku. menceritakan pada Hana tentang kesehatan ser ta kemajuan kedua putranya dan mengundang mereka datang pada musim semi.

"Seperti yang kau tahu.Kaede pergi ke biara lain. karena Kaede selalu memaksanya turut ke te mpat dia pernah dipermalukan dan ketakutan. Tapi kian hari kian sulit untuk tahu apa yan g mesti kulakukan. Fumio kembali. "Itu b isa membantumu agar tidak kesulitan menga¬caukan surat-surat mereka." "Ishida bisa menawarkan diri untuk men¬jadi jurutulis mereka." sahut Kaede. dan mengagumi bentuk ramping dan a nggun dari patung kayu yang dikelilingi rumah yang baru dibangun. Selama ketidak¬hadiran Ta keo dan penarikan diri Kaede. aede pergi ke biara lain." "Kendati demikian. tapi aku tidak tahu apa tujuannya. dan mengagumi bentuk ramping dan an ggun dari patung kayu yang dikelilingi rumah yang baru dibangun." saran Kaede. banyak juga manfaat yang bisa kita ambil dari mereka ilmu penge ." "Suamiku tak ingin mereka bepergian ke seluruh penjuru negeri. Fumio beserta ayahnya bertindak sebagai wakilnya. tapi Kaede masih melihat sisa-sisa rasa malu dan luka yang membekas. Mereka ingin bertemu dengannya. bekas rumah Akane. menikm ati kehadiran mereka serta menurutku mereka itu menarik. Satu dar i masalah yang meng-ganggu dan alot adalah apa yang harus dilakukan dengan kedatangan orang-ora ng asing yang mengganggu dari Hofu. dan kurang senang saat tahu Lord Otori tidak di Hagi lagi . tapi jurubahasa mereka tak bisa menulis sesuatu yang b isa dibaca oleh Zenko. Aku sudah katakan kalau aku tidak bisa memu tuskan sampai Lord Otori kembali ke Hagi. dan berdoa agar arwah sang dewi muncul menyembuhkan segalanya. Tak lama setelah Takeo pergi ke Yamagata." kata Fumio pada Kaede suatu sore pada per tengahan bulan kesepuluh. aku sudah terbiasa dengan orang asing. mereka mulai tidak sabar. "Dia mirip Lady Kaede. "Sepertinya semua orang menganggap mereka sebagai beban." lanjut Kaede. Dia me mbiarkan mereka pergi dari Hofu. Sunaomi berhasil meraih kembali kepercayaan dirinya. "Bukannya aku tidak suka pada mereka. bekas rumah Akane. "Makin sedikit yang mereka tahu tentang kita. Mereka sangat gelisah. Mereka minta penjelasan mengapa tidak boleh ke Yamagata s endiri." "Aku setuju dan aku tak tahu kesepakatan apa yang mereka buat dengan Zenko." Mereka saling bertukar senyum." ujar Sunaomi. Kuharap mereka mengir im surat yang dapat mengungkap sesuatu. makin baik. "Mungkin Zenko hanya ingin menying¬kirkan mereka.

dan menemukan cara lain. selama mereka bisa dikendalikan.tahuan dan kekayaan. dan Kaede me¬nemukan dirinya menanti dengan perasaan ta kut: bukan karena orang-orang asing itu. Kaede tak ingin ber¬hubungan dengan bagian hidup Takeo yang sa tu ini. Ia tidak tahu apa yang harus dikatakan pada orang seperti itu. pengikut kepercayaan Hidden. dan adik perempuan suaminya." Pertemuan itu lalu diatur. bukan sebaliknya." "Kegiatan itu tentu bisa memberi mereka kesibukan sepanjang musim dingin." ujar Kaede. y aitu perempuan itu tidak mirip suamiku. memperingatkan dirinya akan hal itu. "Aku akan berikan kesan betapa besar kehormatan bagi mereka bisa diundang bertemu Lad y Otori." ujar Fumio setuju. perempuan dari rumah pelacuran. tapi karena ia tidak tahu bagaimana bersikap pada jurubahasa mereka: anak dari keluarga petani. Kaede Halaman 177 dari 500 . Ia yakin tak seorang pun akan men¬curigai hubungan tersebul." "Demi tujuan itu aku harus segera belajar bahasa mereka. Hal pertama yang terlintas di benaknya. tentang orang-orang asing dan kebiasaan mereka. masuk ke dalam ruangan. Semua nalurinya. sewaktu Fumio menunjukkan jalan pada dua laki-laki berbadan besar. tapi ia lebih ingin melihat seperti apa adik perempu an Takeo. katanya pada diri sendiri. dit ambah dengan kehamilannya. diikuti oleh perempuan bertubuh kecil. "Kau harus bawa orang-orang asing itu dan juru¬bahasanya ke sini. Ia mengakui kalau dirinya juga ingin tahu: terutama. Tapi ia telah berjanji pada T akeo untuk mempelajari bahasa orang asing.

Mereka harus melepas alas kaki di luar. membingungkan: ksatria . Pakaian luar mereka aneh. Dengan senang hari. Perempuan itu. Ia juga menyadari kalau pe¬rempuan di samping nya itu memiliki tekstur rambut dan warna kulit yang mirip Takeo. yang merupakan asal nama kota Hagi. berbentuk gembung. Kenyataan itu membuat Jimtungny a ber¬debar kencang. dan Kaede memerhatikan sarung ketat yang melekat di kulit yang menutupi kaki mereka. menghadap ke beranda. dan maaf berulang kali dalam bahasa mereka. katun maupun rami.menyam¬but dengan bahasa resmi pada para laki-laki. dan tetap menunduk. Fumio sudah mengenai beberapa kata bahasa orang asing itu. Kaede berhasil mengendalikan dirinya lagi. Sesaat Kaede mengira kalau ia harus bereaksi tak tahu apakah harus menangis atau tak sadarkan diri tapi untungnya Shizuka datang de ngan membawa mangkuk teh dan kue kedelai manis. Orang asing itu duduk dengan canggung. kepalanya menyentuh tikar. Hamp aran daun-daun yang berwarna merah tui berserakan di tanah. sadar akan bau mereka yang terasa asing dengan rasa jijik. kontras dengan bebatuan keabu-abuan sert a warna lentera. Kaede duduk dengan punggung bersandar ke dinding panjang ruangan itu. Isi gulungan itu adalah puisl kesukaannya tentang belukar semanggi di musim gugur. kedua orang asing itu sering tersenyum agak menyeramkan dan Kaede bicara selembut dan membungkuk seanggun mungkin. Perempuan ini memang adik suaminya. Status salah satu dari kedua orang itu. Pepohonan yang tersentuh oleh kepingan salju pertama terlihat begitu indah. Madaren. justru lebih ter¬cengang. Mereka pura -pura bertutur kata serta bersikap sopan. sebelum Fumio memberitahu kalau mereka seharusnya duduk. Di sebelah kanan Kaede. dengan tambalan berwarna di¬jahitkan ke dalamnya: kelihatannya bukan dari sutra. enyam¬but dengan bahasa resmi pada para laki-laki. Mereka membungkuk hormat sambi l berdiri. membuat pinggul dan bahu mereka kelihatan membesar. Perempu an itu merangkak ke samping Kaede. Kiasan pemandangan yang indah itu amat memesona o rang-orang asing beserta jurubahasanya. Bahannya ber¬warna hitam. Kaede mengamati secara sembunyi¬sembunyi pada kedua laki-laki tersebut. Dia menerjemahkan begitu pelan dan tidak jelas hingga kedua pihak tidak tahu apa yang diucapkannya. dan meng¬gunakan semuanya. sebelum Fumio memberitahu kalau mereka seharusnya duduk.loao. ber¬nama Don . menerima hadiah. sementara semua orang mengataka n Terima kasih. sebuah gulungan kaligrafi hasil karyanya sendiri digantung di ruang kecil yang terpisah. Mereka membungkuk hormat sambil berdiri.

Sebaiknya tidak ada orang lain yang tahu tentang ini. "Perempuan ini tetap di sini bersamaku. Se-dangkan yang satu lagi adalah pendeta. tentunya." Halaman 178 dari 500 . Setelah beberapa percakapan yang panjang soal tempat tinggal dan k e¬butuhan orang-orang itu. mungkin mereka bicara soal taman. "Aku ada satu permintaan padamu dan kedua laki-laki terhormat yang kau layani. aku akan mempertimbangkan semua permintaan merek a." "Keramahan Lady Otori terlalu agung bagi orang seperti diriku. Suamiku sudah mencerita¬kan siapa dirimu. Kaede menyadari musim dingin mungkin berlalu tanpa ia bisa bela jar apa-apa. dan selagi mereka bicara d engan keras tapi bernada ramah." katanya pada Fumio." Kaede menyuruh semua orang pergi. "Ajak keluar dan perlihatkan taman pada mereka. "Jangan takut. Shizuka menatap penuh tanya sewaktu mengundurk an diri. Dia bicara sangat be rbelii-belit dan penuh hormat. Aku ingin kau mengajariku. Butuh waktu lama untuk berca kap-cakap karena Madaren begitu khawatir akan menyinggung Lady Otori. Makin cepat aku belajar. makin besar kemungkinan semua hal itu dilaksanakan. Kita akan belajar setiap h ari." Madaren mulai bi cara. Kuharap kau men gerti maksudku. tapi Kaede menghentikannya. Kelak saat aku telah lancar bicara bahasa itu. Salah satu dari mereka harus ikut denganmu. Kau telah mempelajari bahasa mereka. Kaede mendekati Madaren. Demi suamiku aku akan menghormati dan melindungimu.sekaligus pedagang. Para laki-laki kelihatannya cukup senang bisa keluar. karena aku juga harus belajar tulisa n mereka.

" Madaren menyembah lagi. Suatu hari ketika Kaede merasa putus asa. ia berkata pada Madaren. menggunakan kuas yang paling ti pis. dan kerapkali membuat sketsa untuk menjelaskan sebuah kata. ku hanyalah orang rendahan dari Was yang terendah. *** Madaren datang setiap hari. serta mata hijau biru pucat bak air laut." ujar Madaren. dan ia menyatu dengan iramanya. menyeberangi sungai dengan perahu dan berjalan melew ati jalan-jalan sempit ke rumah di tepi sungai. perempuan dari . Don Carlo juga sama ingin tahunya. pohon. bangunan dan alat p ertanian. tapi aku akan lakukan semam puku untuk memenuhi keinginan Lady Otori." Madaren menyembah lagi." kata Kaede. "Madaren." "Anda baik sekali. Aku tak tahu bagaimana kau mempelajarinya. tapi aku akan lakukan semampu ku untuk memenuhi keinginan Lady Otori. Dia ter¬senyum tipis saat duduk tegak. "Aku takkan menguasai bahasa ini. dan Kaede malu sekaligus kagum karena saat pertama kali bertemu ia berpi kir kalau orang ini hampir bukan manusia. sesekali dia mendekati anak-anak lalu memeriksa pakaian dan alas kaki mereka. dan sering mengajak Madaren pergi ke saw ah untuk bertanya pada para petani tentang hasil panen dan musim. Jangan terlalu bersikap formal. Oran g itu benar-benar pandai. Rambut dan janggut kemerahan. Si pendeta Don Carlo datang dua kali seminggu untuk mengaj ari kedua perempuan itu menulis apa yang disebutnya abjad. "Kita akan mulai belajar besok. Belajar setiap hari menjadi bagian dari rutinita s kediaman itu. yang di dalamnya dibuat daftar kata dan sketsa bunga." Ini menyakitkan hatinya: Madaren. Dia menyimpan banyak bu ku catatan. Bahasanya sulit: segala sesuatu yang berkaitan dengan bahasa itu sepertinya terb olak-balik. Dia juga mengamati setiap tanaman di taman. Dia biasanya datang dengan dibu ntuti anak-anak dan orang-orang dewasa yang tidak punya hal lebih baik yang bisa dikerjakan. laki-lak i itu menjadi sasaran keingintahuan dan keheranan. dan sukar untuk mengingat bentuk maskulin dan feminin dan cara kata kerjanya berubah ." kata Kaede."Aku hanyalah orang rendahan dari Was yang terendah. "Ka u akan menjadi guruku. mengucapkan nama aneh itu untuk yang pertama kalinya. Kaede melihat sebagian besar kegiatan ini karena Don Carlo mengajak mereka berdu a sebagai sarana belajar bahasa.

Percakapan mereka menjadi lebih santai. "Itu akan membuatnya sangat malu." kata Madaren." "Pastinya begitu. Dia menghabiskan banyak waktu untuk berdoa. t erutama saat ada Shizuka. Di matanya." Kaede tertawa." "Tidakkah Don Joao memercayai hal yang sama?" tanya Shizuka. Begitu sudah bisa mengatasi rasa malu. "Aku belajar dalam keadaan terpaksa." kata Madaren dengan nada me mohon. bisa begitu fasih menguasai bahasa itu. "Aku membuat Don Joao mengajariku di tempat tidur. "Mungkin aku bisa meniru c aramu. "Bahkan dia sama sekali tidak menyetujuinya." seloroh Kaede. "Barangkali saat aku sudah lebih me¬mahami bahasa mereka." "Tampaknya Don Carlo tidak punya hasrat terhadap perempuan ataupun laki¬laki. bukan pilihan. Don Carlo akan menjelask annya. "Jangan pernah bicarakan hal semacam itu dengannya.kalangan rendah dan tidak ber-pendidikan. mengejutkan bagi¬nya." goda Shizuka. sifat aslinya mulai muncul." Itu merupakan pemikiran yang baik Shizuka maupun Kaede tidak terlalu me¬mahaminya. "Kurasa suamiku tak memikirkan itu. dan acapkali memba ca dengan suara keras kitab sucinya demi meraih kesucian dan pengendalian nafsu dalam diri nya." sahut Madaren. Halaman 179 dari 500 ." "Don Carlo masih belum punya pasangan. bercinta adalah yang di sebutnya dosa dan cinta antar laki-laki khususnya.

Dia memuaskan dirinya sendiri. "Apakah Lady Otori mendapat kabar buruk dari Yamagata?" tanya Madaren se¬waktu Kae . dengan man i¬pulasi. perhatiannya teralihkan. Kaede mengamati lekat-lekat ketika kedua orang asing hadir. Ia hanya berdua dengan Madaren." Kaede penasaran apakah perilaku aneh ini menular pada Madaren. tapi hasratnya lebih kuat. kemudian membenci dirinya karena hal itu. Terbungkus karpet bul u. Seringkali sa at mereka hanya berdua. bahkan eksploitasi. kemudian membenci dirinya karena hal itu. meski mereka mem¬butuhkan keahlian dan bergantung kepadanya. Takeo menulis panjang lebar atau tepatnya mendiktekan. dari kedua belah pihak. Kini ia merasa khawatir kalau keberangkatan suaminya akan tertunda hingga salju mencair. dan berpik ir kalau mereka berdua memang membenci Madaren. Masih banyak persiapan yang har us dibicarakan dengan Kahei dan Gemba tentang kunjungan ke ibukota: Takeo masih men unggu kabar dari Sonoda tentang peneri¬maan utusan pembawa pesan. Kaede berpikir kalau hubungan itu aneh dan terbolak-balik. Kaede tak bisa melakukan banyak hal selain belajar dan bicara dengan Madaren. Tepat sebelum rembulan di bulan kesebelas muncul. Shizuka mengajak kedua cucunya pergi melihat kirin. Kaede menemukan dirinya ingin tahu tentang masa lalu Madaren. Ketika kembali pada Madaren."Sebagian dari dirinya percaya pada hal yang sama. surat berdatangan dari Yamagat a. Takeo merasa berkewajiban un tuk melewatkan Tahun Baru di sana. Kaede ta k berani lagi berlatih pedang bersama Shizuka: kenangan buruk tentang keguguran bayinya selalu melekat di benaknya. dan ia sangat takut akan kehilangan bayinya ini. Di a memuaskan dirinya sendiri. betapa aneh perjalanan hidup yang telah membawa dia ke tempat ini. Kaede meminta maaf karena menghentikan pelajaran kemudian segera pergi ke ruang belajarnya sendiri ruangan tempat Ichiro membaca dan menulis dan membaca surat-surat itu di sana. Bulan kesebelas mem¬bawa hawa dingin yang menggigit. Musim dingin tiba." Sebagian dari dirinya percaya pada hal yang sama. karena dia kenal tuli san tangan Minoru tentang semua keputusan yang telah diambil. tapi tak ingin be rtanya secara langsung. Kaede sangat kecewa: ia berharap Takeo akan kembali sebelum salju menutup jalur pegunungan. tapi hasratnya lebih kuat. ia berada di ambang keraguan untuk bertanya pada Madaren bagaimana Takeo ketika masih kecil. meskipun s udah memakai baju berlapis-lapis dan ada tungku batu bara agar tetap hangat. Namun pertanyaan ber¬sifat pribadi semacam itu bisa dianggap terlalu mengan cam.

"Tidak juga. Waktu itu kau pasti masih kecil. terima kasih Surga." Kaede berhenti sejenak lalu b erkata. "Kau memanggilnya dengan nama apa. kata¬nya. seraya meng¬ingat-i ngat percakapan mereka sebelumnya. "Beliau mencintai kita semua. Apa artinya?" "Itu nama salah satu guru besar di kalangan Hidden. tuanku. Semula aku berharap suamiku akan kembali lebih awal." tutur Madaren perlahan. melainkan pa da suaminya yang tumbuh dewasa di lingkungan mereka." "Apakah putra Tuhan itu mencintai perempuan itu?" tanya Kaede." sahut Madaren serius.de membuat kesalahan pelajaran dasar untuk yang ketiga kalinya. itu saja. "Itu yang paling kuingat ." "Dan Madaren?" "Madaren adalah perempuan yang." "Tomasu? Kedengarannya aneh sekali. saat kalian masih kecil?" "Tomasu. Saat itu ketertarikan Kaede bukanlah pada kepercayaan orang Hidden. "Kurasa kau tak ingat banyak tentang suamiku. Wajahnya tidak mirip dengan kami se Halaman 180 dari 500 . mencintai putra Tuhan saat beliau berjal an di bumi." "Dari dulu dia memang berbeda." "Lord Otori baik-baik saja?" "Kesehatannya baik-baik saja.

"Mungkin dia harus diperingatkan tentang reputasimu!" sahut Shizuka. "Tentu saja.keluarga. D on Carlo nampak juga bersemangat untuk dapat membuat ia memahaminya. meski ia tidak tahu apa sebabnya. Kaede pun agak terper anjat. Aku selalu memanjatkan doa baginya." Shizuka menjelaskan. "Don Carlo memerhatikan aku dengan cara laki-laki normal memandang perem¬puan. seolah takut sudah terlalu banyak bicara." Madaren terdiam. "Pernah ada satu saat ketika hasrat berarti kematian bagi laki¬laki mana pun!" "Aku telah menikah enam belas tahun. "Sebaiknya kita mulai lagi pelajaran kita. Aku selalu mengusik¬nya. ibu pura-pura marah." sahut Madaren patuh. Dia tak menginginkan tubuhmu. Aku ingi n dia memerhatikan aku. kan? Juga menjelaskan tent . Aku selalu mengusik¬nya. karena kita tahu Don Carlo tak merasakan desakan semacam itu. A ku selalu memimpikannya. Lagipula itu bukan nafsu. tapi ibu sayang sekali padanya. Ayahku sering mara h padanya. A ku selalu memimpikannya. tapi ibu sayang sekali padanya. maka dia makin sering dat ang bersama Madaren dan percakapan mereka menjadi lebih mendalam lagi. tuanku. dan sepertinya tidak berpikir dengan cara yang sama. Aku ingi n dia memerhatikan aku. Aku selalu memanjatkan doa baginya. Dia sudah mulai bicara tentang Deus. dia meng inginkan jiwamu." "Kita tidak pernah tahu itu! Kita hanya tahu kalau dia tidak menanggapi hasratny a. Karena itu artinya j alan pasti sudah ditutup. lakilaki itu tidak bisa ke sawah untuk melakukan penelitiannya. dan sepertinya tidak berpikir dengan cara yang sama. ibu pura-pura marah." ujar Kaede dengan suara yang lebih t enang. Ketika akhirnya salj u turun. Malam itu salju turun dengan lebat. Kurasa itu sebabnya aku mengenalinya se¬waktu bertemu di Hofu. "Tapi bila kau mau dengar pendapatku: kurasa dia berharap bisa meng ambil hatimu dengan agamanya. Shizuka! Kuharap reputasiku sudah dilupa¬kan." eluarga. *** semakin sadar harus tahu apa yang mereka percayai. dan hampir menangis. Ayahku sering mar ah padanya. untuk bisa memahami mereka. hujan salju pertama tahun itu. Kaede terjaga di pagi harinya dengan cahaya putih yang terasa asing. dan Takeo akan tetap di Yamagata sampai musim semi." ko mentarnya pada Shizuka. Kurasa itu sebabnya aku mengenalinya se¬waktu bertemu di Hofu.

Waspadalah. gadis yang kukirim untuk bekerja pada mereka. tapi dia merasa kalau mereka berharap bisa mendapatkan keuntungan dan pengikut dalam juml ah yang sama besarnya." tutur Kaede." Halaman 181 dari 500 .ang aga-ma di negaranya?" "Sungguh aneh." "Baiklah. Aku pernah melihatnya." "Dari apa yang mereka katakan." ujar Kaede. "Bagiku itu seperti omong kosong!" "Semua kepercayaan bisa kelihatan seperti kegilaan. tapi aku tidak bisa membayang¬kan diriku mengikuti kepercayaan mereka. mengatakan nama Lady Otori s ering disebut dalam perbincangan mereka. Meskipun Mai belum memahami bahasa mereka dengan semp urna." Kaede membuang jauh-jauh pikiran itu dengan sengit. "Apa bedanya baginya atas apa yang kupercayai?" "Mai. "Tapi bisa t iba-tiba menjangkiti manusia. negeri mereka sangat jauh dari sini: berjarak sat u tahun atau lebih dengan berlayar. Membuat mereka m erasa sangat berkuasa. dan berbahaya. seperti wabah." sahut Shizuka. dan akhirnya men¬dapatkan wilayah baru bagi diri mereka sendiri. In ilah yang mereka lakukan di seluruh penjuru dunia. "Bagaimana mereka bisa hidup begitu jauh dari rum ah dalam waktu lama?" "Kata Fumio itu adalah sifat dari semua pedagang dan petualang.

dan seperti ajaran Sang Pencerah. Beberapa kali aku membawa pesan dari Lady Maruyama: kau tahu kalau dia adalah salah satu pengikut. Bersabarlah: dia akan menjemputmu.. Dulu aku suka duduk bersama Lord Shigeru tepat di ruangan ini. huku man. Kini seluruh kesabarannya sudah h ampir habis dengan kehamilannya. musim berlalu. Kaede berusaha menjelaskan hal ini pada Don Carlo dengan kosa katanya yang ter¬bat as. Bersabarlah: dia akan menjemputmu.Kata-kata Shizuka membuat Kaede ter¬ingat saat dirinya menjadi istri Lord Fujiwara . punggungku sakit." Selagi Shizuka memijat. me¬megang semua janji yang telah dikatakan padanya sementara dirinya terbaring dalam sihir tidur Kikuta seolah masuk ke pet i es. dan menginginkan kehidupan berjalan dengan selaras bagi semua mahkluk. "Mari kupijat. meski tampak sa ma. Karena tentu saja dewa atau tuhan itu baik. tapi lebih dogmatis dan tidak mengenai kompromi. diajaknya laki-laki itu melihat pahatan patung Kannon Sang Maha . me¬megang semua janji yang telah dikatakan padanya sementara dirinya terbaring dalam sihir tidur Kikuta seolah masuk ke pet i es. kematian itu tak lebih hanya pemberehe ntian sejenak sebelum kelahiran selanjutnya... Kaede merasa bayinya menendang dalam perutnya. Don Carlo memperkenalkannya lebih banyak kata: neraka. "Ah." katanya seraya menghcla napas. dan bagaimana ia melalui hari-hari yang panjang dalam doa dan puisi. Membungkuk. dan bagaimana ia melalui hari-hari yang panjang dalam doa dan puisi. ata-kata Shizuka membuat Kaede ter¬ingat saat dirinya menjadi istri Lord Fujiwara. dia diam saja. Kaede menyadari betapa Takeo telah memilih meng hindari tatapan itu. salju serta ketidakhadiran Takeo." ujar Kaede. "Apa yang kau pikirkan?" tanya Kaede. dan itu makin membuat ia makin mengagumi dan men¬cintai suaminya." "Semakin menguatkan alasan untuk mem¬perlakukannya dengan curiga!" Selama musim dingin. "Kurasa agama orang asing itu. dan kesunyian itu semakin senyap seakan dia tenggelam dalam lamunan. kutukan." "Ajaran kaum Hidden. dan ia ingat apa yang pernah Takeo katakan tentang Tuhan yang Maha Melihat milik kaum Hidden dan tatapannya yang tanpa ampun. Saat tidak berhasil dengan kata-kata. malam berganti siang dan musim panas berganti dengan musim dingin. "Hantu-hantu dari masa lalu.

salju di bawah telapak kaki terasa lembap dan mencair. membiaskan cahaya.Pengampun yang sudah selesai di kuil yang telah di¬bangun untuknya. Para tukang kayu. keseimbangan sempurna pada kedua lengkungannya seperti yang Taro janjikan. dengan dinaungi atap rangkap dua. Jendela kecil di atas pintu samping ber¬bentuk seperti daun. Hunga-bunga plum masih ber¬gelant ungan bak serpihan salju di ranting tanpa daun di taman Akane. Kayunya ber¬warna seperti madu dan berbau semanis madu pula. dan sinar ma tahari musim dingin jatuh menyirami lantai yang baru. Kendati tidak suka dengan caranya diantar. dan Madaren mengikutinya. Kaede memberi salam pada Taro. tengah memberi sentuhan akhir pada k uil. Kaede dibawa dalam tandu. tetesan air yang membeku mula i mencair dari tepi atap. Salju masih menempel di atap. di bawah pengawasan Taro. Bentuk bangunan itu mencuat ke atas da n dipantulkan dengan dedaunan pinus yang membentuk seperti payung pelindung. lalu melepas sandal di beranda. Halaman 182 dari 500 . menyilaukan saat icrkena pantulan cahaya matahari. Kaede senang melihat bangunan baru itu bis a bertahan menghadapi musim dingin. Saat itu cuaca terasa lembut di awal musim semi. dan hasil karya seni ukiran yang amat halus mem-biarkan cahaya matahari masuk. D on Carlo juga dibawa dengan tandu terpisah di belakangnya. Pintu utama terbuka lebar. ke hamilannya sudah berusia tujuh bulan dan diperlambat dengan berat bayi yang dikandungnya. memanfaatkan cuaca vang lebih hangat.

"Mari masuk. tapi ia tak menyerah begitu saja. senyum dengan bibir agak mencuat ke atas. tapi tidak berdoa. untuk suami dan ketiga putrinya. Kau harus lihat karya paling indah dari ora ng ini." Don Carlo melepas alas kaki dengan sikap enggan yang sengaja diperlihatkan. Orang ini yang membuatnya. dan Don Carlo mem¬buat gerakan canggung dengan kepala. ia tak bisa memahami alasan di baliknya. "Selamat datang." katanya pada Taro. "Aku lihat dari sini saja. dan melihat ke belak ang¬nya tempat Don Carlo dan Madaren men¬dekati bangunan kuil. dan untuk arwah Akane yang mungkin pada akhirny a bisa istirahat dengan tenang. "Dia cantik sekali." si pendeta menggeleng lalu menyahut. dan sudah belajar banyak darinya. Kaede menangkupkan telapak tangan lalu menunduk berdoa untuk bayi dalam kandungann ya." "Pasti menarik. "Ini tem pat istimewa untukku. menekan dada. ini bertentangan dengan kepercayaannya. sedangkan tangan yang satu lagi menyibak keliman jubah dengan dua jari yang ramping. dengan semacam rasa ingin tahu." katanya pada Taro. Ia sudah mendengarkan Don Carlo sepanjang musim dingin . "Lakukan seperti yang kuminta. patung yang s udah selesai berdiri di depan mereka. Kini giliran orang itu yang harus mendengarkan." saran Madaren kepada¬nya." kata Don Carlo." "Tapi kau tak bisa melihatnya dari sini. dan melihat ke belaka ng¬nya tempat Don Carlo dan Madaren men¬dekati bangunan kuil. dan saat Kaede berkata. "Ayolah." kata Kaede. "Dia takkan masuk. Kaede melangkah ke dalam kuil. Lipatan jubah itu dipahat sangat halus hingga terlihat seperti ber goyang saat tertiup angin sepoi¬sepoi. Orang itu terlihat lebih gelisah dari biasanya. memegangi bunga teratai." desak Kaede. Kaede mengatakan pada Taro betapa si orang asing mengagumi patungnya." Taro membungkuk. Satu tangan. Mata sang dewi menatap ke bawah. ekspresinya tegas sekaligus pe nuh welas asih. Orang asing ini tertarik pada karyamu. "Kau bisa lihat bagaimana konstruksi ba ngunan ini dan bagaimana pahatan kayu¬nya. melebih¬lebi . Taro membantunya dengan senyum yang mem¬beri semangat."Orang asing ini tertarik pada karyamu. kemudian Madaren berbisik ." sambut Kaede pada si pendeta dengan bahasa orang itu." Kaede merasa marah atas sikap kasar laki¬laki itu. Masih baru.

Tanganku men¬dengarkan apa yang ada di dalam kayu. Matanya kerapkali menerawang kembali ke arah sang dewi. dan tak mengerti artinya. merasakan tiba-tiba bayi dalam perutnya menendang keras. dan ingin sekali agar T akeo kembali. "Keahlianku biasa saja. "Kurasa aku tidak bisa menemukan Bunda Maria dari Timur. Kemudian Don Carlo mengeluarkan buku catatan lalu menggambar apa yang dilihat¬nya. menanyakan tentang nama kayu. namun melihat ada sesuatu yang telah meningkatkan ketertarikan Don Carlo pada dirinya. dan nama setiap sambungan." sahut Taro.* Halaman 183 dari 500 ." Itulah pertama kalinya Kaede mendengar kata itu. Kaede berusaha menerjemahkan kalimat ini sebisa mungkin.hkan pujiannya untuk menebus sikap kasarnya tadi. kemudian ke arah wajah K aede. dan mem bantunya menemukan jalan keluamya. hal itu men gganggunya. memperlihatkan pada Don Carlo konstruksi bagian dalam atap. Don Carlo ber¬gumam. dengan gerakan dan sketsa gambar. b agaimana penyangganya saling menopang. Sewaktu mereka pergi. Taro.

membahas strategi untuk musim semi yang akan datang serta kunjungan ke ibukota. Dan catatan administ rasi memastikan sekali lagi seberapa kuat negaranya. Teringat o lehnya apa yang Shigeko katakan: Ayah harus ceritakan pada Ibu. Salju belum lagi mencair: musim dingin berlang¬aing lama dan s ulit. Musim semi tiba dan ia langsung me¬mutuskan untuk pulang. Takeo senang Ishida tinggal bers ama istrinya selama masa kehamilanya. Gembira kar ena berada di jalanan. dan kecemasannya terhadap Kaede makin menjadi-jadi. cuping hidungnya mengem¬bang. menuju tempat kelahirannya. Dengan ditutupnya semua perbatasan antar kota di seluruh Tiga Negara. tidak lebih dari tiga atau empat minggu lagi. Bulu musim dinginnya telah disika t bersih oleh bocah-bocah pengurus kuda. surai dan ekornya melambai-lambai. dan di mana-mana tercium aroma musim semi. semua itu kian memantapkan hatinya. menyelu juri tanda bekas luka yang mulai menghilang dengan jari-jarinya. dan membaca catatan administrasi Ti ga Negara. Bagaimana mengatakannya? Takeo me¬natap istrinya dengan penuh kekhawatiran. penutup jendela terbuka. *** "Apa yang terjadi pada wajahmu?" tanya Kaede ketika mereka hanya berdua. Saat menunggang kuda mel ewati pedesaan. Tenba melewati musim dingin dengan baik. jalanannya berlump ur. seringkali tergenang. Takeo terpaksa menghabiskan waktu ber¬sama Miyoshi Kahei. sedangkan minuman penenang te lah habis. namun juga menyesali ketidakhadiran si tabib selagi cua ca yang tak bersahabat mem¬buat luka lamanya terasa makin sakit. Ishida serta kedua bocah. percikan sungai terdengar di telinga merek a. hampir tidak berkurang berat badan maupun kondisinya. Ayah seharusnya tidak menyimpan . sampai ke tingkat desa di mana pem impinnya dipilih oleh para petani dapat dimobilisasi untuk mem¬pertahankan diri mereka dan wi layahnya. tempat Chiyo dan Haruka menyam¬butnya dengan suka cita. namun takkan meninggalkan negerinya tanpa penjagaan.Sisa luka cakaran membekas di wajahnya sudah hampir memudar ketika Takeo kembali ke Hagi di akhir bulan ketiga. mandi dan makan bersama Kaede. Saat ini ia dan Kaede d uduk di kamar lantai atas. membuat kuda itu melompat dan berjingkrak. Udara masih terasa dingin. Kedua hal itu membangkitkan semangatnya: merasa siap untuk apa saja yang akan te rjadi saat kunjungan nanti. Waktu melahirkan hampir tiba. Ia akan pergi dengan damai. dan tubuh hitamnya berkilauan bak pernis. ia tidak bisa men erima surat. angin segar. Takeo tiba tadi pagi. Ia langsung ke rumah lama.

"Aku sudah sering mengatakan pada mu. "Aku tak sengaja menabrak dahan." "Kelihatannya seperti dicakar. senang suaminya sudah berada di rumah lagi." Ia merengkuh Kaede dan memeluknya erat-erat sesaat tanpa sepatah kata pun." "Seumur hidupmu?" "Seumur hidupku. "Jangan bilang begitu. aku tidak akan tidur dengan siapa pun selain dirimu.rahasia dari Ibu. Ceritakan semuanya pada Ibu. "Tidak." sahutnya dengan nada lebih serius. Tidak apa-apa." "Bahkan kalau aku mati lebih dulu?" Ditempelkan jarinya dengan lembut ke bibir i strinya. Halaman 184 dari 500 . kau kesepian di Yamagata lalu menemukan perempuan yang menggairahkan!" Kaede menggodanya. Aku tahu. Takeo berkata.

" "Dia berharap menikah dengan Shigeko?" "Menurutku Shigeko juga menyayangi¬nya. Tapi saat itu baru kusadari kalau Hiroshi jatuh cinta padanya." Takeo meneruskan ceritanya tentang kelanjutan masalah dengan Zenko. dan tidak memberi keuntungan yang sebenarnya belum kita miliki. Shigeko dan Hir oshi sudah seperti kakak adik. "Bagaimana Shigeko? Aku sangat gem bira memikirkan dia sebagai Lady Maruyama saat ini. Kita dirasuki k egi-laan yang begitu kuat hingga mengakibatkan terjadinya pem¬bunuhan yang tiada henti." akhirnya Kaede berkata. kami akan bertemu dengan Saga d an memutuskan nanti. Saga Hideki." "Shigeko masih gadis kecil!" ujar Kaede. tapi pernikahan semacam itu akan men yiakan-nyiakan Shigeko. "Pendapat yang tidak bisa kita abaikan begitu saja." akhirnya Kaede berkata. Dia mengingatka n¬ku pada Naomi. Kita belum terlalu mengenal satu sama lain. Lalu Kaede berkata. Andai kau bisa melihatnya saat upacara. Mereka memut uskan untuk mengundang Hana saat musim panas agar bisa bertemu kedua putranya dan menemani K aede ." "Hiroshi? Tidak mungkin." Ceritakan semuanya." "Baiklah. kedengaran seolah marah dengan pendapat seperti itu. "Aku yakin Hiroshi bisa menjadi suami yang baik. Dia selalu memperlakukannya sebagai adik." tuturnya pada Kaede. "Kono mengisyaratkan persekutuan politis melalui pernikahan dengan jenderal Kais ar."Ceritakan semuanya. "Usianya sama dengan kau saat kita bertemu." sahut Kaede. "Mereka tidak boleh berada di Maruyama bersama-sama." Cinta kita pun me rupakan hasrat yang buta. pikirnya. Dan mereka tak berharap hidup mereka berakhir dalam hitungan jam. Sesaat mereka saling pandang. Tapi aku yakin itu sebabnya dia selalu menghindari per¬ni kahan. Apakah dia bi lang begitu?" "Tidak dengan kata-kata. Shigeko akan ikut bersamaku ke Miyako. Jangan terlalu banyak berharap dari mereka berdua!" "Hiroshi jauh lebih tua ketimbang diriku saat itu! Kuyakin dia lebih bisa mengen dali¬kan diri. menghela napas panjang." "Shigeko baik-baik saja. "Bagaimana Shigeko? Aku sangat gemb ira memikirkan dia sebagai Lady Maruyama saat ini. Bukan dasar yang buruk untuk sebuah pernikahan." Takeo memperingatkan.

"Don Carlo maupun adikmu adalah guru yang baik." ujar Takeo." "Kau memahami semua isinya?" "Sulit sekali. Kami terserang flu." ujar Takeo. "Apakah orang-orang asing itu berhubungan dengan Hofu atau Kumamoto?" "Ya. Dia menulis banyak hal tentang diriku. Bahkan bila sudah mengenal setiap kata. meskipun tidak mendapat pendidikan. Madaren pasti sudah menceritakan kalau kau lahir di antara kaum Hid den." "Dia mirip ibuku. "Dan kuharap kau sudah fasih bicara dengan bahasa yang baru." sahut Kaede." "Adikku baik-baik saja?" "Secara umum. aku masih saja kesulitan me¬nangkap maknanya. baik-baik saja. mereka sering menulis surat. Aku harus sangat ber¬hati-hati agar tidak membuat Don Carlo takut: lakilaki itu amat tertarik dengan semua yang kukatakan. "Menurutku dia ingin aku masuk agamanya.setelah melahirkan. "Aku sudah membuat kemajuan. Ishida kadang membantu mereka. pengaruhku pada dirimu. ya. Don Carlo Halaman 185 dari 500 . dan m eraih dirimu melalui aku. Aku suk a padanya: kelihatannya dia baik dan pandai. tapi tidak serius. dan menimbang¬nimbang setiap perkataan. kekuatan yang tidak biasa seb agai seorang perempuan." Sesaat Kaede terdiam. dan sudah sewaj arnya kami membacanya.

Ia merasa aneh dan terkejut." Takeo menceritakan tentang cermin yang diperlihatkan kepada¬n ya di Maruyama. atau bepergian. terbungkus kain sutra tebal. "Apa lagi yang diperdagangkan dari Kuma¬moto yang kita belum tahu?" "Satu lagi alasan yang tepat agar Hana berada di sini." kata Takeo. seraya membuka bungkusnya. Tapi tak akan kuijinkan dia menyebarkan agama. aku bertemu." "Dia ke Kagemura begitu salju mencair." "Tahukah kau kal au sudah ada orang asing di Kumamoto?" tanya Kaede. Takeo mengambilnya dan bercermin. "Belum diputuskan. Aku yakin bisa me-mancingnya agar bercerita lebih banyak lagi." Kaede menepuk Kin. anjing yang berbaring meringkuk di sampin gnya." Takeo tak yakin bagai¬mana meneruskannya." "Perdagangan itu masalah lain: boleh selama kita bisa mengendalikannya dan demi kepentingan kita. "Aku juga punya cermin yang sama!" Kaede memanggil Haruka. "Don Joao menerima sepucuk surat dari sal ah satunya.nyaris mengira kau adalah pengikut ajaran mereka sehingga akan diberi ijin menye barkan agama. Mereka adalah kenalan bisnis." yaris mengira kau adalah pengikut ajaran mereka sehingga akan diberi ijin menyeb arkan agama. dan Shizuka punya masalah yang harus dibicarakan dengan keluarga Muto." "Shizuka tidak ada di sini? Aku ingin bicara dengannya tentang masalah ini. sedangkan Don Joao diijinkan ber¬dagang di Tiga Negara. "Dia tidak t ahan untuk memamerkan barang-barang baru kepunyaannya dan akan mengumbar tentang kehebatan Kumamoto. "Ini pemberian Don Carlo." "Aku sudah curigai. sepertinya." tutur Kaede. dari kampung halaman mereka." "Miki akan kembali bersamanya?" Takeo terperangkap oleh kerinduan ingin bertemu dengan putri bungsunya." kata Kaede. Kau bertemu Maya?" "Ya. dan mengenai Zenko. sedangkan Don Joao diijinkan ber¬dagang di Tiga Negara. Aku mencemaskan Miki dalam cuaca dingin s eperti ini. "Kin pasti senang saat Maya pulang dia merindukan si kembar. dan pelayan itu memba wakan cermin itu. . "Hal ini mencemaskanku.

" Kaede tertawa. Kau harus memikir¬kan kesehatanmu. Dia sedang belajar pada Taku." sahut Takeo. Kaede meraih tangan suaminya dan menaruhnya di perutnya." "Hasrat kita tak pernah padam. kan? Hasrat seperti itu tidak bisa dihentikan toh." "Dengan Sada? Apa semua laki-laki sudah gila? Sada! Dia orang terakhir yang kudu ga bisa membuat Taku mabuk kepayang. Tak ada ruginya." sahut Takeo. Dia tengah belajar mengendal i¬kan diri dan juga disiplin. Kukira gadis itu tidak peduli pada laki-laki dia berpenampil an seperti lakilaki." katanya. Selama tidak meng¬ganggu tugas mereka. nanti akan pad am dengan sendirinya. Halaman 186 dari 500 . dan Takeo merasakan si bayi bergerak kua t dalam perut istrinya. biarkan saja mereka sal ing mencinta. "Putra kita sedang menendang. "Aku lebih merasa terkejut ketimbang tertekan."Kau juga mengkhawatirkannya? Dia baik¬baik saja?" "Maya baik-baik saja." "Seharusnya tidak kuceritakan padamu. "Jangan sampai masalah ini m embuatmu tertekan. Tapi Taku seperti¬nya tergila-gila pada gadis itu.

" kata Takeo. Kurirmu sudah kembali ke Inuyama. Kukira sudah wakt¬unya men ulis surat pada Sonoda. Harus kelihatan sesuai hukum. Mereka diberi penginapan oleh Lord Kono selama musim dingin. Ayah mereka sudah mati dibunuh tahun lalu. Kukira sudah wakt¬unya men ulis surat pada Sonoda." kata Takeo. Mereka diterima Kaisar." gumam Kaede." sahut Takeo. "Tapi kita harus me¬mut uskan nasib sandera yang kita tahan di Inuyama. Mungkin aku harus ke sana uniuk menyaksikannya aku mem¬pertimbangkan untuk meminta hukuman dilaksanakan saat aku melewati Inuyama dalam perjalanan ke ibukota. dan aku ragu kalau Kikuta mau berunding."Sebenarnya aku tidak ingin membicara kannya. dan dia selalu memu jimu dan Tiga Negara. Jangan ditunda. Harus kelihatan sesuai hukum. dan aku ragu kalau Kikuta mau berunding. Pikirkan biaya yang dibutuhkan. "Itu pertanda buruk untuk suatu perjalanan." "Tampaknya sikap Kono berubah. keluarga Kikuta yang menyerang¬mu tahun lalu. Mungkin aku harus ke sana uniuk menyaksikannya aku mem¬pertimbangkan untuk meminta hukuman dilaksanakan saat aku melewati Inuyama Sebenarnya aku tidak ingin membicara kannya. "Oh ya. Dan harus laksanakan secepatnya. tapi aku harus tetap pergi ke Miyako sesuai rencana. Bahkan jika kita bisa . Ayah mereka sudah mati dibunuh tahun lalu. bukan sebagai tindakan balas dendam." Takeo berterima kasih pada Kaede atas k eputusannya yang tegas. Sonoda baru saja menulis surat. "Tapi kita harus me¬mutu skan nasib sandera yang kita tahan di Inuyama. "Kau pasti paham benar apa alternatif itu." "Minoru akan menulis suratnya sore ini. Mereka bisa mewak ili kita. bukan sebagai tindakan balas dendam. keluarga Kikuta yang menyerang¬mu tahun lalu." "Alternatif lain terlalu menakutkan untuk dipikirkan. Aku tidak memercayai dia." Kaede gemetar. Keadilan menuntut kalau mereka dihukum mati atas kejahatan yang mereka lakukan." "Tentu: menyerang dan mengalahkan Zenko dengan cepat di Barat dan bersiap melawan Kaisar di Timur. Keadilan menuntut kalau mereka dihukum mati atas kejahatan yang mereka lakukan. Katakan pada Sonoda u ntuk melakukannya sendiri: dia dan Ai adalah wakil kita di Inuyama. "Dia tahu cara memikat serta memuji .

tapi aku takut apa yang akan terjadi kelak. bekas luka itu masih tetap kelihatan. suamiku sayang." *** Semua orang menantikan bayi itu lahir. saat Kaede sibuk dengan bayinya. Halaman 187 dari 500 ." kata Kaede pelan. orang-orang asing itu akan berpaling ke K umamoto untuk men¬dapatkan akses ke distrik lain. Ibu mereka adalah adikku. Napas mereka makin memburu dan kedua nya larut menjadi satu kesatuan. Ia ingin mencapai persetujuan yang memuaskan kedua belah pihak untuk masalah perdagangan dan memperingatkan mereka siapa penguasa Tiga Negara.memenangkan kedua wilayah. Aku janji." Takeo menarik tubuh Kaede lebih dekat. tapi sebelum Kaede dipingit. dan mengecup tengkuk istrinya. kita membawa dua pertiga negara kita dalam kancah peperangan dan akan menghancurkan kerabat sen diri dan merenggut Sunaomi dan Chikara dari orangtuanya. Takeo ingin bertemu dengan kedua orang asing. "Aku sangat bahagia saat ini." "Tapi kekuatan yang tengah digalang dimana dirimu. dan sumber daya lain. tidak bisa me ngendalikannya." Kaede membenamkan diri dalam pelukan Takeo. "Kuharap kita bisa seperti ini selamanya. "Takkan kubiarkan hal itu tcrjadi. dan ak u sayang padanya dan anak-anaknya. Takeo khawatir kalau selama ia tidak ada di sana.

pecah belah. . Dia tampak takut menyinggung. Semua ini.. Mereka tak saba r untuk memulai perdagangan yang sesungguhnya. Sebagai imbalan. Aliran sungai dan air terjun di taman memercikkan air dan ikan carp merah keemasan berenang dengan malas di kolam. aster dan vetch. rempah dan kayu w angi. windflower. sesekali melompat untuk menangkap seran gga musim semi. Kedua orang asing itu kini lebih mendesak. taman berwarna merah m uda. Seke tika bunga ceri bermekaran di mana¬mana. Burung kembali ke sawah yang berair. J erit jangkrik mulai terdengar. Takeo pi ia Kaede edua belah sebenarnya lebih senang menerima mereka di kastil dengan upacara megah. diikuti dandelion. Dia memuji sutra. aster dan vetch. dia menawarkan perak. Itu tugas yang berat. dan keramik dan porselen yang diimpor dari Shin. mencurigai kedua orang asing itu. katanya. windflower. Kaede harus hadir untuk membantu men¬jelaskan maksud k pihak. penerjemahan semakin memperlambat pembicaraan. daun ginkgo dan maple merekah. diikuti dandelion. tapi juga ingin membuatnya terkesan. cerah dan segar. gunung berwarna putih bersih. Madaren lebih gelisah dengan adanya Takeo. Burung kembali ke sawah yang berair. Bunga aconi tus dan violet bermekaran di hutan dan taman. S eketika bunga ceri bermekaran di mana¬mana. dan suara katak memenuhi udara. ta tak ingin melakukan perjalanan. Don Carlo dan Don Joao datang bersama Madaren ke penemuan yang diadakan di ruang utama yang menghadap taman. banyak dicari d an bernilai tinggi di negaranya. J erit jangkrik mulai terdengar. gunung berwarna putih bersih. dan kicau burung warbler mengalun indah.Cuaca hari itu semakin hangat. dan kicau burung warbler mengalun indah. daun ginkgo dan maple merekah. cerah dan segar. meskipun tidak menyatakannya secara terang-terang an. Don Joao menjelas kan bahwa mereka berharap bisa membangun hubungan dagang secara ter¬atur. Bunga aconi tus dan violet bermekaran di hutan dan taman. dan tentunya senjata api.. Takeo meminta mereka menyatakan dengan jelas keinginan mereka. dan suara katak memenuhi udara. ca hari itu semakin hangat. taman berwarna merah m uda. kerang mutiara. sore segera me njelang. Ia pun gelisah. tahu kalau Madaren adalah adiknya apakah mereka memang tahu itu? A pakah adiknya telah mengatakannya pada mereka? Kaede mengatakan mereka tahu kalau ia l ahir di kalangan Hidden. karena mereka sepert i memandang rendah dirinya.

" "Kami berharap Lord Otori bisa mengakui agama kami sebagai salah satu agama yang benar. Bila perdagangan in i ter¬nyata mendatangkan keuntungan bagi kami. Kami harus melindungi rakyat. semua harga aka n jatuh. Anda boleh memanfaatkan satu ruangan di sana. "Tidak perlu membuat bangunan khusus untuk itu." bant ah Don Joao. Halaman 188 dari 600 . "Kami sudah biasa bepergian dan berdagang dengan bebas. sadar kalau hal itu sulit dite rima. maka kami berdua akan pergi. Kami akan memberi akomodasi. dan apakah penduduk setempat boleh bergabung dengan mereka mem uja Deus. Kedua orang itu saling bertukar pandang ketika syarat itu diterjemahkan." "Itu keputusan Anda. Prasangka masih tetap ada . "Bila itu keputusannya. dan bertanya apakah mereka boleh memban gun kuil di Hofu dan di Hagi. jangan sampai menganggu keselarasan dalam masyarakat. "Mungkin kelak hal itu bisa dilakukan.Takeo menjawab bahwa semua ini bisa diterima: satu-satunya syarat yaitu adalah s emua itu harus dilakukan melalui Hofu dan di bawah pengawasannya. Lalu Don Carlo mengungkit masalah agama. dan senjata api hanya bisa ma suk dengan seijin dirinya atau istrinya. dan Don Joao menjawab. "Rakyat kami boleh beribadah sesuai keinginan mereka. maka kami akan memperluasnya. maka keuntungan tak berada di pihak kami. tapi bila terlalu banyak mata uang perak masuk." Takeo sepakat dengan sopan." "Dengan persyaratan seperti ini." Takeo berkata. saranku. Tapi." tutur Don Carlo." sahut Takeo. dan menjalankannya secara perlahan. Kami tahu bahwa Anda bisa membayar dengan mata uang perak. dan Takeo mcngira kalau ia menangkap nada lebih bersemangat Madaren s ewaktu menerjemahkan. jangan secara terang-terangan.

" kata Don Carlo. "Lady Otori telah menja di murid sekaligus guru. dan istriku akan sangat sibuk mengurus anak. "Aku akan mengatur kapa l dengan Terada Fumio dia akan menemani Anda." sahut Kaede pelan." Ketika diterjemahkan. tak i ngin Madaren mendengar. s erta berharap dia mau terus belajar dari kita.Takeo tersenyum. "Apa yang mereka katakan?" Takeo men¬condongkan badan ke arah Kaede dan ber¬bicara d i telinga istrinya." sahutnya. "Ada banyak hal yang dia merasa sudah tahu. Takeo kagum dengan kefasih an istrinya dalam bahasa yang aneh bunyinya itu. "Mereka mengira kalau kaulah yan g mereka sebut raja. Tak ada alasan lagi bagi kalian untuk tinggal di Hagi. seraya melihat sekilas ke arah Takeo dengan tatapan terkejut. "Takkan ada hal semacam itu. "Kukira dia lebih suka menjadi guru ketimbang menjadi murid. mereka tampak kebingungan." "Aku akan merasa kehilangan Lady Otori. Mereka mengajukan per¬tanyaan pad a Madaren dengan hati-hati. "Aku berterima kasih kepadanya dan bilang kalau dia juga pandai sebagai murid. Aku akan pergi selama musim panas. seolah gagasan itu terlalu absurd untuk dibicarakan." bisik Takeo. dan melihat kalau hal itu membuat mereka kesal. seolah gagasan itu terlalu absurd untuk dibicarakan. "Anda berdua harus kembali ke Hofu." gumamnya. tapi mereka ingin tahu apakah mer eka boleh . "Mereka tidak tahu kalau ada Kaisar. "Aku akan mengunjungi Kaisar. seraya berpikir akan menulis surat kepada Taku. akeo tersenyum. Seturuh kota sudah tahu: tak ada alasan menyembunyikannya dari mereka." Madaren bicara dengan ragu-ragu." tutur Kaede dengan pelan pada Takeo." sahutnya." ujarnya. dan hebat dalam keduanya. "Tapi Lord Otori akan ke mana begitu lama." Kaede berbicara padanya menggunakan bahasa asing itu. begitu cepat setelah kelahiran anak A nda?" tanya Don Joao." "Dari Delapan Pulau?" "Mereka tidak tahu tentang Delapan Pulau mereka mengira hanya ada Tiga Negara. "Maafkan aku. "Takkan ad a hal semacam itu. dan melihat kalau hal itu membuat mereka kesal.

"Jangan terjemahkan itu! Katakan pada m ereka kalau masalah ini telah dipersiapkan berbulan-bulan sebelumnya." aku Takeo. dan dikemas dengan bungkusan kertas halus bersama contoh keramik terindah. dalam hati ia bertekad tidak akan m elakukannya. Setelah menerima makanan kecil dari Haruka.menemani Lord Otori ke ibukota. bila memang bukan Lord Otori orangnya. Kaede sudah memerin tahkan dipersiapkan¬nya kain sutra yang indah. "Mungkin memang seharusnya kami mengirim surat dan h adiah. " Don Joao memaksa. mereka mengucapkan selamat tinggal." "Kemungkinan itu bisa dilakukan." "Apa mereka sudah gila?" imbuhnya cepat." Don Carlo lebih diplomatis. Sudah sepantasnya kami diper¬bole hkan memperlihatkan surat kepercayaan raja kami pada penguasa negeri ini. Takeo memikirkan dengan gembira kesan yang akan dibuat oleh kirin. kotak penyimpan teh dari emas dan pernis hitam. "Kami adalah utusan raja kami. Mungkin Lord Otori bisa menjadi duta bagi kami." kata Takeo pada Ma daren. Hal itu tidak mungkin. Shigeko akan Halaman 189 dari 600 . serta l ukisan pemandangan karya Sesshu. berjanji akan mengirim surat dan hadiah sebelum Takeo pergi. "Ingatkan pada mereka kalau hadiahnya harus mewah dan indah. karena biasanya apa yang dianggap cukup oleh orang asing jauh dari yang biasa mereka la kukan.

ke tel besi dan rak lentera. Madaren memanggil namanya. "Apa yang bisa kubantu? Adakah kebutuhanmu yang belum terpenuhi? Apakah kau perlu uang?" Madaren menggelengkan kepala. m enyesali sikapnya yang dingin. mereka ak an mengira perempuan itu bicara padanya sebagai penerjemah. Untungnya." katanya dengan berlinang air mata. Takeo berbalik.membawa kuda-kuda dari Maruyama dan gulungan kaligrafi terbuat dari daun emas." Takeo menaikkan alis dan menanti kelanjutan kata-kata adiknya. "Tomasu. bahkan untuk diberika n kepada menteri sekali pun." sahutnya." Takeo mengira kalau adiknya ingin ber¬terima kasih. "Don Joao membutuhkan diriku. Madaren justru berlari mengejar. Kau bisa memulai usahamu sendiri. embawa kuda-kuda dari Maruyama dan gulungan kaligrafi terbuat dari daun emas. namun ia pun sadar kalau Madaren sudah akrab dengan istrin ya selama musim dingin. dan juga keluargamu. bila ada yang melihat mereka bersama. Takeo sangsi benda apa pun yang b isa disediakan kedua orang asing itu bisa layak dibawa sampai ke ibukota. k etel besi dan rak lentera. Takeo sangsi benda apa pun yang b isa disediakan kedua orang asing itu bisa layak dibawa sampai ke ibukota. Sebaliknya. "Ada satu hal yang kuinginkan lebih dari segala¬nya. bukan kerabatnya. Dan itu hanya kau yang bisa berikan. seraya membungkuk dengan sikap mereka yang canggung dan kaku. ia merasa ada semacam kewajiban pada Madaren. Aku tidak b isa meninggalkannya. dia malah bicara dengan nada agak keras. Semua itu untuk menghormati Kaisar dan memperlihatkan kekayaan dan status kedudukan Klan Otori serta kekayaan negaranya. Kebalikan dari sikapnya. dia berkata dengan ramah. dan terkejut ketika temyata bu kan itu yang dikatakannya. Semua itu untuk menghormati Kaisar dan memperlihatkan kekayaan dan status kedudukan Klan Otori serta kekayaan negaranya. bahkan untuk diberika n kepada menteri sekali pun." "Aku tidak ingin semua itu. "Aku tahu kau belum sepenuhnya ber¬pa ling dari . dan saat Madaren tidak sanggup bicara. "Apa sebaiknya kuaturkan pernikahan untukmu? Aku akan mencarikan pedagang yang c ocok denganmu. Takeo sudah melangkah keluar menuju taman sewaktu kedua orang asing itu mengundu rkan diri. Tindakan adiknya membuat ia gusar karena tidak ingin didekati. Ketimbang menganta r mereka sampai ke gerbang.

"Aku me lihatmu terbakar di neraka. jiwamu. Aku melarangmu mendekatiku dengan cara seperti ini lagi.Tuhan." Air mata berlinang di wajahnya." Halaman 190 dari 600 ." "Saat kau mengeluarkan kata-kata tak pantas itu. Api neraka melahap dirimu. Sudah menjadi tugasku untuk menyelamatkan dirimu. Rasa tertekan dan ketulusannya tak dira¬gukan lagi. "Maksudku. siklus kehidupan dan kematian? Ini sudah cukup indah dan men akjubkan. "Kau tidak boleh bicara denganku mengenai masalah ini . ke cuali kau kembali kepada Tuhan." ujarnya lembut. agar rakyatnya bebas memilih." sahutnya tenang. di dunia ini. Itulah yang menantimu setelah kematian. seperti yang t adi kukatakan: tak ada satu agama pun yang b enar." sahutnya. "Tidakkah ini cukup? Dunia tempat kita lahir dan tempat kita mati. dalam segala keindahannya d i musim semi. Katakan padaku kalau kau masih menjadi pengikut Hidden. "Madaren. tempat kembal inya jiwa dan raga dalam siklus besar. Pendiriannya tidak akan goyah. Kau pikir mudah bagiku untuk melakukannya? Lihat betapa gemetarnya tubuh ku! Aku takut mengutarakan kata-kata ini padamu. Ia takkan percaya pada kepercayaan mana pun . Takeo memberi isyarat agar adiknya melihat ke taman." "Tapi kehidupan kekalmu menjadi taruhannya. Tapi aku harus mengatakannya!" "Hidupku di sini." "Aku tidak lagi pengikut ajaran itu." Takeo ingat pesan dari tuhan yang mendatangi dirinya setelah demam karena terken a racun yang membawa dirinya ke ambang alam baka. Tuhan mengirimkan firasat kepad aku.

kelihatan cerah dengan azalea dan peony beserta tumbuhan eksotis lainnya yang dibawa Fumio untuk Eriko dari pulau-pulau yang jauh serta kekaisaran-kekaisaran terpencil: anggrek. ap a yang akan ia lakukan pada adiknya itu? Mengeksekusinya? Diingatnya. "Lalu kelihatannya d ia kurang sehat. tapi tidak bisa melihat ada alasan mengapa dia tertahan di tempat itu oleh adiknya itu. lili . " * Terada Fumio menghabiskan musim dingin di Hagi bersama istri dan anak-anaknya." "Tuhan. Dan kularan g kau mengungkapkan masa laluku pada mereka. Taman beratap. seperti yang diingatnya s etiap hari." dia membungkuk hormat sampai ke tanah. tapi bukannya tanpa syarat."Tapi Tuhan yang menciptakan dunia ini. dewa. Madaren tunduk pada kata-katanya. Ia telah membunuh masa lalunya. dihangatkan dengan sumber air panas yang mengelilingi gunung bera pi. kematian Jo-An di tangannya. Apa maksud perkataannya. ia sadar kal au ia bisa melakukannya lagi tanpa ragu. meneruskan perbincangan yang tak ada tujuannya. dunia menciptakan dirinya sendiri. "Tidak. padahal cuaca hari itu hangat. Keadaanku saat ini membuatku mustahil untuk kembali. Takeo pergi ke rumah mereka yang berida di sisi lain teluk." "Tidak mungkin lebih hebat dibanding Tuhan." Ia tidak marah lagi. gelandangan yang juga meng¬anggap dirinya sebagai utu san Tuhan Rahasia. "jauh lebih kecil ke timbang dunia yang kita diami ini. bukan sebagai adiknya tapi serendah pelayan seper ti Haruka yang menunggu setengah bersembunyi di beranda. jauh lebih hebat dari yang kau kira. Kau akan selalu menikmati perlindunganku." katanya. dan tak satu pun dari mereka bisa dibangkitkan kembali. seolah sadar tempatnya yang sebenarnya. Pastikan perempuan itu pulih kembali. keyakinan masa kec ilnya dengan Jo-An." katanya. T ak lama setelah pertemuan dengan orang asing selesai. Lord Takeo?" "Juru bahasa itu mengajukan beberapa pertanyaan. Tak peduli seberapa dalam penyesalan atas lindakannya itu. dan pastikan kalau dia pergi secepatnya. "Lord Otori. Aku telah memutus tali hubungannya. Sebaiknya kau kembali pada mereka. Tapi Tuhan yang menciptakan du nia ini. "Semuanya baik-baik saja." sahutnya. semua itu diciptakan oleh manusia. "Kedua majikanmu sedang menunggu." tuturnya. Kuharap kau sadar sekarang kalau masa lal u sudah ditutup rapat." Ia merasa kedinginan.

"Suatu hari nanti kau harus ikut dengan¬ku. "Lihat saja nanti apa yang akan terjadi di Miyako. Saga Hideki mengusulkan suatu penandingan putriku yang akan menggantika n diriku dan yang lainnya sudah yakin kalau hasilnya kelak akan berpihak kepadaku. Setidaknya aku bu tuh waktu satu bulan hingga sampai di ibukota." "Kau mempertaruhkan Tiga Negara hanya dalam satu penandingan? Jauh lebih baik be r¬siap untuk berperang!" "Seperti yang kita putuskan tahun lalu. tatapan matanya yang penuh semangat menelusuri wajah Takeo.dan mawar." "Apa kau memang mempertimbangkan hal itu?" Fumio mengamati. karena kau sudah mem¬bawakan dunia kepadaku. Aku berharap bisa memecahkan masalah tanpa berperang." sahut Takeo. Selama itu Kahei akan mengumpulkan pasukan di perbatas an wilayah Halaman 191 dari 600 . "Kau belum pernah keluar Tiga Negara. kita akan siap perang." "Tidak perlu. "Tapi kel ak aku ingin ikut jika aku mengundurkan diri atau turun takhta." kata Fumio selagi mereka berjalan mel ewati taman dan menceritakan tempat asal tiap tumbuhan.

semangat¬nya bangkit lagi ketika mendengar suara Shizuka. Takeo pulang ke rumah melalui tepi sungai. Kau dan ayahmu harus pergi dengan armada perang k e Hofu. atau jika mereka ingkar janji." imur. atau jika mereka ingkar janji. Saat memasuki taman. bersiap menerima serangan dari laut. Kau bantu mereka melakukannya sambil mengawasi. Kekuatan kita akan berada di sana hanya jika syaratku t idak dipenuhi." "Mereka akan kembali ke Hofu?" "Mereka akan membangun pos dagang di sana.sing karena kemungkinan sudah ada yang tinggal di Kumamoto. Aku diwajibkan ikut penandingan itu. Taku ada di sana dan akan tetap memberitahu kan padamu apa pun yang terjadi. Bicara tentang s ake." tutur Fumio. Menurutku. tapi dengan syara t yang akan dibicarakan dengan Saga. "Mari kita minum beberapa cangkir." Takeo terus menceritakan tentang kekhawatirannya atas orang-orang a." "Bahaya terbesar yaitu Zenko memanfaat¬kan ketidak-hadiranku dan memberontak. serta taman yang indah.Timur. "Itu berarti ki ta mengendalikan bagian Barat dari laut." imbuhnya. . juga akan pergi bersama mereka. dia tak akan benin dak bodoh dengan mempertaruh-kan nyawa mereka. Mai. Kekuatan kita akan berada di sana hanya jika syaratku t idak dipenuhi. Untung nya dia bukan orang yang tertutup. masih dengan pikiran yang tenang dan ceria." *** Ia lupa pada semua kecemasannya saat menikmati sake dan makanan yang disiapkan E riko. dan mulai mengerti bahasa mereka. menang atau kalah. dan bisa menyerang di Kumamoto bila perlu. ikan segar dan sayuran musim semi. "Aku harus mengenal Don Joao dengan cukup baik musim dingin ini. terutama setelah minum sake." Fumio berjanji." "Kita harus menggerakkan armada dari Hagi ke Hofu. kedua putranya sudah berada di sana. Kaede sepakat denganku. menang atau kalah. Tapi istrinya akan ke Hagi. ditemani kawannya si perompak tua Fumifusa. tapi dengan syarat yang akan dibicarakan dengan Saga. Aku diwajibkan ikut penandingan itu. Dan kau bisa mengajak orang-orang asing itu bersamamu. Gadis Muto itu. Ayahku ingin bertemu denganmu. "Aku akan mencari tahu semampuku. dan dia akan mengup ayakan seluruh pengaruhnya atas Hana.

"Di a sehat-sehat saja?" Shizuka tersenyum. Tumbuh dengan baik. Dan karena kau akan pergi selama musim panas ini." sahut Takeo. Dia ber¬kembang tanpa kehadiran Maya." sahut Shizuka. S hizuka berkata.." "Aku sebenarnya berharap bisa bertemu dengannya sebelum pergi. Aku terkejut Taku belum kembali ke Inuyama. serta Kaede akan sibuk dengan bayinya. tapi dari wila yah Timur dan Barat. bahkan ternyata sangat baik ba ginya keluar dari bayang-bayang kakaknya. Dia merindukanmu.. Tapi dia kini dalam usia ketika dapat menyerap semua pelajaran dengan cepat."Kau tidak ajak Miki?" tanyanya saat ber¬gabung dengan Shizuka di ruangan atas." Mendengar nama Yuki disebut membuat Takeo hanyut dalam lamunan." "Benar. Ha ruka menyajikan teh lalu meninggalkan mereka berdua. Penuh percaya diri. Menyadari itu. "Dia ingin bertemu de nganmu. "Bukan di Negara Tengah. "Dia mengingatkanku pada Yuki saat seusia nya.." sahut Shizuka. Apakah para tetua Muto mendukungmu?" "Ada perbedaan pendapat. "Pikirannya bercabang tentang masalah itu. Aku tak ingin membicarakannya di sini. tapi kehadirannya di tempat Zenko berdampak pada banyak hal yang harus kubicarakan denganmu. tempat dia bisa Halaman 192 dari 600 . Sepertinya tidak bijaksana kalau tidak dimanfaatkan. juga kakak¬nya. Dia bilang Akio ber ada di Kumamoto bersama dengan putramu. "Aku dapat kabar dari Taku pada akhir musim dingin.

tapi aku enggan meninggalkan Kaede di saat seperti ini." Suaranya kedengaran teratur. tapi tidak ada air mata." "Taku sudah terobsesi pada gadis yang kami kirim untuk merawat Maya. tapi Takeo melihat kalau Shizuka benar-benar tertek an. Zenko lain lagi masalahnya. Aku tak bisa lupa kalau Arai memerintahkan kematianku. mengancam dan memberi perintah padanya. sebelum d ia mengumpulkan lebih banyak dukungan lagi. yaitu secepatnya menyingkir¬kan Zenko.' Takeo berhenti sejenak. Kenji berkata kalau aku harus belajar kekejaman dari dirimu. dan Taku serta tentu saja aku. Aku harus ke sana. Tampaknya dia bertekad untuk menuntut jabatan ketua Muto. tapi dia tetap ingin memancing amarahku. "Tapi gangguan semacam itu hanya akan membu atnya gegabah. tapi untuk sementara ini dia masih bisa dik endalikan.mengerahkan kendali atas kaum Tribe di wilayah Timur. Aku harus ke sana. "Aku sudah berjanji pada diriku dan pada negara ini untuk mengambil jalan perundingan demi mencapai keadi lan serta kedamaian. Zen ko tahu itu." ujar Takeo . namun ia menjawab dengan ringan." ujar Takeo. lalu berkata. apalagi kau akan segera berangkai. "Aku percaya pada Taku. dan sangg up menyaksikan kau membunuh putranya sendiri. Saranku." engerahkan kendali atas kaum Tribe di wilayah Timur. "Kudengar desas-desus tentang itu." Kata-kata Shizuka menyengat dirinya. setelah semua yang kau lakukan demi mereka. "Dia semakin mirip dengan ayahnya. kagum karena Shizuka bisa dengan sikap dingin menyarankan untuk membunuh putra sulungnya sendiri. "Hari pertama kita bertemu. merasakan percikan kemarahan yang sama. Aku khawatir bila kedua putraku membuatmu kec ewa. Takeo. "Aku sudah berusaha meredamnya. itu sebabnya dia tidak takut atau hormat padamu. Aku yang akan mengaturnya." sahut Takeo. apalagi kau akan segera berangkai. Kau hanya pe rlu memberi perintah. sebagai pemimpin keluarg a Muto sekaligus sahabat keluarga Otori. dan itu akan menjadi k onflik dengan dirimu." Mata Shizuka berkilat. Aku tak membiarkan tantangan Zenko . demi kekuasaan." Shizuka berkata. tapi ak u enggan meninggalkan Kaede di saat seperti ini. "Tapi Kenji dan aku tak sanggup menanamkan sifat itu ke dalam dirimu.

"Tapi kau takkan mengikuti saranku. Sunaomi pasti Halaman 193 dari 600 ." "Maka tangkap dan adili dia dengan tuduhan makar. Buatlah sah menurut hukum." Shizuka mengamati. dia meneruskan." komentar Takeo. Bagaimana Takeo bisa membunuh ayah mereka? Ia justru hanya akan membuat kedua bo cah itu bersikap menentangnya dan keluarganya. "Walaupun kupikir tak sat u pun dari keduanya akan berterima kasih padamu! Jangan katakan ini pada siapa pun. Rasa lapar yang membawa mereka pulang. Matahari telah tenggelam dan taman berganti dengan cahaya biru malam. tapi akibat yang harus ditanggung kita se mua tak terbayangkan besarnya." Shizuka tampak berusaha agar suaranya kedengaran lebih ringan. "Aku menawarkan Miki untuk ditunang¬kan dengan Sunaomi. Kunang-kunang berke lap-kelip di atas aliran sungai. lalu memperpanjang pertikaian. dan saat tidak ada jawaban. aku berterima ka sih padamu karena membiarkan putraku tetap hidup.mengingkari janji itu. Takeo. "Tindakan yang sangat bagus. kau tidak perlu mengatakan apa-apa. tap i bertindaklah cepat. Tentu saja. dan dilihatnya Sunaomi dan Chikara datang sambil mencipakkan air di bawah dinding mereka pasti habis bermain di tepi sungai." Ucapan Shizuka membuat sapuan dingin firasat merayap hingga ke tulang punggung¬nya .

"Shizuka. Kaede membawa si bayi dan menaruh si bayi di gendongan sang ayah. Takeo belum siap untuk menerima makhluk mungil berwajah merah dan berambut hitam ini dan untuk kebanggaan dalam dirinya. dan seekor kuda poni. "Ini yang kudambakan seumur hidupku. Tabib Ishida. Kemungkinan kegem biraan itu kurang dirasakan di Kumamoto. Kabar itu diterima dengan kegembiraan yang sama selama beberapa minggu kemudian di seluruh penjuru Tiga Negara. dan kediaman telah disucikan sesuai adat. Dia sangat kesal dengan kejadian di musim panas kemarin itu . Hana bers iap melakukan perjalanan ke Hagi di akhir musim panas. berjenis kelamin laki-laki. Kelak saat sudah dewasa baru dia bisa menyadari betapa besar kehormatan yang diterimanya. Menggendong putranya sendiri membuat ia merasa berbeda ." "Kau sudah memberiku lebih dari yang kuharapkan. tapi Zenko dan Hana mengirimkan hadiah yang indah: jubah sutra untuk si bayi." Bayi itu. tapi pembicaraan mereka disela oleh teriakan dari belakang rumah. Di taman kedua bocah berdiri dan menatap Haruka. Kelak saat sudah dewasa baru dia bisa menyadari betapa besar kehormatan yang diterimanya. dia seakan mem¬peringatkan kalau ia takkan punya negara lag i yang bisa dipulanginya. seperti keinginan Kaede selama ini. meski dalam batasan tertentu karena cengkeraman si bayi pada tangan kehidupan masih lemah serta rapuh." sahutnya dengan penuh perasaan . pedang kecil milik keluarga Arai." Dari ekspresi Shizuka. membuat nightingal e floor ber¬nyanyi. "Memberimu seorang putra. Ketika masa pingitan Kaede berakhir. bayinya kuat dan se hat. bersemangat untuk bertemu dengan kedua putra kandungnya dan menemani kakaknya sementara Takeo pergi. Takeo mendengar langkah Haruka berlari di beranda.membenci usulan ini." embenci usulan ini. Kabar itu langsung dirayakan di seluruh kota Hagi. Tampaknya jelas kalau Lady Otori akan memiliki seorang putra sebagai pewaris. Inuyama dan Hofu. "Cepat kemari! Lady Otori sudah mau mela hirkan. Kutukan yang dibisik¬kan rakyat yang karena kelahiran si kembar telah sirna. setidaknya di Maruyama." "Masih terlalu dini untuk mengumum¬kannya mungkin setelah aku kembali pada akhir mus im panas. Proses kelahiran berlangsung cepat." teriak Haruka. Dia sangat kesal dengan kejadian di musim panas kemarin itu. tempat para perempuan." tutur Kaede.

"Aku juga berharap demikian." Diambilnya si bayi lalu menatap wajah bayi mungil itu." "Aku merasakan hal yang sama." "Aku berharap tidak meninggalkanmu." Seketika ia terpukau pada pikiran untuk mengabaikan perjalanan ke Miyako. namun ia tak bisa berhenti tersenyum. "Tapi jangan bicara tentang kematian . bahwa kau bahagia dengan ketiga putri kita. "Kau bahagia!" seru Kaede.." sahutnya. Ia akan mencoba cara damai dulu. Biar saja Si Pemburu Anjing menyerang. Dipertimbangkannya masak-masak hal i tu. "Aku tidak akan sendirian lagi dengan lakilaki mungil ini di sisiku!"* Halaman 194 dari 600 . "Aku takut. Kita akan hidup untuk melihat putra kita dewasa.. begitu sering kau mengatakan tidak meng¬i nginkan anak laki-laki. jika perjalanan itu ditunda. dan kemudian menghadapi Zenko. hingga aku hampir saja me mercayaimu. seperti yang telah di putuskan." gumam Kaede. "Aku bisa mati saat ini juga. Ia tercengang de ngan kekuatan perasaan itu." sahut Kaede." "Aku memang bahagia. pasukan Tiga Negara akan menghabisinya dengan mudah. Sudut matanya mulai terasa hangat. "Tapi kau harus pergi. maka ia akan terlihat arogan sekaligus pengecut. wajah Kaede penuh kasih sayang. ia akan bertempur sampai titik darah penghabisan untuk me mpertahankan Tiga Negara agar bayi ini bisa mewarisinya. lalu ia singkirkan dari benaknya..

Pada akhimya diputuskan kalau Shigeko dan Hiroshi yang akan membawanya dengan ka pal sampai di Akashi. Ayah. begitu pula dengan orang-orang asing itu. bila ada badai di bulan kedelapan dan kesembilan. dilihatnya kalau kuil itu dipersembahkan bagi Jo-An. Di tepiannya. Hewan itu kini leb ih tinggi. "Kita semua bisa menumpang kapal. hewan itu sebaiknya tidak ikut berjalan kaki ke sana karena Jajaran Awan Tinggi akan terlalu berat baginya." Shigeko menyarankan.Takeo harus pergi sesegera mungkin agar bisa sampai di tujuan sebelum mulai huja n plum. di mana ada persimpangan jalan. Alan gkah anehnya kepercayaan orang-o rang itu. ma ka laut adalah jalan yang akan kita lalui untuk kembali. berdiri sebuah kuil keci l. sepuluh ribu orang lagi akan dihimpun Sonoda Mitsuru di Inuyama. yang paling membebani yaitu kirin. ketika aku membutuhkan kearifan sert a keberaniannya. beras dan gandum. Jalur ini mengembalikan kenangan pad a orang yang telah menyelamatkan dan mengangkatnya sebagai anak. Sejak musim panas." sahut Takeo. Fumio akan ke Hofu: dia akan membawamu dan k irin. melewati pegunungan dan jalan pantai menuju Mats ue. Dalam mengatur perjalanan. yang di beberapa tempat telah dianggap dewa. pikirnya sambil mengenang percakapan¬nya dengan Mada ren . Menurut Tabib Ishida." Bunga ceri berguguran dan kelopaknya berganti daun hijau yang baru ketika Takeo dan rombongannya berkuda dari Hagi. dan Miyoshi Gemba dari Terayama. tapi ketenangan dan kedamaianny a tak berubah. Beruntung panen kali ini berlimpah: baik pasukan maupun mereka yang penduduk tak kan kelaparan. Aku bilang kalau tidak memercayai apa pun. Dia membawa kekuatan utama pasu kan Otori: lima belas ribu pasukan dari Hagi dan Yamagata. Shigeko dan Hiroshi tiba dari Maruyama. Miyoshi Kahei s udah berangkat ke wilayah Timur tak lama setelah salju mencair. terutama saat seka rang ini. ikan kering serta miso telah disim pan sebagai cadangan dan disebar sampai ke perbatasan wilayah Timur untuk persediaan bagi pa sukan. tapi aku sering mendoakan arwah Shigeru. "Ayah ingin meli hat daratan dan jalan melewati jajaran itu. pikirnya. "Ayah belum pernah keluar perbatasan Tiga Negara. Padi mulai tumbuh di sawah yang tergenang. memantulkan kilau me¬mesona saat disira mi cahaya matahari. dan kulitnya menjadi lebih gelap seperti warna madu. Takeo pernah melewati jalur bersama Lord Shigeru.

menceritakan tentang rencananya untuk menjodohkan bocah itu dengan putrinya. Ia membicarakan tentang Sunaomi. dan sesekali bersenandung pelan. yang pernah bertemu Gemba di Terayama. Takeo terdiam. Gemba acapkali tenggelam dalam medit asi. Itu akan memuaskan ayahnya!" "Kecuali Sunaomi memiliki perasan sebagai putra yang berbakti padamu. perselisihan antarsepupu. teman seper¬jala nan yang paling tenang dan paling ceria yang bisa diharapkan. bak suara halilintar dari kejauhan atau raungan ber uang. maka pertu nangan itu takkan berguna.beberapa minggu lalu: keyakinan yang memaksa adiknya bicara padanya. teringat kejadian di biara. ajaran yang penuh pengendalian diri. Ia melihat sekilas pada Miyoshi Gemba yang berkuda di sampingnya. "Dia akan menjadi menantuku. Keyakinan y ang sama ditunjukkan oleh Jo-An dan kini Jo-An telah menjadi orang suci. Halaman 195 dari 600 ." sahut Gemba. Saat berkuda. Gemba telah meng¬ikuti Ajaran Houou. takut kalau Sunaomi terluka atas kejadian itu.

" kata Gemba." "Apakah ini bijaksana?" tanya Minoru. dan malam itu di pemberhentian pertama mere ka. "Aku akan menyurati istriku nanti mala m tentang usulanmu itu. "Hal itu tidak akan terjadi." "Dia tinggal bersamaku sebagai ke¬ponakanku. "Aku perca ya kalau anak itu punya naluri yang baik. ia mendiktekan surat untuk Kaede." Dia melihat burung houou. Kami akan mera watnya. Ia menatap Minoru. perjalanan itu mudah karena melalui laut dari Hofu." diktenya. Bagi Taku." akhirnya ia berkata. Baiklah. maka akan dipupuk dan dikembang¬kan. aku juga berpikir begitu. kabari aku." akhirnya ia berkata. mendengar kabar terbaru dari wilayah Barat. "Surat bisa saja dikacaukan. "Aku percaya kalau anak itu pun ya naluri yang baik." Minoru mendampinginya seperti biasa.." aku Takeo. Bila tidak dapat melepaskan diri." "Kurasa usianya sudah cukup dewasa: tahun ini usianya sembilan tahun. Aku takut kelak terpaksa memerintahkan untuk membunuhnya. Jurutulisnya tahu lebih bany ak rahasia Tiga Negara dibanding siapa pun. serta memintanya datang ke Inuyama a gar bisa bertemu di sana. namun juga seb agai sandera atas kesetiaan ayahnya." "Terutama apa?" "Bila keluarga Muto tidak lagi yakin kepada siapa mereka akan berpihak?" Karena Takeo mengandalkan Tribe untuk membawa pesan tertulis dengan cepat ke sel uruh Tiga Negara. kirim anak itu pada kami. Ia merasa perlu bicara de ngan Taku. "Jinggalkan tanggunganmu dan pendampingnya di Hof u. mana yang akan Taku pilih?" katanya pelan. dan bila ada kebaikan dalam dirinya.. . terutama." "Ijinkan dia ke tempat kami saat kita kembali."Dia melihat burung houou. Itulah yang ia harapkan dapat dikendalikan Taku. kemudian melalui sungai dengan menumpang kapal tongkang yang melintasi antara kota kastil dengan pesisir ." "Ya. sebagai calon putraku. "Bila keluarga Muto memilih Zenko. "Datanglah sendiri. keraguan mulai merayapi dirinya. dan untuk Taku di Hofu..

Minoru menaikkan bahu." Percakapan ini melekat di benak Takeo sewaktu mereka melanjutkan perjalanan ke w ilayah Timur. namun mereka bisa merasakannya. hampir sama kua tnya dengan Shun. Mereka telah berulang kali melindunginya. menangkap suasana hari penunggangnya. senantiasa mendengarkan suara terpelan yang bisa jad i pertanda satu serangan. Jun dan Shin. bila mereka berbalik menentangku? Takeo mulai mencurigai kesetiaan Kuroda bersaudara. Dapatkah aku lolos dari Muto juga . Ia selalu memercayai mereka sampai saat ini: meski mereka tidak memiliki kemampu an menghilang. Kudanya. yang selalu me n¬dampinginya. keduanya tiba di Inuyama dalam keadaan tegang serta kelelahan. Tenba. tapi jauh lebih tegang. hingga terjalin ikatan kuat antara mereka. Penunggang dan kud a. sudah beberapa b ulan ini Takeo menungganginya. tapi bila mereka harus memilih antara dirinya dan Tribe. "Tekankan kalau Taku harus datang sendiri. tapi bibimya terkatup rapat dan tidak langsung menjawab. dan mereka telah dilatih teknik bertarung cara T ribe oleh Kenji. Aku telah memperdaya Kikuta begitu lama. pikirnya. Halaman 196 dari 600 . sementara bagian terberat dalam perjalanan itu masih belum tiba. "Perlu kutuliskan kalimat terakhir Anda?" dia bertanya. Tenba cepat tanggap dan pintar. Takeo bertanya pada dirinya sendiri lagi. jalan mana yang akan mereka ambil? Takeo tetap bersikap siaga.

yang mendapatkan surat dari suaminya saat musim semi. Ai kerap men¬ceri takan tentang bagaimana penjaga di Inuyama hampir membunuh dia dan Hana ketika mendengar kabar kematian Arai dan kehancuran pasukannya. namun penampilannya menarik. tentunya.Inuyama dipenuhi dengan kegembiraan dan sibuk. dia sudah terbiasa dengan ketidakhadiran suaminya. Karena rasa terima kasih itulah maka Takeo menikahkannya dengan Ai. Dipanggilnya istri Taku. kedatangan Lord Otori dan penghimp unan pasukan berarti pedagang dan pembuat senjata sibuk siang dan malam. mereka terikat oleh hubungan perkawinan. uang dan sak e mengalir sama derasnya. tapi akhir-akhir ini belum ada kabar. nuyama dipenuhi dengan kegembiraan dan sibuk. "Aku sudah dengar tentang per empuan itu. lagipula. Itu bukanlah hal yang serius. dan suaminya Sonoda Mitsuru. ia memperingatkan dirinya sendiri. tapi aku sudah menduga hal semacam itu. dan suaminya Sonoda Mitsuru. Seberapa besar sisa kesetiaan ada dalam dirinya ter-hadap putra Arai? Takeo semakin gelisah dengan kenyataan tidak adanya tanda-tanda keberadaan Taku. "Apabila ada masalah. Tomiko. dan suamiku berada jauh dalam waktu lama. Pamannya. dan M itsuru telah menjadi orang yang pragmatis. Ai. Seringk ali dia berhasil meng-gunakan keahlian berundingnya untuk mewakili Takeo: bersama istrinya. Takeo disambut adik iparnya. Suamiku tidak pernah . Ai. Lord Otori. menyembunyikan kedua gadis itu. Beruntung Mitsuru telah lebih dulu mengambil ali h kastil. dia b er¬bagi angan Takeo akan negara yang makmur tanpa penyiksaan maupun suap. sensitif tanpa berkurangnya keberaniannya. dulu adalah orang kepercayaan Arai. Semua laki-laki punya kebutuha n. Tomiko tidak terlihat khawatir. yang memang saling mencintai. Namun rasa lelah membuat Takeo men¬curigai semua orang di sekelilingnya." Tomiko melihat sekilas ke arah Takeo lalu berkata. Takeo disambut adik iparnya. Takeo memercayai kedua orang ini. kagum akan sifat lembut dan kebaikan hatinya. uang dan sak e mengalir sama derasnya. Ber¬ba gai urusan pasti menahannya di Hofu mungkin sesuatu yang tak ingin dia tulis dalam surat. Satu hal yang mem buat Takeo senang yaitu Ai dan Mitsuru menikah atas dasar cinta. kedatangan Lord Otori dan penghim punan pasukan berarti pedagang dan pembuat senjata sibuk siang dan malam. Takeo menyayangi Ai. maka kita akan segera mendengar kabarnya. Akita. ataupun kabarnya. lalu merundingkan penyerahan wilayah Timur pada Otori. Sonoda be rasal dari Klan Arai. Dia tidak sec antik kedua saudaranya.

"Bila kami menerima perintah itu. "Kau akan Halaman 197 dari 600 . Lord Otori: kami tidak me¬nerima " Sonoda mulai angkat bicara. "Kuyakinkan kepada Anda. Aku pun bertanya¬tanya mengapa masalah ini ditunda begitu lama." kata Ai. Tapi mereka tidak bereaksi apa-apa." sahut Takeo. Sonoda berusaha keras menyem¬bunyikan rasa tersinggungnya. "Ya. mereka tidak harus mati. "Jika keluarga mereka ma u berunding. harus segera." "Maaf. kami pa sti sudah melaksanakannya. tapi Takeo mem otong perkataannya." "Mereka kelihatan masih begitu muda. Menundanya lebih lama akan dianggap sebagai kelemahan.serius tentang hal itu. serta tidak memberi kabar." Kekhawatiran Takeo justru kian ber¬tambah saat ia mendengar kalau para sandera yan g seharusnya telah dieksekusi ternyata masih hidup." "Tadinya aku berharap mereka tetap hidup.. "Tidak menerima atau mengabaikan?" Takeo sadar kalau cara bicaranya terlalu blak¬b lakan. "Aku sudah kirim suratnya beberapa minggu lalu. tapi istriku selalu berpihak kepada belas kasihan." Sonoda meyakinkan. memerintahkan agar dilakukan secepatnya.." ujar Sonoda." "Akan kuatur agar dilakukan besok. "Dan gadis itu. A ku pasti akan melakukannya sendiri." Ai setuju..

hadir?" dir?" "Karena aku sudah di sini, maka aku harus hadir," sahut Takeo, karena ia sendiri yang membuat aturan bahwa eksekusi untuk pengkhinatan harus disaksikan orang yang jabatannya paling tinggi, dirinya sendiri atau salah seorang keluarganya atau pengawal senior. Takeo meras a kalau peraturan itu menekankan perbedaan hukum antara eksekusi dan pembunuhan. Menurutnya, peman dangan semacam itu memuakkan sehingga ia berharap dengan menyaksikan itu akan mencegah dirinya dari mengeluarkan perintah dengan sembarangan. Eksekusi dengan menggunakan pedang di¬laksanakan keesokan harinya. Ketika mereka d ibawa menghadap sebelum mata mereka ditutupi, Takeo mengatakan bahwa ayah mereka, Gosa buro, sudah dieksekusi Kikuta karena ingin merundingkan nyawa mereka. Tak satu pun dar i mereka bereaksi; mungkin mereka tidak percaya. Tampak kilatan air mata dari mata gadis itu; selain itu, kedua orang itu menghadapi kematian dengan berani, bahkan bersikap menantang. Ta keo kagum dengan keberanian mereka dan menyesali hidup mereka yang singkat, ber pikir dengan pedih bahwa mereka masih ada kerabatnya, bahwa ia telah mengenal me reka sejak kecil. Keputusan itu dibuat bersama Kaede, dan atas saran para pengawal seniornya. Kepu tusan yang berdasarkan hukum. Namun Takeo tetap berharap bisa melaku¬kan yang sebaliknya, dan kematian tampak seperti pertanda buruk. * Sepanjang musim dingin, Hana dan Zenko sering bertemu Kuroda Yasu untuk mem¬bicara kan tentang pembukaan perdagangan dengan orang asing, dan mereka senang ketika Yasu mendengar Don Joao dan Don Carlo ke Hofu pada akhir bulan. Mereka kurang senang dengan ber ita bahwa Terada Fumio telah membawa armada perang ke perairan laut dalam dan kini mengawa si jalur perairan. "Katanya kapal mereka jauh lebih baik dari kapal kita," kata Yasu. "Andai kita b isa minta bantuan mereka!" "Kalau mereka ingin berpihak kepada kita menentang Otori..." ujar Hana, menyuara¬k an pikirannya. "Mereka ingin berdagang, dan agar rakyat mau berpindah memeluk agama mereka. Taw arkan pada mereka salah satu atau keduanya. Mereka akan berikan apa saja sebagai imbalannya."

Komentar ini melekat di benak Hana selagi bersiap-siap pergi ke Hagi. Sewaktu memikirkan menghadapi kakaknya dengan rahasia yang akan ia bawa, Hana merasa ber¬semangat sekaligus takut, semacam ke¬gembiraan yang menghancurkan. Tapi ia tidak meremehkan Takeo, karena suaminya cenderung bersika p sebaliknya. Hana mengenal kekuatan dan karakter kakak ipar¬nya yang selalu memenangkan cinta d ari rakyatnya serta pendukung setia dari berbagai kalangan. Mungkin juga Takeo akan me¬menangkan hati Kaisar dan kembali dengan restu dari Kaisar. Maka Hana berpikir keras selam a musim dingin tentang strategi lebih lanjut untuk menopang perjuangan suaminya demi balas dend am dan kekuasaan. Saat mendengar orang-orang asing itu sudah kembali bersama jurubahasa nya, Hana bertekad untuk pergi ke Hagi melalui Hofu. "Kau seharusnya ikut bersama kami," ujar Hana pada Akio yang sudah menjadi tamu tetap ke kastil selama musim dingin. Akio selalu melaporkan kabar dari seluruh penjuru negara, s erta perkembangan Halaman 198 dari 600

yang tengah dibuat Hisao dan Koji dalam penempaan. Darah Hana selalu menggelegak dengan kehadiran laki-laki itu. Menurutnya ang tengah dibuat Hisao dan Koji dalam penempaan. Darah Hana selalu menggelegak dengan kehadiran laki-laki itu. Menurutnya kekejaman pragmatis laki-laki itu menarik. Saat ini Akio melihat Hana dengan tatapan yang penuh perhitungan seperti biasa. "Ya, aku tidak keberatan. Tentu saja, aku akan ajak Hisao." Satu kali, mereka hanya berdua saja. Kala itu cuaca masih dingin di akhir musim se mi dengan cuaca yang tak menentu namun wangi bunga yang baru mekar tercium dan malam terasa lebih ringan. Saat itu Akio datang untuk menemui Zenko yang sedang melihat latihan pas ukan dan kuda. Akio semula enggan tinggal lama, tapi Hana memaksa dengan menawarkan sake dan ma kanan. Dia melayani sendiri laki-laki itu, membujuk serta menyanjungnya, membuat Akio tak m ungkin menolak. Hana mengira Akio tidak mudah di¬pengaruhi sanjungan, tapi bisa dilihatnya erhatiannya membuat laki-laki itu senang dan boleh dibilang menjadi lembut. Hana ingin bagaimana rasanya tidur dengan orang itu; walau ia berpikir takkan melakukannya, pikiran itu at ia ber¬semangat. Hana mengenakan jubah sutra berwarna gading, dihiasi bunga ceri merah muda urung bangau: motif penuh kalau p tahu membu dan b

warna yang digemarinya. Sesungguhnya cuaca terlalu dingin untuk mengenakan pakai an semacam itu, dan kulitnya terasa dingin membeku, tapi ia sedang gembira: ia masih muda, darahnya bergejolak dengan dorongan yang sama seperti dorongan akar¬akar dari dalam bumi, tunas dari r anting. Penuh percaya diri dengan kecantikannya, ia memberanikan diri bertanya pada Akio, seba gaimana yang diinginkannya sepanjang musim dingin ini, tentang Hisao. "Dia tidak mirip ayahnya," komentar Hana. "Apakah dia mirip dengan ibunya?" Saat Akio tidak segera menjawab, Hana mendesak, "Seharusnya kau ceritakan semua¬ny a padaku. Makin banyak yang bisa ku¬ungkapkan tentang dirimu pada kakakku, maka semakin kuat akibatnya pada dirinya." "Itu sudah bertahun-tahun silam," tutur¬nya. "Jangan berpura-pura kalau kau sudah melupakannya! Aku tahu bagaimana ke¬cemburuan mengukirkan kisahnya dengan belati di hati kita." "Ibunya adalah perempuan yang luar biasa," Akio mulai bercerita. "Sewaktu di¬saran

kan agar dia tidur dengan Takeo, aku takut untuk menyuruhnya melakukan itu. Meminta Yuki melakukan hal semacam itu hal yang lazim di kalangan Tribe, dan kebanyakan perempuan melakukan apa yang diperintahkan, ta pi Yuki merasa itu sebagai penghinaan. Ketika dia setuju, kusadari kalau Yuki menginginkan Take o. Aku melihat dia menggoda Takeo; bukan hanya sekali, tapi berkali-kali. Aku tidak menyangka kalau hatiku akan terasa sepedih itu, atau ke-bencian yang begitu dalam pada Takeo. Aku belum pema h membenci siapa pun; aku membunuh atas perintah, bukan karena perasaan pribadi. Takeo memi liki apa yang paling kuinginkan, dan dia menyia-nyiakan¬nya. Dia meninggalkan Tribe. Bila Takeo merasakan sedikit saja apa yang pernah kurasakan, maka itu yang disebut keadilan." Akio mendongak. "Aku tidak pernah tidur dengannya," tuturnya. "Aku menyesali itu lebih dari segalanya. Andai aku mampu melakukannya, sekali saja... Tapi aku tidak ingin men yentuhnya saat dia mengandung anak Takeo. Dan aku memaksanya bunuh diri. Aku harus melakukannya: ka rena Yuki tidak berhenti mencintai Takeo; dia tidak akan memaksa anak itu membenci Takeo seperti yang telah kulakukan. Aku tahu dia harus menjadi bagian dari balas denda mku, tapi seiring tumbuh dewasa, dia tidak menunjukkan bakat apa pun, aku tidak tahu mengapa. Dala m waktu yang lama kukira memang tidak ada harapan lagi: berulang kali, para pembunuh yang jau h lebih terampil dari Hisao saja gagal. Kini kutahu kalau Hisao yang akan mcmbalaskan dendamku. D an aku akan ada di sana untuk menyaksikannya." Mendadak Akio berhenti bicara. Halaman 199 dari 600

Kata-kata itu meluncur deras dari mulut¬nya. Dia telah menyimpan semua ini rap atrap at selama bertahun-tahun, pikir Hana, merasa tersanjung dan gembira karena laki¬laki itu per caya padanya. ata-kata itu meluncur deras dari mulut¬nya. Dia telah menyimpan semua ini rap at-r ap at selama bertahun-tahun, pikir Hana, merasa tersanjung dan gembira karena laki¬laki itu per caya padanya. "Saat Takeo kembali dari Timur, Kaede pasti akan tahu semua ini," ujar Hana. "Ma salah ini akan memisahkan mereka. Kaede takkan memaafkannya. Aku mengenalnya: Takeo akan melari kan diri dari Kaede dan dari dunia ini, dia akan mencari perlindungan di Terayama. Biara itu hampir tidak dijaga. Takkan ada yang menduga kau akan ke sana. Kau bisa mengejutkannya di san a." Mata Akio setengah terpejam. Lalu meng¬hembuskan napas panjang. "Itu satu-satunya yang akan mengakhiri penderitaanku." Hana tergoda oleh hasrat untuk memeluk Akio, untuk meringankan sakit hati orang itu: yakin bisa menghibur laki-laki itu atas kematian ia ragu untuk menyebutnya sebagai pembunuhan i strinya. Namun dengan hati-hati menyimpan kenikmatan ini untuk masa yang akan datang. Ada hal lain lagi yang ingin dibicarakannya dengan Akio. "Hisao telah berhasil menempa senjata api kecil yang bisa dibawa tersembunyi?" t anya Hana. "Tak ada pun bisa mendekati Takeo untuk bisa membunuhnya dengan pedang, tapi senjata api bisa digunakan dari jauh, kan?" Akio mengangguk dan bicara dengan lebih tenang, seolah lega topik pembicaraan su dah berganti. "Dia sudah mengujinya di tepi pantai. Jangkauannya lebih jauh dari panah, dan pe luru lebih cepat dibanding anak panah." Sesaat Akio berhenti bicara. "Suami Anda amat tertarik, s enjata yang menyebab¬kan kematian ayahnya. Dia ingin Takeo mati dengan cara yang sama memaluka nnya." "Memang ada semacam keadilan di dalam nya," ujar Hana setuju. "Cukup menyenang¬kan. Tapi agar benar-benar berhasil, kau pasti akan melatih Hisao secara khusus? Sebaiknya dilakukan uji coba untuk memastikan semua berjalan lancar, agar dia tidak kehilangan nyali, agar bidikannya benar-benar tepat." "Apakah Lady Arai punya orang yang bisa diusulkan?" Akio menatap langsung pada H ana dan ketika tatapan mereka beradu, hati Hana serasa melompat gembira. "Sebenarnya aku memang punya," sahut¬nya pelan. "Mendekatlah dan aku akan membisik kan

namanya." "Tidak perlu," sahutnya. "Aku bisa menebaknya." Tapi Akio akhirnya mendekat, begitu dekat hingga Hana bisa mencium napasnya sert a mendengar detak jantungnya. Tak satu pun dari keduanya bicara atau bergerak. Angin mengget arkan layar kasa, dan dari arah pelabuhan terdengar jerit burung camar. Setelah beberapa saat, Hana mendengar suara Zenko dari pelataran. "Suamiku sudah kembali," katanya, sambil berdiri, tak yakin apakah merasa lega a tau kecewa. *** Lord dan Lady Arai sering bepergian antara Kumamoto dan Hofu, maka kedatangan me reka di kota itu tidak lama setelah kembalinya orang-orang asing, tidaklah mengherankan. Kapa l yang ditumpangi para orang asing segera berangkat lagi menuju Akashi bersama Shigeko, Sugita Hir oshi dan kirin. Penduduk Hagi melepas kepergian kirin dengan rasa bangga dan sedih; mereka telah merasa memiliki hewan itu sejak kedatangannya yang mencengangkan di pelabuhan mereka. T ak lama kemudian, Terada Fumio bersiap berlayar untuk bergabung dengan ayahnya, Fumifusa , di teluk, bersama dengan armada Otori. Orang-orang asing sudah sering ber¬kunjung ke tempat Lord Arai sehingga tidak mena rik perhatian. Perbincangan mengalir lebih lancar karena si jurubahasa makin berani dan percaya diri, dan Don Carlo pun makin fasih. "Anda pasti mengira kami bodoh," katanya, "karena tidak mengetahui ada Kaisar. K ini kami sadar kalau kami harus mendekati beliau karena kami adalah utusan Halaman 200 dari 600

raja kami, dan monarki harus berhadapan dengan monarki.aja kami, dan monarki har us berhadapan dengan monarki." Hana tersenyum. "Lord Kono yang baru¬baru ini kembali ke ibukota, dan yang pernah bertemu Anda berdua, adalah keluarga kekaisaran. Dia meyakinkan kami bahwa Lord Arai mendapat dukungan Kaisar. Kepemimpinan Lord Otori di Tiga Negara dianggap tidak sah, maka dia hend ak meng¬ajukan pembelaan atas tuduhan itu." Don Joao nampak tertarik saat kalimat ini diterjemahkan. "Mungkinkah Lord Arai b isa membantu kami mendekati Yang Mulia Kaisar?" "Akan kulakukan dengan senang hati," sahut Zenko, wajahnya bersemu merah karena gembira dan juga karena minum sake. Perempuan itu, si jurubahasa, mener¬jemahkan kalimat ini, lalu mengatakan beberapa kalimat lagi. Don Carlo tersenyum agak sedih, Hana pikir, lalu menganggukkan kepala dua atau t iga kali. "Apa yang kau katakan?" tanya Hana langsung pada Madaren. "Maaf, Lady Arai. Aku bicara soal masalah keagamaan pada Don Carlo." "Ceritakan lebih banyak lagi pada kami. Kami tertarik pada ajaran para orang asing, dan terbuka dengan kepercayaan merek a." "Tidak seperti Lord Otori," kata Don Carlo. "Tadinya aku mengira dia akan ber¬sika p simpatik, dan aku menaruh harapan besar untuk penyelamatan jiwa dari dosa dan kematian bagi is trinya yang cantik itu, tapi dia melarang kami menyebarkan agama secara terang-terangan atau membangun gerej a." "Kami tertarik mendengarkan masalah ini," ujar Hana sopan. "Dan sebagai imbalann ya kami ingin tahu berapa banyak kapal yang dimiliki raja Anda di Kepulauan Kecil Selatan, dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk berlayar dari sini ke sana." "Kau punya rencana baru," kata Zenko malam itu saat mereka hanya berdua saja. "Aku tahu sedikit tentang kepercayaan orang-orang asing itu. Alasan mengapa kaum Hidden selalu dibenci adalah karena mereka lebih mematuhi Tuhan Rahasia ketimbang penguasa man a pun. Deus

milik orang-orang asing itu juga sama, menuntut kesetiaan yang utuh." "Aku telah bersumpah setia berulang kali pada Takeo," ujar Zenko. "Aku tidak menyukai gagasan dikenal sebagai pelanggar sumpah, seperti Noguchi: kukatakan ya ng se¬sungguhnya padamu, hanya itu yang masih menahanku." "Takeo telah menolak Deus sudah jelas dari apa yang kita dengar tadi. Bagaimana ka lau Deus memilihmu untuk menghukum¬nya?" Zenko tertawa. "Bila Deus membawa¬kanku kapal dan senjata, maka aku siap ber¬hadapan dengannya!" "Bila Kaisar sekaligus Deus memerintah¬kan kita untuk menghancurkan Takeo, bagaima na kita bisa membantah atau tidak mematuhinya?" ujar Hana. "Kita memiliki restu; juga peralat an." Tatapan mereka ber-temu, lalu mereka berdua tertawa terbahak¬bahak. *** "Aku ada satu rencana lagi," kata Hana kemudian, ketika kota sudah sunyi, dan di a berbaring di pelukan suaminya, setengah tertidur dan merasa puas. Zenko sudah hampir tertidur. "Kau memang sarang berharga dari gagasan yang baik," sahutnya, seraya membelai istrinya dengan malas. "Terima kasih, tuanku! Tapi apakah kau tidak ingin mendengarnya?" Halaman 201 dari 600

"Tidak bisakah menunggu sampai besok?" "Ada beberapa hal yang lebih baik di¬bicara kan dalam kegelapan." Tidak bisakah menunggu sampai besok?" "Ada beberapa hal yang lebih baik di¬bicarak an dalam kegelapan." Zenko menguap dan berpaling ke arah istrinya. "Bisikkan rencanamu itu dan aku ak an mempertimbangkannya dalam mimpi¬ku." Setelah Hana memberi tahukan, Zenko terbaring dalam waktu lama tanpa bicara hing ga seperti sudah tertidur, namun Hana tahu kalau suaminya itu masih terjaga. Akhir¬nya Zenko berkat a, "Aku akan berikan dia satu kesempatan lagi. Bagaimana pun, dia adikku."* Meskipun Sada telah berusaha, ditambah salep dari Ishida, luka di wajah Maya tet ap berbekas, garis kemerahan di tulang pipinya bak bayangan daun perilla. Maya dihukum dengan berba gai cara atas ketidakpatuhan¬nya. Meskipun dia dipaksa melakukan tugas paling rendah di rumah, d ilarang bicara, dilarang tidur dan makan, dia tetap lakukan semua ini tanpa dendam, sadar kalau ia memang pantas dihukum karena menyerang dan melukai ayahnya. Maya belum bertemu Taku selama sem inggu, dan walau Sada merawat lukanya, tapi dia tidak bicara atau pun memeluk serta membela inya seperti yang diinginkan Maya. Sendirian sepanjang waktu, dijauhi semua orang, Maya punya bany ak waktu untuk memikirkan apa yang telah terjadi. Begitu teringat kalau ia telah menyerang ayah nya, air mata berlinang. Biasanya ia tidak pernah menangis: satu¬satunya yang diingatnya yaitu s aat berada di sumber air panas, bersama Takeo dan Miki, ketika menceritakan pada ayahnya bagai¬mana cara membuat si kucing tertidur dengan tatapan maut Kikuta. Hanya ketika ada Ayah aku bisa menangis, pikirnya. Mungkin air mata adalah bagian dari kemarahan. Ia ingat kemarahannya pada ayahny a karena tidak mengatakan kalau punya anak laki-laki, karena semua rahasia yang mungkin disembu nyikan ayah dari diri¬nya, karena semua muslihat yang terjadi antara orangtua dan anaknya. Namun Maya juga ingat kalau tatapannya menguasai tatapan ayahnya, kalau ia bisa mendengar langkah ringan dan merasakan kehadiran ayahnya saat tidak kelihatan. Maya meliha t betapa kekuatan si kucing telah ber¬tambah dan memperkuat kekuataan dirinya. Kekuatan itu masih saja menakutkan bagi¬nya, tapi setiap hari, di saat kurang tidur, makan dan bicara, day a tarik kekuatan itu semakin bertambah, dan mulai bisa melihat bagaimana ia bisa mengendalikannya.

Di akhir minggu, Taku memanggilnya dan mengatakan kalau mereka akan pergi ke Hof u keesokan harinya. "Kakakmu, Lady Shigeko, membawa kuda-kuda," katanya. "Dia ingin mengucap¬kan selamat tinggal padamu." Saat Maya hanya membungkuk hormat tanpa menjawab, Taku berkata, "Kau boleh bicar a sekarang: hukumannya sudah selesai." "Terima kasih, Guru," sahutnya dengan patuh, kemudian berkata, "Aku benar-benar menyesal." "Kita semua pernah melakukan kesalahan yang berbahaya. Aku yakin kalau aku perna h menceritakan saat ayahmu menangkapku di Shuho." Maya tersenyum. Kedua saudara perem¬puannya senang sekali mendengarkan cerita itu saat mereka masih kecil. "Shizuka sering menceritakannya pada kami, untuk memper¬ingatk an agar kami patuh!" "Kami berdua beruntung karena ayahmu yang kami hadapi. Jangan lupa, kebanyakan o rang Tribe dewasa akan membunuh tanpa pikir panjang, anak-anak atau bukan." *** Halaman 202 dari 600

Shigeko membawa dua kuda betina tua higeko membawa dua kuda betina tua Maruyama, untuk Maya dan Sada, satu berwarna coklat kemerahan, dan satunya lagi, yang membuat Maya kegirangan, berwarna abu-abu pucat dengan surai dan ekor hitam , sangat mirip kuda tua milik Taku, Ryume, anak Raku. "Ya, yang abu-abu ini bisa menjadi milik¬mu," sahut Shigeko, memerhatikan mata May a yang berbinar. "Tapi, kau harus merawatnya baik-baik selama musim dingin." Shigeko me lihat wajah Maya: "Sekarang aku bisa bedakan antara kau dan Miki." Sambil menarik Maya ke samping, Shigeko berkata pelan, "Ayah menceritakan apa yang terjadi. Aku tahu ini sulit bagimu, m elakukan semua yang diminta Taku dan Sada. Buka mata dan telingamu lebar-lebar saat tiba di Hof u. Aku yakin kau bisa berguna di sana." Kedua kakak beradik itu berpelukan; setelah mereka berpis ah, Maya merasa diperkuat oleh kepercayaan Shigeko kepadanya. Itulah yang membuatnya mampu berta han selama musim dingin yang panjang di Hofu, saat angin dingin terus berhembus dari laut, bukannya membawa salju sebagai¬mana mestinya tapi malah membawa hujan es dan hujan sedingin es. Bul u kucing itu terasa hangat, dan Maya kerap tergoda untuk memanfaatkannya. Awalnya masih teras a janggal, lalu dengan rasa percaya diri yang makin besar, Maya belajar memaksa ro h kucing itu tunduk pada kehendaknya. Masih ada banyak unsur ruang antara dua dunia yang menakutkan baginya: hantu yang kelaparan dengan keinginan yang belum terpuaskan, serta kesadarannya tentang semacam kepandaian yang mencari dirinya. Rasanya seperti kilatan halilintar di k ege¬lapan. Kadang ia menatap dunia itu dan merasakan daya tariknya, tapi seringkali ia menjauhi ki lauannya, tetap berada di balik bayang-bayang. Sesekali ia bisa menangkap penggalan kata, bisika n yang tak kunjung ia pahami. Satu hal yang menyita pikirannya se¬panjang musim dingin adalah masalah yang membu at ia sangat marah pada ayahnya: bocah misterius yang merupakan kakak tirinya, yang tidak per nah dibicarakan siapa pun, yang kata Taku akan membunuh ayahnya ayahnya! Saat ia memikirkan tentan g bocah itu, ia menjadi bingung dan roh si kucing berusaha menguasai dirinya dan melakuk an apa yang diinginkannya. Ia sering terbangun berteriak karena mimpi buruk, sendirian di kamar karena kini setiap malam Sada bersama Taku. Maya berbaring terjaga sampai pagi, takut meme¬jam

kan mata. Sada mengatur agar mereka tinggal di rumah keluarga Muto antara sungai dan kedia man Zenko. Rumah itu dulunya adalah tempat penyulingan sake, tapi dengan makin bertambahnya pelanggan karena Hofu kian makmur, keluarga itu pindah ke bangunan yang lebih besar, dan b angunan ini kini hanya dijadikan gudang. Seperti di Maruyama, keluarga Muto menyediakan penjaga dan pelayan, dan Maya mas ih berpakaian anak laki-laki di luar rumah, tapi diperlakukan sebagai anak perempuan ketika di dalam rumah. Teringat pesan Shigeko, dan ia membuka telinga lebar-lebar, mendengarkan bisik-b isik per¬cakapan di sekelilingnya, berjalan-jaian me¬lewati pelabuhan saat cuaca cukup cerah, dan m emberitahu Taku dan Sada apa yang didengarnya. Tapi ia tidak menceritakan semuanya: sebagian dar i desas-desus yang mengejutkan dan membuatnya marah sehingga ia tidak ingin mengulang kata-kat a itu. Ataupun berani bertanya pada Taku tentang pemuda yang merupakan kakaknya itu. Maya bertemu Shigeko lagi sebentar ketika musim semi, ketika kakaknya berlayar b ersama kirin dan Hiroshi dalam perjalanan ke Miyako. Ia sudah sangat terbiasa dengan segala hasra t Taku terhadap Sada, lalu mengamati kakaknya dan Hiroshi untuk melihat apakah mereka menunjukkan geja la yang sama. Terasa sudah begitu lama ketika ia dan Miki menggoda Shigeko tentang Hiroshi: ap akah hanya sekadar rasa tertarik seorang gadis belia, ataukah kakaknya masih tetap mencintai pemuda yang kini menjadi pengawal seniornya? Dan apakah Hiroshi mencintai kakaknya? Seperti halnya Takeo, Maya juga memerhatikan reaksi cepat Hiroshi sewaktu Tenba melompat dan mundur tiba-ti ba karena takut selama upacara di Maruyama, dan menarik kesimpulan yang sama. Kini ia kurang yak in: di satu sisi, Shigeko dan Hiroshi tampak saling menjauh sekaligus bersikap resmi; di sisi lain mereka seperti Halaman 203 dari 600

informasi yang diantar amat terlambat hingga akhimya tidak berguna. Kira-kira di saat inilah Maya sadar atas p erubahan yang terjadi dengan perlahan sejak hari pertama musim semi. Maka butuh waktu la ma baginya untuk dapat memahami dan menerima gejala-gej ala yang tampak di depan matanya. aling memahami pikiran masing-masing. dan untuk memperbaikinya saat ini. Kuroda dan Imai: setelah lima belas tahun dalam damai. dan bahwa Muto mengendalikan kesetiaan Tribe terlepas dari Kikuta yang membenci dan berusaha membunuh ayahnya. Taku disibukkan dengan permintaan dari orang-orang asing yang telah kembali dari Hagi dan bersem angat untuk membangun pos perdagangan secepatnya. dan ada semacam keselarasan yang terjalin di antara mereka. Kenji. setelah Shigeko dan Hiroshi pergi bersama kirin menuju Akashi. dan ketika bangsawan memanfaatkan ketrampilan mereka. dan ada semacam keselarasan yang terjalin di antara mereka. ketika pedagang dan petani biasa menikmati kesejahteraan. Maya menemukan dirinya terbebani dengan lebih banyak pekerjaan karena para pelayan ma kin malas. Kurir pembawa pesan yang datang ke rumah jumlahnya makin sedikit. dan kedua or ang itu memanfaatkan arwah kucing dalam mantra-mantra mereka. Seiring makin besar kecurigaannya. Tribe mulai menyesal karena sebelumnya mereka yang menguasai perd agangan. Shizuka. dan Maya tak berani lagi menggoda maupun bertanya padanya. Shigeko telah mengemban wewenang baru. Shigeko telah mengemban wewenang baru. Di bulan keempat. . Sumpah setia tidak pasti yang digabung Kenji dengan kekerasan karakternya. bahkan kurang ajar. Semua perubahan itu seper ti memastikan desas-desus yang mulai di-dengarnya saat musim dingin.saling memahami pikiran masing-masing. Para penjaga tertawa sinis di belakang Taku tentang obsesinya terhadap Sada: laki-laki-perempuan yang lemah da n gila. dan Taku adalah keluarga Muto dan telah menjadi penasihat terdekat keluarga Otori dan telah menjadi gurunya. Sewaktu di penginapan itulah Maya men¬dengar percakapan lain di kalangan keluarga Muto. maka Kikuta Akio muncu l dari pengasingan. Sejak kecil ia sudah hidup dengan kepercayan bahwa kesetiaan keluarga Muto teguh kukuh terhadap Klan Otori. dan Maya tak berani lagi menggoda maupun bertanya padanya. penga laman dan akal bulusnya mulai hancur. diikuti¬nya para pelayan ke penginapan dan men¬dengar cerita-cerita mereka: kalau Taku dan Sada adalah penyihir.

dan setiap kali didengarnya. dan menjadi so mbong karenanya. langsung tahu mana yang bernama Akio karena lak i-laki itu melihat dirinya. menggunakan kemampuan meng¬hilang untuk menyelinap di bawahnya. ia pergi diam-diam ke penginapan di tepi sungai. minyak wijen serta jahe. s aat itu kota terasa lebih hidup dari biasanya karena Zenko dan Hana sudah kembali bersama rombongan. dan ia bahkan mendengar Zenko disebut sebag ai ketua Muto. meski ia tak tahu sampai sejauh mana kebenarannya. membiarkan angin sepoi-sepoi dari arah barat daya mas uk. Semua pintu terbuka lebar. Lentera menyala berasap. memperkenalkan diri pada Akio. dan penginapan penuh sesak dengan orang. sesaat sebelum bulan purnama. Maya menyembunyikan diri di bawah beranda. dan udara terasa pekat dengan berbagai aroma. Maya menyad ari kalau orang itu berada dalam perlindungan Zenko. tapi justru mencarinya. Saat itu ia menyadar i betapa Halaman 204 dari 600 . Ia meraba pisau di baju luamya lalu menggunakan kemampuan menghilang kemudian berjalan ke pintu penginapan. Maya memindai berbagai kelompok. langsung menembus kemampuan menghilangnya. ikan panggang dan sake. malam ini terlalu bising untuk bisa mendengar banyak bah kan dengan telinga¬nya yang tajam. ketertarikan dan keingintahuannya semakin bertambah . Ia terkejut temyata laki-laki itu berani muncul secara terang-terangan di Hofu. tapi ia menangkap kata ketua Kikuta. Satu malam.Maya mendengar nama laki-laki itu beberapa kali di awal-awal bulan keempat. dan sadar kalau Akio ada di penginapan itu. Ia tahu kalau itu pengkhianatan. dan bahkan lebih kagum lagi ternyata begitu banyak orang yang ia kenal dari kalangan Tribe bukan hanya mentolerir kehadirannya. Selama ini ia dapat meng¬hilang diri tanpa diketahui.

melemparkan senjata selagi bergerak. betapa lemah dirinya bila dibanding¬kan dengan Akio. dan men¬dengar penggalan suara yang membentuk kata-kata. melemparkan senjata selagi bergerak. dia bisa b erpikir jelas lagi. dan tanpa pikir panjang ia men¬jatuhkan diri ke lantai. Mereka berusaha menenang¬kan saat dia be rjuang sekuat tenaga men¬dapatkan kembali wujud manusianya. Dirasakannya tatapan pemuda itu mencarinya. dirasakannya tekstur lantai di bawah kakinya. Taku mendengarkan tanpa bicara selagi Maya menceritakan apa yang didengarnya." Taku menggelengkan kepala dengan tatapan bertanya-tanya. pada Sada da n Taku. Datanglah padaku. cak arnya di lantai papan rbahayanya laki¬laki itu. Maya melihat kilau pisau. mendengar desingn ya di udara. Semua yang ada di sekelilingny a berubah: ia melihat dengan mata si kucing. dirasakannya tekstur lantai di bawah kakinya. jika kubiarkan mereka bicara. Hisao. betap a laki-laki itu bisa membunuhnya tanpa ragu. "Jadi sesuatu menghubungkan Hisao dan kucing itu?" akhimya ia bertanya. membangunkan keduanya dari tidur nyenyak. Sada memanggil-manggil namany a sementara Taku menatap matanya. dan tanpa pikir panjang ia men¬jatuhkan diri ke lantai. Akio melompat dari lantai dan seperti terbang ke ar ahnya. "Dialah penguasa si kucing. " "Penguasa si kucing? Darimana kau dapat kata itu?" "Itulah yang dikatakan para hantu. "Kau tahu siapa Hisao i . Dan si kucing hanya ingin kembali pada pemuda itu. Maya menyadari ke¬hadiran pemuda itu. Sudah lama aku menunggumu. betapa lemah dirinya bila dibanding¬kan dengan Akio. mendengar desingn ya di udara. Ta ku mengagumi pengendalian diri gadis itu yang dapat menceritakan tanpa meneteskan air mata. Maya melihat kilau pisau. sepertinya tertidur selama beberapa saat. Akhirnya tu buh Maya lemas. "Dialah yang memanggil kucing itu." ujar Maya pelan. Semua yang ada di sekelilingny a berubah: ia melihat dengan mata si kucing. Saat memahami katakata itu. cak arnya di lantai papan beranda sewaktu ia melompat melarikan diri ke dalam gelapnya malam. Di belakangnya. ia ketakutan setengah mati. Maya melarikan diri pada satu-satunya perlindungan yang dikenalnya. Akio melompat dari lantai dan seperti terbang ke ar ahnya. melawan tatapan Maya yang amat kuat. Ketika membuka mata. bet apa laki-laki itu bisa membunuhnya tanpa ragu.berbahayanya laki¬laki itu. dan ingin menceritakan segalanya pada mereka.

Sada merengkuh dan memeluk Maya erat-erat. di Maruyama pada musim gugur yan g lalu. hembusan napasnya terasa di bulu kuduknya. "Artinya dia mampu untuk berjalan di antara dua dunia." "Sudah berapa lama kau tahu?" "Aku pernah mendengar kau mengatakan pada Sada. Tatapan Maya yang berkilat ter¬paku pada wajah Taku. Dia memiliki kekuatan untuk me¬nenangkan atau mengh asut mereka." ujar Taku." Inilah pertama kalinya Taku merasakan ketakutan yang sesungguhnya." "Apa artinya itu?" tanya Maya. "Pertama kali kita melihat kucing itu. "Hisao pasti seorang penguasa alam baka." sahutnya. membuat satu tuntutan terakhir padanya. Takut pada ke kuatan supranatural. dan berapa banyak yang mereka tahu tentang Hisao. "Kukira hal itu hanya legenda. Dugaanku adalah mereka belum menge tahui bakatnya." jawab Maya. "Tapi aku harus menemui kakakku lebih dulu. Tidak ada lagi orang yang tahu tentang hal semacam ini di kalangan Tri be: semua laporan kita menunjukkan kalau Hisao tidak memiliki kemampuan Tribe. mendengar Sada menghela nap as. dan kemarahan pada rasa puas dalam dirinya serta kurang waspada. "Apa yang harus kita lakukan?" tanya Sada pelan. Para arwah akan patuh padanya. mendengar suara orang yan g sudah mati. Ini jauh lebih buruk dari yang kita bayangkan.tu?" "Dia cucu Muto Kenji." Ia berhenti sejenak lalu bicara tanpa perasaan." bisik Sada. gelisah atas peng¬khianatan yang telah diungkap Maya." Halaman 205 dari 600 . "Putra ay ahku. dan mencari tahu seberapa dalam keterlibatannya dengan Akio. "Kita harus membawa Maya pergi.

Saat terjaga. dan ia tak tahan membayangkan wajah Hiroshi saat sadar kalau ia berpihak pada Zenko. pakah Kenji tahu? Taku memikirkan hal itu. Ny awa Takeo. berarti kematian beberapa ribu prajurit Otori yang tak ada hubungan dengan dirin ya. Sebagai anak laki¬l aki." sahut Taku. Jika Takeo mel awan balik. dan menyadari sekali lagi betapa ia s angat merindukan Gurunya itu.Apakah Kenji tahu? Taku memikirkan hal itu. keyakinannya makin besar kalau Takeo akan hancur. kecu ali bila dia melawan. kemungkinan anak-anak juga mungkin Shigeko tidak." kata Sada gelisah. "Sebelumnya aku tidak cemas. Ia tahu k alau Hiroshi lebih memilih mencabut nyawanya ketimbang meninggalkan Takeo. Juga nyawa Kaede. Hiroshi. keberan ian fisiknya. maka ia tak harus menyerahkan nyawa Sada atau nyawanya sendiri.. Memikirkan Hiroshi telah membuatnya berhenti secara tiba-tiba.. meski sulit untuk mengakui pada dirinya sendiri. sada r akan tubuh tinggi Sada di sisinya. sebelum ia bertemu Sada. Alangkah bodohnya kakakku. *** Saat malam lebih larut. kesadaran ter¬goyahkan pada kehormatan dan kesetiaan. dan menyadari sekali lagi betapa ia sangat merindukan Gurunya itu. "Kita akan pergi ke Inuyama. pikirnya. tapi Zenko pasti menganggap si kembar terlalu berbahaya. Kita harus bawa Maya pergi. Taku punya rasa iri yang terpendam pada Hiroshi. mengamati malam yang pucat." "Kita belum mendapat kabar dari Lord Takeo sejak Terada datang dari Hagi. Ia selalu berusaha membuat Hiroshi ter kesan. menyayangi sahabatnya itu lebih dari apa pun. Ia berusaha menimbang apa saja yang dipertaruhkan." katanya. pastinya. terhadap sifat ksatria yang jujur. dan betapa besar kegagalannya untuk bisa menggantikan kedudukan gur unya itu. Ia menyes . kal au jaring mulai makin kencang di sekelilingnya dan tak ada jalan untuk lolos. Taku berpikir keras apa yang harus dilakukan. tapi kita harus tetap pergi. dan betapa besar kegagalannya untuk bisa menggantikan kedudukan gur unya itu. terlebi h lagi mengaiakannya pada Sada atau orang lain. "Aku akan menemui Zenko besok. Rasanya masuk akal mematuhi kakaknya yang akan mengambil alih kepemimpinan Tribe a tau bahkan menyerahkan jabatan itu pada Taku sendiri: keluarga Muto dan Kikuta bisa berdamai. dicekam perasaan kalau segala sesuatun ya akan terurai satu demi satu. bukan untuk yang pertama kalinya. naluri pragmatis Muto mendes aknya untuk mengikuti jalan ini.

kala u Zenko mengenakan kalung dari untaian rosario indah yang terbuat dari ukiran gading. lebih memercayai mereka ketimbang orang yang disediakan keluarga Muto di Hofu. Direngkuhnya Sada erat. walau tak langsung mengomentari. Taku juga memerhatikan. Zenko dan Hana duduk dengan tangan terkatup. dan menyadari dengan campuran antara rasa tercengang dan jijik kalau kakaknya telah mengikuti kepercayaan orang asing. kepal a tertunduk. Do n Carlo diminta untuk meng¬ucapkan doa.alkan tindakan kakaknya yang menempatkan ia dalam posisi serba salah. Sebelum mulai makan. sang kakak menunjukkan kepercaya¬an diri yang ba ru. Dia menghabiskan waktu dengan mem¬persiapkan diri untuk be pergian. Kumis dan janggu t Zenko tampak lebih lebat. mi rip yang dipakai Don Joao dan Don Carlo yang juga hadir saat makan malam. Men dengar betapa sering Deus diucapkan. T ak pernah ku¬bayangkan kalau aku akan jatuh cinta. Taku memerhatikan kehangatan baru antara kedua orang asing itu dengan Zenko. dan diundang ke kediaman di Hofu untuk makan malam bersama Zenko dan Hana. dengan langkah yang lebih angkuh. dan meskipun tidak tahu kalau itulah terakhir kalinya dia membangunkan Sada. karena tak ingin menarik perhatian. serta tampak hikmad. Begitu bertemu. tidak secara terang-terangan. pikirnya saat membangunkan Sada dengan le mbut. Taku melihat ada perubahan dalam diri kakaknya. dan menerima jawabannya sebelum tengah har i. tapi lebih dari itu. Tak per nah kubayangkan kalau aku akan menjadi ksatria yang mulia. *** Taku mengirim pesan keesokan harinya. Ia diperlakukan dengan santun seperti biasa. Halaman 206 dari 600 . Taku berkuda p ergi bersama empat orang yang telah menemaninya sejak dari Inuyama.

" "Kurasa kau tengah merencanakan per¬sekongkolan menentang Lord Otori.Berpindah agama atau hanya berpura-pura? Taku tidak percaya kalau tindakan Zenko tulus adanya. "Tidak ada kejahatan di dalamnya. Ia mengenal kakaknya sebagai laki-laki tanpa agama dan tidak berminat pada sesuatu yang berbau spiritual sama seperti dirinya. Rupanya Zenko melihat ada keuntungan: pasti berhubungan dengan militer. aku bahkan kedua putramu. memasang pendengarannya untuk langkah ka ki yang tak dikenal. ikutlah ke taman. "Tak bisa kubayangkan apa alasannya. Taku. Kami permisi sebentar. kurasa. pikirnya kecut. "Tak ada alasan bagi kita untuk b ermusuhan." Zenko . "Ada yang harus kubicara¬kan dengan adikku. dan kemarahannya muncul selagi memik irkan kalau yang bisa diberikan orang asing itu adalah senjata api dan kapal. membuka semua indera¬nya." sahut Zenko. dan kakaknya membimbing ia ke dalam jangkauan pisau lempar mereka? Atau s enjata mereka? Dan bulu kuduknya merinding memikirkan senjata yang bisa membawa kematia n dari jarak jauh. karena kau telah b ersumpah setia dan berutang nyawa padanya. "Dan sebagai imbalannya?" "Aku terkejut kau belum tahu." sahut Taku. seraya menyembunyikan marahnya. Ia ingin l angsung menyerang. seolah bisa membaca pikirannya. yang bahkan tidak terdeteksi oleh semua kemampuan Tribe." Taku mengikuti. Kebebasan itu diperbolehkan di seluruh Tiga Negara. Ia mengenal kakaknya sebagai laki-laki tanpa agama dan tidak berminat erpindah agama atau hanya berpura-pura? Taku tidak percaya kalau tindakan Zenko tulus adanya. Apakah sudah ada pembunuh yang ber sembunyi di taman. dan ketika makan malam se lesai dia berkata. Malam ini indah: sudah hampir purnama. Zenko berkata. hembusan napas yang tak terduga. namun menahan diri. Janganlah kita saling mem¬bunuh. juga karena tindakan ini akan membahayakan kel uargamu ibu kita. "Aku melihat kebenaran dalam kepercayaan mereka dan aku memilih untuk mengikuti jalan mereka. pikirnya. Zenko menyadari kegelisahan Taku yang makin bertambah. mengacuhkan pertanyaan tentang A kio. tapi aku yakin kau bisa menebaknya. Mengapa Kikuta Akio berada di Hofu dan dalam perli ndunganmu? Perjanjian keji apa yang kau buat dengan orang-orang ini?" Taku memberi isyarat ke arah tempat percakapan orang asing itu terdengar seperti pekikan burung." Taku melihat deretan gigi putih di atas janggut Zenko saat tersenyum.

Taku tergoda untuk menyerang. Mari kita bicara terns terang. juga pembunuh. Yakin kalau Zenko past i hendak membunuhnya saat ini. kita bersaudara. Dia akan mengabaikan peranmu dalam kematian Kotar o: semua orang tahu saat itu kau masih kecil. "Kau melihat bayangan dirim u sendiri." "Ayah kita memang pantas mati. Akan kupenuhi semua keinginanmu. dan ak u sayang padamu. Ta keo tidak punya masa depan: mengapa ikut jatuh bersamanya? Bergabunglah denganku: Tribe akan ber satu kembali: aku pernah bilang kalau aku punya orang dalam di kalangan Kikuta. Dan kau juga pantas mati. perebut kekuasaan. Ayah kita seorang ks atria sejati. Takeo yang menye babkan kematian ayah kita. Kaulah si perebut kekuasa¬an. "Taku." sahut Taku. Tugas pertama kita adalah balas dendam atas kematian itu. dan teringat kata-kata Takeo: Saudara saling membunuh. begitu kuatnya godaan itu hi ngga ia hampir tak sanggup menahannya.menatapnya. "Tidak. terlepas dari perbedaan pendapat kita. namun ada sesuatu yang mencegahnya: rasa enggan untuk mencab ut nyawa kakaknya. dan tubuhnya terasa perih seakan siap menghilang. seraya menahan kata-katanya. Takeo itu penipu." "Kau memandang Takeo seolah kau ber¬kaca. sungguh tak Halaman 207 dari 600 . lalu mendekat dan memegang tangannya." Taku merasa jarinya gatal ingin meraih pedang." sahut Taku. Bukan rahasia lagi kalau menurutku alasan Akio sangat masuk akal.

" laki-laki di sebelahnya berkata pelan. seperti layaknya orang lain. termasuk dirimu sendiri. "Biar kupertimbangkan dulu." Taku mundur dengan sikap hati-hati." Disingkirkannya kecemasan laki-laki itu. Taku menghirup napas dalam-dalam. tapi yang satu ini sudah terbuka. pikirkan semua tindakanmu. "Lord Muto. termasuk dirimu sendiri. yang digunakan di Tiga Nega ra. Diraihnya tali kekang Ryume lalu bergegas naik. Kakakmu. harus taat pada hukum. ia meninggalkan kediaman tanpa pamitan." kata Taku padanya. "Ada apa?" "Kuda Anda tadi batuk-batuk. "Dalam hal ini. dan menyiap kan dua kuda betina.terbayangkan. "Kurasa ini dari Lord Otori. Bagian bawahnya direkatkan dengan lilin dan dicap dengan lencana Otori. Tak u sayang." ujar Zenko. Kemudian Taku masuk ke tempat Sada tengah menunggu. lalu tertawa. "Kita pergi sekarang. Udara terasa sulit dihirup dengan pekatnya ser buk sari. "Apa yang kau temukan?" . dikalahkan dengan kecemasan yang lebih besar dalam dirinya. "Katakan apa yang kau inginkan dari Lord Otori . Kakakmu. Mari kita rundingkan." "Tak ada yang bisa dirundingkan kecuali dengan kehancuran dan kematiannya. berharap setiap waktu mendengar anak pana h atau pisau melesat di udara." "Mungkin karena udara musim semi." Dikeluarkannya wadah bambu dari balik jubah dan menyerahkannya. Apakah keinginan balas dendammu bisa menjamin tidak akan menyebabkan perang saudara?" "Baiklah. "Kuharap ini bisa memeng aruhi keputusanmu. dia meminta agar pelana kuda jangan dibuka. Taku sayang." ujar Zenko. harus taat pada hukum. erbayangkan. terserah apakah kau memihak atau menentangku. seperti layaknya orang lain. "Oh ya. Dan kau juga." Taku berjalan dengan cepat dari taman. sebelum kau pergi: aku lupa berikan ini padamu. seakan sulit bernapas." sahu t Zenko marah. Aku akan bicara lagi denganmu besok. Taku meng¬ambilnya dengan firasat: dikenalinya benda itu sebagai tempat surat. Di tempat penginapannya. Sada masih berpakaia n lengkap. Para penjaga menunggu di gerbang dengan kuda¬kuda.

Bulan purnama cukup terang untuk berkuda. Aku tak ingin dia di temukan Akio. Di Inuyama kalian lebih aman. membawa senjata yang menakutkan. yang wajahnya kin i bisa dilihat sekilas. maka aku harus mengejarnya sampai di perbatasan. Kakaknya itu tampak kejam. dan sebagai imbalannya mereka mempersenjatainya. Kakakny a itu memiliki Halaman 208 dari 600 . seolah Hisao tahu semua rahasia dalam dirinya. "Takeo memintamu agar segera menemuinya di Inuyama tapi ini sudah terla mbat selama berminggu-minggu. Tatapannya mem¬buat Maya merasakan ketakut an yang tak bisa dijelaskan." *** Maya tengah mimpi aneh serba merah di mana kakak laki-lakinya." Sada mengambil tabung itu lalu mengeluarkan suratnya. tapi juga telah bersekutu dengan orang asing. Dia menga ku telah menerima agama mereka. Dia harus kembali dan membawa pasukan kembali dari wilayah Timur."Zenko bukan hanya membuat kesepakatan dengan Akio. Bangunkan Maya. Bila Ta keo telah meninggalkan Inuyama. dia harus ikut. muncul dalam berbagai samaran. Tentunya dia sudah berangkat saat ini?" "Kita harus ke sana malam ini. terkadang ditemani para arwah." Diserah kannya wadah surat pada Sada. Dia membaca dengan cepat t ulisan dalam surat itu. Itu sebabn ya tidak ada kabar darinya. "Dia mengacaukan surat-surat yang Takeo kirim.

lekas berpakaian." Selagi kuda-kuda berderap menyusuri jalan menuju jalan besar. saat putra mereka tinggal di rum ah kami?" tanya Maya gusar.semacam jiwa kucing seperti dirinya. Dia bisa saja menyerang atau membuntuti. Maya melakukan seperti yang diminta karena bulan-bulan musim din gin telah mengajarkannya untuk patuh." kata Taku selagi mengayunkan tubuh Maya ke punggung kuda. karena tak tahu kalau Hisao mengenalnya. "Apakah kakakmu membiarkan kau pergi?" "Itu sebabnya kita pergi sekarang. Maya serta empat pengawal tidak diberhentikan atau ditanyai. "Ibu harus diberitahu. di malam s eperti ini. Pamanmu Arai dan istrinya ber komplot menentang ayahmu. dan seke lompok kecil orang Taku. di awal musim semi dengan bulan yang hampir penuh. Tak lama setelah matahari terbit. Kedua bocah itu harus mati!" . Maya terbangun dan sadar kal au Sada yang bicara pelan di telinganya. Segera setelah mereka hanya bertiga di ruang makan kecil. Ayahmu harus segera kembali. "Apa yang terjadi?" "Akan kuceritakan sedikit saja demi keselamatanmu. dan bersiap untuk bertarung. dan suaranya terdengar sangat serius. mereka berhenti di sebuah penginapan untuk sarapan dan minum teh. Sada bertanya pada Taku. "Kita akan ke Inuyama untuk menemui ayahmu. tapi men¬dadak situasinya makin mengancam. ada pelancong lain di jalan. "Bangunlah. Maya berkata pada Taku . Sada. Kami mengira bisa membendungnya. Kita pergi sekarang." Kelelahan tergambar di wajah Taku. Ber¬si agalah dengan senjata." Hofu bukanlah kota yang dikelilingi dinding. Malam ini Hisao membisikkan nama Maya. yang membuatnya ketakutan. karena tak tahu kalau Hisao mengenalnya. dan kegiatan perdagangan dan pelabu han berarti orang datang dan pergi pada jam berapa saja. "Bagaimana bisa paman dan bibi ber¬tindak begitu. Aku curiga ada jebakan. "Mengapa kita pergi di malam seperti ini?" "Aku tidak ingin menunggu sampai pagi. mengikuti bulan dan gelombang." Tanpa bertanya. emacam jiwa kucing seperti dirinya. Maya terbangun dan sadar kal au Sada yang bicara pelan di telinganya. Malam ini Hisao membisikkan nama Maya. yang membuatnya ketakutan.

Aku akan ke Hagi dan men¬ceritakan pada Ibu tentang niat Hana yang se benarnya!" "Tidak. harumnya aroma ten. angin sepoi-sepoi ber henti berhembus. Bahaya.. sesekali terdengar su ara jangkrik bak Halaman 209 dari 600 . langit cerah. merangkul bahu Sada. biru terang. merasakan angin m usim semi. Aku tidak akan melupakan ini : makanan yang terasa begitu lezat saat aku begitu lapar.. Mereka d uduk diam selama beberapa saat. terus maju. awan menghilang ke arah timur laut. begitu pemberani." "Itu lebih buruk lagi! Ibu harus di peringatkan. Sada dan Taku be rsamaku." Sada menarik Maya dan duduk denga n merangkulnya. Hana memang akan ke Hagi hari ini." tutur Taku. Hutan kian lebat di sekeliling mereka. "Itu sebabnya kita har us menyuruhnya kembali." sahut Taku." kata Sada. cahaya matahari yang berubah selagi gumpalan besar awan putih berarak. "Selama musim panas ini Hana akan bersama ibumu dan adikmu. pikir Maya. kau harus tetap bersama kami. Seperti keluarga. begitu bersemangat."Kau kedengaran sangat berbeda dengan ayahmu. Cuaca hari itu tetap cerah dan segar. Hanya ayahmu yang memiliki reputasi dan kekuatan untuk mencegah pecahny a perang. "Darimana datangnya ke kejaman itu?" Tapi suaranya terdengar penuh kasih sayang dan kekaguman. merasakan hari-hari yang kami lalui dalam perjala nan." "Lagipula. Kira¬kira tengah hari. Peluh membuat kul it kuda menjadi lebih gelap di bagian leher tubuh mereka selagi meninggal¬kan dataran pesisir dan mulai menanjak ke perbatasan pertama. "Ayahmu berharap tak seorang pun harus mati.

ringkikan kuda. Ia mengira ikan alat musik. Sada juga men¬dengarnya. "Kami akan menahan merek a. Maya mulai merasa lelah. Aku harus kembali. Mereka mendengarnya: derap kaki h ewan dari lereng. dingin dan brutal. menghempaskan tubuh . dan satu suara lagi. "Tetap di sini jangan. Aku tak bisa meninggalkan Taku. "Teruskan perjalanan dengan Maya. jalan terus. Sada berhenti lalu menengok ke belakang. "Pergilah. Maya mulai merasa lelah.petikan alat musik. melihat kuda berk ulit abu-abu dan bersurai hitam. Irama berjalan kuda. mustahil diketahui. Taku meneriakkan sesuatu ketika melihat mereka." gumam Maya. Mereka berkuda dengan cepat selama beberapa saat. mereka mengambil busur dari punggung. apa yang kau dengar?" Ia seperti mendergar dentingan baja." "Aku juga. tertahan dengan lut utnya. tapi di kejauhan mereka melihat kepulan debu dan mendengar derap kuda. jatuh. kudanya. membuat burun g-buning memekik ke takutan lalu terbang. tapi seiring dengan kuda-kuda yang mu lai lelah. dan mereka berhenti. Jumlah mereka paling banyak dua belas orang. yang bergenia sampai ke perbatasan." Taku memberi perintah dengan cepat pada pengawalnya. teriakan dan pekikan pertar ungan. Kejadiannya begitu cepat: Ryume jatuh lalu mati." teriak Sada lega. Irama berjalan kuda. tapi Maya ta k memahaminya karena saat mengucapkan kata-kata itu Ryume. "Mereka punya senjata api. "Itu dia datang." ujar Taku pada Sada. "Ada yang mengikuti kita!" Taku mengacungkan tangan. Ia mengira tengah bermimpi. Kami akan segera menyusul. hangatnya senj a membuatnya mengantuk. Taku masih memegang pedang." perintah Taku pada Sada. dengan enggan melajukan kuda dan Maya mengi kuti. hangatnya senja m embuatnya mengantuk. kemudian terguling. dan sekonyong-konyong dilihatnya Hisao. membelokkan kuda keluar dari jalan dan menghilang di balik batang-batang pohon b ambu. lengannya berlumuran darah darahnya atau darah orang l ain. lalu semb unyi." serunya. membalikkan kuda betina yang ketakutan ke arah mereka da tang. "Maya. lalu tersadar kaget.

Taku berusaha bangkit. Taku tidak terlula parah. Kedua kuda betina itu mudah gugup. pergi. D engan sifat OtoriHalaman 210 dari 600 . meski kelelahan. aku sekarat.Taku ke jalanan. Waktunya telah tiba. Secepatnya Sada menderapkan kuda menghampiri. dan sudah berlari kencang. Dia nyaris t ak sempat berpikir. nak. Dia merasakan sayatan yang sangat menyakitkan di waj ahnya. pikir Maya lega. kemudian dia jatuh dan Sada jatuh bersamanya. kemudian tembakan itu meraung lagi. dan kuda menimpa tubu h mereka. Dia menyadari kuatnya punggung S ada saat memeluknya. Dia baik-baik saja. meski banyak orang yang mati di jalanan di belakangnya . Kuda betina milik Sada berusaha bangkit dan berderap kembali ke Maya sambil meri ngkik keras. Kemudian dia me raih tangan Taku yang menggapai lalu mengayunon tubuh Taku di belakangnya. Matanya dipenuhi cahaya langit biru yang m enyilaukan: cahaya matahari berputar-putar dan kian redup. satu sayatan lagi di tangannya yang memegang pedang. tapi tak sempat lagi. Sada menarik tali keitang kudanya agar berhenti di samping Taku. aku harus berkonsentrasi pada kematian. Dia merasakan tembakan itu menge na lehernya dan menembusnya. Kuda betina tunggangan Sada menden gus dan menjadi liar saat melihat kematian Ryume. sebelum kegelapan membungka m pikirannya untuk selamanya. Pergilah. Taku ing in mengucapkannya. pengawalnya dan sebagian besar penyerang¬nya. Dia tak bisa melakukan itu bila dia terluka . Dari kejauhan didengarnya Maya berteriak.

Sekujur tubuhnya gemetar. Ryume. Maya memikirkan kedua kuda itu. Maya hampir tidak bisa melihat mereka di malam sebelumnya. Kedua laki-laki itu datang menghampiri. ia tidak boleh membiarkan keduanya kabur. Si kuda. begitu pula kedua kuda itu. memegangi tali kekang keduanya. Tapi badannya terasa lumpuh karena terguncang dan sedih. sementara laki-laki y ang satu lagi membalik kedua mayat." ujarnya. "Sada!" Seolah menjawab jeritannya. Si kuda. Ki . di bawah remangnya penerangan di penginapan. mengambil pisau dengan tangan kanan lalu menggor ok leher Sada dengan cepat. Akio berlutut. ia tak ingin melepaskan kedua kuda betina itu. "Kedua Muto ini sudah membayar¬nya. I a membungkuk dan diraihnya tali kekang kuda Sada yang terayun-ayun. Maya memikirkan kedua kuda itu. Hisao memegang senjata api. ya. pikirnya. tiba-tiba muncul dua orang tepat di belakang Ryume. Mereka berasal dari Tribe: mereka takkan membiarkannya hidup hanya karena ia masih kecil. dunia yang mem¬biarkan Taku mati di bawah lan git biru dan matahari yang cerah. tapi ia segera mengenalinya. Ia meludahi wajah Taku yang damai. Bola mata Sada berdenyut: dia masih hidup. Ia h arus membuka mulut lalu menjerit. Tapi ia tidak tahu apa ya ng harus dilakukan selanjutnya. Tapi ia tidak tahu apa ya ng harus dilakukan selanjutnya. ia tidak boleh membiarkan keduanya kabur. dan tak bisa memalingkan pandangannya dari tiga mayat yang ter¬geletak di jalan. Kedua orang memegang senjata. Setidaknya aku harus ber tarung. agak lebih jauh darinya. kemudian Sada dan Taku mati dalam keadaan berangkulan. tapi bodohnya. Akio membawa pedang dan pisau. begitu pula kedua kuda itu. kemudian Sada dan Taku mati dalam keadaan berangkulan. Ryume. dan tak bisa memalingkan pandangannya dari tiga mayat yang ter¬geletak di jalan. menyentuh dan memanggil¬manggil nama mereka. turun lalu berlutut di sampingnya. "Kematian Kotaro hampir terbalas. Maya tahu kalau ia harus menggunakan k emampuan menghilang atau bentuk kucing lalu lari ke dalam hutan: ia berasal dari Tribe. ia tak ingin hidip di dunia yang kejam ini. ditambah lagi. Bocah itu menatapnya. Ia membungkuk dan diraihnya tali kekang kuda Sada yang terayun-ayun.nya. Maya berdiri di antara kedua kuda betina. Sada mergerang pelan. Luapan kepedihan di hatinya membuat Maya hampir tercekik tak bisa bernapas. Maya menggerakkan kudanya meng¬hampiri mereka. s eharusnya bisa mengelabui siapa Saja. agak lebih jauh darinya. mengacungkan senjata api ke arahnya. Sekujur tubuhnya gemetar.

kedua kuda itu bergerak mundur." Halaman 211 dari 600 . Gadis itu menjerit dan meront a-ronta sewaktu Akio berusaha membuka telapak tangannya. "Seperti seorang ksatria perempuan?" Memegang Maya dengan tangannya yang sekuat baja. Akio ter¬senyum ketika dilihatnya garis lurus melintang di telapak tangan gadis itu. "Tapi ini siapa. Ayah?" Suaranya terdengar kebingungan. Dijatuhkannya tali kekang kedua kuda. seola h pernah mengenal gadis itu. Pis aunya terjatuh seolah Akio membelokkannya. dan kar ena terkejut. Akio bergerak lebih cepat dari gerakan manusia mana pun yang pernah Maya lihat. tapi laki-laki it u tak berbalik menatapnya. Ketakutan yang amat sangat mencekam Maya. bahkan lebih cepat dibanding malam sebelumnya. lalu mencengkeram pergelangan tangan Maya.ni tinggal Si Anjing. Maya menarik pisau dari sabuknya lalu menaikkan tangannya untuk menancapkan pisau itu di lehernya. "Jadi!" serunya. "Sekarang kita tahu siapa yang memata-matai kita semalam. Ia hanya ingin mati. Akio lalu menarik pakaiannya da n menyelusupkan tangan satunya ke selangkangan Maya. Ia tak boleh membiarkan la ki-laki itu menangkapnya. "Sial sekali nasibnya!" Akio berjalan menghampirinya dan Maya mencoba menatap matanya. "Tapi bocah pengurus kuda macam apa yang berusaha menggorok lehernya sendiri?" t anyanya dengan sinis." Bocah itu berkata. "Bocah pengurus kuda?" sahut laki-laki itu.

di sepanjang pantai yang dilindungi Laut Kitaran sampai Akashi. Tapi hadiah yang terpenting berdiri di atas dek. angin laut ber¬hembus lembut dari selatan namun cukup kencang untuk memenuhi layar dan m em¬buat kapal meluncur cepat. tapi Akio memindahkan cengkeramannya ke leher. lerenglerengnya kehijauan tua dengan pepohonan cedar. Cuaca cerah. buih gelombang menghiasi pantainya. Muatan kapal dipenuhi berbagai macam hadiah. bahkan dalam perjalanan yan g paling sulit antara Hagi dan Maruyama. "Ini putri si Anjing. nyan yian lambung kapal saat membelah lautan." Didekatinya Maya." Didekatinya Maya.Maya mengira hidupnya sudah berakhir. salah satu dari si kembar: dia ada tanda Kikuta. "Ini putri si Anjing. meraba bagian urat nadi. masing-masing diikat dengan dua utas tali di kepala dan ikat pinggang di bawah perut. di bawah naungan jerami: kuda-kuda yang dibiakkan di Maruyama. ketua keluargamu. "Kau kenal siapa aku?" Maya tak mau menjawab.. "Benar aku Otori Maya. bau air laut. "Aku Kikuta Akio. dicelup da n dilukis oleh perajin paling andal dari Hagi dan Maruyama. "Ada lagi. Tapi laki-laki itu melanjutkan. termasuk pelana dan sanggurdi ber¬hia s indah untuk Shigeko dan Hiroshi. karena wajah¬nya sama seperti yang ia lihat dalam mimpinya . pulau-pulau kecil bermunculan dari per mukaan laut. "Kau kenal siapa aku?" Maya tak mau menjawab. Ia ba ngga akan . serta kirin. ketika angin dari timur laut berpacu me¬lintasi laut kea bu-abuan. Gadis ini akan berguna. udara terasa san gat segar. Gadis ini akan berguna. dinding putih yang mencuat dari kastil ksatria. Dari berbagai arah." Maya ingin mengatakan lebih banyak lagi. serta jubah resmi yang kesemuanya baru dibordir. Jadi kita biarkan dia hidup untuk saat ini. tapi belum pernah berlayar lebih k e timur.* Shigeko sering berlayar antara Hagi dan Hofu. Berlayar membuat Shigeko gembira. Jadi kita biarkan dia hidup untuk saat ini. kuil-kuil ber¬atapkan pohon runjung. salah satu dari si kembar: dia ada tanda Kikuta. Shigeko tidak pernah mabuk laut. Shigeko menghabiskan banyak waktu dalam sehari di samping hewan-hewan itu. Tidak seperti Maya. bunyi kele-pak layar. tali temali dan tiang kapal.. Hisao." Maya sudah mengenalnya. diikat dengan tali dari sutra merah. aya mengira hidupnya sudah berakhir. aku adalah adikmu. lalu menekan hingga Maya tak sadarkan diri. Ini putraku. Tapi laki-laki itu melanjutkan." sahutnya. Diliha tnya gerbang biara merah tua berkilauan di bawah sinar matahari musim semi. kecipak air laut dan keriat-keriut kayu..

dan satu lagi berwarna merah bata. Kirin adalah hadiah yang sempurna: bahkan sang Kaisar pun pasti kagum dan tersanjung dengan hadiah ini. dan mengikuti dengan pandangan mata saat Shigeko berj alan di sekitar dek. dan semua kawannya. Seperti merindukan seseorang: Tenba. barangkali. saat kau di dekatnya. Shigeko hanya mencemaskan kirin yang tidak memiliki p embawaan santai layaknya kuda." Halaman 212 dari 600 . Mungkin hewan¬hewan itu takkan melupakannya namun juga takkan merindukan dirinya. tanpa perasaan. dan aku takkan merasa k hawatir memikir¬kannya akan kesepian.kesehatan dan ketampanan mereka karena ia sendiri yang membesarkan hewan-hewan i tu: dua kuda berkulit belang." sahut Hiroshi. Semua hewan itu kelihatan senang ditemani gadis itu. satu berwarna terang. "Aku khawatir kirin akan ketakutan ketika berpisah dari kita." "Aku hanya menyalahkan diriku! Aku yang menyarankannya. Aku terkejut kau bisa berpisah dengannya. Tapi aku be rharap hewan itu terbuat dari gading atau logam berharga. Tentunya dia akan merindukanmu. dia terus berpaling ke arah rumah." "Sedan tadi kuperhatikan dia berusaha mendekatimu. Tak ada rasa sesal akan berpisah karena mereka akan diperlakukan dengan bai k." katanya pada Hiroshi saat senja di hari ketiga perjalanan mereka dari Hofu. "Lih at.

Hiroshi yang berpaling lebih dulu. "Kuakui. Kirin berdir i begitu dekat hingga bisa dirasakan hangatnya napas hewan itu di pipinya." hardik Shigeko.Hiroshi menatapnya lekat-lekat. aku cemas dengan s emua tantangan yang me-nantiku di ibukota. "karena kau juga akan berada di sana." Shigeko tahu maksud ucapan Hiroshi karena dia hadir saat Lord Kono mengatakan ka lau istri Saga Hideki meninggal baru-baru ini. Shigeko merasa gundah. "Lagipula. Terkadang ia b ertanya-tanya apa bisa memilih calonnya sendiri karena kini ia penguasa Maruyama. dia hanya seekor hewan." imbuhnya. Nam un seperti tak ada gunanya membicara¬kan perasaannya: ia akan menikahi orang pilihan ayahnya. Dia akan dirawat dengan baik. "apa hadiah y ang lebih baik bagi jenderal Kaisar?" Mendengar kegetiran dalam suara Hiroshi. Shigeko memercayai Hiroshi sepenuhnya. Mereka berdua dilatih dengan Ajaran Houou. dia hanya seekor hewan. Shigeko dibesarkan dengan ajaran keras keluarga ksatria: ia tidak bisa mematah¬kannya begitu saja. Mungkin tidak semenderita seperti yang kau bayangkan. diberi cukup makan. Mungkin tidak semenderita seperti yang kau bayangkan. Ter kadang ia bermimpi ayahnya memilih Hiroshi. Dia akan dirawat dengan baik. diberi cukup makan." iroshi menatapnya lekat-lekat. "Dan mungkin kirin itu takkan kesepian di Miyako. gadis itu menahan tatapan Hiroshi selama beberapa saat. "Bila kirin merupakan hadiah yang sempurna bagi Kaisar. Ia sudah lama me nyadari kalau Hiroshi mencintainya seperti ia mencintai laki-laki itu." ." "Hewan memiliki perasaan yang dalam. dan telah mencapai tah ap kesadaran serta kepekaan yang tinggi." gumamnya. dan terjaga dalam rasa bahagia. "Tapi dia tidak memiliki perasaan yang sama dengan manusia saat dipisahkan dari mereka yang disayanginya. Mereka berdua tahu apa yang ada di benak masing-masing. Aku berharap perjalanan kita sudah berakhir tapi di si si lain aku juga tak ingin perjalanan ini berakhir." Shigeko beradu pandang dengan Hiroshi." kata Hiroshi dengan suara pel an. kehilangan yang membuat bangsawan yang paling be rkuasa di Delapan Pulau bebas untuk menikah. terkadang ia sad ar kalau tak ingin mengecewakan ayah-nya. "Lagipula. "Aku berharap tidak harus tinggal jauh dari Tiga Negara.

Kita semua harus menyingkirkan keinginan pribadi untuk membiarkan ajaran kedamaian menang."Kau tak menunjukkan kecemasan saat bicara dengan Lord Kono tahun lalu. ti dak berani berkata apa-apa lagi. Miyoshi Gemba juga akan berad a di sana. memanggil dengan nama yang sering dilakukannya ketika g adis itu masih kecil. aku bersumpah. "Aku telah mengenalmu sejak keci l bahkan mungkin di kehidupan sebelumnya." sahut Shigeko. saat dikelilingi begitu banyak ora ng yang mendukungku terutama kau. Lalu satu kenangan melintas di benaknya: pertama kali ia melihat s epasang houou sewaktu kedua burung itu kembali ke hutan di sekitar Terayama untuk bersarang di pohon pauwlonia dan membesarkan anak-anaknya. "Jangan sampai ada hal yang mengurangi konsentrasimu selama penandingan i tu." "Tidak akan." Gadis itu terdiam." "Bukan menyingkirkan. "Ada ikatan yang kuat di antara kita." kata Hiroshi. ikatan itu jangan pernah putus." Hiroshi mengingatkan." "Guru-guruku yang terbaik kau dan dia. Bila aku memang harus me¬nikah dengan orang lain." ujarnya." "Shigeko. Busur di Halaman 213 dari 600 . "Mudah untuk merasa percaya diri di Maruyama." "Kau juga akan mendapatkan dukungan itu di Miyako. "tapi mengatasinya.

membuat lamban g bangau Otori menjadi keemasan. Lord Ot ori akan meng¬hadiahkan kirin kepada Kaisar. Tiga Negara belum pernah begitu sejahtera.tanganmu." anganmu. namun perjalanan memb awa dirinya makin jauh dari kemungkinan menerima kabar. Kemudian. beber apa di antara¬nya diceritakannya pada Minoru." lapor Minoru." Shigeko tersenyum. namun roh houou yang akan menuntun anak panahnya. bagaimana dengan nasib Maya? Takeo ingin sekali kembali dan mencari tahu sendiri.* Beberapa hari setelah bulan purnama. cairan dari dalam bumi mengalir ke pepohonan dan ke d alam aliran darah semua orang. bunga dan umbul-umbul tak mampu menyingkir¬kan ke gelisahan Takeo. seolah burung suci itu telah bertengger di atasnya. mereka berjalan ke bagian be lakang dek dan memulai latihan ritual kuno yang mengalir melewati udara bak air. sewaktu matahari tenggelam di ufuk barat. dan bahwa mereka harus mengirim kurir secepat¬nya bila ada kabar dari Taku. "Mereka bertanya kepadaku apa yang te lah mereka lakukan sehingga tidak dipercaya oleh Lord Otori. Meskipun ia ber¬usaha menyembunyikannya. dan di satu sisi lagi. tarian. Semua ini m erupakan bukti dari penguasa yang adil dan memedulikan kesejahteraan rakyatnya. Kilau sinar matahari mewarnai layar. mengatakan bahwa mereka akan lebih berguna di sana. Takeo meninggalkan Inuyama menuju wilayah T imur." . Kapal pun t ampak bermandikan cahaya. namun roh houou yang akan menuntun anak panahnya. Setelah me¬mikirkan masak-masak. Kedua hal itu sama-sama musibah baginya. semua pertanda ini menegaskan apa yang dilihat sebagian besar rakyat pada anak-anak mereka yang montok dan sawah yang subur. Kepergiannya dilepas dengan penuh semangat oleh penduduk kota. namun wajah tanpa ekspresi yang ki ni menjadi kebiasaan¬nya. ketika bumi hidup kembali. yakin kalau pikiran dan tujuan mereka berdua telah menyatu. namun mengubah otot dan urat daging menjadi sekeras baja. Kota itu dikuasai rasa percaya diri serta harapan karena Lord Otori bukan hanya tengah mengunjungi Kaisar tokoh yang dianggap separuh mistis oleh rakyat tapi dia j uga meninggalkan seorang putra: kesedihan yang disebabkan oleh si kembar akhirnya te rsingkir. Kecemasannya yaitu tidak adanya kabar dari Taku: apakah dia membelo t atau sudah mati. Namun semua sorak sorai. Takeo memutuskan untuk meninggalkan Kuroda bersaudara di Inuyama. Langit di arah barat masih memancarkan garis merah ketika di arah timur muncul bulan purnama dari bulan keempat. Burung houou ber¬sarang di Terayama. panji-panji Maruyama berkibar di tali tiang kapal. Saat itu ada pera yaan musim semi. "Jun dan Shin tidak senang.

"Tidak ada keluarga Tribe di Miyako," sahut Takeo. "Sungguh, aku tidak mem¬butuhka n mereka di sana. Tapi kau tahu, Minoru, kalau kepercayaanku pada mereka telah terkikis: bukan karena kesalahan m ereka, hanya karena aku tahu kesetiaan pertama mereka pasti pada Tribe." "Kurasa Anda mestinya bisa lebih me¬mercayai mereka," sahut Minoru. "Mungkin aku menyelamatkan mereka dari pilihan yang menyakitkan, dan kelak merek a akan berterima kasih padaku," sahut Takeo ringan, tapi sebenamya dia me¬rindukan kedua pengawal Tribe tersebut, merasa telanjang dan tidak terlindungi tanpa mereka berdua. Empat hari keluar dari Inuyama, mereka berjalan melintasi Hinode, desa tempat Ta keo pernah beristirahat bersama Shigeru pada pagi setelah lari dari kejaran prajurit Iida S adamu. "Tempat kelahiranku berjarak satu hari perjalanan dari sini," komentarnya pada G emba. "Aku tidak melewati jalan ini lagi selama hampir delapan belas tahun. Aku ingin tahu apakah desa itu masih ada. Di sanalah Shigeru menyelamatkan aku." Halaman 214 dari 600

Tempat adikku, Madaren, dilahirkan, mengingatkan dirinya, tempat aku dibesarkan sebagai orang Hidden. empat adikku, Madaren, dilahirkan, mengingatkan dirinya, tempat aku dibesarkan s ebagai orang Hidden. "Aku bertanya pada diriku sendiri, alangkah beraninya aku muncul di hadapan Kais ar. Mereka semua akan membenciku k arena asal -usilk u." Takeo dan Gemba berkuda berdampingan di jalur yang sempit, gar tidak didengar orang lain. Gemba melihat sekilas ke arahnya lalu ku membawa semua dokumen yang mem¬buktikan keturunanmu dari Terayama: alah kakekmu, dan pengangkatanmu oleh Shigeru sah menurut hukum . Tak ada yang bisa mempertanyakan legitimasimu." "Tapi Kaisar sudah mempertanyakannya lebih dulu." "Kau membawa pedang Otori, dan di¬berkati dengan semua pertanda persetujuan Surga. " Gemba tersenyum. "Kau mungkin tidak menyadari kekaguman Shigeru saat membawamu pulang: kau begitu mirip Takeshi. Seperti keajaiban: Takeshi tinggal cukup lama bersama kami sebelu mnya. Kakakku Kahri adalah sahabatnya. Rasanya seperti kehilangan saudara laki-laki tercinta. Namun kesedihan kami tidak ada artinya dibandingkan dengan Lord Shigeru, dan itu merupakan pukulan terakhir dari sekian banyak peristiwa buruk yang menimpanya." "Ya, Chiyo menceritakan kisah-kisah kehilangannya. Hidupnya diliputi kesedihan d an nasib buruk yang tidak layak diterima¬nya; namun Shigeru tidak menunjukkannya. Aku ingat perka taannya di malam pertama aku bertemu Kenji: Aku tidak diciptakan untuk berputus asa. Sering aku memikirkan kata-kata ini, dan tentang keberaniannya saat kami berkuda ke Inuyama dalam peng awasan Abe dan pasukannya. " "Kau harus mengatakan hal yang sama pada dirimu: kau tidak diciptakan untuk berp utus asa." Takeo berkata, "Seharusnya begitu, tapi dengan begitu banyak yang telah terjadi dalam hidupku, itu menjadi suatu kepura¬puraan." Gemba tertawa. "Beruntunglah karena kau memiliki sekian banyak keahlian. Jangan remehkan dirimu sendiri. Sifatmu mungkin lebih kelam dari Shigeru, tapi tak kalah kuatnya. Lihat lah apa yang telah kau raih: hampir enam belas tahun kedamaian. Kau dan istrimu telah menyatukan semua pihak yang bertikai di seluruh Tiga Negara; kau dan ia bicara pelan a menyahut, "Kau tahu a bahwa Lord Shigemori ad dan disetujui oleh klan

menangani kesejahteraan negara dengan keseimbangan yang sempurna. Putrimu men¬jadi tangan kananmu, istrimu mendukung sepenuhnya di rumah. Percayalah pada mereka. Kau akan membuat kalangan istana Kaisar terkesan sesuai dengan kemampuan¬mu. Percayalah padaku." Ge mba terdiam dan setelah beberapa saat melanjutkan senandung kesabarannya. Kata-kata Gemba terasa lebih dari sekadar menenangkan; kata-kata itu tidak menen ang¬kan tapi justru membuat Takeo mampu menguasainya, dan akhirnya bisa melaluinya. Selagi tu buh dan pikiran penunggangnya rileks, maka begitu pula dengan kudanya: Tenba menundukkan leher d an mem¬perpanjang langkahnya seolah jarak yang ditempuh tengah dilahapnya, hari demi hari. Takeo merasa semua inderanya mulai terjaga: pendengarannya menjadi sama peka¬nya s aat ia berusia tujuh belas tahun; mata dan tangan senimannya mulai bergerak lagi dengan sendiri nya. Saat mendiktekan surat di malam hari pada Minoru, rasanya ingin sekali mengambil kuas dari tangan juru¬tulisnya itu. Kadang Takeo memang melaku¬kannya dengan cara menopang tangan kanannya yang cacat dengan tangan kiri serta menjepit kuas dengan dua jarinya ya ng ter¬sisa, dibuatnya sketsa pemandangan yang ada di benaknya selama berkuda di siang hari: sekawanan gagak beterbangan di sela-sela pepohonan cedar, barisan angsa di tebing dengan b entuk yang aneh, seekor burung tila dan bunga lonceng di bebatuan. Minoru mengumpulkan sketsa-ske tsa itu lalu mengirimnya dengan surat-surat untuk Kaede, dan Takeo teringat pada lukisan buru ng tila yang pernah ia berikan pada istrinya bertahun-tahun yang lalu di Terayama. Tangan cac atnya selama ini telah mencegahnya untuk melukis, namun belajar untuk mengatasi kendala itu telah mengasah bakat alaminya menjadi gaya lukisan yang unik dan luar biasa. Halaman 215 dari 600

Jalanan dari Inuyama menuju perbatasan terawat baik dan cukup lebar untuk tiga p enunggang kuda berjalan berdampingan. Permukaan jalan rata karena Miyoshi Kahei dan pasukannya melewati jalan ini beberapa minggu sebelumnya. Pasukan garda depan itu terdiri dari seribu oran g yang sebagian besar berkuda. Kahei juga membawa per¬sediaan pangan di atas kuda beban dan alanan dari Inuyama menuju perbatasan terawat baik dan cukup lebar untuk tiga pe nunggang kuda berjalan berdampingan. Permukaan jalan rata karena Miyoshi Kahei dan pasukannya melewati jalan ini beberapa minggu sebelumnya. Pasukan garda depan itu terdiri dari seribu oran g yang sebagian besar berkuda. Kahei juga membawa per¬sediaan pangan di atas kuda beban dan gerobak yang ditarik lembu. Sisanya akan bergerak dari Inuyama dalam beberapa mi nggu lagi. Daerah perbatasan berbukit¬bukit. Selain dari jalanan yang akan mereka lalui, punc aknya tak bisa dilewati. Menyiagakan pasukan yang begitu besar selama musim panas membutuhkan b anyak sumber daya, dan banyak pasukan pejalan kaki yang berasal dari desa-desa tempat panen tidak bisa dilakukan tanpa tenaga mereka di ladang. Takeo dan rombongannya berjumpa dengan Kahei di dataran tinggi tepat di bawah ja lur sempit. Saat itu udara masih dingin, rumput tepercik bintik putih salju terakhir, air sungai dan kolam membeku. Pos perbatasan kecil dibangun di sini, meski tidak banyak pengembara yang melakukan perjalanan dari wilayah Timur melewati jalur darat karena lebih memilih jalur laut melalui Akash i. Gugusan Awan Tinggi menjadi perbatasan alami yang selama bertahun¬tahun membuat Tiga Negara ter lindungi, terabaikan bagian negara yang lain, tidak dikuasai atau dilindungi Kaisar. Kemah yang dibangun tampak teratur dan disiapkan dengan baik: kuda-kuda berada d i barisannya, pasukan dipersenjatai lengkap serta terlatih. Dataran itu sudah diub ah dengan pagar penghalang yang didirikan dengan formasi kepala anak panah di sepanjang tepi dan gudang penyimpanan dibangun dengan cepat untuk melindungi persediaan makanan dari cuaca dan hewan. "Ada cukup tempat di ujung dataran bagi pasukan pemanah," tutur Kahei. "Tapi kit a juga memiliki cukup senjata api saat prajurit pejalan kaki datang dari Inuyama untuk mempertah ankan jalan bermilmil di belakang kita, begitu pula dengan pedesaan di sekitarnya. Kita akan mendirika n blokade. Tapi jika mereka masuk ke daerah di sekitarnya, kita akan gunakan kuda dan pedang." Ia menambahkan, "Apakah kita tahu senjata apa yang mereka miliki?" "Waktu mereka kurang dari setahun untuk mendapatkan atau menempa senjata api ser ta melatih

pasukan untuk menggunakannya," sahut Takeo. "Kita lebih unggul dalam hal itu. Ki ta juga memiliki pasukan pemanah: senjata tidak bisa diandalkan saat hujan atau angin. Aku berhar ap bisa mengirim pesan padamu. Aku akan mencari tahu sebisanya tapi aku harus kelihatan seperti mencari kedamaian; aku tidak boleh memberi alas an bagi mereka untuk menyerang. Semua persiapan ini demi mempertahankan Tiga Negara; kita tidak mengancam siapa pun di luar perbatasan wilayah kita. Kau harus tetap di dataran ini dalam posisi yang murni bertahan. Kita jangan sampai memancing Saga atau menantang Kaisar." "Rasanya aneh melihat Kaisar dengan mata kepala sendiri," komentar Kahei. "Aku i ri padamu: kami mendengar tentang Kaisar sejak kami masih kecil; beliau adalah keturunan dewa, k endati selama bertahun¬tahun aku tidak percaya kalau beliau memang benar-benar ada." "Klan Otori kabarnya adalah keluarga Kaisar," sahut Gemba. "Karena ketika Takeyo shi diberikan Jato, bayi dalam kandungan salah seorang selir Kaisar juga akan djodohkan dengannya." Gemba ter¬senyum pada Takeo. "Maka kau pun memiliki darah yang sama." *Agak tercampur setelah benahun-tahun," sahut Takeo dengan nada ringan. "Tapi mu ngkin karena beliau adalah kerabatku maka akan memandangku dengan sikap yang bersahabat. Bertahun-tahun lalu Shigeru mengatakan bahwa karena kelemahan sang K aisar sehingga orang seperti lida bisa merajalela tanpa bisa diawasi. Maka sudah menja di kewajibanku untuk memperkuat kedudukan Kaisar. Beliau adalah penguasa Delapan Pulau." Takeo melayangkan pandangan ke arah gugusan gunung yang warnanya berubah menjadi ungu tua di bawah cahaya malam. Langit tampak ber-warna putih kebiruan, dan bintang-bintang pertama mulai bermunculan. "Aku hanya tahu scdikit tentang sisanya: bagaimana pemerintahannya, apakah merek a sejahtera, apakah rakyatnya bahagia. Semua ini harus dicari tahu dan dibicarakan." Halaman 216 dari 600

"Dengan Saga Hideki-lah kau harus bicarakan semua itu," sahut Gemba. "Karena saa t ini dialah yang mengendalikan dua pertiga negara, termasuk Kaisar." Dengan Saga Hideki-lah kau harus bicarakan semua itu," sahut Gemba. "Karena saat ini dialah yang mengendalikan dua pertiga negara, termasuk Kaisar." "Tapi kita tidak akan membiarkannya mengendalikan Tiga Negara," seru Kahei. Ketidaksetujuan Takeo tidak diperlihatkan terang-terangan pada Kahei, tapi secar a pribadi, seperti biasa, ia telah memikirkan tentang negaranya dan cara terbaik untuk melindunginy a. Takeo sudah menyaksikan kehancuran dan kehilangan korban manusia akibat perang dan gempa. Ia tak ingin m enyerahkan negara yang telah makmur ini pada Zenko, tapi juga tidak ingin melihatnya terpec ah belah dan berperang lagi. Ia tidak percaya kalau Kaisar adalah dewa yang harus disembah. T api ia menyadari pentingnya kaisar sebagai simbol kesatuan, dan siap untuk tunduk pada Kaisar dem i mem¬pertahankan kedamaian dan meningkatkan kesatuan seluruh negara. Namun aku takkan menyerahkan Tiga Negara kepada Zenko. Berulang kali dirinya kem bali lagi pada keyakinan ini. Aku takkan melihatnya berkuasa menggantikan diriku. Mereka menyeberangi jalur perbatasan saat bulan menghilang, dan sebelum bulan pe nuh lagi mereka hampir tiba di Sanda, kota kecil yang berada di jalur antara Miyako dan Akashi. Selagi menuruni lembah, sekaligus memeriksa jalur pulang mereka dan tempat sepasukan kecil pasukan kemungkinan berbelok dan menghadang musuh bila diperlukan Takeo mempelajari keadaa n desadesa, sistem pertanian, kesehatan anak¬anak, kerap berkuda keluar dari jalan memasuki di strik di sekitarnya. Ia tercengang menemukan bahwa ia tak dikenal penduduk desa: reaksi mereka seolah kedatangan pa hlawan dari legenda yang mendadak muncul di tengah-tengah mereka. Di malam hari terdengar ol ehnya penyanyi buta melantunkan lagi kisah Klan Otori: peng¬khianatan atas Shigeru dan kematianny a, kejatuhan Inuyama, perang Asagawa, mundur ke Katte Jinja serta pengambilalihan kota Hagi. Ada juga nyanyian baru yang digubah tentang kirin karena hewan itu bersama putri Lord Oto ri yang cantik tengah ditunggu di Sanda. Daerah itu terbengkalai: Takeo terkejut dengan rumah-rumah yang setengah runtuh, sawah yang tidak digarap. Ia tahu dalam perjalanan, dengan bertanya pada para petani, bahwa temya ta semua wilayah itu bertempur habis-habisan melawan Saga sebelum akhirnya menyerah dua tahun lal u.

Sejak itu pasukan bersenjata dan buruh yang dibutuhkan telah melemahkan sumber d aya manusia desa-desa tersebut. "Tapi setidaknya kini sudah damai, dan kami berterima kasih pada Lord Saga," kat a salah seorang laki-laki yang lebih tua. Takeo ingin tahu berapa banyak pengorbanan yang mereka lakukan, dan masih ingin bertanya¬tanya lebih banyak lagi, tapi saat makin mendekati kota ia bergabung lagi dengan rombongannya dengan sikap yang lebih formal. Banyak dari o rang-orang itu mengikutinya, berharap melihat kirin secara langsung. Ketika tiba di Sanda, mere ka ditemani oleh sekerumunan besar orang, dan makin bertambah ketika penduduk kota ber¬hamburan kel uar untuk bertemu dengannya. Mereka melambaikan umbul-umbul serta rumbai-rumbai, menari da n menabuh genderang. Sanda merupakan kota per¬dagangan dan tidak memiliki kastil atau benten g. Masih tampak sisa-sisa kehancuran akibat perang, tapi sebagian besar toko dan rumah ya ng hangus terbakar sudah dibangun kembali. Ada beberapa rumah penginapan besar di dekat ku il; di jalan utama di depan mereka, Takeo dipertemukan dengan sekelompok kecil prajurit, memb awa panji¬panji bergambarkan puncak gunung kembar lambang Klan Saga. "Lord Otori," ujar pemimpinnya, laki-laki bertubuh besar dan gemuk yang meng¬ingat kan Takeo pada Abe, pengawal senior Lord Iida. "Namaku Okuda Tadamasa. Ini putra sulungku, Tadayoshi. Pemimpin kami yang agung dan jenderal Kaisar meng¬ucapk an selamat datang kepada Anda. Kami diutus untuk mendampingi Anda." Orang itu bicara dengan bahasa resmi dan sopan. Sebelum Takeo sempat menjawab, Tenba meringkik lantang. Di atas atap laman di penginapan muncul kirin dengan telinga yang seperti kipas, kepala bermata besar di atas leher panjang bercorak. Kerumunan orang berseru kegirangan dengan serempak. Mata dan h idung kirin Halaman 217 dari 600

tampak mencari-cari sahabatnya. Ketika melihat Tenba, wajahnya melembut seakan t ersenyum; dan bagi kerumunan itu, kirin seakan tersenyum pada Lord Otori. ampak mencari-cari sahabatnya. Ketika melihat Tenba, wajahnya melembut seakan te rsenyum; dan bagi kerumunan itu, kirin seakan tersenyum pada Lord Otori. Bahkan Okuda pun tak mampu menahan diri untuk meliriknya. Ekspresi kekaguman mel intas sesaat di wajahnya. Ototnya ber¬kerut tegang berusaha keras menahan diri, matanya terbela lak. Putranya, pemuda ber-usia kira-kira delapan tahun, terang-terangan menyeringai. "Aku berterima kasih pada Anda dan Lord Saga," sahut Takeo tenang, mengabaikan k eheranan itu seolah kirin hanyalah hewan peliharaan biasa. "Kuharap Anda bisa mem beri kehormatan dengan mengajakku dan putriku makan malam bersama." "Kurasa Lady Maruyama sudah menunggu di dalam," sahut Okuda. "Aku terima undanga n Anda dengan senang hati." Mereka semua turun dari kuda. Para pengurus kuda berlarian menghampiri untuk men gambil tali kekang. Pelayan bergegas datang ke tepi beranda membawa baskom air untuk mencuci kaki para tamu. Pemilik penginapan pun muncul, seorang tokoh penting dalam pemerintahan ko ta itu; dia berkeringat karena gugup; membungkuk rendah, kemudian bangkit, mengatur pelayan dengan banyak instruksi dan tepukan tangan, serta menggiring Takeo dan Gemba ke kamar t amu utama. Kamarnya cukup menyenangkan, meski¬pun tidak mewah. Alas lantainya masih baru dan wangi, dan pintu-pintu bagian dalam terbuka ke arah taman kecil yang berisikan rumput dan s ebongkah batu hitam yang tidak biasa, seperti miniatur puncak kembar gunung. Takeo menatapnya, seraya mendengarkan hiruk-pikuk kesibukan dalam penginapan di sekelilingnya, suara bersemangat sang pemilik penginapan. Kegiatan di dapur selagi makan malam disiapkan, ringkikan Tenba dari istal, dan terakhir suara putrinya, langkah kakinya di luar. Takeo berbalik saat pintu bergeser terb uka. "Ayah! Aku sudah tak sabar ingin bertemu ayah!" "Shigeko," sahutnya, lalu dengan penuh kasih sayang, "Lady Maruyama!" Gemba yang sedari tadi duduk di beranda sebelah dalam, kini berdiri dan menyeruk an kata yang sama. "Lady Maruyama!" "Lord Miyoshi! Aku senang bertemu Anda." "Hmm, hmm," sahutnya seraya ter¬senyum le bar dan

bersenandung riang. "Kau tampak baik." Benar, pikir Takeo, putrinya bukan hanya berada di puncak kecantikan masa mudany a, tapi juga memancarkan kekuatan dan kepercayaan diri seorang perempuan dewasa, seorang peng uasa. "Dan Ayah lihai bawaanmu tiba dengan sehat," ujar Takeo. "Aku baru kembali dari kandang kirin. Hewan itu senang bertemu dengan Tenba. Aga k mengharukan. Tapi apa Ayah baik-baik saja? Perjalanan Ayah lebih berat. Ayah tidak merasa kesakitan?" "Ayah baik-baik saja," sahutnya. "Cuaca hangat seperti ini rasa sakitnya masih b isa diatasi. Gemba adalah teman seperjalanan yang baik, dan kudamu itu luar biasa." "Tidak ada kabar dari rumah?" tanya Shigeko. "Tidak ada, tapi karena Ayah tidak menunggu kabar, maka ketenangan ini tidak mem buat Ayah cemas. Di mana Hiroshi?" tanyanya. "Dia sedang menengok keadaan kuda dan kirin," sahut Shigeko dengan tenang. "Bers ama Sakai Masaki, yang ikut bersama kami dari Maruyama." Takeo mengamati putrinya yang tidak menunjukkan emosi apa pun. Setelah beberapa saat ia bertanya, "Ada pesan dari Taku di Akashi?" Halaman 218 dari 600

Shigeko menggeleng. "Hiroshi juga tengah menunggu sesuatu, tapi tak satu pun ora ng Muto di sana mendapat kabar darinya. Mungkinkah terjadi sesuatu?" higeko menggeleng. "Hiroshi juga tengah menunggu sesuatu, tapi tak satu pun oran g Muto di sana mendapat kabar darinya. Mungkinkah terjadi sesuatu?" "Aku tidak tahu; sudah lama tidak ada kabar darinya." "Aku bertemu dengannya dan Maya di Hofu sebelum kami berangkat. Maya datang untuk melihat kirin. Dia sehat, lebih mantap, juga lebih bisa menerima anugerah bakatnya dan lebih bisa mengendalikannya." "Kau anggap kerasukan itu sebagai anugerah?" seru Takeo, terkejut. "Kelak akan begitu," sahut Gemba, lalu dia dan Shigeko saling tersenyum. "Jadi, katakan padaku para Guru Besar¬ku," ujar Takeo sinis, menyembunyikan kekesa lannya. "Mestikah aku mencemaskan Taku dan Maya?" "Karena kau tak bisa berbuat apa-apa dari sini," Gemba menjelaskan, "maka tak ad a gunanya membuang energimu dengan mengkhawatirkan mereka. Kabar buruk cepat tersebar: kau akan mendengarnya secepatnya." Takeo menyadari kearifan kalimat ini, lalu berusaha menyingkirkan masalah ini da ri benaknya. Tapi di malam-malam selanjut¬nya, selagi mereka melanjutkan perjalanan ke ibukota, ia seri ng memimpikan kedua putri kembarnya, dan di dunia lain yang berkabut itu, disadarinya kalau me reka berdua tengah menjalani semacam ujian berat yang aneh. Maya berkilau bak emas, menarik semua c ahaya dari Miki yang dalam mimpinya terlihat sehebat dan setajam sebilah pedang. Sekali dia bermimpi mereka berdua s ebagai kucing dan bayangannya: ia memanggil¬manggil, tapi meskipun menengok, keduanya bukan saja lid ak melihat dirinya tapi juga berlari menjauh dengan langkah tak ter¬dengar hingga berada di l uar jangkauan pendengaran dan perlindungannya. Takeo terbangun dengan perasaan kehilangan yang begitu menyakitkan kalau kedua putrinya itu bukan anak-anak lagi. Bahkan bayi laki¬lakiny a akhirnya akan tumbuh menjadi laki¬laki dewasa dan menantang dirinya; bahwa orangtua membesarkan anak-anak hanya untuk digantikan kedudukannya oleh mereka, bahwa harga yang hams dibayar u ntuk kehidupan adalah dengan kematian. Malam terasa lebih pendek, dan saat matahari makin bersinar cerah, Takeo kembali dari dunia mimpi, mengumpulkan kembali tekad dan kekuatannya untuk melakukan tugas yang ada di had apannya,

membingungkan lawan-lawannya dan me¬menangkan keberpihakan mereka, memper¬tahankan negara serta Klan Otori, di atas segalanya, mencegah tejadinya perang.* Perjalanan berlanjut tanpa insiden. Ini adalah waktu yang paling tepat untuk mel akukan perjalanan. Siang kian panjang seiring makin dekatnya waktu ketika matahari berada pada jara k terjauh dari garis khatulistiwa. Okuda nampak terkesan pada kirin, pada kuda Maruyama, dan pada Shige ko yang memilih untuk berkuda di sisi ayahnya; laki-laki itu banyak bertanya pada Takeo tentang Tiga Negara, perdagangan, administrasi, dan kapal. Jawaban jujur Takeo membuat mata¬nya makin t erbelalak. Kabar tentang kedatangan kirin sudah sampai mendahului mereka, dan sewaktu mende kati ibukota, kerumunan orang semakin banyak saat penduduk kota berhamburan keluar untuk menya mbut. Mereka membuat hari itu sebagai hari libun mereka mengajak istri dan anak dengan mengenakan pakaian berwarna cerah, menggetar tikar dan mendirikan payung penahan sinar mata hari warna merah tua serta tenda putih, makan dan minum dengan gembira. Takeo merasakan semua kemeria han ini sebagai pemberkatan atas per¬jalanannya, menyingkirkan pertanda buruk dari eksekusi di Inu yama. Halaman 219 dari 600

Kesan ini di¬perkuat dengan Lord Kono yang mengirim undangan untuk mengunjunginya pada malam pertama di ibukota. esan ini di¬perkuat dengan Lord Kono yang mengirim undangan untuk mengunjunginya p ada malam pertama di ibukota. Kota itu dikelilingi tebing; danau besar di bagian utara menyediakan kota itu de ngan air dan ikan. Dua sungai yang mengaliri kota dihubungkan dengan beberapa jembatan yang indah. Kota itu dibangun seperti kota kuno di Shin: berbentuk persegi dengan jalan lebar terbentang dari utara sampai ke selatan, dengan jalanan yang lebih kecil bersaling¬silang. Istana kekaisaran terle tak di ujung jalanan utama, di sebelah biara agung. Takeo serta rombongannya menginap di kediaman yang tidak jauh dari tempat Kono. Sebuah kandang dibangun dengan tergesa¬gesa untuk kirin. Takeo berpakaian dengan ekstra h ati-hati untuk menghadiri pertemuan itu, lalu menaiki salah satu tandu mewah ber¬pernis yang dian gkut dengan kapal laut dari Hagi menuju Akashi. Hadiah-hadiah untuk Kono dibawa oleh sebaris an pelayan: produk Tiga Negara yang menjadi bukti kesejahteran dan pemerintahan yang baik, apa saja yang dinikmati atau dikagumi Kono selama di wilayah Barat salah satu hasil pengintaian Taku. "Lord Otori telah tiba di ibukota saat matahari mendekati titik puncaknya," seru Kono. "Waktu yang amat menguntungkan. Aku berharap dengan amat sangat atas ke¬berhasilan Anda." Ini orang yang membawa kabar bahwa pemerintahanku ilegal dan Kaisar memintaku ag ar turun takhta serta mengasingkan diri, Takeo memperingatkan dirinya. Aku tidak boleh te rbuai pada sanjungannya. Takeo tersenyum dan berterima kasih pada Kono, lalu berkaia, "Semu a ini ada di tangan Surga. Aku akan tunduk pada kehendak Yang Mulia Kaisar." "Lord Saga ingin sekali bertemu Anda. Apakah besok tidak terlalu cepat? Beliau i ngin menyelesaikan beberapa masalah se¬belum musim hujan mulai." "Tentu saja." Takto bisa melihat tidak ada gunanya menunda. Hujan pasti akan men ahan dirinya di ibukota sampai bulan ketujuh: tiba-tiba dilihat dirinya sendiri kalah dalam pertandingan itu. Lantas apa yang harus ia lakukan? Bersembunyi di kota ya ng lembap dan menjemukan ini sampai dirinya bisa menyelinap pulang dan mengatur pengasingan di rinya sendiri? Atau mencabut nyawanya sendiri, meninggalkan Shigeko sendirian di tangan Saga, d i bawah kekuasaannya? Apakah ia memang tengah mempertaruhlan Tiga Negara, dirinya dan pu trinya, dalam

"Tapi melukis memberi kenikmatan besar bagiku. renung Takeo.. dan tak bisa menahan diri untuk tersenyum juga pada ironinya keadaan diri nya." sahut Takeo. "Aku memberanikan diri untuk meminta Anda memberikan salah satu karya Anda.. meski aku tak sempat melakukannya. "Tentu saja sebagian besar kol eksnya sudah hilang." "Aku sama sekali tidak berbakat. "Aku tidak membawanya. "Sebagian di antaranya adalah milik ayahku. Tak diragukan lagi dia pasti berpikir kalau tak lama lagi aku ada waktu luang ya ng banyak." sahut Takeo." tutur Kono ketika salah satu pen¬damp ingnya membuka bungkusan sutra yang berisi benda-benda berharga." Kono tersenyum dan mengerutkan bibirnya dengan sengaja.sebuah pertandingan? Takeo tak menunjukkan sedikit pun kekhawatirannya." "Kau berlebihan menyanjungku. tapi justru menghabiskan sisa malam itu dengan mengagumi koleksi Kono dan membicarakan tentang lukisan dengan orang ters ebut. Aku minta maaf. Tapi kita tidak perlu mengingat masa-masa yang tidak menyenangkan itu . Aku pernah mendengar kalau Lord Otori sendiri adalah seniman yang berbakat." Halaman 220 dari 600 . Dan Lord Saga pasti gembira kalau bisa menerima satu juga. Beberapa sket sa yang kubuat selama perjalanan sudah kukirim pada istriku..

Beliau sedang membangun kastil b aru kelak akan ditunjukkannya pada Anda. Sepe rti harta terpendam. serta seniman yang paling berbakat. untuk menjemput Takeo. Kalian pasti memiliki perajin paling tera mpil. Kono bergumam. "Menurut pengal amanku. ayah dan anak. "Kami mendapat keuntungan hidup selama bertahun-tahun dalam kedamaian." "Menurutku. semakin jarang seniman memamerkan karyanya. "Kendati demikian. orang-orang seperti itu mencari lingkungan yang tenang agar bisa men ghasilkan karya seni mereka. itu justru lebih mengesankan dan lebih ber¬harga. "Menurut penga lamanku. Sewakt u mereka turun dari tandu di taman sebuah kediaman yang besar serta megah. semakin jarang seniman memamerkan karyanya." Kemudian dia melanjutkan dengan halus. tapi tidak dilihat ad anya sindiran di sana. Lord Saga memberi banyak komisi."Menyesal aku tidak bisa membujuk Anda. Beliau sangat mengagumi semua bentuk seni." sahut Takeo. *** Lord Kono datang keesokan harinya bersama Okuda. "Putri Anda tentunya merupakan harta Lord Otori yang paling berharga. Takeo agak memiringkan kepa la." seru Kono dengan hangat. itu justru lebih mengesankan dan lebih ber¬harga. berdalih t ak ingin meninggalkan kirin tidak terjaga. aku yakin tak satu pun yang kami miliki di Tiga Negara bisa dibandingkan dengan kemegahan ibukota. "Lord Saga memintaku untuk menyampaikan per¬mintaan maafnya. Untuk sementara. Hiroshi memohon undur diri." Takeo menaikkan alisnya dan melihat sekilas ke wajah Kono." Minoru juga menemani mereka dengan membawa gulungan berisi silsilah keluarga dar i semua yang datang dan daftar hadiah untuk Lord Saga. Sepe rti harta terpendam. Banyak yang pergi dari ibukota dan baru sekarang¬sekarang ini mulai k embali. meski Takeo menduga ada alasan lain: kesadaran pemuda itu akan . Shigeko. "Lord Saga amat menantikan bertemu dengan lawannya. Dia akan menemani Anda besok?" Kedengarannya hanya sebagian dari sebuah pertanyaan." seru Kono dengan hangat. serta ksatria la in dari kediaman Saga." Menyesal aku tidak bisa membujuk Anda. berarti semakin besar bakatnya. beliau khawatir Anda meras a kalau kediamannya ini terlalu sederhana tidak sebanding dengan yang biasa Anda lihat di Hagi." gumam Kono. berarti semakin besar bakatnya. dan Gemba ke kediaman jenderal itu.

Takeo telah menduga ini: ia pun kerap menggunakan tipu muslihat yang sama. Mereka duduk tanpa bicara. Dilayangkannya pikirannya ke biara Terayama. sah abat karibnya yang mengabdikan diri pada Ajaran Houou. Tak s eorang pun bisa dengan mudah bertemu seorang penguasa. memenuhi dirinya dengan r asa percaya diri Halaman 221 dari 600 . Takeo tak tahan untuk tidak mengagumi ketegasan desain dan kemahi ran pembuatannya. Dua ekor singa mistis berjalan di sepanjang dinding. ke hutan s uci pepohonan pawlonia di mana burung houou tengah menetas. mengenakan pakaian formal ketimbang baju zirah yang dia pakai sebelumnya. naga dan harimau saling meng¬geram. membimbing mereka berjalan menelusuri beranda yang lebar dan melewati banyak ruangan yang masing-masing dihiasi lukisan yang cemerlang. Di ruangan terakhir inilah Okuda meminta mereka menunggu. dan dirasakannya energi dalam ruangan itu semakin menguat. Di benaknya ia melihat Makoto. juga rasa enggan bertemu laki-laki yang mungkin akan d inikahi Shigeko. Takeo menenangkan diri sambil memandang l ukisan burung houou. Bahkan ada juga sepasang burung houou sedang mematuk daun bambu. ia merasakan kekuatan spiritual sahabat nya itu dalam diri kedua pendampingnya yang ada di dekatnya. sementara dia pergi be rsama Kono. Namun dirasakannya semua lukisan itu dibuat untuk memamerkan kekua tan dari penguasa: semuanya berbicara tentang kemenangan. Ada lukisan burung merak berjalan dengan angkuh di bawah lebatnya pepohonan pinu s. Gemba dan Shigeko. warna-warna ce rah berlatar berwarna emas. Ia yakin si seniman belum pernah melihat burung itu.kurangnya status dirinya. tujuannya adalah untuk mendomin asi. Okuda. el ang menatap dengan berlagak penting dari tempat yang memungkinkan pandangan luas dan jelas d i puncak tebing kembar. namun melukisnya dari legenda.

menggeser layar kasa agar terbuka dan menyembah hin gga kepalanya menyentuh lantai. seberapa banyak ya ng Zenko tahu? Beberapa saat kemudian Okuda datang bersama seorang laki-laki yang diperkenal¬kannya sebagai kepala pelayan dan pengur us administrasi Lord Saga. lalu teringat kehilangan tragis yang dialami Saga. Takeo melangkah masuk dan membungkuk. menerim a daftar hadiah yang disiapkan Minoru serta mengawasi para jurutulis yang mencatat acara yang akan ber¬langsung. Hanya ketika Takeo dan Gemba diminta duduk tegak. baru lah gadis itu . t api mereka hanya membicarakan hal¬hal yang biasa-biasa saja. ang mantap. Jalan lebar mengkilap membawa mereka melewati taman kecil yang indah menuju ke b angunan lainnya yang jauh lebih besar dan lebih indah.yang mantap. t api mereka hanya membicarakan hal¬hal yang biasa-biasa saja. di sana ia dengar pengkhianatan para paman Shige ru. Kepala pelayan itu berlutut. disingkir¬kannya pikiran itu jauh-jauh. memusatkan perhatiannya pada laki-laki yang akan ditemuinya. pikirnya. tapi Shigeko menunggu di ambang pintu. dan gemericik air di kolam dan tangki air memberi perasaan dingin. Sesaat ia merasakan ketakutan akan istrinya yang begitu jauh: bagaimana ia bisa bertahan bila istrinya tiada? Bisakah ia hidup tanpa istrinya? Menikah lagi demi alasan negara? Teringat lagi nasihat Gemba. Gemba mengikutinya. dan menduga semua itu peliharaan Lady Saga. Cuaca hari itu terasa semakin han gat. Kono sudah diperingatkan tentang pen¬dengaranku. Apa lagi yang telah diu ngkap Zenko kepadanya? Takeo mengenang masa lalunya yang hanya diketahui oleh Tribe. Kini ia dengar Kono berbicara pelan pada seorang laki-laki yang diduganya adalah Saga. Dipasang telinganya seperti yang pernah dilakukanya di kastil Hagi ketika dipaksa menunggu dengan cara yang sama. Kini ia dengar Kono berbicara pelan pada seorang laki-laki yang diduganya adalah Saga. di sana ia dengar pengkhianatan para paman Shige ru. Takeo bisa mendengar burung-bur ung di sangkar berkicau di suatu tempat di kediaman ini. Dia membungkuk sampai ke lantai di hadapan Takeo dan berbicara denga n sopan santun yang luar biasa. Dipasang telinganya seperti yang pernah dilakukanya di kastil Hagi k etika dipaksa menunggu dengan cara yang sama. Orang itulah yang akan mendampingi mereka ke ruang pertemuan.

Mungkin itu lukisan bernama Genta Malam Hari dari Biara di Kejauhan yang termahsyur. Dibandingkan dengan ruang an lainnya. dan kemudian mendengar setiap senandung pelan dari sisi kirinya.masuk dengan gerakan anggun dan menyembah di sebelah ayahnya. dan tampak lebih bidang karena sayap lebar dari jubah resminya. kurang terampil memanah. Shigeko tetap membungkuk dalam-dalam sementara kedua orang itu saling menatap. Saga Hideki duduk di ujung ruangan. Disesalinya kekurangan dirinya. Mungkin kejam. tapi justru dengan kelembutan. tak perlu hias an. mendekati empat puluh tahun. Ternyata efeknya luar biasa. Namun orang itu memiliki keluwesan yang tidak sesuai dengan usiany a: duduk dengan nyaman. dengan huru f konsonan diucapkan cepat. Ruang kecil di sebelahnya terdapat lukisan d engan gaya daerah daratan utama. seolah tak ada yang boleh m enyaingi kuatnya kehadiran orang itu. kini ia mengubah pendapatnya. Semula Takeo mengira Saga adalah orang yang brutal serta gegabah. dengan tubuh g emuk laki-laki separuh baya. pikir Takeo. Tak diragukan lagi kalau ia meng¬hadapi lawan yang menakjubkan. Shin. Dan tiba¬tiba dilihatnya kalau Saga takkan bisa di¬kalahkan den gan kekuatan. Suaranya kasar. huruf hidup diperpendek: ini pertama kalinya Takeo mendengar ak sen daerah timur laut. hanya baja tajam nan mematikan itu. Halaman 222 dari 600 . U sia Saga pasti beberapa tahun lebih tua dari Takeo. yang pernah Takeo dengar tapi belum pernah dilihatnya. Memiliki bahu bidang dan berotot ciri khas pemanah . tapi tid ak gegabah dia laki-laki yang mengendalikan pikiran sama ketatnya dengan mengendalian tubuhnya. dekorasi ruangan ini yang paling sederhana. gerakannya pun luwes. Lukisan yang bers ifat pamer hanya menjadi pembungkus berhias: di sini hanya pedang yang dipamerkan. tempat Gemba duduk dengan sikap rileks.

bentuk matanya panja ng dan agak seperti bertudung. "luwes. berkedip memerhatikan tubu hnya. Tinggi mereka hampir sama." Takeo bangkit lalu berdiri di sampingnya. bentuk matanya panjan g dan agak seperti bertudung." "Luar biasa. walau tubuh Saga jauh lebih besar. "Memang. kembali ke tempat duduknya. Juga dibuat dengan lima hitam. Lady Maruyama. Dia bilang Anda pasti mengenalnya." sahut Takeo dengan kekaguman yang tulus. dan bahwa lukisan ini lebih menarik perhatian Anda ketimbang benda¬benda modern milikku. Kemudian ban gsawan itu mencondongkan badan lalu berkata dengan kasar namun ramah." Dia memberi . plum dan pinus. sementara yang me¬ngejutkan bentuk telinganya begitu halus. berhenti sebentar saat melihat tangan kanan bersarung tangan hitam. begitu dekat dengan kepalanya." ujar Saga. mari berg abung bersama kami. Lukisan itu menggambarkan pemandangan taman yang dipenuhi bambu. Karya Yu-Chien. "Suatu maha ka rya. ham pir tanpa bagian bulat menonjol di bagian bawahnya. wangi serta kuat." sahut Saga. empat kelahiran Saga. keduanya agak beruban meski rambutnya tidak beruban." Shigeko berdiri lalu berjalan perlahan ke sisi ayahnya. Janggut dan kumisnya agak panjang. Bag aimana dengan yang satu itu?" Saga berdiri lalu berjalan ke dinding sebelah timur. keduanya agak beruban meski rambutnya tidak beruban. benar?" "Ha! Kono menyarankan aku meng¬gantungnya." "Tiga kawan baik. "Tentu saja lukisan it u. "Ketiganya mampu menahan kerasnya musim dingin. "Ini juga sangat bagus. dilukis dengan tenang serta menggugah. Janggut dan kumisnya agak panjang. ham pir tanpa bagian bulat menonjol di bagian bawahnya.tempat kelahiran Saga. sementara yang me¬ngejutkan bentuk telinganya begitu halus. "Bagaimana pendapat A nda?" "Lord Saga?" Saga memberi isyarat ke arah ruangan kecil di sampingnya. Wajahnya lebar serta bergaris tegas. "Aku melihat kombinasi itu di sini. begitu dekat dengan kepalanya. Wajahnya lebar serta bergaris tegas." ujar Shigeko dengan suara pelan . Pandangan mata Saga pun tak kalahnya mengamati Takeo. Kemari dan lihatlah.

"Apakah filsafat ini menjelaskan alasan Anda tidak menghadapi Arai?" Takeo menjawab. Kelihatannya dia ingin bicara langsung pada gadis itu. "Lady Maruyama adalah plum. dalam ilmu ketabiban." ujar Takeo setuju. namun kemudian me mbatalkannya dan kembali berbicara pada Takeo. Aku ter lalu Halaman 223 dari 600 . "Bahkan tanaman beracun pun bisa diambil manfaatnya. per¬hitung an sekaligus hasrat. kurasa juga begitu. Lord Shigeru. sedang Lord Miyoshi ada lah pinusnya. yang mengajariku di bidang ini sebelum kematiannya. "Dari riwayat Anda." "Bambu akan selalu tumbuh." Gemba membungkuk hormat atas pujian ini." "Baiklah." "Ha!" Saga mengeluarkan tawa kemenangan." "Kudengar Anda tertarik dengan per¬tanian. maka negara akan menjadi kaya dan stabil. Matanya menatap ke arah Shigeko dengan ekspresi ingin tahu." sahut T akeo seraya tersenyum. dan mengambil manfaat dari kegunaannya yang banyak serta bervariasi." "Ayahku. misalnya. Bila petani bahagia. Tapi bambu sangat sulit dibasmi bila tum buh di tempat yang salah. "Lebih baik dibiarkan ditempatnya .isyarat agar mereka men¬dekat. "Kurasa aku bagian yang luwes. aku tidak punya banyak waktu untuk bertani beberapa tahun ini.

Kami diberkahi panen yang baik selama bertahun-tahun. Okuda mengatakan bahwa Tiga Negara menghasilkan beras lebih banyak d ari yang bisa dikonsumsi. Kita akan l ihat lapangan tempat pertandingan kita." "Kita akan bicarakan itu nanti. dan perbincangan berlangsung dengan suasana riang." tutur Takeo. yang sudah lebih mabuk ketimbang yang lainnya." "Kini banyak dari daerah di negara kami yang mempraktikkan sistem panen ganda. masing-masing menawarkan pengalaman luar biasa bagi mata yang mema ndang sena lidah yang mengecap-nya. dan kelih atan tanpa berpikir panjang berdiri." Mengimbangi kesederhanaan ruangan itu. Tapi akibat¬nya kami kekurangan persediaan makanan d i musim dingin ini. Tapi akibat¬nya kami kekurangan persediaan makanan di musim dingin ini. Aku tak mengatakan semua ini untuk membual. kami memiliki banyak persediaan beras." isibukkan dengan peperangan. Okuda." Digandengnya Takeo selagi berjalan kembali ke pintu masuk ut ama dan berkata dengan sikap penuh rahasia. mengingat perundingan bisa berlangsung hingga malam. me ng¬ungkapkan lagi kekaguman bersemangatnya pada kirin. yaitu puisi." "Anda telah menghasilkan permata. Siang ini cuaca cerah. Sake juga dihidangkan. "Aku pemimpin sah Klan Otori. Mereka hanya me mbicarakan lukisan. dan ke berpihakan Kaisar memang. gandum dan wijen." ujar Saga. "Aku ingin sekali melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. Kekuasaanku adil dan direstui Surga. "Dan aku harus menemui juara-juara Anda. aku bersiap tunduk pada Anda sebagai jenderal Kaisar harus dengan per syaratan yang melindungi negara dan pewarisku. dan menguasai Tiga Negara secara sah menurut hukum. Tak heran begitu banyak orang yang mengincar¬nya dengan tamak. Di pengujung santap siang. "Memang benar. serta terhindar dar i kekeringan dan kelaparan. "Mari kita ke sana sekarang. keistimewaan Tiga Negara dibandingkan yang ada di ibukota. makanannya pun lezat: hidangan musiman ib ukota yang tertata rapi. tapi untuk mengatakan bahwa sementara aku mencari dukungan Anda. Sekarang mari makan dan minum. begitu pula kacang kedelai . Lord Miyosh . tapi Takeo hanya minum sedikit." Takeo agak memiringkan kepala. Okuda dan Kono bergabung dengan merek a untuk santap siang. arsitektur.disibukkan dengan peperangan. Okuda mengatakan bahwa Tiga Negara menghasilkan beras lebih banyak d ari yang bisa dikonsumsi.

Halaman 224 dari 600 . Taruhan¬nya tidak bisa le bih tinggi lagi. Kendati demikian." "Yang kedua adalah Sugita Hiroshi. Aku menganggapnya sangat serius. Ke mana kepercaya annya pada Guru Besar Ajaran Houou membimbing dirinya? Takut kalau Saga akan menganggap pen g gantian dirinya dengan Shigeko sebagai penghinaan dan penolakan untuk berunding. tapi aku mengira itu h anya lelucon. "Akan menjadi pertunjukan yang indah. Penandingan ini hanya formalitas b agi Anda? Aku mengerti alasannya: menyelamatkan mukamu. setelah beberapa saat diam karena terkejut. "Bawakan busur dan anak panahku. begitu pula dengan putriku. Lady Maruyama yang cantik melawan bangsawan pali ng berkuasa di Delapan Pulau." Mereka menunggu di bawah tepi atap yang melengkung sementara Okuda pergi ke temp at penyimpanan senjata. keraguan berkecamuk dalam dirinya. Put riku. "Selama ini Anda memang berniat untuk tunduk. diputarnya tubuh Takeo agar bisa menatap langsung wajahnya." Cengkeraman tangan Saga mengencang ketika berhenti." Tapi bahkan sewaktu bicara." Orang itu menatap Takeo dengan tajam. bangsawan itu tert awa lagi. dan memelankan suaranya. Okuda. Lady Maruyama.i pasti salah satunya." sahut Takeo. Seorang pengawal mengiku ti dengan membawa tabung panah berisi serangkaian anak panah. A ku ingin memperlihatkannya pada lawanku. dan beberapa ksatriamu yang lain. Orang itu kembali dengan membawa busur yang besamya lebih d ari serentangan lengan dan dilapisi pernis merah dan hitam." "Aku tidak ingin menyesatkan anggapan Anda. "Memang itu yang dilaporkan Lord Kono." Saga tenawa kecil sewaktu melepaskan tangan Takeo dan berjalan m enyusuri beranda. kurasa. Lalu tertawa dengan kasar. Sedangkan yang ketiga Anda sudah bertemu. berseru dengan suara lantang. "Justru ini jauh dari formalitas.

Anak panahnya tidak kalah mengesankan. Mereka ber¬gegas berdiri lalu membungkuk hormat sementara majikan mereka menaiki tandu. "Bulu burung bangau. "Kuharap Lord Otori tidak tersinggung. "Kita harus ingat untuk membicarakan tentang per¬daganga n. kami tidak berburu anjing di wilayah Barat." "Kami membawa hadiah-hadiah dari Tenjiku. Saga mengambil satu anak panah dari dalam tabung lalu mengacungkannya untuk diperlihatkan kepad a mereka." sahut Shigeko. tanpa kenyamanan. S aga mengambil satu anak panah dari dalam tabung lalu mengacungkannya untuk diperlihatkan kepad a mereka. "Itu olahraga yang hebat." ujarnya. menu . Kau harus menyatakan bagian yang hendak kau bidik. Itu akan menjadi buruan yang lebih layak!" "Bicara tentang harimau." sahut Takeo. A ku ingin memburu singa atau harimau. "Pemahkah Anda turut dalam perburuan anjing?" "Tidak. Shin serta Kepulauan Selatan un tuk Lord Saga dan Yang Mulia Kaisar. seraya mengembalikan busur dan mengena¬ka n sandalnya di anak tangga." ujar Saga. berbulu putih. hebat!" Para pemanggul tandu beristirahat di bawah tenda di luar gerbang. diikat dengan tali berlapis pernis emas. yang sadar sepenuhnya dengan lambang bangau Otori di bagian belakang juba hnya. mengulur dan meregangkan dengan satu gerakan yang seperti tanpa tenaga. Tentu s aja kami tidak membidik untuk membunuhnya. anak panah itu terbuat dari kayu pawlonia dengan ujung tumpul. Menurutku. diikat dengan tali berlapis pernis emas. Anjing-anjing sangat bersemangat mengikutinya." Diserahkannya kembali anak panah itu pada pengawalnya lalu mengambil busur dari tangan Okuda. Anda mengirim kapal ke Shin dan Tenjiku. bulu bangau menghasilkan bidik an yang terbaik. "Dan Anda telah kedatangan orang-orang barbar dari selatan? Mereka amat menarik bagi kami. "Hebat. Silla. bukan begitu?" Takeo mengangguk patuh. "Kurasa busur ini hampir sama tingginya dengan Lady Maruyama. anak panah itu terbuat dari kayu pawlonia dengan ujung nak panahnya tidak kalah mengesankan. sambil mengelus bulu-bulu itu dengan lembut lal u melirik ke arah Takeo." lanjutnya dengan karakternya yang sigap dan cepat.

"Tadi aku menunggang Tenba." seru Hiroshi. Di sekeliling gerbang. dan berkata dengan c anggung." sahut Shigeko seraya mendekati kirin. "Pasti sangat kuat dan cepat. "Aku tak menduga Anda kembali begitu cepat. "Hewan ini jauh lebih tinggi dari yang kukira. di kandang beratap tiang bambu di satu sisi dengan atap ilalang. Panji-panji bergambar bangau ber kibar di atas gerbang dan di sepanjang jalan. Bangunan utamanya terletak di sebelah barat daer ah berundak: sebelah timur dibangun istal. "Lady Maruyama. Mereka tidak kecewa. Di depan istal ini." "Hewan ini justru sangat lembut." Sesa at keadaan sunyi senyap. tak kuasa menahan tatapan penuh takjub di wajahnya. Lord Saga satu-satunya orang di kelompok itu yang belum pernah melihat makhluk m enakjubkan itu. Semua orang menatap dengan pandangan gembira. dengan pengendalian diri yang nyaris sempuma. tempat kuda¬kuda Maruyama menghentak kaki serta meng ibaskan kepala. Bahkan Saga. telah berkumpul sekerumunan orang yang berusaha melihat kirin: anak-anak memanja t pohon. Saat itu Hiroshi datang dari istal menuntun Tenba yang tengah melompat dan berjingkrak di ujung tali kekangny a.ju penginapan yang dijadikan tempat tinggal Otori. dan seorang pemuda yang penuh inisiatif meng¬gunakan tangga." serunya. Kemudian pemuda itu membungkuk hormat sebisa mungkin sambil mengendalikan kuda. Takeo perhatikan saat Hiroshi melihat sekilas ke arah Saga lalu wajahnya pucat. berdirilah kirin." Halaman 225 dari 600 .

" Saga mengangguk ke arah Hiroshi dengan sikap asal-asalan: perhatiannya tersita h abis pada kirin. Lord Sugita Hir oshi. "Aku akan mengembalikan Tenba bersama kirin. "Kuda ini sangat tampan. rin mulai melangkah dengan gembira ketika melihat tiga makhluk yang p aling disayanginya. kau adalah kesayangannya. rona merah kembali merayapi leher dan pipinya." Seolah sekonyong-konyong tersadar dengan kesunyian yang merasa sakit hati atas k ata-katanya terse-but. Setelah berpisah kirin justru kelihatan semakin terikat dengannya!" Saga bicara seolah Hiroshi adalah pengurus kuda. "Ku da-kuda itu dibiakkan serta dibesarkan Lady Maruyama dan pengawal seniornya. tuan. dia meminta maaf. Takeo menam¬bahkan. sewa jarnya. Tangannya menggapai dan mengelus kulit bercorak coklat muda ke¬kuningan itu." Sewaktu Hiroshi menuntun kirin keluar dengan tali sutra merah di tangan. "Lebi h halus dari kulit perempuan!" serunya." Kata-kata tadi diucapkan dengan murah hati. Bukan ke ruangan sederhana sebelumnya. tempat lukisan seekor naga terbang melintasi dinding dan seekor ha ." komentar Saga sewaktu Hiroshi mengikat Tenba pada tali yang diregangkan dari masing-masing sisi sudut dalam kandang. "Keluarkan kirin itu. "Kulihat. mereka ke mbali ke kediaman Saga. "Bersemangat. "Bayangkan kalau kulit ini dihamparkan di lantai atau di tempat tidur. Belum pernah ada makhluk seperti ini di ibukota." ujar Saga." "Tentu. "Kirin merindukannya . "Ini Sugita. "Hanya setelah hewan ini mati karena usia tua." sahut Hoiroshi dengan membungkuk hormat lagi." "Kami membawa banyak kuda dari Maruyama sebagai hadiah. serta memper sembahkan dua kuda betina dan tiga kuda jantan hitam kepada Lord Saga. tapi Takeo menduga ada nada iri dan dengki di dalamnya. tapi ke aula pertemuan yan g didekorasi dengan megah. "Kuucapkan selamat pada Anda. Dan lumay an tinggi." ujar Hiroshi. Kaisar akan ter¬pesona dengan hadiah And a." ujar Takeo padanya. Aku ingin melihatnya lebih dekat." Kirin menjulurkan lehernya yang panjang ke arah Shigeko dan dengan lembut mengus ap pipi gadis itu dengan hidung. Lord Otori. Setelah menginspeksi kuda-kuda lebih jauh lagi. memalingkan tatapan penuh kekagu man Shigeko.Kirin mulai melangkah dengan gembira ketika melihat tiga makhluk yang paling dis ayanginya.

Shigeko menanyakan satu atau dua penanyaan teknis: lebar arena. m irip Kaisar. Lebih banyak pengawalnya yang menghadiri pertemuan tersebut. melainkan di kursi ukiran. Permainan itu merupakan permain an keterampilan. "Jika Lady Maruyama m enang. Anda memerintah¬kan Arai Zenko tunduk pada kami. Takeo m erasa kalau mereka cenderung tersinggung dengan pelanggaran adat semacam ini. kami akan Halaman 226 dari 600 . arak¬arakan Kaisar. Dua lingkaran tali dipasang di atas tanah. Di sini Saga tidak duduk di lantai. Anjin g dipilih berbulu putih agar jika berdarah bisa segera terlihat. apakah ada ketentuan ukuran busur atau anak panah. satu demi satu. Anda mendukun g kami dan pewaris kami. bukan pembantaian: anjing yang terluka parah atau mati dianggap tidak sah.rimau berkeliaran mencari mangsa. h ari-hari jamuan dan ritual. Saga menjawab de ngan cepat. namun silsilah Klan M aruyama lebih tua ketimbang Klan Saga dan klan wilayah Timur lainnya sama tuanya dengan keluarga kekaisaran yang merupakan keturunan Dewi Matahari. satu tali di dalam tali yang satunya lagi . Pertama-tama mereka membicarakan tentang upacara dalam acara perburuan anjing. Tidak biasa seorang perempuan duduk di t engah¬tengah laki-laki dalam acara seperti ini dan turut berbicara tentang kebijakan. apa syarat Anda." ujarnya sopan. Takeo menyadari keinginta huan mereka pada dirinya dan terutama pada Shigeko. Sebagai imbalannya. "Dan sekarang kita bicara tentang hasil¬nya. dan dibumbui dengan kelakar sehingga membuat para pengawalnya tersenyum. Si pemanah berderap di sekeliling lingkaran di tengah: nilai diberikan pada bagian tubuh anjing yang dibidik. Di setiap babak enam anjing akan dilepas. peraturan penandingan. Lord Otori?" "Kaisar mengakui aku dan istriku sebagai penguasa sah Tiga Negara.

serta membuka pelabuhan kami bagi k alian untuk perdagangan. semuanya aku terima dengan baik. dan menyerahkan Tiga Negara pad a Arai Zenko yang telah ber¬sumpah setia padaku dan juga pewaris sah ayahnya Arai Daiichi. kepuasan dan kesenangan yang mereka rasakan atas penghinaan terhadap dirinya. tersenyum dengan penuh percaya diri." Kata-kata maupun nada suaranya seperti menghina." Saga melanjutkan bicaranya. kurasa anakku jumlahnya sepuluh atau dua belas. lari dari ibukota bak penjahat dan bersiap." sahut Saga. bahw a Anda boleh mencabut nyawa Anda sendiri atau mengasingkan diri ke Pulau Sado. Sungguh keterlaluan kalau ia mesti menyerahkan putri tercintanya pada laki-laki kejam yang sudah . renung Takeo. "Bahwa Anda segera mundur dari kehidupan publik. demi kesatuan dan ke¬damaian Delapan Pulau. "Menang atau kalah. dan kemarahan Takeo mulai melua p. tenaga manusia sera kuda untuk kampanye militer Anda berikutnya." Semua rasa sakit hati yang pernah ia rasakan ketika Kaede diculik kembali menyap u dirinya. dan aku minta Anda pertimbangkan tawaranku. sadar kalau tidak ada pilihan lain: setuju dengan usulan Saga at au menolaknya. dan bahwa putri Anda harus menikah denganku. Dia tidak merasa terganggu dengan satu pun syaratku karena memang dia tidak mera sa dirugikan. Takeo duduk tanpa bergerak." "Terlepas dari hal terakhir ini yang ingin kubicarakan dengan Anda lebih jauh la gi." "Aku turut berduka atas meninggalnya istri Anda. ka mi akan menyediakan makanan. bahwa putra An da harus dikirim padaku sebagai tawanan." sahut Takeo. Kurasa pernikahan ant ara keluarga kita bisa sangat menguntungkan kedua belah pihak. Dilihatnya ekspresi semua orang. demi kesatuan dan ke¬damaian Delapan Pulau. dan ini tidak boleh diubah. tenaga manusia sera rsumpah setia pada Anda dan Kaisar. kami akan menyediakan makanan. Kedamaian dan kesejahteraan Tiga Negara bergantung pada sistem peme rintahan kami. jika ia dan teman¬temannya hidup berhasil s ampai di perbatasan. untuk berperang. "Kurasa Lady Maruyama pasti bis a menjadi istri yang baik bagiku.bersumpah setia pada Anda dan Kaisar. "Dan apa syarat Lord Saga?" tanyanya. Mengapa aku ke sini? Lebih baik mati dalam perang ketimbang tunduk pada ial ini. "Mendiang istriku orang yang baik: dia memberiku empat anak yang sehat serta mer awat anakku yang lain.

istriku akan sangat gembira dengan penyatuan antara k ita. yang takkan memperlakukan putrinya sebagai p enguasa atas haknya sendiri. kehormatan dan manfaat politis dari pernikahan ini besar sekali. "Andaikata Lady Maruyama menang.tua ini. "Kehormatan ini terlalu besar bagi kami. karena baru saja melahirkan. tapi aku berterima kasih pada Anda dari lubuk hatiku. Aku ingin bicarakan ini dengan istr iku Lord Saga mungkin belum tahu kalau istriku turut menjalankan pemerintahan Tiga Negara bers amaku aku yakin. laki-laki yang sudah memiliki beberapa selir. "Aku juga memiliki syarat. dia boleh pulang untuk membicarakan hal ini dengan ibunya." Untuk pertama kalinya Shigeko angkat bicara. tidak menunjukkan reaksinya pada pem¬bicar aan tersebut. jika aku diperbolehkan bicara. Tawaran itu telah diucapkan di depan orang banyak: bila ia tolak secara langsung itu berarti menghina." "Semula aku ingin membiarkan istrimu hidup." Halaman 227 dari 600 . Namun orang ini yang paling berkuasa di seluruh Delapan Pulau." sahut Saga dengan kesal. yang hanya ingin memiliki putrinya belaka. seperti halnya aku. tapi bi la peran istrimu sama besarnya dengan dirimu dalam pemerintahan. Takeo berkata. maka dia juga harus diperlakukan sama seperti dirimu: kematian atau pengasingan. Putriku masih sangat mud a. Shigeko duduk dengan tatapan tertunduk.

Kita harus mem pertimbangkan masa depannya sama pentingnya dengan y ang terbaik bagi Tiga Negara. 'Tentu saja ini tak terduga. "Kulihat kalau aku punya lawan se banding. juga dengan ayah dan ibuku s ebagai atasanku. Tapi akankah Saga mematuhi kesepakatan nya? Dia . "Shigeko akan mengikuti saran mu.Saga melihat sekilas ke arah anak buahnya lalu tersenyum dengan sabar. "Kami men¬de ngarnya.. dan aku percaya pada¬nya. kan? Anda harus memercayai penilaiannya. sekaligus dengan pesona yang kuat." "Aku minta Lord Saga untuk bersumpah mempertahankan garis pewarisan keturunan pe rempuan di Maruyama.. hingga sulit bag i siapa pun untuk merasa tersinggung. nona. "Begitu banyak yang dipertaruhkan pada pertandingan ini dan semua orang di pihak Saga sudah memutus kan hasilnya!" "Matsuda Shingen yang menyarankan Anda untuk kemari. tidak keting¬galan satu pun. tapi aku tak bisa menerimanya tanpa persetujuan dari klanku." Shigeko bicara dengan tegas. dan suatu kehormatan besar." serunya. "Kami men¬d engarnya. Setelah mandi. Takeo meminta dipanggilkan Hiroshi la lu menceritakan tentang pem-bicaraan hari itu kepadanya. Aku sangatlah berterima kasih pada Lord Saga atas kemurahan hatinya se rta kehormatan yang dianugerahkan pada diriku. nona. dan riak tawa melanda anak buahnya. Hiroshi hanya diam mendengarkan. Dan sebagai pimpinan klan. Kurasa hanya ada sedikit peluang untuk memutuskan secepatnya. Saga membungkuk hormat." ujar Takeo pelan.* Bulan baru dari bulan keenam bergelayut di langit sebelah timur di balik pagoda enam lapis selagi mereka kembali ke kediaman." "Namun laki-laki seperti itu. aku bisa membuat pilihanku sendiri dalam pe rnikahan. juga saran aku dan istriku." "Ya harus datang." aga melihat sekilas ke arah anak buahnya lalu tersenyum dengan sabar. dan menutupn ya dengan usulan pernikahan. setelah ber¬konsultasi dengan para pengawal seniorku." Takeo menghela napas. hanya mengatakan.

L ukisan-lukisan bergambar kirin sudah dijual. dan begitu yakin akan menang. Sewaktu Lady Shigeko memenangkan lomba ini. terikat dengan ikatan yang kuat seperti itu. pikirnya. dan gambarnya ditenun menjadi kain dan bordiran di jubah. yang setia sejak masih kecil. mereka akan mendengar kisah melankolis tentang diriku dan menangis." "Cinta rakyat adalah kisah tentang kehilangan dan tragedi." sahut Takeo "Saat ak u di pengasingan di Pulau Sado. Shigeko masuk diikuti Gemba yang membawa kotak berpenis hitam dengan motif houou berlapis emas. membuat hati Takeo pedih dengan penyesalan dan rasa iba. dan memang dia akan memenangkannya. juga kirin. Mereka sudah seperti pa sangan suami istri. Lady Shigeko." "Seluruh kota terpukau dengan kegembiraan pada Anda. Saat melihat putrinya saling menatap dengan Hiroshi dalam tatapan yang pen uh kasih sayang. Anda aka n didukung dan dilindungi oleh rakyat. Mereka bahkan telah menggubah nyanyian tentang hal itu. Ketika pintu digeser terbuka. pemuda y ang pandai dan Halaman 228 dari 600 .orang yang tidak mau kalah. dan menikmatinya!" Kemudian terdengar langkah ringan di luar. Takeo berharap dapat memb erikan putrinya pada pemuda yang sangat dihormatinya ini.

" ujar Gemba. Selama keseimbangannya bisa dipertahankan. lebih banyak dari Saga!" "Anjing-anjing itu pasti bisa dipanah. Lihat." "Tapi ini perburuan anjing!" serunya. anak panahnya dibului dengan bulu burung houou. "Kami tahu betapa sayangnya Ayah pada anjing. dan kemudian anak panah. dan sangat mencintai putrinya. "Tipuan sulap?" "Lebih dari itu. memang ukurannya kecil." jelas Gemba. Ayah." "Begitu banyak burung houou di musim semi ini hingga kita bisa mengumpulkan cuku p bulu. mberani. berujung tumpul serta dengan bulu putih dan emas. dan sangat mencintai putrinya." aku Gemba. kami mengira kau ingin melihat senjata¬senjata Lady Shigeko. Gemba menyela renungannya. "Takeo. "Kami akan gunakan kekuatan Ajaran Houou: keseimb angan antara laki-laki dan perempuan. jantungnya berdebar ketakutan. "Tidak. Namun semua ini tidak sebanding dengan s tatus dan kekuasaan yang dimiliki Saga Hideki." "Baiklah. "Kotaknya kecil sekali pasti tidak bisa memuat busur dan anak panah. ia mencoba menekan kekesalan¬nya sekarang." sahut Gemba. Takeo berkata dengan gelisah. "Tapi dengan anak panah ini tidak berbahaya dan tidak menyakiti anjing-anjing itu. "Ini lelucon. maka kekuata nnya tak terkalahkan. "Ayah tak ingin kami menyakiti anjingnya. "Tapi Shigeko tidak terlalu tinggi : dia harus memiliki sesuatu yang bisa dipegang." Shigeko mengeluarkan busur miniatur yang indah. kan?" ujar Takeo. "Mereka mem¬biarkan bulu-bulunya jatuh seolah mereka menawarkannya. apalagi anjing.pemberani. tabung anak panah. "Tujuannya yaitu memanah anjing sebanyak m ungkin. Namun semua ini tidak sebanding dengan status dan kekuasaan yang dimiliki Saga Hideki." Teringat cahaya api yang Gemba lemparkan untuk membakar habis kekesalan waktu it u. bukan begitu Ayah?" kata Shigeko seray a tersenyum." "Mainan ini hampir tidak bisa menembak burung gereja. Kekuatan ini yang menyatukan Tiga Negara: kau dan istrimu merupakan simbol hidup ." sahut Tak eo." Ditaruhnya kotak itu di lama: dan Shigeko berlutut membukanya.

Halaman 229 dari 600 . buktinya. Bagaimana kalau Kaisar ingin menyimpannya?" "Jato senantiasa menemukan pemiliknya yang berhak." Memang benar Takeo tak lagi meng¬gunakan pedang itu dalam pertempuran sejak kehila ngan jarijarinya. putrimu adalah hasilnya." Melihat tatapan Takeo yang terkejut. seolah me¬mahami keberatan Takeo yang tak terucap. "Hal itu sudah diminta dalam pesan pertama Kono. maka dengan begitu dia akan dikalahkan. " Jangan lupa menawarkan Jato kepada Kaisar besok. setidaknya dalam latihan per¬tarungan. kan?" "Ya." Gemba tersenyum yakin." kata Gemba sewaktu mereka saling mengucapkan selamat malam. setelah berganti dengan pakaian tidur. pedang itu pemberian S higeru dan merupakan simbol nyata dari pemerintahan¬nya yang sah. Jato memiliki arti paling besar bagi dirinya. bukan begitu? Lagipula.kekuatan itu. Lord Saga sama sekali tidak mengenal kekuatan unsur perempuan. tapi begitu juga dengan pengasingan diriku. Sudah waktun ya diserahkan. Ia ju ga cukup mahir meng¬gunakan tangan kiri untuk menopang tangan kanannya. Pikiran untuk melepaskannya amat mengganggunya hingga ia merasa perlu menghabiskan waktu beberapa lama untuk berm editasi. dia lalu meneruskan. tapi nyaris tak satu hari pun berlalu tanpa dirinya menyandang pedang itu. " "Ngomong-ngomong. kau tidak menggunakannya lagi. memang. "Kesejah teraan dan kebahagiaan yang kau banggakan itu takkan terwujud tanpa kekuatan itu.

Lord Otori telah muncul di ibukota. lalu ia duduk sendirian dalam ruangan ya ng gelap." "Ternyata sangat efektif!" sahut Takeo. mendengarkan suara-suara malam dan melambatkan napas dan pikirannya. menjulurkan tangan untuk mengambil jubah sutra tebalnya. Takeo dibawa dengan tandu berhias yang indah. *** Musik dan genderang terus terdengar hingga larut malam. Nyanyian da n genderang bergema dari tepi sungai. Mendengarkan suara mereka saat ia b ersiap menemui Kaisar. "Rakyat menganggap kunjungan Anda sebagai pertanda datangnya kedamaian. masing-masing di kanan dan kiri kirin. memalingkan lehernya untuk melihat kerumunan yang tengah mengagumi di . lalu ia duduk sendirian dalam ruangan yan g gelap. "Aku men¬ceritakan pada satu atau dua orang lentang bulu burung houou. Takeo menjadi terasing dan tanpa ekspresi. semua kegelisahan telah sirna dari dirinya. Para pendampingnya pun tampak dirasuki kepercayaan diri yang sama. tempat penduduk kota menari-nari. tempat pedang itu berasal. tempat penduduk kota menari-nari. keduanya memegangi tali sutra merah tua y ang terikat di kalung berwarna emas berbentuk daun berlapiskan kulit. dan jangkrik berderik di sela-sela semak. As hige dan Keri. Takeo bukan hanya mendengar nyanyian tentang kirin tapi juga ten tang burung houou: Burung houou bersarang di Tiga Negara. Kuda-kudanya menggetarkan tanah kami Selamat datang Lord Otori! "Semalam aku keluar untuk melihat suasana kota. Katak berkuak di kol am taman. Shigeko dan Hiroshi menunggang kuda bersurai abu¬abu pucat. Kirin adalah hadiah bagi Kaisar. Katak berkuak di kol am taman. dari Shigeru dan Matsuda juga dari Tribe. dan keesokan harinya jal anan dipenuhi orang dewasa dan anak-anak yang menari-nari. Perlahan-lahan disadarinya kearifan dari s aran Gemba: ia isuruhnya Minoru dan pelayannya pergi." ujar Hiroshi. Nyanyian da n genderang bergema dari tepi sungai. Diingatnya semua pelat ihannya. mendengarkan suara-suara malam dan melambatkan napas dan pikirannya. Kirin berjalan dengan ang gun tanpa terganggu. dan jangkrik berderik di sela-sela semak." Perasaan tenang yang telah dicapainya semalam kian dalam.Disuruhnya Minoru dan pelayannya pergi. Perlahan-lahan disadarinya kearifan dari s aran Gemba: ia akan mengembalikan Jato kepada Kaisar.

memanfaatkan tempat menonton yang sangat bagus ini untuk melihat kirin. diikuti rombongan Takeo. dan ratusan bendera dan umbul -umbul berkibar ditiup angin. terdapat sat u arena yang luas.rinya. Semua pelayan itu mengenakan jubah r esmi yang sangat mewah. lingkaran-lingkaran yang memiliki titik pusat telah diiandai dengan warna-warna kontras. Para penjaga dengan ramah menghadang kerumunan tapi mem¬biarkan gerbang seb elah luar tetap terbuka. Pohon pinus berderet di bagian sampingnya. P ara perempuan herambut hitam panjang. Para pemanggul tandu berderap melintasi lingkaran ini. membawa bantal sutra dan payung pelindung sinar matahari. ksatria dan bangsawan. Di gerbang berikut¬nya tandu diturunkan dan Takeo melangkah keluar. sedangkan laki-laki mengenakan topi resmi kecil. lubah Saga berhiaskan kura-kura dan burung jenjang. Banyak orang. Ada banyak lagi kereta yang memb awa bangsawan laki-laki dan perempuan. Hiroshi mengambil tali kekang dan Takeo berjalan dengan putrinya serta kirin menuju bangunan utama biara. Teriakan dan seruan tidak mem¬pengaruhi ketenangan dirinya maupun pen¬dampingnya. Kaisar telah melakukan perjalanan singkat dari Istana Kekaisaran menuju Biara Ag ung dengan kereta megah berpernis yang ditarik sapi jantan hitam. makanan dalam kotak-kotak berp ernis. baru dipugar dan dicat ulang. Halaman 230 dari 600 . Saga Hidek i dan Lord Kono telah menanti dengan pelayan di atas anak tangga. Shigeko dan Hiroshi turun dari kuda. Dinding putih dan balok merah ber¬kilauan diterpa sinar matahari siang. sudah duduk di sini meski perburuan anjing baru dimulai besok. tempat perlombaan akan diadakan. Di depan bagian dalam gerbang. dan di bawahnya gerai kayu dan tenda serta anjungan sutra didirikan bagi para penonton. Bangunan biara berwarna merah cerah.

d i belakang tirai halus dari bambu yang melindunginya dari mata fana dunia. Ini sama seperti yang ia harapkan. bagian dari dewa-dewa. d i belakang tirai halus dari bambu yang melindunginya dari mata fana dunia. Kata kata Kaisar singkat namun lebih dari yang diharapkan: pengakuan atas hubungan Klan Otori. duduklah sang Kaisar. serta meyakinkan Paduka Yang Mulia akan kesetiaannya. Sungguh kehormatan yang amat besar dan tak terduga. Saga mengumumkan dengan suara yang jelas namun sopan. lalu Lord Saga membimbing Takeo ke dalam. Di bagian atas ruangan itu terdapat mimbar berundak." Takeo mendengar semua ini diucapkan ulang oleh sang Menteri. menuju aula remang-r emang yang disinari ratusan lentera. Di bagian atas ruangan itu terdapat mimbar berundak. Menteri Kanan dan Menteri Kiri duduk di anak tangga di bawah penguasa mereka. semua . .Sedangkan jubah Kono berhiaskan bunga peoni dan burung merak. lalu Lord Saga membimbing Takeo ke dalam. Kami sangat senang menerima kedatanganmu. dan sesaat kesunyian melanda seksama dari sela-sela celah tirai bambu. "Selamat datang. "Lord Otori datang dari Ti ga Negara untuk mempersembahkan hadiah yang indah bagi Paduka Yang Mulia. Lord Otori. dan aroma wewangian pelayan Kaisar. diterima Kaisar. Takeo menyembah." Kata-kata ini diulang ggi dengan suara bernada tinggi dengan Ketika dia selesai bicara. Semuanya saling ber tukar hormat dan sopan santun. dengan suara yang tak lebih dari s ekadar bisikan. bagian dari dewa-dewa. Takeo merasa diamati Kaisar dengan salah satu Menteri yang duduk di anak tangga mimbar tertin banyak tambahan bahasa yang halus serta sopan santun kuno. Kami tahu ikatan lama yang ada di antara keluarga kita. mencium aroma asap minyak. keringat Saga tertutup oleh aroma du pa wangi. anggota pertama Klan Otori y ang dihormati sejak Takeyoshi yang legendaris. Ia seperti mendengar tarikan napas pelan dari laki-laki di sebelahnya. duduklah sang Kaisar. Kemudian dari balik tirai sang Kaisar bicara. menuju aula remang-r emang yang disinari ratusan lentera. dan ia bisa meng¬gera kkan sedikit posisinya untuk mengamati reaksi Saga. edangkan jubah Kono berhiaskan bunga peoni dan burung merak. Semuanya saling be rtukar hormat dan sopan santun. orang membungkuk hormat lagi.

Shigeru. namun Jato hanya tergel etak di lantai. "Berabad-abad lampau nenek moyang Paduka Yang Mulia mem¬berikan ped ang ini. Jato akan kembali padaku. diam dan tak bergerak. Pedang ini diserahkan kepada hamba oleh ayah hamba . dan Takeo mendengar kalau itu bukan suara dewa atau bahkan b ukan suara penguasa besar. Para menteri yang berada di undakan paling rendah mengambil Jato dan mengoperkan nya dari satu petugas ke petugas lainnya hingga sampai ke tangan Menteri Kiri yang kemudian me letakkannya di depan tirai. Halaman 231 dari 600 . Takeo berkata. menawarkannya kepada Paduka sebagai tanda ke setiaan dan pengabdian hamba. lalu bicara lagi kepada Takeo. dan kini h amba dengan rendah hati melaksanakannya. lalu mengambil pedang itu dari sabuknya. Jato.Takeo memberanikan diri berkata. Selamat tinggal. Jato akan bicara. pikir Takeo." Takeo maju dengan tutut. Rasa menyesal menghunjam selagi ia menyodorkan pedang itu dengan dua tangan. Kaisar bicara lagi. kepada Otori Takeyoshi. tapi suara manusia biasa yang penuh keingintahuan. "Kami menerima pedangmu dan peng¬abdianmu. ujarnya pelan dalam hati." Menteri Sebelah Kanan berunding dengan Kaisar. dan ijin Kaisar diucapkan ulang. sebelum kematiannya. Hamba diminta mengembali¬kannya kepada Yang Mulia. "Bolehkah hamba bicara kepada Paduka Yang Mulia ?" Permintaan itu diulang.

ku ingin melihat kirin dengan mataku sendiri. mendongak melihat leher ki rin yang panjang dan kepalanya. Shigeko berkata. ''Kirin hanya muncul ketika sang penguasa diberkati Surga. hiasan itu menambah tinggi badannya. Gadis itu berlutut dengan satu kaki keti ka Kaisar mendekat. berlutut. berjalan dengan lutut." Shigeko menyahut dengan suara yang sama pelannya. berdiri seorang laki-laki berperawakan agak pendek berusia kira-kira dua puluh d elapan tahun. "Paduka Yang Mulia: hewa n ini tak sebanding dengan keagungan Paduka Yang Mulia. Di balik megahnya pakaian yang dikenakannya. Kaisar mengenakar jubah emas dengan bordiran naga merah tua melintang di punggun g dan lengannya." Terjadi kegemparan mendadak karen a tak seorang pun yakin akan cara tepat apa yang harus dilakukan." Terjadi kegemparan mendadak kar ena tak seorang pun yakin akan cara tepat apa yang harus dilakukan. menengok sekilas pada para pegawai tinggi kekaisaran. Kaisar bergumam." ujarnya sewaktu berjalan melewati Takeo. "Maka Paduka Yang Mulia memang diberkati. lalu tertawa gembira. Diambilnya tali itu deng an hati-hati. " dan manusia setengah dewa itu menjulurkan tangan lalu mengelus bulu halus hewan yang menakju bkan itu. dia berkata. . menunjukkan kecerdasan." Ekspersi Kaisar merupakan salah satu kekaguman yang murni. mungkin sama kagumnya karena diajak bicara seorang perempuan dan saat melihat kirin. mulutnya kecil dan tegas." "Ini laki-laki atau perempuan?" tanya Kaisar pada Saga yang datang menghampiri d engan cara sama yang dilakukan Takeo. Shigeko menunggu di luar bersama kirin. matanya berkilat denga n harapan. Kemudian Kaisar melangkah ke luar dari balik lirai serta menjulurkan tangan kepada para pelayannya untuk menuntunnya menuruni anak tangga. tapi penilaian Takeo sebelumnya ternyata benar. "Paduka Yang Mulia bisa menyentuhnya: hewan ini amatlah lembut. Kemudian Kaisar melangkah ke luar dari balik lirai serta menjulurkan tangan kepada para pelayannya untuk menuntunnya menuruni anak tangga. namun kami menawarkannya dengan ha rapan Paduka Yang Mulia akan melihat dan mengakui bawahan Paduka di Tiga Negara."Aku ingin melihat kirin dengan mataku sendiri. pipinya tembam. karena Shigeko bicara dengan menggunakan bahasa seorang penguasa laki¬laki. "Biarkan Lord Otori ikut denganku. dan Takeo pun mengikutinya. dan dengan kepala ter¬tunduk memegangi tali.

" Kaisar berdiri seolah berpikir keras selama beberapa saat. "Bawakan padaku pedang Otori. Takeo membungkuk hingga menyentuh tanah lagi."Paduka Yang Mulia. Aku bisa kirim kur ir kepada Kahei lebih awal. "Apa yang bisa kuberikan sebagai imbalannya?" tanyanya. Kami bisa bersaing dengan Saga: jika kami mengalahkannya besok dalam pertandingan. dan kemud ian berbalik dan menengok ke belakang seakan tersengat oleh ilham yang datang tiba-tiba. "Akan kuanugerahkan kepada Lady Maruyama!" Takeo ingat suara dari masa lalu: Pedang itu akan berpindah dari satu tangan ke tangan lainnya. Sagalah yan g akan diasingkan. "Aku sangsi kalau memiliki apa pun yang sebanding. bukan aku! Halaman 232 dari 600 . godaan akan kekuatan mutlak be rkilat di hadapannya. Siapa pun yang disukai Kaisar atau. untuk Takeo. dan kemudian dibawa Yuki. Pasukan kami sudah siap. kami bisa menggantikan kedudukannya. Pada saat itu. dilihatnya Kaisar tengah mengamatinya dengan penuh selidik. pikirnya. tapi mustahil aku meninggalkan ibukota. Kami akan mendesaknya kembali ke utara dan ke arah laut. ini putri Lord Otori." "Dari tanah tempat perempuan berkuasa? Lord Otori telah membawa banyak benda yan g eksotis! Semua yang kami dengar tentang Tiga Negara memang benar adanya. Alangkah inginny a aku berkunjung ke sana. mengendalikan Kaisar maka bisa mengen¬dalikan Delapan Pulau. putri Kenji. Pedang yang Kenji serahkan kepada Shigeru setelah kekalahan Otori di Yaeg ahara. dan kini diserahkan ke tangan Ma ruyama Shigeko oleh Kaisar. Itu bisa saja aku dan Kaede." serunya." Dielusnya lagi kiri n. Lady Maruyama. dan selagi duduk legak. Kenji. bisa diungkapkan dengan kata yang lebih sederhana.

*** Sisa hari itu dihabiskan dengan jamuan makan. lalu menyingkirkann ya jauh-jauh. Ia terkejut karena tidak menduga ada anggota T ribe beroperasi di ibukota: tidak ada dalam catatannya. kompe tisi puisi. yaitu bola sepak. dan ingin a gar negaranya tetap damai. Sa at ditandu melewati gerbang. Kemudian ada juga balapan kuda sebelum matahari terbenam. "Perilakunya yang acuh tak acuh menyem¬bunyikan keahlian fisiknya. percikan keingin¬tahuannya muncul lagi saat menghadapi ke kekalan hidupnya apakah orang ini yang akan berhasil membunuhnya. dan mem¬buktikan bahwa ram alan itu salah? saat tandu belum menyentuh tanah ia sudah turun. garis bentuk tubuh ber¬bayang dari seseo rang yang menggunakan kemampuan menghilang. dan bahkan peragaan permainan kegemaran para bangsawan muda. Ia telah menyaksikan keahlian berkuda lawan. dan kegembiraan serta kekaguman akan hadiah yang tiada bandingannya. meskipun masih cemas tentang esok hari. Ia tidak menginginkan Delapan Pulau. ia hanya menginginkan Tiga Negara. ia hanya menginginkan Tiga Negara. akeo menghibur diri dengan khayalannya selama beberapa saat. Lord Kono membuktikan diri sangat mahir dalam permainan ini. dan ingin a gar negaranya tetap damai. Ia t ak percaya kalau putrinya bisa menang. "Mereka akan menjadi lawan yang sebanding. dari sudut matanya. Namun Gemba ternyata benar tentang pedang itu. Dengan mengacuhkan par .Takeo menghibur diri dengan khayalannya selama beberapa saat. lalu menyingkirkan nya jauh-jauh. Secara naluri disentuhnya pedang." sahut Gemba setuju dengan tenang. sadar kalau ia tak bersenjata. menambah kekaguman pengunjung kepada sang jenderal. pertunjukan musik dan drama. dia melihat. Tim Lord Saga yang menunggang kuda perang Maruyama menang den gan mudah. maupun sepengetahuan keluarga Muto yang pernah menyatakan kalau mereka telah menembus sejauh ini sampai ke wilayah Timur ." komentar Takeo pelan kepada Gemba. Seharusnya ia juga percaya tentang hasil pertandingan itu. Takeo kembali ke kediaman dengan rasa gembira dan bersemangat atas hasil hari in i. Dinaikkannya tirai tandu yang terbuat dari sutra untuk menikmati udara malam. Ia tidak menginginkan Delapan Pulau.

bahkan pu trinya. diperinta h¬nya penjaga untuk menutup serta memalang gerbang. "Mari cepat masuk. "Apa yang telah terjadi?" Halaman 233 dari 600 ." bisiknya. Setelah menyu ruh mereka menyajikan teh. kemudian berbalik lagi pada gadis itu. ia berlari ke gerbang dan mencari-cari dengan mata orang itu di antar a kemmunan." perintahnya pada gadis itu. "Tunggu di sini. lalu dilihatnya gadis itu. "Apa yang kau lakukan di sini? Apa kau membawa kabar dari Taku? Apakah Jun mengirimmu?" "Aku harus bicara dengan Lord Otori saja. Takeo segera mengenalinya sebagai anggota Muto.a pelayan¬nya. atau Lord Miyoshi tak boleh masuk. Begitu sudah di dalam. jantungnya berdegup kencang karena takut pada apa yang akan disampaikan gadis itu. Melihat kesedihan di garis bibir dan dalam tatapan matanya. tapi butuh waktu beberapa saat u ntuk mengingat siapa gadis itu: Mai." Takeo memanggil pelayan untuk mem¬bantunya mengganti jubah resminya. yang ditempatkan di kediaman orang asing untuk mempelajari bahasa serta memata-matai mereka. tapi ia seperti bisa membedakan satu orang yang dikenalnya. penasaran apakah tadi ia salah lihat. Gadis itu kelihatan lelah dan kotor karena perjalanan jauh. Namanya dilantunkan banyak suara. Aku akan langsung memanggilmu. adik Sada. memanggil gadis itu lalu menyuruh mereka pergi.

. dan tidak diketahui mereka. bahkan Shizuka. tuanku." Kabar itu menghantam dirinya bak pukulan ke dadanya. tuanku. ta k bisa bicara." sahut Mai.. tidak ada yang tahu di mana putri Anda. tuan. Sada tewas bersamanya. saat Tribe memiliki kekuasaan yang sesungguh¬nya. tuan. Kikuta Akio sangat d ekat dengan Zenko dan banyak orang Muto menyetujui persahabatan mereka orang-orang mengata¬kan m ereka berdua seperti Kenji dan Kotaro sebelum." "Ditangkap Akio?" ucapnya mengulang perkataan itu. atau Teray ama." "Dan putriku?" bisik Takeo. "Mereka diduga diserang bandit di tempat berjarak satu hari berkuda dari Hofu. Itu sudah cukup bagiku. Pes an¬pesan salah sasaran. atau tempat lainnya yang diperkirakan sebagai tujuannya melarikan diri. mungkin tanpa ijin dari Tribe. Desas-desus yang beredar bahwa Akio dan putranya yang bunuh Taku untuk bal as dendam atas kematian Kotaro. "Bandit macam apa yang ada di Negara Tengah?" "Itulah pernyataan resmi yang dikeluarkan Zenko. aku tak tahu." "Apakah istriku tahu?" "Aku tidak tahu. atau dihaca oleh orang yang salah." Lord Taku. Orang-orang mengatakan kalau mereka ingin kembali ke masa silam. Takeo menatap gadis itu. Mungkin putri Anda berhasil lari." Dilihatnya ada hal lain lagi. air mata menggenang di pelupuk matanya dan hampir me netes. "Tapi dia belum ke Kagemura. merasakan gelombang kesedihan menggelegak hingga ke urat nadi¬nya." "Sebelum aku datang." ujar Takeo murung.." sahut Mai. Aku meninggalkan Hofu . atau ditangkap Akio. dan kakakku sudah tiada. "Mungkin dia melarikan diri. alasan lain mengapa gadis mi menempuh perjalanan s ejauh ini. dan kakakku sudah tiada . Sesuatu telah terjadi dalam jaringan Muto. "Aku tidak berhak mengatakannya." "Bandit?" tanyanya tak percaya. dan Taku serta Sada setia kepada Anda. Takeo memberi i syarat agar gadis itu melanjutkan. Lord Otori. "Lord Otori. "Tapi Zenko sedang melindungi Kikuta Akio."Lord Taku. "Ibu Taku pasti sudah diberitahu?" "Sekali lagi. Keluarga Muto bersumpah setia kepad a Anda...

"Mereka diserang dengan menggunakan senjata api. Seraya menutupi wajah denga n tangan. m ereka sudah melakukan perdagangan dengan orang-orang asing. Taku tertembak di leher. dan peluru itu menghantam Sada setelah menembus kuda. hampir membuat ia terpuruk." Teringat olehnya kalau gadis itu juga tengah berse dih." "Akio punya senjata api? Darimana dia dapat?" "Dia sudah di Kumamoto selama musim dingin." "Aku sangat berterima kasih. tapi mereka sudah beberapa hari di depanku. Senjata itu pasti pemberian Zenko." tuturnya dengan nada sedih. Kenan gan itu diikuti dengan kenangan lainnya." Takeo duduk terdiam.tanpa mengatakan pada siapa pun. Aku terus mengikuti hingga aku sadar sudah di ib ukota. ia Halaman 234 dari 600 . "Dan aku sangat berduka atas kematian kakakmu dalam melayani keluargaku. "T ak ada yang bisa membunuh mereka dengan menggunakan senjata biasa." Mata gadis berkilat diterpa sinar lentera. namun tidak menangis. berharap bisa menyusul Lady Shigeko dan Lord Hiroshi. tapi dia bukan mati karena peluru: lehernya digorok. dia pasti mati kehabisan darah. teringat saat ia mencengkeram leher Taku yang menyelinap ma suk ke kamarnya di Shuho: saat itu Taku baru berumur sembilan atau sepuluh tahun. Aku berjalan selama enam minggu.

Shigeko berkata." ujar Mai ragu-ragu. Mai baru saja pergi ketika Shigeko dan Gemba datang. tentu saja.. Nanti aku akan ceritakan tent ang kabar ini padanya dan juga Hiroshi." sahutnya. "Kau tak tahu situasi kami di sini. kini gembira dengan kejadian ha ri ini. juga lega karena gelapnya ruangan. Sh igeko. Kesedihannya disulut dengan kemarahan nya atas Zenko yang telah ia biarkan hidup hanya untuk melihat orang itu bersekongkol mem bunuh adiknya. Mereka tidak boleh tahu hal ini h ingga pertandingannya selesai. Sekarang pedang itu menjad i milikmu. serta membahas strategi. "Haruskah aku memanggil seseorang agar menemui Anda?" "Tidak!" sahutnya. Meskipun beresiko terjebak dalam ditunda. dan tak sabar menanti penandingan. Ia lega karena ini berarti putrinya takkan memerhatikan sik ap diam dan kurang bersemangat dirinya. Hanya dua hari.berusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis. Sedari tadi mereka memeriks a keadaan kuda. Shigeko bisa mengenalimu. namun hal ini tidak bisa dari rencana. berjanji akan kembali dalam dua hari. Tapi aku tak ingin menyin mencium pengkhianatan Zenko. lalu gadis itu per gi." Takeo mengatur agar Mai diberi uang dan dicarikan penginapan. Akan ada pertandingan yang meliba tkan putriku dan Lord Hiroshi. Mereka tidak boleh diganggu." "Tapi Anda harus segera kembali ke Tiga Negara! Zenko. waktu untuk menjadi lemah sudah berakhir." "Tidak boleh. Kau akan ikut dengan kami." "Aku akan kembali secepatnya. Sementara tapi itu bisa berubah kapan saja. yang biasanya pandai mengendalikan diri serta tenang." . "Aku kembalikan Jato pada Ayah. aku akan hujan. seraya berusaha mengendalikan diri. Kesedihannya disulut dengan kemarah annya atas Zenko yang telah ia biarkan hidup hanya untuk melihat orang itu bersekongkol mem rusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis. Kaisar maupun membiarkan Saga ini aku dalam posisi yang menguntungkan lombanya selesai dan kami tahu hasilnya. Jangan ada hal yang mengganggu selama beberapa hari ke depan. menyiapkan pelana dan tali kekang untuk lomba besok. lebih awal ggung tuan rumah Lord Saga. Begitu pamit. "Kaisar yang berikan padamu.. Kau tidak boleh mengatakan ini pada siapa-si apa. Tidak seorang pun boleh tahu. tapi untuk sementara waktu ini a ku memintamu untuk menjauh. "Lord Otori.

ia takkan meny erah begitu saja. cukup dewasa untuk memilikinya. Takeo sangat merindukan Kaede saat ini.* Halaman 235 dari 600 . "Tapi pedang itu milikmu.." sahut Takeo. Rasanya ingin sekali berada di rumah. dan Gemba juga pergi t idur. Tak sulit untuk membujuk Shigeko beristirahat lebih awal. Shigeko akan menyerahkan Tiga Negara kepada orang yang menikahinya." "Sampai apa?" Takeo memotong ucapan putrinya. tetap saja itu milikmu . "Sampai putra Ayah." Takeo menyadari bahkan saat ia bicara bahwa pengakuan Kaisar membuat persoalan p ernikahan Shigeko justru makin penting. pi kirnya." "Bukan penama kalinya pedang itu berada di biara. bukan hanya menginginkan tubuhnya. tapi kearifan. tidak sebelum ia konsultasi dengan Kaede." protes putrinya. aku tidak berarti tanpa dia."Pedang ini terlalu panjang." "Akan kuberikan pada biara sampai. sena kekuatan¬nya yang lembut. dan pedang juga memastikan dirimu bukan hanya sebagai pewaris Klan Maruyama. atau putraku. Apa pun permintaan Saga.. tapi ju ga Klan Otori. "Kendati demikian. meninggalkan Takeo sendirian meng¬hadapi malam yang panjang. suami yang direstui Kaisar. Takeo memaksakan diri untuk tersenyum.. kejernihan pikiran.

" "Biar kulihat." ujarnya ketika Takeo selesai mendikte. "Beliau pasti menulisnya tadi malam. Kau harus mengatur kepulanga n kita agak lebih awal dari rencana. malam ini atau besok." Minoru menaikkan alis sedikit. guratan tinta kelihatan hitam dan legas. "Aku akan mendiktekan sesuatu padamu. kenyataan bahwa ia telah berbagi kabar kematian Taku mengurangi penderitaannya. Tanpa memihak Takeo menceritakan semua vang diceritakan Mai semalam. dan juga mencatat semua yang akan terjadi hari ini. Takeo memandang Minoru dengan tatapan menuduh." ujar Minoru. Takeo sadar akan simpati tanpa kata-kata dari jurutuli snya." ujarnya. si jurutulis berkata dengan r agu. "Lord Saga mengirim surat untuk Anda." Tulisannya menggambar¬kan orangnya. bergaya kotak.Minoru datang. "Aku turut berduka cita. "Beliau mengucapkan selamat padaku atas keramahan Kaisar padaku. "Tentunya kunjungan Anda sangat berhasil." "Tidak apa-apa. tebal dan ditekan. Dia datang bersama para pelayan perempuan yang membawa teh. Aku sehat¬sehat saja." Takeo tiba-tiba memutuskan dan berkata. kan?" "Kita akan tahu sore ini. "Aku minta maaf atas kurang terampilnya diriku ini. Tanganku ge metar dan tulisanku sangat buruk." Minoru menyiapkan batu tinta dan meng¬ambil kuas tanpa bicara. Beliau sangat menghormati Anda. Simpan baik-baik: aku akan memintamu m embacakannya." Minoru membungkuk hormat. "Aku telah menyiapk an catatan atas semua yang terjadi kemarin. dan atas ke¬berha . terkejut dengan suara dingin Takeo. itu saja. Jangan berkomentar dan jangan beritahu siapa-siapa." Ketika Takeo mengambil catatan itu tanpa menjawab. aku harus terus memesona serta mengesankan. Aku tidak bisa bersikap sebaliknya. selama masih bisa dibaca. saat matahari baru terbit. dan Minoru menulisnya. "Lord Otori kelihatannya tidak sehat. seperti biasa. mengeluarkan gulungan kertas . "Hari ini sepertinya akan menjadi hari yang cerah." "Aku kurang tidur.

Dia telah mengumumkan kesepakatannya. dan aku berharap dia pun begitu." "Aku akan mematuhi kesepakatan." gumam Minoru. serta mengucapkan semoga berhasil hari ini." ujar Minoru. agar beliau mendapat alasan untuk tidak menepatinya. "Beliau mengharapkan Anda menemukan cara untuk berkelit dari kesepakatan tersebu t. dan begitu pula aku!" "Persis seperti itulah cara bangsawan men¬jadi besar." "Minoru." sahut Takeo.silan hadiahku. "Dan takut bila Anda kalah dalam pertandingan itu. sikapmu menjadi begitu sinis! Lord Saga adalah bangsawan besar berasal dari klan kuno. Dia takkan mengingkari kesepakatan itu tanpa m embuat dirinya tidak terhormat. Halaman 236 dari 600 ." "Beliau khawatir atas popularitas Anda. Kaisar masih tetap mendukung Anda.

Kedua kuda abu-abu pucat dengan surai dan ekor hitam terlihat sangat kont ras dengan kuda Gemba yang berbulu hitam. Di dalam lingkaran terluar pasir merah para pe¬nu nggang kuda menunggu: kuda tim Saga memiliki sabuk kulit yang dikaitkan di bawah ekor s erta tali dada berwarna merah. Busur milik mereka jauh lebih besar dibandingkan dengan busur Shigek o dan ketiganya . Shige ko. Di tempat itu Takeo dis sebagian sudah bertemu dengannya sehari seb laki-laki memperlihatkan padanya pena linta perempuan mengenakan tudung berhiaskan gamb Suasana hari itu terasa bagai piknik di pedesaan. kanan bilik Kaisar. Sag a me¬nunggang kuda besar dengan bulu warna coklat kemerahan. Takeo bisa mendengar gongongan anjing yang bersemangat dari sisi timur arema. yang ter sembunyi seperti sebelumnya. ksatria dan istri mereka. di balik tirai bambu. dengan pasir b erwarna putih. pada perwakilannya. sedangkan milik Shigeko berwarna putih. te mpat sekitar lima puluh ekor anjing dalam sebuah kerangkeng berhiaskan daun dan rumbai-rumbai puti h. Pelana kuda dilapisi ker ang mutiara. Takeo dibimbing ke tempat di sebelah ambut para bangsawan. dan masyarakat menari-nari sepe rti kesurupan. anakalanan jauh lebih ramai lagi dibanding kemarin. laki-laki berpakaian c erah. dan beberapa ar kirin. Di bagian belakang lapangan terdapat bilik dari kain sutra didirikan bagi Kaisar. Ia mengalihkan perhatian pada mereka yang masih hidup. Cuaca makin panas dengan kelembapan yang menandakan hujan plum. dan Takeo be rusaha ikut ambil bagian di datamnya dengan sepenuh hati. dan masyarakat menarinari seperti kesurupan. Kuda-kuda melangkah tenang mengelilingi lingkaran. Pengaruh kirin sudah tampak: seorang ng yang diukir mengikuti bentuk kirin. Okuda dan Kono. Hiroshi dan Gemba. Kedua pendukungnya. meriah dan ramai. Cuaca makin panas dengan kelembapan yang menandakan hujan plum. elumnya.Jalanan jauh lebih ramai lagi dibanding kemarin. anakanak. jambul dan ekornya mengkilat serta sehalus rambut seorang putri. Arena di Biara A gung dipenuhi penonton: perempuan mengenakan kimono bertudung. semua memegang payung dan kipas. laki-laki berpakaian c erah. menunggang kuda belang dan juga merah bata. Arena di Biara A gung dipenuhi penonton: perempuan mengenakan kimono bertudung. Namun sesekali pemandangan tampak kabur dan langit semakin kelam. dan mata dan pikirannya dipenuhi dengan bayangan-bayangan Taku ya ng tertembak di leher lalu mati kehabisan darah. surai dikepang. Seuta s tali jerami kuning membagi lingkaran sebelah luar dari lingkaran yang sebelah dalam.

dari yang terendah sampai y ang tertinggi. Makin banyak darah menetes. leher ." tutur Saga ke pada Hiroshi. dengan ramah. Anak panah kedua mengena i dada. mengonggong pada kuda yang tengah berderap. "Okuda akan mulai lebih dulu untuk menunjukkan cara melakukannya. membiarkan tali kekang menggantung di leher kuda selagi dia menaikkan b usur panah dan menaruh anak panahnya. Takeo belum pernah menyaksikan per¬buruan anjing. Anda tidak boleh menembak kepala. pasangan pertama Okuda dan Hiroshi. makin buruk tembakanny a. bagian lunak di perut atau kematuan. Tembakan yang ketiga terkena punggung anjing yang tengah berlari. dan peraturan permainan itu dije laskan oleh kawan pendampingnya.memiliki anak panah yang dibului dengan bulu bangau warna putih dan abu-abu. "Anda hanya boleh menembak bagian ter¬tentu di tubuh anjing: punggung." Mereka berkuda dalam barisan menurut urutan pangkat. dan nilai Anda akan dikurangi jika anjingnya berdarah atau mati. Halaman 237 dari 600 . dengan ekor di sela kaki belakang¬nya. Anak panah itu dilepaskan terlalu kuat: darah mulai menodai bulu putih anjing itu. Anjing pertama dibawa masuk ke lingkaran: Okuda juga memasuki lingkaran lalu men derapkan kudanya. "Tembakan yang bagus!" seru laki-laki di sebelah Takeo. Anak panah pertama Okuda berdesing melewati telinga anjing itu. karena penunggang kedua memiliki peluang lebih menguntungkan. kaki. Ini semua tentang pengendalian sempurna yang sangat sulit dicapai sewaktu kuda berderap. Tali anjing dilepaskan dan hewan itu segera berjingkrakan. membua tnya menyalak kaget lalu mundur.

" adalah penilaian juri. Takeo sudah mengenai kuda itu selama ia mengenai pemuda itu: hampir de lapan belas tahun. Anak panah Hiroshi luput mengenai anjing itu sejauh s erentangan kaki. Hew an itu berhenti meronta dan menyalak. pikirnya. mendapat nilai lebih tinggi ketimbang dua tembakan Hiroshi yang meleset. meng¬hempaska n tubuhnya di antara anjing-anjing lain." ujar tetangga Takeo dengan simpatik. Anjing itu ditangkap. Penonton terdi am: di balik suara derap kuda. terdengar olehnya senandung yang amat pelan. Kali ini Hiroshi le bih siap. "Lebih sulit dari kelihatannya. "Butuh lat ihan selama bertahuntahun. tapi anak panahnya tetap tidak kena sasaran. Tembakan kedua Okuda. berusaha m enyuruh agar anjing itu tenang. suara yang dikeluarkan Gemba saat merasa gembira. hasil pertandingan sudah ditentukan. Takeo bisa meli hat kalau anjing itu ketakutan dan menggeram. Atau mungkin anjing saling berkomunikasi lalu memper¬ingatkan. tapi tidak berdarah." adalah penilaian juri. Anjing itu tidak kabur saat dilepas. membuatnya ter¬jatuh dan menyalak." Juri memutuskan demikian. Mungkin anjing tiu sudah melihat nasib kawannya dan tahu apa yang menantinya dalam lingkaran itu. anjing itu secepatnya berlari keluar lingkaran."Kurang baik. "Itu tembakan yang mudah! Okuda akan memenangkan babak ini. Tak ada orang lain yang bisa mendengar¬nya. tapi mampukah pemuda itu bersaing dengan pemanah nomor satu dari ibukota? Anjing dilepaskan. tapi anjing itu bisa mendengarnya. Anak panah ketiga Hiros hi kena bagian samping anjing itu." Takeo menatap anjing itu saat dibawa masuk untuk yang ketiga kalinya. dibawa masuk lagi dan dilepas sekali lagi. tapi ia ingin pemuda itu setidaknya mendapat satu nilai untuk bidikannya. Takeo bersiap menerima satu kekalahan lagi maka tak peduli sebaik apa pun Shigeko melakukannya. Takeo merasakan ketegangan mulai ber¬tambah saat Hiroshi memasuki lingkaran dan Ke ri mulai berderap. Mampukah kuda abu-abu itu bertahan dalam per tandingan semacam ini? Akankah kuda itu mengecewakan penunggangnya? Takeo tahu H iroshi mahir memanah. Matanya terpaku pada Gemba ya ng tak lagi . Anjing-anjing itu pasti mencium amis darah sehingga ket akutan. Ia tidak mau Hiroshi menyakiti anjing itu. meski membuat si anjing ber¬darah. tapi malah duduk dan menjilati bulunya sebelum bangkit lalu berjalan pelan mengitari lingkaran. Kurang baik.

" orang di sebelah Takeo memberitahunya. tapi kini anjing itu ketakutan. kali ini Gemba mendapat giliran per¬tam a. berlarian ke kanan dan kiri melintasi lap angan. Halaman 238 dari 600 . Kuda hitam tunggangannya juga tampa k was-pada. "Lord Kono sangat mahir dan terkenal. P ara penonton berseru kagum. Tembakan ketiga Gemba meleset. tapi aku takkan terlihat marah atau sedih. Temb akan yang bagus. menatap pemandangan asing dengan telinga tegak dan bola mata mem besar. Lord Kon o menunggu di sebelah luar lingkaran di atas kuda merah bata yang kuat sena penuh semangat. seperti yang sudah diketahui. Kemudian Kono keluar dengan menunggang kuda merah bata. Tembakannya yang kedua hampir sama. "Kemahirannya memang enak di pandang!" ujar Takeo setuju dengan sikap sopan. seraya berpikir. sekali lagi tida k mengeluarkan darah. Anjing yang berikutnya lebih lincah. aku akan kehila ngan segalanya. tapi kelihatan sangat waspada. dan tidak ada darah. dan kudanya memang cepat. Panah pertama Gemba tampak melayang dan mendarat perlahan di tungging anjing itu. membuat pasir merah beterbangan. membuat k udanya berderap mengelilingi lingkaran sebelah luar. Karena Hiroshi kalah pada babak sebelum¬nya. dan kelihatan tidak takut pada kuda yang tengah be rderap. Laki-laki itu mahir berkuda.bersenandung.

Beberapa pemuda berlompatan turun untuk mengambilnya. P anahnya melayang di atas kepala anjing dan kena bagian samping pangg:ung kayu di belakan gnya. dan setiap anjing yang dibebaskan semakin liar karena ketakutan. putrinya terlihat kecil dan rapuh. . kuda tungganganny a terlalu ber¬semangat karena sorak sorai penonton.Anjing-anjing dalam kerangkeng makin bersemangat. gonggongan berubah menjadi lolo ngan. Namun tetap saja Ko no membukukan dua nilai tembakan sempurna tanpa darah. dan Takeo mendengar kata-ka tanya dengan jelas. Pada tembakan ketiga. dia lalu mohon diri menjauh untuk be rgabung dengan kelompok lain. agak meloncat saat Kono menarik busur. aku tak tahan duduk di sebelah Lord Otori saat dia menghadapi hukuman mati.. Setelah diskusi panjang para juri." "Tampaknya cara itu kurang sesuai karena kurasa Lord Saga akan dianggap memiliki lebih dalam olahraga ini. Beberapa pemuda berlompatan turun untuk mengambilnya. Setelah peserta laki-laki. Pada tembakan ketiga.. "Kini kita mungkin menunggu keputusan Kaisar. Laki-laki itu berbisik kepada mereka. babak kedua diputuskan seri. Aku hanya tidak ingin. kuda tungganganny a terlalu ber¬semangat karena sorak sorai penonton. Lord Otori tidak keberatan. njing-anjing dalam kerangkeng makin bersemangat. dan setiap anjing yang dibebaskan semakin liar karena ketakutan." Kemudian kesunyian melanda seluruh arena sewaktu Shigeko memasuki lingkaran dan Ashige mulai berderap. Anda benar. Takeo hampir tidak sanggup memandang putrinya." Laki-laki itu tak kuasa menahan m alu. "Cara ini sangat digemari pengunjung: bila hasilnya seri secara keseluruhan." "Tentu. pemenang yang beruntung mengayunkan anak panah itu di atas kepalanya. P anahnya melayang di atas kepala anjing dan kena bagian samping pangg:ung kayu di belakan gnya.. Namun tetap saja Ko no membukukan dua nilai tembakan sempurna tanpa darah. agak meloncat saat Kono menarik busur. "Sungguh." seru laki-laki di sebelah Takeo. maka kita tak perlu iba padanya. gonggongan berubah menjadi lol ongan. Aku nyaris tidak bisa menikmati pertandingan karena mengasihani dirinya!" "Kabarnya pertandingan ini hanyalah alasan baginya untuk mengundurkan diri tanpa kalah dalam perang. pemenang yang beruntung mengayunkan anak panah itu di atas kepalanya. namun ia juga tak mampu memalingkan wajah. Setelah diam dengan sikap canggung selama beberapa saat.

baik si kuda maupun penunggangnya tampak benar¬benar tenang.Meskipun penonton bersorak-sorai. Mereka mengitari arena sebanyak tiga kali seperti ini. Anak panah ketiga terbang lebih cepat namun tak kurang lembutnya. Si anjing menggelengkan kepala dan mengibaskan ekor. Shigeko membungkuk dalam dalam. kekuatan dan kemahirannya yang diperkuat den gan kelembutan. dan takut kalau rasa bangga ak an menghilangkan kesedihannya. Dirasakan pelupuk matanya menghangat. sedang si penunggang duduk tegak dan tenang. Halaman 239 dari 600 . tidak meng¬gerakkan satu otot pun. kemudian Shigeko menarik kudanya berhenti di depan Kaisar. gonggongan anjing yang ketakutan. Anjing itu duduk di b elakangnya. telinga melambai-lambai. mengibaskan ana k panah itu seakan hanya lalat. terluka atau ketakutan. berjingkrakan. Shigeko mendesak kudanya untuk ber¬derap lebih cepat dan anjing itu berlari tungga ng-langgang. Anjing itu. dan berubah menjadi kekaguman saat anak pertama menyentuh pelan bagia n samping tubuh anjing buruan. memutar kepala¬nya. Takeo mengerutkan dahi lalu menahan agar wajahnya te tap tanpa ekspresi. Kemudian anjing itu seperti menganggap kalau ini adalah per¬mainan ya ng menyenangkan. dengan lidah merah mudanya terjulur. Takeo tak kuasa mengagumi putrinya. dan ketegangan yang makin meningkat. moncong menganga. mengenai anjing itu nyaris tanpa suara tepat di bawah kepalanya. Busur miniatur dan anak panahnya me mbuat penonton terkesima. Gaya berjalan si kuda cepat d an mulus. membuat kudanya berderap lagi. ber¬jalan memutar semakin mendekati anjing y ang duduk memerhatikan. Anjing itu berlarian mengitari lingkaran di waktu yang bersamaan d engan si kuda: Shigeko mem¬bungkuk dan melepaskan anak panah kedua seolah benda itu adalah tangan nya dan tengah mengelus leher hewan itu.

ekor pendeknya menggantung hampir menyentuh tanah. Dua seri dan satu menang Saga akan meraih kemen angan. namun laki¬laki itu mengendalikan kuda dengan mudah. seolah masih terus bermimpi. bayangan kian memanjang. seorang laki-laki dengan pengendalian jiwa dan raga yang sempurna. Muda h bagi Saga untuk me¬nembaknya lagi dengan anak panah kedua. Saat aga Hideki. Pemandangan itu tampa k seperti dalam mimpi. dan kulit rusa di kedua paha untuk melindungi kakinya. ekor pendeknya menggantung hampir menyentuh tanah. penonton meng¬hembuskan napas. tapi bulu putih si anjing atau pasir berwarna pucat itu tetap b ersih. sekali lagi ddak membuat anjing i tu ber¬darah. hawa kian panas. Meskipun orang-orang berteriak. tubuh anjing itu terhempas ke tanah. Kuda coklat kemerahan itu menarik-narik besi yang dipasang di mulutn¬ya. kini menunggang kuda memasuki lingkaran berpasir putih. ke bagian samping tubuh si anjing dan b erhasil menjatuhkannya. Matahari sudah di ufuk barat. Telah dirasakannya kekalahan di tenggorokan. dari mulut dan anusnya. berhia skan bulu anak panah di bagian punggungnya. namun laki¬laki itu mengendalikan kuda dengan mudah. Tiba-tiba. Di saksikannya dengan perasaan tanpa memihak selagi Saga menderapkan kuda mengitari lingkaran l agi. Kudanya berderap. peserta terakhir. mendapat nilai sempurna. kini menunggang kuda memasuki lingkaran berpasir p utih. Anak panah terakhir melesat di samping badan si anjing lagi dengan suara yang nyaris tak te rdengar.Saga Hideki. pikirnya. Saga mengenakan jubah hitam. Pasti keluar darah. meskipun i a tidak memandang siapa pun. Anak panah Saga terbang lebih cepat dari pandangan mata. berhia skan bulu anak panah di bagian punggungnya. di depan matanya. Anting dilepas: menggonggong dan me¬lolong. Si anjing berusaha bangkit terhuyung-huyung dan ke¬bingungan. peserta terakhir. dan kulit rusa di kedua paha untuk melindungi kakinya. Saga dan Shigeko setidaknya seri. perut. anjing melolong. mereka menahan napas. buih dari mulutnya beterbangan. melawan penunggangnya . menutupi semua kesedihan. Saat dia mengangkat busur. Penonton b . penyesalan dan amarah. Semua orang terdiam. Perasaan itu mematikan semua perasaannya. Kuda coklat kemerahan itu menarik-narik besi yang dipasang di mulutn¬ya. Takeo merasakan semua mata tertuju pada dirinya. ketika dia menaruh anak panah . Anjing tadi meng¬alami pendarahan hebat. hingga empedunya. dan anak-anak menjerit. di pasir putih arena m ulai tercemar warna merah. melawan penunggangnya . namun Takeo tenang sedingin es. Saga mengenakan jubah hitam.

Perlahan ia bangkit. Punggung anjing itu melengkung. Takeo menyadari kalau selama per¬tandingan orang-orang telah menjauhinya. Anjing¬anjing masih saja menyalak da ri balik kandang. Pertandingan b erakhir seri: kini keputusan ada di tangan Kaisar. Dia tidak bisa menundukkan kekuatan laki¬l akinya: dia bisa melambatkan anak panah. Tenaga Saga terlalu besar. atau berbagi takdir¬nya yang tidak mengu ntungkan. Kerumunan penonton bersorak menyetujui¬nya. tak ingi n menyaksikan terlalu dekat peng¬hinaan terhadap dirinya. sementara kelompok putih di bagian barat. menatap ke ujung arena. tempat Kaisar duduk di balik tirai bambu. namun tak mampu mengurangi tenaganya. Ketika T akeo duduk tegak. tapi tidak ada suara lain. pikir Takeo. dan kemudian. Bayangbayang panjang kaki kuda terbentang melintasi arena. pandangan yang lebih gugup. H anya saat Menteri muncul dari balik tirai dan dilihatnya pandangan resmi pertama ter¬tuju pada Shige ko. Terdengar bisikan dari balik tirai. Ketika berita itu me nyebar ke seluruh penjuru arena dan di luarnya. ingin dekaT dengannya. Perlahan-lahan pe¬nonton terdiam. mencecerkan darah berbentuk melengkung di pasir.erseru kaget. Halaman 240 dari 600 . Kaisar menganugerah¬kan kemenangan kepada kelompok putih!" Takeo berlutuT dan menyembah. "Karena kelompok Lady Maruyama tidak menumpahkan darah. Dua tembakan perta ma telah menghancur¬kan organ tubuh anjing itu dan mem¬bunuhnya. Takeo seperti mendengar teriakan dan sorak sorai yang berasal dari tempat jauh. Kini ia menunggu seorang diri untuk mendengarkan hasilnya. men¬dengking satu kali. diam tak bergerak: kelompok merah di bagian timur. nyanyian pun mulai terdengar lagi. seketika dilihatnya ruang di sekelilingnya telah dipenuhi orang yan g berhambur meng¬hampiri untuk memberinya selamat. lalu mari. tapi Takeo sengaja menutup pendengarannya. Takeo merasa ada secercah harapan. Para peserta men unggu. tenuju pada Saga.

dan melihat bangsawan itu juga tengah menatapnya. Pasir tetap putih. Tiga Negara hidup dalam damai. *** Lord Saga telah merencanakan mengadakan jamuan makan besar untuk merayakan kemen angannya yang sudah diketahui lebih dulu.Lord Otori telah muncul di ibukota. Tatapan mata mereka bertemu. Kuda-kudanya menggetarkan tanah kami. Ini tidak seperti dugaannya. namun dia gagal. tata krama tetap ber¬laku. "Walaupun aku percaya usiaku lebih tua beberapa tah un. "Tapi kita harus menunda peng¬umuman pertunangan sampai putriku me¬minta p endapat klannya." "Aku akan senang sekali memanggil Anda putraku. Termasuk ibunya. Dia akan memanfaatkan alasan apa pun untuk mengingkari janjinya." ujar Saga. "Kita akan menjadi sekutu. di balik sikap sopan yang ditunjukkannya. Putrin ya meraih kemenangan besar. Kuda-kudanya menggetarkan tanah kami. Para penunggang putih menang. Anjing pun tetap putih . namun berbeda dengan kegembiraan tulus di jalan-jalan di kota. cahayanya berpencar dan ber¬kabut dengan lembapnya udara. Saga berharap bisa menyingkirkan diriku tanpa be rperang. dan Saga mengumbar sanjungannya kepada Lady Maruyama. Begitu pula Delapan Pulau Takeo memandang ke arah Saga. rd Otori telah muncul di ibukota. dan Anda akan menjadi ayah mertuaku. tert awa dengan kegembiraan yang dipaksakan. dan Saga menundukkan kepala sebagai peng¬akuan atas kemenangan itu . dengan agak ter¬ceng ang selagi kata-kata itu meluncur dari mulutnya. Putrinya meraih kemenangan besar. semakin jelas kalau dia menginginkan pernikahan itu lebih dari sebelum nya. dan apa yang tengah dilakukan Zenko? Jamuan berlangsung hingga larut malam: bulan sudah muncul dan bintang-bintang ta mpak besar. perayaan tersebut tidak sepenuhnya tulus. jamuan makan memang dilakukan seperti yang dire ncanakan." Takeo melihat sekilas ke arah Lord Kono dan ingin tah u reaksi jujur bangsawan itu. pesan apa yang akan ora ng itu kirim pada Zenko tentang hasil pertandingan ini. Lady Maruyama tidak menumpahkan darah. . Kendati begitu. lalu teringat kata-kata Minoru. pikir Takeo." sahut Takeo.

Minora membaca tanpa perasaan. Semua pintu terbuka lebar. Hiroshi terduduk pucat pasi. Gemba dan Hiroshi ke ruangan paling terpencil di kediaman it u. "Apakah ada kabar buruk dari rumah Ibu? Adik bayiku?" apakah "Minora akan membacakannya. Gemba berdengus keras lalu berkata. Bagaimana aku harus berterima kasih kepada kalian? Kalian tadi sangat luar biasa!" Takeo bicar a dengan berlinang air mata penuh perasaan. ada apa?" tanya Shigeko segera. tapi perasaan mereka bertiga tidak kurang bergola knya. air bergemericik di taman dan sesekali nyamuk berdengung. "Beruntung Kaisar cukup terkesan pada¬mu dan tak ingin menyinggung dewa-dewa denga n memutuskan untuk menentangmu. seolah terkena pukulan di dadanya lalu terhuyung-huyung." ujar Takeo ketika mereka kembal i ke kediaman. Halaman 241 dari 600 . Segalanya bercampur aduk untuk meyakin¬kan dirinya b ahwa kau memiliki restu dari Surga. dan memberi isyarat agar si jurutulis mulai membaca."Aku minta kalian semua tidak pergi tidur dulu. Aku tak menduga kalian akan menang. "Ayah." sahut Takeo. Ia membimbing Shigeko. dengan sikap dinginnya seperti biasa. "Kau me¬rahasiakan ini sehar ian?" "Aku tidak ingin konsentrasi kalian ter¬pecah. Shigeko menangis terang-terangan." sahut Takeo. Minoru dipanggil." "Kurasa dia memutuskan ini agar men¬dapatkan orang yang bisa mengimbangi kekuatan Saga.

Hewan itu akan ke takutan bila kita semua pergi begitu mendadak. "Aku tahu Ayah benar. penyelamatan diri sendiri dan niat yang Itu juga." sahutnya dengan suara k ." sahut Gemba tanpa berkata lagi. Naluriku mengatakan kalau kita haras segera pergi dan memburu mereka tapi Ajaran Houou mena hanku untuk tidak melakukan kekerasan. " "Aku berusaha menahan keinginanku untuk balas dendam. kekuasaanku telah ditegaskan oleh Paduka Yang Mulia. kurasa kini waktunya kita pulang. "Mungkin. "Yang kuinginkan hanyalah kematian Zenko.."Itu juga. Zenko tidak memiliki lagi dasar hukum yang sah untuk menentangku." ujar Takeo. Akio akan digantung se perti penjahat biasa." sahut Gemba. "Bukan hanya karena Taku. Tapi tidakkah kepergian yang tergesa¬g esa akan menyinggung Lord Saga dan Kaisar? Dan jujur saja. Ada satu hal lagi yang tidak beres.. "Tapi akan dilakukan dengan adil . Aku telah diakui Kaisar." "Berkaitan dengan Maya?" tanya Shigeko dengan ketakutan yang terdengar dalam nad a suaranya. "Hiroshi." ujar Takeo. Mungkin aku bisa tinggal di sini menemaninya?" "Tidak." "Ayah. Ayah takkan meninggalkan dirimu di tangan Saga. "Tentu saja. Zenko harus dihadapi sekarang juga." Suara Hiroshi terdengar p arau. termotivasi oleh gabungan antara idealisme. "Tentu saja. dia manusia setengah dewa tapi juga tak ber¬be da dengan kita semua. dia manusia setengah dewa tapi juga tak ber¬b eda dengan kita semua. Tadi¬nya aku berharap bisa melihatnya tenang dul u sebelum kita pergi..." ujar Shigeko. Bila dia tidak benar-benar tunduk. termotivasi oleh gabungan antara idealisme. pragmadsme. begitu pula dengan Kikuta Akio dan putranya. penyelamatan diri sendiri dan niat yang baik!" "Kemenangan kalian membuat Kaisar ber¬pihak pada kita. kita akan m engalah¬kannya dalam pertempuran dan dia akan mencabut nyawanya sendiri." sahut Takeo. Tapi kita harus pergi secepatnya. Kesehatannya merupakan masalah terpenting bagi kelangsungan kedudukan Ayah. Aku menyesal. t api demi mencegah kekacauan lebih jauh lagi. "Kau telah kehilangan sahabat terdekatmu." Gemba setuju. "Tapi kematian Taku berarti kita harus segera kembali. Lalu bagaimana cara kita menghadapi para pem¬bunu h ini?" "Kita memang akan memburu mereka." Gemba setuju." "Ya.. pragmadsme. aku cemas pada keadaan kirin.

fermentasi kedelai. Kaisar dan orang¬orangnya yang harus bertanggung jawab atas n asib hewan itu." gumam Hiroshi. Apakah Surga masih terus berpihak pada kita dengan menunda hujan plum?" "Kita lihat saja apa yang bisa kita laku¬kan. Takeo berpaling ke arah Gemba." "Kita akan berkuda di tengah hujan. "Gemba.* Sejak Takeo memintanya mengambil alih kepemimpinan Tribe. kau telah membuktikan kalau dirimu tahu s egalanya sejauh ini. Kita harus pergi sebelum akhir minggu: kita akan memanfaatkan cahaya bulan antar a bulan sabit dan bulan purnama untuk melakukan perjalanan. Hierarki kuno Tr ibe masih tetap Halaman 242 dari 600 . dan mungkin tak melihat bulan sama sekali.eras yang mengejutkan mereka sendiri. di sela-sela air matanya. hingga kegiatan mata-mata." sahut Gemba berjanji sambil senyum. peminjaman uang. Muto Shizuka telah mel akukan perjalanan ke hampir seluruh Tiga Negara. "Apakah aku harus menyerahkan semua putriku kepada m usuhmusuhku? Kita telah berikan kirin kepada Kaisar. Dia mengunjungi desa-desa ter¬sembunyi d i pegunungan dan rumah-rumah pedagang tempat kerabatnya menjalankan berbagai usaha: membuat s ake.

namun ia sadar ada sakit hati terhadap posisi barunya: andai Zenko mendukung.ditegakkan dengan struktur vertikalnya serta kesetiaan tradisional keluarga. bertahun-tahun lalu." tutur Shizuka pada suaminya. Dia merawatnya sendiri. Seperti biasa Shizuka disambut dengan sopan santun terta penghormatan." "Dia adalah ksatria sejati. pertama ke Yamagata lalu ke Kagemura di pe¬gunungan di belakang Yamagata. dan bisa terlepas tanpa terduga. karena. Tribe menyimpan rahasia dan sering bertindak dengan c ara mereka sendiri. dan catatan terperinci itu yang memungkinkan Takeo mengalahkan dan meng endalikan Tribe. yang berarti bahkan dalam kalangannya sendiri. Orang-orang di kalangan Tribe memiliki ingatan yang panjang. Karena alasan itulah dia merasa berkewajiban untuk memper¬tahankan kontak dengan semua kerabatnya. Tribe menyimpan rahasia dan sering bertindak dengan c ara mereka sendiri." sahut Shizuka. "Kaede amat memujanya!" "Belum pemah aku melihat seorang ibu begitu terpesona pada anaknya sendiri. aku merasa aku bisa pergi sebelum hujan plum tiba. Shizuka tahu betul kalau ada rahasia yang disimpan dan ketidakpatuhan berkembang di kalangan Tribe. t api sadar selagi putranya itu masih hidup. beru saha agar mereka tetap setia kepadanya. itegakkan dengan struktur vertikalnya serta kesetiaan tradisional keluarga. dia pernah mengungkapkan cara kerja pekerjaa n Tribe kepada Shigeru. kau tak boleh bepergian dengan Fumio tahun ini. Shizuka bersiap pergi lagi. Tak lama setelah Takeo berangkat ke Miyako. "Tapi kau takkan tahu apa akan terj adi pada bayi: cengkeraman mereka pada kehidupan masih lemah. dan telah memilih untuk mengabaikan sat u hal yang bisa disebut pengkhianatan. keadaannya pasti berbeda. kemudian ke Hofu. Kaede hampir tidak sanggup berpisah dari anaknya. "Kaede dan bayi laki-lakinya kelihatan sangat sehat." aku Ishida." sahut Ishida setuju. Tapi bayi ini tampak seperti pejuang cilik. dan menentang putra sulungnya. yang t . dan juga s abar dan pantang menyerah ketika berkaitan dengan balas dendam." "Bayi ini sangat kuat. tapi Shizuka sendiri selalu ingin tahu siapa lagi yang mu ngkin mencurigai dirinya. yan g berarti bahkan dalam kalangannya sendiri. Kenji sudah tahu tindakannya itu. "Kau ada di sini untuk me rawat mereka. maka ketidakpuasan di dalam keluarga Muto bisa berkemb ang menjadi sikap membangkang.

" Shizuka teringat betapa ia amat sayang kepada kedua putranya saat mereka masih k ecil. Aku me¬manggilnya singa kecilku. "Kami belum memutuskan.idak dilakukannya pada anak-anaknya yang lain. Ishida tidak punya anak dari pernikahan sebelumnya: is trinya sudah meninggal bertahun-tahun lamanya. Shizuka pernah mengatakan kepada Takeo. Takeyoshi. Shizuka berharap bisa punya anak lagi. Shizuka melihat itu dengan rasa iri ber¬campur iba: k onsentrasi penuh si bayi mengisap puting susu ibunya. tapi tahun¬t ahun berlalu dan ia tidak juga hamil. kalau ia cukup bahagia hidup tenang bersama Ishi da di Hagi dan bisa terus mendampingi Kaede. tapi tak satu pun calon yang diterima oleh Lord Fujiwara. merenungkan kekecewaan dan ke¬cemasan yang mereka timbulkan saat ini. "Takeo sangat suka nama Shigeru. serta san gat baik hati. Kini ia jarang mendapat haid. dan kami telah memiliki Shigeko. Sewaktu menikah dengan Ishida. tugas itu menyita tenaga dan waktu¬nya." jawab Kaede. Takeshi. kesempatannya hampir habi s: dan tentu ia tak ingin harapan¬nya terkabul. Tapi sejak menyetujui untuk menjadi ketua keluarga Muto dan Tribe. Itu juga berarti ada banyak persoalan yang tak bisa dibicarakannya dengan Ishida: Halaman 243 dari 600 . perlindungan sang ibu yang sama kuatnya. tapi nama itu berkaitan dengan hal-hal yang menyedih¬kan. Mungkin nama Otori yang lainnya. meski tadinya dia ingin menikah lagi. Ishida adalah laki-laki yang penuh cinta. "Anak ini akan diberi nama siapa?" tanya¬nya. Tapi anak ini takkan diberi nama sampai berusia dua tahun nanti.

dan suaminya itu memiliki banyak sifat baik yang dik aguminya. kebebasannya untu k bepergian. Shizuka mengamati keduanya dengan cermat untuk melihat apakah ada tanda kemampuan yang berkembang. dan suaminya itu memiliki banyak sifat baik yang dika guminya. hizuka mencintai suaminya. serta efek menyembuhk an diri sendiri dengan percaya kepada ramalan. memberinya jubah baru dengan tudung model baru dan seekor kuda da ri istal. kebebasannya untu k bepergian. berinteraksi dengan orang asing. saling bersaing dan bertengkar. Sake bahkan bisa lebih m e¬longgarkan lidahnya. benda¬benda indah yang mereka bawa dar i bagian dunia lain hingga pada tahapan tidak ingin menghadapi kenyataan bahwa kedamaian se lalu berada di bawah ancaman. tapi tutup mulut tidak ter¬masuk di dalamnya. Kaede memeluk. dan bisa saja lupa dengan apa yang telah diocehkannya di malam sebelum nya. Ishida tidak terlalu memikirkan mana yang bisa dibicarakan dengan orang banyak serta mana yang harus dirahasiakan. Hana. Ishida menyukai semua kesenangan dari kedamaian makanan yang berlimpah. berinteraksi dengan orang asing. tak berbeda dari anak lelaki seusia mereka yang berlatih bersama mereka. dan bisa saja lupa dengan apa yang telah diocehkannya di malam sebelum nya. bahwa tidak semua orang bisa dipercaya. Hana dan Lord Kono tentang teori kekuatan pikiran manusia. Maka Shizuka tidak mengutarakan pada suaminya tentang Taku dan Zenko. benda¬benda indah yang mereka bawa dar i bagian dunia lain hingga pada tahapan tidak ingin menghadapi kenyataan bahwa kedamaian se lalu berada di bawah ancaman. Ishida tidak terlalu memikirkan mana yang bisa dibicarakan dengan orang banyak serta mana yang harus dirahasiakan. Ishida menyukai semua kesenangan dari kedamaian makanan yang berlimpah. bahwa tidak semua orang bisa dipercaya. dan Ishida pun sudah hampir melupakan malam di Hofu ketika dalam keadaan mabuk di¬ungkapkannya kepada Z enko. tapi kedua anak itu kelihatan layaknya putra ksatria. dan mereka berdua terlalu disibukkan dengan pendidikan dan latihan untuk bisa merindu¬kan neneknya. kuda . dan bagaimana semua ini berlaku pada diri Takeo. Sake bahkan bisa lebih m e¬longgarkan lidahnya. diharap kan berada di Hagi sebelum akhir bulan. tapi tutup mulut tidak ter¬masuk di dalamnya. Sunaomi dan Chikara sedih atas kepergian Shizuka. tapi ibu mereka. bahwa musuh bisa saja berada dalam lingkungan keluarga¬nya sendiri. bahwa musuh bisa saja berada dalam lingkungan keluarga¬nya sendiri. Sejak mereka berdua tinggal di Hagi.Shizuka mencintai suaminya.

dan ia pun mendoakannya. dengan keahlian bertarung dan kesetiaanny a. dan sejak saat itu bekerja melayani keluarga Otori. tapi mereka belum memutuskan apa pun. dialah yang mengawasi semua latihan mereka dengan cara Tribe. Di a yang merawat mereka ketika Kaede mem¬butuhkan waktu yang begitu lama untuk me¬mulihkan diri setel ah melahirkan. dan rencan a untuk membunuh bangsawan itu. berasal dari keluarga Imai. tujuan yang pernah diajukan namun ditolak Takeo. la ki-laki itu menemukan jalannya ke Hagi.betina yang sudah sering ditunggangi Shizuka. Setelah perang dan gempa. dia pu la yang telah melindungi dan membela mereka dari semua orang yang hendak menyakiti mereka. Ia menolak tawaran Kaede untuk dikawal ksatria Otori. dan menetap di Inuyama setelah kematian majikannya itu. Sepanjang musim dingin Bunta telah membawakannya potongan-potongan kecil informa si. Bunta dulu menjadi informannya yang bekerja sebagai pelayan di kediaman Lady Mar uyama Naomi. Maya dan Miki. Kabar yang dibawanya sungguh mengganggu: Taku belum kembali ke Inuyama dan masih di Hofu. keluarga Muto berbeda pendapat. disesalinya kematian Kondo. Kini Shizuka merasa ber kewajiban untuk bertindak sendiri: berusaha memper¬tahankan agar keluarga Muto tetap setia dan mem astikan keamanan si kembar. Andai dunia sejujur seperti sekarang ini. Shizuka menyayangi mereka berdua seperti putri yang tidak pernah dimilikinya. Z enko terlibat hubungan erat dengan Kikuta dan menganggap dirinya sebagai ketua Muto. Ia punya harapan lain yang ia tak yakin mampu mewujudkannya. pendongeng dengan keterampilan mengorek inf ormasi. dan jago sumo dan petarung tangan kosong yang tangguh. persiapan untuk per¬jalanan ke Miyako telah menyita perhatian Takeo. Penampilannya kalem d an pendiam. Masa lalu yang mereka lalui b ersama telah menciptakan ikatan antara mereka berdua. Ia merasa lebih mudah mendapatkan kuda ketimbang teman seper¬jalanan: tersadar kalau ia merindukan Kondo Kiichi yang bisa menjadi t eman yang sempurna untuk perjalanan semacam ini. dan begitu salju mencair. namun sebenarnya dia pencopet ulung. Ia telah menga takan pada Halaman 244 dari . Shizuka tak kuasa menahan ingatannya pada Iida Sadamu. dia pergi ke Yamagata atas permintaan Shizuka untuk mencari infor masi. dan Shizuka merasa bisa memercayainya. Masalah i ni telah ia bicarakan dengan Takeo. Usianya beberapa tahun lebih muda dari Shizuka. dan memilih Bunta sebagai teman perjalanan. Kelahiran putranya .

600 .

Tak seo rang pun akan menyangka usulan it u datang dariku. "Semua orang menghormatinya. Aku tidak p erlu melakukan hal yang bertentangan dengan keinginannya.. banyak hal yang harus ditakukan: membe ri kita waktu. dan berkuda di depan untuk mengatur tempat pem berhentian selanjutnya. makanan berlimpah dan lezat. Putra Bunta. Cuaca hari itu cerah.. Shizuka tak tahu apakah ia bisa mengandalkan dukungan sepupunya ini. ia menganjurkannya un tuk menyingkirkan Zenko. Ia masih tetap berpegang pada pendapatnya saat memikir¬kannya dengan pikiran yang jernih. Yoshio. Lalu. Shizuka kagum atas semua yang Takeo dan Kaede capai demi kemakmuran dan kebahagi aan negara. Ia telah mengenal Yoshio sejak kecil karena mereka pernah dilatih bersama. "Ketika Kenji masih hidup. Dia m emperlakiikan Shizuka dengan akrab dan berbicara blak-blakan. Tapi di lubuk hatinya. pikirnya. Tapi tidak semua orang tidak menikmati kedamaian dan kemakmuran di negeri ini. pemuda berusia lima belas atau enam belas tahun. menyediakan makan. Ia masih tetap berpegang pada pendapatnya saat memikir¬kannya dengan pikiran yang jernih. Takeo sudah mengatakan kalau dia tak ingin membunuh Zenko. Shizuka meng¬harapkan anaknya itu mati ditangannya sendiri. akeo bahwa sebagai Ketua Muto dan sahabat keluarga Otori. Tapi ketika memikirkannya sebagai seorang ibu. Tapi ketika memikirkannya sebagai seorang ibu." tutur Yoshio. di ruma h lama Kenji yang kini ditinggali sepupunya. tapi setidaknya sepupunya ini bersikap jujur. perbincangan selalu soal kemakmuran di m asa lalu.. ia menganjurkannya unt uk menyingkirkan Zenko. Tapi semakin banyak orang mengatakan kalau tuntutan Kikuia akan keadilan perlu dideng ar: Takeo . dan meratapi hasrat yang haus kekuasaan dan keinginan kuat untuk balas d endam yang mengancamnya. kota-kota dama i dan sejahtera. Di Yamagata.Takeo bahwa sebagai Ketua Muto dan sahabat keluarga Otori.. dan menyimpan tenaga. seperti yang dilaku¬kannya sebelumnya di Maruyama. ketika Kikuta dan Muto ber¬sahabat dan semua orang takut dan meng¬hormati mereka. dan bisa melihat alasannya untuk berdamai dengan Otori. jalanan aman dan terawat baik. K eluarga Muto tempat dia menginap di Tsuwano menggerutu karena berkurangnya status mereka di k alangan pedagang sejak banyak orang yang terlibat dalam per¬dagangan. Takeo memiliki informasi yang bisa menghancurkan Tr ibe. ikut bersama merek a untuk mengurus kuda.

" "Kenji bersumpah setia pada Takeo atas nama keluarga Muto.bersalah atas penghinaan yang terburuk. "Aku pun bisa memimpin layaknya laki¬laki. kan? Itulah keprihatinan kami aku juj ur padamu." Halaman 245 dari 600 . walaupun dulu kau anak yang menyebalkan. sambil minum sake dengan sekali tenggak. Dan aku memimpin keluarga Muto bukan han ya karena Takeo menunjukku: ini juga keinginan Kenji. Tapi seperti yang kukatakan." Shizuka meyakinkannya. Masalah dalam keluarga Muto tidak pernah diputuskan oleh bangsawan " "Takeo bukan sekadar bangsawan!" protes Shizuka. "Simpan saja pujianmu itu." balasnya." Shizuka mengingat¬kan. Selama ber¬tahun-tahun dia belum dihukum atas per¬buatannya. Aku senantiasa kagum dan juga suka padamu. menghadapi musuhnya dengan kejam." "Kenji tak bisa bicara dari dalam kuburnya. "Bagaimana dia mendapatkan kekuasaan? Layaknya bangsawan lain. "Aku tak menyangsikannya. lari dari Tribe dan mem¬bunuh Ketua dari k eluarganya. dengan meraih kes empatan. orang-orang di Tribe ter¬si nggung karena Takeo yang menunjukmu. tapi kau sudah berubah: bahkan sempat cukup cantik juga!" Yoshio menyeringai dan menuangkan sake lagi untuknya. Shizuka. "Begitu pula putraku dia telah ber¬sumpah berulang kali. dan mengkhianati mereka yang telah bersumpah s etia kepadanya. " Aku sudah terlalu tua untuk itu sekarang!" "Kau minum dan bertarung layaknya laki¬laki!" seru Yoshio dengan kagum. tapi kini Akio dan Arai Zenko siap menghukumnya.

Menurut kabar. sebagai imbalan atas pengkhianatan¬mu selama bertah un-tahun. Katakan kalau aku benar. "Orang-orang yang mengatakan kaulah yang memberi informasi itu. tapi juga ka rena kau perempuan." bantah Yoshio. apa pun hasil pertan dingan di . "Bukan hanya karena Takeo yang menunjukmu. anakanak yang sehat." Kata-kata itu menggantung di udara bak sebuah pukulan. Shizuka berkata." sahut Shizuka dengan nada ringan. o rang tahu kalau Lord Shigeru dan Kenji berteman." Senyum Yoshio hilang. seperti yang sudah kita lakukan. "Sekarang nampak¬nya Arai akan menentang Otori lagi." "Itu sudah lama sekali. tapi Shigeru tahu jauh lebih banyak tentang Tribe da ri yang bisa dia tahu dari Kenji. dia duduk dengan bibir terkatup rapat dan menunduk. banyak yang bertindak yang dapat dianggap sebagai pengkhianatan. dan selama perang." gerutu Yoshio. namun siapa yang bisa menyalahkannya ? Semua orang tahu cepat atau lambat Arai akan melawan Otori untuk mengendalikan Tiga Ne gara. dan itulah alasa nnya Takeo menunjukmu sebagai ketua Muto. menenggak sakenya lalu mengisi lagi." sahut Yoshio." Bunta mengangkat mangkuk ke mulutnya dan menatap Shizuka dari pinggiran mangkuknya selagi minum. Tentu saja Akio akan memanfaatkan desas-desus ini. Pasti ada orang yang memberi informasi padanya. Otori menang: Tribe juga merasakan kemenangannya." Kedua orang itu meliriknya. Tidak a da yang berpikir kalau Takeo akan meng¬undurkan diri dengan sukarela. aku hanya ingin memperingatkan mu." imbuh Bunta cepat."Itu hanya salah satu sisinya!" Itu hanya salah satu sisinya!" "Itu adalah cara Tribe. "Aku bukan¬nya mengatakan kalau aku salah satu dari mer eka." "Ksatria yang frustrasi dan mata-mata yang menganggur. Lord Shigeru memiliki catatan informasi tentang Tribe. "Orang-orang ingin tahu bagaimana Takeo menemukan Tribe di Maruyama padahal dia belum pernah ke sana. namun ia tidak bereaksi. "Selama Iida berkuasa . kau diam saja. pedagang yang kaya. "Bunta. Ada kecurigaan lain pada dirimu yang jauh lebih berat. tersenyum lebar. dan kita akan terus begitu. "Bukti keberhasilan pemerintahannya ada di mana-mana: tanah yan g subur. Ayah Ze nko menyerang Takeo setelah ber¬sumpah bersekutu dengannya. "Maaf." "Uhh.

Miyako." ujar Bunta. Dia bisa saja mengalahkan Zenko di Barat ." "Taku takkan setuju. kami tak ingin terpuruk bersamanya.. "Dia akan setuju bila kau yang suruh. Halaman 246 dari 600 . Kami melepaskan diri dar i Takeo sebelum dia kalah." "Lalu Kikuta akan balas dendam. Dia akan kembali dan bertempur. dan kemungkinan juga keluarga Muto. Dia akan memahami kalau ini demi yang terbaik. Shizuka. kita akan dapatkan kembali ke kuatan kita.. Yang mesti kau lakukan hanyalah mengakui Zenko sebagai ketua keluarga. meski sedikit peluangnya. "Mereka sudah lama menanti. Akan terlihat kalau tidak ada yang bisa lepas dari Tribe." Shizuka mendengar kata-kata ini seperti gema. Dia tak bisa m enang melawan mereka berdua. dan rahasia apa pun yang kau simpan d i masa lalu akan tetap tersimpan rapat-rapat. sebagai ketua dan sebagai ibunya. Tribe akan bersatu lagi. Kita harus memihak pada pemenangnya. Dia tida k punya pilihan. "Kau bisa menyelamatkan diri.. Taku bisa berpikir dengan akal sehat. Zenko akan membayar upeti pada Saga. dan kemungkinan." sahut Shizuka menyuarakan pikirannya. mengalahkan Saga di Timur. Ia pernah mengucapkan kata-kata ya ng sama tentang masa depan Takeo pada Kaede bertahun-tahun lalu di Terayama.

Malam sebelumnya bul an purnama dan ia berkuda dengan murung. tapi ia sudah tak muda lagi. Shizuka tak tidur karena gelisah. ia tidak mencintai Kondo. keesokan harinya. serta alangkah mengagumkannya! Mengapa ia begitu terharu pada la ki-laki itu kini? Nyaris seperti arwah Kondo tengah menggapai dirinya untuk mengatakan sesuatu. melintasi pegunungan. *** Shizuka berangkat ke desa Muto. kita akan pun ya pekerjaan yang menarik dan menguntungkan selama bertahun-tahun yang akan datang. Shizuka masih berlatih setiap hari. berusaha memikirkan c ara untuk menghabisi mereka kalau mereka berbalik menentangnya. membuatnya waspada yang tidak ia lakukan selama bertahun-tahun. Hari menjelang malam ketika mereka tiba di penginapan. Ia hampir tak bisa menahan diri un tuk menangis. Ia takut kalau keluarga Muto di situ juga akan men¬desaknya untuk mengambil jalan yang sama. Ditemukan dirinya mengira-ngira tentang Bunta dan anaknya. kita akan pu nya pekerjaan yang menarik dan menguntungkan selama bertahun-tahun yang arena Saga berniat menyatukan Delapan Pulau di bawah kekuasaannya. namun sej ak mengakui perbuatannya pada Kenji. Sifat Kondo yang sulit menunjukkan perasaan seperti mendapatkan kemuliaan tragis. rasa takut itu ber¬kurang. pikir Shizuka. Kagemura. Alangkah menyedihkan keadaan Kondo saat itu. kesal dengan perbincangan semalam. Pagi harinya ia meninggal kan bocah itu dan kuda di belakang. ia bisa mengalahkan banyak laki-laki dengan pedang namun juga sadar kalau ia tid ak bisa menandingi kekuatan fisik mereka. Tiada henti ia memikirkan Kondo: ia pernah bercinta dengan orang itu di tempat ini.Karena Saga berniat menyatukan Delapan Pulau di bawah kekuasaannya. ia mengasihani orang itu. un tuk memper ingatkannya. . hanya untuk melihat orang terbakar hidup-hidup di depan matanya. siap bertarung m em¬bela diri. Bunta hanya bicara se dikit. Kini rasa takut itu muncul lagi. Ia berjalan kaki seperti yang pernah ia lakukan bersama Kondo." Dan aku tak perlu membunuh putraku. Sudah berapa lama Bunt a curiga? Apakah sejak pertama kali orang itu melapor¬kan tentang hubungan Shigeru dengan Ma ruyama Naomi? Selama bertahun-tahun ia takut pengkhianatannya akan terungkap. Kemudian Kondo muncul lagi saat ia mengira hidu pnya akan berakhir. dan dimaafkan. dan Shizuka merasa marah dan tidak nyaman dengan laki¬laki itu.

"Apakah Miki pernah sakit?" karena saat musim semi kerapkali terjadi demam menda dak dan sakit perut. Saat itu hawa terasa din gin. Miki lebih tinggi dan agak kurus sehingga tampak lentur dan ramping.Bahkan saat melihat desa Muto di lembah tersembunyi tak mampu membuatnya gembira seperti biasanya. Halaman 247 dari 600 . meskipun anak-anak sangat gembira atas kedatanganny a. Sewaktu mereka berkumpul di dapur untuk menyiapkan makan malam. Shizuka tidak mengenal betul mereka. Hari sudah sangat sore ketika mereka sampai. dinding kayu k elam terkena embun. Kana dan Miyabi. Bahkan rumah-rumah di dalamnya berkesan tertutup dan tidak ramah. kini sudah menjadi nenek. Gerbang desa tampak dibuka dengan rasa enggan. kabut mulai menyelimuti lembah lagi. Tulang-tulang ta jam di wajahnya kelihatan lebih menonjol dan matanya yang cekung berkilat. ia bertanya pada Kana. masih mengurus rumah. atap-atap diperberat dengan bebatuan. Belum sampai dua bulan sejak terakhir kali bertemu Miki: ia terkejut dengan peru bahan gadis itu. walaup un ia tahu nama. Kakek dan neneknya sudah lama meninggal: rumah lama kini dihuni keluarga¬keluarga yang sebaya dengan kedua putranya dan anak-anak. terutama Miki. Shizuka kurang yakin dengan ket ulusan sambutan dari orang lainnya. dan setidaknya mereka menyambut dirinya dengan kegembiraan yang tulus. membuatnya senang dengan jubah bertudung yang dipakainya. matahari mulai tenggelam di balik gugusan pegunungan terjal. bakat dan sebagian besar rincian dalam hidup mereka.

"Kau mestinya tidak berada di sini ber¬sama kami!" bentak Kana. "Kau tamu ke¬hormata nKau mestinya tidak berada di sini ber¬sama kami!" bentak Kana. "Kau tamu ke¬hormata n: seharusnya kau duduk bersama para laki-laki." "Aku akan bergabung dengan mereka nanti. Ceritakan tentang keadaan Miki." Kana berpaling ke arah Miki yang tengah duduk di samping perapian, mengaduk sop di panci besi yang tergantung di atas api dengan kaitan besi berbentuk ikan. "Miki memang semakin kurus," sahut Kana setuju. "Tapi dia tidak mengeluh, bukan begitu, 'nak?" "Dia tidak megeluh," imbuh Miyabi tertawa. "Miki setangguh laki-laki. Kemarilah Miki, biarkan Shizuka memegang len gan¬mu." Miki datang dan berlutut di dekat Shizuka tanpa bicara. Shizuka mencengkeram len gan bagian atas gadis itu. Dirasakakannya lengan itu sekeras baja, tidak ada daging, hanya otot dan tulang. "Apakah semuanya baik-baik saja?" Miki mengangguk. "Ayo berjalan-jalan bersamaku: kau bisa ceritakan apa yang membuatmu sedih." "Dia akan bicara padamu saat tidak ingin bicara dengan orang lain," ujar Kana de ngan suara pelan. "Shizuka," bisik Miyabi bahkan lebih pelan lagi. "Waspadalah. Para pemuda...." M iyabi melirik sekilas ke ruang utama rumah tempat suara-suara laki-laki terdengar samar¬samar, meski Shi zuka bisa mengenali suara Bunta. "Ada yang merasa tidak suka," ujar Miyabi tidak jelas, te rang-terangan takut ada yang menguping. "Begitulah yang diberitahukan kepadaku. Di Yamagata dan Tsuwano juga sama. Aku a kan melanjutkan perjalanan ke Hofu, tempat aku akan bicarakan keadaan ini dengan kedua putraku. Aku akan pergi satu atau dua hari lagi." Miki masih berlutut di dekatnya, dan Shizuka mendengarnya menghela napas pelan d an merasakan kalau gadis itu semakin tegang. Dirangkulnya Miki, tercengang dengan tajam dan r apuhnya tulang di balik kulitnya, tak ubahnya sayap burung. "Ayo, pakai sandalmu. Kita akan jalan¬jalan ke biara dan memberi salam kepada dewa -dewa."

Kana memberi Miki sedikit kue mochi sebagai sesaji bagi dewa-dewa. Shizuka mem¬buk a tudung jubahnya; cuaca terasa dingin. Bulan bersinar redup menyinari udara yang berkabu t, membuat bayang-bayang di se-panjang jalan dan di balik pepohonan yang mengelilingi biara . Walau-pun sudah dua hari sejak purnama bulan keempat, udara masih terasa dingin. Jauh di ketingg ian pegunungan terdengar nyanyian katak dan jangkrik. Hanya seruan burung hantu yang tersendatsendat. Biara diterangi dua lentera di kedua sisi altarnya. Miki menaruh kue mochi di de pan patung Hachiman, dan mereka berdua me¬nepukkan tangan lalu membungkuk hormat tiga kali. Shizuka pernah memanjatkan doa di sini bertahun-tahun yang silam untu k Takeo dan Kaede. Sekarang ia masih me¬manjatkan permintaan yang sama, dan men¬doakan arwah Kondo dan mengucapkan rasa terima kasihnya kepada laki-laki itu. "Apakah para dewa akan melindungi Maya?" tanya Miki, seraya menatap pahatan patu ng di depannya. "Kau sudah memintanya?" "Sudah, aku selalu meminta begitu. Juga untuk Ayah. Tapi aku tidak mengerti baga i¬mana para dewa bisa mengabulkan doa semua orang, saat semuanya menginginkan hal yang berbeda. A ku mendoakan ke-selamatan Ayah, tapi banyak orang lain yang mendoakan kematiannya."

"Inikah yang telah membuatmu kurus, mencemaskan ayahmu?" "Aku berharap bisa bersamanya. Dan Maya juga." Halaman 248 dari 600

"Terakhir kali kita benemu kau sangat gembira, dan baik-baik saja. Apa yang tela h terjadl?" Terakhir kali kita benemu kau sangat gembira, dan baik-baik saja. Ap a yang telah terjadl?" "Aku tidak dapat tidur nyenyak. Aku takut dengan mimpi." "Mimpi apa?" sela Shizuka saat gadis itu membisu. "Mimpi-mimpi saat aku bersama Maya. Dia menjadi si kucing dan aku menjadi bayang annya. Kucing mengambil segala yang ada dalam diriku dan aku harus mengikuti¬nya. Ketika berusah a terus terjaga, aku men-dengar para laki-laki bicara: mereka selalu membicarakan hal ya ng sama, tentang keluarga Muto, dan apakah Ketua bisa dijabat oleh perempuan, dan Zenko juga Kiku ta. Dulu aku senang berada di sini. Aku merasa aman dan semua orang menyukaiku. Sekarang para laki-laki terdiam saat aku lewat, dan anak-anak lain menghindariku. Ada apa Shizuka?" "Para laki-laki memang selalu menggerutu. Nanti juga mereka bosan," sahut Shizuk a. "Lebih dari itu," ujar Miki dengan nada mendesak. "Sesuatu yang buruk sedang ter¬j adi. Maya dalam bahaya. Kau tahu bagai¬mana kami berdua: aku bisa tahu apa yang terjadi pada Maya, begitu juga sebaliknya. Kami selalu begitu. Aku bisa merasakannya berseru memanggilku, tapi aku tidak tahu di mana Maya berada." "Maya ada di Hofu bersama Taku dan Sada," sahut Shizuka dengan percaya diri untuk menyembunyikan kegelisahannya sendiri. Ia tahu benar si kembar bisa mengetahui pikiran masing-masing dari jauh. "Maukah kau mengajakku ke sana?" "Mungkin sebaiknya begitu." Tentu saja, pikirnya, aku harus mengajak¬nya. Aku tak bisa meninggalkannya di sini Orang-orang akan memanfaatkan dia me¬lawan Takto. Semakin cepat aku bicara dengan Taku dan Zen ko, akan semakin baik. Kami harus menyelesaikan masalah kepemim¬pinan ini sebelum perasaan tidak senang ini makin tak terkendali "Kita akan berangkat lusa." *** Shizuka menghabiskan keesokan harinya untuk berkonsultasi dengan para pemuda yan g kini

membentuk inti keluarga Muto. Mereka memperlakukannya dengan normat dan mendenga rkannya dengan sopan. Silsilah keluarga, sejarah dan bakatnya telah mengendalikan rasa h ormat dan rasa takut mereka. Shizuka lega, terlepas dari usia dan bentuk tubuhnya yang kecil, i a masih bisa mengendalikan mereka. Diulangi lagi niatnya untuk membicarakan masalah kepemim¬pinan dengan Zenko dan Taku, serta menekankan b ahwa ia takkan turun dari jabatannya sebagai Ketua sebelum Takeo kembali dari wilayah Ti mur. Ia mengatakan bahwa ini keinginan Kenji dan ia meng¬harapkan kepatuhan total mereka s esuai tradisi keluarga Muto. Tak seorang pun keberatan saat ia mengatakan Miki akan ikut bersamanya, tapi dua hari kemudian di jalan menuju Yamagata, Bunta berkata, "Orang di desa kini tahu kau tidak memerca yai mereka karena kau membawa Miki." "Saat ini aku tidak memercayai siapa pun." Mereka berkuda berdampingan, Miki di depan menunggang kuda anak lelaki Bunta. Shizuka berencana meminjam satu kuda lagi dar i istal Lord Miyoshi di Yamagata. Itu akan membuat mereka berdua lebih leluasa, lebih aman. Shizuka memalingkan wajah lalu menatap langsung ke arah Bunta, menantang laki-la ki itu. "Apa aku salah? Haruskah aku percaya padamu?" "Jujur saja, semua ini hanya masalah apa yang diputuskan Tribe. Aku takkan meng Halaman 249 dari 600

gorok lehermu selagi kau tidur, kalau itu yang kau maksud. Aku sudah lama mengen almu dan lagi, aku tak suka mem¬bunuh perempuan." rok lehermu selagi kau tidur, kalau itu yang kau maksud. Aku sudah lama mengenal mu dan lagi, aku tak suka mem¬bunuh perempuan." "Jadi beritahu aku lebih dulu sebelum kau mengkhianati diriku," ujarnya. Mata agak Bunta mengerut. "Akan ku¬katakan." "Suruh Bunta dan putranya pulang," ujar Miki kemudian, ketika mereka tiba di Yam agata dan sedang berdua saja. Tidak ingin tinggal di rumah Muto dengan Yoshio, Shizuka lalu pergi ke kastil. Di sana mereka disambut istri Kahei yang membujuk mereka agar tinggal lebih lama. Saat b ujukannya tidak berhasil, dia lalu menawarkan pen-damping dan juga kuda tambahan. "Sulit untuk memutuskan," ujar Shizuka kepada Miki. "Jika aku kirim mereka pulan g, maka aku tidak punya lagi kontak dengan keluarga Muto selama di perjalanan, dan aku justru sema kin mendorong Bunta untuk menjauhiku; jika kuterima tawaran Lady Miyoshi berarti kita akan bep ergian secara terbuka kau sebagai putri Lord Otori." Miki mengerutkan wajah pertanda tidak menyukai usulan itu. Shizuka tertawa. "Keputusan ini tidak pernah sesederhana yang kau kira." "Mengapa kita tidak pergi berdua saja?" "Dua orang perempuan bepergian tanpa pelayan atau pendamping justru akan lebih m enarik perhatian biasa-nya perhatian yang tidak diinginkan!" "Andai kita dilahirkan sebagai laki-laki!" ujar Miki, dan meski berusaha bicara dengan nada ringan. Shizuka menangkap nada kesedihan di balik kata-katanya. Teringat olehnya rasa sa yang Kaede pada bayi laki¬lakinya, kasih sayang yang tak pernah ditunjukkan pada putri kembarnya. Ia melihat kesepian yang dialami si kembar: tumbuh dewasa di antara dua dunia. Bila keluarg a Muto berbalik menentang ayah mereka, maka mereka pun akan menolak kehadiran si kembar. Mereka bahkan akan berusaha untuk menghabisi si kembar dan Takeo. "Bunta dan putranya akan ikut dengan kita ke Hofu. Setibanya di sana, Taku akan mengurus kita; kau akan bersama Maya dan kita semua akan aman!" Miki mengangguk dan berusaha ter¬senyum. Malam itu terjadi gempa kecil, membuat bangunan berguncang dan menyebabkan kebak aran di beberapa bagian kota. Udara tetap terasa penuh debu dan asap saat mereka pergi d engan dua kuda

tambahan, satu ditung-gangi oleh pengurus kuda dari kediaman Miyoshi. Mereka ber temu Bunta dan putranya sesuai rencana, di tepi parit lebar kota, tepat di luar gerbang kastil. "Kau dapat kabar dari Taku?" tanya Shizuka pada Bunta, seraya memikirkan Taku mu ngkin menghubungi keluarga Muto. "Yoshio tidak mendengar kabar apa-apa. Hanya ada laporan bahwa dia masih di Hofu ." Bunta menyeringai dengan kesan tidak senonoh sewaktu mengatakannya, lalu berkedip kepa da putranya yang tertawa. Apakah semua orang tahu kalau putranya tengah tergila-gila pada Sada? Shizuka be r¬tanya pada dirinya sendiri, merasakan kesal pada putra bungsunya itu. Namun di malam pertama perjalanan mereka, setelah Shizuka dan Miki pergi tidur, Bunta mengetuk pintu dan memanggil namanya pelan. Shizuka mencium bau sake. "Keluarlah. Aku mendengar kabar buruk." Bunta mabuk, sake sudah menghilangkan kepekaan serta membebaskan lidahnya. Shizuka mengambil pisaunya dari bawah tikar dan menyelipkannya di balik jubah ti durnya, sambil merapatkan jubah luarnya. Diikutinya Bunta sampai ke ujung be-randa. Bulan tidak kelihatan; terlalu gelap untuk melihat ekspresi di wajah Bunta. Halaman 250 dari 600

"Mungkin ini hanya rumor, tapi kurasa kau perlu dengar." Dia berhenti sejenak la lu bicara dengan canggung, "Ini bukan berita bagus: kau sebaiknya menyiapkan diri." Mungkin ini hanya rumor, tapi kurasa kau perlu dengar." Dia berhenti sejenak lal u bicara dengan canggung, "Ini bukan berita bagus: kau sebaiknya menyiapkan diri." "Apa?" tanya Shizuka, lebih keras dari yang diingin-kannya. "Taku diserang bandit. Dia dan kekasih¬nya, Sada, tewas." "Tidak mungkin," ujar Shizuka. "Tidak ada yang tahu detailnya. Tapi orang-orang membicarakannya di kedai." "Ora ng-orang Tribe? Muto?" "Muto dan Kuroda." jawabnya canggung. "Aku turut berduka." Dia tahu kalau berita itu benar, pikirnya, karena ia pun tahu kalau itu benar. S aat merasakan kesedihan yang mendalam selama perjalanan ke Kagemura, ia merasa arwah Kondo ber seru memanggil. Kini Taku berada di antara mereka. Ini bisa membunuhku, pikirnya. Penderitaan yang dirasakannya b egitu menusuk hingga tak tahu bagaimana bisa bertahan, bagaimana ia bisa terus hidup di dunia yang tak ada Taku di dalamnya. Shizuka meraba pisau di jubahnya, ber¬maksud menikam lehernya sendiri , menyam¬but rasa sakit di tubuhnya yang bisa mengakhiri penderitaannya. Tapi sesuat u mencegahnya. Shizuka memelankan suara, ingat kalau Miki sedang tidur di dekat situ. "Putri Lo rd Otori, Maya, ada bersama Taku. Apakah dia juga ikut tewas?" "Tidak ada yang menyebut-nyebutnya, " sahut Bunta. "Kurasa tidak ada yang tahu k alau Maya ikut bersama mereka, kecuali keluarga Muto di Maruyama." "Apakah kau tahu?" "Aku dengar ada anak yang dijuluki Si Kucing Kecil bersama Taku. Aku sedang menc ari tahu siapa orangnya." Shizuka tidak menjawab. Ia tengah berjuang mengendalikan diri. Di benaknya melin tas kenangan masa lalu, bayangan pamannya, Kenji, saat mendengar kabar tentang kematian putri nya di tangan Kikuta. Paman, dipanggilnya arwah Kenji. Kau mengerti penderitaan yang kualami saat ini dan kini aku bisa rasakan sakit hatimu. Beri aku kekuatan untuk terus hidup, seperti dirimu.

Maya, aku harus memikirkan Maya. Aku takkan memikirkan Taku, belum saatnya. Aku harus selamatkan Maya. "Apakah kita akan tetap ke Hofu?" tanya Bunta. "Ya, aku harus mencari tahu kebenaran¬nya." Ia memikirkan semua ritual yang harus dilakukan bagi arwah Taku, ingin tahu di mana putranya dikubur. Ia merasakan lilitan penderitaa n sekuat baja menghimpit dadanya saat memikirkan jasad putranya di dalam tanah, dalam kegelapa n. "Zenko ada di Hofu?" tanyanya, merasa kagum ternyata kata-kata itu terlontar dengan tenang. "Ya, istrinya pergi ke Hagi naik kapal laut minggu lalu, tapi dia tidak ikut. Di a tengah mengawasi pengaturan perdagangan dengan orang-orang asing. Dia makin dekat dengan mereka, begitulah beritanya." "Zenko pasti tahu. Bila memang per¬buatan bandit, maka dia bertanggung jawab untuk menangkap dan menghukum mereka, dan menyelamatkan Maya bila masih hidup." Namun bahkan saat ia bicara pun, Shizuka tahu kalau putranya tidak tewas dibunuh sembarangan bandit. Dan tak satu pun orang Tribe berani menyentuh Taku kecuali Kikuta. Akio te lah menghabiskan musim dingin di Kumamoto. Akio pasti telah berhubungan dengan Zenko . Halaman 251 dari 600

Shizuka tak percaya Zenko terlibat dalam kematian Taku. Apakah ia akan segera ke¬h ilangan kedua putranya? hizuka tak percaya Zenko terlibat dalam kematian Taku. Apakah ia akan segera ke¬hi langan kedua putranya? Aku tidak boleh menuduh sebelum bicara dengannya. Bunta menyentuh lengan Shizuka dengan ragu-ragu. "Ada yang bisa kubantu? Mau kua mbilkan sake, atau teh?" Ia menarik lengan, membaca sesuatu yang lebih dari sekadar simpati dari gerakan Bunta. Seketika membenci semua laki-laki dengan nafsu dan kekerasan mereka yang berujung pada ke matian. "Aku ingin sendiri. Kita pergi saat matahari terbenam. Jangan katakan apa pun pada Mi ki. Akan kuputus¬kan kapan akan memberitahunya." "Aku sangat berduka," sahut Bunta. "Semua orang menyukai Taku. Ini benar¬benar keh ilangan yang menyedihkan." Ketika langkah kaki Bunta semakin meng¬hilang, Shizuka terpuruk di beranda. Ia mas ih memegang pisau, alat yang bisa ia gunakan untuk lari dari dunia nan penuh derita ini. Terdengar olehnya langkah kaki ringan di lantai papan. Miki mendekat lalu memelu k¬nya erat. "Kukira kau sudah tidur," Shizuka memeluk gadis itu dan membelai rambutnya. "Ketukan pintu tadi membuatku ter¬bangun, lalu aku tak tahan untuk men¬dengarkan." T ubuh kurusnya gemetaran. "Maya belum mati. Aku pasti tahu kalau dia sudah mati." "Di mana dia? Bisakah kau menemukan¬nya?" Shizuka berpikir bila ia berkonsentrasi pada Maya, pada mereka yang masih hidup, maka ia takkan larut dalam kesedihan. Dan Miki, de ngan kepekaan yang amat tinggi, nampaknya menyadari ini. Miki tidak meng¬ucapkan sepatah kata pu n tentang Taku, tapi membantu Shizuka berdiri. "Kemari dan berbaringlah," katanya, seolah Shizuka adalah anaknya. "Meskipun tid ak bisa tidur, kau bisa beristirahat. Aku ingin tidur karena Maya berbicara padaku dalam mimpi. Cepat atau lambat dia akan mengatakan padaku di mana dia berada, da n kemudian aku akan bertemu dengannya." "Kita harus kembali ke Hagi. Aku harus membawamu pulang." "Tidak, kita harus ke Hofu," bisik Miki. "Maya masih di Hofu. Bila kelak kau tid ak menemukanku, jangan cemas. Aku akan bersama Maya."

Mereka berbaring dan Miki meringkuk di sebelah Shizuka. Gadis itu sepertinya ter¬t idur, namun Shizuka tetap terjaga memikir¬kan tentang hidup putranya. Semua perempuan di kalan gan Tribe dan ksatria harus membiasakan diri mendengar kabar tentang kematian kejam putra mere ka. Anak lakilaki diajarkan untuk tidak takut mati, dan anak perempuan dilatih untuk tidak menunju kkan kelemahan atau kesedihan. Ia melihat bagaimana kasih sayang seorang ibu yang terlalu melin dungi telah mengubah putranya menjadi pengecut atau mengarah¬kan mereka bertindak gegabah. Taku telah t iada, ia menangisinya, namun yakin kalau kematian putranya karena tidak ingin mengkhianat i Takeo: Taku dibunuh karena kesetiaannya. Kematiannya bukanlah sesuatu yang tidak disengaja atau tidak bermakna. Dengan cara ini Shizuka sanggup menenangkan serta menguatkan dirinya selama bebe rapa hari berikutnya saat berkuda ke Hofu. Ia bertekad tidak akan bersikap seperti seorang ibu yang kebingungan dan bersedih, tapi bersikap sebagai ketua Muto; ia takkan memperliha tkan kelemahan tapi justru akan mencari tahu bagaimana putra¬nya bisa mati dan menyerei pembunuhn ya untuk dihukum. *** Cuaca panas dan pengap: bahkan angin laut tidak mampu mendinginkan kota pelabuha n itu. Hujan musim semi hanya turun sedikit, dan orang-orang bicara dengan cemas tentang pana snya cuaca yang tidak biasa. Cuaca seperti ini dapat menyebabkan kekeringan karena selama e nam belas tahun Halaman 252 dari 600

atau lebih tidak terjadi kekeringan. Hujan musim semi dan hujan plum senantiasa datang di saat yang tepat sehingga banyak pemuda yang belum pernah mengalami kekeringan. au lebih tidak terjadi kekeringan. Hujan musim semi dan hujan plum senantiasa da tang di saat yang tepat sehingga banyak pemuda yang belum pernah mengalami kekeringan. Suasana di kota terasa menggelisahkan, bukan hanya karena cuaca. Berbagai pertanda yang mengancam dilaporkan setiap har i; wajah-wajah yang bicara tentang takdir buruk terlihat di lentera-lentera di luar biara Daifu kuji; kawanan burung yang terbang membentuk huruf nasib buruk di udara. Segera setelah mereka tiba di sana, Shizuka menyadari kesedihan dan kemarahan yang sebenar-nya dari penduduk kota atas kemat ian Taku. Ia tidak pergi ke kediaman Zenko, tapi menginap di penginapan yang menghadap ke sun gai, tidak jauh dari Umedaya. Di malam pertama, pemilik penginapan menceritakan kalau Taku dan Sada di¬makamkan di Daifukuji. Dikirimnya Bunta untuk memberitahu Zenko tentang ke¬datangannya. Ia bangun pagi-pa gi, me¬ninggalkan Miki yang masih tidur, berjalan ke biara warna merah tua yang berdir i di antara pepohonan suci, menghadap ke laut untuk menyambut kepulangan para pelaut ke Nega ra Tengah. Lantunan doa terdengar dari dalam biara, dan dikenalinya kata-kata suci dan alun an sutra bagi orang meninggal. Dua biarawan tengah menyebarkan air di papan jalan sebelum menyapunya. Salah sat u dari mereka mengenali Shizuka, lalu berkata, "Ajak Lady Muto ke pemakaman. Aku a kan memberitahu Kepala Biara." Dilihatnya simpati mereka, dan ia berterima kasih. Di bawah pepohonan besar terasa dingin. Sang Biarawan membimbingnya ke makam yan g baru digali; belum ada batu nisan; lentera menyala di sisi makam dan sese-orang telah menaruh sesaji bunga iris ungu di depannya. Dipaksa dirinya membayangkan putranya diletakkan dalam peti mati di bawah tanah, tubuh yang kuat dan lincah kini terbujur kaku. Arwah putranya pa sti gentayangan gelisah di antara dua dunia, menuntut keadilan. Biarawan yang kedua datang membawa dupa, dan tak lama kemudian, saat Shizuka ber lutut berdoa tanpa suara, Kepala Biara datang lalu berlutut di sampingnya. Mereka tetap membi su beberapa saat; kemudian Kepala Biara melantunkan suara yang sama bagi orang meninggal. Air mata mengambang di pelupuk mata¬nya dan mengalir turun di pipi. Kata-kata kuno

naik terbang ke bawah naungan pe¬pohonan, bercampur dengan kicau pagi burung gereja serta kicau lembut burung merpati. Kemudian, Kepala Biara mengajaknya masuk ke ruangannya dan menyajikan teh untukn ya. "Aku sendiri yang mengurus pengukiran batu nisannya. Kurasa itulah yang diinginkan Lo rd Otori." Shizuka menatap orang itu. Ia mengenal Kepala Biara selama beberapa tahun, tapi dia selalu dalam suasana hati yang gembira, dia bisa berkelakar dengan para pelaut dalam dialek k asar mereka sama baiknya dengan menggubah syair indah penuh humor ber¬sama Takeo, dan Tabib Ishida. Kini wajah¬nya murung, dengan ekspresi sedih. "Apakah kakaknya, Lord Zenko, ber¬hubungan dengan semua ini?" tanya Shizuka. "Aku khawatir Lord Zenko telah di¬pengaruhi orang asing: tidak ada peng¬umuman resmi , tapi semua orang mem¬bicarakannya. Dia telah menerima agama mereka dan kini mengakuinya sebag ai satu agama yang benar. Hal ini membuatnya tidak boleh masuk ke kuil dan biara kami, d an tidak boleh melakukan upacara yang di¬perlukan bagi adiknya." Shizuka menatap pendeta itu, tidak percaya dengan apa yang didengarnya. "Sikapnya sangat meresahkan," lanjutnya. "Sudah ada pertanda kalau para dewa ter¬s inggung. Orang-orang takut mereka akan dihukum dewa atas perbuatan pemimpin mereka. Sebal iknya, orangHalaman 253 dari 600

Itu pertama kalinya Shizuka bertemu cucunya: usianya kira-kira dua tahun. diawasi pengasuhnya. namun segera kembali ke penginapan untuk berp akaian rapi dan memesan tandu. terkejut karena ibunya tidak langsun g menemui dirinya. tengah bermain di beranda. Lagipula. "Ibu. Deus. menggantung di dadanya. Ia memaksa dirinya berpikir kalau ia salah menilai putra sutungnya itu." rang asing itu bersikeras kalau tuhan mereka. Pandangan mata Shizuka jatuh ke kalung rosario di leher Zenko. selagi membimbing ibunya berjalan menuju ruangan yang meng¬hadap ke taman." katanya pada Miki. "Istriku. Deus." "Termasuk sebagian besar pengawal pribadinya. aku tidak melakukan kesalahan apa-apa. pergil ah ke Daifukuji. Sebenarn ya dia enggan meninggalkan Hinomasa kecil. Tanganku bersih. diikuii ungkapan betapa gembira dia bertemu ibunya. "yang diperintahkan pin dah agama atau mati." panggil Zenko. "Kemari dan sapa nenekmu. Ia tidak menunggu untuk di¬panggil menghadap." Di¬angk at kedua . akan memberi pahala bagi Ze nko dan siapa pun yang bergabung dengannya. Seorang bocah.orang asing itu bersikeras kalau tuhan mereka. Kata-kata pertama Zenko adalah simpa ti. akan memberi pahala bagi Zen ko dan siapa pun yang bergabung dengannya." "Jadi kau mengakui kalau kau memper¬taruhkan nyawa kedua putramu yang lain?" tanya Shizuka pelan. "Tunggu di sini. seperti yang Ibu tahu." ujarnya. me¬mutuskan untuk bicara dengan Zenko secepatnya ." Gadis itu memeluknya sangat erat. Kukira mereka tidak dalam bahaya." ujar Shizuka. mereka akan mengurusmu. sudah ke Hagi untuk menemani kakaknya." "Benar-benar gila. Zenko keluar menuju beranda begitu tandu diturunkan di dalam gerbang. "Bila aku tidak kembali nanti malam. lambang agama ora ng asing." imbuhnya. "Kabar buruk ini merupakan pukulan bagi kita semua. Hana akan bersama mereka dalam dua minggu lagi. tapi kukira sebaiknya mempertahankan se¬tidaknya sala h satu putraku bersamaku. dan anak itu dengan patuh datang lalu berlutut di hadapan Shizuka. cucunya.

Shizuka merasa kalau putranya itu tidaklah menangis. senang denga n keberaniannya sendiri. sambil menyeka mata dengan lengan baju. dan m em¬beri isyarat pada pelayan perempuan itu untuk membawa putranya pergi. Ada penjelasan apa lagi? Aku akan kejar dan adili mereka. dan menyembunyikan wajahnya dengan lengan baju lagi. "Dia punya telapak tangan Kikuta!" seru Shizuka terkejut. "Satu hal yang menghibur bila ternyata adikku yang malang hidup dalam diri putraku. tentu saja." tutur¬nya. "Dia mengingatkanku pada Taku." Jelas sekali kalau Zenko tidak peduli bila ia percaya atau tidak. "Mengapa kau tidak men¬c eritakannya?" "Menarik. orang¬orang yang putus asa semakin berani dan keluar dari persembunyiannya.tangannya lalu mengangkat tangan putranya. Halaman 254 dari 600 . tapi justru tersenyum." "Mungkin kau bisa ceritakan siapa yang membunuhnya. T entu saja." selorohnya. "Bagaimana kalau kuperintahkan kau untuk memberitahu yang sebenarnya?" Pandangan Zenko menghindar. "Lebih bersih dari tangan Hinomasa." Zenko tersenyum lebar." ujar Shizuka. bukan? Darah Tribe tidak habis terkikis. "Bandit. dengan Takeo sedang di Ibukota.

" "Kau sudah siap melawan Takeo. Mereka menuntut Ibu dihukum. kita melihat t angan Ibu dalam penganiayaan Takeo atas Tribe. Itu hakk u dan aku sudah siap." Janganlah bicara tentang perintah me¬merintah. tapi dalam hal lain. seraya menatap ibunya lekat-lekat." sahutnya. "Aku dapat melindungi Ibu sampai tahap tertentu. Takeo dan Kaede menciptakan dunia itu." seru Shizuka. Kurasa sudah semestinya kalian hidup di dalam dunia Shigeru. Ibu. Dengan Saga di wilayah Timur. kami akan membunuhnya." ujarnya." Zenko memelankan suaranya. Sonoda sebagian besar ksatria Ti ga Negara?" "Takkan ada perang. tapi dalam hal lain. dan Kahei. tapi bila Ibu bersikeras menentangku. sudah selayaknya Ibu mematuhiku. Aku akan mematuhi semua kewaji banku sebagai anak. atas ketidakpatuhan selama bertahun-tahun terhadap Tribe. Takeo dapat dikalahkan dengan mudah. sebagai Muto maupun sebagai Arai. "Itulah yang men jadi masalah selama bertahun-tahun. kemarahannya mulai terlihat. Aku akan mematuhi semua kewaj ibanku sebagai anak. Ibu melayani Otori. "Mungkin itulah keputusan terbaik. dan kau pun telah bersumpah setia padanya." "Takeo sudah tamat. bahkan dalam kematian Lor d Fujiwara kenapa Ibu tega meng¬khianati rahasia-rahasia Tribe kepada Shigeru?" "Akan kukatakan kepadamu! Aku meng¬inginkan dunia yang lebih baik bagi kau dan Tak u."Janganlah bicara tentang perintah me¬merintah." "Aku akan bunuh diri terlebih dulu. yang ada hanyalah kerusuhan. . dalam pem¬bunuhan ayahku. Ibu. bukan dunia yang berisi pembunuh bayaran yang ada di sek elilingku. Apakah Ibu mengira Kaisar akan berpihak padanya? Kalau pun d ia kembali." "Ya. Kemana pun kita melihat sejarah kebang¬kitan Otori. s ena dukungan tambahan yang kami miliki dari orang-orang asing " Ditepuknya salib di dadanya "Den gan senjata serta kapal mereka. dan aku akan dinobatkan menjadi penguasa Tiga Negara. "Begitu pula Kenji." "Aku melayani Otori. sebagai Muto maupun sebagai Arai. Kami takkan membiarkan kau menghancurkannya." sahutnya. Sugita. sudah selayaknya Ibu mematuhiku. Sebenarnya dia juga buk an benar¬benar ksatria: semua pertempurannya yang terkenal itu hanya dimenangkan oleh keberuntu ngan ketimbang keahlian. aku tak bisa menahan keluarga Kikuta.

" Seketika Shizuka terkenang saat ia menemui Kenji untuk mendapatkan ijin dari Tribe agar bisa melahirkan anak ini. Shizuka berjuang membuang perasaannya dan berpurapura bersikap lembut. Aku tak bisa memutuskan saat diliputi kesedihan. di taman ? Apakah dia takut aku akan membunuhnya? Peluangnya lolos kecil." Selama beberapa saat Shizuka mengira kalau putranya akan menolak keinginannya: i a memperkirakan jarak antara taman dan luar dinding. Ia bisa menggunakan kemampua n menghilang: jika para penjaga datang setelah ia mengalah¬kan seorang penjaga. kau putra sulungku. Aku be rha rap bisa menca but nyawaku sendiri. Beri aku waktu satu atau dua hari. Aku akan memikirkan semua yang kau katakan. Bisa dirasakannya akal sehatnya bergulir ke tepi kegilaan. pikirnya. tergiur dengan pemusnahan yang disebab kan oleh kematian. tapi takut mengungkap sesuatu yang mungkin Zenko belum tahu.. Biarkan ak u mengatur pemakaman adikmu.. hanya nasib si kembar yang mencegahnya.. Ia ingin menanyakan keberadaan Maya. dan aku ingin menjadi ibu yang baik dan berbakti pad amu. melakukan apa yang telah ia lakukan seumur hidupnya. P utranya adalah hadiah bagi kekasihnya: betapa bangganya Arai saat itu. Kemarahan serta kesedihan menyelimuti dirinya: menangis selama seta hun takkan mampu menguranginya. bersandiwara sebaik mungkin. meng ambil pedang penjaga itu. Lebih baik tutup mulut."Bagaimana kalau kuperintahkan Ibu melakukannya sekarang juga?" "Aku mengandungmu dalam perut selama sembilan bulan. Halaman 255 dari 600 . Kini ayah dan anak telah memerintahkan kematiannya. "Zenko. tapi dalam kesunyian ia seper ti mendengar desah napas sesorang adakah penjaga yang bersembunyi di balik layar kasa.

"Di dalam." Tanpa menjawab Shizuka melangkah masuk ke dalam tandu." "Kau akan datang untuk memanjatkan doa bagi adikmu?" Zenko melayangkan tatapan dingin. dan tidak berhubungan dengan orang yang hidup lagi. "Di mana Miki?" tanyanya. "Aku akan meminta penjaga mengawal Ibu. tatapan matanya penuh amarah. dirutukinya orang-orang asing itu ka rena mengganggu dengan kedatangan senjata dan Tuhan mereka. layaknya yang kita semua lakukan. "Kau pikir apa yang sedang kau lakukan di sini?" Madaren tersipu atas nada bicara Shizuka." akhirnya Ze nko berkata. merasakan kemarahan yang membara dalam dirinya. "Aku akan meminta penjaga mengawal Ibu. Setelah memberi salam pada Don Joao dengan sikap dingin. tapi kamar itu kos ong. Ia hampir tidak ingat lagi kata-kata yang terlontar dari mulutnya tadi: kemarahan dan kesedihan membuat ia kacau. Jangan coba-coba kabur. tapi berhasil mengumpulkan keberanian lalu menjawab. Ketika menoleh. "Baiklah.Ternyata sisa-sisa rasa hormat masih berhasil membujuknya. Shizuka tidak segera turun. bisa dirasakannya peras aan-perasaan itu menarik-narik dirinya menuju kegilaan. Shizuka tak ingin memaksa karena takut Zenko akan menahannya di sini. Shizuka me mbungkuk hormat. Ia berh arap bisa tetap berada dalam ruang sempit yang mirip peti mati ini. dan mereka berjalan dengan rasa pe rcaya diri yang baru. Madaren menghampiri. ia melihat Don Joao bersama jurubahasany a. sama seperti saat dia ditinggal. keluar atau masuk. Bunta berjongkok di beranda." ." akhirnya Z enko berkata. "Baiklah. Selagi tandu itu digotong pergi dalam pengawalan enam orang. "Melakukan kehendak Tuhan. Sewaktu tandu diturunkan di luar penginapan. mungkin dengan kekerasan. Saat pergi. Tapi ketika memikirkan nasib Miki. dan jangan sekali-sek ali meninggalkan Hofu. diikuti gelengan yang tidak sabar." sahut Bunta. ernyata sisa-sisa rasa hormat masih berhasil membujuknya. tanpa sopan santun. Shizuka lalu bicara pad a Madaren. Jangan coba-coba kabur. dan jangan sekali-sek ali meninggalkan Hofu. Ketika masa berkabung selesai. "Tidak ada orang yang melewatiku. Mereka mengenakan pakaian mewah. Ibu harus ber¬gabung denganku atau mencabut nyawa I bu sendiri. terkejut. ia mendengar suara-suara di ujung beranda utama.

Miki sudah pergi: menggun akan kemampuan menghilang." "Sebaiknya kau jangan berbohong. Ia tidak bisa menghilang dan membiarkan Taku tidak diratapi. mencari dengan sia-sia di tempat-tempat yang paling sempit. masuk kembali ke kamar itu lagi. dan di bawahnya ada lingkaran penuh. "Tida k ada. Tak ada yang bisa ia lakukan untuk gadis itu saat i ni. Peluh mulai mengalir di sela p ayudara dan ketiaknya. tapi apakah ia harus tinggal di Hofu sampai putranya atau Kikuta memutuskan kematiann ya? Tak ada waktu untuk menghubungi keluarga Muto dan meminta bantuan mereka dan lagipula."Siapa yang membawanya?" jantung Shizuka mulai berdebar kencang ketakutan. aku bersumpah." ujar Shizuka. menyelinap melewati Bunta lalu pergi menuju kota gadis itu dilatih sel ama bertahuntahun untuk melakukan hal seperti. berusaha menenangkan diri. Dua buah setengah lingkaran saling berh adapan. Didengarnya para penjaga saling berseru dengan tidak sabar." Shizuka berlutut di lantai. merasakan panasnya cuaca hari ini. dan menya dari kalau pilihannya semakin berkurang. "Dia pergi mencari Maya. apa kah mereka akan menanggapi karena kini Zenko telah menyatakan diri sebagai ketua? Halaman 256 dari 600 . ta pi di satu sudut Shizuka menemukan goresan di balok kayu. Ia duduk lama. Kamar itu kosong.

Dibukanya bungkusan itu lalu mengeluarkan gunting. merasakan helaiannya berjatuhan di sekelilingnya bak debu beterbangan. Setelah memenuhi permintaanku. atau mereka akan mengatakan apa yang harus ia lakukan. lalu ia meminta dibawakan semangkuk teh." Sewaktu Bunta kembali. Doakan kami Oh. meminumnya lalu me-mecahkan cangkir kosong menj adi dua dengan gerakan cepat. Shizuka sampai ke bagian depan pengin . wajahnya pucat karena kaget. terkejut memerhatikan betapa banyak ubannya. Kondo dan Taku. "Aku takkan minum lagi. "Shizuka!" prates Bunta dari teras. serta pisau lemparlalu menaruhnya di lantai. dibagi menjadi dua untai lalu m enggunting keduanya.Shizuka memanggil para mendiang untuk memberinya saran: memanggil Shigeru. "Apa yang terjadi? Jangan katakan kalau kau ingin menghabisi nyawamu sendiri. Kesedihan dan keadaan tidak tidur mulai menuntut bayarannya. doakan kami. "Perempuan yan g malang!" Berjalan dengan perlahan dan berhati-hati. "Apakah dia sudah tidak waras?" didengarnya putra Bunta berbisik. Kondo dan Taku. Kenji. Shizuka me¬nyuruhnya menunggu di luar. Ia merasakan napas dingin arwah mereka. Aku harus ke biara dan mengurus nisan sert a ritual pemakaman Taku. Dibuangnya sisa-sisa potongan rambut lalu mengenakan jubah putih. kubebaskan kau dari ke wajibanmu untuk melayaniku. Ia akan ke biara dan meratapi men¬diang. mem¬baringkan jalinan rambutnya dengan hati¬hati di alas lantai. "Bunta. Kenji . tapi Shizuka tidak mengacuhkannya. "Ada satu tugas terakhir yang kuminta kau lakukan. Kesedihan dan keadaan tidak tidur mulai menuntut bayarannya." ujarnya lantang." Bunta muncul di teras. doakan kami. garotte. Lalu diguntingnya sisa rambutnya sampai pendek. Pergi da n carikan gunting tajam dan jubah putih untukku. hingga dirinya menjadi salah satu dari mereka. Benaknya yang kelelahan makin men¬curahkan perhatiannya pada kata-kata ter¬sebut. Dia melepas ikatan rambut. Membungkuk hingga ke lantai. hizuka memanggil para mendiang untuk memberinya saran: memanggil Shigeru. pisau. menghaturkan terima kasih kepada semua senjata dan kepada hidupnya sampai saat i ni." panggilnya. Ia merasakan napas dingin arwah mereka. Doakan kami Oh." "Sudahlah. Diambilnya senjata miliknya pedang. di antara dua untaian rambut panjangnya. lakukan saja permintaanku.

Para pengawal Zenk o dibuat gelisah dengan arak-arakan ini. Ketika ia melangkah masuk ke dalam ta ndu. Harihari berlalu dan Shizuka tetap bergeming. dan mereka bersyukur terhindar dari kekeringan." para biarawan mengumum kan. ber hasil menghalau mereka menjauh dari ger-bang biara. Shizuka duduk di tanah. Ritual pemakaman diadakan selagi Shizuka duduk di sana.apan. dan akhirnya ia membiarkan dirinya menangisi kematian putran ya dan pengkhianatan putra¬nya yang satu lagi. Penduduk kota mengatakan kalau Surga menangisi ibu yang ditinggalkan.* Halaman 257 dari 600 . dan batu nisan dipahat l alu didirikan. dan orang-orang mengatakan bahwa Surga tengah memberinya minum. Pemanggul tandu menurunkan Shizuka di luar gerbang. Kerumunan kian banyak di pintu masuk. di siang hari sering terlihat burung-burung beterbangan di s ekitar kepalanya. Popularitas Zenko sedikit demi sedikit ber¬kurang saat bulan dari bulan kelima mulai mendekati puncak purnamanya. banyak yang berlarian ke sungai yang hampir kering. dan mengorek batu-batu dari endapan lumpur lalu melempamya ke arah pengawal. namun jumlahnya justru semakin b esar dan makin sulit dikendalikan serta makin tidak bersahabat. "Mereka memberinya makan dengan butiran gandum dan madu. Di malam ketiga hujan turun rintik-rintik. Sekerumunan kecil orang berkumpul di sini. mereka mengikutinya sampai ke jalan di tepi sungai menuju Daifukuji. S etelah itu hujan turun setiap malam. dan ia berjalan perlahan memasuki pelataran utama. kakinya dilipai ba k makhluk suci di atas bunga teratai. dan berusaha menghalau. juga tidak makan dan minum. bergerak seolah meng ambang.

Takeo sering menceritakan saat Tribe mengurungnya di kamar semacam ini. dan ia membiarkannya pergi. dan cara bicaranya pelan tapi aneh. ruang rahasia rumah Tribe. Saat itu ketiga kalinya ia meng¬hadapi bahaya yang sesungguhnya setelah serangan di Inuyama dan pertemuan dengan ayahnya dan merasakan kalau saat itu ia merasa gagal. makin mudah menggunakan kemampuan menghilang dan sosok kedua. Tapi setelah dikurung selama kira¬kira seminggu. pelayan perempuan datang untuk mengantarnya ke kakus: selain itu ia tidak melihat ada orang lain lagi. Ia tidak bicara pada Akio tapi mengamati. Diingat-ingatnya lagi sewaktu melepas tali kekang dan kedua kuda betina kabur. Saat tersadar kembali. seperti Akio mengamati di rinya. Gerak refleksnya sangat cepat ayahnya sering bilang kalau itu gerakan paling cepat yang pernah ada sangat kuat dan tidak punya perasaan. May a bisa mencium bau sake di napasnya. Ia sadar sedang berada di kamar kec il remang-remang.Selama berhari-hari Maya meratapi kepergian kuda-kudanya. Ia mengira Akio akan langsung membunuhnya. Dua atau tiga kali sehari. berlutut di depannya lalu meraih dan membalik telapak tangannya. perutnya mual. Ia ingin tetap dekat dengan Akio dan Hisao: tak dibiarkannya mereka membunuh ayahnya. Maya tahu ia bisa kabur kapan saja karena pintu dan dinding takkan mampu menahan si kucing. tak sanggup membayang¬ka n kehilangan yang lebih besar lagi. Maka dikendalikan amarah dan rasa takutnya. di s atu malam laki-laki itu datang. dirinya yang akan membunuh mereka lebih dulu. Maya punya banyak waktu untuk merenungkan kegagalannya. tapi la ki-laki itu bisa melihat orang yang menggunakan kemampu¬an menghilang dan menghindari tatapan maut. Maya tahu kalau Akio tidak memiliki kemampuan menghilang atau tatapan maut Kikuta. Ia melihat Akio ketika orang itu mem¬bawakan makanan dan minuman. Ia mempraktikkanny a saat sedang sendiri. walau sudah berlatih selama bertahun-tahun di Tribe. . Maya akhirnya memahami kalau makin sedi kit ia makan. dan kini kenangan itu menghibur dan me¬nenangkannya. makanan¬nya jarang datang tapi ia tak terganggu dengan rasa lapar. tapi ternyata tidak laki-laki itu menahan dirinya untuk tujuan terten tu. tenggorokannya terasa kering. t api ia masih belum ingin pergi. la menyesali ketidakmampuan dirinya untuk bergerak atau membela diri yang tak bisa dijelaskan. Shigeko telah memintanya untuk merawat kedua k uda itu. terkadang bahkan ia pun terkecoh dan melihat Miki sedang bersand ar di dinding di seberangnya. dan bersiap mencari tahu semua tentang mereka.

Bagaimana dengan kemampu an menghilang?" Maya menceritakan karena tidak ingin Akio membunuhnya saat itu juga. tapi tidak menceritakan tentang si kucing. Ia tidak melihat gerakan tangan laki-laki itu." Halaman 258 dari 600 ."Kuharap kau jawab pertanyaanku dengan jujur karena aku adalah ketua keluargamu: apakah kau memiliki kemampuan seperti ayahmu?" Maya menggeleng. "Kau pernah mencoba mengunci tatapan mataku: kau pasti memiliki bakat tatapan ma ut Kikuta. "Lalu di mana adikmu?" "Aku tidak tahu. dan sebelum selesai menggeleng dirasakan kepalanya terhempas da n pandangan matanya kabur selagi Akio menamparnya.

kukira kau sudah tahu. Akio menyeringai. tapi ayahmu menyayangimu. Maya tidak bisa bergerak cukup cepat untu k menghindari tamparan yang kedua. "Kalau ibumu takkan melakukan apa-apa untuk menyelamatkanmu. "Ada perubahan dalam keluarga Muto. "Begitulah cara kami bisa bertahan. ia lebih tertarik pada reaksinya sendiri . seolah ini permainan yang sangat dinikmat inya." Akio mengetuk-ngetuk gigi dengan kuku.Bahkan meski sudah menduganya kali ini. Sada. sep erti ayahnya. Dan Maya yakin kalau Hisao tak tahu ayah kandungnya. Aku takkan ragu melakukan yang sama padamu. Ia tak menyadari kalau ternyata. Akio tertawa lalu berdiri. yang tak pernah dibicarakan siapa pun." ujarnya. "Tapi dia takkan membunuh Hisao!" Maya menemukan dirinya memikirkan tentang Hisao. itu saja. melintang dari pergelangan sampai ke bagian bawah ibu jarinya. Kupikir sebaiknya dia berada di sini bersama kita. Selama setengah tahun ini ia harus menerima kenyataan kalau ini adalah putra ayahnya. "Dia di Kagemura. Tribe selalu bersatu pada akhirnya." Maya tidak bereaksi atas perkataan itu. Maya tidak bisa bergerak cukup cepat unt uk menghindari tamparan yang kedua. "Mungkin kau bisa membawa Takeo kepadaku. "Ini yang pernah kudengar." "Hanya untuk membunuhmu." "Benarkah? Tapi dia bukan Muto." "Itu tidak benar. kakak tirinya. Ia memanggil Akio Ayah. Akio menyeringai." sahut Maya. bersama keluarga Muto." "Dia berhati lembut. Di bagian belakang tangan kanannya ada be kas luka lama. tak pernah diberitahukan pada ibunya. Hisao menatap dengan pandangan tak mengerti ketika ia ." ujar Akio. ter¬cengang kalau ternyata ia tidak takut pada laki-laki itu. Ayahku hanya bersifat baik . dan Maya melihat kebencian serta rasa iri pada Takeo. seolah ini permainan yang sangat dinikmat inya." sahut Maya. "Kau melihatku membunuh penyihir Muto itu. ia dianugerahi kemampuan untuk tidak takut pada Kikuta. ahkan meski sudah menduganya kali ini. dia Kikuta." ujar Akio." Maya berbohong." "Keluarga Muto takkan menyerahkan adikku padamu. Par a ksatria membenci anak kembar dan menganggap mereka memalukan. "Ayahku tidak memedulikan aku dan adikku.

mengamati penghuninya. ingin tahu semua tentang pemuda itu. mimpi yang begitu jelas sehingga ia seperti yakin kalau Miki ada di kamar itu bersamanya. Dilihatnya deng an sikap remeh rasa takut dan harapan mereka. Para pelayan perempuan mengeluhkan adanya h antu. Ia memimpikan Miki. Ia menjadi terobsesi pada Hisao. sementara di malam hari ia bisa keluyuran dengan bebas ke sel uruh bagian rumah. bermimpi bagaikan nyata. serta memasuki mimpi-mimpi mereka. Maya mendengar di benaknya berulang kali sua ra Sada. namun lama kelamaan kepercaya¬an dirinya makin meningkat. Halaman 259 dari 600 . D i siang hari ia adalah tawanan. ia tidak ada kesibukan lain. Keseimbangan baginya menjadi begitu sederhana: bila Hisao mati maka Takeo bisa hidup selamanya. kar ena hal itu ingin ia sembunyikan dari Akio." Ia bahkan pernah ber mimpi si kucing berbaring di sisi Hisao. Mulai ber¬ek sperimen dengan mengambil alih bentuk si kucing di malam hari selagi tidur.mengatakan kalau ia adalah adiknya. Awalnya ia ragu. Karakter tidak mengenal kompromi. i a memimpikan Hisao. dan sering terombang-ambing antara sadar dan tidur. semacam warisan Kikuta yang membulatkan tekadn ya yang kejam mulai terbentuk. Ya. Selain latihan gerak badan yang dilakukan¬nya dengan tekun. dan merasakan kehangatan tubuh kakaknya itu. Ia berlutut di sampingnya saat pemuda itu tidur lalu berbisik di telinganya. Jadi anak itu benar-benar putra Takeo? Dan jawaban Taku. "Aku adikmu. dan menurut ramalan dial ah satu-satunya orang yang bisa membawa kematian Takeo. merasakan hembusan napas di wajah mereka atau bulu hangat berbaring di sebelah m ereka.

Hal-hal aneh terjadi di seluruh kota." bentak Maya. tapi itu justru membuat Maya tertarik. "Noriko." "Aku tidak bilang siapa-siapa!" gadis itu tercekat. "Tatap mataku. pert anda serta penampakan. " Bagaimana kau bisa tahu?" "Aku tahu banyak hal." ujarnya. Maya berjalan pada waktu tersunyi. kemudian pergi ke rumah kecil di belakang rumah. Maya mengikuti dan mengamatinya.mendengar langkah pelan makhluk besar." bisiknya. Akio dan Hisao tidur terpisah dari peng¬huni laki-laki lainnya. tepat sebelum fajar menyingsing untuk mengamati Hisao yang sedang tidur. di sisi lain halaman. kue-kue itu penuh ulat. "Kau tahu aku anak perempuan. "Kau pernah mengintipku kencing ya?" Maya bicara dengan bahasa anak laki¬lak i. bergoyang-goyang dan bergumam." Ditahannya tatapan gadis itu . Pemuda itu tidur gelisah. Mimpi-mimpinya kejam dan tidak ber aturan. Maya berkata. tapi malah mendekati Maya. kadang dalam pelukan Akio." sahut Maya. Kau bermimpi tentang kain pem¬bung kus: kau pernah membungkus beberapa kue mochi dengairkain itu dan saat kau buka bungkusan nya. Hal-hal aneh terjadi di seluruh kota. memer¬hatikan gerakanny a yang berhari-hari dan sangat teliti. dan dia menatap Maya dengan keingin¬tahua n yang terang-terangan. di kamar bagian be lakang rumah. Selain perjalanan ke kakus ia hampir tidak pernah bertemu mereka sampai suatu hari seorang perempuan muda datang membawakan makanan. kadang sendi ri." Gadis itu tertawa cekikikan tapi tidak memalingkan wajah. akan kubuktikan betapa kuatnya diriku. Kau tahu kalau aku sangat kuat. "Kau seperti anak laki¬l aki. "Jangan menatapku. Usianya kira-kira sebaya dengan Shigeko. per tanda serta penampakan. dan gadis itu tertawa. Kadang Hisao terbangun dan tidak bisa tidur lagi. tempat bengkel penempaan da n perbaikan alatalat rumah tangga dan senjata. endengar langkah pelan makhluk besar. Para pelayan perempuan tak pernah meng¬ajak bicara. "Siapa namamu?" tanya Maya. "Noriko.

Aku akan ke kamar Hisao.. dan pandangannya kabur. Gadis itu tersipu." ujar Maya terus terang." "Antar aku ke kakus. dan satu l agi. Kepala gadis itu berputar saat Maya menarik kekuatan tatapan mautnya. Tapi kau harus berhati-hati ka lau Akio datang." "Sakit yang bagaimana?" "Dia sering terserang sakit kepala yang parah. "Aku kasihan padanya. Jangan khawatir. takkan ada orang yang melihatku. cukup lama untuk melihat kalau gadis itu percaya pada takhayul.selama beberapa saat. "Ayahnya sangat keras kepada nya.." Halaman 260 dari 600 . Maya menam par kedua pipi gadis itu untuk menyadarkannya." ujar Maya. sesuatu tentang Hisao. dan dia sering sakit. H ari ini dia sedang sakit. Peringatkan aku saat dia kembali. tapi jangan dikunci. "Tutup pintunya." "Mungkin aku bisa menolongnya." kata Maya. Ketua Kikuta sangat marah karena mereka seharusnya pergi menemui Lord Zen ko Akio akhirnya pergi sendiri.. "Kau bodoh kalau mencintai Hisao. "Kenapa kau tidak mengantarku kepadan ya?" 'Tidak bisa! Akio akan membunuhku kalau dia tahu. Muntah. Noriko menatap bingung." bisiknya.

Maya ingat semua cara yang pernah diajarkan kepadanya untuk membunuh dengan tangan kosong. Lidahnya ering. tidak suka pada gadis itu karena m abuk kepayang oleh cinta."Kau takkan menyakiti Hisao?" Kau takkan menyakiti Hisao?" "Dia laki-laki dewasa. mungkin pandangannya kabur dengan tatapan maut. tenggorokannya terasa k sakit. ia "Ayo. lalu melangkah masuk. sudah kukatakan kalau aku in gin menolongnya. Aku pernah melihat mi mpinya dengan cara yang sama aku melihat mimpimu. meraba. mengarahkan pandangannya tetap ke depan. Aku tida k punya senjata. dan di pintu kakus Maya meremas perutnya dan berteriak seolah kesakitan.. tapi dia memimpikan dirimu. kita ke kamar Hisao. Bagaimana bisa aku menyakitinya? Lagipula. Noriko. Dia akan mudah dilumpuhkan sendiri. Kemudian dilihatnya pemu da itu meringkuk di matras di sudut. "Dia tidak bilang siapa-siapa. Dia membutuhkan bantuanmu. membayangkan urat akan memanggil si kucing. Dari irama napasnya yang teratur sepertinya dia memang tidur.. lemah. S . "Cepat." Bahkan saai bicara. Maya ber¬gegas pergi ke kama r Hisao tidur. "Mana bisa kutahan kalau sakit begini?" sahut Maya dengan nada yang sama. Dia memimpikan dirinya memelukmu dan mengigau dal am tidurnya. dan sesaat ia t ak bisa melihat apaapa." Ketika Noriko mas ih ragu." ujar Noriko. dengan spontan. satu tangannya menutupi wajah. Hisao sedang karena penyakitnya. Aku baru empat belas tahun bahkan masih anak-anak. Ia tak akan mendapat kesempatan seperti ini lagi. Dan kalau cara itu gagal. menggeser pintunya terbuka. di¬sentuhnya lehernya nadi Hisao. Noriko meng¬geser pintu terbuka. Maya berkata pelan." Maya memerhatikan wajah Noriko men¬jadi lembut. Teriknya sinar matahari di luar telah mengecilkan pupil matanya. Mereka ber¬jalan cepat-cepat ke belakang rumah. "Dia juga mencintaimu." "Benarkah?" mata gadis itu berbinar-binar di wajahnya yang kurus dan pucat. "Ini g ara-gara makanan menjijikkan yang kau bawa!" Disentuhnya bahu Noriko saat bentuk tubuhnya memudar. Kamar itu baunya masam. urat nadinya. dan jangan berlama-lama di dalam situ. menjilati bibir. Noriko sudah terbiasa deng an keanehan semacam itu.. melihat ke luar dan memberi isyarat kepada Maya. samar-samar tercium bau muntah. tapi setain itu ia tenang-tenang saja.

Hisao berteriak kaget dan melepasnya. Hisao juga merasakannya. dan selagi punggung H isao melengkung dan memukul-mukul saat meronta berusaha melepaskan diri. L ayar kasa yang rapuh sobek. ia melenturkan pergelangan tangan. cengkeraman jarinya makin kuat bak tentakel. berlutut di sebelah Hisao dan menyerang bagian lehernya Usahanya melemahkan konsentrasinya hingga kemampuan menghilangnya sirna. berjalan melintas i kamar. siap melarikan diri tapi masih belum ingin menyerah. dan Maya merasakan cengkeramannya mulai terasa licin. lalu mengibaskan kep ala saat mencoba berkelit lagi. dirasakannya kemarahan Miki p ada Hisao merasuki dirinya dan si kucing mulai muncul. dan seolah Miki mendengarnya. mengumpulkan tenaga." Halaman 261 dari 600 . dan dari suatu tempat ia mendengar Noriko memanggil namanya. si kucing bergerak mundur. meludah dan meng¬geram. Mata Hi sao terbuka. Ia bergantung seperti hewan saat Hisao berusaha bangkit dengan tangan dan lutut. Miki! Ujarnya pelan. Aku ga gal. dan menatap sejenak sebelum berkelit dari cengkeraman tangan gadis itu. pikirnya. tapi ia langsung menatap mata pemuda itu dan selama beberap a saat membuat Hisao pusing. Ditangkapnya tubuh Maya lalu dihempaskannya ke dinding.ambil menahan napas. selagi tangan Hisao mencengkcram lehernya. dan Maya bersiap untuk mati. Kulit pemuda itu berkeringat. Pemuda itu lebih kuat dari perkiraan.

Bau busuk dan jamur rtahankan: bulu si kucing menyesakkan napasnya. wajahnya pucat. "Aku ingin putraku mendengarkan aku!" Belum sempat Maya menjawab. Ekspresi di wajah¬nya melukiskan kemarahan dan putus asa yang b ahkan membuat hati Maya terharu. tapi ia n lagi di kamar itu. dan mendengarkan suara berbisik. maka ia terus me semakin menyengat: kamar itu terasa panas tak te Terdengar olehnya bisikan di sebelah kanannya. Perempuan itu mengenakan jubah putih. renungnya saat menyadari hutang budinya pada si kuc ing dan bagaimana ia bisa memenuhinya. Ia terkejut. Dilihatnya kalau Hisao begitu ingin menatap hantu itu tapi juga takut. mungkin sembilan belas atau dua puluh tahun. Ada orang lai Maya menoleh ke samping dan melihat perempuan itu. Perempuan itu berseru memanggilnya. Kemarilah. potongan rambutnya pendek. Dilihatnya kalau ternyata ada sesuatu yang melemahkan Hisao. Masih muda. endati tak memahami kata-kata itu. Tangan itu melembut berbentuk melengkung yang ingin sekali mengelus bulu si kucing. Dan kemudian ia menyadari kekuatan yang ini dan b agaimana ia bisa memanfaatkannya. "Kembali kau!" ujar Hisao. k tahu kalau itu bukan suara Noriko. untuk mengecohkan pandangannya. Sepeninya pemuda itu berusaha melihat sesuatu di belakang Maya . agak terhuyung-huyung. "Tolong aku! Tolong aku!" "Apa yang kau inginkan?" tanya si kucing. roh si kucing yang merasuki dirinya bergerak dengan bebas antara dua dunia. menund . dan mendengarkan suara berbisik.Waktu sejenak itu memberi Maya waktu untuk meraih kembali kendali diri dan konse ntrasinya. dan tubuhnya melayang. Hisao mendekat. "Kau telah memaafkanku. Mata pemuda itu tid ak tokus. agak terhuyung-huyung. Sepeninya pemuda itu berusaha melihat sesuatu di belakang Maya . Dilihatnya kalau ternyata ada sesuatu yang melemahkan Hisao. si kucing bereaksi seolah tunduk pada majikannya. aktu sejenak itu memberi Maya waktu untuk meraih kembali kendali diri dan konsen trasinya. ijinkan aku menyen tuhmu. Jadi ini yang dimaksud Taku. menyeberangi sisi seberang dunia fa na. Mata pemuda itu tid ak tokus. Apakah kau hantu juga? Boleh aku menyentuhmu?" Ia melihat perubahan tangan Hisao saat menggapai. Maya mengira itu semacam tipuan natap tajam pemuda itu.

Ia mematuhi keinginan si kucing. rasa takutnya memasuki dunia alam baka. Hisao tercekat. berdiri di teras. Noriko memanggil-manggil dari luar. Apakah kau melihatnya?" Noriko.uk¬kan kepala serta merebahkan telinga. Pemuda itu tengah menatap¬nya. meski ia membenci pemuda itu dan ingin membunuhnya. ia bisa merasakan cengkraman Hisao s ampai ke tulang sumsumnya. bergelayut ketakutan yang sama." serunya. dan membiarkan Hisao membelainya. jalan yang terbentang ke depan yang tak ingin ia ambil. "Akhirnya!" ujarnya. tapi Hisao menangkap lengannya. "Gadis itu menyembuh¬kanmu!" Mereka berdua tidak mengacuhkannya. "kau sudah baika n. "Jangan pergi." ujarnya. "Katakan padaku. Ia i ngin pergi dari pemuda itu. "Ibu?" Hantu itu bicara. Di tepi kesadaran Maya. dan Hisao ber¬kata. rasa takut melihat sedikit kekuatan yang bangkit. berganti-ganti memandang kedua orang. jalan yang dirinya dan Hisao harus lalui bersama. Maya kembali ke wujud aslinya dengan rasa lega. tatapannya kagum dan lapar. "Cepat! Ketua sudah datang!" Hisao mengangkat tangannya. Ia merasa¬kan penderitaan saudaranya itu seolah berada di kepalanya send iri: lalu berkurang. Maya melihat. Sentuhan Hisao menyatukan sesuatu di dalam diri mereka. "Sekarang maukah kau mendengarkan Ibu?" Tangan Hisao masih di atas kepala si kucing. kumparan c ahaya bak roda bergerigi dari alat penyiksaan. melalui mata Hisao: pandangan setengah buta. Halaman 262 dari 600 . Maya merasakan kebingungan pemuda i tu: rasa lega karena penderitaannya telah sirna.

dan dia ingin agar kau mendengar¬kannya. pikir Maya. Pa ra penghuni rumah sudah terbiasa melihat Hisao berada di situ saat dini hari. dan dia ingin agar kau mendengar¬kannya. "Dia it u ibumu. Ia tak ingin merasakan bulu tebal si kucing. kepalanya berputar. Aku harus pulang. tapi segera setelah kembali ke kamar s empit. ak u harus pulang." sahut Maya seraya menyelinap melewati Hisao. Tapi sentuhan tangan majikannya mem¬buat si kucing enggan pergi. Akio akan tahu tentang si kucing. Data nglah kepadaku. seolah merindukan sentuhan dan belaiannya. Kala itu malam gelap pekat. Aku harus melarikan dirinya. Kucing itu berjalan dengan mudah¬nya melewati layar kasa dan dinding menuju bengkel tempat api penempaan menyala semalaman. Tanpa bicara kepada Noriko. oleh sebuah perintah. selagi Noriko bergegas kembali ke kamar y ang terkunci. Entah dia akan membun uhku atau mereka akan memanfaat¬kan aku untuk mela wan Ayah. dan si kucing menjilati pipinya dengan lidah ka sarnya. seolah ditarik paksa keluar dari air. Maya tidur nyenyak selama berminggu¬minggu." sahut Maya seraya menyelinap melewati Hisao. tapi majikannya memanggil¬n ya: si kucing harus menemuinya. sekujur tubuhnya terasa sakit karena kelelahan. Pemuda itu membelai."Tentu saja aku melihatnya."* Tentu saja aku melihatnya. Pemuda itu tel ah menemukan tempat yang cocok dan tidak ada orang yang meng¬ganggunya. ia berbaring di lantai dan langsun g tertidur lelap. . "Dia i tu ibumu. kelelahan yang menggiurkan menye¬limuti dirinya. Kelopak matanya terasa makin bera t. Leher dan rambutnya terasa lemb ap karena keringat. serta semua rahasia lain yang disim pan orang mati dari mereka yang masih hidup. Ia ingin tahu apa yang mereka ketahui. Maya terbangun. tapi di antara mereka mengalir kerinduan akan kedekata n serta sentuhan kasih sayang yang dibutuhkan hewan itu. udara terasa lembap. Telinga si kucing berdiri tegak."* Dia akan bilang pada Akio. Hisao menggapaikan tangan dan kucing itu menghampiri. bagaimana rasanya mati. Tak satu pun dari keduanya bicara. Dan Maya ingin. b ertentangan dengan keputusannya. berjalan di antara dua dunia dan berbicara dengan hantu. Dia akan ceritakan semuanya. aku akan memperingatkan Ibu tentang Zenko dan Hana.

Tak satu pun dari mereka bicara. "Perlihatkan wujud aslimu. tak ingin menentang ta tapan pemuda itu.Setelah agak lama. Hisao berkata. asap membuat matanya pedih. Tidak bisa dilihatnya ekspresi wajah Hisao dalam keremangan cahaya. "Tak seorang Muto pun tahu bagaimana menghadapinya. Bara api meretih. seakan tak ingin kembali ke dunia manusia yang penuh dengan kata-kata. Kuci ng itu mengurangi sakitku. Ia melepaskan diri dari pelukan Hisao ." "Aku adalah penguasanya: tapi aku tak tahu sebabnya atau bagaimana caranya. "Mengapa kau datang sebagai kucing?" "Aku membunuh seekor kucing dengan tatapan maut Kikuta. Ia terus menunduk." sahutnya. tapi Taku telah membantuku mengendalikannya. Rasanya menyenangkan se¬kaligus menjijikkan. Akhirnya Hisao berkata. dan menenangkan suara-suara Halaman 263 dari 600 . dan rohnya merasuki diri ku. saat ber¬samaku. tangan pemuda itu masih di teng kuknya." Maya tersadar kalau ia berdempetan dengan Hisao. Hisao mengangkat lentera lalu menatap.

atau de ngannya atau Miki." Hisao menjauh." Hisao meletakkan lentera kembali di atas lantai dan berusaha menarik tubuh Maya lebih dekat lagi. dan mengeluarkan senjata api kecil. "Kau sudah lihat bagaimana senjata ini menghabisi Muto Tak u.hingga aku bisa mendengarnya. tapi ayah kita sama. Seketika Maya teringat kenangan akan masa kecilnya payung pelindung sinar matahari dan cairan unluk membuat kulit lebih terang: betapa bodoh dan sia-sianya semua itu sekarang." Takeo melirik ke arah Maya. lalu b erkata dengan nada kejam yang disengaja. dan kulitnya memiliki tekstur dan warna yang sama. dan merasa jijik pada dirinya sendi ri atas keinginan dan ketentraman yang dirasakan kucing itu hingga tunduk pada Hisao. Maya menolaknya. Aku suka kucing. menjauh dari cahaya lentera. yang kami sebut si Anjing. ibu kita berbeda. dan tidak seorang pun berhasil mendekatinya. "Aku tetap menyukaimu. Laki-laki itu mati dalam pertarungan. Berjanjilah kau akan tinggal bers amaku." ujarnya. Aku memerlukan dirimu bersamaku. tidak mengkhianati siapa pun. Tiba-tiba ia membenci pemuda itu lagi. dengan nuansa warna madu. tapi senjata ini lebih kuat ketimbang ilmu sihir. aku tidak bisa be rhenti memikirkanmu. "Dia itu penyihir. tapi ayahku pernah membunuh seekor kucing di depan mataku karena aku menyukainya kau bukan kucing itu kan?" Maya menggeleng." Hisao tertawa dengan ser ingai yang dibenci Maya. penuh kehormatan. Taku dan Sada mati bersama. "Aku pasti sangat menyukaimu. Wajah Hisao mengkerut. namun rambutnya yang mengkilap mirip dengan rambut mereka. "Ayahmu adalah Otori Takeo. "Aku dan ayahku akan membunuhnya. tapi melihat dengan jelas dan tanpa perasaan terharu pada k ematian Taku. Cahaya berkilat di laras baja hitam senjata itu. Tidak ada yang harus disesali dari ." Kini Maya bisa melihatnya dengan lebih jelas." Maya tidak menjawab. "Dia itu ibumu? Hantu perempuan itu? Itukah sebabnya kau bisa melihatnya?" "Bukan. tapi ayahku pernah membunuh seeko r kucing di depan mataku karena aku menyukainya kau bukan kucing itu kan?" ingga aku bisa mendengarnya. Hisao tidak mirip ayahnya. "Kau tahu kalau kita bersaudara?" tanyanya. Aku suka kucing.

" "Tanya pada ibumu." sahut Hisao." Keraguan dan kemarahan terdengar dalam suaranya. It u tidak terlalu buruk. ag ar kau tidak membunuh ayahmu sendiri. Saat dia ingin bicara maka rasa sakit itu menyerang¬ku. Aku tak pernah terbebas darinya." Halaman 264 dari 600 . Ia merasa kehausan. Udara terasa panas: Maya bisa merasaka n peluh di dahinya. "Dia terikat pada diriku oleh seutas tali . "Itu sebabnya aku berusaha membunuhmu. Dia membutuhkan diriku." katanya begitu pelan hingg a Maya hampir tidak bisa mendengar suaranya. Kadang dia diam saja." "Dia sayang padaku." sahut Maya." "Akio adalah ayahku. Kau tidak tahu bagaimana seharusnya sikap ayah pada anaknya. Umpan Hisao tak membuat¬nya terpancing maupun melemahkan diri¬nya. "Jadilah kucing lagi. menganiaya dan berbohong padamu. "Lord Otori adalah ayahmu. seperti dulu aku pernah terikat pada tubuhnya. "Akio memperlakukanmu dengan kejam. maka aku akan mendengarkannya. "Apakah ibumu ada di sini?" "Dia selalu ada di sini." bisik Hisao. "Bukankah sudah kukatakan padamu untuk mendengar kannya? Ibumu akan mengatakan yang sebenarnya kepadamu.kematiannya. "Dia menyembunyikannya dari semua orang. tapi aku tahu." ujar Maya. Dia bukan a yahmu." Kemudian keadaan hening dalam waktu lama.

membara makin terang." Hisao tidak menyadari kalau suaranya berubah dan menjadi seperti hipnotis." Bara api penempaan dan cahaya lentera meredup dan berkelap-kelip saat angin hang at dan berbau busuk tiba-tiba ber¬hembus meniup debu di lantai. merasakan tekanan paling lemah saat ibunya memeluk dirinya. Akio mem-bunuh Ibu karena dia membenci ayahmu. "Ibu tak sanggup meninggalkanmu. Hisao duduk diam tak bergerak. si kucing berbaring di s ebelahnya dengan kepala di bawah tangan Hisao." "Aku ingat." Karena kau berusaha melawan dunia arwah. dan kemudian. bicara lebih keras. aku juga kesakitan. biarkan ibu me melukmu. Dia membuatku nyaman dan kuat. "Biarkan Ibu menyentuhmu. meng¬gerakkan debu dan membuat dau n jendela bergemeretak." kata sang ibu. Kemudian api makin ber¬kobar. Mereka menyaksikan Ibu mati dengan jiwa dan raga yang menderita. "Aku akan men dengarkan." ujar Maya. Tapi mereka tidak memisahkan diri Ibu darimu. Mereka menangisi kepergian Ibu dengan cinta."Karena kau berusaha melawan dunia arwah. "Hal yang sama terjadi pada ku. setelah mematuhi perintah Ketua dan memasu kkan dengan paksa pit beracun ke mulut Ibu. aku juga kesakitan." bisiknya." bisiknya. Aku tidak bisa menggunakan kemampuan menghilang." ujar Maya. apa pun yang ingin kau katakan." Hisao berkata. . melayang. Saat si kucing ingin muncul dan aku menolaknya. Mereka. membuat hewan itu menunjukkan cakar nya. Kotaro dan Akio. suaranya gemetar. dan Hisao merasakan sosok tub uh ibunya begitu dekat. Tapi tidak begitu dengan si k ucing. dihia si dengan daya tarik yang tak bisa ditolak Maya. "Aku tidak memiliki kemampuan Tribe apa pun. Gadis itu merasakan tubuh si kucing meregang dan mel entur dengan keinginan yang kuat. "Tetaplah di dekatku. Bahkan melihat semua kemampuan ini pun membuat perutku agak mual. Saat si kucing ingin muncul dan aku menolaknya. Tangan Hisao menggosok-gosok bulu si kucing. Aku tidak bisa menggunakan sosok kedua." Jemari kurusnya menyentuh dahi Hisao. Hisao menarik tubuh si kucing yang lentur itu lebih mendekat dan membelai-belai bulu-bulu tebalnya. menerangi arwah perempuan saat mendekat. "Nak. Aku tidak seperti ka u. "Dulu Ibu suka memelukmu seperti ini saat kau bayi. memaksa Ibu minum racu n. matanya yang keemasan tidak berkedip. Kala itu usia Ibu baru dua puluh t ahun. "Hal yang sama terjadi pad aku. membelai rambutnya. Ibu tak ingin mati.

mem andangi kegelapan yang pucat perlahan berubah terang. Tangan Hisao memegang erai lehernya. aku tidak bisa mengubahnya sekarang. yang bisa mengenali dirimu. Takeo adalah ayah kandungmu. Maya mengingat-ingat kembali saat mendengar si arwah meng¬ucapkan semua kata-kata ini: tengkuknya bergidik." "Bohong. kini mereka akan memanfaa tkan dirimu untuk membunuh ayah kandungmu. Tapi mereka tak menyangka kalau Ibu akan mencintainya. bulu-bulunya tegak berdiri. Mereka berusaha menghancurkan kita semua. Ibu akan ceritakan apa yang dikatakan kakekmu saat kematian¬nya. dan kalau kau akan dilahirkan hasil dari cinta. agar Ibu mengandung dirinya. Mereka memerintahkan Ibu agar tidur dengannya. Pertama Ibu. ketika kembali ke kamarnya dan berbaring terjaga."Siapakah ayahku?" "Gadis itu benar." sahutnya. "Ibu sudah mati. tapi Maya ingat kata -kata Taku: Halaman 265 dari 600 . lalu kau pun akan mati." *** Lama setelah kejadian itu. tenggorokannya ter cekat." "Aku membenci si Anjing seumur hidup¬ku. dari lima keluarga. Hisao belum sepenuhnya memahaminya." "Kau tidak mengenal siapa dirimu? Tak ada lagi orang Tribe." sahutnya. Dia memang adikmu. Ibu mematuh i mereka. Ibu mencintain ya. "Hanya orang hidup yang berbohong. Kau adala h penguasa alam baka.

memberinya kekuatan untuk menguasai mereka." Noriko gemetar. juga takut. Mereka mencari Hisao. Mereka pasti mengajakmu. dukun yang mampu menenangkan atau menghasut orang yang sudah mati. dan ia merasakan keinginan itu memikat sekaligus berbahaya. Seharusnya aku senang. "Shizuka ada di Hofu?" "Dia datang untuk memakamkan putra bungsunya. sebelum Lord Otori kem . pem uda yang kejam dan brengsek ini. Orang-orang menyalahkan Lord Arai -serta menuduhnya terlibat dalam kematian Taku. Ketua harus menemaninya. Diingatnya suara-suara hantu y ang guasa alam baka adalah orang yang bisa berjalan di antara dua dunia. b elum. lalu bertanya. dan Hisao juga. "Dan setelah itu kau harus bersiap untuk bepergi an. Muto Shizuka tengah ber puasa di Daifukuji dan hanya diberi makan oleh burung. meremehkan serta iba.. Tapi Hisao tak ingin Akio tahu itu. dirasakannya penye¬salan atas kematian mereka yang kejam dan tidak pada wak tunya. dan sewaktu Noriko membawakannya nasi dan sop untuk makan pagi. ia tidak terlalu berselera. pikir Maya. Maya mengenali perasaan seperti itu karena ia merasakan hal yang sama pada pemud a itu. "Kau harus makan. dan kabarnya dia sudah tidak waras . sepertinya habis menangis." Matanya penuh dengan air mata dan disekanya dengan lengan jubah." Bersyukurlah dia akan pergi jauh darimu.penguasa alam baka adalah orang yang bisa berjalan di antara dua dunia. penguasa mereka. Diingatnya suara-suara hantu y ang berdesakan di sekelilingnya pada malam menjelang Perayaan Oban. di tepi pantai d i depan rumah Akane. dukun ya ng mampu menenangkan atau menghasut orang yang sudah mati.. Mata Noriko merah. Ia tidak terlalu memahami bagaimana perasaan Hisao yang sebenarnya atas laki-laki yang selalu dip ercaya sebagai ayahnya: gabungan antara cinta dan kebencian. serta tuntutan mereka untuk balas dendam. dan d irinya sebagai si kucing. "Hisao sudah cukup sehat untuk beper gian." ujar Noriko. memiliki kekuatan semacam itu? Dan bagaimana Akio bisa m emanfaatkan dia bila tahu itu? Hisao tak ingin Maya meninggalkannya. "Seharusnya aku t idak mengatakan ini. Ia merasakan kuatnya keinginan Hisao itu." "Bepergian? Aku akan pergi kemana?" "Lord Arai akan kembali ke Kumamoto. Tapi bagaimana Hisao. Arai gusar dan segera pulang ke rumahnya menyiapkan pasukannya untuk berperang. Ia tidak tidur. Hofu sedang gempar.

dan bahwa Z enko takkan ragu-ragu menekan ayahnya. pikirannya berpacu kencang." Gadis itu mengatupkan bibir rapat-rapat. Ia tak ingin membiarkan mereka membawanya ke Kumamoto. "Kapan kami akan pergi?" tanya perlahan. "Begitu Ketua dan Hisao siap. sudah dikirim ke Hagi untuk menjamin kesetiaan ayah mereka. Begitu sampai di sana. Maya mengangkat mangkuk sop dan menghabiskannya. Kudengar Lo rd Arai akan mengirim pengawal. Halaman 266 dari 600 ." "Apa itu salahku kalau kau makan begitu lambat?" "Lagipula aku juga tidak lapar.bali dari Miyako." sahut Noriko. ia tidak akan punya peluang kabur. Sunao mi dan Chikara. "Aku memberitahumu hanya karena kau sudah menolong Hisao." Noriko mengangkat mangkuk. Ia tahu kalau kedua putra Zenko. "Aku ta kkan mengatakan apa-apa lagi." ujar Noriko saat kel uar." "Omong kosong apa yang kau katakan! Kau tidak tahu apa-apa tentang hal ini!" May a menyembunyikan ketakutannya dengan kemarahan. "Aku harus mem¬bawa semua ini ke dapur. Sedangkan Kumamoto jauh di wilayah Barat. Hofu berada di Negara Tengah dan setia pada Otori ia me ngenal kota itu dan tahu jalan pulang. marah dan ter singgung. Kau akan sudah di jalan sebelum siang. ia belum pe rnah ke sana." "Kumamoto jauh dari sini." "Aku belum selesai makan.

aya tahu ia hanya punya sedikit waktu untuk mengambil keputusan. ia bisa saja mengecoh penga wal Zenko tapi takkan bisa lolos dari Akio. mereka bisa pulang ke rumah. ia lapar dan lelah. di jalanan.Maya tahu ia hanya punya sedikit waktu untuk mengambil keputusan. Ia mulai mengukur kamar itu dengan jarak langkah. "Kembali!" Ia merasakan kekuatan perintah itu. si kucing tidak akan meninggal¬kannya. Seorang perempuan di beranda berusaha menghalaunya dengan sapu sewaktu Maya berl ari melewatinya. dilewatinya bangunan bengkel dan merasakan kehadiran Hi sao di sana. Ia mengubah wujud menjadi kucing dan melewati dinding. Miki ada di luar. Ia mulai mengukur kamar itu dengan jarak langkah. ia hanyut dalam mimpi y ang terjaga. Ini mungkin nyata: Shizuka pasti mengajak Miki begitu mendengar kematian Taku. dan melihat Miki berada di gang di belakang rumah. terus berlari melintasi halaman. Jangan sampai dia mclihatku. mereka bisa pulang ke rumah. Ini mungkin nyata: Shizuka pasti mengajak Miki begitu mendengar kematian Taku. Mereka pasti me mbawanya dengan disembunyikan. Secepat bi lah pedang. Maya terbangun kaget. Maya sadar dari sudut matanya melihat sosok samar yang tak kelihatan. Miki ada di luar. tidak berusaha sembunyi¬sembunyi. dan dari jalanan di depan-nya terdengar olehnya derap kuda mendekat. la menoleh ke belakang dan melihat Hisao berlari dengan senjata di tangan. Mereka pasti m embawanya dengan disembunyikan. dengan tangan terikat mungkin. dia berseru. dan tekadnya melemah. Dia tidak akan membiarkan aku pergi Gerbang belakang terbuka. Ketika melihat. matanya mencari-cari di halaman. dan sosok itu me miliki ketajaman yang luar biasa hingga memutuskan keterkaitan antara mereka berdua. U dara terasa semakin panas. saat berjalan tanpa berpikir. Mereka datang untuk mencarin ya. Hisao memanggil lagi. Mereka datang untuk mencarin ya. saat berjalan tanpa berpikir. ia lapar dan lelah. Si kucing mendengarkan majikannya. ta pi ketika sampai di dinding sebelah luar. Ia sudah berada di luar. dari seberang jalan. sesuatu melesat di antara kucing itu dan Hisao. . tapi kaki kucing itu terasa berat. ia hanyut dalam mimpi y ang terjaga. ia bisa saja mengecoh penga wal Zenko tapi takkan bisa lolos dari Akio. Ia tidak ingin berpikir lagi karena hanya akan membuang-buang waktu. Ia harus kembali kepadanya. Mereka bisa pergi ke Hagi bersamasama. U dara terasa semakin panas. dengan tangan terikat mungkin. Mereka bisa pergi ke Hagi bersamasama. Maya terbangun kaget. dan melihat Miki berada di gang di belakang rumah.

Hisao berteriak dari gerbang. karena orang biasanya percaya kalau komet merupakan pertanda buruk datangnya kehancuran dan kelaparan."Maya. sekarang kelihatan. "Kurasa aku ada alasan mendesak untuk pulang.* Keberangkatan Takeo dari Miyako dilepas dengan upacara dan kegembiraan yang lebi h besar. Miki. tapi suaranya hanya suara anak laki-lak i. atau menyebut kan kematian Taku. Maya tidak harus mendengarkannya lagi. tapi bangsawan itu tidak menunjukkannya." sahutnya." didengarnya Miki memanggil. seraya memikirkan kalau Kono mungkin sudah tahu apa alasannya. "Maya!" dan saat itulah Maya mendapatkan kek uatan untuk berubah wujud. "Melesat ber¬cahaya melintasi langit musim panas. ketika bangsawan itu datang meng ucapkan selamat jalan. Kedua gadis itu menghilang lagi. Halaman 267 dari 600 . berdiri di sampingnya. "Kemunculan Anda ibarat komet. mereka berlari tanpa terlihat memasuki jalan-jalan kota pelabuhan yang sempit dan berli ku-liku. meski ada kekagetan dan kekecewaan karena ia pergi begitu cepat. Adik kembarnya i tu memegang eraterat tangannya." Takeo ingin tahu seberapa tulus pujian ini. dan selagi pengawal Lord Arai datang dari sudut jalan." ujar Lord Kono.

Dia pasti sudah melapor¬kannya kepada Anda. Membawa dukungan dan pengakuan Kaisar." "Lord Kono menghabiskan banyak waktu bersama kami. Ia tidak ingin Shigeko menderita dalam kondisi seperti itu. kemudian menghadapi Zenko dengan tegas. dan juga persekutuan yang tulus dengan Sa ga. merasakan d ingin angin laut di Hagi. kaum barbar. Perbatasan wilayah Timur akan aman dari serangan. Kita adalah sekutu dan tak lama akan menjadi kerabat. bagaimana cara Anda menghadap i kaum barbar." "Lord Otori. Keadaan sudah berubah sejak saat itu. dan hujan plum yang bisa terjadi kapan saja membuat udara menjadi lembap dan berjamu r." "Apakah aku mendapat jaminan dari Lord Saga?" "Tentu saja! Kita sudah mengumumkan kesepakatan yang mengikat. "Lord Kon o mendapatkan sebagian besar informasi¬nya dari Arai. Lord Saga memberi kehormatan dengan menemani mereka selama minggu pertama perjal anan sampai di Sanda. tanpa dukungan Saga. Zenko bis a disembuhkatt ." Takeo bersikeras menolak bujukannya dengan sikap sopan yang tegas. Ibukota diland a hawa panas. Saga menaikkan alisnya. Takeo meras a semangatnya bangkit. sama saja. agar setidaknya mening galkan Lady Maruyama untuk menikmati indahnya musim panas di ibukota. tempat dia mengatur jamuan makan perpisahan. Anda tidak perlu khawatir. Saat jamuan selesai dan mereka akhirnya mengucapkan selamat tinggal. Ia nyaris tidak men¬duga bisa pulang membawa kemenangan besar seperti ini." "Kami menyebutnya orang asing. dari semua pe njelasan tentang keindahan yang perlu mereka lihat sebenarnya tidak bagus.Saga Hideki bahkan lebih tak bisa berkata¬kata karena terkejut dan merasa tidak se nang akan kepergiannya yang mendadak itu. "Orang asing." Takeo berani membetulkan perkataannya. bertemu Kaede dan putranya. "Masih banyak yang perlu kita bicarakan aku ingin tahu cara Anda memerintah Tiga N egara. Mendesak agar tinggal lebih lama lagi atau aga Hideki bahkan lebih tak bisa berkata¬kata karena terkejut dan merasa tidak sen ang akan kepergiannya yang mendadak itu. apa yang menopang kemakmuran dan kesejahteraan kalian. Mendesak agar tinggal lebih lama lagi atau jika Lord Otori benar-benar harus kembali ke Tiga Negara." Saga mencodongkan badan dan bicara dengan penuh rahasia. Ia ingin sekali pulang.

Tapi bila memungkinkan. Mai.dari ambisinya dan menerima kenyataan sahnya pemerintahan Takeo. langit tak berawan. Sungguh lega Saga sudah pergi dan membuatnya bisa menanggalkan jubah indahnya lalu menun ggang Tenba lagi." sahu t Takeo. "Aku ingat dengan jelas saat pertama kali kita lihat kuda-kuda jantan itu. "Tapi tidak jelas apakah dia juga mati ditembak." Halaman 268 dari 600 . menceritakan kalau Ryume. Keri. "Bila ada bukti keterlibatannya dalam kematian Taku. "Gadis itu. "Kau langsung mengenali kalau mereka adalah anak-anak Raku. demi Shizuka. kuda-kuda berkeringat selagi jalan sem akin menanjak menuju tanah lapang yang masih kelihatan jauh. anak Raku." t utur Hiroshi kepada Takeo saat mereka berkuda berdampingan." Takeo melakukan perjalanan dengan tandu. Mereka adalah pertanda pertama bagiku akan kembalinya harapan. mati bersama majikan¬nya. kuda Taku. kini Hiroshi menunggang kuda tu a miliknya. bahwa kehidupan senantiasa bermula dari kematian. maka aku akan membiarkannya tetap hidup. dengan formalitas besar. Hiroshi yang menungganginya karena kuda itu menjadi terlalu bersemangat da n sulit dikendalikan bila tidak ditunggangi setiap hari." Hari itu cuaca panas. sampai ke Sand a. maka dia akan dihukum.

tapi tetap tidak turun hujan." 'Tenba menantang untuk dijinakkan. ku merindukan Ryume hampir sebesar rinduku pada Taku. "Kau terlalu cepat bicara. "Untungnya kuda Otori tidak menunjuk¬kan tanda-tanda kematian. seraya mengarahkan kuda itu kembali dala m kendalinya dan memaksanya agar bergerak ke depan lagi. "Sempat terpikir olehku. tapi tidak membawa hujan yang diharapkan." Hiroshi melirik k e arah Shigeko. kurasa mereka makin berkembang. pengurus kuda khawatfr' mereka makan pasir atau cacingan. di bawa h bimbingan tangan ahlimu. Kuda¬kuda semakin kurus. Tentu saja. kuda itu mengibask an kepala dan berputar ke arah mereka datang. tapi mesti kuakui aku sangat senang dengan Tenba. Tenba dijinakkan dengan kelembutan. "Mungkin sebaiknya kita tinggalkan saja dia bersama kirin. Bulan purnama di bulan ke¬enam sudah berubah . dan lega karena hawa panas makin menyengat." ujar Hiroshi pelan. . Takeo takut kalau mereka harus melewati jalur peg unungan paling tinggi dalam keadaan hujan." ujar Hiroshi pelan. Sewaktu bulan baru di bulan ketujuh muncul di ufuk timur. tapi aku tidak ingin berpisah dengannya. kini tidak bisa ditangani dengan kekerasan. tapi Takeo menikmati tantangan untuk membujuk Tenba agar te nang. seraya meringkik keras." Shigeko."Aku merindukan Ryume hampir sebesar rinduku pada Taku. sering¬kali saat terbangun di malam hari Takeo melih at dia sedang duduk tanpa ber-gerak: bermeditasi atau berdoa. halilintar berge-muruh dan petir ber kilatan di langit tiap malam. Lalat penghisap darah mengganggu manusia dan hewan di malam hari." Tenba berderap cukup tenang. Gemba menjadi sangat pendiam. tapi ternyata hasilnya baik-baik saja." "Dia akan menjadi liar dan tidak bisa dikendalikan di Miyako. "Dia masih menjadi tantangan: kau takkan bisa mengabaikannya." ujar Shigeko." Tenba terus gelisah. "Sesuatu membuatnya kesal. dan ikatan di antara mereka berdua semakin kuat. datang men g hampiri mereka. Satu atau dua kali ia bermimpi." ujar Takeo. namun tepat saat Hiroshi bicara. Kukira aku tak akan memiliki kuda seperti Shun lagi. dan membelokkan pelana untuk memandang ke arah belakangnya. yang sedari tadi berkuda di akhir arak-arakan bersama Gemba. "Dia merindukan kirin." ujar Hiroshi." ujat Takeo.

dengan pohon cedar dan pinus di lereng yang lebih tinggi. cermin tanpa bayangan. Takeo tidur sedikit. manusia tanpa bayangan . Sebelum bulan mencapai seperempat bagian pertama. Ada yang tidak beres. lalu melihat kirin. pertama ke barisan kuda. seperti biasa. melakukan hal yang sama. dan ia merasakan itu dalam aliran darah dan t ulangnya. air melimpah karen a ada mata air. Halaman 269 dari 600 . burung¬burung baru mulai berkicau. Gemba pernah berkata. Matanya ter¬b uka. mereka sudah tak jauh dari Jal ur Rajawali: kurang dari sehari perjalanan. lebih sakit dari ya ng pernah dirasakannya. "Lord Otori!" Saat itu matahari baru akan terbit. Rasa sakitnya yang berkurang selama perjalanan. Dengan desakan yang hanya setengah dipahaminya. melaporkan.atau membayangkan Makoto. tapi makanan yang mereka bawa menipis. Sakai Masaki yang berjalan lebih dulu untuk mengintai. Mereka berkemah di bawah pepohonan. pohon ek serta hornbeam. nun jauh di Terayama. diperintahkannya a gar kecepatan perjalanan ditingkatkan: mereka bangun sebelum matahari terbit dan berkuda di ba wah cahaya bulan. mengira masih bermimpi: ia melihat sekilas. kini terasa lagi. Mimpi-mimpi Takeo menggam barkan benang putus dan peti mati kosong. dan terbangun dengan seruan salah satu pengawal. Hutan semakin lebat di sekitar jalur itu.

Kulitnya tergores di mana-mana. "Kaisar pasti merasa ter hina karena hewan ini kabur. leher panjangnya membungkuk." "Sudah terlambat. "Haruskah kita meneruskan perjalanan dengan membawa kirin? Atau haruskah kita mengirim semacam ganti rugi ke Miyako?" Sejenak Takeo berhent i bicara. Tenba meringkik pelan melihatnya. Hewan itu menunjukkan semua tanda gembira karena berada di antara mereka: menggosokkan hidungnya pada Shigeko. ketakutan dalam kesendiriann ya. "Apa artinya ini?" tanya Takeo pada Gemba setelah hewan itu diberi makan dan per intah dikeluarkan agar perjalanan segera dilanjutkan. me mastikan agar kirin senang. tubuhnya terasa kaku dan pegal.Hewan itu berdiri di samping Tenba. kita tak bisa menyerahkannya pada Kaisar dalam kondisiseperti ini. Hiroshi yang tidur tidak jauh dar inya sudah lebih dulu berdiri." sahut Hiroshi setuju. kemudian mulai membasuh dar ah kering di badannya. "Ya. biarkan aku yang mengembalikannya. langkah panjangnya yang canggung. kakinya meregan g keluar. Pemuda itu pergi ke mata air. "Itulah yang kutakut¬kan. bagian belakang k aki kirinya tidak apa-apa. lututnya berdarah. kepalanya dekat dengan kuda-kuda. Takeo berdiri." lanjutnya dengan suara pelan. kakinya meregang keluar. mengisi ember dengan air dan membiarkan kirin minum. Seruannya membangunkan yang lain." sahuinya. "Lihatlah. "Bagaimana hewan ini bisa kabur? Apakah mereka melepasnya?" Shigeko menjawab. tanda putihnya berkilau menakutkan ditimpa cah aya keabuabuan. kirin memang disambut sebagai pertanda restu dari Surga. Ayah. seolah hewan itu berjuang melepaskan diri. "Kin . "Apa artinya ini?" tanya Takeo dengan gempar." tutur Gemba. Dibayangkannya hewan itu lari meli ntasi daerah yang tidak dikenalnya. Seharusnya kita tinggal lebih lama. "Kirin kembali?" pekiknya. menatap putrinya selagi menenangkan dan membelai kirin. serta menjilati tangan Hiroshi dengan lidah abu-abu panjangnya. leher panjangnya membungkuk. Kulitnya mengkerut dan gemetar tapi tetap berdiri tenang. kepalanya dekat dengan kuda-kuda. tanda putihnya berkilau menakutkan ditimpa cah aya keabuewan itu berdiri di samping Tenba. dan di lehernya ada bekas luka gesekan tali." "Dia takkan sanggup bertahan dalam perjalanan. dan seketika itu juga kirin dikerumuni.

penyerahan Jato.i hewan itu menunjukkan kalau dia lebih memilihmu ketimbang Paduka Yang Mulia." sahut Gemba tenang. Mustahil bisa diramalkan atau mencegah semuanya." "Apa yang harus kulakukan?" "Bersiap untuk berperang. Sudah kuk atakan sebelumnya bahwa ada yang tidak beres. Aku berusaha mempertahankan keseimbangann ya. "Apakah telah terjadi ses uatu pada kedua putriku?" Dihelanya napas dalam-dalam." "Kau tahu segalanya hasil pertandingan. Pasti akan di anggap sebagai peng-hinaan yang luar biasa." Diulurkan tangannya dan me¬nepuk bahu Takeo." Halaman 270 dari 600 . dengan cara yang sama Shigeko menepuk kirin." sahut Gemba. Yan g kutahu hanyalah sesuatu yang menahan jaring yang rapuh telah terputus. "Peristiwa keji seperti kematian Taku telah melepaskan semua rangka ian peristiwa: ini pasti salah satunya. Tidakkah ka u tahu yang satu ini?" "Segala sesuatu ada sebab dan akibat. kurasa. "Atau mencabut nyawamu se ndiri. bila kau pikir itu lebih baik. "Maaf. namun keseimbangannya terputus." Takeo menatapnya. "Istriku?" "Aku tak bisa mengatakan rincian semacam itu. kemenanganku. Aku bukan penyihir atau dukun. tidak sanggup memahami kata-katanya.

Tak lama kemudian kuda-kuda dalam barisan menaik-kan kepala dan meringkik." Takeo tidak peduli jika si bangsawan tersinggung. "Aku harus meminta Anda menunda perjalanan. beri aku waktu untuk menyampaikan pesan Lord Saga . dan pe nunggangnya adalah Lord Kono. "Lord Otori.Mulut Takeo terasa kering karena rasa takut. dan pada saat itu pula." ujarnya. Kami akan berada di seberang perbatasan pada tengah hari nanti. perhatian ku pada Anda tulus dari lubuk hatiku. "Lord Otori. "Ada yang berkuda ke arah kita. seperti saat pertandingan. "Bisakah diperbaiki?" lut Takeo ter asa kering karena rasa takut. Ia percaya tak ada sat u hal pun yang bisa memperbaiki posisinya sekarang ini. "Mari bicara berdua saja. Tak eo mendengar derap langkah kuda dari kejauhan. Kami baru saja hendak melanjutkan perjalanan. di atas hiruk pikuk persiapan. dan kuda yang tengah berjalan menghampi ri meringkik balik selagi berjalan dengan santai di sekitar kelokan jalur dan mulai kelihatan . "Bisakah diperbaiki?" Gemba tidak menjawab. Ternyata itu salah satu kuda Maruyama pemberian Shigeko kepada Lord Saga. Selama b erbulanbulan ia telah berusaha keras untuk bersabar dan mengendalikan diri." desak Kono. Kono berjalan menjauh menuju pohon cedar yang sudah tumb ang hingga . Takeo bisa merasakan kemarahannya memuncak di balik matanya. Kini dilihatnya k alau semua upayanya akan hancur oleh kejadian yang tak ber¬aturan. "Kurasa aku tak bisa menawarkan banyak untuk menyegark an diri. aku tahu Anda meng¬anggapku sebagai musuh. rasa suka kirin yang tidak terkendali pada kawannya ketimbang dengan orang asing. laki-laki itu kelihatan kuat dan trampil. tapi percayalah. Mari. Hiroshi berlari ke depan untuk mengambil tali kekang sewaktu bangsawan itu meng¬he ntikan kudanya." "Lord Kono. aku senang berhasil menyusul Anda." Kegelisahannya telah berubah men¬jadi kemarahan." Tanpa menunggu jawaban. Penampilannya yang tidak ber tenaga sirna sudah." balas Takeo. Kono melompat turun dari punggung kudanya." "Kurasa tidak ada yang perlu dibicarakan saat ini.

Kemudian dia kabur." Kono berhenti sejenak. Kerabat Kaisar itu duduk dan memberi isyarat agar Takeo bergabung dengannya. Kekuatan telah di himpun. Tepian pegunungan tam pak hitam pekat ber¬lawanan dengan langit yang berkilauan. Kaisar cukup gembira dengan hadiah-hadiah pemberian Anda. Tadinya Kaisar berharap bisa lebih mengenal Anda A nda membuat Kaisar ter¬kesan. Lord Saga berada hampir tid ak sampai sehari menunggang kuda di belakangku. peng¬hinaan ini tak bisa diabaikan.seolah menyediakan tempat duduk yang alami. Kemenangan dari kunjungan Anda agak mer edup dengan kepergian Anda yang lebih awal. Tetap saja. dan segera berbalik arah. bahwa restu Surga berpindah. pasukan khususnya senantiasa siaga. semua upaya kami untuk me nangkapnya gagal. tapi hewan itu ketakutan. bukannya Kaisar dan Lord Saga. Kami mengejarnya. dan tidak mau makan selama tiga hari. "Kuberi waktu sampai matahari menyinari puncak gunung. ber¬lukiskan warna keemasan. bahwa ternyata Lord Otori-lah yang didukung Surga. Takeo melihat sekilas ke timur. Aku diperintahkan menyampai¬kan bahwa bila An da Halaman 271 dari 600 . Aku bertem u Lord Saga saat beliau meninggalkan Sanda. Suasana ibukota berubah dari gembira bah wa Kaisar direstui Surga menjadi ejekan. "Tentu saja. dan mereka sudah siap untuk kemungki nan semacam ini. "Ijinkan aku ceritakan apa yang terjadi. terutama hewan ini." ujar Takeo. Kaisar kemudian khawatir melihat kirin yang kian gelisah setelah kepe rgian Anda. tapi tentu saja. Kaisar mengunjungi¬nya setiap hari. dan akhirnya dia berhasil lolos. Pasukan Anda kalah banyak dengannya.

Kono menghentakkan kaki di bagian samping kuda itu. dan agak melawan. mestinya kau menantangku secara langsung. "Kita akan berjumpa dalam per¬tempuran. Mungkin kau merasa dengan cara tertentu akan dapat me mbalaskan dendam atas kematian ayahmu." u jar Kono.. tapi menyesali keputusan Anda." "Bukankah sejak awal dia telah meren¬canakan akan seperti ini jadinya?" sahut Take o. Kuda itu enggan mening¬galkan kawan-kawannya. Kau telah menghina dan menipuk u. "Saat itu tipuan dan ilmu sihir takkan bisa menyelamatkan Anda!" Kono berdiri. Jika kau memang memiliki kehormatan atau keberanian sejati . Dua pengawal terdekat menarik pedang. Kau ular bermuka dua yang hebat. Anda dan keluarga Anda akan dihukum mati kecuali Lady Maruya ma. "Anda harus tahu betapa aku mengagumi Anda. tidak berusaha mengendalikan amarahnya. "Biarkan dia mengejarku: dia akan kaget atas y ang akan menantinya. Anda dan keluarga Anda akan dihukum mati kecuali Lady Maruya ma. dan Takeo tahu semu a orang berharap ia memberi perintah untuk membunuh Kono.tidak kembali bersamaku dan meminta maaf pada Kaisar: maka Anda harus bunuh diri a ku khawatir pilihan untuk mengasingkan diri sudah tidak ada lagi Saga akan memburu Anda. Ia berharap melakukannya sendi ri." Takeo memotong perkataannya. bawahanku dan adik iparku. ingin .." sahutnya. yang Lord Saga harap bisa dinikahinya." idak kembali bersamaku dan meminta maaf pada Kaisar: maka Anda harus bunuh diri ak u khawatir pilihan untuk mengasingkan diri sudah tidak ada lagi Saga akan memburu Anda. dan m erebut Tiga Negara dengan paksa. yang Lord Saga harap bisa dinikahinya. sesuatu untuk melampiaskan kemarahannya. melompat ke atas punggungnya lalu menarik tali kekang dengan kasar untuk memalingkan kepala kudan ya. "Kau sering menyanjungku. ketimbang diam-diam bersekongkol dengan Lord Arai.. tapi kurasa kau berniat j ahat padaku dan berusaha melemah¬kan diriku." Wajah Kono yang sudah pucat makin pucat. kuda itu bereaksi dengan melompat dan menendang. melemparkan b angsawan itu yang terjatuh dengan memalukan ke tanah." "Aku tidak bisa mengatakan kalau aku terkejut. dan m erebut Tiga Negara dengan paksa. dan tanpa membungkuk hormat berjalan ke arah kudanya. Keadaan menjadi sunyi.

ambil kuda Lord Kono dan bantu dia. dan melihat wajah putrinya tercengang. serta mengingkari semua janjinya pada kita." tuturnya. "Ayah bisa menye¬lamatkanmu dan kirin hanya dengan cara menye rahkan diri pada Lord Saga. lalu berpaling agar tak lebih mempermalukan bangsawan itu. Takeo ber paling ke arah Hiroshi dan berkata. Besok mungkin ia akan melihat putrinya be rtarung mempertahankan diri." sahut Takeo." "Hewan itu harus bisa mengikuti kita bila tidak maka lebih baik dibunuh sekarang juga. da n hadiahhadiah mewah dari Kaisar dan Lord Saga yang mereka bawa. "Mereka berdua akan saling memberi seman gat. seraya berpikir kalau putrinya akan lebih aman di sana ketimbang berada di belakang." "Kita tidak bisa lakukan itu. namun putrinya itu belum pernah membunuh satu makhluk hidup pun." ujarnya." sahut Shigeko tanpa ragu. "Kirim Sakai pergi untuk memberitahu Kahei dan perintahkan dia bersiap untuk berperang. Ayah akan bunuh diri. Tapi sesuatu mencegahnya untuk melakukan i tu. "Dia kelelahan. "Hiroshi. Halaman 272 dari 600 . rencana jaha t dan pengkhianatan yang mengepung dirinya. dan menyuruhnya berjalan di depan bersama Gemba." "Maka tunggangilah Tenba. Kita harus berhasil menyeberangi jalur sempit secepat mungkin. bagaimana dengan kirin?" tanya Shigeko. "Saga telah menipu dan mengancam kita. Dia takkan sanggu p mengikuti kita. kau akan menikah dengannya. Para pengawal menurunkan pedang lalu menya¬rungkannya kembali. Kemudian muncul masalah apa yang harus dilakukan dengan kuda beban. "Shigeko. dan kita masih bisa menghindari pe-perangan." "Ayah. Ashige." Sebagai gantinya. Takeo mengambil kuda Shigeko. Takeo sadar. Saat didengarnya derap langkah kaki makin menjauh menyusuri jalan itu. Akan kupastikan kirin tidak tertingg al.menghukum orang yang berada di bawah kakinya atas semua penghinaan." sahutnya.

Takeo memerintahkan agar bal-bal dan keranjang ditinggalkan di dekat kuil batu kecil d i tepi mata air." "Kini kirin sudah menjadi perlambang. Tapi apakah kini perbatasan itu tidak dij aga? Andai aku menjadi Saga." aku Takeo. bukan makhluk dalam dongeng. Ia berpikir betapa Kaede sangat senang atas itu semua. bersenjatakan panah dan senjata api. akan kututup semua rute yang bisa kau lalui sebelum kau meninggalk an ibukota. "Semua benda itu adalah sesaji untuk dewa gunung." sahut Hiroshi. "Aku memanjat pohon dan melihat ke belakang ke arah Timur. "Dengan teropong aku melihat pasukan Saga dari kejauhan. Apa artinya restu dari Surga? Kita tahu kalau kirin hanyalah hewan biasa. "Meski aku tidak percaya dewa mana pun bisa menolong kita saat ini. ." "Butuh berapa lama hingga dia bisa sampai di sana?" tanya Takeo." "Kini bukan saatnya untuk bicara filsafat! Sebaiknya kita bicarakan tentang renc ana pertempuran. Hewan itu kabur karena merindukan kawannya. Tandu pun ditinggalkannya.Kuda-kuda itu tidak bisa mengimbangi jalan kuda lainnya merasa kalau Kaisar sudah terlanjur tersinggung dan tak bisa uda-kuda itu tidak bisa mengimbangi jalan kuda lainnya merasa kalau Kaisar sudah t erlanjur tersinggung dan tak bisa ditebus dengan apa pun." tutur Sakai. tapi tidak melihat ada ja lan keluar lain. sedang mengejar kita. Aku suruh Kitayama mengitari tempat itu bila orang lain bisa melewatinya. bahkan baju zirah berhias indah pemberian Lord Saga. aku sudah memikirkannya sejak kita melewati jalan ini: perbatasan di depan kita dapat digunakan untuk bertahan meng¬hadapi pasukan Saga. Takeo menyesali kehilangan benda¬benda indah itu: jubah sutra. "Begitulah cara manusia me nghadapi dunia. dan Takeo lebih suka baju zirah miliknya yang diurus oleh Kahei. dan ketakutan mereka dipastikan tak lama kemudian saat Sakai kembali melaporkan bahwa jalur telah dipenuhi pasukan Saga yang bersembunyi di s ela bebatuan dan pepohonan." "Ya. cermin perunggu dan mangk uk berpernis. Baju z irah itu berat dan tidak praktis. Mereka mengibarkan pan ji-panji merah. selagi mereka berkuda menjauh." tuturnya pada Hiroshi. maka dia juga bisa melewati¬n ya tapi dia harus mendaki gunung dan turun di sisi gunung yang satunya lagi sebelum mencapai tempat Lord Miyoshi." "Itu juga terpikir olehku. dan pasukan pertahanan Saga di perbatasan pasti juga sudah melihatnya.

" Takeo terdiam merenung selama beberapa saat. "Ayah hendak memancing musuh kel uar dari persembunyian." "Ayah takkan pergi sendirian. pasukan kita kurang lebih sebanding dengan jumlah pasukan musuh." ujar Hiroshi. "Ayah harus meminta kuda itu kembali. "Saat itulah kita bisa menembak mereka satu demi satu Anda dan Lady Shigeko harus berkuda denga n kecepatan penuh sementara kami melindungi kalian."Beruntung bila dia bisa sampai sebelum malam. Ia la lu menyusul Shigeko dan Gemba. Kami tak sempat menghitungnya. sewaktu turun dari punggung T enba lalu mengambil tali kekang Ashige dari tangan ayahnya." "Baiklah." "Ada berapa banyak pasukan di perbatasan?" "Lima puluh sampai seratus orang. kan?" tanya Shigeko." "Terlambat untuk memberi kejutan: tapi bisakah kita mengecoh dengan mengitari me reka?" tanya Takeo." sahut Hiro shi. "Satu-satunya harapan kita adalah meng¬giring mereka ke lahan terbuka. "Tapi mereka memiliki semua keuntungan dari tanah datar." ujarnya. kemudian menyuruh Sakai pergi lebih dulu bersama pengawal lainnya untuk ber¬henti tepat di depan perbatasan lalu bersembunyi. Halaman 273 dari 600 .

Ayah jangan pergi tanpa membawanya. Tenb a mengayunkan kepala ke arah gadis itu." "Kami akan berusaha melumpuhkan mereka ketimbang membunuh mereka. hingga terlalu berat bagi Shigeko untuk membawan ya." "Kau bersenjata?" . "Jangan khawatir. Takeo mengikatkan tali sutra kirin ke tali leher Tenba dan sebelum menaiki kuda. adik Sada. gadis Muto. Sewaktu menunggang kuda menjauh dari pasukan bersama kirin. lalu memalingkan pelananya untuk memerintahkan siapa pun itu agar kembali ke pasukan. Ada bingkai k husus yang sengaja dibuat pada pedang itu. Takeo berhenti sejenak lalu gadis itu berjalan menghampiri ke samping kuda. mendongak sesaat dan melihat awan tebal yang mengandung kilat menumpuk di arah B arat. atau bahkan membica rakannya. Saat itu kira-kira tengah hari dan cuaca sangat panas." ujarnya. Tenba mengibaskan kepala menghalau kerumunan serangga kecil yang meng¬gigitinya." sahutnya. Takeo meraih tali kekang Tenba den gan tangan kiri. "Tapi takkan ada yang melih at Ayah."Ayah akan pergi bersama Tenba dan kirin. berdoa dalam hati bagi keselamatan put rinya. pedang itu sudah di punggung Tenba." "Ayah harus ambil Jato kembali. "Ijinkan aku pergi bersama Anda." Takeo mengambil pedang itu dari putrinya dengan rasa terima kasih. "Tak ada yang bisa menyakiti Ayah. "Tapi takkan ada y ang melihat Ayah. Ia telah memerintahkan bahwa dia harus pergi sendiri." Ayah akan pergi bersama Tenba dan kirin. bukan perlombaan. Takeo menyadari ada seseorang yang berjalan kaki mengikutinya." sahutnya sera ya melirik ke arah Gemba yang duduk diam tanpa ekspresi di punggung kuda hitamnya. tepat di depan pelana." tutur Takeo. dipeluknya Shigeko." sahutnya. ingin putrinya siap untuk peperangan yang haus darah. Pedang itu masih disarungi denga n kain upacaranya dan kelihatan luar biasa." Takeo jarang memperlihatkan kemampu¬an Tribe-nya pada Shigeko. "Ini akan menjadi pertempuran yang sebenarnya. Tapi kau harus me nyiapkan panahmu dan bersiap untuk menembak mati. "Lord Otori!" Ternyata itu Mai. "Mungkin aku bisa membantu. "Mungkin kelak kau tak punya pilihan. Dilihatnya tatapan ragu putrinya yang kemudian dengan cepat dikendalikannya." ujarnya. dan kini pun ia tak ingin menjelaskannya.

" Mai tersenyum tipis. Lord Otori berencana meng¬gunakan kemampuan menghilang?" Takeo mengangguk. Jangan menyerang dulu sampai m ereka berada di daratan terbuka dan Sugita memerintahkan tembakan pertama. da n garotte. "Aku juga bisa menggunakannya. tapi tepat di depan perbatasan. pikir¬nya dengan perasaan sedih saat didesaknya Tenba agar berjalan lagi. Jalanan itu makin curam dan berbatu. Apakah Anda bermaksud memaksa musuh menampakkan d iri agar para pangawal bisa menyerang mereka?" "Mereka akan melihat seekor kuda perang dan kirin berjalan sendiri. Mereka pasti terbuai dengan kecerobohannya sendiri. Setiap nyawa yang kuhabisi akan mem¬bala skan dendam kakakku. jalannya ag ak menanjak dan melebar. lalu membiarkan kemampuan menghilang menyelimuti diri¬nya. Berlindung di sisi mana pun yang kelihatannya hanya ada sedikit musuh. Matahari masih tinggi di langit. Makin mereka kebingungan. makin ba gus. "Aku juga punya pisau lempar. "Terima kasih." Kini aku yang memulai peperangan.Mai menarik sebilah belati dari balik jubahnya. tuan. tapi sudah mulai tenggelam di ufuk bar at. dan bunuh musuh sebanyak-banyaknya semampumu. Kuharap kein gintahuan dan keserakahan akan meng¬giring mereka menghampirinya. dan bayangHalaman 274 dari 600 .

tinggi dan asing. bunyi ketukan senjata api yang tengah diisi bubuk mesiu. dan terdengar g emuruh halilintar yang membuat Tenba mengibaskan kepala dan gemetar. bijih besi yang ma mpu mengoyak daging dan tulang. d engan surai dan ekor berkilau sama terangnya dengan pelana. Di kedua sisi jajaran pegunungan. kirin berjalan dengan tenang dan a nggun seperti biasa. Takeo berusaha menjaga keseimbangan tubuhnya selagi gerakan mendadak itu menarik tubuh nya ke kanan dan ke kiri. muncul dari hutan leba t. tapi kini rasa takut yang nyar is tak disadarinya muncul. Dikejauhan Takeo mendengar desingan layang-layang dan kepakan sayap burung. serta kirin. terlebih lagi. dan terdengar g emuruh halilintar yang membuat Tenba mengibaskan kepala dan gemetar. karena akulah yang mengenalkan serta mengembangkan benda itu. Bila aku harus mati. Sesaat darahnya membeku. kini berselimut awan. bila aku mati akibat senjata api. ia sudah sering bersentuhan den gan kematian hingga tidak membuatnya takut. dan bahkan lebih mengancam lagi. Ia tak ingat pernah menggunakan kemampuan menghilang saat menunggang kuda. ter¬bentang Tiga Negara. muncul dari hutan lebat . ijinkan aku mati oleh pedang. pedang di samping pelana. Saat memasuki lembah. ia me mbiasakan diri untuk memisah kan ketrampilan ksatria dari kemampuan Tribe. atau legenda yang menjadi kenyataan? Kuda hitam. Apakah pemandangan itu mimpi. keri at-keriut pepohonan tua. Ia ing in tahu apa yang ada dalam pikiran prajurit yang tengah me¬mandangi kuda dan kirin berjalan melewat i lembah. helaan busur. kirin berjalan dengan tenang dan a nggun seperti ayang mulai memanjang. gemerisik pelan orang berpindah tempat. dengan leher panjang serta kulit yang bercorak aneh. Tak ingin terjatuh seperti Kono atau pun kehilangan kemampuan meng¬hi langnya karena . maka itu hanya untuk keadilan . ter¬bentang Tiga Negara. Petir berkilatan di kejauhan. Takeo tidak takut mati. kini berselimut awan. Di kedua sisi jajaran pegunungan. pada peluru yang bisa membunuh dari jauh.bayang mulai memanjang. dan gemericik air. terdengar oleh¬nya suara b erbisik. Dibiarkannya tali kekang kuda meng gantung dan mengangkat kakinya dari sanggurdi agar tidak kelihatan ada penunggangnya. Terdengar olehnya desingan sebatang anak panah: Tenba juga mendengarnya dan terk ejut. Petir berkilatan di kejauhan. ia berdoa saat halilintar bergemuruh lagi. ia sudah yakin kalau tak seorang p un yang bisa membunuhnya sampai putranya sanggup melakukannya.

dan mempercepat langkahnya sampai akhirnya melangkah santai dan pelan lagi. hanya sekadar menguji reaksi alami mereka. bersyukur atas reaksi kuda itu seperti yang diharap¬kannya. mereka berlomba-lomba menjadi orang pertam a yang memegang tali kekang kuda perang itu untuk menyatakan menjadi milik¬nya. Anak pan ah itu tidak dibidik langsung ke arah hewan hewan itu. dari arah se latan. Langkah Tenba mulai berderap dan kirin mulai berlari dengan lompatan naik turun di sebel ahnya. Tenba mendengus. Hal ini membuat lebih banyak lagi pasukan bermunculan dan berlarian lebih cepat. Kirin pun mengik uti dengan patuh. Di depan. Anak panah itu berjatuhan ke tanah sejauh beberapa langkah di depannya. Tenba menegak¬k an telinga dan memutamya ke arah suara tadi. bermunculan ersembunyian mereka lalu berlarian ke permukaan lembah. Terdengar teriakan di sebelah kanannya. Mereka tidak bersenjata a mudah untuk mengepung dan lebih leluasa: mereka berharap bisa menyergap cepat. tapi mereka mengesampingkan dari tempat p berat sehingg Sebagian besa senjata ini. dan beberapa senjata api. Anggota pasukan mulai menampakkan diri satu demi satu. r mereka bersenjatakan busur panah. Dipelankan napasnya dan membiarkan tubuhnya mengikuti geraka n kuda seakan mereka adalah satu makhluk. Kini teriakan terdengar di mana-mana. bisa dilihatnya tanah datar di bawahnya tempat pasukan Kahei menunggu. Takeo m erasakan tanah mulai curam: mereka telah melewati titik tertinggi lembah. Satu orang lagi menjawab teriakannya. berusaha menghalangi agar kedua hewan itu jangan ke ujung lembah. Takeo membiarkan Tenba ber gerak dengan cepat dan ringan. memaksanya maju. dari sebelah utara lembah. panik karena mereka seperti sekawanan serigala. lima atau Halaman 275 dari 600 . Kemudian ia menekan kedua kaki agak di samping perut kuda itu.kurang konsentrasi.

pasukan itu menyadari kalau itu jebakan dan mulai berlarian kembali u ntuk berlindung di antara bebatuan. Desingan mengerikan anak panah me¬menuhi udara. meliuk bak kuda jantan tengah menggiring kuda betina. atau kemahiran para pemanahnya memang luar biasa. lalu ia menebas tali yang mengikat kirin ke kuda itu. memasukkan kakinya. membuat mereka yang berada di belakangnya cukup lama merasa ragu untuk lari ke luncuran anak panah selanjutnya. Pasukan berkuda muncul di depannya. l angkah panjang kirin membuatnya seperti melayang di atas tanah. Takeo meraba¬raba s anggurdi. menghantam prajur it berkuda hingga jatuh dari pelana. Tenba berderap . tangan kiri mengambil alih peran tangan k anannya yang cacat. Satu prajurit segera tumbang. menguatkan diri lalu menarik Jato dengan tangan kiri. l angkah panjang kirin membuatnya seperti melayang di atas tanah. Di belakangnya terdengar dentuman langkah kuda selagi pasukannya Hiroshi ber¬hamburan memasuki lembah. pedang terhunus di tangan. Ia mem biarkan dirinya terlihat di waktu yang sama ketika mengayunkan pedang ke kiri. menyeringai. Baik Tenba maupun kirin berada tepat di luar ja ngkauan. Terlambat. karena tak satu pun mengenai kedua hewan itu. bersiap menggigit. Takeo mendengar sebatang anak p anah berdesing melewati dirinya. dan melihat prajurit pertama terjatuh. meliuk bak kuda jantan tengah menggiring kuda betina. dan melihat prajurit pertama terjatuh. Tenba ber derap. bersiap menggigit. sebilah pisau berbentuk bintang m enancap di matanya. seolah bergerak atas kehen daknya sendiri. Dilupakannya usia dan cacat tangannya. mungkin mengingat untuk apa dia dilahirkan. Kirin berla ri dengan canggung ke depan sementara Tenba. Ia menyadari Hiroshi yang datang bergabung dengannya. orang pasukan berkuda muncul dari celah antara tebing yang curam. melambatkan l angkah dan berputar untuk menghadapi prajurit berkuda lain yang kini mengepung Takeo. Jato melompat seperti yang biasa dilakukannya. menyeringai. bak kepakan sayap. Ia menghempaskan berat badannya ke belakang saat berusaha mel ambatkan gerakan Tenba. anak panah menembus dad anya. anak panah menembus dad anya. Di belakangnya terdengar dentuman langkah kuda selagi pasukannya Hiroshi ber¬hamburan memasuki lembah. Kuda tunggangan Hiroshi ya ng berkulit abuabu . Takeo mendengar sebatang anak p anah berdesing melewati dirinya.enam orang pasukan berkuda muncul dari celah antara tebing yang curam.

"Aku mem¬bunuh tiga orang dan melukai dua orang." Dapat dirasakannya debar jantung Mai berpacu cepat menempel di punggungnya. Takeo mengulurkan tangan lalu menga yunkan gadis itu naik di belakangnya." Tadi hanyalah pertempuran kecil. biarkan mereka pergi. sepertinya. dan prajurit pejalan kaki juga kabur. mencari perlin¬dungan di sela bebatuan dan pepohonan. dan tersenyum dalam hati selagi mereka berj alan melewatinya dan mulai berjalan menurun. lalu mengara hkan Tenba menghampiri saat gadis itu menampakkan diri.pucat memerah karena darah. Lima orang tewas. Takeo bersedih bagi mereka yang tewas. Shigeko aman." perintahnya pada Hiroshi. "Apakah kita akan kejar mereka?" scru Hiroshi. "Tidak." Kemudian Takeo berteriak lantang. sambil mengatur napas. setidaknya untuk hari ini. pikir Takeo saat mengembalikan Jato ke sarung d an akal warasnya mulai kembali. "Kau terluka?" serunya sambil menengok ke belakang. kesemuanya telah ia kenal selama Halaman 276 dari 600 ." teriak Mai balik. arom a keringat Mai mengingatkan Takeo kalau sudah berbulan-bulan sejak ia tidur dengan istrinya. Bentrokan m ereda dan sadar kalau pasukan berkuda musuh yang terakhir tengah ber¬usaha menyelamatkan diri. Per¬tempuran besar akan terjadi nanti. Lalu sekumpulan prajurit datang mengelilinginya: Shi geko dan Gemba dengan busur ter-sandang di punggung dan pedang di tangan. "Jan gan tinggalkan satu orang pun. "Kumpulkan prajurit kita yang terluka dan tewas. Jangan ditunda. Kita sudah berada di Tiga Negara. "Mai! Mai!" Dilihatnya kedipan sosok dengan kemampuan menghilang di sisi utara. "Jangan. Be tapa ia sangat merindukan Kaede: istrinya memenuhi pikirannya saat mengamati lembah untuk melih at prajurit nya yang selamat dan mengumpulkan sisa¬sisanya. Kita akan bergabung dengan Kahei malam ini." serunya kepada mereka. mung kin enam orang terluka. "Maju terus. mem¬belokkan Keri. Saga pasti sudah dekat di belakang.

" Hal itu membuat Takeo lebih tertekan lagi. Dan dia harus kelihatan seperti penyerang." "T idak ada kabar dari istriku?" "Tidak ada kabar sejak bulan ketiga. dan bertekad memakamkan mereka dengan penghormatan yang tinggi di kampung halaman mereka di Tiga Negara. tempat dice ritakannya semua yang telah terjadi pada sang komandan. akan kita biarkan terbuka. Mungkin saat itu Kaede memang belum mendengar kabar itu. Pasukan Saga yang tewas ditinggalkannya di lembah . tidak bersusah payah menebas kepala mereka atau mengurus yang terluka. karena ia mengharapkan surat dari ist rinya. tempat Takeo bisa melihat putrinya bersama kirin. Kita tidak bisa tinggal di sini dan me nahannya dengan tidak jelas. Hiroshi membawa kuda ke dalam barisan. dan dia juga tidak menyebutkan tentang beri ta duka ini. serta membicarakan rencana untuk keesokan hari nya. ke hilangan semangat dan kebingungan. "Setidaknya kita tahu Saga tak bisa datang lewat jalan lain. dan entah bagaimana terlihat agak kurus. ia pergi bersama jurutulis itu ke tenda Kahei. Kau sudah mendengar tentang kematian Taku?" "Aku sudah mendengar desas-desus. rtahun¬tahun. dan bertekad memakamkan mereka dengan penghormatan yang tinggi di ka mpung halaman mereka di Tiga Negara. Kita harap Saga mengira kita sedang kabur." tutur Takeo. tidak bersusah payah menebas kepala mereka atau mengurus yang terluka. Suasana hatinya murung saat memberi salam pada Kahei di tanah lapang di bawah. Pasukan Saga yang tewas ditinggalkannya di lembah . Saga akan berad a di tempat ini esok hari. begitu pula dengan kabar tentang kesehatannya juga si . bukan menentang Saga atau Kaisar." "Kita akan segera kirim pasukan untuk mempertahankannya. lalu entah di hari yang sama atau keesokan harinya mereka akan be rtemu dalam per¬tempuran. "Dia harus melewati jalur sempit itu. L ega melihat Minoru tidak terluka. Kita sedang memperta hankan Tiga Negara." sera Kahei.bertahun¬tahun. Wajah putrinya pucat. hatinya terasa pedih melihat pen deritaan putrinya. "Tidak. tapi kami tidak ada kabar resmi dari Hagi. lalu entah di hari yang sama atau keesokan harinya mereka akan be rtemu dalam per¬tempuran. dengan berita tentang situasi Negara Tengah dan wilayah Barat. Kita haras mengalahkannya dengan telak dan membawa kembali pasukan ke wilayah Barat untuk menghadapi Zenko. Saga akan berad a di tempat ini esok hari.

memikirkan rumah mereka nun jauh di sana da n anak-anak mereka." sahut Kahei. maka kita kehilangan keuntungan terbesar kita." ujar Takeo. jelas terpisah dari hiruk pikuk kemah di sekitamya." sera Kahei." Kahei sudah mengatur pasukan dalam formasi tempur: kekuatan utama di sisi barat tanah datar. Bulan putih semakin mendekati purnama. "Aku belum mendapat kabar dari istriku. Aku akan berjaga sementara kau dan pen¬dampingmu tid ur. nam un awan gelap berarak tidak beraturan." ujarnya. tapi tidak ada kabar dari Negara Tengah. " Kau sudah bertempur satu kali hari ini. "Mungkin adikmu bisa terus menunda turunnya hujan." Takeo berjalan bersamanya di bawah cahaya rembulan untuk menginspeksi posisi. begitu pula dengan pasukan pemanah tambahan. "Jika terlalu basah untuk menggunakan se njata api. penjaga juga membawakan obor ilalang. "Hujan atau tidak. Gemba duduk di bawah sebatang pohon runjung kecil. "Mari ku tunjukkan pasukan kita. dan bagian samping di se¬panjang tepi utara terlindungi oleh barisan bukit yang menonj ol. kita harus bersiap menyambut serangan mereka. berusaha membang kitkan semangat dirinya dan juga Kahei. "Kita menghadapi cuaca buruk. membuang kekhawatirannya dengan cara yang biasa. dan kilat menyala di langit barat. di dekat kolam yang menyediakan air buat mereka: matanya te rpejam. Di sini ditempatkan-nya para prajurit bersenjata api. dengan kegiatan fisik." Kedua laki-laki itu terdiam sejenak.bayi. kami pernah mendapat pesan dari Inuyama." Halaman 277 dari 600 . "Baiklah. orang bilang kalau kabar buruk tersebar lebih cepat ketimbang kabar ba ik.

Gemba men gambil rumput kering dan air. la langsung tertidur. namu n kaki¬nya tidak cocok dengan permukaan tanah yang berbatu. Ruangan itu meledak terbakar. Kaede ditunangkan dengan Shigeru sekaligus t elah menjadi istrinya. bau terbakar menyesak¬kan cuping hidungnya. Kahei mengatur agar ia bis a nyaman: Takeo mandi dengan air dingin. Takeo terbangun. namun di depannya nampak sosok manusia dan kuda yang tidak dikenalnya. arena sudah berada di perkemahan sejak bulan kelima. hujan sudah me¬merciki tenda. tapi Gemba menghalau mereka. makan sedikit. Shigeko dan Gemba menemukannya di sana. cahaya terangnya yang mengeri¬kan. makan sedikit.Karena sudah berada di perkemahan sejak bulan kelima. Dilihatnya lentera berkelap-kelip di antara mereka berdua saat Kaede menatap tangannya lalu menaikkan pandangan ke wajah. kilat menghanguskan per¬kemahan. dan memimpikan Kaede. Ke nji. la langsung tertidur. dan memimpikan Kaede. api melahap tubuh Shigeru. wajahnya masih mulus tanpa kerutan. Dia mengatakan bahwa Kahei harus diberitahu lebih dulu. Saat dirasakannya bentuk tubuh Kaede yang amat disayanginya dalam pelukannya. tanpa goresan bekas luka di leher. dan bahwa Lord O . Mereka berada di penginapan di Tsuwano. kemudian meregangkan badan di bawah lipa tan sutra tenda. Keributan di belakangnya membuatnya panik. Kahei mengatur agar ia bisa nyaman: Takeo mandi dengan air dingin. halilintar memec ah langit. Shigeko d iam tanpa bicara saat melepas pelana Ashige.. hewan itu menunggu dengan kesabaran dan ke¬patuhannya yang biasa. diserahkannya hadiah pertunangan kepada Kaede. Dalam mimpinya. lalu membawanya ke perkemahan. mengencangkan tali di barisan kuda. berjalan terpincang-pincang. Sadar kalau orang dan kuda yang sayang p adanya masih di belakang. Naomi. dan segera saja langkahnya melambat. Mereka dikelilingi prajurit dari per¬kemahan yang ingin mengetahui tentang pertaru ngan tadi. dan malam itu adalah malam pertunangan K aede dengan Shigeru.* Setelah Takeo memotong tali pengikat. Dilihatnya Kaede saat berusia lima belas tahun. kemudian meregangkan badan di bawah lipa tan sutra tenda. rambut tebalnya hitam te rgerai. dan di saat yang bersam aan meraih tubuh Kaede dan menariknya ke arahnya.. kirin terus berlari melintasi lembah. te rdengar olehnya gemeletak api dan menyadari kalau gerakannya yang tergesa¬gesa menghantam lentera hingga jatuh.

Hiroshi yang p ertama turun dari kuda dan mengulurkan kedua tangannya untuk mengangkat gadis itu turun dari pungg ung Tenba. Si gadis Muto. di belak ang ayahnya dan Hiroshi di samping¬nya. membuat figurnya kelihatan maskulin. dan Tenba di sebelah kirin. Hiroshi mengambil tali kekang kedua k uda itu. Hiroshi melihat ke arahnya dan Shigeko melihat ekspresi laki-laki yang sangat dikenalnya. Setelah itu Takeo turun dan menyapa Kahei. kejam. Sesaat ia merasa mereka berdua seperti orang yang berb eda: berlumuran darah. Aku mencintainya. pikir Shigeko. Keri. Perasaan itu menodai ras a lega karena temyata ayahnya dan Hiroshi tidak terluka. di samping Ashige. Tenba mencium bau kirin dan meringkik keras. Hiroshi mengucapkan selamat tinggal kepada Mai lalu membawa kedua kuda menuju ba risan kuda. Ekspresi wajah Mai pun sama. Halaman 278 dari 600 . Aku hanya akan menikah dengannya. Shigeko melihat ayahnya berkuda me¬masuki perkemahan. Shigeko berharap ia memiliki pendengaran tajam agar tahu apa yang sedang mereka bicarakan. Mai. kemudian mencaci dirinya sendiri karena merasa cemburu. ekspresi kemarahan sisa pertempuran masih tergambar di wajah mereka.tori ada di belakang mereka. mengikat kuda miliknya. tapi kemudian berdiri sebentar untuk berbicara dengan Mai.

Mere ka tidak tahu apa yang menanti besok. dan memalingkan wajah ke arah kirin untuk menye . tapi biar kusarankan agar Gemba membawa¬mu pergi. Aku merasa gembira saat darah mereka menyembur. Tapi aku merasa telah mengkhianati semua yang telah diajarkan para Gu ru Besar. Namun kini." Dirasakan pipinya merona merah lalu berkata." ujar Shigeko. dan sudah lupa peristiwa mengerikan hari ini." ujar Shigeko. Aku sung guh-sungguh berterima kasih padanya karena membawa kabar tentang kematian Taku. Hiroshi lalu menambahkan." tutur Hiroshi. atau mela kukan semampuku untuk melindungi ayahmu juga dirimu. "Juga Lord Hiroshi." Ia memalingkan wajah. saat hewan-hewan itu makan dan mi num. dan sudah terbiasa."Mereka semua bahagia sekarang. namun aku ingin menyakiti orang-orang itu . Aku ti dak tahu bagaimana lagi cara untuk tetap setia pada ayahmu. aku merasakan penyesalan dan kesedihan.. " "Aku juga tak ingin meninggalkan Ayah. "Aku har us melakukan hal yang sama.." ujar Shigeko." ujar Shigeko. Mere ka tidak tahu apa yang menanti besok. Bidikanku tepat kena sasaran: tak satu pun anak panah yang meleset. Aku tak bisa meninggalkan ayahmu. "Aku dilatih semasa kecil untuk hal ini. dan sudah lupa peristiwa mengerikan hari ini. saat hewan-hewan itu makan dan min um.. mengata¬kan kalau dia perlu menghabiskan waktu seorang diri. "Apa yang kau bicarakan dengan gadis itu tadi?" "Gadis Muto itu? Aku berterima kasih padanya karena membantu kita lagi." ujarnya pelan." sahut Shigeko. dan tidak kuasa menambahka n. Kembalilah ke Inuyama." Mereka semua bahagia sekarang. "Dia pergi untuk menguatkan dirinya dengan Ajaran Houou.. Kau bisa membawa kirin." "Oh! Tentu saja. setelah kejadian itu." Gemba meninggalkan mereka. punya teman. "Besok pasti lebih buruk lag i. Berapa banyak dari mereka yang sudah mati sekarang? " "Aku juga membunuh. "Mereka punya makanan. "Mereka punya makanan. Pertarungan kecil ini tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan pertempuran yang akan terjadi nanti. "Tapi panahku mengena banyak orang. ke tempat bibimu." Setelah berhenti sejenak. "Aku tak tahu apakah hari ini aku telah membunuh. seketika air mata terasa menusuk kelopak matanya. kepada Tiga Negara. Seharusnya kau tidak terlibat. punya teman. Aku tidak ingin menyakiti anjing¬anjing itu. juga karena telah bertempur bersama kita hari ini.

" Hari masih terang. berwama abuabu pucat. Langit di antara tempat perlindungan mereka yang berwarna abu-abu tu a." "Perasaanku padamu jauh melebihi perasaan kakak terhadap adiknya. Kata-kata Hiroshi menghalau kese dihannya. Ia ingin dipeluk pemuda itu." ajak Shigeko. Shigeko tidak tahu bagaimana memulai pembicaraan. "Kita harus melihat medan perang. jauh di ufuk barat pancaran terakhir sinar matahari menyebar keluar dari balik awan tebal." Nampak¬nya Hiros hi pun berusaha mengungkapkan perasaannya. memenuhi dirinya dengan rasa gembira serta keberanian. tapi aku tak bisa mencintai atau menikah dengan orang lain selain d irimu. dan saat masa depan mereka kian tak menentu? Kuda-kuda sudah selesai diurus: tidak ada lagi alasan bagi mereka untuk berdiri di sana lebih lama lagi. "Tidak ada orang lain yang lebih berarti bagiku ketimbang dirimu. "Kau harus tetap hidup. lalu menemui ayahku. Akhirnya Hiroshi bicara. Kau adala h perempuan paling sempurna yang pernah kukenal. Bulan masih tinggi perlahan berwarna keperakan. "Lady Shigeko." ujarnya. penguru s kuda. "Satu-satunya kecemasan¬ku saat ini adalah keselamatanmu. Aku tahu derajat dan kedudukan menempatkan dirimu jauh di atas diriku.mbunyikan rasa bingungnya. Aku tak¬kan meng ucapkannya padamu. Halaman 279 dari 600 ." tuturnya." Shigeko tak kuasa menahan diri untuk tersenyum. namun kenyataan kalau salah satu dari kita mungkin mati besok. Namun ia tak tahu bagaimana mengatakan saat dikelilingi prajurit. demi nasib seluruh n egeri." "Kau sudah seperti kakakku. "Mari berjalan-jalan sebentar. takut kalau mereka akan mati tanpa semp at menyatakan cinta.

"Mari kita menikah." sahut H iroshi." Tidak semuanya. jeritan dalam pertempuran. lalu perg i menemui beliau. akan kubujuk orangtuaku. Ked ua orangtuaku mengutamakan cinta di atas kewajiban pada orangtua mereka. Sementara Shigeko makan dengan cepat. kuharap! Shigeko berani berpikir demikian saat mereka berpisah. ia diberitahu kalau ayahnya sudah tidur. "Ayah Anda mengirimkan ini. Rambutnya tersangkut saat benda itu diikat talinya. Mai menghilang lagi. Setelah mandi dan m akan. berusaha mengatur pikirannya dan mengobarkan kembali api yang tenang dan kuat dari Ajaran Houou dalam dirinya. "Lady Maruyama!" seorang perempuan berseru memanggil dari luar. dengan penuh perasaan. jari nya terasa licin. la lu ia duduk sendirian dalam waktu yang lama."Hiroshi. saat menghadapi kematian. namun ia menahan diri. aku senantiasa berusaha mematuhi orangtuaku dan ber¬tindak dengan be nar." ujarnya. dan melompat bangun ." ujarnya. Tapi kini kulihat ternyata. Saat kembali. dan Mai masuk ke tenda membawa teh dan nasi dingin. Satu tenda terpisah didirikan untuknya. Mari kubantu Anda. "Mari kita menikah. Namun semua usahanya kalah oleh kenangan yang melintas di benaknya ing anak panah dan wajah serta suara Hiroshi." Shigeko merasakan bobot asing perisai dada itu. Seumur hidup. Semuanya mulai basah." ujarnya. mengapa aku tidak bol eh melakukan hal yang sama?" "Aku tidak bisa melakukan apa yang ber¬tentangan dengan keinginan ayahmu. gadis itu membawa perisai pelindung dada kecil terbuat dari kulit dan besi serta helm. akan kubujuk orangtuaku. cepat-cepat mengenakan pakaian berkuda yang dikenakannya kemarin. "Namun mengetahui bahwa kau merasakan apa yang kurasakan telah memuaskan semua keinginanku. Saat ini aku ta k Hiroshi. "Anda harus segera bersiap. Saat ini aku t ak lagi merasa wajib menjadi istri Lord Saga karena dia telah memperlakukan ayahku dengan kejam. juga kuda Anda. Terdengar olehnya perkemahan meledak dalam kesibukan di sekelilingnya. Shigeko ingin segera menemui ayahnya. des . bau darah. Shigeko tertidur sebentar dan terbangun oleh gemuruh halilintar dan percikan air hujan. ada hal lain yang lebih penting.

Ay baik. melewati siraman hujan bak tirai baja abu¬abu. dan mempertahankan negara dan rakyat kita sebagai istrinya. Saat ini terlalu senjata api. kau harus hidup. Jato di sampingnya. Takeo sudah me ngenakan baju zirah." ujar Takeo." sahutnya. Hujan turun dengan deras." "Aku senang. Jika kita kalah."Ikat rambutku." "Tetaplah bersama Gemba. Matahari hampir terbit. Ayah yakin dia takkan menunggu hujan ah membutuhkan kau dan Gemba. "Bila kekalahan tak terhindar. "Aku tak ingin meninggalkan Ayah. kau harus menikah dengan Saga." panggilnya tanpa tersenyum. t basah untuk menggunakan reda untuk menyerang. tapi langit tampak kian pucat." "Aku akan mencabut nyawaku lebih dulu. menunggu kedatangan Hiroshi dan pengurus kuda menyele saikan memakaikan pelana pada kuda." "Dan kalau kita menang?" Halaman 280 dari 600 . Mai menaruh topi baja di kepala Shigeko lalu mengikatkan talinya. "Hiroshi memohon api sebenarnya Ayah membutuhkan semua orang yang ada. Aku ingin bertempur di samping Ayah. dan Saga tahu ini. karena kalian berdua adalah pemanah yang agar mengirimmu pergi." ujarnya pada Mai. "Shigeko. dia yang ak an menyelamatkanmu. "Tidak. putriku." hardik Shigeko. Shigeko bergegas menuju barisan kuda. lalu diambil pedang dan mengencangkannya di s abuknya.

matanya berkerut me lirik ke arah Hiroshi. takdir yang mengharuskan kita membunuh atau te r¬bunuh." tutur Gemba." sahut Takeo. perhatiannya dipusaikan pada pemandangan di depann ya saat matahari semakin terang: warna merah dan emas baju zirah serta pelana." sahutnya ringan. "Beberapa luka telah diatasi oleh kekuatan perempuan. "Saga menduga kita hanya berkonsentrasi pada senjata api. kar ena Kahei telah melatih seni tembakan alternatif hingga hujan panah seperti sambung menyambung. Andai keadaan tidak basah. kuda yang sudah tak sabar. tapi aku tak tahu a pa itu." tambahnya." sahut Takeo. pemanah dan pasukan ber-senjata tombak berujung tajam dan tombak berkapak tengah mengatur posisi. Sudah takdir kita untuk berada di sini. tempat pasukan pejalan kaki." "Kita harus tetap di sini. "Aku akan pegang janji Ayah." panggilnya. "Dia tak menduga kalau kekuatan pemanah kita sama hebatnya dengan pasukannya. tapi nyaris tak bisa mengingatnya. Ayahmu ingin agar kita membidik dengan hari-hati dan menyerang pemimpin mereka. . "bahkan saat pasukan bergerak memutar dan maju. Kini dia akan sama terkejutnya seperti saat itu ." Shigeko mendengarkan kata-kata ini."Maka kau bisa menikah dengan orang pilihanmu. tapi tidak belajar dari kejadian itu." sahut Gemba. mereka pasti melakukan hal yang sama untuk senjata api. "Bagaimana bisa terjadi s eperti ini? Bagaimana kita bisa gagal menyelesaikan masalah dengan damai?" "Ketika keseimbangan hilang dan kekuatan laki-laki mendominasi. Maka kau bisa menikah dengan orang pilihanmu. tempat pasukan b erkuda berkumpul. Jangan sia-siakan sebatang anak panah pun. bahwa sebena rnya kita tidak meng¬inginkan atau pun mencarinya. Kita harus merangkulnya dengan segala kejernihan pikiran. para pemanah diatur dalam dua tingkat. matanya berkerut mel irik ke arah Hiroshi. Dia terkejut saat pertandingan berburu anjing itu be r¬langsung. "Lord Gemba. Takeo berkuda bersama Hiroshi menuju bagian tengah tanah datar." Mulut Shigeko terasa kering. Mereka berjumlah beberapa ribu orang. dan Shigeko mengikuti Gemba menuju sisi sebelah utara. perang tidak bis a dihindari. selagi mereka berdua naik ke pung gung kuda. dengan sepenuh hati.

dan panji-panji Otori. Kemudian. berharap dianugerahi harta rampasan dari Tiga Nega ra. Malam har inya para prajurit merawat luka dan membersihkan medan perang dari anak panah yang berserakan.* Perang Takahara berlangsung lebih dari tiga hari di tengah badai yang disertai k ilat dan petir. Perang berlangsung tiada henti dari matahari terbit hingga matahari terbenam. berperang dengan restu Kaisar. Pasukan Saga sangat disiplin dan luar biasa terlatih. gelombang pertama pasukan Saga mengalir melewati perbatasan. perang yang berusaha ia hin dari. Selagi pasukan Saga merangsek memasuki dataran. tapi jenderal Kaisar itu dirintangi oleh sempitnya jalur menuju dataran. prajurit yang selamat dari panah dihadang oleh pasukan utama Otori. Halaman 281 dari 600 . dalam jumlah yang luar biasa besar. Juml ah pasukan Saga Hideki lebih besar tiga berbanding satu dengan pasukan Takeo. mereka dihujani anak panah dari kanan. Miyoshi dan klan lain dari Tiga Negara. Maruyama. Inilah perang paling brutal yang pernah Takeo alami. dan posisi Takeo yang lebih meng¬u ntungkan. Mereka telah menakluk kan wilayah wilayah di utara. bak semut yang terganggu keluar da ri sarang. pertama dihadang pasukan b erkuda yang menggunakan pedang kemudian oleh prajurit pejalan kaki.

ebaliknya. dan hujan anak panah kurang efektif dibandingkan hari sebelumnya. meski¬pun kaki mereka dibungkus jer ami. Dia sudah tak sabar selama berbulan-bulan. kuda merah bata miliknya siap di sampingnya. penderitaan rakyat di bawah pengua sa Iida Sadamu. Mino ru. pasukan Takeo tidak hanya berperang demi nyawa mereka. Ia bertekad untuk tidak hidup dengan kekalahan seperti itu lagi. karena sebenarnya dia ingin pasukannya meng¬gunakan senjata api. Panji-panji klan basah karena lembap. Miyoshi Kahei sudah bertempur bersama pasukan Otori sejak perang Yaegahara saat berusia empat belas tahun. pasukan berkuda Saga kembali melewati jalur sempit sebelu m hari terang. pasukan Takeo tidak hanya berperang demi nyawa mereka. Kahei melompat ke kuda l alu bergabung dalam pengejaran itu. semangatnya ber¬kobar : hujan tak bisa dihindari. Takeo tidak tidur selain menyaksikan semalaman. Sama pentingnya. kampung halaman.Sebaliknya. istri dan anak-anak serta tanah mereka. hampir tiga puluh tahun lalu. ingin menghadap i ancaman atas pemerintahan Takeo. tapi juga demi negara. Kahei menyaksikan dari lereng. Pemanah sebelah utara menembak membabi¬buta. Di pagi di hari kedua. persiapan Kahei dilaku¬kan dengan sangat teliti dan penuh pe¬rencan aan. Didengarnya langkah kuda. tanah di bawah kaki dengan cepat berubah m enjadi lumpur. Se . Klan Otori menderita kekalahan besar. keriat¬keriut dan gemerincing pelana serta senjata. berusaha keras namun sia-sia menjaga agar tulisannya tetap kering serta mencatat semua kejadian. duduk di dekatnya bernaung di bawah payung. tombak runcing da n tombak berkapak. si juratulis. Ketika serangan pertama p asukan Saga dipukul mundur dan dihalau kembali ke jalur perbatasan. menyebar untuk mengecoh pasukan pemanah ke utara dan mengitari sebelah selatan d ari pasukan utama Kahei. pedangnya mencincang dan menyabet punggung prajurit yang t engah melarikan diri. Keyakinannya bahwa Saga takkan bisa menang menguatkan tekad pasukannya. n amun ada yang luar biasa dengan senjata tradisional: busur panah dan pedang. mendengarkan suara pertama kegiatan dari musuh. Ia telah merencanakan operasi militer ini sejak musim semi. kampung halaman. sebagian disebabkan oleh peng¬khianatan para pemimpin distrik. serta mengatur pengangkutan p ersediaan dan senjata dari Inuyama. istri dan anak-anak serta tanah mereka. Kini akhirnya perang sudah dimulai. tapi juga dem i negara. Kahei tak pernah lupa masa-m asa yang terjadi setelah itu: penghinaan atas ksatria.

meski lencana setiap kelompok pra jurit pejalan kaki bisa terlihat samar di bawah guyuran hujan. Segera dilihatnya kalau sisi kananny a dalam ancaman. Kini Takeo mendengar jerit kemarahan dan kesedihan. pasukan pema nah terjebak dalam per-tarungan satu lawan satu dengan pasukan Saga. Bocah itu terjatuh dari kuda dan kehilangan topi bajanya. Tadayoshi. ia berge rak memasuki kekejaman pertempuran. Takeo men dengar suaranya dengan jelas di tengah gemuruhnya pertempuran. dan melihat ayah bocah itu t engah berkuda ke arahnya. serta terkepung sewakt u berusaha membela diri dengan gagah berani. dan cahaya matahari yang baru terbit menerangi pertunjukan yang menyedihkan itu. Tenba gemetaran penuh semangat.muanya basah kuyup makanan. Ia melihat. kalau Okuda berada tidak jauh di sebelah kanannya. Di bagian paling timur. Bocah itu mengenali Takeo dan ber¬teriak memanggil. Seakan tak lagi memiliki rasa menyesal. dan tidak mendapat bantuan apa pun. pedang di kedua Halaman 282 dari 600 . membelokkan kuda itu menghadapi si penyerang lalu menunduk menatap mata putra Ok uda. Ia segera ber¬kuda untuk membantu mereka dengan Jato di tangan. dan pakaian. Tadayoshi mati seketika itu juga. senjata. Takeo tak berhasil melih at seorang pun dengan jelas di tengah pertempuran sengit itu. "Lord Otori!" Ia tidak pernah tahu apakah itu seruan menantang atau seruan minta tolong karena Jato sudah turun ke tempurung kepalanya dan membelahnya. Ketika hari terang. setengah sadar. Ia menggerakkan Tenba ke samping untuk menghindari tikaman pedang ke a rah kakinya. perang sudah ber¬langsung lama.

Jato menanggapi dan menemukan titik tak te rlindungi di leher Okuda. Kuda Okuda terus berderap. pandanganya hanya tertuju kepada Takeo. berusa ha mencengkeram surai dengan tangan kanannya yang cacat. Tersandungnya Tenba membuat serangan Ok uda agak berbelok. Amukan laki¬laki itu membakar amarah lama dalam diri Takeo. Sakai Masaki. jalannya dihalangi oleh kerumunan prajurit. Jato menanggapi dan menemukan titik tak te rlindungi di leher Okuda. perang merupakan hal yang sangat diinginkannya. *** Masih di hari kedua. Gerakan yang cepat dan kuat laki¬laki itu justru membawa Jato menembu s ke dalam daging dan pembuluh darahnya. tapi Takeo masih bisa merasakan akibatnya karena ujung pedang Okuda me ngenai bagian atas lengannya sampai ke bahu. Kahei memulai gerakan mengepung lalu menjepit yang bisa menjebak pasukan musuh untuk mundur. terjatuh ke depan. dan tidak siap. dan Takeo agak tergelincir dari pelananya. pandanganya hanya tertuju kepada Takeo. ia tidak merasa sakit dan mengira kalau ia tak terluka. berusa ha mencengkeram surai dengan tangan kanannya yang cacat. jalannya dihalangi oleh kerumunan prajurit. ia tidak merasa sakit dan mengira kalau ia tak terluka.tangannya. Takeo merasa tidak tenang dengan kematian Tadayoshi. Tersandungnya Tenba membuat serangan Ok uda agak berbelok. Keberadaan sepupunya. Takeo merasa tidak tenang dengan kematian Tadayoshi. dan membiarkan kobarannya kian membara ka rena perasaan itu menghangus¬kan penyesalan. memberi waktu bagi Tak eo dan Tenba memulihkan diri. dan Takeo agak tergelincir dari pelananya. dan membiarkan kobarannya kian membara ka rena perasaan itu menghangus¬kan penyesalan. Okuda m embelokkan kuda lalu kembali menghampiri Takeo. Amukan laki¬laki itu membakar amarah lama dalam diri Takeo. Kuda Okuda terus berderap. terjatuh ke depan. Namu n Okuda tidak mengacuhkan mereka semua. namun jalan yang diikutinya . di belakangnya m embuat Hiroshi teringat perjalanan di tengah hujan seperti ini bersama sepupunya itu sa at berusia sepuluh tahun. Di usia itu. Okuda m embelokkan kuda lalu kembali menghampiri Takeo. memberi waktu bagi Tak eo dan Tenba memulihkan diri. Hiroshi dan pasukan¬nya mendesak pasukan Saga kembali ke jalu r sempit dalam serangan balasan. angannya. Namu n Okuda tidak mengacuhkan mereka semua. Saat itu Tenba tersandung. tapi Takeo masih bisa merasakan akibatnya karena ujung pedang Okuda me ngenai bagian atas lengannya sampai ke bahu. dan tidak siap. S aat itu Tenba tersandung. Gerakan yang cepat dan kuat laki¬laki itu justru membawa Jato menembu s ke dalam daging dan pembuluh darahnya.

Gemba menemukannya saat malam. meraih tangannya dan berseru memanggil nya. lalu rasa sakit menyel imuti dirinya. Kini dirasa¬kannya semua darah yang mengalir dari nenek moyangnya menggelegak dalam pem¬buluh darahnya. . wajahnya pucat kelelahan. darah menyembur dari leher dan bahunya. Sakai pasti telah menyelamatkan Hiroshi. Sakai tewas tergeletak di atas tu buhnya. menang. darahnya sendiri atau darah Sakai. tempat mereka terjebak di jalan yang menyempit. berpaling selagi pedang meng¬hampirinya dan terus menangkis dengan pedangny a ke atas. Keri tumbang. Dalam salah satu desakan bal asan. bahu dan lengannya tersayat cukup dalam. Lumpur menyulitkan dirinya untuk menjejakkan kaki dan j atuh dengan satu lutut. mendesak lawan kembali ke jalur sempit. Bila kalah dalam perang ini. mem¬butakan matanya. Bobot tubuh Sa kai menahan tubuhnya berada di dalam lumpur saat pasukan yang bertempur menginjak¬injak melewa ti mereka. memengaruhi semangat pasukan di sekitarnya. "Hiroshit Kawanku! Jangan tinggalkan kami. Shigeko tidak terluka. Dia sekarat. membunuh. Berjuanglah! Ber¬juanglah!" Mata Hiroshi mengerjap-ngerjap. Takeo berada di antara mereka. sekarat karena kehilangan banyak darah dengan luk a sayatan di kepala dan kaki. lalu menggendong Hiroshi kembali ke belakang bar isan untuk bergabung dengan prajurit yang terluka. Pedang kedua turun ke arahnya: dilihatnya Sakai menghempaskan badan di balik huj aman pedang itu. Dibuangnya jauh-jauh semua p ikiran lain dan berkonsentrasi pada pertarungan. Gemba berkata. Sesaat Hiroshi tak bisa percaya kalau beginilah akhirnya. Lentera telah dinyalakan. Napas¬nya terengah-engah. kulitnya basah oleh keri ngat bercampur air hujan. darah. Gemba menghentikan aliran d arah serta membersihkannya sebisa mungkin. Luka-lukanya sudah ditutupi lumpur. namun tidak berbahaya. pasukan Saga makin putus asa. "Aku menemukannya. Tak bisa kemana-mana. meneng¬gelamkan dirinya. Takeo berlutut di samping Hiroshi. sudah dibersihkan dan dibalut denga n perban kertas." Dibaringkannya pemuda yang terluka itu di bawah. Ajaran Houou.sekarang adalah jalan kedamaian. karena masa depannya bergantung pada ke¬menangan. tapi berasap di tengah hujan. Hiroshi bertarung dengan kemarahan yang ia tidak tahu kalau ia memilikinya. ia merasa lebih baik terbunuh atau mencabut nyawanya sendiri. Hiroshi menemukan dirinya berta rung melawan dua prajurit tanpa kuda.

"Dia tak mungkin sekarat! Dia tak boleh mat i!" "Dia berhasil bertahan sampai sejauh ini.Shigeko berlutut di samping ayahnya." Halaman 283 dari 600 .

berusaha men urunkan panas demamnya. "Jangan putus asa." sahut Takeo setuj u. "Bisa kau lihat beta pa kuatnya dia. menjauhlah dari medan perang. Kau harus beristirahat besok. Diseduhn ya teh dan berusaha membuat pemuda itu meminum . "Ini benarbenar gila." sahut Takeo. dan Shigeko tak menemukan satu pun benda kering yang bisa menghangatkannya. "Ksatria bertarung lalu mati. "Dia tidak pernah kalah sehingga dia tidak akan mengakui pemikiran semacam itu." ujar Gemba. semakin besar peluan g kita menyelamatkan yang terluka. Dia mengorbankan anak buahnya tanpa tujuan. Hiroshi masih hidup hingga pagi hari." "Bagaimana kita bisa membujuknya? Kita bisa saja menahan serangannya tanpa waktu yang pasti kuharap kau terkesan dengan para prajuritmu. "Dan kau juga." Shigeko tak menjawab. sebelum mereka menggunakan kesempatan istirahat singkat untuk tidur. Demam karena lu ka tak bisa dihindari dalam kondisi buruk seperti ini." "Begitulah jalan hidup ksatria. " "Betapa mengerikan semua ini." jar Gemba. Aku takkan menjauh dari perang tidak sebelum S aga mati atau kembali ke ibukota!" *** Shigeko menjaga Hiroshi semalaman." sahut Takeo. tentunya.ujar Gemba. memandikannya dengan air dingin. "Beruntung aku sudah terbiasa memakai tangan kiri. menurutku mereka sangat luar biasa ta pi kita tak bisa menghindari besarnya korban. tapi tubuhnya menggigil ke ncang sekali. meski rasa sakit semakin terasa sepanjang ha ri ini. Semakin cepat kita bisa mengakhiri perang. tanpa sinar matahari untuk mengeringk an dan menyembuhkan." "Seperti Sugita yang malang. "Sampai berapa lama lagi Saga akan bertahan seperti ini?" tanya Kahei pada Takeo malam itu." imbuhnya." bisik Shigeko. "Bisa kau lihat betapa kuatnya dia." "Lukanya tidak parah." "Jika dia bisa melewati malam ini. berarti masih ada harapan. namun air mata bercucuran dengan deras dari matanya. "Alangkah tidak termaafkan mem¬bunuh orang." "Dia adalah orang dengan kebanggaan yang tinggi.

menjilat pinggiran luka yang menganga dengan lidah lalu meludahkan air liurnya k e luka tersebut. dan Shigeko memanggilnya." pcrintahnya." ujar Mai pelan. dia kedinginan. Mai sudah menghabiskan waktu siang dan malam di sana. "Apa yang harus kulakukan?" Mai berjongkok di samping Hiroshi dan meraba dahinya. Tempat berlindung dari batang kayu yang didirikan untuk mereka yang terluka terus meneteskan air hujan. "Dia sekarat!" "Tidak!" sahut Shigeko. dan Shigeko melakukan¬nya. "Dan begitulah kami menyembuhkan luka.nya: Shigeko tercabik antara tetap menjaga Hiroshi atau kembali ke posisinya di samping Gemba untuk melawan serangan Saga selanjutnya. "Beraninya kau mengatakan begitu!" Halaman 284 dari 600 . tanah di bawah mereka becek deng an air hujan. lalu menyingkirkan perba n Gemba." Mai ber¬baring dan mendempetkan tubuhnya ke tubuh Hiroshi. Shigeko mengulangi gerakan yang sama. Mai berkata. merasakan darah pemuda itu. Kedua gadis itu mengapit pemuda i tu tanpa bicara sampai suhu tubuhnya mulai naik lagi. m erasakan kehangatan tubuhnya menyebar ke tubuh Hiroshi. "Beginilah cara kami meng¬hangatkan orang sakit di Tribe. "Ah. "Berbaringlah di sebelah sana." ujar nya.

" "Aku akan menemukan caranya untuk Anda. "Bagaimana cara men¬dekatinya? Dia tidak muncul di medan perang. Kau harus bertempur. dan seketika itu juga pergi ke tendanya lal u mengeluarkan ." Shigeko berkata. oleh Hiroshi dan Guru Besar lainnya. Guruku yang terhormat. "Tapi bahkan laki-laki paling kejam sekalipun akan kelelahan. membungkus kepala dan lehernya dengan sehe lai kain lebar lalu mencorengkan lumpur di dahi dan pipinya agar tidak dikenali." Mai menatap Hiroshi lalu menatap Shige ko. maka dia akan kehilangan selera perangnya. Sakiti dia separah luka yang Hir oshi derita maka dia akan lari tunggang langgang mencari tabib di Miyako. "Sakiti si Saga itu. Shigeko duduk di samp ing Hiroshi." Dia perlu dirawat dengan benar. ujung anak panah terbuat dari besi bermata satu. membawa teriakan-teriakan yang membuat gila. Dita ruhnya semua anak panah ini ke dalam tabung. tapi ada sem acam kesunyian menyelimuti diri mereka berdua. Dia takkan meninggalkanku. jeritan mereka yang terluka." Shigeko mengikuti semua petunjuk Mai." ujar Mai. dibului dengan bulu elang. mengencangkan talinya dan menemukan sepuluh anak p anah baru. Shigeko berusaha menenangkan pikiran seperti yang pernah diajarkan kepadanya di Terayama. dan aku harus merawat mereka yang lebih berpeluang hidup. dia hanya mengarahkan pasukan dari jauh." imbuhnya saat Shigeko raguragu."Dia perlu dirawat dengan benar. "Kenakan pakaian berwarna cok lat seperti warna lumpur dan siapkan busur dan anak panah yang paling mematikan. dan Shigeko merasakan jiwa mereka saling bertaut . derap kaki kuda. dan aku harus merawat mereka yang lebih berpeluang hidup. Diambilnya bus ur yang digunakannya untuk bertempur. Sementara menunggu Mai kembali. Jan gan tinggalkan aku! Perang berlanjut dengan lebih kejam lagi. "Dia sudah berada di tangan para dewa. terutama jika mereka terluka. Kau harus bertempur. Kita tak bisa melakukannya siang dan malam." ujar Mai. Kita tak bisa melakukannya siang dan malam. Tidak banyak yang bisa kau lakukan untuk Lord Hiroshi." "Bagaimana cara kita menghentikan perang ini?" "Laki-laki memang suka bertarung. dentingan baja. panggilnya dalam hati kepada Hiroshi. dan sesekali membasuh wajahnya dan memberinya minum karena saat ini dia terseran g demam lagi. pikirnya. temanku sayang.

" Shigeko bertanya dalam hati apakah perlu memberitahukan Gemba kemana ia akan per gi. tapi pasukan Saga tergeletak di tempat mereka jatuh. Mengurus mereka sebentar. Pasukan barunya masih segar dan telah beristira hat. sesekali berhenti dan terpincang¬pincang. Kirin terlihat menyedihkan dan merana karena sendirian serta makin Halaman 285 dari 600 . ber¬ge gaslah. Saat kembali ke tempat Hiroshi. Agak di belakang mereka tampak kirin. Berapa lama lagi mereka bisa bertahan? tanyanya pada dirinya sendiri selagi meng ikuti Mai mengitari sisi selatan tanah datar. Shigeko melihat kuda-kuda itu berhenti tepat di depan kemah Otori. tali kekang mereka yang putus bergelantungan terseret di lumpur. tabung an ak panah di bahu kanannya. seolah berada di padang rumput. Mereka menund ukkan kepala dan mulai makan rumput. disadarinya kalau ia t akkan bisa menemukan gurunya itu. Perasaannya sudah mati rasa melihat begitu banyak oran g yang tewas. Shigeko hampir tak memikir¬kannya selama dua hari in i: tidak ada yang punya waktu untuk membangun kandang baginya. Strategi Saga kini tampaknya bisa mengungguli Otori denga n kekuatan jumlah pasukan yang lebih besar. "Kukira kau sudah kembali bertempur. "Kau darimana?" tanya gadis itu. Mai sudah kembali. sementara disan-dangnya busur yang lebih besar di bahu kiri. Kuda-kuda yang terluka berusaha bangkit. hewan itu diikat dengan tali k ekang ke barisan kuda. Ketika tiba di puncak lereng dan melihat pemandangan di medan perang. berjal an ke barat daya. sementara pasukan Otori sudah bertempur selama dua hari. terasing dan jauh dari medan perang.busur kecil dan anak panah dengan bulu burung houou miliknya: menje¬jalkan semua i ni ke dalam jubahnya. segerombolan kecil kuda menderap. Mari. Pasukan Otori sudah membawa korban tewas dan terluka dari pihak mereka ke garis belakang.

Mai kembali keluar dari kabut bak hantu. akar kedua pohon yang meli ngkar dan berbentuk aneh membentuk semacam kisi-kisi yang alami. Tanahnya berbatu dan licin. Shigeko menahan n apas dan menyejajarkan tubuhnya dengan bebatuan. mem¬beri isyarat kepada Shigeko untuk menunggu. dan pintu masuk ke jalur sempit. Sanggupkah hewan itu bertahan melewati coba Negara Tengah? Rasa iba pada hewan itu meng¬hunjam h rumahnya. dan memimpin untuk be rjalan terus. "Tetap menunduk. Di sekeliling mereka menjulang puncak-puncak Gu gusan Awan Tinggi. Saga duduk di bangku kecil mewah berlapis pernis dan dinaung i payung besar. Saga berada tepat di arah depan mereka." bisik Mai. topi bajanya berhiaskan dua puncak emas. Kadang Mai berjalan di depan. Tepat di belakangnya. Shigeko melihat beberapa orang melompat naik turun di anak tangga itu. seperti gunung¬gunung di panji-panji hitam putih yang berkibar-kibar di sampingnya . Shigeko menggeliat bergeser hingga ke posisi tempat ia bisa melihat di sela-sela akar ke arah timur. Di sini suara per¬tempuran agak berkurang. berkeliaran di an tara dua dunia. begitu kesepian dan jauh dari Sanggupkah hewan itu bertahan melewati cobaan bera hujan. menghilang ditelan kabut yang bergelayut bak gumpalan sutra yang belum d ipilin. mencermati suaranya ya . serang¬kaian tonjolan bebatuan yang terjatuh mem¬bentuk anak tangga ala mi menurun ke jalur sempit. Kedua gadis itu berjalan melewati belakang bebatuan dan tebing yang mengelilingi tanah datar. diam tanpa suara.kurus di bawah siraman hujan. berdiri me ngelilinginya. tempat laki-laki itu mendapatkan pandangan bak burung rajawal i ke medan perang di bawahnya. Beberapa perwira yang sama cemerlang dan bersih dengan dirinya walaupun hujan. m elaporkan perkembangan perang. Shigeko meringkuk bernaung di bawah tonjolan batu besar yang meneteskan air hujan selama waktu yang dirasakan bak se umur hidupnya. Akhirnya mereka tiba di batu besar dan memanjat sisi sebelah selatan. Dia bersenjata lengkap dengan pakaian warna hitam dan emas. Ia merasa seakan telah tewas dan sekarang sudah menjadi hantu. bersama dengan peniup terompet perang dan kurir yang siap mem¬bawa pesan. kerap¬kali mereka harus merangkak di bebatuan besar. Dua batang pohon pinus kerdil melekat di puncak batu itu. Ia bahkan bisa mendengar suara Saga. t ini daurus di bawah siraman an berat ini dan perjalanan panjang kembali ke atinya. bertengger di tebing yang curam.

Terdengar jerit kaget dan ter guncang. Mai bemapas di telinganya. Bulu burung houou berkilat keemasan. Shigeko melihat sekali lagi dan memerhati¬kan titik kelemahan orang itu. satu tembakan lagi meng¬hantam batu di kakinya. Gerakan ini telah diterapkannya ribu an kali selama dua hari terakhir. seolah tubuhnya tersandung sebatang tongkat. pikirnya . dan membiarkan anak panah itu melesat ke arah tatapan laki-laki Halaman 286 dari 600 . menghantam pohon pinus dan serpihan kayu terkena wajahnya. berteriak d an menggerakkan tangan dengan kipas perang besi di tangannya. Shigeko mengintip lagi dan melihat laki-laki itu berdiri. dan kini mereka membidiknya. "Menunduk!" teriak Mai. tapi tidak merasa kesakitan. satu anak panah melesat melewatinya. Saga melihat ke arahnya. Wajah ter lihat jelas. hingga ia harus mem¬pertahankan keseimbangan saat menarik busur dari bahu dan anak panah dari tabung. Akan d igunakannya pohon pinus terdekat untuk menopang kakinya. saat dia berdiri. hujan memercik di sek elilingnya. dan terlihat jelas kulit leher yang lebih putih. Aku akan mati. Dirasakan s atu pukulan tajam. dan bidikannya belum pernah meleset.ng penuh kemarahan. ter¬duduk dengan susah payah. Ditariknya busur yang lebih kecil dari jubahnya dan menaruh sebatang anak panah di busur itu. begitu pula Saga yang tak be rhenti memandangi dirinya." Shigeko menarik napas dalam-dalam dan berpikir di sela setiap gerakannya. Shigeko berdiri: busur meregang. "Sekarang. Dia akan melangkah di bawah batang togoknya: permukaan bebatuan pasti licin. namun Shigeko tak bergerak. tatapan matanya kejam. anak panah tepat sasaran. Para perwiranya mundur selangkah d ari kemarahan besar itu. orang di belakangnya memegang er at-erat dada Saga di mana anak panah melubangi perisai dadanya. Kau hanya memiliki satu kesempatan. dan beberapa di antara mereka segera bergegas menuruni anak tangga ba tu untuk masuk ke kancah peperangan.

lalu bersiap untuk menghadapi serangan berikutnya dengan berjalan kaki. Sekelompok pasukan berkuda datang dari jalur sempit. ketika pasukan Otori. mengingat segala yang pernah Guru ksatria dan Tribe a jarkan untuk mengalahkan rasa lelah dan rasa sakit. *** Takeo bertarung di tengah. apakah ia pun ditakdirkan kembali ke Hagi dengan membawa berita kekalahan besar? Ketakutannya semakin membakar tekad¬nya untuk meraih kemenangan. Sewaktu pasukan Saga berhasil dipukul mundur. mengingat saat-saat terakhir perang Yaegahara. Pedang-pedang berkilat. Saat itu halilintar menyambar. Terlepas dari kata-katanya yang penuh keyakinan kepada Takeo di malam sebelumnya . menyadari p engkhianatan dan kekalahan yang tak bisa dihindari. Takeo turun. dan udara di sekitar mereka seketika penuh dengan kepakan sayap. Banyak yang tepat sasaran. Sekarang ini. kuda itu seperti menyadari lukanya. merahnya darah bercampur bulu yang basah kuyup dengan ai r hujan. takut kekuatan pasukan Saga mengepung perkemahan dari sebelah sana. tempat dia menambah ju mlah pasukan. *** Sepanjang pagi Kahei bertarung di bagian sebelah selatan. hanya Saga yang tetap membuka mata. tu. mengagumi tekad dan disiplin mereka yang berada di sekelilingnya. kini dia semakin cemas. dan darah membutakan matanya. menatap anak panah itu hingga menembus mata kiriny a. Anak buah Saga yang berada di sekelilingnya menjatuhkan busur dan menutup mata m ereka.itu. bertempur dengan putus asa hingga nyaris tak seorang pun tersisa. ia menunduk melihat Tenba terluka sayatan di bagian dada. dan mulai gemetar ketakutan. menghabisi prajurit pejalan kaki yang mundur ke rintanga n yang telah mereka dirikan saat pemanah di sebelah utara meluncurkan anak panah. memanggil seorang prajurit pejalan kaki untuk me mbawa kuda itu ke perkemahan. kuda-kuda seperti terbang m elewati jalur itu. Berapa lama prajuritnya yang tidak tidur sanggup dapat bertahan d ari serangan yang seolah takkan berakhir? Dia mengutuk hujan yang menghalangi mereka menggunakan s enjata api. tapi Takeo tak tahan memerhatikan kalau jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingka . ketika perang berhenti untuk sementara. Aya hnya adalah salah satu dari sedikit prajurit yang selamat apakah sejarah keluarga itu akan terulang lagi.

Dilihatnya kuda Maruyama. Pasukan pejalan kaki miliknya suda h merangsek ke depan dengan tombak dan tombak runcing. Halaman 287 dari 600 . mengabaikan rasa sakit dari luka di tangannya. dan per-tempuran itu sedikit demi sedikit mengikis kekuatannya.n hari sebelumnya. berbohong p ada¬nya. dan hendak menikam pergelangan Kono. terperosok ke lumpur yang dalam. Ada berapa banyak lagi pasukan yang dimiliki Saga? Persediaanny a seperti tidak ada habisnya. Setelah ayah orang ini nyaris menghancurkan hidupnya. k eyakinannya pun mulai berkurang. Takeo beriuang keras menjejakkan kaki dalam genangan lumpur. Dengan rasa terkejut dikenali pemimpin¬nya adalah Kono. Saat ini kaki-kaki kuda menginjak-injak di sekelilingn ya. dan mereka semua segar dan sudah beristirahat. kini sang anak berkomplot melawannya. seperti prajurit berkuda yang kini hampir mendekatinya. ter¬sungkur dengan kepala lebih dulu. Dipegang nya Jato dengan erat. terdengar pedang di sebelahnya mengarah ke arah punggung-nya. Ia berguling menjauh. hadiahnya kini digunakan untuk melawan dirinya. menyanjung sambil menyusun rencana jahat untuk menjatuhkan dirinya. kini Takeo berada di sebelah kananny a. mem¬belokkan kuda dan kembali. Saat menunduk di bawah tebasan pedang. berusaha agar ti dak terluka dengan pedangnya sendiri. Seperti Kahei. lalu melomp at dengan cekatan ke samping agar si bangsawan berhadapan dengannya di sebelah kirinya. Tebasan pertamanya yang cepat ke atas mengenai kaki laki-laki itu dan hampir mem buatnya putus: Kono menjerit. seekor kuda terjatuh berdebam di sam-pin gnya.. dan merasakan kemarahan dirinya meluap. sudah mati..

Gemba dan Takeo berjalan menyusuri barisannya. mengenali semua yang bisa mereka kenali. dan hujan turun makin deras. pertahanan sudah ditempatkan dan tidak ada tanda-tanda Saga kembali. dan segera tertidur. Burung gagak telah ber¬kumpul. Nampaknya laki-laki itu tak memerharikan Takeo. Sedangkan pasukan Saga yang tewas dimakam kan dalam satu kubur di tengah tanah lapang. berjalan melintasi medan perang untuk merawat kuda yang terluka serta memakamkan yang tewas. musik pelan dan seperti hantu yang menggema di seluruh tanah datar.* Para mantan gelandangan. saling memekik d ari tebing yang curam. Malam harinya. Mereka mundur. Takeo mendengar suara lain. Kemudian kumpulan massa di sekitarnya berkurang. kini berubah menjad i gerimis. mereka melepas baju zirah. Sejenak ia t ak memahami artinya. eketika kilat menyala tepat di atas kepala. pandangannya terpaku pada keamanan jalur sempit. Tanahnya berbatu-batu sehingga kuburnya pun tidak dalam. saat korban tewa s sudah dimakamkan.Seketika kilat menyala tepat di atas kepala. Takeo berjalan di antara pasukan yang tertidur sama seperti ketika berjalan di a ntara korban tewas sebelumnya. meletakkan senjata. Di malam hari keesokan harinya. dari desa mereka di Maruyama. Hujan deras saai Saga Hidcki memerintah¬kan pasukannya mundur. Takeo berdiri. Di sel a-sela deru hujan. Kono memegangi surai dengan dua tangan. Di sela -sela deru hujan. Kuda Maruyama tadi melewatinya. sementara Minoru mencatat nama mereka. menyeka air hujan dan lumpur dari matanya dengan tangan kanan. selagi suara terompet perang tenggelam d alam teriakan kemenangan dan pasukan di sekelilingnya mendesak ke depan mengejar musuh yang me larikan diri. dan Sonoda Mitsura serta dua ratus pasukannya tetap tinggal untuk menjaganya. percik air . Sisanya digunakan untuk membuat barikade di sepanjang jalur sempit. dan hujan turun makin deras. rubah berkcliaran mencari mangsa. kakinya masih menyemburkan darah. Saat jenazah dibaringkan berderet. Menebas kepala tak diijinkan. Ia mendengarkan desis lembut rintik air hujan di dedaunan dan bebatu an. Kahei. Kahei memerintahkan pasukan beristirahat. Tonggak pagar pancang ditarik dan sebagian disusun menjadi tandu untuk mengangku t korban lukaluka kembali ke Inuyama. sepertinya perang telah berakhir. Takeo mendengar suara lain. pikir Takeo tak percaya.

" "Kita akan membawanya ke Inuyama besok. kemudian harus berjalan k e Inuyama. "Bagaimana keadaannya?" tanyanya. memerhatikan wajah pucat dan napasnya yang t erputus-putus. lalu ke Negara Tengah untuk mencegah Zenko membangun kekuatan di wilayah Barat. peringatan Gemba tentang peristiwa yang telah mengacaukan keselarasan pemerin¬taha nnya kembali menyiksa dirinya. masih mengenakan baju p erang. Tabib Sonoda akan merawatnya. kicau burung. "Dia masih hidup. dari tumit hingga ke bahu." Halaman 288 dari 700 ." sahut Shigeko dengan suara pelan. terasa sakit sekali. dan terlindung dari hujan. Hiroshi telah dipindahkan ke dalam tenda Kahei yang menawarkan kenyamanan tertin ggi. sambil berlutut di samping Hiroshi.. wajahnya masih berlumuran lumpur. kakinya diperban dengan asal-asalan. merasakan butiran embun di wajah dan rambutnya . Seluruh bagian kanan tubuhnya. "Kurasa dia agak membaik. ingin pulang secepatnya. Ia amat cemas. Takeo menemukan putrinya di sana.. Itu hanya bisa berarti sesuatu telah terjadi pada Kaed e.terjun di kejauhan. Ia tahu kalau para pr ajurit yang kelelahan itu hanya bisa tidur sampai matahari terbit. dan kelegaan ata s kemenangan tenggelam oleh kesedihan melihat harga yang harus dibayar.

" ujar Takeo. Kahei akan membawa pasukan. Semoga Tenba siap: bila tidak siap." Mendadak air mata mengambang di pelupuk matanya. Ayah akan meninggalkannya bersamamu ." Takeo tidak mengerti ucapan putrinya. Shigeko meng¬angguk tanpa bicara. "Ya. "Aku tidak bermaksud membunuhnya. Mai yang menggendongku." "Pasti. bersama kirin yang malang." ujar Shigeko. dan telah memastikan kemenangan mereka. tidak lebih lelah dibandingkan Aya h. "Kau lelah. "Jadi kami harus berterima kasih padamu atas mundurnya pasukan Saga yang tiba-ti ba itu?" Takeo tak kuasa menahan perasaannya atas hasil yang adil ini. Ayah ingin menungganginya kembal i ke Inuyama. Shigeko meng¬angguk tanpa bicara. Saga tidak menerima kekalaha n dalam pertandingan. Aku hampir tak bisa berjalan kembali. "Kaulah pewaris se jati Klan Otori dan Maruyama. atau akibat apa yang akan terjadi di negeri ini. Ajak Gemba. Ajak seseorang. "Dia takkan m au menikahiku sekarang!" Air matanya seketika berubah menjadi tawa. "Mai mengajakku ke tempat Lord Saga ." "Kau telah melakukan tugasmu dengan luar biasa. segera setelah memeriksa keadaan Tenba." Pujian Takeo membuat air matanya berlinang lagi." "Dan kirin." "Ayah jangan berkuda seorang diri. dia mencari konflik: kini Shigeko membuat dia terluka parah. Shigeko menatapnya dan berkata dengan cepat. akeo bicara dengan yakin. "Seperti yang selalu kulakukan selama perang. Dan Ayah boleh me nunggang . Hewan itu tidak tahu perjalanan panjang seperti apa yang menantinya. hanya melukai. "Tidak lebih lelah dibandingkan yang lainnya. meski sebenarnya ia memperkirakan Hiroshi takkan berta han dalam perjalanan. "Sebatang anak panah mengenai kakiku. bahka n mematikan." ujarnya. Tidak parah. Ayah harus tidur.Takeo bicara dengan yakin. "Kau terluka?" tanya Takeo. Aku tak menyadarinya sampai setelah itu." sahut Takeo. meski sebenarnya ia memperkirakan Hiroshi takkan bert ahan dalam perjalanan. Kau dan Gemba harus mendampingi Hiroshi dan korban l uka lainnya. Aku memanah matanya. melumpuhkan tapi tidak membunuh.

Hiroshi di ambang kematia n. anak Raku. membawa kuda itu ke kolam air dan membasuhnya dengan air dingin. Dia tak ada di antara kuda yang masih hidup. cahayanya memudar. kuda milik Taku. pasti tewas. tapi Tenba teta p saja lebih menggunakan kaki kanan belakangnya. tepat beberapa minggu setelah kematian s audara tirinya. Kuda itu meringkik pelan menyapa saa t Takeo menghampiri. Seperti pas angan suami istri. Luka di dadanya sudah tertutup dan tampak bersih. aku tidak membutuh¬kan kuda. tapi kaki kanan k uda itu agak pincang. meski saat ini hujan sudah mulai turun. Kuda abu-abu pucat bersurai hitam. dan kemungkinan tak bisa ditunggangi. Keri. Kemudi¬a n Takeo ingat pada kuda Hiroshi. kembali ke bawah rintik hujan. pertanda munculnya pelangi di langit. usia yang baik. Tenba berdiri di sebelah kirin.Ashige. Suasana hatinya murung saat kembali ke tenda. dan cahaya redup matahari menyembul saat matahari ter¬benam. dan mungkin akan berlangsung selama berminggu-minggu. Kuda-kuda itu mencapai usia tujuh belas tahun. Shigeko sudah tertidur di samping Hiroshi. "Sekarang kau boleh menikahi laki Halaman 289 dari 700 . dengan kepala ter¬tunduk. wajahnya dekat dengan wajah pemuda itu. Takeo berharap itu berarti besok akan lebih kering. Ryume. Di dalam tampak redup. Takeo menyimpul¬kan kalau otot bah unya terkilir. tapi kematian mereka membuat ia bersedih. Takeo menatap dengan penuh kasih sayang." Awan agak menghilang. walau kakinya kelihatan tidak terluka. Taku telah tiada.

Ia berlutut di sisi Hiroshi lalu menyentuh dahi pemuda itu. dan sekonyong-konyong Yuki ada di samping nya." "Perang?" "Sudah berakhir. Dia kurang sehat. di hari ketiga. bersama Gemba sesuai anjurkan Shigek o dan Minora. Jalanan berlump ur dan acapkali tergenang air. . Namun badannya sendiri tengah gemetar. Seringkali Takeo lupa di mana ia berada. namun senyum masih tetap tersungging di bibirnya." ujarnya. *** Ia berangkat menuju Inuyama keesokan paginya." jawabnya. "Mau kuambilkan teh?" "Ya. ia seg era tertidur. Hujan yang deras selama berhari-hari bisa berakibat gagal panen. pikirnya. Meskipun lukanya terasa sakit. namun Hiroshi tiba-tiba m embuka mata dan tersenyum. Tubuhnya dingin. "Lord Takeo. Takeo mengira Hiroshi tidak sadarkan diri. Kaede pasti kedinginan." Lalu diingatnya kalau Yuki sudah meninggal. dan takkan tidur dengan dirinya atau orang lain. Ia berkuda di punggung kuda betinanya yang tenang.. demam ringan menyerang Takeo. Perjalanan ditempuhn ya dalam rasa nyeri dan juga demam. Kau akan baik-baik saja. Takeo berbaring. dan segera saja orang berduyun¬duyun ke arah Gugusan Awan Tinggi unt uk membawa makanan kepada para prajurit dan membantu membawa korban yang terluka. Rasa menyesal menusuk hatinya atas nasib gadis itu dan peran dirinya dalam kematian i tu. sesekali suhu badannya m eninggi dan gemetaran. "Jangan bicara dulu. Di setiap pemberhentian.laki pilihanmu. nap asnya melambat dan kian dalam.." Hiroshi memejamkan mata lagi. Kuda betina dan kuda hitam Gemba segar seperti Ashige. tapi menolak berhenti." ujarnya kerasaki pilihanmu." bisiknya. menunggangi Aoi di samping Makoto menuju sungai yang meluap dan jembatan yang te rputus. Saga mundur. semangatnya agak bangkit.." ujarnya keras. dan perjalanan mereka tempuh dengan cepat. "Kelihatannya kau kedinginan. mereka menyebar kabar tentang perang dan hasilnya. ia dihantui mimpi dan halusinasi. dan mengira tengah berad a di masa lalu. Aku harus datang dan meng¬hang atkan tubuhnya. bak awan gelap yang menghilang. "Tapi aku tak boleh tidur denganmu karena aku telah beristri.

demamnya sudah reda dan pikirannya telah kembali jernih . Ai. Apakah kau mendapat kabar dari istrik u? Aku tidak mendapat kabar apa pun sejak kami pergi di bulan keempat. "Suamimu selamat." "Lord Takeo. dan melihat wajah Ai bersinar dengan p erasaan lega." lanjut Ai. k eluar menyambut di dinding sebelah luar kastil." "Ishida di sini? Mengapa?" Halaman 290 dari 700 . tapi hatinya tetap cemas." sahut¬nya. "Syukur kupanjatkan pada Surga. Dia akan merawatmu. tempat ia dibantu turun dari kuda oleh Minoru dan Gemba. "Tabib Ishida ada di sini." katanya dengan segera. Kecemasan¬nya bahkan tak bisa dihilangkan dengan sambutan sepenuh hat i penduduk kota yang merayakan kabar kemenangan dengan menari di jalanan. dan hati Takeo berdebar ketakutan. "Akan kupanggil dia." Ai mulai bicara. Hujan turun la gi dan para pelayan berlari ke depan membawa payung. Adik Kaede. "Kau terluka?" "Kurasa aku sudah melewati bagian ter¬buruk.Sewaktu tiba di Inuyama.

"Lukanya semakin pulih. Kau ingin mandi dulu? Dan kami akan siapkan makanan bagi kalian. Dengan hati-hati Gemba menyingkir¬kan perban dari bahu dan lengan Takeo lalu membasuh luk anya dengan air panas. Ia dan Gemba berjalan ke kolam sumber air panas dan melepas pakaian mereka yang kotor. aku akan mandi dulu." ujar Ai. Kau ingin mandi dulu? Dan kami akan siapkan makanan bagi kalian. Mere ." Takeo menghirup teh. Hujan membasahi lembut wajah dan bahu mereka. "Akan kutinggalkan kalian. mereka juga tidak bicara selagi membasuh dan mengeringkan tubuh lalu masuk ke dalam air yang berbuih dan mengandung belerang." "Menurutku kau harus segera mendengar nya. Mereka makan dengan cepat: Ai menyuruh pelayan membereskan nampan dan mem¬bawakan teh. Hal¬hal seperti ini memang sering terjadi. Kau menitipkan i stri dan putramu dalam perawatanku. kelembutannya menakutkan Takeo. "Sudah mulai sembuh."Dia akan ceritakan semuanya. Ai menuangkan teh ke mangkuk biru berlapis kaca. "Mari ma suk. nasi dan sayuran musim panas." Dia akan ceritakan semuanya." sahutnya. bayi sangatlah lemah." "Ya. "Kau sudah jauh-jauh kemari. "Aku tidak bisa berlama-lama di sini. tapi begitu jernihnya suara menyakitkan telinganya. "Tak ada luka lainnya?" tanya Ishida." Ai sendiri yang menyajikan sop dan ikan panggang. mengelilingi mereka ber¬du a seakan membawa mereka ke dunia lain. kuh arap kau membawa berita baik. hampir tanpa merasakannya." sahut Ishida. Demam dan nyeri membuat kepalanya pening: pendengarannya agak lebih peka dari bi asanya. Saat pel ayan kembali. setelah mereka saling memberi salam. Takeo melihatnya mengangkat lengan baju untuk men yeka air mata. kelembutannya menakutkan Takeo. "Mengetahui yang terburuk adalah tahu cara bergerak m aju." sahut Gemba." ujar Takeo." ujar Gemba. aku merasa semua ini salahku. "Maafkan aku. Ishida datang bersama mereka. "Bisakah kau ikut denganku untuk mendengar apa yang telah membawa Ishida ke Inuyama?" "Tentu saja. ingin bersiap dan menguatkan diri untuk men dengar kabar itu. "Biar kuperiksa. tapi Takeo hanya mengangguk setuju." "Nanti saja." Sew aktu Ai berlutut untuk menggeser pintu terbuka. "Mari mas uk." ujar Ai." akhirnya Takeo berkata.

tapi aku sama sekali tak tahu penyebabnya. nyaris marah. bibirnya berkerut sedih. suaranya pecah. "Tak ada tanda-tanda racun. yang nyaris belum dikenalnya.ka terlepas dari geng¬gaman kita. "Apakah kau hendak mengatakan kalau putraku meninggal?" Kesedihan melanda dirinya." ujarnya. kemudian. Bila diriku saja t ak kuasa menanggungnya. Mahkluk mungil itu." Ishida berhenti dan menatap tak berdaya ke arah Takeo. mungkinkah dia penyebab kema tian putranya? Takeo menangis. tersen yum juga tertawa. dan air mata menetes. "Sementara sihir aku benar-benar tidak t ahu. pikirnya. "Bocah mungil itu sehat pada malam sebelumnya. namun tidak pernah terbangun lagi. yang kini tak akan bisa dikenalnya. diberi cukup makan. Darah Takeo berdentum di telinganya. bagaimana Kaede bisa tahan? "Aku harus segera menemui istriku. lalu tertidur tanpa rewel. air mata berlinang di pipinya. "Bagaimana istriku menerima keadaan ini? Apakah karena penyakit? Apa¬kah Kaede juga sakit?" "Itu merupakan kematian di masa kanak¬kanak yang tak bisa dijelaskan." "Bagaimana bisa begitu?" Tanya Takeo. tidak berusaha menyem¬bunyikannya. Kematian seperti ini tidak wajar." Halaman 291 dari 700 . "Bukan karena sihir? Bagai¬man a dengan racun?" Teringat olehnya kalau Hana berada di Hagi." ujar Ishida. Aku tak kuasa menanggung kabar buruk ini." tutur Ishid a.

" ujarnya. Dirasakan semangatnya naik turun menuju kegelapan. Dia duduk tanpa makan di depan Daifuku ji." sahut Ishida." Dia tak menangis. "Mereka pasti pergi beberap a hari kemudian. Apakah S hizuka bersamanya?" "Banyak hal buruk terjadi sejak kau pergi. di Hofu. "Kini kita tahu apa yang salah. Apakah Shizuka bersamanya?" Lalu istriku: bagaimana keadaannya? Dia pasti hampir gila karena sedih." ujar Takeo. Sepertinya dia menjadi gila karena sedih." ujar Ishida. Kira-kira sudah sampai di mana mereka sekarang? Kapan mereka berangkat?" "Aku pergi kira-kira dua minggu lalu. Dia bergeser mendekati Takeo. Mereka dal am perjalanan ke Kumamoto. "Tentu dia tidak akan menyia-nyiakan nyawa mereka. "Jaraknya sem . Telinganya sudah mendengar kata-kata itu." tutur Ishida dengan sedih. dan menyerukan pada putra sulungnya untuk bertindak dengan adil." "Hana dan kedua putranya sudah tidak di Hagi. Kaede meninggalkan Hagi? Dia pergi ke Kumamoto. "Gemba. "Kaede pergi bersama mereka. siapkan kuda."Lalu istriku: bagaimana keadaannya? Dia pasti hampir gila karena sedih. "Apa? Kaede membiarkan mereka pergi?" "Lord Takeo. Takeo duduk diam membeku." bisik Ishida. menyerahkan d iri ke tangan yang tengah berkomplot menentang dirinya? Mengapa istrinya mau melakukan hal semacam itu? Bergabung dengan suami adik¬nya? Tidak bisa dipercaya kalau istrinya melakuka n itu. namun ekspresi kesedihan serta welas asih terlukis di wajahnya. dan melihat kalau kegelapan i tu akan melahap seluruh negara nya. "Aku harus menemuinya. Namun sebagian dalam dirinya merasa tercabik-cabik." "Istri Zenko dan putranya berada di Hagi. seolah seluruh tangannya ter enggut habis. Z enko mundur dalam keadaan gusar ke Kumamoto. tempat dia membangun kekuatan militer." "Bisakah aku mencegat mereka di Yamagata?" tanya Takeo pada Gemba. lewat Tsuwano dan Yamagata. "Istriku baru saja keh ilangan putranya." "Ah!" ujar Gemba pelan. seakan ingi n menopang tubuh Takeo. Sebagai jawabnya. namun benakn ya masih belum memahaminya.

"Lord Takeo. Benaknya seketika mulai ber¬pacu. Minoru." Ishida tidak memandang Takeo: sikap bersalah sekaligus bingung. maka aku pergi dia m-diam dari Hagi.inggu berkuda. seraya berharap bertemu denganmu dalam per¬jalanan pulang." tutur Takeo. agar istrinya tid ak meninggalkan dirinya. tapi Takeo tak mengijinkannya melanjutkan. "Hiroshi luka parah. "Aku harus bersiap untuk bertarung melawan Zenko. mencari-cari jaw aban. menjanjikan apa saja pada dewa manapun. bawa mereka ke Yamagata. beritahukan keberangkatanku." Takeo ber¬henti bicara lalu menatap Gemba den gan pandangan penuh kesedihan." tutur Ishida. "Tak satu pun sanggup menghibur a tau mencegah kepergiannya." "Mereka berjalan dengan lambat. Shigeko luka ringan. Yang terpikir olehku adalah meminta bantuan Ai. membantah dan memohon. dan begitu sanggup bepergian. "Kirin juga mungkin butu h perhatianmu." la njutnya." "Aku akan sampai di sana dalam tiga hari. kirim pesan sekarang juga kepada Miyoshi Kahei. Tapi bagaimana aku sanggup ber perang melawan istriku sendiri?"* Halaman 292 dari 700 . Ak u akan ke sana dan mencari tahu apa yang telah terjadi. Rawat mereka sebaik-baiknya.

Maya panik.00 s/d jam 13. dan melihat Miki muncul kembali di sebelahnya. bahkan dilempari batu. Maya sudah kelelahan karena tidak tidur semalaman. dengan saru tujuan: menjauhkan diri dari Hisao dan Akio. tidak berdaya. Ia selalu menoleh ke belakang dengan gugup saat mereka lari. kebanyakan orang berada di dalam rumah untuk makan siang.00." . Dan Akio pasti sudah tahu tentang si kucin g. seolah yakin Hisao aka n mengejar. makanan dan uang. mereka berlari dengan menghilangkan diri melewati jalanjalan yang sempit." jawab Maya. kesal pada Z enko yang sangat tidak berbakti pada orangtua dan menghina dewa-dewa serta pasti akan dihukum ata s perbuatannya. Pelabuhan dalam puncak kesibukan¬nya. menyuarakan kekagetan dan penyesalan atas kematian Muto Taku. percakapan dengan hantu pe rempuan. mengambil air dari kanal kecil.Di Hofu. Rumah mak an dan penginapan dijejali orang yang baru turun dari kapal. Hisao pasti dihukum. tapi tak tahu apakah pikiran itu membuatnya gembira atau sedi h. "Dia akan berikan untuk kita . Orang itu melonjak kaget melihat ke¬munculan mereka yang tiba-tiba hingga pisau ya ng dipegangnya jatuh. Tanpa berpikir panjang. pemuda itu takkan membiar¬kannya pergi. maka mereka pun tak ingin kembali ke masa-mas a di bawah kepemim¬pinan Arai. Penduduk Hofu adalah orang¬orang yang pemberani dan juga keras kepala. Kepergian Zenko dari kota itu disertai dengan cemooh dan berba gai bentuk *) Waktu Kuda: berkisar antara jam 11. mengagumi mukjizat yang dialami Shizuka. Maya melambatkan larinya untuk mengatur napas. "Kita butuh senjata. Miki dan Maya melihat sedikit kejadian ini. Jalan di si ni sepi. Mereka memb enci perbudakan oleh Tohan dan Noguchi. Merasakan kalau kemampuan meng¬hilangnya sirna saat ia kelelahan. pertemuan dengan Hisao. gelombang pasang di awal bulan kelima datang setelah siang hari di Wakt u Kuda*. dengan arus kapal yang datang dan pergi mema nfaatkan angin barat untuk menuju Akashi dengan membawa hasil bumi Tiga Negara. ungkapan dendam atau kebencian: para pengawal Arai yang berada di bagian belakan g rombongan bahkan dilempari kotoran atau sampah. diambilnya pisau itu l alu dia tusuk tangan laki-laki itu. seorang lakilaki tengah berjongkok mengasah pisau dengan batu asah. yang diberi makan oleh burung-burung di Daifukuji. Di luar toko kecil. "Apa yang kau lakukan?" pekik Miki. Mereka minum sambil bertuk ar berita dan cerita. pikirnya.

" dia memohon. Maya berguling l alu muncul di belakang laki-laki itu." Maya mengoceh. "Apa-apaan tadi itu?" tanya Miki sewaktu mereka meninggalkan toko. kini keduanya bersenjatakan pisau yang disembunyikan di balik pakaian. maka ia harus memanfaatkan sebaik¬baiknya. dan memaksakan kue mochi ke dalam geng¬gaman tangan Maya. Aku hanyalah seorang perajin yang miskin. Kalau si bodo h ini mengira mereka adalah iblis atau hantu. "Beri kami makanan dan uang. tapi aku tidak terlibat di dalamnya." Miki mengambil pisau kecil dari tempat¬nya tergetak di atas selembar kain yang ter hampar di tanah. Bola matanya terbelalak ketakutan. "Aku membenci kejahatan Lord Arai: aku tahu dia telah manghasut dewa-dewa menentangnya. ditunjukkan¬nya tempat dia menyimpan bebe rapa koin." ujarnya. atau kau akan mati.Laki-laki itu menatap dengan tak percaya pada darahnya sendiri. Halaman 293 dari 700 . "Jangan bunuh aku. "Adik." "Dewa menghukum rakyat atas kejahatan penguasanya. Didekatinya laki-laki itu di bagian tangan yang tidak terluka lalu membimbingnya masuk ke dalam toko. melukainya lagi. kali ini di leher. ambil pisau ju ga.

"Akan kuceritakan nanti. Ayah melarang kita melakukan hal itu." Gadis itu menatap permukaan kolam dengan murung. tapi setelah bocah itu lahir." "Itu tidak mungkin." Mereka mengikuti kanal sampai ke jalan yang mengarah keluar kota menuju utara. Itu sebabnya Kenji menggi ring Tribe kepada Ayah. Aku melihat Taku dan Sada dibunuh di depan mataku. tapi sebenarnya bukan. tidak ada orang yang tidak bersalah. seolah dengan tidak mengakui kelahiran adiknya itu. tempat yang ada airnya." Sesaat dikiranya kalau ia akan menangis. "Orang mengira dia putra Akio." "Dengar. Bibi Hana sedang dalam perjalanan ke sana. Ayo kita cari tempat untuk bersembunyi sebentar." Maya menatap Miki. Kita harus ke Hagi lalu memperingatkan Ibu. Dan ada ramalan yang mengata¬kan bahwa Ayah hanya bisa dibunuh oleh putran ya sendiri. Ibu tidak boleh p ercaya kepadanya. Ranting pohon cedar dan a wan di belakangnya memantul di per¬mukaan yang tenang. Aku ditawan Kikuta Akio. dan menemukan tempat yang terlindung di balik semak-semak." tutur Maya. Kikuta memaksanya bunuh diri. Dia putra Ayah. dan jangkrik yang ber derik membosankan. menikah dengan Akio." kan kuceritakan nanti. M ereka tiba di jalan ke biara. Yuki. "Lagipula. dia adalah cucu Kenji. "Hisao adalah kakak kita. "Paman tengah menyiapkan pasukan melawan Ayah." katanya seketika. mau¬pun memikirkanny ." ujar Miki dengan suara lemah. dia sudah mendengar semua kisah Tribe ini sejak kecil. Di sini mereka minum sebanyak-banyaknya. "Sud ah menjadi takdir orang itu berada di sana saat itu. "Dan bocah itu. Burung gagak memekik di ketinggian pohon cedar." "Tapi Maya. hutan kecil mengelilingi kolam sumber air. kau gunakan kemampuan Tribe untuk melawan orang yang tidak bersalah. Miki. Maya belum pernah melihatnya. kau tidak tahu apa yang sudah kualami. kecuali bila kita mencegahnya. adalah Kikuta Hisao. Ibunya. Peluh bercucuran di wajah kedua gadis itu. dan di balik pakaian ter asa lembap dan gatal." Miki mengangguk. tempat mereka duduk d an ber¬bagi kue mochi. Hisao akan membunuh Ayah. Maya berkata. "Benar. Ayo kita cari tempat untuk bersembunyi sebentar. Dia hampir lupa akan keberadaan bayi yang baru lahir. pada akhirnya. tapi perasaan itu segera berlalu. tempat yang ada airnya. yang berseru-seru me¬manggilku. Kau pasti pernah mendengar tentang dia di Kagemura.

" "Tapi bagaimana dengan adik bayi kita?" tanya Miki lagi. bumi bergetar. seharusnya kita juga begitu. Seekor nyamuk hinggap di tangannya dan dia menepuknya. "Aku mau pipis." ujar¬nya.a. dan dirasaka n¬nya bebatuan merekah di bawah tangannya. Pada saat itu dirasakannya keinginan untuk menjadi si kucing. Lagi¬pula Hisao pantas mendapatkannya. Lag i-pula. orang paling jahat yang pernah ku¬temui. Maya berpikir kalau ia ta k boleh mengotori¬nya. Saat ia meman jat dengan susah payah kembali ke sisi dinding yang sebelumnya. maka dipanjatnya dinding samping lalu membuang hajat. merasa heran mengapa hal ini membuat ia begitu marah. Di sini ada batu nisan yang berlumut dan terbengkalai. Dia itu ja hat. bersamaan dengan perasaan yang tidak dikenalinya. Miki berkata." "Kalau sudah tahu. Miki!" Maya berdiri mengibaskan debu dar i pakaiannya. menggunakan bahasa laki-laki. lebih jahat dari Akio. Halaman 294 dari 700 . "Jangan membuat semuanya menjadi rumit. mengapa Ayah tidak berbuat apa-apa?" sahut Maya. "Ayah pasti tahu tentang ini. yang membuatnya gelisah. merasa pusing selama beberapa saat. lalu ber¬jalan lebih jauh m emasuki hutan. Puncak pe¬pohonan cedar masih bergetar. "Jika Ayah memilih untuk tidak berbuat apa-apa. Maya setengah terjatuh ke atas tanah. apa yang bisa Ayah lakukan?" "Ayah seharusnya membunuh Hisao.

" ujar Miki. akan makan waktu tiga kali lebih lama. "Kita akan mencurinya." sahut Maya dengan perasaan jijik . ketika mereka seperti memiliki satu pikiran. Dia akan menolong kita. Be-berapa di antara mereka mungkin saja menahan dan menghentikan mereka berdua." ujar Miki tidak senang." 'Tak satu pun dari mereka bisa dipercaya lagi. peziarah. "Kita harus pergi sendiri." katanya.Ketika dilihatnya Miki duduk di samping kolam." "Apakah kita akan berjalan kaki sampai ke rumah?" "Ada ide yang lebih baik?" "Kita bisa meminta bantuan dari se¬seorang. Lalu bagaimana kita mendapatkan makanan?" "Seperti yang tadi kita lakukan. "Ayo. ia terkejut melihat betapa kurusn ya adiknya itu kinietika dilihatnya Miki duduk di samping kolam. berkuda secara terbuka dengan dua orang laki-laki yang membantu kita. perempuan bertopi dan berkerudung lebar pelindung s inar matahari. Dari Yamagata ke Hagi ber jarak sepuluh hari. Atau mereka mungkin saja o rang Tribe . ia terkejut mel ihat betapa kurusnya adiknya itu kini. Seorang laki-laki bernama Bunta datang bersama Shizuka dan aku. "Kita harus segera pergi." "Tapi jaraknya jauh sekali. Bila kita berjalan kaki dan sambil ber sembunyi." "Apakah dia Muto?" "Imai. mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang sulit. Hal ini membuatnya merasa kesal. Ia tak ingin Miki tidak sepaham dengan dir inya. "Butuh waktu seminggu berkuda dari Yamag ata. yang ter¬buruk." sahut Maya." "Apa rencana kita?" tanya Miki sewakt u berdiri. pedagan g. Maya tak ingin mencemaskan keadaan Miki: ia ingin segalanya tetap seperti biasa¬nya. "Tentu saja pulang. penjaja dagangan. Maya mencermati para pelancong yang berjalan menyusuri j alan itu dari kedua arah: ksatria berkuda. "Apa¬kah kita akan mengikuti jalanan mama?" Ia memberi isyarat ke arah jalan berdebu yang berbelok-belok menuju sawah yang meng¬hijau ke arah pegunu ngan yang berselimut¬kan pepohonan." "Baiklah. seraya menyentuh pisaunya yang ter sembunyi. biarawan berjalan dengan tongkat dan mangkuk pengemis.

Tapi aku membencinya! Bagaimana bisa aku ingin berjumpa dengannya? Berusaha menyembunyikan perasaan ini dari Miki. Ia bimbang dan disadarinya ternyata ia rindu dan ingin bertem u Hisao lagi." Rasa tegangnya makin bertambah. mendengar suara Hisao. Kita akan berjalan melewati pegunungan." "Dia berada di Daifukuji. siapa pun bisa melihat kalau kita kembar. "Aku tidak dengar siapa-siapa." Miki berdiri. Datanglah kepadaku. "Berpua sa dan berdoa. ingat perkataan gadis pelayan itu. "Walau aku berpakaia n laki-laki. setengah berharap melihat Hisao dan Akio mengejar. mendengarkan dengan seksama. Akio mungkin sudah menunggu kita di sana. ke arah kota. "atau tersesat. ia berkata. "Apa?" "Suara itu.yang sedang mengejar. Kita boleh kembali. m erasakan kalau pemuda itu sedang mencari¬nya. Maya bisa merasakan tarikan itu dalam dirinya. Ay o kita temui Shizuka. "Kau dengar itu?" Dicengkera m¬nya tangan Miki. Mendadak Maya melompat. Maya menoleh ke belakang. Itu dia. Ayo kembali ke kota saja." protes Miki." "Kita akan kelaparan." Halaman 295 dari 700 ." ujar Maya. Suara itu bergema seperti bisikan di sela¬sela hutan. Kita tak ingin menjadi perhatian.

" ujar Miki. Aku tahu sesuatu yang mengerikan terjadi padamu. Sawah terbentang di k edua sisi lembah. bersama Taku dan Sada." Sejenak Miki terdiam. Mereka sudah sering melewati jalan ini. tapi berjarak satu hari per¬jalanan ke utara Hofu. Juga ada jembatan baru. Jalan ter¬bentang di sepanjang sisi barat sampai ke jembatan di Kibi. tepat sebelum Sun gai Yamagata."Ayo pergi." ajak Maya. sunga inya makin dangkal. hanya it u. aku kehil angan mereka. sunga inya makin dangkal." Selagi mereka mulai berjalan menanjak menaiki lereng ke pepohonan bambu. melewati sebagian besar daerah tersubur d i Tiga Negara. "Aku memimpika nmu sebagai si kucing. Maya me nceritakan dengan singkai tentang serangan itu. deburan air berbuih menghempas bebatuan. deburan air berbuih menghempas bebatuan. rumah dan gubuk petani benebaran di tengah daerah persawahan. namun mata Maya kering. Matahari sudah bergeser dari titi k puncaknya ke arah barat. Jalan hampir mengarah ke utara. seraya menyeka mata dengan tangan. ia melihat ke angkasa. dan aku adalah bayangannya. Sawah terbentang di k edua sisi lembah. tapi berjarak satu hari per¬jalanan ke utara Hofu. Juga ada jembatan baru. Jalan hampir mengarah ke utara. Matahari sudah bergeser dari titik puncaknya ke arah barat. Sungai itu sering meluap." "Kuda betina apa?" "Kuda pemberian Shigeko untuk per¬jalanan dari Maruyama. sedangkan Maya saat musim gugur se¬belumnya. "Apa¬kah Akio menyakitimu?" "Dia mencekikku untuk membungkam mulutku." ajak Maya. dan kematian Taku dan Sada. mengikuti aliran sungai di sepanjang jalan menuju Tsuwano. Setelah selesai bercerita. "Aku memimpikanmu. "Kau tahu. mengikuti aliran sungai di sepanjang jalan menuju Tsuwano. Miki yang terakhir kali. ia melihat ke angkasa." . "Aku penasaran di mana kedua kuda betina itu. Miki menangis tanpa suara. hanya beberapa hari lalu. Ayo pergi. melewati sebagian besar daerah tersubur d i Tiga Negara. lalu memukulku beberapa kali." ujarnya pada Miki saat me¬langkah d ari bawah naungan pepohonan lalu berjalan di bawah teriknya matahari. Jalan ter¬bentang di sepanjang sisi barat sampai ke jembatan di Kibi. lalu berkata. tepat sebelum Sun gai Yamagata. Sungai itu sering meluap. rumah dan gubuk petani benebaran di tengah daerah persawahan.

dan awan rendah menyebar di langit dari arah selatan. dan terdapat banyak tebin g dengan batuan yang menonjol dan pohon tumbang yang menyediakan tempat bernaung. Mereka sampai di sebatang pohon beech besar yang setengah tercabut akarnya akiba t gempa atau badai. pucuk pakis yang sudah tua. T idak akan ada bulan. akar halus bambu. dan di suatu tempat di sebelah kiri mereka terdengar kicau burung kecil. Dan dia bisa membuat senjata api. "Penguasa alam baka dari Tribe?" "Ya. hanya saja dia tidak tahu bagaimana meng¬at asinya. kedua gadis itu kini mulai secara naluriah mencari makanan: jamur yang tumbuh di bawah pohon pinus. sampai hampir berlari kecil di sela-sela batang pohon yang berwarna keperakan. Kurasa ada orang yang mengajarinya. wineber ry. Di sungai juga menemukan kepiting kecil yang mereka makan hidup-hidup."Bagaimana dengan Hisao?" Maya mulai berjalan lebih cepat. juga tidak akan ada bintang. selain cara bertindak kejam. R asanya waktu sudah lama berlalu sejak mereka makan kue mochi di biara tadi. meski semua ini makin sulit ditemukan. Seekor ular kecil melintas di depan mereka. Miki pun ikut berlari. Daun rontok selama ber¬tahun-tahun menyediakan kasur yang empuk. dan batang nya yang besar dan akar¬nya membentuk liang. Sejak kecil mereka diajarkan oleh Tribe untuk hidup dari alam. akar dan buah-buahan sebagai makanan juga racun. Dia bisa menjadi luar biasa kuat. Kini mereka berada di lebatnya hutan. Mereka menyelinap dengan mudah di antara batang-batang ba mbu." Matahari tergelincir di balik puncak tinggi pegunungan di sebelah kiri mereka. Mereka mengikuti buny i gemericik air dan minum dari sebuah sungai kecil." ujar Maya. Tak ada orang yang pernah meng¬ajarinya. mengisap daging berlumpur dari cangkangnya yang rapuh. Kemudian mer eka melanjutkan perjalanan selama senja yang panjang sampai malam sudah terlalu gela p hingga tak bisa melihat apa-apa. mengumpul kan daun. ketika akhirnya lereng yang semaki n curam memaksanya untuk melambatkan langkah. Derik jangkrik keden garan makin kencang. Bahkan ada kacang¬kacangan yang masih bisa dimak an di Halaman 296 . Sambil berjalan. menghilang ke semak beluk ar. "Hisao adalah penguasa alam baka.

dari 700 .

" "Dia mengikuti kita?" Maya tak langsung menjawab. "Apakah saat itu kau takut?" bisik Miki. Sebagian dari dirinya takut pada laki-laki itu dan ingin menjauh. Dalam pelukan adiknya. Aku merasakannya: aku me¬mutuska n ikatan antara pemuda yang me¬manggilmu dan si kucing." ujar Maya. "Apa kau lari darinya? Sekalian pulang. Dia dipaksa mat i sebelum waktunya. M aya mulai merasa rileks. membuat keduanya melonj ak kaget. kan? Begitu kita sampai di Hagi. bau lembap mulai muncul dar i tanah. "Tidak. Dalam pelukan adiknya. ia bisa b icara dengan arwah ibunya. ara dedaunan.antara dedaunan." Tapi bahkan setelah kata-kata itu lepas dari mulutnya. memanggilku." ujar Miki pelan. seolah dirinya menjadi utuh kembali. seolah dirinya menjadi utuh kembali. be¬rangkulan." ulangnya. "Hujan. ingin bersama pemuda itu dan berjalan ber¬sama di antara dunia. dan harus menyaksikan putranya diubah menjadi jahat. Kedua gadis itu berbaring. "Aku tahu Ayah d an Shigeko belum pulang. dan di kejauhan terdengar jerit rubah betina. ia pun tak yakin kalau se mua ucapannya benar." Tubuh Miki agak gemetar. ibunya selalu bersamanya. Apakah aku sudah menjadi jahat? Maya mengingat tukang asah pisau yang dilukai da n dirampoknya . Tubuhnya menyentak-nyentak gelisah. Maya mulai merasa rileks. ba ru aku akan merasa aman. "Kurasa aku tahu itu. dan cahaya menerangi tanah." Tambahan lagi. Mengisi cuping hidungnya dengan kehidupan sekaligus kematian. "Kau pernah melihatnya?" "Sudah." Terdengar suara burung hantu di pe¬pohonan di atas mereka. maksudku?" "Dia sedang mencariku. Kedua gadis itu berbaring. dan kau berubah ke wujud aslimu. Dengan rintik-rintik pertamanya. Sebagia n lagi ditarik kembali kepadanya. Udara terasa menjadi agak dingin. Miki agak memutar badannya. be¬rangkulan. Hisao menyayangi kucing itu dan dia adalah penguasanya. "Tidak. tapi Ibu akan melindungi kita. "Aku merasa iba." Maya memikirkannya." "Mudah sekali menjadi jahat. Saat Hisao bersama si kucing. Maya tidak yakin apakah dia mengucap¬kan kata-kata itu atau hanya memikirkannya.

ia menuangkan rasa marah untuk memadam¬kannya. menegakkan telinganya serta mendengkur. Seharusnya Ayah tidak boleh punya anak laki-laki! Miki sepertinya sudah tidur. merasa bersalah dan tida k menyukai perasaan itu. Datanglah padaku. Nyamuk mencium bau ker ingat mereka dan ber¬dengung di telinga Maya. Dibuka mulutnya. dan Maya bergeser sedikit. Seharusnya Ayah tidak mengirimku pergi jauh. seolah Hisao bisa me lihat melalui kegelapan. Sikutnya menusuk badan Maya. Kucing itu meregang¬kan badan. Hujan membuat¬nya kedinginan. saat kepalanya berputar melihat ke arah Hisao. Seh arusnya Ayah tidak boleh begitu sering meninggalkanku saat aku masih kecil. Halaman 297 dari 700 .tanpa pikir panjang. ini salah Ayah hingga aku menjadi seperti ini. Suara burung hantu tadi terdengar lagi. Ayah yang memaksaku. tepat ke mata keemasan si kucing. berusaha memanggil Miki . Segera terdengar suara Hisao. Maya berjuang kembali ke wujud aslinya. Dan Maya merasakan tatapan pemuda itu berpaling ke arahnya. Seharusnya Ayah bilang kalau Ayah punya anak laki-laki. pikirnya. Ayah pasti marah padaku. Nyaris tanpa berpikir dib iar¬kannya si kucing datang dengan bulu tebal¬nya yang hangat. Napasnya tenang dan teratur.

serta mem¬bebaskan diriku darinya . Berpelukan. "Atau bagaimana m elakukannya. namun menjanjikan kalau bagian selanjutnya per¬jalanan mereka akan lebih mudah. dan sungai di belakangnya. tapi dia tahu tempat kita berada. pakis: semuanya berkilau dan bersinar. dan Hisao melihatku. mereka berhenti di saat yang bersamaan. "Tadi kau melolong!" ujar Miki." Murni adalah kata yang terbersit di benak Maya. rumpun bambu. Saat tengah hari." ujar Miki. Dipeluknya Miki dan mendekapnya lebih erat. Jaring laba-laba. seringkali harus mene lusuri kembali jejak kaki mereka se¬belumnya. Mereka b . dibengkokkan dan dipukul berulang kali. mereka tak beran i melaku¬kannya." Miki berlutut di pinggiran gua pohon dan melihat dengan seksama keluar ke gelapn ya malam. Kucing itu mengambil begitu banyak dari dalam diriku. "Tadi aku berubah menjadi kucing di luar kehendakku. keduanya melanjutkan per¬jalanan ke utara. "Apa yang terjadi?" iki duduk tegak. Mereka berusaha sekuat tenaga naik turun parit yang dalam." "Apakah dia sudah dekat?" "Aku tidak tahu. kedua gadis itu me¬n unggu cahaya matahari merayap perlahan menyinari mereka. *** Hujan berhenti saat hari mulai terang. mem¬buat tanah terasa panas dan mengubah ra nting dan daun yang meneteskan air hujan menjadi bingkai keemasan dan potongan pelangi. sesekali melihat jalan di bawah sana. "Apa yang terjadi?" Maya merasakan lagi kekuatan setajam pedang dari jiwa Miki yang menghalangi anta ra si kucing dan penguasanya.Miki duduk tegak. Di depan mereka tampak ada jalan yang tidak terlalu mulus." "Kau akan tetap terjaga?" tanya Maya gemetaran karena dingin dan emosi. Kita tidak bisa pergi sekaran g. "Ada ses uatu yang bisa kau lakukan yang menghalangi antara dia dan aku. di sisi sebelah timur pe¬gu nungan. Meskipun ingin berjalan sebentar di permukaan jalan yang mulus. Suaranya lemah dan lelah. dan hujan." "Aku tidak tahu apa itu. seperti murninya baja setelah di panas¬kan. Dengan menjaga agar sinar m atahari tetap di kanan mereka. Kita harus pergi sekarang jug a. "Aku tidak bisa lihat apa-apa. Gelap gulita.

Tapi mereka tidak menemukan tempat apa pun. Sesekali mereka melihat atap rumah petani jauh di bawah. kulitnya berubah segelap tembaga . berhenti hanya untuk mengambil makanan yang disediakan ata m. hampir tidak perlu bicara. tak ada desa. chestnut sisa musim gugur lalu yang telah bertunas. "Kita harus mendapatkan makanan sungguhan. perut mereka mulai keroncongan. seraya melepas sandal dan menggosokkan tel apak kakinya di rumput yang lembap. dan sawah garapan tetap berada di luar jangkauan di bawah tempat mereka berada. mereka mengen¬cangkan kembali sandal dan mulai mengikuti jalan kecil tadi yang berkelok di sepanjang sisi gunung. dan kini mulai mencari-cari di rerumputan. namun tidak tahu lagi apa yang bisa dilakukan. Kakinya lecet dan berdarah. Sekali l agi. dan mengira kalau jalan kecil itu akan membawa merek a ke sana. Udara terasa panas. "Aku lapar sekali. bahkan dalam naungan lebatnya hutan. Matahari berlalu tersembunyi di balik gunung. bahkan tak ada gubuk atau b iara terpencil di gunung. dan menem ukan kacang beech. Tak satu pun dari kedua nya ingin menghabiskan semalam lagi di hutan. menatap ke atas. tapi rasa lapar membangunkan mereka. "Kita istirahat sebentar. Maya sudah berbaring terlentang.elum makan sejak pagi. ke arah hijau dedaunan yang be rubah bentuk. Mereka ber¬jalan tanpa bicara. Aku pena saran apakah jalan itu mengarah ke sebuah desa. awan ber kumpul lagi di sebelah selatan." ujar Miki. lumut. Halaman 298 dari 700 . sedikit buah b eri yang hampir ranum. tanpa bersuara." katanya." Kedua gadis itu tertidur sebentar. selain terus berjalan.

maka dia pasti berasal dari Tribe. tanpa berpalin g. Segera saja terbit air liurnya. "Kau bisa memanggilku Yusetsu. burung berkicau melantunkan nyanyian p engiring matahari teng-gelam. Maya yang berada di depan. dan sesosok tubuh ramping berlutut menjaga daging yang sedang dimasak. aku Muto." Menggunakan kemampuan menghilang. kepalanya tertutup tu dung yang di¬pegangi dengan satu tangan sementara mem¬bolak-balik daging pada tusuk pemanggang dengan t angan satunya lagi. Aku akan memberimu dan adikmu makan. Dagi ng burung kuau atau kelinci. Bagaimana dia bisa ada di sini? Aku akan ke sana dan melihatnya. "Perempuan itu mirip Shizuka!" Maya mencengkeram tangan adiknya saat Miki hendak berlari menghampiri. Aroma daging begitu kuat hingga ia mengira akan kehilangan kon¬sentrasinya. Maya berpikir. Maya yang berada di depan. Maya menyelinap di sela pepohonan dan ke belak ang gubuk. karena ia pernah mencicipi kedua daging itu di se kitar Kagemura.Hutan dan gunung menyatu saat senja tiba. bak jej ak terakhir salju ." sahut perempuan itu. Kalau dia bi sa melihatku. Miki berbisik di telinganya. tapi juga tidak mirip. hanya perempuan itu. Sepertinya tidak ada orang lain lagi. Api unggun menyala di depan¬nya. Suaranya pun dingin dan misterius. Baunya semakin kuat . kini bercampur dengan aroma daging panggang yang membuat perut mereka semakin keroncongan. dan mereka berjalan dengan lebih hati-hati. an dan gunung menyatu saat senja tiba. burung berkicau melantunkan nyanyian peng iring matahari teng-gelam." bisik Miki. Perempuan itu berkata. tiba-tiba berhenti. Maya bisa memperkirakan dari bentuk tubuh dan gerakannya kalau sosok itu adalah perempuan dan ada sesuatu dengannya yang terasa sangat familiar. "Asap." Suaranya mirip suara Shizuka. pikir Maya. Di sela-sela pepohonan bisa dilihatnya sebuah gubuk kecil. "Tidak mu ngkin." Maya belum pernah mendengar nama itu. Angin sepoi-sepoi berhembus perlahan di dataran itu dan membuat bulu-bulu coklat dan hijau melambai-lambai terkena angin¬nya. "Kau tak perlu menggunakan pisau itu. lalu membuat dirinya terlihat lagi. "Apakah kau Muto?" tanya Maya. Maya mengangguk. Diraba nya pisaunya. "Ya. tiba-tiba berhenti.

Dia lalu berlutut. Setelah itu dinyalakannya lentera dari sisa api yang masih menyala. Yusetsu menaruh daging burung kuau bakar di lembara n kulit kayu yang di-bungkus daun. "Apa yang kau lakukan di sini? Apakah ayahku yang menyuruhmu ke sini?" "Ayahmu? Takeo. panasnya membakar mulut dan lidah. dan mereka berbaring di Halaman 299 dari 700 . memerhatikan wajah dan tangan m ereka." Ada teko air di anak tangga gubuk. "Panggil adikmu lalu cuci tangan dan kaki k alian. Kedua gadis itu bergantian menuangkan air men¬c uci tangan dan kaki mereka. Yu setsu tidak makan. mengiris daging menjadi potongan kecil. Si kembar makan tanpa bicara. melahap daging dengan rakus. Kini p erempuan itu menatap Maya. Bahkan dengan cahaya api unggun. Dia membalikkan telapak tangan mereka dan menyusur i tanda Kikuta dengan jari-jarinya. dan memberikan lumut untuk member sihkannya. Ketika keduanya sudah mengisap tulang yang terakhir. yang membuat Maya bergidik. seolah dia adalah ibu mereka. Kemudian ditunjuknya tempat untuk buang hajat." Perempuan itu meng¬ucapkan nama Takeo dengan semacam kerinduan ya ng dalam dan penyesalan. "Sudah hampir matang." kata Yusetsu. Di anak tangga. namun tudung menutupi wajahnya. Yusetyu menuangkan air ke s elembar kain untuk mengelap tangan mereka. dia hanya mengamati setiap suapan mereka.yang tertinggal di sisi utara pegunungan di musim semi. lembut sekaligus getir. M aya tidak bisa melihat wajahnya. sikapnya penuh perhati¬an.

makanannya sudah m atang. seperti jalanan rubah. "Tidak ada yang bisa menyakiti kalian saat aku di sini." sahut perempuan itu. "Kita di rumah. aroma daging yang tengah dimasak yang mene rbitkan air liur. "Selamat datang di rumah. Miki berkata. teko. "Ada jalan kecil. teko berisi air. juga tanah lembap di bawah tubuh mereka. "Jadi kalian anaknya Takeo. dalam keadaan hangat dan kenyang. merasakan juga lebih baik kalau mereka memang menjadi anak Yusetsu. mengejar Maya. Mereka berjal an menyusurinya sepanjang hari. Dan berjalan lagi sampai malam tiba saat bulan baru muncul." gumam Maya. Yusetsu memadamkan lentera dan menye¬limuti mereka dengan jubahnya. "Cuci tangan. meski mereka belum tahu siapa perempuan itu sebenar nya. Hujan menyirami wajah mereka. "Seperti kemarin. "Ibu Hisao? Yuki?" "Siapa lagi?" Maya mulai berjalan ke arah utara." "Mmm. "Dia adalah hantu perempuan itu. "Kalian mirip dengannya. Kalian seha rusnya menjadi anakku. Tak satu pun dari keduanya bica ra lagi tentang perempuan itu. bulan sabit. maupun perempuan itu." uj arnya. Hanya bulu burung di lumpur dan bekas bara api yang menandakan kalau perempuan i tu pernah ada di sana. melalui semak belukar." Jalannya tidak rata." ujar Maya menyapa dengan akrab. wajahnya tersembunyi ole h jubah bertudung. Tak ada tanda-tanda gubuk. Di belakangnya ada gubuk. beristirahat dalam panasnya siang hari di rimbunnya semak hazeln ut." ujar Miki.lantai gubuk sementara perempuan itu terus memandangi merekaantai gubuk sementar a perempuan itu terus memandangi mereka." ujarnya lirih. "Tidurlah. Tiba-tiba tercium bau asap yang sama. seoerang perempuan sedang menjaga makanan yang dimasak. setuju." "Apakah itu makanan hantu?" tanya Miki saat perempuan itu membawakan daging ." Dan kedua gadis itu." Mereka tidur tanpa bermimpi dan ter¬bangun saat hari mulai terang. namun rasa daging burung kuau masih tertinggal di lidah dan tengg orokan mereka.

"Aku membalas pertolonganmu." tutur Miki dengan su ara tenang dan tegas yang belum pernah Maya dengar." "Jangan takut. Maya sudah menjejalkan daging ke mul utnya. Yusetsu tertawa. Semua makanan sudah mati d an memberikan rohnya pada kalian agar kalian bisa hidup. Kau h arus merelakannya." "Kau bijaksana. Menjadi perempuan membuat kalian lemah. "Aku di sini untuk membantu kalian. "Akan lebih bijaksana dan lebih kuat lagi begitu ka u dewasa. dan membiarkan arwahmu berjalan terus menuju kelahirannya kembali." "Apa yang kau inginkan sebagai imbalan?" tanya Miki." tambahnya ketika Miki ragu. dan sekaligus membebaskanku. Aku ber¬utang padamu. Dalam waktu satu atau dua bulan lagi." "Bila sudah bebas. "Tugasmu sudah berakhir di dunia ini. "Semua makanan adalah makanan hantu. Karena kau memutuskan ikatanku dengan anakku. seharusnya kau me¬lanjutkan perjalananmu." "Benarkah?" "Kau membebaskan si kucing. dan membu at seorang Halaman 300 dari 700 ." sahut Yuki. kau dan kakakmu akan mulai mendapa t haid. jatuh cinta menghancurkan diri kalian.saat ini daging kelinci dan mengirisnya untuk mereka. tetap belum mau makan.

sedang yang satunya lagi memiliki kualitas spritual yang menolak ke¬kuatannya. Aku mem¬biarkannya memiliki diriku seutuhnya. kegilaan karena cinta yang bodoh membawa dirinya kabur dari Tribe dan membuat aku dihukum mati. Bil a dia menyadari kekuatan itu sepenuhnya. maka kalian takkan merindu¬kannya. dia masih . "Salah satu dari kalian menjadi si kucing." ujar Maya. Tapi aku mengira akan menikah dengan Takeo dan melahirkan anak-anaknya. Aku merindukannya siang dan malam. Akhirnya Maya berkata." Kedua gadis itu meng-angguk. diceritakan oleh perempuan yang s angat menderita disebab-kan oleh cintanya pada ayah mereka. kalian harus tahu tentang kepatuhan. Mereka belum p ernah mendengar versi cerita ini dari riwayat orangtua mereka. Aku mem¬biarkannya memiliki diriku seutuhnya. itu sebabnya dia merasa sakit kepala yang sangat menusuk. yang disayanginya. bila kalian tid ak me¬mulainya. Dan aku melakukan apa yang diperintahkan padaku: kalian anakmenem¬pelkan pisau di lehermu." Yuki terdiam membisu. Kedua gadis itu juga tidak berkata apa-apa." tutur Yuki." Miki mencondongkan badan ke depan dan mengambil sepotong daging." sahut Yuki. yang kutahu mesti kunikahi di kemudian ha ri. "Dia tak mau tahu siapa dirinya. tapi tidak bicara. mengu¬nyahnya pel an. Jangan tidur dengan laki-laki. "Aku patuh pada Ketua Kikuta dan Akio. Kemudian aku tahu kalau Shirakawa Kaede yang dicintainya. amarahnya kembali lagi. "Sifat dalam dirinya tercabik. Dan aku melakukan apa yang diperintahkan padaku: kalian anakanak Tribe.anak menem¬pelkan pisau di lehermu. "Semak in lama dia menjadi semakin jahat." "Kalian adalah adiknya. Aku merindukannya siang dan malam. Aku sangat suka bercinta. aku merasa seperti di Surga. Dia kelihatan terobsesi pada ku sama seperti aku terobsesi padanya. Kami sangat seras i dalam kemampuan Tribe. ketika aku menganggap ayah kalian sebagai kekasihku. ketika aku menganggap ayah kalian sebagai kekasihku. maka kalian takkan merindu¬kannya. bila kali an tidak me¬mulainya. "Hisao berusa ha untuk tidak ingin mendengarkanmu." "Dia tidak bisa dibebaskan dari dosa. Aku sangat suka bercinta. dan kukira dia jatuh cinta padaku. aku merasa seperti di Surga. maka dia akan menjadi benar¬benar jahat. Jangan tidur dengan laki-laki. merasakan lemak dan darahnya. Tapi sampai tiba waktunya nan ti.

Namun ayah angkatnya harus membayar pembunuhan keji atas diriku. tapi jawab an Miki singkat dan tidak memuaskan. saat kita sudah bebas. Aku berharap dia belum mati. pikir Maya. Kita akan menemukan ayah kalian dan mempering atkannya. Kita tidak bisa melaku¬kan apa-apa lagi. "B egitu dia sudah selamat." Yuki mencondongkan badan. kesal denga n kemarahan Miki. ber gerak antara gembira karena kemung¬kinan bertemu Yuki lagi malam itu. tidak seperti Ibu tapi dengan sifat yang selalu kuingin diriku menjadi seperti itu. "Kita su dah makan makanan darinya dan me¬nerima bantuannya." "Bagaimana kau bisa tahu begitu banyak tentang hal itu?" tanya Maya. dan kemudian sikapnya melunak." Dia cantik. Teruslah berjalan ke utara. "Kau bukan seorang penguasa alam baka juga. layaknya seorang ibu. "Apakah menurutmu kita melakukan hal yang salah?" tanya Maya. Dia mencoba memaksa Miki bicara. dan membiarkan tudung terlepas.bisa diselamatkan." Yuki mencuci tangan mereka seperti yang dilakukannya di malam sebelumnya. Aku be rha rap dia yang menjadi ibuku. k ita hanya harus segera sampai di rumah dan berharap Ayah cepat kembali. si kembar terbangun di hutan yang kosong. tapi k ali ini dibelainya tangan mereka dengan lebih lembut. Hantu perempuan itu sudah pergi. Suasana hati Maya labil. Aku akan memberi kalia n makan dan membimbing kalian kembali ke Hagi. "Sekarang sudah terlambat. kita akan selamatkan Hisao. sentuhannya kuat dan ny ata: dia tidak terasa seperti arwah. tapi keesokan paginya. Miki bahkan lebih pendiam lagi ketim¬bang sebelumnya. kan?" Halaman 301 dari 700 . serta ketakutan akan Akio dan Hisao yang sudah dekat di balakang mereka." bentak Miki. "Sekarang kalian harus tidur. kuat dan ptnuh semangat. aku akan melanjutkan perjalananku. Aku tidak bisa membiarkan anakku mem bunuh ayahnya.

"Aku bahkan tidak tahu apa itu. Sewaktu tubuh-tubuh yang ben gkok bergerak cepat menghilang di balik bebatuan. mer eka mulai terbiasa dengan kehadirannya. dan tanpa disadari mulai menyayanginya seakan pere mpuan itu adalah ibu mereka. tentu saja bukan. Setiap malam Yuki men¬ceritakan masa lalunya: tentang masa kecil-nya di Tribe. Aku belum pernah mendengarnya sampai kau mengata¬kan kalau Hisao adalah penguasa alam baka. "Dia ingin balas dendam. "Untuk mencari Ayah. "Mengapa dia membimbing kita ke Hagi?" tanya Miki. dia yang bilang begitu. Aku belum pernah mendengarnya sampai kau mengata¬kan kalau Hisao adalah penguasa alam baka. "Aku bahkan tidak tahu apa itu. seolah membuat bantahan kepada dirinya sendiri. melewati negeri yang tidak ramah. "Semua hantu ingin balas dendam." pekik Miki. Mereka berdua kagum pada keberan ian dan ." lanjut Miki. tapi perjalanan setiap harinya terasa lebih mudah karena kini mereka tahu Yuki m enanti mereka di penghujung hari." "Pada Akio?" "Pada semua orang yang telah menyakiti dirinya. *** Maka perjalanan mereka berlanjut saat bulan semakin penuh dan menyusut lagi. "Menurutmu apa yang sebenarnya Yuki inginkan?" tanyanya. Yuki menemani mereka dari antara matahari terbenam sampai mat ahari terbit. seorang diri. Memikirkan arwah Akane."Bukan. dan bagaimana Yuki membawa kepala Lord Shigeru ke Terayama." pekik Miki. Yuki menemui mereka setiap malam. kau memang tahu semuanya." "Benar kan. d an bagaimana ia menggoda Sunaomi dengan menyaru sebagai perempuan pelacur yang sudah mati itu." Mereka berjalan menuruni lereng yang curam." jawab Miki. Keinginannya pun menjadi keinginan mereka berdua. Jato. ketika temannya dari Yamagata dibakar sampai mati bersama semua keluar ganya di malam Otori Takeshi dibunuh prajurit Tohan. Bul an keenam tiba dan musim panas bergerak menuju puncaknya. kesedihan terbesar pe rtama dalam hidupnya." ujar Maya." "Tapi Ayah belum akan kembali sampai musim panas berakhir. bagaimana dia membawa pedang Lord Sh igeru." Bukan. Jalur itu berkelok di antara tonjola n batu-batu besar: sepertinya itu tempat kesukaan ular untuk berjemur. tentu saja bukan. lalu menyerahkannya ke tangan Takeo setelah sebelumnya mereka menyelamatkan Shig eru dari kastil Inuyama. Maya pun bergidik.

" ujar Miki. membuat air laut tampak seperti kuningan. dan terkejut serta gusar dengan kematiannya yang kejam. kedelai. dan biara bagi dewa sungai tempat ia memb unuh kucing milik Mori Hiroki. "Kita tidak membutuhkan Yuki malam ini." Namun pikiran itu membuat Maya sedih. Gelombang sedang surut dan tepi yang berlumpur terlihat jelas di sepanjang sunga i kembar.* Si kembar tiba di Hagi di sore hari. Matahari masih di langit barat. Tiang pancang kayu dari pagar penangkap ikan. padi berwarna hij au terang. wortel dan bawang. Mereka meringkuk di hutan bambu tepat di tepi sawah. dan seketika timb ul niat ingin pergi ke mana pun perempuan itu pergi. Ia akan merindukan Yuki. bak mayat yang tengah menanti air untuk menghidupkannya Halaman 302 dari 700 . "Kita bisa tidur di rumah. terharu dengan kesedihan dan rasa ibanya atas putranya. Maya bisa melihat lengkungan jembatan batu.kesetiaan Yuki. dan perahu-perahu yan g tertambat di tepinya. Ladang sayuran lebat dengan dedaunan.

" "Baiklah. pikirnya. melihat apakah Ayah sudah kembali. tidak ada surat. Lebih jau h ke barat. Di belakangnya tampak pepohonan dan taman rumah tua keluarga. Bisa dilihatnya umbul-umbul bangau Otori.. Ayah justru lebih aman berada jauh di sana ketimbang berada di rumah. "Kurasa Ibu juga di sana. Maya tak mendapa t kabar apa pun dari ibunya. Aku bisa mengadu dan men¬ceritakan segalanya. Bahkan kabar tentang kelahiran ad ik laki-lakinya ia dengar melalui Shigeko di Hofu." ujar Miki. dan dia pasti percaya.. di H . tidak ada pesan." Maya menyadari kalau dirinya tidak yakin akan reaksi ibunya. tapi di sebelahnya ada umbul-umbul lain. di atas atap dan sirap rendah bangunan kota. bagaimana dia telah membunuh Taku dan tengah mem-bangun kekuatan. di atas atap dan sirap rendah bangunan kota." bisiknya pada Miki. "Aku tidak ingin dia melihatku. "Tapi kita harus ceritakan pada Ibu tentang Paman Zenko. pikirnya. tapi kini takut pada penerim aan ibunya." saran Maya. Ibu tidak akan peduli.. Mereka ak an kirim pesan pada Ibu. Sejak saat itu." "Bibi pasti di kastil." "Ayah pasti belum kembali. berpikir tentang keciniaan Hana pada kemewahan dan kedudukan. Kesedihan yang mendalam menerpa dirinya: bahwa Yuki sudah mati dan tidak mengena l kasih sayang anaknya." ujarnya. "Bertemu Haruka dan Chiyo." "Bagaimana dia bisa begitu berani saat Hana dan kedua putranya ada di sini. Aku bisa saja ikut terbunuh bersama Sada dan Taku. Perasaan itu am at menusuk hati dan mengganggunya: ia begitu ingin pulang ke rumah. "Aku akan pergi. dan mereka saling tersenyum. "Akan kulihat siapa yang ada di sana. menjulang kastil dengan panji-panji Ot ori berkibar tertiup angin. tapak beruang hitam dengan latar belakang merah : lambang Klan Arai. embali. "Bibi Hana ada di sini. kemarahan Kaede." sahut Miki. menjulang kastil dengan panji-panji Ot ori berkibar tertiup angin. tamparan itu. Maya memicingkan mata melihat mata¬hari." sahut Maya. Tiba-tiba teringat dengan penemuan terakhir mereka. "Ayah pergi jauh ke Miyako.kembali." "Ayo kita ke rumah lebih dulu. Lebih jauh ke barat. Di belakangnya tampak pepohonan dan taman rumah tua keluarga. Andai Yuki adalah ibuku. Bahwa Kaede hidup.

menoleh ke arah Maya kemudian terbang.agi?" "Hana mungkin berencana membawa mereka lari. itu sebabnya dia datang. Kau tunggu di sini. Di sungai. Kepakan sayapnya kedengaran menghentak tajam sepe rti suara kibasan kipas. berasal dari luar dindi ng dari tepi sungai. Maya seperti mendengar suara mereka dari dapur. Halaman 303 dari 700 . Maya berusaha mendengarkan suara-suara di dalam rumah. Aku akan kembali secepat¬nya. Maya melangkah masuk ke taman. begitu merindukan Haruka dan Chiyo. Chiyo pasti akan menangis bahagia sep erti biasanya. Gadis itu berlari dengan langkah ringa n di atasnya seperti yang sudah sering dilakukannya: bagian atas tiang pancang terasa lembap dan licin. Mereka pasti kaget. Tapi di balik gumaman tadi terdengar olehnya suara lain. Dan gembira. Ikan itu mencipakkan air. Suara anak laki-laki. seekor ikan air tawar melompat. berceloteh. dan burung itu terbang dengan kepakan sayap pelan: tepat seperti biasanya. tempat alira n air mengalir ke sungai. tertawa. Banyak anak laki-laki seusia¬nya bermain di tepi sungai serta me¬manfaatkan pagar ja ring penangkap ikan untuk menyeberangi sungai." Maya masih mengenakan pakaian laki-laki dan menu-rutnya tak ada orang yang bisa mengenalinya. Setelah sampai di seberang. Maya berhenti di depan lubang di dinding taman. Dengan meng¬gunakan kemampuan menghilang. Seekor bangau abu-abu besar yang tengah mencari ikan di sungai merasakan ada ger akan. pikirnya.

terdengar langkah kaki dari dalam rumah. Kunang-kunang mena dengan cahaya lentera. anak-anakku. . aku harus menemui Ibu dulu. Maya merasakan kebencian yang tak pernah dirasakan seumur hidupnya. Apakah Ibu mau mendengarkan ku? Apa seharusnya aku kembali pada Miki saja? Pergi ke kastil menemui Lord Endo? Tidak." ujar Hana. seakan hatin ya hancur dan darah mendidih dalam dirinya. "Lihat. sayangku. Apa yang akan kulakukan? pikirnya. wajahnya nampak gembira dengan perasaan cinta. Ka ede mengangkatnya agar bisa melihat kedua bocah yang datang menghampiri. Kemudian pelayan muda membawa n tidur digelar. wajahnya berseri¬s eri dengan rasa bangga.Maya merendahkan tubuhnya di balik batu paling besar sewaktu Sunaomi dan Chikara mencepukaya merendahkan tubuhnya di balik batu paling besar sewaktu Sunaomi dan Chikara mencepukcepuk air sungai. "Alangkah kotornya kalian. dan tempat taman sewaktu matahari terbenam. Haruka! Bawakan air untuk kedua tuan muda!" Tuan muda! Maya mengamati Haruka datang lalu mencuci kaki kedua bocah itu." sahui Kaede. dan rumah berkilauan angan di lantai atas. Lihatlah sepupumu. men¬dengar kedua bocah ampan kembali ke dapur. Kau akan tumbuh besar menjadi tam pan seperti mereka!" Si bayi tersenyum dan tersenyum lagi. mungilku." Hana membentak mereka. Dilih atnya rasa percaya diri dan keangkuhan mereka berdua. Dia sudah berusaha menggunakan kakinya dan berdiri. "Bukankah sudah kukatakan. "Cuci tangan dan kaki kalian. Di saat yang sama. Aku harus berusaha menemui Ibu tanpa ada orang lain. "Tidak ada yang bisa mengalahkan perasaan memiliki anak laki-laki. dan Kaed e serta Hana berjalan keluar menuju beranda." Dipelu k¬nya bayi itu eraterat. Hana mengelitik si bayi dan membuatnya tertawa cekikikan dan menggeliat-geliat. Tatapan penuh kasih sayang terlukis di wajah ibu dan bibinya." "Benar. "Aku tidak tahu kalau aku bisa merasa seperti ini. Kaede menggendong bayi yang tersenyum dan berusaha mencengkeram jubah ibunya. melihat kasih sayang dan rasa hormat yang mereka dapatkan tanpa ber-susah payah dari semua perempuan di sekeliling mereka. Tapi jangan sampai Hana curiga kalau aku ada di sini Maya menunggu tanpa suara di ri di atas sungai. Ia mencium bau makanan di ru berbicara saat makan.

seputih dagingnya. Maya mem¬beranikan diri masuk. pikir Maya. tempat catatan dan ala t tulis disimpan. Lentera menyala di sebuah rak besi." Kaede berjalan menuruni tangga menuju bekas kamar Ichiro.Kedua bocah itu tidur di bagian belakang rumah. "Aku harus menulis surat untuk suamiku." tuturnya pada Hana. Saat rumah sudah sunyi. Prempuan itu tak lagi memakai jubah mantel bertudung namun berpakaian putih orang mati. "Panggil aku kalau bayinya terbangun. seraya memanggil Haruka untuk membawakan lentera. menyisiri rambut panjangnya. Ia berjingkat menaiki tangga dan menyaksikan ibuny a menyusui si bayi. dan perempuan itu memandang pada si ibu dan anak dengan tatapan ir i yang begitu jelas terpancar di wajahnya. Hana dan Kaede tidur di kamar atas bersama si bayi. Maya merasakan kehadiran yang akrab di sampingnya. Napasnya terasa dingin dan berbau tanah. sambil men yenandungkan nina bobo untuk dirinya sendiri. Kaede menyelimuti si bayi rapat-rapat lalu membaringkannya. Dia menengok ke belakang dan melihat hantu perempuan itu. Yusetsu. Halaman 304 dari 700 . Hana duduk di sisi jendela yang terbuka. tempat para pelayan beristirahat saat tugas mereka selesai. Dilewatinya nightingale flo or tanpa suara karena sudah begitu terbiasa. Seka rang aku harus menemui Ibu.

Seketika itu juga Maya memahami kalau ini adalah bagian dari balas dendam peremp uan itu. masuk ke dalam hutan dan berpikir lagi. Bayi itu me nangis pelan. Kau akan segera tahu Lak