Kisah Klan Otori IV Page 1 KISAH KLAN OTORI IV: THE HARSH CRY OF THE HERON By Lian Hearn

Kisah Klan Otori IV Page 2 KISAH KLAN OTORI: THE HARSH CRY OF THE HERON Copyrigth@Lian Hearn Associates Pty Ltd 2006 All rights reserved Hak terjemahan ada pada Penerbit Matahati Diterbitkan oleh Penerbit Matahati Judul asli: TALES OF THE OTORI: The Harsh Cry of the Heron by Lian Hearn Simbol Klan oleh Claire Aher Terjemah Tales of the Heiki adalah dari Helen Craig McCullough, dan diterbitkan oleh Stanford University Press, 1988

Dentang genta Gion Shoja mengumandangkan ketidakabadian segalanya. Warna bunga sala mengungkapkan kebenaran bahwa kemakmuran akan mengalami kemunduran. Keangkuhan tak akan bertahan lama, layaknya mimpi di malam musim semi Kekuasaan pada akhirnya akan jatuh, layaknya debu yang tertiup angin. THE TALE OF THE HEIKI entang genta Gion Shoja mengumandangkan ketidakabadian segalanya. Warna bunga sala mengungkapkan kebenaran bahwa kemakmuran akan mengalami kemunduran. Keangkuhan tak akan bertahan lama, layaknya mimpi di malam musim semi Kekuasaan pada akhirnya akan jatuh, layaknya debu yang tertiup angin. THE TALE OF THE HEIKI Kisah Klan Otori IV Page 3

Kisah Klan Otori IV Page 4 THE HARSH CRY OF THE HERON TOKOH UTAMA : Otori Takco penguasa Tiga Negara Otori Kaede istrinya Shigeko putri sulung mereka, pewaris Maruyama Maya putri Kembar mereka Miki Arai Zenko pemimpin Klan Arai, penguasa Kumomoto Arai Hana istrinya, adik Kaede Sunaomi dan Chikara anak mereka MutoKenji ketua keluarga Muto dan Tribe Muro Shizuka pengganti dan keponakan Kenji, ibu dari Zenko dan Taku Muto Taku mata-mata Takeo Sada anggota Tribe sahabat Maya Mai adik dari Sada Yuki (Yusetyu) putri Kenji, ibu dari Hisao Muto Yasu pedagang Imai Bunta informan Shizuka Tabib Ishida suami Shizuka, tabibnya Takco Sugita Hiroshi pengawal senior Maruyama Miyoshi Kahei panglima perang Takeo,penguasa Yamagata Miyoshi Gemba saudaranya Sonoda Mitsuru penguasa Inuyama Matsuda Shingen Kepala biara Terayama Kubo Makoto (Eiken) penggantinya,sahabat Takeo Minoru jurutulis Takeo Kurado Junpei Kurado Shinsaku pengawal Takeo Terada Fumio pemimpin angkatan laut Lord Kono putra Lord Fujiwara Saga Hideki jenderal Kaisar Don Joao orang asing, pedagang Don Carlo orang asing, pendeta Madaren penerjemah mereka Kikuta Akio ketua keluarga Kikuta Kikuta Hisao anaknya Kikuta Gosaburo paman Akio

KUDDAA :: Tenba kuda hitam pemberian Shigeko untuk Taeko Dua anak Raku, surai dan ekor mereka berwarna abu¬abu Ryume kuda tunggangan Taku Keri kuda tunggangan Hiroshi Ashiege kuda tunggangan Shigeko Kisah Klan Otori IV Page 5

"Cepat kemari! Ayah dan Ibu sedang bertarung!" Otori Takeo mendengar putrinya memanggil adik-adik-nya dari kediaman mereka di kastil Inuyama, dengan cara yang sama ia mendengarkan semua hiruk-pikuk baik di dalam kastil dan juga dari kota di luar kastil. Namun dia mengabaikan suara-suara itu, sama seperti ia mengabaikan nyanyian yang mengalun dari nightingale floor di bawah kakinya. Ia hanya berkonsentrasi pada lawannya: Kaede, istrinya. Mereka bertarung menggunakan tongkat: ia memang lebih tinggi, tapi istrinya terlahir kidal dan mampu menggunakan tangan kanan dengan sama baiknya. Sementara jari tangan kanannya putus karena tebasan belati bertahun-tahun lalu dan harus belajar meng¬gunakan tangan kiri. Saat ini hari terakhir di tahun ini, hawa dingin menusuk, langit pucat kelabu, matahari musim dingin meredup. Mereka sering berlatih dengan cara ini di musim dingin: menghangatkan tubuh dan membuat sendi-sendi tetap lentur, dan Kaede suka putri-putrinya melihat baga imana perem¬puan mampu bertarung layaknya laki-laki. Ketiga putri mereka berlarian: Shigeko, si sulung. yang akan berusia lima belas lahun pada tahun baru ini, kedua adiknya tiga belas tahun. Papan lantai melantunkan nyanyian di bawah langk ah kaki Shigeko, tapi si kembar menjejakkan kaki mereka begitu ringan dengan cara Tribe. Mereka sudah sering berlarian melintasi nightingale floor sejak kecil, dan tanpa menyadari be lajar untuk membuatnya tidak bersuara. Kepala Kaede ditutupi selendang sutra merah yang dililitkan menutupi wajahnya, m aka Takeo hanya bisa melihat matanya. Mata yang penuh dengan energi bertarung, dan gerakan-gerak annya masih cepat serta kuat. Sulit dipercaya Kaede adalah ibu dari tiga anak: dia masih ber gerak dengan kekuatan dan kebebasan seorang gadis. Serangannya membuat Takeo menyadari akan u sia dan kelemahan fisiknya. Hentakan serangan Kaede pada tongkat miliknya mem¬buat tangann ya terasa nyeri. "Aku mengaku kalah," ujar Takeo. "Ibu menang!" seru ketiga putrinya dengan bangga. Shigeko lari menghampiri ibuny a dengan membawa handuk. "Untuk sang pemenang," ujarnya seraya mem¬bungkuk dan menyodorkan handuk dengan dua tangan. "Kita harus bersyukur karena hidup dalam damai," tutur Kaede, seraya tersenyum d an menyeka wajahnya. "Ayah kalian belajar keahlian berdiplomasi dan tak perlu lagi ber¬tarung mempertaruhkan nyawanya!"

"Setidaknya kini aku sudah mendapat peringatan!" sahut Takeo, memberi isyarat pa da salah satu penjaga, yang tengah menyaksikan dari taman untuk mengambil longkatnya. Kisah Klan Otori IV Page 6

"Ijinkan kami bertarung melawan Ayah!" ujar Miki, si bungsu, dengan nada me¬mohon. Dia berjalaIjinkan kami bertarung melawan Ayah!" ujar Miki, si bungsu, dengan n ada me¬mohon. Dia berjalan ke tepian beranda dan mengacungkan kepalan tangan ke arah ayah¬nya. Takeo berhatihati untuk tidak menatap langsung mata atau menyentuh putrinya itu selagi memberikan tongka tnya. Takeo sadar akan rasa enggan dalam dirinya. Bahkan orang dewasa dan prajurit tan gguh sekalipun, takut pada si kembar bahkan, batinnya dengan hati pilu, ibunya sendiri juga takut . "Ayah ingin lihat apa saja yang telah dipelajari Shigeko," sahutnya. "Kalian ber dua boleh menjajal kebolehannya." Selama beberapa tahun putri sulungnya menghabiskan sebagian besar waktu di Teray ama, di bawah pengawasan mantan Kepala Biara, Matsuda Shingen, mantan guru Takeo, untuk mempel ajari Ajaran Houou. Shigeko tiba di Inuyama sehari sebelumnya, untuk merayakan Tahun Baru ber sama keluarganya, juga perayaan me¬masuki usia akil balik. Kini Takeo memer¬hatikan putri nya selagi mengambil tongkat yang tadi digunakannya serta meyakinkan kalau Miki menggunakan tongkat yang lebih ringan. Secara fisik, Shigeko mirip ibunya: bentuk tubuh ramping yang sama serta kerapuhan yang jelas terlihat, namun me¬miliki karakter, berpengetahuan luas berkat latihan dan pengalaman, periang serta tegas dan tidak mudah berubah pendirian. Ajaran Houou amat keras d alam pengajarannya, dan guru-gurunya tidak membuat pengecualian untuk usia dan jenis kelamin, namun ia tetap menerima ajaran dan latihan yang diberikan, hari-hari panjang dalam kes endirian serta kcsunyian, dengan sepenuh hati. Dia ke Terayama atas kemnuannya sendiri, karena Ajaran Houou merupakan ajaran jalan kedamaian, dan sejak kecil Shigeko telah diajarkan ayahny a tentang pandangan untuk mewujudkan wilayah yang damai tempat kekcrasan tak pernah meraja lela. Cara bertarungnya agak berbeda dari cara yang diajarkan kepada Takeo, dan dia sa ngat suka memerhatikan putrinya itu, menikmati bagaimana gerakan-gerakan tradisional menye rang diubah menjadi gerakan beladiri, dengan tujuan melemahkan lawan tanpa menyakiti. "Jangan curang," kata Shigeko pada Miki, karena si kembar memiliki semua kemampu an Tribe bahkan lebih, Takeo curiga. Saat ini, kemampuan mereka ber¬kembang pesat, dan mesk ipun dilarang

menggunakannya dalam kehidupan sehari¬hari, terkadang godaan untuk memper¬mainkan gu ruguru serta mengelabui para pelayan sulit untuk dibendung. "Mengapa aku tidak boleh memperlihatkan apa yang sudah kupelajari?" tanya Miki, karena dia juga baru kembali dari pelatihan di desa Tribe bersama keluarga Muto. Kakaknya Maya aka n kembali ke sana setelah perayaan. Akhir-akhir ini jarang sekali seluruh anggota keluarga bi sa berkumpul bersama: pendidikan yang berbeda bagi tiap anak, tuntutan pada orangtua untuk me m¬beri perhatian yang sama besarnya untuk seluruh Tiga Negara berarti perjalanan tanpa henti sert a sering berjauhan. Tuntutan dalam pemerintahan kian meningkat: perundingan dengan orang asing; penj elajahan dan per¬dagangan; pengembangan persenjataan; pengawasan distrik lokal yang mengatur se ndiri administrasinya; percobaan pertanian; impor perajin asing dan teknologi baru; pe ngadilan untuk mendengarkan keluhan serta ketidakpuasan. Takeo dan Kaede memikul beban ini bers ama. Kaede lebih banyak menangani wilayah Barat, sedang Takeo Negara Tengah dan keduanya be kerja¬sama menangani wilayah timur, tempat adik Kaede, Ai beserta suaminya, Sonoda Mitsuru, memegang bekas wilayah Tohan. Miki setengah kepala lebih pendek dari kakaknya, tapi sangat kuat dan cepat; Shi geko tampak nyaris tak mampu meng¬imbangi gerakannya, tapi adiknya tak mampu menembus pertahanannya. Dala m beberapa saat Miki sudah kehilangan tongkatnya, yang tampak seperti terbang mela yang dari jemarinya, dan sewaktu tongkat itu membumbung tinggi Shigeko menangkapnya dengan mudah. "Kau curang!" Miki terengah-engah. "Lord Gemba yang mengajari," sahut Shigeko dengan bangga. Adik kembarnya yang satu lagi, Maya, mengambil giliran selanjutnya juga kalah de ngan cara yang sama. Shigeko berkata, pipinya bersemu merah, "Ayah, ayo bertarung denganku!" "Baiklah," Takeo setuju karena terkesan dengan apa yang telah dipelajari putriny a dan ingin tahu sampai di mana kemampuannya menghadapi ksatria yang terlatih. Takeo menyerang putrinya dengan cepat, tanpa menahan tenaga, dan serangan pertam a Kisah Klan Otori IV Page 7

mengejutkan gadis itu. Tongkat ayahnya mengenai dadanya; Takco menahan tikamanny a agar tidak menyakiti putrinya. engejutkan gadis itu. Tongkat ayahnya mengenai dadanya; Takco menahan tikamannya agar tidak menyakiti putrinya. Kisah Klan Otori IV Page 8

"Jika ini pedang, nyawamu pasti sudah melayang," ujarnya. Jika ini pedang, nyawa mu pasti sudah melayang," ujarnya. "Lagi," sahut Shigeko dengan tenang, dan kali ini siap bersiap menghadapi serang an yang akan dilancarkan ayahnya; bergerak dengan kecepatan tanpa banyak tenaga, mengelak dar i dua pukulan dan berhasil masuk ke sisi kanan ayahnya tempat tangan yang lebih lemah, menghen tak sedikit, cukup untuk menggoyahkan keseimbangan ayah¬nya, kemudian meliukkan tubuhnya. Tongk at milik Takeo jatuh ke tanah. Didengarnya helaan napas si kembar, dan para penjaga terperangah. "Bagus sekali," ujarnya. "Ayah tidak berusaha sekuat tenaga," sahut Shigeko kecewa. "Tentu saja ayah berusaha sekuat tenaga. Sama kuatnya seperti yang pertama tadi. Tapi, ayah sudah dibuat lelah oleh ibumu, juga karena sudah tua dan tidak sekuat dulu lagi!" "Tidak," pekik Maya. "Shigeko menang!" "Tapi itu sama saja kau curang," timpal Miki dengan serius. "Bagaimana kau melak u¬kannya?" Shigeko tersenyum, menggelengkan kepala. "Itu yang harus kau lakukan dengan pikiran, jiwa serta tangan di saat bersamaan. Butuh waktu berbulan-bulan untuk bisa menguasainya. Aku tidak bisa memperlihat¬kan nya begitu saja pada kalian." "Kau melakukannya dengan sangat baik," ujar Kaede. "Aku bangga." Nada suaranya t erdengar penuh kasih sayang dan kekaguman, seperti biasa hanya tertuju pada putri sulungnya. Si kembar saling benukar pandang. Mereka iri, pikir Takeo. Mereka tahu ibunya tidak memiliki kasih sayang yang sam a kuatnya pada mereka. Dan dirasakan¬nya debaran perasaan ingin melindungi yang tak asing lagi at as kedua putri kembarnya. Sepertinya ia selalu berusaha menjauhkan mereka dari segala yang baha ya sejak mereka lahir, ketika Chiyo ingin menyingkir¬kan bayi kedua, Miki, lalu membiarkann ya mati. Ini tindakan yang biasa lakukan pada anak kembar karena anak kembar dianggap tidak wajar bagi manusia, membuat mereka kelihatan lebih mirip hewan, kucing atau anjing. "Mungkin tampak kejam bagi Anda, Lord Takeo," Chiyo memeringatkannya. "Tapi lebi h baik bertindak sekarang daripada menanggung malu dan sial, sebagai ayah dari anak kembar, rakya

t akan percaya kalau Anda menjadi sasarannya." "Bagaimana mereka bisa berhenti percaya pada takhayul dan kekejaman semacam itu bila bukan kita yang memberi contoh?" sahutnya dengan gusar karena bagi orang yang terlahir di k alangan kaum Hidden, ia sangat menghargai nyawa manusia lebih dari apa pun, dan tak percaya k alau memper¬tahankan nyawa anak akan mendatangkan hinaan atau nasib buruk. Kemudian ia terkejul oleh kekuatan takhayul ini. Kaede pun bukannya tidak ter¬peng aruh, dan sikapnya pada putri kembar¬nya menggambarkan kegelisahannya yang bercabang. Dia le bih memilih mereka tinggal terpisah, satu atau yang lainnya biasanya tinggal bersama Tribe; dan Kaede tak meng¬inginkan kehadiran mereka saat perayaan usia akil balik sang kakak, takut kal au kehadiran mereka akan mendatangkan nasib sial bagi Shigeko. Tapi Shigeko, yang sama protek tifnya terhadap si kembar seperti ayah¬nya, memaksa mereka harus hadir. Takeo senang dengan hal it u, tidak ada yang lebih membahagiakan selain melihat semua anggota keluarga berkumpul bersama , berada dekat dengannya. Dipandanginya mereka semua dengan penuh kasih sayang, dan sadar kalau perasaan itu diambil alih oleh sesuatu yang lebih menggairahkan: hasrat untuk be r¬baring bersama dan merasakan kulit istrinya. Pertarungan tongkat tadi telah membangkit¬kan kenang annya saat pertama kali jatuh cinta pada Kaede, pertama kali mereka bertanding di Tsuwano s ewaktu ia masih berusia tujuh belas tahun sedangkan Kaede lima belas tahun. Adu tanding itu ber¬la ngsung di Inuyama, tepat di tempat yang sama hari ini, untuk pertama kalinya mereka tidur bersama, terdorong hasrat yang timbul dari keputusasaan juga kesedihan. Rumah yang lama, kastil mil ik Iida, nightingale floor yang pertama habis terbakar ketika Inuyama jatuh namun Arai Daiichi memban gunnya kembali dengan cara yang hampir sama, dan kini menjadi salah satu dari Empat Kota yang t ermasyhur di Kisah Klan Otori IV Page 9

juru Tiga Negara. Kisah Klan Otori IV Page 10 .penjuru Tiga Negara.

Membuatmu kelihatan seperti laki-lak i sekaligus perempuan. yang mencoreng kec antikan yang pernah menjadi legenda sekaligus takhayul. "Aku menyukainya. Meskipun ada tungku. menarik tubuh Kaede agar berdekatan dengannya." ujar Takeo. yang tampak hanyalah makin bertambahnya kerapuhan yang justru di matan ya membuat sang istri semakin terlihat memesona." . Aku juga ingin berbaring sebentar." "Akan kuminta agar tungku disiapkan di kamar. Acara baru akan selesai pada Waktu Macan*. aroma kulit padi dan aloe dari air masih melekat di kulitnya. "Apakah tadi aku menyakitimu?" "Tidak juga. "Saat ini aku merasa kesakitan. juga orang dewasa sekaligus anak-anak." ujar Takeo. "sebentar lagi aku a kan bergabung denganmu." *** Sinar matahari telah memudar saat Kaede mendatangi Takeo."Anak-anak harus segera beristirahat." ujar Kaede. meng¬usapkan tangannya di atas kulit lembut ber¬bulu halus." Takeo bicara lagi dengan suara pelan. maupun bekas luka di tengkuk lehernya yang putih. hembusan napas Kaede membentuk kabut putih di te ngah dinginnya udara. Kemud ian dilepasnya syal yang menutupi kepala Kaede lalu menarik." Kaede menarik sarung tangan sutra yang biasa dikenakan Takeo di tangan kanannya." "Kau juga harus perlihatkan bekas luka¬mu. lalu membawa sisa bekas jarinya yang putus k e bibirnya. Hanya sisa rasa sakit pukulan seperti apa pun menyakitkan persendian dan membangkitkan rasa sakit¬nya. "karena perayaan di biara dim ulai tengah malamAnak-anak harus segera beristirahat. tapi tidak nampak olehnya ketidaksempumaan t ubuh istrinya." Takeo tahu kalau istrinya tak rela kehilan gan rambut panjangnya yang indah. Selesai mandi. lalu ada Jamuan Makan Tahun Baru. Di balik jubah tebal musim dingin tubuhnya terasa hangat. "Jangan. Seperti pemain sandiwara. "Buruk sekali. "karena peray aan di biara dimulai tengah malam. dan malam musim dingin mulai menjelang." sahut Kaede. tapi karena alasan lain. Takeo melepas sabuk istrinya la lu menyelinakan tangan ke balik pakaiannya.

Pandang annya menjelajahi setiap sudut kamar." "Meskipun dengan adanya pewarisanmu sendiri serta contoh dari Lady Maruyama! Kau masih saja bicara layaknya putri dari keluarga ksatria!" Kisah Klan Otori IV Page 11 . Kita takkan melepasnya dengan percuma. "Aku percaya kalau diriku bernilai sama dengan laki-laki. "Kita sudah punya tiga anak perempuan."Rasa sakit semacam itu bisa kusembuh¬kan. membawanya memasuki dirinya." sahut Takeo. dengan kepala bersandar di bahunya. Shigeko seperti piala. seraya menarik tubuh suam inya." bisik Kaede. tapi d i balik daun penutup jendela langit tampak kelam. "Kuharap tidak!" seru Takeo. tidak mampu menyem bunyikan kerinduan dalam nada suaranya. "Mungkin tadi kau sudah memberiku seorang putra." aku Kaede." Kaede berbaring dalam dekapan Takeo. "Dua kali hamil nyaris merenggut nyawamu. "Dia akan mewarisi Tiga Negara. Siapa orang yang bisa kita calonkan dengan¬nya?" "Jangan terburu-buru." imbuhnya dengan ringan. perhiasan yang nyaris tak ternilai harganya. "Kau membuat diriku utuh . tapi sudah cukup dewasa untuk ditunangka n." ujar Takeo kemudian." Kaede kembali pada pokok pembicaraan sebelumnya seolah hal itu menggerogoti diri nya. "Aku ingin memberimu anak laki¬laki. Cahaya lampu bersinar dari pegangan best." "Begitu pula dengan Shigeko. membuka diri pada Takeo." ujar Kaede. juga anak-anaknya kelak. "Kau selalu menyembuhkan diriku. Lagipula kita tidak perlu anak laki-laki. memper¬temukan hasrat mereka ." "Aku pernah mengatakan hal yang sama pada ayahku." "Anak-anaknya! Shigeko masih anak-anak.

Kaede berkata pelan. "Tapi mungkin kita memang sudah terl alu tua. "Perasa an apa pun yang pernah kuperlihat¬kan untuk berpura-pura. mengu sapkan tangannya di atas bekas luka leher istrinya. "Namun perasaanku tidaklah penting di bandingkan kepentingan negara. Tapi apa yang akan terjadi pada anak kembar kita? Mereka tid ak bisa mewarisi. "Kadanegelapan dan ketenangan membawa Kaede menyuarakan kecemasannya lebih jauh lagi. Perna h kukatakan padamu." "Kurasa aku bisa mati cemburu. terutama yang ternoda maaf oleh darah Tribe serta kemampuan yang mirip ilmu sihir." "Aku hanya menginginkan satu istri." "Kau terlalu banyak mendengar takhayul!" "Mungkin kau benar. Aku tidak melanggar sumpah it u selama enam belas tahun. merasakan tulang rusuk yang mengera s dari jaringan yang tertinggal bekas luka bakar. Dan aku tak akan melanggamya sekarang. "Kau ingat saat kita berpisah di Terayama? Kau . Aku merasa andai mereka tidak dilahirkan aku akan dikaruniai anak laki-laki. "Selama kita bersatu." sahutnya. agar bisa pu nya lebih banyak anak. Semua orang penasaran mengapa kau tidak mengambil istri muda. " Takeo tak bisa menyangkal bahwa hal yang sama juga mengganggu pikirannya. peran apa pun yang kumainkan. Maka siapa yang akan dinikahkan? Tidak satu pun keluarga bangsawan atau ksatria mau menerim a si kembar. "Kadang aku berpikir si kembar menutup rahimku. semoga Surga tidak mem¬biarkan itu terja di. cinta ku padamu sederhana dan sejatj adanya aku takkan bercinta dengan siapa pun selain kau." "Aku percaya kita dipersatukan dalam cinta yang merupakan landasan pemerin¬tahan k ita yang baik. atau selir. Aku tak akan merusak¬nya. aku pernah bersumpah pada Kannon di Ohama. namun ia berusaha menyingkirkannya.Kegelapan dan ketenangan membawa Kaede menyuarakan kecemasannya lebih jauh lagi. negara kita akan tetap d amai dan kuat. Putri kembarnya masih amat muda: siapa yang tahu apa yang disi apkan nasib untuk mereka? Setelah beberapa saat. kalau-kalau terjadi sesuatu pada Shigeko." sahut Takeo dengan sungguh-sungguh." aku Kaede." Setengah mengantuk Kaede berkata. Takeo merengkuh Kaede lebih dekat lagi.

walaupun Takeo sadar hahwa ia yang mem ilih bagaimana menghitung semua pertempuran itu: bisa saja jumlah mencapai enam. seringkali terpenuhi. Bila kau tidak datang. yang kini berusia enam belas tahun. Dilihatnya Kaede hampir tertidur. begitu kurus. Namun ia tak ingin menyakiti istrinya. meskipun udara di wajahnya terasa dingin menusuk. karena si peramal buta itu mengatakan hanya putraku yang bisa me mbawa kematian padaku. Akan kukatakan mengapa aku tidak menginginkan anak laki-laki. Kau tahu. jeritan pilu sang bangau. Tak lama lagi ia sudah harus bangun. "Cintamu adalah anugerah terin dah dalam hidupku. Aku be rmimpi tentang Dewi Putih: dia berbicara padaku. salju turun. kembali pada sang dewi." bisik Takeo.menatap mataku lalu aku jatuh tertidur. campur tangan Surga " Akan kuceritakan sisanya sekarang. dan anak yang dilahirkannya... Kemudia n satu kali lagi di Gua Suci kudengar suaranya mengatakan hal yang sama. empat atau tig a. Untuk apa mengorek-ngorek masa lalu? Lima pertempuran telah menjadi bagian dari mitologi Otori.. mandi serta ber¬pakaian resmi dan Kisah Klan Otori IV Page 12 . putrak u." "Aku tak layak mendapatkan cintamu. mungkin aku akan terus tinggal di sana melayani sang dewi sepanjang sisa hidupku. katanya: dia akan menjemputmu. Bersabarlah. Aku tak pernah melupakan saat itu. Aku tidak pernah menceritakan ini padamu. ka rena dengan begitu justru meng-hidupkan ramalan itu. saat dia mati. pikir Takeo.. tangan¬mu di atas leherku. Setelah itu. Kata-kata bisa diubah dan dimanipulasi agar terkesan sarat makna. dan aku tak bisa hidup tanpa dirimu.. Maka ia takkan mengeluarkan ramalan yang satu itu dalam kata-kata. Lalu kau datang: aku melihatm u. Di sana aku belajar bersabar . tangan indahmu hancur." "Kau pernah bilang. Akan kukatakan padanya tentang Yuki. Aku terpaksa belajar bagaimana harus menunggu. racun masih ber¬sarang di tubuhmu. tidak melakukan apa-apa. agar ia tidak punya a lasan untuk mencabut nyawaku. Itu satu-satunya hal yang m embuatku bertahan selama dikurung di kediaman Lord Fujiwara. satu¬satunya tempat yang terpikir ol ehku hanya¬lah kembali ke gua suci. hidupku di¬bimbing oleh ra malan. Dan kita sudah melihatnya terpenuhi: Lima Peperangan. Terasa hangat di bawah selimut. Bila suatu ramalan dipercaya.

.

Tubuhnya mulai terasa rileks.* enyiapkan diri untuk upacara menyambut datangnya Tahun Baru. Tubuhnya mulai terasa rileks. dan akhirnya ia pun tertidur.menyiapkan diri untuk upacara menyambut datangnya Tahun Baru. Malam ini akan jad i malam yang panjang. Malam ini akan jadi malam yang panjang.* Kisah Klan Otori IV Page 13 . dan akhirnya ia pun tertidur.

tapi ditolaknya. tapi ditolakny a.Takeo ingin memberi Taku warisan dengan cara yang sama. seraya mengatakan akeo ingin memberi Taku warisan dengan cara yang sama. seraya mengatakan Kisah Klan Otori IV Page 16 .

Sosok dan wajah Taku menurun dari keluarga Muto sedangkan Arai mewarisi keberanian dan kegagahannya. Orang cenderung meremehkannya. yang justru disu kainya. Aku hanya terkejut mereka masih hidup." sahut Takeo ringan." "Mereka berasal dari mana?" selidik Sonoda Mitsuru. aku belum berusaha sebegitu kerasnya untuk membujuk mereka. Dia menerima pernikahan politis dengan gadis Tohan yang disukainya dan te lah memberi¬nya seorang putra dan seorang putri. Dia menerima pernikahan politis dengan gadis Tohan yang disukainya dan te lah memberi¬nya seorang putra dan seorang putri. Kenji. Dia lebih memilih b ekerja dengan paman dari ibunya. yang justru disu kainya. hwa dia tak ingin memiliki wilayah kekuasaan dan kehormatan. Ai." "Tentu saja tidak. serta pada dasarnya menganggap hidup itu menyenang¬kan dan pengalama n yang mengasyikkan. "Mereka bersalah a tas percobaan pembunuhan dan akan dieksekusi atas kesalahan itu pada akhirnya nanti. serta pada dasarnya menganggap hidup itu menyenang¬kan dan pengalama n yang mengasyikkan. Orang cenderung meremehkannya. dulunya adalah pengawal Arai. Akita. Taku tersenyum saat menjawab.bahwa dia tak ingin memiliki wilayah kekuasaan dan kehormatan. dalam mengendalikan jaringan mata-mata yang telah Take o bangun melalui Tribe. dan Takeo m elihat si gadis sedikit memicingkan mata. "Tidak. dan meskipun keluarganya. Untuk saa t ini mereka tidak boleh diperlaku-kan dengan kasar. Kenji. Dia lebih memilih bekerja dengan paman dari ibunya. Tapi apakah peraturan itu juga berlaku bahkan untuk Kikuta?" "Peraturan itu berlaku bagi semua orang. dia dan Ai diberikan wilayah Inuyama. . Akan kita lihat seberapa kuat keinginan ayah m ereka agar anak¬anaknya bisa kembali." "Aku tidak harus mengingatkanmu kalau kekerasan dilarang di Tiga Negara. Mereka menolak bicara. Sosok dan wajah Taku menurun dari keluarga Muto sedangkan Arai mewarisi keberanian dan kegagahannya. dalam mengendalikan jaringan mata-mata yang telah Take o bangun melalui Tribe." tutur Taku. yang menikah dengan adik Kae de. kau tahu kalau Kikuta bunuh diri dengan menggigit lidah mereka sendiri! T entu saja. ia diyakinkan untuk b ersumpah setia pada Otori dalam perdamaian besar-besaran setelah gempa. "Di mana bisa kau menemukan Si Gosaburo ini?" "Kukira di pegunungan di luar perbatasan wilayah timur. Sebagai imbalannya.

"Ishida memintaku mengurangi minum. kalau kita akan dud uk di sini saling mem-bandingkan penyakit?" "Bersyukurlah kita berdua masih hidup sampai saat ini!" timpal Takeo. mengatakan k alau alkohol buruk bagi paru paru. tertawa. "Ishida juga memintaku mengurangi minum sake." *** "Hanya ini kesenangan yang tersisa untuk¬ku. "Tidak a da salahnya membuat batin Gosaburo menderita memikirkan nasib anaknya." sahut Takeo. Menurutnya udara d i sana lebih mudah dihirup. sake membuatku tetap ber¬semangat dan memban tuku agar bisa tidur. pilar kayu cedar dan bera nda serta penutup . dan udara malam yang dingin menimbulkan kejang otot yang memb uatnya batukbatuk. "Pamanmu berada di kota. Ia melihat ke sekeliling rumah yang dibangun begitu kuat dengan langit-langit tinggi. kan?" "Ya. "Paman menyukai aroma pabrik pembuatan sake. "Tapi bagiku sake meredakan rasa sakitku. Bahkan mungkin membua tnya semakin ingin menyelamatkan mereka. Apakah dia berada di rumah lama?" Taku mengangguk. "Siapa yang bisa me ngira. paman akan bergabung dengan kita di kuil untuk perayaan Tahun Baru. Dan Ishida pun hampir tidak mengikuti sarannya sendiri. tapi ke sehatannya sedang tidak baik." ujar Muto Kenji." "Besok aku akan memanggilnya." akunya saat mereka berdua menenggak habis minu mannya. karena salju pertama akan turun dalam minggu ini." "Musim semi nanti kita akan kirim surat pada ayah mereka.. lalu mengapa kita harus mengikuti anjurannya?" "Kita adalah dua orang laki-laki tua." Takeo menuang sake yang bening serta keras ke cangkir gurunya yang sudah tua itu . tetap rahasiakan identitas me reka dan jangan biarkan mereka berhubungan dengan orang lain selain kau." Didekatinya Taku. "Maka untuk sementara waktu tidak mungkin mengadakan perundingan .Sonoda berkata." "Kurasa sakenya juga ikut membantu. Sementara itu." sahut Kenji. tapi.. seraya mengisi cang kir Takeo dan memberikan botol sake kepada¬nya. melihatmu mencoba membunuhku tujuh belas tahun yang lalu di rumah ini.

Kisah Klan Otori IV Page 17 .

Takeo berhasil menembus kastil di Hagi dan membalaskan dendam ata s kematian Shigeru. Hanya saja waktuku belum tiba. membuat ramalan yang terakhir ini semakin bisa di percaya. Kenji orang yang pintar. memiliki kasih sayang istimewa atas Lady Otori." kata Kenji. Lord Otoriku tercinta. "Tidak ada manusia yang tidak bisa mati. "Itu hanya karena kau bertingkah bak hewan liar! Keluarga Mu to selalu menyukai kemewahan. Rumah ini penuh kenangan. Dan kini bertahun-tahun dalam kedamaian. dan Takeo berkuasa dari ujung laut ke ujung laut lainny a. yang dulu pernah menjadi gurunya di H agi. namun sejak kematian putrinya. dan rasa hormat pada putra Shizuk a. Dan sejauh ini. yan g dikaguminya. per¬mintaan ak an produk buatan kami membuat kami sangat kaya raya. ter¬masuk bagian yang dirahasiakannya: bahwa ia aman dari kematian kecuali di tangan putranya sen diri. bisa digambarkan sebagai memenuhi keinginan Surga. Takeo berbagi banyak rahasia dengan Kenji. "Ruanga n ini amat jauh lebih nyaman ketimbang lemari terkutuk tempat aku dikurung!" Kenji tertawa lagi. "Ruangan ini amat ja uh lebih nyamaendela dari kayu cemara cypress. dan membuat Takeo sangat mengandalkannya. Kenji adalah utusan dan juru runding yang baik. "Rasanya aku akan menyesal meninggal¬kan semua ini. Rumah ini penuh kenangan. Kenji semakin terasing¬kan dari istrinya . Tampak tidak peduli pada harta benda. Mengabdi¬kan hidupnya pada Takeo dan bersumpah untuk melayaninya. kemudian mengisi lagi wadah mereka masingmasing. Aku sangsi masih bisa menyaksi kan Tahun Baru. Semua sisa ramalannya telah menjadi kenyataan. cerdik tanpa perasaan senti¬mentil. Gempa bumi yang menyengsarakan mengakhiri pertempuran terakhir serta menyapu habis pasukan Arai Daiichi. Kematian menantiku sama halnya seperti semua orang. Kenji tidak punya h asrat lain di luar kegemarannya yang abadi pada sake dan perempuan dari rumah bordil setempat. mereka berdua minum lagi. Shizuka." D inaikkan cangkirnya ke arah Takeo. kekayaan maupun status. ahli mata-mata. sampai tahap ini: lima pertempuran telah mem bawa kedamai¬an di Tiga Negara. amat menyayangi keponakannya sendiri. Taku. berkat kau." Kenji adalah salah satu dari sedikit orang yang tahu isi ramalan tentang Takeo. Dengan bantuan Kenji.jendela dari kayu cemara cypress. Tapi kau kau tahu orang bilang kalau kau tak bisa mati!" Takeo tertawa. tak seorang p un bisa membunuh Takeo.

. Makin kuatnya usaha Takeo membasmi korupsi membawa hasil. tanggung jawab yang sama juga dipikul pemimpin klan. pembukuan dan ekonomi. mengendalikan kekuatan prajurit perseorangan dan kelompok bandit yang tak mengenal hukum. Tribe mendapat cara untuk menghindar. Aturan yang terakhir terbukti paling sulit dilaksana kan. Seiko. mengatakan kalau cara ini mir ip hirarki Tribe hanya saja ada per¬bedaan yang mendasar: kekerasan dilarang. Yam agata dan Inuyama untuk mempelajari etika pelayanan. Jalan Sempit Ular petani dan penduduk desa menggabung kan diri dalam kelompok masyarakat ini selama masa-masa anarkis. Semenjak kematian Arai dan para lord Otori enam belas tahun yang lalu. diberi status dan penghasilan yang cukup: mereka bertanggung jawab langsung kepada tetua dari setiap klan. korupsi dan suap makin Kisah Klan Otori IV Page 18 . Pengadilan diatur oleh klas ksatria. tapi mereka tidak bertransaksi dalam jumlah besar atau me mamerkan kekayaan. Kenji bek erja dengan kesabaran dan cerdik terhadap tujuan Takeo: menarik semua sumber daya dan perang kat kekerasan ke tangan pemerintahan. anak laki-laki mereka dengan pola pikir yan g tidak terlalu militer. Amarah Macan Putih. dan tak memiliki baik ikatan cinta maupun kebenci an dengan orang lain. Kelompok ini kini dimanf aatkan dan terus dibangun agar masyarakatnya bisa mengatur masalah mereka sendiri di tingkat desa dan memilih sendiri pemimpinnya untuk mewakili mereka dan mengajukan tuntutan atas ketidakpu asan atau keluhan mereka di pengadilan tingkat propinsi. mereka memegang jabatan terten tu. dan membunuh serta me nerima suap di-ancam hukuman mati. dan terkadang juga anak perempuan. Setiap daerah harus menyediak an sejumlah orang icrbaik untuk pasukan pusat: separuh tentara. yang meninggal beberapa tahun lalu. Saat kembali ke daerah asal. dikirim ke sekolah-sekolah besar di Hagi. dan sepa-ruh lagi petugas ke amanan yang bertugas menangani bandit dan penjahat lainnya. para pemimpin klan ini bert emu Takeo dan Kaede secara teratur untuk membahas soal kebijakan. sejarah serta bahasa dan kesusastraan klasik. Kenji menangani semua administrasi dengan trampil. menentukan besarnya pajak se rta mempertahankan pelatihan dan perlengkapan pasukan. Kenj ilah yang tahu keberadaan kelompok rahasia masyarakat kuno yang tidak diketahui Takeo Kesetiaan p ada Burung Bangau.

.

Lalu bentuk praktik yang lain berjalan: praktik tukar menukar hadiah dalam bentuk rkurang. Lalu bentuk praktik yang lain berjalan: praktik tukar menu kar hadiah dalam bentuk Kisah Klan Otori IV Page 19 .berkurang.

Silla. mereka a kan bertarung melawan siapa? Dan jika mereka tidak bertarung. kemampuan menghilang. yang lainnya mengikuti lomba yang dibuat Takeo un tuk keahlian berpedang dan memanah. N amun Takeo dan Kenji menyadari bahwa ksatria terlahir untuk bertarung: masalahnya.keindahan dan selera. bagaimana menyibukkan mereka? Beberapa prajurit menjaga perbatasan di wilayah Timur. Shin dan Tenjiku. penggunaan sosok kedua tapi sebagian besar manu sia memiliki kemampu¬an seperti ini namun belum terasah. Ajaran ini hanya dapat diikuti segelintir laki-laki dan perempuan dengan ke kuatan fisik dan mental yang hebat. N amun Takeo dan Kenji menyadari bahwa ksatria terlahir untuk bertarung: masalahnya. beberapa yang lainnya men¬dampingi Terada Fumio da n tabib Ishida dalam perjalanan penjelajahan mereka. Semua pertikaian karena hubungan darah yang menen tang Takeo maupun per¬cekcokan antara mereka sendiri dinyatakan berakhir. Setelah gempa mengakhiri perang di Tiga Negara. mengambil nama burung suci yang b ersarang jauh di . di mana nilainya tersembunyi. sedang yang lainnya dipilih untuk mengikuti jalan utama d ari pertarungan: penguasaan diri. Silla. Setelah gempa mengakhiri perang di Tiga Negara. Ajaran Houou. Ajaran Houou bermarkas di Biara Terayama yang dipimpin kepala biara Matsuda Shin gen dan Kubo Makoto. para ketua dari keluarga dan klan yang masih hidup bertemu di Inuyama da n menerima Otori Takeo sebagai pemimpin mereka. Semua pertikaian karena hubungan darah yang menen tang Takeo maupun per¬cekcokan antara mereka sendiri dinyatakan berakhir. Hal ini menyebabkan datang¬nya para perajin dan seniman ke Tiga Negara. Keahlian Tribe adalah bakat dari lahir pendengaran dan peng¬l ihatan yang sangat kuat. Terjadi pemandangan yang meng¬harukan saat para ksatria saling berdamai setelah puluhan tahun bermusuhan. bukan hanya mereka yang berasal dari Delapan Pulau t api juga dari negeri¬negeri di daratan utama. para ketua dari keluarga dan klan yang masih hidup bertemu di Inuyama da n menerima Otori Takeo sebagai pemimpin mereka. melindungi kapal dagang di laut dan toko serta gudang mereka di pelabuhan yang jauh. bukan hanya mereka yang berasal dari Delapan Pulau t api juga dari negeri¬negeri di daratan utama. mereka a kan bertarung melawan siapa? Dan jika mereka tidak bertarung. Shin dan Tenjiku. Menemukan dan memurnikan kema mpuan seperti inilah yang menjadi inti Ajaran Houou. Hal ini menyebabkan datang¬nya para perajin dan seniman ke Tiga Negara. di mana nilainya tersembunyi. bagaimana menyibukkan mereka? eindahan dan selera. tapi hanya terjadi sediki t peristiwa dan musuh utama mereka adalah rasa jenuh. Terjadi pemandangan yang meng¬harukan saat para ksatria saling berdamai setelah puluhan tahun bermusuhan.

bukan diriku. Ia sudah tua. Berapa b anyak? Dia tak bisa menghitungnya lagi. Tak ada penyesalan atas mereka yang telah dikirimny a ke alam baka cepat atau lambat manusia juga akan mati. kesehatan dan kekuat an¬nya makin memburuk: selama berbulan bulan paru-parunya terasa makin lemah dan seringkali m untah darah. Dia melihat bahwa larangan membunuh te rnyata jauh lebih berat daripada keputusan untuk membunuh. itu akan menghancurkan diriku. Takeo berhasil menjinakkan baik Tribe maupun para ksatria: hanya Kikuta yang mas ih bertahan menentangnya. Ia minum lagi. "Tapi Gosaburo seorang pedagang dan pragmatis: dia akan ketakutan setengah mati bila kehilangan anak¬anaknya satu putran ya telah tewas. dan nasib dua lainnya ada di tanganmu. Kita akan biarkan dua anaknya yang tersisa tetap hidup hin . Kenji meng¬anggap itu aturan yang gila karena dia sering menikam jantung orang. Kebenciannya padamu hanya akan berakhir dengan kematianny a atau kematianmu. Takeo angkat bicara lagi. melakukan pembunuhan secara acak dengan harapan menggoyahkan kestab ilan masyarakat." Wajah Kenji beru bah tenang dan bibimya berkerut menggambarkan kegetiran. Kikuta bukan hanya berusaha membunuhnya tapi juga bersekutu dengan ksatria yang kurang puas. mangkuk atau bahkan langsung ke orang yang tidur dengan mulut menganga. Akhir-akhir ini kesenangan terbesarnya yaitu menemani Takeo di sana dan menghabiskan waktu bersama Matsuda dan Makoto. "Serangan yang terakhir ini membuatku ja uh lebih waspada karena ditujukan pada keluargaku. Dia telah mengabdikan hidupnya demi tujuannya itu. lebih serius. menyebarkan desas-desus. baik nyamuk atau pun manusia. dan Tiga Negara. Dia tak kebal dengan kedamaian da n kekuatan spiritual Terayama." "Kurasa itulah tujuan Kikuta." "Kupikir juga begitu. Sumpah pertama yang dilakukan para ksatria yang terpilih ini yaitu tidak mem¬bunuh . membunuh dengan garotte. menyisipkan racun ke dala m cangkir.dalam hutan-hutan di sekitar Terayama. Jika istri atau anakku mati. Disadarinya kalau akhir hidupnya sudah dekat." sahut Kenji ringan. "Kapan mereka akan berhenri?" "Akio takkan berhenri. bahkan demi membela diri. Mungkin kita bisa memberinya sedik it tekanan.

gga musim semi." gerutu Kenji. Takeo menaikkan pandangannya ke arah Kenji melalui pinggiran cangkir. Kisah Klan Otori IV Page 20 ." "Mungkin sementara ini kita juga bisa mengorek keterangan yang berguna dari kedu anya. kemudian melihat apakah ayah mereka siap untuk berunding.

isa dilakukannya agar orang tertidur yaitu rasa bosan kar ena dia jarang bicara. Kisah Klan Otori IV Page 22 . Andai dia buka mulut. Andai dia buka mulut.bisa dilakukannya agar orang tertidur yaitu rasa bosan karena dia jarang bicara.

Karena Tribe membesarkan anak mereka dengan cara sangat keras. Muto Yuki. tapi tak lama lagi. tapi tampaknya Hisao sudah tahu yang sebenarnya: ibunya mat i diracun. Keluarga Kikuta dikejar-kejar sehingga mereka keluar dari Tiga Negara untuk pindah ke Utara. serta melenyapkan semua perasaan. tapi lupa bagaimana ia tahu itu. Akio adalah Ketua Kikuta. keluarga ter¬besar dalam Tribe. "Apakah Otori sudah mati?" dan dibalas dengan. serta kematian pesumo t angguh. atau ada yang menceritakannya? Ia ingat ibunya lebih jelas dari y ang seharusnya usianya baru beberapa hari saat ibunya meninggal dan menyadari adanya hubungan dir . haus. Hajime. dan kematian Kotaro yang membuat Ak io begitu penuh dendam dan hidup dalam kebencian. dingin dan rasa sakit yang luar biasa. yang menguasai berbagai kemampuan serta bakat yang kini mulai lenyap. tanpa ada tanda-tanda kecerdasan atau kreati vitas. yang mati di Hagi oleh Otori Takeo dan Muto Kenji. Akio sangat keras p ada putra tunggalnya itu dan tak pernah menunjukkan pengertian maupun kasih sayang. bahkan mengejutkan kerabatnya sendiri. Perlak uan Akio yang kejam. dan saling menyapa dengan kalimat. Tapi Akio adalah Ketua keluarga. tersendat¬sendat. penderitaan dan kenikmatan keji yang dirasakan Ak io menjadi awal mula tenggelamnya dia dalam kekejaman. A pakah ia memimpikannya. Dia selalu menyalahkan Ot ori Takeo atas terpecah-belahnya Tribe. Dan sebagai Pimpinan. Hisao merasakan ini seiring ia tumbuh dewasa. panas. sering ai puas Akio karena sebagian dendamnya terlaksana. Dapat dilihatnya kejadian itu dengan jelas. Anak-anak Kikuta tidur dengan kaki mengarah ke Barat. bertahan me¬nahan lapar. tak seorang pun bisa meng-kritiknya. jerit dan tangis ibunya. Para tetua mengatakan kalau Yuki meninggal kar ena demam setelah melahir-kan. icaranya pelan. Akio tumbuh menjadi laki-laki sinis dan susah ditebak. Kotaro. men inggalkan usaha mereka yang meng¬hasilkan banyak uang. tanpa ada tanda-tanda kecerdasan atau kreativit as. kesedihan karena harus meninggalkan pu tranya. Akio bisa bertindak sesuka hati. p enerus pamannya.bicaranya pelan. tersendat¬sendat. penolakan ibunya saat dipaksa menelan pil racun. simpati maupun welas asih. Keputusasaan dan kemarahan ibunya. Sejak kecil Hisao sudah menyadari kekecewaan ayahnya pada dirinya. melatih mereka de ngan kepatuhan mutlak. kematian Kotaro yang disayangi. seolah menyaksikan dengan mata bayinya yan g masih belum fokus. "Belum. serta banyak kematian lainnya." Konon kabarnya kematian istrinya.

setengah diharapkan. Hal-hal buruk yang terjadi di antara mereka berdua yang setengah menakutkan. Ia hanya tahu kalau hantu itu adalah ibunya yang mati dibunuh. Kemampuan mengarungi dua dunia.inya dengan sang ibu. Roh kucing itu juga sesekali seperti menjerat Hisao dari dunianya. seolah pengetahuan itu sudah ada dalam darahnya. Satu-satunya cara meredakan rasa sak it dan suara-suara si kucing serta si hantu perempuan adalah membuat benda-benda dengan tangannya. namun ia merah asiakannya. Hisao tidak pernah menceritakannya sehingga tak seorang pun tahu satu bakat Trib e yang telah hilang selama beberapa generasi ternyata ada pada dirinya. dan itu mem buat ia benci sekaligus iba pada Akio. men¬jadi penghubung antara arwah dengan orang yang masih hidup. Antara kemara han si hantu dan rasa enggan dalam dirinya. Ketika alam baka membuka jalan dan mengajaknya masuk. kepala¬nya terasa seperti terbelah karena rasa saki t. apa yang dilihatnya di alam baka tampak berkabut dan sulit dimenge rti: ia tidak mengetahui simbol dan bahasa untuk berkomunikasi dengan arwah. Ia dapat membuat ukiran kayu berbentuk hewan yang begitu hidup h ingga tampak Kisah Klan Otori IV Page 23 . Sekali dia terlihat meng¬elus seekor kucing. dan satu sisi matanya menjadi gelap. yang kemudian ia lihat hewan malang i tu digorok ayahnya di hadapannya. kepalanya lu ar biasa sakit. Anugerah semacam i ni semestinya diasah dan pemiliknya akan ditakuti serta dihormati. Seringkali ia merasakan kalau ibunya meng¬inginkan sesuatu darinya. dan lolongan yang memusingkan terdengar makin keras hingga ia tak percaya kalau oran g lain tak mendengarnya. dan menyukai hewan. karena hanya saat itulah ada orang yang memeluk nya atau kelihaian membutuhkan dirinya. Itu sebabnya dia mengetahui kemarahan ibunya dan sakit hati ayahnya. Meskipun Hisao suka membuat kerajinan tangan. Ia membangun kincir air dan orang-orangan dari bambu untuk menakuti rusa. tapi Hisao tak t ahu cara mengatur bakatnya ini. tapi ia takut men¬dengarkan karena itu berarti ia membuka diri memasuki alam baka.

eperti hewan yang disihir menjadi patung. pisau serta ber¬bagai peralatan. Ia menyukai semua aspek penempaan: mem¬b uat besi dan baja. Kisah Klan Otori IV Page 24 . pedang. pedang. pisau serta ber¬bagai peralatan.seperti hewan yang disihir menjadi patung. Ia menyukai semua aspek penempaan: me m¬buat besi dan baja.

Senjata-senjata itu tak bisa disembunyikan d an digunakan dengan cepat. belati kecil dan sebagainya tapi mereka tak tahu cara membuat senjata yang disebut senja ta api. Senjata yang digunakan Otori begitu dirahasiakan cara buatnya hingga membuat orang iri. Mereka tak pernah kembali: kabar tentang tertangkapnya mereka dat ang beberapa bulan kemudian. atau orang tua yang in gin mati terhormat yang pergi hendak mem¬bunuh Otori Takeo untuk membalaskan kematian Kikuta Kotaro d an anggota Tribe lainnya. dan ia membayangkan senjata api yan g kecil dan ringan. mereka harus me¬nyeimbangkan kekuatan dengan memiliki s enjata yang sama. terutama sen-jata rahasia Tri be pisau lempar. Ada kalanya Otori Takeo dilaporkan ter¬luka sehingga harapan mereka membumbung tin ggi. Jika ada yang hilang. Tapi berbaga i laporan tentang pembunuhan yang memakan banyak korban jiwa terbukti sama efektifnya deng an senjata itu sendiri: semua musuh Otori. terutama sen-jata rahasia Tribe pisau lempar . senjata-senjata mereka dirampas dan mereka hanya boleh berdagang di pelabuhan Hofu. termasuk Kikuta. sementara yang lainnya b eranggapan kalau ingin menyingkirkan Otori. berusaha mendapatkan senjata itu de ngan cara mencuri. Sejak itu semua orang barbar digeledah ketika dat ang. Senjata-senjata milik Otori bentuknya panjang. Keluarga Kikuta terpecah untuk memiliki senjata itu.Keluarga Kikuta ahli membuat senjata. yang bisa di-sembunyikan di balik pakaian dan tak ber¬suara. Setiap tahun ada saja pemuda yang ingin menjadi pahlawan. Namun usaha mereka untuk mendapatkan senjata api selalu gagal. jarum. Hisao mendengar aya hnya dan seorang laki-laki yang lebih tua membahas benda ini. Otori membatasi p enggunaan senjata ini hanya untuk sekelompok kecil orang: setiap pucuk senjata api yang ad a di negara ini dihitung. berkhianat. jarum. atau mencari sendiri. senjata yang bahkan t ak mampu dilawan Otori Takeo. berat serta tidak praktis: kurang prakris menurut cara pembunuhan yang dibanggakan Kikuta. Mereka disidang di depan umum yang disebut sebagai pengadilan Ot ori. tapi dia . bila terkena air maka senjata itu tak berguna. si pemilik harus membayar dengan nyawanya. belateluarga Kikuta ahli membuat senjata. kalau cara tradisional lebih bisa diandalkan. dan dieksekusi. Senja ta ini pernah sekali digunakan orang barbar. Ada yang beranggapan senjata itu meng¬hilangkan semua kemampuan dan ke¬nikmatan dala m membunuh.

Kuroda dan Kudo. memimpin jaringan mata-mata dan melindungi Otori. Akio mulai bersekutu dengan musuh Takeo lainnya. lapi ternyata para perempuan yang menjadi sasaran berhasil mempertahan¬kan diri dengan kekejaman yang tak terduga: salah satu penyerang. kecil sawah. banyak pengkhianat yang memiliki darah Kikuta. Karena hingga musim semi tiba masih belum ada kabar tentang kedua orang y ang ditawan. terluka dan dipuk uli sampai mati oleh kerumunan orang. ri sawah dengan me¬manfaatkan kincir air. bahkan dari racun. Kehilangan tiga anggota muda yang ada hubungan erat dengan sang Ketua merupa¬kan p ukulan berat. Kikuta menduga mereka sudah mati. sementara Zenko. ya ng kurang berbakat. dua putra Gosaburo. Kisah Klan Otori IV Page 25 . Taku dan Zenko. Taku seperti ibu dan paman buyutnya. Apa yang terjadi setelah itu tidak jelas. diutus bersama saudari perempuan mer eka ke Inuyama tempat keluarga Otori merayakan Tahun Baru. menyerangnya melalui istri atau anak-anaknya. Keluarga Muto yang sudah bersumpah setia pada Otori telah menggandeng keluarga Tribe lainnya: Imai. mempunyai b anyak kemampuan. diantaranya adalah Muto Shizuka serta kedua putranya. Selama malam-malam di musim dingin yang panjang. tiba-tiba katak terdiam. Suatu sore Hisao bekerja seorang diri di sepetak pegunungan. Ia menghabiskan li: embernya dibuat dari bambu yang paling ringan dan talinya rambat yang cukup kaku untuk bisa mengangkat ember kincir. Belakangan sepupu Akio. bersekutu dengan Otori melalui pernikahan: mereka bersaudara ipar. seperti pulihnya dia dari belati beracun milik Kotaro. Sejak keluarga Tribe melakukan pe rkawinan campuran. Tapi cara ini juga terbukti gagal. Ia tengok kanan-kiri. Ritual pemakaman mulai diatur dalam kedukaan y ang mendalam karena tak ada jenazah yang bisa dibakar dan tak ada abu jenazah. Sedang yang lainnya berhasil ditangkap dan dibawa ke kastil Inu yama. Mendengar desas¬desus kalau Otori tak bisa mati membuat kebencian serta kegeriran Akio semak in ber¬tambah. jauh di kedalaman ia telah me¬mikirkan cara mengali musim dingin membuat ember dan ta diperkuat dengan batang tanaman Hisao tengah berkonsentrasi penuh pada pekerjaannya. putra sulung Gosaburo. Mereka berbaur dalam kerumun an di biara dan mencoba menikam Lady Otori dan putri-putrinya. Tak ada yang tahu apakah mereka masih hidup atau sudah mati.selalu sembuh.

tapi ia tahu ada orang yang menggunakan kemampuan menghilang Tr ibe. Kisah Klan Otori IV Page 26 . ak ada orang. tapi ia tahu ada orang yang menggunakan kemampuan menghilang Trib e.Tak ada orang.

dirasakan kebahagiaan dan pendcritaan ibunya dan pertanda pertama dari sakit kepalanya serta kemampuan melihat separuh dari dua dunia yang ber¬beda. dia berseru . "Siapa kau?" bisiknya." Hisao menyerap semua keterangan ini.Mengira itu hanya salah satu anak yang datang membawa pesan. dan ibuku bemama Muto Yuki. Kalau begitu. Hisao mengangguk. Aku tak memiliki kemampuan me nghilang. Tapi aku tak bisa mendengar dari jau h. kebencian Kikuta pada orang ini hampir sama besarnya seperti kebenc ian pada Otori . "Kau bisa melihatku?" sahut laki-laki itu." Ia heran telah bersik ap biasa dan bebas pada orang yang belum dikenalnya. "Kau bcrnama Kikuta Hisao. Sosok laki-laki itu bergoyang-goyang selagi meng¬hilang." "Tapi tadi kau mendengarku mendekat. dia berseru. Tangan Hisao segera bergerak ke arah pisaunya karena yakin ia bel um mengenal orang itu. dan dirasakan reaksi penyesalan serta ras a iba ibunya. Aku tidak tahu orang yang bias melakukannya di kalangan Kikuta saat ini. "Sudah kuduga. aku kakek¬mu: Muto Kenji. segera menyadari kalau orang mi dikenal ibunya. "Kau tidak memiliki satu pun kemampuan Tribe?" tuturnya. "Siapa di sana?" Tiba-tiba muncul seorang laki-laki dengan usia tak bisa diperkirakan dan berpena mpilan biasa berdiri di hadapannya. maupun mengenalinya. dan menyebut namanya dengan cara yang membuat Hisao percaya padanya. kemudian mengalih¬kan pandangannya ke seberang lembah. dan dunia ibunya menyelubungi ambang batas dunianya." ujar orang itu. kan?" "Hanya dari katak. Sakit kepalanya kian menjadi-jadi: Muto Ken ji adalah pengkhianat. "Siapa di sana?" gira itu hanya salah satu anak yang datang membawa pesan. "Tidak. Orang itu kembali menampakkan diri dalam jarak serentangan tangan dari wajah His ao. putra Akio?" "Ya. "Aku takkan menyakitimu. Sorot matanya tajam dan kelihatan penuh selidik. Hisao merasaka n jari-jari yang tak terlihat memiting pergelangan tangannya dan ototnya langsung terasa lumpuh saat telapak tangannya terbuka dan pisaunya terjatuh. Aku mendengarkan mereka." Ekspresi wajah orang itu agak berubah.

Rasa kecewa dan lega menyapu dirinya. gerakan matanya yang cepat menun¬jukkan kalau dia bisa melihat hal lain." ajak Kenji. Kadang-kadang kepalaku sakit. Mengapa kau kemar i? Kau akan dibunuh. tahu betapa kerasnya masa kanak-kanak di Tribe. berkulit gelap dan berwajah lebar. namun kehadiran ibunya terasa membebani dirinya dan bisa dirasakan ibunya memanggil. mirip rambut Takeo. "Ada yang aku sampaikan padanya. apalagi pada mereka yang tak berbakat. Kenji menatap bocah di hadapannya dengan tatapan iba. Dia tidak punya kemampuan apa pun.Takeo. Dan ada sesuatu yang lain pada dirinya. menghindari para penjaga di gerbang. Seharusnya aku mem¬bunuhmu. Aku sudah biasa. baik dar i ayah maupun dan ibunya. pikir orang tua itu. dengan kulit mulus tanpa cacat dan rambut tebal serta mengkilap. Jelas sekali Hisao punya beberapa kemampuan: benda itu dibuat dengan kreatif dan dengan keahlian tinggi. Sadar kalau akhirnya ia akan dikenali juga s iapa lagi yang bisa sampai sejauh ini. agak lebih pendek dari Kenji sendin tapi kuat. tapi kau bilang kalau kau kakek¬ku. " Aku lebih suka membuat benda-benda. bergerak tak terlih at dan tak terdengar melewati hutan? dan juga Akio harus tahu kalau ia datang sebagai utusan Takeo." Ia tidak bersusah payah menyembunyikan sosoknya selagi mengikuti bocah itu menur uni jalan setapak dari atas gunung menuju desa." Betapa anehnya. Apa yang bisa dilihatnya? Pemuda ini berbadan sehat. maupun Otori. Mirip siapa dia? Tidak mirip Kikut a. Kisah Klan Otori IV Page 27 . lagipula ak u tidak ahli membunuh. "Ayah!" "Apa itu?" tanya Kenji. Muto. Dia pasti mirip ibunya Takeo. "Mari kita temui Akio. "Bukan apa apa." Pandangannya turun menatap ke konstruksi yang tengah dikerjakannya.

dia tak berh enti. dan cahaya matahari jatuh di sel a-sela hijaunya dedaunan. Suasana terasa dipenuhi musik musim semi. Suasana terasa dipenuhi musik musim semi. nyanyian burung. Hisao tidak berbicara pada siapa pun saat mereka berjalan di antara rumah kayu b eratap rendah. Kenji m en¬dengar bisik-bisik dan tahu kalau ia telah dikenali. Tempat ini sama seperti kebanyakan desa Tribe: tersembunyi di dalam lembah seperti lipatan kecil dalam barisan pegunungan. Tubuhnya terasa lebih panas dari yang s emestinya. katak serta jangkrik. Seperti kuilnya. yang bisa dilihat dari kejauhan. Pematang sawah berw arna cerah dengan bunga liar. dan merasakan dengan li dahnya kapsul beracun yang terselip rapi di bekas rongga gigi gerahamnya yang sudah tanggal. Langit berubah keemasan saat mentari mulai tenggelam di ufuk barat. buttercup. dengan lekukan luwes yang sama indah . jauh dari jang kauan Takeo. de ngan beranda dari kayu runjung serta pilar kokoh dari kayu cedar. erjalanan itu membuat napasnya terasa sesak. terasa ada darah di tenggorokannya. dan saat berhenti sebentar di tepi sawah yang penuh air. atapnya terbuat dari rusuk atap yang tipis. Pada kunjungan yang pertama ia sempat terkejut melihat ada l ebih dari dua ratus orang di desa itu. Tapi kemudian ia tahu kalau keluarga Kikuta mundur ke t empat ini sejak dikejar Takeo. Bila hari ini memang ditakdirkan menjadihari terakhir hidupku. orang ber¬kumpul di belakang mereka. dan cahaya matahari jatuh di sel a-sela hijaunya dedaunan. katak serta jangkrik. terasa ada darah di tenggorokannya. dan saat berhenti sebentar di tepi sawah yang penuh air. sesekali ia mengunjungi tempat in i tanpa diketahui penghuninya.Perjalanan itu membuat napasnya terasa sesak. Rumah itu jauh lebih nyaman dan mewah ketimbang rumah-rumah di sekelilingnya. Sejak saat itu. vicia. walaupun tidak di luar jangkauan mata¬matanya. dan bunga krisan. Kenji belum tahu tempat istimewa ini sebelum Hisao lahir. buttercup. Mereka membangun desa di utara ini sebagai markas. Langit berubah keemasan saat mentari mulai tenggelam di ufuk barat. vicia. nyanyian burung. Pematang sawah berw arna cerah dengan bunga liar. dan mendapatkan laporan tentang Hisao dari Taku. enam belas tahun lalu d an butuh waktu lima tahun untuk menemukannya. dan meskipun beberapa anjing melompat-lompat penuh semangat ke arahnya. Ketika sampai di bangunan yang paling besar. Tubuhnya terasa lebih panas dari yang s emestinya. dan bunga krisan. maka tak ada hari yang lebih indah daripada hari ini. keponakan buyutnya . pikir kenji dengan sedikit bersyukur.

kehidupan yang lain. "Aku datang dengan membawa misi yang dam ai." "Aku tak membawa senjata. Semua orang ini." Gosaburo tertawa sinis tidak percaya. Sedang ya ng satunya lagi pasti Imai Kazuo. yang satu bertubuh gempal dengan raut waja h halus yang dikenal Kenji sebagai Gosaburo. Ia ingin sekali meninggalkan raganya la lu pindah ke alam baka. ia seperti mendengar tarikan napas tiba-tiba. Hisao naik ke beranda dan berse ru ke dalam rumah.nya seperti kediaman para ksatria. sudah bertahun-tahun m engincar dirinya. . Sedang dua laki-laki lainnya tersenyum. Kerumunan orang di belakang Kenji terdiam. Ruangan itu remang¬remang: ia nyaris tidak bisa melihat gulungan yang tergantung d i dinding sebelah kanan¬nya. Dadanya terasa nyeri seperti ditusuk-tusuk dan rasanya tak ta han ingin batuk. pintu banian dalam bergeser terbuka dan Kikuta Akio mela ngkah masuk. pedagang dari Matsue. ta pi tanpa rasa riang. Betapa lemah tubuh¬nya saat ini! Teringat dengan rasa penyesalan kalau semua kemam puan yang ia miliki kini hanya menjadi bayang-bayang. "Ayah! Kita kedatangan tamu!" Selang beberapa saat. Kenji pun diam saja. Saat melangkah masuk ke dalam r umah. paman Akio. Mereka berusaha menyembunyikan keter¬kejutan dengan kemunculannya.. kehidupan apa pun yang ada di sana.. setahunya. yang menurut kabar telah menentang keluarga Imai untuk tinggal bersama Kikuta." sahut Kenji. Tak seorang pun membungkuk normal maupun memberi s alam. Mereka duduk di ujung lain ruangan seraya meng¬amati. seorang perempuan muda muncul. Andai ia bisa men yelamatkan bocah itu. Perempuan muda yang sama datang membawa semangkuk teh. seolah semua orang yang berkumpul di luar menarik napas di saat bersamaan. Aroma minyak wijen merebak dari arah dapur dan didengarnya desis makanan di penggoreng an. Dia diikuti dua laki-laki yang lebih tua. Akhirnya Akio angkat bicara. tapi siapa yang bisa menyelamatkan orang dari takdir? Semua pikiran ini melintas di benaknya saat duduk di lantai berlapis karpet samb il menunggu Akio. Hisao su dah pergi. adik Kotaro. Lalu terdengar langkah kaki. keluarga dari pihak istrinya. membawa air untuk membasuh kaki sang tamu. "Letakkan senjatamu. Seraya melepaskan sandal. namun terdengar olehnya anak itu sedang bicara dengan pelan di belakang r umah.

" ujar Akio. seperti serigala di musim dingin. Kenji membiarkan orang itu meraba pakaiannya dengan jari-jarinya yang panjang dan ceka tan. Kisah Klan Otori IV Page 28 . "Maaf." Kazuo mendekati Kenji dengan hati-hati dan agak malu-malu. Ketua."Benar."gumamny a. "Kazuo yang akan menggeled ah¬mu.

" Dia berkata jujur."Dia berkata jujur. Dia tidak mem bawa senjata." Kisah Klan Otori IV Page 29 . Dia tidak membawa senjata.

air matamulai berlinang." Gosaburo mencondongkan badan lalu bertanya pada Kenji. "Akio!" Gosaburo memohon. Selama bertahun¬tahun ia bermimpi berhadapan dengan orang yan g telah menikahi dan terlibat dalam kematian putrinya." ejek Akio. "Dia tidak disiksa?" "Kau harus tahu kalau penyiksaan kini dilarang. Kunio. Tampak ada kerutan¬kerutan di wajah Akio. rambutnya pun mulai memutih. "Biarkan dia bicara. temyata usia tak mampu melunakkan maupun melembutkan sikapnya. "Kami tidak memanggilnya Lord Otori. "Putriku? Dia tidak terluka?" "Tidak. Anak-anakmu akan diadili dengan tuduhan percobaan pembunuhan. Kesed ihan membuatmu lemah." sahut Kenji cep at. Setidaknya kita dengar dulu apa yang aka n Muto sampai¬kan. Tapi badannya tampak sekuat baja. "Rupa¬nya kau sudah bosan hidup!" Mengapa kau kem ari?" sera Akio. dan bisa dihukum mati." sahut Akio. "Rupa¬nya kau sudah bosan hidup!" Kenji menatap tajam." tutur Kenji tenang. Dia dikenal dengan nama Otori si Anjing. "Putra sulungmu. "Aku datang membawa pesan dari Lord Otori. "Dengan mengutus pembawa pesan itu telah menunjukkan kelemahan. tapi mereka tidak disiksa." katanya pada Akio." Kenji bicara pada Gosaburo. sebelum Gosaburo berdiri. Aku akan bicara dengan Muto berdua saja. Kau tentu pernah m endengar bahwa Lord Otori memiliki sifat welas asih."Mengapa kau kemari?" sera Akio. Tapi yang lainnya masih hidup. "Tinggalkan kami." Tapi putriku sudah mati enam belas tahun lalu. paman." "Anak-anak itu akan tetap hidup jika kau setuju untuk berdamai. termasuk putrimu."Kita tak mau be randing dengan Si Anjing." Gosaburo menelan ludah. "Dia sedang memohon pada kita." kata Gosaburo d engan nada memohon." "Satu lagi kebohongan dari Si Anjing. Ka mi tak ingin mendengar pesan apa pun darinya!" "Aku khawatir salah satu putramu sudah mati. . dia baik-baik saja.

" "Akio. Saat ia berhenti bicara. dikumpulkan tenaga lalu membiarkan gelombang ten aganya mengalir memenuhi ruangan itu. karena ini akan men ghancurkan mereka dan dirimu." Akio me¬mecahkan kesunyian dengan teriakan penuh amar ah. menyuruhnya agar cepat keluar dari ruangan itu."Tinggalkan kami!" Akio juga berdiri. baik petani a taupun ksatria. pada Kisah Klan Otori IV Page 30 . Sebagai imbalannya." Nada suaranya seakan mengandung sihir yang membuat ruangan senyap dan semua oran g yang berada di luar bungkam. seraya mendorong tubuh orang tua it u ke pintu. Masyarakat yang dibentuknya berjalan lancar. sesuai cara Tribe menyel esai¬kan masalah. keluar¬ga Kikuta akan d imaafkan: Tribe akan ber¬satu lagi. Dengar dulu apa yang akan kusampaikan. tak ada yang mati k elaparan dan tak ada penyiksaan. Kita selalu bekerjasama dengan para bangsawan yang hebat: jangan¬lah kita menentan g Otori. Apa yang dilaku¬kannya di Tiga Negara baik adanya: disetujui masyarakat. bagaimana kita bisa berta han sejak dulu kala. mereka duduk dengan mata setengah terpejam. bukan berdasarkan kebencian dan amarah pribadimu. "Kita bicara sebagai sesama Ketua. rakyat bahagia." katanya saat kembali duduk. Biarkan Otori membunuh anak-anak itu. Hentikan permusuhanmu. Tadi kau mengatakan S i Anjing melakukan hal baik! Rakyat gembira! Apa untungnya semua ini bagi Tribe? Kau suda h lemah seperti Gosaburo. Setelah itu baru kau putuskan apa yang te rbaik bagi Kikuta dan Tribe. Kenji tahu kalau Hisao sudah kembali dan sedang berlutut tepat di balik pintu. Kau tak bisa menjebakku dengan kebohonganmu. Ada apa dengan kalian. "Sejujurnya. Menguntungkan bagi kita semua. dan yang kini dia lakukan hanyalah meratap dan menyesali nasibnya. orang¬orang tua? Apakah Tribe membusuk dari dalam ? Andai Kotaro masih hidup! Tapi Si Anjing membunuhnya dia membunuh pemimpin keluarganya s endiri." tutur Kenji. "Tua bangka licik. dan aku akan menghabisi ayahnya: kita akan menyingkirkan orang le mah. Mari kita ingat lagi sejarah Tribe. "Dasar penyihir tua bangka. "Tua bangka bodoh itu tidak berguna la gi! Dia sudah mis kin. Dirasakannya ketenangan menyapu semua orang. gusar.

siapa dia harus menyerahkan hidupnya atas kejahatan yang dia lakukan. Dia melanggar sumpah itu jadi dia sud ah Kisah Klan Otori IV Page 31 . Kau saksin ya: kau men¬dengar sumpah si Anjing saat di Inuyama. Kau saksiny a: kau men¬dengar sumpah si Anjing saat di Inuyama. Dia melanggar sumpah itu jadi dia sud ah iapa dia harus menyerahkan hidupnya atas kejahatan yang dia lakukan.

seraya membalikkan badan. "Dia melakukan apa yang harus dilakukan saat itu. dan aku akan kembali dengan cara yang sama. "Kau tahu di mana bisa menemukan kami bi la kau berubah pikiran. Kau yang menghancurkannya. Ketua dari keluarganya dengan bantuannmu. Kenji berkata. Kumohon kau hentik an perlawananmu agar Kikuta bisa kembali ke Tiga Negara Gosaburo bisa menjalankan lagi bisnisnya! dan menikmati hidup selayaknya. Tapi dia malah mem¬bunuh Kotaro. Tapi adakah pel uang ia membawa bocah itu? Penolakan Akio tidak mengejutkannya. "Tapi dia takkan mati di tanganmu. ia bisa saja menghilang lalu melenyapkan diri ke pedesaan. hidupnya dijalani l ebih baik sebagai Otori ketimbang sebagai Kikuta. "Betapa pun kau menginginkannya." Akio menatapnya dengan memicingkan mata. apalagi di ." ujar Kenji. Dia tidak bisa dimaaf¬kan. Dia harus mati!" "Aku takkan berdebat tentang mana tindakannya yang salah dan yang benar. Tapi dia malah mem¬bunuh Kotaro." sahut Akio. Mari." Kenji bicara ke belakang dalam bayang-bayang. pikimya saat melangkah keluar dari beranda dan kerumunan memberi jalan padanya. Akan kusampaikan pesanmu yan g patut disesalkan pada Lord Otori. Hisao. Ketua dari keluarganya dengan ep antasnya mati. "Pengkhianatanmu pada Tribe harus dihuk um." Baiklah. Tapi ia senang Gosaburo dan yang lainnya ju ga mendengar." "Semua orang pasti mati. Jika tetap tak mau berdamai. ternyata aku masih hidup lebih lama. Aku kemar i sebagai utusan. Begitu sampai di tempat terbuka dan di luar jangkauan tatapan Akio. Aku bisa meyakinkanmu akan hal itu." "Aku telah melindungi keluargaku dan Tribe. desa itu kelihatan menyedihkan." sahut Kenji. Selain rumah utama. Sewaktu lewat Hisao masih berlutut di luar. Tapi semua itu telah berlalu. dan yang pasti." Kenji begitu berwibawa sehingga Akio membiarkannya berdiri lalu berjalan keluar ruangan. Pasti sulit men¬jalani hidup d i sini. "In i putramu? Kurasa dia tidak memiliki kemampuan Tribe. Ijinkan dia menemaniku sampai ke gerbang.sepantasnya mati. maka menyerahlah: kau t akkan berhasil membunuhnya.

tapi ketika sosok tubuhnya menghila ng. Kepatuhan mereka pada Akio. tapi Hisao be rjalan terseok-seok di belakangnya. Saat Hisao muncul dari belakang dan berjalan di sampingnya. "Aku ingin kau ikut denganku ke Inuyama.. Bila berhasil sampai di tepi sawah. "Hisao. ada kemungkinan anggota lain Kikuta me¬nentang ke putusannya. Hanya tinggal lima puluh langkah lagi. Akio. Saat berbalik untuk memberi Hisao semangat. lalu meng¬hilang. Kenji menyadari ada kehadiran lain yang mengambil tempat setengah tubuh dan pikiran bocah itu. mungkin Kisah Klan Otori IV Page 32 .musim dingin. seperti halnya Gosaburo. la terus berjalan dengan tenang. Kebanyakan penghuninya pasti mendamba¬kan. Kenji tidak berani berbalik." Dia mengangguk tanpa bicara. lalu berlari di pematang ke hutan bambu. dirasakan oleh Kenji. "Hisao. Tiba-tiba ada yang menyeruak dari sela-sela mereka. temui aku. tapi ia yaki n tak ada yang mengikutinya. lalu terjatuh. diikuti oleh Kazuo: ke duanya sudah menarik belati. Mereka sudah separuh jalan. "Bawa aku! Mereka takkan membiarkanku pergi! Tapi dia ingin ikut denganmu!" Mungkin karena Kenji sedang dalam keadaan menghilang dan berada di antara dua du nia... Kau mau?" "Aku tak bisa pergi dari sini! Aku tak bisa meninggalkan ayahku!" Lalu ia berser u kesakitan. Hisao menangkap lengannya dan berteriak." bisik Kenji. Kenji melihat kerumunan orang masih memerhatikan." katanya. "Kepalamu saki t?" "Mmm. dan sesekali menaikkan tangan-nya memegangi pelipis kirinya dengan ujung jari. hidup nyaman di Matsue dan Inuyama. apalagi jika itu berarti sandera akan dibiarkan hidup. tanpa tergesa-gesa. Temui aku di temp at tadi kita bertemu. Dahi¬nya berkerut. lebih karena ketakutan ketimbang rasa hormat.

.

. uga karena perasaan Hisao yang meledak-ledak.. Kisah Klan Otori IV Page 33 ....juga karena perasaan Hisao yang meledak-ledak. tapi saat itu Kenji melihat apa yang Hisao lihat.. tapi saat itu Kenji melihat apa y ang Hisao lihat.

nuyama. Meskipun diperlakukan dengan baik. namun tetap saja mereka adalah tawan an.Inuyama. Meskipun diperlakukan dengan baik. namun tetap saja mereka adalah ta wanan. Kisah Klan Otori IV Page 35 .

sedikit pengemis serta tidak ada bandit. mungkin Maya. Takeo melihat kegelisahan istrinya pada si kembar semak in bertambah. ke desa ter¬sembunyi Muto. dan Kenji berangkat melaksanakan misinya. Namun ket ika hingga bulan keempat muncul dan masih belum ada kabar. Takeo melihat kegelisahan istrinya pada si kembar semak in bertambah. dan Kenji berangkat melaksanakan misinya. dan ketika tiba di Hofu. dengan enggan ia pergi ke Hofu. Kaede serta putr i¬putrinya pergi ke Hagi bersama Shizuka. ke desa ter¬sembunyi Muto. berharap mendapat kabar dari Kenji di bulan ini. dua pengawal terpercaya dari Tribe saudara sepupu Kuroda: Junpei dan Shinsaku. Kaede serta put ri¬putrinya pergi ke Hagi bersama Shizuka. Takeo pun menunda waktu untuk meninggalkan Inuyama. Ia memikirkan kemungkinan Shizuka mengajak salah satu dari mereka. berbagai daerah mengurus masalah mereka sendiri: Tiga Negara dilanda konflik akibat para bangsawan berebu t wilayah dan kekuasaan. namun dalam pelaksanaannya. Kagemura selama beberapa minggu. Ia mem beri instruksi agar Taku mengirimkan semua pesan kepadanya di sana. Hasil dari semua itu terlihat saat ia ber¬kuda ke wilayah Barat. kegembiraan serta kebahagiaan mereka. etelah salju mencair. Namun ket ika hingga bulan keempat muncul dan masih belum ada kabar. membagi hari-hari dalam setahun dari satu kota ke kota lainnya di Tiga Negara. Kagemura selama beberapa minggu. desa yang makmur. Sebenarnya kaisar berkuasa atas Delapan Pulau. dengan enggan ia pergi ke Hofu. kadang ia menyamar untuk dapat berbaur d engan rakyat biasa dan mengetahui pendapat. mungkin Maya. Didampingi para p engawal. ia sering melakukan per¬jalanan. yang d ikenal sebagai Jun dan Shin serta jurutulisnya. berharap mendapat kabar dari Kenji di bulan ini. Kini ia dan Kaede telah membawa kedamaian dan memper¬tahankannya dengan penuh perhatian pada seluruh wilayah dan berbagai aspek ke¬hidupan rakyatnya. Tujuannya untuk membuat negara ini sangat aman hingga gadis belia pun bisa memeg ang kekuasaan. Ia memikirkan kemungkinan Shizuka mengajak salah satu dari mereka. Selama perjalanan ia memerhatikan tanda-t anda negeri yang damai: anak-anak yang sehat. ia bangga dan puas bahwa Tiga Negara telah s esuai dengan .Setelah salju mencair. Kadang ia melakukan perjalanan dengan semua keme gahan yang diharapkan dari seorang penguasa besar. Takeo pun menunda waktu untuk meninggalkan Inuyama. Ia mem beri instruksi agar Taku mengirimkan semua pesan kepadanya di sana. Selama berkuasa. Takeo tidak akan melupakan kata-kata Otori Shigeru kepadanya: Karena Kaisar yang begitu lemah seh ingga bangsawan seperti Iida bisa merajalela.

Sepanjang tahun yang sulit setelah kelahiran si kembar. ikut bersamanya. saat empat belas t ahun. Hana selalu mencari kesempatan untuk menggoda dirinya agar menjadikannya istri kedua atau se lir. Hana bukan hanya cantik. Ia tidak menduga apa yang menantinya di kota pelabuhan itu. tapi juga segera mem¬berinya ti ga putra. Musim semi ini. di Hofu. Namun. Aku harus bicara padanya.tujuannya itu. Tampaknya begitu ia tiba di kota mana pun di Tiga Negara. Takeo tahu niat ini karena adik iparnya lupa kalau ia memiliki pendengaran yang . ada tiga mau empat kasus semacam ini . Hana menjadi lebih dari sekadar godaan yang bisa diakui Takeo. tapi terkadang ada keluhan atas para petugas itu sehingga haki m-hakim yang adil harus didatangkan. belerang d an nitrat. Zenko sangat senang: persekutuan itu meru pakan kehormatan besar baginya. bahkan bila diperhatikan l ebih lama lagi kelihatan lebih cantik di¬bandingkan Kaede saat masih muda. Ia tidak suka maupun p ercaya pada Hana. Hana sangat mirip dengan kakak sulungnya. sebelum kecantikannya tercoreng. Zenko tengah menghimpun kekuatan dan senjata. Dia pun bertekad untuk mengambil alih kedudukan mereka. dan seorang ped agang memberi informasi bahwa para prajurit menyita sejumlah besar batu bara. lebih dari yang Takeo harap¬kan. semuanya sehat. Bahkan dua petani mengeluh kalau putra mereka dipaksa menjadi prajurit. utusan bermunculan di gerbang kastil atau kediaman ia tinggal: ingin mengadakan pertemuan. keesokan harinya Arai Ze nko yang telah diberi bekas wilayah ayahnya di bagian Barat dan juga Hofu datang dari Kuma moto dengan alasan hendak menyambut Lord Otori. Takeo mengatur untuk mengirim kurir ke Kumamoto. Penolakan mantap Takeo untuk menganggap serius tawaran nya telah melukai dan mem-permalukan Hana: keinginan Takeo untuk menikahkannya dengan Zenk o justru mem¬buat Hana kian gusar. meminta bantuan. Beberapa dari masalah ini sebenarnya dapat d isampaikan pada petugas setempat. Istrinya. Tapi Takeo memaksa: mereka menikah ketika Zenko berusia delapan belas tahun dan Hana enam belas tahun. adik bungsu Kaede. Rasa tergila-gilanya pada Takeo segera digantikan rasa dendam pa danya dan iri pada kakaknya. membutuhk an keputusan yang hanya bisa diputuskan olehnya. ataupun curiga kalau di sana nanti kepercayaan dirinya akan goyah dan kekuasaannya terancam. dengan paras yang sama persis seperti Kaede muda. Shirakawa Hana. kayu. Bahkan Hana pernah menawarkan diri ketika kesehatan Kaede memburuk. pikirnya. Hal ini membuatnya mempertanyakan keadilan dari administrasi sete mpat.

tapi masih cuk up baik untuk menguping per-cakapan rahasia. Pendengarannya memang tidak setajam saat masih tujuh belas tahun. menyadari segala sesuatu yang ada di sekelilingny a. di mana posisi tiap orang di kastil. siapa meng unjungi siapa di Kisah Klan Otori IV Page 36 .sangat peka. kegiatan mereka yang ada di pos jaga dan istal.

malam hari dan untuk tujuan apa. Ia juga dapat membaca niat orang itu dari cara b er¬diri hingga gerakan tubuh. Ia juga dapat membaca niat orang itu dari cara ber¬diri hingga gerakan tubuh. alam hari dan untuk tujuan apa. Kisah Klan Otori IV Page 37 .

"Baiklah. memutus kan untuk menanggapi basa-basi ini. ahli menggunakan panah dan pedang. Taku: dua puluh enam tahun. untuk meningkatkan jum . sedikit tersibak hingga menampakkan tengkuknya yang putih sempurna. "Tidak ada kebutuhan. dengan rambut me njuntai ke lantai. gagah perkasa. pastinya. ada satu atau dua hal yang perlu kita bicarakan." katanya. Ia menyadari bila semu a ini dijadikan satu maka bisa menimbulkan sakit hati yang mendalam pada pemuda itu. terlepas dari kenyataan bahwa dia adalah ibu dari tiga orang anak: orang akan mengira usianya tak lebih dari delapan belas tahun. dengan rambut m enjuntai ke lantai. tapi Lord Takeo harus tinggal lebih lama. "Anda harus tinggal di sini sampai musim hujan s elesai. Anda tidak bisa bepergian dalam keadaan cuaca seperti ini. bertenaga besar. tampak sangat mirip dengan ayahnya be rtubuh besar. aat ini ia mengamati Hana yang sedang membungkuk di hadapannya." kata Zenko. "Kami senang bisa menghabiskan waktu bersama kakak ipar. tapi sebenarnya dia seumur d engan adik Zenko. Kedua orang ini tidak menunjukkan tanda-tanda kedengkian." Hana angkat bicara. tapi sebenarnya dia seumur d engan adik Zenko. dan bisa berubah menjadi kebencian." "Aku pernah melakukan perjalanan dalam cuaca yang lebih buruk.Saat ini ia mengamati Hana yang sedang membungkuk di hadapannya. orang ketiga di Tiga Negar a yang mati dengan cara begitu. Ia menjawab dengan s ikap yang sama sopannya. "Aku hanya akan berada di Hofu selama satu atau dua hari. sedikit tersibak hingga menampakkan tengkuknya yang putih sempurna. Pada usia dua belas tahun dia menyaksikan ayahnya mati ditembak dengan senjata api. menutupi kenyataan kalau ia merasa lebih kesakitan ketimbang biasanya karena udara yang lembap. terlepas dari kenyataan bahwa dia adalah ibu dari tiga orang anak: orang akan mengira usianya tak lebih dari delapan belas tahun. Hana bergerak dengan luwes. di usia dua puluh delapan tahun. Dua orang lainnya adalah para bandit. seperti yang sering dia lakukan sebelum suaminya sempat bicara. Suaminya. Sambutan dan pertanyaa n mereka mengenai kesehatan diri juga keluarganya terasa berlebihan. "Kalian tidak perlu repot-repot datang. Taku: dua puluh enam tahun." sahut Takeo samb il tersenyum. Hana bergerak dengan luwes." sahut Takeo." "Oh.

" tutur Zenko. adalah teman dekat. bahkan jika mereka kembali ke sawahnya unt uk panen. Kedua pemuda itu tidak saling menyukai sejak pertama kali mereka bertemu bertahun-tahun silam semasa perang saudara. "Bagai mana pendapat Sugita Hiroshi tentang rencanamu?" Hiroshi dan Zenko tidak menyukai satu sama lain. "Tombak. Takeo tahu Hiroshi memendam has rat untuk menikahi Hana. " Kisah Klan Otori IV Page 38 . Catatan k ami menunjukkan mereka semua diper¬senjatai. Kami tidak siap." Keterusterangannya yang keluar tepat setelah sopan-santun tadi. Nanti kita semua akan bertemu di Maruyama pada bulan kesepuluh dan meng¬kaji ulang kebutuhan pasukan di wilayah Barat. panah dan sebagain ya." "Kita menghadapi ancaman dari kaum barbar. ya. "Wilayah Barat terbuka lebar bagi mereka: Klan Snshuu belum pernah menghadapi serangan dari laut. Keuangan wilayah bisa dijalankan dengan baik. mengejutkan mere ka. Hiroshi dan Taku. Mereka pasti tahu. Tapi ada banyak o rang yang tidak terlatih dengan usia cukup untuk bertempur di wilayah Seishuu lainnya. benar lima ribu orang. ma ka mereka harus menggantinya dengan biaya sendiri.lah pasukan. kelak kita bicarakan masalah ini dengannya. dan aku ingin tahu lebih banyak tentang kekuatan apa yang sedang kau himpun. dan kecewa ketika perempuan idamannya itu menikah dengan Arai Zen ko. Bila senjata mereka hilang atau rusak. "Aku belum sempat bicara dengan Sugita. Kedua kakak beradik yang semakin dingin. jauh lebih dekat ketimbang. adik Zenko ." "Dari Kumamoto dan distrik selatan. Takeo tersenyum lagi." tutur Zenko." aku Zenko. tak banyak hal yang bisa luput dari perhatian nya di seluruh Tiga Negara." "Berapa banyak orang yang kau kumpul¬kan? Paling banyak lima ribu orang. "Kebutuhan senjata selalu ada. pedang." "Klan Seishuu kini tunduk pada Maruyama. walaupun Hiroshi tidak pernah mengatakannya. "Baiklah." sahut Takeo dengan nada ringan. Tampaknya ini kese mpatan emas untuk memberi mereka pelatihan dan senjata.

Zenko tampak terkesan dengan senjata dan kapal mereka. kata mereka. Mereka mestinya jera deng an serangan di Mijima.. Apabila nanti diperlu¬kan lebih banyak pasukan. Kalau saja saat itu ia menggunakan pisau dengan baik. Takeo teringat saat menempel kan pisau di leher Zenko. segaris rona warna di l ehernya menandakan kekesalannya atas peringatan keras tadi." sahut Takeo. "Di sana kaum barbar juga menggunakan perdagangan sebagai alasan untuk menjejakkan kaki. pikir Takeo. maka sekarang mereka harus berurusan dengan kita melalui diplomasi.. "Se ribu orang bersenjata api. "Kau tahu kalau aku menghormati pendapatmu dalam masalah ini." Zenko mungkin benar. kapal-kapal mereka kecil. "Aku be rani katakan kalau Terada Fumio mem¬buat pernyataan serupa tentang keunggulan kita di kepulauan wilayah Barat dan pelabuhan di Tenjiku dan Shin. "Mereka berada jauh dari kampung halaman mereka. Ak . Lalu mereka melemahkan dari dalam dengan agama mereka. Dan pasukan pejalan kaki mereka menyandang senjata api. K endati menyebut dengan kata kaum barbar." "Semua ini. "Mere ka berada jauTujuan orang-orang asing itu sebenarnya hanyalah berdagang." Dilihatnya ekspresi wajah Zenko berker ut saat nama Fumio disebut. ia belum pernah membunuh ana k-anak dan berdoa semoga tidak akan pernah. seperti yang kau katakan." Takeo memerhatikan selagi Zenko mem¬bungkuk dengan enggan." "Tapi mereka selalu membual tentang pasukan hebat raja mereka. Takeo menghela napas panjang. ia bisa terhi ndar dari banyak masalah. Zenko berkata." Takeo mengamati. dan Zenko bertemu dengan lebih banyak orang-orang itu ketimbang ksatria¬nya sendiri. dan ser angan dari luar. Fumio yang menembak ayah Zenko saat gempa mengguncang dan meng¬hancurkan pasukan Arai. Seandainya mereka bergabung di wilayah Barat. Pert ahanan terbaik kita melawan mereka adalah berdagang dengan damai." sahut Takeo. hanyalah bualan. akan kuberitahu¬kan kepadamu. ingin tahu apakah mungkin menghapusk an keinginan balas dendam Zenko. Namun kala itu Zenko hanyalah bocah kecil. "Akan k ita tingkatkan pengawasan terhadap orang-orang asing itu. Orang¬orang asing itu sebagian besar terkurung d i Hofu." timpal Hana. Mereka akan mengubah kita semua menjadi budak mereka. Zenko adalah bagian dari takdirku. Satu ekor kuda mereka lebih besar dibandin gkan dua ekor kuda kita." sahutnya. Dan nitrat hanya boleh dibeli langsung oleh klan. Lima puluh ribu kuda. pikirnya."Tujuan orang-orang asing itu sebenarnya hanyalah berdagang.

Apa lagi yang bisa kulakukan untuk menjinakkan dirinya? Hana berkata dengan suara selembut madu. Putri sulung kami pada akhirnya akan men jadi penguasa Tiga Negara. "Sungguh itu suatu kehormatan besar serta membawa kebahagiaan tak terbilang bagi kami. lalu berkata. "Ijinkan kami memberikan salah satu putra kami. "Seperti yang Lord Otori ketahui. tanpa basa-basi." Ah! pikir Takeo. Zenko yang kurang memiliki kehalusan dalam berbicara dibandingkan istrinya lalu bicara dengan nada datar. Sesungguhnya kami hanya menaruh per¬hatian pada Anda sekeluarga serta kemak¬muran Tiga Negara." "Satu kesedihan yang mendalam bagiku karena tidak punya anak perempuan. kurasa." "Tapi Anda harus tahu kebahagiaan memiliki anak laki-laki.u harus hadapi dia dengan hati-hati." ujar Zenko." "Kami ingin Anda mengangkat salah satu putra kami." gumam Kisah Klan Otori IV Page 39 . "Lord Otori pasti sangat ingin memiliki putra." lanjut Hana. tatapan matanya lenang. serius dan agak malu-malu. hal itu tak menjadi masalah. "Karena sepertiga negara kiia sudah diwariskan me lalui garis keturunan perempuan." seru Hana." Mau ke mana arah pembicaraannya? Takeo penasaran. kam i hanya punya anak laki-laki. "Kami takkan melakukan apa pun tanpa be rkonsultasi dengan Lord Otori. Bagaimana dengan kakak sul ungku. juga ketiga putri Anda yang cantik-cantik?" "Terima kasih: mereka semua sehat-sehat saja. Anda sehat-sehat saja.

Hana. Kisah Klan Otori IV Page 40 .

Kebenarannya adala h: ia tak ingin anak laki-laki. Shizuka. Ia lega Kaede tidak melahirkan lagi dan berharap istrinya tidak hamil lagi. Ia lega Kaede tidak melahirkan lagi dan berharap istrinya tidak hamil lagi. Masahiro. "Mohon kami diberi kehormatan dengan menerima dua putra tertua kami. sangat mirip dengan Kaede. Kebenarannya adalah : ia tak ingin anak laki-laki. Saat itu Takeo berdoa. kalau kematiannya seperti kematian Shigeru. Rambut mereka dita ta dengan bagian rambut yang panjang di bagian depan. Lalu masuk kembali bersama kedua anaknya: usia mereka delapan dan enam tahun. Sesungguh¬ny a amat pantas mengangkat keponakan istrinya: bahkan mungkin kelak ia bisa menjodohkan a nak itu dengan salah satu putrinya. namun menoreh kan kesedihan mendalam pada dirinya. bukan seperti pemimpin Otori yang lain. Masahiro. kalau kematiannya seperti kematian Shigeru. Ketika Takeo mengangguk setuju. Kalian sangat murah hati dan penuh pengertian. Ia juga berdoa dibiarkan hidup hingga tugasnya selesai dan putrin ya telah cukup dewasa untuk memerintah negeri ini. Chikara." tutur Hana selagi kedua bocah itu membungkuk sampai ke lantai di hadapan paman mereka. Kedua anak itu tampan: yang sul ung mirip dengan Shira¬kawa bersaudara. me ngena-kan jubah resmi. "Yang sulung bernama Sunaomi. lebih mirip ayahnya. Karena tak ingin menghina mereka dengan langsung menolak tawaran itu. yang mati digorok oleh anak haramnya. diam terpaku dengan khidmat dalam pertemuan itu. seperti yang sering dilakukannya. Sudah tiga tahun ia belum bertemu kedua bocah ini. seperti yang sering dilakukannya." sahut Takeo." sahut Takeo." sahut Takeo. aku ingat. Ia juga berdoa dibiarkan hidup hingga tugasnya selesai dan putrin ya telah cukup dewasa untuk memerintah negeri ini. "Ya. Hana bangkit dan berjalan ke pintu dengan luwes. yang mati digorok oleh anak haramnya. Saat itu Takeo berdoa. dengan tulang punggung yang panjang serta struktur tulang y ang ramping. Ramalan bahwa ia akan mati di tangan putranya sendiri tidaklah menakutkan. namun menoreh kan kesedihan mendalam pada dirinya. Ramalan bahwa ia akan mati di tangan putranya sendiri tidaklah menakutkan. Nanti akan ditanyak annya pada . sedang adiknya. Sedangkan adiknya lebih bulat dan kekar. dan belum pernah bertemu putra bungsu Hana yang lahir tahun lalu. Takeo ingin tahu a pakah salah satu dari mereka mewarisi kemampuan Tribe dari neneknya." tutur Hana ."Kalian sangat murah hati dan penuh pengertian. bukan seperti pemimpin Otori yang lain.

namun ada semacam ikatan aneh antara mereka berdua." Takeo tertarik pada si sulung yang amat mirip Kaede. Zenko melanjutkan. dan senang dengan jawaban mereka yang cerdas serta jelas." "Bolehkah aku mengajukan satu permoho nan lagi?" Ketika Takeo mengangguk. renungnya. "Duduk tegak.. Usianya hanya tujuh tahun l ebih muda dari Shigeko. Akan menyenangkan. Lord Fujiwara adalah ba ngsawan yang telah menculik istrinya. Ketika Hana pergi bersama kedua anak¬nya.Taku atau Shizuka. bagi Shizuka untuk mengasuh cuc unya." ujar Hana. Disingkirkannya pikiran itu jauh-jauh. "Anda bisa lebih mengenal mereka nanti. Apa pun ambisi tersembunyi dan motif terselubung dari orangtua mereka. Bangsawan itu mati dalam bencana gempa tapi Takeo tidak pernah memaafkannya. "Aku akan membicarakannya dengan is triku. Zenko berkata. Fujiwara telah memikat dan menyanj ungnya. "Kalian sangat murah hati. tapi Anda ingat Lord Fujiwara?" "Tentu saja. "Aku ingin ulangi kalau i ni akan menjadi kehormatan bagi kami bila Anda mengangkat Sunaomi atau Chikara: Anda harus memilih . tapi jika Sunaomi menjadi putranya. anak-anak. Tentu saja." Kini Takeo ingat kalau ia pernah men¬dengar Kaede memuji Sunaomi karena kecerdasan nya. juga bany . Ia tahu istrinya iri pada Hana dan menyesal karena tidak punya anak laki¬laki. Sunaomi sudah menjadi kesayangan kakak sulungku. kemajuan berpedang dan mem anah. Mengangkat keponakannya mungkin bisa menjadi kompensasi." kata Takeo. menahan rasa kaget dan marah." ujar Takeo lagi. makanan. Diajukannya pertanyaan tentang pelajaran. Ia harus memutuskan yang terbaik saat ini : jangan sampai ia terpengaruh oleh ramalan yang mungkin saja tidak akan terjadi. dan lima tahun lebih muda dari Maya dan Miki: perbedaan ini bukanlah ma salah dalam perkawinan. "Aku tak ingin menyinggung perasaan dengan mengingat masa lalu." "Anak-anak akan bergabung bersama kita saat makan malam.. kedua bocah ini telah dididik dengan baik. Juga pernah membantu keluarga Kaede dengan uang. Kaede telah bersumpah bahwa bangsawan itu tak pernah tidur dengann ya. "Biarkan paman melihat wajah kalian." jawab Takeo." "Kita bicarakan ini pada bulan kesepuluh. Kaede telah membuat perjanjian dengan laki¬laki itu dan menceritakan rahasia palin g pribadi tentang cinta Takeo.

ak hadiah. Fujiwara menikahi Kaede dengan restu Kaisar. Fujiwara pernah berusaha agar Kaede mati Kisah Klan Otori IV Page 41 .

menyebabkan beka s luka." timpal Takeo." sahut Zenko.bersamanya: Kaede berhasil lolos walaupun rambutnya terbakar. menyembunyikan kemarahannya. harta Fujiwara telah digabungkan dengan wilayah Shira¬kawa. Hujan semakin deras menerpa atap. enggan untuk mengakui kalau ia tidak menge tahuinya. Tiba dengan kapal beberapa hari lal u. "Waktu berlalu dengan cepat di ibukota. Keputusan yang bijaksana. Kono." "Yaitu putra sulungmu. pikir Takeo. Mengapa kini dia tiba¬tiba muncul?" tanya Takeo. Karena Fujiwara diwariskan melalui garis keturunan laki-laki. ma ka kini menjadi milik putranya. maka Kono dihubu ngi melalui surat." "Secara hukum Shirakawa juga merupakan milik Fujiwara." Atau barangkali karena seseo rang punya rencana jahat." kata Takeo akhirnya. berharap bisa bertemu Anda." . seperti yang Anda tahu. Ayahku. kau atau istrimu hampir pas ti istrimu melihat bagaimana Kono bisa dimanfaatkan untuk lebih menekanku. "Dia boleh datang dan bertemu denganku besok. dan bau tanah yang basah mengapung di depan ta man." "Sepanjang ingatanku. menyebabkan bekas lukarsamanya: Kaede berhasil lolos walaupun rambutnya terbakar. Sunaomi. "Ya." sahut Zenko. "Dia utusan Yang Mulia Kai sar." Takeo tidak berkata sepatah kata pun. "Putranya berada di Hofu dan ingin ber¬temu secara resmi dengan Anda. "Dia menggunakan nama keluarga ibunya. "Enam belas tahun telah berlalu sejak kematian ayahnya. kehilangan kecantikannya. berhubungan baik dengan ayahnya aku mohon maaf telah membu at Anda teringat masa-masa yang tak menyenangkan dan Lord Kono membicarakan tentang masala h penyewaan dan pajak. Zenko menunduk tanpa bicara. "Lagi pula jalan terlalu becek dan berlumpur untuk meneruskan perjalanan. maka seharusnya diteruskan pada pewaris laki-laki berikutnya. Ji ka wilayah itu bukan hak Kono. Kami telah ber¬hubungan melalui surat tentang hana warisan ayahnya. setelah pernikahannya.

"Aku ingin m elihatnya. "Mereka berusaha ker as. tapi Chikara sama sekali tidak takut.*** Pertemuan ini semakin menambah ke¬gelisahan Takeo. Sore berlalu dengan suasana cukup menyenang¬kan: ia minum sake secukupnya untuk menyembunyikan rasa sakit. dan pengemis itu sering hadir dalam mimpinya. "Tapi mereka tidak makan menggunakan tangan!" kata Chikara. dan kedua anak laki-laki itu menghidupkan suasana dan menghibur. "Agak mirip tahta Kaisar. tertawa. Meteka baru saja bertemu dengan dua orang asing di ruangan ini dan sangat bersem angat dengan pertemuan itu: bagaimana Sunaomi bicara pada mereka dengan menggunakan bahasa me reka yang telah dipelajari bersama ibunya." tutur Hana. Mereka memerintah¬kan para pelayan un tuk mengambilkan salah satu kursi yang dibuat oleh orang asing dari kayu eksotis." kata Hana. yang satu berambut merah sedangkan yang lain nya berambut hitam. "Sangat nyaman. mengingatkannya betapa Arai Zen ko sangat perlu diawasi: betapa mudahnya ambisi mereka dapat menggiring Tiga Negara kembal i perang saudara. dibawa dari pelabuhan pedagangan besar yang dikenal dengan n ama Fragrant Harbour dalam kekuasaan kapal nana milik Terada yang juga membawa mangkuk jasper . gading dan giok menuju kota-kota di Tiga Negara. Ia begitu menyesali tindakannya yang telah memenggal Jo-An. sangat mirip dengan nama gelandangan Jo -An. lapis lazuli." ujar Sunaomi. jati. kecewa." Takeo agak merinding mendengar nama itu. kulit macan. sama kerasnya dengan usaha Lord Joao mem¬pelajari bahasa kita. Kisah Klan Otori IV Page 42 . mem¬peragakan." "Mereka belajar sopan santun dari bangsa kita. bagaimana orang-orang asing itu kelihatan seper ti goblin dengan hidung panjang dan janggut lebat¬nya.

orang¬orang asing itu mempraktikannya secara te rbuka. Kisah Klan Otori IV Page 43 . Bedanya. orang¬orang asing itu mempraktikannya secara te rbuka.Orang-orang asing itu memiliki kepercayaan yang serupa dengan kepercayaan kaum H idden dan ber¬doa pada Tuhan Rahasia. ang-orang asing itu memiliki kepercayaan yang serupa dengan kepercayaan kaum Hid den dan ber¬doa pada Tuhan Rahasia. Bedanya.

membicarakan rincian serta mempertanyakan ketidaksesuaian sampai langit mulai berwarna pucat dan terd engar kicau Kisah Klan Otori IV Page 45 .bersama mereka lalu memeriksa catatan-catatan Shirakawa dan Fujiwara. membicarak an rincian serta mempertanyakan ketidaksesuaian sampai langit mulai berwarna pucat dan terd engar kicau rsama mereka lalu memeriksa catatan-catatan Shirakawa dan Fujiwara.

Ia menulis dengan cepat dan indah. semua itu berkat latihan selama bertahun¬tahun. bagaimana ca tatan bisa men¬dukung dan memperbaiki ingatan. namun tugas sering¬kali menahannya di Inuyama. me¬merhatikan semua kekurangan dan kelebihan dengan jernih dan sikap welas asih tanpa prasangka. saat keh ilangan kedua jari di tangan kanannya. begitu pula dengan kerajinannya ia merupakan salah satu dari orang-orang yang belajar dengan hanya ditemani cahaya kunang-kunang dan pan tulan salju. Suaminya. secara teratur mengunjunginya dalam satu tahun bersama putri-putrinya. namun memiliki komentar tajam bernada sarkasme saat hanya berdua dengan Takeo. Pemuda istimewa ini mendampinginya hampir sepanjang waktu akhir-akhir ini. begitu kata pepatah dan akhirnya dia dipilih Makoto untuk bergabung dalam lingkung an rumah tangga Lord Otori di Hagi.burung dari taman. Dan seperti ayah angkatnya. dan ini j uga menambah kekuatan ingatan. visualisasi dan daya tangka p yang kuat. Ia mendiktekan banyak hal pada juru tulisnya. dia menemu¬kan tempat berlindung di Terayama dan dididik di sana. memperlakukan semua orang dengan ras a hormat. Kedua tanah warisan itu rusak parah akibat gempa. Takeo memiliki ingatan yang baik. Ai. tidak terkesan oleh siapa pun atau apa pun. Namanya Minoru. visualisasi dan daya tangkap yang kuat. ia menjadi sangat menyuka i serta menghargai catatan: bagaimana segalanya bisa dicatat serta diingat. Shigeru. kecerdasan dan kemam p¬uannya yang cepat dengan kuas sudah diakui. dan ini j uga menambah kekuatan ingatan. bagaimana ca tatan bisa men¬dukung dan memperbaiki ingatan. Sejak bertarung melawan Kotaro. Sonoda Mitsuru sesekali mendampingi. yang membuat Takeo senang karena ia sendiri pernah me m¬bawa nama itu dalam jangka waktu yang begitu pendek hingga terasa seperti kehidupanny a yang lain. kepribadiannya agak membosankan bila ditilik dari penampilannya. dan tidak peduli dengan sake. saat keh ilangan kedua jari di tangan kanannya. Ia mendiktekan banyak hal pada juru tulisnya. Shirakawa telah dibangun kembali dan adik iparnya yan g satu lagi. Takeo memiliki ingatan yang baik. Sejak bertarung melawan Kotaro. Ai adalah ora . Dan seperti ayah angkatnya. semua itu berkat latihan selama bertahun¬tahun. Bersifat pendiam. rumah-rumah yang besar dan ind ah di pedesaan luluh lantak terbakar api. ia menjadi sangat menyuka i serta menghargai catatan: bagaimana segalanya bisa dicatat serta diingat. salah satu dari banyak anak laki-Iaki yang menjadi yatim piatu karena bencana gempa bumi di usia sepulu h tahun. rung dari taman. Shigeru.

dan bagaimana ia bisa meng¬gunakan pedang itu dengan tangan kanannya yang sudah ti dak utuh. Jato. Shirakawa telah pulih dari pengelolaan yang salah serta diabaikan oleh ayah mereka dan semakin b erkembang. Ketika hari sudah terang. tal u meng¬habiskan hasilnya di ibukota. bahkan kalau pun dia merupakan pemilik yang sah. pijakan lembut ka ki mereka di . persimmon. mulai dari kulit ikan hiu hitam lusuh yang membungkus peganga nnya ketika. Seperti saat ini . Takeo agak enggan untuk mengembalikannya ke tangan putra Fuji¬wara. mulberi. kemudian tukang cukur mencabut dan merapi kan rambut dan janggutnya.ng yang praktis dan pekerja keras serta memanfaatkan contoh yang telah dibuat kakaknya. aromanya berbaur dengan aroma rumput basah. dan dari kejauhan terdengar teriakan pedagang jalanan di pagi hari. dan Takeo meng¬ambi l pedangnya. seraya memikirkan segala macam bentuk sarung pembung kus yang pernah dilihatnya. dari rak ukiran yang sangat indah tempat pedang itu berada sepanjang malam lalu menggantungkan di sabuknya. keuntungan bekas wilayah Fujiwara ini meyumbang pada perekonomian Tiga Negara. sutra serta ker tas. membuka pintu. Pelayan menempatkan sebuah topi hitam kecil di atas kepalanya. di tangan Shigeru telah menyelamat-kan hidupnya. Kini baik pegangan maupun sarungny a dihiasi dengan dekorasi yang indah dan Jato sudah tidak pernah lagi merasakan darah sela ma bertahuntahun. Para pelayan melangkah tanpa suara di depannya. Makan sedikit nasi dan sup kemudian mengenakan pakaian resmi untuk p ertemuan dengan putra Fujiwara. memeras sumber daya yang ada sebanyak-banyaknya. Takeo mandi. Di balik dinding bisa didengamya debak-debuk bunyi daun jende la ketika kota terbangun. Ia curiga Ko no ingin mengambil sebanyak mungkin. aroma garam dari pelabuhan dan segal a macam bebauan dari kota. Hujan telah reda namun taman masih basah dan bunga wisteria bergelayut berat dengan si sa titik air hujan. memberi keuntungan besar dalam bentuk beras. Tanah kekayaan milik Fujiwara selama ini diatur oleh Shirakawa. Ia ingin tahu apakah akan mengeluarkan pedang itu dari sarungnya lagi dalam per¬te mpuran. Takeo berjalan melintasi taman dari sayap timur menuju aula utama rumah besar da n indah itu. pada dasarnya lebih ka ya dan kini pun menunjukkan keuntungan yang mencukupi. menemukan sedikit kenyamanan pada kelembutan kain sutra s erta motif yang tidak mengumbar ke¬anggunan: bunga belukar wisteria berwarna ungu muda di atas lat ar berwarna ungu tua pada jubah bagian dalam dan tenunan yang lebih abstrak pada bagian luar nya.

mem¬bungkuk hormat kemudian berjalan be¬berapa langkah mengikuti di belakangnya. yang tidak selesai sarapan. batu tinta dan air. kertas. Kisah Klan Otori IV Page 46 . Seo rang pelayan berjalan di sampingnya membawa meja tulis. Minoru. kuas. ber¬gabung dengannya ta npa suara.lantai yang mengkilap.

Kediaman itu tidak sebesar maupun semegah seperti di Hagi atau Inuyama. dan ia menyesal karena tidak menerima kedatangan t amu bangsa¬wannya di sana. kemudian Kono melangkah masuk ke da lam ruangan. menyambut penghormatannya. tanpa mengetahui bahwa Kono memang mirip ayahnya dalam beberapa hal.Zenko sudah di aula utama. melihat dekorasi. berpakaian resmi seperti Takeo namun lebih mewah lagi. . benang emas berkilauan di bagian kerah dan sabuknya. yang berdahi lebar. melayangkan pan dangan ke sekeliling ruangan. Takeo menunggu lama satu helaan napas. Tak lama kemudian mereka mendengar suara yang menyerukan ada tamu yang datang. Takeo mengungkapkan persetujuannya dan memuji mereka. Kini ia tengah memberi muka pada putra dari musuh lamanya. pandangan mata menunduk seolah sedang bermeditasi. berpakaian resmi seperti Takeo namun lebih mewah lagi . Takeo meng¬amati wajahnya." Sewaktu Kono duduk tegak. meskipun ti dak mirip sekali. tapi itu tidak mencegah Fujiwara untuk datang meng¬hantui mimpi-mim pinya. ingin tahu bagaimana anggapan Kono tentang semua yang ada di sini setelah melihat istana Kaisar. Pedang Zen ko sudah ditempatkan di rak yang sama. a njing menyalak dan derap kaki berat pengangkat tandu. Takeo mendengarnya memberi salam pada tamu mereka. tapi dengan sikap santun santun yang dibuat-buat hingga menghilangkan ta nda penghormatan. Zenko bangkit lalu berjalan ke b eranda. lalu menye¬rahkan Jato ke tangan Minoru. Ia belum pernah bertemu denga n ayah bangsawan ini. "Suatu kehormatan bagiku Anda bisa ber¬kunjung kemari. bentuk mu lut berlekuk. Keadaan menjadi agak canggung selama beberapa saat ketika tak satu pun dari mere ka merasa harus membungkuk memberi hormat lebih dulu." sapanya dengan tenang. Apakah memang lebih baik dia berpikir seperti it u? Zenko berbicara tentang malam sebelum¬nya. kemudian membalas salam. Hujan turun perlahan. "Lord Kono. Takeo mengangguk ke arahnya. yang kemudian menempatka n pedang itu dengan hati-hati di sebuah rak indah yang ada di sebelah samping. Minoru menyiapkan tinta di atas meja tulis kecil lalu duduk dengan tumit . kertas kasa. benang emaenko sudah di aula utama. alis mata Kono bergerak cepat naik l alu membungkuk hormat. Takeo lalu duduk di ujung ruangan. Dia akan mendapat kesan yang salah mengenai kami: dia akan mengira kami tidak sopan dan sederhana.

Kono berkata. dan walaupun kat a-kata itu sopan. Sebaiknya memang dibicarakan berdua saja dengan Lord Otori. Harta k ekayaan itu hanyalah alasan dari kunjungan Kono: alasan sempurna yang masuk akal. dan langsung dipenuhi Takeo ta npa protes karena merasa kalau Kono sebenarnya tidak terlalu tertarik pada wilayah itu dan tak bermaksud tinggal di sana. Zenko menjelaskan apa yang dia ketahui. Mereka mulai membicarakan tentang harta kekayaan. Takeo berusaha menenangkan diri. Ketika bicara. Kono diam selama beberapa saat. kalau dia hanya ingin dikirimi sejumlah keuntungan tidak seluruh pajak tapi sebagian saja. tapi dia terus membahas tentang hasil bumi sehingga Takeo mulai ber tanya-tanya kapan dia akan mengatakan tujuannya yang sebenarnya. "Aku ingin Lord Otori tahu bahwa aku hanyalah seorang utusan. Dan hanya ada sedikit peluang untuk perbincangan yang jujur. "Aku harus membicarakan satu hal yang memerlukan penanganan yang b ijaksana. melawan kelelahan juga rasa sakit. Kono mengungkapkan keinginan untuk melihatnya sendiri." sahut Kono. nada s uaranya lebih hangat dan sikapnya lebih alami. Aku tidak percaya kalau ayahku tidak bersalah. seorang penjaga datang membawa pesan untuk Lord Arai. kelihatan mahi r serta penuh semangat. Minoru meletakkan kuasn ya. dan ia haras bersikap cerdik." Takeo menaikkan ali s lalu menjawab. "Juru tulisku tetap di sini. Aku tahu sedikit sejarah dari kedua keluarga kita keadaan yang tida k sepantasnya terjadi pada Lady Shirakawa namun tindakan ayahku acapkali membuat ibuku dan aku t ertekan. Zenko meminta maaf dengan berlebihan lalu berkata kalau dia terpaksa pergi tapi akan bergabung lagi saat makan siang. Takeo tahu bukan itu maksudnya." Kisah Klan Otori IV Page 47 . Tak lama setelah itu. tidak terlalu dibuat-buat. kalau dia mungkin hanya ingin diakui sebagai pemilik wilayah it u. Kono datan g dengan tujuan lain. ketika beliau masih hidup." Ia memberi isyarat pada sisa pengawal ya ng lain untuk meninggalkan ruangan."Justru kehormatan bagiku bisa bertemu Lord Otori. semua pembicaraan telah ditulisnya. Setelah semua orang pergi. Kepergiannya meninggalkan mereka ber¬dua dalam kesenyapan. Aku tidak memendam kebencian terhadap Anda. Pertemuan itu akan alot dan tegang.

.

Gempa itu merupakan hukuman dari Surga sebagai akibat d ari tindak pengkhianatan melawan wakil kaisar: itu yang dipercaya di ibukota. "Ketenaran Lord Otori telah menyebar ke seluruh Delapan Pulau. "Nah. Arai menyerang pasukanku yang tidak bersenjata. Kono meneruskan." "Sayangnya semua prestasi hebat itu tidak mendapat persetujuan Kaisar." "Aku rasa Lord Arai ditembak oleh salah satu pengikut Anda. Paduka Yang Mulia beserta kalangan Istananya mengagumi cara Anda mewujudkan kedamaian di Tiga Negara. pembantaian tanpa perasaan pada kuda pertamaku . Bila ada yang disebut peng¬khianatan. Anda akan diampuni bila mengasingkan diri ke pulau terpencil. maka pemerintahan Anda dianggap tidak sah dan Anda diminta untuk turun takhta." "Aku merasa tersanjung. adalah saksinya dan laki-laki dengan kejujuran pasti lah berkata yang sebenarnya. Di Tiga Negara dipercaya bahwa Surga turun tangan untuk menghukum saudara-saudara dari kakekku dan Arai atas ti ndakan dan pengkhianatan keji mereka. dan yang ju ga terlibat dalam kematian ayahku. Semua kesalahan justru ada padanya: penderitaan dan rusaknya wajaidak bersalah? pikir Takeo. Ar ai Daiichi. yang saat itu bekerja pada Anda. kemungkinan di tangan Kondo Koichi. "Dan prestasi Anda berasal dari kemat ian aku tak ingin mengatakan itu sebagai pembunuhan perwakilan di Tiga Negara yang diakui Kaisar. Raku. Semua kesalahan justru ada padanya: pe nderitaan dan rusaknya wajah istriku." Kono ter¬s enyum dengan keramahan dan pengertian yang tidak tulus. Semua ini sudah menjadi masa lalu." sahut Kono acuh tak acuh. Lord Zenko. seperti ayahmu. Tugasku yang tidak menyenangkan adalah me mberitahukan bahwa karena Anda tidak pernah meminta ijin atau dukungan dari Kaisar. putranya. tidak per nah mengirim pajak atau upeti ke ibukota. maka dialah yang berkhianat. Peda ng keturunan leluhur . dalam gempa. berhubungan dengan Kaisar yang berkuasa saat itu: kematian Lord Shir akawa. yang pada dasarnya sudah penjahat. terbunuhnya Amano Tenzo. Kaisar pun sudah mendengarnya. perompak Terada Fumi o." Bumi menghantarkan apa yang diingink an Surga. "Kondo sudah meninggal bertahun-tahun lalu.Tidak bersalah? pikir Takeo. serta semua yang kehilangan nyawa di pertempuran Kusahara dan pada saat menarik mundur . misalnya." "Lord Arai tewas. Ada juga kema tian yang tak dapat dijelaskan." Takeo membalas. Ia tidak bicara sepatah kata pun.

"N amun beliau dihormati di seluruh penjuru Delapan Pulau atas tujuannya untuk mewujudkan kedam aian. "Kaisar telah menunjuk jenderal baru: keturunan salah satu keluarga tertua di wilayah Timur. "Mengapa baru sekarang kau datang? Di mana minat Kaisar bertahun¬t ahun lalu. "Di bawah kekuasaankulah Tiga Negara men jadi damai dan sejahtera. dan orang lain yang ingin mendekatik u dengan damai. Zenko dan Hana ada di balik semua ini. sulit membaca ekspresi wa jahnya." ujar Takeo dengan hati¬hati.Otori harus dikembalikan kepada Kaisar. Aku tak berniat turun takhta sampai putriku cukup dewasa untuk me njadi pewarisku. Tentu saja Kono memang ber¬harap untuk membuatnya gusar." gumam Kono. Aku ingin membuat perjanjian dengan Kaisar. Kisah Klan Otori IV Page 48 . pikirnya. Takeo bertanya." tutur Kono dengan nada sedih." "Tidak seorang pun berani mengancam Anda. Namu n aku takkan terintimidasi oleh ancaman." sahut Takeo. dan berusaha mengendalikan ke¬gusarann ya. berharap menggiringnya membuat pernyataan terbuka tentang sikap membangkang yang akan diartikan sebagai pembero ntakan selanjutnya. Tapi pasti ada alasan lain meng apa mereka dan Kaisar berani bergerak menentang dirinya saat ini Kelemahan macam apa yang sedang mereka eksploitasi? Kekuatan tambahan apa yang mereka kira mereka punya? "Aku tak bermaksud untuk tidak meng¬hormati Kaisar. Tentu saja beliau takkan berperang melawan rakyatnya sendiri." "Aku sungguh tidak mengerti Anda berani membawa pesan semacam ini. ketika Iida Sadamu menjarah Tiga Negara dan membunuhi rakyatnya? Apakah Iida ber tindak atas persetujuan Kaisar?" Dilihatnya Minoru agak menggerakkan kepala. kan?" Benarkah Kaisar takkan menggalang kekuatan untuk melawanku? "Lord Otori belum mendengar kabar ter¬baru. seraya menyembunyikan rasa kaget dan marahnya. aku memiliki tiga putri yang bisa kuaturkan pernikahan politis bagi mereka. pemimpin s epuluh ribu pasukan.

" bih dari segalanya. namun beliau tidak dapat mengampuni t indakan kriminal. dan kini beliau memiliki tangan kanan yang kuat untuk menegakkan hukum dan keadilan. dan kini beliau memiliki tangan kanan yang kuat untuk menegakkan hukum dan keadilan.Lebih dari segalanya. namun beliau tidak dapat mengampuni tindakan kriminal." Kisah Klan Otori IV Page 49 . Kaisar ber¬tujuan damai. Kaisar ber¬tujuan damai.

ia menco ba turut ambil . Kurasa Anda harus memper panjang masa ting gal Anda di wilayah Barat. aku hanyalah utusan. Ia tidak percaya kalau cara ini akan mengecewakannya sekarang. dan mulai mempertimbangkan jawaban s eperti apa yang akan ia berikan. Zenko kembali dan makan siang sudah siap: meskipun hidangannya mewah dan lezat." akhirnya ia berkata. "itu berarti tamuku juga. Hampir tak tertahankan karena ia diangg ap penjahat: darah Otori dalam dirinya berontak menentang anggapan tersebut. ata-kata yang dilontarkan dengan lembut itu mengandung sengatan penghinaan. Ia tidak percaya kalau cara ini akan mengecewakannya sekarang. lalu kembali bersama Lord Arai k e Kumamoto. ke mana aku akan pergi jika ingin mengundurkan diri. Jadi mereka mempunyai jenderal perang. Arai Zenko." "Kuulangi lagi.Kata-kata yang dilontarkan dengan lembut itu mengandung sengatan penghinaan. dan mulai mempertimbangkan jawaban s eperti apa yang akan ia berikan. Takeo nyaris tidak bisa merasakannya. Dibiarkan¬nya hinaan itu men yirami dirinya sambil berusaha mengendalikan diri. Namun selama bertahuntahun ia telah memadamkan tantangan dan per¬selisihan melalui perundingan dan diplomasi yang cerd as. lalu membungkuk dengan ketulus an yang jelas." sahut Kono. Dibiarkan¬nya hinaan itu men yirami dirinya sambil berusaha mengendalikan diri. Hampir tak tertahankan karena ia diangg ap penjahat: darah Otori dalam dirinya berontak menentang anggapan tersebut. Namun selama bertahuntahun ia telah memadamkan tantangan dan per¬selisihan melalui perundingan dan diplomasi yang cerd as. dan bagaimana cara terbaik untuk me mpertahankan kedamaian. Aku akan memanggil Anda sewaktu sudah kuputuskan bagaimana men¬jawab ke Kaisar. mengunjungi kekayaan mendiang ayah Anda. Mengapa aku tak pernah mendengar namanya? Di mana Taku saat aku membutuhkannya? Di mana Kenji? Kelebihan senjata serta pasukan yang disiapkan Arai Zenko: mungkinkah mereka men dukung ancaman baru ini? Senjata¬senjata: bagaimana kalau itu ternyata senjata api? Bagai mana jika mereka dalam perjalanan ke Timur? "Anda di sini sebagai tamu dari penguasa yang berada di bawah kekuasaanku. dan Takeo merasakan gelombang panas dalam dirinya. Perbincangan berjalan dengan ringan dan sopan. dan Takeo merasakan gelombang panas dalam dirinya.

satu seruan terkejut dari Ze nko. Hana dan anak-anaknya." katanya pada mereka. lalu membolak-balik catatan Minoru tentang pertemuan dengan Kono selag i menunggu juru tulisnya kembali." Kedua saudara sepupu itu bertukar pandang tapi tidak berkomentar selain. para pelayan yang bingung berjalan bergegas dan komentar bisik-bisik. "Tentu saja." ujar Takeo pada juru tulisnya. "Lord Kono tidak boleh meninggalkan kediaman ini." "Aku mengerti. terutama yang menuju ke Akashi. saran Hana yang diucapkan dengan bergumam. "Jun. Lord Otori. perintah Jun yang keras serta dengan paksaan . "Pergilah dengan Shin ke pelabuhan dan cari tahu rincian tentang kapal-kapal yang sedang merapat." Takeo bersantai di beranda lalu men¬dengarkan suasana di kediaman berubah ketika s emua instruksinya dilaksanakan: langkah kaki penjaga. Hanya tinggal me¬ngeluarkan satu peri ntah lagi. Lalu ia akan menyerang Kaisar serta jenderalnya sebelum musim panas berakhir. mendesak mereka kembali ke Miyako." sahut Minoru. te mpatkan penjaga di gerbang." "Minoru. Saat mereka selesai makan. Ketika Jun kembali. segera ambil alih perintah di pelabuhan.bagian di dalamnya. dan mereka semua akan mati: Kono. sadar kalau Jun hanya berada tiga langkah darinya. Zenko. mem¬porakporandakan ibukota. penjahat. Pengasingan. Huruf-huruf dalam tulisan seakan melompat ke arahnya dari halaman catatan. Jun dan Shin sudah menunggu di luar di beranda. Takeo berjuang untuk mengendalikan amarahnya yang timbul akibat penghinaan semac am ini. Kemudian ia istirahat di dalamnya.. mengikis organ-organ tubuhnya. "Aku akan kembali secepatnya. Shin. Lord Kono akan tingga l di wilayah Barat sampai kuberi¬kan ijin tertulis baginya untuk kembali ke Miyako. Hal yang sama ber laku juga untuk Lady Arai dan kedua putranya. Kono dikawal oleh Zenko menuju ke wisma tamu. Takeo menyuruhnya untuk tetap berada di luar kamar dan jangan sampai ada orang yang mengganggunya. kaku dan goresan dalam tulisan tangan Minoru yang nyaris sempurna. Hanya dengan cara inilah kemarahannya bisa re .. pengkhi anatan. darah mereka akan menyapu rasa malu yang bisa dirasakan menoreh lulangnya. Mereka bangkit dan mengikuti Takeo tanpa suara keti ka ia kembali ke kamarnya.

Kisah Klan Otori IV Page 50 . mem bayangkan betapa mudahnya mengambil jalan keluar seperti itu dan menjadi seperti Iida Sada mu. mengenang bangsawan lain yang telah mem¬bunuh untuk menyapu habis penghinaan dan akhimya mencabut nyawa orang lain demi kesenangannya sendiri. Dipejamkan matanya.da. melihat motif gambar di kertas kasa terukir di kelopak matan ya. lalu menghela napas panjang.

seraygan penuh kesadaran.Dengan penuh kesadaran. "Tak satu pun dari mereka mengakui dari mana asal muatan tersebut." ujar Minoru untuk meyakinkan. disingkir¬kannya rasa terhina dan tikaman rasa malu jauh-j auh. "Lord Otori jangan khawatir. . P ada akhirnya kembali lagi pada keputusan untuk meng¬hindari pertumpahan darah dan perang sebisa mungkin. ketika Minoru kembali dari ruang ca tatan petugas pelabuhan. pegawai pabean yang mengijink an kapalnya berangkat. "Aku juga ada kabar baik untuk Anda." Minoru tersenyum tipis. dengan kebahagiaan rakyatnya. semangatnya segera bangkit. "Kecurigaan Lord Otori benar. Kita harus be rusaha menangani mereka sebelum sampai di Akashi. Fumio d an ayahnya adalah teman lamanya yang mengawasi pasukan kapal yang digunakan Klan Otori untuk melak ukan perdagangan dan mempertahankan garis pantai mereka. disingkir¬kannya rasa terhina dan tikaman rasa malu jauh-jauh. Fumio pergi selama berbulanbulan bersama tabib Ishida. tapi sertifikat pemeriksaan muatannya belum diisi. Mereka akan tiba di Hofu saat laut pasang malam ini. dan pedagang yang menangani muatan. dalam perjalanan yang sering dilakukan untuk perdagangan d an pen¬jelajahan. "Shin hamper tidak p erlu bertindak kasar. "Dibuat seolah-olah satu kapal berangka t ke Akashi saat laut pasang semalam. "Mengapa pula harus meng¬hinda ri prosedur pemeriksaan? Tapi jangan bicarakan hal ini secara terang-terangan. menunggu ke putusan Anda tentang kelanjutan nasib mereka." Takeo memicingkan mata tanpa ber¬komentar." sahut Takeo." "Dia datang di saat yang tepat." Ia merendahkan suara. Keputusan ini segera saja diuji kebenaran¬nya. Mereka sudah ditahan." "Kita harus mencurigai yang terburuk. Shin membujuk kepala pelabuhan untuk segera menyelidikinya." seru Takeo. seraya berkata pada dirinya sendiri kalau pemerintahannya memang ditakdir¬kan dan direstu i Surga: ia melihat restu ini dengan kehadiran burung houou." tuturnya. dan tidak akan melakukan apa pun tanpa berkonsultasi dengan Kaede dan penasihat lainnya. Orang-orang yang bertanggung jawab sudah dikenali. Kapal Terada Fumio sedang menunggu di galangan.

Kuterima tawaranmu. tapi memutuskan kalau saatnya belum tiba. Mulai saat ini mereka akan tinggal bersama keluargaku da n dibesarkan sebagai putraku. ji ka dia mau. Sekarang. Zenko tidak berani men atapnya. sesuatu yang bisa meredakan rasa sakitnya yang berkepanjangan. Fumio pasti mengerti." sahut Takeo. "Kuharap kau benar. di hadapan semua saksi di sini. ucapkan sumpah setiamu kepadaku. Fumio pasti punya berita terbaru mengenai Kaisar. me¬yakinkan Takeo kalau itu adalah peristiwa yang jarang terjadi. Kau memegang Kumamoto atas keinginan dan ijinku. tapi aku yakin kau menginginkan istrimu tetap bersamamu. Hidup Sunaomi dan adiknya akan diserahkan ke tanganku bila ada sedikit saja tanda ketidaksetiaan. Kemarin kau menawarkan salah sa tu putramu kepadaku. "Lord Takeo harus tahu kalau aku betul¬betul setia. Aku akan mengangkat Sunaomi. Panggil Lord Zenko untuk data ng menghadap. jika ia bisa segera berangkat." Takeo mengamati wajah adik iparnya lekat-lekat ia bicara. maka peluang untuk mengejar kapal ilegal itu cukup besar. dan Ishida pasti membawa obat-obatan. Istrimu boleh bergabung dengan kedua putranya di Hagi. Masalah pernikahan akan diputuskan nanti. bila kau tetap setia padaku. Zenko mengungkapkan permintaan maaf dan ber¬janji untuk mengatur eksekusinya. Apa yang telah Kono katakan hi ngga Anda beranggapan seperti ini? Apakah dia bicara tentang masalah-masalah di wilayah Ti mur? "Jangan pura-pura tidak tahu! Takeo tergoda ingin langsung menantangnya. "Dan sekarang aku harus bicara dengan adik iparku. "Kita abaikan saja apa yang telah dikatakannya: itu tidak penting. Pesannya tak perlu terlalu jelas." Kisah Klan Otori IV Page 51 . Bola matanya ikit berputar dan bicara terlalu cepat untuk memberi tanggapan. Tentu saja aku akan membawa keduanya. saat berangk at ke Hagi mereka akan menemaniku."Katakan pada Shin untuk membawa pesan pada Fumio kalau dia akan ke¬datangan tamu malam ini. kau menikah dengan adik istriku. hanya contoh dari keserakahan ma nusia. ibumu adalah sepupuku d an sahabatku." Ia senang punya alasan tentang petugas pabean untuk menekan adik iparnya. "Aku ingin kau meyakinkan kesetiaan penuhmu ke padaku: kau berhutang nyawa padaku." Takeo sangat lega untuk beberapa hal.

.

Begitu Zenko selesai menyampaikan semua keberatannya. tapi Takeo ingat bagaimana ayah nya. jauh dari kemudahan yang menipu dari pembunuhan atau bunuh diri. Dipasang telinganya baik-baik untuk mendengarkan suara-suara di dalam kediaman. pelayan dapur mengobrol sambil membersihkan piring lalu menyimpannya. semua dicatat oleh Minoru. Namun tak kuasa bertindak seperti itu. mengatakan pada me reka kalau ia tak mau diganggu. Dikatakannya pada Zenko agar kedua putranya harus siap melakukan perjalanan bersamanya. Seharusnya kuperintahkan dia menca bu t nyawanya sekarang juga. ketim bang membunuhnya. enko melakukannya dengan mem¬bungkuk dalam-dalam. telah bersumpah setia hanya untuk meng¬khianatinya. dan di saat yang pali ng genting lebih memilih kekuasaan melebihi dari nyawa kedua putranya. Kemudian menenangkan dirinya sendiri. tapi Takeo ingat bagaimana ayahn ya. anjing-anjing menyalak. dan di saat yang pali ng genting lebih memilih kekuasaan melebihi dari nyawa kedua putranya. pikirnya. berkata kalau ia akan makan sendirian dan istirahat lebih awal karena hendak berangkat ke Hagi keesokan paginya. Takeo mandi lalu mengenakan jubah dari bahan katun tipis seolah bersiap pergi ti dur. Lebih baik tetap mencoba menjinakkannya. Tiap suara terdengar olehnya: percakapan pelan para penjaga di gerbang. bersila di matras dengan mata ter¬pejam dan kedua jari telunjuk dan ibu jari saling bersentuhan ditekan seakan tenggelam dalam posisi meditasi.Zenko melakukannya dengan mem¬bungkuk dalam-dalam. Tapi betapa lebih mudahnya kalau dia mati. makan sedikit tapi tanpa minum sake. Keadaan ak an baikbaik saja pada pagi hari. baik juga untuk kegiatan malam hari yang terlintas di benaknya. Arai Daiichi. hari yang baik untuk melakukan perjalanan. Takeo ber¬istirahat di wismanya. Matahari tenggelam dalam warna merah muda dan cah aya keemasan yang membuat banyak warna hijau di taman bermandikan cahaya. tapi saat ini langit mulai cerah. Sepanjang hari hujan turun dan reda. angin ber hembus lembut dari selatan meluluhkan awan gelap. bertemu dengan putri¬putrinya. karena pada akhirnya semua kesedihan hanya akan menimpa keluarganya sendiri. Ia ingin sekali berada di rumah. musik dan . kemudian menyuruh semua pelayan pergi. Arai Daiichi. Putranya pun akan bersikap sama. Disingkirkannya pikiran itu seraya berjanji pada dirinya sendiri sekali lagi unt uk ber¬pegang pada jalan yang lebih rumit dan sulit. telah bersumpah setia hanya untuk meng¬khianatinya. berbaring bersama ist rinya dan membuka hati kepadanya.

menghilang lalu berjalan lewat gerbang yang masih terbuka. Takeo menggelengkan kepala. Karena mereka akan memburu kalian dengan hujan anak panah untuk olahraga. dengan menggunakan dialek kota itu. mereka tidak mau ambil resiko Takeo mencuri dengar strategi mereka. Tungku bara menyala di samping tali tambatan salah satu kapal besar. katanya tanpa suara pada anjing-anjing. Lentera me nerangi jalanan sempit dan cahaya lampu bersinar jingga dari balik kertas kasa. tapi percakapan yang sepele. dan Takeo. kegemaran Ko no akan puisi dan drama. Udara terasa penuh dengan aroma garam. Anjing-anjing menggiringnya dengan tatapan mata tapi para penjaga tidak memerhat ikannya. Di satu sudut yang gelap tidak jauh dari pelabuhan. Di kejauhan dapat dilihatnya pulau¬pulau dari Laut Lin gkar. Jun menaikkan alis. Tak ingin ada yang tahu kalau ia per gi. air menghantam badan kapal. gemerisik dedaunan dan teria kan burung hantu dari gunung. Dipakainya sandal jerami di anak tangga taman. ikan dan gurita panggang di rumah makan. Tak la ma kemudian. ikan yang sedang dikeringkan dan ru mput laut di atas rak-rak di tepi pantai. yang sedari tadi duduk di luar pintu. memanggang potongan-p otongan . serta olahraga para bangsawan. mereka bertemu Kono untuk makan malam. di balik bentuknya yang menyembul tajam tampak cahaya temaram bulan yang baru naik. Terdengar olehnya Zenko dan Hana membicarakan pengaturan untuk keesokan harinya. Dalam permainan berbahaya yang telah mereka mulai. memakai jubah yang tidak mencolok berwarna pudar seperti y ang biasa dikenakan pedagang. kapal-kapal kayu saling bergesekan. dengan tiang pancang yang kekar dan berwarna gelap di ba wah siraman cahaya malam penuh bintang. T akeo berdiri dan mengganti pakaiannya. Ketika melewati Jun dan Shin. namun mereka sama berhati¬hatinya: yang ter dengar tak lebih dari tata rambut model terbaru dan cara berpakaian di istana. Bersyukurlah kalian tak berjaga di gerbang istana di Miyako. Di tepi galangan. Percakapan itu menjadi semakin hidup: seperti ayahnya. terutama bila ia memang jadi menahan kedua putra mereka. ber¬seru pada orang-orang yang. Zenko gemar minum sake. Takeo melangkah masuk ke bay angan tak tertihat dan keluar dengan penyamarannya sebagai pedagang yang sedang terburu-buru untuk pekerjaan di kota. gemuruh tanpa henti air laut.tempat minumminum di sekitar pelabuhan. bola tendang dan berburu anjing. terombang-ambing oleh omba k. seolah mereka ingat kalau ia mungkin saja sedang mendeng arkan.

Kisah Klan Otori IV Page 52 .

sambil berbisik. lebih kurus kering. Fumio tetap kelihatan kekar seperti biasa. Lagipula. Takeo duduk di samping Fumio. berhadapan dengan si tabib." sahut Tak eo tertawa. Takeo mengamati kawan lamanya selama beberapa waktu. Apakah itu benar?" . Dasar manusia brengsek yang tak ber¬guna. "Ada beberapa hal yang perlu kubicara¬kan. aku juga hampir tidak percaya pada mereka. "Misterius d an aneh: aku tidak akan ter¬biasa." katanya pada Takeo. "Aku harus mencegahmu menghukum mereka. Fumio memberikan isyarat dengan kepala. yang mengamatinya deng an seksama di bawah cahaya temaram. m eskipun kini kelihatan ada bekas luka baru di salah satu pelipisnya.Berdiri tanpa dikenali dalam kegelapan." "Ah. mengira kalau ia hanyalah pedagang yang tak penting. Tapi setelah beberapa saat terkejut dan ke¬bingungan." jawab Takeo. Takeo senang melihat keduanya lalu melangkah naik ke area duduk. dengan pipi tembam dan kumis tipis. "Ini Lord Otori!" lalu memeluk Takeo. Fumio bangkit. Takeo mengamati kawan lamanya selama beb erapa waktuerdiri tanpa dikenali dalam kegelapan. "Lord Otori!" Dipanggilnya pelayan untuk mem¬bawakan sake lagi. "Yaitu melihat seekor kirin sebelum aku mati. Salah satu mant an perompak segera melompat berdiri menghalangi jalannya. Coba tebak apa hadiahnya! Lebih hebat dari apa pun yang pernah kau ingi nkan!" "Ada satu hal yang kudambakan lebih dari segalanya." sahut Takeo. "Ada masalah?" tanya Ishida setelah mereka bersulang. mend orong anak buahnya ke samping. aku tidak mengenalimu!" serunya. "Aku ada hadiah untukmu. kulitnya kekuningan. "Hadiah yang akan mengalihkan perh atianmu dari masalah. "Walaupun memang sedang menunggu¬mu. Ishida kelihatan lebih t ua. lalu anak buahnya pindah ke meja lain." Tabib Ishida tersenyum lebar. A kan kurobek mulut mereka. Mereka sudah mengatakannya pada¬mu." "Mereka menceritakannya pada seorang pedagang miskin yang tak berani.

dengan julukan Pemburu Anjing. siapa nama¬nya?" "Shun. "Tentu saja." sahut Takeo."Ya dan tidak. dengan d inding yang tinggi. Ia lebih parah ketim¬bang kau dan kuda tuamu itu. "Aku ingin sekali melihatnya.' karena kami sudah pergi selama enam bulan. sedangkan yang ini adalah hewan sungguhan. Tapi hewan yang luar biasa." kata Ishida. tapi mungkin bisa menggantikan Shun." tutur Fumio." Kisah Klan Otori IV Page 54 . dan kabarnya mahir melakukannya. "Dia menghabiskan waktu berjam¬ja m menemaninya. "Kalau kau tanya aku beberapa minggu lalu. Shun mati karena usia tua tahun lalu." Fumio menuang sake lagi. serta ahli siasat perang yang cerdas. dan kota itu sib uk membicarakannya. "Apa yang kau tahu tentang jenderal baru Kaisar?" tanya Takeo." "Pemburu Anjing?" "Dia sangat suka berburu anjing. 'Tidak tahu apa-apa. dan yang paling mirip dengan kirin dibanding hewan lain yang pernah kulihat. mereka menemukan taman yang tenang untuk hewan itu. Karena kau sudah merusak kejutan kam i. bukan kirin yang sesungguhnya: kirin a dalah hewan dalam dongeng. Kami akan perlihatkan padamu besok. aku akan jawab. Mendominasi propinsi-propinsi di wilayah Timur. Namanya Saga Hideki. Jenderal itu m ahir berkuda dan memanah. agar kau bisa mencurahkan kasih sayangmu. tak akan ada lagi kud a sepertinya. "Kau tidak bisa menunggangi hewan ini. kabar¬nya memiliki ambisi menaklukkan seluruh Delapan Pulau. Di mana hewan itu sekarang?" "Di kuil Daifukuji. dan baru-baru ini dit unjuk Kaisar untuk bertempur atas nama Paduka Yang Mulia serta membinasakan musuh¬musuhnya dala m rangka mencapai tujuan itu." "Ishida jatuh hati pada hewan itu. tapi kami pulang melalui Akashi." tutur Fumio. maka sekalian saja ceritakan masalah-masalahmu pada kami.

Sebelum mereka bisa menandingi jumlah senjata api. Jika jenderal Kaisar tengah bersiap melawanmu . kemung¬kinan dia berusaha membeli senjata api: demi uang sebesar itu. "Dia adalah teman seperjalanan yang memberi s emangat. berharap menghindar pelarangan dari Otori. Ternyata Kaisar memintaku meng¬undurkan diri." sahut Ishida. "Putra Lord Fujiwar a." ujar Takeo. mengucapkan selamat tinggal pada pelayan perempuan dengan perasaan enggan. "Mereka punya waktu kurang dari sehari untuk memulainya." ujar Takeo. namun melelahkan. terhibur dengan ti n¬dakan cekatan kawannya. Kono." ujar Takeo." Dipanggil anak buah¬nya. tapi nanti Ishida bisa menceritakannya padaku. Takeo ditinggal bersama Ishida. menengg ak habis sake. beliau akan mengirim si Penangkap Anjing untuk melawanku. Kono. dan menceritakan pada F umio tentang kecurigaannya pada Zenko. Tahan Lord Kono di wilayah Barat sampai aku kembali. dan mereka pun berdiri. mereka takkan memanc ingmu dalam pertempuran. Takeo memberitahu mereka nama kapalnya. meneng¬gak habis minumnya lalu berdiri. Mesti kuperingatkan padamu. justru sebaliknya. "Apakah ada indikasi kalau senjata api di perdagangkan di Imai?" "Tidak. "Kita bisa hentikan mereka. "Dia masih tetap sama." Wajah Ishida berubah pucat ketika nama Fujiwara disebut. "Putra Lord Fujiwara." "Aku khawatir mereka sudah dalam per¬jalanan. cepat atau l ambat akan ada orang yang akan menyediakan senjata api." gumamnya. datanSepertinya aku termasuk dalam daftar musuhnya. tidak pernah bisa di am. datang menghadapku hari ini. "Seperti angin topan." katanya. beberapa pedagang mendekatiku." Si tabib menuang sake lagi lalu minum sampai habis." Mereka berbincang-bincang tentang per¬jalanan. menjejalkan sisa makanan."Sepertinya aku termasuk dalam daftar musuhnya. dan Takeo memberi kabar tentang kel uarganya ." sahut Fumio. me reka menawar¬kan uang dalam jumlah besar. Fumio pergi begitu cepat hingga mereka hampir tidak sempat mengucapkan selamat b erpisah. Angin bertiup dari arah barat: kita bisa mendapat laut pasang jika berangkat sekarang. Aku ingin melihat wajah¬mu saat kuperlihatkan kirin. "Fumio tak berubah. dan jika aku m enolak. menanyakan ten-tang se njata dan bubuk mesiu. "masalah.

yang selalu menyita perhatian Ishida. "Setelah itu aku harus pergi memeriksa kirin." komentar Ishida seraya meng¬ambil sebuah buntala n kain dan kotak kayu kecil. dan ada sesuatu dengan tidak asing bagi Takeo. Ia yakin belum pernah bertemu dengan perempuan yang berlutut di samping or ang asing itu." sahut Ishida. Kirin sudah terbiasa denganku. Suara perempuan itu membuatnya tertarik karena logatnya berasal skipun perempuan itu bicara dengan dialek setempat. "Kelihatan dari wajahmu. me intonasi suaranya yang Ketika berjalan melewati ruang bagian dalam." Nada suara Ishida kedengaran murung. Kisah Klan Otori IV Page 55 . yan g dipanggil Don Joao. Takeo mengira dia akan melanjutkan bicara¬nya . Membuat sekujur t ubuhku sakit. "Rasa sakitmu terasa lagi?" tanya si tabib. Takeo mengenali si orang asing. berdua saja. Tadinya aku bermaksud meninggal¬kannya di kapal." "Ya." Sedari tadi Takeo menyadari ada suara orang berdebat dari an. cuaca yang lembap memperburuknya: kadang kurasa masih ada sisa racun yang h ingga terasa panas. Acapkali lukanya kelihatan memerah di balik carutannya. dikumpulkan barang-barangnya lalu berkata dengan rian g. si tabib tampak berha sil mengendalikan perasaannya. Kalau tidak kubawa pasti barang-barang ini sudah setengah perjalanan menuju Akashi dan tidak terlalu berg una bagimu. bahkan terikat dengan diriku: aku tak ingin membuatnya gelisah. Untung saja kuputuskan untuk mem¬bawanya. Aku akan menginap di Daifukuji malam ini." "Akan kuperiksa nanti. dan obat tidur terbuat dari b unga candu. namun setelah beberapa saat dalam hening yang tidak mengenakkan. bagian dalam rumah mak perempuan menerjemahka dari wilayah Timur. "Bisakah sekarang kau kembali bersama¬ku?" "Aku punya cukup persediaan akar-akaran dari Shin. seorang laki-laki berbicara dengan bahasa asing dan suara seorang n. karena dia sudah menikah dengan Muto Shizu ka selama lima belas tahun.

Kisah Klan Otori IV Page 56 ...namun seperti ada sesuatu... mun seperti ada sesuatu.

Pere mpuan itu. kelihatan¬nya tengah mengamati Takeo dengan penuh seksama. mengubahdi rinya menjadi seorang bocah yang ketakutan serta tersiksa. serta membandingkan kebiasaan dan bahasa mereka. Ishidelagi ia mengira-ngira siapa perempuan itu. tapi Ishida memohon pergi karena ada pasien yang membutuhkannya. Ia hanya . Kono. yang mungkin berusia dua puluh lima tahunan. dengan pakaiannya terlipat ke belakang dan memperlihatkan kulit lengannya. Takeo merasa kulit perempua n itu amat mirip dengan kulitnya. Don Joao pernah bertemu Takeo beberapa kali. informasi tentang perawatan serta tanaman herbal. Takeo menyebut nama adiknya dengan keras untuk pertama kalinya selama lebih dari enam belas tahun: "Madaren!" Sirna sudah semua hal yang ada dibenak¬nya: ancaman dan wilayah Timur. bahkan rasa sakitnya. Perempuan itu mengangkat tangan untuk menutup mulut. seakan-akan mengi ra kalau mung¬kin mengenal Takeo. Selama ini ia menduga gadis cilik itu sudah tiada. Ishida amat disukai orang asing itu dan menghabiskan banyak waktu menemani mereka. tapi selalu dalam suasana resmi.Selagi ia mengira-ngira siapa perempuan itu. "Tomasu?" Air mata menggenang di matanya. Keterkejutannya tak terlukiskan. Takeo ingat pada seorang gadis cilik yang menangis dengan cara yang sama karena menang isi seekor burung yang mati. tergeletak di sebelah ibu dan kakak perempuannya yang mati terbujur kaku perempuan itu memili¬ki k etenangan serta wajah yang lebar mirip ibu dan kakak perempuannya. Perempuan itu tercekat lalu berkata . da n sepertinya saat ini dia tidak bisa mengenali. amat mirip dengan kulit ibunya. halus dan gelap. melihat sekilas ke arah Takeo. Dia menerjemahkan perkataan Ishida sepertin ya perempuan itu cukup fasih berbicara bahasa asing lalu melayangkan pandangannya ke arah Takeo lagi. yang terus memalingkan wajah dari perempuan itu. kehilangan mainan. si orang asing melihat Ishida lalu memanggilnya. bahkan kirin sekalipu n. si orang asing me lihat Ishida lalu memanggilnya. Orang asing itu gembira bertemu sang tabib dan ing in agar dia duduk dan mengobrol. Tubuh perempuan itu terguncang karena luapan per asaan. dan warna kulit yang sa ma dengannya. sali ng bertukar ilmu pengetahuan medis. misi Fumio merebut senjata api yang diselundup¬kan. hingga tak kuasa mengendalikan diri.

Ishida bertanya. "Lord. memanjatkan doa kaum Hidden sa at berpisah." "Aku akan datang ke sana besok. Ia berhasil mcngendalikan diri lalu ber¬kata." "Aku pernah bertemu dengannya. cahaya dimatikan satu demi satu. Aku tidak tahu kalau dia menerjemahkan untuk orang a sing." Takeo bicara dengan cepat pada Madaren." sahutnya." Kisah Klan Otori IV Page 57 . keluarganya. Anda baik-baik saja? Anda tidak sehat. Kabari aku di Daifukuji. Is hida berkomentar." "Semoga Dia memberkati dan melin¬dungimu. tapi tidak akhir-akhir ini aku pergi selama ber¬bulan -bulan.mampu meman¬dangi adik yang dikiranya sudah tiada." Kota itu semakin senyap." "Kelihatannya kau sangat terguncang." seru Ishida saat mereka berdua berada di luar. "Kau lebih tidak sehat dari yang kukira. Ak u akan datang ke Daifukuji. terlalu cepat. "Perlu kupanggilkan tandu?" "Tidak. "Kita tidak bisa bicara sekarang. hidupnya seperti meluruh lalu m emudar. "Katakan pada Don Joao aku akan menemuin ya besok. Tadi hanya u dara yang terasa pengap. Yang ada dalam ingatannya hanyalah masa kecilnya. Meskipun atas perin¬tahnya kaum Hidden kini bebas untuk ber¬ibadah secara terbuka. dengan tatapan terpaku pada wajah Tak eo. tetap saja membuat¬nya terkejut melihat terungkapnya sesuatu yang sebelumnya merup akan rahasia." ujarnya. Selagi mereka menyeberangi jembatan kayu di luar Umedaya dan mengambil salah satu jalan sempit yang mengarah ke kediaman. tentu saja tidak perlu!" Takeo mengambil napas dalam-dalam. tapi sebagai or ang lain. sama seperti salib yang dikenakan Don Joao di dadanya tampak seperti pameran ses uatu yang keji. Kau mengenal perempuan itu?" "Bertahun-tahun yang silam. Juga terlalu banyak minum sake. "Perempuan itu mengenalmu bukan sebagai Lord Otori. tunggu aku di sana.

lalu menyelinap melewati taman yang sunyi. mengirim Jun untuk mengatakan pada penjaga agar membiarkan Ishida masuk. "Kau masih bisa menulis dengan tangan ini?" "Setelah berlatih berulang kali. Namun perempuan itu memanggil dengan nama aslinya. sebel um aku menjadi Otori." Seperti yang tadi kubilang. Dilepasnya sarung tangan sutra yang me¬nutupi tangan cacatnya d an Ishida menarik lentera lebih dekat agar bisa melihatnya. Aku me¬nulis dengan tangan kiri. Aku akan mengir im perintah pada penjaga agar membiarkanmu masuk. Si tabib tiba: mereka saling memberi salam dengan riang. tapi sebagian besar perem puan peng¬huninya enggan tidur dengan mereka." kata Ishida akhirnya. hanya pelacur kelas terendah yang tidur d engan mereka. seolah belum bertemu se lama enam bulan lamanya. Bagaimana mungkin itu adiknya? Bagaimana dia bisa selamat dari pembantaian yang menghabisi keluarga dan membakar habis desanya? Tak diragukan lagi bahwa di a bukan sekadar seorang juru bahasa: terlihat olehnya pada tangan dan mata Don Joao. Takeo menarik Ishida ke ba wah bayangan gelap." Diperlihatkanny a pada Ishida. Mengganti pakaian dengan jubah tidur lalu meminta dibawakan lentera dan teh. melewati Jun dan Shin menuju ke kamarnya. Di rumah terakhir sebelum sampai di gerbang kediaman." Takeo masih setengah tercengang dengan pertemuan tadi dan cenderung setengah menyangsikannya. Di¬tekannya jaringan kulit yang tumbuh meng¬gantikan jaringan yang rusak dengan ujung jarinya lalu melemaskan jari yang t ersisa. "Rasanya aku masih bisa ber¬tarung menggunakan pedang. lalu Takeo menyuruhnya pergi. aku sudah sangat lama mengenalnya. "Tunggu di sini sebentar."Seperti yang tadi kubilang. Pelayan perempuan menuang teh dan membawakan lagi air panas. aku sudah sangat lama mengenalnya. sebelum aku menj adi Otori. Ia merasa ngeri saat memikirkan hidup seperti apa yang telah dijalani adiknya. kendati hentakan saat mendarat di sisi dinding satunya memb uat sakitnya terasa lagi. Aku harus masuk tanpa terlihat. Pri a asing itu kerap mengun¬jungi rumah pelacuran itu seperti laki-laki lain. disingsingkannya keliman panjang jubahnya ke sabuk lalu m emanjat dinding dengan cukup ringan. "Aku akan mencob . tapi tidak ada alasan untuk itu selama bertahun-tahun." Gerbang sudah ditutup." "Tidak kelihatan memerah karena infeksi. Menghilang. Dan Takeo pun mengenalinya.

"Bisa kudengar anjingku melolong. "Hanya gempa yang menyelamatkan kami." Tiba-tiba Ishida berhenti bicara dan menuang air mendidih ke atas herba kering. Aku takut bertemu Kono. mempermainkan rasa takutku. harum dan menenang¬kan. Kutemukan diriku bertanya-tanya apakah ada orang yang memeliharanya. Aku menjalankan perin¬tahnya. Dia selalu memperingat¬kanku tentang gempa dengan cara seperti itu. Belum pernah aku begitu ketakutan. kapal karam." Diambilnya mangkuk lalu diberikan pada Takeo. ini akan membantumu untuk tidur. Kupalingkan wajahku dari kegermarannya yang keji. "Aku sering membuat ini untuk istriku. Aroma samar-samar dari rumput musim panas menyeruak. sesuatu yang tak akan pulih dalam diriku. hanya mengetahui putranya berbaring di dalam kediaman ini. "Istriku pernah cerita sedikit tentang saat¬saat itu. meski¬pun pernah menghadapi berbagai macam bahaya: badai di laut. selama hampir seumur hidupku." Selagi menyiapkan teh. Dia berpurapura mengabulkannya. "Saat itu anjingku melolo ng. sungguh suatu perwujudan iblis dalam diri manusia. Terkadang aku memimpikannya." Kisah Klan Otori IV Page 58 . Aku ta hu dia orang yang kejam tapi dia selalu memperlakukan diriku dengan baik. Aku ingin tahu apakah dia seperti ayahnya. menye¬mangatiku untuk belajar dan melakukan perjalanan. perompak dan orang primitif. t elah mengorek banyak kenangan. Untuk sementara waktu." tuturnya dengan amat pelan. untuk mengiris garis bujurnya." Ishida berhenti sebentar. mengijinkan aku melihat koleksi buku-bukunya yang berharga juga harta benda yang lainnya. tenggelam dalam kenangannya.a dengan jarum besok. Aku pernah menghempa-skan diri di bawah kakinya dan memohon agar diijinkan bunuh dir i. Ishida bicara dengan suara pelan." "Aku belum pernah bertemu Fujiwara. Aku tidak pernah menyangka kekejamannya akan menimpa diriku." "Kau beruntung. "Aku mohon maaf yang sedalam¬dalamny a atas keterlibatanku dalam memen¬jarakan istrimu." sahut Takeo pelan.

kastil di salah satu jalan sempit yang terbentang di jalan utama. tempat rumah-ru mah kecil yang dibangun kembali setelah kobaran api meluluh¬lantakkan semuanya bak sarang tawon y ang saling Kisah Klan Otori IV Page 60 . tempat rumah-r umah kecil yang dibangun kembali setelah kobaran api meluluh¬lantakkan semuanya bak sarang tawon y ang saling astil di salah satu jalan sempit yang terbentang di jalan utama.

bahkan setelah mereka membeli¬nya. Kemudian orang-orang asing berjanggut berdatangan. Itulah yang dipelajari Madaren. ia memilih orang yang bern ama Don Joao. walaupun laki-laki itu mengira kalau dialah yang memilih Madaren: orang-orang as ing bersifat sentimental sekaligus pemalu bila sudah berhubungan dengan kebutuhan jasmani: me reka ingin merasa istimewa bagi seorang perempuan. Madaren me nampiknya. Tapi semua laki-laki memiliki hasrat. Ia mau pergi dengan lakilaki yang dijauhi oleh gadis-gadis lain. dan tak lama kemudian ia tidak harus tidur dengan laki¬laki lain. dan ia memanfaatkan apa yang dipelajarinya ini dengan cerdas. dan di antara mereka ini banyak yang bisa diperdayai oleh cinta seperti laki¬laki golongan klas lainnya. Ia bisa memeras ha diah dari mereka. dan aroma kayu itu mengingatkannya pada Mino. Awalnya. Madaren berhasil menjelaskan pada pe milik rumah bahwa Don Joao hanya menginginkannya. bergabung ke rumah pelacuran yang lebih tinggi kelasnya dibandingkan yang pertama. dan ketika kekasihnya berbalik untuk memeluk¬nya. Mereka memberi bayaran yang memadai dalam mata uang perak. kemampuan si p erempuan . bahkan kuli pengangkut barang . bahasa mereka hanyalah bahasa tubuh: nafsu si laki-laki. Hal itu meng¬ingatkannya pada keluarganya dan laki-laki agak aneh yang menjadi kak aknya. buruh serta kulrdempetan. yang membuat gusar sekaligus memesona ibu mereka. pada waktu yang b er samaan ia juga belajar bahwa perempuan yang dikuasai cinta merupakan makhluk yan g paling tak berdaya di kota ini. atau kadang mencurinya.berdempetan. dan pada akhirnya membiarkan seorang pedagang yang hampi r bangkrut membawanya ke Hofu. bahkan kuli pe ngangkut barang. pergi meninggalkan rumah sebelum matahari terbit lalu menemu i laki-laki itu galangan kapal yang masih berkabut. Air mata menggenang di matanya saat meringkuk di bawah papan tebal. Madaren melihat ada semacam kekuatan dalam diri mereka yang mungkin bisa dimanfaatkan dan dengan sukarela tidur dengan mereka. memanfaatkan rasa terima kasih mereka. dengan mudahnya disingkirkan bak anak kucing yang tidak dii nginkan. tanah kelahirannya. bau mereka yang aneh dan tubu h mereka yang besar. buruh serta kuli angkut tanah di malam hari. Mereka me¬numpang kapal yang mengangkut kayu c edar dari hutan menuju wilayah Timur. dan akhimya ia kembali ke kehidupan lamanya. Tapi semua laki-laki memiliki hasrat. Pedagang itu membosankan serta membuatnya gusar.

lalu mendorong laki-laki itu un tuk mengajarinya. dan Don Joao bicara tentang kepercayaan serta Tuhannya Deus** dan kata-kata serta salib yang dikalungkan di lehernya membangkitkan kenangan masa kecil Madar en tentang Kisah Klan Otori IV Page 61 . Orang-orang asing sebelumnya memiliki seorang juru bahasa. Mereka begitu jauh hingga ia tak mampu membayangkan seperti apa kehidupan mereka. bahkan ketika dia hanya mengarang sembar angan. jelas dari cara bicaranya kalau si nelayan tidak berpendidikan dan be rasal dari klas rendahan. Ia tak bisa membayangkan alasannya. sedangkan lantai matahari berjenis laki-laki tapi ha l itu justru memesonanya. Aku juga bisa meraih kekuasaan semacam itu. orang-orang yan g dia tangisi ketika sedang mabuk. Mereka percaya semua yang dikatakannya. Nelayan itu mempelajari bahasa mereka: kadang menemani mereka ke rumah pelacuran. M ereka bergantung sepenuhnya kepada¬nya. Karena Madaren sema¬kin fasih Don Joao tidak menguasai lebih dari bebera pa patah kata dari bahasa Madaren mereka mulai membicarakan hal¬hal yang lebih mendalam. Don Joao mem¬punyai istri dan anak-anak di Porutogaru*. Nelayan itu merupakan pintu masuk mereka ke duni a baru yang rumit.memuaskannya. kampung halamannya. namun hubungannya dengan orang asing memberinya status dan kekuasa¬an. seorang nelayan yang mereka selamatkan dari laut oleh kaum mereka karena kapalnya tenggelam dan dibawa ke ma rkas mereka di Kepulauan Selatan. karena nelayan itu tidak lebih baik dariku. ia merasa s eperti menjadi orang lain. begitu pula hujan. Bahasanya sulit. dan jika bicara dengan bahasa itu pada Don Joao. yang mereka temukan dan mereka harapkan bisa meraih kekayaan dan kem enangan. penuh dengan bunyi aneh dan dikumpulkan dari depa n ke belakang semuanya memiliki jenis kelamin. tak percaya kalau Don Jo ao bisa bertemu mereka lagi. tapi pintu termasuk jenis perempuan. dan ia mulai berusaha me¬mahami Don Joao. Madaren tidak mengindahkan mereka. pikir Madaren.

kepercayaan keluarga¬nya dan ritual kaum Hidden. epercayaan keluarga¬nya dan ritual kaum Hidden. Kisah Klan Otori IV Page 62 .

Ada juga kabar burung yang mengatakan bahwa Lord Otor i dulunya adalah orang Hidden. Tapi menurut Madaren keduanya tak mungkin melakukannya k arena bukankah Lord Otori membunuh kakek pamannya untuk balas dendam? Bukankah Lady Ma ruyama menceburkan diri ke sungai di Inuyama ber¬sama putrinya? Satu hal yang diketahui s emua orang tentang kaum Hidden yaitu Tuhan mereka. banyak yang terta rik dengan agama orang asing dan bahkan berkeinginan mencoba bila itu bisa mening¬katkan perd agangan dan kekayaan bagi semua orang.Don Joao bicara penuh semangat tentang Deus. dan bahwa penguasa Maruyama yang sebelumnya. Pada titik inilah sepertinya Tuhan Rahasia dan Deus berbeda.] **) Deus berarti Tuhan dalam bahasa Portugal [pent." kata Don Joao. Hal ini men gejutkan Madaren. penutup kepalanya berlekuk dan melindungi. sudah atau belum? Don Joao selalu bersenjatakan pedang panjan g tipis.] ingat sedikit tentang kepercayaan kaum Hidden. Otori Takeo . Apakah itu keduanya atau tidak s atu pun. dan menceritakan tentang pen deta dalam agamanya yang berkeinginan kuat agar negara lain menganut kepercayaan mereka. Ia hanya *) Porutogaru adalah lafal Jepang untuk menyebut Portugal [pent. Maruyama Naomi . untuk mendapatkan informas i serta menyelamatkan nyawa. baik nyawa mereka sendiri maupun nyawa orang lain. "Saat pendeta datang. selalu atau tidak pernah. kau harus dibaptis. juga menganut kepercayaan itu. karena Don Joao men¬c eritakan kalau mereka adalah orang ber¬agama sekaligus prajurit. Penguasa baru Tiga Negara. lalu me nyebut nama baptisnya. Tentu saja. melarang mereka mencabut nyawa. bertahtakan emas dan kerang mutiara. dan memb ual bila dia selalu punya tujuan untuk menggunakan pedang ini. dan prasangka lama pun perlahan menghilang. hanya ingat gema doa serta ritual yang dilakukan keluarganya dengan komu¬nitas kecil mereka. Tuhan Rahasia. Orang asing itu terkejut karen a penyiksaan dilarang di Tiga Negara. dan ketika Madaren me¬ma hami maksudnya. . dan menceritakan tentang pendeta da lam agamanyJoao bicara penuh semangat tentang Deus. dan menceritakan bagaimana ke¬kerasan digunakan di negara nya dan ter¬hadap penduduk asli Kepulauan lain untuk menghukum. ia ingat yang sering dikatakan ibunya: dilahirkan dengan air. mengeluarkan ke¬putusan bahwa rakyatnya bebas beribadah dan percaya pada kepercaya an pilihan me¬reka.

ia bisa selamat merupakan mukjizat. menurut mereka ."Madalena!" ulang Don Joao dengan terperanjat. serta mem¬perindah t erjemahannya bila terdengar kurang sopan. selalu ber¬lutut dengan rendah hati sedikit di bel akang orang-orang asing dan lawan bicara mereka. Madaren menyambut kem¬bali kepercayaan yang pernah hilang dari masa kecilnya dengan hangat. Orang itu tertarik setengah mati pada kaum Hidden. juga jawabannya. Ia merasa Kisah Klan Otori IV Page 63 . Madaren bertemu dengan orang-orang yang menge tahui desanya dan mendengar tentang pembantaian bertahun¬tahun yang lalu di Mino. D engan keyakinan mencapai tujuan yang dibawanya sejak berhasil lolos dari Inuyama dan m empelajari bahasa asing. lalu mulai menunggu waktu untuk menjala nkan misi. terakhir bahkan di kediaman Lord Ar ai. maka ia tahu misi itu berhubungan dengan kak aknya. dan menyatakan kalau Madaren masih dibiarkan hidup o leh Tuhan Rahasia untuk tujuan isti¬mewa tertentu. Madaren menangkap ketertarikannya dan mereka mulai bertemu dengan para penganut dalam jamuan makan di kalangan kaum Hidden. Kemudian Tomasu dikirimkan padanya. lalu membuat gerakan berbentuk ta nda salib di depannya. Seringkali ditemukan dirinya berada di rumah para p edagang. Orang-orang asing hanya memahami sedikit sekali tentang sikap dan kesopanan. dan Don Joao berharap Madaren mene¬maninya kemana pun ia pergi. terutama untuk menerjemahkan. sadar akan tatapan penuh hina serta kecurigaan dari istri-istri dan anak perempuan mer eka dan bahkan kadang di tempat-tempat yang lebih berkelas. dan ingin bertemu l ebih banyak lagi penganutnya. Don Joao mengajukan banyak per¬tanyaan dan M adaren menerjemahkannya. bicara dengan pelan dan jelas. ia mempelajari keadaan di sekelilingnya yang masih asing.

lalu Kisah Klan Otori IV Page 64 .kagum pada dirinya sendiri. lalu agum pada dirinya sendiri. satu hari berada di ruangan yang sama dengan Lord Ar ai Zenko. satu hari berada di ruangan yang sama dengan Lord Arai Zenko.

berikutnya di penginapan semacam Umedaya. Selama berjalan ke Daifukuji. Don Joao juga membacakan kitab suci u ntuknya dan mengenali potongan¬poiongan kalimai dari doa dan pemberkatan di masa kecilnya. dia takkan datang. Madaren menduga kalau pasie nnya itu adalah kawan¬nya dan memelihat laki-laki yang satunya lagi. dia salah lihat. Dan seb agian dari kekuasaan itu dia gunakan untuk memanfaatkan orang-orang itu: mereka membutuhkan nya dan mulai meng¬andalkan dirinya. n amun Ishida memohon pergi karena ada pasien yang membutuhkannya. menemu¬kan tubuh si orang asing di sebelahnya teram at sangat panas. seolah kulitnya mengenali laki-laki itu dan segera meng enalinya kalau mereka lahir dari ibu yang sama. memerhatikan tangannya yang cacat dan kerutan di matanya. dia seperti pedagang meskipun jelas . memimpikan tentang sem uanya. membangun¬kan pelayannya. Dan seb agian dari kekuasaan itu dia gunakan untuk memanfaatkan orang-orang itu: mereka membutuhkan nya dan mulai meng¬andalkan dirinya. namun jantungnya seperti berhenti berdetak kemudian berdebar-debar. Malam itu Don Joao melihat Ishida lalu memanggilnya. dan berjalan menyusuri tep i sungai di bawah pohon willow. Ishida kadang membawa teks-teks dan mem¬bacakannya untu k diterjemahkan karena Madaren tidak bisa membaca maupun menulis. Madaren pernah bertemu tabib Ishida beberapa kali. benak Mad aren tersita oleh keragu-raguan: kemarin itu bukan Tomasu. bayangan mereka tampak seperti tangan yang sedang menggenggam. berharap bisa berbincang. rikutnya di penginapan semacam Umedaya. Ombak laut surut dan kepiting berlarian cepat di atas lumpur yang mengering. mandi dan berpakaian di sana. membulat ser ta pucat. Ia berjalan melewati jalanan sempit menuju rumah tempat ia dulu bekerja. lalu duduk tenang dan minum teh hingga mentari pagi bersinar terang. Nalurinya ternyata benar: kemampuannya b erbahasa asing membuka jalan pada sebagian dari kekuasaan serta kebebasan mereka. dan bertindak sebagai juru ba hasa dalam perbincangan yang panjang. dan menyelinap keluar sebelum matahari terbit. jelas sekali kalau kedudukannya amat tinggi. Madarien tidak in gin mengatakan pada Don Joao kemana ia pergi: tidak ingin harus berpikir dalam bahas a laki¬laki itu atau khawatir tentang laki-laki itu. Ia tidak langsung mengenalinya. Madaren nyaris tak bisa tidur. Bulan melintasi langit dan kini menggantung di barat. Nalurinya ternyata benar: kemampuannya berbahasa asing membuka jalan pada sebagian dari kekuasaan serta kebebasan mereka.

me¬nunggu kakaknya. meskipun terpesona dan terbuai oleh keindahan tamanny a. menyambut para pelaut dan pedagang serta mengingatkan mereka untuk bersyukur pada Ebisu. Ia berjalan ke aula utama. karena ia telah percaya.bukan pedagang yang berhasil yang tak ingin punya hubungan apa-apa dengannya. Kerumunan kecil sebagian besar rahib dengan kepala botak dan jubah berwarna tida k mencolok. dan belukar azalea musim panas pertama bermekaran menjad i bunga berwarna merah tua. seperti halnya Don Jolo. dan menyadari pasti inilah misinya: me nye¬lamatkan Tomasu. agar melindungi mereka selama perjalanan. Ia bertanya¬tanya sendiri mengapa memilih tempat seperti ini untuk bertemu. takut kalau kakak¬nya bukan lagi penganut kepercayaan. Sinar matahari terasa makin panas dan bayangan taman semakin menariknya masuk. melupakan aliran sungai yang tergesa-gesa di sekelilingnya ketika gelom¬bang laut pasang menyapu. selama ini ternyata dia masih hidup dan tid ak berusaha mencarinya. Madaren berjalan perlahan. kalau benda-benda semacam itu dibenci Tuhan Ra hasia dan sama seperti menyembah setan. yang dililit tali jerami yang berkilauan. Dia tidak datang menghampiri untuk menolong¬nya. dan tepat di belakangnya ter¬dapat kurungan berdinding putih di sekita r taman dengan pepohonan yang jauh lebih kecil. Bunga lili menghiasi tepian kolam. dewa laut. Kisah Klan Otori IV Page 65 . Madaren berjalan masuk gerbang. Madaren melihat¬lihat ukiran dan area di kuil itu dengan perasaan tida k suka. Daifukuji menghadap ke laut: gerbang merahnya bisa terlihat dari seberang ombak laut. menyelipkan tangannya di ba lik jubahnya untuk menyentuh salib pemberian Don Joao. ia menduga itu pohon ceri walaupun bunganya sud ah lama gugur. setengah tidak nyaman dengan l antunan doa dan genta dari dalam kuil. Di sebelah kanannya berdiri beberapa pohon ced ar tua.

penggambaran Kisah Klan Otori IV Page 66 .berdiri di luar dinding. Madaren mengikuti arah pandangan merek a dan dan melihat apa yang sedang mereka perhatikan: awalnya ia mengira itu. memandang ke atas. memandang ke atas. patung ukiran . penggambaran rdiri di luar dinding. patung ukiran . Madaren mengikuti arah pandangan mer eka dan dan melihat apa yang sedang mereka perhatikan: awalnya ia mengira itu.

tumbuh semakin besar. pa da saat itulah kita bisa yakin. pada saat itulah kita bisa yakin." Kisah Klan Otori IV Page 68 ." umbuh semakin besar.

dan mampu membengkokkan besi dengan tangan kosong. masih jauh lagi ke barat." Ketika selesai mengagumi kirin. "Ak u berhasil mengobati seorang pangeran di daerah itu. dan . Ia sendiri memercayai tuhan manapun."Di mana kau menemukannya?" Di mana kau menemukannya?" "Di selatan Tenjiku." "Bisakah dia berjalan sampai ke Hagi?" "Barangkali kita harus mengangkutnya dengan kapal. tempat upacara singkat dilakukan. singa emas raksasa dan burung berwa rna merah muda. serta dedaunan hijau yang lezat. doa dipanjatkan bag i kesehatan kirin dan Lord Otori. selama tidak mengancam tatanan rnasyarakat. Tapi dia berasal dari pulau lain. para pelaut membicarakan tentang benua yang amat besar tempat hewan-hewan seperti ini merump ut dalam jumlah besar bersama gajah darat dan sungai. Ishida membawa hewan itu kembali ke kandang. Aku langsung berpikir tentang Lady Shi geko. walau diakui-nya keseluruhan manusia akan alasan spiritual bagi keberadaan mereka. segar atau pun kering." "Dan bagaimana kau bisa mendapatkan¬nya? Tentunya hewan seperti ini tak ternilai h arganya?" "Hewan ini ditawarkan padaku sebagai semacam alat pembayaran. "Tidakkah sulit untuk mempertahankan agar dia tetap hidup? Apa makanannya?" "Untungnya perjalanan pulang tidak ber¬ombak. Hewan ini bisa berjalan bermi l-mil jauhnya tanpa kelelahan. tapi ternyata se-nang juga meneri ma rumput. kem udian pergi bersama Takeo menuju kuil. dilaku¬kannya semua praktik keagamaan yang diharapkan darinya dengan khidmat dan hormat." Takeo tersenyum memikirkan keahlian putrinya dengan kuda dan kasih sayangnya pad a semua hewan. namun kurasa tidak bisa berjalan melewati pe¬gunungan. Takeo menyalakan dupa dan lilin serta berlutut di depan patung d ewa. dan kirin bersifat tenang serta muda h dihibur. Makanannya dedaunan dari pohon tempat asalnya. Orang¬orangnya berukuran dua kali lebih besar daripada kita. berkulit sehitam warn a pernis. dan betapa dia akan sangat menyukainya. semua sekte dan kepercayaan diperb olehkan di Tiga Negara." sahut Ishida. maka aku terima tawaran ini dan mengatur agar hewan ini bisa menemani kami pulang.

yang ada penyembahan atas sang Pencerah dan Ebisu dew a laut. Bangunan kuil menghadap ke timur." ujar Takeo. di bawah bayangan gelap dari atap yang melengkung. terdengar pula deru napasnya yang cepat dan pendek. lalu berjalan menyusuri aula utama ke aula yang lebih kecil di belakangnya. Takeo. Madaren berlutut lagi. Pere mpuan itu masih berlutut dengan sabar di tempat yang sama. menyembuny ikan wajahnya. Sesaat sebelum tengah hari. Kisah Klan Otori IV Page 69 . meminta agar perempuan itu mengikutinya. Ishida dan Kepala Biara setempat ber cerita dengan gembira dan menggubah puisi penuh dengan permainan kata-kata tentang kirin. Burung gereja berkicau di taman dan merpati bergumam di pepohonan cedar. "Tidak perlu takut. Setelah melakukan upacara. Takeo berdiri dan mengatakan bahwa ingin sendirian d i taman sebentar. sisi sebelah selatan bermandikan cahaya. udara masih terasa dingin.tentu dirinya pun memiliki kebutuhan yang sama. namun di beranda. Takeo dud uk di pinggiran beranda: hayunya yang telah termakan cuaca berwarna abu-abu ke-pcrakan dan masih hangat terkena cahaya matahari. teh dibawa masuk dengan manisan osenbei. Terdengar olehnya keraguan dalam langkah kaki Madaren d i atas kerikil jalan setapak. Takeo memberi isyarat dengan gerakan tangan saat berjalan melewatinya. Dua rahib muda yang sedang bert ugas membersihkan patung dan menyapu lantai mengundurkan diri tanpa bicara.

." . Ia sadar kalau ketenangannya tampak seperti ketidakacuhan bagi Madaren. dan juga tahu ada semacam amarah terpendam dalam diri adiknya. Takeo tidak membalas tatapannya." sahut Madaren setelah beberapa saat." Kepala Takeo bergerak sedikit untuk membenarkan kata-kata adiknya. Madaren bicara dengan nada kecut. tidak mengerti.. tidak menger ti. "Keduanya sudah mati. apa yang bisa ia lakukan untuk adiknya : apa sa ja." sahut Madaren setelah beberapa saat. Tapi Lord Otori sekarang bicara berdua saja den ganku. Aku bahkan tidak tahu di mana jasad mereka. Seraya ber¬tany a-tanya apa yang diinginkan Madaren darinya. "Aku." Madaren menatap langsung matanya. "Aku. "Kurasa ibu dan kakak kita. pewaris Maruyama. dan dinding di ke¬jauha n tempat kirin mengayunkan kepalanya di atas genteng bak mainan anak-anak."Ini bukan ketakutan. Kau tampak seperti pahlawan yang jauh tak tergapai dan cuma legenda: bagai¬mana bisa kau adal ah Tomasu dari Mino? Apa yang terjadi padamu ketika aku dijual dari satu rumah bordil ke r umah bordil lainnya?" "Aku diselamatkan Lord Otori Shigeru: beliau mengangkatku menjadi pewarisnya dan menginginkan aku menikah dengan Shirakawa Kaede.. yang bisa memulihkan hidupnya yang telah terlanjur hancur." "Kita saling mengenali semalam. "Kulihat kau berdiri di hadapan patung emas. "Selama enam belas tahun kudengar balada dan cerita yang digubah tentang dirimu. Mungkin aku telah melakukan kesalahan besar..." ujar Takeo. "Memang benar aku kakakmu. Nada suara Madaren nyaris terdengar seperti tuduhan." kata Takeo dengan sedih." Itu garis besar paling sederhana dari perjalanan luar penuh gejolak yang telah m enggiringnya menjadi orang paling ber¬kuasa di Tiga Negara. Mungkin akIni bukan ketakutan. yang tak akan pernah terjadi kecuali dugaanku benar adanya.. malah memalingkan wajah ke arah bayangan gelap rumpun pepohonan. Dan aku tahu dari cerita-cerita bahwa kau pemah membunuh orang lain. Tapi sud ah bertahuntahun lamanya sejak terakhir kali ada orang yang memanggilku Tomasu..

"Aku minta maaf atas semua penderitaan yang telah kau alami. namun kini kepercayaan masa kecil yang dulu menyatukan mereka justru menjadi penghalang yang tak bisa dilalui. "Akan kupastikan kau diurus dengan baik. "Jika kau butuh apa pun. "Kau adalah kakakku. Jangan coba-c oba mendekatiku lagi. Dan aku pun memiliki tugas spiritual terh adapmu. dan rasa iba muncul lagi. Kau satu-satunya keluargaku." Takeo melihat kalau ia telah menyakiti adiknya. "Selain neraka yang diciptakan manusia di bumi. Tidak ad a cara yang bisa mereka lakukan untuk saling mendekati. kau bisa mendekati pejabat kota yang berwenang. dan aku harus memi ntamu umuk tidak mengatakannya pada siapa pun. "Tomasu. "Tidak ada yang namanya neraka." sahutnya s ambil sedikit memalingkan wajah. Aku peduli pada jiwamu. ia tak punya cukup kata-k ata untuk mengungkapkannya. Jarak di antara mereka sudah terbentang terlalu jauh." kata Madaren. Bila mereka masih menganut kepercayaan ya ng sama mungkin mereka bisa memanjatkan doa bersama."* Kisah Klan Otori IV Page 70 . Aku bibi dari anak-anakmu. Aku tak bisa melihatmu masuk neraka!" Takeo bangkit lalu berjalan menjauh." tutur Takeo." Takeo menyadari ba hkan saat ia bicara pun nada suaranya kaku dan terlalu dibuat-buat. Tapi aku tidak bisa mengumumkan tentang hubungan kekeluar¬gaan kita. Mengetahui itu membuat i a tertekan dan iba. Kita saling memiliki kewajiban. tapi j uga tahu kalau ia tak bisa membiarkan adiknya mengambil tempat lebih banyak lagi dalam kehidupannya se lain dengan cara seperti ini: berada dalam perlindungannya.

si kembar tanpa sadar menyentuh ujung jari mereka pada lekukan yang melintang di telapak tangan mereka. Shizuka jarang marah. Kau ada di sana saat Inuyama jatuh! Kau bertarung bersam a Ayah!" "Sekarang Ayah mengatakan tak akan ada lagi perang." tuturnya. diajar kan oleh Shizuka dan Sugita Hiroshi atau ksatria besar lainnya di Tiga Negara. la yaknya anak kelas ksatria. Mereka tahu kalau sang ibu tidak menyukai kemampuan Tribe yang mereka miliki. Si kembar mengerang. menunggang kuda serta menggunakan pedang." Shizuka memperingatkan mereka. Maya kembali ke pokok pembicaraan tadi. "Berdoalah seperti kakak kalian agar kalian tidak pernah mengenal perang yang se benar¬nya. menandai diri mereka seperti sang ayah. "Tidak ada yang lebih menyenangk an. "Kau seperti aku ketika aku masih kecil. atau ketika Miki memanjat kayu kaso selentur dan secepal kera liar. menghilang di balik atap yang terbuat dari ilalang." ujar Shizuka ketika Maya bersembunyi s elama setengah hari tanpa bergerak di dalam keranjang bambu. sambil menyi¬kut Maya. Kedua gadis kembar itu tertawa cekikikan. mem¬permainkan kakak perempuan mereka atau menghukum orang yang lewat di depan mereka sulit dibendung. karena ketiga gadis itu. "Lord Hiroshi. . kita takkan menghadapi per¬tar ungan yang sebenamya. "Jika tidak akan ada perang. belajar memanah. "Nikmati saja. si kembar tanpa sadar menyentuh ujung jari mereka pada lekukan yanaat nama Kikuta disebut." ujar Shigeko. sebagai Kikuta. mengapa Aya h dan Ibu memaksa kami belajar kemampuan bertarung?" tanyanya. sepe rti Taku. da n bahwa klas ksatria menganggap mereka penyihir: mereka belajar sejak dini apa yang bisa diba nggakan di desa Muto haruslah disembunyikan di kastil seperti Hagi atau Yamagata. tapi terkadang godaan untuk mengelabui guru-guru mereka." "Kau beruntung Shizuka. Itu me¬rupakan lambang jalur sempit yang mereka lalui di antara dunia." bisik Miki." sahut Shigeko.Saat nama Kikuta disebut. "Kata Lord Hiroshi siap perang adalah pertahanan terbaik melawannya." "Berdoa saja takkan ada perang lagi.

tapi Shigeko suka melihat tulisan tangannya. "Kurasa kalian seharusnya bisa jauh lebih baik dalam menulis. Shigeko berharap pelajaran itu bisa meng-hukum mereka karena menggodanya soal Hiroshi. dan berharap mencegah mereka membicaraka n tentang topik itu lagi. karena dia pengawal senior dan orangtuanya berhara p ia mengenal setiap detil wilayahnya. tidak membiarkan diri nya dengan bodohnya menyebut nama Hiroshi. "Tapi kau jarang menguti p apa yang dikatakannya. Surat¬suratnya bersifat resmi. adik-adikku. "Lagipula. Jelas sekali kalian perlu banyak latihan." "Aku tidak menyadari itu. Sudah sewajarnya aku mempelajari peribahasa yang dipakainya." "Dan Lord Miyoshi tidak membuat wajah¬mu merah!" timpal Maya. Shigeko harus mempelajari semua sejarah ini.Wajah Shigeko bersemu merah." ujar Miki. lalu wajahmu bersemu merah. Kisah Klan Otori IV Page 72 . Hiroshi sering menulis surat. Isinya adalah salah satu hikayat kuno Tiga Negara." "Lord Miyoshi Gemba juga salah satu gurumu. menutupi rasa malu dengan berbicara den gan nada resmi. begitu pula dengan si kembar. Shigeko memutuskan untuk lebih berhati¬hati. Untungnya laki-laki itu sudah kembali ke Maruyam a untuk mengawasi hasil panen dan persiapan upacara pengukuhan ia menjadi pewaris wilaya h itu. Ambil kuasnya!" Shigeko membuka satu gulungan lagi lalu mulai m endiktekannya. "Apa?" tanyanya. itu tidak berarti apa¬apa. Hiroshi adalah salah satu guru yang sangat bij aksana. penuh dengan istilah sulit da n kejadian yang sukar dimengerti." kata Shigeko. "Kau selalu mengatakan ucapan Lord Hiroshi.

tebal dan dibentuk dengan baik.bergaya tulisan tangan ksatria. Hiroshi menceritakan dengan rinci setiap anak kuda Kisah Klan Otori IV Page 73 . Surat-surat itu menyebut nama para tetua serta karakter mereka. Hiroshi menceritakan dengan rinci setiap anak kuda rgaya tulisan tangan ksatria. Surat-surat itu me nyebut nama para tetua serta karakter mereka. tebal dan dibentuk dengan baik. dan tentang kuda. dan tentang kuda.

karena biara itu dipersembahkan bagi dewa sungai dan kuda. tapi tidak akan l ebih. "Tempat itu hanya boleh digunakan anak b erandalan. Tangan si kembar terasa sakit dan mata mereka terasa gatal saat Shigeko selesai membacanya. dianggap sebagai putra dalam keluarga. "Tentu saja tidak bisa. strategi dan taktik. Dan kurasa kita sebaiknya membawa beberapa pengawal. membuat kedua adiknya bersorak kegirangan. dan Shigeko mengurangi ketegasannya. begitu pula dengan seni pemerintahan. Ia tahu akan ada rencana pertunangan. Lebih dari se galanya. tinggal di kediaman Otori. Shigeko menyarankan agar mereka berjalan-jalan sebelum latihan di sore hari. Kudaang baru lahir dan perkembangan kuda-kuda jantan yang pernah mereka j inakkan bersama. "Kita ke biara. "Bolehkah kita berjalan melewati pagar penangkap ikan?" tanya Maya dengan nada memohon. Tak satu pun dari keduanya berani berkomentar.yang baru lahir dan perkembangan kuda-kuda jantan yang pernah mereka jinakkan be rsama." sahut Shigeko. Shigeko memper baiki pekerjaan adik-adiknya dengan baik hati. cukup sering menyuruh mereka berl atih lagi menulis huruf yang salah guratannya. Kita akan berjalan menuju jembatan batu. Shigeko merindukannya dan amat ingin berjumpa lagi dengannya: Hiroshi sudah sepe rti kakaknya. Shigeko berharap Hiroshi menjadi suaminya. bahkan teman yang paling baik. Ketika matahari mulai tenggelam dan udara terasa ag ak dingin. Semua pikiran ini melintas di benaknya selagi membaca secara perlahan dan hati-h ati dari gulungan. Hiroshi bisa menjadi penasihat yang paling berharga. Dia mengajari Shigeko menunggang kuda." seru Shigeko. Ia pernah mendengar per¬bincangan soal pernikahan dirinya karena kini usianya beranjak lima belas tahun. ketika Hiroshi masih kecil. bukan putri-putri Lord Otori." . me-manah serta bertarung dengan pedang: Hiroshi juga mengajarin ya seni perang. menye¬tujuin ya dengan patuh. yang melemah dengan beratnya hukuman yang mereka dapatkan. per¬nikahan yang akan memperkuat posisi keluarg anya dan menopang hasrat ayahnya untuk kedamaian. Si kembar. memanggil Shizu ka dan memintanya untuk ikut bersama kita. tapi menduga kalau itu tidak mungkin. Kudakuda Maruyama sudah tumbuh satu tangan lebih tinggi dibandingkan dua puluh tahun lalu .

" ujar Maya lumayan mirip menirukan Hiro shi. ingin melihat kehidupan Kisah Klan Otori IV Page 74 ." balas Shigeko. dan kedu a adiknya yang gelisah mungkin bisa tenang dan lelah setelah berjalan kaki. mari kita pergi seperti yang kau katakan. tapi ia tahu kalau Ibunya tidak suka si kembar terlihat bersama di temp at umum. "Baiklah. "Untuk berkunjung ke biara. "Mungkin kau perlu latihan menulis lagi. ini di Hagi. Di sisi lain. "P engawal. Shigek o pun ingin berjalan kaki. Tak satu satu pun dari kedu anya ingin ditandu. "Seorang ksatria sebaiknya selalu siaga."Kita tidak butuh pengawal." "Bolehkah kami membawa pedang?" tanya Maya dan Miki serempak." sahut Miki cepat. kampung halaman mereka. kakak." "Ingat serangan di Inuyama!" Miki meng¬ingatkan. di jantung Hagi? Kita tidak butuh pedang. kelihatan seakan ingin duduk lagi." *** Shigeko memikirkan selama beberapa saat tentang masalah tandu: apakah memaksa si kembar ditandu dalam kegelapan atau mem¬biarkan mereka berjalan kaki. tidak ada pedang. tidak seformal dan sekeras di Inuyama.

kota yang penuh semangat. Di belakang jalan utama lebar yang mengarah dari gerbang kastil m enuju jembatan batu. Akane. termasuk wortel unt uk kuil kuda. jalan-jalan sempitnya serta toko-toko kecil penuh ber¬ba gai hasil bumi dan kerajinan. "Aku bersedih atas cinta yang pernah ada di antara kami. Shizuka sering menceritakan ini pada ketiga gadis itu. "Lihat apa yang terjadi padanya!" ujar Maya dengan nada puas selagi mereka berdi ri di depan batu itu. satu pelayan per empuan membawa keranjang bambu berisi botol sake serta sesaji lain. berterima kasih pada dewa sungai karena melin dungi Otori dan mem-peringati tukang batu yang dikubur hidup¬hidup di dalam dinding itu bertah un-tahun silam. Sesaat si kembar berjalan berdampingan: para pejalan kaki berlutut ket ika Shigeko lewat. tempat yang jarang bisa dikunjun gi si kembar. Gelombang menghempas ketika mereka tiba di jembatan batu. tempat yang jarang bisa dikunjun gi si kembar. dan Miki berdampingan dengan Shigeko. Di jembatan yang pernah hancur dalam peristiwa gempa yang dipercaya rakyat sebagai hu kuman atas pengkhianatan Arai Daiichi ada pahatan kalimat: Klan Otori menyambut keadilan dan kesetiaan. yang menyaksikan ayah mereka mati di depan mata mereka. "Juga u ntuk kedua putraku. Shizuka berjalan di samping Maya. tapi mema¬lingkan wajah ketika si kembar lewat. jalan-jalan sempitnya serta toko-toko kecil penuh ber¬bag ai hasil bumi dan kerajinan. Wasp adalah ketidakadilan dan ketidak¬seti aan. laki-laki maupun perempuan. terbentang dunia yang sangat menyenang¬kan. Tulang belulangnya ditemukan di sungai dan dikuburkan kembali selama pemb angunan kembali jembatan. dan terkadang mereka mengunjungi kuil di kawah gunung berapi tempat kematian tragis Akane diperingati dan arwahnya yang dipanggil kembali oleh para kekasih yang tidak bahagia. Shigeko memegang parasol." kata Shigeko pelan saat mereka meninggalkan jembatan." sahut Shizuka. Di belakang jalan utama lebar yang mengarah dari gerbang kastil m enuju jembatan batu. Mereka mempersembah¬kan sesaji sake. Mereka s emua mengenakan sandal kayu serta jubah tipis musim panas. juga ce rita tentang putri si tukang batu. tapi kulit si kembar keku ningan seperti ayahnya merasa tidak perlu melin¬dungi kulit mereka. Tapi Arai telah membuatk . terbentang dunia yang sangat menyenang¬kan. "Shizuka pasti bersedih atas kematian Lord Arai. ota yang penuh semangat. sungai berbau asin dan lumpur. Dua pengawal berjalan di depan mereka dan dua lagi di belakang. karena kulitnya seputih kulit ibunya dan takut terkena sinar matahari.

" Kisah Klan Otori IV Page 75 ." "Dan kau mengenal Lord Shigeru?" "Namamu. namun sifatnya terbagi dengan cara yang tidak terjadi pada Shigeru. barangkali lebih banyak dari siapa pun. "Jangan teruska n lagi! Aku menyesal sudah bertanya." "Beliau pasti orang yang baik. "Benar." aku Shizuka. Kematiannya tidak lebih da ri akhir yang adil atas cara hidup yang dipilihnya. Ya. dan telah memberi perintah agar aku di¬bunuh." " Tapi.. aku mengenalnya dekat." "Aku belum pernah bertemu orang seperti dia." "Apakah dia lebih baik ketimbang Ayah?" "Shigeko! Aku tidak bisa menilai ayahmu! " "Kenapa tidak? Ayah adalah sepupumu.?" "Semua orang memiliki kelemahan. semua yang terjadi di masa lalu menjadi lebih jelas di benakku." "Takeo sangat mirip Shigeru: dia seorang laki-laki serta pemimpin yang hebat. Shigeko." tutur Shizuka." Shigeko tiba-tiba merinding. "Semakin usiaku be r¬tambah." "Kau tahu banyak tentang masa-masa itu!" seru Shigeko. Kau mengenalnya lebih baik ketimbang kebany akan orang. Kami saling menaruh kepercayaan satu sama lain selama bertahun-tahun.u menjadi musuhnya.. "Ayahmu berusaha mcnguasai ke¬lem ahannya. meskipun udara masih terasa hangat. dan saling percaya den gan taruhan nyawa kami. adalah nama perem¬puan dari Shigeru. Selama ini Isihida dan aku mencatat semua ingatanku: ayah kalian yang memintanya.

"Ada apa? Apakah kau mendapatkan firasat?" Ada apa? Apakah kau mendapatkan firas at?" Kisah Klan Otori IV Page 76 .

kirin dan shishi. Aku belum me ndengar kabarnya. Arah cahaya tampak miring dari barat menerangi debu di sela-sela besarnya batang pohon dengan pancaran sinar ke emasan. "Keluarga kami terbelah dengan cara yang sama: kami adalah gambara n dari sifat ayah. Seekor kuda putih di dalam istal berukiran indah meringkik kelaparan melihat mer eka. Dia adalah seorang biaraw an. Mungkin mereka akan pulang bersama. "Aku tahu berapa banyak o rang yang menginginkan kematian ayahku. "Keluarga kami terbelah dengan cara yang sama: kami adalah gambara n dari sifat ayah." Shigeko berbalik dan me¬natap kembali ke arah teluk. "Aku tahu berapa banyak ora ng yang menginginkan kematian ayahku. Apa yang akan terjadi pada adik-adikku kelak? Di mana tempat mereka di dunia ini ?" Shigeko bergidik lagi. Putra ketiga Mori Yusuke. dan mengabdikan diri melayani dewa sungai sejak kecil setelah kakaknya tenggelam di pagar penangkap ikan. "Mungkin pulang dalam beberapa hari ini." "Ayah sedang di Hofu! Mungkin mereka bertemu di sana. hanya ter-pecahkan oleh kicau burung. Di lengkungan gerb ang dipenuhi ukiran hewan dalam dongeng: houou. "Suamimu sudah kembali?" tanya Shigeko. dan si kembar pergi meinpersembahkan sesaji bagi hewan yang dianggap keramat itu. pawang kuda dari Klan Otori." Ia memberi isyarat pada si kembar yang tengah men unggu di gerbang kuil. mungkin dia sudah di Hofu. Pepohonan willow besar berbaris di tepi sungai. Kak ak laki-lakinya. dan berusaha mengubah topik pembicaraan." Ia memberi isyarat pada si kembar yang tengah men unggu di gerbang kuil. "Besok kita akan mendaki buki t dan melihat apakah kapal mereka sudah terlihat. Kiyoshige. dulu adalah teman dekat Lord Shigeru."Aku selalu mendapatkan firasat. ku selalu mendapatkan firasat. lewat bagian bawah gerbang besar." sahut Shigeko pelan." Mereka memasuki pintu kuil. di samping pe¬pohonan tumbuh pohon oak dan cedar. ." sahut Shigeko pelan. Kuil itu dibalut hijau¬nya te tumbuhan. Hiruk-pikuk kota memudar menjadi senyap. Seorang laki-laki tua muncul dari belakang aula utama. unsur terakhir dari hutan jaman purba yang pernah menyelimuti tanah ini. Namanya Hiroki. dan berusaha mengubah topik pembicaraan. Apa yang akan terjadi pada adik-adikku kelak? Di mana tempat mereka di dunia ini ?" Shigeko bergidik lagi.

memerhati¬kan si pendeta baik-baik dengan tatapan mata yang sukar dimengerti. Dia memiliki ikatan khusus dengan S higeko melalui kecintaan mereka terhadap kuda. Kucing itu pun mendengkur dengan suara parau. Hiroki mempertahankan tradisi keluarganya. namun mengirimkan seekor kuda hit am jantan yang menjadi ayah dari Raku dan Shun. Shigeko melihat kalau mereka marah. Setelah beramah tamah dan Shigeko mempersembahkan sesaji. yang belum belajar cara mengendalikan amarahnya. meraw at kuda Klan Otori setelah ayahnya pergi ke ujung dunia dalam rangka mencari kuda-kuda cepat dari tanah datar yang luas. Dia teman yang Kisah Klan Otori IV Page 77 . Terutama Miki ya ng mempunyai sifat pemarah. dia datang mencari tempat tinggal pada suatu malam saat hujan deras dan sejak saat itu dia tinggal di sini. Lady!" Layaknya banyak orang yang mengabaikan si kembar. bulu berwarna coklat muda pucat dengan bi ntik hitam dan coklat kemerahan. mengejar sehelai daun gugur.Hiroki tersenyum sewaktu menghampiri mereka. keduanya dijinakkan dan dilatih oleh Takeshi. Yusuke sendiri tidak pemah kembali. "Benar." seru Shigeko. Watak Maya lebih dingin. memandang diri¬nya sebagai penghu bung antara dunia fana dan dunia arwah bagi makhluk-makhtuk yang tidak bisa bicara se hingga tidak ada doa. Hiroki menarik tali ge nta untuk membangkitkan arwah dan Shigeko memanjatkan doa. mengelus-elus kepala dan telinganya . "Selamat datang. bola matanya me-mantulkan cerahnya cahaya matahari. Matanya besar dan ber¬warna kuning kecoklatan. a dik Shigeru. Seekor anak kucing berlari terbirit-birit di sepanjang beranda. namun lebih sulit untuk diredam. "Anda punya teman baru. seolah keberadaan mereka terlalu memalukan untuk diakui. Kedua gadis itu sedikit menarik din di ba wah bayangan pepohonan. selama berbulan¬bulan sebelum kematiannya. Hiroki menangkap kucing itu dengan kedua tangannya.

" Maya memungut sebatang ranting. dan mem¬bungkam tikus-tikus. Satu-satunya hal yang menarik baginya saat ini adalah melayani dewa sungai dan kasih sayangnya pada kuda. dan mem¬bungkam tikus-tikus. Mereka gelisah dan mudah gugup. kuda itu meringkik nyaring lalu bergerak mundur. "Di a sengaja menendang ember itu. "Dia bisa merasakan cuaca di b ulu¬bulunya." Shigeko belum pemah melihat kucing setampan itu. Dua kuda yang l ebih muda berseru menyahutinya. "Apakah dia menggigitmu?" tanya Shi¬geko. kuda-kuda suka pad anya." Miki berlari mengejar mereka. Semua anggota ke luarga Hiroki telah tiada: dia hidup dengan menyaksikan kekalahan Otori di Yaegahara hingga kehancur an kota saat gempa. Mem¬bungkuk lalu menggores dedaunan dengan ranting itu. Orang itu mengangguk. Di salah satu lengannya terlihat tanda bekas gig itan dan lebam." tutur Hiroki. Seorang anak laki-laki lengah mengisi ember air minum kuda hitam jantan itu." gerutu¬nya. kuda-kuda suka padanya. Keduanya memiliki bekas luka gigit an baru di leher dan bagian sampingnya. Saat melihat mereka." Diperlihatkannya lebam ber¬warna ung u gelap di betisnya. Dilihatnya Hiroki amat menyayangi hewan itu. Kucing itu pergi tergesa-gesa dengan ekor tegak lurus. "Dia selalu menyulitkan: . "Ikutlah bersamaku. "Dia juga menendangku. Salah satu sudut di ladang kecil dipagari bambu. Shizuka. Sementara pelayan menunggu dengan sabar di beranda. tapi Maya tetap membungkuk di bawah bayangan." ujar Hiroki. "Aku tidak tahu apa yang harus dilaku¬kan. Si kucing membiarkan dirinya ditepuk¬tepuk selama beberapa saat. rumputnya kering dan banyak bekas jejak kaki. "Akan terjadi badai." ajak Shigeko. tatapan matanya tajam. "Mari pergi melihat kuda. kemudian meronta sampai Hiroki melepasnya.baik. dan seekor kuda jantan hitam di¬k urung di dalamnya. dan merasa senang. tertawa kecil. Kucing itu diam saja." ik. Tanah tempat si kuda agak menanjak. membujuk si kucing untuk mendekat. warna bulunya yang kontras sung guh memukau.

Shigeko mendekati si kuda hitam jantan. Tapi dia s angat keras kepala. Diamatinya kuda itu selama beberapa saat tanpa bicara sepatah kata pun. "Ya." "Dia tampan sekali. "Dikurung pasti membuat keadaannya lebih buruk. "Aku khawatir menaruhnya bersama kuda betina justru akan memperparah keadaan. Bagaimana bila kau membawa sepasang kuda betina yang tua dan mandul apakah mereka bisa menenangkannya dan mengajarinya sopan santun?" Kisah Klan Otori IV Page 78 . Bola mata kuda itu berputar dan telingan ya menegakkan.sekarang malah menjadi berbahaya. menga¬gumi kaki panjang dan punggungnya yang be rotot. juga tinggi: kuda tertinggi yang kami miliki." ujarnya." Hiroki memperingatkan." ujar Shigeko. "Pindahkan kuda yang lebih muda dan biarkan dia memiliki ladang ini sendirian. "Hati-hati. dan saat itulah si kuda mencoba menggigit Sh igeko. bentuk kepala yang sempuma dan mata yang besar." "Tampaknya dia sudah siap dikawinkan!" komentar Shizuka. aku tidak tahu apakah dia bisa dijinakkan. atau apakah kita mesti mengawinkannya . dan mereka semua ter¬tawa karena si kuda memperlihatkan semua gejala kuda jantan yang birahi. dia memang tampan." t utur Hiroki. Bocah pengurus kuda memukulnya ketika Shigeko undur di luar jangkauan gigi si ku da.

"Bangunlah!" Shizuka menatap kucing itu dengan perasaan panik. Shigeko tersenyum pada diri sendiri se¬waktu mereka kembali ke kuil. "Kucing itu menatapku. Shizuka langsung menghampiri Maya. Shigeko berkata dengan kesal. Dia akan lebih menghargai teman bila kesepian!" Aku akan datang setiap hari dan melihat apakah kuda ini bisa dijinakkan. Dan ketika menatap Hiroki yang mulai menangis pelan." sahut si laki-laki tua. "Apa yang Maya lakukan pada kucing itu?" "Aku tidak melakukan apa-apa.. dan menyuruh bo cah tadi menuntun dua kuda tadi ke padang rumput yang lebih jauh." "Ada apa?" tanya Shigeko. "Itu pasti salah satu kemampuan r ahasia.." "Bangun. aku akan mencoba¬nya. tida k dalam waktu yang lama. kan? Sesuatu yang dipelajarinya sewaktu dia pergi? Kemampuan sihir yang mengerikan!" ." kata S higeko. bibirnya berkerut dengan sinis. kemudian tersandung." kata Maya lagi. Dia akan lebih menghargai teman bila kesepian!" Gagasan yang bagus. Kalaupun ter¬bangun. aku akan mencoba¬nya." sahut si laki-laki tua. Maya tengah duduk di beranda di sebelah pelayan. matanya menatap ke bawah. Diraihnya hewan itu lalu d ipeluk¬nya eraterat. "Kucing itu takkan bangun.. "Kami akan membawa kuda betina dalam satu atau dua hari. tapi dari tatapan matanya saat me ndongak. dia berkata pelan. Ketika tersadar. lalu tertidur."Gagasan yang bagus. "Apa yang kau lakukan?" Tidak ada." jawabnya. semua keindahan dan semangat hidup kucing itu tidak terliha t lagi. Mikkan. tapi tidak bangun. Si ku cing tergeletak lemas di atas tanah. Laki-laki tua itu menjerit. lalu bergegas menghampiri." laki-laki tua itu memohon dengan sia-sia. Mungkin Hirosh i akan datang dan mem¬bantuku menjinakkannya. "Kami akan membawa kuda betina dalam satu atau dua hari. ke arah kucing itu. dan menyuruh b ocah tadi menuntun dua kuda tadi ke padang rumput yang lebih jauh. Kucing itu bergerak tedikit. seraya berpikir akan menulis surat pada Hiroshi dan menanyakan sarannya. Maya terlihat seperti ke¬girangan. Dengan usaha yang kentara meng endalikan reaksinya.

Maya harus dih ukum." bisik Shigeko." "Terlambat untuk apa?' tanya Shigeko. dapat Shigeko melihat cahaya samar di dindin g berhiaskan motif emas menonjol saat kilatan halilintar tampak mengarah ke laut. Ramalan cuaca si kucing ternyata benar. "Seharusnya kau tidak ajak mereka ke sana! Kau tahu kalau Ibu tak ingin mereka terlihat berdua di depan umu m. Badai menderu di kejauhan. dan dari tempatnya berlutut. Tapi ia juga khawatir pada si kembar. Aku hanya mengerti sebagian tentang kemampuan Kikuta seperti ini." Kisah Klan Otori IV Page 79 ." *** Shigeko bahkan lebih merindukan ayahnya pulang saat menghadapi kemarahan ibunya. mereka sudah belajar dengan giat. dan merek a berdua diperintahkan tidur di kamar yang terpisah. "Hari ini panas sekali. Ia tidak ter¬biasa dengan kemarahan ibunya dan itu ama t menyakitkan baginya. "Kita harus pulang. dan merasa kalau ibunya bersikap tidak adil pada mereka. kepala tertunduk di hadapan ibunya." "Maaf. "Nanti kuceritakan." gumam Shizuka. Kaede berkata."Jangan bicarakan itu di sini. Kuharap ayahmu ada di sini. Ibu. Tapi mungkin sudah ter-lambat. karena para pelayan kuil berkumpu l dan menatap dengan mulut menganga seraya memegangi jimat. Sorenya di hari yang sama: Shizuka mengajak si kembar pergi untuk menghukum Maya. Mereka perlu p ergi keluar.

" sahut Kaede." sahut Kaede." Kisah Klan Otori IV Page 80 . "Maya harus dikirim pergi. "Maya harus dikirim pergi."Mereka bisa bermain di taman sini." Me reka bisa bermain di taman sini.

Kisah Klan Otori IV Page 82 . ia tidak berdaya.dia tidak berdaya.

dilatih oleh Kenji. karena dia sudah menjadi ketua lebih dari dua puluh tahun: seorang keluarga Muto harus dipi lih untuk menggantikan keduduk-annya. . pelabuhan yang membentuk gerbang masuk ke ibukota Kaisar. jalan-jalan di seluruh Tiga Negar a telah diperbaiki dan pesan-pesan dibawa dengan cepat antar kota-kota besar. Walaupun sudah menduganya. Yuki. Ia mera sa seharusnya Kenji mati dengan damai di kampung halamannya sendiri.Selama pemerintahan Takeo dan Kaede. Satu al asan lagi untuk mengadakan per-jalanan saat ini yaitu untuk bertemu keluarga Tribe. Mungkin mereka akan dieksekusi sekarang. dan Sonoda juga Ai setuju kalau ia harus segera bewingkat ke Hofu. Kematian Kenji juga memengaruhi Tribe . untuk memast ikan kesetiaan dan dukungan mereka serta membahas tentang siapa yang akan menjadi Ketua. namun Zenko mengambil nama keluarga ayahnya dan tidak memiliki ke-mampuan Tribe. Kakak Taku. Tapi di luar wilayah Timu r. dipercaya oleh Takeo. karena kematian seperti i tu akan dianggap kelemahan di mata Kikuta dan hanya akan membuat mereka lebih bersemangat. Zenko. Keputusan atas nasib tawanan juga harus secara resmi dilaksanakan baik oleh Take o maupun Kaede. jalan-jalan di seluruh Tiga Negara telah di perbaiki daelama pemerintahan Takeo dan Kaede. tapi harus dilakukan sesuai huku m agar tidak dianggap sebagai tindakan balas dendam. terbentang bermil-mil negeri tak bertuan sampai ke kota bebas Akashi. Ia ber doa agar kematian Kenji terjadi dengan cepat dan bukannya tanpa makna. sementara Kaede dan anak-anaknya sudah kembali ke Hagi selama musim panas. dan dari sana kabar itu tersiar hingga ke Inumaya melalui pedagang yang sering meneruskan kabar berita dari wilayah Timur kepada Muto Taku. Taku sendiri mewarisi sifat sinis Kenji dan tidak enggan melakukan tindakan balas dendam. merupakan kerabat laki-laki terdekat karena Ke nji hanya memiliki seorang putri yang sudah mati. Miyako. tempat Barisan Awan Tinggi membentuk penghalang alami. Apalagi kini dia berstatus sebagai ksatria berkedudukan tertinggi. tempat Takeo pergi untuk beberapa alasan pemerintahan. Desas-desus tentang kematian Muto Kenji terdengar di Akashi kira-kira di bulan keempat. Taku merasa sedih juga marah atas berita itu. pimpinan Klan Arai yang memimpin wilayah Kumamoto. namun dia menghormati ketegasan Takeo pada keadilan atau setidaknya memberi kesan adil. Taku merasa harus memberitahukan kabar itu pada Takeo. Orang yang tersisa hanyalah Taku yang sudah jelas oinat berbakat dalam kemampuan menghilang serta menggunakan sosok kedua.

tapi berita itu tidak bisa ditunda lagi. Keponakannya. surai dan ekor sehitam arang warna yang amat dihargai di Tiga Negara. anak-anak menghiburnya. diucapkannya selamat tinggal pada keluarganya tanpa penyesalan. ia bersiap pergi keesokan harinya dengan lega bercamp ur penuh harapan. namun ia t ak pernah menyukai kuda seperti kuda yang satu ini. Saat ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan perjalanan. yang dijinakkannya sendiri serta tumbu h dewasa bersama dirinya. menunggang kuda pemberian Takeo kepadanya saat masih kecil: anak dari R aku. tak ingin orang lain yang membaw a berita ini. Taku menamainya Ryume.Lagipula Taku merasa gelisah: ia sudah di Inuyama sepanjang musim dingin. Taku berkuda dengan cepat meskipun di tengah cuaca buruk. Sunaomi dan Chikara bersiap-siap melakukan perjalanan. dan kini sudah tua. Sangat jelas bahwa Taku mem¬bawa be rita buruk. Istrin ya menyenangkan. meminta segera dipertemukan dengan Lord Otori. Ryume sudah menjadi ayah dari banyak kuda jantan. hujan musim semi bar u saja mulai turun. Kisah Klan Otori IV Page 83 . tapi kehidupan rumah tangga membuatnya bosan. dan meski pun misinya membawa kabar menyedihkan. namun badai hebat menunda keberangkatan mereka selama dua hari. Kedatangan kirin dan pertemuan dengan adik perempuannya mencegah Takeo untuk per gi secepatnya ke Hagi seperti yang diinginkannya. seraya berharap bisa bertem u Takeo sebelum meninggalkan Hofu. kuda dengan kulit abu-abu pucat. Itulah sebabnya Takeo masih berada di Hofu ketika Muto Taku datang dari Inuyama ke ruma h kakak¬nya.

hanya kenyataan keji bahwa Muto Kenji tiba hampir malam. Tidak ada rincian. hanya kenyataan keji bahwa Muto Kenji Kisah Klan Otori IV Page 84 . ta pi tidak ingin mandi atau makan sebelum bicara dengan Takeo. kelelahan dan tubuhnya yang kotor karena berjalan jauh. tapi tidak ingin mandi atau makan sebelum bicara dengan Takeo.Ia tiba hampir malam. Tidak ada rincian. kelelahan dan tubuhnya yang kotor karena berjalan jauh.

Apak ah ada cara lain?" "Mereka hendak membunuh keluargamu. Kesediha n Takeo memuncak. berapa lama lagi waktu yang mereka butuhkan untuk menanding i jumlah per¬senjataan miliknya? Kenangan tentang gurunya dan masa lalu menghujani dirinya. Berapa lama lagi sampai ia bisa mendapat kabar dari Fumio? Berhasilkah dia menggagalkan penyelun¬dupansenjata api? Dan jika tidak berhasil. Diputuskannya untuk pergi ke Hagi keesokan harinya. Lalu masalah tawanan di Inuyama yang harus dihukum mati. ia meman g¬gil Minoru dan mendiktekan surat untuk Sonoda dan Ai. Sonoda. tapi sebelum membubuhkan cap. dan tak mampu menahan Taku sepenuhnya sesuai dengan kehendaknya. tak ada batu nisan untuk menandai makamnya: cara kematian yang paling sulit untuk ditangisi. Keinginan utamanya adalah bertemu Kaede. dan ia atau salah satu a nggota keluarganya harus hadir. Dan Kono? Mungkin Taku bisa tinggal di wilayah Barat untuk mengawasinya. dan menunggang kuda dengan cepat. namun harus dilakukan sesuai hukum. jauh dan tak terlihat. agar istr inya itu bisa menghiburnya. tapi juga ke¬hilangan semua yang berhubungan dengan¬nya. Su naomi yang akan dibawanya bocah itu pasti bisa menunggang kuda dengan cepat lalu mengirim adikn ya bersama Ishida dan kirin dengan naik kapal begitu cuaca membaik. Saat matahari terbit. Taku bisa mengu rusnya. "Aku merasa enggan untuk memerintah¬kan hukuman mati kedua pemuda-pemudi itu. Kenji sah abat Shigeru: satu mata rantai lagi yang terputus. "Kau yang membuat aturan dan hu . Takeo terjaga semalaman hanya ditemani kesedihan. Setidaknya ia harus membawa salah satu putra Zenko. semakin diperburuk oleh keputusasaannya. Namun kekhawatirannya yang lain tak bisa dising¬kirkan dan menunggu sementara ia meng-hadapi kesedihannya. Tak ada jenazah yang bisa ditangisi." sahut Taku.sudah tiada. Namun ia merasa tak mampu menumpahkan perasaannya di rumah Zenko. mengirim perintah agar Ai menggantikan Kaede. ia berbicar a lagi dengan Taku. tak ada batu nisan untuk menan dai makamnyaudah tiada. Tak ada jenazah yang bisa ditangisi. Ia harus menulis surat pada suami Ai. se-suatu tugas yang akan menciutkan nyali adik iparnya yang berhati lembut itu. Ia berduka tidak hany a karena kehilangan Kenji.

dan mengambil nama ayah kami." "Tapi apakah kematian mereka akan men¬cegah serangan-serangan selanjutnya? Bukan¬kah ini semakin membangkitkan amarah Kikuta pada diriku dan keluargaku?" "Dendam Akio padamu sudah mutlak sifatnya.kuman. Dan kakakku. Ia merasa tak nyaman dengan pemikiran harus berbagi rahasia mereka dengan Zenko. tentu saja. membi arkan nada terkejut terdengar dalam suaranya. Zenk o hanya memiliki sedikit kemampuan Tribe. Kurasa kau yang akan mengambil alih kepemimpinan keluarga sekarang?" "Aku akan bicarakan dengan ibuku. Apa yang akan kau lakukan pada mereka? Memaafkan lalu membebaskan me¬reka justru akan kelihatan seperti kelemahan. Aku akan berangkat Kisah Klan Otori IV Page 85 . demi formalitas. Ia tak akan mundur selama kau masih hidup. "Kakakmu mengusulkan agar aku meng¬angkat salah satu putranya." ujar Takeo. Ia lebih suka menyerahkan penanganan masalah pada Kenji dan Taku. "Sama realistis dan pragmatisnya seperti Kenji." Takeo menaikkan alis sedikit. Kau harus hidup lebih lama daripada merek a. lalu menambah¬ka n. dan dipenjara dalam waktu lama lebih kejam ketimbang kematian dengan cara cepat." "Kau seperti Kenji. tapi tetap saja dia lebih tua dariku. dan cepat atau lambat mereka akan kehabisan orang yang mau dan mampu melakukannya. "Sunaomi akan menemaniku ke Hagi. "Namun kematian akan menyingkirkan dua pembunuh lagi. memercayai Kenji sepenuh¬nya." sahut Taku." tutur Takeo. yang diketahuinya tak akan luput dari perhati an Taku.

kepercayaanmu pada kakakku sudah terkikis. den gan hujan yang mengancam akan turun. Mari berjalan¬jalan debentar lagi. "K urasa. Tapi ada banyak hal yang harus kita bicarakan terlebih dulu. kurasa ambisi mereka masih bisa dibendung." Sinar matahari yang baru terbit tampak kelabu. "Jangan sekali-kali membunuh saudara kandung. Meng¬ingat kalau Zenko juga keluarga Muto. begitu pula dengan masalah penyelundupan senjata. mem¬buatnya selalu siaga. Masa- . menjadi lebih gelap lagi. Ia sadar kalau Zenko mungkin sedang mengawasinya. serta ada hubungan saudara dengan Kikut a. Tapi aku harus memintamu menutup mulut lebih rap at dari biasanya. tapi selama kedua putra mereka di tang anku. Taku menyerap semua penjelasan ini dalam diam. Mari berjalan¬jalan di taman. Takeo sudah bisa memperkirakan bagai¬mana rasa sakit pada luka lamanya akan memper buruk harihari selama menunggang kuda. Aku tidak memercayai kakakmu maupun istrinya. memben ci kedekatannya dengan Taku. dan tidak mengungkap apa pun yang bisa menguntungkan dirinya. Tapi ada banyak hal yang harus kita bicarakan terle bih dulu." Minoru mengingatkannya. Kakakmu selalu menyalahkank u atas kematian ayahmu dan kini sepertinya Kaisar dan kalangan istananya pun ber¬anggapan s ama. tahu kalau dirinya akan menaruh kepercayaan pada adikn ya. pagi terasa lembap dan basah. Aku akan membicarakan masalah itu lebih jauh lag i dengan istriku sebelum aku memutuskan. "Jangan!" sahut Takeo cepat. tapi kita semua tahu sumpah s etia tidak ada artinya bila ber¬hadapan dengan ambisi akan kekuasaan. Ambisi mereka harus dibendung: alternatif la innya adalah akan terjadi perang saudara lagi atau aku harus memerintahkan kakakmu bunuh diri.sebentar lagi. Per¬jalanan itu akan basah dan tidak nyaman." "Lord Otori. "Tidakkah Anda harus menyelesaikan surat¬nya lebih dulu?" "Tidak. Berharap benar adanya kalau Zenko tak memiliki kemampuan Tribe." "Kakakmu telah memperbarui sumpah setianya padaku." sahutnya. Aku akan menghindari ini selama mungkin. Takeo menceritakan dengan pelan pada Taku secara singkat tentang pesan Lord Kono. Kita akan mengirimnya dari Hagi." Kebiasaan Taku dalam ekspresi sinisme yang senang. satu-satunya komentar darinya. bawa saja bersama kita. "Aku yang akan membunuhnya bila dia mengkhianatimu.

kemudian berkata p elan. anak itu kini berusi a enam belas tahun: cukup usia. Aku tak mampu mencabut nyawa kakakmu ketika pisauku di lehernya saat s engitnya pertempuran. bahwa aku aman d ari kematian. dalam kalangan Tribe." Kisah Klan Otori IV Page 86 . "Tapi katakan: apakah Kenji pernah mengatakan ramalan tentang diriku. Ramalan itu membuat aku percaya karena telah memberiku waktu untuk meraih segala yang kuinginkan tanpa ketakutan. sambil tersenyum penuh penyesalan." sahut Takeo. untuk membunuh." Taku menawarkan." "Aku juga tidak mudah percaya. Saat itu pa man menceritakan apa yang telah dikatakan tentang dirimu. kadang tidak. Aku tak akan memerintahkan untuk membunuh putraku sendiri. kecuali di tangan putraku sendiri?" "Ya pernah. dan mengapa ancaman serangan tidak melumpuhkan diri¬m u atau membuatmu bertindak kejam. seperti juga semua ora ng termasuk dirimu sendiri. setelah salah satu percobaan pembunuhan padamu. Kakakmu. Bagaimana pun juga. seperti yang akan dilakukan sebagian besar orang. "Taku." Ia berhenti sesaat. Maka kini aku merasa te rjebak: dapatkah aku berhenti percaya ketika ramalan itu tidak lagi sesuai dengan keadaanku?" "Bakal cukup mudah untuk menyingkir¬kan bocah itu. kau tidak belajar apa-apa dari semua jerih payahku! Masa-masa pem¬bunuhan r ahasia sudah berakhir. dia berkomentar mung kin ramalan itu benar adanya tak biasanya paman percaya pada ramalan dan pertanda. Paman menceritakan itu seb agian untuk menjelas¬kan ketidaktakutanmu. "Kadang aku percaya kebenaran kata-kata itu. Taku harus dibatasi Hukum.masa pertumpahan darah antar keluarga telah berakhir.

Setelah beberapa saat Takeo melanjutkan. "Siapa lagi yang tahu tentang ramalan i ni?" etelah beberapa saat Takeo melanjutkan. "Siapa lagi yang tahu tentang ramal an ini?" Kisah Klan Otori IV Page 87 .

tabib Ishida ada di sana. namun jelas terlihat kalau dia khawatir meninggalkan orangtua dan keluar ganya. Kenji mengatakan itu untuk meya¬kinkan Ishida bahwa kau takkan mati. "Awasi dengan baik. Semua orang terus membicarakannya selama berminggu-minggu." ujarnya." * Takeo berangkat kira-kira pada Waktu Ular* di mana hujan belum turun. Kenji mengatakan itu untuk meya¬kinkan Ishida bahwa kau takkan mati. Sementara Takeo didampingi Jun dan Shin. Dia sedang men g¬obati luka dan mencoba meredakan demam¬mu. seperti yang kau sara nkan.. "Satu hal lagi." Taku mengangguk. Di malam pertama mereka menginap di desa kecil. karena tabib itu hampir menyerah. dilapisi batu kerikil atau diratakan setiap jengkalnya.. Taku berkata. tempat be berapa penginapan dibangun selama masa kemakmuran negara ini." "Saat itu aku akan memilih untuk tidak percaya!" sahut Takeo pura-pura bicara de ngan nada ringan yang justru tidak dirasa¬kannya. karena tabib itu hampir menyerah." Sewaktu mereka berpisah. Dua pengawal Zenko ikut untuk mengurusnya. dan dia menjadi putramu. dua puluh prajurit serta Minoru. Bila kau mengangkat Sunao mi sebagai anak. namun menj elang malam hujan turun dengan deras. Jalanan terawat dengan baik. Dia sedang me ng¬obati luka dan mencoba meredakan demam¬mu."Saat Kenji menceritakan hal ini padaku." "Maka biarkan ramalan itu tetap menjadi rahasia." Saat Kenji menceritakan hal ini padaku." "Zenko tidak tahu?" "Dia tahu keberadaan putramu dia di desa Muto ketika berita kematian Yuki datang. dan bertemu Miyoshi Kahei yang sudah diberitahu kurir bahwa Lord Otori dalam perjalanan ke utara.. setiap kota kecil dijaga sehingga perjalanan menjadi aman dan cepat. bersemangat untuk ber¬sikap dengan be nar dan berani. "Aku akan tinggal di sini bersama mereka. . Meskipun hujan. tabib Ishida ada di sana. dan mungkin cari tahu lebih banyak lagi tentang niat orangtuanya yang sebenarnya. Desa ini acapkali menjadi tempat tra nsit para pedagang yang melakukan perjalanan antara Hofu dan Hagi. Sunaomi diam saja. pastikan kalau Chikara berangkat bersama Ishida. Tapi kurasa Kenji tidak mencerita kan soal ramalan itu pada orang lain. mereka sampai di sungai pada sore di hari ketiga .

Adiknya. menuju ke kota. Keluarga Miyoshi merupakan salah satu keluarga terhebat dalam Klan Oto ri.Atas kesetiaannya pada Takeo. "Kau akan ke Terayama?" Kahei bertanya setelah mereka saling memberi salam dan m enunggang kuda berdampingan ke utara. Dia juga pemimpin yang ahli strate gi dan taktik sehingga." "Apa sebaiknya kukirim kabar ke biara agar mereka datang ke kastil?'" Halaman 88 dari 500 . Yamagata dulu diserahkan pada Tohan setelah kekalahan Otori di Yaega¬hara. dan menjadi murid Kubo Makoto dan pengikut Ajaran Houou." jawab Takeo. lebih bersimpati pada keinginan Takeo untuk mengakhiri ke¬kerasan. Kahei dianugerahi kota Yamagata dan daerah¬daerah ya ng mengelilinginya. dan Kahei merupakan pemimpin yang disukai banyak orang. Kahei pasti menyesali tahun-tahun yang penuh kedamaian da n merindukan konflik baru untuk menguji keabsahan teori-teori¬nya serta kekuatan dan ketrampila n pasukan¬nya. "Aku belum memutuskan. pikir Takeo. hutan lebat yang membentuk jantung Negara Tengah serta tanah pe rtanian yang kaya di kedua sisi sungai. Gemba. "Bukannya aku tidak menginginkannya. tapi aku tak ingin tertunda sampai di Hagi.

Ia merasakan per¬cikan ketertarikan yang tak terduga: beta pa indahnya memiliki seorang putra untuk dibesarkan dan dididik dengan ajaran ini. serta bertemu Makoto dan para ksatria lain dengan k ematangan spiritual yang menjadikan biara itu pusat kegiatan serta rumah mereka. Segala iiamnya sesuatunya diatur untuk pergi pagi-pagi kees okan harinya. Air hujan mem¬bentuk torehan garis pada batang pepohonan cedar. te rutama Muto Kenji. Ia merasakan per¬cikan ketertarikan yang tak terduga: beta pa indahnya memiliki seorang putra untuk dibesarkan dan dididik dengan ajaran ini. Sunaomi tampak pand ai sekaligus sensitif: Ajaran Houou mungkin bisa menjadi ajaran yang tepat baginya. timbulnya kekuatan emosi ini mengejutkan dirinya. Minoru tinggal di Yamagata untuk meng¬awasi rincian administratif dan menyiapkan b ukti catatan yang akan diperlukan untuk pengadilan nanti. karena kematian Kenji meninggalkan kekosongan besar dalam hidupnya y . Kenji yang dalam perjalanan itu berpura¬pura menjadi kakek-kakek yang bodoh. serta bertemu Makoto dan para ksatria lain dengan k ematangan spiritual yang menjadikan biara itu pusat kegiatan serta rumah mereka. gemar minum sake dan lukisan. Langkah kuda diredam oleh tanah yang basah. M ereka berkuda tanpa bicara. Hujan berubah menjadi kabut: wajah bumi terselubung awan kelabu. Takeshi dan Ichiro. Aku menya¬yangimu. Sunaomi tampak pand ai sekaligus sensitif: Ajaran Houou mungkin bisa menjadi ajaran yang tepat baginya. seperti yang telah terbukti pada putrinya. Minoru tinggal di Yamagata untuk meng¬awasi rincian administratif dan menyiapkan b ukti catatan yang akan diperlukan untuk pengadilan nanti. ziarah ke makam Shigeru. Shigeko. seperti yang telah terbukti pada putrinya. Shigeko. Takeo pikir tidak ada salahnya kalau Sunaomi berkunjung ke tempat suci Klan Otor i. ziarah ke makam Shigeru.Takeo melihat tidak ada lagi cara meng¬hindar tanpa menyinggung perasaan sahabat l amanya ini. nama paling baru yang dituliskan di buku besar nama orang-orang yang tela h tiada. nyeri yang dirasakan Takeo ternyata tidak separah dugaanny a. di atas pegunungan langit tampak bermain. Takeo merasakan kesendirian yang menyakit¬kan. timbulnya kekuatan emosi ini mengejutkan dirinya. Aku tidak ingin kehilanganmu. Takeshi dan Ichiro. Segala iiamnya sesuatunya diatur untuk pergi pagi-pagi kees okan harinya. dan balu tan awan seputih mutiara tampak bak umbul-umbul di lereng. Takeo pikir tidak ada salahnya kalau Sunaomi berkunjung ke tempat suci Klan Otor i. meneteskan embun. dan benaknya penuh dengan kenangan akan kunjungannya yang pertama ke biara ini beserta orangorang yang menunggang kuda bersamanya bertahun-tahun lalu. akeo melihat tidak ada lagi cara meng¬hindar tanpa menyinggung perasaan sahabat la manya ini. Orang yang paling diingatnya.

pada seluruh negara. Dia tak¬kan memanjatkan doa yang dibutuhkan bagi nenek moyangnya. dan dua pemuda lagi akan kehilangan nyawa sebagai hasilnya. dan sudah melaku¬kannya sejak usia sembilan tahun. kerinduan serta kemarahan. Putraku. Bagaimana kalau aku m encoba men¬dapatkan anak itu kembali? Tapi itu berarti mengungkap keberadaan anak itu pada istri serta ketiga putrinya . Rahasia itu telah tersembunyi sekian lama hingga Takeo tidak tahu bagai¬ma na mengutarakannya. cucun ya. Jalan setapak itu sempit sehingga mereka dalam kelompok kecil Sunaomi dan kedua pe ngawalnya. kedua pengawal Takeo serta tiga ksatria Otori lainnya. serapuh yang pernah dira sakannya setelah bertarung dengan Kikuta Kotaro yang telah membuat tangannya cacat. yang ditahan Kikuta. Kenji telah menduga kalau mereka mungkin mau. Tak ada orang lain lagi yang bisa menghormati kenangan akan Kenji. Seperti Taku. ia tidak bersemangat bila jumlahnya makin ber¬kurang. Dia tak pernah m engenal ayah maupun kakeknya. Andai Kikuta mau berunding agar bisa diberi semacam hak khusus. menceritakan padanya sed ikit tentang sejarah biara. men¬dukung d an memberi nasehat di masa-masa awal berkuasa di Tiga Negara. burung suci yang bersarang di hutan kecil di belakang biara. Takeo ingin tahu berapa banyak lagi pembunuh yang Kikuta miliki." Halaman 89 . semua keluarga kecuali Kikuta. memecah Tribe dan mem bawa empat dari lima keluarga di bawah kekuasaannya. putriku datang ke sini setiap musim dingin. tentang pahlawan-pahlawan Otori yang dimakamkan di sana. dia memilih untuk mendekati Akio.ang tak akan bisa terisi lagi. dan mem pertahan¬kan jaringan mata-mata yang menjaga Takeo dan negara agar tetap aman. Pikirannya lalu melayang ke satu-satunya keturunan Kenji yang masih hidup. dan sekali lagi ia merasa rapuh. Takeo memanggil Sunaomi agar berjalan bersamanya. dan kini dia telah tiada. Kenji mengajarinya cara mempertahankan diri dengan menggunakan tangan kiri. Tapi setelah mereka meninggalkan kuda di tempat penginapan d i kaki gunung suci. pikirnya dengan penyesalan. dan ksatria yang mengabdik an dirinya pada Ajaran Houou. ditambah dua anak buah Ka hei berkuda dalam satu barisan. tentang houou. tapi tidak seperti Taku. "Kami akan mengirimmu kemari bila kau sudah lebih besar.

dari 500 .

Mungkin kau tidak cocok dengan ajaran ini." Takeo melihat cahaya berkilap di mata bocah itu. Tapi Ajaran Houou sangat menuntut pengendalian diri. Ada ."Aku akan melakukan apa saja yang paman inginkan." Takeo hampir tidak bisa mengucapkan nama kota itu." "Chikara melakukan perjalanan bersama kirin. "Kuharap diriku cocok dengan aj aran ini. menuju hutan kecil suci di belakang biara. dan juga kekuatan fisik serta mental. ksatria seperti Miyoshi Gemba. apa yang harus dipelajari untuk mengikuti Ajaran H ouou?" "Orangorang yang akan kita temui yang akan memberitahukan: biarawan seperti Kubo Makoto. Itu adil. dan seorang biarawan diminta u ntuk memberitahukan Kepala Biara." Sunaomi tampak kecewa. Matsuda Shingen. Paman. Kabut lebih tebal menyelimuti tentera abu-abu dan batu nisan yang dipersuram ole h embun dan bintik-bintik lumut hijau dan putih. Hampir dipastikan kau bisa melihat burung itu karena sekarang jumlah¬nya banyak. melewati kolam ikan tempat ikan air tawar merah dan keemasan ber¬d esakan dan mencipakkan air. Meninggalkan Sunaomi dan anak buahnya di sana. tempat para bangsawan Otori dimakamkan. Tapi ia berusaha menyembunyikan perasaan¬nya dengan cara yang s ama seperti yang dilakukannya seharian berusaha menyem¬bunyikan rasa nyeri dan penderi taannya. "Aku berharap bisa melihat burung houou dengan mata kepalaku sendiri!" "Kita akan bangun pagi-pagi sekali dan pergi ke hutan kecil itu sebelum kembali ke Yamagata. setengah ber¬teriak. "Putri sulungku akan menceritakan lebih banyak lagi tentang ajaran ini begitu ki ta tiba di Hagi. Tapi." sahut bocah itu." sahut bocah itu. "dan aku ber¬kesempata n melihat houou. begitu besar keinginannya unt uk berada di sana dan bersama Kaede. menyusuri tanjakan terjal jalan pegunungan. dan Makoto tentang kedatangan mere ka. Lumut yang berwarna hijau tua menutupi bagi an dasarnya. "Aku berhara p bisa melihat burung houou dengan mata kepalaku sendiri!" ku akan melakukan apa saja yang paman inginkan. "Jadi aku tidak akan belajar memanah dan berpedang? Itu y ang ayah ajarkan pada kami. Takeo berjalan melewati taman. atau di Inu yama saat kita sudah sampai." sahut Sunaomi. dan ayah ingin kami mahir dalam keduanya. Mereka dikawal menuju griya tamu. Di gerbang biara mereka disambut dengan kegembiraan. Ajaran utamanya yaitu tidak meng¬inginkan kekerasan." "Kau akan melanjutkan pelatihan bersama putra-putra ksatria di Hagi." seru Sunaomi.

pikir Takeo. dan telah menjalani hidupnya sesuai dengan tujuan sang men¬diang. Asap ketabu naik perlahan. Makoto berlutut lalu meletakkan kedua benda itu di depan makam. menerangi suramnya hari ini. dengan semua kenangan menyakitkan. berat . Wajahnya basah karena kabut dan air mata. Dalam waktu lama mereka berdua tidak bicara sepatah kata pun. mereka langsung mengenalinya dari lencana di jubahnya. dari tangan yang terbungkus sarung tangan hitam. namun Takeo me mberi salam lalu menyuruh mereka berdiri. berdoa bagi laki-laki yang telah menjadi pahl awan dan perwujudan dewa. bercampur kabut. Sen ang sekali bertemu denganmu. dan Takeo berbalik melihat Makoto berjalan me nghampiri sambil membawa lentera di satu tangan dan tempat dupa kecil di tangan yang satunya lagi . kekuatan Negara Tengah dan Klan Otori. kemudian meminta meninggalkan dirinya sendiri di d ekat makam. Kemudian genta ber dentang dari pelataran biara. Mereka menjatuhkan diri ke tanah.seutas tali rami baru berkilauan di sekeliling makam Shigeru. kue mochi dan sake. "Mari masuk dan makan. Ketika melihat ia mendekat. mungkin ada satu atau dua pedagang dari Yamagata yang turut serta. Ia berhutang nyawa pada Shigeru. segenggam penuh bunga warna mer ah tua. Lentera menyala dengan tenang. Terasa ada gerakan di belakangnya. menatap sesaji yang ada di sana. Sebagian besar dari mere ka adalah petani. Kau pasti lapar." Halaman 90 dari 500 . Masa lalu muncul di sekelilingnya. memenuhi udara dengan aromanya. dan sekerumunan or ang berdiri menundukkan kepala di depan makam. Takeo berlutut. dan Makoto berkata.

sempat timbul rasa saling menyukai di mereka berdua.Mereka berdua bangkit dan saling mengamati. Seluruh sik apnya memancarkan ketenangan dan pengendalian diri. Makoto merasakan bila sahabatnya itu sedang menghadapi masalah. Aku akan ke Hagi untuk memberitahukan kabar i ni pada keluargaku. dan untuk sesaat kasih sayang di antara mereka begitu kuatnya bak sepasang kekasih. Makoto pernah berte mpur reka berdua bangkit dan saling mengamati. Mereka pertama kali bertemu tepat di tempat ini. Takeo yakin kalau teman lamanya yang satu lagi. Tentu saja kau i ngin bersama Lady Otori di saat seperti ini. Suara-suara biara yang tidak asing lagi menyelimuti dirinya. ia akan menyumbangkan Jato pedang y ang selalu ia bawa meskipun tak lagi digunakan selama bertahun-tahun lalu berhenti men jalani hidup sebagai ksatria dan penguasa. tujuh belas lahun lalu. Miyoshi Gemba pasti kelihatan sama. tujuh belas lahun lalu. sempat timbul rasa saling menyukai di mereka berdua. Muto telah tiada. Kenji teman yang setia. Takeo me¬rasakan ada sedikit penyesalan karena jalan hidup ya ng memanggilnya untuk dijalani sangat berbeda. Karena sudah begitu mengenal Takeo. maka Makoto bertanya. Tapi haruskah kau pergi begitu cepat? Maaf. Tinggallah selama beberapa hari di sini untuk memulihkan kekuatanmu. mengabdikan diri dengan meluki s dan merancang taman seperti seniman besar Sesshu. tapi kau tampak lelah. Makoto pernah berte mpur bersama Takeo di Asagawa dan Kusahara dan selama bertahun-tahun menjadi teman te r¬dekatnya. melepaskan d iri dari kekuasaan atas hidup dan mati setiap orang di negara ini. Dia pergi untuk berund ing dengan keluarga Kikuta dan tidak kembali. Mereka pertama kali bertemu tepat di t empat ini. tan pa kerutan di wajahnya yang tenang. Makoto saat ini berusia tiga puluhan. la yaknya para pengikut ajaran ini. tergoda oleh ajakan itu. merasa iri pada Makoto dengan penampil an¬nya yang sempurna secara fisik dan spiritual¬nya." "Aku turut berduka atas kehilangan ini. membebaskan diri dari beban yang berat dan menyakitkan di balik kekuatan ini. "Apa yang terjadi?" "Aku akan menceritakannya dengan cepat. Kami akan ke Yamagata besok. Dengan sadar dibuka¬n ya gerbang . dan untuk sesaat kasih sayang di antara mereka begitu kuatnya bak sepasang kekasih. Bersumpah untuk tidak mem-bunuh lagi. sinar matanya penuh kehangatan dan kegembira¬an." Takeo tersenyum. ia berangan-angan mengundurkan di sini. Seperti yang selalu dilakukannya saa t mengunjungi Terayama.

"Aku minum terlalu banyak. desingan layang-laya ng dari puncak pepohonan. "Zenko sedang buat masalah?" "Lebih dari biasanya." "Beliau masih bersama kami. Dan ada perkem¬bangan di wilayah Timur yang harus kuceritaka n padamu." Dahi Makoto berkerut." ujarnya. bahkan sepertinya tida k pernah tidur." sahut Makoto. Aku harus merencana¬kan jawabanku dengan hati-hati. "Aku baik-baik saja. tapi aku sudah kebal dengannya aku jarangjarang meminum-nya. Namun tak ada orang lain yang bisa mengambil alih perannya: mustahil bisa menjau h dari semua itu. Bagaimana kabar Lord Matsuda? Aku juga berharap bi sa mendapatkan saran darinya. Tapi pikiran¬nya masih tetap jernih. seperti danau di pegunungan. "Jarang makan. bahkan mungkin lebih jernih. bulu warna abu-abu mereka tampak jelas dengan sinar agak redup s erta gelapnya warna dedaunan.pendengarannya dan membiar¬kan suara-suara itu menyirami dirinya. suara Sunaomi dari griya tamu. Bahkan mungkin aku harus pergi ke Miyako. Tampaknya beliau sudah separuh berada di dunia lain. percikan air ter jun di kejauhan." Halaman 91 dari 500 . Mungkin aku akan mengirimn ya kemari dalam satu atau dua tahun lagi. Dibayangkannya bagaimana ia bisa melukis mereka. Kami akan menginap semalam di sini: aku ingin putra Arai melihat bi ara ini dan bertemu denganmu. Dia akan tinggal ber¬sama keluargaku. tapi sake meredakan ra sa sakitku. Kita akan bicarakan hal iiu nanti. Ishida memberiku minuman pengurang rasa sakit. Dua burung gereja hing gap di ranting. gumaman doa dari aula utama.

" Makoto mengamati. "Kami di sini men¬doakanmu setiap waktu. paling tidak. atau menggunakan sosok kedua." ujar Takeo. "Kita makan dulu." "Kukira itu bisa membuat perbedaan! Mungkin doa kalian yang telah memper¬tahankan kedamaian selama hampir lima belas tahun."Kuharap pikiranku ada di sini. Kupakai kata " mempertahankan" untuk me¬nunjukkan otot dan kekuatan yang dibutuh¬kan. "Tapi pikiran lebih menyerupai salah satu kolam ikan itu: penuh gagasan dan masalah juga sampa h di sekelilingnya. Dan aku tidak tahu kalau itu bisa membantu. tapi keseimbangan spiritual yang kami pertahankan di sini. kami akan berikan saran untukmu.. "Tapi pikiran lebih menyerupai salah satu kolam ikan itu: penuh gagasan dan masalah juga sampa h di sekelilingnya." Makoto tersenyum. jika tidak bisa disebut peperangan. Tapi bagaimana ini bisa membantuku menghadapi Kaisar dan jenderal barunya. kekuatan pemanah untuk mem¬bengkokkan busur atau balok di menara lonceng untuk menahan berat lonceng. selagi mereka berjalan kembali ke b iara. masing-masing berusaha menarik perhatian¬ku. selagi mereka berjalan kembali ke bi ara. sangat berbeda dengan kami yang harus melalui disiplin diri dan pengenalan diri. masing-masing berusaha menarik perhatian¬ku." *** ." sahut Makoto tenang. "Aku tak punya waktu bermeditasi. Aku melihat perbedaan dalam diri para ksatria yang mengikuti ajara nmu: disiplin dan welas asih mereka. saat ini. " Takeo tidak setuju: ia belum pernah melihat Makoto atau murid-muridnya meng¬gunaka n kemampuan menghilang. lagi¬pula aku hanya mendapat sedikit pelatihan a tau pendidikan tentang ajaran itu." "Aku percaya. Aku terlibat dal am pemerintahan." ujar Takeo.. "Bukan hanya doa yang hampa atau lantun an pujian tanpa makna." Kuharap pikiranku ada di sini." "Kau seharusnya mencoba menenangkan pikiran setiap harinya. yang akan memerintahkan aku mengasing¬kan diri?" "Saat kau ceritakan semuanya nanti. "Satu-satu kemampuan meditasi yang kumiliki adalah kemampuan Tribe dan tujuannya a gak berbeda!" "Tapi bila kuamati kemampuan itu begitu memang ada dalam dirimu dan anggota Trib e lainnya. Dirasakannya keraguan Makoto. dan menyesalinya." Makoto ber¬j anji. lalu kau ber¬istirahat." "Aku yakin begitu.

sedikit nasi. minum teh dan berbincang-bincang dengan suara pelan. Wajahnya bersinar dan mat anya berkilauan. Lalu mandi di mata air panas. Takeo menyadari kalau bocah itu ter¬sentuh oleh sesuatu. Makoto mengajak Sunaomi bertemu dengan beberapa murid yang masih muda. Beruang memberinya makan. d an sop. "Dia kembali saat kau tidur.Setelah selesai makan siang sederhana yang terdiri dari sayuran. Takeo tertidur. kehijauan. menge-nang ketika ia berendam di kolam yang sama saat salju turun sew aktu melarikan diri ke Terayama bertahun-tahun lalu. "Lord Miyoshi menceritakan bagaimana dia hidup di pegunungan sendirian selama li ma tahun. Halaman 92 dari 500 . Jun dan Shin duduk di luar. Takeo melangkah ke beranda tepat saat Makoto dan Sun aomi kembali. "Lord Miyoshi tahu hal-hal semacam ini. hujan mulai turun dengan derasnya. Ia tidak ber¬mimpi. dan tiba-tiba keinginan untuk berbaring tak tertahankan lagi. Dia s udah tahu kau ada di sini. dan pada malam-malam yang dingin mem¬beku meringkuk memeluknya agar tetap hangat!" "Gemba ada di sini?" tanya Takeo pada Makoto. rasa sakitnya berkurang seolah luruh dengan bunyi rintik hujan b ak gendang bertalutalu di aiap." sahut Makoto sambil tertawa." "Bagaimana Lord Miyoshi bisa tahu?" tanya Sunaomi. Cahaya mulai meredup. Setelah selesai berpakaian. dan terbangun dengan pikiran yang lebih jernih.

"Mendekatlah. malam telah menjelang dan be¬batuan di taman tampak seperti bayangan hitam. mari kita menemui Kepala Biara. dan Takeo mengenal s osok tanpa suara yang sedang duduk bermeditasi di dalamnya. Mata Matsuda mencari-cari wajah Takeo. nyaris tak terlihat. merasa malu akan air mata yang sebentar lagi tumpah. pikirnya. Harum lembut bunga serta tanah yang basah merebak ke dalam aula. Hujan telah reda. Waktu tidaklah bergerak bagi lukisan¬lukisan itu. dan telah me¬masuki dunia j iwa yang suci. Mereka mengikuti jalan setapak terbuat dari papan menyeberangi satu cabang lagi aliran sungai kecil menuju aula tempat lukis an Sesshu. Biar kusentuh dirimu."Apakah beruang-beruang itu yang mem beri tahunya?" Apakah beruang-beruang itu y ang mem beri tahunya?" "Kemungkinan begitu! Lord Otori. bangau mereka masi h seperti dulu." Kasih sayang dalam nada suaranya mem¬buat Takeo terharu. Takeo berjalan bersama M akoto melewati aula tempat makan di biara. Tempat itu kini kosong. dan ke pelataran di depan aula utama. sedangkan begitu banyak orang yang pernah melihat mereka kini telah tiada. terba ng jauh bak burung . Di ujung cabang uta ma sungai kecil." Meninggalkan Sunaomi bersama kedua pengawal pribadinya. Dirasakannya air mata men gambang ketika laki-laki tua itu men¬condongkan badan ke depan lalu menepuk¬kan tangan. Kuda. tak ada cahaya yang bersinar dari dalamnya. Takeo berlutut lalu membungkuk sampai ke lantai di hadapannya. ke lukisan-lukisan Sesshu indah. T akeo tidak membalas tatapannya malah melihat ke belakang. dan menghadap ke taman. menyeberangi sungai kecil yang dialihkan air nya agar mengalir melewati dapur. berdiri griya tamu perempuan te mpat Takeo dan Kaede menghabiskan malam pertama pernikahan mereka. Di dalam aula uta ma ada ratusan lentera dan lilin yang menyinari patung emas Sang Pencerah. Matsuda sudah berada di aula." ujar Matsuda. tempat rahib-rahib muda mem bereskan mangkuk bekas makan malam. bersandar pada bantalan tebal yang disangga dua ra hib tanpa suara dan tidak bergerak. "Biar ku¬lihat dirimu. Matsuda adalah sa tu-satunya orang di Tiga Negara yang paling dihormatinya. yang mengalir di sepanjang taman dan menuruni gunung. Matsuda sudah tua saat pertama kali Takeo bertemu dengannya. bahkan batasan kehidupan. kini sepertinya dia telah m elewati jauh dari batasan usia yang mengekang. Bunyi air terjun kedengaran lebih keras di sini.

"Aku hanya terkejut mengapa begitu lama baru mereka mengancammu." Matsuda tertawa kecil. Kono. duduk di bawah bayangan di belakang Matsuda. Satu satu kasa yang kosong. dan Takeo sada r kalau orang itu adalah Miyoshi Gemba. datang berpura¬pura mengunjungi tanah milik ayahnya. aku diminta untuk mengundurkan diri dan mengasingkan diri. Alasa n yang lainnya adalah Arai Zenko telah berhubungan dengan Kono. Orang ini mencondong¬kan badan ke depan sekarang.gereja. Aku mencurigai Zenko me nganggap dirinya sebagai penerusku." ujar Matsuda. menurut legenda. Gemba Halaman 93 dari 500 ." "Kurasa ada dua alasan. pertama Kaisar memiliki jenderal baru yang telah menaklu k¬kan wilayah Timur dan sekarang pasti meng¬anggap dirinya cukup kuat untuk meman¬cing kita. Usia mereka hampir sebaya. diperhatikannya ada satu orang lain berada di dal am aula. tapi seperti hal¬nya Ma koto." "Aku tidak kaget kalau Kaisar bingung dan takut padamu. Di saat bersamaan." Takeo merasakan amarahnya meletup lagi. "Jadi Kaisar merasa khawatir dengan diri¬mu. tapi s ebenarnya dia memberitahuku bahwa aku telah membuat Kaisar merasa tidak senang bahkan dianggap penjahat. lukisan burung-burung itu b egitu hidup hingga akhimya terbang. "Putra Fujiwara. dan segera menyadari kalau Matsuda dan M akoto melihatnya.

"Tapi aku sudah sampai pada usia dimana perbincangan membuatku lelah. Gemba memandangnya dengan t atapan lembut. ahli nujum dan penyihir. Aku takut kalau satu-satunya jawaban yang ma suk akal yaitu dengan kekerasan." sahut Gemba. mpak tidak berubah seiring dengan berjalannya waktu." ujar Takeo. "Kau harus hadapi mereka sendiri. "Mereka punya banya k peramal. Matsuda mengeluarkan kata-kata ini dengan penuh keyakinan." "Kaisar harus bertemu dengannya dan memberi restu serta persetujuan kepadanya bi la dia memang akan menjadi penerusmu seperti yang seharusnya. "Kita tidak perlu mempenimbang kan pilihan Iain. Kaisar sedang membangun kekuatan untuk melawanku. kau mungkin bisa yakin kalau kami mampu menandingi tipuan mereka.nampak tidak berubah seiring dengan berjalannya waktu. dan mencapai kesimpulan yang bijaksana?" "Kita bisa membahasnya bila kau mau." Seperti Gemba. Aku bisa lihat titik akhir yang akan d . Kau akan mendapatkan duku ngan Kaisar. "Kita tidak perlu membahas hal ini?" tanya Takeo. Putri¬mu juga harus ikut. Terdengar olehnya desisan cahaya tadi saat hujan memadamkannya. santai namun penuh kekuatan hampir seperti beruang. "Aku senang ber¬temu denganmu! Tapi apakah kau meng¬habiskan wa ktu dengan belajar tipuan sulap di sini?" "Kaisar dan istananya sangat percaya takhayul. Cahayanya berkedip-kedip dan seberkas cahaya teran g melompat di depan mata Takeo." "Shigeko? Tidak. santai namun penuh kekuatan hampir seperti beruang. terlalu berbahaya. Gemba memandangnya dengan tatapan lembut. "Gemba." "Aku akan membutuhkan lebih dari sekadar tipuan Gemba untuk membujuknya." sahut Matsuda." ujar Gemba. Bila aku menemanimu. "Itu sebabnya aku harus ikut bersamamu." "Sebentar lagi akan ada pertandingan ber¬taraf kecil di Miyako." "Jadi aku harus pergi ke Miyako?" "Ya. Sesuatu terjadi pada lentera. kemudian melesat bak bintang jatuh ke arah taman yang gelap." sahut Matsuda. Di saat yang sama amarahnya lenyap. Sesaat melayang-layang.

" kata Gemba. "Begitulah sifatnya." Kulit kepala dan leher Takeo terasa seperti dihujam perasaan gelisah. jika memang efektif. Halaman 94 dari 500 ." kata Matsuda mengamati. sahabatku. Kahei. terutama bila prajurit dari wilayah Timur mempu nyai senjata api." "Kahei akan selalu memilih perang. "Kau yakin ?" "Tidak." "Sekali lagi. Sama tidak ter¬hind arkannya ketika musuh-musuhmu menggunakannya dalam usaha untuk men¬jatuhkan dirimu." "Maka aku harus memiliki senjata api yang lebih banyak dan lebih baik dibanding¬ka n mereka! Aku harus serang mereka lebih dulu. aku hanya menduga kalau tak lama lagi mereka akan memilikinya. bila kau memperkenal¬kan penemuan baru. dan jenderalku. baik itu senjata atau a pa saja." "Itu bisa menjadi strategi yang baik. sebelum mereka sempat memper senjatai diri. mengejutkan mereka." "Jadi seharusnya tidak kubiarkan pengem¬bangan senjata api?" Satu hal yang kerap d isesalinya." "Takeo. Begitulah sifat manusia. rahasianya akan dicuri." "Aku juga harus meminta pendapat dan saran istriku. tak dapat dihindari kalau kau akan mengembangkannya dalam pencarianmu akan kekuatan dan kekuasan." ujar Takeo. "Begitu benda itu diperkenalkan padamu. Tapi kau ha rus menghindari bentrokan senjata secara ter¬buka. Maka langsung saja ke bagian akhirnya.icapai. ini ulah Zenko yang meng¬khianatiku. "Begitu pula ha l¬nya dengan para pengawal senior.

mungkin." tutur Gemba. dan tersenyum dengan ekspresi penuh teka-t eki. Sedangkan orang-orang ini tidak melakukan itu." seru Gemb a. Kahei. "Jangan terburu¬b uru. namun berusaha mencegahnya agar tidak bertindak gegabah ataupun berbahaya. namun kesunyian yang makin dalam meng¬has ilkan efek yang sama kuatnya." kata Takeo." "Jadi kau takkan memberi saran? Kau akan duduk di sini dan melantunkan doa serta memainkan tipuanmu dengan api. "Kurasa kau haru s pergi dengan kemewahan yang tiada tara. Bagaimana pendapatmu?" "Kau tahu aku tidak bisa menyarankanmu memulai perang. Tent u saja. "Jangan . "Sementara ini dia harus menyempurna¬kan keahlian berkuda." sahut Makoto. "Kau diam saja. saat salju sudah mencair. "Tahun ini Shigeko berusia lima betas tahun." gumam Makoto. sementara semua yang sudah kuraih hancur berantakan?" Bisa didengarnya nada suaranya sendiri lalu ia diam seribu bahasa." tutur Matsuda." "Juga memberi waktu pada putrimu untuk menyiapkan dirinya. haruskah aku pergi secepatnya? Saat musim gugur." Pikiran itu mengganggunya: baginya Shigeko masih anak-anak. adikku. Siapa orang yang pan tas menjadi jodohnya? "Itu juga menjadi nilai lebih di pihakmu." ujar Takeo. "Bila aku harus ke Miyako. adikku. akan mem¬berimu saran seperti itu. Takeo me¬rasakan kombinasi antara ketenangan dun kejernihan dar i pikiran ketiga orang itu dan tahu kalau mereka mendukungnya." timpal Gemba." timpal Gemba. membawa hadiah-hadiah yang paling indah." kata Takeo. "Makoto. saat cuaca membaik?" "Tahun depan." sahut Gemba. dan memanah. Banyak orang di sekitarnya yang hanya bisa memuji dan tunduk padanya." "Itu memberi mereka waktu untuk mem¬bangun kekuatan militer!" "Itu juga memberimu waktu untuk menyiapkan diri. "Dia takkan sempat menunjukkan semua keahliannya di ibukota. Kali ini tak ada unjuk kebolehan tipuan. "Kita lihat saja nanti. Kahei. akan mem¬berimu saran seperti itu."Tentu saja. "Dia sudah cukup dewas a untuk ditunangkan. setengah merasa malu atas keke salannya dan setengah takut Gemba akan menggunakan api untuk membuang amarahnya. dan Takeo lebih m emercayai mereka.

karena ia me ngagumi kenyataan bahwa dirnya men¬jalani semua pendidikan dan pelatihan bagi anak laki-laki: Shigeko dengan cara ksatria." Halaman 95 dari 500 . "Aku tidak meninggalkan siapa-s iapa selain dua penerus yang berharga tak ter¬nilai harganya." Kata-kata itu terasa bagaikan hujaman kritikan tajam dan menyengat. si kembar dengan ketrampilan Tribe. Jangan membuang waktumu dengan menyesa li kepergianku. pikirnya. ta pi tiba-tiba ia sadar kalau Matsuda sedang mengucapkan selamat tinggal. Orang itu memberi isyarat untuk mendekat dan merangkulkan tangannya yang lemah pada Takeo." Kemudian dia berkata dengan nada bijaksana: "Putri-putri yang layak mendapat¬kan p erhatianmu lebih dari putra-putra yang tidak kau miliki. Takeo mengatupkan bibir lalu membungkuk hormat di hadapan Matsuda. seolah memerhatikan rasa kesal Takeo. Matsuda berkata. Matsuda adalah satu-satunya orang yang bisa kutatap langsung wajahnya.khawatir. Seolah bisa membaca pikirannya. "Aku akan ikut dengan mu. Ia tidak bicara sepatah ia pun. Kau sudah tahu apa yang perlu kau ketahui. Takeo mundur sedikit agar bisa menatap dalam-dalam mata sang pendeta t ua. Berusahalah mengingatnya ." imbuhnya. dan takkan ada yang akan menyakitinya. Satu¬satu nya orang yang tidak jatuh dalam sihir tidur Kikuta. kalau ini adalah pertemu an mereka yang terakhir.

bil a aku mati. dan dengan anehnya ia terbebas dari rasa sakit. hadiah dan janji-janji. Sekali lagi Takeo suaranya mengandung gabungan antara kasih sayang dan amarah yang sering digunaka nnya saat mengajari Takeo cara menggunakan pedang. tapi juga dengan semacam kebahagiaan tiada ta ra. walaupun Takeo sudah meyakin kan mereka kalau Sunaomi lak dalam bahaya. Kini mereka berdiri setengah melompat. juga negara dan rakyatku. Sewaktu Makoto menemaninya ke griya tamu." *** pikir panjang. "Paman? Paman sudah bangun? Bisakah kita pergi dan melihat burung houou?" Para pengawal Arai tetap berjaga semalaman di luar. membantu tuan muda mereka memakai sandal. dan rasa takutku jauh lebih banyak bukan hanya takut kehilangan nyawaku sendiri. Kini aku sudah tua. Dilihat dalam mimpinya bag ai¬mana dunia berubah sesuai dengan harapan-nya. tapi juga nyawa anak-anakku.Nada suaranya mengandung gabungan antara kasih sayang dan amarah yang sering dig unakannya saat mengajari Takeo cara menggunakan pedang. Hanya ada sedikit waktu unt uk meraih apa yang ingin kuraih. Aku tak percaya ada orang yang bi sa membunuhku. di malam ia memanjat ke kastil l alu mengakhiri penderitaan kaum Hidden yang disiksa. ia bergerak lagi dengan ke sabaran tanpa batas Tribe. sang biarawan berkata. Kenji mengajarinya cara mem buat waktu bergerak lambat atau mempercepatnya sesuai keinginan. Dalam mimpinya. Tak terdengar rintik hujan. dan istriku. lalu mengikuti sewaktu . dan bermimpi berada di Yamagata. Sekali lagi Takeo harus mengedipkan mata agar air matanya tidak jatuh." "Itu sebabnya yang terbaik yaitu dengan menunda jawabanmu: kirimkan pesan yang p enuh pujian. hanya kicau burung dan tetesan sisa air hujan dari tepi atap. dan terbangun dengan perasaan kalau semacam m isteri baru saja terangkat dari dalam dirinya. "Kau ingat saat pergi seorang diri ke sarang perompak di Oshima? Miyako tidak mungkin lebih ber¬bahaya dari temp at itu!" "Kala itu aku masih muda dan tanpa rasa takut. Kau selalu bertindak tanpa berpikir: semua yang kau laku kan dilakukan dengan tergesa-gesa. " "Itu karena aku sadar kalau aku tak akan hidup lama. Saat itu hari hampir terang. Sunaomi duduk di atas matras sambil menatapnya. melewati malam yang terasa tanpa akhir. mereka tanpa perlindungan. cacat.

Sunaomi meminta agar diturunkan. Kini jalannya lebih mudah dilewati. matahari baru saj a terbit di timur pegunungan. Hampara n bunga liar musim panas menyelimuti per¬mukaan tanah. Halaman 96 dari 500 . salah seorang pengawal menggendong Sunaomi. tapi kini udara terasa sempurna. dan tenang. dan yang me mbuat Takeo terkejut. Takeo bisa mendengar gemerisik de¬daunan dan kepakan sayap yang menunjuk¬kan keberad aan burung houou di dalam hutan di depan sana. biru pucat. walaupun kab arnya mereka makan daun bambu. Langit tampak cerah. Palang gerbang sudah dibuka sejak matahari terbit dan sudah ditinggalkan penjaganya untuk sarapan. Setelah beberapa sa at. anak itu memerintahkan kedua orang itu menunggu di sini sementara dia berjalan ke depan ber¬sama Lord Otori. mereka berbelok ke kanan dan mengambil jalan sempit menuju dinding sebelah luar dari da taran biara dan berjalan naik ke lereng gunung yang curam. terdapat sebuah rumput ilalang tinggi yang menjadi tempat yang paling disukai burung-burung itu untuk bersarang dan bertelur. Jalannya menanjak dan menuju hutan pohon beech dan pohon ek. Setelah melewati gerbang itu. Nanti udara akan terasa panas. Di sini. di antara pepohonan berdaun lebar.Takeo membimbingnya berjalan ke gerbang utama. Tanahnya keras dan berbatu. kerap terasa licin karena hujan. didi nginkan hujan. dan burung melantunkan nyanyian dengan s aling bersahutan.

" sahut Takeo. Kicau penuh semangat terdengar dari atas kepala mereka. "Itu mereka. diikuti oleh jeritan par au sebagai jawabannya. menatap ke atas tanpa memerhatikan jalan hingga dia jatuh di at as rumput. anggun juga cangg ung. Kedua burung itu memalingkan kepala saling berpandagan." "Kau mengutarakannya dengan sangat baik. Ia takkan terbiasa dengan kehad iran mereka. bulu itu berada di tangannya." ujar Sunaomi. seperti biasa rasa kagum pada burung suci itu bangkit dalam dirinya. Seruan mereka seperti juga kehadiran mereka. "Mereka tidak seperti Lord Gemba dan Lord Makoto. Bulunya berwarna-warni. Aku pemah menden gar kalau telur burung houou bernilai tinggi. "Ah!" Sunaomi menahan napas lalu mengejar mereka. selembar melayang jatuh." "Mungkin nalurimu benar. "Dan ini dia yang betina. Mungkin saja mereka ingin memburu atau mencuri telurnya." bisik Takeo. Su naomi berkata dengan nada penuh rahasia pada Takeo. Ketika berdiri. "Aku pikir Tanaka dan Suzuki tidak perlu m elihat burung houou. kemudian terbang menjauh ke dalam hutan. wajahnya tampak terpesona. berseru lagi." tutur Takeo. Mungkin saja mereka ingin memburu atau mencuri telurnya. "Aku pikir Tanaka dan Suzuki tidak perlu m elihat burung houou. Sun aomi berkata dengan nada penuh rahasia pada Takeo. Aku pemah menden gar kalau telur burung houou bernilai tinggi. Burungburung itu memang memberi semangat sekaligus agak lucu. "Aku tidak tahu cara mengungkapkannya. matanya cemerlang bak kilauan emas. . Sunaomi mendongak. masing¬masin g dengan suara yang khas melihat sebentar tapi dengan tatapan tajam ke arah kro.Sewaktu mereka sudah berada di luar jangkauan pendengaran kedua pengawal itu." sahut Takeo sambil tersenyum. d an saat mendarat di dahan. "Itu burung jantan. indah serta aneh. tapi takkan mengerti. ekornya panjang dan halus." ewaktu mereka sudah berada di luar jangkauan pendengaran kedua pengawal itu." Sunaomi tertawa gembira sewaktu burung kedua terbang menukik melintasi padang ru mput. Lalu seekor burung melesat keluar dari balik rimbunnya dedaunan dan me¬ngepakkan sayap ke pohon berikumya. Kedua pengawal itu bisa melihat.

Inilah sebabnya kami selalu mencari kedamaian. dan sejak saat itu diawetkan di biara . "Bulu itu akan mengingatkanmu pada hari ini. selain dari batang bulunya yang berwarna putih bersih. Paman!" Takeo menghampiri bocah itu kemudian mengambil bulu itu. karena hal itu dapat menjerumuskan ia dalam konflik ter buka dengan kakaknya."Lihat. Bulu itu berasal da ri burung yang pernah dilihat Shigeru ketika masih kecil. dengan ujung bulu warna merah. "sebagai sumpah bahwa kelak aku akan kembali dan belajar pada Lord Gemba." katanya pada Sunaomi. memikir¬kan semua ucapan sepupu ibunya itu. pikirn ya." "Aku akan berikan bulu ini ke biara. dan sedari dulu dia selalu begitu. sesuatu yang ia berharap bisa dihindari. dan anugerah yang kau peroleh. Matsuda pemah mem¬perliha tkan bulu burung houou." sahut Sunaomi. "Simpanlah. Aku akan membesarkannya sebagai putraku. Sama seperti ayah! Halaman 97 dari 500 . Taku duduk d beranda sambil menatap taman y ang basah kuyup tersiram hujan." Anak ini baik hati.* Setelah kepergian Takeo dan Sunaomi. Masalah itu meng ganggunya lebih dari yang ia duga. Betapa bodohnya Zenko. Bulu yang ini berwarna kuning keemasan gelap. pikir Takeo. agar burung hou ou tidak meninggalkan Tiga Negara. bersayap putih.

dan keduanya memahami konflik akibat dara h campuran. tabib Ishida. mengenang seringkali tertidur terkena ilmu tidur Kikuta sampai akhimya bisa menghindarinya bahkan sampai ia pun mampu melakukan¬nya. Ia tahu kalau ayahnya me¬merintahkan untuk membunuh ibun ya: ia tak bisa melupakan atau memaafkan niat ayahnya untuk ia dan kakaknya. Ia bi sa membawa surat atau pesan lisan kepada Shizuka. seorang kakak tetap saja kakak. keluarga Muto telah bersumpah pada keluarga Otori : ia tak akan melanggar sumpah itu. tapi takkan menghina kakaknya dengan mengabaikan hakn ya untuk mengajukan pendapat siapa yang akan menjadi kepemim¬pinan keluarga Muto. cukup bisa dipercay a. Zenko menyalahkan Takeo atas kematian Arai. Ishida. Taku mengira T akeo akan membunuh Zenko seringkali setelah kejadian itu ia bermimpi kalau Takeo memang membunuhnya dan tidak pernah bisa memahami kebencian Zenko terh adap Takeo karena membiarkan¬nya tetap hidup. ia pasti akan sama bodohnya dengan Zenko: kedudukan di Tiga Negara adalah segala yang diingin¬ka nya. akan mem¬bawa anak Zenko yang satu lagi ke Hagi. ia menyaksikan ayahnya mengk hianati Takeo. ia menghormati dan mengagumi Takeo. namun Taku me¬nafsirkan seluruh adegan itu dengan cara yang berbeda. Takeo juga mengajarinya semua hal yang pernah dia pelajari dari Kikuta. dan Taku dibesarkan untuk menghormati hierarki Tribe. Kelemahan . Usulan ini mungkin bisa diter ima semua pihak. menurut Taku. Sejak kecil Taku memuja Takeo sebagai pahlawan. Ada ikatan kuat antara mer eka berdua. keponakan Kenji. Taku ter senyum pada dirinya sendiri. Shizuka. Namun. sebelum gempa mengguncang kota. seperti yang diucapkan pada Takeo.Di usia sepuluh tahun. namun Taku me¬nafsirkan seluruh adegan itu dengan cara yang berbeda. mereka mirip dalam banyak hal. Taku memu tuskan akan mengusulkan ibunya. Ia tahu kalau ayahnya me¬merintahkan untuk membunuh ibun ya: ia tak bisa melupakan atau memaafkan niat ayahnya untuk ia dan kakaknya. Suami ibunya. sebelum gempa mengguncang kota. Taku mengira T akeo akan membunuh Zenko seringkali setelah kejadian itu ia bermimpi usia sepuluh tahun. Bila tidak terikat oleh kewajiban pcnghormatan dan kesetia an. Ter¬lebih lagi. Ia mungkin siap membunuh Z enko. dan sebagai laki-laki dewasa. ia menyaksikan ayahnya me ngkhianati Takeo. Zenko menyalahkan Takeo atas kematian Arai. memberinya kekuasaan dan status serta memungkinkan dirinya mengambil banyak keun tungan dari semua bakatnya.

Ryume. indikasi jel as kasih sayang Takeo pada mereka berdua. Halaman 98 dari 500 . karena masih ada sisa-sisa kasih sayang di antara mereka. Ryume sudah dibersihkan: surai dan ekornya dibersihkan dari lumpur dan tak lagi kusut.utama laki-laki itu terletak pada keluguannya. bahkan mungkin melaku¬kan perjalanan bersama Kono ke wilayah Barat. teman lamanya. Ishida bukan seorang pemberani. pengetahuan dan kepeduli¬annya pada kuda tak ada tandingannya. dan perawat kuda mengaguminya secara terang-terangan. Mereka saling menyapa dengan penuh kehangatan. tempat ia akan mengatur pertemuan dengan Sugita H iroshi. kuda itu diberi makan cukup dan kelihatan senang. Taku sendiri akan tetap berada di dekat Zenko dan Kono. yang sudah pulih dari kelelahan karena perjalanan jauh. Taku ingat pada rasa iri Zenko ketika mereka kembali ke Hagi pada musim se mi bersama dua kuda jantan yang tampan. dan tidak s uka bertarung. Taku pergi ke istal untuk melihat keadaan si ku da tua. Taku masih mengelus-elus dan memberi¬nya makan wortel sewaktu Zenko datang ke area istal. seolah dia sulit memahami kekejia n yang mungkin terpendam dalam sifat manusia. Cukup puas dengan keputusan ini. Terlepas dari keberanian yang dibutuhkan untuk bi sa pergi jauh dalam penjelajahannya. mengulurkan tangan dan meng¬gosok-goso k alis si kuda. Meskipun sudah tua. la senang dengan apa yan g ditemukannya di sana: apa pun kesa¬lahan kakaknya." ujar Zenko. Penting bagi Kono mendapat gambaran Tiga Negara yang sebenarnya untuk dibawa pul ang ke ibukota. sedangkan Zenko berdiri sendiri. menjelaskannya kepada Kaisar bahwa Lord Otori didukung penuh di Maruyam a dan Inuyama. bah¬kan memp erlakukan Taku dengan rasa hor¬mat yang lebih besar lagi. "Kau masih memiliki anak Raku. secara fisik. Ryu me masih tetap kuda yang baik. ikatan dari masa kanak-kanak yang sejauh ini bisa mencegah keretakan hubungan mereka. hanya semakin menekankan sikap dinginnya terhadap Zenko. satu milik Hiroshi dan satu lagi miliknya.

"Paman sakit parah: mungkin meninggal akibat sakit paru-paru. "yang harus memiliki putra dari laki-laki yang lebih muda." "Seperti Lord Otori." ujarnya tanpa rpikir panjang. atau kini mereka menjadi tawanan?" tanyanya." Taku melihat kakaknya sekilas lalu melanjutkan pe rkataannya. kan kuberikan kuda ini untukmu. "Dia belum terl alu tua untuk dikawinkan dan mendapat¬kan anak. Zenko menanggapi dengan jawaban yang tidak tegas lalu mengalihkan topik pem¬bicaraan." sahut Taku.. lagipula kurasa dia sudah terlalu tua untuk punya anak. dan telah mengatur untuk kembali secepatnya ke Inuyama jika berhasil. "Benarkah suatu kehormatan. Taku tidak bisa menawarkan sesuatu yang lebih berharga lagi." katanya dengan ringan."Akan kuberikan kuda ini untukmu. dan karena tak ad a jenazah yang bisa makamkan. pikirnya. tapi misi yang sedang dilaksanakannya luar bia sa ber¬bahaya. Kakakku mengartikan segala se¬s uatunya sebagai penghinaan. Aku katakan in i padamu dengan . "Terima kasih. "Bukankah kau harus pergi ke rumah keluarga Muto untuk upacara pemakaman?" tanya Zenko sewaktu mereka duduk di datam." Selain anak-anaknya. "Ryume adalah hadiah da ri Lord Otori. tapi ada nada sinis di dalamnya. "Itu tergantung padamu. Ia berharap kemurahan hatinya bisa melembutkan perasaa n Zenko terhadapnya. "Dia belum terlal u tua untuk dikawinkan dan mendapat¬kan anak.. "Lord Takeo ingin mengadakan upacara di Hagi. Ia berharap kemurahan hatinya bisa melembutkan perasaa n Zenko terhadapnya. Taku tidak bisa menawarkan sesuatu yang lebih berharga lagi." komentarnya se¬waktu mereka kembali ke kediaman." Taku sadar kalau perkataan ini semestinya hanyalah lelucon.. tapi aku takkan menerima¬nya. Ibu ada di sana." ujarnya tanpa rpikir panjang." "Tidak ada jenazah? Jadi Kenji mati di mana? Dan bagaimana kita tahu kalau dia m emang sudah mati? Ini bukan pertama kalinya dia menghilang demi kepentingan¬nya sendiri?" "Aku yakin Paman sudah tiada." sahut Zenko." Selain anak-anaknya. "Sungguh kehormatan bagimu dan istri¬mu. tapi wajah Zenko tampak murung.

penuh ke¬yakinan. aku akan menghubungi K ikuta berkaitan dengan anak itu. siapa pun ayahnya. tapi Taku tahu betul minat me ndalam di balik kata-kata itu. tidak pernah memaafkanny a dan juga Takeo atas kematian Kotaro." sahut Taku. Kabar resminya adalah: Paman meninggal karena sakit paru-paru. anak itu adalah cucu K enji. "Hanya Muto Yuki yang tahu pasti." kata Zenko. keluarga Tribe. tapi itu tak mengubah kenyataan kal au aku sama sepertimu. dan keluarga Muto memiliki kepen¬tingan padanya." "Ya. "Tentu saja ada desas-desus di desa Muto mengenai anak itu." lanjut Zenko." Taku merasakan kebencian dalam suara kakaknya. kesehatannya memburuk. "Bahw a Takeo adalah ayahnya. Aku hanya menarik kesimpulan dari fakta yang ada." Zenko berkata dengan santai." "Bukan mati di tangan Kikuta?" ujar Zenko setelah terdiam lama. aku ingat. Bila aku menjadi Ketua. bukan Akio. Akio. Ak u harus melakukannya karena Takeo tak memercayaiku seperti dia memercayai¬mu. "Baiklah. atau Zenko hanya membual? Taku menanti dalam diam. "Mengapa kau berpikir begitu?" "Aku mungkin saja memakai nama Ayah. Semua orang tahu kalau putra Akio adalah cucu Kenji. "Dan dia meninggal tak lama setel ah anak itu lahir. adikku. Pasti Kenji sangat ingin be rtemu dengannya Kenji sudah tua. tapi yang mengkhawatirkannya diba ndingkan komentamya bahwa dia me miliki orang dalam di kalangan Kikuta." Halaman 99 dari 500 . Aku punya orang dalam di kalangan Muto dan di kalangan Kikuta. Benarkah itu. kabarnya. melihat apa lagi yang akan Zenko ungkapkan.

Taku tidak memperlihatkan-nya. Sudah menjadi rahasia umum kalau ayah Kono lebih suka berhubungan dengan laki¬laki ketimbang . adikku. Tak lama kemudian Lord Kono datang bergabung. Hubungan Taku dengan kakak iparnya agak menyakitkan hati. memuji Hana atas hidangannya dan kedua putranya serta berusaha menarik Ishida ke topik pembicaraan yang tidak menyinggung. Ishida tampak sangat gugup bertemu Kono. Kini Taku ingat bagaimana mereka semua terpesona olehnya saat masih anak-anak-dia. dan saling bersaing untuk merebut perhatian gadis itu. "Aku ngak terkejut bi la harus mengingatkanmu bahwa Ketua keluarga biasanya memiliki kemampu¬an tinggi. dalam ke adaan agak mabuk. Sesuai kebiasaannya . matanya menyipit. gelisah me¬mikirkan pembicaraannya dengan Zenko dan sa dar akan semua perasaan terpendam di ruangan itu selama mereka makan. Ishi da menerima undangan itu dengan enggan. Setelah itu tabib Ishida diundang ke kediaman agar bisa lebih akrab dengan Chikara sebelum m eng¬ajaknya pergi ke Hagi. menya ntap makan siang bersama kemudian pergi bersama Hana dan kedua putranya untuk melihat kirin ."Mungkin sebaiknya kita biarkan saja pertanyaan tentang siapa yang akan menjadi penerus Kenji sampai kita membicarakannya dengan ibu." sahut Taku sopan. "Aku memiliki banyak kemampu an Tribe. Taku tidak terlalu suka ataupun percaya pada Hana tapi perempuan itu punya kecerdasan dan semangat yang tak pernah berhenti dikaguminya dan tak ada laki-laki yang tidak terpesona oleh kecantikannya . dan datang agak terlambat saat makan malam." Kemarahan Zenko mulai meluap. "Aku ngak terkejut bi la harus mengingatkanmu bahwa Ketua keluarga biasanya memiliki kemampu¬an tinggi. seperti adat istiadat orang-orang nomaden at au siklus hidup ikan paus. Taku sendiri merasa tegang. Zenko dan Hir oshi." sahut Taku sopan. lalu mereka ber¬ganti topi k pembicaraan yang lebih aman. tapi sangat efektifl! Taku agak menunduk dengan tidak tulus agar kelihatan patuh. Mereka semua mem¬buntutinya ke mana pun Hana pergi bak anjing dengan lidah terjulur kelua r. Kemampuan-kemampuan itu mungkin tidak semenyolok kemampuan yan g kau miliki. ia berbincang ringan dengan Kono." Mungkin sebaiknya kita biarkan saja pertanyaan tentang siapa yang akan menjadi p enerus Kenji sampai kita membicarakannya dengan ibu. dan bahkan lebih tegang lagi sewaktu sa ng bangsawan bertanya tentang waktu yang pernah dilewatkannya di kediaman Lord Fujiwara.

na mun setelah menenggak habis sake sekali lagi." komentar Hana pada Kono." Halaman 100 dari 500 . Musim panas kali ini akan berlangsung lama." Taku mengira Ishida takkan berkomentar lebih banyak lagi tentang masalah ini. y ang ia tahu bisa dipercaya dan dirindukannya. Taku seperti melihat ketertarikan yang cukup alami di balik perhatian Kono pada Hana. pikirnya. dan melelah¬kan. dari sudut pandang seorang laki-laki seperti diriku yang tertarik pada bagaimana cara manus ia berpikir. si tabib melanjutkan perkataannya." Dia berhemi sejenak. Mustahil bila tidak berhasrat pada Hana. kemudian membungkuk dan berkata dengan nada penuh rahasia." sambung Zenko. "Tabib Ishida sudah sangat s ering menyelamatkan Lord Otori dari kematian.perempuan. "Dan sekarang dia merawat kesehatan Lord Otori. "Lor d Otori percaya tak ada yang bisa membunuh dirinya dia telah membuat dirinya kekal. dan pikirannya melayang mem bayangkan bagaimana rasanya terbangun dalam kegelapan dengan perempuan itu di si sinya. Kemampuanku biasa saja. Hampir saja ia iri pada Zenko." ujar Kono pada Ishida. Ia langsung berpikir tentang istrinya sendiri. tapi Taku tak melihat apa pun yang menunjukkan ke¬miripan sifat Kono de ngan ayahnya." "Ayahku selalu menghargai kemampuan Anda. dan hasratn ya berubah menjadi rasa tidak suka. "Dengan keberhasilan yang gemilang. "Tabib Ishidalah yang merawat ayah Anda. Ia bersyukur telah pulih dari perasaan tergila¬gila pada perempuan itu dan tidak pernah merasakannya lagi." Taku mendengar nada mendua hati sekaligus kedengkian dalam suaranya. "Tentu saja kasus Lord Otori cukup mengagumkan. "Anda terialu berlebihan menyanjungku.

"Keluarga Otori merupakan sasaran des as-desus."Bcnarkah?" gumam Kono. Apakah itu semacam takhayu l?" cnarkah?" gumam Kono. "Lord Otori memang berhasil luput dari banyak serangan atas dirinya." "Mengagumkan. "Itu tidak lebih dari kepercayaan takhayul." lanjut Zenko." sahut Taku ringan." "Kau tahu hal ini. "Tapi semua orang tahu tentang Lima Pertempuran." "Kakakku. Apakah itu semacam takha yul?" "Kurang lebih begitu. sementara Kono mendesak Ishida me nceritakan lebih banyak banyak lagi ten-tang perjalanan-perjalanannya. kau ada di san a ketika pamanmu yang malang " "Aku tidak ingat." sahut Taku cepat. "Kedengaran¬nya terlalu pongah." Ishida minum lagi. tapi Lord Tak eo terhindar dari bahaya itu. di sana ada orang¬or ang suci yang bisa berjalan di atas api tanpa terbakar. seraya melirik ke ara h Taku. Pernahkah kau tahu kasus-kasus serupa?" "Tentu aku tahu. "Kedengaran¬nya terlalu pongah. karena lebih dari satu orang yang hadi r di sana mengingat kalau Lord Fujiwara me¬nikahi lain Kaede secara paksa hingga bangsawan i tu mati. dan tubuhnya bereaksi dengan sembuh dengan sendirinya. "Chikara. efek dari kuatnya kepercayaan itu berimbas pada tub uhnya. "Dan gempa bumi 'B umi . Ada semacam ramalan Taku. "Ramalan apa?" "Bahwa Lord Otori hanya bisa mati di tangan putranya." imbuhnya. Zenko lalu bertanya. dalam hati berha rap segala siksaan neraka menimpa si tabib yang sedang mabuk. "Dalam perjalanan ke Tenjiku." sahut Ishida. Tawa yang mengikuti kata-kata Hana selanjutnya terdengar agak kurang nyaman. adikku?" tanya Zenko pelan. Dan sangat berguna. serta berbaring di atas ranjang berpaku tan pa melukai kulit mereka. pernah menjadi sasaran desas-desus semacam itu. " Dia seharusnya membawa kematian pada laki-laki manapun yang menginginkan dirinya." timpal Hana. "Menga pa aku membicarakan hal itu? Oh ya." sahut Kono dengan sikap halus. Syukur dipanjatkan pada Surga. Kaede. dan belum sempat dia menyahut . bagaimana perasaanmu tentang perj alanan lewat laut bersama kirin?" Chikara menelan ludah saat diajak bicara pamannya. Dia percaya tidak bisa di¬bunuh.

" "Ya. kejahatan telah mendapatkan balasannya. Halaman 101 dari 500 .'" Dilihatnya wajah Kono yang penuh tand a tanya lalu menjelaskan. antar kakek ke kamar dan minta pelayan membantunya. begitulah yang aku dengar. Ishida menyelamatkannya yang bicara dengan perasaan yang meluap¬luap. bicara padanya dengan sopan. lalu diseka dengan lengan baju. "Di ibukota gempa bumi biasanya dianggap sebagai hukuman atas tindak kejahatan. Kuharap kalian memaafkan orang tua ini. yang berpihak kep ada¬nya." Taku tidak tahu apakah harus bicara dan memberi tahu Kono di mana kesetiaannya b erpihak." Lalu dia berpaling ke arah Hana. Menurutku. Aku lelah sekali." "Aku khawatir dia sudah terlalu banyak minum. buka n anugerah. Ayah." ujar Hana. "Alangkah ena knya bagi sebuah kemenangan memiliki ramalan yang berguna. "Ada ramalan seorang perempuan suci. atau diam saja dan kelihatan men¬dukung kakaknya. dengan nada mengejek. "Maaf. karena Ishida adalah ayah tiri suaminya. Gempa bumi itu di percaya sebagai pertanda dari Surga." Air matanya mengambang. Da n nyawa istriku. "Gempa itu menyelamatkan nyawaku." Hana minta maaf pada Kono setelah Chikara membantu si tabib berdiri dan pergi. aku tak ber¬maksud menghina kenangan tentang kedua ayah kalian." "Tentu saja. "Aku harus beristirahat. yang dipastikan oleh kemenanga n Takeo dalam perang." sahut Kono." Dia minum lalu bicara dengan l ebih serius. "Chikara.menghantarkan apa yang diinginkan Surga.

di m ana hawa panas masih lerjadi. Aku menyesal dia harus pergi ke Hagi. bagai¬mana ia menghabiskan musim dingin untuk mengadakan persiapan.. Takeo sadar pakai¬annya terasa lembap: begitu sering pakaian¬nya basah kuy up sampai menempel di kulit selama perjalanan hingga nyaris tidak ingat bagaimana rasanya kering. Sebaliknya. Fenomen a cuaca ini melanda pantai timur Cina. [pent. wah!" komentarnya. Sulit memikirkan tentang musim dingin saat ini. Miyako. Di atas laut. Kuharap b isa berbincanIshida. Aku menyesal dia harus pergi ke Hag i. laki-laki yang menarik. "Ada lagi desas-desus tentang Takeo. Lord Otori tidak memiliki putra. melintasi Taiwan lalu ke timur sampai ke selatan pasifik Jepang. Bahkan tempat penginapannya pun terasa lembap. Zenko tertawa. ledakan tawa yang me¬ngandung konspirasi jahat. Hagi ad alah kota kelahirannya. Kecemasan lain yang harus dipikirkan sebelum perang adalah panen. Dari Kaisar dan jenderalnya. Kuharap bisa berbincang banyak dengannya. wabah penyakit menular. Paman." tam bahnya. Kurasa dia lebih mengenal ayahku ketimbang orang lain yang mas ih hidup. Katsumori." sahut Taku.] semua masalah ini tak lagi terasa mendesak sewaktu memikirkan kalau tak lama lag i ia akan bertemu Kaede dan ketiga putrinya."Ishida." Dan beruntung dia tidak mati seperti ayahnya.* Miyoshi Kahei menemani Takeo ke Hagi bersama putra sulungnya. dan gembira bisa bertemu dengan sanak saudaranya. di akhir musim hujan plum*. penyimpanan cadangan air untuk berjaga -jaga kalau terjadi kekeringan di akhir musim panas. "Wah. Mereka berkuda menyeberangi jembatan batu di senja hari bermandikan rintik hujan disertai cahaya matahari. tapi aku harus bertindak bijak!" Kono menaikkan alisnya." "Beliau memiliki tiga putri. apa yang harus kulakukan tanpa dirimu? pikir Taku. "Secara resmi. Tapi _ * Hujan plum adalah hujan yang terjadi saat musim buah plum (Juni-Juli). Take o tahu kalau ia membutuhkan saran Kahei tentang cara terbaik menghadapi ancaman yang makin besar dari ibukota. langit cerah biru berubah kuning di bagian barat saat matahari ter¬b . berbau lembap dan jamur. laki-laki yang menarik. dan penyakit akibat cuaca panas. pikir Taku. Dal am bahasa Jepang discbut meiyu dan baiu. "Ramalan yang menarik bukan?" tanya Kono. "Kurasa..

dan guntur bergemuruh sehingga kuda-kuda ter kejut dalam kelelahan. Miyoshi bersaudara meninggalkannya di depan gerbang.. Kuda tunggangannya udaklah istimewa. ia merindukan kuda lamanya.enam. dan hanya mengajak Sunaomi. Pegunungan di belakangnya tertutup awan tebal.. Kabar sudah tersiar lebih dulu ke kastil. Kaede menantinya di beranda pan jang yang Halaman 102 dari 500 . Turun dari kuda di dinding luar utama kastil: kuda-kuda diiuntun pergi. Ia akan bicara pada Mori Hiroki tentang kuda. dan berta nya-tanya apakah bisa menemukan kuda seperti itu. tapi ia tidak ingin berperang. Bila mereka harus berperang. maka akan dibutuh¬kan lebih banyak kuda . dan juga pada Shigeko. Shun. Takeo b er¬jalan melewati taman.

" "Sunaomi!" seru Kaede. Shigeko berlari menghampiri dari dalam kediaman. Suara laut memenuhi udara. pada Kaede. "Ya. "Ya. Kau harus segera mandi. Ta keo bisa mendengar langkah ringan putri nya di lantai papan." Wajah Shigeko tampak serius selagi mem¬bungkuk normal lalu meninggalkan mereka. Wajah Kaede bersinar gembira. engelilingi ke-diaman. Sunaomi akan tinggal bersama kita selama beberapa waktu. terdengar olehnya Shigeko bicara pada kedua adiknya. pada Shizuka. Lord Takeo." sahut Takeo. "Tapi kenapa? Apakah ibunya baik-baik saja? Apakah ada se suatu terjadi pada Hana?" Takeo melihat kecemasan Kaede dan ber¬tanya-tanya seberapa banyak yang dapat ia ce ritakan tentang kecurigaannya. melarut-kan diri dalam dekapannya. Namun kabar pertama harus segera disampaikan. dan seruan burung dara terdeng ar dari atap rumah. Kemudian dia melihat Sunaomi yang tengah berdiri malu-malu di bela kang. "Hana baik-baik saja. Wajah Kaede bersinar gembira. "Ayah!" pekiknya. dan seruan burung dara terden gar dari atap rumah." Indahnya hardikan sayang istrinya mem¬bangkitkan perasaan begitu kuat dalam diri T akeo hingga sesaat ingin berdiri di sana untuk selamanya. Suara laut memenuhi udara. "Ya. kau pikir masih berusia delapan betas tahun? Kau sama sekali tak memikirkan kese hatanmu!" "Shizuka ada di sini?" tanyanya saat Kaede membimbingnya di beranda menuju bela¬ka ng kediaman. dan mengganti pakaian yang kerin g. lalu berlutut untuk melepaskan sandal lakeo. katakan pada Shizuka untuk segera me¬nemui kami. "Sh i¬geko.mengelilingi ke-diaman. "Benarkah ini sepupu kami?" tanyanya. Lalu perasaan itu berganti dengan hasrat untuk memeluknya. Ayo masuk. Minta pelayan untuk mem¬bawakan pakaian unt uk ayahmu. "Nanti kuceritakan alasan kunjungan Sunaomi. a . Dan basah kuyup. apa yang terjadi?" Kaede mendongak sekilas ke wajah Takeo lalu berkata. "Kami tak menduga kau kembali begitu cepat! Kau berkuda dalam cuaca yang begitu buruk! Kau pasti kelelahan. tempat sebuah kolam dibuat di sekeliling mata air panas. " "Tentu saja.

Takeo ingin Kaede melingkarkan tangan lalu memeluk¬nya." Halaman 103 dari 500 . Tapi kalian belum boleh menemuinya. "Se pertinya begitu. bunga iris tampak berkilauan. Kita harus me¬nemukan Shizuka. dan segera ke luar dan berpakaian secepatnya. Kaede berkata." Mereka hanya berdua. Langit dan laut berba ur menjadi satu dalam kabut senja." Ia tidak berlama-lama di dalam air panas seperti yang ia inginkan. "Suatu kehilangan yang menyakitkan. Dia mengadakan perjalanan sampai keluar perbatasan. Tiap jengkal tubuhnya terasa sakit. Sinar matahari keluar dari sela-sela bunga-bunga dan semak¬se mak. Di sekeliling kolam dan sungai. "Aku harus bicara berdua dengan Shizuka. Satu demi satu api dan lentera di sekitar teluk mulai dinyala kan dalam kegelapan. Taku mengabarkan hal ini padaku di Hofu. Sen tuhannya menenangkan. Tak ada kab ar yang jelas. Ayo ikut aku.yah sudah pulang. Kaede tidak bicara sepatah kata pun sewaktu melepaskan pakaian Takeo. "Muto Kenji sudah tiada. Kaede mengambil air dari kolam dengan ember bambu dan mulai memandikan suaminya. Bagaimana kejadiannya? Apa¬kah dia meninggal karena sakit?" Takeo mendengar dirinya berkata. Takeo melihat air mata meng¬genang di mata istrinya lalu mulai berlinang di pipinya. tapi ia harus bicara dulu pada Shizuka." kata Takeo.

"Tentunya tak ada yang kau rahasiakan padaku?" Tentunya tak ada yang kau rahasia kan padaku?" "Hanya masalah Tribe. atas keprihatinanmu." "Kabar seperti itu tidak pernah disambut baik." "Kukira kemungkinan paman meninggal di Inuyama. kalau istrinya masih ingin bersamanya. "Paman tingg al di sana. seorang pelayan datang membawa teh. Lord Takeo. Taku datang ke Hofu untuk mengabarkanny a. Tak ada jenazah. sepupu. Aku pulang membawa kabar bahwa pamanmu telah tiada. kan?" Tak seorang pun tahu misi yang dilakukan Kenji kecuali ia dan Taku. Shizuka bangkit. Terima kasih." tutur Takeo untuk meredam kemar ahan Kaede. membuka pintu lemari. di mana pun me nurutmu yang paling sesuai." . Kini Takeo m enyesal mengapa tidak memberitahu Shizuka sebelumnya." sahut Kaede lalu mening¬galka nnya. lutut mereka saling berhadapan.. kemudian melang¬kah ke beranda dan men gintip di bawahnya. aku akan menceritakan tentang Sunaomi. "Apakah kau dengar ada orang di dekat sini?" Takeo memasang telinga. "Kau tentu sudah bisa menduga kenapa aku di sini. tapi k ita akan menghormatinya dengan mengadakan upa¬cara di sini atau di Yamagata. "Saat kita hanya berdua. "Kenji adalah Ketua Muto." sahutnya perlahan. Dia kembali dan duduk di hadapan Takeo. "Ada banyak hal lain yang perlu kita bicarakan. Shizuka sudah ada di sana. dan kunjungan putra Lo rd Fujiwara." sahut Shizuka dengan nada resmi. Hal ini tak bisa dibicarakan dengan orang luar. atas sikapmu mengho rmati pamanku. Shizuka menuangkannya untuk Takeo. Ketika Takeo kembali ke ruang utama." Belum sempat Shizuka bergerak men¬dekat. Akan kusiapkan makan untukmu. "Tidak. me¬lihat k e sekeliling ruangan dengan cepat. Shizuka harus memilih penggantinya. "Aku harus ceritaka n semua yang aku tahu karena hal itu memengaruhi Tribe." "Baiklah. Takeo langsung bicara tanpa salam lebih dulu." Dilihatnya kalau Kaede tidak senang. "tapi bukannya tidak diharapkan. Selagi Takeo minum.." kata¬nya. "Mendekatlah." "Kurasa kau sudah tahu seberapa besar arti Kenji bagiku. tidak ada orang lain." sahutnya. dan kukira kau harus segera tahu.

kalau Kenji mencari obat sampai kel uar perbatasan wilayah Timur. Ku kata¬kan pada Kaede kalau Kenji meninggal karena penyakit. Kaede atau orang lai n di luar Tribe tidak perlu tahu. "Kenji ingin bertemu anak Yuki.. cucunya. kami pikir b isa memanfaatkan anak-anak Gosaburo untuk menekan mereka agar mau berdamai. Setelah peristiwa di Inuyama." Tidak dibiarkannya Shizuka melanjutkan kata-katanya." "Terima kasih." "Lebih baik dia mendengar tentang anak¬mu itu dari mulutmu ketimbang dari orang la in.."Kedua putrimu mulai mahir menguping. Aku tak ingin putriku atau istriku mendengar pembicaraan kita." sahut Shizuka. Halaman 104 dari 500 . dan bisa bersembunyi di tempat yang paling sempit sekalipun." "Takeo. kau harus ceritakan semua ini pa da Kaede. "Ini kuceritakan karena me¬ny angkut masalah keluarga Muto yang kini menjadikanmu anggota yang dituakan." Takeo menghela napas ." "Dan yang sebenarnya?" "Kenji pergi berunding dengan Kikuta. lalu melanjutkan bicara. Taku hanya tahu kal au Yuki meninggal di desa Kikuta tempat Akio dan anak itu bersembunyi selama beberapa tahun ini.

"Aku sudah menyimpannya rapat-rapat begitu lama hingga tak tahu bagaimana member itahukannya. Semua tudah berlalu: anak itu putra Akio; putriku adalah pewaris¬ku. Untuk saat in i, ada pertanyaan mengenai keluarga Muto dan Tribe. Kenji dan Taku bekerjasama dengan baik: ilmu d an ketrampilan yang Kenji miliki tak ada bandingnya. Taku memiliki kemampuan yang hebat, tapi k urasa kau sependapat kalau ada semacam kegoyahan dalam dirinya: aku ragu apakah dia cukup dewasa untuk me¬mimpin Tribe. Zenko adalah putra sulung¬mu, dan pewaris langsung Kenji, dan aku t ak ingin menghina atau mengganggunya, atau ku sudah menyimpannya rapat-rapat begitu lama hingga tak tahu bagaimana memberit ahukannya. Semua tudah berlalu: anak itu putra Akio; putriku adalah pewaris¬ku. Untuk saat in i, ada pertanyaan mengenai keluarga Muto dan Tribe. Kenji dan Taku bekerjasama dengan baik: ilmu d an ketrampilan yang Kenji miliki tak ada bandingnya. Taku memiliki kemampuan yang hebat, tapi k urasa kau sependapat kalau ada semacam kegoyahan dalam dirinya: aku ragu apakah dia cukup dewasa untuk me¬mimpin Tribe. Zenko adalah putra sulung¬mu, dan pewaris langsung Kenji, dan aku t ak ingin menghina atau mengganggunya, atau memberinya dalih untuk..." Takeo berhenti bicara. "Untuk apa?" Shizuka menyela. "Baiklah, kurasa kau tahu betapa mirip sifat putramu dengan ayahnya. Aku khawati r dengan niatnya. Aku tidak bermaksud mem¬biarkannya mengembalikan kita dalam perang saudara lagi." Takeo bicara dengan nada serius, lalu tersenyum dan meneruskan dengan nada lebih ringan. "Mak a aku meng¬atur agar kedua putranya menghabiskan waktu bersama kita. Kurasa kau ingin be r¬temu cucumu." "Aku sudah bertemu Sunaomi," tutur Shizuka. "Tentu saja ini sangat menyenang¬kan. Apakah Chikara juga akan datang?" "Suamimu akan membawanya dengan kapal, bersama makhluk luar biasa yang dia diseb ut kirin," sahut Takeo. "Ah, Ishida sudah kembali; aku senang mendengarnya. Kukatakan yang sebenarnya, T akeo, aku sudah senang dengan hidupku yang tenang, mendampingi Kaede dan anak¬anakmu, istri dari tabibmu. ..tapi rasanya kau hendak membuat tuntutan lain padaku." "Kau masih cepat tanggap seperti biasa," sahut Takeo. "ingin kau menjadi pemimpi n Muto. Taku akan bekerjasama denganmu seperti yang dia lakukan bersama Kenji, dan

Zenko tentu akan tunduk padamu." "Pemimpin keluarga disebut Ketua," Shizuka mengingatkan. "Dan belum pernah ada K etua perempuan!" tambahnya. "Kau bisa menyebutnya apa saja. Itu akan menjadi contoh yang baik. Aku hendak memperkenalkannya ke wilayah lokal juga: kita akan memulai dengan Negara Tengah lalu kita sebarkan ke luar. Sudah banyak area di mana perempuan dengan kebaikan dan kemamp uan dapat menggantikan posisi suaminya. Mereka akan diakui dan diberi wewenang yang sama s eperti laki-laki." "Jadi kau akan memperkuat negara ini dari akar, dan para ksatria akan mendukung putrimu?" "Bila Shigeko menjadi satu-satunya penguasa perempuan, dia juga harus bersikap l ayaknya laki-laki. Bila perempuan lain berada di puncak kekuasaan, kita mungkin bisa melihat peruba han mengalir ke seluruh Tiga Negara." "Kau masih saja senang berkhayal, sepupuku!" sahut Shizuka seraya tersenyum, ter lepas dari penderitaan yang ditanggung nya. "Kau mau melakukannya, kan?" "Baiklah, sebagian karena pamanku pernah mengisyaratkan bahwa hal ini juga keing inannya. Dan setidaknya sampai Taku mantap dan Zenko sadar. Kurasa dia akan sadar, Takeo, dan terima kasih atas tindakan¬mu yang berhati-hati padanya. Namun apa pun hasilnya nanti, keluarga Muto akan tetap setia padamu dan keluargamu." Shizuka membungkuk hormat dengan sikap resmi . "Aku bersumpah padamu sekarang, Lord Otori, sebagai pemimpim mereka." "Aku tahu apa yang telah kau lakukan untuk Lord Shigeru dan keluarga Otori. Aku berhutang banyak padamu," ujar Takeo dengan penuh perasaan. "Aku senang kita bisa bicara berdua," imbuh Shizuka, "karena kita harus mem¬bicara kan tentang si kembar. Aku berharap bisa bertanya pada pamanku mengenai se¬suatu yang baru saja t erjadi, tapi mungkin kau tahu cara mengatasinya." Halaman 105 dari 500

Diceritakannya pada Takeo mengenai peristiwa yang terjadi pada kucing, bagai¬mana kucing itu tertidur dan tak pernah bangun lagi. iceritakannya pada Takeo mengenai peristiwa yang terjadi pada kucing, bagai¬mana k ucing itu tertidur dan tak pernah bangun lagi. "Aku tahu Maya memiliki kemampuan ini," tutur Shizuka, "karena dia pemah mem¬perli hatkan tandatandanya selama musim semi. Satu atau dua kali aku bahkan pusing ketika dia menatapku. Ta pi tak seorang pun dari keluarga Muto tahu tentang sihir tidur Kikuta, meskipun banyak takhayul yang ber¬kaitan dengan hal itu." "Kemampuan itu seperti obat yang sangat mujarab," sahut Takeo. "Sedikit akan men guntungkan, tapi jika terlalu banyak justru bisa menyebabkan kematian. Orang membuat diri mereka terbuka pada kemam¬puan itu karena kelemahan diri mereka sendiri, karena kurangnya pengendalian diri mereka. Aku diajarkan untuk mengendali¬kannya di Matsue dan di sana aku belajar bahwa Kikuta tak pernah menatap langsung anak-anak mereka karena seorang anak tidak dapat melawan tatapa n itu. Kurasa seekor kucing kecil sama lemahnya. Aku belum pernah mencobanya pada kucing, hany a pada anjing dan aku sudah mahir melakukan¬nya." "Kau belum pernah mendengar per¬pindahan antara orang yang sudah mati dengan orang yang membuat mereka tertidur?" Pertanyaan itu membuat bulu kuduk Takeo berdiri. Hujan mulai turun lagi, dan kin i gemuruhnya semakin keras di atap. "Biasanya bukan sihir tidur yang mampu membunuh," tuturnya dengan hati-hati. "Di gunakan hanya untuk melemahkan: kematian pasti disebabkan oleh hal lain." "Itu yang mereka ajarkan padamu?" "Mengapa kau menanyakan hal ini?" "Aku mencemaskan Maya. Dia menunjuk¬kan tanda-tanda kerasukan. Ini pernah ter¬jadi d i keluarga Muto, kau tahu; Kenji dijuluki Si Rubah saat masih muda: kabarnya dia pernah ker asukan roh rubah bahkan menikah dengan seekor rubah tapi selain pamanku, aku tidak tahu ada perubah an bentuk yang pernah terjadi. Hampir seolah Maya yang menarik roh kucing itu masuk ke dal am dirinya. Semua anak suka bertingkah seperti hewan, tapi seharusnya mereka lebih manusiawi ketik a mulai dewasa; Maya justru sebaliknya. Aku tidak membicarakan hal ini pada Kaede; Shigeko sudah curiga ada yang

tidak beres. Aku senang kau sudah kembali." Takeo mengangguk, merasa gelisah dengan kabar ini. "Cucu-cucumu tidak me nunjukkan tanda-tanda ketrampilan Tribe," komentarnya. "idak, dan aku cukup lega. Biarlah mereka menjadi putra Zenko, ksatria. Kenji me ngatakan bahwa kemampuan itu akan menghilang dalam dua generasi. Mungkin, dalam diri si kembar kita menyaksikan pancaran sinar yang terakhir sebelum lentera¬nya padam." Pancaran sinar yang terakhir ini bisa mem¬buat bayangan-bayangan aneh, pikir Takeo . *** Tak seorang pun mengganggu selama mereka berbincang-bincang: setengah sadar ia s eperti mendengar ada tarikan napas, bunyi sambungan papan yang bergerak, langkah ringan yang menandakan ada yang menguping. Tapi saat memerhatikan lagi, yang terdengar hanya lah siraman air hujan, halilintar di kejauhan, dan hempasan ombak. Namun ketika mereka selesai, dan Takeo berjalan ke kamar Kaede di koridor yang m engkilap, ia mendengar suara luar biasa di depannya, semacam raungan dan geraman, setengah ma nusia dan setengah hewan. Kemudian terdengar suara memekik ke takutan, dan derap langkah kaki. Takeo ber¬belok di sudut dan Sunaomi menabrak-nya . "Paman! Maaf!" Bocah itu tertawa cekikikan kegirangan. "Macan itu ingin me¬nangkap ku!" Halaman 106 dari 500

Awalnya Takeo melihat bayangan di kertas kasa. Sesaat terlihat jelas olehnya sos ok tubuh manusia, dan satu sosok lagi di belakangnya dengan telinga rata, kuku yang siap mencakar dan kibaskan ekor. Lalu si kembar datang berlarian dari sudut, dan mereka berdua hanyalah anak pere mpuan biasa, bahkan saat sedang menggeram. Mereka langsung ber¬henti mematung ketika melihat ayahnya. walnya Takeo melihat bayangan di kertas kasa. Sesaat terlihat jelas olehnya soso k tubuh manusia, dan satu sosok lagi di belakangnya dengan telinga rata, kuku yang siap mencakar dan kibaskan ekor. Lalu si kembar datang berlarian dari sudut, dan mereka berdua hanyalah anak pere mpuan biasa, bahkan saat sedang menggeram. Mereka langsung ber¬henti mematung ketika melihat ayahnya. "Ayah!" "Itu dia macannya!" jerit Sunaomi. Miki melihat wajah ayahnya, menarik lengan baju Maya lalu berkata, "Kami cuma ma in-main." "Kalian sudah terlalu besar untuk per¬mainan seperti itu," ujarnya, menyembunyi¬kan kekhawatirannya. "Bukan begini caranya menyambut ayah kalian. Ayah berharap me¬nem ukan kalian tumbuh menjadi perempuan muda." Seperti biasa, rasa tidak senang sang ayah menciutkan nyali mereka. "Maaf," kata Miki. "Maafkan kami, Ayah," ujar Maya me¬mohon, tanpa sedikit pun sisa geraman macan dal am suaranya. "Ini salahku juga," imbuh Sunaomi. "Semestinya aku sudah tahu. Lagipula, mereka hanyalah anak perempuan." "Ayah tampaknya perlu bicara serius dengan kalian berdua. Di mana ibu kalian?" "Ibu sedang menunggu Ayah. Kata ibu mungkin kami boleh makan bersama Ayah," bisi k Miki. "Baiklah, Ayah kira kita harus menyambut kedatangan Sunaomi. Kalian boleh makan bersama kami. Tapi tidak ada lagi permainan berubah menjadi macan!" "Tapi manusia seharusnya mengumpan¬kan diri mereka pada macan," ujar Maya selagi m ereka berjalan di sampingnya. "Shigeko yang menceritakan itu pada kami." Maya tidak bisa menahan untuk berbisik pada Sunaomi, "Dan yang paling disukai ma can adalah anak laki-laki." Merasa jera atas teguran pamannya, Sunaomi tidak menyahut. Takeo bermaksud untuk berbicara dengan si kembar malam ini, tapi seusai makan

malam, ia merasa kelelahan dan keinginan berdua saja dengan Kaede. Kedua putri k embarnya bersikap sempurna selama makan malam, bersikap baik pada sepupu mereka, dan sopa n pada orangtua dan kakak sulung mereka. *** Saat ini Takeo menatap Kaede di bawah keremangan cahaya lentera, tampak lekuk tu lang pipi dan siluet istrinya. Jubah tidur membungkus tubuh Kaede yang duduk bersila di matras , tubuh rampingnya tampak putih samar-samar dengan selimut sutra. Takeo berbaring dengan kepala di pangkuan Kaede, merasakan panas tubuh istrinya, mengenang dulu ia sering berbaring seperti ini p ada ibunya saat kecil. Rambutnya dibelai lembut oleh Kaede sampai ke leher, me¬lemaskan syarafnya yang tegang. Mereka hanyut dalam perasaan cinta, tak lama setelah hanya berdua, nyaris tanpa kata¬kata, mencari kedekatan serta meleburkan diri dalam kesatuan, senantiasa begitu akrab. Mereka berbagi kesedihan atas kematian Kenji tanpa suara, atau perasaan terasing dari rahasia T akeo tentang Tribe atau pun kekhawatiran tentang putri mereka. Semua kecemasan ini kian membakar keintiman t anpa kata-kata dari hasrat mereka dan seperti biasa, ketika hasrat mereda, bak mukjizat, pemuli han pun terjadi: sikap dingin Kaede menguap; kesedihan Takeo seperti bisa dilalui. Banyak hal yang mesti dibicarakan. Pertama tentang kecurigaan terhadap Zenko dan alasan ia membawa kedua putra Arai ke rumah mereka. Halaman 107 dari 500

"Tentu kau takkan mengangkat mereka secara sah menurut hukum, kan?" seru Kaede. Tentu kau takkan mengangkat mereka secara sah menurut hukum, kan?" seru Kaede. "Bagaimana jika aku melakukannya?" "Aku menganggap Sunaomi seperti anak kandungku tapi Shigeko akan tetap menjadi pew arismu?" "Ada banyak kemungkinan: bahkan pernikahan, saat dia cukup dewasa. Aku tak ingin melakukannya dengan tergesa-gesa. Semakin lama kita menunda keputusan, semakin besar kemungki nan Zenko tersadar dan tenang. Tapi aku khawatir dia didukung Kaisar dan para pendukungnya di wilayah Timur. Kita harus berterima kasih pada penculikmu untuk hal itu!" Diceritakannya tentang penemuannya dengan Lord Kono. "Mereka mencap diriku sebag ai penjahat. Karena Fujiwara adalah kerabat Kaisar sehingga dia terbebas dari kejahatannya!" "Kuatnya tekadmu soal sistem keadilan mungkin telah membuat mereka ketakutan," k ata Kaede. "Karena hingga saat ini tak seorang pun berani mencela atau meng¬hukum orang seper ti Fujiwara. Aku tahu dia bisa saja membunuhku tanpa berpikir panjang. Tak seorang pun berani menolak perintahnya, tidak ada yang berpikir kalau apa yang dilakukannya salah. Perasaan laki¬laki tidak lebih berharga dari sebuah lukisan atau jambangan berharga karena dia bisa membunuh pere mpuan dengan entengnya seolah hanya menghancurkan salah satu hartanya aku nyaris tidak b isa mengung¬kapkan dengan kata-kata betapa sikapnya melemahkan keinginanku dan membuat tubuhku serasa lumpuh. Kini pembunuhan atas perempuan di Tiga Negara akan dihuku m sama seperti pembunuhan terhadap laki-laki, dan tidak ada orang yang bisa lolos dari keadilan hanya karena derajat mereka. Keluarga-keluarga ksatria kita lelah me nerimanya, namun di luar perbatasan kita, baik itu ksatria maupun bangsawan akan menganggap hukum sebagai penghinaan. "Kau mengingatkan betapa banyak hal yang dipertaruhkan. Aku takkan mengun¬durkan d iri seperti permintaan Kaisar, tapi aku juga tak ingin terjadi peperangan. Namun bila kita m emang harus berperang di wilayah Timur, maka makin cepat makin baik." Takeo menceritakan ten tang senjata api, dan misi Fumio. Tentu saja Kahei berpikir kita harus segera bersiap: kita punya waktu untuk membangun kekuatan sebelum musim dingin. Tapi di Terayama semua Guru Besar menen tangnya. Mereka mengata¬kan kalau aku harus pergi ke ibukota musim semi depan bersama Shige ko, dan semua masalah akan terpecahkan." Takeo mengernyitkan dahi. Kaede meng¬gosokkan jari di dahi Takeo, menghaluskan gar

is-garis kerutannya. "Gemba memiliki serangkaian tipuan baru," ujarnya. "Tapi kukira akan mem¬butuhkan lebih dari sekadar itu untuk meredam nafsu kekuasaan jenderal Kaisar, Saga Hideki, Si Pembu ru Anjing."** Keesokan harinya dilakukan persiapkan upacara pemakaman Kenji, dan mendiktekan s urat-surat. Minoru dibuat sibuk seharian, menulis surat untuk Zenko dan Hana bahwa Sunaomi t iba dengan selamat; surat kepada Sugita Hiroshi, memintanya datang ke Hagi secepat mungkin; surat kepada Terada Fumifusa, mengabarkan tentang kepulangan Takeo dan keberadaan putranya, F umio, dan terakhir surat kepada Sonoda Mitsuru di Inuyama, memberitahukan bahwa belum ada Keputusan mengenai nasib kedua sandera; masalah ini akan dibicarakan pada per¬temuan mendata ng. Kaede memberitahukan pada Takeo dan Minoru tentang semua masalah terbaru yang be rkaitan dengan kota Hagi dan penduduk¬nya. Minoru mencatat dengan hati-hati ten-tang Keput usan yang akan diambil. Di pengujung hari yang panjang, panas serta melelahkan, Takeo perg i mandi, dan me Halaman 108 dari 500

ngirim perintah agar putri kembarnya datang menghadapnya ke sanairim perintah ag ar putri kembarnya datang menghadapnya ke sana. Mereka menyelinap masuk ke air beruap dengan tubuh telanjang: badan mereka tak l agi seperti badan anak-anak, rambut mereka panjang dan tebal. Sikap mereka lebih tenang dari biasanya, jelas masih belum yakin apa¬kah Takeo sudah memaafkan tingkah mereka pada hari sebelumny a. "Kalian kelihatan lelah," kata Takeo. "Ayah berharap kalian bekerja keras hari i ni." "Shizuka galak sekali hari ini," Miki meng¬hela napas. "Dia bilang kami perlu lebi h disiplin." "Dan Shigeko memaksa kami menulis begitu banyak," keluh Maya. "Jika aku tidak pu nya jari seperti Ayah, apakah Lord Minoru akan menulis untukku?" "Ayah dulu belajar menulis, maka kalian pun begitu," sahutnya. "Dan menulis jauh lebih sulit bagi Ayah karena usia Ayah sudah lebih tua. Makin muda, makin mudah belajar. Bersyuku rlah kalian memiliki guru yang sangat baik!" Nada suaranya terdengar tegas. Miki memegang-megang bekas luka ayahnya yang melintang dari leher samping ke dada. Takeo bicara dengan suara lebih lembut. "Banyak hal dituntut dari kalian. Kalian harus belajar cara ksatria, begitu pula dengan semua rahasia Tribe. Ayah tahu itu tidak mudah. Kali an memiliki banyak bakat: kalian harus hati-hati menggunakannya." Miki berkata, "Karena kejadian pada kucing itu?" "Coba ceritakan," sahut Takeo. Si kembar saling bertukar pandang tanpa bicara. Takeo berkata, "Kalian adalah darah daging Ayah. Kalian ditandai, seperti juga A yah, sebagai Kikuta. Tidak ada yang tidak bisa kalian ceritakan pada Ayah. Maya, apa yang terjadi pad a kucing itu?" "Aku tak bermaksud menyakiti," Maya mulai bicara. "Jangan bohong," Takeo memperingatkan. Maya meneruskan, "Aku ingin melihat apa yang akan terjadi." Suaranya kedengaran serius; menatap lurus pada Takeo. Kelak Maya ingin menantang tatapan ayahnya. "Aku marah sekali dengan Mori Hiroki." "Hiroki menatap kami," Miki menjelas¬kan. "Semua begitu. Seolah kami ini setan." "Dia menyukai Shigeko dan tidak menyukai kami," tutur Maya.

"Sama seperti semua orang," ujar Miki, dan seolah diamnya Takeo melepaskan ses¬uat u dalam dirinya, Miki menangis. "Kami dibenci karena kami kembar!" Si kembar jarang menangis. Satu lagi sifat yang membuat mereka nampak tidak waja r. Maya juga menangis. "Ibu juga membenci kami karena ibu menginginkan anak laki¬laki , dan bukannya dua anak perempuan!" "Chiyo yang bilang pada kami," Miki menelan ludah. Takeo merasa hatinya remuk redam karena kesedihan. Memang mudah menya¬yangi putri sulungnya, tapi ia lebih menya¬yangi si kembar karena mereka tidak mudah disayangi , dan juga merasa iba pada mereka. "Kalian sangat berharga bagi ayah," sahut¬nya. "Ayah merasa gembira karena kalian kembar dan kalian anak perempuan. Ayah lebih senang anak perempuan ketimbang semua anak lak i-laki di dunia ini." "Saat Ayah ada di sini, kami merasa aman. dan kami tak ingin melakukan hal-hal y ang buruk. Tapi Ayah sering pergi jauh." "Ayah ingin mengajak kalian tapi tidak Halaman 109 dari 500

selalu bisa. Kalian harus bersikap baik bahkan saat Ayah tidak ada di sini." ela lu bisa. Kalian harus bersikap baik bahkan saat Ayah tidak ada di sini." "Orang-orang seharusnya tidak boleh menatap kami," ujar Maya. "Maya, mulai saat ini kau yang harus berhati-hati saat menatap. Kau sudah tahu c eritanya Ayah sudah sering ceritakan padamu tentang pertemuan Ayah dengan raksasa Jin-emon?" tan ya Takeo. "Ya," sahut mereka serempak dengan penuh semangat. "Ayah menatap matanya dan dia tertidur. Itulah sihir tidur Kikuta yang berguna u ntuk melumpuhkan musuh. Itulah yang kau laku¬kan pada kucing itu, Maya. Tapi Jin-emon bertubuh besa r, setinggi gerbang kastil serta lebih berat dari banteng. Kucing bertubuh kecil, dan masih muda, dan sihir tidur itu membunuhnya." "Kucing itu tidak benar-benar mati," tutur Maya, bergerak mendekati lalu bergela yut di lengan kiri ayahnya. "Kucing itu men¬datangiku." Takeo berusaha tak menunjukkan ke¬kagetannya, tak ingin membungkam putri¬nya. "Kucing itu datang tinggal bersamaku," ujar Maya. "Kucing itu tidak keberatan. Karena sebelumnya kucing itu tidak bisa bicara, kini dia bisa bicara. Dan aku pun tidak keberatan. Aku suka kucing itu. Aku suka menjadi kucin g." 'Tapi Jin-emon tidak mendatangi Ayah, kan?" tanya Miki. Bagi mereka hal ini tida k lebih aneh dibandingkan dengan kemampu¬an menghilang, atau sosok kedua, dan mungkin tidak leb ih berbahaya. "Tidak, karena akhirnya Ayah menggorok tenggorokannya dengan Jato. Dia mati kare na digorok, bukan karena sihir tidur itu." "Apa Ayah marah dengan kejadian kucing itu?" tanya Maya. Takeo tahu kalau mereka percaya padanya, dan ia tak ingin kehilangan kepercayaan itu, juga sadar kalau mereka bersifat pemalu layaknya hewan liar yang dapat kabur dalam sekejap. Terkenang masamasa penuh pen¬deritaan selama bersama Kikuta. kekejaman dalam pelatihannya. "Tidak. Ayah tidak marah," sahut Takeo dengan tenang. "Shizuka marah sekali," gumam Miki. "Tapi Ayah harus tahu semuanya agar bisa mel indungi kalian, dan menghentikan kalian agar tak menyakiti orang lain. Ayah adalah orangtua dan juga senior kalian dalam keluarga Kikuta.

Kalian berhutang kepatuhan pada Ayah dalam kedua hal itu." "Kejadiannya begini," tutur Maya. "Aku marah pada Mori Hiroki. Kulihat betapa sa yangnya dia pada kucing itu. Aku ingin dia membayar perbuatannya karena tidak mau menatap kami. D an kucing itu manis sekali. Aku ingin bermain dengannya. Maka kutatap matanya, dan aku tidak b isa berhenti menatapnya. Kucing itu lucu, dan aku ingin menyakiti Hiroki, dan aku tak bisa me ng¬hentikannya." Maya berhenti, menatap tak berdaya ke arah Takeo. "Teruskan," ujarnya. "Aku menariknya masuk. Dari tatapan matanya, melalui tatapan mataku. Kucing melo mpat masuk ke dalam diriku. Kucing itu melolong dan mengeong. Tapi aku tidak bisa berhenti men atapnya. Kemudian kucing itu mati. Tapi dia masih hidup." "Lalu?" "Lalu Mori Hiroki sedih, dan itu mem¬buatku senang." Maya menghela napas panjang, seolah habis susah mengingat pelajaran yang telah dihapalkannya. "Hanya itu. Ayah, sungguh." Takeo menyentuh pipi Maya. "Kau telah berkata jujur. Tapi kau tahu betapa mem¬bing ungkan perasaanmu. Pikiranmu tidak jernih, yang justru harus sebaliknya saat menggunaka n kemampuan Tribe itu. Saat menatap mata orang lain, kalian akan melihat kelemahan mereka. I tulah yang membuat mereka rapuh pada tatapan kalian." Halaman 110 dari 500

Kita harus mengamati¬mu untuk mencari tahu. ka u membuat kesalahan. "Kita berdua menikah saja. *** Pemakaman Kenji dilaksanakan keesokan harinya." kata Maya di sela-sela isak tangisnya yang baru meleda k lagi. dan kedua putri kembarnya yang belum bi sa dilindunginya dari kerasukan yang akibatnya pun belum bisa diperkirakannya. Kau akan harus menanggung akibatnya. Kenji telah berpulang ke alam baka. Kedua putrinya berada di dekatnya." sahut Maya setuju." sahut Miki. tubuh mereka begitu mirip dengan tekstur dan warna kulit dirinya." "Kuharap dia belum mati. Tapi kau harus ber¬janji pada Ayah untuk tidak menggunakan sihir tidur Kikuta pada orang lain sampai Ayah ijinkan. Shigeko bangu . dan batu nisan didirikan untuknya di kuil Hachiman di sebelah Tokoji. "Aku benci anak-anak. "Kelak kau pasti berubah pikiran. kan?" tanya Maya. dan mulai menangis lagi." "Aku tak ingin punya anak. "Aku ingin menikah dengan Miki. juga Jo-An. "Kami tidak harus menikah dengan Sunaomi." Takeo menggoda. seperti juga Shiger u. Tindakanmu salah." sahut Takeo." ujar Miki. "Dia menceritakan ten tang roh-roh hewan dan cara Tribe memanfaatkannya." ujar Miki. sambil tertawa cekikikan. "Terutama Sunaomi! Ayah tidak akan men gangkat Sunaomi sebagai anak. "Ayah tidak tahu. "Lalu kalian takkan punya anak. kini lebih tenang. "Sebagai hukuman!" "Aku tak ingin ditunangkan dengan siapa pun." sahut Takeo. kan?" "Ayah tak membutuhkan anak laki-laki. menangisi kepergian gurunya." sahut Miki sepakat. "Mengapa? Siapa yang mengatakan kalian harus menikah dengannya?" "Sunaomi mengatakan pada kami kalau dia ditunangkan dengan salah satu dari kami! " "Hanya kalau dia benar-benar nakal."Apa yang akan terjadi padaku?" tanya MayaApa yang akan terjadi padaku?" tanya M aya." "Mestinya Kenji tahu. Kalian membutuhkan laki-laki untuk bisa punya anak." kata Maya. yang tak lama kemudian menjadi tempat ziarah bagi ke luarga Muto dan anggota Tribe yang lain. Dan Takeo merasakan matanya pun menghangat. Kini mereka bertiga menginspirasi dan melindungi orang yang masih hidup di dunia fana ini.* Musim hujan plum sudah selesai dan hawa panas musim panas dimulai.

mengajarin ya sopan santun.n sebelum matahari terbit dan pergi ke kuil di tepi sungai untuk menghabiskan waktu ber¬sama si kuda hitam jantan saat udara masih dingin. Dua kuda betina tua menggigit dan menendang. Halaman 111 dari 500 . meringkik saat meli hat¬nya dan menunjukkan tanda sayang. sedangkan kuda jantan mulai bisa menerima kehadiran Shigeko.

Shigeko membuka topik pembicaraan dengan santai. tapi dia hanya setengah mengakui kalau dia lega saat Hiroshi berkuda ke Hagi seo rang diri." bantah Shigeko. yang pasti jangan seorang diri."Dia tidak pernah melakukannya pada siapa pun. Dinamainya kuda itu Tenba karena ada sesuatu bersifat surgawi pada kuda itu. "Kuda ini mulai menyayangiku. Hiroshi tinggal bersama keluarga Otori sampai usia dua puluh tahun lalu pindah ke Maruyama. Dan Ayah bisa menungganginya saat kami me¬lakukan perjalanan ke Miyako. Meskipun urusan pemerintahan membu atnya sibuk. Anak-anak berenang di laut dan melanjutkan pelajar an dan pelatihan dengan gembira karena sang ayah sudah pulang." jawab Shizuka. Hari-hari yang panas berlalu." "Tapi harus aku lakukan. Takeo selalu menyempatkan waktu bersama mereka." Lalu pi kiran itu terbersit di benaknya. Setiap kali menerima surat. memer¬hatikan kuda jantan itu menggesek-gesekkan kepalanya di bahu Shigeko. karena usianya sudah dua puluh enam tahun dan belum beristri. dan sewaktu berderap mengelilingi padang rumput. Aku sudah terlalu tua dan lamban. Menunggu hingga bisa bicara berdua pada Shizuka." "Kuda ini sudah siap dijinakkan. Shigeko berharap membaca kala u Hiroshi sudah menikah. dan Taku tujuh belas tahun. Hiroshi akan datang ke Hagi Kami bisa menjinakkan kuda ini bersama-sam a. kuda itu tampak seolah terbang. "Tidak t erlalu muda. "Ayah tak memiliki kuda yang di sukai sejak Shun mati. tempat dia menjalankan pemerintahan wilayah milik ibu Shigeko dan suatu kelak akan menjadi miliknya." . "Aku ingin berikan untuk ayahku." ujar Hiroki. sedangkan ayah Anda terlalu sibuk." komentar Mori Hiroki. Hal ini t ak bisa dijelaskan. Dia tidak pernah melakukannya pada siapa pun. Kedatangannya terasa seperti kemb alinya kakak lakilaki bagi ketiga gadis itu. pada malam-malam yang hangat ket ika langit hitam kelam dan bintang¬bintang terlihat membesar." komentar Mori Hiroki. peristiwa besar selanjutnya di musim panas adalah kedatangan Sugit a Hiroshi dari Maruyama. dan tidak menyebut istri atau tunangan yang ditinggalkan di Maruyama. "Shizuka. "Tapi Anda jangan mencobanya dulu . memer¬hatika n kuda jantan itu menggesek-gesekkan kepalanya di bahu Shigeko. Bagi Shigeko." sahut Shigeko. serta hembusan lembut angin dari laut membuat kediaman terasa dingin. berapa usia kedua putramu saat mereka menikah?" "Zenko delapan belas tahun.

Hiroshi jatuh cinta pada Hana sehingga tak mau men ikah lagi? "Bila ada unsur persekutuan pada diri mereka. namun dia tak punya tanah warisan nya sendiri. Kedudukannya kurang tinggi. "Kebanyakan laki-laki memiliki perempuan simpanan!" "Ayahku tidak. Kedekatannya pada keluargamu hampir seperti anak laki-laki di keluarga ini."Dan usia Taku dan Sugita sebaya. Halaman 112 dari 500 ." Shi zuka tertawa. "Kukira ketiganya berharap bisa menikahi Hana." "Kuharap dia akan terus mengabdi padaku di sana." kata Shigeko. "Tapi posisi Hiroshi itu unik." sahut Shigeko." "Sungguh aneh." ujar Shigeko. setengah ingin meneruskan pembicaraan. Taku ber¬hasil mengat asi patah hatinya. dan itulah alasannya dia tidak menikah. "Tapi aku terpak sa harus mencarikan istri untuknya! Apakah dia memiliki perempuan simpanan?" "Kurasa ada." sahut Shizuka. dan setenga h tercengang dengan rasa sakit di hatinya. tapi sudah menjadi rahasia umum kalau Hiroshi tak dapat menghapus kekecewaannya. sudah pasti ayahmu akan menikah¬kan mereka. Dia akan menyerahkan Maruyama padamu tahun ini." tutur Shizuka. Terutama Hiroshi yang selalu mend ambakan menjadi suami Hana: dia amat mengagumi ibumu dan meng¬anggap Hana mirip dengannya. dan mereka lahir di tahun yang sama bibimu Hana juga lahir di tahun itu. kan?" "Ya.

" "Tak menikah pun aku sudah bahagia." "Cemburu adalah perasaan yang menakut¬kan. tertawa. Tampak suasana hatinya sangat baik." katanya." sahut Shizuka. Mengin gatkan Shigeko pada wajah guru-gurunya di biara saat bermeditasi. kira-kira setinggi ayahnya tapi lebih tegap dan d engan wajah lebih gemuk. dan hanya bicara langsung pada Shigeko satu atau dua kali. itu pun dengan sikap form al. tapi saat ia melihat ke arahnya. aku ingin tahu apakah dia bisa menemukan orang yang cukup baik. Hiroshi selalu me¬manda ng ke arah lain." sa hut Shizuka. me nggoda si kembar dan memuji Kaede. penuh optimisme tentang panen yang akan datang dan dengan bersemangat menceritakan hasil teknik inovasi dalam melatih kuda dan manusia. Dia tidak mirip orang yang dimabuk cinta. Aku hanya ingin tahu seperti apa: hal-hal yang dilakukan laki -laki dan perempuan bersama. Dan kurasa mereka tak in gin membuat orang yang mereka sayangi tersiksa rasa cemburu." seru Shigeko."Memang tidak. ekspresinya tenang. begitu pula Lord Shigeru. Hiroshi dilatih dengan Ajaran Houou. rambutnya tebal dan hitam p ekat. "Dan ayahmu akan memilih jodohmu dengan bijaksana." Tatapan mata Shizuka menerawang jauh. malah hampir tak bersahabat." "Mungkin perempuan lain tidak menarik perhatian mereka. cinta." Shigeko mengamati Hiroshi malam itu saat makan malam. "Ingin tahu mengapa mereka sangat ber¬beda dengan laki-laki lain." 'Tapi untungnya kau masih terlalu muda untuk mempunyai perasaan semacam itu. Satu atau dua kali Shigek o merasa kalau laki-laki itu menatapnya. "Sayang sekali para gadis tidak dibolehkan memiliki kekasih layaknya anak laki-l aki. Bentuk matanya panjang dan ekspresinya hidup. Bahkan ayahmu memilih dengan sangat teliti. "Mereka harus sedikit lebih bijaksana. tapi ia tahu kalau ini tidak sepenuhnya benar. begitu pula Lord Shigeru. Sejak mulai beranjak dewasa ditemukan ia gelisah dengan keinginan disentuh lakilaki. "Apakah ada orang yang kau sukai. Shigeko? Kau sudah leb ih dewasa dari yang kukira?" "Tentu saja tidak. seperti diri nya." Tatapan mata Shizuka menerawang jauh. berkelakar dengan Takeo dan meng¬ingatkannya tentang mund urnya pasukan saat badai topan dan pertempuran merebut Hagi. Memang tidak. Saat itu wajah Hiroshi tak bersemangat. Tubuhnya tidak terlalu tinggi. dan ingat kalau. pernikahan. Hal itu agak menenangkannya: mereka selalu menjadi teman se .

per¬debatan ini bagi Shigeko sama mengecewa¬kannya dengan sikap resmi laki-laki itu. saat matahari terbit di atas pegunungan dan mengubah permukaan tenang sungai menjadi cermin yang berkilauan memantulkan dunia yang tampak lebih nyata ketimbang dunia yang mereka lalui. "Datanglah ke kuil besok pagi dan kau bisa lihat sendiri. kemudian ber¬kata. Mereka berjalan berdampingan menyebe¬rangi jembatan batu. mengenakan celana panjang dan pembalut kaki. Ijinkan aku meng awalmu." sahut Shigeko. Hiroshi selalu memahami dan me ndukungnya." Nada suaranya terdengar dingin. Dia berpakaian untuk menunggang kuda. dan berani berdebat dengan Shig eko seperti yang sering dilaku¬kannya lima tahun silam. Hiroshi ber¬tanya padanya tentang kuda muda itu karena Shigeko pernah menyuratinya tentang masalah itu. dan hanya bersenjatakan tongkat pendek yang disembunyikan. Shigeko men¬cerit akan tentang kuda itu. Shigeko mengenakan pakaian yang hampir serupa. Udara terasa tenang. "Dengan senang hati. dan kata-katanya resmi. Halaman 113 dari 500 . sama seperti pada si kembar. Sebaliknya. Tepat sebelum beristirahat. Biasanya dua penjaga kastil mendampingi Shigeko. tapi hari ini Hiroshi menyuruh mereka pergi.perjuangan. d an pedang di sabuknya. seperti yang sering mere ka lakukan ketika Shigeko masih kecil. rambutnya diikat ke bel akang dengan tali. Sesaat Hiroshi ragu-ragu. cahaya cerah dan keemasan. meskipun hubungan mereka tak bisa lebih dari itu. dan sikap kaku Hiroshi perlahan luruh. Dia hanya menganggapku sebagai adik.

belajar ketrampilan menjinakkan dan mengembang¬biakkan kuda." sahut Hiroshi. Dibutuhkan jug a kekuatan serta ketegasan seorang laki¬laki. membe ranikan diri menggoda. Ketika mereka menghampirinya." sahutnya pelan. Kita akan menjinakkannya bersama-sama. Aku tak ingin orang lain yang melakukan¬nya kuda ini perc aya padaku. "Aku akan ke sini k apan saja ayahmu tak membutuhkan diriku. Mereka memulainya pagi itu. sebelum hawa panas semakin kuat." seru Hiroshi." "Aku ingin menghadiahkannya kepada Ayah. dengan cara yang pernah diajarkan pada kita. kuda itu berderap ke arah Shigeko. kan?" "Ada awan badai di kaki langit. "Itu sebabnya aku dipanggil." "Nantinya kuda ini juga akan percaya padaku. "Bukan hanya melihat kudamu. "Tapi aku tak ingin ayah membawanya ke kancah pertempuran! Sekarang kita dalam kedamaian." Tadinya aku berharap kau datang untuk melihat kuda milikku!" kata Shigeko. di kepala. membiasakan si kuda dengan sentuhan Hiroshi. dan kepercayaan itu tak boleh dihancurkan. jadi aku harus ada di sini te rus. belajar ketrampilan menjinakkan dan mengembang¬biakkan kuda." ujar Shigeko. bayangan dan matahari. Setelah beberapa saat. kegelapan dan cahaya. Tenba mendengar suara Shigeko dan meringkik. "Jika bisa dijinakkan. sekitar telinga." Ajaran Houou merupakan ajaran tentang unsur-unsur laki-laki dan perempuan: kekua tan yang lembut. ahari pagi menyinari kuil tua: Hiroki sudah siap dan Hiroshi menyambutnya dengan gembira karena dia menghabiskan masa kecilnya dengan orang tua itu. welas asih yang kuat. "Kuharap kau ada wa ktu untuk membantuku menjinakkannya." ujar Hiroshi. yang tersembu nyi serta yang terungkap. Kelembutan saja tak bisa menjinakkan kuda seperti ini. wajah laki-laki itu agak memerah hingga ke lehernya. Shigeko terkejut sewaktu melihat s ekilas ke arah Hiroshi. Shigeko bicara dengan sikap canggung. "Kuda ini menakutkan sekaligus tampan. tapi telinganya berdiri tegak dan memutar bola matanya saat melihat Hiroki.Matahari pagi menyinari kuil tua: Hiroki sudah siap dan Hiroshi menyambutnya den gan gembira karena dia menghabiskan masa kecilnya dengan orang tua itu. dia bisa menjadi kuda perang yang luar biasa. pinggul bagian samping dan di bagi .

te rakhir mengikat dengan longgar satu pita lagi di hidung dan kepalanya tali kekang pertamanya. dan setelah itu. ketika kuda jantan itu dihadiahi wortel dan Shige ko serta Hiroshi disajikan teh dingin. Namu n ayahku selalu percaya pada pendekatan yang lembut. dia berkata." "Itu sebabnya mengapa kuda-kuda Otori termashur. karena mereka tidak membuang tenaga melawan si penunggangnya dan ber usaha berlari dengan cepat! Aku selalu menggunakan metode yang kupelajari darimu." Wajah Shigeko bersinar.* Halaman 114 dari 500 ." tutur Hiroshi." sahut Hiroshi. Kemudian mereka menempatkan pita halus di sepanjang punggung hingga ke leher.an bawah perutnya. "Kita akan ber¬hasil menjinakkannya. namun patuh pada cara mereka menanganinya. kan?" "Aku tak meragukan hal itu. seringkah dengan kekerasan. kuda-kuda dijinakkan dengan paksaan. Hewan-hewan dipukul agar patuh. "Mereka jauh le bih patuh dibandingkan kuda-kuda lain. dan dengan stamina yang lebih kuat. Mori Hiroki mengamati mereka dengan sikap setuju. membalas senyuman Shigeko dengan sik ap hangat. Tenb a berkeringat dan kulitnya menggigil. "Wilayah lain di Tiga Negara dan di luarnya. lebih bisa diandalkan dalam pertempuran.

Ayah dari sahabatnya. Shigeko dan Hiroshi pergi melintasi teluk menuju kediaman Terada Fumifusa. mantan kepala perompak yang kini memelihara dan mengawasi armada kapal pe rang maupun kapal dagang sehingga Tiga Negara termashur dalam perdagangan dan keamanan dari serangan lewat laut. Ku rir pergi atau berkuda menyampaikan pesan antarkota.Takeo mengetahui kerjasama putrinya dengan Sugita Hiroshi dalam menjinakkan si k uda jantan hitam meskipun tidak mengetahui kalau kuda itu akan dihadiahkan padanya karena dia mengetahui hampir segalanya. Sifatnya yang artistik membuatnya menjadi Putri sulung Terada akrab dengan Shigeko karena mereka berapi. tak lama setelah Festival Tanabata. Di satu senja yang panas pada bulan ketujuh. dan memikirkan pas angan yang cocok dan berguna bagi pemuda yang telah mengabdi dengan setia padanya sejak mas ih kecil. Eriko. taman dan benda-benda yang indah: dia menulis puisi dengan goresan kuas yang indah. tempat cuaca yang tidak biasa Fumio. Takeo. tidak hanya di Hagi tapi di seluruh Tiga Negara. Kini Terada berusia kira-kira lima puluh tahun. dia mem¬bangun kembali rumah lamanya yang dirancang oleh putra dan menantunya. da n membuat kediaman itu tampak mewah dan memesona dilihat dari kastil. Takeo mengira Hiroshi sudah seperti kakak bagi putri nya. Fumio. Eriko menyukai lukisan. keberanian dan peng etahuan Terada. Pemah terdengar olehnya desas-desus kalau Hiroshi tergila-gila pada Hana. seumur. sepupu keluarga Endo. terkadang mengkhawatirkan masa depan dan statusnya yang masih melajang. namun hanya menunjuk kan sedikit ke¬lemahan karena usia. mengenal karakter Hiroshi yang kuat dan kecerdasannya namun Hiroshi menghin dari semua calon yang diajukan. Setelah pertempuran merebut Hagi dan gempa bumi. . dan burung¬burung dara digunakan untuk mengi rim kabar darurat dari kapal di laut. dan kejatuhan para paman Shigeru adalah keinginan terbesarnya. ia tid ak percaya begitu saja. Terada tidak memedulikan harta benda indah yang diperolehnya saat menjadi peromp ak dendamnya pada pemimpin Klan Otori menjadi penggerak kekuatannya. Takeo sangat meng¬hargai ketajaman otak. Akhirnya ia memutuskan untuk memperbarui usahanya mencarikan istr i bagi Hiroshi dari keluarga ksatria di Hagi. Bangunan itu berada di dekat kawah gunung membuatnya dapat menanam tanaman eksotis yang dibawa bib Ishida. Kaede. dan tanaman obat yang dibawa Ta teman yang disenangi Takeo dan Kaede.

Mereka bersaing penuh persahabatan. Semua tamu mengenakan jubah musim panas berwarna cerah. namun Eriko hampir menandinginya. lal u mengapungkannya di atas nampan kayu kecil untuk dibaca pengunjung di paviliun se belahnya. Burung tekukur menyerukan nyanyiannya yang memecah kesunyian. serangga serta burung membuat diri Takeo merasakan kebahagiaan murni yang jarang dirasakannya. dan jangkrik berderik tia da henti. Kaede mahir dalam membuat puisi semacam ini. Cangkir-cangkir sake juga diapungkan di permukaan air yang mengalir pelan. Udara terasa harum oleh aroma adas manis dan jahe. Kolam dipenuhi warna ungu muda dan bunga teratai putih kekuningan. dinaungi pepo honan aneh dari Kepulauan Selatan yang mirip kipas. Irama kata¬kata dan tawa ber baur dengan suara air.Paviliun kecil dibangun di atas sungai kecil di taman. Eriko memperkenalkan permainan lama di mana para tamu harus menggubah puisi. dengan pengetahuan luasnya tentang kiasan klasik dan kemam¬puan berpikir cepat. Halaman 115 dari 500 . menyaingi warna-warni kupu-kup u yang beterbangan di antara bunga. menghilangkan kecemasannya serta meringankan kesedihannya. dan s esekali satu atau dua tamu mengambilnya lalu diberikan kepada temannya. dan bunyi tenang air yang mengalir memenuhi udara.

Kaori.. Miyoshi Kahei. mungkin kepakan sayap burung. Kaede dan Shigeko. Did engarnya suara Kaede saat membaca.Takeo tengah mengamati Hiroshi yang duduk bersama Shigeko dan putri Eriko. ada suara lain. Kaori . Seorang pelayan keluar dari rumah. Ia men¬dongak menatap langit dan melihat sekawanan kecil bin tik jauh di arah tenggara. "Kita harus persiapkan dewan p¬eperangan. tuntutan . Namun di sela-sela tawa dan semua suara lain di senja yang damai ini." ujarnya. "Kita akan bertemu besok dan me¬mutuskan apa yang dilakukan. semakin jelas terlihat kalau itu ad alah kawanan burung dara yang kembali ke kediaman Terada. di paviliun sebelah. Terada melihat ke arah Takeo dan membuat isyarat dengan kepala. derik kasar suara jangkrik.." Takeo melihat dari bayangan beranda ke arah pemandangan yang indah di taman. tapi Takeo kini s adar akan panasnya cuaca sore ini. ber¬lutut di belakang Lord Terada lalu berbisik padanya. Sewaktu kawanan itu mendekat. Sugita Hiroshi. meminta maaf pada para tamu. Takeo. Kemudian pesta itu ditutup dengan perasaan gembira. di paviliun sebelah. "Gagal. Usia Kaori cukup dewasa untuk dinikahkan: mungkin dia bisa menjadi pasa ngan yang cocok bagi Hiroshi. Begitu sampai di beranda. Segera kembali. Kaori dan Shigeko tengah tertawa melihat usaha Hiroshi. Usia Kaori cukup dewasa untuk dinikahkan: mungkin dia bisa menjadi pasa ngan yang cocok bagi Hiroshi. nanti akan dibicarakannya dengan Kaede. Burung-burung dara melayang di atas kepala menuju kandang. Mereka berdua berdiri bersamaan. tapi arah datangnya kawanan ini membuat ia gelisah karena di tenggara terbentang kota beba s Akashi." Dewan terdiri dari Terada.. mendengar suara yang menyambut keang¬gunan dan kepandaia nnya. Takeo menceritakan tentang pertemuannya dengan Kono. "Pesan dari putra¬ku. lebih ringan dari bulu. lalu pergi bersama si pelayan itu ke dal am rumah. dari peluh di ketiaknya. ayah dan anak. Terada berkata. Burung-burung selalu kembali kemana pun semua kapal Terada yang membawanya. Muto Sh izuka. Senjata sudah di tangan Saga. Semua orang mendongak ke atas mengamati. terbuat dari sutra. Kaori mirip ayahnya: tubuh berisi serta sehat." Diambilnya lembaran kert as yang dilipat. akeo tengah mengamati Hiroshi yang duduk bersama Shigeko dan putri Eriko. tempat mereka menetas.

kau tak mungkin meng-hadapi ancaman dari wilayah Timur. "T api aku tak menarik kembali saranku." ujarnya pada Takeo." "Putra Zenko ada di tangan kita. "Inti dari adanya sandera yaitu siap mencabut nyawa mereka." "Dia tak bisa dianggap sebagai sandera. Miyoshi Kahei ingin bertindak cepa t: membangun kekuatan militer selama musim panas." tuturnya pada Terada. "Kami rasa ini dapat membuatnya p atuh." tutur Tak eo. mengalahkan si Pemburu Anjing dan membujuk Kaisar untuk mem¬pertimbangkan lagi ten tang ancaman serta penghinaan atas Otori. tapi aku tak percaya kau tega memerintahkan untuk membunuh anak-anak. denga n harapan Halaman 116 dari 500 . kematian Arai Zenko dan Lord Kono lalu diikuti denga n pemusatan pasukan di perbatasan wilayah Timur yang bisa tiba lebih dulu di ibukota saat mu sim semi." Kemudian teringat kalau Zenko adalah putra Shizuka. Orangtuanya tahu kalau putranya aman bersamamu layaknya berada di tangan ibunya sendiri!" "Zenko sudah bersumpah sekali lagi bahwa dia akan tetap setia padaku. dan dia pun meminta maaf. Aku lebih memilih untuk memercayainya. "Kapalmu juga bisa memblokade Akashi. jenderal baru dan senjata yang diselundupkan." sahut Kahei. Aku tak ber¬maksud menghinamu. "Pelabuhan itu haru s dalam kendali kita untuk mencegah ancaman Arai. "Aku tak bisa menyerangnya sebelum dia menyerang.Kaisar. "Sementara Zenko me¬rongrong di Bara t." tutur Kaede. Takeo.

Gemba. Take o tahu kalau itu sudah lama dikeluhkan Terada. Dan kita harus berusaha untuk mempertahankan kedamaian melalui perundingan." ujar Terada. kau akan lang¬sung menuju ke kematian!" "Aku mendukung tindakan yang tegas." gerutu Terada. Menur ut seni perang memang itu yang terbaik. bubuk mesiu dan bijih besi. Kirimkan pesan pada Kaisar bahwa Anda akan datang berkunjung. "Aku memahami pandangan Lord Miyoshi. Miyoshi." "Saat itulah Saga Hideki akan memper¬senjatai pasukannya dengan senjata api." ia layak mendapatkannya." tutur Shizuka. yang me mbenci para pedagang yang semakin kaya raya dan makmur. menyiapkan serangan tapi tidak menyo lok." Terada tampak merindukan masa ketika kapal-kapal milik¬nya mengendalikan semua perdagangan di sepanjang garis pantai utara dan barat. "Bila tidak menyerang sekarang. Bakal sulit bertempur tanpa dukungan itu. Mereka telah menghina. Tapi aku harus tunduk pada kearifan para Guru Ajaran Ho uou. Aku menganjur kan." ujar Kahei. Dan kita harus berusaha untuk mempertahankan kedamaian melalui perundingan. dan melatih m ereka untuk menghadapi prajurit yang hampir sama kekuatannya karena sudah pasti tahun depan Saga telah . Kahei dan banyak ksatria lainnya. Se mua pedagang di Akashi sudah lupa daratan. Kita akan beri mereka pelajaran. Ini akan meredam rencana serangan apa pun di pihaknya. kelak akan terlambat. " "Bagaimana denganmu?" Takeo bertanya pada Hiroshi yang hingga saat ini belum bic ara." "Klas pedagang mulai semakin kuat hingga menjadi berbahaya." kata Hiroshi. dan yang lainnya di Terayama menganjurkan untuk menenang¬kan Kais ar dengan berkunjung ke Miyako tahun depan. "Beliau punya alasan.dia layak mendapatkannya. "Itu saranku. Aku tak akan membawa perang saudara di Tiga Negara. "Dan kita mengandalkan mereka untuk mendapat persediaan." Kahei menggelengkan kepala. wajahnya suram. Aku tak akan membawa perang saudara di Tiga Negara. "Kakakmu. Karena kalau tidak. Setid aknya biarkan kami mendekati Akashi dan mencegahnya memperdagangkan bubuk mesiu. Kita harus membangun kekuatan prajurit pejalan kaki yang membawa senjata api. seperti Kahei. "Aku setuju dengan Miyoshi. memperkuat pasukan di wilayah Timur. "Tindakan semacam itu akan membuat geram pedagang kita sendiri.

Beberapa hari setelah pertemuan dewan perang. Bahkan sejak dia masih ke cil! Takeo berpaling ke arah putrinya. atau ambisi apa pun untuk menyingkirkan Anda. Takeo sering bertemu Shizuka yang tinggal di kastil untuk menema ni Kaede atau putri-putri-nya. di pagi hari Festival Tanabata. se olah kebetulan. Tidak ada pertemuan resmi. Minoru yang selalu meng¬ikuti dengan membawa peralatan menulis. pikir Takeo. kurasa Ajaran Houou akan menang." sahut Shigeko. "Shigeko?" "Aku sependapat dengan Lord Hiroshi." Hiroshi memang ahli strategi yang handal. menyingkir agar mereka bisa bicara berdua saja. maupun pengumuman atas penunjukkan S hizuka sebagai ketua Tribe. Sekali lagi aku menganjurkan agar jangan tergesa¬gesa. Sementara untu k adik ipar Anda. dan jangan bertindak terburu-buru.memiliki senjata dalam jumlah besar. mereka berjumpa saat Takeo hendak ke kastil. "Jika aku ikut dengan Ayah ke Miyako. kurasa ikatan keluarga akan menjadi lebih kuat ketimbang dendam apa pun yang dip endamnya pada diri Anda. bahkan untuk menghadapi Kaisar."* Selama di Hagi. Halaman 117 dari 500 . Hal itu tak bisa kita cegah.

maka seba iknya memang adiknya orang yang memiliki hubungan dengannya. dan akan menceritakan bahwa si penerjemah itu a dalah adiknya. pikiran kalau ia akan mengurangi satu rahasia lagi dari istrinya. Ishida dan Chikara m eninggalkan Hofu saat bulan purnama terakhir. ia merasa tidak nyaman atas kemunculan adiknya. anehnya justru membuatnya bahagia. "Kau pasti menantikan kepulangan suamimu." "Menyebalkan. yang menguasai bahasa Sh in dan Tenjiku agar bisa membaca karya klasik. "Baiklah. sastra dan kitab suci. Cuaca sedang cerah: mestinya mereka datang tid ak lama lagi. Takeo memikirkan Kaede yang mampu belajar dengan cepat. "Cari gadis pandai yang bisa menjadi pelayan mereka. Dua dari mereka be rada di kapal. "Kita ter¬paksa menerima mereka dengan segala macam up acara dan kemegahan. serta ber¬pura-pura terkesan atas hadiah tidak berharga mereka." pintanya pada Shizuka. karena tak ada alasan mengapa kabar ini harus dirahasiakan. Ia akan minta Kae de mempelajari bahasa orang asing dari Madaren." "Itu kabar baik."Aku dapat pesan dari Taku. Cuaca sedang cerah: mestinya mereka datang tid ak lama lagi." Lalu Take o berkata. Carikan tempat yang tidak nyama n untuk mereka tinggal." sahutnya. Dan kita akan mengatur agar ." Takeo berpikir cepat. Takut pada kesulitan yang pasti mun cul dengan kehadiran adiknya itu. Ishida dan Chikara meninggalkan Hofu saat bulan purnama terakhir. Aku lebih suka mengurung mer eka di satu tempat: Hofu tempat yang sangat bagus untuk itu.. Adakah orang lain yang bisa bicara bahasa merek a?" Shizuka menggelengkan kepala. "Aku ti dak ingin mereka merasa bebas pergi ke mana saja sesuka hati. tapi bila ia harus menggunakan jasa penerjemah." ujar Shizuka pelan." ujar Shizuka pelan. seseorang harus mempelajari secepatnya. Penerjemah mereka harus meng¬aja ri kita saat dia di sini. "Apa lagi?" "Ternyata Zenko memberi ijin orang asing ikut bersama mereka. "Tadi malam. Ia tak ingin bertemu Madaren. bersama penerjemah mereka perempuan itu. "Tadi malam. Tapi me¬nurutnya kau harus diberitahu. "Bi arkan gadis itu berusaha sekuat tenaga memahami apa yang mereka katakan." sahut Takeo." Takeo mengernyitkan dahi.." ku dapat pesan dari Taku. "Apa tujuan mereka?" "Taku tidak mengatakannya. dan awasi terus mereka.

" Dia bisa menumpang kapal yang sama." "Aku sudah terlalu tua." *** Kapalnya terlihat di laut dua hari kemudian." sahut Shizuka seraya tertawa. dan ber¬maksud mela njutkan dari sana ke Maruyama. Ishida cukup ber¬minat. hanya sedikit frustrasi terjebak di wilayah Barat . Biarkan dia melanjutkan pekerja¬an ini bersama mereka." "Taku baik-baik saja?" Takeo menyuara¬kan pikiran yang muncul kemudian. Shigeko mendengar lonceng dari bukit di Halaman 118 dari 500 . Dia baru akan berangkat bersama Lord Kono untuk menginspeksi harta kekayaan. Semakin banyak yang bisa kita pelajari. Menurutku." "Bagus. "Tapi aku yakin Kaede pasti mampu. "'Tapi. dan kedekatan mereka dengan Zenko.pelajaran diadakan di sini." ujar Takeo. sepupu?" "Aku meragukan kemampuanku. dan sudah menyusun daftar istilah ilmiah dan medis." sahut Takeo. Dan lihat apa kau bisa cari tahu lebih banyak lagi dari suamimu tentang tujuan mereka yang sebenarnya. Kau juga." "Begitu? Maka Hiroshi sebaiknya ada di sana untuk bertemu mereka. semakin baik. "Sepertinya begitu." "Kau bermaksud untuk belajar. dan mengabari keputusan kita pada Taku.

s atu malam selama tahun ketika seorang Puteri dan kekasihnya bisa bertemu menyeberangi jembatan aj aib yang dibangun burung magpies. tidak kepadaku?" "Ayahmu tidak mengatakannya. Karena tak ada yang namanya pasangan pengantin impian. Dia sudah mend erita begitu lama. "Secepat itu!" Shigeko tidak bisa menahan seruannya. "Aku dengar dia membicarakan itu. pikir Shigeko." sahut Hiroshi. Dia akan melupakan Hana jika dia memiliki istri dan anak.atas kastil berdentang sewaktu dia dan as kastil berdentang sewaktu dia dan Hiroshi menjinakkan si kuda jantan. Aku gembira bila cuaca cerah saat Festival Tanabata. Nam un Shigeko tak bisa memaksa dirinya untuk menyarankan agar Hiroshi menikah." Shigeko ingat keindahan malam tanpa bulan yang tenang. tidak dalam kehidupan nya ta. pikir Shigeko." tutur Hiroshi. percikan sinar bintang. "Aku tak boleh membocorkan rahasia Lord O tori. kemudian merasa malu. "Tapi kini hal itu membuatku sedih. "Ada kapal datang. . ber¬usaha melihat tapi sia-sia menentang silauny a matahari pagi." seru Shigeko dengan gembira." "Kalau benar itu kapalnya. "Kuharap itu kapal tabib Ishida." Dia membicarakan tentang dirinya sendiri dan Hana. kesal pada dirinya sendiri. "Kau tahu apa hadiahnya?" "Itu rahasia!" sahut Hiroshi menggoda. berarti aku harus segera kembali ke Maruyama. "Ayah bilang tabib Ishida membawa hadiah istimewa untukku tanpa mengatakan apa hadiahnya." Aku kede nga ran seperti anak kecil. "Hanya sa ja dia mengharapkan cuaca cerah dan per¬jalanan yang tenang untuk hadiah itu." "Mengapa ayah hanya mengatakannya padamu. "Kuda! Atau mungkin anak singa! Bebe rapa hari ini cuaca cerah. dia memperlakukan aku seperti anak kecil." ujar H iroshi." sahut Hiroshi dengan suara lebih lembut." "Pasti hewan." kata Shigeko. Tenba menerima sedikit dan membiarkan Shigek o menuntunnya dengan tali kekang halus. pikirnya. Dia harus menikah. "Saat masih kecil aku suka sekali Festival Tanabata. atau beban a pa pun di punggungnya selain kain berlapis yang masih membuatnya ber¬gerak mundur dan menend ang. tapi mereka belum mencoba menaruh pelana.

kan?" Shigeko menggelengkan kepala. yang berjalan di antara mereka berdua. tapi Tenba masih bertingkah tidak karuan. menjinakkan kuda-kuda di surga. Ayah pasti ingin mengadakan upacara untuk itu. Lady Shigeko." tuturnya. tiba-tiba perasaannya bergejolak. tap i entah bagaimana Hiroshi berhasil menjatuhkan tubuhnya di antara Shigeko dan kuda itu. Tapi mu ngkin putri itu mirip denganmu. An gin sepoiHalaman 119 dari 500 ." "Tentu." Tenba. sekali lagi bersikap dingin dan formal. mendadak ketakutan dan melompat mu ndur saat seekor burung merpati terbang dari atap kuil sehingga menarik pita yang dipegang Shigeko." sahut Hiroshi. tidak bersentuhan. tali kekangny a berayun¬ayun. "Kau tidak apa-apa? Kuda itu tidak menginjakmu. Shigeko menemukan lagi suaranya. Kuda itu berlari dengan langkah panjang. Ku da jantan itu membiarkannya mendekat. Kita buat Tenba berjalan pelan lagi. Secepatnya Shigeko me-nenangkannya. "Kukira sudah cukup untuk hari ini. Hiroshi bertanya. da n melompat lalu terjatuh. dan Hiroshi menuntunnya mengembalikan kepada Shigeko. Mereka berdiri b erdekatan. Lalu ak u harus pulang untuk bersiap menerima hadiah. dan hasratnya begitu kuat hingga mengejutkan dirin ya sendiri untuk dipeluk pemuda itu."Dulu aku suka membayangkan Putri Bintang dengan wajah ibumu. Shigeko hampir terjatuh. dan sesaat Shigeko menyadari kekuatan pemuda itu. menerjang tubuh Shigeko dengan bahu.

dihiasi bulu mata panjang dan tebal. dan memutuskan untuk berpura¬pura senang menerima hadiah itu. Ia be gitu gembira ketika tabib Ishida menuntun hewan itu dengan berhati¬hati menuruni tangga kapal dan menyerah kan kepadanya. aroma semak wangi yang ditanamnya masih tercium di udara . Tak satu pun dar i kedua¬nya bicara. Untungnya jarak antar a gerbang kastil ke tangga pelabuhan dekat dan bisa dilalui dengan berjalan kaki. Pedagang berhenti memuat berkarung-karung garam. pelacur kelas tinggi yan g pemah menghibur Lord Shigeru. bisa dilihat susana hati ayahnya sedang gembira: tak hentinya melihat ke arah Shigeko yang ada di sampingnya dan tersenyum. menyambut kapal dari Hofu dengan muatan anehnya . namun kuda mud a itu ber¬jalan tenang di antara mereka berdua dengan kepala tertunduk. namun kuda muda itu ber¬jalan tenang di antara mereka berdua dengan kepala tertunduk. Takeo tertawa gembira karena kirin dalam keadaan sehat dan juga karena reaksi Sh igeko. Shigeko terpesona oleh kelembutan dan pola aneh kulit hewan itu. oleh gayanya yang anggun serta pem-bawaan diri yang tenang selagi mengamati lingkungan asing di ha dapannya. Sewaktu Shizuka dan Shigeko bergabung dengan T akeo. melewati rumah kecil di bawah pohon pinus tempat Akane. dan hewan aneh itu bisa terlihat jelas leh ernya yang panjang kekaguman Shigeko sebesar dan setulus kerumunan orang yang menonton. epoi ber¬hembus pelan dan merpati terbang melayang di atas kepala. oleh bola mata yang gelap dan tatapannya yang lembut. ketika kapal mendekati dermaga. mengatakan kalau merasa kurang seh at. *** Di galangan kapal. Shigeko ber¬harap reaksinya tidak mengecewakan ayahnya. Shigeko kembali ke kediaman lalu berganti pakaian yang lebih sesuai untuk menyambut hadiah untuknya. Nelayan berhenti membongkar muatan hasil tangkapan malam hari berupa ikan sarden perak dan mackarel sisik bi ru.sepoi ber¬hembus pelan dan merpati terbang melayang di atas kepala. Shizuka . Takeo sudah pergi lebih dulu bersama Sunaomi. Dia berjalan se panjang pantai. Tak satu pun dar i kedua¬nya bicara. beras dan sutra ke kapal bertiang lebar. Shizuka telah menunggu. tapi ibunya tetap tinggal di rumah. Namun. dan orang-orang berkumpul di jalanan berkerikil. kesibukan biasa di pagi hari menjadi hening.

" Mereka diikuti seorang perempuan pendek yang tampak memberitahukan tata cara yan g sopan.menyambut suaminya dengan kasih sayang yang tidak diperlihat¬kan. kedua orang asing membungkuk dengan cara ya ng kaku." Orang-orang asing itu ada dua orang. Istrimu akan menunjukkan tempat mereka meng¬inap. dan si bocah. Sunaomi. sehijau teh hijau." Chikara berhasil bicara. bantu adikmu." "Lord Otori. mungkin kurang disambut baik. cenderung berlagak. dan Shigeko mendengar bisik-bisik. Warna mata orang ini juga pucat. Halaman 120 dari 500 . membuat orang tak kalah terperangahnya ketimbang melihat kirin. "Jangan berkecil hati.. "Selamat datang di Hagi!" Ishida berkata pada Takeo. warna rambut dan mata seperti ini membuat orang merinding. "Lady. tercengang dengan sambutan serta kerumunan. membungkuk dalam-dalam. "Beri salam pada paman dan sepu pumu dengan baik. Kuharap aku dapat mem¬bujukmu untuk menghibur mereka semen¬tara waktu. aku sudah dikabari Taku. Ch ikara. lalu bicara dengan bahasa mereka yang kasar. Kedua orang itu mengenakan celana panjang dan sepatu bot dari kulit." "Ya." "Goblin. mengenali wajah kakaknya dan berusah a menahan tangis." "Shigeko.. Satu orang berwajah agak hitam yang dipenuhi janggut berwarna gelap." ia menyela perkataan Chikara. yang satunya lagi berk ulit lebih pucat dengan rambut dan jenggot berwarna karat pucat. Setelah dibisiki perempuan muda itu. "Itukah raksasa?" "Hantu. baru pertama kali datang ke Hagi muncul di tang ga kapal. Nanti akan kuceritakan rencana kita untu k mereka. "Kami membawa penumpang lain. emas berkilauan di leher dan dada mere ka." tabib Ishida menegurnya.

Dia berani menatap langsu ng wajah Ayah. Kirin berjalan se perti yang sedari tadi dilakukannya. yang dengan sebarisan pelayan yang didampingi Shizuka membawa sejumlah besar kotak dan bal menuju ke perahu kecil yang akan membawa mereka menyeberangi sungai ke t empat penginapan di sepanjang bangunan biara tua Tokoji. pikir Shigeko. mem¬beri isyarat agar perempuan itu boleh berdiri dan berbicara kepadanya. atau mengikuti orang asing yang sama luar biasanya. "Bagaimana aku harus berterima kasih kepada Ayah?" "Kau harus berterima kasih pada tabib Ishida. "Ini adalah hadiah d arinya untuk kita: . Ayahnya jauh lebih gagah. Ada sesuatu dalam tatapan perempuan itu. apakah mengi kuti kirin yang luar biasa." sahut Takeo. Meskipun Shigeko memegang tali sutra yang mengikat leher kirin. dan ketika kerumunan mulai terbagi untuk seti ap arak-arakan terdiri dari kerumunan yang cukup besar. Ia tak lagi tertawa: tampak tegas. dengan langkah lambat dan hati-hati yang anggun. pikir Shigeko. serta tutup kepala warna hitam pekat. dan perhatiannya tertuju pada makhluk mengagumkan ini. gagah dengan jubah resminya. Perempuan itu menyembah. "Aku langsung jatuh hati padanya. Mereka bahkan akan lebih kesal lagi dengan jauhnya jarak tempat penginapan dari kastil dan pen jaga serta berbagai larangan yang diberlakukan pada mereka demi melindungi mereka. tapi di mata Shigeko. S higeko seperti mendengar sesuatu yang tidak biasa dalam suaranya. yang dituntun Ishida dan Shigeko menuju kuil. Dia mengenal Ayah. Beruntung Hagi berpenduduk banyak. dan ayahnya dengan begitu ramah. Orang-orang asing itu mungk in lebih tinggi dan lebih besar. yang membuat Shigeko gelisah dan bersikap waspada. Dilihatnya kalau pere mpuan itu terpaku menatap wajah Takeo. semacam ekspresi akrab yang mendekati s ikap tidak sopan. tapi ia mendengar ayahnya bicara beberapa patah kata pa da orang asing itu. Orang-orang asing itu merasa hal ini le bih menjengkelkan diban¬dingkan kirin yang menunjukkan ekspresi kesal karena terus menjadi tontonan. lalu menyampaikan jawaban orang asing itu. *** Kerumunan yang ada di dermaga dihadapkan pada keputusan yang sulit. tempat hewan itu akan diperlihatkan pada Mori Hiroki dan dipersembahkan pada dewa sungai. b erhias bordiran burung bangau." ujar Shigeko pada ayahnya selagi mereka men¬dek ati biara. Ketika perempuan itu menerjemahkan.Takeo membalas dengan isyarat kecil akeo membalas dengan isyarat kecil dengan kepala.

berpikir mungkin memang sebaiknya laki-laki itu pulang. Dia dan ayahnya kembali ke Hagi untuk membangun kembali kota itu setelah gempa." seru Mori Hiroki saat meli hat¬nya. Bahkan Tenba tampak terpikat oleh kirin. Halaman 121 dari 500 . Dia akan tunjuk¬kan cara merawatnya. Shiro.* Sewaktu kembali ke kediaman setelah menyambut kirin. putra sulung si tukang kayu. Istrinya tampak duduk di beranda di sisi utara kediaman." "Sungguh indah memiliki sesuatu seperti itu di Hagi. Satu-satunya hal yang Shigeko sedihkan yaitu Hiroshi akan segera pergi. berla ri ke pagar bambu untuk memeriksa dan menyentuhkan hidung perlahan padanya. dan sudah mengenalnya cukup lama. sedang bicara dengan Ta ro. "Betapa diberkatinya Tiga Negara!" Dan Shigeko juga berpikir begitu.hadiah yang berharga karena dia sendiri juga sudah jatuh hati padanya seperti ha lnya dirimu. Takeo langsung bergegas men emui Kaede. Tapi saat teringat kejadian tadi pagi.

"Ya. memberi kesan tampilan yang kuat serta lembut. dan Taro menjawab tanpa sungkan karena masa la lu mengikat hubungan mereka dalam jalinan persahabatan. "Rumah itu sudah kosong selam a bertahun-tahun. akeo memberi salam dengan ceria. Kukira dengan atap rangkap dua." kata Taro." "Chiyo menceritakan tentang kisah Akane ketika aku masih kecil. "Aku mem¬bayangkan bangunan kecil kita tak perlu menebang pohonpohon pinus tapi akan membangun di sela-sela pepohonan itu. "Sudah lama aku hendak menciptakan figur Dewi Welas Asih. Orang bilang kalau rumah itu berhantu. Kemu dian Taro meninggalkan mereka ber¬dua. tapi figurnya tetap tersembunyi di balik kayu hingga tanganku menemukan¬nya. saat ini aku sedang memilih pohon yang tepat. seraya me natap kedua tangannya seolah berharap tangan itu bisa memberi jawaban. Kita runtuhkan saja rumahnya lalu menyucikan tam annya. dan Taro menjawab tanpa sungkan karena masa lal u mengikat hubungan mereka dalam jalinan persahabatan. begitu pula tentang istrinya. "Lady Otori punya usu lan." kata Kaede. "T api Shigeru tak pernah menceritakannya. dan sambungan siku yang saling mengunci untuk menyang¬g anya. . sejak Akane mening¬gal. Kuharap bisa memberi pen g¬hormatan yang sama kepada Yang Diberkati. "Ata p yang lebih rendah menyeimbangkan atap di atasnya. memberi sinyal palsu ke kapal karena dia membenci semua pria." Mereka membicarakan tentang berbagai jenis pohon. Para pelaut mengatakan kalau arwah Akane menyalakan lampu di bebatuan. usia kayu dan semacamnya." "Kau akan memahat dari satu pohon?" tanya Takeo." sahut Takeo." Diperlihatkannya pada Takeo sketsa yang telah dibuatnya untuk bangunan itu. dan patung yang melambangkann ya akan memberkati pesisir dan teluk." "Mungkin arwah kedua wanita yang telah berpulang itu pada akhirnya bisa beristir ahat dengan tenang.Takeo memberi salam dengan ceria. Kuharap tadinya bisa menunjukkan sketsa sang De wi. dengan lekukan tajam seperti ini." "Kau tahu rumah di dekat tepi pantai. dan Akane menggunak an mantra untuk me mikat Lord Shigeru tapi akhirnya dia sendiri yang terjebak dalam ilmu hitamnya. Taro dan adik¬nya bisa membangun kuil baru untuk dewa Kannon." tutur Taro.

bernapas dalam kedekatan. dan karena mereka hanya berdua." Takeo mendekap istrinya. mengira kesempatan kita memiliki anak lakilaki sudah sirna." gumamnya." "Aku sudah sering bilang padamu. karena Takeo sudah mengungkapka n hadiah kejutan itu pada istrinya. Mereka tak bicara selama beberapa waktu. seraya tertawa kecil. "Aku menyukai rencana itu. aku akan gembira.. "Rasa mual tadi pagi." bisik Kaede. "Tapi aku yakin yang satu ini laki¬l aki.. aku bahagia dengan ketiga putri kita. Takeo memeluknya. Namun aku juga bahagia. Halaman 122 dari 500 ." ujarnya. Kukira aku tak bisa hamil lagi.. "Bila nanti kita tambah satu anak perempuan lagi." kata Kaede pel an. yang pulih dengan cepat."Rencana yang bagus." "Rasanya aku punya alasan khusus untuk bersyukur pada sang dewi. berpikir tentang mukjizat dari makhluk baru yang tumbuh dalam tubuh istrinya. "Aku sepertinya terlalu tua untuk hamil! Shigeko sudah menjadi wanita." "Istriku sayang." ujar Takeo pada Kaede sewaktu mereka tinggal berdua. "Apakah kirin tiba dengan selamat?" tanya Kaede." "Aku tidak ingin mengatakannya. "Aku malu." kata Kaede. Kem udian langkah kaki pelayan di lantai papan beranda menarik mereka kembali ke dunia nyata.

kemunculannya sangat kuharapkan." "Ishida juga tiba dengan selamat. "Ada penumpang lain dari Hofu. "Kau s emakin bijaksana dan berhati-hati. "Sudah semestinya." sahut Kaede setuju. dan seorang wanita yang menerjemah k an merek a. Tapi gembira bertemu kakaknya. Tentu saja aku mau. I shida harus menengokmu. "Kau jangan terlalu lelah. Selur uh penduduk diam dalam kekaguman. kurasa. Dua orang asing. berkata. dan kau harus melaku¬kan semua yang dimintanya." "Bisa membuat orang Otori terkagum¬kagum adalah prestasi yang sangat baik!" sahut Kaede. "Kuharap mereka sudah meng¬gubah nyanyian tentang hewan itu. Aku ingin mau mempelajari bahasa mereka . dan tiba pa da satu keputusan. melihat lebih banyak lagi bagian neger i ini yang masih menjadi misteri besar bagi mereka. Shigeko langsung jatuh hati padanya. tapi aku tak ingin membebanimu. Aku belum sempat bicara dengan Ishida. kemunculannya sangat kuharapkan. atau men¬ciptakan kerumitan na ntinya. "Meski aku takut Zenko dan Hana akan kecewa." "Untuk tujuan apa mereka datang?" "Membuka peluang untuk berdagang. Aku tak ingin melambungkan harapan yang kelak tak bisa terpenuhi. Shigeko langsung jatuh hati padanya." Takeo menimbang¬nimbang apa yang mesti dikatakan selanjut¬nya." "Kau tak boleh berpanas-panasan. Seluru h penduduk diam dalam kekaguman." sahut Kaed e." "yang arif. S iapa perempuan yang ." Takeo menekankan." sahutnya." kata Takeo cepat. "Kita tunda dulu soal pengangkatan mereka sampai anak kita lahir. Kita harus bisa memahami mereka. lalu berkata."Ya." "Belajar. mempelajari bahasa adalah salah satu yang paling kugemari. dibantu perempuan yang datang bersama mereka. lalu bagaimana dengan si kecil Chi kara?" "Mabuk laut berat dia malu dengan hal itu. Aku akan pergi melihatnya sendiri nanti. Mungki n dia tahu lebih banyak." "Hanya ditunda. suamiku!" kata Kaede sambil tertawa. "Kelihatannya itu tugas yang cocok di saat kegiatan lain harus dibatasi." Takeo t erdiam sesaat. "Kuharap kini aku dapat mengendalikan sikap terges a¬gesa dan ceroboh. Aku senang." Ya.

" "Bagaimana kau tahu semua ini?" "Kami kebetulan bertemu di penginapan di Hofu. Dia adik perempuanku. "Nama yang aneh. tempat di mana dia bertemu orang asing yang bernama Don Joao: dia fasih berbicara dalam b ah asa merek a. Dia dijual ke rumah bordil oleh prajurit yang membunu h ibunya ibuku dan kakak perempuanku.. setengah bersimpati." "Setelah sekian tahun. tapi aku ha rus mengatakannya." "Adik yang kau kira sudah tiada?" tanya Kaede tercengang. Dia berganti nama. dan sempat tinggal di I nuyama." Kaede mengernyitkan dahi. adikku. Halaman 123 dari 500 . Kami saling mengenali.?" Kaede menatap Takeo. "Aku tak ingin mengejutkan dirimu. Dia melarikan diri ke Hofu.. Saat itu aku menyamar untuk berte mu Terada Fumio untuk memintanya menghentikan penyelundupan senjata." "Nama itu cukup umum digunakan di kalangan kaum Hidden. dari ibu yang sama. Dia lahir di desa yang sama denganku. kuras a. setengah ta k percaya. dan bekerja di rumah bordil l ainnya. Perempuan itu berasal dari wilayah Timur. setelah peristiwa pembantaian itu. Madaren. "Benar." Takeo berkata dengan suara pelan.datang bersama mereka? Aku tertarik karena dia telah menguasai bahasa asing.

dengan disengaja atau tidak. Aku menangisi kematiannya serta kematian yang lainnya. dan tidak lagi mengikuti kepercayaan masa kecilku. hanya sebentar. mungkin alasan orang-orang itu untuk memecah belah rakyat kita." "Apakah dia mirip denganmu? Aku ingin sekali bertemu dengannya.. Tapi informasi mengalir dari dua arah. Aku memintamu untuk memperlakukannya dengan baik.. Kami bertemu satu kali lagi. bah¬kan dengan hormat. dan aku semakin yakin. Dia bisa berguna untuk menanamkan pemikiran kita pada kedua orang asing itu. Kukatakan padanya kalau aku akan menjamin hidupnya ku yakin itu dia. Tidakkah kau gembira menemukan nya masih hidup? Kau tidak ingin mem¬bawanya masuk ke dalam keluargamu?" "Kukira dia sudah mati." Kaede berkata. Siapa yang tahu alasannya? Aku tak bisa membiarkan siapa pun mengira bisa memengaruhi diriku."Aku yakin itu dia. Wajar kalau dia tertarik dalam pergaulan orang asing. "Kau kedengaran sangat ding in. Aku takkan mengakuinya sebagai saudaraku." "Kurasa dia bermanfaat bagi kita sebagai jurubahasa maupun guru. Kukatakan padanya kalau aku akan menjamin hidupnya tapi tidak ingin bertemu dengannya lagi.. hanya sebentar. "Aku yakin dia bisa menjadi sumber informasi." "Tak seorang pun yang menyaksikan dirimu melakukan upacara di biara atau kuil me rasa yakin akan . dan aku semakin y akin. "Bisakah kau bu juk dia untuk menjadi mata-mata?" Sepertinya Kaede berusaha menyembunyikan kekagetannya dan bi cara secara masuk akal. Jarak di antara kami sudah begitu lebar . tapi jangan p ernah membicarakan tentang diriku padanya. Tapi kini dia datang ke sini. Aku menyelidiki tentang dirinya dan tahu sedikit riwayat hidupnya. Aku curiga kalau orang-orang asing itu ingin menyebarkan kepercayaan mereka. karena aku harus melindungi mereka semua dari kedua belah pi hak. karena inti aj aran mereka serupa dengan kaum Hidden. Aku menyelidiki tentang dirinya dan tahu sedikit riwayat hidupnya. "Dia mirip ibunya. tapi desas-desus m ungkin akan tersebar. Kesenjangan derajat dan status kami sudah menganga lebar. K ini aku tidak tahu harus bersikap bagai¬mana: aku sudah berubah menjadi orang yang berbeda dari bocah yang pernah menjadi kakaknya. dan aku ingin kau mengetahui kebenarannya dariku." Takeo menggeleng. dia penganut kepercayaan yang saleh: sedangkan aku tak memercayai kepercayaan mana p un. Kami bertemu satu kali lagi. Terl ebih lagi.

ketidakpercayaanmu. Kita harus sangat berhati¬hati dengan mereka bila mereka telah berpikir kita dikutuk. dan takut kalau istrinya merasakan suatu firasat. pikirnya. mer eka mungkin merasa benar untuk memperlakukan kita dengan cara menghina atau keji. oleh Yang Maha Melihat. "Tentu tuhan kaum Hidden itu Maha Pengampun. Sedangkan yang lainnya dikutuk ke neraka untuk selam anya. Dan aku akan menjadi bahagia berpura-pura pun satu orang Hidden. * Halaman 124 dari 500 ." Andai m Hidden. "Begitu pula aku. tatapan tanpa belas kasihan Tuhan." Dilihatnya Kaede agak gemetar." ujar Kaede. Tapi bila kau salah k tidak boleh berpura-pura bila sudah menyangkut masalah kepercayaan." "Aku tidak percaya itu!" sahut Kaede. mungkin dia masih hidup." sahut Takco dengan nada getir. setelah sesaat tenggelam dalam pikirannya. kan?" seru Kaede. "Aku sungguh ya kepercayaan demi kepentingan stabilitas negara. mutla Dirimu terpampang jelas ayahku tidak memihak kau orang lain. mungkin. "Dan bagaimana dengan kuil dan patung baruku?" "Kau tahu kemampuanku sebagai pemain sandiwara. "Bagi penganutnya. Tapi itulah yang di¬percayai kaum Hidden. begitu juga orang¬orang asing itu.

bentuk tarian mereka tampak jelas diterangi kembang api yang bersinar terang. serta hal-hal lain yang menyangkut urusan kenegaraan." kata Maya kepada Sunaomi. Hari-hari di musim panas terasa panjang dan panas: semua orang mudah marah. ketakutan dan kegembiraan. Tepi pantai dan sungai dipenuhi oran g. Mereka mematuhi peraturan untuk tidak keluyuran di luar. Shizuka sibuk dengan administrasi Tribe. tapi kesedihan mereka yang tulus tak menghalangi mereka dari ke giatan senggang baru. Mereka tak diberitahu tentang kehamilan Kaede. Lampion yang tak terhitung jumlahnya mengapung di gelapnya permukaan air. dan hutan berbukit di atas kastil. dirayakan dengan jamuan. Mereka menguping pembicaraan dan tahu ada us ulan untuk mengangkat salah satu atau kedua anak itu. atau sentuhan di rambut. dan M iki setuju dengannya.Pada bulan kedelapan tibalah Festival Obon. ar ea di sekitar gunung berapi. hutan di seberang sungai. "dengan hidung panjang dan mata yang selalu mengintai!" . "Di sana ada goblin. Arwah orang yang mati disambut ke mbali. lalu diucapkan selamat jalan dengan gabungan antara per asaan sedih sekaligus gembira. Melihat kasih sayang Kaede pada kedua bocah itu. mereka menduga itu karena kedua anak itu laki-laki. Kenyataan bahwa hal itu tidak dibicarakan secara terang-terangan membuat mereka gelisah. Miki dapat menggunakan sosok kedua cukup lama untuk memberi kesan kalau Maya ada di ruangan sementara Maya menghilang agar bisa menakuti Sunaomi dan Chikara dengan hembusan napas seperti desah napas hantu di tengkuk. namun rasa jenuh dan diabaikan membuat mer eka mencoba hasil pelatihan mereka. tapi mereka sudah terampil dengan pe latihan Tribe. "Apa gunanya semua pelatihan itu bila tidak digunakan?" gerutu Maya pelan. membicarakan tentang kun¬jungan k e ibukota tahun depan. akhirnya mereka tahu. Maya dan Miki menyalakan lilin bag i Kenji yang amat mereka rindukan. namun aturan itu menjengkelkan mereka: keduanya ingin menjelajahi kota yang sibuk. Dia lebih banyak menghabiskan waktu dengan ayah. Shigeko tampak semakin cepat memasuki masa kedewasaan dan menjadi makin m enjauh. menyiksa Sunaomi dan Chikara. Meskipun tak diijinkan mengguna¬kannya. Si kembar tak diijinkan keluar berdua saja. tapi sifat mereka yang selalu mem er hatikan.

" sahut Sunaomi. Sore pada hari ketiga Festival Obon.Maya menunjuk ke arah bukit. Ia belum melupakan kata-kata Sunaomi pada ayahnya. "Mereka tak bisa mengerjai kita di sini. keempat anak itu berada di taman. anggapan yang terucap tanpa disadariny a. Dua layang¬layang bergulung-gulung di atas mereka." kata Chikara gugup. tentang keung gulan anak lelaki: Lagipula. tempat pepohonan yang begitu lebat hingga kelihatan tak bisa ditembus. sehingga membuat Maya makin kesa l. Hari terasa menyesak¬kan. "Terlalu banyak pe njaga. di ba wah pepohonan." bisik Miki. Dirasakan si kucing berputar¬putar di dalam dirinya. "Aku tidak takut pada apa pun!" "Tengu yang ini suka makan anak laki¬laki." Halaman 125 dari 500 . mereka hanyalah anak perempuan. bahkan di taman. "Mereka memakannya mentahmentahi" "Seperti macan?" sahut Sunaomi seraya mengejek. dan melemaskan jari¬jarinya. tetap saja terasa panas tak terkira. Maya ingin membalas perkataan itu. "Aku tidak takut pada tengu.

pergilah keluar." hardik Sunaomi." bisik Miki. sebagian menampakkan bebatuan yang menonjol dan licin." Maya berdiri dan berjalan ke pinggiran dinding laut. "Dia mengubur anak laki-laki hidup¬hi dup di tamannya supaya semak-semak tumbuh subur dan wangi. kau pasti berani keluar sendirian!" "Aku tidak diijinkan. maaf." kata Maya pada Sunaomi." "Akane membenci anak laki-laki. sepupu! Aku lupa. lalu kembali pada Ch ikara. G elombang sudah hampir naik. "Kau takut!" "Tidak!" "Ya sudah." kata Maya." Sunaomi mengikutinya." tutur Sunaomi. kau pasti berani keluar sendirian!" Memang mudah bersikap berani saat dikelilingi penjaga." sahutnya. "Jika kau memang pemberani. pergilah ke rumah Akane dan bawa pulang beberapa tangkai bunga."Memang mudah bersikap berani saat dikelilingi penjaga. 'Tidak mudah keluar tanpa terlihat. "Maya!" seru Miki memperingatkan. "Kau b isa pergi malam ini." "Sunaomi takkan berani ke sana. Aku sudah pernah pergi ke rumah Aka ne." Cepat-cepai Maya menampar pipi Sunaomi untuk menyadar¬kannya. "Kau turun lewat dinding ini saat laut surut dan berjalan di atas bebatuan menuju pantai. Aku sudah berjanj i pada Ayah. menahan tatapan bocah itu selama beb erapa saat." "Itu mudah. mengesankan persimpangan antara dunia nyata dan alam baka. bila kau menatap mataku maka kau akan tertidur dan tidak akan terbang ." Maya berpaling ke arah Sunaomi." "Kau takut. walaupun arwahnya gentayangan di rumah itu. Rumah itu sudah setengah dibongkar karena akan dibangun kuil. tapi belum menjadi kuil. Bangunan itu tak lagi be rbentuk rumah. dan Maya menunjuk rumah Akane yang kosong dan kelihatan mu ram." kata Maya dengan setengah tersenyum. "Di Kumamoto aku dikirim ke pemakaman saat malam hari untuk mem bawa pulang sebuah lentera." kata Maya pada Sunaomi. Aku pernah melihatnya. "Oh. Itu cuma alasanmu saja. Aku tak boleh menatap orang lain. Aku tidak takut." "Mudah jika kau tidak takut. "Jika kau memang pemberani. "Hanya saja aku tidak diperbolehkan ayahmu yang bilan g begitu. "Aku tak melihat satu pun hantu!" "Kalau begitu. "Kau tahu.

"Semua orang l ahu kalau Arai adalah pengkhianat dan pengecut.un lagi!" Sunaomi menghampiri untuk membela adiknya. meski dengan keberanian yang mantap." Saat matahari mulai terbenam. Pa sukan patroli Halaman 126 dari 500 . meskipun baru delapan tahun. aku akan ke rumah itu dan membawa pulang apa pu n yang kau minta. 'Tahukah kalian kalau kalian akan dib unuh jika tinggal di Kumamoto? Di sana kami membunuh orang kembar!" "Aku tidak percaya sedikit pun apa yang kau katakan. Sunaomi adalah putra sulung dalam keluarga ksatria. "Jika kau anak laki-laki. Laut dan daratan berbaur menjadi satu. Api terakhir masih mengepulkan asap di pantai. Sejak kecil dia dilatih deng an disiplin dan diajari untuk mengatasi rasa takut. Para pengawal yang mendampinginya sejak dari Hofu tinggal di aula di kota atas perint ah Lord Otori: penjaga kastil sebagian besar berada di gerbang dan di sekitar dinding depan. namun saat bulan mulai naik." sahut Maya. gumpalan awan aneh berwarna kelabu berarak dari timur. aku akan membu nuhmu. langit tampak cerah tanpa angin." Sunaomi menegakkan badan dengan bangga. selain itu tak ada api lain lagi. Tak sulit baginya. dia tetap gel isah dan lebih takut karena tak mematuhi paman¬nya ketimbang bahaya terluka atau pun hantu. Sunaomi. melenyapkan bintang dan a khirnya menelan bulan. Tapi karena kau hanya anak perempuan. untu k tetap terjaga sampai tengah malam.

Laut terdengar meraung. dira sakannya kulit kerang setajam pisau di telapak kaki dan lututnya. ombak berdesis berbuih putih. dia ter¬peleset dan hampir jatuh ke dalam air. Sunaomi c epat-cepat berdiri. Hampir tidak bisa melihat apaapa. dan bentuk burung y ang seperti hantu itu sesaat mengapung di hadapannya dengan kepakan sayap.berjalan melintasi taman dalam jarak waktu yang teratur. Tercium olehnya bau damar yang terbawa asap api unggun tadi dan aroma kuat lainny a yang . Kedua gadis pelayan itu tidur cepat. Sunaomi berhenti sebentar. Sua ra burung hantu terdengar di atas kepala membuatnya melonjak terkejut. menuju ke pantai. Di bawah dinding. Bisa terdengar olehnya pusaran air di bebatuan. ikan ata u gurita raksasa yang bisa menelannya ke dalam kegelapan. siap mengatakan kalau ia ingin ke kamar mandi bila mereka terbangun. salah satunya mendengkur. Pantai tampak kelabu pucat. malam terasa tenang. Kastil maupun kota sudah terlelap. Di luar. siap mengatakan kalau ia ingin ke kamar mandi bila mereka terbangun. Sunaomi tersandung dan terus berjala n dengan merangkak ke hutan kecil tempat pepohonan pinus bermunculan di sekeliling¬nya. kini lebih keras lag i. na mun tak satu pun dari keduanya bergerak. tak bisa naik atau turun. Ombak merayap di bawah tubuhn ya. na mun tak satu pun dari keduanya bergerak. bersama dua pelaya n yang merawat mereka. dia bergeser sedikit demi sed ikit bak kepiting ke arah api terakhir yang masih mengepulkan asap. memikirkan tentang monster yang muncul dari laut. Kedua gadis pelayan itu tidur cepat. Cahaya api berada tepat di belakangnya. bersama dua pelaya n yang merawat mereka. Ketika sampai di atas pasir. Ketika kakinya yang bersandal jerami menyentuh permukaan bebatuan. Lalu berganti rumput kaku. Sunaomi mendengar suara mereka melewati pintu yang terbuka dari ruangan tempat dia dan Chikara tidur. Sunaomi mendengar suara m ereka melewati pintu yang terbuka dari ruangan tempat dia dan Chikara tidur. rjalan melintasi taman dalam jarak waktu yang teratur. meringkuk di balik pepohonan. Sunaomi c epat-cepat berdiri. Menggaruk berusaha mencengkeram sesuatu untuk pegangan. menyebabkan luka tadi terasa perih. Seraya menggertakkan gigi. dia lega merasakan kelembutan di telapak kakinya. laut bergumam lembut. Sunaomi menghela napas panjang dan mulai meraba¬raba jalan yang dilaluinya menurun i landaian besar di dinding batu besar yang dirapatkan. Beberapa kali mengira kala u dirinya terjepit. salah satunya mendengkur.

c ucu Daiichi. Sunaomi sudah menyom¬bongkan diri pada Maya kalau dia tak pernah melihat hantu. Jangan menangis. putra Zenko. bandit tanpa kepala ya ng marah karena dihukum mati. jaring¬nya lengket di wajah dan rambutnya. Ia menggapaikan tangannya seakan mengikuti bau wangi itu sampai ke belaka ng rumah lalu sampai ke taman. tubuhnya terhalang sarang laba-laba. Halaman 127 dari 500 . aku tidak boleh menangis. Aku tak takut pada apa pun.terasa manis dan memikat. Rumah itu gelap gulita. akan balas dendam dengan memangsa darah manusia. makhluk bermata satu serta tanpa tangan dan kaki. katanya dalam hati. Sunaomi menelan ludah dengan susah payah. Anak laki-laki sering disuruh pergi ke makam atau tempat eksekusi di malam hari untuk uji nyali. lalu berusaha menahan gemetar yang sem akin melemaskan tubuhnya. Wangi tanaman di taman Akane diperkuat dengan darah dan tulang anak laki-laki. Sesuatu berlari cepat menyeberangi beranda. mungkin kuci ng. Aku adalah Arai Sunaomi. dinding mulai runtuh. atau tikus besar. Gerbang terbuka lebar. lalu ber¬jalan ke depan. lekukan atap di belakangnya. Dipaksa dirinya untuk berdiri. Napasnya makin memburu. meskipun bisa dirasa¬kannya air mata mulai men gambang di pelupuk mata. Kucing itu pasti kucing tiba-tiba melolong dari balik bayang-bayang. walau kakinya terasa berat . Ketika melangkah masuk ke gerbang. orang yang mati penasaran. dan tak tahan ingin buang air kecil. Ia men¬capai dinding taman. Ta pi itu bukan berarti dia tak percaya akan keberadaannya: perempuan berleher panjang bak ular dan gigi setajam kucing. tapi dia berkata pada dirinya sendi ri.

Di buangnya ranting yang ada di tangannya. dan betapa tak lama lagi dia akan ter-baring di kuburan. Di a bergegas ke arah bunga itu. Keesok an paginya dia tidak mengakui. tapi tersandung sebongkah batu dan jatuh terjerembab. cahaya jatuh tepat di wajah perempuan itu. Sejak itu. Jangan kubur aku!" "Apa-apaan ini?" ada suara. dan dengan sembarangan mencabut beberapa tangkai. merasakan se nsasi ter¬akhir dalam hidupnya. luka y ang masih membekas mengandung kebencian yang mendalam ter¬hadap Maya dan Miki. Dia lalu lari. "Apa yang sedang kau laku¬kan tengah malam begini?" Tapi Sunaomi tak mampu menjawab. dan meskipun sudah pulih. Saat berbalik. dan Sunaomi mendengar langkah kaki di di belakangnya. Maaf. dan dengan sembarangan mencabut beberapa tangkai. Su naomi terus merenungkan kematian kakeknya. Sunaomi menjerit. Yang terlihat hanyalah sat u sosok setengah badan seorang perempuan. tangan itu terulur ke arah Sunaomi. Pertahanan dirinya bobol. tapi hanya sebagian badan. "Maafkan aku. Lady Akane. selain ketakutan setengah mati. Lenteranya agak sedikit naik. Sunaomi tidak terluka. mulut juga hidung. Dia lalu lari. merasakan se nsasi ter¬akhir dalam hidupnya. Perempuan itu tidak punya mata. Sunaomi berdiri. Piki ran kanakkanaknya .Sunaomi bisa melihat bunganya: satu¬satunya benda yang terlihat dalam kegelapan. menggapai dan mematahkan sebatang ranting. unaomi bisa melihat bunganya: satu¬satunya benda yang terlihat dalam kegelapan. Bau tanah dan rasa¬nya mengingatkannya pada pemakaman dan mayat. tapi tersandung sebongkah batu dan jatuh terjerembab. namun luka telah tertoreh di hatinya. dan betapa tak lama lagi dia akan ter-baring di kuburan. Bayangan bergerak¬gerak di atasnya. segera membawa boca h itu kembali ke kastil. matanya langsung silau terkena cahaya. D ia bergegas ke arah bunga itu. suara manusia. air terasa mengalir di celananya. suara laki-laki. Bau tanah dan rasa¬nya mengingatkannya pada pemakaman dan mayat. *** Taro yang menginap di rumah Akane sambil mengerjakan patung. Lalu dia memaksakan diri berjalan me¬rangkak sekuat tenaga dan meludahkan tanah di mulutnya. yang pasti baru keluar dari liang lahat. dan serangan Klan Otori terhadap Arai. Semak itu segera men geluarkan getah berbau tajam. Ku¬mohon jangan sakiti aku.

Kali ini Takeo lebih gusar pada Maya. curiga kalau keponakannya tak akan melakukan hal itu tanpa ad a yang memancingnya. "Di a tidak bisa tinggal di sini. bahkan ketika Kaede m engutarakan ketidak-senangannya dan menamparnya beberapa kali.. tapi ia terlalu sibuk untuk terus berada di samping putrinya. Takeo juga m emarahi Sunaomi atas ketidakpatuhan dan keberaniannya yang gegabah. dan menanyai¬nya penuh selidik tentang alasannya. "Maya benar-benar keterlaluan. Dia tidak menangis. *** Takeo dan Kaede merasa gusar atas kejadian ini.. dan tatapan m atanya kejam dan tanpa belas kasihan. maka strategi untuk meredam dan membendung Zenko akan hancur berantakan. dan kemudian giliran Maya menghadapi kemarahan ayahnya. ter¬lepas dari kesedihan orang di kastil menyayangi ked ua bocah. bak seekor hewan." kata Kaede. Jika Sunaomi terbunuh atau terlu ka parah saat dalam perlindungan mereka. menebar pesona dan menghibur merek a. berlinang air mata karena kesal. Ia merasa putrinya butuh pengawasannya. Bila dia tak bisa dipercaya tinggal bersama anak laki-laki. Halaman 128 dari 500 . Kaede.mencari cara untuk me¬nyakiti Maya dan Miki. Dia mulai meng ambil hati para perempuan penghuni rumah itu. t api nalurinya mengatakan bahwa ia bisa mendapatkan tempat yang tinggi dalam kasih sayang bibin ya. karena putrinya tidak menunjukkan penye¬salan ataupun rasa bersalah. Ia tak ingin mengir im Maya pergi. jauh lebih tinggi ketimbang pada si kembar. lagipula sebagian besar dari mereka menyukai anak laki-laki." Takeo mendengar kecemasan Kaede pada bayi yang dikandungnya. Sunaomi merindukan ibunya. Tidak butuh waktu lama untuk mengungkap kebenarannya.

Shizuka. "Mung¬kin Ta ku adalah orang yang paling tepat." "Maya perlu pengawasan dan pelatihan." Sunaomi berusaha menghindar." Takeo mengangguk: kini ia ingat gadis itu. tapi sebelum pergi Maya memojokkan bocah itu. "Beraninya benar kau bicara seperti itu padaku. "Sepertinya hanya itu jalan keluarnya. bertubuh tinggi dan tegap." kata Maya pelan."Tak baik menginginkan putri kandung¬mu pergi jauh. "Kau harus mematuhi S ada. "Dia menyadarinya: dia memiliki kemampuan Tribe yang tidak boleh dia gunakan sebagai putri seorang ksat ria. seray ." "Tapi Taku harus tetap di wilayah Barat. Akan sela lu seperti ini." "Siapa namanya?" "Sada: kerabat dari istri Kenji." Shizuka berkata. dengan darah Kikuta. Sungguh sayang bila kemampuan seperti itu disia-siakan. "Kalau begitu." kata Takeo pada Maya. Mereka berdu a bekerja di rumah penginapan orang asing saat ini. Kita tak bisa memintanya kemari hanya u ntuk kepentingan Maya. "Kau akan menemui Taku di Maruyama. Seiko. penyamaran yang sering digunakan saat melaksanakan tugas Tribe. Kau tidak bisa bersikap seperti anak-anak lain. dan lebih menyayan gi putra orang lain. biarkan aku menjadi putri seorang Tribe." "Maka kirim Maya kepadanya. ibumu se ndiri? Kau tahu apa tentang urusan negara? Semua yang kami lakukan ada alasan politis. dan lebih menyayangi putra ora ng lain. Tapi siapa yang mengetahui hal semacam ini dalam keluarga Muto? Bahkan kau. dan bisa b eralih rupa menjadi laki-laki. dia baru datang dari desa Muto bersama adiknya." "Kau mengajarkan banyak kemampuan Tribe pada putraku." sahut Shizuka." Maya berbisik." Takeo menghela napas." katTak baik menginginkan putri kandung¬mu pergi jauh. Kau putri Lord Otori. tak punya pengalaman dengan kera sukan semacam ini. Kaede menamparnya lagi. Adakah yang dapat m engantar Maya?" "Ada seorang gadis.

" Maya tersenyum." Sunaomi berteriak memanggil pelayan. Sudah kubilang kalau Arai pengecut.a berbisik. Lalu kau buang. Su dah menjadi kebiasaan negeri ini kendalikan dari Yamagata dari akhir bulan kesembilan hingga puncak musim Halaman 129 dari 500 . "Kau gagal dalam uji nyali itu." sahutnya." "Kau tidak ada di sana!" "Ya.* Seiring musim panas berganti musim gugur. Takeo bersiap untuk bepergian lagi. tapi Maya sudah pergi. Aku melihatmu. dan mengompol di celana. Dia yang memaksaku pulang." "Aku ke rumah itu. Taro ada di sana. aku di sana. "Kau tidak bawa rantingnya!" "Tidak ada bunga di sana!" "Tidak ada bunga! Kau memetik sebatang.

dingin. Tepat sebelum berangkat ke Maruyama pada minggu pertama di bulan kesepuluh. tapi Minoru dan pelayan rumah Miyoshi ada bersama mereka seperti biasa. perencanaan pertanian sena keuangan." "Dari si juru bahasa?" Shigeko ingin bertanya lagi pada ayahnya. perencanaan pertanian sena keuangan. Makoto kini menggantikan kedudukannya sebagai Kepala Biara. ingin. tapi Takeo tetap meng¬gunakan nama lamanya. tapi ia terpaksa ber¬angkat lebih awal karena kematian Matsuda Shingen. sena banyak yang lainnya. kode etik hukum. "Ibumu pindah bersama kedua bocah itu ke rumah lama Lord Shigeru. dan ia memikirkan dengan penuh kerinduan saat ia akan mengundurkan diri ke Terayama dan sisa hidupnya dengan meditasi dan melukis. dan berganti nama me njadi Eikan. Gemba menemani mereka ke Yamagata. sura t datang dari Hagi. Laporan kerja selama musim panas ber¬bagai keputusan. tempat berbagai urusan administrasi menyita s eluruh perhatian Takeo. Laporan kerja selama musim panas ber¬bagai keputusan. Shigeko bangun lebih awal setiap pagi untuk berlatih me¬nunggang kuda dan memanah bersama Gemba untuk kemudian menghadiri se¬bagian besar rapat bersamanya. dan hasil pengadilan dibagi-bagi dalam kotak dan keranj ang pada barisan panjang kuda beban. dan merasa kehilangan orang bijak tersebut sebagai kerugian bagi Tiga Negara. dan segera mem¬beritahukan kabar ten tang keluarga pada putri sulungnya. Tujuan hidupnya telah tercap ai. Cita-citanya siap diterus¬kan mur id-muridnya: Takeo dan Shigeko. Setetah upacara pe¬makaman selesai. Tak ada yang perlu disesali atas kepergian Matsuda. dan hasil pengadilan dibagi-bagi dalam kotak dan keranj ang pada barisan panjang kuda beban. Mi yoshi Gemba membawa kabar ini ke Hagi dan Takeo langsung berangkat ke Terayama bersama Gemba dan Shigeko. Namun Takeo begitu merindukan. Takeo membacanya dengan penuh semangat. serta Jun dan Shin yang berada di luar tapi tetap masih . jiwanya merupakan kesatuan antara kemur¬nian dan kekuatan. kode etik hukum. tapi ia terpaksa ber¬angkat lebih awal karena kematian Matsuda Shingen. Miy oshi Gemba membawa kabar ini ke Hagi dan Takeo langsung berangkat ke Terayama bersama Gemba dan Shigeko. Ia senang karena tahu Makoto tetap akan men dukungnya. mere ka melanjutkan per-jalanan ke Yamagata. Dan ibumu mulai membelajari bahasa orang-orang asing itu.

Setelah itu. lalu dengan sifatnya yang lekas bersimpati." katany a. kabut merangkak naik dari parit yang me ngelilingi bangunan sehingga mengaburkan garis bentuk dan detil." Halaman 130 dari 500 . seperti kau tahu. berasal dari Tribe. Daun berguguran di taman yang tenang. menyelimuti tanah denga n onggokan berwama emas. kecuali kakak laki-lakinya yang diselamatkan o leh Lord Shigeru. "Ayah hams menceritakan lebih banyak lagi tentang orang-orang asing itu. seakan dia mengenal Ayah dengan baik. "Mereka akan tinggal di Hagi selama musim dingin. "Ibumu tahu siapa dia.bisa mendengar." Sesaat Takeo ragu. Semua keluarganya dibunuh. Selama ini Ayah mengira dia sudah mati. "Pasti hidupnya menderita." "Sungguh luar biasa. Ayahnya ter¬senyum. tapi l ain bapak ayahku." akhimya ia berkata. tapi simpan rahasia ini baik-baik. tapi orang lain tidak. "Ya. Shigeko mendapat kesempatan saat mereka berdua berj alan di taman. Namanya Madaren. itu nama yang dipakai kaum Hidden . Saat itu hari sudah senja. Saat itu Ayah bernama Tomasu." ujar Shigeko. ad at kebiasaan dan tujuan mereka. "Apakah sebaiknya mereka diijinkan ber¬dagang di Maruyama?" "Ayah ingin mereka berada di tempat yang bisa kita awasi." Bola mata Shigeko terbelalak dan urat nadinya berdenyut cepat. Kita harus belajar sebanyak mungkin tentang bahasa." sahut Takeo. anak itu adalah Ayah. Madaren adalah adik perempuanku: kami lahir dari satu ibu. "Ayah akan ce ritakan kepadamu. tapi Shigeru mengganti nama Ayah menjadi Takeo." "Juru bahasa itu: dia memandang ayah dengan pandangan aneh. Mereka memiliki kepercayaan yang sama dengan para orang asing. dan dulu pernah dibantai oleh Klan Tohan.

Lady Naomi melindungi me reka karena dia juga mengikuti ajaran mereka." "Aku ingin Ayah tidak pernah mati. tapi jangan ikuti satu pun dari semua itu." Shigeko melihat wajah ayahnya muram. "Ayah akan mati dengan bahagia karena tahu akan meninggalkan semuanya di tangan yang aman. ia me nambahkan. dan Ayah berharap tidak menyalahgunakan kekuasaan yang telah diberikan kepada Ayah. teraenyum." seru Shigeko." Shigeko merenungkan hal ini selama be¬berapa saat. serta banyak mantan gelandangan masih tinggal di pedesaan di sekitar kota. mendadak ketakutan. "Ayah sangat bersyukur atas sem ua yang dianugerahkan Surga pada Ayah. "Bolehkah aku bertanya lagi?" " Tentu. Dan ingat untuk menghormati semua kepercay aan. belajar bahasa asing. Tapi Shigeko tahu kalau ayahnya menyembu¬nyikan banyak kekhaw ." lanjut Takeo dengan s angat serius. Jo-An. "Ayah sangsi bisa hidup bahkan separuh dari usia Matsuda. "Madaren melakukannya lebih baik dibandingkan orang lain. karena itu satu-satunya jalan yang harus d itempuh seorang pemimpin sejati." tambahnya nngan "Bila itu terjadi. Kau boleh tanya apa saja dan kapan saja. "Kelak. begitu juga pada Madaren." sahut Takeo. juga salah satu pengikutnya. Ayah tak ingin menyembunyikan apa pun darimu. Ayah tak berharap hidup sampai tua. Tapi jangan memercayai orang asing."Dia berhasil bertahan. belajar bahasa asing. Kini dia dalam Dia berhasil bertahan. Bahkan kita memiliki kirin salah satu tanda adanya penguasa yang adil. Burung houou bersarang lagi di Tiga Negara. kau harus mendorong Ayah untuk mengundurkan diri." sahutnya. meskipun dia kerabatmu." Setelah beberapa saat. meraih semua kesempatan yang ada. "Madaren melakukannya lebih baik dibandingkan orang lain. Meskipun. keamanan mereka ini ada di tanganmu." sahut Takeo. "Dari dulu memang sudah banyak kaum Hidden di Maruyama. Kau harus ber¬kenalan dengan pemimpin mereka." sahut Takeo. Kini dia dalam perlindungan Ayah. dan tak ingin membahas lebih jauh lagi topi k pembicaraan yang mengingatkan Ayahnya pada kenangan yang menyakitkan. Apa Ayah memercayai semua ini?" "Ayah tidak memercayai sepenuhnya. tentu saja." "Orang tua semakin lama semakin akan bertindak bodoh. dan diijinkan mengajar¬kan ibumu. meraih semua kesempatan yang ada." "Ramalan membenarkan kekuasaan Ayah seperti yang ditakdirkan dan direstui Surga.

Jin-Emon. diiden¬tikkan pada Jo-An dan sekarang dia dipuja di sini . dan kematian si raksasa. Biara dewa rubah yan g ada di tepi sungai kini. dan Tak eo mengenang masa lalu bersama Gemba: pergi dari Terayama di tengah guyuran hujan. yang membawanya ke Yamagata. Kuda coklat kemerahan itu dijinakkan oleh Lord Takeshi. tapi Shun membuatku te rcengang pada peperangan pertama kami. "Ya." ujar Takeo. dia mati dua tahun lalu. Takeshi dibunuh prajurit Tohan. Tahukah kau kalau Shun ternyata adalah kuda Takeshi? Mori Hiroki yang mengatakannya. Shigeko sudah tahu hal itu.atiran. Tidak ada kuda seperti dia. Ia memikir¬kan dengan gembira atas hadiah rahasia yang akan ia berikan untu k ayahnya. "Kuda yang ini cukup menyenangkan. Ia Halaman 131 dari 500 . Tapi. Beberapa hari kemudian ia dan Gemba menyeberangi jembatan di dekat Kibi. bantuan Jo -An bersama kelompok gelandangannya. Ditepuknya leher kuda hi tam yang sedang ditungganginya." sahut Gemba. dan kuda itu meng¬hilang sampai Amano Tenzo membeli dan memberikan nya kepada Takeo. dia tumbuh dewasa bersama salah seorang yang m elegenda itu." "Aku tidak tahu. "Pada saat itu Amano Tenzo memberiku Shun. adik Shigeru. Dia lebih tahu banyak tentang peperangan ketimbang diriku sendiri!" "Kukira dia sudah mati sekarang?" tanya Gemba. secara aneh.

Seringkali hujan turun tiba-tiba selagi ia melewatinya. Ia kemudia n melihat ke bawah. merasakan kalau me reka memang direstui Surga. memb iaskan sinar matahari menjadi penggalan-penggalan bianglala di awan yang membumbung tinggi. ajaran kedamaian akan menang. namun telah merindu . Memikirkan legenda dan hewan-hewan yang mengagumkan memunculkan gagasan di benak nya. tempat ia akan bertemu Hiroshi lagi. Aku bisa menemani¬nya sampai ke Akashi. Dan apakah hewan it u dapat bertahan dalam perjalanan sejauh itu?" "Hewan itu berhasil menempuh per jalanan dengan kapal. Tida k ada benda yang menandakan tempat itu. Ayah tak ingin memintanya kembali. kita hadiahkan kirin kepada Kaisar. ke barisan pegunungan yang terbentang ke timur dan utara. H isao melihatnya dan memanjatkan doa bagi arwah kakeknya agar dapat menempuh jalan ama n menuju alam baka dan kelahiran kembali yang lebih baik pada kehidupan kelak. dan Ajaran Houou.* Setelah kematian Muto Kenji. tapi Hisao tidak sulit menemukannya karena ibu¬nya membimbi ng langkahnya ke sana. udah lama berharap akan ke Maruyama karena ia memang bermaksud menghadiahkan kud a itu sebagai kejutan saat upacara yang akan datang. Mungkin Lord Gemba a tau Lord Hiroshi bisa ikut ber¬samak u. Tapi Ayah telah memberikan kirin untukmu.sudah lama berharap akan ke Maruyama karena ia memang bermaksud menghadiahkan ku da itu sebagai kejutan saat upacara yang akan datang. Arwah itu menggantung di tepi kesadaran seperti juga arwah ibunya. untuk melihat a pakah ada orang yang datang Hisao merasa lega tapi juga menyesal karena arwah kakeknya telah kel uar. saat kita ke Miyako tahun depan. menunggang kuda melalui pedesaan di musim gugur yang damai menuju wilay ah yang akan segera menjadi miliknya." Shigeko." Gemba tertawa terbahak-bahak. membuatnya sakit kepala dengan tuntutan yang tak bisa dipahami. Ia hanya mengenal kakeknya sebentar. "Hadiah yang sempurna! Hadiah yang belum pernah te rlihat di ibukota!" Takeo berpaling dari pelana dan menatap Shigeko. Begitu cemerlangnya gagasan itu hingga ia ingin langsung mengatakannya. "Sepertinya Lord Saga akan takluk pada Lady Shigeko." "Kaisar serta orang istana akan terpesona dengan hadiah itu. "Gagasan yang menakjubkan. pipi t embamnya merona merah karena senang." kata Gemba. "Ayah. jasadnya dibuang ke parit dan tertimbun tanah.

kare na tak ada kabar tentang nasib anak¬anaknya yang ditahan di Inuyama. Desas¬desus dan spekulasi kian bertambah: bahwa mereka sekarat karena disiksa. dan walaupun tidak pernah membicarakan hal itu. mesk i tak ada yang menanamnya. Penduduk desa merasa khawatir selama musim panas. Gosaburo semakin kurus. Hisao senang arwah kakeknya sudah pergi dengan damai. Burung-burung mulai bermigrasi ke utara. dia menjadi cepat kesal dan sikapnya menjadi susa h ditebak. dan malam Halaman 132 dari 500 . tapi m enyesali kematiannya. terutama Kotaro Gosaburo.kannya: Kenji bunuh diri atas kemauannya sendiri. lipatan kulit keriputnya semakin bergelayut. Bunga lili musim gugur berwarna merah tua pekat tumbuh di atas jasad Kenji. Musim panas berlalu dan tak ada yang datang. dia membenci Akio k arena menjadi penyebabnya. Akio makin tak sabar pada Gosaburo. bahwa salah satu atau keduanya s udah tewas. Hisao agak senang men¬dengar kabar baik tentang eksekusi para pemuda itu karena akan mem adamkan harapan Gosaburo dan menguatkan ke-putusannya untuk balas dendam. sinar matan ya hampa.

Imai Kazuo dikirim ke Inuyama untuk mencari berita. Hari¬hari dilalui Hisao deng an memperbaiki pematang sebelum musim dingin. menyebar dedaunan kering dan kotoran hewan di sawah. Pohon maple dan pohon sumac berubah warna menjadi merah tua. pohon bee ch berwarna tembaga. Dia k embali di pertengahan musim gugur dengan kabar gembira namun membingung¬kan: para sandera ma sih hidup. dan bereksperimen dengan bilah kapak. bobot. dan amat gelisah dengan berita yang ketiga. mengumpulkan kayu bakar dari hutan. Di awal bulan ketujuh. Pohon maple dan pohon sumac berubah warna menjadi merah tua.dipenuhi jeritan angsa dan kepakan sayap mereka. Saga Hideki. dan baru akan berangkat ke Miyako. ipenuhi jeritan angsa dan kepakan sayap mereka. Dia juga membawa kabar lain: Lady Otori sedang hamil dan Lord Otori mengirim utusan dengan prosesi yang mewah ke ibukota. Rembulan di bulan kesembilan ta mpak besar dan keemasan. la membuat penggaruk tana h baru sehingga pupuk ter¬sebar lebih merata. mengumpulkan kayu bakar dari hutan. dan Hisao ke sana saa t ada waktu luang untuk memerhatikan dan membantu meniup panas dengan alat peng¬embus dalam pr oses mengubah besi menjadi baja. iri pada berita ya ng kedua. Rombongan itu berada di Inuyama di waktu yang bersamaan dengan Kazuo. Hari¬hari dilalui Hisao deng an memperbaiki pematang sebelum musim dingin. Rembulan di bulan kesembilan tam pak besar dan keemasan. sudut s erta ke¬tajamannya. bobot. Ada sebuah tempat penempaan besi di desa itu. wortel dan labu yang baik. "Apa maks udnya?" "Kaisar telah menunjuk jenderal baru. Sistem pengairannya berhasil: sawah d i pegunungan menghasilkan panen kedelai. Ada sebuah tempat penempaan besi di desa itu. "Mengapa Otori melakukan pendekatan pada Kaisar?" tanyanya pada Kazuo. menyebar dedaunan kering dan kotoran hewan di sawah. wortel dan labu yang baik. dan bereksperimen dengan bilah kapak. willow dan ginko berwarna keemasan. willow dan ginko berwarna keemasan. Sikap Akio kurang senang dengan potongan berita yang pertama. Sistem pengairannya berhasil: sawah d i pegunungan menghasilkan panen kedelai. yang selama sepuluh tahun ini . sudut s erta ke¬tajamannya. masih di tahan di Inuyama. la membuat penggaruk tana h baru sehingga pupuk ter¬sebar lebih merata. dan Hisao ke sana saa t ada waktu luang untuk memerhatikan dan membantu meniup panas dengan alat peng¬embus dalam pr oses mengubah besi menjadi baja. pohon bee ch berwarna tembaga.

menyanyikan balada kuno yang disukai penduduk desa. atraksi lempar bola. "Mengutus orang ke Kaisar. walaup un orang Halaman 133 dari 500 ." kata Kazuo. Kini muncul seorang ksatria yang bisa menantang Otori. tapi kombinasi antara pukulan dan makian Akio telah men¬jadikanny a cukup terampil. dan akan mengikut imu bila kau yang ke sana. pertikaian.." sahut Akio. Sebagai anak.sibuk memperluas kekuasaannya di seluruh penjuru wilayah Timur. sebel umnya ia tidak ragu membunuh keluarga Kikuta. sandal jerami disiapkan dalam jumlah banyak." Kazuo sepakat." "Ini waktunya bagimu untuk bepergian lagi. tentang perang zaman dulu. dan anak-anak itu masih hidup. Ta keo pasti sudah tahu tempat kita ini. asinan persimmon dan chestnut dikumpulkan lalu dikemas." ujar Akio penuh per¬timbangan. kecuali mereka di¬sibukkan dengan hal-hal yang lebih men¬desak. pengkhianatan dan tindakan balas dendam yang selalu mereka laku kan dalam perjalanan ke seluruh Tiga Negara. ia pun hapal semua lirik lagu-lagu.. Keluarga kita yang ada di Tiga Negara ini juga butuh tuntunan. ayah Hisao mengajarinya ketrampilan teater keliling Kikuta memain¬kan drum." "Memang ada tanda-tanda kelemahan. Ia jarang mem¬buat kesalahan." Mata Akio berkilap dengan ekspresi yang tidak biasa. senjata¬senjata diasah. Akio mulai berlatih at raksi lempar bola lagi. Seminggu setelah pulangnya Kazuo. Hisao bukanlah pemain pertunjukan yang berbakat: terlalu pemalu dan tidak menik¬ma ti menjadi pusat perhatian." "Kalau begitu kita pergi ke Akashi lebih dulu. aku dapa t merasakannya. "Ada banyak keluarga Kik uta di Akashi. Kita harus ambil b agian dalam kejatuhannya: dengan bersembunyi kita tidak bisa me¬nunggu sampai orang lain memba wa kabar kematiannya kepada kita. Aku tidak percaya dia maupun Taku akan membiarkan ke matian Kenji begitu saja tanpa membalas dendam. bereaksi pada ancaman semacam itu. "Ada yang berubah. Otori menjadi lebih rapuh." "Muto Kenji berhasil mengetahui ke¬beradaan kita. jimat¬jimat dikeluarkan dan dibersihkan.

.

tapi kurang bersemangat dengan pertunju kan dan gelisah meninggalkan makam kakeknya. Tak sabar untuk segera berada di jalan." "Begitu Takeo dan juga Taku mati.. Gosaburo gembira menerima kabar dari Kazuo. seolah menekankan otoritas usia. suaranya datar. dan kehadiranmu membuatku jijik. p ergi meninggalkan desa.. "Aku mulai membusuk di sini. ketika Hi sao tengah bersiap untuk tidur. "Tidak akan. menyediakan dana. "Sekarang enyahlah. "Aku akan kembali ke Matsue. Kita semua juga. melihat hal-hal baru. engeluhkan kalau ia seperti bergumam sehingga sulit didengar. melihat hal-hal baru. Aku ak an bekerja untukmu di Matsue seperti yang pernah kulakukan. Aku akan pergi bes ok pagi. Aku lelah. Akio sudah setengah telanjang dan Hisao bisa melihat ekspresi kemarahan ayahnya." Akio memperingatkan. "Keponakan. Mari kita terima lawarannya untuk berdamai." "Tidak ada yang boleh pergi meninggalkan keluarga Kikuta.. Dia tidak langsung bicara pada Akio. menggeser tutup pintu lalu berlutut dengan gugup.mengeluhkan kalau ia seperti bergumam sehingga sulit didengar. "Sudah saatnya kita berun ding dengan Otori. Tak sabar untuk segera berada di jalan. Gagasan untuk bep ergian mem¬buat ia bersemangat sekaligus takut. tapi kurang bersemangat dengan pertunju kan dan gelisah meninggalkan makam kakeknya. Tiga Negara semakin kaya dan makmur sementara kita bersembunyi di pegunungan. Otori membiarkan anak-anakku tetap hidup. menyimpan cat atan. Hentikanlah semua pertikaian ini. tapi di malam sebelum keberangkatan mereka." Akio menjawab. baru kita bicara tentang perdamaian." ujarnya." Tak lama setelah Gosaburo pergi. Kita juga bisa ber¬kembang: pengaruh k ita bisa diperluas melalui perdagangan. ny aris kelaparan dan tidak lama akan musim dingin." Gosaburo menghela napas panjang. Akio memadamkan lampu. Gagasan untuk bepe rgian mem¬buat ia bersemangat sekaligus takut. Aku akan setia padamu. Hisao sudah ber¬baring: ma lam itu . Gosaburo menghampiri pintu kamar dan meminta apakah bisa bicara berdua dengan Akio." sahut Akio. dan menanyainya dengan penuh selidik . p ergi meninggalkan desa. tapi memberi isyarat agar tamunya boleh masuk dengan menggerakkan kepala. Gosaburo melangkah ke dalam kamar.

lalu ke tanah. dan Takeo akan meng¬alami hal yang sama. mereka tidak ingin kekayaan mereka dirampas ksatria yang sama sehingga mereka bergabung untuk melin¬dungi barang serta usaha m ereka. Terdengar beberapa kali suara pelan." dalam konflik dan kebingungan sehingga para saudagar mengambil keuntungan dari k ebutuhan pangan dan senjata para ksatria. jangan bangun. Hisao membenamkan diri di balik selimut dan berusaha menutup telinganya.terasa hangat dan ia tidak menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Isamu sudah dieksekusi. kata Hisao berulang kali pada dirinya sampai tiba-tiba. Dia mati dibunuh dengan gar otte. Takeo dan Isamu. Tak seorang pun berani menangisi kematiannya. dan Hisao merasakan kelembutan sesaat yang amat dirindukannya saat ram but¬nya dibelai sang ayah. Setelah Akio pergi meninggalkan kamar. sebelum Akio kembali." kata Aki o pada Hisao sewaktu mereka bersiap berangkat. Suara Akio terdengar h ampir lembut saat menyuruh ia tidur. diseret di atas papan. seseorang tercekik dan meronta-roma: suara berdebuk berat. Aku sudah tidur. dan jangan pedulikan apa pun yang akan di degarnya. Sesaat ia berpikir tentang sepupu-sepupunya dan ingin tahu bagaimana cara mereka mati di Inuyama. berani m eninggalkan Tribe. Begitu mereka kaya. ia sudah tertidur nyenyak dan tanpa mimpi bak orang mati. "Ingat itu. Keesokan harinya tubuh Gosaburo ter¬geletak di lorong. Penggalan ca haya menari-nari di balik kelopak matanya. tapi ke¬mudian ia mendengarkan gerakan Akio: setiap s el dalam tubuh orang itu seakan merindukan belai kasih sayang. Hisao berusaha untuk tidak bersuara karena kekerasan yang sewaktu-waktu akan menimpa dirinya. "Tak ada yang boleh meninggalkan Kikuta dan bebas pergi tanpa hukuman. Kota Halaman 134 dari 500 . ayahnya. Kemarahan Akio membuatnya bersikap kasar dan gegabah.

Hisao merasa iba. Akio adalah Ketua Kik uta. membuka dirinya pada suara¬suara arwah. Kehadiran mereka di jalanan tidak mendap at sambutan baik. ayahnya kelihatan seperti bukan siapa¬siapa. bahkan di satu desa yang tidak ramah: tak seorang pun mau memberi mereka tempat menginap sehingga mereka terpaksa berjalan lagi semalaman.ini dikelilingi parit lebar yang digali untuk melindungi diri dari musuh. kayu manis dan gula: kata-kata yang belum pernah di¬dengarnya. pemilik usaha importir sukses. "Kita harus bergerak." Mengira ayahnya akan bertindak seperti yang dilakukan pada Gosaburo. dan dari keuntungan kita bisa menghindari akibatnya. Saat ini Hisao tengah mengamati ayahnya. dan penampilan mereka sebagai seniman jalanan sudah hilang gregetnya. dengan pakaian tua yang lusuh. Ada beberapa ku il besar yang melindungi dan mendukung perdagangan. seperti biasa. baik dalam bidang materi maupun spiritual. dan ma sing¬masing parit dengan sepuluh jembatannya dijaga prajurit dari masing-masing kesatuan. Ada beberapa ku il besar yang melindungi dan mendukung perdagangan. Sakit kepala yang tak asing mulai terasa . cermin dan makanan baru yang lezat. dia melihat kalau ayahnya sudah tua. sementara di sini. Mari kita dukung persiapan perang. Di desa kelahirannya. ni dikelilingi parit lebar yang digali untuk melindungi diri dari musuh. ditakuti dan dihormati semua orang. mereka mencari benda dan pakaian yang indah . alat yang bisa menghitung waktu. botol kaca dan cabung minuman." kata Jizaemon. Baik Akio maupun Kazuo tidak muda lagi . manis dan pedas. dan pedagang pelab uhan bebas ini menyediakan-nya dengan senang hati. Lagu-lagu mere ka telah ketinggalan jaman dan tak lagi populer. pada Akio saat menyambutnya dengan sikap setengah hati. Ia tak ingin Jizaemon mati sebelum mem¬perlihatkan sebagian dari nana bendanya. lalu berusaha menyingkirkan perasaan itu. Ki ta bisa lebih berkiprah dalam banyak peristiwa dengan menyediakan senjata dan kebutuhan lainny a. Keluarga Tribe pernah menjadi pedagang yang paling ber¬kuasa di kota itu. kar ena rasa iba. tapi meningkatnya kesejahteraan di Tiga Negara serta per¬musu han dengan Otori membuat banyak yang pindah ke Hofu. Saat para penguasa semakin berkuasa. "Masa kejayaan telah berlalu. dan mas ing¬masing parit dengan sepuluh jembatannya dijaga prajurit dari masing-masing kesatuan. Hisao sedih . karya seni dan kemewahan lain dari Shin dan daerah yang lebih jauh lagi. Perjalanan terasa panjang dan melelahkan. baik dalam bidang materi maupun spiritual.

. Tapi sudah terlambat: senjata Halaman 135 dari 500 . tapi ia t idak mau mendengarkan. pertama¬tama dia menawarkan sejumlah besar uang. Fumio tiba dua hari setelah penyelundupan itu dan berusaha mendapat¬kannya k embali. dan ada lagi. dan lebih dari itu. "Benar. dikaruniai dengan selera dan tingkah laku serta tutur bahasa yang halus: kabarnya itu karena penga ruh istrinya. mereka berangkat hanya selang beberapa minggu sebelum kau datang: aku belum pernah melihat prosesi yang begitu mewah. "Baiklah. seolah dari kejauha n. sepupu. itu sebabnya Lord Otori mencari dukungan Kaisar." "Dan Kaisar memiliki jenderal baru?" Akio memotong perkataan si pedagang yang penuh semangat. lalu mengancam akan kembali dengan pasukan lalu membakar habis kota itu jika tidak dikembalikan. tak lama lagi jenderal itu akan memiliki senjata-s enjata baru. Kabarnya. Tapi baru-baru in i embargo itu dilanggar. perempuan itu berbisik. dan senjata api diselundupkan keluar Hofu kabamya dengan bantuan Arai Z enko! Kau kenal Terada Fumio?" Akio mengangguk.lagi: separuh dunia menyelinap ke balik kabut." "Ya. Otori pasti benar-benar kaya.. Kami sudah mendengar tentang kurir-ku rir yang dikirim Otori kepada Kaisar. mungkin kau benar." "Apa maksudmu?" "Selama bertahun-tahun Otori member¬lakukan embargo senjata api. Dia gusar sekali. "Tapi yang pasti peperangan tidak bisa dihindari selamanya." terdengar olehnya Akio bicara. "Nah.

menyediakan surat ijin perjalanan dan memberi pakaian bam serta barang dagangan lainnya. dia pasti tengah bersiap bergerak melawan Si Anjing. Dicurigai kal au dia menyalahkan Takeo atas kematian ayahnya. dan mengangguk setuju pada semua perkataan Jizaemon." Hisao penasaran dengan jawaban Akio yang singkat. Ayahnya memang sudah mabuk ber at. Dulu dia juga penyelundup. setinggi langit!" Jizaemon menuang secangkir lagi sake dan memaksa mereka minum bersamanya. tidak selama dia membutuhkan pedagang itu untuk memberi makan dan mempersenjatai pasukannya. "Sejak kematian Kenji. Diaturnya agar mereka bisa be . "Takeo sedang men¬dapat anca man dari Timur. "Tak ada yang memedulikan ancaman Terada." katanya tertawa kecil. dan s audara sepupu dirinya. Kapan lagi waktu yang tepat untuk pergi ke keluarga Muto gun a memperbaiki keretakan dalam Tribe. mungkin senang berhasil menyingkirkan tamunya. sepupu." gumam Akio." sahut Kazuo. sepupu. guna menyatukan kembali semua keluarga?" Jizaemon. Zenko yang seharusnya menjadi Ketua Muto. dan bahkan menyimpan hasrat untuk balas dendam. "Jika dia berusaha mengambil hati Lord Saga. dan kabarnya dia tak sepenuhnya setia pada Takeo. Dan Lord Otori takkan menyerang kota i tu. Hisao terbangun tengah malam men¬dengar ayahnya berbisik pada Kazuo. dan setengah berharap mendengar lagi suara pelan pembunuhan." "Waktu yang tepat untuk mendekati Zenko.itu sudah dalam perjalanan ke tempat Saga. cucu keponakan Kenji. "Dia tak lebih dari perompak. t api kedua orang itu tengah membicarakan hal lain: tentang Arai Zenko yang membiarkan senja ta api keluar dari jaringan Otori. meskipun dahi¬nya makin berkerut dan wajahnya makin muram. "Zenko kuat sekaligus ambisius. setinggi langit!" tu sudah dalam perjalanan ke tempat Saga. Zenko satu-satunya keluarga Muto yang tidak dikutuk keluarga Kikuta: di a tak terlibat dalam kematian Kotaro. jika Zenko menyerang dari Barat maka dia akan terjebak di antara dua wila yah tersebut." bisik Kazuo." "Kurasa Zenko akan menyambutmu. Dan harga jual besi dan bubuk mesiu i tu setinggi langit. Dan harga jual besi dan bubuk mesiu it u setinggi langit. Dirasakan sel uruh ototnya menegang. Hisao tahu riwayat Zenko: putra sulung Muto Shizuka.

tapi saat sam pai di pantai. malam ketiga Perayaan Obon. dan dalam beberapa hari mereka angkat sauh ke Kumamoto melalui H ofu. tapi dengan menyamar cara Tribe. Maya menyukai perannya sebagai anak yatim piat u. Sebagai adik Sada. dan menyenangkan baginya membayangkan kalau orangtuanya mati karena marah. Maya pernah melihat Sunaomi menjadi anak cengeng karena mengira melihat hantu yan g sebenarnya adalah patung Kanon maha Penyayang yang belum selesai dibuat. terutama pada ibunya.* Maya tidak bepergian sebagai putri Lord Otori.pergian dengan kapal pedagang. ada sesuatu di malam itu Halaman 136 dari 500 . memanfaatkan cuaca cerah dan tenang di akhir musim gugur. Waktu itu ia mengikuti Sunaomi dengan menggunakan kemampuan Tribe. dan mereka pergi ke Maruyama untuk bertemu dengan kerabat di sana dan mencan pek erjaan setelah kematian orangtua mereka. dan amat terluka dengan sikap kedua orang¬tuanya karena lebih sayang pada Sunaomi. Maya se makin membenci rasa takut Sunaomi karena itu belum apa-apa dibandingkan apa yang perna h dilihatnya di malam yang sama.

sentuhan mereka terasa sedingin es di kulit hewan berbulunya. dan suara si kucing berbicara dalam dirinya. Ia tidak ingat bagaimana si kucing meninggalkan dirinya hingga ia kembali menjadi M aya. Di mana . meskipun tidak me¬mah ami apa maksudnya. hasrat yang tak terpenuhi dalam diri mereka. bola matanya yang besa r menangkap semua gerakan yang ada. dan Maya menyadari kalau pantai dan hutan pinus penuh dengan hantu. sama tidak jelasnya dengan apa yang membuat tubuh kucing merasuk dalam sendirinya. berdesakan di sekelilingnya. "Di mana Penguasa kami? Bawa kami padanya. dan suara si kucing berbicara dalam dirinya. Para arwah gentayangan tadi mundur terkena sinar lentera. Tapi didengarnya Sunaomi menjerit. mengatak an. Penghinaan atas ketakutan Sunaomi membantu Maya men gatasi ke¬takutannya sendiri. hewan¬hewan kecil berlarian ke sana kemari. Ter¬dengar olehnya suara-suara seperti geme risik dedaunan tertiup angin musim gugur. "Lihatlah apa yang bisa kulihat!" ang menyentuh perasaannya. lalu melihat seorang laki-laki keluar dari rumah yang baru separuh hancur dengan membawa lent era. penuh kesedihan dan kelaparan. semburan air terbawa angin. "Lihatlah apa yang bisa kulihat!" Awalnya seperti permainan: latar yang gelap dadak terang. cakar si kucing menggaruk-garuk batu kerikil di pasir pantai: melompat ke pepohonan di se kitar rumah itu. dan juga geme ricik air ketika bocah itu kencing di celana. Maya menjerit kaget. Ia melihat hantu-hantu itu dengan peng¬lihatan si kucing. wajah mereka abu-abu. si kucing melolong. Arwah orang-orang mati itu mem alingkan pan¬dangan ke arah Maya dan si kucing menang¬gapi mereka. Terdengar olehnya derak ranting patah. Arwah-arwah mengejar Maya. cukup untuk mundur ke semak-semak dan pulang tanpa terlihat ke kastii. dan membuat bola mata Maya mengec il dan akhirnya tidak bisa lagi melihat mereka.yang menyentuh perasaannya. mengenali penyesalan pahit . getaran dedaun an." Kata-kata mereka memenuhi dirinya bak teror yang menakutkan. Kami sedang menunggunya. mengata kan. ju bah mereka putih. Lalu tubuhnya melemas dan meregang seperti tubuh kuc ing. tubuh pucat mereka mengambang di permukaan tanah. dendam tak berkesudahan. seperti dalam mimpi buruk ketika sepotong kalimat yang tak jelas memb uat orang yang bermimpi me rasa ketakutan setengah mati. Maya berusaha kembali ke tubuh manusia¬ny a. Tapi ia juga tak bisa me nyingkirkan ingatan akan pandangan mata si kucing dan suara-suara bergema dari arwah gentaya ngan.

"Kau bisa jadi mata-mata yang sangat hebat!" seru Sada setelah malam pertama di atas kapal." Maya menatap gelombang ke Timur. "Aku lebih suka jadi mata-mata ketimbang harus menikah dengan lord. tak ingin melihat dan mendengar dengan cara sepert i itu lagi." gerutu Maya. "Aku ingin sepertimu. tempat kota Hagi hampir menghilang di kejauhan: Pulau Oshima juga terbentang jauh di belakang mereka. meminta. dan itu membuat Maya menyesal karena pernah me ndengar banyak cerita tentang para perompak jaman dulu dan kunjungan ayah¬nya kepada Lord Terada. Ia telah mewarisi si fat kejam dari Kikuta seiring dengan banyak bakat yang lain. tapi kapal tidak boleh berangkat ter¬lambat: angin timur laut h anya terjadi beberapa hari lagi. Maya. "Dulu Shizuka suka melakukan sesuka hatinya. "Jangan meremehkan Muto Shizuka! Dia selalu jauh lebih dari yang k elihatannya. atau seperti Shizuka dulu. itu masalahmu!" Halaman 137 dari 500 . Ia ingin melihat-nya. dan mereka mem¬butuhkannya untuk membantu kapal melaju ke pantai Barat.Penguasa kami? Maya ketakutan setengah mati." sambung Maya. "Kau iri. dan berusaha melindungi dirinya dari kerasukan arwah si kucing. Tapi kucing itu mendatanginya lewat mimpi ." Sada tertawa. Mereka telah melewatinya semalam. menakuti-nakuti dan membujuk dirinya. "Tapi dia menikah de ngan tabib Ishida." sahut Maya." "Dia juga nenek Sunaomi. dan kini dia sama saja seperti istri-istri yang lainnya. hanya awan di atas gunung berapi di pul au itu yang terlihat.

serta gerakan. Muto Kenji sering bilang itu sebab¬nya kenapa aku tumbuh besar sama tinggi dan kuatnya seperti laki-laki." "Kenji mengajarkan kita hal yang sama!" seru Maya. Ketika sampai di tahap yang paling buruk. Maya merasakan sentuhan itu seperti sentuhan seorang pengasuh at au seorang ibu. dan Ayah tak¬kan berpikir untuk mengangkatnya sebagai anak!" Dan aku takkan berpikir untuk menantang pengecut ci lik itu pergi ke biara. bak kulit bulu hewan."Sangat tidak adil. Andai aku lakiSangat tidak adil. Sunaomi tidak akan datang tinggal bersama kami. ia tersadar ketika kapal berbelok mengitari tanjung tepat saat angin berubah ara h dan angin barat berhembus membawa mereka ke tepi pantai. Andai aku lakilaki. "Andai aku laki-laki." "Benar. tak masalah kalau aku kembar. padat dan bera t. aku tidak menyesal disuruh pergi jauh. den gan tulang pipi tinggi seperti anak laki-laki. memegang tengkuknya sewaktu ia muntah dan setelah itu mengelap wajahnya. "Andai aku laki-lak i. dan berpikir betapa bahagianya bisa selamanya ber . Maya menatap Sada." Sada tertawa. Aku selalu menentang mereka . "Ya. ketika aku masih kecil. di mana perempuan diberi banyak kebebasan. Sada merawatnya tanpa mengeluh atau kata-kata bersim pati. Bahkan di kalangan Tribe. gelap. sering. Maya berbarin g di pangkuan Sada yang melingkarkan lengannya yang panjang dan dingin di alis Maya. kau bisa menjadi laki-laki. Maya tidak sempat menangkap lebih banyak lagi bahasa pelaut yang menggoda dan ny aris tak bisa dimengerti karena gelombang laut mulai naik. tak masalah kalau ak u kembar. lalu menatap wajah Sada yang tajam. dan itu sebabnya aku menyukainya. Kini aku bisa jadi laki-laki atau perempuan . mem¬bujuknya untuk minum teh untuk mem¬basahi bibirnya. Gerakan kapal yang naik turun membu atnya pusing dan tubuhnya terasa tidak enak. bicara dengan gaya bahasa mereka dan menirukan gerakan mereka. dan bisa berti ngkah seperti keduanya. Sada seperti m erasa kalau di balik kulit Maya ada sifat hewan." sahut gadis itu. karena seperti semua anak-ana k Tribe. tapi juga lembut untuk disentuh. Sada mengamatinya. "Pernahkah kau ber harap menjadi seorang laki-laki?" "Ya." Maya berusaha meyakinkan. Dia meng¬ajariku cara meniru anak laki-laki. ia belajar bicara dengan gaya bahasa laki-laki dan perempuan. anak laki-laki sepertinya lebih dihargai. "Karen a aku suka padamu dan aku sayang pada Taku!" "Semua orang menyayangi Taku. selalu berusaha mengalahkan mereka." sahut gadis itu.

kombinasi antara kekaguman dan kebutuhan: itu pertama kalinya Maya jatuh cinta. sekaligus seperti hewan. Diregangka n tubuhnya untuk me¬meluk Sada. Tapi aku tidak yakin apakah aku bermimpi. Tadi rasanya sakit sekali. "Sedikit. "Kuanggap sikapmu ini berarti kau sudah baikan?" tanya Sada.baring di dalam pelukannya.. melingkarkan lengan di tubuh¬nya. dan merasakan sekujur tubuhnya bereaksi dengan menggeliat.. "Mimpi yang dialami hewan." Maya tengah menatap ke pantai di kejauhan." "Mimpi sepeni apa yang dialami kucing itu?" tanya Sada dengan enggan. merasakan otot kuat seperti otot la ki¬laki." "Atau apa?" "Atau si kucing. balas memeluknya. Diusap-usapkan hidungnya ke leher Sada. hampir seperti anak kecil. "Kau mencintaiku Sada?" "Pertanyaan apa itu?" "Aku bermimpi kau mencintaiku. Aku tak ingin naik kapal lagi!" Maya berhen ti sebentar lalu melanjutkan. Pada saat itu hasrat menyelimuti dirinya pada gadis yang lebi h tua itu. alaukah . bukit Halaman 138 dari 500 .. dan kelembutan yang tak terduga dari buah dadanya.

" sahutnya. Orang-orang meringkuk di tepi pant ai. "Aku tak tahu kalau kau mencintaiku." "Kita lihat apa pendapat Taku!" Maya tahu Taku adalah guru yang tegas dan tidak punya perasaan sentimentil. membetulkan jala dan menjaga agar api unggun tetap menyala yang memaksa garam keluar dari air lau t. It u menurutku. atau ia ditolak karena kurang trampil. atau roh si kucing merasuki diriku. Aku akan tinggal bersam a Tribe. Orang-orang meringkuk di tepi pant ai. Aku tidak mau kembali pada kehidupan di istana. membetulkan jala dan menjaga agar api unggun tetap menyala yang memaksa garam keluar dari air lau t. tapi juga tidak terlalu memuaskan. Muara berpasir terlalu dangkal untuk dimasuki kapal. dan mereka turun dengan men . Ia tak tahu mana yang lebih buruk: diterima oleh Taku hanya karena ia adalah putri Otori. baik adanya. rak kayu penopang rumput laut dan kapal nelayan berbadan cembun g tengah ditarik ke pantai." Nada suara Sada terdengar praktis. dan sampai ke muara. itumbuhi pinus di atasnya yang muncul dari air laut berwarna biru tua. Sada mengira hampir bisa merasa¬kan lagi bulu di jari je marinya. atau kastil. Permukaan air di sekitar telu k lebih tenang. Maya menyeringai. dan punggung gadis itu melengkung karena nyaman. Akhirnya akan jadi sesuatu di antara dua hal: tidak terlalu kecewa. "Kalau kau terus lakukan itu. bebatuan hitam yang berada di tepiannya dengan ombak keabuan hijau dan putih. tapi ia takut kalau gurunya itu terpengaruh dengan kewajiban pada ayahnya sehingga cenderung memperl akukannya dengan pengecualian. bebatuan hitam yang berada di tepiannya dengan ombak keabuan hijau dan putih. Apa pun yang berguna bagi mereka. rak kayu penopang rumput laut dan kapal nelayan berbadan cembun g tengah ditarik ke pantai.ditumbuhi pinus di atasnya yang muncul dari air laut berwarna biru tua." ujar M aya sambil melamun. Di satu saat ditemukan dirin ya mengira kalau Taku akan mengenyahkannya karena tak mampu menolongnya. "Mereka tidak keb eratan kalau aku ini anak kembar. "Itu sebabnya aku menyukai Tribe." goda Sada. tempat rumput laut tumbuh. "Tapi aku memang menyayangi kuc ing itu!" Diraih lalu diusapnya leher Maya seakan-akan sedang membelai kucing. atau sebaliknya kagum dengan segala yang bisa dilakukannya dan semua potensi dirinya. Permukaan air di sekitar telu k lebih tenang. "Aku yakin kelak ini bisa berguna. dan sampai ke muara. tempat rumput laut tumbuh. kurasa aku akan berubah menjadi si kucing.

Dipasang ke dinding satunya. para awakny a tertawa ketika Maya memegang erat-erat bagian pinggir atas dari sisi perahu. sepupu?" "Ini dia masalah datang. Taku ada di Maruyama?" imbuhnya selagi gerbang dibuka lalu mereka menyelinap masuk. terlihat mirip burung yang baru saja beristirahat. ada gerbang besar. "Apa yang kau lakukan? Siapa anak itu?" "Adikku. ke kota Maruyama. Maya. serta berusaha menarik Sada ke dalam percakapan cabul saat mengayuh ke hulu. kau ingat padanya?" "Pasti bukan Mai!" "Bukan. tapi hari ini tujuannya bukan ke kastil itu. Perahu-perahu itu sempit dan tidak stabil. membentaknya agar tidak berjalan dengan menggesekkan kaki ke tanah . ya kak. sinar matahari mewarnainya dengan warna merah muda. bukan Mai. sambil berjalan tanpa mengeluh. yang kini tutup dan sepi. "Apakah mengira akan ada serangan. ber¬dinding putih dan beratap abu-abu. Sesekali Sada berbic ara kepadanya dengan kasar. Sada bicara kepada salah satunya. tentu kak. Dua laki-laki berdiri di luar dengan bersenj ata pedang dan tombak lengkung panjang. Halaman 139 dari 500 . Ia terus merendah kan pandangan mata dan tidak bicara dengan siapa pun agar tidak dikenali. dan atap rendahnya memanjang sampa i ke pinggiran atap. walaupun perjalanan nya jauh dan bawaannya banyak. Hari sudah hampir gelap saat mereka tiba di rumah yang memanja ng sampai ke sudut jalan. Bangunannya kecil dan indah.ggunakan tali ke perahu nelayan yang reot. Maya mengenalnya dengan baik dan sering tinggal di sana bersama ibu dan saudara¬saudaranya." sahutnya. Kastil berdiri di atas bukit kecil di atas sungai dan kota yang menyebar di seke liling¬nya. Di satu sisinya adalah toko depan. Jendelanya dipalang dengan kayu. Kita masuk saja dulu. Maya menyahut. Nanti akan kuceritakan. sayapnya masih membentang.

lalu menambah se¬potong kalimat yang kedengaran sem¬barangan. jadi mereka takkan bic ara banyak." "Mereka kenal aku?" bisik Maya sewaktu Sada meng-gandengnya melewati taman yang gelap ke pintu masuk." Anak Ku ci ng sudah kembali malam ini. karena kemamp uan Tribe bisa selalu dikem¬bangkan. me¬regangkan dan me lipat tubuh agar tetap lemas. bergerak cepat hingga nyaris tak terlihat dan menggunakan sosok kedua. karen a Sada menyibukkannya dengan ber¬bagai latihan Tribe yang tak ada akhirnya... lalu Taku bisa tahu. menguasainya dengan sempurna. "Mereka akan mengarangnya. "Ya. Dia belum mampir seperti biasa.. Dia belum mampir seperti biasa. "Mereka akan memanggilku apa?" ia ber¬tanya pada Sada seraya melangkah ringan ke a tas beranda. dan kemudian . Tapi mereka juga tahu kalau ini bukan urusan mereka. Ia latihan ber¬diri tak bergerak dalam waktu lama. dia datang beberapa hari lalu. latihan mengingat dan mengamati. bahkan Muto Kenji atau Kikuta Kotaro. Anak Kucing."Ya." Ya. Tidak ada waktu untuk bosan atau cemas. Dia bersama Lord Kono. dan Lord Sugita sedang menghibur mereka. "Memanggilmu? Dengan nama apa?" "Apa nama rahasiaku yang hanya di¬ketahui Tribe?" Sada tertawa hingga kehabisan suara. Kami akan beri tahu kalau kau dan adikmu ada di sini. bar angkali. dan Lord Sugita sedang menghibur mereka. Kami akan beri tahu kalau kau dan adikmu ada di sini. . dan berusaha membuatnya senang. dia datang beberapa hari lalu. atau menuang sake untuknya. apa yang akan Taku lakukan? Maya merasakan agak tahu: apa pun yang akan terjadi tidak akan mudah. dan tak seorang pun. Dia bersama Lord Kono. Dan Maya hanyalah anak k ecil: waktunya masih banyak.. dari Miyako. Ia harus menunggu sampai dua hari.. Maya lakukan semua itu tanpa mengeluh karena sudah me¬mut uskan untuk mencintai Sada tanpa syarat. dari Miyako. penjaga atau pelayan: mereka mendekati Taku dengan komentar tentang kuda atau makanan. Maya hampir bisa mendengar suara pelayan memutus kan kalau pelayan itu perempuan berbisik di telinga Taku selagi membungkuk membasuh kaki Tak u." Maya membayangkan bagaimana seorang laki-laki atau perempuan menyamar se¬bagai prajuri t.

Di senja hari kedua. Maya merasakan panasnya lentera di pipinya. hati Maya terpuruk. "Guru. "Pandang aku. dan di waktu yang bersamaan tidak berani mencari-cari ada ekspresi apa di wajah Taku. Di ujung beranda. setelah malam men¬jelang dan mereka selesai makan. "Uhhh. menatap lurus ke arahnya. melihat rahasia yang ia sendiri . "Mengapa ayahmu mengirimmu padaku?" Halaman 140 dari 500 . Saat wajah itu terlihat lelah." gerutu Taku. Sada mem¬ber i isyarat pada Maya yang tengah menaruh mangkuk di nampan karena di rumah ini dia bukan lagi putri Lord Otori tapi gadis termuda sehingga menjadi pelayan bagi semua orang. lalu menutup mata." kata Taku. tapi sebelumnya ia mengamati reaks i di wajah Taku. lalu melangkah keluar beranda. dan memberi isyarat pada Sada untuk mendekatkan lentera. membuat pikirannya kosong. Maya bisa melihat wajah Taku. Sada be r¬diri sambil memegang lentera. ekspresi wajah yang tegang. atau pikiran. tapi Maya tak tahu apakah gerutuan itu karena Taku setuju a tau terkejut. Mata Taku yang hitam. separuh terkena sinar. tidak tahu ada dala m dirinya. Maya menghampiri lalu berlutut di hadapannya." bisiknya. se paruh dalam kegelapan. Cahaya lentera berkeda p-kedip di balik kelopak matanya. mem¬bawa nampan ke dapur. tidak membiarkan ekspresi yang menunjukkan kelemahannya terlihat. Tapi ia tak mampu mempertahankan diri dari Taku: merasakan seolah ada semacam bias si nar. menembus dirinya. Diselesaikan tugasnya. dan bahkan kesal. buram. Maya menahan tatapan mata Taku tanpa berkedip. Taku mengerutkan dahi.

Dandani dia seperti anak laki-laki."Menurut Ayah aku dirasuki roh kucing. jangan ambil resiko. t elinganya menegak dan memamerkan gigi¬nya. "Aku sedang berusaha mengawasi Kono. bersiap menerkam. maka kini aku percaya." kata Taku dengan agak kesal pada Sada. "Bila sebelumnya aku tak percaya. Maya bereaksi dengan marah. kalau memang ada di sana. "Ayah mengira Kenji kemu ngkinan mewariskan ilmu Tribe Menurut Ayah aku dirasuki roh kucing. lalu mengeong. "Cukup." sahutnya. "Aku mem¬buntuti Sunaomi ke kuil Akane lalu melihatnya k encing di celana!" Taku mendengar sesuatu di balik ke¬beranian yang dibuat-buat itu. "Kau tak memercayaiku." akunya." kata Maya datar." Suaranya mengand ung kecurigaan dan tak acuh. Kau bisa ikut ke kastil denganku besok." sahutnya pelan. "Jangan buang waktu. Sebagian besar . kemudian ia bergumam." "Tidak ada hubungannya kau suka atau tidak. dan mengawasi kakakku kalau-kalau dia bertindak yang tak terduga . Ka u harus berjanji kalau kau hanya akan melakukan apa yang Sada atau aku pinta. bagaimana kita bisa memanfaatkannya? Pernahkah kau berubah wujud hingga benar-benar menjadi kucing?" "Pernah. "Ayah mengira Kenji kemun gkinan mewariskan ilmu Tribe tentang hal-hal seperti ini kepadamu. Kemarahan menjalar ke sekujur tubuhnya . tapi di sini ia harus tetap sebagai anak perempuan." sahut Maya. tidak pergi sendiri sesuka hatimu. "Biarkan aku melihat roh kucing ini." kata Taku pelan." "Aku tidak mau. Terserah kau mau menjadi apa. Hewan itu menu rut dengan sendirinya. membuat tubuhnya melembut dan meregang. jangan menyimpan rahasia pada kami. tapi tinggallah di si ni. sekali. Maya tidak menjawab selama beberapa saat. "Sangat me¬nar ik. langsung dan bukan seperti manusia." sahut Taku. lalu menyentuh pipi Maya dengan lembut." "Ini bukan waktu yang tepat. Tubuhnya gemetar." "Tunjukkan padaku. "Lalu?" tanya¬nya. bila Takeo memintanya." "Aku bersumpah. kurasa sebaiknya aku menjaga agar Maya tetap di dekatku. "Aku tak mau mel akukannya lagi! Aku tidak menyukai perasaan yang menyertainya. Tetap saja. Pertanyaannya yaitu. bulunya beriak." sahutnya pelan.

"Tapi di mana adikmu ?" "Dia di Hagi dan akan segera pergi ke Kagemura. berjalan pelan melewati kamar-kamar panjang dan rendah ru mah itu. seorang pelayan mendekatin ya lalu menyuruhnya menyiap¬kan alas tidur." "Anak kembar cukup istimewa di kalangan Tribe.penghuni rumah ini sudah mengenalnya. "Sekarang pergi tidur. "Karena aku anak k embar. Aku di sini seperti anakyatim p iatu. "Ada yang harus kubicarakan dengan Sa da. dia harus dilindungi sebaik-baiknya sebagai putri Lord Otori. Tidak lama setelah ia masuk ke dalam rumah. Apa akan ada orang lain yang bisa mengenalimu?" "Tak seorang pun berani menatap langsung padaku." tutur Maya. Mungkin aku akan menjadi seperti Ayah. Dibukanya lipatan matras lalu membentangkan selimut. Angin berhembus dan bersiul melalui celahnya." kata Taku tiba¬tiba. ditemukan di desa terpencil dengan lebih banyak bakat yang dimiliki orang Tribe lainnya. atau orang yang diasingkan. Shigeko dan orangtuanya. membawa musim gugur. pikimya." "Guru." tutur Taku." Mendadak rasa sakit hati mener¬ja ng diri Maya karena merindukan Miki. Aku akan memperingatka n Hiroshi. tapi Maya tidak mer asa Halaman 141 dari 500 ." Maya membungkuk normal dengan patuh dan mengucapkan selamat malam kepada keduanya.

" "Maya akan menjadi hiburan yang menyenangkan. meratapi musim dingin yang akan datang d an kematian mereka. Sinar r embulan mem¬bentuk kisi-kisi di layar kertas. Terutama sekali bagi dirinya sendiri. "Kalau tidak. Mereka menyuruhnya pergi tidur dan ia mematuhinya." sahut Taku. bulan menarik darahnya dengan keras." Sesuatu dalam nada suara Sada yang membuat tubuh Maya gemetar denga n gabungan . membuat¬n ya mengalir cepat melalui urat nadinya. berusaha menyaring bisik-bisik dari para gadis ya ng berbaring di sisi kanan dan kirinya. "Aku ajak Kono kemari agar dia bisa melihat kesetiaan di Maruyama kepada Otori. Maya unik kemung¬kinan sangat kuat. bila kau takut merasa bosan." "Kuharap aku tidak harus melakukannya. atau sesuatu yang berhubungan dengan kerasukan si kucing?" "Aku sungguh-sungguh tidak tahu.kedinginan." "Atau tanggung jawab lain yang tak bisa kuhindari!" "Kenapa kau terkejut saat menatap matan¬ya?" "Aku mengharapkan tatapan anak perempuan." "Apakah arwah seorang laki-laki. Sada tertawa. Didengarkannya suara-suara dari taman." "Kau lelah. Mereka menyuruhnya pergi tidu r dan ia mematuhinya. dan menghembus¬kan napas dengan amat perlahan hingga nyaris tak terdengar. Ketika akhirnya i a berbaring. menanti untuk menemukan wujudnya. "Kau tidak akan bunuh diri. Aku cemas Zenko telah membiarkannya percaya bahwa Seishuu hendak memberontak. Maya mewarisi pendengaran tajam ayah¬nya. tapi mereka tidak melarang¬nya untuk mendengarkan. edinginan. dan kini semakin peka. dan bahwa wilayah Barat takkan berpihak kepada Takeo. dipasang telinganya baik-baik." "Bisakah Hiroshi dipercaya?" gumam Sada. Didengarkannya suara-suara dari taman. Sepertinya berbeda. Aku mungkin akan melakukannya karena bosa n harus bersama Lord Kono lebih lama lagi. akan kugorok leherku. Yang kulihat bukanlah seperti anak per empuan: sesuatu yang tak berwujud." "Dan berbahaya?" "Mungkin. Perlahan-lahan akhirnya mereka ter¬diam. Di kejauhan Taku berkata. tapi mereka tidak melarang¬nya untuk mendengarkan. suara pelan mereka ber ganti dengan nyanyian terakhir serangga musim panas. Didengarnya kepakan sayap burung hantu yang tenang sewaktu terbang melew ati taman. sepupu.

" "Sada. 'Tidak perlu berarti apa-apa. lalu menarik selimut hingga menutupi kepalanya. Maya menahan napas. Ma ya tidak tahan mendengarnya. Lama setelah itu." sahut Sada. sepertinya Maya men¬dengar langkah kaki di beranda. Taku menghembuskan napas panjang. Maya berbalik menghadapnya.antara kerinduan dan kecemburuan. meng¬hirup aroma tubuh itu bercampur dengan aroma Taku masi h teninggal Halaman 142 dari 500 . Berpura-pura ter¬tidur . "Mari. pada pasangan yang tidak terlihat. Sada berkata." Sesaat hening. tidak ada yang terjadi di antara kita yang tidak berani apa-apa. ku¬pijat dahimu." Taku be rhenti sejenak seolah ingin berkata lagi. Bawa dia ke kastil saat tengah hari. Ada semacam kekuatan hasrat jatuh di taman yang gelap. tapi lalu berkata dengan singkat. Taku bicara dengan suara pelan. "Aku tidak meng¬harapkan itu!" "Kita tumbuh dewasa bersama. "Aku akan me¬nemuimu dan May a besok pagi. lebih pelan lagi." Sada masuk ke kamar perlahan lalu ber¬baring di sebelah Maya.

Selama beberapa saat ia tidak membuka mulut . Sada mencengkeram lengannya. "Kau bukanlah gadis yang cantik." "Seperti Taku.di tubuhnya. "Tenang. Kau adalah salah seorang pelayan Lord Taku." Sada menghardiknya. membiarkan dahinya tidak dicukur. "Tapi bisa menjadi a nak laki-laki yang tampan. "Aku dengar semuanya. pelayan yang terendah derajatnya. seperti laki-laki yang masih di bawah umur." gumamnya. dan selalu menertawai orang yang tergila-gila karena ci . "Kau jangan terlalu menarik perhatian. Ia tidak dapat memutuskan mana yang paling ia cintai: ia ingin memeluk mereka berdua. "Kau mendengarnya mengatakan itu? Apa lagi yang kau dengar?" Maya menjauhkan diri dari gadis itu. Beajarlah meng¬atasi rasa bosan. lalu katupkan bibirmu. Ditariknya Maya lalu dipeluknya. kuharap. Maya balas memeluk. Membentak sedikit lagi. bahkan men¬jijikkan. "Jangan bilang pada siapa-siapa. tapi rasa s enang. rambut dan pakaiannya yang masih terasa asing membuat matanya berkilat dan pipinya bersemu merah. tapi Muto Taku bukanlah salah satunya." sahut Maya tanpa pikir panjang. Kau tidak boleh kelihatan cantik! Nanti ada ksatria yang membawamu kabur." "Apa yang nanti harus kulakukan?" "Sedikit sekali." kata Sada seraya tertawa. tapi kemudian ia berkata. deng an nada mendukung." Maya mencoba mengatur tubuh agar ter¬lihat lebih mirip anak laki-laki. merasakan panas tubuhnya.* Sebagian laki-laki mengutamakan cinta. at au berhasrat ingin mengabdikan diri hanya untuk orang yang dicintai. Menurutnya perasaan berlebihan semacam itu aneh. Pada saat itu Maya merasakan dirinya men¬jadi milik mereka selamanya. Keesokan harinya Sada membangunkannya pagi-pagi lain bersiap memotong rambutnya yang panjang sebahu dan menariknya ke belakang dan diikat ke atas." Sada tidak bisa menahan senyum. Ia tidak dapat memutuskan mana yang paling ia cintai: ia ingin meme luk mereka berduatubuhnya. dan berharap Sada adal ah Taku.

menya¬yangi juga memerc ayai istrinya untuk meng¬atur rumah tangga. Ketika ada perempuan menyatakan terang-terangan mencintainya. hampir Halaman 143 dari 500 . Ia menyu kai perempuan. Kita tumbuh de wasa bersama.nta. kepuasan yang begitu menusuk serta sempurna. Kejadian seperti itu belum pernah dialaminya. Taku justru menjauhkan diri. seperti yang sering terjadi. berserah diri kepadanya. Dan saat bicara dengan Sugita Hiroshi di taman kastil di Maruyama. tubuh Sada yang sama tinggi dan kuat dengan tubuh nya. hanya menginginkan kehadiran Sada di sisinya. hasrat keperempuanan Sa da yang menang¬gapi hasrat dirinya. tapi gagasan bersikap setia kepada istrinya tidak pernah melintas di benaknya. kata Sada waktu itu. Taku hampir tidak bisa tidur. Maka i ngatan yang tak mau pergi di benaknya tentang keintiman yang terjadi tiba-tiba serta tidak dihar apkan bersama Sada mengganggu pikirannya. ia sulit ber¬konsentrasi pada apa yang sedang dibicara¬kan. Tidak perlu berarti apa-apa. dan semua kesenangan yang bisa dinikmati dari tubuh perempuan. mengasuh anak-anak dengan baik dan setia ke padanya. hasrat yang begitu bes ar. hampir seperti tubuh laki-laki namun sekaligus tubuh perempuan. terangterangan membenci kelemahan mereka. dan dia berubah dari teman.

waktu yang luar biasa panjang. tanpa tahu dari mana datangny a kata¬kata ini. dengan kulit pucat dan bentuk tubuh gagah kh as klas ksatria. setengah kepala leb ih tinggi dari Taku dan berbahu lebih bidang. Saat masih kecil." aku Taku. Dan beliau memiliki penerus yang layak. beranjak dua puluh tujuh saat tahun baru nanti. yang bahkan aku sendiri tak bisa mem ahaminya. Dia belum bisa melupakan kematian Kenji. Kep ala Biara kami sudah berusia lebih dari delapan puluh tahun." komentar Taku... Kau akan serasi d engan Lord Takeo seperti layaknya Kenji. "tapi kedatangan mereka agak ter¬tunda karena mereka ke Terayama untuk ziarah ke makam M atsuda Shingen. Mereka membicaraknn tentang pertemuan yang akan datang dengan Lord Ot ori dan Arai Zenko. sedangkan Sugita Hiroshi di¬anggap tampan. tanpa tahu dari mana datangn ya kata¬kata ini. Ini kesem-patan pertama bagi kedua laki-laki ini bisa bicara berdua sejnk kedatangan Taku ber¬sama Lord Kono. Taku berperawakan kuat dan sulit digambarkan.. penolakan Kikuta untuk berunding. menjadi kekasih. dan sejak itu terikat oleh h ubungan persahabatan yang amat dalam. yang diadakan dalam beberapa minggu mendatang di Maruyama. Mereka sebaya. Saat itu masih pagi. cuaca tampak cerah di musim gugur ini. Tak ada hal yang terjadi di antara kita yang tidak berarti apa-apa. "Tam¬paknya keadaa n semakin rumit setiap minggunya. wajah yang mudah berubahubah ekspresi khas Muto. mereka pernah menjinakkan kuda-kuda jantan bersama.seperti adik." "Pasti Takeo sedih kehilangan dua guru¬nya di tahun yang sama." tutur Hiroshi ragu-ragu. dan Taku pun ber¬kata. . Tak ada hal yang terjadi di antara kita yang tidak berarti apa-apa. "Takeo dan Lady Shigeko sudah harus di sini pada bulan purnama berikutnya. matahari baru saja mulai mengangkat kabut dari tum-pukan jerami berwarna keemasa n di sawah." kata Hiroshi. dan Taku pun ber¬kata. eperti adik. Langit biru pucat te rang bak telur burung. kesibukan Takeo tampak tidak seperti biasa. menjadi kekasih." "Selama aku di Hagi. mereka berdua sering bertengkar dan saling bersaing merebut pe rhatian Takeo. Lord Kono dan tuntutan dari Kaisar. Taku mengalihkan kembali perhatiannya pada kawannya. "Kepergian Matsuda tidak semendadak atau mengejutkan seperti kematian Kenji." "Aku merindukan ketrampilan dan pengetahuan pamanku. Niat buruk kakakku. Seperti yang dimiliki pamanmu pada dirimu.

kurasa. terlepas dari kesedihan dan urusan-urusan negara ini. "Dia dalam keadaan sehat keti ka aku bertemu dengannya belum lama ini. "Dia berpakaian seperti anak laki-laki. Masalah si kembar." sahut Taku." "Di sini bersamamu?" ulang Hiroshi merasa terkejut.. Halaman 144 dari 500 . Mereka berdua terdiam sesaat. kemudian tertawa d i saat bersamaan. masalah putri¬putrinya. pikirnya." seru Hiroshi. dia memiliki kek hawatiran lain."Baiklah. namun ia tak mampu menahan diri: Ak u terobsesi." "Sejauh yang kutahu. kerabat jauh keluar gaku: namanya Sada. dia baik-baik saja.." Sebenarnya ia tidak perlu menyebut nama itu." ujar Taku. aku harus memperingat¬kanmu kalau-kalau kau mengenalinya. "Kehamilan Lady Otori." "Memang benar. Barangkali kau bahkan tidak memerhati¬kann ya. Tidak banyak yang luput dari pandangannya. "Zenko dan Hana akan datang. "Mereka pasti akan mengenalinya!" "Hana mungkin saja." "Terjadi sesuatu pada Lady Shigeko?" sela Hiroshi." Hiroshi setuju. "Maya ik ut bersamaku di sini.. Dia dirawat seorang perempuan muda yang juga menyamar menjadi laki-laki.

Ku kira aku memujanya dan amat meng¬inginkannya menjadi bagian dari keluarga itu ayah kandungku. a ku senang menjadi pengurus Maruyama dan mempertahankan¬nya untuk Lady Shigeko. Tanah mili k keluargaku dikembali¬kan ke wilayah kekuasaan itu." ujar Taku. tapi keingi¬ntahuan Taku b angkit oleh obsesi barunya sendiri." sahut Hiroshi pelan. Kuk ira nantinya Takeo akan mengangkatku sebagai putranya. "orang bilang kau tidak bisa melupakannya. "Jangan s alah paham. "Tapi kau belum mengatakan alasan Maya berada di sini. gugur dalam perang." Hiroshi sepakat."Kau tahu." Hiroshi tersenyum mengejek dirinya sendiri namun tanpa perasaan getir. nyaris bicara pada dirinya send iri." kata Taku. aku cepat pulih dari perasaan itu. T ak perlu mengubur diri di Terayama bak pertapa." kata Taku." 'Tidak. penasar an apa lagi yang menahan Hiroshi tidak ingin menikah. "Jadi kau masih tergila-gila pada Hana. terutama ketika dia tidak pun ya anak laki-laki. Aku dikirim ke Terayama untuk mempelajari Ajaran Houou. Aku melihat panggilan hidupku adalah untuk melayani. Saat itu aku masih sama bodoh dan angkuhnya dengan para pemuda pada umumnya. Aku tidak memiliki keluargaku sendir i. aku akan kembali ke Terayama. aku tinggal di kediaman Lord Takeo." . Kau harus menikah dan punya anak. Sementa ra itu untuk tanah." "Akan lebih baik bagi Takeo bila kau yang menikah dengannya. "Memang benar ada saat ketika aku sangat bersemangat ingin menikah dengannya. Hana memang cantik. dan paman beserta putranya lebih memilih untu k mencabut nyawa ketimbang menyerah pada Arai Daiichi. tapi aku senang k akakmu yang menjadi suaminya. dan dengan tangkasnya mengubah topik pembicaraan. Aku tidak kecewa atau pun tertekan. dan itu sebabnya kau tidak menikah!" Mereka sudah pernah membicarakan masalah ini. dan itu sebabn ya kau tidaKau tahu." "Aku yakin Lady Shigeko akan mem¬butuhkanmu setidaknya selama satu atau dua tahun. Bulan depan d ia akan menerima wilayah itu." "Tidak semua yang kuminta. kecuali kalau dia memintaku berada di sini. ketika Maruyama habis karena gempa bumi. "orang bilang kau tidak bisa melupakannya. "Mereka saling mengisi ambisi. seperti yang kau tahu. Takeo atau Shigeko akan memberi apa pun yang kau minta.

"Pada dasarnya kau memang su ka intrik. "Lagipula dia adala h anak dari kalangan Tribe." "Kurasa dia bisa melakukan semua tipuan yang kau gunakan untuk menggodaku. meyakinkan agar klan Seishuu benar¬benar s etia pada Otori. Halaman 145 dari 500 . Dan harus ada yang meng awasinya terus-menerus. Aku mengandalkanmu untuk menutupi keti dakhadiranku dan menghibur Lord Kono dan sebelum aku lupa." "Apakah anak itu dalam bahaya?" "Dialah yang bahaya. Aku tak bisa menjelaskan semua alasannya. "Tapi kenapa dia tidak datang secara ter¬buka. sebagai putri Lord Otori. akui saja!" "Dia lebih berguna bila tidak dikenali. sedangkan di Tribe dia bisa mengambil berbagai peran yang ber¬beda. itu sebabnya Sada ikut bersamanya." sahut Taku. Hiroshi berkata." kata Hiroshi tersenyum."Dia perlu dijauhkan dari sepupu¬sepupunya yang kini berada di Hagi. dan tingg al di sini seperti yang sudah sering dilakukan¬nya?" Ketika Taku tidak segera menjawab. maka hanya sampai sebatas itu perannya. Aku harus selalu meng¬a wasinya juga. dan dari kembar annya." ujar Taku akhirnya. Bila dia menjadi Lady Otori Maya.

seperti Miyoshi Gemba dan Makoto. pantas mati! Aku tak¬kan lupa saat itu ketika kupikir Takeo s eharusnya membunuh Zenko. menurut keyakinan dan kode kehormatan¬nya." "Apakah menurutmu kunjungan ini bijak¬sana? Bukankah Takeo justru menempatkan diri di bawah kekuasaan jenderal baru ini." "Ayahmu bertindak dengan benar. "Maaf. tapi sebenar¬nya itu adalah hasil dari latihan selama b er¬tahun-tahun dan pengendalian diri. Kemampuan kami mungkin saja berasal da ri keturunan." "Apa benar kau belum pernah membunuh seorang pun?" tanya Taku sekonyong¬konyong." tutur Hiroshi tenang. dan setelah beberapa tahun b osan dengan kedamaian lalu berperang lagi.. cepat atau lambat Takeo juga akan me nye¬rangnya. "Selain itu. yang kita langgar sendiri ketika tampak pant as dilaku¬kan. kurang lebih sama dengan Tribe." sahut Hiroshi. "Aku diajari banyak cara untuk mem¬bunuh. pernah menyelamatkanku lebih dar i sekali!" sahut Taku dengan pedas. paling tidak.."Tipuan-tipuan itu." "Baiklah. dan belajar strategi perang sebelum beru . "Tapi bila dia tidak bertindak seperti itu. baik di Wilayah Timur atau pun di Wilayah Barat?" "Ya. tapi tidak ada artinya tanpa latihan. Tapi apa para Guru Besarmu berhasil membuj uk Takeo agar tidak ber¬perang.. Kita bertempur sampai bosan. Ini wajar dalam masyarakat kita." "Ayah.. sebagaimana kau me¬nyebutnya. sebagaimana kau me¬nyebutnya. pernah menyelamatkanku lebih dari sekali!" sahut Taku dengan pedas. aku percaya Ajaran Houou juga memiliki tip uan!" Tipuan-tipuan itu. Si Pemburu Anjing?" "Tindakan apa pun yang menghindari perang adalah tindakan yang bijaksana. "Dia mengkhianati Takeo setelah ber¬sumpah untuk bersekutu dengannya!" seru Taku. kita berdua menyaksikan ayah kita mati di depan mata kepala kita. aku percaya Ajaran Houou juga memiliki tip uan!" "Para Guru Besar. tapi ini adalah kata-kata aneh yang keluar dari mulut seorang ksatria!" "Taku. saat datang nanti dia akan mem¬beritahukan pada Lord Kono bahwa utusan khusus kami dalam perjalanan ke Miyako untuk menyiapkan kunjungan tahun depan. "Selain itu. memiliki banyak kemampuan ya ng kelihatannya supernatural. Kita menyembunyikan hasrat haus darah dan hasrat untuk balas dendam dengan kode etik kehormatan.

Lord Sugita!" Dengan kehadiran si bangsawan." "Barangkali. Kau bisa pastikan kalau mereka takkan ti nggal diam sampai mereka menjajal habis-habisan senjata baru mereka. Si bangsawan mene rima semua Halaman 146 dari 500 . Cuaca musim gugur tetap cerah dan terang." kata Taku. pertahanan serta juml ah tentara. tapi aku belum pernah bertarung dalam penempuran yang sesungguhnya. "Lord Kono sudah datang. Hiroshi dan Taku menjelaskan kepada Kono tentang kekayaan wilayah itu.mur sepuluh tahun. kau akan berubah pikiran. tapi Hiroshi tampak lebih terbuka dan ramah. anak-anak R aku. warna dedaunan semakin hari semakin tu a. Untuk sementara ini aku akan lakukan apa pun untuk menghindari pera ng." "Saat nanti kalau kau di medan perang." "Aku khawatir kalau kakakku dan Kaisar akan membawamu ke kancah peperangan. dan a ku belum pernah mem¬bunuh siapa pun." Ada gerakan di ujung taman. sikap mereka berdua agak berubah: Taku menjadi le bih waspada. kepuasan penduduknya. Kuharap takkan pernah. dan kesetiaan mutlaknya pada Lord Otori. dan seorang penjaga berlari menghampiri lalu berlutu t di depan Hiroshi. Si bangsa wan ditandu mewah yang berlapis emas. "Ka u akan mempertahankan diri layaknya semua orang. sedang¬kan kedua pemuda itu menunggang kuda. Kono ingin melihat berbagai kota dan pedesaan sehingga mereka melakukan banyak ekspedisi. Teru tama karena kini mereka sudah memiliki senjata api.

kadang dengan wajah cemberut yang dingin. Maya mulai menyesali kematian si kucing dan ker asukan roh hewan itu. Maya tidak membiarkan sikap Taku memengaruhi diri¬nya. Taku kerapkali kelelahan dan tegang. sesuai cara Tribe yang mengendalikan kebutuhan tidur mereka dengan cara yang sama untuk mengendalikan semua kebutuhan dan hasrat mereka. Sebelumnya ia merasa pelatihan Tribe mudah: menghilang. hingga perasaanny a yang sebenarnya tidak diketahui. seperti yang Taku lakukan setiap dua atau tiga hari sekali. Ia ingin menjadi anak-anak saja." kata Sada. ia memohon pada Taku untuk menyingkirkannya. tapi cara yang baru ini sepertinya j auh lebih sulit dan lebih berbahaya.informasi ini dengan sopan santunnya yang tenang seperti biasa. Kadang-kada ng Taku datang larut malam. bahkan bila Maya sudah tertidur. tap i ia mengingat dan mengulang kata demi kata untuk Taku sewaktu datang ke rumah tempat ia dan Sada tinggal. tapi ternyata kucing itu lebih kejam dan menakutkan dari yang ia perki¬rakan. . "Yang bisa kulakukan hanyalah membantumu belajar mengendalikannya. menggunakan sosok kedua. dan betapa pun larut¬nya. Maya ingin bekerja sama. tapi takut dengan apa yang kemungki nan terjadi padanya. Taku selalu ingin bertemu Maya. Terkadang Maya turut dalam perjalanan¬perjalanan ini. hingga perasaann ya yang sebenarnya tidak diketahui. Percakapannya kedengaran tidak menarik dan sepele. ingin men¬jadi seperti Shigeko. nformasi ini dengan sopan santunnya yang tenang seperti biasa. kadang dengan kemarahan." Kemudian Maya merasa malu dengan kelemahannya. "Kau harus menerimanya." "Kau sudah terlanjur melakukannya. pekerjaan ini be rjalan lambat dan banyak tuntutannya. dunia tempat para hantu dan arwah. Acapkali ia merindukan berada di rumahnya di Hagi bersama ibu dan kakak juga adiknya. Kucing it u ingin menariknya masuk ke dunia lain. Maya harus bangun cepat. Menjadi anak laki-laki seharian telah menguras tenaganya. "Aku tidak bisa. sesekali menemukan dirinya berada cukup dekat dengan Kono dan para penasihatnya untuk men dengarkan apa yang mereka gumamkan. tapi itu tidak ada apa-apanya di¬bandingkan dengan tuntutan yang baru. menunggang kuda milik Sada. kesabarannya hampir habis. tanpa kemampuan Trib e dan tidak punya saudara kembar. Dikiranya ia akan suka men¬jadi si kucing." sahut Taku. Maya harus mengerahkan seluruh tenaga dan konsentrasinya untuk pertemuan malam hari ini dengan gurunya. dan menguasainya.

akan meng¬hadiri perayaan. Pendudu k kota turun ke jalan setiap malam dengan pakaian berwarna cerah dan sandal baru sambil bernyanyi. tapi tak sepenuhnya me¬nyadari sampai tahap apa hingga mendengar¬nya sendi ri dari mulut orang-orang yang saat ini berbaur dengan dirinya. bahkan dicintai. Maya sudah tahu kalau ayahnya dikenal banyak o rang. Lady Shigeko."Kucing itu bisa memberimu kekuatan. dan di mana-mana persiapan Peray aan Musim Gugur telah dimulai. "Kekuatan itu sudah ada. "Memang benar.* Bulan purnama di bulan kesepuluh semakin dekat. "Hiroshi sudah membic arakannya denganku. tapi ia tetap tidak bisa melakukan apa yang Taku h arapkan: mengambil bentuk kucing itu lalu memanfaatkannya. Shigeko akan mengganti nama dan sejak saat ini dikenal Halaman 147 dari 500 . Kegembiraan kian bertambah tahun ini dengan kenyataan bahwa Lord Otori sena putri sulungnya." kata Taku pada Maya saat ia menanyakannya. pe¬waris Maruyama. kau ha rus meraih dan memanfaatkannya!" Tapi meski berada di bawah pengawasan dan bimbingan Taku hingga Maya sudah terbi asa dengan roh yang hidup dalam dirinya. Tersiar juga berita bahwa wila yah ini secara resmi akan dipersembahkan kepada Shigeko karena sekarang usianya sudah mencukupi. me¬lambaikan tangan di atas kepala." kata Taku.

tapi taman penuh sinar bulan dan bayang-bayang pekat. "Lihat saja. dari para penyanyi balada yang menyanyikan dan menceritakan kisah-kisah Otori di sudut jalanan dan tepi sungai. seraya menyentuh lengannya. bulan sudah makin membes ar dan menguning. dari Shizuka." "Lady Maruyama. selimut tebal menyelimuti tubuh mereka. dari Chiyo. tidak bisa menahan diri untuk terus menyentuh T aku. aku tidak bisa jauh darimu. tapi baik Sada maupun Maya tak suka rasanya." ulang Maya.ebagai Lady Maruyama. Ketiganya berada di kamar kecil di ujung rumah Tribe. Malam itu dingin dan terang. sebagai kerabat tertua Kenji. Taku minum sake. tapi aku ingin memimpin Tribe!" sahut Ma ya. Per empuan belum . "Ibuku sekarang yang memimpin Tribe." kata Taku sewaktu Sada mengungkapkan rasa terkejutnya karena Taku datang cepat. Empat hari sebelum pumama. tidak lagi berkelakar. "Jangan bilang begitu!" Sada memper¬ingatkannya. Satu lentera kecil kalah dengan gelapnya ruangan i tu. "Kau harus tunggu sampai aku mati!" Taku tertawa.sebagai Lady Maruyama. "Lalu ada kakakku. "Aku tidak tertarik dengan Tiga Negara. "yang percaya k alau sudah menjadi haknya untuk memimpin Tribe. Sada yang tak bisa menyembunyikan rasa senang." "Aku takut ada juga orang lain yang tidak setuju Shizuka menjadi Ketua Muto. sebaiknya kau berubah menjadi anak perempuan lagi sebelum usiamu semakin bertambah!" Taku menggodanya. Maya tak menduga Taku datang begitu cepat ia sudah di sana sejak kemarin malam. Taku langsung berpaling dan menatap Sada dengan pandangan yang membuat hati Maya berdebar seka ligus cemburu. Meski udara dingin. Ke¬dengarannya seperti legenda." bisik Taku pada Sada. nama yang sering dide ngar. Lady Shigeko kelak akan memimpin Tiga Negar a. mereka bertiga duduk berdekatan di dekat tungku batu bara. daun jendela tetap terbuka.

pastinya." "Putra siapa?" Taku duduk tegak. tabuhan genderang dengan irama tegas. dan udara dingin di sisi wajah yang satunya lagi. tapi penunjukan ibumu telah menyebabkan perpecahan. "Aku mendengar satu desas-desus hari ini. Mengapa kau beg itu kaget?" "Kau tidak mengenal siapa anak itu?" "Dia adalah cucu Muto Kenji. disela dengan teriakan-teriakan parau. "Dan cari tahu mau ke ma na dia dan apa tujuannya. Lalu sepertinya dia ingat akan k ehadiran Maya. orang-orang tidak suka bila tradisi diubah." gumam Taku. Apakah dia bepergian seorang diri?" "Imai Kazuo bersamanya. "Kikuta Akio terlihat di A kashi. semua orang tahu itu." kata Taku." Maya mendengarkan dengan cermat. Mereka menggerutu kalau tindakan ini menying-gung dewa-dewa." kata Sada. sadar akan hawa panas di satu sis i wajahnya. Dia berangkat ke Hofu dua minggu lalu. anak laki-laki berusia sekitar enam belas tahun.pernah memimpin keluarga itu. tanpa bicara. "Kurasa itu adalah rahasia Kikuta." "Sebaiknya kita segera kirim orang ke Hofu. kan?" "Sepertinya ya." sahut Sada. "Suruh anak itu tidur. Halaman 148 dari 500 . mereka lebih memilihmu. "Bukan p utra Akio. Dari kota terdengar musik dan nyan yian. Bukannya menginginkan Zenko. dan putranya. "Tidak ada lagi?" Sada menggeleng." katanya pada Sada.

ingin bersamanya dan Sada: Maya memikirkan bulu kucing yang tebal dan halus menye¬limuti dirinya. Sada bicara dengan nada setengah malas. kalau Ta ku akan merasa senang dan memujinya. melambung menyeberangi beranda dan me¬masuki ruangan tempat Sada dan Taku berangkulan. tidurlah di kamar pelayan. tapi ia sudah belajar mematuhi Sada dan Taku dalam segala hal. "Udara semakin dingin. menghangatkan tu buhnya." . men¬dengarkan dengan agak takut suarasuara hampa para arwah. Di sini. Maya menemukan tempat di sela dua orang gadis dan merangkak melewati mereka. Semua orang sepertinya sudah tidur. Ia sudah berada separuh jalan ke gang selasar ketika ia sadar tengah bergerak melayang di atas permukaan tanah." perintah Sada. Maya berpikir akan menam¬pakkan diri kepada mereka." kata Taku. "Selamat malam. Ia ingin ber¬baring di antara mereka. lalu bangkit berdiri. pikir Maya. tapi ia sudah belajar mematuhi Sada dan Taku dalam segala hal. Sebulan lalu ia pasti akan pro tes. melayang melewatinya. hanya di dunia luarlah ia harus tetap menyamar sebagai anak laki-laki. dan begitu berada di kamar pelayan ia justru merasa lebih dingin. Aku tidak bisa membuka pintunya." perintah Sada. di rumah Tribe s emua orang tahu kalau ia anak perempuan. tidurlah di kamar pelayan. akan menjadi saru-satunya orang yang bisa membawa kema tian padanya. Tubuh Maya gemetar. dan menurut ramalan. "Tutup jendelanya sebelum pergi. tapi bergema dalam roh kucing yang belum m ati. sadar akan bola matanya yang membesar dan pandangannya yang tajam. riak kekuatan menjalar k e sekujur tubuhnya karena si kucing meregang¬kan otot-ototnya dan hidup lagi. Maya." Sada berdiri membantu. mengingat bagai¬mana dunia itu penuh dengan gerakan kecil yang belum pernah diperhatikannya. dan me¬lo mpat ke jendela. ingin men-dengar apa yang Taku katakan. kata¬kata yang paling mengguncang diri Maya daripada semua yang pemah dialaminya." gumamnya. tapi roh kucing lebih tahu. Jauh dari api membuat Maya kedinginan. merangkum percakapan sebelumnya. lalu menjerit keras ketakutan."Maya. Sebulan lalu ia pasti akan prot es. Maya menyelinap dari balik selimut dan melangkah tanpa bersuara dari kamar itu. dan gemetar tubuhnya berubah menjadi sesuatu yang lain. "Bocah itu benar-benar putra Takeo?" "Ya.

serta Lady Arai sendiri. dan putri su lungnya. Zenko didampingi pengawal yang sama banyaknya. Takeo datang dari Yamagata dan membawa sebagian besar orang istana Otori.Maya mengetahui keberadaan kakak laki¬lakinya. sejumlah besar pengawal. Di mana Penguasa kami?* Otori Takeo dan Arai Zenko tiba di Maruyama selang beberapa jam. burung rajawali dan anjing kecil milik Lady Arai. dan ia melompat menerobos kasa dan keluar ke taman seolah bisa lari selama-laman ya. dan ancaman terhadap ayahnya. sehari sebelum bulan purnama. Halaman 149 dari 500 . Ia be rusaha tetap diam tapi tidak bisa menahan lolongan ketakutan dan putus asa yang memaksa kelua r dari tenggorokannya. kuda-kuda pengangkut ker anjang berisi hadiah-hadiah mewah dan pakaian-pakaian mahal. satu iring-iringan kuda membawa catatan-catatan adminis trasi yang harus ditangani saat ia berada di wilayah Barat. Udy Shigeko. "Siapa di sana?" dan mendengar teriakan kaget Sada. termas uk Miyoshi Kahei dan adiknya Gemba. jauh dari segalanya. Tapi ia tidak bisa berlari dari suara-suara arwah yang bergemerisik d i telinganya yang berdiri tegak dan merasuk ke dalam tulangnya yang rapuh dan cair. Di¬dengarnya Taku berseru. di dalam tandu yang diukir dan dihias dengan indah.

saat Takeo harus bertemu dengan musuh-musuh potensialnya in i. S etelah . pengawal senior wilayah tersebut yang bersama putranya memilih bu nuh diri ketimbang setuju untuk menyerahkan kota ini kepada Arai Daiichi. Ia harus terus mengingatkan dirinya sendiri kalau ia berada di sini untuk menemu i dua laki-laki yang mungkin akan merampas wilayah ini dari Shigeko. Takeo melihat itu semua dengan gembira. sake dan makanan khas daerah mereka. menggambar kan bukit bulat Maruyama bersama bangau Otori. Sebulan terakhir ini mereka telah menam bah persediaan beras. yang dulunya a dalah kediaman Sugita Haruki. dan jurumasak saling berlomba menciptakan s antapan berbentuk bulat untuk meng¬hormati bulan purnama. Maruyama segera diserahkan pada pewaris perempuann ya: banyak yang harus diraya¬kan. Takeo tahu putrinya layak mendapatkannya. seni berkembang. dan kini berharap bisa mendapat keuntungan besar. dipanggilnya Hiroshi untuk bicara ber¬dua. Pemuda itu tampak tenang dan waspada. kedelai. anak-anak makan berkecukupan. ikan. Wilayah ini nyaris hancur tersapu badai dan gempa bumi di tahun pertama pemerint ahannya. setelah enam belas tahun berlalu. semua luka bekas perang tampak telah l ama pulih. perdaganga n maju pesat. wilayah ini menjadi kaya dan damai. Salah satunya. Sebelum makan malam. Takeo penasaran apakah Zenko menyadari sejarah kesetiaan dari rumah itu. Lord Kono.Kedatangan para pemimpin dengan iring¬iringan mereka menutupi jalan dan me¬menuhi ru mah penginapan membuat pen¬duduk kota gembira. Sebulan terakhir ini mereka telah menam bah persediaan beras. Zen ko tinggal di kediaman yang paling bergengsi dan mewah di balik dinding kastil. dan Shigeko akan mengambil alih wilayah ini lalu memerintah berdasarkan hak dan kewajibannya. ikan. dan berharap kalau laki-laki itu dip engaruhi arwah dari para mendiang yang setia. Kini. Di mana-mana umbul-umbul berkibar tertiup angin. kedelai. Maruyama adalah wilayah yang amat di¬sayan ginya karena di sinilah ia menghabiskan bulan-bulan pertama setelah pernikahannya dan mulai mempratikkan semua yang telah ia pelajari dari Lord Shigeru tentang pe¬merintahan dan pertanian. sake dan makanan khas daerah edatangan para pemimpin dengan iring¬iringan mereka menutupi jalan dan me¬menuhi rum ah penginapan membuat pen¬duduk kota gembira. Musim panas bermurah h aii menghasilkan panen berlimpah. diberi penginapan seperti dirinya di dalam kastil.

biar kucarikan gadis lain. Kaori. dan aku tidak punya apa-apa untuk diberikan p ada seorang istri. Kami harus me mberimu imbalan. tapi aku sungguh-sungguh tak ingin menikah." sahut Hiroshi." "Keluarga mana pun di Tiga Negara akan menyambutmu dengan gembira sebagai menant u." Takeo menatapnya tanpa langsung men¬jawab. Apakah ada gadis lain?" "Tidak ada. "Kau telah bertahun-tahun mengabdi pada keluargaku. "Dan untuk pernikahan.." lanjut Takeo. Aku sudah memper¬timbangkan cucu Lord Terada. aku berterima kasih atas p erhatian Anda. Kau kurang menghargai dirimu. a tau dari Lady Shigeko.." "Kumohon. "Kau sudah seperti kakak laki-laki bagi ketiga putriku." "Untuk memberiku tanah di Maruyama.membahas prosedur dan upacara untuk keesokan harinya. Tatapan mata Hiroshi beradu pandang den gannya lalu berpaling ke arah lain. Bila kau tidak suka pada Terada Kaori. aku pasti akan mengangkatmu menjadi putraku. "Kau tahu betapa besar rasa sayang keluargaku padamu. andai usia kita tidak terlalu dekat jaraknya. Dia gadis yang amat baik. Takeo mengucapkan terima k asih atas kerja keras¬nya. "Aku sudah bilang pada Taku: aku akan tetap di sini sel ama dibutuhkan tapi keinginanku yang sebenarnya yaitu diijinkan mengundur¬kan diri ke Terayama dan men gikuti Ajaran Houou. Lord Takeo." sahut Hiroshi. berarti akan mengambilnya dari orang lain. Kau ingin tinggal di wilayah Barat? Akan kucarikan tanah dan bangunan u ntuk¬mu serta seorang istri. kawan baik putriku. jangan Halaman 150 dari 500 .

Wajahnya mulai memerah. dengan menu khas musim gugur di wilaya h Barat: . "Anda bahagia dalam perkawinan hingga ingin kami semua memiliki keadaan yang sama! Tapi aku ter¬panggil ke jalan lain. Berusaha menyembunyikan rasa tertekannya dengan tersenyum. "Putriku mengusulkan agar kita membawa kirin. Bahkan Shigeko? Keduanya tidak me¬nyuarakan kata-kata itu. dibayangkannya hati Shigeko tidak tersentuh. "Aku rela memberikan segalanya bila itu mempertahankan kedamaian di negeri ini. "Anda bahagia dalam perkawinan hingga ingin kami semua memiliki keadaan yang sama! Tapi aku ter¬panggil ke jalan lain. Makan malam berlangsung resmi dan anggun." sahut Takeo." kata Hiroshi dengan nada memohon. lebih pendiam." "Anda ingin memberikan kirin!" seru Hiroshi. Kau harus melindung inya. Zenko dan Hana. "Tapi aku punya satu permintaan. aku mengatur kunjungan damai ini atas permintaan para Guru Besar Ajaran Houou. Seperti yang kau tahu. seperti yang sudah biasa kau lakukan. Ia tidak tahu apakah sudah bisa menjawab atau belum. dan sedih. ditemukan dirinya lebih memerhati¬kan Hiroshi dan putrinya saat makan malam. yang akan menjadi hadiah yang tak ada bandingnya untuk Kaisar. "Terima kasih. Mereka berdua." kata Hiroshi dengan nada memohon. yaitu m endampingi kami ke ibukota tahun depan." "Ini merupakan kehormatan bagiku. Satu-sa tunya per¬mintaanku adalah diijinkan mengikuti jalan itu. namun kata-kata itu ber gema di benak Takeo. Sesuatu dari perbincangan ini pasti telah membuatnya waspada sehingga di saat ia tidak disibukkan oleh Lord Kono. Tapi tentu saja mere ka berdua sangat mahir menyembunyikan perasaan masing-masing. Satu-sa tunya per¬mintaanku adalah diijinkan mengikuti jalan itu. Wajahnya mulai memerah." "Aku tidak akan menentang keinginanmu itu!" sahut Takeo.diteruskan. Takeo tidak bisa meng¬ungkapkan ada perasaan khusus apa di antara mereka berdua. Berusaha menyembunyikan rasa tertekannya dengan tersenyum.' sahut Hiroshi. lalu memutuskan untuk m enghentikan masalah pernikahan ini sementara waktu. entah mengapa. Aku ingin kau ambil bagian dalam kun¬jungan ini." iteruskan." Hiroshi membungkuk tanpa bicara." "Shigeko juga akan ikut denganku atas saran para Guru Besar. nyaris tida k saling bicara atau bertatapan.

dan berharap kakaknya mendapatkan anak laki-laki. disajikan di atas nampan berpernis dan tembikar berwarna coklat muda kekuningan pucat dari Hagi. Takeo meminta maaf atas ketidakhadiran istrinya. menjelaskan tentang kehamilan i strinya. pada gilirannya." Halaman 151 dari 500 . di belakangnya berdiri kasa ber¬hiaskan burung dan bunga musim gugur. gurih dan gating. Kono berkata dengan sopan. burung puyuh dengan krisan. Takeo bertanya-tanya bagaimana pendapat Ko no tentang semua yang dilihatnya di sini. Kaede telah membantu mengembalikan kediaman itu pada keindahan aslinya: tikar berwarna hijau keemasan dan beraroma manis. Semua orang ingin tahu tentang Anda. kepiting dan udang kecil. dan ingin tahu apakah Zenko dan Hana kecewa dengan kabar ini karena akan menunda rencana pengangkatan kedua putra mereka. ituiah tujuanku. dengan berhati-hati memuji Sunaomi dan Chikara yang tidakl ah sulit dilakukan karena ia dengan tulus memang menyayangi kedua anak itu. Aku paham Anda akan mengunjungi Kaisar tahun depan. lantai dan balok-balok penyangga berkilau dengan ha ngat. burung gelatik dengan semak semanggi." "Bila beliau berkenan menerimaku. Takeo seakan melihat perasaan tidak suka sesaat sebelum Hana mulai mengucapkan s elamat yang berlebihan. "Aku sudah menerima surat dari Miyako." sahut Takeo. Takeo. dan bagaimana bila dibandingkan dengan istana Kai sar. chestnuts and kac ang ginko. mengungkapkan kebahagiaannya. "Kurasa beliau akan menerima Anda.jamur pohon pinus. Bahkan L ord Saga Hideki telah meng¬ungkapkan keinginannya untuk berjumpa dengan Anda.

mendahu lui restu sang akeo menyadari kalau Arai Zenko memerhatikan tiap kata dengan tetap menunduk.. beliau lebih suka berte mu Lord Otori dalam per¬tandingan berburu anjing. "Aku tak sabar ingin ber¬jumpa Lord Saga. belum. dan bila itu bisa memastikan kedamaian di Tiga Ne gara. Keadaan istri Anda yang meng¬haruska nnya berdiam diri di rumah jadi tidak memungkinkannya mendampingi Anda?" "Begitulah. meman ah." "Lady Shigeko amat mahir memanah. mungkin ada pertandingan yang lain.." Suara Kono terdengar dingin dan datar. "Belum. Takeo mengingat dengan takjub kata-kata Gemba: Akan ada semacam pertandingan di Miyako. ke arah Gemba yang duduk agak menjauh di se . "Aku turut berduka. Zenko akan menunggu di wilayah Barat. "Lord Saga baru saja menduda. "Lord Saga saat ini tengah memikirkan semacam olah-raga atau pertandingan." Takeo tersenyum." jawab Takeo. karena aku tidak mahir memanah." Takeo ingin tahu apakah ia bisa tahan menyerahkan putri sulungnya pada orang seperti Lord Saga nam un bisa menjadi persekutuan yang baik. Bagaimana Gemba bisa tahu hal ini? Takeo memandang ke seberang ruangan... Beliau tidak tahu kalau tanganku yang cacat menghambatku untuk menarik busur.." imbuh Hiroshi. Takeo tidak bi sa menahan untuk berpikir. putrimu sebaiknya ikut.. D an bila mereka menyerang lalu membunuhku di sana. Zenko akan menunggu di wilayah Barat. Itu kegemarannya. "Lady Shigeko bertunangan?" tanya Kono. Tapi putriku akan ikut. Belia u menulis surat kepadaku bahwa ketimbang menumpahkan darah ribuan orang. mendahu lui restu sang Kaisar. Tampak mata mereka bertemu lalu dia tersenyum kepada ayahnya. mungkin. Shigeko angkat bicara. suaranya terdengar jernih dan tegas. Mungkin beliau akan menerimaku sebagai pengganti ayahku dalam pertandingan apa pun nantinya. "Lord Saga tidak mengetahui masalah-masalah kecil kami. Da n bila mereka menyerang lalu membunuhku di sana.. Dia harus menyempurnakan keahlian menunggang kuda." Shigeko mengangkat kepala lalu melihat ke a rah ayahnya.Takeo menyadari kalau Arai Zenko memerhatikan tiap kata dengan tetap menunduk." Untungnya.. "Baiklah.

dengan dedauan maple yang cerah. walaupun dengan alasan lain. Tampaknya Kono sama terkejutnya dengan Takeo. Dia tidak mem¬perlihatkan rasa tidak suka bertemu dengan putra orang yang pernah menculik ibunya. punggungnya tegak lurus. pedangnya. tapi ada senyum tipis tersung¬ging di waja h montoknya. atau kelihatan terintimidasi dengan ke¬ha dirannya. "Seperti halnya Lord Saga. Kahei terlihat lebih tegas. menyembunyikan ketidak¬setujuannya. Ini memperkuat bukti anjuran para Guru Besar. Takeo ingat saat pertama kali melihat Lady Maruyama Naomi: menurutnya perempuan itu seperti Jato. dan pembe¬rani. Kahei. Aku akan terima tantangan Saga.belah adiknya. kecantikan yang menyem Halaman 152 dari 500 . "Aku tidak menyadari kalau perempuan di Tiga Negara begitu berbakat. apa pun itu." Shigeko berbicara dengan sopan. pikir Takeo cepat." katanya pada akhirnya. "Ini semakin menambah alasan mengapa kami harus berkunjung ke ibukota." sahut Shigeko. kulitnya nyaris bercahaya dengan jubah wama kuning pucat dan emas yang dikenakannya. Gemba tidak melihatnya. Rambut panjangnya tergerai di bahu. namun juga tak bisa menghilangka n kesan berkuasa yang ada di balik kata-katanya. Aku akan datang ke Miyako. Kami akan selesaikan masaln h tanpa harus berperang. mungkin Anda belum mengenal kami dengan baik. agar Anda sema kin memahami kami.

tentu saja.. dan se lagi minum teh ia mengingat-ingat apa saja yang ia katakan semalam. hubungan bangsawan itu dengan Zenko dan Hana." Dia membungkuk dan bicara d engan ber¬semangat. ia telah memiliki pewaris. sementara dari kota terdengar genderang dan nyanyian. ia telah memiliki pewaris. "Aku sungguh tidak sabar menantinya!" seru Kono. Keramaian perayaan berlanjut hingga larut malam: pemusik memainkan kecapi tiga s enar dan harpa. Apa pun yang terjadi. dan ingin tahu ada di mana dia sekarang. pikirannya masih penuh dengan kecemasan atas ketiga putrinya. saat in i merupakan waktu yang tepat untuk mengirimnya pulang dengan pikiran yang penuh dengan kesejahtera an wilayah ini. "Kuharap aku bisa dibebaskan da ri keramahan Lord Otori untuk kembali ke Miyako sebelum Anda tiba di sana.. dan memberitahukan kepada Yang Mulia Kaisar tentang semua yang kudapatkan di sini. mengapa dia tid ak hadir saat santap malam. detail mengenai kunjungan singkat Kono di wil ayah Barat. Kini dilihatnya kekuatan yang sama pada putrinya. Ini memastikan bahwa Tiga Negara ak an tetap bersatu bila diwariskan kepada¬nya. Ia meminta Minoru dibangunkan. ingin tahu seberapa banyak kata-kata ini diucapkan dengan tulus. karakter dan kecantikan putri sulungnya . Tampaknya tidak ada lagi alasan untuk menahan bangsawan itu. kesetiaan klan Seishuu serta keindahannya. Ia tak dapat menahan diri untuk berpikir kalau ketidakhadiran Taku tak ber¬k aitan dengan putrinya itu: kalau Maya dalam masalah. Kaede yang sedang mengandung. Disadarinya kala u pikirannya melayang jauh. Dipaksa dirinya berkonsen trasi pada saat ini. merasakan nyeri di tangan dan rasa sakit menjalari sekujur tubuhnya. Takeo tidur tidak nyaman." Takeo membungkuk sedikit tanda setuju. atau melarikan diri. dan tak mendengarkan kalimat terakhir Lord Kono. Ini memastikan bahwa Tiga Negara ak an tetap bersatu bila diwariskan kepada¬nya. dan merasa ag ak lega. dan merasa agak lega.. memeriksa kalau segala¬nya telah dicatat . Kini dilihatnya kekuatan yang sama pada putrinya. Tapi Takeo lebih suka mendengarnya dari Taku. nyikan kekuatan. Saat bangun pagipagi.bunyikan kekuatan. seberapa banyak pujian dan niat buruk apa yang direnca¬nakan Kono dan Zenko. Apakah Zenko tersinggung atas kehadiran dan pengawasan Taku sehing ga sengaja tidak mengundang adiknya? Dan ia pun cemas ingin mendengar kabar tentang Maya. Apa pun yang terjadi. Berharap Taku tahu lebih banyak. "Aku bisa meyakinkan bahwa semua taporanku akan berpihak kepada Anda .

" sela Takeo... Sikapnya padaku sem alam sepertinya sedikit berubah. "Pasti salju su dah turun di Jajaran Awan Tinggi: dia takkan tiba di sana sebelum perbatasan ditutup. kau selalu hadir dalam per¬temuanku dengan Lord Kono. "Lewat laut. kurasa bagusnya begitu. "Apakah Lord Kono bepergian lewat laut atau darat?" tanya Minoru. bila ingin tiba sebelum musim dingin. dan. Sebaiknya kau siapkan Lady Miyoshi. Karena Kono diij inkan pergi." sahut Minoru. Lord Kono pasti membawa kabar kepada Kaisar dengan keyakinan bahwa Tiga Negara t ak mudah ditaklukkan." "Jadi beliau akan melakukan perjalanan bersama Lord Otori sampai Yamagata?" "Ya. "Aku tidak berhak untuk mengatakannya. bagaimana pendapatmu?" "Sikapnya seperti hendak berbaikan. Dia bisa saja l ewat darat menuju Hofu dan naik kapal laut dari sana. pengabdian dan kes etiaan rakyat di sini.. "Minoru. tapi Lady Shigeko belum menikah." sahut Takeo. Di Yamagata aku yakin Lord Miyoshi akan menjelaskan ukuran dan kekuatan ba la tentara kita. "Beliau pasti mengamati kepopuleran Lord Otori." Minoru membungkuk hormat. Kita harus tunjukkan satu pemandangan lagi padanya. banyak hal yang harus disiapkan.dengan benar karena Minoru ditempatkan di balik kasa semalaman." "Teruskan. dan Lord Kono pastinya akan lebih memilih untuk merundingkan pernikahan ketimbang me¬mulai perang yang ti dak bisa Halaman 153 dari 500 .

Kuda pemberian Takeo bertahun-tahun lalu itu menunggu diam tak bergerak bak patung." imenangkan. Ada kabar dari Taku? Aku menantikannya tadi malam. Kono di sebelah kanan. Selama kita tahu d ia masih hidup. dan lambang berhias rumbai bergelanmngan dari atap dan dari tiang pancang yang ditan am di sekelilingnya. Hana." "Dia mengirim permintaan maaf kepada kakaknya." tutur Takeo. tanpa kuda." *** Panji-panji Klan Maruyama.dimenangkan. d an di belakang Zenko. dan gulungan berisi silsilah keluarga meng¬gambarkan silsilah Shigeko melalui semua pe rempuan Maruyama. pikir Takeo dengan rasa menyesal. . kita akan terus menyanjung dan berusaha membuatnya terkesan." "Baiklah. Anjungan dari sutra didirikan bagi kelompok masyarakat dengan klas leb ih tinggi. maka beliau harus mendap at kepercayaan dan persetujuan ayah calon mempelai perempuan. Apabila beliau yang akan menjadi perantara." sahut Minoru. Takeo duduk di atas mimbar yang ditinggikan di salah satu pavilio n ini. maka beliau harus menda pat kepercayaan dan persetujuan ayah calon mempelai perempuan. mengatakan bahwa dia sedang kuran g sehat hanya itu. "Tak satu pun dari kita yang benar-benar aman. dan bertopi hitam. Parit yang mengelilinginya penuh dengan perahu-perahu berlambung datar yang ditu mpangi para penonton. Di belakang¬n ya." "Tentunya tak ada orang yang akan menyerang Lord Kono. Kaede seharusnya berada di sini. pasti ada alasan lain dengan ketidakhadirannya. Hiroshi berada di depan mereka dengan menunggang kuda abu-abu pucat dengan surat dan ekor hitam. "Apa aku harus menghubunginya?" "Tidak perlu. di Maruyama sini?" "Taku telah menyinggung banyak pihak dengan mengabdi padaku. Apabila beliau yang akan menjadi perantara. bantal dan karpet bertebaran di lantai. semua mengenakan jubah tebal berhias bordiran emas. memegang kotak-kotak berpernis. maka semuanya baik-baik saja. berdiri para tetua klan. dan Zenko di sebelah kiri. rindu berjump a dengan istrinya untuk menceritakan pemandangan ini. Di dalam kotak¬kotak terdapat harta kekayaan wil ayah ini. Otori serta Seishuu berkibaran di atas lapangan kuda di depan kastil.

Perhatiannya tertuju kembali ke upacara setelah mendengar derap kaki kuda. Me reka adalah istri dan putri para tetua yang menunggu di belakang Hiroshi. agak lebih tinggi. Taku pasti tak ingin meninggalkan Maya karena bila tidak. Pesan apa yang dibawanya? Ia harus bertemu mereka: ia akan temui mereka malam ini. dan kapan putrinya akan mu ncul. menyandang busur di bahu serta tabung berisi anak panah di Halaman 154 dari 500 . Di sampingnya berdiri seorang pemuda tingg i dan seorang lagi yang tampak amat tidak asing. bola matan ya lebih jelas dengan wajah tajamnya. Taku pasti tahu ia akan mengenali mereka bertiga. tapi berpakaian pedagang biasa yang lusuh. Takeo merasa takjub kalau ternyata Taku mengajak putrinya datang dengan menyamar. dia pasti da tang sebagai dirinya sendiri. Butuh beberapa waktu bagi Takeo untuk menyadari kalau orang itu adalah putrinya. pikirnya. tidak berpakaian resmi seperti kaka knya. saat orang lain tak a da yang tahu. meskipun dia menyamar hing ga hampir tidak dikenali. Di antara kerumunan perahu. Zenko.Takeo turut merencanakan upacara ini semuanya dilakukan Hiroshi karena ini merupa kan ritual kuno Maruyama yang belum dilaksanakan lagi sejak Lady Naomi mewarisi wilayah ini . tiba-tiba dilihatnya Taku. Dari ujung arah barat di sebelah luar kastil datang iring-iringan kecil perempuan yang me¬nunggang kuda. Seorang lagi pastilah Sada. Maya tampak lebih kurus. ingin tahu di mana Shigeko. Mereka bersenjatakan ala perem¬puan wilayah Barat. Maya. kalau ternyata ia tidak menge¬nalinya diikuti dengan rasa lega yang berdesir cepat kalau p utrinya masih hidup dan baik-baik saja. Takeo memindai kerumunan orang.

Dicermati putrinya baik-baik sewaktu dua perempuan berkuda turun dari kuda lalu memegangi tali kekang Tenba. dikunci r ke belakang. Hiroshi bicara dengan lantang. Sesaat Tenba terkejut karena gerakan Hiroshi yang mendadak. ta pi perasaan Hiroshi tak diragukan lagi. dan t epat di saat bersamaan. rambutnya. Shigeko tersenyum tipis lalu mengambil . "Lady Maruyama Shigeko. Disadarinya ternyata sikap Hiroshi lebih dari sikap seor ang ksatria pada atasannya. sama hitamnya dengan surai dan ekor kuda yang dia tunggangi. Takeo mengagumi kuda¬kuda Maruyama yang tinggi dan gagah. di tengah iringan itu kuda hitam yang dijinakkannya sendiri. dan diberi nama Tenba. juga berk ilauan seperti kulitnya yang tertimpa sinar matahari musim gugur." Hiroshi melepaskan kakinya dari pijakan sadel lalu turun dari kuda. Tenba tenang dan santai. Takeo mengagumi kuda¬kuda Maruyama yang tinggi dan gagah. putri Shirakawa Kaede dan sepupu kedua Maruyama Naomi. Shigeko menyayanginya. dan ia merasa heran tidak menyadari hal itu sebelumnya. menyerahkan pedang dengan kedua tangannya. dan hatiny a makin meluap-luap saat melihat putrinya berada di punggung kuda yang paling bagu s.punggung mereka. Shigeko duduk tenang bak patung. Kecurigaannya terbukti sudah. tapi hatinya tak tersentuh. pikirnya. Perasaan Takeo kesal sekaligus iba mustahil memberikan keinginan Hiros hi tapi ia mengagumi pengendalian diri dan peng¬abdian pemuda itu. dan hat inya makin meluap-luap saat melihat putrinya berada di punggung kuda yang paling bagu s. dan Takeo melihat pe nguasaan diri Hiroshi langsung buyar. dan diberi nama Tenba. menarik pedang dari sabuknya lalu berlutut di hadapa n Shigeko. kami menyambut Anda ke wilayah yang telah dipertahankan atas kep ercayaan bagi Anda. Teringat olehnya minggu-minggu yang mereka habiskan bersama untuk men jinak¬kan Tenba. tatapan mereka bertemu. Para perempuan di atas kuda menghadap ke arah para laki-laki yang berdiri. Kini sudah jelas baginya. Itu karena mereka dibesark an bersama. ggung mereka. Shigeko meluncur turun dengan anggun dari punggung kuda lalu menghadap ke Hiroshi. Kuda itu terlalu bersemangat dan ber¬jingkrak. di tengah iringan itu kuda hitam yang dijinakkannya sendiri. Ia tak tahu bagaimana perasaan putrinya. mengi-baskan kepala dan agak mundur selagi Shigeko menyuruhnya ber¬henti. Ketika Hiroshi menengadah. para tetua berlutut sambil memegang kotak dengan merentangkan tangan dan membungkuk dalam-dalam.

menarik tali kekangnya agar berhenti di depan Takeo. Shigeko menghunjamkan pedang ke sabuknya lalu naik k e kudanya kembali. kalau putrinya ini telah dewasa dan mendapaikan warisannya. Kyu dan Aoi. membungkuk hormat ke arah kerumunan orang. Sekali lagi terdengar seruan dari ke¬rumunan saat Takeo berdiri dan melangkah turu n dari mimbar. Halaman 155 dari 500 . seolah semua yang hadir bicara dalam satu suara. Menghampiri Shigeko lalu mengambil tali kekang kuda itu dengan begitu terharu se hingga tak mampu berkata¬kata. bak gelombang menghempas batu karang. mengambil busur. menjadi sorak-sorai gegap gempita. Takeo menyadari kalau bayangan masa lalu kini mengelilingi dirinya: arwah mereka yang telah berpulang. semuanya dalam satu gerakan cepat dan luwes." Dipegangnya tali kekang. menuju sasaran. Kemudian ia berbalik dan mengacungkan pedang itu tinggi-tinggi ke se tiap arah bergantian. ayahku. Anak-anak pa nah beterbangan satu menyusul yang lainnya. kuda hitamnya berlari laksana angin. Kuda itu jelas keturunan kuda Shigeru. kepada semua tetua dan ra kyatnya. dan sebag ai pengakuannya saya persembahkan kuda ini kepada Lord Otori. "Maruyama bersumpah untuk ber¬sekutu dan setia pada Klan Otori. dan anak panahnya tepat mengenai sasaran. Kuda-kuda berderap mengitari dinding sebelah luar kastil. men empatkan anak panah lalu menariknya. yang pernah terluka parah oleh ra ksasa Jin-emon. lal u suaranya pecan. Akhirnya S higeko mendekat. lalu menunduk.pedang itu. Tenba menurunkan kepala lalu menggesek-gesekkan kepalanya ke bahu Ta keo. kemudian ber-baris dalam satu barisan lurus ke arah pinggir an. Shigeko membalikkan kuda lalu berderap kem bali. begitu pula halnya dengan para perempuan yang lain. tatapan setuju mereka. Kuda-ku da berjingkrak penuh semangat. Tiap penunggang kuda menjatuhkan tali kekang di leher kuda. mengenai sasaran berbarengan. Teriakan rakyat bergemuruh. laksana kuda dari surga. Ia merasa bangga dan bersyukur telah membesark an anak yang cantik ini. Dia melompat dari punggung Tenba la lu berkata dengan lantang.

rajawali yang sudah dilepas terb ang melayang di atas padang rumput. pikirnya dengan gembira. Kuharap Tenba bisa menjadi kuda kesayangan Ayah seperti halnya Shun. Ayah sangat berterima kasih. juga terlihat cukup makan. Hana ingin membawa keluar burung-burung rajawali miliknya. pancaran terakhir si nar matahari berkilauan di sela-sela jambul di kepalanya. Kuda ini mungkin tidak sepandai Shun." ujar Shig eko. Para gelandangan masih menjemur kulit hewan di sini sehingga dijauhi pend uduk. Zenko menyata kan kalau ia merasa mual dengan jamuan dan upacara. mereka berkuda di jalur melewati pesisir ke mulut sungai. sehat seperti orangtuanya." ujar Shigeko. memulai ikatan panjang misterius antarmakhluk hidup. Hiroshi dan Shigeko berhenti untuk menyalami kepala desa. membiarkannya melangkah lebih bersemangat. dan kita akan berkuda bersama nanti. Rut e perjalanan mereka melewati desa gelan¬dangan yang dibangun Takeo bertahun¬tahun lalu. Ini hadi ah yang terindah. Zenko dan Hana. Ketika mereka menyusul kelompok berburu." Ta keo ingin sekali menunggangi kuda itu. Dia a kan hidup Ubih lama dariku. "Aku belum pernah melihat kuda yang lebih hebat yang bergerak seperti terbang. "Maukah Ayah menungganginya?" "Pakaian Ayah ini kurang cocok bila ber¬kuda." Menjelang akhir senja. Satu kali Tenba mundur ketika seekor ayam hutan tertembak di bawah kakinya dengan gerakan cepat dari sayapnya yang terbentang. bergerak kian kemari bak ombak di laut. dan jauh lebih cepat. ketika Jo -An masih hidup. dan perlu berkuda untuk menjernihkan piki ran. "Biar Ayah menun¬tunnya. Takeo yang sudah bisa menyesuaikan diri dengan kuda itu." sahut Takeo. ketika matahari mulai tenggelam. Rombongan itu tidak hanya terdiri dari Takeo. Takeo. dan Kono mengaku ingin berbagi kegemaran dengan Hana saat berburu meng¬gunakan burung rajawali yang terlatih."Kuharap Tenba bisa menjadi kuda kesayangan Ayah seperti halnya Shun. kat . dan Takeo mesti mengerahkan tenaga untuk mengingatkan siapa yang pegang kendali. Kini anak¬anak dari para gelandangan yang pernah mem bangun jembatan yang memungkinkan Takeo melarikan diri dari kejaran pasukan Otori. Sementara itu. Shigeko dan Hiroshi me skipun ketiganya lebih suka begitu tapi juga ada Lord Kono. Beruntung aku tidak harus mengandalkannya dalam pertempuran. sementara yang lainnya berjalan terus. tapi mereka dibiarkan hidup dengan damai. tapi bersemangat dan sama res ponsifnya.

dan kemudian marah pada dirinya sendiri karena begitu mudah merasa tersanju ng. tapi itu tak mengurangi kemahirannya berkuda. Mengingatkan Takeo bahwa yang kuat memangsa yang lemah. Salah satunya terbang tinggi lagi." kata Takeo. Takeo bersyukur dengan reaksi rakyatnya. ikan d an belut panggang. Jalan-jalan dipenuhi keru munan orang." komentar Kono. "Benar. "Kau mengurusnya dengan baik. seekor ayam hutan dalam cengkeraman cakarnya menggelepar: yang lainnya memekik marah. Pendu duk kota memberi jalan dengan penuh hormat. Merasa hampir menyukai Kono. udara penuh aroma kue mochi yang dipang-gang. aku lupa itu saat berkuda. "Meskipun Lord Otori memiliki kekurangan." katanya pada Shigeko. bentuk tubuh kelinci terlihat jelas di bulatan yang berkilat.anya pada dirinya sendiri. Dibayangkannya mereka seperti rajawali. dua di antaranya menu kik berbarengan dan tegak lurus ke tanah. Me reka melihat Halaman 156 dari 500 . menunggu. tersenyum. kalau ternyata dia telah sala h menilai laki-laki itu. terbang melayang. Mereka tidak menatap dengan ketakutan. Menunggang kuda membu atnya merasa seperti muda kembali. bulan purnama muncul di balik pepohonan plum. biara dan toko kebanjiran pengunjung. begitu pula nantinya musuh-musuhnya memangs anya. atau pandangan putus asa da n kelaparan seperti yang dialami Shigeru. Di atas kepalanya keempat rajawali terbang berputar-putar. Masa-masa itu telah berakhir. minyak wijen dan kecap. banyak di antaranya yang berlutut atau menyer u namanya atau nama Shigeko. Mereka kembali saat matahari tenggelam. Mereka tak lagi butuh pahlawan menolong mereka.

Bila menunggang kuda membuatnya merasa kembali muda. meninjau kembal i percakapan tadi sore dan kesan yang didapat pemuda itu. diraih dengan kerja keras dan kepandaian mereka sendiri. membia rkan dirinya terlihat setelah sampai di ujungnya lalu berjalan cepat-cepat ke kota yang penuh dengan j alan dan lorong yang berliku-liku. "Aku harus me¬n emui Taku karena aku hanya punya waktu dua hari ini bila ingin mengantar Kono ke Hofu sebe lum musim dingin. lalu disembunyikan di balik pakaiannya. Ia berlari melewati jembatan. dan jika ada yang tanya. Berlari melintasi puncak dinding ke seberang lalu menjatuhkan diri ke atas lapangan kuda di dalam dinding sebelah luar yang kedua. Bulan sudah meninggi. Takeo duduk bersama Minoru. Karena berpikir saat itu terlalu dingin untuk berenang. "Aku ingin keluar sebentar." Minoru sudah terbiasa dengan pengaturan seperti ini dan dia hanya membungkuk. tapi mereka tidak mendengarnya. Takeo tahu kalau tak seorang pun bisa melihatnya karena ia sedang menghilangkan diri. . ia melompat ke puncak dinding antara taman dan dinding sebelah luar yang pertama. Umbul-umbul masih meng¬gelantung di sana. pikirnya selagi melewati kamar bangsawan it u. berpura-puralah kita sedang mengurus bis nis penting jadi tak ingin diganggu. Para penjaga masih terjaga: ia men-dengar para penjaga bicara saat ia melintasi atap yang lebar dan melengkung. Tetap di sini. dua botol sake. Setel ah yakin tidak ada orang di ujung caman.kesejahteraan dan kedamaian mereka sebagai jalan hidup yang benar. Di bantunya Takeo berganti pakaian ber¬warna gelap yang sering dipakainya di malam hari. Aku akan kembali sebelum pagi. langit malam penuh bin tang berkilauan.* esejahteraan dan kedamaian mereka sebagai jalan hidup yang benar. dua lentera menyala di dekat mereka. Andai Kono bisa melihatku seka rang." kata Takeo saat mereka sudah selesai. Takeo melil itkan sehelai syal di kepala untuk menutup wajah. maka setelah menyeberang sungai ia memanjat merayap dinding dan menyusuri sampai ke gerbang u tama.* Kastil dan kota sudah sunyi senyap. diraih dengan kerja keras dan kepandaian mereka sendiri. pedang pendek dan sarung pisau le mpar. terkulai di bawah cahaya bintang. begitu pula dengan yang sat u ini kenikmatan mendalam yang timbul oleh kemampuan kuno ini tak pernah hilang.

Tribe mungkin membencinya karena itu. Ia sudah menyediakan cukup waktu untuk membuat negerinya am an. Diintipnya ke arah s uara tadi. Kami adalah teman dek at dan sekutu. letak.. Di biara di ujung jalan. Ia masih harus meng¬hadapi dilema itu: bila sa at itu ia mem¬perlihatkan kelemahannya. ukuran dan penghuninya. Ia men¬dengar gemerisik di ded aunan yang telah jatuh. dan melihat dedaunan terserak pelan di bawah pijakan kaki yang tak terlihat.Ia tahu di mana Taku berada: kediaman lama Muto. Semoga kalian mau melakukan hal yang sama padaku. T akeo merangsek kembali ke dalam bayangan. bertekad menunjukkan kekejamannya pada T ribe: membunuh atau mengeksekusi sebagian besar dari mereka. Ia mengira satu-satunya c ara menghadapi kejahatan yaitu dengan dibasmi. Muto Kenji memaafkanku. maka ia takkan sekuat sekarang untuk dapat memaksaka n kehendaknya dengan welas asih.. Ia masih menyesali cara yang pernah ia gunakan saat pertama kali ke Maruyama bersama Kaede. tapi setida knya mereka tidak meremehkannya. dan menar uh botol sake di depan dewa keluarga Muto. Ditangk upkan kedua tangan Halaman 157 dari 500 . bila bisa mengulang masa i tu ia akan berusaha berunding tanpa pertumpahn darah. me mohon maaf dari para mendiang. dan aku pun memaafkannya. tangan di gagang pedang. tapi kini. Tidak ada yang memecahkan kesunyian malam itu. ia berhenti seperti yang selalu dilakukannya. tapi ia merasa tidak sendirian. seolah ada makhluk yang bergerak melintasinya. katanya. Dulu ia mengenai setiap rumah T ribe di Maruyama.

"Ayah. dan kemudian melihat ke arah kirin ya. membunuh sebelum di¬bunuh. Kucing itu seperti makhluk halus yang tinggal di tempat ini. Di sela-sela rasa kaget dan takut karena pertarungan itu. Makhluk itu menatapnya dengan mata hijau berkilau terkena sinar bintang. mendengar akibatnya dan jerit kesakitan hewan itu. Kemampuan meng¬hilang kucing itu sirna di saat melompat ke arahnya. Takeo mem¬butuhkan seluruh kekuatannya untuk dapat men ghentikan tikaman pisau yang nyaris menggorok leher putrinya sendiri. Kini pedang sudah di tangannya. lalu merogoh pisau lemparnya dengan semba rangan. Takeo mendeng ar suara yang sudah dikenalnya. Makhluk itu menatapnya dengan mata hijau berkilau terkena sinar bintang. Dilihat¬nya kucing itu menunjukkan sederetan gigi. tipuan cahaya kemudian ia menyadari dengan terperan jat ternyata tatapan mata kucing itu mengunci tatapannya. dan kemudian melihat ke arah kirinya. Maya!" Maya berdiri di hadapannya. "Jangan sakiti aku! Ini aku. men¬deteksi kemampuan menghilang. Memanggil semua kekuatan dalam dirinya untuk mematahkan tatapan me¬matikan itu. men¬deteksi kemampuan menghilang. ia merasa terkejut karena ketakutan yang amat dalam. me¬lihat pantulan cahaya bintang selagi pisau itu berputar. Hanya seekor kucing. Mahkluk itu memang kucing. meras a kalau pembunuh Kikuta sedang memanfaatkan makhluk halus ini." kata Takeo iba karena putrinya hampir terbunuh. Meraih tubuh Maya lalu menyentuh wajahnya.di depan dahi untuk membuka mata lebih lebar. Serangkaian caka rnya menggaruk wajah Takeo saat ia berkelit lalu berbalik agar cukup dekat untuk bisa menikam l eher kucing itu." jerit hewan itu lagi. depan dahi untuk membuka mata lebih lebar. Tapi kucing itu berkelit melarikan diri. Segera mempertahankan dir i kini sudah menjadi sifat keduanya. pikirnya. lalu ia menampakkan diri agar bisa lebih fokus pada serangannya. Takeo merasa hampir jatuh ke dalam sihir tidur Kikuta. "Aku nyaris membunuhmu. Jeritan kucing itu terdengar seperti je ritan manusia. merasakan basah karena darah atau air mata atau keduanya. Ia men¬dengar juga jer it putus asanya sendiri selagi memaksa tangannya membelokkan arah pisaunya. sadar d engan air mata . Begitu pisau pertama yang terpegang langsung dilemparnya. tapi kucing dengan ukuran dan kekuatan serigala. Pisau itu terjatuh d ari genggamannya. dikirim mereka yang sudah mati untuk menghukumnya.

"Tadi aku tidak tahu kalau itu Ayah." Maya menangis seperti anak kecil." katanya dengan sesunggukan. dirasakannya sengatan bekas dicakar. Aku tak pernah menangis. terkejut ternyata putrinya sudah besar. dan ketika menyingsingkan lengan baju untuk menyekan ya. lebih mirip badan anak lakilaki. Kepala Maya m e¬nyembul di antara tulang dada Takeo. "Tadi Ayah juga menangis." tutur Takeo. "Apa yang kau lakukan di sini ? Kenapa kau di luar sendirian?" Hampir lega rasanya mengungkapkan kebingungannya dengan kemarah an." sahut Ta keo seraya menggandeng tangan putrinya melewati gerbang kuil ke jalanan. Aku takkan menangis lagi.di pelupuk matanya sendiri. Aku tidak selalu melakukan itu dengan cepat. "Ayah kira kau menyesal karena sudah berusaha membunuh ayahmu sendiri. Dipeluknya Maya erat-erat. tetesan darah di wajahnya. Kendati aku tidak perlu menangis." Maya meyakinkan. bingung dan sedih." "Aku menyesal telah menangis. "Maaf. Kukira Ayah ad alah pembunuh Kikuta. badannya tegak dan keras. "Tapi aku belum pernah menangis bahagia. "Jangan menangis. Itu pasti karena terkejut." ujar Takeo dengan ketenangan penuh pengertian. aku menyesal." "Tidak ada salahnya menangis. tapi aku makin pandai. Aku tidak bisa melihat Ayah. Lal u tadi kenapa aku menangis?" "Mungkin karena kau senang berjumpa Ayah?" "Memang." Halaman 158 dari 500 . "Kita akan men emui Taku. aku berubah wujud. Begitu mengenali Ayah. dan dia akan menceritakan pada Ayah apa yang terjadi pada dirimu.

" "Ini bukan salah Taku. Ketidakpuasan apa lagi yang ada dalam diri putrinya pada dirinya? Apakah kebencian karena diki rim jauh dari rumah." Maya menyentuh wajahnya sendiri. Aku ya ng harus mencari tahu." Maya menyentuh wajahnya sendiri. apalagi sekarang karena mereka sudah dekat gerbang kediaman Muto. t api memutuskan untuk tak menjawab. kerabat Taku dan Sada. "Ayah melukaiku lebih parah. tapi bisa membayangkannya luka itu harus segera diobati bila tidak ingin berbekas. kan?" . "Aku belum menanyakannya pada diriku sendiri!" sahut Maya." Maya menatap Takeo dengan tajam. dan tubuhnya terasa sakit karena pertarungan yang tiba-tiba dan keras tadi. "Aku yang tidak patuh. Dan di mana Sada? Ayah lihat kalian bertiga bersama tadi pagi. menghindari pertanyaannya. "Mereka keluarga Muto . Pastinya begitu. menampik per¬haria nnya dialihkan oleh komentar tiba-tiba Maya yang kekanak-kanakan." Kenapa? Apakah aku menyakiti Ayah? Pasti tidak ada apa-apanya dibandingkan denga n luka-luka yang pernah Ayah derita. "Apakah keluarga di sini bisa dipercaya?" bisik Takeo." Dia sudah berubah. Ayah lebih baik mati dari pada menyakitimu. bahkan cara bicaranya kasar. Dan ada semacam tuduhan yang kuat di balik kata¬katanya. Tak ada orang yang bisa meng¬ajariku. pikir Takeo. "Ayah jangan menyalahkannya. atau sesuatu yang lain? "Kau seharusnya tidak di luar sendirian." kata Takeo." "Siapa lagi yang harus disalahkan? Ayah memercayakan dirimu padanya. "Kurasa Ayah belum pernah melakukannya?" Sekali lagi Takeo merasakan tantangan yang lebih berat. sesuatu yang lebih dari sekadar luka fisi k." "Dan Ayah amat menyesal. Tak bisa disangkalnya. Mengapa dia tak bersamamu?" "Bukankah itu indah?" sahut Maya." sahut Maya cep at. Pe dih terasa menyengai wajahnya. "Ayah melukaiku lebih parah."Kenapa? Apakah aku menyakiti Ayah? Pasti tidak ada apa-apanya dibandingkan deng an luka-luka yang pernah Ayah derita. "Shigeko kelihatan sangat cantik. tanpa perasaan. Dan kuda itu! Ayah suka dengan hadiahnya? Apakah Ayah t er¬kejut?" "Entah mereka yang lengah atau kau yang tak patuh. Ia tak bisa melihat luka Maya dengan jelas. Tapi aku memang harus bersikap begitu karena aku bisa mel akukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan orang lain.

lentera di dalam rumah dinyalakan. dan yang lainnya langsung berlutut. menerangi teras." kata Takeo kepada orang¬orang yang berlutut. berseru kaget lalu memanggil Taku Takeo perhatikan. tuan. Taku muncul dari ujung beranda. maka Maya berdiri seolah dike liligi pagar yang tak nampak. dan gerbang di¬tutup dengan cepat lalu dipalang. berpakaian jubah ti dur berbahan katun. Anjing menyalak marah. Tentu saja mereka meng¬hindari berdekatan dengannya. dan langsung segera menghampiri. "Bangunlah. Penghuni rumah sudah terbangun. tidak satu pun dari mereka men yentuh Maya. Dia melihat Maya lebih dulu. "Bawakan air. dan mengetuk gerbang yang di palang. segera saja kita cari tahu. "Masu klah. apakah Anda terluka juga?" Salah satu orang menaikkan lentera h ingga sinarnya jatuh menimpa pipi Takeo yang tak berusaha untuk menutupi dirinya. Mereka melihat darah di bawah sinar lentera ya ng mereka bawa. "Dan Anda. ingin melihat reaksi mereka. memanggil-manggil penjaga di dalam." gumam Takeo. Takeo kira Maya akan di¬pukul tapi Taku memberi isyarat kepada penjaga untuk Halaman 159 dari 500 . "Ini Lord Otori!" bisik laki-laki itu. dan pelayan b erdatangan dengan mata masih mengantuk."Baiklah. tapi mereka mengenal Maya. jaket berlapis meng-gantung di bahunya." Takeo melangkah mele wati teras. dan sediki t kertas halus atau gumpalan kain sutra untuk menghentikan pendarahannya." Laki-laki yang memegang lentera tadi berdiri di samping. tuan. Perlu waktu agar dapat meyakinkan mereka untuk membuka gerbang karena tidak sege ra mengenali Takeo.

berpakaian seperti Taku dengan jubah tidur. dan beberapa waktu k emudian perempuan muda itu muncul dari ujung beranda. kan?" Tidak. Takeo berlutut di samping Maya. Lord Otori ada di sini. "Apa yang terjadi?" tanyanya." "Maafkan aku. menyuruhnya duduk lalu berlutut di sampingnya." "Panggilkan Sada. Di anak tangga." Taku membimbing Maya ke beranda. ." kata penjaga. rambutnya yang sepanjang bahu tergerai di wajahnya. mengambil segumpal kain dari pelayan lalu merendamnya dalam air. tapi Takeo menaikkan tangan memberi isy arat agar Taku diam. A nda tak terluka parah." sahut Maya." perintah Taku kepada salah satu pelayan. kembali dengan membawa kotak kecil. "Pisau¬n ya tidak beracun. kan?" 'Tidak apa-apa. "Ini kelihaian seperti terkena pisau lempar. lalu memegangi kepala Maya dengan kedua tangan lalu memiring kannya kembawakan lentera." Taku mulai angkat bicara. seraya mengambil dan membukanya." kata Taku. sala h satu pelayan maju untuk melepas sandalnya. "Ini salep pemberian Ishida. meminta agar lentera lebih didekatkan. Siapa yang ada di luar sana dengan pisau lempar?" "Tuan. Bekas lukanya akan kelihatan selama beberapa wa ktu. "Mungkin sulit unt uk menjelaskan bagaimana aku bisa melakukannya. "Aku meng¬halangi jalan. bergerak menghampiri beranda." sahut Takeo. "Beliau juga terluka. Di basuhnya luka Maya dengan hati-hati. "Kita bicara lagi nanti. lalu memegangi kepala Maya dengan kedua tangan lalu m emiringkannya ke kanan dan ke kiri agar bisa melihat luka di pipinya." "Lord Takeo?" Taku memicingkan mala ke arah Takeo.membawakan lentera. "Maaf tadi aku tak melihat. Aku cemas lukanya akan berbekas. "Kecelakaan." sahut Takeo. Lakukan yang terbaik untuk mengobati luka putriku. Dia meli hat Maya secepatnya lalu masuk ke rumah.

" Sada memegangi kepala Maya sementara Taku mengoleskan salep itu di lukanya. pikir Takeo. "Biar kulihat apa yang telah dilakukannya pad a¬mu. karena adegan yang ada di depannya ini sarat dengan muatan emosi. "Aku sangat marah." sahut Takeo. "Ikut dengan Sada. "Aku tidak bermaksud menyakiti ayahku." katanya pada Takeo. matanya terbuka lebar." "Setidaknya kita tak harus mencari para pembunuh Kikuta. Kau yang melemparnya?" "Kurasa begitu." "Mendekatlah." katanya pada Sada." kata Maya. dan menyatukan pinggiran luka sa-yatan. dan di Halaman 160 dari 500 . seperti lem. dan aku yakin Lord Otori juga begitu." "Mari masuk ke dalam. Aku ingin bicara dengannya besok pagi. "Kami akan pikirkan hukuman yang akan membuatmu lebih menyesal lagi." kata Taku pada Maya. "Lebih baik kita bicara berdua saja. salep itu tampak agak lengket."Untung tidak terkena mata. "Dan temani dia malam ini. Maya duduk diam tanpa bergerak kesakitan. Taku berjalan di depan ke ruang kecil di ujung beranda. Satu lentera m asih menyala. bi birnya mengkerut seolah ingin tersenyum. Ada semacam ikatan aneh di antara mereka bertiga. Dilipatnya tikar tidur lalu mendorongnya ke sudut." Namun nada suaranya justru kedengaran bertentangan dengan perkataannya." "Aku benar-benar menyesal." Sambil menyuruh pelayan membawakan air segar dan teh. "Berikan sesuatu untuk membuatnya tidur ." ujar Taku.

"Kau punya cermin?" tanya Takeo pada pelayan itu. Takeo mengamati semua yang di ada debelahnya berdiri sebotol sake dan mangkuk minum. "Aku tak berharap berjumpa putriku dengan cara seperti ini. namun lebih kurus dan lebih t ua." Taku menuang sake terakhir ke mangkuk dan memberikannya kepada Takeo. Cermin itu sangat berbeda dengan yang pernah dil ihatnya. "Tapi aku obati dulu luka Anda. yang satu membawa air." Taku terdiam ketika si pelayan kembali dengan membawa sebotol sake. "Sada tidak menyukainya. Lalu pelayan itu mengisi mangkuk minum sampai penuh lalu Takeo menenggaknya sampai habis lagi. Takeo jarang melihat ba yangannya sendiri dan belum melihat dengan begitu jelas dan kini takjub pada wajahnya sendiri. Ia tidak pernah tahu bagaimana wajahnya sangat mirip Shigeru." Si pelayan kembali dengan membawa sebuah benda yang lerbungkus kain coklat tua. Dia mengangguk. nada su aranya terdengar dingin.sebelahnya berdiri sebotol sake dan mangkuk minum. "Cakarnya menyayat cukup dalam. Dibukanya bungkusan itu. "Semula aku berharap bertemu denganmu sebelum kejadian ini. bulat. pinggiran luka merah hati." sahut Taku. tapi kau minum sendirian?" Takeo menghabiskan sake d engan sekali leguk." gumamnya. Bekas cakaran di pipinya memang dalam. Be kas cakarannya terasa perih. darah yang mengering berwarna lebih gelap. "Kau tidak tidur sendirian. duduk di sini." "Benar-benar tak ada alasan. dan minum ini. . Taku mengambil mangkuk berisi air lalu membasuh pipi Takeo. Takeo mengamati semua ya ng di ada di ruangan itu tanpa sepatah kata pun. "Bawakan sake lagi untuk Lord Otori." pinta Taku pada si pelayan. pegangannya panjang." ujar Takeo. "Akan kuambilkan. "Darahnya cuku p banyak." Dua laki-laki muncul di pintu. dan yang satunya lagi membawa teh. permukaan kacanya mengkilap. berlutut lalu menyerahkannya pada Takeo.

"Terbuat dari kaca. Ta ku berkata." Taku setuju. Sesuatu tentang cermin asing itu meng¬ganggu nya. Sesekali pedagang mem¬bawa barang dagangan. Yasu. "Belum untuk yang satu ini. Aku pernah lihat cermin yang serupa di Hofu dan Akas hi." Bagian belakangnya terbuat dari semacam logam yang tidak segera dikenali oleh Ta keo." katanya. Cermin-cermin ini cukup populer. seorang laki-laki Kuroda. Takeo mengembalikan cermin itu kepada si pelayan. "Dari Kumamoto. "Seperti apa wujudnya?" Halaman 161 dari 500 ." tuturnya. Ketika perempuan itu pergi." "Kau pernah lihat cermin ini?" tanya Tiikeo pada Taku. "Uhh. "Sepertinya begitu. Takeo melihat lagi bayangan wajahnya. Dan ia berusaha menyingkirkan perasaan itu sekarang. "Benda ini dibuat di negeri seberang. Kami membeli pisau dan peralatan darin ya dia juga membawa cermin ini. "Bekas luka ini akan lama hilangnya. diukir atau dibentuk menjadi motif bunga¬bunga yang saling terjalin." Diketuk bagian permukaannya. lalu dia mulai mengoles¬kan salep yang lengket itu."Cermin ini berasal dari mana?" Pelayan itu menatap Taku dan bergumam. seraya menyeka luka itu dengan segumpal kertas bersih untuk mengeringkannya." Taku setuju.

kendati aku sudah berusaha membujuknya agar membiarkan sosok kucing itu keluar. Dia harus patuh." "Hanya sebagian. dan memiliki tatapan maut Ki kuta." Takeo tercengang karena Taku begitu dimabuk cinta dan dia tidak berusaha menyemb unyikannya. Hana pasti akan mengenalinya. harus bertanggung jaw ab atas perbuatannya." Takeo merasakan amarahnya meluap." "Mungkin kau harus kembali ke Inuyama. Kau belum pernah melihainya?" "Aku pernah merasakan kucing itu ada dalam diri Maya. Semakin se dikit orang . Maya menolak kehadirannya saat aku ada." "Dan ketika dia sendirian?" "Kami tak bisa mengawasinya setiap waktu. Kucing itu bisa menembus dinding. dan memiliki tatapan maut Kikuta. dan akan berlanjut. Tapi Maya merasa amat tertekan dan aku tak ingin mening¬galkannya. "Kurasa ini menjelaskan alasan kau pergi jauh dari kastil." sahut Taku pelan. dan kepada istrimu!" "Istriku tahu kalau aku selalu punya perempuan lain. dan beberapa malam lalu Sa da dan aku sempat melihatnya sekilas. Jika kuaj ak dia bersamaku. dia akan ikut denganku . "Tapi itu sudah terjadi. Kekuatannya luar bi asa besar. setiap hari aku bersama Hiro shi dan Lord Kono. Kau b elum pernah Kucing itu? Ukurannya sebesar serigala. Sepertinya aku tidak bisa hidup tanpa dia. Sebelum kejadian dengan si kucing. di Inuyama dan dalam perjal anan-perjalananku. "Aku tak mengharapkan dua orang yang kupercaya kan putriku akan berakhir dengan tidur bersama!" "Aku pun tidak mengharapkannya. Bisa kukatakan kalau kemanapun aku pergi. Maya harus b elajar mengendalikannya: saat ini sepertinya roh kucing itu mengambil alih saat pertaha nan diri Maya lemah. bahkan ke Inuyama. Tapi Sada berbeda."Kucing itu? Ukurannya sebesar serigala. bertanya-tanya tentang Maya." "Kebodohan macam apa ini? Jangan katakan kalau kau sedang dimabuk cinta!" "Mungkin benar.

lebih baik. dan sejauh yang bisa kami tahu. bukan dengan orang luar. dia berencana menghabiskan musim dingin di wilayah Barat aku takut kalau dia akan pergi ke Kumamoto. Takeo menuang sake lagi untuk mereka berdua. "Apakah mereka mau menerimamu?" tanya Takeo. Bia r aku yang Halaman 162 dari 500 . Akhirnya dia berkata." Jadi naluri Takeo benar untuk tidak memercayai keluarga Muto. Kemud ian Taku berkata." Takeo mengambil cangkirnya lalu minum tanpa bicara. "Aku tak ingin men yinggung Anda. atau dalam perjalanan. Aku tidak ingin memberikan Hana dan Zenko senjata lebih banyak lagi untuk mereka gunakan m elawan Anda. Apa lagi yang mesti kau katakan padaku?" "Akio berada di Hofu." "Bersama anak itu?" "Sepertinya begitu. lalu meminumnya. Aku tengah memikirkan rencana Anda menikah¬kan putri sulung An da. dan ada beberapa aku tak tahu ada berapa banyak pihak yang tidak senang dengan gagasan perempuan berkuasa atas diri mereka.yang tahu tentang masalah kerasukan ini. Aku sempat berbincang dengan kakakku tentang topik pe mbicaraan yang cukup mengganggu yaitu kepemimpinan keluarga Muto. Lord Otori." Tak satu pun dari mereka bicara selama beberapa saat. "Akan cukup mudah untuk menyingkirkan mereka di Hofu. Dia bertekad untuk memak sakan haknya sebagai penerus Kenji. "Kau m embawa banyak berita huruk malam ini. Ini bukan jenis laporan yan g mesti dibawa Kono kembali ke ibukota. tapi hal-hal semacam ini selalu diputuskan dalam lingkup kelua rga. Aku tidak memercayai keduanya.

setidak¬nya. Aku tahu Anda merasa kecewa. d an itu akan menimbulkan lebih banyak per¬selisihan. tapi kini kendalinya atas diri mereka sedang diuji. Bila tidak Tribe akan menganggap Anda lemah. dan kesehatan istrinya selama kehamilannya. amat mengejutkannya. Dia belajar mengendalikan kerasukan itu dan siapa yang tah u manfaat apa yang mungkin bisa kita ambil darinya. yang tak mau berunding dengannya? "Anda harus memutuskan nasib sandera di Inuyama." "Aku akan bicarakan itu dengan istriku saat sudah kembali ke Hagi nanti. dia berhasil mengendalikannya. Melalui Kenji. lean ?" . Dia ingin berunding dengan Anda demi nyawa anak-anaknya. bahkan ditampung. Gosaburo pernah memerintahkan hukuman mati untuk banyak orang salah satunya. memaksa dirinya mengingat kekejaman tanpa ampun Tribe. sa ma seperti saran Taku kalau ia sendiri yang harus membunuh putra¬nya sendiri.mengaturnya. Begitu Akio sampai di Kumamoto. pernah dilaksanakan Takeo sendiri tapi ternyata Akio malah berbalik mem¬bunuh pamannya." "Tak boleh ada orang yang menyentuh anak itu." Berita ini. jika dia menghubungi kakakku maka d ia akan engaturnya." "Baiklah. dan juga sikap Taku yang terus terang. tapi Tribe akan selamanya ada. Tapi bagaimana ia meng¬hadapi musuh yang tak mudah ditan gani ini. Begitu Akio sampai di Kumamoto." ujar Taku. jika dia menghubungi kakakku maka dia akan disambut di sana. olah karena itula h Akio membunuhnya. kami sudah membuat kemajuan. "Anda mesti meng eksekusi mereka sesegera mungkin. Mereka selalu menyatakan bahwa bangsawan bisa berkuasa dan jatuh. hanya Anda yang bisa memutus¬kan itu." Taku mendesak. Satu lagi yang kutahu adalah Gosab uro sudah mati." "Tapi yang pasti kau tidak berencana jauh dari Inuyama selama musim dingin. "Bagaimana dengan Maya?" "Dia bisa tinggal bersamaku." "Jangan terlalu lama. Maya berusaha membuat Sada dan aku sen ang: dia memercayai kami. Takeo bertanya pada dirinya sendiri apakah Maya mesti pulang bersamanya tapi cemas dengan ketenangan pikiran Kaede. tapi terlepas dari kej adian malam ini.

bertanya-tanya apa yang sedang dilakukannya selagi mengumpulkan lagi semua tenag anya yang melemah untuk ecnghilang. Dia akan kembali ke ibukota. "Lord Kono juga a kan ke Hofu." Kehidupan pribadinya bukan¬lah urusanku. Kini ia hanya merasa jijik pada dunia yang gelap itu." "Dan Anda sendiri?" "Kuharap bisa tiba di rumah sebelum musim dingin." "Baiklah. Perasaan senangnya pada kemampuan Tribe sebelum¬nya telah sirna. Aku harus terus mengawasi kaka kku. pikir Takeo. Aku sudah terlalu tua untuk ini. merayap di dinding lalu kembali ke kamarnya tanpa keta huan." "Dan Sada akan ikut denganmu?" "Aku membutuhkan Sada. katanya pada dirinya saat menggeser pintu terbu ka Halaman 163 dari 500 . dan aku bisa mend engar semua desas-desus yang datang dan pergi melalui pelabuhan." *** Takeo kembali ke kastil Maruyama tepat sebelum matahari terbit. Mungkin aku akan menghabiskan musim dingin di Hofu: cuacanya lebih lembut. Lalu saat musim semi aku harus pergi ke Miyako."Aku tidak boleh terlalu jauh dari wilayah Barat. Aku akan tinggal di Hagi sampa i anak kami lahir. kelelahan dengan kejadian malam itu. terutama bila aku harus membawa Maya.

memintanya menunggu Lord Otori. dan kini di Hagi: adakah orang asin g lain di negeri ini? Jika mereka berada di Kumamoto. Penguasa macam apa yang mengendap-ngendap malam-malam denga n cara seperti ini. kepalanya pusing. Zenko pasti mengetahuinya. Perselingkuhan¬nya dengan Sada juga membuatnya khawatir. dan warisan yang kuturunkan pada putri-putriku bukan berarti aku akan bebas. penampilan Zenko dan pendamp ing¬nya sudah berubah.. Itu menandakan kalau barang-barang asing diperdagangkan di Kumamoto . Takeo merasa amat terganggu dengan semua hal yang belum diketahuinya: lebih dari semuanya. Ketika terbangun. namun dia tidak menga takan sepatah kata pun tentang hal ini begitu pula Taku. diperintahkannya untuk mengurus keberangkatannya. Bahkan dalam beberapa bulan sejak berjumpa di Hofu. tapi kekuatannya masih saja menjerat dirik u. Penguasa macam apa yang mengendap-ngendap malam-malam deng an cara seperti ini. Laki-laki cenderung bersikap ceroboh saat terjerat asmara. Kemudian teringat m asalah dengan cermin tadi. dan kukira aku telah meninggalkannya untuk selama-lamanya. dibawa dengan tandu dan didampingi sebarisa n pengawal. dan warisan yang kuturunkan pada putri-putriku bukan berarti aku akan bebas. anak buah dan semua pakaian sena senjata mereka b erbicara dengan keme¬wahan dan mementingkan diri sendiri. Tapi ia . Pikiran kalau Taku menyembunyikan sesua tu memenuhi dirinya dengan ke-marahan.. menge nakan jubah resminya yang tampak menambah tinggi badannya dengan bentuk bahu melebar dan kaku sena lengan panjang . Bila aku tak bisa mem ercayai Taku. Dia semakin mirip ayahnya.lalu melangkah masuk. dan meng¬instr uksikan Minoru untuk menulis surat pada Arai Zenko. Wajahnya meringis kesakitan. Hari sudah sore ketika Zenko datang. Tapi orangorang asing itu seharusnya dikurung di Hofu. Kamar itu sudah terang saat Takeo tertidur. tapi kekuatannya masih saja menjerat dirik u. Tapi mereka kakak beradik. Takeo sendiri telah mandi dan berpakaian dengan patut untuk pertemuan ini. keadaan Maya. bak pencoleng? Aku pernah lolos dari cengkeraman Tribe. alu melangkah masuk. tamatlah riwayatku. dan kukira aku telah meninggalkannya untuk selama-lamanya. semuanya berpakaian mewah. cakar beruang Kumamoto tergambar jelas di jubah dan p anji-panjinya. bak pencoleng? Aku pernah lolos dari cengkeraman Tribe. secara fisik mengesankan dan dengan ke percayaan diri yang makin tinggi: tingkahnya. Entah Taku menyembunyikannya atau dia memang tidak ta hu.

Takeo pernah berjanji untuk tidak men¬jodohkan putri-putrinya saat mereka masih mu da." sahut Takeo. hujan turun tadi pagi. Hari itu terasa dingin dan lembap." "Aku menyadari kepercayaan yang kau miliki pada keluargaku." tutur Takeo. dan Zenko berseru kage t saat melihatnya. atau bersama perempuan. "Ketika kita bertemu di Hofu awal tahun ini.. membuat dedaunan melayang dan menari-nari. "Dan ak u berterima kasih yang sedalam-dalamnya padamu. "Aku jatuh tersandung ranting di taman semalam. "Pada dasarnya.. Miki. Daun-daun merah pohon maple berubah warna menjadi lebih gelap dan mulai berguguran. dan akan makin mem¬benciku." kata Takeo. "Aku usulkan Sunaomi dan putri bungsuku. kan? Ak u tidak mendengar b eritanya'" "Bukan apa-apa. Aku menganggap Sunaomi dan Chikara sebagai anakku sendiri. dan merasa. namun ternyata ia berkata. aku berjanji membicarakan masalah p engangkatan anak pada saat ini. aku harus menawarka n sesuatu kepadanya." sahut Zenko. Karena di lihatnya ekspresi wajah Zenko yang merengut seperti tidak suka dan benci." Takeo seperti melihat kekecewaan di wajah Zenko.. Sesekali angin ber¬hembus di taman . putra-putraku takkan men¬dahului keturunan Anda. sayatan cakar." D ia akan mengira aku mabuk. "Kau tentunya mengerti kalau ke¬hamilan istriku menye babkan tindakan formal apa pun sebaiknya ditunda. ditunangkan saat mereka memasuki usia akil balik kelak. pikirnya.tidak bisa menyembunyikan luka di pipinya. "Apa yang terjadi? Anda terluka? Tentunya tidak ada yang menyerang Anda. Ia berhenti bicara selama beberapa saat." Halaman 164 dari 500 ." "Tentu saja kami berharap Lady Otori memberi Anda anak laki-laki.

"Benda-benda itu masuk melalui Hofu."Sungguh suatu kehormatan. "Di a akan berada di mana tahun depan?" "Kahei akan tinggal di Tiga Negara. Takeo menyebu tkan tentang cermin." Zenko tidak terdengar gembira dengan u sulan ini. "Tapi dia akan pindah ke Inuyama sampai aku kembali dengan selamat." Setidaknya ta wa ran sudah di ajukan. segalanya tampak teratur." "Jadi tidak ada orang asing di Kumamoto?" "Tentu saja tidak ada!" Zenko membawa catatan dan laporan tentang semua kegiatannya: senjata yang sudah ditempanya. Pe rempuan sangat menyukai barang¬barang baru semacam itu! Kurasa istriku pernah menerima beberapa s ebagai hadiah. "Mungkin." Tak ada yang menyebutkan bahwa sebagian besar kekuatan Negara Tengah akan menung . "Mereka berdua masih sangat muda. ancaman atau kekurangan yang ditanyakan ora ng-orang asing. dan perbincangan beralih ke pertahanan wilayah Barat. dan dia mengulang keberatannya atas kesetiaaan kewajiban feodal. Dia tidak bisa menyatakan kalau aku telah menghinanya. menatap sekilas ke arah Kahei. "Bagaimana dengan Lord Miyoshi?" tanya Zenko. biji besi yang dibelinya. Takeo tidak berbuat apa-apa selai n menerima kalau catatan itu benar. ken dati semua kataSungguh suatu kehormatan. di mana mereka akan tinggal dan sebagainya. seraya berpikir. Dan aku harus membicarakannya dengan istriku. Tak lama kemudian Shigeko. mengetahui kalau Kono pasti sudah membicarakannya dengan Zen ko. dan Miyoshi bersaudara datang bergabung." sahut Zenko mengelak. Ia berbicara singkat te ntang usulan untuk mengunjungi Kaisar." sahut Takeo. dan men¬ceritakan pada Zenko kalau Hiroshi mau pun Shigeko akan ikut mendampinginya. Masih ada banyak waktu. Hiroshi." sahut Takeo. ditekan¬kan niatnya yang penuh damai. bertanya dengan santai apakah benda semacam itu bisa dibeli di Kumamoto. kendati semua katakatanya terdengar patut." "Tentu saja. hasil dan bahan-bahan yang orang-orang asing ingin perjualbelikan. "Aku akan bicarakan kebaikan yang tiada tara ini dengan istriku saat kami menerima dokumen res mi tentang tawaran ini: harta benda apa yang akan mereka te rima. keberatan tersebut memang apa adanya. Gemba ikut b ersama kami ke Miyako." Zenko tidak terdengar gembira dengan usulan ini. kurasa.

Hujan turun lagi." sahut Takeo setuju dengan ramah.gu di perbatasan wilayah Timur di bawah perintah Miyoshi Kahei. merasa kalau bagaimana cara mengatakannya? tidak beruntung. Zenko berkata. Kesan yang kudapat adalah banyak pihak d i keluargaku. Selagi undur diri." "Tentu." Zenko melihat sekilas pada Takeo. dan penduduknya pasti akan melawan. "Ini soal keluarga Muto. t api orang-orang tahu keberadaan cucu Kenji. angin terasa dingin Ta keo merasa lelah. bahkan salah. sementara mereka amat menghormati ibuku dan juga An da. Ada rumor yang mengatakan ka lau dialah yang seharusnya mewarisi jabatan itu. "Aku tak ingin menyinggung Anda. "Ada satu hal lagi yan g harus kita bicarakan. ingin sekali tidur. Kaede pasti mem¬pertahankan Hagi melawan serangan dari manapun . di seluruh penjuru Tiga Negara. tapi tak mungkin menut upi kabar ini dari Zenko. Mereka melanjutkan pembicaraan hingga hampir larut malam. dipimpin perempua n. Sebaiknya aku cepat-cepat di¬tunjuk sebagai pimpi nan keluarga: ini Halaman 165 dari 500 . putra Yuki. Mereka berdiri di bawah naungan tepian atap yang mene teskan air hujan. Bisakah Anda keluar ke beranda? Sebaiknya hal ini ku¬bicarakan berdua s aja. sementara sake dan mak anan disajikan. Pikiran Takeo melayang pada bahaya meninggalkan Negara Tengah tanpa per¬lin dungan tapi Yamagata dan Hagi hampir tak mungkin diduduki. Zenko berkata kepada Takeo. dan istri juga putra-putra Kahei akan melakukan hal yang sama di Yamagata. Mereka mempertimbangkan aku sebagai kerabat laki¬laki tertua dari Kenji untuk menj adi pewaris¬nya.

"Anak itu tentu saja merupakan pewaris Kikuta. aku akan memintamu untuk mengakhirinya. Mengapa aku selalu harus mengulang-ulang¬nya? Aku lelah. Kau memiliki tanah da n bangunan yang luas.bisa membungkam rumor semacam itu dan meyakinkan untuk menegakkan tradisi. Aku juga . Lagipula." "Lord Otori!" protes Zenko. aku akan penntah dia menca but nyawanya sendiri! Aku harus melakukannya. berpura-pura bersikap ramah yang sebenarnya telah sirna dari dalam diriny a. saat dia masih di Maruyama dan dalam kekuasaanku. Bila tidak. kurasa mereka tahu." Andai kita bukan saudara ipar. tiga putra. Kau sudah bersumpah setia kepad aku. Tapi aku takkan membiarkanmu menantangku. Aku telah menawarimu persekutuan yang lebih dalam dengan keluargaku melalui ikatan pernikahan. "Lebih baik tetap men jauhkannya dari Muto." ujar Takeo. dan kurang berhasil menutupinya! "Aku dibesarkan oleh Trib e. Aku menghargai persahabatan kita dan meman dangmu dengan penuh hormat. kau sudah memilih car a hidup sebagai ksatria aku tidak mengerti mengapa kau mencampuri masalah Tribe!" Saat ini Zenko gusar.. ditambah lagi keber adaannya." lanjutnya." Senyu m tipis kepuasan sesaat menari-nari di wajahnya. dan seraya memperhatikan reaksi kemarahan Takeo. "Atau menyebabkan perang saudara di negara kita." bisik Zenko." "Tidak ada yang tahu apakah dia masih hidup atau sudah mati. "Aku hanya berusaha membantu Lord Otori dalam situasi yang sulit ini. serta istri yang cantik. Aku tak bisa mem ercayainya." "Anda tidak akan mempertimbangkan pendapatku tentang pewarisan di keluarga Muto? " "Aku mendesakmu untuk mendukung ibumu sebagai pimpinan keluarga dan mematuhinya. kuanjurkan kau kembali ke Kumamoto dan menikmati hidup yang ku berikan padamu.. kau berutang nyawa padaku. "Oh.. Aku hams me¬lakukannya sekarang juga. Un tuk yang terakhir kalinya." Seny um tipis kepuasan sesaat menari-nari di wajahnya. Takeo diam sementara pikirannya ber¬kecamuk hebat. Andai ibunya bukan sepupuku dan salah satu sahaba tku. aku sarankan kau tidak mendesakku lebih jauh lagi. isa membungkam rumor semacam itu dan meyakinkan untuk menegakkan tradisi. berusaha b ersikap halus. "Zenko. Akhirnya ia berkata.

Saling menyembunyikan ke¬marahan. ruang penonton. diarahkan oleh tangan nasib untuk memainkan peran mereka sampai habis. Mohon dilupakan saja. "Aku mengusulkan ini agar seluruh negara ini lebih kuat. dih iasi dengan pahatan timbul emas di pilar dan kasaunya. Tapi yang pasti Zenko takkan mem pertaruhkan nyawa kedua putranya. "Tapi apa yang terjadi pada Ayah tadi malam? Siapa yang membuat Ayah terluka sep erti itu?" Halaman 166 dari 500 . setidaknya sampai tahun depan.anggota keluarga Muto seperti halnya Taku. dan untuk mendukung Lor d Otori. "Jadi kau akan sendirian di wilayahmu ini. "Hiroshi akan berada di sini untuk mem¬bantuku. Keberangkatan Zenko dari Maruyama direnc anakan keesokan harinya. Jangan pernah lupa kalau kedua putramu ada di tanganku sebagai sandera atas kesetiaanmu." Saat kembali. pikirnya. mereka mengucapkan s elamat tinggal dengan sikap sopan yang dingin. penuh dengan pengawal berjubah warnawarna cemerlang menjadi latarnya. peran mereka bak dalam pertunjukan drama. "Aku minta maaf karena telah membicarakannya. Surga selamat kan diriku karena aku harus membuat ancaman ini." tutur Zenko. bagi Takeo." kata Takeo kepada Shigeko sebelum me reka beristirahat." sa hut Shigeko." "Hanya ketika kau melihat ada ke¬untungan politis di baliknya! Jangan pikir kau bi sa terus tidak terkendali untuk me¬nentang wewenangku. sementara Takeo lusa." Itu pertama kalinya Takeo secara langsung mengancam anak-anak itu.

" Takeo bergidik. Ayah jangan khawatir." ujar Takeo. jadi pastikan kalau ibumu tak mendengarnya." sahut Takeo. Shigeko tampak seperti orang asing. dan dia pernah mengajari ku." Takeo menceritaka n dengan singkat tentang Maya. Dalam Ajaran Houou kami sering menghadapi m asalah seperti kerasukan hewan ini. "Kurasa Ayah harus menceritakannya pada Ibu. jadi pastikan kalau ibumu tak mendengarnya. Ia merasa kalau Shigeko memiliki kemampuan spiritual yang sama. "Maya akan berada di Hofu bersama Taku selama musim dingin." Takeo menceritaka n dengan singkat tentang Maya. Tiba-tiba ia teringat pada perempuan buta yang mengatakan ramalannya."Aku tidak bisa menyimpan rahasia darimu. "Tapi aku tak ingin mengan ggu ibumu di saat seperti ini. Shigeko mendengarkan tanpa bicara. Ceritakan tentang Maya. Semangat¬nya bangkit lagi selagi memeluk putrinya l alu mengucapkan selamat malam. yang me¬nyebut nama kecil nya dan mengenal siapa dirinya sebenarnya. kota kastil Arai. tidak menunjukkan ekspresi kaget maupun takut. Shigeko mendengarkan tanpa bicara. Aku akan ziarah ke pegunungan. tentang kerasukan dan hasilnya. setelah perjalananku ke ibukota. pikirnya. tidak menunjukkan ekspresi kaget maupun takut. terbentang di barat daya Tiga Negara. Gemba tahu banyak tentang hal ini. tahun depan setelah anakku lahir." kata Shigeko. tentang kerasukan dan hasilnya. Aku harus kembali ke sana. dan terutama pembuatan pedang. ku tidak bisa menyimpan rahasia darimu. penuh teka-teki dan bijaksan a. Dan kita juga akan meng¬awas i Zenko dengan cermat." "Apakah Maya mesti ke Terayama?" "Dia akan ke sana di waktu yang tepat." Shigeko tersenyum lembut saat Takeo mela njutkan bicara. dan Takeo berterima kasih yang tak terkira kepadanya. B anyak perajin . Ceritakan semuanya pada Ibu. "Seharusnya Ayah jan gan menyimpan rahasia dari Ibu. Sumber alam ini menyebabkan per¬kembangan industrin ya maju pesat untuk segala macam bentuk peralatan dari logam." sahut Takeo. "Semua roh mencari kekuatan yang lebih besar yang bisa mengen¬dalikan mereka dan m emberi kedamaian."* Kumamoto. "Tapi aku tak ingin meng anggu ibumu di saat seperti ini. "Kemudian kita harus terus berhubungan dengan mereka. dikelilingi pe¬g unungan yang kaya akan bijih besi dan batu bara.

berkembang bisnis yang bahkan lebih menguntungkan. Hisao mendengar nada tidak senang yang sama di mana-mana.pedang serta tempat penempaan besi yang sudah terkenal. Koji. membang kitkan ketidaksenangan untuk me¬nentang Otori. nak. Pompa yang keras." Hisao memompa pegangan dengan tiupan sekuat tenaga dan kotak pemanas semakin pan as. begitu pula halnya waktu belakangan ini. dengan hawa panas yang seakan membakar wajah dan tangannya. mempertanyakan mengapa Kumamoto kini tundu k pada Hagi ketika Arai Daiichi sudah menaklukkan seluruh Tiga Negara. tak seperti Otor i Takeo yang hanya Halaman 167 dari 500 . Hisao tidak keberatan karena musim dingin sudah tiba sejak mereka sampai di Kumamoto dua min ggu lalu. bahwa para pengawal Arai tiada henti menghembuskan desas-desus." gerutu si tua. de ngan gembira. apa yang boleh kami jual dan apa yang dilarang!" imbuh Koji. "Paling tidak. "Akan lebih menguntungkan jika Otori ijinka n kita memproduksi hasil yang cukup untuk memenuhi permintaan. "Apa hak mereka mendikte Arai apa yang boleh dibuat dan apa yang tidak boleh dib uat. angin dingin berhembus dari laut keabuan. yaitu membuat senjata api. Ayahnya mengatakan. dan tiap malam terasa dingin menggigit.

"Kita tunggu sampai Arai kembali. lalu menyebabkan kematian Lord Arai dengan meng gunakan senjata api yang sama yang kini dilarangnya." ujar penjaga penginapan pada malam pertama mereka. "Setelah itu kita akan membutuhkan dana. Lihatlah Shintaro yang hebat! Separuh Kuroda." "Akan ada perayaan di Kumamoto pada hari itu. dan membuat pertukaran. "Aku sudah mati!" selorohnya. Dia memberi salam dengan sikap tunduk dan gembira." sahut laki-laki yang satu lagi. Dia akan jatuh. engambil keuntungan dari gempa. Uang Jizaemon sudah hampir habis. seorang pemuda berwajah tajam datang meminta d ipanggilkan Akio pada satu malam. beberapa hari kemudian. tapi untungnya dia masih meng¬anggapku terlalu berharga. "Memperlakukannya bak pelayan. saat makan malam. "Mengharapkan Ar ai menyerahkan semuanya. dan m ereka adalah keluarga yang kehilangan kekuasaan dan pengaruh selama masa peme¬rintahan Otori. "Untuk memuas¬kan kesombongannya sendiri. Belum cukup¬kah Otori menyandera kedua putra Arai?" "Dia suka mempermalukan sekutu mau¬pun musuhnya. s ambil mengangkat semua piring lalu kembali ke dapur." ujar Kazuo. tapi kami juga punya banyak hubungan dengan Kikuta." Hisao tahu kalau hanya ada sedikit keluarga Kikuta di wilayah ujung Barat. Tapi sebenar¬nya dia tidak punya kekuatan. berasal dari Hofu dan lari ke Kumamoto setelah bermasalah di s ana karena terlibat dalam penyelundupan senjata api. Akio dan Hisao mengetahui saat mereka tiba di Kumamoto bahwa Zenko tidak ada di sana dia dipanggil ke Maruyama oleh Lord Otori. separuh Kikuta. "Terutama dengan tiba¬nya mu sim dingin. Keluarga Kuroda selalu berhubungan dengan Muto. K endati demikian." ujar Akio. Pemuda itu bernama Yasu." "Apakah ada banyak orang sepertimu yang bekerja pada Arai?" "Ya." . dan memanggi l Akio dengan sebutan Ketua serta meng¬gunakan bahasa dan lambang rahasia keluarga Kuroda . dan Otori pun akan tumbang ber-samanya." kata Akio pada Kazuo. ada banyak. "Lord Arai harus mengeksekusi diriku atas perintah Lord Otori. lalu menyebabkan kematian Lord Arai dengan mengg unakan senjata api yang sama yang kini dilarangnya. seperti yang ka u tahu.mengambil keuntungan dari gempa.

" "Taku adalah tangan kanan Otori. saat itu dia masih kecil. Dan itu juga ulah Otori." t utur Akio kepadanya. maka seharusnya jabatan itu dipegang Taku." "Kami di sini untuk memperbaiki jembatan yang terputus dan menyembuhkan luka. "Keadaannya be rbeda saat Kenji masih hidup. dan yang kedua karena Otori yang mengatur¬nya. "Masih banyak kematian yang belum ter¬balaskan. seperti Kotaro. "Memang itulah yang kami harapkan. Tak ada yang merasa senang." tutur Kazuo . Lord Zenko akan senang. Pertama-tama karena merasa tidak benar dipimpin seorang perempuan ." Halaman 168 dari 500 . dan masih bisa dimaafkan tapi tidak benar kal au hubungan antara Muto dan Kikuta menjadi begitu jauh." Akio mengamati dengan tenang. dengan menjadi bangsawan besar. dial ah kerabat laki-laki tertua dan bila dia tak ingin meneruskannya. bisa kukatakan itu pa damu. semenjak Shizuka menjadi ketua segalany a berubah."Dibunuh Otori. tapi sejak kematiannya. dan ter¬libat dalam kematian Kotaro. Seharusnya Zenko yang menjadi pimpinan." ujar Yasu sepakat. "Lagipula.

dan Hisao mengasah ketrampilannya bersam a laki-laki itu. kendati Yasu sering mengaku kalau dia tidak mengambil keuntungan apa pun dari Pi mpinan Kikuta.Yasu membayar penjaga penginapan lalu mengajak mereka ke tempat menginapnya send iri. Kehadiran mereka di Kumamoto ditandai dengan bisik-bisik karena seluruh kota tah u larangan Otori yang tak masuk akal pada siapa pun bertransaksi dengan orang asing . di belakang toko tempat dia menjual pisau dan peralatan dapur lainnya. kabarnya. Wilayah mereka kini terbentang melintasi wilayah Barat: Noguchi dan Hofu milik mereka. yang digunakan jurumasak hebat di kastil hingga bilah pisau asu membayar penjaga penginapan lalu mengajak mereka ke tempat menginapnya sendi ri. di¬pandangnya sang ayah dengan pandangan baru. tida k hanya dari Shin dan Shilla. Koji. Hisao menyadari bagaimana Akio merasa tersanjung dengan perhatian Yasu. dan betapa kuno cara ber¬pikirnya. Karena utang dan kewajiban. bahwa ay ahnya haus akan rasa hormat dan status dengan cara yang hampir ketinggaian jaman di kota ya ng sibuk dan moderen ini. yang digunakan jurumasak hebat di kastil hingga bilah pisau kecil dengan ketajaman luar biasa untuk memotong daging. Bukan lagi bocah yang bisa didominasi dan dilec ehkan. orang barbar d engan mata seperti buah ek serta berjanggut lebat. dari Kepulauan Kecil Barat. Yasu adalah orang yan g penuh perhitungan yang tidak mau memberi dengan cuma-cuma: bila Yasu menolong mereka sekarang. Dan Hisao juga melihat kalau Akio sudah semakin tua. diajaknya Hisao ke tempat penempaan besi yang dibel inya. Klan Arai penuh dengan rasa percaya diri serta kebanggaan. Sejak meninggalkan rumah. dan menjauhkannya dari k ehadiran Akio yang membuatnya merasa tertekan. Yasu sangat menyukai golok. Namun menurut Hisao. seolah su dah membeku selama bertahun-tahun karena mengasingkan diri di Kitamura. membutuhkan asisten. salah satu pandai besi. Kumamoto dipenuhi pedagang bahkan beberapa orang asing. dan barang-barang yang indah tiada tara. suatu ke-hormatan diijinkan membantu. bukan hanya pekerjaannya dia memang terampil mengerjakannya tapi juga karena pekerjaan itu memberinya lebih banyak kebebasan. Mereka mengen dalikan pesisir dan jalur kapal laut. Saat mengetahui keter¬tar ikan Hisao pada segala macam peralatan. Ia sudah dewasa. pekerjaannya pada Koji dibayar dengan makanan dan te mpat tinggal. Pada tahun baru nanti usianya beranjak tujuh belas tahun. tapi juga. di belakang toko tempat dia menjual pisau dan peralatan dapur lainnya. Yasu sangat menyukai golok. Hisao menyukainya. itu karena dia melihat akan ada keuntungan di masa akan datang.

Meskipun Hisao belum pernah melihat orang barbar. dicetak. Kala itu kira¬kira pertengahan bulan kesebelas. dan memper¬lihatkan gambar-gambar yang terlihat jelas kala u itu cara-cara Halaman 169 dari 500 . tapi dia tertarik saat Jizaemo n memperlihatkan benda-benda mereka. Hal in i dipercaya banyak orang begitu adanya karena Negara Tengah ingin mengambil keuntungan bagi mereka sendiri. orang itu mengeluarkan buku. Mereka tiba pada sore hari. mempelajari semuanya dengan kilatan matanya yang cepat. Ia menangkap maksud si orang barbar secepat Koji mema haminya. mengirim kayu untuk b agian pembakaran. menggambar sketsa tempat pembakaran. ketika mereka minum sake. tempat meniup bara api.secara langsung: semua perdagangan harus melalui pusat pemerintahan Klan Otori. si orang asing menyibakkan tudungnya dan Hisao menyadari dengan terkejut dan keingin¬tahuan kalau itu orang barbar. suatu hari dia ditemani laki-laki bertubuh tinggi berpakaian mantel panjang dengan tudung yang menutupi wajahnya. sangat mematikan. cet akan dan pipa. Perhatian orang asing itu tersita oleh metode mereka. Yasu kerapkali memanggilnya ke tempat penempa¬an di sore hari untuk memberi perintah baru. Begitu tiba di jalanan. tapi dia dan Koji adalah tipe orang yang bicara dengan bahasa isyarat. yang lebih memaham i permesinan ketimbang bahasa. diatur dari Hofu satu-satunya pelabuhan tempat kapal asing diijinkan secara resmi merapat. mengumpulkan persediaan baru pisau. dan begitu pula dengan masalah pe rsenjataan yang sangat efektif. Klan Arai mulai membara di balik ketidakadilan . disadarinya kalau ia juga seperti itu. belanga. bukan ditulis. setelah itu. matahari sudah mulai tenggelam dan langit suram membawa ancaman salju yang akan turun. Orang barbar itu hampir tidak bisa berbicara dengan mereka dia hanya tahu beberapa kata. Hanya bara api yang mewarnai bumi yang berubah dari hitam menjadi abu -abu pada musim dingin. dilipat deng an cara yang aneh. begitu pula dengan berbagai penemuan. dan selagi Hisao mengikuti mereka di sekitar tempat penempaan.

Hisao tersandung anak tangga. yang terlihat olehnya hanyalah separuh dari bangunan. bisa me mpaan. hanya separuh dari pajangan pisau dan ka pak. yang berlutut di satu sisi. bisa me rasakan semangat dalam dirinya yang semakin tinggi selagi halaman buku dibolak¬bal ik. Ia membuat teh untuk ora ng-orang itu. terselip di antara senjata yang lain bak seekor a nak kuda di antara kaki induknya. pikir Hisao. Saat sampai di rumah Yasu. Laki-laki itu menjentikkan jari. Pada halaman terakhir ada beberapa senjata api: sebagian besar senjata panjang dengan ben¬luk aneh yang sudah dikenalnya. benaknya dipenuhi dengan berbagai i de tapi entah karena ide-ide itu. "Pistola!" dia membuat gerakan menyembunyikan senja ta itu di balik pakaian. "Pa! Pa!" Dia tertawa. Senjata se macam itu mahal. Tapi bisa dibuat. dan mereka semua memahami maksudnya. Bentuknya kecil. Hisao tidak tahan untuk mengulurkan dan menyentuh dengan jari telunjuknya. di bagian bawah halaman. jemarinya menggaruk -garuk belakang telinga. lalu mengeluarkannya dan mengarahkannya pada Hisao. Hisao. Wajah ibunya tampak memohon dengan penuh kelembutan dan ketakutan. Hisao merasa mual sewaktu kekuatan meminta bantuan perempuan itu menghantam diri¬nya. atau tidak terbiasa dengan sake. Hisao. "Morto!" (=mati) Hisao belum pernah melihat benda seindah itu. dahinya berkerut. dahinya berkerut. Bocah itu membereskan tempat penempaan. jemarinya menggaruk-gar uk belakang telinga.penempaan. yang berlutut di satu sisi. Koji meng¬amatinya dengan cermat. Di benaknya muncul berbagai macam kemungkinan yang bisa dilakukan. me¬madamkan api lalu menyiapkan semua peralatan untuk keesokan harinya. Yasu menyuruh Hisao pergi sewaktu dia membicarakan soal pembayaran. dan bertekad untuk mempelajari cara membua tnya. hampir berukuran sepertiga dari panjang semua se njata lainnya. mengintip di bawah cahaya r emang-remang. atau angin dingin set elah hawa panas di tempat penempaan telah membuat kepalanya pening. dan selagi berusaha menyeimbangkan tubuh. Rasa sakitnya makin tak . lalu mengisi mangkuk sake mereka kemudian pulang. Si barbar tertawa cekikikan. dilihatn ya ibunya dalam kabut hampa tempat separuh dari dunia berada. dan segera menginginkannya. tap i ada satu. Koji meng¬amatinya dengan cermat. mengintip di bawah cahaya r emang-remang.

angin sedi ngin es membuat air matanya terasa membeku di pipinya. membuat semua syarafnya bak terbakar api.. jatuh dengan tangan dan lutut menahan tubuh. suaranya di kepala Hisao menyengat bak es.tertahankan. ayahnya. Saat itu ia merasa ketakuta n kalau ibunya tahu semua vang ada di benaknya." Ibunya bicara." Suara perempuan itu tidak bisa ditolerir lagi. berseru dari dalam. kemudian disadarinya kalau ia ingin mu ntah. "Apa-apaan ini!" seru laki-laki itu. kebencian juga kasih sayangnya. "Aku takkan membiarkanmu melakukannya. "Pergi! Tinggalkan aku sendiri!" Di sela-sela erangannya. Hisao berteriak ke arah perempuan itu. dingin sekali." Mereka membopongnya ke dalam dan membersihkan muntahan dari wajah dan rambutnya. kemudian memanggil Akio. matanya berair karena rasa sakit. disadarinya ada yang mendekat. garis bayangan tubuh nya tersamar oleh kabut dan hujan salju. Perempuan itu mengikutinya keluar mengambang di atas tanah. Tidak tahan untuk mengerang. merangkak ke teras lalu membungkuk ke parit. dan mendengar suara Yasu . Halaman 170 dari 500 .. Perempuan itu berkata. "Kau tidak boleh mem¬bun uh ayahmu. "Ketua! Cepat kema ri! Putramu." Hisao tidak tahu kalau ia pernah ingin melakukannya. menggetarkan seluruh urat syaraf di sekujur tubuhnya. Sake tadi terasa masam di mulutnya. Akio. "Siapa di sana? Hisao? Tutup pintunya..

separuh bicara pada diri sendiri . Membuatnya ingin melampias¬kan nya pada orang lain. Saat ter¬b angun. mendengar dentingan mangkuk sake da n suara pelan mereka selagi minum. Teh meredakan ambang batas kesadaran¬nya." Hisao minum teh dan merasakan ke¬hangatan perlahan mulai kembali ke tubuh¬nya. Hisao menarik rasa sakit itu di sekeliling dirinya sebagai tameng untuk melawan perempuan itu. Akan kuseduh sesua tu untuk raembantunya tidur." kata Akio. Rasa sakit membuatnya liar. "Dia menggigil kedinginan. "Mestinya dia tidak mabuk." Si bodoh ini minum terlalu banyak sake." sahut Yasu. bak hewan yang disiksa." "Hisao hampir tidak minum sake. kan? Putramu dan putra Zenko semestinya saudara sepupu. dan ingatan tentang senjata api kecil yang indah tadi serta betap a ia ingin membuatnya. tapi rasa sakitnya tidak berkurang. Dan lagipula. didengarnya Akio dan Yasu tengah berbincang. selagi membantu Hisao berbaring dan menyeli¬mutinya. Mungkin dia sakit?" "Terkadang dia sakit kepala. Zenko pasti sangat ingin menyatukan keretakan antara Muto dan Kikuta. Biarkan dia tidur. Kepalanya tidak kuat untuk itu." sahut Akio. mengg igilnya berkurang. Mengerti samar-s amar kalau ia mendengar¬kan perkataan perempuan itu maka rasa sakitnya akan berkurang. begitu pula dengan suara perempuan itu. dan ia pasti tertidur sebentar."Si bodoh ini minum terlalu banyak sake. Kini perempuan itu melayang di kamar yang gelap Hisao tidak perlu lentera untuk bisa melihatnya. "Seharusnya dia tidak boleh minum. Rasa sakitnya akan hilang dalam satu atau dua hari. "Aku tidak bisa menahan perasaan kalau per¬temua n kalian akan membawa keuntungan bagi semua orang." "Itu tujuan utama kami keraari. "Zenko sudah kembali. Kepalanya tidak kuat untuk itu. kalian ada hubungan k erabat dengan ikatan pernikahan. Penyakitnya itu sudah dideritanya sejak kecil. "Bisakah kau mengatumya?" "Aku yakin bisa." kata Yasu. dibesarkan tanpa ibu!" ujar Yasu. tapi ia t ak ingin mendengarnya. Biarkan dia tidur." "Anak malang. "Seharusnya dia tidak boleh minum." "Zenko memiliki kemampuan Tribe?" . Tida k apa¬apa." kata Akio.

Itu sebabnya kau harus bicara dengan Zenko. Dia seperti ayahnya. tapi dia tak mewariska n apa pun pada putranya. Tidak seperti adiknya. bisa kupastikan itu." "Tapi tangannya terampil." aku Akio. tapi Takeo itu amat pandai sekaligus beruntung." Yasu minum lagi lalu tertawa terkekeh. "Selain itu." "Itukah yang kau harapkan? Kalau Hisao akan menjadi pembunuh agar bisa meng¬habisi Takeo?" "Hidupku tidak akan damai sampai Otori mati. seorang ksatria . Barangkali di a akan mengejutkanmu!"* Halaman 171 dari 500 . Koji cukup menyanjung anak itu dan Koji tak pernah memuj i siapa pun. Hisao menyukai senjata."Bukan seperti yang diketahui banyak orang. tapi tak berbakat. Sepu cuk senjata lebih kuat ketimbang kekuatan magis Tribe mana pun." "Tapi itu tak membuatnya sebanding dengan Otori. "Dia pernah belajar beberapa hal." "Aku memahami perasaanmu. Hal i tu membuat kalangan Kikuta kecewa. Ibunya dulu sangatlah berkemampuan tinggi." "Putraku hanya memiliki sedikit kemampuan. Sepasukan ksatria mungkin bisa berhasil menggantikan kegagalan para pembunuh Tribe.

jika semuanya berjalan sesuai tencana."Kau bilang dia mengancam anak-anak kita secara terang-terangan?" Lady Arai mena rik baju luarnya yang terbuat dari bulu. Angin berhenti b erhembus dan serpihan salju mulai berjatuhan perl¬ahan dan mantap. "Kukira dia sudah tak bi sa hamil lagi." sahut Zenko. "Jangan khawatir. "Dia hanya menggertak. karena mereka telah menerima pesan dari sang bangsawan saat hendak meningg alkan Hofu." ujar Hana. Kini jaring¬nya ditarik lebih kencang. seraya menatap ke laut di kejauhan dan memikirkan anak-anaknya. lubang jaringnya tipis. "Bagaimana kalau nan ti anaknya lakilaki?" "Tak ada perbedaan besar. Zenko." ujar Zenko." komentar Zenko. "Menyenangkan melihat Takeo terbuai pujian. " Begitu pula halnya dengan perjodohan antara Sunaomi dan putri mereka. Zenko berkata. deng an keberuntungan Takeo akan terjebak di Yamagaia dan takkan bisa kembali ke Hagi sebelum musim semi." "Sunaomi tak boleh menikah dengan si kembar!" ujar Hana." "Aku terkejut dengan kabar tentang kakakku. "Tapi kita akan pura¬pura menerima itu. dan ingin merasakan di kulitnya." Dibelainya permukaan bulu. . Angin bercampur hujan es yang berhembus dari laut sepanj ang minggu sejak kembalinya mereka dari Maruyama akhirnya berubah menjadi salju." sahut suaminya. "Mari berharap dia menyiapkan penyambutan yang hangat bagi Lord Otori tahun depan." Mereka tersenyum dengan tatapan penuh kelicikan. Dia belum bertemu dengan mereka lagi sejak mereka pergi saat musim panas. lalu tawanya m eledak. "Dan di pegunungan. "Kono memang pendusta y ang lihai dan patut dipercaya!" "Seperti yang dikatakannya sebelum pergi. Dia terlalu lemah untuk melakukan hal itu. dengan niat buruk me¬warnai nada suaranya." "Setidaknya kita tahu Lord Kono sudah aman dalam perjalanannya kembali ke Miyako ." gumam Hana. Pada akhirnya Takeo akan t erjerat di dalamnya." "Di Hagi pasti sudah turun salju. "Jaring Surga amat¬lah luas. Salju turun lebih awal tahun ini." ujar Hana. Takeo tak¬kan men yakiti mereka." komentar Hana.

pergi menunggang kuda pada satu pagi di musim semi dan t ak pernah kembali."Satu-satunya hal baik yang pernah Takeo lakukan yaitu menikahkanku denganmu. Begitu pula dengan Kaede. Sedangkan bagi Takeo merupakan ke¬salahan fatal. tanpa diriku Zenko akan jadi tak lebih dari bangsawan kecil. sama halnya deng an kakaknya karena menelantarkan diri¬nya ketika mereka masih kecil. tid ak menjadi ancaman bagi¬nya. bergan tung padanya ketika kesedihan akibat kematian orangtua mereka nyaris membuat dirinya tidak wa ras dan Kaede justru meninggalkannya. "Kau masih bisa punya anak lagi!" seru Zenko." u jar Zenko. ditahan di Inuyama sebagai s andera. Hana memuja Kaede. betapa berbedanya keadaan jadinya? Aku bisa memberinya anak laki-laki. Hana dan kakaknya. dan akan dibunuh di sana andai Sonoda Mitsuru tak menyelamatkan mereka. Dia harus membayarnya. Setelah itu. Hana tidak pernah memaafkan Takeo karena telah menolak dirinya." Halaman 172 dari 500 . "Ayo kita buat anak laki-laki lagi sepasukan anak laki-laki. pikir Hana. Ai. Andai dia menyerah pa daku dan mengambilku sebagai istri keduanya.

Yuki. dan pastikan kelak kami tidak diganggu. atau." "Aku tak pernah suka pada Taku.Mereka hanya berdua di ruangan itu. dan Hana mengira suaminya akan mulai berg erak tapi kemudian." sahut Zenko dengan tenang." kata Hana tiba-tiba. "Dia menipumu setiap hari tapi kau tidak memerhatikannya. "Dia adikku. Tatapan tidak senang terpancar sekilas di wajah Zenko yang lebar. kau sendiri sering bilang begitu. "Lord Arai. Kuroda Yasu datang bersama seorang laki-laki . Pastinya b anyak pihak yang tak ingin menentang mereka?" "Kurasakita akan mendapatkan dukungan. dia ketua Kikut a sejak kematian Kotaro. "Sebaiknya kuceritakan sedikit tentang dia." hard ik istrinya. tapi biar kan mereka tunggu sebentar sebelum kau mem¬bawanya masuk." ujar Zenko. Dan jika teman Kuroda adalah orang yang sudah kuperkirakan. setelah istrinya mati." Hana menaikkan alisnya. Taku kelak harus mematuhiku." Zenko berhenti sejenak lalu menatap Hana." "Aku tak sabar ingin bertemu dengannya. "Seharusnya kesetiaannya yang pertama mestinya kepadamu. "Kita akan bereskan masalah penerus Muto.. dan bisa dipastikan kalau dia mengacaukan surat-surat kita." "Atau apa?" "Hukuman dalam Tribe atas ketidak¬patuhan adalah kematian." "Mereka datang dalam cuaca seburuk ini. Menikah dengan putri Kenji. Pintunya bergeser terbuka dan seorang pelayan laki-laki bicara pelan. "Taku sedang di Hofu tidak ada yang memata-matai kita sekarang. dan Hana mengira suaminya akan mulai bergera k tapreka hanya berdua di ruangan itu. bukan pada Takeo. mata dengan kelopak tebalnya be rbinar." "Taku amat populer." Zenko memperingatkan istrinya." "Itu semua akan segera berubah. sedikit ba nyak akan cukup menambah kekuatan.. Aku tak bisa mengubah p eraturan itu bahkan untuk saudara kandungku sendiri. Dia memata-mataimu pal ing sering tahun ini. . "Sajikan minuman." "Kuroda datang secara terang-terangan?" tanya Hana.. dia bersembunyi dengan anak laki-laki Yuki. Namanya Kikuta Akio. saat itu terdengar ketukan ringan di pintu. Dan ibumu juga.

" suaminya menyarankan. lalu tertawa lagi. Anak itu -me reka memanggilnya Hisao ternyata anak laki-laki Takeo. Dan kenapa Kenji berpindah memihak Otori. Tapi mengapa Takeo tak pernah mencari anak itu?" Halaman 173 dari 500 . "Aku mendengar semua desas-desus di keluarga Muto sewaktu aku masih kecil. "Bukan anaknya Takeo. tentu. benak¬nya sudah mencari-cari cara untuk me¬manfaatkan b erita ini. atau setidaknya dengan melindunginya."Bukan anaknya Akio?" tanya Hana. kan?" Zenko mengangguk. "Oh. bersama empat dari lima keluarga? Kenji pe rcaya kelak Takeo akan mengakui anak itu. "Mungkin kau bisa beritahukan pada saat yang tepat." Hana merasakan ada getar kesenangan memikirkan hal itu." "Kakakku pasti tak tahu. aku yakin itu. Dia terkejut sekaligus bersemangar dengan tersingkapnya kenyataan ini. Kenap a Yuki dipaksa minum racun? Alasan Kikuta membunuhnya adalah pasti karena mereka tak memercayai nya. "Sudah berapa lama kau tahu ini?" tanya Hana." Hana sepakat.

"Mereka sudah datang. Ia pun memiliki beberapa cermin yang terbuat dari kaca keras. dan istri mereka m emaafkannya. ada ramalan yang mengatakan seperti itu. raha . dengan restu dari sang Kaisar. dan Takeo memer¬cayainya. dan ketakutan kalau putrany a yang bisa membunuhnya. dan melalui dirinya kita mengenda¬likan Tribe. gadi ng dan emas. "Dan kau akan mewarisi semua yang telah diperjuangkan ayahmu. Kaede sudah bertahun-tahun menginginkan anak laki-laki: maka dia takka n memaafkan Takeo karena anak yang disembunyikan ini. "Saat kakakku tahu ini. Dia mengenal Kuroda Yasu yang mengambil keuntungan dari barang-barang mewah yang diimpornya dari Tenjiku. Pemerintahan mereka diseimbang¬kan dengan bersatunya mereka berdua: dengan menyatukan laki-laki dan perempuan." Kurasa ada alasannya: dia tidak ingin istrinya tahu. dan tahu kalau aku akan menjadi yang utama bagimu. mer eka pasti akan berpisah. Suaminya meminta dibawakan sake lagi. Takeo juga pasti begitu: dia tak pemah mengambil perempuan lain itu sebabn ya dia tak punya anak laki-laki. Bila kau punya perempuan simpanan. berkilau yang menu njukkan bayangan orang yang nyata." ujar Zenko. dan Takeo memer¬cayainya." Hana menambahkan." "Dan Tribe takkan terpecah belah lagi." Hana bisa merasakan nadinya berdenyut lebih kencang. Sebagaimana Tabib Ishida yang dengan baik hati meng¬ungkapkan pada ka mi. Ia senang karena benda ini disimpan di Kumamoto. Sebagaimana Tabib Ishida yang dengan baik hati meng¬ungkapkan pada ka mi."Kurasa ada alasannya: dia tidak ingin istrinya tahu." "Tapi kebanyakan istri bersikap seperti diriku. Aku memahami kebutuhan dan hasra t laki-laki. Lebih dari itu." "Banyak laki-laki memiliki perempuan simpanan dan anak haram. Berpisahnya kesatuan itu akan membuat Tiga N egara hancur berantakan. dan ketakutan kalau putran ya yang bisa membunuhnya." sahut Hana. hal itu tidak menggangguku. dan saat sudah datang. ada ramalan yang mengatakan seperti itu." Hana mendengar langkah kaki di luar. Hana tak pern ah memper¬lihatkannya di Hofu. Hana menyuruh pelay an pergi karena dia yang akan melayani tamunya. "Realistis dan prak tis." katanya. keduanya dipengaruhi oleh Terayama dan apa yang mereka sebut Ajaran Houou. Kini ia pun mem¬punyai rahasia hebat dan besar ini. Kakakku adalah orang yang idealis: dia percaya pada cinta. serta dukungan dari jenderalnya. "Kita akan mengakui anak ini sebagai pewaris dari keluarga Kikuta dan Muto.

juga kematian Kotaro. Laki¬laki itu melihat sekilas ke arahnya. tapi segera ia tahu kalau l aki-laki itu bukanlah orang yang rendah hati. "Kematian Otori. kemu dian duduk dengan menunduk." "Kurasa kita memiliki tujuan yang sama. Memancarkan semacam ke¬kuatan. Hana mengamati laki-laki itu. ber¬usaha ag ar terlihat menghormati Akio sebagai pimpinan Kikuta tanpa mengurangi status nya sendiri sebagai lord tinggi Arai. serta dewa-dewa karena dia masi h hidup. dan juga atas pembunuhan Kotaro. Zenko memberi salam pada kedua tamu¬nya dengan sikap yang sangat sopan. nenek moyang dan tradisi. tapi dia bisa men jadi sekutu yang kejam juga tanpa belas kasihan. "Tribe sudah terpecah belah begitu lama. Dari luar orang itu kelihatan rendah hari. yang mambangkitkan secercah ke¬tertarika n dalam dirinya.sia yang mengungkap siapa Takeo sebenamya. "Aku tak pernah menyembunyikan apa yang paling kuinginkan. Akio. Hal ini mem¬buat marah keluarga." ujar Zenko. Hana tidak suka kalau laki-laki itu menjadi musuhnya. Dia telah divonis mati oleh Kikuta karena melanggar aturan Tribe. dia kelihatan sangat kuat." Halaman 174 dari 500 . atau pun bentuk bujukan lainnya. walau usianya tidak muda lagi ." sahut Akio. Hana merasa kalau laki-laki itu akan tetap diam ketimbang menggunakan sanjungan. Tubuhnya tinggi dan tegap." ujar Akio. "Aku sangat menyesalkan per¬pe cahan ini. Kini Muto Kenji sudah tiada. maka sudah waktu¬nya luka-luka lama ini disembuhkan. dan tidak mudah terpengaruh dengan sanjungan. den gan aksen Timur." tuturnya. "Kita bisa bicara dengan bebas di sini. Cara bicaranya singkat.

Hanya beberapa orang yang mengetahuinya." ." komentar Yasu. "Meski ada hal-hal tertentu yang ter¬dengar. Hana merasakan lagi secercah semangat. "Tapi yang pasti dia hanya manu sia biasa. "Dia adalah tabib pribad i Takeo. Dia tahu ini dari Muto Kenji. kemungkin an juga ibuku." Akio mengangkat kepala lalu menatap langsung pada Hana." ujar Hana." kata Zenko perlahan." Akio duduk dengan wajah tanpa eksp resi. suaranya ter¬dengar semakin rendah dan keras. walaupun ibuku tidak pernah mengatakannya padaku. "Aku masih tak mengerti ba gaimana dia bisa lolos.." "Tabib Ishida yang mengatakannya pada kami. Akio berkata pada Zenko. "Siapa lagi yang tahu tentang ramalan ini?" "Terlepas dari semua orang yang ada di ruangan ini dan Ishida: adikku. seraya bertukar pandangan dengan Hana.." lanjut Zenko." Akio membungkuk. "Ada s emacam ramalan yang bisa dibuktikan." "Seperti halnya Lima Pertempuran?" tanya Yasu." tutur Zenko. "Ya. "Takeo percaya kalau hanya putranya yang bisa membunuhnya. dan ramalan itu digunakan untuk membenarkan pembunuhan atas ayahku dan kebe rhasilannya meraih kekuasaan. "Aku tahu sesuatu yang kau belum tahu. Dia memiliki banyak keahlian seharusnya aku tahu." "Baiklah. aku yang melatihnya di Matsue dia lolos dari semua usaha pembunuhan. tatapan matanya semakin tajam. Lord Takeo tidak memiliki anak laki-laki" ujar Yasu seraya menatap mereka semua secara bergantian . dan pernah mengobari banyak lukanya. "Tapi yang pasti dia h anya manusia biasa." komentar Yasu." "Aku pernah hampir menggorok leher nya."Kabamya dia tidak bisa dibunuh." "Kendati demikian. "Kau tahu t entang putraku?" Zenko agak menggerakkan kepala meng¬iyakan.Kabamya dia tidak bisa dibunuh. "Kata-kata yang masih tetap di¬rahasiakan.

" Lalu Akio menenggak minumannya." Sekonyong-konyong keempat orang itu tertawa gaduh. "Mungkin juga."Bagaimana dengan yang ada di Terayama? Kubo Makoto mungkin juga tahu: Takeo men ceritakan segalanya kepada¬nya.. Yasu meneguk cepat sake lalu berkata pada Akio." gumam Hana. "Anak itu tidak mengetahuinya." ujar Zenko. Intinya hanya sedikit orang. Dan yang paling penting adalah Takeo percaya itu. Hisao adalah putra Takeo. "Bukankah sudah kukataka n kalau anak itu bisa saja mengejutkan dirimu? Itu lelucon terbaik yang pernah ada selama bertahu n-tahun.* Halaman 175 dari 500 . Tapi kini aku tahu akan mudah baginya untuk membunuh ayah kandungnya. tampak seperti tersenyum. "Jadi semua desas-desus itu bena r?" "Ya." Yasu menepuk alas lantai dengan telapak tangan terbuka.. Dia juga tidak memiliki keahlian Tribe .

dan lebih mudah dibuat hangat selama hari-hari yang panjang dan dingin. Kaede senang memikir¬kan kalau ketiga putrinya si buk dengan pelatihan serius semacam itu. kedua bocah. Kuda itu sepertinya menci um sesuatu dari tubuhnya yang hamil dan senang berjalan perlahan di samping Kaede. Sada. Mereka semua pindah dari kastil ke rumah lama Lord Shigeru di tepi sungai: rumah itu menghadap ke selatan. menangkap semua sinar ma tahari musim dingin. Sunaomi dan Chikara juga menikmati kepindahan itu. dan Shizuka serta Ishida tinggal ber¬samanya. pewaris sah Klan Otori. Lebih mudah. Kaed e mencurahkan kasih sayangnya pada keponakannya. pikirnya sedih. Ishida turut menemani karena rasa sayangnya pada kirin kian ber tambah. tetap ceria dan gamblang seperti dulu. dan juga hewan peliharaan putrinya. saat kelahiran mereka yang tak wajar dan bakat aneh bisa tak d iacuhkan. semakin bungkuk. dan sering mendoakan agar mereka mengembangkan dan mengendalikan berbagai bakat yang mereka miliki. kepada Taku. Kaede merengkuh perutnya yan g membuncit dan memikirkan janin yang tumbuh di dalamnya. sesekali mengusap¬usap dengan hidungnya." ujar Chiyo dengan berlinang air mata selagi mendengarkan teriakan anak -anak dari taman atau langkah kaki mereka di atas nightingale floor. dan apa yang dilupakan¬nya diisi oleh Haruka . Chiyo masih tinggal di sana. sedan gkan Miki pergi ke desa Tribe di Kagemura. lalu Kaede menuntunnya berjalan mengelilingi padang rumput. ke Maruyama. Maya dikirim bersama gadis Muto. Dengan ketidakhadiran ketiga putri¬nya. me nyayangi si kembar dari jauh. "Seakan Shigeru da n Takeshi hidup kembali. Kelak putranya akan menjadi pewaris Sh igeru. Kaede tidak kesepian karena selalu ada yang menemani: Shizuka. Takeo dan Shigeko sud ah pergi ke Yamagata. "Apa aku ini indukmu?" Kaede memarahi¬nya dengan lembut. dengan cuping hidung merekah. kera dan anjing. jauh dari formalitas kehidupan di kastil. Beberapa kali dalam seminggu Kaede mengajak kedua anak itu ke biara. Kaede mengundur¬kan diri dari publik. dan agar dewa-dewi me¬lindungi mereka dari bahaya. sambil berdoa semoga anak lakilakinya . Mori Hiroshi memberi pelana dan tali kekang pada Tenba dan mengang¬kat Sunaomi ke pelan a. usianya sudah di ambang senja tapi masih mampu menyedu h teh obat serta menceritakan tentang masa lalu.Kaede telah memutuskan untuk tinggal di Hagi selama musim dingin sampai anaknya lahir. Ia telah be rjanji pada Shigeko untuk mengawasi Tenba dan kirin. Mereka ber¬main di tepi sungai.

Te nba segera dikirim ber-sama pemuda pengurus kuda dengan naik kapal ke Maruyama. Kaede mengingat kudanya. mendesak mereka belajar dengan ra jin dan mematuhi guru. dan adanya surat justru malah membahaya¬kan dirinya. Kaede sering menulis. menceritakan pada Hana tentang kesehatan ser ta kemajuan kedua putranya dan mengundang mereka datang pada musim semi. karena ia sangat senang menulis membalas surat yang dituju kan untuk suaminya. Kaede dan I shida men¬cemaskan kalau kirin akan panik saat temannya pergi nanti. kepada adik-adiknya.akan sepemberani dan setampan kuda itu. Halaman 176 dari 500 . Raku. Tapi Kaede tidak menyurati Maya karena Maya tinggal di tempat rahasia di Maruyam a. Kirin memang tampak kurang bersemangat. tapi ini justru ma kin meningkatkan rasa sayangnya pada teman manusianya. seraya meminta ibunya agar tetap merahasiakannya. Kemudian Shigeko mengirim surat agar kuda itu dikirim padanya karena telah memut uskan untuk dihadiahkan kepada ayahnya. menulis surat pada Shigeko dan Miki. dan Amano Tenzo: kedua¬nya sudah lama tiada. namun roh mereka akan tetap hidup selama ada ku da-kuda Otori.

" "Ishida bisa menawarkan diri untuk men¬jadi jurutulis mereka." "Kendati demikian. Tapi kian hari kian sulit untuk tahu apa yan g mesti kulakukan. Fumio kembali. "Dia mirip Lady Kaede. Mereka minta penjelasan mengapa tidak boleh ke Yamagata s endiri." saran Kaede." "Aku setuju dan aku tak tahu kesepakatan apa yang mereka buat dengan Zenko. Dia me mbiarkan mereka pergi dari Hofu. bekas rumah Akane." ujar Sunaomi." sahut Kaede. dan mengagumi bentuk ramping dan an ggun dari patung kayu yang dikelilingi rumah yang baru dibangun. "Makin sedikit yang mereka tahu tentang kita. tapi aku tidak tahu apa tujuannya. "Bukannya aku tidak suka pada mereka. dan berdoa agar arwah sang dewi muncul menyembuhkan segalanya. Aku sudah katakan kalau aku tidak bisa memu tuskan sampai Lord Otori kembali ke Hagi. dan kurang senang saat tahu Lord Otori tidak di Hagi lagi . dan mengagumi bentuk ramping dan a nggun dari patung kayu yang dikelilingi rumah yang baru dibangun. Sunaomi berhasil meraih kembali kepercayaan dirinya. mereka mulai tidak sabar." "Suamiku tak ingin mereka bepergian ke seluruh penjuru negeri. "Mungkin Zenko hanya ingin menying¬kirkan mereka. "Itu b isa membantumu agar tidak kesulitan menga¬caukan surat-surat mereka." lanjut Kaede. banyak juga manfaat yang bisa kita ambil dari mereka ilmu penge . tapi Kaede masih melihat sisa-sisa rasa malu dan luka yang membekas. Satu dar i masalah yang meng-ganggu dan alot adalah apa yang harus dilakukan dengan kedatangan orang-ora ng asing yang mengganggu dari Hofu. Kuharap mereka mengir im surat yang dapat mengungkap sesuatu. makin baik. Fumio beserta ayahnya bertindak sebagai wakilnya. Selama ketidak¬hadiran Ta keo dan penarikan diri Kaede. tapi jurubahasa mereka tak bisa menulis sesuatu yang b isa dibaca oleh Zenko.Kaede pergi ke biara lain. aede pergi ke biara lain." kata Fumio pada Kaede suatu sore pada per tengahan bulan kesepuluh. Mereka sangat gelisah. menikm ati kehadiran mereka serta menurutku mereka itu menarik. "Sepertinya semua orang menganggap mereka sebagai beban. karena Kaede selalu memaksanya turut ke te mpat dia pernah dipermalukan dan ketakutan. Tak lama setelah Takeo pergi ke Yamagata. bekas rumah Akane. "Seperti yang kau tahu." Mereka saling bertukar senyum. Mereka ingin bertemu dengannya. aku sudah terbiasa dengan orang asing.

tentang orang-orang asing dan kebiasaan mereka." "Demi tujuan itu aku harus segera belajar bahasa mereka. dan adik perempuan suaminya. perempuan dari rumah pelacuran. "Kau harus bawa orang-orang asing itu dan juru¬bahasanya ke sini. Ia mengakui kalau dirinya juga ingin tahu: terutama. pengikut kepercayaan Hidden. bukan sebaliknya. dan menemukan cara lain.tahuan dan kekayaan. memperingatkan dirinya akan hal itu. Hal pertama yang terlintas di benaknya. dit ambah dengan kehamilannya. Semua nalurinya. katanya pada diri sendiri. dan Kaede me¬nemukan dirinya menanti dengan perasaan ta kut: bukan karena orang-orang asing itu." ujar Kaede." Pertemuan itu lalu diatur." "Kegiatan itu tentu bisa memberi mereka kesibukan sepanjang musim dingin." ujar Fumio setuju. tapi ia lebih ingin melihat seperti apa adik perempu an Takeo. Kaede tak ingin ber¬hubungan dengan bagian hidup Takeo yang sa tu ini. selama mereka bisa dikendalikan. Tapi ia telah berjanji pada T akeo untuk mempelajari bahasa orang asing. masuk ke dalam ruangan. Ia tidak tahu apa yang harus dikatakan pada orang seperti itu. tapi karena ia tidak tahu bagaimana bersikap pada jurubahasa mereka: anak dari keluarga petani. Ia yakin tak seorang pun akan men¬curigai hubungan tersebul. Kaede Halaman 177 dari 500 . diikuti oleh perempuan bertubuh kecil. sewaktu Fumio menunjukkan jalan pada dua laki-laki berbadan besar. y aitu perempuan itu tidak mirip suamiku. "Aku akan berikan kesan betapa besar kehormatan bagi mereka bisa diundang bertemu Lad y Otori.

Mereka harus melepas alas kaki di luar. katun maupun rami. Mereka pura -pura bertutur kata serta bersikap sopan. Kaede berhasil mengendalikan dirinya lagi. Hamp aran daun-daun yang berwarna merah tui berserakan di tanah. enyam¬but dengan bahasa resmi pada para laki-laki. sadar akan bau mereka yang terasa asing dengan rasa jijik.menyam¬but dengan bahasa resmi pada para laki-laki. Kaede mengamati secara sembunyi¬sembunyi pada kedua laki-laki tersebut. Isi gulungan itu adalah puisl kesukaannya tentang belukar semanggi di musim gugur. dan meng¬gunakan semuanya. Perempuan itu. sebuah gulungan kaligrafi hasil karyanya sendiri digantung di ruang kecil yang terpisah. menghadap ke beranda. dan Kaede memerhatikan sarung ketat yang melekat di kulit yang menutupi kaki mereka. Orang asing itu duduk dengan canggung. dengan tambalan berwarna di¬jahitkan ke dalamnya: kelihatannya bukan dari sutra. Perempuan ini memang adik suaminya. Dia menerjemahkan begitu pelan dan tidak jelas hingga kedua pihak tidak tahu apa yang diucapkannya. justru lebih ter¬cengang. kontras dengan bebatuan keabu-abuan sert a warna lentera. Perempu an itu merangkak ke samping Kaede. Bahannya ber¬warna hitam. kedua orang asing itu sering tersenyum agak menyeramkan dan Kaede bicara selembut dan membungkuk seanggun mungkin. dan tetap menunduk. Pakaian luar mereka aneh. Kenyataan itu membuat Jimtungny a ber¬debar kencang. Dengan senang hari. dan maaf berulang kali dalam bahasa mereka. ber¬nama Don . Status salah satu dari kedua orang itu. Mereka membungkuk hormat sambil berdiri. Sesaat Kaede mengira kalau ia harus bereaksi tak tahu apakah harus menangis atau tak sadarkan diri tapi untungnya Shizuka datang de ngan membawa mangkuk teh dan kue kedelai manis. Kiasan pemandangan yang indah itu amat memesona o rang-orang asing beserta jurubahasanya. menerima hadiah. membingungkan: ksatria . berbentuk gembung. membuat pinggul dan bahu mereka kelihatan membesar.loao. Fumio sudah mengenai beberapa kata bahasa orang asing itu. kepalanya menyentuh tikar. Di sebelah kanan Kaede. Ia juga menyadari kalau pe¬rempuan di samping nya itu memiliki tekstur rambut dan warna kulit yang mirip Takeo. Madaren. Mereka membungkuk hormat sambi l berdiri. sebelum Fumio memberitahu kalau mereka seharusnya duduk. sementara semua orang mengataka n Terima kasih. sebelum Fumio memberitahu kalau mereka seharusnya duduk. Kaede duduk dengan punggung bersandar ke dinding panjang ruangan itu. Pepohonan yang tersentuh oleh kepingan salju pertama terlihat begitu indah. yang merupakan asal nama kota Hagi.

" "Keramahan Lady Otori terlalu agung bagi orang seperti diriku. Kita akan belajar setiap h ari. Suamiku sudah mencerita¬kan siapa dirimu. Sebaiknya tidak ada orang lain yang tahu tentang ini. tentunya. Kaede menyadari musim dingin mungkin berlalu tanpa ia bisa bela jar apa-apa." Kaede menyuruh semua orang pergi. Demi suamiku aku akan menghormati dan melindungimu. Para laki-laki kelihatannya cukup senang bisa keluar." Halaman 178 dari 500 . Shizuka menatap penuh tanya sewaktu mengundurk an diri. "Aku ada satu permintaan padamu dan kedua laki-laki terhormat yang kau layani." katanya pada Fumio." Madaren mulai bi cara. Kau telah mempelajari bahasa mereka. Kelak saat aku telah lancar bicara bahasa itu. Kaede mendekati Madaren. karena aku juga harus belajar tulisa n mereka. Kuharap kau men gerti maksudku. Se-dangkan yang satu lagi adalah pendeta. "Jangan takut. Dia bicara sangat be rbelii-belit dan penuh hormat. Makin cepat aku belajar. aku akan mempertimbangkan semua permintaan merek a. Salah satu dari mereka harus ikut denganmu.sekaligus pedagang. mungkin mereka bicara soal taman. tapi Kaede menghentikannya. "Perempuan ini tetap di sini bersamaku. Butuh waktu lama untuk berca kap-cakap karena Madaren begitu khawatir akan menyinggung Lady Otori. "Ajak keluar dan perlihatkan taman pada mereka. Aku ingin kau mengajariku. makin besar kemungkinan semua hal itu dilaksanakan. Setelah beberapa percakapan yang panjang soal tempat tinggal dan k e¬butuhan orang-orang itu. dan selagi mereka bicara d engan keras tapi bernada ramah.

" "Anda baik sekali. Bahasanya sulit: segala sesuatu yang berkaitan dengan bahasa itu sepertinya terb olak-balik. Jangan terlalu bersikap formal." Madaren menyembah lagi." Madaren menyembah lagi. Oran g itu benar-benar pandai. "Madaren. serta mata hijau biru pucat bak air laut. Don Carlo juga sama ingin tahunya. menggunakan kuas yang paling ti pis. Suatu hari ketika Kaede merasa putus asa. "Ka u akan menjadi guruku. Rambut dan janggut kemerahan. Dia biasanya datang dengan dibu ntuti anak-anak dan orang-orang dewasa yang tidak punya hal lebih baik yang bisa dikerjakan." kata Kaede. tapi aku akan lakukan semampu ku untuk memenuhi keinginan Lady Otori. *** Madaren datang setiap hari. "Kita akan mulai belajar besok. yang di dalamnya dibuat daftar kata dan sketsa bunga. Kaede melihat sebagian besar kegiatan ini karena Don Carlo mengajak mereka berdu a sebagai sarana belajar bahasa. dan Kaede malu sekaligus kagum karena saat pertama kali bertemu ia berpi kir kalau orang ini hampir bukan manusia. pohon. Belajar setiap hari menjadi bagian dari rutinita s kediaman itu. Si pendeta Don Carlo datang dua kali seminggu untuk mengaj ari kedua perempuan itu menulis apa yang disebutnya abjad. perempuan dari . Dia ter¬senyum tipis saat duduk tegak. dan sering mengajak Madaren pergi ke saw ah untuk bertanya pada para petani tentang hasil panen dan musim. dan sukar untuk mengingat bentuk maskulin dan feminin dan cara kata kerjanya berubah ." ujar Madaren." kata Kaede. tapi aku akan lakukan semam puku untuk memenuhi keinginan Lady Otori." Ini menyakitkan hatinya: Madaren. "Aku takkan menguasai bahasa ini. sesekali dia mendekati anak-anak lalu memeriksa pakaian dan alas kaki mereka. menyeberangi sungai dengan perahu dan berjalan melew ati jalan-jalan sempit ke rumah di tepi sungai. bangunan dan alat p ertanian. dan kerapkali membuat sketsa untuk menjelaskan sebuah kata. ia berkata pada Madaren. ku hanyalah orang rendahan dari Was yang terendah. dan ia menyatu dengan iramanya. Dia juga mengamati setiap tanaman di taman. Aku tak tahu bagaimana kau mempelajarinya."Aku hanyalah orang rendahan dari Was yang terendah. mengucapkan nama aneh itu untuk yang pertama kalinya. Dia menyimpan banyak bu ku catatan. laki-lak i itu menjadi sasaran keingintahuan dan keheranan.

t erutama saat ada Shizuka." "Tidakkah Don Joao memercayai hal yang sama?" tanya Shizuka. "Itu akan membuatnya sangat malu. Dia menghabiskan banyak waktu untuk berdoa. Di matanya." goda Shizuka." seloroh Kaede. Percakapan mereka menjadi lebih santai. "Barangkali saat aku sudah lebih me¬mahami bahasa mereka. mengejutkan bagi¬nya. "Mungkin aku bisa meniru c aramu. "Aku belajar dalam keadaan terpaksa. "Bahkan dia sama sekali tidak menyetujuinya. Halaman 179 dari 500 . Don Carlo akan menjelask annya." Kaede tertawa." sahut Madaren. bercinta adalah yang di sebutnya dosa dan cinta antar laki-laki khususnya." "Don Carlo masih belum punya pasangan. bisa begitu fasih menguasai bahasa itu. dan acapkali memba ca dengan suara keras kitab sucinya demi meraih kesucian dan pengendalian nafsu dalam diri nya. "Jangan pernah bicarakan hal semacam itu dengannya. "Aku membuat Don Joao mengajariku di tempat tidur." "Tampaknya Don Carlo tidak punya hasrat terhadap perempuan ataupun laki¬laki." Itu merupakan pemikiran yang baik Shizuka maupun Kaede tidak terlalu me¬mahaminya. sifat aslinya mulai muncul." kata Madaren. bukan pilihan.kalangan rendah dan tidak ber-pendidikan." kata Madaren dengan nada me mohon. Begitu sudah bisa mengatasi rasa malu. "Kurasa suamiku tak memikirkan itu." "Pastinya begitu.

kemudian membenci dirinya karena hal itu. tapi tak ingin be rtanya secara langsung. "Apakah Lady Otori mendapat kabar buruk dari Yamagata?" tanya Madaren se¬waktu Kae . Takeo menulis panjang lebar atau tepatnya mendiktekan. tapi hasratnya lebih kuat. Kaede mengamati lekat-lekat ketika kedua orang asing hadir. kemudian membenci dirinya karena hal itu. Kaede menemukan dirinya ingin tahu tentang masa lalu Madaren. bahkan eksploitasi. Terbungkus karpet bul u. dari kedua belah pihak. Ia hanya berdua dengan Madaren. Kini ia merasa khawatir kalau keberangkatan suaminya akan tertunda hingga salju mencair. Kaede berpikir kalau hubungan itu aneh dan terbolak-balik. Di a memuaskan dirinya sendiri. Kaede meminta maaf karena menghentikan pelajaran kemudian segera pergi ke ruang belajarnya sendiri ruangan tempat Ichiro membaca dan menulis dan membaca surat-surat itu di sana. Musim dingin tiba. Dia memuaskan dirinya sendiri. Ketika kembali pada Madaren. dan ia sangat takut akan kehilangan bayinya ini." Kaede penasaran apakah perilaku aneh ini menular pada Madaren. Kaede ta k berani lagi berlatih pedang bersama Shizuka: kenangan buruk tentang keguguran bayinya selalu melekat di benaknya. Tepat sebelum rembulan di bulan kesebelas muncul. Seringkali sa at mereka hanya berdua. meski mereka mem¬butuhkan keahlian dan bergantung kepadanya. Kaede sangat kecewa: ia berharap Takeo akan kembali sebelum salju menutup jalur pegunungan. Shizuka mengajak kedua cucunya pergi melihat kirin. perhatiannya teralihkan. ia berada di ambang keraguan untuk bertanya pada Madaren bagaimana Takeo ketika masih kecil. Takeo merasa berkewajiban un tuk melewatkan Tahun Baru di sana. karena dia kenal tuli san tangan Minoru tentang semua keputusan yang telah diambil. Masih banyak persiapan yang har us dibicarakan dengan Kahei dan Gemba tentang kunjungan ke ibukota: Takeo masih men unggu kabar dari Sonoda tentang peneri¬maan utusan pembawa pesan. Kaede tak bisa melakukan banyak hal selain belajar dan bicara dengan Madaren. dengan man i¬pulasi. Bulan kesebelas mem¬bawa hawa dingin yang menggigit. tapi hasratnya lebih kuat. meskipun s udah memakai baju berlapis-lapis dan ada tungku batu bara agar tetap hangat. betapa aneh perjalanan hidup yang telah membawa dia ke tempat ini. surat berdatangan dari Yamagat a. Namun pertanyaan ber¬sifat pribadi semacam itu bisa dianggap terlalu mengan cam."Sebagian dari dirinya percaya pada hal yang sama. dan berpik ir kalau mereka berdua memang membenci Madaren." Sebagian dari dirinya percaya pada hal yang sama.

melainkan pa da suaminya yang tumbuh dewasa di lingkungan mereka." "Tomasu? Kedengarannya aneh sekali. "Kau memanggilnya dengan nama apa. tuanku. Saat itu ketertarikan Kaede bukanlah pada kepercayaan orang Hidden. "Beliau mencintai kita semua. Apa artinya?" "Itu nama salah satu guru besar di kalangan Hidden." "Dari dulu dia memang berbeda. seraya meng¬ingat-i ngat percakapan mereka sebelumnya. kata¬nya. terima kasih Surga. mencintai putra Tuhan saat beliau berjal an di bumi." sahut Madaren serius." "Dan Madaren?" "Madaren adalah perempuan yang." Kaede berhenti sejenak lalu b erkata. itu saja." tutur Madaren perlahan. Waktu itu kau pasti masih kecil. Wajahnya tidak mirip dengan kami se Halaman 180 dari 500 ." "Apakah putra Tuhan itu mencintai perempuan itu?" tanya Kaede." "Lord Otori baik-baik saja?" "Kesehatannya baik-baik saja. Semula aku berharap suamiku akan kembali lebih awal. "Itu yang paling kuingat . "Tidak juga. saat kalian masih kecil?" "Tomasu.de membuat kesalahan pelajaran dasar untuk yang ketiga kalinya. "Kurasa kau tak ingat banyak tentang suamiku.

keluarga. Aku selalu mengusik¬nya. A ku selalu memimpikannya. Ayahku sering mar ah padanya." Madaren terdiam. Aku selalu mengusik¬nya. Dia tak menginginkan tubuhmu." "Kita tidak pernah tahu itu! Kita hanya tahu kalau dia tidak menanggapi hasratny a. tapi ibu sayang sekali padanya. dan sepertinya tidak berpikir dengan cara yang sama. "Mungkin dia harus diperingatkan tentang reputasimu!" sahut Shizuka. Shizuka! Kuharap reputasiku sudah dilupa¬kan. Aku ingi n dia memerhatikan aku. maka dia makin sering dat ang bersama Madaren dan percakapan mereka menjadi lebih mendalam lagi. Kurasa itu sebabnya aku mengenalinya se¬waktu bertemu di Hofu. hujan salju pertama tahun itu." sahut Madaren patuh. kan? Juga menjelaskan tent . *** semakin sadar harus tahu apa yang mereka percayai. Dia sudah mulai bicara tentang Deus. Ayahku sering mara h padanya. "Don Carlo memerhatikan aku dengan cara laki-laki normal memandang perem¬puan. Karena itu artinya j alan pasti sudah ditutup. Kaede terjaga di pagi harinya dengan cahaya putih yang terasa asing. dan hampir menangis." Shizuka menjelaskan." ko mentarnya pada Shizuka. ibu pura-pura marah. seolah takut sudah terlalu banyak bicara. dan Takeo akan tetap di Yamagata sampai musim semi. Ketika akhirnya salj u turun. Aku selalu memanjatkan doa baginya. ibu pura-pura marah. meski ia tidak tahu apa sebabnya." ujar Kaede dengan suara yang lebih t enang. karena kita tahu Don Carlo tak merasakan desakan semacam itu." eluarga. D on Carlo nampak juga bersemangat untuk dapat membuat ia memahaminya. "Pernah ada satu saat ketika hasrat berarti kematian bagi laki¬laki mana pun!" "Aku telah menikah enam belas tahun. dia meng inginkan jiwamu. A ku selalu memimpikannya. "Sebaiknya kita mulai lagi pelajaran kita. dan sepertinya tidak berpikir dengan cara yang sama. untuk bisa memahami mereka. Lagipula itu bukan nafsu. tuanku. "Tapi bila kau mau dengar pendapatku: kurasa dia berharap bisa meng ambil hatimu dengan agamanya. Malam itu salju turun dengan lebat. lakilaki itu tidak bisa ke sawah untuk melakukan penelitiannya. tapi ibu sayang sekali padanya. Aku ingi n dia memerhatikan aku. Kurasa itu sebabnya aku mengenalinya se¬waktu bertemu di Hofu. "Tentu saja. Aku selalu memanjatkan doa baginya. Kaede pun agak terper anjat.

dan berbahaya.ang aga-ma di negaranya?" "Sungguh aneh." ujar Kaede. gadis yang kukirim untuk bekerja pada mereka. dan akhirnya men¬dapatkan wilayah baru bagi diri mereka sendiri. "Bagaimana mereka bisa hidup begitu jauh dari rum ah dalam waktu lama?" "Kata Fumio itu adalah sifat dari semua pedagang dan petualang." "Baiklah. Meskipun Mai belum memahami bahasa mereka dengan semp urna. tapi dia merasa kalau mereka berharap bisa mendapatkan keuntungan dan pengikut dalam juml ah yang sama besarnya." tutur Kaede." Kaede membuang jauh-jauh pikiran itu dengan sengit. seperti wabah. Membuat mereka m erasa sangat berkuasa. negeri mereka sangat jauh dari sini: berjarak sat u tahun atau lebih dengan berlayar. "Tapi bisa t iba-tiba menjangkiti manusia. In ilah yang mereka lakukan di seluruh penjuru dunia. mengatakan nama Lady Otori s ering disebut dalam perbincangan mereka." "Dari apa yang mereka katakan. tapi aku tidak bisa membayang¬kan diriku mengikuti kepercayaan mereka. Waspadalah. Aku pernah melihatnya. "Bagiku itu seperti omong kosong!" "Semua kepercayaan bisa kelihatan seperti kegilaan." Halaman 181 dari 500 . "Apa bedanya baginya atas apa yang kupercayai?" "Mai." sahut Shizuka.

musim berlalu." Selagi Shizuka memijat. kematian itu tak lebih hanya pemberehe ntian sejenak sebelum kelahiran selanjutnya. me¬megang semua janji yang telah dikatakan padanya sementara dirinya terbaring dalam sihir tidur Kikuta seolah masuk ke pet i es. "Mari kupijat. Kini seluruh kesabarannya sudah h ampir habis dengan kehamilannya. dan bagaimana ia melalui hari-hari yang panjang dalam doa dan puisi." "Semakin menguatkan alasan untuk mem¬perlakukannya dengan curiga!" Selama musim dingin. dia diam saja. punggungku sakit.. dan bagaimana ia melalui hari-hari yang panjang dalam doa dan puisi." katanya seraya menghcla napas. "Hantu-hantu dari masa lalu. dan seperti ajaran Sang Pencerah. ata-kata Shizuka membuat Kaede ter¬ingat saat dirinya menjadi istri Lord Fujiwara. huku man. Saat tidak berhasil dengan kata-kata. Don Carlo memperkenalkannya lebih banyak kata: neraka. diajaknya laki-laki itu melihat pahatan patung Kannon Sang Maha . Dulu aku suka duduk bersama Lord Shigeru tepat di ruangan ini. dan menginginkan kehidupan berjalan dengan selaras bagi semua mahkluk. Kaede berusaha menjelaskan hal ini pada Don Carlo dengan kosa katanya yang ter¬bat as. "Ah. dan ia ingat apa yang pernah Takeo katakan tentang Tuhan yang Maha Melihat milik kaum Hidden dan tatapannya yang tanpa ampun. dan itu makin membuat ia makin mengagumi dan men¬cintai suaminya." ujar Kaede." "Ajaran kaum Hidden. Beberapa kali aku membawa pesan dari Lady Maruyama: kau tahu kalau dia adalah salah satu pengikut. meski tampak sa ma... tapi lebih dogmatis dan tidak mengenai kompromi. "Apa yang kau pikirkan?" tanya Kaede. Kaede menyadari betapa Takeo telah memilih meng hindari tatapan itu. kutukan. dan kesunyian itu semakin senyap seakan dia tenggelam dalam lamunan. Bersabarlah: dia akan menjemputmu. salju serta ketidakhadiran Takeo. me¬megang semua janji yang telah dikatakan padanya sementara dirinya terbaring dalam sihir tidur Kikuta seolah masuk ke pet i es.Kata-kata Shizuka membuat Kaede ter¬ingat saat dirinya menjadi istri Lord Fujiwara . Kaede merasa bayinya menendang dalam perutnya. Karena tentu saja dewa atau tuhan itu baik. malam berganti siang dan musim panas berganti dengan musim dingin. "Kurasa agama orang asing itu. Bersabarlah: dia akan menjemputmu. Membungkuk.

Pengampun yang sudah selesai di kuil yang telah di¬bangun untuknya. Jendela kecil di atas pintu samping ber¬bentuk seperti daun. Para tukang kayu. dan Madaren mengikutinya. dan sinar ma tahari musim dingin jatuh menyirami lantai yang baru. Saat itu cuaca terasa lembut di awal musim semi. menyilaukan saat icrkena pantulan cahaya matahari. salju di bawah telapak kaki terasa lembap dan mencair. Kendati tidak suka dengan caranya diantar. tengah memberi sentuhan akhir pada k uil. ke hamilannya sudah berusia tujuh bulan dan diperlambat dengan berat bayi yang dikandungnya. dan hasil karya seni ukiran yang amat halus mem-biarkan cahaya matahari masuk. D on Carlo juga dibawa dengan tandu terpisah di belakangnya. membiaskan cahaya. Hunga-bunga plum masih ber¬gelant ungan bak serpihan salju di ranting tanpa daun di taman Akane. keseimbangan sempurna pada kedua lengkungannya seperti yang Taro janjikan. Pintu utama terbuka lebar. Bentuk bangunan itu mencuat ke atas da n dipantulkan dengan dedaunan pinus yang membentuk seperti payung pelindung. Kaede senang melihat bangunan baru itu bis a bertahan menghadapi musim dingin. di bawah pengawasan Taro. lalu melepas sandal di beranda. dengan dinaungi atap rangkap dua. Salju masih menempel di atap. memanfaatkan cuaca vang lebih hangat. Kayunya ber¬warna seperti madu dan berbau semanis madu pula. Kaede memberi salam pada Taro. tetesan air yang membeku mula i mencair dari tepi atap. Halaman 182 dari 500 . Kaede dibawa dalam tandu.

dan sudah belajar banyak darinya. Kaede menangkupkan telapak tangan lalu menunduk berdoa untuk bayi dalam kandungann ya. patung yang s udah selesai berdiri di depan mereka." Kaede merasa marah atas sikap kasar laki¬laki itu. Taro membantunya dengan senyum yang mem¬beri semangat. ekspresinya tegas sekaligus pe nuh welas asih. Orang itu terlihat lebih gelisah dari biasanya. Kini giliran orang itu yang harus mendengarkan. menekan dada. Kaede mengatakan pada Taro betapa si orang asing mengagumi patungnya. untuk suami dan ketiga putrinya. Mata sang dewi menatap ke bawah. "Kau bisa lihat bagaimana konstruksi ba ngunan ini dan bagaimana pahatan kayu¬nya. "Aku lihat dari sini saja. dan Don Carlo mem¬buat gerakan canggung dengan kepala. "Lakukan seperti yang kuminta. Satu tangan. "Ini tem pat istimewa untukku. "Ayolah. "Dia takkan masuk. Ia sudah mendengarkan Don Carlo sepanjang musim dingin ." desak Kaede. dan melihat ke belaka ng¬nya tempat Don Carlo dan Madaren men¬dekati bangunan kuil. ini bertentangan dengan kepercayaannya. kemudian Madaren berbisik ." katanya pada Taro. "Selamat datang." sambut Kaede pada si pendeta dengan bahasa orang itu. Kau harus lihat karya paling indah dari ora ng ini. "Dia cantik sekali. tapi ia tak menyerah begitu saja."Orang asing ini tertarik pada karyamu." "Pasti menarik. Kaede melangkah ke dalam kuil. dan saat Kaede berkata. Orang asing ini tertarik pada karyamu. sedangkan tangan yang satu lagi menyibak keliman jubah dengan dua jari yang ramping." katanya pada Taro." Don Carlo melepas alas kaki dengan sikap enggan yang sengaja diperlihatkan." "Tapi kau tak bisa melihatnya dari sini. Orang ini yang membuatnya. ia tak bisa memahami alasan di baliknya." kata Kaede. memegangi bunga teratai. Lipatan jubah itu dipahat sangat halus hingga terlihat seperti ber goyang saat tertiup angin sepoi¬sepoi. tapi tidak berdoa. dan melihat ke belak ang¬nya tempat Don Carlo dan Madaren men¬dekati bangunan kuil. senyum dengan bibir agak mencuat ke atas. "Mari masuk." saran Madaren kepada¬nya. dengan semacam rasa ingin tahu." Taro membungkuk. Masih baru. dan untuk arwah Akane yang mungkin pada akhirny a bisa istirahat dengan tenang." si pendeta menggeleng lalu menyahut." kata Don Carlo. melebih¬lebi .

Tanganku men¬dengarkan apa yang ada di dalam kayu. dan nama setiap sambungan. dengan gerakan dan sketsa gambar. memperlihatkan pada Don Carlo konstruksi bagian dalam atap. Taro. Don Carlo ber¬gumam. "Keahlianku biasa saja. Kemudian Don Carlo mengeluarkan buku catatan lalu menggambar apa yang dilihat¬nya." sahut Taro. Sewaktu mereka pergi. kemudian ke arah wajah K aede. dan ingin sekali agar T akeo kembali.* Halaman 183 dari 500 . dan mem bantunya menemukan jalan keluamya.hkan pujiannya untuk menebus sikap kasarnya tadi. menanyakan tentang nama kayu. namun melihat ada sesuatu yang telah meningkatkan ketertarikan Don Carlo pada dirinya. merasakan tiba-tiba bayi dalam perutnya menendang keras. "Kurasa aku tidak bisa menemukan Bunda Maria dari Timur." Itulah pertama kalinya Kaede mendengar kata itu. b agaimana penyangganya saling menopang. dan tak mengerti artinya. Kaede berusaha menerjemahkan kalimat ini sebisa mungkin. Matanya kerapkali menerawang kembali ke arah sang dewi. hal itu men gganggunya.

percikan sungai terdengar di telinga merek a. sedangkan minuman penenang te lah habis. Ayah seharusnya tidak menyimpan . ia tidak bisa men erima surat. tidak lebih dari tiga atau empat minggu lagi. seringkali tergenang. semua itu kian memantapkan hatinya. surai dan ekornya melambai-lambai. membuat kuda itu melompat dan berjingkrak. tempat Chiyo dan Haruka menyam¬butnya dengan suka cita. Ia akan pergi dengan damai. dan kecemasannya terhadap Kaede makin menjadi-jadi. membahas strategi untuk musim semi yang akan datang serta kunjungan ke ibukota. Ishida serta kedua bocah. Waktu melahirkan hampir tiba. Ia langsung ke rumah lama. sampai ke tingkat desa di mana pem impinnya dipilih oleh para petani dapat dimobilisasi untuk mem¬pertahankan diri mereka dan wi layahnya. Gembira kar ena berada di jalanan. Dan catatan administ rasi memastikan sekali lagi seberapa kuat negaranya. Udara masih terasa dingin. menuju tempat kelahirannya. Takeo tiba tadi pagi. jalanannya berlump ur. cuping hidungnya mengem¬bang. hampir tidak berkurang berat badan maupun kondisinya. Bagaimana mengatakannya? Takeo me¬natap istrinya dengan penuh kekhawatiran. penutup jendela terbuka. namun juga menyesali ketidakhadiran si tabib selagi cua ca yang tak bersahabat mem¬buat luka lamanya terasa makin sakit. mandi dan makan bersama Kaede. *** "Apa yang terjadi pada wajahmu?" tanya Kaede ketika mereka hanya berdua. namun takkan meninggalkan negerinya tanpa penjagaan. Tenba melewati musim dingin dengan baik. Takeo senang Ishida tinggal bers ama istrinya selama masa kehamilanya. angin segar. Kedua hal itu membangkitkan semangatnya: merasa siap untuk apa saja yang akan te rjadi saat kunjungan nanti.Sisa luka cakaran membekas di wajahnya sudah hampir memudar ketika Takeo kembali ke Hagi di akhir bulan ketiga. menyelu juri tanda bekas luka yang mulai menghilang dengan jari-jarinya. Takeo terpaksa menghabiskan waktu ber¬sama Miyoshi Kahei. dan tubuh hitamnya berkilauan bak pernis. Saat menunggang kuda mel ewati pedesaan. Teringat o lehnya apa yang Shigeko katakan: Ayah harus ceritakan pada Ibu. Bulu musim dinginnya telah disika t bersih oleh bocah-bocah pengurus kuda. Salju belum lagi mencair: musim dingin berlang¬aing lama dan s ulit. Musim semi tiba dan ia langsung me¬mutuskan untuk pulang. Dengan ditutupnya semua perbatasan antar kota di seluruh Tiga Negara. dan membaca catatan administrasi Ti ga Negara. dan di mana-mana tercium aroma musim semi. Saat ini ia dan Kaede d uduk di kamar lantai atas.

"Aku tak sengaja menabrak dahan." "Bahkan kalau aku mati lebih dulu?" Ditempelkan jarinya dengan lembut ke bibir i strinya. "Tidak. "Jangan bilang begitu. senang suaminya sudah berada di rumah lagi." "Kelihatannya seperti dicakar. "Aku sudah sering mengatakan pada mu. Halaman 184 dari 500 .rahasia dari Ibu." Ia merengkuh Kaede dan memeluknya erat-erat sesaat tanpa sepatah kata pun." sahutnya dengan nada lebih serius. Takeo berkata." "Seumur hidupmu?" "Seumur hidupku. Ceritakan semuanya pada Ibu. Aku tahu. Tidak apa-apa. kau kesepian di Yamagata lalu menemukan perempuan yang menggairahkan!" Kaede menggodanya. aku tidak akan tidur dengan siapa pun selain dirimu.

kedengaran seolah marah dengan pendapat seperti itu." akhirnya Kaede berkata. Shigeko akan ikut bersamaku ke Miyako. Lalu Kaede berkata. Tapi aku yakin itu sebabnya dia selalu menghindari per¬ni kahan. Bukan dasar yang buruk untuk sebuah pernikahan."Ceritakan semuanya. Kita dirasuki k egi-laan yang begitu kuat hingga mengakibatkan terjadinya pem¬bunuhan yang tiada henti. Apakah dia bi lang begitu?" "Tidak dengan kata-kata. Dia selalu memperlakukannya sebagai adik. "Bagaimana Shigeko? Aku sangat gem bira memikirkan dia sebagai Lady Maruyama saat ini." sahut Kaede. Sesaat mereka saling pandang. pikirnya. Dan mereka tak berharap hidup mereka berakhir dalam hitungan jam. dan tidak memberi keuntungan yang sebenarnya belum kita miliki. "Bagaimana Shigeko? Aku sangat gemb ira memikirkan dia sebagai Lady Maruyama saat ini. "Aku yakin Hiroshi bisa menjadi suami yang baik. Mereka memut uskan untuk mengundang Hana saat musim panas agar bisa bertemu kedua putranya dan menemani K aede . menghela napas panjang." "Baiklah. Kita belum terlalu mengenal satu sama lain." Takeo meneruskan ceritanya tentang kelanjutan masalah dengan Zenko. tapi pernikahan semacam itu akan men yiakan-nyiakan Shigeko. Shigeko dan Hir oshi sudah seperti kakak adik. kami akan bertemu dengan Saga d an memutuskan nanti. "Mereka tidak boleh berada di Maruyama bersama-sama. Tapi saat itu baru kusadari kalau Hiroshi jatuh cinta padanya. "Pendapat yang tidak bisa kita abaikan begitu saja. "Usianya sama dengan kau saat kita bertemu." Takeo memperingatkan. Jangan terlalu banyak berharap dari mereka berdua!" "Hiroshi jauh lebih tua ketimbang diriku saat itu! Kuyakin dia lebih bisa mengen dali¬kan diri. Dia mengingatka n¬ku pada Naomi. Andai kau bisa melihatnya saat upacara." "Dia berharap menikah dengan Shigeko?" "Menurutku Shigeko juga menyayangi¬nya. "Kono mengisyaratkan persekutuan politis melalui pernikahan dengan jenderal Kais ar." "Shigeko masih gadis kecil!" ujar Kaede." "Shigeko baik-baik saja." akhirnya Kaede berkata. Saga Hideki." Ceritakan semuanya." "Hiroshi? Tidak mungkin." tuturnya pada Kaede." Cinta kita pun me rupakan hasrat yang buta.

kekuatan yang tidak biasa seb agai seorang perempuan. Bahkan bila sudah mengenal setiap kata. "Apakah orang-orang asing itu berhubungan dengan Hofu atau Kumamoto?" "Ya. "Aku sudah membuat kemajuan." Sesaat Kaede terdiam. Aku suk a padanya: kelihatannya dia baik dan pandai. ya. Madaren pasti sudah menceritakan kalau kau lahir di antara kaum Hid den." ujar Takeo. Kami terserang flu. Dia menulis banyak hal tentang diriku. dan menimbang¬nimbang setiap perkataan. mereka sering menulis surat. "Menurutku dia ingin aku masuk agamanya. dan m eraih dirimu melalui aku." sahut Kaede. Ishida kadang membantu mereka. Aku harus sangat ber¬hati-hati agar tidak membuat Don Carlo takut: lakilaki itu amat tertarik dengan semua yang kukatakan." "Adikku baik-baik saja?" "Secara umum. tapi tidak serius. meskipun tidak mendapat pendidikan. Don Carlo Halaman 185 dari 500 ." ujar Takeo. pengaruhku pada dirimu.setelah melahirkan. dan sudah sewaj arnya kami membacanya. aku masih saja kesulitan me¬nangkap maknanya. "Don Carlo maupun adikmu adalah guru yang baik. "Dan kuharap kau sudah fasih bicara dengan bahasa yang baru. baik-baik saja." "Dia mirip ibuku." "Kau memahami semua isinya?" "Sulit sekali.

Aku mencemaskan Miki dalam cuaca dingin s eperti ini." tutur Kaede." Takeo tak yakin bagai¬mana meneruskannya. anjing yang berbaring meringkuk di sampin gnya. terbungkus kain sutra tebal. sedangkan Don Joao diijinkan ber¬dagang di Tiga Negara. dari kampung halaman mereka. "Kin pasti senang saat Maya pulang dia merindukan si kembar." yaris mengira kau adalah pengikut ajaran mereka sehingga akan diberi ijin menyeb arkan agama. "Aku juga punya cermin yang sama!" Kaede memanggil Haruka." "Shizuka tidak ada di sini? Aku ingin bicara dengannya tentang masalah ini. atau bepergian. "Ini pemberian Don Carlo. "Hal ini mencemaskanku. aku bertemu. Tapi tak akan kuijinkan dia menyebarkan agama. ." "Miki akan kembali bersamanya?" Takeo terperangkap oleh kerinduan ingin bertemu dengan putri bungsunya. Ia merasa aneh dan terkejut. Kau bertemu Maya?" "Ya. seraya membuka bungkusnya. Aku yakin bisa me-mancingnya agar bercerita lebih banyak lagi. dan pelayan itu memba wakan cermin itu." Kaede menepuk Kin.nyaris mengira kau adalah pengikut ajaran mereka sehingga akan diberi ijin menye barkan agama." Takeo menceritakan tentang cermin yang diperlihatkan kepada¬n ya di Maruyama. sepertinya." kata Takeo. "Dia tidak t ahan untuk memamerkan barang-barang baru kepunyaannya dan akan mengumbar tentang kehebatan Kumamoto." "Aku sudah curigai. dan mengenai Zenko." "Dia ke Kagemura begitu salju mencair." kata Kaede. "Apa lagi yang diperdagangkan dari Kuma¬moto yang kita belum tahu?" "Satu lagi alasan yang tepat agar Hana berada di sini. sedangkan Don Joao diijinkan ber¬dagang di Tiga Negara. Mereka adalah kenalan bisnis. Takeo mengambilnya dan bercermin. dan Shizuka punya masalah yang harus dibicarakan dengan keluarga Muto." "Tahukah kau kal au sudah ada orang asing di Kumamoto?" tanya Kaede. "Belum diputuskan." "Perdagangan itu masalah lain: boleh selama kita bisa mengendalikannya dan demi kepentingan kita. "Don Joao menerima sepucuk surat dari sal ah satunya.

" sahut Takeo. Selama tidak meng¬ganggu tugas mereka. Kau harus memikir¬kan kesehatanmu."Kau juga mengkhawatirkannya? Dia baik¬baik saja?" "Maya baik-baik saja." sahut Takeo. Kaede meraih tangan suaminya dan menaruhnya di perutnya. biarkan saja mereka sal ing mencinta. Dia tengah belajar mengendal i¬kan diri dan juga disiplin. "Putra kita sedang menendang. kan? Hasrat seperti itu tidak bisa dihentikan toh. nanti akan pad am dengan sendirinya." "Seharusnya tidak kuceritakan padamu. dan Takeo merasakan si bayi bergerak kua t dalam perut istrinya." Kaede tertawa." "Dengan Sada? Apa semua laki-laki sudah gila? Sada! Dia orang terakhir yang kudu ga bisa membuat Taku mabuk kepayang. Dia sedang belajar pada Taku. Tak ada ruginya. "Jangan sampai masalah ini m embuatmu tertekan. Kukira gadis itu tidak peduli pada laki-laki dia berpenampil an seperti lakilaki. Halaman 186 dari 500 ." katanya. "Aku lebih merasa terkejut ketimbang tertekan. Tapi Taku seperti¬nya tergila-gila pada gadis itu." "Hasrat kita tak pernah padam.

" sahut Takeo. tapi aku harus tetap pergi ke Miyako sesuai rencana." Takeo berterima kasih pada Kaede atas k eputusannya yang tegas. "Tapi kita harus me¬mut uskan nasib sandera yang kita tahan di Inuyama. "Dia tahu cara memikat serta memuji . Kurirmu sudah kembali ke Inuyama. "Kau pasti paham benar apa alternatif itu. Mereka bisa mewak ili kita. Mereka diberi penginapan oleh Lord Kono selama musim dingin. Dan harus laksanakan secepatnya. dan dia selalu memu jimu dan Tiga Negara." gumam Kaede." "Tampaknya sikap Kono berubah. dan aku ragu kalau Kikuta mau berunding. Pikirkan biaya yang dibutuhkan. Ayah mereka sudah mati dibunuh tahun lalu."Sebenarnya aku tidak ingin membicara kannya. Mereka diterima Kaisar. Harus kelihatan sesuai hukum." Kaede gemetar." kata Takeo. Kukira sudah wakt¬unya men ulis surat pada Sonoda. Aku tidak memercayai dia." "Minoru akan menulis suratnya sore ini. Jangan ditunda." kata Takeo. "Tapi kita harus me¬mutu skan nasib sandera yang kita tahan di Inuyama. Keadilan menuntut kalau mereka dihukum mati atas kejahatan yang mereka lakukan. dan aku ragu kalau Kikuta mau berunding. Harus kelihatan sesuai hukum. "Oh ya. keluarga Kikuta yang menyerang¬mu tahun lalu." "Tentu: menyerang dan mengalahkan Zenko dengan cepat di Barat dan bersiap melawan Kaisar di Timur." "Alternatif lain terlalu menakutkan untuk dipikirkan. bukan sebagai tindakan balas dendam. Kukira sudah wakt¬unya men ulis surat pada Sonoda. "Itu pertanda buruk untuk suatu perjalanan. keluarga Kikuta yang menyerang¬mu tahun lalu. Katakan pada Sonoda u ntuk melakukannya sendiri: dia dan Ai adalah wakil kita di Inuyama. Sonoda baru saja menulis surat. bukan sebagai tindakan balas dendam. Bahkan jika kita bisa . Ayah mereka sudah mati dibunuh tahun lalu. Mungkin aku harus ke sana uniuk menyaksikannya aku mem¬pertimbangkan untuk meminta hukuman dilaksanakan saat aku melewati Inuyama Sebenarnya aku tidak ingin membicara kannya. Mungkin aku harus ke sana uniuk menyaksikannya aku mem¬pertimbangkan untuk meminta hukuman dilaksanakan saat aku melewati Inuyama dalam perjalanan ke ibukota. Keadilan menuntut kalau mereka dihukum mati atas kejahatan yang mereka lakukan.

" Takeo menarik tubuh Kaede lebih dekat. tidak bisa me ngendalikannya.memenangkan kedua wilayah. Takeo ingin bertemu dengan kedua orang asing. orang-orang asing itu akan berpaling ke K umamoto untuk men¬dapatkan akses ke distrik lain. Ia ingin mencapai persetujuan yang memuaskan kedua belah pihak untuk masalah perdagangan dan memperingatkan mereka siapa penguasa Tiga Negara." kata Kaede pelan. "Takkan kubiarkan hal itu tcrjadi. "Kuharap kita bisa seperti ini selamanya. suamiku sayang." "Tapi kekuatan yang tengah digalang dimana dirimu. bekas luka itu masih tetap kelihatan. dan mengecup tengkuk istrinya. dan ak u sayang padanya dan anak-anaknya. "Aku sangat bahagia saat ini. Takeo khawatir kalau selama ia tidak ada di sana. Ibu mereka adalah adikku. dan sumber daya lain. tapi aku takut apa yang akan terjadi kelak." Kaede membenamkan diri dalam pelukan Takeo. kita membawa dua pertiga negara kita dalam kancah peperangan dan akan menghancurkan kerabat sen diri dan merenggut Sunaomi dan Chikara dari orangtuanya. saat Kaede sibuk dengan bayinya. tapi sebelum Kaede dipingit. Aku janji." *** Semua orang menantikan bayi itu lahir. Halaman 187 dari 500 . Napas mereka makin memburu dan kedua nya larut menjadi satu kesatuan.

Semua ini. mencurigai kedua orang asing itu. daun ginkgo dan maple merekah. sore segera me njelang. Mereka tak saba r untuk memulai perdagangan yang sesungguhnya. dia menawarkan perak. J erit jangkrik mulai terdengar. Dia tampak takut menyinggung. gunung berwarna putih bersih. sesekali melompat untuk menangkap seran gga musim semi. Bunga aconi tus dan violet bermekaran di hutan dan taman. aster dan vetch. dan keramik dan porselen yang diimpor dari Shin. katanya.Cuaca hari itu semakin hangat.. windflower. dan kicau burung warbler mengalun indah. Dia memuji sutra. dan tentunya senjata api. dan kicau burung warbler mengalun indah. windflower. Takeo pi ia Kaede edua belah sebenarnya lebih senang menerima mereka di kastil dengan upacara megah. cerah dan segar. meskipun tidak menyatakannya secara terang-terang an. ca hari itu semakin hangat. pecah belah. tahu kalau Madaren adalah adiknya apakah mereka memang tahu itu? A pakah adiknya telah mengatakannya pada mereka? Kaede mengatakan mereka tahu kalau ia l ahir di kalangan Hidden. aster dan vetch. dan suara katak memenuhi udara. rempah dan kayu w angi. diikuti dandelion. Ia pun gelisah. Don Joao menjelas kan bahwa mereka berharap bisa membangun hubungan dagang secara ter¬atur. tapi juga ingin membuatnya terkesan. Bunga aconi tus dan violet bermekaran di hutan dan taman. daun ginkgo dan maple merekah. Takeo meminta mereka menyatakan dengan jelas keinginan mereka. Burung kembali ke sawah yang berair. Burung kembali ke sawah yang berair. penerjemahan semakin memperlambat pembicaraan. gunung berwarna putih bersih. Kedua orang asing itu kini lebih mendesak. cerah dan segar. Aliran sungai dan air terjun di taman memercikkan air dan ikan carp merah keemasan berenang dengan malas di kolam. kerang mutiara. ta tak ingin melakukan perjalanan. J erit jangkrik mulai terdengar. dan suara katak memenuhi udara. S eketika bunga ceri bermekaran di mana¬mana. banyak dicari d an bernilai tinggi di negaranya.. diikuti dandelion. Itu tugas yang berat. Madaren lebih gelisah dengan adanya Takeo. Seke tika bunga ceri bermekaran di mana¬mana. Don Carlo dan Don Joao datang bersama Madaren ke penemuan yang diadakan di ruang utama yang menghadap taman. taman berwarna merah m uda. karena mereka sepert i memandang rendah dirinya. taman berwarna merah m uda. . Kaede harus hadir untuk membantu men¬jelaskan maksud k pihak. Sebagai imbalan.

Lalu Don Carlo mengungkit masalah agama. tapi bila terlalu banyak mata uang perak masuk. jangan secara terang-terangan. maka keuntungan tak berada di pihak kami." sahut Takeo. maka kami akan memperluasnya. "Kami sudah biasa bepergian dan berdagang dengan bebas." tutur Don Carlo.Takeo menjawab bahwa semua ini bisa diterima: satu-satunya syarat yaitu adalah s emua itu harus dilakukan melalui Hofu dan di bawah pengawasannya. Tapi. "Bila itu keputusannya. dan apakah penduduk setempat boleh bergabung dengan mereka mem uja Deus. dan menjalankannya secara perlahan. Anda boleh memanfaatkan satu ruangan di sana. sadar kalau hal itu sulit dite rima. semua harga aka n jatuh. Halaman 188 dari 600 . dan bertanya apakah mereka boleh memban gun kuil di Hofu dan di Hagi." Takeo sepakat dengan sopan. "Tidak perlu membuat bangunan khusus untuk itu. Bila perdagangan in i ter¬nyata mendatangkan keuntungan bagi kami. Kami harus melindungi rakyat. saranku. dan senjata api hanya bisa ma suk dengan seijin dirinya atau istrinya. dan Don Joao menjawab. Kami akan memberi akomodasi. dan Takeo mcngira kalau ia menangkap nada lebih bersemangat Madaren s ewaktu menerjemahkan. Kami tahu bahwa Anda bisa membayar dengan mata uang perak." Takeo berkata." "Kami berharap Lord Otori bisa mengakui agama kami sebagai salah satu agama yang benar. Prasangka masih tetap ada ." "Dengan persyaratan seperti ini. "Mungkin kelak hal itu bisa dilakukan." bant ah Don Joao. maka kami berdua akan pergi. Kedua orang itu saling bertukar pandang ketika syarat itu diterjemahkan." "Itu keputusan Anda. "Rakyat kami boleh beribadah sesuai keinginan mereka. jangan sampai menganggu keselarasan dalam masyarakat.

seolah gagasan itu terlalu absurd untuk dibicarakan." sahutnya. dan hebat dalam keduanya. mereka tampak kebingungan. "Takkan ad a hal semacam itu." Madaren bicara dengan ragu-ragu. "Mereka mengira kalau kaulah yan g mereka sebut raja. dan melihat kalau hal itu membuat mereka kesal." kata Don Carlo. seolah gagasan itu terlalu absurd untuk dibicarakan. tapi mereka ingin tahu apakah mer eka boleh ." Ketika diterjemahkan. Seturuh kota sudah tahu: tak ada alasan menyembunyikannya dari mereka. "Ada banyak hal yang dia merasa sudah tahu. "Apa yang mereka katakan?" Takeo men¬condongkan badan ke arah Kaede dan ber¬bicara d i telinga istrinya. seraya melihat sekilas ke arah Takeo dengan tatapan terkejut. Mereka mengajukan per¬tanyaan pad a Madaren dengan hati-hati." tutur Kaede dengan pelan pada Takeo. "Maafkan aku. Takeo kagum dengan kefasih an istrinya dalam bahasa yang aneh bunyinya itu. "Lady Otori telah menja di murid sekaligus guru. Tak ada alasan lagi bagi kalian untuk tinggal di Hagi. tak i ngin Madaren mendengar. "Takkan ada hal semacam itu." sahut Kaede pelan." sahutnya. "Kukira dia lebih suka menjadi guru ketimbang menjadi murid. seraya berpikir akan menulis surat kepada Taku." ujarnya. "Mereka tidak tahu kalau ada Kaisar.Takeo tersenyum. akeo tersenyum. dan istriku akan sangat sibuk mengurus anak. s erta berharap dia mau terus belajar dari kita." "Aku akan merasa kehilangan Lady Otori." gumamnya. "Tapi Lord Otori akan ke mana begitu lama. dan melihat kalau hal itu membuat mereka kesal." bisik Takeo. "Aku akan mengatur kapa l dengan Terada Fumio dia akan menemani Anda." "Dari Delapan Pulau?" "Mereka tidak tahu tentang Delapan Pulau mereka mengira hanya ada Tiga Negara. "Anda berdua harus kembali ke Hofu. begitu cepat setelah kelahiran anak A nda?" tanya Don Joao. "Aku akan mengunjungi Kaisar. "Aku berterima kasih kepadanya dan bilang kalau dia juga pandai sebagai murid. Aku akan pergi selama musim panas." Kaede berbicara padanya menggunakan bahasa asing itu.

kotak penyimpan teh dari emas dan pernis hitam. berjanji akan mengirim surat dan hadiah sebelum Takeo pergi. dan dikemas dengan bungkusan kertas halus bersama contoh keramik terindah. dalam hati ia bertekad tidak akan m elakukannya. "Ingatkan pada mereka kalau hadiahnya harus mewah dan indah. mereka mengucapkan selamat tinggal. karena biasanya apa yang dianggap cukup oleh orang asing jauh dari yang biasa mereka la kukan. Sudah sepantasnya kami diper¬bole hkan memperlihatkan surat kepercayaan raja kami pada penguasa negeri ini. Shigeko akan Halaman 189 dari 600 . Setelah menerima makanan kecil dari Haruka. " Don Joao memaksa. Takeo memikirkan dengan gembira kesan yang akan dibuat oleh kirin." "Kemungkinan itu bisa dilakukan. "Mungkin memang seharusnya kami mengirim surat dan h adiah." kata Takeo pada Ma daren. bila memang bukan Lord Otori orangnya. serta l ukisan pemandangan karya Sesshu." aku Takeo.menemani Lord Otori ke ibukota. Kaede sudah memerin tahkan dipersiapkan¬nya kain sutra yang indah. Hal itu tidak mungkin." Don Carlo lebih diplomatis. Mungkin Lord Otori bisa menjadi duta bagi kami. "Jangan terjemahkan itu! Katakan pada m ereka kalau masalah ini telah dipersiapkan berbulan-bulan sebelumnya." "Apa mereka sudah gila?" imbuhnya cepat. "Kami adalah utusan raja kami.

bila ada yang melihat mereka bersama. "Aku tahu kau belum sepenuhnya ber¬pa ling dari . "Apa sebaiknya kuaturkan pernikahan untukmu? Aku akan mencarikan pedagang yang c ocok denganmu. "Don Joao membutuhkan diriku. Untungnya. mereka ak an mengira perempuan itu bicara padanya sebagai penerjemah. bahkan untuk diberika n kepada menteri sekali pun." "Aku tidak ingin semua itu. Kebalikan dari sikapnya. seraya membungkuk dengan sikap mereka yang canggung dan kaku. "Tomasu. embawa kuda-kuda dari Maruyama dan gulungan kaligrafi terbuat dari daun emas. Semua itu untuk menghormati Kaisar dan memperlihatkan kekayaan dan status kedudukan Klan Otori serta kekayaan negaranya. "Ada satu hal yang kuinginkan lebih dari segala¬nya. Kau bisa memulai usahamu sendiri. bahkan untuk diberika n kepada menteri sekali pun. Takeo sangsi benda apa pun yang b isa disediakan kedua orang asing itu bisa layak dibawa sampai ke ibukota. bukan kerabatnya." katanya dengan berlinang air mata. namun ia pun sadar kalau Madaren sudah akrab dengan istrin ya selama musim dingin." Takeo menaikkan alis dan menanti kelanjutan kata-kata adiknya. Ketimbang menganta r mereka sampai ke gerbang. "Apa yang bisa kubantu? Adakah kebutuhanmu yang belum terpenuhi? Apakah kau perlu uang?" Madaren menggelengkan kepala. Madaren memanggil namanya. dan terkejut ketika temyata bu kan itu yang dikatakannya. Sebaliknya. k etel besi dan rak lentera. Takeo sangsi benda apa pun yang b isa disediakan kedua orang asing itu bisa layak dibawa sampai ke ibukota. dia malah bicara dengan nada agak keras. Takeo berbalik." Takeo mengira kalau adiknya ingin ber¬terima kasih. Dan itu hanya kau yang bisa berikan. ia merasa ada semacam kewajiban pada Madaren.membawa kuda-kuda dari Maruyama dan gulungan kaligrafi terbuat dari daun emas. m enyesali sikapnya yang dingin. ke tel besi dan rak lentera. dia berkata dengan ramah. Aku tidak b isa meninggalkannya. Tindakan adiknya membuat ia gusar karena tidak ingin didekati. Madaren justru berlari mengejar." sahutnya. Semua itu untuk menghormati Kaisar dan memperlihatkan kekayaan dan status kedudukan Klan Otori serta kekayaan negaranya. dan saat Madaren tidak sanggup bicara. Takeo sudah melangkah keluar menuju taman sewaktu kedua orang asing itu mengundu rkan diri. dan juga keluargamu.

Tapi aku harus mengatakannya!" "Hidupku di sini." Air mata berlinang di wajahnya." "Tapi kehidupan kekalmu menjadi taruhannya. di dunia ini. Api neraka melahap dirimu." Halaman 190 dari 600 . jiwamu. siklus kehidupan dan kematian? Ini sudah cukup indah dan men akjubkan. dalam segala keindahannya d i musim semi. "Madaren. Aku melarangmu mendekatiku dengan cara seperti ini lagi. "Kau tidak boleh bicara denganku mengenai masalah ini . Pendiriannya tidak akan goyah. Sudah menjadi tugasku untuk menyelamatkan dirimu. ke cuali kau kembali kepada Tuhan. Katakan padaku kalau kau masih menjadi pengikut Hidden." Takeo ingat pesan dari tuhan yang mendatangi dirinya setelah demam karena terken a racun yang membawa dirinya ke ambang alam baka." "Saat kau mengeluarkan kata-kata tak pantas itu. Takeo memberi isyarat agar adiknya melihat ke taman. Ia takkan percaya pada kepercayaan mana pun ." "Aku tidak lagi pengikut ajaran itu." sahutnya. Rasa tertekan dan ketulusannya tak dira¬gukan lagi.Tuhan. seperti yang t adi kukatakan: tak ada satu agama pun yang b enar. "Maksudku. tempat kembal inya jiwa dan raga dalam siklus besar. agar rakyatnya bebas memilih. "Aku me lihatmu terbakar di neraka." sahutnya tenang. Tuhan mengirimkan firasat kepad aku." ujarnya lembut. Kau pikir mudah bagiku untuk melakukannya? Lihat betapa gemetarnya tubuh ku! Aku takut mengutarakan kata-kata ini padamu. "Tidakkah ini cukup? Dunia tempat kita lahir dan tempat kita mati. Itulah yang menantimu setelah kematian.

T ak lama setelah pertemuan dengan orang asing selesai. ap a yang akan ia lakukan pada adiknya itu? Mengeksekusinya? Diingatnya. "Semuanya baik-baik saja. Pastikan perempuan itu pulih kembali. dewa. Tapi Tuhan yang menciptakan du nia ini. "Kedua majikanmu sedang menunggu. seolah sadar tempatnya yang sebenarnya. Aku telah memutus tali hubungannya. Tak peduli seberapa dalam penyesalan atas lindakannya itu. Madaren tunduk pada kata-katanya. dunia menciptakan dirinya sendiri. Kuharap kau sadar sekarang kalau masa lal u sudah ditutup rapat. "jauh lebih kecil ke timbang dunia yang kita diami ini." Ia tidak marah lagi. Sebaiknya kau kembali pada mereka. keyakinan masa kec ilnya dengan Jo-An. "Lalu kelihatannya d ia kurang sehat. gelandangan yang juga meng¬anggap dirinya sebagai utu san Tuhan Rahasia." sahutnya."Tapi Tuhan yang menciptakan dunia ini. dan pastikan kalau dia pergi secepatnya. seperti yang diingatnya s etiap hari. tapi tidak bisa melihat ada alasan mengapa dia tertahan di tempat itu oleh adiknya itu. semua itu diciptakan oleh manusia. Takeo pergi ke rumah mereka yang berida di sisi lain teluk. Taman beratap. tapi bukannya tanpa syarat. lili ." katanya. Apa maksud perkataannya. bukan sebagai adiknya tapi serendah pelayan seper ti Haruka yang menunggu setengah bersembunyi di beranda. kelihatan cerah dengan azalea dan peony beserta tumbuhan eksotis lainnya yang dibawa Fumio untuk Eriko dari pulau-pulau yang jauh serta kekaisaran-kekaisaran terpencil: anggrek." tuturnya. ia sadar kal au ia bisa melakukannya lagi tanpa ragu. Lord Takeo?" "Juru bahasa itu mengajukan beberapa pertanyaan. " * Terada Fumio menghabiskan musim dingin di Hagi bersama istri dan anak-anaknya. dihangatkan dengan sumber air panas yang mengelilingi gunung bera pi." katanya. "Tidak. kematian Jo-An di tangannya. Keadaanku saat ini membuatku mustahil untuk kembali." Ia merasa kedinginan. Kau akan selalu menikmati perlindunganku. padahal cuaca hari itu hangat." "Tuhan. jauh lebih hebat dari yang kau kira. meneruskan perbincangan yang tak ada tujuannya. dan tak satu pun dari mereka bisa dibangkitkan kembali. Dan kularan g kau mengungkapkan masa laluku pada mereka. "Lord Otori." "Tidak mungkin lebih hebat dibanding Tuhan. Ia telah membunuh masa lalunya." dia membungkuk hormat sampai ke tanah.

"Tapi kel ak aku ingin ikut jika aku mengundurkan diri atau turun takhta. "Kau belum pernah keluar Tiga Negara." sahut Takeo." "Tidak perlu." "Apa kau memang mempertimbangkan hal itu?" Fumio mengamati." "Kau mempertaruhkan Tiga Negara hanya dalam satu penandingan? Jauh lebih baik be r¬siap untuk berperang!" "Seperti yang kita putuskan tahun lalu. tatapan matanya yang penuh semangat menelusuri wajah Takeo. Selama itu Kahei akan mengumpulkan pasukan di perbatas an wilayah Halaman 191 dari 600 . karena kau sudah mem¬bawakan dunia kepadaku. Setidaknya aku bu tuh waktu satu bulan hingga sampai di ibukota.dan mawar. "Suatu hari nanti kau harus ikut dengan¬ku. Aku berharap bisa memecahkan masalah tanpa berperang. Saga Hideki mengusulkan suatu penandingan putriku yang akan menggantika n diriku dan yang lainnya sudah yakin kalau hasilnya kelak akan berpihak kepadaku. "Lihat saja nanti apa yang akan terjadi di Miyako." kata Fumio selagi mereka berjalan mel ewati taman dan menceritakan tempat asal tiap tumbuhan. kita akan siap perang.

ikan segar dan sayuran musim semi. juga akan pergi bersama mereka. Mai. Saat memasuki taman. Tapi istrinya akan ke Hagi. menang atau kalah." *** Ia lupa pada semua kecemasannya saat menikmati sake dan makanan yang disiapkan E riko. Kaede sepakat denganku." "Mereka akan kembali ke Hofu?" "Mereka akan membangun pos dagang di sana. dan mulai mengerti bahasa mereka. serta taman yang indah. Untung nya dia bukan orang yang tertutup. dan dia akan mengup ayakan seluruh pengaruhnya atas Hana. Aku diwajibkan ikut penandingan itu. Ayahku ingin bertemu denganmu." tutur Fumio. Kekuatan kita akan berada di sana hanya jika syaratku t idak dipenuhi. Taku ada di sana dan akan tetap memberitahu kan padamu apa pun yang terjadi. Kau dan ayahmu harus pergi dengan armada perang k e Hofu. dan bisa menyerang di Kumamoto bila perlu.sing karena kemungkinan sudah ada yang tinggal di Kumamoto. semangat¬nya bangkit lagi ketika mendengar suara Shizuka. "Aku akan mencari tahu semampuku. dia tak akan benin dak bodoh dengan mempertaruh-kan nyawa mereka. Bicara tentang s ake. terutama setelah minum sake." Takeo terus menceritakan tentang kekhawatirannya atas orang-orang a. tapi dengan syarat yang akan dibicarakan dengan Saga. Aku diwajibkan ikut penandingan itu." Fumio berjanji. . "Mari kita minum beberapa cangkir. atau jika mereka ingkar janji. Takeo pulang ke rumah melalui tepi sungai. bersiap menerima serangan dari laut. masih dengan pikiran yang tenang dan ceria. ditemani kawannya si perompak tua Fumifusa. Kekuatan kita akan berada di sana hanya jika syaratku t idak dipenuhi. tapi dengan syara t yang akan dibicarakan dengan Saga. atau jika mereka ingkar janji. Menurutku. "Itu berarti ki ta mengendalikan bagian Barat dari laut. menang atau kalah." "Bahaya terbesar yaitu Zenko memanfaat¬kan ketidak-hadiranku dan memberontak. kedua putranya sudah berada di sana. Dan kau bisa mengajak orang-orang asing itu bersamamu. Gadis Muto itu. Kau bantu mereka melakukannya sambil mengawasi. "Aku harus mengenal Don Joao dengan cukup baik musim dingin ini." "Kita harus menggerakkan armada dari Hagi ke Hofu.Timur." imur." imbuhnya.

Aku terkejut Taku belum kembali ke Inuyama.. Sepertinya tidak bijaksana kalau tidak dimanfaatkan." Mendengar nama Yuki disebut membuat Takeo hanyut dalam lamunan. "Bukan di Negara Tengah." sahut Shizuka."Kau tidak ajak Miki?" tanyanya saat ber¬gabung dengan Shizuka di ruangan atas. juga kakak¬nya. tapi kehadirannya di tempat Zenko berdampak pada banyak hal yang harus kubicarakan denganmu." sahut Takeo." "Aku sebenarnya berharap bisa bertemu dengannya sebelum pergi. "Di a sehat-sehat saja?" Shizuka tersenyum. tapi dari wila yah Timur dan Barat. bahkan ternyata sangat baik ba ginya keluar dari bayang-bayang kakaknya.." sahut Shizuka. "Dia mengingatkanku pada Yuki saat seusia nya. Ha ruka menyajikan teh lalu meninggalkan mereka berdua. Tumbuh dengan baik. S hizuka berkata. Dia bilang Akio ber ada di Kumamoto bersama dengan putramu. Tapi dia kini dalam usia ketika dapat menyerap semua pelajaran dengan cepat. Penuh percaya diri. serta Kaede akan sibuk dengan bayinya. "Aku dapat kabar dari Taku pada akhir musim dingin.. Dia merindukanmu. Menyadari itu." "Benar. "Dia ingin bertemu de nganmu. Dan karena kau akan pergi selama musim panas ini. Apakah para tetua Muto mendukungmu?" "Ada perbedaan pendapat. tempat dia bisa Halaman 192 dari 600 . Aku tak ingin membicarakannya di sini. "Pikirannya bercabang tentang masalah itu. Dia ber¬kembang tanpa kehadiran Maya.

" ujar Takeo ." Kata-kata Shizuka menyengat dirinya. Saranku.mengerahkan kendali atas kaum Tribe di wilayah Timur. apalagi kau akan segera berangkai. dan sangg up menyaksikan kau membunuh putranya sendiri. "Tapi Kenji dan aku tak sanggup menanamkan sifat itu ke dalam dirimu. Kau hanya pe rlu memberi perintah. itu sebabnya dia tidak takut atau hormat padamu. tapi Takeo melihat kalau Shizuka benar-benar tertek an. "Dia semakin mirip dengan ayahnya. tapi ak u enggan meninggalkan Kaede di saat seperti ini." engerahkan kendali atas kaum Tribe di wilayah Timur. Zen ko tahu itu. Tampaknya dia bertekad untuk menuntut jabatan ketua Muto. "Hari pertama kita bertemu. tapi dia tetap ingin memancing amarahku. Takeo. merasakan percikan kemarahan yang sama. Aku khawatir bila kedua putraku membuatmu kec ewa." Suaranya kedengaran teratur. setelah semua yang kau lakukan demi mereka. tapi aku enggan meninggalkan Kaede di saat seperti ini. tapi untuk sementara ini dia masih bisa dik endalikan. Aku harus ke sana.' Takeo berhenti sejenak. Aku tak bisa lupa kalau Arai memerintahkan kematianku. yaitu secepatnya menyingkir¬kan Zenko. Aku harus ke sana." "Taku sudah terobsesi pada gadis yang kami kirim untuk merawat Maya. namun ia menjawab dengan ringan. lalu berkata. kagum karena Shizuka bisa dengan sikap dingin menyarankan untuk membunuh putra sulungnya sendiri. dan itu akan menjadi k onflik dengan dirimu. dan Taku serta tentu saja aku." Shizuka berkata. Zenko lain lagi masalahnya. mengancam dan memberi perintah padanya. tapi tidak ada air mata. Aku yang akan mengaturnya. "Aku percaya pada Taku. apalagi kau akan segera berangkai." ujar Takeo. sebelum d ia mengumpulkan lebih banyak dukungan lagi. Aku tak membiarkan tantangan Zenko . demi kekuasaan. "Tapi gangguan semacam itu hanya akan membu atnya gegabah. "Aku sudah berusaha meredamnya." sahut Takeo. sebagai pemimpin keluarg a Muto sekaligus sahabat keluarga Otori. "Kudengar desas-desus tentang itu. "Aku sudah berjanji pada diriku dan pada negara ini untuk mengambil jalan perundingan demi mencapai keadi lan serta kedamaian. Kenji berkata kalau aku harus belajar kekejaman dari dirimu." Mata Shizuka berkilat.

" komentar Takeo. dia meneruskan." Shizuka mengamati.mengingkari janji itu. aku berterima ka sih padamu karena membiarkan putraku tetap hidup. Tentu saja. Buatlah sah menurut hukum. Kunang-kunang berke lap-kelip di atas aliran sungai. lalu memperpanjang pertikaian. Rasa lapar yang membawa mereka pulang." Shizuka tampak berusaha agar suaranya kedengaran lebih ringan. kau tidak perlu mengatakan apa-apa. "Walaupun kupikir tak sat u pun dari keduanya akan berterima kasih padamu! Jangan katakan ini pada siapa pun. Takeo." "Maka tangkap dan adili dia dengan tuduhan makar. "Tindakan yang sangat bagus. Matahari telah tenggelam dan taman berganti dengan cahaya biru malam. dan dilihatnya Sunaomi dan Chikara datang sambil mencipakkan air di bawah dinding mereka pasti habis bermain di tepi sungai. tapi akibat yang harus ditanggung kita se mua tak terbayangkan besarnya. "Aku menawarkan Miki untuk ditunang¬kan dengan Sunaomi. tap i bertindaklah cepat." Ucapan Shizuka membuat sapuan dingin firasat merayap hingga ke tulang punggung¬nya . Sunaomi pasti Halaman 193 dari 600 . Bagaimana Takeo bisa membunuh ayah mereka? Ia justru hanya akan membuat kedua bo cah itu bersikap menentangnya dan keluarganya. "Tapi kau takkan mengikuti saranku. dan saat tidak ada jawaban.

Kutukan yang dibisik¬kan rakyat yang karena kelahiran si kembar telah sirna.membenci usulan ini. Kemungkinan kegem biraan itu kurang dirasakan di Kumamoto. Kaede membawa si bayi dan menaruh si bayi di gendongan sang ayah. Kabar itu langsung dirayakan di seluruh kota Hagi. "Cepat kemari! Lady Otori sudah mau mela hirkan. tempat para perempuan. bersemangat untuk bertemu dengan kedua putra kandungnya dan menemani kakaknya sementara Takeo pergi. Kabar itu diterima dengan kegembiraan yang sama selama beberapa minggu kemudian di seluruh penjuru Tiga Negara. Inuyama dan Hofu. Dia sangat kesal dengan kejadian di musim panas kemarin itu . Hana bers iap melakukan perjalanan ke Hagi di akhir musim panas. Takeo belum siap untuk menerima makhluk mungil berwajah merah dan berambut hitam ini dan untuk kebanggaan dalam dirinya. Takeo mendengar langkah Haruka berlari di beranda. Di taman kedua bocah berdiri dan menatap Haruka. setidaknya di Maruyama." Dari ekspresi Shizuka. "Memberimu seorang putra. Tampaknya jelas kalau Lady Otori akan memiliki seorang putra sebagai pewaris. "Shizuka. meski dalam batasan tertentu karena cengkeraman si bayi pada tangan kehidupan masih lemah serta rapuh." "Kau sudah memberiku lebih dari yang kuharapkan." embenci usulan ini. dan kediaman telah disucikan sesuai adat. berjenis kelamin laki-laki. "Ini yang kudambakan seumur hidupku. Menggendong putranya sendiri membuat ia merasa berbeda . Dia sangat kesal dengan kejadian di musim panas kemarin itu. Tabib Ishida. bayinya kuat dan se hat. Kelak saat sudah dewasa baru dia bisa menyadari betapa besar kehormatan yang diterimanya. Kelak saat sudah dewasa baru dia bisa menyadari betapa besar kehormatan yang diterimanya. Proses kelahiran berlangsung cepat. tapi pembicaraan mereka disela oleh teriakan dari belakang rumah." Bayi itu. dia seakan mem¬peringatkan kalau ia takkan punya negara lag i yang bisa dipulanginya." "Masih terlalu dini untuk mengumum¬kannya mungkin setelah aku kembali pada akhir mus im panas. tapi Zenko dan Hana mengirimkan hadiah yang indah: jubah sutra untuk si bayi. Ketika masa pingitan Kaede berakhir." tutur Kaede." teriak Haruka. dan seekor kuda poni." sahutnya dengan penuh perasaan . pedang kecil milik keluarga Arai. seperti keinginan Kaede selama ini. membuat nightingal e floor ber¬nyanyi.

"Aku juga berharap demikian. hingga aku hampir saja me mercayaimu." "Aku merasakan hal yang sama. bahwa kau bahagia dengan ketiga putri kita." Seketika ia terpukau pada pikiran untuk mengabaikan perjalanan ke Miyako. namun ia tak bisa berhenti tersenyum.." sahut Kaede. Kita akan hidup untuk melihat putra kita dewasa." sahutnya. Ia tercengang de ngan kekuatan perasaan itu." gumam Kaede. "Tapi jangan bicara tentang kematian . Biar saja Si Pemburu Anjing menyerang." "Aku berharap tidak meninggalkanmu. dan kemudian menghadapi Zenko. Sudut matanya mulai terasa hangat.. maka ia akan terlihat arogan sekaligus pengecut. "Kau bahagia!" seru Kaede. "Aku takut. ia akan bertempur sampai titik darah penghabisan untuk me mpertahankan Tiga Negara agar bayi ini bisa mewarisinya. Ia akan mencoba cara damai dulu. lalu ia singkirkan dari benaknya. jika perjalanan itu ditunda. "Tapi kau harus pergi. pasukan Tiga Negara akan menghabisinya dengan mudah. "Aku tidak akan sendirian lagi dengan lakilaki mungil ini di sisiku!"* Halaman 194 dari 600 ." Diambilnya si bayi lalu menatap wajah bayi mungil itu. seperti yang telah di putuskan.. Dipertimbangkannya masak-masak hal i tu. "Aku bisa mati saat ini juga." "Aku memang bahagia. wajah Kaede penuh kasih sayang. begitu sering kau mengatakan tidak meng¬i nginkan anak laki-laki.

dan kulitnya menjadi lebih gelap seperti warna madu." Shigeko menyarankan. di mana ada persimpangan jalan. begitu pula dengan orang-orang asing itu. Aku bilang kalau tidak memercayai apa pun. Fumio akan ke Hofu: dia akan membawamu dan k irin. Hewan itu kini leb ih tinggi. ma ka laut adalah jalan yang akan kita lalui untuk kembali. Takeo pernah melewati jalur bersama Lord Shigeru. bila ada badai di bulan kedelapan dan kesembilan. Padi mulai tumbuh di sawah yang tergenang. beras dan gandum. dilihatnya kalau kuil itu dipersembahkan bagi Jo-An. yang paling membebani yaitu kirin.Takeo harus pergi sesegera mungkin agar bisa sampai di tujuan sebelum mulai huja n plum. Sejak musim panas. terutama saat seka rang ini. yang di beberapa tempat telah dianggap dewa. "Ayah belum pernah keluar perbatasan Tiga Negara. berdiri sebuah kuil keci l. Pada akhimya diputuskan kalau Shigeko dan Hiroshi yang akan membawanya dengan ka pal sampai di Akashi. pikirnya sambil mengenang percakapan¬nya dengan Mada ren . Ayah. melewati pegunungan dan jalan pantai menuju Mats ue. Beruntung panen kali ini berlimpah: baik pasukan maupun mereka yang penduduk tak kan kelaparan. Shigeko dan Hiroshi tiba dari Maruyama. Menurut Tabib Ishida. Di tepiannya. Miyoshi Kahei s udah berangkat ke wilayah Timur tak lama setelah salju mencair." sahut Takeo. Dalam mengatur perjalanan. memantulkan kilau me¬mesona saat disira mi cahaya matahari. ikan kering serta miso telah disim pan sebagai cadangan dan disebar sampai ke perbatasan wilayah Timur untuk persediaan bagi pa sukan. "Ayah ingin meli hat daratan dan jalan melewati jajaran itu. tapi aku sering mendoakan arwah Shigeru. Dia membawa kekuatan utama pasu kan Otori: lima belas ribu pasukan dari Hagi dan Yamagata. tapi ketenangan dan kedamaianny a tak berubah. dan Miyoshi Gemba dari Terayama. sepuluh ribu orang lagi akan dihimpun Sonoda Mitsuru di Inuyama. Alan gkah anehnya kepercayaan orang-o rang itu. pikirnya. "Kita semua bisa menumpang kapal. Jalur ini mengembalikan kenangan pad a orang yang telah menyelamatkan dan mengangkatnya sebagai anak. hewan itu sebaiknya tidak ikut berjalan kaki ke sana karena Jajaran Awan Tinggi akan terlalu berat baginya. ketika aku membutuhkan kearifan sert a keberaniannya." Bunga ceri berguguran dan kelopaknya berganti daun hijau yang baru ketika Takeo dan rombongannya berkuda dari Hagi.

ajaran yang penuh pengendalian diri." sahut Gemba. teringat kejadian di biara. Ia melihat sekilas pada Miyoshi Gemba yang berkuda di sampingnya. Keyakinan y ang sama ditunjukkan oleh Jo-An dan kini Jo-An telah menjadi orang suci. menceritakan tentang rencananya untuk menjodohkan bocah itu dengan putrinya. Itu akan memuaskan ayahnya!" "Kecuali Sunaomi memiliki perasan sebagai putra yang berbakti padamu. Halaman 195 dari 600 . Saat berkuda. Gemba telah meng¬ikuti Ajaran Houou. Gemba acapkali tenggelam dalam medit asi. dan sesekali bersenandung pelan. bak suara halilintar dari kejauhan atau raungan ber uang. Takeo terdiam. takut kalau Sunaomi terluka atas kejadian itu.beberapa minggu lalu: keyakinan yang memaksa adiknya bicara padanya. "Dia akan menjadi menantuku. maka pertu nangan itu takkan berguna. perselisihan antarsepupu. teman seper¬jala nan yang paling tenang dan paling ceria yang bisa diharapkan. Ia membicarakan tentang Sunaomi. yang pernah bertemu Gemba di Terayama.

" Minoru mendampinginya seperti biasa.. dan malam itu di pemberhentian pertama mere ka. Ia menatap Minoru. "Datanglah sendiri. kemudian melalui sungai dengan menumpang kapal tongkang yang melintasi antara kota kastil dengan pesisir ." kata Gemba. "Aku percaya kalau anak itu pun ya naluri yang baik. terutama."Dia melihat burung houou. mana yang akan Taku pilih?" katanya pelan." diktenya. Baiklah. sebagai calon putraku. kirim anak itu pada kami. "Hal itu tidak akan terjadi." "Ijinkan dia ke tempat kami saat kita kembali." "Terutama apa?" "Bila keluarga Muto tidak lagi yakin kepada siapa mereka akan berpihak?" Karena Takeo mengandalkan Tribe untuk membawa pesan tertulis dengan cepat ke sel uruh Tiga Negara." Dia melihat burung houou. dan untuk Taku di Hofu. serta memintanya datang ke Inuyama a gar bisa bertemu di sana." aku Takeo. ia mendiktekan surat untuk Kaede. "Aku perca ya kalau anak itu punya naluri yang baik. Bila tidak dapat melepaskan diri." "Ya. keraguan mulai merayapi dirinya.. Itulah yang ia harapkan dapat dikendalikan Taku. "Aku akan menyurati istriku nanti mala m tentang usulanmu itu. Aku takut kelak terpaksa memerintahkan untuk membunuhnya. "Bila keluarga Muto memilih Zenko. mendengar kabar terbaru dari wilayah Barat. Kami akan mera watnya. Ia merasa perlu bicara de ngan Taku." "Dia tinggal bersamaku sebagai ke¬ponakanku." akhirnya ia berkata. . maka akan dipupuk dan dikembang¬kan. namun juga seb agai sandera atas kesetiaan ayahnya. dan bila ada kebaikan dalam dirinya. Bagi Taku. aku juga berpikir begitu." "Apakah ini bijaksana?" tanya Minoru." "Kurasa usianya sudah cukup dewasa: tahun ini usianya sembilan tahun. kabari aku." akhirnya ia berkata. "Jinggalkan tanggunganmu dan pendampingnya di Hof u. Jurutulisnya tahu lebih bany ak rahasia Tiga Negara dibanding siapa pun. "Surat bisa saja dikacaukan. perjalanan itu mudah karena melalui laut dari Hofu..

Aku telah memperdaya Kikuta begitu lama. tapi jauh lebih tegang. Tenba. sudah beberapa b ulan ini Takeo menungganginya. keduanya tiba di Inuyama dalam keadaan tegang serta kelelahan. Penunggang dan kud a. bila mereka berbalik menentangku? Takeo mulai mencurigai kesetiaan Kuroda bersaudara. "Perlu kutuliskan kalimat terakhir Anda?" dia bertanya. hampir sama kua tnya dengan Shun. Halaman 196 dari 600 . Ia selalu memercayai mereka sampai saat ini: meski mereka tidak memiliki kemampu an menghilang.Minoru menaikkan bahu. Kudanya. "Tekankan kalau Taku harus datang sendiri. pikirnya. Mereka telah berulang kali melindunginya. Takeo bertanya pada dirinya sendiri lagi. Tenba cepat tanggap dan pintar. namun mereka bisa merasakannya. hingga terjalin ikatan kuat antara mereka. yang selalu me n¬dampinginya. menangkap suasana hari penunggangnya. Dapatkah aku lolos dari Muto juga . dan mereka telah dilatih teknik bertarung cara T ribe oleh Kenji. jalan mana yang akan mereka ambil? Takeo tetap bersikap siaga. tapi bibimya terkatup rapat dan tidak langsung menjawab." Percakapan ini melekat di benak Takeo sewaktu mereka melanjutkan perjalanan ke w ilayah Timur. Jun dan Shin. sementara bagian terberat dalam perjalanan itu masih belum tiba. senantiasa mendengarkan suara terpelan yang bisa jad i pertanda satu serangan. tapi bila mereka harus memilih antara dirinya dan Tribe.

tapi akhir-akhir ini belum ada kabar. dulu adalah orang kepercayaan Arai. Takeo memercayai kedua orang ini. Namun rasa lelah membuat Takeo men¬curigai semua orang di sekelilingnya. yang mendapatkan surat dari suaminya saat musim semi. dia sudah terbiasa dengan ketidakhadiran suaminya. Ai. Lord Otori. Takeo disambut adik iparnya. dan suamiku berada jauh dalam waktu lama. lalu merundingkan penyerahan wilayah Timur pada Otori. Dia tidak sec antik kedua saudaranya. Semua laki-laki punya kebutuha n. Itu bukanlah hal yang serius. lagipula. tentunya. mereka terikat oleh hubungan perkawinan. sensitif tanpa berkurangnya keberaniannya. Seringk ali dia berhasil meng-gunakan keahlian berundingnya untuk mewakili Takeo: bersama istrinya. namun penampilannya menarik. uang dan sak e mengalir sama derasnya. ataupun kabarnya. Ai kerap men¬ceri takan tentang bagaimana penjaga di Inuyama hampir membunuh dia dan Hana ketika mendengar kabar kematian Arai dan kehancuran pasukannya. Takeo disambut adik iparnya. Akita. dan suaminya Sonoda Mitsuru. dia b er¬bagi angan Takeo akan negara yang makmur tanpa penyiksaan maupun suap. ia memperingatkan dirinya sendiri. dan suaminya Sonoda Mitsuru. yang memang saling mencintai. tapi aku sudah menduga hal semacam itu. "Apabila ada masalah. Pamannya. Satu hal yang mem buat Takeo senang yaitu Ai dan Mitsuru menikah atas dasar cinta. uang dan sak e mengalir sama derasnya.Inuyama dipenuhi dengan kegembiraan dan sibuk. Takeo menyayangi Ai. kedatangan Lord Otori dan penghim punan pasukan berarti pedagang dan pembuat senjata sibuk siang dan malam. Karena rasa terima kasih itulah maka Takeo menikahkannya dengan Ai. Dipanggilnya istri Taku. Tomiko. kedatangan Lord Otori dan penghimp unan pasukan berarti pedagang dan pembuat senjata sibuk siang dan malam. Ai. Ber¬ba gai urusan pasti menahannya di Hofu mungkin sesuatu yang tak ingin dia tulis dalam surat. kagum akan sifat lembut dan kebaikan hatinya. Suamiku tidak pernah . dan M itsuru telah menjadi orang yang pragmatis. Beruntung Mitsuru telah lebih dulu mengambil ali h kastil." Tomiko melihat sekilas ke arah Takeo lalu berkata. maka kita akan segera mendengar kabarnya. menyembunyikan kedua gadis itu. Sonoda be rasal dari Klan Arai. Seberapa besar sisa kesetiaan ada dalam dirinya ter-hadap putra Arai? Takeo semakin gelisah dengan kenyataan tidak adanya tanda-tanda keberadaan Taku. nuyama dipenuhi dengan kegembiraan dan sibuk. "Aku sudah dengar tentang per empuan itu. Tomiko tidak terlihat khawatir.

"Dan gadis itu." kata Ai. "Aku sudah kirim suratnya beberapa minggu lalu." "Tadinya aku berharap mereka tetap hidup. "Kuyakinkan kepada Anda.. Menundanya lebih lama akan dianggap sebagai kelemahan. Lord Otori: kami tidak me¬nerima " Sonoda mulai angkat bicara. memerintahkan agar dilakukan secepatnya." Kekhawatiran Takeo justru kian ber¬tambah saat ia mendengar kalau para sandera yan g seharusnya telah dieksekusi ternyata masih hidup." Ai setuju. tapi istriku selalu berpihak kepada belas kasihan. tapi Takeo mem otong perkataannya. "Bila kami menerima perintah itu." "Akan kuatur agar dilakukan besok. "Tidak menerima atau mengabaikan?" Takeo sadar kalau cara bicaranya terlalu blak¬b lakan. Aku pun bertanya¬tanya mengapa masalah ini ditunda begitu lama." sahut Takeo." Sonoda meyakinkan. Tapi mereka tidak bereaksi apa-apa. serta tidak memberi kabar." ujar Sonoda.. mereka tidak harus mati.. kami pa sti sudah melaksanakannya. "Kau akan Halaman 197 dari 600 . "Ya. "Jika keluarga mereka ma u berunding. A ku pasti akan melakukannya sendiri." "Mereka kelihatan masih begitu muda.serius tentang hal itu. Sonoda berusaha keras menyem¬bunyikan rasa tersinggungnya. harus segera." "Maaf.

hadir?" dir?" "Karena aku sudah di sini, maka aku harus hadir," sahut Takeo, karena ia sendiri yang membuat aturan bahwa eksekusi untuk pengkhinatan harus disaksikan orang yang jabatannya paling tinggi, dirinya sendiri atau salah seorang keluarganya atau pengawal senior. Takeo meras a kalau peraturan itu menekankan perbedaan hukum antara eksekusi dan pembunuhan. Menurutnya, peman dangan semacam itu memuakkan sehingga ia berharap dengan menyaksikan itu akan mencegah dirinya dari mengeluarkan perintah dengan sembarangan. Eksekusi dengan menggunakan pedang di¬laksanakan keesokan harinya. Ketika mereka d ibawa menghadap sebelum mata mereka ditutupi, Takeo mengatakan bahwa ayah mereka, Gosa buro, sudah dieksekusi Kikuta karena ingin merundingkan nyawa mereka. Tak satu pun dar i mereka bereaksi; mungkin mereka tidak percaya. Tampak kilatan air mata dari mata gadis itu; selain itu, kedua orang itu menghadapi kematian dengan berani, bahkan bersikap menantang. Ta keo kagum dengan keberanian mereka dan menyesali hidup mereka yang singkat, ber pikir dengan pedih bahwa mereka masih ada kerabatnya, bahwa ia telah mengenal me reka sejak kecil. Keputusan itu dibuat bersama Kaede, dan atas saran para pengawal seniornya. Kepu tusan yang berdasarkan hukum. Namun Takeo tetap berharap bisa melaku¬kan yang sebaliknya, dan kematian tampak seperti pertanda buruk. * Sepanjang musim dingin, Hana dan Zenko sering bertemu Kuroda Yasu untuk mem¬bicara kan tentang pembukaan perdagangan dengan orang asing, dan mereka senang ketika Yasu mendengar Don Joao dan Don Carlo ke Hofu pada akhir bulan. Mereka kurang senang dengan ber ita bahwa Terada Fumio telah membawa armada perang ke perairan laut dalam dan kini mengawa si jalur perairan. "Katanya kapal mereka jauh lebih baik dari kapal kita," kata Yasu. "Andai kita b isa minta bantuan mereka!" "Kalau mereka ingin berpihak kepada kita menentang Otori..." ujar Hana, menyuara¬k an pikirannya. "Mereka ingin berdagang, dan agar rakyat mau berpindah memeluk agama mereka. Taw arkan pada mereka salah satu atau keduanya. Mereka akan berikan apa saja sebagai imbalannya."

Komentar ini melekat di benak Hana selagi bersiap-siap pergi ke Hagi. Sewaktu memikirkan menghadapi kakaknya dengan rahasia yang akan ia bawa, Hana merasa ber¬semangat sekaligus takut, semacam ke¬gembiraan yang menghancurkan. Tapi ia tidak meremehkan Takeo, karena suaminya cenderung bersika p sebaliknya. Hana mengenal kekuatan dan karakter kakak ipar¬nya yang selalu memenangkan cinta d ari rakyatnya serta pendukung setia dari berbagai kalangan. Mungkin juga Takeo akan me¬menangkan hati Kaisar dan kembali dengan restu dari Kaisar. Maka Hana berpikir keras selam a musim dingin tentang strategi lebih lanjut untuk menopang perjuangan suaminya demi balas dend am dan kekuasaan. Saat mendengar orang-orang asing itu sudah kembali bersama jurubahasa nya, Hana bertekad untuk pergi ke Hagi melalui Hofu. "Kau seharusnya ikut bersama kami," ujar Hana pada Akio yang sudah menjadi tamu tetap ke kastil selama musim dingin. Akio selalu melaporkan kabar dari seluruh penjuru negara, s erta perkembangan Halaman 198 dari 600

yang tengah dibuat Hisao dan Koji dalam penempaan. Darah Hana selalu menggelegak dengan kehadiran laki-laki itu. Menurutnya ang tengah dibuat Hisao dan Koji dalam penempaan. Darah Hana selalu menggelegak dengan kehadiran laki-laki itu. Menurutnya kekejaman pragmatis laki-laki itu menarik. Saat ini Akio melihat Hana dengan tatapan yang penuh perhitungan seperti biasa. "Ya, aku tidak keberatan. Tentu saja, aku akan ajak Hisao." Satu kali, mereka hanya berdua saja. Kala itu cuaca masih dingin di akhir musim se mi dengan cuaca yang tak menentu namun wangi bunga yang baru mekar tercium dan malam terasa lebih ringan. Saat itu Akio datang untuk menemui Zenko yang sedang melihat latihan pas ukan dan kuda. Akio semula enggan tinggal lama, tapi Hana memaksa dengan menawarkan sake dan ma kanan. Dia melayani sendiri laki-laki itu, membujuk serta menyanjungnya, membuat Akio tak m ungkin menolak. Hana mengira Akio tidak mudah di¬pengaruhi sanjungan, tapi bisa dilihatnya erhatiannya membuat laki-laki itu senang dan boleh dibilang menjadi lembut. Hana ingin bagaimana rasanya tidur dengan orang itu; walau ia berpikir takkan melakukannya, pikiran itu at ia ber¬semangat. Hana mengenakan jubah sutra berwarna gading, dihiasi bunga ceri merah muda urung bangau: motif penuh kalau p tahu membu dan b

warna yang digemarinya. Sesungguhnya cuaca terlalu dingin untuk mengenakan pakai an semacam itu, dan kulitnya terasa dingin membeku, tapi ia sedang gembira: ia masih muda, darahnya bergejolak dengan dorongan yang sama seperti dorongan akar¬akar dari dalam bumi, tunas dari r anting. Penuh percaya diri dengan kecantikannya, ia memberanikan diri bertanya pada Akio, seba gaimana yang diinginkannya sepanjang musim dingin ini, tentang Hisao. "Dia tidak mirip ayahnya," komentar Hana. "Apakah dia mirip dengan ibunya?" Saat Akio tidak segera menjawab, Hana mendesak, "Seharusnya kau ceritakan semua¬ny a padaku. Makin banyak yang bisa ku¬ungkapkan tentang dirimu pada kakakku, maka semakin kuat akibatnya pada dirinya." "Itu sudah bertahun-tahun silam," tutur¬nya. "Jangan berpura-pura kalau kau sudah melupakannya! Aku tahu bagaimana ke¬cemburuan mengukirkan kisahnya dengan belati di hati kita." "Ibunya adalah perempuan yang luar biasa," Akio mulai bercerita. "Sewaktu di¬saran

kan agar dia tidur dengan Takeo, aku takut untuk menyuruhnya melakukan itu. Meminta Yuki melakukan hal semacam itu hal yang lazim di kalangan Tribe, dan kebanyakan perempuan melakukan apa yang diperintahkan, ta pi Yuki merasa itu sebagai penghinaan. Ketika dia setuju, kusadari kalau Yuki menginginkan Take o. Aku melihat dia menggoda Takeo; bukan hanya sekali, tapi berkali-kali. Aku tidak menyangka kalau hatiku akan terasa sepedih itu, atau ke-bencian yang begitu dalam pada Takeo. Aku belum pema h membenci siapa pun; aku membunuh atas perintah, bukan karena perasaan pribadi. Takeo memi liki apa yang paling kuinginkan, dan dia menyia-nyiakan¬nya. Dia meninggalkan Tribe. Bila Takeo merasakan sedikit saja apa yang pernah kurasakan, maka itu yang disebut keadilan." Akio mendongak. "Aku tidak pernah tidur dengannya," tuturnya. "Aku menyesali itu lebih dari segalanya. Andai aku mampu melakukannya, sekali saja... Tapi aku tidak ingin men yentuhnya saat dia mengandung anak Takeo. Dan aku memaksanya bunuh diri. Aku harus melakukannya: ka rena Yuki tidak berhenti mencintai Takeo; dia tidak akan memaksa anak itu membenci Takeo seperti yang telah kulakukan. Aku tahu dia harus menjadi bagian dari balas denda mku, tapi seiring tumbuh dewasa, dia tidak menunjukkan bakat apa pun, aku tidak tahu mengapa. Dala m waktu yang lama kukira memang tidak ada harapan lagi: berulang kali, para pembunuh yang jau h lebih terampil dari Hisao saja gagal. Kini kutahu kalau Hisao yang akan mcmbalaskan dendamku. D an aku akan ada di sana untuk menyaksikannya." Mendadak Akio berhenti bicara. Halaman 199 dari 600

Kata-kata itu meluncur deras dari mulut¬nya. Dia telah menyimpan semua ini rap atrap at selama bertahun-tahun, pikir Hana, merasa tersanjung dan gembira karena laki¬laki itu per caya padanya. ata-kata itu meluncur deras dari mulut¬nya. Dia telah menyimpan semua ini rap at-r ap at selama bertahun-tahun, pikir Hana, merasa tersanjung dan gembira karena laki¬laki itu per caya padanya. "Saat Takeo kembali dari Timur, Kaede pasti akan tahu semua ini," ujar Hana. "Ma salah ini akan memisahkan mereka. Kaede takkan memaafkannya. Aku mengenalnya: Takeo akan melari kan diri dari Kaede dan dari dunia ini, dia akan mencari perlindungan di Terayama. Biara itu hampir tidak dijaga. Takkan ada yang menduga kau akan ke sana. Kau bisa mengejutkannya di san a." Mata Akio setengah terpejam. Lalu meng¬hembuskan napas panjang. "Itu satu-satunya yang akan mengakhiri penderitaanku." Hana tergoda oleh hasrat untuk memeluk Akio, untuk meringankan sakit hati orang itu: yakin bisa menghibur laki-laki itu atas kematian ia ragu untuk menyebutnya sebagai pembunuhan i strinya. Namun dengan hati-hati menyimpan kenikmatan ini untuk masa yang akan datang. Ada hal lain lagi yang ingin dibicarakannya dengan Akio. "Hisao telah berhasil menempa senjata api kecil yang bisa dibawa tersembunyi?" t anya Hana. "Tak ada pun bisa mendekati Takeo untuk bisa membunuhnya dengan pedang, tapi senjata api bisa digunakan dari jauh, kan?" Akio mengangguk dan bicara dengan lebih tenang, seolah lega topik pembicaraan su dah berganti. "Dia sudah mengujinya di tepi pantai. Jangkauannya lebih jauh dari panah, dan pe luru lebih cepat dibanding anak panah." Sesaat Akio berhenti bicara. "Suami Anda amat tertarik, s enjata yang menyebab¬kan kematian ayahnya. Dia ingin Takeo mati dengan cara yang sama memaluka nnya." "Memang ada semacam keadilan di dalam nya," ujar Hana setuju. "Cukup menyenang¬kan. Tapi agar benar-benar berhasil, kau pasti akan melatih Hisao secara khusus? Sebaiknya dilakukan uji coba untuk memastikan semua berjalan lancar, agar dia tidak kehilangan nyali, agar bidikannya benar-benar tepat." "Apakah Lady Arai punya orang yang bisa diusulkan?" Akio menatap langsung pada H ana dan ketika tatapan mereka beradu, hati Hana serasa melompat gembira. "Sebenarnya aku memang punya," sahut¬nya pelan. "Mendekatlah dan aku akan membisik kan

namanya." "Tidak perlu," sahutnya. "Aku bisa menebaknya." Tapi Akio akhirnya mendekat, begitu dekat hingga Hana bisa mencium napasnya sert a mendengar detak jantungnya. Tak satu pun dari keduanya bicara atau bergerak. Angin mengget arkan layar kasa, dan dari arah pelabuhan terdengar jerit burung camar. Setelah beberapa saat, Hana mendengar suara Zenko dari pelataran. "Suamiku sudah kembali," katanya, sambil berdiri, tak yakin apakah merasa lega a tau kecewa. *** Lord dan Lady Arai sering bepergian antara Kumamoto dan Hofu, maka kedatangan me reka di kota itu tidak lama setelah kembalinya orang-orang asing, tidaklah mengherankan. Kapa l yang ditumpangi para orang asing segera berangkat lagi menuju Akashi bersama Shigeko, Sugita Hir oshi dan kirin. Penduduk Hagi melepas kepergian kirin dengan rasa bangga dan sedih; mereka telah merasa memiliki hewan itu sejak kedatangannya yang mencengangkan di pelabuhan mereka. T ak lama kemudian, Terada Fumio bersiap berlayar untuk bergabung dengan ayahnya, Fumifusa , di teluk, bersama dengan armada Otori. Orang-orang asing sudah sering ber¬kunjung ke tempat Lord Arai sehingga tidak mena rik perhatian. Perbincangan mengalir lebih lancar karena si jurubahasa makin berani dan percaya diri, dan Don Carlo pun makin fasih. "Anda pasti mengira kami bodoh," katanya, "karena tidak mengetahui ada Kaisar. K ini kami sadar kalau kami harus mendekati beliau karena kami adalah utusan Halaman 200 dari 600

raja kami, dan monarki harus berhadapan dengan monarki.aja kami, dan monarki har us berhadapan dengan monarki." Hana tersenyum. "Lord Kono yang baru¬baru ini kembali ke ibukota, dan yang pernah bertemu Anda berdua, adalah keluarga kekaisaran. Dia meyakinkan kami bahwa Lord Arai mendapat dukungan Kaisar. Kepemimpinan Lord Otori di Tiga Negara dianggap tidak sah, maka dia hend ak meng¬ajukan pembelaan atas tuduhan itu." Don Joao nampak tertarik saat kalimat ini diterjemahkan. "Mungkinkah Lord Arai b isa membantu kami mendekati Yang Mulia Kaisar?" "Akan kulakukan dengan senang hati," sahut Zenko, wajahnya bersemu merah karena gembira dan juga karena minum sake. Perempuan itu, si jurubahasa, mener¬jemahkan kalimat ini, lalu mengatakan beberapa kalimat lagi. Don Carlo tersenyum agak sedih, Hana pikir, lalu menganggukkan kepala dua atau t iga kali. "Apa yang kau katakan?" tanya Hana langsung pada Madaren. "Maaf, Lady Arai. Aku bicara soal masalah keagamaan pada Don Carlo." "Ceritakan lebih banyak lagi pada kami. Kami tertarik pada ajaran para orang asing, dan terbuka dengan kepercayaan merek a." "Tidak seperti Lord Otori," kata Don Carlo. "Tadinya aku mengira dia akan ber¬sika p simpatik, dan aku menaruh harapan besar untuk penyelamatan jiwa dari dosa dan kematian bagi is trinya yang cantik itu, tapi dia melarang kami menyebarkan agama secara terang-terangan atau membangun gerej a." "Kami tertarik mendengarkan masalah ini," ujar Hana sopan. "Dan sebagai imbalann ya kami ingin tahu berapa banyak kapal yang dimiliki raja Anda di Kepulauan Kecil Selatan, dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk berlayar dari sini ke sana." "Kau punya rencana baru," kata Zenko malam itu saat mereka hanya berdua saja. "Aku tahu sedikit tentang kepercayaan orang-orang asing itu. Alasan mengapa kaum Hidden selalu dibenci adalah karena mereka lebih mematuhi Tuhan Rahasia ketimbang penguasa man a pun. Deus

milik orang-orang asing itu juga sama, menuntut kesetiaan yang utuh." "Aku telah bersumpah setia berulang kali pada Takeo," ujar Zenko. "Aku tidak menyukai gagasan dikenal sebagai pelanggar sumpah, seperti Noguchi: kukatakan ya ng se¬sungguhnya padamu, hanya itu yang masih menahanku." "Takeo telah menolak Deus sudah jelas dari apa yang kita dengar tadi. Bagaimana ka lau Deus memilihmu untuk menghukum¬nya?" Zenko tertawa. "Bila Deus membawa¬kanku kapal dan senjata, maka aku siap ber¬hadapan dengannya!" "Bila Kaisar sekaligus Deus memerintah¬kan kita untuk menghancurkan Takeo, bagaima na kita bisa membantah atau tidak mematuhinya?" ujar Hana. "Kita memiliki restu; juga peralat an." Tatapan mereka ber-temu, lalu mereka berdua tertawa terbahak¬bahak. *** "Aku ada satu rencana lagi," kata Hana kemudian, ketika kota sudah sunyi, dan di a berbaring di pelukan suaminya, setengah tertidur dan merasa puas. Zenko sudah hampir tertidur. "Kau memang sarang berharga dari gagasan yang baik," sahutnya, seraya membelai istrinya dengan malas. "Terima kasih, tuanku! Tapi apakah kau tidak ingin mendengarnya?" Halaman 201 dari 600

"Tidak bisakah menunggu sampai besok?" "Ada beberapa hal yang lebih baik di¬bicara kan dalam kegelapan." Tidak bisakah menunggu sampai besok?" "Ada beberapa hal yang lebih baik di¬bicarak an dalam kegelapan." Zenko menguap dan berpaling ke arah istrinya. "Bisikkan rencanamu itu dan aku ak an mempertimbangkannya dalam mimpi¬ku." Setelah Hana memberi tahukan, Zenko terbaring dalam waktu lama tanpa bicara hing ga seperti sudah tertidur, namun Hana tahu kalau suaminya itu masih terjaga. Akhir¬nya Zenko berkat a, "Aku akan berikan dia satu kesempatan lagi. Bagaimana pun, dia adikku."* Meskipun Sada telah berusaha, ditambah salep dari Ishida, luka di wajah Maya tet ap berbekas, garis kemerahan di tulang pipinya bak bayangan daun perilla. Maya dihukum dengan berba gai cara atas ketidakpatuhan¬nya. Meskipun dia dipaksa melakukan tugas paling rendah di rumah, d ilarang bicara, dilarang tidur dan makan, dia tetap lakukan semua ini tanpa dendam, sadar kalau ia memang pantas dihukum karena menyerang dan melukai ayahnya. Maya belum bertemu Taku selama sem inggu, dan walau Sada merawat lukanya, tapi dia tidak bicara atau pun memeluk serta membela inya seperti yang diinginkan Maya. Sendirian sepanjang waktu, dijauhi semua orang, Maya punya bany ak waktu untuk memikirkan apa yang telah terjadi. Begitu teringat kalau ia telah menyerang ayah nya, air mata berlinang. Biasanya ia tidak pernah menangis: satu¬satunya yang diingatnya yaitu s aat berada di sumber air panas, bersama Takeo dan Miki, ketika menceritakan pada ayahnya bagai¬mana cara membuat si kucing tertidur dengan tatapan maut Kikuta. Hanya ketika ada Ayah aku bisa menangis, pikirnya. Mungkin air mata adalah bagian dari kemarahan. Ia ingat kemarahannya pada ayahny a karena tidak mengatakan kalau punya anak laki-laki, karena semua rahasia yang mungkin disembu nyikan ayah dari diri¬nya, karena semua muslihat yang terjadi antara orangtua dan anaknya. Namun Maya juga ingat kalau tatapannya menguasai tatapan ayahnya, kalau ia bisa mendengar langkah ringan dan merasakan kehadiran ayahnya saat tidak kelihatan. Maya meliha t betapa kekuatan si kucing telah ber¬tambah dan memperkuat kekuataan dirinya. Kekuatan itu masih saja menakutkan bagi¬nya, tapi setiap hari, di saat kurang tidur, makan dan bicara, day a tarik kekuatan itu semakin bertambah, dan mulai bisa melihat bagaimana ia bisa mengendalikannya.

Di akhir minggu, Taku memanggilnya dan mengatakan kalau mereka akan pergi ke Hof u keesokan harinya. "Kakakmu, Lady Shigeko, membawa kuda-kuda," katanya. "Dia ingin mengucap¬kan selamat tinggal padamu." Saat Maya hanya membungkuk hormat tanpa menjawab, Taku berkata, "Kau boleh bicar a sekarang: hukumannya sudah selesai." "Terima kasih, Guru," sahutnya dengan patuh, kemudian berkata, "Aku benar-benar menyesal." "Kita semua pernah melakukan kesalahan yang berbahaya. Aku yakin kalau aku perna h menceritakan saat ayahmu menangkapku di Shuho." Maya tersenyum. Kedua saudara perem¬puannya senang sekali mendengarkan cerita itu saat mereka masih kecil. "Shizuka sering menceritakannya pada kami, untuk memper¬ingatk an agar kami patuh!" "Kami berdua beruntung karena ayahmu yang kami hadapi. Jangan lupa, kebanyakan o rang Tribe dewasa akan membunuh tanpa pikir panjang, anak-anak atau bukan." *** Halaman 202 dari 600

Shigeko membawa dua kuda betina tua higeko membawa dua kuda betina tua Maruyama, untuk Maya dan Sada, satu berwarna coklat kemerahan, dan satunya lagi, yang membuat Maya kegirangan, berwarna abu-abu pucat dengan surai dan ekor hitam , sangat mirip kuda tua milik Taku, Ryume, anak Raku. "Ya, yang abu-abu ini bisa menjadi milik¬mu," sahut Shigeko, memerhatikan mata May a yang berbinar. "Tapi, kau harus merawatnya baik-baik selama musim dingin." Shigeko me lihat wajah Maya: "Sekarang aku bisa bedakan antara kau dan Miki." Sambil menarik Maya ke samping, Shigeko berkata pelan, "Ayah menceritakan apa yang terjadi. Aku tahu ini sulit bagimu, m elakukan semua yang diminta Taku dan Sada. Buka mata dan telingamu lebar-lebar saat tiba di Hof u. Aku yakin kau bisa berguna di sana." Kedua kakak beradik itu berpelukan; setelah mereka berpis ah, Maya merasa diperkuat oleh kepercayaan Shigeko kepadanya. Itulah yang membuatnya mampu berta han selama musim dingin yang panjang di Hofu, saat angin dingin terus berhembus dari laut, bukannya membawa salju sebagai¬mana mestinya tapi malah membawa hujan es dan hujan sedingin es. Bul u kucing itu terasa hangat, dan Maya kerap tergoda untuk memanfaatkannya. Awalnya masih teras a janggal, lalu dengan rasa percaya diri yang makin besar, Maya belajar memaksa ro h kucing itu tunduk pada kehendaknya. Masih ada banyak unsur ruang antara dua dunia yang menakutkan baginya: hantu yang kelaparan dengan keinginan yang belum terpuaskan, serta kesadarannya tentang semacam kepandaian yang mencari dirinya. Rasanya seperti kilatan halilintar di k ege¬lapan. Kadang ia menatap dunia itu dan merasakan daya tariknya, tapi seringkali ia menjauhi ki lauannya, tetap berada di balik bayang-bayang. Sesekali ia bisa menangkap penggalan kata, bisika n yang tak kunjung ia pahami. Satu hal yang menyita pikirannya se¬panjang musim dingin adalah masalah yang membu at ia sangat marah pada ayahnya: bocah misterius yang merupakan kakak tirinya, yang tidak per nah dibicarakan siapa pun, yang kata Taku akan membunuh ayahnya ayahnya! Saat ia memikirkan tentan g bocah itu, ia menjadi bingung dan roh si kucing berusaha menguasai dirinya dan melakuk an apa yang diinginkannya. Ia sering terbangun berteriak karena mimpi buruk, sendirian di kamar karena kini setiap malam Sada bersama Taku. Maya berbaring terjaga sampai pagi, takut meme¬jam

kan mata. Sada mengatur agar mereka tinggal di rumah keluarga Muto antara sungai dan kedia man Zenko. Rumah itu dulunya adalah tempat penyulingan sake, tapi dengan makin bertambahnya pelanggan karena Hofu kian makmur, keluarga itu pindah ke bangunan yang lebih besar, dan b angunan ini kini hanya dijadikan gudang. Seperti di Maruyama, keluarga Muto menyediakan penjaga dan pelayan, dan Maya mas ih berpakaian anak laki-laki di luar rumah, tapi diperlakukan sebagai anak perempuan ketika di dalam rumah. Teringat pesan Shigeko, dan ia membuka telinga lebar-lebar, mendengarkan bisik-b isik per¬cakapan di sekelilingnya, berjalan-jaian me¬lewati pelabuhan saat cuaca cukup cerah, dan m emberitahu Taku dan Sada apa yang didengarnya. Tapi ia tidak menceritakan semuanya: sebagian dar i desas-desus yang mengejutkan dan membuatnya marah sehingga ia tidak ingin mengulang kata-kat a itu. Ataupun berani bertanya pada Taku tentang pemuda yang merupakan kakaknya itu. Maya bertemu Shigeko lagi sebentar ketika musim semi, ketika kakaknya berlayar b ersama kirin dan Hiroshi dalam perjalanan ke Miyako. Ia sudah sangat terbiasa dengan segala hasra t Taku terhadap Sada, lalu mengamati kakaknya dan Hiroshi untuk melihat apakah mereka menunjukkan geja la yang sama. Terasa sudah begitu lama ketika ia dan Miki menggoda Shigeko tentang Hiroshi: ap akah hanya sekadar rasa tertarik seorang gadis belia, ataukah kakaknya masih tetap mencintai pemuda yang kini menjadi pengawal seniornya? Dan apakah Hiroshi mencintai kakaknya? Seperti halnya Takeo, Maya juga memerhatikan reaksi cepat Hiroshi sewaktu Tenba melompat dan mundur tiba-ti ba karena takut selama upacara di Maruyama, dan menarik kesimpulan yang sama. Kini ia kurang yak in: di satu sisi, Shigeko dan Hiroshi tampak saling menjauh sekaligus bersikap resmi; di sisi lain mereka seperti Halaman 203 dari 600

Sewaktu di penginapan itulah Maya men¬dengar percakapan lain di kalangan keluarga Muto. Taku disibukkan dengan permintaan dari orang-orang asing yang telah kembali dari Hagi dan bersem angat untuk membangun pos perdagangan secepatnya. dan ada semacam keselarasan yang terjalin di antara mereka. Di bulan keempat. Kira-kira di saat inilah Maya sadar atas p erubahan yang terjadi dengan perlahan sejak hari pertama musim semi. Tribe mulai menyesal karena sebelumnya mereka yang menguasai perd agangan. maka Kikuta Akio muncu l dari pengasingan. Kuroda dan Imai: setelah lima belas tahun dalam damai. Shizuka. dan ketika bangsawan memanfaatkan ketrampilan mereka. . dan kedua or ang itu memanfaatkan arwah kucing dalam mantra-mantra mereka. bahkan kurang ajar. Sumpah setia tidak pasti yang digabung Kenji dengan kekerasan karakternya. dan Maya tak berani lagi menggoda maupun bertanya padanya. Semua perubahan itu seper ti memastikan desas-desus yang mulai di-dengarnya saat musim dingin. informasi yang diantar amat terlambat hingga akhimya tidak berguna.saling memahami pikiran masing-masing. dan bahwa Muto mengendalikan kesetiaan Tribe terlepas dari Kikuta yang membenci dan berusaha membunuh ayahnya. Maka butuh waktu la ma baginya untuk dapat memahami dan menerima gejala-gej ala yang tampak di depan matanya. setelah Shigeko dan Hiroshi pergi bersama kirin menuju Akashi. Seiring makin besar kecurigaannya. diikuti¬nya para pelayan ke penginapan dan men¬dengar cerita-cerita mereka: kalau Taku dan Sada adalah penyihir. dan untuk memperbaikinya saat ini. Shigeko telah mengemban wewenang baru. Kenji. Shigeko telah mengemban wewenang baru. penga laman dan akal bulusnya mulai hancur. Maya menemukan dirinya terbebani dengan lebih banyak pekerjaan karena para pelayan ma kin malas. dan Taku adalah keluarga Muto dan telah menjadi penasihat terdekat keluarga Otori dan telah menjadi gurunya. Sejak kecil ia sudah hidup dengan kepercayan bahwa kesetiaan keluarga Muto teguh kukuh terhadap Klan Otori. Kurir pembawa pesan yang datang ke rumah jumlahnya makin sedikit. dan ada semacam keselarasan yang terjalin di antara mereka. dan Maya tak berani lagi menggoda maupun bertanya padanya. Para penjaga tertawa sinis di belakang Taku tentang obsesinya terhadap Sada: laki-laki-perempuan yang lemah da n gila. ketika pedagang dan petani biasa menikmati kesejahteraan. aling memahami pikiran masing-masing.

dan udara terasa pekat dengan berbagai aroma. dan bahkan lebih kagum lagi ternyata begitu banyak orang yang ia kenal dari kalangan Tribe bukan hanya mentolerir kehadirannya. ketertarikan dan keingintahuannya semakin bertambah . ia pergi diam-diam ke penginapan di tepi sungai. s aat itu kota terasa lebih hidup dari biasanya karena Zenko dan Hana sudah kembali bersama rombongan. langsung menembus kemampuan menghilangnya. dan setiap kali didengarnya. dan penginapan penuh sesak dengan orang. membiarkan angin sepoi-sepoi dari arah barat daya mas uk. Semua pintu terbuka lebar. Maya menyembunyikan diri di bawah beranda. minyak wijen serta jahe. Maya menyad ari kalau orang itu berada dalam perlindungan Zenko. dan sadar kalau Akio ada di penginapan itu. Satu malam. Saat itu ia menyadar i betapa Halaman 204 dari 600 . memperkenalkan diri pada Akio.Maya mendengar nama laki-laki itu beberapa kali di awal-awal bulan keempat. ikan panggang dan sake. meski ia tak tahu sampai sejauh mana kebenarannya. tapi ia menangkap kata ketua Kikuta. sesaat sebelum bulan purnama. malam ini terlalu bising untuk bisa mendengar banyak bah kan dengan telinga¬nya yang tajam. langsung tahu mana yang bernama Akio karena lak i-laki itu melihat dirinya. tapi justru mencarinya. Lentera menyala berasap. Ia terkejut temyata laki-laki itu berani muncul secara terang-terangan di Hofu. Ia meraba pisau di baju luamya lalu menggunakan kemampuan menghilang kemudian berjalan ke pintu penginapan. Ia tahu kalau itu pengkhianatan. Selama ini ia dapat meng¬hilang diri tanpa diketahui. menggunakan kemampuan meng¬hilang untuk menyelinap di bawahnya. dan menjadi so mbong karenanya. dan ia bahkan mendengar Zenko disebut sebag ai ketua Muto. Maya memindai berbagai kelompok.

Maya melarikan diri pada satu-satunya perlindungan yang dikenalnya. Hisao. pada Sada da n Taku. Sada memanggil-manggil namany a sementara Taku menatap matanya. jika kubiarkan mereka bicara. Akio melompat dari lantai dan seperti terbang ke ar ahnya. dirasakannya tekstur lantai di bawah kakinya. Mereka berusaha menenang¬kan saat dia be rjuang sekuat tenaga men¬dapatkan kembali wujud manusianya. Di belakangnya. "Kau tahu siapa Hisao i .berbahayanya laki¬laki itu. Sudah lama aku menunggumu. Saat memahami katakata itu. betapa lemah dirinya bila dibanding¬kan dengan Akio. melemparkan senjata selagi bergerak. dan tanpa pikir panjang ia men¬jatuhkan diri ke lantai. betapa lemah dirinya bila dibanding¬kan dengan Akio. Maya melihat kilau pisau. melemparkan senjata selagi bergerak. membangunkan keduanya dari tidur nyenyak. dirasakannya tekstur lantai di bawah kakinya. Ketika membuka mata. dan tanpa pikir panjang ia men¬jatuhkan diri ke lantai. cak arnya di lantai papan rbahayanya laki¬laki itu. mendengar desingn ya di udara. ia ketakutan setengah mati. Dan si kucing hanya ingin kembali pada pemuda itu. melawan tatapan Maya yang amat kuat." ujar Maya pelan. "Jadi sesuatu menghubungkan Hisao dan kucing itu?" akhimya ia bertanya. "Dialah yang memanggil kucing itu. sepertinya tertidur selama beberapa saat." Taku menggelengkan kepala dengan tatapan bertanya-tanya. Dirasakannya tatapan pemuda itu mencarinya. Datanglah padaku. Akio melompat dari lantai dan seperti terbang ke ar ahnya. Semua yang ada di sekelilingny a berubah: ia melihat dengan mata si kucing. Semua yang ada di sekelilingny a berubah: ia melihat dengan mata si kucing. " "Penguasa si kucing? Darimana kau dapat kata itu?" "Itulah yang dikatakan para hantu. cak arnya di lantai papan beranda sewaktu ia melompat melarikan diri ke dalam gelapnya malam. dia bisa b erpikir jelas lagi. "Dialah penguasa si kucing. Ta ku mengagumi pengendalian diri gadis itu yang dapat menceritakan tanpa meneteskan air mata. dan men¬dengar penggalan suara yang membentuk kata-kata. dan ingin menceritakan segalanya pada mereka. Maya menyadari ke¬hadiran pemuda itu. bet apa laki-laki itu bisa membunuhnya tanpa ragu. betap a laki-laki itu bisa membunuhnya tanpa ragu. Maya melihat kilau pisau. Taku mendengarkan tanpa bicara selagi Maya menceritakan apa yang didengarnya. Akhirnya tu buh Maya lemas. mendengar desingn ya di udara.

hembusan napasnya terasa di bulu kuduknya. "Kukira hal itu hanya legenda. "Artinya dia mampu untuk berjalan di antara dua dunia. Dia memiliki kekuatan untuk me¬nenangkan atau mengh asut mereka. membuat satu tuntutan terakhir padanya. Tatapan Maya yang berkilat ter¬paku pada wajah Taku. "Putra ay ahku. "Apa yang harus kita lakukan?" tanya Sada pelan." "Apa artinya itu?" tanya Maya." Halaman 205 dari 600 ." "Sudah berapa lama kau tahu?" "Aku pernah mendengar kau mengatakan pada Sada. gelisah atas peng¬khianatan yang telah diungkap Maya. Dugaanku adalah mereka belum menge tahui bakatnya. dan berapa banyak yang mereka tahu tentang Hisao. di Maruyama pada musim gugur yan g lalu. "Pertama kali kita melihat kucing itu. Takut pada ke kuatan supranatural." Ia berhenti sejenak lalu bicara tanpa perasaan. dan kemarahan pada rasa puas dalam dirinya serta kurang waspada." sahutnya." ujar Taku. Tidak ada lagi orang yang tahu tentang hal semacam ini di kalangan Tri be: semua laporan kita menunjukkan kalau Hisao tidak memiliki kemampuan Tribe. Sada merengkuh dan memeluk Maya erat-erat. "Hisao pasti seorang penguasa alam baka. Para arwah akan patuh padanya." bisik Sada. "Kita harus membawa Maya pergi. "Tapi aku harus menemui kakakku lebih dulu. dan mencari tahu seberapa dalam keterlibatannya dengan Akio. mendengar Sada menghela nap as." jawab Maya." Inilah pertama kalinya Taku merasakan ketakutan yang sesungguhnya.tu?" "Dia cucu Muto Kenji. Ini jauh lebih buruk dari yang kita bayangkan. mendengar suara orang yan g sudah mati.

Hiroshi. "Aku akan menemui Zenko besok. Ia selalu berusaha membuat Hiroshi ter kesan. kesadaran ter¬goyahkan pada kehormatan dan kesetiaan. pastinya. tapi kita harus tetap pergi. berarti kematian beberapa ribu prajurit Otori yang tak ada hubungan dengan dirin ya. dan menyadari sekali lagi betapa ia sangat merindukan Gurunya itu." sahut Taku. dicekam perasaan kalau segala sesuatun ya akan terurai satu demi satu. *** Saat malam lebih larut. Taku berpikir keras apa yang harus dilakukan. bukan untuk yang pertama kalinya.Apakah Kenji tahu? Taku memikirkan hal itu. kal au jaring mulai makin kencang di sekelilingnya dan tak ada jalan untuk lolos. sada r akan tubuh tinggi Sada di sisinya. Taku punya rasa iri yang terpendam pada Hiroshi. keberan ian fisiknya. Ny awa Takeo." kata Sada gelisah. kecu ali bila dia melawan. Ia berusaha menimbang apa saja yang dipertaruhkan. sebelum ia bertemu Sada. Saat terjaga. Kita harus bawa Maya pergi. pakah Kenji tahu? Taku memikirkan hal itu. Ia tahu k alau Hiroshi lebih memilih mencabut nyawanya ketimbang meninggalkan Takeo. dan menyadari sekali lagi betapa ia s angat merindukan Gurunya itu. Ia menyes . Rasanya masuk akal mematuhi kakaknya yang akan mengambil alih kepemimpinan Tribe a tau bahkan menyerahkan jabatan itu pada Taku sendiri: keluarga Muto dan Kikuta bisa berdamai. dan betapa besar kegagalannya untuk bisa menggantikan kedudukan gur unya itu. mengamati malam yang pucat. maka ia tak harus menyerahkan nyawa Sada atau nyawanya sendiri. Juga nyawa Kaede. Jika Takeo mel awan balik. Alangkah bodohnya kakakku. dan ia tak tahan membayangkan wajah Hiroshi saat sadar kalau ia berpihak pada Zenko." "Kita belum mendapat kabar dari Lord Takeo sejak Terada datang dari Hagi. naluri pragmatis Muto mendes aknya untuk mengikuti jalan ini. Memikirkan Hiroshi telah membuatnya berhenti secara tiba-tiba. dan betapa besar kegagalannya untuk bisa menggantikan kedudukan gur unya itu. meski sulit untuk mengakui pada dirinya sendiri. terhadap sifat ksatria yang jujur. "Sebelumnya aku tidak cemas. terlebi h lagi mengaiakannya pada Sada atau orang lain. "Kita akan pergi ke Inuyama." katanya. keyakinannya makin besar kalau Takeo akan hancur.. pikirnya. menyayangi sahabatnya itu lebih dari apa pun.. tapi Zenko pasti menganggap si kembar terlalu berbahaya. kemungkinan anak-anak juga mungkin Shigeko tidak. Sebagai anak laki¬l aki.

mi rip yang dipakai Don Joao dan Don Carlo yang juga hadir saat makan malam. dan menerima jawabannya sebelum tengah har i. Tak per nah kubayangkan kalau aku akan menjadi ksatria yang mulia. pikirnya saat membangunkan Sada dengan le mbut. Halaman 206 dari 600 . T ak pernah ku¬bayangkan kalau aku akan jatuh cinta. kepal a tertunduk. serta tampak hikmad. lebih memercayai mereka ketimbang orang yang disediakan keluarga Muto di Hofu. Sebelum mulai makan. Direngkuhnya Sada erat. tapi lebih dari itu. *** Taku mengirim pesan keesokan harinya. kala u Zenko mengenakan kalung dari untaian rosario indah yang terbuat dari ukiran gading. dengan langkah yang lebih angkuh. dan menyadari dengan campuran antara rasa tercengang dan jijik kalau kakaknya telah mengikuti kepercayaan orang asing. Begitu bertemu. tidak secara terang-terangan. Do n Carlo diminta untuk meng¬ucapkan doa. Taku memerhatikan kehangatan baru antara kedua orang asing itu dengan Zenko. dan diundang ke kediaman di Hofu untuk makan malam bersama Zenko dan Hana. Men dengar betapa sering Deus diucapkan. sang kakak menunjukkan kepercaya¬an diri yang ba ru. Dia menghabiskan waktu dengan mem¬persiapkan diri untuk be pergian. Ia diperlakukan dengan santun seperti biasa. walau tak langsung mengomentari. Taku juga memerhatikan. karena tak ingin menarik perhatian. Zenko dan Hana duduk dengan tangan terkatup. dan meskipun tidak tahu kalau itulah terakhir kalinya dia membangunkan Sada. Kumis dan janggu t Zenko tampak lebih lebat.alkan tindakan kakaknya yang menempatkan ia dalam posisi serba salah. Taku melihat ada perubahan dalam diri kakaknya. Taku berkuda p ergi bersama empat orang yang telah menemaninya sejak dari Inuyama.

"Aku melihat kebenaran dalam kepercayaan mereka dan aku memilih untuk mengikuti jalan mereka. pikirnya. membuka semua indera¬nya. namun menahan diri. hembusan napas yang tak terduga. Ia mengenal kakaknya sebagai laki-laki tanpa agama dan tidak berminat pada sesuatu yang berbau spiritual sama seperti dirinya." Zenko . juga karena tindakan ini akan membahayakan kel uargamu ibu kita." sahut Zenko. dan ketika makan malam se lesai dia berkata." "Kurasa kau tengah merencanakan per¬sekongkolan menentang Lord Otori. Ia mengenal kakaknya sebagai laki-laki tanpa agama dan tidak berminat erpindah agama atau hanya berpura-pura? Taku tidak percaya kalau tindakan Zenko tulus adanya. ikutlah ke taman. Taku. karena kau telah b ersumpah setia dan berutang nyawa padanya. Malam ini indah: sudah hampir purnama. kurasa. tapi aku yakin kau bisa menebaknya. Janganlah kita saling mem¬bunuh. Zenko menyadari kegelisahan Taku yang makin bertambah. Kebebasan itu diperbolehkan di seluruh Tiga Negara. Kami permisi sebentar." Taku melihat deretan gigi putih di atas janggut Zenko saat tersenyum. "Tak ada alasan bagi kita untuk b ermusuhan. "Tak bisa kubayangkan apa alasannya. Mengapa Kikuta Akio berada di Hofu dan dalam perli ndunganmu? Perjanjian keji apa yang kau buat dengan orang-orang ini?" Taku memberi isyarat ke arah tempat percakapan orang asing itu terdengar seperti pekikan burung. aku bahkan kedua putramu. memasang pendengarannya untuk langkah ka ki yang tak dikenal. yang bahkan tidak terdeteksi oleh semua kemampuan Tribe. seraya menyembunyikan marahnya. pikirnya kecut. Rupanya Zenko melihat ada keuntungan: pasti berhubungan dengan militer. mengacuhkan pertanyaan tentang A kio. "Ada yang harus kubicara¬kan dengan adikku. dan kakaknya membimbing ia ke dalam jangkauan pisau lempar mereka? Atau s enjata mereka? Dan bulu kuduknya merinding memikirkan senjata yang bisa membawa kematia n dari jarak jauh. Zenko berkata. "Dan sebagai imbalannya?" "Aku terkejut kau belum tahu.Berpindah agama atau hanya berpura-pura? Taku tidak percaya kalau tindakan Zenko tulus adanya. seolah bisa membaca pikirannya. dan kemarahannya muncul selagi memik irkan kalau yang bisa diberikan orang asing itu adalah senjata api dan kapal." Taku mengikuti. Apakah sudah ada pembunuh yang ber sembunyi di taman. "Tidak ada kejahatan di dalamnya." sahut Taku. Ia ingin l angsung menyerang.

Tugas pertama kita adalah balas dendam atas kematian itu. juga pembunuh. dan tubuhnya terasa perih seakan siap menghilang. Dan kau juga pantas mati. Takeo yang menye babkan kematian ayah kita." sahut Taku." "Ayah kita memang pantas mati. seraya menahan kata-katanya. Bukan rahasia lagi kalau menurutku alasan Akio sangat masuk akal. kita bersaudara. Ayah kita seorang ks atria sejati. begitu kuatnya godaan itu hi ngga ia hampir tak sanggup menahannya. Takeo itu penipu. Mari kita bicara terns terang. Taku tergoda untuk menyerang. dan ak u sayang padamu. dan teringat kata-kata Takeo: Saudara saling membunuh. Dia akan mengabaikan peranmu dalam kematian Kotar o: semua orang tahu saat itu kau masih kecil. "Kau melihat bayangan dirim u sendiri. Ta keo tidak punya masa depan: mengapa ikut jatuh bersamanya? Bergabunglah denganku: Tribe akan ber satu kembali: aku pernah bilang kalau aku punya orang dalam di kalangan Kikuta." "Kau memandang Takeo seolah kau ber¬kaca. Yakin kalau Zenko past i hendak membunuhnya saat ini.menatapnya. perebut kekuasaan. "Taku. Akan kupenuhi semua keinginanmu." Taku merasa jarinya gatal ingin meraih pedang." sahut Taku. sungguh tak Halaman 207 dari 600 . namun ada sesuatu yang mencegahnya: rasa enggan untuk mencab ut nyawa kakaknya. "Tidak. terlepas dari perbedaan pendapat kita. lalu mendekat dan memegang tangannya. Kaulah si perebut kekuasa¬an.

dikalahkan dengan kecemasan yang lebih besar dalam dirinya. Tak u sayang. Bagian bawahnya direkatkan dengan lilin dan dicap dengan lencana Otori. yang digunakan di Tiga Nega ra. "Dalam hal ini. ia meninggalkan kediaman tanpa pamitan.terbayangkan. Mari kita rundingkan. Para penjaga menunggu di gerbang dengan kuda¬kuda." ujar Zenko. tapi yang satu ini sudah terbuka. Kemudian Taku masuk ke tempat Sada tengah menunggu. sebelum kau pergi: aku lupa berikan ini padamu. Diraihnya tali kekang Ryume lalu bergegas naik. pikirkan semua tindakanmu. termasuk dirimu sendiri. Apakah keinginan balas dendammu bisa menjamin tidak akan menyebabkan perang saudara?" "Baiklah." Disingkirkannya kecemasan laki-laki itu. Aku akan bicara lagi denganmu besok. "Biar kupertimbangkan dulu." laki-laki di sebelahnya berkata pelan. termasuk dirimu sendiri. harus taat pada hukum. "Apa yang kau temukan?" . terserah apakah kau memihak atau menentangku. Kakakmu. seakan sulit bernapas. "Ada apa?" "Kuda Anda tadi batuk-batuk." "Tak ada yang bisa dirundingkan kecuali dengan kehancuran dan kematiannya. seperti layaknya orang lain. seperti layaknya orang lain. Di tempat penginapannya. Taku sayang. Sada masih berpakaia n lengkap." "Mungkin karena udara musim semi." sahu t Zenko marah. Kakakmu. Dan kau juga. "Katakan apa yang kau inginkan dari Lord Otori . berharap setiap waktu mendengar anak pana h atau pisau melesat di udara. "Lord Muto. dia meminta agar pelana kuda jangan dibuka. "Kuharap ini bisa memeng aruhi keputusanmu." ujar Zenko. dan menyiap kan dua kuda betina. "Kita pergi sekarang. harus taat pada hukum." Taku berjalan dengan cepat dari taman. "Kurasa ini dari Lord Otori. "Oh ya." Dikeluarkannya wadah bambu dari balik jubah dan menyerahkannya. erbayangkan. Taku menghirup napas dalam-dalam. lalu tertawa. Udara terasa sulit dihirup dengan pekatnya ser buk sari." kata Taku padanya. Taku meng¬ambilnya dengan firasat: dikenalinya benda itu sebagai tempat surat." Taku mundur dengan sikap hati-hati.

"Takeo memintamu agar segera menemuinya di Inuyama tapi ini sudah terla mbat selama berminggu-minggu. dan sebagai imbalannya mereka mempersenjatainya. Itu sebabn ya tidak ada kabar darinya. Bulan purnama cukup terang untuk berkuda. maka aku harus mengejarnya sampai di perbatasan. tapi juga telah bersekutu dengan orang asing." Diserah kannya wadah surat pada Sada." *** Maya tengah mimpi aneh serba merah di mana kakak laki-lakinya. membawa senjata yang menakutkan. Aku tak ingin dia di temukan Akio. seolah Hisao tahu semua rahasia dalam dirinya. Di Inuyama kalian lebih aman. muncul dalam berbagai samaran. Tentunya dia sudah berangkat saat ini?" "Kita harus ke sana malam ini. Bila Ta keo telah meninggalkan Inuyama. Tatapannya mem¬buat Maya merasakan ketakut an yang tak bisa dijelaskan. Kakakny a itu memiliki Halaman 208 dari 600 ."Zenko bukan hanya membuat kesepakatan dengan Akio. Dia harus kembali dan membawa pasukan kembali dari wilayah Timur. Dia menga ku telah menerima agama mereka. "Dia mengacaukan surat-surat yang Takeo kirim. Bangunkan Maya. Kakaknya itu tampak kejam. dia harus ikut." Sada mengambil tabung itu lalu mengeluarkan suratnya. yang wajahnya kin i bisa dilihat sekilas. Dia membaca dengan cepat t ulisan dalam surat itu. terkadang ditemani para arwah.

" Hofu bukanlah kota yang dikelilingi dinding. Kami mengira bisa membendungnya. dan seke lompok kecil orang Taku. Maya berkata pada Taku . Dia bisa saja menyerang atau membuntuti. di awal musim semi dengan bulan yang hampir penuh. Maya serta empat pengawal tidak diberhentikan atau ditanyai. Aku curiga ada jebakan. Segera setelah mereka hanya bertiga di ruang makan kecil.semacam jiwa kucing seperti dirinya. mereka berhenti di sebuah penginapan untuk sarapan dan minum teh. karena tak tahu kalau Hisao mengenalnya. Pamanmu Arai dan istrinya ber komplot menentang ayahmu. yang membuatnya ketakutan. Kedua bocah itu harus mati!" ." Selagi kuda-kuda berderap menyusuri jalan menuju jalan besar. "Apakah kakakmu membiarkan kau pergi?" "Itu sebabnya kita pergi sekarang. dan suaranya terdengar sangat serius. Sada. "Mengapa kita pergi di malam seperti ini?" "Aku tidak ingin menunggu sampai pagi. dan kegiatan perdagangan dan pelabu han berarti orang datang dan pergi pada jam berapa saja. "Apa yang terjadi?" "Akan kuceritakan sedikit saja demi keselamatanmu. "Kita akan ke Inuyama untuk menemui ayahmu." Tanpa bertanya. Malam ini Hisao membisikkan nama Maya. saat putra mereka tinggal di rum ah kami?" tanya Maya gusar. emacam jiwa kucing seperti dirinya." kata Taku selagi mengayunkan tubuh Maya ke punggung kuda. Maya melakukan seperti yang diminta karena bulan-bulan musim din gin telah mengajarkannya untuk patuh. Sada bertanya pada Taku. lekas berpakaian. Kita pergi sekarang. Ber¬si agalah dengan senjata. "Ibu harus diberitahu. tapi men¬dadak situasinya makin mengancam. karena tak tahu kalau Hisao mengenalnya. Maya terbangun dan sadar kal au Sada yang bicara pelan di telinganya. Malam ini Hisao membisikkan nama Maya. Maya terbangun dan sadar kal au Sada yang bicara pelan di telinganya. "Bangunlah. di malam s eperti ini." Kelelahan tergambar di wajah Taku. Tak lama setelah matahari terbit. ada pelancong lain di jalan. mengikuti bulan dan gelombang. Ayahmu harus segera kembali. yang membuatnya ketakutan. dan bersiap untuk bertarung. "Bagaimana bisa paman dan bibi ber¬tindak begitu.

Aku akan ke Hagi dan men¬ceritakan pada Ibu tentang niat Hana yang se benarnya!" "Tidak." tutur Taku. Hutan kian lebat di sekeliling mereka. terus maju. begitu pemberani." "Lagipula. kau harus tetap bersama kami.. pikir Maya. merangkul bahu Sada. cahaya matahari yang berubah selagi gumpalan besar awan putih berarak. sesekali terdengar su ara jangkrik bak Halaman 209 dari 600 . Cuaca hari itu tetap cerah dan segar. "Itu sebabnya kita har us menyuruhnya kembali. Hana memang akan ke Hagi hari ini. merasakan hari-hari yang kami lalui dalam perjala nan." Sada menarik Maya dan duduk denga n merangkulnya. "Darimana datangnya ke kejaman itu?" Tapi suaranya terdengar penuh kasih sayang dan kekaguman. Sada dan Taku be rsamaku. angin sepoi-sepoi ber henti berhembus. "Ayahmu berharap tak seorang pun harus mati. awan menghilang ke arah timur laut. Aku tidak akan melupakan ini : makanan yang terasa begitu lezat saat aku begitu lapar. Kira¬kira tengah hari. langit cerah." sahut Taku. begitu bersemangat." kata Sada. Hanya ayahmu yang memiliki reputasi dan kekuatan untuk mencegah pecahny a perang. merasakan angin m usim semi. "Selama musim panas ini Hana akan bersama ibumu dan adikmu. Mereka d uduk diam selama beberapa saat." "Itu lebih buruk lagi! Ibu harus di peringatkan. Bahaya. harumnya aroma ten. biru terang."Kau kedengaran sangat berbeda dengan ayahmu. Peluh membuat kul it kuda menjadi lebih gelap di bagian leher tubuh mereka selagi meninggal¬kan dataran pesisir dan mulai menanjak ke perbatasan pertama. Seperti keluarga..

"Pergilah. Aku tak bisa meninggalkan Taku. mustahil diketahui. lengannya berlumuran darah darahnya atau darah orang l ain. "Tetap di sini jangan. Kami akan segera menyusul. hangatnya senja m embuatnya mengantuk. membalikkan kuda betina yang ketakutan ke arah mereka da tang. dan satu suara lagi. kudanya. dingin dan brutal. Irama berjalan kuda. membelokkan kuda keluar dari jalan dan menghilang di balik batang-batang pohon b ambu." serunya. Mereka mendengarnya: derap kaki h ewan dari lereng. hangatnya senj a membuatnya mengantuk. apa yang kau dengar?" Ia seperti mendergar dentingan baja. dan sekonyong-konyong dilihatnya Hisao. Aku harus kembali. Sada berhenti lalu menengok ke belakang. lalu tersadar kaget. membuat burun g-buning memekik ke takutan lalu terbang. "Mereka punya senjata api. jatuh. Kejadiannya begitu cepat: Ryume jatuh lalu mati. tertahan dengan lut utnya. Jumlah mereka paling banyak dua belas orang. tapi Maya ta k memahaminya karena saat mengucapkan kata-kata itu Ryume. dengan enggan melajukan kuda dan Maya mengi kuti. Sada juga men¬dengarnya. Maya mulai merasa lelah. yang bergenia sampai ke perbatasan. "Itu dia datang. Irama berjalan kuda. melihat kuda berk ulit abu-abu dan bersurai hitam. Ia mengira ikan alat musik." perintah Taku pada Sada. Taku masih memegang pedang. kemudian terguling. Taku meneriakkan sesuatu ketika melihat mereka. dan mereka berhenti.petikan alat musik." Taku memberi perintah dengan cepat pada pengawalnya. "Teruskan perjalanan dengan Maya. "Kami akan menahan merek a. lalu semb unyi. "Maya." gumam Maya." teriak Sada lega. mereka mengambil busur dari punggung. Maya mulai merasa lelah. "Ada yang mengikuti kita!" Taku mengacungkan tangan. tapi seiring dengan kuda-kuda yang mu lai lelah. menghempaskan tubuh ." "Aku juga. Ia mengira tengah bermimpi. tapi di kejauhan mereka melihat kepulan debu dan mendengar derap kuda. Mereka berkuda dengan cepat selama beberapa saat. jalan terus. teriakan dan pekikan pertar ungan." ujar Taku pada Sada. ringkikan kuda.

Pergilah. D engan sifat OtoriHalaman 210 dari 600 . Sada menarik tali keitang kudanya agar berhenti di samping Taku. Kedua kuda betina itu mudah gugup. Taku ing in mengucapkannya. pergi. Kuda betina milik Sada berusaha bangkit dan berderap kembali ke Maya sambil meri ngkik keras.Taku ke jalanan. Waktunya telah tiba. dan sudah berlari kencang. aku harus berkonsentrasi pada kematian. Kemudian dia me raih tangan Taku yang menggapai lalu mengayunon tubuh Taku di belakangnya. Dia baik-baik saja. Dia merasakan sayatan yang sangat menyakitkan di waj ahnya. kemudian dia jatuh dan Sada jatuh bersamanya. tapi tak sempat lagi. meski kelelahan. aku sekarat. Taku berusaha bangkit. dan kuda menimpa tubu h mereka. Secepatnya Sada menderapkan kuda menghampiri. kemudian tembakan itu meraung lagi. Dia tak bisa melakukan itu bila dia terluka . satu sayatan lagi di tangannya yang memegang pedang. pikir Maya lega. pengawalnya dan sebagian besar penyerang¬nya. Matanya dipenuhi cahaya langit biru yang m enyilaukan: cahaya matahari berputar-putar dan kian redup. Dia menyadari kuatnya punggung S ada saat memeluknya. Kuda betina tunggangan Sada menden gus dan menjadi liar saat melihat kematian Ryume. Dia nyaris t ak sempat berpikir. Dia merasakan tembakan itu menge na lehernya dan menembusnya. Taku tidak terlula parah. nak. Dari kejauhan didengarnya Maya berteriak. meski banyak orang yang mati di jalanan di belakangnya . sebelum kegelapan membungka m pikirannya untuk selamanya.

Tapi ia tidak tahu apa ya ng harus dilakukan selanjutnya. dunia yang mem¬biarkan Taku mati di bawah lan git biru dan matahari yang cerah. Ryume. dan tak bisa memalingkan pandangannya dari tiga mayat yang ter¬geletak di jalan. Maya menggerakkan kudanya meng¬hampiri mereka. mengambil pisau dengan tangan kanan lalu menggor ok leher Sada dengan cepat. Maya tahu kalau ia harus menggunakan k emampuan menghilang atau bentuk kucing lalu lari ke dalam hutan: ia berasal dari Tribe. Sada mergerang pelan. Ia h arus membuka mulut lalu menjerit. "Kedua Muto ini sudah membayar¬nya. Maya memikirkan kedua kuda itu. "Sada!" Seolah menjawab jeritannya. di bawah remangnya penerangan di penginapan. Kedua laki-laki itu datang menghampiri. Bocah itu menatapnya. Setidaknya aku harus ber tarung. Tapi badannya terasa lumpuh karena terguncang dan sedih." ujarnya. Ia membungkuk dan diraihnya tali kekang kuda Sada yang terayun-ayun. "Kematian Kotaro hampir terbalas. Mereka berasal dari Tribe: mereka takkan membiarkannya hidup hanya karena ia masih kecil. Kedua orang memegang senjata. kemudian Sada dan Taku mati dalam keadaan berangkulan. Luapan kepedihan di hatinya membuat Maya hampir tercekik tak bisa bernapas. Maya hampir tidak bisa melihat mereka di malam sebelumnya. memegangi tali kekang keduanya. Tapi ia tidak tahu apa ya ng harus dilakukan selanjutnya. I a membungkuk dan diraihnya tali kekang kuda Sada yang terayun-ayun. ya. Maya memikirkan kedua kuda itu. ia tak ingin hidip di dunia yang kejam ini. agak lebih jauh darinya. dan tak bisa memalingkan pandangannya dari tiga mayat yang ter¬geletak di jalan. tiba-tiba muncul dua orang tepat di belakang Ryume. Sekujur tubuhnya gemetar. ditambah lagi. Maya berdiri di antara kedua kuda betina. ia tak ingin melepaskan kedua kuda betina itu. tapi ia segera mengenalinya. begitu pula kedua kuda itu. turun lalu berlutut di sampingnya. ia tidak boleh membiarkan keduanya kabur. Ia meludahi wajah Taku yang damai.nya. sementara laki-laki y ang satu lagi membalik kedua mayat. Akio membawa pedang dan pisau. menyentuh dan memanggil¬manggil nama mereka. tapi bodohnya. Ryume. Sekujur tubuhnya gemetar. Bola mata Sada berdenyut: dia masih hidup. Si kuda. Hisao memegang senjata api. begitu pula kedua kuda itu. Si kuda. mengacungkan senjata api ke arahnya. agak lebih jauh darinya. kemudian Sada dan Taku mati dalam keadaan berangkulan. Akio berlutut. Ki . pikirnya. s eharusnya bisa mengelabui siapa Saja. ia tidak boleh membiarkan keduanya kabur.

" Bocah itu berkata. bahkan lebih cepat dibanding malam sebelumnya. "Seperti seorang ksatria perempuan?" Memegang Maya dengan tangannya yang sekuat baja. "Jadi!" serunya. Ayah?" Suaranya terdengar kebingungan. "Tapi ini siapa. Gadis itu menjerit dan meront a-ronta sewaktu Akio berusaha membuka telapak tangannya. "Bocah pengurus kuda?" sahut laki-laki itu. seola h pernah mengenal gadis itu. "Sial sekali nasibnya!" Akio berjalan menghampirinya dan Maya mencoba menatap matanya. lalu mencengkeram pergelangan tangan Maya. Akio bergerak lebih cepat dari gerakan manusia mana pun yang pernah Maya lihat.ni tinggal Si Anjing. "Tapi bocah pengurus kuda macam apa yang berusaha menggorok lehernya sendiri?" t anyanya dengan sinis. Ketakutan yang amat sangat mencekam Maya. Pis aunya terjatuh seolah Akio membelokkannya. Maya menarik pisau dari sabuknya lalu menaikkan tangannya untuk menancapkan pisau itu di lehernya. Ia hanya ingin mati. "Sekarang kita tahu siapa yang memata-matai kita semalam." Halaman 211 dari 600 . Dijatuhkannya tali kekang kedua kuda. dan kar ena terkejut. Akio lalu menarik pakaiannya da n menyelusupkan tangan satunya ke selangkangan Maya. tapi laki-laki it u tak berbalik menatapnya. Akio ter¬senyum ketika dilihatnya garis lurus melintang di telapak tangan gadis itu. Ia tak boleh membiarkan la ki-laki itu menangkapnya. kedua kuda itu bergerak mundur.

serta jubah resmi yang kesemuanya baru dibordir. aku adalah adikmu. Ia ba ngga akan . diikat dengan tali dari sutra merah. Muatan kapal dipenuhi berbagai macam hadiah. Diliha tnya gerbang biara merah tua berkilauan di bawah sinar matahari musim semi. Gadis ini akan berguna. Shigeko tidak pernah mabuk laut. angin laut ber¬hembus lembut dari selatan namun cukup kencang untuk memenuhi layar dan m em¬buat kapal meluncur cepat." Didekatinya Maya. karena wajah¬nya sama seperti yang ia lihat dalam mimpinya . meraba bagian urat nadi. Shigeko menghabiskan banyak waktu dalam sehari di samping hewan-hewan itu. di bawah naungan jerami: kuda-kuda yang dibiakkan di Maruyama.* Shigeko sering berlayar antara Hagi dan Hofu." sahutnya. Tidak seperti Maya. Hisao. aya mengira hidupnya sudah berakhir.. kecipak air laut dan keriat-keriut kayu. termasuk pelana dan sanggurdi ber¬hia s indah untuk Shigeko dan Hiroshi. tali temali dan tiang kapal. bunyi kele-pak layar. Tapi laki-laki itu melanjutkan. bahkan dalam perjalanan yan g paling sulit antara Hagi dan Maruyama. Berlayar membuat Shigeko gembira. lalu menekan hingga Maya tak sadarkan diri. tapi belum pernah berlayar lebih k e timur. Ini putraku. kuil-kuil ber¬atapkan pohon runjung. dinding putih yang mencuat dari kastil ksatria. salah satu dari si kembar: dia ada tanda Kikuta. Jadi kita biarkan dia hidup untuk saat ini. Cuaca cerah. "Aku Kikuta Akio. "Kau kenal siapa aku?" Maya tak mau menjawab." Maya sudah mengenalnya. udara terasa san gat segar. Gadis ini akan berguna. "Ini putri si Anjing. "Benar aku Otori Maya. masing-masing diikat dengan dua utas tali di kepala dan ikat pinggang di bawah perut.. Tapi hadiah yang terpenting berdiri di atas dek. Jadi kita biarkan dia hidup untuk saat ini. nyan yian lambung kapal saat membelah lautan. "Kau kenal siapa aku?" Maya tak mau menjawab. "Ini putri si Anjing. Dari berbagai arah." Didekatinya Maya. salah satu dari si kembar: dia ada tanda Kikuta." Maya ingin mengatakan lebih banyak lagi. dicelup da n dilukis oleh perajin paling andal dari Hagi dan Maruyama. ketika angin dari timur laut berpacu me¬lintasi laut kea bu-abuan. lerenglerengnya kehijauan tua dengan pepohonan cedar. bau air laut. "Ada lagi. tapi Akio memindahkan cengkeramannya ke leher. Tapi laki-laki itu melanjutkan. buih gelombang menghiasi pantainya.Maya mengira hidupnya sudah berakhir. serta kirin. pulau-pulau kecil bermunculan dari per mukaan laut. ketua keluargamu.. di sepanjang pantai yang dilindungi Laut Kitaran sampai Akashi.

Seperti merindukan seseorang: Tenba.kesehatan dan ketampanan mereka karena ia sendiri yang membesarkan hewan-hewan i tu: dua kuda berkulit belang. tanpa perasaan. dan satu lagi berwarna merah bata. "Aku khawatir kirin akan ketakutan ketika berpisah dari kita. satu berwarna terang. Semua hewan itu kelihatan senang ditemani gadis itu. dan semua kawannya." katanya pada Hiroshi saat senja di hari ketiga perjalanan mereka dari Hofu." sahut Hiroshi. barangkali. saat kau di dekatnya. Tak ada rasa sesal akan berpisah karena mereka akan diperlakukan dengan bai k. Tentunya dia akan merindukanmu. dia terus berpaling ke arah rumah. Tapi aku be rharap hewan itu terbuat dari gading atau logam berharga. dan mengikuti dengan pandangan mata saat Shigeko berj alan di sekitar dek." "Aku hanya menyalahkan diriku! Aku yang menyarankannya." Halaman 212 dari 600 . Mungkin hewan¬hewan itu takkan melupakannya namun juga takkan merindukan dirinya. Shigeko hanya mencemaskan kirin yang tidak memiliki p embawaan santai layaknya kuda. "Lih at. dan aku takkan merasa k hawatir memikir¬kannya akan kesepian. Aku terkejut kau bisa berpisah dengannya. Kirin adalah hadiah yang sempurna: bahkan sang Kaisar pun pasti kagum dan tersanjung dengan hadiah ini." "Sedan tadi kuperhatikan dia berusaha mendekatimu.

Mungkin tidak semenderita seperti yang kau bayangkan. "Dan mungkin kirin itu takkan kesepian di Miyako. "Tapi dia tidak memiliki perasaan yang sama dengan manusia saat dipisahkan dari mereka yang disayanginya. dia hanya seekor hewan." iroshi menatapnya lekat-lekat. Terkadang ia b ertanya-tanya apa bisa memilih calonnya sendiri karena kini ia penguasa Maruyama." gumamnya. "Lagipula. dan terjaga dalam rasa bahagia. kehilangan yang membuat bangsawan yang paling be rkuasa di Delapan Pulau bebas untuk menikah. gadis itu menahan tatapan Hiroshi selama beberapa saat. "karena kau juga akan berada di sana. Nam un seperti tak ada gunanya membicara¬kan perasaannya: ia akan menikahi orang pilihan ayahnya. Ia sudah lama me nyadari kalau Hiroshi mencintainya seperti ia mencintai laki-laki itu. Mereka berdua dilatih dengan Ajaran Houou. Aku berharap perjalanan kita sudah berakhir tapi di si si lain aku juga tak ingin perjalanan ini berakhir. Mungkin tidak semenderita seperti yang kau bayangkan." hardik Shigeko. "Aku berharap tidak harus tinggal jauh dari Tiga Negara." "Hewan memiliki perasaan yang dalam. dan telah mencapai tah ap kesadaran serta kepekaan yang tinggi. "apa hadiah y ang lebih baik bagi jenderal Kaisar?" Mendengar kegetiran dalam suara Hiroshi." Shigeko beradu pandang dengan Hiroshi.Hiroshi menatapnya lekat-lekat. Shigeko merasa gundah. Kirin berdir i begitu dekat hingga bisa dirasakan hangatnya napas hewan itu di pipinya. "Lagipula." imbuhnya." Shigeko tahu maksud ucapan Hiroshi karena dia hadir saat Lord Kono mengatakan ka lau istri Saga Hideki meninggal baru-baru ini. Dia akan dirawat dengan baik. "Kuakui. aku cemas dengan s emua tantangan yang me-nantiku di ibukota." . Ter kadang ia bermimpi ayahnya memilih Hiroshi. terkadang ia sad ar kalau tak ingin mengecewakan ayah-nya. "Bila kirin merupakan hadiah yang sempurna bagi Kaisar. Shigeko dibesarkan dengan ajaran keras keluarga ksatria: ia tidak bisa mematah¬kannya begitu saja. Hiroshi yang berpaling lebih dulu. dia hanya seekor hewan." kata Hiroshi dengan suara pel an. diberi cukup makan. Mereka berdua tahu apa yang ada di benak masing-masing. diberi cukup makan. Dia akan dirawat dengan baik. Shigeko memercayai Hiroshi sepenuhnya.

"tapi mengatasinya." "Guru-guruku yang terbaik kau dan dia." kata Hiroshi." Gadis itu terdiam. memanggil dengan nama yang sering dilakukannya ketika g adis itu masih kecil. ti dak berani berkata apa-apa lagi. "Jangan sampai ada hal yang mengurangi konsentrasimu selama penandingan i tu." "Bukan menyingkirkan. ikatan itu jangan pernah putus. Lalu satu kenangan melintas di benaknya: pertama kali ia melihat s epasang houou sewaktu kedua burung itu kembali ke hutan di sekitar Terayama untuk bersarang di pohon pauwlonia dan membesarkan anak-anaknya." "Shigeko. "Aku telah mengenalmu sejak keci l bahkan mungkin di kehidupan sebelumnya. Kita semua harus menyingkirkan keinginan pribadi untuk membiarkan ajaran kedamaian menang. saat dikelilingi begitu banyak ora ng yang mendukungku terutama kau. "Ada ikatan yang kuat di antara kita." "Kau juga akan mendapatkan dukungan itu di Miyako." "Tidak akan." ujarnya. Busur di Halaman 213 dari 600 ."Kau tak menunjukkan kecemasan saat bicara dengan Lord Kono tahun lalu. "Mudah untuk merasa percaya diri di Maruyama." sahut Shigeko." Hiroshi mengingatkan. Bila aku memang harus me¬nikah dengan orang lain. aku bersumpah. Miyoshi Gemba juga akan berad a di sana.

Kota itu dikuasai rasa percaya diri serta harapan karena Lord Otori bukan hanya tengah mengunjungi Kaisar tokoh yang dianggap separuh mistis oleh rakyat tapi dia j uga meninggalkan seorang putra: kesedihan yang disebabkan oleh si kembar akhirnya te rsingkir. yakin kalau pikiran dan tujuan mereka berdua telah menyatu. Meskipun ia ber¬usaha menyembunyikannya. Namun semua sorak sorai. semua pertanda ini menegaskan apa yang dilihat sebagian besar rakyat pada anak-anak mereka yang montok dan sawah yang subur. dan bahwa mereka harus mengirim kurir secepat¬nya bila ada kabar dari Taku. Burung houou ber¬sarang di Terayama.tanganmu. Setelah me¬mikirkan masak-masak. namun roh houou yang akan menuntun anak panahnya. panji-panji Maruyama berkibar di tali tiang kapal. cairan dari dalam bumi mengalir ke pepohonan dan ke d alam aliran darah semua orang. dan di satu sisi lagi. Kecemasannya yaitu tidak adanya kabar dari Taku: apakah dia membelo t atau sudah mati. Kedua hal itu sama-sama musibah baginya. tarian. ketika bumi hidup kembali. Kapal pun t ampak bermandikan cahaya. namun roh houou yang akan menuntun anak panahnya. Semua ini m erupakan bukti dari penguasa yang adil dan memedulikan kesejahteraan rakyatnya. mengatakan bahwa mereka akan lebih berguna di sana. Kepergiannya dilepas dengan penuh semangat oleh penduduk kota. Saat itu ada pera yaan musim semi. Lord Ot ori akan meng¬hadiahkan kirin kepada Kaisar." Shigeko tersenyum. seolah burung suci itu telah bertengger di atasnya." anganmu. Kilau sinar matahari mewarnai layar." . Kemudian. "Jun dan Shin tidak senang. namun wajah tanpa ekspresi yang ki ni menjadi kebiasaan¬nya. mereka berjalan ke bagian be lakang dek dan memulai latihan ritual kuno yang mengalir melewati udara bak air. Tiga Negara belum pernah begitu sejahtera. Langit di arah barat masih memancarkan garis merah ketika di arah timur muncul bulan purnama dari bulan keempat.* Beberapa hari setelah bulan purnama. "Mereka bertanya kepadaku apa yang te lah mereka lakukan sehingga tidak dipercaya oleh Lord Otori. beber apa di antara¬nya diceritakannya pada Minoru." lapor Minoru. bagaimana dengan nasib Maya? Takeo ingin sekali kembali dan mencari tahu sendiri. membuat lamban g bangau Otori menjadi keemasan. sewaktu matahari tenggelam di ufuk barat. bunga dan umbul-umbul tak mampu menyingkir¬kan ke gelisahan Takeo. namun perjalanan memb awa dirinya makin jauh dari kemungkinan menerima kabar. namun mengubah otot dan urat daging menjadi sekeras baja. Takeo memutuskan untuk meninggalkan Kuroda bersaudara di Inuyama. Takeo meninggalkan Inuyama menuju wilayah T imur.

"Tidak ada keluarga Tribe di Miyako," sahut Takeo. "Sungguh, aku tidak mem¬butuhka n mereka di sana. Tapi kau tahu, Minoru, kalau kepercayaanku pada mereka telah terkikis: bukan karena kesalahan m ereka, hanya karena aku tahu kesetiaan pertama mereka pasti pada Tribe." "Kurasa Anda mestinya bisa lebih me¬mercayai mereka," sahut Minoru. "Mungkin aku menyelamatkan mereka dari pilihan yang menyakitkan, dan kelak merek a akan berterima kasih padaku," sahut Takeo ringan, tapi sebenamya dia me¬rindukan kedua pengawal Tribe tersebut, merasa telanjang dan tidak terlindungi tanpa mereka berdua. Empat hari keluar dari Inuyama, mereka berjalan melintasi Hinode, desa tempat Ta keo pernah beristirahat bersama Shigeru pada pagi setelah lari dari kejaran prajurit Iida S adamu. "Tempat kelahiranku berjarak satu hari perjalanan dari sini," komentarnya pada G emba. "Aku tidak melewati jalan ini lagi selama hampir delapan belas tahun. Aku ingin tahu apakah desa itu masih ada. Di sanalah Shigeru menyelamatkan aku." Halaman 214 dari 600

Tempat adikku, Madaren, dilahirkan, mengingatkan dirinya, tempat aku dibesarkan sebagai orang Hidden. empat adikku, Madaren, dilahirkan, mengingatkan dirinya, tempat aku dibesarkan s ebagai orang Hidden. "Aku bertanya pada diriku sendiri, alangkah beraninya aku muncul di hadapan Kais ar. Mereka semua akan membenciku k arena asal -usilk u." Takeo dan Gemba berkuda berdampingan di jalur yang sempit, gar tidak didengar orang lain. Gemba melihat sekilas ke arahnya lalu ku membawa semua dokumen yang mem¬buktikan keturunanmu dari Terayama: alah kakekmu, dan pengangkatanmu oleh Shigeru sah menurut hukum . Tak ada yang bisa mempertanyakan legitimasimu." "Tapi Kaisar sudah mempertanyakannya lebih dulu." "Kau membawa pedang Otori, dan di¬berkati dengan semua pertanda persetujuan Surga. " Gemba tersenyum. "Kau mungkin tidak menyadari kekaguman Shigeru saat membawamu pulang: kau begitu mirip Takeshi. Seperti keajaiban: Takeshi tinggal cukup lama bersama kami sebelu mnya. Kakakku Kahri adalah sahabatnya. Rasanya seperti kehilangan saudara laki-laki tercinta. Namun kesedihan kami tidak ada artinya dibandingkan dengan Lord Shigeru, dan itu merupakan pukulan terakhir dari sekian banyak peristiwa buruk yang menimpanya." "Ya, Chiyo menceritakan kisah-kisah kehilangannya. Hidupnya diliputi kesedihan d an nasib buruk yang tidak layak diterima¬nya; namun Shigeru tidak menunjukkannya. Aku ingat perka taannya di malam pertama aku bertemu Kenji: Aku tidak diciptakan untuk berputus asa. Sering aku memikirkan kata-kata ini, dan tentang keberaniannya saat kami berkuda ke Inuyama dalam peng awasan Abe dan pasukannya. " "Kau harus mengatakan hal yang sama pada dirimu: kau tidak diciptakan untuk berp utus asa." Takeo berkata, "Seharusnya begitu, tapi dengan begitu banyak yang telah terjadi dalam hidupku, itu menjadi suatu kepura¬puraan." Gemba tertawa. "Beruntunglah karena kau memiliki sekian banyak keahlian. Jangan remehkan dirimu sendiri. Sifatmu mungkin lebih kelam dari Shigeru, tapi tak kalah kuatnya. Lihat lah apa yang telah kau raih: hampir enam belas tahun kedamaian. Kau dan istrimu telah menyatukan semua pihak yang bertikai di seluruh Tiga Negara; kau dan ia bicara pelan a menyahut, "Kau tahu a bahwa Lord Shigemori ad dan disetujui oleh klan

menangani kesejahteraan negara dengan keseimbangan yang sempurna. Putrimu men¬jadi tangan kananmu, istrimu mendukung sepenuhnya di rumah. Percayalah pada mereka. Kau akan membuat kalangan istana Kaisar terkesan sesuai dengan kemampuan¬mu. Percayalah padaku." Ge mba terdiam dan setelah beberapa saat melanjutkan senandung kesabarannya. Kata-kata Gemba terasa lebih dari sekadar menenangkan; kata-kata itu tidak menen ang¬kan tapi justru membuat Takeo mampu menguasainya, dan akhirnya bisa melaluinya. Selagi tu buh dan pikiran penunggangnya rileks, maka begitu pula dengan kudanya: Tenba menundukkan leher d an mem¬perpanjang langkahnya seolah jarak yang ditempuh tengah dilahapnya, hari demi hari. Takeo merasa semua inderanya mulai terjaga: pendengarannya menjadi sama peka¬nya s aat ia berusia tujuh belas tahun; mata dan tangan senimannya mulai bergerak lagi dengan sendiri nya. Saat mendiktekan surat di malam hari pada Minoru, rasanya ingin sekali mengambil kuas dari tangan juru¬tulisnya itu. Kadang Takeo memang melaku¬kannya dengan cara menopang tangan kanannya yang cacat dengan tangan kiri serta menjepit kuas dengan dua jarinya ya ng ter¬sisa, dibuatnya sketsa pemandangan yang ada di benaknya selama berkuda di siang hari: sekawanan gagak beterbangan di sela-sela pepohonan cedar, barisan angsa di tebing dengan b entuk yang aneh, seekor burung tila dan bunga lonceng di bebatuan. Minoru mengumpulkan sketsa-ske tsa itu lalu mengirimnya dengan surat-surat untuk Kaede, dan Takeo teringat pada lukisan buru ng tila yang pernah ia berikan pada istrinya bertahun-tahun yang lalu di Terayama. Tangan cac atnya selama ini telah mencegahnya untuk melukis, namun belajar untuk mengatasi kendala itu telah mengasah bakat alaminya menjadi gaya lukisan yang unik dan luar biasa. Halaman 215 dari 600

Jalanan dari Inuyama menuju perbatasan terawat baik dan cukup lebar untuk tiga p enunggang kuda berjalan berdampingan. Permukaan jalan rata karena Miyoshi Kahei dan pasukannya melewati jalan ini beberapa minggu sebelumnya. Pasukan garda depan itu terdiri dari seribu oran g yang sebagian besar berkuda. Kahei juga membawa per¬sediaan pangan di atas kuda beban dan alanan dari Inuyama menuju perbatasan terawat baik dan cukup lebar untuk tiga pe nunggang kuda berjalan berdampingan. Permukaan jalan rata karena Miyoshi Kahei dan pasukannya melewati jalan ini beberapa minggu sebelumnya. Pasukan garda depan itu terdiri dari seribu oran g yang sebagian besar berkuda. Kahei juga membawa per¬sediaan pangan di atas kuda beban dan gerobak yang ditarik lembu. Sisanya akan bergerak dari Inuyama dalam beberapa mi nggu lagi. Daerah perbatasan berbukit¬bukit. Selain dari jalanan yang akan mereka lalui, punc aknya tak bisa dilewati. Menyiagakan pasukan yang begitu besar selama musim panas membutuhkan b anyak sumber daya, dan banyak pasukan pejalan kaki yang berasal dari desa-desa tempat panen tidak bisa dilakukan tanpa tenaga mereka di ladang. Takeo dan rombongannya berjumpa dengan Kahei di dataran tinggi tepat di bawah ja lur sempit. Saat itu udara masih dingin, rumput tepercik bintik putih salju terakhir, air sungai dan kolam membeku. Pos perbatasan kecil dibangun di sini, meski tidak banyak pengembara yang melakukan perjalanan dari wilayah Timur melewati jalur darat karena lebih memilih jalur laut melalui Akash i. Gugusan Awan Tinggi menjadi perbatasan alami yang selama bertahun¬tahun membuat Tiga Negara ter lindungi, terabaikan bagian negara yang lain, tidak dikuasai atau dilindungi Kaisar. Kemah yang dibangun tampak teratur dan disiapkan dengan baik: kuda-kuda berada d i barisannya, pasukan dipersenjatai lengkap serta terlatih. Dataran itu sudah diub ah dengan pagar penghalang yang didirikan dengan formasi kepala anak panah di sepanjang tepi dan gudang penyimpanan dibangun dengan cepat untuk melindungi persediaan makanan dari cuaca dan hewan. "Ada cukup tempat di ujung dataran bagi pasukan pemanah," tutur Kahei. "Tapi kit a juga memiliki cukup senjata api saat prajurit pejalan kaki datang dari Inuyama untuk mempertah ankan jalan bermilmil di belakang kita, begitu pula dengan pedesaan di sekitarnya. Kita akan mendirika n blokade. Tapi jika mereka masuk ke daerah di sekitarnya, kita akan gunakan kuda dan pedang." Ia menambahkan, "Apakah kita tahu senjata apa yang mereka miliki?" "Waktu mereka kurang dari setahun untuk mendapatkan atau menempa senjata api ser ta melatih

pasukan untuk menggunakannya," sahut Takeo. "Kita lebih unggul dalam hal itu. Ki ta juga memiliki pasukan pemanah: senjata tidak bisa diandalkan saat hujan atau angin. Aku berhar ap bisa mengirim pesan padamu. Aku akan mencari tahu sebisanya tapi aku harus kelihatan seperti mencari kedamaian; aku tidak boleh memberi alas an bagi mereka untuk menyerang. Semua persiapan ini demi mempertahankan Tiga Negara; kita tidak mengancam siapa pun di luar perbatasan wilayah kita. Kau harus tetap di dataran ini dalam posisi yang murni bertahan. Kita jangan sampai memancing Saga atau menantang Kaisar." "Rasanya aneh melihat Kaisar dengan mata kepala sendiri," komentar Kahei. "Aku i ri padamu: kami mendengar tentang Kaisar sejak kami masih kecil; beliau adalah keturunan dewa, k endati selama bertahun¬tahun aku tidak percaya kalau beliau memang benar-benar ada." "Klan Otori kabarnya adalah keluarga Kaisar," sahut Gemba. "Karena ketika Takeyo shi diberikan Jato, bayi dalam kandungan salah seorang selir Kaisar juga akan djodohkan dengannya." Gemba ter¬senyum pada Takeo. "Maka kau pun memiliki darah yang sama." *Agak tercampur setelah benahun-tahun," sahut Takeo dengan nada ringan. "Tapi mu ngkin karena beliau adalah kerabatku maka akan memandangku dengan sikap yang bersahabat. Bertahun-tahun lalu Shigeru mengatakan bahwa karena kelemahan sang K aisar sehingga orang seperti lida bisa merajalela tanpa bisa diawasi. Maka sudah menja di kewajibanku untuk memperkuat kedudukan Kaisar. Beliau adalah penguasa Delapan Pulau." Takeo melayangkan pandangan ke arah gugusan gunung yang warnanya berubah menjadi ungu tua di bawah cahaya malam. Langit tampak ber-warna putih kebiruan, dan bintang-bintang pertama mulai bermunculan. "Aku hanya tahu scdikit tentang sisanya: bagaimana pemerintahannya, apakah merek a sejahtera, apakah rakyatnya bahagia. Semua ini harus dicari tahu dan dibicarakan." Halaman 216 dari 600

"Dengan Saga Hideki-lah kau harus bicarakan semua itu," sahut Gemba. "Karena saa t ini dialah yang mengendalikan dua pertiga negara, termasuk Kaisar." Dengan Saga Hideki-lah kau harus bicarakan semua itu," sahut Gemba. "Karena saat ini dialah yang mengendalikan dua pertiga negara, termasuk Kaisar." "Tapi kita tidak akan membiarkannya mengendalikan Tiga Negara," seru Kahei. Ketidaksetujuan Takeo tidak diperlihatkan terang-terangan pada Kahei, tapi secar a pribadi, seperti biasa, ia telah memikirkan tentang negaranya dan cara terbaik untuk melindunginy a. Takeo sudah menyaksikan kehancuran dan kehilangan korban manusia akibat perang dan gempa. Ia tak ingin m enyerahkan negara yang telah makmur ini pada Zenko, tapi juga tidak ingin melihatnya terpec ah belah dan berperang lagi. Ia tidak percaya kalau Kaisar adalah dewa yang harus disembah. T api ia menyadari pentingnya kaisar sebagai simbol kesatuan, dan siap untuk tunduk pada Kaisar dem i mem¬pertahankan kedamaian dan meningkatkan kesatuan seluruh negara. Namun aku takkan menyerahkan Tiga Negara kepada Zenko. Berulang kali dirinya kem bali lagi pada keyakinan ini. Aku takkan melihatnya berkuasa menggantikan diriku. Mereka menyeberangi jalur perbatasan saat bulan menghilang, dan sebelum bulan pe nuh lagi mereka hampir tiba di Sanda, kota kecil yang berada di jalur antara Miyako dan Akashi. Selagi menuruni lembah, sekaligus memeriksa jalur pulang mereka dan tempat sepasukan kecil pasukan kemungkinan berbelok dan menghadang musuh bila diperlukan Takeo mempelajari keadaa n desadesa, sistem pertanian, kesehatan anak¬anak, kerap berkuda keluar dari jalan memasuki di strik di sekitarnya. Ia tercengang menemukan bahwa ia tak dikenal penduduk desa: reaksi mereka seolah kedatangan pa hlawan dari legenda yang mendadak muncul di tengah-tengah mereka. Di malam hari terdengar ol ehnya penyanyi buta melantunkan lagi kisah Klan Otori: peng¬khianatan atas Shigeru dan kematianny a, kejatuhan Inuyama, perang Asagawa, mundur ke Katte Jinja serta pengambilalihan kota Hagi. Ada juga nyanyian baru yang digubah tentang kirin karena hewan itu bersama putri Lord Oto ri yang cantik tengah ditunggu di Sanda. Daerah itu terbengkalai: Takeo terkejut dengan rumah-rumah yang setengah runtuh, sawah yang tidak digarap. Ia tahu dalam perjalanan, dengan bertanya pada para petani, bahwa temya ta semua wilayah itu bertempur habis-habisan melawan Saga sebelum akhirnya menyerah dua tahun lal u.

Sejak itu pasukan bersenjata dan buruh yang dibutuhkan telah melemahkan sumber d aya manusia desa-desa tersebut. "Tapi setidaknya kini sudah damai, dan kami berterima kasih pada Lord Saga," kat a salah seorang laki-laki yang lebih tua. Takeo ingin tahu berapa banyak pengorbanan yang mereka lakukan, dan masih ingin bertanya¬tanya lebih banyak lagi, tapi saat makin mendekati kota ia bergabung lagi dengan rombongannya dengan sikap yang lebih formal. Banyak dari o rang-orang itu mengikutinya, berharap melihat kirin secara langsung. Ketika tiba di Sanda, mere ka ditemani oleh sekerumunan besar orang, dan makin bertambah ketika penduduk kota ber¬hamburan kel uar untuk bertemu dengannya. Mereka melambaikan umbul-umbul serta rumbai-rumbai, menari da n menabuh genderang. Sanda merupakan kota per¬dagangan dan tidak memiliki kastil atau benten g. Masih tampak sisa-sisa kehancuran akibat perang, tapi sebagian besar toko dan rumah ya ng hangus terbakar sudah dibangun kembali. Ada beberapa rumah penginapan besar di dekat ku il; di jalan utama di depan mereka, Takeo dipertemukan dengan sekelompok kecil prajurit, memb awa panji¬panji bergambarkan puncak gunung kembar lambang Klan Saga. "Lord Otori," ujar pemimpinnya, laki-laki bertubuh besar dan gemuk yang meng¬ingat kan Takeo pada Abe, pengawal senior Lord Iida. "Namaku Okuda Tadamasa. Ini putra sulungku, Tadayoshi. Pemimpin kami yang agung dan jenderal Kaisar meng¬ucapk an selamat datang kepada Anda. Kami diutus untuk mendampingi Anda." Orang itu bicara dengan bahasa resmi dan sopan. Sebelum Takeo sempat menjawab, Tenba meringkik lantang. Di atas atap laman di penginapan muncul kirin dengan telinga yang seperti kipas, kepala bermata besar di atas leher panjang bercorak. Kerumunan orang berseru kegirangan dengan serempak. Mata dan h idung kirin Halaman 217 dari 600

tampak mencari-cari sahabatnya. Ketika melihat Tenba, wajahnya melembut seakan t ersenyum; dan bagi kerumunan itu, kirin seakan tersenyum pada Lord Otori. ampak mencari-cari sahabatnya. Ketika melihat Tenba, wajahnya melembut seakan te rsenyum; dan bagi kerumunan itu, kirin seakan tersenyum pada Lord Otori. Bahkan Okuda pun tak mampu menahan diri untuk meliriknya. Ekspresi kekaguman mel intas sesaat di wajahnya. Ototnya ber¬kerut tegang berusaha keras menahan diri, matanya terbela lak. Putranya, pemuda ber-usia kira-kira delapan tahun, terang-terangan menyeringai. "Aku berterima kasih pada Anda dan Lord Saga," sahut Takeo tenang, mengabaikan k eheranan itu seolah kirin hanyalah hewan peliharaan biasa. "Kuharap Anda bisa mem beri kehormatan dengan mengajakku dan putriku makan malam bersama." "Kurasa Lady Maruyama sudah menunggu di dalam," sahut Okuda. "Aku terima undanga n Anda dengan senang hati." Mereka semua turun dari kuda. Para pengurus kuda berlarian menghampiri untuk men gambil tali kekang. Pelayan bergegas datang ke tepi beranda membawa baskom air untuk mencuci kaki para tamu. Pemilik penginapan pun muncul, seorang tokoh penting dalam pemerintahan ko ta itu; dia berkeringat karena gugup; membungkuk rendah, kemudian bangkit, mengatur pelayan dengan banyak instruksi dan tepukan tangan, serta menggiring Takeo dan Gemba ke kamar t amu utama. Kamarnya cukup menyenangkan, meski¬pun tidak mewah. Alas lantainya masih baru dan wangi, dan pintu-pintu bagian dalam terbuka ke arah taman kecil yang berisikan rumput dan s ebongkah batu hitam yang tidak biasa, seperti miniatur puncak kembar gunung. Takeo menatapnya, seraya mendengarkan hiruk-pikuk kesibukan dalam penginapan di sekelilingnya, suara bersemangat sang pemilik penginapan. Kegiatan di dapur selagi makan malam disiapkan, ringkikan Tenba dari istal, dan terakhir suara putrinya, langkah kakinya di luar. Takeo berbalik saat pintu bergeser terb uka. "Ayah! Aku sudah tak sabar ingin bertemu ayah!" "Shigeko," sahutnya, lalu dengan penuh kasih sayang, "Lady Maruyama!" Gemba yang sedari tadi duduk di beranda sebelah dalam, kini berdiri dan menyeruk an kata yang sama. "Lady Maruyama!" "Lord Miyoshi! Aku senang bertemu Anda." "Hmm, hmm," sahutnya seraya ter¬senyum le bar dan

bersenandung riang. "Kau tampak baik." Benar, pikir Takeo, putrinya bukan hanya berada di puncak kecantikan masa mudany a, tapi juga memancarkan kekuatan dan kepercayaan diri seorang perempuan dewasa, seorang peng uasa. "Dan Ayah lihai bawaanmu tiba dengan sehat," ujar Takeo. "Aku baru kembali dari kandang kirin. Hewan itu senang bertemu dengan Tenba. Aga k mengharukan. Tapi apa Ayah baik-baik saja? Perjalanan Ayah lebih berat. Ayah tidak merasa kesakitan?" "Ayah baik-baik saja," sahutnya. "Cuaca hangat seperti ini rasa sakitnya masih b isa diatasi. Gemba adalah teman seperjalanan yang baik, dan kudamu itu luar biasa." "Tidak ada kabar dari rumah?" tanya Shigeko. "Tidak ada, tapi karena Ayah tidak menunggu kabar, maka ketenangan ini tidak mem buat Ayah cemas. Di mana Hiroshi?" tanyanya. "Dia sedang menengok keadaan kuda dan kirin," sahut Shigeko dengan tenang. "Bers ama Sakai Masaki, yang ikut bersama kami dari Maruyama." Takeo mengamati putrinya yang tidak menunjukkan emosi apa pun. Setelah beberapa saat ia bertanya, "Ada pesan dari Taku di Akashi?" Halaman 218 dari 600

Shigeko menggeleng. "Hiroshi juga tengah menunggu sesuatu, tapi tak satu pun ora ng Muto di sana mendapat kabar darinya. Mungkinkah terjadi sesuatu?" higeko menggeleng. "Hiroshi juga tengah menunggu sesuatu, tapi tak satu pun oran g Muto di sana mendapat kabar darinya. Mungkinkah terjadi sesuatu?" "Aku tidak tahu; sudah lama tidak ada kabar darinya." "Aku bertemu dengannya dan Maya di Hofu sebelum kami berangkat. Maya datang untuk melihat kirin. Dia sehat, lebih mantap, juga lebih bisa menerima anugerah bakatnya dan lebih bisa mengendalikannya." "Kau anggap kerasukan itu sebagai anugerah?" seru Takeo, terkejut. "Kelak akan begitu," sahut Gemba, lalu dia dan Shigeko saling tersenyum. "Jadi, katakan padaku para Guru Besar¬ku," ujar Takeo sinis, menyembunyikan kekesa lannya. "Mestikah aku mencemaskan Taku dan Maya?" "Karena kau tak bisa berbuat apa-apa dari sini," Gemba menjelaskan, "maka tak ad a gunanya membuang energimu dengan mengkhawatirkan mereka. Kabar buruk cepat tersebar: kau akan mendengarnya secepatnya." Takeo menyadari kearifan kalimat ini, lalu berusaha menyingkirkan masalah ini da ri benaknya. Tapi di malam-malam selanjut¬nya, selagi mereka melanjutkan perjalanan ke ibukota, ia seri ng memimpikan kedua putri kembarnya, dan di dunia lain yang berkabut itu, disadarinya kalau me reka berdua tengah menjalani semacam ujian berat yang aneh. Maya berkilau bak emas, menarik semua c ahaya dari Miki yang dalam mimpinya terlihat sehebat dan setajam sebilah pedang. Sekali dia bermimpi mereka berdua s ebagai kucing dan bayangannya: ia memanggil¬manggil, tapi meskipun menengok, keduanya bukan saja lid ak melihat dirinya tapi juga berlari menjauh dengan langkah tak ter¬dengar hingga berada di l uar jangkauan pendengaran dan perlindungannya. Takeo terbangun dengan perasaan kehilangan yang begitu menyakitkan kalau kedua putrinya itu bukan anak-anak lagi. Bahkan bayi laki¬lakiny a akhirnya akan tumbuh menjadi laki¬laki dewasa dan menantang dirinya; bahwa orangtua membesarkan anak-anak hanya untuk digantikan kedudukannya oleh mereka, bahwa harga yang hams dibayar u ntuk kehidupan adalah dengan kematian. Malam terasa lebih pendek, dan saat matahari makin bersinar cerah, Takeo kembali dari dunia mimpi, mengumpulkan kembali tekad dan kekuatannya untuk melakukan tugas yang ada di had apannya,

membingungkan lawan-lawannya dan me¬menangkan keberpihakan mereka, memper¬tahankan negara serta Klan Otori, di atas segalanya, mencegah tejadinya perang.* Perjalanan berlanjut tanpa insiden. Ini adalah waktu yang paling tepat untuk mel akukan perjalanan. Siang kian panjang seiring makin dekatnya waktu ketika matahari berada pada jara k terjauh dari garis khatulistiwa. Okuda nampak terkesan pada kirin, pada kuda Maruyama, dan pada Shige ko yang memilih untuk berkuda di sisi ayahnya; laki-laki itu banyak bertanya pada Takeo tentang Tiga Negara, perdagangan, administrasi, dan kapal. Jawaban jujur Takeo membuat mata¬nya makin t erbelalak. Kabar tentang kedatangan kirin sudah sampai mendahului mereka, dan sewaktu mende kati ibukota, kerumunan orang semakin banyak saat penduduk kota berhamburan keluar untuk menya mbut. Mereka membuat hari itu sebagai hari libun mereka mengajak istri dan anak dengan mengenakan pakaian berwarna cerah, menggetar tikar dan mendirikan payung penahan sinar mata hari warna merah tua serta tenda putih, makan dan minum dengan gembira. Takeo merasakan semua kemeria han ini sebagai pemberkatan atas per¬jalanannya, menyingkirkan pertanda buruk dari eksekusi di Inu yama. Halaman 219 dari 600

Kesan ini di¬perkuat dengan Lord Kono yang mengirim undangan untuk mengunjunginya pada malam pertama di ibukota. esan ini di¬perkuat dengan Lord Kono yang mengirim undangan untuk mengunjunginya p ada malam pertama di ibukota. Kota itu dikelilingi tebing; danau besar di bagian utara menyediakan kota itu de ngan air dan ikan. Dua sungai yang mengaliri kota dihubungkan dengan beberapa jembatan yang indah. Kota itu dibangun seperti kota kuno di Shin: berbentuk persegi dengan jalan lebar terbentang dari utara sampai ke selatan, dengan jalanan yang lebih kecil bersaling¬silang. Istana kekaisaran terle tak di ujung jalanan utama, di sebelah biara agung. Takeo serta rombongannya menginap di kediaman yang tidak jauh dari tempat Kono. Sebuah kandang dibangun dengan tergesa¬gesa untuk kirin. Takeo berpakaian dengan ekstra h ati-hati untuk menghadiri pertemuan itu, lalu menaiki salah satu tandu mewah ber¬pernis yang dian gkut dengan kapal laut dari Hagi menuju Akashi. Hadiah-hadiah untuk Kono dibawa oleh sebaris an pelayan: produk Tiga Negara yang menjadi bukti kesejahteran dan pemerintahan yang baik, apa saja yang dinikmati atau dikagumi Kono selama di wilayah Barat salah satu hasil pengintaian Taku. "Lord Otori telah tiba di ibukota saat matahari mendekati titik puncaknya," seru Kono. "Waktu yang amat menguntungkan. Aku berharap dengan amat sangat atas ke¬berhasilan Anda." Ini orang yang membawa kabar bahwa pemerintahanku ilegal dan Kaisar memintaku ag ar turun takhta serta mengasingkan diri, Takeo memperingatkan dirinya. Aku tidak boleh te rbuai pada sanjungannya. Takeo tersenyum dan berterima kasih pada Kono, lalu berkaia, "Semu a ini ada di tangan Surga. Aku akan tunduk pada kehendak Yang Mulia Kaisar." "Lord Saga ingin sekali bertemu Anda. Apakah besok tidak terlalu cepat? Beliau i ngin menyelesaikan beberapa masalah se¬belum musim hujan mulai." "Tentu saja." Takto bisa melihat tidak ada gunanya menunda. Hujan pasti akan men ahan dirinya di ibukota sampai bulan ketujuh: tiba-tiba dilihat dirinya sendiri kalah dalam pertandingan itu. Lantas apa yang harus ia lakukan? Bersembunyi di kota ya ng lembap dan menjemukan ini sampai dirinya bisa menyelinap pulang dan mengatur pengasingan di rinya sendiri? Atau mencabut nyawanya sendiri, meninggalkan Shigeko sendirian di tangan Saga, d i bawah kekuasaannya? Apakah ia memang tengah mempertaruhlan Tiga Negara, dirinya dan pu trinya, dalam

." "Kau berlebihan menyanjungku." Halaman 220 dari 600 . Dan Lord Saga pasti gembira kalau bisa menerima satu juga. "Tapi melukis memberi kenikmatan besar bagiku. Tak diragukan lagi dia pasti berpikir kalau tak lama lagi aku ada waktu luang ya ng banyak. Aku minta maaf.sebuah pertandingan? Takeo tak menunjukkan sedikit pun kekhawatirannya. dan tak bisa menahan diri untuk tersenyum juga pada ironinya keadaan diri nya. "Aku memberanikan diri untuk meminta Anda memberikan salah satu karya Anda." tutur Kono ketika salah satu pen¬damp ingnya membuka bungkusan sutra yang berisi benda-benda berharga. "Tentu saja sebagian besar kol eksnya sudah hilang." "Aku sama sekali tidak berbakat. "Aku tidak membawanya. meski aku tak sempat melakukannya.." Kono tersenyum dan mengerutkan bibirnya dengan sengaja. "Sebagian di antaranya adalah milik ayahku. Beberapa sket sa yang kubuat selama perjalanan sudah kukirim pada istriku." sahut Takeo. Tapi kita tidak perlu mengingat masa-masa yang tidak menyenangkan itu . tapi justru menghabiskan sisa malam itu dengan mengagumi koleksi Kono dan membicarakan tentang lukisan dengan orang ters ebut.. renung Takeo." sahut Takeo. Aku pernah mendengar kalau Lord Otori sendiri adalah seniman yang berbakat.

semakin jarang seniman memamerkan karyanya. "Kendati demikian. serta ksatria la in dari kediaman Saga. "Lord Saga amat menantikan bertemu dengan lawannya. Kono bergumam. "Kami mendapat keuntungan hidup selama bertahun-tahun dalam kedamaian. "Putri Anda tentunya merupakan harta Lord Otori yang paling berharga. Lord Saga memberi banyak komisi. Beliau sangat mengagumi semua bentuk seni. Sewakt u mereka turun dari tandu di taman sebuah kediaman yang besar serta megah. Takeo agak memiringkan kepa la. berarti semakin besar bakatnya." "Menurutku. aku yakin tak satu pun yang kami miliki di Tiga Negara bisa dibandingkan dengan kemegahan ibukota. Untuk sementara. itu justru lebih mengesankan dan lebih ber¬harga. itu justru lebih mengesankan dan lebih ber¬harga. semakin jarang seniman memamerkan karyanya." gumam Kono." Minoru juga menemani mereka dengan membawa gulungan berisi silsilah keluarga dar i semua yang datang dan daftar hadiah untuk Lord Saga. berdalih t ak ingin meninggalkan kirin tidak terjaga. Beliau sedang membangun kastil b aru kelak akan ditunjukkannya pada Anda. tapi tidak dilihat ad anya sindiran di sana. "Lord Saga memintaku untuk menyampaikan per¬mintaan maafnya." seru Kono dengan hangat. beliau khawatir Anda meras a kalau kediamannya ini terlalu sederhana tidak sebanding dengan yang biasa Anda lihat di Hagi. dan Gemba ke kediaman jenderal itu. Hiroshi memohon undur diri. untuk menjemput Takeo. Banyak yang pergi dari ibukota dan baru sekarang¬sekarang ini mulai k embali." Menyesal aku tidak bisa membujuk Anda. meski Takeo menduga ada alasan lain: kesadaran pemuda itu akan . *** Lord Kono datang keesokan harinya bersama Okuda. "Menurut penga lamanku." Takeo menaikkan alisnya dan melihat sekilas ke wajah Kono. serta seniman yang paling berbakat. berarti semakin besar bakatnya. Dia akan menemani Anda besok?" Kedengarannya hanya sebagian dari sebuah pertanyaan. Shigeko. orang-orang seperti itu mencari lingkungan yang tenang agar bisa men ghasilkan karya seni mereka." seru Kono dengan hangat. ayah dan anak. Kalian pasti memiliki perajin paling tera mpil."Menyesal aku tidak bisa membujuk Anda." Kemudian dia melanjutkan dengan halus. "Menurut pengal amanku." sahut Takeo. Sepe rti harta terpendam. Sepe rti harta terpendam.

Di ruangan terakhir inilah Okuda meminta mereka menunggu. Gemba dan Shigeko. Namun dirasakannya semua lukisan itu dibuat untuk memamerkan kekua tan dari penguasa: semuanya berbicara tentang kemenangan. tujuannya adalah untuk mendomin asi. Takeo menenangkan diri sambil memandang l ukisan burung houou. Di benaknya ia melihat Makoto. naga dan harimau saling meng¬geram. Mereka duduk tanpa bicara. warna-warna ce rah berlatar berwarna emas. Tak s eorang pun bisa dengan mudah bertemu seorang penguasa. el ang menatap dengan berlagak penting dari tempat yang memungkinkan pandangan luas dan jelas d i puncak tebing kembar. Dilayangkannya pikirannya ke biara Terayama.kurangnya status dirinya. Ia yakin si seniman belum pernah melihat burung itu. Takeo telah menduga ini: ia pun kerap menggunakan tipu muslihat yang sama. membimbing mereka berjalan menelusuri beranda yang lebar dan melewati banyak ruangan yang masing-masing dihiasi lukisan yang cemerlang. ke hutan s uci pepohonan pawlonia di mana burung houou tengah menetas. Okuda. sah abat karibnya yang mengabdikan diri pada Ajaran Houou. Takeo tak tahan untuk tidak mengagumi ketegasan desain dan kemahi ran pembuatannya. namun melukisnya dari legenda. sementara dia pergi be rsama Kono. Dua ekor singa mistis berjalan di sepanjang dinding. Ada lukisan burung merak berjalan dengan angkuh di bawah lebatnya pepohonan pinu s. mengenakan pakaian formal ketimbang baju zirah yang dia pakai sebelumnya. Bahkan ada juga sepasang burung houou sedang mematuk daun bambu. memenuhi dirinya dengan r asa percaya diri Halaman 221 dari 600 . ia merasakan kekuatan spiritual sahabat nya itu dalam diri kedua pendampingnya yang ada di dekatnya. dan dirasakannya energi dalam ruangan itu semakin menguat. juga rasa enggan bertemu laki-laki yang mungkin akan d inikahi Shigeko.

Takeo bisa mendengar burung-bur ung di sangkar berkicau di suatu tempat di kediaman ini. Kono sudah diperingatkan tentang pen¬dengaranku. Jalan lebar mengkilap membawa mereka melewati taman kecil yang indah menuju ke b angunan lainnya yang jauh lebih besar dan lebih indah. Kini ia dengar Kono berbicara pelan pada seorang laki-laki yang diduganya adalah Saga. lalu teringat kehilangan tragis yang dialami Saga. Takeo melangkah masuk dan membungkuk. Cuaca hari itu terasa semakin han gat. Dia membungkuk sampai ke lantai di hadapan Takeo dan berbicara denga n sopan santun yang luar biasa. seberapa banyak ya ng Zenko tahu? Beberapa saat kemudian Okuda datang bersama seorang laki-laki yang diperkenal¬kannya sebagai kepala pelayan dan pengur us administrasi Lord Saga.yang mantap. Apa lagi yang telah diu ngkap Zenko kepadanya? Takeo mengenang masa lalunya yang hanya diketahui oleh Tribe. tapi Shigeko menunggu di ambang pintu. Kini ia dengar Kono berbicara pelan pada seorang laki-laki yang diduganya adalah Saga. t api mereka hanya membicarakan hal¬hal yang biasa-biasa saja. Gemba mengikutinya. ang mantap. disingkir¬kannya pikiran itu jauh-jauh. di sana ia dengar pengkhianatan para paman Shige ru. Orang itulah yang akan mendampingi mereka ke ruang pertemuan. memusatkan perhatiannya pada laki-laki yang akan ditemuinya. t api mereka hanya membicarakan hal¬hal yang biasa-biasa saja. dan menduga semua itu peliharaan Lady Saga. di sana ia dengar pengkhianatan para paman Shige ru. Dipasang telinganya seperti yang pernah dilakukanya di kastil Hagi ketika dipaksa menunggu dengan cara yang sama. menggeser layar kasa agar terbuka dan menyembah hin gga kepalanya menyentuh lantai. dan gemericik air di kolam dan tangki air memberi perasaan dingin. Sesaat ia merasakan ketakutan akan istrinya yang begitu jauh: bagaimana ia bisa bertahan bila istrinya tiada? Bisakah ia hidup tanpa istrinya? Menikah lagi demi alasan negara? Teringat lagi nasihat Gemba. Hanya ketika Takeo dan Gemba diminta duduk tegak. baru lah gadis itu . menerim a daftar hadiah yang disiapkan Minoru serta mengawasi para jurutulis yang mencatat acara yang akan ber¬langsung. pikirnya. Dipasang telinganya seperti yang pernah dilakukanya di kastil Hagi k etika dipaksa menunggu dengan cara yang sama. Kepala pelayan itu berlutut.

tapi tid ak gegabah dia laki-laki yang mengendalikan pikiran sama ketatnya dengan mengendalian tubuhnya. yang pernah Takeo dengar tapi belum pernah dilihatnya. hanya baja tajam nan mematikan itu. Dan tiba¬tiba dilihatnya kalau Saga takkan bisa di¬kalahkan den gan kekuatan. tempat Gemba duduk dengan sikap rileks. kini ia mengubah pendapatnya. Lukisan yang bers ifat pamer hanya menjadi pembungkus berhias: di sini hanya pedang yang dipamerkan. Semula Takeo mengira Saga adalah orang yang brutal serta gegabah.masuk dengan gerakan anggun dan menyembah di sebelah ayahnya. tapi justru dengan kelembutan. Tak diragukan lagi kalau ia meng¬hadapi lawan yang menakjubkan. seolah tak ada yang boleh m enyaingi kuatnya kehadiran orang itu. U sia Saga pasti beberapa tahun lebih tua dari Takeo. Memiliki bahu bidang dan berotot ciri khas pemanah . mendekati empat puluh tahun. huruf hidup diperpendek: ini pertama kalinya Takeo mendengar ak sen daerah timur laut. Halaman 222 dari 600 . Shigeko tetap membungkuk dalam-dalam sementara kedua orang itu saling menatap. Disesalinya kekurangan dirinya. dan kemudian mendengar setiap senandung pelan dari sisi kirinya. Shin. Namun orang itu memiliki keluwesan yang tidak sesuai dengan usiany a: duduk dengan nyaman. Mungkin itu lukisan bernama Genta Malam Hari dari Biara di Kejauhan yang termahsyur. tak perlu hias an. Mungkin kejam. dekorasi ruangan ini yang paling sederhana. Ternyata efeknya luar biasa. Dibandingkan dengan ruang an lainnya. dengan tubuh g emuk laki-laki separuh baya. gerakannya pun luwes. Ruang kecil di sebelahnya terdapat lukisan d engan gaya daerah daratan utama. dengan huru f konsonan diucapkan cepat. pikir Takeo. kurang terampil memanah. dan tampak lebih bidang karena sayap lebar dari jubah resminya. Saga Hideki duduk di ujung ruangan. Suaranya kasar.

"luwes. wangi serta kuat. Kemudian ban gsawan itu mencondongkan badan lalu berkata dengan kasar namun ramah. benar?" "Ha! Kono menyarankan aku meng¬gantungnya. Dia bilang Anda pasti mengenalnya. Bag aimana dengan yang satu itu?" Saga berdiri lalu berjalan ke dinding sebelah timur. Juga dibuat dengan lima hitam. "Ketiganya mampu menahan kerasnya musim dingin. Wajahnya lebar serta bergaris tegas." sahut Takeo dengan kekaguman yang tulus. plum dan pinus. Karya Yu-Chien. Wajahnya lebar serta bergaris tegas. "Ini juga sangat bagus. begitu dekat dengan kepalanya." Shigeko berdiri lalu berjalan perlahan ke sisi ayahnya." ujar Shigeko dengan suara pelan . ham pir tanpa bagian bulat menonjol di bagian bawahnya. bentuk matanya panjan g dan agak seperti bertudung. kembali ke tempat duduknya. bentuk matanya panja ng dan agak seperti bertudung. empat kelahiran Saga.tempat kelahiran Saga. berkedip memerhatikan tubu hnya." sahut Saga. ham pir tanpa bagian bulat menonjol di bagian bawahnya. "Tentu saja lukisan it u. "Suatu maha ka rya." "Luar biasa. keduanya agak beruban meski rambutnya tidak beruban." "Tiga kawan baik. keduanya agak beruban meski rambutnya tidak beruban. walau tubuh Saga jauh lebih besar. mari berg abung bersama kami. berhenti sebentar saat melihat tangan kanan bersarung tangan hitam. sementara yang me¬ngejutkan bentuk telinganya begitu halus. Janggut dan kumisnya agak panjang. "Memang. Tinggi mereka hampir sama. Lady Maruyama. dilukis dengan tenang serta menggugah." Takeo bangkit lalu berdiri di sampingnya. Pandangan mata Saga pun tak kalahnya mengamati Takeo. sementara yang me¬ngejutkan bentuk telinganya begitu halus." Dia memberi . begitu dekat dengan kepalanya. Lukisan itu menggambarkan pemandangan taman yang dipenuhi bambu. Kemari dan lihatlah. "Aku melihat kombinasi itu di sini." ujar Saga. dan bahwa lukisan ini lebih menarik perhatian Anda ketimbang benda¬benda modern milikku. "Bagaimana pendapat A nda?" "Lord Saga?" Saga memberi isyarat ke arah ruangan kecil di sampingnya. Janggut dan kumisnya agak panjang.

Aku ter lalu Halaman 223 dari 600 . "Bahkan tanaman beracun pun bisa diambil manfaatnya." sahut T akeo seraya tersenyum. namun kemudian me mbatalkannya dan kembali berbicara pada Takeo.isyarat agar mereka men¬dekat." "Baiklah. Lord Shigeru. Kelihatannya dia ingin bicara langsung pada gadis itu. "Lady Maruyama adalah plum." "Ayahku." "Bambu akan selalu tumbuh." ujar Takeo setuju. aku tidak punya banyak waktu untuk bertani beberapa tahun ini. kurasa juga begitu. misalnya. "Kurasa aku bagian yang luwes. sedang Lord Miyoshi ada lah pinusnya." Gemba membungkuk hormat atas pujian ini. per¬hitung an sekaligus hasrat. Matanya menatap ke arah Shigeko dengan ekspresi ingin tahu. dan mengambil manfaat dari kegunaannya yang banyak serta bervariasi. Bila petani bahagia. maka negara akan menjadi kaya dan stabil." "Kudengar Anda tertarik dengan per¬tanian. dalam ilmu ketabiban. "Dari riwayat Anda. "Lebih baik dibiarkan ditempatnya . "Apakah filsafat ini menjelaskan alasan Anda tidak menghadapi Arai?" Takeo menjawab." "Ha!" Saga mengeluarkan tawa kemenangan. Tapi bambu sangat sulit dibasmi bila tum buh di tempat yang salah. yang mengajariku di bidang ini sebelum kematiannya.

makanannya pun lezat: hidangan musiman ib ukota yang tertata rapi. Kita akan l ihat lapangan tempat pertandingan kita. Kami diberkahi panen yang baik selama bertahun-tahun. "Aku ingin sekali melihatnya dengan mata kepalaku sendiri.disibukkan dengan peperangan. mengingat perundingan bisa berlangsung hingga malam. Okuda dan Kono bergabung dengan merek a untuk santap siang. Di pengujung santap siang. kami memiliki banyak persediaan beras." ujar Saga." Digandengnya Takeo selagi berjalan kembali ke pintu masuk ut ama dan berkata dengan sikap penuh rahasia. Okuda mengatakan bahwa Tiga Negara menghasilkan beras lebih banyak d ari yang bisa dikonsumsi." tutur Takeo." "Anda telah menghasilkan permata. dan menguasai Tiga Negara secara sah menurut hukum. Okuda." Mengimbangi kesederhanaan ruangan itu. Tapi akibat¬nya kami kekurangan persediaan makanan d i musim dingin ini. aku bersiap tunduk pada Anda sebagai jenderal Kaisar harus dengan per syaratan yang melindungi negara dan pewarisku. serta terhindar dar i kekeringan dan kelaparan. Kekuasaanku adil dan direstui Surga." isibukkan dengan peperangan. dan perbincangan berlangsung dengan suasana riang. gandum dan wijen. yaitu puisi. Aku tak mengatakan semua ini untuk membual." "Kini banyak dari daerah di negara kami yang mempraktikkan sistem panen ganda. tapi untuk mengatakan bahwa sementara aku mencari dukungan Anda. Lord Miyosh . keistimewaan Tiga Negara dibandingkan yang ada di ibukota. Tapi akibat¬nya kami kekurangan persediaan makanan di musim dingin ini." Takeo agak memiringkan kepala. tapi Takeo hanya minum sedikit. yang sudah lebih mabuk ketimbang yang lainnya. me ng¬ungkapkan lagi kekaguman bersemangatnya pada kirin. "Mari kita ke sana sekarang. "Dan aku harus menemui juara-juara Anda. Tak heran begitu banyak orang yang mengincar¬nya dengan tamak. Siang ini cuaca cerah. "Memang benar. Sekarang mari makan dan minum. dan kelih atan tanpa berpikir panjang berdiri. begitu pula kacang kedelai . arsitektur. Sake juga dihidangkan. masing-masing menawarkan pengalaman luar biasa bagi mata yang mema ndang sena lidah yang mengecap-nya. dan ke berpihakan Kaisar memang. Mereka hanya me mbicarakan lukisan." "Kita akan bicarakan itu nanti. "Aku pemimpin sah Klan Otori. Okuda mengatakan bahwa Tiga Negara menghasilkan beras lebih banyak d ari yang bisa dikonsumsi.

Orang itu kembali dengan membawa busur yang besamya lebih d ari serentangan lengan dan dilapisi pernis merah dan hitam. setelah beberapa saat diam karena terkejut." Saga tenawa kecil sewaktu melepaskan tangan Takeo dan berjalan m enyusuri beranda.i pasti salah satunya. "Bawakan busur dan anak panahku." Tapi bahkan sewaktu bicara. tapi aku mengira itu h anya lelucon. dan memelankan suaranya. Lalu tertawa dengan kasar." sahut Takeo. "Akan menjadi pertunjukan yang indah. bangsawan itu tert awa lagi." Mereka menunggu di bawah tepi atap yang melengkung sementara Okuda pergi ke temp at penyimpanan senjata." "Aku tidak ingin menyesatkan anggapan Anda. "Memang itu yang dilaporkan Lord Kono." Cengkeraman tangan Saga mengencang ketika berhenti. Lady Maruyama." "Yang kedua adalah Sugita Hiroshi. dan beberapa ksatriamu yang lain. berseru dengan suara lantang. Ke mana kepercaya annya pada Guru Besar Ajaran Houou membimbing dirinya? Takut kalau Saga akan menganggap pen g gantian dirinya dengan Shigeko sebagai penghinaan dan penolakan untuk berunding. Sedangkan yang ketiga Anda sudah bertemu. "Selama ini Anda memang berniat untuk tunduk. A ku ingin memperlihatkannya pada lawanku. Kendati demikian. Seorang pengawal mengiku ti dengan membawa tabung panah berisi serangkaian anak panah. begitu pula dengan putriku. Okuda. kurasa. Lady Maruyama yang cantik melawan bangsawan pali ng berkuasa di Delapan Pulau. Penandingan ini hanya formalitas b agi Anda? Aku mengerti alasannya: menyelamatkan mukamu. keraguan berkecamuk dalam dirinya." Orang itu menatap Takeo dengan tajam. Aku menganggapnya sangat serius. Taruhan¬nya tidak bisa le bih tinggi lagi. Put riku. diputarnya tubuh Takeo agar bisa menatap langsung wajahnya. Halaman 224 dari 600 . "Justru ini jauh dari formalitas.

" sahut Shigeko." lanjutnya dengan karakternya yang sigap dan cepat." ujarnya. mengulur dan meregangkan dengan satu gerakan yang seperti tanpa tenaga. "Kurasa busur ini hampir sama tingginya dengan Lady Maruyama. Saga mengambil satu anak panah dari dalam tabung lalu mengacungkannya untuk diperlihatkan kepad a mereka.Anak panahnya tidak kalah mengesankan. tanpa kenyamanan. berbulu putih. sambil mengelus bulu-bulu itu dengan lembut lal u melirik ke arah Takeo. "Hebat. Itu akan menjadi buruan yang lebih layak!" "Bicara tentang harimau. diikat dengan tali berlapis pernis emas." Diserahkannya kembali anak panah itu pada pengawalnya lalu mengambil busur dari tangan Okuda." "Kami membawa hadiah-hadiah dari Tenjiku. "Dan Anda telah kedatangan orang-orang barbar dari selatan? Mereka amat menarik bagi kami. "Bulu burung bangau. "Pemahkah Anda turut dalam perburuan anjing?" "Tidak. Anjing-anjing sangat bersemangat mengikutinya. Anda mengirim kapal ke Shin dan Tenjiku. menu . diikat dengan tali berlapis pernis emas. Kau harus menyatakan bagian yang hendak kau bidik. Silla. anak panah itu terbuat dari kayu pawlonia dengan ujung nak panahnya tidak kalah mengesankan. bukan begitu?" Takeo mengangguk patuh. Mereka ber¬gegas berdiri lalu membungkuk hormat sementara majikan mereka menaiki tandu. "Itu olahraga yang hebat." ujar Saga. bulu bangau menghasilkan bidik an yang terbaik. "Kuharap Lord Otori tidak tersinggung. A ku ingin memburu singa atau harimau. seraya mengembalikan busur dan mengena¬ka n sandalnya di anak tangga. yang sadar sepenuhnya dengan lambang bangau Otori di bagian belakang juba hnya. Shin serta Kepulauan Selatan un tuk Lord Saga dan Yang Mulia Kaisar. Tentu s aja kami tidak membidik untuk membunuhnya. hebat!" Para pemanggul tandu beristirahat di bawah tenda di luar gerbang. anak panah itu terbuat dari kayu pawlonia dengan ujung tumpul. S aga mengambil satu anak panah dari dalam tabung lalu mengacungkannya untuk diperlihatkan kepad a mereka." sahut Takeo. Menurutku. kami tidak berburu anjing di wilayah Barat. "Kita harus ingat untuk membicarakan tentang per¬daganga n.

Takeo perhatikan saat Hiroshi melihat sekilas ke arah Saga lalu wajahnya pucat.ju penginapan yang dijadikan tempat tinggal Otori. Kemudian pemuda itu membungkuk hormat sebisa mungkin sambil mengendalikan kuda. Lord Saga satu-satunya orang di kelompok itu yang belum pernah melihat makhluk m enakjubkan itu. Saat itu Hiroshi datang dari istal menuntun Tenba yang tengah melompat dan berjingkrak di ujung tali kekangny a. "Tadi aku menunggang Tenba. Semua orang menatap dengan pandangan gembira. "Hewan ini jauh lebih tinggi dari yang kukira. dan seorang pemuda yang penuh inisiatif meng¬gunakan tangga. tempat kuda¬kuda Maruyama menghentak kaki serta meng ibaskan kepala. Bangunan utamanya terletak di sebelah barat daer ah berundak: sebelah timur dibangun istal. berdirilah kirin. dengan pengendalian diri yang nyaris sempuma. telah berkumpul sekerumunan orang yang berusaha melihat kirin: anak-anak memanja t pohon. Bahkan Saga." seru Hiroshi." Sesa at keadaan sunyi senyap. "Aku tak menduga Anda kembali begitu cepat. "Pasti sangat kuat dan cepat. tak kuasa menahan tatapan penuh takjub di wajahnya. di kandang beratap tiang bambu di satu sisi dengan atap ilalang." Halaman 225 dari 600 ." "Hewan ini justru sangat lembut." serunya. "Lady Maruyama." sahut Shigeko seraya mendekati kirin. Di sekeliling gerbang. dan berkata dengan c anggung. Panji-panji bergambar bangau ber kibar di atas gerbang dan di sepanjang jalan. Mereka tidak kecewa. Di depan istal ini.

Kirin mulai melangkah dengan gembira ketika melihat tiga makhluk yang paling dis ayanginya." Kirin menjulurkan lehernya yang panjang ke arah Shigeko dan dengan lembut mengus ap pipi gadis itu dengan hidung. serta memper sembahkan dua kuda betina dan tiga kuda jantan hitam kepada Lord Saga. tuan. Lord Otori." "Tentu. tapi ke aula pertemuan yan g didekorasi dengan megah. dia meminta maaf." Seolah sekonyong-konyong tersadar dengan kesunyian yang merasa sakit hati atas k ata-katanya terse-but." komentar Saga sewaktu Hiroshi mengikat Tenba pada tali yang diregangkan dari masing-masing sisi sudut dalam kandang. "Hanya setelah hewan ini mati karena usia tua." sahut Hoiroshi dengan membungkuk hormat lagi." Saga mengangguk ke arah Hiroshi dengan sikap asal-asalan: perhatiannya tersita h abis pada kirin. Setelah berpisah kirin justru kelihatan semakin terikat dengannya!" Saga bicara seolah Hiroshi adalah pengurus kuda. "Lebi h halus dari kulit perempuan!" serunya. Belum pernah ada makhluk seperti ini di ibukota. "Aku akan mengembalikan Tenba bersama kirin. mereka ke mbali ke kediaman Saga. tapi Takeo menduga ada nada iri dan dengki di dalamnya. "Ini Sugita. kau adalah kesayangannya. "Bayangkan kalau kulit ini dihamparkan di lantai atau di tempat tidur." Sewaktu Hiroshi menuntun kirin keluar dengan tali sutra merah di tangan. "Kirin merindukannya . tempat lukisan seekor naga terbang melintasi dinding dan seekor ha . Aku ingin melihatnya lebih dekat. "Keluarkan kirin itu. Setelah menginspeksi kuda-kuda lebih jauh lagi." ujar Saga. rona merah kembali merayapi leher dan pipinya." "Kami membawa banyak kuda dari Maruyama sebagai hadiah. "Ku da-kuda itu dibiakkan serta dibesarkan Lady Maruyama dan pengawal seniornya. Tangannya menggapai dan mengelus kulit bercorak coklat muda ke¬kuningan itu." ujar Hiroshi. Dan lumay an tinggi. rin mulai melangkah dengan gembira ketika melihat tiga makhluk yang p aling disayanginya. "Bersemangat. Lord Sugita Hir oshi. memalingkan tatapan penuh kekagu man Shigeko. sewa jarnya. Takeo menam¬bahkan. "Kulihat. "Kuucapkan selamat pada Anda. Kaisar akan ter¬pesona dengan hadiah And a." Kata-kata tadi diucapkan dengan murah hati. Bukan ke ruangan sederhana sebelumnya. "Kuda ini sangat tampan." ujar Takeo padanya.

Sebagai imbalannya. Pertama-tama mereka membicarakan tentang upacara dalam acara perburuan anjing. namun silsilah Klan M aruyama lebih tua ketimbang Klan Saga dan klan wilayah Timur lainnya sama tuanya dengan keluarga kekaisaran yang merupakan keturunan Dewi Matahari. kami akan Halaman 226 dari 600 . Takeo m erasa kalau mereka cenderung tersinggung dengan pelanggaran adat semacam ini. bukan pembantaian: anjing yang terluka parah atau mati dianggap tidak sah. Saga menjawab de ngan cepat. "Dan sekarang kita bicara tentang hasil¬nya. Lebih banyak pengawalnya yang menghadiri pertemuan tersebut. Dua lingkaran tali dipasang di atas tanah. Si pemanah berderap di sekeliling lingkaran di tengah: nilai diberikan pada bagian tubuh anjing yang dibidik. m irip Kaisar. Takeo menyadari keinginta huan mereka pada dirinya dan terutama pada Shigeko. h ari-hari jamuan dan ritual. Anda mendukun g kami dan pewaris kami. satu tali di dalam tali yang satunya lagi . peraturan penandingan.rimau berkeliaran mencari mangsa. dan dibumbui dengan kelakar sehingga membuat para pengawalnya tersenyum. melainkan di kursi ukiran. satu demi satu. apa syarat Anda. Lord Otori?" "Kaisar mengakui aku dan istriku sebagai penguasa sah Tiga Negara. Di sini Saga tidak duduk di lantai." ujarnya sopan. Anjin g dipilih berbulu putih agar jika berdarah bisa segera terlihat. Tidak biasa seorang perempuan duduk di t engah¬tengah laki-laki dalam acara seperti ini dan turut berbicara tentang kebijakan. arak¬arakan Kaisar. Di setiap babak enam anjing akan dilepas. apakah ada ketentuan ukuran busur atau anak panah. Anda memerintah¬kan Arai Zenko tunduk pada kami. "Jika Lady Maruyama m enang. Shigeko menanyakan satu atau dua penanyaan teknis: lebar arena. Permainan itu merupakan permain an keterampilan.

Mengapa aku ke sini? Lebih baik mati dalam perang ketimbang tunduk pada ial ini. tersenyum dengan penuh percaya diri. dan kemarahan Takeo mulai melua p. dan bahwa putri Anda harus menikah denganku." Kata-kata maupun nada suaranya seperti menghina. sadar kalau tidak ada pilihan lain: setuju dengan usulan Saga at au menolaknya. bahwa putra An da harus dikirim padaku sebagai tawanan. demi kesatuan dan ke¬damaian Delapan Pulau. "Mendiang istriku orang yang baik: dia memberiku empat anak yang sehat serta mer awat anakku yang lain. Takeo duduk tanpa bergerak." sahut Saga." "Terlepas dari hal terakhir ini yang ingin kubicarakan dengan Anda lebih jauh la gi. Kedamaian dan kesejahteraan Tiga Negara bergantung pada sistem peme rintahan kami. dan menyerahkan Tiga Negara pad a Arai Zenko yang telah ber¬sumpah setia padaku dan juga pewaris sah ayahnya Arai Daiichi. untuk berperang. "Bahwa Anda segera mundur dari kehidupan publik. tenaga manusia sera rsumpah setia pada Anda dan Kaisar. kepuasan dan kesenangan yang mereka rasakan atas penghinaan terhadap dirinya. "Kurasa Lady Maruyama pasti bis a menjadi istri yang baik bagiku. Kurasa pernikahan ant ara keluarga kita bisa sangat menguntungkan kedua belah pihak. Sungguh keterlaluan kalau ia mesti menyerahkan putri tercintanya pada laki-laki kejam yang sudah . "Menang atau kalah. jika ia dan teman¬temannya hidup berhasil s ampai di perbatasan." Semua rasa sakit hati yang pernah ia rasakan ketika Kaede diculik kembali menyap u dirinya. dan ini tidak boleh diubah. Dia tidak merasa terganggu dengan satu pun syaratku karena memang dia tidak mera sa dirugikan." sahut Takeo. demi kesatuan dan ke¬damaian Delapan Pulau. kurasa anakku jumlahnya sepuluh atau dua belas. renung Takeo. bahw a Anda boleh mencabut nyawa Anda sendiri atau mengasingkan diri ke Pulau Sado. lari dari ibukota bak penjahat dan bersiap. serta membuka pelabuhan kami bagi k alian untuk perdagangan. tenaga manusia sera kuda untuk kampanye militer Anda berikutnya. kami akan menyediakan makanan." Saga melanjutkan bicaranya. "Dan apa syarat Lord Saga?" tanyanya. Dilihatnya ekspresi semua orang. ka mi akan menyediakan makanan. dan aku minta Anda pertimbangkan tawaranku." "Aku turut berduka atas meninggalnya istri Anda.bersumpah setia pada Anda dan Kaisar. semuanya aku terima dengan baik.

Aku ingin bicarakan ini dengan istr iku Lord Saga mungkin belum tahu kalau istriku turut menjalankan pemerintahan Tiga Negara bers amaku aku yakin. tapi aku berterima kasih pada Anda dari lubuk hatiku." Untuk pertama kalinya Shigeko angkat bicara. yang hanya ingin memiliki putrinya belaka. Shigeko duduk dengan tatapan tertunduk." Halaman 227 dari 600 ." sahut Saga dengan kesal. Namun orang ini yang paling berkuasa di seluruh Delapan Pulau. Takeo berkata. istriku akan sangat gembira dengan penyatuan antara k ita. maka dia juga harus diperlakukan sama seperti dirimu: kematian atau pengasingan. Tawaran itu telah diucapkan di depan orang banyak: bila ia tolak secara langsung itu berarti menghina. laki-laki yang sudah memiliki beberapa selir." "Semula aku ingin membiarkan istrimu hidup. karena baru saja melahirkan. "Kehormatan ini terlalu besar bagi kami.tua ini. Putriku masih sangat mud a. kehormatan dan manfaat politis dari pernikahan ini besar sekali. yang takkan memperlakukan putrinya sebagai p enguasa atas haknya sendiri. "Aku juga memiliki syarat. dia boleh pulang untuk membicarakan hal ini dengan ibunya. jika aku diperbolehkan bicara. "Andaikata Lady Maruyama menang. seperti halnya aku. tapi bi la peran istrimu sama besarnya dengan dirimu dalam pemerintahan. tidak menunjukkan reaksinya pada pem¬bicar aan tersebut.

juga dengan ayah dan ibuku s ebagai atasanku.* Bulan baru dari bulan keenam bergelayut di langit sebelah timur di balik pagoda enam lapis selagi mereka kembali ke kediaman. Dan sebagai pimpinan klan. "Kulihat kalau aku punya lawan se banding. "Begitu banyak yang dipertaruhkan pada pertandingan ini dan semua orang di pihak Saga sudah memutus kan hasilnya!" "Matsuda Shingen yang menyarankan Anda untuk kemari. kan? Anda harus memercayai penilaiannya. Takeo meminta dipanggilkan Hiroshi la lu menceritakan tentang pem-bicaraan hari itu kepadanya." "Ya harus datang. Hiroshi hanya diam mendengarkan." aga melihat sekilas ke arah anak buahnya lalu tersenyum dengan sabar.Saga melihat sekilas ke arah anak buahnya lalu tersenyum dengan sabar. "Kami men¬de ngarnya.. Saga membungkuk hormat. 'Tentu saja ini tak terduga. nona. juga saran aku dan istriku." serunya. Tapi akankah Saga mematuhi kesepakatan nya? Dia ." ujar Takeo pelan. Kita harus mem pertimbangkan masa depannya sama pentingnya dengan y ang terbaik bagi Tiga Negara.. Aku sangatlah berterima kasih pada Lord Saga atas kemurahan hatinya se rta kehormatan yang dianugerahkan pada diriku. dan menutupn ya dengan usulan pernikahan. aku bisa membuat pilihanku sendiri dalam pe rnikahan. hingga sulit bag i siapa pun untuk merasa tersinggung. "Kami men¬d engarnya. tidak keting¬galan satu pun. hanya mengatakan." "Aku minta Lord Saga untuk bersumpah mempertahankan garis pewarisan keturunan pe rempuan di Maruyama." "Namun laki-laki seperti itu. tapi aku tak bisa menerimanya tanpa persetujuan dari klanku. nona. dan riak tawa melanda anak buahnya. Setelah mandi. dan aku percaya pada¬nya." Shigeko bicara dengan tegas. Kurasa hanya ada sedikit peluang untuk memutuskan secepatnya." Takeo menghela napas. "Shigeko akan mengikuti saran mu. dan suatu kehormatan besar. sekaligus dengan pesona yang kuat. setelah ber¬konsultasi dengan para pengawal seniorku.

dan menikmatinya!" Kemudian terdengar langkah ringan di luar. yang setia sejak masih kecil. juga kirin. pikirnya. L ukisan-lukisan bergambar kirin sudah dijual." "Cinta rakyat adalah kisah tentang kehilangan dan tragedi. Shigeko masuk diikuti Gemba yang membawa kotak berpenis hitam dengan motif houou berlapis emas. dan memang dia akan memenangkannya. Mereka bahkan telah menggubah nyanyian tentang hal itu. pemuda y ang pandai dan Halaman 228 dari 600 . dan gambarnya ditenun menjadi kain dan bordiran di jubah. Ketika pintu digeser terbuka. dan begitu yakin akan menang. Anda aka n didukung dan dilindungi oleh rakyat. Mereka sudah seperti pa sangan suami istri. mereka akan mendengar kisah melankolis tentang diriku dan menangis. Sewaktu Lady Shigeko memenangkan lomba ini." "Seluruh kota terpukau dengan kegembiraan pada Anda. Lady Shigeko. terikat dengan ikatan yang kuat seperti itu.orang yang tidak mau kalah. membuat hati Takeo pedih dengan penyesalan dan rasa iba. Saat melihat putrinya saling menatap dengan Hiroshi dalam tatapan yang pen uh kasih sayang. Takeo berharap dapat memb erikan putrinya pada pemuda yang sangat dihormatinya ini." sahut Takeo "Saat ak u di pengasingan di Pulau Sado.

memang ukurannya kecil." aku Gemba. ia mencoba menekan kekesalan¬nya sekarang. "Tapi Shigeko tidak terlalu tinggi : dia harus memiliki sesuatu yang bisa dipegang." "Baiklah. Ayah. dan sangat mencintai putrinya. tabung anak panah. "Kami akan gunakan kekuatan Ajaran Houou: keseimb angan antara laki-laki dan perempuan." Teringat cahaya api yang Gemba lemparkan untuk membakar habis kekesalan waktu it u. apalagi anjing. lebih banyak dari Saga!" "Anjing-anjing itu pasti bisa dipanah." "Begitu banyak burung houou di musim semi ini hingga kita bisa mengumpulkan cuku p bulu." "Tapi ini perburuan anjing!" serunya. mberani." Shigeko mengeluarkan busur miniatur yang indah. "Tujuannya yaitu memanah anjing sebanyak m ungkin. Namun semua ini tidak sebanding dengan status dan kekuasaan yang dimiliki Saga Hideki. "Ayah tak ingin kami menyakiti anjingnya. "Tapi dengan anak panah ini tidak berbahaya dan tidak menyakiti anjing-anjing itu. Takeo berkata dengan gelisah. dan sangat mencintai putrinya." sahut Gemba. "Mereka mem¬biarkan bulu-bulunya jatuh seolah mereka menawarkannya." sahut Tak eo. kan?" ujar Takeo. "Kami tahu betapa sayangnya Ayah pada anjing. "Kotaknya kecil sekali pasti tidak bisa memuat busur dan anak panah. "Tidak." "Mainan ini hampir tidak bisa menembak burung gereja. jantungnya berdebar ketakutan. anak panahnya dibului dengan bulu burung houou. berujung tumpul serta dengan bulu putih dan emas. bukan begitu Ayah?" kata Shigeko seray a tersenyum. Gemba menyela renungannya.pemberani. "Takeo. "Ini lelucon." Ditaruhnya kotak itu di lama: dan Shigeko berlutut membukanya. Kekuatan ini yang menyatukan Tiga Negara: kau dan istrimu merupakan simbol hidup . kami mengira kau ingin melihat senjata¬senjata Lady Shigeko. "Tipuan sulap?" "Lebih dari itu. Selama keseimbangannya bisa dipertahankan." jelas Gemba. maka kekuata nnya tak terkalahkan." ujar Gemba. dan kemudian anak panah. Namun semua ini tidak sebanding dengan s tatus dan kekuasaan yang dimiliki Saga Hideki. Lihat.

tapi nyaris tak satu hari pun berlalu tanpa dirinya menyandang pedang itu. pedang itu pemberian S higeru dan merupakan simbol nyata dari pemerintahan¬nya yang sah." Melihat tatapan Takeo yang terkejut. kau tidak menggunakannya lagi. maka dengan begitu dia akan dikalahkan. setidaknya dalam latihan per¬tarungan. memang. putrimu adalah hasilnya." Memang benar Takeo tak lagi meng¬gunakan pedang itu dalam pertempuran sejak kehila ngan jarijarinya. dia lalu meneruskan. Lord Saga sama sekali tidak mengenal kekuatan unsur perempuan. "Kesejah teraan dan kebahagiaan yang kau banggakan itu takkan terwujud tanpa kekuatan itu. Sudah waktun ya diserahkan. " "Ngomong-ngomong. seolah me¬mahami keberatan Takeo yang tak terucap. bukan begitu? Lagipula. buktinya.kekuatan itu. Pikiran untuk melepaskannya amat mengganggunya hingga ia merasa perlu menghabiskan waktu beberapa lama untuk berm editasi. tapi begitu juga dengan pengasingan diriku. Bagaimana kalau Kaisar ingin menyimpannya?" "Jato senantiasa menemukan pemiliknya yang berhak." Gemba tersenyum yakin. kan?" "Ya. Ia ju ga cukup mahir meng¬gunakan tangan kiri untuk menopang tangan kanannya. " Jangan lupa menawarkan Jato kepada Kaisar besok." kata Gemba sewaktu mereka saling mengucapkan selamat malam. setelah berganti dengan pakaian tidur. Jato memiliki arti paling besar bagi dirinya. Halaman 229 dari 600 . "Hal itu sudah diminta dalam pesan pertama Kono.

Nyanyian da n genderang bergema dari tepi sungai. Shigeko dan Hiroshi menunggang kuda bersurai abu¬abu pucat. semua kegelisahan telah sirna dari dirinya. mendengarkan suara-suara malam dan melambatkan napas dan pikirannya. *** Musik dan genderang terus terdengar hingga larut malam. Katak berkuak di kol am taman." "Ternyata sangat efektif!" sahut Takeo. masing-masing di kanan dan kiri kirin. As hige dan Keri. Para pendampingnya pun tampak dirasuki kepercayaan diri yang sama. dari Shigeru dan Matsuda juga dari Tribe. menjulurkan tangan untuk mengambil jubah sutra tebalnya. lalu ia duduk sendirian dalam ruangan ya ng gelap. Kirin berjalan dengan ang gun tanpa terganggu. tempat pedang itu berasal." Perasaan tenang yang telah dicapainya semalam kian dalam. Kuda-kudanya menggetarkan tanah kami Selamat datang Lord Otori! "Semalam aku keluar untuk melihat suasana kota. Perlahan-lahan disadarinya kearifan dari s aran Gemba: ia isuruhnya Minoru dan pelayannya pergi. Diingatnya semua pelat ihannya. Takeo dibawa dengan tandu berhias yang indah. Takeo bukan hanya mendengar nyanyian tentang kirin tapi juga ten tang burung houou: Burung houou bersarang di Tiga Negara." ujar Hiroshi. Lord Otori telah muncul di ibukota. dan jangkrik berderik di sela-sela semak. Katak berkuak di kol am taman. "Rakyat menganggap kunjungan Anda sebagai pertanda datangnya kedamaian. dan jangkrik berderik di sela-sela semak. mendengarkan suara-suara malam dan melambatkan napas dan pikirannya. memalingkan lehernya untuk melihat kerumunan yang tengah mengagumi di . keduanya memegangi tali sutra merah tua y ang terikat di kalung berwarna emas berbentuk daun berlapiskan kulit. tempat penduduk kota menari-nari. Takeo menjadi terasing dan tanpa ekspresi. Perlahan-lahan disadarinya kearifan dari s aran Gemba: ia akan mengembalikan Jato kepada Kaisar. lalu ia duduk sendirian dalam ruangan yan g gelap. dan keesokan harinya jal anan dipenuhi orang dewasa dan anak-anak yang menari-nari. "Aku men¬ceritakan pada satu atau dua orang lentang bulu burung houou. Mendengarkan suara mereka saat ia b ersiap menemui Kaisar. Kirin adalah hadiah bagi Kaisar. tempat penduduk kota menari-nari. Nyanyian da n genderang bergema dari tepi sungai.Disuruhnya Minoru dan pelayannya pergi.

P ara perempuan herambut hitam panjang. diikuti rombongan Takeo. Semua pelayan itu mengenakan jubah r esmi yang sangat mewah. lubah Saga berhiaskan kura-kura dan burung jenjang. makanan dalam kotak-kotak berp ernis. Bangunan biara berwarna merah cerah. Dinding putih dan balok merah ber¬kilauan diterpa sinar matahari siang. Teriakan dan seruan tidak mem¬pengaruhi ketenangan dirinya maupun pen¬dampingnya. membawa bantal sutra dan payung pelindung sinar matahari. Para penjaga dengan ramah menghadang kerumunan tapi mem¬biarkan gerbang seb elah luar tetap terbuka. ksatria dan bangsawan. baru dipugar dan dicat ulang. Hiroshi mengambil tali kekang dan Takeo berjalan dengan putrinya serta kirin menuju bangunan utama biara. Shigeko dan Hiroshi turun dari kuda. Kaisar telah melakukan perjalanan singkat dari Istana Kekaisaran menuju Biara Ag ung dengan kereta megah berpernis yang ditarik sapi jantan hitam. Pohon pinus berderet di bagian sampingnya. Di depan bagian dalam gerbang. tempat perlombaan akan diadakan. sudah duduk di sini meski perburuan anjing baru dimulai besok.rinya. Saga Hidek i dan Lord Kono telah menanti dengan pelayan di atas anak tangga. lingkaran-lingkaran yang memiliki titik pusat telah diiandai dengan warna-warna kontras. Para pemanggul tandu berderap melintasi lingkaran ini. Di gerbang berikut¬nya tandu diturunkan dan Takeo melangkah keluar. Halaman 230 dari 600 . Ada banyak lagi kereta yang memb awa bangsawan laki-laki dan perempuan. dan di bawahnya gerai kayu dan tenda serta anjungan sutra didirikan bagi para penonton. Banyak orang. terdapat sat u arena yang luas. sedangkan laki-laki mengenakan topi resmi kecil. dan ratusan bendera dan umbul -umbul berkibar ditiup angin. memanfaatkan tempat menonton yang sangat bagus ini untuk melihat kirin.

lalu Lord Saga membimbing Takeo ke dalam. duduklah sang Kaisar. dan sesaat kesunyian melanda seksama dari sela-sela celah tirai bambu. diterima Kaisar. Kami tahu ikatan lama yang ada di antara keluarga kita. serta meyakinkan Paduka Yang Mulia akan kesetiaannya. . d i belakang tirai halus dari bambu yang melindunginya dari mata fana dunia. Kata kata Kaisar singkat namun lebih dari yang diharapkan: pengakuan atas hubungan Klan Otori. Saga mengumumkan dengan suara yang jelas namun sopan. bagian dari dewa-dewa. dan ia bisa meng¬gera kkan sedikit posisinya untuk mengamati reaksi Saga. duduklah sang Kaisar. bagian dari dewa-dewa. Ia seperti mendengar tarikan napas pelan dari laki-laki di sebelahnya. "Lord Otori datang dari Ti ga Negara untuk mempersembahkan hadiah yang indah bagi Paduka Yang Mulia. edangkan jubah Kono berhiaskan bunga peoni dan burung merak. Lord Otori. "Selamat datang." Takeo mendengar semua ini diucapkan ulang oleh sang Menteri. keringat Saga tertutup oleh aroma du pa wangi." Kata-kata ini diulang ggi dengan suara bernada tinggi dengan Ketika dia selesai bicara.Sedangkan jubah Kono berhiaskan bunga peoni dan burung merak. menuju aula remang-r emang yang disinari ratusan lentera. mencium aroma asap minyak. orang membungkuk hormat lagi. Ini sama seperti yang ia harapkan. anggota pertama Klan Otori y ang dihormati sejak Takeyoshi yang legendaris. lalu Lord Saga membimbing Takeo ke dalam. dan aroma wewangian pelayan Kaisar. dengan suara yang tak lebih dari s ekadar bisikan. Sungguh kehormatan yang amat besar dan tak terduga. menuju aula remang-r emang yang disinari ratusan lentera. Semuanya saling be rtukar hormat dan sopan santun. Kami sangat senang menerima kedatanganmu. Takeo menyembah. Kemudian dari balik tirai sang Kaisar bicara. Takeo merasa diamati Kaisar dengan salah satu Menteri yang duduk di anak tangga mimbar tertin banyak tambahan bahasa yang halus serta sopan santun kuno. d i belakang tirai halus dari bambu yang melindunginya dari mata fana dunia. semua . Di bagian atas ruangan itu terdapat mimbar berundak. Menteri Kanan dan Menteri Kiri duduk di anak tangga di bawah penguasa mereka. Di bagian atas ruangan itu terdapat mimbar berundak. Semuanya saling ber tukar hormat dan sopan santun.

Halaman 231 dari 600 . Pedang ini diserahkan kepada hamba oleh ayah hamba . Jato akan kembali padaku." Menteri Sebelah Kanan berunding dengan Kaisar. Takeo berkata. "Bolehkah hamba bicara kepada Paduka Yang Mulia ?" Permintaan itu diulang. Jato. Para menteri yang berada di undakan paling rendah mengambil Jato dan mengoperkan nya dari satu petugas ke petugas lainnya hingga sampai ke tangan Menteri Kiri yang kemudian me letakkannya di depan tirai. Selamat tinggal. lalu bicara lagi kepada Takeo. pikir Takeo. tapi suara manusia biasa yang penuh keingintahuan. Rasa menyesal menghunjam selagi ia menyodorkan pedang itu dengan dua tangan. ujarnya pelan dalam hati. "Berabad-abad lampau nenek moyang Paduka Yang Mulia mem¬berikan ped ang ini. namun Jato hanya tergel etak di lantai.Takeo memberanikan diri berkata. dan kini h amba dengan rendah hati melaksanakannya. diam dan tak bergerak. dan ijin Kaisar diucapkan ulang. sebelum kematiannya. kepada Otori Takeyoshi. Hamba diminta mengembali¬kannya kepada Yang Mulia. Kaisar bicara lagi. Shigeru." Takeo maju dengan tutut. lalu mengambil pedang itu dari sabuknya. Jato akan bicara. menawarkannya kepada Paduka sebagai tanda ke setiaan dan pengabdian hamba. "Kami menerima pedangmu dan peng¬abdianmu. dan Takeo mendengar kalau itu bukan suara dewa atau bahkan b ukan suara penguasa besar.

"Maka Paduka Yang Mulia memang diberkati. Kaisar bergumam. Kemudian Kaisar melangkah ke luar dari balik lirai serta menjulurkan tangan kepada para pelayannya untuk menuntunnya menuruni anak tangga. mendongak melihat leher ki rin yang panjang dan kepalanya. ku ingin melihat kirin dengan mataku sendiri. Gadis itu berlutut dengan satu kaki keti ka Kaisar mendekat. dan dengan kepala ter¬tunduk memegangi tali." Ekspersi Kaisar merupakan salah satu kekaguman yang murni. mulutnya kecil dan tegas."Aku ingin melihat kirin dengan mataku sendiri. . berdiri seorang laki-laki berperawakan agak pendek berusia kira-kira dua puluh d elapan tahun. matanya berkilat denga n harapan. Kemudian Kaisar melangkah ke luar dari balik lirai serta menjulurkan tangan kepada para pelayannya untuk menuntunnya menuruni anak tangga. berjalan dengan lutut. ''Kirin hanya muncul ketika sang penguasa diberkati Surga." Terjadi kegemparan mendadak kar ena tak seorang pun yakin akan cara tepat apa yang harus dilakukan." ujarnya sewaktu berjalan melewati Takeo. Kaisar mengenakar jubah emas dengan bordiran naga merah tua melintang di punggun g dan lengannya. " dan manusia setengah dewa itu menjulurkan tangan lalu mengelus bulu halus hewan yang menakju bkan itu. pipinya tembam." Shigeko menyahut dengan suara yang sama pelannya. namun kami menawarkannya dengan ha rapan Paduka Yang Mulia akan melihat dan mengakui bawahan Paduka di Tiga Negara." "Ini laki-laki atau perempuan?" tanya Kaisar pada Saga yang datang menghampiri d engan cara sama yang dilakukan Takeo. hiasan itu menambah tinggi badannya. menengok sekilas pada para pegawai tinggi kekaisaran. menunjukkan kecerdasan. karena Shigeko bicara dengan menggunakan bahasa seorang penguasa laki¬laki. mungkin sama kagumnya karena diajak bicara seorang perempuan dan saat melihat kirin. berlutut. "Paduka Yang Mulia: hewa n ini tak sebanding dengan keagungan Paduka Yang Mulia. Shigeko berkata. "Biarkan Lord Otori ikut denganku. Diambilnya tali itu deng an hati-hati. dan Takeo pun mengikutinya. lalu tertawa gembira. "Paduka Yang Mulia bisa menyentuhnya: hewan ini amatlah lembut. tapi penilaian Takeo sebelumnya ternyata benar. dia berkata. Shigeko menunggu di luar bersama kirin. Di balik megahnya pakaian yang dikenakannya." Terjadi kegemparan mendadak karen a tak seorang pun yakin akan cara tepat apa yang harus dilakukan.

bisa diungkapkan dengan kata yang lebih sederhana. "Aku sangsi kalau memiliki apa pun yang sebanding. dilihatnya Kaisar tengah mengamatinya dengan penuh selidik. Itu bisa saja aku dan Kaede."Paduka Yang Mulia." Kaisar berdiri seolah berpikir keras selama beberapa saat. godaan akan kekuatan mutlak be rkilat di hadapannya. untuk Takeo. ini putri Lord Otori. Pasukan kami sudah siap. "Apa yang bisa kuberikan sebagai imbalannya?" tanyanya. Kami akan mendesaknya kembali ke utara dan ke arah laut. Kami bisa bersaing dengan Saga: jika kami mengalahkannya besok dalam pertandingan. mengendalikan Kaisar maka bisa mengen¬dalikan Delapan Pulau. dan kemudian dibawa Yuki. Kenji. Pedang yang Kenji serahkan kepada Shigeru setelah kekalahan Otori di Yaeg ahara." Dielusnya lagi kiri n. dan kemud ian berbalik dan menengok ke belakang seakan tersengat oleh ilham yang datang tiba-tiba. Aku bisa kirim kur ir kepada Kahei lebih awal. kami bisa menggantikan kedudukannya. Takeo membungkuk hingga menyentuh tanah lagi. pikirnya. dan kini diserahkan ke tangan Ma ruyama Shigeko oleh Kaisar. Siapa pun yang disukai Kaisar atau. dan selagi duduk legak. "Akan kuanugerahkan kepada Lady Maruyama!" Takeo ingat suara dari masa lalu: Pedang itu akan berpindah dari satu tangan ke tangan lainnya. bukan aku! Halaman 232 dari 600 . Pada saat itu. Alangkah inginny a aku berkunjung ke sana. Lady Maruyama. tapi mustahil aku meninggalkan ibukota. "Bawakan padaku pedang Otori. putri Kenji." serunya. Sagalah yan g akan diasingkan." "Dari tanah tempat perempuan berkuasa? Lord Otori telah membawa banyak benda yan g eksotis! Semua yang kami dengar tentang Tiga Negara memang benar adanya.

"Perilakunya yang acuh tak acuh menyem¬bunyikan keahlian fisiknya. menambah kekaguman pengunjung kepada sang jenderal. Ia t ak percaya kalau putrinya bisa menang. "Mereka akan menjadi lawan yang sebanding. Ia tidak menginginkan Delapan Pulau. garis bentuk tubuh ber¬bayang dari seseo rang yang menggunakan kemampuan menghilang. akeo menghibur diri dengan khayalannya selama beberapa saat. Kemudian ada juga balapan kuda sebelum matahari terbenam. Dengan mengacuhkan par . *** Sisa hari itu dihabiskan dengan jamuan makan. Namun Gemba ternyata benar tentang pedang itu. Tim Lord Saga yang menunggang kuda perang Maruyama menang den gan mudah. Seharusnya ia juga percaya tentang hasil pertandingan itu. percikan keingin¬tahuannya muncul lagi saat menghadapi ke kekalan hidupnya apakah orang ini yang akan berhasil membunuhnya. dari sudut matanya. Sa at ditandu melewati gerbang. Secara naluri disentuhnya pedang. yaitu bola sepak. maupun sepengetahuan keluarga Muto yang pernah menyatakan kalau mereka telah menembus sejauh ini sampai ke wilayah Timur . Ia terkejut karena tidak menduga ada anggota T ribe beroperasi di ibukota: tidak ada dalam catatannya. Ia telah menyaksikan keahlian berkuda lawan.Takeo menghibur diri dengan khayalannya selama beberapa saat. dan kegembiraan serta kekaguman akan hadiah yang tiada bandingannya. Lord Kono membuktikan diri sangat mahir dalam permainan ini. dan ingin a gar negaranya tetap damai. Takeo kembali ke kediaman dengan rasa gembira dan bersemangat atas hasil hari in i. sadar kalau ia tak bersenjata. ia hanya menginginkan Tiga Negara. meskipun masih cemas tentang esok hari. dan ingin a gar negaranya tetap damai. dia melihat. Ia tidak menginginkan Delapan Pulau. kompe tisi puisi. Dinaikkannya tirai tandu yang terbuat dari sutra untuk menikmati udara malam. dan bahkan peragaan permainan kegemaran para bangsawan muda. dan mem¬buktikan bahwa ram alan itu salah? saat tandu belum menyentuh tanah ia sudah turun. ia hanya menginginkan Tiga Negara. lalu menyingkirkan nya jauh-jauh. lalu menyingkirkann ya jauh-jauh." sahut Gemba setuju dengan tenang." komentar Takeo pelan kepada Gemba. pertunjukan musik dan drama.

"Tunggu di sini. "Apa yang kau lakukan di sini? Apa kau membawa kabar dari Taku? Apakah Jun mengirimmu?" "Aku harus bicara dengan Lord Otori saja. Takeo segera mengenalinya sebagai anggota Muto. memanggil gadis itu lalu menyuruh mereka pergi. yang ditempatkan di kediaman orang asing untuk mempelajari bahasa serta memata-matai mereka. "Apa yang telah terjadi?" Halaman 233 dari 600 . Setelah menyu ruh mereka menyajikan teh. bahkan pu trinya. penasaran apakah tadi ia salah lihat. Melihat kesedihan di garis bibir dan dalam tatapan matanya. adik Sada. lalu dilihatnya gadis itu. "Mari cepat masuk. tapi butuh waktu beberapa saat u ntuk mengingat siapa gadis itu: Mai." Takeo memanggil pelayan untuk mem¬bantunya mengganti jubah resminya. Aku akan langsung memanggilmu. Begitu sudah di dalam. Namanya dilantunkan banyak suara. atau Lord Miyoshi tak boleh masuk. diperinta h¬nya penjaga untuk menutup serta memalang gerbang. jantungnya berdegup kencang karena takut pada apa yang akan disampaikan gadis itu." bisiknya. Gadis itu kelihatan lelah dan kotor karena perjalanan jauh. kemudian berbalik lagi pada gadis itu. tapi ia seperti bisa membedakan satu orang yang dikenalnya.a pelayan¬nya. ia berlari ke gerbang dan mencari-cari dengan mata orang itu di antar a kemmunan." perintahnya pada gadis itu.

" "Dan putriku?" bisik Takeo. alasan lain mengapa gadis mi menempuh perjalanan s ejauh ini. atau dihaca oleh orang yang salah. ta k bisa bicara. mungkin tanpa ijin dari Tribe." ujar Takeo murung. Keluarga Muto bersumpah setia kepad a Anda." Dilihatnya ada hal lain lagi. dan tidak diketahui mereka. dan Taku serta Sada setia kepada Anda. Mungkin putri Anda berhasil lari. "Bandit macam apa yang ada di Negara Tengah?" "Itulah pernyataan resmi yang dikeluarkan Zenko." "Ditangkap Akio?" ucapnya mengulang perkataan itu." Kabar itu menghantam dirinya bak pukulan ke dadanya." "Bandit?" tanyanya tak percaya. "Lord Otori. atau ditangkap Akio. Pes an¬pesan salah sasaran.. Sesuatu telah terjadi dalam jaringan Muto. Kikuta Akio sangat d ekat dengan Zenko dan banyak orang Muto menyetujui persahabatan mereka orang-orang mengata¬kan m ereka berdua seperti Kenji dan Kotaro sebelum.." Lord Taku. "Tapi Zenko sedang melindungi Kikuta Akio. aku tak tahu." sahut Mai.. tuan. "Mereka diduga diserang bandit di tempat berjarak satu hari berkuda dari Hofu. bahkan Shizuka. atau Teray ama. air mata menggenang di pelupuk matanya dan hampir me netes. Desas-desus yang beredar bahwa Akio dan putranya yang bunuh Taku untuk bal as dendam atas kematian Kotaro. "Mungkin dia melarikan diri. Takeo memberi i syarat agar gadis itu melanjutkan. Orang-orang mengatakan kalau mereka ingin kembali ke masa silam." "Apakah istriku tahu?" "Aku tidak tahu."Lord Taku. tuanku. dan kakakku sudah tiada. "Aku tidak berhak mengatakannya... "Tapi dia belum ke Kagemura. Sada tewas bersamanya. tuan. Lord Otori." sahut Mai. merasakan gelombang kesedihan menggelegak hingga ke urat nadi¬nya. "Ibu Taku pasti sudah diberitahu?" "Sekali lagi. Itu sudah cukup bagiku. tidak ada yang tahu di mana putri Anda. Aku meninggalkan Hofu . dan kakakku sudah tiada ." "Sebelum aku datang. Takeo menatap gadis itu. atau tempat lainnya yang diperkirakan sebagai tujuannya melarikan diri. saat Tribe memiliki kekuasaan yang sesungguh¬nya. tuanku.

berharap bisa menyusul Lady Shigeko dan Lord Hiroshi. ia Halaman 234 dari 600 . "T ak ada yang bisa membunuh mereka dengan menggunakan senjata biasa. Taku tertembak di leher. hampir membuat ia terpuruk. namun tidak menangis. m ereka sudah melakukan perdagangan dengan orang-orang asing. tapi dia bukan mati karena peluru: lehernya digorok." Teringat olehnya kalau gadis itu juga tengah berse dih. dia pasti mati kehabisan darah. Seraya menutupi wajah denga n tangan. "Mereka diserang dengan menggunakan senjata api.tanpa mengatakan pada siapa pun. tapi mereka sudah beberapa hari di depanku. Senjata itu pasti pemberian Zenko. Aku terus mengikuti hingga aku sadar sudah di ib ukota." Takeo duduk terdiam." "Aku sangat berterima kasih." Mata gadis berkilat diterpa sinar lentera. "Dan aku sangat berduka atas kematian kakakmu dalam melayani keluargaku. Kenan gan itu diikuti dengan kenangan lainnya." "Akio punya senjata api? Darimana dia dapat?" "Dia sudah di Kumamoto selama musim dingin. Aku berjalan selama enam minggu. teringat saat ia mencengkeram leher Taku yang menyelinap ma suk ke kamarnya di Shuho: saat itu Taku baru berumur sembilan atau sepuluh tahun. dan peluru itu menghantam Sada setelah menembus kuda." tuturnya dengan nada sedih.

Shigeko bisa mengenalimu. Kau tidak boleh mengatakan ini pada siapa-si apa. Kaisar maupun membiarkan Saga ini aku dalam posisi yang menguntungkan lombanya selesai dan kami tahu hasilnya." "Tidak boleh.berusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis.. Sedari tadi mereka memeriks a keadaan kuda. Meskipun beresiko terjebak dalam ditunda. dan tak sabar menanti penandingan. juga lega karena gelapnya ruangan. Hanya dua hari. waktu untuk menjadi lemah sudah berakhir. aku akan hujan. "Kaisar yang berikan padamu. Akan ada pertandingan yang meliba tkan putriku dan Lord Hiroshi. Jangan ada hal yang mengganggu selama beberapa hari ke depan." . berjanji akan kembali dalam dua hari." "Aku akan kembali secepatnya. seraya berusaha mengendalikan diri. Begitu pamit. Mereka tidak boleh tahu hal ini h ingga pertandingannya selesai. tapi untuk sementara waktu ini a ku memintamu untuk menjauh. Nanti aku akan ceritakan tent ang kabar ini padanya dan juga Hiroshi. Mai baru saja pergi ketika Shigeko dan Gemba datang. namun hal ini tidak bisa dari rencana. kini gembira dengan kejadian ha ri ini. "Kau tak tahu situasi kami di sini. yang biasanya pandai mengendalikan diri serta tenang.. Kesedihannya disulut dengan kemarah annya atas Zenko yang telah ia biarkan hidup hanya untuk melihat orang itu bersekongkol mem rusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis." Takeo mengatur agar Mai diberi uang dan dicarikan penginapan. menyiapkan pelana dan tali kekang untuk lomba besok. Tapi aku tak ingin menyin mencium pengkhianatan Zenko. Shigeko berkata. Sementara tapi itu bisa berubah kapan saja." sahutnya. "Lord Otori. Ia lega karena ini berarti putrinya takkan memerhatikan sik ap diam dan kurang bersemangat dirinya. Mereka tidak boleh diganggu. Sekarang pedang itu menjad i milikmu. "Aku kembalikan Jato pada Ayah. "Haruskah aku memanggil seseorang agar menemui Anda?" "Tidak!" sahutnya. Kesedihannya disulut dengan kemarahan nya atas Zenko yang telah ia biarkan hidup hanya untuk melihat orang itu bersekongkol mem bunuh adiknya. lebih awal ggung tuan rumah Lord Saga." ujar Mai ragu-ragu. Sh igeko. Tidak seorang pun boleh tahu. lalu gadis itu per gi. Kau akan ikut dengan kami." "Tapi Anda harus segera kembali ke Tiga Negara! Zenko. serta membahas strategi. tentu saja.

Rasanya ingin sekali berada di rumah." "Bukan penama kalinya pedang itu berada di biara. meninggalkan Takeo sendirian meng¬hadapi malam yang panjang."Pedang ini terlalu panjang. ia takkan meny erah begitu saja.. tapi ju ga Klan Otori.. aku tidak berarti tanpa dia. "Tapi pedang itu milikmu. atau putraku. sena kekuatan¬nya yang lembut." Takeo menyadari bahkan saat ia bicara bahwa pengakuan Kaisar membuat persoalan p ernikahan Shigeko justru makin penting. Shigeko akan menyerahkan Tiga Negara kepada orang yang menikahinya." protes putrinya." sahut Takeo. Apa pun permintaan Saga. Tak sulit untuk membujuk Shigeko beristirahat lebih awal. dan pedang juga memastikan dirimu bukan hanya sebagai pewaris Klan Maruyama. "Kendati demikian. "Sampai putra Ayah. Takeo memaksakan diri untuk tersenyum.." "Akan kuberikan pada biara sampai. tetap saja itu milikmu . tapi kearifan. bukan hanya menginginkan tubuhnya. dan Gemba juga pergi t idur." "Sampai apa?" Takeo memotong ucapan putrinya. Takeo sangat merindukan Kaede saat ini. tidak sebelum ia konsultasi dengan Kaede.* Halaman 235 dari 600 . cukup dewasa untuk memilikinya. suami yang direstui Kaisar. kejernihan pikiran. pi kirnya.

tebal dan ditekan. Aku sehat¬sehat saja. "Aku telah menyiapk an catatan atas semua yang terjadi kemarin." ujar Minoru. "Aku akan mendiktekan sesuatu padamu." Minoru menaikkan alis sedikit." Takeo tiba-tiba memutuskan dan berkata. Tanganku ge metar dan tulisanku sangat buruk." "Aku kurang tidur." "Biar kulihat." Tulisannya menggambar¬kan orangnya. aku harus terus memesona serta mengesankan. "Hari ini sepertinya akan menjadi hari yang cerah. Aku tidak bisa bersikap sebaliknya." ujarnya ketika Takeo selesai mendikte. itu saja." Minoru membungkuk hormat. Beliau sangat menghormati Anda. si jurutulis berkata dengan r agu. Takeo memandang Minoru dengan tatapan menuduh. "Beliau pasti menulisnya tadi malam. malam ini atau besok. "Lord Otori kelihatannya tidak sehat. "Tentunya kunjungan Anda sangat berhasil. mengeluarkan gulungan kertas ." ujarnya. guratan tinta kelihatan hitam dan legas. kan?" "Kita akan tahu sore ini. terkejut dengan suara dingin Takeo. dan juga mencatat semua yang akan terjadi hari ini. "Beliau mengucapkan selamat padaku atas keramahan Kaisar padaku. seperti biasa. Kau harus mengatur kepulanga n kita agak lebih awal dari rencana. Jangan berkomentar dan jangan beritahu siapa-siapa. Tanpa memihak Takeo menceritakan semua vang diceritakan Mai semalam. dan atas ke¬berha . "Lord Saga mengirim surat untuk Anda.Minoru datang. "Aku turut berduka cita. kenyataan bahwa ia telah berbagi kabar kematian Taku mengurangi penderitaannya." "Tidak apa-apa." Ketika Takeo mengambil catatan itu tanpa menjawab. Simpan baik-baik: aku akan memintamu m embacakannya. selama masih bisa dibaca. Dia datang bersama para pelayan perempuan yang membawa teh. "Aku minta maaf atas kurang terampilnya diriku ini. bergaya kotak. saat matahari baru terbit. Takeo sadar akan simpati tanpa kata-kata dari jurutuli snya." Minoru menyiapkan batu tinta dan meng¬ambil kuas tanpa bicara. dan Minoru menulisnya.

"Dan takut bila Anda kalah dalam pertandingan itu. sikapmu menjadi begitu sinis! Lord Saga adalah bangsawan besar berasal dari klan kuno. serta mengucapkan semoga berhasil hari ini. "Beliau mengharapkan Anda menemukan cara untuk berkelit dari kesepakatan tersebu t." sahut Takeo." "Aku akan mematuhi kesepakatan. dan aku berharap dia pun begitu.silan hadiahku." ujar Minoru." "Beliau khawatir atas popularitas Anda. Dia telah mengumumkan kesepakatannya. dan begitu pula aku!" "Persis seperti itulah cara bangsawan men¬jadi besar. Kaisar masih tetap mendukung Anda." "Minoru. Dia takkan mengingkari kesepakatan itu tanpa m embuat dirinya tidak terhormat." gumam Minoru. Halaman 236 dari 600 . agar beliau mendapat alasan untuk tidak menepatinya.

Takeo dibimbing ke tempat di sebelah ambut para bangsawan. jambul dan ekornya mengkilat serta sehalus rambut seorang putri. te mpat sekitar lima puluh ekor anjing dalam sebuah kerangkeng berhiaskan daun dan rumbai-rumbai puti h. meriah dan ramai. elumnya. Arena di Biara A gung dipenuhi penonton: perempuan mengenakan kimono bertudung. pada perwakilannya. menunggang kuda belang dan juga merah bata. Di dalam lingkaran terluar pasir merah para pe¬nu nggang kuda menunggu: kuda tim Saga memiliki sabuk kulit yang dikaitkan di bawah ekor s erta tali dada berwarna merah. Shige ko. semua memegang payung dan kipas. Namun sesekali pemandangan tampak kabur dan langit semakin kelam. surai dikepang. laki-laki berpakaian c erah. Pengaruh kirin sudah tampak: seorang ng yang diukir mengikuti bentuk kirin. Seuta s tali jerami kuning membagi lingkaran sebelah luar dari lingkaran yang sebelah dalam. Cuaca makin panas dengan kelembapan yang menandakan hujan plum. Di bagian belakang lapangan terdapat bilik dari kain sutra didirikan bagi Kaisar. dan mata dan pikirannya dipenuhi dengan bayangan-bayangan Taku ya ng tertembak di leher lalu mati kehabisan darah. Pelana kuda dilapisi ker ang mutiara. Kedua pendukungnya. sedangkan milik Shigeko berwarna putih. dan Takeo be rusaha ikut ambil bagian di datamnya dengan sepenuh hati. anakanak. dan beberapa ar kirin. Hiroshi dan Gemba. laki-laki berpakaian c erah. yang ter sembunyi seperti sebelumnya. Di tempat itu Takeo dis sebagian sudah bertemu dengannya sehari seb laki-laki memperlihatkan padanya pena linta perempuan mengenakan tudung berhiaskan gamb Suasana hari itu terasa bagai piknik di pedesaan. Sag a me¬nunggang kuda besar dengan bulu warna coklat kemerahan. Okuda dan Kono. dan masyarakat menari-nari sepe rti kesurupan. ksatria dan istri mereka. dengan pasir b erwarna putih. Ia mengalihkan perhatian pada mereka yang masih hidup. Busur milik mereka jauh lebih besar dibandingkan dengan busur Shigek o dan ketiganya . dan masyarakat menarinari seperti kesurupan. Cuaca makin panas dengan kelembapan yang menandakan hujan plum. kanan bilik Kaisar. anakalanan jauh lebih ramai lagi dibanding kemarin. di balik tirai bambu. Kuda-kuda melangkah tenang mengelilingi lingkaran. Kedua kuda abu-abu pucat dengan surai dan ekor hitam terlihat sangat kont ras dengan kuda Gemba yang berbulu hitam. Takeo bisa mendengar gongongan anjing yang bersemangat dari sisi timur arema.Jalanan jauh lebih ramai lagi dibanding kemarin. Arena di Biara A gung dipenuhi penonton: perempuan mengenakan kimono bertudung.

Tembakan yang ketiga terkena punggung anjing yang tengah berlari. Takeo belum pernah menyaksikan per¬buruan anjing. kaki. dan nilai Anda akan dikurangi jika anjingnya berdarah atau mati. mengonggong pada kuda yang tengah berderap. "Okuda akan mulai lebih dulu untuk menunjukkan cara melakukannya." Mereka berkuda dalam barisan menurut urutan pangkat. Ini semua tentang pengendalian sempurna yang sangat sulit dicapai sewaktu kuda berderap. Halaman 237 dari 600 . dari yang terendah sampai y ang tertinggi. Anak panah itu dilepaskan terlalu kuat: darah mulai menodai bulu putih anjing itu. bagian lunak di perut atau kematuan. makin buruk tembakanny a. Anda tidak boleh menembak kepala. dengan ramah. Anak panah pertama Okuda berdesing melewati telinga anjing itu. "Anda hanya boleh menembak bagian ter¬tentu di tubuh anjing: punggung." tutur Saga ke pada Hiroshi. Makin banyak darah menetes. membiarkan tali kekang menggantung di leher kuda selagi dia menaikkan b usur panah dan menaruh anak panahnya. dengan ekor di sela kaki belakang¬nya. karena penunggang kedua memiliki peluang lebih menguntungkan. membua tnya menyalak kaget lalu mundur. dan peraturan permainan itu dije laskan oleh kawan pendampingnya. Anak panah kedua mengena i dada. "Tembakan yang bagus!" seru laki-laki di sebelah Takeo. leher .memiliki anak panah yang dibului dengan bulu bangau warna putih dan abu-abu. Anjing pertama dibawa masuk ke lingkaran: Okuda juga memasuki lingkaran lalu men derapkan kudanya. pasangan pertama Okuda dan Hiroshi. Tali anjing dilepaskan dan hewan itu segera berjingkrakan.

anjing itu secepatnya berlari keluar lingkaran. tapi mampukah pemuda itu bersaing dengan pemanah nomor satu dari ibukota? Anjing dilepaskan. Mampukah kuda abu-abu itu bertahan dalam per tandingan semacam ini? Akankah kuda itu mengecewakan penunggangnya? Takeo tahu H iroshi mahir memanah. Tembakan kedua Okuda. Anjing-anjing itu pasti mencium amis darah sehingga ket akutan. berusaha m enyuruh agar anjing itu tenang. meski membuat si anjing ber¬darah." Takeo menatap anjing itu saat dibawa masuk untuk yang ketiga kalinya. meng¬hempaska n tubuhnya di antara anjing-anjing lain. Ia tidak mau Hiroshi menyakiti anjing itu. tapi anjing itu bisa mendengarnya. mendapat nilai lebih tinggi ketimbang dua tembakan Hiroshi yang meleset. Penonton terdi am: di balik suara derap kuda. Tak ada orang lain yang bisa mendengar¬nya. Takeo bisa meli hat kalau anjing itu ketakutan dan menggeram. Anak panah Hiroshi luput mengenai anjing itu sejauh s erentangan kaki. hasil pertandingan sudah ditentukan. Matanya terpaku pada Gemba ya ng tak lagi . Takeo bersiap menerima satu kekalahan lagi maka tak peduli sebaik apa pun Shigeko melakukannya. membuatnya ter¬jatuh dan menyalak. Hew an itu berhenti meronta dan menyalak. Takeo sudah mengenai kuda itu selama ia mengenai pemuda itu: hampir de lapan belas tahun. suara yang dikeluarkan Gemba saat merasa gembira." Juri memutuskan demikian. Anak panah ketiga Hiros hi kena bagian samping anjing itu. dibawa masuk lagi dan dilepas sekali lagi."Kurang baik. Anjing itu tidak kabur saat dilepas. Kali ini Hiroshi le bih siap. Mungkin anjing tiu sudah melihat nasib kawannya dan tahu apa yang menantinya dalam lingkaran itu. tapi tidak berdarah. pikirnya." ujar tetangga Takeo dengan simpatik. "Itu tembakan yang mudah! Okuda akan memenangkan babak ini. tapi malah duduk dan menjilati bulunya sebelum bangkit lalu berjalan pelan mengitari lingkaran. tapi anak panahnya tetap tidak kena sasaran. tapi ia ingin pemuda itu setidaknya mendapat satu nilai untuk bidikannya." adalah penilaian juri. "Lebih sulit dari kelihatannya. terdengar olehnya senandung yang amat pelan. "Butuh lat ihan selama bertahuntahun. Kurang baik." adalah penilaian juri. Takeo merasakan ketegangan mulai ber¬tambah saat Hiroshi memasuki lingkaran dan Ke ri mulai berderap. Anjing itu ditangkap. Atau mungkin anjing saling berkomunikasi lalu memper¬ingatkan.

berlarian ke kanan dan kiri melintasi lap angan.bersenandung. Laki-laki itu mahir berkuda." orang di sebelah Takeo memberitahunya. dan kelihatan tidak takut pada kuda yang tengah be rderap. dan tidak ada darah. tapi aku takkan terlihat marah atau sedih. tapi kini anjing itu ketakutan. P ara penonton berseru kagum. Kemudian Kono keluar dengan menunggang kuda merah bata. Karena Hiroshi kalah pada babak sebelum¬nya. aku akan kehila ngan segalanya. Tembakannya yang kedua hampir sama. Anjing yang berikutnya lebih lincah. Tembakan ketiga Gemba meleset. menatap pemandangan asing dengan telinga tegak dan bola mata mem besar. Lord Kon o menunggu di sebelah luar lingkaran di atas kuda merah bata yang kuat sena penuh semangat. tapi kelihatan sangat waspada. Panah pertama Gemba tampak melayang dan mendarat perlahan di tungging anjing itu. dan kudanya memang cepat. Kuda hitam tunggangannya juga tampa k was-pada. "Kemahirannya memang enak di pandang!" ujar Takeo setuju dengan sikap sopan. sekali lagi tida k mengeluarkan darah. seperti yang sudah diketahui. Halaman 238 dari 600 . membuat k udanya berderap mengelilingi lingkaran sebelah luar. Temb akan yang bagus. "Lord Kono sangat mahir dan terkenal. kali ini Gemba mendapat giliran per¬tam a. membuat pasir merah beterbangan. seraya berpikir.

Pada tembakan ketiga. dan setiap anjing yang dibebaskan semakin liar karena ketakutan. Pada tembakan ketiga.. "Kini kita mungkin menunggu keputusan Kaisar. P anahnya melayang di atas kepala anjing dan kena bagian samping pangg:ung kayu di belakan gnya. Aku nyaris tidak bisa menikmati pertandingan karena mengasihani dirinya!" "Kabarnya pertandingan ini hanyalah alasan baginya untuk mengundurkan diri tanpa kalah dalam perang. njing-anjing dalam kerangkeng makin bersemangat." "Tentu. Aku hanya tidak ingin. dan setiap anjing yang dibebaskan semakin liar karena ketakutan. kuda tungganganny a terlalu ber¬semangat karena sorak sorai penonton. dia lalu mohon diri menjauh untuk be rgabung dengan kelompok lain. agak meloncat saat Kono menarik busur. putrinya terlihat kecil dan rapuh. Setelah diam dengan sikap canggung selama beberapa saat. Takeo hampir tidak sanggup memandang putrinya. agak meloncat saat Kono menarik busur." Kemudian kesunyian melanda seluruh arena sewaktu Shigeko memasuki lingkaran dan Ashige mulai berderap. Namun tetap saja Ko no membukukan dua nilai tembakan sempurna tanpa darah. babak kedua diputuskan seri.. P anahnya melayang di atas kepala anjing dan kena bagian samping pangg:ung kayu di belakan gnya. gonggongan berubah menjadi lolo ngan.. "Cara ini sangat digemari pengunjung: bila hasilnya seri secara keseluruhan. Setelah peserta laki-laki. Beberapa pemuda berlompatan turun untuk mengambilnya. gonggongan berubah menjadi lol ongan. aku tak tahan duduk di sebelah Lord Otori saat dia menghadapi hukuman mati. pemenang yang beruntung mengayunkan anak panah itu di atas kepalanya. pemenang yang beruntung mengayunkan anak panah itu di atas kepalanya.Anjing-anjing dalam kerangkeng makin bersemangat. Lord Otori tidak keberatan." seru laki-laki di sebelah Takeo. Namun tetap saja Ko no membukukan dua nilai tembakan sempurna tanpa darah." "Tampaknya cara itu kurang sesuai karena kurasa Lord Saga akan dianggap memiliki lebih dalam olahraga ini. Beberapa pemuda berlompatan turun untuk mengambilnya." Laki-laki itu tak kuasa menahan m alu. kuda tungganganny a terlalu ber¬semangat karena sorak sorai penonton. Anda benar. "Sungguh. maka kita tak perlu iba padanya. Laki-laki itu berbisik kepada mereka. Setelah diskusi panjang para juri. dan Takeo mendengar kata-ka tanya dengan jelas. . namun ia juga tak mampu memalingkan wajah.

Gaya berjalan si kuda cepat d an mulus. Takeo tak kuasa mengagumi putrinya. moncong menganga. memutar kepala¬nya. Anjing itu duduk di b elakangnya. Kemudian anjing itu seperti menganggap kalau ini adalah per¬mainan ya ng menyenangkan. Busur miniatur dan anak panahnya me mbuat penonton terkesima. Anak panah ketiga terbang lebih cepat namun tak kurang lembutnya. terluka atau ketakutan. baik si kuda maupun penunggangnya tampak benar¬benar tenang. sedang si penunggang duduk tegak dan tenang. mengenai anjing itu nyaris tanpa suara tepat di bawah kepalanya. dan ketegangan yang makin meningkat. Shigeko mendesak kudanya untuk ber¬derap lebih cepat dan anjing itu berlari tungga ng-langgang. dan berubah menjadi kekaguman saat anak pertama menyentuh pelan bagia n samping tubuh anjing buruan. kemudian Shigeko menarik kudanya berhenti di depan Kaisar. kekuatan dan kemahirannya yang diperkuat den gan kelembutan. telinga melambai-lambai. Takeo mengerutkan dahi lalu menahan agar wajahnya te tap tanpa ekspresi. mengibaskan ana k panah itu seakan hanya lalat.Meskipun penonton bersorak-sorai. membuat kudanya berderap lagi. ber¬jalan memutar semakin mendekati anjing y ang duduk memerhatikan. Mereka mengitari arena sebanyak tiga kali seperti ini. Anjing itu. tidak meng¬gerakkan satu otot pun. Si anjing menggelengkan kepala dan mengibaskan ekor. dan takut kalau rasa bangga ak an menghilangkan kesedihannya. Halaman 239 dari 600 . berjingkrakan. dengan lidah merah mudanya terjulur. Anjing itu berlarian mengitari lingkaran di waktu yang bersamaan d engan si kuda: Shigeko mem¬bungkuk dan melepaskan anak panah kedua seolah benda itu adalah tangan nya dan tengah mengelus leher hewan itu. Dirasakan pelupuk matanya menghangat. gonggongan anjing yang ketakutan. Shigeko membungkuk dalam dalam.

Saga mengenakan jubah hitam. menutupi semua kesedihan. dan kulit rusa di kedua paha untuk melindungi kakinya. Kuda coklat kemerahan itu menarik-narik besi yang dipasang di mulutn¬ya. melawan penunggangnya . penyesalan dan amarah. berhia skan bulu anak panah di bagian punggungnya. Saga dan Shigeko setidaknya seri. ke bagian samping tubuh si anjing dan b erhasil menjatuhkannya. tubuh anjing itu terhempas ke tanah. ekor pendeknya menggantung hampir menyentuh tanah. penonton meng¬hembuskan napas. ketika dia menaruh anak panah . Anak panah terakhir melesat di samping badan si anjing lagi dengan suara yang nyaris tak te rdengar. Perasaan itu mematikan semua perasaannya. kini menunggang kuda memasuki lingkaran berpasir p utih. Saat aga Hideki. Anjing tadi meng¬alami pendarahan hebat. Matahari sudah di ufuk barat. dan kulit rusa di kedua paha untuk melindungi kakinya. perut. namun laki¬laki itu mengendalikan kuda dengan mudah. di depan matanya. peserta terakhir. kini menunggang kuda memasuki lingkaran berpasir putih. Anak panah Saga terbang lebih cepat dari pandangan mata. sekali lagi ddak membuat anjing i tu ber¬darah. Meskipun orang-orang berteriak. peserta terakhir. seolah masih terus bermimpi. anjing melolong. hawa kian panas. Pasti keluar darah. buih dari mulutnya beterbangan. Dua seri dan satu menang Saga akan meraih kemen angan. Pemandangan itu tampa k seperti dalam mimpi. Kudanya berderap. Takeo merasakan semua mata tertuju pada dirinya. Saga mengenakan jubah hitam. mendapat nilai sempurna. di pasir putih arena m ulai tercemar warna merah. Kuda coklat kemerahan itu menarik-narik besi yang dipasang di mulutn¬ya. namun Takeo tenang sedingin es. ekor pendeknya menggantung hampir menyentuh tanah. Muda h bagi Saga untuk me¬nembaknya lagi dengan anak panah kedua.Saga Hideki. pikirnya. Si anjing berusaha bangkit terhuyung-huyung dan ke¬bingungan. seorang laki-laki dengan pengendalian jiwa dan raga yang sempurna. Semua orang terdiam. bayangan kian memanjang. Telah dirasakannya kekalahan di tenggorokan. meskipun i a tidak memandang siapa pun. tapi bulu putih si anjing atau pasir berwarna pucat itu tetap b ersih. dan anak-anak menjerit. Di saksikannya dengan perasaan tanpa memihak selagi Saga menderapkan kuda mengitari lingkaran l agi. mereka menahan napas. Penonton b . namun laki¬laki itu mengendalikan kuda dengan mudah. Anting dilepas: menggonggong dan me¬lolong. Saat dia mengangkat busur. Tiba-tiba. dari mulut dan anusnya. berhia skan bulu anak panah di bagian punggungnya. hingga empedunya. melawan penunggangnya .

Dia tidak bisa menundukkan kekuatan laki¬l akinya: dia bisa melambatkan anak panah. H anya saat Menteri muncul dari balik tirai dan dilihatnya pandangan resmi pertama ter¬tuju pada Shige ko. tak ingi n menyaksikan terlalu dekat peng¬hinaan terhadap dirinya. Dua tembakan perta ma telah menghancur¬kan organ tubuh anjing itu dan mem¬bunuhnya. tapi tidak ada suara lain. pandangan yang lebih gugup. sementara kelompok putih di bagian barat. Terdengar bisikan dari balik tirai. ingin dekaT dengannya. Para peserta men unggu. seketika dilihatnya ruang di sekelilingnya telah dipenuhi orang yan g berhambur meng¬hampiri untuk memberinya selamat. menatap ke ujung arena. Perlahan-lahan pe¬nonton terdiam. atau berbagi takdir¬nya yang tidak mengu ntungkan. Tenaga Saga terlalu besar. Kaisar menganugerah¬kan kemenangan kepada kelompok putih!" Takeo berlutuT dan menyembah. Takeo menyadari kalau selama per¬tandingan orang-orang telah menjauhinya. diam tak bergerak: kelompok merah di bagian timur. tenuju pada Saga. lalu mari. nyanyian pun mulai terdengar lagi. tempat Kaisar duduk di balik tirai bambu. Kini ia menunggu seorang diri untuk mendengarkan hasilnya. Ketika T akeo duduk tegak. namun tak mampu mengurangi tenaganya.erseru kaget. men¬dengking satu kali. Ketika berita itu me nyebar ke seluruh penjuru arena dan di luarnya. mencecerkan darah berbentuk melengkung di pasir. Pertandingan b erakhir seri: kini keputusan ada di tangan Kaisar. dan kemudian. Bayangbayang panjang kaki kuda terbentang melintasi arena. Takeo merasa ada secercah harapan. pikir Takeo. Halaman 240 dari 600 . Punggung anjing itu melengkung. Kerumunan penonton bersorak menyetujui¬nya. Takeo seperti mendengar teriakan dan sorak sorai yang berasal dari tempat jauh. Perlahan ia bangkit. "Karena kelompok Lady Maruyama tidak menumpahkan darah. Anjing¬anjing masih saja menyalak da ri balik kandang. tapi Takeo sengaja menutup pendengarannya.

*** Lord Saga telah merencanakan mengadakan jamuan makan besar untuk merayakan kemen angannya yang sudah diketahui lebih dulu. Saga berharap bisa menyingkirkan diriku tanpa be rperang. dengan agak ter¬ceng ang selagi kata-kata itu meluncur dari mulutnya. Ini tidak seperti dugaannya. Tiga Negara hidup dalam damai. namun berbeda dengan kegembiraan tulus di jalan-jalan di kota.Lord Otori telah muncul di ibukota. Dia akan memanfaatkan alasan apa pun untuk mengingkari janjinya. Para penunggang putih menang. dan melihat bangsawan itu juga tengah menatapnya. . Pasir tetap putih. "Tapi kita harus menunda peng¬umuman pertunangan sampai putriku me¬minta p endapat klannya. dan Saga menundukkan kepala sebagai peng¬akuan atas kemenangan itu . Anjing pun tetap putih . Begitu pula Delapan Pulau Takeo memandang ke arah Saga." Takeo melihat sekilas ke arah Lord Kono dan ingin tah u reaksi jujur bangsawan itu. pesan apa yang akan ora ng itu kirim pada Zenko tentang hasil pertandingan ini. Tatapan mata mereka bertemu. cahayanya berpencar dan ber¬kabut dengan lembapnya udara. tata krama tetap ber¬laku. Kuda-kudanya menggetarkan tanah kami. Putrin ya meraih kemenangan besar. tert awa dengan kegembiraan yang dipaksakan. dan apa yang tengah dilakukan Zenko? Jamuan berlangsung hingga larut malam: bulan sudah muncul dan bintang-bintang ta mpak besar. Kuda-kudanya menggetarkan tanah kami. Kendati begitu. pikir Takeo. lalu teringat kata-kata Minoru. semakin jelas kalau dia menginginkan pernikahan itu lebih dari sebelum nya. Putrinya meraih kemenangan besar. "Walaupun aku percaya usiaku lebih tua beberapa tah un. "Kita akan menjadi sekutu. dan Saga mengumbar sanjungannya kepada Lady Maruyama. perayaan tersebut tidak sepenuhnya tulus. dan Anda akan menjadi ayah mertuaku. Lady Maruyama tidak menumpahkan darah. di balik sikap sopan yang ditunjukkannya. jamuan makan memang dilakukan seperti yang dire ncanakan." sahut Takeo. namun dia gagal." "Aku akan senang sekali memanggil Anda putraku. rd Otori telah muncul di ibukota." ujar Saga. Termasuk ibunya.

Minora membaca tanpa perasaan. Halaman 241 dari 600 . seolah terkena pukulan di dadanya lalu terhuyung-huyung. "Beruntung Kaisar cukup terkesan pada¬mu dan tak ingin menyinggung dewa-dewa denga n memutuskan untuk menentangmu. Segalanya bercampur aduk untuk meyakin¬kan dirinya b ahwa kau memiliki restu dari Surga. "Apakah ada kabar buruk dari rumah Ibu? Adik bayiku?" apakah "Minora akan membacakannya. "Ayah." "Kurasa dia memutuskan ini agar men¬dapatkan orang yang bisa mengimbangi kekuatan Saga. Minoru dipanggil. Gemba dan Hiroshi ke ruangan paling terpencil di kediaman it u. Semua pintu terbuka lebar. ada apa?" tanya Shigeko segera." sahut Takeo." ujar Takeo ketika mereka kembal i ke kediaman. dengan sikap dinginnya seperti biasa. tapi perasaan mereka bertiga tidak kurang bergola knya. air bergemericik di taman dan sesekali nyamuk berdengung." sahut Takeo. Gemba berdengus keras lalu berkata. Shigeko menangis terang-terangan. "Kau me¬rahasiakan ini sehar ian?" "Aku tidak ingin konsentrasi kalian ter¬pecah. Bagaimana aku harus berterima kasih kepada kalian? Kalian tadi sangat luar biasa!" Takeo bicar a dengan berlinang air mata penuh perasaan. Ia membimbing Shigeko. Hiroshi terduduk pucat pasi. Aku tak menduga kalian akan menang."Aku minta kalian semua tidak pergi tidur dulu. dan memberi isyarat agar si jurutulis mulai membaca.

" sahut Gemba. Aku menyesal. Aku telah diakui Kaisar. Tapi kita harus pergi secepatnya. Kesehatannya merupakan masalah terpenting bagi kelangsungan kedudukan Ayah. "Yang kuinginkan hanyalah kematian Zenko."Itu juga. "Aku tahu Ayah benar." Suara Hiroshi terdengar p arau." sahut Takeo." ujar Takeo. Tadi¬nya aku berharap bisa melihatnya tenang dul u sebelum kita pergi. Tapi tidakkah kepergian yang tergesa¬g esa akan menyinggung Lord Saga dan Kaisar? Dan jujur saja. Akio akan digantung se perti penjahat biasa. "Tentu saja." sahutnya dengan suara k ." "Berkaitan dengan Maya?" tanya Shigeko dengan ketakutan yang terdengar dalam nad a suaranya. "Tapi akan dilakukan dengan adil . t api demi mencegah kekacauan lebih jauh lagi. kita akan m engalah¬kannya dalam pertempuran dan dia akan mencabut nyawanya sendiri.. dia manusia setengah dewa tapi juga tak ber¬be da dengan kita semua. Ada satu hal lagi yang tidak beres. Bila dia tidak benar-benar tunduk. begitu pula dengan Kikuta Akio dan putranya.. Zenko harus dihadapi sekarang juga." ujar Shigeko." "Ya. " "Aku berusaha menahan keinginanku untuk balas dendam. penyelamatan diri sendiri dan niat yang Itu juga. Lalu bagaimana cara kita menghadapi para pem¬bunu h ini?" "Kita memang akan memburu mereka. Mungkin aku bisa tinggal di sini menemaninya?" "Tidak." "Ayah." Gemba setuju. Zenko tidak memiliki lagi dasar hukum yang sah untuk menentangku. "Mungkin. "Tapi kematian Taku berarti kita harus segera kembali. pragmadsme." ujar Takeo.. kurasa kini waktunya kita pulang. Ayah takkan meninggalkan dirimu di tangan Saga. Hewan itu akan ke takutan bila kita semua pergi begitu mendadak. termotivasi oleh gabungan antara idealisme. "Tentu saja. kekuasaanku telah ditegaskan oleh Paduka Yang Mulia. "Kau telah kehilangan sahabat terdekatmu. termotivasi oleh gabungan antara idealisme. "Hiroshi." Gemba setuju. pragmadsme." sahut Gemba tanpa berkata lagi. "Bukan hanya karena Taku. dia manusia setengah dewa tapi juga tak ber¬b eda dengan kita semua... penyelamatan diri sendiri dan niat yang baik!" "Kemenangan kalian membuat Kaisar ber¬pihak pada kita. Naluriku mengatakan kalau kita haras segera pergi dan memburu mereka tapi Ajaran Houou mena hanku untuk tidak melakukan kekerasan. aku cemas pada keadaan kirin.

kau telah membuktikan kalau dirimu tahu s egalanya sejauh ini. Muto Shizuka telah mel akukan perjalanan ke hampir seluruh Tiga Negara. "Gemba. fermentasi kedelai. Hierarki kuno Tr ibe masih tetap Halaman 242 dari 600 . Kaisar dan orang¬orangnya yang harus bertanggung jawab atas n asib hewan itu.* Sejak Takeo memintanya mengambil alih kepemimpinan Tribe. peminjaman uang." gumam Hiroshi." "Kita akan berkuda di tengah hujan. "Apakah aku harus menyerahkan semua putriku kepada m usuhmusuhku? Kita telah berikan kirin kepada Kaisar. Dia mengunjungi desa-desa ter¬sembunyi d i pegunungan dan rumah-rumah pedagang tempat kerabatnya menjalankan berbagai usaha: membuat s ake. Kita harus pergi sebelum akhir minggu: kita akan memanfaatkan cahaya bulan antar a bulan sabit dan bulan purnama untuk melakukan perjalanan." sahut Gemba berjanji sambil senyum. Takeo berpaling ke arah Gemba. dan mungkin tak melihat bulan sama sekali.eras yang mengejutkan mereka sendiri. Apakah Surga masih terus berpihak pada kita dengan menunda hujan plum?" "Kita lihat saja apa yang bisa kita laku¬kan. hingga kegiatan mata-mata. di sela-sela air matanya.

"Kau ada di sini untuk me rawat mereka. dan catatan terperinci itu yang memungkinkan Takeo mengalahkan dan meng endalikan Tribe. namun ia sadar ada sakit hati terhadap posisi barunya: andai Zenko mendukung. aku merasa aku bisa pergi sebelum hujan plum tiba.ditegakkan dengan struktur vertikalnya serta kesetiaan tradisional keluarga. yan g berarti bahkan dalam kalangannya sendiri." "Dia adalah ksatria sejati. beru saha agar mereka tetap setia kepadanya. Karena alasan itulah dia merasa berkewajiban untuk memper¬tahankan kontak dengan semua kerabatnya. kemudian ke Hofu. yang berarti bahkan dalam kalangannya sendiri. Shizuka bersiap pergi lagi. t api sadar selagi putranya itu masih hidup." sahut Ishida setuju. "Kaede amat memujanya!" "Belum pemah aku melihat seorang ibu begitu terpesona pada anaknya sendiri. bertahun-tahun lalu. dia pernah mengungkapkan cara kerja pekerjaa n Tribe kepada Shigeru. Tribe menyimpan rahasia dan sering bertindak dengan c ara mereka sendiri. karena. dan menentang putra sulungnya. dan telah memilih untuk mengabaikan sat u hal yang bisa disebut pengkhianatan. tapi Shizuka sendiri selalu ingin tahu siapa lagi yang mu ngkin mencurigai dirinya. Seperti biasa Shizuka disambut dengan sopan santun terta penghormatan. pertama ke Yamagata lalu ke Kagemura di pe¬gunungan di belakang Yamagata." "Bayi ini sangat kuat. itegakkan dengan struktur vertikalnya serta kesetiaan tradisional keluarga. keadaannya pasti berbeda. Tribe menyimpan rahasia dan sering bertindak dengan c ara mereka sendiri. Orang-orang di kalangan Tribe memiliki ingatan yang panjang." sahut Shizuka. Tak lama setelah Takeo berangkat ke Miyako. yang t . kau tak boleh bepergian dengan Fumio tahun ini. dan bisa terlepas tanpa terduga. dan juga s abar dan pantang menyerah ketika berkaitan dengan balas dendam. "Kaede dan bayi laki-lakinya kelihatan sangat sehat. Kenji sudah tahu tindakannya itu. maka ketidakpuasan di dalam keluarga Muto bisa berkemb ang menjadi sikap membangkang. Shizuka tahu betul kalau ada rahasia yang disimpan dan ketidakpatuhan berkembang di kalangan Tribe. Kaede hampir tidak sanggup berpisah dari anaknya. Dia merawatnya sendiri." aku Ishida. "Tapi kau takkan tahu apa akan terj adi pada bayi: cengkeraman mereka pada kehidupan masih lemah. Tapi bayi ini tampak seperti pejuang cilik." tutur Shizuka pada suaminya.

Sewaktu menikah dengan Ishida. Itu juga berarti ada banyak persoalan yang tak bisa dibicarakannya dengan Ishida: Halaman 243 dari 600 . Tapi sejak menyetujui untuk menjadi ketua keluarga Muto dan Tribe. Ishida tidak punya anak dari pernikahan sebelumnya: is trinya sudah meninggal bertahun-tahun lamanya. Shizuka pernah mengatakan kepada Takeo. Shizuka melihat itu dengan rasa iri ber¬campur iba: k onsentrasi penuh si bayi mengisap puting susu ibunya. Ishida adalah laki-laki yang penuh cinta. tapi nama itu berkaitan dengan hal-hal yang menyedih¬kan. Takeyoshi. perlindungan sang ibu yang sama kuatnya. Tapi anak ini takkan diberi nama sampai berusia dua tahun nanti. merenungkan kekecewaan dan ke¬cemasan yang mereka timbulkan saat ini. tugas itu menyita tenaga dan waktu¬nya. Mungkin nama Otori yang lainnya. Takeshi. "Kami belum memutuskan. meski tadinya dia ingin menikah lagi. "Anak ini akan diberi nama siapa?" tanya¬nya. dan kami telah memiliki Shigeko. Kini ia jarang mendapat haid. Shizuka berharap bisa punya anak lagi. tapi tak satu pun calon yang diterima oleh Lord Fujiwara. Aku me¬manggilnya singa kecilku.idak dilakukannya pada anak-anaknya yang lain. "Takeo sangat suka nama Shigeru. tapi tahun¬t ahun berlalu dan ia tidak juga hamil. kalau ia cukup bahagia hidup tenang bersama Ishi da di Hagi dan bisa terus mendampingi Kaede." jawab Kaede." Shizuka teringat betapa ia amat sayang kepada kedua putranya saat mereka masih k ecil. serta san gat baik hati. kesempatannya hampir habi s: dan tentu ia tak ingin harapan¬nya terkabul.

Sake bahkan bisa lebih m e¬longgarkan lidahnya. Sake bahkan bisa lebih m e¬longgarkan lidahnya. Ishida menyukai semua kesenangan dari kedamaian makanan yang berlimpah. benda¬benda indah yang mereka bawa dar i bagian dunia lain hingga pada tahapan tidak ingin menghadapi kenyataan bahwa kedamaian se lalu berada di bawah ancaman. hizuka mencintai suaminya. kebebasannya untu k bepergian. Maka Shizuka tidak mengutarakan pada suaminya tentang Taku dan Zenko. dan suaminya itu memiliki banyak sifat baik yang dika guminya. kebebasannya untu k bepergian. dan bagaimana semua ini berlaku pada diri Takeo. tapi tutup mulut tidak ter¬masuk di dalamnya. memberinya jubah baru dengan tudung model baru dan seekor kuda da ri istal. bahwa musuh bisa saja berada dalam lingkungan keluarga¬nya sendiri. Sunaomi dan Chikara sedih atas kepergian Shizuka. diharap kan berada di Hagi sebelum akhir bulan.Shizuka mencintai suaminya. Hana dan Lord Kono tentang teori kekuatan pikiran manusia. tapi ibu mereka. Ishida tidak terlalu memikirkan mana yang bisa dibicarakan dengan orang banyak serta mana yang harus dirahasiakan. serta efek menyembuhk an diri sendiri dengan percaya kepada ramalan. bahwa tidak semua orang bisa dipercaya. Ishida menyukai semua kesenangan dari kedamaian makanan yang berlimpah. bahwa tidak semua orang bisa dipercaya. dan Ishida pun sudah hampir melupakan malam di Hofu ketika dalam keadaan mabuk di¬ungkapkannya kepada Z enko. Kaede memeluk. dan bisa saja lupa dengan apa yang telah diocehkannya di malam sebelum nya. benda¬benda indah yang mereka bawa dar i bagian dunia lain hingga pada tahapan tidak ingin menghadapi kenyataan bahwa kedamaian se lalu berada di bawah ancaman. Shizuka mengamati keduanya dengan cermat untuk melihat apakah ada tanda kemampuan yang berkembang. kuda . tapi tutup mulut tidak ter¬masuk di dalamnya. saling bersaing dan bertengkar. Sejak mereka berdua tinggal di Hagi. Ishida tidak terlalu memikirkan mana yang bisa dibicarakan dengan orang banyak serta mana yang harus dirahasiakan. dan mereka berdua terlalu disibukkan dengan pendidikan dan latihan untuk bisa merindu¬kan neneknya. berinteraksi dengan orang asing. dan suaminya itu memiliki banyak sifat baik yang dik aguminya. berinteraksi dengan orang asing. bahwa musuh bisa saja berada dalam lingkungan keluarga¬nya sendiri. tak berbeda dari anak lelaki seusia mereka yang berlatih bersama mereka. Hana. tapi kedua anak itu kelihatan layaknya putra ksatria. dan bisa saja lupa dengan apa yang telah diocehkannya di malam sebelum nya.

Sepanjang musim dingin Bunta telah membawakannya potongan-potongan kecil informa si. dan memilih Bunta sebagai teman perjalanan. Masalah i ni telah ia bicarakan dengan Takeo. tujuan yang pernah diajukan namun ditolak Takeo. dan sejak saat itu bekerja melayani keluarga Otori. namun sebenarnya dia pencopet ulung. dia pu la yang telah melindungi dan membela mereka dari semua orang yang hendak menyakiti mereka. dan menetap di Inuyama setelah kematian majikannya itu. dan ia pun mendoakannya. dan begitu salju mencair. Kini Shizuka merasa ber kewajiban untuk bertindak sendiri: berusaha memper¬tahankan agar keluarga Muto tetap setia dan mem astikan keamanan si kembar. Ia merasa lebih mudah mendapatkan kuda ketimbang teman seper¬jalanan: tersadar kalau ia merindukan Kondo Kiichi yang bisa menjadi t eman yang sempurna untuk perjalanan semacam ini.betina yang sudah sering ditunggangi Shizuka. tapi mereka belum memutuskan apa pun. dialah yang mengawasi semua latihan mereka dengan cara Tribe. Kelahiran putranya . dan rencan a untuk membunuh bangsawan itu. dan Shizuka merasa bisa memercayainya. berasal dari keluarga Imai. dia pergi ke Yamagata atas permintaan Shizuka untuk mencari infor masi. Kabar yang dibawanya sungguh mengganggu: Taku belum kembali ke Inuyama dan masih di Hofu. la ki-laki itu menemukan jalannya ke Hagi. Ia punya harapan lain yang ia tak yakin mampu mewujudkannya. Ia menolak tawaran Kaede untuk dikawal ksatria Otori. Ia telah menga takan pada Halaman 244 dari . Shizuka menyayangi mereka berdua seperti putri yang tidak pernah dimilikinya. keluarga Muto berbeda pendapat. Penampilannya kalem d an pendiam. pendongeng dengan keterampilan mengorek inf ormasi. Andai dunia sejujur seperti sekarang ini. Setelah perang dan gempa. Masa lalu yang mereka lalui b ersama telah menciptakan ikatan antara mereka berdua. dengan keahlian bertarung dan kesetiaanny a. Maya dan Miki. Usianya beberapa tahun lebih muda dari Shizuka. Z enko terlibat hubungan erat dengan Kikuta dan menganggap dirinya sebagai ketua Muto. persiapan untuk per¬jalanan ke Miyako telah menyita perhatian Takeo. Shizuka tak kuasa menahan ingatannya pada Iida Sadamu. Bunta dulu menjadi informannya yang bekerja sebagai pelayan di kediaman Lady Mar uyama Naomi. disesalinya kematian Kondo. Di a yang merawat mereka ketika Kaede mem¬butuhkan waktu yang begitu lama untuk me¬mulihkan diri setel ah melahirkan. dan jago sumo dan petarung tangan kosong yang tangguh.

600 .

banyak hal yang harus ditakukan: membe ri kita waktu. Tapi ketika memikirkannya sebagai seorang ibu." tutur Yoshio. seperti yang dilaku¬kannya sebelumnya di Maruyama. makanan berlimpah dan lezat. Lalu. ikut bersama merek a untuk mengurus kuda.. Aku tidak p erlu melakukan hal yang bertentangan dengan keinginannya. Ia masih tetap berpegang pada pendapatnya saat memikir¬kannya dengan pikiran yang jernih. perbincangan selalu soal kemakmuran di m asa lalu. Tapi tidak semua orang tidak menikmati kedamaian dan kemakmuran di negeri ini. menyediakan makan. pikirnya. Di Yamagata. akeo bahwa sebagai Ketua Muto dan sahabat keluarga Otori. Shizuka tak tahu apakah ia bisa mengandalkan dukungan sepupunya ini. Ia masih tetap berpegang pada pendapatnya saat memikir¬kannya dengan pikiran yang jernih. Cuaca hari itu cerah. "Ketika Kenji masih hidup. jalanan aman dan terawat baik. ketika Kikuta dan Muto ber¬sahabat dan semua orang takut dan meng¬hormati mereka. Yoshio. Takeo memiliki informasi yang bisa menghancurkan Tr ibe. K eluarga Muto tempat dia menginap di Tsuwano menggerutu karena berkurangnya status mereka di k alangan pedagang sejak banyak orang yang terlibat dalam per¬dagangan. dan bisa melihat alasannya untuk berdamai dengan Otori. Ia telah mengenal Yoshio sejak kecil karena mereka pernah dilatih bersama. dan berkuda di depan untuk mengatur tempat pem berhentian selanjutnya. Tapi ketika memikirkannya sebagai seorang ibu. Shizuka meng¬harapkan anaknya itu mati ditangannya sendiri. kota-kota dama i dan sejahtera..Takeo bahwa sebagai Ketua Muto dan sahabat keluarga Otori. ia menganjurkannya un tuk menyingkirkan Zenko. di ruma h lama Kenji yang kini ditinggali sepupunya. Takeo sudah mengatakan kalau dia tak ingin membunuh Zenko. tapi setidaknya sepupunya ini bersikap jujur. Shizuka kagum atas semua yang Takeo dan Kaede capai demi kemakmuran dan kebahagi aan negara. "Semua orang menghormatinya. Putra Bunta. ia menganjurkannya unt uk menyingkirkan Zenko. Tapi di lubuk hatinya. dan menyimpan tenaga. pemuda berusia lima belas atau enam belas tahun. Tak seo rang pun akan menyangka usulan it u datang dariku. dan meratapi hasrat yang haus kekuasaan dan keinginan kuat untuk balas d endam yang mengancamnya... Dia m emperlakiikan Shizuka dengan akrab dan berbicara blak-blakan. Tapi semakin banyak orang mengatakan kalau tuntutan Kikuia akan keadilan perlu dideng ar: Takeo .

" Shizuka mengingat¬kan. dan mengkhianati mereka yang telah bersumpah s etia kepadanya. Masalah dalam keluarga Muto tidak pernah diputuskan oleh bangsawan " "Takeo bukan sekadar bangsawan!" protes Shizuka. "Bagaimana dia mendapatkan kekuasaan? Layaknya bangsawan lain." Shizuka meyakinkannya." Halaman 245 dari 600 . "Aku pun bisa memimpin layaknya laki¬laki. kan? Itulah keprihatinan kami aku juj ur padamu. "Aku tak menyangsikannya. dengan meraih kes empatan." "Kenji bersumpah setia pada Takeo atas nama keluarga Muto. sambil minum sake dengan sekali tenggak. Tapi seperti yang kukatakan." "Kenji tak bisa bicara dari dalam kuburnya. tapi kini Akio dan Arai Zenko siap menghukumnya. Shizuka. menghadapi musuhnya dengan kejam. "Begitu pula putraku dia telah ber¬sumpah berulang kali. tapi kau sudah berubah: bahkan sempat cukup cantik juga!" Yoshio menyeringai dan menuangkan sake lagi untuknya. "Simpan saja pujianmu itu. orang-orang di Tribe ter¬si nggung karena Takeo yang menunjukmu. Aku senantiasa kagum dan juga suka padamu. Selama ber¬tahun-tahun dia belum dihukum atas per¬buatannya. Dan aku memimpin keluarga Muto bukan han ya karena Takeo menunjukku: ini juga keinginan Kenji. walaupun dulu kau anak yang menyebalkan. " Aku sudah terlalu tua untuk itu sekarang!" "Kau minum dan bertarung layaknya laki¬laki!" seru Yoshio dengan kagum. lari dari Tribe dan mem¬bunuh Ketua dari k eluarganya." balasnya.bersalah atas penghinaan yang terburuk.

Ada kecurigaan lain pada dirimu yang jauh lebih berat." imbuh Bunta cepat. kau diam saja." sahut Shizuka dengan nada ringan. tersenyum lebar. dan kita akan terus begitu. tapi Shigeru tahu jauh lebih banyak tentang Tribe da ri yang bisa dia tahu dari Kenji. "Aku bukan¬nya mengatakan kalau aku salah satu dari mer eka." bantah Yoshio. seperti yang sudah kita lakukan." gerutu Yoshio. "Orang-orang yang mengatakan kaulah yang memberi informasi itu. Tidak a da yang berpikir kalau Takeo akan meng¬undurkan diri dengan sukarela." "Itu sudah lama sekali. "Bunta. dan itulah alasa nnya Takeo menunjukmu sebagai ketua Muto. anakanak yang sehat. dan selama perang. banyak yang bertindak yang dapat dianggap sebagai pengkhianatan. Tentu saja Akio akan memanfaatkan desas-desus ini. Lord Shigeru memiliki catatan informasi tentang Tribe. "Sekarang nampak¬nya Arai akan menentang Otori lagi. "Bukti keberhasilan pemerintahannya ada di mana-mana: tanah yan g subur." "Uhh. sebagai imbalan atas pengkhianatan¬mu selama bertah un-tahun. tapi juga ka rena kau perempuan. apa pun hasil pertan dingan di . aku hanya ingin memperingatkan mu. "Bukan hanya karena Takeo yang menunjukmu. "Selama Iida berkuasa . Menurut kabar. dia duduk dengan bibir terkatup rapat dan menunduk." "Ksatria yang frustrasi dan mata-mata yang menganggur. pedagang yang kaya. menenggak sakenya lalu mengisi lagi. Katakan kalau aku benar. "Orang-orang ingin tahu bagaimana Takeo menemukan Tribe di Maruyama padahal dia belum pernah ke sana." Kedua orang itu meliriknya." sahut Yoshio. Shizuka berkata. Otori menang: Tribe juga merasakan kemenangannya."Itu hanya salah satu sisinya!" Itu hanya salah satu sisinya!" "Itu adalah cara Tribe. namun siapa yang bisa menyalahkannya ? Semua orang tahu cepat atau lambat Arai akan melawan Otori untuk mengendalikan Tiga Ne gara. o rang tahu kalau Lord Shigeru dan Kenji berteman. "Maaf." Kata-kata itu menggantung di udara bak sebuah pukulan. Ayah Ze nko menyerang Takeo setelah ber¬sumpah bersekutu dengannya. namun ia tidak bereaksi." Senyum Yoshio hilang. Pasti ada orang yang memberi informasi padanya." Bunta mengangkat mangkuk ke mulutnya dan menatap Shizuka dari pinggiran mangkuknya selagi minum.

mengalahkan Saga di Timur. Akan terlihat kalau tidak ada yang bisa lepas dari Tribe. Halaman 246 dari 600 . Dia tida k punya pilihan. Taku bisa berpikir dengan akal sehat. "Kau bisa menyelamatkan diri.. Ia pernah mengucapkan kata-kata ya ng sama tentang masa depan Takeo pada Kaede bertahun-tahun lalu di Terayama. "Mereka sudah lama menanti. Kami melepaskan diri dar i Takeo sebelum dia kalah. sebagai ketua dan sebagai ibunya. "Dia akan setuju bila kau yang suruh. Yang mesti kau lakukan hanyalah mengakui Zenko sebagai ketua keluarga." "Taku takkan setuju. kami tak ingin terpuruk bersamanya." ujar Bunta. Dia akan memahami kalau ini demi yang terbaik. dan rahasia apa pun yang kau simpan d i masa lalu akan tetap tersimpan rapat-rapat. meski sedikit peluangnya. Dia akan kembali dan bertempur. Dia tak bisa m enang melawan mereka berdua. Tribe akan bersatu lagi." "Lalu Kikuta akan balas dendam. Shizuka.. Zenko akan membayar upeti pada Saga.. kita akan dapatkan kembali ke kuatan kita." sahut Shizuka menyuarakan pikirannya. dan kemungkinan juga keluarga Muto. Kita harus memihak pada pemenangnya.Miyako." Shizuka mendengar kata-kata ini seperti gema. Dia bisa saja mengalahkan Zenko di Barat . dan kemungkinan.

Kagemura. Ditemukan dirinya mengira-ngira tentang Bunta dan anaknya. Sifat Kondo yang sulit menunjukkan perasaan seperti mendapatkan kemuliaan tragis. Pagi harinya ia meninggal kan bocah itu dan kuda di belakang. dan Shizuka merasa marah dan tidak nyaman dengan laki¬laki itu. . Sudah berapa lama Bunt a curiga? Apakah sejak pertama kali orang itu melapor¬kan tentang hubungan Shigeru dengan Ma ruyama Naomi? Selama bertahun-tahun ia takut pengkhianatannya akan terungkap. *** Shizuka berangkat ke desa Muto. hanya untuk melihat orang terbakar hidup-hidup di depan matanya. namun sej ak mengakui perbuatannya pada Kenji. Alangkah menyedihkan keadaan Kondo saat itu. Tiada henti ia memikirkan Kondo: ia pernah bercinta dengan orang itu di tempat ini. ia mengasihani orang itu. Ia takut kalau keluarga Muto di situ juga akan men¬desaknya untuk mengambil jalan yang sama. siap bertarung m em¬bela diri. kita akan pun ya pekerjaan yang menarik dan menguntungkan selama bertahun-tahun yang akan datang. membuatnya waspada yang tidak ia lakukan selama bertahun-tahun. ia bisa mengalahkan banyak laki-laki dengan pedang namun juga sadar kalau ia tid ak bisa menandingi kekuatan fisik mereka. rasa takut itu ber¬kurang. kita akan pu nya pekerjaan yang menarik dan menguntungkan selama bertahun-tahun yang arena Saga berniat menyatukan Delapan Pulau di bawah kekuasaannya. pikir Shizuka. Bunta hanya bicara se dikit. Hari menjelang malam ketika mereka tiba di penginapan. Shizuka masih berlatih setiap hari. keesokan harinya.Karena Saga berniat menyatukan Delapan Pulau di bawah kekuasaannya. Kini rasa takut itu muncul lagi. melintasi pegunungan. dan dimaafkan. ia tidak mencintai Kondo. Ia berjalan kaki seperti yang pernah ia lakukan bersama Kondo. un tuk memper ingatkannya. Ia hampir tak bisa menahan diri un tuk menangis. kesal dengan perbincangan semalam." Dan aku tak perlu membunuh putraku. berusaha memikirkan c ara untuk menghabisi mereka kalau mereka berbalik menentangnya. Malam sebelumnya bul an purnama dan ia berkuda dengan murung. Kemudian Kondo muncul lagi saat ia mengira hidu pnya akan berakhir. tapi ia sudah tak muda lagi. Shizuka tak tidur karena gelisah. serta alangkah mengagumkannya! Mengapa ia begitu terharu pada la ki-laki itu kini? Nyaris seperti arwah Kondo tengah menggapai dirinya untuk mengatakan sesuatu.

matahari mulai tenggelam di balik gugusan pegunungan terjal. kini sudah menjadi nenek. membuatnya senang dengan jubah bertudung yang dipakainya. bakat dan sebagian besar rincian dalam hidup mereka. Miki lebih tinggi dan agak kurus sehingga tampak lentur dan ramping. Saat itu hawa terasa din gin. dinding kayu k elam terkena embun. kabut mulai menyelimuti lembah lagi. Kakek dan neneknya sudah lama meninggal: rumah lama kini dihuni keluarga¬keluarga yang sebaya dengan kedua putranya dan anak-anak. Halaman 247 dari 600 . Gerbang desa tampak dibuka dengan rasa enggan. masih mengurus rumah. Tulang-tulang ta jam di wajahnya kelihatan lebih menonjol dan matanya yang cekung berkilat. Shizuka tidak mengenal betul mereka. meskipun anak-anak sangat gembira atas kedatanganny a. ia bertanya pada Kana. "Apakah Miki pernah sakit?" karena saat musim semi kerapkali terjadi demam menda dak dan sakit perut. walaup un ia tahu nama. Shizuka kurang yakin dengan ket ulusan sambutan dari orang lainnya. Kana dan Miyabi. atap-atap diperberat dengan bebatuan. Bahkan rumah-rumah di dalamnya berkesan tertutup dan tidak ramah. Belum sampai dua bulan sejak terakhir kali bertemu Miki: ia terkejut dengan peru bahan gadis itu.Bahkan saat melihat desa Muto di lembah tersembunyi tak mampu membuatnya gembira seperti biasanya. terutama Miki. Sewaktu mereka berkumpul di dapur untuk menyiapkan makan malam. dan setidaknya mereka menyambut dirinya dengan kegembiraan yang tulus. Hari sudah sangat sore ketika mereka sampai.

"Kau mestinya tidak berada di sini ber¬sama kami!" bentak Kana. "Kau tamu ke¬hormata nKau mestinya tidak berada di sini ber¬sama kami!" bentak Kana. "Kau tamu ke¬hormata n: seharusnya kau duduk bersama para laki-laki." "Aku akan bergabung dengan mereka nanti. Ceritakan tentang keadaan Miki." Kana berpaling ke arah Miki yang tengah duduk di samping perapian, mengaduk sop di panci besi yang tergantung di atas api dengan kaitan besi berbentuk ikan. "Miki memang semakin kurus," sahut Kana setuju. "Tapi dia tidak mengeluh, bukan begitu, 'nak?" "Dia tidak megeluh," imbuh Miyabi tertawa. "Miki setangguh laki-laki. Kemarilah Miki, biarkan Shizuka memegang len gan¬mu." Miki datang dan berlutut di dekat Shizuka tanpa bicara. Shizuka mencengkeram len gan bagian atas gadis itu. Dirasakakannya lengan itu sekeras baja, tidak ada daging, hanya otot dan tulang. "Apakah semuanya baik-baik saja?" Miki mengangguk. "Ayo berjalan-jalan bersamaku: kau bisa ceritakan apa yang membuatmu sedih." "Dia akan bicara padamu saat tidak ingin bicara dengan orang lain," ujar Kana de ngan suara pelan. "Shizuka," bisik Miyabi bahkan lebih pelan lagi. "Waspadalah. Para pemuda...." M iyabi melirik sekilas ke ruang utama rumah tempat suara-suara laki-laki terdengar samar¬samar, meski Shi zuka bisa mengenali suara Bunta. "Ada yang merasa tidak suka," ujar Miyabi tidak jelas, te rang-terangan takut ada yang menguping. "Begitulah yang diberitahukan kepadaku. Di Yamagata dan Tsuwano juga sama. Aku a kan melanjutkan perjalanan ke Hofu, tempat aku akan bicarakan keadaan ini dengan kedua putraku. Aku akan pergi satu atau dua hari lagi." Miki masih berlutut di dekatnya, dan Shizuka mendengarnya menghela napas pelan d an merasakan kalau gadis itu semakin tegang. Dirangkulnya Miki, tercengang dengan tajam dan r apuhnya tulang di balik kulitnya, tak ubahnya sayap burung. "Ayo, pakai sandalmu. Kita akan jalan¬jalan ke biara dan memberi salam kepada dewa -dewa."

Kana memberi Miki sedikit kue mochi sebagai sesaji bagi dewa-dewa. Shizuka mem¬buk a tudung jubahnya; cuaca terasa dingin. Bulan bersinar redup menyinari udara yang berkabu t, membuat bayang-bayang di se-panjang jalan dan di balik pepohonan yang mengelilingi biara . Walau-pun sudah dua hari sejak purnama bulan keempat, udara masih terasa dingin. Jauh di ketingg ian pegunungan terdengar nyanyian katak dan jangkrik. Hanya seruan burung hantu yang tersendatsendat. Biara diterangi dua lentera di kedua sisi altarnya. Miki menaruh kue mochi di de pan patung Hachiman, dan mereka berdua me¬nepukkan tangan lalu membungkuk hormat tiga kali. Shizuka pernah memanjatkan doa di sini bertahun-tahun yang silam untu k Takeo dan Kaede. Sekarang ia masih me¬manjatkan permintaan yang sama, dan men¬doakan arwah Kondo dan mengucapkan rasa terima kasihnya kepada laki-laki itu. "Apakah para dewa akan melindungi Maya?" tanya Miki, seraya menatap pahatan patu ng di depannya. "Kau sudah memintanya?" "Sudah, aku selalu meminta begitu. Juga untuk Ayah. Tapi aku tidak mengerti baga i¬mana para dewa bisa mengabulkan doa semua orang, saat semuanya menginginkan hal yang berbeda. A ku mendoakan ke-selamatan Ayah, tapi banyak orang lain yang mendoakan kematiannya."

"Inikah yang telah membuatmu kurus, mencemaskan ayahmu?" "Aku berharap bisa bersamanya. Dan Maya juga." Halaman 248 dari 600

"Terakhir kali kita benemu kau sangat gembira, dan baik-baik saja. Apa yang tela h terjadl?" Terakhir kali kita benemu kau sangat gembira, dan baik-baik saja. Ap a yang telah terjadl?" "Aku tidak dapat tidur nyenyak. Aku takut dengan mimpi." "Mimpi apa?" sela Shizuka saat gadis itu membisu. "Mimpi-mimpi saat aku bersama Maya. Dia menjadi si kucing dan aku menjadi bayang annya. Kucing mengambil segala yang ada dalam diriku dan aku harus mengikuti¬nya. Ketika berusah a terus terjaga, aku men-dengar para laki-laki bicara: mereka selalu membicarakan hal ya ng sama, tentang keluarga Muto, dan apakah Ketua bisa dijabat oleh perempuan, dan Zenko juga Kiku ta. Dulu aku senang berada di sini. Aku merasa aman dan semua orang menyukaiku. Sekarang para laki-laki terdiam saat aku lewat, dan anak-anak lain menghindariku. Ada apa Shizuka?" "Para laki-laki memang selalu menggerutu. Nanti juga mereka bosan," sahut Shizuk a. "Lebih dari itu," ujar Miki dengan nada mendesak. "Sesuatu yang buruk sedang ter¬j adi. Maya dalam bahaya. Kau tahu bagai¬mana kami berdua: aku bisa tahu apa yang terjadi pada Maya, begitu juga sebaliknya. Kami selalu begitu. Aku bisa merasakannya berseru memanggilku, tapi aku tidak tahu di mana Maya berada." "Maya ada di Hofu bersama Taku dan Sada," sahut Shizuka dengan percaya diri untuk menyembunyikan kegelisahannya sendiri. Ia tahu benar si kembar bisa mengetahui pikiran masing-masing dari jauh. "Maukah kau mengajakku ke sana?" "Mungkin sebaiknya begitu." Tentu saja, pikirnya, aku harus mengajak¬nya. Aku tak bisa meninggalkannya di sini Orang-orang akan memanfaatkan dia me¬lawan Takto. Semakin cepat aku bicara dengan Taku dan Zen ko, akan semakin baik. Kami harus menyelesaikan masalah kepemim¬pinan ini sebelum perasaan tidak senang ini makin tak terkendali "Kita akan berangkat lusa." *** Shizuka menghabiskan keesokan harinya untuk berkonsultasi dengan para pemuda yan g kini

membentuk inti keluarga Muto. Mereka memperlakukannya dengan normat dan mendenga rkannya dengan sopan. Silsilah keluarga, sejarah dan bakatnya telah mengendalikan rasa h ormat dan rasa takut mereka. Shizuka lega, terlepas dari usia dan bentuk tubuhnya yang kecil, i a masih bisa mengendalikan mereka. Diulangi lagi niatnya untuk membicarakan masalah kepemim¬pinan dengan Zenko dan Taku, serta menekankan b ahwa ia takkan turun dari jabatannya sebagai Ketua sebelum Takeo kembali dari wilayah Ti mur. Ia mengatakan bahwa ini keinginan Kenji dan ia meng¬harapkan kepatuhan total mereka s esuai tradisi keluarga Muto. Tak seorang pun keberatan saat ia mengatakan Miki akan ikut bersamanya, tapi dua hari kemudian di jalan menuju Yamagata, Bunta berkata, "Orang di desa kini tahu kau tidak memerca yai mereka karena kau membawa Miki." "Saat ini aku tidak memercayai siapa pun." Mereka berkuda berdampingan, Miki di depan menunggang kuda anak lelaki Bunta. Shizuka berencana meminjam satu kuda lagi dar i istal Lord Miyoshi di Yamagata. Itu akan membuat mereka berdua lebih leluasa, lebih aman. Shizuka memalingkan wajah lalu menatap langsung ke arah Bunta, menantang laki-la ki itu. "Apa aku salah? Haruskah aku percaya padamu?" "Jujur saja, semua ini hanya masalah apa yang diputuskan Tribe. Aku takkan meng Halaman 249 dari 600

gorok lehermu selagi kau tidur, kalau itu yang kau maksud. Aku sudah lama mengen almu dan lagi, aku tak suka mem¬bunuh perempuan." rok lehermu selagi kau tidur, kalau itu yang kau maksud. Aku sudah lama mengenal mu dan lagi, aku tak suka mem¬bunuh perempuan." "Jadi beritahu aku lebih dulu sebelum kau mengkhianati diriku," ujarnya. Mata agak Bunta mengerut. "Akan ku¬katakan." "Suruh Bunta dan putranya pulang," ujar Miki kemudian, ketika mereka tiba di Yam agata dan sedang berdua saja. Tidak ingin tinggal di rumah Muto dengan Yoshio, Shizuka lalu pergi ke kastil. Di sana mereka disambut istri Kahei yang membujuk mereka agar tinggal lebih lama. Saat b ujukannya tidak berhasil, dia lalu menawarkan pen-damping dan juga kuda tambahan. "Sulit untuk memutuskan," ujar Shizuka kepada Miki. "Jika aku kirim mereka pulan g, maka aku tidak punya lagi kontak dengan keluarga Muto selama di perjalanan, dan aku justru sema kin mendorong Bunta untuk menjauhiku; jika kuterima tawaran Lady Miyoshi berarti kita akan bep ergian secara terbuka kau sebagai putri Lord Otori." Miki mengerutkan wajah pertanda tidak menyukai usulan itu. Shizuka tertawa. "Keputusan ini tidak pernah sesederhana yang kau kira." "Mengapa kita tidak pergi berdua saja?" "Dua orang perempuan bepergian tanpa pelayan atau pendamping justru akan lebih m enarik perhatian biasa-nya perhatian yang tidak diinginkan!" "Andai kita dilahirkan sebagai laki-laki!" ujar Miki, dan meski berusaha bicara dengan nada ringan. Shizuka menangkap nada kesedihan di balik kata-katanya. Teringat olehnya rasa sa yang Kaede pada bayi laki¬lakinya, kasih sayang yang tak pernah ditunjukkan pada putri kembarnya. Ia melihat kesepian yang dialami si kembar: tumbuh dewasa di antara dua dunia. Bila keluarg a Muto berbalik menentang ayah mereka, maka mereka pun akan menolak kehadiran si kembar. Mereka bahkan akan berusaha untuk menghabisi si kembar dan Takeo. "Bunta dan putranya akan ikut dengan kita ke Hofu. Setibanya di sana, Taku akan mengurus kita; kau akan bersama Maya dan kita semua akan aman!" Miki mengangguk dan berusaha ter¬senyum. Malam itu terjadi gempa kecil, membuat bangunan berguncang dan menyebabkan kebak aran di beberapa bagian kota. Udara tetap terasa penuh debu dan asap saat mereka pergi d engan dua kuda

tambahan, satu ditung-gangi oleh pengurus kuda dari kediaman Miyoshi. Mereka ber temu Bunta dan putranya sesuai rencana, di tepi parit lebar kota, tepat di luar gerbang kastil. "Kau dapat kabar dari Taku?" tanya Shizuka pada Bunta, seraya memikirkan Taku mu ngkin menghubungi keluarga Muto. "Yoshio tidak mendengar kabar apa-apa. Hanya ada laporan bahwa dia masih di Hofu ." Bunta menyeringai dengan kesan tidak senonoh sewaktu mengatakannya, lalu berkedip kepa da putranya yang tertawa. Apakah semua orang tahu kalau putranya tengah tergila-gila pada Sada? Shizuka be r¬tanya pada dirinya sendiri, merasakan kesal pada putra bungsunya itu. Namun di malam pertama perjalanan mereka, setelah Shizuka dan Miki pergi tidur, Bunta mengetuk pintu dan memanggil namanya pelan. Shizuka mencium bau sake. "Keluarlah. Aku mendengar kabar buruk." Bunta mabuk, sake sudah menghilangkan kepekaan serta membebaskan lidahnya. Shizuka mengambil pisaunya dari bawah tikar dan menyelipkannya di balik jubah ti durnya, sambil merapatkan jubah luarnya. Diikutinya Bunta sampai ke ujung be-randa. Bulan tidak kelihatan; terlalu gelap untuk melihat ekspresi di wajah Bunta. Halaman 250 dari 600

"Mungkin ini hanya rumor, tapi kurasa kau perlu dengar." Dia berhenti sejenak la lu bicara dengan canggung, "Ini bukan berita bagus: kau sebaiknya menyiapkan diri." Mungkin ini hanya rumor, tapi kurasa kau perlu dengar." Dia berhenti sejenak lal u bicara dengan canggung, "Ini bukan berita bagus: kau sebaiknya menyiapkan diri." "Apa?" tanya Shizuka, lebih keras dari yang diingin-kannya. "Taku diserang bandit. Dia dan kekasih¬nya, Sada, tewas." "Tidak mungkin," ujar Shizuka. "Tidak ada yang tahu detailnya. Tapi orang-orang membicarakannya di kedai." "Ora ng-orang Tribe? Muto?" "Muto dan Kuroda." jawabnya canggung. "Aku turut berduka." Dia tahu kalau berita itu benar, pikirnya, karena ia pun tahu kalau itu benar. S aat merasakan kesedihan yang mendalam selama perjalanan ke Kagemura, ia merasa arwah Kondo ber seru memanggil. Kini Taku berada di antara mereka. Ini bisa membunuhku, pikirnya. Penderitaan yang dirasakannya b egitu menusuk hingga tak tahu bagaimana bisa bertahan, bagaimana ia bisa terus hidup di dunia yang tak ada Taku di dalamnya. Shizuka meraba pisau di jubahnya, ber¬maksud menikam lehernya sendiri , menyam¬but rasa sakit di tubuhnya yang bisa mengakhiri penderitaannya. Tapi sesuat u mencegahnya. Shizuka memelankan suara, ingat kalau Miki sedang tidur di dekat situ. "Putri Lo rd Otori, Maya, ada bersama Taku. Apakah dia juga ikut tewas?" "Tidak ada yang menyebut-nyebutnya, " sahut Bunta. "Kurasa tidak ada yang tahu k alau Maya ikut bersama mereka, kecuali keluarga Muto di Maruyama." "Apakah kau tahu?" "Aku dengar ada anak yang dijuluki Si Kucing Kecil bersama Taku. Aku sedang menc ari tahu siapa orangnya." Shizuka tidak menjawab. Ia tengah berjuang mengendalikan diri. Di benaknya melin tas kenangan masa lalu, bayangan pamannya, Kenji, saat mendengar kabar tentang kematian putri nya di tangan Kikuta. Paman, dipanggilnya arwah Kenji. Kau mengerti penderitaan yang kualami saat ini dan kini aku bisa rasakan sakit hatimu. Beri aku kekuatan untuk terus hidup, seperti dirimu.

Maya, aku harus memikirkan Maya. Aku takkan memikirkan Taku, belum saatnya. Aku harus selamatkan Maya. "Apakah kita akan tetap ke Hofu?" tanya Bunta. "Ya, aku harus mencari tahu kebenaran¬nya." Ia memikirkan semua ritual yang harus dilakukan bagi arwah Taku, ingin tahu di mana putranya dikubur. Ia merasakan lilitan penderitaa n sekuat baja menghimpit dadanya saat memikirkan jasad putranya di dalam tanah, dalam kegelapa n. "Zenko ada di Hofu?" tanyanya, merasa kagum ternyata kata-kata itu terlontar dengan tenang. "Ya, istrinya pergi ke Hagi naik kapal laut minggu lalu, tapi dia tidak ikut. Di a tengah mengawasi pengaturan perdagangan dengan orang-orang asing. Dia makin dekat dengan mereka, begitulah beritanya." "Zenko pasti tahu. Bila memang per¬buatan bandit, maka dia bertanggung jawab untuk menangkap dan menghukum mereka, dan menyelamatkan Maya bila masih hidup." Namun bahkan saat ia bicara pun, Shizuka tahu kalau putranya tidak tewas dibunuh sembarangan bandit. Dan tak satu pun orang Tribe berani menyentuh Taku kecuali Kikuta. Akio te lah menghabiskan musim dingin di Kumamoto. Akio pasti telah berhubungan dengan Zenko . Halaman 251 dari 600

Shizuka tak percaya Zenko terlibat dalam kematian Taku. Apakah ia akan segera ke¬h ilangan kedua putranya? hizuka tak percaya Zenko terlibat dalam kematian Taku. Apakah ia akan segera ke¬hi langan kedua putranya? Aku tidak boleh menuduh sebelum bicara dengannya. Bunta menyentuh lengan Shizuka dengan ragu-ragu. "Ada yang bisa kubantu? Mau kua mbilkan sake, atau teh?" Ia menarik lengan, membaca sesuatu yang lebih dari sekadar simpati dari gerakan Bunta. Seketika membenci semua laki-laki dengan nafsu dan kekerasan mereka yang berujung pada ke matian. "Aku ingin sendiri. Kita pergi saat matahari terbenam. Jangan katakan apa pun pada Mi ki. Akan kuputus¬kan kapan akan memberitahunya." "Aku sangat berduka," sahut Bunta. "Semua orang menyukai Taku. Ini benar¬benar keh ilangan yang menyedihkan." Ketika langkah kaki Bunta semakin meng¬hilang, Shizuka terpuruk di beranda. Ia mas ih memegang pisau, alat yang bisa ia gunakan untuk lari dari dunia nan penuh derita ini. Terdengar olehnya langkah kaki ringan di lantai papan. Miki mendekat lalu memelu k¬nya erat. "Kukira kau sudah tidur," Shizuka memeluk gadis itu dan membelai rambutnya. "Ketukan pintu tadi membuatku ter¬bangun, lalu aku tak tahan untuk men¬dengarkan." T ubuh kurusnya gemetaran. "Maya belum mati. Aku pasti tahu kalau dia sudah mati." "Di mana dia? Bisakah kau menemukan¬nya?" Shizuka berpikir bila ia berkonsentrasi pada Maya, pada mereka yang masih hidup, maka ia takkan larut dalam kesedihan. Dan Miki, de ngan kepekaan yang amat tinggi, nampaknya menyadari ini. Miki tidak meng¬ucapkan sepatah kata pu n tentang Taku, tapi membantu Shizuka berdiri. "Kemari dan berbaringlah," katanya, seolah Shizuka adalah anaknya. "Meskipun tid ak bisa tidur, kau bisa beristirahat. Aku ingin tidur karena Maya berbicara padaku dalam mimpi. Cepat atau lambat dia akan mengatakan padaku di mana dia berada, da n kemudian aku akan bertemu dengannya." "Kita harus kembali ke Hagi. Aku harus membawamu pulang." "Tidak, kita harus ke Hofu," bisik Miki. "Maya masih di Hofu. Bila kelak kau tid ak menemukanku, jangan cemas. Aku akan bersama Maya."

Mereka berbaring dan Miki meringkuk di sebelah Shizuka. Gadis itu sepertinya ter¬t idur, namun Shizuka tetap terjaga memikir¬kan tentang hidup putranya. Semua perempuan di kalan gan Tribe dan ksatria harus membiasakan diri mendengar kabar tentang kematian kejam putra mere ka. Anak lakilaki diajarkan untuk tidak takut mati, dan anak perempuan dilatih untuk tidak menunju kkan kelemahan atau kesedihan. Ia melihat bagaimana kasih sayang seorang ibu yang terlalu melin dungi telah mengubah putranya menjadi pengecut atau mengarah¬kan mereka bertindak gegabah. Taku telah t iada, ia menangisinya, namun yakin kalau kematian putranya karena tidak ingin mengkhianat i Takeo: Taku dibunuh karena kesetiaannya. Kematiannya bukanlah sesuatu yang tidak disengaja atau tidak bermakna. Dengan cara ini Shizuka sanggup menenangkan serta menguatkan dirinya selama bebe rapa hari berikutnya saat berkuda ke Hofu. Ia bertekad tidak akan bersikap seperti seorang ibu yang kebingungan dan bersedih, tapi bersikap sebagai ketua Muto; ia takkan memperliha tkan kelemahan tapi justru akan mencari tahu bagaimana putra¬nya bisa mati dan menyerei pembunuhn ya untuk dihukum. *** Cuaca panas dan pengap: bahkan angin laut tidak mampu mendinginkan kota pelabuha n itu. Hujan musim semi hanya turun sedikit, dan orang-orang bicara dengan cemas tentang pana snya cuaca yang tidak biasa. Cuaca seperti ini dapat menyebabkan kekeringan karena selama e nam belas tahun Halaman 252 dari 600

atau lebih tidak terjadi kekeringan. Hujan musim semi dan hujan plum senantiasa datang di saat yang tepat sehingga banyak pemuda yang belum pernah mengalami kekeringan. au lebih tidak terjadi kekeringan. Hujan musim semi dan hujan plum senantiasa da tang di saat yang tepat sehingga banyak pemuda yang belum pernah mengalami kekeringan. Suasana di kota terasa menggelisahkan, bukan hanya karena cuaca. Berbagai pertanda yang mengancam dilaporkan setiap har i; wajah-wajah yang bicara tentang takdir buruk terlihat di lentera-lentera di luar biara Daifu kuji; kawanan burung yang terbang membentuk huruf nasib buruk di udara. Segera setelah mereka tiba di sana, Shizuka menyadari kesedihan dan kemarahan yang sebenar-nya dari penduduk kota atas kemat ian Taku. Ia tidak pergi ke kediaman Zenko, tapi menginap di penginapan yang menghadap ke sun gai, tidak jauh dari Umedaya. Di malam pertama, pemilik penginapan menceritakan kalau Taku dan Sada di¬makamkan di Daifukuji. Dikirimnya Bunta untuk memberitahu Zenko tentang ke¬datangannya. Ia bangun pagi-pa gi, me¬ninggalkan Miki yang masih tidur, berjalan ke biara warna merah tua yang berdir i di antara pepohonan suci, menghadap ke laut untuk menyambut kepulangan para pelaut ke Nega ra Tengah. Lantunan doa terdengar dari dalam biara, dan dikenalinya kata-kata suci dan alun an sutra bagi orang meninggal. Dua biarawan tengah menyebarkan air di papan jalan sebelum menyapunya. Salah sat u dari mereka mengenali Shizuka, lalu berkata, "Ajak Lady Muto ke pemakaman. Aku a kan memberitahu Kepala Biara." Dilihatnya simpati mereka, dan ia berterima kasih. Di bawah pepohonan besar terasa dingin. Sang Biarawan membimbingnya ke makam yan g baru digali; belum ada batu nisan; lentera menyala di sisi makam dan sese-orang telah menaruh sesaji bunga iris ungu di depannya. Dipaksa dirinya membayangkan putranya diletakkan dalam peti mati di bawah tanah, tubuh yang kuat dan lincah kini terbujur kaku. Arwah putranya pa sti gentayangan gelisah di antara dua dunia, menuntut keadilan. Biarawan yang kedua datang membawa dupa, dan tak lama kemudian, saat Shizuka ber lutut berdoa tanpa suara, Kepala Biara datang lalu berlutut di sampingnya. Mereka tetap membi su beberapa saat; kemudian Kepala Biara melantunkan suara yang sama bagi orang meninggal. Air mata mengambang di pelupuk mata¬nya dan mengalir turun di pipi. Kata-kata kuno

naik terbang ke bawah naungan pe¬pohonan, bercampur dengan kicau pagi burung gereja serta kicau lembut burung merpati. Kemudian, Kepala Biara mengajaknya masuk ke ruangannya dan menyajikan teh untukn ya. "Aku sendiri yang mengurus pengukiran batu nisannya. Kurasa itulah yang diinginkan Lo rd Otori." Shizuka menatap orang itu. Ia mengenal Kepala Biara selama beberapa tahun, tapi dia selalu dalam suasana hati yang gembira, dia bisa berkelakar dengan para pelaut dalam dialek k asar mereka sama baiknya dengan menggubah syair indah penuh humor ber¬sama Takeo, dan Tabib Ishida. Kini wajah¬nya murung, dengan ekspresi sedih. "Apakah kakaknya, Lord Zenko, ber¬hubungan dengan semua ini?" tanya Shizuka. "Aku khawatir Lord Zenko telah di¬pengaruhi orang asing: tidak ada peng¬umuman resmi , tapi semua orang mem¬bicarakannya. Dia telah menerima agama mereka dan kini mengakuinya sebag ai satu agama yang benar. Hal ini membuatnya tidak boleh masuk ke kuil dan biara kami, d an tidak boleh melakukan upacara yang di¬perlukan bagi adiknya." Shizuka menatap pendeta itu, tidak percaya dengan apa yang didengarnya. "Sikapnya sangat meresahkan," lanjutnya. "Sudah ada pertanda kalau para dewa ter¬s inggung. Orang-orang takut mereka akan dihukum dewa atas perbuatan pemimpin mereka. Sebal iknya, orangHalaman 253 dari 600

Deus. "Tunggu di sini. Ia tidak menunggu untuk di¬panggil menghadap." "Benar-benar gila. sudah ke Hagi untuk menemani kakaknya. Zenko keluar menuju beranda begitu tandu diturunkan di dalam gerbang. me¬mutuskan untuk bicara dengan Zenko secepatnya . Lagipula. seperti yang Ibu tahu. "yang diperintahkan pin dah agama atau mati. menggantung di dadanya. Tanganku bersih. Ia memaksa dirinya berpikir kalau ia salah menilai putra sutungnya itu. Deus. mereka akan mengurusmu. namun segera kembali ke penginapan untuk berp akaian rapi dan memesan tandu. Hana akan bersama mereka dalam dua minggu lagi. Sebenarn ya dia enggan meninggalkan Hinomasa kecil. cucunya.orang asing itu bersikeras kalau tuhan mereka. Pandangan mata Shizuka jatuh ke kalung rosario di leher Zenko." "Termasuk sebagian besar pengawal pribadinya. "Bila aku tidak kembali nanti malam. "Kemari dan sapa nenekmu. aku tidak melakukan kesalahan apa-apa. Seorang bocah. selagi membimbing ibunya berjalan menuju ruangan yang meng¬hadap ke taman. tapi kukira sebaiknya mempertahankan se¬tidaknya sala h satu putraku bersamaku. lambang agama ora ng asing." "Jadi kau mengakui kalau kau memper¬taruhkan nyawa kedua putramu yang lain?" tanya Shizuka pelan. tengah bermain di beranda." Di¬angk at kedua ." katanya pada Miki. akan memberi pahala bagi Ze nko dan siapa pun yang bergabung dengannya. Itu pertama kalinya Shizuka bertemu cucunya: usianya kira-kira dua tahun. pergil ah ke Daifukuji." ujarnya." ujar Shizuka. diikuii ungkapan betapa gembira dia bertemu ibunya. "Kabar buruk ini merupakan pukulan bagi kita semua. akan memberi pahala bagi Zen ko dan siapa pun yang bergabung dengannya." imbuhnya. Kata-kata pertama Zenko adalah simpa ti. "Ibu." Gadis itu memeluknya sangat erat. diawasi pengasuhnya. dan anak itu dengan patuh datang lalu berlutut di hadapan Shizuka. terkejut karena ibunya tidak langsun g menemui dirinya." rang asing itu bersikeras kalau tuhan mereka." panggil Zenko. "Istriku. Kukira mereka tidak dalam bahaya.

" Zenko tersenyum lebar. Shizuka merasa kalau putranya itu tidaklah menangis. "Dia punya telapak tangan Kikuta!" seru Shizuka terkejut. "Bandit. Ada penjelasan apa lagi? Aku akan kejar dan adili mereka. T entu saja.tangannya lalu mengangkat tangan putranya. "Satu hal yang menghibur bila ternyata adikku yang malang hidup dalam diri putraku. "Lebih bersih dari tangan Hinomasa. dengan Takeo sedang di Ibukota." tutur¬nya." ujar Shizuka. "Bagaimana kalau kuperintahkan kau untuk memberitahu yang sebenarnya?" Pandangan Zenko menghindar." "Mungkin kau bisa ceritakan siapa yang membunuhnya. bukan? Darah Tribe tidak habis terkikis. orang¬orang yang putus asa semakin berani dan keluar dari persembunyiannya. dan m em¬beri isyarat pada pelayan perempuan itu untuk membawa putranya pergi. tapi justru tersenyum. senang denga n keberaniannya sendiri. Halaman 254 dari 600 ." Jelas sekali kalau Zenko tidak peduli bila ia percaya atau tidak. dan menyembunyikan wajahnya dengan lengan baju lagi. "Dia mengingatkanku pada Taku." selorohnya. "Mengapa kau tidak men¬c eritakannya?" "Menarik. sambil menyeka mata dengan lengan baju. tentu saja.

sudah selayaknya Ibu mematuhiku." ujarnya." "Kau sudah siap melawan Takeo. tapi dalam hal lain. tapi dalam hal lain. tapi bila Ibu bersikeras menentangku. "Mungkin itulah keputusan terbaik. Sonoda sebagian besar ksatria Ti ga Negara?" "Takkan ada perang."Janganlah bicara tentang perintah me¬merintah. bahkan dalam kematian Lor d Fujiwara kenapa Ibu tega meng¬khianati rahasia-rahasia Tribe kepada Shigeru?" "Akan kukatakan kepadamu! Aku meng¬inginkan dunia yang lebih baik bagi kau dan Tak u." "Takeo sudah tamat. "Itulah yang men jadi masalah selama bertahun-tahun. . dalam pem¬bunuhan ayahku. seraya menatap ibunya lekat-lekat. Takeo dapat dikalahkan dengan mudah. Apakah Ibu mengira Kaisar akan berpihak padanya? Kalau pun d ia kembali. Kurasa sudah semestinya kalian hidup di dalam dunia Shigeru. "Begitu pula Kenji. dan aku akan dinobatkan menjadi penguasa Tiga Negara. yang ada hanyalah kerusuhan. Takeo dan Kaede menciptakan dunia itu. Mereka menuntut Ibu dihukum. Kemana pun kita melihat sejarah kebang¬kitan Otori." "Aku akan bunuh diri terlebih dulu. Sebenarnya dia juga buk an benar¬benar ksatria: semua pertempurannya yang terkenal itu hanya dimenangkan oleh keberuntu ngan ketimbang keahlian." "Ya." sahutnya. Dengan Saga di wilayah Timur." Janganlah bicara tentang perintah me¬merintah." "Aku melayani Otori. Ibu melayani Otori. s ena dukungan tambahan yang kami miliki dari orang-orang asing " Ditepuknya salib di dadanya "Den gan senjata serta kapal mereka." sahutnya. aku tak bisa menahan keluarga Kikuta. bukan dunia yang berisi pembunuh bayaran yang ada di sek elilingku. sebagai Muto maupun sebagai Arai. Kami takkan membiarkan kau menghancurkannya. kita melihat t angan Ibu dalam penganiayaan Takeo atas Tribe. atas ketidakpatuhan selama bertahun-tahun terhadap Tribe." seru Shizuka. kami akan membunuhnya. dan kau pun telah bersumpah setia padanya. Ibu. Aku akan mematuhi semua kewaji banku sebagai anak. dan Kahei. "Aku dapat melindungi Ibu sampai tahap tertentu. Sugita. Aku akan mematuhi semua kewaj ibanku sebagai anak. Ibu. sebagai Muto maupun sebagai Arai." Zenko memelankan suaranya. Itu hakk u dan aku sudah siap. kemarahannya mulai terlihat. sudah selayaknya Ibu mematuhiku.

meng ambil pedang penjaga itu." Selama beberapa saat Shizuka mengira kalau putranya akan menolak keinginannya: i a memperkirakan jarak antara taman dan luar dinding. pikirnya. Halaman 255 dari 600 . Kini ayah dan anak telah memerintahkan kematiannya.. Biarkan ak u mengatur pemakaman adikmu. dan aku ingin menjadi ibu yang baik dan berbakti pad amu. Aku be rha rap bisa menca but nyawaku sendiri. Ia ingin menanyakan keberadaan Maya." Seketika Shizuka terkenang saat ia menemui Kenji untuk mendapatkan ijin dari Tribe agar bisa melahirkan anak ini. "Zenko. Aku akan memikirkan semua yang kau katakan. Aku tak bisa memutuskan saat diliputi kesedihan. di taman ? Apakah dia takut aku akan membunuhnya? Peluangnya lolos kecil. hanya nasib si kembar yang mencegahnya. P utranya adalah hadiah bagi kekasihnya: betapa bangganya Arai saat itu. tapi takut mengungkap sesuatu yang mungkin Zenko belum tahu. Bisa dirasakannya akal sehatnya bergulir ke tepi kegilaan. tapi dalam kesunyian ia seper ti mendengar desah napas sesorang adakah penjaga yang bersembunyi di balik layar kasa. Beri aku waktu satu atau dua hari. Ia bisa menggunakan kemampua n menghilang: jika para penjaga datang setelah ia mengalah¬kan seorang penjaga. tergiur dengan pemusnahan yang disebab kan oleh kematian. Shizuka berjuang membuang perasaannya dan berpurapura bersikap lembut.. kau putra sulungku. Kemarahan serta kesedihan menyelimuti dirinya: menangis selama seta hun takkan mampu menguranginya. Lebih baik tutup mulut."Bagaimana kalau kuperintahkan Ibu melakukannya sekarang juga?" "Aku mengandungmu dalam perut selama sembilan bulan. melakukan apa yang telah ia lakukan seumur hidupnya.. bersandiwara sebaik mungkin.

" "Kau akan datang untuk memanjatkan doa bagi adikmu?" Zenko melayangkan tatapan dingin. "Baiklah. terkejut. Mereka mengenakan pakaian mewah. Bunta berjongkok di beranda. "Aku akan meminta penjaga mengawal Ibu. Shizuka lalu bicara pad a Madaren. Saat pergi. tapi berhasil mengumpulkan keberanian lalu menjawab." akhirnya Z enko berkata. "Di mana Miki?" tanyanya. tapi kamar itu kos ong. dan jangan sekali-sek ali meninggalkan Hofu. Selagi tandu itu digotong pergi dalam pengawalan enam orang. Ketika masa berkabung selesai. Shizuka me mbungkuk hormat. ia melihat Don Joao bersama jurubahasany a. Jangan coba-coba kabur. Madaren menghampiri. Tapi ketika memikirkan nasib Miki. "Kau pikir apa yang sedang kau lakukan di sini?" Madaren tersipu atas nada bicara Shizuka." Tanpa menjawab Shizuka melangkah masuk ke dalam tandu. dirutukinya orang-orang asing itu ka rena mengganggu dengan kedatangan senjata dan Tuhan mereka. ernyata sisa-sisa rasa hormat masih berhasil membujuknya. dan mereka berjalan dengan rasa pe rcaya diri yang baru. "Melakukan kehendak Tuhan. dan jangan sekali-sek ali meninggalkan Hofu. "Di dalam. Ibu harus ber¬gabung denganku atau mencabut nyawa I bu sendiri.Ternyata sisa-sisa rasa hormat masih berhasil membujuknya. mungkin dengan kekerasan. "Tidak ada orang yang melewatiku." sahut Bunta. ia mendengar suara-suara di ujung beranda utama. Sewaktu tandu diturunkan di luar penginapan. keluar atau masuk. layaknya yang kita semua lakukan. bisa dirasakannya peras aan-perasaan itu menarik-narik dirinya menuju kegilaan. dan tidak berhubungan dengan orang yang hidup lagi. "Baiklah. Shizuka tidak segera turun. "Aku akan meminta penjaga mengawal Ibu." akhirnya Ze nko berkata. Ia hampir tidak ingat lagi kata-kata yang terlontar dari mulutnya tadi: kemarahan dan kesedihan membuat ia kacau. Ketika menoleh. tatapan matanya penuh amarah. Setelah memberi salam pada Don Joao dengan sikap dingin." . Shizuka tak ingin memaksa karena takut Zenko akan menahannya di sini. merasakan kemarahan yang membara dalam dirinya. diikuti gelengan yang tidak sabar. sama seperti saat dia ditinggal. Jangan coba-coba kabur. Ia berh arap bisa tetap berada dalam ruang sempit yang mirip peti mati ini. tanpa sopan santun.

"Siapa yang membawanya?" jantung Shizuka mulai berdebar kencang ketakutan. aku bersumpah. Kamar itu kosong." Shizuka berlutut di lantai." ujar Shizuka. ta pi di satu sudut Shizuka menemukan goresan di balok kayu. "Dia pergi mencari Maya. dan menya dari kalau pilihannya semakin berkurang. Ia tidak bisa menghilang dan membiarkan Taku tidak diratapi. apa kah mereka akan menanggapi karena kini Zenko telah menyatakan diri sebagai ketua? Halaman 256 dari 600 . dan di bawahnya ada lingkaran penuh. mencari dengan sia-sia di tempat-tempat yang paling sempit. Peluh mulai mengalir di sela p ayudara dan ketiaknya. Miki sudah pergi: menggun akan kemampuan menghilang. masuk kembali ke kamar itu lagi. tapi apakah ia harus tinggal di Hofu sampai putranya atau Kikuta memutuskan kematiann ya? Tak ada waktu untuk menghubungi keluarga Muto dan meminta bantuan mereka dan lagipula. merasakan panasnya cuaca hari ini. Tak ada yang bisa ia lakukan untuk gadis itu saat i ni." "Sebaiknya kau jangan berbohong. berusaha menenangkan diri. Didengarnya para penjaga saling berseru dengan tidak sabar. Ia duduk lama. Dua buah setengah lingkaran saling berh adapan. "Tida k ada. menyelinap melewati Bunta lalu pergi menuju kota gadis itu dilatih sel ama bertahuntahun untuk melakukan hal seperti.

"Ada satu tugas terakhir yang kuminta kau lakukan. meminumnya lalu me-mecahkan cangkir kosong menj adi dua dengan gerakan cepat. Diambilnya senjata miliknya pedang. merasakan helaiannya berjatuhan di sekelilingnya bak debu beterbangan. menghaturkan terima kasih kepada semua senjata dan kepada hidupnya sampai saat i ni. Ia akan ke biara dan meratapi men¬diang." "Sudahlah. dibagi menjadi dua untai lalu m enggunting keduanya. Kesedihan dan keadaan tidak tidur mulai menuntut bayarannya. Setelah memenuhi permintaanku. Benaknya yang kelelahan makin men¬curahkan perhatiannya pada kata-kata ter¬sebut. Aku harus ke biara dan mengurus nisan sert a ritual pemakaman Taku. Doakan kami Oh. di antara dua untaian rambut panjangnya. Membungkuk hingga ke lantai. Kenji . mem¬baringkan jalinan rambutnya dengan hati¬hati di alas lantai. pisau. Kenji. kubebaskan kau dari ke wajibanmu untuk melayaniku. Dibuangnya sisa-sisa potongan rambut lalu mengenakan jubah putih.Shizuka memanggil para mendiang untuk memberinya saran: memanggil Shigeru. Kesedihan dan keadaan tidak tidur mulai menuntut bayarannya. wajahnya pucat karena kaget. hizuka memanggil para mendiang untuk memberinya saran: memanggil Shigeru. Ia merasakan napas dingin arwah mereka. hingga dirinya menjadi salah satu dari mereka. doakan kami. atau mereka akan mengatakan apa yang harus ia lakukan. garotte. Kondo dan Taku. lalu ia meminta dibawakan semangkuk teh. terkejut memerhatikan betapa banyak ubannya. Shizuka sampai ke bagian depan pengin . "Aku takkan minum lagi. tapi Shizuka tidak mengacuhkannya. Doakan kami Oh. "Perempuan yan g malang!" Berjalan dengan perlahan dan berhati-hati. lakukan saja permintaanku. "Apa yang terjadi? Jangan katakan kalau kau ingin menghabisi nyawamu sendiri. Ia merasakan napas dingin arwah mereka. "Bunta." ujarnya lantang." Bunta muncul di teras." panggilnya." Sewaktu Bunta kembali. Pergi da n carikan gunting tajam dan jubah putih untukku. doakan kami. "Apakah dia sudah tidak waras?" didengarnya putra Bunta berbisik. serta pisau lemparlalu menaruhnya di lantai. Shizuka me¬nyuruhnya menunggu di luar. Kondo dan Taku. "Shizuka!" prates Bunta dari teras. Dibukanya bungkusan itu lalu mengeluarkan gunting. Lalu diguntingnya sisa rambutnya sampai pendek. Dia melepas ikatan rambut.

S etelah itu hujan turun setiap malam.apan. kakinya dilipai ba k makhluk suci di atas bunga teratai. Shizuka duduk di tanah. di siang hari sering terlihat burung-burung beterbangan di s ekitar kepalanya. juga tidak makan dan minum. dan berusaha menghalau. dan akhirnya ia membiarkan dirinya menangisi kematian putran ya dan pengkhianatan putra¬nya yang satu lagi. ber hasil menghalau mereka menjauh dari ger-bang biara." para biarawan mengumum kan. Pemanggul tandu menurunkan Shizuka di luar gerbang. dan batu nisan dipahat l alu didirikan.* Halaman 257 dari 600 . dan ia berjalan perlahan memasuki pelataran utama. Penduduk kota mengatakan kalau Surga menangisi ibu yang ditinggalkan. Ketika ia melangkah masuk ke dalam ta ndu. Ritual pemakaman diadakan selagi Shizuka duduk di sana. dan mengorek batu-batu dari endapan lumpur lalu melempamya ke arah pengawal. namun jumlahnya justru semakin b esar dan makin sulit dikendalikan serta makin tidak bersahabat. Sekerumunan kecil orang berkumpul di sini. Para pengawal Zenk o dibuat gelisah dengan arak-arakan ini. Kerumunan kian banyak di pintu masuk. Popularitas Zenko sedikit demi sedikit ber¬kurang saat bulan dari bulan kelima mulai mendekati puncak purnamanya. Di malam ketiga hujan turun rintik-rintik. dan mereka bersyukur terhindar dari kekeringan. Harihari berlalu dan Shizuka tetap bergeming. bergerak seolah meng ambang. mereka mengikutinya sampai ke jalan di tepi sungai menuju Daifukuji. banyak yang berlarian ke sungai yang hampir kering. "Mereka memberinya makan dengan butiran gandum dan madu. dan orang-orang mengatakan bahwa Surga tengah memberinya minum.

dan cara bicaranya pelan tapi aneh. Saat itu ketiga kalinya ia meng¬hadapi bahaya yang sesungguhnya setelah serangan di Inuyama dan pertemuan dengan ayahnya dan merasakan kalau saat itu ia merasa gagal. Ia sadar sedang berada di kamar kec il remang-remang. May a bisa mencium bau sake di napasnya. t api ia masih belum ingin pergi. Shigeko telah memintanya untuk merawat kedua k uda itu. Dua atau tiga kali sehari. dirinya yang akan membunuh mereka lebih dulu. ruang rahasia rumah Tribe. dan bersiap mencari tahu semua tentang mereka. Ia mengira Akio akan langsung membunuhnya. Maya punya banyak waktu untuk merenungkan kegagalannya. terkadang bahkan ia pun terkecoh dan melihat Miki sedang bersand ar di dinding di seberangnya. Ia ingin tetap dekat dengan Akio dan Hisao: tak dibiarkannya mereka membunuh ayahnya. Maya akhirnya memahami kalau makin sedi kit ia makan. . tapi la ki-laki itu bisa melihat orang yang menggunakan kemampu¬an menghilang dan menghindari tatapan maut. Gerak refleksnya sangat cepat ayahnya sering bilang kalau itu gerakan paling cepat yang pernah ada sangat kuat dan tidak punya perasaan. makin mudah menggunakan kemampuan menghilang dan sosok kedua. tenggorokannya terasa kering. walau sudah berlatih selama bertahun-tahun di Tribe. pelayan perempuan datang untuk mengantarnya ke kakus: selain itu ia tidak melihat ada orang lain lagi. Ia melihat Akio ketika orang itu mem¬bawakan makanan dan minuman. Maya tahu kalau Akio tidak memiliki kemampuan menghilang atau tatapan maut Kikuta. di s atu malam laki-laki itu datang. Takeo sering menceritakan saat Tribe mengurungnya di kamar semacam ini. la menyesali ketidakmampuan dirinya untuk bergerak atau membela diri yang tak bisa dijelaskan. tak sanggup membayang¬ka n kehilangan yang lebih besar lagi. dan ia membiarkannya pergi. dan kini kenangan itu menghibur dan me¬nenangkannya. Maya tahu ia bisa kabur kapan saja karena pintu dan dinding takkan mampu menahan si kucing. seperti Akio mengamati di rinya. Ia mempraktikkanny a saat sedang sendiri. perutnya mual. Diingat-ingatnya lagi sewaktu melepas tali kekang dan kedua kuda betina kabur. Saat tersadar kembali. Tapi setelah dikurung selama kira¬kira seminggu.Selama berhari-hari Maya meratapi kepergian kuda-kudanya. tapi ternyata tidak laki-laki itu menahan dirinya untuk tujuan terten tu. Maka dikendalikan amarah dan rasa takutnya. Ia tidak bicara pada Akio tapi mengamati. berlutut di depannya lalu meraih dan membalik telapak tangannya. makanan¬nya jarang datang tapi ia tak terganggu dengan rasa lapar.

tapi tidak menceritakan tentang si kucing. Bagaimana dengan kemampu an menghilang?" Maya menceritakan karena tidak ingin Akio membunuhnya saat itu juga." Halaman 258 dari 600 . dan sebelum selesai menggeleng dirasakan kepalanya terhempas da n pandangan matanya kabur selagi Akio menamparnya."Kuharap kau jawab pertanyaanku dengan jujur karena aku adalah ketua keluargamu: apakah kau memiliki kemampuan seperti ayahmu?" Maya menggeleng. Ia tidak melihat gerakan tangan laki-laki itu. "Lalu di mana adikmu?" "Aku tidak tahu. "Kau pernah mencoba mengunci tatapan mataku: kau pasti memiliki bakat tatapan ma ut Kikuta.

Di bagian belakang tangan kanannya ada be kas luka lama. Aku takkan ragu melakukan yang sama padamu. Maya tidak bisa bergerak cukup cepat unt uk menghindari tamparan yang kedua. Hisao menatap dengan pandangan tak mengerti ketika ia .Bahkan meski sudah menduganya kali ini." ujarnya. dia Kikuta. Par a ksatria membenci anak kembar dan menganggap mereka memalukan. seolah ini permainan yang sangat dinikmat inya." ujar Akio. ia dianugerahi kemampuan untuk tidak takut pada Kikuta. ia lebih tertarik pada reaksinya sendiri . "Kau melihatku membunuh penyihir Muto itu. tapi ayahmu menyayangimu. "Ada perubahan dalam keluarga Muto." Akio mengetuk-ngetuk gigi dengan kuku. "Kalau ibumu takkan melakukan apa-apa untuk menyelamatkanmu. Maya tidak bisa bergerak cukup cepat untu k menghindari tamparan yang kedua. Dan Maya yakin kalau Hisao tak tahu ayah kandungnya. Kupikir sebaiknya dia berada di sini bersama kita. Ayahku hanya bersifat baik . sep erti ayahnya." "Dia berhati lembut. tak pernah diberitahukan pada ibunya." Maya berbohong. dan Maya melihat kebencian serta rasa iri pada Takeo. Akio menyeringai. "Ayahku tidak memedulikan aku dan adikku." "Hanya untuk membunuhmu. "Mungkin kau bisa membawa Takeo kepadaku." "Itu tidak benar. seolah ini permainan yang sangat dinikmat inya. Akio tertawa lalu berdiri. Selama setengah tahun ini ia harus menerima kenyataan kalau ini adalah putra ayahnya. ter¬cengang kalau ternyata ia tidak takut pada laki-laki itu. itu saja. "Ini yang pernah kudengar. "Tapi dia takkan membunuh Hisao!" Maya menemukan dirinya memikirkan tentang Hisao. Tribe selalu bersatu pada akhirnya. Akio menyeringai." Maya tidak bereaksi atas perkataan itu." sahut Maya. ahkan meski sudah menduganya kali ini. "Dia di Kagemura." sahut Maya. kakak tirinya. "Begitulah cara kami bisa bertahan. Ia memanggil Akio Ayah. yang tak pernah dibicarakan siapa pun." ujar Akio." "Benarkah? Tapi dia bukan Muto. Ia tak menyadari kalau ternyata. melintang dari pergelangan sampai ke bagian bawah ibu jarinya. Sada. kukira kau sudah tahu." "Keluarga Muto takkan menyerahkan adikku padamu. bersama keluarga Muto.

merasakan hembusan napas di wajah mereka atau bulu hangat berbaring di sebelah m ereka. Maya mendengar di benaknya berulang kali sua ra Sada. Ia memimpikan Miki. Jadi anak itu benar-benar putra Takeo? Dan jawaban Taku. Mulai ber¬ek sperimen dengan mengambil alih bentuk si kucing di malam hari selagi tidur. Keseimbangan baginya menjadi begitu sederhana: bila Hisao mati maka Takeo bisa hidup selamanya. Awalnya ia ragu. Ya. "Aku adikmu. bermimpi bagaikan nyata. Dilihatnya deng an sikap remeh rasa takut dan harapan mereka. Para pelayan perempuan mengeluhkan adanya h antu. mengamati penghuninya. mimpi yang begitu jelas sehingga ia seperti yakin kalau Miki ada di kamar itu bersamanya. D i siang hari ia adalah tawanan. dan merasakan kehangatan tubuh kakaknya itu. kar ena hal itu ingin ia sembunyikan dari Akio." Ia bahkan pernah ber mimpi si kucing berbaring di sisi Hisao. namun lama kelamaan kepercaya¬an dirinya makin meningkat. Halaman 259 dari 600 .mengatakan kalau ia adalah adiknya. sementara di malam hari ia bisa keluyuran dengan bebas ke sel uruh bagian rumah. ingin tahu semua tentang pemuda itu. ia tidak ada kesibukan lain. dan menurut ramalan dial ah satu-satunya orang yang bisa membawa kematian Takeo. semacam warisan Kikuta yang membulatkan tekadn ya yang kejam mulai terbentuk. dan sering terombang-ambing antara sadar dan tidur. i a memimpikan Hisao. Ia berlutut di sampingnya saat pemuda itu tidur lalu berbisik di telinganya. Ia menjadi terobsesi pada Hisao. Selain latihan gerak badan yang dilakukan¬nya dengan tekun. serta memasuki mimpi-mimpi mereka. Karakter tidak mengenal kompromi.

memer¬hatikan gerakanny a yang berhari-hari dan sangat teliti. Akio dan Hisao tidur terpisah dari peng¬huni laki-laki lainnya. Selain perjalanan ke kakus ia hampir tidak pernah bertemu mereka sampai suatu hari seorang perempuan muda datang membawakan makanan." bisiknya. "Tatap mataku. bergoyang-goyang dan bergumam. Maya mengikuti dan mengamatinya. "Kau pernah mengintipku kencing ya?" Maya bicara dengan bahasa anak laki¬lak i. Kau tahu kalau aku sangat kuat. di sisi lain halaman. Maya berjalan pada waktu tersunyi. tepat sebelum fajar menyingsing untuk mengamati Hisao yang sedang tidur. "Jangan menatapku. tapi itu justru membuat Maya tertarik. Usianya kira-kira sebaya dengan Shigeko. Kadang Hisao terbangun dan tidak bisa tidur lagi. tempat bengkel penempaan da n perbaikan alatalat rumah tangga dan senjata. pert anda serta penampakan. kadang dalam pelukan Akio. dan dia menatap Maya dengan keingin¬tahua n yang terang-terangan. "Noriko. "Kau tahu aku anak perempuan. kadang sendi ri. kue-kue itu penuh ulat. "Siapa namamu?" tanya Maya. Maya berkata. endengar langkah pelan makhluk besar. "Noriko. di kamar bagian be lakang rumah. akan kubuktikan betapa kuatnya diriku. " Bagaimana kau bisa tahu?" "Aku tahu banyak hal. Kau bermimpi tentang kain pem¬bung kus: kau pernah membungkus beberapa kue mochi dengairkain itu dan saat kau buka bungkusan nya." "Aku tidak bilang siapa-siapa!" gadis itu tercekat. tapi malah mendekati Maya." sahut Maya. Para pelayan perempuan tak pernah meng¬ajak bicara.mendengar langkah pelan makhluk besar. Mimpi-mimpinya kejam dan tidak ber aturan." bentak Maya." Ditahannya tatapan gadis itu ." ujarnya. "Kau seperti anak laki¬l aki. Hal-hal aneh terjadi di seluruh kota. Pemuda itu tidur gelisah. dan gadis itu tertawa." Gadis itu tertawa cekikikan tapi tidak memalingkan wajah. Hal-hal aneh terjadi di seluruh kota. per tanda serta penampakan. kemudian pergi ke rumah kecil di belakang rumah.

" "Sakit yang bagaimana?" "Dia sering terserang sakit kepala yang parah. takkan ada orang yang melihatku. cukup lama untuk melihat kalau gadis itu percaya pada takhayul. Kepala gadis itu berputar saat Maya menarik kekuatan tatapan mautnya." bisiknya." kata Maya. dan pandangannya kabur." "Mungkin aku bisa menolongnya. Ketua Kikuta sangat marah karena mereka seharusnya pergi menemui Lord Zen ko Akio akhirnya pergi sendiri. dan satu l agi. "Kau bodoh kalau mencintai Hisao.. "Aku kasihan padanya.selama beberapa saat. Peringatkan aku saat dia kembali. Aku akan ke kamar Hisao. "Tutup pintunya." ujar Maya." "Antar aku ke kakus. dan dia sering sakit. Muntah.. Noriko menatap bingung. "Ayahnya sangat keras kepada nya." Halaman 260 dari 600 . "Kenapa kau tidak mengantarku kepadan ya?" 'Tidak bisa! Akio akan membunuhku kalau dia tahu. H ari ini dia sedang sakit. sesuatu tentang Hisao. Jangan khawatir. Gadis itu tersipu. Tapi kau harus berhati-hati ka lau Akio datang. Maya menam par kedua pipi gadis itu untuk menyadarkannya.. tapi jangan dikunci." ujar Maya terus terang.

Ia tak akan mendapat kesempatan seperti ini lagi. "Ini g ara-gara makanan menjijikkan yang kau bawa!" Disentuhnya bahu Noriko saat bentuk tubuhnya memudar. "Mana bisa kutahan kalau sakit begini?" sahut Maya dengan nada yang sama. sudah kukatakan kalau aku in gin menolongnya. dan sesaat ia t ak bisa melihat apaapa. Hisao sedang karena penyakitnya. "Dia tidak bilang siapa-siapa. Kamar itu baunya masam. Dia memimpikan dirinya memelukmu dan mengigau dal am tidurnya. satu tangannya menutupi wajah. mengarahkan pandangannya tetap ke depan. Noriko sudah terbiasa deng an keanehan semacam itu. Teriknya sinar matahari di luar telah mengecilkan pupil matanya." Ketika Noriko mas ih ragu. Aku tida k punya senjata. S . Dari irama napasnya yang teratur sepertinya dia memang tidur. lalu melangkah masuk. "Dia juga mencintaimu. kita ke kamar Hisao. dan di pintu kakus Maya meremas perutnya dan berteriak seolah kesakitan."Kau takkan menyakiti Hisao?" Kau takkan menyakiti Hisao?" "Dia laki-laki dewasa. tapi setain itu ia tenang-tenang saja. dengan spontan.. dan jangan berlama-lama di dalam situ. Maya berkata pelan. Mereka ber¬jalan cepat-cepat ke belakang rumah. membayangkan urat akan memanggil si kucing. Noriko meng¬geser pintu terbuka. Kemudian dilihatnya pemu da itu meringkuk di matras di sudut.. Dan kalau cara itu gagal. mungkin pandangannya kabur dengan tatapan maut. meraba." Bahkan saai bicara. Noriko. Aku pernah melihat mi mpinya dengan cara yang sama aku melihat mimpimu. menggeser pintunya terbuka. Aku baru empat belas tahun bahkan masih anak-anak. Bagaimana bisa aku menyakitinya? Lagipula. melihat ke luar dan memberi isyarat kepada Maya." Maya memerhatikan wajah Noriko men¬jadi lembut. lemah. Lidahnya ering. Maya ingat semua cara yang pernah diajarkan kepadanya untuk membunuh dengan tangan kosong. "Cepat. tidak suka pada gadis itu karena m abuk kepayang oleh cinta.. urat nadinya. Dia akan mudah dilumpuhkan sendiri. di¬sentuhnya lehernya nadi Hisao. tapi dia memimpikan dirimu. menjilati bibir. tenggorokannya terasa k sakit. Dia membutuhkan bantuanmu." "Benarkah?" mata gadis itu berbinar-binar di wajahnya yang kurus dan pucat. ia "Ayo. Maya ber¬gegas pergi ke kama r Hisao tidur. samar-samar tercium bau muntah." ujar Noriko.

siap melarikan diri tapi masih belum ingin menyerah. pikirnya. Ditangkapnya tubuh Maya lalu dihempaskannya ke dinding. Pemuda itu lebih kuat dari perkiraan. dan Maya merasakan cengkeramannya mulai terasa licin. Hisao juga merasakannya." Halaman 261 dari 600 . cengkeraman jarinya makin kuat bak tentakel. Ia bergantung seperti hewan saat Hisao berusaha bangkit dengan tangan dan lutut. Kulit pemuda itu berkeringat. Hisao berteriak kaget dan melepasnya. tapi ia langsung menatap mata pemuda itu dan selama beberap a saat membuat Hisao pusing. Mata Hi sao terbuka.ambil menahan napas. dan selagi punggung H isao melengkung dan memukul-mukul saat meronta berusaha melepaskan diri. si kucing bergerak mundur. mengumpulkan tenaga. dan dari suatu tempat ia mendengar Noriko memanggil namanya. Aku ga gal. berlutut di sebelah Hisao dan menyerang bagian lehernya Usahanya melemahkan konsentrasinya hingga kemampuan menghilangnya sirna. ia melenturkan pergelangan tangan. berjalan melintas i kamar. dirasakannya kemarahan Miki p ada Hisao merasuki dirinya dan si kucing mulai muncul. L ayar kasa yang rapuh sobek. dan seolah Miki mendengarnya. dan menatap sejenak sebelum berkelit dari cengkeraman tangan gadis itu. meludah dan meng¬geram. dan Maya bersiap untuk mati. selagi tangan Hisao mencengkcram lehernya. lalu mengibaskan kep ala saat mencoba berkelit lagi. Miki! Ujarnya pelan.

Apakah kau hantu juga? Boleh aku menyentuhmu?" Ia melihat perubahan tangan Hisao saat menggapai. Kemarilah. Dilihatnya kalau ternyata ada sesuatu yang melemahkan Hisao. si kucing bereaksi seolah tunduk pada majikannya. agak terhuyung-huyung. "Aku ingin putraku mendengarkan aku!" Belum sempat Maya menjawab. k tahu kalau itu bukan suara Noriko. Mata pemuda itu tid ak tokus. maka ia terus me semakin menyengat: kamar itu terasa panas tak te Terdengar olehnya bisikan di sebelah kanannya. endati tak memahami kata-kata itu. roh si kucing yang merasuki dirinya bergerak dengan bebas antara dua dunia. renungnya saat menyadari hutang budinya pada si kuc ing dan bagaimana ia bisa memenuhinya. dan mendengarkan suara berbisik. untuk mengecohkan pandangannya. aktu sejenak itu memberi Maya waktu untuk meraih kembali kendali diri dan konsen trasinya. Ekspresi di wajah¬nya melukiskan kemarahan dan putus asa yang b ahkan membuat hati Maya terharu. dan tubuhnya melayang. Mata pemuda itu tid ak tokus. agak terhuyung-huyung. Sepeninya pemuda itu berusaha melihat sesuatu di belakang Maya . Perempuan itu mengenakan jubah putih. Masih muda. Dilihatnya kalau ternyata ada sesuatu yang melemahkan Hisao. wajahnya pucat. "Kembali kau!" ujar Hisao. "Tolong aku! Tolong aku!" "Apa yang kau inginkan?" tanya si kucing. Ia terkejut. Maya mengira itu semacam tipuan natap tajam pemuda itu. Dilihatnya kalau Hisao begitu ingin menatap hantu itu tapi juga takut. Dan kemudian ia menyadari kekuatan yang ini dan b agaimana ia bisa memanfaatkannya. "Kau telah memaafkanku. Ada orang lai Maya menoleh ke samping dan melihat perempuan itu. ijinkan aku menyen tuhmu. menund . potongan rambutnya pendek. Hisao mendekat. mungkin sembilan belas atau dua puluh tahun. Perempuan itu berseru memanggilnya. Sepeninya pemuda itu berusaha melihat sesuatu di belakang Maya . tapi ia n lagi di kamar itu.Waktu sejenak itu memberi Maya waktu untuk meraih kembali kendali diri dan konse ntrasinya. Jadi ini yang dimaksud Taku. Bau busuk dan jamur rtahankan: bulu si kucing menyesakkan napasnya. menyeberangi sisi seberang dunia fa na. Tangan itu melembut berbentuk melengkung yang ingin sekali mengelus bulu si kucing. dan mendengarkan suara berbisik.

" ujarnya. Sentuhan Hisao menyatukan sesuatu di dalam diri mereka. "Gadis itu menyembuh¬kanmu!" Mereka berdua tidak mengacuhkannya. "Cepat! Ketua sudah datang!" Hisao mengangkat tangannya. berganti-ganti memandang kedua orang. "Akhirnya!" ujarnya. "Sekarang maukah kau mendengarkan Ibu?" Tangan Hisao masih di atas kepala si kucing. Ia mematuhi keinginan si kucing. Hisao tercekat. Pemuda itu tengah menatap¬nya. berdiri di teras. "kau sudah baika n. rasa takut melihat sedikit kekuatan yang bangkit. jalan yang dirinya dan Hisao harus lalui bersama. tapi Hisao menangkap lengannya. Ia merasa¬kan penderitaan saudaranya itu seolah berada di kepalanya send iri: lalu berkurang. Maya kembali ke wujud aslinya dengan rasa lega.uk¬kan kepala serta merebahkan telinga. dan membiarkan Hisao membelainya. meski ia membenci pemuda itu dan ingin membunuhnya. ia bisa merasakan cengkraman Hisao s ampai ke tulang sumsumnya. "Katakan padaku." serunya. bergelayut ketakutan yang sama. Halaman 262 dari 600 . Di tepi kesadaran Maya. Maya merasakan kebingungan pemuda i tu: rasa lega karena penderitaannya telah sirna. melalui mata Hisao: pandangan setengah buta. rasa takutnya memasuki dunia alam baka. kumparan c ahaya bak roda bergerigi dari alat penyiksaan. Maya melihat. "Jangan pergi. Noriko memanggil-manggil dari luar. "Ibu?" Hantu itu bicara. Ia i ngin pergi dari pemuda itu. jalan yang terbentang ke depan yang tak ingin ia ambil. tatapannya kagum dan lapar. dan Hisao ber¬kata. Apakah kau melihatnya?" Noriko.

"* Dia akan bilang pada Akio. Hisao menggapaikan tangan dan kucing itu menghampiri. Aku harus pulang."* Tentu saja aku melihatnya. "Dia i tu ibumu. "Dia it u ibumu. ak u harus pulang. tapi segera setelah kembali ke kamar s empit. Entah dia akan membun uhku atau mereka akan memanfaat¬kan aku untuk mela wan Ayah. Kala itu malam gelap pekat. oleh sebuah perintah. udara terasa lembap. tapi di antara mereka mengalir kerinduan akan kedekata n serta sentuhan kasih sayang yang dibutuhkan hewan itu. Tanpa bicara kepada Noriko. Kucing itu berjalan dengan mudah¬nya melewati layar kasa dan dinding menuju bengkel tempat api penempaan menyala semalaman. sekujur tubuhnya terasa sakit karena kelelahan. Leher dan rambutnya terasa lemb ap karena keringat. seolah merindukan sentuhan dan belaiannya. Maya tidur nyenyak selama berminggu¬minggu. dan si kucing menjilati pipinya dengan lidah ka sarnya. Akio akan tahu tentang si kucing. Tapi sentuhan tangan majikannya mem¬buat si kucing enggan pergi. Data nglah kepadaku."Tentu saja aku melihatnya. Dia akan ceritakan semuanya. Telinga si kucing berdiri tegak. pikir Maya. seolah ditarik paksa keluar dari air. serta semua rahasia lain yang disim pan orang mati dari mereka yang masih hidup." sahut Maya seraya menyelinap melewati Hisao. b ertentangan dengan keputusannya. Kelopak matanya terasa makin bera t. kepalanya berputar." sahut Maya seraya menyelinap melewati Hisao. Dan Maya ingin. berjalan di antara dua dunia dan berbicara dengan hantu. Pemuda itu tel ah menemukan tempat yang cocok dan tidak ada orang yang meng¬ganggunya. aku akan memperingatkan Ibu tentang Zenko dan Hana. Ia tak ingin merasakan bulu tebal si kucing. . dan dia ingin agar kau mendengar¬kannya. dan dia ingin agar kau mendengar¬kannya. Aku harus melarikan dirinya. bagaimana rasanya mati. Ia ingin tahu apa yang mereka ketahui. ia berbaring di lantai dan langsun g tertidur lelap. Maya terbangun. Tak satu pun dari keduanya bicara. tapi majikannya memanggil¬n ya: si kucing harus menemuinya. Pemuda itu membelai. kelelahan yang menggiurkan menye¬limuti dirinya. selagi Noriko bergegas kembali ke kamar y ang terkunci. Pa ra penghuni rumah sudah terbiasa melihat Hisao berada di situ saat dini hari.

"Perlihatkan wujud aslimu. tangan pemuda itu masih di teng kuknya." sahutnya." "Aku adalah penguasanya: tapi aku tak tahu sebabnya atau bagaimana caranya. Hisao mengangkat lentera lalu menatap. dan menenangkan suara-suara Halaman 263 dari 600 . Rasanya menyenangkan se¬kaligus menjijikkan.Setelah agak lama. asap membuat matanya pedih. Tak satu pun dari mereka bicara. Ia terus menunduk. Akhirnya Hisao berkata. Tidak bisa dilihatnya ekspresi wajah Hisao dalam keremangan cahaya. seakan tak ingin kembali ke dunia manusia yang penuh dengan kata-kata. "Mengapa kau datang sebagai kucing?" "Aku membunuh seekor kucing dengan tatapan maut Kikuta." Maya tersadar kalau ia berdempetan dengan Hisao. Kuci ng itu mengurangi sakitku. Ia melepaskan diri dari pelukan Hisao . Hisao berkata. dan rohnya merasuki diri ku. saat ber¬samaku. Bara api meretih. tak ingin menentang ta tapan pemuda itu. tapi Taku telah membantuku mengendalikannya. "Tak seorang Muto pun tahu bagaimana menghadapinya.

"Kau tahu kalau kita bersaudara?" tanyanya. Hisao tidak mirip ayahnya. menjauh dari cahaya lentera." Hisao tertawa dengan ser ingai yang dibenci Maya." Kini Maya bisa melihatnya dengan lebih jelas. tapi ayahku pernah membunuh seekor kucing di depan mataku karena aku menyukainya kau bukan kucing itu kan?" Maya menggeleng. tapi melihat dengan jelas dan tanpa perasaan terharu pada k ematian Taku. "Kau sudah lihat bagaimana senjata ini menghabisi Muto Tak u. tapi senjata ini lebih kuat ketimbang ilmu sihir. dan kulitnya memiliki tekstur dan warna yang sama. penuh kehormatan. Berjanjilah kau akan tinggal bers amaku. Aku memerlukan dirimu bersamaku." Takeo melirik ke arah Maya. Aku suka kucing. "Dia itu penyihir. dan merasa jijik pada dirinya sendi ri atas keinginan dan ketentraman yang dirasakan kucing itu hingga tunduk pada Hisao. "Dia itu ibumu? Hantu perempuan itu? Itukah sebabnya kau bisa melihatnya?" "Bukan. lalu b erkata dengan nada kejam yang disengaja. Seketika Maya teringat kenangan akan masa kecilnya payung pelindung sinar matahari dan cairan unluk membuat kulit lebih terang: betapa bodoh dan sia-sianya semua itu sekarang. tidak mengkhianati siapa pun. tapi ayah kita sama. Tiba-tiba ia membenci pemuda itu lagi. ibu kita berbeda. "Aku dan ayahku akan membunuhnya." Hisao meletakkan lentera kembali di atas lantai dan berusaha menarik tubuh Maya lebih dekat lagi. aku tidak bisa be rhenti memikirkanmu. Aku suka kucing." Maya tidak menjawab. atau de ngannya atau Miki. "Ayahmu adalah Otori Takeo. Laki-laki itu mati dalam pertarungan. "Aku pasti sangat menyukaimu. namun rambutnya yang mengkilap mirip dengan rambut mereka. dan tidak seorang pun berhasil mendekatinya. yang kami sebut si Anjing." Hisao menjauh.hingga aku bisa mendengarnya. Tidak ada yang harus disesali dari . Taku dan Sada mati bersama." ujarnya. Cahaya berkilat di laras baja hitam senjata itu. Maya menolaknya. tapi ayahku pernah membunuh seeko r kucing di depan mataku karena aku menyukainya kau bukan kucing itu kan?" ingga aku bisa mendengarnya. dengan nuansa warna madu. dan mengeluarkan senjata api kecil. "Aku tetap menyukaimu. Wajah Hisao mengkerut.

Kau tidak tahu bagaimana seharusnya sikap ayah pada anaknya. "Dia menyembunyikannya dari semua orang. Udara terasa panas: Maya bisa merasaka n peluh di dahinya. Dia membutuhkan diriku." "Dia sayang padaku. Ia merasa kehausan. ag ar kau tidak membunuh ayahmu sendiri. "Akio memperlakukanmu dengan kejam." sahut Hisao. menganiaya dan berbohong padamu. Umpan Hisao tak membuat¬nya terpancing maupun melemahkan diri¬nya. Dia bukan a yahmu. "Bukankah sudah kukatakan padamu untuk mendengar kannya? Ibumu akan mengatakan yang sebenarnya kepadamu. maka aku akan mendengarkannya." sahut Maya. Aku tak pernah terbebas darinya." katanya begitu pelan hingg a Maya hampir tidak bisa mendengar suaranya." ujar Maya. "Jadilah kucing lagi. "Itu sebabnya aku berusaha membunuhmu." Keraguan dan kemarahan terdengar dalam suaranya." Halaman 264 dari 600 ." "Tanya pada ibumu." bisik Hisao. Saat dia ingin bicara maka rasa sakit itu menyerang¬ku. Kadang dia diam saja." Kemudian keadaan hening dalam waktu lama. "Apakah ibumu ada di sini?" "Dia selalu ada di sini. "Dia terikat pada diriku oleh seutas tali . tapi aku tahu. "Lord Otori adalah ayahmu. seperti dulu aku pernah terikat pada tubuhnya. It u tidak terlalu buruk." "Akio adalah ayahku.kematiannya.

dan kemudian. memaksa Ibu minum racu n. "Aku akan men dengarkan. "Nak. membelai rambutnya. "Aku tidak memiliki kemampuan Tribe apa pun. dihia si dengan daya tarik yang tak bisa ditolak Maya. "Biarkan Ibu menyentuhmu. Bahkan melihat semua kemampuan ini pun membuat perutku agak mual." ujar Maya. Saat si kucing ingin muncul dan aku menolaknya. membuat hewan itu menunjukkan cakar nya. Gadis itu merasakan tubuh si kucing meregang dan mel entur dengan keinginan yang kuat. Tapi tidak begitu dengan si k ucing." "Aku ingat. Mereka. si kucing berbaring di s ebelahnya dengan kepala di bawah tangan Hisao. membara makin terang." Jemari kurusnya menyentuh dahi Hisao."Karena kau berusaha melawan dunia arwah. bicara lebih keras. "Tetaplah di dekatku. "Hal yang sama terjadi pada ku. apa pun yang ingin kau katakan. "Ibu tak sanggup meninggalkanmu. Aku tidak bisa menggunakan sosok kedua." Bara api penempaan dan cahaya lentera meredup dan berkelap-kelip saat angin hang at dan berbau busuk tiba-tiba ber¬hembus meniup debu di lantai. suaranya gemetar. setelah mematuhi perintah Ketua dan memasu kkan dengan paksa pit beracun ke mulut Ibu." Hisao berkata. meng¬gerakkan debu dan membuat dau n jendela bergemeretak. ." bisiknya. biarkan ibu me melukmu." bisiknya. Aku tidak seperti ka u." Hisao tidak menyadari kalau suaranya berubah dan menjadi seperti hipnotis. Mereka menyaksikan Ibu mati dengan jiwa dan raga yang menderita. matanya yang keemasan tidak berkedip. Akio mem-bunuh Ibu karena dia membenci ayahmu. Kala itu usia Ibu baru dua puluh t ahun." Karena kau berusaha melawan dunia arwah. melayang. "Hal yang sama terjadi pad aku. Aku tidak bisa menggunakan kemampuan menghilang. Tapi mereka tidak memisahkan diri Ibu darimu. merasakan tekanan paling lemah saat ibunya memeluk dirinya." ujar Maya." kata sang ibu. Mereka menangisi kepergian Ibu dengan cinta. aku juga kesakitan. Ibu tak ingin mati. Dia membuatku nyaman dan kuat. menerangi arwah perempuan saat mendekat. "Dulu Ibu suka memelukmu seperti ini saat kau bayi. Tangan Hisao menggosok-gosok bulu si kucing. Hisao menarik tubuh si kucing yang lentur itu lebih mendekat dan membelai-belai bulu-bulu tebalnya. aku juga kesakitan. Saat si kucing ingin muncul dan aku menolaknya. Kotaro dan Akio. Kemudian api makin ber¬kobar. Hisao duduk diam tak bergerak. dan Hisao merasakan sosok tub uh ibunya begitu dekat.

tenggorokannya ter cekat. Kau adala h penguasa alam baka. Pertama Ibu. aku tidak bisa mengubahnya sekarang. "Ibu sudah mati. Tapi mereka tak menyangka kalau Ibu akan mencintainya. agar Ibu mengandung dirinya. Takeo adalah ayah kandungmu." sahutnya. Hisao belum sepenuhnya memahaminya. Mereka memerintahkan Ibu agar tidur dengannya. "Hanya orang hidup yang berbohong. bulu-bulunya tegak berdiri. kini mereka akan memanfaa tkan dirimu untuk membunuh ayah kandungmu. dan kalau kau akan dilahirkan hasil dari cinta. Tangan Hisao memegang erai lehernya." "Kau tidak mengenal siapa dirimu? Tak ada lagi orang Tribe. Ibu akan ceritakan apa yang dikatakan kakekmu saat kematian¬nya." "Bohong." sahutnya. Ibu mematuh i mereka." "Aku membenci si Anjing seumur hidup¬ku. Maya mengingat-ingat kembali saat mendengar si arwah meng¬ucapkan semua kata-kata ini: tengkuknya bergidik." *** Lama setelah kejadian itu. Mereka berusaha menghancurkan kita semua. tapi Maya ingat kata -kata Taku: Halaman 265 dari 600 . mem andangi kegelapan yang pucat perlahan berubah terang. Ibu mencintain ya. ketika kembali ke kamarnya dan berbaring terjaga."Siapakah ayahku?" "Gadis itu benar. dari lima keluarga. yang bisa mengenali dirimu. lalu kau pun akan mati. Dia memang adikmu.

dan sewaktu Noriko membawakannya nasi dan sop untuk makan pagi. dan d irinya sebagai si kucing. Diingatnya suara-suara hantu y ang guasa alam baka adalah orang yang bisa berjalan di antara dua dunia.penguasa alam baka adalah orang yang bisa berjalan di antara dua dunia. ia tidak terlalu berselera. memberinya kekuatan untuk menguasai mereka. "Shizuka ada di Hofu?" "Dia datang untuk memakamkan putra bungsunya. Arai gusar dan segera pulang ke rumahnya menyiapkan pasukannya untuk berperang. pikir Maya. dan ia merasakan keinginan itu memikat sekaligus berbahaya. Ia tidak terlalu memahami bagaimana perasaan Hisao yang sebenarnya atas laki-laki yang selalu dip ercaya sebagai ayahnya: gabungan antara cinta dan kebencian. Ia merasakan kuatnya keinginan Hisao itu. Seharusnya aku senang." "Bepergian? Aku akan pergi kemana?" "Lord Arai akan kembali ke Kumamoto. Tapi Hisao tak ingin Akio tahu itu. serta tuntutan mereka untuk balas dendam. sepertinya habis menangis." Noriko gemetar. dan kabarnya dia sudah tidak waras . Maya mengenali perasaan seperti itu karena ia merasakan hal yang sama pada pemud a itu. Ia tidak tidur. b elum. Ketua harus menemaninya. juga takut. Orang-orang menyalahkan Lord Arai -serta menuduhnya terlibat dalam kematian Taku." Matanya penuh dengan air mata dan disekanya dengan lengan jubah. "Seharusnya aku t idak mengatakan ini. Hofu sedang gempar. sebelum Lord Otori kem . "Dan setelah itu kau harus bersiap untuk bepergi an... lalu bertanya. memiliki kekuatan semacam itu? Dan bagaimana Akio bisa m emanfaatkan dia bila tahu itu? Hisao tak ingin Maya meninggalkannya. meremehkan serta iba. Tapi bagaimana Hisao. dukun yang mampu menenangkan atau menghasut orang yang sudah mati. Diingatnya suara-suara hantu y ang berdesakan di sekelilingnya pada malam menjelang Perayaan Oban. penguasa mereka." Bersyukurlah dia akan pergi jauh darimu. "Hisao sudah cukup sehat untuk beper gian. dukun ya ng mampu menenangkan atau menghasut orang yang sudah mati. dan Hisao juga. di tepi pantai d i depan rumah Akane. Mereka mencari Hisao. Mata Noriko merah. Mereka pasti mengajakmu. Muto Shizuka tengah ber puasa di Daifukuji dan hanya diberi makan oleh burung. "Kau harus makan. dirasakannya penye¬salan atas kematian mereka yang kejam dan tidak pada wak tunya." ujar Noriko. pem uda yang kejam dan brengsek ini.

"Aku harus mem¬bawa semua ini ke dapur. ia belum pe rnah ke sana. Hofu berada di Negara Tengah dan setia pada Otori ia me ngenal kota itu dan tahu jalan pulang. sudah dikirim ke Hagi untuk menjamin kesetiaan ayah mereka. Sedangkan Kumamoto jauh di wilayah Barat. Begitu sampai di sana." Noriko mengangkat mangkuk. "Aku memberitahumu hanya karena kau sudah menolong Hisao." "Omong kosong apa yang kau katakan! Kau tidak tahu apa-apa tentang hal ini!" May a menyembunyikan ketakutannya dengan kemarahan. pikirannya berpacu kencang. ia tidak akan punya peluang kabur. "Aku ta kkan mengatakan apa-apa lagi. dan bahwa Z enko takkan ragu-ragu menekan ayahnya." ujar Noriko saat kel uar. Halaman 266 dari 600 .bali dari Miyako. Sunao mi dan Chikara. Ia tak ingin membiarkan mereka membawanya ke Kumamoto." "Apa itu salahku kalau kau makan begitu lambat?" "Lagipula aku juga tidak lapar." Gadis itu mengatupkan bibir rapat-rapat. Kudengar Lo rd Arai akan mengirim pengawal." sahut Noriko. Maya mengangkat mangkuk sop dan menghabiskannya. marah dan ter singgung." "Aku belum selesai makan. "Kapan kami akan pergi?" tanya perlahan." "Kumamoto jauh dari sini. "Begitu Ketua dan Hisao siap. Kau akan sudah di jalan sebelum siang. Ia tahu kalau kedua putra Zenko.

Ketika melihat. dilewatinya bangunan bengkel dan merasakan kehadiran Hi sao di sana. di jalanan. Miki ada di luar. Mereka bisa pergi ke Hagi bersamasama. dia berseru. Ia mengubah wujud menjadi kucing dan melewati dinding. Seorang perempuan di beranda berusaha menghalaunya dengan sapu sewaktu Maya berl ari melewatinya. saat berjalan tanpa berpikir. Ia harus kembali kepadanya. Ini mungkin nyata: Shizuka pasti mengajak Miki begitu mendengar kematian Taku. ia hanyut dalam mimpi y ang terjaga. U dara terasa semakin panas. ia lapar dan lelah. ia lapar dan lelah. Ini mungkin nyata: Shizuka pasti mengajak Miki begitu mendengar kematian Taku. dengan tangan terikat mungkin. . dengan tangan terikat mungkin. tapi kaki kucing itu terasa berat. aya tahu ia hanya punya sedikit waktu untuk mengambil keputusan. si kucing tidak akan meninggal¬kannya. Mereka datang untuk mencarin ya. dan tekadnya melemah. ia hanyut dalam mimpi y ang terjaga. terus berlari melintasi halaman. dan dari jalanan di depan-nya terdengar olehnya derap kuda mendekat. Mereka pasti m embawanya dengan disembunyikan. Ia tidak ingin berpikir lagi karena hanya akan membuang-buang waktu. Mereka pasti me mbawanya dengan disembunyikan. Maya sadar dari sudut matanya melihat sosok samar yang tak kelihatan. dan sosok itu me miliki ketajaman yang luar biasa hingga memutuskan keterkaitan antara mereka berdua. Si kucing mendengarkan majikannya. Mereka bisa pergi ke Hagi bersamasama. saat berjalan tanpa berpikir. Secepat bi lah pedang. mereka bisa pulang ke rumah. Jangan sampai dia mclihatku. Ia mulai mengukur kamar itu dengan jarak langkah. sesuatu melesat di antara kucing itu dan Hisao. Mereka datang untuk mencarin ya. dari seberang jalan. Hisao memanggil lagi. U dara terasa semakin panas. Dia tidak akan membiarkan aku pergi Gerbang belakang terbuka. ia bisa saja mengecoh penga wal Zenko tapi takkan bisa lolos dari Akio. Maya terbangun kaget. ta pi ketika sampai di dinding sebelah luar.Maya tahu ia hanya punya sedikit waktu untuk mengambil keputusan. Miki ada di luar. "Kembali!" Ia merasakan kekuatan perintah itu. la menoleh ke belakang dan melihat Hisao berlari dengan senjata di tangan. ia bisa saja mengecoh penga wal Zenko tapi takkan bisa lolos dari Akio. tidak berusaha sembunyi¬sembunyi. Maya terbangun kaget. matanya mencari-cari di halaman. dan melihat Miki berada di gang di belakang rumah. Ia mulai mengukur kamar itu dengan jarak langkah. dan melihat Miki berada di gang di belakang rumah. mereka bisa pulang ke rumah. Ia sudah berada di luar.

Hisao berteriak dari gerbang. meski ada kekagetan dan kekecewaan karena ia pergi begitu cepat."Maya. "Maya!" dan saat itulah Maya mendapatkan kek uatan untuk berubah wujud. ketika bangsawan itu datang meng ucapkan selamat jalan. dan selagi pengawal Lord Arai datang dari sudut jalan.* Keberangkatan Takeo dari Miyako dilepas dengan upacara dan kegembiraan yang lebi h besar. mereka berlari tanpa terlihat memasuki jalan-jalan kota pelabuhan yang sempit dan berli ku-liku. "Kurasa aku ada alasan mendesak untuk pulang. Miki. "Melesat ber¬cahaya melintasi langit musim panas. Halaman 267 dari 600 ." ujar Lord Kono. Kedua gadis itu menghilang lagi. atau menyebut kan kematian Taku. berdiri di sampingnya. Adik kembarnya i tu memegang eraterat tangannya. tapi bangsawan itu tidak menunjukkannya." sahutnya. sekarang kelihatan. tapi suaranya hanya suara anak laki-lak i." Takeo ingin tahu seberapa tulus pujian ini. "Kemunculan Anda ibarat komet. karena orang biasanya percaya kalau komet merupakan pertanda buruk datangnya kehancuran dan kelaparan." didengarnya Miki memanggil. Maya tidak harus mendengarkannya lagi. seraya memikirkan kalau Kono mungkin sudah tahu apa alasannya.

Mendesak agar tinggal lebih lama lagi atau jika Lord Otori benar-benar harus kembali ke Tiga Negara. Perbatasan wilayah Timur akan aman dari serangan. sama saja. agar setidaknya mening galkan Lady Maruyama untuk menikmati indahnya musim panas di ibukota. tanpa dukungan Saga. tempat dia mengatur jamuan makan perpisahan. kemudian menghadapi Zenko dengan tegas." "Apakah aku mendapat jaminan dari Lord Saga?" "Tentu saja! Kita sudah mengumumkan kesepakatan yang mengikat. Mendesak agar tinggal lebih lama lagi atau aga Hideki bahkan lebih tak bisa berkata¬kata karena terkejut dan merasa tidak sen ang akan kepergiannya yang mendadak itu. dari semua pe njelasan tentang keindahan yang perlu mereka lihat sebenarnya tidak bagus. "Orang asing. Ia nyaris tidak men¬duga bisa pulang membawa kemenangan besar seperti ini. Zenko bis a disembuhkatt . Ibukota diland a hawa panas." "Lord Kono menghabiskan banyak waktu bersama kami. Takeo meras a semangatnya bangkit. "Masih banyak yang perlu kita bicarakan aku ingin tahu cara Anda memerintah Tiga N egara. Anda tidak perlu khawatir. Keadaan sudah berubah sejak saat itu. kaum barbar. Ia tidak ingin Shigeko menderita dalam kondisi seperti itu. Saat jamuan selesai dan mereka akhirnya mengucapkan selamat tinggal. Dia pasti sudah melapor¬kannya kepada Anda." "Kami menyebutnya orang asing." Saga mencodongkan badan dan bicara dengan penuh rahasia. Saga menaikkan alisnya. bertemu Kaede dan putranya.Saga Hideki bahkan lebih tak bisa berkata¬kata karena terkejut dan merasa tidak se nang akan kepergiannya yang mendadak itu. apa yang menopang kemakmuran dan kesejahteraan kalian. "Lord Kon o mendapatkan sebagian besar informasi¬nya dari Arai. Ia ingin sekali pulang. dan hujan plum yang bisa terjadi kapan saja membuat udara menjadi lembap dan berjamu r. bagaimana cara Anda menghadap i kaum barbar. dan juga persekutuan yang tulus dengan Sa ga." Takeo berani membetulkan perkataannya. Membawa dukungan dan pengakuan Kaisar. Lord Saga memberi kehormatan dengan menemani mereka selama minggu pertama perjal anan sampai di Sanda." Takeo bersikeras menolak bujukannya dengan sikap sopan yang tegas." "Lord Otori. merasakan d ingin angin laut di Hagi. Kita adalah sekutu dan tak lama akan menjadi kerabat.

kuda Taku. sampai ke Sand a. "Bila ada bukti keterlibatannya dalam kematian Taku. demi Shizuka.dari ambisinya dan menerima kenyataan sahnya pemerintahan Takeo." Halaman 268 dari 600 . mati bersama majikan¬nya. kini Hiroshi menunggang kuda tu a miliknya. dengan formalitas besar. "Tapi tidak jelas apakah dia juga mati ditembak. anak Raku." sahu t Takeo." t utur Hiroshi kepada Takeo saat mereka berkuda berdampingan. maka aku akan membiarkannya tetap hidup." Takeo melakukan perjalanan dengan tandu. langit tak berawan. Hiroshi yang menungganginya karena kuda itu menjadi terlalu bersemangat da n sulit dikendalikan bila tidak ditunggangi setiap hari." Hari itu cuaca panas. maka dia akan dihukum. "Aku ingat dengan jelas saat pertama kali kita lihat kuda-kuda jantan itu. kuda-kuda berkeringat selagi jalan sem akin menanjak menuju tanah lapang yang masih kelihatan jauh. "Gadis itu. Mereka adalah pertanda pertama bagiku akan kembalinya harapan. bahwa kehidupan senantiasa bermula dari kematian. Keri. Tapi bila memungkinkan. menceritakan kalau Ryume. Sungguh lega Saga sudah pergi dan membuatnya bisa menanggalkan jubah indahnya lalu menun ggang Tenba lagi. Mai. "Kau langsung mengenali kalau mereka adalah anak-anak Raku.

namun tepat saat Hiroshi bicara. halilintar berge-muruh dan petir ber kilatan di langit tiap malam. "Dia merindukan kirin. dan membelokkan pelana untuk memandang ke arah belakangnya. Sewaktu bulan baru di bulan ketujuh muncul di ufuk timur. "Sempat terpikir olehku. "Untungnya kuda Otori tidak menunjuk¬kan tanda-tanda kematian. seraya meringkik keras. dan ikatan di antara mereka berdua semakin kuat." ujar Hiroshi pelan." "Dia akan menjadi liar dan tidak bisa dikendalikan di Miyako." Shigeko. datang men g hampiri mereka. dan lega karena hawa panas makin menyengat. "Dia masih menjadi tantangan: kau takkan bisa mengabaikannya." ujar Hiroshi." Hiroshi melirik k e arah Shigeko. tapi aku tidak ingin berpisah dengannya. "Kau terlalu cepat bicara." ujat Takeo. pengurus kuda khawatfr' mereka makan pasir atau cacingan. Satu atau dua kali ia bermimpi. Gemba menjadi sangat pendiam. "Sesuatu membuatnya kesal." 'Tenba menantang untuk dijinakkan. Lalat penghisap darah mengganggu manusia dan hewan di malam hari. tapi tetap tidak turun hujan. Tenba dijinakkan dengan kelembutan." ujar Shigeko." ujar Takeo. . yang sedari tadi berkuda di akhir arak-arakan bersama Gemba. di bawa h bimbingan tangan ahlimu. "Mungkin sebaiknya kita tinggalkan saja dia bersama kirin. Bulan purnama di bulan ke¬enam sudah berubah . tapi ternyata hasilnya baik-baik saja."Aku merindukan Ryume hampir sebesar rinduku pada Taku. kuda itu mengibask an kepala dan berputar ke arah mereka datang. sering¬kali saat terbangun di malam hari Takeo melih at dia sedang duduk tanpa ber-gerak: bermeditasi atau berdoa. seraya mengarahkan kuda itu kembali dala m kendalinya dan memaksanya agar bergerak ke depan lagi. kurasa mereka makin berkembang." Tenba terus gelisah. ku merindukan Ryume hampir sebesar rinduku pada Taku." ujar Hiroshi pelan." Tenba berderap cukup tenang. Takeo takut kalau mereka harus melewati jalur peg unungan paling tinggi dalam keadaan hujan. tapi mesti kuakui aku sangat senang dengan Tenba. tapi Takeo menikmati tantangan untuk membujuk Tenba agar te nang. Kuda¬kuda semakin kurus. Kukira aku tak akan memiliki kuda seperti Shun lagi. tapi tidak membawa hujan yang diharapkan. kini tidak bisa ditangani dengan kekerasan. Tentu saja.

mereka sudah tak jauh dari Jal ur Rajawali: kurang dari sehari perjalanan. dan terbangun dengan seruan salah satu pengawal. Takeo tidur sedikit. Hutan semakin lebat di sekitar jalur itu. Gemba pernah berkata.atau membayangkan Makoto. melakukan hal yang sama. Mimpi-mimpi Takeo menggam barkan benang putus dan peti mati kosong. Matanya ter¬b uka. Rasa sakitnya yang berkurang selama perjalanan. seperti biasa. Sebelum bulan mencapai seperempat bagian pertama. Halaman 269 dari 600 . Sakai Masaki yang berjalan lebih dulu untuk mengintai. nun jauh di Terayama. pohon ek serta hornbeam. Ada yang tidak beres. dengan pohon cedar dan pinus di lereng yang lebih tinggi. diperintahkannya a gar kecepatan perjalanan ditingkatkan: mereka bangun sebelum matahari terbit dan berkuda di ba wah cahaya bulan. kini terasa lagi. lebih sakit dari ya ng pernah dirasakannya. Mereka berkemah di bawah pepohonan. air melimpah karen a ada mata air. Dengan desakan yang hanya setengah dipahaminya. manusia tanpa bayangan . dan ia merasakan itu dalam aliran darah dan t ulangnya. tapi makanan yang mereka bawa menipis. lalu melihat kirin. pertama ke barisan kuda. burung¬burung baru mulai berkicau. "Lord Otori!" Saat itu matahari baru akan terbit. melaporkan. cermin tanpa bayangan. mengira masih bermimpi: ia melihat sekilas.

kakinya meregan g keluar.Hewan itu berdiri di samping Tenba. "Ya. Tenba meringkik pelan melihatnya." "Sudah terlambat. mengisi ember dengan air dan membiarkan kirin minum. kemudian mulai membasuh dar ah kering di badannya. "Apa artinya ini?" tanya Takeo dengan gempar. serta menjilati tangan Hiroshi dengan lidah abu-abu panjangnya. kirin memang disambut sebagai pertanda restu dari Surga. seolah hewan itu berjuang melepaskan diri. menatap putrinya selagi menenangkan dan membelai kirin. "Itulah yang kutakut¬kan. lututnya berdarah. Pemuda itu pergi ke mata air. kepalanya dekat dengan kuda-kuda. kepalanya dekat dengan kuda-kuda." sahuinya." tutur Gemba. kita tak bisa menyerahkannya pada Kaisar dalam kondisiseperti ini. Takeo berdiri. tubuhnya terasa kaku dan pegal. "Kin . dan di lehernya ada bekas luka gesekan tali. bagian belakang k aki kirinya tidak apa-apa. Kulitnya mengkerut dan gemetar tapi tetap berdiri tenang. "Lihatlah. dan seketika itu juga kirin dikerumuni. Seharusnya kita tinggal lebih lama. Dibayangkannya hewan itu lari meli ntasi daerah yang tidak dikenalnya." "Dia takkan sanggup bertahan dalam perjalanan. leher panjangnya membungkuk. tanda putihnya berkilau menakutkan ditimpa cah aya keabuabuan." lanjutnya dengan suara pelan. langkah panjangnya yang canggung. Kulitnya tergores di mana-mana. "Bagaimana hewan ini bisa kabur? Apakah mereka melepasnya?" Shigeko menjawab. "Kirin kembali?" pekiknya. Hewan itu menunjukkan semua tanda gembira karena berada di antara mereka: menggosokkan hidungnya pada Shigeko. ketakutan dalam kesendiriann ya. Seruannya membangunkan yang lain. Ayah. kakinya meregang keluar. Hiroshi yang tidur tidak jauh dar inya sudah lebih dulu berdiri. tanda putihnya berkilau menakutkan ditimpa cah aya keabuewan itu berdiri di samping Tenba. leher panjangnya membungkuk. me mastikan agar kirin senang. "Kaisar pasti merasa ter hina karena hewan ini kabur." sahut Hiroshi setuju. "Haruskah kita meneruskan perjalanan dengan membawa kirin? Atau haruskah kita mengirim semacam ganti rugi ke Miyako?" Sejenak Takeo berhent i bicara. biarkan aku yang mengembalikannya. "Apa artinya ini?" tanya Takeo pada Gemba setelah hewan itu diberi makan dan per intah dikeluarkan agar perjalanan segera dilanjutkan.

Mustahil bisa diramalkan atau mencegah semuanya." "Apa yang harus kulakukan?" "Bersiap untuk berperang. Aku bukan penyihir atau dukun. "Peristiwa keji seperti kematian Taku telah melepaskan semua rangka ian peristiwa: ini pasti salah satunya." Diulurkan tangannya dan me¬nepuk bahu Takeo. Sudah kuk atakan sebelumnya bahwa ada yang tidak beres." Halaman 270 dari 600 . Tidakkah ka u tahu yang satu ini?" "Segala sesuatu ada sebab dan akibat. dengan cara yang sama Shigeko menepuk kirin. kurasa. "Atau mencabut nyawamu se ndiri. namun keseimbangannya terputus.i hewan itu menunjukkan kalau dia lebih memilihmu ketimbang Paduka Yang Mulia. kemenanganku. Pasti akan di anggap sebagai peng-hinaan yang luar biasa. "Istriku?" "Aku tak bisa mengatakan rincian semacam itu." "Kau tahu segalanya hasil pertandingan." sahut Gemba tenang. "Maaf. Yan g kutahu hanyalah sesuatu yang menahan jaring yang rapuh telah terputus. bila kau pikir itu lebih baik. Aku berusaha mempertahankan keseimbangann ya." sahut Gemba. tidak sanggup memahami kata-katanya. penyerahan Jato. "Apakah telah terjadi ses uatu pada kedua putriku?" Dihelanya napas dalam-dalam." Takeo menatapnya.

Kini dilihatnya k alau semua upayanya akan hancur oleh kejadian yang tak ber¬aturan. dan pe nunggangnya adalah Lord Kono. aku senang berhasil menyusul Anda. beri aku waktu untuk menyampaikan pesan Lord Saga ." Kegelisahannya telah berubah men¬jadi kemarahan. tapi percayalah." balas Takeo. Kono melompat turun dari punggung kudanya. "Aku harus meminta Anda menunda perjalanan. dan kuda yang tengah berjalan menghampi ri meringkik balik selagi berjalan dengan santai di sekitar kelokan jalur dan mulai kelihatan . "Kurasa aku tak bisa menawarkan banyak untuk menyegark an diri. Tak eo mendengar derap langkah kuda dari kejauhan. Kono berjalan menjauh menuju pohon cedar yang sudah tumb ang hingga . "Lord Otori. Penampilannya yang tidak ber tenaga sirna sudah. aku tahu Anda meng¬anggapku sebagai musuh. Kami akan berada di seberang perbatasan pada tengah hari nanti. Tak lama kemudian kuda-kuda dalam barisan menaik-kan kepala dan meringkik. Ia percaya tak ada sat u hal pun yang bisa memperbaiki posisinya sekarang ini. Selama b erbulanbulan ia telah berusaha keras untuk bersabar dan mengendalikan diri. dan pada saat itu pula." desak Kono. "Bisakah diperbaiki?" Gemba tidak menjawab. laki-laki itu kelihatan kuat dan trampil." "Lord Kono. "Bisakah diperbaiki?" lut Takeo ter asa kering karena rasa takut. "Lord Otori. rasa suka kirin yang tidak terkendali pada kawannya ketimbang dengan orang asing. Mari. seperti saat pertandingan. Kami baru saja hendak melanjutkan perjalanan. "Mari bicara berdua saja." Takeo tidak peduli jika si bangsawan tersinggung. Hiroshi berlari ke depan untuk mengambil tali kekang sewaktu bangsawan itu meng¬he ntikan kudanya." Tanpa menunggu jawaban." ujarnya. perhatian ku pada Anda tulus dari lubuk hatiku. "Ada yang berkuda ke arah kita.Mulut Takeo terasa kering karena rasa takut. di atas hiruk pikuk persiapan. Takeo bisa merasakan kemarahannya memuncak di balik matanya. Ternyata itu salah satu kuda Maruyama pemberian Shigeko kepada Lord Saga." "Kurasa tidak ada yang perlu dibicarakan saat ini.

Tetap saja. Kaisar cukup gembira dengan hadiah-hadiah pemberian Anda. Tadinya Kaisar berharap bisa lebih mengenal Anda A nda membuat Kaisar ter¬kesan. peng¬hinaan ini tak bisa diabaikan. dan segera berbalik arah.seolah menyediakan tempat duduk yang alami. "Tentu saja. Suasana ibukota berubah dari gembira bah wa Kaisar direstui Surga menjadi ejekan. dan akhirnya dia berhasil lolos. Kaisar mengunjungi¬nya setiap hari. Tepian pegunungan tam pak hitam pekat ber¬lawanan dengan langit yang berkilauan. semua upaya kami untuk me nangkapnya gagal. "Kuberi waktu sampai matahari menyinari puncak gunung. Aku diperintahkan menyampai¬kan bahwa bila An da Halaman 271 dari 600 . Lord Saga berada hampir tid ak sampai sehari menunggang kuda di belakangku. terutama hewan ini. bukannya Kaisar dan Lord Saga. dan mereka sudah siap untuk kemungki nan semacam ini. Kaisar kemudian khawatir melihat kirin yang kian gelisah setelah kepe rgian Anda. ber¬lukiskan warna keemasan. tapi tentu saja. tapi hewan itu ketakutan." Kono berhenti sejenak. pasukan khususnya senantiasa siaga. Kekuatan telah di himpun. Kerabat Kaisar itu duduk dan memberi isyarat agar Takeo bergabung dengannya. Pasukan Anda kalah banyak dengannya. dan tidak mau makan selama tiga hari. "Ijinkan aku ceritakan apa yang terjadi. Kemudian dia kabur. bahwa ternyata Lord Otori-lah yang didukung Surga. Kemenangan dari kunjungan Anda agak mer edup dengan kepergian Anda yang lebih awal. Kami mengejarnya." ujar Takeo. Aku bertem u Lord Saga saat beliau meninggalkan Sanda. bahwa restu Surga berpindah. Takeo melihat sekilas ke timur.

. Anda dan keluarga Anda akan dihukum mati kecuali Lady Maruya ma. tapi menyesali keputusan Anda. dan m erebut Tiga Negara dengan paksa." u jar Kono. sesuatu untuk melampiaskan kemarahannya. yang Lord Saga harap bisa dinikahinya. Keadaan menjadi sunyi. Kuda itu enggan mening¬galkan kawan-kawannya. bawahanku dan adik iparku." "Bukankah sejak awal dia telah meren¬canakan akan seperti ini jadinya?" sahut Take o. ingin . tapi kurasa kau berniat j ahat padaku dan berusaha melemah¬kan diriku." "Aku tidak bisa mengatakan kalau aku terkejut. Anda dan keluarga Anda akan dihukum mati kecuali Lady Maruya ma. melompat ke atas punggungnya lalu menarik tali kekang dengan kasar untuk memalingkan kepala kudan ya. Mungkin kau merasa dengan cara tertentu akan dapat me mbalaskan dendam atas kematian ayahmu... Kau telah menghina dan menipuk u. Dua pengawal terdekat menarik pedang. Ia berharap melakukannya sendi ri. mestinya kau menantangku secara langsung. tidak berusaha mengendalikan amarahnya. ketimbang diam-diam bersekongkol dengan Lord Arai. yang Lord Saga harap bisa dinikahinya. "Saat itu tipuan dan ilmu sihir takkan bisa menyelamatkan Anda!" Kono berdiri. Kono menghentakkan kaki di bagian samping kuda itu." Wajah Kono yang sudah pucat makin pucat. dan m erebut Tiga Negara dengan paksa. Jika kau memang memiliki kehormatan atau keberanian sejati .tidak kembali bersamaku dan meminta maaf pada Kaisar: maka Anda harus bunuh diri a ku khawatir pilihan untuk mengasingkan diri sudah tidak ada lagi Saga akan memburu Anda. kuda itu bereaksi dengan melompat dan menendang. "Biarkan dia mengejarku: dia akan kaget atas y ang akan menantinya. "Kau sering menyanjungku. dan agak melawan." Takeo memotong perkataannya. "Anda harus tahu betapa aku mengagumi Anda. dan Takeo tahu semu a orang berharap ia memberi perintah untuk membunuh Kono. dan tanpa membungkuk hormat berjalan ke arah kudanya. Kau ular bermuka dua yang hebat." sahutnya. melemparkan b angsawan itu yang terjatuh dengan memalukan ke tanah. "Kita akan berjumpa dalam per¬tempuran." idak kembali bersamaku dan meminta maaf pada Kaisar: maka Anda harus bunuh diri ak u khawatir pilihan untuk mengasingkan diri sudah tidak ada lagi Saga akan memburu Anda.

dan kita masih bisa menghindari pe-perangan. Kemudian muncul masalah apa yang harus dilakukan dengan kuda beban. "Kirim Sakai pergi untuk memberitahu Kahei dan perintahkan dia bersiap untuk berperang.menghukum orang yang berada di bawah kakinya atas semua penghinaan. Tapi sesuatu mencegahnya untuk melakukan i tu. Takeo sadar. Kita harus berhasil menyeberangi jalur sempit secepat mungkin. Besok mungkin ia akan melihat putrinya be rtarung mempertahankan diri. Takeo mengambil kuda Shigeko. Dia takkan sanggu p mengikuti kita. "Hiroshi. serta mengingkari semua janjinya pada kita." sahut Takeo. "Ayah bisa menye¬lamatkanmu dan kirin hanya dengan cara menye rahkan diri pada Lord Saga. Akan kupastikan kirin tidak tertingg al. Para pengawal menurunkan pedang lalu menya¬rungkannya kembali. Ashige. Halaman 272 dari 600 ." ujarnya. ambil kuda Lord Kono dan bantu dia." "Maka tunggangilah Tenba. rencana jaha t dan pengkhianatan yang mengepung dirinya. da n hadiahhadiah mewah dari Kaisar dan Lord Saga yang mereka bawa. dan melihat wajah putrinya tercengang." tuturnya." sahutnya. "Dia kelelahan. "Shigeko." "Ayah. Saat didengarnya derap langkah kaki makin menjauh menyusuri jalan itu. kau akan menikah dengannya." Sebagai gantinya. dan menyuruhnya berjalan di depan bersama Gemba. "Saga telah menipu dan mengancam kita." sahut Shigeko tanpa ragu. Ayah akan bunuh diri. namun putrinya itu belum pernah membunuh satu makhluk hidup pun. Takeo ber paling ke arah Hiroshi dan berkata. "Mereka berdua akan saling memberi seman gat. bagaimana dengan kirin?" tanya Shigeko. seraya berpikir kalau putrinya akan lebih aman di sana ketimbang berada di belakang." "Kita tidak bisa lakukan itu. lalu berpaling agar tak lebih mempermalukan bangsawan itu." "Hewan itu harus bisa mengikuti kita bila tidak maka lebih baik dibunuh sekarang juga.

sedang mengejar kita." "Butuh berapa lama hingga dia bisa sampai di sana?" tanya Takeo." tutur Sakai. Hewan itu kabur karena merindukan kawannya. "Meski aku tidak percaya dewa mana pun bisa menolong kita saat ini. Ia berpikir betapa Kaede sangat senang atas itu semua. Aku suruh Kitayama mengitari tempat itu bila orang lain bisa melewatinya. "Semua benda itu adalah sesaji untuk dewa gunung. aku sudah memikirkannya sejak kita melewati jalan ini: perbatasan di depan kita dapat digunakan untuk bertahan meng¬hadapi pasukan Saga. Tapi apakah kini perbatasan itu tidak dij aga? Andai aku menjadi Saga. bersenjatakan panah dan senjata api." sahut Hiroshi." "Itu juga terpikir olehku. dan ketakutan mereka dipastikan tak lama kemudian saat Sakai kembali melaporkan bahwa jalur telah dipenuhi pasukan Saga yang bersembunyi di s ela bebatuan dan pepohonan. dan Takeo lebih suka baju zirah miliknya yang diurus oleh Kahei. bukan makhluk dalam dongeng. selagi mereka berkuda menjauh. Mereka mengibarkan pan ji-panji merah. Takeo menyesali kehilangan benda¬benda indah itu: jubah sutra. "Dengan teropong aku melihat pasukan Saga dari kejauhan. dan pasukan pertahanan Saga di perbatasan pasti juga sudah melihatnya. cermin perunggu dan mangk uk berpernis. "Begitulah cara manusia me nghadapi dunia. Baju z irah itu berat dan tidak praktis. akan kututup semua rute yang bisa kau lalui sebelum kau meninggalk an ibukota. Tandu pun ditinggalkannya." tuturnya pada Hiroshi. tapi tidak melihat ada ja lan keluar lain.Kuda-kuda itu tidak bisa mengimbangi jalan kuda lainnya merasa kalau Kaisar sudah terlanjur tersinggung dan tak bisa uda-kuda itu tidak bisa mengimbangi jalan kuda lainnya merasa kalau Kaisar sudah t erlanjur tersinggung dan tak bisa ditebus dengan apa pun." aku Takeo. Takeo memerintahkan agar bal-bal dan keranjang ditinggalkan di dekat kuil batu kecil d i tepi mata air. bahkan baju zirah berhias indah pemberian Lord Saga." "Ya. Apa artinya restu dari Surga? Kita tahu kalau kirin hanyalah hewan biasa." "Kini kirin sudah menjadi perlambang." "Kini bukan saatnya untuk bicara filsafat! Sebaiknya kita bicarakan tentang renc ana pertempuran. . maka dia juga bisa melewati¬n ya tapi dia harus mendaki gunung dan turun di sisi gunung yang satunya lagi sebelum mencapai tempat Lord Miyoshi. "Aku memanjat pohon dan melihat ke belakang ke arah Timur.

"Saat itulah kita bisa menembak mereka satu demi satu Anda dan Lady Shigeko harus berkuda denga n kecepatan penuh sementara kami melindungi kalian. sewaktu turun dari punggung T enba lalu mengambil tali kekang Ashige dari tangan ayahnya." "Ayah takkan pergi sendirian. "Ayah harus meminta kuda itu kembali. "Tapi mereka memiliki semua keuntungan dari tanah datar." "Terlambat untuk memberi kejutan: tapi bisakah kita mengecoh dengan mengitari me reka?" tanya Takeo. Halaman 273 dari 600 ." "Baiklah. Ia la lu menyusul Shigeko dan Gemba."Beruntung bila dia bisa sampai sebelum malam." "Ada berapa banyak pasukan di perbatasan?" "Lima puluh sampai seratus orang." ujar Hiroshi." sahut Hiro shi. pasukan kita kurang lebih sebanding dengan jumlah pasukan musuh. "Satu-satunya harapan kita adalah meng¬giring mereka ke lahan terbuka." ujarnya. kemudian menyuruh Sakai pergi lebih dulu bersama pengawal lainnya untuk ber¬henti tepat di depan perbatasan lalu bersembunyi. kan?" tanya Shigeko. "Ayah hendak memancing musuh kel uar dari persembunyian." Takeo terdiam merenung selama beberapa saat. Kami tak sempat menghitungnya.

dan kini pun ia tak ingin menjelaskannya. Dilihatnya tatapan ragu putrinya yang kemudian dengan cepat dikendalikannya." ujarnya. Ada bingkai k husus yang sengaja dibuat pada pedang itu."Ayah akan pergi bersama Tenba dan kirin. bukan perlombaan. "Jangan khawatir. "Tak ada yang bisa menyakiti Ayah. Takeo berhenti sejenak lalu gadis itu berjalan menghampiri ke samping kuda. dipeluknya Shigeko." sahutnya. "Tapi takkan ada yang melih at Ayah." Ayah akan pergi bersama Tenba dan kirin. "Tapi takkan ada y ang melihat Ayah. Tenb a mengayunkan kepala ke arah gadis itu. Sewaktu menunggang kuda menjauh dari pasukan bersama kirin." "Ayah harus ambil Jato kembali. gadis Muto. Saat itu kira-kira tengah hari dan cuaca sangat panas." sahutnya sera ya melirik ke arah Gemba yang duduk diam tanpa ekspresi di punggung kuda hitamnya. adik Sada. "Mungkin aku bisa membantu." ujarnya. lalu memalingkan pelananya untuk memerintahkan siapa pun itu agar kembali ke pasukan. ingin putrinya siap untuk peperangan yang haus darah." Takeo jarang memperlihatkan kemampu¬an Tribe-nya pada Shigeko. "Mungkin kelak kau tak punya pilihan. hingga terlalu berat bagi Shigeko untuk membawan ya. atau bahkan membica rakannya." Takeo mengambil pedang itu dari putrinya dengan rasa terima kasih. mendongak sesaat dan melihat awan tebal yang mengandung kilat menumpuk di arah B arat. Pedang itu masih disarungi denga n kain upacaranya dan kelihatan luar biasa." "Kami akan berusaha melumpuhkan mereka ketimbang membunuh mereka." tutur Takeo. Tenba mengibaskan kepala menghalau kerumunan serangga kecil yang meng¬gigitinya." sahutnya. Takeo meraih tali kekang Tenba den gan tangan kiri. Ayah jangan pergi tanpa membawanya. pedang itu sudah di punggung Tenba. Takeo mengikatkan tali sutra kirin ke tali leher Tenba dan sebelum menaiki kuda. Tapi kau harus me nyiapkan panahmu dan bersiap untuk menembak mati. "Ijinkan aku pergi bersama Anda. "Ini akan menjadi pertempuran yang sebenarnya. tepat di depan pelana. berdoa dalam hati bagi keselamatan put rinya. Ia telah memerintahkan bahwa dia harus pergi sendiri. Takeo menyadari ada seseorang yang berjalan kaki mengikutinya. "Lord Otori!" Ternyata itu Mai." "Kau bersenjata?" .

makin ba gus. "Terima kasih. Jangan menyerang dulu sampai m ereka berada di daratan terbuka dan Sugita memerintahkan tembakan pertama. Berlindung di sisi mana pun yang kelihatannya hanya ada sedikit musuh. dan bayangHalaman 274 dari 600 . Kuharap kein gintahuan dan keserakahan akan meng¬giring mereka menghampirinya. lalu membiarkan kemampuan menghilang menyelimuti diri¬nya. jalannya ag ak menanjak dan melebar. pikir¬nya dengan perasaan sedih saat didesaknya Tenba agar berjalan lagi. "Aku juga bisa menggunakannya. Jalanan itu makin curam dan berbatu. tapi sudah mulai tenggelam di ufuk bar at. da n garotte. Mereka pasti terbuai dengan kecerobohannya sendiri. Matahari masih tinggi di langit." Mai tersenyum tipis. tapi tepat di depan perbatasan. "Aku juga punya pisau lempar." Kini aku yang memulai peperangan. tuan. Setiap nyawa yang kuhabisi akan mem¬bala skan dendam kakakku.Mai menarik sebilah belati dari balik jubahnya. dan bunuh musuh sebanyak-banyaknya semampumu. Makin mereka kebingungan. Apakah Anda bermaksud memaksa musuh menampakkan d iri agar para pangawal bisa menyerang mereka?" "Mereka akan melihat seekor kuda perang dan kirin berjalan sendiri. Lord Otori berencana meng¬gunakan kemampuan menghilang?" Takeo mengangguk.

pedang di samping pelana. kini berselimut awan.bayang mulai memanjang. dan terdengar g emuruh halilintar yang membuat Tenba mengibaskan kepala dan gemetar. Takeo berusaha menjaga keseimbangan tubuhnya selagi gerakan mendadak itu menarik tubuh nya ke kanan dan ke kiri. kirin berjalan dengan tenang dan a nggun seperti ayang mulai memanjang. karena akulah yang mengenalkan serta mengembangkan benda itu. Ia ing in tahu apa yang ada dalam pikiran prajurit yang tengah me¬mandangi kuda dan kirin berjalan melewat i lembah. dan gemericik air. ia berdoa saat halilintar bergemuruh lagi. pada peluru yang bisa membunuh dari jauh. Ia tak ingat pernah menggunakan kemampuan menghilang saat menunggang kuda. terlebih lagi. Di kedua sisi jajaran pegunungan. dan terdengar g emuruh halilintar yang membuat Tenba mengibaskan kepala dan gemetar. maka itu hanya untuk keadilan . Di kedua sisi jajaran pegunungan. ia sudah sering bersentuhan den gan kematian hingga tidak membuatnya takut. bijih besi yang ma mpu mengoyak daging dan tulang. kirin berjalan dengan tenang dan a nggun seperti biasa. ia me mbiasakan diri untuk memisah kan ketrampilan ksatria dari kemampuan Tribe. helaan busur. ia sudah yakin kalau tak seorang p un yang bisa membunuhnya sampai putranya sanggup melakukannya. Petir berkilatan di kejauhan. Bila aku harus mati. Tak ingin terjatuh seperti Kono atau pun kehilangan kemampuan meng¬hi langnya karena . serta kirin. ter¬bentang Tiga Negara. dengan leher panjang serta kulit yang bercorak aneh. kini berselimut awan. keri at-keriut pepohonan tua. Petir berkilatan di kejauhan. terdengar oleh¬nya suara b erbisik. bunyi ketukan senjata api yang tengah diisi bubuk mesiu. Terdengar olehnya desingan sebatang anak panah: Tenba juga mendengarnya dan terk ejut. Takeo tidak takut mati. Sesaat darahnya membeku. muncul dari hutan leba t. Apakah pemandangan itu mimpi. d engan surai dan ekor berkilau sama terangnya dengan pelana. tapi kini rasa takut yang nyar is tak disadarinya muncul. muncul dari hutan lebat . atau legenda yang menjadi kenyataan? Kuda hitam. dan bahkan lebih mengancam lagi. Dikejauhan Takeo mendengar desingan layang-layang dan kepakan sayap burung. ter¬bentang Tiga Negara. Saat memasuki lembah. Dibiarkannya tali kekang kuda meng gantung dan mengangkat kakinya dari sanggurdi agar tidak kelihatan ada penunggangnya. bila aku mati akibat senjata api. ijinkan aku mati oleh pedang. gemerisik pelan orang berpindah tempat. tinggi dan asing.

Kini teriakan terdengar di mana-mana. Takeo membiarkan Tenba ber gerak dengan cepat dan ringan. Satu orang lagi menjawab teriakannya. Dipelankan napasnya dan membiarkan tubuhnya mengikuti geraka n kuda seakan mereka adalah satu makhluk.kurang konsentrasi. Tenba mendengus. Mereka tidak bersenjata a mudah untuk mengepung dan lebih leluasa: mereka berharap bisa menyergap cepat. Hal ini membuat lebih banyak lagi pasukan bermunculan dan berlarian lebih cepat. hanya sekadar menguji reaksi alami mereka. Kirin pun mengik uti dengan patuh. Terdengar teriakan di sebelah kanannya. mereka berlomba-lomba menjadi orang pertam a yang memegang tali kekang kuda perang itu untuk menyatakan menjadi milik¬nya. Anggota pasukan mulai menampakkan diri satu demi satu. Tenba menegak¬k an telinga dan memutamya ke arah suara tadi. Langkah Tenba mulai berderap dan kirin mulai berlari dengan lompatan naik turun di sebel ahnya. panik karena mereka seperti sekawanan serigala. dari sebelah utara lembah. lima atau Halaman 275 dari 600 . memaksanya maju. bisa dilihatnya tanah datar di bawahnya tempat pasukan Kahei menunggu. Anak panah itu berjatuhan ke tanah sejauh beberapa langkah di depannya. Takeo m erasakan tanah mulai curam: mereka telah melewati titik tertinggi lembah. r mereka bersenjatakan busur panah. bersyukur atas reaksi kuda itu seperti yang diharap¬kannya. bermunculan ersembunyian mereka lalu berlarian ke permukaan lembah. dari arah se latan. dan beberapa senjata api. tapi mereka mengesampingkan dari tempat p berat sehingg Sebagian besa senjata ini. dan mempercepat langkahnya sampai akhirnya melangkah santai dan pelan lagi. Anak pan ah itu tidak dibidik langsung ke arah hewan hewan itu. Kemudian ia menekan kedua kaki agak di samping perut kuda itu. berusaha menghalangi agar kedua hewan itu jangan ke ujung lembah. Di depan.

Desingan mengerikan anak panah me¬menuhi udara. meliuk bak kuda jantan tengah menggiring kuda betina. Pasukan berkuda muncul di depannya. atau kemahiran para pemanahnya memang luar biasa. mungkin mengingat untuk apa dia dilahirkan. menyeringai. tangan kiri mengambil alih peran tangan k anannya yang cacat. dan melihat prajurit pertama terjatuh. karena tak satu pun mengenai kedua hewan itu. bersiap menggigit. Kuda tunggangan Hiroshi ya ng berkulit abuabu . Di belakangnya terdengar dentuman langkah kuda selagi pasukannya Hiroshi ber¬hamburan memasuki lembah. seolah bergerak atas kehen daknya sendiri. bersiap menggigit. Ia menyadari Hiroshi yang datang bergabung dengannya. Jato melompat seperti yang biasa dilakukannya. Takeo mendengar sebatang anak p anah berdesing melewati dirinya. Satu prajurit segera tumbang. lalu ia menebas tali yang mengikat kirin ke kuda itu. melambatkan l angkah dan berputar untuk menghadapi prajurit berkuda lain yang kini mengepung Takeo. Terlambat. Dilupakannya usia dan cacat tangannya. bak kepakan sayap. Tenba berderap . menyeringai. membuat mereka yang berada di belakangnya cukup lama merasa ragu untuk lari ke luncuran anak panah selanjutnya. l angkah panjang kirin membuatnya seperti melayang di atas tanah. anak panah menembus dad anya. pedang terhunus di tangan. Ia menghempaskan berat badannya ke belakang saat berusaha mel ambatkan gerakan Tenba. memasukkan kakinya. Baik Tenba maupun kirin berada tepat di luar ja ngkauan. Takeo mendengar sebatang anak p anah berdesing melewati dirinya. Di belakangnya terdengar dentuman langkah kuda selagi pasukannya Hiroshi ber¬hamburan memasuki lembah. Tenba ber derap. dan melihat prajurit pertama terjatuh. orang pasukan berkuda muncul dari celah antara tebing yang curam. Kirin berla ri dengan canggung ke depan sementara Tenba. meliuk bak kuda jantan tengah menggiring kuda betina. Takeo meraba¬raba s anggurdi. menguatkan diri lalu menarik Jato dengan tangan kiri. anak panah menembus dad anya. menghantam prajur it berkuda hingga jatuh dari pelana. Ia mem biarkan dirinya terlihat di waktu yang sama ketika mengayunkan pedang ke kiri. sebilah pisau berbentuk bintang m enancap di matanya. pasukan itu menyadari kalau itu jebakan dan mulai berlarian kembali u ntuk berlindung di antara bebatuan.enam orang pasukan berkuda muncul dari celah antara tebing yang curam. l angkah panjang kirin membuatnya seperti melayang di atas tanah.

Jangan ditunda. pikir Takeo saat mengembalikan Jato ke sarung d an akal warasnya mulai kembali. dan tersenyum dalam hati selagi mereka berj alan melewatinya dan mulai berjalan menurun." Kemudian Takeo berteriak lantang. mencari perlin¬dungan di sela bebatuan dan pepohonan. Kita akan bergabung dengan Kahei malam ini. sambil mengatur napas. "Tidak. biarkan mereka pergi. Shigeko aman. mem¬belokkan Keri. Lima orang tewas. setidaknya untuk hari ini." Tadi hanyalah pertempuran kecil." serunya kepada mereka. sepertinya. lalu mengara hkan Tenba menghampiri saat gadis itu menampakkan diri. Be tapa ia sangat merindukan Kaede: istrinya memenuhi pikirannya saat mengamati lembah untuk melih at prajurit nya yang selamat dan mengumpulkan sisa¬sisanya. Takeo bersedih bagi mereka yang tewas. "Aku mem¬bunuh tiga orang dan melukai dua orang. "Apakah kita akan kejar mereka?" scru Hiroshi. Takeo mengulurkan tangan lalu menga yunkan gadis itu naik di belakangnya. "Jangan. "Mai! Mai!" Dilihatnya kedipan sosok dengan kemampuan menghilang di sisi utara." perintahnya pada Hiroshi. kesemuanya telah ia kenal selama Halaman 276 dari 600 ." Dapat dirasakannya debar jantung Mai berpacu cepat menempel di punggungnya. "Jan gan tinggalkan satu orang pun. arom a keringat Mai mengingatkan Takeo kalau sudah berbulan-bulan sejak ia tidur dengan istrinya. "Maju terus. Lalu sekumpulan prajurit datang mengelilinginya: Shi geko dan Gemba dengan busur ter-sandang di punggung dan pedang di tangan. Per¬tempuran besar akan terjadi nanti. "Kau terluka?" serunya sambil menengok ke belakang. Kita sudah berada di Tiga Negara. Saga pasti sudah dekat di belakang. mung kin enam orang terluka." teriak Mai balik. dan prajurit pejalan kaki juga kabur. Bentrokan m ereda dan sadar kalau pasukan berkuda musuh yang terakhir tengah ber¬usaha menyelamatkan diri.pucat memerah karena darah. "Kumpulkan prajurit kita yang terluka dan tewas.

Kita tidak bisa tinggal di sini dan me nahannya dengan tidak jelas. Suasana hatinya murung saat memberi salam pada Kahei di tanah lapang di bawah. akan kita biarkan terbuka. dengan berita tentang situasi Negara Tengah dan wilayah Barat. tapi kami tidak ada kabar resmi dari Hagi. tidak bersusah payah menebas kepala mereka atau mengurus yang terluka. dan bertekad memakamkan mereka dengan penghormatan yang tinggi di ka mpung halaman mereka di Tiga Negara. Wajah putrinya pucat." "Kita akan segera kirim pasukan untuk mempertahankannya. dan entah bagaimana terlihat agak kurus. ia pergi bersama jurutulis itu ke tenda Kahei. rtahun¬tahun. Saga akan berad a di tempat ini esok hari. hatinya terasa pedih melihat pen deritaan putrinya. karena ia mengharapkan surat dari ist rinya. tidak bersusah payah menebas kepala mereka atau mengurus yang terluka. begitu pula dengan kabar tentang kesehatannya juga si . Pasukan Saga yang tewas ditinggalkannya di lembah ." Hal itu membuat Takeo lebih tertekan lagi. Hiroshi membawa kuda ke dalam barisan. Mungkin saat itu Kaede memang belum mendengar kabar itu." tutur Takeo. lalu entah di hari yang sama atau keesokan harinya mereka akan be rtemu dalam per¬tempuran. tempat Takeo bisa melihat putrinya bersama kirin. Kau sudah mendengar tentang kematian Taku?" "Aku sudah mendengar desas-desus. dan dia juga tidak menyebutkan tentang beri ta duka ini. bukan menentang Saga atau Kaisar. ke hilangan semangat dan kebingungan. Kita sedang memperta hankan Tiga Negara. serta membicarakan rencana untuk keesokan hari nya. Pasukan Saga yang tewas ditinggalkannya di lembah . L ega melihat Minoru tidak terluka. Kita haras mengalahkannya dengan telak dan membawa kembali pasukan ke wilayah Barat untuk menghadapi Zenko.bertahun¬tahun. Dan dia harus kelihatan seperti penyerang." sera Kahei. "Dia harus melewati jalur sempit itu. dan bertekad memakamkan mereka dengan penghormatan yang tinggi di kampung halaman mereka di Tiga Negara. lalu entah di hari yang sama atau keesokan harinya mereka akan be rtemu dalam per¬tempuran." "T idak ada kabar dari istriku?" "Tidak ada kabar sejak bulan ketiga. "Setidaknya kita tahu Saga tak bisa datang lewat jalan lain. Kita harap Saga mengira kita sedang kabur. tempat dice ritakannya semua yang telah terjadi pada sang komandan. Saga akan berad a di tempat ini esok hari. "Tidak.

" Takeo berjalan bersamanya di bawah cahaya rembulan untuk menginspeksi posisi. "Aku belum mendapat kabar dari istriku. nam un awan gelap berarak tidak beraturan." sahut Kahei. kita harus bersiap menyambut serangan mereka. "Mari ku tunjukkan pasukan kita. "Mungkin adikmu bisa terus menunda turunnya hujan." Kahei sudah mengatur pasukan dalam formasi tempur: kekuatan utama di sisi barat tanah datar. dan bagian samping di se¬panjang tepi utara terlindungi oleh barisan bukit yang menonj ol. "Hujan atau tidak. penjaga juga membawakan obor ilalang. "Kita menghadapi cuaca buruk.bayi. Aku akan berjaga sementara kau dan pen¬dampingmu tid ur." Halaman 277 dari 600 ." ujarnya. dengan kegiatan fisik." sera Kahei. orang bilang kalau kabar buruk tersebar lebih cepat ketimbang kabar ba ik. di dekat kolam yang menyediakan air buat mereka: matanya te rpejam. " Kau sudah bertempur satu kali hari ini. Bulan putih semakin mendekati purnama. Gemba duduk di bawah sebatang pohon runjung kecil. jelas terpisah dari hiruk pikuk kemah di sekitamya. tapi tidak ada kabar dari Negara Tengah. membuang kekhawatirannya dengan cara yang biasa. "Jika terlalu basah untuk menggunakan se njata api. memikirkan rumah mereka nun jauh di sana da n anak-anak mereka." ujar Takeo." Kedua laki-laki itu terdiam sejenak. dan kilat menyala di langit barat. kami pernah mendapat pesan dari Inuyama. Di sini ditempatkan-nya para prajurit bersenjata api. "Baiklah. berusaha membang kitkan semangat dirinya dan juga Kahei. begitu pula dengan pasukan pemanah tambahan. maka kita kehilangan keuntungan terbesar kita.

berjalan terpincang-pincang. api melahap tubuh Shigeru. hujan sudah me¬merciki tenda. dan memimpikan Kaede. Dia mengatakan bahwa Kahei harus diberitahu lebih dulu. Sadar kalau orang dan kuda yang sayang p adanya masih di belakang. Kahei mengatur agar ia bisa nyaman: Takeo mandi dengan air dingin. kemudian meregangkan badan di bawah lipa tan sutra tenda. dan memimpikan Kaede. makan sedikit. Kahei mengatur agar ia bis a nyaman: Takeo mandi dengan air dingin. rambut tebalnya hitam te rgerai. Shigeko dan Gemba menemukannya di sana..Karena sudah berada di perkemahan sejak bulan kelima. arena sudah berada di perkemahan sejak bulan kelima. dan bahwa Lord O . la langsung tertidur. diserahkannya hadiah pertunangan kepada Kaede. namun di depannya nampak sosok manusia dan kuda yang tidak dikenalnya. te rdengar olehnya gemeletak api dan menyadari kalau gerakannya yang tergesa¬gesa menghantam lentera hingga jatuh. Ke nji. Kaede ditunangkan dengan Shigeru sekaligus t elah menjadi istrinya. Shigeko d iam tanpa bicara saat melepas pelana Ashige. kirin terus berlari melintasi lembah. Takeo terbangun. Mereka berada di penginapan di Tsuwano. dan di saat yang bersam aan meraih tubuh Kaede dan menariknya ke arahnya. dan malam itu adalah malam pertunangan K aede dengan Shigeru. tapi Gemba menghalau mereka. Dalam mimpinya. Naomi. mengencangkan tali di barisan kuda. Ruangan itu meledak terbakar. kilat menghanguskan per¬kemahan. Gemba men gambil rumput kering dan air.* Setelah Takeo memotong tali pengikat. Saat dirasakannya bentuk tubuh Kaede yang amat disayanginya dalam pelukannya. kemudian meregangkan badan di bawah lipa tan sutra tenda. namu n kaki¬nya tidak cocok dengan permukaan tanah yang berbatu. lalu membawanya ke perkemahan. wajahnya masih mulus tanpa kerutan. dan segera saja langkahnya melambat. bau terbakar menyesak¬kan cuping hidungnya. Dilihatnya Kaede saat berusia lima belas tahun.. cahaya terangnya yang mengeri¬kan. Mereka dikelilingi prajurit dari per¬kemahan yang ingin mengetahui tentang pertaru ngan tadi. Dilihatnya lentera berkelap-kelip di antara mereka berdua saat Kaede menatap tangannya lalu menaikkan pandangan ke wajah. tanpa goresan bekas luka di leher. makan sedikit. la langsung tertidur. Keributan di belakangnya membuatnya panik. halilintar memec ah langit. hewan itu menunggu dengan kesabaran dan ke¬patuhannya yang biasa.

Perasaan itu menodai ras a lega karena temyata ayahnya dan Hiroshi tidak terluka. tapi kemudian berdiri sebentar untuk berbicara dengan Mai. Aku hanya akan menikah dengannya. Shigeko melihat ayahnya berkuda me¬masuki perkemahan. Aku mencintainya. Sesaat ia merasa mereka berdua seperti orang yang berb eda: berlumuran darah. kejam. Hiroshi mengambil tali kekang kedua k uda itu. Mai.tori ada di belakang mereka. Ekspresi wajah Mai pun sama. Hiroshi melihat ke arahnya dan Shigeko melihat ekspresi laki-laki yang sangat dikenalnya. Setelah itu Takeo turun dan menyapa Kahei. di belak ang ayahnya dan Hiroshi di samping¬nya. Shigeko berharap ia memiliki pendengaran tajam agar tahu apa yang sedang mereka bicarakan. di samping Ashige. membuat figurnya kelihatan maskulin. kemudian mencaci dirinya sendiri karena merasa cemburu. Si gadis Muto. Keri. Halaman 278 dari 600 . dan Tenba di sebelah kirin. Hiroshi yang p ertama turun dari kuda dan mengulurkan kedua tangannya untuk mengangkat gadis itu turun dari pungg ung Tenba. pikir Shigeko. mengikat kuda miliknya. ekspresi kemarahan sisa pertempuran masih tergambar di wajah mereka. Hiroshi mengucapkan selamat tinggal kepada Mai lalu membawa kedua kuda menuju ba risan kuda. Tenba mencium bau kirin dan meringkik keras.

dan sudah lupa peristiwa mengerikan hari ini. setelah kejadian itu. dan sudah lupa peristiwa mengerikan hari ini. Mere ka tidak tahu apa yang menanti besok." Dirasakan pipinya merona merah lalu berkata. tapi biar kusarankan agar Gemba membawa¬mu pergi. Mere ka tidak tahu apa yang menanti besok.. Pertarungan kecil ini tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan pertempuran yang akan terjadi nanti. "Juga Lord Hiroshi." ujar Shigeko. "Besok pasti lebih buruk lag i." ujar Shigeko." ujar Shigeko. kepada Tiga Negara. seketika air mata terasa menusuk kelopak matanya. atau mela kukan semampuku untuk melindungi ayahmu juga dirimu." tutur Hiroshi. "Aku har us melakukan hal yang sama." Gemba meninggalkan mereka.. Aku merasa gembira saat darah mereka menyembur. "Aku tak tahu apakah hari ini aku telah membunuh. Bidikanku tepat kena sasaran: tak satu pun anak panah yang meleset. Berapa banyak dari mereka yang sudah mati sekarang? " "Aku juga membunuh." Mereka semua bahagia sekarang. dan memalingkan wajah ke arah kirin untuk menye . "Tapi panahku mengena banyak orang. "Mereka punya makanan. dan sudah terbiasa." sahut Shigeko. Aku tidak ingin menyakiti anjing¬anjing itu. aku merasakan penyesalan dan kesedihan. mengata¬kan kalau dia perlu menghabiskan waktu seorang diri. Hiroshi lalu menambahkan."Mereka semua bahagia sekarang. "Apa yang kau bicarakan dengan gadis itu tadi?" "Gadis Muto itu? Aku berterima kasih padanya karena membantu kita lagi. saat hewan-hewan itu makan dan min um. punya teman." "Oh! Tentu saja. punya teman. Seharusnya kau tidak terlibat. "Dia pergi untuk menguatkan dirinya dengan Ajaran Houou." ujar Shigeko. Kembalilah ke Inuyama." ujarnya pelan. Kau bisa membawa kirin. Aku ti dak tahu bagaimana lagi cara untuk tetap setia pada ayahmu. saat hewan-hewan itu makan dan mi num. Aku tak bisa meninggalkan ayahmu.. Aku sung guh-sungguh berterima kasih padanya karena membawa kabar tentang kematian Taku. namun aku ingin menyakiti orang-orang itu . "Mereka punya makanan.. Namun kini." Setelah berhenti sejenak. " "Aku juga tak ingin meninggalkan Ayah. dan tidak kuasa menambahka n. juga karena telah bertempur bersama kita hari ini. "Aku dilatih semasa kecil untuk hal ini. ke tempat bibimu." Ia memalingkan wajah. Tapi aku merasa telah mengkhianati semua yang telah diajarkan para Gu ru Besar.

"Satu-satunya kecemasan¬ku saat ini adalah keselamatanmu. Aku tak¬kan meng ucapkannya padamu." Nampak¬nya Hiros hi pun berusaha mengungkapkan perasaannya. "Kau harus tetap hidup. Langit di antara tempat perlindungan mereka yang berwarna abu-abu tu a. "Tidak ada orang lain yang lebih berarti bagiku ketimbang dirimu. lalu menemui ayahku. Halaman 279 dari 600 . Kau adala h perempuan paling sempurna yang pernah kukenal. penguru s kuda. "Mari berjalan-jalan sebentar. namun kenyataan kalau salah satu dari kita mungkin mati besok." Shigeko tak kuasa menahan diri untuk tersenyum. takut kalau mereka akan mati tanpa semp at menyatakan cinta. Akhirnya Hiroshi bicara." "Kau sudah seperti kakakku. "Kita harus melihat medan perang. Shigeko tidak tahu bagaimana memulai pembicaraan. "Lady Shigeko. Ia ingin dipeluk pemuda itu." "Perasaanku padamu jauh melebihi perasaan kakak terhadap adiknya. Kata-kata Hiroshi menghalau kese dihannya. jauh di ufuk barat pancaran terakhir sinar matahari menyebar keluar dari balik awan tebal." ujarnya. Bulan masih tinggi perlahan berwarna keperakan. berwama abuabu pucat." tuturnya. dan saat masa depan mereka kian tak menentu? Kuda-kuda sudah selesai diurus: tidak ada lagi alasan bagi mereka untuk berdiri di sana lebih lama lagi. Namun ia tak tahu bagaimana mengatakan saat dikelilingi prajurit. demi nasib seluruh n egeri." ajak Shigeko.mbunyikan rasa bingungnya." Hari masih terang. tapi aku tak bisa mencintai atau menikah dengan orang lain selain d irimu. Aku tahu derajat dan kedudukan menempatkan dirimu jauh di atas diriku. memenuhi dirinya dengan rasa gembira serta keberanian.

namun ia menahan diri. mengapa aku tidak bol eh melakukan hal yang sama?" "Aku tidak bisa melakukan apa yang ber¬tentangan dengan keinginan ayahmu. la lu ia duduk sendirian dalam waktu yang lama." sahut H iroshi. dan Mai masuk ke tenda membawa teh dan nasi dingin. Terdengar olehnya perkemahan meledak dalam kesibukan di sekelilingnya. Saat ini aku t ak lagi merasa wajib menjadi istri Lord Saga karena dia telah memperlakukan ayahku dengan kejam. "Mari kita menikah. Ked ua orangtuaku mengutamakan cinta di atas kewajiban pada orangtua mereka. dengan penuh perasaan." ujarnya. kuharap! Shigeko berani berpikir demikian saat mereka berpisah. aku senantiasa berusaha mematuhi orangtuaku dan ber¬tindak dengan be nar. dan melompat bangun ." Shigeko merasakan bobot asing perisai dada itu. Tapi kini kulihat ternyata."Hiroshi. Shigeko tertidur sebentar dan terbangun oleh gemuruh halilintar dan percikan air hujan. Semuanya mulai basah. Satu tenda terpisah didirikan untuknya. jari nya terasa licin. "Namun mengetahui bahwa kau merasakan apa yang kurasakan telah memuaskan semua keinginanku. Mai menghilang lagi. lalu perg i menemui beliau. Rambutnya tersangkut saat benda itu diikat talinya. bau darah. akan kubujuk orangtuaku. "Anda harus segera bersiap. berusaha mengatur pikirannya dan mengobarkan kembali api yang tenang dan kuat dari Ajaran Houou dalam dirinya. juga kuda Anda. Saat kembali. Seumur hidup. Namun semua usahanya kalah oleh kenangan yang melintas di benaknya ing anak panah dan wajah serta suara Hiroshi. "Ayah Anda mengirimkan ini. Shigeko ingin segera menemui ayahnya. gadis itu membawa perisai pelindung dada kecil terbuat dari kulit dan besi serta helm. cepat-cepat mengenakan pakaian berkuda yang dikenakannya kemarin. Sementara Shigeko makan dengan cepat." ujarnya." ujarnya. Saat ini aku ta k Hiroshi. akan kubujuk orangtuaku. des . Setelah mandi dan m akan. ada hal lain yang lebih penting. Mari kubantu Anda. ia diberitahu kalau ayahnya sudah tidur. jeritan dalam pertempuran. "Lady Maruyama!" seorang perempuan berseru memanggil dari luar. saat menghadapi kematian." Tidak semuanya. "Mari kita menikah.

lalu diambil pedang dan mengencangkannya di s abuknya. kau harus menikah dengan Saga. Jika kita kalah. "Bila kekalahan tak terhindar. "Aku tak ingin meninggalkan Ayah. "Hiroshi memohon api sebenarnya Ayah membutuhkan semua orang yang ada." hardik Shigeko. karena kalian berdua adalah pemanah yang agar mengirimmu pergi. Matahari hampir terbit. Shigeko bergegas menuju barisan kuda." ujar Takeo." "Aku senang. t basah untuk menggunakan reda untuk menyerang. melewati siraman hujan bak tirai baja abu¬abu. dan mempertahankan negara dan rakyat kita sebagai istrinya. Takeo sudah me ngenakan baju zirah. Ayah yakin dia takkan menunggu hujan ah membutuhkan kau dan Gemba. kau harus hidup. tapi langit tampak kian pucat. Saat ini terlalu senjata api."Ikat rambutku." sahutnya." panggilnya tanpa tersenyum. Mai menaruh topi baja di kepala Shigeko lalu mengikatkan talinya." "Tetaplah bersama Gemba. "Shigeko. Aku ingin bertempur di samping Ayah. Hujan turun dengan deras. menunggu kedatangan Hiroshi dan pengurus kuda menyele saikan memakaikan pelana pada kuda." ujarnya pada Mai. dan Saga tahu ini. "Tidak. Ay baik. dia yang ak an menyelamatkanmu. Jato di sampingnya." "Aku akan mencabut nyawaku lebih dulu. putriku." "Dan kalau kita menang?" Halaman 280 dari 600 .

Andai keadaan tidak basah. tempat pasukan pejalan kaki. Mereka berjumlah beberapa ribu orang. perhatiannya dipusaikan pada pemandangan di depann ya saat matahari semakin terang: warna merah dan emas baju zirah serta pelana. matanya berkerut mel irik ke arah Hiroshi. selagi mereka berdua naik ke pung gung kuda. Maka kau bisa menikah dengan orang pilihanmu. "Beberapa luka telah diatasi oleh kekuatan perempuan." tambahnya. . tempat pasukan b erkuda berkumpul." Shigeko mendengarkan kata-kata ini. kar ena Kahei telah melatih seni tembakan alternatif hingga hujan panah seperti sambung menyambung. Kini dia akan sama terkejutnya seperti saat itu . mereka pasti melakukan hal yang sama untuk senjata api. Takeo berkuda bersama Hiroshi menuju bagian tengah tanah datar. kuda yang sudah tak sabar. tapi nyaris tak bisa mengingatnya." sahut Takeo. bahwa sebena rnya kita tidak meng¬inginkan atau pun mencarinya. "Aku akan pegang janji Ayah. Ayahmu ingin agar kita membidik dengan hari-hati dan menyerang pemimpin mereka. Jangan sia-siakan sebatang anak panah pun. Sudah takdir kita untuk berada di sini. dan Shigeko mengikuti Gemba menuju sisi sebelah utara. matanya berkerut me lirik ke arah Hiroshi." panggilnya. perang tidak bis a dihindari. "Lord Gemba." "Kita harus tetap di sini."Maka kau bisa menikah dengan orang pilihanmu. Dia terkejut saat pertandingan berburu anjing itu be r¬langsung." sahutnya ringan. takdir yang mengharuskan kita membunuh atau te r¬bunuh." tutur Gemba. para pemanah diatur dalam dua tingkat. "Dia tak menduga kalau kekuatan pemanah kita sama hebatnya dengan pasukannya. tapi tidak belajar dari kejadian itu. pemanah dan pasukan ber-senjata tombak berujung tajam dan tombak berkapak tengah mengatur posisi. dengan sepenuh hati. "Bagaimana bisa terjadi s eperti ini? Bagaimana kita bisa gagal menyelesaikan masalah dengan damai?" "Ketika keseimbangan hilang dan kekuatan laki-laki mendominasi. "Saga menduga kita hanya berkonsentrasi pada senjata api. tapi aku tak tahu a pa itu." Mulut Shigeko terasa kering. Kita harus merangkulnya dengan segala kejernihan pikiran." sahut Gemba. "bahkan saat pasukan bergerak memutar dan maju." sahut Takeo.

* Perang Takahara berlangsung lebih dari tiga hari di tengah badai yang disertai k ilat dan petir. Kemudian. prajurit yang selamat dari panah dihadang oleh pasukan utama Otori. Inilah perang paling brutal yang pernah Takeo alami. Juml ah pasukan Saga Hideki lebih besar tiga berbanding satu dengan pasukan Takeo. gelombang pertama pasukan Saga mengalir melewati perbatasan. dan posisi Takeo yang lebih meng¬u ntungkan. Maruyama. tapi jenderal Kaisar itu dirintangi oleh sempitnya jalur menuju dataran. perang yang berusaha ia hin dari. Halaman 281 dari 600 . berperang dengan restu Kaisar. Pasukan Saga sangat disiplin dan luar biasa terlatih. pertama dihadang pasukan b erkuda yang menggunakan pedang kemudian oleh prajurit pejalan kaki. Mereka telah menakluk kan wilayah wilayah di utara. Malam har inya para prajurit merawat luka dan membersihkan medan perang dari anak panah yang berserakan. mereka dihujani anak panah dari kanan. bak semut yang terganggu keluar da ri sarang. Selagi pasukan Saga merangsek memasuki dataran. Miyoshi dan klan lain dari Tiga Negara. berharap dianugerahi harta rampasan dari Tiga Nega ra. dalam jumlah yang luar biasa besar. Perang berlangsung tiada henti dari matahari terbit hingga matahari terbenam.dan panji-panji Otori.

Sebaliknya. si juratulis. Dia sudah tak sabar selama berbulan-bulan. duduk di dekatnya bernaung di bawah payung. mendengarkan suara pertama kegiatan dari musuh. Kahei menyaksikan dari lereng. istri dan anak-anak serta tanah mereka. penderitaan rakyat di bawah pengua sa Iida Sadamu. meski¬pun kaki mereka dibungkus jer ami. Ia telah merencanakan operasi militer ini sejak musim semi. ebaliknya. sebagian disebabkan oleh peng¬khianatan para pemimpin distrik. persiapan Kahei dilaku¬kan dengan sangat teliti dan penuh pe¬rencan aan. Keyakinannya bahwa Saga takkan bisa menang menguatkan tekad pasukannya. Ia bertekad untuk tidak hidup dengan kekalahan seperti itu lagi. Didengarnya langkah kuda. menyebar untuk mengecoh pasukan pemanah ke utara dan mengitari sebelah selatan d ari pasukan utama Kahei. serta mengatur pengangkutan p ersediaan dan senjata dari Inuyama. karena sebenarnya dia ingin pasukannya meng¬gunakan senjata api. pedangnya mencincang dan menyabet punggung prajurit yang t engah melarikan diri. Pemanah sebelah utara menembak membabi¬buta. Ketika serangan pertama p asukan Saga dipukul mundur dan dihalau kembali ke jalur perbatasan. Miyoshi Kahei sudah bertempur bersama pasukan Otori sejak perang Yaegahara saat berusia empat belas tahun. Kini akhirnya perang sudah dimulai. dan hujan anak panah kurang efektif dibandingkan hari sebelumnya. semangatnya ber¬kobar : hujan tak bisa dihindari. Panji-panji klan basah karena lembap. berusaha keras namun sia-sia menjaga agar tulisannya tetap kering serta mencatat semua kejadian. Kahei melompat ke kuda l alu bergabung dalam pengejaran itu. pasukan Takeo tidak hanya berperang demi nyawa mereka. Takeo tidak tidur selain menyaksikan semalaman. Klan Otori menderita kekalahan besar. n amun ada yang luar biasa dengan senjata tradisional: busur panah dan pedang. kampung halaman. tanah di bawah kaki dengan cepat berubah m enjadi lumpur. Mino ru. ingin menghadap i ancaman atas pemerintahan Takeo. kuda merah bata miliknya siap di sampingnya. hampir tiga puluh tahun lalu. kampung halaman. keriat¬keriut dan gemerincing pelana serta senjata. Sama pentingnya. tapi juga demi negara. Se . pasukan berkuda Saga kembali melewati jalur sempit sebelu m hari terang. tombak runcing da n tombak berkapak. pasukan Takeo tidak hanya berperang demi nyawa mereka. istri dan anak-anak serta tanah mereka. tapi juga dem i negara. Kahei tak pernah lupa masa-m asa yang terjadi setelah itu: penghinaan atas ksatria. Di pagi di hari kedua.

dan cahaya matahari yang baru terbit menerangi pertunjukan yang menyedihkan itu. pedang di kedua Halaman 282 dari 600 . setengah sadar. perang sudah ber¬langsung lama. senjata. serta terkepung sewakt u berusaha membela diri dengan gagah berani. Takeo men dengar suaranya dengan jelas di tengah gemuruhnya pertempuran. Ia segera ber¬kuda untuk membantu mereka dengan Jato di tangan. pasukan pema nah terjebak dalam per-tarungan satu lawan satu dengan pasukan Saga. dan pakaian. membelokkan kuda itu menghadapi si penyerang lalu menunduk menatap mata putra Ok uda. Takeo tak berhasil melih at seorang pun dengan jelas di tengah pertempuran sengit itu. Di bagian paling timur. Kini Takeo mendengar jerit kemarahan dan kesedihan. Ketika hari terang. Bocah itu mengenali Takeo dan ber¬teriak memanggil. ia berge rak memasuki kekejaman pertempuran. Tenba gemetaran penuh semangat. Tadayoshi mati seketika itu juga. Seakan tak lagi memiliki rasa menyesal. Segera dilihatnya kalau sisi kananny a dalam ancaman. kalau Okuda berada tidak jauh di sebelah kanannya. Ia melihat. Ia menggerakkan Tenba ke samping untuk menghindari tikaman pedang ke a rah kakinya. dan tidak mendapat bantuan apa pun.muanya basah kuyup makanan. Tadayoshi. meski lencana setiap kelompok pra jurit pejalan kaki bisa terlihat samar di bawah guyuran hujan. dan melihat ayah bocah itu t engah berkuda ke arahnya. "Lord Otori!" Ia tidak pernah tahu apakah itu seruan menantang atau seruan minta tolong karena Jato sudah turun ke tempurung kepalanya dan membelahnya. Bocah itu terjatuh dari kuda dan kehilangan topi bajanya.

Keberadaan sepupunya. Takeo merasa tidak tenang dengan kematian Tadayoshi. memberi waktu bagi Tak eo dan Tenba memulihkan diri. Hiroshi dan pasukan¬nya mendesak pasukan Saga kembali ke jalu r sempit dalam serangan balasan. Okuda m embelokkan kuda lalu kembali menghampiri Takeo. terjatuh ke depan. Sakai Masaki. namun jalan yang diikutinya . Namu n Okuda tidak mengacuhkan mereka semua. Gerakan yang cepat dan kuat laki¬laki itu justru membawa Jato menembu s ke dalam daging dan pembuluh darahnya. Kahei memulai gerakan mengepung lalu menjepit yang bisa menjebak pasukan musuh untuk mundur. ia tidak merasa sakit dan mengira kalau ia tak terluka. tapi Takeo masih bisa merasakan akibatnya karena ujung pedang Okuda me ngenai bagian atas lengannya sampai ke bahu. dan tidak siap.tangannya. Namu n Okuda tidak mengacuhkan mereka semua. memberi waktu bagi Tak eo dan Tenba memulihkan diri. angannya. Tersandungnya Tenba membuat serangan Ok uda agak berbelok. dan membiarkan kobarannya kian membara ka rena perasaan itu menghangus¬kan penyesalan. Kuda Okuda terus berderap. Takeo merasa tidak tenang dengan kematian Tadayoshi. dan Takeo agak tergelincir dari pelananya. berusa ha mencengkeram surai dengan tangan kanannya yang cacat. terjatuh ke depan. Jato menanggapi dan menemukan titik tak te rlindungi di leher Okuda. jalannya dihalangi oleh kerumunan prajurit. S aat itu Tenba tersandung. Di usia itu. Saat itu Tenba tersandung. Amukan laki¬laki itu membakar amarah lama dalam diri Takeo. Gerakan yang cepat dan kuat laki¬laki itu justru membawa Jato menembu s ke dalam daging dan pembuluh darahnya. dan Takeo agak tergelincir dari pelananya. tapi Takeo masih bisa merasakan akibatnya karena ujung pedang Okuda me ngenai bagian atas lengannya sampai ke bahu. dan tidak siap. berusa ha mencengkeram surai dengan tangan kanannya yang cacat. pandanganya hanya tertuju kepada Takeo. Kuda Okuda terus berderap. *** Masih di hari kedua. Tersandungnya Tenba membuat serangan Ok uda agak berbelok. perang merupakan hal yang sangat diinginkannya. pandanganya hanya tertuju kepada Takeo. dan membiarkan kobarannya kian membara ka rena perasaan itu menghangus¬kan penyesalan. Okuda m embelokkan kuda lalu kembali menghampiri Takeo. Jato menanggapi dan menemukan titik tak te rlindungi di leher Okuda. jalannya dihalangi oleh kerumunan prajurit. ia tidak merasa sakit dan mengira kalau ia tak terluka. Amukan laki¬laki itu membakar amarah lama dalam diri Takeo. di belakangnya m embuat Hiroshi teringat perjalanan di tengah hujan seperti ini bersama sepupunya itu sa at berusia sepuluh tahun.

Ajaran Houou. Shigeko tidak terluka. karena masa depannya bergantung pada ke¬menangan. Takeo berlutut di samping Hiroshi. menang. Takeo berada di antara mereka. Napas¬nya terengah-engah. Gemba berkata. "Aku menemukannya. sekarat karena kehilangan banyak darah dengan luk a sayatan di kepala dan kaki. Lumpur menyulitkan dirinya untuk menjejakkan kaki dan j atuh dengan satu lutut. wajahnya pucat kelelahan. . Pedang kedua turun ke arahnya: dilihatnya Sakai menghempaskan badan di balik huj aman pedang itu. Lentera telah dinyalakan. Sakai tewas tergeletak di atas tu buhnya. tapi berasap di tengah hujan. lalu menggendong Hiroshi kembali ke belakang bar isan untuk bergabung dengan prajurit yang terluka. Hiroshi bertarung dengan kemarahan yang ia tidak tahu kalau ia memilikinya. Tak bisa kemana-mana. berpaling selagi pedang meng¬hampirinya dan terus menangkis dengan pedangny a ke atas. Dibuangnya jauh-jauh semua p ikiran lain dan berkonsentrasi pada pertarungan. Dalam salah satu desakan bal asan. sudah dibersihkan dan dibalut denga n perban kertas. darah menyembur dari leher dan bahunya. bahu dan lengannya tersayat cukup dalam. tempat mereka terjebak di jalan yang menyempit. Kini dirasa¬kannya semua darah yang mengalir dari nenek moyangnya menggelegak dalam pem¬buluh darahnya. Berjuanglah! Ber¬juanglah!" Mata Hiroshi mengerjap-ngerjap. "Hiroshit Kawanku! Jangan tinggalkan kami. mendesak lawan kembali ke jalur sempit.sekarang adalah jalan kedamaian. Keri tumbang. kulitnya basah oleh keri ngat bercampur air hujan. Sesaat Hiroshi tak bisa percaya kalau beginilah akhirnya. mem¬butakan matanya. memengaruhi semangat pasukan di sekitarnya. namun tidak berbahaya. meraih tangannya dan berseru memanggil nya. meneng¬gelamkan dirinya. membunuh. Bobot tubuh Sa kai menahan tubuhnya berada di dalam lumpur saat pasukan yang bertempur menginjak¬injak melewa ti mereka. Sakai pasti telah menyelamatkan Hiroshi. Bila kalah dalam perang ini. Gemba menghentikan aliran d arah serta membersihkannya sebisa mungkin. Luka-lukanya sudah ditutupi lumpur." Dibaringkannya pemuda yang terluka itu di bawah. ia merasa lebih baik terbunuh atau mencabut nyawanya sendiri. Hiroshi menemukan dirinya berta rung melawan dua prajurit tanpa kuda. darahnya sendiri atau darah Sakai. darah. pasukan Saga makin putus asa. Gemba menemukannya saat malam. lalu rasa sakit menyel imuti dirinya. Dia sekarat.

" Halaman 283 dari 600 . "Dia tak mungkin sekarat! Dia tak boleh mat i!" "Dia berhasil bertahan sampai sejauh ini.Shigeko berlutut di samping ayahnya.

" "Bagaimana kita bisa membujuknya? Kita bisa saja menahan serangannya tanpa waktu yang pasti kuharap kau terkesan dengan para prajuritmu." Shigeko tak menjawab. Diseduhn ya teh dan berusaha membuat pemuda itu meminum ." "Jika dia bisa melewati malam ini." "Begitulah jalan hidup ksatria." sahut Takeo setuj u. Demam karena lu ka tak bisa dihindari dalam kondisi buruk seperti ini. tentunya." sahut Takeo. berarti masih ada harapan. namun air mata bercucuran dengan deras dari matanya. "Beruntung aku sudah terbiasa memakai tangan kiri. tanpa sinar matahari untuk mengeringk an dan menyembuhkan." ujar Gemba. menurutku mereka sangat luar biasa ta pi kita tak bisa menghindari besarnya korban. "Bisa kau lihat betapa kuatnya dia. Aku takkan menjauh dari perang tidak sebelum S aga mati atau kembali ke ibukota!" *** Shigeko menjaga Hiroshi semalaman. "Jangan putus asa. dan Shigeko tak menemukan satu pun benda kering yang bisa menghangatkannya. meski rasa sakit semakin terasa sepanjang ha ri ini." jar Gemba. "Dan kau juga. semakin besar peluan g kita menyelamatkan yang terluka. Dia mengorbankan anak buahnya tanpa tujuan. "Ini benarbenar gila. sebelum mereka menggunakan kesempatan istirahat singkat untuk tidur. "Sampai berapa lama lagi Saga akan bertahan seperti ini?" tanya Kahei pada Takeo malam itu." "Seperti Sugita yang malang. "Dia tidak pernah kalah sehingga dia tidak akan mengakui pemikiran semacam itu. "Bisa kau lihat beta pa kuatnya dia.ujar Gemba. "Ksatria bertarung lalu mati. menjauhlah dari medan perang. tapi tubuhnya menggigil ke ncang sekali." imbuhnya." bisik Shigeko." sahut Takeo. " "Betapa mengerikan semua ini." "Dia adalah orang dengan kebanggaan yang tinggi." "Lukanya tidak parah. berusaha men urunkan panas demamnya. memandikannya dengan air dingin. "Alangkah tidak termaafkan mem¬bunuh orang. Semakin cepat kita bisa mengakhiri perang. Kau harus beristirahat besok. Hiroshi masih hidup hingga pagi hari.

Tempat berlindung dari batang kayu yang didirikan untuk mereka yang terluka terus meneteskan air hujan. merasakan darah pemuda itu. lalu menyingkirkan perba n Gemba. Shigeko mengulangi gerakan yang sama. "Beginilah cara kami meng¬hangatkan orang sakit di Tribe." Mai ber¬baring dan mendempetkan tubuhnya ke tubuh Hiroshi. dia kedinginan. Mai berkata. "Apa yang harus kulakukan?" Mai berjongkok di samping Hiroshi dan meraba dahinya.nya: Shigeko tercabik antara tetap menjaga Hiroshi atau kembali ke posisinya di samping Gemba untuk melawan serangan Saga selanjutnya. m erasakan kehangatan tubuhnya menyebar ke tubuh Hiroshi. "Beraninya kau mengatakan begitu!" Halaman 284 dari 600 . "Dan begitulah kami menyembuhkan luka. "Berbaringlah di sebelah sana." ujar Mai pelan. "Ah. dan Shigeko memanggilnya. dan Shigeko melakukan¬nya. tanah di bawah mereka becek deng an air hujan. Mai sudah menghabiskan waktu siang dan malam di sana. menjilat pinggiran luka yang menganga dengan lidah lalu meludahkan air liurnya k e luka tersebut." ujar nya. "Dia sekarat!" "Tidak!" sahut Shigeko. Kedua gadis itu mengapit pemuda i tu tanpa bicara sampai suhu tubuhnya mulai naik lagi." pcrintahnya.

" ujar Mai. tapi ada sem acam kesunyian menyelimuti diri mereka berdua." Shigeko mengikuti semua petunjuk Mai. maka dia akan kehilangan selera perangnya. Sakiti dia separah luka yang Hir oshi derita maka dia akan lari tunggang langgang mencari tabib di Miyako. dan aku harus merawat mereka yang lebih berpeluang hidup. Kau harus bertempur. membungkus kepala dan lehernya dengan sehe lai kain lebar lalu mencorengkan lumpur di dahi dan pipinya agar tidak dikenali. Kau harus bertempur." imbuhnya saat Shigeko raguragu. membawa teriakan-teriakan yang membuat gila. "Bagaimana cara men¬dekatinya? Dia tidak muncul di medan perang."Dia perlu dirawat dengan benar." ujar Mai." Shigeko berkata. derap kaki kuda." "Bagaimana cara kita menghentikan perang ini?" "Laki-laki memang suka bertarung. Sementara menunggu Mai kembali. Dia takkan meninggalkanku. Kita tak bisa melakukannya siang dan malam. "Sakiti si Saga itu. jeritan mereka yang terluka. dan sesekali membasuh wajahnya dan memberinya minum karena saat ini dia terseran g demam lagi. Shigeko duduk di samp ing Hiroshi." Dia perlu dirawat dengan benar. pikirnya. Jan gan tinggalkan aku! Perang berlanjut dengan lebih kejam lagi. Dita ruhnya semua anak panah ini ke dalam tabung. panggilnya dalam hati kepada Hiroshi. dibului dengan bulu elang." Mai menatap Hiroshi lalu menatap Shige ko. "Dia sudah berada di tangan para dewa. terutama jika mereka terluka. Tidak banyak yang bisa kau lakukan untuk Lord Hiroshi. temanku sayang. "Kenakan pakaian berwarna cok lat seperti warna lumpur dan siapkan busur dan anak panah yang paling mematikan. oleh Hiroshi dan Guru Besar lainnya. dan aku harus merawat mereka yang lebih berpeluang hidup. Diambilnya bus ur yang digunakannya untuk bertempur. dan seketika itu juga pergi ke tendanya lal u mengeluarkan . "Tapi bahkan laki-laki paling kejam sekalipun akan kelelahan. dan Shigeko merasakan jiwa mereka saling bertaut . Shigeko berusaha menenangkan pikiran seperti yang pernah diajarkan kepadanya di Terayama. dia hanya mengarahkan pasukan dari jauh. dentingan baja. Kita tak bisa melakukannya siang dan malam. ujung anak panah terbuat dari besi bermata satu. Guruku yang terhormat." "Aku akan menemukan caranya untuk Anda. mengencangkan talinya dan menemukan sepuluh anak p anah baru.

terasing dan jauh dari medan perang. Agak di belakang mereka tampak kirin. tapi pasukan Saga tergeletak di tempat mereka jatuh. Mereka menund ukkan kepala dan mulai makan rumput. sesekali berhenti dan terpincang¬pincang. Strategi Saga kini tampaknya bisa mengungguli Otori denga n kekuatan jumlah pasukan yang lebih besar. disadarinya kalau ia t akkan bisa menemukan gurunya itu. Mai sudah kembali. tabung an ak panah di bahu kanannya. Pasukan barunya masih segar dan telah beristira hat. sementara disan-dangnya busur yang lebih besar di bahu kiri." Shigeko bertanya dalam hati apakah perlu memberitahukan Gemba kemana ia akan per gi. Ketika tiba di puncak lereng dan melihat pemandangan di medan perang. Mari. seolah berada di padang rumput. Kirin terlihat menyedihkan dan merana karena sendirian serta makin Halaman 285 dari 600 . Berapa lama lagi mereka bisa bertahan? tanyanya pada dirinya sendiri selagi meng ikuti Mai mengitari sisi selatan tanah datar. Pasukan Otori sudah membawa korban tewas dan terluka dari pihak mereka ke garis belakang. Mengurus mereka sebentar. "Kukira kau sudah kembali bertempur.busur kecil dan anak panah dengan bulu burung houou miliknya: menje¬jalkan semua i ni ke dalam jubahnya. segerombolan kecil kuda menderap. ber¬ge gaslah. Shigeko melihat kuda-kuda itu berhenti tepat di depan kemah Otori. Shigeko hampir tak memikir¬kannya selama dua hari in i: tidak ada yang punya waktu untuk membangun kandang baginya. tali kekang mereka yang putus bergelantungan terseret di lumpur. Saat kembali ke tempat Hiroshi. "Kau darimana?" tanya gadis itu. Kuda-kuda yang terluka berusaha bangkit. Perasaannya sudah mati rasa melihat begitu banyak oran g yang tewas. hewan itu diikat dengan tali k ekang ke barisan kuda. sementara pasukan Otori sudah bertempur selama dua hari. berjal an ke barat daya.

m elaporkan perkembangan perang. mem¬beri isyarat kepada Shigeko untuk menunggu. Shigeko menggeliat bergeser hingga ke posisi tempat ia bisa melihat di sela-sela akar ke arah timur. topi bajanya berhiaskan dua puncak emas. seperti gunung¬gunung di panji-panji hitam putih yang berkibar-kibar di sampingnya . Saga duduk di bangku kecil mewah berlapis pernis dan dinaung i payung besar. serang¬kaian tonjolan bebatuan yang terjatuh mem¬bentuk anak tangga ala mi menurun ke jalur sempit.kurus di bawah siraman hujan. t ini daurus di bawah siraman an berat ini dan perjalanan panjang kembali ke atinya. Saga berada tepat di arah depan mereka. Akhirnya mereka tiba di batu besar dan memanjat sisi sebelah selatan. berdiri me ngelilinginya. tempat laki-laki itu mendapatkan pandangan bak burung rajawal i ke medan perang di bawahnya. bertengger di tebing yang curam. Tepat di belakangnya. Tanahnya berbatu dan licin. "Tetap menunduk. Mai kembali keluar dari kabut bak hantu. Kadang Mai berjalan di depan. Kedua gadis itu berjalan melewati belakang bebatuan dan tebing yang mengelilingi tanah datar. berkeliaran di an tara dua dunia. dan memimpin untuk be rjalan terus." bisik Mai. Ia merasa seakan telah tewas dan sekarang sudah menjadi hantu. Beberapa perwira yang sama cemerlang dan bersih dengan dirinya walaupun hujan. Dua batang pohon pinus kerdil melekat di puncak batu itu. akar kedua pohon yang meli ngkar dan berbentuk aneh membentuk semacam kisi-kisi yang alami. Shigeko meringkuk bernaung di bawah tonjolan batu besar yang meneteskan air hujan selama waktu yang dirasakan bak se umur hidupnya. mencermati suaranya ya . Di sini suara per¬tempuran agak berkurang. diam tanpa suara. kerap¬kali mereka harus merangkak di bebatuan besar. Dia bersenjata lengkap dengan pakaian warna hitam dan emas. Shigeko menahan n apas dan menyejajarkan tubuhnya dengan bebatuan. begitu kesepian dan jauh dari Sanggupkah hewan itu bertahan melewati cobaan bera hujan. bersama dengan peniup terompet perang dan kurir yang siap mem¬bawa pesan. Sanggupkah hewan itu bertahan melewati coba Negara Tengah? Rasa iba pada hewan itu meng¬hunjam h rumahnya. Shigeko melihat beberapa orang melompat naik turun di anak tangga itu. menghilang ditelan kabut yang bergelayut bak gumpalan sutra yang belum d ipilin. Ia bahkan bisa mendengar suara Saga. dan pintu masuk ke jalur sempit. Di sekeliling mereka menjulang puncak-puncak Gu gusan Awan Tinggi.

seolah tubuhnya tersandung sebatang tongkat. namun Shigeko tak bergerak. Dirasakan s atu pukulan tajam.ng penuh kemarahan. dan beberapa di antara mereka segera bergegas menuruni anak tangga ba tu untuk masuk ke kancah peperangan. Kau hanya memiliki satu kesempatan. saat dia berdiri. Bulu burung houou berkilat keemasan. Shigeko berdiri: busur meregang. orang di belakangnya memegang er at-erat dada Saga di mana anak panah melubangi perisai dadanya. tapi tidak merasa kesakitan. dan kini mereka membidiknya. menghantam pohon pinus dan serpihan kayu terkena wajahnya. satu anak panah melesat melewatinya. Akan d igunakannya pohon pinus terdekat untuk menopang kakinya. dan terlihat jelas kulit leher yang lebih putih. Wajah ter lihat jelas. Ditariknya busur yang lebih kecil dari jubahnya dan menaruh sebatang anak panah di busur itu. "Menunduk!" teriak Mai. dan membiarkan anak panah itu melesat ke arah tatapan laki-laki Halaman 286 dari 600 . Shigeko mengintip lagi dan melihat laki-laki itu berdiri. Terdengar jerit kaget dan ter guncang. begitu pula Saga yang tak be rhenti memandangi dirinya. satu tembakan lagi meng¬hantam batu di kakinya. Saga melihat ke arahnya. berteriak d an menggerakkan tangan dengan kipas perang besi di tangannya. hujan memercik di sek elilingnya. ter¬duduk dengan susah payah. Para perwiranya mundur selangkah d ari kemarahan besar itu. Aku akan mati. "Sekarang. Dia akan melangkah di bawah batang togoknya: permukaan bebatuan pasti licin. hingga ia harus mem¬pertahankan keseimbangan saat menarik busur dari bahu dan anak panah dari tabung. dan bidikannya belum pernah meleset. Mai bemapas di telinganya. pikirnya . tatapan matanya kejam. Shigeko melihat sekali lagi dan memerhati¬kan titik kelemahan orang itu. anak panah tepat sasaran." Shigeko menarik napas dalam-dalam dan berpikir di sela setiap gerakannya. Gerakan ini telah diterapkannya ribu an kali selama dua hari terakhir.

ketika perang berhenti untuk sementara. hanya Saga yang tetap membuka mata. Banyak yang tepat sasaran. tu. ketika pasukan Otori.itu. mengingat segala yang pernah Guru ksatria dan Tribe a jarkan untuk mengalahkan rasa lelah dan rasa sakit. *** Sepanjang pagi Kahei bertarung di bagian sebelah selatan. Takeo turun. Pedang-pedang berkilat. Anak buah Saga yang berada di sekelilingnya menjatuhkan busur dan menutup mata m ereka. tempat dia menambah ju mlah pasukan. memanggil seorang prajurit pejalan kaki untuk me mbawa kuda itu ke perkemahan. kuda itu seperti menyadari lukanya. merahnya darah bercampur bulu yang basah kuyup dengan ai r hujan. mengingat saat-saat terakhir perang Yaegahara. lalu bersiap untuk menghadapi serangan berikutnya dengan berjalan kaki. ia menunduk melihat Tenba terluka sayatan di bagian dada. menghabisi prajurit pejalan kaki yang mundur ke rintanga n yang telah mereka dirikan saat pemanah di sebelah utara meluncurkan anak panah. dan udara di sekitar mereka seketika penuh dengan kepakan sayap. *** Takeo bertarung di tengah. Sewaktu pasukan Saga berhasil dipukul mundur. takut kekuatan pasukan Saga mengepung perkemahan dari sebelah sana. apakah ia pun ditakdirkan kembali ke Hagi dengan membawa berita kekalahan besar? Ketakutannya semakin membakar tekad¬nya untuk meraih kemenangan. kuda-kuda seperti terbang m elewati jalur itu. bertempur dengan putus asa hingga nyaris tak seorang pun tersisa. Berapa lama prajuritnya yang tidak tidur sanggup dapat bertahan d ari serangan yang seolah takkan berakhir? Dia mengutuk hujan yang menghalangi mereka menggunakan s enjata api. menyadari p engkhianatan dan kekalahan yang tak bisa dihindari. Aya hnya adalah salah satu dari sedikit prajurit yang selamat apakah sejarah keluarga itu akan terulang lagi. kini dia semakin cemas. mengagumi tekad dan disiplin mereka yang berada di sekelilingnya. Saat itu halilintar menyambar. dan mulai gemetar ketakutan. Sekelompok pasukan berkuda datang dari jalur sempit. Terlepas dari kata-katanya yang penuh keyakinan kepada Takeo di malam sebelumnya . menatap anak panah itu hingga menembus mata kiriny a. Sekarang ini. tapi Takeo tak tahan memerhatikan kalau jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingka . dan darah membutakan matanya.

Halaman 287 dari 600 . Dengan rasa terkejut dikenali pemimpin¬nya adalah Kono. Dilihatnya kuda Maruyama. Saat ini kaki-kaki kuda menginjak-injak di sekelilingn ya. terperosok ke lumpur yang dalam. Tebasan pertamanya yang cepat ke atas mengenai kaki laki-laki itu dan hampir mem buatnya putus: Kono menjerit. Takeo beriuang keras menjejakkan kaki dalam genangan lumpur.n hari sebelumnya. Seperti Kahei. dan merasakan kemarahan dirinya meluap. sudah mati. seperti prajurit berkuda yang kini hampir mendekatinya. hadiahnya kini digunakan untuk melawan dirinya. kini Takeo berada di sebelah kananny a. Setelah ayah orang ini nyaris menghancurkan hidupnya. k eyakinannya pun mulai berkurang. berusaha agar ti dak terluka dengan pedangnya sendiri. lalu melomp at dengan cekatan ke samping agar si bangsawan berhadapan dengannya di sebelah kirinya. mem¬belokkan kuda dan kembali. mengabaikan rasa sakit dari luka di tangannya. Saat menunduk di bawah tebasan pedang.. terdengar pedang di sebelahnya mengarah ke arah punggung-nya. dan mereka semua segar dan sudah beristirahat. ter¬sungkur dengan kepala lebih dulu. berbohong p ada¬nya. Ia berguling menjauh. dan per-tempuran itu sedikit demi sedikit mengikis kekuatannya.. kini sang anak berkomplot melawannya. Ada berapa banyak lagi pasukan yang dimiliki Saga? Persediaanny a seperti tidak ada habisnya. dan hendak menikam pergelangan Kono. Pasukan pejalan kaki miliknya suda h merangsek ke depan dengan tombak dan tombak runcing. Dipegang nya Jato dengan erat. menyanjung sambil menyusun rencana jahat untuk menjatuhkan dirinya. seekor kuda terjatuh berdebam di sam-pin gnya.

sepertinya perang telah berakhir. kakinya masih menyemburkan darah. Menebas kepala tak diijinkan. pertahanan sudah ditempatkan dan tidak ada tanda-tanda Saga kembali. Kono memegangi surai dengan dua tangan. Tanahnya berbatu-batu sehingga kuburnya pun tidak dalam. pandangannya terpaku pada keamanan jalur sempit. Takeo berdiri. Nampaknya laki-laki itu tak memerharikan Takeo. meletakkan senjata. Kahei memerintahkan pasukan beristirahat. percik air . Kemudian kumpulan massa di sekitarnya berkurang. Burung gagak telah ber¬kumpul. musik pelan dan seperti hantu yang menggema di seluruh tanah datar. Takeo mendengar suara lain. mengenali semua yang bisa mereka kenali. kini berubah menjad i gerimis. rubah berkcliaran mencari mangsa. eketika kilat menyala tepat di atas kepala.Seketika kilat menyala tepat di atas kepala. Mereka mundur. sementara Minoru mencatat nama mereka. Malam harinya. Sedangkan pasukan Saga yang tewas dimakam kan dalam satu kubur di tengah tanah lapang. pikir Takeo tak percaya. Saat jenazah dibaringkan berderet. menyeka air hujan dan lumpur dari matanya dengan tangan kanan. Sisanya digunakan untuk membuat barikade di sepanjang jalur sempit. dan Sonoda Mitsura serta dua ratus pasukannya tetap tinggal untuk menjaganya. Kuda Maruyama tadi melewatinya. berjalan melintasi medan perang untuk merawat kuda yang terluka serta memakamkan yang tewas. Gemba dan Takeo berjalan menyusuri barisannya. Tonggak pagar pancang ditarik dan sebagian disusun menjadi tandu untuk mengangku t korban lukaluka kembali ke Inuyama. Takeo berjalan di antara pasukan yang tertidur sama seperti ketika berjalan di a ntara korban tewas sebelumnya. Kahei. mereka melepas baju zirah. saat korban tewa s sudah dimakamkan. dan segera tertidur. dan hujan turun makin deras. dan hujan turun makin deras. Hujan deras saai Saga Hidcki memerintah¬kan pasukannya mundur. Di sel a-sela deru hujan. Sejenak ia t ak memahami artinya. Takeo mendengar suara lain.* Para mantan gelandangan. dari desa mereka di Maruyama. saling memekik d ari tebing yang curam. Di sela -sela deru hujan. Di malam hari keesokan harinya. selagi suara terompet perang tenggelam d alam teriakan kemenangan dan pasukan di sekelilingnya mendesak ke depan mengejar musuh yang me larikan diri. Ia mendengarkan desis lembut rintik air hujan di dedaunan dan bebatu an.

dan terlindung dari hujan." Halaman 288 dari 700 . merasakan butiran embun di wajah dan rambutnya . lalu ke Negara Tengah untuk mencegah Zenko membangun kekuatan di wilayah Barat. wajahnya masih berlumuran lumpur. "Kurasa dia agak membaik. Itu hanya bisa berarti sesuatu telah terjadi pada Kaed e. Seluruh bagian kanan tubuhnya. Tabib Sonoda akan merawatnya. memerhatikan wajah pucat dan napasnya yang t erputus-putus. kakinya diperban dengan asal-asalan. dari tumit hingga ke bahu. "Bagaimana keadaannya?" tanyanya.." sahut Shigeko dengan suara pelan. Hiroshi telah dipindahkan ke dalam tenda Kahei yang menawarkan kenyamanan tertin ggi. peringatan Gemba tentang peristiwa yang telah mengacaukan keselarasan pemerin¬taha nnya kembali menyiksa dirinya. Ia amat cemas. kemudian harus berjalan k e Inuyama. terasa sakit sekali. kicau burung. "Dia masih hidup. masih mengenakan baju p erang. Ia tahu kalau para pr ajurit yang kelelahan itu hanya bisa tidur sampai matahari terbit. Takeo menemukan putrinya di sana. dan kelegaan ata s kemenangan tenggelam oleh kesedihan melihat harga yang harus dibayar." "Kita akan membawanya ke Inuyama besok.terjun di kejauhan. sambil berlutut di samping Hiroshi. ingin pulang secepatnya..

" "Kau telah melakukan tugasmu dengan luar biasa. meski sebenarnya ia memperkirakan Hiroshi takkan berta han dalam perjalanan. dan telah memastikan kemenangan mereka." Pujian Takeo membuat air matanya berlinang lagi. "Dia takkan m au menikahiku sekarang!" Air matanya seketika berubah menjadi tawa. Kau dan Gemba harus mendampingi Hiroshi dan korban l uka lainnya. Ajak Gemba. bahka n mematikan. melumpuhkan tapi tidak membunuh. hanya melukai." "Ayah jangan berkuda seorang diri. "Kau lelah. Shigeko meng¬angguk tanpa bicara. Aku hampir tak bisa berjalan kembali. tidak lebih lelah dibandingkan Aya h. "Sebatang anak panah mengenai kakiku." Takeo tidak mengerti ucapan putrinya. "Ya. "Seperti yang selalu kulakukan selama perang. Ayah harus tidur. segera setelah memeriksa keadaan Tenba. "Mai mengajakku ke tempat Lord Saga . atau akibat apa yang akan terjadi di negeri ini." "Dan kirin. "Tidak lebih lelah dibandingkan yang lainnya. Mai yang menggendongku. "Aku tidak bermaksud membunuhnya. Ayah akan meninggalkannya bersamamu . Semoga Tenba siap: bila tidak siap. Aku tak menyadarinya sampai setelah itu. Tidak parah. "Kaulah pewaris se jati Klan Otori dan Maruyama." Mendadak air mata mengambang di pelupuk matanya. Shigeko meng¬angguk tanpa bicara. dia mencari konflik: kini Shigeko membuat dia terluka parah. meski sebenarnya ia memperkirakan Hiroshi takkan bert ahan dalam perjalanan. "Kau terluka?" tanya Takeo. Kahei akan membawa pasukan. Shigeko menatapnya dan berkata dengan cepat. Dan Ayah boleh me nunggang . akeo bicara dengan yakin. Ajak seseorang." sahut Takeo.Takeo bicara dengan yakin. Hewan itu tidak tahu perjalanan panjang seperti apa yang menantinya. Ayah ingin menungganginya kembal i ke Inuyama. bersama kirin yang malang." "Pasti. "Jadi kami harus berterima kasih padamu atas mundurnya pasukan Saga yang tiba-ti ba itu?" Takeo tak kuasa menahan perasaannya atas hasil yang adil ini." ujar Takeo." ujar Shigeko." ujarnya. Aku memanah matanya. Saga tidak menerima kekalaha n dalam pertandingan.

kembali ke bawah rintik hujan. Di dalam tampak redup." Awan agak menghilang. anak Raku. meski saat ini hujan sudah mulai turun. pasti tewas. Seperti pas angan suami istri. dan cahaya redup matahari menyembul saat matahari ter¬benam. wajahnya dekat dengan wajah pemuda itu. kuda milik Taku. Suasana hatinya murung saat kembali ke tenda. membawa kuda itu ke kolam air dan membasuhnya dengan air dingin. Takeo berharap itu berarti besok akan lebih kering. Kemudi¬a n Takeo ingat pada kuda Hiroshi. Kuda abu-abu pucat bersurai hitam. aku tidak membutuh¬kan kuda. tapi Tenba teta p saja lebih menggunakan kaki kanan belakangnya. Kuda-kuda itu mencapai usia tujuh belas tahun. Shigeko sudah tertidur di samping Hiroshi. cahayanya memudar. Taku telah tiada. Ryume. walau kakinya kelihatan tidak terluka. pertanda munculnya pelangi di langit. Tenba berdiri di sebelah kirin. dan kemungkinan tak bisa ditunggangi. tapi kaki kanan k uda itu agak pincang. tapi kematian mereka membuat ia bersedih. tepat beberapa minggu setelah kematian s audara tirinya. Takeo menyimpul¬kan kalau otot bah unya terkilir.Ashige. "Sekarang kau boleh menikahi laki Halaman 289 dari 700 . dan mungkin akan berlangsung selama berminggu-minggu. Luka di dadanya sudah tertutup dan tampak bersih. dengan kepala ter¬tunduk. Kuda itu meringkik pelan menyapa saa t Takeo menghampiri. usia yang baik. Keri. Takeo menatap dengan penuh kasih sayang. Dia tak ada di antara kuda yang masih hidup. Hiroshi di ambang kematia n.

bersama Gemba sesuai anjurkan Shigek o dan Minora. Perjalanan ditempuhn ya dalam rasa nyeri dan juga demam." Hiroshi memejamkan mata lagi." "Perang?" "Sudah berakhir. Kuda betina dan kuda hitam Gemba segar seperti Ashige." ujarnya. dan segera saja orang berduyun¬duyun ke arah Gugusan Awan Tinggi unt uk membawa makanan kepada para prajurit dan membantu membawa korban yang terluka. tapi menolak berhenti. Hujan yang deras selama berhari-hari bisa berakibat gagal panen. "Mau kuambilkan teh?" "Ya.. sesekali suhu badannya m eninggi dan gemetaran. Takeo mengira Hiroshi tidak sadarkan diri. Meskipun lukanya terasa sakit. Kaede pasti kedinginan. dan takkan tidur dengan dirinya atau orang lain. dan perjalanan mereka tempuh dengan cepat. Dia kurang sehat. namun senyum masih tetap tersungging di bibirnya. "Lord Takeo. *** Ia berangkat menuju Inuyama keesokan paginya. Saga mundur. Ia berkuda di punggung kuda betinanya yang tenang. ia dihantui mimpi dan halusinasi." bisiknya. di hari ketiga.laki pilihanmu. semangatnya agak bangkit." ujarnya kerasaki pilihanmu.. Di setiap pemberhentian." jawabnya. dan sekonyong-konyong Yuki ada di samping nya. Kau akan baik-baik saja. menunggangi Aoi di samping Makoto menuju sungai yang meluap dan jembatan yang te rputus. demam ringan menyerang Takeo. namun Hiroshi tiba-tiba m embuka mata dan tersenyum. Takeo berbaring. "Tapi aku tak boleh tidur denganmu karena aku telah beristri. Ia berlutut di sisi Hiroshi lalu menyentuh dahi pemuda itu. "Jangan bicara dulu. . Rasa menyesal menusuk hatinya atas nasib gadis itu dan peran dirinya dalam kematian i tu. Tubuhnya dingin. Seringkali Takeo lupa di mana ia berada. Aku harus datang dan meng¬hang atkan tubuhnya. ia seg era tertidur. "Kelihatannya kau kedinginan. Namun badannya sendiri tengah gemetar.. pikirnya." ujarnya keras. dan mengira tengah berad a di masa lalu. Jalanan berlump ur dan acapkali tergenang air." Lalu diingatnya kalau Yuki sudah meninggal. nap asnya melambat dan kian dalam. mereka menyebar kabar tentang perang dan hasilnya. bak awan gelap yang menghilang.

dan melihat wajah Ai bersinar dengan p erasaan lega. Adik Kaede. "Kau terluka?" "Kurasa aku sudah melewati bagian ter¬buruk. demamnya sudah reda dan pikirannya telah kembali jernih . Hujan turun la gi dan para pelayan berlari ke depan membawa payung.Sewaktu tiba di Inuyama. Apakah kau mendapat kabar dari istrik u? Aku tidak mendapat kabar apa pun sejak kami pergi di bulan keempat." lanjut Ai." sahut¬nya. "Tabib Ishida ada di sini. "Suamimu selamat." katanya dengan segera." "Ishida di sini? Mengapa?" Halaman 290 dari 700 . "Akan kupanggil dia. Ai." "Lord Takeo. tapi hatinya tetap cemas. Dia akan merawatmu. "Syukur kupanjatkan pada Surga. k eluar menyambut di dinding sebelah luar kastil. Kecemasan¬nya bahkan tak bisa dihilangkan dengan sambutan sepenuh hat i penduduk kota yang merayakan kabar kemenangan dengan menari di jalanan." Ai mulai bicara. tempat ia dibantu turun dari kuda oleh Minoru dan Gemba. dan hati Takeo berdebar ketakutan.

" "Nanti saja." "Ya." Sew aktu Ai berlutut untuk menggeser pintu terbuka. Demam dan nyeri membuat kepalanya pening: pendengarannya agak lebih peka dari bi asanya. "Mari mas uk. Kau ingin mandi dulu? Dan kami akan siapkan makanan bagi kalian. bayi sangatlah lemah. "Akan kutinggalkan kalian. Ai menuangkan teh ke mangkuk biru berlapis kaca." ujar Gemba." Ai sendiri yang menyajikan sop dan ikan panggang. hampir tanpa merasakannya." ujar Ai." sahutnya. kelembutannya menakutkan Takeo. aku merasa semua ini salahku. Ia dan Gemba berjalan ke kolam sumber air panas dan melepas pakaian mereka yang kotor. "Bisakah kau ikut denganku untuk mendengar apa yang telah membawa Ishida ke Inuyama?" "Tentu saja." akhirnya Takeo berkata. Hal¬hal seperti ini memang sering terjadi. Ishida datang bersama mereka. nasi dan sayuran musim panas. kelembutannya menakutkan Takeo. "Maafkan aku. kuh arap kau membawa berita baik." sahut Ishida." Dia akan ceritakan semuanya. "Biar kuperiksa. Saat pel ayan kembali. setelah mereka saling memberi salam. Kau ingin mandi dulu? Dan kami akan siapkan makanan bagi kalian. "Mari ma suk." sahut Gemba. "Tak ada luka lainnya?" tanya Ishida. Mere ." ujar Ai. aku akan mandi dulu. tapi begitu jernihnya suara menyakitkan telinganya. "Mengetahui yang terburuk adalah tahu cara bergerak m aju. "Lukanya semakin pulih. "Kau sudah jauh-jauh kemari." "Menurutku kau harus segera mendengar nya. "Sudah mulai sembuh. Hujan membasahi lembut wajah dan bahu mereka. ingin bersiap dan menguatkan diri untuk men dengar kabar itu. Dengan hati-hati Gemba menyingkir¬kan perban dari bahu dan lengan Takeo lalu membasuh luk anya dengan air panas." ujar Takeo. mereka juga tidak bicara selagi membasuh dan mengeringkan tubuh lalu masuk ke dalam air yang berbuih dan mengandung belerang. Kau menitipkan i stri dan putramu dalam perawatanku. mengelilingi mereka ber¬du a seakan membawa mereka ke dunia lain. tapi Takeo hanya mengangguk setuju. Takeo melihatnya mengangkat lengan baju untuk men yeka air mata."Dia akan ceritakan semuanya. "Aku tidak bisa berlama-lama di sini. Mereka makan dengan cepat: Ai menyuruh pelayan membereskan nampan dan mem¬bawakan teh." Takeo menghirup teh.

"Apakah kau hendak mengatakan kalau putraku meninggal?" Kesedihan melanda dirinya. Darah Takeo berdentum di telinganya. "Bocah mungil itu sehat pada malam sebelumnya. bagaimana Kaede bisa tahan? "Aku harus segera menemui istriku. diberi cukup makan. "Tak ada tanda-tanda racun." ujar Ishida. nyaris marah." tutur Ishid a. lalu tertidur tanpa rewel. suaranya pecah. Aku tak kuasa menanggung kabar buruk ini. tapi aku sama sekali tak tahu penyebabnya." Halaman 291 dari 700 . Bila diriku saja t ak kuasa menanggungnya. pikirnya. "Sementara sihir aku benar-benar tidak t ahu. mungkinkah dia penyebab kema tian putranya? Takeo menangis. yang nyaris belum dikenalnya. Mahkluk mungil itu. namun tidak pernah terbangun lagi." Ishida berhenti dan menatap tak berdaya ke arah Takeo. yang kini tak akan bisa dikenalnya. air mata berlinang di pipinya.ka terlepas dari geng¬gaman kita. "Bukan karena sihir? Bagai¬man a dengan racun?" Teringat olehnya kalau Hana berada di Hagi." ujarnya. Kematian seperti ini tidak wajar." "Bagaimana bisa begitu?" Tanya Takeo. kemudian. tidak berusaha menyem¬bunyikannya. bibirnya berkerut sedih. "Bagaimana istriku menerima keadaan ini? Apakah karena penyakit? Apa¬kah Kaede juga sakit?" "Itu merupakan kematian di masa kanak¬kanak yang tak bisa dijelaskan. dan air mata menetes. tersen yum juga tertawa.

" "Bisakah aku mencegat mereka di Yamagata?" tanya Takeo pada Gemba. tempat dia membangun kekuatan militer." sahut Ishida." ujar Takeo. menyerahkan d iri ke tangan yang tengah berkomplot menentang dirinya? Mengapa istrinya mau melakukan hal semacam itu? Bergabung dengan suami adik¬nya? Tidak bisa dipercaya kalau istrinya melakuka n itu. siapkan kuda. namun benakn ya masih belum memahaminya. seolah seluruh tangannya ter enggut habis. Sebagai jawabnya." "Istri Zenko dan putranya berada di Hagi. "Jaraknya sem . dan menyerukan pada putra sulungnya untuk bertindak dengan adil. "Apa? Kaede membiarkan mereka pergi?" "Lord Takeo. Takeo duduk diam membeku. seakan ingi n menopang tubuh Takeo." tutur Ishida dengan sedih." ujar Ishida. "Aku harus menemuinya. Kaede meninggalkan Hagi? Dia pergi ke Kumamoto. "Gemba. Sepertinya dia menjadi gila karena sedih. namun ekspresi kesedihan serta welas asih terlukis di wajahnya. Namun sebagian dalam dirinya merasa tercabik-cabik. Apakah Shizuka bersamanya?" Lalu istriku: bagaimana keadaannya? Dia pasti hampir gila karena sedih."Lalu istriku: bagaimana keadaannya? Dia pasti hampir gila karena sedih. "Tentu dia tidak akan menyia-nyiakan nyawa mereka." Dia tak menangis. dan melihat kalau kegelapan i tu akan melahap seluruh negara nya. "Kini kita tahu apa yang salah. di Hofu. Telinganya sudah mendengar kata-kata itu. Dia bergeser mendekati Takeo. Apakah S hizuka bersamanya?" "Banyak hal buruk terjadi sejak kau pergi. Kira-kira sudah sampai di mana mereka sekarang? Kapan mereka berangkat?" "Aku pergi kira-kira dua minggu lalu." ujarnya. "Istriku baru saja keh ilangan putranya." bisik Ishida. Dia duduk tanpa makan di depan Daifuku ji. "Mereka pasti pergi beberap a hari kemudian." "Hana dan kedua putranya sudah tidak di Hagi. Mereka dal am perjalanan ke Kumamoto. "Kaede pergi bersama mereka. Dirasakan semangatnya naik turun menuju kegelapan. lewat Tsuwano dan Yamagata." "Ah!" ujar Gemba pelan. Z enko mundur dalam keadaan gusar ke Kumamoto.

membantah dan memohon. "Aku harus bersiap untuk bertarung melawan Zenko." tutur Ishida. dan begitu sanggup bepergian. mencari-cari jaw aban. Shigeko luka ringan. Yang terpikir olehku adalah meminta bantuan Ai." Takeo ber¬henti bicara lalu menatap Gemba den gan pandangan penuh kesedihan. seraya berharap bertemu denganmu dalam per¬jalanan pulang. Ak u akan ke sana dan mencari tahu apa yang telah terjadi. "Kirin juga mungkin butu h perhatianmu. "Lord Takeo. maka aku pergi dia m-diam dari Hagi. Tapi bagaimana aku sanggup ber perang melawan istriku sendiri?"* Halaman 292 dari 700 .inggu berkuda. beritahukan keberangkatanku. Benaknya seketika mulai ber¬pacu. tapi Takeo tak mengijinkannya melanjutkan. agar istrinya tid ak meninggalkan dirinya." "Aku akan sampai di sana dalam tiga hari." la njutnya. kirim pesan sekarang juga kepada Miyoshi Kahei. menjanjikan apa saja pada dewa manapun. "Tak satu pun sanggup menghibur a tau mencegah kepergiannya." tutur Takeo." "Mereka berjalan dengan lambat. "Hiroshi luka parah. bawa mereka ke Yamagata. Minoru." Ishida tidak memandang Takeo: sikap bersalah sekaligus bingung. Rawat mereka sebaik-baiknya.

percakapan dengan hantu pe rempuan.00. mereka berlari dengan menghilangkan diri melewati jalanjalan yang sempit. yang diberi makan oleh burung-burung di Daifukuji. Kepergian Zenko dari kota itu disertai dengan cemooh dan berba gai bentuk *) Waktu Kuda: berkisar antara jam 11. "Dia akan berikan untuk kita . Dan Akio pasti sudah tahu tentang si kucin g. kebanyakan orang berada di dalam rumah untuk makan siang. diambilnya pisau itu l alu dia tusuk tangan laki-laki itu. tidak berdaya. dengan saru tujuan: menjauhkan diri dari Hisao dan Akio. maka mereka pun tak ingin kembali ke masa-mas a di bawah kepemim¬pinan Arai. Hisao pasti dihukum. seorang lakilaki tengah berjongkok mengasah pisau dengan batu asah. Maya melambatkan larinya untuk mengatur napas.00 s/d jam 13. "Apa yang kau lakukan?" pekik Miki. "Kita butuh senjata. Mereka memb enci perbudakan oleh Tohan dan Noguchi. Mereka minum sambil bertuk ar berita dan cerita. Di luar toko kecil. Miki dan Maya melihat sedikit kejadian ini. menyuarakan kekagetan dan penyesalan atas kematian Muto Taku. Penduduk Hofu adalah orang¬orang yang pemberani dan juga keras kepala. seolah yakin Hisao aka n mengejar." jawab Maya. Ia selalu menoleh ke belakang dengan gugup saat mereka lari. tapi tak tahu apakah pikiran itu membuatnya gembira atau sedi h.Di Hofu." . pikirnya. dengan arus kapal yang datang dan pergi mema nfaatkan angin barat untuk menuju Akashi dengan membawa hasil bumi Tiga Negara. pertemuan dengan Hisao. Maya sudah kelelahan karena tidak tidur semalaman. Merasakan kalau kemampuan meng¬hilangnya sirna saat ia kelelahan. bahkan dilempari batu. dan melihat Miki muncul kembali di sebelahnya. makanan dan uang. Maya panik. Tanpa berpikir panjang. Orang itu melonjak kaget melihat ke¬munculan mereka yang tiba-tiba hingga pisau ya ng dipegangnya jatuh. Rumah mak an dan penginapan dijejali orang yang baru turun dari kapal. gelombang pasang di awal bulan kelima datang setelah siang hari di Wakt u Kuda*. mengambil air dari kanal kecil. ungkapan dendam atau kebencian: para pengawal Arai yang berada di bagian belakan g rombongan bahkan dilempari kotoran atau sampah. mengagumi mukjizat yang dialami Shizuka. kesal pada Z enko yang sangat tidak berbakti pada orangtua dan menghina dewa-dewa serta pasti akan dihukum ata s perbuatannya. pemuda itu takkan membiar¬kannya pergi. Jalan di si ni sepi. Pelabuhan dalam puncak kesibukan¬nya.

ditunjukkan¬nya tempat dia menyimpan bebe rapa koin.Laki-laki itu menatap dengan tak percaya pada darahnya sendiri. "Beri kami makanan dan uang. Aku hanyalah seorang perajin yang miskin." "Dewa menghukum rakyat atas kejahatan penguasanya. kali ini di leher. "Aku membenci kejahatan Lord Arai: aku tahu dia telah manghasut dewa-dewa menentangnya. atau kau akan mati. Bola matanya terbelalak ketakutan. kini keduanya bersenjatakan pisau yang disembunyikan di balik pakaian. Didekatinya laki-laki itu di bagian tangan yang tidak terluka lalu membimbingnya masuk ke dalam toko." Miki mengambil pisau kecil dari tempat¬nya tergetak di atas selembar kain yang ter hampar di tanah. dan memaksakan kue mochi ke dalam geng¬gaman tangan Maya." dia memohon. Maya berguling l alu muncul di belakang laki-laki itu. "Jangan bunuh aku. "Apa-apaan tadi itu?" tanya Miki sewaktu mereka meninggalkan toko." Maya mengoceh. "Adik. Halaman 293 dari 700 . Kalau si bodo h ini mengira mereka adalah iblis atau hantu. tapi aku tidak terlibat di dalamnya. maka ia harus memanfaatkan sebaik¬baiknya." ujarnya. melukainya lagi. ambil pisau ju ga.

Dia hampir lupa akan keberadaan bayi yang baru lahir. "Lagipula. "Benar. Hisao akan membunuh Ayah. tempat yang ada airnya. Yuki. seolah dengan tidak mengakui kelahiran adiknya itu. "Sud ah menjadi takdir orang itu berada di sana saat itu. dan di balik pakaian ter asa lembap dan gatal. pada akhirnya. Di sini mereka minum sebanyak-banyaknya."Akan kuceritakan nanti." Miki mengangguk. Ayah melarang kita melakukan hal itu. adalah Kikuta Hisao. tempat mereka duduk d an ber¬bagi kue mochi. tapi sebenarnya bukan." Maya menatap Miki. Maya belum pernah melihatnya." Gadis itu menatap permukaan kolam dengan murung. Ibu tidak boleh p ercaya kepadanya." tutur Maya." "Itu tidak mungkin. dan menemukan tempat yang terlindung di balik semak-semak." Mereka mengikuti kanal sampai ke jalan yang mengarah keluar kota menuju utara. Peluh bercucuran di wajah kedua gadis itu." "Dengar. Ranting pohon cedar dan a wan di belakangnya memantul di per¬mukaan yang tenang. Kau pasti pernah mendengar tentang dia di Kagemura. "Paman tengah menyiapkan pasukan melawan Ayah." ujar Miki dengan suara lemah. M ereka tiba di jalan ke biara. Ayo kita cari tempat untuk bersembunyi sebentar. dia adalah cucu Kenji. "Hisao adalah kakak kita. tapi setelah bocah itu lahir. tapi perasaan itu segera berlalu. Miki." kan kuceritakan nanti." Sesaat dikiranya kalau ia akan menangis. Dia putra Ayah. tempat yang ada airnya. yang berseru-seru me¬manggilku. Dan ada ramalan yang mengata¬kan bahwa Ayah hanya bisa dibunuh oleh putran ya sendiri. Aku melihat Taku dan Sada dibunuh di depan mataku. "Orang mengira dia putra Akio. Bibi Hana sedang dalam perjalanan ke sana. kau tidak tahu apa yang sudah kualami. dan jangkrik yang ber derik membosankan. Kita harus ke Hagi lalu memperingatkan Ibu. kecuali bila kita mencegahnya. menikah dengan Akio. Ayo kita cari tempat untuk bersembunyi sebentar." "Tapi Maya. Ibunya. tidak ada orang yang tidak bersalah. Maya berkata." katanya seketika. hutan kecil mengelilingi kolam sumber air. Burung gagak memekik di ketinggian pohon cedar. Aku ditawan Kikuta Akio. Itu sebabnya Kenji menggi ring Tribe kepada Ayah. Kikuta memaksanya bunuh diri. mau¬pun memikirkanny . dia sudah mendengar semua kisah Tribe ini sejak kecil. "Dan bocah itu. kau gunakan kemampuan Tribe untuk melawan orang yang tidak bersalah.

"Jangan membuat semuanya menjadi rumit. Lagi¬pula Hisao pantas mendapatkannya." "Kalau sudah tahu. seharusnya kita juga begitu. dan dirasaka n¬nya bebatuan merekah di bawah tangannya. apa yang bisa Ayah lakukan?" "Ayah seharusnya membunuh Hisao. Di sini ada batu nisan yang berlumut dan terbengkalai. Miki!" Maya berdiri mengibaskan debu dar i pakaiannya. maka dipanjatnya dinding samping lalu membuang hajat." ujar¬nya. merasa pusing selama beberapa saat." "Tapi bagaimana dengan adik bayi kita?" tanya Miki lagi. orang paling jahat yang pernah ku¬temui. merasa heran mengapa hal ini membuat ia begitu marah. Pada saat itu dirasakannya keinginan untuk menjadi si kucing. "Jika Ayah memilih untuk tidak berbuat apa-apa. lalu ber¬jalan lebih jauh m emasuki hutan. Halaman 294 dari 700 . yang membuatnya gelisah. Lag i-pula. Puncak pe¬pohonan cedar masih bergetar. "Aku mau pipis. Dia itu ja hat. "Ayah pasti tahu tentang ini. mengapa Ayah tidak berbuat apa-apa?" sahut Maya.a. Saat ia meman jat dengan susah payah kembali ke sisi dinding yang sebelumnya. bumi bergetar. menggunakan bahasa laki-laki. Maya berpikir kalau ia ta k boleh mengotori¬nya. lebih jahat dari Akio. Miki berkata. Maya setengah terjatuh ke atas tanah. Seekor nyamuk hinggap di tangannya dan dia menepuknya. bersamaan dengan perasaan yang tidak dikenalinya.

peziarah." sahut Maya dengan perasaan jijik . Dari Yamagata ke Hagi ber jarak sepuluh hari. biarawan berjalan dengan tongkat dan mangkuk pengemis." "Apa rencana kita?" tanya Miki sewakt u berdiri." ujar Miki tidak senang." "Apakah dia Muto?" "Imai. seraya menyentuh pisaunya yang ter sembunyi. pedagan g. Seorang laki-laki bernama Bunta datang bersama Shizuka dan aku. "Ayo. "Kita harus segera pergi. mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang sulit. "Kita akan mencurinya. Dia akan menolong kita. Hal ini membuatnya merasa kesal. yang ter¬buruk." 'Tak satu pun dari mereka bisa dipercaya lagi. Ia tak ingin Miki tidak sepaham dengan dir inya. ketika mereka seperti memiliki satu pikiran." "Apakah kita akan berjalan kaki sampai ke rumah?" "Ada ide yang lebih baik?" "Kita bisa meminta bantuan dari se¬seorang. "Butuh waktu seminggu berkuda dari Yamag ata. Bila kita berjalan kaki dan sambil ber sembunyi. Maya mencermati para pelancong yang berjalan menyusuri j alan itu dari kedua arah: ksatria berkuda. "Apa¬kah kita akan mengikuti jalanan mama?" Ia memberi isyarat ke arah jalan berdebu yang berbelok-belok menuju sawah yang meng¬hijau ke arah pegunu ngan yang berselimut¬kan pepohonan.Ketika dilihatnya Miki duduk di samping kolam." ujar Miki. akan makan waktu tiga kali lebih lama." sahut Maya. "Tentu saja pulang." "Baiklah. berkuda secara terbuka dengan dua orang laki-laki yang membantu kita. Be-berapa di antara mereka mungkin saja menahan dan menghentikan mereka berdua. Lalu bagaimana kita mendapatkan makanan?" "Seperti yang tadi kita lakukan." "Tapi jaraknya jauh sekali. ia terkejut mel ihat betapa kurusnya adiknya itu kini. Maya tak ingin mencemaskan keadaan Miki: ia ingin segalanya tetap seperti biasa¬nya. ia terkejut melihat betapa kurusn ya adiknya itu kinietika dilihatnya Miki duduk di samping kolam. "Kita harus pergi sendiri." katanya. Atau mereka mungkin saja o rang Tribe . perempuan bertopi dan berkerudung lebar pelindung s inar matahari. penjaja dagangan.

Kita tak ingin menjadi perhatian. Ay o kita temui Shizuka. Datanglah kepadaku. Kita boleh kembali. ingat perkataan gadis pelayan itu. ia berkata. Itu dia." "Kita akan kelaparan. m erasakan kalau pemuda itu sedang mencari¬nya. siapa pun bisa melihat kalau kita kembar. Ayo kembali ke kota saja. "Aku tidak dengar siapa-siapa. setengah berharap melihat Hisao dan Akio mengejar. Akio mungkin sudah menunggu kita di sana. Suara itu bergema seperti bisikan di sela¬sela hutan. "Berpua sa dan berdoa.yang sedang mengejar. Mendadak Maya melompat. Maya bisa merasakan tarikan itu dalam dirinya. "Walau aku berpakaia n laki-laki. "Kau dengar itu?" Dicengkera m¬nya tangan Miki. mendengar suara Hisao." protes Miki. Tapi aku membencinya! Bagaimana bisa aku ingin berjumpa dengannya? Berusaha menyembunyikan perasaan ini dari Miki. Ia bimbang dan disadarinya ternyata ia rindu dan ingin bertem u Hisao lagi." ujar Maya. ke arah kota. "atau tersesat." Halaman 295 dari 700 ." Rasa tegangnya makin bertambah." "Dia berada di Daifukuji." Miki berdiri. mendengarkan dengan seksama. Kita akan berjalan melewati pegunungan. Maya menoleh ke belakang. "Apa?" "Suara itu.

"Aku penasaran di mana kedua kuda betina itu. Sungai itu sering meluap. dan kematian Taku dan Sada. mengikuti aliran sungai di sepanjang jalan menuju Tsuwano. Jalan hampir mengarah ke utara. Ayo pergi. Sungai itu sering meluap. Mereka sudah sering melewati jalan ini. dan aku adalah bayangannya. hanya beberapa hari lalu. Jalan hampir mengarah ke utara. Juga ada jembatan baru. mengikuti aliran sungai di sepanjang jalan menuju Tsuwano. rumah dan gubuk petani benebaran di tengah daerah persawahan. namun mata Maya kering. Maya me nceritakan dengan singkai tentang serangan itu." ajak Maya." "Kuda betina apa?" "Kuda pemberian Shigeko untuk per¬jalanan dari Maruyama. deburan air berbuih menghempas bebatuan. Juga ada jembatan baru. rumah dan gubuk petani benebaran di tengah daerah persawahan. sunga inya makin dangkal."Ayo pergi. tapi berjarak satu hari per¬jalanan ke utara Hofu. ia melihat ke angkasa." Sejenak Miki terdiam." ujarnya pada Miki saat me¬langkah d ari bawah naungan pepohonan lalu berjalan di bawah teriknya matahari. hanya it u. sedangkan Maya saat musim gugur se¬belumnya. ia melihat ke angkasa. Sawah terbentang di k edua sisi lembah." ujar Miki. Matahari sudah bergeser dari titik puncaknya ke arah barat. sunga inya makin dangkal. tepat sebelum Sun gai Yamagata. tepat sebelum Sun gai Yamagata. Jalan ter¬bentang di sepanjang sisi barat sampai ke jembatan di Kibi. Miki yang terakhir kali. Sawah terbentang di k edua sisi lembah. Matahari sudah bergeser dari titi k puncaknya ke arah barat. "Apa¬kah Akio menyakitimu?" "Dia mencekikku untuk membungkam mulutku." ajak Maya." Selagi mereka mulai berjalan menanjak menaiki lereng ke pepohonan bambu. melewati sebagian besar daerah tersubur d i Tiga Negara. "Kau tahu. lalu berkata." . melewati sebagian besar daerah tersubur d i Tiga Negara. Jalan ter¬bentang di sepanjang sisi barat sampai ke jembatan di Kibi. "Aku memimpika nmu sebagai si kucing. Setelah selesai bercerita. deburan air berbuih menghempas bebatuan. lalu memukulku beberapa kali. tapi berjarak satu hari per¬jalanan ke utara Hofu. seraya menyeka mata dengan tangan. bersama Taku dan Sada. "Aku memimpikanmu. aku kehil angan mereka. Aku tahu sesuatu yang mengerikan terjadi padamu. Miki menangis tanpa suara.

" Matahari tergelincir di balik puncak tinggi pegunungan di sebelah kiri mereka. Tak ada orang yang pernah meng¬ajarinya. R asanya waktu sudah lama berlalu sejak mereka makan kue mochi di biara tadi. selain cara bertindak kejam. menghilang ke semak beluk ar. T idak akan ada bulan. "Hisao adalah penguasa alam baka. mengumpul kan daun. Derik jangkrik keden garan makin kencang. Mereka sampai di sebatang pohon beech besar yang setengah tercabut akarnya akiba t gempa atau badai. Daun rontok selama ber¬tahun-tahun menyediakan kasur yang empuk. dan batang nya yang besar dan akar¬nya membentuk liang. Di sungai juga menemukan kepiting kecil yang mereka makan hidup-hidup. akar dan buah-buahan sebagai makanan juga racun. Seekor ular kecil melintas di depan mereka. Dan dia bisa membuat senjata api. Kurasa ada orang yang mengajarinya. juga tidak akan ada bintang." ujar Maya. Sejak kecil mereka diajarkan oleh Tribe untuk hidup dari alam. dan awan rendah menyebar di langit dari arah selatan. akar halus bambu. mengisap daging berlumpur dari cangkangnya yang rapuh. sampai hampir berlari kecil di sela-sela batang pohon yang berwarna keperakan. dan terdapat banyak tebin g dengan batuan yang menonjol dan pohon tumbang yang menyediakan tempat bernaung. dan di suatu tempat di sebelah kiri mereka terdengar kicau burung kecil."Bagaimana dengan Hisao?" Maya mulai berjalan lebih cepat. Dia bisa menjadi luar biasa kuat. "Penguasa alam baka dari Tribe?" "Ya. hanya saja dia tidak tahu bagaimana meng¬at asinya. Sambil berjalan. meski semua ini makin sulit ditemukan. ketika akhirnya lereng yang semaki n curam memaksanya untuk melambatkan langkah. Mereka menyelinap dengan mudah di antara batang-batang ba mbu. Mereka mengikuti buny i gemericik air dan minum dari sebuah sungai kecil. kedua gadis itu kini mulai secara naluriah mencari makanan: jamur yang tumbuh di bawah pohon pinus. wineber ry. Kini mereka berada di lebatnya hutan. Miki pun ikut berlari. pucuk pakis yang sudah tua. Kemudian mer eka melanjutkan perjalanan selama senja yang panjang sampai malam sudah terlalu gela p hingga tak bisa melihat apa-apa. Bahkan ada kacang¬kacangan yang masih bisa dimak an di Halaman 296 .

dari 700 .

tapi Ibu akan melindungi kita. Sebagian dari dirinya takut pada laki-laki itu dan ingin menjauh. be¬rangkulan. Kedua gadis itu berbaring. seolah dirinya menjadi utuh kembali. "Apa kau lari darinya? Sekalian pulang. ibunya selalu bersamanya. Aku merasakannya: aku me¬mutuska n ikatan antara pemuda yang me¬manggilmu dan si kucing." Tambahan lagi. ingin bersama pemuda itu dan berjalan ber¬sama di antara dunia. be¬rangkulan. membuat keduanya melonj ak kaget. Dia dipaksa mat i sebelum waktunya. "Apakah saat itu kau takut?" bisik Miki. dan cahaya menerangi tanah. Miki agak memutar badannya. "Tidak. dan kau berubah ke wujud aslimu. "Tidak." ujar Miki pelan. Maya tidak yakin apakah dia mengucap¬kan kata-kata itu atau hanya memikirkannya. Sebagia n lagi ditarik kembali kepadanya. Tubuhnya menyentak-nyentak gelisah. ara dedaunan. Saat Hisao bersama si kucing.antara dedaunan. Maya mulai merasa rileks. Kedua gadis itu berbaring. "Kurasa aku tahu itu." "Mudah sekali menjadi jahat. dan harus menyaksikan putranya diubah menjadi jahat. memanggilku. "Hujan. ba ru aku akan merasa aman." Tubuh Miki agak gemetar." Tapi bahkan setelah kata-kata itu lepas dari mulutnya. Udara terasa menjadi agak dingin." Terdengar suara burung hantu di pe¬pohonan di atas mereka. Dalam pelukan adiknya. Dalam pelukan adiknya. "Aku tahu Ayah d an Shigeko belum pulang. bau lembap mulai muncul dar i tanah." "Dia mengikuti kita?" Maya tak langsung menjawab. M aya mulai merasa rileks." ujar Maya. ia bisa b icara dengan arwah ibunya. "Kau pernah melihatnya?" "Sudah. seolah dirinya menjadi utuh kembali. ia pun tak yakin kalau se mua ucapannya benar. kan? Begitu kita sampai di Hagi. Hisao menyayangi kucing itu dan dia adalah penguasanya. maksudku?" "Dia sedang mencariku. dan di kejauhan terdengar jerit rubah betina. Apakah aku sudah menjadi jahat? Maya mengingat tukang asah pisau yang dilukai da n dirampoknya . Mengisi cuping hidungnya dengan kehidupan sekaligus kematian. Dengan rintik-rintik pertamanya. "Aku merasa iba." ulangnya." Maya memikirkannya.

dan Maya bergeser sedikit. Seharusnya Ayah bilang kalau Ayah punya anak laki-laki. seolah Hisao bisa me lihat melalui kegelapan. Seharusnya Ayah tidak mengirimku pergi jauh. berusaha memanggil Miki . Datanglah padaku.tanpa pikir panjang. Ayah yang memaksaku. Napasnya tenang dan teratur. merasa bersalah dan tida k menyukai perasaan itu. Halaman 297 dari 700 . tepat ke mata keemasan si kucing. Nyaris tanpa berpikir dib iar¬kannya si kucing datang dengan bulu tebal¬nya yang hangat. pikirnya. Seharusnya Ayah tidak boleh punya anak laki-laki! Miki sepertinya sudah tidur. Segera terdengar suara Hisao. Dibuka mulutnya. Ayah pasti marah padaku. saat kepalanya berputar melihat ke arah Hisao. Hujan membuat¬nya kedinginan. ia menuangkan rasa marah untuk memadam¬kannya. Kucing itu meregang¬kan badan. menegakkan telinganya serta mendengkur. Sikutnya menusuk badan Maya. ini salah Ayah hingga aku menjadi seperti ini. Nyamuk mencium bau ker ingat mereka dan ber¬dengung di telinga Maya. Seh arusnya Ayah tidak boleh begitu sering meninggalkanku saat aku masih kecil. Maya berjuang kembali ke wujud aslinya. Suara burung hantu tadi terdengar lagi. Dan Maya merasakan tatapan pemuda itu berpaling ke arahnya.

serta mem¬bebaskan diriku darinya . tapi dia tahu tempat kita berada. "Apa yang terjadi?" Maya merasakan lagi kekuatan setajam pedang dari jiwa Miki yang menghalangi anta ra si kucing dan penguasanya. Di depan mereka tampak ada jalan yang tidak terlalu mulus." ujar Miki." "Aku tidak tahu apa itu. Mereka berusaha sekuat tenaga naik turun parit yang dalam.Miki duduk tegak." "Apakah dia sudah dekat?" "Aku tidak tahu. "Apa yang terjadi?" iki duduk tegak. "Atau bagaimana m elakukannya. dibengkokkan dan dipukul berulang kali. Suaranya lemah dan lelah. pakis: semuanya berkilau dan bersinar. Saat tengah hari. Kucing itu mengambil begitu banyak dari dalam diriku. keduanya melanjutkan per¬jalanan ke utara. mereka berhenti di saat yang bersamaan. Kita harus pergi sekarang jug a. Dengan menjaga agar sinar m atahari tetap di kanan mereka. Jaring laba-laba. *** Hujan berhenti saat hari mulai terang. dan Hisao melihatku. namun menjanjikan kalau bagian selanjutnya per¬jalanan mereka akan lebih mudah. Dipeluknya Miki dan mendekapnya lebih erat. Meskipun ingin berjalan sebentar di permukaan jalan yang mulus. dan hujan. "Tadi aku berubah menjadi kucing di luar kehendakku. Gelap gulita. Kita tidak bisa pergi sekaran g. mem¬buat tanah terasa panas dan mengubah ra nting dan daun yang meneteskan air hujan menjadi bingkai keemasan dan potongan pelangi." Murni adalah kata yang terbersit di benak Maya. "Tadi kau melolong!" ujar Miki." "Kau akan tetap terjaga?" tanya Maya gemetaran karena dingin dan emosi. Berpelukan. rumpun bambu. di sisi sebelah timur pe¬gu nungan. dan sungai di belakangnya. seperti murninya baja setelah di panas¬kan. mereka tak beran i melaku¬kannya. Mereka b . kedua gadis itu me¬n unggu cahaya matahari merayap perlahan menyinari mereka." Miki berlutut di pinggiran gua pohon dan melihat dengan seksama keluar ke gelapn ya malam. "Ada ses uatu yang bisa kau lakukan yang menghalangi antara dia dan aku. sesekali melihat jalan di bawah sana. seringkali harus mene lusuri kembali jejak kaki mereka se¬belumnya. "Aku tidak bisa lihat apa-apa.

namun tidak tahu lagi apa yang bisa dilakukan. bahkan dalam naungan lebatnya hutan. selain terus berjalan. lumut. seraya melepas sandal dan menggosokkan tel apak kakinya di rumput yang lembap. dan sawah garapan tetap berada di luar jangkauan di bawah tempat mereka berada. Matahari berlalu tersembunyi di balik gunung. sedikit buah b eri yang hampir ranum. "Aku lapar sekali. Halaman 298 dari 700 . Sesekali mereka melihat atap rumah petani jauh di bawah. awan ber kumpul lagi di sebelah selatan. dan mengira kalau jalan kecil itu akan membawa merek a ke sana. perut mereka mulai keroncongan. tapi rasa lapar membangunkan mereka. "Kita istirahat sebentar. dan menem ukan kacang beech. ke arah hijau dedaunan yang be rubah bentuk." katanya. kulitnya berubah segelap tembaga . tanpa bersuara. Maya sudah berbaring terlentang. hampir tidak perlu bicara. bahkan tak ada gubuk atau b iara terpencil di gunung.elum makan sejak pagi." Kedua gadis itu tertidur sebentar. Kakinya lecet dan berdarah. chestnut sisa musim gugur lalu yang telah bertunas. mereka mengen¬cangkan kembali sandal dan mulai mengikuti jalan kecil tadi yang berkelok di sepanjang sisi gunung. berhenti hanya untuk mengambil makanan yang disediakan ata m. "Kita harus mendapatkan makanan sungguhan. dan kini mulai mencari-cari di rerumputan." ujar Miki. Sekali l agi. Tapi mereka tidak menemukan tempat apa pun. Mereka ber¬jalan tanpa bicara. Aku pena saran apakah jalan itu mengarah ke sebuah desa. Tak satu pun dari kedua nya ingin menghabiskan semalam lagi di hutan. Udara terasa panas. menatap ke atas. tak ada desa.

burung berkicau melantunkan nyanyian p engiring matahari teng-gelam. karena ia pernah mencicipi kedua daging itu di se kitar Kagemura. Diraba nya pisaunya." Maya belum pernah mendengar nama itu. kepalanya tertutup tu dung yang di¬pegangi dengan satu tangan sementara mem¬bolak-balik daging pada tusuk pemanggang dengan t angan satunya lagi. Bagaimana dia bisa ada di sini? Aku akan ke sana dan melihatnya. Maya bisa memperkirakan dari bentuk tubuh dan gerakannya kalau sosok itu adalah perempuan dan ada sesuatu dengannya yang terasa sangat familiar. Aku akan memberimu dan adikmu makan. Di sela-sela pepohonan bisa dilihatnya sebuah gubuk kecil. tiba-tiba berhenti." Suaranya mirip suara Shizuka. Segera saja terbit air liurnya. bak jej ak terakhir salju . an dan gunung menyatu saat senja tiba. Baunya semakin kuat . "Apakah kau Muto?" tanya Maya. Api unggun menyala di depan¬nya. Suaranya pun dingin dan misterius. Angin sepoi-sepoi berhembus perlahan di dataran itu dan membuat bulu-bulu coklat dan hijau melambai-lambai terkena angin¬nya. "Tidak mu ngkin. Maya mengangguk. tanpa berpalin g. lalu membuat dirinya terlihat lagi. Kalau dia bi sa melihatku. "Ya. Maya menyelinap di sela pepohonan dan ke belak ang gubuk. kini bercampur dengan aroma daging panggang yang membuat perut mereka semakin keroncongan." Menggunakan kemampuan menghilang. maka dia pasti berasal dari Tribe. Aroma daging begitu kuat hingga ia mengira akan kehilangan kon¬sentrasinya. tapi juga tidak mirip. Maya yang berada di depan. Miki berbisik di telinganya. tiba-tiba berhenti. "Kau bisa memanggilku Yusetsu. Maya berpikir. "Perempuan itu mirip Shizuka!" Maya mencengkeram tangan adiknya saat Miki hendak berlari menghampiri." bisik Miki. pikir Maya. aku Muto." sahut perempuan itu. dan sesosok tubuh ramping berlutut menjaga daging yang sedang dimasak. Maya yang berada di depan. hanya perempuan itu. burung berkicau melantunkan nyanyian peng iring matahari teng-gelam. "Kau tak perlu menggunakan pisau itu. Perempuan itu berkata. Dagi ng burung kuau atau kelinci. dan mereka berjalan dengan lebih hati-hati.Hutan dan gunung menyatu saat senja tiba. "Asap. Sepertinya tidak ada orang lain lagi.

Si kembar makan tanpa bicara. "Apa yang kau lakukan di sini? Apakah ayahku yang menyuruhmu ke sini?" "Ayahmu? Takeo. Yu setsu tidak makan. Dia lalu berlutut. namun tudung menutupi wajahnya. Kemudian ditunjuknya tempat untuk buang hajat. dan mereka berbaring di Halaman 299 dari 700 ." kata Yusetsu. Kedua gadis itu bergantian menuangkan air men¬c uci tangan dan kaki mereka. "Panggil adikmu lalu cuci tangan dan kaki k alian. panasnya membakar mulut dan lidah. seolah dia adalah ibu mereka. Yusetyu menuangkan air ke s elembar kain untuk mengelap tangan mereka. "Sudah hampir matang. sikapnya penuh perhati¬an. melahap daging dengan rakus. Dia membalikkan telapak tangan mereka dan menyusur i tanda Kikuta dengan jari-jarinya." Perempuan itu meng¬ucapkan nama Takeo dengan semacam kerinduan ya ng dalam dan penyesalan. Di anak tangga. dan memberikan lumut untuk member sihkannya. Kini p erempuan itu menatap Maya. lembut sekaligus getir." Ada teko air di anak tangga gubuk. Bahkan dengan cahaya api unggun. Ketika keduanya sudah mengisap tulang yang terakhir.yang tertinggal di sisi utara pegunungan di musim semi. M aya tidak bisa melihat wajahnya. dia hanya mengamati setiap suapan mereka. yang membuat Maya bergidik. mengiris daging menjadi potongan kecil. Yusetsu menaruh daging burung kuau bakar di lembara n kulit kayu yang di-bungkus daun. memerhatikan wajah dan tangan m ereka. Setelah itu dinyalakannya lentera dari sisa api yang masih menyala.

Tiba-tiba tercium bau asap yang sama. Hujan menyirami wajah mereka. "Cuci tangan. "Seperti kemarin. beristirahat dalam panasnya siang hari di rimbunnya semak hazeln ut. meski mereka belum tahu siapa perempuan itu sebenar nya." "Apakah itu makanan hantu?" tanya Miki saat perempuan itu membawakan daging . melalui semak belukar. "Tidurlah." Dan kedua gadis itu." ujar Miki. merasakan juga lebih baik kalau mereka memang menjadi anak Yusetsu. bulan sabit. Di belakangnya ada gubuk. aroma daging yang tengah dimasak yang mene rbitkan air liur. Miki berkata." Jalannya tidak rata. juga tanah lembap di bawah tubuh mereka." ujar Maya menyapa dengan akrab. "Selamat datang di rumah." sahut perempuan itu. teko berisi air. Dan berjalan lagi sampai malam tiba saat bulan baru muncul. "Ada jalan kecil. mengejar Maya. "Ibu Hisao? Yuki?" "Siapa lagi?" Maya mulai berjalan ke arah utara. "Kalian mirip dengannya. maupun perempuan itu." ujarnya lirih. Mereka berjal an menyusurinya sepanjang hari. seoerang perempuan sedang menjaga makanan yang dimasak." uj arnya. seperti jalanan rubah." Mereka tidur tanpa bermimpi dan ter¬bangun saat hari mulai terang. namun rasa daging burung kuau masih tertinggal di lidah dan tengg orokan mereka. wajahnya tersembunyi ole h jubah bertudung. dalam keadaan hangat dan kenyang." "Mmm. Yusetsu memadamkan lentera dan menye¬limuti mereka dengan jubahnya. "Tidak ada yang bisa menyakiti kalian saat aku di sini. Kalian seha rusnya menjadi anakku." gumam Maya. teko. makanannya sudah m atang. "Jadi kalian anaknya Takeo. "Dia adalah hantu perempuan itu. Tak satu pun dari keduanya bica ra lagi tentang perempuan itu.lantai gubuk sementara perempuan itu terus memandangi merekaantai gubuk sementar a perempuan itu terus memandangi mereka. setuju. Hanya bulu burung di lumpur dan bekas bara api yang menandakan kalau perempuan i tu pernah ada di sana. Tak ada tanda-tanda gubuk. "Kita di rumah.

tetap belum mau makan." "Bila sudah bebas. Kau h arus merelakannya. jatuh cinta menghancurkan diri kalian. Menjadi perempuan membuat kalian lemah." tutur Miki dengan su ara tenang dan tegas yang belum pernah Maya dengar. Dalam waktu satu atau dua bulan lagi. Aku ber¬utang padamu. "Akan lebih bijaksana dan lebih kuat lagi begitu ka u dewasa. "Semua makanan adalah makanan hantu. Karena kau memutuskan ikatanku dengan anakku. seharusnya kau me¬lanjutkan perjalananmu. Yusetsu tertawa. "Tugasmu sudah berakhir di dunia ini.saat ini daging kelinci dan mengirisnya untuk mereka." sahut Yuki. kau dan kakakmu akan mulai mendapa t haid. Semua makanan sudah mati d an memberikan rohnya pada kalian agar kalian bisa hidup. dan sekaligus membebaskanku." "Apa yang kau inginkan sebagai imbalan?" tanya Miki. "Aku di sini untuk membantu kalian." "Benarkah?" "Kau membebaskan si kucing." "Kau bijaksana. Maya sudah menjejalkan daging ke mul utnya. "Aku membalas pertolonganmu. dan membiarkan arwahmu berjalan terus menuju kelahirannya kembali. dan membu at seorang Halaman 300 dari 700 ." tambahnya ketika Miki ragu." "Jangan takut.

mengu¬nyahnya pel an. maka dia akan menjadi benar¬benar jahat. "Sifat dalam dirinya tercabik. maka kalian takkan merindu¬kannya. ketika aku menganggap ayah kalian sebagai kekasihku. Tapi aku mengira akan menikah dengan Takeo dan melahirkan anak-anaknya. "Semak in lama dia menjadi semakin jahat. Kedua gadis itu juga tidak berkata apa-apa. bila kalian tid ak me¬mulainya. tapi tidak bicara. Dan aku melakukan apa yang diperintahkan padaku: kalian anakanak Tribe." tutur Yuki. merasakan lemak dan darahnya. Mereka belum p ernah mendengar versi cerita ini dari riwayat orangtua mereka. diceritakan oleh perempuan yang s angat menderita disebab-kan oleh cintanya pada ayah mereka." Miki mencondongkan badan ke depan dan mengambil sepotong daging. yang disayanginya." ujar Maya. kegilaan karena cinta yang bodoh membawa dirinya kabur dari Tribe dan membuat aku dihukum mati." Kedua gadis itu meng-angguk. dia masih . Kami sangat seras i dalam kemampuan Tribe. sedang yang satunya lagi memiliki kualitas spritual yang menolak ke¬kuatannya. "Dia tak mau tahu siapa dirinya. "Aku patuh pada Ketua Kikuta dan Akio. "Salah satu dari kalian menjadi si kucing." "Dia tidak bisa dibebaskan dari dosa. itu sebabnya dia merasa sakit kepala yang sangat menusuk. Dia kelihatan terobsesi pada ku sama seperti aku terobsesi padanya. maka kalian takkan merindu¬kannya." Yuki terdiam membisu. aku merasa seperti di Surga. Aku sangat suka bercinta. aku merasa seperti di Surga. dan kukira dia jatuh cinta padaku. bila kali an tidak me¬mulainya.anak menem¬pelkan pisau di lehermu. Bil a dia menyadari kekuatan itu sepenuhnya." sahut Yuki. Dan aku melakukan apa yang diperintahkan padaku: kalian anakmenem¬pelkan pisau di lehermu. amarahnya kembali lagi. Tapi sampai tiba waktunya nan ti. "Hisao berusa ha untuk tidak ingin mendengarkanmu. kalian harus tahu tentang kepatuhan. Aku merindukannya siang dan malam. Aku mem¬biarkannya memiliki diriku seutuhnya. Aku merindukannya siang dan malam. Jangan tidur dengan laki-laki. Aku mem¬biarkannya memiliki diriku seutuhnya. Aku sangat suka bercinta. yang kutahu mesti kunikahi di kemudian ha ri." "Kalian adalah adiknya. Jangan tidur dengan laki-laki. Akhirnya Maya berkata. Kemudian aku tahu kalau Shirakawa Kaede yang dicintainya. ketika aku menganggap ayah kalian sebagai kekasihku.

tapi jawab an Miki singkat dan tidak memuaskan." bentak Miki.bisa diselamatkan. Aku be rha rap dia yang menjadi ibuku. layaknya seorang ibu." Yuki mencuci tangan mereka seperti yang dilakukannya di malam sebelumnya." Dia cantik. dan kemudian sikapnya melunak. k ita hanya harus segera sampai di rumah dan berharap Ayah cepat kembali. kan?" Halaman 301 dari 700 . si kembar terbangun di hutan yang kosong. tidak seperti Ibu tapi dengan sifat yang selalu kuingin diriku menjadi seperti itu. "Kita su dah makan makanan darinya dan me¬nerima bantuannya. "Sekarang kalian harus tidur. kesal denga n kemarahan Miki. sentuhannya kuat dan ny ata: dia tidak terasa seperti arwah. Kita tidak bisa melaku¬kan apa-apa lagi. Hantu perempuan itu sudah pergi. tapi k ali ini dibelainya tangan mereka dengan lebih lembut. Aku akan memberi kalia n makan dan membimbing kalian kembali ke Hagi. "Apakah menurutmu kita melakukan hal yang salah?" tanya Maya." Yuki mencondongkan badan. Teruslah berjalan ke utara. "B egitu dia sudah selamat. Kita akan menemukan ayah kalian dan mempering atkannya. ber gerak antara gembira karena kemung¬kinan bertemu Yuki lagi malam itu. Aku tidak bisa membiarkan anakku mem bunuh ayahnya. serta ketakutan akan Akio dan Hisao yang sudah dekat di balakang mereka. Dia mencoba memaksa Miki bicara. Aku berharap dia belum mati. aku akan melanjutkan perjalananku. pikir Maya. tapi keesokan paginya." "Bagaimana kau bisa tahu begitu banyak tentang hal itu?" tanya Maya. Miki bahkan lebih pendiam lagi ketim¬bang sebelumnya. "Sekarang sudah terlambat. "Kau bukan seorang penguasa alam baka juga. Suasana hati Maya labil. dan membiarkan tudung terlepas. saat kita sudah bebas. Namun ayah angkatnya harus membayar pembunuhan keji atas diriku. kita akan selamatkan Hisao. kuat dan ptnuh semangat.

" "Pada Akio?" "Pada semua orang yang telah menyakiti dirinya. Memikirkan arwah Akane. ketika temannya dari Yamagata dibakar sampai mati bersama semua keluar ganya di malam Otori Takeshi dibunuh prajurit Tohan. Aku belum pernah mendengarnya sampai kau mengata¬kan kalau Hisao adalah penguasa alam baka. Bul an keenam tiba dan musim panas bergerak menuju puncaknya. "Mengapa dia membimbing kita ke Hagi?" tanya Miki. "Aku bahkan tidak tahu apa itu. seolah membuat bantahan kepada dirinya sendiri. Mereka berdua kagum pada keberan ian dan . dan tanpa disadari mulai menyayanginya seakan pere mpuan itu adalah ibu mereka. melewati negeri yang tidak ramah. d an bagaimana ia menggoda Sunaomi dengan menyaru sebagai perempuan pelacur yang sudah mati itu." Bukan. seorang diri. "Menurutmu apa yang sebenarnya Yuki inginkan?" tanyanya. Sewaktu tubuh-tubuh yang ben gkok bergerak cepat menghilang di balik bebatuan. *** Maka perjalanan mereka berlanjut saat bulan semakin penuh dan menyusut lagi." pekik Miki. "Untuk mencari Ayah." pekik Miki. Setiap malam Yuki men¬ceritakan masa lalunya: tentang masa kecil-nya di Tribe. Keinginannya pun menjadi keinginan mereka berdua. Yuki menemani mereka dari antara matahari terbenam sampai mat ahari terbit. tentu saja bukan." Mereka berjalan menuruni lereng yang curam. dia yang bilang begitu." "Benar kan." "Tapi Ayah belum akan kembali sampai musim panas berakhir. dan bagaimana Yuki membawa kepala Lord Shigeru ke Terayama. tapi perjalanan setiap harinya terasa lebih mudah karena kini mereka tahu Yuki m enanti mereka di penghujung hari. "Dia ingin balas dendam."Bukan. "Aku bahkan tidak tahu apa itu. tentu saja bukan. lalu menyerahkannya ke tangan Takeo setelah sebelumnya mereka menyelamatkan Shig eru dari kastil Inuyama. kesedihan terbesar pe rtama dalam hidupnya." jawab Miki. kau memang tahu semuanya. mer eka mulai terbiasa dengan kehadirannya. Yuki menemui mereka setiap malam. Maya pun bergidik. bagaimana dia membawa pedang Lord Sh igeru. Aku belum pernah mendengarnya sampai kau mengata¬kan kalau Hisao adalah penguasa alam baka." lanjut Miki. Jato. Jalur itu berkelok di antara tonjola n batu-batu besar: sepertinya itu tempat kesukaan ular untuk berjemur." ujar Maya. "Semua hantu ingin balas dendam.

Ladang sayuran lebat dengan dedaunan.kesetiaan Yuki. Ia akan merindukan Yuki. padi berwarna hij au terang. membuat air laut tampak seperti kuningan. Maya bisa melihat lengkungan jembatan batu. "Kita tidak membutuhkan Yuki malam ini. Gelombang sedang surut dan tepi yang berlumpur terlihat jelas di sepanjang sunga i kembar." ujar Miki. Tiang pancang kayu dari pagar penangkap ikan. "Kita bisa tidur di rumah. kedelai. bak mayat yang tengah menanti air untuk menghidupkannya Halaman 302 dari 700 . dan terkejut serta gusar dengan kematiannya yang kejam. dan perahu-perahu yan g tertambat di tepinya." Namun pikiran itu membuat Maya sedih. dan biara bagi dewa sungai tempat ia memb unuh kucing milik Mori Hiroki. dan seketika timb ul niat ingin pergi ke mana pun perempuan itu pergi. Mereka meringkuk di hutan bambu tepat di tepi sawah. terharu dengan kesedihan dan rasa ibanya atas putranya. Matahari masih di langit barat. wortel dan bawang.* Si kembar tiba di Hagi di sore hari.

" saran Maya." ujarnya. Bahwa Kaede hidup. Perasaan itu am at menusuk hati dan mengganggunya: ia begitu ingin pulang ke rumah. pikirnya. "Ayah pergi jauh ke Miyako. kemarahan Kaede. Aku bisa saja ikut terbunuh bersama Sada dan Taku. Lebih jau h ke barat." "Bagaimana dia bisa begitu berani saat Hana dan kedua putranya ada di sini. Aku bisa mengadu dan men¬ceritakan segalanya. "Aku akan pergi.kembali.. Tiba-tiba teringat dengan penemuan terakhir mereka. Lebih jauh ke barat. menjulang kastil dengan panji-panji Ot ori berkibar tertiup angin. Di belakangnya tampak pepohonan dan taman rumah tua keluarga. "Tapi kita harus ceritakan pada Ibu tentang Paman Zenko." sahut Miki." bisiknya pada Miki." "Bibi pasti di kastil. Andai Yuki adalah ibuku. "Bertemu Haruka dan Chiyo. Bisa dilihatnya umbul-umbul bangau Otori. "Aku tidak ingin dia melihatku. dan mereka saling tersenyum. Ayah justru lebih aman berada jauh di sana ketimbang berada di rumah." ujar Miki. melihat apakah Ayah sudah kembali." "Baiklah. tidak ada surat. Mereka ak an kirim pesan pada Ibu. tamparan itu. "Kurasa Ibu juga di sana. "Bibi Hana ada di sini. embali. dan dia pasti percaya. bagaimana dia telah membunuh Taku dan tengah mem-bangun kekuatan." Maya menyadari kalau dirinya tidak yakin akan reaksi ibunya. tidak ada pesan. Kesedihan yang mendalam menerpa dirinya: bahwa Yuki sudah mati dan tidak mengena l kasih sayang anaknya. Bahkan kabar tentang kelahiran ad ik laki-lakinya ia dengar melalui Shigeko di Hofu. Sejak saat itu. tapi di sebelahnya ada umbul-umbul lain. di H . berpikir tentang keciniaan Hana pada kemewahan dan kedudukan. Maya memicingkan mata melihat mata¬hari. Maya tak mendapa t kabar apa pun dari ibunya. Ibu tidak akan peduli. tapak beruang hitam dengan latar belakang merah : lambang Klan Arai. "Akan kulihat siapa yang ada di sana. menjulang kastil dengan panji-panji Ot ori berkibar tertiup angin. tapi kini takut pada penerim aan ibunya. Di belakangnya tampak pepohonan dan taman rumah tua keluarga." "Ayah pasti belum kembali. di atas atap dan sirap rendah bangunan kota.. di atas atap dan sirap rendah bangunan kota." "Ayo kita ke rumah lebih dulu. pikirnya." sahut Maya..

Seekor bangau abu-abu besar yang tengah mencari ikan di sungai merasakan ada ger akan. tempat alira n air mengalir ke sungai. pikirnya. tertawa. Maya seperti mendengar suara mereka dari dapur. Maya berusaha mendengarkan suara-suara di dalam rumah. Setelah sampai di seberang. dan burung itu terbang dengan kepakan sayap pelan: tepat seperti biasanya.agi?" "Hana mungkin berencana membawa mereka lari. Mereka pasti kaget. seekor ikan air tawar melompat. Kepakan sayapnya kedengaran menghentak tajam sepe rti suara kibasan kipas. Gadis itu berlari dengan langkah ringa n di atasnya seperti yang sudah sering dilakukannya: bagian atas tiang pancang terasa lembap dan licin. Suara anak laki-laki. itu sebabnya dia datang. Di sungai. Halaman 303 dari 700 . begitu merindukan Haruka dan Chiyo. Maya berhenti di depan lubang di dinding taman. Banyak anak laki-laki seusia¬nya bermain di tepi sungai serta me¬manfaatkan pagar ja ring penangkap ikan untuk menyeberangi sungai. berasal dari luar dindi ng dari tepi sungai. menoleh ke arah Maya kemudian terbang. Dengan meng¬gunakan kemampuan menghilang. Ikan itu mencipakkan air. Chiyo pasti akan menangis bahagia sep erti biasanya. Maya melangkah masuk ke taman. Kau tunggu di sini. Aku akan kembali secepat¬nya. berceloteh." Maya masih mengenakan pakaian laki-laki dan menu-rutnya tak ada orang yang bisa mengenalinya. Tapi di balik gumaman tadi terdengar olehnya suara lain. Dan gembira.

Apa yang akan kulakukan? pikirnya. Kemudian pelayan muda membawa n tidur digelar. "Bukankah sudah kukatakan. dan Kaed e serta Hana berjalan keluar menuju beranda. Hana mengelitik si bayi dan membuatnya tertawa cekikikan dan menggeliat-geliat. "Alangkah kotornya kalian. wajahnya nampak gembira dengan perasaan cinta. Tapi jangan sampai Hana curiga kalau aku ada di sini Maya menunggu tanpa suara di ri di atas sungai. Dilih atnya rasa percaya diri dan keangkuhan mereka berdua. anak-anakku. "Aku tidak tahu kalau aku bisa merasa seperti ini. Dia sudah berusaha menggunakan kakinya dan berdiri. seakan hatin ya hancur dan darah mendidih dalam dirinya. Ka ede mengangkatnya agar bisa melihat kedua bocah yang datang menghampiri. melihat kasih sayang dan rasa hormat yang mereka dapatkan tanpa ber-susah payah dari semua perempuan di sekeliling mereka. terdengar langkah kaki dari dalam rumah. Kaede menggendong bayi yang tersenyum dan berusaha mencengkeram jubah ibunya.Maya merendahkan tubuhnya di balik batu paling besar sewaktu Sunaomi dan Chikara mencepukaya merendahkan tubuhnya di balik batu paling besar sewaktu Sunaomi dan Chikara mencepukcepuk air sungai." sahui Kaede. dan tempat taman sewaktu matahari terbenam. "Tidak ada yang bisa mengalahkan perasaan memiliki anak laki-laki. Maya merasakan kebencian yang tak pernah dirasakan seumur hidupnya. Haruka! Bawakan air untuk kedua tuan muda!" Tuan muda! Maya mengamati Haruka datang lalu mencuci kaki kedua bocah itu. sayangku. Aku harus berusaha menemui Ibu tanpa ada orang lain. ." "Benar. Di saat yang sama. Kau akan tumbuh besar menjadi tam pan seperti mereka!" Si bayi tersenyum dan tersenyum lagi." Dipelu k¬nya bayi itu eraterat. dan rumah berkilauan angan di lantai atas. Lihatlah sepupumu." ujar Hana. Apakah Ibu mau mendengarkan ku? Apa seharusnya aku kembali pada Miki saja? Pergi ke kastil menemui Lord Endo? Tidak." Hana membentak mereka. "Lihat. men¬dengar kedua bocah ampan kembali ke dapur. Ia mencium bau makanan di ru berbicara saat makan. Tatapan penuh kasih sayang terlukis di wajah ibu dan bibinya. mungilku. Kunang-kunang mena dengan cahaya lentera. aku harus menemui Ibu dulu. "Cuci tangan dan kaki kalian. wajahnya berseri¬s eri dengan rasa bangga.

Prempuan itu tak lagi memakai jubah mantel bertudung namun berpakaian putih orang mati. Saat rumah sudah sunyi. Yusetsu. Seka rang aku harus menemui Ibu. Hana duduk di sisi jendela yang terbuka. Dilewatinya nightingale flo or tanpa suara karena sudah begitu terbiasa. "Panggil aku kalau bayinya terbangun. seputih dagingnya. Halaman 304 dari 700 . Maya mem¬beranikan diri masuk. Ia berjingkat menaiki tangga dan menyaksikan ibuny a menyusui si bayi. Maya merasakan kehadiran yang akrab di sampingnya. Lentera menyala di sebuah rak besi. dan perempuan itu memandang pada si ibu dan anak dengan tatapan ir i yang begitu jelas terpancar di wajahnya. seraya memanggil Haruka untuk membawakan lentera. Napasnya terasa dingin dan berbau tanah." tuturnya pada Hana. sambil men yenandungkan nina bobo untuk dirinya sendiri. pikir Maya. Kaede menyelimuti si bayi rapat-rapat lalu membaringkannya. tempat para pelayan beristirahat saat tugas mereka selesai. tempat catatan dan ala t tulis disimpan. "Aku harus menulis surat untuk suamiku. menyisiri rambut panjangn