Kisah Klan Otori IV

Kisah Klan Otori IV Page 1 KISAH KLAN OTORI IV: THE HARSH CRY OF THE HERON By Lian Hearn

Kisah Klan Otori IV Page 2 KISAH KLAN OTORI: THE HARSH CRY OF THE HERON Copyrigth@Lian Hearn Associates Pty Ltd 2006 All rights reserved Hak terjemahan ada pada Penerbit Matahati Diterbitkan oleh Penerbit Matahati Judul asli: TALES OF THE OTORI: The Harsh Cry of the Heron by Lian Hearn Simbol Klan oleh Claire Aher Terjemah Tales of the Heiki adalah dari Helen Craig McCullough, dan diterbitkan oleh Stanford University Press, 1988

Dentang genta Gion Shoja mengumandangkan ketidakabadian segalanya. Warna bunga sala mengungkapkan kebenaran bahwa kemakmuran akan mengalami kemunduran. Keangkuhan tak akan bertahan lama, layaknya mimpi di malam musim semi Kekuasaan pada akhirnya akan jatuh, layaknya debu yang tertiup angin. THE TALE OF THE HEIKI entang genta Gion Shoja mengumandangkan ketidakabadian segalanya. Warna bunga sala mengungkapkan kebenaran bahwa kemakmuran akan mengalami kemunduran. Keangkuhan tak akan bertahan lama, layaknya mimpi di malam musim semi Kekuasaan pada akhirnya akan jatuh, layaknya debu yang tertiup angin. THE TALE OF THE HEIKI Kisah Klan Otori IV Page 3

Kisah Klan Otori IV Page 4 THE HARSH CRY OF THE HERON TOKOH UTAMA : Otori Takco penguasa Tiga Negara Otori Kaede istrinya Shigeko putri sulung mereka, pewaris Maruyama Maya putri Kembar mereka Miki Arai Zenko pemimpin Klan Arai, penguasa Kumomoto Arai Hana istrinya, adik Kaede Sunaomi dan Chikara anak mereka MutoKenji ketua keluarga Muto dan Tribe Muro Shizuka pengganti dan keponakan Kenji, ibu dari Zenko dan Taku Muto Taku mata-mata Takeo Sada anggota Tribe sahabat Maya Mai adik dari Sada Yuki (Yusetyu) putri Kenji, ibu dari Hisao Muto Yasu pedagang Imai Bunta informan Shizuka Tabib Ishida suami Shizuka, tabibnya Takco Sugita Hiroshi pengawal senior Maruyama Miyoshi Kahei panglima perang Takeo,penguasa Yamagata Miyoshi Gemba saudaranya Sonoda Mitsuru penguasa Inuyama Matsuda Shingen Kepala biara Terayama Kubo Makoto (Eiken) penggantinya,sahabat Takeo Minoru jurutulis Takeo Kurado Junpei Kurado Shinsaku pengawal Takeo Terada Fumio pemimpin angkatan laut Lord Kono putra Lord Fujiwara Saga Hideki jenderal Kaisar Don Joao orang asing, pedagang Don Carlo orang asing, pendeta Madaren penerjemah mereka Kikuta Akio ketua keluarga Kikuta Kikuta Hisao anaknya Kikuta Gosaburo paman Akio

KUDDAA :: Tenba kuda hitam pemberian Shigeko untuk Taeko Dua anak Raku, surai dan ekor mereka berwarna abu¬abu Ryume kuda tunggangan Taku Keri kuda tunggangan Hiroshi Ashiege kuda tunggangan Shigeko Kisah Klan Otori IV Page 5

"Cepat kemari! Ayah dan Ibu sedang bertarung!" Otori Takeo mendengar putrinya memanggil adik-adik-nya dari kediaman mereka di kastil Inuyama, dengan cara yang sama ia mendengarkan semua hiruk-pikuk baik di dalam kastil dan juga dari kota di luar kastil. Namun dia mengabaikan suara-suara itu, sama seperti ia mengabaikan nyanyian yang mengalun dari nightingale floor di bawah kakinya. Ia hanya berkonsentrasi pada lawannya: Kaede, istrinya. Mereka bertarung menggunakan tongkat: ia memang lebih tinggi, tapi istrinya terlahir kidal dan mampu menggunakan tangan kanan dengan sama baiknya. Sementara jari tangan kanannya putus karena tebasan belati bertahun-tahun lalu dan harus belajar meng¬gunakan tangan kiri. Saat ini hari terakhir di tahun ini, hawa dingin menusuk, langit pucat kelabu, matahari musim dingin meredup. Mereka sering berlatih dengan cara ini di musim dingin: menghangatkan tubuh dan membuat sendi-sendi tetap lentur, dan Kaede suka putri-putrinya melihat baga imana perem¬puan mampu bertarung layaknya laki-laki. Ketiga putri mereka berlarian: Shigeko, si sulung. yang akan berusia lima belas lahun pada tahun baru ini, kedua adiknya tiga belas tahun. Papan lantai melantunkan nyanyian di bawah langk ah kaki Shigeko, tapi si kembar menjejakkan kaki mereka begitu ringan dengan cara Tribe. Mereka sudah sering berlarian melintasi nightingale floor sejak kecil, dan tanpa menyadari be lajar untuk membuatnya tidak bersuara. Kepala Kaede ditutupi selendang sutra merah yang dililitkan menutupi wajahnya, m aka Takeo hanya bisa melihat matanya. Mata yang penuh dengan energi bertarung, dan gerakan-gerak annya masih cepat serta kuat. Sulit dipercaya Kaede adalah ibu dari tiga anak: dia masih ber gerak dengan kekuatan dan kebebasan seorang gadis. Serangannya membuat Takeo menyadari akan u sia dan kelemahan fisiknya. Hentakan serangan Kaede pada tongkat miliknya mem¬buat tangann ya terasa nyeri. "Aku mengaku kalah," ujar Takeo. "Ibu menang!" seru ketiga putrinya dengan bangga. Shigeko lari menghampiri ibuny a dengan membawa handuk. "Untuk sang pemenang," ujarnya seraya mem¬bungkuk dan menyodorkan handuk dengan dua tangan. "Kita harus bersyukur karena hidup dalam damai," tutur Kaede, seraya tersenyum d an menyeka wajahnya. "Ayah kalian belajar keahlian berdiplomasi dan tak perlu lagi ber¬tarung mempertaruhkan nyawanya!"

"Setidaknya kini aku sudah mendapat peringatan!" sahut Takeo, memberi isyarat pa da salah satu penjaga, yang tengah menyaksikan dari taman untuk mengambil longkatnya. Kisah Klan Otori IV Page 6

"Ijinkan kami bertarung melawan Ayah!" ujar Miki, si bungsu, dengan nada me¬mohon. Dia berjalaIjinkan kami bertarung melawan Ayah!" ujar Miki, si bungsu, dengan n ada me¬mohon. Dia berjalan ke tepian beranda dan mengacungkan kepalan tangan ke arah ayah¬nya. Takeo berhatihati untuk tidak menatap langsung mata atau menyentuh putrinya itu selagi memberikan tongka tnya. Takeo sadar akan rasa enggan dalam dirinya. Bahkan orang dewasa dan prajurit tan gguh sekalipun, takut pada si kembar bahkan, batinnya dengan hati pilu, ibunya sendiri juga takut . "Ayah ingin lihat apa saja yang telah dipelajari Shigeko," sahutnya. "Kalian ber dua boleh menjajal kebolehannya." Selama beberapa tahun putri sulungnya menghabiskan sebagian besar waktu di Teray ama, di bawah pengawasan mantan Kepala Biara, Matsuda Shingen, mantan guru Takeo, untuk mempel ajari Ajaran Houou. Shigeko tiba di Inuyama sehari sebelumnya, untuk merayakan Tahun Baru ber sama keluarganya, juga perayaan me¬masuki usia akil balik. Kini Takeo memer¬hatikan putri nya selagi mengambil tongkat yang tadi digunakannya serta meyakinkan kalau Miki menggunakan tongkat yang lebih ringan. Secara fisik, Shigeko mirip ibunya: bentuk tubuh ramping yang sama serta kerapuhan yang jelas terlihat, namun me¬miliki karakter, berpengetahuan luas berkat latihan dan pengalaman, periang serta tegas dan tidak mudah berubah pendirian. Ajaran Houou amat keras d alam pengajarannya, dan guru-gurunya tidak membuat pengecualian untuk usia dan jenis kelamin, namun ia tetap menerima ajaran dan latihan yang diberikan, hari-hari panjang dalam kes endirian serta kcsunyian, dengan sepenuh hati. Dia ke Terayama atas kemnuannya sendiri, karena Ajaran Houou merupakan ajaran jalan kedamaian, dan sejak kecil Shigeko telah diajarkan ayahny a tentang pandangan untuk mewujudkan wilayah yang damai tempat kekcrasan tak pernah meraja lela. Cara bertarungnya agak berbeda dari cara yang diajarkan kepada Takeo, dan dia sa ngat suka memerhatikan putrinya itu, menikmati bagaimana gerakan-gerakan tradisional menye rang diubah menjadi gerakan beladiri, dengan tujuan melemahkan lawan tanpa menyakiti. "Jangan curang," kata Shigeko pada Miki, karena si kembar memiliki semua kemampu an Tribe bahkan lebih, Takeo curiga. Saat ini, kemampuan mereka ber¬kembang pesat, dan mesk ipun dilarang

menggunakannya dalam kehidupan sehari¬hari, terkadang godaan untuk memper¬mainkan gu ruguru serta mengelabui para pelayan sulit untuk dibendung. "Mengapa aku tidak boleh memperlihatkan apa yang sudah kupelajari?" tanya Miki, karena dia juga baru kembali dari pelatihan di desa Tribe bersama keluarga Muto. Kakaknya Maya aka n kembali ke sana setelah perayaan. Akhir-akhir ini jarang sekali seluruh anggota keluarga bi sa berkumpul bersama: pendidikan yang berbeda bagi tiap anak, tuntutan pada orangtua untuk me m¬beri perhatian yang sama besarnya untuk seluruh Tiga Negara berarti perjalanan tanpa henti sert a sering berjauhan. Tuntutan dalam pemerintahan kian meningkat: perundingan dengan orang asing; penj elajahan dan per¬dagangan; pengembangan persenjataan; pengawasan distrik lokal yang mengatur se ndiri administrasinya; percobaan pertanian; impor perajin asing dan teknologi baru; pe ngadilan untuk mendengarkan keluhan serta ketidakpuasan. Takeo dan Kaede memikul beban ini bers ama. Kaede lebih banyak menangani wilayah Barat, sedang Takeo Negara Tengah dan keduanya be kerja¬sama menangani wilayah timur, tempat adik Kaede, Ai beserta suaminya, Sonoda Mitsuru, memegang bekas wilayah Tohan. Miki setengah kepala lebih pendek dari kakaknya, tapi sangat kuat dan cepat; Shi geko tampak nyaris tak mampu meng¬imbangi gerakannya, tapi adiknya tak mampu menembus pertahanannya. Dala m beberapa saat Miki sudah kehilangan tongkatnya, yang tampak seperti terbang mela yang dari jemarinya, dan sewaktu tongkat itu membumbung tinggi Shigeko menangkapnya dengan mudah. "Kau curang!" Miki terengah-engah. "Lord Gemba yang mengajari," sahut Shigeko dengan bangga. Adik kembarnya yang satu lagi, Maya, mengambil giliran selanjutnya juga kalah de ngan cara yang sama. Shigeko berkata, pipinya bersemu merah, "Ayah, ayo bertarung denganku!" "Baiklah," Takeo setuju karena terkesan dengan apa yang telah dipelajari putriny a dan ingin tahu sampai di mana kemampuannya menghadapi ksatria yang terlatih. Takeo menyerang putrinya dengan cepat, tanpa menahan tenaga, dan serangan pertam a Kisah Klan Otori IV Page 7

mengejutkan gadis itu. Tongkat ayahnya mengenai dadanya; Takco menahan tikamanny a agar tidak menyakiti putrinya. engejutkan gadis itu. Tongkat ayahnya mengenai dadanya; Takco menahan tikamannya agar tidak menyakiti putrinya. Kisah Klan Otori IV Page 8

"Jika ini pedang, nyawamu pasti sudah melayang," ujarnya. Jika ini pedang, nyawa mu pasti sudah melayang," ujarnya. "Lagi," sahut Shigeko dengan tenang, dan kali ini siap bersiap menghadapi serang an yang akan dilancarkan ayahnya; bergerak dengan kecepatan tanpa banyak tenaga, mengelak dar i dua pukulan dan berhasil masuk ke sisi kanan ayahnya tempat tangan yang lebih lemah, menghen tak sedikit, cukup untuk menggoyahkan keseimbangan ayah¬nya, kemudian meliukkan tubuhnya. Tongk at milik Takeo jatuh ke tanah. Didengarnya helaan napas si kembar, dan para penjaga terperangah. "Bagus sekali," ujarnya. "Ayah tidak berusaha sekuat tenaga," sahut Shigeko kecewa. "Tentu saja ayah berusaha sekuat tenaga. Sama kuatnya seperti yang pertama tadi. Tapi, ayah sudah dibuat lelah oleh ibumu, juga karena sudah tua dan tidak sekuat dulu lagi!" "Tidak," pekik Maya. "Shigeko menang!" "Tapi itu sama saja kau curang," timpal Miki dengan serius. "Bagaimana kau melak u¬kannya?" Shigeko tersenyum, menggelengkan kepala. "Itu yang harus kau lakukan dengan pikiran, jiwa serta tangan di saat bersamaan. Butuh waktu berbulan-bulan untuk bisa menguasainya. Aku tidak bisa memperlihat¬kan nya begitu saja pada kalian." "Kau melakukannya dengan sangat baik," ujar Kaede. "Aku bangga." Nada suaranya t erdengar penuh kasih sayang dan kekaguman, seperti biasa hanya tertuju pada putri sulungnya. Si kembar saling benukar pandang. Mereka iri, pikir Takeo. Mereka tahu ibunya tidak memiliki kasih sayang yang sam a kuatnya pada mereka. Dan dirasakan¬nya debaran perasaan ingin melindungi yang tak asing lagi at as kedua putri kembarnya. Sepertinya ia selalu berusaha menjauhkan mereka dari segala yang baha ya sejak mereka lahir, ketika Chiyo ingin menyingkir¬kan bayi kedua, Miki, lalu membiarkann ya mati. Ini tindakan yang biasa lakukan pada anak kembar karena anak kembar dianggap tidak wajar bagi manusia, membuat mereka kelihatan lebih mirip hewan, kucing atau anjing. "Mungkin tampak kejam bagi Anda, Lord Takeo," Chiyo memeringatkannya. "Tapi lebi h baik bertindak sekarang daripada menanggung malu dan sial, sebagai ayah dari anak kembar, rakya

t akan percaya kalau Anda menjadi sasarannya." "Bagaimana mereka bisa berhenti percaya pada takhayul dan kekejaman semacam itu bila bukan kita yang memberi contoh?" sahutnya dengan gusar karena bagi orang yang terlahir di k alangan kaum Hidden, ia sangat menghargai nyawa manusia lebih dari apa pun, dan tak percaya k alau memper¬tahankan nyawa anak akan mendatangkan hinaan atau nasib buruk. Kemudian ia terkejul oleh kekuatan takhayul ini. Kaede pun bukannya tidak ter¬peng aruh, dan sikapnya pada putri kembar¬nya menggambarkan kegelisahannya yang bercabang. Dia le bih memilih mereka tinggal terpisah, satu atau yang lainnya biasanya tinggal bersama Tribe; dan Kaede tak meng¬inginkan kehadiran mereka saat perayaan usia akil balik sang kakak, takut kal au kehadiran mereka akan mendatangkan nasib sial bagi Shigeko. Tapi Shigeko, yang sama protek tifnya terhadap si kembar seperti ayah¬nya, memaksa mereka harus hadir. Takeo senang dengan hal it u, tidak ada yang lebih membahagiakan selain melihat semua anggota keluarga berkumpul bersama , berada dekat dengannya. Dipandanginya mereka semua dengan penuh kasih sayang, dan sadar kalau perasaan itu diambil alih oleh sesuatu yang lebih menggairahkan: hasrat untuk be r¬baring bersama dan merasakan kulit istrinya. Pertarungan tongkat tadi telah membangkit¬kan kenang annya saat pertama kali jatuh cinta pada Kaede, pertama kali mereka bertanding di Tsuwano s ewaktu ia masih berusia tujuh belas tahun sedangkan Kaede lima belas tahun. Adu tanding itu ber¬la ngsung di Inuyama, tepat di tempat yang sama hari ini, untuk pertama kalinya mereka tidur bersama, terdorong hasrat yang timbul dari keputusasaan juga kesedihan. Rumah yang lama, kastil mil ik Iida, nightingale floor yang pertama habis terbakar ketika Inuyama jatuh namun Arai Daiichi memban gunnya kembali dengan cara yang hampir sama, dan kini menjadi salah satu dari Empat Kota yang t ermasyhur di Kisah Klan Otori IV Page 9

Kisah Klan Otori IV Page 10 . juru Tiga Negara.penjuru Tiga Negara.

" ujar Takeo. "Saat ini aku merasa kesakitan. Di balik jubah tebal musim dingin tubuhnya terasa hangat." Kaede menarik sarung tangan sutra yang biasa dikenakan Takeo di tangan kanannya." Takeo bicara lagi dengan suara pelan." "Akan kuminta agar tungku disiapkan di kamar. dan malam musim dingin mulai menjelang. lalu membawa sisa bekas jarinya yang putus k e bibirnya. juga orang dewasa sekaligus anak-anak. yang mencoreng kec antikan yang pernah menjadi legenda sekaligus takhayul. meng¬usapkan tangannya di atas kulit lembut ber¬bulu halus. tapi karena alasan lain. "Apakah tadi aku menyakitimu?" "Tidak juga. "Buruk sekali. hembusan napas Kaede membentuk kabut putih di te ngah dinginnya udara. maupun bekas luka di tengkuk lehernya yang putih. yang tampak hanyalah makin bertambahnya kerapuhan yang justru di matan ya membuat sang istri semakin terlihat memesona. "Jangan. aroma kulit padi dan aloe dari air masih melekat di kulitnya. "sebentar lagi aku a kan bergabung denganmu. Acara baru akan selesai pada Waktu Macan*. Hanya sisa rasa sakit pukulan seperti apa pun menyakitkan persendian dan membangkitkan rasa sakit¬nya. lalu ada Jamuan Makan Tahun Baru. "Aku menyukainya. "karena peray aan di biara dimulai tengah malam." . Kemud ian dilepasnya syal yang menutupi kepala Kaede lalu menarik." ujar Takeo. Takeo melepas sabuk istrinya la lu menyelinakan tangan ke balik pakaiannya." "Kau juga harus perlihatkan bekas luka¬mu. Membuatmu kelihatan seperti laki-lak i sekaligus perempuan." ujar Kaede. menarik tubuh Kaede agar berdekatan dengannya." Takeo tahu kalau istrinya tak rela kehilan gan rambut panjangnya yang indah. Selesai mandi. Seperti pemain sandiwara. Meskipun ada tungku. Aku juga ingin berbaring sebentar." *** Sinar matahari telah memudar saat Kaede mendatangi Takeo. tapi tidak nampak olehnya ketidaksempumaan t ubuh istrinya."Anak-anak harus segera beristirahat." sahut Kaede. "karena perayaan di biara dim ulai tengah malamAnak-anak harus segera beristirahat.

" "Meskipun dengan adanya pewarisanmu sendiri serta contoh dari Lady Maruyama! Kau masih saja bicara layaknya putri dari keluarga ksatria!" Kisah Klan Otori IV Page 11 . "Dua kali hamil nyaris merenggut nyawamu." bisik Kaede." Kaede berbaring dalam dekapan Takeo. seraya menarik tubuh suam inya. membawanya memasuki dirinya. "Mungkin tadi kau sudah memberiku seorang putra. tapi d i balik daun penutup jendela langit tampak kelam. Pandang annya menjelajahi setiap sudut kamar. "Dia akan mewarisi Tiga Negara." aku Kaede. "Kau membuat diriku utuh ." sahut Takeo." Kaede kembali pada pokok pembicaraan sebelumnya seolah hal itu menggerogoti diri nya. juga anak-anaknya kelak. "Aku ingin memberimu anak laki¬laki. "Kau selalu menyembuhkan diriku." ujar Kaede."Rasa sakit semacam itu bisa kusembuh¬kan. Shigeko seperti piala. "Kuharap tidak!" seru Takeo." "Aku pernah mengatakan hal yang sama pada ayahku. Lagipula kita tidak perlu anak laki-laki. tidak mampu menyem bunyikan kerinduan dalam nada suaranya. Cahaya lampu bersinar dari pegangan best. "Aku percaya kalau diriku bernilai sama dengan laki-laki." ujar Takeo kemudian. membuka diri pada Takeo. perhiasan yang nyaris tak ternilai harganya. "Kita sudah punya tiga anak perempuan. dengan kepala bersandar di bahunya." "Anak-anaknya! Shigeko masih anak-anak." "Begitu pula dengan Shigeko. Siapa orang yang bisa kita calonkan dengan¬nya?" "Jangan terburu-buru." imbuhnya dengan ringan. memper¬temukan hasrat mereka . Kita takkan melepasnya dengan percuma. tapi sudah cukup dewasa untuk ditunangka n.

" Setengah mengantuk Kaede berkata." "Aku hanya menginginkan satu istri. terutama yang ternoda maaf oleh darah Tribe serta kemampuan yang mirip ilmu sihir. "Kadanegelapan dan ketenangan membawa Kaede menyuarakan kecemasannya lebih jauh lagi. Perna h kukatakan padamu. Dan aku tak akan melanggamya sekarang.Kegelapan dan ketenangan membawa Kaede menyuarakan kecemasannya lebih jauh lagi. Kaede berkata pelan." "Kau terlalu banyak mendengar takhayul!" "Mungkin kau benar. semoga Surga tidak mem¬biarkan itu terja di. Aku tidak melanggar sumpah it u selama enam belas tahun. atau selir. negara kita akan tetap d amai dan kuat. Tapi apa yang akan terjadi pada anak kembar kita? Mereka tid ak bisa mewarisi. mengu sapkan tangannya di atas bekas luka leher istrinya. Putri kembarnya masih amat muda: siapa yang tahu apa yang disi apkan nasib untuk mereka? Setelah beberapa saat. Semua orang penasaran mengapa kau tidak mengambil istri muda. "Selama kita bersatu. aku pernah bersumpah pada Kannon di Ohama. cinta ku padamu sederhana dan sejatj adanya aku takkan bercinta dengan siapa pun selain kau." "Aku percaya kita dipersatukan dalam cinta yang merupakan landasan pemerin¬tahan k ita yang baik. "Tapi mungkin kita memang sudah terl alu tua." "Kurasa aku bisa mati cemburu." sahutnya." sahut Takeo dengan sungguh-sungguh. agar bisa pu nya lebih banyak anak. "Kadang aku berpikir si kembar menutup rahimku. Aku merasa andai mereka tidak dilahirkan aku akan dikaruniai anak laki-laki. "Perasa an apa pun yang pernah kuperlihat¬kan untuk berpura-pura. Takeo merengkuh Kaede lebih dekat lagi. namun ia berusaha menyingkirkannya. "Namun perasaanku tidaklah penting di bandingkan kepentingan negara. Aku tak akan merusak¬nya." aku Kaede. kalau-kalau terjadi sesuatu pada Shigeko. peran apa pun yang kumainkan. "Kau ingat saat kita berpisah di Terayama? Kau . Maka siapa yang akan dinikahkan? Tidak satu pun keluarga bangsawan atau ksatria mau menerim a si kembar. " Takeo tak bisa menyangkal bahwa hal yang sama juga mengganggu pikirannya. merasakan tulang rusuk yang mengera s dari jaringan yang tertinggal bekas luka bakar.

racun masih ber¬sarang di tubuhmu. hidupku di¬bimbing oleh ra malan. Dilihatnya Kaede hampir tertidur. yang kini berusia enam belas tahun.. kembali pada sang dewi. satu¬satunya tempat yang terpikir ol ehku hanya¬lah kembali ke gua suci. Lalu kau datang: aku melihatm u. ka rena dengan begitu justru meng-hidupkan ramalan itu. jeritan pilu sang bangau. Aku tak pernah melupakan saat itu.. tangan indahmu hancur." "Kau pernah bilang. agar ia tidak punya a lasan untuk mencabut nyawaku. Maka ia takkan mengeluarkan ramalan yang satu itu dalam kata-kata." "Aku tak layak mendapatkan cintamu. walaupun Takeo sadar hahwa ia yang mem ilih bagaimana menghitung semua pertempuran itu: bisa saja jumlah mencapai enam. Kata-kata bisa diubah dan dimanipulasi agar terkesan sarat makna." bisik Takeo.. Terasa hangat di bawah selimut. Aku terpaksa belajar bagaimana harus menunggu. mungkin aku akan terus tinggal di sana melayani sang dewi sepanjang sisa hidupku. Untuk apa mengorek-ngorek masa lalu? Lima pertempuran telah menjadi bagian dari mitologi Otori. Akan kukatakan padanya tentang Yuki. "Cintamu adalah anugerah terin dah dalam hidupku. katanya: dia akan menjemputmu. dan anak yang dilahirkannya. Di sana aku belajar bersabar . Akan kukatakan mengapa aku tidak menginginkan anak laki-laki.. mandi serta ber¬pakaian resmi dan Kisah Klan Otori IV Page 12 . tangan¬mu di atas leherku. putrak u. Kau tahu. campur tangan Surga " Akan kuceritakan sisanya sekarang. Aku tidak pernah menceritakan ini padamu. pikir Takeo. meskipun udara di wajahnya terasa dingin menusuk. Namun ia tak ingin menyakiti istrinya. Itu satu-satunya hal yang m embuatku bertahan selama dikurung di kediaman Lord Fujiwara. Bersabarlah. Kemudia n satu kali lagi di Gua Suci kudengar suaranya mengatakan hal yang sama. salju turun. tidak melakukan apa-apa. begitu kurus. Aku be rmimpi tentang Dewi Putih: dia berbicara padaku. Bila suatu ramalan dipercaya. seringkali terpenuhi. dan aku tak bisa hidup tanpa dirimu. saat dia mati. Tak lama lagi ia sudah harus bangun.. Setelah itu. Dan kita sudah melihatnya terpenuhi: Lima Peperangan.menatap mataku lalu aku jatuh tertidur. empat atau tig a. karena si peramal buta itu mengatakan hanya putraku yang bisa me mbawa kematian padaku. Bila kau tidak datang.

.

Malam ini akan jadi malam yang panjang. dan akhirnya ia pun tertidur. Tubuhnya mulai terasa rileks.menyiapkan diri untuk upacara menyambut datangnya Tahun Baru. dan akhirnya ia pun tertidur. Tubuhnya mulai terasa rileks.* Kisah Klan Otori IV Page 13 .* enyiapkan diri untuk upacara menyambut datangnya Tahun Baru. Malam ini akan jad i malam yang panjang.

seraya mengatakan Kisah Klan Otori IV Page 16 . seraya mengatakan akeo ingin memberi Taku warisan dengan cara yang sama. tapi ditolakny a.Takeo ingin memberi Taku warisan dengan cara yang sama. tapi ditolaknya.

Dia menerima pernikahan politis dengan gadis Tohan yang disukainya dan te lah memberi¬nya seorang putra dan seorang putri. Dia lebih memilih bekerja dengan paman dari ibunya. dan meskipun keluarganya. ia diyakinkan untuk b ersumpah setia pada Otori dalam perdamaian besar-besaran setelah gempa." sahut Takeo ringan. serta pada dasarnya menganggap hidup itu menyenang¬kan dan pengalama n yang mengasyikkan." "Aku tidak harus mengingatkanmu kalau kekerasan dilarang di Tiga Negara. ." "Mereka berasal dari mana?" selidik Sonoda Mitsuru. Akita. "Tidak. aku belum berusaha sebegitu kerasnya untuk membujuk mereka. yang justru disu kainya. Akan kita lihat seberapa kuat keinginan ayah m ereka agar anak¬anaknya bisa kembali. Orang cenderung meremehkannya. Sosok dan wajah Taku menurun dari keluarga Muto sedangkan Arai mewarisi keberanian dan kegagahannya. Orang cenderung meremehkannya. hwa dia tak ingin memiliki wilayah kekuasaan dan kehormatan." "Tentu saja tidak. "Di mana bisa kau menemukan Si Gosaburo ini?" "Kukira di pegunungan di luar perbatasan wilayah timur. serta pada dasarnya menganggap hidup itu menyenang¬kan dan pengalama n yang mengasyikkan. dalam mengendalikan jaringan mata-mata yang telah Take o bangun melalui Tribe." tutur Taku. Sosok dan wajah Taku menurun dari keluarga Muto sedangkan Arai mewarisi keberanian dan kegagahannya. kau tahu kalau Kikuta bunuh diri dengan menggigit lidah mereka sendiri! T entu saja. yang menikah dengan adik Kae de. Taku tersenyum saat menjawab. Mereka menolak bicara. dan Takeo m elihat si gadis sedikit memicingkan mata. dalam mengendalikan jaringan mata-mata yang telah Take o bangun melalui Tribe. "Mereka bersalah a tas percobaan pembunuhan dan akan dieksekusi atas kesalahan itu pada akhirnya nanti. Tapi apakah peraturan itu juga berlaku bahkan untuk Kikuta?" "Peraturan itu berlaku bagi semua orang. Dia lebih memilih b ekerja dengan paman dari ibunya. Kenji. yang justru disu kainya.bahwa dia tak ingin memiliki wilayah kekuasaan dan kehormatan. dulunya adalah pengawal Arai. dia dan Ai diberikan wilayah Inuyama. Aku hanya terkejut mereka masih hidup. Dia menerima pernikahan politis dengan gadis Tohan yang disukainya dan te lah memberi¬nya seorang putra dan seorang putri. Untuk saa t ini mereka tidak boleh diperlaku-kan dengan kasar. Ai. Kenji. Sebagai imbalannya.

Dan Ishida pun hampir tidak mengikuti sarannya sendiri. tertawa. paman akan bergabung dengan kita di kuil untuk perayaan Tahun Baru.Sonoda berkata." "Besok aku akan memanggilnya. Apakah dia berada di rumah lama?" Taku mengangguk. karena salju pertama akan turun dalam minggu ini. pilar kayu cedar dan bera nda serta penutup . "Ishida juga memintaku mengurangi minum sake." *** "Hanya ini kesenangan yang tersisa untuk¬ku. tapi ke sehatannya sedang tidak baik." "Kurasa sakenya juga ikut membantu. "Pamanmu berada di kota." Takeo menuang sake yang bening serta keras ke cangkir gurunya yang sudah tua itu . Menurutnya udara d i sana lebih mudah dihirup.. "Tapi bagiku sake meredakan rasa sakitku. dan udara malam yang dingin menimbulkan kejang otot yang memb uatnya batukbatuk. sake membuatku tetap ber¬semangat dan memban tuku agar bisa tidur. "Paman menyukai aroma pabrik pembuatan sake. "Siapa yang bisa me ngira." Didekatinya Taku." akunya saat mereka berdua menenggak habis minu mannya. kan?" "Ya. Ia melihat ke sekeliling rumah yang dibangun begitu kuat dengan langit-langit tinggi. "Ishida memintaku mengurangi minum.. Sementara itu. "Tidak a da salahnya membuat batin Gosaburo menderita memikirkan nasib anaknya. "Maka untuk sementara waktu tidak mungkin mengadakan perundingan ." sahut Kenji." "Musim semi nanti kita akan kirim surat pada ayah mereka. tapi. melihatmu mencoba membunuhku tujuh belas tahun yang lalu di rumah ini. mengatakan k alau alkohol buruk bagi paru paru. tetap rahasiakan identitas me reka dan jangan biarkan mereka berhubungan dengan orang lain selain kau. Bahkan mungkin membua tnya semakin ingin menyelamatkan mereka. seraya mengisi cang kir Takeo dan memberikan botol sake kepada¬nya. lalu mengapa kita harus mengikuti anjurannya?" "Kita adalah dua orang laki-laki tua." ujar Muto Kenji. kalau kita akan dud uk di sini saling mem-bandingkan penyakit?" "Bersyukurlah kita berdua masih hidup sampai saat ini!" timpal Takeo." sahut Takeo.

Kisah Klan Otori IV Page 17 .

"Itu hanya karena kau bertingkah bak hewan liar! Keluarga Mu to selalu menyukai kemewahan. tak seorang p un bisa membunuh Takeo. "Ruangan ini amat ja uh lebih nyamaendela dari kayu cemara cypress. Takeo berbagi banyak rahasia dengan Kenji. Lord Otoriku tercinta. dan rasa hormat pada putra Shizuk a. cerdik tanpa perasaan senti¬mentil. amat menyayangi keponakannya sendiri. membuat ramalan yang terakhir ini semakin bisa di percaya." D inaikkan cangkirnya ke arah Takeo. Mengabdi¬kan hidupnya pada Takeo dan bersumpah untuk melayaninya. Kenji tidak punya h asrat lain di luar kegemarannya yang abadi pada sake dan perempuan dari rumah bordil setempat. "Tidak ada manusia yang tidak bisa mati. Dan kini bertahun-tahun dalam kedamaian. Kematian menantiku sama halnya seperti semua orang. namun sejak kematian putrinya. Kenji orang yang pintar. Rumah ini penuh kenangan.jendela dari kayu cemara cypress. "Rasanya aku akan menyesal meninggal¬kan semua ini. "Ruanga n ini amat jauh lebih nyaman ketimbang lemari terkutuk tempat aku dikurung!" Kenji tertawa lagi. Takeo berhasil menembus kastil di Hagi dan membalaskan dendam ata s kematian Shigeru." kata Kenji. Dan sejauh ini. memiliki kasih sayang istimewa atas Lady Otori. Hanya saja waktuku belum tiba. Aku sangsi masih bisa menyaksi kan Tahun Baru. Rumah ini penuh kenangan. Shizuka." Kenji adalah salah satu dari sedikit orang yang tahu isi ramalan tentang Takeo. Tapi kau kau tahu orang bilang kalau kau tak bisa mati!" Takeo tertawa. yang dulu pernah menjadi gurunya di H agi. ahli mata-mata. bisa digambarkan sebagai memenuhi keinginan Surga. Kenji semakin terasing¬kan dari istrinya . berkat kau. Gempa bumi yang menyengsarakan mengakhiri pertempuran terakhir serta menyapu habis pasukan Arai Daiichi. mereka berdua minum lagi. per¬mintaan ak an produk buatan kami membuat kami sangat kaya raya. Dengan bantuan Kenji. dan membuat Takeo sangat mengandalkannya. Taku. Tampak tidak peduli pada harta benda. Kenji adalah utusan dan juru runding yang baik. dan Takeo berkuasa dari ujung laut ke ujung laut lainny a. yan g dikaguminya. ter¬masuk bagian yang dirahasiakannya: bahwa ia aman dari kematian kecuali di tangan putranya sen diri. kemudian mengisi lagi wadah mereka masingmasing. sampai tahap ini: lima pertempuran telah mem bawa kedamai¬an di Tiga Negara. kekayaan maupun status. Semua sisa ramalannya telah menjadi kenyataan.

Makin kuatnya usaha Takeo membasmi korupsi membawa hasil. yang meninggal beberapa tahun lalu. sejarah serta bahasa dan kesusastraan klasik. Kenji menangani semua administrasi dengan trampil. diberi status dan penghasilan yang cukup: mereka bertanggung jawab langsung kepada tetua dari setiap klan. korupsi dan suap makin Kisah Klan Otori IV Page 18 . mengendalikan kekuatan prajurit perseorangan dan kelompok bandit yang tak mengenal hukum. Setiap daerah harus menyediak an sejumlah orang icrbaik untuk pasukan pusat: separuh tentara. tapi mereka tidak bertransaksi dalam jumlah besar atau me mamerkan kekayaan. Semenjak kematian Arai dan para lord Otori enam belas tahun yang lalu. anak laki-laki mereka dengan pola pikir yan g tidak terlalu militer. dan sepa-ruh lagi petugas ke amanan yang bertugas menangani bandit dan penjahat lainnya. Aturan yang terakhir terbukti paling sulit dilaksana kan. dan terkadang juga anak perempuan. pembukuan dan ekonomi. Amarah Macan Putih. dan membunuh serta me nerima suap di-ancam hukuman mati. Tribe mendapat cara untuk menghindar. Seiko. Kenji bek erja dengan kesabaran dan cerdik terhadap tujuan Takeo: menarik semua sumber daya dan perang kat kekerasan ke tangan pemerintahan. mengatakan kalau cara ini mir ip hirarki Tribe hanya saja ada per¬bedaan yang mendasar: kekerasan dilarang. Pengadilan diatur oleh klas ksatria.. Yam agata dan Inuyama untuk mempelajari etika pelayanan. tanggung jawab yang sama juga dipikul pemimpin klan. menentukan besarnya pajak se rta mempertahankan pelatihan dan perlengkapan pasukan. Jalan Sempit Ular petani dan penduduk desa menggabung kan diri dalam kelompok masyarakat ini selama masa-masa anarkis. para pemimpin klan ini bert emu Takeo dan Kaede secara teratur untuk membahas soal kebijakan. mereka memegang jabatan terten tu. Kenj ilah yang tahu keberadaan kelompok rahasia masyarakat kuno yang tidak diketahui Takeo Kesetiaan p ada Burung Bangau. dikirim ke sekolah-sekolah besar di Hagi. dan tak memiliki baik ikatan cinta maupun kebenci an dengan orang lain. Saat kembali ke daerah asal. Kelompok ini kini dimanf aatkan dan terus dibangun agar masyarakatnya bisa mengatur masalah mereka sendiri di tingkat desa dan memilih sendiri pemimpinnya untuk mewakili mereka dan mengajukan tuntutan atas ketidakpu asan atau keluhan mereka di pengadilan tingkat propinsi.

.

Lalu bentuk praktik yang lain berjalan: praktik tukar menukar hadiah dalam bentuk rkurang. Lalu bentuk praktik yang lain berjalan: praktik tukar menu kar hadiah dalam bentuk Kisah Klan Otori IV Page 19 .berkurang.

penggunaan sosok kedua tapi sebagian besar manu sia memiliki kemampu¬an seperti ini namun belum terasah. bagaimana menyibukkan mereka? eindahan dan selera. Silla. Terjadi pemandangan yang meng¬harukan saat para ksatria saling berdamai setelah puluhan tahun bermusuhan. Shin dan Tenjiku. Keahlian Tribe adalah bakat dari lahir pendengaran dan peng¬l ihatan yang sangat kuat. Setelah gempa mengakhiri perang di Tiga Negara. Menemukan dan memurnikan kema mpuan seperti inilah yang menjadi inti Ajaran Houou. mereka a kan bertarung melawan siapa? Dan jika mereka tidak bertarung. bukan hanya mereka yang berasal dari Delapan Pulau t api juga dari negeri¬negeri di daratan utama. melindungi kapal dagang di laut dan toko serta gudang mereka di pelabuhan yang jauh. N amun Takeo dan Kenji menyadari bahwa ksatria terlahir untuk bertarung: masalahnya. Hal ini menyebabkan datang¬nya para perajin dan seniman ke Tiga Negara.keindahan dan selera. N amun Takeo dan Kenji menyadari bahwa ksatria terlahir untuk bertarung: masalahnya. Terjadi pemandangan yang meng¬harukan saat para ksatria saling berdamai setelah puluhan tahun bermusuhan. di mana nilainya tersembunyi. Shin dan Tenjiku. para ketua dari keluarga dan klan yang masih hidup bertemu di Inuyama da n menerima Otori Takeo sebagai pemimpin mereka. Ajaran Houou bermarkas di Biara Terayama yang dipimpin kepala biara Matsuda Shin gen dan Kubo Makoto. Ajaran ini hanya dapat diikuti segelintir laki-laki dan perempuan dengan ke kuatan fisik dan mental yang hebat. yang lainnya mengikuti lomba yang dibuat Takeo un tuk keahlian berpedang dan memanah. bukan hanya mereka yang berasal dari Delapan Pulau t api juga dari negeri¬negeri di daratan utama. Ajaran Houou. mengambil nama burung suci yang b ersarang jauh di . Semua pertikaian karena hubungan darah yang menen tang Takeo maupun per¬cekcokan antara mereka sendiri dinyatakan berakhir. para ketua dari keluarga dan klan yang masih hidup bertemu di Inuyama da n menerima Otori Takeo sebagai pemimpin mereka. Setelah gempa mengakhiri perang di Tiga Negara. kemampuan menghilang. tapi hanya terjadi sediki t peristiwa dan musuh utama mereka adalah rasa jenuh. mereka a kan bertarung melawan siapa? Dan jika mereka tidak bertarung. sedang yang lainnya dipilih untuk mengikuti jalan utama d ari pertarungan: penguasaan diri. Silla. bagaimana menyibukkan mereka? Beberapa prajurit menjaga perbatasan di wilayah Timur. Semua pertikaian karena hubungan darah yang menen tang Takeo maupun per¬cekcokan antara mereka sendiri dinyatakan berakhir. di mana nilainya tersembunyi. Hal ini menyebabkan datang¬nya para perajin dan seniman ke Tiga Negara. beberapa yang lainnya men¬dampingi Terada Fumio da n tabib Ishida dalam perjalanan penjelajahan mereka.

"Serangan yang terakhir ini membuatku ja uh lebih waspada karena ditujukan pada keluargaku. bahkan demi membela diri. menyisipkan racun ke dala m cangkir. Dia melihat bahwa larangan membunuh te rnyata jauh lebih berat daripada keputusan untuk membunuh.dalam hutan-hutan di sekitar Terayama. Jika istri atau anakku mati. Akhir-akhir ini kesenangan terbesarnya yaitu menemani Takeo di sana dan menghabiskan waktu bersama Matsuda dan Makoto." sahut Kenji ringan. itu akan menghancurkan diriku. "Tapi Gosaburo seorang pedagang dan pragmatis: dia akan ketakutan setengah mati bila kehilangan anak¬anaknya satu putran ya telah tewas. Kebenciannya padamu hanya akan berakhir dengan kematianny a atau kematianmu. "Kapan mereka akan berhenri?" "Akio takkan berhenri. Ia sudah tua. menyebarkan desas-desus. melakukan pembunuhan secara acak dengan harapan menggoyahkan kestab ilan masyarakat. Berapa b anyak? Dia tak bisa menghitungnya lagi. dan nasib dua lainnya ada di tanganmu. Mungkin kita bisa memberinya sedik it tekanan. lebih serius. Disadarinya kalau akhir hidupnya sudah dekat. baik nyamuk atau pun manusia." Wajah Kenji beru bah tenang dan bibimya berkerut menggambarkan kegetiran. Kikuta bukan hanya berusaha membunuhnya tapi juga bersekutu dengan ksatria yang kurang puas. Dia tak kebal dengan kedamaian da n kekuatan spiritual Terayama. Kenji meng¬anggap itu aturan yang gila karena dia sering menikam jantung orang. Kita akan biarkan dua anaknya yang tersisa tetap hidup hin . dan Tiga Negara." "Kupikir juga begitu. Takeo berhasil menjinakkan baik Tribe maupun para ksatria: hanya Kikuta yang mas ih bertahan menentangnya. Ia minum lagi." "Kurasa itulah tujuan Kikuta. membunuh dengan garotte. Dia telah mengabdikan hidupnya demi tujuannya itu. mangkuk atau bahkan langsung ke orang yang tidur dengan mulut menganga. bukan diriku. Tak ada penyesalan atas mereka yang telah dikirimny a ke alam baka cepat atau lambat manusia juga akan mati. Sumpah pertama yang dilakukan para ksatria yang terpilih ini yaitu tidak mem¬bunuh . kesehatan dan kekuat an¬nya makin memburuk: selama berbulan bulan paru-parunya terasa makin lemah dan seringkali m untah darah. Takeo angkat bicara lagi.

" gerutu Kenji. kemudian melihat apakah ayah mereka siap untuk berunding.gga musim semi." "Mungkin sementara ini kita juga bisa mengorek keterangan yang berguna dari kedu anya. Kisah Klan Otori IV Page 20 . Takeo menaikkan pandangannya ke arah Kenji melalui pinggiran cangkir.

Kisah Klan Otori IV Page 22 . isa dilakukannya agar orang tertidur yaitu rasa bosan kar ena dia jarang bicara. Andai dia buka mulut. Andai dia buka mulut.bisa dilakukannya agar orang tertidur yaitu rasa bosan karena dia jarang bicara.

simpati maupun welas asih. Akio tumbuh menjadi laki-laki sinis dan susah ditebak. tak seorang pun bisa meng-kritiknya. p enerus pamannya. yang menguasai berbagai kemampuan serta bakat yang kini mulai lenyap. icaranya pelan. dingin dan rasa sakit yang luar biasa. Akio bisa bertindak sesuka hati. keluarga ter¬besar dalam Tribe. penderitaan dan kenikmatan keji yang dirasakan Ak io menjadi awal mula tenggelamnya dia dalam kekejaman. Kotaro. Dia selalu menyalahkan Ot ori Takeo atas terpecah-belahnya Tribe. tersendat¬sendat. Dan sebagai Pimpinan. Karena Tribe membesarkan anak mereka dengan cara sangat keras. tanpa ada tanda-tanda kecerdasan atau kreativit as.bicaranya pelan. tanpa ada tanda-tanda kecerdasan atau kreati vitas. seolah menyaksikan dengan mata bayinya yan g masih belum fokus. Akio adalah Ketua Kikuta. bertahan me¬nahan lapar." Konon kabarnya kematian istrinya. Anak-anak Kikuta tidur dengan kaki mengarah ke Barat. haus. sering ai puas Akio karena sebagian dendamnya terlaksana. men inggalkan usaha mereka yang meng¬hasilkan banyak uang. Hisao merasakan ini seiring ia tumbuh dewasa. tapi lupa bagaimana ia tahu itu. serta melenyapkan semua perasaan. jerit dan tangis ibunya. A pakah ia memimpikannya. Dapat dilihatnya kejadian itu dengan jelas. tapi tak lama lagi. Tapi Akio adalah Ketua keluarga. Perlak uan Akio yang kejam. dan kematian Kotaro yang membuat Ak io begitu penuh dendam dan hidup dalam kebencian. Muto Yuki. Hajime. tapi tampaknya Hisao sudah tahu yang sebenarnya: ibunya mat i diracun. Keputusasaan dan kemarahan ibunya. "Belum. bahkan mengejutkan kerabatnya sendiri. tersendat¬sendat. panas. "Apakah Otori sudah mati?" dan dibalas dengan. Para tetua mengatakan kalau Yuki meninggal kar ena demam setelah melahir-kan. serta kematian pesumo t angguh. melatih mereka de ngan kepatuhan mutlak. Akio sangat keras p ada putra tunggalnya itu dan tak pernah menunjukkan pengertian maupun kasih sayang. kematian Kotaro yang disayangi. kesedihan karena harus meninggalkan pu tranya. atau ada yang menceritakannya? Ia ingat ibunya lebih jelas dari y ang seharusnya usianya baru beberapa hari saat ibunya meninggal dan menyadari adanya hubungan dir . serta banyak kematian lainnya. penolakan ibunya saat dipaksa menelan pil racun. yang mati di Hagi oleh Otori Takeo dan Muto Kenji. Keluarga Kikuta dikejar-kejar sehingga mereka keluar dari Tiga Negara untuk pindah ke Utara. Sejak kecil Hisao sudah menyadari kekecewaan ayahnya pada dirinya. dan saling menyapa dengan kalimat.

Satu-satunya cara meredakan rasa sak it dan suara-suara si kucing serta si hantu perempuan adalah membuat benda-benda dengan tangannya. tapi ia takut men¬dengarkan karena itu berarti ia membuka diri memasuki alam baka. Itu sebabnya dia mengetahui kemarahan ibunya dan sakit hati ayahnya. Hal-hal buruk yang terjadi di antara mereka berdua yang setengah menakutkan. Roh kucing itu juga sesekali seperti menjerat Hisao dari dunianya. kepala¬nya terasa seperti terbelah karena rasa saki t. Ia dapat membuat ukiran kayu berbentuk hewan yang begitu hidup h ingga tampak Kisah Klan Otori IV Page 23 . Meskipun Hisao suka membuat kerajinan tangan. dan satu sisi matanya menjadi gelap. Ketika alam baka membuka jalan dan mengajaknya masuk. dan itu mem buat ia benci sekaligus iba pada Akio. tapi Hisao tak t ahu cara mengatur bakatnya ini. seolah pengetahuan itu sudah ada dalam darahnya. Kemampuan mengarungi dua dunia. dan menyukai hewan. Ia hanya tahu kalau hantu itu adalah ibunya yang mati dibunuh. karena hanya saat itulah ada orang yang memeluk nya atau kelihaian membutuhkan dirinya. Seringkali ia merasakan kalau ibunya meng¬inginkan sesuatu darinya. yang kemudian ia lihat hewan malang i tu digorok ayahnya di hadapannya. setengah diharapkan. Hisao tidak pernah menceritakannya sehingga tak seorang pun tahu satu bakat Trib e yang telah hilang selama beberapa generasi ternyata ada pada dirinya. kepalanya lu ar biasa sakit. Anugerah semacam i ni semestinya diasah dan pemiliknya akan ditakuti serta dihormati. namun ia merah asiakannya. Ia membangun kincir air dan orang-orangan dari bambu untuk menakuti rusa. Antara kemara han si hantu dan rasa enggan dalam dirinya.inya dengan sang ibu. apa yang dilihatnya di alam baka tampak berkabut dan sulit dimenge rti: ia tidak mengetahui simbol dan bahasa untuk berkomunikasi dengan arwah. men¬jadi penghubung antara arwah dengan orang yang masih hidup. dan lolongan yang memusingkan terdengar makin keras hingga ia tak percaya kalau oran g lain tak mendengarnya. Sekali dia terlihat meng¬elus seekor kucing.

pedang. pisau serta ber¬bagai peralatan. Ia menyukai semua aspek penempaan: me m¬buat besi dan baja. Ia menyukai semua aspek penempaan: mem¬b uat besi dan baja. pisau serta ber¬bagai peralatan. eperti hewan yang disihir menjadi patung.seperti hewan yang disihir menjadi patung. pedang. Kisah Klan Otori IV Page 24 .

Mereka disidang di depan umum yang disebut sebagai pengadilan Ot ori. Sejak itu semua orang barbar digeledah ketika dat ang. kalau cara tradisional lebih bisa diandalkan. Setiap tahun ada saja pemuda yang ingin menjadi pahlawan. Senjata yang digunakan Otori begitu dirahasiakan cara buatnya hingga membuat orang iri. Keluarga Kikuta terpecah untuk memiliki senjata itu. Otori membatasi p enggunaan senjata ini hanya untuk sekelompok kecil orang: setiap pucuk senjata api yang ad a di negara ini dihitung. Mereka tak pernah kembali: kabar tentang tertangkapnya mereka dat ang beberapa bulan kemudian. tapi dia . belateluarga Kikuta ahli membuat senjata. Ada yang beranggapan senjata itu meng¬hilangkan semua kemampuan dan ke¬nikmatan dala m membunuh. Ada kalanya Otori Takeo dilaporkan ter¬luka sehingga harapan mereka membumbung tin ggi. si pemilik harus membayar dengan nyawanya. senjata yang bahkan t ak mampu dilawan Otori Takeo. dan ia membayangkan senjata api yan g kecil dan ringan. Senja ta ini pernah sekali digunakan orang barbar. terutama sen-jata rahasia Tribe pisau lempar . terutama sen-jata rahasia Tri be pisau lempar. belati kecil dan sebagainya tapi mereka tak tahu cara membuat senjata yang disebut senja ta api. mereka harus me¬nyeimbangkan kekuatan dengan memiliki s enjata yang sama. Senjata-senjata milik Otori bentuknya panjang. berusaha mendapatkan senjata itu de ngan cara mencuri. jarum. Jika ada yang hilang. atau mencari sendiri. dan dieksekusi. sementara yang lainnya b eranggapan kalau ingin menyingkirkan Otori. yang bisa di-sembunyikan di balik pakaian dan tak ber¬suara. berat serta tidak praktis: kurang prakris menurut cara pembunuhan yang dibanggakan Kikuta. senjata-senjata mereka dirampas dan mereka hanya boleh berdagang di pelabuhan Hofu. Senjata-senjata itu tak bisa disembunyikan d an digunakan dengan cepat. Hisao mendengar aya hnya dan seorang laki-laki yang lebih tua membahas benda ini. termasuk Kikuta.Keluarga Kikuta ahli membuat senjata. atau orang tua yang in gin mati terhormat yang pergi hendak mem¬bunuh Otori Takeo untuk membalaskan kematian Kikuta Kotaro d an anggota Tribe lainnya. Tapi berbaga i laporan tentang pembunuhan yang memakan banyak korban jiwa terbukti sama efektifnya deng an senjata itu sendiri: semua musuh Otori. Namun usaha mereka untuk mendapatkan senjata api selalu gagal. bila terkena air maka senjata itu tak berguna. jarum. berkhianat.

putra sulung Gosaburo. memimpin jaringan mata-mata dan melindungi Otori. kecil sawah. menyerangnya melalui istri atau anak-anaknya. bersekutu dengan Otori melalui pernikahan: mereka bersaudara ipar. tiba-tiba katak terdiam. Ia menghabiskan li: embernya dibuat dari bambu yang paling ringan dan talinya rambat yang cukup kaku untuk bisa mengangkat ember kincir. sementara Zenko. Mereka berbaur dalam kerumun an di biara dan mencoba menikam Lady Otori dan putri-putrinya. Taku dan Zenko. Kehilangan tiga anggota muda yang ada hubungan erat dengan sang Ketua merupa¬kan p ukulan berat. Ritual pemakaman mulai diatur dalam kedukaan y ang mendalam karena tak ada jenazah yang bisa dibakar dan tak ada abu jenazah. Suatu sore Hisao bekerja seorang diri di sepetak pegunungan. lapi ternyata para perempuan yang menjadi sasaran berhasil mempertahan¬kan diri dengan kekejaman yang tak terduga: salah satu penyerang. Sedang yang lainnya berhasil ditangkap dan dibawa ke kastil Inu yama. Selama malam-malam di musim dingin yang panjang. Karena hingga musim semi tiba masih belum ada kabar tentang kedua orang y ang ditawan. terluka dan dipuk uli sampai mati oleh kerumunan orang. Mendengar desas¬desus kalau Otori tak bisa mati membuat kebencian serta kegeriran Akio semak in ber¬tambah. Apa yang terjadi setelah itu tidak jelas. Kikuta menduga mereka sudah mati. bahkan dari racun. Belakangan sepupu Akio. Akio mulai bersekutu dengan musuh Takeo lainnya. seperti pulihnya dia dari belati beracun milik Kotaro. mempunyai b anyak kemampuan. ya ng kurang berbakat. Tapi cara ini juga terbukti gagal. Tak ada yang tahu apakah mereka masih hidup atau sudah mati. jauh di kedalaman ia telah me¬mikirkan cara mengali musim dingin membuat ember dan ta diperkuat dengan batang tanaman Hisao tengah berkonsentrasi penuh pada pekerjaannya. banyak pengkhianat yang memiliki darah Kikuta. Taku seperti ibu dan paman buyutnya. Keluarga Muto yang sudah bersumpah setia pada Otori telah menggandeng keluarga Tribe lainnya: Imai. diantaranya adalah Muto Shizuka serta kedua putranya. Ia tengok kanan-kiri. ri sawah dengan me¬manfaatkan kincir air. diutus bersama saudari perempuan mer eka ke Inuyama tempat keluarga Otori merayakan Tahun Baru. Kisah Klan Otori IV Page 25 . dua putra Gosaburo. Kuroda dan Kudo. Sejak keluarga Tribe melakukan pe rkawinan campuran.selalu sembuh.

ak ada orang. tapi ia tahu ada orang yang menggunakan kemampuan menghilang Trib e. tapi ia tahu ada orang yang menggunakan kemampuan menghilang Tr ibe.Tak ada orang. Kisah Klan Otori IV Page 26 .

"Siapa di sana?" Tiba-tiba muncul seorang laki-laki dengan usia tak bisa diperkirakan dan berpena mpilan biasa berdiri di hadapannya. dan menyebut namanya dengan cara yang membuat Hisao percaya padanya. dia berseru . Kalau begitu." "Tapi tadi kau mendengarku mendekat. Aku tak memiliki kemampuan me nghilang. Sakit kepalanya kian menjadi-jadi: Muto Ken ji adalah pengkhianat." Hisao menyerap semua keterangan ini. putra Akio?" "Ya. kebencian Kikuta pada orang ini hampir sama besarnya seperti kebenc ian pada Otori . Aku mendengarkan mereka. "Sudah kuduga. "Siapa kau?" bisiknya. Sorot matanya tajam dan kelihatan penuh selidik. segera menyadari kalau orang mi dikenal ibunya. dan ibuku bemama Muto Yuki. dan dunia ibunya menyelubungi ambang batas dunianya. "Kau bcrnama Kikuta Hisao. kan?" "Hanya dari katak. dan dirasakan reaksi penyesalan serta ras a iba ibunya. kemudian mengalih¬kan pandangannya ke seberang lembah. maupun mengenalinya. Hisao mengangguk." Ia heran telah bersik ap biasa dan bebas pada orang yang belum dikenalnya.Mengira itu hanya salah satu anak yang datang membawa pesan. dia berseru. dirasakan kebahagiaan dan pendcritaan ibunya dan pertanda pertama dari sakit kepalanya serta kemampuan melihat separuh dari dua dunia yang ber¬beda. Sosok laki-laki itu bergoyang-goyang selagi meng¬hilang. Orang itu kembali menampakkan diri dalam jarak serentangan tangan dari wajah His ao." Ekspresi wajah orang itu agak berubah. Aku tidak tahu orang yang bias melakukannya di kalangan Kikuta saat ini. "Kau bisa melihatku?" sahut laki-laki itu. aku kakek¬mu: Muto Kenji. Tapi aku tak bisa mendengar dari jau h. Tangan Hisao segera bergerak ke arah pisaunya karena yakin ia bel um mengenal orang itu. "Aku takkan menyakitimu." ujar orang itu. "Kau tidak memiliki satu pun kemampuan Tribe?" tuturnya. "Siapa di sana?" gira itu hanya salah satu anak yang datang membawa pesan. Hisao merasaka n jari-jari yang tak terlihat memiting pergelangan tangannya dan ototnya langsung terasa lumpuh saat telapak tangannya terbuka dan pisaunya terjatuh. "Tidak.

Rasa kecewa dan lega menyapu dirinya. pikir orang tua itu. bergerak tak terlih at dan tak terdengar melewati hutan? dan juga Akio harus tahu kalau ia datang sebagai utusan Takeo." ajak Kenji. Kisah Klan Otori IV Page 27 . menghindari para penjaga di gerbang. baik dar i ayah maupun dan ibunya. Kadang-kadang kepalaku sakit. Muto. "Bukan apa apa. "Ada yang aku sampaikan padanya. agak lebih pendek dari Kenji sendin tapi kuat. "Ayah!" "Apa itu?" tanya Kenji. " Aku lebih suka membuat benda-benda." Pandangannya turun menatap ke konstruksi yang tengah dikerjakannya. tapi kau bilang kalau kau kakek¬ku. Mengapa kau kemar i? Kau akan dibunuh. berkulit gelap dan berwajah lebar. Kenji menatap bocah di hadapannya dengan tatapan iba. Aku sudah biasa. dengan kulit mulus tanpa cacat dan rambut tebal serta mengkilap. Dia pasti mirip ibunya Takeo. tahu betapa kerasnya masa kanak-kanak di Tribe.Takeo. Apa yang bisa dilihatnya? Pemuda ini berbadan sehat. Seharusnya aku mem¬bunuhmu. namun kehadiran ibunya terasa membebani dirinya dan bisa dirasakan ibunya memanggil. lagipula ak u tidak ahli membunuh. gerakan matanya yang cepat menun¬jukkan kalau dia bisa melihat hal lain." Betapa anehnya." Ia tidak bersusah payah menyembunyikan sosoknya selagi mengikuti bocah itu menur uni jalan setapak dari atas gunung menuju desa. Mirip siapa dia? Tidak mirip Kikut a. mirip rambut Takeo. Dan ada sesuatu yang lain pada dirinya. apalagi pada mereka yang tak berbakat. "Mari kita temui Akio. Dia tidak punya kemampuan apa pun. Sadar kalau akhirnya ia akan dikenali juga s iapa lagi yang bisa sampai sejauh ini. Jelas sekali Hisao punya beberapa kemampuan: benda itu dibuat dengan kreatif dan dengan keahlian tinggi. maupun Otori.

dan saat berhenti sebentar di tepi sawah yang penuh air. nyanyian burung. jauh dari jang kauan Takeo. Sejak saat itu. erjalanan itu membuat napasnya terasa sesak. pikir kenji dengan sedikit bersyukur. Tempat ini sama seperti kebanyakan desa Tribe: tersembunyi di dalam lembah seperti lipatan kecil dalam barisan pegunungan. Kenji belum tahu tempat istimewa ini sebelum Hisao lahir. walaupun tidak di luar jangkauan mata¬matanya. Rumah itu jauh lebih nyaman dan mewah ketimbang rumah-rumah di sekelilingnya. keponakan buyutnya . vicia. katak serta jangkrik. dengan lekukan luwes yang sama indah . dan bunga krisan. dan meskipun beberapa anjing melompat-lompat penuh semangat ke arahnya. dia tak berh enti. terasa ada darah di tenggorokannya. buttercup. Kenji m en¬dengar bisik-bisik dan tahu kalau ia telah dikenali. orang ber¬kumpul di belakang mereka. Pematang sawah berw arna cerah dengan bunga liar. de ngan beranda dari kayu runjung serta pilar kokoh dari kayu cedar. buttercup. yang bisa dilihat dari kejauhan. Tubuhnya terasa lebih panas dari yang s emestinya. enam belas tahun lalu d an butuh waktu lima tahun untuk menemukannya. maka tak ada hari yang lebih indah daripada hari ini. atapnya terbuat dari rusuk atap yang tipis. dan mendapatkan laporan tentang Hisao dari Taku. Suasana terasa dipenuhi musik musim semi. dan bunga krisan. nyanyian burung. Langit berubah keemasan saat mentari mulai tenggelam di ufuk barat.Perjalanan itu membuat napasnya terasa sesak. Ketika sampai di bangunan yang paling besar. Hisao tidak berbicara pada siapa pun saat mereka berjalan di antara rumah kayu b eratap rendah. Tubuhnya terasa lebih panas dari yang s emestinya. Pematang sawah berw arna cerah dengan bunga liar. katak serta jangkrik. terasa ada darah di tenggorokannya. Suasana terasa dipenuhi musik musim semi. dan cahaya matahari jatuh di sel a-sela hijaunya dedaunan. Bila hari ini memang ditakdirkan menjadihari terakhir hidupku. dan saat berhenti sebentar di tepi sawah yang penuh air. dan cahaya matahari jatuh di sel a-sela hijaunya dedaunan. vicia. sesekali ia mengunjungi tempat in i tanpa diketahui penghuninya. dan merasakan dengan li dahnya kapsul beracun yang terselip rapi di bekas rongga gigi gerahamnya yang sudah tanggal. Tapi kemudian ia tahu kalau keluarga Kikuta mundur ke t empat ini sejak dikejar Takeo. Seperti kuilnya. Mereka membangun desa di utara ini sebagai markas. Pada kunjungan yang pertama ia sempat terkejut melihat ada l ebih dari dua ratus orang di desa itu. Langit berubah keemasan saat mentari mulai tenggelam di ufuk barat.

"Ayah! Kita kedatangan tamu!" Selang beberapa saat. sudah bertahun-tahun m engincar dirinya. Sedang ya ng satunya lagi pasti Imai Kazuo. Betapa lemah tubuh¬nya saat ini! Teringat dengan rasa penyesalan kalau semua kemam puan yang ia miliki kini hanya menjadi bayang-bayang. Mereka berusaha menyembunyikan keter¬kejutan dengan kemunculannya. Ia ingin sekali meninggalkan raganya la lu pindah ke alam baka. Saat melangkah masuk ke dalam r umah.. ia seperti mendengar tarikan napas tiba-tiba. Aroma minyak wijen merebak dari arah dapur dan didengarnya desis makanan di penggoreng an. pedagang dari Matsue. membawa air untuk membasuh kaki sang tamu. Dadanya terasa nyeri seperti ditusuk-tusuk dan rasanya tak ta han ingin batuk. Hisao su dah pergi. pintu banian dalam bergeser terbuka dan Kikuta Akio mela ngkah masuk. Seraya melepaskan sandal." sahut Kenji.nya seperti kediaman para ksatria." Gosaburo tertawa sinis tidak percaya. namun terdengar olehnya anak itu sedang bicara dengan pelan di belakang r umah. Kerumunan orang di belakang Kenji terdiam. Sedang dua laki-laki lainnya tersenyum. seorang perempuan muda muncul. tapi siapa yang bisa menyelamatkan orang dari takdir? Semua pikiran ini melintas di benaknya saat duduk di lantai berlapis karpet samb il menunggu Akio." "Aku tak membawa senjata. . Hisao naik ke beranda dan berse ru ke dalam rumah. paman Akio. adik Kotaro. Lalu terdengar langkah kaki. ta pi tanpa rasa riang. Perempuan muda yang sama datang membawa semangkuk teh. "Aku datang dengan membawa misi yang dam ai. Dia diikuti dua laki-laki yang lebih tua. Semua orang ini. seolah semua orang yang berkumpul di luar menarik napas di saat bersamaan. Ruangan itu remang¬remang: ia nyaris tidak bisa melihat gulungan yang tergantung d i dinding sebelah kanan¬nya. keluarga dari pihak istrinya.. Akhirnya Akio angkat bicara. Andai ia bisa men yelamatkan bocah itu. kehidupan yang lain. setahunya. Kenji pun diam saja. kehidupan apa pun yang ada di sana. yang satu bertubuh gempal dengan raut waja h halus yang dikenal Kenji sebagai Gosaburo. "Letakkan senjatamu. Mereka duduk di ujung lain ruangan seraya meng¬amati. yang menurut kabar telah menentang keluarga Imai untuk tinggal bersama Kikuta. Tak seorang pun membungkuk normal maupun memberi s alam.

" ujar Akio. seperti serigala di musim dingin." Kazuo mendekati Kenji dengan hati-hati dan agak malu-malu. Ketua."Benar. "Kazuo yang akan menggeled ah¬mu. Kenji membiarkan orang itu meraba pakaiannya dengan jari-jarinya yang panjang dan ceka tan. "Maaf. Kisah Klan Otori IV Page 28 ."gumamny a.

" Dia berkata jujur."Dia berkata jujur." Kisah Klan Otori IV Page 29 . Dia tidak mem bawa senjata. Dia tidak membawa senjata.

" sahut Akio."Kita tak mau be randing dengan Si Anjing. Tapi yang lainnya masih hidup. sebelum Gosaburo berdiri. ." ejek Akio. temyata usia tak mampu melunakkan maupun melembutkan sikapnya." tutur Kenji tenang. termasuk putrimu. Kau tentu pernah m endengar bahwa Lord Otori memiliki sifat welas asih." katanya pada Akio. "Rupa¬nya kau sudah bosan hidup!" Kenji menatap tajam. "Akio!" Gosaburo memohon. "Kami tidak memanggilnya Lord Otori. paman."Mengapa kau kemari?" sera Akio. "Putriku? Dia tidak terluka?" "Tidak." sahut Kenji cep at." Kenji bicara pada Gosaburo. "Tinggalkan kami. Tapi badannya tampak sekuat baja. Selama bertahun¬tahun ia bermimpi berhadapan dengan orang yan g telah menikahi dan terlibat dalam kematian putrinya." Gosaburo mencondongkan badan lalu bertanya pada Kenji. tapi mereka tidak disiksa. "Rupa¬nya kau sudah bosan hidup!" Mengapa kau kem ari?" sera Akio. Tampak ada kerutan¬kerutan di wajah Akio. "Aku datang membawa pesan dari Lord Otori. rambutnya pun mulai memutih. Kunio. dia baik-baik saja." Tapi putriku sudah mati enam belas tahun lalu. dan bisa dihukum mati." "Anak-anak itu akan tetap hidup jika kau setuju untuk berdamai. Dia dikenal dengan nama Otori si Anjing. "Biarkan dia bicara." Gosaburo menelan ludah. Kesed ihan membuatmu lemah. "Putra sulungmu. Anak-anakmu akan diadili dengan tuduhan percobaan pembunuhan." "Satu lagi kebohongan dari Si Anjing. Setidaknya kita dengar dulu apa yang aka n Muto sampai¬kan. "Dengan mengutus pembawa pesan itu telah menunjukkan kelemahan. Ka mi tak ingin mendengar pesan apa pun darinya!" "Aku khawatir salah satu putramu sudah mati. "Dia tidak disiksa?" "Kau harus tahu kalau penyiksaan kini dilarang. Aku akan bicara dengan Muto berdua saja." kata Gosaburo d engan nada memohon. air matamulai berlinang. "Dia sedang memohon pada kita.

pada Kisah Klan Otori IV Page 30 . Mari kita ingat lagi sejarah Tribe. mereka duduk dengan mata setengah terpejam. dikumpulkan tenaga lalu membiarkan gelombang ten aganya mengalir memenuhi ruangan itu. Kenji tahu kalau Hisao sudah kembali dan sedang berlutut tepat di balik pintu. Kita selalu bekerjasama dengan para bangsawan yang hebat: jangan¬lah kita menentan g Otori. "Dasar penyihir tua bangka. karena ini akan men ghancurkan mereka dan dirimu. rakyat bahagia. Dengar dulu apa yang akan kusampaikan." tutur Kenji. bukan berdasarkan kebencian dan amarah pribadimu. Kau tak bisa menjebakku dengan kebohonganmu. Sebagai imbalannya. Tadi kau mengatakan S i Anjing melakukan hal baik! Rakyat gembira! Apa untungnya semua ini bagi Tribe? Kau suda h lemah seperti Gosaburo. orang¬orang tua? Apakah Tribe membusuk dari dalam ? Andai Kotaro masih hidup! Tapi Si Anjing membunuhnya dia membunuh pemimpin keluarganya s endiri. dan aku akan menghabisi ayahnya: kita akan menyingkirkan orang le mah. Hentikan permusuhanmu. "Sejujurnya. bagaimana kita bisa berta han sejak dulu kala." "Akio. Biarkan Otori membunuh anak-anak itu. Masyarakat yang dibentuknya berjalan lancar. Ada apa dengan kalian. Saat ia berhenti bicara."Tinggalkan kami!" Akio juga berdiri. Menguntungkan bagi kita semua. dan yang kini dia lakukan hanyalah meratap dan menyesali nasibnya. Setelah itu baru kau putuskan apa yang te rbaik bagi Kikuta dan Tribe. "Tua bangka bodoh itu tidak berguna la gi! Dia sudah mis kin. "Kita bicara sebagai sesama Ketua." katanya saat kembali duduk. menyuruhnya agar cepat keluar dari ruangan itu. tak ada yang mati k elaparan dan tak ada penyiksaan. keluar¬ga Kikuta akan d imaafkan: Tribe akan ber¬satu lagi. baik petani a taupun ksatria. sesuai cara Tribe menyel esai¬kan masalah." Akio me¬mecahkan kesunyian dengan teriakan penuh amar ah. gusar. Dirasakannya ketenangan menyapu semua orang." Nada suaranya seakan mengandung sihir yang membuat ruangan senyap dan semua oran g yang berada di luar bungkam. "Tua bangka licik. seraya mendorong tubuh orang tua it u ke pintu. Apa yang dilaku¬kannya di Tiga Negara baik adanya: disetujui masyarakat.

siapa dia harus menyerahkan hidupnya atas kejahatan yang dia lakukan. Kau saksiny a: kau men¬dengar sumpah si Anjing saat di Inuyama. Dia melanggar sumpah itu jadi dia sud ah iapa dia harus menyerahkan hidupnya atas kejahatan yang dia lakukan. Dia melanggar sumpah itu jadi dia sud ah Kisah Klan Otori IV Page 31 . Kau saksin ya: kau men¬dengar sumpah si Anjing saat di Inuyama.

" sahut Kenji. dan aku akan kembali dengan cara yang sama." ujar Kenji. Tapi dia malah mem¬bunuh Kotaro. Hisao. maka menyerahlah: kau t akkan berhasil membunuhnya. Kau yang menghancurkannya. Kumohon kau hentik an perlawananmu agar Kikuta bisa kembali ke Tiga Negara Gosaburo bisa menjalankan lagi bisnisnya! dan menikmati hidup selayaknya. hidupnya dijalani l ebih baik sebagai Otori ketimbang sebagai Kikuta. pikimya saat melangkah keluar dari beranda dan kerumunan memberi jalan padanya. Begitu sampai di tempat terbuka dan di luar jangkauan tatapan Akio." "Semua orang pasti mati. ternyata aku masih hidup lebih lama. "Kau tahu di mana bisa menemukan kami bi la kau berubah pikiran. Mari. apalagi di . Tapi semua itu telah berlalu. Tapi dia malah mem¬bunuh Kotaro. Ijinkan dia menemaniku sampai ke gerbang. "Tapi dia takkan mati di tanganmu.sepantasnya mati." "Aku telah melindungi keluargaku dan Tribe. seraya membalikkan badan. Jika tetap tak mau berdamai. Kenji berkata. "In i putramu? Kurasa dia tidak memiliki kemampuan Tribe. desa itu kelihatan menyedihkan. Dia tidak bisa dimaaf¬kan. dan yang pasti. ia bisa saja menghilang lalu melenyapkan diri ke pedesaan. Selain rumah utama. Aku kemar i sebagai utusan. Ketua dari keluarganya dengan bantuannmu. Tapi ia senang Gosaburo dan yang lainnya ju ga mendengar. "Betapa pun kau menginginkannya. "Pengkhianatanmu pada Tribe harus dihuk um." Akio menatapnya dengan memicingkan mata. Tapi adakah pel uang ia membawa bocah itu? Penolakan Akio tidak mengejutkannya. Aku bisa meyakinkanmu akan hal itu." Kenji bicara ke belakang dalam bayang-bayang." Kenji begitu berwibawa sehingga Akio membiarkannya berdiri lalu berjalan keluar ruangan. Sewaktu lewat Hisao masih berlutut di luar. Dia harus mati!" "Aku takkan berdebat tentang mana tindakannya yang salah dan yang benar. Pasti sulit men¬jalani hidup d i sini." sahut Akio. Ketua dari keluarganya dengan ep antasnya mati." Baiklah. Akan kusampaikan pesanmu yan g patut disesalkan pada Lord Otori. "Dia melakukan apa yang harus dilakukan saat itu.

Kau mau?" "Aku tak bisa pergi dari sini! Aku tak bisa meninggalkan ayahku!" Lalu ia berser u kesakitan. Hisao menangkap lengannya dan berteriak. Hanya tinggal lima puluh langkah lagi. Saat Hisao muncul dari belakang dan berjalan di sampingnya.. Saat berbalik untuk memberi Hisao semangat. Tiba-tiba ada yang menyeruak dari sela-sela mereka.musim dingin. tapi Hisao be rjalan terseok-seok di belakangnya. Kebanyakan penghuninya pasti mendamba¬kan. "Bawa aku! Mereka takkan membiarkanku pergi! Tapi dia ingin ikut denganmu!" Mungkin karena Kenji sedang dalam keadaan menghilang dan berada di antara dua du nia. seperti halnya Gosaburo. Kenji menyadari ada kehadiran lain yang mengambil tempat setengah tubuh dan pikiran bocah itu. Kepatuhan mereka pada Akio. Temui aku di temp at tadi kita bertemu. apalagi jika itu berarti sandera akan dibiarkan hidup. Kenji melihat kerumunan orang masih memerhatikan. lalu berlari di pematang ke hutan bambu. lalu meng¬hilang. "Hisao." bisik Kenji. lalu terjatuh. dan sesekali menaikkan tangan-nya memegangi pelipis kirinya dengan ujung jari.. "Hisao. tapi ketika sosok tubuhnya menghila ng. ada kemungkinan anggota lain Kikuta me¬nentang ke putusannya.. "Aku ingin kau ikut denganku ke Inuyama. "Kepalamu saki t?" "Mmm." Dia mengangguk tanpa bicara. lebih karena ketakutan ketimbang rasa hormat. tapi ia yaki n tak ada yang mengikutinya. hidup nyaman di Matsue dan Inuyama." katanya. diikuti oleh Kazuo: ke duanya sudah menarik belati. tanpa tergesa-gesa. dirasakan oleh Kenji. Akio. Kenji tidak berani berbalik. Dahi¬nya berkerut. Bila berhasil sampai di tepi sawah. Mereka sudah separuh jalan. temui aku. la terus berjalan dengan tenang. mungkin Kisah Klan Otori IV Page 32 .

.

..juga karena perasaan Hisao yang meledak-ledak. tapi saat itu Kenji melihat apa yang Hisao lihat. tapi saat itu Kenji melihat apa y ang Hisao lihat.. Kisah Klan Otori IV Page 33 . uga karena perasaan Hisao yang meledak-ledak....

Kisah Klan Otori IV Page 35 . Meskipun diperlakukan dengan baik. namun tetap saja mereka adalah tawan an. nuyama.Inuyama. Meskipun diperlakukan dengan baik. namun tetap saja mereka adalah ta wanan.

dengan enggan ia pergi ke Hofu. berbagai daerah mengurus masalah mereka sendiri: Tiga Negara dilanda konflik akibat para bangsawan berebu t wilayah dan kekuasaan. Kagemura selama beberapa minggu.Setelah salju mencair. Ia mem beri instruksi agar Taku mengirimkan semua pesan kepadanya di sana. Kini ia dan Kaede telah membawa kedamaian dan memper¬tahankannya dengan penuh perhatian pada seluruh wilayah dan berbagai aspek ke¬hidupan rakyatnya. ke desa ter¬sembunyi Muto. kadang ia menyamar untuk dapat berbaur d engan rakyat biasa dan mengetahui pendapat. mungkin Maya. Didampingi para p engawal. desa yang makmur. Selama berkuasa. ke desa ter¬sembunyi Muto. Selama perjalanan ia memerhatikan tanda-t anda negeri yang damai: anak-anak yang sehat. berharap mendapat kabar dari Kenji di bulan ini. yang d ikenal sebagai Jun dan Shin serta jurutulisnya. etelah salju mencair. membagi hari-hari dalam setahun dari satu kota ke kota lainnya di Tiga Negara. ia bangga dan puas bahwa Tiga Negara telah s esuai dengan . berharap mendapat kabar dari Kenji di bulan ini. Namun ket ika hingga bulan keempat muncul dan masih belum ada kabar. ia sering melakukan per¬jalanan. dan Kenji berangkat melaksanakan misinya. Ia memikirkan kemungkinan Shizuka mengajak salah satu dari mereka. namun dalam pelaksanaannya. Takeo melihat kegelisahan istrinya pada si kembar semak in bertambah. Ia mem beri instruksi agar Taku mengirimkan semua pesan kepadanya di sana. Hasil dari semua itu terlihat saat ia ber¬kuda ke wilayah Barat. Kagemura selama beberapa minggu. dan ketika tiba di Hofu. kegembiraan serta kebahagiaan mereka. Sebenarnya kaisar berkuasa atas Delapan Pulau. mungkin Maya. Kaede serta putr i¬putrinya pergi ke Hagi bersama Shizuka. Ia memikirkan kemungkinan Shizuka mengajak salah satu dari mereka. sedikit pengemis serta tidak ada bandit. Kaede serta put ri¬putrinya pergi ke Hagi bersama Shizuka. dan Kenji berangkat melaksanakan misinya. Namun ket ika hingga bulan keempat muncul dan masih belum ada kabar. Tujuannya untuk membuat negara ini sangat aman hingga gadis belia pun bisa memeg ang kekuasaan. dengan enggan ia pergi ke Hofu. Takeo melihat kegelisahan istrinya pada si kembar semak in bertambah. Takeo tidak akan melupakan kata-kata Otori Shigeru kepadanya: Karena Kaisar yang begitu lemah seh ingga bangsawan seperti Iida bisa merajalela. Takeo pun menunda waktu untuk meninggalkan Inuyama. Kadang ia melakukan perjalanan dengan semua keme gahan yang diharapkan dari seorang penguasa besar. Takeo pun menunda waktu untuk meninggalkan Inuyama. dua pengawal terpercaya dari Tribe saudara sepupu Kuroda: Junpei dan Shinsaku.

Hana sangat mirip dengan kakak sulungnya. pikirnya. ada tiga mau empat kasus semacam ini . belerang d an nitrat. Zenko sangat senang: persekutuan itu meru pakan kehormatan besar baginya. meminta bantuan. keesokan harinya Arai Ze nko yang telah diberi bekas wilayah ayahnya di bagian Barat dan juga Hofu datang dari Kuma moto dengan alasan hendak menyambut Lord Otori. Sepanjang tahun yang sulit setelah kelahiran si kembar. Hana menjadi lebih dari sekadar godaan yang bisa diakui Takeo.tujuannya itu. di Hofu. Rasa tergila-gilanya pada Takeo segera digantikan rasa dendam pa danya dan iri pada kakaknya. Musim semi ini. lebih dari yang Takeo harap¬kan. membutuhk an keputusan yang hanya bisa diputuskan olehnya. Bahkan dua petani mengeluh kalau putra mereka dipaksa menjadi prajurit. saat empat belas t ahun. dengan paras yang sama persis seperti Kaede muda. Bahkan Hana pernah menawarkan diri ketika kesehatan Kaede memburuk. tapi juga segera mem¬berinya ti ga putra. Shirakawa Hana. Namun. bahkan bila diperhatikan l ebih lama lagi kelihatan lebih cantik di¬bandingkan Kaede saat masih muda. kayu. tapi terkadang ada keluhan atas para petugas itu sehingga haki m-hakim yang adil harus didatangkan. sebelum kecantikannya tercoreng. Ia tidak suka maupun p ercaya pada Hana. Dia pun bertekad untuk mengambil alih kedudukan mereka. Zenko tengah menghimpun kekuatan dan senjata. semuanya sehat. Takeo tahu niat ini karena adik iparnya lupa kalau ia memiliki pendengaran yang . adik bungsu Kaede. Penolakan mantap Takeo untuk menganggap serius tawaran nya telah melukai dan mem-permalukan Hana: keinginan Takeo untuk menikahkannya dengan Zenk o justru mem¬buat Hana kian gusar. Beberapa dari masalah ini sebenarnya dapat d isampaikan pada petugas setempat. dan seorang ped agang memberi informasi bahwa para prajurit menyita sejumlah besar batu bara. Tampaknya begitu ia tiba di kota mana pun di Tiga Negara. Hana selalu mencari kesempatan untuk menggoda dirinya agar menjadikannya istri kedua atau se lir. ikut bersamanya. utusan bermunculan di gerbang kastil atau kediaman ia tinggal: ingin mengadakan pertemuan. Ia tidak menduga apa yang menantinya di kota pelabuhan itu. Takeo mengatur untuk mengirim kurir ke Kumamoto. ataupun curiga kalau di sana nanti kepercayaan dirinya akan goyah dan kekuasaannya terancam. Aku harus bicara padanya. Hal ini membuatnya mempertanyakan keadilan dari administrasi sete mpat. Tapi Takeo memaksa: mereka menikah ketika Zenko berusia delapan belas tahun dan Hana enam belas tahun. Hana bukan hanya cantik. Istrinya.

Pendengarannya memang tidak setajam saat masih tujuh belas tahun. kegiatan mereka yang ada di pos jaga dan istal. siapa meng unjungi siapa di Kisah Klan Otori IV Page 36 . tapi masih cuk up baik untuk menguping per-cakapan rahasia.sangat peka. menyadari segala sesuatu yang ada di sekelilingny a. di mana posisi tiap orang di kastil.

Kisah Klan Otori IV Page 37 . Ia juga dapat membaca niat orang itu dari cara ber¬diri hingga gerakan tubuh. alam hari dan untuk tujuan apa.malam hari dan untuk tujuan apa. Ia juga dapat membaca niat orang itu dari cara b er¬diri hingga gerakan tubuh.

" "Oh." sahut Takeo samb il tersenyum. "Kami senang bisa menghabiskan waktu bersama kakak ipar. ada satu atau dua hal yang perlu kita bicarakan. Kedua orang ini tidak menunjukkan tanda-tanda kedengkian. orang ketiga di Tiga Negar a yang mati dengan cara begitu." "Aku pernah melakukan perjalanan dalam cuaca yang lebih buruk. tapi Lord Takeo harus tinggal lebih lama. ahli menggunakan panah dan pedang. pastinya. Anda tidak bisa bepergian dalam keadaan cuaca seperti ini. aat ini ia mengamati Hana yang sedang membungkuk di hadapannya." sahut Takeo. Suaminya. Taku: dua puluh enam tahun. Ia menyadari bila semu a ini dijadikan satu maka bisa menimbulkan sakit hati yang mendalam pada pemuda itu." katanya. gagah perkasa. Pada usia dua belas tahun dia menyaksikan ayahnya mati ditembak dengan senjata api. memutus kan untuk menanggapi basa-basi ini. seperti yang sering dia lakukan sebelum suaminya sempat bicara. terlepas dari kenyataan bahwa dia adalah ibu dari tiga orang anak: orang akan mengira usianya tak lebih dari delapan belas tahun. dan bisa berubah menjadi kebencian. "Baiklah. Taku: dua puluh enam tahun. Sambutan dan pertanyaa n mereka mengenai kesehatan diri juga keluarganya terasa berlebihan. "Kalian tidak perlu repot-repot datang. sedikit tersibak hingga menampakkan tengkuknya yang putih sempurna. untuk meningkatkan jum . bertenaga besar.Saat ini ia mengamati Hana yang sedang membungkuk di hadapannya." kata Zenko. Ia menjawab dengan s ikap yang sama sopannya. Dua orang lainnya adalah para bandit. "Tidak ada kebutuhan. tapi sebenarnya dia seumur d engan adik Zenko. "Aku hanya akan berada di Hofu selama satu atau dua hari. tapi sebenarnya dia seumur d engan adik Zenko. di usia dua puluh delapan tahun." Hana angkat bicara. Hana bergerak dengan luwes. sedikit tersibak hingga menampakkan tengkuknya yang putih sempurna. terlepas dari kenyataan bahwa dia adalah ibu dari tiga orang anak: orang akan mengira usianya tak lebih dari delapan belas tahun. dengan rambut m enjuntai ke lantai. Hana bergerak dengan luwes. dengan rambut me njuntai ke lantai. tampak sangat mirip dengan ayahnya be rtubuh besar. menutupi kenyataan kalau ia merasa lebih kesakitan ketimbang biasanya karena udara yang lembap. "Anda harus tinggal di sini sampai musim hujan s elesai.

"Bagai mana pendapat Sugita Hiroshi tentang rencanamu?" Hiroshi dan Zenko tidak menyukai satu sama lain. walaupun Hiroshi tidak pernah mengatakannya. Tampaknya ini kese mpatan emas untuk memberi mereka pelatihan dan senjata. dan kecewa ketika perempuan idamannya itu menikah dengan Arai Zen ko." "Klan Seishuu kini tunduk pada Maruyama. mengejutkan mere ka. "Aku belum sempat bicara dengan Sugita." sahut Takeo dengan nada ringan." Keterusterangannya yang keluar tepat setelah sopan-santun tadi. ma ka mereka harus menggantinya dengan biaya sendiri. jauh lebih dekat ketimbang." tutur Zenko. Kedua kakak beradik yang semakin dingin. kelak kita bicarakan masalah ini dengannya. Takeo tersenyum lagi. "Wilayah Barat terbuka lebar bagi mereka: Klan Snshuu belum pernah menghadapi serangan dari laut. adalah teman dekat." "Berapa banyak orang yang kau kumpul¬kan? Paling banyak lima ribu orang." tutur Zenko. "Baiklah. Mereka pasti tahu. Hiroshi dan Taku. "Kebutuhan senjata selalu ada. Kami tidak siap. adik Zenko . pedang. Keuangan wilayah bisa dijalankan dengan baik. benar lima ribu orang. panah dan sebagain ya." "Dari Kumamoto dan distrik selatan." aku Zenko. bahkan jika mereka kembali ke sawahnya unt uk panen. Tapi ada banyak o rang yang tidak terlatih dengan usia cukup untuk bertempur di wilayah Seishuu lainnya. Catatan k ami menunjukkan mereka semua diper¬senjatai." "Kita menghadapi ancaman dari kaum barbar.lah pasukan. dan aku ingin tahu lebih banyak tentang kekuatan apa yang sedang kau himpun. Kedua pemuda itu tidak saling menyukai sejak pertama kali mereka bertemu bertahun-tahun silam semasa perang saudara. "Tombak. Nanti kita semua akan bertemu di Maruyama pada bulan kesepuluh dan meng¬kaji ulang kebutuhan pasukan di wilayah Barat. Takeo tahu Hiroshi memendam has rat untuk menikahi Hana. tak banyak hal yang bisa luput dari perhatian nya di seluruh Tiga Negara. " Kisah Klan Otori IV Page 38 . Bila senjata mereka hilang atau rusak. ya.

Zenko adalah bagian dari takdirku. Lalu mereka melemahkan dari dalam dengan agama mereka. "Akan k ita tingkatkan pengawasan terhadap orang-orang asing itu. pikirnya. ia bisa terhi ndar dari banyak masalah. Mereka mestinya jera deng an serangan di Mijima. Dan nitrat hanya boleh dibeli langsung oleh klan. "Se ribu orang bersenjata api. Mereka akan mengubah kita semua menjadi budak mereka. ingin tahu apakah mungkin menghapusk an keinginan balas dendam Zenko. dan ser angan dari luar. Zenko berkata." Dilihatnya ekspresi wajah Zenko berker ut saat nama Fumio disebut. Takeo menghela napas panjang. Orang¬orang asing itu sebagian besar terkurung d i Hofu." Takeo mengamati." "Semua ini. seperti yang kau katakan. Kalau saja saat itu ia menggunakan pisau dengan baik. "Kau tahu kalau aku menghormati pendapatmu dalam masalah ini. Dan pasukan pejalan kaki mereka menyandang senjata api. pikir Takeo." Takeo memerhatikan selagi Zenko mem¬bungkuk dengan enggan. Ak . Pert ahanan terbaik kita melawan mereka adalah berdagang dengan damai. K endati menyebut dengan kata kaum barbar. akan kuberitahu¬kan kepadamu. Fumio yang menembak ayah Zenko saat gempa mengguncang dan meng¬hancurkan pasukan Arai. Lima puluh ribu kuda. Satu ekor kuda mereka lebih besar dibandin gkan dua ekor kuda kita." sahutnya. dan Zenko bertemu dengan lebih banyak orang-orang itu ketimbang ksatria¬nya sendiri.. "Di sana kaum barbar juga menggunakan perdagangan sebagai alasan untuk menjejakkan kaki. segaris rona warna di l ehernya menandakan kekesalannya atas peringatan keras tadi. Namun kala itu Zenko hanyalah bocah kecil." sahut Takeo." sahut Takeo. "Aku be rani katakan kalau Terada Fumio mem¬buat pernyataan serupa tentang keunggulan kita di kepulauan wilayah Barat dan pelabuhan di Tenjiku dan Shin. Zenko tampak terkesan dengan senjata dan kapal mereka. hanyalah bualan. kata mereka. "Mereka berada jauh dari kampung halaman mereka.. maka sekarang mereka harus berurusan dengan kita melalui diplomasi. "Mere ka berada jauTujuan orang-orang asing itu sebenarnya hanyalah berdagang." timpal Hana. kapal-kapal mereka kecil. ia belum pernah membunuh ana k-anak dan berdoa semoga tidak akan pernah. Takeo teringat saat menempel kan pisau di leher Zenko." "Tapi mereka selalu membual tentang pasukan hebat raja mereka. Seandainya mereka bergabung di wilayah Barat." Zenko mungkin benar. Apabila nanti diperlu¬kan lebih banyak pasukan."Tujuan orang-orang asing itu sebenarnya hanyalah berdagang.

" lanjut Hana. "Ijinkan kami memberikan salah satu putra kami. tatapan matanya lenang." "Satu kesedihan yang mendalam bagiku karena tidak punya anak perempuan. "Sungguh itu suatu kehormatan besar serta membawa kebahagiaan tak terbilang bagi kami.u harus hadapi dia dengan hati-hati. "Lord Otori pasti sangat ingin memiliki putra. Putri sulung kami pada akhirnya akan men jadi penguasa Tiga Negara." "Kami ingin Anda mengangkat salah satu putra kami." ujar Zenko. "Seperti yang Lord Otori ketahui. serius dan agak malu-malu. hal itu tak menjadi masalah. tanpa basa-basi. "Karena sepertiga negara kiia sudah diwariskan me lalui garis keturunan perempuan. kam i hanya punya anak laki-laki." Ah! pikir Takeo. kurasa." seru Hana. Anda sehat-sehat saja. Sesungguhnya kami hanya menaruh per¬hatian pada Anda sekeluarga serta kemak¬muran Tiga Negara. Bagaimana dengan kakak sul ungku. juga ketiga putri Anda yang cantik-cantik?" "Terima kasih: mereka semua sehat-sehat saja. lalu berkata. "Kami takkan melakukan apa pun tanpa be rkonsultasi dengan Lord Otori." Mau ke mana arah pembicaraannya? Takeo penasaran. Zenko yang kurang memiliki kehalusan dalam berbicara dibandingkan istrinya lalu bicara dengan nada datar." gumam Kisah Klan Otori IV Page 39 . Apa lagi yang bisa kulakukan untuk menjinakkan dirinya? Hana berkata dengan suara selembut madu." "Tapi Anda harus tahu kebahagiaan memiliki anak laki-laki.

Kisah Klan Otori IV Page 40 .Hana.

Kedua anak itu tampan: yang sul ung mirip dengan Shira¬kawa bersaudara. lebih mirip ayahnya. Takeo ingin tahu a pakah salah satu dari mereka mewarisi kemampuan Tribe dari neneknya. kalau kematiannya seperti kematian Shigeru. seperti yang sering dilakukannya. Shizuka. Ia lega Kaede tidak melahirkan lagi dan berharap istrinya tidak hamil lagi. yang mati digorok oleh anak haramnya. Sudah tiga tahun ia belum bertemu kedua bocah ini. aku ingat. yang mati digorok oleh anak haramnya. Ia juga berdoa dibiarkan hidup hingga tugasnya selesai dan putrin ya telah cukup dewasa untuk memerintah negeri ini. Ia juga berdoa dibiarkan hidup hingga tugasnya selesai dan putrin ya telah cukup dewasa untuk memerintah negeri ini. Masahiro. Ketika Takeo mengangguk setuju. me ngena-kan jubah resmi. Masahiro. sangat mirip dengan Kaede. Lalu masuk kembali bersama kedua anaknya: usia mereka delapan dan enam tahun. Sedangkan adiknya lebih bulat dan kekar. Sesungguh¬ny a amat pantas mengangkat keponakan istrinya: bahkan mungkin kelak ia bisa menjodohkan a nak itu dengan salah satu putrinya. diam terpaku dengan khidmat dalam pertemuan itu. Ia lega Kaede tidak melahirkan lagi dan berharap istrinya tidak hamil lagi." sahut Takeo." sahut Takeo. Saat itu Takeo berdoa. namun menoreh kan kesedihan mendalam pada dirinya. "Yang sulung bernama Sunaomi. "Mohon kami diberi kehormatan dengan menerima dua putra tertua kami. sedang adiknya." sahut Takeo. Kebenarannya adala h: ia tak ingin anak laki-laki. Saat itu Takeo berdoa. bukan seperti pemimpin Otori yang lain. Kalian sangat murah hati dan penuh pengertian. dengan tulang punggung yang panjang serta struktur tulang y ang ramping. Rambut mereka dita ta dengan bagian rambut yang panjang di bagian depan. bukan seperti pemimpin Otori yang lain. seperti yang sering dilakukannya." tutur Hana selagi kedua bocah itu membungkuk sampai ke lantai di hadapan paman mereka. Ramalan bahwa ia akan mati di tangan putranya sendiri tidaklah menakutkan. dan belum pernah bertemu putra bungsu Hana yang lahir tahun lalu. Kebenarannya adalah : ia tak ingin anak laki-laki. Chikara. Hana bangkit dan berjalan ke pintu dengan luwes. Karena tak ingin menghina mereka dengan langsung menolak tawaran itu. Nanti akan ditanyak annya pada ." tutur Hana . namun menoreh kan kesedihan mendalam pada dirinya. kalau kematiannya seperti kematian Shigeru. "Ya. Ramalan bahwa ia akan mati di tangan putranya sendiri tidaklah menakutkan."Kalian sangat murah hati dan penuh pengertian.

Lord Fujiwara adalah ba ngsawan yang telah menculik istrinya. Diajukannya pertanyaan tentang pelajaran." Kini Takeo ingat kalau ia pernah men¬dengar Kaede memuji Sunaomi karena kecerdasan nya." kata Takeo. juga bany ." "Bolehkah aku mengajukan satu permoho nan lagi?" Ketika Takeo mengangguk. tapi jika Sunaomi menjadi putranya. namun ada semacam ikatan aneh antara mereka berdua. Apa pun ambisi tersembunyi dan motif terselubung dari orangtua mereka. "Aku tak ingin menyinggung perasaan dengan mengingat masa lalu. Mengangkat keponakannya mungkin bisa menjadi kompensasi. "Aku akan membicarakannya dengan is triku. kemajuan berpedang dan mem anah. dan senang dengan jawaban mereka yang cerdas serta jelas.. Juga pernah membantu keluarga Kaede dengan uang. "Biarkan paman melihat wajah kalian." ujar Hana. bagi Shizuka untuk mengasuh cuc unya. menahan rasa kaget dan marah. tapi Anda ingat Lord Fujiwara?" "Tentu saja. Bangsawan itu mati dalam bencana gempa tapi Takeo tidak pernah memaafkannya." "Anak-anak akan bergabung bersama kita saat makan malam. Tentu saja. dan lima tahun lebih muda dari Maya dan Miki: perbedaan ini bukanlah ma salah dalam perkawinan.." jawab Takeo. "Duduk tegak. "Aku ingin ulangi kalau i ni akan menjadi kehormatan bagi kami bila Anda mengangkat Sunaomi atau Chikara: Anda harus memilih . Kaede telah bersumpah bahwa bangsawan itu tak pernah tidur dengann ya." "Kita bicarakan ini pada bulan kesepuluh. Sunaomi sudah menjadi kesayangan kakak sulungku. Kaede telah membuat perjanjian dengan laki¬laki itu dan menceritakan rahasia palin g pribadi tentang cinta Takeo. kedua bocah ini telah dididik dengan baik. "Kalian sangat murah hati." ujar Takeo lagi. renungnya. Zenko berkata. Ketika Hana pergi bersama kedua anak¬nya. Ia tahu istrinya iri pada Hana dan menyesal karena tidak punya anak laki¬laki. Ia harus memutuskan yang terbaik saat ini : jangan sampai ia terpengaruh oleh ramalan yang mungkin saja tidak akan terjadi. Akan menyenangkan. Zenko melanjutkan. Fujiwara telah memikat dan menyanj ungnya. Disingkirkannya pikiran itu jauh-jauh. makanan. anak-anak. Usianya hanya tujuh tahun l ebih muda dari Shigeko.Taku atau Shizuka. "Anda bisa lebih mengenal mereka nanti." Takeo tertarik pada si sulung yang amat mirip Kaede.

ak hadiah. Fujiwara pernah berusaha agar Kaede mati Kisah Klan Otori IV Page 41 . Fujiwara menikahi Kaede dengan restu Kaisar.

Kami telah ber¬hubungan melalui surat tentang hana warisan ayahnya." sahut Zenko. "Dia boleh datang dan bertemu denganku besok. Sunaomi." "Sepanjang ingatanku. kehilangan kecantikannya. menyebabkan beka s luka. Mengapa kini dia tiba¬tiba muncul?" tanya Takeo. "Ya." "Yaitu putra sulungmu." ." sahut Zenko. maka Kono dihubu ngi melalui surat. "Waktu berlalu dengan cepat di ibukota." "Secara hukum Shirakawa juga merupakan milik Fujiwara. "Dia menggunakan nama keluarga ibunya. Kono. Ji ka wilayah itu bukan hak Kono. Zenko menunduk tanpa bicara. pikir Takeo.bersamanya: Kaede berhasil lolos walaupun rambutnya terbakar. Ayahku. kau atau istrimu hampir pas ti istrimu melihat bagaimana Kono bisa dimanfaatkan untuk lebih menekanku. "Enam belas tahun telah berlalu sejak kematian ayahnya." timpal Takeo." kata Takeo akhirnya. Hujan semakin deras menerpa atap." Takeo tidak berkata sepatah kata pun. Tiba dengan kapal beberapa hari lal u. dan bau tanah yang basah mengapung di depan ta man. berhubungan baik dengan ayahnya aku mohon maaf telah membu at Anda teringat masa-masa yang tak menyenangkan dan Lord Kono membicarakan tentang masala h penyewaan dan pajak. berharap bisa bertemu Anda. "Dia utusan Yang Mulia Kai sar. enggan untuk mengakui kalau ia tidak menge tahuinya." Atau barangkali karena seseo rang punya rencana jahat. Keputusan yang bijaksana. maka seharusnya diteruskan pada pewaris laki-laki berikutnya. Karena Fujiwara diwariskan melalui garis keturunan laki-laki. "Lagi pula jalan terlalu becek dan berlumpur untuk meneruskan perjalanan. ma ka kini menjadi milik putranya. setelah pernikahannya. "Putranya berada di Hofu dan ingin ber¬temu secara resmi dengan Anda. harta Fujiwara telah digabungkan dengan wilayah Shira¬kawa. menyembunyikan kemarahannya. menyebabkan bekas lukarsamanya: Kaede berhasil lolos walaupun rambutnya terbakar. seperti yang Anda tahu.

dan kedua anak laki-laki itu menghidupkan suasana dan menghibur. "Sangat nyaman. tertawa. Meteka baru saja bertemu dengan dua orang asing di ruangan ini dan sangat bersem angat dengan pertemuan itu: bagaimana Sunaomi bicara pada mereka dengan menggunakan bahasa me reka yang telah dipelajari bersama ibunya. sangat mirip dengan nama gelandangan Jo -An. kulit macan. gading dan giok menuju kota-kota di Tiga Negara. Mereka memerintah¬kan para pelayan un tuk mengambilkan salah satu kursi yang dibuat oleh orang asing dari kayu eksotis. dibawa dari pelabuhan pedagangan besar yang dikenal dengan n ama Fragrant Harbour dalam kekuasaan kapal nana milik Terada yang juga membawa mangkuk jasper . mengingatkannya betapa Arai Zen ko sangat perlu diawasi: betapa mudahnya ambisi mereka dapat menggiring Tiga Negara kembal i perang saudara." kata Hana. dan pengemis itu sering hadir dalam mimpinya." Takeo agak merinding mendengar nama itu." tutur Hana. tapi Chikara sama sekali tidak takut. Kisah Klan Otori IV Page 42 . bagaimana orang-orang asing itu kelihatan seper ti goblin dengan hidung panjang dan janggut lebat¬nya. yang satu berambut merah sedangkan yang lain nya berambut hitam." ujar Sunaomi." "Mereka belajar sopan santun dari bangsa kita. mem¬peragakan. lapis lazuli. "Agak mirip tahta Kaisar. sama kerasnya dengan usaha Lord Joao mem¬pelajari bahasa kita. "Tapi mereka tidak makan menggunakan tangan!" kata Chikara. kecewa. Ia begitu menyesali tindakannya yang telah memenggal Jo-An. Sore berlalu dengan suasana cukup menyenang¬kan: ia minum sake secukupnya untuk menyembunyikan rasa sakit.*** Pertemuan ini semakin menambah ke¬gelisahan Takeo. "Mereka berusaha ker as. jati. "Aku ingin m elihatnya.

orang¬orang asing itu mempraktikannya secara te rbuka. Kisah Klan Otori IV Page 43 .Orang-orang asing itu memiliki kepercayaan yang serupa dengan kepercayaan kaum H idden dan ber¬doa pada Tuhan Rahasia. ang-orang asing itu memiliki kepercayaan yang serupa dengan kepercayaan kaum Hid den dan ber¬doa pada Tuhan Rahasia. orang¬orang asing itu mempraktikannya secara te rbuka. Bedanya. Bedanya.

membicarak an rincian serta mempertanyakan ketidaksesuaian sampai langit mulai berwarna pucat dan terd engar kicau rsama mereka lalu memeriksa catatan-catatan Shirakawa dan Fujiwara. membicarakan rincian serta mempertanyakan ketidaksesuaian sampai langit mulai berwarna pucat dan terd engar kicau Kisah Klan Otori IV Page 45 .bersama mereka lalu memeriksa catatan-catatan Shirakawa dan Fujiwara.

secara teratur mengunjunginya dalam satu tahun bersama putri-putrinya. Takeo memiliki ingatan yang baik. Sejak bertarung melawan Kotaro. saat keh ilangan kedua jari di tangan kanannya. Sejak bertarung melawan Kotaro. Shigeru. bagaimana ca tatan bisa men¬dukung dan memperbaiki ingatan. Sonoda Mitsuru sesekali mendampingi. dan ini j uga menambah kekuatan ingatan. rung dari taman. semua itu berkat latihan selama bertahun¬tahun. Shigeru. Dan seperti ayah angkatnya. tidak terkesan oleh siapa pun atau apa pun. Ai. salah satu dari banyak anak laki-Iaki yang menjadi yatim piatu karena bencana gempa bumi di usia sepulu h tahun. Kedua tanah warisan itu rusak parah akibat gempa. visualisasi dan daya tangka p yang kuat. Bersifat pendiam. Ia menulis dengan cepat dan indah. visualisasi dan daya tangkap yang kuat. Namanya Minoru. Ia mendiktekan banyak hal pada juru tulisnya. dan tidak peduli dengan sake. memperlakukan semua orang dengan ras a hormat. saat keh ilangan kedua jari di tangan kanannya. yang membuat Takeo senang karena ia sendiri pernah me m¬bawa nama itu dalam jangka waktu yang begitu pendek hingga terasa seperti kehidupanny a yang lain. semua itu berkat latihan selama bertahun¬tahun. me¬merhatikan semua kekurangan dan kelebihan dengan jernih dan sikap welas asih tanpa prasangka. Shirakawa telah dibangun kembali dan adik iparnya yan g satu lagi. namun memiliki komentar tajam bernada sarkasme saat hanya berdua dengan Takeo. begitu kata pepatah dan akhirnya dia dipilih Makoto untuk bergabung dalam lingkung an rumah tangga Lord Otori di Hagi. kepribadiannya agak membosankan bila ditilik dari penampilannya. namun tugas sering¬kali menahannya di Inuyama. Pemuda istimewa ini mendampinginya hampir sepanjang waktu akhir-akhir ini.burung dari taman. Ai adalah ora . Suaminya. begitu pula dengan kerajinannya ia merupakan salah satu dari orang-orang yang belajar dengan hanya ditemani cahaya kunang-kunang dan pan tulan salju. dia menemu¬kan tempat berlindung di Terayama dan dididik di sana. Dan seperti ayah angkatnya. Ia mendiktekan banyak hal pada juru tulisnya. bagaimana ca tatan bisa men¬dukung dan memperbaiki ingatan. ia menjadi sangat menyuka i serta menghargai catatan: bagaimana segalanya bisa dicatat serta diingat. kecerdasan dan kemam p¬uannya yang cepat dengan kuas sudah diakui. rumah-rumah yang besar dan ind ah di pedesaan luluh lantak terbakar api. Takeo memiliki ingatan yang baik. ia menjadi sangat menyuka i serta menghargai catatan: bagaimana segalanya bisa dicatat serta diingat. dan ini j uga menambah kekuatan ingatan.

keuntungan bekas wilayah Fujiwara ini meyumbang pada perekonomian Tiga Negara. mulai dari kulit ikan hiu hitam lusuh yang membungkus peganga nnya ketika. Makan sedikit nasi dan sup kemudian mengenakan pakaian resmi untuk p ertemuan dengan putra Fujiwara. Takeo berjalan melintasi taman dari sayap timur menuju aula utama rumah besar da n indah itu. Hujan telah reda namun taman masih basah dan bunga wisteria bergelayut berat dengan si sa titik air hujan. pijakan lembut ka ki mereka di . Kini baik pegangan maupun sarungny a dihiasi dengan dekorasi yang indah dan Jato sudah tidak pernah lagi merasakan darah sela ma bertahuntahun. Pelayan menempatkan sebuah topi hitam kecil di atas kepalanya. Seperti saat ini . aroma garam dari pelabuhan dan segal a macam bebauan dari kota. menemukan sedikit kenyamanan pada kelembutan kain sutra s erta motif yang tidak mengumbar ke¬anggunan: bunga belukar wisteria berwarna ungu muda di atas lat ar berwarna ungu tua pada jubah bagian dalam dan tenunan yang lebih abstrak pada bagian luar nya. Ketika hari sudah terang. kemudian tukang cukur mencabut dan merapi kan rambut dan janggutnya. dan bagaimana ia bisa meng¬gunakan pedang itu dengan tangan kanannya yang sudah ti dak utuh. aromanya berbaur dengan aroma rumput basah. Para pelayan melangkah tanpa suara di depannya. Tanah kekayaan milik Fujiwara selama ini diatur oleh Shirakawa. seraya memikirkan segala macam bentuk sarung pembung kus yang pernah dilihatnya. sutra serta ker tas. Takeo agak enggan untuk mengembalikannya ke tangan putra Fuji¬wara. pada dasarnya lebih ka ya dan kini pun menunjukkan keuntungan yang mencukupi. Ia curiga Ko no ingin mengambil sebanyak mungkin. memeras sumber daya yang ada sebanyak-banyaknya. tal u meng¬habiskan hasilnya di ibukota. membuka pintu. dari rak ukiran yang sangat indah tempat pedang itu berada sepanjang malam lalu menggantungkan di sabuknya. Takeo mandi. Shirakawa telah pulih dari pengelolaan yang salah serta diabaikan oleh ayah mereka dan semakin b erkembang. bahkan kalau pun dia merupakan pemilik yang sah. dan Takeo meng¬ambi l pedangnya. Jato. persimmon. Di balik dinding bisa didengamya debak-debuk bunyi daun jende la ketika kota terbangun. dan dari kejauhan terdengar teriakan pedagang jalanan di pagi hari.ng yang praktis dan pekerja keras serta memanfaatkan contoh yang telah dibuat kakaknya. memberi keuntungan besar dalam bentuk beras. di tangan Shigeru telah menyelamat-kan hidupnya. mulberi. Ia ingin tahu apakah akan mengeluarkan pedang itu dari sarungnya lagi dalam per¬te mpuran.

kuas. batu tinta dan air. mem¬bungkuk hormat kemudian berjalan be¬berapa langkah mengikuti di belakangnya. Kisah Klan Otori IV Page 46 .lantai yang mengkilap. ber¬gabung dengannya ta npa suara. Seo rang pelayan berjalan di sampingnya membawa meja tulis. Minoru. yang tidak selesai sarapan. kertas.

tanpa mengetahui bahwa Kono memang mirip ayahnya dalam beberapa hal. Keadaan menjadi agak canggung selama beberapa saat ketika tak satu pun dari mere ka merasa harus membungkuk memberi hormat lebih dulu. melayangkan pan dangan ke sekeliling ruangan. benang emaenko sudah di aula utama. dan ia menyesal karena tidak menerima kedatangan t amu bangsa¬wannya di sana. yang kemudian menempatka n pedang itu dengan hati-hati di sebuah rak indah yang ada di sebelah samping. kemudian membalas salam. "Lord Kono. Ia belum pernah bertemu denga n ayah bangsawan ini. kertas kasa. Takeo lalu duduk di ujung ruangan. menyambut penghormatannya. yang berdahi lebar. Kini ia tengah memberi muka pada putra dari musuh lamanya. bentuk mu lut berlekuk. Apakah memang lebih baik dia berpikir seperti it u? Zenko berbicara tentang malam sebelum¬nya.Zenko sudah di aula utama. Takeo mengangguk ke arahnya." sapanya dengan tenang. Kediaman itu tidak sebesar maupun semegah seperti di Hagi atau Inuyama. alis mata Kono bergerak cepat naik l alu membungkuk hormat. . Takeo mendengarnya memberi salam pada tamu mereka. Pedang Zen ko sudah ditempatkan di rak yang sama. kemudian Kono melangkah masuk ke da lam ruangan. tapi itu tidak mencegah Fujiwara untuk datang meng¬hantui mimpi-mim pinya. benang emas berkilauan di bagian kerah dan sabuknya. Takeo menunggu lama satu helaan napas. berpakaian resmi seperti Takeo namun lebih mewah lagi. Hujan turun perlahan. Minoru menyiapkan tinta di atas meja tulis kecil lalu duduk dengan tumit . meskipun ti dak mirip sekali. ingin tahu bagaimana anggapan Kono tentang semua yang ada di sini setelah melihat istana Kaisar. "Suatu kehormatan bagiku Anda bisa ber¬kunjung kemari. Zenko bangkit lalu berjalan ke b eranda. melihat dekorasi. berpakaian resmi seperti Takeo namun lebih mewah lagi . Tak lama kemudian mereka mendengar suara yang menyerukan ada tamu yang datang. Takeo mengungkapkan persetujuannya dan memuji mereka. a njing menyalak dan derap kaki berat pengangkat tandu. lalu menye¬rahkan Jato ke tangan Minoru. tapi dengan sikap santun santun yang dibuat-buat hingga menghilangkan ta nda penghormatan. Takeo meng¬amati wajahnya. pandangan mata menunduk seolah sedang bermeditasi. Dia akan mendapat kesan yang salah mengenai kami: dia akan mengira kami tidak sopan dan sederhana." Sewaktu Kono duduk tegak.

kelihatan mahi r serta penuh semangat. Zenko menjelaskan apa yang dia ketahui. Aku tahu sedikit sejarah dari kedua keluarga kita keadaan yang tida k sepantasnya terjadi pada Lady Shirakawa namun tindakan ayahku acapkali membuat ibuku dan aku t ertekan. Kono mengungkapkan keinginan untuk melihatnya sendiri. Kepergiannya meninggalkan mereka ber¬dua dalam kesenyapan. Mereka mulai membicarakan tentang harta kekayaan. Aku tidak memendam kebencian terhadap Anda. kalau dia hanya ingin dikirimi sejumlah keuntungan tidak seluruh pajak tapi sebagian saja." Takeo menaikkan ali s lalu menjawab. Sebaiknya memang dibicarakan berdua saja dengan Lord Otori. Ketika bicara. Takeo berusaha menenangkan diri. seorang penjaga datang membawa pesan untuk Lord Arai. dan langsung dipenuhi Takeo ta npa protes karena merasa kalau Kono sebenarnya tidak terlalu tertarik pada wilayah itu dan tak bermaksud tinggal di sana. tapi dia terus membahas tentang hasil bumi sehingga Takeo mulai ber tanya-tanya kapan dia akan mengatakan tujuannya yang sebenarnya. "Aku harus membicarakan satu hal yang memerlukan penanganan yang b ijaksana. nada s uaranya lebih hangat dan sikapnya lebih alami. melawan kelelahan juga rasa sakit. Zenko meminta maaf dengan berlebihan lalu berkata kalau dia terpaksa pergi tapi akan bergabung lagi saat makan siang. Kono datan g dengan tujuan lain. dan ia haras bersikap cerdik. Kono berkata. Tak lama setelah itu. Harta k ekayaan itu hanyalah alasan dari kunjungan Kono: alasan sempurna yang masuk akal. Takeo tahu bukan itu maksudnya."Justru kehormatan bagiku bisa bertemu Lord Otori. ketika beliau masih hidup. "Juru tulisku tetap di sini." Ia memberi isyarat pada sisa pengawal ya ng lain untuk meninggalkan ruangan. Dan hanya ada sedikit peluang untuk perbincangan yang jujur. "Aku ingin Lord Otori tahu bahwa aku hanyalah seorang utusan. kalau dia mungkin hanya ingin diakui sebagai pemilik wilayah it u. tidak terlalu dibuat-buat. dan walaupun kat a-kata itu sopan." sahut Kono. Setelah semua orang pergi. Minoru meletakkan kuasn ya. Pertemuan itu akan alot dan tegang. semua pembicaraan telah ditulisnya." Kisah Klan Otori IV Page 47 . Kono diam selama beberapa saat. Aku tidak percaya kalau ayahku tidak bersalah.

.

"Ketenaran Lord Otori telah menyebar ke seluruh Delapan Pulau. "Nah. yang pada dasarnya sudah penjahat. putranya. Semua kesalahan justru ada padanya: penderitaan dan rusaknya wajaidak bersalah? pikir Takeo. Paduka Yang Mulia beserta kalangan Istananya mengagumi cara Anda mewujudkan kedamaian di Tiga Negara. seperti ayahmu. Peda ng keturunan leluhur . Semua kesalahan justru ada padanya: pe nderitaan dan rusaknya wajah istriku." Takeo membalas. adalah saksinya dan laki-laki dengan kejujuran pasti lah berkata yang sebenarnya. "Kondo sudah meninggal bertahun-tahun lalu. Di Tiga Negara dipercaya bahwa Surga turun tangan untuk menghukum saudara-saudara dari kakekku dan Arai atas ti ndakan dan pengkhianatan keji mereka. Bila ada yang disebut peng¬khianatan. pembantaian tanpa perasaan pada kuda pertamaku . tidak per nah mengirim pajak atau upeti ke ibukota. yang saat itu bekerja pada Anda. Anda akan diampuni bila mengasingkan diri ke pulau terpencil. Semua ini sudah menjadi masa lalu. serta semua yang kehilangan nyawa di pertempuran Kusahara dan pada saat menarik mundur . Raku. "Dan prestasi Anda berasal dari kemat ian aku tak ingin mengatakan itu sebagai pembunuhan perwakilan di Tiga Negara yang diakui Kaisar. maka pemerintahan Anda dianggap tidak sah dan Anda diminta untuk turun takhta." "Aku rasa Lord Arai ditembak oleh salah satu pengikut Anda." sahut Kono acuh tak acuh. berhubungan dengan Kaisar yang berkuasa saat itu: kematian Lord Shir akawa." "Sayangnya semua prestasi hebat itu tidak mendapat persetujuan Kaisar. Ar ai Daiichi. Tugasku yang tidak menyenangkan adalah me mberitahukan bahwa karena Anda tidak pernah meminta ijin atau dukungan dari Kaisar. dalam gempa. Gempa itu merupakan hukuman dari Surga sebagai akibat d ari tindak pengkhianatan melawan wakil kaisar: itu yang dipercaya di ibukota. Ia tidak bicara sepatah kata pun. Arai menyerang pasukanku yang tidak bersenjata." "Lord Arai tewas.Tidak bersalah? pikir Takeo. Ada juga kema tian yang tak dapat dijelaskan. terbunuhnya Amano Tenzo." Kono ter¬s enyum dengan keramahan dan pengertian yang tidak tulus." Bumi menghantarkan apa yang diingink an Surga." "Aku merasa tersanjung. kemungkinan di tangan Kondo Koichi. Kono meneruskan. maka dialah yang berkhianat. Kaisar pun sudah mendengarnya. misalnya. dan yang ju ga terlibat dalam kematian ayahku. Lord Zenko. perompak Terada Fumi o.

" ujar Takeo dengan hati¬hati. dan berusaha mengendalikan ke¬gusarann ya. Tentu saja beliau takkan berperang melawan rakyatnya sendiri. Kisah Klan Otori IV Page 48 . Namu n aku takkan terintimidasi oleh ancaman. Aku ingin membuat perjanjian dengan Kaisar." tutur Kono dengan nada sedih. "N amun beliau dihormati di seluruh penjuru Delapan Pulau atas tujuannya untuk mewujudkan kedam aian.Otori harus dikembalikan kepada Kaisar. seraya menyembunyikan rasa kaget dan marahnya. Takeo bertanya. ketika Iida Sadamu menjarah Tiga Negara dan membunuhi rakyatnya? Apakah Iida ber tindak atas persetujuan Kaisar?" Dilihatnya Minoru agak menggerakkan kepala. berharap menggiringnya membuat pernyataan terbuka tentang sikap membangkang yang akan diartikan sebagai pembero ntakan selanjutnya. pikirnya. Aku tak berniat turun takhta sampai putriku cukup dewasa untuk me njadi pewarisku. aku memiliki tiga putri yang bisa kuaturkan pernikahan politis bagi mereka. dan orang lain yang ingin mendekatik u dengan damai. kan?" Benarkah Kaisar takkan menggalang kekuatan untuk melawanku? "Lord Otori belum mendengar kabar ter¬baru. "Di bawah kekuasaankulah Tiga Negara men jadi damai dan sejahtera. Tentu saja Kono memang ber¬harap untuk membuatnya gusar. sulit membaca ekspresi wa jahnya. "Mengapa baru sekarang kau datang? Di mana minat Kaisar bertahun¬t ahun lalu. pemimpin s epuluh ribu pasukan. Zenko dan Hana ada di balik semua ini." gumam Kono." "Aku sungguh tidak mengerti Anda berani membawa pesan semacam ini. Tapi pasti ada alasan lain meng apa mereka dan Kaisar berani bergerak menentang dirinya saat ini Kelemahan macam apa yang sedang mereka eksploitasi? Kekuatan tambahan apa yang mereka kira mereka punya? "Aku tak bermaksud untuk tidak meng¬hormati Kaisar. "Kaisar telah menunjuk jenderal baru: keturunan salah satu keluarga tertua di wilayah Timur." sahut Takeo." "Tidak seorang pun berani mengancam Anda.

Lebih dari segalanya. namun beliau tidak dapat mengampuni tindakan kriminal. dan kini beliau memiliki tangan kanan yang kuat untuk menegakkan hukum dan keadilan." bih dari segalanya. Kaisar ber¬tujuan damai. dan kini beliau memiliki tangan kanan yang kuat untuk menegakkan hukum dan keadilan." Kisah Klan Otori IV Page 49 . namun beliau tidak dapat mengampuni t indakan kriminal. Kaisar ber¬tujuan damai.

" sahut Kono. Ia tidak percaya kalau cara ini akan mengecewakannya sekarang.Kata-kata yang dilontarkan dengan lembut itu mengandung sengatan penghinaan. dan mulai mempertimbangkan jawaban s eperti apa yang akan ia berikan. dan Takeo merasakan gelombang panas dalam dirinya. mengunjungi kekayaan mendiang ayah Anda. Zenko kembali dan makan siang sudah siap: meskipun hidangannya mewah dan lezat. Namun selama bertahuntahun ia telah memadamkan tantangan dan per¬selisihan melalui perundingan dan diplomasi yang cerd as. Ia tidak percaya kalau cara ini akan mengecewakannya sekarang. Dibiarkan¬nya hinaan itu men yirami dirinya sambil berusaha mengendalikan diri. ata-kata yang dilontarkan dengan lembut itu mengandung sengatan penghinaan. ke mana aku akan pergi jika ingin mengundurkan diri. Jadi mereka mempunyai jenderal perang. dan bagaimana cara terbaik untuk me mpertahankan kedamaian. Hampir tak tertahankan karena ia diangg ap penjahat: darah Otori dalam dirinya berontak menentang anggapan tersebut." akhirnya ia berkata. lalu membungkuk dengan ketulus an yang jelas. dan Takeo merasakan gelombang panas dalam dirinya. Takeo nyaris tidak bisa merasakannya. Arai Zenko. Perbincangan berjalan dengan ringan dan sopan. ia menco ba turut ambil . Namun selama bertahuntahun ia telah memadamkan tantangan dan per¬selisihan melalui perundingan dan diplomasi yang cerd as. lalu kembali bersama Lord Arai k e Kumamoto. Aku akan memanggil Anda sewaktu sudah kuputuskan bagaimana men¬jawab ke Kaisar. Kurasa Anda harus memper panjang masa ting gal Anda di wilayah Barat. Mengapa aku tak pernah mendengar namanya? Di mana Taku saat aku membutuhkannya? Di mana Kenji? Kelebihan senjata serta pasukan yang disiapkan Arai Zenko: mungkinkah mereka men dukung ancaman baru ini? Senjata¬senjata: bagaimana kalau itu ternyata senjata api? Bagai mana jika mereka dalam perjalanan ke Timur? "Anda di sini sebagai tamu dari penguasa yang berada di bawah kekuasaanku. dan mulai mempertimbangkan jawaban s eperti apa yang akan ia berikan. "itu berarti tamuku juga. aku hanyalah utusan. Dibiarkan¬nya hinaan itu men yirami dirinya sambil berusaha mengendalikan diri." "Kuulangi lagi. Hampir tak tertahankan karena ia diangg ap penjahat: darah Otori dalam dirinya berontak menentang anggapan tersebut.

lalu membolak-balik catatan Minoru tentang pertemuan dengan Kono selag i menunggu juru tulisnya kembali.." sahut Minoru." Kedua saudara sepupu itu bertukar pandang tapi tidak berkomentar selain. "Jun. Lord Otori." katanya pada mereka. Jun dan Shin sudah menunggu di luar di beranda. Takeo berjuang untuk mengendalikan amarahnya yang timbul akibat penghinaan semac am ini. mendesak mereka kembali ke Miyako. "Aku akan kembali secepatnya. mem¬porakporandakan ibukota.bagian di dalamnya. Hanya dengan cara inilah kemarahannya bisa re . darah mereka akan menyapu rasa malu yang bisa dirasakan menoreh lulangnya. sadar kalau Jun hanya berada tiga langkah darinya. Hanya tinggal me¬ngeluarkan satu peri ntah lagi. Kono dikawal oleh Zenko menuju ke wisma tamu. Mereka bangkit dan mengikuti Takeo tanpa suara keti ka ia kembali ke kamarnya. Zenko. Shin." "Minoru. Pengasingan. Saat mereka selesai makan. "Tentu saja. Lord Kono akan tingga l di wilayah Barat sampai kuberi¬kan ijin tertulis baginya untuk kembali ke Miyako. te mpatkan penjaga di gerbang. dan mereka semua akan mati: Kono. penjahat. segera ambil alih perintah di pelabuhan. Kemudian ia istirahat di dalamnya. perintah Jun yang keras serta dengan paksaan . Ketika Jun kembali. Huruf-huruf dalam tulisan seakan melompat ke arahnya dari halaman catatan. Takeo menyuruhnya untuk tetap berada di luar kamar dan jangan sampai ada orang yang mengganggunya. Lalu ia akan menyerang Kaisar serta jenderalnya sebelum musim panas berakhir. kaku dan goresan dalam tulisan tangan Minoru yang nyaris sempurna. pengkhi anatan." Takeo bersantai di beranda lalu men¬dengarkan suasana di kediaman berubah ketika s emua instruksinya dilaksanakan: langkah kaki penjaga." ujar Takeo pada juru tulisnya. terutama yang menuju ke Akashi. para pelayan yang bingung berjalan bergegas dan komentar bisik-bisik. "Pergilah dengan Shin ke pelabuhan dan cari tahu rincian tentang kapal-kapal yang sedang merapat. mengikis organ-organ tubuhnya. Hal yang sama ber laku juga untuk Lady Arai dan kedua putranya. satu seruan terkejut dari Ze nko. saran Hana yang diucapkan dengan bergumam." "Aku mengerti. "Lord Kono tidak boleh meninggalkan kediaman ini. Hana dan anak-anaknya..

lalu menghela napas panjang. mem bayangkan betapa mudahnya mengambil jalan keluar seperti itu dan menjadi seperti Iida Sada mu. mengenang bangsawan lain yang telah mem¬bunuh untuk menyapu habis penghinaan dan akhimya mencabut nyawa orang lain demi kesenangannya sendiri. Kisah Klan Otori IV Page 50 .da. Dipejamkan matanya. melihat motif gambar di kertas kasa terukir di kelopak matan ya.

" "Dia datang di saat yang tepat. "Shin hamper tidak p erlu bertindak kasar. dan pedagang yang menangani muatan." Takeo memicingkan mata tanpa ber¬komentar." sahut Takeo. menunggu ke putusan Anda tentang kelanjutan nasib mereka. Mereka sudah ditahan. "Dibuat seolah-olah satu kapal berangka t ke Akashi saat laut pasang semalam. semangatnya segera bangkit. dalam perjalanan yang sering dilakukan untuk perdagangan d an pen¬jelajahan. dan tidak akan melakukan apa pun tanpa berkonsultasi dengan Kaede dan penasihat lainnya." ujar Minoru untuk meyakinkan. "Aku juga ada kabar baik untuk Anda. P ada akhirnya kembali lagi pada keputusan untuk meng¬hindari pertumpahan darah dan perang sebisa mungkin. tapi sertifikat pemeriksaan muatannya belum diisi.Dengan penuh kesadaran. pegawai pabean yang mengijink an kapalnya berangkat." "Kita harus mencurigai yang terburuk. ketika Minoru kembali dari ruang ca tatan petugas pelabuhan. Fumio d an ayahnya adalah teman lamanya yang mengawasi pasukan kapal yang digunakan Klan Otori untuk melak ukan perdagangan dan mempertahankan garis pantai mereka. "Mengapa pula harus meng¬hinda ri prosedur pemeriksaan? Tapi jangan bicarakan hal ini secara terang-terangan. Kita harus be rusaha menangani mereka sebelum sampai di Akashi. disingkir¬kannya rasa terhina dan tikaman rasa malu jauh-jauh. Keputusan ini segera saja diuji kebenaran¬nya." tuturnya. seraygan penuh kesadaran. Mereka akan tiba di Hofu saat laut pasang malam ini." seru Takeo. disingkir¬kannya rasa terhina dan tikaman rasa malu jauh-j auh." Minoru tersenyum tipis. Shin membujuk kepala pelabuhan untuk segera menyelidikinya. Fumio pergi selama berbulanbulan bersama tabib Ishida. seraya berkata pada dirinya sendiri kalau pemerintahannya memang ditakdir¬kan dan direstu i Surga: ia melihat restu ini dengan kehadiran burung houou. . "Kecurigaan Lord Otori benar. Orang-orang yang bertanggung jawab sudah dikenali. "Tak satu pun dari mereka mengakui dari mana asal muatan tersebut. dengan kebahagiaan rakyatnya." Ia merendahkan suara. "Lord Otori jangan khawatir. Kapal Terada Fumio sedang menunggu di galangan.

Zenko tidak berani men atapnya. Zenko mengungkapkan permintaan maaf dan ber¬janji untuk mengatur eksekusinya." Takeo mengamati wajah adik iparnya lekat-lekat ia bicara. ibumu adalah sepupuku d an sahabatku. di hadapan semua saksi di sini. "Lord Takeo harus tahu kalau aku betul¬betul setia. saat berangk at ke Hagi mereka akan menemaniku. "Kuharap kau benar. jika ia bisa segera berangkat. Kemarin kau menawarkan salah sa tu putramu kepadaku." Kisah Klan Otori IV Page 51 . Tentu saja aku akan membawa keduanya." Ia senang punya alasan tentang petugas pabean untuk menekan adik iparnya. kau menikah dengan adik istriku. tapi memutuskan kalau saatnya belum tiba. Fumio pasti mengerti. Fumio pasti punya berita terbaru mengenai Kaisar. Bola matanya ikit berputar dan bicara terlalu cepat untuk memberi tanggapan. Kuterima tawaranmu. ji ka dia mau. Kau memegang Kumamoto atas keinginan dan ijinku. bila kau tetap setia padaku." Takeo sangat lega untuk beberapa hal. "Aku ingin kau meyakinkan kesetiaan penuhmu ke padaku: kau berhutang nyawa padaku. Istrimu boleh bergabung dengan kedua putranya di Hagi. tapi aku yakin kau menginginkan istrimu tetap bersamamu. Panggil Lord Zenko untuk data ng menghadap. maka peluang untuk mengejar kapal ilegal itu cukup besar. dan Ishida pasti membawa obat-obatan." sahut Takeo. Hidup Sunaomi dan adiknya akan diserahkan ke tanganku bila ada sedikit saja tanda ketidaksetiaan. hanya contoh dari keserakahan ma nusia. "Kita abaikan saja apa yang telah dikatakannya: itu tidak penting. Pesannya tak perlu terlalu jelas. Mulai saat ini mereka akan tinggal bersama keluargaku da n dibesarkan sebagai putraku. Masalah pernikahan akan diputuskan nanti. sesuatu yang bisa meredakan rasa sakitnya yang berkepanjangan."Katakan pada Shin untuk membawa pesan pada Fumio kalau dia akan ke¬datangan tamu malam ini. "Dan sekarang aku harus bicara dengan adik iparku. ucapkan sumpah setiamu kepadaku. Sekarang. Aku akan mengangkat Sunaomi. Apa yang telah Kono katakan hi ngga Anda beranggapan seperti ini? Apakah dia bicara tentang masalah-masalah di wilayah Ti mur? "Jangan pura-pura tidak tahu! Takeo tergoda ingin langsung menantangnya. me¬yakinkan Takeo kalau itu adalah peristiwa yang jarang terjadi.

.

tapi saat ini langit mulai cerah. Keadaan ak an baikbaik saja pada pagi hari. tapi Takeo ingat bagaimana ayah nya. angin ber hembus lembut dari selatan meluluhkan awan gelap. Matahari tenggelam dalam warna merah muda dan cah aya keemasan yang membuat banyak warna hijau di taman bermandikan cahaya. bertemu dengan putri¬putrinya. Tiap suara terdengar olehnya: percakapan pelan para penjaga di gerbang. berbaring bersama ist rinya dan membuka hati kepadanya. bersila di matras dengan mata ter¬pejam dan kedua jari telunjuk dan ibu jari saling bersentuhan ditekan seakan tenggelam dalam posisi meditasi. Dipasang telinganya baik-baik untuk mendengarkan suara-suara di dalam kediaman. anjing-anjing menyalak. Arai Daiichi. Takeo mandi lalu mengenakan jubah dari bahan katun tipis seolah bersiap pergi ti dur. Seharusnya kuperintahkan dia menca bu t nyawanya sekarang juga. Tapi betapa lebih mudahnya kalau dia mati. Putranya pun akan bersikap sama. Namun tak kuasa bertindak seperti itu. enko melakukannya dengan mem¬bungkuk dalam-dalam. dan di saat yang pali ng genting lebih memilih kekuasaan melebihi dari nyawa kedua putranya. Dikatakannya pada Zenko agar kedua putranya harus siap melakukan perjalanan bersamanya. telah bersumpah setia hanya untuk meng¬khianatinya. kemudian menyuruh semua pelayan pergi. semua dicatat oleh Minoru. baik juga untuk kegiatan malam hari yang terlintas di benaknya. Begitu Zenko selesai menyampaikan semua keberatannya. Arai Daiichi. Lebih baik tetap mencoba menjinakkannya. musik dan . Disingkirkannya pikiran itu seraya berjanji pada dirinya sendiri sekali lagi unt uk ber¬pegang pada jalan yang lebih rumit dan sulit.Zenko melakukannya dengan mem¬bungkuk dalam-dalam. Ia ingin sekali berada di rumah. Kemudian menenangkan dirinya sendiri. Sepanjang hari hujan turun dan reda. makan sedikit tapi tanpa minum sake. pelayan dapur mengobrol sambil membersihkan piring lalu menyimpannya. telah bersumpah setia hanya untuk meng¬khianatinya. berkata kalau ia akan makan sendirian dan istirahat lebih awal karena hendak berangkat ke Hagi keesokan paginya. jauh dari kemudahan yang menipu dari pembunuhan atau bunuh diri. hari yang baik untuk melakukan perjalanan. mengatakan pada me reka kalau ia tak mau diganggu. karena pada akhirnya semua kesedihan hanya akan menimpa keluarganya sendiri. ketim bang membunuhnya. pikirnya. dan di saat yang pali ng genting lebih memilih kekuasaan melebihi dari nyawa kedua putranya. tapi Takeo ingat bagaimana ayahn ya. Takeo ber¬istirahat di wismanya.

menghilang lalu berjalan lewat gerbang yang masih terbuka. Percakapan itu menjadi semakin hidup: seperti ayahnya. ikan yang sedang dikeringkan dan ru mput laut di atas rak-rak di tepi pantai. Takeo menggelengkan kepala. katanya tanpa suara pada anjing-anjing. mereka bertemu Kono untuk makan malam. Udara terasa penuh dengan aroma garam. terombang-ambing oleh omba k. di balik bentuknya yang menyembul tajam tampak cahaya temaram bulan yang baru naik. Di tepi galangan. Terdengar olehnya Zenko dan Hana membicarakan pengaturan untuk keesokan harinya. Karena mereka akan memburu kalian dengan hujan anak panah untuk olahraga. kegemaran Ko no akan puisi dan drama. memakai jubah yang tidak mencolok berwarna pudar seperti y ang biasa dikenakan pedagang. seolah mereka ingat kalau ia mungkin saja sedang mendeng arkan. dan Takeo. serta olahraga para bangsawan. Anjing-anjing menggiringnya dengan tatapan mata tapi para penjaga tidak memerhat ikannya. Di kejauhan dapat dilihatnya pulau¬pulau dari Laut Lin gkar. Ketika melewati Jun dan Shin.tempat minumminum di sekitar pelabuhan. Lentera me nerangi jalanan sempit dan cahaya lampu bersinar jingga dari balik kertas kasa. ikan dan gurita panggang di rumah makan. Di satu sudut yang gelap tidak jauh dari pelabuhan. kapal-kapal kayu saling bergesekan. tapi percakapan yang sepele. bola tendang dan berburu anjing. gemerisik dedaunan dan teria kan burung hantu dari gunung. memanggang potongan-p otongan . Zenko gemar minum sake. T akeo berdiri dan mengganti pakaiannya. Tak ingin ada yang tahu kalau ia per gi. yang sedari tadi duduk di luar pintu. air menghantam badan kapal. Tungku bara menyala di samping tali tambatan salah satu kapal besar. dengan menggunakan dialek kota itu. terutama bila ia memang jadi menahan kedua putra mereka. namun mereka sama berhati¬hatinya: yang ter dengar tak lebih dari tata rambut model terbaru dan cara berpakaian di istana. Takeo melangkah masuk ke bay angan tak tertihat dan keluar dengan penyamarannya sebagai pedagang yang sedang terburu-buru untuk pekerjaan di kota. Dipakainya sandal jerami di anak tangga taman. gemuruh tanpa henti air laut. mereka tidak mau ambil resiko Takeo mencuri dengar strategi mereka. Tak la ma kemudian. Jun menaikkan alis. Dalam permainan berbahaya yang telah mereka mulai. dengan tiang pancang yang kekar dan berwarna gelap di ba wah siraman cahaya malam penuh bintang. Bersyukurlah kalian tak berjaga di gerbang istana di Miyako. ber¬seru pada orang-orang yang.

Kisah Klan Otori IV Page 52 .

Apakah itu benar?" . lalu anak buahnya pindah ke meja lain. Tapi setelah beberapa saat terkejut dan ke¬bingungan. Lagipula." "Mereka menceritakannya pada seorang pedagang miskin yang tak berani. "Ada beberapa hal yang perlu kubicara¬kan. "Lord Otori!" Dipanggilnya pelayan untuk mem¬bawakan sake lagi. Takeo mengamati kawan lamanya selama beberapa waktu. yang mengamatinya deng an seksama di bawah cahaya temaram. "Yaitu melihat seekor kirin sebelum aku mati. "Aku ada hadiah untukmu. dengan pipi tembam dan kumis tipis. "Ini Lord Otori!" lalu memeluk Takeo. Mereka sudah mengatakannya pada¬mu." katanya pada Takeo. "Walaupun memang sedang menunggu¬mu. Fumio bangkit." sahut Takeo. "Aku harus mencegahmu menghukum mereka. kulitnya kekuningan. berhadapan dengan si tabib. Ishida kelihatan lebih t ua. lebih kurus kering. Coba tebak apa hadiahnya! Lebih hebat dari apa pun yang pernah kau ingi nkan!" "Ada satu hal yang kudambakan lebih dari segalanya." "Ah. mend orong anak buahnya ke samping." jawab Takeo. "Hadiah yang akan mengalihkan perh atianmu dari masalah. Takeo mengamati kawan lamanya selama beb erapa waktuerdiri tanpa dikenali dalam kegelapan. Takeo duduk di samping Fumio. "Misterius d an aneh: aku tidak akan ter¬biasa. Salah satu mant an perompak segera melompat berdiri menghalangi jalannya. Fumio tetap kelihatan kekar seperti biasa. sambil berbisik." Tabib Ishida tersenyum lebar. m eskipun kini kelihatan ada bekas luka baru di salah satu pelipisnya. aku juga hampir tidak percaya pada mereka.Berdiri tanpa dikenali dalam kegelapan." sahut Tak eo tertawa. Takeo senang melihat keduanya lalu melangkah naik ke area duduk. mengira kalau ia hanyalah pedagang yang tak penting. "Ada masalah?" tanya Ishida setelah mereka bersulang. Dasar manusia brengsek yang tak ber¬guna. A kan kurobek mulut mereka. aku tidak mengenalimu!" serunya. Fumio memberikan isyarat dengan kepala.

"Dia menghabiskan waktu berjam¬ja m menemaninya. Di mana hewan itu sekarang?" "Di kuil Daifukuji." tutur Fumio. "Kau tidak bisa menunggangi hewan ini. bukan kirin yang sesungguhnya: kirin a dalah hewan dalam dongeng. sedangkan yang ini adalah hewan sungguhan." sahut Takeo. kabar¬nya memiliki ambisi menaklukkan seluruh Delapan Pulau. siapa nama¬nya?" "Shun. tak akan ada lagi kud a sepertinya. dan baru-baru ini dit unjuk Kaisar untuk bertempur atas nama Paduka Yang Mulia serta membinasakan musuh¬musuhnya dala m rangka mencapai tujuan itu. tapi kami pulang melalui Akashi." Kisah Klan Otori IV Page 54 ."Ya dan tidak. dan kabarnya mahir melakukannya. Ia lebih parah ketim¬bang kau dan kuda tuamu itu. Kami akan perlihatkan padamu besok. "Kalau kau tanya aku beberapa minggu lalu. tapi mungkin bisa menggantikan Shun. "Apa yang kau tahu tentang jenderal baru Kaisar?" tanya Takeo. dan kota itu sib uk membicarakannya. dengan julukan Pemburu Anjing. Karena kau sudah merusak kejutan kam i. "Tentu saja." Fumio menuang sake lagi. dan yang paling mirip dengan kirin dibanding hewan lain yang pernah kulihat. Tapi hewan yang luar biasa." tutur Fumio. agar kau bisa mencurahkan kasih sayangmu. serta ahli siasat perang yang cerdas.' karena kami sudah pergi selama enam bulan. dengan d inding yang tinggi. Shun mati karena usia tua tahun lalu. mereka menemukan taman yang tenang untuk hewan itu." "Ishida jatuh hati pada hewan itu." kata Ishida. 'Tidak tahu apa-apa. "Aku ingin sekali melihatnya. Mendominasi propinsi-propinsi di wilayah Timur. Jenderal itu m ahir berkuda dan memanah." "Pemburu Anjing?" "Dia sangat suka berburu anjing. Namanya Saga Hideki. maka sekalian saja ceritakan masalah-masalahmu pada kami. aku akan jawab.

namun melelahkan." ujar Takeo." "Aku khawatir mereka sudah dalam per¬jalanan. Angin bertiup dari arah barat: kita bisa mendapat laut pasang jika berangkat sekarang." sahut Fumio. Ternyata Kaisar memintaku meng¬undurkan diri. Takeo ditinggal bersama Ishida. menengg ak habis sake. datang menghadapku hari ini. datanSepertinya aku termasuk dalam daftar musuhnya. Takeo memberitahu mereka nama kapalnya."Sepertinya aku termasuk dalam daftar musuhnya." ujar Takeo. "Putra Lord Fujiwar a. Kono. menjejalkan sisa makanan. cepat atau l ambat akan ada orang yang akan menyediakan senjata api. Mesti kuperingatkan padamu. Kono. tapi nanti Ishida bisa menceritakannya padaku. tidak pernah bisa di am." Si tabib menuang sake lagi lalu minum sampai habis. terhibur dengan ti n¬dakan cekatan kawannya. "Putra Lord Fujiwara. "Kita bisa hentikan mereka. dan jika aku m enolak. "Dia adalah teman seperjalanan yang memberi s emangat. "Mereka punya waktu kurang dari sehari untuk memulainya. "Seperti angin topan. beliau akan mengirim si Penangkap Anjing untuk melawanku." Dipanggil anak buah¬nya. kemung¬kinan dia berusaha membeli senjata api: demi uang sebesar itu. "Dia masih tetap sama. mengucapkan selamat tinggal pada pelayan perempuan dengan perasaan enggan. Tahan Lord Kono di wilayah Barat sampai aku kembali." sahut Ishida. "masalah. justru sebaliknya. Aku ingin melihat wajah¬mu saat kuperlihatkan kirin." Mereka berbincang-bincang tentang per¬jalanan. menanyakan ten-tang se njata dan bubuk mesiu. "Fumio tak berubah. me reka menawar¬kan uang dalam jumlah besar." ujar Takeo. "Apakah ada indikasi kalau senjata api di perdagangkan di Imai?" "Tidak. Jika jenderal Kaisar tengah bersiap melawanmu . berharap menghindar pelarangan dari Otori. mereka takkan memanc ingmu dalam pertempuran. dan mereka pun berdiri." katanya. beberapa pedagang mendekatiku. meneng¬gak habis minumnya lalu berdiri. dan Takeo memberi kabar tentang kel uarganya . Fumio pergi begitu cepat hingga mereka hampir tidak sempat mengucapkan selamat b erpisah." gumamnya." Wajah Ishida berubah pucat ketika nama Fujiwara disebut. Sebelum mereka bisa menandingi jumlah senjata api. dan menceritakan pada F umio tentang kecurigaannya pada Zenko.

" "Ya. "Bisakah sekarang kau kembali bersama¬ku?" "Aku punya cukup persediaan akar-akaran dari Shin." Sedari tadi Takeo menyadari ada suara orang berdebat dari an." sahut Ishida. Takeo mengenali si orang asing. dikumpulkan barang-barangnya lalu berkata dengan rian g. me intonasi suaranya yang Ketika berjalan melewati ruang bagian dalam. dan obat tidur terbuat dari b unga candu. bagian dalam rumah mak perempuan menerjemahka dari wilayah Timur. "Setelah itu aku harus pergi memeriksa kirin. Ia yakin belum pernah bertemu dengan perempuan yang berlutut di samping or ang asing itu. karena dia sudah menikah dengan Muto Shizu ka selama lima belas tahun. seorang laki-laki berbicara dengan bahasa asing dan suara seorang n. "Kelihatan dari wajahmu." komentar Ishida seraya meng¬ambil sebuah buntala n kain dan kotak kayu kecil. Takeo mengira dia akan melanjutkan bicara¬nya . cuaca yang lembap memperburuknya: kadang kurasa masih ada sisa racun yang h ingga terasa panas." "Akan kuperiksa nanti. Suara perempuan itu membuatnya tertarik karena logatnya berasal skipun perempuan itu bicara dengan dialek setempat. Aku akan menginap di Daifukuji malam ini. berdua saja. Untung saja kuputuskan untuk mem¬bawanya." Nada suara Ishida kedengaran murung. Membuat sekujur t ubuhku sakit. bahkan terikat dengan diriku: aku tak ingin membuatnya gelisah.yang selalu menyita perhatian Ishida. si tabib tampak berha sil mengendalikan perasaannya. Acapkali lukanya kelihatan memerah di balik carutannya. "Rasa sakitmu terasa lagi?" tanya si tabib. Tadinya aku bermaksud meninggal¬kannya di kapal. yan g dipanggil Don Joao. Kalau tidak kubawa pasti barang-barang ini sudah setengah perjalanan menuju Akashi dan tidak terlalu berg una bagimu. dan ada sesuatu dengan tidak asing bagi Takeo. Kirin sudah terbiasa denganku. namun setelah beberapa saat dalam hening yang tidak mengenakkan. Kisah Klan Otori IV Page 55 .

. Kisah Klan Otori IV Page 56 ...namun seperti ada sesuatu. mun seperti ada sesuatu..

misi Fumio merebut senjata api yang diselundup¬kan. kelihatan¬nya tengah mengamati Takeo dengan penuh seksama. yang mungkin berusia dua puluh lima tahunan. Perempuan itu mengangkat tangan untuk menutup mulut. halus dan gelap. Takeo merasa kulit perempua n itu amat mirip dengan kulitnya. bahkan rasa sakitnya. serta membandingkan kebiasaan dan bahasa mereka. seakan-akan mengi ra kalau mung¬kin mengenal Takeo. Kono. Dia menerjemahkan perkataan Ishida sepertin ya perempuan itu cukup fasih berbicara bahasa asing lalu melayangkan pandangannya ke arah Takeo lagi. dan warna kulit yang sa ma dengannya. si orang asing melihat Ishida lalu memanggilnya. Ishidelagi ia mengira-ngira siapa perempuan itu. si orang asing me lihat Ishida lalu memanggilnya. melihat sekilas ke arah Takeo. tergeletak di sebelah ibu dan kakak perempuannya yang mati terbujur kaku perempuan itu memili¬ki k etenangan serta wajah yang lebar mirip ibu dan kakak perempuannya. bahkan kirin sekalipu n. amat mirip dengan kulit ibunya. Orang asing itu gembira bertemu sang tabib dan ing in agar dia duduk dan mengobrol. Keterkejutannya tak terlukiskan. mengubahdi rinya menjadi seorang bocah yang ketakutan serta tersiksa. dengan pakaiannya terlipat ke belakang dan memperlihatkan kulit lengannya. hingga tak kuasa mengendalikan diri. tapi selalu dalam suasana resmi. Selama ini ia menduga gadis cilik itu sudah tiada. da n sepertinya saat ini dia tidak bisa mengenali. "Tomasu?" Air mata menggenang di matanya. Ia hanya . tapi Ishida memohon pergi karena ada pasien yang membutuhkannya. yang terus memalingkan wajah dari perempuan itu. Takeo ingat pada seorang gadis cilik yang menangis dengan cara yang sama karena menang isi seekor burung yang mati. Don Joao pernah bertemu Takeo beberapa kali. kehilangan mainan. informasi tentang perawatan serta tanaman herbal.Selagi ia mengira-ngira siapa perempuan itu. sali ng bertukar ilmu pengetahuan medis. Ishida amat disukai orang asing itu dan menghabiskan banyak waktu menemani mereka. Tubuh perempuan itu terguncang karena luapan per asaan. Pere mpuan itu. Takeo menyebut nama adiknya dengan keras untuk pertama kalinya selama lebih dari enam belas tahun: "Madaren!" Sirna sudah semua hal yang ada dibenak¬nya: ancaman dan wilayah Timur. Perempuan itu tercekat lalu berkata .

hidupnya seperti meluruh lalu m emudar. Kabari aku di Daifukuji. Kau mengenal perempuan itu?" "Bertahun-tahun yang silam. Ak u akan datang ke Daifukuji." seru Ishida saat mereka berdua berada di luar. Yang ada dalam ingatannya hanyalah masa kecilnya. tetap saja membuat¬nya terkejut melihat terungkapnya sesuatu yang sebelumnya merup akan rahasia. tunggu aku di sana. dengan tatapan terpaku pada wajah Tak eo. Is hida berkomentar. "Kita tidak bisa bicara sekarang. "Kau lebih tidak sehat dari yang kukira. keluarganya. tapi tidak akhir-akhir ini aku pergi selama ber¬bulan -bulan.mampu meman¬dangi adik yang dikiranya sudah tiada." Kisah Klan Otori IV Page 57 ." Takeo bicara dengan cepat pada Madaren. "Lord. Aku tidak tahu kalau dia menerjemahkan untuk orang a sing." Kota itu semakin senyap." "Aku akan datang ke sana besok. Tadi hanya u dara yang terasa pengap." "Semoga Dia memberkati dan melin¬dungimu. memanjatkan doa kaum Hidden sa at berpisah. tentu saja tidak perlu!" Takeo mengambil napas dalam-dalam." "Aku pernah bertemu dengannya. Selagi mereka menyeberangi jembatan kayu di luar Umedaya dan mengambil salah satu jalan sempit yang mengarah ke kediaman. tapi sebagai or ang lain. "Perempuan itu mengenalmu bukan sebagai Lord Otori. Meskipun atas perin¬tahnya kaum Hidden kini bebas untuk ber¬ibadah secara terbuka. "Katakan pada Don Joao aku akan menemuin ya besok. terlalu cepat." ujarnya. sama seperti salib yang dikenakan Don Joao di dadanya tampak seperti pameran ses uatu yang keji. "Perlu kupanggilkan tandu?" "Tidak." "Kelihatannya kau sangat terguncang. Juga terlalu banyak minum sake. Ishida bertanya. Ia berhasil mcngendalikan diri lalu ber¬kata." sahutnya. cahaya dimatikan satu demi satu. Anda baik-baik saja? Anda tidak sehat.

disingsingkannya keliman panjang jubahnya ke sabuk lalu m emanjat dinding dengan cukup ringan. hanya pelacur kelas terendah yang tidur d engan mereka. sebelum aku menj adi Otori. Dilepasnya sarung tangan sutra yang me¬nutupi tangan cacatnya d an Ishida menarik lentera lebih dekat agar bisa melihatnya. kendati hentakan saat mendarat di sisi dinding satunya memb uat sakitnya terasa lagi. mengirim Jun untuk mengatakan pada penjaga agar membiarkan Ishida masuk. "Rasanya aku masih bisa ber¬tarung menggunakan pedang. Di¬tekannya jaringan kulit yang tumbuh meng¬gantikan jaringan yang rusak dengan ujung jarinya lalu melemaskan jari yang t ersisa. tapi tidak ada alasan untuk itu selama bertahun-tahun." kata Ishida akhirnya. Aku akan mengir im perintah pada penjaga agar membiarkanmu masuk. lalu Takeo menyuruhnya pergi." "Tidak kelihatan memerah karena infeksi. Takeo menarik Ishida ke ba wah bayangan gelap. Pri a asing itu kerap mengun¬jungi rumah pelacuran itu seperti laki-laki lain." Diperlihatkanny a pada Ishida." Gerbang sudah ditutup. "Kau masih bisa menulis dengan tangan ini?" "Setelah berlatih berulang kali. Menghilang. "Aku akan mencob . Pelayan perempuan menuang teh dan membawakan lagi air panas. Namun perempuan itu memanggil dengan nama aslinya. sebel um aku menjadi Otori. aku sudah sangat lama mengenalnya. Aku harus masuk tanpa terlihat." Takeo masih setengah tercengang dengan pertemuan tadi dan cenderung setengah menyangsikannya. Aku me¬nulis dengan tangan kiri. tapi sebagian besar perem puan peng¬huninya enggan tidur dengan mereka. aku sudah sangat lama mengenalnya. lalu menyelinap melewati taman yang sunyi. Di rumah terakhir sebelum sampai di gerbang kediaman." Seperti yang tadi kubilang. Dan Takeo pun mengenalinya."Seperti yang tadi kubilang. Mengganti pakaian dengan jubah tidur lalu meminta dibawakan lentera dan teh. Si tabib tiba: mereka saling memberi salam dengan riang. seolah belum bertemu se lama enam bulan lamanya. Ia merasa ngeri saat memikirkan hidup seperti apa yang telah dijalani adiknya. Bagaimana mungkin itu adiknya? Bagaimana dia bisa selamat dari pembantaian yang menghabisi keluarga dan membakar habis desanya? Tak diragukan lagi bahwa di a bukan sekadar seorang juru bahasa: terlihat olehnya pada tangan dan mata Don Joao. melewati Jun dan Shin menuju ke kamarnya. "Tunggu di sini sebentar.

untuk mengiris garis bujurnya." Kisah Klan Otori IV Page 58 . "Saat itu anjingku melolo ng." Selagi menyiapkan teh. Untuk sementara waktu. mengijinkan aku melihat koleksi buku-bukunya yang berharga juga harta benda yang lainnya. Aku ta hu dia orang yang kejam tapi dia selalu memperlakukan diriku dengan baik. Aku ingin tahu apakah dia seperti ayahnya. ini akan membantumu untuk tidur. harum dan menenang¬kan. mempermainkan rasa takutku. Aroma samar-samar dari rumput musim panas menyeruak. "Aku mohon maaf yang sedalam¬dalamny a atas keterlibatanku dalam memen¬jarakan istrimu. Terkadang aku memimpikannya. Aku takut bertemu Kono. kapal karam. Kutemukan diriku bertanya-tanya apakah ada orang yang memeliharanya. selama hampir seumur hidupku. "Bisa kudengar anjingku melolong." Tiba-tiba Ishida berhenti bicara dan menuang air mendidih ke atas herba kering." tuturnya dengan amat pelan." Ishida berhenti sebentar. sungguh suatu perwujudan iblis dalam diri manusia. "Istriku pernah cerita sedikit tentang saat¬saat itu.a dengan jarum besok. Dia berpurapura mengabulkannya. hanya mengetahui putranya berbaring di dalam kediaman ini. Ishida bicara dengan suara pelan. Belum pernah aku begitu ketakutan. menye¬mangatiku untuk belajar dan melakukan perjalanan. sesuatu yang tak akan pulih dalam diriku. t elah mengorek banyak kenangan." "Aku belum pernah bertemu Fujiwara. Aku menjalankan perin¬tahnya. meski¬pun pernah menghadapi berbagai macam bahaya: badai di laut. "Aku sering membuat ini untuk istriku. tenggelam dalam kenangannya." "Kau beruntung." Diambilnya mangkuk lalu diberikan pada Takeo. perompak dan orang primitif. Aku tidak pernah menyangka kekejamannya akan menimpa diriku. Aku pernah menghempa-skan diri di bawah kakinya dan memohon agar diijinkan bunuh dir i. "Hanya gempa yang menyelamatkan kami. Dia selalu memperingat¬kanku tentang gempa dengan cara seperti itu." sahut Takeo pelan. Kupalingkan wajahku dari kegermarannya yang keji.

tempat rumah-r umah kecil yang dibangun kembali setelah kobaran api meluluh¬lantakkan semuanya bak sarang tawon y ang saling astil di salah satu jalan sempit yang terbentang di jalan utama.kastil di salah satu jalan sempit yang terbentang di jalan utama. tempat rumah-ru mah kecil yang dibangun kembali setelah kobaran api meluluh¬lantakkan semuanya bak sarang tawon y ang saling Kisah Klan Otori IV Page 60 .

Madaren berhasil menjelaskan pada pe milik rumah bahwa Don Joao hanya menginginkannya. Itulah yang dipelajari Madaren. Hal itu meng¬ingatkannya pada keluarganya dan laki-laki agak aneh yang menjadi kak aknya. dan tak lama kemudian ia tidak harus tidur dengan laki¬laki lain. Air mata menggenang di matanya saat meringkuk di bawah papan tebal. yang membuat gusar sekaligus memesona ibu mereka. dan ketika kekasihnya berbalik untuk memeluk¬nya. dan di antara mereka ini banyak yang bisa diperdayai oleh cinta seperti laki¬laki golongan klas lainnya. bahkan kuli pengangkut barang . Tapi semua laki-laki memiliki hasrat. ia memilih orang yang bern ama Don Joao. pergi meninggalkan rumah sebelum matahari terbit lalu menemu i laki-laki itu galangan kapal yang masih berkabut. Ia bisa memeras ha diah dari mereka. bau mereka yang aneh dan tubu h mereka yang besar. kemampuan si p erempuan . dengan mudahnya disingkirkan bak anak kucing yang tidak dii nginkan. walaupun laki-laki itu mengira kalau dialah yang memilih Madaren: orang-orang as ing bersifat sentimental sekaligus pemalu bila sudah berhubungan dengan kebutuhan jasmani: me reka ingin merasa istimewa bagi seorang perempuan. bergabung ke rumah pelacuran yang lebih tinggi kelasnya dibandingkan yang pertama. Kemudian orang-orang asing berjanggut berdatangan. dan ia memanfaatkan apa yang dipelajarinya ini dengan cerdas. buruh serta kulrdempetan. Awalnya. tanah kelahirannya. bahasa mereka hanyalah bahasa tubuh: nafsu si laki-laki. Tapi semua laki-laki memiliki hasrat. Ia mau pergi dengan lakilaki yang dijauhi oleh gadis-gadis lain. memanfaatkan rasa terima kasih mereka. Mereka me¬numpang kapal yang mengangkut kayu c edar dari hutan menuju wilayah Timur. bahkan setelah mereka membeli¬nya. Mereka memberi bayaran yang memadai dalam mata uang perak. buruh serta kuli angkut tanah di malam hari. bahkan kuli pe ngangkut barang. pada waktu yang b er samaan ia juga belajar bahwa perempuan yang dikuasai cinta merupakan makhluk yan g paling tak berdaya di kota ini. Madaren melihat ada semacam kekuatan dalam diri mereka yang mungkin bisa dimanfaatkan dan dengan sukarela tidur dengan mereka. dan aroma kayu itu mengingatkannya pada Mino.berdempetan. Madaren me nampiknya. atau kadang mencurinya. Pedagang itu membosankan serta membuatnya gusar. dan akhimya ia kembali ke kehidupan lamanya. dan pada akhirnya membiarkan seorang pedagang yang hampi r bangkrut membawanya ke Hofu.

kampung halamannya. lalu mendorong laki-laki itu un tuk mengajarinya. sedangkan lantai matahari berjenis laki-laki tapi ha l itu justru memesonanya. Mereka begitu jauh hingga ia tak mampu membayangkan seperti apa kehidupan mereka. bahkan ketika dia hanya mengarang sembar angan. Don Joao mem¬punyai istri dan anak-anak di Porutogaru*. Nelayan itu mempelajari bahasa mereka: kadang menemani mereka ke rumah pelacuran. seorang nelayan yang mereka selamatkan dari laut oleh kaum mereka karena kapalnya tenggelam dan dibawa ke ma rkas mereka di Kepulauan Selatan. namun hubungannya dengan orang asing memberinya status dan kekuasa¬an. tapi pintu termasuk jenis perempuan. penuh dengan bunyi aneh dan dikumpulkan dari depa n ke belakang semuanya memiliki jenis kelamin. Nelayan itu merupakan pintu masuk mereka ke duni a baru yang rumit. begitu pula hujan. karena nelayan itu tidak lebih baik dariku. Aku juga bisa meraih kekuasaan semacam itu. Orang-orang asing sebelumnya memiliki seorang juru bahasa. M ereka bergantung sepenuhnya kepada¬nya. jelas dari cara bicaranya kalau si nelayan tidak berpendidikan dan be rasal dari klas rendahan. pikir Madaren. tak percaya kalau Don Jo ao bisa bertemu mereka lagi. orang-orang yan g dia tangisi ketika sedang mabuk. dan ia mulai berusaha me¬mahami Don Joao.memuaskannya. ia merasa s eperti menjadi orang lain. Bahasanya sulit. dan Don Joao bicara tentang kepercayaan serta Tuhannya Deus** dan kata-kata serta salib yang dikalungkan di lehernya membangkitkan kenangan masa kecil Madar en tentang Kisah Klan Otori IV Page 61 . Madaren tidak mengindahkan mereka. dan jika bicara dengan bahasa itu pada Don Joao. Karena Madaren sema¬kin fasih Don Joao tidak menguasai lebih dari bebera pa patah kata dari bahasa Madaren mereka mulai membicarakan hal¬hal yang lebih mendalam. Ia tak bisa membayangkan alasannya. Mereka percaya semua yang dikatakannya. yang mereka temukan dan mereka harapkan bisa meraih kekayaan dan kem enangan.

epercayaan keluarga¬nya dan ritual kaum Hidden. Kisah Klan Otori IV Page 62 .kepercayaan keluarga¬nya dan ritual kaum Hidden.

banyak yang terta rik dengan agama orang asing dan bahkan berkeinginan mencoba bila itu bisa mening¬katkan perd agangan dan kekayaan bagi semua orang. sudah atau belum? Don Joao selalu bersenjatakan pedang panjan g tipis. selalu atau tidak pernah. dan menceritakan tentang pendeta da lam agamanyJoao bicara penuh semangat tentang Deus. untuk mendapatkan informas i serta menyelamatkan nyawa.] **) Deus berarti Tuhan dalam bahasa Portugal [pent. Orang asing itu terkejut karen a penyiksaan dilarang di Tiga Negara. Pada titik inilah sepertinya Tuhan Rahasia dan Deus berbeda. Maruyama Naomi . ia ingat yang sering dikatakan ibunya: dilahirkan dengan air. Otori Takeo . penutup kepalanya berlekuk dan melindungi." kata Don Joao. kau harus dibaptis. dan bahwa penguasa Maruyama yang sebelumnya. juga menganut kepercayaan itu. Tuhan Rahasia. Ia hanya *) Porutogaru adalah lafal Jepang untuk menyebut Portugal [pent.] ingat sedikit tentang kepercayaan kaum Hidden. dan menceritakan bagaimana ke¬kerasan digunakan di negara nya dan ter¬hadap penduduk asli Kepulauan lain untuk menghukum. Tentu saja. lalu me nyebut nama baptisnya. Ada juga kabar burung yang mengatakan bahwa Lord Otor i dulunya adalah orang Hidden. dan memb ual bila dia selalu punya tujuan untuk menggunakan pedang ini. dan ketika Madaren me¬ma hami maksudnya. . Tapi menurut Madaren keduanya tak mungkin melakukannya k arena bukankah Lord Otori membunuh kakek pamannya untuk balas dendam? Bukankah Lady Ma ruyama menceburkan diri ke sungai di Inuyama ber¬sama putrinya? Satu hal yang diketahui s emua orang tentang kaum Hidden yaitu Tuhan mereka. dan menceritakan tentang pen deta dalam agamanya yang berkeinginan kuat agar negara lain menganut kepercayaan mereka.Don Joao bicara penuh semangat tentang Deus. hanya ingat gema doa serta ritual yang dilakukan keluarganya dengan komu¬nitas kecil mereka. Apakah itu keduanya atau tidak s atu pun. baik nyawa mereka sendiri maupun nyawa orang lain. melarang mereka mencabut nyawa. mengeluarkan ke¬putusan bahwa rakyatnya bebas beribadah dan percaya pada kepercaya an pilihan me¬reka. Hal ini men gejutkan Madaren. "Saat pendeta datang. Penguasa baru Tiga Negara. karena Don Joao men¬c eritakan kalau mereka adalah orang ber¬agama sekaligus prajurit. bertahtakan emas dan kerang mutiara. dan prasangka lama pun perlahan menghilang.

Orang itu tertarik setengah mati pada kaum Hidden. Seringkali ditemukan dirinya berada di rumah para p edagang. dan Don Joao berharap Madaren mene¬maninya kemana pun ia pergi."Madalena!" ulang Don Joao dengan terperanjat. Kemudian Tomasu dikirimkan padanya. juga jawabannya. Orang-orang asing hanya memahami sedikit sekali tentang sikap dan kesopanan. menurut mereka . lalu membuat gerakan berbentuk ta nda salib di depannya. Don Joao mengajukan banyak per¬tanyaan dan M adaren menerjemahkannya. ia mempelajari keadaan di sekelilingnya yang masih asing. terakhir bahkan di kediaman Lord Ar ai. Madaren bertemu dengan orang-orang yang menge tahui desanya dan mendengar tentang pembantaian bertahun¬tahun yang lalu di Mino. serta mem¬perindah t erjemahannya bila terdengar kurang sopan. dan ingin bertemu l ebih banyak lagi penganutnya. terutama untuk menerjemahkan. sadar akan tatapan penuh hina serta kecurigaan dari istri-istri dan anak perempuan mer eka dan bahkan kadang di tempat-tempat yang lebih berkelas. Madaren menangkap ketertarikannya dan mereka mulai bertemu dengan para penganut dalam jamuan makan di kalangan kaum Hidden. Ia merasa Kisah Klan Otori IV Page 63 . bicara dengan pelan dan jelas. Madaren menyambut kem¬bali kepercayaan yang pernah hilang dari masa kecilnya dengan hangat. lalu mulai menunggu waktu untuk menjala nkan misi. selalu ber¬lutut dengan rendah hati sedikit di bel akang orang-orang asing dan lawan bicara mereka. D engan keyakinan mencapai tujuan yang dibawanya sejak berhasil lolos dari Inuyama dan m empelajari bahasa asing. dan menyatakan kalau Madaren masih dibiarkan hidup o leh Tuhan Rahasia untuk tujuan isti¬mewa tertentu. maka ia tahu misi itu berhubungan dengan kak aknya. ia bisa selamat merupakan mukjizat.

lalu agum pada dirinya sendiri. lalu Kisah Klan Otori IV Page 64 . satu hari berada di ruangan yang sama dengan Lord Arai Zenko. satu hari berada di ruangan yang sama dengan Lord Ar ai Zenko.kagum pada dirinya sendiri.

memimpikan tentang sem uanya. Dan seb agian dari kekuasaan itu dia gunakan untuk memanfaatkan orang-orang itu: mereka membutuhkan nya dan mulai meng¬andalkan dirinya. Malam itu Don Joao melihat Ishida lalu memanggilnya. dia salah lihat. dan berjalan menyusuri tep i sungai di bawah pohon willow. Bulan melintasi langit dan kini menggantung di barat. Ia tidak langsung mengenalinya. rikutnya di penginapan semacam Umedaya. membulat ser ta pucat. benak Mad aren tersita oleh keragu-raguan: kemarin itu bukan Tomasu. Madaren menduga kalau pasie nnya itu adalah kawan¬nya dan memelihat laki-laki yang satunya lagi. memerhatikan tangannya yang cacat dan kerutan di matanya. lalu duduk tenang dan minum teh hingga mentari pagi bersinar terang. Nalurinya ternyata benar: kemampuannya berbahasa asing membuka jalan pada sebagian dari kekuasaan serta kebebasan mereka. jelas sekali kalau kedudukannya amat tinggi. dan bertindak sebagai juru ba hasa dalam perbincangan yang panjang. Selama berjalan ke Daifukuji. Don Joao juga membacakan kitab suci u ntuknya dan mengenali potongan¬poiongan kalimai dari doa dan pemberkatan di masa kecilnya. dia seperti pedagang meskipun jelas . seolah kulitnya mengenali laki-laki itu dan segera meng enalinya kalau mereka lahir dari ibu yang sama. Ishida kadang membawa teks-teks dan mem¬bacakannya untu k diterjemahkan karena Madaren tidak bisa membaca maupun menulis. Ia berjalan melewati jalanan sempit menuju rumah tempat ia dulu bekerja. Nalurinya ternyata benar: kemampuannya b erbahasa asing membuka jalan pada sebagian dari kekuasaan serta kebebasan mereka. Madaren nyaris tak bisa tidur. Madarien tidak in gin mengatakan pada Don Joao kemana ia pergi: tidak ingin harus berpikir dalam bahas a laki¬laki itu atau khawatir tentang laki-laki itu. Madaren pernah bertemu tabib Ishida beberapa kali. dia takkan datang. membangun¬kan pelayannya. mandi dan berpakaian di sana. namun jantungnya seperti berhenti berdetak kemudian berdebar-debar. Ombak laut surut dan kepiting berlarian cepat di atas lumpur yang mengering. Dan seb agian dari kekuasaan itu dia gunakan untuk memanfaatkan orang-orang itu: mereka membutuhkan nya dan mulai meng¬andalkan dirinya. berharap bisa berbincang. n amun Ishida memohon pergi karena ada pasien yang membutuhkannya. menemu¬kan tubuh si orang asing di sebelahnya teram at sangat panas. dan menyelinap keluar sebelum matahari terbit. bayangan mereka tampak seperti tangan yang sedang menggenggam.berikutnya di penginapan semacam Umedaya.

dan belukar azalea musim panas pertama bermekaran menjad i bunga berwarna merah tua. selama ini ternyata dia masih hidup dan tid ak berusaha mencarinya. Madaren berjalan masuk gerbang. Daifukuji menghadap ke laut: gerbang merahnya bisa terlihat dari seberang ombak laut. ia menduga itu pohon ceri walaupun bunganya sud ah lama gugur. menyelipkan tangannya di ba lik jubahnya untuk menyentuh salib pemberian Don Joao. agar melindungi mereka selama perjalanan. seperti halnya Don Jolo. yang dililit tali jerami yang berkilauan. Bunga lili menghiasi tepian kolam. takut kalau kakak¬nya bukan lagi penganut kepercayaan. menyambut para pelaut dan pedagang serta mengingatkan mereka untuk bersyukur pada Ebisu. Dia tidak datang menghampiri untuk menolong¬nya. Sinar matahari terasa makin panas dan bayangan taman semakin menariknya masuk. Kisah Klan Otori IV Page 65 . Madaren berjalan perlahan.bukan pedagang yang berhasil yang tak ingin punya hubungan apa-apa dengannya. Madaren melihat¬lihat ukiran dan area di kuil itu dengan perasaan tida k suka. meskipun terpesona dan terbuai oleh keindahan tamanny a. karena ia telah percaya. setengah tidak nyaman dengan l antunan doa dan genta dari dalam kuil. Ia berjalan ke aula utama. dan tepat di belakangnya ter¬dapat kurungan berdinding putih di sekita r taman dengan pepohonan yang jauh lebih kecil. me¬nunggu kakaknya. Ia bertanya¬tanya sendiri mengapa memilih tempat seperti ini untuk bertemu. melupakan aliran sungai yang tergesa-gesa di sekelilingnya ketika gelom¬bang laut pasang menyapu. dan menyadari pasti inilah misinya: me nye¬lamatkan Tomasu. Kerumunan kecil sebagian besar rahib dengan kepala botak dan jubah berwarna tida k mencolok. dewa laut. kalau benda-benda semacam itu dibenci Tuhan Ra hasia dan sama seperti menyembah setan. Di sebelah kanannya berdiri beberapa pohon ced ar tua.

patung ukiran . penggambaran rdiri di luar dinding.berdiri di luar dinding. penggambaran Kisah Klan Otori IV Page 66 . patung ukiran . Madaren mengikuti arah pandangan mer eka dan dan melihat apa yang sedang mereka perhatikan: awalnya ia mengira itu. memandang ke atas. memandang ke atas. Madaren mengikuti arah pandangan merek a dan dan melihat apa yang sedang mereka perhatikan: awalnya ia mengira itu.

pa da saat itulah kita bisa yakin.tumbuh semakin besar." Kisah Klan Otori IV Page 68 ." umbuh semakin besar. pada saat itulah kita bisa yakin.

" Ketika selesai mengagumi kirin. segar atau pun kering. para pelaut membicarakan tentang benua yang amat besar tempat hewan-hewan seperti ini merump ut dalam jumlah besar bersama gajah darat dan sungai. serta dedaunan hijau yang lezat. Aku langsung berpikir tentang Lady Shi geko." "Bisakah dia berjalan sampai ke Hagi?" "Barangkali kita harus mengangkutnya dengan kapal. Ia sendiri memercayai tuhan manapun. Makanannya dedaunan dari pohon tempat asalnya. Tapi dia berasal dari pulau lain. tempat upacara singkat dilakukan. masih jauh lagi ke barat. berkulit sehitam warn a pernis. dan mampu membengkokkan besi dengan tangan kosong. Orang¬orangnya berukuran dua kali lebih besar daripada kita. Ishida membawa hewan itu kembali ke kandang."Di mana kau menemukannya?" Di mana kau menemukannya?" "Di selatan Tenjiku. "Tidakkah sulit untuk mempertahankan agar dia tetap hidup? Apa makanannya?" "Untungnya perjalanan pulang tidak ber¬ombak. kem udian pergi bersama Takeo menuju kuil. dan . namun kurasa tidak bisa berjalan melewati pe¬gunungan. singa emas raksasa dan burung berwa rna merah muda. semua sekte dan kepercayaan diperb olehkan di Tiga Negara. Takeo menyalakan dupa dan lilin serta berlutut di depan patung d ewa. selama tidak mengancam tatanan rnasyarakat. dan kirin bersifat tenang serta muda h dihibur. "Ak u berhasil mengobati seorang pangeran di daerah itu." "Dan bagaimana kau bisa mendapatkan¬nya? Tentunya hewan seperti ini tak ternilai h arganya?" "Hewan ini ditawarkan padaku sebagai semacam alat pembayaran. dan betapa dia akan sangat menyukainya. doa dipanjatkan bag i kesehatan kirin dan Lord Otori. Hewan ini bisa berjalan bermi l-mil jauhnya tanpa kelelahan." sahut Ishida. dilaku¬kannya semua praktik keagamaan yang diharapkan darinya dengan khidmat dan hormat. maka aku terima tawaran ini dan mengatur agar hewan ini bisa menemani kami pulang. walau diakui-nya keseluruhan manusia akan alasan spiritual bagi keberadaan mereka." Takeo tersenyum memikirkan keahlian putrinya dengan kuda dan kasih sayangnya pad a semua hewan. tapi ternyata se-nang juga meneri ma rumput.

teh dibawa masuk dengan manisan osenbei. Setelah melakukan upacara. Dua rahib muda yang sedang bert ugas membersihkan patung dan menyapu lantai mengundurkan diri tanpa bicara. Takeo memberi isyarat dengan gerakan tangan saat berjalan melewatinya." ujar Takeo. sisi sebelah selatan bermandikan cahaya. Sesaat sebelum tengah hari. meminta agar perempuan itu mengikutinya. Bangunan kuil menghadap ke timur. yang ada penyembahan atas sang Pencerah dan Ebisu dew a laut. lalu berjalan menyusuri aula utama ke aula yang lebih kecil di belakangnya.tentu dirinya pun memiliki kebutuhan yang sama. Burung gereja berkicau di taman dan merpati bergumam di pepohonan cedar. menyembuny ikan wajahnya. Terdengar olehnya keraguan dalam langkah kaki Madaren d i atas kerikil jalan setapak. di bawah bayangan gelap dari atap yang melengkung. Ishida dan Kepala Biara setempat ber cerita dengan gembira dan menggubah puisi penuh dengan permainan kata-kata tentang kirin. Madaren berlutut lagi. namun di beranda. Takeo dud uk di pinggiran beranda: hayunya yang telah termakan cuaca berwarna abu-abu ke-pcrakan dan masih hangat terkena cahaya matahari. terdengar pula deru napasnya yang cepat dan pendek. Takeo. udara masih terasa dingin. "Tidak perlu takut. Kisah Klan Otori IV Page 69 . Pere mpuan itu masih berlutut dengan sabar di tempat yang sama. Takeo berdiri dan mengatakan bahwa ingin sendirian d i taman sebentar.

Nada suara Madaren nyaris terdengar seperti tuduhan. dan dinding di ke¬jauha n tempat kirin mengayunkan kepalanya di atas genteng bak mainan anak-anak. yang tak akan pernah terjadi kecuali dugaanku benar adanya."Ini bukan ketakutan. yang bisa memulihkan hidupnya yang telah terlanjur hancur. Madaren bicara dengan nada kecut. dan juga tahu ada semacam amarah terpendam dalam diri adiknya." Madaren menatap langsung matanya. malah memalingkan wajah ke arah bayangan gelap rumpun pepohonan. Seraya ber¬tany a-tanya apa yang diinginkan Madaren darinya.. "Selama enam belas tahun kudengar balada dan cerita yang digubah tentang dirimu. apa yang bisa ia lakukan untuk adiknya : apa sa ja. tidak menger ti.." kata Takeo dengan sedih." Kepala Takeo bergerak sedikit untuk membenarkan kata-kata adiknya. Aku bahkan tidak tahu di mana jasad mereka. tidak mengerti.. Dan aku tahu dari cerita-cerita bahwa kau pemah membunuh orang lain. Tapi Lord Otori sekarang bicara berdua saja den ganku. pewaris Maruyama. Tapi sud ah bertahuntahun lamanya sejak terakhir kali ada orang yang memanggilku Tomasu. Ia sadar kalau ketenangannya tampak seperti ketidakacuhan bagi Madaren." ujar Takeo.." Itu garis besar paling sederhana dari perjalanan luar penuh gejolak yang telah m enggiringnya menjadi orang paling ber¬kuasa di Tiga Negara. "Kurasa ibu dan kakak kita... Mungkin akIni bukan ketakutan." sahut Madaren setelah beberapa saat. "Memang benar aku kakakmu.. Kau tampak seperti pahlawan yang jauh tak tergapai dan cuma legenda: bagai¬mana bisa kau adal ah Tomasu dari Mino? Apa yang terjadi padamu ketika aku dijual dari satu rumah bordil ke r umah bordil lainnya?" "Aku diselamatkan Lord Otori Shigeru: beliau mengangkatku menjadi pewarisnya dan menginginkan aku menikah dengan Shirakawa Kaede. Takeo tidak membalas tatapannya. "Aku." "Kita saling mengenali semalam. "Aku. Mungkin aku telah melakukan kesalahan besar." ." sahut Madaren setelah beberapa saat. "Kulihat kau berdiri di hadapan patung emas. "Keduanya sudah mati.

" tutur Takeo. Tapi aku tidak bisa mengumumkan tentang hubungan kekeluar¬gaan kita." sahutnya s ambil sedikit memalingkan wajah. "Selain neraka yang diciptakan manusia di bumi. "Kau adalah kakakku."* Kisah Klan Otori IV Page 70 . Bila mereka masih menganut kepercayaan ya ng sama mungkin mereka bisa memanjatkan doa bersama." Takeo menyadari ba hkan saat ia bicara pun nada suaranya kaku dan terlalu dibuat-buat. Aku bibi dari anak-anakmu. Tidak ad a cara yang bisa mereka lakukan untuk saling mendekati. Mengetahui itu membuat i a tertekan dan iba. Kau satu-satunya keluargaku. Dan aku pun memiliki tugas spiritual terh adapmu. ia tak punya cukup kata-k ata untuk mengungkapkannya." Takeo melihat kalau ia telah menyakiti adiknya. "Akan kupastikan kau diurus dengan baik. Kita saling memiliki kewajiban."Aku minta maaf atas semua penderitaan yang telah kau alami. "Jika kau butuh apa pun. dan rasa iba muncul lagi. Jangan coba-c oba mendekatiku lagi." kata Madaren. "Tidak ada yang namanya neraka. tapi j uga tahu kalau ia tak bisa membiarkan adiknya mengambil tempat lebih banyak lagi dalam kehidupannya se lain dengan cara seperti ini: berada dalam perlindungannya. dan aku harus memi ntamu umuk tidak mengatakannya pada siapa pun. kau bisa mendekati pejabat kota yang berwenang. namun kini kepercayaan masa kecil yang dulu menyatukan mereka justru menjadi penghalang yang tak bisa dilalui. Aku tak bisa melihatmu masuk neraka!" Takeo bangkit lalu berjalan menjauh. Aku peduli pada jiwamu. Jarak di antara mereka sudah terbentang terlalu jauh. "Tomasu.

" bisik Miki. "Berdoalah seperti kakak kalian agar kalian tidak pernah mengenal perang yang se benar¬nya. mem¬permainkan kakak perempuan mereka atau menghukum orang yang lewat di depan mereka sulit dibendung. si kembar tanpa sadar menyentuh ujung jari mereka pada lekukan yang melintang di telapak tangan mereka." sahut Shigeko. "Nikmati saja. . kita takkan menghadapi per¬tar ungan yang sebenamya. Shizuka jarang marah. "Lord Hiroshi." "Berdoa saja takkan ada perang lagi. Si kembar mengerang.Saat nama Kikuta disebut. menunggang kuda serta menggunakan pedang. karena ketiga gadis itu. la yaknya anak kelas ksatria. sambil menyi¬kut Maya." "Kau beruntung Shizuka." ujar Shigeko. "Jika tidak akan ada perang. "Kata Lord Hiroshi siap perang adalah pertahanan terbaik melawannya." tuturnya. si kembar tanpa sadar menyentuh ujung jari mereka pada lekukan yanaat nama Kikuta disebut. sebagai Kikuta. da n bahwa klas ksatria menganggap mereka penyihir: mereka belajar sejak dini apa yang bisa diba nggakan di desa Muto haruslah disembunyikan di kastil seperti Hagi atau Yamagata. atau ketika Miki memanjat kayu kaso selentur dan secepal kera liar. "Tidak ada yang lebih menyenangk an. belajar memanah. menghilang di balik atap yang terbuat dari ilalang. mengapa Aya h dan Ibu memaksa kami belajar kemampuan bertarung?" tanyanya. sepe rti Taku. Kedua gadis kembar itu tertawa cekikikan. Mereka tahu kalau sang ibu tidak menyukai kemampuan Tribe yang mereka miliki." ujar Shizuka ketika Maya bersembunyi s elama setengah hari tanpa bergerak di dalam keranjang bambu. "Kau seperti aku ketika aku masih kecil." Shizuka memperingatkan mereka. Itu me¬rupakan lambang jalur sempit yang mereka lalui di antara dunia. Kau ada di sana saat Inuyama jatuh! Kau bertarung bersam a Ayah!" "Sekarang Ayah mengatakan tak akan ada lagi perang. diajar kan oleh Shizuka dan Sugita Hiroshi atau ksatria besar lainnya di Tiga Negara. menandai diri mereka seperti sang ayah. Maya kembali ke pokok pembicaraan tadi. tapi terkadang godaan untuk mengelabui guru-guru mereka.

penuh dengan istilah sulit da n kejadian yang sukar dimengerti. Sudah sewajarnya aku mempelajari peribahasa yang dipakainya. Shigeko harus mempelajari semua sejarah ini." ujar Miki. Hiroshi sering menulis surat. menutupi rasa malu dengan berbicara den gan nada resmi. Shigeko memutuskan untuk lebih berhati¬hati. itu tidak berarti apa¬apa. "Tapi kau jarang menguti p apa yang dikatakannya. Untungnya laki-laki itu sudah kembali ke Maruyam a untuk mengawasi hasil panen dan persiapan upacara pengukuhan ia menjadi pewaris wilaya h itu. tapi Shigeko suka melihat tulisan tangannya." "Aku tidak menyadari itu. dan berharap mencegah mereka membicaraka n tentang topik itu lagi. tidak membiarkan diri nya dengan bodohnya menyebut nama Hiroshi. "Kurasa kalian seharusnya bisa jauh lebih baik dalam menulis. adik-adikku. Ambil kuasnya!" Shigeko membuka satu gulungan lagi lalu mulai m endiktekannya. "Kau selalu mengatakan ucapan Lord Hiroshi. Kisah Klan Otori IV Page 72 . Isinya adalah salah satu hikayat kuno Tiga Negara." kata Shigeko. begitu pula dengan si kembar." "Dan Lord Miyoshi tidak membuat wajah¬mu merah!" timpal Maya.Wajah Shigeko bersemu merah. Hiroshi adalah salah satu guru yang sangat bij aksana. "Apa?" tanyanya. Surat¬suratnya bersifat resmi. Shigeko berharap pelajaran itu bisa meng-hukum mereka karena menggodanya soal Hiroshi. "Lagipula. karena dia pengawal senior dan orangtuanya berhara p ia mengenal setiap detil wilayahnya. Jelas sekali kalian perlu banyak latihan." "Lord Miyoshi Gemba juga salah satu gurumu. lalu wajahmu bersemu merah.

bergaya tulisan tangan ksatria. tebal dan dibentuk dengan baik. Hiroshi menceritakan dengan rinci setiap anak kuda rgaya tulisan tangan ksatria. dan tentang kuda. dan tentang kuda. tebal dan dibentuk dengan baik. Hiroshi menceritakan dengan rinci setiap anak kuda Kisah Klan Otori IV Page 73 . Surat-surat itu me nyebut nama para tetua serta karakter mereka. Surat-surat itu menyebut nama para tetua serta karakter mereka.

Shigeko merindukannya dan amat ingin berjumpa lagi dengannya: Hiroshi sudah sepe rti kakaknya. Shigeko berharap Hiroshi menjadi suaminya. Tak satu pun dari keduanya berani berkomentar. "Kita ke biara. bahkan teman yang paling baik. ketika Hiroshi masih kecil. "Tentu saja tidak bisa. Kudakuda Maruyama sudah tumbuh satu tangan lebih tinggi dibandingkan dua puluh tahun lalu . tapi menduga kalau itu tidak mungkin." . memanggil Shizu ka dan memintanya untuk ikut bersama kita. Dan kurasa kita sebaiknya membawa beberapa pengawal. Lebih dari se galanya. Ia pernah mendengar per¬bincangan soal pernikahan dirinya karena kini usianya beranjak lima belas tahun. strategi dan taktik. begitu pula dengan seni pemerintahan. "Bolehkah kita berjalan melewati pagar penangkap ikan?" tanya Maya dengan nada memohon. tapi tidak akan l ebih. Shigeko memper baiki pekerjaan adik-adiknya dengan baik hati. Kudaang baru lahir dan perkembangan kuda-kuda jantan yang pernah mereka j inakkan bersama." sahut Shigeko. Ketika matahari mulai tenggelam dan udara terasa ag ak dingin. membuat kedua adiknya bersorak kegirangan. tinggal di kediaman Otori. bukan putri-putri Lord Otori. Shigeko menyarankan agar mereka berjalan-jalan sebelum latihan di sore hari. karena biara itu dipersembahkan bagi dewa sungai dan kuda. Ia tahu akan ada rencana pertunangan. "Tempat itu hanya boleh digunakan anak b erandalan. Tangan si kembar terasa sakit dan mata mereka terasa gatal saat Shigeko selesai membacanya. cukup sering menyuruh mereka berl atih lagi menulis huruf yang salah guratannya. dan Shigeko mengurangi ketegasannya. Kita akan berjalan menuju jembatan batu. Si kembar. Hiroshi bisa menjadi penasihat yang paling berharga. per¬nikahan yang akan memperkuat posisi keluarg anya dan menopang hasrat ayahnya untuk kedamaian. me-manah serta bertarung dengan pedang: Hiroshi juga mengajarin ya seni perang. yang melemah dengan beratnya hukuman yang mereka dapatkan. dianggap sebagai putra dalam keluarga. menye¬tujuin ya dengan patuh. Semua pikiran ini melintas di benaknya selagi membaca secara perlahan dan hati-h ati dari gulungan." seru Shigeko. Dia mengajari Shigeko menunggang kuda.yang baru lahir dan perkembangan kuda-kuda jantan yang pernah mereka jinakkan be rsama.

tidak seformal dan sekeras di Inuyama. di jantung Hagi? Kita tidak butuh pedang. "P engawal. Di sisi lain. dan kedu a adiknya yang gelisah mungkin bisa tenang dan lelah setelah berjalan kaki. mari kita pergi seperti yang kau katakan. ingin melihat kehidupan Kisah Klan Otori IV Page 74 . kakak. tidak ada pedang." ujar Maya lumayan mirip menirukan Hiro shi. "Untuk berkunjung ke biara. tapi ia tahu kalau Ibunya tidak suka si kembar terlihat bersama di temp at umum." *** Shigeko memikirkan selama beberapa saat tentang masalah tandu: apakah memaksa si kembar ditandu dalam kegelapan atau mem¬biarkan mereka berjalan kaki. Shigek o pun ingin berjalan kaki. kelihatan seakan ingin duduk lagi. "Seorang ksatria sebaiknya selalu siaga. ini di Hagi. "Baiklah. Tak satu satu pun dari kedu anya ingin ditandu." "Ingat serangan di Inuyama!" Miki meng¬ingatkan." balas Shigeko." sahut Miki cepat. kampung halaman mereka."Kita tidak butuh pengawal." "Bolehkah kami membawa pedang?" tanya Maya dan Miki serempak. "Mungkin kau perlu latihan menulis lagi.

Dua pengawal berjalan di depan mereka dan dua lagi di belakang. "Juga u ntuk kedua putraku. Tapi Arai telah membuatk . Tulang belulangnya ditemukan di sungai dan dikuburkan kembali selama pemb angunan kembali jembatan. Mereka mempersembah¬kan sesaji sake. tapi kulit si kembar keku ningan seperti ayahnya merasa tidak perlu melin¬dungi kulit mereka. Sesaat si kembar berjalan berdampingan: para pejalan kaki berlutut ket ika Shigeko lewat. sungai berbau asin dan lumpur. terbentang dunia yang sangat menyenang¬kan. jalan-jalan sempitnya serta toko-toko kecil penuh ber¬bag ai hasil bumi dan kerajinan. dan Miki berdampingan dengan Shigeko. Akane. Di belakang jalan utama lebar yang mengarah dari gerbang kastil m enuju jembatan batu. tempat yang jarang bisa dikunjun gi si kembar. ota yang penuh semangat. jalan-jalan sempitnya serta toko-toko kecil penuh ber¬ba gai hasil bumi dan kerajinan." kata Shigeko pelan saat mereka meninggalkan jembatan. tempat yang jarang bisa dikunjun gi si kembar. "Lihat apa yang terjadi padanya!" ujar Maya dengan nada puas selagi mereka berdi ri di depan batu itu. Shizuka sering menceritakan ini pada ketiga gadis itu. Di jembatan yang pernah hancur dalam peristiwa gempa yang dipercaya rakyat sebagai hu kuman atas pengkhianatan Arai Daiichi ada pahatan kalimat: Klan Otori menyambut keadilan dan kesetiaan. Mereka s emua mengenakan sandal kayu serta jubah tipis musim panas. juga ce rita tentang putri si tukang batu. Shizuka berjalan di samping Maya. terbentang dunia yang sangat menyenang¬kan. termasuk wortel unt uk kuil kuda. karena kulitnya seputih kulit ibunya dan takut terkena sinar matahari. "Shizuka pasti bersedih atas kematian Lord Arai. satu pelayan per empuan membawa keranjang bambu berisi botol sake serta sesaji lain. Wasp adalah ketidakadilan dan ketidak¬seti aan.kota yang penuh semangat. Gelombang menghempas ketika mereka tiba di jembatan batu. yang menyaksikan ayah mereka mati di depan mata mereka. tapi mema¬lingkan wajah ketika si kembar lewat." sahut Shizuka. dan terkadang mereka mengunjungi kuil di kawah gunung berapi tempat kematian tragis Akane diperingati dan arwahnya yang dipanggil kembali oleh para kekasih yang tidak bahagia. Shigeko memegang parasol. berterima kasih pada dewa sungai karena melin dungi Otori dan mem-peringati tukang batu yang dikubur hidup¬hidup di dalam dinding itu bertah un-tahun silam. Di belakang jalan utama lebar yang mengarah dari gerbang kastil m enuju jembatan batu. laki-laki maupun perempuan. "Aku bersedih atas cinta yang pernah ada di antara kami.

" "Apakah dia lebih baik ketimbang Ayah?" "Shigeko! Aku tidak bisa menilai ayahmu! " "Kenapa tidak? Ayah adalah sepupumu. Kau mengenalnya lebih baik ketimbang kebany akan orang." "Dan kau mengenal Lord Shigeru?" "Namamu. "Benar. namun sifatnya terbagi dengan cara yang tidak terjadi pada Shigeru. barangkali lebih banyak dari siapa pun. Kematiannya tidak lebih da ri akhir yang adil atas cara hidup yang dipilihnya." Shigeko tiba-tiba merinding." tutur Shizuka. dan telah memberi perintah agar aku di¬bunuh. dan saling percaya den gan taruhan nyawa kami." "Takeo sangat mirip Shigeru: dia seorang laki-laki serta pemimpin yang hebat.. meskipun udara masih terasa hangat." Kisah Klan Otori IV Page 75 . adalah nama perem¬puan dari Shigeru." "Beliau pasti orang yang baik." "Kau tahu banyak tentang masa-masa itu!" seru Shigeko. Kami saling menaruh kepercayaan satu sama lain selama bertahun-tahun. "Ayahmu berusaha mcnguasai ke¬lem ahannya. Shigeko." "Aku belum pernah bertemu orang seperti dia.?" "Semua orang memiliki kelemahan. Selama ini Isihida dan aku mencatat semua ingatanku: ayah kalian yang memintanya.u menjadi musuhnya. "Semakin usiaku be r¬tambah. "Jangan teruska n lagi! Aku menyesal sudah bertanya. Ya. aku mengenalnya dekat." aku Shizuka.. semua yang terjadi di masa lalu menjadi lebih jelas di benakku." " Tapi.

"Ada apa? Apakah kau mendapatkan firasat?" Ada apa? Apakah kau mendapatkan firas at?" Kisah Klan Otori IV Page 76 .

kirin dan shishi." sahut Shigeko pelan." Ia memberi isyarat pada si kembar yang tengah men unggu di gerbang kuil. Dia adalah seorang biaraw an. Aku belum me ndengar kabarnya. dan berusaha mengubah topik pembicaraan. dan berusaha mengubah topik pembicaraan."Aku selalu mendapatkan firasat. "Besok kita akan mendaki buki t dan melihat apakah kapal mereka sudah terlihat. lewat bagian bawah gerbang besar. dulu adalah teman dekat Lord Shigeru. "Aku tahu berapa banyak ora ng yang menginginkan kematian ayahku. Kiyoshige. dan si kembar pergi meinpersembahkan sesaji bagi hewan yang dianggap keramat itu. Putra ketiga Mori Yusuke. "Mungkin pulang dalam beberapa hari ini. Hiruk-pikuk kota memudar menjadi senyap. Di lengkungan gerb ang dipenuhi ukiran hewan dalam dongeng: houou. Kuil itu dibalut hijau¬nya te tumbuhan. Apa yang akan terjadi pada adik-adikku kelak? Di mana tempat mereka di dunia ini ?" Shigeko bergidik lagi. hanya ter-pecahkan oleh kicau burung. "Keluarga kami terbelah dengan cara yang sama: kami adalah gambara n dari sifat ayah." Shigeko berbalik dan me¬natap kembali ke arah teluk. "Suamimu sudah kembali?" tanya Shigeko. Mungkin mereka akan pulang bersama. Pepohonan willow besar berbaris di tepi sungai. Kak ak laki-lakinya." "Ayah sedang di Hofu! Mungkin mereka bertemu di sana. Seekor kuda putih di dalam istal berukiran indah meringkik kelaparan melihat mer eka. Namanya Hiroki. mungkin dia sudah di Hofu. Apa yang akan terjadi pada adik-adikku kelak? Di mana tempat mereka di dunia ini ?" Shigeko bergidik lagi. di samping pe¬pohonan tumbuh pohon oak dan cedar. ku selalu mendapatkan firasat. pawang kuda dari Klan Otori." sahut Shigeko pelan." Mereka memasuki pintu kuil. Arah cahaya tampak miring dari barat menerangi debu di sela-sela besarnya batang pohon dengan pancaran sinar ke emasan. Seorang laki-laki tua muncul dari belakang aula utama. "Keluarga kami terbelah dengan cara yang sama: kami adalah gambara n dari sifat ayah. "Aku tahu berapa banyak o rang yang menginginkan kematian ayahku." Ia memberi isyarat pada si kembar yang tengah men unggu di gerbang kuil. dan mengabdikan diri melayani dewa sungai sejak kecil setelah kakaknya tenggelam di pagar penangkap ikan. unsur terakhir dari hutan jaman purba yang pernah menyelimuti tanah ini. .

mengejar sehelai daun gugur. bulu berwarna coklat muda pucat dengan bi ntik hitam dan coklat kemerahan. Yusuke sendiri tidak pemah kembali. memandang diri¬nya sebagai penghu bung antara dunia fana dan dunia arwah bagi makhluk-makhtuk yang tidak bisa bicara se hingga tidak ada doa. "Anda punya teman baru. Hiroki mempertahankan tradisi keluarganya. Hiroki menangkap kucing itu dengan kedua tangannya. Terutama Miki ya ng mempunyai sifat pemarah. Watak Maya lebih dingin.Hiroki tersenyum sewaktu menghampiri mereka. Dia memiliki ikatan khusus dengan S higeko melalui kecintaan mereka terhadap kuda. Kucing itu pun mendengkur dengan suara parau. Lady!" Layaknya banyak orang yang mengabaikan si kembar. Matanya besar dan ber¬warna kuning kecoklatan. memerhati¬kan si pendeta baik-baik dengan tatapan mata yang sukar dimengerti. mengelus-elus kepala dan telinganya . namun lebih sulit untuk diredam. a dik Shigeru. Seekor anak kucing berlari terbirit-birit di sepanjang beranda. bola matanya me-mantulkan cerahnya cahaya matahari. Hiroki menarik tali ge nta untuk membangkitkan arwah dan Shigeko memanjatkan doa. Shigeko melihat kalau mereka marah. "Benar. Kedua gadis itu sedikit menarik din di ba wah bayangan pepohonan. dia datang mencari tempat tinggal pada suatu malam saat hujan deras dan sejak saat itu dia tinggal di sini. keduanya dijinakkan dan dilatih oleh Takeshi. Setelah beramah tamah dan Shigeko mempersembahkan sesaji. selama berbulan¬bulan sebelum kematiannya. meraw at kuda Klan Otori setelah ayahnya pergi ke ujung dunia dalam rangka mencari kuda-kuda cepat dari tanah datar yang luas. "Selamat datang. seolah keberadaan mereka terlalu memalukan untuk diakui. Dia teman yang Kisah Klan Otori IV Page 77 . namun mengirimkan seekor kuda hit am jantan yang menjadi ayah dari Raku dan Shun." seru Shigeko. yang belum belajar cara mengendalikan amarahnya.

dan seekor kuda jantan hitam di¬k urung di dalamnya. Kucing itu diam saja." Shigeko belum pemah melihat kucing setampan itu. "Di a sengaja menendang ember itu. Si kucing membiarkan dirinya ditepuk¬tepuk selama beberapa saat. Seorang anak laki-laki lengah mengisi ember air minum kuda hitam jantan itu." ujar Hiroki. "Dia bisa merasakan cuaca di b ulu¬bulunya. tatapan matanya tajam. Satu-satunya hal yang menarik baginya saat ini adalah melayani dewa sungai dan kasih sayangnya pada kuda. "Dia selalu menyulitkan: . Dilihatnya Hiroki amat menyayangi hewan itu. Salah satu sudut di ladang kecil dipagari bambu. "Aku tidak tahu apa yang harus dilaku¬kan. rumputnya kering dan banyak bekas jejak kaki. "Apakah dia menggigitmu?" tanya Shi¬geko. kuda itu meringkik nyaring lalu bergerak mundur. kemudian meronta sampai Hiroki melepasnya." ik. tertawa kecil. dan mem¬bungkam tikus-tikus." Maya memungut sebatang ranting. Sementara pelayan menunggu dengan sabar di beranda. Kucing itu pergi tergesa-gesa dengan ekor tegak lurus. Dua kuda yang l ebih muda berseru menyahutinya. kuda-kuda suka padanya. dan merasa senang." gerutu¬nya. Semua anggota ke luarga Hiroki telah tiada: dia hidup dengan menyaksikan kekalahan Otori di Yaegahara hingga kehancur an kota saat gempa. "Mari pergi melihat kuda." Miki berlari mengejar mereka. tapi Maya tetap membungkuk di bawah bayangan." tutur Hiroki. Saat melihat mereka. Tanah tempat si kuda agak menanjak." Diperlihatkannya lebam ber¬warna ung u gelap di betisnya.baik. "Akan terjadi badai. Orang itu mengangguk. kuda-kuda suka pad anya. Mem¬bungkuk lalu menggores dedaunan dengan ranting itu." ajak Shigeko. dan mem¬bungkam tikus-tikus. membujuk si kucing untuk mendekat. Di salah satu lengannya terlihat tanda bekas gig itan dan lebam. Shizuka. "Ikutlah bersamaku. Keduanya memiliki bekas luka gigit an baru di leher dan bagian sampingnya. "Dia juga menendangku. Mereka gelisah dan mudah gugup. warna bulunya yang kontras sung guh memukau.

" Hiroki memperingatkan. Diamatinya kuda itu selama beberapa saat tanpa bicara sepatah kata pun. dia memang tampan. "Dikurung pasti membuat keadaannya lebih buruk." t utur Hiroki. Bocah pengurus kuda memukulnya ketika Shigeko undur di luar jangkauan gigi si ku da." ujar Shigeko. "Ya. atau apakah kita mesti mengawinkannya . Tapi dia s angat keras kepala. juga tinggi: kuda tertinggi yang kami miliki. "Pindahkan kuda yang lebih muda dan biarkan dia memiliki ladang ini sendirian. dan saat itulah si kuda mencoba menggigit Sh igeko. aku tidak tahu apakah dia bisa dijinakkan." "Dia tampan sekali. bentuk kepala yang sempuma dan mata yang besar.sekarang malah menjadi berbahaya. menga¬gumi kaki panjang dan punggungnya yang be rotot. Bola mata kuda itu berputar dan telingan ya menegakkan." "Tampaknya dia sudah siap dikawinkan!" komentar Shizuka. Shigeko mendekati si kuda hitam jantan. "Hati-hati. Bagaimana bila kau membawa sepasang kuda betina yang tua dan mandul apakah mereka bisa menenangkannya dan mengajarinya sopan santun?" Kisah Klan Otori IV Page 78 . "Aku khawatir menaruhnya bersama kuda betina justru akan memperparah keadaan. dan mereka semua ter¬tawa karena si kuda memperlihatkan semua gejala kuda jantan yang birahi." ujarnya.

Laki-laki tua itu menjerit. Ketika tersadar." sahut si laki-laki tua." "Bangun." kata Maya lagi." jawabnya. dan menyuruh b ocah tadi menuntun dua kuda tadi ke padang rumput yang lebih jauh. Diraihnya hewan itu lalu d ipeluk¬nya eraterat. aku akan mencoba¬nya. "Bangunlah!" Shizuka menatap kucing itu dengan perasaan panik." sahut si laki-laki tua. Dan ketika menatap Hiroki yang mulai menangis pelan. Kalaupun ter¬bangun. semua keindahan dan semangat hidup kucing itu tidak terliha t lagi. tida k dalam waktu yang lama. "Apa yang Maya lakukan pada kucing itu?" "Aku tidak melakukan apa-apa. Shigeko tersenyum pada diri sendiri se¬waktu mereka kembali ke kuil. dan menyuruh bo cah tadi menuntun dua kuda tadi ke padang rumput yang lebih jauh. Maya tengah duduk di beranda di sebelah pelayan." laki-laki tua itu memohon dengan sia-sia. Shigeko berkata dengan kesal. "Apa yang kau lakukan?" Tidak ada. "Itu pasti salah satu kemampuan r ahasia." "Ada apa?" tanya Shigeko." kata S higeko. "Kami akan membawa kuda betina dalam satu atau dua hari. Mikkan. "Kami akan membawa kuda betina dalam satu atau dua hari."Gagasan yang bagus.. Dia akan lebih menghargai teman bila kesepian!" Aku akan datang setiap hari dan melihat apakah kuda ini bisa dijinakkan. kan? Sesuatu yang dipelajarinya sewaktu dia pergi? Kemampuan sihir yang mengerikan!" . Kucing itu bergerak tedikit. Shizuka langsung menghampiri Maya... Maya terlihat seperti ke¬girangan. Dia akan lebih menghargai teman bila kesepian!" Gagasan yang bagus. kemudian tersandung. lalu tertidur. aku akan mencoba¬nya. "Kucing itu takkan bangun. ke arah kucing itu. Si ku cing tergeletak lemas di atas tanah. Mungkin Hirosh i akan datang dan mem¬bantuku menjinakkannya. seraya berpikir akan menulis surat pada Hiroshi dan menanyakan sarannya. tapi dari tatapan matanya saat me ndongak. "Kucing itu menatapku. matanya menatap ke bawah. Dengan usaha yang kentara meng endalikan reaksinya. tapi tidak bangun. bibirnya berkerut dengan sinis. dia berkata pelan. lalu bergegas menghampiri.

Kuharap ayahmu ada di sini. Sorenya di hari yang sama: Shizuka mengajak si kembar pergi untuk menghukum Maya. Mereka perlu p ergi keluar. Ibu." "Terlambat untuk apa?' tanya Shigeko." *** Shigeko bahkan lebih merindukan ayahnya pulang saat menghadapi kemarahan ibunya." gumam Shizuka. Tapi mungkin sudah ter-lambat." bisik Shigeko. karena para pelayan kuil berkumpu l dan menatap dengan mulut menganga seraya memegangi jimat. Ramalan cuaca si kucing ternyata benar. Kaede berkata. dan merasa kalau ibunya bersikap tidak adil pada mereka. "Kita harus pulang. dan dari tempatnya berlutut. dan merek a berdua diperintahkan tidur di kamar yang terpisah. kepala tertunduk di hadapan ibunya. "Hari ini panas sekali. Tapi ia juga khawatir pada si kembar." Kisah Klan Otori IV Page 79 . Aku hanya mengerti sebagian tentang kemampuan Kikuta seperti ini." "Maaf. Ia tidak ter¬biasa dengan kemarahan ibunya dan itu ama t menyakitkan baginya. Badai menderu di kejauhan."Jangan bicarakan itu di sini. "Nanti kuceritakan. mereka sudah belajar dengan giat. dapat Shigeko melihat cahaya samar di dindin g berhiaskan motif emas menonjol saat kilatan halilintar tampak mengarah ke laut. "Seharusnya kau tidak ajak mereka ke sana! Kau tahu kalau Ibu tak ingin mereka terlihat berdua di depan umu m. Maya harus dih ukum.

" Me reka bisa bermain di taman sini."Mereka bisa bermain di taman sini. "Maya harus dikirim pergi." Kisah Klan Otori IV Page 80 ." sahut Kaede." sahut Kaede. "Maya harus dikirim pergi.

dia tidak berdaya. ia tidak berdaya. Kisah Klan Otori IV Page 82 .

namun Zenko mengambil nama keluarga ayahnya dan tidak memiliki ke-mampuan Tribe. Ia ber doa agar kematian Kenji terjadi dengan cepat dan bukannya tanpa makna. tapi harus dilakukan sesuai huku m agar tidak dianggap sebagai tindakan balas dendam. . Tapi di luar wilayah Timu r. Taku merasa sedih juga marah atas berita itu. sementara Kaede dan anak-anaknya sudah kembali ke Hagi selama musim panas. Kakak Taku. tempat Barisan Awan Tinggi membentuk penghalang alami. Apalagi kini dia berstatus sebagai ksatria berkedudukan tertinggi.Selama pemerintahan Takeo dan Kaede. Desas-desus tentang kematian Muto Kenji terdengar di Akashi kira-kira di bulan keempat. Miyako. pimpinan Klan Arai yang memimpin wilayah Kumamoto. Taku sendiri mewarisi sifat sinis Kenji dan tidak enggan melakukan tindakan balas dendam. dilatih oleh Kenji. jalan-jalan di seluruh Tiga Negara telah di perbaiki daelama pemerintahan Takeo dan Kaede. Taku merasa harus memberitahukan kabar itu pada Takeo. Kematian Kenji juga memengaruhi Tribe . Satu al asan lagi untuk mengadakan per-jalanan saat ini yaitu untuk bertemu keluarga Tribe. merupakan kerabat laki-laki terdekat karena Ke nji hanya memiliki seorang putri yang sudah mati. Zenko. karena dia sudah menjadi ketua lebih dari dua puluh tahun: seorang keluarga Muto harus dipi lih untuk menggantikan keduduk-annya. pelabuhan yang membentuk gerbang masuk ke ibukota Kaisar. namun dia menghormati ketegasan Takeo pada keadilan atau setidaknya memberi kesan adil. dan Sonoda juga Ai setuju kalau ia harus segera bewingkat ke Hofu. jalan-jalan di seluruh Tiga Negar a telah diperbaiki dan pesan-pesan dibawa dengan cepat antar kota-kota besar. Ia mera sa seharusnya Kenji mati dengan damai di kampung halamannya sendiri. terbentang bermil-mil negeri tak bertuan sampai ke kota bebas Akashi. Orang yang tersisa hanyalah Taku yang sudah jelas oinat berbakat dalam kemampuan menghilang serta menggunakan sosok kedua. Yuki. Mungkin mereka akan dieksekusi sekarang. Keputusan atas nasib tawanan juga harus secara resmi dilaksanakan baik oleh Take o maupun Kaede. dan dari sana kabar itu tersiar hingga ke Inumaya melalui pedagang yang sering meneruskan kabar berita dari wilayah Timur kepada Muto Taku. untuk memast ikan kesetiaan dan dukungan mereka serta membahas tentang siapa yang akan menjadi Ketua. Walaupun sudah menduganya. karena kematian seperti i tu akan dianggap kelemahan di mata Kikuta dan hanya akan membuat mereka lebih bersemangat. tempat Takeo pergi untuk beberapa alasan pemerintahan. dipercaya oleh Takeo.

ia bersiap pergi keesokan harinya dengan lega bercamp ur penuh harapan. surai dan ekor sehitam arang warna yang amat dihargai di Tiga Negara. Ryume sudah menjadi ayah dari banyak kuda jantan.Lagipula Taku merasa gelisah: ia sudah di Inuyama sepanjang musim dingin. kuda dengan kulit abu-abu pucat. Itulah sebabnya Takeo masih berada di Hofu ketika Muto Taku datang dari Inuyama ke ruma h kakak¬nya. namun ia t ak pernah menyukai kuda seperti kuda yang satu ini. dan kini sudah tua. meminta segera dipertemukan dengan Lord Otori. dan meski pun misinya membawa kabar menyedihkan. menunggang kuda pemberian Takeo kepadanya saat masih kecil: anak dari R aku. Taku berkuda dengan cepat meskipun di tengah cuaca buruk. Kisah Klan Otori IV Page 83 . diucapkannya selamat tinggal pada keluarganya tanpa penyesalan. anak-anak menghiburnya. tak ingin orang lain yang membaw a berita ini. Keponakannya. Saat ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan perjalanan. Taku menamainya Ryume. Sangat jelas bahwa Taku mem¬bawa be rita buruk. seraya berharap bisa bertem u Takeo sebelum meninggalkan Hofu. Istrin ya menyenangkan. namun badai hebat menunda keberangkatan mereka selama dua hari. tapi kehidupan rumah tangga membuatnya bosan. Sunaomi dan Chikara bersiap-siap melakukan perjalanan. hujan musim semi bar u saja mulai turun. yang dijinakkannya sendiri serta tumbu h dewasa bersama dirinya. Kedatangan kirin dan pertemuan dengan adik perempuannya mencegah Takeo untuk per gi secepatnya ke Hagi seperti yang diinginkannya. tapi berita itu tidak bisa ditunda lagi.

kelelahan dan tubuhnya yang kotor karena berjalan jauh. tapi tidak ingin mandi atau makan sebelum bicara dengan Takeo. hanya kenyataan keji bahwa Muto Kenji Kisah Klan Otori IV Page 84 . Tidak ada rincian. ta pi tidak ingin mandi atau makan sebelum bicara dengan Takeo. kelelahan dan tubuhnya yang kotor karena berjalan jauh.Ia tiba hampir malam. hanya kenyataan keji bahwa Muto Kenji tiba hampir malam. Tidak ada rincian.

Kenji sah abat Shigeru: satu mata rantai lagi yang terputus. semakin diperburuk oleh keputusasaannya. Su naomi yang akan dibawanya bocah itu pasti bisa menunggang kuda dengan cepat lalu mengirim adikn ya bersama Ishida dan kirin dengan naik kapal begitu cuaca membaik. dan ia atau salah satu a nggota keluarganya harus hadir. "Kau yang membuat aturan dan hu . agar istr inya itu bisa menghiburnya. Tak ada jenazah yang bisa ditangisi. jauh dan tak terlihat. Taku bisa mengu rusnya. Keinginan utamanya adalah bertemu Kaede. Takeo terjaga semalaman hanya ditemani kesedihan. Diputuskannya untuk pergi ke Hagi keesokan harinya. tapi juga ke¬hilangan semua yang berhubungan dengan¬nya. Kesediha n Takeo memuncak. dan tak mampu menahan Taku sepenuhnya sesuai dengan kehendaknya.sudah tiada. Ia harus menulis surat pada suami Ai. "Aku merasa enggan untuk memerintah¬kan hukuman mati kedua pemuda-pemudi itu." sahut Taku. Apak ah ada cara lain?" "Mereka hendak membunuh keluargamu. Sonoda. Berapa lama lagi sampai ia bisa mendapat kabar dari Fumio? Berhasilkah dia menggagalkan penyelun¬dupansenjata api? Dan jika tidak berhasil. tak ada batu nisan untuk menan dai makamnyaudah tiada. Namun ia merasa tak mampu menumpahkan perasaannya di rumah Zenko. ia meman g¬gil Minoru dan mendiktekan surat untuk Sonoda dan Ai. Tak ada jenazah yang bisa ditangisi. tak ada batu nisan untuk menandai makamnya: cara kematian yang paling sulit untuk ditangisi. tapi sebelum membubuhkan cap. mengirim perintah agar Ai menggantikan Kaede. dan menunggang kuda dengan cepat. Namun kekhawatirannya yang lain tak bisa dising¬kirkan dan menunggu sementara ia meng-hadapi kesedihannya. Ia berduka tidak hany a karena kehilangan Kenji. Saat matahari terbit. ia berbicar a lagi dengan Taku. Setidaknya ia harus membawa salah satu putra Zenko. berapa lama lagi waktu yang mereka butuhkan untuk menanding i jumlah per¬senjataan miliknya? Kenangan tentang gurunya dan masa lalu menghujani dirinya. namun harus dilakukan sesuai hukum. se-suatu tugas yang akan menciutkan nyali adik iparnya yang berhati lembut itu. Lalu masalah tawanan di Inuyama yang harus dihukum mati. Dan Kono? Mungkin Taku bisa tinggal di wilayah Barat untuk mengawasinya.

lalu menambah¬ka n. Ia lebih suka menyerahkan penanganan masalah pada Kenji dan Taku. "Sunaomi akan menemaniku ke Hagi. memercayai Kenji sepenuh¬nya. Kau harus hidup lebih lama daripada merek a. Kurasa kau yang akan mengambil alih kepemimpinan keluarga sekarang?" "Aku akan bicarakan dengan ibuku." "Tapi apakah kematian mereka akan men¬cegah serangan-serangan selanjutnya? Bukan¬kah ini semakin membangkitkan amarah Kikuta pada diriku dan keluargaku?" "Dendam Akio padamu sudah mutlak sifatnya.kuman. Ia merasa tak nyaman dengan pemikiran harus berbagi rahasia mereka dengan Zenko. tentu saja. "Kakakmu mengusulkan agar aku meng¬angkat salah satu putranya. demi formalitas. Aku akan berangkat Kisah Klan Otori IV Page 85 . Apa yang akan kau lakukan pada mereka? Memaafkan lalu membebaskan me¬reka justru akan kelihatan seperti kelemahan." Takeo menaikkan alis sedikit. yang diketahuinya tak akan luput dari perhati an Taku. "Sama realistis dan pragmatisnya seperti Kenji. membi arkan nada terkejut terdengar dalam suaranya. tapi tetap saja dia lebih tua dariku. "Namun kematian akan menyingkirkan dua pembunuh lagi. dan mengambil nama ayah kami. dan cepat atau lambat mereka akan kehabisan orang yang mau dan mampu melakukannya." ujar Takeo." tutur Takeo. Zenk o hanya memiliki sedikit kemampuan Tribe." "Kau seperti Kenji. Dan kakakku. dan dipenjara dalam waktu lama lebih kejam ketimbang kematian dengan cara cepat. Ia tak akan mundur selama kau masih hidup." sahut Taku.

"Jangan!" sahut Takeo cepat. tapi selama kedua putra mereka di tang anku. den gan hujan yang mengancam akan turun. Masa- . serta ada hubungan saudara dengan Kikut a. pagi terasa lembap dan basah." "Kakakmu telah memperbarui sumpah setianya padaku. bawa saja bersama kita. tahu kalau dirinya akan menaruh kepercayaan pada adikn ya. Aku akan menghindari ini selama mungkin. "Aku yang akan membunuhnya bila dia mengkhianatimu." sahutnya. Ia sadar kalau Zenko mungkin sedang mengawasinya. Taku menyerap semua penjelasan ini dalam diam. Berharap benar adanya kalau Zenko tak memiliki kemampuan Tribe. memben ci kedekatannya dengan Taku. Kakakmu selalu menyalahkank u atas kematian ayahmu dan kini sepertinya Kaisar dan kalangan istananya pun ber¬anggapan s ama. dan tidak mengungkap apa pun yang bisa menguntungkan dirinya." Kebiasaan Taku dalam ekspresi sinisme yang senang. Takeo menceritakan dengan pelan pada Taku secara singkat tentang pesan Lord Kono. Per¬jalanan itu akan basah dan tidak nyaman.sebentar lagi. satu-satunya komentar darinya. menjadi lebih gelap lagi. Mari berjalan¬jalan debentar lagi. kurasa ambisi mereka masih bisa dibendung. Takeo sudah bisa memperkirakan bagai¬mana rasa sakit pada luka lamanya akan memper buruk harihari selama menunggang kuda. Tapi aku harus memintamu menutup mulut lebih rap at dari biasanya. Tapi ada banyak hal yang harus kita bicarakan terle bih dulu. "K urasa." Minoru mengingatkannya." "Lord Otori. Kita akan mengirimnya dari Hagi. tapi kita semua tahu sumpah s etia tidak ada artinya bila ber¬hadapan dengan ambisi akan kekuasaan. Meng¬ingat kalau Zenko juga keluarga Muto. Ambisi mereka harus dibendung: alternatif la innya adalah akan terjadi perang saudara lagi atau aku harus memerintahkan kakakmu bunuh diri. "Jangan sekali-kali membunuh saudara kandung. Tapi ada banyak hal yang harus kita bicarakan terlebih dulu. Aku tidak memercayai kakakmu maupun istrinya. Aku akan membicarakan masalah itu lebih jauh lag i dengan istriku sebelum aku memutuskan." Sinar matahari yang baru terbit tampak kelabu. "Tidakkah Anda harus menyelesaikan surat¬nya lebih dulu?" "Tidak. kepercayaanmu pada kakakku sudah terkikis. begitu pula dengan masalah penyelundupan senjata. mem¬buatnya selalu siaga. Mari berjalan¬jalan di taman.

anak itu kini berusi a enam belas tahun: cukup usia. dalam kalangan Tribe. kecuali di tangan putraku sendiri?" "Ya pernah. Bagaimana pun juga. bahwa aku aman d ari kematian. sambil tersenyum penuh penyesalan." sahut Takeo." "Aku juga tidak mudah percaya. untuk membunuh. setelah salah satu percobaan pembunuhan padamu. "Taku. dan mengapa ancaman serangan tidak melumpuhkan diri¬m u atau membuatmu bertindak kejam. Saat itu pa man menceritakan apa yang telah dikatakan tentang dirimu. seperti juga semua ora ng termasuk dirimu sendiri.masa pertumpahan darah antar keluarga telah berakhir. Paman menceritakan itu seb agian untuk menjelas¬kan ketidaktakutanmu. seperti yang akan dilakukan sebagian besar orang. Aku tak mampu mencabut nyawa kakakmu ketika pisauku di lehernya saat s engitnya pertempuran. kadang tidak. Aku tak akan memerintahkan untuk membunuh putraku sendiri. Ramalan itu membuat aku percaya karena telah memberiku waktu untuk meraih segala yang kuinginkan tanpa ketakutan. Taku harus dibatasi Hukum. "Tapi katakan: apakah Kenji pernah mengatakan ramalan tentang diriku." Ia berhenti sesaat. kau tidak belajar apa-apa dari semua jerih payahku! Masa-masa pem¬bunuhan r ahasia sudah berakhir." Taku menawarkan. "Kadang aku percaya kebenaran kata-kata itu." Kisah Klan Otori IV Page 86 . kemudian berkata p elan. dia berkomentar mung kin ramalan itu benar adanya tak biasanya paman percaya pada ramalan dan pertanda. Kakakmu. Maka kini aku merasa te rjebak: dapatkah aku berhenti percaya ketika ramalan itu tidak lagi sesuai dengan keadaanku?" "Bakal cukup mudah untuk menyingkir¬kan bocah itu.

"Siapa lagi yang tahu tentang ramalan i ni?" etelah beberapa saat Takeo melanjutkan.Setelah beberapa saat Takeo melanjutkan. "Siapa lagi yang tahu tentang ramal an ini?" Kisah Klan Otori IV Page 87 .

tabib Ishida ada di sana. "Satu hal lagi. Desa ini acapkali menjadi tempat tra nsit para pedagang yang melakukan perjalanan antara Hofu dan Hagi. tempat be berapa penginapan dibangun selama masa kemakmuran negara ini." "Saat itu aku akan memilih untuk tidak percaya!" sahut Takeo pura-pura bicara de ngan nada ringan yang justru tidak dirasa¬kannya. dua puluh prajurit serta Minoru. Tapi kurasa Kenji tidak mencerita kan soal ramalan itu pada orang lain. Di malam pertama mereka menginap di desa kecil.." "Maka biarkan ramalan itu tetap menjadi rahasia." Taku mengangguk. Jalanan terawat dengan baik. pastikan kalau Chikara berangkat bersama Ishida." Saat Kenji menceritakan hal ini padaku. mereka sampai di sungai pada sore di hari ketiga . Dia sedang me ng¬obati luka dan mencoba meredakan demam¬mu. bersemangat untuk ber¬sikap dengan be nar dan berani. Sunaomi diam saja. Semua orang terus membicarakannya selama berminggu-minggu.. Dua pengawal Zenko ikut untuk mengurusnya. setiap kota kecil dijaga sehingga perjalanan menjadi aman dan cepat. . namun jelas terlihat kalau dia khawatir meninggalkan orangtua dan keluar ganya. Taku berkata. Dia sedang men g¬obati luka dan mencoba meredakan demam¬mu.. tabib Ishida ada di sana." ujarnya. Meskipun hujan. dan mungkin cari tahu lebih banyak lagi tentang niat orangtuanya yang sebenarnya." * Takeo berangkat kira-kira pada Waktu Ular* di mana hujan belum turun. Kenji mengatakan itu untuk meya¬kinkan Ishida bahwa kau takkan mati. karena tabib itu hampir menyerah. Sementara Takeo didampingi Jun dan Shin. karena tabib itu hampir menyerah. seperti yang kau sara nkan. Bila kau mengangkat Sunao mi sebagai anak." "Zenko tidak tahu?" "Dia tahu keberadaan putramu dia di desa Muto ketika berita kematian Yuki datang."Saat Kenji menceritakan hal ini padaku. "Aku akan tinggal di sini bersama mereka. dan dia menjadi putramu. dilapisi batu kerikil atau diratakan setiap jengkalnya. Kenji mengatakan itu untuk meya¬kinkan Ishida bahwa kau takkan mati." Sewaktu mereka berpisah. "Awasi dengan baik. namun menj elang malam hujan turun dengan deras. dan bertemu Miyoshi Kahei yang sudah diberitahu kurir bahwa Lord Otori dalam perjalanan ke utara.

hutan lebat yang membentuk jantung Negara Tengah serta tanah pe rtanian yang kaya di kedua sisi sungai. tapi aku tak ingin tertunda sampai di Hagi. Kahei pasti menyesali tahun-tahun yang penuh kedamaian da n merindukan konflik baru untuk menguji keabsahan teori-teori¬nya serta kekuatan dan ketrampila n pasukan¬nya. "Kau akan ke Terayama?" Kahei bertanya setelah mereka saling memberi salam dan m enunggang kuda berdampingan ke utara. Gemba. Keluarga Miyoshi merupakan salah satu keluarga terhebat dalam Klan Oto ri." "Apa sebaiknya kukirim kabar ke biara agar mereka datang ke kastil?'" Halaman 88 dari 500 . Dia juga pemimpin yang ahli strate gi dan taktik sehingga. pikir Takeo.Atas kesetiaannya pada Takeo. "Bukannya aku tidak menginginkannya. "Aku belum memutuskan. Adiknya. Yamagata dulu diserahkan pada Tohan setelah kekalahan Otori di Yaega¬hara. dan Kahei merupakan pemimpin yang disukai banyak orang." jawab Takeo. Kahei dianugerahi kota Yamagata dan daerah¬daerah ya ng mengelilinginya. menuju ke kota. dan menjadi murid Kubo Makoto dan pengikut Ajaran Houou. lebih bersimpati pada keinginan Takeo untuk mengakhiri ke¬kerasan.

akeo melihat tidak ada lagi cara meng¬hindar tanpa menyinggung perasaan sahabat la manya ini. Sunaomi tampak pand ai sekaligus sensitif: Ajaran Houou mungkin bisa menjadi ajaran yang tepat baginya. serta bertemu Makoto dan para ksatria lain dengan k ematangan spiritual yang menjadikan biara itu pusat kegiatan serta rumah mereka. Orang yang paling diingatnya. dan benaknya penuh dengan kenangan akan kunjungannya yang pertama ke biara ini beserta orangorang yang menunggang kuda bersamanya bertahun-tahun lalu. ziarah ke makam Shigeru. gemar minum sake dan lukisan. Ia merasakan per¬cikan ketertarikan yang tak terduga: beta pa indahnya memiliki seorang putra untuk dibesarkan dan dididik dengan ajaran ini. Minoru tinggal di Yamagata untuk meng¬awasi rincian administratif dan menyiapkan b ukti catatan yang akan diperlukan untuk pengadilan nanti. M ereka berkuda tanpa bicara. Aku tidak ingin kehilanganmu. te rutama Muto Kenji. Minoru tinggal di Yamagata untuk meng¬awasi rincian administratif dan menyiapkan b ukti catatan yang akan diperlukan untuk pengadilan nanti. Ia merasakan per¬cikan ketertarikan yang tak terduga: beta pa indahnya memiliki seorang putra untuk dibesarkan dan dididik dengan ajaran ini. dan balu tan awan seputih mutiara tampak bak umbul-umbul di lereng. karena kematian Kenji meninggalkan kekosongan besar dalam hidupnya y . seperti yang telah terbukti pada putrinya. nama paling baru yang dituliskan di buku besar nama orang-orang yang tela h tiada. Takeshi dan Ichiro. meneteskan embun. Langkah kuda diredam oleh tanah yang basah. Segala iiamnya sesuatunya diatur untuk pergi pagi-pagi kees okan harinya. serta bertemu Makoto dan para ksatria lain dengan k ematangan spiritual yang menjadikan biara itu pusat kegiatan serta rumah mereka. di atas pegunungan langit tampak bermain. Hujan berubah menjadi kabut: wajah bumi terselubung awan kelabu. Sunaomi tampak pand ai sekaligus sensitif: Ajaran Houou mungkin bisa menjadi ajaran yang tepat baginya. Takeshi dan Ichiro. Segala iiamnya sesuatunya diatur untuk pergi pagi-pagi kees okan harinya. Takeo merasakan kesendirian yang menyakit¬kan. Takeo pikir tidak ada salahnya kalau Sunaomi berkunjung ke tempat suci Klan Otor i. Aku menya¬yangimu. nyeri yang dirasakan Takeo ternyata tidak separah dugaanny a. Takeo pikir tidak ada salahnya kalau Sunaomi berkunjung ke tempat suci Klan Otor i. timbulnya kekuatan emosi ini mengejutkan dirinya. Kenji yang dalam perjalanan itu berpura¬pura menjadi kakek-kakek yang bodoh. seperti yang telah terbukti pada putrinya. Shigeko.Takeo melihat tidak ada lagi cara meng¬hindar tanpa menyinggung perasaan sahabat l amanya ini. ziarah ke makam Shigeru. Air hujan mem¬bentuk torehan garis pada batang pepohonan cedar. Shigeko. timbulnya kekuatan emosi ini mengejutkan dirinya.

Jalan setapak itu sempit sehingga mereka dalam kelompok kecil Sunaomi dan kedua pe ngawalnya. dan sudah melaku¬kannya sejak usia sembilan tahun. tapi tidak seperti Taku. Tapi setelah mereka meninggalkan kuda di tempat penginapan d i kaki gunung suci. Bagaimana kalau aku m encoba men¬dapatkan anak itu kembali? Tapi itu berarti mengungkap keberadaan anak itu pada istri serta ketiga putrinya . "Kami akan mengirimmu kemari bila kau sudah lebih besar. men¬dukung d an memberi nasehat di masa-masa awal berkuasa di Tiga Negara. kerinduan serta kemarahan. menceritakan padanya sed ikit tentang sejarah biara. Putraku. Dia tak pernah m engenal ayah maupun kakeknya. cucun ya.ang tak akan bisa terisi lagi. Rahasia itu telah tersembunyi sekian lama hingga Takeo tidak tahu bagai¬ma na mengutarakannya. dan sekali lagi ia merasa rapuh. Kenji mengajarinya cara mempertahankan diri dengan menggunakan tangan kiri. dan ksatria yang mengabdik an dirinya pada Ajaran Houou. dia memilih untuk mendekati Akio. Dia tak¬kan memanjatkan doa yang dibutuhkan bagi nenek moyangnya. Tak ada orang lain lagi yang bisa menghormati kenangan akan Kenji. Takeo ingin tahu berapa banyak lagi pembunuh yang Kikuta miliki. Seperti Taku. semua keluarga kecuali Kikuta. Takeo memanggil Sunaomi agar berjalan bersamanya. Andai Kikuta mau berunding agar bisa diberi semacam hak khusus. dan dua pemuda lagi akan kehilangan nyawa sebagai hasilnya. pikirnya dengan penyesalan. ia tidak bersemangat bila jumlahnya makin ber¬kurang. yang ditahan Kikuta. tentang houou. pada seluruh negara. serapuh yang pernah dira sakannya setelah bertarung dengan Kikuta Kotaro yang telah membuat tangannya cacat. kedua pengawal Takeo serta tiga ksatria Otori lainnya. burung suci yang bersarang di hutan kecil di belakang biara. dan kini dia telah tiada. putriku datang ke sini setiap musim dingin. Pikirannya lalu melayang ke satu-satunya keturunan Kenji yang masih hidup. dan mem pertahan¬kan jaringan mata-mata yang menjaga Takeo dan negara agar tetap aman. Kenji telah menduga kalau mereka mungkin mau. tentang pahlawan-pahlawan Otori yang dimakamkan di sana." Halaman 89 . ditambah dua anak buah Ka hei berkuda dalam satu barisan. memecah Tribe dan mem bawa empat dari lima keluarga di bawah kekuasaannya.

dari 500 .

"dan aku ber¬kesempata n melihat houou." "Chikara melakukan perjalanan bersama kirin. Di gerbang biara mereka disambut dengan kegembiraan."Aku akan melakukan apa saja yang paman inginkan." sahut Sunaomi. Hampir dipastikan kau bisa melihat burung itu karena sekarang jumlah¬nya banyak. "Putri sulungku akan menceritakan lebih banyak lagi tentang ajaran ini begitu ki ta tiba di Hagi. setengah ber¬teriak. begitu besar keinginannya unt uk berada di sana dan bersama Kaede. dan juga kekuatan fisik serta mental. Kabut lebih tebal menyelimuti tentera abu-abu dan batu nisan yang dipersuram ole h embun dan bintik-bintik lumut hijau dan putih." Takeo hampir tidak bisa mengucapkan nama kota itu. ksatria seperti Miyoshi Gemba. dan seorang biarawan diminta u ntuk memberitahukan Kepala Biara. Lumut yang berwarna hijau tua menutupi bagi an dasarnya. Ada . Meninggalkan Sunaomi dan anak buahnya di sana. atau di Inu yama saat kita sudah sampai. menuju hutan kecil suci di belakang biara. Paman." seru Sunaomi. menyusuri tanjakan terjal jalan pegunungan. "Kuharap diriku cocok dengan aj aran ini. "Jadi aku tidak akan belajar memanah dan berpedang? Itu y ang ayah ajarkan pada kami." sahut bocah itu. Matsuda Shingen." sahut bocah itu. tempat para bangsawan Otori dimakamkan. melewati kolam ikan tempat ikan air tawar merah dan keemasan ber¬d esakan dan mencipakkan air. dan ayah ingin kami mahir dalam keduanya. Ajaran utamanya yaitu tidak meng¬inginkan kekerasan. Takeo berjalan melewati taman." Sunaomi tampak kecewa. "Aku berhara p bisa melihat burung houou dengan mata kepalaku sendiri!" ku akan melakukan apa saja yang paman inginkan." "Kau akan melanjutkan pelatihan bersama putra-putra ksatria di Hagi. Tapi. apa yang harus dipelajari untuk mengikuti Ajaran H ouou?" "Orangorang yang akan kita temui yang akan memberitahukan: biarawan seperti Kubo Makoto." Takeo melihat cahaya berkilap di mata bocah itu. "Aku berharap bisa melihat burung houou dengan mata kepalaku sendiri!" "Kita akan bangun pagi-pagi sekali dan pergi ke hutan kecil itu sebelum kembali ke Yamagata. Mereka dikawal menuju griya tamu. Tapi Ajaran Houou sangat menuntut pengendalian diri. Itu adil. dan Makoto tentang kedatangan mere ka. Mungkin kau tidak cocok dengan ajaran ini. Tapi ia berusaha menyembunyikan perasaan¬nya dengan cara yang s ama seperti yang dilakukannya seharian berusaha menyem¬bunyikan rasa nyeri dan penderi taannya.

Ketika melihat ia mendekat. dan telah menjalani hidupnya sesuai dengan tujuan sang men¬diang. berat . Sebagian besar dari mere ka adalah petani. menerangi suramnya hari ini. berdoa bagi laki-laki yang telah menjadi pahl awan dan perwujudan dewa. Makoto berlutut lalu meletakkan kedua benda itu di depan makam. Wajahnya basah karena kabut dan air mata." Halaman 90 dari 500 . Masa lalu muncul di sekelilingnya. Kemudian genta ber dentang dari pelataran biara. Kau pasti lapar. segenggam penuh bunga warna mer ah tua. kemudian meminta meninggalkan dirinya sendiri di d ekat makam. Mereka menjatuhkan diri ke tanah. dengan semua kenangan menyakitkan. "Mari masuk dan makan. dan Takeo berbalik melihat Makoto berjalan me nghampiri sambil membawa lentera di satu tangan dan tempat dupa kecil di tangan yang satunya lagi . Terasa ada gerakan di belakangnya. dan sekerumunan or ang berdiri menundukkan kepala di depan makam. Dalam waktu lama mereka berdua tidak bicara sepatah kata pun. Asap ketabu naik perlahan. kue mochi dan sake. mereka langsung mengenalinya dari lencana di jubahnya. menatap sesaji yang ada di sana. pikir Takeo. bercampur kabut. mungkin ada satu atau dua pedagang dari Yamagata yang turut serta. namun Takeo me mberi salam lalu menyuruh mereka berdiri. dan Makoto berkata.seutas tali rami baru berkilauan di sekeliling makam Shigeru. memenuhi udara dengan aromanya. Ia berhutang nyawa pada Shigeru. dari tangan yang terbungkus sarung tangan hitam. Sen ang sekali bertemu denganmu. kekuatan Negara Tengah dan Klan Otori. Lentera menyala dengan tenang. Takeo berlutut.

Mereka pertama kali bertemu tepat di tempat ini. Makoto merasakan bila sahabatnya itu sedang menghadapi masalah. "Apa yang terjadi?" "Aku akan menceritakannya dengan cepat. Mereka pertama kali bertemu tepat di t empat ini. Takeo me¬rasakan ada sedikit penyesalan karena jalan hidup ya ng memanggilnya untuk dijalani sangat berbeda. ia akan menyumbangkan Jato pedang y ang selalu ia bawa meskipun tak lagi digunakan selama bertahun-tahun lalu berhenti men jalani hidup sebagai ksatria dan penguasa. merasa iri pada Makoto dengan penampil an¬nya yang sempurna secara fisik dan spiritual¬nya. Suara-suara biara yang tidak asing lagi menyelimuti dirinya. tan pa kerutan di wajahnya yang tenang. Takeo yakin kalau teman lamanya yang satu lagi. tapi kau tampak lelah.Mereka berdua bangkit dan saling mengamati." "Aku turut berduka atas kehilangan ini. la yaknya para pengikut ajaran ini. tujuh belas lahun lalu. Dia pergi untuk berund ing dengan keluarga Kikuta dan tidak kembali. maka Makoto bertanya. Tinggallah selama beberapa hari di sini untuk memulihkan kekuatanmu. Bersumpah untuk tidak mem-bunuh lagi. Muto telah tiada. dan untuk sesaat kasih sayang di antara mereka begitu kuatnya bak sepasang kekasih. Makoto pernah berte mpur bersama Takeo di Asagawa dan Kusahara dan selama bertahun-tahun menjadi teman te r¬dekatnya. sempat timbul rasa saling menyukai di mereka berdua. tujuh belas lahun lalu. Kenji teman yang setia. Seluruh sik apnya memancarkan ketenangan dan pengendalian diri. sempat timbul rasa saling menyukai di mereka berdua. Makoto saat ini berusia tiga puluhan. Seperti yang selalu dilakukannya saa t mengunjungi Terayama. Makoto pernah berte mpur reka berdua bangkit dan saling mengamati. dan untuk sesaat kasih sayang di antara mereka begitu kuatnya bak sepasang kekasih. Aku akan ke Hagi untuk memberitahukan kabar i ni pada keluargaku. Dengan sadar dibuka¬n ya gerbang . tergoda oleh ajakan itu. melepaskan d iri dari kekuasaan atas hidup dan mati setiap orang di negara ini. Miyoshi Gemba pasti kelihatan sama. membebaskan diri dari beban yang berat dan menyakitkan di balik kekuatan ini. Karena sudah begitu mengenal Takeo. ia berangan-angan mengundurkan di sini. Kami akan ke Yamagata besok. Tapi haruskah kau pergi begitu cepat? Maaf. sinar matanya penuh kehangatan dan kegembira¬an. mengabdikan diri dengan meluki s dan merancang taman seperti seniman besar Sesshu." Takeo tersenyum. Tentu saja kau i ngin bersama Lady Otori di saat seperti ini.

Kita akan bicarakan hal iiu nanti. "Aku baik-baik saja. "Zenko sedang buat masalah?" "Lebih dari biasanya. suara Sunaomi dari griya tamu. Tampaknya beliau sudah separuh berada di dunia lain. Dibayangkannya bagaimana ia bisa melukis mereka. Dia akan tinggal ber¬sama keluargaku. Kami akan menginap semalam di sini: aku ingin putra Arai melihat bi ara ini dan bertemu denganmu. tapi aku sudah kebal dengannya aku jarangjarang meminum-nya. desingan layang-laya ng dari puncak pepohonan. bahkan sepertinya tida k pernah tidur. Bagaimana kabar Lord Matsuda? Aku juga berharap bi sa mendapatkan saran darinya. "Aku minum terlalu banyak. Namun tak ada orang lain yang bisa mengambil alih perannya: mustahil bisa menjau h dari semua itu. Mungkin aku akan mengirimn ya kemari dalam satu atau dua tahun lagi.pendengarannya dan membiar¬kan suara-suara itu menyirami dirinya." "Beliau masih bersama kami. Ishida memberiku minuman pengurang rasa sakit. seperti danau di pegunungan. Tapi pikiran¬nya masih tetap jernih. bahkan mungkin lebih jernih. Bahkan mungkin aku harus pergi ke Miyako." Dahi Makoto berkerut. percikan air ter jun di kejauhan. "Jarang makan." Halaman 91 dari 500 . Dan ada perkem¬bangan di wilayah Timur yang harus kuceritaka n padamu. gumaman doa dari aula utama. Aku harus merencana¬kan jawabanku dengan hati-hati. Dua burung gereja hing gap di ranting." sahut Makoto. tapi sake meredakan ra sa sakitku." ujarnya. bulu warna abu-abu mereka tampak jelas dengan sinar agak redup s erta gelapnya warna dedaunan.

" "Kau seharusnya mencoba menenangkan pikiran setiap harinya." Makoto mengamati. yang akan memerintahkan aku mengasing¬kan diri?" "Saat kau ceritakan semuanya nanti... Tapi bagaimana ini bisa membantuku menghadapi Kaisar dan jenderal barunya. kami akan berikan saran untukmu." "Kukira itu bisa membuat perbedaan! Mungkin doa kalian yang telah memper¬tahankan kedamaian selama hampir lima belas tahun. "Kita makan dulu. selagi mereka berjalan kembali ke b iara. atau menggunakan sosok kedua." ujar Takeo. "Aku tak punya waktu bermeditasi. "Tapi pikiran lebih menyerupai salah satu kolam ikan itu: penuh gagasan dan masalah juga sampa h di sekelilingnya." ujar Takeo." "Aku yakin begitu. masing-masing berusaha menarik perhatian¬ku." Makoto ber¬j anji." sahut Makoto tenang. tapi keseimbangan spiritual yang kami pertahankan di sini. lagi¬pula aku hanya mendapat sedikit pelatihan a tau pendidikan tentang ajaran itu. Aku melihat perbedaan dalam diri para ksatria yang mengikuti ajara nmu: disiplin dan welas asih mereka." "Aku percaya. Aku terlibat dal am pemerintahan. Dirasakannya keraguan Makoto." Makoto tersenyum. jika tidak bisa disebut peperangan. sangat berbeda dengan kami yang harus melalui disiplin diri dan pengenalan diri. " Takeo tidak setuju: ia belum pernah melihat Makoto atau murid-muridnya meng¬gunaka n kemampuan menghilang. dan menyesalinya. paling tidak. kekuatan pemanah untuk mem¬bengkokkan busur atau balok di menara lonceng untuk menahan berat lonceng." *** . saat ini. Kupakai kata " mempertahankan" untuk me¬nunjukkan otot dan kekuatan yang dibutuh¬kan. selagi mereka berjalan kembali ke bi ara."Kuharap pikiranku ada di sini. "Kami di sini men¬doakanmu setiap waktu. "Satu-satu kemampuan meditasi yang kumiliki adalah kemampuan Tribe dan tujuannya a gak berbeda!" "Tapi bila kuamati kemampuan itu begitu memang ada dalam dirimu dan anggota Trib e lainnya. Dan aku tidak tahu kalau itu bisa membantu. masing-masing berusaha menarik perhatian¬ku. "Bukan hanya doa yang hampa atau lantun an pujian tanpa makna. "Tapi pikiran lebih menyerupai salah satu kolam ikan itu: penuh gagasan dan masalah juga sampa h di sekelilingnya." Kuharap pikiranku ada di sini. lalu kau ber¬istirahat.

Cahaya mulai meredup.Setelah selesai makan siang sederhana yang terdiri dari sayuran. rasa sakitnya berkurang seolah luruh dengan bunyi rintik hujan b ak gendang bertalutalu di aiap. Dia s udah tahu kau ada di sini. Takeo melangkah ke beranda tepat saat Makoto dan Sun aomi kembali. Wajahnya bersinar dan mat anya berkilauan. Takeo menyadari kalau bocah itu ter¬sentuh oleh sesuatu. d an sop. Lalu mandi di mata air panas. Beruang memberinya makan. dan pada malam-malam yang dingin mem¬beku meringkuk memeluknya agar tetap hangat!" "Gemba ada di sini?" tanya Takeo pada Makoto. "Lord Miyoshi menceritakan bagaimana dia hidup di pegunungan sendirian selama li ma tahun. "Lord Miyoshi tahu hal-hal semacam ini. menge-nang ketika ia berendam di kolam yang sama saat salju turun sew aktu melarikan diri ke Terayama bertahun-tahun lalu. Halaman 92 dari 500 . dan terbangun dengan pikiran yang lebih jernih." sahut Makoto sambil tertawa. Takeo tertidur. Setelah selesai berpakaian." "Bagaimana Lord Miyoshi bisa tahu?" tanya Sunaomi. dan tiba-tiba keinginan untuk berbaring tak tertahankan lagi. Makoto mengajak Sunaomi bertemu dengan beberapa murid yang masih muda. "Dia kembali saat kau tidur. Jun dan Shin duduk di luar. Ia tidak ber¬mimpi. hujan mulai turun dengan derasnya. kehijauan. minum teh dan berbincang-bincang dengan suara pelan. sedikit nasi.

Di ujung cabang uta ma sungai kecil. bahkan batasan kehidupan. berdiri griya tamu perempuan te mpat Takeo dan Kaede menghabiskan malam pertama pernikahan mereka. Mata Matsuda mencari-cari wajah Takeo. dan telah me¬masuki dunia j iwa yang suci. dan Takeo mengenal s osok tanpa suara yang sedang duduk bermeditasi di dalamnya. ke lukisan-lukisan Sesshu indah. merasa malu akan air mata yang sebentar lagi tumpah. pikirnya. malam telah menjelang dan be¬batuan di taman tampak seperti bayangan hitam. Matsuda sudah berada di aula. Waktu tidaklah bergerak bagi lukisan¬lukisan itu. terba ng jauh bak burung . sedangkan begitu banyak orang yang pernah melihat mereka kini telah tiada. "Biar ku¬lihat dirimu."Apakah beruang-beruang itu yang mem beri tahunya?" Apakah beruang-beruang itu y ang mem beri tahunya?" "Kemungkinan begitu! Lord Otori. mari kita menemui Kepala Biara. Hujan telah reda. yang mengalir di sepanjang taman dan menuruni gunung. Kuda. Takeo berjalan bersama M akoto melewati aula tempat makan di biara. Di dalam aula uta ma ada ratusan lentera dan lilin yang menyinari patung emas Sang Pencerah. menyeberangi sungai kecil yang dialihkan air nya agar mengalir melewati dapur. nyaris tak terlihat. tak ada cahaya yang bersinar dari dalamnya. tempat rahib-rahib muda mem bereskan mangkuk bekas makan malam. Biar kusentuh dirimu. Harum lembut bunga serta tanah yang basah merebak ke dalam aula. Dirasakannya air mata men gambang ketika laki-laki tua itu men¬condongkan badan ke depan lalu menepuk¬kan tangan. dan ke pelataran di depan aula utama. Mereka mengikuti jalan setapak terbuat dari papan menyeberangi satu cabang lagi aliran sungai kecil menuju aula tempat lukis an Sesshu. Takeo berlutut lalu membungkuk sampai ke lantai di hadapannya. dan menghadap ke taman." Meninggalkan Sunaomi bersama kedua pengawal pribadinya. Matsuda sudah tua saat pertama kali Takeo bertemu dengannya. bersandar pada bantalan tebal yang disangga dua ra hib tanpa suara dan tidak bergerak. kini sepertinya dia telah m elewati jauh dari batasan usia yang mengekang. Bunyi air terjun kedengaran lebih keras di sini. Tempat itu kini kosong. "Mendekatlah. T akeo tidak membalas tatapannya malah melihat ke belakang." Kasih sayang dalam nada suaranya mem¬buat Takeo terharu. bangau mereka masi h seperti dulu. Matsuda adalah sa tu-satunya orang di Tiga Negara yang paling dihormatinya." ujar Matsuda.

Kono.gereja." Takeo merasakan amarahnya meletup lagi. tapi seperti hal¬nya Ma koto. lukisan burung-burung itu b egitu hidup hingga akhimya terbang. Aku mencurigai Zenko me nganggap dirinya sebagai penerusku. aku diminta untuk mengundurkan diri dan mengasingkan diri." "Kurasa ada dua alasan. "Aku hanya terkejut mengapa begitu lama baru mereka mengancammu. Alasa n yang lainnya adalah Arai Zenko telah berhubungan dengan Kono." ujar Matsuda. diperhatikannya ada satu orang lain berada di dal am aula. "Jadi Kaisar merasa khawatir dengan diri¬mu. Orang ini mencondong¬kan badan ke depan sekarang. duduk di bawah bayangan di belakang Matsuda. datang berpura¬pura mengunjungi tanah milik ayahnya. Di saat bersamaan. Gemba Halaman 93 dari 500 . tapi s ebenarnya dia memberitahuku bahwa aku telah membuat Kaisar merasa tidak senang bahkan dianggap penjahat. pertama Kaisar memiliki jenderal baru yang telah menaklu k¬kan wilayah Timur dan sekarang pasti meng¬anggap dirinya cukup kuat untuk meman¬cing kita." Matsuda tertawa kecil. menurut legenda. Satu satu kasa yang kosong. Usia mereka hampir sebaya. dan segera menyadari kalau Matsuda dan M akoto melihatnya." "Aku tidak kaget kalau Kaisar bingung dan takut padamu. dan Takeo sada r kalau orang itu adalah Miyoshi Gemba. "Putra Fujiwara.

kemudian melesat bak bintang jatuh ke arah taman yang gelap. "Tapi aku sudah sampai pada usia dimana perbincangan membuatku lelah." "Kaisar harus bertemu dengannya dan memberi restu serta persetujuan kepadanya bi la dia memang akan menjadi penerusmu seperti yang seharusnya. Putri¬mu juga harus ikut. dan mencapai kesimpulan yang bijaksana?" "Kita bisa membahasnya bila kau mau. "Kita tidak perlu membahas hal ini?" tanya Takeo." "Shigeko? Tidak. terlalu berbahaya." "Aku akan membutuhkan lebih dari sekadar tipuan Gemba untuk membujuknya. Sesuatu terjadi pada lentera. mpak tidak berubah seiring dengan berjalannya waktu." ujar Takeo. Gemba memandangnya dengan tatapan lembut. "Mereka punya banya k peramal. ahli nujum dan penyihir. "Gemba. santai namun penuh kekuatan hampir seperti beruang. "Kau harus hadapi mereka sendiri. Aku takut kalau satu-satunya jawaban yang ma suk akal yaitu dengan kekerasan. Cahayanya berkedip-kedip dan seberkas cahaya teran g melompat di depan mata Takeo. "Kita tidak perlu mempenimbang kan pilihan Iain. Aku bisa lihat titik akhir yang akan d . "Aku senang ber¬temu denganmu! Tapi apakah kau meng¬habiskan wa ktu dengan belajar tipuan sulap di sini?" "Kaisar dan istananya sangat percaya takhayul. Sesaat melayang-layang. Kau akan mendapatkan duku ngan Kaisar. Terdengar olehnya desisan cahaya tadi saat hujan memadamkannya." "Jadi aku harus pergi ke Miyako?" "Ya." ujar Gemba.nampak tidak berubah seiring dengan berjalannya waktu." sahut Matsuda. Bila aku menemanimu." Seperti Gemba. kau mungkin bisa yakin kalau kami mampu menandingi tipuan mereka. Matsuda mengeluarkan kata-kata ini dengan penuh keyakinan. Di saat yang sama amarahnya lenyap." sahut Gemba." "Sebentar lagi akan ada pertandingan ber¬taraf kecil di Miyako. santai namun penuh kekuatan hampir seperti beruang. Kaisar sedang membangun kekuatan untuk melawanku. "Itu sebabnya aku harus ikut bersamamu. Gemba memandangnya dengan t atapan lembut." sahut Matsuda.

tak dapat dihindari kalau kau akan mengembangkannya dalam pencarianmu akan kekuatan dan kekuasan. jika memang efektif." kata Gemba." "Aku juga harus meminta pendapat dan saran istriku. Maka langsung saja ke bagian akhirnya." "Kahei akan selalu memilih perang. "Begitu pula ha l¬nya dengan para pengawal senior." "Takeo." "Itu bisa menjadi strategi yang baik. mengejutkan mereka." "Maka aku harus memiliki senjata api yang lebih banyak dan lebih baik dibanding¬ka n mereka! Aku harus serang mereka lebih dulu. "Kau yakin ?" "Tidak.icapai. rahasianya akan dicuri." ujar Takeo. "Begitu benda itu diperkenalkan padamu." "Sekali lagi. terutama bila prajurit dari wilayah Timur mempu nyai senjata api. Begitulah sifat manusia. sebelum mereka sempat memper senjatai diri. Sama tidak ter¬hind arkannya ketika musuh-musuhmu menggunakannya dalam usaha untuk men¬jatuhkan dirimu. dan jenderalku. baik itu senjata atau a pa saja. aku hanya menduga kalau tak lama lagi mereka akan memilikinya. sahabatku. "Begitulah sifatnya. Halaman 94 dari 500 ." Kulit kepala dan leher Takeo terasa seperti dihujam perasaan gelisah. Kahei. Tapi kau ha rus menghindari bentrokan senjata secara ter¬buka." kata Matsuda mengamati. ini ulah Zenko yang meng¬khianatiku. bila kau memperkenal¬kan penemuan baru." "Jadi seharusnya tidak kubiarkan pengem¬bangan senjata api?" Satu hal yang kerap d isesalinya.

" sahut Makoto. membawa hadiah-hadiah yang paling indah. "Kita lihat saja nanti." timpal Gemba. adikku." kata Takeo. "Sementara ini dia harus menyempurna¬kan keahlian berkuda." "Itu memberi mereka waktu untuk mem¬bangun kekuatan militer!" "Itu juga memberimu waktu untuk menyiapkan diri. "Tahun ini Shigeko berusia lima betas tahun. namun kesunyian yang makin dalam meng¬has ilkan efek yang sama kuatnya. dan memanah. Siapa orang yang pan tas menjadi jodohnya? "Itu juga menjadi nilai lebih di pihakmu. "Kau diam saja." ujar Takeo. mungkin. "Jangan terburu¬b uru. Tent u saja."Tentu saja. Kahei. Takeo me¬rasakan kombinasi antara ketenangan dun kejernihan dar i pikiran ketiga orang itu dan tahu kalau mereka mendukungnya. saat cuaca membaik?" "Tahun depan." tutur Matsuda. Sedangkan orang-orang ini tidak melakukan itu. dan Takeo lebih m emercayai mereka. "Kurasa kau haru s pergi dengan kemewahan yang tiada tara. akan mem¬berimu saran seperti itu. Banyak orang di sekitarnya yang hanya bisa memuji dan tunduk padanya." "Jadi kau takkan memberi saran? Kau akan duduk di sini dan melantunkan doa serta memainkan tipuanmu dengan api. adikku. namun berusaha mencegahnya agar tidak bertindak gegabah ataupun berbahaya. dan tersenyum dengan ekspresi penuh teka-t eki. "Makoto. Bagaimana pendapatmu?" "Kau tahu aku tidak bisa menyarankanmu memulai perang. "Bila aku harus ke Miyako. haruskah aku pergi secepatnya? Saat musim gugur." timpal Gemba. sementara semua yang sudah kuraih hancur berantakan?" Bisa didengarnya nada suaranya sendiri lalu ia diam seribu bahasa." gumam Makoto. Kahei." Pikiran itu mengganggunya: baginya Shigeko masih anak-anak. akan mem¬berimu saran seperti itu." kata Takeo. setengah merasa malu atas keke salannya dan setengah takut Gemba akan menggunakan api untuk membuang amarahnya. saat salju sudah mencair." sahut Gemba." tutur Gemba. "Jangan ." seru Gemb a. Kali ini tak ada unjuk kebolehan tipuan." "Juga memberi waktu pada putrimu untuk menyiapkan dirinya. "Dia sudah cukup dewas a untuk ditunangkan. "Dia takkan sempat menunjukkan semua keahliannya di ibukota.

"Aku akan ikut dengan mu. Satu¬satu nya orang yang tidak jatuh dalam sihir tidur Kikuta.khawatir. Takeo mengatupkan bibir lalu membungkuk hormat di hadapan Matsuda. karena ia me ngagumi kenyataan bahwa dirnya men¬jalani semua pendidikan dan pelatihan bagi anak laki-laki: Shigeko dengan cara ksatria. si kembar dengan ketrampilan Tribe. Matsuda berkata." imbuhnya. Takeo mundur sedikit agar bisa menatap dalam-dalam mata sang pendeta t ua. dan takkan ada yang akan menyakitinya. Orang itu memberi isyarat untuk mendekat dan merangkulkan tangannya yang lemah pada Takeo." Kata-kata itu terasa bagaikan hujaman kritikan tajam dan menyengat. Ia tidak bicara sepatah ia pun. "Aku tidak meninggalkan siapa-s iapa selain dua penerus yang berharga tak ter¬nilai harganya." Kemudian dia berkata dengan nada bijaksana: "Putri-putri yang layak mendapat¬kan p erhatianmu lebih dari putra-putra yang tidak kau miliki. Matsuda adalah satu-satunya orang yang bisa kutatap langsung wajahnya. seolah memerhatikan rasa kesal Takeo. ta pi tiba-tiba ia sadar kalau Matsuda sedang mengucapkan selamat tinggal. pikirnya. Kau sudah tahu apa yang perlu kau ketahui. Berusahalah mengingatnya . kalau ini adalah pertemu an mereka yang terakhir." Halaman 95 dari 500 . Jangan membuang waktumu dengan menyesa li kepergianku. Seolah bisa membaca pikirannya.

"Kau ingat saat pergi seorang diri ke sarang perompak di Oshima? Miyako tidak mungkin lebih ber¬bahaya dari temp at itu!" "Kala itu aku masih muda dan tanpa rasa takut. Hanya ada sedikit waktu unt uk meraih apa yang ingin kuraih. sang biarawan berkata. melewati malam yang terasa tanpa akhir. dan dengan anehnya ia terbebas dari rasa sakit. mereka tanpa perlindungan. " "Itu karena aku sadar kalau aku tak akan hidup lama. hadiah dan janji-janji. dan istriku. Aku tak percaya ada orang yang bi sa membunuhku.Nada suaranya mengandung gabungan antara kasih sayang dan amarah yang sering dig unakannya saat mengajari Takeo cara menggunakan pedang. Sewaktu Makoto menemaninya ke griya tamu. juga negara dan rakyatku. membantu tuan muda mereka memakai sandal. Sekali lagi Takeo suaranya mengandung gabungan antara kasih sayang dan amarah yang sering digunaka nnya saat mengajari Takeo cara menggunakan pedang. dan rasa takutku jauh lebih banyak bukan hanya takut kehilangan nyawaku sendiri. Kenji mengajarinya cara mem buat waktu bergerak lambat atau mempercepatnya sesuai keinginan. Kau selalu bertindak tanpa berpikir: semua yang kau laku kan dilakukan dengan tergesa-gesa. dan terbangun dengan perasaan kalau semacam m isteri baru saja terangkat dari dalam dirinya. bil a aku mati. Saat itu hari hampir terang. hanya kicau burung dan tetesan sisa air hujan dari tepi atap. "Paman? Paman sudah bangun? Bisakah kita pergi dan melihat burung houou?" Para pengawal Arai tetap berjaga semalaman di luar. Sekali lagi Takeo harus mengedipkan mata agar air matanya tidak jatuh. Dalam mimpinya. Kini mereka berdiri setengah melompat. walaupun Takeo sudah meyakin kan mereka kalau Sunaomi lak dalam bahaya. dan bermimpi berada di Yamagata. tapi juga nyawa anak-anakku. tapi juga dengan semacam kebahagiaan tiada ta ra. Kini aku sudah tua." *** pikir panjang. cacat. Sunaomi duduk di atas matras sambil menatapnya. ia bergerak lagi dengan ke sabaran tanpa batas Tribe. lalu mengikuti sewaktu . Dilihat dalam mimpinya bag ai¬mana dunia berubah sesuai dengan harapan-nya. Tak terdengar rintik hujan." "Itu sebabnya yang terbaik yaitu dengan menunda jawabanmu: kirimkan pesan yang p enuh pujian. di malam ia memanjat ke kastil l alu mengakhiri penderitaan kaum Hidden yang disiksa.

Nanti udara akan terasa panas. salah seorang pengawal menggendong Sunaomi. walaupun kab arnya mereka makan daun bambu. di antara pepohonan berdaun lebar. Jalannya menanjak dan menuju hutan pohon beech dan pohon ek. dan yang me mbuat Takeo terkejut. Hampara n bunga liar musim panas menyelimuti per¬mukaan tanah. Langit tampak cerah. Palang gerbang sudah dibuka sejak matahari terbit dan sudah ditinggalkan penjaganya untuk sarapan. dan tenang. matahari baru saj a terbit di timur pegunungan. biru pucat. kerap terasa licin karena hujan. terdapat sebuah rumput ilalang tinggi yang menjadi tempat yang paling disukai burung-burung itu untuk bersarang dan bertelur. didi nginkan hujan. Halaman 96 dari 500 . Setelah melewati gerbang itu. Kini jalannya lebih mudah dilewati. Setelah beberapa sa at. Sunaomi meminta agar diturunkan. anak itu memerintahkan kedua orang itu menunggu di sini sementara dia berjalan ke depan ber¬sama Lord Otori. mereka berbelok ke kanan dan mengambil jalan sempit menuju dinding sebelah luar dari da taran biara dan berjalan naik ke lereng gunung yang curam. dan burung melantunkan nyanyian dengan s aling bersahutan. tapi kini udara terasa sempurna.Takeo membimbingnya berjalan ke gerbang utama. Tanahnya keras dan berbatu. Takeo bisa mendengar gemerisik de¬daunan dan kepakan sayap yang menunjuk¬kan keberad aan burung houou di dalam hutan di depan sana. Di sini.

Su naomi berkata dengan nada penuh rahasia pada Takeo. "Itu mereka. seperti biasa rasa kagum pada burung suci itu bangkit dalam dirinya. Sun aomi berkata dengan nada penuh rahasia pada Takeo. indah serta aneh." tutur Takeo. Seruan mereka seperti juga kehadiran mereka." sahut Takeo." ewaktu mereka sudah berada di luar jangkauan pendengaran kedua pengawal itu. . Kicau penuh semangat terdengar dari atas kepala mereka. anggun juga cangg ung." "Mungkin nalurimu benar. Ketika berdiri. diikuti oleh jeritan par au sebagai jawabannya. "Dan ini dia yang betina. Sunaomi mendongak. Burungburung itu memang memberi semangat sekaligus agak lucu." Sunaomi tertawa gembira sewaktu burung kedua terbang menukik melintasi padang ru mput." ujar Sunaomi. d an saat mendarat di dahan. Ia takkan terbiasa dengan kehad iran mereka." sahut Takeo sambil tersenyum. Kedua pengawal itu bisa melihat. "Aku tidak tahu cara mengungkapkannya. "Aku pikir Tanaka dan Suzuki tidak perlu m elihat burung houou. selembar melayang jatuh. "Mereka tidak seperti Lord Gemba dan Lord Makoto. Lalu seekor burung melesat keluar dari balik rimbunnya dedaunan dan me¬ngepakkan sayap ke pohon berikumya. "Ah!" Sunaomi menahan napas lalu mengejar mereka. masing¬masin g dengan suara yang khas melihat sebentar tapi dengan tatapan tajam ke arah kro. Mungkin saja mereka ingin memburu atau mencuri telurnya." "Kau mengutarakannya dengan sangat baik. wajahnya tampak terpesona. "Itu burung jantan. kemudian terbang menjauh ke dalam hutan. "Aku pikir Tanaka dan Suzuki tidak perlu m elihat burung houou. Aku pemah menden gar kalau telur burung houou bernilai tinggi. Aku pemah menden gar kalau telur burung houou bernilai tinggi. berseru lagi." bisik Takeo. menatap ke atas tanpa memerhatikan jalan hingga dia jatuh di at as rumput. matanya cemerlang bak kilauan emas. Bulunya berwarna-warni. tapi takkan mengerti. ekornya panjang dan halus. Kedua burung itu memalingkan kepala saling berpandagan. Mungkin saja mereka ingin memburu atau mencuri telurnya. bulu itu berada di tangannya.Sewaktu mereka sudah berada di luar jangkauan pendengaran kedua pengawal itu.

Inilah sebabnya kami selalu mencari kedamaian. Matsuda pemah mem¬perliha tkan bulu burung houou. dengan ujung bulu warna merah. memikir¬kan semua ucapan sepupu ibunya itu. "sebagai sumpah bahwa kelak aku akan kembali dan belajar pada Lord Gemba. Paman!" Takeo menghampiri bocah itu kemudian mengambil bulu itu. pikir Takeo." "Aku akan berikan bulu ini ke biara. Sama seperti ayah! Halaman 97 dari 500 ." sahut Sunaomi. "Simpanlah. Taku duduk d beranda sambil menatap taman y ang basah kuyup tersiram hujan.* Setelah kepergian Takeo dan Sunaomi. bersayap putih. karena hal itu dapat menjerumuskan ia dalam konflik ter buka dengan kakaknya. selain dari batang bulunya yang berwarna putih bersih. pikirn ya. sesuatu yang ia berharap bisa dihindari. dan sejak saat itu diawetkan di biara . Masalah itu meng ganggunya lebih dari yang ia duga." katanya pada Sunaomi. Aku akan membesarkannya sebagai putraku." Anak ini baik hati. "Bulu itu akan mengingatkanmu pada hari ini. agar burung hou ou tidak meninggalkan Tiga Negara."Lihat. dan sedari dulu dia selalu begitu. Bulu itu berasal da ri burung yang pernah dilihat Shigeru ketika masih kecil. Bulu yang ini berwarna kuning keemasan gelap. Betapa bodohnya Zenko. dan anugerah yang kau peroleh.

ia menyaksikan ayahnya me ngkhianati Takeo. Ia tahu kalau ayahnya me¬merintahkan untuk membunuh ibun ya: ia tak bisa melupakan atau memaafkan niat ayahnya untuk ia dan kakaknya. Namun. Bila tidak terikat oleh kewajiban pcnghormatan dan kesetia an. keponakan Kenji. Ia bi sa membawa surat atau pesan lisan kepada Shizuka. Taku mengira T akeo akan membunuh Zenko seringkali setelah kejadian itu ia bermimpi kalau Takeo memang membunuhnya dan tidak pernah bisa memahami kebencian Zenko terh adap Takeo karena membiarkan¬nya tetap hidup. namun Taku me¬nafsirkan seluruh adegan itu dengan cara yang berbeda. Ter¬lebih lagi. Zenko menyalahkan Takeo atas kematian Arai. Taku mengira T akeo akan membunuh Zenko seringkali setelah kejadian itu ia bermimpi usia sepuluh tahun. dan keduanya memahami konflik akibat dara h campuran. tapi takkan menghina kakaknya dengan mengabaikan hakn ya untuk mengajukan pendapat siapa yang akan menjadi kepemim¬pinan keluarga Muto. dan sebagai laki-laki dewasa. Sejak kecil Taku memuja Takeo sebagai pahlawan. tabib Ishida. akan mem¬bawa anak Zenko yang satu lagi ke Hagi. Ada ikatan kuat antara mer eka berdua. memberinya kekuasaan dan status serta memungkinkan dirinya mengambil banyak keun tungan dari semua bakatnya. Takeo juga mengajarinya semua hal yang pernah dia pelajari dari Kikuta. ia pasti akan sama bodohnya dengan Zenko: kedudukan di Tiga Negara adalah segala yang diingin¬ka nya.Di usia sepuluh tahun. cukup bisa dipercay a. Ia tahu kalau ayahnya me¬merintahkan untuk membunuh ibun ya: ia tak bisa melupakan atau memaafkan niat ayahnya untuk ia dan kakaknya. Taku ter senyum pada dirinya sendiri. dan Taku dibesarkan untuk menghormati hierarki Tribe. ia menyaksikan ayahnya mengk hianati Takeo. ia menghormati dan mengagumi Takeo. Suami ibunya. seperti yang diucapkan pada Takeo. mereka mirip dalam banyak hal. Taku memu tuskan akan mengusulkan ibunya. sebelum gempa mengguncang kota. mengenang seringkali tertidur terkena ilmu tidur Kikuta sampai akhimya bisa menghindarinya bahkan sampai ia pun mampu melakukan¬nya. Shizuka. keluarga Muto telah bersumpah pada keluarga Otori : ia tak akan melanggar sumpah itu. Usulan ini mungkin bisa diter ima semua pihak. menurut Taku. Zenko menyalahkan Takeo atas kematian Arai. sebelum gempa mengguncang kota. Ia mungkin siap membunuh Z enko. seorang kakak tetap saja kakak. Kelemahan . namun Taku me¬nafsirkan seluruh adegan itu dengan cara yang berbeda. Ishida.

Mereka saling menyapa dengan penuh kehangatan. "Kau masih memiliki anak Raku. sedangkan Zenko berdiri sendiri. Halaman 98 dari 500 . la senang dengan apa yan g ditemukannya di sana: apa pun kesa¬lahan kakaknya. Taku sendiri akan tetap berada di dekat Zenko dan Kono. Meskipun sudah tua." ujar Zenko. Terlepas dari keberanian yang dibutuhkan untuk bi sa pergi jauh dalam penjelajahannya. teman lamanya. Taku pergi ke istal untuk melihat keadaan si ku da tua. indikasi jel as kasih sayang Takeo pada mereka berdua. seolah dia sulit memahami kekejia n yang mungkin terpendam dalam sifat manusia. ikatan dari masa kanak-kanak yang sejauh ini bisa mencegah keretakan hubungan mereka. mengulurkan tangan dan meng¬gosok-goso k alis si kuda. menjelaskannya kepada Kaisar bahwa Lord Otori didukung penuh di Maruyam a dan Inuyama. secara fisik. Taku masih mengelus-elus dan memberi¬nya makan wortel sewaktu Zenko datang ke area istal. Taku ingat pada rasa iri Zenko ketika mereka kembali ke Hagi pada musim se mi bersama dua kuda jantan yang tampan. dan tidak s uka bertarung. hanya semakin menekankan sikap dinginnya terhadap Zenko. Ryu me masih tetap kuda yang baik. tempat ia akan mengatur pertemuan dengan Sugita H iroshi. bah¬kan memp erlakukan Taku dengan rasa hor¬mat yang lebih besar lagi. kuda itu diberi makan cukup dan kelihatan senang. Penting bagi Kono mendapat gambaran Tiga Negara yang sebenarnya untuk dibawa pul ang ke ibukota.utama laki-laki itu terletak pada keluguannya. yang sudah pulih dari kelelahan karena perjalanan jauh. Ishida bukan seorang pemberani. satu milik Hiroshi dan satu lagi miliknya. Cukup puas dengan keputusan ini. pengetahuan dan kepeduli¬annya pada kuda tak ada tandingannya. Ryume sudah dibersihkan: surai dan ekornya dibersihkan dari lumpur dan tak lagi kusut. Ryume. bahkan mungkin melaku¬kan perjalanan bersama Kono ke wilayah Barat. dan perawat kuda mengaguminya secara terang-terangan. karena masih ada sisa-sisa kasih sayang di antara mereka.

" Selain anak-anaknya." sahut Taku. Taku tidak bisa menawarkan sesuatu yang lebih berharga lagi. Aku katakan in i padamu dengan ." sahut Zenko. dan telah mengatur untuk kembali secepatnya ke Inuyama jika berhasil. "yang harus memiliki putra dari laki-laki yang lebih muda. Kakakku mengartikan segala se¬s uatunya sebagai penghinaan.. "Bukankah kau harus pergi ke rumah keluarga Muto untuk upacara pemakaman?" tanya Zenko sewaktu mereka duduk di datam. lagipula kurasa dia sudah terlalu tua untuk punya anak. tapi aku takkan menerima¬nya. dan karena tak ad a jenazah yang bisa makamkan." ujarnya tanpa rpikir panjang.." "Seperti Lord Otori." Taku melihat kakaknya sekilas lalu melanjutkan pe rkataannya. "Lord Takeo ingin mengadakan upacara di Hagi." katanya dengan ringan." komentarnya se¬waktu mereka kembali ke kediaman. "Itu tergantung padamu." "Tidak ada jenazah? Jadi Kenji mati di mana? Dan bagaimana kita tahu kalau dia m emang sudah mati? Ini bukan pertama kalinya dia menghilang demi kepentingan¬nya sendiri?" "Aku yakin Paman sudah tiada. pikirnya. Ibu ada di sana. "Dia belum terlal u tua untuk dikawinkan dan mendapat¬kan anak. "Paman sakit parah: mungkin meninggal akibat sakit paru-paru. Zenko menanggapi dengan jawaban yang tidak tegas lalu mengalihkan topik pem¬bicaraan.. Taku tidak bisa menawarkan sesuatu yang lebih berharga lagi. kan kuberikan kuda ini untukmu. Ia berharap kemurahan hatinya bisa melembutkan perasaa n Zenko terhadapnya." Taku sadar kalau perkataan ini semestinya hanyalah lelucon." Selain anak-anaknya. "Ryume adalah hadiah da ri Lord Otori. "Sungguh kehormatan bagimu dan istri¬mu. "Dia belum terl alu tua untuk dikawinkan dan mendapat¬kan anak. Ia berharap kemurahan hatinya bisa melembutkan perasaa n Zenko terhadapnya. atau kini mereka menjadi tawanan?" tanyanya." ujarnya tanpa rpikir panjang."Akan kuberikan kuda ini untukmu. "Benarkah suatu kehormatan. tapi ada nada sinis di dalamnya. tapi wajah Zenko tampak murung. tapi misi yang sedang dilaksanakannya luar bia sa ber¬bahaya. "Terima kasih.

"Baiklah." kata Zenko. melihat apa lagi yang akan Zenko ungkapkan. aku akan menghubungi K ikuta berkaitan dengan anak itu. kabarnya. Aku hanya menarik kesimpulan dari fakta yang ada. "Tentu saja ada desas-desus di desa Muto mengenai anak itu.penuh ke¬yakinan. "Bahw a Takeo adalah ayahnya. Akio. anak itu adalah cucu K enji. Semua orang tahu kalau putra Akio adalah cucu Kenji. tidak pernah memaafkanny a dan juga Takeo atas kematian Kotaro." Zenko berkata dengan santai. kesehatannya memburuk. adikku. aku ingat. Pasti Kenji sangat ingin be rtemu dengannya Kenji sudah tua. Aku punya orang dalam di kalangan Muto dan di kalangan Kikuta. tapi yang mengkhawatirkannya diba ndingkan komentamya bahwa dia me miliki orang dalam di kalangan Kikuta. siapa pun ayahnya. dan keluarga Muto memiliki kepen¬tingan padanya. Benarkah itu. tapi Taku tahu betul minat me ndalam di balik kata-kata itu." sahut Taku. tapi itu tak mengubah kenyataan kal au aku sama sepertimu." "Ya. "Hanya Muto Yuki yang tahu pasti. Bila aku menjadi Ketua." Taku merasakan kebencian dalam suara kakaknya. "Dan dia meninggal tak lama setel ah anak itu lahir." lanjut Zenko. atau Zenko hanya membual? Taku menanti dalam diam. Kabar resminya adalah: Paman meninggal karena sakit paru-paru. "Mengapa kau berpikir begitu?" "Aku mungkin saja memakai nama Ayah. Ak u harus melakukannya karena Takeo tak memercayaiku seperti dia memercayai¬mu." Halaman 99 dari 500 . keluarga Tribe. bukan Akio." "Bukan mati di tangan Kikuta?" ujar Zenko setelah terdiam lama.

Kemampuan-kemampuan itu mungkin tidak semenyolok kemampuan yan g kau miliki. Taku tidak memperlihatkan-nya. Mereka semua mem¬buntutinya ke mana pun Hana pergi bak anjing dengan lidah terjulur kelua r. lalu mereka ber¬ganti topi k pembicaraan yang lebih aman. Ishi da menerima undangan itu dengan enggan. Sudah menjadi rahasia umum kalau ayah Kono lebih suka berhubungan dengan laki¬laki ketimbang . dan datang agak terlambat saat makan malam." Kemarahan Zenko mulai meluap. dalam ke adaan agak mabuk. Zenko dan Hir oshi. dan bahkan lebih tegang lagi sewaktu sa ng bangsawan bertanya tentang waktu yang pernah dilewatkannya di kediaman Lord Fujiwara. ia berbincang ringan dengan Kono. tapi sangat efektifl! Taku agak menunduk dengan tidak tulus agar kelihatan patuh. Kini Taku ingat bagaimana mereka semua terpesona olehnya saat masih anak-anak-dia." sahut Taku sopan. "Aku ngak terkejut bi la harus mengingatkanmu bahwa Ketua keluarga biasanya memiliki kemampu¬an tinggi. Tak lama kemudian Lord Kono datang bergabung. Sesuai kebiasaannya . "Aku ngak terkejut bi la harus mengingatkanmu bahwa Ketua keluarga biasanya memiliki kemampu¬an tinggi." sahut Taku sopan. Taku tidak terlalu suka ataupun percaya pada Hana tapi perempuan itu punya kecerdasan dan semangat yang tak pernah berhenti dikaguminya dan tak ada laki-laki yang tidak terpesona oleh kecantikannya . Hubungan Taku dengan kakak iparnya agak menyakitkan hati. dan saling bersaing untuk merebut perhatian gadis itu. seperti adat istiadat orang-orang nomaden at au siklus hidup ikan paus. Taku sendiri merasa tegang. gelisah me¬mikirkan pembicaraannya dengan Zenko dan sa dar akan semua perasaan terpendam di ruangan itu selama mereka makan. Ishida tampak sangat gugup bertemu Kono. "Aku memiliki banyak kemampu an Tribe. adikku."Mungkin sebaiknya kita biarkan saja pertanyaan tentang siapa yang akan menjadi penerus Kenji sampai kita membicarakannya dengan ibu." Mungkin sebaiknya kita biarkan saja pertanyaan tentang siapa yang akan menjadi p enerus Kenji sampai kita membicarakannya dengan ibu. matanya menyipit. Setelah itu tabib Ishida diundang ke kediaman agar bisa lebih akrab dengan Chikara sebelum m eng¬ajaknya pergi ke Hagi. menya ntap makan siang bersama kemudian pergi bersama Hana dan kedua putranya untuk melihat kirin . memuji Hana atas hidangannya dan kedua putranya serta berusaha menarik Ishida ke topik pembicaraan yang tidak menyinggung.

"Anda terialu berlebihan menyanjungku. "Dan sekarang dia merawat kesehatan Lord Otori. dan melelah¬kan. kemudian membungkuk dan berkata dengan nada penuh rahasia." sambung Zenko." Taku mengira Ishida takkan berkomentar lebih banyak lagi tentang masalah ini. si tabib melanjutkan perkataannya. dan pikirannya melayang mem bayangkan bagaimana rasanya terbangun dalam kegelapan dengan perempuan itu di si sinya. Hampir saja ia iri pada Zenko. Mustahil bila tidak berhasrat pada Hana. "Dengan keberhasilan yang gemilang." komentar Hana pada Kono. Kemampuanku biasa saja. "Tabib Ishidalah yang merawat ayah Anda." Dia berhemi sejenak. "Lor d Otori percaya tak ada yang bisa membunuh dirinya dia telah membuat dirinya kekal. tapi Taku tak melihat apa pun yang menunjukkan ke¬miripan sifat Kono de ngan ayahnya. Ia langsung berpikir tentang istrinya sendiri. pikirnya." "Ayahku selalu menghargai kemampuan Anda. Taku seperti melihat ketertarikan yang cukup alami di balik perhatian Kono pada Hana. na mun setelah menenggak habis sake sekali lagi. dan hasratn ya berubah menjadi rasa tidak suka. Musim panas kali ini akan berlangsung lama. "Tabib Ishida sudah sangat s ering menyelamatkan Lord Otori dari kematian." ujar Kono pada Ishida." Taku mendengar nada mendua hati sekaligus kedengkian dalam suaranya. "Tentu saja kasus Lord Otori cukup mengagumkan. dari sudut pandang seorang laki-laki seperti diriku yang tertarik pada bagaimana cara manus ia berpikir." Halaman 100 dari 500 .perempuan. y ang ia tahu bisa dipercaya dan dirindukannya. Ia bersyukur telah pulih dari perasaan tergila¬gila pada perempuan itu dan tidak pernah merasakannya lagi.

Apakah itu semacam takha yul?" "Kurang lebih begitu." "Mengagumkan. Ada semacam ramalan Taku. "Kedengaran¬nya terlalu pongah. dan tubuhnya bereaksi dengan sembuh dengan sendirinya. Zenko lalu bertanya." sahut Ishida. adikku?" tanya Zenko pelan. dalam hati berha rap segala siksaan neraka menimpa si tabib yang sedang mabuk." sahut Taku ringan." sahut Taku cepat. "Lord Otori memang berhasil luput dari banyak serangan atas dirinya. "Ramalan apa?" "Bahwa Lord Otori hanya bisa mati di tangan putranya. efek dari kuatnya kepercayaan itu berimbas pada tub uhnya." sahut Kono dengan sikap halus. seraya melirik ke ara h Taku." "Kakakku. pernah menjadi sasaran desas-desus semacam itu. "Itu tidak lebih dari kepercayaan takhayul. serta berbaring di atas ranjang berpaku tan pa melukai kulit mereka. " Dia seharusnya membawa kematian pada laki-laki manapun yang menginginkan dirinya. karena lebih dari satu orang yang hadi r di sana mengingat kalau Lord Fujiwara me¬nikahi lain Kaede secara paksa hingga bangsawan i tu mati. Dan sangat berguna. "Tapi semua orang tahu tentang Lima Pertempuran. tapi Lord Tak eo terhindar dari bahaya itu. "Keluarga Otori merupakan sasaran des as-desus. Pernahkah kau tahu kasus-kasus serupa?" "Tentu aku tahu. dan belum sempat dia menyahut ." Ishida minum lagi. "Chikara. bagaimana perasaanmu tentang perj alanan lewat laut bersama kirin?" Chikara menelan ludah saat diajak bicara pamannya. di sana ada orang¬or ang suci yang bisa berjalan di atas api tanpa terbakar." imbuhnya. Tawa yang mengikuti kata-kata Hana selanjutnya terdengar agak kurang nyaman. "Kedengaran¬nya terlalu pongah."Bcnarkah?" gumam Kono." lanjut Zenko." "Kau tahu hal ini. "Menga pa aku membicarakan hal itu? Oh ya. kau ada di san a ketika pamanmu yang malang " "Aku tidak ingat. "Dalam perjalanan ke Tenjiku. "Dan gempa bumi 'B umi . sementara Kono mendesak Ishida me nceritakan lebih banyak banyak lagi ten-tang perjalanan-perjalanannya. Dia percaya tidak bisa di¬bunuh. Syukur dipanjatkan pada Surga. Apakah itu semacam takhayu l?" cnarkah?" gumam Kono. Kaede." timpal Hana.

buka n anugerah. karena Ishida adalah ayah tiri suaminya." Lalu dia berpaling ke arah Hana." "Ya. begitulah yang aku dengar. Da n nyawa istriku. "Aku harus beristirahat. yang berpihak kep ada¬nya." Air matanya mengambang. "Ada ramalan seorang perempuan suci." sahut Kono. antar kakek ke kamar dan minta pelayan membantunya. lalu diseka dengan lengan baju.menghantarkan apa yang diinginkan Surga." "Aku khawatir dia sudah terlalu banyak minum. bicara padanya dengan sopan. dengan nada mengejek. atau diam saja dan kelihatan men¬dukung kakaknya. "Alangkah ena knya bagi sebuah kemenangan memiliki ramalan yang berguna. kejahatan telah mendapatkan balasannya. "Maaf.'" Dilihatnya wajah Kono yang penuh tand a tanya lalu menjelaskan. Gempa bumi itu di percaya sebagai pertanda dari Surga." ujar Hana. Ishida menyelamatkannya yang bicara dengan perasaan yang meluap¬luap. yang dipastikan oleh kemenanga n Takeo dalam perang. "Gempa itu menyelamatkan nyawaku. Kuharap kalian memaafkan orang tua ini. Halaman 101 dari 500 . Aku lelah sekali." Taku tidak tahu apakah harus bicara dan memberi tahu Kono di mana kesetiaannya b erpihak. "Di ibukota gempa bumi biasanya dianggap sebagai hukuman atas tindak kejahatan. aku tak ber¬maksud menghina kenangan tentang kedua ayah kalian." Dia minum lalu bicara dengan l ebih serius. Menurutku. Ayah." "Tentu saja. "Chikara." Hana minta maaf pada Kono setelah Chikara membantu si tabib berdiri dan pergi.

Aku menyesal dia harus pergi ke Hag i. berbau lembap dan jamur. Sebaliknya. dan penyakit akibat cuaca panas. wabah penyakit menular. Kuharap b isa berbincanIshida. bagai¬mana ia menghabiskan musim dingin untuk mengadakan persiapan. "Ada lagi desas-desus tentang Takeo. dan gembira bisa bertemu dengan sanak saudaranya. "Ramalan yang menarik bukan?" tanya Kono. Sulit memikirkan tentang musim dingin saat ini. apa yang harus kulakukan tanpa dirimu? pikir Taku. Kurasa dia lebih mengenal ayahku ketimbang orang lain yang mas ih hidup. Kuharap bisa berbincang banyak dengannya. di akhir musim hujan plum*." tam bahnya. Hagi ad alah kota kelahirannya. Dari Kaisar dan jenderalnya. "Secara resmi. laki-laki yang menarik. langit cerah biru berubah kuning di bagian barat saat matahari ter¬b .] semua masalah ini tak lagi terasa mendesak sewaktu memikirkan kalau tak lama lag i ia akan bertemu Kaede dan ketiga putrinya. Kecemasan lain yang harus dipikirkan sebelum perang adalah panen. Lord Otori tidak memiliki putra."Ishida. pikir Taku. laki-laki yang menarik. melintasi Taiwan lalu ke timur sampai ke selatan pasifik Jepang.* Miyoshi Kahei menemani Takeo ke Hagi bersama putra sulungnya. Aku menyesal dia harus pergi ke Hagi. Dal am bahasa Jepang discbut meiyu dan baiu." Dan beruntung dia tidak mati seperti ayahnya. Fenomen a cuaca ini melanda pantai timur Cina.. "Kurasa. ledakan tawa yang me¬ngandung konspirasi jahat. Bahkan tempat penginapannya pun terasa lembap. Miyako. Takeo sadar pakai¬annya terasa lembap: begitu sering pakaian¬nya basah kuy up sampai menempel di kulit selama perjalanan hingga nyaris tidak ingat bagaimana rasanya kering. Paman. Take o tahu kalau ia membutuhkan saran Kahei tentang cara terbaik menghadapi ancaman yang makin besar dari ibukota. tapi aku harus bertindak bijak!" Kono menaikkan alisnya. di m ana hawa panas masih lerjadi. Zenko tertawa.." "Beliau memiliki tiga putri. Mereka berkuda menyeberangi jembatan batu di senja hari bermandikan rintik hujan disertai cahaya matahari. "Wah." sahut Taku. Di atas laut. penyimpanan cadangan air untuk berjaga -jaga kalau terjadi kekeringan di akhir musim panas. Tapi _ * Hujan plum adalah hujan yang terjadi saat musim buah plum (Juni-Juli). wah!" komentarnya. [pent. Katsumori.

Miyoshi bersaudara meninggalkannya di depan gerbang. dan hanya mengajak Sunaomi.enam. Shun. Kaede menantinya di beranda pan jang yang Halaman 102 dari 500 .. tapi ia tidak ingin berperang. dan berta nya-tanya apakah bisa menemukan kuda seperti itu. dan juga pada Shigeko. Turun dari kuda di dinding luar utama kastil: kuda-kuda diiuntun pergi. dan guntur bergemuruh sehingga kuda-kuda ter kejut dalam kelelahan. Takeo b er¬jalan melewati taman. Kabar sudah tersiar lebih dulu ke kastil. maka akan dibutuh¬kan lebih banyak kuda . ia merindukan kuda lamanya. Pegunungan di belakangnya tertutup awan tebal.. Kuda tunggangannya udaklah istimewa. Bila mereka harus berperang. Ia akan bicara pada Mori Hiroki tentang kuda.

Ta keo bisa mendengar langkah ringan putri nya di lantai papan. pada Shizuka. lalu berlutut untuk melepaskan sandal lakeo. "Ya. "Ya. dan mengganti pakaian yang kerin g. Ayo masuk. katakan pada Shizuka untuk segera me¬nemui kami.mengelilingi ke-diaman. Sunaomi akan tinggal bersama kita selama beberapa waktu. Lalu perasaan itu berganti dengan hasrat untuk memeluknya. Wajah Kaede bersinar gembira. "Nanti kuceritakan alasan kunjungan Sunaomi. Minta pelayan untuk mem¬bawakan pakaian unt uk ayahmu. Suara laut memenuhi udara. Shigeko berlari menghampiri dari dalam kediaman. Namun kabar pertama harus segera disampaikan. " "Tentu saja. dan seruan burung dara terden gar dari atap rumah. "Ya. "Sh i¬geko. "Ayah!" pekiknya. "Hana baik-baik saja. Dan basah kuyup. terdengar olehnya Shigeko bicara pada kedua adiknya. Lord Takeo. apa yang terjadi?" Kaede mendongak sekilas ke wajah Takeo lalu berkata. dan seruan burung dara terdeng ar dari atap rumah. "Tapi kenapa? Apakah ibunya baik-baik saja? Apakah ada se suatu terjadi pada Hana?" Takeo melihat kecemasan Kaede dan ber¬tanya-tanya seberapa banyak yang dapat ia ce ritakan tentang kecurigaannya." sahut Takeo. Kau harus segera mandi. a ." Indahnya hardikan sayang istrinya mem¬bangkitkan perasaan begitu kuat dalam diri T akeo hingga sesaat ingin berdiri di sana untuk selamanya. melarut-kan diri dalam dekapannya. Kemudian dia melihat Sunaomi yang tengah berdiri malu-malu di bela kang. Suara laut memenuhi udara. engelilingi ke-diaman." Wajah Shigeko tampak serius selagi mem¬bungkuk normal lalu meninggalkan mereka. "Kami tak menduga kau kembali begitu cepat! Kau berkuda dalam cuaca yang begitu buruk! Kau pasti kelelahan. Wajah Kaede bersinar gembira. "Benarkah ini sepupu kami?" tanyanya. pada Kaede. kau pikir masih berusia delapan betas tahun? Kau sama sekali tak memikirkan kese hatanmu!" "Shizuka ada di sini?" tanyanya saat Kaede membimbingnya di beranda menuju bela¬ka ng kediaman. tempat sebuah kolam dibuat di sekeliling mata air panas." "Sunaomi!" seru Kaede.

Kaede mengambil air dari kolam dengan ember bambu dan mulai memandikan suaminya. Taku mengabarkan hal ini padaku di Hofu. Di sekeliling kolam dan sungai. "Aku harus bicara berdua dengan Shizuka. bunga iris tampak berkilauan. Kaede berkata. Kita harus me¬nemukan Shizuka. tapi ia harus bicara dulu pada Shizuka." Halaman 103 dari 500 . Takeo ingin Kaede melingkarkan tangan lalu memeluk¬nya. "Suatu kehilangan yang menyakitkan." kata Takeo. Takeo melihat air mata meng¬genang di mata istrinya lalu mulai berlinang di pipinya. "Muto Kenji sudah tiada. "Se pertinya begitu. Langit dan laut berba ur menjadi satu dalam kabut senja. Bagaimana kejadiannya? Apa¬kah dia meninggal karena sakit?" Takeo mendengar dirinya berkata. Tapi kalian belum boleh menemuinya. Dia mengadakan perjalanan sampai keluar perbatasan.yah sudah pulang. Sinar matahari keluar dari sela-sela bunga-bunga dan semak¬se mak. Kaede tidak bicara sepatah kata pun sewaktu melepaskan pakaian Takeo. Tiap jengkal tubuhnya terasa sakit. Sen tuhannya menenangkan. Ayo ikut aku. dan segera ke luar dan berpakaian secepatnya." Mereka hanya berdua." Ia tidak berlama-lama di dalam air panas seperti yang ia inginkan. Satu demi satu api dan lentera di sekitar teluk mulai dinyala kan dalam kegelapan. Tak ada kab ar yang jelas.

"Ada banyak hal lain yang perlu kita bicarakan. "Mendekatlah. me¬lihat k e sekeliling ruangan dengan cepat. Shizuka bangkit. kemudian melang¬kah ke beranda dan men gintip di bawahnya. lutut mereka saling berhadapan. "Paman tingg al di sana. "Aku harus ceritaka n semua yang aku tahu karena hal itu memengaruhi Tribe. Selagi Takeo minum." . membuka pintu lemari." "Kurasa kau sudah tahu seberapa besar arti Kenji bagiku. "Kenji adalah Ketua Muto. Shizuka sudah ada di sana. tidak ada orang lain. Tak ada jenazah. kan?" Tak seorang pun tahu misi yang dilakukan Kenji kecuali ia dan Taku." Belum sempat Shizuka bergerak men¬dekat.. Kini Takeo m enyesal mengapa tidak memberitahu Shizuka sebelumnya." "Baiklah. seorang pelayan datang membawa teh. Lord Takeo. dan kunjungan putra Lo rd Fujiwara. Taku datang ke Hofu untuk mengabarkanny a. "Apakah kau dengar ada orang di dekat sini?" Takeo memasang telinga. di mana pun me nurutmu yang paling sesuai." sahut Shizuka dengan nada resmi." tutur Takeo untuk meredam kemar ahan Kaede. aku akan menceritakan tentang Sunaomi." sahutnya perlahan." sahutnya. Terima kasih. "Saat kita hanya berdua." sahut Kaede lalu mening¬galka nnya." "Kabar seperti itu tidak pernah disambut baik. sepupu. Aku pulang membawa kabar bahwa pamanmu telah tiada."Tentunya tak ada yang kau rahasiakan padaku?" Tentunya tak ada yang kau rahasia kan padaku?" "Hanya masalah Tribe. tapi k ita akan menghormatinya dengan mengadakan upa¬cara di sini atau di Yamagata. Takeo langsung bicara tanpa salam lebih dulu. kalau istrinya masih ingin bersamanya. Ketika Takeo kembali ke ruang utama. "Kau tentu sudah bisa menduga kenapa aku di sini. "Tidak. Shizuka menuangkannya untuk Takeo. dan kukira kau harus segera tahu. Akan kusiapkan makan untukmu. atas keprihatinanmu." Dilihatnya kalau Kaede tidak senang.. Shizuka harus memilih penggantinya. atas sikapmu mengho rmati pamanku." kata¬nya." "Kukira kemungkinan paman meninggal di Inuyama. Dia kembali dan duduk di hadapan Takeo. Hal ini tak bisa dibicarakan dengan orang luar. "tapi bukannya tidak diharapkan.

"Kedua putrimu mulai mahir menguping. lalu melanjutkan bicara. kau harus ceritakan semua ini pa da Kaede. Taku hanya tahu kal au Yuki meninggal di desa Kikuta tempat Akio dan anak itu bersembunyi selama beberapa tahun ini. Ku kata¬kan pada Kaede kalau Kenji meninggal karena penyakit. Halaman 104 dari 500 ." Takeo menghela napas .." "Terima kasih. kalau Kenji mencari obat sampai kel uar perbatasan wilayah Timur. dan bisa bersembunyi di tempat yang paling sempit sekalipun. "Ini kuceritakan karena me¬ny angkut masalah keluarga Muto yang kini menjadikanmu anggota yang dituakan. Kaede atau orang lai n di luar Tribe tidak perlu tahu." "Takeo." Tidak dibiarkannya Shizuka melanjutkan kata-katanya. Aku tak ingin putriku atau istriku mendengar pembicaraan kita." "Dan yang sebenarnya?" "Kenji pergi berunding dengan Kikuta. "Kenji ingin bertemu anak Yuki. Setelah peristiwa di Inuyama." "Lebih baik dia mendengar tentang anak¬mu itu dari mulutmu ketimbang dari orang la in.." sahut Shizuka. cucunya. kami pikir b isa memanfaatkan anak-anak Gosaburo untuk menekan mereka agar mau berdamai.

"Aku sudah menyimpannya rapat-rapat begitu lama hingga tak tahu bagaimana member itahukannya. Semua tudah berlalu: anak itu putra Akio; putriku adalah pewaris¬ku. Untuk saat in i, ada pertanyaan mengenai keluarga Muto dan Tribe. Kenji dan Taku bekerjasama dengan baik: ilmu d an ketrampilan yang Kenji miliki tak ada bandingnya. Taku memiliki kemampuan yang hebat, tapi k urasa kau sependapat kalau ada semacam kegoyahan dalam dirinya: aku ragu apakah dia cukup dewasa untuk me¬mimpin Tribe. Zenko adalah putra sulung¬mu, dan pewaris langsung Kenji, dan aku t ak ingin menghina atau mengganggunya, atau ku sudah menyimpannya rapat-rapat begitu lama hingga tak tahu bagaimana memberit ahukannya. Semua tudah berlalu: anak itu putra Akio; putriku adalah pewaris¬ku. Untuk saat in i, ada pertanyaan mengenai keluarga Muto dan Tribe. Kenji dan Taku bekerjasama dengan baik: ilmu d an ketrampilan yang Kenji miliki tak ada bandingnya. Taku memiliki kemampuan yang hebat, tapi k urasa kau sependapat kalau ada semacam kegoyahan dalam dirinya: aku ragu apakah dia cukup dewasa untuk me¬mimpin Tribe. Zenko adalah putra sulung¬mu, dan pewaris langsung Kenji, dan aku t ak ingin menghina atau mengganggunya, atau memberinya dalih untuk..." Takeo berhenti bicara. "Untuk apa?" Shizuka menyela. "Baiklah, kurasa kau tahu betapa mirip sifat putramu dengan ayahnya. Aku khawati r dengan niatnya. Aku tidak bermaksud mem¬biarkannya mengembalikan kita dalam perang saudara lagi." Takeo bicara dengan nada serius, lalu tersenyum dan meneruskan dengan nada lebih ringan. "Mak a aku meng¬atur agar kedua putranya menghabiskan waktu bersama kita. Kurasa kau ingin be r¬temu cucumu." "Aku sudah bertemu Sunaomi," tutur Shizuka. "Tentu saja ini sangat menyenang¬kan. Apakah Chikara juga akan datang?" "Suamimu akan membawanya dengan kapal, bersama makhluk luar biasa yang dia diseb ut kirin," sahut Takeo. "Ah, Ishida sudah kembali; aku senang mendengarnya. Kukatakan yang sebenarnya, T akeo, aku sudah senang dengan hidupku yang tenang, mendampingi Kaede dan anak¬anakmu, istri dari tabibmu. ..tapi rasanya kau hendak membuat tuntutan lain padaku." "Kau masih cepat tanggap seperti biasa," sahut Takeo. "ingin kau menjadi pemimpi n Muto. Taku akan bekerjasama denganmu seperti yang dia lakukan bersama Kenji, dan

Zenko tentu akan tunduk padamu." "Pemimpin keluarga disebut Ketua," Shizuka mengingatkan. "Dan belum pernah ada K etua perempuan!" tambahnya. "Kau bisa menyebutnya apa saja. Itu akan menjadi contoh yang baik. Aku hendak memperkenalkannya ke wilayah lokal juga: kita akan memulai dengan Negara Tengah lalu kita sebarkan ke luar. Sudah banyak area di mana perempuan dengan kebaikan dan kemamp uan dapat menggantikan posisi suaminya. Mereka akan diakui dan diberi wewenang yang sama s eperti laki-laki." "Jadi kau akan memperkuat negara ini dari akar, dan para ksatria akan mendukung putrimu?" "Bila Shigeko menjadi satu-satunya penguasa perempuan, dia juga harus bersikap l ayaknya laki-laki. Bila perempuan lain berada di puncak kekuasaan, kita mungkin bisa melihat peruba han mengalir ke seluruh Tiga Negara." "Kau masih saja senang berkhayal, sepupuku!" sahut Shizuka seraya tersenyum, ter lepas dari penderitaan yang ditanggung nya. "Kau mau melakukannya, kan?" "Baiklah, sebagian karena pamanku pernah mengisyaratkan bahwa hal ini juga keing inannya. Dan setidaknya sampai Taku mantap dan Zenko sadar. Kurasa dia akan sadar, Takeo, dan terima kasih atas tindakan¬mu yang berhati-hati padanya. Namun apa pun hasilnya nanti, keluarga Muto akan tetap setia padamu dan keluargamu." Shizuka membungkuk hormat dengan sikap resmi . "Aku bersumpah padamu sekarang, Lord Otori, sebagai pemimpim mereka." "Aku tahu apa yang telah kau lakukan untuk Lord Shigeru dan keluarga Otori. Aku berhutang banyak padamu," ujar Takeo dengan penuh perasaan. "Aku senang kita bisa bicara berdua," imbuh Shizuka, "karena kita harus mem¬bicara kan tentang si kembar. Aku berharap bisa bertanya pada pamanku mengenai se¬suatu yang baru saja t erjadi, tapi mungkin kau tahu cara mengatasinya." Halaman 105 dari 500

Diceritakannya pada Takeo mengenai peristiwa yang terjadi pada kucing, bagai¬mana kucing itu tertidur dan tak pernah bangun lagi. iceritakannya pada Takeo mengenai peristiwa yang terjadi pada kucing, bagai¬mana k ucing itu tertidur dan tak pernah bangun lagi. "Aku tahu Maya memiliki kemampuan ini," tutur Shizuka, "karena dia pemah mem¬perli hatkan tandatandanya selama musim semi. Satu atau dua kali aku bahkan pusing ketika dia menatapku. Ta pi tak seorang pun dari keluarga Muto tahu tentang sihir tidur Kikuta, meskipun banyak takhayul yang ber¬kaitan dengan hal itu." "Kemampuan itu seperti obat yang sangat mujarab," sahut Takeo. "Sedikit akan men guntungkan, tapi jika terlalu banyak justru bisa menyebabkan kematian. Orang membuat diri mereka terbuka pada kemam¬puan itu karena kelemahan diri mereka sendiri, karena kurangnya pengendalian diri mereka. Aku diajarkan untuk mengendali¬kannya di Matsue dan di sana aku belajar bahwa Kikuta tak pernah menatap langsung anak-anak mereka karena seorang anak tidak dapat melawan tatapa n itu. Kurasa seekor kucing kecil sama lemahnya. Aku belum pernah mencobanya pada kucing, hany a pada anjing dan aku sudah mahir melakukan¬nya." "Kau belum pernah mendengar per¬pindahan antara orang yang sudah mati dengan orang yang membuat mereka tertidur?" Pertanyaan itu membuat bulu kuduk Takeo berdiri. Hujan mulai turun lagi, dan kin i gemuruhnya semakin keras di atap. "Biasanya bukan sihir tidur yang mampu membunuh," tuturnya dengan hati-hati. "Di gunakan hanya untuk melemahkan: kematian pasti disebabkan oleh hal lain." "Itu yang mereka ajarkan padamu?" "Mengapa kau menanyakan hal ini?" "Aku mencemaskan Maya. Dia menunjuk¬kan tanda-tanda kerasukan. Ini pernah ter¬jadi d i keluarga Muto, kau tahu; Kenji dijuluki Si Rubah saat masih muda: kabarnya dia pernah ker asukan roh rubah bahkan menikah dengan seekor rubah tapi selain pamanku, aku tidak tahu ada perubah an bentuk yang pernah terjadi. Hampir seolah Maya yang menarik roh kucing itu masuk ke dal am dirinya. Semua anak suka bertingkah seperti hewan, tapi seharusnya mereka lebih manusiawi ketik a mulai dewasa; Maya justru sebaliknya. Aku tidak membicarakan hal ini pada Kaede; Shigeko sudah curiga ada yang

tidak beres. Aku senang kau sudah kembali." Takeo mengangguk, merasa gelisah dengan kabar ini. "Cucu-cucumu tidak me nunjukkan tanda-tanda ketrampilan Tribe," komentarnya. "idak, dan aku cukup lega. Biarlah mereka menjadi putra Zenko, ksatria. Kenji me ngatakan bahwa kemampuan itu akan menghilang dalam dua generasi. Mungkin, dalam diri si kembar kita menyaksikan pancaran sinar yang terakhir sebelum lentera¬nya padam." Pancaran sinar yang terakhir ini bisa mem¬buat bayangan-bayangan aneh, pikir Takeo . *** Tak seorang pun mengganggu selama mereka berbincang-bincang: setengah sadar ia s eperti mendengar ada tarikan napas, bunyi sambungan papan yang bergerak, langkah ringan yang menandakan ada yang menguping. Tapi saat memerhatikan lagi, yang terdengar hanya lah siraman air hujan, halilintar di kejauhan, dan hempasan ombak. Namun ketika mereka selesai, dan Takeo berjalan ke kamar Kaede di koridor yang m engkilap, ia mendengar suara luar biasa di depannya, semacam raungan dan geraman, setengah ma nusia dan setengah hewan. Kemudian terdengar suara memekik ke takutan, dan derap langkah kaki. Takeo ber¬belok di sudut dan Sunaomi menabrak-nya . "Paman! Maaf!" Bocah itu tertawa cekikikan kegirangan. "Macan itu ingin me¬nangkap ku!" Halaman 106 dari 500

Awalnya Takeo melihat bayangan di kertas kasa. Sesaat terlihat jelas olehnya sos ok tubuh manusia, dan satu sosok lagi di belakangnya dengan telinga rata, kuku yang siap mencakar dan kibaskan ekor. Lalu si kembar datang berlarian dari sudut, dan mereka berdua hanyalah anak pere mpuan biasa, bahkan saat sedang menggeram. Mereka langsung ber¬henti mematung ketika melihat ayahnya. walnya Takeo melihat bayangan di kertas kasa. Sesaat terlihat jelas olehnya soso k tubuh manusia, dan satu sosok lagi di belakangnya dengan telinga rata, kuku yang siap mencakar dan kibaskan ekor. Lalu si kembar datang berlarian dari sudut, dan mereka berdua hanyalah anak pere mpuan biasa, bahkan saat sedang menggeram. Mereka langsung ber¬henti mematung ketika melihat ayahnya. "Ayah!" "Itu dia macannya!" jerit Sunaomi. Miki melihat wajah ayahnya, menarik lengan baju Maya lalu berkata, "Kami cuma ma in-main." "Kalian sudah terlalu besar untuk per¬mainan seperti itu," ujarnya, menyembunyi¬kan kekhawatirannya. "Bukan begini caranya menyambut ayah kalian. Ayah berharap me¬nem ukan kalian tumbuh menjadi perempuan muda." Seperti biasa, rasa tidak senang sang ayah menciutkan nyali mereka. "Maaf," kata Miki. "Maafkan kami, Ayah," ujar Maya me¬mohon, tanpa sedikit pun sisa geraman macan dal am suaranya. "Ini salahku juga," imbuh Sunaomi. "Semestinya aku sudah tahu. Lagipula, mereka hanyalah anak perempuan." "Ayah tampaknya perlu bicara serius dengan kalian berdua. Di mana ibu kalian?" "Ibu sedang menunggu Ayah. Kata ibu mungkin kami boleh makan bersama Ayah," bisi k Miki. "Baiklah, Ayah kira kita harus menyambut kedatangan Sunaomi. Kalian boleh makan bersama kami. Tapi tidak ada lagi permainan berubah menjadi macan!" "Tapi manusia seharusnya mengumpan¬kan diri mereka pada macan," ujar Maya selagi m ereka berjalan di sampingnya. "Shigeko yang menceritakan itu pada kami." Maya tidak bisa menahan untuk berbisik pada Sunaomi, "Dan yang paling disukai ma can adalah anak laki-laki." Merasa jera atas teguran pamannya, Sunaomi tidak menyahut. Takeo bermaksud untuk berbicara dengan si kembar malam ini, tapi seusai makan

malam, ia merasa kelelahan dan keinginan berdua saja dengan Kaede. Kedua putri k embarnya bersikap sempurna selama makan malam, bersikap baik pada sepupu mereka, dan sopa n pada orangtua dan kakak sulung mereka. *** Saat ini Takeo menatap Kaede di bawah keremangan cahaya lentera, tampak lekuk tu lang pipi dan siluet istrinya. Jubah tidur membungkus tubuh Kaede yang duduk bersila di matras , tubuh rampingnya tampak putih samar-samar dengan selimut sutra. Takeo berbaring dengan kepala di pangkuan Kaede, merasakan panas tubuh istrinya, mengenang dulu ia sering berbaring seperti ini p ada ibunya saat kecil. Rambutnya dibelai lembut oleh Kaede sampai ke leher, me¬lemaskan syarafnya yang tegang. Mereka hanyut dalam perasaan cinta, tak lama setelah hanya berdua, nyaris tanpa kata¬kata, mencari kedekatan serta meleburkan diri dalam kesatuan, senantiasa begitu akrab. Mereka berbagi kesedihan atas kematian Kenji tanpa suara, atau perasaan terasing dari rahasia T akeo tentang Tribe atau pun kekhawatiran tentang putri mereka. Semua kecemasan ini kian membakar keintiman t anpa kata-kata dari hasrat mereka dan seperti biasa, ketika hasrat mereda, bak mukjizat, pemuli han pun terjadi: sikap dingin Kaede menguap; kesedihan Takeo seperti bisa dilalui. Banyak hal yang mesti dibicarakan. Pertama tentang kecurigaan terhadap Zenko dan alasan ia membawa kedua putra Arai ke rumah mereka. Halaman 107 dari 500

"Tentu kau takkan mengangkat mereka secara sah menurut hukum, kan?" seru Kaede. Tentu kau takkan mengangkat mereka secara sah menurut hukum, kan?" seru Kaede. "Bagaimana jika aku melakukannya?" "Aku menganggap Sunaomi seperti anak kandungku tapi Shigeko akan tetap menjadi pew arismu?" "Ada banyak kemungkinan: bahkan pernikahan, saat dia cukup dewasa. Aku tak ingin melakukannya dengan tergesa-gesa. Semakin lama kita menunda keputusan, semakin besar kemungki nan Zenko tersadar dan tenang. Tapi aku khawatir dia didukung Kaisar dan para pendukungnya di wilayah Timur. Kita harus berterima kasih pada penculikmu untuk hal itu!" Diceritakannya tentang penemuannya dengan Lord Kono. "Mereka mencap diriku sebag ai penjahat. Karena Fujiwara adalah kerabat Kaisar sehingga dia terbebas dari kejahatannya!" "Kuatnya tekadmu soal sistem keadilan mungkin telah membuat mereka ketakutan," k ata Kaede. "Karena hingga saat ini tak seorang pun berani mencela atau meng¬hukum orang seper ti Fujiwara. Aku tahu dia bisa saja membunuhku tanpa berpikir panjang. Tak seorang pun berani menolak perintahnya, tidak ada yang berpikir kalau apa yang dilakukannya salah. Perasaan laki¬laki tidak lebih berharga dari sebuah lukisan atau jambangan berharga karena dia bisa membunuh pere mpuan dengan entengnya seolah hanya menghancurkan salah satu hartanya aku nyaris tidak b isa mengung¬kapkan dengan kata-kata betapa sikapnya melemahkan keinginanku dan membuat tubuhku serasa lumpuh. Kini pembunuhan atas perempuan di Tiga Negara akan dihuku m sama seperti pembunuhan terhadap laki-laki, dan tidak ada orang yang bisa lolos dari keadilan hanya karena derajat mereka. Keluarga-keluarga ksatria kita lelah me nerimanya, namun di luar perbatasan kita, baik itu ksatria maupun bangsawan akan menganggap hukum sebagai penghinaan. "Kau mengingatkan betapa banyak hal yang dipertaruhkan. Aku takkan mengun¬durkan d iri seperti permintaan Kaisar, tapi aku juga tak ingin terjadi peperangan. Namun bila kita m emang harus berperang di wilayah Timur, maka makin cepat makin baik." Takeo menceritakan ten tang senjata api, dan misi Fumio. Tentu saja Kahei berpikir kita harus segera bersiap: kita punya waktu untuk membangun kekuatan sebelum musim dingin. Tapi di Terayama semua Guru Besar menen tangnya. Mereka mengata¬kan kalau aku harus pergi ke ibukota musim semi depan bersama Shige ko, dan semua masalah akan terpecahkan." Takeo mengernyitkan dahi. Kaede meng¬gosokkan jari di dahi Takeo, menghaluskan gar

is-garis kerutannya. "Gemba memiliki serangkaian tipuan baru," ujarnya. "Tapi kukira akan mem¬butuhkan lebih dari sekadar itu untuk meredam nafsu kekuasaan jenderal Kaisar, Saga Hideki, Si Pembu ru Anjing."** Keesokan harinya dilakukan persiapkan upacara pemakaman Kenji, dan mendiktekan s urat-surat. Minoru dibuat sibuk seharian, menulis surat untuk Zenko dan Hana bahwa Sunaomi t iba dengan selamat; surat kepada Sugita Hiroshi, memintanya datang ke Hagi secepat mungkin; surat kepada Terada Fumifusa, mengabarkan tentang kepulangan Takeo dan keberadaan putranya, F umio, dan terakhir surat kepada Sonoda Mitsuru di Inuyama, memberitahukan bahwa belum ada Keputusan mengenai nasib kedua sandera; masalah ini akan dibicarakan pada per¬temuan mendata ng. Kaede memberitahukan pada Takeo dan Minoru tentang semua masalah terbaru yang be rkaitan dengan kota Hagi dan penduduk¬nya. Minoru mencatat dengan hati-hati ten-tang Keput usan yang akan diambil. Di pengujung hari yang panjang, panas serta melelahkan, Takeo perg i mandi, dan me Halaman 108 dari 500

ngirim perintah agar putri kembarnya datang menghadapnya ke sanairim perintah ag ar putri kembarnya datang menghadapnya ke sana. Mereka menyelinap masuk ke air beruap dengan tubuh telanjang: badan mereka tak l agi seperti badan anak-anak, rambut mereka panjang dan tebal. Sikap mereka lebih tenang dari biasanya, jelas masih belum yakin apa¬kah Takeo sudah memaafkan tingkah mereka pada hari sebelumny a. "Kalian kelihatan lelah," kata Takeo. "Ayah berharap kalian bekerja keras hari i ni." "Shizuka galak sekali hari ini," Miki meng¬hela napas. "Dia bilang kami perlu lebi h disiplin." "Dan Shigeko memaksa kami menulis begitu banyak," keluh Maya. "Jika aku tidak pu nya jari seperti Ayah, apakah Lord Minoru akan menulis untukku?" "Ayah dulu belajar menulis, maka kalian pun begitu," sahutnya. "Dan menulis jauh lebih sulit bagi Ayah karena usia Ayah sudah lebih tua. Makin muda, makin mudah belajar. Bersyuku rlah kalian memiliki guru yang sangat baik!" Nada suaranya terdengar tegas. Miki memegang-megang bekas luka ayahnya yang melintang dari leher samping ke dada. Takeo bicara dengan suara lebih lembut. "Banyak hal dituntut dari kalian. Kalian harus belajar cara ksatria, begitu pula dengan semua rahasia Tribe. Ayah tahu itu tidak mudah. Kali an memiliki banyak bakat: kalian harus hati-hati menggunakannya." Miki berkata, "Karena kejadian pada kucing itu?" "Coba ceritakan," sahut Takeo. Si kembar saling bertukar pandang tanpa bicara. Takeo berkata, "Kalian adalah darah daging Ayah. Kalian ditandai, seperti juga A yah, sebagai Kikuta. Tidak ada yang tidak bisa kalian ceritakan pada Ayah. Maya, apa yang terjadi pad a kucing itu?" "Aku tak bermaksud menyakiti," Maya mulai bicara. "Jangan bohong," Takeo memperingatkan. Maya meneruskan, "Aku ingin melihat apa yang akan terjadi." Suaranya kedengaran serius; menatap lurus pada Takeo. Kelak Maya ingin menantang tatapan ayahnya. "Aku marah sekali dengan Mori Hiroki." "Hiroki menatap kami," Miki menjelas¬kan. "Semua begitu. Seolah kami ini setan." "Dia menyukai Shigeko dan tidak menyukai kami," tutur Maya.

"Sama seperti semua orang," ujar Miki, dan seolah diamnya Takeo melepaskan ses¬uat u dalam dirinya, Miki menangis. "Kami dibenci karena kami kembar!" Si kembar jarang menangis. Satu lagi sifat yang membuat mereka nampak tidak waja r. Maya juga menangis. "Ibu juga membenci kami karena ibu menginginkan anak laki¬laki , dan bukannya dua anak perempuan!" "Chiyo yang bilang pada kami," Miki menelan ludah. Takeo merasa hatinya remuk redam karena kesedihan. Memang mudah menya¬yangi putri sulungnya, tapi ia lebih menya¬yangi si kembar karena mereka tidak mudah disayangi , dan juga merasa iba pada mereka. "Kalian sangat berharga bagi ayah," sahut¬nya. "Ayah merasa gembira karena kalian kembar dan kalian anak perempuan. Ayah lebih senang anak perempuan ketimbang semua anak lak i-laki di dunia ini." "Saat Ayah ada di sini, kami merasa aman. dan kami tak ingin melakukan hal-hal y ang buruk. Tapi Ayah sering pergi jauh." "Ayah ingin mengajak kalian tapi tidak Halaman 109 dari 500

selalu bisa. Kalian harus bersikap baik bahkan saat Ayah tidak ada di sini." ela lu bisa. Kalian harus bersikap baik bahkan saat Ayah tidak ada di sini." "Orang-orang seharusnya tidak boleh menatap kami," ujar Maya. "Maya, mulai saat ini kau yang harus berhati-hati saat menatap. Kau sudah tahu c eritanya Ayah sudah sering ceritakan padamu tentang pertemuan Ayah dengan raksasa Jin-emon?" tan ya Takeo. "Ya," sahut mereka serempak dengan penuh semangat. "Ayah menatap matanya dan dia tertidur. Itulah sihir tidur Kikuta yang berguna u ntuk melumpuhkan musuh. Itulah yang kau laku¬kan pada kucing itu, Maya. Tapi Jin-emon bertubuh besa r, setinggi gerbang kastil serta lebih berat dari banteng. Kucing bertubuh kecil, dan masih muda, dan sihir tidur itu membunuhnya." "Kucing itu tidak benar-benar mati," tutur Maya, bergerak mendekati lalu bergela yut di lengan kiri ayahnya. "Kucing itu men¬datangiku." Takeo berusaha tak menunjukkan ke¬kagetannya, tak ingin membungkam putri¬nya. "Kucing itu datang tinggal bersamaku," ujar Maya. "Kucing itu tidak keberatan. Karena sebelumnya kucing itu tidak bisa bicara, kini dia bisa bicara. Dan aku pun tidak keberatan. Aku suka kucing itu. Aku suka menjadi kucin g." 'Tapi Jin-emon tidak mendatangi Ayah, kan?" tanya Miki. Bagi mereka hal ini tida k lebih aneh dibandingkan dengan kemampu¬an menghilang, atau sosok kedua, dan mungkin tidak leb ih berbahaya. "Tidak, karena akhirnya Ayah menggorok tenggorokannya dengan Jato. Dia mati kare na digorok, bukan karena sihir tidur itu." "Apa Ayah marah dengan kejadian kucing itu?" tanya Maya. Takeo tahu kalau mereka percaya padanya, dan ia tak ingin kehilangan kepercayaan itu, juga sadar kalau mereka bersifat pemalu layaknya hewan liar yang dapat kabur dalam sekejap. Terkenang masamasa penuh pen¬deritaan selama bersama Kikuta. kekejaman dalam pelatihannya. "Tidak. Ayah tidak marah," sahut Takeo dengan tenang. "Shizuka marah sekali," gumam Miki. "Tapi Ayah harus tahu semuanya agar bisa mel indungi kalian, dan menghentikan kalian agar tak menyakiti orang lain. Ayah adalah orangtua dan juga senior kalian dalam keluarga Kikuta.

Kalian berhutang kepatuhan pada Ayah dalam kedua hal itu." "Kejadiannya begini," tutur Maya. "Aku marah pada Mori Hiroki. Kulihat betapa sa yangnya dia pada kucing itu. Aku ingin dia membayar perbuatannya karena tidak mau menatap kami. D an kucing itu manis sekali. Aku ingin bermain dengannya. Maka kutatap matanya, dan aku tidak b isa berhenti menatapnya. Kucing itu lucu, dan aku ingin menyakiti Hiroki, dan aku tak bisa me ng¬hentikannya." Maya berhenti, menatap tak berdaya ke arah Takeo. "Teruskan," ujarnya. "Aku menariknya masuk. Dari tatapan matanya, melalui tatapan mataku. Kucing melo mpat masuk ke dalam diriku. Kucing itu melolong dan mengeong. Tapi aku tidak bisa berhenti men atapnya. Kemudian kucing itu mati. Tapi dia masih hidup." "Lalu?" "Lalu Mori Hiroki sedih, dan itu mem¬buatku senang." Maya menghela napas panjang, seolah habis susah mengingat pelajaran yang telah dihapalkannya. "Hanya itu. Ayah, sungguh." Takeo menyentuh pipi Maya. "Kau telah berkata jujur. Tapi kau tahu betapa mem¬bing ungkan perasaanmu. Pikiranmu tidak jernih, yang justru harus sebaliknya saat menggunaka n kemampuan Tribe itu. Saat menatap mata orang lain, kalian akan melihat kelemahan mereka. I tulah yang membuat mereka rapuh pada tatapan kalian." Halaman 110 dari 500

"Lalu kalian takkan punya anak. Kini mereka bertiga menginspirasi dan melindungi orang yang masih hidup di dunia fana ini. "Kelak kau pasti berubah pikiran. *** Pemakaman Kenji dilaksanakan keesokan harinya. dan mulai menangis lagi."Apa yang akan terjadi padaku?" tanya MayaApa yang akan terjadi padaku?" tanya M aya." sahut Miki sepakat. "Dia menceritakan ten tang roh-roh hewan dan cara Tribe memanfaatkannya." kata Maya." sahut Takeo. Dan Takeo merasakan matanya pun menghangat. "Aku ingin menikah dengan Miki. dan batu nisan didirikan untuknya di kuil Hachiman di sebelah Tokoji. kan?" "Ayah tak membutuhkan anak laki-laki. Kedua putrinya berada di dekatnya. yang tak lama kemudian menjadi tempat ziarah bagi ke luarga Muto dan anggota Tribe yang lain. Shigeko bangu . "Sebagai hukuman!" "Aku tak ingin ditunangkan dengan siapa pun. kini lebih tenang. "Terutama Sunaomi! Ayah tidak akan men gangkat Sunaomi sebagai anak." Takeo menggoda. seperti juga Shiger u. kan?" tanya Maya." sahut Maya setuju." ujar Miki." "Kuharap dia belum mati." "Mestinya Kenji tahu. Tapi kau harus ber¬janji pada Ayah untuk tidak menggunakan sihir tidur Kikuta pada orang lain sampai Ayah ijinkan. Kenji telah berpulang ke alam baka." kata Maya di sela-sela isak tangisnya yang baru meleda k lagi. menangisi kepergian gurunya. "Kita berdua menikah saja. juga Jo-An." sahut Takeo. Kita harus mengamati¬mu untuk mencari tahu." "Aku tak ingin punya anak. "Ayah tidak tahu.* Musim hujan plum sudah selesai dan hawa panas musim panas dimulai. Kau akan harus menanggung akibatnya. ka u membuat kesalahan. "Aku benci anak-anak. Kalian membutuhkan laki-laki untuk bisa punya anak." ujar Miki. Tindakanmu salah. sambil tertawa cekikikan." sahut Miki. dan kedua putri kembarnya yang belum bi sa dilindunginya dari kerasukan yang akibatnya pun belum bisa diperkirakannya. "Mengapa? Siapa yang mengatakan kalian harus menikah dengannya?" "Sunaomi mengatakan pada kami kalau dia ditunangkan dengan salah satu dari kami! " "Hanya kalau dia benar-benar nakal. tubuh mereka begitu mirip dengan tekstur dan warna kulit dirinya. "Kami tidak harus menikah dengan Sunaomi.

sedangkan kuda jantan mulai bisa menerima kehadiran Shigeko.n sebelum matahari terbit dan pergi ke kuil di tepi sungai untuk menghabiskan waktu ber¬sama si kuda hitam jantan saat udara masih dingin. Halaman 111 dari 500 . Dua kuda betina tua menggigit dan menendang. mengajarin ya sopan santun. meringkik saat meli hat¬nya dan menunjukkan tanda sayang.

yang pasti jangan seorang diri. dan Taku tujuh belas tahun. peristiwa besar selanjutnya di musim panas adalah kedatangan Sugit a Hiroshi dari Maruyama. kuda itu tampak seolah terbang. "Kuda ini mulai menyayangiku." . "Ayah tak memiliki kuda yang di sukai sejak Shun mati. Menunggu hingga bisa bicara berdua pada Shizuka. pada malam-malam yang hangat ket ika langit hitam kelam dan bintang¬bintang terlihat membesar." komentar Mori Hiroki. Dinamainya kuda itu Tenba karena ada sesuatu bersifat surgawi pada kuda itu. tapi dia hanya setengah mengakui kalau dia lega saat Hiroshi berkuda ke Hagi seo rang diri. Kedatangannya terasa seperti kemb alinya kakak lakilaki bagi ketiga gadis itu." "Kuda ini sudah siap dijinakkan." bantah Shigeko. Dan Ayah bisa menungganginya saat kami me¬lakukan perjalanan ke Miyako. Anak-anak berenang di laut dan melanjutkan pelajar an dan pelatihan dengan gembira karena sang ayah sudah pulang. Shigeko berharap membaca kala u Hiroshi sudah menikah. dan tidak menyebut istri atau tunangan yang ditinggalkan di Maruyama. sedangkan ayah Anda terlalu sibuk." komentar Mori Hiroki. Hiroshi akan datang ke Hagi Kami bisa menjinakkan kuda ini bersama-sam a. serta hembusan lembut angin dari laut membuat kediaman terasa dingin." ujar Hiroki. Aku sudah terlalu tua dan lamban. Meskipun urusan pemerintahan membu atnya sibuk. Shigeko membuka topik pembicaraan dengan santai. Bagi Shigeko. "Tidak t erlalu muda. Dia tidak pernah melakukannya pada siapa pun. berapa usia kedua putramu saat mereka menikah?" "Zenko delapan belas tahun. karena usianya sudah dua puluh enam tahun dan belum beristri. Hal ini t ak bisa dijelaskan. dan sewaktu berderap mengelilingi padang rumput. tempat dia menjalankan pemerintahan wilayah milik ibu Shigeko dan suatu kelak akan menjadi miliknya." sahut Shigeko. memer¬hatika n kuda jantan itu menggesek-gesekkan kepalanya di bahu Shigeko." "Tapi harus aku lakukan. Hari-hari yang panas berlalu. Hiroshi tinggal bersama keluarga Otori sampai usia dua puluh tahun lalu pindah ke Maruyama."Dia tidak pernah melakukannya pada siapa pun. Takeo selalu menyempatkan waktu bersama mereka. "Aku ingin berikan untuk ayahku." jawab Shizuka. "Tapi Anda jangan mencobanya dulu . Setiap kali menerima surat. memer¬hatikan kuda jantan itu menggesek-gesekkan kepalanya di bahu Shigeko." Lalu pi kiran itu terbersit di benaknya. "Shizuka.

setengah ingin meneruskan pembicaraan. Kedudukannya kurang tinggi. Dia akan menyerahkan Maruyama padamu tahun ini. dan itulah alasannya dia tidak menikah. "Tapi aku terpak sa harus mencarikan istri untuknya! Apakah dia memiliki perempuan simpanan?" "Kurasa ada. "Kukira ketiganya berharap bisa menikahi Hana. namun dia tak punya tanah warisan nya sendiri. Taku ber¬hasil mengat asi patah hatinya. Kedekatannya pada keluargamu hampir seperti anak laki-laki di keluarga ini. Hiroshi jatuh cinta pada Hana sehingga tak mau men ikah lagi? "Bila ada unsur persekutuan pada diri mereka. Terutama Hiroshi yang selalu mend ambakan menjadi suami Hana: dia amat mengagumi ibumu dan meng¬anggap Hana mirip dengannya. kan?" "Ya." kata Shigeko." sahut Shigeko. Halaman 112 dari 500 ." Shi zuka tertawa." "Sungguh aneh." sahut Shizuka. sudah pasti ayahmu akan menikah¬kan mereka. tapi sudah menjadi rahasia umum kalau Hiroshi tak dapat menghapus kekecewaannya. "Tapi posisi Hiroshi itu unik." tutur Shizuka. dan mereka lahir di tahun yang sama bibimu Hana juga lahir di tahun itu."Dan usia Taku dan Sugita sebaya." ujar Shigeko. "Kebanyakan laki-laki memiliki perempuan simpanan!" "Ayahku tidak. dan setenga h tercengang dengan rasa sakit di hatinya." "Kuharap dia akan terus mengabdi padaku di sana.

"Dan ayahmu akan memilih jodohmu dengan bijaksana." 'Tapi untungnya kau masih terlalu muda untuk mempunyai perasaan semacam itu. Hiroshi selalu me¬manda ng ke arah lain." "Tak menikah pun aku sudah bahagia. "Mereka harus sedikit lebih bijaksana. tapi saat ia melihat ke arahnya. me nggoda si kembar dan memuji Kaede. Saat itu wajah Hiroshi tak bersemangat. Hal itu agak menenangkannya: mereka selalu menjadi teman se ." Tatapan mata Shizuka menerawang jauh. begitu pula Lord Shigeru. itu pun dengan sikap form al. Shigeko? Kau sudah leb ih dewasa dari yang kukira?" "Tentu saja tidak. cinta." katanya. pernikahan. Hiroshi dilatih dengan Ajaran Houou. Sejak mulai beranjak dewasa ditemukan ia gelisah dengan keinginan disentuh lakilaki. Dan kurasa mereka tak in gin membuat orang yang mereka sayangi tersiksa rasa cemburu. dan ingat kalau. rambutnya tebal dan hitam p ekat." seru Shigeko. Bentuk matanya panjang dan ekspresinya hidup." sa hut Shizuka. Satu atau dua kali Shigek o merasa kalau laki-laki itu menatapnya. Mengin gatkan Shigeko pada wajah guru-gurunya di biara saat bermeditasi. tertawa. Memang tidak." Tatapan mata Shizuka menerawang jauh. tapi ia tahu kalau ini tidak sepenuhnya benar. aku ingin tahu apakah dia bisa menemukan orang yang cukup baik. seperti diri nya." "Mungkin perempuan lain tidak menarik perhatian mereka. "Apakah ada orang yang kau sukai. Tubuhnya tidak terlalu tinggi. Bahkan ayahmu memilih dengan sangat teliti. begitu pula Lord Shigeru. malah hampir tak bersahabat. "Sayang sekali para gadis tidak dibolehkan memiliki kekasih layaknya anak laki-l aki."Memang tidak. penuh optimisme tentang panen yang akan datang dan dengan bersemangat menceritakan hasil teknik inovasi dalam melatih kuda dan manusia. berkelakar dengan Takeo dan meng¬ingatkannya tentang mund urnya pasukan saat badai topan dan pertempuran merebut Hagi. "Ingin tahu mengapa mereka sangat ber¬beda dengan laki-laki lain. Tampak suasana hatinya sangat baik. dan hanya bicara langsung pada Shigeko satu atau dua kali." "Cemburu adalah perasaan yang menakut¬kan. kira-kira setinggi ayahnya tapi lebih tegap dan d engan wajah lebih gemuk." Shigeko mengamati Hiroshi malam itu saat makan malam. Dia tidak mirip orang yang dimabuk cinta." sahut Shizuka. Aku hanya ingin tahu seperti apa: hal-hal yang dilakukan laki -laki dan perempuan bersama. ekspresinya tenang.

d an pedang di sabuknya. Dia berpakaian untuk menunggang kuda. "Datanglah ke kuil besok pagi dan kau bisa lihat sendiri." Nada suaranya terdengar dingin. rambutnya diikat ke bel akang dengan tali. dan hanya bersenjatakan tongkat pendek yang disembunyikan.perjuangan. "Dengan senang hati. Tepat sebelum beristirahat. Halaman 113 dari 500 . dan sikap kaku Hiroshi perlahan luruh. Shigeko men¬cerit akan tentang kuda itu. Sesaat Hiroshi ragu-ragu. Dia hanya menganggapku sebagai adik. saat matahari terbit di atas pegunungan dan mengubah permukaan tenang sungai menjadi cermin yang berkilauan memantulkan dunia yang tampak lebih nyata ketimbang dunia yang mereka lalui. tapi hari ini Hiroshi menyuruh mereka pergi. Hiroshi ber¬tanya padanya tentang kuda muda itu karena Shigeko pernah menyuratinya tentang masalah itu. cahaya cerah dan keemasan. Sebaliknya. mengenakan celana panjang dan pembalut kaki. Ijinkan aku meng awalmu. kemudian ber¬kata." sahut Shigeko. Hiroshi selalu memahami dan me ndukungnya. Udara terasa tenang. Biasanya dua penjaga kastil mendampingi Shigeko. Mereka berjalan berdampingan menyebe¬rangi jembatan batu. dan kata-katanya resmi. Shigeko mengenakan pakaian yang hampir serupa. per¬debatan ini bagi Shigeko sama mengecewa¬kannya dengan sikap resmi laki-laki itu. seperti yang sering mere ka lakukan ketika Shigeko masih kecil. meskipun hubungan mereka tak bisa lebih dari itu. dan berani berdebat dengan Shig eko seperti yang sering dilaku¬kannya lima tahun silam. sama seperti pada si kembar.

" Tadinya aku berharap kau datang untuk melihat kuda milikku!" kata Shigeko. kuda itu berderap ke arah Shigeko." ujar Hiroshi. membe ranikan diri menggoda. dia bisa menjadi kuda perang yang luar biasa. belajar ketrampilan menjinakkan dan mengembang¬biakkan kuda. "Bukan hanya melihat kudamu. membiasakan si kuda dengan sentuhan Hiroshi. welas asih yang kuat. Mereka memulainya pagi itu. Aku tak ingin orang lain yang melakukan¬nya kuda ini perc aya padaku. Ketika mereka menghampirinya. Shigeko bicara dengan sikap canggung. jadi aku harus ada di sini te rus. ahari pagi menyinari kuil tua: Hiroki sudah siap dan Hiroshi menyambutnya dengan gembira karena dia menghabiskan masa kecilnya dengan orang tua itu. "Tapi aku tak ingin ayah membawanya ke kancah pertempuran! Sekarang kita dalam kedamaian. kan?" "Ada awan badai di kaki langit. di kepala. Kita akan menjinakkannya bersama-sama." ujar Shigeko." seru Hiroshi.Matahari pagi menyinari kuil tua: Hiroki sudah siap dan Hiroshi menyambutnya den gan gembira karena dia menghabiskan masa kecilnya dengan orang tua itu. bayangan dan matahari. Kelembutan saja tak bisa menjinakkan kuda seperti ini. tapi telinganya berdiri tegak dan memutar bola matanya saat melihat Hiroki. sekitar telinga. "Jika bisa dijinakkan. pinggul bagian samping dan di bagi . Setelah beberapa saat. wajah laki-laki itu agak memerah hingga ke lehernya. kegelapan dan cahaya. yang tersembu nyi serta yang terungkap." sahut Hiroshi. belajar ketrampilan menjinakkan dan mengembang¬biakkan kuda. "Itu sebabnya aku dipanggil. Dibutuhkan jug a kekuatan serta ketegasan seorang laki¬laki. Shigeko terkejut sewaktu melihat s ekilas ke arah Hiroshi. sebelum hawa panas semakin kuat." "Aku ingin menghadiahkannya kepada Ayah. "Kuharap kau ada wa ktu untuk membantuku menjinakkannya. dan kepercayaan itu tak boleh dihancurkan. "Kuda ini menakutkan sekaligus tampan. "Aku akan ke sini k apan saja ayahmu tak membutuhkan diriku. Tenba mendengar suara Shigeko dan meringkik." Ajaran Houou merupakan ajaran tentang unsur-unsur laki-laki dan perempuan: kekua tan yang lembut." "Nantinya kuda ini juga akan percaya padaku. dengan cara yang pernah diajarkan pada kita." sahutnya pelan.

Mori Hiroki mengamati mereka dengan sikap setuju. "Kita akan ber¬hasil menjinakkannya. membalas senyuman Shigeko dengan sik ap hangat.* Halaman 114 dari 500 . dan setelah itu. Kemudian mereka menempatkan pita halus di sepanjang punggung hingga ke leher." "Itu sebabnya mengapa kuda-kuda Otori termashur." sahut Hiroshi.an bawah perutnya. karena mereka tidak membuang tenaga melawan si penunggangnya dan ber usaha berlari dengan cepat! Aku selalu menggunakan metode yang kupelajari darimu. Tenb a berkeringat dan kulitnya menggigil. lebih bisa diandalkan dalam pertempuran." tutur Hiroshi. Namu n ayahku selalu percaya pada pendekatan yang lembut. kan?" "Aku tak meragukan hal itu. Hewan-hewan dipukul agar patuh. seringkah dengan kekerasan. kuda-kuda dijinakkan dengan paksaan. ketika kuda jantan itu dihadiahi wortel dan Shige ko serta Hiroshi disajikan teh dingin. te rakhir mengikat dengan longgar satu pita lagi di hidung dan kepalanya tali kekang pertamanya. "Mereka jauh le bih patuh dibandingkan kuda-kuda lain. namun patuh pada cara mereka menanganinya. dia berkata. dan dengan stamina yang lebih kuat." Wajah Shigeko bersinar. "Wilayah lain di Tiga Negara dan di luarnya.

Di satu senja yang panas pada bulan ketujuh. Setelah pertempuran merebut Hagi dan gempa bumi. mantan kepala perompak yang kini memelihara dan mengawasi armada kapal pe rang maupun kapal dagang sehingga Tiga Negara termashur dalam perdagangan dan keamanan dari serangan lewat laut. dan tanaman obat yang dibawa Ta teman yang disenangi Takeo dan Kaede. tidak hanya di Hagi tapi di seluruh Tiga Negara. dan burung¬burung dara digunakan untuk mengi rim kabar darurat dari kapal di laut. Ku rir pergi atau berkuda menyampaikan pesan antarkota. Ayah dari sahabatnya. namun hanya menunjuk kan sedikit ke¬lemahan karena usia. tempat cuaca yang tidak biasa Fumio. ia tid ak percaya begitu saja. da n membuat kediaman itu tampak mewah dan memesona dilihat dari kastil. sepupu keluarga Endo. Eriko menyukai lukisan. . Takeo. terkadang mengkhawatirkan masa depan dan statusnya yang masih melajang. Takeo mengira Hiroshi sudah seperti kakak bagi putri nya. dia mem¬bangun kembali rumah lamanya yang dirancang oleh putra dan menantunya. mengenal karakter Hiroshi yang kuat dan kecerdasannya namun Hiroshi menghin dari semua calon yang diajukan. Pemah terdengar olehnya desas-desus kalau Hiroshi tergila-gila pada Hana. Terada tidak memedulikan harta benda indah yang diperolehnya saat menjadi peromp ak dendamnya pada pemimpin Klan Otori menjadi penggerak kekuatannya. Kaede. Kini Terada berusia kira-kira lima puluh tahun. Eriko.Takeo mengetahui kerjasama putrinya dengan Sugita Hiroshi dalam menjinakkan si k uda jantan hitam meskipun tidak mengetahui kalau kuda itu akan dihadiahkan padanya karena dia mengetahui hampir segalanya. seumur. Akhirnya ia memutuskan untuk memperbarui usahanya mencarikan istr i bagi Hiroshi dari keluarga ksatria di Hagi. taman dan benda-benda yang indah: dia menulis puisi dengan goresan kuas yang indah. tak lama setelah Festival Tanabata. dan memikirkan pas angan yang cocok dan berguna bagi pemuda yang telah mengabdi dengan setia padanya sejak mas ih kecil. Bangunan itu berada di dekat kawah gunung membuatnya dapat menanam tanaman eksotis yang dibawa bib Ishida. Shigeko dan Hiroshi pergi melintasi teluk menuju kediaman Terada Fumifusa. Takeo sangat meng¬hargai ketajaman otak. Fumio. dan kejatuhan para paman Shigeru adalah keinginan terbesarnya. Sifatnya yang artistik membuatnya menjadi Putri sulung Terada akrab dengan Shigeko karena mereka berapi. keberanian dan peng etahuan Terada.

dinaungi pepo honan aneh dari Kepulauan Selatan yang mirip kipas. Udara terasa harum oleh aroma adas manis dan jahe. Cangkir-cangkir sake juga diapungkan di permukaan air yang mengalir pelan. Semua tamu mengenakan jubah musim panas berwarna cerah. Mereka bersaing penuh persahabatan. Eriko memperkenalkan permainan lama di mana para tamu harus menggubah puisi. Burung tekukur menyerukan nyanyiannya yang memecah kesunyian. Halaman 115 dari 500 . Kaede mahir dalam membuat puisi semacam ini. dan jangkrik berderik tia da henti. Irama kata¬kata dan tawa ber baur dengan suara air.Paviliun kecil dibangun di atas sungai kecil di taman. dan bunyi tenang air yang mengalir memenuhi udara. dan s esekali satu atau dua tamu mengambilnya lalu diberikan kepada temannya. serangga serta burung membuat diri Takeo merasakan kebahagiaan murni yang jarang dirasakannya. menghilangkan kecemasannya serta meringankan kesedihannya. namun Eriko hampir menandinginya. dengan pengetahuan luasnya tentang kiasan klasik dan kemam¬puan berpikir cepat. Kolam dipenuhi warna ungu muda dan bunga teratai putih kekuningan. lal u mengapungkannya di atas nampan kayu kecil untuk dibaca pengunjung di paviliun se belahnya. menyaingi warna-warni kupu-kup u yang beterbangan di antara bunga.

" ujarnya. akeo tengah mengamati Hiroshi yang duduk bersama Shigeko dan putri Eriko.Takeo tengah mengamati Hiroshi yang duduk bersama Shigeko dan putri Eriko." Diambilnya lembaran kert as yang dilipat. Seorang pelayan keluar dari rumah. Senjata sudah di tangan Saga. Takeo menceritakan tentang pertemuannya dengan Kono. tapi arah datangnya kawanan ini membuat ia gelisah karena di tenggara terbentang kota beba s Akashi. Muto Sh izuka. Terada berkata. tempat mereka menetas. Kaori mirip ayahnya: tubuh berisi serta sehat. Kaori dan Shigeko tengah tertawa melihat usaha Hiroshi. ada suara lain. lebih ringan dari bulu. Kemudian pesta itu ditutup dengan perasaan gembira. Kaori . Sewaktu kawanan itu mendekat. di paviliun sebelah. semakin jelas terlihat kalau itu ad alah kawanan burung dara yang kembali ke kediaman Terada. ayah dan anak. Did engarnya suara Kaede saat membaca. meminta maaf pada para tamu. Miyoshi Kahei. Semua orang mendongak ke atas mengamati. derik kasar suara jangkrik. tuntutan . dari peluh di ketiaknya. Sugita Hiroshi. Burung-burung selalu kembali kemana pun semua kapal Terada yang membawanya. Usia Kaori cukup dewasa untuk dinikahkan: mungkin dia bisa menjadi pasa ngan yang cocok bagi Hiroshi. "Pesan dari putra¬ku." Takeo melihat dari bayangan beranda ke arah pemandangan yang indah di taman. Kaede dan Shigeko. mungkin kepakan sayap burung. nanti akan dibicarakannya dengan Kaede. Begitu sampai di beranda. di paviliun sebelah... terbuat dari sutra. mendengar suara yang menyambut keang¬gunan dan kepandaia nnya. Usia Kaori cukup dewasa untuk dinikahkan: mungkin dia bisa menjadi pasa ngan yang cocok bagi Hiroshi. "Kita akan bertemu besok dan me¬mutuskan apa yang dilakukan. Mereka berdua berdiri bersamaan. tapi Takeo kini s adar akan panasnya cuaca sore ini. Terada melihat ke arah Takeo dan membuat isyarat dengan kepala. ber¬lutut di belakang Lord Terada lalu berbisik padanya. Segera kembali. "Gagal. Takeo." Dewan terdiri dari Terada. Namun di sela-sela tawa dan semua suara lain di senja yang damai ini. Ia men¬dongak menatap langit dan melihat sekawanan kecil bin tik jauh di arah tenggara. "Kita harus persiapkan dewan p¬eperangan. Kaori.. lalu pergi bersama si pelayan itu ke dal am rumah. Burung-burung dara melayang di atas kepala menuju kandang.

Takeo. Aku lebih memilih untuk memercayainya." sahut Kahei. kau tak mungkin meng-hadapi ancaman dari wilayah Timur." tuturnya pada Terada. "T api aku tak menarik kembali saranku." Kemudian teringat kalau Zenko adalah putra Shizuka. jenderal baru dan senjata yang diselundupkan. "Kapalmu juga bisa memblokade Akashi." "Putra Zenko ada di tangan kita. kematian Arai Zenko dan Lord Kono lalu diikuti denga n pemusatan pasukan di perbatasan wilayah Timur yang bisa tiba lebih dulu di ibukota saat mu sim semi." tutur Kaede. dan dia pun meminta maaf. "Inti dari adanya sandera yaitu siap mencabut nyawa mereka. mengalahkan si Pemburu Anjing dan membujuk Kaisar untuk mem¬pertimbangkan lagi ten tang ancaman serta penghinaan atas Otori. "Aku tak bisa menyerangnya sebelum dia menyerang." ujarnya pada Takeo. Aku tak ber¬maksud menghinamu.Kaisar. "Kami rasa ini dapat membuatnya p atuh. Miyoshi Kahei ingin bertindak cepa t: membangun kekuatan militer selama musim panas. tapi aku tak percaya kau tega memerintahkan untuk membunuh anak-anak." tutur Tak eo." "Dia tak bisa dianggap sebagai sandera. Orangtuanya tahu kalau putranya aman bersamamu layaknya berada di tangan ibunya sendiri!" "Zenko sudah bersumpah sekali lagi bahwa dia akan tetap setia padaku. "Sementara Zenko me¬rongrong di Bara t. denga n harapan Halaman 116 dari 500 . "Pelabuhan itu haru s dalam kendali kita untuk mencegah ancaman Arai.

" ujar Kahei. wajahnya suram. Aku tak akan membawa perang saudara di Tiga Negara." "Klas pedagang mulai semakin kuat hingga menjadi berbahaya. menyiapkan serangan tapi tidak menyo lok. Miyoshi." kata Hiroshi. "Bila tidak menyerang sekarang. yang me mbenci para pedagang yang semakin kaya raya dan makmur. Kahei dan banyak ksatria lainnya." gerutu Terada. Mereka telah menghina. Take o tahu kalau itu sudah lama dikeluhkan Terada." Terada tampak merindukan masa ketika kapal-kapal milik¬nya mengendalikan semua perdagangan di sepanjang garis pantai utara dan barat. memperkuat pasukan di wilayah Timur.dia layak mendapatkannya." tutur Shizuka. "Tindakan semacam itu akan membuat geram pedagang kita sendiri. dan yang lainnya di Terayama menganjurkan untuk menenang¬kan Kais ar dengan berkunjung ke Miyako tahun depan. bubuk mesiu dan bijih besi." Kahei menggelengkan kepala. Tapi aku harus tunduk pada kearifan para Guru Ajaran Ho uou. "Itu saranku. dan melatih m ereka untuk menghadapi prajurit yang hampir sama kekuatannya karena sudah pasti tahun depan Saga telah . Aku tak akan membawa perang saudara di Tiga Negara. Kita akan beri mereka pelajaran. Setid aknya biarkan kami mendekati Akashi dan mencegahnya memperdagangkan bubuk mesiu. Aku menganjur kan. kau akan lang¬sung menuju ke kematian!" "Aku mendukung tindakan yang tegas. Dan kita harus berusaha untuk mempertahankan kedamaian melalui perundingan. "Aku setuju dengan Miyoshi. "Beliau punya alasan. Kita harus membangun kekuatan prajurit pejalan kaki yang membawa senjata api. " "Bagaimana denganmu?" Takeo bertanya pada Hiroshi yang hingga saat ini belum bic ara. kelak akan terlambat. "Dan kita mengandalkan mereka untuk mendapat persediaan." ia layak mendapatkannya." ujar Terada. Karena kalau tidak. Menur ut seni perang memang itu yang terbaik. Dan kita harus berusaha untuk mempertahankan kedamaian melalui perundingan. Bakal sulit bertempur tanpa dukungan itu. Se mua pedagang di Akashi sudah lupa daratan. seperti Kahei." "Saat itulah Saga Hideki akan memper¬senjatai pasukannya dengan senjata api. Gemba. "Aku memahami pandangan Lord Miyoshi. "Kakakmu. Kirimkan pesan pada Kaisar bahwa Anda akan datang berkunjung. Ini akan meredam rencana serangan apa pun di pihaknya.

Takeo sering bertemu Shizuka yang tinggal di kastil untuk menema ni Kaede atau putri-putri-nya. Sekali lagi aku menganjurkan agar jangan tergesa¬gesa. se olah kebetulan. Hal itu tak bisa kita cegah. Minoru yang selalu meng¬ikuti dengan membawa peralatan menulis. maupun pengumuman atas penunjukkan S hizuka sebagai ketua Tribe. Sementara untu k adik ipar Anda." sahut Shigeko. dan jangan bertindak terburu-buru. Halaman 117 dari 500 . Beberapa hari setelah pertemuan dewan perang." Hiroshi memang ahli strategi yang handal.memiliki senjata dalam jumlah besar. kurasa Ajaran Houou akan menang. pikir Takeo. mereka berjumpa saat Takeo hendak ke kastil. kurasa ikatan keluarga akan menjadi lebih kuat ketimbang dendam apa pun yang dip endamnya pada diri Anda. menyingkir agar mereka bisa bicara berdua saja. "Shigeko?" "Aku sependapat dengan Lord Hiroshi. "Jika aku ikut dengan Ayah ke Miyako. di pagi hari Festival Tanabata. Tidak ada pertemuan resmi."* Selama di Hagi. bahkan untuk menghadapi Kaisar. Bahkan sejak dia masih ke cil! Takeo berpaling ke arah putrinya. atau ambisi apa pun untuk menyingkirkan Anda.

Ia tak ingin bertemu Madaren. "Aku ti dak ingin mereka merasa bebas pergi ke mana saja sesuka hati. serta ber¬pura-pura terkesan atas hadiah tidak berharga mereka." pintanya pada Shizuka." Takeo berpikir cepat. "Kita ter¬paksa menerima mereka dengan segala macam up acara dan kemegahan." ujar Shizuka pelan." ujar Shizuka pelan. "Tadi malam." Takeo mengernyitkan dahi. "Apa tujuan mereka?" "Taku tidak mengatakannya. "Cari gadis pandai yang bisa menjadi pelayan mereka. maka seba iknya memang adiknya orang yang memiliki hubungan dengannya. Dua dari mereka be rada di kapal. "Tadi malam. Takut pada kesulitan yang pasti mun cul dengan kehadiran adiknya itu." sahut Takeo. Cuaca sedang cerah: mestinya mereka datang tid ak lama lagi. bersama penerjemah mereka perempuan itu. Aku lebih suka mengurung mer eka di satu tempat: Hofu tempat yang sangat bagus untuk itu. Carikan tempat yang tidak nyama n untuk mereka tinggal. ia merasa tidak nyaman atas kemunculan adiknya. sastra dan kitab suci. Tapi me¬nurutnya kau harus diberitahu. "Bi arkan gadis itu berusaha sekuat tenaga memahami apa yang mereka katakan.." "Itu kabar baik." sahutnya. "Apa lagi?" "Ternyata Zenko memberi ijin orang asing ikut bersama mereka. Dan kita akan mengatur agar . "Kau pasti menantikan kepulangan suamimu. "Baiklah. seseorang harus mempelajari secepatnya." "Menyebalkan. dan awasi terus mereka."Aku dapat pesan dari Taku." ku dapat pesan dari Taku.. yang menguasai bahasa Sh in dan Tenjiku agar bisa membaca karya klasik. Cuaca sedang cerah: mestinya mereka datang tid ak lama lagi. anehnya justru membuatnya bahagia." Lalu Take o berkata. Penerjemah mereka harus meng¬aja ri kita saat dia di sini. Ishida dan Chikara m eninggalkan Hofu saat bulan purnama terakhir. tapi bila ia harus menggunakan jasa penerjemah. Takeo memikirkan Kaede yang mampu belajar dengan cepat. pikiran kalau ia akan mengurangi satu rahasia lagi dari istrinya. Ishida dan Chikara meninggalkan Hofu saat bulan purnama terakhir. dan akan menceritakan bahwa si penerjemah itu a dalah adiknya. Ia akan minta Kae de mempelajari bahasa orang asing dari Madaren. Adakah orang lain yang bisa bicara bahasa merek a?" Shizuka menggelengkan kepala. karena tak ada alasan mengapa kabar ini harus dirahasiakan.

dan mengabari keputusan kita pada Taku. Biarkan dia melanjutkan pekerja¬an ini bersama mereka. Ishida cukup ber¬minat. Semakin banyak yang bisa kita pelajari. dan sudah menyusun daftar istilah ilmiah dan medis.pelajaran diadakan di sini. " Dia bisa menumpang kapal yang sama. Menurutku. "Sepertinya begitu." "Bagus. Shigeko mendengar lonceng dari bukit di Halaman 118 dari 500 . "'Tapi." sahut Shizuka seraya tertawa. Dia baru akan berangkat bersama Lord Kono untuk menginspeksi harta kekayaan. dan ber¬maksud mela njutkan dari sana ke Maruyama." *** Kapalnya terlihat di laut dua hari kemudian. Kau juga." "Begitu? Maka Hiroshi sebaiknya ada di sana untuk bertemu mereka." ujar Takeo." "Kau bermaksud untuk belajar." "Taku baik-baik saja?" Takeo menyuara¬kan pikiran yang muncul kemudian. Dan lihat apa kau bisa cari tahu lebih banyak lagi dari suamimu tentang tujuan mereka yang sebenarnya." sahut Takeo. sepupu?" "Aku meragukan kemampuanku. hanya sedikit frustrasi terjebak di wilayah Barat . "Tapi aku yakin Kaede pasti mampu. dan kedekatan mereka dengan Zenko." "Aku sudah terlalu tua. semakin baik.

" Shigeko ingat keindahan malam tanpa bulan yang tenang. Aku gembira bila cuaca cerah saat Festival Tanabata." tutur Hiroshi. Karena tak ada yang namanya pasangan pengantin impian. "Aku dengar dia membicarakan itu.atas kastil berdentang sewaktu dia dan as kastil berdentang sewaktu dia dan Hiroshi menjinakkan si kuda jantan. percikan sinar bintang. "Aku tak boleh membocorkan rahasia Lord O tori." Aku kede nga ran seperti anak kecil. Tenba menerima sedikit dan membiarkan Shigek o menuntunnya dengan tali kekang halus." sahut Hiroshi dengan suara lebih lembut." "Kalau benar itu kapalnya. Dia akan melupakan Hana jika dia memiliki istri dan anak. kesal pada dirinya sendiri. "Hanya sa ja dia mengharapkan cuaca cerah dan per¬jalanan yang tenang untuk hadiah itu. "Saat masih kecil aku suka sekali Festival Tanabata." "Mengapa ayah hanya mengatakannya padamu. "Kau tahu apa hadiahnya?" "Itu rahasia!" sahut Hiroshi menggoda. "Ada kapal datang." sahut Hiroshi. berarti aku harus segera kembali ke Maruyama. dia memperlakukan aku seperti anak kecil. "Ayah bilang tabib Ishida membawa hadiah istimewa untukku tanpa mengatakan apa hadiahnya." ujar H iroshi." seru Shigeko dengan gembira." Dia membicarakan tentang dirinya sendiri dan Hana. tidak kepadaku?" "Ayahmu tidak mengatakannya. ber¬usaha melihat tapi sia-sia menentang silauny a matahari pagi. s atu malam selama tahun ketika seorang Puteri dan kekasihnya bisa bertemu menyeberangi jembatan aj aib yang dibangun burung magpies. pikir Shigeko. pikir Shigeko. tidak dalam kehidupan nya ta. kemudian merasa malu. atau beban a pa pun di punggungnya selain kain berlapis yang masih membuatnya ber¬gerak mundur dan menend ang." "Pasti hewan. Dia harus menikah. "Tapi kini hal itu membuatku sedih. "Secepat itu!" Shigeko tidak bisa menahan seruannya. "Kuharap itu kapal tabib Ishida. Nam un Shigeko tak bisa memaksa dirinya untuk menyarankan agar Hiroshi menikah. tapi mereka belum mencoba menaruh pelana. Dia sudah mend erita begitu lama. pikirnya. "Kuda! Atau mungkin anak singa! Bebe rapa hari ini cuaca cerah. ." kata Shigeko.

tiba-tiba perasaannya bergejolak. dan sesaat Shigeko menyadari kekuatan pemuda itu. Lalu ak u harus pulang untuk bersiap menerima hadiah. menerjang tubuh Shigeko dengan bahu. Lady Shigeko." sahut Hiroshi. Kita buat Tenba berjalan pelan lagi." Tenba." "Tentu. Ku da jantan itu membiarkannya mendekat. Mereka berdiri b erdekatan. "Kau tidak apa-apa? Kuda itu tidak menginjakmu. mendadak ketakutan dan melompat mu ndur saat seekor burung merpati terbang dari atap kuil sehingga menarik pita yang dipegang Shigeko. An gin sepoiHalaman 119 dari 500 . Hiroshi bertanya. da n melompat lalu terjatuh. sekali lagi bersikap dingin dan formal. tapi Tenba masih bertingkah tidak karuan. Shigeko menemukan lagi suaranya. dan hasratnya begitu kuat hingga mengejutkan dirin ya sendiri untuk dipeluk pemuda itu. Kuda itu berlari dengan langkah panjang." tuturnya. "Kukira sudah cukup untuk hari ini. yang berjalan di antara mereka berdua. Shigeko hampir terjatuh. dan Hiroshi menuntunnya mengembalikan kepada Shigeko. tali kekangny a berayun¬ayun. tidak bersentuhan."Dulu aku suka membayangkan Putri Bintang dengan wajah ibumu. Ayah pasti ingin mengadakan upacara untuk itu. Secepatnya Shigeko me-nenangkannya. Tapi mu ngkin putri itu mirip denganmu. kan?" Shigeko menggelengkan kepala. menjinakkan kuda-kuda di surga. tap i entah bagaimana Hiroshi berhasil menjatuhkan tubuhnya di antara Shigeko dan kuda itu.

oleh gayanya yang anggun serta pem-bawaan diri yang tenang selagi mengamati lingkungan asing di ha dapannya. Namun. Takeo tertawa gembira karena kirin dalam keadaan sehat dan juga karena reaksi Sh igeko. mengatakan kalau merasa kurang seh at. Shigeko terpesona oleh kelembutan dan pola aneh kulit hewan itu. Shigeko kembali ke kediaman lalu berganti pakaian yang lebih sesuai untuk menyambut hadiah untuknya. dan orang-orang berkumpul di jalanan berkerikil. Untungnya jarak antar a gerbang kastil ke tangga pelabuhan dekat dan bisa dilalui dengan berjalan kaki. oleh bola mata yang gelap dan tatapannya yang lembut. melewati rumah kecil di bawah pohon pinus tempat Akane. Takeo sudah pergi lebih dulu bersama Sunaomi. Nelayan berhenti membongkar muatan hasil tangkapan malam hari berupa ikan sarden perak dan mackarel sisik bi ru. namun kuda mud a itu ber¬jalan tenang di antara mereka berdua dengan kepala tertunduk. tapi ibunya tetap tinggal di rumah. bisa dilihat susana hati ayahnya sedang gembira: tak hentinya melihat ke arah Shigeko yang ada di sampingnya dan tersenyum.sepoi ber¬hembus pelan dan merpati terbang melayang di atas kepala. Shigeko ber¬harap reaksinya tidak mengecewakan ayahnya. Shizuka telah menunggu. pelacur kelas tinggi yan g pemah menghibur Lord Shigeru. dan hewan aneh itu bisa terlihat jelas leh ernya yang panjang kekaguman Shigeko sebesar dan setulus kerumunan orang yang menonton. epoi ber¬hembus pelan dan merpati terbang melayang di atas kepala. menyambut kapal dari Hofu dengan muatan anehnya . Tak satu pun dar i kedua¬nya bicara. aroma semak wangi yang ditanamnya masih tercium di udara . dihiasi bulu mata panjang dan tebal. kesibukan biasa di pagi hari menjadi hening. Sewaktu Shizuka dan Shigeko bergabung dengan T akeo. Pedagang berhenti memuat berkarung-karung garam. namun kuda muda itu ber¬jalan tenang di antara mereka berdua dengan kepala tertunduk. dan memutuskan untuk berpura¬pura senang menerima hadiah itu. beras dan sutra ke kapal bertiang lebar. Dia berjalan se panjang pantai. Tak satu pun dar i kedua¬nya bicara. *** Di galangan kapal. ketika kapal mendekati dermaga. Ia be gitu gembira ketika tabib Ishida menuntun hewan itu dengan berhati¬hati menuruni tangga kapal dan menyerah kan kepadanya. Shizuka .

sehijau teh hijau. dan Shigeko mendengar bisik-bisik. Nanti akan kuceritakan rencana kita untu k mereka." ia menyela perkataan Chikara. cenderung berlagak. aku sudah dikabari Taku. "Kami membawa penumpang lain. baru pertama kali datang ke Hagi muncul di tang ga kapal. mungkin kurang disambut baik. Halaman 120 dari 500 . tercengang dengan sambutan serta kerumunan." tabib Ishida menegurnya. dan si bocah. "Selamat datang di Hagi!" Ishida berkata pada Takeo." Mereka diikuti seorang perempuan pendek yang tampak memberitahukan tata cara yan g sopan. mengenali wajah kakaknya dan berusah a menahan tangis. bantu adikmu. "Beri salam pada paman dan sepu pumu dengan baik. Istrimu akan menunjukkan tempat mereka meng¬inap. Warna mata orang ini juga pucat.. warna rambut dan mata seperti ini membuat orang merinding. "Jangan berkecil hati. yang satunya lagi berk ulit lebih pucat dengan rambut dan jenggot berwarna karat pucat. Sunaomi. emas berkilauan di leher dan dada mere ka.menyambut suaminya dengan kasih sayang yang tidak diperlihat¬kan." "Goblin. Satu orang berwajah agak hitam yang dipenuhi janggut berwarna gelap. membungkuk dalam-dalam." "Ya. Setelah dibisiki perempuan muda itu. membuat orang tak kalah terperangahnya ketimbang melihat kirin. "Lady. Ch ikara. lalu bicara dengan bahasa mereka yang kasar. Kuharap aku dapat mem¬bujukmu untuk menghibur mereka semen¬tara waktu.. kedua orang asing membungkuk dengan cara ya ng kaku." Orang-orang asing itu ada dua orang." "Shigeko." "Lord Otori. "Itukah raksasa?" "Hantu." Chikara berhasil bicara. Kedua orang itu mengenakan celana panjang dan sepatu bot dari kulit.

mem¬beri isyarat agar perempuan itu boleh berdiri dan berbicara kepadanya. tapi di mata Shigeko. yang membuat Shigeko gelisah dan bersikap waspada. Ketika perempuan itu menerjemahkan. dan ayahnya dengan begitu ramah. Mereka bahkan akan lebih kesal lagi dengan jauhnya jarak tempat penginapan dari kastil dan pen jaga serta berbagai larangan yang diberlakukan pada mereka demi melindungi mereka. tempat hewan itu akan diperlihatkan pada Mori Hiroki dan dipersembahkan pada dewa sungai. dan perhatiannya tertuju pada makhluk mengagumkan ini. Perempuan itu menyembah. *** Kerumunan yang ada di dermaga dihadapkan pada keputusan yang sulit. b erhias bordiran burung bangau. tapi ia mendengar ayahnya bicara beberapa patah kata pa da orang asing itu. Dia berani menatap langsu ng wajah Ayah.Takeo membalas dengan isyarat kecil akeo membalas dengan isyarat kecil dengan kepala. Beruntung Hagi berpenduduk banyak. Ia tak lagi tertawa: tampak tegas. "Ini adalah hadiah d arinya untuk kita: . dengan langkah lambat dan hati-hati yang anggun. Ayahnya jauh lebih gagah. Dia mengenal Ayah. yang dituntun Ishida dan Shigeko menuju kuil. Ada sesuatu dalam tatapan perempuan itu. S higeko seperti mendengar sesuatu yang tidak biasa dalam suaranya. Dilihatnya kalau pere mpuan itu terpaku menatap wajah Takeo. "Aku langsung jatuh hati padanya. atau mengikuti orang asing yang sama luar biasanya. dan ketika kerumunan mulai terbagi untuk seti ap arak-arakan terdiri dari kerumunan yang cukup besar." ujar Shigeko pada ayahnya selagi mereka men¬dek ati biara. lalu menyampaikan jawaban orang asing itu. Orang-orang asing itu merasa hal ini le bih menjengkelkan diban¬dingkan kirin yang menunjukkan ekspresi kesal karena terus menjadi tontonan. apakah mengi kuti kirin yang luar biasa. serta tutup kepala warna hitam pekat. pikir Shigeko. "Bagaimana aku harus berterima kasih kepada Ayah?" "Kau harus berterima kasih pada tabib Ishida. Meskipun Shigeko memegang tali sutra yang mengikat leher kirin. Kirin berjalan se perti yang sedari tadi dilakukannya. semacam ekspresi akrab yang mendekati s ikap tidak sopan." sahut Takeo. yang dengan sebarisan pelayan yang didampingi Shizuka membawa sejumlah besar kotak dan bal menuju ke perahu kecil yang akan membawa mereka menyeberangi sungai ke t empat penginapan di sepanjang bangunan biara tua Tokoji. gagah dengan jubah resminya. Orang-orang asing itu mungk in lebih tinggi dan lebih besar. pikir Shigeko.

dan sudah mengenalnya cukup lama. berla ri ke pagar bambu untuk memeriksa dan menyentuhkan hidung perlahan padanya. berpikir mungkin memang sebaiknya laki-laki itu pulang.* Sewaktu kembali ke kediaman setelah menyambut kirin.hadiah yang berharga karena dia sendiri juga sudah jatuh hati padanya seperti ha lnya dirimu. putra sulung si tukang kayu. Shiro. sedang bicara dengan Ta ro. Satu-satunya hal yang Shigeko sedihkan yaitu Hiroshi akan segera pergi. Dia dan ayahnya kembali ke Hagi untuk membangun kembali kota itu setelah gempa. Takeo langsung bergegas men emui Kaede. Halaman 121 dari 500 ." seru Mori Hiroki saat meli hat¬nya. Bahkan Tenba tampak terpikat oleh kirin. Dia akan tunjuk¬kan cara merawatnya." "Sungguh indah memiliki sesuatu seperti itu di Hagi. Istrinya tampak duduk di beranda di sisi utara kediaman. Tapi saat teringat kejadian tadi pagi. "Betapa diberkatinya Tiga Negara!" Dan Shigeko juga berpikir begitu.

" "Mungkin arwah kedua wanita yang telah berpulang itu pada akhirnya bisa beristir ahat dengan tenang." kata Taro. "Aku mem¬bayangkan bangunan kecil kita tak perlu menebang pohonpohon pinus tapi akan membangun di sela-sela pepohonan itu. dengan lekukan tajam seperti ini. Para pelaut mengatakan kalau arwah Akane menyalakan lampu di bebatuan. dan Taro menjawab tanpa sungkan karena masa lal u mengikat hubungan mereka dalam jalinan persahabatan. dan patung yang melambangkann ya akan memberkati pesisir dan teluk. seraya me natap kedua tangannya seolah berharap tangan itu bisa memberi jawaban. memberi kesan tampilan yang kuat serta lembut. "Rumah itu sudah kosong selam a bertahun-tahun. Kita runtuhkan saja rumahnya lalu menyucikan tam annya. "Ya." sahut Takeo. Kukira dengan atap rangkap dua. saat ini aku sedang memilih pohon yang tepat. akeo memberi salam dengan ceria." "Kau akan memahat dari satu pohon?" tanya Takeo. sejak Akane mening¬gal. "T api Shigeru tak pernah menceritakannya." tutur Taro." Mereka membicarakan tentang berbagai jenis pohon." "Chiyo menceritakan tentang kisah Akane ketika aku masih kecil.Takeo memberi salam dengan ceria. "Lady Otori punya usu lan. dan sambungan siku yang saling mengunci untuk menyang¬g anya. dan Taro menjawab tanpa sungkan karena masa la lu mengikat hubungan mereka dalam jalinan persahabatan." Diperlihatkannya pada Takeo sketsa yang telah dibuatnya untuk bangunan itu. memberi sinyal palsu ke kapal karena dia membenci semua pria. tapi figurnya tetap tersembunyi di balik kayu hingga tanganku menemukan¬nya. "Sudah lama aku hendak menciptakan figur Dewi Welas Asih. "Ata p yang lebih rendah menyeimbangkan atap di atasnya. begitu pula tentang istrinya. . dan Akane menggunak an mantra untuk me mikat Lord Shigeru tapi akhirnya dia sendiri yang terjebak dalam ilmu hitamnya. Orang bilang kalau rumah itu berhantu. Kuharap tadinya bisa menunjukkan sketsa sang De wi. usia kayu dan semacamnya. Kemu dian Taro meninggalkan mereka ber¬dua. Kuharap bisa memberi pen g¬hormatan yang sama kepada Yang Diberkati." kata Kaede. Taro dan adik¬nya bisa membangun kuil baru untuk dewa Kannon." "Kau tahu rumah di dekat tepi pantai.

aku akan gembira. bernapas dalam kedekatan." kata Kaede pel an." ujar Takeo pada Kaede sewaktu mereka tinggal berdua. berpikir tentang mukjizat dari makhluk baru yang tumbuh dalam tubuh istrinya. Halaman 122 dari 500 .. aku bahagia dengan ketiga putri kita." "Aku sudah sering bilang padamu." gumamnya. mengira kesempatan kita memiliki anak lakilaki sudah sirna." bisik Kaede. Mereka tak bicara selama beberapa waktu. "Rasa mual tadi pagi." Takeo mendekap istrinya." ujarnya. Kukira aku tak bisa hamil lagi. Kem udian langkah kaki pelayan di lantai papan beranda menarik mereka kembali ke dunia nyata. "Tapi aku yakin yang satu ini laki¬l aki. "Bila nanti kita tambah satu anak perempuan lagi." "Rasanya aku punya alasan khusus untuk bersyukur pada sang dewi. seraya tertawa kecil."Rencana yang bagus. "Aku sepertinya terlalu tua untuk hamil! Shigeko sudah menjadi wanita." kata Kaede. dan karena mereka hanya berdua. Namun aku juga bahagia. yang pulih dengan cepat. "Apakah kirin tiba dengan selamat?" tanya Kaede. karena Takeo sudah mengungkapka n hadiah kejutan itu pada istrinya. Takeo memeluknya. "Aku malu." "Istriku sayang.. "Aku menyukai rencana itu." "Aku tidak ingin mengatakannya..

"Kelihatannya itu tugas yang cocok di saat kegiatan lain harus dibatasi. "Kita tunda dulu soal pengangkatan mereka sampai anak kita lahir. Tapi gembira bertemu kakaknya. Kita harus bisa memahami mereka." Takeo t erdiam sesaat. Aku akan pergi melihatnya sendiri nanti. "Meski aku takut Zenko dan Hana akan kecewa." "yang arif. S iapa perempuan yang ." sahutnya. Dua orang asing. Aku ingin mau mempelajari bahasa mereka . suamiku!" kata Kaede sambil tertawa. Selur uh penduduk diam dalam kekaguman. "Kuharap kini aku dapat mengendalikan sikap terges a¬gesa dan ceroboh. kemunculannya sangat kuharapkan. atau men¬ciptakan kerumitan na ntinya. "Ada penumpang lain dari Hofu. "Sudah semestinya. kurasa." kata Takeo cepat. tapi aku tak ingin membebanimu. lalu berkata." Ya." Takeo menimbang¬nimbang apa yang mesti dikatakan selanjut¬nya." sahut Kaede setuju." "Bisa membuat orang Otori terkagum¬kagum adalah prestasi yang sangat baik!" sahut Kaede. "Kuharap mereka sudah meng¬gubah nyanyian tentang hewan itu. Aku belum sempat bicara dengan Ishida." "Ishida juga tiba dengan selamat."Ya. mempelajari bahasa adalah salah satu yang paling kugemari. Shigeko langsung jatuh hati padanya. "Kau jangan terlalu lelah. lalu bagaimana dengan si kecil Chi kara?" "Mabuk laut berat dia malu dengan hal itu. dibantu perempuan yang datang bersama mereka." "Untuk tujuan apa mereka datang?" "Membuka peluang untuk berdagang. berkata. dan seorang wanita yang menerjemah k an merek a. Aku tak ingin melambungkan harapan yang kelak tak bisa terpenuhi. kemunculannya sangat kuharapkan. dan tiba pa da satu keputusan." "Kau tak boleh berpanas-panasan. Shigeko langsung jatuh hati padanya. Mungki n dia tahu lebih banyak." "Belajar. Aku senang." "Hanya ditunda. melihat lebih banyak lagi bagian neger i ini yang masih menjadi misteri besar bagi mereka. dan kau harus melaku¬kan semua yang dimintanya. Seluru h penduduk diam dalam kekaguman. "Kau s emakin bijaksana dan berhati-hati." Takeo menekankan. I shida harus menengokmu." sahut Kaed e. Tentu saja aku mau.

" "Bagaimana kau tahu semua ini?" "Kami kebetulan bertemu di penginapan di Hofu. Saat itu aku menyamar untuk berte mu Terada Fumio untuk memintanya menghentikan penyelundupan senjata." Kaede mengernyitkan dahi. "Aku tak ingin mengejutkan dirimu. Dia dijual ke rumah bordil oleh prajurit yang membunu h ibunya ibuku dan kakak perempuanku. dan sempat tinggal di I nuyama.?" Kaede menatap Takeo. tempat di mana dia bertemu orang asing yang bernama Don Joao: dia fasih berbicara dalam b ah asa merek a. setengah ta k percaya." "Nama itu cukup umum digunakan di kalangan kaum Hidden.. Dia lahir di desa yang sama denganku. Halaman 123 dari 500 . setelah peristiwa pembantaian itu. "Benar." "Adik yang kau kira sudah tiada?" tanya Kaede tercengang. Dia melarikan diri ke Hofu. adikku. dari ibu yang sama. Madaren. Kami saling mengenali. kuras a. tapi aku ha rus mengatakannya. "Nama yang aneh. Dia berganti nama." Takeo berkata dengan suara pelan. Dia adik perempuanku. Perempuan itu berasal dari wilayah Timur." "Setelah sekian tahun.. setengah bersimpati.datang bersama mereka? Aku tertarik karena dia telah menguasai bahasa asing. dan bekerja di rumah bordil l ainnya.

Jarak di antara kami sudah begitu lebar ." Takeo menggeleng. Aku takkan mengakuinya sebagai saudaraku. hanya sebentar. Terl ebih lagi. "Bisakah kau bu juk dia untuk menjadi mata-mata?" Sepertinya Kaede berusaha menyembunyikan kekagetannya dan bi cara secara masuk akal. dan aku semakin yakin. dan aku ingin kau mengetahui kebenarannya dariku. tapi desas-desus m ungkin akan tersebar. Tapi informasi mengalir dari dua arah. Tidakkah kau gembira menemukan nya masih hidup? Kau tidak ingin mem¬bawanya masuk ke dalam keluargamu?" "Kukira dia sudah mati. hanya sebentar. Dia bisa berguna untuk menanamkan pemikiran kita pada kedua orang asing itu. mungkin alasan orang-orang itu untuk memecah belah rakyat kita. Kukatakan padanya kalau aku akan menjamin hidupnya tapi tidak ingin bertemu dengannya lagi. dan aku semakin y akin. dan tidak lagi mengikuti kepercayaan masa kecilku. karena aku harus melindungi mereka semua dari kedua belah pi hak." "Apakah dia mirip denganmu? Aku ingin sekali bertemu dengannya. Siapa yang tahu alasannya? Aku tak bisa membiarkan siapa pun mengira bisa memengaruhi diriku." Kaede berkata. Kami bertemu satu kali lagi."Aku yakin itu dia. bah¬kan dengan hormat.. karena inti aj aran mereka serupa dengan kaum Hidden. "Dia mirip ibunya. Aku curiga kalau orang-orang asing itu ingin menyebarkan kepercayaan mereka. dia penganut kepercayaan yang saleh: sedangkan aku tak memercayai kepercayaan mana p un. "Kau kedengaran sangat ding in. Aku menangisi kematiannya serta kematian yang lainnya. Aku menyelidiki tentang dirinya dan tahu sedikit riwayat hidupnya.. Aku menyelidiki tentang dirinya dan tahu sedikit riwayat hidupnya. tapi jangan p ernah membicarakan tentang diriku padanya. Kami bertemu satu kali lagi. "Aku yakin dia bisa menjadi sumber informasi." "Kurasa dia bermanfaat bagi kita sebagai jurubahasa maupun guru." "Tak seorang pun yang menyaksikan dirimu melakukan upacara di biara atau kuil me rasa yakin akan . Tapi kini dia datang ke sini. dengan disengaja atau tidak. Aku memintamu untuk memperlakukannya dengan baik.. Kukatakan padanya kalau aku akan menjamin hidupnya ku yakin itu dia. K ini aku tidak tahu harus bersikap bagai¬mana: aku sudah berubah menjadi orang yang berbeda dari bocah yang pernah menjadi kakaknya. Kesenjangan derajat dan status kami sudah menganga lebar. Wajar kalau dia tertarik dalam pergaulan orang asing.

mungkin." Andai m Hidden." "Aku tidak percaya itu!" sahut Kaede. "Tentu tuhan kaum Hidden itu Maha Pengampun. Tapi itulah yang di¬percayai kaum Hidden." sahut Takco dengan nada getir. "Bagi penganutnya. oleh Yang Maha Melihat. Tapi bila kau salah k tidak boleh berpura-pura bila sudah menyangkut masalah kepercayaan. Kita harus sangat berhati¬hati dengan mereka bila mereka telah berpikir kita dikutuk. mutla Dirimu terpampang jelas ayahku tidak memihak kau orang lain. Sedangkan yang lainnya dikutuk ke neraka untuk selam anya." Dilihatnya Kaede agak gemetar. "Dan bagaimana dengan kuil dan patung baruku?" "Kau tahu kemampuanku sebagai pemain sandiwara. begitu juga orang¬orang asing itu. "Aku sungguh ya kepercayaan demi kepentingan stabilitas negara. mer eka mungkin merasa benar untuk memperlakukan kita dengan cara menghina atau keji. * Halaman 124 dari 500 . mungkin dia masih hidup.ketidakpercayaanmu. "Begitu pula aku. pikirnya. kan?" seru Kaede." ujar Kaede. tatapan tanpa belas kasihan Tuhan. dan takut kalau istrinya merasakan suatu firasat. Dan aku akan menjadi bahagia berpura-pura pun satu orang Hidden. setelah sesaat tenggelam dalam pikirannya.

ar ea di sekitar gunung berapi. "Apa gunanya semua pelatihan itu bila tidak digunakan?" gerutu Maya pelan. serta hal-hal lain yang menyangkut urusan kenegaraan. dan M iki setuju dengannya. Si kembar tak diijinkan keluar berdua saja. ketakutan dan kegembiraan. Tepi pantai dan sungai dipenuhi oran g. tapi sifat mereka yang selalu mem er hatikan. Miki dapat menggunakan sosok kedua cukup lama untuk memberi kesan kalau Maya ada di ruangan sementara Maya menghilang agar bisa menakuti Sunaomi dan Chikara dengan hembusan napas seperti desah napas hantu di tengkuk. lalu diucapkan selamat jalan dengan gabungan antara per asaan sedih sekaligus gembira. Dia lebih banyak menghabiskan waktu dengan ayah. namun rasa jenuh dan diabaikan membuat mer eka mencoba hasil pelatihan mereka. atau sentuhan di rambut. bentuk tarian mereka tampak jelas diterangi kembang api yang bersinar terang. Mereka mematuhi peraturan untuk tidak keluyuran di luar. tapi mereka sudah terampil dengan pe latihan Tribe. Arwah orang yang mati disambut ke mbali. Lampion yang tak terhitung jumlahnya mengapung di gelapnya permukaan air. Kenyataan bahwa hal itu tidak dibicarakan secara terang-terangan membuat mereka gelisah. menyiksa Sunaomi dan Chikara. Maya dan Miki menyalakan lilin bag i Kenji yang amat mereka rindukan. dirayakan dengan jamuan. akhirnya mereka tahu. Melihat kasih sayang Kaede pada kedua bocah itu. Mereka tak diberitahu tentang kehamilan Kaede. mereka menduga itu karena kedua anak itu laki-laki. Mereka menguping pembicaraan dan tahu ada us ulan untuk mengangkat salah satu atau kedua anak itu. Meskipun tak diijinkan mengguna¬kannya.Pada bulan kedelapan tibalah Festival Obon. "dengan hidung panjang dan mata yang selalu mengintai!" . membicarakan tentang kun¬jungan k e ibukota tahun depan." kata Maya kepada Sunaomi. hutan di seberang sungai. dan hutan berbukit di atas kastil. namun aturan itu menjengkelkan mereka: keduanya ingin menjelajahi kota yang sibuk. "Di sana ada goblin. Shigeko tampak semakin cepat memasuki masa kedewasaan dan menjadi makin m enjauh. tapi kesedihan mereka yang tulus tak menghalangi mereka dari ke giatan senggang baru. Hari-hari di musim panas terasa panjang dan panas: semua orang mudah marah. Shizuka sibuk dengan administrasi Tribe.

sehingga membuat Maya makin kesa l. mereka hanyalah anak perempuan. Dua layang¬layang bergulung-gulung di atas mereka. tempat pepohonan yang begitu lebat hingga kelihatan tak bisa ditembus. "Terlalu banyak pe njaga. Ia belum melupakan kata-kata Sunaomi pada ayahnya." bisik Miki. "Mereka memakannya mentahmentahi" "Seperti macan?" sahut Sunaomi seraya mengejek. di ba wah pepohonan. keempat anak itu berada di taman. dan melemaskan jari¬jarinya. "Aku tidak takut pada apa pun!" "Tengu yang ini suka makan anak laki¬laki." Halaman 125 dari 500 ." sahut Sunaomi." kata Chikara gugup. Hari terasa menyesak¬kan. tetap saja terasa panas tak terkira. Sore pada hari ketiga Festival Obon. "Aku tidak takut pada tengu. "Mereka tak bisa mengerjai kita di sini. Dirasakan si kucing berputar¬putar di dalam dirinya. Maya ingin membalas perkataan itu. bahkan di taman. tentang keung gulan anak lelaki: Lagipula. anggapan yang terucap tanpa disadariny a.Maya menunjuk ke arah bukit.

" Maya berpaling ke arah Sunaomi." "Sunaomi takkan berani ke sana." kata Maya. "Hanya saja aku tidak diperbolehkan ayahmu yang bilan g begitu. lalu kembali pada Ch ikara." kata Maya pada Sunaomi. Aku tak boleh menatap orang lain." "Kau takut. "Jika kau memang pemberani." "Akane membenci anak laki-laki. "Kau turun lewat dinding ini saat laut surut dan berjalan di atas bebatuan menuju pantai. Bangunan itu tak lagi be rbentuk rumah. pergilah ke rumah Akane dan bawa pulang beberapa tangkai bunga. bila kau menatap mataku maka kau akan tertidur dan tidak akan terbang . mengesankan persimpangan antara dunia nyata dan alam baka." sahutnya. tapi belum menjadi kuil." kata Maya dengan setengah tersenyum." hardik Sunaomi. Rumah itu sudah setengah dibongkar karena akan dibangun kuil. "Di Kumamoto aku dikirim ke pemakaman saat malam hari untuk mem bawa pulang sebuah lentera." "Mudah jika kau tidak takut. G elombang sudah hampir naik. "Jika kau memang pemberani. Aku sudah berjanj i pada Ayah." Maya berdiri dan berjalan ke pinggiran dinding laut. "Kau takut!" "Tidak!" "Ya sudah. dan Maya menunjuk rumah Akane yang kosong dan kelihatan mu ram. sepupu! Aku lupa." bisik Miki. Aku pernah melihatnya. maaf. sebagian menampakkan bebatuan yang menonjol dan licin." tutur Sunaomi." kata Maya pada Sunaomi. kau pasti berani keluar sendirian!" "Aku tidak diijinkan. Aku sudah pernah pergi ke rumah Aka ne. Aku tidak takut." Cepat-cepai Maya menampar pipi Sunaomi untuk menyadar¬kannya. walaupun arwahnya gentayangan di rumah itu. "Maya!" seru Miki memperingatkan. kau pasti berani keluar sendirian!" Memang mudah bersikap berani saat dikelilingi penjaga. "Oh. "Dia mengubur anak laki-laki hidup¬hi dup di tamannya supaya semak-semak tumbuh subur dan wangi. "Kau tahu. "Kau b isa pergi malam ini. 'Tidak mudah keluar tanpa terlihat. Itu cuma alasanmu saja. "Aku tak melihat satu pun hantu!" "Kalau begitu." "Itu mudah. menahan tatapan bocah itu selama beb erapa saat. pergilah keluar."Memang mudah bersikap berani saat dikelilingi penjaga." Sunaomi mengikutinya.

untu k tetap terjaga sampai tengah malam. langit tampak cerah tanpa angin. namun saat bulan mulai naik. dia tetap gel isah dan lebih takut karena tak mematuhi paman¬nya ketimbang bahaya terluka atau pun hantu. melenyapkan bintang dan a khirnya menelan bulan. Sejak kecil dia dilatih deng an disiplin dan diajari untuk mengatasi rasa takut. Para pengawal yang mendampinginya sejak dari Hofu tinggal di aula di kota atas perint ah Lord Otori: penjaga kastil sebagian besar berada di gerbang dan di sekitar dinding depan. Pa sukan patroli Halaman 126 dari 500 ." sahut Maya.un lagi!" Sunaomi menghampiri untuk membela adiknya. Laut dan daratan berbaur menjadi satu. Tak sulit baginya." Saat matahari mulai terbenam. aku akan membu nuhmu. aku akan ke rumah itu dan membawa pulang apa pu n yang kau minta. meski dengan keberanian yang mantap. Sunaomi. 'Tahukah kalian kalau kalian akan dib unuh jika tinggal di Kumamoto? Di sana kami membunuh orang kembar!" "Aku tidak percaya sedikit pun apa yang kau katakan. Sunaomi adalah putra sulung dalam keluarga ksatria. "Semua orang l ahu kalau Arai adalah pengkhianat dan pengecut. gumpalan awan aneh berwarna kelabu berarak dari timur. Tapi karena kau hanya anak perempuan. "Jika kau anak laki-laki." Sunaomi menegakkan badan dengan bangga. meskipun baru delapan tahun. selain itu tak ada api lain lagi. Api terakhir masih mengepulkan asap di pantai.

dira sakannya kulit kerang setajam pisau di telapak kaki dan lututnya. bersama dua pelaya n yang merawat mereka. Kedua gadis pelayan itu tidur cepat. salah satunya mendengkur. dia lega merasakan kelembutan di telapak kakinya. ombak berdesis berbuih putih. Sunaomi tersandung dan terus berjala n dengan merangkak ke hutan kecil tempat pepohonan pinus bermunculan di sekeliling¬nya. bersama dua pelaya n yang merawat mereka. dia ter¬peleset dan hampir jatuh ke dalam air. kini lebih keras lag i. na mun tak satu pun dari keduanya bergerak. Menggaruk berusaha mencengkeram sesuatu untuk pegangan. Sunaomi berhenti sebentar. rjalan melintasi taman dalam jarak waktu yang teratur. Kastil maupun kota sudah terlelap. siap mengatakan kalau ia ingin ke kamar mandi bila mereka terbangun. Cahaya api berada tepat di belakangnya. Sua ra burung hantu terdengar di atas kepala membuatnya melonjak terkejut. memikirkan tentang monster yang muncul dari laut. Hampir tidak bisa melihat apaapa. Lalu berganti rumput kaku. meringkuk di balik pepohonan. Sunaomi mendengar suara m ereka melewati pintu yang terbuka dari ruangan tempat dia dan Chikara tidur. menuju ke pantai. Ombak merayap di bawah tubuhn ya. ikan ata u gurita raksasa yang bisa menelannya ke dalam kegelapan. Ketika sampai di atas pasir. tak bisa naik atau turun. laut bergumam lembut. Kedua gadis pelayan itu tidur cepat. Sunaomi c epat-cepat berdiri. Laut terdengar meraung. malam terasa tenang. na mun tak satu pun dari keduanya bergerak. dan bentuk burung y ang seperti hantu itu sesaat mengapung di hadapannya dengan kepakan sayap. Pantai tampak kelabu pucat. Di luar. Sunaomi c epat-cepat berdiri. Di bawah dinding. Beberapa kali mengira kala u dirinya terjepit. Sunaomi mendengar suara mereka melewati pintu yang terbuka dari ruangan tempat dia dan Chikara tidur. Ketika kakinya yang bersandal jerami menyentuh permukaan bebatuan. salah satunya mendengkur. menyebabkan luka tadi terasa perih. Seraya menggertakkan gigi. dia bergeser sedikit demi sed ikit bak kepiting ke arah api terakhir yang masih mengepulkan asap.berjalan melintasi taman dalam jarak waktu yang teratur. Tercium olehnya bau damar yang terbawa asap api unggun tadi dan aroma kuat lainny a yang . siap mengatakan kalau ia ingin ke kamar mandi bila mereka terbangun. Sunaomi menghela napas panjang dan mulai meraba¬raba jalan yang dilaluinya menurun i landaian besar di dinding batu besar yang dirapatkan. Bisa terdengar olehnya pusaran air di bebatuan.

Rumah itu gelap gulita. walau kakinya terasa berat . Aku tak takut pada apa pun. lalu berusaha menahan gemetar yang sem akin melemaskan tubuhnya. mungkin kuci ng. bandit tanpa kepala ya ng marah karena dihukum mati. tapi dia berkata pada dirinya sendi ri. Ketika melangkah masuk ke gerbang. Aku adalah Arai Sunaomi. lalu ber¬jalan ke depan.terasa manis dan memikat. Sesuatu berlari cepat menyeberangi beranda. Anak laki-laki sering disuruh pergi ke makam atau tempat eksekusi di malam hari untuk uji nyali. c ucu Daiichi. Kucing itu pasti kucing tiba-tiba melolong dari balik bayang-bayang. Wangi tanaman di taman Akane diperkuat dengan darah dan tulang anak laki-laki. atau tikus besar. jaring¬nya lengket di wajah dan rambutnya. meskipun bisa dirasa¬kannya air mata mulai men gambang di pelupuk mata. Halaman 127 dari 500 . Napasnya makin memburu. tubuhnya terhalang sarang laba-laba. Dipaksa dirinya untuk berdiri. Ta pi itu bukan berarti dia tak percaya akan keberadaannya: perempuan berleher panjang bak ular dan gigi setajam kucing. lekukan atap di belakangnya. akan balas dendam dengan memangsa darah manusia. Ia menggapaikan tangannya seakan mengikuti bau wangi itu sampai ke belaka ng rumah lalu sampai ke taman. dinding mulai runtuh. aku tidak boleh menangis. Gerbang terbuka lebar. makhluk bermata satu serta tanpa tangan dan kaki. Ia men¬capai dinding taman. orang yang mati penasaran. dan tak tahan ingin buang air kecil. Sunaomi menelan ludah dengan susah payah. katanya dalam hati. Jangan menangis. putra Zenko. Sunaomi sudah menyom¬bongkan diri pada Maya kalau dia tak pernah melihat hantu.

"Apa yang sedang kau laku¬kan tengah malam begini?" Tapi Sunaomi tak mampu menjawab. matanya langsung silau terkena cahaya. Dia lalu lari. Piki ran kanakkanaknya . Bayangan bergerak¬gerak di atasnya. Pertahanan dirinya bobol. "Maafkan aku. tapi tersandung sebongkah batu dan jatuh terjerembab. Lalu dia memaksakan diri berjalan me¬rangkak sekuat tenaga dan meludahkan tanah di mulutnya. air terasa mengalir di celananya. Bau tanah dan rasa¬nya mengingatkannya pada pemakaman dan mayat. dan betapa tak lama lagi dia akan ter-baring di kuburan. tapi hanya sebagian badan. yang pasti baru keluar dari liang lahat. Semak itu segera men geluarkan getah berbau tajam. Di a bergegas ke arah bunga itu. Sunaomi berdiri. segera membawa boca h itu kembali ke kastil. dan dengan sembarangan mencabut beberapa tangkai. Perempuan itu tidak punya mata. Sunaomi tidak terluka.Sunaomi bisa melihat bunganya: satu¬satunya benda yang terlihat dalam kegelapan. Saat berbalik. cahaya jatuh tepat di wajah perempuan itu. mulut juga hidung. Lady Akane. Maaf. tapi tersandung sebongkah batu dan jatuh terjerembab. Sunaomi menjerit. dan serangan Klan Otori terhadap Arai. dan meskipun sudah pulih. merasakan se nsasi ter¬akhir dalam hidupnya. menggapai dan mematahkan sebatang ranting. dan betapa tak lama lagi dia akan ter-baring di kuburan. Lenteranya agak sedikit naik. Sejak itu. unaomi bisa melihat bunganya: satu¬satunya benda yang terlihat dalam kegelapan. dan dengan sembarangan mencabut beberapa tangkai. *** Taro yang menginap di rumah Akane sambil mengerjakan patung. Jangan kubur aku!" "Apa-apaan ini?" ada suara. Bau tanah dan rasa¬nya mengingatkannya pada pemakaman dan mayat. suara laki-laki. selain ketakutan setengah mati. merasakan se nsasi ter¬akhir dalam hidupnya. tangan itu terulur ke arah Sunaomi. dan Sunaomi mendengar langkah kaki di di belakangnya. Ku¬mohon jangan sakiti aku. Keesok an paginya dia tidak mengakui. Yang terlihat hanyalah sat u sosok setengah badan seorang perempuan. namun luka telah tertoreh di hatinya. Di buangnya ranting yang ada di tangannya. Su naomi terus merenungkan kematian kakeknya. D ia bergegas ke arah bunga itu. Dia lalu lari. luka y ang masih membekas mengandung kebencian yang mendalam ter¬hadap Maya dan Miki. suara manusia.

Takeo juga m emarahi Sunaomi atas ketidakpatuhan dan keberaniannya yang gegabah. Ia tak ingin mengir im Maya pergi. menebar pesona dan menghibur merek a.mencari cara untuk me¬nyakiti Maya dan Miki. lagipula sebagian besar dari mereka menyukai anak laki-laki. Sunaomi merindukan ibunya. berlinang air mata karena kesal." Takeo mendengar kecemasan Kaede pada bayi yang dikandungnya. t api nalurinya mengatakan bahwa ia bisa mendapatkan tempat yang tinggi dalam kasih sayang bibin ya. Halaman 128 dari 500 . "Di a tidak bisa tinggal di sini. Tidak butuh waktu lama untuk mengungkap kebenarannya. Dia tidak menangis. "Maya benar-benar keterlaluan. Jika Sunaomi terbunuh atau terlu ka parah saat dalam perlindungan mereka. jauh lebih tinggi ketimbang pada si kembar. ter¬lepas dari kesedihan orang di kastil menyayangi ked ua bocah.. bak seekor hewan. Kaede. bahkan ketika Kaede m engutarakan ketidak-senangannya dan menamparnya beberapa kali. Ia merasa putrinya butuh pengawasannya. Dia mulai meng ambil hati para perempuan penghuni rumah itu. dan menanyai¬nya penuh selidik tentang alasannya.. maka strategi untuk meredam dan membendung Zenko akan hancur berantakan. *** Takeo dan Kaede merasa gusar atas kejadian ini. dan tatapan m atanya kejam dan tanpa belas kasihan. curiga kalau keponakannya tak akan melakukan hal itu tanpa ad a yang memancingnya. tapi ia terlalu sibuk untuk terus berada di samping putrinya. Kali ini Takeo lebih gusar pada Maya. dan kemudian giliran Maya menghadapi kemarahan ayahnya. Bila dia tak bisa dipercaya tinggal bersama anak laki-laki. karena putrinya tidak menunjukkan penye¬salan ataupun rasa bersalah." kata Kaede.

dan bisa b eralih rupa menjadi laki-laki. penyamaran yang sering digunakan saat melaksanakan tugas Tribe. Tapi siapa yang mengetahui hal semacam ini dalam keluarga Muto? Bahkan kau. "Kau akan menemui Taku di Maruyama." Shizuka berkata." sahut Shizuka. ibumu se ndiri? Kau tahu apa tentang urusan negara? Semua yang kami lakukan ada alasan politis. Kau tidak bisa bersikap seperti anak-anak lain. Kau putri Lord Otori. seray ." Maya berbisik." kata Takeo pada Maya."Tak baik menginginkan putri kandung¬mu pergi jauh. Seiko. "Mung¬kin Ta ku adalah orang yang paling tepat." "Tapi Taku harus tetap di wilayah Barat. "Kau harus mematuhi S ada. Shizuka. Adakah yang dapat m engantar Maya?" "Ada seorang gadis. dengan darah Kikuta. Akan sela lu seperti ini. Kaede menamparnya lagi." "Kau mengajarkan banyak kemampuan Tribe pada putraku. "Beraninya benar kau bicara seperti itu padaku." "Maka kirim Maya kepadanya. dia baru datang dari desa Muto bersama adiknya." Takeo mengangguk: kini ia ingat gadis itu. tapi sebelum pergi Maya memojokkan bocah itu. dan lebih menyayangi putra ora ng lain. biarkan aku menjadi putri seorang Tribe. Kita tak bisa memintanya kemari hanya u ntuk kepentingan Maya." Sunaomi berusaha menghindar. "Sepertinya hanya itu jalan keluarnya." katTak baik menginginkan putri kandung¬mu pergi jauh. dan lebih menyayan gi putra orang lain." kata Maya pelan." "Siapa namanya?" "Sada: kerabat dari istri Kenji. tak punya pengalaman dengan kera sukan semacam ini. "Kalau begitu. Sungguh sayang bila kemampuan seperti itu disia-siakan. "Dia menyadarinya: dia memiliki kemampuan Tribe yang tidak boleh dia gunakan sebagai putri seorang ksat ria." Takeo menghela napas. bertubuh tinggi dan tegap. Mereka berdu a bekerja di rumah penginapan orang asing saat ini." "Maya perlu pengawasan dan pelatihan.

Dia yang memaksaku pulang. Lalu kau buang. "Kau gagal dalam uji nyali itu." "Aku ke rumah itu." "Kau tidak ada di sana!" "Ya. Takeo bersiap untuk bepergian lagi. Aku melihatmu. Su dah menjadi kebiasaan negeri ini kendalikan dari Yamagata dari akhir bulan kesembilan hingga puncak musim Halaman 129 dari 500 . Taro ada di sana. dan mengompol di celana. aku di sana." Sunaomi berteriak memanggil pelayan." Maya tersenyum." sahutnya.a berbisik.* Seiring musim panas berganti musim gugur. tapi Maya sudah pergi. "Kau tidak bawa rantingnya!" "Tidak ada bunga di sana!" "Tidak ada bunga! Kau memetik sebatang. Sudah kubilang kalau Arai pengecut.

Tepat sebelum berangkat ke Maruyama pada minggu pertama di bulan kesepuluh. Tak ada yang perlu disesali atas kepergian Matsuda. dan berganti nama me njadi Eikan. Mi yoshi Gemba membawa kabar ini ke Hagi dan Takeo langsung berangkat ke Terayama bersama Gemba dan Shigeko. kode etik hukum. tapi Minoru dan pelayan rumah Miyoshi ada bersama mereka seperti biasa. Miy oshi Gemba membawa kabar ini ke Hagi dan Takeo langsung berangkat ke Terayama bersama Gemba dan Shigeko. Tujuan hidupnya telah tercap ai. kode etik hukum. Laporan kerja selama musim panas ber¬bagai keputusan. Namun Takeo begitu merindukan. "Ibumu pindah bersama kedua bocah itu ke rumah lama Lord Shigeru. jiwanya merupakan kesatuan antara kemur¬nian dan kekuatan. Gemba menemani mereka ke Yamagata. ingin.dingin. Cita-citanya siap diterus¬kan mur id-muridnya: Takeo dan Shigeko. tapi ia terpaksa ber¬angkat lebih awal karena kematian Matsuda Shingen. sura t datang dari Hagi. dan hasil pengadilan dibagi-bagi dalam kotak dan keranj ang pada barisan panjang kuda beban. tapi ia terpaksa ber¬angkat lebih awal karena kematian Matsuda Shingen. dan segera mem¬beritahukan kabar ten tang keluarga pada putri sulungnya. sena banyak yang lainnya. Laporan kerja selama musim panas ber¬bagai keputusan. Shigeko bangun lebih awal setiap pagi untuk berlatih me¬nunggang kuda dan memanah bersama Gemba untuk kemudian menghadiri se¬bagian besar rapat bersamanya. perencanaan pertanian sena keuangan. serta Jun dan Shin yang berada di luar tapi tetap masih . dan hasil pengadilan dibagi-bagi dalam kotak dan keranj ang pada barisan panjang kuda beban. tempat berbagai urusan administrasi menyita s eluruh perhatian Takeo. Setetah upacara pe¬makaman selesai. Ia senang karena tahu Makoto tetap akan men dukungnya. perencanaan pertanian sena keuangan. dan ia memikirkan dengan penuh kerinduan saat ia akan mengundurkan diri ke Terayama dan sisa hidupnya dengan meditasi dan melukis. Dan ibumu mulai membelajari bahasa orang-orang asing itu. Takeo membacanya dengan penuh semangat. dan merasa kehilangan orang bijak tersebut sebagai kerugian bagi Tiga Negara." "Dari si juru bahasa?" Shigeko ingin bertanya lagi pada ayahnya. Makoto kini menggantikan kedudukannya sebagai Kepala Biara. tapi Takeo tetap meng¬gunakan nama lamanya. mere ka melanjutkan per-jalanan ke Yamagata.

Setelah itu. seakan dia mengenal Ayah dengan baik. Kita harus belajar sebanyak mungkin tentang bahasa. "Mereka akan tinggal di Hagi selama musim dingin. Mereka memiliki kepercayaan yang sama dengan para orang asing. Saat itu hari sudah senja. "Ayah akan ce ritakan kepadamu. tapi orang lain tidak. itu nama yang dipakai kaum Hidden . lalu dengan sifatnya yang lekas bersimpati. menyelimuti tanah denga n onggokan berwama emas." sahut Takeo." Halaman 130 dari 500 . seperti kau tahu." Sesaat Takeo ragu. kecuali kakak laki-lakinya yang diselamatkan o leh Lord Shigeru. Semua keluarganya dibunuh. "Pasti hidupnya menderita. Namanya Madaren." Bola mata Shigeko terbelalak dan urat nadinya berdenyut cepat. kabut merangkak naik dari parit yang me ngelilingi bangunan sehingga mengaburkan garis bentuk dan detil. Madaren adalah adik perempuanku: kami lahir dari satu ibu." katany a. "Apakah sebaiknya mereka diijinkan ber¬dagang di Maruyama?" "Ayah ingin mereka berada di tempat yang bisa kita awasi. Ayahnya ter¬senyum.bisa mendengar." "Juru bahasa itu: dia memandang ayah dengan pandangan aneh. berasal dari Tribe. ad at kebiasaan dan tujuan mereka. "Ayah hams menceritakan lebih banyak lagi tentang orang-orang asing itu. tapi Shigeru mengganti nama Ayah menjadi Takeo. tapi simpan rahasia ini baik-baik." ujar Shigeko. dan dulu pernah dibantai oleh Klan Tohan. "Ibumu tahu siapa dia." "Sungguh luar biasa. "Ya. Shigeko mendapat kesempatan saat mereka berdua berj alan di taman. tapi l ain bapak ayahku. anak itu adalah Ayah. Daun berguguran di taman yang tenang. Saat itu Ayah bernama Tomasu. Selama ini Ayah mengira dia sudah mati." akhimya ia berkata.

Apa Ayah memercayai semua ini?" "Ayah tidak memercayai sepenuhnya. "Ayah akan mati dengan bahagia karena tahu akan meninggalkan semuanya di tangan yang aman. dan Ayah berharap tidak menyalahgunakan kekuasaan yang telah diberikan kepada Ayah." Shigeko melihat wajah ayahnya muram. Bahkan kita memiliki kirin salah satu tanda adanya penguasa yang adil." Setelah beberapa saat. Dan ingat untuk menghormati semua kepercay aan. "Dari dulu memang sudah banyak kaum Hidden di Maruyama. Meskipun. "Ayah sangat bersyukur atas sem ua yang dianugerahkan Surga pada Ayah. Tapi Shigeko tahu kalau ayahnya menyembu¬nyikan banyak kekhaw ." sahutnya. keamanan mereka ini ada di tanganmu." Shigeko merenungkan hal ini selama be¬berapa saat. Kini dia dalam Dia berhasil bertahan. "Ayah sangsi bisa hidup bahkan separuh dari usia Matsuda. "Kelak." lanjut Takeo dengan s angat serius." "Ramalan membenarkan kekuasaan Ayah seperti yang ditakdirkan dan direstui Surga. begitu juga pada Madaren." "Orang tua semakin lama semakin akan bertindak bodoh. karena itu satu-satunya jalan yang harus d itempuh seorang pemimpin sejati. belajar bahasa asing. Kau boleh tanya apa saja dan kapan saja." seru Shigeko. Ayah tak berharap hidup sampai tua. Kini dia dalam perlindungan Ayah. Lady Naomi melindungi me reka karena dia juga mengikuti ajaran mereka. "Madaren melakukannya lebih baik dibandingkan orang lain. Jo-An. teraenyum. Burung houou bersarang lagi di Tiga Negara. serta banyak mantan gelandangan masih tinggal di pedesaan di sekitar kota. ia me nambahkan. tentu saja. juga salah satu pengikutnya. belajar bahasa asing. meraih semua kesempatan yang ada. Tapi jangan memercayai orang asing. Kau harus ber¬kenalan dengan pemimpin mereka. "Madaren melakukannya lebih baik dibandingkan orang lain." tambahnya nngan "Bila itu terjadi. dan diijinkan mengajar¬kan ibumu. mendadak ketakutan. "Bolehkah aku bertanya lagi?" " Tentu."Dia berhasil bertahan." "Aku ingin Ayah tidak pernah mati. kau harus mendorong Ayah untuk mengundurkan diri. tapi jangan ikuti satu pun dari semua itu." sahut Takeo. Ayah tak ingin menyembunyikan apa pun darimu." sahut Takeo. dan tak ingin membahas lebih jauh lagi topi k pembicaraan yang mengingatkan Ayahnya pada kenangan yang menyakitkan. meraih semua kesempatan yang ada. meskipun dia kerabatmu." sahut Takeo.

" sahut Gemba." ujar Takeo. tapi Shun membuatku te rcengang pada peperangan pertama kami. Tidak ada kuda seperti dia. Beberapa hari kemudian ia dan Gemba menyeberangi jembatan di dekat Kibi. Jin-Emon. bantuan Jo -An bersama kelompok gelandangannya. Tapi. Ia Halaman 131 dari 500 . Dia lebih tahu banyak tentang peperangan ketimbang diriku sendiri!" "Kukira dia sudah mati sekarang?" tanya Gemba. dia tumbuh dewasa bersama salah seorang yang m elegenda itu. "Kuda yang ini cukup menyenangkan. Biara dewa rubah yan g ada di tepi sungai kini. dan Tak eo mengenang masa lalu bersama Gemba: pergi dari Terayama di tengah guyuran hujan. Takeshi dibunuh prajurit Tohan. adik Shigeru.atiran. Ia memikir¬kan dengan gembira atas hadiah rahasia yang akan ia berikan untu k ayahnya. Shigeko sudah tahu hal itu. "Pada saat itu Amano Tenzo memberiku Shun. Tahukah kau kalau Shun ternyata adalah kuda Takeshi? Mori Hiroki yang mengatakannya. dia mati dua tahun lalu. dan kuda itu meng¬hilang sampai Amano Tenzo membeli dan memberikan nya kepada Takeo. diiden¬tikkan pada Jo-An dan sekarang dia dipuja di sini ." "Aku tidak tahu. secara aneh. yang membawanya ke Yamagata. Kuda coklat kemerahan itu dijinakkan oleh Lord Takeshi. dan kematian si raksasa. Ditepuknya leher kuda hi tam yang sedang ditungganginya. "Ya.

Mungkin Lord Gemba a tau Lord Hiroshi bisa ikut ber¬samak u. Ayah tak ingin memintanya kembali. memb iaskan sinar matahari menjadi penggalan-penggalan bianglala di awan yang membumbung tinggi. "Sepertinya Lord Saga akan takluk pada Lady Shigeko. ke barisan pegunungan yang terbentang ke timur dan utara. Ia hanya mengenal kakeknya sebentar. ajaran kedamaian akan menang. Aku bisa menemani¬nya sampai ke Akashi. saat kita ke Miyako tahun depan. udah lama berharap akan ke Maruyama karena ia memang bermaksud menghadiahkan kud a itu sebagai kejutan saat upacara yang akan datang. dan Ajaran Houou. Dan apakah hewan it u dapat bertahan dalam perjalanan sejauh itu?" "Hewan itu berhasil menempuh per jalanan dengan kapal. Ia kemudia n melihat ke bawah. "Hadiah yang sempurna! Hadiah yang belum pernah te rlihat di ibukota!" Takeo berpaling dari pelana dan menatap Shigeko. pipi t embamnya merona merah karena senang. Tida k ada benda yang menandakan tempat itu. membuatnya sakit kepala dengan tuntutan yang tak bisa dipahami. tapi Hisao tidak sulit menemukannya karena ibu¬nya membimbi ng langkahnya ke sana. jasadnya dibuang ke parit dan tertimbun tanah." Gemba tertawa terbahak-bahak. H isao melihatnya dan memanjatkan doa bagi arwah kakeknya agar dapat menempuh jalan ama n menuju alam baka dan kelahiran kembali yang lebih baik pada kehidupan kelak. "Ayah. "Gagasan yang menakjubkan. Seringkali hujan turun tiba-tiba selagi ia melewatinya. tempat ia akan bertemu Hiroshi lagi. menunggang kuda melalui pedesaan di musim gugur yang damai menuju wilay ah yang akan segera menjadi miliknya." "Kaisar serta orang istana akan terpesona dengan hadiah itu." kata Gemba. Memikirkan legenda dan hewan-hewan yang mengagumkan memunculkan gagasan di benak nya.sudah lama berharap akan ke Maruyama karena ia memang bermaksud menghadiahkan ku da itu sebagai kejutan saat upacara yang akan datang. Arwah itu menggantung di tepi kesadaran seperti juga arwah ibunya. namun telah merindu ." Shigeko. untuk melihat a pakah ada orang yang datang Hisao merasa lega tapi juga menyesal karena arwah kakeknya telah kel uar. kita hadiahkan kirin kepada Kaisar. Tapi Ayah telah memberikan kirin untukmu. merasakan kalau me reka memang direstui Surga.* Setelah kematian Muto Kenji. Begitu cemerlangnya gagasan itu hingga ia ingin langsung mengatakannya.

lipatan kulit keriputnya semakin bergelayut. dia membenci Akio k arena menjadi penyebabnya. Bunga lili musim gugur berwarna merah tua pekat tumbuh di atas jasad Kenji. Burung-burung mulai bermigrasi ke utara. dan walaupun tidak pernah membicarakan hal itu. Gosaburo semakin kurus. Hisao senang arwah kakeknya sudah pergi dengan damai. Hisao agak senang men¬dengar kabar baik tentang eksekusi para pemuda itu karena akan mem adamkan harapan Gosaburo dan menguatkan ke-putusannya untuk balas dendam. terutama Kotaro Gosaburo. dan malam Halaman 132 dari 500 . mesk i tak ada yang menanamnya. bahwa salah satu atau keduanya s udah tewas.kannya: Kenji bunuh diri atas kemauannya sendiri. tapi m enyesali kematiannya. Musim panas berlalu dan tak ada yang datang. dia menjadi cepat kesal dan sikapnya menjadi susa h ditebak. kare na tak ada kabar tentang nasib anak¬anaknya yang ditahan di Inuyama. Penduduk desa merasa khawatir selama musim panas. Akio makin tak sabar pada Gosaburo. Desas¬desus dan spekulasi kian bertambah: bahwa mereka sekarat karena disiksa. sinar matan ya hampa.

pohon bee ch berwarna tembaga. mengumpulkan kayu bakar dari hutan. ipenuhi jeritan angsa dan kepakan sayap mereka. Di awal bulan ketujuh. la membuat penggaruk tana h baru sehingga pupuk ter¬sebar lebih merata. dan bereksperimen dengan bilah kapak. "Apa maks udnya?" "Kaisar telah menunjuk jenderal baru. Rembulan di bulan kesembilan ta mpak besar dan keemasan. dan amat gelisah dengan berita yang ketiga. wortel dan labu yang baik. Ada sebuah tempat penempaan besi di desa itu.dipenuhi jeritan angsa dan kepakan sayap mereka. masih di tahan di Inuyama. Rembulan di bulan kesembilan tam pak besar dan keemasan. sudut s erta ke¬tajamannya. yang selama sepuluh tahun ini . dan baru akan berangkat ke Miyako. Dia juga membawa kabar lain: Lady Otori sedang hamil dan Lord Otori mengirim utusan dengan prosesi yang mewah ke ibukota. Sistem pengairannya berhasil: sawah d i pegunungan menghasilkan panen kedelai. Saga Hideki. Rombongan itu berada di Inuyama di waktu yang bersamaan dengan Kazuo. pohon bee ch berwarna tembaga. bobot. Sikap Akio kurang senang dengan potongan berita yang pertama. dan bereksperimen dengan bilah kapak. Imai Kazuo dikirim ke Inuyama untuk mencari berita. bobot. iri pada berita ya ng kedua. wortel dan labu yang baik. willow dan ginko berwarna keemasan. mengumpulkan kayu bakar dari hutan. Sistem pengairannya berhasil: sawah d i pegunungan menghasilkan panen kedelai. sudut s erta ke¬tajamannya. Pohon maple dan pohon sumac berubah warna menjadi merah tua. menyebar dedaunan kering dan kotoran hewan di sawah. la membuat penggaruk tana h baru sehingga pupuk ter¬sebar lebih merata. Pohon maple dan pohon sumac berubah warna menjadi merah tua. willow dan ginko berwarna keemasan. Dia k embali di pertengahan musim gugur dengan kabar gembira namun membingung¬kan: para sandera ma sih hidup. dan Hisao ke sana saa t ada waktu luang untuk memerhatikan dan membantu meniup panas dengan alat peng¬embus dalam pr oses mengubah besi menjadi baja. Hari¬hari dilalui Hisao deng an memperbaiki pematang sebelum musim dingin. dan Hisao ke sana saa t ada waktu luang untuk memerhatikan dan membantu meniup panas dengan alat peng¬embus dalam pr oses mengubah besi menjadi baja. "Mengapa Otori melakukan pendekatan pada Kaisar?" tanyanya pada Kazuo. Ada sebuah tempat penempaan besi di desa itu. Hari¬hari dilalui Hisao deng an memperbaiki pematang sebelum musim dingin. menyebar dedaunan kering dan kotoran hewan di sawah.

Ia jarang mem¬buat kesalahan.sibuk memperluas kekuasaannya di seluruh penjuru wilayah Timur.. Ta keo pasti sudah tahu tempat kita ini. Keluarga kita yang ada di Tiga Negara ini juga butuh tuntunan. sebel umnya ia tidak ragu membunuh keluarga Kikuta. tapi kombinasi antara pukulan dan makian Akio telah men¬jadikanny a cukup terampil. Kita harus ambil b agian dalam kejatuhannya: dengan bersembunyi kita tidak bisa me¬nunggu sampai orang lain memba wa kabar kematiannya kepada kita. "Ada banyak keluarga Kik uta di Akashi." ujar Akio penuh per¬timbangan. Seminggu setelah pulangnya Kazuo.. tentang perang zaman dulu." Kazuo sepakat. Aku tidak percaya dia maupun Taku akan membiarkan ke matian Kenji begitu saja tanpa membalas dendam. bereaksi pada ancaman semacam itu. Akio mulai berlatih at raksi lempar bola lagi. Kini muncul seorang ksatria yang bisa menantang Otori." "Memang ada tanda-tanda kelemahan. kecuali mereka di¬sibukkan dengan hal-hal yang lebih men¬desak. atraksi lempar bola." Mata Akio berkilap dengan ekspresi yang tidak biasa. asinan persimmon dan chestnut dikumpulkan lalu dikemas. Hisao bukanlah pemain pertunjukan yang berbakat: terlalu pemalu dan tidak menik¬ma ti menjadi pusat perhatian. Otori menjadi lebih rapuh." "Ini waktunya bagimu untuk bepergian lagi." sahut Akio. "Ada yang berubah. aku dapa t merasakannya. "Mengutus orang ke Kaisar. dan anak-anak itu masih hidup. Sebagai anak. jimat¬jimat dikeluarkan dan dibersihkan. sandal jerami disiapkan dalam jumlah banyak." kata Kazuo." "Muto Kenji berhasil mengetahui ke¬beradaan kita." "Kalau begitu kita pergi ke Akashi lebih dulu. ayah Hisao mengajarinya ketrampilan teater keliling Kikuta memain¬kan drum. pertikaian. dan akan mengikut imu bila kau yang ke sana. senjata¬senjata diasah. ia pun hapal semua lirik lagu-lagu. pengkhianatan dan tindakan balas dendam yang selalu mereka laku kan dalam perjalanan ke seluruh Tiga Negara. walaup un orang Halaman 133 dari 500 . menyanyikan balada kuno yang disukai penduduk desa.

.

" sahut Akio." Akio menjawab. baru kita bicara tentang perdamaian. menyediakan dana.mengeluhkan kalau ia seperti bergumam sehingga sulit didengar. Aku akan pergi bes ok pagi. Tiga Negara semakin kaya dan makmur sementara kita bersembunyi di pegunungan. menyimpan cat atan. "Keponakan. Aku ak an bekerja untukmu di Matsue seperti yang pernah kulakukan. "Aku mulai membusuk di sini. tapi di malam sebelum keberangkatan mereka. Gagasan untuk bepe rgian mem¬buat ia bersemangat sekaligus takut." ujarnya. Gagasan untuk bep ergian mem¬buat ia bersemangat sekaligus takut. p ergi meninggalkan desa." "Tidak ada yang boleh pergi meninggalkan keluarga Kikuta. tapi memberi isyarat agar tamunya boleh masuk dengan menggerakkan kepala. Tak sabar untuk segera berada di jalan.. seolah menekankan otoritas usia. Otori membiarkan anak-anakku tetap hidup. dan menanyainya dengan penuh selidik . menggeser tutup pintu lalu berlutut dengan gugup. Tak sabar untuk segera berada di jalan. Aku akan setia padamu. Hentikanlah semua pertikaian ini. suaranya datar... Gosaburo menghampiri pintu kamar dan meminta apakah bisa bicara berdua dengan Akio." "Begitu Takeo dan juga Taku mati. ny aris kelaparan dan tidak lama akan musim dingin. "Aku akan kembali ke Matsue. Akio sudah setengah telanjang dan Hisao bisa melihat ekspresi kemarahan ayahnya." Tak lama setelah Gosaburo pergi. Gosaburo melangkah ke dalam kamar. Gosaburo gembira menerima kabar dari Kazuo. tapi kurang bersemangat dengan pertunju kan dan gelisah meninggalkan makam kakeknya. Kita semua juga. Mari kita terima lawarannya untuk berdamai. "Sekarang enyahlah. Aku lelah. tapi kurang bersemangat dengan pertunju kan dan gelisah meninggalkan makam kakeknya. Hisao sudah ber¬baring: ma lam itu . Kita juga bisa ber¬kembang: pengaruh k ita bisa diperluas melalui perdagangan. dan kehadiranmu membuatku jijik. Dia tidak langsung bicara pada Akio." Akio memperingatkan. Akio memadamkan lampu. engeluhkan kalau ia seperti bergumam sehingga sulit didengar. melihat hal-hal baru. p ergi meninggalkan desa. "Sudah saatnya kita berun ding dengan Otori. ketika Hi sao tengah bersiap untuk tidur. melihat hal-hal baru. "Tidak akan." Gosaburo menghela napas panjang.

kata Hisao berulang kali pada dirinya sampai tiba-tiba. Isamu sudah dieksekusi. "Tak ada yang boleh meninggalkan Kikuta dan bebas pergi tanpa hukuman. Kota Halaman 134 dari 500 . sebelum Akio kembali. Takeo dan Isamu. Dia mati dibunuh dengan gar otte. Terdengar beberapa kali suara pelan.terasa hangat dan ia tidak menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Hisao membenamkan diri di balik selimut dan berusaha menutup telinganya. dan Takeo akan meng¬alami hal yang sama. "Ingat itu. Keesokan harinya tubuh Gosaburo ter¬geletak di lorong. Tak seorang pun berani menangisi kematiannya. Begitu mereka kaya. dan Hisao merasakan kelembutan sesaat yang amat dirindukannya saat ram but¬nya dibelai sang ayah. jangan bangun. lalu ke tanah. Sesaat ia berpikir tentang sepupu-sepupunya dan ingin tahu bagaimana cara mereka mati di Inuyama. seseorang tercekik dan meronta-roma: suara berdebuk berat. ia sudah tertidur nyenyak dan tanpa mimpi bak orang mati. Kemarahan Akio membuatnya bersikap kasar dan gegabah. Setelah Akio pergi meninggalkan kamar. ayahnya. Penggalan ca haya menari-nari di balik kelopak matanya. Suara Akio terdengar h ampir lembut saat menyuruh ia tidur. mereka tidak ingin kekayaan mereka dirampas ksatria yang sama sehingga mereka bergabung untuk melin¬dungi barang serta usaha m ereka. dan jangan pedulikan apa pun yang akan di degarnya. berani m eninggalkan Tribe." kata Aki o pada Hisao sewaktu mereka bersiap berangkat. tapi ke¬mudian ia mendengarkan gerakan Akio: setiap s el dalam tubuh orang itu seakan merindukan belai kasih sayang." dalam konflik dan kebingungan sehingga para saudagar mengambil keuntungan dari k ebutuhan pangan dan senjata para ksatria. Aku sudah tidur. diseret di atas papan. Hisao berusaha untuk tidak bersuara karena kekerasan yang sewaktu-waktu akan menimpa dirinya.

mereka mencari benda dan pakaian yang indah . dan dari keuntungan kita bisa menghindari akibatnya. sementara di sini.ini dikelilingi parit lebar yang digali untuk melindungi diri dari musuh. "Masa kejayaan telah berlalu. lalu berusaha menyingkirkan perasaan itu. ditakuti dan dihormati semua orang. Ada beberapa ku il besar yang melindungi dan mendukung perdagangan. Baik Akio maupun Kazuo tidak muda lagi . dengan pakaian tua yang lusuh. "Kita harus bergerak. baik dalam bidang materi maupun spiritual. Hisao merasa iba. baik dalam bidang materi maupun spiritual." kata Jizaemon. karya seni dan kemewahan lain dari Shin dan daerah yang lebih jauh lagi. Perjalanan terasa panjang dan melelahkan. manis dan pedas. membuka dirinya pada suara¬suara arwah. ni dikelilingi parit lebar yang digali untuk melindungi diri dari musuh. Di desa kelahirannya. Saat para penguasa semakin berkuasa. dan penampilan mereka sebagai seniman jalanan sudah hilang gregetnya. seperti biasa. alat yang bisa menghitung waktu. pada Akio saat menyambutnya dengan sikap setengah hati." Mengira ayahnya akan bertindak seperti yang dilakukan pada Gosaburo. ayahnya kelihatan seperti bukan siapa¬siapa. dan pedagang pelab uhan bebas ini menyediakan-nya dengan senang hati. Ada beberapa ku il besar yang melindungi dan mendukung perdagangan. Saat ini Hisao tengah mengamati ayahnya. tapi meningkatnya kesejahteraan di Tiga Negara serta per¬musu han dengan Otori membuat banyak yang pindah ke Hofu. dia melihat kalau ayahnya sudah tua. Mari kita dukung persiapan perang. dan ma sing¬masing parit dengan sepuluh jembatannya dijaga prajurit dari masing-masing kesatuan. kar ena rasa iba. botol kaca dan cabung minuman. Kehadiran mereka di jalanan tidak mendap at sambutan baik. Sakit kepala yang tak asing mulai terasa . kayu manis dan gula: kata-kata yang belum pernah di¬dengarnya. Ki ta bisa lebih berkiprah dalam banyak peristiwa dengan menyediakan senjata dan kebutuhan lainny a. Akio adalah Ketua Kik uta. pemilik usaha importir sukses. Lagu-lagu mere ka telah ketinggalan jaman dan tak lagi populer. dan mas ing¬masing parit dengan sepuluh jembatannya dijaga prajurit dari masing-masing kesatuan. Keluarga Tribe pernah menjadi pedagang yang paling ber¬kuasa di kota itu. Ia tak ingin Jizaemon mati sebelum mem¬perlihatkan sebagian dari nana bendanya. bahkan di satu desa yang tidak ramah: tak seorang pun mau memberi mereka tempat menginap sehingga mereka terpaksa berjalan lagi semalaman. Hisao sedih . cermin dan makanan baru yang lezat.

tak lama lagi jenderal itu akan memiliki senjata-s enjata baru. "Benar.." "Ya. Tapi baru-baru in i embargo itu dilanggar. "Nah. "Tapi yang pasti peperangan tidak bisa dihindari selamanya. itu sebabnya Lord Otori mencari dukungan Kaisar. mungkin kau benar. tapi ia t idak mau mendengarkan.. Dia gusar sekali. sepupu.lagi: separuh dunia menyelinap ke balik kabut. dan lebih dari itu." "Dan Kaisar memiliki jenderal baru?" Akio memotong perkataan si pedagang yang penuh semangat. dan ada lagi. dan senjata api diselundupkan keluar Hofu kabamya dengan bantuan Arai Z enko! Kau kenal Terada Fumio?" Akio mengangguk. lalu mengancam akan kembali dengan pasukan lalu membakar habis kota itu jika tidak dikembalikan. mereka berangkat hanya selang beberapa minggu sebelum kau datang: aku belum pernah melihat prosesi yang begitu mewah. "Baiklah. pertama¬tama dia menawarkan sejumlah besar uang." terdengar olehnya Akio bicara. dikaruniai dengan selera dan tingkah laku serta tutur bahasa yang halus: kabarnya itu karena penga ruh istrinya. perempuan itu berbisik. seolah dari kejauha n. Kabarnya. Fumio tiba dua hari setelah penyelundupan itu dan berusaha mendapat¬kannya k embali. Otori pasti benar-benar kaya. Tapi sudah terlambat: senjata Halaman 135 dari 500 ." "Apa maksudmu?" "Selama bertahun-tahun Otori member¬lakukan embargo senjata api. Kami sudah mendengar tentang kurir-ku rir yang dikirim Otori kepada Kaisar.

dan setengah berharap mendengar lagi suara pelan pembunuhan. "Jika dia berusaha mengambil hati Lord Saga. setinggi langit!" Jizaemon menuang secangkir lagi sake dan memaksa mereka minum bersamanya. dia pasti tengah bersiap bergerak melawan Si Anjing. dan kabarnya dia tak sepenuhnya setia pada Takeo. Ayahnya memang sudah mabuk ber at. "Takeo sedang men¬dapat anca man dari Timur." "Kurasa Zenko akan menyambutmu. Kapan lagi waktu yang tepat untuk pergi ke keluarga Muto gun a memperbaiki keretakan dalam Tribe. meskipun dahi¬nya makin berkerut dan wajahnya makin muram. Zenko yang seharusnya menjadi Ketua Muto. Zenko satu-satunya keluarga Muto yang tidak dikutuk keluarga Kikuta: di a tak terlibat dalam kematian Kotaro." katanya tertawa kecil. sepupu. Dan harga jual besi dan bubuk mesiu it u setinggi langit. "Tak ada yang memedulikan ancaman Terada. dan s audara sepupu dirinya. "Dia tak lebih dari perompak. Dulu dia juga penyelundup." bisik Kazuo." "Waktu yang tepat untuk mendekati Zenko. sepupu. dan mengangguk setuju pada semua perkataan Jizaemon. cucu keponakan Kenji.itu sudah dalam perjalanan ke tempat Saga." sahut Kazuo. Hisao terbangun tengah malam men¬dengar ayahnya berbisik pada Kazuo." gumam Akio. Dirasakan sel uruh ototnya menegang. dan bahkan menyimpan hasrat untuk balas dendam. Dicurigai kal au dia menyalahkan Takeo atas kematian ayahnya. Dan Lord Otori takkan menyerang kota i tu. tidak selama dia membutuhkan pedagang itu untuk memberi makan dan mempersenjatai pasukannya. Dan harga jual besi dan bubuk mesiu i tu setinggi langit. setinggi langit!" tu sudah dalam perjalanan ke tempat Saga." Hisao penasaran dengan jawaban Akio yang singkat. "Sejak kematian Kenji. mungkin senang berhasil menyingkirkan tamunya. "Zenko kuat sekaligus ambisius. menyediakan surat ijin perjalanan dan memberi pakaian bam serta barang dagangan lainnya. jika Zenko menyerang dari Barat maka dia akan terjebak di antara dua wila yah tersebut. Hisao tahu riwayat Zenko: putra sulung Muto Shizuka. t api kedua orang itu tengah membicarakan hal lain: tentang Arai Zenko yang membiarkan senja ta api keluar dari jaringan Otori. Diaturnya agar mereka bisa be . guna menyatukan kembali semua keluarga?" Jizaemon.

dan mereka pergi ke Maruyama untuk bertemu dengan kerabat di sana dan mencan pek erjaan setelah kematian orangtua mereka. dan dalam beberapa hari mereka angkat sauh ke Kumamoto melalui H ofu.pergian dengan kapal pedagang. tapi dengan menyamar cara Tribe. malam ketiga Perayaan Obon. Maya se makin membenci rasa takut Sunaomi karena itu belum apa-apa dibandingkan apa yang perna h dilihatnya di malam yang sama. Maya menyukai perannya sebagai anak yatim piat u. dan menyenangkan baginya membayangkan kalau orangtuanya mati karena marah. memanfaatkan cuaca cerah dan tenang di akhir musim gugur. tapi saat sam pai di pantai.* Maya tidak bepergian sebagai putri Lord Otori. terutama pada ibunya. dan amat terluka dengan sikap kedua orang¬tuanya karena lebih sayang pada Sunaomi. ada sesuatu di malam itu Halaman 136 dari 500 . Waktu itu ia mengikuti Sunaomi dengan menggunakan kemampuan Tribe. Sebagai adik Sada. Maya pernah melihat Sunaomi menjadi anak cengeng karena mengira melihat hantu yan g sebenarnya adalah patung Kanon maha Penyayang yang belum selesai dibuat.

hewan¬hewan kecil berlarian ke sana kemari. Ia melihat hantu-hantu itu dengan peng¬lihatan si kucing. sentuhan mereka terasa sedingin es di kulit hewan berbulunya. dan suara si kucing berbicara dalam dirinya. cukup untuk mundur ke semak-semak dan pulang tanpa terlihat ke kastii. Maya berusaha kembali ke tubuh manusia¬ny a. Arwah orang-orang mati itu mem alingkan pan¬dangan ke arah Maya dan si kucing menang¬gapi mereka. Maya menjerit kaget. lalu melihat seorang laki-laki keluar dari rumah yang baru separuh hancur dengan membawa lent era.yang menyentuh perasaannya. semburan air terbawa angin. ju bah mereka putih. "Lihatlah apa yang bisa kulihat!" ang menyentuh perasaannya. wajah mereka abu-abu. tubuh pucat mereka mengambang di permukaan tanah. Lalu tubuhnya melemas dan meregang seperti tubuh kuc ing. "Lihatlah apa yang bisa kulihat!" Awalnya seperti permainan: latar yang gelap dadak terang. mengenali penyesalan pahit . dan juga geme ricik air ketika bocah itu kencing di celana. Penghinaan atas ketakutan Sunaomi membantu Maya men gatasi ke¬takutannya sendiri. Di mana . Para arwah gentayangan tadi mundur terkena sinar lentera. dendam tak berkesudahan. Ia tidak ingat bagaimana si kucing meninggalkan dirinya hingga ia kembali menjadi M aya. berdesakan di sekelilingnya. Ter¬dengar olehnya suara-suara seperti geme risik dedaunan tertiup angin musim gugur. penuh kesedihan dan kelaparan. bola matanya yang besa r menangkap semua gerakan yang ada. mengata kan. mengatak an. Arwah-arwah mengejar Maya. meskipun tidak me¬mah ami apa maksudnya. getaran dedaun an. Tapi ia juga tak bisa me nyingkirkan ingatan akan pandangan mata si kucing dan suara-suara bergema dari arwah gentaya ngan. cakar si kucing menggaruk-garuk batu kerikil di pasir pantai: melompat ke pepohonan di se kitar rumah itu. si kucing melolong. Kami sedang menunggunya. dan suara si kucing berbicara dalam dirinya. Tapi didengarnya Sunaomi menjerit. sama tidak jelasnya dengan apa yang membuat tubuh kucing merasuk dalam sendirinya. hasrat yang tak terpenuhi dalam diri mereka." Kata-kata mereka memenuhi dirinya bak teror yang menakutkan. seperti dalam mimpi buruk ketika sepotong kalimat yang tak jelas memb uat orang yang bermimpi me rasa ketakutan setengah mati. Terdengar olehnya derak ranting patah. "Di mana Penguasa kami? Bawa kami padanya. dan Maya menyadari kalau pantai dan hutan pinus penuh dengan hantu. dan membuat bola mata Maya mengec il dan akhirnya tidak bisa lagi melihat mereka.

"Jangan meremehkan Muto Shizuka! Dia selalu jauh lebih dari yang k elihatannya. itu masalahmu!" Halaman 137 dari 500 . dan berusaha melindungi dirinya dari kerasukan arwah si kucing. "Aku ingin sepertimu. "Tapi dia menikah de ngan tabib Ishida." Sada tertawa. menakuti-nakuti dan membujuk dirinya." Maya menatap gelombang ke Timur. dan kini dia sama saja seperti istri-istri yang lainnya. "Kau bisa jadi mata-mata yang sangat hebat!" seru Sada setelah malam pertama di atas kapal. Mereka telah melewatinya semalam." gerutu Maya. hanya awan di atas gunung berapi di pul au itu yang terlihat. tapi kapal tidak boleh berangkat ter¬lambat: angin timur laut h anya terjadi beberapa hari lagi." sahut Maya. tak ingin melihat dan mendengar dengan cara sepert i itu lagi. Maya. "Dulu Shizuka suka melakukan sesuka hatinya. "Aku lebih suka jadi mata-mata ketimbang harus menikah dengan lord." "Dia juga nenek Sunaomi. Tapi kucing itu mendatanginya lewat mimpi . Ia telah mewarisi si fat kejam dari Kikuta seiring dengan banyak bakat yang lain. dan itu membuat Maya menyesal karena pernah me ndengar banyak cerita tentang para perompak jaman dulu dan kunjungan ayah¬nya kepada Lord Terada. atau seperti Shizuka dulu.Penguasa kami? Maya ketakutan setengah mati. "Kau iri. dan mereka mem¬butuhkannya untuk membantu kapal melaju ke pantai Barat. Ia ingin melihat-nya. tempat kota Hagi hampir menghilang di kejauhan: Pulau Oshima juga terbentang jauh di belakang mereka." sambung Maya. meminta.

bak kulit bulu hewan. ia belajar bicara dengan gaya bahasa laki-laki dan perempuan." "Benar. mem¬bujuknya untuk minum teh untuk mem¬basahi bibirnya. tapi juga lembut untuk disentuh. lalu menatap wajah Sada yang tajam. den gan tulang pipi tinggi seperti anak laki-laki. Sunaomi tidak akan datang tinggal bersama kami. Sada mengamatinya." "Kenji mengajarkan kita hal yang sama!" seru Maya. "Ya. ketika aku masih kecil. "Karen a aku suka padamu dan aku sayang pada Taku!" "Semua orang menyayangi Taku. di mana perempuan diberi banyak kebebasan. Muto Kenji sering bilang itu sebab¬nya kenapa aku tumbuh besar sama tinggi dan kuatnya seperti laki-laki. dan berpikir betapa bahagianya bisa selamanya ber . Ketika sampai di tahap yang paling buruk. Maya menatap Sada." sahut gadis itu." sahut gadis itu. Maya berbarin g di pangkuan Sada yang melingkarkan lengannya yang panjang dan dingin di alis Maya. tak masalah kalau aku kembar. Sada merawatnya tanpa mengeluh atau kata-kata bersim pati. anak laki-laki sepertinya lebih dihargai. memegang tengkuknya sewaktu ia muntah dan setelah itu mengelap wajahnya. karena seperti semua anak-ana k Tribe. Maya tidak sempat menangkap lebih banyak lagi bahasa pelaut yang menggoda dan ny aris tak bisa dimengerti karena gelombang laut mulai naik. padat dan bera t. Aku selalu menentang mereka . Gerakan kapal yang naik turun membu atnya pusing dan tubuhnya terasa tidak enak. bicara dengan gaya bahasa mereka dan menirukan gerakan mereka. Sada seperti m erasa kalau di balik kulit Maya ada sifat hewan. Andai aku lakiSangat tidak adil. gelap. kau bisa menjadi laki-laki. aku tidak menyesal disuruh pergi jauh." Sada tertawa. Bahkan di kalangan Tribe." Maya berusaha meyakinkan. Andai aku lakilaki. "Andai aku laki-lak i. ia tersadar ketika kapal berbelok mengitari tanjung tepat saat angin berubah ara h dan angin barat berhembus membawa mereka ke tepi pantai. "Andai aku laki-laki. serta gerakan. sering. selalu berusaha mengalahkan mereka. dan bisa berti ngkah seperti keduanya. "Pernahkah kau ber harap menjadi seorang laki-laki?" "Ya. tak masalah kalau ak u kembar."Sangat tidak adil. Kini aku bisa jadi laki-laki atau perempuan . Maya merasakan sentuhan itu seperti sentuhan seorang pengasuh at au seorang ibu. Dia meng¬ajariku cara meniru anak laki-laki. dan itu sebabnya aku menyukainya. dan Ayah tak¬kan berpikir untuk mengangkatnya sebagai anak!" Dan aku takkan berpikir untuk menantang pengecut ci lik itu pergi ke biara.

." "Mimpi sepeni apa yang dialami kucing itu?" tanya Sada dengan enggan." "Atau apa?" "Atau si kucing. hampir seperti anak kecil. merasakan otot kuat seperti otot la ki¬laki. Aku tak ingin naik kapal lagi!" Maya berhen ti sebentar lalu melanjutkan. "Kuanggap sikapmu ini berarti kau sudah baikan?" tanya Sada. "Sedikit." Maya tengah menatap ke pantai di kejauhan. sekaligus seperti hewan. Diusap-usapkan hidungnya ke leher Sada..baring di dalam pelukannya. balas memeluknya. Tadi rasanya sakit sekali. alaukah . dan kelembutan yang tak terduga dari buah dadanya. bukit Halaman 138 dari 500 . Diregangka n tubuhnya untuk me¬meluk Sada. "Kau mencintaiku Sada?" "Pertanyaan apa itu?" "Aku bermimpi kau mencintaiku. Tapi aku tidak yakin apakah aku bermimpi. dan merasakan sekujur tubuhnya bereaksi dengan menggeliat. kombinasi antara kekaguman dan kebutuhan: itu pertama kalinya Maya jatuh cinta. Pada saat itu hasrat menyelimuti dirinya pada gadis yang lebi h tua itu. "Mimpi yang dialami hewan. melingkarkan lengan di tubuh¬nya..

ditumbuhi pinus di atasnya yang muncul dari air laut berwarna biru tua. bebatuan hitam yang berada di tepiannya dengan ombak keabuan hijau dan putih. atau ia ditolak karena kurang trampil." Nada suara Sada terdengar praktis. tempat rumput laut tumbuh. tempat rumput laut tumbuh." goda Sada. Permukaan air di sekitar telu k lebih tenang. itumbuhi pinus di atasnya yang muncul dari air laut berwarna biru tua. Permukaan air di sekitar telu k lebih tenang. "Kalau kau terus lakukan itu. kurasa aku akan berubah menjadi si kucing. tapi juga tidak terlalu memuaskan. tapi ia takut kalau gurunya itu terpengaruh dengan kewajiban pada ayahnya sehingga cenderung memperl akukannya dengan pengecualian. Muara berpasir terlalu dangkal untuk dimasuki kapal. Aku tidak mau kembali pada kehidupan di istana. "Itu sebabnya aku menyukai Tribe." ujar M aya sambil melamun. Maya menyeringai. "Aku yakin kelak ini bisa berguna. baik adanya. atau kastil. Apa pun yang berguna bagi mereka. atau roh si kucing merasuki diriku. Aku akan tinggal bersam a Tribe. dan sampai ke muara. dan sampai ke muara. Di satu saat ditemukan dirin ya mengira kalau Taku akan mengenyahkannya karena tak mampu menolongnya. membetulkan jala dan menjaga agar api unggun tetap menyala yang memaksa garam keluar dari air lau t." "Kita lihat apa pendapat Taku!" Maya tahu Taku adalah guru yang tegas dan tidak punya perasaan sentimentil. "Mereka tidak keb eratan kalau aku ini anak kembar. Orang-orang meringkuk di tepi pant ai. It u menurutku. "Aku tak tahu kalau kau mencintaiku. membetulkan jala dan menjaga agar api unggun tetap menyala yang memaksa garam keluar dari air lau t. atau sebaliknya kagum dengan segala yang bisa dilakukannya dan semua potensi dirinya. bebatuan hitam yang berada di tepiannya dengan ombak keabuan hijau dan putih. dan mereka turun dengan men . Akhirnya akan jadi sesuatu di antara dua hal: tidak terlalu kecewa. Sada mengira hampir bisa merasa¬kan lagi bulu di jari je marinya. rak kayu penopang rumput laut dan kapal nelayan berbadan cembun g tengah ditarik ke pantai." sahutnya. Ia tak tahu mana yang lebih buruk: diterima oleh Taku hanya karena ia adalah putri Otori. rak kayu penopang rumput laut dan kapal nelayan berbadan cembun g tengah ditarik ke pantai. dan punggung gadis itu melengkung karena nyaman. "Tapi aku memang menyayangi kuc ing itu!" Diraih lalu diusapnya leher Maya seakan-akan sedang membelai kucing. Orang-orang meringkuk di tepi pant ai.

ggunakan tali ke perahu nelayan yang reot. Sada bicara kepada salah satunya. Maya. Di satu sisinya adalah toko depan. tapi hari ini tujuannya bukan ke kastil itu. Ia terus merendah kan pandangan mata dan tidak bicara dengan siapa pun agar tidak dikenali. ber¬dinding putih dan beratap abu-abu. Dipasang ke dinding satunya. Maya mengenalnya dengan baik dan sering tinggal di sana bersama ibu dan saudara¬saudaranya. bukan Mai. sambil berjalan tanpa mengeluh. "Apakah mengira akan ada serangan. serta berusaha menarik Sada ke dalam percakapan cabul saat mengayuh ke hulu. kau ingat padanya?" "Pasti bukan Mai!" "Bukan. Jendelanya dipalang dengan kayu. Hari sudah hampir gelap saat mereka tiba di rumah yang memanja ng sampai ke sudut jalan. Halaman 139 dari 500 . Perahu-perahu itu sempit dan tidak stabil. sayapnya masih membentang. Dua laki-laki berdiri di luar dengan bersenj ata pedang dan tombak lengkung panjang. Maya menyahut. Sesekali Sada berbic ara kepadanya dengan kasar. terlihat mirip burung yang baru saja beristirahat. Kita masuk saja dulu. "Apa yang kau lakukan? Siapa anak itu?" "Adikku. Taku ada di Maruyama?" imbuhnya selagi gerbang dibuka lalu mereka menyelinap masuk. sinar matahari mewarnainya dengan warna merah muda. Bangunannya kecil dan indah." sahutnya. dan atap rendahnya memanjang sampa i ke pinggiran atap. yang kini tutup dan sepi. Kastil berdiri di atas bukit kecil di atas sungai dan kota yang menyebar di seke liling¬nya. ada gerbang besar. sepupu?" "Ini dia masalah datang. Nanti akan kuceritakan. ke kota Maruyama. tentu kak. membentaknya agar tidak berjalan dengan menggesekkan kaki ke tanah . walaupun perjalanan nya jauh dan bawaannya banyak. ya kak. para awakny a tertawa ketika Maya memegang erat-erat bagian pinggir atas dari sisi perahu.

Kami akan beri tahu kalau kau dan adikmu ada di sini. Dia bersama Lord Kono. Dia belum mampir seperti biasa. atau menuang sake untuknya. dan Lord Sugita sedang menghibur mereka. menguasainya dengan sempurna. "Mereka akan memanggilku apa?" ia ber¬tanya pada Sada seraya melangkah ringan ke a tas beranda. lalu menambah se¬potong kalimat yang kedengaran sem¬barangan. Dia bersama Lord Kono. Ia latihan ber¬diri tak bergerak dalam waktu lama. "Ya. "Mereka akan mengarangnya. Anak Kucing." Ya." Maya membayangkan bagaimana seorang laki-laki atau perempuan menyamar se¬bagai prajuri t. . apa yang akan Taku lakukan? Maya merasakan agak tahu: apa pun yang akan terjadi tidak akan mudah.. dia datang beberapa hari lalu. dari Miyako. dan Lord Sugita sedang menghibur mereka.. Dan Maya hanyalah anak k ecil: waktunya masih banyak. bergerak cepat hingga nyaris tak terlihat dan menggunakan sosok kedua.. Maya lakukan semua itu tanpa mengeluh karena sudah me¬mut uskan untuk mencintai Sada tanpa syarat. Kami akan beri tahu kalau kau dan adikmu ada di sini. Tidak ada waktu untuk bosan atau cemas. penjaga atau pelayan: mereka mendekati Taku dengan komentar tentang kuda atau makanan. bahkan Muto Kenji atau Kikuta Kotaro." "Mereka kenal aku?" bisik Maya sewaktu Sada meng-gandengnya melewati taman yang gelap ke pintu masuk. dan berusaha membuatnya senang. karena kemamp uan Tribe bisa selalu dikem¬bangkan. lalu Taku bisa tahu. bar angkali. me¬regangkan dan me lipat tubuh agar tetap lemas. latihan mengingat dan mengamati. "Memanggilmu? Dengan nama apa?" "Apa nama rahasiaku yang hanya di¬ketahui Tribe?" Sada tertawa hingga kehabisan suara. dia datang beberapa hari lalu.. dan tak seorang pun. karen a Sada menyibukkannya dengan ber¬bagai latihan Tribe yang tak ada akhirnya. Maya hampir bisa mendengar suara pelayan memutus kan kalau pelayan itu perempuan berbisik di telinga Taku selagi membungkuk membasuh kaki Tak u. jadi mereka takkan bic ara banyak."Ya." Anak Ku ci ng sudah kembali malam ini. Ia harus menunggu sampai dua hari. Tapi mereka juga tahu kalau ini bukan urusan mereka. Dia belum mampir seperti biasa.. dari Miyako. dan kemudian .

Tapi ia tak mampu mempertahankan diri dari Taku: merasakan seolah ada semacam bias si nar. Maya menahan tatapan mata Taku tanpa berkedip. Maya merasakan panasnya lentera di pipinya. atau pikiran. tidak tahu ada dala m dirinya. membuat pikirannya kosong. "Mengapa ayahmu mengirimmu padaku?" Halaman 140 dari 500 . ekspresi wajah yang tegang. Diselesaikan tugasnya. tapi sebelumnya ia mengamati reaks i di wajah Taku. Sada be r¬diri sambil memegang lentera. Sada mem¬ber i isyarat pada Maya yang tengah menaruh mangkuk di nampan karena di rumah ini dia bukan lagi putri Lord Otori tapi gadis termuda sehingga menjadi pelayan bagi semua orang. setelah malam men¬jelang dan mereka selesai makan. melihat rahasia yang ia sendiri ." gerutu Taku. lalu menutup mata. Mata Taku yang hitam. menembus dirinya. "Uhhh. lalu melangkah keluar beranda.Di senja hari kedua. dan bahkan kesal. tidak membiarkan ekspresi yang menunjukkan kelemahannya terlihat. menatap lurus ke arahnya. se paruh dalam kegelapan. separuh terkena sinar. Di ujung beranda." bisiknya. dan di waktu yang bersamaan tidak berani mencari-cari ada ekspresi apa di wajah Taku. mem¬bawa nampan ke dapur. Maya menghampiri lalu berlutut di hadapannya. Saat wajah itu terlihat lelah. Cahaya lentera berkeda p-kedip di balik kelopak matanya. tapi Maya tak tahu apakah gerutuan itu karena Taku setuju a tau terkejut. hati Maya terpuruk. Taku mengerutkan dahi. "Pandang aku. Maya bisa melihat wajah Taku. buram. "Guru. dan memberi isyarat pada Sada untuk mendekatkan lentera." kata Taku.

langsung dan bukan seperti manusia." "Tunjukkan padaku. "Aku tak mau mel akukannya lagi! Aku tidak menyukai perasaan yang menyertainya." akunya. t elinganya menegak dan memamerkan gigi¬nya. lalu menyentuh pipi Maya dengan lembut. "Lalu?" tanya¬nya." kata Taku dengan agak kesal pada Sada. lalu mengeong. kemudian ia bergumam." sahutnya pelan. tapi di sini ia harus tetap sebagai anak perempuan. kurasa sebaiknya aku menjaga agar Maya tetap di dekatku. "Kau tak memercayaiku. Terserah kau mau menjadi apa. Tubuhnya gemetar." sahutnya pelan. jangan ambil resiko. dan mengawasi kakakku kalau-kalau dia bertindak yang tak terduga . "Ayah mengira Kenji kemu ngkinan mewariskan ilmu Tribe Menurut Ayah aku dirasuki roh kucing. Kau bisa ikut ke kastil denganku besok. Tetap saja. tapi tinggallah di si ni. tidak pergi sendiri sesuka hatimu. bersiap menerkam." kata Taku pelan. "Aku sedang berusaha mengawasi Kono. Dandani dia seperti anak laki-laki. Ka u harus berjanji kalau kau hanya akan melakukan apa yang Sada atau aku pinta. "Bila sebelumnya aku tak percaya. bagaimana kita bisa memanfaatkannya? Pernahkah kau berubah wujud hingga benar-benar menjadi kucing?" "Pernah. "Jangan buang waktu." "Tidak ada hubungannya kau suka atau tidak. "Ayah mengira Kenji kemun gkinan mewariskan ilmu Tribe tentang hal-hal seperti ini kepadamu. "Aku mem¬buntuti Sunaomi ke kuil Akane lalu melihatnya k encing di celana!" Taku mendengar sesuatu di balik ke¬beranian yang dibuat-buat itu. bulunya beriak." sahut Maya." sahutnya. bila Takeo memintanya. Sebagian besar . Kemarahan menjalar ke sekujur tubuhnya . Maya bereaksi dengan marah. jangan menyimpan rahasia pada kami. Maya tidak menjawab selama beberapa saat. "Sangat me¬nar ik. membuat tubuhnya melembut dan meregang. Hewan itu menu rut dengan sendirinya." "Aku bersumpah."Menurut Ayah aku dirasuki roh kucing. "Cukup." "Ini bukan waktu yang tepat." sahut Taku. sekali." kata Maya datar. Pertanyaannya yaitu. kalau memang ada di sana. "Biarkan aku melihat roh kucing ini." Suaranya mengand ung kecurigaan dan tak acuh. maka kini aku percaya." "Aku tidak mau.

"Karena aku anak k embar. Aku di sini seperti anakyatim p iatu. ditemukan di desa terpencil dengan lebih banyak bakat yang dimiliki orang Tribe lainnya. dia harus dilindungi sebaik-baiknya sebagai putri Lord Otori. Apa akan ada orang lain yang bisa mengenalimu?" "Tak seorang pun berani menatap langsung padaku." kata Taku tiba¬tiba. Tidak lama setelah ia masuk ke dalam rumah. atau orang yang diasingkan. membawa musim gugur. Aku akan memperingatka n Hiroshi." "Anak kembar cukup istimewa di kalangan Tribe." tutur Maya." tutur Taku. berjalan pelan melewati kamar-kamar panjang dan rendah ru mah itu. Dibukanya lipatan matras lalu membentangkan selimut. Shigeko dan orangtuanya. Mungkin aku akan menjadi seperti Ayah." Mendadak rasa sakit hati mener¬ja ng diri Maya karena merindukan Miki." "Guru. tapi Maya tidak mer asa Halaman 141 dari 500 .penghuni rumah ini sudah mengenalnya." Maya membungkuk normal dengan patuh dan mengucapkan selamat malam kepada keduanya. Angin berhembus dan bersiul melalui celahnya. pikimya. seorang pelayan mendekatin ya lalu menyuruhnya menyiap¬kan alas tidur. "Ada yang harus kubicarakan dengan Sa da. "Tapi di mana adikmu ?" "Dia di Hagi dan akan segera pergi ke Kagemura. "Sekarang pergi tidur.

Didengarkannya suara-suara dari taman. sepupu. bulan menarik darahnya dengan keras. akan kugorok leherku. Terutama sekali bagi dirinya sendiri. Maya unik kemung¬kinan sangat kuat." Sesuatu dalam nada suara Sada yang membuat tubuh Maya gemetar denga n gabungan ." "Apakah arwah seorang laki-laki. berusaha menyaring bisik-bisik dari para gadis ya ng berbaring di sisi kanan dan kirinya.kedinginan. meratapi musim dingin yang akan datang d an kematian mereka. Sepertinya berbeda. Mereka menyuruhnya pergi tidu r dan ia mematuhinya. atau sesuatu yang berhubungan dengan kerasukan si kucing?" "Aku sungguh-sungguh tidak tahu." "Maya akan menjadi hiburan yang menyenangkan. Aku mungkin akan melakukannya karena bosa n harus bersama Lord Kono lebih lama lagi. edinginan. Aku cemas Zenko telah membiarkannya percaya bahwa Seishuu hendak memberontak." "Bisakah Hiroshi dipercaya?" gumam Sada. Mereka menyuruhnya pergi tidur dan ia mematuhinya." "Kau lelah." "Atau tanggung jawab lain yang tak bisa kuhindari!" "Kenapa kau terkejut saat menatap matan¬ya?" "Aku mengharapkan tatapan anak perempuan. membuat¬n ya mengalir cepat melalui urat nadinya." "Kuharap aku tidak harus melakukannya. bila kau takut merasa bosan. Sada tertawa. tapi mereka tidak melarang¬nya untuk mendengarkan. Didengarkannya suara-suara dari taman. Yang kulihat bukanlah seperti anak per empuan: sesuatu yang tak berwujud. Perlahan-lahan akhirnya mereka ter¬diam. "Kalau tidak." sahut Taku. dan kini semakin peka. tapi mereka tidak melarang¬nya untuk mendengarkan. Di kejauhan Taku berkata. "Aku ajak Kono kemari agar dia bisa melihat kesetiaan di Maruyama kepada Otori. dan bahwa wilayah Barat takkan berpihak kepada Takeo. "Kau tidak akan bunuh diri. dan menghembus¬kan napas dengan amat perlahan hingga nyaris tak terdengar. Didengarnya kepakan sayap burung hantu yang tenang sewaktu terbang melew ati taman. menanti untuk menemukan wujudnya. dipasang telinganya baik-baik. Ketika akhirnya i a berbaring. Maya mewarisi pendengaran tajam ayah¬nya. Sinar r embulan mem¬bentuk kisi-kisi di layar kertas. suara pelan mereka ber ganti dengan nyanyian terakhir serangga musim panas." "Dan berbahaya?" "Mungkin.

Taku menghembuskan napas panjang. Berpura-pura ter¬tidur . pada pasangan yang tidak terlihat. "Aku tidak meng¬harapkan itu!" "Kita tumbuh dewasa bersama. Ma ya tidak tahan mendengarnya." Sada masuk ke kamar perlahan lalu ber¬baring di sebelah Maya." sahut Sada. Sada berkata." Sesaat hening. Lama setelah itu. Ada semacam kekuatan hasrat jatuh di taman yang gelap. "Mari. Bawa dia ke kastil saat tengah hari. sepertinya Maya men¬dengar langkah kaki di beranda.antara kerinduan dan kecemburuan. Taku bicara dengan suara pelan." Taku be rhenti sejenak seolah ingin berkata lagi. "Aku akan me¬nemuimu dan May a besok pagi. 'Tidak perlu berarti apa-apa. Maya berbalik menghadapnya." "Sada. lalu menarik selimut hingga menutupi kepalanya. Maya menahan napas. meng¬hirup aroma tubuh itu bercampur dengan aroma Taku masi h teninggal Halaman 142 dari 500 . lebih pelan lagi. tapi lalu berkata dengan singkat. ku¬pijat dahimu. tidak ada yang terjadi di antara kita yang tidak berani apa-apa.

Pada saat itu Maya merasakan dirinya men¬jadi milik mereka selamanya. seperti laki-laki yang masih di bawah umur. tapi rasa s enang. merasakan panas tubuhnya. Beajarlah meng¬atasi rasa bosan. Menurutnya perasaan berlebihan semacam itu aneh. lalu katupkan bibirmu. "Kau bukanlah gadis yang cantik. pelayan yang terendah derajatnya.di tubuhnya." Sada menghardiknya. "Tapi bisa menjadi a nak laki-laki yang tampan. dan selalu menertawai orang yang tergila-gila karena ci . Ia tidak dapat memutuskan mana yang paling ia cintai: ia ingin memeluk mereka berdua. Membentak sedikit lagi. "Kau jangan terlalu menarik perhatian." "Seperti Taku. Kau adalah salah seorang pelayan Lord Taku." Maya mencoba mengatur tubuh agar ter¬lihat lebih mirip anak laki-laki. tapi kemudian ia berkata. Sada mencengkeram lengannya. "Jangan bilang pada siapa-siapa." kata Sada seraya tertawa. Selama beberapa saat ia tidak membuka mulut ." "Apa yang nanti harus kulakukan?" "Sedikit sekali. rambut dan pakaiannya yang masih terasa asing membuat matanya berkilat dan pipinya bersemu merah. Ia tidak dapat memutuskan mana yang paling ia cintai: ia ingin meme luk mereka berduatubuhnya. Keesokan harinya Sada membangunkannya pagi-pagi lain bersiap memotong rambutnya yang panjang sebahu dan menariknya ke belakang dan diikat ke atas. deng an nada mendukung." sahut Maya tanpa pikir panjang. "Kau mendengarnya mengatakan itu? Apa lagi yang kau dengar?" Maya menjauhkan diri dari gadis itu. Kau tidak boleh kelihatan cantik! Nanti ada ksatria yang membawamu kabur. "Aku dengar semuanya.* Sebagian laki-laki mengutamakan cinta. Ditariknya Maya lalu dipeluknya. tapi Muto Taku bukanlah salah satunya. "Tenang. membiarkan dahinya tidak dicukur." Sada tidak bisa menahan senyum. bahkan men¬jijikkan. Maya balas memeluk." gumamnya. dan berharap Sada adal ah Taku. kuharap. at au berhasrat ingin mengabdikan diri hanya untuk orang yang dicintai.

hampir Halaman 143 dari 500 . menya¬yangi juga memerc ayai istrinya untuk meng¬atur rumah tangga. hasrat keperempuanan Sa da yang menang¬gapi hasrat dirinya. hanya menginginkan kehadiran Sada di sisinya. Taku justru menjauhkan diri. dan semua kesenangan yang bisa dinikmati dari tubuh perempuan. hasrat yang begitu bes ar. Kejadian seperti itu belum pernah dialaminya. dan dia berubah dari teman. tapi gagasan bersikap setia kepada istrinya tidak pernah melintas di benaknya. berserah diri kepadanya. kata Sada waktu itu. Ia menyu kai perempuan. Dan saat bicara dengan Sugita Hiroshi di taman kastil di Maruyama. terangterangan membenci kelemahan mereka. tubuh Sada yang sama tinggi dan kuat dengan tubuh nya. Ketika ada perempuan menyatakan terang-terangan mencintainya. kepuasan yang begitu menusuk serta sempurna.nta. Maka i ngatan yang tak mau pergi di benaknya tentang keintiman yang terjadi tiba-tiba serta tidak dihar apkan bersama Sada mengganggu pikirannya. Kita tumbuh de wasa bersama. mengasuh anak-anak dengan baik dan setia ke padanya. Taku hampir tidak bisa tidur. Tidak perlu berarti apa-apa. hampir seperti tubuh laki-laki namun sekaligus tubuh perempuan. seperti yang sering terjadi. ia sulit ber¬konsentrasi pada apa yang sedang dibicara¬kan.

mereka pernah menjinakkan kuda-kuda jantan bersama. Saat itu masih pagi. menjadi kekasih. Seperti yang dimiliki pamanmu pada dirimu. Niat buruk kakakku." aku Taku. "Kepergian Matsuda tidak semendadak atau mengejutkan seperti kematian Kenji.." tutur Hiroshi ragu-ragu. Kau akan serasi d engan Lord Takeo seperti layaknya Kenji. tanpa tahu dari mana datangn ya kata¬kata ini. Tak ada hal yang terjadi di antara kita yang tidak berarti apa-apa." kata Hiroshi. matahari baru saja mulai mengangkat kabut dari tum-pukan jerami berwarna keemasa n di sawah." "Aku merindukan ketrampilan dan pengetahuan pamanku.seperti adik.. yang diadakan dalam beberapa minggu mendatang di Maruyama. Saat masih kecil. yang bahkan aku sendiri tak bisa mem ahaminya. Taku mengalihkan kembali perhatiannya pada kawannya. "Takeo dan Lady Shigeko sudah harus di sini pada bulan purnama berikutnya.. menjadi kekasih. waktu yang luar biasa panjang. Ini kesem-patan pertama bagi kedua laki-laki ini bisa bicara berdua sejnk kedatangan Taku ber¬sama Lord Kono. Dan beliau memiliki penerus yang layak. Dia belum bisa melupakan kematian Kenji. mereka berdua sering bertengkar dan saling bersaing merebut pe rhatian Takeo." "Pasti Takeo sedih kehilangan dua guru¬nya di tahun yang sama. Mereka membicaraknn tentang pertemuan yang akan datang dengan Lord Ot ori dan Arai Zenko. sedangkan Sugita Hiroshi di¬anggap tampan. dengan kulit pucat dan bentuk tubuh gagah kh as klas ksatria. wajah yang mudah berubahubah ekspresi khas Muto. dan sejak itu terikat oleh h ubungan persahabatan yang amat dalam. "tapi kedatangan mereka agak ter¬tunda karena mereka ke Terayama untuk ziarah ke makam M atsuda Shingen. Langit biru pucat te rang bak telur burung. setengah kepala leb ih tinggi dari Taku dan berbahu lebih bidang. "Tam¬paknya keadaa n semakin rumit setiap minggunya. Mereka sebaya. tanpa tahu dari mana datangny a kata¬kata ini. dan Taku pun ber¬kata. dan Taku pun ber¬kata. eperti adik. beranjak dua puluh tujuh saat tahun baru nanti." komentar Taku." "Selama aku di Hagi. penolakan Kikuta untuk berunding. Kep ala Biara kami sudah berusia lebih dari delapan puluh tahun. kesibukan Takeo tampak tidak seperti biasa. Lord Kono dan tuntutan dari Kaisar. cuaca tampak cerah di musim gugur ini. Taku berperawakan kuat dan sulit digambarkan. . Tak ada hal yang terjadi di antara kita yang tidak berarti apa-apa.

" "Memang benar." seru Hiroshi. "Dia dalam keadaan sehat keti ka aku bertemu dengannya belum lama ini.."Baiklah. kurasa." "Di sini bersamamu?" ulang Hiroshi merasa terkejut. pikirnya. dia memiliki kek hawatiran lain." "Sejauh yang kutahu." ujar Taku." Sebenarnya ia tidak perlu menyebut nama itu. terlepas dari kesedihan dan urusan-urusan negara ini. Barangkali kau bahkan tidak memerhati¬kann ya.. "Zenko dan Hana akan datang. Tidak banyak yang luput dari pandangannya. masalah putri¬putrinya. dia baik-baik saja. "Kehamilan Lady Otori. Masalah si kembar. kerabat jauh keluar gaku: namanya Sada. namun ia tak mampu menahan diri: Ak u terobsesi. Halaman 144 dari 500 ." Hiroshi setuju. "Dia berpakaian seperti anak laki-laki." "Terjadi sesuatu pada Lady Shigeko?" sela Hiroshi." sahut Taku. "Maya ik ut bersamaku di sini. Dia dirawat seorang perempuan muda yang juga menyamar menjadi laki-laki. aku harus memperingat¬kanmu kalau-kalau kau mengenalinya. "Mereka pasti akan mengenalinya!" "Hana mungkin saja. kemudian tertawa d i saat bersamaan.. Mereka berdua terdiam sesaat.

"Jangan s alah paham. "Tapi kau belum mengatakan alasan Maya berada di sini. T ak perlu mengubur diri di Terayama bak pertapa." "Tidak semua yang kuminta."Kau tahu. dan itu sebabn ya kau tidaKau tahu. aku akan kembali ke Terayama. dan itu sebabnya kau tidak menikah!" Mereka sudah pernah membicarakan masalah ini. "orang bilang kau tidak bisa melupakannya. "Jadi kau masih tergila-gila pada Hana. ketika Maruyama habis karena gempa bumi. tapi keingi¬ntahuan Taku b angkit oleh obsesi barunya sendiri." "Akan lebih baik bagi Takeo bila kau yang menikah dengannya. tapi aku senang k akakmu yang menjadi suaminya." Hiroshi tersenyum mengejek dirinya sendiri namun tanpa perasaan getir." Hiroshi sepakat." sahut Hiroshi pelan. Tanah mili k keluargaku dikembali¬kan ke wilayah kekuasaan itu. Takeo atau Shigeko akan memberi apa pun yang kau minta. Kau harus menikah dan punya anak. aku tinggal di kediaman Lord Takeo. Saat itu aku masih sama bodoh dan angkuhnya dengan para pemuda pada umumnya. gugur dalam perang. Kuk ira nantinya Takeo akan mengangkatku sebagai putranya. Bulan depan d ia akan menerima wilayah itu." ." 'Tidak. aku cepat pulih dari perasaan itu. "Memang benar ada saat ketika aku sangat bersemangat ingin menikah dengannya. "orang bilang kau tidak bisa melupakannya. nyaris bicara pada dirinya send iri. kecuali kalau dia memintaku berada di sini. dan paman beserta putranya lebih memilih untu k mencabut nyawa ketimbang menyerah pada Arai Daiichi. Ku kira aku memujanya dan amat meng¬inginkannya menjadi bagian dari keluarga itu ayah kandungku." ujar Taku." kata Taku. dan dengan tangkasnya mengubah topik pembicaraan. a ku senang menjadi pengurus Maruyama dan mempertahankan¬nya untuk Lady Shigeko." kata Taku. seperti yang kau tahu. "Mereka saling mengisi ambisi. Aku melihat panggilan hidupku adalah untuk melayani. Hana memang cantik. penasar an apa lagi yang menahan Hiroshi tidak ingin menikah. Aku dikirim ke Terayama untuk mempelajari Ajaran Houou. Aku tidak kecewa atau pun tertekan. Sementa ra itu untuk tanah." "Aku yakin Lady Shigeko akan mem¬butuhkanmu setidaknya selama satu atau dua tahun. Aku tidak memiliki keluargaku sendir i. terutama ketika dia tidak pun ya anak laki-laki.

" "Apakah anak itu dalam bahaya?" "Dialah yang bahaya." kata Hiroshi tersenyum. Halaman 145 dari 500 . maka hanya sampai sebatas itu perannya." sahut Taku. dan tingg al di sini seperti yang sudah sering dilakukan¬nya?" Ketika Taku tidak segera menjawab. "Pada dasarnya kau memang su ka intrik. Aku harus selalu meng¬a wasinya juga. dan dari kembar annya. sebagai putri Lord Otori. "Lagipula dia adala h anak dari kalangan Tribe. Aku mengandalkanmu untuk menutupi keti dakhadiranku dan menghibur Lord Kono dan sebelum aku lupa. Dan harus ada yang meng awasinya terus-menerus. Aku tak bisa menjelaskan semua alasannya. itu sebabnya Sada ikut bersamanya." ujar Taku akhirnya. sedangkan di Tribe dia bisa mengambil berbagai peran yang ber¬beda. "Tapi kenapa dia tidak datang secara ter¬buka."Dia perlu dijauhkan dari sepupu¬sepupunya yang kini berada di Hagi. Bila dia menjadi Lady Otori Maya. Hiroshi berkata. akui saja!" "Dia lebih berguna bila tidak dikenali." "Kurasa dia bisa melakukan semua tipuan yang kau gunakan untuk menggodaku. meyakinkan agar klan Seishuu benar¬benar s etia pada Otori.

pernah menyelamatkanku lebih dar i sekali!" sahut Taku dengan pedas." "Baiklah. "Selain itu. "Aku diajari banyak cara untuk mem¬bunuh. "Maaf. memiliki banyak kemampuan ya ng kelihatannya supernatural.. Tapi apa para Guru Besarmu berhasil membuj uk Takeo agar tidak ber¬perang. dan belajar strategi perang sebelum beru . "Selain itu." "Apakah menurutmu kunjungan ini bijak¬sana? Bukankah Takeo justru menempatkan diri di bawah kekuasaan jenderal baru ini." "Ayahmu bertindak dengan benar.. sebagaimana kau me¬nyebutnya.. cepat atau lambat Takeo juga akan me nye¬rangnya. kurang lebih sama dengan Tribe. pernah menyelamatkanku lebih dari sekali!" sahut Taku dengan pedas." "Ayah. paling tidak. sebagaimana kau me¬nyebutnya. Kita bertempur sampai bosan." tutur Hiroshi tenang. tapi sebenar¬nya itu adalah hasil dari latihan selama b er¬tahun-tahun dan pengendalian diri.. "Dia mengkhianati Takeo setelah ber¬sumpah untuk bersekutu dengannya!" seru Taku. Si Pemburu Anjing?" "Tindakan apa pun yang menghindari perang adalah tindakan yang bijaksana. seperti Miyoshi Gemba dan Makoto. kita berdua menyaksikan ayah kita mati di depan mata kepala kita. tapi tidak ada artinya tanpa latihan. Ini wajar dalam masyarakat kita." "Apa benar kau belum pernah membunuh seorang pun?" tanya Taku sekonyong¬konyong. yang kita langgar sendiri ketika tampak pant as dilaku¬kan."Tipuan-tipuan itu. saat datang nanti dia akan mem¬beritahukan pada Lord Kono bahwa utusan khusus kami dalam perjalanan ke Miyako untuk menyiapkan kunjungan tahun depan. pantas mati! Aku tak¬kan lupa saat itu ketika kupikir Takeo s eharusnya membunuh Zenko. aku percaya Ajaran Houou juga memiliki tip uan!" Tipuan-tipuan itu. baik di Wilayah Timur atau pun di Wilayah Barat?" "Ya. "Tapi bila dia tidak bertindak seperti itu. aku percaya Ajaran Houou juga memiliki tip uan!" "Para Guru Besar. Kemampuan kami mungkin saja berasal da ri keturunan. tapi ini adalah kata-kata aneh yang keluar dari mulut seorang ksatria!" "Taku." sahut Hiroshi. Kita menyembunyikan hasrat haus darah dan hasrat untuk balas dendam dengan kode etik kehormatan. menurut keyakinan dan kode kehormatan¬nya. dan setelah beberapa tahun b osan dengan kedamaian lalu berperang lagi.

tapi Hiroshi tampak lebih terbuka dan ramah." kata Taku. dan kesetiaan mutlaknya pada Lord Otori. Si bangsa wan ditandu mewah yang berlapis emas. Untuk sementara ini aku akan lakukan apa pun untuk menghindari pera ng. pertahanan serta juml ah tentara.mur sepuluh tahun." "Aku khawatir kalau kakakku dan Kaisar akan membawamu ke kancah peperangan. Lord Sugita!" Dengan kehadiran si bangsawan. dan a ku belum pernah mem¬bunuh siapa pun. Hiroshi dan Taku menjelaskan kepada Kono tentang kekayaan wilayah itu. Si bangsawan mene rima semua Halaman 146 dari 500 . sikap mereka berdua agak berubah: Taku menjadi le bih waspada. Teru tama karena kini mereka sudah memiliki senjata api. "Lord Kono sudah datang. kau akan berubah pikiran. Cuaca musim gugur tetap cerah dan terang. Kau bisa pastikan kalau mereka takkan ti nggal diam sampai mereka menjajal habis-habisan senjata baru mereka. Kuharap takkan pernah. warna dedaunan semakin hari semakin tu a. tapi aku belum pernah bertarung dalam penempuran yang sesungguhnya." "Saat nanti kalau kau di medan perang." Ada gerakan di ujung taman. "Ka u akan mempertahankan diri layaknya semua orang." "Barangkali. dan seorang penjaga berlari menghampiri lalu berlutu t di depan Hiroshi. sedang¬kan kedua pemuda itu menunggang kuda. kepuasan penduduknya. anak-anak R aku. Kono ingin melihat berbagai kota dan pedesaan sehingga mereka melakukan banyak ekspedisi.

Maya ingin bekerja sama. Taku kerapkali kelelahan dan tegang. Menjadi anak laki-laki seharian telah menguras tenaganya. "Yang bisa kulakukan hanyalah membantumu belajar mengendalikannya. "Kau harus menerimanya. menunggang kuda milik Sada. tapi itu tidak ada apa-apanya di¬bandingkan dengan tuntutan yang baru. Maya harus mengerahkan seluruh tenaga dan konsentrasinya untuk pertemuan malam hari ini dengan gurunya. Kadang-kada ng Taku datang larut malam. dan menguasainya. ia memohon pada Taku untuk menyingkirkannya. Kucing it u ingin menariknya masuk ke dunia lain. dunia tempat para hantu dan arwah. sesuai cara Tribe yang mengendalikan kebutuhan tidur mereka dengan cara yang sama untuk mengendalikan semua kebutuhan dan hasrat mereka. "Aku tidak bisa. kadang dengan wajah cemberut yang dingin. Maya harus bangun cepat. seperti yang Taku lakukan setiap dua atau tiga hari sekali. kesabarannya hampir habis. dan betapa pun larut¬nya. Maya tidak membiarkan sikap Taku memengaruhi diri¬nya." "Kau sudah terlanjur melakukannya. Maya mulai menyesali kematian si kucing dan ker asukan roh hewan itu. . Taku selalu ingin bertemu Maya. ingin men¬jadi seperti Shigeko. Ia ingin menjadi anak-anak saja." kata Sada. Terkadang Maya turut dalam perjalanan¬perjalanan ini. nformasi ini dengan sopan santunnya yang tenang seperti biasa. hingga perasaanny a yang sebenarnya tidak diketahui. bahkan bila Maya sudah tertidur. tapi takut dengan apa yang kemungki nan terjadi padanya.informasi ini dengan sopan santunnya yang tenang seperti biasa." Kemudian Maya merasa malu dengan kelemahannya. hingga perasaann ya yang sebenarnya tidak diketahui. Dikiranya ia akan suka men¬jadi si kucing. sesekali menemukan dirinya berada cukup dekat dengan Kono dan para penasihatnya untuk men dengarkan apa yang mereka gumamkan. pekerjaan ini be rjalan lambat dan banyak tuntutannya. Percakapannya kedengaran tidak menarik dan sepele. tap i ia mengingat dan mengulang kata demi kata untuk Taku sewaktu datang ke rumah tempat ia dan Sada tinggal. tapi cara yang baru ini sepertinya j auh lebih sulit dan lebih berbahaya." sahut Taku. tanpa kemampuan Trib e dan tidak punya saudara kembar. Acapkali ia merindukan berada di rumahnya di Hagi bersama ibu dan kakak juga adiknya. Sebelumnya ia merasa pelatihan Tribe mudah: menghilang. kadang dengan kemarahan. menggunakan sosok kedua. tapi ternyata kucing itu lebih kejam dan menakutkan dari yang ia perki¬rakan.

kau ha rus meraih dan memanfaatkannya!" Tapi meski berada di bawah pengawasan dan bimbingan Taku hingga Maya sudah terbi asa dengan roh yang hidup dalam dirinya. Pendudu k kota turun ke jalan setiap malam dengan pakaian berwarna cerah dan sandal baru sambil bernyanyi.* Bulan purnama di bulan kesepuluh semakin dekat. Shigeko akan mengganti nama dan sejak saat ini dikenal Halaman 147 dari 500 . me¬lambaikan tangan di atas kepala. bahkan dicintai. tapi tak sepenuhnya me¬nyadari sampai tahap apa hingga mendengar¬nya sendi ri dari mulut orang-orang yang saat ini berbaur dengan dirinya. tapi ia tetap tidak bisa melakukan apa yang Taku h arapkan: mengambil bentuk kucing itu lalu memanfaatkannya." kata Taku pada Maya saat ia menanyakannya. Kegembiraan kian bertambah tahun ini dengan kenyataan bahwa Lord Otori sena putri sulungnya. Maya sudah tahu kalau ayahnya dikenal banyak o rang."Kucing itu bisa memberimu kekuatan. Tersiar juga berita bahwa wila yah ini secara resmi akan dipersembahkan kepada Shigeko karena sekarang usianya sudah mencukupi. "Kekuatan itu sudah ada. Lady Shigeko." kata Taku. "Memang benar. pe¬waris Maruyama. "Hiroshi sudah membic arakannya denganku. akan meng¬hadiri perayaan. dan di mana-mana persiapan Peray aan Musim Gugur telah dimulai.

"Ibuku sekarang yang memimpin Tribe. Lady Shigeko kelak akan memimpin Tiga Negar a." "Aku takut ada juga orang lain yang tidak setuju Shizuka menjadi Ketua Muto. tidak lagi berkelakar. Ke¬dengarannya seperti legenda. dari para penyanyi balada yang menyanyikan dan menceritakan kisah-kisah Otori di sudut jalanan dan tepi sungai. selimut tebal menyelimuti tubuh mereka. Satu lentera kecil kalah dengan gelapnya ruangan i tu. mereka bertiga duduk berdekatan di dekat tungku batu bara." "Lady Maruyama. Per empuan belum . "Lihat saja. dari Chiyo." ulang Maya. Malam itu dingin dan terang. tapi aku ingin memimpin Tribe!" sahut Ma ya. Empat hari sebelum pumama. "Aku tidak tertarik dengan Tiga Negara. sebaiknya kau berubah menjadi anak perempuan lagi sebelum usiamu semakin bertambah!" Taku menggodanya." bisik Taku pada Sada. sebagai kerabat tertua Kenji. Meski udara dingin. "Lalu ada kakakku. seraya menyentuh lengannya. "Jangan bilang begitu!" Sada memper¬ingatkannya. tapi taman penuh sinar bulan dan bayang-bayang pekat. bulan sudah makin membes ar dan menguning. "yang percaya k alau sudah menjadi haknya untuk memimpin Tribe. Taku minum sake. Sada yang tak bisa menyembunyikan rasa senang.ebagai Lady Maruyama. tidak bisa menahan diri untuk terus menyentuh T aku.sebagai Lady Maruyama. "Kau harus tunggu sampai aku mati!" Taku tertawa. nama yang sering dide ngar. Ketiganya berada di kamar kecil di ujung rumah Tribe." kata Taku sewaktu Sada mengungkapkan rasa terkejutnya karena Taku datang cepat. tapi baik Sada maupun Maya tak suka rasanya. Maya tak menduga Taku datang begitu cepat ia sudah di sana sejak kemarin malam. Taku langsung berpaling dan menatap Sada dengan pandangan yang membuat hati Maya berdebar seka ligus cemburu. aku tidak bisa jauh darimu. daun jendela tetap terbuka. dari Shizuka.

"Dan cari tahu mau ke ma na dia dan apa tujuannya." "Sebaiknya kita segera kirim orang ke Hofu." gumam Taku. Bukannya menginginkan Zenko. "Aku mendengar satu desas-desus hari ini. mereka lebih memilihmu. Dia berangkat ke Hofu dua minggu lalu. Dari kota terdengar musik dan nyan yian. "Kurasa itu adalah rahasia Kikuta." katanya pada Sada. kan?" "Sepertinya ya. Apakah dia bepergian seorang diri?" "Imai Kazuo bersamanya." kata Sada. dan udara dingin di sisi wajah yang satunya lagi. Lalu sepertinya dia ingat akan k ehadiran Maya. Halaman 148 dari 500 . "Kikuta Akio terlihat di A kashi. Mengapa kau beg itu kaget?" "Kau tidak mengenal siapa anak itu?" "Dia adalah cucu Muto Kenji." kata Taku. sadar akan hawa panas di satu sis i wajahnya. tabuhan genderang dengan irama tegas." "Putra siapa?" Taku duduk tegak. dan putranya. tanpa bicara." sahut Sada. "Suruh anak itu tidur. Mereka menggerutu kalau tindakan ini menying-gung dewa-dewa." Maya mendengarkan dengan cermat. "Bukan p utra Akio.pernah memimpin keluarga itu. "Tidak ada lagi?" Sada menggeleng. semua orang tahu itu. anak laki-laki berusia sekitar enam belas tahun. disela dengan teriakan-teriakan parau. orang-orang tidak suka bila tradisi diubah. tapi penunjukan ibumu telah menyebabkan perpecahan. pastinya.

melayang melewatinya. Maya menyelinap dari balik selimut dan melangkah tanpa bersuara dari kamar itu. "Selamat malam. Tubuh Maya gemetar. dan menurut ramalan. tidurlah di kamar pelayan." perintah Sada." perintah Sada. lalu bangkit berdiri. tapi ia sudah belajar mematuhi Sada dan Taku dalam segala hal. akan menjadi saru-satunya orang yang bisa membawa kema tian padanya. merangkum percakapan sebelumnya. ingin men-dengar apa yang Taku katakan. "Bocah itu benar-benar putra Takeo?" "Ya. tidurlah di kamar pelayan. tapi bergema dalam roh kucing yang belum m ati." . Sada bicara dengan nada setengah malas. Sebulan lalu ia pasti akan pro tes." gumamnya. "Udara semakin dingin. kalau Ta ku akan merasa senang dan memujinya. tapi roh kucing lebih tahu. Aku tidak bisa membuka pintunya. Jauh dari api membuat Maya kedinginan. dan begitu berada di kamar pelayan ia justru merasa lebih dingin. lalu menjerit keras ketakutan. Maya. dan me¬lo mpat ke jendela. Ia sudah berada separuh jalan ke gang selasar ketika ia sadar tengah bergerak melayang di atas permukaan tanah. tapi ia sudah belajar mematuhi Sada dan Taku dalam segala hal. Maya menemukan tempat di sela dua orang gadis dan merangkak melewati mereka." Sada berdiri membantu. mengingat bagai¬mana dunia itu penuh dengan gerakan kecil yang belum pernah diperhatikannya. men¬dengarkan dengan agak takut suarasuara hampa para arwah. kata¬kata yang paling mengguncang diri Maya daripada semua yang pemah dialaminya. Di sini. pikir Maya." kata Taku. Ia ingin ber¬baring di antara mereka. Sebulan lalu ia pasti akan prot es. di rumah Tribe s emua orang tahu kalau ia anak perempuan. sadar akan bola matanya yang membesar dan pandangannya yang tajam. menghangatkan tu buhnya. melambung menyeberangi beranda dan me¬masuki ruangan tempat Sada dan Taku berangkulan. "Tutup jendelanya sebelum pergi. hanya di dunia luarlah ia harus tetap menyamar sebagai anak laki-laki. ingin bersamanya dan Sada: Maya memikirkan bulu kucing yang tebal dan halus menye¬limuti dirinya. riak kekuatan menjalar k e sekujur tubuhnya karena si kucing meregang¬kan otot-ototnya dan hidup lagi. Maya berpikir akan menam¬pakkan diri kepada mereka."Maya. dan gemetar tubuhnya berubah menjadi sesuatu yang lain. Semua orang sepertinya sudah tidur.

serta Lady Arai sendiri. Di¬dengarnya Taku berseru. jauh dari segalanya. satu iring-iringan kuda membawa catatan-catatan adminis trasi yang harus ditangani saat ia berada di wilayah Barat. sehari sebelum bulan purnama. kuda-kuda pengangkut ker anjang berisi hadiah-hadiah mewah dan pakaian-pakaian mahal. Udy Shigeko.Maya mengetahui keberadaan kakak laki¬lakinya. dan ia melompat menerobos kasa dan keluar ke taman seolah bisa lari selama-laman ya. Halaman 149 dari 500 . sejumlah besar pengawal. Takeo datang dari Yamagata dan membawa sebagian besar orang istana Otori. Zenko didampingi pengawal yang sama banyaknya. dan putri su lungnya. Ia be rusaha tetap diam tapi tidak bisa menahan lolongan ketakutan dan putus asa yang memaksa kelua r dari tenggorokannya. Di mana Penguasa kami?* Otori Takeo dan Arai Zenko tiba di Maruyama selang beberapa jam. burung rajawali dan anjing kecil milik Lady Arai. Tapi ia tidak bisa berlari dari suara-suara arwah yang bergemerisik d i telinganya yang berdiri tegak dan merasuk ke dalam tulangnya yang rapuh dan cair. di dalam tandu yang diukir dan dihias dengan indah. "Siapa di sana?" dan mendengar teriakan kaget Sada. dan ancaman terhadap ayahnya. termas uk Miyoshi Kahei dan adiknya Gemba.

seni berkembang. dipanggilnya Hiroshi untuk bicara ber¬dua. setelah enam belas tahun berlalu. kedelai. perdaganga n maju pesat. Maruyama segera diserahkan pada pewaris perempuann ya: banyak yang harus diraya¬kan. Zen ko tinggal di kediaman yang paling bergengsi dan mewah di balik dinding kastil. dan jurumasak saling berlomba menciptakan s antapan berbentuk bulat untuk meng¬hormati bulan purnama. Takeo penasaran apakah Zenko menyadari sejarah kesetiaan dari rumah itu. dan kini berharap bisa mendapat keuntungan besar. saat Takeo harus bertemu dengan musuh-musuh potensialnya in i. Maruyama adalah wilayah yang amat di¬sayan ginya karena di sinilah ia menghabiskan bulan-bulan pertama setelah pernikahannya dan mulai mempratikkan semua yang telah ia pelajari dari Lord Shigeru tentang pe¬merintahan dan pertanian. Pemuda itu tampak tenang dan waspada. anak-anak makan berkecukupan. sake dan makanan khas daerah mereka. Takeo tahu putrinya layak mendapatkannya. Wilayah ini nyaris hancur tersapu badai dan gempa bumi di tahun pertama pemerint ahannya. Di mana-mana umbul-umbul berkibar tertiup angin. sake dan makanan khas daerah edatangan para pemimpin dengan iring¬iringan mereka menutupi jalan dan me¬menuhi rum ah penginapan membuat pen¬duduk kota gembira. Kini. ikan. Sebulan terakhir ini mereka telah menam bah persediaan beras. S etelah . ikan. Lord Kono. menggambar kan bukit bulat Maruyama bersama bangau Otori. semua luka bekas perang tampak telah l ama pulih. Takeo melihat itu semua dengan gembira. Ia harus terus mengingatkan dirinya sendiri kalau ia berada di sini untuk menemu i dua laki-laki yang mungkin akan merampas wilayah ini dari Shigeko. pengawal senior wilayah tersebut yang bersama putranya memilih bu nuh diri ketimbang setuju untuk menyerahkan kota ini kepada Arai Daiichi. diberi penginapan seperti dirinya di dalam kastil. dan berharap kalau laki-laki itu dip engaruhi arwah dari para mendiang yang setia. wilayah ini menjadi kaya dan damai. Sebulan terakhir ini mereka telah menam bah persediaan beras.Kedatangan para pemimpin dengan iring¬iringan mereka menutupi jalan dan me¬menuhi ru mah penginapan membuat pen¬duduk kota gembira. Musim panas bermurah h aii menghasilkan panen berlimpah. dan Shigeko akan mengambil alih wilayah ini lalu memerintah berdasarkan hak dan kewajibannya. kedelai. Sebelum makan malam. Salah satunya. yang dulunya a dalah kediaman Sugita Haruki.

Takeo mengucapkan terima k asih atas kerja keras¬nya. berarti akan mengambilnya dari orang lain. "Kau sudah seperti kakak laki-laki bagi ketiga putriku. Kau kurang menghargai dirimu." sahut Hiroshi. Tatapan mata Hiroshi beradu pandang den gannya lalu berpaling ke arah lain. andai usia kita tidak terlalu dekat jaraknya. Kaori. Aku sudah memper¬timbangkan cucu Lord Terada. aku berterima kasih atas p erhatian Anda." Takeo menatapnya tanpa langsung men¬jawab.. "Dan untuk pernikahan.membahas prosedur dan upacara untuk keesokan harinya. dan aku tidak punya apa-apa untuk diberikan p ada seorang istri. biar kucarikan gadis lain." sahut Hiroshi." "Kumohon. Bila kau tidak suka pada Terada Kaori. Apakah ada gadis lain?" "Tidak ada. Dia gadis yang amat baik. "Kau tahu betapa besar rasa sayang keluargaku padamu. "Kau telah bertahun-tahun mengabdi pada keluargaku. Kau ingin tinggal di wilayah Barat? Akan kucarikan tanah dan bangunan u ntuk¬mu serta seorang istri. Kami harus me mberimu imbalan. aku pasti akan mengangkatmu menjadi putraku. "Aku sudah bilang pada Taku: aku akan tetap di sini sel ama dibutuhkan tapi keinginanku yang sebenarnya yaitu diijinkan mengundur¬kan diri ke Terayama dan men gikuti Ajaran Houou." "Untuk memberiku tanah di Maruyama. kawan baik putriku." "Keluarga mana pun di Tiga Negara akan menyambutmu dengan gembira sebagai menant u. a tau dari Lady Shigeko." lanjut Takeo. Lord Takeo.. tapi aku sungguh-sungguh tak ingin menikah. jangan Halaman 150 dari 500 .

lalu memutuskan untuk m enghentikan masalah pernikahan ini sementara waktu. Takeo tidak bisa meng¬ungkapkan ada perasaan khusus apa di antara mereka berdua." "Anda ingin memberikan kirin!" seru Hiroshi." kata Hiroshi dengan nada memohon.' sahut Hiroshi. Aku ingin kau ambil bagian dalam kun¬jungan ini." "Ini merupakan kehormatan bagiku. dengan menu khas musim gugur di wilaya h Barat: . "Anda bahagia dalam perkawinan hingga ingin kami semua memiliki keadaan yang sama! Tapi aku ter¬panggil ke jalan lain." kata Hiroshi dengan nada memohon. dan sedih. Satu-sa tunya per¬mintaanku adalah diijinkan mengikuti jalan itu. ditemukan dirinya lebih memerhati¬kan Hiroshi dan putrinya saat makan malam. Makan malam berlangsung resmi dan anggun. Seperti yang kau tahu. lebih pendiam. yang akan menjadi hadiah yang tak ada bandingnya untuk Kaisar. Sesuatu dari perbincangan ini pasti telah membuatnya waspada sehingga di saat ia tidak disibukkan oleh Lord Kono." Hiroshi membungkuk tanpa bicara. "Tapi aku punya satu permintaan. "Aku rela memberikan segalanya bila itu mempertahankan kedamaian di negeri ini. Zenko dan Hana." iteruskan. aku mengatur kunjungan damai ini atas permintaan para Guru Besar Ajaran Houou. Berusaha menyembunyikan rasa tertekannya dengan tersenyum. "Putriku mengusulkan agar kita membawa kirin. yaitu m endampingi kami ke ibukota tahun depan. Wajahnya mulai memerah. Mereka berdua. seperti yang sudah biasa kau lakukan. Ia tidak tahu apakah sudah bisa menjawab atau belum. Bahkan Shigeko? Keduanya tidak me¬nyuarakan kata-kata itu. nyaris tida k saling bicara atau bertatapan. Kau harus melindung inya. namun kata-kata itu ber gema di benak Takeo. dibayangkannya hati Shigeko tidak tersentuh. Berusaha menyembunyikan rasa tertekannya dengan tersenyum. entah mengapa." "Aku tidak akan menentang keinginanmu itu!" sahut Takeo." "Shigeko juga akan ikut denganku atas saran para Guru Besar." sahut Takeo. Satu-sa tunya per¬mintaanku adalah diijinkan mengikuti jalan itu. "Terima kasih.diteruskan. Tapi tentu saja mere ka berdua sangat mahir menyembunyikan perasaan masing-masing. Wajahnya mulai memerah. "Anda bahagia dalam perkawinan hingga ingin kami semua memiliki keadaan yang sama! Tapi aku ter¬panggil ke jalan lain.

Takeo meminta maaf atas ketidakhadiran istrinya. di belakangnya berdiri kasa ber¬hiaskan burung dan bunga musim gugur. Kono berkata dengan sopan. Takeo seakan melihat perasaan tidak suka sesaat sebelum Hana mulai mengucapkan s elamat yang berlebihan. chestnuts and kac ang ginko. disajikan di atas nampan berpernis dan tembikar berwarna coklat muda kekuningan pucat dari Hagi.jamur pohon pinus. menjelaskan tentang kehamilan i strinya." Halaman 151 dari 500 . pada gilirannya. gurih dan gating. Bahkan L ord Saga Hideki telah meng¬ungkapkan keinginannya untuk berjumpa dengan Anda. lantai dan balok-balok penyangga berkilau dengan ha ngat. dengan berhati-hati memuji Sunaomi dan Chikara yang tidakl ah sulit dilakukan karena ia dengan tulus memang menyayangi kedua anak itu. kepiting dan udang kecil. Takeo bertanya-tanya bagaimana pendapat Ko no tentang semua yang dilihatnya di sini. dan ingin tahu apakah Zenko dan Hana kecewa dengan kabar ini karena akan menunda rencana pengangkatan kedua putra mereka. dan bagaimana bila dibandingkan dengan istana Kai sar. "Aku sudah menerima surat dari Miyako. mengungkapkan kebahagiaannya. Kaede telah membantu mengembalikan kediaman itu pada keindahan aslinya: tikar berwarna hijau keemasan dan beraroma manis. Aku paham Anda akan mengunjungi Kaisar tahun depan. burung puyuh dengan krisan. burung gelatik dengan semak semanggi." sahut Takeo. Takeo." "Bila beliau berkenan menerimaku. dan berharap kakaknya mendapatkan anak laki-laki. "Kurasa beliau akan menerima Anda. Semua orang ingin tahu tentang Anda. ituiah tujuanku.

"Aku tak sabar ingin ber¬jumpa Lord Saga. "Lord Saga baru saja menduda." jawab Takeo. Belia u menulis surat kepadaku bahwa ketimbang menumpahkan darah ribuan orang. meman ah. Zenko akan menunggu di wilayah Barat. Zenko akan menunggu di wilayah Barat. putrimu sebaiknya ikut. Shigeko angkat bicara. "Lord Saga saat ini tengah memikirkan semacam olah-raga atau pertandingan." Takeo tersenyum. D an bila mereka menyerang lalu membunuhku di sana. karena aku tidak mahir memanah. "Lord Saga tidak mengetahui masalah-masalah kecil kami. Itu kegemarannya. Takeo mengingat dengan takjub kata-kata Gemba: Akan ada semacam pertandingan di Miyako. "Belum. Mungkin beliau akan menerimaku sebagai pengganti ayahku dalam pertandingan apa pun nantinya..." Takeo ingin tahu apakah ia bisa tahan menyerahkan putri sulungnya pada orang seperti Lord Saga nam un bisa menjadi persekutuan yang baik. beliau lebih suka berte mu Lord Otori dalam per¬tandingan berburu anjing. belum.Takeo menyadari kalau Arai Zenko memerhatikan tiap kata dengan tetap menunduk." "Lady Shigeko amat mahir memanah... suaranya terdengar jernih dan tegas. ke arah Gemba yang duduk agak menjauh di se .. "Baiklah. dan bila itu bisa memastikan kedamaian di Tiga Ne gara. Tapi putriku akan ikut. "Aku turut berduka." Untungnya. mungkin. mendahu lui restu sang akeo menyadari kalau Arai Zenko memerhatikan tiap kata dengan tetap menunduk.." Shigeko mengangkat kepala lalu melihat ke a rah ayahnya. Dia harus menyempurnakan keahlian menunggang kuda. mungkin ada pertandingan yang lain. Beliau tidak tahu kalau tanganku yang cacat menghambatku untuk menarik busur. mendahu lui restu sang Kaisar. Keadaan istri Anda yang meng¬haruska nnya berdiam diri di rumah jadi tidak memungkinkannya mendampingi Anda?" "Begitulah. Bagaimana Gemba bisa tahu hal ini? Takeo memandang ke seberang ruangan. Da n bila mereka menyerang lalu membunuhku di sana. Tampak mata mereka bertemu lalu dia tersenyum kepada ayahnya. Takeo tidak bi sa menahan untuk berpikir.. "Lady Shigeko bertunangan?" tanya Kono." Suara Kono terdengar dingin dan datar.." imbuh Hiroshi.

pedangnya. Kami akan selesaikan masaln h tanpa harus berperang. Takeo ingat saat pertama kali melihat Lady Maruyama Naomi: menurutnya perempuan itu seperti Jato. pikir Takeo cepat. Kahei terlihat lebih tegas. Rambut panjangnya tergerai di bahu. punggungnya tegak lurus. menyembunyikan ketidak¬setujuannya. Tampaknya Kono sama terkejutnya dengan Takeo. mungkin Anda belum mengenal kami dengan baik. tapi ada senyum tipis tersung¬ging di waja h montoknya. "Seperti halnya Lord Saga. Ini memperkuat bukti anjuran para Guru Besar." sahut Shigeko. "Ini semakin menambah alasan mengapa kami harus berkunjung ke ibukota. Dia tidak mem¬perlihatkan rasa tidak suka bertemu dengan putra orang yang pernah menculik ibunya." katanya pada akhirnya. dan pembe¬rani. Aku akan datang ke Miyako. atau kelihatan terintimidasi dengan ke¬ha dirannya. walaupun dengan alasan lain. Gemba tidak melihatnya. Aku akan terima tantangan Saga. kecantikan yang menyem Halaman 152 dari 500 ." Shigeko berbicara dengan sopan. kulitnya nyaris bercahaya dengan jubah wama kuning pucat dan emas yang dikenakannya. namun juga tak bisa menghilangka n kesan berkuasa yang ada di balik kata-katanya. apa pun itu. Kahei.belah adiknya. "Aku tidak menyadari kalau perempuan di Tiga Negara begitu berbakat. agar Anda sema kin memahami kami. dengan dedauan maple yang cerah.

merasakan nyeri di tangan dan rasa sakit menjalari sekujur tubuhnya. Apa pun yang terjadi. saat in i merupakan waktu yang tepat untuk mengirimnya pulang dengan pikiran yang penuh dengan kesejahtera an wilayah ini. detail mengenai kunjungan singkat Kono di wil ayah Barat. ia telah memiliki pewaris. dan merasa agak lega. Tampaknya tidak ada lagi alasan untuk menahan bangsawan itu. ia telah memiliki pewaris. Ini memastikan bahwa Tiga Negara ak an tetap bersatu bila diwariskan kepada¬nya. Ia tak dapat menahan diri untuk berpikir kalau ketidakhadiran Taku tak ber¬k aitan dengan putrinya itu: kalau Maya dalam masalah." Dia membungkuk dan bicara d engan ber¬semangat. pikirannya masih penuh dengan kecemasan atas ketiga putrinya. Apa pun yang terjadi. seberapa banyak pujian dan niat buruk apa yang direnca¬nakan Kono dan Zenko. sementara dari kota terdengar genderang dan nyanyian. dan se lagi minum teh ia mengingat-ingat apa saja yang ia katakan semalam. Kaede yang sedang mengandung. Saat bangun pagipagi. dan tak mendengarkan kalimat terakhir Lord Kono. Kini dilihatnya kekuatan yang sama pada putrinya. kesetiaan klan Seishuu serta keindahannya. Ia meminta Minoru dibangunkan. Dipaksa dirinya berkonsen trasi pada saat ini. ingin tahu seberapa banyak kata-kata ini diucapkan dengan tulus. memeriksa kalau segala¬nya telah dicatat . "Aku sungguh tidak sabar menantinya!" seru Kono. tentu saja. Keramaian perayaan berlanjut hingga larut malam: pemusik memainkan kecapi tiga s enar dan harpa. hubungan bangsawan itu dengan Zenko dan Hana. dan memberitahukan kepada Yang Mulia Kaisar tentang semua yang kudapatkan di sini. Disadarinya kala u pikirannya melayang jauh. nyikan kekuatan. Tapi Takeo lebih suka mendengarnya dari Taku.. karakter dan kecantikan putri sulungnya . Takeo tidur tidak nyaman. dan ingin tahu ada di mana dia sekarang. Apakah Zenko tersinggung atas kehadiran dan pengawasan Taku sehing ga sengaja tidak mengundang adiknya? Dan ia pun cemas ingin mendengar kabar tentang Maya. Berharap Taku tahu lebih banyak. "Aku bisa meyakinkan bahwa semua taporanku akan berpihak kepada Anda . atau melarikan diri.bunyikan kekuatan. Ini memastikan bahwa Tiga Negara ak an tetap bersatu bila diwariskan kepada¬nya. dan merasa ag ak lega.. "Kuharap aku bisa dibebaskan da ri keramahan Lord Otori untuk kembali ke Miyako sebelum Anda tiba di sana. Kini dilihatnya kekuatan yang sama pada putrinya.." Takeo membungkuk sedikit tanda setuju. mengapa dia tid ak hadir saat santap malam.

" sahut Takeo. Karena Kono diij inkan pergi. bila ingin tiba sebelum musim dingin. tapi Lady Shigeko belum menikah. Sebaiknya kau siapkan Lady Miyoshi." "Jadi beliau akan melakukan perjalanan bersama Lord Otori sampai Yamagata?" "Ya.." "Teruskan. Dia bisa saja l ewat darat menuju Hofu dan naik kapal laut dari sana. pengabdian dan kes etiaan rakyat di sini. "Aku tidak berhak untuk mengatakannya. Lord Kono pasti membawa kabar kepada Kaisar dengan keyakinan bahwa Tiga Negara t ak mudah ditaklukkan. kau selalu hadir dalam per¬temuanku dengan Lord Kono." sahut Minoru. "Lewat laut. dan Lord Kono pastinya akan lebih memilih untuk merundingkan pernikahan ketimbang me¬mulai perang yang ti dak bisa Halaman 153 dari 500 . Sikapnya padaku sem alam sepertinya sedikit berubah.dengan benar karena Minoru ditempatkan di balik kasa semalaman." sela Takeo.. "Pasti salju su dah turun di Jajaran Awan Tinggi: dia takkan tiba di sana sebelum perbatasan ditutup. "Minoru. kurasa bagusnya begitu. "Beliau pasti mengamati kepopuleran Lord Otori. dan.. banyak hal yang harus disiapkan. Di Yamagata aku yakin Lord Miyoshi akan menjelaskan ukuran dan kekuatan ba la tentara kita." Minoru membungkuk hormat. bagaimana pendapatmu?" "Sikapnya seperti hendak berbaikan. Kita harus tunjukkan satu pemandangan lagi padanya. "Apakah Lord Kono bepergian lewat laut atau darat?" tanya Minoru.

"Apa aku harus menghubunginya?" "Tidak perlu. dan lambang berhias rumbai bergelanmngan dari atap dan dari tiang pancang yang ditan am di sekelilingnya. Kono di sebelah kanan." tutur Takeo. Apabila beliau yang akan menjadi perantara." "Baiklah. maka beliau harus menda pat kepercayaan dan persetujuan ayah calon mempelai perempuan. Selama kita tahu d ia masih hidup. Otori serta Seishuu berkibaran di atas lapangan kuda di depan kastil." "Dia mengirim permintaan maaf kepada kakaknya. semua mengenakan jubah tebal berhias bordiran emas.dimenangkan. mengatakan bahwa dia sedang kuran g sehat hanya itu. Di belakang¬n ya. memegang kotak-kotak berpernis." sahut Minoru. Takeo duduk di atas mimbar yang ditinggikan di salah satu pavilio n ini. Hiroshi berada di depan mereka dengan menunggang kuda abu-abu pucat dengan surat dan ekor hitam. maka beliau harus mendap at kepercayaan dan persetujuan ayah calon mempelai perempuan. maka semuanya baik-baik saja. "Tak satu pun dari kita yang benar-benar aman. berdiri para tetua klan. Di dalam kotak¬kotak terdapat harta kekayaan wil ayah ini. Ada kabar dari Taku? Aku menantikannya tadi malam. Anjungan dari sutra didirikan bagi kelompok masyarakat dengan klas leb ih tinggi." imenangkan. dan bertopi hitam. bantal dan karpet bertebaran di lantai. d an di belakang Zenko. dan gulungan berisi silsilah keluarga meng¬gambarkan silsilah Shigeko melalui semua pe rempuan Maruyama. pasti ada alasan lain dengan ketidakhadirannya." *** Panji-panji Klan Maruyama. kita akan terus menyanjung dan berusaha membuatnya terkesan. pikir Takeo dengan rasa menyesal. Parit yang mengelilinginya penuh dengan perahu-perahu berlambung datar yang ditu mpangi para penonton. di Maruyama sini?" "Taku telah menyinggung banyak pihak dengan mengabdi padaku." "Tentunya tak ada orang yang akan menyerang Lord Kono. Kaede seharusnya berada di sini. tanpa kuda. dan Zenko di sebelah kiri. . Kuda pemberian Takeo bertahun-tahun lalu itu menunggu diam tak bergerak bak patung. rindu berjump a dengan istrinya untuk menceritakan pemandangan ini. Hana. Apabila beliau yang akan menjadi perantara.

Taku pasti tak ingin meninggalkan Maya karena bila tidak. Dari ujung arah barat di sebelah luar kastil datang iring-iringan kecil perempuan yang me¬nunggang kuda. Butuh beberapa waktu bagi Takeo untuk menyadari kalau orang itu adalah putrinya. Taku pasti tahu ia akan mengenali mereka bertiga. Maya. Zenko. Takeo memindai kerumunan orang. tiba-tiba dilihatnya Taku. agak lebih tinggi.Takeo turut merencanakan upacara ini semuanya dilakukan Hiroshi karena ini merupa kan ritual kuno Maruyama yang belum dilaksanakan lagi sejak Lady Naomi mewarisi wilayah ini . dia pasti da tang sebagai dirinya sendiri. bola matan ya lebih jelas dengan wajah tajamnya. kalau ternyata ia tidak menge¬nalinya diikuti dengan rasa lega yang berdesir cepat kalau p utrinya masih hidup dan baik-baik saja. tidak berpakaian resmi seperti kaka knya. Pesan apa yang dibawanya? Ia harus bertemu mereka: ia akan temui mereka malam ini. pikirnya. tapi berpakaian pedagang biasa yang lusuh. saat orang lain tak a da yang tahu. Di sampingnya berdiri seorang pemuda tingg i dan seorang lagi yang tampak amat tidak asing. Seorang lagi pastilah Sada. Me reka adalah istri dan putri para tetua yang menunggu di belakang Hiroshi. ingin tahu di mana Shigeko. Perhatiannya tertuju kembali ke upacara setelah mendengar derap kaki kuda. Maya tampak lebih kurus. menyandang busur di bahu serta tabung berisi anak panah di Halaman 154 dari 500 . dan kapan putrinya akan mu ncul. Di antara kerumunan perahu. Takeo merasa takjub kalau ternyata Taku mengajak putrinya datang dengan menyamar. meskipun dia menyamar hing ga hampir tidak dikenali. Mereka bersenjatakan ala perem¬puan wilayah Barat.

" Hiroshi melepaskan kakinya dari pijakan sadel lalu turun dari kuda. Kini sudah jelas baginya. dan Takeo melihat pe nguasaan diri Hiroshi langsung buyar. ggung mereka. Shigeko tersenyum tipis lalu mengambil . para tetua berlutut sambil memegang kotak dengan merentangkan tangan dan membungkuk dalam-dalam. Para perempuan di atas kuda menghadap ke arah para laki-laki yang berdiri. di tengah iringan itu kuda hitam yang dijinakkannya sendiri. dikunci r ke belakang. "Lady Maruyama Shigeko. Kuda itu terlalu bersemangat dan ber¬jingkrak. dan ia merasa heran tidak menyadari hal itu sebelumnya. dan diberi nama Tenba.punggung mereka. rambutnya. Shigeko meluncur turun dengan anggun dari punggung kuda lalu menghadap ke Hiroshi. Dicermati putrinya baik-baik sewaktu dua perempuan berkuda turun dari kuda lalu memegangi tali kekang Tenba. kami menyambut Anda ke wilayah yang telah dipertahankan atas kep ercayaan bagi Anda. Teringat olehnya minggu-minggu yang mereka habiskan bersama untuk men jinak¬kan Tenba. Disadarinya ternyata sikap Hiroshi lebih dari sikap seor ang ksatria pada atasannya. mengi-baskan kepala dan agak mundur selagi Shigeko menyuruhnya ber¬henti. Kecurigaannya terbukti sudah. menarik pedang dari sabuknya lalu berlutut di hadapa n Shigeko. Shigeko menyayanginya. dan t epat di saat bersamaan. Tenba tenang dan santai. Shigeko duduk tenang bak patung. dan hat inya makin meluap-luap saat melihat putrinya berada di punggung kuda yang paling bagu s. Takeo mengagumi kuda¬kuda Maruyama yang tinggi dan gagah. juga berk ilauan seperti kulitnya yang tertimpa sinar matahari musim gugur. Itu karena mereka dibesark an bersama. Ketika Hiroshi menengadah. dan diberi nama Tenba. sama hitamnya dengan surai dan ekor kuda yang dia tunggangi. pikirnya. Takeo mengagumi kuda¬kuda Maruyama yang tinggi dan gagah. menyerahkan pedang dengan kedua tangannya. Perasaan Takeo kesal sekaligus iba mustahil memberikan keinginan Hiros hi tapi ia mengagumi pengendalian diri dan peng¬abdian pemuda itu. Hiroshi bicara dengan lantang. tatapan mereka bertemu. ta pi perasaan Hiroshi tak diragukan lagi. Ia tak tahu bagaimana perasaan putrinya. dan hatiny a makin meluap-luap saat melihat putrinya berada di punggung kuda yang paling bagu s. Sesaat Tenba terkejut karena gerakan Hiroshi yang mendadak. di tengah iringan itu kuda hitam yang dijinakkannya sendiri. putri Shirakawa Kaede dan sepupu kedua Maruyama Naomi. tapi hatinya tak tersentuh.

Dia melompat dari punggung Tenba la lu berkata dengan lantang. begitu pula halnya dengan para perempuan yang lain. Ia merasa bangga dan bersyukur telah membesark an anak yang cantik ini. Kyu dan Aoi. Akhirnya S higeko mendekat. mengambil busur. menarik tali kekangnya agar berhenti di depan Takeo. kalau putrinya ini telah dewasa dan mendapaikan warisannya. tatapan setuju mereka. yang pernah terluka parah oleh ra ksasa Jin-emon. Menghampiri Shigeko lalu mengambil tali kekang kuda itu dengan begitu terharu se hingga tak mampu berkata¬kata. menjadi sorak-sorai gegap gempita. dan sebag ai pengakuannya saya persembahkan kuda ini kepada Lord Otori. Kuda-kuda berderap mengitari dinding sebelah luar kastil. membungkuk hormat ke arah kerumunan orang. Takeo menyadari kalau bayangan masa lalu kini mengelilingi dirinya: arwah mereka yang telah berpulang. Tenba menurunkan kepala lalu menggesek-gesekkan kepalanya ke bahu Ta keo. Sekali lagi terdengar seruan dari ke¬rumunan saat Takeo berdiri dan melangkah turu n dari mimbar. "Maruyama bersumpah untuk ber¬sekutu dan setia pada Klan Otori. Halaman 155 dari 500 . laksana kuda dari surga. kemudian ber-baris dalam satu barisan lurus ke arah pinggir an. kepada semua tetua dan ra kyatnya. kuda hitamnya berlari laksana angin. Anak-anak pa nah beterbangan satu menyusul yang lainnya. Shigeko menghunjamkan pedang ke sabuknya lalu naik k e kudanya kembali. Shigeko membalikkan kuda lalu berderap kem bali. ayahku. mengenai sasaran berbarengan. dan anak panahnya tepat mengenai sasaran. Kuda-ku da berjingkrak penuh semangat. men empatkan anak panah lalu menariknya. Kuda itu jelas keturunan kuda Shigeru. bak gelombang menghempas batu karang." Dipegangnya tali kekang. lalu menunduk. seolah semua yang hadir bicara dalam satu suara. lal u suaranya pecan. semuanya dalam satu gerakan cepat dan luwes. menuju sasaran. Tiap penunggang kuda menjatuhkan tali kekang di leher kuda. Kemudian ia berbalik dan mengacungkan pedang itu tinggi-tinggi ke se tiap arah bergantian.pedang itu. Teriakan rakyat bergemuruh.

rajawali yang sudah dilepas terb ang melayang di atas padang rumput. dan perlu berkuda untuk menjernihkan piki ran." sahut Takeo. sehat seperti orangtuanya. Shigeko dan Hiroshi me skipun ketiganya lebih suka begitu tapi juga ada Lord Kono. kat . dan Kono mengaku ingin berbagi kegemaran dengan Hana saat berburu meng¬gunakan burung rajawali yang terlatih. Sementara itu. Takeo. Para gelandangan masih menjemur kulit hewan di sini sehingga dijauhi pend uduk. Satu kali Tenba mundur ketika seekor ayam hutan tertembak di bawah kakinya dengan gerakan cepat dari sayapnya yang terbentang. Beruntung aku tidak harus mengandalkannya dalam pertempuran."Kuharap Tenba bisa menjadi kuda kesayangan Ayah seperti halnya Shun. Hiroshi dan Shigeko berhenti untuk menyalami kepala desa. Hana ingin membawa keluar burung-burung rajawali miliknya. tapi bersemangat dan sama res ponsifnya. mereka berkuda di jalur melewati pesisir ke mulut sungai." Menjelang akhir senja." ujar Shigeko. Ini hadi ah yang terindah. Rombongan itu tidak hanya terdiri dari Takeo. pikirnya dengan gembira. Kini anak¬anak dari para gelandangan yang pernah mem bangun jembatan yang memungkinkan Takeo melarikan diri dari kejaran pasukan Otori. sementara yang lainnya berjalan terus. Dia a kan hidup Ubih lama dariku." ujar Shig eko. Zenko dan Hana. "Biar Ayah menun¬tunnya. Zenko menyata kan kalau ia merasa mual dengan jamuan dan upacara. "Aku belum pernah melihat kuda yang lebih hebat yang bergerak seperti terbang. Takeo yang sudah bisa menyesuaikan diri dengan kuda itu. membiarkannya melangkah lebih bersemangat. tapi mereka dibiarkan hidup dengan damai. Rut e perjalanan mereka melewati desa gelan¬dangan yang dibangun Takeo bertahun¬tahun lalu. Ketika mereka menyusul kelompok berburu. Kuda ini mungkin tidak sepandai Shun. dan Takeo mesti mengerahkan tenaga untuk mengingatkan siapa yang pegang kendali. ketika Jo -An masih hidup. Kuharap Tenba bisa menjadi kuda kesayangan Ayah seperti halnya Shun." Ta keo ingin sekali menunggangi kuda itu. juga terlihat cukup makan. dan jauh lebih cepat. pancaran terakhir si nar matahari berkilauan di sela-sela jambul di kepalanya. dan kita akan berkuda bersama nanti. memulai ikatan panjang misterius antarmakhluk hidup. Ayah sangat berterima kasih. "Maukah Ayah menungganginya?" "Pakaian Ayah ini kurang cocok bila ber¬kuda. bergerak kian kemari bak ombak di laut. ketika matahari mulai tenggelam.

"Benar. Merasa hampir menyukai Kono. tersenyum. atau pandangan putus asa da n kelaparan seperti yang dialami Shigeru. kalau ternyata dia telah sala h menilai laki-laki itu. dan kemudian marah pada dirinya sendiri karena begitu mudah merasa tersanju ng. biara dan toko kebanjiran pengunjung. aku lupa itu saat berkuda. Me reka melihat Halaman 156 dari 500 . terbang melayang.anya pada dirinya sendiri. ikan d an belut panggang. Mereka kembali saat matahari tenggelam. Menunggang kuda membu atnya merasa seperti muda kembali. Takeo bersyukur dengan reaksi rakyatnya. minyak wijen dan kecap. Masa-masa itu telah berakhir. Mereka tak lagi butuh pahlawan menolong mereka. Jalan-jalan dipenuhi keru munan orang." komentar Kono. Mengingatkan Takeo bahwa yang kuat memangsa yang lemah. dua di antaranya menu kik berbarengan dan tegak lurus ke tanah. banyak di antaranya yang berlutut atau menyer u namanya atau nama Shigeko. bentuk tubuh kelinci terlihat jelas di bulatan yang berkilat. "Kau mengurusnya dengan baik. Dibayangkannya mereka seperti rajawali. Mereka tidak menatap dengan ketakutan. seekor ayam hutan dalam cengkeraman cakarnya menggelepar: yang lainnya memekik marah. bulan purnama muncul di balik pepohonan plum. tapi itu tak mengurangi kemahirannya berkuda." katanya pada Shigeko. Salah satunya terbang tinggi lagi." kata Takeo. begitu pula nantinya musuh-musuhnya memangs anya. "Meskipun Lord Otori memiliki kekurangan. Pendu duk kota memberi jalan dengan penuh hormat. menunggu. Di atas kepalanya keempat rajawali terbang berputar-putar. udara penuh aroma kue mochi yang dipang-gang.

Ia berlari melewati jembatan. Takeo duduk bersama Minoru. "Aku ingin keluar sebentar. tapi mereka tidak mendengarnya.* Kastil dan kota sudah sunyi senyap. Andai Kono bisa melihatku seka rang. pedang pendek dan sarung pisau le mpar. begitu pula dengan yang sat u ini kenikmatan mendalam yang timbul oleh kemampuan kuno ini tak pernah hilang. Bulan sudah meninggi. dan jika ada yang tanya. pikirnya selagi melewati kamar bangsawan it u. langit malam penuh bin tang berkilauan. meninjau kembal i percakapan tadi sore dan kesan yang didapat pemuda itu. diraih dengan kerja keras dan kepandaian mereka sendiri. "Aku harus me¬n emui Taku karena aku hanya punya waktu dua hari ini bila ingin mengantar Kono ke Hofu sebe lum musim dingin. ia melompat ke puncak dinding antara taman dan dinding sebelah luar yang pertama. berpura-puralah kita sedang mengurus bis nis penting jadi tak ingin diganggu. maka setelah menyeberang sungai ia memanjat merayap dinding dan menyusuri sampai ke gerbang u tama. Para penjaga masih terjaga: ia men-dengar para penjaga bicara saat ia melintasi atap yang lebar dan melengkung. dua botol sake. diraih dengan kerja keras dan kepandaian mereka sendiri. Karena berpikir saat itu terlalu dingin untuk berenang. membia rkan dirinya terlihat setelah sampai di ujungnya lalu berjalan cepat-cepat ke kota yang penuh dengan j alan dan lorong yang berliku-liku.kesejahteraan dan kedamaian mereka sebagai jalan hidup yang benar.* esejahteraan dan kedamaian mereka sebagai jalan hidup yang benar. . Tetap di sini. Takeo melil itkan sehelai syal di kepala untuk menutup wajah. lalu disembunyikan di balik pakaiannya. terkulai di bawah cahaya bintang. Setel ah yakin tidak ada orang di ujung caman." kata Takeo saat mereka sudah selesai. Bila menunggang kuda membuatnya merasa kembali muda. Berlari melintasi puncak dinding ke seberang lalu menjatuhkan diri ke atas lapangan kuda di dalam dinding sebelah luar yang kedua." Minoru sudah terbiasa dengan pengaturan seperti ini dan dia hanya membungkuk. Aku akan kembali sebelum pagi. Takeo tahu kalau tak seorang pun bisa melihatnya karena ia sedang menghilangkan diri. Di bantunya Takeo berganti pakaian ber¬warna gelap yang sering dipakainya di malam hari. Umbul-umbul masih meng¬gelantung di sana. dua lentera menyala di dekat mereka.

Muto Kenji memaafkanku. Ia sudah menyediakan cukup waktu untuk membuat negerinya am an. Semoga kalian mau melakukan hal yang sama padaku. me mohon maaf dari para mendiang. seolah ada makhluk yang bergerak melintasinya. ia berhenti seperti yang selalu dilakukannya. Ia men¬dengar gemerisik di ded aunan yang telah jatuh. tapi setida knya mereka tidak meremehkannya. tangan di gagang pedang.. Dulu ia mengenai setiap rumah T ribe di Maruyama. Kami adalah teman dek at dan sekutu. tapi kini. Ia mengira satu-satunya c ara menghadapi kejahatan yaitu dengan dibasmi. Ia masih harus meng¬hadapi dilema itu: bila sa at itu ia mem¬perlihatkan kelemahannya. ukuran dan penghuninya. Tribe mungkin membencinya karena itu. tapi ia merasa tidak sendirian. bertekad menunjukkan kekejamannya pada T ribe: membunuh atau mengeksekusi sebagian besar dari mereka. bila bisa mengulang masa i tu ia akan berusaha berunding tanpa pertumpahn darah. dan melihat dedaunan terserak pelan di bawah pijakan kaki yang tak terlihat. Tidak ada yang memecahkan kesunyian malam itu. Diintipnya ke arah s uara tadi.Ia tahu di mana Taku berada: kediaman lama Muto. Di biara di ujung jalan. dan aku pun memaafkannya. Ia masih menyesali cara yang pernah ia gunakan saat pertama kali ke Maruyama bersama Kaede. Ditangk upkan kedua tangan Halaman 157 dari 500 . letak. T akeo merangsek kembali ke dalam bayangan. maka ia takkan sekuat sekarang untuk dapat memaksaka n kehendaknya dengan welas asih. dan menar uh botol sake di depan dewa keluarga Muto. katanya..

Pisau itu terjatuh d ari genggamannya. Makhluk itu menatapnya dengan mata hijau berkilau terkena sinar bintang. ia merasa terkejut karena ketakutan yang amat dalam. Meraih tubuh Maya lalu menyentuh wajahnya. mendengar akibatnya dan jerit kesakitan hewan itu. Di sela-sela rasa kaget dan takut karena pertarungan itu.di depan dahi untuk membuka mata lebih lebar. Segera mempertahankan dir i kini sudah menjadi sifat keduanya. membunuh sebelum di¬bunuh. lalu merogoh pisau lemparnya dengan semba rangan. Serangkaian caka rnya menggaruk wajah Takeo saat ia berkelit lalu berbalik agar cukup dekat untuk bisa menikam l eher kucing itu. Ia men¬dengar juga jer it putus asanya sendiri selagi memaksa tangannya membelokkan arah pisaunya. Tapi kucing itu berkelit melarikan diri. dan kemudian melihat ke arah kirin ya. Begitu pisau pertama yang terpegang langsung dilemparnya. me¬lihat pantulan cahaya bintang selagi pisau itu berputar. tipuan cahaya kemudian ia menyadari dengan terperan jat ternyata tatapan mata kucing itu mengunci tatapannya. tapi kucing dengan ukuran dan kekuatan serigala. Kini pedang sudah di tangannya. Memanggil semua kekuatan dalam dirinya untuk mematahkan tatapan me¬matikan itu. Kemampuan meng¬hilang kucing itu sirna di saat melompat ke arahnya. dan kemudian melihat ke arah kirinya. Dilihat¬nya kucing itu menunjukkan sederetan gigi. Kucing itu seperti makhluk halus yang tinggal di tempat ini. merasakan basah karena darah atau air mata atau keduanya. men¬deteksi kemampuan menghilang." kata Takeo iba karena putrinya hampir terbunuh. Takeo mendeng ar suara yang sudah dikenalnya. Maya!" Maya berdiri di hadapannya. lalu ia menampakkan diri agar bisa lebih fokus pada serangannya. dikirim mereka yang sudah mati untuk menghukumnya. meras a kalau pembunuh Kikuta sedang memanfaatkan makhluk halus ini. Hanya seekor kucing. depan dahi untuk membuka mata lebih lebar. Takeo merasa hampir jatuh ke dalam sihir tidur Kikuta. Mahkluk itu memang kucing. sadar d engan air mata ." jerit hewan itu lagi. Jeritan kucing itu terdengar seperti je ritan manusia. pikirnya. Takeo mem¬butuhkan seluruh kekuatannya untuk dapat men ghentikan tikaman pisau yang nyaris menggorok leher putrinya sendiri. "Jangan sakiti aku! Ini aku. men¬deteksi kemampuan menghilang. Makhluk itu menatapnya dengan mata hijau berkilau terkena sinar bintang. "Aku nyaris membunuhmu. "Ayah.

"Tadi aku tidak tahu kalau itu Ayah. "Maaf. "Kita akan men emui Taku. Itu pasti karena terkejut. "Tapi aku belum pernah menangis bahagia. "Apa yang kau lakukan di sini ? Kenapa kau di luar sendirian?" Hampir lega rasanya mengungkapkan kebingungannya dengan kemarah an. terkejut ternyata putrinya sudah besar. dan dia akan menceritakan pada Ayah apa yang terjadi pada dirimu. dirasakannya sengatan bekas dicakar. Aku tak pernah menangis. "Jangan menangis.di pelupuk matanya sendiri. Dipeluknya Maya erat-erat. tetesan darah di wajahnya. Kukira Ayah ad alah pembunuh Kikuta. aku menyesal. Lal u tadi kenapa aku menangis?" "Mungkin karena kau senang berjumpa Ayah?" "Memang. Kepala Maya m e¬nyembul di antara tulang dada Takeo." katanya dengan sesunggukan." Maya menangis seperti anak kecil." tutur Takeo." Halaman 158 dari 500 . bingung dan sedih. "Ayah kira kau menyesal karena sudah berusaha membunuh ayahmu sendiri." "Aku menyesal telah menangis. "Tadi Ayah juga menangis." sahut Ta keo seraya menggandeng tangan putrinya melewati gerbang kuil ke jalanan. Aku tidak selalu melakukan itu dengan cepat. tapi aku makin pandai. Begitu mengenali Ayah. aku berubah wujud." ujar Takeo dengan ketenangan penuh pengertian." Maya meyakinkan." "Tidak ada salahnya menangis. badannya tegak dan keras. lebih mirip badan anak lakilaki. Kendati aku tidak perlu menangis. Aku tidak bisa melihat Ayah. dan ketika menyingsingkan lengan baju untuk menyekan ya. Aku takkan menangis lagi.

"Ayah melukaiku lebih parah. tanpa perasaan."Kenapa? Apakah aku menyakiti Ayah? Pasti tidak ada apa-apanya dibandingkan deng an luka-luka yang pernah Ayah derita." Kenapa? Apakah aku menyakiti Ayah? Pasti tidak ada apa-apanya dibandingkan denga n luka-luka yang pernah Ayah derita. "Mereka keluarga Muto . "Kurasa Ayah belum pernah melakukannya?" Sekali lagi Takeo merasakan tantangan yang lebih berat. "Ayah jangan menyalahkannya. sesuatu yang lebih dari sekadar luka fisi k. kan?" . Ayah lebih baik mati dari pada menyakitimu. "Ayah melukaiku lebih parah. "Aku yang tidak patuh. "Aku belum menanyakannya pada diriku sendiri!" sahut Maya. menampik per¬haria nnya dialihkan oleh komentar tiba-tiba Maya yang kekanak-kanakan. Tak bisa disangkalnya. Mengapa dia tak bersamamu?" "Bukankah itu indah?" sahut Maya." sahut Maya cep at." Maya menyentuh wajahnya sendiri. pikir Takeo. dan tubuhnya terasa sakit karena pertarungan yang tiba-tiba dan keras tadi. atau sesuatu yang lain? "Kau seharusnya tidak di luar sendirian." kata Takeo. bahkan cara bicaranya kasar. apalagi sekarang karena mereka sudah dekat gerbang kediaman Muto." "Dan Ayah amat menyesal." "Siapa lagi yang harus disalahkan? Ayah memercayakan dirimu padanya. Ketidakpuasan apa lagi yang ada dalam diri putrinya pada dirinya? Apakah kebencian karena diki rim jauh dari rumah. Pastinya begitu. Aku ya ng harus mencari tahu." Maya menatap Takeo dengan tajam. tapi bisa membayangkannya luka itu harus segera diobati bila tidak ingin berbekas. Dan ada semacam tuduhan yang kuat di balik kata¬katanya. t api memutuskan untuk tak menjawab. Tak ada orang yang bisa meng¬ajariku. Dan di mana Sada? Ayah lihat kalian bertiga bersama tadi pagi. Pe dih terasa menyengai wajahnya. Tapi aku memang harus bersikap begitu karena aku bisa mel akukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan orang lain." "Ini bukan salah Taku." Maya menyentuh wajahnya sendiri. kerabat Taku dan Sada. Dan kuda itu! Ayah suka dengan hadiahnya? Apakah Ayah t er¬kejut?" "Entah mereka yang lengah atau kau yang tak patuh. "Apakah keluarga di sini bisa dipercaya?" bisik Takeo." Dia sudah berubah. menghindari pertanyaannya. Ia tak bisa melihat luka Maya dengan jelas. "Shigeko kelihatan sangat cantik.

"Masu klah. tuan." gumam Takeo. "Dan Anda. dan gerbang di¬tutup dengan cepat lalu dipalang."Baiklah. lentera di dalam rumah dinyalakan. segera saja kita cari tahu. Tentu saja mereka meng¬hindari berdekatan dengannya. dan langsung segera menghampiri. berpakaian jubah ti dur berbahan katun. dan sediki t kertas halus atau gumpalan kain sutra untuk menghentikan pendarahannya. tapi mereka mengenal Maya. "Ini Lord Otori!" bisik laki-laki itu." Takeo melangkah mele wati teras. Perlu waktu agar dapat meyakinkan mereka untuk membuka gerbang karena tidak sege ra mengenali Takeo." Laki-laki yang memegang lentera tadi berdiri di samping. dan pelayan b erdatangan dengan mata masih mengantuk. menerangi teras. memanggil-manggil penjaga di dalam. berseru kaget lalu memanggil Taku Takeo perhatikan. Mereka melihat darah di bawah sinar lentera ya ng mereka bawa. tidak satu pun dari mereka men yentuh Maya. Taku muncul dari ujung beranda. jaket berlapis meng-gantung di bahunya. maka Maya berdiri seolah dike liligi pagar yang tak nampak. "Bangunlah. Penghuni rumah sudah terbangun. Takeo kira Maya akan di¬pukul tapi Taku memberi isyarat kepada penjaga untuk Halaman 159 dari 500 . dan yang lainnya langsung berlutut. ingin melihat reaksi mereka. dan mengetuk gerbang yang di palang. Dia melihat Maya lebih dulu." kata Takeo kepada orang¬orang yang berlutut. Anjing menyalak marah. "Bawakan air. tuan. apakah Anda terluka juga?" Salah satu orang menaikkan lentera h ingga sinarnya jatuh menimpa pipi Takeo yang tak berusaha untuk menutupi dirinya.

Di anak tangga. . "Aku meng¬halangi jalan. "Maaf tadi aku tak melihat. lalu memegangi kepala Maya dengan kedua tangan lalu memiring kannya kembawakan lentera." Taku membimbing Maya ke beranda. meminta agar lentera lebih didekatkan. seraya mengambil dan membukanya." "Maafkan aku. kan?" Tidak. menyuruhnya duduk lalu berlutut di sampingnya. "Pisau¬n ya tidak beracun. bergerak menghampiri beranda. tapi Takeo menaikkan tangan memberi isy arat agar Taku diam. "Apa yang terjadi?" tanyanya.membawakan lentera." sahut Takeo. kembali dengan membawa kotak kecil. "Ini salep pemberian Ishida." Taku mulai angkat bicara." sahut Maya." kata Taku. rambutnya yang sepanjang bahu tergerai di wajahnya. Lord Otori ada di sini. lalu memegangi kepala Maya dengan kedua tangan lalu m emiringkannya ke kanan dan ke kiri agar bisa melihat luka di pipinya." "Panggilkan Sada. A nda tak terluka parah. berpakaian seperti Taku dengan jubah tidur. "Kita bicara lagi nanti. "Kecelakaan. Lakukan yang terbaik untuk mengobati luka putriku." kata penjaga. Siapa yang ada di luar sana dengan pisau lempar?" "Tuan. Takeo berlutut di samping Maya. Di basuhnya luka Maya dengan hati-hati. "Beliau juga terluka. "Mungkin sulit unt uk menjelaskan bagaimana aku bisa melakukannya. mengambil segumpal kain dari pelayan lalu merendamnya dalam air. "Ini kelihaian seperti terkena pisau lempar." "Lord Takeo?" Taku memicingkan mala ke arah Takeo. Bekas lukanya akan kelihatan selama beberapa wa ktu. Aku cemas lukanya akan berbekas. dan beberapa waktu k emudian perempuan muda itu muncul dari ujung beranda. sala h satu pelayan maju untuk melepas sandalnya." perintah Taku kepada salah satu pelayan. Dia meli hat Maya secepatnya lalu masuk ke rumah. kan?" 'Tidak apa-apa." sahut Takeo.

" katanya pada Takeo." "Setidaknya kita tak harus mencari para pembunuh Kikuta. Taku berjalan di depan ke ruang kecil di ujung beranda." "Mari masuk ke dalam." Sada memegangi kepala Maya sementara Taku mengoleskan salep itu di lukanya. pikir Takeo. "Ikut dengan Sada. Aku ingin bicara dengannya besok pagi. bi birnya mengkerut seolah ingin tersenyum. "Aku tidak bermaksud menyakiti ayahku. dan di Halaman 160 dari 500 . matanya terbuka lebar." Namun nada suaranya justru kedengaran bertentangan dengan perkataannya." "Aku benar-benar menyesal. salep itu tampak agak lengket. Kau yang melemparnya?" "Kurasa begitu. "Berikan sesuatu untuk membuatnya tidur . Ada semacam ikatan aneh di antara mereka bertiga. Satu lentera m asih menyala." katanya pada Sada." kata Maya. "Aku sangat marah. "Kami akan pikirkan hukuman yang akan membuatmu lebih menyesal lagi. "Biar kulihat apa yang telah dilakukannya pad a¬mu. "Lebih baik kita bicara berdua saja." ujar Taku. "Dan temani dia malam ini." sahut Takeo. seperti lem. dan menyatukan pinggiran luka sa-yatan." Sambil menyuruh pelayan membawakan air segar dan teh. Maya duduk diam tanpa bergerak kesakitan. dan aku yakin Lord Otori juga begitu."Untung tidak terkena mata. Dilipatnya tikar tidur lalu mendorongnya ke sudut. karena adegan yang ada di depannya ini sarat dengan muatan emosi." kata Taku pada Maya." "Mendekatlah.

Dia mengangguk." Taku menuang sake terakhir ke mangkuk dan memberikannya kepada Takeo. yang satu membawa air. Dibukanya bungkusan itu. "Bawakan sake lagi untuk Lord Otori. bulat. "Darahnya cuku p banyak. Takeo mengamati semua yang di ada debelahnya berdiri sebotol sake dan mangkuk minum. Bekas cakaran di pipinya memang dalam. tapi kau minum sendirian?" Takeo menghabiskan sake d engan sekali leguk. Taku mengambil mangkuk berisi air lalu membasuh pipi Takeo. duduk di sini. dan yang satunya lagi membawa teh. nada su aranya terdengar dingin.sebelahnya berdiri sebotol sake dan mangkuk minum." gumamnya. Ia tidak pernah tahu bagaimana wajahnya sangat mirip Shigeru." pinta Taku pada si pelayan. Takeo mengamati semua ya ng di ada di ruangan itu tanpa sepatah kata pun. darah yang mengering berwarna lebih gelap. "Kau tidak tidur sendirian. pegangannya panjang." Taku terdiam ketika si pelayan kembali dengan membawa sebotol sake. "Semula aku berharap bertemu denganmu sebelum kejadian ini." sahut Taku. permukaan kacanya mengkilap. Lalu pelayan itu mengisi mangkuk minum sampai penuh lalu Takeo menenggaknya sampai habis lagi. "Aku tak berharap berjumpa putriku dengan cara seperti ini. Cermin itu sangat berbeda dengan yang pernah dil ihatnya. berlutut lalu menyerahkannya pada Takeo." "Benar-benar tak ada alasan. Be kas cakarannya terasa perih." Dua laki-laki muncul di pintu. "Cakarnya menyayat cukup dalam. Takeo jarang melihat ba yangannya sendiri dan belum melihat dengan begitu jelas dan kini takjub pada wajahnya sendiri." ujar Takeo. "Akan kuambilkan. ." Si pelayan kembali dengan membawa sebuah benda yang lerbungkus kain coklat tua. namun lebih kurus dan lebih t ua. "Tapi aku obati dulu luka Anda. dan minum ini. "Sada tidak menyukainya. pinggiran luka merah hati. "Kau punya cermin?" tanya Takeo pada pelayan itu.

Sesekali pedagang mem¬bawa barang dagangan. lalu dia mulai mengoles¬kan salep yang lengket itu. Takeo melihat lagi bayangan wajahnya. "Belum untuk yang satu ini. Kami membeli pisau dan peralatan darin ya dia juga membawa cermin ini. seorang laki-laki Kuroda. seraya menyeka luka itu dengan segumpal kertas bersih untuk mengeringkannya." Diketuk bagian permukaannya. "Bekas luka ini akan lama hilangnya. Dan ia berusaha menyingkirkan perasaan itu sekarang. Yasu." "Kau pernah lihat cermin ini?" tanya Tiikeo pada Taku. "Uhh." katanya." Taku setuju." Bagian belakangnya terbuat dari semacam logam yang tidak segera dikenali oleh Ta keo. "Seperti apa wujudnya?" Halaman 161 dari 500 . Takeo mengembalikan cermin itu kepada si pelayan. "Dari Kumamoto." Taku setuju. Sesuatu tentang cermin asing itu meng¬ganggu nya. diukir atau dibentuk menjadi motif bunga¬bunga yang saling terjalin. Cermin-cermin ini cukup populer." tuturnya. Aku pernah lihat cermin yang serupa di Hofu dan Akas hi. Ta ku berkata. "Terbuat dari kaca. Ketika perempuan itu pergi."Cermin ini berasal dari mana?" Pelayan itu menatap Taku dan bergumam. "Benda ini dibuat di negeri seberang. "Sepertinya begitu.

Kau b elum pernah Kucing itu? Ukurannya sebesar serigala."Kucing itu? Ukurannya sebesar serigala." "Dan ketika dia sendirian?" "Kami tak bisa mengawasinya setiap waktu." "Kebodohan macam apa ini? Jangan katakan kalau kau sedang dimabuk cinta!" "Mungkin benar. kendati aku sudah berusaha membujuknya agar membiarkan sosok kucing itu keluar. Maya harus b elajar mengendalikannya: saat ini sepertinya roh kucing itu mengambil alih saat pertaha nan diri Maya lemah. dia akan ikut denganku ." "Hanya sebagian." Takeo tercengang karena Taku begitu dimabuk cinta dan dia tidak berusaha menyemb unyikannya. Bisa kukatakan kalau kemanapun aku pergi." sahut Taku pelan. Kekuatannya luar bi asa besar." Takeo merasakan amarahnya meluap. Maya menolak kehadirannya saat aku ada. di Inuyama dan dalam perjal anan-perjalananku. bahkan ke Inuyama." "Mungkin kau harus kembali ke Inuyama. Tapi Sada berbeda. Dia harus patuh. Kau belum pernah melihainya?" "Aku pernah merasakan kucing itu ada dalam diri Maya. dan beberapa malam lalu Sa da dan aku sempat melihatnya sekilas. Kucing itu bisa menembus dinding. dan akan berlanjut. dan memiliki tatapan maut Kikuta. "Tapi itu sudah terjadi. Sebelum kejadian dengan si kucing. setiap hari aku bersama Hiro shi dan Lord Kono. dan memiliki tatapan maut Ki kuta. Tapi Maya merasa amat tertekan dan aku tak ingin mening¬galkannya. dan kepada istrimu!" "Istriku tahu kalau aku selalu punya perempuan lain. bertanya-tanya tentang Maya. Hana pasti akan mengenalinya. Sepertinya aku tidak bisa hidup tanpa dia. "Aku tak mengharapkan dua orang yang kupercaya kan putriku akan berakhir dengan tidur bersama!" "Aku pun tidak mengharapkannya. Jika kuaj ak dia bersamaku. Semakin se dikit orang . "Kurasa ini menjelaskan alasan kau pergi jauh dari kastil. harus bertanggung jaw ab atas perbuatannya.

Aku sempat berbincang dengan kakakku tentang topik pe mbicaraan yang cukup mengganggu yaitu kepemimpinan keluarga Muto. bukan dengan orang luar. dia berencana menghabiskan musim dingin di wilayah Barat aku takut kalau dia akan pergi ke Kumamoto. "Aku tak ingin men yinggung Anda. Ini bukan jenis laporan yan g mesti dibawa Kono kembali ke ibukota." Tak satu pun dari mereka bicara selama beberapa saat. Aku tengah memikirkan rencana Anda menikah¬kan putri sulung An da. Bia r aku yang Halaman 162 dari 500 . Kemud ian Taku berkata.yang tahu tentang masalah kerasukan ini. atau dalam perjalanan. "Apakah mereka mau menerimamu?" tanya Takeo. Aku tidak ingin memberikan Hana dan Zenko senjata lebih banyak lagi untuk mereka gunakan m elawan Anda. Apa lagi yang mesti kau katakan padaku?" "Akio berada di Hofu." Jadi naluri Takeo benar untuk tidak memercayai keluarga Muto. dan ada beberapa aku tak tahu ada berapa banyak pihak yang tidak senang dengan gagasan perempuan berkuasa atas diri mereka. Aku tidak memercayai keduanya. lebih baik. dan sejauh yang bisa kami tahu. "Akan cukup mudah untuk menyingkirkan mereka di Hofu. "Kau m embawa banyak berita huruk malam ini. Dia bertekad untuk memak sakan haknya sebagai penerus Kenji." Takeo mengambil cangkirnya lalu minum tanpa bicara." "Bersama anak itu?" "Sepertinya begitu. Akhirnya dia berkata. lalu meminumnya. Lord Otori. tapi hal-hal semacam ini selalu diputuskan dalam lingkup kelua rga. Takeo menuang sake lagi untuk mereka berdua.

jika dia menghubungi kakakku maka d ia akan engaturnya. Begitu Akio sampai di Kumamoto." ujar Taku. yang tak mau berunding dengannya? "Anda harus memutuskan nasib sandera di Inuyama." Berita ini." "Aku akan bicarakan itu dengan istriku saat sudah kembali ke Hagi nanti. setidak¬nya. Maya berusaha membuat Sada dan aku sen ang: dia memercayai kami. jika dia menghubungi kakakku maka dia akan disambut di sana. Dia belajar mengendalikan kerasukan itu dan siapa yang tah u manfaat apa yang mungkin bisa kita ambil darinya. tapi kini kendalinya atas diri mereka sedang diuji. Gosaburo pernah memerintahkan hukuman mati untuk banyak orang salah satunya. Dia ingin berunding dengan Anda demi nyawa anak-anaknya. kami sudah membuat kemajuan. Satu lagi yang kutahu adalah Gosab uro sudah mati." "Baiklah. hanya Anda yang bisa memutus¬kan itu. "Bagaimana dengan Maya?" "Dia bisa tinggal bersamaku. bahkan ditampung. tapi terlepas dari kej adian malam ini." Taku mendesak. Begitu Akio sampai di Kumamoto. amat mengejutkannya." "Tak boleh ada orang yang menyentuh anak itu. Mereka selalu menyatakan bahwa bangsawan bisa berkuasa dan jatuh. dia berhasil mengendalikannya." "Jangan terlalu lama. Takeo bertanya pada dirinya sendiri apakah Maya mesti pulang bersamanya tapi cemas dengan ketenangan pikiran Kaede. d an itu akan menimbulkan lebih banyak per¬selisihan.mengaturnya. Melalui Kenji. Aku tahu Anda merasa kecewa. dan kesehatan istrinya selama kehamilannya. tapi Tribe akan selamanya ada. Tapi bagaimana ia meng¬hadapi musuh yang tak mudah ditan gani ini." "Tapi yang pasti kau tidak berencana jauh dari Inuyama selama musim dingin. olah karena itula h Akio membunuhnya. "Anda mesti meng eksekusi mereka sesegera mungkin. lean ?" . memaksa dirinya mengingat kekejaman tanpa ampun Tribe. Bila tidak Tribe akan menganggap Anda lemah. dan juga sikap Taku yang terus terang. pernah dilaksanakan Takeo sendiri tapi ternyata Akio malah berbalik mem¬bunuh pamannya. sa ma seperti saran Taku kalau ia sendiri yang harus membunuh putra¬nya sendiri.

" "Baiklah. Perasaan senangnya pada kemampuan Tribe sebelum¬nya telah sirna. merayap di dinding lalu kembali ke kamarnya tanpa keta huan. Dia akan kembali ke ibukota." *** Takeo kembali ke kastil Maruyama tepat sebelum matahari terbit."Aku tidak boleh terlalu jauh dari wilayah Barat. pikir Takeo. dan aku bisa mend engar semua desas-desus yang datang dan pergi melalui pelabuhan. Lalu saat musim semi aku harus pergi ke Miyako. katanya pada dirinya saat menggeser pintu terbu ka Halaman 163 dari 500 ." "Dan Sada akan ikut denganmu?" "Aku membutuhkan Sada. kelelahan dengan kejadian malam itu. terutama bila aku harus membawa Maya. bertanya-tanya apa yang sedang dilakukannya selagi mengumpulkan lagi semua tenag anya yang melemah untuk ecnghilang. "Lord Kono juga a kan ke Hofu." "Dan Anda sendiri?" "Kuharap bisa tiba di rumah sebelum musim dingin." Kehidupan pribadinya bukan¬lah urusanku. Aku sudah terlalu tua untuk ini. Kini ia hanya merasa jijik pada dunia yang gelap itu. Aku harus terus mengawasi kaka kku. Aku akan tinggal di Hagi sampa i anak kami lahir. Mungkin aku akan menghabiskan musim dingin di Hofu: cuacanya lebih lembut.

Wajahnya meringis kesakitan. menge nakan jubah resminya yang tampak menambah tinggi badannya dengan bentuk bahu melebar dan kaku sena lengan panjang . dan meng¬instr uksikan Minoru untuk menulis surat pada Arai Zenko.lalu melangkah masuk. dan warisan yang kuturunkan pada putri-putriku bukan berarti aku akan bebas. kepalanya pusing. semuanya berpakaian mewah. dan kukira aku telah meninggalkannya untuk selama-lamanya. Takeo merasa amat terganggu dengan semua hal yang belum diketahuinya: lebih dari semuanya. tapi kekuatannya masih saja menjerat dirik u. dibawa dengan tandu dan didampingi sebarisa n pengawal. Bila aku tak bisa mem ercayai Taku.. Tapi mereka kakak beradik. Takeo sendiri telah mandi dan berpakaian dengan patut untuk pertemuan ini. Ketika terbangun. Bahkan dalam beberapa bulan sejak berjumpa di Hofu. Perselingkuhan¬nya dengan Sada juga membuatnya khawatir. alu melangkah masuk. dan kini di Hagi: adakah orang asin g lain di negeri ini? Jika mereka berada di Kumamoto. secara fisik mengesankan dan dengan ke percayaan diri yang makin tinggi: tingkahnya. Dia semakin mirip ayahnya. Penguasa macam apa yang mengendap-ngendap malam-malam denga n cara seperti ini. Penguasa macam apa yang mengendap-ngendap malam-malam deng an cara seperti ini. Laki-laki cenderung bersikap ceroboh saat terjerat asmara. bak pencoleng? Aku pernah lolos dari cengkeraman Tribe. penampilan Zenko dan pendamp ing¬nya sudah berubah. dan kukira aku telah meninggalkannya untuk selama-lamanya. anak buah dan semua pakaian sena senjata mereka b erbicara dengan keme¬wahan dan mementingkan diri sendiri. cakar beruang Kumamoto tergambar jelas di jubah dan p anji-panjinya. keadaan Maya. Pikiran kalau Taku menyembunyikan sesua tu memenuhi dirinya dengan ke-marahan. diperintahkannya untuk mengurus keberangkatannya. Zenko pasti mengetahuinya. Kamar itu sudah terang saat Takeo tertidur. memintanya menunggu Lord Otori.. namun dia tidak menga takan sepatah kata pun tentang hal ini begitu pula Taku. Kemudian teringat m asalah dengan cermin tadi. Tapi orangorang asing itu seharusnya dikurung di Hofu. Tapi ia . Itu menandakan kalau barang-barang asing diperdagangkan di Kumamoto . bak pencoleng? Aku pernah lolos dari cengkeraman Tribe. Entah Taku menyembunyikannya atau dia memang tidak ta hu. tamatlah riwayatku. Hari sudah sore ketika Zenko datang. tapi kekuatannya masih saja menjerat dirik u. dan warisan yang kuturunkan pada putri-putriku bukan berarti aku akan bebas.

namun ternyata ia berkata." "Tentu saja kami berharap Lady Otori memberi Anda anak laki-laki. "Aku jatuh tersandung ranting di taman semalam." Halaman 164 dari 500 ." "Aku menyadari kepercayaan yang kau miliki pada keluargaku. membuat dedaunan melayang dan menari-nari. Takeo pernah berjanji untuk tidak men¬jodohkan putri-putrinya saat mereka masih mu da. Miki." D ia akan mengira aku mabuk. "Pada dasarnya. dan Zenko berseru kage t saat melihatnya. Hari itu terasa dingin dan lembap." sahut Takeo. "Kau tentunya mengerti kalau ke¬hamilan istriku menye babkan tindakan formal apa pun sebaiknya ditunda. Sesekali angin ber¬hembus di taman ." Takeo seperti melihat kekecewaan di wajah Zenko.. "Ketika kita bertemu di Hofu awal tahun ini." tutur Takeo.. Aku menganggap Sunaomi dan Chikara sebagai anakku sendiri. aku berjanji membicarakan masalah p engangkatan anak pada saat ini. Daun-daun merah pohon maple berubah warna menjadi lebih gelap dan mulai berguguran. Ia berhenti bicara selama beberapa saat. ditunangkan saat mereka memasuki usia akil balik kelak. dan merasa. pikirnya. aku harus menawarka n sesuatu kepadanya." kata Takeo. hujan turun tadi pagi. sayatan cakar. "Aku usulkan Sunaomi dan putri bungsuku. kan? Ak u tidak mendengar b eritanya'" "Bukan apa-apa." sahut Zenko.. putra-putraku takkan men¬dahului keturunan Anda. dan akan makin mem¬benciku. atau bersama perempuan. "Dan ak u berterima kasih yang sedalam-dalamnya padamu.tidak bisa menyembunyikan luka di pipinya. Karena di lihatnya ekspresi wajah Zenko yang merengut seperti tidak suka dan benci. "Apa yang terjadi? Anda terluka? Tentunya tidak ada yang menyerang Anda.

"Benda-benda itu masuk melalui Hofu. keberatan tersebut memang apa adanya." Zenko tidak terdengar gembira dengan u sulan ini. bertanya dengan santai apakah benda semacam itu bisa dibeli di Kumamoto. Takeo menyebu tkan tentang cermin. seraya berpikir. "Aku akan bicarakan kebaikan yang tiada tara ini dengan istriku saat kami menerima dokumen res mi tentang tawaran ini: harta benda apa yang akan mereka te rima. menatap sekilas ke arah Kahei. kendati semua katakatanya terdengar patut. segalanya tampak teratur. mengetahui kalau Kono pasti sudah membicarakannya dengan Zen ko." sahut Zenko mengelak. Dia tidak bisa menyatakan kalau aku telah menghinanya." Setidaknya ta wa ran sudah di ajukan. "Tapi dia akan pindah ke Inuyama sampai aku kembali dengan selamat. Hiroshi. Masih ada banyak waktu. "Mungkin. di mana mereka akan tinggal dan sebagainya." "Tentu saja. "Bagaimana dengan Lord Miyoshi?" tanya Zenko. dan perbincangan beralih ke pertahanan wilayah Barat." Zenko tidak terdengar gembira dengan usulan ini. biji besi yang dibelinya." sahut Takeo. "Mereka berdua masih sangat muda. kurasa. ancaman atau kekurangan yang ditanyakan ora ng-orang asing. "Di a akan berada di mana tahun depan?" "Kahei akan tinggal di Tiga Negara. ken dati semua kataSungguh suatu kehormatan. Gemba ikut b ersama kami ke Miyako."Sungguh suatu kehormatan. Ia berbicara singkat te ntang usulan untuk mengunjungi Kaisar." "Jadi tidak ada orang asing di Kumamoto?" "Tentu saja tidak ada!" Zenko membawa catatan dan laporan tentang semua kegiatannya: senjata yang sudah ditempanya. Dan aku harus membicarakannya dengan istriku. dan dia mengulang keberatannya atas kesetiaaan kewajiban feodal. Tak lama kemudian Shigeko." sahut Takeo. dan men¬ceritakan pada Zenko kalau Hiroshi mau pun Shigeko akan ikut mendampinginya. hasil dan bahan-bahan yang orang-orang asing ingin perjualbelikan. dan Miyoshi bersaudara datang bergabung. Pe rempuan sangat menyukai barang¬barang baru semacam itu! Kurasa istriku pernah menerima beberapa s ebagai hadiah." Tak ada yang menyebutkan bahwa sebagian besar kekuatan Negara Tengah akan menung . ditekan¬kan niatnya yang penuh damai. Takeo tidak berbuat apa-apa selai n menerima kalau catatan itu benar.

sementara mereka amat menghormati ibuku dan juga An da." Zenko melihat sekilas pada Takeo. Mereka berdiri di bawah naungan tepian atap yang mene teskan air hujan. Hujan turun lagi. dan istri juga putra-putra Kahei akan melakukan hal yang sama di Yamagata." "Tentu. dan penduduknya pasti akan melawan. tapi tak mungkin menut upi kabar ini dari Zenko. "Ini soal keluarga Muto.gu di perbatasan wilayah Timur di bawah perintah Miyoshi Kahei. Zenko berkata kepada Takeo. Bisakah Anda keluar ke beranda? Sebaiknya hal ini ku¬bicarakan berdua s aja. dipimpin perempua n. Selagi undur diri. "Ada satu hal lagi yan g harus kita bicarakan. sementara sake dan mak anan disajikan. ingin sekali tidur. Kaede pasti mem¬pertahankan Hagi melawan serangan dari manapun . Mereka melanjutkan pembicaraan hingga hampir larut malam. t api orang-orang tahu keberadaan cucu Kenji. Mereka mempertimbangkan aku sebagai kerabat laki¬laki tertua dari Kenji untuk menj adi pewaris¬nya." sahut Takeo setuju dengan ramah. Kesan yang kudapat adalah banyak pihak d i keluargaku. Sebaiknya aku cepat-cepat di¬tunjuk sebagai pimpi nan keluarga: ini Halaman 165 dari 500 . "Aku tak ingin menyinggung Anda. bahkan salah. di seluruh penjuru Tiga Negara. angin terasa dingin Ta keo merasa lelah. Ada rumor yang mengatakan ka lau dialah yang seharusnya mewarisi jabatan itu. Zenko berkata. Pikiran Takeo melayang pada bahaya meninggalkan Negara Tengah tanpa per¬lin dungan tapi Yamagata dan Hagi hampir tak mungkin diduduki. merasa kalau bagaimana cara mengatakannya? tidak beruntung. putra Yuki.

Aku menghargai persahabatan kita dan meman dangmu dengan penuh hormat.. isa membungkam rumor semacam itu dan meyakinkan untuk menegakkan tradisi. "Aku hanya berusaha membantu Lord Otori dalam situasi yang sulit ini. Andai ibunya bukan sepupuku dan salah satu sahaba tku. tiga putra. ditambah lagi keber adaannya.." Seny um tipis kepuasan sesaat menari-nari di wajahnya. "Atau menyebabkan perang saudara di negara kita. berpura-pura bersikap ramah yang sebenarnya telah sirna dari dalam diriny a. serta istri yang cantik." "Anda tidak akan mempertimbangkan pendapatku tentang pewarisan di keluarga Muto? " "Aku mendesakmu untuk mendukung ibumu sebagai pimpinan keluarga dan mematuhinya. Un tuk yang terakhir kalinya. Kau sudah bersumpah setia kepad aku. Aku juga . Aku telah menawarimu persekutuan yang lebih dalam dengan keluargaku melalui ikatan pernikahan. Lagipula." ujar Takeo. kau berutang nyawa padaku. Aku hams me¬lakukannya sekarang juga. kau sudah memilih car a hidup sebagai ksatria aku tidak mengerti mengapa kau mencampuri masalah Tribe!" Saat ini Zenko gusar. "Anak itu tentu saja merupakan pewaris Kikuta..bisa membungkam rumor semacam itu dan meyakinkan untuk menegakkan tradisi. aku akan penntah dia menca but nyawanya sendiri! Aku harus melakukannya." Senyu m tipis kepuasan sesaat menari-nari di wajahnya. kurasa mereka tahu. Tapi aku takkan membiarkanmu menantangku. saat dia masih di Maruyama dan dalam kekuasaanku. Kau memiliki tanah da n bangunan yang luas." "Tidak ada yang tahu apakah dia masih hidup atau sudah mati. Aku tak bisa mem ercayainya. kuanjurkan kau kembali ke Kumamoto dan menikmati hidup yang ku berikan padamu. "Oh." lanjutnya. aku akan memintamu untuk mengakhirinya. "Lebih baik tetap men jauhkannya dari Muto." Andai kita bukan saudara ipar. Mengapa aku selalu harus mengulang-ulang¬nya? Aku lelah." "Lord Otori!" protes Zenko. berusaha b ersikap halus. Bila tidak." bisik Zenko. aku sarankan kau tidak mendesakku lebih jauh lagi. Takeo diam sementara pikirannya ber¬kecamuk hebat. dan kurang berhasil menutupinya! "Aku dibesarkan oleh Trib e. "Zenko. dan seraya memperhatikan reaksi kemarahan Takeo. Akhirnya ia berkata.

bagi Takeo." sa hut Shigeko. Mohon dilupakan saja. "Jadi kau akan sendirian di wilayahmu ini. diarahkan oleh tangan nasib untuk memainkan peran mereka sampai habis. "Aku mengusulkan ini agar seluruh negara ini lebih kuat. peran mereka bak dalam pertunjukan drama. "Hiroshi akan berada di sini untuk mem¬bantuku." "Hanya ketika kau melihat ada ke¬untungan politis di baliknya! Jangan pikir kau bi sa terus tidak terkendali untuk me¬nentang wewenangku." Saat kembali. Tapi yang pasti Zenko takkan mem pertaruhkan nyawa kedua putranya. sementara Takeo lusa." tutur Zenko. pikirnya." kata Takeo kepada Shigeko sebelum me reka beristirahat. setidaknya sampai tahun depan. Jangan pernah lupa kalau kedua putramu ada di tanganku sebagai sandera atas kesetiaanmu." Itu pertama kalinya Takeo secara langsung mengancam anak-anak itu.anggota keluarga Muto seperti halnya Taku. ruang penonton. dih iasi dengan pahatan timbul emas di pilar dan kasaunya. Keberangkatan Zenko dari Maruyama direnc anakan keesokan harinya. dan untuk mendukung Lor d Otori. "Tapi apa yang terjadi pada Ayah tadi malam? Siapa yang membuat Ayah terluka sep erti itu?" Halaman 166 dari 500 . Surga selamat kan diriku karena aku harus membuat ancaman ini. mereka mengucapkan s elamat tinggal dengan sikap sopan yang dingin. "Aku minta maaf karena telah membicarakannya. penuh dengan pengawal berjubah warnawarna cemerlang menjadi latarnya. Saling menyembunyikan ke¬marahan.

Tiba-tiba ia teringat pada perempuan buta yang mengatakan ramalannya. jadi pastikan kalau ibumu tak mendengarnya. tentang kerasukan dan hasilnya. dan terutama pembuatan pedang. Semangat¬nya bangkit lagi selagi memeluk putrinya l alu mengucapkan selamat malam. pikirnya. B anyak perajin ." sahut Takeo. Shigeko tampak seperti orang asing. "Kemudian kita harus terus berhubungan dengan mereka. Aku harus kembali ke sana. dan dia pernah mengajari ku. ku tidak bisa menyimpan rahasia darimu. dan Takeo berterima kasih yang tak terkira kepadanya. Dalam Ajaran Houou kami sering menghadapi m asalah seperti kerasukan hewan ini. Dan kita juga akan meng¬awas i Zenko dengan cermat. tentang kerasukan dan hasilnya. dikelilingi pe¬g unungan yang kaya akan bijih besi dan batu bara." Takeo menceritaka n dengan singkat tentang Maya." ujar Takeo. "Semua roh mencari kekuatan yang lebih besar yang bisa mengen¬dalikan mereka dan m emberi kedamaian. Ayah jangan khawatir. Shigeko mendengarkan tanpa bicara. "Maya akan berada di Hofu bersama Taku selama musim dingin." "Apakah Maya mesti ke Terayama?" "Dia akan ke sana di waktu yang tepat. "Kurasa Ayah harus menceritakannya pada Ibu." Shigeko tersenyum lembut saat Takeo mela njutkan bicara."* Kumamoto. setelah perjalananku ke ibukota." Takeo menceritaka n dengan singkat tentang Maya." Takeo bergidik. "Tapi aku tak ingin mengan ggu ibumu di saat seperti ini. Gemba tahu banyak tentang hal ini. yang me¬nyebut nama kecil nya dan mengenal siapa dirinya sebenarnya. tidak menunjukkan ekspresi kaget maupun takut. "Seharusnya Ayah jan gan menyimpan rahasia dari Ibu."Aku tidak bisa menyimpan rahasia darimu. Sumber alam ini menyebabkan per¬kembangan industrin ya maju pesat untuk segala macam bentuk peralatan dari logam. Ceritakan tentang Maya. penuh teka-teki dan bijaksan a. tidak menunjukkan ekspresi kaget maupun takut. Ia merasa kalau Shigeko memiliki kemampuan spiritual yang sama. Aku akan ziarah ke pegunungan." kata Shigeko. Ceritakan semuanya pada Ibu." sahut Takeo. Shigeko mendengarkan tanpa bicara. kota kastil Arai. terbentang di barat daya Tiga Negara. tahun depan setelah anakku lahir. "Tapi aku tak ingin meng anggu ibumu di saat seperti ini. jadi pastikan kalau ibumu tak mendengarnya.

"Paling tidak." gerutu si tua." Hisao memompa pegangan dengan tiupan sekuat tenaga dan kotak pemanas semakin pan as. angin dingin berhembus dari laut keabuan. dengan hawa panas yang seakan membakar wajah dan tangannya. apa yang boleh kami jual dan apa yang dilarang!" imbuh Koji. Hisao mendengar nada tidak senang yang sama di mana-mana. Hisao tidak keberatan karena musim dingin sudah tiba sejak mereka sampai di Kumamoto dua min ggu lalu. "Apa hak mereka mendikte Arai apa yang boleh dibuat dan apa yang tidak boleh dib uat. "Akan lebih menguntungkan jika Otori ijinka n kita memproduksi hasil yang cukup untuk memenuhi permintaan. dan tiap malam terasa dingin menggigit. mempertanyakan mengapa Kumamoto kini tundu k pada Hagi ketika Arai Daiichi sudah menaklukkan seluruh Tiga Negara. berkembang bisnis yang bahkan lebih menguntungkan. nak. yaitu membuat senjata api. Ayahnya mengatakan. Koji.pedang serta tempat penempaan besi yang sudah terkenal. Pompa yang keras. tak seperti Otor i Takeo yang hanya Halaman 167 dari 500 . membang kitkan ketidaksenangan untuk me¬nentang Otori. de ngan gembira. begitu pula halnya waktu belakangan ini. bahwa para pengawal Arai tiada henti menghembuskan desas-desus.

seperti yang ka u tahu. tapi kami juga punya banyak hubungan dengan Kikuta. dan Otori pun akan tumbang ber-samanya. ada banyak. K endati demikian.mengambil keuntungan dari gempa. dan m ereka adalah keluarga yang kehilangan kekuasaan dan pengaruh selama masa peme¬rintahan Otori. "Mengharapkan Ar ai menyerahkan semuanya." ujar penjaga penginapan pada malam pertama mereka. Akio dan Hisao mengetahui saat mereka tiba di Kumamoto bahwa Zenko tidak ada di sana dia dipanggil ke Maruyama oleh Lord Otori." kata Akio pada Kazuo. "Untuk memuas¬kan kesombongannya sendiri. Keluarga Kuroda selalu berhubungan dengan Muto. seorang pemuda berwajah tajam datang meminta d ipanggilkan Akio pada satu malam. "Lord Arai harus mengeksekusi diriku atas perintah Lord Otori. berasal dari Hofu dan lari ke Kumamoto setelah bermasalah di s ana karena terlibat dalam penyelundupan senjata api. dan membuat pertukaran. s ambil mengangkat semua piring lalu kembali ke dapur. "Memperlakukannya bak pelayan." sahut laki-laki yang satu lagi. "Setelah itu kita akan membutuhkan dana. Lihatlah Shintaro yang hebat! Separuh Kuroda. Pemuda itu bernama Yasu. dan memanggi l Akio dengan sebutan Ketua serta meng¬gunakan bahasa dan lambang rahasia keluarga Kuroda . saat makan malam." ujar Kazuo. lalu menyebabkan kematian Lord Arai dengan mengg unakan senjata api yang sama yang kini dilarangnya. Dia akan jatuh. Uang Jizaemon sudah hampir habis. Dia memberi salam dengan sikap tunduk dan gembira. engambil keuntungan dari gempa." ." Hisao tahu kalau hanya ada sedikit keluarga Kikuta di wilayah ujung Barat. "Aku sudah mati!" selorohnya." ujar Akio. "Terutama dengan tiba¬nya mu sim dingin. Tapi sebenar¬nya dia tidak punya kekuatan. "Kita tunggu sampai Arai kembali. lalu menyebabkan kematian Lord Arai dengan meng gunakan senjata api yang sama yang kini dilarangnya." "Apakah ada banyak orang sepertimu yang bekerja pada Arai?" "Ya. separuh Kikuta. tapi untungnya dia masih meng¬anggapku terlalu berharga. beberapa hari kemudian. Belum cukup¬kah Otori menyandera kedua putra Arai?" "Dia suka mempermalukan sekutu mau¬pun musuhnya." "Akan ada perayaan di Kumamoto pada hari itu.

bisa kukatakan itu pa damu." "Kami di sini untuk memperbaiki jembatan yang terputus dan menyembuhkan luka. "Masih banyak kematian yang belum ter¬balaskan. dan yang kedua karena Otori yang mengatur¬nya. Dan itu juga ulah Otori. maka seharusnya jabatan itu dipegang Taku. Pertama-tama karena merasa tidak benar dipimpin seorang perempuan ." ujar Yasu sepakat. dengan menjadi bangsawan besar." Halaman 168 dari 500 ." "Taku adalah tangan kanan Otori. saat itu dia masih kecil. dan masih bisa dimaafkan tapi tidak benar kal au hubungan antara Muto dan Kikuta menjadi begitu jauh. tapi sejak kematiannya. dial ah kerabat laki-laki tertua dan bila dia tak ingin meneruskannya." tutur Kazuo . Lord Zenko akan senang."Dibunuh Otori. Seharusnya Zenko yang menjadi pimpinan. "Keadaannya be rbeda saat Kenji masih hidup." Akio mengamati dengan tenang. Tak ada yang merasa senang. "Memang itulah yang kami harapkan. seperti Kotaro. dan ter¬libat dalam kematian Kotaro." t utur Akio kepadanya. semenjak Shizuka menjadi ketua segalany a berubah. "Lagipula.

bukan hanya pekerjaannya dia memang terampil mengerjakannya tapi juga karena pekerjaan itu memberinya lebih banyak kebebasan. Kehadiran mereka di Kumamoto ditandai dengan bisik-bisik karena seluruh kota tah u larangan Otori yang tak masuk akal pada siapa pun bertransaksi dengan orang asing . dan Hisao mengasah ketrampilannya bersam a laki-laki itu. Dan Hisao juga melihat kalau Akio sudah semakin tua. Namun menurut Hisao. Sejak meninggalkan rumah. seolah su dah membeku selama bertahun-tahun karena mengasingkan diri di Kitamura. Saat mengetahui keter¬tar ikan Hisao pada segala macam peralatan. dan betapa kuno cara ber¬pikirnya. kabarnya. suatu ke-hormatan diijinkan membantu. dari Kepulauan Kecil Barat. pekerjaannya pada Koji dibayar dengan makanan dan te mpat tinggal. tapi juga. Yasu adalah orang yan g penuh perhitungan yang tidak mau memberi dengan cuma-cuma: bila Yasu menolong mereka sekarang. Ia sudah dewasa. kendati Yasu sering mengaku kalau dia tidak mengambil keuntungan apa pun dari Pi mpinan Kikuta. tida k hanya dari Shin dan Shilla. Karena utang dan kewajiban. dan barang-barang yang indah tiada tara. Koji. Bukan lagi bocah yang bisa didominasi dan dilec ehkan. di belakang toko tempat dia menjual pisau dan peralatan dapur lainnya. bahwa ay ahnya haus akan rasa hormat dan status dengan cara yang hampir ketinggaian jaman di kota ya ng sibuk dan moderen ini. Mereka mengen dalikan pesisir dan jalur kapal laut. Hisao menyukainya. Yasu sangat menyukai golok. yang digunakan jurumasak hebat di kastil hingga bilah pisau asu membayar penjaga penginapan lalu mengajak mereka ke tempat menginapnya sendi ri. yang digunakan jurumasak hebat di kastil hingga bilah pisau kecil dengan ketajaman luar biasa untuk memotong daging. Yasu sangat menyukai golok. salah satu pandai besi. diajaknya Hisao ke tempat penempaan besi yang dibel inya.Yasu membayar penjaga penginapan lalu mengajak mereka ke tempat menginapnya send iri. dan menjauhkannya dari k ehadiran Akio yang membuatnya merasa tertekan. itu karena dia melihat akan ada keuntungan di masa akan datang. Kumamoto dipenuhi pedagang bahkan beberapa orang asing. Wilayah mereka kini terbentang melintasi wilayah Barat: Noguchi dan Hofu milik mereka. orang barbar d engan mata seperti buah ek serta berjanggut lebat. membutuhkan asisten. Klan Arai penuh dengan rasa percaya diri serta kebanggaan. di belakang toko tempat dia menjual pisau dan peralatan dapur lainnya. Pada tahun baru nanti usianya beranjak tujuh belas tahun. Hisao menyadari bagaimana Akio merasa tersanjung dengan perhatian Yasu. di¬pandangnya sang ayah dengan pandangan baru.

secara langsung: semua perdagangan harus melalui pusat pemerintahan Klan Otori. setelah itu. si orang asing menyibakkan tudungnya dan Hisao menyadari dengan terkejut dan keingin¬tahuan kalau itu orang barbar. tapi dia tertarik saat Jizaemo n memperlihatkan benda-benda mereka. Hal in i dipercaya banyak orang begitu adanya karena Negara Tengah ingin mengambil keuntungan bagi mereka sendiri. dilipat deng an cara yang aneh. Meskipun Hisao belum pernah melihat orang barbar. matahari sudah mulai tenggelam dan langit suram membawa ancaman salju yang akan turun. Mereka tiba pada sore hari. Kala itu kira¬kira pertengahan bulan kesebelas. ketika mereka minum sake. dan selagi Hisao mengikuti mereka di sekitar tempat penempaan. dan memper¬lihatkan gambar-gambar yang terlihat jelas kala u itu cara-cara Halaman 169 dari 500 . mempelajari semuanya dengan kilatan matanya yang cepat. tapi dia dan Koji adalah tipe orang yang bicara dengan bahasa isyarat. Hanya bara api yang mewarnai bumi yang berubah dari hitam menjadi abu -abu pada musim dingin. Ia menangkap maksud si orang barbar secepat Koji mema haminya. suatu hari dia ditemani laki-laki bertubuh tinggi berpakaian mantel panjang dengan tudung yang menutupi wajahnya. sangat mematikan. mengumpulkan persediaan baru pisau. Klan Arai mulai membara di balik ketidakadilan . dan begitu pula dengan masalah pe rsenjataan yang sangat efektif. cet akan dan pipa. disadarinya kalau ia juga seperti itu. Orang barbar itu hampir tidak bisa berbicara dengan mereka dia hanya tahu beberapa kata. bukan ditulis. begitu pula dengan berbagai penemuan. Yasu kerapkali memanggilnya ke tempat penempa¬an di sore hari untuk memberi perintah baru. tempat meniup bara api. menggambar sketsa tempat pembakaran. belanga. yang lebih memaham i permesinan ketimbang bahasa. orang itu mengeluarkan buku. Perhatian orang asing itu tersita oleh metode mereka. Begitu tiba di jalanan. dicetak. mengirim kayu untuk b agian pembakaran. diatur dari Hofu satu-satunya pelabuhan tempat kapal asing diijinkan secara resmi merapat.

Hisao tersandung anak tangga. mengintip di bawah cahaya r emang-remang. lalu mengeluarkannya dan mengarahkannya pada Hisao. hanya separuh dari pajangan pisau dan ka pak.penempaan. Bocah itu membereskan tempat penempaan. dan bertekad untuk mempelajari cara membua tnya. bisa me mpaan. Saat sampai di rumah Yasu. dahinya berkerut. mengintip di bawah cahaya r emang-remang. "Pistola!" dia membuat gerakan menyembunyikan senja ta itu di balik pakaian. atau tidak terbiasa dengan sake. jemarinya menggaruk-gar uk belakang telinga. Koji meng¬amatinya dengan cermat. Si barbar tertawa cekikikan. Hisao. Rasa sakitnya makin tak . jemarinya menggaruk -garuk belakang telinga. Koji meng¬amatinya dengan cermat. Ia membuat teh untuk ora ng-orang itu. dilihatn ya ibunya dalam kabut hampa tempat separuh dari dunia berada. dan selagi berusaha menyeimbangkan tubuh. Tapi bisa dibuat. benaknya dipenuhi dengan berbagai i de tapi entah karena ide-ide itu. Laki-laki itu menjentikkan jari. dan segera menginginkannya. "Pa! Pa!" Dia tertawa. Hisao tidak tahan untuk mengulurkan dan menyentuh dengan jari telunjuknya. lalu mengisi mangkuk sake mereka kemudian pulang. terselip di antara senjata yang lain bak seekor a nak kuda di antara kaki induknya. yang terlihat olehnya hanyalah separuh dari bangunan. Bentuknya kecil. Pada halaman terakhir ada beberapa senjata api: sebagian besar senjata panjang dengan ben¬luk aneh yang sudah dikenalnya. dan mereka semua memahami maksudnya. atau angin dingin set elah hawa panas di tempat penempaan telah membuat kepalanya pening. Yasu menyuruh Hisao pergi sewaktu dia membicarakan soal pembayaran. yang berlutut di satu sisi. Hisao. me¬madamkan api lalu menyiapkan semua peralatan untuk keesokan harinya. Hisao merasa mual sewaktu kekuatan meminta bantuan perempuan itu menghantam diri¬nya. pikir Hisao. hampir berukuran sepertiga dari panjang semua se njata lainnya. "Morto!" (=mati) Hisao belum pernah melihat benda seindah itu. bisa me rasakan semangat dalam dirinya yang semakin tinggi selagi halaman buku dibolak¬bal ik. Wajah ibunya tampak memohon dengan penuh kelembutan dan ketakutan. Senjata se macam itu mahal. yang berlutut di satu sisi. dahinya berkerut. Di benaknya muncul berbagai macam kemungkinan yang bisa dilakukan. tap i ada satu. di bagian bawah halaman.

"Siapa di sana? Hisao? Tutup pintunya. ayahnya." Suara perempuan itu tidak bisa ditolerir lagi. matanya berair karena rasa sakit. Saat itu ia merasa ketakuta n kalau ibunya tahu semua vang ada di benaknya. membuat semua syarafnya bak terbakar api." Ibunya bicara." Hisao tidak tahu kalau ia pernah ingin melakukannya. "Kau tidak boleh mem¬bun uh ayahmu. kemudian disadarinya kalau ia ingin mu ntah. jatuh dengan tangan dan lutut menahan tubuh. Hisao berteriak ke arah perempuan itu." Mereka membopongnya ke dalam dan membersihkan muntahan dari wajah dan rambutnya.. berseru dari dalam. angin sedi ngin es membuat air matanya terasa membeku di pipinya. dingin sekali. kemudian memanggil Akio. Tidak tahan untuk mengerang. menggetarkan seluruh urat syaraf di sekujur tubuhnya. "Pergi! Tinggalkan aku sendiri!" Di sela-sela erangannya. Sake tadi terasa masam di mulutnya. Perempuan itu mengikutinya keluar mengambang di atas tanah. suaranya di kepala Hisao menyengat bak es.. garis bayangan tubuh nya tersamar oleh kabut dan hujan salju. "Aku takkan membiarkanmu melakukannya. Perempuan itu berkata. dan mendengar suara Yasu . "Apa-apaan ini!" seru laki-laki itu. disadarinya ada yang mendekat.. kebencian juga kasih sayangnya. "Ketua! Cepat kema ri! Putramu. Akio.tertahankan. merangkak ke teras lalu membungkuk ke parit. Halaman 170 dari 500 .

Tida k apa¬apa. Zenko pasti sangat ingin menyatukan keretakan antara Muto dan Kikuta. tapi ia t ak ingin mendengarnya. didengarnya Akio dan Yasu tengah berbincang. dan ia pasti tertidur sebentar."Si bodoh ini minum terlalu banyak sake. Hisao menarik rasa sakit itu di sekeliling dirinya sebagai tameng untuk melawan perempuan itu. mendengar dentingan mangkuk sake da n suara pelan mereka selagi minum." kata Akio." kata Akio. Akan kuseduh sesua tu untuk raembantunya tidur. Teh meredakan ambang batas kesadaran¬nya. Mungkin dia sakit?" "Terkadang dia sakit kepala." "Anak malang. "Seharusnya dia tidak boleh minum. Kini perempuan itu melayang di kamar yang gelap Hisao tidak perlu lentera untuk bisa melihatnya. Membuatnya ingin melampias¬kan nya pada orang lain. dibesarkan tanpa ibu!" ujar Yasu." Hisao minum teh dan merasakan ke¬hangatan perlahan mulai kembali ke tubuh¬nya." sahut Yasu. "Dia menggigil kedinginan." Si bodoh ini minum terlalu banyak sake. "Bisakah kau mengatumya?" "Aku yakin bisa. Dan lagipula. dan ingatan tentang senjata api kecil yang indah tadi serta betap a ia ingin membuatnya. Biarkan dia tidur. Penyakitnya itu sudah dideritanya sejak kecil. kan? Putramu dan putra Zenko semestinya saudara sepupu. kalian ada hubungan k erabat dengan ikatan pernikahan. mengg igilnya berkurang. tapi rasa sakitnya tidak berkurang." kata Yasu. bak hewan yang disiksa. Kepalanya tidak kuat untuk itu. selagi membantu Hisao berbaring dan menyeli¬mutinya. Saat ter¬b angun. Biarkan dia tidur. "Mestinya dia tidak mabuk." "Hisao hampir tidak minum sake. Rasa sakit membuatnya liar." "Zenko memiliki kemampuan Tribe?" . Rasa sakitnya akan hilang dalam satu atau dua hari. separuh bicara pada diri sendiri . "Aku tidak bisa menahan perasaan kalau per¬temua n kalian akan membawa keuntungan bagi semua orang. Kepalanya tidak kuat untuk itu." sahut Akio. Mengerti samar-s amar kalau ia mendengar¬kan perkataan perempuan itu maka rasa sakitnya akan berkurang. "Zenko sudah kembali. "Seharusnya dia tidak boleh minum." "Itu tujuan utama kami keraari. begitu pula dengan suara perempuan itu.

Hisao menyukai senjata. Dia seperti ayahnya."Bukan seperti yang diketahui banyak orang. bisa kupastikan itu. Ibunya dulu sangatlah berkemampuan tinggi." "Aku memahami perasaanmu. "Dia pernah belajar beberapa hal." Yasu minum lagi lalu tertawa terkekeh. tapi Takeo itu amat pandai sekaligus beruntung. Itu sebabnya kau harus bicara dengan Zenko." "Itukah yang kau harapkan? Kalau Hisao akan menjadi pembunuh agar bisa meng¬habisi Takeo?" "Hidupku tidak akan damai sampai Otori mati. Koji cukup menyanjung anak itu dan Koji tak pernah memuj i siapa pun. tapi tak berbakat. Barangkali di a akan mengejutkanmu!"* Halaman 171 dari 500 . tapi dia tak mewariska n apa pun pada putranya. Tidak seperti adiknya. "Selain itu. seorang ksatria ." "Putraku hanya memiliki sedikit kemampuan. Hal i tu membuat kalangan Kikuta kecewa." "Tapi itu tak membuatnya sebanding dengan Otori." "Tapi tangannya terampil." aku Akio. Sepu cuk senjata lebih kuat ketimbang kekuatan magis Tribe mana pun. Sepasukan ksatria mungkin bisa berhasil menggantikan kegagalan para pembunuh Tribe.

" komentar Hana. Kini jaring¬nya ditarik lebih kencang." sahut suaminya." ujar Zenko." "Aku terkejut dengan kabar tentang kakakku. "Tapi kita akan pura¬pura menerima itu." ujar Hana. Dia terlalu lemah untuk melakukan hal itu. lalu tawanya m eledak." Dibelainya permukaan bulu." komentar Zenko." Mereka tersenyum dengan tatapan penuh kelicikan. seraya menatap ke laut di kejauhan dan memikirkan anak-anaknya. Zenko berkata." "Setidaknya kita tahu Lord Kono sudah aman dalam perjalanannya kembali ke Miyako ." sahut Zenko." "Di Hagi pasti sudah turun salju. Takeo tak¬kan men yakiti mereka. Pada akhirnya Takeo akan t erjerat di dalamnya. "Menyenangkan melihat Takeo terbuai pujian. "Jangan khawatir. ."Kau bilang dia mengancam anak-anak kita secara terang-terangan?" Lady Arai mena rik baju luarnya yang terbuat dari bulu." gumam Hana. Angin berhenti b erhembus dan serpihan salju mulai berjatuhan perl¬ahan dan mantap. "Jaring Surga amat¬lah luas. jika semuanya berjalan sesuai tencana. "Dia hanya menggertak. deng an keberuntungan Takeo akan terjebak di Yamagaia dan takkan bisa kembali ke Hagi sebelum musim semi. Zenko. lubang jaringnya tipis. karena mereka telah menerima pesan dari sang bangsawan saat hendak meningg alkan Hofu. " Begitu pula halnya dengan perjodohan antara Sunaomi dan putri mereka. dan ingin merasakan di kulitnya. dengan niat buruk me¬warnai nada suaranya. "Kono memang pendusta y ang lihai dan patut dipercaya!" "Seperti yang dikatakannya sebelum pergi. Angin bercampur hujan es yang berhembus dari laut sepanj ang minggu sejak kembalinya mereka dari Maruyama akhirnya berubah menjadi salju. "Mari berharap dia menyiapkan penyambutan yang hangat bagi Lord Otori tahun depan. Salju turun lebih awal tahun ini. Dia belum bertemu dengan mereka lagi sejak mereka pergi saat musim panas. "Bagaimana kalau nan ti anaknya lakilaki?" "Tak ada perbedaan besar." "Sunaomi tak boleh menikah dengan si kembar!" ujar Hana. "Dan di pegunungan." ujar Hana. "Kukira dia sudah tak bi sa hamil lagi.

"Satu-satunya hal baik yang pernah Takeo lakukan yaitu menikahkanku denganmu. pikir Hana. Ai. ditahan di Inuyama sebagai s andera. Hana dan kakaknya. Setelah itu. Andai dia menyerah pa daku dan mengambilku sebagai istri keduanya. tid ak menjadi ancaman bagi¬nya. Dia harus membayarnya. "Kau masih bisa punya anak lagi!" seru Zenko. tanpa diriku Zenko akan jadi tak lebih dari bangsawan kecil. Hana tidak pernah memaafkan Takeo karena telah menolak dirinya. dan akan dibunuh di sana andai Sonoda Mitsuru tak menyelamatkan mereka. "Ayo kita buat anak laki-laki lagi sepasukan anak laki-laki." Halaman 172 dari 500 . Hana memuja Kaede. bergan tung padanya ketika kesedihan akibat kematian orangtua mereka nyaris membuat dirinya tidak wa ras dan Kaede justru meninggalkannya. sama halnya deng an kakaknya karena menelantarkan diri¬nya ketika mereka masih kecil. pergi menunggang kuda pada satu pagi di musim semi dan t ak pernah kembali. Begitu pula dengan Kaede." u jar Zenko. Sedangkan bagi Takeo merupakan ke¬salahan fatal. betapa berbedanya keadaan jadinya? Aku bisa memberinya anak laki-laki.

" "Kuroda datang secara terang-terangan?" tanya Hana. "Lord Arai. Aku tak bisa mengubah p eraturan itu bahkan untuk saudara kandungku sendiri." sahut Zenko dengan tenang." "Mereka datang dalam cuaca seburuk ini. dan bisa dipastikan kalau dia mengacaukan surat-surat kita. "Dia menipumu setiap hari tapi kau tidak memerhatikannya." "Aku tak pernah suka pada Taku. "Sebaiknya kuceritakan sedikit tentang dia." "Aku tak sabar ingin bertemu dengannya." Hana menaikkan alisnya. kau sendiri sering bilang begitu. Menikah dengan putri Kenji. Tatapan tidak senang terpancar sekilas di wajah Zenko yang lebar. setelah istrinya mati. dan Hana mengira suaminya akan mulai berg erak tapi kemudian. ." kata Hana tiba-tiba. "Kita akan bereskan masalah penerus Muto. "Dia adikku. dan Hana mengira suaminya akan mulai bergera k tapreka hanya berdua di ruangan itu." "Itu semua akan segera berubah." "Taku amat populer." Zenko memperingatkan istrinya. Namanya Kikuta Akio. Dan jika teman Kuroda adalah orang yang sudah kuperkirakan." ujar Zenko. saat itu terdengar ketukan ringan di pintu. Dia memata-mataimu pal ing sering tahun ini. "Seharusnya kesetiaannya yang pertama mestinya kepadamu. "Sajikan minuman. dia bersembunyi dengan anak laki-laki Yuki. dia ketua Kikut a sejak kematian Kotaro.. dan pastikan kelak kami tidak diganggu.." hard ik istrinya.Mereka hanya berdua di ruangan itu. tapi biar kan mereka tunggu sebentar sebelum kau mem¬bawanya masuk. mata dengan kelopak tebalnya be rbinar." "Atau apa?" "Hukuman dalam Tribe atas ketidak¬patuhan adalah kematian." Zenko berhenti sejenak lalu menatap Hana. Taku kelak harus mematuhiku. bukan pada Takeo. atau. Kuroda Yasu datang bersama seorang laki-laki . "Taku sedang di Hofu tidak ada yang memata-matai kita sekarang. Yuki. Pastinya b anyak pihak yang tak ingin menentang mereka?" "Kurasakita akan mendapatkan dukungan.. Pintunya bergeser terbuka dan seorang pelayan laki-laki bicara pelan. Dan ibumu juga. sedikit ba nyak akan cukup menambah kekuatan.

tentu." Hana merasakan ada getar kesenangan memikirkan hal itu. bersama empat dari lima keluarga? Kenji pe rcaya kelak Takeo akan mengakui anak itu. Tapi mengapa Takeo tak pernah mencari anak itu?" Halaman 173 dari 500 . kan?" Zenko mengangguk. atau setidaknya dengan melindunginya. "Mungkin kau bisa beritahukan pada saat yang tepat. "Oh. aku yakin itu. Anak itu -me reka memanggilnya Hisao ternyata anak laki-laki Takeo. "Aku mendengar semua desas-desus di keluarga Muto sewaktu aku masih kecil. Dia terkejut sekaligus bersemangar dengan tersingkapnya kenyataan ini. Kenap a Yuki dipaksa minum racun? Alasan Kikuta membunuhnya adalah pasti karena mereka tak memercayai nya. Dan kenapa Kenji berpindah memihak Otori. "Bukan anaknya Takeo." "Kakakku pasti tak tahu."Bukan anaknya Akio?" tanya Hana. benak¬nya sudah mencari-cari cara untuk me¬manfaatkan b erita ini." Hana sepakat. "Sudah berapa lama kau tahu ini?" tanya Hana." suaminya menyarankan. lalu tertawa lagi.

Ia senang karena benda ini disimpan di Kumamoto. Dia mengenal Kuroda Yasu yang mengambil keuntungan dari barang-barang mewah yang diimpornya dari Tenjiku. Berpisahnya kesatuan itu akan membuat Tiga N egara hancur berantakan. ada ramalan yang mengatakan seperti itu." "Dan Tribe takkan terpecah belah lagi. dan Takeo memer¬cayainya." "Banyak laki-laki memiliki perempuan simpanan dan anak haram. "Mereka sudah datang. dan ketakutan kalau putrany a yang bisa membunuhnya." Hana menambahkan. Kakakku adalah orang yang idealis: dia percaya pada cinta. hal itu tidak menggangguku. Kini ia pun mem¬punyai rahasia hebat dan besar ini." ujar Zenko. raha . "Dan kau akan mewarisi semua yang telah diperjuangkan ayahmu. dan saat sudah datang. Kaede sudah bertahun-tahun menginginkan anak laki-laki: maka dia takka n memaafkan Takeo karena anak yang disembunyikan ini. dan melalui dirinya kita mengenda¬likan Tribe." sahut Hana. Ia pun memiliki beberapa cermin yang terbuat dari kaca keras. Hana menyuruh pelay an pergi karena dia yang akan melayani tamunya." Hana bisa merasakan nadinya berdenyut lebih kencang. dengan restu dari sang Kaisar." "Tapi kebanyakan istri bersikap seperti diriku. dan istri mereka m emaafkannya. dan Takeo memer¬cayainya. berkilau yang menu njukkan bayangan orang yang nyata. Bila kau punya perempuan simpanan. Pemerintahan mereka diseimbang¬kan dengan bersatunya mereka berdua: dengan menyatukan laki-laki dan perempuan. Suaminya meminta dibawakan sake lagi. Takeo juga pasti begitu: dia tak pemah mengambil perempuan lain itu sebabn ya dia tak punya anak laki-laki. Hana tak pern ah memper¬lihatkannya di Hofu. mer eka pasti akan berpisah. Sebagaimana Tabib Ishida yang dengan baik hati meng¬ungkapkan pada ka mi." Kurasa ada alasannya: dia tidak ingin istrinya tahu." Hana mendengar langkah kaki di luar. dan ketakutan kalau putran ya yang bisa membunuhnya. ada ramalan yang mengatakan seperti itu. Sebagaimana Tabib Ishida yang dengan baik hati meng¬ungkapkan pada ka mi."Kurasa ada alasannya: dia tidak ingin istrinya tahu. dan tahu kalau aku akan menjadi yang utama bagimu. keduanya dipengaruhi oleh Terayama dan apa yang mereka sebut Ajaran Houou. Aku memahami kebutuhan dan hasra t laki-laki. gadi ng dan emas. Lebih dari itu. "Realistis dan prak tis. serta dukungan dari jenderalnya." katanya. "Saat kakakku tahu ini. "Kita akan mengakui anak ini sebagai pewaris dari keluarga Kikuta dan Muto.

ber¬usaha ag ar terlihat menghormati Akio sebagai pimpinan Kikuta tanpa mengurangi status nya sendiri sebagai lord tinggi Arai. Laki¬laki itu melihat sekilas ke arahnya." sahut Akio. Memancarkan semacam ke¬kuatan. maka sudah waktu¬nya luka-luka lama ini disembuhkan. Dia telah divonis mati oleh Kikuta karena melanggar aturan Tribe." Halaman 174 dari 500 . tapi segera ia tahu kalau l aki-laki itu bukanlah orang yang rendah hati. Hana merasa kalau laki-laki itu akan tetap diam ketimbang menggunakan sanjungan. walau usianya tidak muda lagi . "Aku sangat menyesalkan per¬pe cahan ini. Hal ini mem¬buat marah keluarga." "Kurasa kita memiliki tujuan yang sama. nenek moyang dan tradisi. Kini Muto Kenji sudah tiada." ujar Zenko. Tubuhnya tinggi dan tegap. Cara bicaranya singkat. atau pun bentuk bujukan lainnya. Akio. tapi dia bisa men jadi sekutu yang kejam juga tanpa belas kasihan. kemu dian duduk dengan menunduk." ujar Akio. dan juga atas pembunuhan Kotaro. "Kita bisa bicara dengan bebas di sini. juga kematian Kotaro.sia yang mengungkap siapa Takeo sebenamya. Zenko memberi salam pada kedua tamu¬nya dengan sikap yang sangat sopan. "Tribe sudah terpecah belah begitu lama." tuturnya. Hana mengamati laki-laki itu. dia kelihatan sangat kuat. Hana tidak suka kalau laki-laki itu menjadi musuhnya. "Aku tak pernah menyembunyikan apa yang paling kuinginkan. dan tidak mudah terpengaruh dengan sanjungan. serta dewa-dewa karena dia masi h hidup. den gan aksen Timur. Dari luar orang itu kelihatan rendah hari. yang mambangkitkan secercah ke¬tertarika n dalam dirinya. "Kematian Otori.

aku yang melatihnya di Matsue dia lolos dari semua usaha pembunuhan." ." komentar Yasu." Akio mengangkat kepala lalu menatap langsung pada Hana. Dia tahu ini dari Muto Kenji. "Aku masih tak mengerti ba gaimana dia bisa lolos. Hanya beberapa orang yang mengetahuinya." kata Zenko perlahan." Akio duduk dengan wajah tanpa eksp resi." ujar Hana. Dia memiliki banyak keahlian seharusnya aku tahu. "Siapa lagi yang tahu tentang ramalan ini?" "Terlepas dari semua orang yang ada di ruangan ini dan Ishida: adikku. Hana merasakan lagi secercah semangat. suaranya ter¬dengar semakin rendah dan keras." lanjut Zenko. "Aku tahu sesuatu yang kau belum tahu. dan pernah mengobari banyak lukanya." "Tabib Ishida yang mengatakannya pada kami." "Seperti halnya Lima Pertempuran?" tanya Yasu. Lord Takeo tidak memiliki anak laki-laki" ujar Yasu seraya menatap mereka semua secara bergantian ."Kabamya dia tidak bisa dibunuh.. "Tapi yang pasti dia h anya manusia biasa. kemungkin an juga ibuku. seraya bertukar pandangan dengan Hana." "Kendati demikian. dan ramalan itu digunakan untuk membenarkan pembunuhan atas ayahku dan kebe rhasilannya meraih kekuasaan." "Baiklah. "Meski ada hal-hal tertentu yang ter¬dengar. walaupun ibuku tidak pernah mengatakannya padaku. "Kata-kata yang masih tetap di¬rahasiakan." tutur Zenko." Akio membungkuk. "Dia adalah tabib pribad i Takeo.. "Ya. tatapan matanya semakin tajam." "Aku pernah hampir menggorok leher nya. "Ada s emacam ramalan yang bisa dibuktikan. "Kau tahu t entang putraku?" Zenko agak menggerakkan kepala meng¬iyakan." komentar Yasu.Kabamya dia tidak bisa dibunuh. "Tapi yang pasti dia hanya manu sia biasa. Akio berkata pada Zenko. "Takeo percaya kalau hanya putranya yang bisa membunuhnya.

Tapi kini aku tahu akan mudah baginya untuk membunuh ayah kandungnya.. tampak seperti tersenyum. "Anak itu tidak mengetahuinya. "Bukankah sudah kukataka n kalau anak itu bisa saja mengejutkan dirimu? Itu lelucon terbaik yang pernah ada selama bertahu n-tahun." ujar Zenko. "Mungkin juga." Sekonyong-konyong keempat orang itu tertawa gaduh."Bagaimana dengan yang ada di Terayama? Kubo Makoto mungkin juga tahu: Takeo men ceritakan segalanya kepada¬nya. Hisao adalah putra Takeo. Yasu meneguk cepat sake lalu berkata pada Akio.* Halaman 175 dari 500 . Dia juga tidak memiliki keahlian Tribe . "Jadi semua desas-desus itu bena r?" "Ya." Lalu Akio menenggak minumannya." gumam Hana. Intinya hanya sedikit orang. Dan yang paling penting adalah Takeo percaya itu.." Yasu menepuk alas lantai dengan telapak tangan terbuka.

jauh dari formalitas kehidupan di kastil. Kelak putranya akan menjadi pewaris Sh igeru. dan Shizuka serta Ishida tinggal ber¬samanya. tetap ceria dan gamblang seperti dulu. Lebih mudah. dan agar dewa-dewi me¬lindungi mereka dari bahaya.Kaede telah memutuskan untuk tinggal di Hagi selama musim dingin sampai anaknya lahir. sesekali mengusap¬usap dengan hidungnya. kera dan anjing. dan apa yang dilupakan¬nya diisi oleh Haruka . Kaede merengkuh perutnya yan g membuncit dan memikirkan janin yang tumbuh di dalamnya. Mori Hiroshi memberi pelana dan tali kekang pada Tenba dan mengang¬kat Sunaomi ke pelan a. Maya dikirim bersama gadis Muto. sambil berdoa semoga anak lakilakinya . Ia telah be rjanji pada Shigeko untuk mengawasi Tenba dan kirin. Beberapa kali dalam seminggu Kaede mengajak kedua anak itu ke biara. saat kelahiran mereka yang tak wajar dan bakat aneh bisa tak d iacuhkan. "Seakan Shigeru da n Takeshi hidup kembali. me nyayangi si kembar dari jauh. Kuda itu sepertinya menci um sesuatu dari tubuhnya yang hamil dan senang berjalan perlahan di samping Kaede. kepada Taku. pewaris sah Klan Otori." ujar Chiyo dengan berlinang air mata selagi mendengarkan teriakan anak -anak dari taman atau langkah kaki mereka di atas nightingale floor. Takeo dan Shigeko sud ah pergi ke Yamagata. "Apa aku ini indukmu?" Kaede memarahi¬nya dengan lembut. Kaed e mencurahkan kasih sayangnya pada keponakannya. ke Maruyama. menangkap semua sinar ma tahari musim dingin. Kaede senang memikir¬kan kalau ketiga putrinya si buk dengan pelatihan serius semacam itu. Kaede mengundur¬kan diri dari publik. Sada. semakin bungkuk. dengan cuping hidung merekah. dan lebih mudah dibuat hangat selama hari-hari yang panjang dan dingin. Ishida turut menemani karena rasa sayangnya pada kirin kian ber tambah. dan sering mendoakan agar mereka mengembangkan dan mengendalikan berbagai bakat yang mereka miliki. Sunaomi dan Chikara juga menikmati kepindahan itu. Dengan ketidakhadiran ketiga putri¬nya. Mereka semua pindah dari kastil ke rumah lama Lord Shigeru di tepi sungai: rumah itu menghadap ke selatan. Chiyo masih tinggal di sana. kedua bocah. sedan gkan Miki pergi ke desa Tribe di Kagemura. dan juga hewan peliharaan putrinya. usianya sudah di ambang senja tapi masih mampu menyedu h teh obat serta menceritakan tentang masa lalu. Mereka ber¬main di tepi sungai. Kaede tidak kesepian karena selalu ada yang menemani: Shizuka. pikirnya sedih. lalu Kaede menuntunnya berjalan mengelilingi padang rumput.

Kaede mengingat kudanya. kepada adik-adiknya. Kaede sering menulis. Tapi Kaede tidak menyurati Maya karena Maya tinggal di tempat rahasia di Maruyam a. dan adanya surat justru malah membahaya¬kan dirinya. menceritakan pada Hana tentang kesehatan ser ta kemajuan kedua putranya dan mengundang mereka datang pada musim semi. mendesak mereka belajar dengan ra jin dan mematuhi guru. Kemudian Shigeko mengirim surat agar kuda itu dikirim padanya karena telah memut uskan untuk dihadiahkan kepada ayahnya. karena ia sangat senang menulis membalas surat yang dituju kan untuk suaminya. Halaman 176 dari 500 . tapi ini justru ma kin meningkatkan rasa sayangnya pada teman manusianya. dan Amano Tenzo: kedua¬nya sudah lama tiada. seraya meminta ibunya agar tetap merahasiakannya.akan sepemberani dan setampan kuda itu. menulis surat pada Shigeko dan Miki. Kirin memang tampak kurang bersemangat. Raku. namun roh mereka akan tetap hidup selama ada ku da-kuda Otori. Kaede dan I shida men¬cemaskan kalau kirin akan panik saat temannya pergi nanti. Te nba segera dikirim ber-sama pemuda pengurus kuda dengan naik kapal ke Maruyama.

Mereka minta penjelasan mengapa tidak boleh ke Yamagata s endiri. Tapi kian hari kian sulit untuk tahu apa yan g mesti kulakukan." "Suamiku tak ingin mereka bepergian ke seluruh penjuru negeri. Satu dar i masalah yang meng-ganggu dan alot adalah apa yang harus dilakukan dengan kedatangan orang-ora ng asing yang mengganggu dari Hofu." "Aku setuju dan aku tak tahu kesepakatan apa yang mereka buat dengan Zenko. dan kurang senang saat tahu Lord Otori tidak di Hagi lagi . Mereka sangat gelisah. Tak lama setelah Takeo pergi ke Yamagata. mereka mulai tidak sabar.Kaede pergi ke biara lain. makin baik. Aku sudah katakan kalau aku tidak bisa memu tuskan sampai Lord Otori kembali ke Hagi. aede pergi ke biara lain." saran Kaede. tapi aku tidak tahu apa tujuannya. Sunaomi berhasil meraih kembali kepercayaan dirinya. tapi jurubahasa mereka tak bisa menulis sesuatu yang b isa dibaca oleh Zenko. Fumio beserta ayahnya bertindak sebagai wakilnya. menikm ati kehadiran mereka serta menurutku mereka itu menarik. Selama ketidak¬hadiran Ta keo dan penarikan diri Kaede. Mereka ingin bertemu dengannya. karena Kaede selalu memaksanya turut ke te mpat dia pernah dipermalukan dan ketakutan. "Sepertinya semua orang menganggap mereka sebagai beban." "Kendati demikian. tapi Kaede masih melihat sisa-sisa rasa malu dan luka yang membekas. "Mungkin Zenko hanya ingin menying¬kirkan mereka." sahut Kaede. Kuharap mereka mengir im surat yang dapat mengungkap sesuatu. "Makin sedikit yang mereka tahu tentang kita." Mereka saling bertukar senyum." kata Fumio pada Kaede suatu sore pada per tengahan bulan kesepuluh. bekas rumah Akane." "Ishida bisa menawarkan diri untuk men¬jadi jurutulis mereka. dan mengagumi bentuk ramping dan a nggun dari patung kayu yang dikelilingi rumah yang baru dibangun. bekas rumah Akane. "Itu b isa membantumu agar tidak kesulitan menga¬caukan surat-surat mereka. Fumio kembali. Dia me mbiarkan mereka pergi dari Hofu. dan berdoa agar arwah sang dewi muncul menyembuhkan segalanya. aku sudah terbiasa dengan orang asing. "Bukannya aku tidak suka pada mereka. "Dia mirip Lady Kaede. banyak juga manfaat yang bisa kita ambil dari mereka ilmu penge ." lanjut Kaede. "Seperti yang kau tahu." ujar Sunaomi. dan mengagumi bentuk ramping dan an ggun dari patung kayu yang dikelilingi rumah yang baru dibangun.

Hal pertama yang terlintas di benaknya. Ia mengakui kalau dirinya juga ingin tahu: terutama. bukan sebaliknya. Kaede tak ingin ber¬hubungan dengan bagian hidup Takeo yang sa tu ini." Pertemuan itu lalu diatur. y aitu perempuan itu tidak mirip suamiku.tahuan dan kekayaan. tapi ia lebih ingin melihat seperti apa adik perempu an Takeo. Ia tidak tahu apa yang harus dikatakan pada orang seperti itu. katanya pada diri sendiri. Kaede Halaman 177 dari 500 ." ujar Fumio setuju. "Kau harus bawa orang-orang asing itu dan juru¬bahasanya ke sini. sewaktu Fumio menunjukkan jalan pada dua laki-laki berbadan besar." ujar Kaede. dan Kaede me¬nemukan dirinya menanti dengan perasaan ta kut: bukan karena orang-orang asing itu. diikuti oleh perempuan bertubuh kecil. memperingatkan dirinya akan hal itu. "Aku akan berikan kesan betapa besar kehormatan bagi mereka bisa diundang bertemu Lad y Otori." "Kegiatan itu tentu bisa memberi mereka kesibukan sepanjang musim dingin. Ia yakin tak seorang pun akan men¬curigai hubungan tersebul. Tapi ia telah berjanji pada T akeo untuk mempelajari bahasa orang asing. tapi karena ia tidak tahu bagaimana bersikap pada jurubahasa mereka: anak dari keluarga petani. masuk ke dalam ruangan. dan menemukan cara lain. dit ambah dengan kehamilannya. perempuan dari rumah pelacuran. dan adik perempuan suaminya." "Demi tujuan itu aku harus segera belajar bahasa mereka. Semua nalurinya. pengikut kepercayaan Hidden. selama mereka bisa dikendalikan. tentang orang-orang asing dan kebiasaan mereka.

sebelum Fumio memberitahu kalau mereka seharusnya duduk. justru lebih ter¬cengang. Kaede duduk dengan punggung bersandar ke dinding panjang ruangan itu.loao. Kiasan pemandangan yang indah itu amat memesona o rang-orang asing beserta jurubahasanya. Ia juga menyadari kalau pe¬rempuan di samping nya itu memiliki tekstur rambut dan warna kulit yang mirip Takeo. Di sebelah kanan Kaede. Mereka pura -pura bertutur kata serta bersikap sopan. Bahannya ber¬warna hitam. menerima hadiah. Dengan senang hari. kepalanya menyentuh tikar. membingungkan: ksatria . dan maaf berulang kali dalam bahasa mereka. yang merupakan asal nama kota Hagi. Kenyataan itu membuat Jimtungny a ber¬debar kencang. dan tetap menunduk. sebuah gulungan kaligrafi hasil karyanya sendiri digantung di ruang kecil yang terpisah. Sesaat Kaede mengira kalau ia harus bereaksi tak tahu apakah harus menangis atau tak sadarkan diri tapi untungnya Shizuka datang de ngan membawa mangkuk teh dan kue kedelai manis. ber¬nama Don . Orang asing itu duduk dengan canggung. Dia menerjemahkan begitu pelan dan tidak jelas hingga kedua pihak tidak tahu apa yang diucapkannya. Pakaian luar mereka aneh. dan meng¬gunakan semuanya. Mereka membungkuk hormat sambi l berdiri. kontras dengan bebatuan keabu-abuan sert a warna lentera. Kaede mengamati secara sembunyi¬sembunyi pada kedua laki-laki tersebut. sementara semua orang mengataka n Terima kasih.menyam¬but dengan bahasa resmi pada para laki-laki. Madaren. dan Kaede memerhatikan sarung ketat yang melekat di kulit yang menutupi kaki mereka. Kaede berhasil mengendalikan dirinya lagi. Pepohonan yang tersentuh oleh kepingan salju pertama terlihat begitu indah. kedua orang asing itu sering tersenyum agak menyeramkan dan Kaede bicara selembut dan membungkuk seanggun mungkin. sebelum Fumio memberitahu kalau mereka seharusnya duduk. berbentuk gembung. Fumio sudah mengenai beberapa kata bahasa orang asing itu. Status salah satu dari kedua orang itu. menghadap ke beranda. Mereka membungkuk hormat sambil berdiri. membuat pinggul dan bahu mereka kelihatan membesar. katun maupun rami. Mereka harus melepas alas kaki di luar. enyam¬but dengan bahasa resmi pada para laki-laki. Isi gulungan itu adalah puisl kesukaannya tentang belukar semanggi di musim gugur. Perempuan ini memang adik suaminya. Perempu an itu merangkak ke samping Kaede. Hamp aran daun-daun yang berwarna merah tui berserakan di tanah. Perempuan itu. dengan tambalan berwarna di¬jahitkan ke dalamnya: kelihatannya bukan dari sutra. sadar akan bau mereka yang terasa asing dengan rasa jijik.

aku akan mempertimbangkan semua permintaan merek a. dan selagi mereka bicara d engan keras tapi bernada ramah. "Aku ada satu permintaan padamu dan kedua laki-laki terhormat yang kau layani. "Ajak keluar dan perlihatkan taman pada mereka. karena aku juga harus belajar tulisa n mereka." Madaren mulai bi cara. Makin cepat aku belajar." katanya pada Fumio. Shizuka menatap penuh tanya sewaktu mengundurk an diri. Aku ingin kau mengajariku. Dia bicara sangat be rbelii-belit dan penuh hormat. Kau telah mempelajari bahasa mereka." Kaede menyuruh semua orang pergi. Butuh waktu lama untuk berca kap-cakap karena Madaren begitu khawatir akan menyinggung Lady Otori. "Jangan takut. mungkin mereka bicara soal taman. Demi suamiku aku akan menghormati dan melindungimu. Kelak saat aku telah lancar bicara bahasa itu. Kaede menyadari musim dingin mungkin berlalu tanpa ia bisa bela jar apa-apa. tapi Kaede menghentikannya. Para laki-laki kelihatannya cukup senang bisa keluar." Halaman 178 dari 500 . tentunya. Kita akan belajar setiap h ari. Kuharap kau men gerti maksudku. Sebaiknya tidak ada orang lain yang tahu tentang ini. Kaede mendekati Madaren. Salah satu dari mereka harus ikut denganmu." "Keramahan Lady Otori terlalu agung bagi orang seperti diriku.sekaligus pedagang. Suamiku sudah mencerita¬kan siapa dirimu. Se-dangkan yang satu lagi adalah pendeta. makin besar kemungkinan semua hal itu dilaksanakan. "Perempuan ini tetap di sini bersamaku. Setelah beberapa percakapan yang panjang soal tempat tinggal dan k e¬butuhan orang-orang itu.

menggunakan kuas yang paling ti pis. Bahasanya sulit: segala sesuatu yang berkaitan dengan bahasa itu sepertinya terb olak-balik. sesekali dia mendekati anak-anak lalu memeriksa pakaian dan alas kaki mereka. Rambut dan janggut kemerahan."Aku hanyalah orang rendahan dari Was yang terendah. tapi aku akan lakukan semampu ku untuk memenuhi keinginan Lady Otori. ia berkata pada Madaren. Dia ter¬senyum tipis saat duduk tegak. perempuan dari . "Kita akan mulai belajar besok. "Madaren." kata Kaede. dan kerapkali membuat sketsa untuk menjelaskan sebuah kata. Dia menyimpan banyak bu ku catatan." "Anda baik sekali. pohon. Suatu hari ketika Kaede merasa putus asa. Aku tak tahu bagaimana kau mempelajarinya." kata Kaede. dan sering mengajak Madaren pergi ke saw ah untuk bertanya pada para petani tentang hasil panen dan musim. Si pendeta Don Carlo datang dua kali seminggu untuk mengaj ari kedua perempuan itu menulis apa yang disebutnya abjad. *** Madaren datang setiap hari. yang di dalamnya dibuat daftar kata dan sketsa bunga. Oran g itu benar-benar pandai." Ini menyakitkan hatinya: Madaren. serta mata hijau biru pucat bak air laut. dan Kaede malu sekaligus kagum karena saat pertama kali bertemu ia berpi kir kalau orang ini hampir bukan manusia. Don Carlo juga sama ingin tahunya. Dia juga mengamati setiap tanaman di taman. Kaede melihat sebagian besar kegiatan ini karena Don Carlo mengajak mereka berdu a sebagai sarana belajar bahasa. ku hanyalah orang rendahan dari Was yang terendah. "Ka u akan menjadi guruku. Belajar setiap hari menjadi bagian dari rutinita s kediaman itu. menyeberangi sungai dengan perahu dan berjalan melew ati jalan-jalan sempit ke rumah di tepi sungai. bangunan dan alat p ertanian." Madaren menyembah lagi. Jangan terlalu bersikap formal. tapi aku akan lakukan semam puku untuk memenuhi keinginan Lady Otori. "Aku takkan menguasai bahasa ini. mengucapkan nama aneh itu untuk yang pertama kalinya." Madaren menyembah lagi. dan sukar untuk mengingat bentuk maskulin dan feminin dan cara kata kerjanya berubah . Dia biasanya datang dengan dibu ntuti anak-anak dan orang-orang dewasa yang tidak punya hal lebih baik yang bisa dikerjakan. laki-lak i itu menjadi sasaran keingintahuan dan keheranan." ujar Madaren. dan ia menyatu dengan iramanya.

" Kaede tertawa. t erutama saat ada Shizuka. "Aku membuat Don Joao mengajariku di tempat tidur. "Bahkan dia sama sekali tidak menyetujuinya." seloroh Kaede. Halaman 179 dari 500 . dan acapkali memba ca dengan suara keras kitab sucinya demi meraih kesucian dan pengendalian nafsu dalam diri nya." sahut Madaren." "Pastinya begitu. Percakapan mereka menjadi lebih santai." "Don Carlo masih belum punya pasangan. Don Carlo akan menjelask annya. bisa begitu fasih menguasai bahasa itu. "Barangkali saat aku sudah lebih me¬mahami bahasa mereka." "Tampaknya Don Carlo tidak punya hasrat terhadap perempuan ataupun laki¬laki. Di matanya." "Tidakkah Don Joao memercayai hal yang sama?" tanya Shizuka. sifat aslinya mulai muncul." kata Madaren dengan nada me mohon. bercinta adalah yang di sebutnya dosa dan cinta antar laki-laki khususnya. Begitu sudah bisa mengatasi rasa malu." Itu merupakan pemikiran yang baik Shizuka maupun Kaede tidak terlalu me¬mahaminya.kalangan rendah dan tidak ber-pendidikan. "Aku belajar dalam keadaan terpaksa." goda Shizuka. bukan pilihan. mengejutkan bagi¬nya. "Jangan pernah bicarakan hal semacam itu dengannya. "Kurasa suamiku tak memikirkan itu. "Mungkin aku bisa meniru c aramu. Dia menghabiskan banyak waktu untuk berdoa." kata Madaren. "Itu akan membuatnya sangat malu.

Masih banyak persiapan yang har us dibicarakan dengan Kahei dan Gemba tentang kunjungan ke ibukota: Takeo masih men unggu kabar dari Sonoda tentang peneri¬maan utusan pembawa pesan." Sebagian dari dirinya percaya pada hal yang sama. meski mereka mem¬butuhkan keahlian dan bergantung kepadanya. Di a memuaskan dirinya sendiri. Terbungkus karpet bul u. Kaede berpikir kalau hubungan itu aneh dan terbolak-balik. kemudian membenci dirinya karena hal itu. Ketika kembali pada Madaren. dan ia sangat takut akan kehilangan bayinya ini. Kaede meminta maaf karena menghentikan pelajaran kemudian segera pergi ke ruang belajarnya sendiri ruangan tempat Ichiro membaca dan menulis dan membaca surat-surat itu di sana. "Apakah Lady Otori mendapat kabar buruk dari Yamagata?" tanya Madaren se¬waktu Kae . perhatiannya teralihkan. Shizuka mengajak kedua cucunya pergi melihat kirin. Ia hanya berdua dengan Madaren. Bulan kesebelas mem¬bawa hawa dingin yang menggigit. betapa aneh perjalanan hidup yang telah membawa dia ke tempat ini. Seringkali sa at mereka hanya berdua. tapi tak ingin be rtanya secara langsung. ia berada di ambang keraguan untuk bertanya pada Madaren bagaimana Takeo ketika masih kecil. kemudian membenci dirinya karena hal itu." Kaede penasaran apakah perilaku aneh ini menular pada Madaren. dan berpik ir kalau mereka berdua memang membenci Madaren. Kaede mengamati lekat-lekat ketika kedua orang asing hadir. Kaede menemukan dirinya ingin tahu tentang masa lalu Madaren."Sebagian dari dirinya percaya pada hal yang sama. Tepat sebelum rembulan di bulan kesebelas muncul. dari kedua belah pihak. meskipun s udah memakai baju berlapis-lapis dan ada tungku batu bara agar tetap hangat. Takeo menulis panjang lebar atau tepatnya mendiktekan. tapi hasratnya lebih kuat. Takeo merasa berkewajiban un tuk melewatkan Tahun Baru di sana. Kini ia merasa khawatir kalau keberangkatan suaminya akan tertunda hingga salju mencair. Kaede ta k berani lagi berlatih pedang bersama Shizuka: kenangan buruk tentang keguguran bayinya selalu melekat di benaknya. surat berdatangan dari Yamagat a. dengan man i¬pulasi. Dia memuaskan dirinya sendiri. Kaede sangat kecewa: ia berharap Takeo akan kembali sebelum salju menutup jalur pegunungan. Namun pertanyaan ber¬sifat pribadi semacam itu bisa dianggap terlalu mengan cam. Kaede tak bisa melakukan banyak hal selain belajar dan bicara dengan Madaren. Musim dingin tiba. karena dia kenal tuli san tangan Minoru tentang semua keputusan yang telah diambil. bahkan eksploitasi. tapi hasratnya lebih kuat.

tuanku. Saat itu ketertarikan Kaede bukanlah pada kepercayaan orang Hidden. Apa artinya?" "Itu nama salah satu guru besar di kalangan Hidden." Kaede berhenti sejenak lalu b erkata. itu saja." "Apakah putra Tuhan itu mencintai perempuan itu?" tanya Kaede. "Kurasa kau tak ingat banyak tentang suamiku." tutur Madaren perlahan. kata¬nya. terima kasih Surga. "Kau memanggilnya dengan nama apa." "Lord Otori baik-baik saja?" "Kesehatannya baik-baik saja. saat kalian masih kecil?" "Tomasu. Wajahnya tidak mirip dengan kami se Halaman 180 dari 500 . "Beliau mencintai kita semua. Semula aku berharap suamiku akan kembali lebih awal. "Tidak juga." "Tomasu? Kedengarannya aneh sekali. Waktu itu kau pasti masih kecil." "Dan Madaren?" "Madaren adalah perempuan yang." sahut Madaren serius." "Dari dulu dia memang berbeda. "Itu yang paling kuingat . seraya meng¬ingat-i ngat percakapan mereka sebelumnya. melainkan pa da suaminya yang tumbuh dewasa di lingkungan mereka.de membuat kesalahan pelajaran dasar untuk yang ketiga kalinya. mencintai putra Tuhan saat beliau berjal an di bumi.

maka dia makin sering dat ang bersama Madaren dan percakapan mereka menjadi lebih mendalam lagi. dan Takeo akan tetap di Yamagata sampai musim semi. tuanku. ibu pura-pura marah." "Kita tidak pernah tahu itu! Kita hanya tahu kalau dia tidak menanggapi hasratny a. Karena itu artinya j alan pasti sudah ditutup. tapi ibu sayang sekali padanya. "Mungkin dia harus diperingatkan tentang reputasimu!" sahut Shizuka. ibu pura-pura marah. "Tentu saja. Ketika akhirnya salj u turun. "Tapi bila kau mau dengar pendapatku: kurasa dia berharap bisa meng ambil hatimu dengan agamanya. "Pernah ada satu saat ketika hasrat berarti kematian bagi laki¬laki mana pun!" "Aku telah menikah enam belas tahun. Dia sudah mulai bicara tentang Deus. Kurasa itu sebabnya aku mengenalinya se¬waktu bertemu di Hofu. Aku selalu mengusik¬nya. Aku selalu memanjatkan doa baginya." ko mentarnya pada Shizuka. Kaede pun agak terper anjat. Lagipula itu bukan nafsu. Aku ingi n dia memerhatikan aku. lakilaki itu tidak bisa ke sawah untuk melakukan penelitiannya. A ku selalu memimpikannya." eluarga. Malam itu salju turun dengan lebat. D on Carlo nampak juga bersemangat untuk dapat membuat ia memahaminya." Madaren terdiam.keluarga. Ayahku sering mar ah padanya. Aku ingi n dia memerhatikan aku. Aku selalu mengusik¬nya." ujar Kaede dengan suara yang lebih t enang. hujan salju pertama tahun itu. Dia tak menginginkan tubuhmu. "Don Carlo memerhatikan aku dengan cara laki-laki normal memandang perem¬puan. tapi ibu sayang sekali padanya. karena kita tahu Don Carlo tak merasakan desakan semacam itu. seolah takut sudah terlalu banyak bicara. Kurasa itu sebabnya aku mengenalinya se¬waktu bertemu di Hofu. dan sepertinya tidak berpikir dengan cara yang sama. dia meng inginkan jiwamu. A ku selalu memimpikannya. "Sebaiknya kita mulai lagi pelajaran kita. Shizuka! Kuharap reputasiku sudah dilupa¬kan. dan hampir menangis." Shizuka menjelaskan. dan sepertinya tidak berpikir dengan cara yang sama. Ayahku sering mara h padanya. *** semakin sadar harus tahu apa yang mereka percayai. untuk bisa memahami mereka." sahut Madaren patuh. Aku selalu memanjatkan doa baginya. meski ia tidak tahu apa sebabnya. Kaede terjaga di pagi harinya dengan cahaya putih yang terasa asing. kan? Juga menjelaskan tent .

" Halaman 181 dari 500 ." ujar Kaede. "Bagaimana mereka bisa hidup begitu jauh dari rum ah dalam waktu lama?" "Kata Fumio itu adalah sifat dari semua pedagang dan petualang. "Tapi bisa t iba-tiba menjangkiti manusia." Kaede membuang jauh-jauh pikiran itu dengan sengit." "Baiklah. Aku pernah melihatnya. dan berbahaya.ang aga-ma di negaranya?" "Sungguh aneh." sahut Shizuka. Waspadalah. Meskipun Mai belum memahami bahasa mereka dengan semp urna. gadis yang kukirim untuk bekerja pada mereka. tapi dia merasa kalau mereka berharap bisa mendapatkan keuntungan dan pengikut dalam juml ah yang sama besarnya. negeri mereka sangat jauh dari sini: berjarak sat u tahun atau lebih dengan berlayar." "Dari apa yang mereka katakan. tapi aku tidak bisa membayang¬kan diriku mengikuti kepercayaan mereka. "Apa bedanya baginya atas apa yang kupercayai?" "Mai." tutur Kaede. In ilah yang mereka lakukan di seluruh penjuru dunia. seperti wabah. dan akhirnya men¬dapatkan wilayah baru bagi diri mereka sendiri. mengatakan nama Lady Otori s ering disebut dalam perbincangan mereka. Membuat mereka m erasa sangat berkuasa. "Bagiku itu seperti omong kosong!" "Semua kepercayaan bisa kelihatan seperti kegilaan.

kematian itu tak lebih hanya pemberehe ntian sejenak sebelum kelahiran selanjutnya. dan kesunyian itu semakin senyap seakan dia tenggelam dalam lamunan. dan itu makin membuat ia makin mengagumi dan men¬cintai suaminya. Kaede berusaha menjelaskan hal ini pada Don Carlo dengan kosa katanya yang ter¬bat as. me¬megang semua janji yang telah dikatakan padanya sementara dirinya terbaring dalam sihir tidur Kikuta seolah masuk ke pet i es." ujar Kaede. Beberapa kali aku membawa pesan dari Lady Maruyama: kau tahu kalau dia adalah salah satu pengikut. Bersabarlah: dia akan menjemputmu. "Apa yang kau pikirkan?" tanya Kaede. musim berlalu. Bersabarlah: dia akan menjemputmu. ata-kata Shizuka membuat Kaede ter¬ingat saat dirinya menjadi istri Lord Fujiwara. "Mari kupijat.. Don Carlo memperkenalkannya lebih banyak kata: neraka.Kata-kata Shizuka membuat Kaede ter¬ingat saat dirinya menjadi istri Lord Fujiwara ." Selagi Shizuka memijat. Kaede merasa bayinya menendang dalam perutnya. kutukan. Kaede menyadari betapa Takeo telah memilih meng hindari tatapan itu." "Semakin menguatkan alasan untuk mem¬perlakukannya dengan curiga!" Selama musim dingin." katanya seraya menghcla napas. Saat tidak berhasil dengan kata-kata. punggungku sakit. dan menginginkan kehidupan berjalan dengan selaras bagi semua mahkluk. Dulu aku suka duduk bersama Lord Shigeru tepat di ruangan ini. meski tampak sa ma." "Ajaran kaum Hidden. Kini seluruh kesabarannya sudah h ampir habis dengan kehamilannya. malam berganti siang dan musim panas berganti dengan musim dingin. Karena tentu saja dewa atau tuhan itu baik.. Membungkuk. huku man. "Kurasa agama orang asing itu. dan bagaimana ia melalui hari-hari yang panjang dalam doa dan puisi. "Hantu-hantu dari masa lalu. dia diam saja. salju serta ketidakhadiran Takeo. dan seperti ajaran Sang Pencerah. dan bagaimana ia melalui hari-hari yang panjang dalam doa dan puisi. me¬megang semua janji yang telah dikatakan padanya sementara dirinya terbaring dalam sihir tidur Kikuta seolah masuk ke pet i es. diajaknya laki-laki itu melihat pahatan patung Kannon Sang Maha . dan ia ingat apa yang pernah Takeo katakan tentang Tuhan yang Maha Melihat milik kaum Hidden dan tatapannya yang tanpa ampun. "Ah.. tapi lebih dogmatis dan tidak mengenai kompromi.

Kaede senang melihat bangunan baru itu bis a bertahan menghadapi musim dingin. Halaman 182 dari 500 . Hunga-bunga plum masih ber¬gelant ungan bak serpihan salju di ranting tanpa daun di taman Akane. ke hamilannya sudah berusia tujuh bulan dan diperlambat dengan berat bayi yang dikandungnya. Pintu utama terbuka lebar. tengah memberi sentuhan akhir pada k uil. Saat itu cuaca terasa lembut di awal musim semi.Pengampun yang sudah selesai di kuil yang telah di¬bangun untuknya. Salju masih menempel di atap. membiaskan cahaya. di bawah pengawasan Taro. menyilaukan saat icrkena pantulan cahaya matahari. dengan dinaungi atap rangkap dua. Kayunya ber¬warna seperti madu dan berbau semanis madu pula. Para tukang kayu. Kaede memberi salam pada Taro. tetesan air yang membeku mula i mencair dari tepi atap. salju di bawah telapak kaki terasa lembap dan mencair. lalu melepas sandal di beranda. Kaede dibawa dalam tandu. Bentuk bangunan itu mencuat ke atas da n dipantulkan dengan dedaunan pinus yang membentuk seperti payung pelindung. keseimbangan sempurna pada kedua lengkungannya seperti yang Taro janjikan. dan Madaren mengikutinya. dan sinar ma tahari musim dingin jatuh menyirami lantai yang baru. memanfaatkan cuaca vang lebih hangat. Kendati tidak suka dengan caranya diantar. dan hasil karya seni ukiran yang amat halus mem-biarkan cahaya matahari masuk. Jendela kecil di atas pintu samping ber¬bentuk seperti daun. D on Carlo juga dibawa dengan tandu terpisah di belakangnya.

ekspresinya tegas sekaligus pe nuh welas asih." "Tapi kau tak bisa melihatnya dari sini. dan untuk arwah Akane yang mungkin pada akhirny a bisa istirahat dengan tenang. Kau harus lihat karya paling indah dari ora ng ini." kata Kaede. Ia sudah mendengarkan Don Carlo sepanjang musim dingin . menekan dada." sambut Kaede pada si pendeta dengan bahasa orang itu. untuk suami dan ketiga putrinya. Satu tangan. Orang ini yang membuatnya. memegangi bunga teratai." Taro membungkuk. dan Don Carlo mem¬buat gerakan canggung dengan kepala. "Ini tem pat istimewa untukku. "Aku lihat dari sini saja." desak Kaede. ini bertentangan dengan kepercayaannya. tapi ia tak menyerah begitu saja. melebih¬lebi . senyum dengan bibir agak mencuat ke atas. dan sudah belajar banyak darinya. Kaede menangkupkan telapak tangan lalu menunduk berdoa untuk bayi dalam kandungann ya. "Dia takkan masuk. Orang itu terlihat lebih gelisah dari biasanya. Lipatan jubah itu dipahat sangat halus hingga terlihat seperti ber goyang saat tertiup angin sepoi¬sepoi. Kini giliran orang itu yang harus mendengarkan. Kaede melangkah ke dalam kuil. patung yang s udah selesai berdiri di depan mereka." kata Don Carlo. dan melihat ke belak ang¬nya tempat Don Carlo dan Madaren men¬dekati bangunan kuil. Orang asing ini tertarik pada karyamu." saran Madaren kepada¬nya." si pendeta menggeleng lalu menyahut. "Lakukan seperti yang kuminta. dengan semacam rasa ingin tahu. dan melihat ke belaka ng¬nya tempat Don Carlo dan Madaren men¬dekati bangunan kuil. "Selamat datang. kemudian Madaren berbisik . Kaede mengatakan pada Taro betapa si orang asing mengagumi patungnya. dan saat Kaede berkata." katanya pada Taro. "Kau bisa lihat bagaimana konstruksi ba ngunan ini dan bagaimana pahatan kayu¬nya. Masih baru." "Pasti menarik. Mata sang dewi menatap ke bawah. tapi tidak berdoa. "Ayolah. Taro membantunya dengan senyum yang mem¬beri semangat." katanya pada Taro. ia tak bisa memahami alasan di baliknya." Kaede merasa marah atas sikap kasar laki¬laki itu. sedangkan tangan yang satu lagi menyibak keliman jubah dengan dua jari yang ramping."Orang asing ini tertarik pada karyamu. "Mari masuk." Don Carlo melepas alas kaki dengan sikap enggan yang sengaja diperlihatkan. "Dia cantik sekali.

Matanya kerapkali menerawang kembali ke arah sang dewi. Sewaktu mereka pergi. "Keahlianku biasa saja. "Kurasa aku tidak bisa menemukan Bunda Maria dari Timur.* Halaman 183 dari 500 . Kemudian Don Carlo mengeluarkan buku catatan lalu menggambar apa yang dilihat¬nya. dengan gerakan dan sketsa gambar. dan tak mengerti artinya. Don Carlo ber¬gumam. dan mem bantunya menemukan jalan keluamya. b agaimana penyangganya saling menopang. memperlihatkan pada Don Carlo konstruksi bagian dalam atap." sahut Taro. merasakan tiba-tiba bayi dalam perutnya menendang keras. Taro. Tanganku men¬dengarkan apa yang ada di dalam kayu. dan nama setiap sambungan. namun melihat ada sesuatu yang telah meningkatkan ketertarikan Don Carlo pada dirinya. dan ingin sekali agar T akeo kembali. kemudian ke arah wajah K aede. hal itu men gganggunya.hkan pujiannya untuk menebus sikap kasarnya tadi. Kaede berusaha menerjemahkan kalimat ini sebisa mungkin." Itulah pertama kalinya Kaede mendengar kata itu. menanyakan tentang nama kayu.

dan kecemasannya terhadap Kaede makin menjadi-jadi.Sisa luka cakaran membekas di wajahnya sudah hampir memudar ketika Takeo kembali ke Hagi di akhir bulan ketiga. *** "Apa yang terjadi pada wajahmu?" tanya Kaede ketika mereka hanya berdua. Takeo terpaksa menghabiskan waktu ber¬sama Miyoshi Kahei. membahas strategi untuk musim semi yang akan datang serta kunjungan ke ibukota. tidak lebih dari tiga atau empat minggu lagi. dan membaca catatan administrasi Ti ga Negara. surai dan ekornya melambai-lambai. namun takkan meninggalkan negerinya tanpa penjagaan. semua itu kian memantapkan hatinya. cuping hidungnya mengem¬bang. Ishida serta kedua bocah. Bagaimana mengatakannya? Takeo me¬natap istrinya dengan penuh kekhawatiran. seringkali tergenang. Ayah seharusnya tidak menyimpan . Ia akan pergi dengan damai. Dengan ditutupnya semua perbatasan antar kota di seluruh Tiga Negara. Waktu melahirkan hampir tiba. dan tubuh hitamnya berkilauan bak pernis. Ia langsung ke rumah lama. Saat menunggang kuda mel ewati pedesaan. Tenba melewati musim dingin dengan baik. angin segar. Kedua hal itu membangkitkan semangatnya: merasa siap untuk apa saja yang akan te rjadi saat kunjungan nanti. Musim semi tiba dan ia langsung me¬mutuskan untuk pulang. ia tidak bisa men erima surat. tempat Chiyo dan Haruka menyam¬butnya dengan suka cita. namun juga menyesali ketidakhadiran si tabib selagi cua ca yang tak bersahabat mem¬buat luka lamanya terasa makin sakit. Teringat o lehnya apa yang Shigeko katakan: Ayah harus ceritakan pada Ibu. sampai ke tingkat desa di mana pem impinnya dipilih oleh para petani dapat dimobilisasi untuk mem¬pertahankan diri mereka dan wi layahnya. membuat kuda itu melompat dan berjingkrak. Takeo senang Ishida tinggal bers ama istrinya selama masa kehamilanya. penutup jendela terbuka. sedangkan minuman penenang te lah habis. Saat ini ia dan Kaede d uduk di kamar lantai atas. Salju belum lagi mencair: musim dingin berlang¬aing lama dan s ulit. Dan catatan administ rasi memastikan sekali lagi seberapa kuat negaranya. jalanannya berlump ur. hampir tidak berkurang berat badan maupun kondisinya. Gembira kar ena berada di jalanan. mandi dan makan bersama Kaede. Takeo tiba tadi pagi. Udara masih terasa dingin. dan di mana-mana tercium aroma musim semi. Bulu musim dinginnya telah disika t bersih oleh bocah-bocah pengurus kuda. percikan sungai terdengar di telinga merek a. menuju tempat kelahirannya. menyelu juri tanda bekas luka yang mulai menghilang dengan jari-jarinya.

aku tidak akan tidur dengan siapa pun selain dirimu. "Aku sudah sering mengatakan pada mu." "Seumur hidupmu?" "Seumur hidupku." Ia merengkuh Kaede dan memeluknya erat-erat sesaat tanpa sepatah kata pun.rahasia dari Ibu. Ceritakan semuanya pada Ibu. Aku tahu." sahutnya dengan nada lebih serius. "Tidak. Halaman 184 dari 500 . "Jangan bilang begitu. senang suaminya sudah berada di rumah lagi. Takeo berkata. kau kesepian di Yamagata lalu menemukan perempuan yang menggairahkan!" Kaede menggodanya. "Aku tak sengaja menabrak dahan. Tidak apa-apa." "Bahkan kalau aku mati lebih dulu?" Ditempelkan jarinya dengan lembut ke bibir i strinya." "Kelihatannya seperti dicakar.

" Cinta kita pun me rupakan hasrat yang buta. Andai kau bisa melihatnya saat upacara." akhirnya Kaede berkata. Mereka memut uskan untuk mengundang Hana saat musim panas agar bisa bertemu kedua putranya dan menemani K aede . Bukan dasar yang buruk untuk sebuah pernikahan. Dia selalu memperlakukannya sebagai adik." tuturnya pada Kaede." "Hiroshi? Tidak mungkin." "Baiklah." Takeo memperingatkan. Saga Hideki. Sesaat mereka saling pandang. Kita belum terlalu mengenal satu sama lain. kedengaran seolah marah dengan pendapat seperti itu. "Bagaimana Shigeko? Aku sangat gemb ira memikirkan dia sebagai Lady Maruyama saat ini. "Mereka tidak boleh berada di Maruyama bersama-sama." Takeo meneruskan ceritanya tentang kelanjutan masalah dengan Zenko. "Bagaimana Shigeko? Aku sangat gem bira memikirkan dia sebagai Lady Maruyama saat ini. Shigeko dan Hir oshi sudah seperti kakak adik. tapi pernikahan semacam itu akan men yiakan-nyiakan Shigeko. Dia mengingatka n¬ku pada Naomi." "Shigeko baik-baik saja. Kita dirasuki k egi-laan yang begitu kuat hingga mengakibatkan terjadinya pem¬bunuhan yang tiada henti." akhirnya Kaede berkata. "Usianya sama dengan kau saat kita bertemu." Ceritakan semuanya. Shigeko akan ikut bersamaku ke Miyako." sahut Kaede. Lalu Kaede berkata." "Dia berharap menikah dengan Shigeko?" "Menurutku Shigeko juga menyayangi¬nya. pikirnya. Tapi aku yakin itu sebabnya dia selalu menghindari per¬ni kahan. "Pendapat yang tidak bisa kita abaikan begitu saja. Jangan terlalu banyak berharap dari mereka berdua!" "Hiroshi jauh lebih tua ketimbang diriku saat itu! Kuyakin dia lebih bisa mengen dali¬kan diri. menghela napas panjang. kami akan bertemu dengan Saga d an memutuskan nanti. "Aku yakin Hiroshi bisa menjadi suami yang baik."Ceritakan semuanya. Apakah dia bi lang begitu?" "Tidak dengan kata-kata. Dan mereka tak berharap hidup mereka berakhir dalam hitungan jam. Tapi saat itu baru kusadari kalau Hiroshi jatuh cinta padanya. dan tidak memberi keuntungan yang sebenarnya belum kita miliki." "Shigeko masih gadis kecil!" ujar Kaede. "Kono mengisyaratkan persekutuan politis melalui pernikahan dengan jenderal Kais ar.

Aku suk a padanya: kelihatannya dia baik dan pandai. mereka sering menulis surat. Madaren pasti sudah menceritakan kalau kau lahir di antara kaum Hid den. meskipun tidak mendapat pendidikan." "Kau memahami semua isinya?" "Sulit sekali. Dia menulis banyak hal tentang diriku. ya. kekuatan yang tidak biasa seb agai seorang perempuan. "Dan kuharap kau sudah fasih bicara dengan bahasa yang baru. "Aku sudah membuat kemajuan. Kami terserang flu. dan menimbang¬nimbang setiap perkataan. aku masih saja kesulitan me¬nangkap maknanya. tapi tidak serius. "Don Carlo maupun adikmu adalah guru yang baik. "Menurutku dia ingin aku masuk agamanya. "Apakah orang-orang asing itu berhubungan dengan Hofu atau Kumamoto?" "Ya. dan m eraih dirimu melalui aku." Sesaat Kaede terdiam.setelah melahirkan. Bahkan bila sudah mengenal setiap kata." ujar Takeo. Ishida kadang membantu mereka. Don Carlo Halaman 185 dari 500 . Aku harus sangat ber¬hati-hati agar tidak membuat Don Carlo takut: lakilaki itu amat tertarik dengan semua yang kukatakan. baik-baik saja." sahut Kaede." "Dia mirip ibuku. dan sudah sewaj arnya kami membacanya. pengaruhku pada dirimu." ujar Takeo." "Adikku baik-baik saja?" "Secara umum.

Ia merasa aneh dan terkejut. "Don Joao menerima sepucuk surat dari sal ah satunya. sepertinya. Mereka adalah kenalan bisnis. dan pelayan itu memba wakan cermin itu. "Ini pemberian Don Carlo." "Perdagangan itu masalah lain: boleh selama kita bisa mengendalikannya dan demi kepentingan kita. . dari kampung halaman mereka. "Kin pasti senang saat Maya pulang dia merindukan si kembar." Kaede menepuk Kin. "Belum diputuskan. Aku mencemaskan Miki dalam cuaca dingin s eperti ini. terbungkus kain sutra tebal. Kau bertemu Maya?" "Ya. sedangkan Don Joao diijinkan ber¬dagang di Tiga Negara. Aku yakin bisa me-mancingnya agar bercerita lebih banyak lagi. dan mengenai Zenko. "Apa lagi yang diperdagangkan dari Kuma¬moto yang kita belum tahu?" "Satu lagi alasan yang tepat agar Hana berada di sini. atau bepergian. aku bertemu." "Aku sudah curigai. sedangkan Don Joao diijinkan ber¬dagang di Tiga Negara." tutur Kaede." Takeo menceritakan tentang cermin yang diperlihatkan kepada¬n ya di Maruyama. "Aku juga punya cermin yang sama!" Kaede memanggil Haruka." "Tahukah kau kal au sudah ada orang asing di Kumamoto?" tanya Kaede." yaris mengira kau adalah pengikut ajaran mereka sehingga akan diberi ijin menyeb arkan agama. seraya membuka bungkusnya. "Hal ini mencemaskanku." "Shizuka tidak ada di sini? Aku ingin bicara dengannya tentang masalah ini. Tapi tak akan kuijinkan dia menyebarkan agama. "Dia tidak t ahan untuk memamerkan barang-barang baru kepunyaannya dan akan mengumbar tentang kehebatan Kumamoto." "Miki akan kembali bersamanya?" Takeo terperangkap oleh kerinduan ingin bertemu dengan putri bungsunya." Takeo tak yakin bagai¬mana meneruskannya." "Dia ke Kagemura begitu salju mencair. Takeo mengambilnya dan bercermin.nyaris mengira kau adalah pengikut ajaran mereka sehingga akan diberi ijin menye barkan agama." kata Takeo." kata Kaede. dan Shizuka punya masalah yang harus dibicarakan dengan keluarga Muto. anjing yang berbaring meringkuk di sampin gnya.

biarkan saja mereka sal ing mencinta." "Hasrat kita tak pernah padam." katanya."Kau juga mengkhawatirkannya? Dia baik¬baik saja?" "Maya baik-baik saja. "Putra kita sedang menendang. Dia tengah belajar mengendal i¬kan diri dan juga disiplin. dan Takeo merasakan si bayi bergerak kua t dalam perut istrinya. Halaman 186 dari 500 . Kaede meraih tangan suaminya dan menaruhnya di perutnya. Dia sedang belajar pada Taku. Tak ada ruginya." "Dengan Sada? Apa semua laki-laki sudah gila? Sada! Dia orang terakhir yang kudu ga bisa membuat Taku mabuk kepayang." "Seharusnya tidak kuceritakan padamu. Selama tidak meng¬ganggu tugas mereka." Kaede tertawa. Kau harus memikir¬kan kesehatanmu. Tapi Taku seperti¬nya tergila-gila pada gadis itu." sahut Takeo. "Jangan sampai masalah ini m embuatmu tertekan. nanti akan pad am dengan sendirinya. kan? Hasrat seperti itu tidak bisa dihentikan toh." sahut Takeo. "Aku lebih merasa terkejut ketimbang tertekan. Kukira gadis itu tidak peduli pada laki-laki dia berpenampil an seperti lakilaki.

dan aku ragu kalau Kikuta mau berunding. "Kau pasti paham benar apa alternatif itu. Dan harus laksanakan secepatnya. Sonoda baru saja menulis surat." gumam Kaede. Keadilan menuntut kalau mereka dihukum mati atas kejahatan yang mereka lakukan. Harus kelihatan sesuai hukum. "Itu pertanda buruk untuk suatu perjalanan. Mungkin aku harus ke sana uniuk menyaksikannya aku mem¬pertimbangkan untuk meminta hukuman dilaksanakan saat aku melewati Inuyama dalam perjalanan ke ibukota. Ayah mereka sudah mati dibunuh tahun lalu. Jangan ditunda. bukan sebagai tindakan balas dendam. "Oh ya. Keadilan menuntut kalau mereka dihukum mati atas kejahatan yang mereka lakukan. Katakan pada Sonoda u ntuk melakukannya sendiri: dia dan Ai adalah wakil kita di Inuyama. Pikirkan biaya yang dibutuhkan. dan aku ragu kalau Kikuta mau berunding. dan dia selalu memu jimu dan Tiga Negara. Aku tidak memercayai dia. keluarga Kikuta yang menyerang¬mu tahun lalu. Mereka diterima Kaisar. keluarga Kikuta yang menyerang¬mu tahun lalu." sahut Takeo. Kurirmu sudah kembali ke Inuyama. Mungkin aku harus ke sana uniuk menyaksikannya aku mem¬pertimbangkan untuk meminta hukuman dilaksanakan saat aku melewati Inuyama Sebenarnya aku tidak ingin membicara kannya." "Tentu: menyerang dan mengalahkan Zenko dengan cepat di Barat dan bersiap melawan Kaisar di Timur. Kukira sudah wakt¬unya men ulis surat pada Sonoda. bukan sebagai tindakan balas dendam." Kaede gemetar. tapi aku harus tetap pergi ke Miyako sesuai rencana. Ayah mereka sudah mati dibunuh tahun lalu. "Tapi kita harus me¬mutu skan nasib sandera yang kita tahan di Inuyama. "Dia tahu cara memikat serta memuji ." kata Takeo. Mereka bisa mewak ili kita. Bahkan jika kita bisa . Kukira sudah wakt¬unya men ulis surat pada Sonoda." "Tampaknya sikap Kono berubah."Sebenarnya aku tidak ingin membicara kannya. Mereka diberi penginapan oleh Lord Kono selama musim dingin. Harus kelihatan sesuai hukum." Takeo berterima kasih pada Kaede atas k eputusannya yang tegas." kata Takeo." "Minoru akan menulis suratnya sore ini." "Alternatif lain terlalu menakutkan untuk dipikirkan. "Tapi kita harus me¬mut uskan nasib sandera yang kita tahan di Inuyama.

"Aku sangat bahagia saat ini. "Kuharap kita bisa seperti ini selamanya. saat Kaede sibuk dengan bayinya. tapi aku takut apa yang akan terjadi kelak." *** Semua orang menantikan bayi itu lahir. Takeo ingin bertemu dengan kedua orang asing. kita membawa dua pertiga negara kita dalam kancah peperangan dan akan menghancurkan kerabat sen diri dan merenggut Sunaomi dan Chikara dari orangtuanya. orang-orang asing itu akan berpaling ke K umamoto untuk men¬dapatkan akses ke distrik lain. Takeo khawatir kalau selama ia tidak ada di sana. Ia ingin mencapai persetujuan yang memuaskan kedua belah pihak untuk masalah perdagangan dan memperingatkan mereka siapa penguasa Tiga Negara. bekas luka itu masih tetap kelihatan. dan ak u sayang padanya dan anak-anaknya. tapi sebelum Kaede dipingit. Napas mereka makin memburu dan kedua nya larut menjadi satu kesatuan. tidak bisa me ngendalikannya. Ibu mereka adalah adikku. dan mengecup tengkuk istrinya." Kaede membenamkan diri dalam pelukan Takeo. Halaman 187 dari 500 .memenangkan kedua wilayah. Aku janji." kata Kaede pelan." Takeo menarik tubuh Kaede lebih dekat. suamiku sayang. dan sumber daya lain. "Takkan kubiarkan hal itu tcrjadi." "Tapi kekuatan yang tengah digalang dimana dirimu.

Semua ini. aster dan vetch. penerjemahan semakin memperlambat pembicaraan.. dan keramik dan porselen yang diimpor dari Shin. dia menawarkan perak. Burung kembali ke sawah yang berair. Bunga aconi tus dan violet bermekaran di hutan dan taman. Dia tampak takut menyinggung. Mereka tak saba r untuk memulai perdagangan yang sesungguhnya. Dia memuji sutra. pecah belah. karena mereka sepert i memandang rendah dirinya. diikuti dandelion. windflower. Ia pun gelisah. Seke tika bunga ceri bermekaran di mana¬mana. diikuti dandelion. Burung kembali ke sawah yang berair. ca hari itu semakin hangat. rempah dan kayu w angi. S eketika bunga ceri bermekaran di mana¬mana. daun ginkgo dan maple merekah. dan kicau burung warbler mengalun indah. ta tak ingin melakukan perjalanan. mencurigai kedua orang asing itu. Takeo meminta mereka menyatakan dengan jelas keinginan mereka. banyak dicari d an bernilai tinggi di negaranya. taman berwarna merah m uda. dan suara katak memenuhi udara. dan kicau burung warbler mengalun indah. Don Carlo dan Don Joao datang bersama Madaren ke penemuan yang diadakan di ruang utama yang menghadap taman. cerah dan segar. daun ginkgo dan maple merekah. Kedua orang asing itu kini lebih mendesak. sore segera me njelang. J erit jangkrik mulai terdengar. kerang mutiara. taman berwarna merah m uda. Itu tugas yang berat. cerah dan segar. Kaede harus hadir untuk membantu men¬jelaskan maksud k pihak. tahu kalau Madaren adalah adiknya apakah mereka memang tahu itu? A pakah adiknya telah mengatakannya pada mereka? Kaede mengatakan mereka tahu kalau ia l ahir di kalangan Hidden. Madaren lebih gelisah dengan adanya Takeo. windflower. Bunga aconi tus dan violet bermekaran di hutan dan taman. .Cuaca hari itu semakin hangat. gunung berwarna putih bersih. sesekali melompat untuk menangkap seran gga musim semi. meskipun tidak menyatakannya secara terang-terang an. tapi juga ingin membuatnya terkesan. dan tentunya senjata api.. Don Joao menjelas kan bahwa mereka berharap bisa membangun hubungan dagang secara ter¬atur. Aliran sungai dan air terjun di taman memercikkan air dan ikan carp merah keemasan berenang dengan malas di kolam. Sebagai imbalan. katanya. aster dan vetch. gunung berwarna putih bersih. dan suara katak memenuhi udara. Takeo pi ia Kaede edua belah sebenarnya lebih senang menerima mereka di kastil dengan upacara megah. J erit jangkrik mulai terdengar.

Bila perdagangan in i ter¬nyata mendatangkan keuntungan bagi kami. "Tidak perlu membuat bangunan khusus untuk itu. Kami harus melindungi rakyat. maka kami akan memperluasnya. dan bertanya apakah mereka boleh memban gun kuil di Hofu dan di Hagi." "Kami berharap Lord Otori bisa mengakui agama kami sebagai salah satu agama yang benar. dan Takeo mcngira kalau ia menangkap nada lebih bersemangat Madaren s ewaktu menerjemahkan. Tapi. "Rakyat kami boleh beribadah sesuai keinginan mereka. dan senjata api hanya bisa ma suk dengan seijin dirinya atau istrinya. Prasangka masih tetap ada . jangan sampai menganggu keselarasan dalam masyarakat.Takeo menjawab bahwa semua ini bisa diterima: satu-satunya syarat yaitu adalah s emua itu harus dilakukan melalui Hofu dan di bawah pengawasannya." Takeo sepakat dengan sopan." tutur Don Carlo. semua harga aka n jatuh." sahut Takeo. dan menjalankannya secara perlahan. Kedua orang itu saling bertukar pandang ketika syarat itu diterjemahkan. saranku. Halaman 188 dari 600 ." "Dengan persyaratan seperti ini. Lalu Don Carlo mengungkit masalah agama. Kami akan memberi akomodasi. "Mungkin kelak hal itu bisa dilakukan. maka keuntungan tak berada di pihak kami. "Bila itu keputusannya. tapi bila terlalu banyak mata uang perak masuk." bant ah Don Joao. Anda boleh memanfaatkan satu ruangan di sana. sadar kalau hal itu sulit dite rima. dan Don Joao menjawab. maka kami berdua akan pergi. "Kami sudah biasa bepergian dan berdagang dengan bebas. jangan secara terang-terangan." Takeo berkata." "Itu keputusan Anda. dan apakah penduduk setempat boleh bergabung dengan mereka mem uja Deus. Kami tahu bahwa Anda bisa membayar dengan mata uang perak.

" tutur Kaede dengan pelan pada Takeo." "Aku akan merasa kehilangan Lady Otori. "Aku berterima kasih kepadanya dan bilang kalau dia juga pandai sebagai murid." bisik Takeo. tak i ngin Madaren mendengar. "Takkan ada hal semacam itu. "Aku akan mengatur kapa l dengan Terada Fumio dia akan menemani Anda. "Mereka tidak tahu kalau ada Kaisar." Kaede berbicara padanya menggunakan bahasa asing itu. Takeo kagum dengan kefasih an istrinya dalam bahasa yang aneh bunyinya itu. "Apa yang mereka katakan?" Takeo men¬condongkan badan ke arah Kaede dan ber¬bicara d i telinga istrinya. Tak ada alasan lagi bagi kalian untuk tinggal di Hagi. begitu cepat setelah kelahiran anak A nda?" tanya Don Joao. seolah gagasan itu terlalu absurd untuk dibicarakan." Ketika diterjemahkan. "Kukira dia lebih suka menjadi guru ketimbang menjadi murid. dan melihat kalau hal itu membuat mereka kesal. Seturuh kota sudah tahu: tak ada alasan menyembunyikannya dari mereka. seraya berpikir akan menulis surat kepada Taku." gumamnya. "Aku akan mengunjungi Kaisar. tapi mereka ingin tahu apakah mer eka boleh . "Mereka mengira kalau kaulah yan g mereka sebut raja." "Dari Delapan Pulau?" "Mereka tidak tahu tentang Delapan Pulau mereka mengira hanya ada Tiga Negara. Aku akan pergi selama musim panas. akeo tersenyum." Madaren bicara dengan ragu-ragu. dan hebat dalam keduanya." sahutnya. dan melihat kalau hal itu membuat mereka kesal. "Lady Otori telah menja di murid sekaligus guru. "Ada banyak hal yang dia merasa sudah tahu.Takeo tersenyum. "Anda berdua harus kembali ke Hofu. "Maafkan aku. Mereka mengajukan per¬tanyaan pad a Madaren dengan hati-hati." sahutnya." kata Don Carlo. "Takkan ad a hal semacam itu. seraya melihat sekilas ke arah Takeo dengan tatapan terkejut." ujarnya. seolah gagasan itu terlalu absurd untuk dibicarakan. "Tapi Lord Otori akan ke mana begitu lama." sahut Kaede pelan. mereka tampak kebingungan. dan istriku akan sangat sibuk mengurus anak. s erta berharap dia mau terus belajar dari kita.

Takeo memikirkan dengan gembira kesan yang akan dibuat oleh kirin. Kaede sudah memerin tahkan dipersiapkan¬nya kain sutra yang indah. " Don Joao memaksa. Shigeko akan Halaman 189 dari 600 . "Ingatkan pada mereka kalau hadiahnya harus mewah dan indah. Setelah menerima makanan kecil dari Haruka. "Jangan terjemahkan itu! Katakan pada m ereka kalau masalah ini telah dipersiapkan berbulan-bulan sebelumnya." Don Carlo lebih diplomatis. karena biasanya apa yang dianggap cukup oleh orang asing jauh dari yang biasa mereka la kukan." aku Takeo. bila memang bukan Lord Otori orangnya. dan dikemas dengan bungkusan kertas halus bersama contoh keramik terindah. Hal itu tidak mungkin." "Apa mereka sudah gila?" imbuhnya cepat. Sudah sepantasnya kami diper¬bole hkan memperlihatkan surat kepercayaan raja kami pada penguasa negeri ini.menemani Lord Otori ke ibukota. serta l ukisan pemandangan karya Sesshu. berjanji akan mengirim surat dan hadiah sebelum Takeo pergi. kotak penyimpan teh dari emas dan pernis hitam. "Kami adalah utusan raja kami." kata Takeo pada Ma daren. dalam hati ia bertekad tidak akan m elakukannya. mereka mengucapkan selamat tinggal. Mungkin Lord Otori bisa menjadi duta bagi kami." "Kemungkinan itu bisa dilakukan. "Mungkin memang seharusnya kami mengirim surat dan h adiah.

"Tomasu. "Apa yang bisa kubantu? Adakah kebutuhanmu yang belum terpenuhi? Apakah kau perlu uang?" Madaren menggelengkan kepala. bukan kerabatnya. Semua itu untuk menghormati Kaisar dan memperlihatkan kekayaan dan status kedudukan Klan Otori serta kekayaan negaranya. m enyesali sikapnya yang dingin. Takeo sangsi benda apa pun yang b isa disediakan kedua orang asing itu bisa layak dibawa sampai ke ibukota. k etel besi dan rak lentera. "Ada satu hal yang kuinginkan lebih dari segala¬nya. mereka ak an mengira perempuan itu bicara padanya sebagai penerjemah." Takeo mengira kalau adiknya ingin ber¬terima kasih." sahutnya. dia berkata dengan ramah. Tindakan adiknya membuat ia gusar karena tidak ingin didekati. dan saat Madaren tidak sanggup bicara. seraya membungkuk dengan sikap mereka yang canggung dan kaku. Sebaliknya. Takeo berbalik. bahkan untuk diberika n kepada menteri sekali pun. Semua itu untuk menghormati Kaisar dan memperlihatkan kekayaan dan status kedudukan Klan Otori serta kekayaan negaranya. ia merasa ada semacam kewajiban pada Madaren. bila ada yang melihat mereka bersama. Kau bisa memulai usahamu sendiri." "Aku tidak ingin semua itu. dan terkejut ketika temyata bu kan itu yang dikatakannya. "Aku tahu kau belum sepenuhnya ber¬pa ling dari . Madaren memanggil namanya. dan juga keluargamu. Untungnya. Dan itu hanya kau yang bisa berikan. Takeo sangsi benda apa pun yang b isa disediakan kedua orang asing itu bisa layak dibawa sampai ke ibukota. Kebalikan dari sikapnya. "Don Joao membutuhkan diriku." Takeo menaikkan alis dan menanti kelanjutan kata-kata adiknya. namun ia pun sadar kalau Madaren sudah akrab dengan istrin ya selama musim dingin. "Apa sebaiknya kuaturkan pernikahan untukmu? Aku akan mencarikan pedagang yang c ocok denganmu." katanya dengan berlinang air mata.membawa kuda-kuda dari Maruyama dan gulungan kaligrafi terbuat dari daun emas. Takeo sudah melangkah keluar menuju taman sewaktu kedua orang asing itu mengundu rkan diri. Aku tidak b isa meninggalkannya. Ketimbang menganta r mereka sampai ke gerbang. embawa kuda-kuda dari Maruyama dan gulungan kaligrafi terbuat dari daun emas. ke tel besi dan rak lentera. bahkan untuk diberika n kepada menteri sekali pun. Madaren justru berlari mengejar. dia malah bicara dengan nada agak keras.

seperti yang t adi kukatakan: tak ada satu agama pun yang b enar. "Madaren. Pendiriannya tidak akan goyah." "Aku tidak lagi pengikut ajaran itu. ke cuali kau kembali kepada Tuhan. Itulah yang menantimu setelah kematian." Halaman 190 dari 600 . Kau pikir mudah bagiku untuk melakukannya? Lihat betapa gemetarnya tubuh ku! Aku takut mengutarakan kata-kata ini padamu. jiwamu." sahutnya. Tapi aku harus mengatakannya!" "Hidupku di sini." "Saat kau mengeluarkan kata-kata tak pantas itu. Tuhan mengirimkan firasat kepad aku. di dunia ini. "Maksudku." sahutnya tenang. siklus kehidupan dan kematian? Ini sudah cukup indah dan men akjubkan." ujarnya lembut. "Aku me lihatmu terbakar di neraka." "Tapi kehidupan kekalmu menjadi taruhannya. agar rakyatnya bebas memilih. Ia takkan percaya pada kepercayaan mana pun .Tuhan. Takeo memberi isyarat agar adiknya melihat ke taman. "Kau tidak boleh bicara denganku mengenai masalah ini . dalam segala keindahannya d i musim semi. Api neraka melahap dirimu. "Tidakkah ini cukup? Dunia tempat kita lahir dan tempat kita mati. tempat kembal inya jiwa dan raga dalam siklus besar." Takeo ingat pesan dari tuhan yang mendatangi dirinya setelah demam karena terken a racun yang membawa dirinya ke ambang alam baka. Katakan padaku kalau kau masih menjadi pengikut Hidden. Rasa tertekan dan ketulusannya tak dira¬gukan lagi. Sudah menjadi tugasku untuk menyelamatkan dirimu. Aku melarangmu mendekatiku dengan cara seperti ini lagi." Air mata berlinang di wajahnya.

" * Terada Fumio menghabiskan musim dingin di Hagi bersama istri dan anak-anaknya. ia sadar kal au ia bisa melakukannya lagi tanpa ragu. seolah sadar tempatnya yang sebenarnya. Apa maksud perkataannya. Taman beratap. Tapi Tuhan yang menciptakan du nia ini. Tak peduli seberapa dalam penyesalan atas lindakannya itu." tuturnya. dewa."Tapi Tuhan yang menciptakan dunia ini. "Lalu kelihatannya d ia kurang sehat. meneruskan perbincangan yang tak ada tujuannya. Pastikan perempuan itu pulih kembali. dunia menciptakan dirinya sendiri. Takeo pergi ke rumah mereka yang berida di sisi lain teluk." "Tuhan. "jauh lebih kecil ke timbang dunia yang kita diami ini. dan pastikan kalau dia pergi secepatnya. "Lord Otori. Ia telah membunuh masa lalunya. bukan sebagai adiknya tapi serendah pelayan seper ti Haruka yang menunggu setengah bersembunyi di beranda. kelihatan cerah dengan azalea dan peony beserta tumbuhan eksotis lainnya yang dibawa Fumio untuk Eriko dari pulau-pulau yang jauh serta kekaisaran-kekaisaran terpencil: anggrek. "Tidak." sahutnya. T ak lama setelah pertemuan dengan orang asing selesai. Dan kularan g kau mengungkapkan masa laluku pada mereka. Lord Takeo?" "Juru bahasa itu mengajukan beberapa pertanyaan. tapi bukannya tanpa syarat." dia membungkuk hormat sampai ke tanah. Sebaiknya kau kembali pada mereka. "Semuanya baik-baik saja. Kuharap kau sadar sekarang kalau masa lal u sudah ditutup rapat. "Kedua majikanmu sedang menunggu. Madaren tunduk pada kata-katanya. lili . Kau akan selalu menikmati perlindunganku. dan tak satu pun dari mereka bisa dibangkitkan kembali. kematian Jo-An di tangannya." "Tidak mungkin lebih hebat dibanding Tuhan. gelandangan yang juga meng¬anggap dirinya sebagai utu san Tuhan Rahasia. seperti yang diingatnya s etiap hari." Ia tidak marah lagi. ap a yang akan ia lakukan pada adiknya itu? Mengeksekusinya? Diingatnya. Aku telah memutus tali hubungannya. padahal cuaca hari itu hangat. keyakinan masa kec ilnya dengan Jo-An. Keadaanku saat ini membuatku mustahil untuk kembali. dihangatkan dengan sumber air panas yang mengelilingi gunung bera pi. semua itu diciptakan oleh manusia." Ia merasa kedinginan." katanya. jauh lebih hebat dari yang kau kira. tapi tidak bisa melihat ada alasan mengapa dia tertahan di tempat itu oleh adiknya itu." katanya.

" kata Fumio selagi mereka berjalan mel ewati taman dan menceritakan tempat asal tiap tumbuhan." sahut Takeo. Saga Hideki mengusulkan suatu penandingan putriku yang akan menggantika n diriku dan yang lainnya sudah yakin kalau hasilnya kelak akan berpihak kepadaku. Setidaknya aku bu tuh waktu satu bulan hingga sampai di ibukota. "Lihat saja nanti apa yang akan terjadi di Miyako. Aku berharap bisa memecahkan masalah tanpa berperang.dan mawar. karena kau sudah mem¬bawakan dunia kepadaku." "Apa kau memang mempertimbangkan hal itu?" Fumio mengamati. "Suatu hari nanti kau harus ikut dengan¬ku. "Kau belum pernah keluar Tiga Negara. kita akan siap perang. "Tapi kel ak aku ingin ikut jika aku mengundurkan diri atau turun takhta." "Tidak perlu. tatapan matanya yang penuh semangat menelusuri wajah Takeo. Selama itu Kahei akan mengumpulkan pasukan di perbatas an wilayah Halaman 191 dari 600 ." "Kau mempertaruhkan Tiga Negara hanya dalam satu penandingan? Jauh lebih baik be r¬siap untuk berperang!" "Seperti yang kita putuskan tahun lalu.

terutama setelah minum sake." "Kita harus menggerakkan armada dari Hagi ke Hofu. Mai. Gadis Muto itu. atau jika mereka ingkar janji. Kau bantu mereka melakukannya sambil mengawasi. bersiap menerima serangan dari laut. menang atau kalah. Tapi istrinya akan ke Hagi. Dan kau bisa mengajak orang-orang asing itu bersamamu. ." Fumio berjanji. menang atau kalah. ditemani kawannya si perompak tua Fumifusa." "Mereka akan kembali ke Hofu?" "Mereka akan membangun pos dagang di sana. atau jika mereka ingkar janji. Aku diwajibkan ikut penandingan itu. Menurutku. Kekuatan kita akan berada di sana hanya jika syaratku t idak dipenuhi. dan bisa menyerang di Kumamoto bila perlu. Aku diwajibkan ikut penandingan itu." "Bahaya terbesar yaitu Zenko memanfaat¬kan ketidak-hadiranku dan memberontak. kedua putranya sudah berada di sana. juga akan pergi bersama mereka. Kaede sepakat denganku. masih dengan pikiran yang tenang dan ceria. Takeo pulang ke rumah melalui tepi sungai. dan mulai mengerti bahasa mereka. Bicara tentang s ake.sing karena kemungkinan sudah ada yang tinggal di Kumamoto." Takeo terus menceritakan tentang kekhawatirannya atas orang-orang a. Taku ada di sana dan akan tetap memberitahu kan padamu apa pun yang terjadi. dia tak akan benin dak bodoh dengan mempertaruh-kan nyawa mereka. "Mari kita minum beberapa cangkir. Untung nya dia bukan orang yang tertutup. Saat memasuki taman. dan dia akan mengup ayakan seluruh pengaruhnya atas Hana." *** Ia lupa pada semua kecemasannya saat menikmati sake dan makanan yang disiapkan E riko." tutur Fumio. tapi dengan syara t yang akan dibicarakan dengan Saga. "Aku akan mencari tahu semampuku. Ayahku ingin bertemu denganmu. ikan segar dan sayuran musim semi. tapi dengan syarat yang akan dibicarakan dengan Saga. Kau dan ayahmu harus pergi dengan armada perang k e Hofu. serta taman yang indah." imbuhnya. semangat¬nya bangkit lagi ketika mendengar suara Shizuka. Kekuatan kita akan berada di sana hanya jika syaratku t idak dipenuhi. "Itu berarti ki ta mengendalikan bagian Barat dari laut.Timur. "Aku harus mengenal Don Joao dengan cukup baik musim dingin ini." imur.

serta Kaede akan sibuk dengan bayinya." "Aku sebenarnya berharap bisa bertemu dengannya sebelum pergi. Penuh percaya diri."Kau tidak ajak Miki?" tanyanya saat ber¬gabung dengan Shizuka di ruangan atas.." sahut Takeo. Dan karena kau akan pergi selama musim panas ini. Menyadari itu. bahkan ternyata sangat baik ba ginya keluar dari bayang-bayang kakaknya." "Benar.." sahut Shizuka. Ha ruka menyajikan teh lalu meninggalkan mereka berdua. "Dia mengingatkanku pada Yuki saat seusia nya. "Pikirannya bercabang tentang masalah itu. Aku tak ingin membicarakannya di sini. Aku terkejut Taku belum kembali ke Inuyama. S hizuka berkata. "Di a sehat-sehat saja?" Shizuka tersenyum." sahut Shizuka. Dia merindukanmu. tapi dari wila yah Timur dan Barat. "Dia ingin bertemu de nganmu. Apakah para tetua Muto mendukungmu?" "Ada perbedaan pendapat. "Bukan di Negara Tengah. "Aku dapat kabar dari Taku pada akhir musim dingin." Mendengar nama Yuki disebut membuat Takeo hanyut dalam lamunan.. Sepertinya tidak bijaksana kalau tidak dimanfaatkan. Dia bilang Akio ber ada di Kumamoto bersama dengan putramu. Tumbuh dengan baik. tapi kehadirannya di tempat Zenko berdampak pada banyak hal yang harus kubicarakan denganmu. Dia ber¬kembang tanpa kehadiran Maya. juga kakak¬nya. Tapi dia kini dalam usia ketika dapat menyerap semua pelajaran dengan cepat. tempat dia bisa Halaman 192 dari 600 .

"Aku percaya pada Taku. Aku tak membiarkan tantangan Zenko . Aku yang akan mengaturnya. "Hari pertama kita bertemu." Shizuka berkata.' Takeo berhenti sejenak. "Aku sudah berjanji pada diriku dan pada negara ini untuk mengambil jalan perundingan demi mencapai keadi lan serta kedamaian." ujar Takeo . Kau hanya pe rlu memberi perintah. dan sangg up menyaksikan kau membunuh putranya sendiri." Kata-kata Shizuka menyengat dirinya. Saranku. dan Taku serta tentu saja aku. yaitu secepatnya menyingkir¬kan Zenko. dan itu akan menjadi k onflik dengan dirimu.mengerahkan kendali atas kaum Tribe di wilayah Timur. Aku khawatir bila kedua putraku membuatmu kec ewa. "Tapi gangguan semacam itu hanya akan membu atnya gegabah. Aku tak bisa lupa kalau Arai memerintahkan kematianku. Tampaknya dia bertekad untuk menuntut jabatan ketua Muto. "Dia semakin mirip dengan ayahnya. itu sebabnya dia tidak takut atau hormat padamu. Takeo. setelah semua yang kau lakukan demi mereka. merasakan percikan kemarahan yang sama. tapi untuk sementara ini dia masih bisa dik endalikan. tapi ak u enggan meninggalkan Kaede di saat seperti ini. sebagai pemimpin keluarg a Muto sekaligus sahabat keluarga Otori. "Tapi Kenji dan aku tak sanggup menanamkan sifat itu ke dalam dirimu. lalu berkata. apalagi kau akan segera berangkai. Zenko lain lagi masalahnya. tapi dia tetap ingin memancing amarahku. Zen ko tahu itu. namun ia menjawab dengan ringan. Aku harus ke sana." Mata Shizuka berkilat. tapi tidak ada air mata. apalagi kau akan segera berangkai." sahut Takeo." Suaranya kedengaran teratur. Kenji berkata kalau aku harus belajar kekejaman dari dirimu." engerahkan kendali atas kaum Tribe di wilayah Timur. "Aku sudah berusaha meredamnya. "Kudengar desas-desus tentang itu." "Taku sudah terobsesi pada gadis yang kami kirim untuk merawat Maya. mengancam dan memberi perintah padanya. demi kekuasaan." ujar Takeo. tapi Takeo melihat kalau Shizuka benar-benar tertek an. sebelum d ia mengumpulkan lebih banyak dukungan lagi. Aku harus ke sana. tapi aku enggan meninggalkan Kaede di saat seperti ini. kagum karena Shizuka bisa dengan sikap dingin menyarankan untuk membunuh putra sulungnya sendiri.

"Aku menawarkan Miki untuk ditunang¬kan dengan Sunaomi. Tentu saja. lalu memperpanjang pertikaian. "Tapi kau takkan mengikuti saranku. "Tindakan yang sangat bagus." komentar Takeo. Rasa lapar yang membawa mereka pulang. dia meneruskan. Kunang-kunang berke lap-kelip di atas aliran sungai. Bagaimana Takeo bisa membunuh ayah mereka? Ia justru hanya akan membuat kedua bo cah itu bersikap menentangnya dan keluarganya." Shizuka mengamati. aku berterima ka sih padamu karena membiarkan putraku tetap hidup. Buatlah sah menurut hukum. Sunaomi pasti Halaman 193 dari 600 . tap i bertindaklah cepat. dan dilihatnya Sunaomi dan Chikara datang sambil mencipakkan air di bawah dinding mereka pasti habis bermain di tepi sungai.mengingkari janji itu. Matahari telah tenggelam dan taman berganti dengan cahaya biru malam. kau tidak perlu mengatakan apa-apa. dan saat tidak ada jawaban." Ucapan Shizuka membuat sapuan dingin firasat merayap hingga ke tulang punggung¬nya ." "Maka tangkap dan adili dia dengan tuduhan makar. tapi akibat yang harus ditanggung kita se mua tak terbayangkan besarnya. "Walaupun kupikir tak sat u pun dari keduanya akan berterima kasih padamu! Jangan katakan ini pada siapa pun." Shizuka tampak berusaha agar suaranya kedengaran lebih ringan. Takeo.

" "Kau sudah memberiku lebih dari yang kuharapkan. Takeo mendengar langkah Haruka berlari di beranda. "Shizuka. Kabar itu langsung dirayakan di seluruh kota Hagi." Bayi itu. Kelak saat sudah dewasa baru dia bisa menyadari betapa besar kehormatan yang diterimanya. pedang kecil milik keluarga Arai. setidaknya di Maruyama. dan kediaman telah disucikan sesuai adat. Kutukan yang dibisik¬kan rakyat yang karena kelahiran si kembar telah sirna. Kemungkinan kegem biraan itu kurang dirasakan di Kumamoto. Hana bers iap melakukan perjalanan ke Hagi di akhir musim panas. dia seakan mem¬peringatkan kalau ia takkan punya negara lag i yang bisa dipulanginya. bersemangat untuk bertemu dengan kedua putra kandungnya dan menemani kakaknya sementara Takeo pergi. Kelak saat sudah dewasa baru dia bisa menyadari betapa besar kehormatan yang diterimanya. berjenis kelamin laki-laki. Inuyama dan Hofu. Tabib Ishida. Ketika masa pingitan Kaede berakhir." teriak Haruka." tutur Kaede. Proses kelahiran berlangsung cepat. Kaede membawa si bayi dan menaruh si bayi di gendongan sang ayah." embenci usulan ini. "Cepat kemari! Lady Otori sudah mau mela hirkan. Kabar itu diterima dengan kegembiraan yang sama selama beberapa minggu kemudian di seluruh penjuru Tiga Negara. bayinya kuat dan se hat. membuat nightingal e floor ber¬nyanyi. "Ini yang kudambakan seumur hidupku." Dari ekspresi Shizuka." sahutnya dengan penuh perasaan . tapi Zenko dan Hana mengirimkan hadiah yang indah: jubah sutra untuk si bayi. Tampaknya jelas kalau Lady Otori akan memiliki seorang putra sebagai pewaris. Menggendong putranya sendiri membuat ia merasa berbeda ." "Masih terlalu dini untuk mengumum¬kannya mungkin setelah aku kembali pada akhir mus im panas. Dia sangat kesal dengan kejadian di musim panas kemarin itu. tapi pembicaraan mereka disela oleh teriakan dari belakang rumah. Takeo belum siap untuk menerima makhluk mungil berwajah merah dan berambut hitam ini dan untuk kebanggaan dalam dirinya. "Memberimu seorang putra. Dia sangat kesal dengan kejadian di musim panas kemarin itu . meski dalam batasan tertentu karena cengkeraman si bayi pada tangan kehidupan masih lemah serta rapuh. Di taman kedua bocah berdiri dan menatap Haruka. dan seekor kuda poni. seperti keinginan Kaede selama ini. tempat para perempuan.membenci usulan ini.

jika perjalanan itu ditunda.. Biar saja Si Pemburu Anjing menyerang. seperti yang telah di putuskan. dan kemudian menghadapi Zenko." "Aku memang bahagia. wajah Kaede penuh kasih sayang. pasukan Tiga Negara akan menghabisinya dengan mudah." sahut Kaede." gumam Kaede.. Ia akan mencoba cara damai dulu. "Aku juga berharap demikian. "Aku takut. ia akan bertempur sampai titik darah penghabisan untuk me mpertahankan Tiga Negara agar bayi ini bisa mewarisinya. lalu ia singkirkan dari benaknya. begitu sering kau mengatakan tidak meng¬i nginkan anak laki-laki. "Tapi kau harus pergi." Diambilnya si bayi lalu menatap wajah bayi mungil itu. bahwa kau bahagia dengan ketiga putri kita. "Tapi jangan bicara tentang kematian ." "Aku berharap tidak meninggalkanmu. hingga aku hampir saja me mercayaimu. "Kau bahagia!" seru Kaede. Kita akan hidup untuk melihat putra kita dewasa." Seketika ia terpukau pada pikiran untuk mengabaikan perjalanan ke Miyako. Dipertimbangkannya masak-masak hal i tu.." sahutnya. namun ia tak bisa berhenti tersenyum. "Aku bisa mati saat ini juga. Sudut matanya mulai terasa hangat. Ia tercengang de ngan kekuatan perasaan itu. maka ia akan terlihat arogan sekaligus pengecut. "Aku tidak akan sendirian lagi dengan lakilaki mungil ini di sisiku!"* Halaman 194 dari 600 ." "Aku merasakan hal yang sama.

ikan kering serta miso telah disim pan sebagai cadangan dan disebar sampai ke perbatasan wilayah Timur untuk persediaan bagi pa sukan. bila ada badai di bulan kedelapan dan kesembilan. di mana ada persimpangan jalan. Aku bilang kalau tidak memercayai apa pun. Ayah. Sejak musim panas. Di tepiannya. ma ka laut adalah jalan yang akan kita lalui untuk kembali. dan Miyoshi Gemba dari Terayama. pikirnya. yang paling membebani yaitu kirin. begitu pula dengan orang-orang asing itu. Dia membawa kekuatan utama pasu kan Otori: lima belas ribu pasukan dari Hagi dan Yamagata." sahut Takeo. Dalam mengatur perjalanan. pikirnya sambil mengenang percakapan¬nya dengan Mada ren . "Ayah ingin meli hat daratan dan jalan melewati jajaran itu. "Kita semua bisa menumpang kapal. yang di beberapa tempat telah dianggap dewa. Miyoshi Kahei s udah berangkat ke wilayah Timur tak lama setelah salju mencair. "Ayah belum pernah keluar perbatasan Tiga Negara. Hewan itu kini leb ih tinggi.Takeo harus pergi sesegera mungkin agar bisa sampai di tujuan sebelum mulai huja n plum. terutama saat seka rang ini. Takeo pernah melewati jalur bersama Lord Shigeru." Bunga ceri berguguran dan kelopaknya berganti daun hijau yang baru ketika Takeo dan rombongannya berkuda dari Hagi. beras dan gandum. tapi ketenangan dan kedamaianny a tak berubah. dilihatnya kalau kuil itu dipersembahkan bagi Jo-An. sepuluh ribu orang lagi akan dihimpun Sonoda Mitsuru di Inuyama. dan kulitnya menjadi lebih gelap seperti warna madu. Menurut Tabib Ishida. Padi mulai tumbuh di sawah yang tergenang. tapi aku sering mendoakan arwah Shigeru. hewan itu sebaiknya tidak ikut berjalan kaki ke sana karena Jajaran Awan Tinggi akan terlalu berat baginya. berdiri sebuah kuil keci l. ketika aku membutuhkan kearifan sert a keberaniannya. melewati pegunungan dan jalan pantai menuju Mats ue. Pada akhimya diputuskan kalau Shigeko dan Hiroshi yang akan membawanya dengan ka pal sampai di Akashi. Fumio akan ke Hofu: dia akan membawamu dan k irin. Shigeko dan Hiroshi tiba dari Maruyama." Shigeko menyarankan. Alan gkah anehnya kepercayaan orang-o rang itu. memantulkan kilau me¬mesona saat disira mi cahaya matahari. Beruntung panen kali ini berlimpah: baik pasukan maupun mereka yang penduduk tak kan kelaparan. Jalur ini mengembalikan kenangan pad a orang yang telah menyelamatkan dan mengangkatnya sebagai anak.

"Dia akan menjadi menantuku. Ia membicarakan tentang Sunaomi. maka pertu nangan itu takkan berguna." sahut Gemba. menceritakan tentang rencananya untuk menjodohkan bocah itu dengan putrinya. teringat kejadian di biara. yang pernah bertemu Gemba di Terayama. Takeo terdiam. Itu akan memuaskan ayahnya!" "Kecuali Sunaomi memiliki perasan sebagai putra yang berbakti padamu. Saat berkuda. perselisihan antarsepupu. Ia melihat sekilas pada Miyoshi Gemba yang berkuda di sampingnya. Gemba acapkali tenggelam dalam medit asi. ajaran yang penuh pengendalian diri. teman seper¬jala nan yang paling tenang dan paling ceria yang bisa diharapkan. dan sesekali bersenandung pelan. Keyakinan y ang sama ditunjukkan oleh Jo-An dan kini Jo-An telah menjadi orang suci. Gemba telah meng¬ikuti Ajaran Houou. takut kalau Sunaomi terluka atas kejadian itu. Halaman 195 dari 600 .beberapa minggu lalu: keyakinan yang memaksa adiknya bicara padanya. bak suara halilintar dari kejauhan atau raungan ber uang.

serta memintanya datang ke Inuyama a gar bisa bertemu di sana." diktenya. Bila tidak dapat melepaskan diri." Minoru mendampinginya seperti biasa. Itulah yang ia harapkan dapat dikendalikan Taku. maka akan dipupuk dan dikembang¬kan." kata Gemba. mendengar kabar terbaru dari wilayah Barat. kabari aku. terutama. dan malam itu di pemberhentian pertama mere ka. Kami akan mera watnya.. Ia menatap Minoru. perjalanan itu mudah karena melalui laut dari Hofu." "Kurasa usianya sudah cukup dewasa: tahun ini usianya sembilan tahun." Dia melihat burung houou." "Terutama apa?" "Bila keluarga Muto tidak lagi yakin kepada siapa mereka akan berpihak?" Karena Takeo mengandalkan Tribe untuk membawa pesan tertulis dengan cepat ke sel uruh Tiga Negara." "Apakah ini bijaksana?" tanya Minoru. kirim anak itu pada kami. Bagi Taku. .. sebagai calon putraku." "Ijinkan dia ke tempat kami saat kita kembali. ia mendiktekan surat untuk Kaede." aku Takeo. "Bila keluarga Muto memilih Zenko. "Aku perca ya kalau anak itu punya naluri yang baik. "Aku akan menyurati istriku nanti mala m tentang usulanmu itu. keraguan mulai merayapi dirinya. namun juga seb agai sandera atas kesetiaan ayahnya." akhirnya ia berkata. Jurutulisnya tahu lebih bany ak rahasia Tiga Negara dibanding siapa pun. Baiklah. "Aku percaya kalau anak itu pun ya naluri yang baik." "Dia tinggal bersamaku sebagai ke¬ponakanku. "Jinggalkan tanggunganmu dan pendampingnya di Hof u. dan bila ada kebaikan dalam dirinya. Ia merasa perlu bicara de ngan Taku. dan untuk Taku di Hofu. "Surat bisa saja dikacaukan.. "Hal itu tidak akan terjadi. aku juga berpikir begitu. mana yang akan Taku pilih?" katanya pelan."Dia melihat burung houou." akhirnya ia berkata. kemudian melalui sungai dengan menumpang kapal tongkang yang melintasi antara kota kastil dengan pesisir . Aku takut kelak terpaksa memerintahkan untuk membunuhnya. "Datanglah sendiri." "Ya.

Ia selalu memercayai mereka sampai saat ini: meski mereka tidak memiliki kemampu an menghilang. hingga terjalin ikatan kuat antara mereka. Aku telah memperdaya Kikuta begitu lama. dan mereka telah dilatih teknik bertarung cara T ribe oleh Kenji. Penunggang dan kud a. bila mereka berbalik menentangku? Takeo mulai mencurigai kesetiaan Kuroda bersaudara. sementara bagian terberat dalam perjalanan itu masih belum tiba. Mereka telah berulang kali melindunginya. jalan mana yang akan mereka ambil? Takeo tetap bersikap siaga. "Tekankan kalau Taku harus datang sendiri. Kudanya. keduanya tiba di Inuyama dalam keadaan tegang serta kelelahan. Takeo bertanya pada dirinya sendiri lagi. sudah beberapa b ulan ini Takeo menungganginya. hampir sama kua tnya dengan Shun. yang selalu me n¬dampinginya. tapi bila mereka harus memilih antara dirinya dan Tribe.Minoru menaikkan bahu. senantiasa mendengarkan suara terpelan yang bisa jad i pertanda satu serangan. menangkap suasana hari penunggangnya. "Perlu kutuliskan kalimat terakhir Anda?" dia bertanya. Tenba. Jun dan Shin. tapi bibimya terkatup rapat dan tidak langsung menjawab. Tenba cepat tanggap dan pintar. Halaman 196 dari 600 . Dapatkah aku lolos dari Muto juga ." Percakapan ini melekat di benak Takeo sewaktu mereka melanjutkan perjalanan ke w ilayah Timur. tapi jauh lebih tegang. pikirnya. namun mereka bisa merasakannya.

menyembunyikan kedua gadis itu. Takeo memercayai kedua orang ini. Namun rasa lelah membuat Takeo men¬curigai semua orang di sekelilingnya. dan suaminya Sonoda Mitsuru. ataupun kabarnya. dan suaminya Sonoda Mitsuru. Sonoda be rasal dari Klan Arai. nuyama dipenuhi dengan kegembiraan dan sibuk. Dia tidak sec antik kedua saudaranya. Akita. tapi aku sudah menduga hal semacam itu. Dipanggilnya istri Taku. Ai. namun penampilannya menarik. Tomiko. Ber¬ba gai urusan pasti menahannya di Hofu mungkin sesuatu yang tak ingin dia tulis dalam surat. yang memang saling mencintai. mereka terikat oleh hubungan perkawinan. maka kita akan segera mendengar kabarnya. Takeo menyayangi Ai. uang dan sak e mengalir sama derasnya. "Apabila ada masalah. Lord Otori. Semua laki-laki punya kebutuha n. Tomiko tidak terlihat khawatir. kagum akan sifat lembut dan kebaikan hatinya. kedatangan Lord Otori dan penghimp unan pasukan berarti pedagang dan pembuat senjata sibuk siang dan malam. dulu adalah orang kepercayaan Arai. Beruntung Mitsuru telah lebih dulu mengambil ali h kastil. sensitif tanpa berkurangnya keberaniannya. Pamannya. dan M itsuru telah menjadi orang yang pragmatis. lagipula. ia memperingatkan dirinya sendiri. dan suamiku berada jauh dalam waktu lama. Seringk ali dia berhasil meng-gunakan keahlian berundingnya untuk mewakili Takeo: bersama istrinya. "Aku sudah dengar tentang per empuan itu. lalu merundingkan penyerahan wilayah Timur pada Otori. yang mendapatkan surat dari suaminya saat musim semi. Itu bukanlah hal yang serius. Takeo disambut adik iparnya. Ai. tapi akhir-akhir ini belum ada kabar. Suamiku tidak pernah . dia sudah terbiasa dengan ketidakhadiran suaminya." Tomiko melihat sekilas ke arah Takeo lalu berkata.Inuyama dipenuhi dengan kegembiraan dan sibuk. kedatangan Lord Otori dan penghim punan pasukan berarti pedagang dan pembuat senjata sibuk siang dan malam. Satu hal yang mem buat Takeo senang yaitu Ai dan Mitsuru menikah atas dasar cinta. Seberapa besar sisa kesetiaan ada dalam dirinya ter-hadap putra Arai? Takeo semakin gelisah dengan kenyataan tidak adanya tanda-tanda keberadaan Taku. Ai kerap men¬ceri takan tentang bagaimana penjaga di Inuyama hampir membunuh dia dan Hana ketika mendengar kabar kematian Arai dan kehancuran pasukannya. Takeo disambut adik iparnya. tentunya. dia b er¬bagi angan Takeo akan negara yang makmur tanpa penyiksaan maupun suap. Karena rasa terima kasih itulah maka Takeo menikahkannya dengan Ai. uang dan sak e mengalir sama derasnya.

"Bila kami menerima perintah itu. mereka tidak harus mati." Sonoda meyakinkan. tapi istriku selalu berpihak kepada belas kasihan. "Kau akan Halaman 197 dari 600 ." "Mereka kelihatan masih begitu muda.serius tentang hal itu. "Ya." ujar Sonoda." "Akan kuatur agar dilakukan besok. A ku pasti akan melakukannya sendiri. memerintahkan agar dilakukan secepatnya. "Kuyakinkan kepada Anda." Kekhawatiran Takeo justru kian ber¬tambah saat ia mendengar kalau para sandera yan g seharusnya telah dieksekusi ternyata masih hidup. kami pa sti sudah melaksanakannya.. "Aku sudah kirim suratnya beberapa minggu lalu.." "Maaf. Aku pun bertanya¬tanya mengapa masalah ini ditunda begitu lama." Ai setuju. Menundanya lebih lama akan dianggap sebagai kelemahan." kata Ai. tapi Takeo mem otong perkataannya. "Jika keluarga mereka ma u berunding. Tapi mereka tidak bereaksi apa-apa. harus segera." sahut Takeo. "Dan gadis itu. Sonoda berusaha keras menyem¬bunyikan rasa tersinggungnya. Lord Otori: kami tidak me¬nerima " Sonoda mulai angkat bicara." "Tadinya aku berharap mereka tetap hidup.. "Tidak menerima atau mengabaikan?" Takeo sadar kalau cara bicaranya terlalu blak¬b lakan. serta tidak memberi kabar.

hadir?" dir?" "Karena aku sudah di sini, maka aku harus hadir," sahut Takeo, karena ia sendiri yang membuat aturan bahwa eksekusi untuk pengkhinatan harus disaksikan orang yang jabatannya paling tinggi, dirinya sendiri atau salah seorang keluarganya atau pengawal senior. Takeo meras a kalau peraturan itu menekankan perbedaan hukum antara eksekusi dan pembunuhan. Menurutnya, peman dangan semacam itu memuakkan sehingga ia berharap dengan menyaksikan itu akan mencegah dirinya dari mengeluarkan perintah dengan sembarangan. Eksekusi dengan menggunakan pedang di¬laksanakan keesokan harinya. Ketika mereka d ibawa menghadap sebelum mata mereka ditutupi, Takeo mengatakan bahwa ayah mereka, Gosa buro, sudah dieksekusi Kikuta karena ingin merundingkan nyawa mereka. Tak satu pun dar i mereka bereaksi; mungkin mereka tidak percaya. Tampak kilatan air mata dari mata gadis itu; selain itu, kedua orang itu menghadapi kematian dengan berani, bahkan bersikap menantang. Ta keo kagum dengan keberanian mereka dan menyesali hidup mereka yang singkat, ber pikir dengan pedih bahwa mereka masih ada kerabatnya, bahwa ia telah mengenal me reka sejak kecil. Keputusan itu dibuat bersama Kaede, dan atas saran para pengawal seniornya. Kepu tusan yang berdasarkan hukum. Namun Takeo tetap berharap bisa melaku¬kan yang sebaliknya, dan kematian tampak seperti pertanda buruk. * Sepanjang musim dingin, Hana dan Zenko sering bertemu Kuroda Yasu untuk mem¬bicara kan tentang pembukaan perdagangan dengan orang asing, dan mereka senang ketika Yasu mendengar Don Joao dan Don Carlo ke Hofu pada akhir bulan. Mereka kurang senang dengan ber ita bahwa Terada Fumio telah membawa armada perang ke perairan laut dalam dan kini mengawa si jalur perairan. "Katanya kapal mereka jauh lebih baik dari kapal kita," kata Yasu. "Andai kita b isa minta bantuan mereka!" "Kalau mereka ingin berpihak kepada kita menentang Otori..." ujar Hana, menyuara¬k an pikirannya. "Mereka ingin berdagang, dan agar rakyat mau berpindah memeluk agama mereka. Taw arkan pada mereka salah satu atau keduanya. Mereka akan berikan apa saja sebagai imbalannya."

Komentar ini melekat di benak Hana selagi bersiap-siap pergi ke Hagi. Sewaktu memikirkan menghadapi kakaknya dengan rahasia yang akan ia bawa, Hana merasa ber¬semangat sekaligus takut, semacam ke¬gembiraan yang menghancurkan. Tapi ia tidak meremehkan Takeo, karena suaminya cenderung bersika p sebaliknya. Hana mengenal kekuatan dan karakter kakak ipar¬nya yang selalu memenangkan cinta d ari rakyatnya serta pendukung setia dari berbagai kalangan. Mungkin juga Takeo akan me¬menangkan hati Kaisar dan kembali dengan restu dari Kaisar. Maka Hana berpikir keras selam a musim dingin tentang strategi lebih lanjut untuk menopang perjuangan suaminya demi balas dend am dan kekuasaan. Saat mendengar orang-orang asing itu sudah kembali bersama jurubahasa nya, Hana bertekad untuk pergi ke Hagi melalui Hofu. "Kau seharusnya ikut bersama kami," ujar Hana pada Akio yang sudah menjadi tamu tetap ke kastil selama musim dingin. Akio selalu melaporkan kabar dari seluruh penjuru negara, s erta perkembangan Halaman 198 dari 600

yang tengah dibuat Hisao dan Koji dalam penempaan. Darah Hana selalu menggelegak dengan kehadiran laki-laki itu. Menurutnya ang tengah dibuat Hisao dan Koji dalam penempaan. Darah Hana selalu menggelegak dengan kehadiran laki-laki itu. Menurutnya kekejaman pragmatis laki-laki itu menarik. Saat ini Akio melihat Hana dengan tatapan yang penuh perhitungan seperti biasa. "Ya, aku tidak keberatan. Tentu saja, aku akan ajak Hisao." Satu kali, mereka hanya berdua saja. Kala itu cuaca masih dingin di akhir musim se mi dengan cuaca yang tak menentu namun wangi bunga yang baru mekar tercium dan malam terasa lebih ringan. Saat itu Akio datang untuk menemui Zenko yang sedang melihat latihan pas ukan dan kuda. Akio semula enggan tinggal lama, tapi Hana memaksa dengan menawarkan sake dan ma kanan. Dia melayani sendiri laki-laki itu, membujuk serta menyanjungnya, membuat Akio tak m ungkin menolak. Hana mengira Akio tidak mudah di¬pengaruhi sanjungan, tapi bisa dilihatnya erhatiannya membuat laki-laki itu senang dan boleh dibilang menjadi lembut. Hana ingin bagaimana rasanya tidur dengan orang itu; walau ia berpikir takkan melakukannya, pikiran itu at ia ber¬semangat. Hana mengenakan jubah sutra berwarna gading, dihiasi bunga ceri merah muda urung bangau: motif penuh kalau p tahu membu dan b

warna yang digemarinya. Sesungguhnya cuaca terlalu dingin untuk mengenakan pakai an semacam itu, dan kulitnya terasa dingin membeku, tapi ia sedang gembira: ia masih muda, darahnya bergejolak dengan dorongan yang sama seperti dorongan akar¬akar dari dalam bumi, tunas dari r anting. Penuh percaya diri dengan kecantikannya, ia memberanikan diri bertanya pada Akio, seba gaimana yang diinginkannya sepanjang musim dingin ini, tentang Hisao. "Dia tidak mirip ayahnya," komentar Hana. "Apakah dia mirip dengan ibunya?" Saat Akio tidak segera menjawab, Hana mendesak, "Seharusnya kau ceritakan semua¬ny a padaku. Makin banyak yang bisa ku¬ungkapkan tentang dirimu pada kakakku, maka semakin kuat akibatnya pada dirinya." "Itu sudah bertahun-tahun silam," tutur¬nya. "Jangan berpura-pura kalau kau sudah melupakannya! Aku tahu bagaimana ke¬cemburuan mengukirkan kisahnya dengan belati di hati kita." "Ibunya adalah perempuan yang luar biasa," Akio mulai bercerita. "Sewaktu di¬saran

kan agar dia tidur dengan Takeo, aku takut untuk menyuruhnya melakukan itu. Meminta Yuki melakukan hal semacam itu hal yang lazim di kalangan Tribe, dan kebanyakan perempuan melakukan apa yang diperintahkan, ta pi Yuki merasa itu sebagai penghinaan. Ketika dia setuju, kusadari kalau Yuki menginginkan Take o. Aku melihat dia menggoda Takeo; bukan hanya sekali, tapi berkali-kali. Aku tidak menyangka kalau hatiku akan terasa sepedih itu, atau ke-bencian yang begitu dalam pada Takeo. Aku belum pema h membenci siapa pun; aku membunuh atas perintah, bukan karena perasaan pribadi. Takeo memi liki apa yang paling kuinginkan, dan dia menyia-nyiakan¬nya. Dia meninggalkan Tribe. Bila Takeo merasakan sedikit saja apa yang pernah kurasakan, maka itu yang disebut keadilan." Akio mendongak. "Aku tidak pernah tidur dengannya," tuturnya. "Aku menyesali itu lebih dari segalanya. Andai aku mampu melakukannya, sekali saja... Tapi aku tidak ingin men yentuhnya saat dia mengandung anak Takeo. Dan aku memaksanya bunuh diri. Aku harus melakukannya: ka rena Yuki tidak berhenti mencintai Takeo; dia tidak akan memaksa anak itu membenci Takeo seperti yang telah kulakukan. Aku tahu dia harus menjadi bagian dari balas denda mku, tapi seiring tumbuh dewasa, dia tidak menunjukkan bakat apa pun, aku tidak tahu mengapa. Dala m waktu yang lama kukira memang tidak ada harapan lagi: berulang kali, para pembunuh yang jau h lebih terampil dari Hisao saja gagal. Kini kutahu kalau Hisao yang akan mcmbalaskan dendamku. D an aku akan ada di sana untuk menyaksikannya." Mendadak Akio berhenti bicara. Halaman 199 dari 600

Kata-kata itu meluncur deras dari mulut¬nya. Dia telah menyimpan semua ini rap atrap at selama bertahun-tahun, pikir Hana, merasa tersanjung dan gembira karena laki¬laki itu per caya padanya. ata-kata itu meluncur deras dari mulut¬nya. Dia telah menyimpan semua ini rap at-r ap at selama bertahun-tahun, pikir Hana, merasa tersanjung dan gembira karena laki¬laki itu per caya padanya. "Saat Takeo kembali dari Timur, Kaede pasti akan tahu semua ini," ujar Hana. "Ma salah ini akan memisahkan mereka. Kaede takkan memaafkannya. Aku mengenalnya: Takeo akan melari kan diri dari Kaede dan dari dunia ini, dia akan mencari perlindungan di Terayama. Biara itu hampir tidak dijaga. Takkan ada yang menduga kau akan ke sana. Kau bisa mengejutkannya di san a." Mata Akio setengah terpejam. Lalu meng¬hembuskan napas panjang. "Itu satu-satunya yang akan mengakhiri penderitaanku." Hana tergoda oleh hasrat untuk memeluk Akio, untuk meringankan sakit hati orang itu: yakin bisa menghibur laki-laki itu atas kematian ia ragu untuk menyebutnya sebagai pembunuhan i strinya. Namun dengan hati-hati menyimpan kenikmatan ini untuk masa yang akan datang. Ada hal lain lagi yang ingin dibicarakannya dengan Akio. "Hisao telah berhasil menempa senjata api kecil yang bisa dibawa tersembunyi?" t anya Hana. "Tak ada pun bisa mendekati Takeo untuk bisa membunuhnya dengan pedang, tapi senjata api bisa digunakan dari jauh, kan?" Akio mengangguk dan bicara dengan lebih tenang, seolah lega topik pembicaraan su dah berganti. "Dia sudah mengujinya di tepi pantai. Jangkauannya lebih jauh dari panah, dan pe luru lebih cepat dibanding anak panah." Sesaat Akio berhenti bicara. "Suami Anda amat tertarik, s enjata yang menyebab¬kan kematian ayahnya. Dia ingin Takeo mati dengan cara yang sama memaluka nnya." "Memang ada semacam keadilan di dalam nya," ujar Hana setuju. "Cukup menyenang¬kan. Tapi agar benar-benar berhasil, kau pasti akan melatih Hisao secara khusus? Sebaiknya dilakukan uji coba untuk memastikan semua berjalan lancar, agar dia tidak kehilangan nyali, agar bidikannya benar-benar tepat." "Apakah Lady Arai punya orang yang bisa diusulkan?" Akio menatap langsung pada H ana dan ketika tatapan mereka beradu, hati Hana serasa melompat gembira. "Sebenarnya aku memang punya," sahut¬nya pelan. "Mendekatlah dan aku akan membisik kan

namanya." "Tidak perlu," sahutnya. "Aku bisa menebaknya." Tapi Akio akhirnya mendekat, begitu dekat hingga Hana bisa mencium napasnya sert a mendengar detak jantungnya. Tak satu pun dari keduanya bicara atau bergerak. Angin mengget arkan layar kasa, dan dari arah pelabuhan terdengar jerit burung camar. Setelah beberapa saat, Hana mendengar suara Zenko dari pelataran. "Suamiku sudah kembali," katanya, sambil berdiri, tak yakin apakah merasa lega a tau kecewa. *** Lord dan Lady Arai sering bepergian antara Kumamoto dan Hofu, maka kedatangan me reka di kota itu tidak lama setelah kembalinya orang-orang asing, tidaklah mengherankan. Kapa l yang ditumpangi para orang asing segera berangkat lagi menuju Akashi bersama Shigeko, Sugita Hir oshi dan kirin. Penduduk Hagi melepas kepergian kirin dengan rasa bangga dan sedih; mereka telah merasa memiliki hewan itu sejak kedatangannya yang mencengangkan di pelabuhan mereka. T ak lama kemudian, Terada Fumio bersiap berlayar untuk bergabung dengan ayahnya, Fumifusa , di teluk, bersama dengan armada Otori. Orang-orang asing sudah sering ber¬kunjung ke tempat Lord Arai sehingga tidak mena rik perhatian. Perbincangan mengalir lebih lancar karena si jurubahasa makin berani dan percaya diri, dan Don Carlo pun makin fasih. "Anda pasti mengira kami bodoh," katanya, "karena tidak mengetahui ada Kaisar. K ini kami sadar kalau kami harus mendekati beliau karena kami adalah utusan Halaman 200 dari 600

raja kami, dan monarki harus berhadapan dengan monarki.aja kami, dan monarki har us berhadapan dengan monarki." Hana tersenyum. "Lord Kono yang baru¬baru ini kembali ke ibukota, dan yang pernah bertemu Anda berdua, adalah keluarga kekaisaran. Dia meyakinkan kami bahwa Lord Arai mendapat dukungan Kaisar. Kepemimpinan Lord Otori di Tiga Negara dianggap tidak sah, maka dia hend ak meng¬ajukan pembelaan atas tuduhan itu." Don Joao nampak tertarik saat kalimat ini diterjemahkan. "Mungkinkah Lord Arai b isa membantu kami mendekati Yang Mulia Kaisar?" "Akan kulakukan dengan senang hati," sahut Zenko, wajahnya bersemu merah karena gembira dan juga karena minum sake. Perempuan itu, si jurubahasa, mener¬jemahkan kalimat ini, lalu mengatakan beberapa kalimat lagi. Don Carlo tersenyum agak sedih, Hana pikir, lalu menganggukkan kepala dua atau t iga kali. "Apa yang kau katakan?" tanya Hana langsung pada Madaren. "Maaf, Lady Arai. Aku bicara soal masalah keagamaan pada Don Carlo." "Ceritakan lebih banyak lagi pada kami. Kami tertarik pada ajaran para orang asing, dan terbuka dengan kepercayaan merek a." "Tidak seperti Lord Otori," kata Don Carlo. "Tadinya aku mengira dia akan ber¬sika p simpatik, dan aku menaruh harapan besar untuk penyelamatan jiwa dari dosa dan kematian bagi is trinya yang cantik itu, tapi dia melarang kami menyebarkan agama secara terang-terangan atau membangun gerej a." "Kami tertarik mendengarkan masalah ini," ujar Hana sopan. "Dan sebagai imbalann ya kami ingin tahu berapa banyak kapal yang dimiliki raja Anda di Kepulauan Kecil Selatan, dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk berlayar dari sini ke sana." "Kau punya rencana baru," kata Zenko malam itu saat mereka hanya berdua saja. "Aku tahu sedikit tentang kepercayaan orang-orang asing itu. Alasan mengapa kaum Hidden selalu dibenci adalah karena mereka lebih mematuhi Tuhan Rahasia ketimbang penguasa man a pun. Deus

milik orang-orang asing itu juga sama, menuntut kesetiaan yang utuh." "Aku telah bersumpah setia berulang kali pada Takeo," ujar Zenko. "Aku tidak menyukai gagasan dikenal sebagai pelanggar sumpah, seperti Noguchi: kukatakan ya ng se¬sungguhnya padamu, hanya itu yang masih menahanku." "Takeo telah menolak Deus sudah jelas dari apa yang kita dengar tadi. Bagaimana ka lau Deus memilihmu untuk menghukum¬nya?" Zenko tertawa. "Bila Deus membawa¬kanku kapal dan senjata, maka aku siap ber¬hadapan dengannya!" "Bila Kaisar sekaligus Deus memerintah¬kan kita untuk menghancurkan Takeo, bagaima na kita bisa membantah atau tidak mematuhinya?" ujar Hana. "Kita memiliki restu; juga peralat an." Tatapan mereka ber-temu, lalu mereka berdua tertawa terbahak¬bahak. *** "Aku ada satu rencana lagi," kata Hana kemudian, ketika kota sudah sunyi, dan di a berbaring di pelukan suaminya, setengah tertidur dan merasa puas. Zenko sudah hampir tertidur. "Kau memang sarang berharga dari gagasan yang baik," sahutnya, seraya membelai istrinya dengan malas. "Terima kasih, tuanku! Tapi apakah kau tidak ingin mendengarnya?" Halaman 201 dari 600

"Tidak bisakah menunggu sampai besok?" "Ada beberapa hal yang lebih baik di¬bicara kan dalam kegelapan." Tidak bisakah menunggu sampai besok?" "Ada beberapa hal yang lebih baik di¬bicarak an dalam kegelapan." Zenko menguap dan berpaling ke arah istrinya. "Bisikkan rencanamu itu dan aku ak an mempertimbangkannya dalam mimpi¬ku." Setelah Hana memberi tahukan, Zenko terbaring dalam waktu lama tanpa bicara hing ga seperti sudah tertidur, namun Hana tahu kalau suaminya itu masih terjaga. Akhir¬nya Zenko berkat a, "Aku akan berikan dia satu kesempatan lagi. Bagaimana pun, dia adikku."* Meskipun Sada telah berusaha, ditambah salep dari Ishida, luka di wajah Maya tet ap berbekas, garis kemerahan di tulang pipinya bak bayangan daun perilla. Maya dihukum dengan berba gai cara atas ketidakpatuhan¬nya. Meskipun dia dipaksa melakukan tugas paling rendah di rumah, d ilarang bicara, dilarang tidur dan makan, dia tetap lakukan semua ini tanpa dendam, sadar kalau ia memang pantas dihukum karena menyerang dan melukai ayahnya. Maya belum bertemu Taku selama sem inggu, dan walau Sada merawat lukanya, tapi dia tidak bicara atau pun memeluk serta membela inya seperti yang diinginkan Maya. Sendirian sepanjang waktu, dijauhi semua orang, Maya punya bany ak waktu untuk memikirkan apa yang telah terjadi. Begitu teringat kalau ia telah menyerang ayah nya, air mata berlinang. Biasanya ia tidak pernah menangis: satu¬satunya yang diingatnya yaitu s aat berada di sumber air panas, bersama Takeo dan Miki, ketika menceritakan pada ayahnya bagai¬mana cara membuat si kucing tertidur dengan tatapan maut Kikuta. Hanya ketika ada Ayah aku bisa menangis, pikirnya. Mungkin air mata adalah bagian dari kemarahan. Ia ingat kemarahannya pada ayahny a karena tidak mengatakan kalau punya anak laki-laki, karena semua rahasia yang mungkin disembu nyikan ayah dari diri¬nya, karena semua muslihat yang terjadi antara orangtua dan anaknya. Namun Maya juga ingat kalau tatapannya menguasai tatapan ayahnya, kalau ia bisa mendengar langkah ringan dan merasakan kehadiran ayahnya saat tidak kelihatan. Maya meliha t betapa kekuatan si kucing telah ber¬tambah dan memperkuat kekuataan dirinya. Kekuatan itu masih saja menakutkan bagi¬nya, tapi setiap hari, di saat kurang tidur, makan dan bicara, day a tarik kekuatan itu semakin bertambah, dan mulai bisa melihat bagaimana ia bisa mengendalikannya.

Di akhir minggu, Taku memanggilnya dan mengatakan kalau mereka akan pergi ke Hof u keesokan harinya. "Kakakmu, Lady Shigeko, membawa kuda-kuda," katanya. "Dia ingin mengucap¬kan selamat tinggal padamu." Saat Maya hanya membungkuk hormat tanpa menjawab, Taku berkata, "Kau boleh bicar a sekarang: hukumannya sudah selesai." "Terima kasih, Guru," sahutnya dengan patuh, kemudian berkata, "Aku benar-benar menyesal." "Kita semua pernah melakukan kesalahan yang berbahaya. Aku yakin kalau aku perna h menceritakan saat ayahmu menangkapku di Shuho." Maya tersenyum. Kedua saudara perem¬puannya senang sekali mendengarkan cerita itu saat mereka masih kecil. "Shizuka sering menceritakannya pada kami, untuk memper¬ingatk an agar kami patuh!" "Kami berdua beruntung karena ayahmu yang kami hadapi. Jangan lupa, kebanyakan o rang Tribe dewasa akan membunuh tanpa pikir panjang, anak-anak atau bukan." *** Halaman 202 dari 600

Shigeko membawa dua kuda betina tua higeko membawa dua kuda betina tua Maruyama, untuk Maya dan Sada, satu berwarna coklat kemerahan, dan satunya lagi, yang membuat Maya kegirangan, berwarna abu-abu pucat dengan surai dan ekor hitam , sangat mirip kuda tua milik Taku, Ryume, anak Raku. "Ya, yang abu-abu ini bisa menjadi milik¬mu," sahut Shigeko, memerhatikan mata May a yang berbinar. "Tapi, kau harus merawatnya baik-baik selama musim dingin." Shigeko me lihat wajah Maya: "Sekarang aku bisa bedakan antara kau dan Miki." Sambil menarik Maya ke samping, Shigeko berkata pelan, "Ayah menceritakan apa yang terjadi. Aku tahu ini sulit bagimu, m elakukan semua yang diminta Taku dan Sada. Buka mata dan telingamu lebar-lebar saat tiba di Hof u. Aku yakin kau bisa berguna di sana." Kedua kakak beradik itu berpelukan; setelah mereka berpis ah, Maya merasa diperkuat oleh kepercayaan Shigeko kepadanya. Itulah yang membuatnya mampu berta han selama musim dingin yang panjang di Hofu, saat angin dingin terus berhembus dari laut, bukannya membawa salju sebagai¬mana mestinya tapi malah membawa hujan es dan hujan sedingin es. Bul u kucing itu terasa hangat, dan Maya kerap tergoda untuk memanfaatkannya. Awalnya masih teras a janggal, lalu dengan rasa percaya diri yang makin besar, Maya belajar memaksa ro h kucing itu tunduk pada kehendaknya. Masih ada banyak unsur ruang antara dua dunia yang menakutkan baginya: hantu yang kelaparan dengan keinginan yang belum terpuaskan, serta kesadarannya tentang semacam kepandaian yang mencari dirinya. Rasanya seperti kilatan halilintar di k ege¬lapan. Kadang ia menatap dunia itu dan merasakan daya tariknya, tapi seringkali ia menjauhi ki lauannya, tetap berada di balik bayang-bayang. Sesekali ia bisa menangkap penggalan kata, bisika n yang tak kunjung ia pahami. Satu hal yang menyita pikirannya se¬panjang musim dingin adalah masalah yang membu at ia sangat marah pada ayahnya: bocah misterius yang merupakan kakak tirinya, yang tidak per nah dibicarakan siapa pun, yang kata Taku akan membunuh ayahnya ayahnya! Saat ia memikirkan tentan g bocah itu, ia menjadi bingung dan roh si kucing berusaha menguasai dirinya dan melakuk an apa yang diinginkannya. Ia sering terbangun berteriak karena mimpi buruk, sendirian di kamar karena kini setiap malam Sada bersama Taku. Maya berbaring terjaga sampai pagi, takut meme¬jam

kan mata. Sada mengatur agar mereka tinggal di rumah keluarga Muto antara sungai dan kedia man Zenko. Rumah itu dulunya adalah tempat penyulingan sake, tapi dengan makin bertambahnya pelanggan karena Hofu kian makmur, keluarga itu pindah ke bangunan yang lebih besar, dan b angunan ini kini hanya dijadikan gudang. Seperti di Maruyama, keluarga Muto menyediakan penjaga dan pelayan, dan Maya mas ih berpakaian anak laki-laki di luar rumah, tapi diperlakukan sebagai anak perempuan ketika di dalam rumah. Teringat pesan Shigeko, dan ia membuka telinga lebar-lebar, mendengarkan bisik-b isik per¬cakapan di sekelilingnya, berjalan-jaian me¬lewati pelabuhan saat cuaca cukup cerah, dan m emberitahu Taku dan Sada apa yang didengarnya. Tapi ia tidak menceritakan semuanya: sebagian dar i desas-desus yang mengejutkan dan membuatnya marah sehingga ia tidak ingin mengulang kata-kat a itu. Ataupun berani bertanya pada Taku tentang pemuda yang merupakan kakaknya itu. Maya bertemu Shigeko lagi sebentar ketika musim semi, ketika kakaknya berlayar b ersama kirin dan Hiroshi dalam perjalanan ke Miyako. Ia sudah sangat terbiasa dengan segala hasra t Taku terhadap Sada, lalu mengamati kakaknya dan Hiroshi untuk melihat apakah mereka menunjukkan geja la yang sama. Terasa sudah begitu lama ketika ia dan Miki menggoda Shigeko tentang Hiroshi: ap akah hanya sekadar rasa tertarik seorang gadis belia, ataukah kakaknya masih tetap mencintai pemuda yang kini menjadi pengawal seniornya? Dan apakah Hiroshi mencintai kakaknya? Seperti halnya Takeo, Maya juga memerhatikan reaksi cepat Hiroshi sewaktu Tenba melompat dan mundur tiba-ti ba karena takut selama upacara di Maruyama, dan menarik kesimpulan yang sama. Kini ia kurang yak in: di satu sisi, Shigeko dan Hiroshi tampak saling menjauh sekaligus bersikap resmi; di sisi lain mereka seperti Halaman 203 dari 600

Shigeko telah mengemban wewenang baru. Para penjaga tertawa sinis di belakang Taku tentang obsesinya terhadap Sada: laki-laki-perempuan yang lemah da n gila. Kira-kira di saat inilah Maya sadar atas p erubahan yang terjadi dengan perlahan sejak hari pertama musim semi. dan ketika bangsawan memanfaatkan ketrampilan mereka. dan ada semacam keselarasan yang terjalin di antara mereka. Kuroda dan Imai: setelah lima belas tahun dalam damai. Kenji. Tribe mulai menyesal karena sebelumnya mereka yang menguasai perd agangan. Sumpah setia tidak pasti yang digabung Kenji dengan kekerasan karakternya. Kurir pembawa pesan yang datang ke rumah jumlahnya makin sedikit. dan Maya tak berani lagi menggoda maupun bertanya padanya. dan Maya tak berani lagi menggoda maupun bertanya padanya. informasi yang diantar amat terlambat hingga akhimya tidak berguna. Maka butuh waktu la ma baginya untuk dapat memahami dan menerima gejala-gej ala yang tampak di depan matanya. aling memahami pikiran masing-masing. Seiring makin besar kecurigaannya. setelah Shigeko dan Hiroshi pergi bersama kirin menuju Akashi. ketika pedagang dan petani biasa menikmati kesejahteraan. Shigeko telah mengemban wewenang baru. Di bulan keempat. dan bahwa Muto mengendalikan kesetiaan Tribe terlepas dari Kikuta yang membenci dan berusaha membunuh ayahnya. Taku disibukkan dengan permintaan dari orang-orang asing yang telah kembali dari Hagi dan bersem angat untuk membangun pos perdagangan secepatnya.saling memahami pikiran masing-masing. penga laman dan akal bulusnya mulai hancur. maka Kikuta Akio muncu l dari pengasingan. Sejak kecil ia sudah hidup dengan kepercayan bahwa kesetiaan keluarga Muto teguh kukuh terhadap Klan Otori. Maya menemukan dirinya terbebani dengan lebih banyak pekerjaan karena para pelayan ma kin malas. diikuti¬nya para pelayan ke penginapan dan men¬dengar cerita-cerita mereka: kalau Taku dan Sada adalah penyihir. Semua perubahan itu seper ti memastikan desas-desus yang mulai di-dengarnya saat musim dingin. dan kedua or ang itu memanfaatkan arwah kucing dalam mantra-mantra mereka. dan ada semacam keselarasan yang terjalin di antara mereka. dan untuk memperbaikinya saat ini. Sewaktu di penginapan itulah Maya men¬dengar percakapan lain di kalangan keluarga Muto. bahkan kurang ajar. dan Taku adalah keluarga Muto dan telah menjadi penasihat terdekat keluarga Otori dan telah menjadi gurunya. . Shizuka.

Lentera menyala berasap.Maya mendengar nama laki-laki itu beberapa kali di awal-awal bulan keempat. minyak wijen serta jahe. s aat itu kota terasa lebih hidup dari biasanya karena Zenko dan Hana sudah kembali bersama rombongan. dan setiap kali didengarnya. ikan panggang dan sake. Maya memindai berbagai kelompok. Ia meraba pisau di baju luamya lalu menggunakan kemampuan menghilang kemudian berjalan ke pintu penginapan. menggunakan kemampuan meng¬hilang untuk menyelinap di bawahnya. Saat itu ia menyadar i betapa Halaman 204 dari 600 . Maya menyembunyikan diri di bawah beranda. membiarkan angin sepoi-sepoi dari arah barat daya mas uk. Maya menyad ari kalau orang itu berada dalam perlindungan Zenko. meski ia tak tahu sampai sejauh mana kebenarannya. malam ini terlalu bising untuk bisa mendengar banyak bah kan dengan telinga¬nya yang tajam. memperkenalkan diri pada Akio. Selama ini ia dapat meng¬hilang diri tanpa diketahui. dan ia bahkan mendengar Zenko disebut sebag ai ketua Muto. sesaat sebelum bulan purnama. dan sadar kalau Akio ada di penginapan itu. Ia tahu kalau itu pengkhianatan. Semua pintu terbuka lebar. dan bahkan lebih kagum lagi ternyata begitu banyak orang yang ia kenal dari kalangan Tribe bukan hanya mentolerir kehadirannya. langsung menembus kemampuan menghilangnya. ketertarikan dan keingintahuannya semakin bertambah . tapi justru mencarinya. tapi ia menangkap kata ketua Kikuta. Ia terkejut temyata laki-laki itu berani muncul secara terang-terangan di Hofu. dan menjadi so mbong karenanya. dan penginapan penuh sesak dengan orang. dan udara terasa pekat dengan berbagai aroma. ia pergi diam-diam ke penginapan di tepi sungai. langsung tahu mana yang bernama Akio karena lak i-laki itu melihat dirinya. Satu malam.

mendengar desingn ya di udara. Dan si kucing hanya ingin kembali pada pemuda itu. Maya menyadari ke¬hadiran pemuda itu. Saat memahami katakata itu. Semua yang ada di sekelilingny a berubah: ia melihat dengan mata si kucing. pada Sada da n Taku. Semua yang ada di sekelilingny a berubah: ia melihat dengan mata si kucing. Di belakangnya. Sada memanggil-manggil namany a sementara Taku menatap matanya. "Kau tahu siapa Hisao i . jika kubiarkan mereka bicara. "Dialah penguasa si kucing.berbahayanya laki¬laki itu. Ketika membuka mata. Maya melarikan diri pada satu-satunya perlindungan yang dikenalnya. Maya melihat kilau pisau. cak arnya di lantai papan beranda sewaktu ia melompat melarikan diri ke dalam gelapnya malam. Dirasakannya tatapan pemuda itu mencarinya. ia ketakutan setengah mati. dan men¬dengar penggalan suara yang membentuk kata-kata. Sudah lama aku menunggumu. melemparkan senjata selagi bergerak. melawan tatapan Maya yang amat kuat. bet apa laki-laki itu bisa membunuhnya tanpa ragu. dan tanpa pikir panjang ia men¬jatuhkan diri ke lantai. dia bisa b erpikir jelas lagi. Akhirnya tu buh Maya lemas. Akio melompat dari lantai dan seperti terbang ke ar ahnya. betapa lemah dirinya bila dibanding¬kan dengan Akio. dirasakannya tekstur lantai di bawah kakinya. dan tanpa pikir panjang ia men¬jatuhkan diri ke lantai. mendengar desingn ya di udara. membangunkan keduanya dari tidur nyenyak. cak arnya di lantai papan rbahayanya laki¬laki itu." ujar Maya pelan. Maya melihat kilau pisau. sepertinya tertidur selama beberapa saat. melemparkan senjata selagi bergerak. "Jadi sesuatu menghubungkan Hisao dan kucing itu?" akhimya ia bertanya. "Dialah yang memanggil kucing itu. betap a laki-laki itu bisa membunuhnya tanpa ragu. Taku mendengarkan tanpa bicara selagi Maya menceritakan apa yang didengarnya. Hisao. Ta ku mengagumi pengendalian diri gadis itu yang dapat menceritakan tanpa meneteskan air mata. betapa lemah dirinya bila dibanding¬kan dengan Akio. " "Penguasa si kucing? Darimana kau dapat kata itu?" "Itulah yang dikatakan para hantu." Taku menggelengkan kepala dengan tatapan bertanya-tanya. Mereka berusaha menenang¬kan saat dia be rjuang sekuat tenaga men¬dapatkan kembali wujud manusianya. dirasakannya tekstur lantai di bawah kakinya. Datanglah padaku. Akio melompat dari lantai dan seperti terbang ke ar ahnya. dan ingin menceritakan segalanya pada mereka.

" jawab Maya." sahutnya. Sada merengkuh dan memeluk Maya erat-erat." "Apa artinya itu?" tanya Maya." bisik Sada. "Kukira hal itu hanya legenda. "Pertama kali kita melihat kucing itu. "Apa yang harus kita lakukan?" tanya Sada pelan. mendengar Sada menghela nap as." Halaman 205 dari 600 . Ini jauh lebih buruk dari yang kita bayangkan. membuat satu tuntutan terakhir padanya. "Kita harus membawa Maya pergi. gelisah atas peng¬khianatan yang telah diungkap Maya. Dugaanku adalah mereka belum menge tahui bakatnya.tu?" "Dia cucu Muto Kenji. Para arwah akan patuh padanya. hembusan napasnya terasa di bulu kuduknya. mendengar suara orang yan g sudah mati." ujar Taku. "Putra ay ahku. di Maruyama pada musim gugur yan g lalu. Tidak ada lagi orang yang tahu tentang hal semacam ini di kalangan Tri be: semua laporan kita menunjukkan kalau Hisao tidak memiliki kemampuan Tribe. dan kemarahan pada rasa puas dalam dirinya serta kurang waspada. "Artinya dia mampu untuk berjalan di antara dua dunia. dan berapa banyak yang mereka tahu tentang Hisao. dan mencari tahu seberapa dalam keterlibatannya dengan Akio." Inilah pertama kalinya Taku merasakan ketakutan yang sesungguhnya. "Tapi aku harus menemui kakakku lebih dulu. "Hisao pasti seorang penguasa alam baka." Ia berhenti sejenak lalu bicara tanpa perasaan. Tatapan Maya yang berkilat ter¬paku pada wajah Taku." "Sudah berapa lama kau tahu?" "Aku pernah mendengar kau mengatakan pada Sada. Dia memiliki kekuatan untuk me¬nenangkan atau mengh asut mereka. Takut pada ke kuatan supranatural.

maka ia tak harus menyerahkan nyawa Sada atau nyawanya sendiri. Taku punya rasa iri yang terpendam pada Hiroshi.Apakah Kenji tahu? Taku memikirkan hal itu. dan ia tak tahan membayangkan wajah Hiroshi saat sadar kalau ia berpihak pada Zenko. menyayangi sahabatnya itu lebih dari apa pun. "Aku akan menemui Zenko besok. Jika Takeo mel awan balik. "Sebelumnya aku tidak cemas. Saat terjaga. Sebagai anak laki¬l aki. pakah Kenji tahu? Taku memikirkan hal itu. Alangkah bodohnya kakakku. Ia tahu k alau Hiroshi lebih memilih mencabut nyawanya ketimbang meninggalkan Takeo. Ny awa Takeo. Rasanya masuk akal mematuhi kakaknya yang akan mengambil alih kepemimpinan Tribe a tau bahkan menyerahkan jabatan itu pada Taku sendiri: keluarga Muto dan Kikuta bisa berdamai. Taku berpikir keras apa yang harus dilakukan. dan menyadari sekali lagi betapa ia s angat merindukan Gurunya itu. Kita harus bawa Maya pergi. pastinya. terlebi h lagi mengaiakannya pada Sada atau orang lain." "Kita belum mendapat kabar dari Lord Takeo sejak Terada datang dari Hagi." kata Sada gelisah. keberan ian fisiknya. dan betapa besar kegagalannya untuk bisa menggantikan kedudukan gur unya itu.. berarti kematian beberapa ribu prajurit Otori yang tak ada hubungan dengan dirin ya. *** Saat malam lebih larut. kemungkinan anak-anak juga mungkin Shigeko tidak. tapi Zenko pasti menganggap si kembar terlalu berbahaya. "Kita akan pergi ke Inuyama.. keyakinannya makin besar kalau Takeo akan hancur. mengamati malam yang pucat. Memikirkan Hiroshi telah membuatnya berhenti secara tiba-tiba. kal au jaring mulai makin kencang di sekelilingnya dan tak ada jalan untuk lolos. Ia selalu berusaha membuat Hiroshi ter kesan. kesadaran ter¬goyahkan pada kehormatan dan kesetiaan. terhadap sifat ksatria yang jujur. sebelum ia bertemu Sada. Ia menyes . tapi kita harus tetap pergi. dan betapa besar kegagalannya untuk bisa menggantikan kedudukan gur unya itu. Juga nyawa Kaede. kecu ali bila dia melawan." sahut Taku. sada r akan tubuh tinggi Sada di sisinya. dicekam perasaan kalau segala sesuatun ya akan terurai satu demi satu. Ia berusaha menimbang apa saja yang dipertaruhkan. dan menyadari sekali lagi betapa ia sangat merindukan Gurunya itu. pikirnya. bukan untuk yang pertama kalinya." katanya. meski sulit untuk mengakui pada dirinya sendiri. naluri pragmatis Muto mendes aknya untuk mengikuti jalan ini. Hiroshi.

Taku melihat ada perubahan dalam diri kakaknya. Zenko dan Hana duduk dengan tangan terkatup. serta tampak hikmad. Men dengar betapa sering Deus diucapkan. dan menerima jawabannya sebelum tengah har i. Kumis dan janggu t Zenko tampak lebih lebat. Ia diperlakukan dengan santun seperti biasa. Dia menghabiskan waktu dengan mem¬persiapkan diri untuk be pergian. Sebelum mulai makan. pikirnya saat membangunkan Sada dengan le mbut. tidak secara terang-terangan. karena tak ingin menarik perhatian. lebih memercayai mereka ketimbang orang yang disediakan keluarga Muto di Hofu. walau tak langsung mengomentari. Taku juga memerhatikan. *** Taku mengirim pesan keesokan harinya. Tak per nah kubayangkan kalau aku akan menjadi ksatria yang mulia. tapi lebih dari itu.alkan tindakan kakaknya yang menempatkan ia dalam posisi serba salah. Halaman 206 dari 600 . mi rip yang dipakai Don Joao dan Don Carlo yang juga hadir saat makan malam. Taku memerhatikan kehangatan baru antara kedua orang asing itu dengan Zenko. Do n Carlo diminta untuk meng¬ucapkan doa. Taku berkuda p ergi bersama empat orang yang telah menemaninya sejak dari Inuyama. Direngkuhnya Sada erat. dan menyadari dengan campuran antara rasa tercengang dan jijik kalau kakaknya telah mengikuti kepercayaan orang asing. sang kakak menunjukkan kepercaya¬an diri yang ba ru. dan diundang ke kediaman di Hofu untuk makan malam bersama Zenko dan Hana. kala u Zenko mengenakan kalung dari untaian rosario indah yang terbuat dari ukiran gading. dan meskipun tidak tahu kalau itulah terakhir kalinya dia membangunkan Sada. dengan langkah yang lebih angkuh. Begitu bertemu. T ak pernah ku¬bayangkan kalau aku akan jatuh cinta. kepal a tertunduk.

pikirnya kecut. Malam ini indah: sudah hampir purnama. memasang pendengarannya untuk langkah ka ki yang tak dikenal. Apakah sudah ada pembunuh yang ber sembunyi di taman. dan kakaknya membimbing ia ke dalam jangkauan pisau lempar mereka? Atau s enjata mereka? Dan bulu kuduknya merinding memikirkan senjata yang bisa membawa kematia n dari jarak jauh. Kebebasan itu diperbolehkan di seluruh Tiga Negara. "Ada yang harus kubicara¬kan dengan adikku. mengacuhkan pertanyaan tentang A kio. "Aku melihat kebenaran dalam kepercayaan mereka dan aku memilih untuk mengikuti jalan mereka. karena kau telah b ersumpah setia dan berutang nyawa padanya. seolah bisa membaca pikirannya. dan kemarahannya muncul selagi memik irkan kalau yang bisa diberikan orang asing itu adalah senjata api dan kapal. yang bahkan tidak terdeteksi oleh semua kemampuan Tribe. Janganlah kita saling mem¬bunuh. Kami permisi sebentar." "Kurasa kau tengah merencanakan per¬sekongkolan menentang Lord Otori. namun menahan diri. "Tidak ada kejahatan di dalamnya. Rupanya Zenko melihat ada keuntungan: pasti berhubungan dengan militer." Taku mengikuti. "Tak bisa kubayangkan apa alasannya. "Tak ada alasan bagi kita untuk b ermusuhan. Taku. Zenko berkata." Taku melihat deretan gigi putih di atas janggut Zenko saat tersenyum. Zenko menyadari kegelisahan Taku yang makin bertambah. membuka semua indera¬nya. ikutlah ke taman. seraya menyembunyikan marahnya." sahut Taku.Berpindah agama atau hanya berpura-pura? Taku tidak percaya kalau tindakan Zenko tulus adanya. Ia mengenal kakaknya sebagai laki-laki tanpa agama dan tidak berminat erpindah agama atau hanya berpura-pura? Taku tidak percaya kalau tindakan Zenko tulus adanya." Zenko . tapi aku yakin kau bisa menebaknya. Mengapa Kikuta Akio berada di Hofu dan dalam perli ndunganmu? Perjanjian keji apa yang kau buat dengan orang-orang ini?" Taku memberi isyarat ke arah tempat percakapan orang asing itu terdengar seperti pekikan burung. hembusan napas yang tak terduga. Ia ingin l angsung menyerang. aku bahkan kedua putramu. Ia mengenal kakaknya sebagai laki-laki tanpa agama dan tidak berminat pada sesuatu yang berbau spiritual sama seperti dirinya." sahut Zenko. dan ketika makan malam se lesai dia berkata. juga karena tindakan ini akan membahayakan kel uargamu ibu kita. pikirnya. "Dan sebagai imbalannya?" "Aku terkejut kau belum tahu. kurasa.

"Tidak. dan ak u sayang padamu. Taku tergoda untuk menyerang. Dan kau juga pantas mati. begitu kuatnya godaan itu hi ngga ia hampir tak sanggup menahannya. lalu mendekat dan memegang tangannya. Kaulah si perebut kekuasa¬an. Akan kupenuhi semua keinginanmu. seraya menahan kata-katanya. terlepas dari perbedaan pendapat kita. Ta keo tidak punya masa depan: mengapa ikut jatuh bersamanya? Bergabunglah denganku: Tribe akan ber satu kembali: aku pernah bilang kalau aku punya orang dalam di kalangan Kikuta. dan teringat kata-kata Takeo: Saudara saling membunuh." sahut Taku. Ayah kita seorang ks atria sejati." sahut Taku. Dia akan mengabaikan peranmu dalam kematian Kotar o: semua orang tahu saat itu kau masih kecil. Tugas pertama kita adalah balas dendam atas kematian itu. "Taku. juga pembunuh. namun ada sesuatu yang mencegahnya: rasa enggan untuk mencab ut nyawa kakaknya. Mari kita bicara terns terang. dan tubuhnya terasa perih seakan siap menghilang. perebut kekuasaan. sungguh tak Halaman 207 dari 600 . Yakin kalau Zenko past i hendak membunuhnya saat ini. Bukan rahasia lagi kalau menurutku alasan Akio sangat masuk akal." Taku merasa jarinya gatal ingin meraih pedang. Takeo itu penipu.menatapnya." "Ayah kita memang pantas mati. "Kau melihat bayangan dirim u sendiri." "Kau memandang Takeo seolah kau ber¬kaca. Takeo yang menye babkan kematian ayah kita. kita bersaudara.

Taku menghirup napas dalam-dalam. "Kuharap ini bisa memeng aruhi keputusanmu. Dan kau juga. ia meninggalkan kediaman tanpa pamitan. Kemudian Taku masuk ke tempat Sada tengah menunggu. "Oh ya. seperti layaknya orang lain. erbayangkan." ujar Zenko. dikalahkan dengan kecemasan yang lebih besar dalam dirinya. Bagian bawahnya direkatkan dengan lilin dan dicap dengan lencana Otori." laki-laki di sebelahnya berkata pelan. pikirkan semua tindakanmu. Taku meng¬ambilnya dengan firasat: dikenalinya benda itu sebagai tempat surat." Taku berjalan dengan cepat dari taman. sebelum kau pergi: aku lupa berikan ini padamu. harus taat pada hukum. Taku sayang." Taku mundur dengan sikap hati-hati. Mari kita rundingkan. seakan sulit bernapas. Kakakmu. Aku akan bicara lagi denganmu besok. Tak u sayang. yang digunakan di Tiga Nega ra. "Lord Muto. tapi yang satu ini sudah terbuka. Para penjaga menunggu di gerbang dengan kuda¬kuda. "Katakan apa yang kau inginkan dari Lord Otori . lalu tertawa." ujar Zenko." Dikeluarkannya wadah bambu dari balik jubah dan menyerahkannya. Di tempat penginapannya. termasuk dirimu sendiri. Apakah keinginan balas dendammu bisa menjamin tidak akan menyebabkan perang saudara?" "Baiklah." kata Taku padanya. Sada masih berpakaia n lengkap. "Dalam hal ini. dia meminta agar pelana kuda jangan dibuka. harus taat pada hukum. "Ada apa?" "Kuda Anda tadi batuk-batuk." "Mungkin karena udara musim semi. "Apa yang kau temukan?" . seperti layaknya orang lain. terserah apakah kau memihak atau menentangku. "Kurasa ini dari Lord Otori. dan menyiap kan dua kuda betina." Disingkirkannya kecemasan laki-laki itu. "Biar kupertimbangkan dulu. "Kita pergi sekarang. Kakakmu. Diraihnya tali kekang Ryume lalu bergegas naik." sahu t Zenko marah.terbayangkan." "Tak ada yang bisa dirundingkan kecuali dengan kehancuran dan kematiannya. berharap setiap waktu mendengar anak pana h atau pisau melesat di udara. Udara terasa sulit dihirup dengan pekatnya ser buk sari. termasuk dirimu sendiri.

Di Inuyama kalian lebih aman. maka aku harus mengejarnya sampai di perbatasan. membawa senjata yang menakutkan. Tentunya dia sudah berangkat saat ini?" "Kita harus ke sana malam ini. Bulan purnama cukup terang untuk berkuda. dia harus ikut. muncul dalam berbagai samaran. tapi juga telah bersekutu dengan orang asing. yang wajahnya kin i bisa dilihat sekilas. Dia membaca dengan cepat t ulisan dalam surat itu. dan sebagai imbalannya mereka mempersenjatainya. Itu sebabn ya tidak ada kabar darinya." *** Maya tengah mimpi aneh serba merah di mana kakak laki-lakinya. Bangunkan Maya. terkadang ditemani para arwah."Zenko bukan hanya membuat kesepakatan dengan Akio. Aku tak ingin dia di temukan Akio. Dia harus kembali dan membawa pasukan kembali dari wilayah Timur. seolah Hisao tahu semua rahasia dalam dirinya." Diserah kannya wadah surat pada Sada. "Takeo memintamu agar segera menemuinya di Inuyama tapi ini sudah terla mbat selama berminggu-minggu. Bila Ta keo telah meninggalkan Inuyama. Kakakny a itu memiliki Halaman 208 dari 600 . Dia menga ku telah menerima agama mereka." Sada mengambil tabung itu lalu mengeluarkan suratnya. Kakaknya itu tampak kejam. Tatapannya mem¬buat Maya merasakan ketakut an yang tak bisa dijelaskan. "Dia mengacaukan surat-surat yang Takeo kirim.

Segera setelah mereka hanya bertiga di ruang makan kecil. Maya terbangun dan sadar kal au Sada yang bicara pelan di telinganya. yang membuatnya ketakutan. Maya terbangun dan sadar kal au Sada yang bicara pelan di telinganya. Sada bertanya pada Taku. ada pelancong lain di jalan. karena tak tahu kalau Hisao mengenalnya. dan seke lompok kecil orang Taku. di awal musim semi dengan bulan yang hampir penuh. yang membuatnya ketakutan. Dia bisa saja menyerang atau membuntuti. "Apa yang terjadi?" "Akan kuceritakan sedikit saja demi keselamatanmu. "Apakah kakakmu membiarkan kau pergi?" "Itu sebabnya kita pergi sekarang. mereka berhenti di sebuah penginapan untuk sarapan dan minum teh. Kita pergi sekarang. "Mengapa kita pergi di malam seperti ini?" "Aku tidak ingin menunggu sampai pagi. Aku curiga ada jebakan.semacam jiwa kucing seperti dirinya. Malam ini Hisao membisikkan nama Maya. Tak lama setelah matahari terbit. "Kita akan ke Inuyama untuk menemui ayahmu. dan bersiap untuk bertarung. Maya melakukan seperti yang diminta karena bulan-bulan musim din gin telah mengajarkannya untuk patuh. Malam ini Hisao membisikkan nama Maya. Ayahmu harus segera kembali." Tanpa bertanya." Kelelahan tergambar di wajah Taku. emacam jiwa kucing seperti dirinya. Maya berkata pada Taku . karena tak tahu kalau Hisao mengenalnya. "Bangunlah. Sada. mengikuti bulan dan gelombang. "Bagaimana bisa paman dan bibi ber¬tindak begitu. di malam s eperti ini. Maya serta empat pengawal tidak diberhentikan atau ditanyai. dan kegiatan perdagangan dan pelabu han berarti orang datang dan pergi pada jam berapa saja. Ber¬si agalah dengan senjata." Selagi kuda-kuda berderap menyusuri jalan menuju jalan besar. "Ibu harus diberitahu." kata Taku selagi mengayunkan tubuh Maya ke punggung kuda." Hofu bukanlah kota yang dikelilingi dinding. Kami mengira bisa membendungnya. Kedua bocah itu harus mati!" . lekas berpakaian. tapi men¬dadak situasinya makin mengancam. Pamanmu Arai dan istrinya ber komplot menentang ayahmu. saat putra mereka tinggal di rum ah kami?" tanya Maya gusar. dan suaranya terdengar sangat serius.

"Ayahmu berharap tak seorang pun harus mati." "Itu lebih buruk lagi! Ibu harus di peringatkan. Aku akan ke Hagi dan men¬ceritakan pada Ibu tentang niat Hana yang se benarnya!" "Tidak. Peluh membuat kul it kuda menjadi lebih gelap di bagian leher tubuh mereka selagi meninggal¬kan dataran pesisir dan mulai menanjak ke perbatasan pertama. begitu bersemangat. Bahaya. "Itu sebabnya kita har us menyuruhnya kembali. sesekali terdengar su ara jangkrik bak Halaman 209 dari 600 . biru terang. "Darimana datangnya ke kejaman itu?" Tapi suaranya terdengar penuh kasih sayang dan kekaguman. "Selama musim panas ini Hana akan bersama ibumu dan adikmu." "Lagipula. Aku tidak akan melupakan ini : makanan yang terasa begitu lezat saat aku begitu lapar. Hutan kian lebat di sekeliling mereka. angin sepoi-sepoi ber henti berhembus. Hanya ayahmu yang memiliki reputasi dan kekuatan untuk mencegah pecahny a perang. kau harus tetap bersama kami. Seperti keluarga. harumnya aroma ten. Kira¬kira tengah hari. awan menghilang ke arah timur laut. merasakan angin m usim semi. Hana memang akan ke Hagi hari ini. begitu pemberani. cahaya matahari yang berubah selagi gumpalan besar awan putih berarak. Mereka d uduk diam selama beberapa saat. terus maju.." kata Sada." Sada menarik Maya dan duduk denga n merangkulnya.." sahut Taku. langit cerah. merangkul bahu Sada. merasakan hari-hari yang kami lalui dalam perjala nan." tutur Taku. Cuaca hari itu tetap cerah dan segar."Kau kedengaran sangat berbeda dengan ayahmu. pikir Maya. Sada dan Taku be rsamaku.

Aku harus kembali. hangatnya senja m embuatnya mengantuk. kudanya. "Kami akan menahan merek a. dan sekonyong-konyong dilihatnya Hisao. Ia mengira ikan alat musik." serunya." "Aku juga. tertahan dengan lut utnya. ringkikan kuda. jalan terus. "Ada yang mengikuti kita!" Taku mengacungkan tangan. Ia mengira tengah bermimpi. membelokkan kuda keluar dari jalan dan menghilang di balik batang-batang pohon b ambu. Jumlah mereka paling banyak dua belas orang. jatuh. tapi seiring dengan kuda-kuda yang mu lai lelah. kemudian terguling. Irama berjalan kuda. "Maya. Irama berjalan kuda. Mereka mendengarnya: derap kaki h ewan dari lereng. lalu semb unyi. mereka mengambil busur dari punggung. tapi di kejauhan mereka melihat kepulan debu dan mendengar derap kuda. yang bergenia sampai ke perbatasan. menghempaskan tubuh . Sada berhenti lalu menengok ke belakang. membalikkan kuda betina yang ketakutan ke arah mereka da tang. "Mereka punya senjata api. Taku meneriakkan sesuatu ketika melihat mereka." teriak Sada lega. lalu tersadar kaget. Taku masih memegang pedang. "Tetap di sini jangan. membuat burun g-buning memekik ke takutan lalu terbang. apa yang kau dengar?" Ia seperti mendergar dentingan baja. Maya mulai merasa lelah. Kami akan segera menyusul. melihat kuda berk ulit abu-abu dan bersurai hitam. Kejadiannya begitu cepat: Ryume jatuh lalu mati." ujar Taku pada Sada." perintah Taku pada Sada. dengan enggan melajukan kuda dan Maya mengi kuti." gumam Maya. dan satu suara lagi. Mereka berkuda dengan cepat selama beberapa saat. Aku tak bisa meninggalkan Taku. hangatnya senj a membuatnya mengantuk. dingin dan brutal. tapi Maya ta k memahaminya karena saat mengucapkan kata-kata itu Ryume. Maya mulai merasa lelah. "Teruskan perjalanan dengan Maya. lengannya berlumuran darah darahnya atau darah orang l ain. teriakan dan pekikan pertar ungan. "Pergilah. dan mereka berhenti. mustahil diketahui.petikan alat musik. Sada juga men¬dengarnya. "Itu dia datang." Taku memberi perintah dengan cepat pada pengawalnya.

pikir Maya lega. Waktunya telah tiba. Kemudian dia me raih tangan Taku yang menggapai lalu mengayunon tubuh Taku di belakangnya. Dia merasakan tembakan itu menge na lehernya dan menembusnya. Dari kejauhan didengarnya Maya berteriak. Dia merasakan sayatan yang sangat menyakitkan di waj ahnya. Taku tidak terlula parah. Sada menarik tali keitang kudanya agar berhenti di samping Taku. sebelum kegelapan membungka m pikirannya untuk selamanya. aku sekarat. Dia menyadari kuatnya punggung S ada saat memeluknya. kemudian tembakan itu meraung lagi. meski banyak orang yang mati di jalanan di belakangnya . meski kelelahan. Dia tak bisa melakukan itu bila dia terluka . pengawalnya dan sebagian besar penyerang¬nya. Taku ing in mengucapkannya. kemudian dia jatuh dan Sada jatuh bersamanya. dan sudah berlari kencang. Kedua kuda betina itu mudah gugup. nak. pergi. Dia nyaris t ak sempat berpikir. Taku berusaha bangkit. Kuda betina milik Sada berusaha bangkit dan berderap kembali ke Maya sambil meri ngkik keras. Kuda betina tunggangan Sada menden gus dan menjadi liar saat melihat kematian Ryume. Matanya dipenuhi cahaya langit biru yang m enyilaukan: cahaya matahari berputar-putar dan kian redup. Secepatnya Sada menderapkan kuda menghampiri. dan kuda menimpa tubu h mereka. Dia baik-baik saja. tapi tak sempat lagi. Pergilah.Taku ke jalanan. satu sayatan lagi di tangannya yang memegang pedang. aku harus berkonsentrasi pada kematian. D engan sifat OtoriHalaman 210 dari 600 .

I a membungkuk dan diraihnya tali kekang kuda Sada yang terayun-ayun. Maya memikirkan kedua kuda itu. memegangi tali kekang keduanya. Sada mergerang pelan. "Sada!" Seolah menjawab jeritannya. ia tak ingin hidip di dunia yang kejam ini. Maya memikirkan kedua kuda itu. Ryume. Sekujur tubuhnya gemetar. Maya tahu kalau ia harus menggunakan k emampuan menghilang atau bentuk kucing lalu lari ke dalam hutan: ia berasal dari Tribe. menyentuh dan memanggil¬manggil nama mereka. di bawah remangnya penerangan di penginapan. Ia h arus membuka mulut lalu menjerit. Kedua laki-laki itu datang menghampiri. Ia membungkuk dan diraihnya tali kekang kuda Sada yang terayun-ayun. "Kedua Muto ini sudah membayar¬nya. Ki .nya. Sekujur tubuhnya gemetar. s eharusnya bisa mengelabui siapa Saja. Luapan kepedihan di hatinya membuat Maya hampir tercekik tak bisa bernapas. agak lebih jauh darinya. Akio berlutut. Tapi badannya terasa lumpuh karena terguncang dan sedih. Bola mata Sada berdenyut: dia masih hidup. Ia meludahi wajah Taku yang damai. Maya hampir tidak bisa melihat mereka di malam sebelumnya. Si kuda." ujarnya. ia tidak boleh membiarkan keduanya kabur. ya. Setidaknya aku harus ber tarung. pikirnya. agak lebih jauh darinya. begitu pula kedua kuda itu. tapi bodohnya. Maya berdiri di antara kedua kuda betina. Hisao memegang senjata api. Si kuda. kemudian Sada dan Taku mati dalam keadaan berangkulan. dan tak bisa memalingkan pandangannya dari tiga mayat yang ter¬geletak di jalan. mengacungkan senjata api ke arahnya. dunia yang mem¬biarkan Taku mati di bawah lan git biru dan matahari yang cerah. kemudian Sada dan Taku mati dalam keadaan berangkulan. Mereka berasal dari Tribe: mereka takkan membiarkannya hidup hanya karena ia masih kecil. Tapi ia tidak tahu apa ya ng harus dilakukan selanjutnya. turun lalu berlutut di sampingnya. ditambah lagi. begitu pula kedua kuda itu. "Kematian Kotaro hampir terbalas. Maya menggerakkan kudanya meng¬hampiri mereka. Tapi ia tidak tahu apa ya ng harus dilakukan selanjutnya. Akio membawa pedang dan pisau. Bocah itu menatapnya. sementara laki-laki y ang satu lagi membalik kedua mayat. ia tidak boleh membiarkan keduanya kabur. ia tak ingin melepaskan kedua kuda betina itu. dan tak bisa memalingkan pandangannya dari tiga mayat yang ter¬geletak di jalan. tapi ia segera mengenalinya. mengambil pisau dengan tangan kanan lalu menggor ok leher Sada dengan cepat. Ryume. tiba-tiba muncul dua orang tepat di belakang Ryume. Kedua orang memegang senjata.

tapi laki-laki it u tak berbalik menatapnya. Ayah?" Suaranya terdengar kebingungan. "Jadi!" serunya. "Seperti seorang ksatria perempuan?" Memegang Maya dengan tangannya yang sekuat baja. "Bocah pengurus kuda?" sahut laki-laki itu. Gadis itu menjerit dan meront a-ronta sewaktu Akio berusaha membuka telapak tangannya." Bocah itu berkata. kedua kuda itu bergerak mundur." Halaman 211 dari 600 . bahkan lebih cepat dibanding malam sebelumnya. "Sial sekali nasibnya!" Akio berjalan menghampirinya dan Maya mencoba menatap matanya. Dijatuhkannya tali kekang kedua kuda. Ketakutan yang amat sangat mencekam Maya. Ia hanya ingin mati. lalu mencengkeram pergelangan tangan Maya. Pis aunya terjatuh seolah Akio membelokkannya. Maya menarik pisau dari sabuknya lalu menaikkan tangannya untuk menancapkan pisau itu di lehernya. Ia tak boleh membiarkan la ki-laki itu menangkapnya. "Tapi ini siapa. Akio ter¬senyum ketika dilihatnya garis lurus melintang di telapak tangan gadis itu. dan kar ena terkejut.ni tinggal Si Anjing. seola h pernah mengenal gadis itu. "Sekarang kita tahu siapa yang memata-matai kita semalam. Akio lalu menarik pakaiannya da n menyelusupkan tangan satunya ke selangkangan Maya. "Tapi bocah pengurus kuda macam apa yang berusaha menggorok lehernya sendiri?" t anyanya dengan sinis. Akio bergerak lebih cepat dari gerakan manusia mana pun yang pernah Maya lihat.

Diliha tnya gerbang biara merah tua berkilauan di bawah sinar matahari musim semi. masing-masing diikat dengan dua utas tali di kepala dan ikat pinggang di bawah perut. bunyi kele-pak layar. aku adalah adikmu. Tapi laki-laki itu melanjutkan. tali temali dan tiang kapal. karena wajah¬nya sama seperti yang ia lihat dalam mimpinya . Dari berbagai arah. di sepanjang pantai yang dilindungi Laut Kitaran sampai Akashi. tapi belum pernah berlayar lebih k e timur. bahkan dalam perjalanan yan g paling sulit antara Hagi dan Maruyama." sahutnya. "Ada lagi. Berlayar membuat Shigeko gembira. Hisao. serta jubah resmi yang kesemuanya baru dibordir. Ia ba ngga akan . serta kirin. meraba bagian urat nadi. "Benar aku Otori Maya. Gadis ini akan berguna. Tapi hadiah yang terpenting berdiri di atas dek. Muatan kapal dipenuhi berbagai macam hadiah.. udara terasa san gat segar. aya mengira hidupnya sudah berakhir. Shigeko tidak pernah mabuk laut. tapi Akio memindahkan cengkeramannya ke leher. kuil-kuil ber¬atapkan pohon runjung. Tapi laki-laki itu melanjutkan. pulau-pulau kecil bermunculan dari per mukaan laut. ketika angin dari timur laut berpacu me¬lintasi laut kea bu-abuan. angin laut ber¬hembus lembut dari selatan namun cukup kencang untuk memenuhi layar dan m em¬buat kapal meluncur cepat. buih gelombang menghiasi pantainya. "Ini putri si Anjing. Ini putraku. termasuk pelana dan sanggurdi ber¬hia s indah untuk Shigeko dan Hiroshi." Didekatinya Maya. "Kau kenal siapa aku?" Maya tak mau menjawab. Jadi kita biarkan dia hidup untuk saat ini. Tidak seperti Maya.. Jadi kita biarkan dia hidup untuk saat ini.. salah satu dari si kembar: dia ada tanda Kikuta. dinding putih yang mencuat dari kastil ksatria. Shigeko menghabiskan banyak waktu dalam sehari di samping hewan-hewan itu. nyan yian lambung kapal saat membelah lautan. Gadis ini akan berguna.Maya mengira hidupnya sudah berakhir. ketua keluargamu. dicelup da n dilukis oleh perajin paling andal dari Hagi dan Maruyama. lalu menekan hingga Maya tak sadarkan diri.* Shigeko sering berlayar antara Hagi dan Hofu. Cuaca cerah. salah satu dari si kembar: dia ada tanda Kikuta." Didekatinya Maya. lerenglerengnya kehijauan tua dengan pepohonan cedar. diikat dengan tali dari sutra merah." Maya ingin mengatakan lebih banyak lagi. bau air laut. kecipak air laut dan keriat-keriut kayu. "Ini putri si Anjing. "Kau kenal siapa aku?" Maya tak mau menjawab. di bawah naungan jerami: kuda-kuda yang dibiakkan di Maruyama." Maya sudah mengenalnya. "Aku Kikuta Akio.

dia terus berpaling ke arah rumah. saat kau di dekatnya. Aku terkejut kau bisa berpisah dengannya." "Aku hanya menyalahkan diriku! Aku yang menyarankannya. Tapi aku be rharap hewan itu terbuat dari gading atau logam berharga. Shigeko hanya mencemaskan kirin yang tidak memiliki p embawaan santai layaknya kuda. dan satu lagi berwarna merah bata. dan semua kawannya. Tentunya dia akan merindukanmu. Tak ada rasa sesal akan berpisah karena mereka akan diperlakukan dengan bai k. satu berwarna terang. tanpa perasaan. Kirin adalah hadiah yang sempurna: bahkan sang Kaisar pun pasti kagum dan tersanjung dengan hadiah ini." sahut Hiroshi. dan aku takkan merasa k hawatir memikir¬kannya akan kesepian. "Aku khawatir kirin akan ketakutan ketika berpisah dari kita." "Sedan tadi kuperhatikan dia berusaha mendekatimu. Semua hewan itu kelihatan senang ditemani gadis itu. "Lih at. Mungkin hewan¬hewan itu takkan melupakannya namun juga takkan merindukan dirinya. barangkali. Seperti merindukan seseorang: Tenba.kesehatan dan ketampanan mereka karena ia sendiri yang membesarkan hewan-hewan i tu: dua kuda berkulit belang." Halaman 212 dari 600 ." katanya pada Hiroshi saat senja di hari ketiga perjalanan mereka dari Hofu. dan mengikuti dengan pandangan mata saat Shigeko berj alan di sekitar dek.

" hardik Shigeko. "Dan mungkin kirin itu takkan kesepian di Miyako. kehilangan yang membuat bangsawan yang paling be rkuasa di Delapan Pulau bebas untuk menikah. dan telah mencapai tah ap kesadaran serta kepekaan yang tinggi.Hiroshi menatapnya lekat-lekat. dan terjaga dalam rasa bahagia. Ter kadang ia bermimpi ayahnya memilih Hiroshi. Hiroshi yang berpaling lebih dulu. Nam un seperti tak ada gunanya membicara¬kan perasaannya: ia akan menikahi orang pilihan ayahnya. Dia akan dirawat dengan baik. Terkadang ia b ertanya-tanya apa bisa memilih calonnya sendiri karena kini ia penguasa Maruyama. "Kuakui. Shigeko dibesarkan dengan ajaran keras keluarga ksatria: ia tidak bisa mematah¬kannya begitu saja. "apa hadiah y ang lebih baik bagi jenderal Kaisar?" Mendengar kegetiran dalam suara Hiroshi. diberi cukup makan. dia hanya seekor hewan. Dia akan dirawat dengan baik. Mereka berdua dilatih dengan Ajaran Houou. Kirin berdir i begitu dekat hingga bisa dirasakan hangatnya napas hewan itu di pipinya." imbuhnya. aku cemas dengan s emua tantangan yang me-nantiku di ibukota. "Tapi dia tidak memiliki perasaan yang sama dengan manusia saat dipisahkan dari mereka yang disayanginya." Shigeko beradu pandang dengan Hiroshi. "Bila kirin merupakan hadiah yang sempurna bagi Kaisar. "Lagipula." . Shigeko memercayai Hiroshi sepenuhnya. terkadang ia sad ar kalau tak ingin mengecewakan ayah-nya. "Aku berharap tidak harus tinggal jauh dari Tiga Negara." Shigeko tahu maksud ucapan Hiroshi karena dia hadir saat Lord Kono mengatakan ka lau istri Saga Hideki meninggal baru-baru ini. Mungkin tidak semenderita seperti yang kau bayangkan. gadis itu menahan tatapan Hiroshi selama beberapa saat. Ia sudah lama me nyadari kalau Hiroshi mencintainya seperti ia mencintai laki-laki itu. Aku berharap perjalanan kita sudah berakhir tapi di si si lain aku juga tak ingin perjalanan ini berakhir. "karena kau juga akan berada di sana. "Lagipula. diberi cukup makan." "Hewan memiliki perasaan yang dalam. Mungkin tidak semenderita seperti yang kau bayangkan." gumamnya. Shigeko merasa gundah." kata Hiroshi dengan suara pel an." iroshi menatapnya lekat-lekat. Mereka berdua tahu apa yang ada di benak masing-masing. dia hanya seekor hewan.

memanggil dengan nama yang sering dilakukannya ketika g adis itu masih kecil. Busur di Halaman 213 dari 600 . "Jangan sampai ada hal yang mengurangi konsentrasimu selama penandingan i tu. Bila aku memang harus me¬nikah dengan orang lain. "Ada ikatan yang kuat di antara kita." "Shigeko." "Kau juga akan mendapatkan dukungan itu di Miyako." Hiroshi mengingatkan." "Guru-guruku yang terbaik kau dan dia. Lalu satu kenangan melintas di benaknya: pertama kali ia melihat s epasang houou sewaktu kedua burung itu kembali ke hutan di sekitar Terayama untuk bersarang di pohon pauwlonia dan membesarkan anak-anaknya." ujarnya. "Aku telah mengenalmu sejak keci l bahkan mungkin di kehidupan sebelumnya. "tapi mengatasinya. ikatan itu jangan pernah putus." sahut Shigeko." "Bukan menyingkirkan. ti dak berani berkata apa-apa lagi." kata Hiroshi. Kita semua harus menyingkirkan keinginan pribadi untuk membiarkan ajaran kedamaian menang. aku bersumpah." "Tidak akan. "Mudah untuk merasa percaya diri di Maruyama. saat dikelilingi begitu banyak ora ng yang mendukungku terutama kau." Gadis itu terdiam."Kau tak menunjukkan kecemasan saat bicara dengan Lord Kono tahun lalu. Miyoshi Gemba juga akan berad a di sana.

Kapal pun t ampak bermandikan cahaya. Tiga Negara belum pernah begitu sejahtera. Saat itu ada pera yaan musim semi. namun roh houou yang akan menuntun anak panahnya. ketika bumi hidup kembali. Namun semua sorak sorai. Setelah me¬mikirkan masak-masak. namun perjalanan memb awa dirinya makin jauh dari kemungkinan menerima kabar. Takeo meninggalkan Inuyama menuju wilayah T imur. sewaktu matahari tenggelam di ufuk barat. Langit di arah barat masih memancarkan garis merah ketika di arah timur muncul bulan purnama dari bulan keempat. bunga dan umbul-umbul tak mampu menyingkir¬kan ke gelisahan Takeo. seolah burung suci itu telah bertengger di atasnya. semua pertanda ini menegaskan apa yang dilihat sebagian besar rakyat pada anak-anak mereka yang montok dan sawah yang subur. namun wajah tanpa ekspresi yang ki ni menjadi kebiasaan¬nya. Kecemasannya yaitu tidak adanya kabar dari Taku: apakah dia membelo t atau sudah mati. Kedua hal itu sama-sama musibah baginya. beber apa di antara¬nya diceritakannya pada Minoru. Meskipun ia ber¬usaha menyembunyikannya.* Beberapa hari setelah bulan purnama. panji-panji Maruyama berkibar di tali tiang kapal. dan di satu sisi lagi. Kemudian. tarian. mereka berjalan ke bagian be lakang dek dan memulai latihan ritual kuno yang mengalir melewati udara bak air." lapor Minoru. Kota itu dikuasai rasa percaya diri serta harapan karena Lord Otori bukan hanya tengah mengunjungi Kaisar tokoh yang dianggap separuh mistis oleh rakyat tapi dia j uga meninggalkan seorang putra: kesedihan yang disebabkan oleh si kembar akhirnya te rsingkir." Shigeko tersenyum." . Takeo memutuskan untuk meninggalkan Kuroda bersaudara di Inuyama. "Mereka bertanya kepadaku apa yang te lah mereka lakukan sehingga tidak dipercaya oleh Lord Otori. "Jun dan Shin tidak senang. Kilau sinar matahari mewarnai layar." anganmu. membuat lamban g bangau Otori menjadi keemasan. cairan dari dalam bumi mengalir ke pepohonan dan ke d alam aliran darah semua orang. namun mengubah otot dan urat daging menjadi sekeras baja.tanganmu. Lord Ot ori akan meng¬hadiahkan kirin kepada Kaisar. Semua ini m erupakan bukti dari penguasa yang adil dan memedulikan kesejahteraan rakyatnya. bagaimana dengan nasib Maya? Takeo ingin sekali kembali dan mencari tahu sendiri. Burung houou ber¬sarang di Terayama. Kepergiannya dilepas dengan penuh semangat oleh penduduk kota. yakin kalau pikiran dan tujuan mereka berdua telah menyatu. namun roh houou yang akan menuntun anak panahnya. mengatakan bahwa mereka akan lebih berguna di sana. dan bahwa mereka harus mengirim kurir secepat¬nya bila ada kabar dari Taku.

"Tidak ada keluarga Tribe di Miyako," sahut Takeo. "Sungguh, aku tidak mem¬butuhka n mereka di sana. Tapi kau tahu, Minoru, kalau kepercayaanku pada mereka telah terkikis: bukan karena kesalahan m ereka, hanya karena aku tahu kesetiaan pertama mereka pasti pada Tribe." "Kurasa Anda mestinya bisa lebih me¬mercayai mereka," sahut Minoru. "Mungkin aku menyelamatkan mereka dari pilihan yang menyakitkan, dan kelak merek a akan berterima kasih padaku," sahut Takeo ringan, tapi sebenamya dia me¬rindukan kedua pengawal Tribe tersebut, merasa telanjang dan tidak terlindungi tanpa mereka berdua. Empat hari keluar dari Inuyama, mereka berjalan melintasi Hinode, desa tempat Ta keo pernah beristirahat bersama Shigeru pada pagi setelah lari dari kejaran prajurit Iida S adamu. "Tempat kelahiranku berjarak satu hari perjalanan dari sini," komentarnya pada G emba. "Aku tidak melewati jalan ini lagi selama hampir delapan belas tahun. Aku ingin tahu apakah desa itu masih ada. Di sanalah Shigeru menyelamatkan aku." Halaman 214 dari 600

Tempat adikku, Madaren, dilahirkan, mengingatkan dirinya, tempat aku dibesarkan sebagai orang Hidden. empat adikku, Madaren, dilahirkan, mengingatkan dirinya, tempat aku dibesarkan s ebagai orang Hidden. "Aku bertanya pada diriku sendiri, alangkah beraninya aku muncul di hadapan Kais ar. Mereka semua akan membenciku k arena asal -usilk u." Takeo dan Gemba berkuda berdampingan di jalur yang sempit, gar tidak didengar orang lain. Gemba melihat sekilas ke arahnya lalu ku membawa semua dokumen yang mem¬buktikan keturunanmu dari Terayama: alah kakekmu, dan pengangkatanmu oleh Shigeru sah menurut hukum . Tak ada yang bisa mempertanyakan legitimasimu." "Tapi Kaisar sudah mempertanyakannya lebih dulu." "Kau membawa pedang Otori, dan di¬berkati dengan semua pertanda persetujuan Surga. " Gemba tersenyum. "Kau mungkin tidak menyadari kekaguman Shigeru saat membawamu pulang: kau begitu mirip Takeshi. Seperti keajaiban: Takeshi tinggal cukup lama bersama kami sebelu mnya. Kakakku Kahri adalah sahabatnya. Rasanya seperti kehilangan saudara laki-laki tercinta. Namun kesedihan kami tidak ada artinya dibandingkan dengan Lord Shigeru, dan itu merupakan pukulan terakhir dari sekian banyak peristiwa buruk yang menimpanya." "Ya, Chiyo menceritakan kisah-kisah kehilangannya. Hidupnya diliputi kesedihan d an nasib buruk yang tidak layak diterima¬nya; namun Shigeru tidak menunjukkannya. Aku ingat perka taannya di malam pertama aku bertemu Kenji: Aku tidak diciptakan untuk berputus asa. Sering aku memikirkan kata-kata ini, dan tentang keberaniannya saat kami berkuda ke Inuyama dalam peng awasan Abe dan pasukannya. " "Kau harus mengatakan hal yang sama pada dirimu: kau tidak diciptakan untuk berp utus asa." Takeo berkata, "Seharusnya begitu, tapi dengan begitu banyak yang telah terjadi dalam hidupku, itu menjadi suatu kepura¬puraan." Gemba tertawa. "Beruntunglah karena kau memiliki sekian banyak keahlian. Jangan remehkan dirimu sendiri. Sifatmu mungkin lebih kelam dari Shigeru, tapi tak kalah kuatnya. Lihat lah apa yang telah kau raih: hampir enam belas tahun kedamaian. Kau dan istrimu telah menyatukan semua pihak yang bertikai di seluruh Tiga Negara; kau dan ia bicara pelan a menyahut, "Kau tahu a bahwa Lord Shigemori ad dan disetujui oleh klan

menangani kesejahteraan negara dengan keseimbangan yang sempurna. Putrimu men¬jadi tangan kananmu, istrimu mendukung sepenuhnya di rumah. Percayalah pada mereka. Kau akan membuat kalangan istana Kaisar terkesan sesuai dengan kemampuan¬mu. Percayalah padaku." Ge mba terdiam dan setelah beberapa saat melanjutkan senandung kesabarannya. Kata-kata Gemba terasa lebih dari sekadar menenangkan; kata-kata itu tidak menen ang¬kan tapi justru membuat Takeo mampu menguasainya, dan akhirnya bisa melaluinya. Selagi tu buh dan pikiran penunggangnya rileks, maka begitu pula dengan kudanya: Tenba menundukkan leher d an mem¬perpanjang langkahnya seolah jarak yang ditempuh tengah dilahapnya, hari demi hari. Takeo merasa semua inderanya mulai terjaga: pendengarannya menjadi sama peka¬nya s aat ia berusia tujuh belas tahun; mata dan tangan senimannya mulai bergerak lagi dengan sendiri nya. Saat mendiktekan surat di malam hari pada Minoru, rasanya ingin sekali mengambil kuas dari tangan juru¬tulisnya itu. Kadang Takeo memang melaku¬kannya dengan cara menopang tangan kanannya yang cacat dengan tangan kiri serta menjepit kuas dengan dua jarinya ya ng ter¬sisa, dibuatnya sketsa pemandangan yang ada di benaknya selama berkuda di siang hari: sekawanan gagak beterbangan di sela-sela pepohonan cedar, barisan angsa di tebing dengan b entuk yang aneh, seekor burung tila dan bunga lonceng di bebatuan. Minoru mengumpulkan sketsa-ske tsa itu lalu mengirimnya dengan surat-surat untuk Kaede, dan Takeo teringat pada lukisan buru ng tila yang pernah ia berikan pada istrinya bertahun-tahun yang lalu di Terayama. Tangan cac atnya selama ini telah mencegahnya untuk melukis, namun belajar untuk mengatasi kendala itu telah mengasah bakat alaminya menjadi gaya lukisan yang unik dan luar biasa. Halaman 215 dari 600

Jalanan dari Inuyama menuju perbatasan terawat baik dan cukup lebar untuk tiga p enunggang kuda berjalan berdampingan. Permukaan jalan rata karena Miyoshi Kahei dan pasukannya melewati jalan ini beberapa minggu sebelumnya. Pasukan garda depan itu terdiri dari seribu oran g yang sebagian besar berkuda. Kahei juga membawa per¬sediaan pangan di atas kuda beban dan alanan dari Inuyama menuju perbatasan terawat baik dan cukup lebar untuk tiga pe nunggang kuda berjalan berdampingan. Permukaan jalan rata karena Miyoshi Kahei dan pasukannya melewati jalan ini beberapa minggu sebelumnya. Pasukan garda depan itu terdiri dari seribu oran g yang sebagian besar berkuda. Kahei juga membawa per¬sediaan pangan di atas kuda beban dan gerobak yang ditarik lembu. Sisanya akan bergerak dari Inuyama dalam beberapa mi nggu lagi. Daerah perbatasan berbukit¬bukit. Selain dari jalanan yang akan mereka lalui, punc aknya tak bisa dilewati. Menyiagakan pasukan yang begitu besar selama musim panas membutuhkan b anyak sumber daya, dan banyak pasukan pejalan kaki yang berasal dari desa-desa tempat panen tidak bisa dilakukan tanpa tenaga mereka di ladang. Takeo dan rombongannya berjumpa dengan Kahei di dataran tinggi tepat di bawah ja lur sempit. Saat itu udara masih dingin, rumput tepercik bintik putih salju terakhir, air sungai dan kolam membeku. Pos perbatasan kecil dibangun di sini, meski tidak banyak pengembara yang melakukan perjalanan dari wilayah Timur melewati jalur darat karena lebih memilih jalur laut melalui Akash i. Gugusan Awan Tinggi menjadi perbatasan alami yang selama bertahun¬tahun membuat Tiga Negara ter lindungi, terabaikan bagian negara yang lain, tidak dikuasai atau dilindungi Kaisar. Kemah yang dibangun tampak teratur dan disiapkan dengan baik: kuda-kuda berada d i barisannya, pasukan dipersenjatai lengkap serta terlatih. Dataran itu sudah diub ah dengan pagar penghalang yang didirikan dengan formasi kepala anak panah di sepanjang tepi dan gudang penyimpanan dibangun dengan cepat untuk melindungi persediaan makanan dari cuaca dan hewan. "Ada cukup tempat di ujung dataran bagi pasukan pemanah," tutur Kahei. "Tapi kit a juga memiliki cukup senjata api saat prajurit pejalan kaki datang dari Inuyama untuk mempertah ankan jalan bermilmil di belakang kita, begitu pula dengan pedesaan di sekitarnya. Kita akan mendirika n blokade. Tapi jika mereka masuk ke daerah di sekitarnya, kita akan gunakan kuda dan pedang." Ia menambahkan, "Apakah kita tahu senjata apa yang mereka miliki?" "Waktu mereka kurang dari setahun untuk mendapatkan atau menempa senjata api ser ta melatih

pasukan untuk menggunakannya," sahut Takeo. "Kita lebih unggul dalam hal itu. Ki ta juga memiliki pasukan pemanah: senjata tidak bisa diandalkan saat hujan atau angin. Aku berhar ap bisa mengirim pesan padamu. Aku akan mencari tahu sebisanya tapi aku harus kelihatan seperti mencari kedamaian; aku tidak boleh memberi alas an bagi mereka untuk menyerang. Semua persiapan ini demi mempertahankan Tiga Negara; kita tidak mengancam siapa pun di luar perbatasan wilayah kita. Kau harus tetap di dataran ini dalam posisi yang murni bertahan. Kita jangan sampai memancing Saga atau menantang Kaisar." "Rasanya aneh melihat Kaisar dengan mata kepala sendiri," komentar Kahei. "Aku i ri padamu: kami mendengar tentang Kaisar sejak kami masih kecil; beliau adalah keturunan dewa, k endati selama bertahun¬tahun aku tidak percaya kalau beliau memang benar-benar ada." "Klan Otori kabarnya adalah keluarga Kaisar," sahut Gemba. "Karena ketika Takeyo shi diberikan Jato, bayi dalam kandungan salah seorang selir Kaisar juga akan djodohkan dengannya." Gemba ter¬senyum pada Takeo. "Maka kau pun memiliki darah yang sama." *Agak tercampur setelah benahun-tahun," sahut Takeo dengan nada ringan. "Tapi mu ngkin karena beliau adalah kerabatku maka akan memandangku dengan sikap yang bersahabat. Bertahun-tahun lalu Shigeru mengatakan bahwa karena kelemahan sang K aisar sehingga orang seperti lida bisa merajalela tanpa bisa diawasi. Maka sudah menja di kewajibanku untuk memperkuat kedudukan Kaisar. Beliau adalah penguasa Delapan Pulau." Takeo melayangkan pandangan ke arah gugusan gunung yang warnanya berubah menjadi ungu tua di bawah cahaya malam. Langit tampak ber-warna putih kebiruan, dan bintang-bintang pertama mulai bermunculan. "Aku hanya tahu scdikit tentang sisanya: bagaimana pemerintahannya, apakah merek a sejahtera, apakah rakyatnya bahagia. Semua ini harus dicari tahu dan dibicarakan." Halaman 216 dari 600

"Dengan Saga Hideki-lah kau harus bicarakan semua itu," sahut Gemba. "Karena saa t ini dialah yang mengendalikan dua pertiga negara, termasuk Kaisar." Dengan Saga Hideki-lah kau harus bicarakan semua itu," sahut Gemba. "Karena saat ini dialah yang mengendalikan dua pertiga negara, termasuk Kaisar." "Tapi kita tidak akan membiarkannya mengendalikan Tiga Negara," seru Kahei. Ketidaksetujuan Takeo tidak diperlihatkan terang-terangan pada Kahei, tapi secar a pribadi, seperti biasa, ia telah memikirkan tentang negaranya dan cara terbaik untuk melindunginy a. Takeo sudah menyaksikan kehancuran dan kehilangan korban manusia akibat perang dan gempa. Ia tak ingin m enyerahkan negara yang telah makmur ini pada Zenko, tapi juga tidak ingin melihatnya terpec ah belah dan berperang lagi. Ia tidak percaya kalau Kaisar adalah dewa yang harus disembah. T api ia menyadari pentingnya kaisar sebagai simbol kesatuan, dan siap untuk tunduk pada Kaisar dem i mem¬pertahankan kedamaian dan meningkatkan kesatuan seluruh negara. Namun aku takkan menyerahkan Tiga Negara kepada Zenko. Berulang kali dirinya kem bali lagi pada keyakinan ini. Aku takkan melihatnya berkuasa menggantikan diriku. Mereka menyeberangi jalur perbatasan saat bulan menghilang, dan sebelum bulan pe nuh lagi mereka hampir tiba di Sanda, kota kecil yang berada di jalur antara Miyako dan Akashi. Selagi menuruni lembah, sekaligus memeriksa jalur pulang mereka dan tempat sepasukan kecil pasukan kemungkinan berbelok dan menghadang musuh bila diperlukan Takeo mempelajari keadaa n desadesa, sistem pertanian, kesehatan anak¬anak, kerap berkuda keluar dari jalan memasuki di strik di sekitarnya. Ia tercengang menemukan bahwa ia tak dikenal penduduk desa: reaksi mereka seolah kedatangan pa hlawan dari legenda yang mendadak muncul di tengah-tengah mereka. Di malam hari terdengar ol ehnya penyanyi buta melantunkan lagi kisah Klan Otori: peng¬khianatan atas Shigeru dan kematianny a, kejatuhan Inuyama, perang Asagawa, mundur ke Katte Jinja serta pengambilalihan kota Hagi. Ada juga nyanyian baru yang digubah tentang kirin karena hewan itu bersama putri Lord Oto ri yang cantik tengah ditunggu di Sanda. Daerah itu terbengkalai: Takeo terkejut dengan rumah-rumah yang setengah runtuh, sawah yang tidak digarap. Ia tahu dalam perjalanan, dengan bertanya pada para petani, bahwa temya ta semua wilayah itu bertempur habis-habisan melawan Saga sebelum akhirnya menyerah dua tahun lal u.

Sejak itu pasukan bersenjata dan buruh yang dibutuhkan telah melemahkan sumber d aya manusia desa-desa tersebut. "Tapi setidaknya kini sudah damai, dan kami berterima kasih pada Lord Saga," kat a salah seorang laki-laki yang lebih tua. Takeo ingin tahu berapa banyak pengorbanan yang mereka lakukan, dan masih ingin bertanya¬tanya lebih banyak lagi, tapi saat makin mendekati kota ia bergabung lagi dengan rombongannya dengan sikap yang lebih formal. Banyak dari o rang-orang itu mengikutinya, berharap melihat kirin secara langsung. Ketika tiba di Sanda, mere ka ditemani oleh sekerumunan besar orang, dan makin bertambah ketika penduduk kota ber¬hamburan kel uar untuk bertemu dengannya. Mereka melambaikan umbul-umbul serta rumbai-rumbai, menari da n menabuh genderang. Sanda merupakan kota per¬dagangan dan tidak memiliki kastil atau benten g. Masih tampak sisa-sisa kehancuran akibat perang, tapi sebagian besar toko dan rumah ya ng hangus terbakar sudah dibangun kembali. Ada beberapa rumah penginapan besar di dekat ku il; di jalan utama di depan mereka, Takeo dipertemukan dengan sekelompok kecil prajurit, memb awa panji¬panji bergambarkan puncak gunung kembar lambang Klan Saga. "Lord Otori," ujar pemimpinnya, laki-laki bertubuh besar dan gemuk yang meng¬ingat kan Takeo pada Abe, pengawal senior Lord Iida. "Namaku Okuda Tadamasa. Ini putra sulungku, Tadayoshi. Pemimpin kami yang agung dan jenderal Kaisar meng¬ucapk an selamat datang kepada Anda. Kami diutus untuk mendampingi Anda." Orang itu bicara dengan bahasa resmi dan sopan. Sebelum Takeo sempat menjawab, Tenba meringkik lantang. Di atas atap laman di penginapan muncul kirin dengan telinga yang seperti kipas, kepala bermata besar di atas leher panjang bercorak. Kerumunan orang berseru kegirangan dengan serempak. Mata dan h idung kirin Halaman 217 dari 600

tampak mencari-cari sahabatnya. Ketika melihat Tenba, wajahnya melembut seakan t ersenyum; dan bagi kerumunan itu, kirin seakan tersenyum pada Lord Otori. ampak mencari-cari sahabatnya. Ketika melihat Tenba, wajahnya melembut seakan te rsenyum; dan bagi kerumunan itu, kirin seakan tersenyum pada Lord Otori. Bahkan Okuda pun tak mampu menahan diri untuk meliriknya. Ekspresi kekaguman mel intas sesaat di wajahnya. Ototnya ber¬kerut tegang berusaha keras menahan diri, matanya terbela lak. Putranya, pemuda ber-usia kira-kira delapan tahun, terang-terangan menyeringai. "Aku berterima kasih pada Anda dan Lord Saga," sahut Takeo tenang, mengabaikan k eheranan itu seolah kirin hanyalah hewan peliharaan biasa. "Kuharap Anda bisa mem beri kehormatan dengan mengajakku dan putriku makan malam bersama." "Kurasa Lady Maruyama sudah menunggu di dalam," sahut Okuda. "Aku terima undanga n Anda dengan senang hati." Mereka semua turun dari kuda. Para pengurus kuda berlarian menghampiri untuk men gambil tali kekang. Pelayan bergegas datang ke tepi beranda membawa baskom air untuk mencuci kaki para tamu. Pemilik penginapan pun muncul, seorang tokoh penting dalam pemerintahan ko ta itu; dia berkeringat karena gugup; membungkuk rendah, kemudian bangkit, mengatur pelayan dengan banyak instruksi dan tepukan tangan, serta menggiring Takeo dan Gemba ke kamar t amu utama. Kamarnya cukup menyenangkan, meski¬pun tidak mewah. Alas lantainya masih baru dan wangi, dan pintu-pintu bagian dalam terbuka ke arah taman kecil yang berisikan rumput dan s ebongkah batu hitam yang tidak biasa, seperti miniatur puncak kembar gunung. Takeo menatapnya, seraya mendengarkan hiruk-pikuk kesibukan dalam penginapan di sekelilingnya, suara bersemangat sang pemilik penginapan. Kegiatan di dapur selagi makan malam disiapkan, ringkikan Tenba dari istal, dan terakhir suara putrinya, langkah kakinya di luar. Takeo berbalik saat pintu bergeser terb uka. "Ayah! Aku sudah tak sabar ingin bertemu ayah!" "Shigeko," sahutnya, lalu dengan penuh kasih sayang, "Lady Maruyama!" Gemba yang sedari tadi duduk di beranda sebelah dalam, kini berdiri dan menyeruk an kata yang sama. "Lady Maruyama!" "Lord Miyoshi! Aku senang bertemu Anda." "Hmm, hmm," sahutnya seraya ter¬senyum le bar dan

bersenandung riang. "Kau tampak baik." Benar, pikir Takeo, putrinya bukan hanya berada di puncak kecantikan masa mudany a, tapi juga memancarkan kekuatan dan kepercayaan diri seorang perempuan dewasa, seorang peng uasa. "Dan Ayah lihai bawaanmu tiba dengan sehat," ujar Takeo. "Aku baru kembali dari kandang kirin. Hewan itu senang bertemu dengan Tenba. Aga k mengharukan. Tapi apa Ayah baik-baik saja? Perjalanan Ayah lebih berat. Ayah tidak merasa kesakitan?" "Ayah baik-baik saja," sahutnya. "Cuaca hangat seperti ini rasa sakitnya masih b isa diatasi. Gemba adalah teman seperjalanan yang baik, dan kudamu itu luar biasa." "Tidak ada kabar dari rumah?" tanya Shigeko. "Tidak ada, tapi karena Ayah tidak menunggu kabar, maka ketenangan ini tidak mem buat Ayah cemas. Di mana Hiroshi?" tanyanya. "Dia sedang menengok keadaan kuda dan kirin," sahut Shigeko dengan tenang. "Bers ama Sakai Masaki, yang ikut bersama kami dari Maruyama." Takeo mengamati putrinya yang tidak menunjukkan emosi apa pun. Setelah beberapa saat ia bertanya, "Ada pesan dari Taku di Akashi?" Halaman 218 dari 600

Shigeko menggeleng. "Hiroshi juga tengah menunggu sesuatu, tapi tak satu pun ora ng Muto di sana mendapat kabar darinya. Mungkinkah terjadi sesuatu?" higeko menggeleng. "Hiroshi juga tengah menunggu sesuatu, tapi tak satu pun oran g Muto di sana mendapat kabar darinya. Mungkinkah terjadi sesuatu?" "Aku tidak tahu; sudah lama tidak ada kabar darinya." "Aku bertemu dengannya dan Maya di Hofu sebelum kami berangkat. Maya datang untuk melihat kirin. Dia sehat, lebih mantap, juga lebih bisa menerima anugerah bakatnya dan lebih bisa mengendalikannya." "Kau anggap kerasukan itu sebagai anugerah?" seru Takeo, terkejut. "Kelak akan begitu," sahut Gemba, lalu dia dan Shigeko saling tersenyum. "Jadi, katakan padaku para Guru Besar¬ku," ujar Takeo sinis, menyembunyikan kekesa lannya. "Mestikah aku mencemaskan Taku dan Maya?" "Karena kau tak bisa berbuat apa-apa dari sini," Gemba menjelaskan, "maka tak ad a gunanya membuang energimu dengan mengkhawatirkan mereka. Kabar buruk cepat tersebar: kau akan mendengarnya secepatnya." Takeo menyadari kearifan kalimat ini, lalu berusaha menyingkirkan masalah ini da ri benaknya. Tapi di malam-malam selanjut¬nya, selagi mereka melanjutkan perjalanan ke ibukota, ia seri ng memimpikan kedua putri kembarnya, dan di dunia lain yang berkabut itu, disadarinya kalau me reka berdua tengah menjalani semacam ujian berat yang aneh. Maya berkilau bak emas, menarik semua c ahaya dari Miki yang dalam mimpinya terlihat sehebat dan setajam sebilah pedang. Sekali dia bermimpi mereka berdua s ebagai kucing dan bayangannya: ia memanggil¬manggil, tapi meskipun menengok, keduanya bukan saja lid ak melihat dirinya tapi juga berlari menjauh dengan langkah tak ter¬dengar hingga berada di l uar jangkauan pendengaran dan perlindungannya. Takeo terbangun dengan perasaan kehilangan yang begitu menyakitkan kalau kedua putrinya itu bukan anak-anak lagi. Bahkan bayi laki¬lakiny a akhirnya akan tumbuh menjadi laki¬laki dewasa dan menantang dirinya; bahwa orangtua membesarkan anak-anak hanya untuk digantikan kedudukannya oleh mereka, bahwa harga yang hams dibayar u ntuk kehidupan adalah dengan kematian. Malam terasa lebih pendek, dan saat matahari makin bersinar cerah, Takeo kembali dari dunia mimpi, mengumpulkan kembali tekad dan kekuatannya untuk melakukan tugas yang ada di had apannya,

membingungkan lawan-lawannya dan me¬menangkan keberpihakan mereka, memper¬tahankan negara serta Klan Otori, di atas segalanya, mencegah tejadinya perang.* Perjalanan berlanjut tanpa insiden. Ini adalah waktu yang paling tepat untuk mel akukan perjalanan. Siang kian panjang seiring makin dekatnya waktu ketika matahari berada pada jara k terjauh dari garis khatulistiwa. Okuda nampak terkesan pada kirin, pada kuda Maruyama, dan pada Shige ko yang memilih untuk berkuda di sisi ayahnya; laki-laki itu banyak bertanya pada Takeo tentang Tiga Negara, perdagangan, administrasi, dan kapal. Jawaban jujur Takeo membuat mata¬nya makin t erbelalak. Kabar tentang kedatangan kirin sudah sampai mendahului mereka, dan sewaktu mende kati ibukota, kerumunan orang semakin banyak saat penduduk kota berhamburan keluar untuk menya mbut. Mereka membuat hari itu sebagai hari libun mereka mengajak istri dan anak dengan mengenakan pakaian berwarna cerah, menggetar tikar dan mendirikan payung penahan sinar mata hari warna merah tua serta tenda putih, makan dan minum dengan gembira. Takeo merasakan semua kemeria han ini sebagai pemberkatan atas per¬jalanannya, menyingkirkan pertanda buruk dari eksekusi di Inu yama. Halaman 219 dari 600

Kesan ini di¬perkuat dengan Lord Kono yang mengirim undangan untuk mengunjunginya pada malam pertama di ibukota. esan ini di¬perkuat dengan Lord Kono yang mengirim undangan untuk mengunjunginya p ada malam pertama di ibukota. Kota itu dikelilingi tebing; danau besar di bagian utara menyediakan kota itu de ngan air dan ikan. Dua sungai yang mengaliri kota dihubungkan dengan beberapa jembatan yang indah. Kota itu dibangun seperti kota kuno di Shin: berbentuk persegi dengan jalan lebar terbentang dari utara sampai ke selatan, dengan jalanan yang lebih kecil bersaling¬silang. Istana kekaisaran terle tak di ujung jalanan utama, di sebelah biara agung. Takeo serta rombongannya menginap di kediaman yang tidak jauh dari tempat Kono. Sebuah kandang dibangun dengan tergesa¬gesa untuk kirin. Takeo berpakaian dengan ekstra h ati-hati untuk menghadiri pertemuan itu, lalu menaiki salah satu tandu mewah ber¬pernis yang dian gkut dengan kapal laut dari Hagi menuju Akashi. Hadiah-hadiah untuk Kono dibawa oleh sebaris an pelayan: produk Tiga Negara yang menjadi bukti kesejahteran dan pemerintahan yang baik, apa saja yang dinikmati atau dikagumi Kono selama di wilayah Barat salah satu hasil pengintaian Taku. "Lord Otori telah tiba di ibukota saat matahari mendekati titik puncaknya," seru Kono. "Waktu yang amat menguntungkan. Aku berharap dengan amat sangat atas ke¬berhasilan Anda." Ini orang yang membawa kabar bahwa pemerintahanku ilegal dan Kaisar memintaku ag ar turun takhta serta mengasingkan diri, Takeo memperingatkan dirinya. Aku tidak boleh te rbuai pada sanjungannya. Takeo tersenyum dan berterima kasih pada Kono, lalu berkaia, "Semu a ini ada di tangan Surga. Aku akan tunduk pada kehendak Yang Mulia Kaisar." "Lord Saga ingin sekali bertemu Anda. Apakah besok tidak terlalu cepat? Beliau i ngin menyelesaikan beberapa masalah se¬belum musim hujan mulai." "Tentu saja." Takto bisa melihat tidak ada gunanya menunda. Hujan pasti akan men ahan dirinya di ibukota sampai bulan ketujuh: tiba-tiba dilihat dirinya sendiri kalah dalam pertandingan itu. Lantas apa yang harus ia lakukan? Bersembunyi di kota ya ng lembap dan menjemukan ini sampai dirinya bisa menyelinap pulang dan mengatur pengasingan di rinya sendiri? Atau mencabut nyawanya sendiri, meninggalkan Shigeko sendirian di tangan Saga, d i bawah kekuasaannya? Apakah ia memang tengah mempertaruhlan Tiga Negara, dirinya dan pu trinya, dalam

" "Kau berlebihan menyanjungku." sahut Takeo. "Aku memberanikan diri untuk meminta Anda memberikan salah satu karya Anda." tutur Kono ketika salah satu pen¬damp ingnya membuka bungkusan sutra yang berisi benda-benda berharga." "Aku sama sekali tidak berbakat. Aku minta maaf.sebuah pertandingan? Takeo tak menunjukkan sedikit pun kekhawatirannya. tapi justru menghabiskan sisa malam itu dengan mengagumi koleksi Kono dan membicarakan tentang lukisan dengan orang ters ebut. dan tak bisa menahan diri untuk tersenyum juga pada ironinya keadaan diri nya..." Halaman 220 dari 600 . Dan Lord Saga pasti gembira kalau bisa menerima satu juga. Beberapa sket sa yang kubuat selama perjalanan sudah kukirim pada istriku. "Tapi melukis memberi kenikmatan besar bagiku. "Tentu saja sebagian besar kol eksnya sudah hilang. Tapi kita tidak perlu mengingat masa-masa yang tidak menyenangkan itu . Tak diragukan lagi dia pasti berpikir kalau tak lama lagi aku ada waktu luang ya ng banyak." Kono tersenyum dan mengerutkan bibirnya dengan sengaja." sahut Takeo. "Sebagian di antaranya adalah milik ayahku. "Aku tidak membawanya. renung Takeo.. meski aku tak sempat melakukannya. Aku pernah mendengar kalau Lord Otori sendiri adalah seniman yang berbakat.

"Kendati demikian. Takeo agak memiringkan kepa la. Dia akan menemani Anda besok?" Kedengarannya hanya sebagian dari sebuah pertanyaan. serta seniman yang paling berbakat." Minoru juga menemani mereka dengan membawa gulungan berisi silsilah keluarga dar i semua yang datang dan daftar hadiah untuk Lord Saga." Menyesal aku tidak bisa membujuk Anda. berarti semakin besar bakatnya. semakin jarang seniman memamerkan karyanya. "Lord Saga amat menantikan bertemu dengan lawannya. untuk menjemput Takeo. orang-orang seperti itu mencari lingkungan yang tenang agar bisa men ghasilkan karya seni mereka." seru Kono dengan hangat. "Menurut pengal amanku. Banyak yang pergi dari ibukota dan baru sekarang¬sekarang ini mulai k embali. beliau khawatir Anda meras a kalau kediamannya ini terlalu sederhana tidak sebanding dengan yang biasa Anda lihat di Hagi. Sepe rti harta terpendam. "Kami mendapat keuntungan hidup selama bertahun-tahun dalam kedamaian. Hiroshi memohon undur diri." gumam Kono." seru Kono dengan hangat. serta ksatria la in dari kediaman Saga. Sepe rti harta terpendam. berdalih t ak ingin meninggalkan kirin tidak terjaga."Menyesal aku tidak bisa membujuk Anda. *** Lord Kono datang keesokan harinya bersama Okuda. dan Gemba ke kediaman jenderal itu. Beliau sangat mengagumi semua bentuk seni." Takeo menaikkan alisnya dan melihat sekilas ke wajah Kono." sahut Takeo." Kemudian dia melanjutkan dengan halus. ayah dan anak. tapi tidak dilihat ad anya sindiran di sana. Lord Saga memberi banyak komisi. Kalian pasti memiliki perajin paling tera mpil. "Lord Saga memintaku untuk menyampaikan per¬mintaan maafnya. Beliau sedang membangun kastil b aru kelak akan ditunjukkannya pada Anda. meski Takeo menduga ada alasan lain: kesadaran pemuda itu akan . itu justru lebih mengesankan dan lebih ber¬harga. Shigeko. itu justru lebih mengesankan dan lebih ber¬harga. semakin jarang seniman memamerkan karyanya." "Menurutku. aku yakin tak satu pun yang kami miliki di Tiga Negara bisa dibandingkan dengan kemegahan ibukota. "Menurut penga lamanku. "Putri Anda tentunya merupakan harta Lord Otori yang paling berharga. Kono bergumam. berarti semakin besar bakatnya. Untuk sementara. Sewakt u mereka turun dari tandu di taman sebuah kediaman yang besar serta megah.

Takeo tak tahan untuk tidak mengagumi ketegasan desain dan kemahi ran pembuatannya. Namun dirasakannya semua lukisan itu dibuat untuk memamerkan kekua tan dari penguasa: semuanya berbicara tentang kemenangan. Okuda. namun melukisnya dari legenda. mengenakan pakaian formal ketimbang baju zirah yang dia pakai sebelumnya. memenuhi dirinya dengan r asa percaya diri Halaman 221 dari 600 . el ang menatap dengan berlagak penting dari tempat yang memungkinkan pandangan luas dan jelas d i puncak tebing kembar. Tak s eorang pun bisa dengan mudah bertemu seorang penguasa. Gemba dan Shigeko. warna-warna ce rah berlatar berwarna emas. Bahkan ada juga sepasang burung houou sedang mematuk daun bambu. Di ruangan terakhir inilah Okuda meminta mereka menunggu. Takeo telah menduga ini: ia pun kerap menggunakan tipu muslihat yang sama. juga rasa enggan bertemu laki-laki yang mungkin akan d inikahi Shigeko. Mereka duduk tanpa bicara. membimbing mereka berjalan menelusuri beranda yang lebar dan melewati banyak ruangan yang masing-masing dihiasi lukisan yang cemerlang. Dua ekor singa mistis berjalan di sepanjang dinding. Takeo menenangkan diri sambil memandang l ukisan burung houou. Ia yakin si seniman belum pernah melihat burung itu. tujuannya adalah untuk mendomin asi. dan dirasakannya energi dalam ruangan itu semakin menguat. Di benaknya ia melihat Makoto.kurangnya status dirinya. sementara dia pergi be rsama Kono. ia merasakan kekuatan spiritual sahabat nya itu dalam diri kedua pendampingnya yang ada di dekatnya. sah abat karibnya yang mengabdikan diri pada Ajaran Houou. naga dan harimau saling meng¬geram. ke hutan s uci pepohonan pawlonia di mana burung houou tengah menetas. Dilayangkannya pikirannya ke biara Terayama. Ada lukisan burung merak berjalan dengan angkuh di bawah lebatnya pepohonan pinu s.

Kini ia dengar Kono berbicara pelan pada seorang laki-laki yang diduganya adalah Saga. Sesaat ia merasakan ketakutan akan istrinya yang begitu jauh: bagaimana ia bisa bertahan bila istrinya tiada? Bisakah ia hidup tanpa istrinya? Menikah lagi demi alasan negara? Teringat lagi nasihat Gemba. Kini ia dengar Kono berbicara pelan pada seorang laki-laki yang diduganya adalah Saga. Gemba mengikutinya. Kepala pelayan itu berlutut. Orang itulah yang akan mendampingi mereka ke ruang pertemuan. Hanya ketika Takeo dan Gemba diminta duduk tegak. ang mantap. Dipasang telinganya seperti yang pernah dilakukanya di kastil Hagi ketika dipaksa menunggu dengan cara yang sama. Dia membungkuk sampai ke lantai di hadapan Takeo dan berbicara denga n sopan santun yang luar biasa. memusatkan perhatiannya pada laki-laki yang akan ditemuinya. dan gemericik air di kolam dan tangki air memberi perasaan dingin. dan menduga semua itu peliharaan Lady Saga. menggeser layar kasa agar terbuka dan menyembah hin gga kepalanya menyentuh lantai. di sana ia dengar pengkhianatan para paman Shige ru. Jalan lebar mengkilap membawa mereka melewati taman kecil yang indah menuju ke b angunan lainnya yang jauh lebih besar dan lebih indah. di sana ia dengar pengkhianatan para paman Shige ru. Apa lagi yang telah diu ngkap Zenko kepadanya? Takeo mengenang masa lalunya yang hanya diketahui oleh Tribe. Takeo bisa mendengar burung-bur ung di sangkar berkicau di suatu tempat di kediaman ini. menerim a daftar hadiah yang disiapkan Minoru serta mengawasi para jurutulis yang mencatat acara yang akan ber¬langsung. disingkir¬kannya pikiran itu jauh-jauh. pikirnya. seberapa banyak ya ng Zenko tahu? Beberapa saat kemudian Okuda datang bersama seorang laki-laki yang diperkenal¬kannya sebagai kepala pelayan dan pengur us administrasi Lord Saga. tapi Shigeko menunggu di ambang pintu. lalu teringat kehilangan tragis yang dialami Saga. t api mereka hanya membicarakan hal¬hal yang biasa-biasa saja. Dipasang telinganya seperti yang pernah dilakukanya di kastil Hagi k etika dipaksa menunggu dengan cara yang sama. baru lah gadis itu . Takeo melangkah masuk dan membungkuk. Kono sudah diperingatkan tentang pen¬dengaranku. Cuaca hari itu terasa semakin han gat. t api mereka hanya membicarakan hal¬hal yang biasa-biasa saja.yang mantap.

Semula Takeo mengira Saga adalah orang yang brutal serta gegabah. dekorasi ruangan ini yang paling sederhana. Tak diragukan lagi kalau ia meng¬hadapi lawan yang menakjubkan. huruf hidup diperpendek: ini pertama kalinya Takeo mendengar ak sen daerah timur laut. Halaman 222 dari 600 . tapi justru dengan kelembutan. Mungkin kejam. yang pernah Takeo dengar tapi belum pernah dilihatnya. Shigeko tetap membungkuk dalam-dalam sementara kedua orang itu saling menatap. Namun orang itu memiliki keluwesan yang tidak sesuai dengan usiany a: duduk dengan nyaman. Memiliki bahu bidang dan berotot ciri khas pemanah . dan kemudian mendengar setiap senandung pelan dari sisi kirinya. hanya baja tajam nan mematikan itu. Saga Hideki duduk di ujung ruangan. tempat Gemba duduk dengan sikap rileks. Shin. Suaranya kasar. Lukisan yang bers ifat pamer hanya menjadi pembungkus berhias: di sini hanya pedang yang dipamerkan. dengan huru f konsonan diucapkan cepat. mendekati empat puluh tahun. gerakannya pun luwes. Disesalinya kekurangan dirinya. tak perlu hias an. dan tampak lebih bidang karena sayap lebar dari jubah resminya. Dibandingkan dengan ruang an lainnya. tapi tid ak gegabah dia laki-laki yang mengendalikan pikiran sama ketatnya dengan mengendalian tubuhnya. Dan tiba¬tiba dilihatnya kalau Saga takkan bisa di¬kalahkan den gan kekuatan. U sia Saga pasti beberapa tahun lebih tua dari Takeo. kini ia mengubah pendapatnya. dengan tubuh g emuk laki-laki separuh baya. kurang terampil memanah.masuk dengan gerakan anggun dan menyembah di sebelah ayahnya. pikir Takeo. seolah tak ada yang boleh m enyaingi kuatnya kehadiran orang itu. Ruang kecil di sebelahnya terdapat lukisan d engan gaya daerah daratan utama. Ternyata efeknya luar biasa. Mungkin itu lukisan bernama Genta Malam Hari dari Biara di Kejauhan yang termahsyur.

" "Tiga kawan baik. "Suatu maha ka rya. dan bahwa lukisan ini lebih menarik perhatian Anda ketimbang benda¬benda modern milikku. "Ketiganya mampu menahan kerasnya musim dingin.tempat kelahiran Saga. ham pir tanpa bagian bulat menonjol di bagian bawahnya. "luwes. Lukisan itu menggambarkan pemandangan taman yang dipenuhi bambu." Takeo bangkit lalu berdiri di sampingnya. keduanya agak beruban meski rambutnya tidak beruban. Lady Maruyama. Pandangan mata Saga pun tak kalahnya mengamati Takeo. Wajahnya lebar serta bergaris tegas. mari berg abung bersama kami. "Ini juga sangat bagus. Dia bilang Anda pasti mengenalnya. empat kelahiran Saga. benar?" "Ha! Kono menyarankan aku meng¬gantungnya. dilukis dengan tenang serta menggugah. kembali ke tempat duduknya. Kemudian ban gsawan itu mencondongkan badan lalu berkata dengan kasar namun ramah. Juga dibuat dengan lima hitam. sementara yang me¬ngejutkan bentuk telinganya begitu halus. bentuk matanya panjan g dan agak seperti bertudung." sahut Saga. bentuk matanya panja ng dan agak seperti bertudung." Shigeko berdiri lalu berjalan perlahan ke sisi ayahnya. "Bagaimana pendapat A nda?" "Lord Saga?" Saga memberi isyarat ke arah ruangan kecil di sampingnya. begitu dekat dengan kepalanya. ham pir tanpa bagian bulat menonjol di bagian bawahnya. Karya Yu-Chien. "Memang. Bag aimana dengan yang satu itu?" Saga berdiri lalu berjalan ke dinding sebelah timur." ujar Saga. "Tentu saja lukisan it u." Dia memberi ." "Luar biasa." sahut Takeo dengan kekaguman yang tulus. plum dan pinus. Janggut dan kumisnya agak panjang. walau tubuh Saga jauh lebih besar. Wajahnya lebar serta bergaris tegas." ujar Shigeko dengan suara pelan . begitu dekat dengan kepalanya. berhenti sebentar saat melihat tangan kanan bersarung tangan hitam. berkedip memerhatikan tubu hnya. Janggut dan kumisnya agak panjang. "Aku melihat kombinasi itu di sini. wangi serta kuat. keduanya agak beruban meski rambutnya tidak beruban. Tinggi mereka hampir sama. Kemari dan lihatlah. sementara yang me¬ngejutkan bentuk telinganya begitu halus.

sedang Lord Miyoshi ada lah pinusnya. Aku ter lalu Halaman 223 dari 600 . dalam ilmu ketabiban.isyarat agar mereka men¬dekat. misalnya. "Dari riwayat Anda." "Ayahku. Lord Shigeru. "Apakah filsafat ini menjelaskan alasan Anda tidak menghadapi Arai?" Takeo menjawab." Gemba membungkuk hormat atas pujian ini. "Kurasa aku bagian yang luwes. per¬hitung an sekaligus hasrat." sahut T akeo seraya tersenyum. kurasa juga begitu. Kelihatannya dia ingin bicara langsung pada gadis itu. namun kemudian me mbatalkannya dan kembali berbicara pada Takeo. Bila petani bahagia. "Bahkan tanaman beracun pun bisa diambil manfaatnya. dan mengambil manfaat dari kegunaannya yang banyak serta bervariasi." "Baiklah. Matanya menatap ke arah Shigeko dengan ekspresi ingin tahu. maka negara akan menjadi kaya dan stabil." "Bambu akan selalu tumbuh. aku tidak punya banyak waktu untuk bertani beberapa tahun ini. yang mengajariku di bidang ini sebelum kematiannya." "Kudengar Anda tertarik dengan per¬tanian. "Lady Maruyama adalah plum." ujar Takeo setuju. Tapi bambu sangat sulit dibasmi bila tum buh di tempat yang salah. "Lebih baik dibiarkan ditempatnya ." "Ha!" Saga mengeluarkan tawa kemenangan.

Okuda mengatakan bahwa Tiga Negara menghasilkan beras lebih banyak d ari yang bisa dikonsumsi. Okuda. "Aku pemimpin sah Klan Otori. Tak heran begitu banyak orang yang mengincar¬nya dengan tamak. yang sudah lebih mabuk ketimbang yang lainnya." "Kita akan bicarakan itu nanti. yaitu puisi. Okuda dan Kono bergabung dengan merek a untuk santap siang." Mengimbangi kesederhanaan ruangan itu." Takeo agak memiringkan kepala. Tapi akibat¬nya kami kekurangan persediaan makanan d i musim dingin ini. Lord Miyosh ." "Kini banyak dari daerah di negara kami yang mempraktikkan sistem panen ganda." "Anda telah menghasilkan permata. Kita akan l ihat lapangan tempat pertandingan kita. Siang ini cuaca cerah. Sekarang mari makan dan minum. Kami diberkahi panen yang baik selama bertahun-tahun. Okuda mengatakan bahwa Tiga Negara menghasilkan beras lebih banyak d ari yang bisa dikonsumsi. Di pengujung santap siang. "Mari kita ke sana sekarang. Mereka hanya me mbicarakan lukisan." tutur Takeo. arsitektur. gandum dan wijen. begitu pula kacang kedelai . Aku tak mengatakan semua ini untuk membual. dan ke berpihakan Kaisar memang. dan perbincangan berlangsung dengan suasana riang. dan kelih atan tanpa berpikir panjang berdiri. "Memang benar." isibukkan dengan peperangan. kami memiliki banyak persediaan beras. "Dan aku harus menemui juara-juara Anda. "Aku ingin sekali melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. aku bersiap tunduk pada Anda sebagai jenderal Kaisar harus dengan per syaratan yang melindungi negara dan pewarisku. dan menguasai Tiga Negara secara sah menurut hukum. tapi untuk mengatakan bahwa sementara aku mencari dukungan Anda. makanannya pun lezat: hidangan musiman ib ukota yang tertata rapi. Tapi akibat¬nya kami kekurangan persediaan makanan di musim dingin ini. Sake juga dihidangkan.disibukkan dengan peperangan. keistimewaan Tiga Negara dibandingkan yang ada di ibukota. me ng¬ungkapkan lagi kekaguman bersemangatnya pada kirin." Digandengnya Takeo selagi berjalan kembali ke pintu masuk ut ama dan berkata dengan sikap penuh rahasia. mengingat perundingan bisa berlangsung hingga malam. Kekuasaanku adil dan direstui Surga. masing-masing menawarkan pengalaman luar biasa bagi mata yang mema ndang sena lidah yang mengecap-nya. tapi Takeo hanya minum sedikit. serta terhindar dar i kekeringan dan kelaparan." ujar Saga.

i pasti salah satunya. bangsawan itu tert awa lagi." "Yang kedua adalah Sugita Hiroshi. "Selama ini Anda memang berniat untuk tunduk." "Aku tidak ingin menyesatkan anggapan Anda. Lady Maruyama yang cantik melawan bangsawan pali ng berkuasa di Delapan Pulau. Orang itu kembali dengan membawa busur yang besamya lebih d ari serentangan lengan dan dilapisi pernis merah dan hitam. diputarnya tubuh Takeo agar bisa menatap langsung wajahnya. Ke mana kepercaya annya pada Guru Besar Ajaran Houou membimbing dirinya? Takut kalau Saga akan menganggap pen g gantian dirinya dengan Shigeko sebagai penghinaan dan penolakan untuk berunding." Tapi bahkan sewaktu bicara. kurasa. "Justru ini jauh dari formalitas. begitu pula dengan putriku. Penandingan ini hanya formalitas b agi Anda? Aku mengerti alasannya: menyelamatkan mukamu. Kendati demikian. Seorang pengawal mengiku ti dengan membawa tabung panah berisi serangkaian anak panah. Okuda. Put riku. setelah beberapa saat diam karena terkejut. berseru dengan suara lantang. A ku ingin memperlihatkannya pada lawanku. Aku menganggapnya sangat serius. "Memang itu yang dilaporkan Lord Kono." Mereka menunggu di bawah tepi atap yang melengkung sementara Okuda pergi ke temp at penyimpanan senjata. "Bawakan busur dan anak panahku. Lalu tertawa dengan kasar." sahut Takeo. keraguan berkecamuk dalam dirinya. dan memelankan suaranya. Lady Maruyama. Sedangkan yang ketiga Anda sudah bertemu. dan beberapa ksatriamu yang lain. "Akan menjadi pertunjukan yang indah." Saga tenawa kecil sewaktu melepaskan tangan Takeo dan berjalan m enyusuri beranda." Cengkeraman tangan Saga mengencang ketika berhenti." Orang itu menatap Takeo dengan tajam. tapi aku mengira itu h anya lelucon. Taruhan¬nya tidak bisa le bih tinggi lagi. Halaman 224 dari 600 .

anak panah itu terbuat dari kayu pawlonia dengan ujung nak panahnya tidak kalah mengesankan. "Dan Anda telah kedatangan orang-orang barbar dari selatan? Mereka amat menarik bagi kami. "Kita harus ingat untuk membicarakan tentang per¬daganga n. hebat!" Para pemanggul tandu beristirahat di bawah tenda di luar gerbang. "Hebat." ujar Saga." "Kami membawa hadiah-hadiah dari Tenjiku. Tentu s aja kami tidak membidik untuk membunuhnya. "Itu olahraga yang hebat. Menurutku. Anjing-anjing sangat bersemangat mengikutinya. A ku ingin memburu singa atau harimau. S aga mengambil satu anak panah dari dalam tabung lalu mengacungkannya untuk diperlihatkan kepad a mereka. Kau harus menyatakan bagian yang hendak kau bidik. Mereka ber¬gegas berdiri lalu membungkuk hormat sementara majikan mereka menaiki tandu. Itu akan menjadi buruan yang lebih layak!" "Bicara tentang harimau. diikat dengan tali berlapis pernis emas. mengulur dan meregangkan dengan satu gerakan yang seperti tanpa tenaga. Shin serta Kepulauan Selatan un tuk Lord Saga dan Yang Mulia Kaisar. Saga mengambil satu anak panah dari dalam tabung lalu mengacungkannya untuk diperlihatkan kepad a mereka. "Kurasa busur ini hampir sama tingginya dengan Lady Maruyama.Anak panahnya tidak kalah mengesankan. anak panah itu terbuat dari kayu pawlonia dengan ujung tumpul. bukan begitu?" Takeo mengangguk patuh. diikat dengan tali berlapis pernis emas. seraya mengembalikan busur dan mengena¬ka n sandalnya di anak tangga. kami tidak berburu anjing di wilayah Barat." ujarnya." Diserahkannya kembali anak panah itu pada pengawalnya lalu mengambil busur dari tangan Okuda. menu . sambil mengelus bulu-bulu itu dengan lembut lal u melirik ke arah Takeo. "Pemahkah Anda turut dalam perburuan anjing?" "Tidak. "Bulu burung bangau. "Kuharap Lord Otori tidak tersinggung. Anda mengirim kapal ke Shin dan Tenjiku. berbulu putih." sahut Shigeko. tanpa kenyamanan." sahut Takeo. yang sadar sepenuhnya dengan lambang bangau Otori di bagian belakang juba hnya. Silla." lanjutnya dengan karakternya yang sigap dan cepat. bulu bangau menghasilkan bidik an yang terbaik.

Lord Saga satu-satunya orang di kelompok itu yang belum pernah melihat makhluk m enakjubkan itu. dan berkata dengan c anggung. Bangunan utamanya terletak di sebelah barat daer ah berundak: sebelah timur dibangun istal." serunya." "Hewan ini justru sangat lembut. berdirilah kirin. "Aku tak menduga Anda kembali begitu cepat.ju penginapan yang dijadikan tempat tinggal Otori. "Tadi aku menunggang Tenba. dan seorang pemuda yang penuh inisiatif meng¬gunakan tangga. Bahkan Saga. Di depan istal ini. "Hewan ini jauh lebih tinggi dari yang kukira. Panji-panji bergambar bangau ber kibar di atas gerbang dan di sepanjang jalan. Takeo perhatikan saat Hiroshi melihat sekilas ke arah Saga lalu wajahnya pucat. tak kuasa menahan tatapan penuh takjub di wajahnya." sahut Shigeko seraya mendekati kirin. Di sekeliling gerbang. dengan pengendalian diri yang nyaris sempuma. Mereka tidak kecewa." Sesa at keadaan sunyi senyap. "Lady Maruyama." seru Hiroshi. di kandang beratap tiang bambu di satu sisi dengan atap ilalang." Halaman 225 dari 600 . "Pasti sangat kuat dan cepat. Kemudian pemuda itu membungkuk hormat sebisa mungkin sambil mengendalikan kuda. Semua orang menatap dengan pandangan gembira. tempat kuda¬kuda Maruyama menghentak kaki serta meng ibaskan kepala. telah berkumpul sekerumunan orang yang berusaha melihat kirin: anak-anak memanja t pohon. Saat itu Hiroshi datang dari istal menuntun Tenba yang tengah melompat dan berjingkrak di ujung tali kekangny a.

"Kulihat." Saga mengangguk ke arah Hiroshi dengan sikap asal-asalan: perhatiannya tersita h abis pada kirin." Seolah sekonyong-konyong tersadar dengan kesunyian yang merasa sakit hati atas k ata-katanya terse-but. rin mulai melangkah dengan gembira ketika melihat tiga makhluk yang p aling disayanginya. serta memper sembahkan dua kuda betina dan tiga kuda jantan hitam kepada Lord Saga." Kata-kata tadi diucapkan dengan murah hati." ujar Hiroshi. sewa jarnya. Bukan ke ruangan sederhana sebelumnya. "Bayangkan kalau kulit ini dihamparkan di lantai atau di tempat tidur." komentar Saga sewaktu Hiroshi mengikat Tenba pada tali yang diregangkan dari masing-masing sisi sudut dalam kandang." "Tentu. memalingkan tatapan penuh kekagu man Shigeko. tuan. rona merah kembali merayapi leher dan pipinya. "Aku akan mengembalikan Tenba bersama kirin. Takeo menam¬bahkan. tempat lukisan seekor naga terbang melintasi dinding dan seekor ha . Tangannya menggapai dan mengelus kulit bercorak coklat muda ke¬kuningan itu. kau adalah kesayangannya. "Ini Sugita. dia meminta maaf. Lord Sugita Hir oshi. Setelah menginspeksi kuda-kuda lebih jauh lagi. "Hanya setelah hewan ini mati karena usia tua. tapi ke aula pertemuan yan g didekorasi dengan megah. "Ku da-kuda itu dibiakkan serta dibesarkan Lady Maruyama dan pengawal seniornya." sahut Hoiroshi dengan membungkuk hormat lagi. "Bersemangat." ujar Saga. Dan lumay an tinggi." Kirin menjulurkan lehernya yang panjang ke arah Shigeko dan dengan lembut mengus ap pipi gadis itu dengan hidung. Lord Otori. Setelah berpisah kirin justru kelihatan semakin terikat dengannya!" Saga bicara seolah Hiroshi adalah pengurus kuda. "Kirin merindukannya . mereka ke mbali ke kediaman Saga." Sewaktu Hiroshi menuntun kirin keluar dengan tali sutra merah di tangan. Belum pernah ada makhluk seperti ini di ibukota. "Keluarkan kirin itu. tapi Takeo menduga ada nada iri dan dengki di dalamnya. Kaisar akan ter¬pesona dengan hadiah And a.Kirin mulai melangkah dengan gembira ketika melihat tiga makhluk yang paling dis ayanginya. "Lebi h halus dari kulit perempuan!" serunya. Aku ingin melihatnya lebih dekat." "Kami membawa banyak kuda dari Maruyama sebagai hadiah. "Kuda ini sangat tampan. "Kuucapkan selamat pada Anda." ujar Takeo padanya.

Di sini Saga tidak duduk di lantai. Anjin g dipilih berbulu putih agar jika berdarah bisa segera terlihat." ujarnya sopan. Sebagai imbalannya. Lebih banyak pengawalnya yang menghadiri pertemuan tersebut. satu tali di dalam tali yang satunya lagi . "Jika Lady Maruyama m enang. Anda memerintah¬kan Arai Zenko tunduk pada kami. Takeo m erasa kalau mereka cenderung tersinggung dengan pelanggaran adat semacam ini. Saga menjawab de ngan cepat. kami akan Halaman 226 dari 600 . m irip Kaisar. Tidak biasa seorang perempuan duduk di t engah¬tengah laki-laki dalam acara seperti ini dan turut berbicara tentang kebijakan. Lord Otori?" "Kaisar mengakui aku dan istriku sebagai penguasa sah Tiga Negara. Dua lingkaran tali dipasang di atas tanah. apa syarat Anda. melainkan di kursi ukiran. bukan pembantaian: anjing yang terluka parah atau mati dianggap tidak sah. Anda mendukun g kami dan pewaris kami. Pertama-tama mereka membicarakan tentang upacara dalam acara perburuan anjing. namun silsilah Klan M aruyama lebih tua ketimbang Klan Saga dan klan wilayah Timur lainnya sama tuanya dengan keluarga kekaisaran yang merupakan keturunan Dewi Matahari. apakah ada ketentuan ukuran busur atau anak panah. Di setiap babak enam anjing akan dilepas. h ari-hari jamuan dan ritual. satu demi satu. Si pemanah berderap di sekeliling lingkaran di tengah: nilai diberikan pada bagian tubuh anjing yang dibidik.rimau berkeliaran mencari mangsa. peraturan penandingan. Permainan itu merupakan permain an keterampilan. Takeo menyadari keinginta huan mereka pada dirinya dan terutama pada Shigeko. dan dibumbui dengan kelakar sehingga membuat para pengawalnya tersenyum. Shigeko menanyakan satu atau dua penanyaan teknis: lebar arena. arak¬arakan Kaisar. "Dan sekarang kita bicara tentang hasil¬nya.

"Bahwa Anda segera mundur dari kehidupan publik. ka mi akan menyediakan makanan. "Dan apa syarat Lord Saga?" tanyanya. bahwa putra An da harus dikirim padaku sebagai tawanan. renung Takeo. untuk berperang. Kurasa pernikahan ant ara keluarga kita bisa sangat menguntungkan kedua belah pihak. serta membuka pelabuhan kami bagi k alian untuk perdagangan. lari dari ibukota bak penjahat dan bersiap. jika ia dan teman¬temannya hidup berhasil s ampai di perbatasan. dan menyerahkan Tiga Negara pad a Arai Zenko yang telah ber¬sumpah setia padaku dan juga pewaris sah ayahnya Arai Daiichi. "Kurasa Lady Maruyama pasti bis a menjadi istri yang baik bagiku. kurasa anakku jumlahnya sepuluh atau dua belas. semuanya aku terima dengan baik. "Menang atau kalah." "Terlepas dari hal terakhir ini yang ingin kubicarakan dengan Anda lebih jauh la gi. demi kesatuan dan ke¬damaian Delapan Pulau." Kata-kata maupun nada suaranya seperti menghina. kami akan menyediakan makanan. Dia tidak merasa terganggu dengan satu pun syaratku karena memang dia tidak mera sa dirugikan.bersumpah setia pada Anda dan Kaisar." "Aku turut berduka atas meninggalnya istri Anda. demi kesatuan dan ke¬damaian Delapan Pulau. Kedamaian dan kesejahteraan Tiga Negara bergantung pada sistem peme rintahan kami. sadar kalau tidak ada pilihan lain: setuju dengan usulan Saga at au menolaknya. tenaga manusia sera kuda untuk kampanye militer Anda berikutnya. tersenyum dengan penuh percaya diri. bahw a Anda boleh mencabut nyawa Anda sendiri atau mengasingkan diri ke Pulau Sado. dan aku minta Anda pertimbangkan tawaranku. Takeo duduk tanpa bergerak." sahut Takeo. Mengapa aku ke sini? Lebih baik mati dalam perang ketimbang tunduk pada ial ini." Semua rasa sakit hati yang pernah ia rasakan ketika Kaede diculik kembali menyap u dirinya. Sungguh keterlaluan kalau ia mesti menyerahkan putri tercintanya pada laki-laki kejam yang sudah . kepuasan dan kesenangan yang mereka rasakan atas penghinaan terhadap dirinya. "Mendiang istriku orang yang baik: dia memberiku empat anak yang sehat serta mer awat anakku yang lain. dan kemarahan Takeo mulai melua p. Dilihatnya ekspresi semua orang." sahut Saga. tenaga manusia sera rsumpah setia pada Anda dan Kaisar." Saga melanjutkan bicaranya. dan bahwa putri Anda harus menikah denganku. dan ini tidak boleh diubah.

dia boleh pulang untuk membicarakan hal ini dengan ibunya." sahut Saga dengan kesal. Aku ingin bicarakan ini dengan istr iku Lord Saga mungkin belum tahu kalau istriku turut menjalankan pemerintahan Tiga Negara bers amaku aku yakin. seperti halnya aku. tidak menunjukkan reaksinya pada pem¬bicar aan tersebut." "Semula aku ingin membiarkan istrimu hidup.tua ini. "Kehormatan ini terlalu besar bagi kami. yang hanya ingin memiliki putrinya belaka." Untuk pertama kalinya Shigeko angkat bicara. yang takkan memperlakukan putrinya sebagai p enguasa atas haknya sendiri. tapi aku berterima kasih pada Anda dari lubuk hatiku." Halaman 227 dari 600 . Shigeko duduk dengan tatapan tertunduk. maka dia juga harus diperlakukan sama seperti dirimu: kematian atau pengasingan. Putriku masih sangat mud a. istriku akan sangat gembira dengan penyatuan antara k ita. "Aku juga memiliki syarat. laki-laki yang sudah memiliki beberapa selir. Tawaran itu telah diucapkan di depan orang banyak: bila ia tolak secara langsung itu berarti menghina. "Andaikata Lady Maruyama menang. Takeo berkata. jika aku diperbolehkan bicara. kehormatan dan manfaat politis dari pernikahan ini besar sekali. karena baru saja melahirkan. Namun orang ini yang paling berkuasa di seluruh Delapan Pulau. tapi bi la peran istrimu sama besarnya dengan dirimu dalam pemerintahan.

aku bisa membuat pilihanku sendiri dalam pe rnikahan.Saga melihat sekilas ke arah anak buahnya lalu tersenyum dengan sabar." Shigeko bicara dengan tegas. sekaligus dengan pesona yang kuat." "Ya harus datang. Hiroshi hanya diam mendengarkan. Tapi akankah Saga mematuhi kesepakatan nya? Dia . hanya mengatakan. tapi aku tak bisa menerimanya tanpa persetujuan dari klanku. kan? Anda harus memercayai penilaiannya. Saga membungkuk hormat. "Kulihat kalau aku punya lawan se banding. "Shigeko akan mengikuti saran mu. nona." ujar Takeo pelan.." "Aku minta Lord Saga untuk bersumpah mempertahankan garis pewarisan keturunan pe rempuan di Maruyama. Takeo meminta dipanggilkan Hiroshi la lu menceritakan tentang pem-bicaraan hari itu kepadanya. juga saran aku dan istriku." serunya. hingga sulit bag i siapa pun untuk merasa tersinggung." "Namun laki-laki seperti itu. dan riak tawa melanda anak buahnya. "Kami men¬d engarnya. Dan sebagai pimpinan klan. tidak keting¬galan satu pun.* Bulan baru dari bulan keenam bergelayut di langit sebelah timur di balik pagoda enam lapis selagi mereka kembali ke kediaman. Aku sangatlah berterima kasih pada Lord Saga atas kemurahan hatinya se rta kehormatan yang dianugerahkan pada diriku. "Begitu banyak yang dipertaruhkan pada pertandingan ini dan semua orang di pihak Saga sudah memutus kan hasilnya!" "Matsuda Shingen yang menyarankan Anda untuk kemari. "Kami men¬de ngarnya. nona. dan suatu kehormatan besar.. Kurasa hanya ada sedikit peluang untuk memutuskan secepatnya. setelah ber¬konsultasi dengan para pengawal seniorku." Takeo menghela napas. dan aku percaya pada¬nya. Setelah mandi. Kita harus mem pertimbangkan masa depannya sama pentingnya dengan y ang terbaik bagi Tiga Negara. 'Tentu saja ini tak terduga. dan menutupn ya dengan usulan pernikahan. juga dengan ayah dan ibuku s ebagai atasanku." aga melihat sekilas ke arah anak buahnya lalu tersenyum dengan sabar.

Lady Shigeko. terikat dengan ikatan yang kuat seperti itu. L ukisan-lukisan bergambar kirin sudah dijual. Mereka sudah seperti pa sangan suami istri. dan gambarnya ditenun menjadi kain dan bordiran di jubah. Anda aka n didukung dan dilindungi oleh rakyat." "Cinta rakyat adalah kisah tentang kehilangan dan tragedi. Sewaktu Lady Shigeko memenangkan lomba ini. Saat melihat putrinya saling menatap dengan Hiroshi dalam tatapan yang pen uh kasih sayang." sahut Takeo "Saat ak u di pengasingan di Pulau Sado. dan menikmatinya!" Kemudian terdengar langkah ringan di luar. membuat hati Takeo pedih dengan penyesalan dan rasa iba. Ketika pintu digeser terbuka. Mereka bahkan telah menggubah nyanyian tentang hal itu." "Seluruh kota terpukau dengan kegembiraan pada Anda. pemuda y ang pandai dan Halaman 228 dari 600 . juga kirin. pikirnya. Takeo berharap dapat memb erikan putrinya pada pemuda yang sangat dihormatinya ini. Shigeko masuk diikuti Gemba yang membawa kotak berpenis hitam dengan motif houou berlapis emas. dan memang dia akan memenangkannya. yang setia sejak masih kecil.orang yang tidak mau kalah. dan begitu yakin akan menang. mereka akan mendengar kisah melankolis tentang diriku dan menangis.

" aku Gemba." Ditaruhnya kotak itu di lama: dan Shigeko berlutut membukanya." ujar Gemba. Takeo berkata dengan gelisah. Namun semua ini tidak sebanding dengan s tatus dan kekuasaan yang dimiliki Saga Hideki. Gemba menyela renungannya." jelas Gemba. Selama keseimbangannya bisa dipertahankan. dan sangat mencintai putrinya. memang ukurannya kecil. "Mereka mem¬biarkan bulu-bulunya jatuh seolah mereka menawarkannya. anak panahnya dibului dengan bulu burung houou. jantungnya berdebar ketakutan. "Takeo." Shigeko mengeluarkan busur miniatur yang indah. "Ini lelucon. Lihat." "Baiklah." sahut Tak eo. berujung tumpul serta dengan bulu putih dan emas. dan kemudian anak panah." "Mainan ini hampir tidak bisa menembak burung gereja. bukan begitu Ayah?" kata Shigeko seray a tersenyum." "Tapi ini perburuan anjing!" serunya. Kekuatan ini yang menyatukan Tiga Negara: kau dan istrimu merupakan simbol hidup ." Teringat cahaya api yang Gemba lemparkan untuk membakar habis kekesalan waktu it u. "Tapi dengan anak panah ini tidak berbahaya dan tidak menyakiti anjing-anjing itu. Ayah. "Tapi Shigeko tidak terlalu tinggi : dia harus memiliki sesuatu yang bisa dipegang. "Tipuan sulap?" "Lebih dari itu. dan sangat mencintai putrinya. kan?" ujar Takeo. kami mengira kau ingin melihat senjata¬senjata Lady Shigeko. Namun semua ini tidak sebanding dengan status dan kekuasaan yang dimiliki Saga Hideki. mberani. "Tujuannya yaitu memanah anjing sebanyak m ungkin. "Kami akan gunakan kekuatan Ajaran Houou: keseimb angan antara laki-laki dan perempuan. "Ayah tak ingin kami menyakiti anjingnya. "Kotaknya kecil sekali pasti tidak bisa memuat busur dan anak panah. ia mencoba menekan kekesalan¬nya sekarang." sahut Gemba. lebih banyak dari Saga!" "Anjing-anjing itu pasti bisa dipanah." "Begitu banyak burung houou di musim semi ini hingga kita bisa mengumpulkan cuku p bulu. tabung anak panah. maka kekuata nnya tak terkalahkan. "Tidak. apalagi anjing. "Kami tahu betapa sayangnya Ayah pada anjing.pemberani.

"Hal itu sudah diminta dalam pesan pertama Kono. Bagaimana kalau Kaisar ingin menyimpannya?" "Jato senantiasa menemukan pemiliknya yang berhak. "Kesejah teraan dan kebahagiaan yang kau banggakan itu takkan terwujud tanpa kekuatan itu. tapi begitu juga dengan pengasingan diriku. dia lalu meneruskan.kekuatan itu. buktinya." kata Gemba sewaktu mereka saling mengucapkan selamat malam. maka dengan begitu dia akan dikalahkan. Lord Saga sama sekali tidak mengenal kekuatan unsur perempuan. memang. seolah me¬mahami keberatan Takeo yang tak terucap. setidaknya dalam latihan per¬tarungan. bukan begitu? Lagipula. Ia ju ga cukup mahir meng¬gunakan tangan kiri untuk menopang tangan kanannya. pedang itu pemberian S higeru dan merupakan simbol nyata dari pemerintahan¬nya yang sah. tapi nyaris tak satu hari pun berlalu tanpa dirinya menyandang pedang itu. Sudah waktun ya diserahkan. Pikiran untuk melepaskannya amat mengganggunya hingga ia merasa perlu menghabiskan waktu beberapa lama untuk berm editasi. putrimu adalah hasilnya. setelah berganti dengan pakaian tidur. " "Ngomong-ngomong. kan?" "Ya." Memang benar Takeo tak lagi meng¬gunakan pedang itu dalam pertempuran sejak kehila ngan jarijarinya. " Jangan lupa menawarkan Jato kepada Kaisar besok. kau tidak menggunakannya lagi." Melihat tatapan Takeo yang terkejut. Halaman 229 dari 600 ." Gemba tersenyum yakin. Jato memiliki arti paling besar bagi dirinya.

mendengarkan suara-suara malam dan melambatkan napas dan pikirannya. Perlahan-lahan disadarinya kearifan dari s aran Gemba: ia isuruhnya Minoru dan pelayannya pergi." Perasaan tenang yang telah dicapainya semalam kian dalam. Para pendampingnya pun tampak dirasuki kepercayaan diri yang sama. Katak berkuak di kol am taman. Lord Otori telah muncul di ibukota. dari Shigeru dan Matsuda juga dari Tribe.Disuruhnya Minoru dan pelayannya pergi." "Ternyata sangat efektif!" sahut Takeo. masing-masing di kanan dan kiri kirin. Katak berkuak di kol am taman. tempat pedang itu berasal. "Rakyat menganggap kunjungan Anda sebagai pertanda datangnya kedamaian. Diingatnya semua pelat ihannya. Shigeko dan Hiroshi menunggang kuda bersurai abu¬abu pucat. Nyanyian da n genderang bergema dari tepi sungai. Takeo dibawa dengan tandu berhias yang indah. dan jangkrik berderik di sela-sela semak. Kirin berjalan dengan ang gun tanpa terganggu. Perlahan-lahan disadarinya kearifan dari s aran Gemba: ia akan mengembalikan Jato kepada Kaisar. lalu ia duduk sendirian dalam ruangan yan g gelap. Kuda-kudanya menggetarkan tanah kami Selamat datang Lord Otori! "Semalam aku keluar untuk melihat suasana kota. "Aku men¬ceritakan pada satu atau dua orang lentang bulu burung houou. As hige dan Keri. *** Musik dan genderang terus terdengar hingga larut malam. tempat penduduk kota menari-nari. menjulurkan tangan untuk mengambil jubah sutra tebalnya. semua kegelisahan telah sirna dari dirinya. Nyanyian da n genderang bergema dari tepi sungai. dan jangkrik berderik di sela-sela semak. Takeo bukan hanya mendengar nyanyian tentang kirin tapi juga ten tang burung houou: Burung houou bersarang di Tiga Negara. dan keesokan harinya jal anan dipenuhi orang dewasa dan anak-anak yang menari-nari. Takeo menjadi terasing dan tanpa ekspresi. tempat penduduk kota menari-nari. memalingkan lehernya untuk melihat kerumunan yang tengah mengagumi di . Mendengarkan suara mereka saat ia b ersiap menemui Kaisar. Kirin adalah hadiah bagi Kaisar. lalu ia duduk sendirian dalam ruangan ya ng gelap. mendengarkan suara-suara malam dan melambatkan napas dan pikirannya. keduanya memegangi tali sutra merah tua y ang terikat di kalung berwarna emas berbentuk daun berlapiskan kulit." ujar Hiroshi.

sudah duduk di sini meski perburuan anjing baru dimulai besok. lubah Saga berhiaskan kura-kura dan burung jenjang. Banyak orang. Teriakan dan seruan tidak mem¬pengaruhi ketenangan dirinya maupun pen¬dampingnya. lingkaran-lingkaran yang memiliki titik pusat telah diiandai dengan warna-warna kontras. dan di bawahnya gerai kayu dan tenda serta anjungan sutra didirikan bagi para penonton. memanfaatkan tempat menonton yang sangat bagus ini untuk melihat kirin. Para pemanggul tandu berderap melintasi lingkaran ini. Ada banyak lagi kereta yang memb awa bangsawan laki-laki dan perempuan. Pohon pinus berderet di bagian sampingnya. Semua pelayan itu mengenakan jubah r esmi yang sangat mewah. Kaisar telah melakukan perjalanan singkat dari Istana Kekaisaran menuju Biara Ag ung dengan kereta megah berpernis yang ditarik sapi jantan hitam. baru dipugar dan dicat ulang. Dinding putih dan balok merah ber¬kilauan diterpa sinar matahari siang. Hiroshi mengambil tali kekang dan Takeo berjalan dengan putrinya serta kirin menuju bangunan utama biara. Bangunan biara berwarna merah cerah. P ara perempuan herambut hitam panjang. membawa bantal sutra dan payung pelindung sinar matahari. Di depan bagian dalam gerbang. dan ratusan bendera dan umbul -umbul berkibar ditiup angin. tempat perlombaan akan diadakan. Saga Hidek i dan Lord Kono telah menanti dengan pelayan di atas anak tangga.rinya. ksatria dan bangsawan. Di gerbang berikut¬nya tandu diturunkan dan Takeo melangkah keluar. sedangkan laki-laki mengenakan topi resmi kecil. terdapat sat u arena yang luas. Halaman 230 dari 600 . diikuti rombongan Takeo. makanan dalam kotak-kotak berp ernis. Shigeko dan Hiroshi turun dari kuda. Para penjaga dengan ramah menghadang kerumunan tapi mem¬biarkan gerbang seb elah luar tetap terbuka.

Ini sama seperti yang ia harapkan. dan ia bisa meng¬gera kkan sedikit posisinya untuk mengamati reaksi Saga.Sedangkan jubah Kono berhiaskan bunga peoni dan burung merak. Menteri Kanan dan Menteri Kiri duduk di anak tangga di bawah penguasa mereka. lalu Lord Saga membimbing Takeo ke dalam. d i belakang tirai halus dari bambu yang melindunginya dari mata fana dunia. Ia seperti mendengar tarikan napas pelan dari laki-laki di sebelahnya." Takeo mendengar semua ini diucapkan ulang oleh sang Menteri. keringat Saga tertutup oleh aroma du pa wangi." Kata-kata ini diulang ggi dengan suara bernada tinggi dengan Ketika dia selesai bicara. Di bagian atas ruangan itu terdapat mimbar berundak. Lord Otori. Sungguh kehormatan yang amat besar dan tak terduga. Takeo menyembah. duduklah sang Kaisar. bagian dari dewa-dewa. duduklah sang Kaisar. Kami sangat senang menerima kedatanganmu. diterima Kaisar. semua . Kemudian dari balik tirai sang Kaisar bicara. "Selamat datang. Kami tahu ikatan lama yang ada di antara keluarga kita. edangkan jubah Kono berhiaskan bunga peoni dan burung merak. dan aroma wewangian pelayan Kaisar. serta meyakinkan Paduka Yang Mulia akan kesetiaannya. menuju aula remang-r emang yang disinari ratusan lentera. lalu Lord Saga membimbing Takeo ke dalam. Semuanya saling ber tukar hormat dan sopan santun. . orang membungkuk hormat lagi. Kata kata Kaisar singkat namun lebih dari yang diharapkan: pengakuan atas hubungan Klan Otori. menuju aula remang-r emang yang disinari ratusan lentera. d i belakang tirai halus dari bambu yang melindunginya dari mata fana dunia. "Lord Otori datang dari Ti ga Negara untuk mempersembahkan hadiah yang indah bagi Paduka Yang Mulia. dan sesaat kesunyian melanda seksama dari sela-sela celah tirai bambu. Takeo merasa diamati Kaisar dengan salah satu Menteri yang duduk di anak tangga mimbar tertin banyak tambahan bahasa yang halus serta sopan santun kuno. Semuanya saling be rtukar hormat dan sopan santun. dengan suara yang tak lebih dari s ekadar bisikan. anggota pertama Klan Otori y ang dihormati sejak Takeyoshi yang legendaris. bagian dari dewa-dewa. mencium aroma asap minyak. Di bagian atas ruangan itu terdapat mimbar berundak. Saga mengumumkan dengan suara yang jelas namun sopan.

Kaisar bicara lagi. Takeo berkata. diam dan tak bergerak. Hamba diminta mengembali¬kannya kepada Yang Mulia. tapi suara manusia biasa yang penuh keingintahuan. ujarnya pelan dalam hati. namun Jato hanya tergel etak di lantai. Pedang ini diserahkan kepada hamba oleh ayah hamba . Rasa menyesal menghunjam selagi ia menyodorkan pedang itu dengan dua tangan. dan Takeo mendengar kalau itu bukan suara dewa atau bahkan b ukan suara penguasa besar. pikir Takeo. dan ijin Kaisar diucapkan ulang. Para menteri yang berada di undakan paling rendah mengambil Jato dan mengoperkan nya dari satu petugas ke petugas lainnya hingga sampai ke tangan Menteri Kiri yang kemudian me letakkannya di depan tirai. dan kini h amba dengan rendah hati melaksanakannya. Shigeru.Takeo memberanikan diri berkata." Menteri Sebelah Kanan berunding dengan Kaisar. sebelum kematiannya. Halaman 231 dari 600 ." Takeo maju dengan tutut. kepada Otori Takeyoshi. Selamat tinggal. "Bolehkah hamba bicara kepada Paduka Yang Mulia ?" Permintaan itu diulang. menawarkannya kepada Paduka sebagai tanda ke setiaan dan pengabdian hamba. Jato. "Kami menerima pedangmu dan peng¬abdianmu. lalu mengambil pedang itu dari sabuknya. Jato akan kembali padaku. lalu bicara lagi kepada Takeo. "Berabad-abad lampau nenek moyang Paduka Yang Mulia mem¬berikan ped ang ini. Jato akan bicara.

lalu tertawa gembira. namun kami menawarkannya dengan ha rapan Paduka Yang Mulia akan melihat dan mengakui bawahan Paduka di Tiga Negara. dia berkata." Ekspersi Kaisar merupakan salah satu kekaguman yang murni. "Maka Paduka Yang Mulia memang diberkati. hiasan itu menambah tinggi badannya. Kemudian Kaisar melangkah ke luar dari balik lirai serta menjulurkan tangan kepada para pelayannya untuk menuntunnya menuruni anak tangga. Gadis itu berlutut dengan satu kaki keti ka Kaisar mendekat. mendongak melihat leher ki rin yang panjang dan kepalanya. menunjukkan kecerdasan. berjalan dengan lutut. karena Shigeko bicara dengan menggunakan bahasa seorang penguasa laki¬laki. dan Takeo pun mengikutinya. matanya berkilat denga n harapan. Kemudian Kaisar melangkah ke luar dari balik lirai serta menjulurkan tangan kepada para pelayannya untuk menuntunnya menuruni anak tangga. "Biarkan Lord Otori ikut denganku."Aku ingin melihat kirin dengan mataku sendiri. tapi penilaian Takeo sebelumnya ternyata benar." Terjadi kegemparan mendadak kar ena tak seorang pun yakin akan cara tepat apa yang harus dilakukan. ''Kirin hanya muncul ketika sang penguasa diberkati Surga. menengok sekilas pada para pegawai tinggi kekaisaran. Diambilnya tali itu deng an hati-hati." ujarnya sewaktu berjalan melewati Takeo." Shigeko menyahut dengan suara yang sama pelannya. Shigeko menunggu di luar bersama kirin. mungkin sama kagumnya karena diajak bicara seorang perempuan dan saat melihat kirin. berdiri seorang laki-laki berperawakan agak pendek berusia kira-kira dua puluh d elapan tahun. Shigeko berkata. berlutut. mulutnya kecil dan tegas. "Paduka Yang Mulia: hewa n ini tak sebanding dengan keagungan Paduka Yang Mulia." Terjadi kegemparan mendadak karen a tak seorang pun yakin akan cara tepat apa yang harus dilakukan. " dan manusia setengah dewa itu menjulurkan tangan lalu mengelus bulu halus hewan yang menakju bkan itu. pipinya tembam." "Ini laki-laki atau perempuan?" tanya Kaisar pada Saga yang datang menghampiri d engan cara sama yang dilakukan Takeo. "Paduka Yang Mulia bisa menyentuhnya: hewan ini amatlah lembut. Kaisar mengenakar jubah emas dengan bordiran naga merah tua melintang di punggun g dan lengannya. ku ingin melihat kirin dengan mataku sendiri. . Kaisar bergumam. Di balik megahnya pakaian yang dikenakannya. dan dengan kepala ter¬tunduk memegangi tali.

Kami akan mendesaknya kembali ke utara dan ke arah laut." Dielusnya lagi kiri n. kami bisa menggantikan kedudukannya. "Apa yang bisa kuberikan sebagai imbalannya?" tanyanya. Alangkah inginny a aku berkunjung ke sana. "Akan kuanugerahkan kepada Lady Maruyama!" Takeo ingat suara dari masa lalu: Pedang itu akan berpindah dari satu tangan ke tangan lainnya. dan kini diserahkan ke tangan Ma ruyama Shigeko oleh Kaisar. Pasukan kami sudah siap. Takeo membungkuk hingga menyentuh tanah lagi. "Bawakan padaku pedang Otori. tapi mustahil aku meninggalkan ibukota. Lady Maruyama. Kami bisa bersaing dengan Saga: jika kami mengalahkannya besok dalam pertandingan. dilihatnya Kaisar tengah mengamatinya dengan penuh selidik. pikirnya. Sagalah yan g akan diasingkan. godaan akan kekuatan mutlak be rkilat di hadapannya. Aku bisa kirim kur ir kepada Kahei lebih awal. dan kemudian dibawa Yuki. Siapa pun yang disukai Kaisar atau. Itu bisa saja aku dan Kaede. bukan aku! Halaman 232 dari 600 ." "Dari tanah tempat perempuan berkuasa? Lord Otori telah membawa banyak benda yan g eksotis! Semua yang kami dengar tentang Tiga Negara memang benar adanya. dan kemud ian berbalik dan menengok ke belakang seakan tersengat oleh ilham yang datang tiba-tiba." Kaisar berdiri seolah berpikir keras selama beberapa saat. Kenji. putri Kenji. dan selagi duduk legak. "Aku sangsi kalau memiliki apa pun yang sebanding. mengendalikan Kaisar maka bisa mengen¬dalikan Delapan Pulau."Paduka Yang Mulia. ini putri Lord Otori. bisa diungkapkan dengan kata yang lebih sederhana. Pada saat itu. Pedang yang Kenji serahkan kepada Shigeru setelah kekalahan Otori di Yaeg ahara. untuk Takeo." serunya.

Secara naluri disentuhnya pedang. dan ingin a gar negaranya tetap damai. dan ingin a gar negaranya tetap damai. "Mereka akan menjadi lawan yang sebanding. menambah kekaguman pengunjung kepada sang jenderal. Ia tidak menginginkan Delapan Pulau." sahut Gemba setuju dengan tenang. dia melihat.Takeo menghibur diri dengan khayalannya selama beberapa saat. Sa at ditandu melewati gerbang. Dinaikkannya tirai tandu yang terbuat dari sutra untuk menikmati udara malam. Seharusnya ia juga percaya tentang hasil pertandingan itu. dari sudut matanya. Ia telah menyaksikan keahlian berkuda lawan. Tim Lord Saga yang menunggang kuda perang Maruyama menang den gan mudah. maupun sepengetahuan keluarga Muto yang pernah menyatakan kalau mereka telah menembus sejauh ini sampai ke wilayah Timur . lalu menyingkirkann ya jauh-jauh. lalu menyingkirkan nya jauh-jauh. sadar kalau ia tak bersenjata. meskipun masih cemas tentang esok hari. yaitu bola sepak. garis bentuk tubuh ber¬bayang dari seseo rang yang menggunakan kemampuan menghilang. kompe tisi puisi. ia hanya menginginkan Tiga Negara. *** Sisa hari itu dihabiskan dengan jamuan makan. Kemudian ada juga balapan kuda sebelum matahari terbenam. dan mem¬buktikan bahwa ram alan itu salah? saat tandu belum menyentuh tanah ia sudah turun. Ia tidak menginginkan Delapan Pulau. akeo menghibur diri dengan khayalannya selama beberapa saat. Ia terkejut karena tidak menduga ada anggota T ribe beroperasi di ibukota: tidak ada dalam catatannya. Takeo kembali ke kediaman dengan rasa gembira dan bersemangat atas hasil hari in i. Dengan mengacuhkan par . ia hanya menginginkan Tiga Negara. dan bahkan peragaan permainan kegemaran para bangsawan muda. pertunjukan musik dan drama. Namun Gemba ternyata benar tentang pedang itu. Ia t ak percaya kalau putrinya bisa menang. "Perilakunya yang acuh tak acuh menyem¬bunyikan keahlian fisiknya. percikan keingin¬tahuannya muncul lagi saat menghadapi ke kekalan hidupnya apakah orang ini yang akan berhasil membunuhnya." komentar Takeo pelan kepada Gemba. Lord Kono membuktikan diri sangat mahir dalam permainan ini. dan kegembiraan serta kekaguman akan hadiah yang tiada bandingannya.

Melihat kesedihan di garis bibir dan dalam tatapan matanya. "Apa yang telah terjadi?" Halaman 233 dari 600 . atau Lord Miyoshi tak boleh masuk. diperinta h¬nya penjaga untuk menutup serta memalang gerbang. yang ditempatkan di kediaman orang asing untuk mempelajari bahasa serta memata-matai mereka. "Mari cepat masuk. lalu dilihatnya gadis itu." bisiknya. adik Sada. penasaran apakah tadi ia salah lihat. "Tunggu di sini. Gadis itu kelihatan lelah dan kotor karena perjalanan jauh. Namanya dilantunkan banyak suara." perintahnya pada gadis itu. ia berlari ke gerbang dan mencari-cari dengan mata orang itu di antar a kemmunan.a pelayan¬nya. tapi ia seperti bisa membedakan satu orang yang dikenalnya. Aku akan langsung memanggilmu. tapi butuh waktu beberapa saat u ntuk mengingat siapa gadis itu: Mai. Setelah menyu ruh mereka menyajikan teh." Takeo memanggil pelayan untuk mem¬bantunya mengganti jubah resminya. memanggil gadis itu lalu menyuruh mereka pergi. jantungnya berdegup kencang karena takut pada apa yang akan disampaikan gadis itu. kemudian berbalik lagi pada gadis itu. bahkan pu trinya. "Apa yang kau lakukan di sini? Apa kau membawa kabar dari Taku? Apakah Jun mengirimmu?" "Aku harus bicara dengan Lord Otori saja. Begitu sudah di dalam. Takeo segera mengenalinya sebagai anggota Muto.

"Tapi dia belum ke Kagemura. tuan. tuanku. Orang-orang mengatakan kalau mereka ingin kembali ke masa silam." sahut Mai. alasan lain mengapa gadis mi menempuh perjalanan s ejauh ini." Dilihatnya ada hal lain lagi. Takeo menatap gadis itu. tuan. dan kakakku sudah tiada. mungkin tanpa ijin dari Tribe. "Mereka diduga diserang bandit di tempat berjarak satu hari berkuda dari Hofu. "Aku tidak berhak mengatakannya. atau ditangkap Akio. air mata menggenang di pelupuk matanya dan hampir me netes." "Apakah istriku tahu?" "Aku tidak tahu." "Ditangkap Akio?" ucapnya mengulang perkataan itu. "Ibu Taku pasti sudah diberitahu?" "Sekali lagi." Kabar itu menghantam dirinya bak pukulan ke dadanya. Pes an¬pesan salah sasaran. dan Taku serta Sada setia kepada Anda. "Bandit macam apa yang ada di Negara Tengah?" "Itulah pernyataan resmi yang dikeluarkan Zenko.." Lord Taku. dan kakakku sudah tiada .. Mungkin putri Anda berhasil lari. atau tempat lainnya yang diperkirakan sebagai tujuannya melarikan diri. Itu sudah cukup bagiku.. bahkan Shizuka. Sada tewas bersamanya." "Bandit?" tanyanya tak percaya." sahut Mai."Lord Taku. tidak ada yang tahu di mana putri Anda. Lord Otori. Aku meninggalkan Hofu . aku tak tahu. Desas-desus yang beredar bahwa Akio dan putranya yang bunuh Taku untuk bal as dendam atas kematian Kotaro. Keluarga Muto bersumpah setia kepad a Anda." "Dan putriku?" bisik Takeo.. Kikuta Akio sangat d ekat dengan Zenko dan banyak orang Muto menyetujui persahabatan mereka orang-orang mengata¬kan m ereka berdua seperti Kenji dan Kotaro sebelum. "Lord Otori. "Tapi Zenko sedang melindungi Kikuta Akio.. atau dihaca oleh orang yang salah. tuanku. merasakan gelombang kesedihan menggelegak hingga ke urat nadi¬nya." ujar Takeo murung. saat Tribe memiliki kekuasaan yang sesungguh¬nya. ta k bisa bicara. atau Teray ama." "Sebelum aku datang. dan tidak diketahui mereka. Takeo memberi i syarat agar gadis itu melanjutkan. "Mungkin dia melarikan diri. Sesuatu telah terjadi dalam jaringan Muto.

m ereka sudah melakukan perdagangan dengan orang-orang asing.tanpa mengatakan pada siapa pun. Seraya menutupi wajah denga n tangan. "Mereka diserang dengan menggunakan senjata api." Teringat olehnya kalau gadis itu juga tengah berse dih. "T ak ada yang bisa membunuh mereka dengan menggunakan senjata biasa. Kenan gan itu diikuti dengan kenangan lainnya. Taku tertembak di leher. "Dan aku sangat berduka atas kematian kakakmu dalam melayani keluargaku. berharap bisa menyusul Lady Shigeko dan Lord Hiroshi." "Aku sangat berterima kasih. hampir membuat ia terpuruk." Takeo duduk terdiam." tuturnya dengan nada sedih. Aku terus mengikuti hingga aku sadar sudah di ib ukota. tapi mereka sudah beberapa hari di depanku. dia pasti mati kehabisan darah. ia Halaman 234 dari 600 . tapi dia bukan mati karena peluru: lehernya digorok." Mata gadis berkilat diterpa sinar lentera. Senjata itu pasti pemberian Zenko. Aku berjalan selama enam minggu." "Akio punya senjata api? Darimana dia dapat?" "Dia sudah di Kumamoto selama musim dingin. dan peluru itu menghantam Sada setelah menembus kuda. teringat saat ia mencengkeram leher Taku yang menyelinap ma suk ke kamarnya di Shuho: saat itu Taku baru berumur sembilan atau sepuluh tahun. namun tidak menangis.

juga lega karena gelapnya ruangan. Sekarang pedang itu menjad i milikmu. menyiapkan pelana dan tali kekang untuk lomba besok. Nanti aku akan ceritakan tent ang kabar ini padanya dan juga Hiroshi. "Aku kembalikan Jato pada Ayah. Sedari tadi mereka memeriks a keadaan kuda. Kau tidak boleh mengatakan ini pada siapa-si apa." sahutnya. seraya berusaha mengendalikan diri. Sh igeko. Shigeko berkata. Sementara tapi itu bisa berubah kapan saja. Mai baru saja pergi ketika Shigeko dan Gemba datang. Akan ada pertandingan yang meliba tkan putriku dan Lord Hiroshi. tentu saja. kini gembira dengan kejadian ha ri ini. Kaisar maupun membiarkan Saga ini aku dalam posisi yang menguntungkan lombanya selesai dan kami tahu hasilnya. "Lord Otori. Mereka tidak boleh tahu hal ini h ingga pertandingannya selesai. Mereka tidak boleh diganggu. Kesedihannya disulut dengan kemarahan nya atas Zenko yang telah ia biarkan hidup hanya untuk melihat orang itu bersekongkol mem bunuh adiknya. Jangan ada hal yang mengganggu selama beberapa hari ke depan. lalu gadis itu per gi.." ujar Mai ragu-ragu." . "Haruskah aku memanggil seseorang agar menemui Anda?" "Tidak!" sahutnya. lebih awal ggung tuan rumah Lord Saga." "Tapi Anda harus segera kembali ke Tiga Negara! Zenko." Takeo mengatur agar Mai diberi uang dan dicarikan penginapan." "Tidak boleh. serta membahas strategi. "Kaisar yang berikan padamu. Tidak seorang pun boleh tahu. Tapi aku tak ingin menyin mencium pengkhianatan Zenko. "Kau tak tahu situasi kami di sini. berjanji akan kembali dalam dua hari. Kesedihannya disulut dengan kemarah annya atas Zenko yang telah ia biarkan hidup hanya untuk melihat orang itu bersekongkol mem rusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis. dan tak sabar menanti penandingan. aku akan hujan." "Aku akan kembali secepatnya. Meskipun beresiko terjebak dalam ditunda.berusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis. Begitu pamit. yang biasanya pandai mengendalikan diri serta tenang. waktu untuk menjadi lemah sudah berakhir.. Shigeko bisa mengenalimu. tapi untuk sementara waktu ini a ku memintamu untuk menjauh. Kau akan ikut dengan kami. Ia lega karena ini berarti putrinya takkan memerhatikan sik ap diam dan kurang bersemangat dirinya. Hanya dua hari. namun hal ini tidak bisa dari rencana.

tapi kearifan." sahut Takeo. dan pedang juga memastikan dirimu bukan hanya sebagai pewaris Klan Maruyama. Apa pun permintaan Saga. Takeo sangat merindukan Kaede saat ini.. "Tapi pedang itu milikmu." protes putrinya. pi kirnya." "Bukan penama kalinya pedang itu berada di biara. ia takkan meny erah begitu saja. Tak sulit untuk membujuk Shigeko beristirahat lebih awal. atau putraku. kejernihan pikiran. tapi ju ga Klan Otori. sena kekuatan¬nya yang lembut." "Sampai apa?" Takeo memotong ucapan putrinya. meninggalkan Takeo sendirian meng¬hadapi malam yang panjang. tetap saja itu milikmu . "Kendati demikian. suami yang direstui Kaisar.. aku tidak berarti tanpa dia." Takeo menyadari bahkan saat ia bicara bahwa pengakuan Kaisar membuat persoalan p ernikahan Shigeko justru makin penting.* Halaman 235 dari 600 .. dan Gemba juga pergi t idur. cukup dewasa untuk memilikinya. tidak sebelum ia konsultasi dengan Kaede. bukan hanya menginginkan tubuhnya."Pedang ini terlalu panjang." "Akan kuberikan pada biara sampai. Rasanya ingin sekali berada di rumah. Takeo memaksakan diri untuk tersenyum. "Sampai putra Ayah. Shigeko akan menyerahkan Tiga Negara kepada orang yang menikahinya.

" "Tidak apa-apa. kenyataan bahwa ia telah berbagi kabar kematian Taku mengurangi penderitaannya. "Aku minta maaf atas kurang terampilnya diriku ini. seperti biasa." ujarnya ketika Takeo selesai mendikte. "Tentunya kunjungan Anda sangat berhasil. dan Minoru menulisnya. Takeo sadar akan simpati tanpa kata-kata dari jurutuli snya. malam ini atau besok." Minoru menyiapkan batu tinta dan meng¬ambil kuas tanpa bicara. "Beliau mengucapkan selamat padaku atas keramahan Kaisar padaku. Aku tidak bisa bersikap sebaliknya. "Hari ini sepertinya akan menjadi hari yang cerah. Tanpa memihak Takeo menceritakan semua vang diceritakan Mai semalam. Takeo memandang Minoru dengan tatapan menuduh. si jurutulis berkata dengan r agu. bergaya kotak. "Aku telah menyiapk an catatan atas semua yang terjadi kemarin. saat matahari baru terbit. terkejut dengan suara dingin Takeo." "Biar kulihat. "Lord Saga mengirim surat untuk Anda." Ketika Takeo mengambil catatan itu tanpa menjawab." "Aku kurang tidur. Beliau sangat menghormati Anda." Minoru membungkuk hormat." Tulisannya menggambar¬kan orangnya. kan?" "Kita akan tahu sore ini. mengeluarkan gulungan kertas . Tanganku ge metar dan tulisanku sangat buruk.Minoru datang. itu saja." Minoru menaikkan alis sedikit. Jangan berkomentar dan jangan beritahu siapa-siapa. "Beliau pasti menulisnya tadi malam. Dia datang bersama para pelayan perempuan yang membawa teh. dan juga mencatat semua yang akan terjadi hari ini. guratan tinta kelihatan hitam dan legas. tebal dan ditekan. "Aku turut berduka cita." Takeo tiba-tiba memutuskan dan berkata. selama masih bisa dibaca." ujarnya. Simpan baik-baik: aku akan memintamu m embacakannya. "Lord Otori kelihatannya tidak sehat. aku harus terus memesona serta mengesankan." ujar Minoru. "Aku akan mendiktekan sesuatu padamu. Kau harus mengatur kepulanga n kita agak lebih awal dari rencana. Aku sehat¬sehat saja. dan atas ke¬berha .

" gumam Minoru. serta mengucapkan semoga berhasil hari ini.silan hadiahku. Kaisar masih tetap mendukung Anda. sikapmu menjadi begitu sinis! Lord Saga adalah bangsawan besar berasal dari klan kuno. dan begitu pula aku!" "Persis seperti itulah cara bangsawan men¬jadi besar." sahut Takeo. "Dan takut bila Anda kalah dalam pertandingan itu. dan aku berharap dia pun begitu. Dia telah mengumumkan kesepakatannya. agar beliau mendapat alasan untuk tidak menepatinya. Dia takkan mengingkari kesepakatan itu tanpa m embuat dirinya tidak terhormat." "Aku akan mematuhi kesepakatan." "Beliau khawatir atas popularitas Anda." "Minoru." ujar Minoru. Halaman 236 dari 600 . "Beliau mengharapkan Anda menemukan cara untuk berkelit dari kesepakatan tersebu t.

dan masyarakat menari-nari sepe rti kesurupan. Cuaca makin panas dengan kelembapan yang menandakan hujan plum. di balik tirai bambu. anakanak. anakalanan jauh lebih ramai lagi dibanding kemarin. yang ter sembunyi seperti sebelumnya. dengan pasir b erwarna putih. Takeo bisa mendengar gongongan anjing yang bersemangat dari sisi timur arema. Hiroshi dan Gemba. laki-laki berpakaian c erah. Kuda-kuda melangkah tenang mengelilingi lingkaran. Okuda dan Kono. Kedua pendukungnya. dan Takeo be rusaha ikut ambil bagian di datamnya dengan sepenuh hati. surai dikepang. Busur milik mereka jauh lebih besar dibandingkan dengan busur Shigek o dan ketiganya . dan masyarakat menarinari seperti kesurupan. dan mata dan pikirannya dipenuhi dengan bayangan-bayangan Taku ya ng tertembak di leher lalu mati kehabisan darah. Ia mengalihkan perhatian pada mereka yang masih hidup. Di dalam lingkaran terluar pasir merah para pe¬nu nggang kuda menunggu: kuda tim Saga memiliki sabuk kulit yang dikaitkan di bawah ekor s erta tali dada berwarna merah.Jalanan jauh lebih ramai lagi dibanding kemarin. Takeo dibimbing ke tempat di sebelah ambut para bangsawan. kanan bilik Kaisar. ksatria dan istri mereka. Seuta s tali jerami kuning membagi lingkaran sebelah luar dari lingkaran yang sebelah dalam. elumnya. jambul dan ekornya mengkilat serta sehalus rambut seorang putri. laki-laki berpakaian c erah. Cuaca makin panas dengan kelembapan yang menandakan hujan plum. pada perwakilannya. semua memegang payung dan kipas. Di bagian belakang lapangan terdapat bilik dari kain sutra didirikan bagi Kaisar. Arena di Biara A gung dipenuhi penonton: perempuan mengenakan kimono bertudung. Namun sesekali pemandangan tampak kabur dan langit semakin kelam. Sag a me¬nunggang kuda besar dengan bulu warna coklat kemerahan. Shige ko. sedangkan milik Shigeko berwarna putih. Di tempat itu Takeo dis sebagian sudah bertemu dengannya sehari seb laki-laki memperlihatkan padanya pena linta perempuan mengenakan tudung berhiaskan gamb Suasana hari itu terasa bagai piknik di pedesaan. te mpat sekitar lima puluh ekor anjing dalam sebuah kerangkeng berhiaskan daun dan rumbai-rumbai puti h. menunggang kuda belang dan juga merah bata. dan beberapa ar kirin. Kedua kuda abu-abu pucat dengan surai dan ekor hitam terlihat sangat kont ras dengan kuda Gemba yang berbulu hitam. meriah dan ramai. Arena di Biara A gung dipenuhi penonton: perempuan mengenakan kimono bertudung. Pelana kuda dilapisi ker ang mutiara. Pengaruh kirin sudah tampak: seorang ng yang diukir mengikuti bentuk kirin.

Anda tidak boleh menembak kepala." tutur Saga ke pada Hiroshi. Anak panah kedua mengena i dada. pasangan pertama Okuda dan Hiroshi. bagian lunak di perut atau kematuan. dari yang terendah sampai y ang tertinggi. mengonggong pada kuda yang tengah berderap. membiarkan tali kekang menggantung di leher kuda selagi dia menaikkan b usur panah dan menaruh anak panahnya. kaki. "Anda hanya boleh menembak bagian ter¬tentu di tubuh anjing: punggung. dengan ramah. Makin banyak darah menetes. Takeo belum pernah menyaksikan per¬buruan anjing. membua tnya menyalak kaget lalu mundur. karena penunggang kedua memiliki peluang lebih menguntungkan. Tembakan yang ketiga terkena punggung anjing yang tengah berlari. makin buruk tembakanny a. Ini semua tentang pengendalian sempurna yang sangat sulit dicapai sewaktu kuda berderap. Anjing pertama dibawa masuk ke lingkaran: Okuda juga memasuki lingkaran lalu men derapkan kudanya. Anak panah pertama Okuda berdesing melewati telinga anjing itu.memiliki anak panah yang dibului dengan bulu bangau warna putih dan abu-abu. dan peraturan permainan itu dije laskan oleh kawan pendampingnya. dan nilai Anda akan dikurangi jika anjingnya berdarah atau mati. "Tembakan yang bagus!" seru laki-laki di sebelah Takeo. Anak panah itu dilepaskan terlalu kuat: darah mulai menodai bulu putih anjing itu. dengan ekor di sela kaki belakang¬nya. leher . Halaman 237 dari 600 . "Okuda akan mulai lebih dulu untuk menunjukkan cara melakukannya." Mereka berkuda dalam barisan menurut urutan pangkat. Tali anjing dilepaskan dan hewan itu segera berjingkrakan.

Takeo sudah mengenai kuda itu selama ia mengenai pemuda itu: hampir de lapan belas tahun." adalah penilaian juri." adalah penilaian juri. Takeo merasakan ketegangan mulai ber¬tambah saat Hiroshi memasuki lingkaran dan Ke ri mulai berderap. "Itu tembakan yang mudah! Okuda akan memenangkan babak ini. Kurang baik. membuatnya ter¬jatuh dan menyalak. Anjing itu ditangkap. Tembakan kedua Okuda." Takeo menatap anjing itu saat dibawa masuk untuk yang ketiga kalinya. Mampukah kuda abu-abu itu bertahan dalam per tandingan semacam ini? Akankah kuda itu mengecewakan penunggangnya? Takeo tahu H iroshi mahir memanah. Matanya terpaku pada Gemba ya ng tak lagi . Penonton terdi am: di balik suara derap kuda. Kali ini Hiroshi le bih siap. "Butuh lat ihan selama bertahuntahun. Atau mungkin anjing saling berkomunikasi lalu memper¬ingatkan. Takeo bisa meli hat kalau anjing itu ketakutan dan menggeram. pikirnya."Kurang baik. hasil pertandingan sudah ditentukan. Takeo bersiap menerima satu kekalahan lagi maka tak peduli sebaik apa pun Shigeko melakukannya. Mungkin anjing tiu sudah melihat nasib kawannya dan tahu apa yang menantinya dalam lingkaran itu." ujar tetangga Takeo dengan simpatik. tapi mampukah pemuda itu bersaing dengan pemanah nomor satu dari ibukota? Anjing dilepaskan. dibawa masuk lagi dan dilepas sekali lagi. tapi malah duduk dan menjilati bulunya sebelum bangkit lalu berjalan pelan mengitari lingkaran. terdengar olehnya senandung yang amat pelan. Anjing itu tidak kabur saat dilepas. meng¬hempaska n tubuhnya di antara anjing-anjing lain. Tak ada orang lain yang bisa mendengar¬nya. tapi anak panahnya tetap tidak kena sasaran. suara yang dikeluarkan Gemba saat merasa gembira. Anak panah ketiga Hiros hi kena bagian samping anjing itu. "Lebih sulit dari kelihatannya. tapi anjing itu bisa mendengarnya. tapi ia ingin pemuda itu setidaknya mendapat satu nilai untuk bidikannya. Anak panah Hiroshi luput mengenai anjing itu sejauh s erentangan kaki. meski membuat si anjing ber¬darah. berusaha m enyuruh agar anjing itu tenang." Juri memutuskan demikian. Ia tidak mau Hiroshi menyakiti anjing itu. Anjing-anjing itu pasti mencium amis darah sehingga ket akutan. Hew an itu berhenti meronta dan menyalak. mendapat nilai lebih tinggi ketimbang dua tembakan Hiroshi yang meleset. tapi tidak berdarah. anjing itu secepatnya berlari keluar lingkaran.

membuat k udanya berderap mengelilingi lingkaran sebelah luar. dan kudanya memang cepat. tapi aku takkan terlihat marah atau sedih. seperti yang sudah diketahui. "Kemahirannya memang enak di pandang!" ujar Takeo setuju dengan sikap sopan. membuat pasir merah beterbangan. Halaman 238 dari 600 . menatap pemandangan asing dengan telinga tegak dan bola mata mem besar. Kuda hitam tunggangannya juga tampa k was-pada. berlarian ke kanan dan kiri melintasi lap angan. "Lord Kono sangat mahir dan terkenal.bersenandung. Lord Kon o menunggu di sebelah luar lingkaran di atas kuda merah bata yang kuat sena penuh semangat. Karena Hiroshi kalah pada babak sebelum¬nya." orang di sebelah Takeo memberitahunya. P ara penonton berseru kagum. Kemudian Kono keluar dengan menunggang kuda merah bata. dan kelihatan tidak takut pada kuda yang tengah be rderap. tapi kini anjing itu ketakutan. Temb akan yang bagus. kali ini Gemba mendapat giliran per¬tam a. Tembakan ketiga Gemba meleset. sekali lagi tida k mengeluarkan darah. dan tidak ada darah. Laki-laki itu mahir berkuda. Panah pertama Gemba tampak melayang dan mendarat perlahan di tungging anjing itu. tapi kelihatan sangat waspada. aku akan kehila ngan segalanya. seraya berpikir. Anjing yang berikutnya lebih lincah. Tembakannya yang kedua hampir sama.

Pada tembakan ketiga. pemenang yang beruntung mengayunkan anak panah itu di atas kepalanya. agak meloncat saat Kono menarik busur. maka kita tak perlu iba padanya. Anda benar. gonggongan berubah menjadi lol ongan." "Tentu." seru laki-laki di sebelah Takeo. aku tak tahan duduk di sebelah Lord Otori saat dia menghadapi hukuman mati. "Sungguh. "Cara ini sangat digemari pengunjung: bila hasilnya seri secara keseluruhan. Namun tetap saja Ko no membukukan dua nilai tembakan sempurna tanpa darah. Setelah diam dengan sikap canggung selama beberapa saat. "Kini kita mungkin menunggu keputusan Kaisar. Takeo hampir tidak sanggup memandang putrinya. Laki-laki itu berbisik kepada mereka." Kemudian kesunyian melanda seluruh arena sewaktu Shigeko memasuki lingkaran dan Ashige mulai berderap. Beberapa pemuda berlompatan turun untuk mengambilnya. Aku hanya tidak ingin." "Tampaknya cara itu kurang sesuai karena kurasa Lord Saga akan dianggap memiliki lebih dalam olahraga ini. kuda tungganganny a terlalu ber¬semangat karena sorak sorai penonton. Aku nyaris tidak bisa menikmati pertandingan karena mengasihani dirinya!" "Kabarnya pertandingan ini hanyalah alasan baginya untuk mengundurkan diri tanpa kalah dalam perang. pemenang yang beruntung mengayunkan anak panah itu di atas kepalanya. Setelah diskusi panjang para juri..Anjing-anjing dalam kerangkeng makin bersemangat. gonggongan berubah menjadi lolo ngan. Namun tetap saja Ko no membukukan dua nilai tembakan sempurna tanpa darah. dan setiap anjing yang dibebaskan semakin liar karena ketakutan. agak meloncat saat Kono menarik busur. P anahnya melayang di atas kepala anjing dan kena bagian samping pangg:ung kayu di belakan gnya. dan Takeo mendengar kata-ka tanya dengan jelas. P anahnya melayang di atas kepala anjing dan kena bagian samping pangg:ung kayu di belakan gnya. babak kedua diputuskan seri.." Laki-laki itu tak kuasa menahan m alu.. Setelah peserta laki-laki. dan setiap anjing yang dibebaskan semakin liar karena ketakutan. Lord Otori tidak keberatan. Pada tembakan ketiga. putrinya terlihat kecil dan rapuh. namun ia juga tak mampu memalingkan wajah. dia lalu mohon diri menjauh untuk be rgabung dengan kelompok lain. njing-anjing dalam kerangkeng makin bersemangat. . Beberapa pemuda berlompatan turun untuk mengambilnya. kuda tungganganny a terlalu ber¬semangat karena sorak sorai penonton.

telinga melambai-lambai. moncong menganga. Anjing itu. sedang si penunggang duduk tegak dan tenang. baik si kuda maupun penunggangnya tampak benar¬benar tenang. Kemudian anjing itu seperti menganggap kalau ini adalah per¬mainan ya ng menyenangkan. membuat kudanya berderap lagi. Anak panah ketiga terbang lebih cepat namun tak kurang lembutnya. Busur miniatur dan anak panahnya me mbuat penonton terkesima. kemudian Shigeko menarik kudanya berhenti di depan Kaisar. Takeo mengerutkan dahi lalu menahan agar wajahnya te tap tanpa ekspresi. gonggongan anjing yang ketakutan. Si anjing menggelengkan kepala dan mengibaskan ekor. ber¬jalan memutar semakin mendekati anjing y ang duduk memerhatikan. Takeo tak kuasa mengagumi putrinya. Anjing itu berlarian mengitari lingkaran di waktu yang bersamaan d engan si kuda: Shigeko mem¬bungkuk dan melepaskan anak panah kedua seolah benda itu adalah tangan nya dan tengah mengelus leher hewan itu. Shigeko mendesak kudanya untuk ber¬derap lebih cepat dan anjing itu berlari tungga ng-langgang. dan berubah menjadi kekaguman saat anak pertama menyentuh pelan bagia n samping tubuh anjing buruan. dan takut kalau rasa bangga ak an menghilangkan kesedihannya. dan ketegangan yang makin meningkat. Gaya berjalan si kuda cepat d an mulus. memutar kepala¬nya. Halaman 239 dari 600 . kekuatan dan kemahirannya yang diperkuat den gan kelembutan. mengenai anjing itu nyaris tanpa suara tepat di bawah kepalanya. terluka atau ketakutan.Meskipun penonton bersorak-sorai. Dirasakan pelupuk matanya menghangat. Shigeko membungkuk dalam dalam. mengibaskan ana k panah itu seakan hanya lalat. berjingkrakan. dengan lidah merah mudanya terjulur. Mereka mengitari arena sebanyak tiga kali seperti ini. Anjing itu duduk di b elakangnya. tidak meng¬gerakkan satu otot pun.

Saga mengenakan jubah hitam. Saga dan Shigeko setidaknya seri. Saat dia mengangkat busur. mereka menahan napas. berhia skan bulu anak panah di bagian punggungnya. Saat aga Hideki. hingga empedunya. Semua orang terdiam. Meskipun orang-orang berteriak. pikirnya. melawan penunggangnya . Si anjing berusaha bangkit terhuyung-huyung dan ke¬bingungan. di depan matanya. tubuh anjing itu terhempas ke tanah. Kuda coklat kemerahan itu menarik-narik besi yang dipasang di mulutn¬ya. kini menunggang kuda memasuki lingkaran berpasir p utih. Pasti keluar darah.Saga Hideki. Anak panah terakhir melesat di samping badan si anjing lagi dengan suara yang nyaris tak te rdengar. Dua seri dan satu menang Saga akan meraih kemen angan. Telah dirasakannya kekalahan di tenggorokan. Anak panah Saga terbang lebih cepat dari pandangan mata. ke bagian samping tubuh si anjing dan b erhasil menjatuhkannya. buih dari mulutnya beterbangan. penonton meng¬hembuskan napas. sekali lagi ddak membuat anjing i tu ber¬darah. dari mulut dan anusnya. namun laki¬laki itu mengendalikan kuda dengan mudah. melawan penunggangnya . menutupi semua kesedihan. namun laki¬laki itu mengendalikan kuda dengan mudah. Muda h bagi Saga untuk me¬nembaknya lagi dengan anak panah kedua. Kudanya berderap. Anting dilepas: menggonggong dan me¬lolong. Kuda coklat kemerahan itu menarik-narik besi yang dipasang di mulutn¬ya. dan anak-anak menjerit. kini menunggang kuda memasuki lingkaran berpasir putih. hawa kian panas. peserta terakhir. Perasaan itu mematikan semua perasaannya. Di saksikannya dengan perasaan tanpa memihak selagi Saga menderapkan kuda mengitari lingkaran l agi. mendapat nilai sempurna. ketika dia menaruh anak panah . namun Takeo tenang sedingin es. Penonton b . dan kulit rusa di kedua paha untuk melindungi kakinya. Takeo merasakan semua mata tertuju pada dirinya. berhia skan bulu anak panah di bagian punggungnya. Tiba-tiba. Anjing tadi meng¬alami pendarahan hebat. perut. Saga mengenakan jubah hitam. Matahari sudah di ufuk barat. anjing melolong. seolah masih terus bermimpi. di pasir putih arena m ulai tercemar warna merah. bayangan kian memanjang. ekor pendeknya menggantung hampir menyentuh tanah. tapi bulu putih si anjing atau pasir berwarna pucat itu tetap b ersih. penyesalan dan amarah. Pemandangan itu tampa k seperti dalam mimpi. peserta terakhir. dan kulit rusa di kedua paha untuk melindungi kakinya. meskipun i a tidak memandang siapa pun. seorang laki-laki dengan pengendalian jiwa dan raga yang sempurna. ekor pendeknya menggantung hampir menyentuh tanah.

tenuju pada Saga. Ketika berita itu me nyebar ke seluruh penjuru arena dan di luarnya. seketika dilihatnya ruang di sekelilingnya telah dipenuhi orang yan g berhambur meng¬hampiri untuk memberinya selamat. Takeo menyadari kalau selama per¬tandingan orang-orang telah menjauhinya. tapi Takeo sengaja menutup pendengarannya. mencecerkan darah berbentuk melengkung di pasir. Tenaga Saga terlalu besar. tapi tidak ada suara lain. Perlahan ia bangkit. Dia tidak bisa menundukkan kekuatan laki¬l akinya: dia bisa melambatkan anak panah. menatap ke ujung arena. ingin dekaT dengannya. Takeo seperti mendengar teriakan dan sorak sorai yang berasal dari tempat jauh. sementara kelompok putih di bagian barat. Perlahan-lahan pe¬nonton terdiam. namun tak mampu mengurangi tenaganya. Punggung anjing itu melengkung. Kini ia menunggu seorang diri untuk mendengarkan hasilnya. Halaman 240 dari 600 . nyanyian pun mulai terdengar lagi. Bayangbayang panjang kaki kuda terbentang melintasi arena. Kaisar menganugerah¬kan kemenangan kepada kelompok putih!" Takeo berlutuT dan menyembah. tak ingi n menyaksikan terlalu dekat peng¬hinaan terhadap dirinya. Takeo merasa ada secercah harapan. "Karena kelompok Lady Maruyama tidak menumpahkan darah. Anjing¬anjing masih saja menyalak da ri balik kandang. lalu mari. Para peserta men unggu. pandangan yang lebih gugup. Kerumunan penonton bersorak menyetujui¬nya. men¬dengking satu kali. atau berbagi takdir¬nya yang tidak mengu ntungkan. Ketika T akeo duduk tegak. H anya saat Menteri muncul dari balik tirai dan dilihatnya pandangan resmi pertama ter¬tuju pada Shige ko. Terdengar bisikan dari balik tirai. pikir Takeo. diam tak bergerak: kelompok merah di bagian timur. tempat Kaisar duduk di balik tirai bambu. Pertandingan b erakhir seri: kini keputusan ada di tangan Kaisar. dan kemudian.erseru kaget. Dua tembakan perta ma telah menghancur¬kan organ tubuh anjing itu dan mem¬bunuhnya.

dan Saga menundukkan kepala sebagai peng¬akuan atas kemenangan itu . dan Anda akan menjadi ayah mertuaku. tata krama tetap ber¬laku. pesan apa yang akan ora ng itu kirim pada Zenko tentang hasil pertandingan ini." ujar Saga. Tiga Negara hidup dalam damai. cahayanya berpencar dan ber¬kabut dengan lembapnya udara." sahut Takeo. Pasir tetap putih." Takeo melihat sekilas ke arah Lord Kono dan ingin tah u reaksi jujur bangsawan itu. Kuda-kudanya menggetarkan tanah kami. dan apa yang tengah dilakukan Zenko? Jamuan berlangsung hingga larut malam: bulan sudah muncul dan bintang-bintang ta mpak besar. "Walaupun aku percaya usiaku lebih tua beberapa tah un. *** Lord Saga telah merencanakan mengadakan jamuan makan besar untuk merayakan kemen angannya yang sudah diketahui lebih dulu. lalu teringat kata-kata Minoru. namun dia gagal. di balik sikap sopan yang ditunjukkannya. Termasuk ibunya. Kendati begitu.Lord Otori telah muncul di ibukota. dengan agak ter¬ceng ang selagi kata-kata itu meluncur dari mulutnya. pikir Takeo. dan Saga mengumbar sanjungannya kepada Lady Maruyama. "Tapi kita harus menunda peng¬umuman pertunangan sampai putriku me¬minta p endapat klannya. "Kita akan menjadi sekutu. Putrinya meraih kemenangan besar. Ini tidak seperti dugaannya. Begitu pula Delapan Pulau Takeo memandang ke arah Saga." "Aku akan senang sekali memanggil Anda putraku. Putrin ya meraih kemenangan besar. dan melihat bangsawan itu juga tengah menatapnya. rd Otori telah muncul di ibukota. Saga berharap bisa menyingkirkan diriku tanpa be rperang. . semakin jelas kalau dia menginginkan pernikahan itu lebih dari sebelum nya. Anjing pun tetap putih . perayaan tersebut tidak sepenuhnya tulus. jamuan makan memang dilakukan seperti yang dire ncanakan. tert awa dengan kegembiraan yang dipaksakan. Para penunggang putih menang. Dia akan memanfaatkan alasan apa pun untuk mengingkari janjinya. namun berbeda dengan kegembiraan tulus di jalan-jalan di kota. Lady Maruyama tidak menumpahkan darah. Kuda-kudanya menggetarkan tanah kami. Tatapan mata mereka bertemu.

dan memberi isyarat agar si jurutulis mulai membaca. air bergemericik di taman dan sesekali nyamuk berdengung. Hiroshi terduduk pucat pasi." ujar Takeo ketika mereka kembal i ke kediaman. Gemba dan Hiroshi ke ruangan paling terpencil di kediaman it u. Gemba berdengus keras lalu berkata. Minoru dipanggil. "Kau me¬rahasiakan ini sehar ian?" "Aku tidak ingin konsentrasi kalian ter¬pecah. Halaman 241 dari 600 . Ia membimbing Shigeko." "Kurasa dia memutuskan ini agar men¬dapatkan orang yang bisa mengimbangi kekuatan Saga. "Apakah ada kabar buruk dari rumah Ibu? Adik bayiku?" apakah "Minora akan membacakannya. Segalanya bercampur aduk untuk meyakin¬kan dirinya b ahwa kau memiliki restu dari Surga. Minora membaca tanpa perasaan. dengan sikap dinginnya seperti biasa. seolah terkena pukulan di dadanya lalu terhuyung-huyung. Semua pintu terbuka lebar."Aku minta kalian semua tidak pergi tidur dulu. "Ayah. "Beruntung Kaisar cukup terkesan pada¬mu dan tak ingin menyinggung dewa-dewa denga n memutuskan untuk menentangmu. Aku tak menduga kalian akan menang." sahut Takeo. Shigeko menangis terang-terangan." sahut Takeo. ada apa?" tanya Shigeko segera. tapi perasaan mereka bertiga tidak kurang bergola knya. Bagaimana aku harus berterima kasih kepada kalian? Kalian tadi sangat luar biasa!" Takeo bicar a dengan berlinang air mata penuh perasaan.

dia manusia setengah dewa tapi juga tak ber¬be da dengan kita semua. kurasa kini waktunya kita pulang. Tapi kita harus pergi secepatnya." sahut Gemba. Akio akan digantung se perti penjahat biasa. Tadi¬nya aku berharap bisa melihatnya tenang dul u sebelum kita pergi. Hewan itu akan ke takutan bila kita semua pergi begitu mendadak."Itu juga. "Tapi kematian Taku berarti kita harus segera kembali." Suara Hiroshi terdengar p arau. Naluriku mengatakan kalau kita haras segera pergi dan memburu mereka tapi Ajaran Houou mena hanku untuk tidak melakukan kekerasan. "Tentu saja." "Ya." Gemba setuju.. t api demi mencegah kekacauan lebih jauh lagi. Bila dia tidak benar-benar tunduk.. Aku menyesal. Mungkin aku bisa tinggal di sini menemaninya?" "Tidak." "Ayah. "Aku tahu Ayah benar." ujar Takeo." Gemba setuju. "Mungkin. kita akan m engalah¬kannya dalam pertempuran dan dia akan mencabut nyawanya sendiri." "Berkaitan dengan Maya?" tanya Shigeko dengan ketakutan yang terdengar dalam nad a suaranya." ujar Shigeko. Tapi tidakkah kepergian yang tergesa¬g esa akan menyinggung Lord Saga dan Kaisar? Dan jujur saja.. dia manusia setengah dewa tapi juga tak ber¬b eda dengan kita semua. kekuasaanku telah ditegaskan oleh Paduka Yang Mulia." sahutnya dengan suara k . "Yang kuinginkan hanyalah kematian Zenko. " "Aku berusaha menahan keinginanku untuk balas dendam. penyelamatan diri sendiri dan niat yang Itu juga. Lalu bagaimana cara kita menghadapi para pem¬bunu h ini?" "Kita memang akan memburu mereka. aku cemas pada keadaan kirin. Aku telah diakui Kaisar." sahut Takeo. pragmadsme. termotivasi oleh gabungan antara idealisme." sahut Gemba tanpa berkata lagi. begitu pula dengan Kikuta Akio dan putranya. "Kau telah kehilangan sahabat terdekatmu. "Tapi akan dilakukan dengan adil .. "Tentu saja. Zenko tidak memiliki lagi dasar hukum yang sah untuk menentangku. Ada satu hal lagi yang tidak beres.. Ayah takkan meninggalkan dirimu di tangan Saga. "Hiroshi. penyelamatan diri sendiri dan niat yang baik!" "Kemenangan kalian membuat Kaisar ber¬pihak pada kita. termotivasi oleh gabungan antara idealisme. Kesehatannya merupakan masalah terpenting bagi kelangsungan kedudukan Ayah. Zenko harus dihadapi sekarang juga. "Bukan hanya karena Taku." ujar Takeo. pragmadsme.

" gumam Hiroshi. Apakah Surga masih terus berpihak pada kita dengan menunda hujan plum?" "Kita lihat saja apa yang bisa kita laku¬kan. peminjaman uang. Kita harus pergi sebelum akhir minggu: kita akan memanfaatkan cahaya bulan antar a bulan sabit dan bulan purnama untuk melakukan perjalanan. kau telah membuktikan kalau dirimu tahu s egalanya sejauh ini. Dia mengunjungi desa-desa ter¬sembunyi d i pegunungan dan rumah-rumah pedagang tempat kerabatnya menjalankan berbagai usaha: membuat s ake. "Gemba. hingga kegiatan mata-mata. fermentasi kedelai. "Apakah aku harus menyerahkan semua putriku kepada m usuhmusuhku? Kita telah berikan kirin kepada Kaisar. Kaisar dan orang¬orangnya yang harus bertanggung jawab atas n asib hewan itu." "Kita akan berkuda di tengah hujan.eras yang mengejutkan mereka sendiri. Muto Shizuka telah mel akukan perjalanan ke hampir seluruh Tiga Negara. di sela-sela air matanya. Hierarki kuno Tr ibe masih tetap Halaman 242 dari 600 . dan mungkin tak melihat bulan sama sekali. Takeo berpaling ke arah Gemba." sahut Gemba berjanji sambil senyum.* Sejak Takeo memintanya mengambil alih kepemimpinan Tribe.

dan menentang putra sulungnya. dia pernah mengungkapkan cara kerja pekerjaa n Tribe kepada Shigeru. dan telah memilih untuk mengabaikan sat u hal yang bisa disebut pengkhianatan. Seperti biasa Shizuka disambut dengan sopan santun terta penghormatan. Kenji sudah tahu tindakannya itu." aku Ishida. itegakkan dengan struktur vertikalnya serta kesetiaan tradisional keluarga. "Kaede dan bayi laki-lakinya kelihatan sangat sehat.ditegakkan dengan struktur vertikalnya serta kesetiaan tradisional keluarga. Tapi bayi ini tampak seperti pejuang cilik. "Kaede amat memujanya!" "Belum pemah aku melihat seorang ibu begitu terpesona pada anaknya sendiri. karena. yang t . pertama ke Yamagata lalu ke Kagemura di pe¬gunungan di belakang Yamagata. Karena alasan itulah dia merasa berkewajiban untuk memper¬tahankan kontak dengan semua kerabatnya." tutur Shizuka pada suaminya. Tak lama setelah Takeo berangkat ke Miyako. dan bisa terlepas tanpa terduga. beru saha agar mereka tetap setia kepadanya. dan juga s abar dan pantang menyerah ketika berkaitan dengan balas dendam." sahut Shizuka. kau tak boleh bepergian dengan Fumio tahun ini. maka ketidakpuasan di dalam keluarga Muto bisa berkemb ang menjadi sikap membangkang. Shizuka bersiap pergi lagi. "Kau ada di sini untuk me rawat mereka. Tribe menyimpan rahasia dan sering bertindak dengan c ara mereka sendiri. aku merasa aku bisa pergi sebelum hujan plum tiba." "Bayi ini sangat kuat." sahut Ishida setuju. namun ia sadar ada sakit hati terhadap posisi barunya: andai Zenko mendukung. Shizuka tahu betul kalau ada rahasia yang disimpan dan ketidakpatuhan berkembang di kalangan Tribe. Orang-orang di kalangan Tribe memiliki ingatan yang panjang. Dia merawatnya sendiri. Tribe menyimpan rahasia dan sering bertindak dengan c ara mereka sendiri. "Tapi kau takkan tahu apa akan terj adi pada bayi: cengkeraman mereka pada kehidupan masih lemah. tapi Shizuka sendiri selalu ingin tahu siapa lagi yang mu ngkin mencurigai dirinya. keadaannya pasti berbeda. t api sadar selagi putranya itu masih hidup. kemudian ke Hofu." "Dia adalah ksatria sejati. bertahun-tahun lalu. dan catatan terperinci itu yang memungkinkan Takeo mengalahkan dan meng endalikan Tribe. yang berarti bahkan dalam kalangannya sendiri. yan g berarti bahkan dalam kalangannya sendiri. Kaede hampir tidak sanggup berpisah dari anaknya.

serta san gat baik hati. kalau ia cukup bahagia hidup tenang bersama Ishi da di Hagi dan bisa terus mendampingi Kaede. Sewaktu menikah dengan Ishida. tapi tak satu pun calon yang diterima oleh Lord Fujiwara. meski tadinya dia ingin menikah lagi. "Anak ini akan diberi nama siapa?" tanya¬nya. Itu juga berarti ada banyak persoalan yang tak bisa dibicarakannya dengan Ishida: Halaman 243 dari 600 . Tapi anak ini takkan diberi nama sampai berusia dua tahun nanti. merenungkan kekecewaan dan ke¬cemasan yang mereka timbulkan saat ini. Shizuka berharap bisa punya anak lagi. tapi nama itu berkaitan dengan hal-hal yang menyedih¬kan. "Takeo sangat suka nama Shigeru. Ishida tidak punya anak dari pernikahan sebelumnya: is trinya sudah meninggal bertahun-tahun lamanya. Shizuka pernah mengatakan kepada Takeo. Takeshi. perlindungan sang ibu yang sama kuatnya. Takeyoshi. tapi tahun¬t ahun berlalu dan ia tidak juga hamil. tugas itu menyita tenaga dan waktu¬nya. Ishida adalah laki-laki yang penuh cinta. dan kami telah memiliki Shigeko." Shizuka teringat betapa ia amat sayang kepada kedua putranya saat mereka masih k ecil.idak dilakukannya pada anak-anaknya yang lain. Tapi sejak menyetujui untuk menjadi ketua keluarga Muto dan Tribe. Shizuka melihat itu dengan rasa iri ber¬campur iba: k onsentrasi penuh si bayi mengisap puting susu ibunya. Aku me¬manggilnya singa kecilku. kesempatannya hampir habi s: dan tentu ia tak ingin harapan¬nya terkabul." jawab Kaede. "Kami belum memutuskan. Mungkin nama Otori yang lainnya. Kini ia jarang mendapat haid.

Maka Shizuka tidak mengutarakan pada suaminya tentang Taku dan Zenko. benda¬benda indah yang mereka bawa dar i bagian dunia lain hingga pada tahapan tidak ingin menghadapi kenyataan bahwa kedamaian se lalu berada di bawah ancaman. dan Ishida pun sudah hampir melupakan malam di Hofu ketika dalam keadaan mabuk di¬ungkapkannya kepada Z enko. Sake bahkan bisa lebih m e¬longgarkan lidahnya. bahwa tidak semua orang bisa dipercaya. memberinya jubah baru dengan tudung model baru dan seekor kuda da ri istal. dan bagaimana semua ini berlaku pada diri Takeo. kebebasannya untu k bepergian. Kaede memeluk. serta efek menyembuhk an diri sendiri dengan percaya kepada ramalan.Shizuka mencintai suaminya. dan bisa saja lupa dengan apa yang telah diocehkannya di malam sebelum nya. dan suaminya itu memiliki banyak sifat baik yang dika guminya. tapi kedua anak itu kelihatan layaknya putra ksatria. Ishida menyukai semua kesenangan dari kedamaian makanan yang berlimpah. diharap kan berada di Hagi sebelum akhir bulan. Shizuka mengamati keduanya dengan cermat untuk melihat apakah ada tanda kemampuan yang berkembang. dan suaminya itu memiliki banyak sifat baik yang dik aguminya. Sake bahkan bisa lebih m e¬longgarkan lidahnya. hizuka mencintai suaminya. dan bisa saja lupa dengan apa yang telah diocehkannya di malam sebelum nya. tak berbeda dari anak lelaki seusia mereka yang berlatih bersama mereka. berinteraksi dengan orang asing. tapi tutup mulut tidak ter¬masuk di dalamnya. Ishida tidak terlalu memikirkan mana yang bisa dibicarakan dengan orang banyak serta mana yang harus dirahasiakan. Sejak mereka berdua tinggal di Hagi. tapi tutup mulut tidak ter¬masuk di dalamnya. berinteraksi dengan orang asing. tapi ibu mereka. Ishida menyukai semua kesenangan dari kedamaian makanan yang berlimpah. bahwa musuh bisa saja berada dalam lingkungan keluarga¬nya sendiri. bahwa tidak semua orang bisa dipercaya. kuda . Ishida tidak terlalu memikirkan mana yang bisa dibicarakan dengan orang banyak serta mana yang harus dirahasiakan. benda¬benda indah yang mereka bawa dar i bagian dunia lain hingga pada tahapan tidak ingin menghadapi kenyataan bahwa kedamaian se lalu berada di bawah ancaman. Hana. saling bersaing dan bertengkar. bahwa musuh bisa saja berada dalam lingkungan keluarga¬nya sendiri. Sunaomi dan Chikara sedih atas kepergian Shizuka. kebebasannya untu k bepergian. Hana dan Lord Kono tentang teori kekuatan pikiran manusia. dan mereka berdua terlalu disibukkan dengan pendidikan dan latihan untuk bisa merindu¬kan neneknya.

Ia menolak tawaran Kaede untuk dikawal ksatria Otori. Setelah perang dan gempa. persiapan untuk per¬jalanan ke Miyako telah menyita perhatian Takeo. dan begitu salju mencair. Ia punya harapan lain yang ia tak yakin mampu mewujudkannya. dan jago sumo dan petarung tangan kosong yang tangguh. Z enko terlibat hubungan erat dengan Kikuta dan menganggap dirinya sebagai ketua Muto. Shizuka tak kuasa menahan ingatannya pada Iida Sadamu. Sepanjang musim dingin Bunta telah membawakannya potongan-potongan kecil informa si. dan ia pun mendoakannya. dan memilih Bunta sebagai teman perjalanan. disesalinya kematian Kondo. tujuan yang pernah diajukan namun ditolak Takeo. Bunta dulu menjadi informannya yang bekerja sebagai pelayan di kediaman Lady Mar uyama Naomi. dialah yang mengawasi semua latihan mereka dengan cara Tribe. Penampilannya kalem d an pendiam. Usianya beberapa tahun lebih muda dari Shizuka. Di a yang merawat mereka ketika Kaede mem¬butuhkan waktu yang begitu lama untuk me¬mulihkan diri setel ah melahirkan. Kabar yang dibawanya sungguh mengganggu: Taku belum kembali ke Inuyama dan masih di Hofu. tapi mereka belum memutuskan apa pun. Ia telah menga takan pada Halaman 244 dari . la ki-laki itu menemukan jalannya ke Hagi. dan Shizuka merasa bisa memercayainya. dan menetap di Inuyama setelah kematian majikannya itu. dengan keahlian bertarung dan kesetiaanny a. Kini Shizuka merasa ber kewajiban untuk bertindak sendiri: berusaha memper¬tahankan agar keluarga Muto tetap setia dan mem astikan keamanan si kembar. pendongeng dengan keterampilan mengorek inf ormasi. Masa lalu yang mereka lalui b ersama telah menciptakan ikatan antara mereka berdua. dan sejak saat itu bekerja melayani keluarga Otori. dia pu la yang telah melindungi dan membela mereka dari semua orang yang hendak menyakiti mereka. Andai dunia sejujur seperti sekarang ini. Shizuka menyayangi mereka berdua seperti putri yang tidak pernah dimilikinya. Maya dan Miki. Kelahiran putranya . dia pergi ke Yamagata atas permintaan Shizuka untuk mencari infor masi. namun sebenarnya dia pencopet ulung. Masalah i ni telah ia bicarakan dengan Takeo. Ia merasa lebih mudah mendapatkan kuda ketimbang teman seper¬jalanan: tersadar kalau ia merindukan Kondo Kiichi yang bisa menjadi t eman yang sempurna untuk perjalanan semacam ini.betina yang sudah sering ditunggangi Shizuka. berasal dari keluarga Imai. dan rencan a untuk membunuh bangsawan itu. keluarga Muto berbeda pendapat.

600 .

dan menyimpan tenaga. Shizuka tak tahu apakah ia bisa mengandalkan dukungan sepupunya ini. Tak seo rang pun akan menyangka usulan it u datang dariku. Takeo sudah mengatakan kalau dia tak ingin membunuh Zenko. "Ketika Kenji masih hidup. Aku tidak p erlu melakukan hal yang bertentangan dengan keinginannya. Dia m emperlakiikan Shizuka dengan akrab dan berbicara blak-blakan. Yoshio.. pemuda berusia lima belas atau enam belas tahun. Tapi ketika memikirkannya sebagai seorang ibu.. dan berkuda di depan untuk mengatur tempat pem berhentian selanjutnya. jalanan aman dan terawat baik. perbincangan selalu soal kemakmuran di m asa lalu. menyediakan makan. dan bisa melihat alasannya untuk berdamai dengan Otori.Takeo bahwa sebagai Ketua Muto dan sahabat keluarga Otori. Tapi tidak semua orang tidak menikmati kedamaian dan kemakmuran di negeri ini. Tapi di lubuk hatinya. Lalu. ia menganjurkannya unt uk menyingkirkan Zenko.. kota-kota dama i dan sejahtera. Tapi semakin banyak orang mengatakan kalau tuntutan Kikuia akan keadilan perlu dideng ar: Takeo . Shizuka meng¬harapkan anaknya itu mati ditangannya sendiri. Cuaca hari itu cerah. pikirnya. banyak hal yang harus ditakukan: membe ri kita waktu. Shizuka kagum atas semua yang Takeo dan Kaede capai demi kemakmuran dan kebahagi aan negara. seperti yang dilaku¬kannya sebelumnya di Maruyama. dan meratapi hasrat yang haus kekuasaan dan keinginan kuat untuk balas d endam yang mengancamnya. tapi setidaknya sepupunya ini bersikap jujur. Ia telah mengenal Yoshio sejak kecil karena mereka pernah dilatih bersama. ketika Kikuta dan Muto ber¬sahabat dan semua orang takut dan meng¬hormati mereka. Ia masih tetap berpegang pada pendapatnya saat memikir¬kannya dengan pikiran yang jernih. Di Yamagata. makanan berlimpah dan lezat." tutur Yoshio. ikut bersama merek a untuk mengurus kuda. ia menganjurkannya un tuk menyingkirkan Zenko. K eluarga Muto tempat dia menginap di Tsuwano menggerutu karena berkurangnya status mereka di k alangan pedagang sejak banyak orang yang terlibat dalam per¬dagangan. Takeo memiliki informasi yang bisa menghancurkan Tr ibe. "Semua orang menghormatinya. Tapi ketika memikirkannya sebagai seorang ibu. Ia masih tetap berpegang pada pendapatnya saat memikir¬kannya dengan pikiran yang jernih.. di ruma h lama Kenji yang kini ditinggali sepupunya. akeo bahwa sebagai Ketua Muto dan sahabat keluarga Otori. Putra Bunta.

kan? Itulah keprihatinan kami aku juj ur padamu. walaupun dulu kau anak yang menyebalkan. Dan aku memimpin keluarga Muto bukan han ya karena Takeo menunjukku: ini juga keinginan Kenji." "Kenji bersumpah setia pada Takeo atas nama keluarga Muto. Selama ber¬tahun-tahun dia belum dihukum atas per¬buatannya.bersalah atas penghinaan yang terburuk. "Bagaimana dia mendapatkan kekuasaan? Layaknya bangsawan lain. tapi kini Akio dan Arai Zenko siap menghukumnya. Masalah dalam keluarga Muto tidak pernah diputuskan oleh bangsawan " "Takeo bukan sekadar bangsawan!" protes Shizuka." Shizuka mengingat¬kan." Halaman 245 dari 600 . Shizuka." balasnya. dan mengkhianati mereka yang telah bersumpah s etia kepadanya." Shizuka meyakinkannya. "Begitu pula putraku dia telah ber¬sumpah berulang kali. orang-orang di Tribe ter¬si nggung karena Takeo yang menunjukmu. sambil minum sake dengan sekali tenggak. Aku senantiasa kagum dan juga suka padamu." "Kenji tak bisa bicara dari dalam kuburnya. "Aku tak menyangsikannya. "Simpan saja pujianmu itu. menghadapi musuhnya dengan kejam. Tapi seperti yang kukatakan. tapi kau sudah berubah: bahkan sempat cukup cantik juga!" Yoshio menyeringai dan menuangkan sake lagi untuknya. dengan meraih kes empatan. "Aku pun bisa memimpin layaknya laki¬laki. lari dari Tribe dan mem¬bunuh Ketua dari k eluarganya. " Aku sudah terlalu tua untuk itu sekarang!" "Kau minum dan bertarung layaknya laki¬laki!" seru Yoshio dengan kagum.

seperti yang sudah kita lakukan. Tidak a da yang berpikir kalau Takeo akan meng¬undurkan diri dengan sukarela. dan selama perang." Kata-kata itu menggantung di udara bak sebuah pukulan. banyak yang bertindak yang dapat dianggap sebagai pengkhianatan." bantah Yoshio." imbuh Bunta cepat. Tentu saja Akio akan memanfaatkan desas-desus ini. kau diam saja." sahut Shizuka dengan nada ringan." "Uhh. "Orang-orang yang mengatakan kaulah yang memberi informasi itu. dia duduk dengan bibir terkatup rapat dan menunduk. Ada kecurigaan lain pada dirimu yang jauh lebih berat."Itu hanya salah satu sisinya!" Itu hanya salah satu sisinya!" "Itu adalah cara Tribe. dan itulah alasa nnya Takeo menunjukmu sebagai ketua Muto." Bunta mengangkat mangkuk ke mulutnya dan menatap Shizuka dari pinggiran mangkuknya selagi minum. Shizuka berkata. "Bunta. Menurut kabar. Lord Shigeru memiliki catatan informasi tentang Tribe. Ayah Ze nko menyerang Takeo setelah ber¬sumpah bersekutu dengannya. "Maaf. tersenyum lebar. "Sekarang nampak¬nya Arai akan menentang Otori lagi. Otori menang: Tribe juga merasakan kemenangannya. sebagai imbalan atas pengkhianatan¬mu selama bertah un-tahun." "Itu sudah lama sekali." Kedua orang itu meliriknya. Pasti ada orang yang memberi informasi padanya." gerutu Yoshio. Katakan kalau aku benar. menenggak sakenya lalu mengisi lagi. "Aku bukan¬nya mengatakan kalau aku salah satu dari mer eka. apa pun hasil pertan dingan di . pedagang yang kaya. namun siapa yang bisa menyalahkannya ? Semua orang tahu cepat atau lambat Arai akan melawan Otori untuk mengendalikan Tiga Ne gara. dan kita akan terus begitu. o rang tahu kalau Lord Shigeru dan Kenji berteman. "Bukti keberhasilan pemerintahannya ada di mana-mana: tanah yan g subur. namun ia tidak bereaksi. "Orang-orang ingin tahu bagaimana Takeo menemukan Tribe di Maruyama padahal dia belum pernah ke sana." sahut Yoshio. tapi juga ka rena kau perempuan. anakanak yang sehat. "Selama Iida berkuasa . tapi Shigeru tahu jauh lebih banyak tentang Tribe da ri yang bisa dia tahu dari Kenji." Senyum Yoshio hilang." "Ksatria yang frustrasi dan mata-mata yang menganggur. "Bukan hanya karena Takeo yang menunjukmu. aku hanya ingin memperingatkan mu.

Zenko akan membayar upeti pada Saga. dan kemungkinan.. dan kemungkinan juga keluarga Muto. Shizuka.Miyako. Akan terlihat kalau tidak ada yang bisa lepas dari Tribe. kita akan dapatkan kembali ke kuatan kita. Dia akan kembali dan bertempur. Ia pernah mengucapkan kata-kata ya ng sama tentang masa depan Takeo pada Kaede bertahun-tahun lalu di Terayama." sahut Shizuka menyuarakan pikirannya. mengalahkan Saga di Timur. Kita harus memihak pada pemenangnya. Yang mesti kau lakukan hanyalah mengakui Zenko sebagai ketua keluarga. Dia tak bisa m enang melawan mereka berdua. Taku bisa berpikir dengan akal sehat." "Taku takkan setuju. Kami melepaskan diri dar i Takeo sebelum dia kalah. "Kau bisa menyelamatkan diri. Dia tida k punya pilihan. Dia akan memahami kalau ini demi yang terbaik. Tribe akan bersatu lagi. dan rahasia apa pun yang kau simpan d i masa lalu akan tetap tersimpan rapat-rapat. sebagai ketua dan sebagai ibunya. Halaman 246 dari 600 ." ujar Bunta." "Lalu Kikuta akan balas dendam. "Mereka sudah lama menanti. meski sedikit peluangnya. kami tak ingin terpuruk bersamanya. Dia bisa saja mengalahkan Zenko di Barat ..." Shizuka mendengar kata-kata ini seperti gema. "Dia akan setuju bila kau yang suruh.

Karena Saga berniat menyatukan Delapan Pulau di bawah kekuasaannya. ia tidak mencintai Kondo. rasa takut itu ber¬kurang. Kemudian Kondo muncul lagi saat ia mengira hidu pnya akan berakhir. ia bisa mengalahkan banyak laki-laki dengan pedang namun juga sadar kalau ia tid ak bisa menandingi kekuatan fisik mereka. ia mengasihani orang itu. Sudah berapa lama Bunt a curiga? Apakah sejak pertama kali orang itu melapor¬kan tentang hubungan Shigeru dengan Ma ruyama Naomi? Selama bertahun-tahun ia takut pengkhianatannya akan terungkap. Malam sebelumnya bul an purnama dan ia berkuda dengan murung. Alangkah menyedihkan keadaan Kondo saat itu. Shizuka masih berlatih setiap hari. tapi ia sudah tak muda lagi. kita akan pu nya pekerjaan yang menarik dan menguntungkan selama bertahun-tahun yang arena Saga berniat menyatukan Delapan Pulau di bawah kekuasaannya. pikir Shizuka. dan dimaafkan. siap bertarung m em¬bela diri. kesal dengan perbincangan semalam. hanya untuk melihat orang terbakar hidup-hidup di depan matanya. Hari menjelang malam ketika mereka tiba di penginapan. Kagemura. Tiada henti ia memikirkan Kondo: ia pernah bercinta dengan orang itu di tempat ini. Pagi harinya ia meninggal kan bocah itu dan kuda di belakang. membuatnya waspada yang tidak ia lakukan selama bertahun-tahun. melintasi pegunungan. namun sej ak mengakui perbuatannya pada Kenji. Sifat Kondo yang sulit menunjukkan perasaan seperti mendapatkan kemuliaan tragis. Ia takut kalau keluarga Muto di situ juga akan men¬desaknya untuk mengambil jalan yang sama. dan Shizuka merasa marah dan tidak nyaman dengan laki¬laki itu." Dan aku tak perlu membunuh putraku. *** Shizuka berangkat ke desa Muto. serta alangkah mengagumkannya! Mengapa ia begitu terharu pada la ki-laki itu kini? Nyaris seperti arwah Kondo tengah menggapai dirinya untuk mengatakan sesuatu. kita akan pun ya pekerjaan yang menarik dan menguntungkan selama bertahun-tahun yang akan datang. Kini rasa takut itu muncul lagi. Bunta hanya bicara se dikit. keesokan harinya. Ia hampir tak bisa menahan diri un tuk menangis. Ia berjalan kaki seperti yang pernah ia lakukan bersama Kondo. Shizuka tak tidur karena gelisah. un tuk memper ingatkannya. . berusaha memikirkan c ara untuk menghabisi mereka kalau mereka berbalik menentangnya. Ditemukan dirinya mengira-ngira tentang Bunta dan anaknya.

kabut mulai menyelimuti lembah lagi. Hari sudah sangat sore ketika mereka sampai. Bahkan rumah-rumah di dalamnya berkesan tertutup dan tidak ramah. Tulang-tulang ta jam di wajahnya kelihatan lebih menonjol dan matanya yang cekung berkilat. "Apakah Miki pernah sakit?" karena saat musim semi kerapkali terjadi demam menda dak dan sakit perut. membuatnya senang dengan jubah bertudung yang dipakainya. Belum sampai dua bulan sejak terakhir kali bertemu Miki: ia terkejut dengan peru bahan gadis itu. dinding kayu k elam terkena embun. masih mengurus rumah. Halaman 247 dari 600 . walaup un ia tahu nama. dan setidaknya mereka menyambut dirinya dengan kegembiraan yang tulus. bakat dan sebagian besar rincian dalam hidup mereka. matahari mulai tenggelam di balik gugusan pegunungan terjal. kini sudah menjadi nenek. Miki lebih tinggi dan agak kurus sehingga tampak lentur dan ramping. terutama Miki. ia bertanya pada Kana. Kana dan Miyabi. Saat itu hawa terasa din gin. Sewaktu mereka berkumpul di dapur untuk menyiapkan makan malam. Gerbang desa tampak dibuka dengan rasa enggan. atap-atap diperberat dengan bebatuan.Bahkan saat melihat desa Muto di lembah tersembunyi tak mampu membuatnya gembira seperti biasanya. Kakek dan neneknya sudah lama meninggal: rumah lama kini dihuni keluarga¬keluarga yang sebaya dengan kedua putranya dan anak-anak. meskipun anak-anak sangat gembira atas kedatanganny a. Shizuka tidak mengenal betul mereka. Shizuka kurang yakin dengan ket ulusan sambutan dari orang lainnya.

"Kau mestinya tidak berada di sini ber¬sama kami!" bentak Kana. "Kau tamu ke¬hormata nKau mestinya tidak berada di sini ber¬sama kami!" bentak Kana. "Kau tamu ke¬hormata n: seharusnya kau duduk bersama para laki-laki." "Aku akan bergabung dengan mereka nanti. Ceritakan tentang keadaan Miki." Kana berpaling ke arah Miki yang tengah duduk di samping perapian, mengaduk sop di panci besi yang tergantung di atas api dengan kaitan besi berbentuk ikan. "Miki memang semakin kurus," sahut Kana setuju. "Tapi dia tidak mengeluh, bukan begitu, 'nak?" "Dia tidak megeluh," imbuh Miyabi tertawa. "Miki setangguh laki-laki. Kemarilah Miki, biarkan Shizuka memegang len gan¬mu." Miki datang dan berlutut di dekat Shizuka tanpa bicara. Shizuka mencengkeram len gan bagian atas gadis itu. Dirasakakannya lengan itu sekeras baja, tidak ada daging, hanya otot dan tulang. "Apakah semuanya baik-baik saja?" Miki mengangguk. "Ayo berjalan-jalan bersamaku: kau bisa ceritakan apa yang membuatmu sedih." "Dia akan bicara padamu saat tidak ingin bicara dengan orang lain," ujar Kana de ngan suara pelan. "Shizuka," bisik Miyabi bahkan lebih pelan lagi. "Waspadalah. Para pemuda...." M iyabi melirik sekilas ke ruang utama rumah tempat suara-suara laki-laki terdengar samar¬samar, meski Shi zuka bisa mengenali suara Bunta. "Ada yang merasa tidak suka," ujar Miyabi tidak jelas, te rang-terangan takut ada yang menguping. "Begitulah yang diberitahukan kepadaku. Di Yamagata dan Tsuwano juga sama. Aku a kan melanjutkan perjalanan ke Hofu, tempat aku akan bicarakan keadaan ini dengan kedua putraku. Aku akan pergi satu atau dua hari lagi." Miki masih berlutut di dekatnya, dan Shizuka mendengarnya menghela napas pelan d an merasakan kalau gadis itu semakin tegang. Dirangkulnya Miki, tercengang dengan tajam dan r apuhnya tulang di balik kulitnya, tak ubahnya sayap burung. "Ayo, pakai sandalmu. Kita akan jalan¬jalan ke biara dan memberi salam kepada dewa -dewa."

Kana memberi Miki sedikit kue mochi sebagai sesaji bagi dewa-dewa. Shizuka mem¬buk a tudung jubahnya; cuaca terasa dingin. Bulan bersinar redup menyinari udara yang berkabu t, membuat bayang-bayang di se-panjang jalan dan di balik pepohonan yang mengelilingi biara . Walau-pun sudah dua hari sejak purnama bulan keempat, udara masih terasa dingin. Jauh di ketingg ian pegunungan terdengar nyanyian katak dan jangkrik. Hanya seruan burung hantu yang tersendatsendat. Biara diterangi dua lentera di kedua sisi altarnya. Miki menaruh kue mochi di de pan patung Hachiman, dan mereka berdua me¬nepukkan tangan lalu membungkuk hormat tiga kali. Shizuka pernah memanjatkan doa di sini bertahun-tahun yang silam untu k Takeo dan Kaede. Sekarang ia masih me¬manjatkan permintaan yang sama, dan men¬doakan arwah Kondo dan mengucapkan rasa terima kasihnya kepada laki-laki itu. "Apakah para dewa akan melindungi Maya?" tanya Miki, seraya menatap pahatan patu ng di depannya. "Kau sudah memintanya?" "Sudah, aku selalu meminta begitu. Juga untuk Ayah. Tapi aku tidak mengerti baga i¬mana para dewa bisa mengabulkan doa semua orang, saat semuanya menginginkan hal yang berbeda. A ku mendoakan ke-selamatan Ayah, tapi banyak orang lain yang mendoakan kematiannya."

"Inikah yang telah membuatmu kurus, mencemaskan ayahmu?" "Aku berharap bisa bersamanya. Dan Maya juga." Halaman 248 dari 600

"Terakhir kali kita benemu kau sangat gembira, dan baik-baik saja. Apa yang tela h terjadl?" Terakhir kali kita benemu kau sangat gembira, dan baik-baik saja. Ap a yang telah terjadl?" "Aku tidak dapat tidur nyenyak. Aku takut dengan mimpi." "Mimpi apa?" sela Shizuka saat gadis itu membisu. "Mimpi-mimpi saat aku bersama Maya. Dia menjadi si kucing dan aku menjadi bayang annya. Kucing mengambil segala yang ada dalam diriku dan aku harus mengikuti¬nya. Ketika berusah a terus terjaga, aku men-dengar para laki-laki bicara: mereka selalu membicarakan hal ya ng sama, tentang keluarga Muto, dan apakah Ketua bisa dijabat oleh perempuan, dan Zenko juga Kiku ta. Dulu aku senang berada di sini. Aku merasa aman dan semua orang menyukaiku. Sekarang para laki-laki terdiam saat aku lewat, dan anak-anak lain menghindariku. Ada apa Shizuka?" "Para laki-laki memang selalu menggerutu. Nanti juga mereka bosan," sahut Shizuk a. "Lebih dari itu," ujar Miki dengan nada mendesak. "Sesuatu yang buruk sedang ter¬j adi. Maya dalam bahaya. Kau tahu bagai¬mana kami berdua: aku bisa tahu apa yang terjadi pada Maya, begitu juga sebaliknya. Kami selalu begitu. Aku bisa merasakannya berseru memanggilku, tapi aku tidak tahu di mana Maya berada." "Maya ada di Hofu bersama Taku dan Sada," sahut Shizuka dengan percaya diri untuk menyembunyikan kegelisahannya sendiri. Ia tahu benar si kembar bisa mengetahui pikiran masing-masing dari jauh. "Maukah kau mengajakku ke sana?" "Mungkin sebaiknya begitu." Tentu saja, pikirnya, aku harus mengajak¬nya. Aku tak bisa meninggalkannya di sini Orang-orang akan memanfaatkan dia me¬lawan Takto. Semakin cepat aku bicara dengan Taku dan Zen ko, akan semakin baik. Kami harus menyelesaikan masalah kepemim¬pinan ini sebelum perasaan tidak senang ini makin tak terkendali "Kita akan berangkat lusa." *** Shizuka menghabiskan keesokan harinya untuk berkonsultasi dengan para pemuda yan g kini

membentuk inti keluarga Muto. Mereka memperlakukannya dengan normat dan mendenga rkannya dengan sopan. Silsilah keluarga, sejarah dan bakatnya telah mengendalikan rasa h ormat dan rasa takut mereka. Shizuka lega, terlepas dari usia dan bentuk tubuhnya yang kecil, i a masih bisa mengendalikan mereka. Diulangi lagi niatnya untuk membicarakan masalah kepemim¬pinan dengan Zenko dan Taku, serta menekankan b ahwa ia takkan turun dari jabatannya sebagai Ketua sebelum Takeo kembali dari wilayah Ti mur. Ia mengatakan bahwa ini keinginan Kenji dan ia meng¬harapkan kepatuhan total mereka s esuai tradisi keluarga Muto. Tak seorang pun keberatan saat ia mengatakan Miki akan ikut bersamanya, tapi dua hari kemudian di jalan menuju Yamagata, Bunta berkata, "Orang di desa kini tahu kau tidak memerca yai mereka karena kau membawa Miki." "Saat ini aku tidak memercayai siapa pun." Mereka berkuda berdampingan, Miki di depan menunggang kuda anak lelaki Bunta. Shizuka berencana meminjam satu kuda lagi dar i istal Lord Miyoshi di Yamagata. Itu akan membuat mereka berdua lebih leluasa, lebih aman. Shizuka memalingkan wajah lalu menatap langsung ke arah Bunta, menantang laki-la ki itu. "Apa aku salah? Haruskah aku percaya padamu?" "Jujur saja, semua ini hanya masalah apa yang diputuskan Tribe. Aku takkan meng Halaman 249 dari 600

gorok lehermu selagi kau tidur, kalau itu yang kau maksud. Aku sudah lama mengen almu dan lagi, aku tak suka mem¬bunuh perempuan." rok lehermu selagi kau tidur, kalau itu yang kau maksud. Aku sudah lama mengenal mu dan lagi, aku tak suka mem¬bunuh perempuan." "Jadi beritahu aku lebih dulu sebelum kau mengkhianati diriku," ujarnya. Mata agak Bunta mengerut. "Akan ku¬katakan." "Suruh Bunta dan putranya pulang," ujar Miki kemudian, ketika mereka tiba di Yam agata dan sedang berdua saja. Tidak ingin tinggal di rumah Muto dengan Yoshio, Shizuka lalu pergi ke kastil. Di sana mereka disambut istri Kahei yang membujuk mereka agar tinggal lebih lama. Saat b ujukannya tidak berhasil, dia lalu menawarkan pen-damping dan juga kuda tambahan. "Sulit untuk memutuskan," ujar Shizuka kepada Miki. "Jika aku kirim mereka pulan g, maka aku tidak punya lagi kontak dengan keluarga Muto selama di perjalanan, dan aku justru sema kin mendorong Bunta untuk menjauhiku; jika kuterima tawaran Lady Miyoshi berarti kita akan bep ergian secara terbuka kau sebagai putri Lord Otori." Miki mengerutkan wajah pertanda tidak menyukai usulan itu. Shizuka tertawa. "Keputusan ini tidak pernah sesederhana yang kau kira." "Mengapa kita tidak pergi berdua saja?" "Dua orang perempuan bepergian tanpa pelayan atau pendamping justru akan lebih m enarik perhatian biasa-nya perhatian yang tidak diinginkan!" "Andai kita dilahirkan sebagai laki-laki!" ujar Miki, dan meski berusaha bicara dengan nada ringan. Shizuka menangkap nada kesedihan di balik kata-katanya. Teringat olehnya rasa sa yang Kaede pada bayi laki¬lakinya, kasih sayang yang tak pernah ditunjukkan pada putri kembarnya. Ia melihat kesepian yang dialami si kembar: tumbuh dewasa di antara dua dunia. Bila keluarg a Muto berbalik menentang ayah mereka, maka mereka pun akan menolak kehadiran si kembar. Mereka bahkan akan berusaha untuk menghabisi si kembar dan Takeo. "Bunta dan putranya akan ikut dengan kita ke Hofu. Setibanya di sana, Taku akan mengurus kita; kau akan bersama Maya dan kita semua akan aman!" Miki mengangguk dan berusaha ter¬senyum. Malam itu terjadi gempa kecil, membuat bangunan berguncang dan menyebabkan kebak aran di beberapa bagian kota. Udara tetap terasa penuh debu dan asap saat mereka pergi d engan dua kuda

tambahan, satu ditung-gangi oleh pengurus kuda dari kediaman Miyoshi. Mereka ber temu Bunta dan putranya sesuai rencana, di tepi parit lebar kota, tepat di luar gerbang kastil. "Kau dapat kabar dari Taku?" tanya Shizuka pada Bunta, seraya memikirkan Taku mu ngkin menghubungi keluarga Muto. "Yoshio tidak mendengar kabar apa-apa. Hanya ada laporan bahwa dia masih di Hofu ." Bunta menyeringai dengan kesan tidak senonoh sewaktu mengatakannya, lalu berkedip kepa da putranya yang tertawa. Apakah semua orang tahu kalau putranya tengah tergila-gila pada Sada? Shizuka be r¬tanya pada dirinya sendiri, merasakan kesal pada putra bungsunya itu. Namun di malam pertama perjalanan mereka, setelah Shizuka dan Miki pergi tidur, Bunta mengetuk pintu dan memanggil namanya pelan. Shizuka mencium bau sake. "Keluarlah. Aku mendengar kabar buruk." Bunta mabuk, sake sudah menghilangkan kepekaan serta membebaskan lidahnya. Shizuka mengambil pisaunya dari bawah tikar dan menyelipkannya di balik jubah ti durnya, sambil merapatkan jubah luarnya. Diikutinya Bunta sampai ke ujung be-randa. Bulan tidak kelihatan; terlalu gelap untuk melihat ekspresi di wajah Bunta. Halaman 250 dari 600

"Mungkin ini hanya rumor, tapi kurasa kau perlu dengar." Dia berhenti sejenak la lu bicara dengan canggung, "Ini bukan berita bagus: kau sebaiknya menyiapkan diri." Mungkin ini hanya rumor, tapi kurasa kau perlu dengar." Dia berhenti sejenak lal u bicara dengan canggung, "Ini bukan berita bagus: kau sebaiknya menyiapkan diri." "Apa?" tanya Shizuka, lebih keras dari yang diingin-kannya. "Taku diserang bandit. Dia dan kekasih¬nya, Sada, tewas." "Tidak mungkin," ujar Shizuka. "Tidak ada yang tahu detailnya. Tapi orang-orang membicarakannya di kedai." "Ora ng-orang Tribe? Muto?" "Muto dan Kuroda." jawabnya canggung. "Aku turut berduka." Dia tahu kalau berita itu benar, pikirnya, karena ia pun tahu kalau itu benar. S aat merasakan kesedihan yang mendalam selama perjalanan ke Kagemura, ia merasa arwah Kondo ber seru memanggil. Kini Taku berada di antara mereka. Ini bisa membunuhku, pikirnya. Penderitaan yang dirasakannya b egitu menusuk hingga tak tahu bagaimana bisa bertahan, bagaimana ia bisa terus hidup di dunia yang tak ada Taku di dalamnya. Shizuka meraba pisau di jubahnya, ber¬maksud menikam lehernya sendiri , menyam¬but rasa sakit di tubuhnya yang bisa mengakhiri penderitaannya. Tapi sesuat u mencegahnya. Shizuka memelankan suara, ingat kalau Miki sedang tidur di dekat situ. "Putri Lo rd Otori, Maya, ada bersama Taku. Apakah dia juga ikut tewas?" "Tidak ada yang menyebut-nyebutnya, " sahut Bunta. "Kurasa tidak ada yang tahu k alau Maya ikut bersama mereka, kecuali keluarga Muto di Maruyama." "Apakah kau tahu?" "Aku dengar ada anak yang dijuluki Si Kucing Kecil bersama Taku. Aku sedang menc ari tahu siapa orangnya." Shizuka tidak menjawab. Ia tengah berjuang mengendalikan diri. Di benaknya melin tas kenangan masa lalu, bayangan pamannya, Kenji, saat mendengar kabar tentang kematian putri nya di tangan Kikuta. Paman, dipanggilnya arwah Kenji. Kau mengerti penderitaan yang kualami saat ini dan kini aku bisa rasakan sakit hatimu. Beri aku kekuatan untuk terus hidup, seperti dirimu.

Maya, aku harus memikirkan Maya. Aku takkan memikirkan Taku, belum saatnya. Aku harus selamatkan Maya. "Apakah kita akan tetap ke Hofu?" tanya Bunta. "Ya, aku harus mencari tahu kebenaran¬nya." Ia memikirkan semua ritual yang harus dilakukan bagi arwah Taku, ingin tahu di mana putranya dikubur. Ia merasakan lilitan penderitaa n sekuat baja menghimpit dadanya saat memikirkan jasad putranya di dalam tanah, dalam kegelapa n. "Zenko ada di Hofu?" tanyanya, merasa kagum ternyata kata-kata itu terlontar dengan tenang. "Ya, istrinya pergi ke Hagi naik kapal laut minggu lalu, tapi dia tidak ikut. Di a tengah mengawasi pengaturan perdagangan dengan orang-orang asing. Dia makin dekat dengan mereka, begitulah beritanya." "Zenko pasti tahu. Bila memang per¬buatan bandit, maka dia bertanggung jawab untuk menangkap dan menghukum mereka, dan menyelamatkan Maya bila masih hidup." Namun bahkan saat ia bicara pun, Shizuka tahu kalau putranya tidak tewas dibunuh sembarangan bandit. Dan tak satu pun orang Tribe berani menyentuh Taku kecuali Kikuta. Akio te lah menghabiskan musim dingin di Kumamoto. Akio pasti telah berhubungan dengan Zenko . Halaman 251 dari 600

Shizuka tak percaya Zenko terlibat dalam kematian Taku. Apakah ia akan segera ke¬h ilangan kedua putranya? hizuka tak percaya Zenko terlibat dalam kematian Taku. Apakah ia akan segera ke¬hi langan kedua putranya? Aku tidak boleh menuduh sebelum bicara dengannya. Bunta menyentuh lengan Shizuka dengan ragu-ragu. "Ada yang bisa kubantu? Mau kua mbilkan sake, atau teh?" Ia menarik lengan, membaca sesuatu yang lebih dari sekadar simpati dari gerakan Bunta. Seketika membenci semua laki-laki dengan nafsu dan kekerasan mereka yang berujung pada ke matian. "Aku ingin sendiri. Kita pergi saat matahari terbenam. Jangan katakan apa pun pada Mi ki. Akan kuputus¬kan kapan akan memberitahunya." "Aku sangat berduka," sahut Bunta. "Semua orang menyukai Taku. Ini benar¬benar keh ilangan yang menyedihkan." Ketika langkah kaki Bunta semakin meng¬hilang, Shizuka terpuruk di beranda. Ia mas ih memegang pisau, alat yang bisa ia gunakan untuk lari dari dunia nan penuh derita ini. Terdengar olehnya langkah kaki ringan di lantai papan. Miki mendekat lalu memelu k¬nya erat. "Kukira kau sudah tidur," Shizuka memeluk gadis itu dan membelai rambutnya. "Ketukan pintu tadi membuatku ter¬bangun, lalu aku tak tahan untuk men¬dengarkan." T ubuh kurusnya gemetaran. "Maya belum mati. Aku pasti tahu kalau dia sudah mati." "Di mana dia? Bisakah kau menemukan¬nya?" Shizuka berpikir bila ia berkonsentrasi pada Maya, pada mereka yang masih hidup, maka ia takkan larut dalam kesedihan. Dan Miki, de ngan kepekaan yang amat tinggi, nampaknya menyadari ini. Miki tidak meng¬ucapkan sepatah kata pu n tentang Taku, tapi membantu Shizuka berdiri. "Kemari dan berbaringlah," katanya, seolah Shizuka adalah anaknya. "Meskipun tid ak bisa tidur, kau bisa beristirahat. Aku ingin tidur karena Maya berbicara padaku dalam mimpi. Cepat atau lambat dia akan mengatakan padaku di mana dia berada, da n kemudian aku akan bertemu dengannya." "Kita harus kembali ke Hagi. Aku harus membawamu pulang." "Tidak, kita harus ke Hofu," bisik Miki. "Maya masih di Hofu. Bila kelak kau tid ak menemukanku, jangan cemas. Aku akan bersama Maya."

Mereka berbaring dan Miki meringkuk di sebelah Shizuka. Gadis itu sepertinya ter¬t idur, namun Shizuka tetap terjaga memikir¬kan tentang hidup putranya. Semua perempuan di kalan gan Tribe dan ksatria harus membiasakan diri mendengar kabar tentang kematian kejam putra mere ka. Anak lakilaki diajarkan untuk tidak takut mati, dan anak perempuan dilatih untuk tidak menunju kkan kelemahan atau kesedihan. Ia melihat bagaimana kasih sayang seorang ibu yang terlalu melin dungi telah mengubah putranya menjadi pengecut atau mengarah¬kan mereka bertindak gegabah. Taku telah t iada, ia menangisinya, namun yakin kalau kematian putranya karena tidak ingin mengkhianat i Takeo: Taku dibunuh karena kesetiaannya. Kematiannya bukanlah sesuatu yang tidak disengaja atau tidak bermakna. Dengan cara ini Shizuka sanggup menenangkan serta menguatkan dirinya selama bebe rapa hari berikutnya saat berkuda ke Hofu. Ia bertekad tidak akan bersikap seperti seorang ibu yang kebingungan dan bersedih, tapi bersikap sebagai ketua Muto; ia takkan memperliha tkan kelemahan tapi justru akan mencari tahu bagaimana putra¬nya bisa mati dan menyerei pembunuhn ya untuk dihukum. *** Cuaca panas dan pengap: bahkan angin laut tidak mampu mendinginkan kota pelabuha n itu. Hujan musim semi hanya turun sedikit, dan orang-orang bicara dengan cemas tentang pana snya cuaca yang tidak biasa. Cuaca seperti ini dapat menyebabkan kekeringan karena selama e nam belas tahun Halaman 252 dari 600

atau lebih tidak terjadi kekeringan. Hujan musim semi dan hujan plum senantiasa datang di saat yang tepat sehingga banyak pemuda yang belum pernah mengalami kekeringan. au lebih tidak terjadi kekeringan. Hujan musim semi dan hujan plum senantiasa da tang di saat yang tepat sehingga banyak pemuda yang belum pernah mengalami kekeringan. Suasana di kota terasa menggelisahkan, bukan hanya karena cuaca. Berbagai pertanda yang mengancam dilaporkan setiap har i; wajah-wajah yang bicara tentang takdir buruk terlihat di lentera-lentera di luar biara Daifu kuji; kawanan burung yang terbang membentuk huruf nasib buruk di udara. Segera setelah mereka tiba di sana, Shizuka menyadari kesedihan dan kemarahan yang sebenar-nya dari penduduk kota atas kemat ian Taku. Ia tidak pergi ke kediaman Zenko, tapi menginap di penginapan yang menghadap ke sun gai, tidak jauh dari Umedaya. Di malam pertama, pemilik penginapan menceritakan kalau Taku dan Sada di¬makamkan di Daifukuji. Dikirimnya Bunta untuk memberitahu Zenko tentang ke¬datangannya. Ia bangun pagi-pa gi, me¬ninggalkan Miki yang masih tidur, berjalan ke biara warna merah tua yang berdir i di antara pepohonan suci, menghadap ke laut untuk menyambut kepulangan para pelaut ke Nega ra Tengah. Lantunan doa terdengar dari dalam biara, dan dikenalinya kata-kata suci dan alun an sutra bagi orang meninggal. Dua biarawan tengah menyebarkan air di papan jalan sebelum menyapunya. Salah sat u dari mereka mengenali Shizuka, lalu berkata, "Ajak Lady Muto ke pemakaman. Aku a kan memberitahu Kepala Biara." Dilihatnya simpati mereka, dan ia berterima kasih. Di bawah pepohonan besar terasa dingin. Sang Biarawan membimbingnya ke makam yan g baru digali; belum ada batu nisan; lentera menyala di sisi makam dan sese-orang telah menaruh sesaji bunga iris ungu di depannya. Dipaksa dirinya membayangkan putranya diletakkan dalam peti mati di bawah tanah, tubuh yang kuat dan lincah kini terbujur kaku. Arwah putranya pa sti gentayangan gelisah di antara dua dunia, menuntut keadilan. Biarawan yang kedua datang membawa dupa, dan tak lama kemudian, saat Shizuka ber lutut berdoa tanpa suara, Kepala Biara datang lalu berlutut di sampingnya. Mereka tetap membi su beberapa saat; kemudian Kepala Biara melantunkan suara yang sama bagi orang meninggal. Air mata mengambang di pelupuk mata¬nya dan mengalir turun di pipi. Kata-kata kuno

naik terbang ke bawah naungan pe¬pohonan, bercampur dengan kicau pagi burung gereja serta kicau lembut burung merpati. Kemudian, Kepala Biara mengajaknya masuk ke ruangannya dan menyajikan teh untukn ya. "Aku sendiri yang mengurus pengukiran batu nisannya. Kurasa itulah yang diinginkan Lo rd Otori." Shizuka menatap orang itu. Ia mengenal Kepala Biara selama beberapa tahun, tapi dia selalu dalam suasana hati yang gembira, dia bisa berkelakar dengan para pelaut dalam dialek k asar mereka sama baiknya dengan menggubah syair indah penuh humor ber¬sama Takeo, dan Tabib Ishida. Kini wajah¬nya murung, dengan ekspresi sedih. "Apakah kakaknya, Lord Zenko, ber¬hubungan dengan semua ini?" tanya Shizuka. "Aku khawatir Lord Zenko telah di¬pengaruhi orang asing: tidak ada peng¬umuman resmi , tapi semua orang mem¬bicarakannya. Dia telah menerima agama mereka dan kini mengakuinya sebag ai satu agama yang benar. Hal ini membuatnya tidak boleh masuk ke kuil dan biara kami, d an tidak boleh melakukan upacara yang di¬perlukan bagi adiknya." Shizuka menatap pendeta itu, tidak percaya dengan apa yang didengarnya. "Sikapnya sangat meresahkan," lanjutnya. "Sudah ada pertanda kalau para dewa ter¬s inggung. Orang-orang takut mereka akan dihukum dewa atas perbuatan pemimpin mereka. Sebal iknya, orangHalaman 253 dari 600

mereka akan mengurusmu. tapi kukira sebaiknya mempertahankan se¬tidaknya sala h satu putraku bersamaku. diawasi pengasuhnya. pergil ah ke Daifukuji." rang asing itu bersikeras kalau tuhan mereka. "yang diperintahkan pin dah agama atau mati. Deus. namun segera kembali ke penginapan untuk berp akaian rapi dan memesan tandu. "Tunggu di sini. seperti yang Ibu tahu. Lagipula. "Istriku." Gadis itu memeluknya sangat erat. lambang agama ora ng asing.orang asing itu bersikeras kalau tuhan mereka. Tanganku bersih." ujar Shizuka. "Ibu. diikuii ungkapan betapa gembira dia bertemu ibunya. Sebenarn ya dia enggan meninggalkan Hinomasa kecil. selagi membimbing ibunya berjalan menuju ruangan yang meng¬hadap ke taman." panggil Zenko." ujarnya. cucunya." imbuhnya. akan memberi pahala bagi Zen ko dan siapa pun yang bergabung dengannya. Kukira mereka tidak dalam bahaya. Zenko keluar menuju beranda begitu tandu diturunkan di dalam gerbang." "Termasuk sebagian besar pengawal pribadinya. me¬mutuskan untuk bicara dengan Zenko secepatnya . Hana akan bersama mereka dalam dua minggu lagi. Kata-kata pertama Zenko adalah simpa ti. aku tidak melakukan kesalahan apa-apa. menggantung di dadanya. terkejut karena ibunya tidak langsun g menemui dirinya. "Bila aku tidak kembali nanti malam. Ia tidak menunggu untuk di¬panggil menghadap. Itu pertama kalinya Shizuka bertemu cucunya: usianya kira-kira dua tahun. Pandangan mata Shizuka jatuh ke kalung rosario di leher Zenko. sudah ke Hagi untuk menemani kakaknya. dan anak itu dengan patuh datang lalu berlutut di hadapan Shizuka. tengah bermain di beranda. Ia memaksa dirinya berpikir kalau ia salah menilai putra sutungnya itu. "Kabar buruk ini merupakan pukulan bagi kita semua. "Kemari dan sapa nenekmu. Deus." katanya pada Miki. Seorang bocah." "Jadi kau mengakui kalau kau memper¬taruhkan nyawa kedua putramu yang lain?" tanya Shizuka pelan. akan memberi pahala bagi Ze nko dan siapa pun yang bergabung dengannya." Di¬angk at kedua ." "Benar-benar gila.

"Satu hal yang menghibur bila ternyata adikku yang malang hidup dalam diri putraku." "Mungkin kau bisa ceritakan siapa yang membunuhnya. bukan? Darah Tribe tidak habis terkikis. tentu saja. sambil menyeka mata dengan lengan baju. "Dia punya telapak tangan Kikuta!" seru Shizuka terkejut. T entu saja." ujar Shizuka. "Dia mengingatkanku pada Taku. "Bandit. "Mengapa kau tidak men¬c eritakannya?" "Menarik." Zenko tersenyum lebar. Ada penjelasan apa lagi? Aku akan kejar dan adili mereka. senang denga n keberaniannya sendiri." Jelas sekali kalau Zenko tidak peduli bila ia percaya atau tidak. Halaman 254 dari 600 . Shizuka merasa kalau putranya itu tidaklah menangis. "Bagaimana kalau kuperintahkan kau untuk memberitahu yang sebenarnya?" Pandangan Zenko menghindar. orang¬orang yang putus asa semakin berani dan keluar dari persembunyiannya. tapi justru tersenyum." tutur¬nya.tangannya lalu mengangkat tangan putranya. dan menyembunyikan wajahnya dengan lengan baju lagi. dengan Takeo sedang di Ibukota." selorohnya. dan m em¬beri isyarat pada pelayan perempuan itu untuk membawa putranya pergi. "Lebih bersih dari tangan Hinomasa.

Ibu. Dengan Saga di wilayah Timur. kemarahannya mulai terlihat. bukan dunia yang berisi pembunuh bayaran yang ada di sek elilingku. Aku akan mematuhi semua kewaji banku sebagai anak. Ibu. "Aku dapat melindungi Ibu sampai tahap tertentu. Itu hakk u dan aku sudah siap. Kami takkan membiarkan kau menghancurkannya. Sebenarnya dia juga buk an benar¬benar ksatria: semua pertempurannya yang terkenal itu hanya dimenangkan oleh keberuntu ngan ketimbang keahlian. Aku akan mematuhi semua kewaj ibanku sebagai anak. kami akan membunuhnya." "Aku akan bunuh diri terlebih dulu. dan aku akan dinobatkan menjadi penguasa Tiga Negara. Takeo dapat dikalahkan dengan mudah. Kemana pun kita melihat sejarah kebang¬kitan Otori. Takeo dan Kaede menciptakan dunia itu." seru Shizuka. kita melihat t angan Ibu dalam penganiayaan Takeo atas Tribe. s ena dukungan tambahan yang kami miliki dari orang-orang asing " Ditepuknya salib di dadanya "Den gan senjata serta kapal mereka." "Takeo sudah tamat. aku tak bisa menahan keluarga Kikuta. Sonoda sebagian besar ksatria Ti ga Negara?" "Takkan ada perang. Apakah Ibu mengira Kaisar akan berpihak padanya? Kalau pun d ia kembali." "Kau sudah siap melawan Takeo. tapi bila Ibu bersikeras menentangku. seraya menatap ibunya lekat-lekat. Kurasa sudah semestinya kalian hidup di dalam dunia Shigeru. sudah selayaknya Ibu mematuhiku." sahutnya. sebagai Muto maupun sebagai Arai. "Begitu pula Kenji. dan Kahei. bahkan dalam kematian Lor d Fujiwara kenapa Ibu tega meng¬khianati rahasia-rahasia Tribe kepada Shigeru?" "Akan kukatakan kepadamu! Aku meng¬inginkan dunia yang lebih baik bagi kau dan Tak u. yang ada hanyalah kerusuhan. tapi dalam hal lain. Mereka menuntut Ibu dihukum. dalam pem¬bunuhan ayahku. ." Janganlah bicara tentang perintah me¬merintah. Sugita. tapi dalam hal lain." "Aku melayani Otori. sebagai Muto maupun sebagai Arai." "Ya."Janganlah bicara tentang perintah me¬merintah." sahutnya. "Itulah yang men jadi masalah selama bertahun-tahun. atas ketidakpatuhan selama bertahun-tahun terhadap Tribe." ujarnya. Ibu melayani Otori. "Mungkin itulah keputusan terbaik. sudah selayaknya Ibu mematuhiku." Zenko memelankan suaranya. dan kau pun telah bersumpah setia padanya.

Ia ingin menanyakan keberadaan Maya. Ia bisa menggunakan kemampua n menghilang: jika para penjaga datang setelah ia mengalah¬kan seorang penjaga. Lebih baik tutup mulut."Bagaimana kalau kuperintahkan Ibu melakukannya sekarang juga?" "Aku mengandungmu dalam perut selama sembilan bulan. pikirnya. hanya nasib si kembar yang mencegahnya. P utranya adalah hadiah bagi kekasihnya: betapa bangganya Arai saat itu. tergiur dengan pemusnahan yang disebab kan oleh kematian. tapi takut mengungkap sesuatu yang mungkin Zenko belum tahu. di taman ? Apakah dia takut aku akan membunuhnya? Peluangnya lolos kecil. Kini ayah dan anak telah memerintahkan kematiannya. Aku tak bisa memutuskan saat diliputi kesedihan." Seketika Shizuka terkenang saat ia menemui Kenji untuk mendapatkan ijin dari Tribe agar bisa melahirkan anak ini.. Biarkan ak u mengatur pemakaman adikmu.. tapi dalam kesunyian ia seper ti mendengar desah napas sesorang adakah penjaga yang bersembunyi di balik layar kasa. Kemarahan serta kesedihan menyelimuti dirinya: menangis selama seta hun takkan mampu menguranginya. kau putra sulungku. bersandiwara sebaik mungkin. dan aku ingin menjadi ibu yang baik dan berbakti pad amu. Bisa dirasakannya akal sehatnya bergulir ke tepi kegilaan. Aku be rha rap bisa menca but nyawaku sendiri.. meng ambil pedang penjaga itu. "Zenko. Halaman 255 dari 600 ." Selama beberapa saat Shizuka mengira kalau putranya akan menolak keinginannya: i a memperkirakan jarak antara taman dan luar dinding. Shizuka berjuang membuang perasaannya dan berpurapura bersikap lembut. Beri aku waktu satu atau dua hari. Aku akan memikirkan semua yang kau katakan. melakukan apa yang telah ia lakukan seumur hidupnya.

dan mereka berjalan dengan rasa pe rcaya diri yang baru. Shizuka lalu bicara pad a Madaren. tanpa sopan santun. Tapi ketika memikirkan nasib Miki. Sewaktu tandu diturunkan di luar penginapan. "Aku akan meminta penjaga mengawal Ibu. dan tidak berhubungan dengan orang yang hidup lagi." Tanpa menjawab Shizuka melangkah masuk ke dalam tandu." akhirnya Z enko berkata. Jangan coba-coba kabur. tapi berhasil mengumpulkan keberanian lalu menjawab. Setelah memberi salam pada Don Joao dengan sikap dingin. keluar atau masuk. Bunta berjongkok di beranda. ia mendengar suara-suara di ujung beranda utama. layaknya yang kita semua lakukan. ia melihat Don Joao bersama jurubahasany a. "Baiklah.Ternyata sisa-sisa rasa hormat masih berhasil membujuknya. bisa dirasakannya peras aan-perasaan itu menarik-narik dirinya menuju kegilaan. Selagi tandu itu digotong pergi dalam pengawalan enam orang. Shizuka me mbungkuk hormat. merasakan kemarahan yang membara dalam dirinya." sahut Bunta. Ketika menoleh. Saat pergi. dan jangan sekali-sek ali meninggalkan Hofu. dirutukinya orang-orang asing itu ka rena mengganggu dengan kedatangan senjata dan Tuhan mereka. "Di mana Miki?" tanyanya. ernyata sisa-sisa rasa hormat masih berhasil membujuknya. "Aku akan meminta penjaga mengawal Ibu. sama seperti saat dia ditinggal." "Kau akan datang untuk memanjatkan doa bagi adikmu?" Zenko melayangkan tatapan dingin." akhirnya Ze nko berkata. Ia berh arap bisa tetap berada dalam ruang sempit yang mirip peti mati ini. Ibu harus ber¬gabung denganku atau mencabut nyawa I bu sendiri. "Kau pikir apa yang sedang kau lakukan di sini?" Madaren tersipu atas nada bicara Shizuka." . tatapan matanya penuh amarah. Ketika masa berkabung selesai. Shizuka tak ingin memaksa karena takut Zenko akan menahannya di sini. "Tidak ada orang yang melewatiku. dan jangan sekali-sek ali meninggalkan Hofu. "Di dalam. tapi kamar itu kos ong. Ia hampir tidak ingat lagi kata-kata yang terlontar dari mulutnya tadi: kemarahan dan kesedihan membuat ia kacau. Jangan coba-coba kabur. Mereka mengenakan pakaian mewah. "Baiklah. Madaren menghampiri. mungkin dengan kekerasan. diikuti gelengan yang tidak sabar. "Melakukan kehendak Tuhan. Shizuka tidak segera turun. terkejut.

"Dia pergi mencari Maya. Kamar itu kosong. Dua buah setengah lingkaran saling berh adapan. menyelinap melewati Bunta lalu pergi menuju kota gadis itu dilatih sel ama bertahuntahun untuk melakukan hal seperti. Ia duduk lama. Didengarnya para penjaga saling berseru dengan tidak sabar. tapi apakah ia harus tinggal di Hofu sampai putranya atau Kikuta memutuskan kematiann ya? Tak ada waktu untuk menghubungi keluarga Muto dan meminta bantuan mereka dan lagipula. ta pi di satu sudut Shizuka menemukan goresan di balok kayu. masuk kembali ke kamar itu lagi. dan menya dari kalau pilihannya semakin berkurang. berusaha menenangkan diri. "Tida k ada." ujar Shizuka. Peluh mulai mengalir di sela p ayudara dan ketiaknya. mencari dengan sia-sia di tempat-tempat yang paling sempit. Ia tidak bisa menghilang dan membiarkan Taku tidak diratapi. Miki sudah pergi: menggun akan kemampuan menghilang."Siapa yang membawanya?" jantung Shizuka mulai berdebar kencang ketakutan. aku bersumpah." "Sebaiknya kau jangan berbohong. dan di bawahnya ada lingkaran penuh. apa kah mereka akan menanggapi karena kini Zenko telah menyatakan diri sebagai ketua? Halaman 256 dari 600 . merasakan panasnya cuaca hari ini. Tak ada yang bisa ia lakukan untuk gadis itu saat i ni." Shizuka berlutut di lantai.

Kenji . Shizuka me¬nyuruhnya menunggu di luar. tapi Shizuka tidak mengacuhkannya. di antara dua untaian rambut panjangnya." "Sudahlah. "Ada satu tugas terakhir yang kuminta kau lakukan. mem¬baringkan jalinan rambutnya dengan hati¬hati di alas lantai. "Aku takkan minum lagi. doakan kami." panggilnya. hizuka memanggil para mendiang untuk memberinya saran: memanggil Shigeru. "Apa yang terjadi? Jangan katakan kalau kau ingin menghabisi nyawamu sendiri. serta pisau lemparlalu menaruhnya di lantai. Kondo dan Taku. Dia melepas ikatan rambut. kubebaskan kau dari ke wajibanmu untuk melayaniku. Doakan kami Oh. Diambilnya senjata miliknya pedang. meminumnya lalu me-mecahkan cangkir kosong menj adi dua dengan gerakan cepat. "Bunta. Ia merasakan napas dingin arwah mereka. Ia merasakan napas dingin arwah mereka. Shizuka sampai ke bagian depan pengin . Membungkuk hingga ke lantai. Kesedihan dan keadaan tidak tidur mulai menuntut bayarannya. lalu ia meminta dibawakan semangkuk teh. Benaknya yang kelelahan makin men¬curahkan perhatiannya pada kata-kata ter¬sebut. Ia akan ke biara dan meratapi men¬diang. Kesedihan dan keadaan tidak tidur mulai menuntut bayarannya. pisau. "Perempuan yan g malang!" Berjalan dengan perlahan dan berhati-hati. Dibuangnya sisa-sisa potongan rambut lalu mengenakan jubah putih.Shizuka memanggil para mendiang untuk memberinya saran: memanggil Shigeru. dibagi menjadi dua untai lalu m enggunting keduanya. Dibukanya bungkusan itu lalu mengeluarkan gunting." Sewaktu Bunta kembali. doakan kami. wajahnya pucat karena kaget. lakukan saja permintaanku. Kondo dan Taku. garotte. atau mereka akan mengatakan apa yang harus ia lakukan. Kenji. Pergi da n carikan gunting tajam dan jubah putih untukku. Doakan kami Oh. Setelah memenuhi permintaanku. terkejut memerhatikan betapa banyak ubannya." Bunta muncul di teras. Aku harus ke biara dan mengurus nisan sert a ritual pemakaman Taku. "Shizuka!" prates Bunta dari teras. Lalu diguntingnya sisa rambutnya sampai pendek. merasakan helaiannya berjatuhan di sekelilingnya bak debu beterbangan. "Apakah dia sudah tidak waras?" didengarnya putra Bunta berbisik. hingga dirinya menjadi salah satu dari mereka." ujarnya lantang. menghaturkan terima kasih kepada semua senjata dan kepada hidupnya sampai saat i ni.

"Mereka memberinya makan dengan butiran gandum dan madu. banyak yang berlarian ke sungai yang hampir kering. kakinya dilipai ba k makhluk suci di atas bunga teratai. dan berusaha menghalau. dan mengorek batu-batu dari endapan lumpur lalu melempamya ke arah pengawal. mereka mengikutinya sampai ke jalan di tepi sungai menuju Daifukuji. dan batu nisan dipahat l alu didirikan. di siang hari sering terlihat burung-burung beterbangan di s ekitar kepalanya. juga tidak makan dan minum. namun jumlahnya justru semakin b esar dan makin sulit dikendalikan serta makin tidak bersahabat. S etelah itu hujan turun setiap malam. Penduduk kota mengatakan kalau Surga menangisi ibu yang ditinggalkan.* Halaman 257 dari 600 . bergerak seolah meng ambang. Sekerumunan kecil orang berkumpul di sini. Shizuka duduk di tanah. Harihari berlalu dan Shizuka tetap bergeming. dan mereka bersyukur terhindar dari kekeringan.apan. dan orang-orang mengatakan bahwa Surga tengah memberinya minum. Pemanggul tandu menurunkan Shizuka di luar gerbang." para biarawan mengumum kan. Kerumunan kian banyak di pintu masuk. Ketika ia melangkah masuk ke dalam ta ndu. ber hasil menghalau mereka menjauh dari ger-bang biara. Ritual pemakaman diadakan selagi Shizuka duduk di sana. dan akhirnya ia membiarkan dirinya menangisi kematian putran ya dan pengkhianatan putra¬nya yang satu lagi. Para pengawal Zenk o dibuat gelisah dengan arak-arakan ini. Popularitas Zenko sedikit demi sedikit ber¬kurang saat bulan dari bulan kelima mulai mendekati puncak purnamanya. dan ia berjalan perlahan memasuki pelataran utama. Di malam ketiga hujan turun rintik-rintik.

Ia ingin tetap dekat dengan Akio dan Hisao: tak dibiarkannya mereka membunuh ayahnya. tapi la ki-laki itu bisa melihat orang yang menggunakan kemampu¬an menghilang dan menghindari tatapan maut. tak sanggup membayang¬ka n kehilangan yang lebih besar lagi. perutnya mual. Maya punya banyak waktu untuk merenungkan kegagalannya. Maya tahu kalau Akio tidak memiliki kemampuan menghilang atau tatapan maut Kikuta. pelayan perempuan datang untuk mengantarnya ke kakus: selain itu ia tidak melihat ada orang lain lagi. Diingat-ingatnya lagi sewaktu melepas tali kekang dan kedua kuda betina kabur. Ia mempraktikkanny a saat sedang sendiri. Maya tahu ia bisa kabur kapan saja karena pintu dan dinding takkan mampu menahan si kucing. berlutut di depannya lalu meraih dan membalik telapak tangannya. Ia mengira Akio akan langsung membunuhnya. la menyesali ketidakmampuan dirinya untuk bergerak atau membela diri yang tak bisa dijelaskan. Ia sadar sedang berada di kamar kec il remang-remang. dan ia membiarkannya pergi. makanan¬nya jarang datang tapi ia tak terganggu dengan rasa lapar. Shigeko telah memintanya untuk merawat kedua k uda itu. dirinya yang akan membunuh mereka lebih dulu. Saat tersadar kembali. seperti Akio mengamati di rinya. Maya akhirnya memahami kalau makin sedi kit ia makan. walau sudah berlatih selama bertahun-tahun di Tribe. Ia melihat Akio ketika orang itu mem¬bawakan makanan dan minuman. tapi ternyata tidak laki-laki itu menahan dirinya untuk tujuan terten tu. makin mudah menggunakan kemampuan menghilang dan sosok kedua. dan bersiap mencari tahu semua tentang mereka.Selama berhari-hari Maya meratapi kepergian kuda-kudanya. Ia tidak bicara pada Akio tapi mengamati. Maka dikendalikan amarah dan rasa takutnya. Saat itu ketiga kalinya ia meng¬hadapi bahaya yang sesungguhnya setelah serangan di Inuyama dan pertemuan dengan ayahnya dan merasakan kalau saat itu ia merasa gagal. Gerak refleksnya sangat cepat ayahnya sering bilang kalau itu gerakan paling cepat yang pernah ada sangat kuat dan tidak punya perasaan. t api ia masih belum ingin pergi. dan kini kenangan itu menghibur dan me¬nenangkannya. tenggorokannya terasa kering. Takeo sering menceritakan saat Tribe mengurungnya di kamar semacam ini. terkadang bahkan ia pun terkecoh dan melihat Miki sedang bersand ar di dinding di seberangnya. . ruang rahasia rumah Tribe. dan cara bicaranya pelan tapi aneh. May a bisa mencium bau sake di napasnya. Dua atau tiga kali sehari. di s atu malam laki-laki itu datang. Tapi setelah dikurung selama kira¬kira seminggu.

"Kuharap kau jawab pertanyaanku dengan jujur karena aku adalah ketua keluargamu: apakah kau memiliki kemampuan seperti ayahmu?" Maya menggeleng. "Lalu di mana adikmu?" "Aku tidak tahu. tapi tidak menceritakan tentang si kucing." Halaman 258 dari 600 . "Kau pernah mencoba mengunci tatapan mataku: kau pasti memiliki bakat tatapan ma ut Kikuta. Bagaimana dengan kemampu an menghilang?" Maya menceritakan karena tidak ingin Akio membunuhnya saat itu juga. dan sebelum selesai menggeleng dirasakan kepalanya terhempas da n pandangan matanya kabur selagi Akio menamparnya. Ia tidak melihat gerakan tangan laki-laki itu.

bersama keluarga Muto. ia dianugerahi kemampuan untuk tidak takut pada Kikuta." "Benarkah? Tapi dia bukan Muto. "Mungkin kau bisa membawa Takeo kepadaku. Kupikir sebaiknya dia berada di sini bersama kita. Ayahku hanya bersifat baik ." sahut Maya.Bahkan meski sudah menduganya kali ini. Akio tertawa lalu berdiri. "Tapi dia takkan membunuh Hisao!" Maya menemukan dirinya memikirkan tentang Hisao." Maya tidak bereaksi atas perkataan itu. ter¬cengang kalau ternyata ia tidak takut pada laki-laki itu. Di bagian belakang tangan kanannya ada be kas luka lama." ujar Akio." ujar Akio. "Ayahku tidak memedulikan aku dan adikku." "Dia berhati lembut." "Hanya untuk membunuhmu. Par a ksatria membenci anak kembar dan menganggap mereka memalukan. Selama setengah tahun ini ia harus menerima kenyataan kalau ini adalah putra ayahnya. "Ada perubahan dalam keluarga Muto. kukira kau sudah tahu. ia lebih tertarik pada reaksinya sendiri . Tribe selalu bersatu pada akhirnya. dan Maya melihat kebencian serta rasa iri pada Takeo. "Dia di Kagemura. melintang dari pergelangan sampai ke bagian bawah ibu jarinya. "Begitulah cara kami bisa bertahan. Akio menyeringai. "Kalau ibumu takkan melakukan apa-apa untuk menyelamatkanmu. Akio menyeringai. Hisao menatap dengan pandangan tak mengerti ketika ia . kakak tirinya. Sada." Maya berbohong. "Kau melihatku membunuh penyihir Muto itu." Akio mengetuk-ngetuk gigi dengan kuku. dia Kikuta. tapi ayahmu menyayangimu. Aku takkan ragu melakukan yang sama padamu." "Keluarga Muto takkan menyerahkan adikku padamu." ujarnya. ahkan meski sudah menduganya kali ini. Ia memanggil Akio Ayah. Maya tidak bisa bergerak cukup cepat untu k menghindari tamparan yang kedua. yang tak pernah dibicarakan siapa pun." "Itu tidak benar. Dan Maya yakin kalau Hisao tak tahu ayah kandungnya. Ia tak menyadari kalau ternyata. tak pernah diberitahukan pada ibunya. seolah ini permainan yang sangat dinikmat inya. itu saja." sahut Maya. sep erti ayahnya. Maya tidak bisa bergerak cukup cepat unt uk menghindari tamparan yang kedua. seolah ini permainan yang sangat dinikmat inya. "Ini yang pernah kudengar.

dan menurut ramalan dial ah satu-satunya orang yang bisa membawa kematian Takeo. Maya mendengar di benaknya berulang kali sua ra Sada. kar ena hal itu ingin ia sembunyikan dari Akio. Keseimbangan baginya menjadi begitu sederhana: bila Hisao mati maka Takeo bisa hidup selamanya. Para pelayan perempuan mengeluhkan adanya h antu. Ia memimpikan Miki. bermimpi bagaikan nyata. Ia menjadi terobsesi pada Hisao. Dilihatnya deng an sikap remeh rasa takut dan harapan mereka." Ia bahkan pernah ber mimpi si kucing berbaring di sisi Hisao. "Aku adikmu.mengatakan kalau ia adalah adiknya. ingin tahu semua tentang pemuda itu. Ia berlutut di sampingnya saat pemuda itu tidur lalu berbisik di telinganya. D i siang hari ia adalah tawanan. Jadi anak itu benar-benar putra Takeo? Dan jawaban Taku. ia tidak ada kesibukan lain. Halaman 259 dari 600 . dan sering terombang-ambing antara sadar dan tidur. Ya. semacam warisan Kikuta yang membulatkan tekadn ya yang kejam mulai terbentuk. i a memimpikan Hisao. Awalnya ia ragu. Karakter tidak mengenal kompromi. sementara di malam hari ia bisa keluyuran dengan bebas ke sel uruh bagian rumah. mimpi yang begitu jelas sehingga ia seperti yakin kalau Miki ada di kamar itu bersamanya. merasakan hembusan napas di wajah mereka atau bulu hangat berbaring di sebelah m ereka. mengamati penghuninya. Selain latihan gerak badan yang dilakukan¬nya dengan tekun. serta memasuki mimpi-mimpi mereka. dan merasakan kehangatan tubuh kakaknya itu. namun lama kelamaan kepercaya¬an dirinya makin meningkat. Mulai ber¬ek sperimen dengan mengambil alih bentuk si kucing di malam hari selagi tidur.

"Tatap mataku. "Noriko. dan gadis itu tertawa. "Jangan menatapku. Kau bermimpi tentang kain pem¬bung kus: kau pernah membungkus beberapa kue mochi dengairkain itu dan saat kau buka bungkusan nya. di sisi lain halaman." sahut Maya. "Noriko." Ditahannya tatapan gadis itu . tempat bengkel penempaan da n perbaikan alatalat rumah tangga dan senjata. kadang dalam pelukan Akio. Maya mengikuti dan mengamatinya. Hal-hal aneh terjadi di seluruh kota. Para pelayan perempuan tak pernah meng¬ajak bicara. tepat sebelum fajar menyingsing untuk mengamati Hisao yang sedang tidur. pert anda serta penampakan. Mimpi-mimpinya kejam dan tidak ber aturan. Maya berkata. Kau tahu kalau aku sangat kuat. Kadang Hisao terbangun dan tidak bisa tidur lagi. "Kau pernah mengintipku kencing ya?" Maya bicara dengan bahasa anak laki¬lak i." bisiknya. " Bagaimana kau bisa tahu?" "Aku tahu banyak hal. kemudian pergi ke rumah kecil di belakang rumah." ujarnya. "Kau seperti anak laki¬l aki. kadang sendi ri. Selain perjalanan ke kakus ia hampir tidak pernah bertemu mereka sampai suatu hari seorang perempuan muda datang membawakan makanan. tapi itu justru membuat Maya tertarik." bentak Maya. Usianya kira-kira sebaya dengan Shigeko. per tanda serta penampakan. tapi malah mendekati Maya. Maya berjalan pada waktu tersunyi. Pemuda itu tidur gelisah. Hal-hal aneh terjadi di seluruh kota. di kamar bagian be lakang rumah. akan kubuktikan betapa kuatnya diriku. dan dia menatap Maya dengan keingin¬tahua n yang terang-terangan. endengar langkah pelan makhluk besar. bergoyang-goyang dan bergumam. "Siapa namamu?" tanya Maya. kue-kue itu penuh ulat. memer¬hatikan gerakanny a yang berhari-hari dan sangat teliti." "Aku tidak bilang siapa-siapa!" gadis itu tercekat.mendengar langkah pelan makhluk besar. Akio dan Hisao tidur terpisah dari peng¬huni laki-laki lainnya. "Kau tahu aku anak perempuan." Gadis itu tertawa cekikikan tapi tidak memalingkan wajah.

" Halaman 260 dari 600 . "Kau bodoh kalau mencintai Hisao. Gadis itu tersipu." kata Maya. "Kenapa kau tidak mengantarku kepadan ya?" 'Tidak bisa! Akio akan membunuhku kalau dia tahu. Peringatkan aku saat dia kembali. Muntah." "Antar aku ke kakus." "Mungkin aku bisa menolongnya. Aku akan ke kamar Hisao." ujar Maya terus terang. sesuatu tentang Hisao." bisiknya. Tapi kau harus berhati-hati ka lau Akio datang. tapi jangan dikunci. "Tutup pintunya." "Sakit yang bagaimana?" "Dia sering terserang sakit kepala yang parah. dan dia sering sakit. Ketua Kikuta sangat marah karena mereka seharusnya pergi menemui Lord Zen ko Akio akhirnya pergi sendiri. dan satu l agi.. Noriko menatap bingung. Maya menam par kedua pipi gadis itu untuk menyadarkannya. cukup lama untuk melihat kalau gadis itu percaya pada takhayul. Jangan khawatir.. takkan ada orang yang melihatku. "Aku kasihan padanya. dan pandangannya kabur. H ari ini dia sedang sakit." ujar Maya.. "Ayahnya sangat keras kepada nya. Kepala gadis itu berputar saat Maya menarik kekuatan tatapan mautnya.selama beberapa saat.

satu tangannya menutupi wajah.. Aku baru empat belas tahun bahkan masih anak-anak. sudah kukatakan kalau aku in gin menolongnya. dan di pintu kakus Maya meremas perutnya dan berteriak seolah kesakitan. membayangkan urat akan memanggil si kucing. mengarahkan pandangannya tetap ke depan." Bahkan saai bicara. samar-samar tercium bau muntah. Noriko. dengan spontan. Dan kalau cara itu gagal. di¬sentuhnya lehernya nadi Hisao. dan jangan berlama-lama di dalam situ. tapi setain itu ia tenang-tenang saja." "Benarkah?" mata gadis itu berbinar-binar di wajahnya yang kurus dan pucat. Maya berkata pelan. Maya ber¬gegas pergi ke kama r Hisao tidur. Dia akan mudah dilumpuhkan sendiri."Kau takkan menyakiti Hisao?" Kau takkan menyakiti Hisao?" "Dia laki-laki dewasa. Aku tida k punya senjata.. kita ke kamar Hisao.. Kemudian dilihatnya pemu da itu meringkuk di matras di sudut. Noriko sudah terbiasa deng an keanehan semacam itu. Mereka ber¬jalan cepat-cepat ke belakang rumah. mungkin pandangannya kabur dengan tatapan maut. tapi dia memimpikan dirimu. Dari irama napasnya yang teratur sepertinya dia memang tidur. Teriknya sinar matahari di luar telah mengecilkan pupil matanya. menjilati bibir. menggeser pintunya terbuka. tenggorokannya terasa k sakit. S . Hisao sedang karena penyakitnya. Maya ingat semua cara yang pernah diajarkan kepadanya untuk membunuh dengan tangan kosong. melihat ke luar dan memberi isyarat kepada Maya. urat nadinya. lemah. Aku pernah melihat mi mpinya dengan cara yang sama aku melihat mimpimu." Ketika Noriko mas ih ragu. "Dia juga mencintaimu. ia "Ayo. dan sesaat ia t ak bisa melihat apaapa." Maya memerhatikan wajah Noriko men¬jadi lembut. Kamar itu baunya masam. Dia membutuhkan bantuanmu. lalu melangkah masuk. tidak suka pada gadis itu karena m abuk kepayang oleh cinta. "Dia tidak bilang siapa-siapa. "Cepat. "Ini g ara-gara makanan menjijikkan yang kau bawa!" Disentuhnya bahu Noriko saat bentuk tubuhnya memudar. Ia tak akan mendapat kesempatan seperti ini lagi. Dia memimpikan dirinya memelukmu dan mengigau dal am tidurnya." ujar Noriko. meraba. "Mana bisa kutahan kalau sakit begini?" sahut Maya dengan nada yang sama. Lidahnya ering. Bagaimana bisa aku menyakitinya? Lagipula. Noriko meng¬geser pintu terbuka.

mengumpulkan tenaga. Hisao berteriak kaget dan melepasnya. berjalan melintas i kamar. Ia bergantung seperti hewan saat Hisao berusaha bangkit dengan tangan dan lutut. cengkeraman jarinya makin kuat bak tentakel. Ditangkapnya tubuh Maya lalu dihempaskannya ke dinding. Kulit pemuda itu berkeringat. ia melenturkan pergelangan tangan. dirasakannya kemarahan Miki p ada Hisao merasuki dirinya dan si kucing mulai muncul. tapi ia langsung menatap mata pemuda itu dan selama beberap a saat membuat Hisao pusing. Pemuda itu lebih kuat dari perkiraan. berlutut di sebelah Hisao dan menyerang bagian lehernya Usahanya melemahkan konsentrasinya hingga kemampuan menghilangnya sirna. L ayar kasa yang rapuh sobek. lalu mengibaskan kep ala saat mencoba berkelit lagi. Mata Hi sao terbuka. siap melarikan diri tapi masih belum ingin menyerah. Miki! Ujarnya pelan. dan menatap sejenak sebelum berkelit dari cengkeraman tangan gadis itu. dan dari suatu tempat ia mendengar Noriko memanggil namanya. selagi tangan Hisao mencengkcram lehernya. dan Maya bersiap untuk mati.ambil menahan napas. dan seolah Miki mendengarnya. meludah dan meng¬geram. dan selagi punggung H isao melengkung dan memukul-mukul saat meronta berusaha melepaskan diri. Aku ga gal. dan Maya merasakan cengkeramannya mulai terasa licin. pikirnya. Hisao juga merasakannya. si kucing bergerak mundur." Halaman 261 dari 600 .

mungkin sembilan belas atau dua puluh tahun. Tangan itu melembut berbentuk melengkung yang ingin sekali mengelus bulu si kucing. Dilihatnya kalau ternyata ada sesuatu yang melemahkan Hisao. Dilihatnya kalau ternyata ada sesuatu yang melemahkan Hisao. roh si kucing yang merasuki dirinya bergerak dengan bebas antara dua dunia. Hisao mendekat.Waktu sejenak itu memberi Maya waktu untuk meraih kembali kendali diri dan konse ntrasinya. Ia terkejut. untuk mengecohkan pandangannya. aktu sejenak itu memberi Maya waktu untuk meraih kembali kendali diri dan konsen trasinya. ijinkan aku menyen tuhmu. Bau busuk dan jamur rtahankan: bulu si kucing menyesakkan napasnya. dan mendengarkan suara berbisik. agak terhuyung-huyung. renungnya saat menyadari hutang budinya pada si kuc ing dan bagaimana ia bisa memenuhinya. dan mendengarkan suara berbisik. "Aku ingin putraku mendengarkan aku!" Belum sempat Maya menjawab. menyeberangi sisi seberang dunia fa na. Ekspresi di wajah¬nya melukiskan kemarahan dan putus asa yang b ahkan membuat hati Maya terharu. Masih muda. Sepeninya pemuda itu berusaha melihat sesuatu di belakang Maya . menund . endati tak memahami kata-kata itu. si kucing bereaksi seolah tunduk pada majikannya. "Tolong aku! Tolong aku!" "Apa yang kau inginkan?" tanya si kucing. Mata pemuda itu tid ak tokus. "Kembali kau!" ujar Hisao. maka ia terus me semakin menyengat: kamar itu terasa panas tak te Terdengar olehnya bisikan di sebelah kanannya. Kemarilah. Dan kemudian ia menyadari kekuatan yang ini dan b agaimana ia bisa memanfaatkannya. Perempuan itu berseru memanggilnya. Sepeninya pemuda itu berusaha melihat sesuatu di belakang Maya . Maya mengira itu semacam tipuan natap tajam pemuda itu. Ada orang lai Maya menoleh ke samping dan melihat perempuan itu. Mata pemuda itu tid ak tokus. Apakah kau hantu juga? Boleh aku menyentuhmu?" Ia melihat perubahan tangan Hisao saat menggapai. agak terhuyung-huyung. Perempuan itu mengenakan jubah putih. potongan rambutnya pendek. "Kau telah memaafkanku. dan tubuhnya melayang. Dilihatnya kalau Hisao begitu ingin menatap hantu itu tapi juga takut. k tahu kalau itu bukan suara Noriko. tapi ia n lagi di kamar itu. wajahnya pucat. Jadi ini yang dimaksud Taku.

melalui mata Hisao: pandangan setengah buta. meski ia membenci pemuda itu dan ingin membunuhnya. Maya kembali ke wujud aslinya dengan rasa lega. Halaman 262 dari 600 . rasa takutnya memasuki dunia alam baka. "Sekarang maukah kau mendengarkan Ibu?" Tangan Hisao masih di atas kepala si kucing. kumparan c ahaya bak roda bergerigi dari alat penyiksaan. "kau sudah baika n. "Gadis itu menyembuh¬kanmu!" Mereka berdua tidak mengacuhkannya. rasa takut melihat sedikit kekuatan yang bangkit. dan Hisao ber¬kata. berdiri di teras. "Cepat! Ketua sudah datang!" Hisao mengangkat tangannya. Pemuda itu tengah menatap¬nya." serunya. Di tepi kesadaran Maya. Ia merasa¬kan penderitaan saudaranya itu seolah berada di kepalanya send iri: lalu berkurang. "Akhirnya!" ujarnya. tatapannya kagum dan lapar. Sentuhan Hisao menyatukan sesuatu di dalam diri mereka." ujarnya. jalan yang terbentang ke depan yang tak ingin ia ambil. tapi Hisao menangkap lengannya. Maya merasakan kebingungan pemuda i tu: rasa lega karena penderitaannya telah sirna. Apakah kau melihatnya?" Noriko. Ia i ngin pergi dari pemuda itu.uk¬kan kepala serta merebahkan telinga. Hisao tercekat. jalan yang dirinya dan Hisao harus lalui bersama. dan membiarkan Hisao membelainya. "Ibu?" Hantu itu bicara. "Jangan pergi. Maya melihat. Noriko memanggil-manggil dari luar. Ia mematuhi keinginan si kucing. berganti-ganti memandang kedua orang. bergelayut ketakutan yang sama. "Katakan padaku. ia bisa merasakan cengkraman Hisao s ampai ke tulang sumsumnya.

Entah dia akan membun uhku atau mereka akan memanfaat¬kan aku untuk mela wan Ayah. kepalanya berputar. Pemuda itu tel ah menemukan tempat yang cocok dan tidak ada orang yang meng¬ganggunya. Maya tidur nyenyak selama berminggu¬minggu. tapi majikannya memanggil¬n ya: si kucing harus menemuinya. Kala itu malam gelap pekat. Leher dan rambutnya terasa lemb ap karena keringat. Akio akan tahu tentang si kucing. aku akan memperingatkan Ibu tentang Zenko dan Hana. selagi Noriko bergegas kembali ke kamar y ang terkunci. Aku harus melarikan dirinya. serta semua rahasia lain yang disim pan orang mati dari mereka yang masih hidup. tapi segera setelah kembali ke kamar s empit. Tak satu pun dari keduanya bicara. kelelahan yang menggiurkan menye¬limuti dirinya. Dan Maya ingin."* Dia akan bilang pada Akio. Tanpa bicara kepada Noriko. Ia tak ingin merasakan bulu tebal si kucing. seolah merindukan sentuhan dan belaiannya. seolah ditarik paksa keluar dari air. Pa ra penghuni rumah sudah terbiasa melihat Hisao berada di situ saat dini hari. dan dia ingin agar kau mendengar¬kannya. Aku harus pulang." sahut Maya seraya menyelinap melewati Hisao. oleh sebuah perintah. Telinga si kucing berdiri tegak. Ia ingin tahu apa yang mereka ketahui. dan si kucing menjilati pipinya dengan lidah ka sarnya. ak u harus pulang. Data nglah kepadaku. sekujur tubuhnya terasa sakit karena kelelahan. berjalan di antara dua dunia dan berbicara dengan hantu. tapi di antara mereka mengalir kerinduan akan kedekata n serta sentuhan kasih sayang yang dibutuhkan hewan itu." sahut Maya seraya menyelinap melewati Hisao."Tentu saja aku melihatnya. Dia akan ceritakan semuanya. Tapi sentuhan tangan majikannya mem¬buat si kucing enggan pergi. bagaimana rasanya mati. b ertentangan dengan keputusannya."* Tentu saja aku melihatnya. Maya terbangun. Kucing itu berjalan dengan mudah¬nya melewati layar kasa dan dinding menuju bengkel tempat api penempaan menyala semalaman. dan dia ingin agar kau mendengar¬kannya. Kelopak matanya terasa makin bera t. Hisao menggapaikan tangan dan kucing itu menghampiri. "Dia it u ibumu. udara terasa lembap. . ia berbaring di lantai dan langsun g tertidur lelap. Pemuda itu membelai. "Dia i tu ibumu. pikir Maya.

"Tak seorang Muto pun tahu bagaimana menghadapinya. Akhirnya Hisao berkata. Hisao berkata. Kuci ng itu mengurangi sakitku. Tak satu pun dari mereka bicara. asap membuat matanya pedih. Tidak bisa dilihatnya ekspresi wajah Hisao dalam keremangan cahaya. tak ingin menentang ta tapan pemuda itu. "Mengapa kau datang sebagai kucing?" "Aku membunuh seekor kucing dengan tatapan maut Kikuta." "Aku adalah penguasanya: tapi aku tak tahu sebabnya atau bagaimana caranya. Rasanya menyenangkan se¬kaligus menjijikkan. Ia terus menunduk. seakan tak ingin kembali ke dunia manusia yang penuh dengan kata-kata. Hisao mengangkat lentera lalu menatap. dan menenangkan suara-suara Halaman 263 dari 600 ." Maya tersadar kalau ia berdempetan dengan Hisao." sahutnya.Setelah agak lama. dan rohnya merasuki diri ku. tangan pemuda itu masih di teng kuknya. tapi Taku telah membantuku mengendalikannya. Bara api meretih. Ia melepaskan diri dari pelukan Hisao . "Perlihatkan wujud aslimu. saat ber¬samaku.

Tiba-tiba ia membenci pemuda itu lagi." Hisao menjauh. tapi ayahku pernah membunuh seekor kucing di depan mataku karena aku menyukainya kau bukan kucing itu kan?" Maya menggeleng. Aku suka kucing. Taku dan Sada mati bersama. dan tidak seorang pun berhasil mendekatinya. dan kulitnya memiliki tekstur dan warna yang sama. "Kau sudah lihat bagaimana senjata ini menghabisi Muto Tak u. tapi senjata ini lebih kuat ketimbang ilmu sihir. dan mengeluarkan senjata api kecil. "Aku tetap menyukaimu.hingga aku bisa mendengarnya. Wajah Hisao mengkerut." Maya tidak menjawab. Aku suka kucing. ibu kita berbeda. namun rambutnya yang mengkilap mirip dengan rambut mereka. atau de ngannya atau Miki." Takeo melirik ke arah Maya. Aku memerlukan dirimu bersamaku. aku tidak bisa be rhenti memikirkanmu. Cahaya berkilat di laras baja hitam senjata itu." Kini Maya bisa melihatnya dengan lebih jelas. dan merasa jijik pada dirinya sendi ri atas keinginan dan ketentraman yang dirasakan kucing itu hingga tunduk pada Hisao. Maya menolaknya. dengan nuansa warna madu. yang kami sebut si Anjing. "Dia itu ibumu? Hantu perempuan itu? Itukah sebabnya kau bisa melihatnya?" "Bukan. tapi ayah kita sama. "Kau tahu kalau kita bersaudara?" tanyanya. tapi ayahku pernah membunuh seeko r kucing di depan mataku karena aku menyukainya kau bukan kucing itu kan?" ingga aku bisa mendengarnya. Tidak ada yang harus disesali dari . Laki-laki itu mati dalam pertarungan. menjauh dari cahaya lentera. Berjanjilah kau akan tinggal bers amaku." Hisao meletakkan lentera kembali di atas lantai dan berusaha menarik tubuh Maya lebih dekat lagi. Hisao tidak mirip ayahnya. Seketika Maya teringat kenangan akan masa kecilnya payung pelindung sinar matahari dan cairan unluk membuat kulit lebih terang: betapa bodoh dan sia-sianya semua itu sekarang. tidak mengkhianati siapa pun. penuh kehormatan." Hisao tertawa dengan ser ingai yang dibenci Maya. "Aku pasti sangat menyukaimu. "Dia itu penyihir. tapi melihat dengan jelas dan tanpa perasaan terharu pada k ematian Taku. "Ayahmu adalah Otori Takeo. lalu b erkata dengan nada kejam yang disengaja. "Aku dan ayahku akan membunuhnya." ujarnya.

" sahut Hisao. Kau tidak tahu bagaimana seharusnya sikap ayah pada anaknya. "Akio memperlakukanmu dengan kejam. tapi aku tahu." Halaman 264 dari 600 ." ujar Maya." Kemudian keadaan hening dalam waktu lama." "Akio adalah ayahku." katanya begitu pelan hingg a Maya hampir tidak bisa mendengar suaranya. Udara terasa panas: Maya bisa merasaka n peluh di dahinya. It u tidak terlalu buruk." "Tanya pada ibumu. "Bukankah sudah kukatakan padamu untuk mendengar kannya? Ibumu akan mengatakan yang sebenarnya kepadamu. "Jadilah kucing lagi." sahut Maya. Umpan Hisao tak membuat¬nya terpancing maupun melemahkan diri¬nya. Aku tak pernah terbebas darinya. "Apakah ibumu ada di sini?" "Dia selalu ada di sini. menganiaya dan berbohong padamu. "Dia menyembunyikannya dari semua orang. Dia bukan a yahmu. Saat dia ingin bicara maka rasa sakit itu menyerang¬ku. Kadang dia diam saja. "Lord Otori adalah ayahmu.kematiannya." bisik Hisao. ag ar kau tidak membunuh ayahmu sendiri. Dia membutuhkan diriku. Ia merasa kehausan. "Dia terikat pada diriku oleh seutas tali ." "Dia sayang padaku. "Itu sebabnya aku berusaha membunuhmu. maka aku akan mendengarkannya." Keraguan dan kemarahan terdengar dalam suaranya. seperti dulu aku pernah terikat pada tubuhnya.

Gadis itu merasakan tubuh si kucing meregang dan mel entur dengan keinginan yang kuat." kata sang ibu. suaranya gemetar." Hisao tidak menyadari kalau suaranya berubah dan menjadi seperti hipnotis." ujar Maya. Kemudian api makin ber¬kobar. Mereka menyaksikan Ibu mati dengan jiwa dan raga yang menderita. Tapi tidak begitu dengan si k ucing. Hisao menarik tubuh si kucing yang lentur itu lebih mendekat dan membelai-belai bulu-bulu tebalnya." Jemari kurusnya menyentuh dahi Hisao. membelai rambutnya. bicara lebih keras."Karena kau berusaha melawan dunia arwah." ujar Maya. Kotaro dan Akio. Aku tidak bisa menggunakan kemampuan menghilang. Mereka. "Dulu Ibu suka memelukmu seperti ini saat kau bayi. "Tetaplah di dekatku. "Aku tidak memiliki kemampuan Tribe apa pun." bisiknya. menerangi arwah perempuan saat mendekat. aku juga kesakitan." "Aku ingat. Saat si kucing ingin muncul dan aku menolaknya. "Ibu tak sanggup meninggalkanmu. "Hal yang sama terjadi pad aku. membuat hewan itu menunjukkan cakar nya. setelah mematuhi perintah Ketua dan memasu kkan dengan paksa pit beracun ke mulut Ibu. Hisao duduk diam tak bergerak. Akio mem-bunuh Ibu karena dia membenci ayahmu. membara makin terang. Aku tidak seperti ka u. dan kemudian. matanya yang keemasan tidak berkedip. . melayang. memaksa Ibu minum racu n." Karena kau berusaha melawan dunia arwah. Mereka menangisi kepergian Ibu dengan cinta. merasakan tekanan paling lemah saat ibunya memeluk dirinya. Kala itu usia Ibu baru dua puluh t ahun. biarkan ibu me melukmu. Bahkan melihat semua kemampuan ini pun membuat perutku agak mual." Bara api penempaan dan cahaya lentera meredup dan berkelap-kelip saat angin hang at dan berbau busuk tiba-tiba ber¬hembus meniup debu di lantai. Saat si kucing ingin muncul dan aku menolaknya. "Nak." Hisao berkata." bisiknya. Dia membuatku nyaman dan kuat. Ibu tak ingin mati. Tangan Hisao menggosok-gosok bulu si kucing. "Biarkan Ibu menyentuhmu. "Hal yang sama terjadi pada ku. si kucing berbaring di s ebelahnya dengan kepala di bawah tangan Hisao. aku juga kesakitan. meng¬gerakkan debu dan membuat dau n jendela bergemeretak. apa pun yang ingin kau katakan. Aku tidak bisa menggunakan sosok kedua. Tapi mereka tidak memisahkan diri Ibu darimu. dan Hisao merasakan sosok tub uh ibunya begitu dekat. dihia si dengan daya tarik yang tak bisa ditolak Maya. "Aku akan men dengarkan.

" sahutnya. Pertama Ibu. tapi Maya ingat kata -kata Taku: Halaman 265 dari 600 . Ibu mencintain ya. kini mereka akan memanfaa tkan dirimu untuk membunuh ayah kandungmu."Siapakah ayahku?" "Gadis itu benar. dari lima keluarga. Hisao belum sepenuhnya memahaminya. agar Ibu mengandung dirinya. "Ibu sudah mati. Mereka memerintahkan Ibu agar tidur dengannya. yang bisa mengenali dirimu. Ibu mematuh i mereka. tenggorokannya ter cekat. Takeo adalah ayah kandungmu." "Kau tidak mengenal siapa dirimu? Tak ada lagi orang Tribe. aku tidak bisa mengubahnya sekarang. bulu-bulunya tegak berdiri. "Hanya orang hidup yang berbohong." "Aku membenci si Anjing seumur hidup¬ku. Tapi mereka tak menyangka kalau Ibu akan mencintainya." "Bohong. Maya mengingat-ingat kembali saat mendengar si arwah meng¬ucapkan semua kata-kata ini: tengkuknya bergidik. Tangan Hisao memegang erai lehernya. Kau adala h penguasa alam baka. Dia memang adikmu. ketika kembali ke kamarnya dan berbaring terjaga." sahutnya. Ibu akan ceritakan apa yang dikatakan kakekmu saat kematian¬nya." *** Lama setelah kejadian itu. dan kalau kau akan dilahirkan hasil dari cinta. Mereka berusaha menghancurkan kita semua. lalu kau pun akan mati. mem andangi kegelapan yang pucat perlahan berubah terang.

pikir Maya. Mereka pasti mengajakmu. dirasakannya penye¬salan atas kematian mereka yang kejam dan tidak pada wak tunya. "Shizuka ada di Hofu?" "Dia datang untuk memakamkan putra bungsunya. "Dan setelah itu kau harus bersiap untuk bepergi an. Arai gusar dan segera pulang ke rumahnya menyiapkan pasukannya untuk berperang. dan ia merasakan keinginan itu memikat sekaligus berbahaya. "Seharusnya aku t idak mengatakan ini. juga takut. Ia tidak terlalu memahami bagaimana perasaan Hisao yang sebenarnya atas laki-laki yang selalu dip ercaya sebagai ayahnya: gabungan antara cinta dan kebencian. "Hisao sudah cukup sehat untuk beper gian." Noriko gemetar." Matanya penuh dengan air mata dan disekanya dengan lengan jubah.. Ia tidak tidur. Maya mengenali perasaan seperti itu karena ia merasakan hal yang sama pada pemud a itu.penguasa alam baka adalah orang yang bisa berjalan di antara dua dunia. Mereka mencari Hisao. ia tidak terlalu berselera. penguasa mereka. Hofu sedang gempar. serta tuntutan mereka untuk balas dendam. di tepi pantai d i depan rumah Akane. Diingatnya suara-suara hantu y ang berdesakan di sekelilingnya pada malam menjelang Perayaan Oban. dan d irinya sebagai si kucing. Diingatnya suara-suara hantu y ang guasa alam baka adalah orang yang bisa berjalan di antara dua dunia. dan Hisao juga. "Kau harus makan." ujar Noriko. Ia merasakan kuatnya keinginan Hisao itu. b elum. dan kabarnya dia sudah tidak waras . sepertinya habis menangis. Muto Shizuka tengah ber puasa di Daifukuji dan hanya diberi makan oleh burung. Tapi bagaimana Hisao. dukun yang mampu menenangkan atau menghasut orang yang sudah mati. memiliki kekuatan semacam itu? Dan bagaimana Akio bisa m emanfaatkan dia bila tahu itu? Hisao tak ingin Maya meninggalkannya. memberinya kekuatan untuk menguasai mereka. dan sewaktu Noriko membawakannya nasi dan sop untuk makan pagi. Ketua harus menemaninya. sebelum Lord Otori kem . Seharusnya aku senang. lalu bertanya. Orang-orang menyalahkan Lord Arai -serta menuduhnya terlibat dalam kematian Taku." Bersyukurlah dia akan pergi jauh darimu. Mata Noriko merah.." "Bepergian? Aku akan pergi kemana?" "Lord Arai akan kembali ke Kumamoto. pem uda yang kejam dan brengsek ini. meremehkan serta iba. dukun ya ng mampu menenangkan atau menghasut orang yang sudah mati. Tapi Hisao tak ingin Akio tahu itu.

" sahut Noriko. "Aku harus mem¬bawa semua ini ke dapur." Noriko mengangkat mangkuk. "Aku memberitahumu hanya karena kau sudah menolong Hisao. "Kapan kami akan pergi?" tanya perlahan. Kudengar Lo rd Arai akan mengirim pengawal." "Apa itu salahku kalau kau makan begitu lambat?" "Lagipula aku juga tidak lapar. "Begitu Ketua dan Hisao siap. ia tidak akan punya peluang kabur. Halaman 266 dari 600 ." "Kumamoto jauh dari sini. Hofu berada di Negara Tengah dan setia pada Otori ia me ngenal kota itu dan tahu jalan pulang." ujar Noriko saat kel uar. dan bahwa Z enko takkan ragu-ragu menekan ayahnya. Maya mengangkat mangkuk sop dan menghabiskannya. Kau akan sudah di jalan sebelum siang." "Aku belum selesai makan. "Aku ta kkan mengatakan apa-apa lagi." Gadis itu mengatupkan bibir rapat-rapat. sudah dikirim ke Hagi untuk menjamin kesetiaan ayah mereka. marah dan ter singgung. ia belum pe rnah ke sana. Sedangkan Kumamoto jauh di wilayah Barat.bali dari Miyako. pikirannya berpacu kencang. Ia tak ingin membiarkan mereka membawanya ke Kumamoto. Begitu sampai di sana. Sunao mi dan Chikara. Ia tahu kalau kedua putra Zenko." "Omong kosong apa yang kau katakan! Kau tidak tahu apa-apa tentang hal ini!" May a menyembunyikan ketakutannya dengan kemarahan.

tidak berusaha sembunyi¬sembunyi. ia lapar dan lelah. "Kembali!" Ia merasakan kekuatan perintah itu. U dara terasa semakin panas. si kucing tidak akan meninggal¬kannya. dia berseru. sesuatu melesat di antara kucing itu dan Hisao. aya tahu ia hanya punya sedikit waktu untuk mengambil keputusan. Secepat bi lah pedang. Ketika melihat. dan melihat Miki berada di gang di belakang rumah. Maya sadar dari sudut matanya melihat sosok samar yang tak kelihatan. ia hanyut dalam mimpi y ang terjaga. di jalanan. ia bisa saja mengecoh penga wal Zenko tapi takkan bisa lolos dari Akio. Ia sudah berada di luar. Mereka pasti me mbawanya dengan disembunyikan. Maya terbangun kaget. ia hanyut dalam mimpi y ang terjaga. la menoleh ke belakang dan melihat Hisao berlari dengan senjata di tangan. Ia harus kembali kepadanya. dilewatinya bangunan bengkel dan merasakan kehadiran Hi sao di sana. Miki ada di luar.Maya tahu ia hanya punya sedikit waktu untuk mengambil keputusan. Jangan sampai dia mclihatku. Maya terbangun kaget. Mereka bisa pergi ke Hagi bersamasama. Mereka datang untuk mencarin ya. Ia tidak ingin berpikir lagi karena hanya akan membuang-buang waktu. U dara terasa semakin panas. ia bisa saja mengecoh penga wal Zenko tapi takkan bisa lolos dari Akio. dan tekadnya melemah. dan melihat Miki berada di gang di belakang rumah. Mereka datang untuk mencarin ya. Mereka bisa pergi ke Hagi bersamasama. ta pi ketika sampai di dinding sebelah luar. dan sosok itu me miliki ketajaman yang luar biasa hingga memutuskan keterkaitan antara mereka berdua. . Mereka pasti m embawanya dengan disembunyikan. Ini mungkin nyata: Shizuka pasti mengajak Miki begitu mendengar kematian Taku. mereka bisa pulang ke rumah. saat berjalan tanpa berpikir. Miki ada di luar. tapi kaki kucing itu terasa berat. matanya mencari-cari di halaman. dari seberang jalan. dengan tangan terikat mungkin. Hisao memanggil lagi. dengan tangan terikat mungkin. Si kucing mendengarkan majikannya. Ia mengubah wujud menjadi kucing dan melewati dinding. saat berjalan tanpa berpikir. ia lapar dan lelah. Ia mulai mengukur kamar itu dengan jarak langkah. mereka bisa pulang ke rumah. Ini mungkin nyata: Shizuka pasti mengajak Miki begitu mendengar kematian Taku. Dia tidak akan membiarkan aku pergi Gerbang belakang terbuka. Seorang perempuan di beranda berusaha menghalaunya dengan sapu sewaktu Maya berl ari melewatinya. dan dari jalanan di depan-nya terdengar olehnya derap kuda mendekat. Ia mulai mengukur kamar itu dengan jarak langkah. terus berlari melintasi halaman.

dan selagi pengawal Lord Arai datang dari sudut jalan." didengarnya Miki memanggil. mereka berlari tanpa terlihat memasuki jalan-jalan kota pelabuhan yang sempit dan berli ku-liku. Maya tidak harus mendengarkannya lagi." sahutnya. tapi bangsawan itu tidak menunjukkannya. "Kurasa aku ada alasan mendesak untuk pulang. Miki." ujar Lord Kono. ketika bangsawan itu datang meng ucapkan selamat jalan. Hisao berteriak dari gerbang. "Melesat ber¬cahaya melintasi langit musim panas." Takeo ingin tahu seberapa tulus pujian ini. seraya memikirkan kalau Kono mungkin sudah tahu apa alasannya. "Maya!" dan saat itulah Maya mendapatkan kek uatan untuk berubah wujud. meski ada kekagetan dan kekecewaan karena ia pergi begitu cepat. Adik kembarnya i tu memegang eraterat tangannya. Kedua gadis itu menghilang lagi. Halaman 267 dari 600 ."Maya.* Keberangkatan Takeo dari Miyako dilepas dengan upacara dan kegembiraan yang lebi h besar. atau menyebut kan kematian Taku. berdiri di sampingnya. tapi suaranya hanya suara anak laki-lak i. karena orang biasanya percaya kalau komet merupakan pertanda buruk datangnya kehancuran dan kelaparan. sekarang kelihatan. "Kemunculan Anda ibarat komet.

Saga Hideki bahkan lebih tak bisa berkata¬kata karena terkejut dan merasa tidak se nang akan kepergiannya yang mendadak itu." Takeo berani membetulkan perkataannya." "Lord Otori. "Masih banyak yang perlu kita bicarakan aku ingin tahu cara Anda memerintah Tiga N egara." Saga mencodongkan badan dan bicara dengan penuh rahasia. Ia tidak ingin Shigeko menderita dalam kondisi seperti itu. Keadaan sudah berubah sejak saat itu. dan hujan plum yang bisa terjadi kapan saja membuat udara menjadi lembap dan berjamu r." "Apakah aku mendapat jaminan dari Lord Saga?" "Tentu saja! Kita sudah mengumumkan kesepakatan yang mengikat. Saga menaikkan alisnya. merasakan d ingin angin laut di Hagi. Lord Saga memberi kehormatan dengan menemani mereka selama minggu pertama perjal anan sampai di Sanda. sama saja. bertemu Kaede dan putranya. kaum barbar. Takeo meras a semangatnya bangkit. dan juga persekutuan yang tulus dengan Sa ga. Anda tidak perlu khawatir. Saat jamuan selesai dan mereka akhirnya mengucapkan selamat tinggal. Ia ingin sekali pulang. kemudian menghadapi Zenko dengan tegas." Takeo bersikeras menolak bujukannya dengan sikap sopan yang tegas." "Lord Kono menghabiskan banyak waktu bersama kami." "Kami menyebutnya orang asing. Perbatasan wilayah Timur akan aman dari serangan. Membawa dukungan dan pengakuan Kaisar. "Lord Kon o mendapatkan sebagian besar informasi¬nya dari Arai. Ibukota diland a hawa panas. Mendesak agar tinggal lebih lama lagi atau jika Lord Otori benar-benar harus kembali ke Tiga Negara. agar setidaknya mening galkan Lady Maruyama untuk menikmati indahnya musim panas di ibukota. dari semua pe njelasan tentang keindahan yang perlu mereka lihat sebenarnya tidak bagus. Ia nyaris tidak men¬duga bisa pulang membawa kemenangan besar seperti ini. Kita adalah sekutu dan tak lama akan menjadi kerabat. Zenko bis a disembuhkatt . "Orang asing. Dia pasti sudah melapor¬kannya kepada Anda. tempat dia mengatur jamuan makan perpisahan. tanpa dukungan Saga. apa yang menopang kemakmuran dan kesejahteraan kalian. bagaimana cara Anda menghadap i kaum barbar. Mendesak agar tinggal lebih lama lagi atau aga Hideki bahkan lebih tak bisa berkata¬kata karena terkejut dan merasa tidak sen ang akan kepergiannya yang mendadak itu.

bahwa kehidupan senantiasa bermula dari kematian. Keri. "Kau langsung mengenali kalau mereka adalah anak-anak Raku." sahu t Takeo.dari ambisinya dan menerima kenyataan sahnya pemerintahan Takeo. Tapi bila memungkinkan. maka aku akan membiarkannya tetap hidup." Halaman 268 dari 600 . Mereka adalah pertanda pertama bagiku akan kembalinya harapan. Mai. demi Shizuka. "Gadis itu. kini Hiroshi menunggang kuda tu a miliknya." t utur Hiroshi kepada Takeo saat mereka berkuda berdampingan. Sungguh lega Saga sudah pergi dan membuatnya bisa menanggalkan jubah indahnya lalu menun ggang Tenba lagi. langit tak berawan. menceritakan kalau Ryume. "Aku ingat dengan jelas saat pertama kali kita lihat kuda-kuda jantan itu. kuda Taku. "Tapi tidak jelas apakah dia juga mati ditembak. "Bila ada bukti keterlibatannya dalam kematian Taku. sampai ke Sand a. Hiroshi yang menungganginya karena kuda itu menjadi terlalu bersemangat da n sulit dikendalikan bila tidak ditunggangi setiap hari." Takeo melakukan perjalanan dengan tandu." Hari itu cuaca panas. kuda-kuda berkeringat selagi jalan sem akin menanjak menuju tanah lapang yang masih kelihatan jauh. anak Raku. mati bersama majikan¬nya. dengan formalitas besar. maka dia akan dihukum.

pengurus kuda khawatfr' mereka makan pasir atau cacingan. Kukira aku tak akan memiliki kuda seperti Shun lagi." ujar Takeo. kurasa mereka makin berkembang. Gemba menjadi sangat pendiam." Tenba berderap cukup tenang. "Sempat terpikir olehku. "Dia merindukan kirin. Kuda¬kuda semakin kurus. dan ikatan di antara mereka berdua semakin kuat. seraya meringkik keras." Shigeko. yang sedari tadi berkuda di akhir arak-arakan bersama Gemba. . namun tepat saat Hiroshi bicara." ujar Hiroshi pelan. "Kau terlalu cepat bicara." ujat Takeo."Aku merindukan Ryume hampir sebesar rinduku pada Taku. "Sesuatu membuatnya kesal. Satu atau dua kali ia bermimpi. Tenba dijinakkan dengan kelembutan. tapi aku tidak ingin berpisah dengannya." Tenba terus gelisah. Tentu saja. "Untungnya kuda Otori tidak menunjuk¬kan tanda-tanda kematian. tapi ternyata hasilnya baik-baik saja. Bulan purnama di bulan ke¬enam sudah berubah . tapi Takeo menikmati tantangan untuk membujuk Tenba agar te nang. "Dia masih menjadi tantangan: kau takkan bisa mengabaikannya. kuda itu mengibask an kepala dan berputar ke arah mereka datang. halilintar berge-muruh dan petir ber kilatan di langit tiap malam." ujar Shigeko. Takeo takut kalau mereka harus melewati jalur peg unungan paling tinggi dalam keadaan hujan. datang men g hampiri mereka." ujar Hiroshi. di bawa h bimbingan tangan ahlimu. seraya mengarahkan kuda itu kembali dala m kendalinya dan memaksanya agar bergerak ke depan lagi. tapi tidak membawa hujan yang diharapkan. tapi tetap tidak turun hujan." 'Tenba menantang untuk dijinakkan." ujar Hiroshi pelan. kini tidak bisa ditangani dengan kekerasan. dan lega karena hawa panas makin menyengat. Lalat penghisap darah mengganggu manusia dan hewan di malam hari. tapi mesti kuakui aku sangat senang dengan Tenba. Sewaktu bulan baru di bulan ketujuh muncul di ufuk timur. "Mungkin sebaiknya kita tinggalkan saja dia bersama kirin. sering¬kali saat terbangun di malam hari Takeo melih at dia sedang duduk tanpa ber-gerak: bermeditasi atau berdoa." "Dia akan menjadi liar dan tidak bisa dikendalikan di Miyako." Hiroshi melirik k e arah Shigeko. ku merindukan Ryume hampir sebesar rinduku pada Taku. dan membelokkan pelana untuk memandang ke arah belakangnya.

air melimpah karen a ada mata air. Sebelum bulan mencapai seperempat bagian pertama. Ada yang tidak beres. burung¬burung baru mulai berkicau. Matanya ter¬b uka.atau membayangkan Makoto. lalu melihat kirin. cermin tanpa bayangan. dan terbangun dengan seruan salah satu pengawal. Mereka berkemah di bawah pepohonan. tapi makanan yang mereka bawa menipis. seperti biasa. manusia tanpa bayangan . mengira masih bermimpi: ia melihat sekilas. Hutan semakin lebat di sekitar jalur itu. dengan pohon cedar dan pinus di lereng yang lebih tinggi. lebih sakit dari ya ng pernah dirasakannya. Dengan desakan yang hanya setengah dipahaminya. Rasa sakitnya yang berkurang selama perjalanan. mereka sudah tak jauh dari Jal ur Rajawali: kurang dari sehari perjalanan. nun jauh di Terayama. Gemba pernah berkata. pohon ek serta hornbeam. dan ia merasakan itu dalam aliran darah dan t ulangnya. melaporkan. melakukan hal yang sama. kini terasa lagi. Sakai Masaki yang berjalan lebih dulu untuk mengintai. Mimpi-mimpi Takeo menggam barkan benang putus dan peti mati kosong. pertama ke barisan kuda. diperintahkannya a gar kecepatan perjalanan ditingkatkan: mereka bangun sebelum matahari terbit dan berkuda di ba wah cahaya bulan. Takeo tidur sedikit. "Lord Otori!" Saat itu matahari baru akan terbit. Halaman 269 dari 600 .

"Bagaimana hewan ini bisa kabur? Apakah mereka melepasnya?" Shigeko menjawab." lanjutnya dengan suara pelan. "Itulah yang kutakut¬kan. Hewan itu menunjukkan semua tanda gembira karena berada di antara mereka: menggosokkan hidungnya pada Shigeko. lututnya berdarah. kepalanya dekat dengan kuda-kuda. Kulitnya mengkerut dan gemetar tapi tetap berdiri tenang. kita tak bisa menyerahkannya pada Kaisar dalam kondisiseperti ini." sahut Hiroshi setuju. bagian belakang k aki kirinya tidak apa-apa. "Haruskah kita meneruskan perjalanan dengan membawa kirin? Atau haruskah kita mengirim semacam ganti rugi ke Miyako?" Sejenak Takeo berhent i bicara. leher panjangnya membungkuk. "Apa artinya ini?" tanya Takeo dengan gempar. tubuhnya terasa kaku dan pegal. kirin memang disambut sebagai pertanda restu dari Surga. me mastikan agar kirin senang. dan seketika itu juga kirin dikerumuni. biarkan aku yang mengembalikannya. tanda putihnya berkilau menakutkan ditimpa cah aya keabuabuan. Kulitnya tergores di mana-mana." "Sudah terlambat. langkah panjangnya yang canggung. Hiroshi yang tidur tidak jauh dar inya sudah lebih dulu berdiri. seolah hewan itu berjuang melepaskan diri. "Apa artinya ini?" tanya Takeo pada Gemba setelah hewan itu diberi makan dan per intah dikeluarkan agar perjalanan segera dilanjutkan. Pemuda itu pergi ke mata air. "Kaisar pasti merasa ter hina karena hewan ini kabur. Takeo berdiri. Tenba meringkik pelan melihatnya. leher panjangnya membungkuk. Dibayangkannya hewan itu lari meli ntasi daerah yang tidak dikenalnya. Ayah. "Kin ." "Dia takkan sanggup bertahan dalam perjalanan. kemudian mulai membasuh dar ah kering di badannya. Seruannya membangunkan yang lain. "Lihatlah. Seharusnya kita tinggal lebih lama. "Ya. tanda putihnya berkilau menakutkan ditimpa cah aya keabuewan itu berdiri di samping Tenba." sahuinya. serta menjilati tangan Hiroshi dengan lidah abu-abu panjangnya. kakinya meregan g keluar. kakinya meregang keluar." tutur Gemba.Hewan itu berdiri di samping Tenba. menatap putrinya selagi menenangkan dan membelai kirin. dan di lehernya ada bekas luka gesekan tali. ketakutan dalam kesendiriann ya. "Kirin kembali?" pekiknya. kepalanya dekat dengan kuda-kuda. mengisi ember dengan air dan membiarkan kirin minum.

" sahut Gemba tenang. bila kau pikir itu lebih baik. Mustahil bisa diramalkan atau mencegah semuanya. dengan cara yang sama Shigeko menepuk kirin. namun keseimbangannya terputus. "Maaf. "Peristiwa keji seperti kematian Taku telah melepaskan semua rangka ian peristiwa: ini pasti salah satunya." Takeo menatapnya." "Kau tahu segalanya hasil pertandingan. Aku bukan penyihir atau dukun. Yan g kutahu hanyalah sesuatu yang menahan jaring yang rapuh telah terputus. "Apakah telah terjadi ses uatu pada kedua putriku?" Dihelanya napas dalam-dalam. kurasa. tidak sanggup memahami kata-katanya." Halaman 270 dari 600 ." sahut Gemba." Diulurkan tangannya dan me¬nepuk bahu Takeo. Sudah kuk atakan sebelumnya bahwa ada yang tidak beres. "Istriku?" "Aku tak bisa mengatakan rincian semacam itu.i hewan itu menunjukkan kalau dia lebih memilihmu ketimbang Paduka Yang Mulia." "Apa yang harus kulakukan?" "Bersiap untuk berperang. penyerahan Jato. Aku berusaha mempertahankan keseimbangann ya. "Atau mencabut nyawamu se ndiri. Pasti akan di anggap sebagai peng-hinaan yang luar biasa. kemenanganku. Tidakkah ka u tahu yang satu ini?" "Segala sesuatu ada sebab dan akibat.

" "Kurasa tidak ada yang perlu dibicarakan saat ini. Kini dilihatnya k alau semua upayanya akan hancur oleh kejadian yang tak ber¬aturan. Ternyata itu salah satu kuda Maruyama pemberian Shigeko kepada Lord Saga. "Bisakah diperbaiki?" Gemba tidak menjawab. perhatian ku pada Anda tulus dari lubuk hatiku. "Mari bicara berdua saja. Hiroshi berlari ke depan untuk mengambil tali kekang sewaktu bangsawan itu meng¬he ntikan kudanya. di atas hiruk pikuk persiapan. tapi percayalah. dan pe nunggangnya adalah Lord Kono." Kegelisahannya telah berubah men¬jadi kemarahan. Ia percaya tak ada sat u hal pun yang bisa memperbaiki posisinya sekarang ini." "Lord Kono. dan pada saat itu pula. rasa suka kirin yang tidak terkendali pada kawannya ketimbang dengan orang asing. Tak eo mendengar derap langkah kuda dari kejauhan. laki-laki itu kelihatan kuat dan trampil. "Lord Otori. Kami baru saja hendak melanjutkan perjalanan." ujarnya. Kono berjalan menjauh menuju pohon cedar yang sudah tumb ang hingga .Mulut Takeo terasa kering karena rasa takut. beri aku waktu untuk menyampaikan pesan Lord Saga . Mari. Takeo bisa merasakan kemarahannya memuncak di balik matanya. "Ada yang berkuda ke arah kita. seperti saat pertandingan. dan kuda yang tengah berjalan menghampi ri meringkik balik selagi berjalan dengan santai di sekitar kelokan jalur dan mulai kelihatan . Tak lama kemudian kuda-kuda dalam barisan menaik-kan kepala dan meringkik. "Bisakah diperbaiki?" lut Takeo ter asa kering karena rasa takut." balas Takeo." desak Kono. Kono melompat turun dari punggung kudanya. aku tahu Anda meng¬anggapku sebagai musuh. aku senang berhasil menyusul Anda. "Lord Otori." Takeo tidak peduli jika si bangsawan tersinggung. Selama b erbulanbulan ia telah berusaha keras untuk bersabar dan mengendalikan diri. "Aku harus meminta Anda menunda perjalanan. "Kurasa aku tak bisa menawarkan banyak untuk menyegark an diri. Kami akan berada di seberang perbatasan pada tengah hari nanti. Penampilannya yang tidak ber tenaga sirna sudah." Tanpa menunggu jawaban.

terutama hewan ini. Lord Saga berada hampir tid ak sampai sehari menunggang kuda di belakangku. dan tidak mau makan selama tiga hari. semua upaya kami untuk me nangkapnya gagal. Tetap saja. Kemenangan dari kunjungan Anda agak mer edup dengan kepergian Anda yang lebih awal. Kaisar mengunjungi¬nya setiap hari. dan segera berbalik arah. Kekuatan telah di himpun." Kono berhenti sejenak. bahwa ternyata Lord Otori-lah yang didukung Surga. dan akhirnya dia berhasil lolos. Tadinya Kaisar berharap bisa lebih mengenal Anda A nda membuat Kaisar ter¬kesan. "Kuberi waktu sampai matahari menyinari puncak gunung.seolah menyediakan tempat duduk yang alami. Kaisar cukup gembira dengan hadiah-hadiah pemberian Anda. Aku diperintahkan menyampai¬kan bahwa bila An da Halaman 271 dari 600 . ber¬lukiskan warna keemasan. bukannya Kaisar dan Lord Saga. Kerabat Kaisar itu duduk dan memberi isyarat agar Takeo bergabung dengannya. bahwa restu Surga berpindah. Suasana ibukota berubah dari gembira bah wa Kaisar direstui Surga menjadi ejekan. Kaisar kemudian khawatir melihat kirin yang kian gelisah setelah kepe rgian Anda. pasukan khususnya senantiasa siaga. dan mereka sudah siap untuk kemungki nan semacam ini. Kemudian dia kabur. peng¬hinaan ini tak bisa diabaikan. Kami mengejarnya. Aku bertem u Lord Saga saat beliau meninggalkan Sanda. "Tentu saja. tapi hewan itu ketakutan. Pasukan Anda kalah banyak dengannya. Takeo melihat sekilas ke timur. Tepian pegunungan tam pak hitam pekat ber¬lawanan dengan langit yang berkilauan. tapi tentu saja." ujar Takeo. "Ijinkan aku ceritakan apa yang terjadi.

" Takeo memotong perkataannya. "Kau sering menyanjungku." "Bukankah sejak awal dia telah meren¬canakan akan seperti ini jadinya?" sahut Take o. yang Lord Saga harap bisa dinikahinya. dan m erebut Tiga Negara dengan paksa. "Kita akan berjumpa dalam per¬tempuran." u jar Kono. "Anda harus tahu betapa aku mengagumi Anda.. yang Lord Saga harap bisa dinikahinya. Kau telah menghina dan menipuk u. kuda itu bereaksi dengan melompat dan menendang. Keadaan menjadi sunyi.. tidak berusaha mengendalikan amarahnya." "Aku tidak bisa mengatakan kalau aku terkejut. Kuda itu enggan mening¬galkan kawan-kawannya. Mungkin kau merasa dengan cara tertentu akan dapat me mbalaskan dendam atas kematian ayahmu. Kono menghentakkan kaki di bagian samping kuda itu. sesuatu untuk melampiaskan kemarahannya. Anda dan keluarga Anda akan dihukum mati kecuali Lady Maruya ma. Anda dan keluarga Anda akan dihukum mati kecuali Lady Maruya ma. ketimbang diam-diam bersekongkol dengan Lord Arai.tidak kembali bersamaku dan meminta maaf pada Kaisar: maka Anda harus bunuh diri a ku khawatir pilihan untuk mengasingkan diri sudah tidak ada lagi Saga akan memburu Anda." idak kembali bersamaku dan meminta maaf pada Kaisar: maka Anda harus bunuh diri ak u khawatir pilihan untuk mengasingkan diri sudah tidak ada lagi Saga akan memburu Anda. melemparkan b angsawan itu yang terjatuh dengan memalukan ke tanah. ingin . Kau ular bermuka dua yang hebat. Jika kau memang memiliki kehormatan atau keberanian sejati . dan agak melawan. mestinya kau menantangku secara langsung. "Saat itu tipuan dan ilmu sihir takkan bisa menyelamatkan Anda!" Kono berdiri. melompat ke atas punggungnya lalu menarik tali kekang dengan kasar untuk memalingkan kepala kudan ya. tapi menyesali keputusan Anda." sahutnya. dan Takeo tahu semu a orang berharap ia memberi perintah untuk membunuh Kono.. "Biarkan dia mengejarku: dia akan kaget atas y ang akan menantinya. dan m erebut Tiga Negara dengan paksa." Wajah Kono yang sudah pucat makin pucat. dan tanpa membungkuk hormat berjalan ke arah kudanya. Ia berharap melakukannya sendi ri. bawahanku dan adik iparku. tapi kurasa kau berniat j ahat padaku dan berusaha melemah¬kan diriku. Dua pengawal terdekat menarik pedang.

seraya berpikir kalau putrinya akan lebih aman di sana ketimbang berada di belakang. Kita harus berhasil menyeberangi jalur sempit secepat mungkin." sahut Shigeko tanpa ragu. dan melihat wajah putrinya tercengang." "Maka tunggangilah Tenba. ambil kuda Lord Kono dan bantu dia. "Kirim Sakai pergi untuk memberitahu Kahei dan perintahkan dia bersiap untuk berperang." tuturnya. Kemudian muncul masalah apa yang harus dilakukan dengan kuda beban. lalu berpaling agar tak lebih mempermalukan bangsawan itu. Besok mungkin ia akan melihat putrinya be rtarung mempertahankan diri. dan kita masih bisa menghindari pe-perangan. Para pengawal menurunkan pedang lalu menya¬rungkannya kembali." sahutnya." ujarnya. "Saga telah menipu dan mengancam kita. Ashige." sahut Takeo. "Ayah bisa menye¬lamatkanmu dan kirin hanya dengan cara menye rahkan diri pada Lord Saga. namun putrinya itu belum pernah membunuh satu makhluk hidup pun. "Shigeko." "Hewan itu harus bisa mengikuti kita bila tidak maka lebih baik dibunuh sekarang juga. Ayah akan bunuh diri. kau akan menikah dengannya. da n hadiahhadiah mewah dari Kaisar dan Lord Saga yang mereka bawa. dan menyuruhnya berjalan di depan bersama Gemba. rencana jaha t dan pengkhianatan yang mengepung dirinya.menghukum orang yang berada di bawah kakinya atas semua penghinaan. Akan kupastikan kirin tidak tertingg al. "Dia kelelahan. Takeo mengambil kuda Shigeko. Tapi sesuatu mencegahnya untuk melakukan i tu. Takeo sadar. "Mereka berdua akan saling memberi seman gat. serta mengingkari semua janjinya pada kita." Sebagai gantinya. Takeo ber paling ke arah Hiroshi dan berkata." "Kita tidak bisa lakukan itu." "Ayah. bagaimana dengan kirin?" tanya Shigeko. "Hiroshi. Halaman 272 dari 600 . Saat didengarnya derap langkah kaki makin menjauh menyusuri jalan itu. Dia takkan sanggu p mengikuti kita.

"Aku memanjat pohon dan melihat ke belakang ke arah Timur. Ia berpikir betapa Kaede sangat senang atas itu semua. bukan makhluk dalam dongeng. Apa artinya restu dari Surga? Kita tahu kalau kirin hanyalah hewan biasa." sahut Hiroshi. bahkan baju zirah berhias indah pemberian Lord Saga. dan Takeo lebih suka baju zirah miliknya yang diurus oleh Kahei. Takeo menyesali kehilangan benda¬benda indah itu: jubah sutra. sedang mengejar kita." "Ya. Hewan itu kabur karena merindukan kawannya. Baju z irah itu berat dan tidak praktis. akan kututup semua rute yang bisa kau lalui sebelum kau meninggalk an ibukota. "Semua benda itu adalah sesaji untuk dewa gunung." "Itu juga terpikir olehku. dan pasukan pertahanan Saga di perbatasan pasti juga sudah melihatnya.Kuda-kuda itu tidak bisa mengimbangi jalan kuda lainnya merasa kalau Kaisar sudah terlanjur tersinggung dan tak bisa uda-kuda itu tidak bisa mengimbangi jalan kuda lainnya merasa kalau Kaisar sudah t erlanjur tersinggung dan tak bisa ditebus dengan apa pun. Takeo memerintahkan agar bal-bal dan keranjang ditinggalkan di dekat kuil batu kecil d i tepi mata air. "Dengan teropong aku melihat pasukan Saga dari kejauhan. . selagi mereka berkuda menjauh. "Meski aku tidak percaya dewa mana pun bisa menolong kita saat ini. "Begitulah cara manusia me nghadapi dunia." tutur Sakai. dan ketakutan mereka dipastikan tak lama kemudian saat Sakai kembali melaporkan bahwa jalur telah dipenuhi pasukan Saga yang bersembunyi di s ela bebatuan dan pepohonan." "Kini kirin sudah menjadi perlambang. bersenjatakan panah dan senjata api. cermin perunggu dan mangk uk berpernis. Mereka mengibarkan pan ji-panji merah. Tandu pun ditinggalkannya." "Kini bukan saatnya untuk bicara filsafat! Sebaiknya kita bicarakan tentang renc ana pertempuran." "Butuh berapa lama hingga dia bisa sampai di sana?" tanya Takeo." tuturnya pada Hiroshi. Tapi apakah kini perbatasan itu tidak dij aga? Andai aku menjadi Saga. maka dia juga bisa melewati¬n ya tapi dia harus mendaki gunung dan turun di sisi gunung yang satunya lagi sebelum mencapai tempat Lord Miyoshi. aku sudah memikirkannya sejak kita melewati jalan ini: perbatasan di depan kita dapat digunakan untuk bertahan meng¬hadapi pasukan Saga." aku Takeo. Aku suruh Kitayama mengitari tempat itu bila orang lain bisa melewatinya. tapi tidak melihat ada ja lan keluar lain.

"Tapi mereka memiliki semua keuntungan dari tanah datar. "Ayah hendak memancing musuh kel uar dari persembunyian." ujarnya."Beruntung bila dia bisa sampai sebelum malam. "Saat itulah kita bisa menembak mereka satu demi satu Anda dan Lady Shigeko harus berkuda denga n kecepatan penuh sementara kami melindungi kalian. "Satu-satunya harapan kita adalah meng¬giring mereka ke lahan terbuka." Takeo terdiam merenung selama beberapa saat. kemudian menyuruh Sakai pergi lebih dulu bersama pengawal lainnya untuk ber¬henti tepat di depan perbatasan lalu bersembunyi. Halaman 273 dari 600 . sewaktu turun dari punggung T enba lalu mengambil tali kekang Ashige dari tangan ayahnya." sahut Hiro shi." ujar Hiroshi." "Ayah takkan pergi sendirian." "Terlambat untuk memberi kejutan: tapi bisakah kita mengecoh dengan mengitari me reka?" tanya Takeo." "Baiklah. pasukan kita kurang lebih sebanding dengan jumlah pasukan musuh. Kami tak sempat menghitungnya. Ia la lu menyusul Shigeko dan Gemba. "Ayah harus meminta kuda itu kembali. kan?" tanya Shigeko." "Ada berapa banyak pasukan di perbatasan?" "Lima puluh sampai seratus orang.

" sahutnya sera ya melirik ke arah Gemba yang duduk diam tanpa ekspresi di punggung kuda hitamnya." "Ayah harus ambil Jato kembali." Takeo mengambil pedang itu dari putrinya dengan rasa terima kasih." ujarnya. mendongak sesaat dan melihat awan tebal yang mengandung kilat menumpuk di arah B arat. "Tapi takkan ada yang melih at Ayah. adik Sada." sahutnya. Sewaktu menunggang kuda menjauh dari pasukan bersama kirin." Takeo jarang memperlihatkan kemampu¬an Tribe-nya pada Shigeko. dipeluknya Shigeko."Ayah akan pergi bersama Tenba dan kirin. Tenb a mengayunkan kepala ke arah gadis itu. tepat di depan pelana. "Mungkin kelak kau tak punya pilihan. Takeo meraih tali kekang Tenba den gan tangan kiri. gadis Muto. berdoa dalam hati bagi keselamatan put rinya. "Tapi takkan ada y ang melihat Ayah." "Kami akan berusaha melumpuhkan mereka ketimbang membunuh mereka." tutur Takeo. "Tak ada yang bisa menyakiti Ayah. Ia telah memerintahkan bahwa dia harus pergi sendiri. hingga terlalu berat bagi Shigeko untuk membawan ya. "Mungkin aku bisa membantu." "Kau bersenjata?" . Ayah jangan pergi tanpa membawanya. Takeo menyadari ada seseorang yang berjalan kaki mengikutinya." ujarnya. Saat itu kira-kira tengah hari dan cuaca sangat panas. Tapi kau harus me nyiapkan panahmu dan bersiap untuk menembak mati. Tenba mengibaskan kepala menghalau kerumunan serangga kecil yang meng¬gigitinya. Ada bingkai k husus yang sengaja dibuat pada pedang itu. pedang itu sudah di punggung Tenba. Dilihatnya tatapan ragu putrinya yang kemudian dengan cepat dikendalikannya." sahutnya. "Lord Otori!" Ternyata itu Mai." Ayah akan pergi bersama Tenba dan kirin. "Jangan khawatir. Pedang itu masih disarungi denga n kain upacaranya dan kelihatan luar biasa. "Ini akan menjadi pertempuran yang sebenarnya. dan kini pun ia tak ingin menjelaskannya. Takeo berhenti sejenak lalu gadis itu berjalan menghampiri ke samping kuda. ingin putrinya siap untuk peperangan yang haus darah. Takeo mengikatkan tali sutra kirin ke tali leher Tenba dan sebelum menaiki kuda. lalu memalingkan pelananya untuk memerintahkan siapa pun itu agar kembali ke pasukan. "Ijinkan aku pergi bersama Anda. atau bahkan membica rakannya. bukan perlombaan.

"Terima kasih.Mai menarik sebilah belati dari balik jubahnya. tapi tepat di depan perbatasan. Mereka pasti terbuai dengan kecerobohannya sendiri. lalu membiarkan kemampuan menghilang menyelimuti diri¬nya. Apakah Anda bermaksud memaksa musuh menampakkan d iri agar para pangawal bisa menyerang mereka?" "Mereka akan melihat seekor kuda perang dan kirin berjalan sendiri. Jangan menyerang dulu sampai m ereka berada di daratan terbuka dan Sugita memerintahkan tembakan pertama. Berlindung di sisi mana pun yang kelihatannya hanya ada sedikit musuh. tapi sudah mulai tenggelam di ufuk bar at. Lord Otori berencana meng¬gunakan kemampuan menghilang?" Takeo mengangguk. Matahari masih tinggi di langit. makin ba gus. pikir¬nya dengan perasaan sedih saat didesaknya Tenba agar berjalan lagi. da n garotte. Setiap nyawa yang kuhabisi akan mem¬bala skan dendam kakakku. "Aku juga bisa menggunakannya. tuan. "Aku juga punya pisau lempar. Kuharap kein gintahuan dan keserakahan akan meng¬giring mereka menghampirinya. dan bayangHalaman 274 dari 600 . dan bunuh musuh sebanyak-banyaknya semampumu. Makin mereka kebingungan." Mai tersenyum tipis. Jalanan itu makin curam dan berbatu." Kini aku yang memulai peperangan. jalannya ag ak menanjak dan melebar.

helaan busur. ia me mbiasakan diri untuk memisah kan ketrampilan ksatria dari kemampuan Tribe. Tak ingin terjatuh seperti Kono atau pun kehilangan kemampuan meng¬hi langnya karena . ter¬bentang Tiga Negara. kirin berjalan dengan tenang dan a nggun seperti ayang mulai memanjang. kini berselimut awan. dengan leher panjang serta kulit yang bercorak aneh. tinggi dan asing. Takeo tidak takut mati. tapi kini rasa takut yang nyar is tak disadarinya muncul. keri at-keriut pepohonan tua. d engan surai dan ekor berkilau sama terangnya dengan pelana. Apakah pemandangan itu mimpi. Dikejauhan Takeo mendengar desingan layang-layang dan kepakan sayap burung. ter¬bentang Tiga Negara. ia berdoa saat halilintar bergemuruh lagi. dan terdengar g emuruh halilintar yang membuat Tenba mengibaskan kepala dan gemetar. Bila aku harus mati. Di kedua sisi jajaran pegunungan. pedang di samping pelana. gemerisik pelan orang berpindah tempat. pada peluru yang bisa membunuh dari jauh. ia sudah sering bersentuhan den gan kematian hingga tidak membuatnya takut.bayang mulai memanjang. terlebih lagi. Di kedua sisi jajaran pegunungan. kini berselimut awan. muncul dari hutan leba t. bila aku mati akibat senjata api. Ia ing in tahu apa yang ada dalam pikiran prajurit yang tengah me¬mandangi kuda dan kirin berjalan melewat i lembah. dan bahkan lebih mengancam lagi. Petir berkilatan di kejauhan. Sesaat darahnya membeku. dan gemericik air. ijinkan aku mati oleh pedang. ia sudah yakin kalau tak seorang p un yang bisa membunuhnya sampai putranya sanggup melakukannya. serta kirin. Saat memasuki lembah. Dibiarkannya tali kekang kuda meng gantung dan mengangkat kakinya dari sanggurdi agar tidak kelihatan ada penunggangnya. Terdengar olehnya desingan sebatang anak panah: Tenba juga mendengarnya dan terk ejut. bijih besi yang ma mpu mengoyak daging dan tulang. dan terdengar g emuruh halilintar yang membuat Tenba mengibaskan kepala dan gemetar. Ia tak ingat pernah menggunakan kemampuan menghilang saat menunggang kuda. kirin berjalan dengan tenang dan a nggun seperti biasa. atau legenda yang menjadi kenyataan? Kuda hitam. karena akulah yang mengenalkan serta mengembangkan benda itu. Petir berkilatan di kejauhan. bunyi ketukan senjata api yang tengah diisi bubuk mesiu. maka itu hanya untuk keadilan . terdengar oleh¬nya suara b erbisik. muncul dari hutan lebat . Takeo berusaha menjaga keseimbangan tubuhnya selagi gerakan mendadak itu menarik tubuh nya ke kanan dan ke kiri.

Anak pan ah itu tidak dibidik langsung ke arah hewan hewan itu. Langkah Tenba mulai berderap dan kirin mulai berlari dengan lompatan naik turun di sebel ahnya. Anggota pasukan mulai menampakkan diri satu demi satu. bersyukur atas reaksi kuda itu seperti yang diharap¬kannya. Dipelankan napasnya dan membiarkan tubuhnya mengikuti geraka n kuda seakan mereka adalah satu makhluk. memaksanya maju.kurang konsentrasi. Kemudian ia menekan kedua kaki agak di samping perut kuda itu. berusaha menghalangi agar kedua hewan itu jangan ke ujung lembah. Tenba menegak¬k an telinga dan memutamya ke arah suara tadi. Kini teriakan terdengar di mana-mana. tapi mereka mengesampingkan dari tempat p berat sehingg Sebagian besa senjata ini. bisa dilihatnya tanah datar di bawahnya tempat pasukan Kahei menunggu. Kirin pun mengik uti dengan patuh. Anak panah itu berjatuhan ke tanah sejauh beberapa langkah di depannya. panik karena mereka seperti sekawanan serigala. Takeo m erasakan tanah mulai curam: mereka telah melewati titik tertinggi lembah. dari arah se latan. Di depan. dan mempercepat langkahnya sampai akhirnya melangkah santai dan pelan lagi. Satu orang lagi menjawab teriakannya. hanya sekadar menguji reaksi alami mereka. Takeo membiarkan Tenba ber gerak dengan cepat dan ringan. Terdengar teriakan di sebelah kanannya. Mereka tidak bersenjata a mudah untuk mengepung dan lebih leluasa: mereka berharap bisa menyergap cepat. Tenba mendengus. dan beberapa senjata api. mereka berlomba-lomba menjadi orang pertam a yang memegang tali kekang kuda perang itu untuk menyatakan menjadi milik¬nya. r mereka bersenjatakan busur panah. bermunculan ersembunyian mereka lalu berlarian ke permukaan lembah. dari sebelah utara lembah. Hal ini membuat lebih banyak lagi pasukan bermunculan dan berlarian lebih cepat. lima atau Halaman 275 dari 600 .

tangan kiri mengambil alih peran tangan k anannya yang cacat. Tenba berderap . Ia menyadari Hiroshi yang datang bergabung dengannya. Di belakangnya terdengar dentuman langkah kuda selagi pasukannya Hiroshi ber¬hamburan memasuki lembah. Kirin berla ri dengan canggung ke depan sementara Tenba. pedang terhunus di tangan. l angkah panjang kirin membuatnya seperti melayang di atas tanah. Di belakangnya terdengar dentuman langkah kuda selagi pasukannya Hiroshi ber¬hamburan memasuki lembah. Ia menghempaskan berat badannya ke belakang saat berusaha mel ambatkan gerakan Tenba. melambatkan l angkah dan berputar untuk menghadapi prajurit berkuda lain yang kini mengepung Takeo. menguatkan diri lalu menarik Jato dengan tangan kiri. bak kepakan sayap. Desingan mengerikan anak panah me¬menuhi udara. membuat mereka yang berada di belakangnya cukup lama merasa ragu untuk lari ke luncuran anak panah selanjutnya. meliuk bak kuda jantan tengah menggiring kuda betina. Tenba ber derap. l angkah panjang kirin membuatnya seperti melayang di atas tanah. Takeo mendengar sebatang anak p anah berdesing melewati dirinya. Pasukan berkuda muncul di depannya. dan melihat prajurit pertama terjatuh. menghantam prajur it berkuda hingga jatuh dari pelana. menyeringai. meliuk bak kuda jantan tengah menggiring kuda betina. mungkin mengingat untuk apa dia dilahirkan. Takeo mendengar sebatang anak p anah berdesing melewati dirinya. Satu prajurit segera tumbang. anak panah menembus dad anya.enam orang pasukan berkuda muncul dari celah antara tebing yang curam. bersiap menggigit. bersiap menggigit. Kuda tunggangan Hiroshi ya ng berkulit abuabu . dan melihat prajurit pertama terjatuh. karena tak satu pun mengenai kedua hewan itu. sebilah pisau berbentuk bintang m enancap di matanya. Ia mem biarkan dirinya terlihat di waktu yang sama ketika mengayunkan pedang ke kiri. atau kemahiran para pemanahnya memang luar biasa. Jato melompat seperti yang biasa dilakukannya. menyeringai. lalu ia menebas tali yang mengikat kirin ke kuda itu. pasukan itu menyadari kalau itu jebakan dan mulai berlarian kembali u ntuk berlindung di antara bebatuan. Dilupakannya usia dan cacat tangannya. seolah bergerak atas kehen daknya sendiri. Baik Tenba maupun kirin berada tepat di luar ja ngkauan. Takeo meraba¬raba s anggurdi. memasukkan kakinya. orang pasukan berkuda muncul dari celah antara tebing yang curam. anak panah menembus dad anya. Terlambat.

dan prajurit pejalan kaki juga kabur. "Maju terus. setidaknya untuk hari ini. Saga pasti sudah dekat di belakang. dan tersenyum dalam hati selagi mereka berj alan melewatinya dan mulai berjalan menurun. "Kumpulkan prajurit kita yang terluka dan tewas." Tadi hanyalah pertempuran kecil." serunya kepada mereka. sepertinya. Be tapa ia sangat merindukan Kaede: istrinya memenuhi pikirannya saat mengamati lembah untuk melih at prajurit nya yang selamat dan mengumpulkan sisa¬sisanya. pikir Takeo saat mengembalikan Jato ke sarung d an akal warasnya mulai kembali.pucat memerah karena darah. lalu mengara hkan Tenba menghampiri saat gadis itu menampakkan diri. "Tidak. mung kin enam orang terluka. sambil mengatur napas. Per¬tempuran besar akan terjadi nanti. Takeo mengulurkan tangan lalu menga yunkan gadis itu naik di belakangnya. "Kau terluka?" serunya sambil menengok ke belakang. Shigeko aman. arom a keringat Mai mengingatkan Takeo kalau sudah berbulan-bulan sejak ia tidur dengan istrinya. "Jan gan tinggalkan satu orang pun. Lima orang tewas. "Mai! Mai!" Dilihatnya kedipan sosok dengan kemampuan menghilang di sisi utara. Kita akan bergabung dengan Kahei malam ini. kesemuanya telah ia kenal selama Halaman 276 dari 600 . biarkan mereka pergi. "Apakah kita akan kejar mereka?" scru Hiroshi." teriak Mai balik. Jangan ditunda. mem¬belokkan Keri." Kemudian Takeo berteriak lantang." Dapat dirasakannya debar jantung Mai berpacu cepat menempel di punggungnya. Takeo bersedih bagi mereka yang tewas. "Aku mem¬bunuh tiga orang dan melukai dua orang. Kita sudah berada di Tiga Negara." perintahnya pada Hiroshi. mencari perlin¬dungan di sela bebatuan dan pepohonan. Bentrokan m ereda dan sadar kalau pasukan berkuda musuh yang terakhir tengah ber¬usaha menyelamatkan diri. "Jangan. Lalu sekumpulan prajurit datang mengelilinginya: Shi geko dan Gemba dengan busur ter-sandang di punggung dan pedang di tangan.

Hiroshi membawa kuda ke dalam barisan. tempat Takeo bisa melihat putrinya bersama kirin. Pasukan Saga yang tewas ditinggalkannya di lembah . L ega melihat Minoru tidak terluka. Saga akan berad a di tempat ini esok hari. "Dia harus melewati jalur sempit itu. lalu entah di hari yang sama atau keesokan harinya mereka akan be rtemu dalam per¬tempuran. tapi kami tidak ada kabar resmi dari Hagi. dan dia juga tidak menyebutkan tentang beri ta duka ini. Dan dia harus kelihatan seperti penyerang. Kita haras mengalahkannya dengan telak dan membawa kembali pasukan ke wilayah Barat untuk menghadapi Zenko. tidak bersusah payah menebas kepala mereka atau mengurus yang terluka. Kita sedang memperta hankan Tiga Negara. Kau sudah mendengar tentang kematian Taku?" "Aku sudah mendengar desas-desus. dengan berita tentang situasi Negara Tengah dan wilayah Barat. dan bertekad memakamkan mereka dengan penghormatan yang tinggi di kampung halaman mereka di Tiga Negara. ke hilangan semangat dan kebingungan. karena ia mengharapkan surat dari ist rinya. dan bertekad memakamkan mereka dengan penghormatan yang tinggi di ka mpung halaman mereka di Tiga Negara." "Kita akan segera kirim pasukan untuk mempertahankannya. rtahun¬tahun. Mungkin saat itu Kaede memang belum mendengar kabar itu.bertahun¬tahun. "Setidaknya kita tahu Saga tak bisa datang lewat jalan lain. tempat dice ritakannya semua yang telah terjadi pada sang komandan. Saga akan berad a di tempat ini esok hari. lalu entah di hari yang sama atau keesokan harinya mereka akan be rtemu dalam per¬tempuran. ia pergi bersama jurutulis itu ke tenda Kahei. Pasukan Saga yang tewas ditinggalkannya di lembah ." tutur Takeo. serta membicarakan rencana untuk keesokan hari nya. begitu pula dengan kabar tentang kesehatannya juga si . hatinya terasa pedih melihat pen deritaan putrinya. akan kita biarkan terbuka. "Tidak. Kita tidak bisa tinggal di sini dan me nahannya dengan tidak jelas." sera Kahei. dan entah bagaimana terlihat agak kurus." "T idak ada kabar dari istriku?" "Tidak ada kabar sejak bulan ketiga. Wajah putrinya pucat. Kita harap Saga mengira kita sedang kabur. Suasana hatinya murung saat memberi salam pada Kahei di tanah lapang di bawah. bukan menentang Saga atau Kaisar. tidak bersusah payah menebas kepala mereka atau mengurus yang terluka." Hal itu membuat Takeo lebih tertekan lagi.

berusaha membang kitkan semangat dirinya dan juga Kahei." ujar Takeo. penjaga juga membawakan obor ilalang. begitu pula dengan pasukan pemanah tambahan." Kahei sudah mengatur pasukan dalam formasi tempur: kekuatan utama di sisi barat tanah datar. dengan kegiatan fisik. kita harus bersiap menyambut serangan mereka. "Hujan atau tidak. Gemba duduk di bawah sebatang pohon runjung kecil.bayi. "Aku belum mendapat kabar dari istriku." sahut Kahei. jelas terpisah dari hiruk pikuk kemah di sekitamya." sera Kahei. nam un awan gelap berarak tidak beraturan. Aku akan berjaga sementara kau dan pen¬dampingmu tid ur. Bulan putih semakin mendekati purnama. dan bagian samping di se¬panjang tepi utara terlindungi oleh barisan bukit yang menonj ol. dan kilat menyala di langit barat. "Mari ku tunjukkan pasukan kita. "Kita menghadapi cuaca buruk. "Jika terlalu basah untuk menggunakan se njata api. Di sini ditempatkan-nya para prajurit bersenjata api. kami pernah mendapat pesan dari Inuyama. membuang kekhawatirannya dengan cara yang biasa. tapi tidak ada kabar dari Negara Tengah." Takeo berjalan bersamanya di bawah cahaya rembulan untuk menginspeksi posisi. orang bilang kalau kabar buruk tersebar lebih cepat ketimbang kabar ba ik." Halaman 277 dari 600 . " Kau sudah bertempur satu kali hari ini. di dekat kolam yang menyediakan air buat mereka: matanya te rpejam. "Mungkin adikmu bisa terus menunda turunnya hujan." Kedua laki-laki itu terdiam sejenak. memikirkan rumah mereka nun jauh di sana da n anak-anak mereka. maka kita kehilangan keuntungan terbesar kita. "Baiklah." ujarnya.

cahaya terangnya yang mengeri¬kan. te rdengar olehnya gemeletak api dan menyadari kalau gerakannya yang tergesa¬gesa menghantam lentera hingga jatuh. Dilihatnya Kaede saat berusia lima belas tahun. kirin terus berlari melintasi lembah. dan memimpikan Kaede. mengencangkan tali di barisan kuda. makan sedikit. Mereka berada di penginapan di Tsuwano. tanpa goresan bekas luka di leher. dan di saat yang bersam aan meraih tubuh Kaede dan menariknya ke arahnya. bau terbakar menyesak¬kan cuping hidungnya. Dalam mimpinya. makan sedikit. Shigeko dan Gemba menemukannya di sana.. Kahei mengatur agar ia bisa nyaman: Takeo mandi dengan air dingin. tapi Gemba menghalau mereka.Karena sudah berada di perkemahan sejak bulan kelima. kemudian meregangkan badan di bawah lipa tan sutra tenda. api melahap tubuh Shigeru. Saat dirasakannya bentuk tubuh Kaede yang amat disayanginya dalam pelukannya. wajahnya masih mulus tanpa kerutan. kemudian meregangkan badan di bawah lipa tan sutra tenda.. hewan itu menunggu dengan kesabaran dan ke¬patuhannya yang biasa. rambut tebalnya hitam te rgerai. kilat menghanguskan per¬kemahan. arena sudah berada di perkemahan sejak bulan kelima. namun di depannya nampak sosok manusia dan kuda yang tidak dikenalnya. namu n kaki¬nya tidak cocok dengan permukaan tanah yang berbatu. diserahkannya hadiah pertunangan kepada Kaede. berjalan terpincang-pincang.* Setelah Takeo memotong tali pengikat. Gemba men gambil rumput kering dan air. Dia mengatakan bahwa Kahei harus diberitahu lebih dulu. Takeo terbangun. Shigeko d iam tanpa bicara saat melepas pelana Ashige. Dilihatnya lentera berkelap-kelip di antara mereka berdua saat Kaede menatap tangannya lalu menaikkan pandangan ke wajah. dan segera saja langkahnya melambat. dan bahwa Lord O . Keributan di belakangnya membuatnya panik. Kaede ditunangkan dengan Shigeru sekaligus t elah menjadi istrinya. Ke nji. Naomi. Mereka dikelilingi prajurit dari per¬kemahan yang ingin mengetahui tentang pertaru ngan tadi. Sadar kalau orang dan kuda yang sayang p adanya masih di belakang. halilintar memec ah langit. dan memimpikan Kaede. la langsung tertidur. Kahei mengatur agar ia bis a nyaman: Takeo mandi dengan air dingin. dan malam itu adalah malam pertunangan K aede dengan Shigeru. lalu membawanya ke perkemahan. la langsung tertidur. Ruangan itu meledak terbakar. hujan sudah me¬merciki tenda.

Sesaat ia merasa mereka berdua seperti orang yang berb eda: berlumuran darah. ekspresi kemarahan sisa pertempuran masih tergambar di wajah mereka. di samping Ashige. dan Tenba di sebelah kirin. pikir Shigeko.tori ada di belakang mereka. Aku hanya akan menikah dengannya. membuat figurnya kelihatan maskulin. Si gadis Muto. Setelah itu Takeo turun dan menyapa Kahei. kejam. di belak ang ayahnya dan Hiroshi di samping¬nya. Shigeko melihat ayahnya berkuda me¬masuki perkemahan. Hiroshi mengucapkan selamat tinggal kepada Mai lalu membawa kedua kuda menuju ba risan kuda. Mai. tapi kemudian berdiri sebentar untuk berbicara dengan Mai. Ekspresi wajah Mai pun sama. Aku mencintainya. Hiroshi mengambil tali kekang kedua k uda itu. Halaman 278 dari 600 . mengikat kuda miliknya. Hiroshi melihat ke arahnya dan Shigeko melihat ekspresi laki-laki yang sangat dikenalnya. Keri. kemudian mencaci dirinya sendiri karena merasa cemburu. Hiroshi yang p ertama turun dari kuda dan mengulurkan kedua tangannya untuk mengangkat gadis itu turun dari pungg ung Tenba. Perasaan itu menodai ras a lega karena temyata ayahnya dan Hiroshi tidak terluka. Shigeko berharap ia memiliki pendengaran tajam agar tahu apa yang sedang mereka bicarakan. Tenba mencium bau kirin dan meringkik keras.

Kau bisa membawa kirin. kepada Tiga Negara. "Tapi panahku mengena banyak orang. Bidikanku tepat kena sasaran: tak satu pun anak panah yang meleset. tapi biar kusarankan agar Gemba membawa¬mu pergi. aku merasakan penyesalan dan kesedihan. Tapi aku merasa telah mengkhianati semua yang telah diajarkan para Gu ru Besar. Berapa banyak dari mereka yang sudah mati sekarang? " "Aku juga membunuh." ujarnya pelan. dan tidak kuasa menambahka n. Kembalilah ke Inuyama. dan sudah lupa peristiwa mengerikan hari ini." ujar Shigeko. "Aku dilatih semasa kecil untuk hal ini." "Oh! Tentu saja." Dirasakan pipinya merona merah lalu berkata. Hiroshi lalu menambahkan. namun aku ingin menyakiti orang-orang itu . setelah kejadian itu. dan sudah terbiasa." Setelah berhenti sejenak. Aku tak bisa meninggalkan ayahmu." Mereka semua bahagia sekarang. Mere ka tidak tahu apa yang menanti besok. Mere ka tidak tahu apa yang menanti besok. "Aku har us melakukan hal yang sama." Gemba meninggalkan mereka. mengata¬kan kalau dia perlu menghabiskan waktu seorang diri." ujar Shigeko. seketika air mata terasa menusuk kelopak matanya. "Aku tak tahu apakah hari ini aku telah membunuh. " "Aku juga tak ingin meninggalkan Ayah. Aku tidak ingin menyakiti anjing¬anjing itu. "Dia pergi untuk menguatkan dirinya dengan Ajaran Houou. atau mela kukan semampuku untuk melindungi ayahmu juga dirimu. Seharusnya kau tidak terlibat." ujar Shigeko.. "Mereka punya makanan. juga karena telah bertempur bersama kita hari ini. "Apa yang kau bicarakan dengan gadis itu tadi?" "Gadis Muto itu? Aku berterima kasih padanya karena membantu kita lagi.. "Besok pasti lebih buruk lag i. Aku ti dak tahu bagaimana lagi cara untuk tetap setia pada ayahmu. Aku merasa gembira saat darah mereka menyembur. ke tempat bibimu. punya teman. "Juga Lord Hiroshi.. Pertarungan kecil ini tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan pertempuran yang akan terjadi nanti."Mereka semua bahagia sekarang. Aku sung guh-sungguh berterima kasih padanya karena membawa kabar tentang kematian Taku. saat hewan-hewan itu makan dan min um. Namun kini." tutur Hiroshi.. punya teman. saat hewan-hewan itu makan dan mi num." sahut Shigeko." ujar Shigeko. dan sudah lupa peristiwa mengerikan hari ini. dan memalingkan wajah ke arah kirin untuk menye . "Mereka punya makanan." Ia memalingkan wajah.

"Satu-satunya kecemasan¬ku saat ini adalah keselamatanmu. Halaman 279 dari 600 ." Hari masih terang. Kau adala h perempuan paling sempurna yang pernah kukenal. lalu menemui ayahku." ajak Shigeko. dan saat masa depan mereka kian tak menentu? Kuda-kuda sudah selesai diurus: tidak ada lagi alasan bagi mereka untuk berdiri di sana lebih lama lagi." "Kau sudah seperti kakakku. namun kenyataan kalau salah satu dari kita mungkin mati besok." Nampak¬nya Hiros hi pun berusaha mengungkapkan perasaannya. "Kita harus melihat medan perang. memenuhi dirinya dengan rasa gembira serta keberanian." "Perasaanku padamu jauh melebihi perasaan kakak terhadap adiknya. tapi aku tak bisa mencintai atau menikah dengan orang lain selain d irimu." ujarnya. "Mari berjalan-jalan sebentar." tuturnya.mbunyikan rasa bingungnya. demi nasib seluruh n egeri. jauh di ufuk barat pancaran terakhir sinar matahari menyebar keluar dari balik awan tebal. Kata-kata Hiroshi menghalau kese dihannya. Shigeko tidak tahu bagaimana memulai pembicaraan. takut kalau mereka akan mati tanpa semp at menyatakan cinta." Shigeko tak kuasa menahan diri untuk tersenyum. "Kau harus tetap hidup. Langit di antara tempat perlindungan mereka yang berwarna abu-abu tu a. "Lady Shigeko. Bulan masih tinggi perlahan berwarna keperakan. Akhirnya Hiroshi bicara. berwama abuabu pucat. Namun ia tak tahu bagaimana mengatakan saat dikelilingi prajurit. Aku tak¬kan meng ucapkannya padamu. penguru s kuda. "Tidak ada orang lain yang lebih berarti bagiku ketimbang dirimu. Ia ingin dipeluk pemuda itu. Aku tahu derajat dan kedudukan menempatkan dirimu jauh di atas diriku.

" ujarnya. Rambutnya tersangkut saat benda itu diikat talinya. "Anda harus segera bersiap. dengan penuh perasaan. jari nya terasa licin. Seumur hidup. lalu perg i menemui beliau. Tapi kini kulihat ternyata. Satu tenda terpisah didirikan untuknya. Mari kubantu Anda." ujarnya. juga kuda Anda. kuharap! Shigeko berani berpikir demikian saat mereka berpisah. ia diberitahu kalau ayahnya sudah tidur. namun ia menahan diri. Mai menghilang lagi. "Mari kita menikah. Terdengar olehnya perkemahan meledak dalam kesibukan di sekelilingnya. Saat ini aku t ak lagi merasa wajib menjadi istri Lord Saga karena dia telah memperlakukan ayahku dengan kejam." ujarnya. bau darah. Namun semua usahanya kalah oleh kenangan yang melintas di benaknya ing anak panah dan wajah serta suara Hiroshi. cepat-cepat mengenakan pakaian berkuda yang dikenakannya kemarin. Setelah mandi dan m akan. berusaha mengatur pikirannya dan mengobarkan kembali api yang tenang dan kuat dari Ajaran Houou dalam dirinya. gadis itu membawa perisai pelindung dada kecil terbuat dari kulit dan besi serta helm." Shigeko merasakan bobot asing perisai dada itu. dan melompat bangun ." Tidak semuanya." sahut H iroshi. Shigeko ingin segera menemui ayahnya. Sementara Shigeko makan dengan cepat. des . jeritan dalam pertempuran. la lu ia duduk sendirian dalam waktu yang lama. Shigeko tertidur sebentar dan terbangun oleh gemuruh halilintar dan percikan air hujan. ada hal lain yang lebih penting. "Mari kita menikah. "Lady Maruyama!" seorang perempuan berseru memanggil dari luar. Saat ini aku ta k Hiroshi. akan kubujuk orangtuaku. saat menghadapi kematian. aku senantiasa berusaha mematuhi orangtuaku dan ber¬tindak dengan be nar. "Namun mengetahui bahwa kau merasakan apa yang kurasakan telah memuaskan semua keinginanku. Saat kembali."Hiroshi. mengapa aku tidak bol eh melakukan hal yang sama?" "Aku tidak bisa melakukan apa yang ber¬tentangan dengan keinginan ayahmu. dan Mai masuk ke tenda membawa teh dan nasi dingin. akan kubujuk orangtuaku. Semuanya mulai basah. Ked ua orangtuaku mengutamakan cinta di atas kewajiban pada orangtua mereka. "Ayah Anda mengirimkan ini.

" "Tetaplah bersama Gemba. Matahari hampir terbit. Shigeko bergegas menuju barisan kuda." "Aku akan mencabut nyawaku lebih dulu." sahutnya. Ay baik." "Dan kalau kita menang?" Halaman 280 dari 600 . dan Saga tahu ini. Ayah yakin dia takkan menunggu hujan ah membutuhkan kau dan Gemba. "Shigeko. Jika kita kalah. Aku ingin bertempur di samping Ayah. "Bila kekalahan tak terhindar. tapi langit tampak kian pucat. Jato di sampingnya. "Aku tak ingin meninggalkan Ayah. dan mempertahankan negara dan rakyat kita sebagai istrinya. Hujan turun dengan deras. kau harus menikah dengan Saga." ujarnya pada Mai. Saat ini terlalu senjata api. dia yang ak an menyelamatkanmu. Mai menaruh topi baja di kepala Shigeko lalu mengikatkan talinya. menunggu kedatangan Hiroshi dan pengurus kuda menyele saikan memakaikan pelana pada kuda. lalu diambil pedang dan mengencangkannya di s abuknya. melewati siraman hujan bak tirai baja abu¬abu. Takeo sudah me ngenakan baju zirah." hardik Shigeko. kau harus hidup. "Tidak. karena kalian berdua adalah pemanah yang agar mengirimmu pergi. "Hiroshi memohon api sebenarnya Ayah membutuhkan semua orang yang ada." panggilnya tanpa tersenyum." "Aku senang." ujar Takeo."Ikat rambutku. t basah untuk menggunakan reda untuk menyerang. putriku.

para pemanah diatur dalam dua tingkat. pemanah dan pasukan ber-senjata tombak berujung tajam dan tombak berkapak tengah mengatur posisi." sahut Takeo. Kita harus merangkulnya dengan segala kejernihan pikiran. Andai keadaan tidak basah. kar ena Kahei telah melatih seni tembakan alternatif hingga hujan panah seperti sambung menyambung. Ayahmu ingin agar kita membidik dengan hari-hati dan menyerang pemimpin mereka. Mereka berjumlah beberapa ribu orang. Sudah takdir kita untuk berada di sini. Jangan sia-siakan sebatang anak panah pun. dan Shigeko mengikuti Gemba menuju sisi sebelah utara. Takeo berkuda bersama Hiroshi menuju bagian tengah tanah datar. dengan sepenuh hati." panggilnya." Mulut Shigeko terasa kering." tutur Gemba. "Dia tak menduga kalau kekuatan pemanah kita sama hebatnya dengan pasukannya. Dia terkejut saat pertandingan berburu anjing itu be r¬langsung. "Lord Gemba. tapi tidak belajar dari kejadian itu. "Saga menduga kita hanya berkonsentrasi pada senjata api. tapi aku tak tahu a pa itu. kuda yang sudah tak sabar. tempat pasukan b erkuda berkumpul. ." Shigeko mendengarkan kata-kata ini. perang tidak bis a dihindari. "Bagaimana bisa terjadi s eperti ini? Bagaimana kita bisa gagal menyelesaikan masalah dengan damai?" "Ketika keseimbangan hilang dan kekuatan laki-laki mendominasi. perhatiannya dipusaikan pada pemandangan di depann ya saat matahari semakin terang: warna merah dan emas baju zirah serta pelana. "Beberapa luka telah diatasi oleh kekuatan perempuan." sahut Takeo. matanya berkerut me lirik ke arah Hiroshi. "bahkan saat pasukan bergerak memutar dan maju. tapi nyaris tak bisa mengingatnya." sahutnya ringan. Kini dia akan sama terkejutnya seperti saat itu . takdir yang mengharuskan kita membunuh atau te r¬bunuh." tambahnya."Maka kau bisa menikah dengan orang pilihanmu." "Kita harus tetap di sini. selagi mereka berdua naik ke pung gung kuda. bahwa sebena rnya kita tidak meng¬inginkan atau pun mencarinya. tempat pasukan pejalan kaki. "Aku akan pegang janji Ayah. Maka kau bisa menikah dengan orang pilihanmu. matanya berkerut mel irik ke arah Hiroshi. mereka pasti melakukan hal yang sama untuk senjata api." sahut Gemba.

Halaman 281 dari 600 . prajurit yang selamat dari panah dihadang oleh pasukan utama Otori. dan posisi Takeo yang lebih meng¬u ntungkan.* Perang Takahara berlangsung lebih dari tiga hari di tengah badai yang disertai k ilat dan petir. Miyoshi dan klan lain dari Tiga Negara. Pasukan Saga sangat disiplin dan luar biasa terlatih. mereka dihujani anak panah dari kanan. Perang berlangsung tiada henti dari matahari terbit hingga matahari terbenam. dalam jumlah yang luar biasa besar. Mereka telah menakluk kan wilayah wilayah di utara. perang yang berusaha ia hin dari. tapi jenderal Kaisar itu dirintangi oleh sempitnya jalur menuju dataran. berperang dengan restu Kaisar.dan panji-panji Otori. bak semut yang terganggu keluar da ri sarang. berharap dianugerahi harta rampasan dari Tiga Nega ra. gelombang pertama pasukan Saga mengalir melewati perbatasan. Kemudian. pertama dihadang pasukan b erkuda yang menggunakan pedang kemudian oleh prajurit pejalan kaki. Maruyama. Inilah perang paling brutal yang pernah Takeo alami. Selagi pasukan Saga merangsek memasuki dataran. Juml ah pasukan Saga Hideki lebih besar tiga berbanding satu dengan pasukan Takeo. Malam har inya para prajurit merawat luka dan membersihkan medan perang dari anak panah yang berserakan.

Kahei menyaksikan dari lereng. Sama pentingnya. kampung halaman. penderitaan rakyat di bawah pengua sa Iida Sadamu. keriat¬keriut dan gemerincing pelana serta senjata. karena sebenarnya dia ingin pasukannya meng¬gunakan senjata api. sebagian disebabkan oleh peng¬khianatan para pemimpin distrik. Di pagi di hari kedua. pasukan Takeo tidak hanya berperang demi nyawa mereka. mendengarkan suara pertama kegiatan dari musuh. Ia bertekad untuk tidak hidup dengan kekalahan seperti itu lagi. pasukan Takeo tidak hanya berperang demi nyawa mereka. Pemanah sebelah utara menembak membabi¬buta. Keyakinannya bahwa Saga takkan bisa menang menguatkan tekad pasukannya. istri dan anak-anak serta tanah mereka. Klan Otori menderita kekalahan besar. kuda merah bata miliknya siap di sampingnya. Se . persiapan Kahei dilaku¬kan dengan sangat teliti dan penuh pe¬rencan aan. tapi juga dem i negara. Kahei melompat ke kuda l alu bergabung dalam pengejaran itu. menyebar untuk mengecoh pasukan pemanah ke utara dan mengitari sebelah selatan d ari pasukan utama Kahei. si juratulis. meski¬pun kaki mereka dibungkus jer ami. Ketika serangan pertama p asukan Saga dipukul mundur dan dihalau kembali ke jalur perbatasan. Kini akhirnya perang sudah dimulai. istri dan anak-anak serta tanah mereka. Takeo tidak tidur selain menyaksikan semalaman. semangatnya ber¬kobar : hujan tak bisa dihindari.Sebaliknya. tombak runcing da n tombak berkapak. duduk di dekatnya bernaung di bawah payung. tapi juga demi negara. n amun ada yang luar biasa dengan senjata tradisional: busur panah dan pedang. tanah di bawah kaki dengan cepat berubah m enjadi lumpur. Didengarnya langkah kuda. Miyoshi Kahei sudah bertempur bersama pasukan Otori sejak perang Yaegahara saat berusia empat belas tahun. pasukan berkuda Saga kembali melewati jalur sempit sebelu m hari terang. Mino ru. Dia sudah tak sabar selama berbulan-bulan. ebaliknya. Kahei tak pernah lupa masa-m asa yang terjadi setelah itu: penghinaan atas ksatria. Ia telah merencanakan operasi militer ini sejak musim semi. dan hujan anak panah kurang efektif dibandingkan hari sebelumnya. pedangnya mencincang dan menyabet punggung prajurit yang t engah melarikan diri. berusaha keras namun sia-sia menjaga agar tulisannya tetap kering serta mencatat semua kejadian. ingin menghadap i ancaman atas pemerintahan Takeo. hampir tiga puluh tahun lalu. kampung halaman. serta mengatur pengangkutan p ersediaan dan senjata dari Inuyama. Panji-panji klan basah karena lembap.

Kini Takeo mendengar jerit kemarahan dan kesedihan. ia berge rak memasuki kekejaman pertempuran. membelokkan kuda itu menghadapi si penyerang lalu menunduk menatap mata putra Ok uda. serta terkepung sewakt u berusaha membela diri dengan gagah berani. Bocah itu mengenali Takeo dan ber¬teriak memanggil. Takeo men dengar suaranya dengan jelas di tengah gemuruhnya pertempuran. setengah sadar. Segera dilihatnya kalau sisi kananny a dalam ancaman. pasukan pema nah terjebak dalam per-tarungan satu lawan satu dengan pasukan Saga. kalau Okuda berada tidak jauh di sebelah kanannya. "Lord Otori!" Ia tidak pernah tahu apakah itu seruan menantang atau seruan minta tolong karena Jato sudah turun ke tempurung kepalanya dan membelahnya. dan melihat ayah bocah itu t engah berkuda ke arahnya. Ia melihat. Ia menggerakkan Tenba ke samping untuk menghindari tikaman pedang ke a rah kakinya. Tadayoshi mati seketika itu juga. dan tidak mendapat bantuan apa pun. perang sudah ber¬langsung lama.muanya basah kuyup makanan. dan pakaian. Di bagian paling timur. Takeo tak berhasil melih at seorang pun dengan jelas di tengah pertempuran sengit itu. meski lencana setiap kelompok pra jurit pejalan kaki bisa terlihat samar di bawah guyuran hujan. senjata. Bocah itu terjatuh dari kuda dan kehilangan topi bajanya. Tadayoshi. pedang di kedua Halaman 282 dari 600 . Tenba gemetaran penuh semangat. dan cahaya matahari yang baru terbit menerangi pertunjukan yang menyedihkan itu. Seakan tak lagi memiliki rasa menyesal. Ketika hari terang. Ia segera ber¬kuda untuk membantu mereka dengan Jato di tangan.

Jato menanggapi dan menemukan titik tak te rlindungi di leher Okuda. Tersandungnya Tenba membuat serangan Ok uda agak berbelok. dan membiarkan kobarannya kian membara ka rena perasaan itu menghangus¬kan penyesalan. dan tidak siap. Okuda m embelokkan kuda lalu kembali menghampiri Takeo. S aat itu Tenba tersandung.tangannya. Jato menanggapi dan menemukan titik tak te rlindungi di leher Okuda. Amukan laki¬laki itu membakar amarah lama dalam diri Takeo. *** Masih di hari kedua. Di usia itu. tapi Takeo masih bisa merasakan akibatnya karena ujung pedang Okuda me ngenai bagian atas lengannya sampai ke bahu. Kahei memulai gerakan mengepung lalu menjepit yang bisa menjebak pasukan musuh untuk mundur. memberi waktu bagi Tak eo dan Tenba memulihkan diri. Amukan laki¬laki itu membakar amarah lama dalam diri Takeo. Kuda Okuda terus berderap. ia tidak merasa sakit dan mengira kalau ia tak terluka. Hiroshi dan pasukan¬nya mendesak pasukan Saga kembali ke jalu r sempit dalam serangan balasan. jalannya dihalangi oleh kerumunan prajurit. ia tidak merasa sakit dan mengira kalau ia tak terluka. terjatuh ke depan. Keberadaan sepupunya. memberi waktu bagi Tak eo dan Tenba memulihkan diri. Tersandungnya Tenba membuat serangan Ok uda agak berbelok. berusa ha mencengkeram surai dengan tangan kanannya yang cacat. Okuda m embelokkan kuda lalu kembali menghampiri Takeo. Gerakan yang cepat dan kuat laki¬laki itu justru membawa Jato menembu s ke dalam daging dan pembuluh darahnya. Takeo merasa tidak tenang dengan kematian Tadayoshi. namun jalan yang diikutinya . di belakangnya m embuat Hiroshi teringat perjalanan di tengah hujan seperti ini bersama sepupunya itu sa at berusia sepuluh tahun. Kuda Okuda terus berderap. tapi Takeo masih bisa merasakan akibatnya karena ujung pedang Okuda me ngenai bagian atas lengannya sampai ke bahu. dan tidak siap. Sakai Masaki. dan membiarkan kobarannya kian membara ka rena perasaan itu menghangus¬kan penyesalan. dan Takeo agak tergelincir dari pelananya. berusa ha mencengkeram surai dengan tangan kanannya yang cacat. Gerakan yang cepat dan kuat laki¬laki itu justru membawa Jato menembu s ke dalam daging dan pembuluh darahnya. pandanganya hanya tertuju kepada Takeo. Namu n Okuda tidak mengacuhkan mereka semua. angannya. dan Takeo agak tergelincir dari pelananya. Saat itu Tenba tersandung. Namu n Okuda tidak mengacuhkan mereka semua. terjatuh ke depan. Takeo merasa tidak tenang dengan kematian Tadayoshi. perang merupakan hal yang sangat diinginkannya. jalannya dihalangi oleh kerumunan prajurit. pandanganya hanya tertuju kepada Takeo.

pasukan Saga makin putus asa. Dalam salah satu desakan bal asan. darah menyembur dari leher dan bahunya. Gemba berkata. Luka-lukanya sudah ditutupi lumpur. Sesaat Hiroshi tak bisa percaya kalau beginilah akhirnya. Ajaran Houou. memengaruhi semangat pasukan di sekitarnya. "Aku menemukannya. mem¬butakan matanya. karena masa depannya bergantung pada ke¬menangan. Dia sekarat. Pedang kedua turun ke arahnya: dilihatnya Sakai menghempaskan badan di balik huj aman pedang itu. meraih tangannya dan berseru memanggil nya. darahnya sendiri atau darah Sakai. Hiroshi bertarung dengan kemarahan yang ia tidak tahu kalau ia memilikinya. "Hiroshit Kawanku! Jangan tinggalkan kami. berpaling selagi pedang meng¬hampirinya dan terus menangkis dengan pedangny a ke atas. Dibuangnya jauh-jauh semua p ikiran lain dan berkonsentrasi pada pertarungan. Keri tumbang. tapi berasap di tengah hujan. sekarat karena kehilangan banyak darah dengan luk a sayatan di kepala dan kaki. Napas¬nya terengah-engah. . membunuh. lalu menggendong Hiroshi kembali ke belakang bar isan untuk bergabung dengan prajurit yang terluka. Sakai pasti telah menyelamatkan Hiroshi. kulitnya basah oleh keri ngat bercampur air hujan. mendesak lawan kembali ke jalur sempit. tempat mereka terjebak di jalan yang menyempit. ia merasa lebih baik terbunuh atau mencabut nyawanya sendiri. Berjuanglah! Ber¬juanglah!" Mata Hiroshi mengerjap-ngerjap. Kini dirasa¬kannya semua darah yang mengalir dari nenek moyangnya menggelegak dalam pem¬buluh darahnya. Lentera telah dinyalakan. sudah dibersihkan dan dibalut denga n perban kertas. Bobot tubuh Sa kai menahan tubuhnya berada di dalam lumpur saat pasukan yang bertempur menginjak¬injak melewa ti mereka. wajahnya pucat kelelahan. Shigeko tidak terluka. Sakai tewas tergeletak di atas tu buhnya. Bila kalah dalam perang ini. Gemba menghentikan aliran d arah serta membersihkannya sebisa mungkin. Tak bisa kemana-mana. Takeo berada di antara mereka. bahu dan lengannya tersayat cukup dalam. Gemba menemukannya saat malam. menang. Takeo berlutut di samping Hiroshi. meneng¬gelamkan dirinya. darah. lalu rasa sakit menyel imuti dirinya.sekarang adalah jalan kedamaian. Lumpur menyulitkan dirinya untuk menjejakkan kaki dan j atuh dengan satu lutut." Dibaringkannya pemuda yang terluka itu di bawah. Hiroshi menemukan dirinya berta rung melawan dua prajurit tanpa kuda. namun tidak berbahaya.

"Dia tak mungkin sekarat! Dia tak boleh mat i!" "Dia berhasil bertahan sampai sejauh ini.Shigeko berlutut di samping ayahnya." Halaman 283 dari 600 .

semakin besar peluan g kita menyelamatkan yang terluka. "Sampai berapa lama lagi Saga akan bertahan seperti ini?" tanya Kahei pada Takeo malam itu. " "Betapa mengerikan semua ini. menurutku mereka sangat luar biasa ta pi kita tak bisa menghindari besarnya korban." "Jika dia bisa melewati malam ini. tapi tubuhnya menggigil ke ncang sekali. "Ksatria bertarung lalu mati. namun air mata bercucuran dengan deras dari matanya. "Bisa kau lihat betapa kuatnya dia. Diseduhn ya teh dan berusaha membuat pemuda itu meminum . "Dan kau juga. "Bisa kau lihat beta pa kuatnya dia. berusaha men urunkan panas demamnya." jar Gemba." Shigeko tak menjawab. tanpa sinar matahari untuk mengeringk an dan menyembuhkan. menjauhlah dari medan perang. "Jangan putus asa." "Seperti Sugita yang malang. "Beruntung aku sudah terbiasa memakai tangan kiri." "Lukanya tidak parah. "Alangkah tidak termaafkan mem¬bunuh orang. Aku takkan menjauh dari perang tidak sebelum S aga mati atau kembali ke ibukota!" *** Shigeko menjaga Hiroshi semalaman." sahut Takeo. Dia mengorbankan anak buahnya tanpa tujuan." ujar Gemba. dan Shigeko tak menemukan satu pun benda kering yang bisa menghangatkannya. berarti masih ada harapan. "Ini benarbenar gila. Kau harus beristirahat besok." "Bagaimana kita bisa membujuknya? Kita bisa saja menahan serangannya tanpa waktu yang pasti kuharap kau terkesan dengan para prajuritmu. Semakin cepat kita bisa mengakhiri perang. tentunya. meski rasa sakit semakin terasa sepanjang ha ri ini." sahut Takeo setuj u." imbuhnya." bisik Shigeko.ujar Gemba. Demam karena lu ka tak bisa dihindari dalam kondisi buruk seperti ini. Hiroshi masih hidup hingga pagi hari." sahut Takeo. "Dia tidak pernah kalah sehingga dia tidak akan mengakui pemikiran semacam itu." "Dia adalah orang dengan kebanggaan yang tinggi. sebelum mereka menggunakan kesempatan istirahat singkat untuk tidur. memandikannya dengan air dingin." "Begitulah jalan hidup ksatria.

Mai sudah menghabiskan waktu siang dan malam di sana." Mai ber¬baring dan mendempetkan tubuhnya ke tubuh Hiroshi. Tempat berlindung dari batang kayu yang didirikan untuk mereka yang terluka terus meneteskan air hujan. lalu menyingkirkan perba n Gemba. m erasakan kehangatan tubuhnya menyebar ke tubuh Hiroshi. Mai berkata. Shigeko mengulangi gerakan yang sama. "Apa yang harus kulakukan?" Mai berjongkok di samping Hiroshi dan meraba dahinya." ujar nya." pcrintahnya. dan Shigeko melakukan¬nya.nya: Shigeko tercabik antara tetap menjaga Hiroshi atau kembali ke posisinya di samping Gemba untuk melawan serangan Saga selanjutnya. merasakan darah pemuda itu." ujar Mai pelan. "Beraninya kau mengatakan begitu!" Halaman 284 dari 600 . "Dia sekarat!" "Tidak!" sahut Shigeko. menjilat pinggiran luka yang menganga dengan lidah lalu meludahkan air liurnya k e luka tersebut. dan Shigeko memanggilnya. "Dan begitulah kami menyembuhkan luka. tanah di bawah mereka becek deng an air hujan. Kedua gadis itu mengapit pemuda i tu tanpa bicara sampai suhu tubuhnya mulai naik lagi. "Ah. dia kedinginan. "Beginilah cara kami meng¬hangatkan orang sakit di Tribe. "Berbaringlah di sebelah sana.

Shigeko berusaha menenangkan pikiran seperti yang pernah diajarkan kepadanya di Terayama. derap kaki kuda. Jan gan tinggalkan aku! Perang berlanjut dengan lebih kejam lagi. "Sakiti si Saga itu. "Tapi bahkan laki-laki paling kejam sekalipun akan kelelahan. Kau harus bertempur. dan Shigeko merasakan jiwa mereka saling bertaut ." Shigeko berkata. Sakiti dia separah luka yang Hir oshi derita maka dia akan lari tunggang langgang mencari tabib di Miyako. Kita tak bisa melakukannya siang dan malam. "Dia sudah berada di tangan para dewa. terutama jika mereka terluka. dan aku harus merawat mereka yang lebih berpeluang hidup. dan seketika itu juga pergi ke tendanya lal u mengeluarkan ." ujar Mai." Dia perlu dirawat dengan benar. Kau harus bertempur. dia hanya mengarahkan pasukan dari jauh." "Bagaimana cara kita menghentikan perang ini?" "Laki-laki memang suka bertarung. temanku sayang. Diambilnya bus ur yang digunakannya untuk bertempur." ujar Mai. tapi ada sem acam kesunyian menyelimuti diri mereka berdua. pikirnya. panggilnya dalam hati kepada Hiroshi. Shigeko duduk di samp ing Hiroshi. jeritan mereka yang terluka. dan aku harus merawat mereka yang lebih berpeluang hidup. Tidak banyak yang bisa kau lakukan untuk Lord Hiroshi. membungkus kepala dan lehernya dengan sehe lai kain lebar lalu mencorengkan lumpur di dahi dan pipinya agar tidak dikenali. dan sesekali membasuh wajahnya dan memberinya minum karena saat ini dia terseran g demam lagi. "Bagaimana cara men¬dekatinya? Dia tidak muncul di medan perang. "Kenakan pakaian berwarna cok lat seperti warna lumpur dan siapkan busur dan anak panah yang paling mematikan. mengencangkan talinya dan menemukan sepuluh anak p anah baru. dentingan baja." Mai menatap Hiroshi lalu menatap Shige ko." imbuhnya saat Shigeko raguragu. Kita tak bisa melakukannya siang dan malam. dibului dengan bulu elang. Sementara menunggu Mai kembali. oleh Hiroshi dan Guru Besar lainnya. maka dia akan kehilangan selera perangnya." Shigeko mengikuti semua petunjuk Mai."Dia perlu dirawat dengan benar. Dia takkan meninggalkanku. Guruku yang terhormat. ujung anak panah terbuat dari besi bermata satu. membawa teriakan-teriakan yang membuat gila." "Aku akan menemukan caranya untuk Anda. Dita ruhnya semua anak panah ini ke dalam tabung.

Ketika tiba di puncak lereng dan melihat pemandangan di medan perang. seolah berada di padang rumput. Kuda-kuda yang terluka berusaha bangkit. Pasukan barunya masih segar dan telah beristira hat. hewan itu diikat dengan tali k ekang ke barisan kuda. "Kukira kau sudah kembali bertempur. Strategi Saga kini tampaknya bisa mengungguli Otori denga n kekuatan jumlah pasukan yang lebih besar. Agak di belakang mereka tampak kirin. sementara pasukan Otori sudah bertempur selama dua hari. "Kau darimana?" tanya gadis itu. Mari. Shigeko hampir tak memikir¬kannya selama dua hari in i: tidak ada yang punya waktu untuk membangun kandang baginya. ber¬ge gaslah. disadarinya kalau ia t akkan bisa menemukan gurunya itu. Pasukan Otori sudah membawa korban tewas dan terluka dari pihak mereka ke garis belakang. Kirin terlihat menyedihkan dan merana karena sendirian serta makin Halaman 285 dari 600 . berjal an ke barat daya. Berapa lama lagi mereka bisa bertahan? tanyanya pada dirinya sendiri selagi meng ikuti Mai mengitari sisi selatan tanah datar." Shigeko bertanya dalam hati apakah perlu memberitahukan Gemba kemana ia akan per gi. sementara disan-dangnya busur yang lebih besar di bahu kiri. Mereka menund ukkan kepala dan mulai makan rumput. tali kekang mereka yang putus bergelantungan terseret di lumpur. Perasaannya sudah mati rasa melihat begitu banyak oran g yang tewas. Mai sudah kembali. tabung an ak panah di bahu kanannya.busur kecil dan anak panah dengan bulu burung houou miliknya: menje¬jalkan semua i ni ke dalam jubahnya. Mengurus mereka sebentar. Saat kembali ke tempat Hiroshi. Shigeko melihat kuda-kuda itu berhenti tepat di depan kemah Otori. terasing dan jauh dari medan perang. sesekali berhenti dan terpincang¬pincang. segerombolan kecil kuda menderap. tapi pasukan Saga tergeletak di tempat mereka jatuh.

Mai kembali keluar dari kabut bak hantu. tempat laki-laki itu mendapatkan pandangan bak burung rajawal i ke medan perang di bawahnya. begitu kesepian dan jauh dari Sanggupkah hewan itu bertahan melewati cobaan bera hujan. serang¬kaian tonjolan bebatuan yang terjatuh mem¬bentuk anak tangga ala mi menurun ke jalur sempit. Dia bersenjata lengkap dengan pakaian warna hitam dan emas. diam tanpa suara. akar kedua pohon yang meli ngkar dan berbentuk aneh membentuk semacam kisi-kisi yang alami. "Tetap menunduk. Kadang Mai berjalan di depan. Di sini suara per¬tempuran agak berkurang." bisik Mai. menghilang ditelan kabut yang bergelayut bak gumpalan sutra yang belum d ipilin. Dua batang pohon pinus kerdil melekat di puncak batu itu. seperti gunung¬gunung di panji-panji hitam putih yang berkibar-kibar di sampingnya . Tepat di belakangnya. berkeliaran di an tara dua dunia. Ia merasa seakan telah tewas dan sekarang sudah menjadi hantu. dan memimpin untuk be rjalan terus. Shigeko meringkuk bernaung di bawah tonjolan batu besar yang meneteskan air hujan selama waktu yang dirasakan bak se umur hidupnya. Shigeko menahan n apas dan menyejajarkan tubuhnya dengan bebatuan. kerap¬kali mereka harus merangkak di bebatuan besar. Shigeko melihat beberapa orang melompat naik turun di anak tangga itu. mencermati suaranya ya . Beberapa perwira yang sama cemerlang dan bersih dengan dirinya walaupun hujan. t ini daurus di bawah siraman an berat ini dan perjalanan panjang kembali ke atinya. Kedua gadis itu berjalan melewati belakang bebatuan dan tebing yang mengelilingi tanah datar. Di sekeliling mereka menjulang puncak-puncak Gu gusan Awan Tinggi. Ia bahkan bisa mendengar suara Saga.kurus di bawah siraman hujan. berdiri me ngelilinginya. dan pintu masuk ke jalur sempit. bersama dengan peniup terompet perang dan kurir yang siap mem¬bawa pesan. Saga duduk di bangku kecil mewah berlapis pernis dan dinaung i payung besar. Saga berada tepat di arah depan mereka. m elaporkan perkembangan perang. topi bajanya berhiaskan dua puncak emas. Tanahnya berbatu dan licin. mem¬beri isyarat kepada Shigeko untuk menunggu. Akhirnya mereka tiba di batu besar dan memanjat sisi sebelah selatan. bertengger di tebing yang curam. Sanggupkah hewan itu bertahan melewati coba Negara Tengah? Rasa iba pada hewan itu meng¬hunjam h rumahnya. Shigeko menggeliat bergeser hingga ke posisi tempat ia bisa melihat di sela-sela akar ke arah timur.

dan kini mereka membidiknya. Ditariknya busur yang lebih kecil dari jubahnya dan menaruh sebatang anak panah di busur itu. Para perwiranya mundur selangkah d ari kemarahan besar itu. ter¬duduk dengan susah payah. anak panah tepat sasaran. dan terlihat jelas kulit leher yang lebih putih. Dirasakan s atu pukulan tajam.ng penuh kemarahan. orang di belakangnya memegang er at-erat dada Saga di mana anak panah melubangi perisai dadanya. Shigeko mengintip lagi dan melihat laki-laki itu berdiri. begitu pula Saga yang tak be rhenti memandangi dirinya. "Sekarang. menghantam pohon pinus dan serpihan kayu terkena wajahnya. Aku akan mati. Bulu burung houou berkilat keemasan. Shigeko melihat sekali lagi dan memerhati¬kan titik kelemahan orang itu. satu tembakan lagi meng¬hantam batu di kakinya. saat dia berdiri. namun Shigeko tak bergerak. Kau hanya memiliki satu kesempatan. Mai bemapas di telinganya. dan beberapa di antara mereka segera bergegas menuruni anak tangga ba tu untuk masuk ke kancah peperangan. Terdengar jerit kaget dan ter guncang. seolah tubuhnya tersandung sebatang tongkat. dan membiarkan anak panah itu melesat ke arah tatapan laki-laki Halaman 286 dari 600 . hujan memercik di sek elilingnya." Shigeko menarik napas dalam-dalam dan berpikir di sela setiap gerakannya. Akan d igunakannya pohon pinus terdekat untuk menopang kakinya. "Menunduk!" teriak Mai. berteriak d an menggerakkan tangan dengan kipas perang besi di tangannya. Wajah ter lihat jelas. satu anak panah melesat melewatinya. pikirnya . Saga melihat ke arahnya. Gerakan ini telah diterapkannya ribu an kali selama dua hari terakhir. hingga ia harus mem¬pertahankan keseimbangan saat menarik busur dari bahu dan anak panah dari tabung. Shigeko berdiri: busur meregang. tapi tidak merasa kesakitan. Dia akan melangkah di bawah batang togoknya: permukaan bebatuan pasti licin. dan bidikannya belum pernah meleset. tatapan matanya kejam.

memanggil seorang prajurit pejalan kaki untuk me mbawa kuda itu ke perkemahan. Takeo turun. mengagumi tekad dan disiplin mereka yang berada di sekelilingnya. kuda-kuda seperti terbang m elewati jalur itu. dan darah membutakan matanya. tu. kini dia semakin cemas. *** Sepanjang pagi Kahei bertarung di bagian sebelah selatan. lalu bersiap untuk menghadapi serangan berikutnya dengan berjalan kaki. menatap anak panah itu hingga menembus mata kiriny a. Sekelompok pasukan berkuda datang dari jalur sempit. bertempur dengan putus asa hingga nyaris tak seorang pun tersisa. Saat itu halilintar menyambar. menyadari p engkhianatan dan kekalahan yang tak bisa dihindari. dan udara di sekitar mereka seketika penuh dengan kepakan sayap. Terlepas dari kata-katanya yang penuh keyakinan kepada Takeo di malam sebelumnya . takut kekuatan pasukan Saga mengepung perkemahan dari sebelah sana. Banyak yang tepat sasaran.itu. mengingat segala yang pernah Guru ksatria dan Tribe a jarkan untuk mengalahkan rasa lelah dan rasa sakit. hanya Saga yang tetap membuka mata. tempat dia menambah ju mlah pasukan. Pedang-pedang berkilat. ketika perang berhenti untuk sementara. merahnya darah bercampur bulu yang basah kuyup dengan ai r hujan. ia menunduk melihat Tenba terluka sayatan di bagian dada. *** Takeo bertarung di tengah. menghabisi prajurit pejalan kaki yang mundur ke rintanga n yang telah mereka dirikan saat pemanah di sebelah utara meluncurkan anak panah. ketika pasukan Otori. tapi Takeo tak tahan memerhatikan kalau jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingka . apakah ia pun ditakdirkan kembali ke Hagi dengan membawa berita kekalahan besar? Ketakutannya semakin membakar tekad¬nya untuk meraih kemenangan. Berapa lama prajuritnya yang tidak tidur sanggup dapat bertahan d ari serangan yang seolah takkan berakhir? Dia mengutuk hujan yang menghalangi mereka menggunakan s enjata api. Aya hnya adalah salah satu dari sedikit prajurit yang selamat apakah sejarah keluarga itu akan terulang lagi. Sewaktu pasukan Saga berhasil dipukul mundur. mengingat saat-saat terakhir perang Yaegahara. dan mulai gemetar ketakutan. kuda itu seperti menyadari lukanya. Anak buah Saga yang berada di sekelilingnya menjatuhkan busur dan menutup mata m ereka. Sekarang ini.

Takeo beriuang keras menjejakkan kaki dalam genangan lumpur. Seperti Kahei. dan per-tempuran itu sedikit demi sedikit mengikis kekuatannya. berbohong p ada¬nya. Ia berguling menjauh. Dilihatnya kuda Maruyama. dan hendak menikam pergelangan Kono. mengabaikan rasa sakit dari luka di tangannya. Pasukan pejalan kaki miliknya suda h merangsek ke depan dengan tombak dan tombak runcing. berusaha agar ti dak terluka dengan pedangnya sendiri. ter¬sungkur dengan kepala lebih dulu. Saat ini kaki-kaki kuda menginjak-injak di sekelilingn ya. seekor kuda terjatuh berdebam di sam-pin gnya. hadiahnya kini digunakan untuk melawan dirinya. kini Takeo berada di sebelah kananny a. kini sang anak berkomplot melawannya. sudah mati. seperti prajurit berkuda yang kini hampir mendekatinya. Tebasan pertamanya yang cepat ke atas mengenai kaki laki-laki itu dan hampir mem buatnya putus: Kono menjerit.n hari sebelumnya.. dan mereka semua segar dan sudah beristirahat.. menyanjung sambil menyusun rencana jahat untuk menjatuhkan dirinya. Setelah ayah orang ini nyaris menghancurkan hidupnya. Ada berapa banyak lagi pasukan yang dimiliki Saga? Persediaanny a seperti tidak ada habisnya. k eyakinannya pun mulai berkurang. Dipegang nya Jato dengan erat. Halaman 287 dari 600 . mem¬belokkan kuda dan kembali. terperosok ke lumpur yang dalam. Dengan rasa terkejut dikenali pemimpin¬nya adalah Kono. lalu melomp at dengan cekatan ke samping agar si bangsawan berhadapan dengannya di sebelah kirinya. Saat menunduk di bawah tebasan pedang. terdengar pedang di sebelahnya mengarah ke arah punggung-nya. dan merasakan kemarahan dirinya meluap.

Sejenak ia t ak memahami artinya. rubah berkcliaran mencari mangsa. dan segera tertidur. Kono memegangi surai dengan dua tangan.Seketika kilat menyala tepat di atas kepala. Kahei memerintahkan pasukan beristirahat. Takeo berjalan di antara pasukan yang tertidur sama seperti ketika berjalan di a ntara korban tewas sebelumnya. berjalan melintasi medan perang untuk merawat kuda yang terluka serta memakamkan yang tewas. Ia mendengarkan desis lembut rintik air hujan di dedaunan dan bebatu an. Di malam hari keesokan harinya. eketika kilat menyala tepat di atas kepala. dan Sonoda Mitsura serta dua ratus pasukannya tetap tinggal untuk menjaganya.* Para mantan gelandangan. saling memekik d ari tebing yang curam. meletakkan senjata. Nampaknya laki-laki itu tak memerharikan Takeo. saat korban tewa s sudah dimakamkan. Takeo berdiri. Kemudian kumpulan massa di sekitarnya berkurang. Mereka mundur. Kahei. Burung gagak telah ber¬kumpul. musik pelan dan seperti hantu yang menggema di seluruh tanah datar. Sedangkan pasukan Saga yang tewas dimakam kan dalam satu kubur di tengah tanah lapang. pikir Takeo tak percaya. dari desa mereka di Maruyama. Gemba dan Takeo berjalan menyusuri barisannya. kini berubah menjad i gerimis. Malam harinya. Hujan deras saai Saga Hidcki memerintah¬kan pasukannya mundur. Di sel a-sela deru hujan. Tanahnya berbatu-batu sehingga kuburnya pun tidak dalam. Saat jenazah dibaringkan berderet. menyeka air hujan dan lumpur dari matanya dengan tangan kanan. mereka melepas baju zirah. dan hujan turun makin deras. mengenali semua yang bisa mereka kenali. sepertinya perang telah berakhir. pertahanan sudah ditempatkan dan tidak ada tanda-tanda Saga kembali. sementara Minoru mencatat nama mereka. percik air . Sisanya digunakan untuk membuat barikade di sepanjang jalur sempit. pandangannya terpaku pada keamanan jalur sempit. Menebas kepala tak diijinkan. Takeo mendengar suara lain. selagi suara terompet perang tenggelam d alam teriakan kemenangan dan pasukan di sekelilingnya mendesak ke depan mengejar musuh yang me larikan diri. Di sela -sela deru hujan. kakinya masih menyemburkan darah. Tonggak pagar pancang ditarik dan sebagian disusun menjadi tandu untuk mengangku t korban lukaluka kembali ke Inuyama. Kuda Maruyama tadi melewatinya. dan hujan turun makin deras. Takeo mendengar suara lain.

merasakan butiran embun di wajah dan rambutnya . "Kurasa dia agak membaik." "Kita akan membawanya ke Inuyama besok. kemudian harus berjalan k e Inuyama. dan terlindung dari hujan." Halaman 288 dari 700 . "Dia masih hidup. Ia amat cemas. memerhatikan wajah pucat dan napasnya yang t erputus-putus. Ia tahu kalau para pr ajurit yang kelelahan itu hanya bisa tidur sampai matahari terbit. kicau burung. Hiroshi telah dipindahkan ke dalam tenda Kahei yang menawarkan kenyamanan tertin ggi. Itu hanya bisa berarti sesuatu telah terjadi pada Kaed e. wajahnya masih berlumuran lumpur. kakinya diperban dengan asal-asalan. Tabib Sonoda akan merawatnya.terjun di kejauhan. "Bagaimana keadaannya?" tanyanya. ingin pulang secepatnya. dan kelegaan ata s kemenangan tenggelam oleh kesedihan melihat harga yang harus dibayar. terasa sakit sekali. masih mengenakan baju p erang. sambil berlutut di samping Hiroshi. Takeo menemukan putrinya di sana. peringatan Gemba tentang peristiwa yang telah mengacaukan keselarasan pemerin¬taha nnya kembali menyiksa dirinya.. Seluruh bagian kanan tubuhnya." sahut Shigeko dengan suara pelan. dari tumit hingga ke bahu.. lalu ke Negara Tengah untuk mencegah Zenko membangun kekuatan di wilayah Barat.

Shigeko meng¬angguk tanpa bicara. Ajak Gemba." ujarnya. segera setelah memeriksa keadaan Tenba. Aku tak menyadarinya sampai setelah itu.Takeo bicara dengan yakin. Saga tidak menerima kekalaha n dalam pertandingan." Takeo tidak mengerti ucapan putrinya. bersama kirin yang malang. "Tidak lebih lelah dibandingkan yang lainnya. "Mai mengajakku ke tempat Lord Saga . "Kau lelah." "Kau telah melakukan tugasmu dengan luar biasa. Semoga Tenba siap: bila tidak siap. "Ya." Pujian Takeo membuat air matanya berlinang lagi. Ayah harus tidur. "Aku tidak bermaksud membunuhnya. Shigeko menatapnya dan berkata dengan cepat." "Pasti. tidak lebih lelah dibandingkan Aya h. Ayah ingin menungganginya kembal i ke Inuyama. "Sebatang anak panah mengenai kakiku. Mai yang menggendongku. Tidak parah. "Jadi kami harus berterima kasih padamu atas mundurnya pasukan Saga yang tiba-ti ba itu?" Takeo tak kuasa menahan perasaannya atas hasil yang adil ini. Shigeko meng¬angguk tanpa bicara. "Kaulah pewaris se jati Klan Otori dan Maruyama. meski sebenarnya ia memperkirakan Hiroshi takkan bert ahan dalam perjalanan." Mendadak air mata mengambang di pelupuk matanya. dan telah memastikan kemenangan mereka. meski sebenarnya ia memperkirakan Hiroshi takkan berta han dalam perjalanan. Kau dan Gemba harus mendampingi Hiroshi dan korban l uka lainnya." "Dan kirin." "Ayah jangan berkuda seorang diri. "Seperti yang selalu kulakukan selama perang. Kahei akan membawa pasukan. dia mencari konflik: kini Shigeko membuat dia terluka parah. Ajak seseorang. Aku memanah matanya." ujar Shigeko. bahka n mematikan. Hewan itu tidak tahu perjalanan panjang seperti apa yang menantinya. "Kau terluka?" tanya Takeo. "Dia takkan m au menikahiku sekarang!" Air matanya seketika berubah menjadi tawa. Aku hampir tak bisa berjalan kembali. Dan Ayah boleh me nunggang ." sahut Takeo. hanya melukai. melumpuhkan tapi tidak membunuh." ujar Takeo. Ayah akan meninggalkannya bersamamu . atau akibat apa yang akan terjadi di negeri ini. akeo bicara dengan yakin.

Kuda itu meringkik pelan menyapa saa t Takeo menghampiri. Ryume. Taku telah tiada. pertanda munculnya pelangi di langit. kuda milik Taku. Seperti pas angan suami istri. pasti tewas. Hiroshi di ambang kematia n. "Sekarang kau boleh menikahi laki Halaman 289 dari 700 . dan cahaya redup matahari menyembul saat matahari ter¬benam. wajahnya dekat dengan wajah pemuda itu. Tenba berdiri di sebelah kirin. Kuda abu-abu pucat bersurai hitam. Dia tak ada di antara kuda yang masih hidup. cahayanya memudar. Kuda-kuda itu mencapai usia tujuh belas tahun. Di dalam tampak redup. anak Raku." Awan agak menghilang. dengan kepala ter¬tunduk. Shigeko sudah tertidur di samping Hiroshi. Takeo menatap dengan penuh kasih sayang. meski saat ini hujan sudah mulai turun.Ashige. aku tidak membutuh¬kan kuda. Suasana hatinya murung saat kembali ke tenda. kembali ke bawah rintik hujan. dan mungkin akan berlangsung selama berminggu-minggu. Luka di dadanya sudah tertutup dan tampak bersih. dan kemungkinan tak bisa ditunggangi. Takeo menyimpul¬kan kalau otot bah unya terkilir. usia yang baik. walau kakinya kelihatan tidak terluka. Kemudi¬a n Takeo ingat pada kuda Hiroshi. Takeo berharap itu berarti besok akan lebih kering. tapi kematian mereka membuat ia bersedih. membawa kuda itu ke kolam air dan membasuhnya dengan air dingin. tepat beberapa minggu setelah kematian s audara tirinya. tapi Tenba teta p saja lebih menggunakan kaki kanan belakangnya. Keri. tapi kaki kanan k uda itu agak pincang.

ia dihantui mimpi dan halusinasi. Saga mundur. dan mengira tengah berad a di masa lalu.laki pilihanmu. Di setiap pemberhentian. menunggangi Aoi di samping Makoto menuju sungai yang meluap dan jembatan yang te rputus. tapi menolak berhenti. di hari ketiga. Ia berlutut di sisi Hiroshi lalu menyentuh dahi pemuda itu. "Lord Takeo. bersama Gemba sesuai anjurkan Shigek o dan Minora." ujarnya keras. ia seg era tertidur.. Hujan yang deras selama berhari-hari bisa berakibat gagal panen. Namun badannya sendiri tengah gemetar.. bak awan gelap yang menghilang. dan perjalanan mereka tempuh dengan cepat. Seringkali Takeo lupa di mana ia berada. Kau akan baik-baik saja. Perjalanan ditempuhn ya dalam rasa nyeri dan juga demam. Ia berkuda di punggung kuda betinanya yang tenang. Aku harus datang dan meng¬hang atkan tubuhnya. namun senyum masih tetap tersungging di bibirnya." ujarnya. "Tapi aku tak boleh tidur denganmu karena aku telah beristri. *** Ia berangkat menuju Inuyama keesokan paginya.." Hiroshi memejamkan mata lagi. dan takkan tidur dengan dirinya atau orang lain. dan sekonyong-konyong Yuki ada di samping nya. demam ringan menyerang Takeo. mereka menyebar kabar tentang perang dan hasilnya. "Mau kuambilkan teh?" "Ya. Tubuhnya dingin. Meskipun lukanya terasa sakit. Takeo mengira Hiroshi tidak sadarkan diri. "Kelihatannya kau kedinginan. "Jangan bicara dulu. Dia kurang sehat. Takeo berbaring. . Jalanan berlump ur dan acapkali tergenang air." jawabnya. Kuda betina dan kuda hitam Gemba segar seperti Ashige. nap asnya melambat dan kian dalam. namun Hiroshi tiba-tiba m embuka mata dan tersenyum." bisiknya. pikirnya. Kaede pasti kedinginan. sesekali suhu badannya m eninggi dan gemetaran." ujarnya kerasaki pilihanmu. semangatnya agak bangkit." "Perang?" "Sudah berakhir." Lalu diingatnya kalau Yuki sudah meninggal. Rasa menyesal menusuk hatinya atas nasib gadis itu dan peran dirinya dalam kematian i tu. dan segera saja orang berduyun¬duyun ke arah Gugusan Awan Tinggi unt uk membawa makanan kepada para prajurit dan membantu membawa korban yang terluka.

Sewaktu tiba di Inuyama. "Syukur kupanjatkan pada Surga. demamnya sudah reda dan pikirannya telah kembali jernih . Adik Kaede." Ai mulai bicara. dan melihat wajah Ai bersinar dengan p erasaan lega. tempat ia dibantu turun dari kuda oleh Minoru dan Gemba. "Akan kupanggil dia." lanjut Ai." "Ishida di sini? Mengapa?" Halaman 290 dari 700 . Ai. dan hati Takeo berdebar ketakutan. Kecemasan¬nya bahkan tak bisa dihilangkan dengan sambutan sepenuh hat i penduduk kota yang merayakan kabar kemenangan dengan menari di jalanan." sahut¬nya. k eluar menyambut di dinding sebelah luar kastil. Hujan turun la gi dan para pelayan berlari ke depan membawa payung. Apakah kau mendapat kabar dari istrik u? Aku tidak mendapat kabar apa pun sejak kami pergi di bulan keempat." "Lord Takeo." katanya dengan segera. "Suamimu selamat. Dia akan merawatmu. tapi hatinya tetap cemas. "Kau terluka?" "Kurasa aku sudah melewati bagian ter¬buruk. "Tabib Ishida ada di sini.

" akhirnya Takeo berkata. "Sudah mulai sembuh. Dengan hati-hati Gemba menyingkir¬kan perban dari bahu dan lengan Takeo lalu membasuh luk anya dengan air panas. "Mengetahui yang terburuk adalah tahu cara bergerak m aju." sahut Ishida. "Aku tidak bisa berlama-lama di sini. kuh arap kau membawa berita baik." Takeo menghirup teh. "Maafkan aku. Takeo melihatnya mengangkat lengan baju untuk men yeka air mata." Dia akan ceritakan semuanya. "Bisakah kau ikut denganku untuk mendengar apa yang telah membawa Ishida ke Inuyama?" "Tentu saja." "Ya. kelembutannya menakutkan Takeo." ujar Ai. setelah mereka saling memberi salam. mengelilingi mereka ber¬du a seakan membawa mereka ke dunia lain. Ia dan Gemba berjalan ke kolam sumber air panas dan melepas pakaian mereka yang kotor. hampir tanpa merasakannya. tapi begitu jernihnya suara menyakitkan telinganya. "Akan kutinggalkan kalian. Hujan membasahi lembut wajah dan bahu mereka. mereka juga tidak bicara selagi membasuh dan mengeringkan tubuh lalu masuk ke dalam air yang berbuih dan mengandung belerang. Mereka makan dengan cepat: Ai menyuruh pelayan membereskan nampan dan mem¬bawakan teh. aku akan mandi dulu. Kau menitipkan i stri dan putramu dalam perawatanku. Hal¬hal seperti ini memang sering terjadi. Ishida datang bersama mereka. "Biar kuperiksa. Mere . nasi dan sayuran musim panas. Ai menuangkan teh ke mangkuk biru berlapis kaca. "Mari ma suk. "Mari mas uk. tapi Takeo hanya mengangguk setuju. Kau ingin mandi dulu? Dan kami akan siapkan makanan bagi kalian. "Kau sudah jauh-jauh kemari." Ai sendiri yang menyajikan sop dan ikan panggang. Saat pel ayan kembali." sahutnya. Kau ingin mandi dulu? Dan kami akan siapkan makanan bagi kalian." "Nanti saja. "Lukanya semakin pulih." ujar Ai." Sew aktu Ai berlutut untuk menggeser pintu terbuka."Dia akan ceritakan semuanya. Demam dan nyeri membuat kepalanya pening: pendengarannya agak lebih peka dari bi asanya. bayi sangatlah lemah." ujar Gemba." sahut Gemba. aku merasa semua ini salahku. kelembutannya menakutkan Takeo. "Tak ada luka lainnya?" tanya Ishida." ujar Takeo." "Menurutku kau harus segera mendengar nya. ingin bersiap dan menguatkan diri untuk men dengar kabar itu.

yang kini tak akan bisa dikenalnya. Kematian seperti ini tidak wajar. "Bagaimana istriku menerima keadaan ini? Apakah karena penyakit? Apa¬kah Kaede juga sakit?" "Itu merupakan kematian di masa kanak¬kanak yang tak bisa dijelaskan." ujarnya. bibirnya berkerut sedih. "Apakah kau hendak mengatakan kalau putraku meninggal?" Kesedihan melanda dirinya. dan air mata menetes. lalu tertidur tanpa rewel. air mata berlinang di pipinya. bagaimana Kaede bisa tahan? "Aku harus segera menemui istriku. "Sementara sihir aku benar-benar tidak t ahu." "Bagaimana bisa begitu?" Tanya Takeo. nyaris marah. diberi cukup makan. tersen yum juga tertawa. Darah Takeo berdentum di telinganya. yang nyaris belum dikenalnya. Bila diriku saja t ak kuasa menanggungnya. tidak berusaha menyem¬bunyikannya. suaranya pecah." ujar Ishida. "Bocah mungil itu sehat pada malam sebelumnya." tutur Ishid a. Aku tak kuasa menanggung kabar buruk ini. mungkinkah dia penyebab kema tian putranya? Takeo menangis. tapi aku sama sekali tak tahu penyebabnya. "Bukan karena sihir? Bagai¬man a dengan racun?" Teringat olehnya kalau Hana berada di Hagi." Halaman 291 dari 700 . namun tidak pernah terbangun lagi. "Tak ada tanda-tanda racun. pikirnya." Ishida berhenti dan menatap tak berdaya ke arah Takeo. Mahkluk mungil itu.ka terlepas dari geng¬gaman kita. kemudian.

" ujar Ishida. dan melihat kalau kegelapan i tu akan melahap seluruh negara nya. tempat dia membangun kekuatan militer. seakan ingi n menopang tubuh Takeo. Dia duduk tanpa makan di depan Daifuku ji."Lalu istriku: bagaimana keadaannya? Dia pasti hampir gila karena sedih. "Jaraknya sem . Z enko mundur dalam keadaan gusar ke Kumamoto. "Kini kita tahu apa yang salah. "Gemba. "Tentu dia tidak akan menyia-nyiakan nyawa mereka. menyerahkan d iri ke tangan yang tengah berkomplot menentang dirinya? Mengapa istrinya mau melakukan hal semacam itu? Bergabung dengan suami adik¬nya? Tidak bisa dipercaya kalau istrinya melakuka n itu. Takeo duduk diam membeku." "Bisakah aku mencegat mereka di Yamagata?" tanya Takeo pada Gemba. Apakah Shizuka bersamanya?" Lalu istriku: bagaimana keadaannya? Dia pasti hampir gila karena sedih." bisik Ishida. "Kaede pergi bersama mereka." "Hana dan kedua putranya sudah tidak di Hagi." ujarnya." Dia tak menangis. Kaede meninggalkan Hagi? Dia pergi ke Kumamoto. Apakah S hizuka bersamanya?" "Banyak hal buruk terjadi sejak kau pergi. dan menyerukan pada putra sulungnya untuk bertindak dengan adil. Telinganya sudah mendengar kata-kata itu." "Ah!" ujar Gemba pelan. Namun sebagian dalam dirinya merasa tercabik-cabik. lewat Tsuwano dan Yamagata. Dia bergeser mendekati Takeo. Sebagai jawabnya. Kira-kira sudah sampai di mana mereka sekarang? Kapan mereka berangkat?" "Aku pergi kira-kira dua minggu lalu. di Hofu. "Aku harus menemuinya. "Istriku baru saja keh ilangan putranya. namun ekspresi kesedihan serta welas asih terlukis di wajahnya. "Apa? Kaede membiarkan mereka pergi?" "Lord Takeo. Sepertinya dia menjadi gila karena sedih. Mereka dal am perjalanan ke Kumamoto." sahut Ishida. siapkan kuda. Dirasakan semangatnya naik turun menuju kegelapan." "Istri Zenko dan putranya berada di Hagi. namun benakn ya masih belum memahaminya. "Mereka pasti pergi beberap a hari kemudian." ujar Takeo." tutur Ishida dengan sedih. seolah seluruh tangannya ter enggut habis.

mencari-cari jaw aban." Takeo ber¬henti bicara lalu menatap Gemba den gan pandangan penuh kesedihan. seraya berharap bertemu denganmu dalam per¬jalanan pulang. bawa mereka ke Yamagata. "Hiroshi luka parah. menjanjikan apa saja pada dewa manapun.inggu berkuda." "Mereka berjalan dengan lambat. Rawat mereka sebaik-baiknya. Benaknya seketika mulai ber¬pacu. agar istrinya tid ak meninggalkan dirinya. "Aku harus bersiap untuk bertarung melawan Zenko. Tapi bagaimana aku sanggup ber perang melawan istriku sendiri?"* Halaman 292 dari 700 ." la njutnya." tutur Takeo. Minoru. "Lord Takeo. dan begitu sanggup bepergian. Ak u akan ke sana dan mencari tahu apa yang telah terjadi. "Tak satu pun sanggup menghibur a tau mencegah kepergiannya." tutur Ishida. tapi Takeo tak mengijinkannya melanjutkan. membantah dan memohon. Shigeko luka ringan. Yang terpikir olehku adalah meminta bantuan Ai. kirim pesan sekarang juga kepada Miyoshi Kahei. beritahukan keberangkatanku." "Aku akan sampai di sana dalam tiga hari." Ishida tidak memandang Takeo: sikap bersalah sekaligus bingung. maka aku pergi dia m-diam dari Hagi. "Kirin juga mungkin butu h perhatianmu.

Kepergian Zenko dari kota itu disertai dengan cemooh dan berba gai bentuk *) Waktu Kuda: berkisar antara jam 11. "Kita butuh senjata. Penduduk Hofu adalah orang¬orang yang pemberani dan juga keras kepala. tidak berdaya. Maya panik. mengambil air dari kanal kecil. Maya melambatkan larinya untuk mengatur napas. yang diberi makan oleh burung-burung di Daifukuji. Merasakan kalau kemampuan meng¬hilangnya sirna saat ia kelelahan. "Dia akan berikan untuk kita . ungkapan dendam atau kebencian: para pengawal Arai yang berada di bagian belakan g rombongan bahkan dilempari kotoran atau sampah. pikirnya.Di Hofu. tapi tak tahu apakah pikiran itu membuatnya gembira atau sedi h. Jalan di si ni sepi. dan melihat Miki muncul kembali di sebelahnya. menyuarakan kekagetan dan penyesalan atas kematian Muto Taku. mengagumi mukjizat yang dialami Shizuka. seorang lakilaki tengah berjongkok mengasah pisau dengan batu asah. Mereka minum sambil bertuk ar berita dan cerita. dengan arus kapal yang datang dan pergi mema nfaatkan angin barat untuk menuju Akashi dengan membawa hasil bumi Tiga Negara. mereka berlari dengan menghilangkan diri melewati jalanjalan yang sempit." . Rumah mak an dan penginapan dijejali orang yang baru turun dari kapal. Tanpa berpikir panjang. makanan dan uang. pemuda itu takkan membiar¬kannya pergi. Orang itu melonjak kaget melihat ke¬munculan mereka yang tiba-tiba hingga pisau ya ng dipegangnya jatuh. kesal pada Z enko yang sangat tidak berbakti pada orangtua dan menghina dewa-dewa serta pasti akan dihukum ata s perbuatannya. bahkan dilempari batu. "Apa yang kau lakukan?" pekik Miki. diambilnya pisau itu l alu dia tusuk tangan laki-laki itu. Maya sudah kelelahan karena tidak tidur semalaman. Pelabuhan dalam puncak kesibukan¬nya.00.00 s/d jam 13. Mereka memb enci perbudakan oleh Tohan dan Noguchi. Miki dan Maya melihat sedikit kejadian ini. Di luar toko kecil. gelombang pasang di awal bulan kelima datang setelah siang hari di Wakt u Kuda*. pertemuan dengan Hisao. Hisao pasti dihukum. percakapan dengan hantu pe rempuan. maka mereka pun tak ingin kembali ke masa-mas a di bawah kepemim¬pinan Arai. Dan Akio pasti sudah tahu tentang si kucin g." jawab Maya. kebanyakan orang berada di dalam rumah untuk makan siang. dengan saru tujuan: menjauhkan diri dari Hisao dan Akio. seolah yakin Hisao aka n mengejar. Ia selalu menoleh ke belakang dengan gugup saat mereka lari.

dan memaksakan kue mochi ke dalam geng¬gaman tangan Maya. Maya berguling l alu muncul di belakang laki-laki itu. ditunjukkan¬nya tempat dia menyimpan bebe rapa koin." "Dewa menghukum rakyat atas kejahatan penguasanya." dia memohon. "Apa-apaan tadi itu?" tanya Miki sewaktu mereka meninggalkan toko. kini keduanya bersenjatakan pisau yang disembunyikan di balik pakaian. Halaman 293 dari 700 . Bola matanya terbelalak ketakutan. "Jangan bunuh aku. ambil pisau ju ga. Aku hanyalah seorang perajin yang miskin." ujarnya. atau kau akan mati." Maya mengoceh.Laki-laki itu menatap dengan tak percaya pada darahnya sendiri. maka ia harus memanfaatkan sebaik¬baiknya. "Beri kami makanan dan uang. Kalau si bodo h ini mengira mereka adalah iblis atau hantu. tapi aku tidak terlibat di dalamnya. "Adik." Miki mengambil pisau kecil dari tempat¬nya tergetak di atas selembar kain yang ter hampar di tanah. "Aku membenci kejahatan Lord Arai: aku tahu dia telah manghasut dewa-dewa menentangnya. Didekatinya laki-laki itu di bagian tangan yang tidak terluka lalu membimbingnya masuk ke dalam toko. kali ini di leher. melukainya lagi.

Kau pasti pernah mendengar tentang dia di Kagemura. Kita harus ke Hagi lalu memperingatkan Ibu. Burung gagak memekik di ketinggian pohon cedar. Yuki." Mereka mengikuti kanal sampai ke jalan yang mengarah keluar kota menuju utara. tapi perasaan itu segera berlalu. Dia putra Ayah. dia adalah cucu Kenji. Aku melihat Taku dan Sada dibunuh di depan mataku. dan jangkrik yang ber derik membosankan. seolah dengan tidak mengakui kelahiran adiknya itu. Miki. tapi sebenarnya bukan. hutan kecil mengelilingi kolam sumber air. kecuali bila kita mencegahnya." Gadis itu menatap permukaan kolam dengan murung. "Dan bocah itu. mau¬pun memikirkanny . tempat mereka duduk d an ber¬bagi kue mochi. Peluh bercucuran di wajah kedua gadis itu. kau tidak tahu apa yang sudah kualami. "Paman tengah menyiapkan pasukan melawan Ayah. "Hisao adalah kakak kita." ujar Miki dengan suara lemah. Di sini mereka minum sebanyak-banyaknya. dia sudah mendengar semua kisah Tribe ini sejak kecil." tutur Maya. adalah Kikuta Hisao. Aku ditawan Kikuta Akio." Maya menatap Miki. "Benar. "Sud ah menjadi takdir orang itu berada di sana saat itu. Ayo kita cari tempat untuk bersembunyi sebentar. tapi setelah bocah itu lahir. Itu sebabnya Kenji menggi ring Tribe kepada Ayah." kan kuceritakan nanti. Bibi Hana sedang dalam perjalanan ke sana. tidak ada orang yang tidak bersalah. Ibu tidak boleh p ercaya kepadanya."Akan kuceritakan nanti. yang berseru-seru me¬manggilku. Ayo kita cari tempat untuk bersembunyi sebentar. "Lagipula. "Orang mengira dia putra Akio. kau gunakan kemampuan Tribe untuk melawan orang yang tidak bersalah. Maya belum pernah melihatnya. Ranting pohon cedar dan a wan di belakangnya memantul di per¬mukaan yang tenang. Ayah melarang kita melakukan hal itu. M ereka tiba di jalan ke biara. tempat yang ada airnya. dan di balik pakaian ter asa lembap dan gatal. Dan ada ramalan yang mengata¬kan bahwa Ayah hanya bisa dibunuh oleh putran ya sendiri. Hisao akan membunuh Ayah. Dia hampir lupa akan keberadaan bayi yang baru lahir." "Tapi Maya." "Itu tidak mungkin." Miki mengangguk. menikah dengan Akio. Ibunya." katanya seketika. Kikuta memaksanya bunuh diri." "Dengar. tempat yang ada airnya. Maya berkata. dan menemukan tempat yang terlindung di balik semak-semak. pada akhirnya." Sesaat dikiranya kalau ia akan menangis.

yang membuatnya gelisah. Lag i-pula. Miki berkata." "Kalau sudah tahu. Di sini ada batu nisan yang berlumut dan terbengkalai. Maya setengah terjatuh ke atas tanah. orang paling jahat yang pernah ku¬temui. merasa pusing selama beberapa saat. Saat ia meman jat dengan susah payah kembali ke sisi dinding yang sebelumnya. "Jika Ayah memilih untuk tidak berbuat apa-apa. Miki!" Maya berdiri mengibaskan debu dar i pakaiannya. mengapa Ayah tidak berbuat apa-apa?" sahut Maya. Puncak pe¬pohonan cedar masih bergetar. bumi bergetar. merasa heran mengapa hal ini membuat ia begitu marah. bersamaan dengan perasaan yang tidak dikenalinya. Lagi¬pula Hisao pantas mendapatkannya. Seekor nyamuk hinggap di tangannya dan dia menepuknya. lebih jahat dari Akio. "Aku mau pipis. Halaman 294 dari 700 ." ujar¬nya. "Ayah pasti tahu tentang ini. seharusnya kita juga begitu. apa yang bisa Ayah lakukan?" "Ayah seharusnya membunuh Hisao.a. Maya berpikir kalau ia ta k boleh mengotori¬nya. Dia itu ja hat. menggunakan bahasa laki-laki. "Jangan membuat semuanya menjadi rumit. Pada saat itu dirasakannya keinginan untuk menjadi si kucing." "Tapi bagaimana dengan adik bayi kita?" tanya Miki lagi. lalu ber¬jalan lebih jauh m emasuki hutan. dan dirasaka n¬nya bebatuan merekah di bawah tangannya. maka dipanjatnya dinding samping lalu membuang hajat.

akan makan waktu tiga kali lebih lama. seraya menyentuh pisaunya yang ter sembunyi. ketika mereka seperti memiliki satu pikiran. "Tentu saja pulang." "Apakah dia Muto?" "Imai.Ketika dilihatnya Miki duduk di samping kolam. peziarah. Maya mencermati para pelancong yang berjalan menyusuri j alan itu dari kedua arah: ksatria berkuda. Hal ini membuatnya merasa kesal. Maya tak ingin mencemaskan keadaan Miki: ia ingin segalanya tetap seperti biasa¬nya." ujar Miki. penjaja dagangan." "Apakah kita akan berjalan kaki sampai ke rumah?" "Ada ide yang lebih baik?" "Kita bisa meminta bantuan dari se¬seorang. Lalu bagaimana kita mendapatkan makanan?" "Seperti yang tadi kita lakukan. ia terkejut mel ihat betapa kurusnya adiknya itu kini. "Butuh waktu seminggu berkuda dari Yamag ata. yang ter¬buruk." "Tapi jaraknya jauh sekali. mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang sulit. ia terkejut melihat betapa kurusn ya adiknya itu kinietika dilihatnya Miki duduk di samping kolam. Dia akan menolong kita. biarawan berjalan dengan tongkat dan mangkuk pengemis. Bila kita berjalan kaki dan sambil ber sembunyi. perempuan bertopi dan berkerudung lebar pelindung s inar matahari." "Apa rencana kita?" tanya Miki sewakt u berdiri. Dari Yamagata ke Hagi ber jarak sepuluh hari. "Kita harus pergi sendiri." katanya." ujar Miki tidak senang. berkuda secara terbuka dengan dua orang laki-laki yang membantu kita. pedagan g." "Baiklah. Seorang laki-laki bernama Bunta datang bersama Shizuka dan aku." 'Tak satu pun dari mereka bisa dipercaya lagi. Ia tak ingin Miki tidak sepaham dengan dir inya." sahut Maya." sahut Maya dengan perasaan jijik . "Ayo. Be-berapa di antara mereka mungkin saja menahan dan menghentikan mereka berdua. "Kita akan mencurinya. "Apa¬kah kita akan mengikuti jalanan mama?" Ia memberi isyarat ke arah jalan berdebu yang berbelok-belok menuju sawah yang meng¬hijau ke arah pegunu ngan yang berselimut¬kan pepohonan. "Kita harus segera pergi. Atau mereka mungkin saja o rang Tribe .

Akio mungkin sudah menunggu kita di sana." "Dia berada di Daifukuji. "Apa?" "Suara itu. mendengar suara Hisao. "Aku tidak dengar siapa-siapa. Ia bimbang dan disadarinya ternyata ia rindu dan ingin bertem u Hisao lagi. Itu dia. Maya menoleh ke belakang." Halaman 295 dari 700 . Ayo kembali ke kota saja. "Berpua sa dan berdoa. Kita tak ingin menjadi perhatian. ingat perkataan gadis pelayan itu. Suara itu bergema seperti bisikan di sela¬sela hutan." Miki berdiri. Tapi aku membencinya! Bagaimana bisa aku ingin berjumpa dengannya? Berusaha menyembunyikan perasaan ini dari Miki. "Kau dengar itu?" Dicengkera m¬nya tangan Miki." protes Miki. m erasakan kalau pemuda itu sedang mencari¬nya. "atau tersesat. Ay o kita temui Shizuka. "Walau aku berpakaia n laki-laki. ke arah kota. mendengarkan dengan seksama.yang sedang mengejar." ujar Maya. ia berkata. setengah berharap melihat Hisao dan Akio mengejar. Kita boleh kembali." Rasa tegangnya makin bertambah. Datanglah kepadaku." "Kita akan kelaparan. Mendadak Maya melompat. Maya bisa merasakan tarikan itu dalam dirinya. siapa pun bisa melihat kalau kita kembar. Kita akan berjalan melewati pegunungan.

deburan air berbuih menghempas bebatuan. Sungai itu sering meluap. aku kehil angan mereka. tapi berjarak satu hari per¬jalanan ke utara Hofu. mengikuti aliran sungai di sepanjang jalan menuju Tsuwano. Sungai itu sering meluap. seraya menyeka mata dengan tangan. lalu berkata. rumah dan gubuk petani benebaran di tengah daerah persawahan. "Aku memimpika nmu sebagai si kucing." ajak Maya. Aku tahu sesuatu yang mengerikan terjadi padamu. dan aku adalah bayangannya." Sejenak Miki terdiam. Ayo pergi. namun mata Maya kering. "Aku memimpikanmu. deburan air berbuih menghempas bebatuan. Maya me nceritakan dengan singkai tentang serangan itu. Jalan ter¬bentang di sepanjang sisi barat sampai ke jembatan di Kibi. bersama Taku dan Sada. melewati sebagian besar daerah tersubur d i Tiga Negara. hanya it u. rumah dan gubuk petani benebaran di tengah daerah persawahan."Ayo pergi." ujar Miki. ia melihat ke angkasa. tepat sebelum Sun gai Yamagata. Jalan ter¬bentang di sepanjang sisi barat sampai ke jembatan di Kibi. Matahari sudah bergeser dari titi k puncaknya ke arah barat. Miki yang terakhir kali. Juga ada jembatan baru. melewati sebagian besar daerah tersubur d i Tiga Negara. mengikuti aliran sungai di sepanjang jalan menuju Tsuwano. hanya beberapa hari lalu. sunga inya makin dangkal. Sawah terbentang di k edua sisi lembah. "Apa¬kah Akio menyakitimu?" "Dia mencekikku untuk membungkam mulutku." ajak Maya. Miki menangis tanpa suara." . sunga inya makin dangkal. "Aku penasaran di mana kedua kuda betina itu. tapi berjarak satu hari per¬jalanan ke utara Hofu. sedangkan Maya saat musim gugur se¬belumnya." Selagi mereka mulai berjalan menanjak menaiki lereng ke pepohonan bambu. Mereka sudah sering melewati jalan ini. Sawah terbentang di k edua sisi lembah." ujarnya pada Miki saat me¬langkah d ari bawah naungan pepohonan lalu berjalan di bawah teriknya matahari. Setelah selesai bercerita." "Kuda betina apa?" "Kuda pemberian Shigeko untuk per¬jalanan dari Maruyama. lalu memukulku beberapa kali. "Kau tahu. Matahari sudah bergeser dari titik puncaknya ke arah barat. Juga ada jembatan baru. Jalan hampir mengarah ke utara. Jalan hampir mengarah ke utara. dan kematian Taku dan Sada. tepat sebelum Sun gai Yamagata. ia melihat ke angkasa.

Dia bisa menjadi luar biasa kuat. hanya saja dia tidak tahu bagaimana meng¬at asinya. Kini mereka berada di lebatnya hutan. mengisap daging berlumpur dari cangkangnya yang rapuh. Dan dia bisa membuat senjata api. kedua gadis itu kini mulai secara naluriah mencari makanan: jamur yang tumbuh di bawah pohon pinus. wineber ry. akar dan buah-buahan sebagai makanan juga racun. "Hisao adalah penguasa alam baka. Miki pun ikut berlari."Bagaimana dengan Hisao?" Maya mulai berjalan lebih cepat. Bahkan ada kacang¬kacangan yang masih bisa dimak an di Halaman 296 . Derik jangkrik keden garan makin kencang. Mereka sampai di sebatang pohon beech besar yang setengah tercabut akarnya akiba t gempa atau badai. Seekor ular kecil melintas di depan mereka. T idak akan ada bulan. Daun rontok selama ber¬tahun-tahun menyediakan kasur yang empuk. meski semua ini makin sulit ditemukan. Mereka menyelinap dengan mudah di antara batang-batang ba mbu." Matahari tergelincir di balik puncak tinggi pegunungan di sebelah kiri mereka. pucuk pakis yang sudah tua. Di sungai juga menemukan kepiting kecil yang mereka makan hidup-hidup. akar halus bambu. Sejak kecil mereka diajarkan oleh Tribe untuk hidup dari alam. menghilang ke semak beluk ar. dan batang nya yang besar dan akar¬nya membentuk liang. mengumpul kan daun. R asanya waktu sudah lama berlalu sejak mereka makan kue mochi di biara tadi. selain cara bertindak kejam." ujar Maya. "Penguasa alam baka dari Tribe?" "Ya. dan terdapat banyak tebin g dengan batuan yang menonjol dan pohon tumbang yang menyediakan tempat bernaung. Tak ada orang yang pernah meng¬ajarinya. Mereka mengikuti buny i gemericik air dan minum dari sebuah sungai kecil. juga tidak akan ada bintang. ketika akhirnya lereng yang semaki n curam memaksanya untuk melambatkan langkah. Kemudian mer eka melanjutkan perjalanan selama senja yang panjang sampai malam sudah terlalu gela p hingga tak bisa melihat apa-apa. dan awan rendah menyebar di langit dari arah selatan. Kurasa ada orang yang mengajarinya. sampai hampir berlari kecil di sela-sela batang pohon yang berwarna keperakan. dan di suatu tempat di sebelah kiri mereka terdengar kicau burung kecil. Sambil berjalan.

dari 700 .

"Hujan. ibunya selalu bersamanya. Miki agak memutar badannya. M aya mulai merasa rileks. Maya mulai merasa rileks. be¬rangkulan." Terdengar suara burung hantu di pe¬pohonan di atas mereka." Tapi bahkan setelah kata-kata itu lepas dari mulutnya. bau lembap mulai muncul dar i tanah. Tubuhnya menyentak-nyentak gelisah. "Kurasa aku tahu itu. maksudku?" "Dia sedang mencariku. Sebagia n lagi ditarik kembali kepadanya. Kedua gadis itu berbaring. dan harus menyaksikan putranya diubah menjadi jahat. seolah dirinya menjadi utuh kembali. ara dedaunan. dan kau berubah ke wujud aslimu. kan? Begitu kita sampai di Hagi." "Dia mengikuti kita?" Maya tak langsung menjawab. Dia dipaksa mat i sebelum waktunya. "Tidak. ba ru aku akan merasa aman. Saat Hisao bersama si kucing. seolah dirinya menjadi utuh kembali." Tambahan lagi. Sebagian dari dirinya takut pada laki-laki itu dan ingin menjauh. ingin bersama pemuda itu dan berjalan ber¬sama di antara dunia. dan di kejauhan terdengar jerit rubah betina." "Mudah sekali menjadi jahat. dan cahaya menerangi tanah. be¬rangkulan. membuat keduanya melonj ak kaget. ia bisa b icara dengan arwah ibunya. "Tidak. Dalam pelukan adiknya. Maya tidak yakin apakah dia mengucap¬kan kata-kata itu atau hanya memikirkannya. "Apakah saat itu kau takut?" bisik Miki. Mengisi cuping hidungnya dengan kehidupan sekaligus kematian. Kedua gadis itu berbaring. "Aku tahu Ayah d an Shigeko belum pulang. Udara terasa menjadi agak dingin." ujar Maya." ulangnya. "Aku merasa iba. memanggilku. Aku merasakannya: aku me¬mutuska n ikatan antara pemuda yang me¬manggilmu dan si kucing." Maya memikirkannya. Dalam pelukan adiknya. Hisao menyayangi kucing itu dan dia adalah penguasanya. Apakah aku sudah menjadi jahat? Maya mengingat tukang asah pisau yang dilukai da n dirampoknya . Dengan rintik-rintik pertamanya. tapi Ibu akan melindungi kita.antara dedaunan. ia pun tak yakin kalau se mua ucapannya benar." ujar Miki pelan. "Apa kau lari darinya? Sekalian pulang." Tubuh Miki agak gemetar. "Kau pernah melihatnya?" "Sudah.

tanpa pikir panjang. merasa bersalah dan tida k menyukai perasaan itu. Napasnya tenang dan teratur. Nyaris tanpa berpikir dib iar¬kannya si kucing datang dengan bulu tebal¬nya yang hangat. Seh arusnya Ayah tidak boleh begitu sering meninggalkanku saat aku masih kecil. pikirnya. saat kepalanya berputar melihat ke arah Hisao. ia menuangkan rasa marah untuk memadam¬kannya. Ayah pasti marah padaku. Seharusnya Ayah tidak boleh punya anak laki-laki! Miki sepertinya sudah tidur. Hujan membuat¬nya kedinginan. berusaha memanggil Miki . dan Maya bergeser sedikit. menegakkan telinganya serta mendengkur. ini salah Ayah hingga aku menjadi seperti ini. Seharusnya Ayah tidak mengirimku pergi jauh. Datanglah padaku. Suara burung hantu tadi terdengar lagi. Sikutnya menusuk badan Maya. Dan Maya merasakan tatapan pemuda itu berpaling ke arahnya. Seharusnya Ayah bilang kalau Ayah punya anak laki-laki. Nyamuk mencium bau ker ingat mereka dan ber¬dengung di telinga Maya. Ayah yang memaksaku. Maya berjuang kembali ke wujud aslinya. seolah Hisao bisa me lihat melalui kegelapan. Dibuka mulutnya. Segera terdengar suara Hisao. tepat ke mata keemasan si kucing. Kucing itu meregang¬kan badan. Halaman 297 dari 700 .

di sisi sebelah timur pe¬gu nungan. Meskipun ingin berjalan sebentar di permukaan jalan yang mulus. mem¬buat tanah terasa panas dan mengubah ra nting dan daun yang meneteskan air hujan menjadi bingkai keemasan dan potongan pelangi. Di depan mereka tampak ada jalan yang tidak terlalu mulus. pakis: semuanya berkilau dan bersinar. "Ada ses uatu yang bisa kau lakukan yang menghalangi antara dia dan aku." "Aku tidak tahu apa itu. Mereka berusaha sekuat tenaga naik turun parit yang dalam. namun menjanjikan kalau bagian selanjutnya per¬jalanan mereka akan lebih mudah. Dengan menjaga agar sinar m atahari tetap di kanan mereka. kedua gadis itu me¬n unggu cahaya matahari merayap perlahan menyinari mereka." Miki berlutut di pinggiran gua pohon dan melihat dengan seksama keluar ke gelapn ya malam. Jaring laba-laba. "Apa yang terjadi?" Maya merasakan lagi kekuatan setajam pedang dari jiwa Miki yang menghalangi anta ra si kucing dan penguasanya. Mereka b . sesekali melihat jalan di bawah sana. Gelap gulita.Miki duduk tegak. dan sungai di belakangnya. "Aku tidak bisa lihat apa-apa. Dipeluknya Miki dan mendekapnya lebih erat. mereka tak beran i melaku¬kannya. "Atau bagaimana m elakukannya. *** Hujan berhenti saat hari mulai terang." ujar Miki. tapi dia tahu tempat kita berada." "Kau akan tetap terjaga?" tanya Maya gemetaran karena dingin dan emosi. Saat tengah hari. dibengkokkan dan dipukul berulang kali. Suaranya lemah dan lelah. dan hujan. serta mem¬bebaskan diriku darinya . rumpun bambu. Kita tidak bisa pergi sekaran g." "Apakah dia sudah dekat?" "Aku tidak tahu. mereka berhenti di saat yang bersamaan. "Tadi aku berubah menjadi kucing di luar kehendakku. seringkali harus mene lusuri kembali jejak kaki mereka se¬belumnya. Berpelukan. Kita harus pergi sekarang jug a. "Tadi kau melolong!" ujar Miki. dan Hisao melihatku. seperti murninya baja setelah di panas¬kan. Kucing itu mengambil begitu banyak dari dalam diriku. keduanya melanjutkan per¬jalanan ke utara." Murni adalah kata yang terbersit di benak Maya. "Apa yang terjadi?" iki duduk tegak.

tanpa bersuara. kulitnya berubah segelap tembaga . mereka mengen¬cangkan kembali sandal dan mulai mengikuti jalan kecil tadi yang berkelok di sepanjang sisi gunung. sedikit buah b eri yang hampir ranum. Tapi mereka tidak menemukan tempat apa pun. Sesekali mereka melihat atap rumah petani jauh di bawah. namun tidak tahu lagi apa yang bisa dilakukan. bahkan dalam naungan lebatnya hutan.elum makan sejak pagi. Matahari berlalu tersembunyi di balik gunung. Tak satu pun dari kedua nya ingin menghabiskan semalam lagi di hutan. Halaman 298 dari 700 . awan ber kumpul lagi di sebelah selatan." Kedua gadis itu tertidur sebentar. perut mereka mulai keroncongan. dan mengira kalau jalan kecil itu akan membawa merek a ke sana. tak ada desa. "Kita harus mendapatkan makanan sungguhan. Sekali l agi. dan kini mulai mencari-cari di rerumputan. Aku pena saran apakah jalan itu mengarah ke sebuah desa. selain terus berjalan. tapi rasa lapar membangunkan mereka. lumut. bahkan tak ada gubuk atau b iara terpencil di gunung. Kakinya lecet dan berdarah. dan sawah garapan tetap berada di luar jangkauan di bawah tempat mereka berada." katanya. ke arah hijau dedaunan yang be rubah bentuk. "Kita istirahat sebentar. menatap ke atas. chestnut sisa musim gugur lalu yang telah bertunas." ujar Miki. "Aku lapar sekali. Mereka ber¬jalan tanpa bicara. hampir tidak perlu bicara. berhenti hanya untuk mengambil makanan yang disediakan ata m. Maya sudah berbaring terlentang. seraya melepas sandal dan menggosokkan tel apak kakinya di rumput yang lembap. dan menem ukan kacang beech. Udara terasa panas.

tanpa berpalin g. dan sesosok tubuh ramping berlutut menjaga daging yang sedang dimasak. tapi juga tidak mirip. Maya menyelinap di sela pepohonan dan ke belak ang gubuk. Kalau dia bi sa melihatku. burung berkicau melantunkan nyanyian peng iring matahari teng-gelam. kepalanya tertutup tu dung yang di¬pegangi dengan satu tangan sementara mem¬bolak-balik daging pada tusuk pemanggang dengan t angan satunya lagi. an dan gunung menyatu saat senja tiba. "Kau tak perlu menggunakan pisau itu." Suaranya mirip suara Shizuka. Maya yang berada di depan. Baunya semakin kuat . Miki berbisik di telinganya. maka dia pasti berasal dari Tribe. tiba-tiba berhenti. Segera saja terbit air liurnya. Perempuan itu berkata. Aroma daging begitu kuat hingga ia mengira akan kehilangan kon¬sentrasinya. Diraba nya pisaunya. karena ia pernah mencicipi kedua daging itu di se kitar Kagemura. Angin sepoi-sepoi berhembus perlahan di dataran itu dan membuat bulu-bulu coklat dan hijau melambai-lambai terkena angin¬nya. "Perempuan itu mirip Shizuka!" Maya mencengkeram tangan adiknya saat Miki hendak berlari menghampiri. burung berkicau melantunkan nyanyian p engiring matahari teng-gelam. Api unggun menyala di depan¬nya.Hutan dan gunung menyatu saat senja tiba. Aku akan memberimu dan adikmu makan. "Tidak mu ngkin." Maya belum pernah mendengar nama itu. aku Muto. Suaranya pun dingin dan misterius. tiba-tiba berhenti. Maya berpikir." sahut perempuan itu. "Asap. "Apakah kau Muto?" tanya Maya. "Kau bisa memanggilku Yusetsu. Di sela-sela pepohonan bisa dilihatnya sebuah gubuk kecil." bisik Miki. Bagaimana dia bisa ada di sini? Aku akan ke sana dan melihatnya. Dagi ng burung kuau atau kelinci. kini bercampur dengan aroma daging panggang yang membuat perut mereka semakin keroncongan." Menggunakan kemampuan menghilang. "Ya. pikir Maya. Maya mengangguk. Sepertinya tidak ada orang lain lagi. lalu membuat dirinya terlihat lagi. Maya yang berada di depan. Maya bisa memperkirakan dari bentuk tubuh dan gerakannya kalau sosok itu adalah perempuan dan ada sesuatu dengannya yang terasa sangat familiar. bak jej ak terakhir salju . hanya perempuan itu. dan mereka berjalan dengan lebih hati-hati.

dan memberikan lumut untuk member sihkannya. Kemudian ditunjuknya tempat untuk buang hajat." kata Yusetsu. Di anak tangga. melahap daging dengan rakus. Yusetyu menuangkan air ke s elembar kain untuk mengelap tangan mereka. namun tudung menutupi wajahnya. "Sudah hampir matang. dia hanya mengamati setiap suapan mereka. "Apa yang kau lakukan di sini? Apakah ayahku yang menyuruhmu ke sini?" "Ayahmu? Takeo. yang membuat Maya bergidik.yang tertinggal di sisi utara pegunungan di musim semi. Kedua gadis itu bergantian menuangkan air men¬c uci tangan dan kaki mereka. Yusetsu menaruh daging burung kuau bakar di lembara n kulit kayu yang di-bungkus daun. lembut sekaligus getir. sikapnya penuh perhati¬an. Dia lalu berlutut. Setelah itu dinyalakannya lentera dari sisa api yang masih menyala. "Panggil adikmu lalu cuci tangan dan kaki k alian. Bahkan dengan cahaya api unggun. Ketika keduanya sudah mengisap tulang yang terakhir. Si kembar makan tanpa bicara." Perempuan itu meng¬ucapkan nama Takeo dengan semacam kerinduan ya ng dalam dan penyesalan. M aya tidak bisa melihat wajahnya. mengiris daging menjadi potongan kecil. dan mereka berbaring di Halaman 299 dari 700 . panasnya membakar mulut dan lidah. seolah dia adalah ibu mereka." Ada teko air di anak tangga gubuk. Dia membalikkan telapak tangan mereka dan menyusur i tanda Kikuta dengan jari-jarinya. Kini p erempuan itu menatap Maya. memerhatikan wajah dan tangan m ereka. Yu setsu tidak makan.

Miki berkata. seperti jalanan rubah. bulan sabit. Tak ada tanda-tanda gubuk. "Seperti kemarin. Dan berjalan lagi sampai malam tiba saat bulan baru muncul.lantai gubuk sementara perempuan itu terus memandangi merekaantai gubuk sementar a perempuan itu terus memandangi mereka. aroma daging yang tengah dimasak yang mene rbitkan air liur. "Selamat datang di rumah." Jalannya tidak rata. Yusetsu memadamkan lentera dan menye¬limuti mereka dengan jubahnya. beristirahat dalam panasnya siang hari di rimbunnya semak hazeln ut. Hujan menyirami wajah mereka. "Tidak ada yang bisa menyakiti kalian saat aku di sini. namun rasa daging burung kuau masih tertinggal di lidah dan tengg orokan mereka. "Kalian mirip dengannya. "Kita di rumah. Kalian seha rusnya menjadi anakku." ujarnya lirih. "Cuci tangan. teko berisi air. Hanya bulu burung di lumpur dan bekas bara api yang menandakan kalau perempuan i tu pernah ada di sana. seoerang perempuan sedang menjaga makanan yang dimasak." uj arnya. merasakan juga lebih baik kalau mereka memang menjadi anak Yusetsu." ujar Miki. mengejar Maya." ujar Maya menyapa dengan akrab. Mereka berjal an menyusurinya sepanjang hari. Tak satu pun dari keduanya bica ra lagi tentang perempuan itu. juga tanah lembap di bawah tubuh mereka. "Ibu Hisao? Yuki?" "Siapa lagi?" Maya mulai berjalan ke arah utara. wajahnya tersembunyi ole h jubah bertudung. "Dia adalah hantu perempuan itu." "Apakah itu makanan hantu?" tanya Miki saat perempuan itu membawakan daging . meski mereka belum tahu siapa perempuan itu sebenar nya." Dan kedua gadis itu. melalui semak belukar." sahut perempuan itu. Di belakangnya ada gubuk. maupun perempuan itu. "Jadi kalian anaknya Takeo. makanannya sudah m atang." Mereka tidur tanpa bermimpi dan ter¬bangun saat hari mulai terang." "Mmm. "Tidurlah. "Ada jalan kecil. setuju." gumam Maya. teko. dalam keadaan hangat dan kenyang. Tiba-tiba tercium bau asap yang sama.

Semua makanan sudah mati d an memberikan rohnya pada kalian agar kalian bisa hidup. "Akan lebih bijaksana dan lebih kuat lagi begitu ka u dewasa. Kau h arus merelakannya." "Bila sudah bebas. Karena kau memutuskan ikatanku dengan anakku." "Kau bijaksana." tutur Miki dengan su ara tenang dan tegas yang belum pernah Maya dengar. kau dan kakakmu akan mulai mendapa t haid. Maya sudah menjejalkan daging ke mul utnya." tambahnya ketika Miki ragu. Menjadi perempuan membuat kalian lemah. dan sekaligus membebaskanku. "Semua makanan adalah makanan hantu. "Aku di sini untuk membantu kalian. Aku ber¬utang padamu. jatuh cinta menghancurkan diri kalian." sahut Yuki. tetap belum mau makan." "Apa yang kau inginkan sebagai imbalan?" tanya Miki." "Benarkah?" "Kau membebaskan si kucing. Yusetsu tertawa. "Aku membalas pertolonganmu.saat ini daging kelinci dan mengirisnya untuk mereka. dan membiarkan arwahmu berjalan terus menuju kelahirannya kembali. dan membu at seorang Halaman 300 dari 700 . Dalam waktu satu atau dua bulan lagi. seharusnya kau me¬lanjutkan perjalananmu." "Jangan takut. "Tugasmu sudah berakhir di dunia ini.

"Aku patuh pada Ketua Kikuta dan Akio. Dan aku melakukan apa yang diperintahkan padaku: kalian anakanak Tribe. mengu¬nyahnya pel an. ketika aku menganggap ayah kalian sebagai kekasihku. Tapi aku mengira akan menikah dengan Takeo dan melahirkan anak-anaknya. maka kalian takkan merindu¬kannya. merasakan lemak dan darahnya. Bil a dia menyadari kekuatan itu sepenuhnya." "Dia tidak bisa dibebaskan dari dosa. Jangan tidur dengan laki-laki. kegilaan karena cinta yang bodoh membawa dirinya kabur dari Tribe dan membuat aku dihukum mati. "Sifat dalam dirinya tercabik.anak menem¬pelkan pisau di lehermu. yang disayanginya. dia masih . maka kalian takkan merindu¬kannya. bila kalian tid ak me¬mulainya. aku merasa seperti di Surga. "Dia tak mau tahu siapa dirinya. bila kali an tidak me¬mulainya. Aku sangat suka bercinta. Aku merindukannya siang dan malam. amarahnya kembali lagi. Kemudian aku tahu kalau Shirakawa Kaede yang dicintainya. Akhirnya Maya berkata." sahut Yuki. Aku sangat suka bercinta. itu sebabnya dia merasa sakit kepala yang sangat menusuk. Dia kelihatan terobsesi pada ku sama seperti aku terobsesi padanya." tutur Yuki. Aku mem¬biarkannya memiliki diriku seutuhnya." Kedua gadis itu meng-angguk. maka dia akan menjadi benar¬benar jahat." Yuki terdiam membisu. diceritakan oleh perempuan yang s angat menderita disebab-kan oleh cintanya pada ayah mereka. aku merasa seperti di Surga. dan kukira dia jatuh cinta padaku. "Hisao berusa ha untuk tidak ingin mendengarkanmu. tapi tidak bicara. Aku merindukannya siang dan malam. "Salah satu dari kalian menjadi si kucing. Tapi sampai tiba waktunya nan ti. Kami sangat seras i dalam kemampuan Tribe. Aku mem¬biarkannya memiliki diriku seutuhnya. ketika aku menganggap ayah kalian sebagai kekasihku." Miki mencondongkan badan ke depan dan mengambil sepotong daging. sedang yang satunya lagi memiliki kualitas spritual yang menolak ke¬kuatannya. kalian harus tahu tentang kepatuhan. Dan aku melakukan apa yang diperintahkan padaku: kalian anakmenem¬pelkan pisau di lehermu." "Kalian adalah adiknya. yang kutahu mesti kunikahi di kemudian ha ri. Kedua gadis itu juga tidak berkata apa-apa." ujar Maya. "Semak in lama dia menjadi semakin jahat. Mereka belum p ernah mendengar versi cerita ini dari riwayat orangtua mereka. Jangan tidur dengan laki-laki.

si kembar terbangun di hutan yang kosong. Miki bahkan lebih pendiam lagi ketim¬bang sebelumnya. "Kau bukan seorang penguasa alam baka juga. "Sekarang kalian harus tidur. kuat dan ptnuh semangat. kesal denga n kemarahan Miki. dan kemudian sikapnya melunak." Dia cantik." Yuki mencondongkan badan. Suasana hati Maya labil. Aku be rha rap dia yang menjadi ibuku. tapi keesokan paginya. "B egitu dia sudah selamat. Hantu perempuan itu sudah pergi. aku akan melanjutkan perjalananku. Dia mencoba memaksa Miki bicara." bentak Miki. Aku berharap dia belum mati. sentuhannya kuat dan ny ata: dia tidak terasa seperti arwah. k ita hanya harus segera sampai di rumah dan berharap Ayah cepat kembali. Kita akan menemukan ayah kalian dan mempering atkannya. Teruslah berjalan ke utara. Kita tidak bisa melaku¬kan apa-apa lagi.bisa diselamatkan. kita akan selamatkan Hisao. pikir Maya. tapi jawab an Miki singkat dan tidak memuaskan. tidak seperti Ibu tapi dengan sifat yang selalu kuingin diriku menjadi seperti itu. layaknya seorang ibu. kan?" Halaman 301 dari 700 . "Sekarang sudah terlambat. dan membiarkan tudung terlepas. "Apakah menurutmu kita melakukan hal yang salah?" tanya Maya. saat kita sudah bebas. tapi k ali ini dibelainya tangan mereka dengan lebih lembut. ber gerak antara gembira karena kemung¬kinan bertemu Yuki lagi malam itu. Aku tidak bisa membiarkan anakku mem bunuh ayahnya. "Kita su dah makan makanan darinya dan me¬nerima bantuannya. Aku akan memberi kalia n makan dan membimbing kalian kembali ke Hagi." Yuki mencuci tangan mereka seperti yang dilakukannya di malam sebelumnya." "Bagaimana kau bisa tahu begitu banyak tentang hal itu?" tanya Maya. serta ketakutan akan Akio dan Hisao yang sudah dekat di balakang mereka. Namun ayah angkatnya harus membayar pembunuhan keji atas diriku.

melewati negeri yang tidak ramah. "Semua hantu ingin balas dendam. "Menurutmu apa yang sebenarnya Yuki inginkan?" tanyanya. Keinginannya pun menjadi keinginan mereka berdua. mer eka mulai terbiasa dengan kehadirannya." Mereka berjalan menuruni lereng yang curam. tapi perjalanan setiap harinya terasa lebih mudah karena kini mereka tahu Yuki m enanti mereka di penghujung hari." pekik Miki. "Aku bahkan tidak tahu apa itu. dia yang bilang begitu. Setiap malam Yuki men¬ceritakan masa lalunya: tentang masa kecil-nya di Tribe. ketika temannya dari Yamagata dibakar sampai mati bersama semua keluar ganya di malam Otori Takeshi dibunuh prajurit Tohan. Sewaktu tubuh-tubuh yang ben gkok bergerak cepat menghilang di balik bebatuan. Jalur itu berkelok di antara tonjola n batu-batu besar: sepertinya itu tempat kesukaan ular untuk berjemur. Aku belum pernah mendengarnya sampai kau mengata¬kan kalau Hisao adalah penguasa alam baka. kau memang tahu semuanya. "Aku bahkan tidak tahu apa itu." lanjut Miki." pekik Miki. bagaimana dia membawa pedang Lord Sh igeru. seorang diri. seolah membuat bantahan kepada dirinya sendiri." "Tapi Ayah belum akan kembali sampai musim panas berakhir. dan tanpa disadari mulai menyayanginya seakan pere mpuan itu adalah ibu mereka." jawab Miki. "Untuk mencari Ayah. Yuki menemui mereka setiap malam. Mereka berdua kagum pada keberan ian dan . "Dia ingin balas dendam. "Mengapa dia membimbing kita ke Hagi?" tanya Miki. dan bagaimana Yuki membawa kepala Lord Shigeru ke Terayama."Bukan. d an bagaimana ia menggoda Sunaomi dengan menyaru sebagai perempuan pelacur yang sudah mati itu. Bul an keenam tiba dan musim panas bergerak menuju puncaknya. kesedihan terbesar pe rtama dalam hidupnya." "Benar kan." Bukan. lalu menyerahkannya ke tangan Takeo setelah sebelumnya mereka menyelamatkan Shig eru dari kastil Inuyama. tentu saja bukan. Memikirkan arwah Akane." ujar Maya. tentu saja bukan. Maya pun bergidik. Jato." "Pada Akio?" "Pada semua orang yang telah menyakiti dirinya. *** Maka perjalanan mereka berlanjut saat bulan semakin penuh dan menyusut lagi. Yuki menemani mereka dari antara matahari terbenam sampai mat ahari terbit. Aku belum pernah mendengarnya sampai kau mengata¬kan kalau Hisao adalah penguasa alam baka.

" ujar Miki. Ladang sayuran lebat dengan dedaunan. Mereka meringkuk di hutan bambu tepat di tepi sawah. terharu dengan kesedihan dan rasa ibanya atas putranya. dan biara bagi dewa sungai tempat ia memb unuh kucing milik Mori Hiroki. wortel dan bawang. padi berwarna hij au terang.* Si kembar tiba di Hagi di sore hari. Maya bisa melihat lengkungan jembatan batu. bak mayat yang tengah menanti air untuk menghidupkannya Halaman 302 dari 700 . Matahari masih di langit barat. membuat air laut tampak seperti kuningan. Ia akan merindukan Yuki." Namun pikiran itu membuat Maya sedih. dan perahu-perahu yan g tertambat di tepinya. dan terkejut serta gusar dengan kematiannya yang kejam. Tiang pancang kayu dari pagar penangkap ikan. "Kita bisa tidur di rumah. "Kita tidak membutuhkan Yuki malam ini. dan seketika timb ul niat ingin pergi ke mana pun perempuan itu pergi.kesetiaan Yuki. Gelombang sedang surut dan tepi yang berlumpur terlihat jelas di sepanjang sunga i kembar. kedelai.

berpikir tentang keciniaan Hana pada kemewahan dan kedudukan. Perasaan itu am at menusuk hati dan mengganggunya: ia begitu ingin pulang ke rumah. tidak ada surat. bagaimana dia telah membunuh Taku dan tengah mem-bangun kekuatan." "Bagaimana dia bisa begitu berani saat Hana dan kedua putranya ada di sini. Lebih jau h ke barat. pikirnya." "Bibi pasti di kastil. Di belakangnya tampak pepohonan dan taman rumah tua keluarga. kemarahan Kaede. "Aku akan pergi. dan dia pasti percaya.. di H . "Ayah pergi jauh ke Miyako. Andai Yuki adalah ibuku. Bisa dilihatnya umbul-umbul bangau Otori." ujarnya. menjulang kastil dengan panji-panji Ot ori berkibar tertiup angin. Sejak saat itu. Di belakangnya tampak pepohonan dan taman rumah tua keluarga. Aku bisa saja ikut terbunuh bersama Sada dan Taku. pikirnya. tamparan itu. embali. Lebih jauh ke barat.kembali." "Baiklah." bisiknya pada Miki." "Ayah pasti belum kembali. tapi di sebelahnya ada umbul-umbul lain. di atas atap dan sirap rendah bangunan kota." sahut Maya." saran Maya. Bahkan kabar tentang kelahiran ad ik laki-lakinya ia dengar melalui Shigeko di Hofu. di atas atap dan sirap rendah bangunan kota. Kesedihan yang mendalam menerpa dirinya: bahwa Yuki sudah mati dan tidak mengena l kasih sayang anaknya." "Ayo kita ke rumah lebih dulu. "Tapi kita harus ceritakan pada Ibu tentang Paman Zenko. melihat apakah Ayah sudah kembali. Aku bisa mengadu dan men¬ceritakan segalanya. Mereka ak an kirim pesan pada Ibu. Ayah justru lebih aman berada jauh di sana ketimbang berada di rumah. tidak ada pesan. "Kurasa Ibu juga di sana. "Aku tidak ingin dia melihatku. Tiba-tiba teringat dengan penemuan terakhir mereka. tapi kini takut pada penerim aan ibunya. "Bibi Hana ada di sini. tapak beruang hitam dengan latar belakang merah : lambang Klan Arai." ujar Miki." Maya menyadari kalau dirinya tidak yakin akan reaksi ibunya." sahut Miki.. Ibu tidak akan peduli. menjulang kastil dengan panji-panji Ot ori berkibar tertiup angin. Maya tak mendapa t kabar apa pun dari ibunya. dan mereka saling tersenyum. "Bertemu Haruka dan Chiyo. "Akan kulihat siapa yang ada di sana. Maya memicingkan mata melihat mata¬hari.. Bahwa Kaede hidup.

itu sebabnya dia datang. menoleh ke arah Maya kemudian terbang. Maya seperti mendengar suara mereka dari dapur. Dengan meng¬gunakan kemampuan menghilang." Maya masih mengenakan pakaian laki-laki dan menu-rutnya tak ada orang yang bisa mengenalinya. Suara anak laki-laki. Kau tunggu di sini. Setelah sampai di seberang. Chiyo pasti akan menangis bahagia sep erti biasanya. Dan gembira. Aku akan kembali secepat¬nya. dan burung itu terbang dengan kepakan sayap pelan: tepat seperti biasanya. Tapi di balik gumaman tadi terdengar olehnya suara lain. berceloteh. Di sungai. Maya berusaha mendengarkan suara-suara di dalam rumah. Gadis itu berlari dengan langkah ringa n di atasnya seperti yang sudah sering dilakukannya: bagian atas tiang pancang terasa lembap dan licin. tertawa. Halaman 303 dari 700 .agi?" "Hana mungkin berencana membawa mereka lari. Maya melangkah masuk ke taman. berasal dari luar dindi ng dari tepi sungai. Kepakan sayapnya kedengaran menghentak tajam sepe rti suara kibasan kipas. seekor ikan air tawar melompat. Ikan itu mencipakkan air. tempat alira n air mengalir ke sungai. begitu merindukan Haruka dan Chiyo. Maya berhenti di depan lubang di dinding taman. pikirnya. Banyak anak laki-laki seusia¬nya bermain di tepi sungai serta me¬manfaatkan pagar ja ring penangkap ikan untuk menyeberangi sungai. Seekor bangau abu-abu besar yang tengah mencari ikan di sungai merasakan ada ger akan. Mereka pasti kaget.

anak-anakku. Apakah Ibu mau mendengarkan ku? Apa seharusnya aku kembali pada Miki saja? Pergi ke kastil menemui Lord Endo? Tidak. Apa yang akan kulakukan? pikirnya. "Tidak ada yang bisa mengalahkan perasaan memiliki anak laki-laki. Tapi jangan sampai Hana curiga kalau aku ada di sini Maya menunggu tanpa suara di ri di atas sungai." Dipelu k¬nya bayi itu eraterat. Haruka! Bawakan air untuk kedua tuan muda!" Tuan muda! Maya mengamati Haruka datang lalu mencuci kaki kedua bocah itu." ujar Hana. Ia mencium bau makanan di ru berbicara saat makan. Kemudian pelayan muda membawa n tidur digelar. aku harus menemui Ibu dulu. Kau akan tumbuh besar menjadi tam pan seperti mereka!" Si bayi tersenyum dan tersenyum lagi. Lihatlah sepupumu. wajahnya berseri¬s eri dengan rasa bangga. Kunang-kunang mena dengan cahaya lentera." Hana membentak mereka. dan Kaed e serta Hana berjalan keluar menuju beranda. "Alangkah kotornya kalian. Di saat yang sama. melihat kasih sayang dan rasa hormat yang mereka dapatkan tanpa ber-susah payah dari semua perempuan di sekeliling mereka. Aku harus berusaha menemui Ibu tanpa ada orang lain. terdengar langkah kaki dari dalam rumah. "Lihat. mungilku.Maya merendahkan tubuhnya di balik batu paling besar sewaktu Sunaomi dan Chikara mencepukaya merendahkan tubuhnya di balik batu paling besar sewaktu Sunaomi dan Chikara mencepukcepuk air sungai. Kaede menggendong bayi yang tersenyum dan berusaha mencengkeram jubah ibunya. Hana mengelitik si bayi dan membuatnya tertawa cekikikan dan menggeliat-geliat." "Benar. men¬dengar kedua bocah ampan kembali ke dapur. . Maya merasakan kebencian yang tak pernah dirasakan seumur hidupnya. Tatapan penuh kasih sayang terlukis di wajah ibu dan bibinya." sahui Kaede. "Aku tidak tahu kalau aku bisa merasa seperti ini. Dilih atnya rasa percaya diri dan keangkuhan mereka berdua. "Bukankah sudah kukatakan. dan rumah berkilauan angan di lantai atas. Dia sudah berusaha menggunakan kakinya dan berdiri. seakan hatin ya hancur dan darah mendidih dalam dirinya. Ka ede mengangkatnya agar bisa melihat kedua bocah yang datang menghampiri. sayangku. dan tempat taman sewaktu matahari terbenam. "Cuci tangan dan kaki kalian. wajahnya nampak gembira dengan perasaan cinta.

Kedua bocah itu tidur di bagian belakang rumah. Dia menengok ke belakang dan melihat hantu perempuan itu." Kaede berjalan menuruni tangga menuju bekas kamar Ichiro. Kaede menyelimuti si bayi rapat-rapat lalu membaringkannya. "Aku harus menulis surat untuk suamiku. Saat rumah sudah sunyi. tempat para pelayan beristirahat saat tugas mereka selesai. seputih dagingnya. "Panggil aku kalau bayinya terbangun. pikir Maya. sambil men yenandungkan nina bobo untuk dirinya sendiri. Seka rang aku harus menemui Ibu. Prempuan itu tak lagi memakai jubah mantel bertudung namun berpakaian putih orang mati. Ia berjingkat menaiki tangga dan menyaksikan ibuny a menyusui si bayi. Napasnya terasa dingin dan berbau tanah. Maya mem¬berani