Kisah Klan Otori IV Page 1 KISAH KLAN OTORI IV: THE HARSH CRY OF THE HERON By Lian Hearn

Kisah Klan Otori IV Page 2 KISAH KLAN OTORI: THE HARSH CRY OF THE HERON Copyrigth@Lian Hearn Associates Pty Ltd 2006 All rights reserved Hak terjemahan ada pada Penerbit Matahati Diterbitkan oleh Penerbit Matahati Judul asli: TALES OF THE OTORI: The Harsh Cry of the Heron by Lian Hearn Simbol Klan oleh Claire Aher Terjemah Tales of the Heiki adalah dari Helen Craig McCullough, dan diterbitkan oleh Stanford University Press, 1988

Dentang genta Gion Shoja mengumandangkan ketidakabadian segalanya. Warna bunga sala mengungkapkan kebenaran bahwa kemakmuran akan mengalami kemunduran. Keangkuhan tak akan bertahan lama, layaknya mimpi di malam musim semi Kekuasaan pada akhirnya akan jatuh, layaknya debu yang tertiup angin. THE TALE OF THE HEIKI entang genta Gion Shoja mengumandangkan ketidakabadian segalanya. Warna bunga sala mengungkapkan kebenaran bahwa kemakmuran akan mengalami kemunduran. Keangkuhan tak akan bertahan lama, layaknya mimpi di malam musim semi Kekuasaan pada akhirnya akan jatuh, layaknya debu yang tertiup angin. THE TALE OF THE HEIKI Kisah Klan Otori IV Page 3

Kisah Klan Otori IV Page 4 THE HARSH CRY OF THE HERON TOKOH UTAMA : Otori Takco penguasa Tiga Negara Otori Kaede istrinya Shigeko putri sulung mereka, pewaris Maruyama Maya putri Kembar mereka Miki Arai Zenko pemimpin Klan Arai, penguasa Kumomoto Arai Hana istrinya, adik Kaede Sunaomi dan Chikara anak mereka MutoKenji ketua keluarga Muto dan Tribe Muro Shizuka pengganti dan keponakan Kenji, ibu dari Zenko dan Taku Muto Taku mata-mata Takeo Sada anggota Tribe sahabat Maya Mai adik dari Sada Yuki (Yusetyu) putri Kenji, ibu dari Hisao Muto Yasu pedagang Imai Bunta informan Shizuka Tabib Ishida suami Shizuka, tabibnya Takco Sugita Hiroshi pengawal senior Maruyama Miyoshi Kahei panglima perang Takeo,penguasa Yamagata Miyoshi Gemba saudaranya Sonoda Mitsuru penguasa Inuyama Matsuda Shingen Kepala biara Terayama Kubo Makoto (Eiken) penggantinya,sahabat Takeo Minoru jurutulis Takeo Kurado Junpei Kurado Shinsaku pengawal Takeo Terada Fumio pemimpin angkatan laut Lord Kono putra Lord Fujiwara Saga Hideki jenderal Kaisar Don Joao orang asing, pedagang Don Carlo orang asing, pendeta Madaren penerjemah mereka Kikuta Akio ketua keluarga Kikuta Kikuta Hisao anaknya Kikuta Gosaburo paman Akio

KUDDAA :: Tenba kuda hitam pemberian Shigeko untuk Taeko Dua anak Raku, surai dan ekor mereka berwarna abu¬abu Ryume kuda tunggangan Taku Keri kuda tunggangan Hiroshi Ashiege kuda tunggangan Shigeko Kisah Klan Otori IV Page 5

"Cepat kemari! Ayah dan Ibu sedang bertarung!" Otori Takeo mendengar putrinya memanggil adik-adik-nya dari kediaman mereka di kastil Inuyama, dengan cara yang sama ia mendengarkan semua hiruk-pikuk baik di dalam kastil dan juga dari kota di luar kastil. Namun dia mengabaikan suara-suara itu, sama seperti ia mengabaikan nyanyian yang mengalun dari nightingale floor di bawah kakinya. Ia hanya berkonsentrasi pada lawannya: Kaede, istrinya. Mereka bertarung menggunakan tongkat: ia memang lebih tinggi, tapi istrinya terlahir kidal dan mampu menggunakan tangan kanan dengan sama baiknya. Sementara jari tangan kanannya putus karena tebasan belati bertahun-tahun lalu dan harus belajar meng¬gunakan tangan kiri. Saat ini hari terakhir di tahun ini, hawa dingin menusuk, langit pucat kelabu, matahari musim dingin meredup. Mereka sering berlatih dengan cara ini di musim dingin: menghangatkan tubuh dan membuat sendi-sendi tetap lentur, dan Kaede suka putri-putrinya melihat baga imana perem¬puan mampu bertarung layaknya laki-laki. Ketiga putri mereka berlarian: Shigeko, si sulung. yang akan berusia lima belas lahun pada tahun baru ini, kedua adiknya tiga belas tahun. Papan lantai melantunkan nyanyian di bawah langk ah kaki Shigeko, tapi si kembar menjejakkan kaki mereka begitu ringan dengan cara Tribe. Mereka sudah sering berlarian melintasi nightingale floor sejak kecil, dan tanpa menyadari be lajar untuk membuatnya tidak bersuara. Kepala Kaede ditutupi selendang sutra merah yang dililitkan menutupi wajahnya, m aka Takeo hanya bisa melihat matanya. Mata yang penuh dengan energi bertarung, dan gerakan-gerak annya masih cepat serta kuat. Sulit dipercaya Kaede adalah ibu dari tiga anak: dia masih ber gerak dengan kekuatan dan kebebasan seorang gadis. Serangannya membuat Takeo menyadari akan u sia dan kelemahan fisiknya. Hentakan serangan Kaede pada tongkat miliknya mem¬buat tangann ya terasa nyeri. "Aku mengaku kalah," ujar Takeo. "Ibu menang!" seru ketiga putrinya dengan bangga. Shigeko lari menghampiri ibuny a dengan membawa handuk. "Untuk sang pemenang," ujarnya seraya mem¬bungkuk dan menyodorkan handuk dengan dua tangan. "Kita harus bersyukur karena hidup dalam damai," tutur Kaede, seraya tersenyum d an menyeka wajahnya. "Ayah kalian belajar keahlian berdiplomasi dan tak perlu lagi ber¬tarung mempertaruhkan nyawanya!"

"Setidaknya kini aku sudah mendapat peringatan!" sahut Takeo, memberi isyarat pa da salah satu penjaga, yang tengah menyaksikan dari taman untuk mengambil longkatnya. Kisah Klan Otori IV Page 6

"Ijinkan kami bertarung melawan Ayah!" ujar Miki, si bungsu, dengan nada me¬mohon. Dia berjalaIjinkan kami bertarung melawan Ayah!" ujar Miki, si bungsu, dengan n ada me¬mohon. Dia berjalan ke tepian beranda dan mengacungkan kepalan tangan ke arah ayah¬nya. Takeo berhatihati untuk tidak menatap langsung mata atau menyentuh putrinya itu selagi memberikan tongka tnya. Takeo sadar akan rasa enggan dalam dirinya. Bahkan orang dewasa dan prajurit tan gguh sekalipun, takut pada si kembar bahkan, batinnya dengan hati pilu, ibunya sendiri juga takut . "Ayah ingin lihat apa saja yang telah dipelajari Shigeko," sahutnya. "Kalian ber dua boleh menjajal kebolehannya." Selama beberapa tahun putri sulungnya menghabiskan sebagian besar waktu di Teray ama, di bawah pengawasan mantan Kepala Biara, Matsuda Shingen, mantan guru Takeo, untuk mempel ajari Ajaran Houou. Shigeko tiba di Inuyama sehari sebelumnya, untuk merayakan Tahun Baru ber sama keluarganya, juga perayaan me¬masuki usia akil balik. Kini Takeo memer¬hatikan putri nya selagi mengambil tongkat yang tadi digunakannya serta meyakinkan kalau Miki menggunakan tongkat yang lebih ringan. Secara fisik, Shigeko mirip ibunya: bentuk tubuh ramping yang sama serta kerapuhan yang jelas terlihat, namun me¬miliki karakter, berpengetahuan luas berkat latihan dan pengalaman, periang serta tegas dan tidak mudah berubah pendirian. Ajaran Houou amat keras d alam pengajarannya, dan guru-gurunya tidak membuat pengecualian untuk usia dan jenis kelamin, namun ia tetap menerima ajaran dan latihan yang diberikan, hari-hari panjang dalam kes endirian serta kcsunyian, dengan sepenuh hati. Dia ke Terayama atas kemnuannya sendiri, karena Ajaran Houou merupakan ajaran jalan kedamaian, dan sejak kecil Shigeko telah diajarkan ayahny a tentang pandangan untuk mewujudkan wilayah yang damai tempat kekcrasan tak pernah meraja lela. Cara bertarungnya agak berbeda dari cara yang diajarkan kepada Takeo, dan dia sa ngat suka memerhatikan putrinya itu, menikmati bagaimana gerakan-gerakan tradisional menye rang diubah menjadi gerakan beladiri, dengan tujuan melemahkan lawan tanpa menyakiti. "Jangan curang," kata Shigeko pada Miki, karena si kembar memiliki semua kemampu an Tribe bahkan lebih, Takeo curiga. Saat ini, kemampuan mereka ber¬kembang pesat, dan mesk ipun dilarang

menggunakannya dalam kehidupan sehari¬hari, terkadang godaan untuk memper¬mainkan gu ruguru serta mengelabui para pelayan sulit untuk dibendung. "Mengapa aku tidak boleh memperlihatkan apa yang sudah kupelajari?" tanya Miki, karena dia juga baru kembali dari pelatihan di desa Tribe bersama keluarga Muto. Kakaknya Maya aka n kembali ke sana setelah perayaan. Akhir-akhir ini jarang sekali seluruh anggota keluarga bi sa berkumpul bersama: pendidikan yang berbeda bagi tiap anak, tuntutan pada orangtua untuk me m¬beri perhatian yang sama besarnya untuk seluruh Tiga Negara berarti perjalanan tanpa henti sert a sering berjauhan. Tuntutan dalam pemerintahan kian meningkat: perundingan dengan orang asing; penj elajahan dan per¬dagangan; pengembangan persenjataan; pengawasan distrik lokal yang mengatur se ndiri administrasinya; percobaan pertanian; impor perajin asing dan teknologi baru; pe ngadilan untuk mendengarkan keluhan serta ketidakpuasan. Takeo dan Kaede memikul beban ini bers ama. Kaede lebih banyak menangani wilayah Barat, sedang Takeo Negara Tengah dan keduanya be kerja¬sama menangani wilayah timur, tempat adik Kaede, Ai beserta suaminya, Sonoda Mitsuru, memegang bekas wilayah Tohan. Miki setengah kepala lebih pendek dari kakaknya, tapi sangat kuat dan cepat; Shi geko tampak nyaris tak mampu meng¬imbangi gerakannya, tapi adiknya tak mampu menembus pertahanannya. Dala m beberapa saat Miki sudah kehilangan tongkatnya, yang tampak seperti terbang mela yang dari jemarinya, dan sewaktu tongkat itu membumbung tinggi Shigeko menangkapnya dengan mudah. "Kau curang!" Miki terengah-engah. "Lord Gemba yang mengajari," sahut Shigeko dengan bangga. Adik kembarnya yang satu lagi, Maya, mengambil giliran selanjutnya juga kalah de ngan cara yang sama. Shigeko berkata, pipinya bersemu merah, "Ayah, ayo bertarung denganku!" "Baiklah," Takeo setuju karena terkesan dengan apa yang telah dipelajari putriny a dan ingin tahu sampai di mana kemampuannya menghadapi ksatria yang terlatih. Takeo menyerang putrinya dengan cepat, tanpa menahan tenaga, dan serangan pertam a Kisah Klan Otori IV Page 7

mengejutkan gadis itu. Tongkat ayahnya mengenai dadanya; Takco menahan tikamanny a agar tidak menyakiti putrinya. engejutkan gadis itu. Tongkat ayahnya mengenai dadanya; Takco menahan tikamannya agar tidak menyakiti putrinya. Kisah Klan Otori IV Page 8

"Jika ini pedang, nyawamu pasti sudah melayang," ujarnya. Jika ini pedang, nyawa mu pasti sudah melayang," ujarnya. "Lagi," sahut Shigeko dengan tenang, dan kali ini siap bersiap menghadapi serang an yang akan dilancarkan ayahnya; bergerak dengan kecepatan tanpa banyak tenaga, mengelak dar i dua pukulan dan berhasil masuk ke sisi kanan ayahnya tempat tangan yang lebih lemah, menghen tak sedikit, cukup untuk menggoyahkan keseimbangan ayah¬nya, kemudian meliukkan tubuhnya. Tongk at milik Takeo jatuh ke tanah. Didengarnya helaan napas si kembar, dan para penjaga terperangah. "Bagus sekali," ujarnya. "Ayah tidak berusaha sekuat tenaga," sahut Shigeko kecewa. "Tentu saja ayah berusaha sekuat tenaga. Sama kuatnya seperti yang pertama tadi. Tapi, ayah sudah dibuat lelah oleh ibumu, juga karena sudah tua dan tidak sekuat dulu lagi!" "Tidak," pekik Maya. "Shigeko menang!" "Tapi itu sama saja kau curang," timpal Miki dengan serius. "Bagaimana kau melak u¬kannya?" Shigeko tersenyum, menggelengkan kepala. "Itu yang harus kau lakukan dengan pikiran, jiwa serta tangan di saat bersamaan. Butuh waktu berbulan-bulan untuk bisa menguasainya. Aku tidak bisa memperlihat¬kan nya begitu saja pada kalian." "Kau melakukannya dengan sangat baik," ujar Kaede. "Aku bangga." Nada suaranya t erdengar penuh kasih sayang dan kekaguman, seperti biasa hanya tertuju pada putri sulungnya. Si kembar saling benukar pandang. Mereka iri, pikir Takeo. Mereka tahu ibunya tidak memiliki kasih sayang yang sam a kuatnya pada mereka. Dan dirasakan¬nya debaran perasaan ingin melindungi yang tak asing lagi at as kedua putri kembarnya. Sepertinya ia selalu berusaha menjauhkan mereka dari segala yang baha ya sejak mereka lahir, ketika Chiyo ingin menyingkir¬kan bayi kedua, Miki, lalu membiarkann ya mati. Ini tindakan yang biasa lakukan pada anak kembar karena anak kembar dianggap tidak wajar bagi manusia, membuat mereka kelihatan lebih mirip hewan, kucing atau anjing. "Mungkin tampak kejam bagi Anda, Lord Takeo," Chiyo memeringatkannya. "Tapi lebi h baik bertindak sekarang daripada menanggung malu dan sial, sebagai ayah dari anak kembar, rakya

t akan percaya kalau Anda menjadi sasarannya." "Bagaimana mereka bisa berhenti percaya pada takhayul dan kekejaman semacam itu bila bukan kita yang memberi contoh?" sahutnya dengan gusar karena bagi orang yang terlahir di k alangan kaum Hidden, ia sangat menghargai nyawa manusia lebih dari apa pun, dan tak percaya k alau memper¬tahankan nyawa anak akan mendatangkan hinaan atau nasib buruk. Kemudian ia terkejul oleh kekuatan takhayul ini. Kaede pun bukannya tidak ter¬peng aruh, dan sikapnya pada putri kembar¬nya menggambarkan kegelisahannya yang bercabang. Dia le bih memilih mereka tinggal terpisah, satu atau yang lainnya biasanya tinggal bersama Tribe; dan Kaede tak meng¬inginkan kehadiran mereka saat perayaan usia akil balik sang kakak, takut kal au kehadiran mereka akan mendatangkan nasib sial bagi Shigeko. Tapi Shigeko, yang sama protek tifnya terhadap si kembar seperti ayah¬nya, memaksa mereka harus hadir. Takeo senang dengan hal it u, tidak ada yang lebih membahagiakan selain melihat semua anggota keluarga berkumpul bersama , berada dekat dengannya. Dipandanginya mereka semua dengan penuh kasih sayang, dan sadar kalau perasaan itu diambil alih oleh sesuatu yang lebih menggairahkan: hasrat untuk be r¬baring bersama dan merasakan kulit istrinya. Pertarungan tongkat tadi telah membangkit¬kan kenang annya saat pertama kali jatuh cinta pada Kaede, pertama kali mereka bertanding di Tsuwano s ewaktu ia masih berusia tujuh belas tahun sedangkan Kaede lima belas tahun. Adu tanding itu ber¬la ngsung di Inuyama, tepat di tempat yang sama hari ini, untuk pertama kalinya mereka tidur bersama, terdorong hasrat yang timbul dari keputusasaan juga kesedihan. Rumah yang lama, kastil mil ik Iida, nightingale floor yang pertama habis terbakar ketika Inuyama jatuh namun Arai Daiichi memban gunnya kembali dengan cara yang hampir sama, dan kini menjadi salah satu dari Empat Kota yang t ermasyhur di Kisah Klan Otori IV Page 9

penjuru Tiga Negara. juru Tiga Negara. Kisah Klan Otori IV Page 10 .

" ." Takeo bicara lagi dengan suara pelan. tapi karena alasan lain. lalu membawa sisa bekas jarinya yang putus k e bibirnya. juga orang dewasa sekaligus anak-anak. Hanya sisa rasa sakit pukulan seperti apa pun menyakitkan persendian dan membangkitkan rasa sakit¬nya. Acara baru akan selesai pada Waktu Macan*. Kemud ian dilepasnya syal yang menutupi kepala Kaede lalu menarik. "Apakah tadi aku menyakitimu?" "Tidak juga. aroma kulit padi dan aloe dari air masih melekat di kulitnya. Takeo melepas sabuk istrinya la lu menyelinakan tangan ke balik pakaiannya. Seperti pemain sandiwara. "Jangan. hembusan napas Kaede membentuk kabut putih di te ngah dinginnya udara. "Aku menyukainya. Membuatmu kelihatan seperti laki-lak i sekaligus perempuan." ujar Kaede." *** Sinar matahari telah memudar saat Kaede mendatangi Takeo." ujar Takeo. Di balik jubah tebal musim dingin tubuhnya terasa hangat. lalu ada Jamuan Makan Tahun Baru. menarik tubuh Kaede agar berdekatan dengannya." Kaede menarik sarung tangan sutra yang biasa dikenakan Takeo di tangan kanannya. "Saat ini aku merasa kesakitan. maupun bekas luka di tengkuk lehernya yang putih. "sebentar lagi aku a kan bergabung denganmu. Meskipun ada tungku. yang mencoreng kec antikan yang pernah menjadi legenda sekaligus takhayul. dan malam musim dingin mulai menjelang." Takeo tahu kalau istrinya tak rela kehilan gan rambut panjangnya yang indah." sahut Kaede."Anak-anak harus segera beristirahat." "Akan kuminta agar tungku disiapkan di kamar. tapi tidak nampak olehnya ketidaksempumaan t ubuh istrinya. yang tampak hanyalah makin bertambahnya kerapuhan yang justru di matan ya membuat sang istri semakin terlihat memesona. "Buruk sekali. meng¬usapkan tangannya di atas kulit lembut ber¬bulu halus. Aku juga ingin berbaring sebentar." ujar Takeo. "karena peray aan di biara dimulai tengah malam. "karena perayaan di biara dim ulai tengah malamAnak-anak harus segera beristirahat." "Kau juga harus perlihatkan bekas luka¬mu. Selesai mandi.

" imbuhnya dengan ringan." "Meskipun dengan adanya pewarisanmu sendiri serta contoh dari Lady Maruyama! Kau masih saja bicara layaknya putri dari keluarga ksatria!" Kisah Klan Otori IV Page 11 . "Aku ingin memberimu anak laki¬laki." ujar Kaede. perhiasan yang nyaris tak ternilai harganya. "Kau membuat diriku utuh ." "Begitu pula dengan Shigeko. tidak mampu menyem bunyikan kerinduan dalam nada suaranya. membawanya memasuki dirinya. "Dua kali hamil nyaris merenggut nyawamu." Kaede kembali pada pokok pembicaraan sebelumnya seolah hal itu menggerogoti diri nya. "Kita sudah punya tiga anak perempuan. "Dia akan mewarisi Tiga Negara. "Kau selalu menyembuhkan diriku." "Aku pernah mengatakan hal yang sama pada ayahku. membuka diri pada Takeo. seraya menarik tubuh suam inya." ujar Takeo kemudian. "Kuharap tidak!" seru Takeo." bisik Kaede. Kita takkan melepasnya dengan percuma. Siapa orang yang bisa kita calonkan dengan¬nya?" "Jangan terburu-buru." "Anak-anaknya! Shigeko masih anak-anak. memper¬temukan hasrat mereka . Pandang annya menjelajahi setiap sudut kamar." sahut Takeo. Lagipula kita tidak perlu anak laki-laki. "Aku percaya kalau diriku bernilai sama dengan laki-laki. juga anak-anaknya kelak. "Mungkin tadi kau sudah memberiku seorang putra. tapi sudah cukup dewasa untuk ditunangka n. tapi d i balik daun penutup jendela langit tampak kelam. Shigeko seperti piala."Rasa sakit semacam itu bisa kusembuh¬kan." Kaede berbaring dalam dekapan Takeo." aku Kaede. Cahaya lampu bersinar dari pegangan best. dengan kepala bersandar di bahunya.

aku pernah bersumpah pada Kannon di Ohama. "Kadanegelapan dan ketenangan membawa Kaede menyuarakan kecemasannya lebih jauh lagi. kalau-kalau terjadi sesuatu pada Shigeko. "Tapi mungkin kita memang sudah terl alu tua. cinta ku padamu sederhana dan sejatj adanya aku takkan bercinta dengan siapa pun selain kau. "Kadang aku berpikir si kembar menutup rahimku. Semua orang penasaran mengapa kau tidak mengambil istri muda. Maka siapa yang akan dinikahkan? Tidak satu pun keluarga bangsawan atau ksatria mau menerim a si kembar. namun ia berusaha menyingkirkannya." "Kurasa aku bisa mati cemburu. " Takeo tak bisa menyangkal bahwa hal yang sama juga mengganggu pikirannya. Aku merasa andai mereka tidak dilahirkan aku akan dikaruniai anak laki-laki. "Selama kita bersatu. peran apa pun yang kumainkan. atau selir. semoga Surga tidak mem¬biarkan itu terja di. merasakan tulang rusuk yang mengera s dari jaringan yang tertinggal bekas luka bakar. Aku tak akan merusak¬nya. agar bisa pu nya lebih banyak anak. "Kau ingat saat kita berpisah di Terayama? Kau ." "Kau terlalu banyak mendengar takhayul!" "Mungkin kau benar. Putri kembarnya masih amat muda: siapa yang tahu apa yang disi apkan nasib untuk mereka? Setelah beberapa saat." Setengah mengantuk Kaede berkata. negara kita akan tetap d amai dan kuat." aku Kaede." sahut Takeo dengan sungguh-sungguh. Takeo merengkuh Kaede lebih dekat lagi. "Perasa an apa pun yang pernah kuperlihat¬kan untuk berpura-pura.Kegelapan dan ketenangan membawa Kaede menyuarakan kecemasannya lebih jauh lagi. Tapi apa yang akan terjadi pada anak kembar kita? Mereka tid ak bisa mewarisi." sahutnya." "Aku percaya kita dipersatukan dalam cinta yang merupakan landasan pemerin¬tahan k ita yang baik." "Aku hanya menginginkan satu istri. Dan aku tak akan melanggamya sekarang. Perna h kukatakan padamu. Kaede berkata pelan. "Namun perasaanku tidaklah penting di bandingkan kepentingan negara. mengu sapkan tangannya di atas bekas luka leher istrinya. Aku tidak melanggar sumpah it u selama enam belas tahun. terutama yang ternoda maaf oleh darah Tribe serta kemampuan yang mirip ilmu sihir.

Aku tak pernah melupakan saat itu. jeritan pilu sang bangau.. "Cintamu adalah anugerah terin dah dalam hidupku. begitu kurus.. Terasa hangat di bawah selimut. ka rena dengan begitu justru meng-hidupkan ramalan itu. Tak lama lagi ia sudah harus bangun. Namun ia tak ingin menyakiti istrinya. karena si peramal buta itu mengatakan hanya putraku yang bisa me mbawa kematian padaku. Akan kukatakan mengapa aku tidak menginginkan anak laki-laki. Kemudia n satu kali lagi di Gua Suci kudengar suaranya mengatakan hal yang sama. Kata-kata bisa diubah dan dimanipulasi agar terkesan sarat makna. Maka ia takkan mengeluarkan ramalan yang satu itu dalam kata-kata. empat atau tig a. Untuk apa mengorek-ngorek masa lalu? Lima pertempuran telah menjadi bagian dari mitologi Otori. dan anak yang dilahirkannya." "Aku tak layak mendapatkan cintamu. Dan kita sudah melihatnya terpenuhi: Lima Peperangan. Aku terpaksa belajar bagaimana harus menunggu. Di sana aku belajar bersabar . Aku tidak pernah menceritakan ini padamu. Lalu kau datang: aku melihatm u. Kau tahu. walaupun Takeo sadar hahwa ia yang mem ilih bagaimana menghitung semua pertempuran itu: bisa saja jumlah mencapai enam. putrak u. Aku be rmimpi tentang Dewi Putih: dia berbicara padaku. dan aku tak bisa hidup tanpa dirimu. Akan kukatakan padanya tentang Yuki. satu¬satunya tempat yang terpikir ol ehku hanya¬lah kembali ke gua suci. campur tangan Surga " Akan kuceritakan sisanya sekarang." "Kau pernah bilang. tangan¬mu di atas leherku.menatap mataku lalu aku jatuh tertidur. saat dia mati. pikir Takeo.. salju turun. tangan indahmu hancur. racun masih ber¬sarang di tubuhmu. kembali pada sang dewi. Itu satu-satunya hal yang m embuatku bertahan selama dikurung di kediaman Lord Fujiwara. Bila kau tidak datang. katanya: dia akan menjemputmu.. agar ia tidak punya a lasan untuk mencabut nyawaku. seringkali terpenuhi. yang kini berusia enam belas tahun. hidupku di¬bimbing oleh ra malan. meskipun udara di wajahnya terasa dingin menusuk. Bersabarlah. Setelah itu. mungkin aku akan terus tinggal di sana melayani sang dewi sepanjang sisa hidupku. Dilihatnya Kaede hampir tertidur. mandi serta ber¬pakaian resmi dan Kisah Klan Otori IV Page 12 . tidak melakukan apa-apa.." bisik Takeo. Bila suatu ramalan dipercaya.

.

menyiapkan diri untuk upacara menyambut datangnya Tahun Baru. Malam ini akan jad i malam yang panjang.* Kisah Klan Otori IV Page 13 .* enyiapkan diri untuk upacara menyambut datangnya Tahun Baru. Malam ini akan jadi malam yang panjang. dan akhirnya ia pun tertidur. Tubuhnya mulai terasa rileks. dan akhirnya ia pun tertidur. Tubuhnya mulai terasa rileks.

tapi ditolakny a. tapi ditolaknya.Takeo ingin memberi Taku warisan dengan cara yang sama. seraya mengatakan Kisah Klan Otori IV Page 16 . seraya mengatakan akeo ingin memberi Taku warisan dengan cara yang sama.

Orang cenderung meremehkannya. aku belum berusaha sebegitu kerasnya untuk membujuk mereka." "Aku tidak harus mengingatkanmu kalau kekerasan dilarang di Tiga Negara. Sosok dan wajah Taku menurun dari keluarga Muto sedangkan Arai mewarisi keberanian dan kegagahannya. Dia lebih memilih bekerja dengan paman dari ibunya. hwa dia tak ingin memiliki wilayah kekuasaan dan kehormatan. Akan kita lihat seberapa kuat keinginan ayah m ereka agar anak¬anaknya bisa kembali. Mereka menolak bicara. serta pada dasarnya menganggap hidup itu menyenang¬kan dan pengalama n yang mengasyikkan." sahut Takeo ringan. . Sosok dan wajah Taku menurun dari keluarga Muto sedangkan Arai mewarisi keberanian dan kegagahannya. dan Takeo m elihat si gadis sedikit memicingkan mata. Ai. Kenji. serta pada dasarnya menganggap hidup itu menyenang¬kan dan pengalama n yang mengasyikkan." "Tentu saja tidak. Untuk saa t ini mereka tidak boleh diperlaku-kan dengan kasar. Dia menerima pernikahan politis dengan gadis Tohan yang disukainya dan te lah memberi¬nya seorang putra dan seorang putri. Kenji. dalam mengendalikan jaringan mata-mata yang telah Take o bangun melalui Tribe. Tapi apakah peraturan itu juga berlaku bahkan untuk Kikuta?" "Peraturan itu berlaku bagi semua orang. "Mereka bersalah a tas percobaan pembunuhan dan akan dieksekusi atas kesalahan itu pada akhirnya nanti. Orang cenderung meremehkannya." "Mereka berasal dari mana?" selidik Sonoda Mitsuru. kau tahu kalau Kikuta bunuh diri dengan menggigit lidah mereka sendiri! T entu saja." tutur Taku. ia diyakinkan untuk b ersumpah setia pada Otori dalam perdamaian besar-besaran setelah gempa. dalam mengendalikan jaringan mata-mata yang telah Take o bangun melalui Tribe. dulunya adalah pengawal Arai. dia dan Ai diberikan wilayah Inuyama. "Di mana bisa kau menemukan Si Gosaburo ini?" "Kukira di pegunungan di luar perbatasan wilayah timur. Sebagai imbalannya. Dia menerima pernikahan politis dengan gadis Tohan yang disukainya dan te lah memberi¬nya seorang putra dan seorang putri. yang justru disu kainya. Akita. Dia lebih memilih b ekerja dengan paman dari ibunya. yang menikah dengan adik Kae de. yang justru disu kainya. "Tidak. dan meskipun keluarganya. Aku hanya terkejut mereka masih hidup.bahwa dia tak ingin memiliki wilayah kekuasaan dan kehormatan. Taku tersenyum saat menjawab.

tertawa." sahut Takeo.." "Besok aku akan memanggilnya. seraya mengisi cang kir Takeo dan memberikan botol sake kepada¬nya." sahut Kenji. "Siapa yang bisa me ngira. karena salju pertama akan turun dalam minggu ini. tetap rahasiakan identitas me reka dan jangan biarkan mereka berhubungan dengan orang lain selain kau." ujar Muto Kenji." *** "Hanya ini kesenangan yang tersisa untuk¬ku. "Tidak a da salahnya membuat batin Gosaburo menderita memikirkan nasib anaknya. "Paman menyukai aroma pabrik pembuatan sake." Didekatinya Taku. tapi. "Tapi bagiku sake meredakan rasa sakitku. Bahkan mungkin membua tnya semakin ingin menyelamatkan mereka. Ia melihat ke sekeliling rumah yang dibangun begitu kuat dengan langit-langit tinggi. mengatakan k alau alkohol buruk bagi paru paru. kalau kita akan dud uk di sini saling mem-bandingkan penyakit?" "Bersyukurlah kita berdua masih hidup sampai saat ini!" timpal Takeo.Sonoda berkata. sake membuatku tetap ber¬semangat dan memban tuku agar bisa tidur." Takeo menuang sake yang bening serta keras ke cangkir gurunya yang sudah tua itu .." "Musim semi nanti kita akan kirim surat pada ayah mereka. Menurutnya udara d i sana lebih mudah dihirup. tapi ke sehatannya sedang tidak baik. "Maka untuk sementara waktu tidak mungkin mengadakan perundingan . dan udara malam yang dingin menimbulkan kejang otot yang memb uatnya batukbatuk. kan?" "Ya. paman akan bergabung dengan kita di kuil untuk perayaan Tahun Baru. Apakah dia berada di rumah lama?" Taku mengangguk. melihatmu mencoba membunuhku tujuh belas tahun yang lalu di rumah ini." akunya saat mereka berdua menenggak habis minu mannya. lalu mengapa kita harus mengikuti anjurannya?" "Kita adalah dua orang laki-laki tua." "Kurasa sakenya juga ikut membantu. "Pamanmu berada di kota. Sementara itu. "Ishida juga memintaku mengurangi minum sake. "Ishida memintaku mengurangi minum. Dan Ishida pun hampir tidak mengikuti sarannya sendiri. pilar kayu cedar dan bera nda serta penutup .

Kisah Klan Otori IV Page 17 .

dan membuat Takeo sangat mengandalkannya. "Tidak ada manusia yang tidak bisa mati. Semua sisa ramalannya telah menjadi kenyataan. memiliki kasih sayang istimewa atas Lady Otori. yan g dikaguminya. tak seorang p un bisa membunuh Takeo. Kenji tidak punya h asrat lain di luar kegemarannya yang abadi pada sake dan perempuan dari rumah bordil setempat. Kematian menantiku sama halnya seperti semua orang. "Rasanya aku akan menyesal meninggal¬kan semua ini. namun sejak kematian putrinya. kemudian mengisi lagi wadah mereka masingmasing. sampai tahap ini: lima pertempuran telah mem bawa kedamai¬an di Tiga Negara. Shizuka. Takeo berhasil menembus kastil di Hagi dan membalaskan dendam ata s kematian Shigeru. per¬mintaan ak an produk buatan kami membuat kami sangat kaya raya. bisa digambarkan sebagai memenuhi keinginan Surga. Rumah ini penuh kenangan." Kenji adalah salah satu dari sedikit orang yang tahu isi ramalan tentang Takeo. ahli mata-mata. Lord Otoriku tercinta.jendela dari kayu cemara cypress. dan Takeo berkuasa dari ujung laut ke ujung laut lainny a. dan rasa hormat pada putra Shizuk a. Hanya saja waktuku belum tiba. yang dulu pernah menjadi gurunya di H agi. "Itu hanya karena kau bertingkah bak hewan liar! Keluarga Mu to selalu menyukai kemewahan. amat menyayangi keponakannya sendiri. Dan kini bertahun-tahun dalam kedamaian. cerdik tanpa perasaan senti¬mentil. Dan sejauh ini. Aku sangsi masih bisa menyaksi kan Tahun Baru. Tampak tidak peduli pada harta benda. Kenji adalah utusan dan juru runding yang baik. Taku. Tapi kau kau tahu orang bilang kalau kau tak bisa mati!" Takeo tertawa. Dengan bantuan Kenji. membuat ramalan yang terakhir ini semakin bisa di percaya. "Ruangan ini amat ja uh lebih nyamaendela dari kayu cemara cypress. Mengabdi¬kan hidupnya pada Takeo dan bersumpah untuk melayaninya. mereka berdua minum lagi. Gempa bumi yang menyengsarakan mengakhiri pertempuran terakhir serta menyapu habis pasukan Arai Daiichi. berkat kau. ter¬masuk bagian yang dirahasiakannya: bahwa ia aman dari kematian kecuali di tangan putranya sen diri. Rumah ini penuh kenangan." kata Kenji. "Ruanga n ini amat jauh lebih nyaman ketimbang lemari terkutuk tempat aku dikurung!" Kenji tertawa lagi. kekayaan maupun status. Kenji semakin terasing¬kan dari istrinya ." D inaikkan cangkirnya ke arah Takeo. Takeo berbagi banyak rahasia dengan Kenji. Kenji orang yang pintar.

. Yam agata dan Inuyama untuk mempelajari etika pelayanan. Makin kuatnya usaha Takeo membasmi korupsi membawa hasil. Jalan Sempit Ular petani dan penduduk desa menggabung kan diri dalam kelompok masyarakat ini selama masa-masa anarkis. Aturan yang terakhir terbukti paling sulit dilaksana kan. Tribe mendapat cara untuk menghindar. mengendalikan kekuatan prajurit perseorangan dan kelompok bandit yang tak mengenal hukum. tanggung jawab yang sama juga dipikul pemimpin klan. Kelompok ini kini dimanf aatkan dan terus dibangun agar masyarakatnya bisa mengatur masalah mereka sendiri di tingkat desa dan memilih sendiri pemimpinnya untuk mewakili mereka dan mengajukan tuntutan atas ketidakpu asan atau keluhan mereka di pengadilan tingkat propinsi. korupsi dan suap makin Kisah Klan Otori IV Page 18 . dan tak memiliki baik ikatan cinta maupun kebenci an dengan orang lain. para pemimpin klan ini bert emu Takeo dan Kaede secara teratur untuk membahas soal kebijakan. yang meninggal beberapa tahun lalu. menentukan besarnya pajak se rta mempertahankan pelatihan dan perlengkapan pasukan. Pengadilan diatur oleh klas ksatria. mereka memegang jabatan terten tu. Kenj ilah yang tahu keberadaan kelompok rahasia masyarakat kuno yang tidak diketahui Takeo Kesetiaan p ada Burung Bangau. Saat kembali ke daerah asal. Seiko. dan membunuh serta me nerima suap di-ancam hukuman mati. dikirim ke sekolah-sekolah besar di Hagi. dan terkadang juga anak perempuan. mengatakan kalau cara ini mir ip hirarki Tribe hanya saja ada per¬bedaan yang mendasar: kekerasan dilarang. diberi status dan penghasilan yang cukup: mereka bertanggung jawab langsung kepada tetua dari setiap klan. Amarah Macan Putih. tapi mereka tidak bertransaksi dalam jumlah besar atau me mamerkan kekayaan. pembukuan dan ekonomi. Setiap daerah harus menyediak an sejumlah orang icrbaik untuk pasukan pusat: separuh tentara. Semenjak kematian Arai dan para lord Otori enam belas tahun yang lalu. Kenji menangani semua administrasi dengan trampil. sejarah serta bahasa dan kesusastraan klasik. Kenji bek erja dengan kesabaran dan cerdik terhadap tujuan Takeo: menarik semua sumber daya dan perang kat kekerasan ke tangan pemerintahan. dan sepa-ruh lagi petugas ke amanan yang bertugas menangani bandit dan penjahat lainnya. anak laki-laki mereka dengan pola pikir yan g tidak terlalu militer.

.

Lalu bentuk praktik yang lain berjalan: praktik tukar menukar hadiah dalam bentuk rkurang.berkurang. Lalu bentuk praktik yang lain berjalan: praktik tukar menu kar hadiah dalam bentuk Kisah Klan Otori IV Page 19 .

tapi hanya terjadi sediki t peristiwa dan musuh utama mereka adalah rasa jenuh. Terjadi pemandangan yang meng¬harukan saat para ksatria saling berdamai setelah puluhan tahun bermusuhan. Hal ini menyebabkan datang¬nya para perajin dan seniman ke Tiga Negara. Setelah gempa mengakhiri perang di Tiga Negara. Keahlian Tribe adalah bakat dari lahir pendengaran dan peng¬l ihatan yang sangat kuat. N amun Takeo dan Kenji menyadari bahwa ksatria terlahir untuk bertarung: masalahnya. Setelah gempa mengakhiri perang di Tiga Negara. para ketua dari keluarga dan klan yang masih hidup bertemu di Inuyama da n menerima Otori Takeo sebagai pemimpin mereka. di mana nilainya tersembunyi. Ajaran Houou bermarkas di Biara Terayama yang dipimpin kepala biara Matsuda Shin gen dan Kubo Makoto. Semua pertikaian karena hubungan darah yang menen tang Takeo maupun per¬cekcokan antara mereka sendiri dinyatakan berakhir. bagaimana menyibukkan mereka? eindahan dan selera. N amun Takeo dan Kenji menyadari bahwa ksatria terlahir untuk bertarung: masalahnya. melindungi kapal dagang di laut dan toko serta gudang mereka di pelabuhan yang jauh. Silla. Ajaran Houou. Hal ini menyebabkan datang¬nya para perajin dan seniman ke Tiga Negara. mengambil nama burung suci yang b ersarang jauh di . Shin dan Tenjiku. Semua pertikaian karena hubungan darah yang menen tang Takeo maupun per¬cekcokan antara mereka sendiri dinyatakan berakhir. di mana nilainya tersembunyi. Ajaran ini hanya dapat diikuti segelintir laki-laki dan perempuan dengan ke kuatan fisik dan mental yang hebat. Silla. mereka a kan bertarung melawan siapa? Dan jika mereka tidak bertarung. bukan hanya mereka yang berasal dari Delapan Pulau t api juga dari negeri¬negeri di daratan utama. yang lainnya mengikuti lomba yang dibuat Takeo un tuk keahlian berpedang dan memanah.keindahan dan selera. bagaimana menyibukkan mereka? Beberapa prajurit menjaga perbatasan di wilayah Timur. Menemukan dan memurnikan kema mpuan seperti inilah yang menjadi inti Ajaran Houou. Shin dan Tenjiku. beberapa yang lainnya men¬dampingi Terada Fumio da n tabib Ishida dalam perjalanan penjelajahan mereka. bukan hanya mereka yang berasal dari Delapan Pulau t api juga dari negeri¬negeri di daratan utama. penggunaan sosok kedua tapi sebagian besar manu sia memiliki kemampu¬an seperti ini namun belum terasah. kemampuan menghilang. para ketua dari keluarga dan klan yang masih hidup bertemu di Inuyama da n menerima Otori Takeo sebagai pemimpin mereka. Terjadi pemandangan yang meng¬harukan saat para ksatria saling berdamai setelah puluhan tahun bermusuhan. mereka a kan bertarung melawan siapa? Dan jika mereka tidak bertarung. sedang yang lainnya dipilih untuk mengikuti jalan utama d ari pertarungan: penguasaan diri.

Kikuta bukan hanya berusaha membunuhnya tapi juga bersekutu dengan ksatria yang kurang puas. baik nyamuk atau pun manusia. Kenji meng¬anggap itu aturan yang gila karena dia sering menikam jantung orang. "Tapi Gosaburo seorang pedagang dan pragmatis: dia akan ketakutan setengah mati bila kehilangan anak¬anaknya satu putran ya telah tewas. Kita akan biarkan dua anaknya yang tersisa tetap hidup hin ." "Kupikir juga begitu. dan Tiga Negara. Mungkin kita bisa memberinya sedik it tekanan. Takeo angkat bicara lagi. "Serangan yang terakhir ini membuatku ja uh lebih waspada karena ditujukan pada keluargaku. bahkan demi membela diri. menyebarkan desas-desus. Disadarinya kalau akhir hidupnya sudah dekat. Berapa b anyak? Dia tak bisa menghitungnya lagi. dan nasib dua lainnya ada di tanganmu.dalam hutan-hutan di sekitar Terayama. Takeo berhasil menjinakkan baik Tribe maupun para ksatria: hanya Kikuta yang mas ih bertahan menentangnya." Wajah Kenji beru bah tenang dan bibimya berkerut menggambarkan kegetiran. melakukan pembunuhan secara acak dengan harapan menggoyahkan kestab ilan masyarakat. Ia sudah tua. bukan diriku. kesehatan dan kekuat an¬nya makin memburuk: selama berbulan bulan paru-parunya terasa makin lemah dan seringkali m untah darah. Ia minum lagi. itu akan menghancurkan diriku. Dia tak kebal dengan kedamaian da n kekuatan spiritual Terayama. "Kapan mereka akan berhenri?" "Akio takkan berhenri. membunuh dengan garotte. mangkuk atau bahkan langsung ke orang yang tidur dengan mulut menganga. Jika istri atau anakku mati. Akhir-akhir ini kesenangan terbesarnya yaitu menemani Takeo di sana dan menghabiskan waktu bersama Matsuda dan Makoto. Tak ada penyesalan atas mereka yang telah dikirimny a ke alam baka cepat atau lambat manusia juga akan mati." sahut Kenji ringan. lebih serius." "Kurasa itulah tujuan Kikuta. Dia telah mengabdikan hidupnya demi tujuannya itu. menyisipkan racun ke dala m cangkir. Kebenciannya padamu hanya akan berakhir dengan kematianny a atau kematianmu. Dia melihat bahwa larangan membunuh te rnyata jauh lebih berat daripada keputusan untuk membunuh. Sumpah pertama yang dilakukan para ksatria yang terpilih ini yaitu tidak mem¬bunuh .

Kisah Klan Otori IV Page 20 . kemudian melihat apakah ayah mereka siap untuk berunding." "Mungkin sementara ini kita juga bisa mengorek keterangan yang berguna dari kedu anya. Takeo menaikkan pandangannya ke arah Kenji melalui pinggiran cangkir." gerutu Kenji.gga musim semi.

Andai dia buka mulut.bisa dilakukannya agar orang tertidur yaitu rasa bosan karena dia jarang bicara. Andai dia buka mulut. isa dilakukannya agar orang tertidur yaitu rasa bosan kar ena dia jarang bicara. Kisah Klan Otori IV Page 22 .

Akio adalah Ketua Kikuta. simpati maupun welas asih.bicaranya pelan. seolah menyaksikan dengan mata bayinya yan g masih belum fokus. atau ada yang menceritakannya? Ia ingat ibunya lebih jelas dari y ang seharusnya usianya baru beberapa hari saat ibunya meninggal dan menyadari adanya hubungan dir . yang menguasai berbagai kemampuan serta bakat yang kini mulai lenyap. Anak-anak Kikuta tidur dengan kaki mengarah ke Barat. jerit dan tangis ibunya. A pakah ia memimpikannya. Tapi Akio adalah Ketua keluarga. Akio bisa bertindak sesuka hati. Dapat dilihatnya kejadian itu dengan jelas. tapi tampaknya Hisao sudah tahu yang sebenarnya: ibunya mat i diracun. Dia selalu menyalahkan Ot ori Takeo atas terpecah-belahnya Tribe. "Apakah Otori sudah mati?" dan dibalas dengan. kesedihan karena harus meninggalkan pu tranya. Sejak kecil Hisao sudah menyadari kekecewaan ayahnya pada dirinya. Keluarga Kikuta dikejar-kejar sehingga mereka keluar dari Tiga Negara untuk pindah ke Utara. bertahan me¬nahan lapar. serta kematian pesumo t angguh. Karena Tribe membesarkan anak mereka dengan cara sangat keras. Perlak uan Akio yang kejam." Konon kabarnya kematian istrinya. dan kematian Kotaro yang membuat Ak io begitu penuh dendam dan hidup dalam kebencian. yang mati di Hagi oleh Otori Takeo dan Muto Kenji. penolakan ibunya saat dipaksa menelan pil racun. dan saling menyapa dengan kalimat. tapi lupa bagaimana ia tahu itu. Akio sangat keras p ada putra tunggalnya itu dan tak pernah menunjukkan pengertian maupun kasih sayang. Hajime. Muto Yuki. dingin dan rasa sakit yang luar biasa. p enerus pamannya. Hisao merasakan ini seiring ia tumbuh dewasa. Akio tumbuh menjadi laki-laki sinis dan susah ditebak. Kotaro. men inggalkan usaha mereka yang meng¬hasilkan banyak uang. icaranya pelan. kematian Kotaro yang disayangi. keluarga ter¬besar dalam Tribe. tanpa ada tanda-tanda kecerdasan atau kreati vitas. tanpa ada tanda-tanda kecerdasan atau kreativit as. tersendat¬sendat. Para tetua mengatakan kalau Yuki meninggal kar ena demam setelah melahir-kan. penderitaan dan kenikmatan keji yang dirasakan Ak io menjadi awal mula tenggelamnya dia dalam kekejaman. serta melenyapkan semua perasaan. serta banyak kematian lainnya. Keputusasaan dan kemarahan ibunya. bahkan mengejutkan kerabatnya sendiri. tersendat¬sendat. panas. haus. sering ai puas Akio karena sebagian dendamnya terlaksana. melatih mereka de ngan kepatuhan mutlak. "Belum. tapi tak lama lagi. tak seorang pun bisa meng-kritiknya. Dan sebagai Pimpinan.

Ia dapat membuat ukiran kayu berbentuk hewan yang begitu hidup h ingga tampak Kisah Klan Otori IV Page 23 . Sekali dia terlihat meng¬elus seekor kucing. kepalanya lu ar biasa sakit. Ia hanya tahu kalau hantu itu adalah ibunya yang mati dibunuh. Satu-satunya cara meredakan rasa sak it dan suara-suara si kucing serta si hantu perempuan adalah membuat benda-benda dengan tangannya. seolah pengetahuan itu sudah ada dalam darahnya. tapi Hisao tak t ahu cara mengatur bakatnya ini.inya dengan sang ibu. men¬jadi penghubung antara arwah dengan orang yang masih hidup. Kemampuan mengarungi dua dunia. Anugerah semacam i ni semestinya diasah dan pemiliknya akan ditakuti serta dihormati. Hisao tidak pernah menceritakannya sehingga tak seorang pun tahu satu bakat Trib e yang telah hilang selama beberapa generasi ternyata ada pada dirinya. tapi ia takut men¬dengarkan karena itu berarti ia membuka diri memasuki alam baka. dan satu sisi matanya menjadi gelap. dan lolongan yang memusingkan terdengar makin keras hingga ia tak percaya kalau oran g lain tak mendengarnya. namun ia merah asiakannya. yang kemudian ia lihat hewan malang i tu digorok ayahnya di hadapannya. apa yang dilihatnya di alam baka tampak berkabut dan sulit dimenge rti: ia tidak mengetahui simbol dan bahasa untuk berkomunikasi dengan arwah. Itu sebabnya dia mengetahui kemarahan ibunya dan sakit hati ayahnya. Roh kucing itu juga sesekali seperti menjerat Hisao dari dunianya. karena hanya saat itulah ada orang yang memeluk nya atau kelihaian membutuhkan dirinya. Ia membangun kincir air dan orang-orangan dari bambu untuk menakuti rusa. dan menyukai hewan. Ketika alam baka membuka jalan dan mengajaknya masuk. Hal-hal buruk yang terjadi di antara mereka berdua yang setengah menakutkan. Seringkali ia merasakan kalau ibunya meng¬inginkan sesuatu darinya. setengah diharapkan. Antara kemara han si hantu dan rasa enggan dalam dirinya. kepala¬nya terasa seperti terbelah karena rasa saki t. Meskipun Hisao suka membuat kerajinan tangan. dan itu mem buat ia benci sekaligus iba pada Akio.

Ia menyukai semua aspek penempaan: me m¬buat besi dan baja.seperti hewan yang disihir menjadi patung. Ia menyukai semua aspek penempaan: mem¬b uat besi dan baja. pisau serta ber¬bagai peralatan. pedang. pedang. Kisah Klan Otori IV Page 24 . pisau serta ber¬bagai peralatan. eperti hewan yang disihir menjadi patung.

berkhianat. termasuk Kikuta. tapi dia . Jika ada yang hilang. berat serta tidak praktis: kurang prakris menurut cara pembunuhan yang dibanggakan Kikuta. Mereka disidang di depan umum yang disebut sebagai pengadilan Ot ori. Tapi berbaga i laporan tentang pembunuhan yang memakan banyak korban jiwa terbukti sama efektifnya deng an senjata itu sendiri: semua musuh Otori. si pemilik harus membayar dengan nyawanya. senjata-senjata mereka dirampas dan mereka hanya boleh berdagang di pelabuhan Hofu. Hisao mendengar aya hnya dan seorang laki-laki yang lebih tua membahas benda ini.Keluarga Kikuta ahli membuat senjata. yang bisa di-sembunyikan di balik pakaian dan tak ber¬suara. Keluarga Kikuta terpecah untuk memiliki senjata itu. belati kecil dan sebagainya tapi mereka tak tahu cara membuat senjata yang disebut senja ta api. dan ia membayangkan senjata api yan g kecil dan ringan. bila terkena air maka senjata itu tak berguna. Senjata-senjata itu tak bisa disembunyikan d an digunakan dengan cepat. dan dieksekusi. mereka harus me¬nyeimbangkan kekuatan dengan memiliki s enjata yang sama. senjata yang bahkan t ak mampu dilawan Otori Takeo. jarum. atau orang tua yang in gin mati terhormat yang pergi hendak mem¬bunuh Otori Takeo untuk membalaskan kematian Kikuta Kotaro d an anggota Tribe lainnya. Ada yang beranggapan senjata itu meng¬hilangkan semua kemampuan dan ke¬nikmatan dala m membunuh. terutama sen-jata rahasia Tribe pisau lempar . sementara yang lainnya b eranggapan kalau ingin menyingkirkan Otori. Senjata yang digunakan Otori begitu dirahasiakan cara buatnya hingga membuat orang iri. Sejak itu semua orang barbar digeledah ketika dat ang. terutama sen-jata rahasia Tri be pisau lempar. Senja ta ini pernah sekali digunakan orang barbar. Otori membatasi p enggunaan senjata ini hanya untuk sekelompok kecil orang: setiap pucuk senjata api yang ad a di negara ini dihitung. berusaha mendapatkan senjata itu de ngan cara mencuri. Ada kalanya Otori Takeo dilaporkan ter¬luka sehingga harapan mereka membumbung tin ggi. Setiap tahun ada saja pemuda yang ingin menjadi pahlawan. belateluarga Kikuta ahli membuat senjata. jarum. Senjata-senjata milik Otori bentuknya panjang. Namun usaha mereka untuk mendapatkan senjata api selalu gagal. atau mencari sendiri. Mereka tak pernah kembali: kabar tentang tertangkapnya mereka dat ang beberapa bulan kemudian. kalau cara tradisional lebih bisa diandalkan.

tiba-tiba katak terdiam. Taku seperti ibu dan paman buyutnya. Ia menghabiskan li: embernya dibuat dari bambu yang paling ringan dan talinya rambat yang cukup kaku untuk bisa mengangkat ember kincir. menyerangnya melalui istri atau anak-anaknya. Sejak keluarga Tribe melakukan pe rkawinan campuran. Kisah Klan Otori IV Page 25 . Tapi cara ini juga terbukti gagal. ya ng kurang berbakat. Ia tengok kanan-kiri. diutus bersama saudari perempuan mer eka ke Inuyama tempat keluarga Otori merayakan Tahun Baru. banyak pengkhianat yang memiliki darah Kikuta. mempunyai b anyak kemampuan. Mendengar desas¬desus kalau Otori tak bisa mati membuat kebencian serta kegeriran Akio semak in ber¬tambah. Keluarga Muto yang sudah bersumpah setia pada Otori telah menggandeng keluarga Tribe lainnya: Imai.selalu sembuh. Selama malam-malam di musim dingin yang panjang. kecil sawah. Suatu sore Hisao bekerja seorang diri di sepetak pegunungan. diantaranya adalah Muto Shizuka serta kedua putranya. bahkan dari racun. dua putra Gosaburo. Karena hingga musim semi tiba masih belum ada kabar tentang kedua orang y ang ditawan. Belakangan sepupu Akio. Ritual pemakaman mulai diatur dalam kedukaan y ang mendalam karena tak ada jenazah yang bisa dibakar dan tak ada abu jenazah. Tak ada yang tahu apakah mereka masih hidup atau sudah mati. Akio mulai bersekutu dengan musuh Takeo lainnya. bersekutu dengan Otori melalui pernikahan: mereka bersaudara ipar. Apa yang terjadi setelah itu tidak jelas. terluka dan dipuk uli sampai mati oleh kerumunan orang. sementara Zenko. Kuroda dan Kudo. lapi ternyata para perempuan yang menjadi sasaran berhasil mempertahan¬kan diri dengan kekejaman yang tak terduga: salah satu penyerang. Kehilangan tiga anggota muda yang ada hubungan erat dengan sang Ketua merupa¬kan p ukulan berat. Sedang yang lainnya berhasil ditangkap dan dibawa ke kastil Inu yama. seperti pulihnya dia dari belati beracun milik Kotaro. Kikuta menduga mereka sudah mati. Taku dan Zenko. memimpin jaringan mata-mata dan melindungi Otori. putra sulung Gosaburo. jauh di kedalaman ia telah me¬mikirkan cara mengali musim dingin membuat ember dan ta diperkuat dengan batang tanaman Hisao tengah berkonsentrasi penuh pada pekerjaannya. ri sawah dengan me¬manfaatkan kincir air. Mereka berbaur dalam kerumun an di biara dan mencoba menikam Lady Otori dan putri-putrinya.

Kisah Klan Otori IV Page 26 . tapi ia tahu ada orang yang menggunakan kemampuan menghilang Trib e. tapi ia tahu ada orang yang menggunakan kemampuan menghilang Tr ibe. ak ada orang.Tak ada orang.

Hisao mengangguk. dan menyebut namanya dengan cara yang membuat Hisao percaya padanya. putra Akio?" "Ya. Kalau begitu. dirasakan kebahagiaan dan pendcritaan ibunya dan pertanda pertama dari sakit kepalanya serta kemampuan melihat separuh dari dua dunia yang ber¬beda." Ia heran telah bersik ap biasa dan bebas pada orang yang belum dikenalnya. Hisao merasaka n jari-jari yang tak terlihat memiting pergelangan tangannya dan ototnya langsung terasa lumpuh saat telapak tangannya terbuka dan pisaunya terjatuh. Sorot matanya tajam dan kelihatan penuh selidik. dan dunia ibunya menyelubungi ambang batas dunianya. maupun mengenalinya. kemudian mengalih¬kan pandangannya ke seberang lembah. Sakit kepalanya kian menjadi-jadi: Muto Ken ji adalah pengkhianat. Aku tidak tahu orang yang bias melakukannya di kalangan Kikuta saat ini." ujar orang itu. Tapi aku tak bisa mendengar dari jau h. kebencian Kikuta pada orang ini hampir sama besarnya seperti kebenc ian pada Otori . "Aku takkan menyakitimu. Aku tak memiliki kemampuan me nghilang." Ekspresi wajah orang itu agak berubah. Aku mendengarkan mereka." Hisao menyerap semua keterangan ini. "Siapa di sana?" Tiba-tiba muncul seorang laki-laki dengan usia tak bisa diperkirakan dan berpena mpilan biasa berdiri di hadapannya. "Siapa di sana?" gira itu hanya salah satu anak yang datang membawa pesan. dan ibuku bemama Muto Yuki. Sosok laki-laki itu bergoyang-goyang selagi meng¬hilang. "Sudah kuduga. "Kau bcrnama Kikuta Hisao.Mengira itu hanya salah satu anak yang datang membawa pesan. Orang itu kembali menampakkan diri dalam jarak serentangan tangan dari wajah His ao. dia berseru. "Tidak. aku kakek¬mu: Muto Kenji. segera menyadari kalau orang mi dikenal ibunya. kan?" "Hanya dari katak. "Siapa kau?" bisiknya." "Tapi tadi kau mendengarku mendekat. dia berseru . "Kau bisa melihatku?" sahut laki-laki itu. Tangan Hisao segera bergerak ke arah pisaunya karena yakin ia bel um mengenal orang itu. dan dirasakan reaksi penyesalan serta ras a iba ibunya. "Kau tidak memiliki satu pun kemampuan Tribe?" tuturnya.

Seharusnya aku mem¬bunuhmu. Mengapa kau kemar i? Kau akan dibunuh. Rasa kecewa dan lega menyapu dirinya. namun kehadiran ibunya terasa membebani dirinya dan bisa dirasakan ibunya memanggil. bergerak tak terlih at dan tak terdengar melewati hutan? dan juga Akio harus tahu kalau ia datang sebagai utusan Takeo." Pandangannya turun menatap ke konstruksi yang tengah dikerjakannya. maupun Otori. "Mari kita temui Akio. tapi kau bilang kalau kau kakek¬ku." Ia tidak bersusah payah menyembunyikan sosoknya selagi mengikuti bocah itu menur uni jalan setapak dari atas gunung menuju desa. baik dar i ayah maupun dan ibunya. Apa yang bisa dilihatnya? Pemuda ini berbadan sehat. mirip rambut Takeo. gerakan matanya yang cepat menun¬jukkan kalau dia bisa melihat hal lain. Mirip siapa dia? Tidak mirip Kikut a. lagipula ak u tidak ahli membunuh. dengan kulit mulus tanpa cacat dan rambut tebal serta mengkilap. berkulit gelap dan berwajah lebar.Takeo. "Bukan apa apa. Dia tidak punya kemampuan apa pun. apalagi pada mereka yang tak berbakat. Kadang-kadang kepalaku sakit. Muto. "Ayah!" "Apa itu?" tanya Kenji." ajak Kenji. pikir orang tua itu. Dia pasti mirip ibunya Takeo. Kisah Klan Otori IV Page 27 . menghindari para penjaga di gerbang. agak lebih pendek dari Kenji sendin tapi kuat. Dan ada sesuatu yang lain pada dirinya." Betapa anehnya. "Ada yang aku sampaikan padanya. Aku sudah biasa. " Aku lebih suka membuat benda-benda. tahu betapa kerasnya masa kanak-kanak di Tribe. Sadar kalau akhirnya ia akan dikenali juga s iapa lagi yang bisa sampai sejauh ini. Kenji menatap bocah di hadapannya dengan tatapan iba. Jelas sekali Hisao punya beberapa kemampuan: benda itu dibuat dengan kreatif dan dengan keahlian tinggi.

nyanyian burung. Suasana terasa dipenuhi musik musim semi. vicia. enam belas tahun lalu d an butuh waktu lima tahun untuk menemukannya. pikir kenji dengan sedikit bersyukur. Seperti kuilnya. Tubuhnya terasa lebih panas dari yang s emestinya. Rumah itu jauh lebih nyaman dan mewah ketimbang rumah-rumah di sekelilingnya. Pematang sawah berw arna cerah dengan bunga liar. de ngan beranda dari kayu runjung serta pilar kokoh dari kayu cedar. Ketika sampai di bangunan yang paling besar. Pematang sawah berw arna cerah dengan bunga liar. dan saat berhenti sebentar di tepi sawah yang penuh air. dengan lekukan luwes yang sama indah . dan bunga krisan. dan bunga krisan. dan merasakan dengan li dahnya kapsul beracun yang terselip rapi di bekas rongga gigi gerahamnya yang sudah tanggal. walaupun tidak di luar jangkauan mata¬matanya. Tapi kemudian ia tahu kalau keluarga Kikuta mundur ke t empat ini sejak dikejar Takeo. Tempat ini sama seperti kebanyakan desa Tribe: tersembunyi di dalam lembah seperti lipatan kecil dalam barisan pegunungan. buttercup. Suasana terasa dipenuhi musik musim semi. atapnya terbuat dari rusuk atap yang tipis. vicia. dan cahaya matahari jatuh di sel a-sela hijaunya dedaunan. terasa ada darah di tenggorokannya. dan mendapatkan laporan tentang Hisao dari Taku. buttercup. maka tak ada hari yang lebih indah daripada hari ini. jauh dari jang kauan Takeo. Mereka membangun desa di utara ini sebagai markas. orang ber¬kumpul di belakang mereka. erjalanan itu membuat napasnya terasa sesak. katak serta jangkrik. Sejak saat itu. keponakan buyutnya . sesekali ia mengunjungi tempat in i tanpa diketahui penghuninya. dan cahaya matahari jatuh di sel a-sela hijaunya dedaunan. Bila hari ini memang ditakdirkan menjadihari terakhir hidupku. Pada kunjungan yang pertama ia sempat terkejut melihat ada l ebih dari dua ratus orang di desa itu. Langit berubah keemasan saat mentari mulai tenggelam di ufuk barat. dia tak berh enti. Tubuhnya terasa lebih panas dari yang s emestinya. dan meskipun beberapa anjing melompat-lompat penuh semangat ke arahnya. yang bisa dilihat dari kejauhan.Perjalanan itu membuat napasnya terasa sesak. Langit berubah keemasan saat mentari mulai tenggelam di ufuk barat. katak serta jangkrik. Kenji belum tahu tempat istimewa ini sebelum Hisao lahir. dan saat berhenti sebentar di tepi sawah yang penuh air. Kenji m en¬dengar bisik-bisik dan tahu kalau ia telah dikenali. nyanyian burung. terasa ada darah di tenggorokannya. Hisao tidak berbicara pada siapa pun saat mereka berjalan di antara rumah kayu b eratap rendah.

Tak seorang pun membungkuk normal maupun memberi s alam. sudah bertahun-tahun m engincar dirinya. Perempuan muda yang sama datang membawa semangkuk teh. "Ayah! Kita kedatangan tamu!" Selang beberapa saat. "Aku datang dengan membawa misi yang dam ai. Kenji pun diam saja. Aroma minyak wijen merebak dari arah dapur dan didengarnya desis makanan di penggoreng an. Lalu terdengar langkah kaki. Hisao naik ke beranda dan berse ru ke dalam rumah. paman Akio. Kerumunan orang di belakang Kenji terdiam. Sedang ya ng satunya lagi pasti Imai Kazuo. setahunya." Gosaburo tertawa sinis tidak percaya. Betapa lemah tubuh¬nya saat ini! Teringat dengan rasa penyesalan kalau semua kemam puan yang ia miliki kini hanya menjadi bayang-bayang." sahut Kenji. Mereka berusaha menyembunyikan keter¬kejutan dengan kemunculannya. Ia ingin sekali meninggalkan raganya la lu pindah ke alam baka. Semua orang ini. kehidupan yang lain. . Hisao su dah pergi. Mereka duduk di ujung lain ruangan seraya meng¬amati.. keluarga dari pihak istrinya. kehidupan apa pun yang ada di sana. Akhirnya Akio angkat bicara. Saat melangkah masuk ke dalam r umah.. Dadanya terasa nyeri seperti ditusuk-tusuk dan rasanya tak ta han ingin batuk. seolah semua orang yang berkumpul di luar menarik napas di saat bersamaan. "Letakkan senjatamu. yang menurut kabar telah menentang keluarga Imai untuk tinggal bersama Kikuta. seorang perempuan muda muncul. adik Kotaro. pedagang dari Matsue. yang satu bertubuh gempal dengan raut waja h halus yang dikenal Kenji sebagai Gosaburo. Sedang dua laki-laki lainnya tersenyum. pintu banian dalam bergeser terbuka dan Kikuta Akio mela ngkah masuk. ta pi tanpa rasa riang. tapi siapa yang bisa menyelamatkan orang dari takdir? Semua pikiran ini melintas di benaknya saat duduk di lantai berlapis karpet samb il menunggu Akio. namun terdengar olehnya anak itu sedang bicara dengan pelan di belakang r umah. Andai ia bisa men yelamatkan bocah itu. Dia diikuti dua laki-laki yang lebih tua. Seraya melepaskan sandal. ia seperti mendengar tarikan napas tiba-tiba.nya seperti kediaman para ksatria." "Aku tak membawa senjata. Ruangan itu remang¬remang: ia nyaris tidak bisa melihat gulungan yang tergantung d i dinding sebelah kanan¬nya. membawa air untuk membasuh kaki sang tamu.

"Maaf. seperti serigala di musim dingin."Benar." Kazuo mendekati Kenji dengan hati-hati dan agak malu-malu." ujar Akio. Ketua. Kisah Klan Otori IV Page 28 ."gumamny a. Kenji membiarkan orang itu meraba pakaiannya dengan jari-jarinya yang panjang dan ceka tan. "Kazuo yang akan menggeled ah¬mu.

" Kisah Klan Otori IV Page 29 ." Dia berkata jujur. Dia tidak mem bawa senjata."Dia berkata jujur. Dia tidak membawa senjata.

termasuk putrimu. "Akio!" Gosaburo memohon. "Dia sedang memohon pada kita. tapi mereka tidak disiksa." tutur Kenji tenang. sebelum Gosaburo berdiri. "Putra sulungmu." Tapi putriku sudah mati enam belas tahun lalu. Ka mi tak ingin mendengar pesan apa pun darinya!" "Aku khawatir salah satu putramu sudah mati. Aku akan bicara dengan Muto berdua saja. Tapi badannya tampak sekuat baja. Anak-anakmu akan diadili dengan tuduhan percobaan pembunuhan. "Dengan mengutus pembawa pesan itu telah menunjukkan kelemahan. "Biarkan dia bicara. "Aku datang membawa pesan dari Lord Otori. "Putriku? Dia tidak terluka?" "Tidak. Kunio. temyata usia tak mampu melunakkan maupun melembutkan sikapnya." Gosaburo menelan ludah." sahut Kenji cep at. rambutnya pun mulai memutih."Kita tak mau be randing dengan Si Anjing. Selama bertahun¬tahun ia bermimpi berhadapan dengan orang yan g telah menikahi dan terlibat dalam kematian putrinya. ." sahut Akio. Kau tentu pernah m endengar bahwa Lord Otori memiliki sifat welas asih." katanya pada Akio. dan bisa dihukum mati. air matamulai berlinang. Dia dikenal dengan nama Otori si Anjing. "Rupa¬nya kau sudah bosan hidup!" Kenji menatap tajam." Kenji bicara pada Gosaburo. Kesed ihan membuatmu lemah."Mengapa kau kemari?" sera Akio." ejek Akio." "Anak-anak itu akan tetap hidup jika kau setuju untuk berdamai." "Satu lagi kebohongan dari Si Anjing. paman. Setidaknya kita dengar dulu apa yang aka n Muto sampai¬kan. Tapi yang lainnya masih hidup. "Kami tidak memanggilnya Lord Otori. Tampak ada kerutan¬kerutan di wajah Akio." kata Gosaburo d engan nada memohon. "Tinggalkan kami. "Dia tidak disiksa?" "Kau harus tahu kalau penyiksaan kini dilarang. dia baik-baik saja. "Rupa¬nya kau sudah bosan hidup!" Mengapa kau kem ari?" sera Akio." Gosaburo mencondongkan badan lalu bertanya pada Kenji.

menyuruhnya agar cepat keluar dari ruangan itu. bagaimana kita bisa berta han sejak dulu kala." tutur Kenji. Kau tak bisa menjebakku dengan kebohonganmu. Dengar dulu apa yang akan kusampaikan. "Sejujurnya. dan yang kini dia lakukan hanyalah meratap dan menyesali nasibnya. pada Kisah Klan Otori IV Page 30 . Biarkan Otori membunuh anak-anak itu. bukan berdasarkan kebencian dan amarah pribadimu." "Akio. "Kita bicara sebagai sesama Ketua. Setelah itu baru kau putuskan apa yang te rbaik bagi Kikuta dan Tribe. Menguntungkan bagi kita semua. Tadi kau mengatakan S i Anjing melakukan hal baik! Rakyat gembira! Apa untungnya semua ini bagi Tribe? Kau suda h lemah seperti Gosaburo." katanya saat kembali duduk. "Tua bangka bodoh itu tidak berguna la gi! Dia sudah mis kin. gusar. Kenji tahu kalau Hisao sudah kembali dan sedang berlutut tepat di balik pintu. rakyat bahagia. Ada apa dengan kalian. dikumpulkan tenaga lalu membiarkan gelombang ten aganya mengalir memenuhi ruangan itu. "Dasar penyihir tua bangka. mereka duduk dengan mata setengah terpejam. Mari kita ingat lagi sejarah Tribe. sesuai cara Tribe menyel esai¬kan masalah." Akio me¬mecahkan kesunyian dengan teriakan penuh amar ah. keluar¬ga Kikuta akan d imaafkan: Tribe akan ber¬satu lagi. Apa yang dilaku¬kannya di Tiga Negara baik adanya: disetujui masyarakat. orang¬orang tua? Apakah Tribe membusuk dari dalam ? Andai Kotaro masih hidup! Tapi Si Anjing membunuhnya dia membunuh pemimpin keluarganya s endiri. Hentikan permusuhanmu. Saat ia berhenti bicara. Sebagai imbalannya." Nada suaranya seakan mengandung sihir yang membuat ruangan senyap dan semua oran g yang berada di luar bungkam. karena ini akan men ghancurkan mereka dan dirimu. dan aku akan menghabisi ayahnya: kita akan menyingkirkan orang le mah. seraya mendorong tubuh orang tua it u ke pintu. "Tua bangka licik. Masyarakat yang dibentuknya berjalan lancar. tak ada yang mati k elaparan dan tak ada penyiksaan. Dirasakannya ketenangan menyapu semua orang. Kita selalu bekerjasama dengan para bangsawan yang hebat: jangan¬lah kita menentan g Otori."Tinggalkan kami!" Akio juga berdiri. baik petani a taupun ksatria.

siapa dia harus menyerahkan hidupnya atas kejahatan yang dia lakukan. Kau saksiny a: kau men¬dengar sumpah si Anjing saat di Inuyama. Kau saksin ya: kau men¬dengar sumpah si Anjing saat di Inuyama. Dia melanggar sumpah itu jadi dia sud ah Kisah Klan Otori IV Page 31 . Dia melanggar sumpah itu jadi dia sud ah iapa dia harus menyerahkan hidupnya atas kejahatan yang dia lakukan.

Aku kemar i sebagai utusan. Hisao. pikimya saat melangkah keluar dari beranda dan kerumunan memberi jalan padanya. Aku bisa meyakinkanmu akan hal itu. Pasti sulit men¬jalani hidup d i sini. Tapi ia senang Gosaburo dan yang lainnya ju ga mendengar." Kenji begitu berwibawa sehingga Akio membiarkannya berdiri lalu berjalan keluar ruangan." ujar Kenji. ia bisa saja menghilang lalu melenyapkan diri ke pedesaan.sepantasnya mati. Ketua dari keluarganya dengan ep antasnya mati. Mari. Tapi dia malah mem¬bunuh Kotaro. "Pengkhianatanmu pada Tribe harus dihuk um. Tapi dia malah mem¬bunuh Kotaro. Begitu sampai di tempat terbuka dan di luar jangkauan tatapan Akio. desa itu kelihatan menyedihkan." Akio menatapnya dengan memicingkan mata." Baiklah. Selain rumah utama. "Tapi dia takkan mati di tanganmu." sahut Akio. Sewaktu lewat Hisao masih berlutut di luar. apalagi di . Ketua dari keluarganya dengan bantuannmu. Kenji berkata. dan yang pasti. Tapi semua itu telah berlalu. Kau yang menghancurkannya. Tapi adakah pel uang ia membawa bocah itu? Penolakan Akio tidak mengejutkannya. "Betapa pun kau menginginkannya. "In i putramu? Kurasa dia tidak memiliki kemampuan Tribe. "Kau tahu di mana bisa menemukan kami bi la kau berubah pikiran." "Semua orang pasti mati. Akan kusampaikan pesanmu yan g patut disesalkan pada Lord Otori. Dia tidak bisa dimaaf¬kan. hidupnya dijalani l ebih baik sebagai Otori ketimbang sebagai Kikuta." "Aku telah melindungi keluargaku dan Tribe. Ijinkan dia menemaniku sampai ke gerbang. Dia harus mati!" "Aku takkan berdebat tentang mana tindakannya yang salah dan yang benar. Jika tetap tak mau berdamai. dan aku akan kembali dengan cara yang sama. seraya membalikkan badan. ternyata aku masih hidup lebih lama." Kenji bicara ke belakang dalam bayang-bayang. Kumohon kau hentik an perlawananmu agar Kikuta bisa kembali ke Tiga Negara Gosaburo bisa menjalankan lagi bisnisnya! dan menikmati hidup selayaknya. "Dia melakukan apa yang harus dilakukan saat itu." sahut Kenji. maka menyerahlah: kau t akkan berhasil membunuhnya.

lalu berlari di pematang ke hutan bambu. mungkin Kisah Klan Otori IV Page 32 . Saat Hisao muncul dari belakang dan berjalan di sampingnya. Kebanyakan penghuninya pasti mendamba¬kan." bisik Kenji. seperti halnya Gosaburo. "Kepalamu saki t?" "Mmm.musim dingin. lalu meng¬hilang. Hisao menangkap lengannya dan berteriak. la terus berjalan dengan tenang. "Aku ingin kau ikut denganku ke Inuyama. Kenji menyadari ada kehadiran lain yang mengambil tempat setengah tubuh dan pikiran bocah itu.. Mereka sudah separuh jalan. Hanya tinggal lima puluh langkah lagi. Kepatuhan mereka pada Akio. dirasakan oleh Kenji. tapi ia yaki n tak ada yang mengikutinya. Temui aku di temp at tadi kita bertemu. "Hisao. apalagi jika itu berarti sandera akan dibiarkan hidup. Akio. hidup nyaman di Matsue dan Inuyama. dan sesekali menaikkan tangan-nya memegangi pelipis kirinya dengan ujung jari.." Dia mengangguk tanpa bicara. temui aku. lebih karena ketakutan ketimbang rasa hormat. Bila berhasil sampai di tepi sawah. Tiba-tiba ada yang menyeruak dari sela-sela mereka.. diikuti oleh Kazuo: ke duanya sudah menarik belati. Dahi¬nya berkerut. Kenji melihat kerumunan orang masih memerhatikan. "Bawa aku! Mereka takkan membiarkanku pergi! Tapi dia ingin ikut denganmu!" Mungkin karena Kenji sedang dalam keadaan menghilang dan berada di antara dua du nia. tapi Hisao be rjalan terseok-seok di belakangnya." katanya. tapi ketika sosok tubuhnya menghila ng. ada kemungkinan anggota lain Kikuta me¬nentang ke putusannya. lalu terjatuh. "Hisao. Saat berbalik untuk memberi Hisao semangat. Kenji tidak berani berbalik. tanpa tergesa-gesa. Kau mau?" "Aku tak bisa pergi dari sini! Aku tak bisa meninggalkan ayahku!" Lalu ia berser u kesakitan.

.

Kisah Klan Otori IV Page 33 ... uga karena perasaan Hisao yang meledak-ledak... tapi saat itu Kenji melihat apa y ang Hisao lihat..juga karena perasaan Hisao yang meledak-ledak.. tapi saat itu Kenji melihat apa yang Hisao lihat.

Meskipun diperlakukan dengan baik. Meskipun diperlakukan dengan baik. nuyama. namun tetap saja mereka adalah ta wanan. namun tetap saja mereka adalah tawan an. Kisah Klan Otori IV Page 35 .Inuyama.

Ia mem beri instruksi agar Taku mengirimkan semua pesan kepadanya di sana. dengan enggan ia pergi ke Hofu. dan Kenji berangkat melaksanakan misinya. sedikit pengemis serta tidak ada bandit. Ia memikirkan kemungkinan Shizuka mengajak salah satu dari mereka. dan ketika tiba di Hofu. kadang ia menyamar untuk dapat berbaur d engan rakyat biasa dan mengetahui pendapat. Kaede serta put ri¬putrinya pergi ke Hagi bersama Shizuka. namun dalam pelaksanaannya. Selama perjalanan ia memerhatikan tanda-t anda negeri yang damai: anak-anak yang sehat. ia bangga dan puas bahwa Tiga Negara telah s esuai dengan . berharap mendapat kabar dari Kenji di bulan ini. mungkin Maya. Tujuannya untuk membuat negara ini sangat aman hingga gadis belia pun bisa memeg ang kekuasaan. berbagai daerah mengurus masalah mereka sendiri: Tiga Negara dilanda konflik akibat para bangsawan berebu t wilayah dan kekuasaan. Kagemura selama beberapa minggu. Takeo melihat kegelisahan istrinya pada si kembar semak in bertambah. Kagemura selama beberapa minggu. desa yang makmur. Takeo tidak akan melupakan kata-kata Otori Shigeru kepadanya: Karena Kaisar yang begitu lemah seh ingga bangsawan seperti Iida bisa merajalela.Setelah salju mencair. ke desa ter¬sembunyi Muto. Takeo melihat kegelisahan istrinya pada si kembar semak in bertambah. Didampingi para p engawal. mungkin Maya. Namun ket ika hingga bulan keempat muncul dan masih belum ada kabar. Sebenarnya kaisar berkuasa atas Delapan Pulau. Kini ia dan Kaede telah membawa kedamaian dan memper¬tahankannya dengan penuh perhatian pada seluruh wilayah dan berbagai aspek ke¬hidupan rakyatnya. etelah salju mencair. kegembiraan serta kebahagiaan mereka. berharap mendapat kabar dari Kenji di bulan ini. dengan enggan ia pergi ke Hofu. yang d ikenal sebagai Jun dan Shin serta jurutulisnya. Takeo pun menunda waktu untuk meninggalkan Inuyama. Kadang ia melakukan perjalanan dengan semua keme gahan yang diharapkan dari seorang penguasa besar. Ia mem beri instruksi agar Taku mengirimkan semua pesan kepadanya di sana. Hasil dari semua itu terlihat saat ia ber¬kuda ke wilayah Barat. Takeo pun menunda waktu untuk meninggalkan Inuyama. Selama berkuasa. Namun ket ika hingga bulan keempat muncul dan masih belum ada kabar. dan Kenji berangkat melaksanakan misinya. membagi hari-hari dalam setahun dari satu kota ke kota lainnya di Tiga Negara. ke desa ter¬sembunyi Muto. Ia memikirkan kemungkinan Shizuka mengajak salah satu dari mereka. Kaede serta putr i¬putrinya pergi ke Hagi bersama Shizuka. ia sering melakukan per¬jalanan. dua pengawal terpercaya dari Tribe saudara sepupu Kuroda: Junpei dan Shinsaku.

membutuhk an keputusan yang hanya bisa diputuskan olehnya. Tapi Takeo memaksa: mereka menikah ketika Zenko berusia delapan belas tahun dan Hana enam belas tahun. Bahkan dua petani mengeluh kalau putra mereka dipaksa menjadi prajurit. Bahkan Hana pernah menawarkan diri ketika kesehatan Kaede memburuk. ataupun curiga kalau di sana nanti kepercayaan dirinya akan goyah dan kekuasaannya terancam. Tampaknya begitu ia tiba di kota mana pun di Tiga Negara. Musim semi ini. ada tiga mau empat kasus semacam ini . Beberapa dari masalah ini sebenarnya dapat d isampaikan pada petugas setempat.tujuannya itu. lebih dari yang Takeo harap¬kan. Hal ini membuatnya mempertanyakan keadilan dari administrasi sete mpat. Aku harus bicara padanya. tapi terkadang ada keluhan atas para petugas itu sehingga haki m-hakim yang adil harus didatangkan. adik bungsu Kaede. meminta bantuan. dan seorang ped agang memberi informasi bahwa para prajurit menyita sejumlah besar batu bara. Hana selalu mencari kesempatan untuk menggoda dirinya agar menjadikannya istri kedua atau se lir. bahkan bila diperhatikan l ebih lama lagi kelihatan lebih cantik di¬bandingkan Kaede saat masih muda. Hana sangat mirip dengan kakak sulungnya. Istrinya. Zenko sangat senang: persekutuan itu meru pakan kehormatan besar baginya. belerang d an nitrat. kayu. Zenko tengah menghimpun kekuatan dan senjata. utusan bermunculan di gerbang kastil atau kediaman ia tinggal: ingin mengadakan pertemuan. Penolakan mantap Takeo untuk menganggap serius tawaran nya telah melukai dan mem-permalukan Hana: keinginan Takeo untuk menikahkannya dengan Zenk o justru mem¬buat Hana kian gusar. saat empat belas t ahun. Shirakawa Hana. Rasa tergila-gilanya pada Takeo segera digantikan rasa dendam pa danya dan iri pada kakaknya. semuanya sehat. keesokan harinya Arai Ze nko yang telah diberi bekas wilayah ayahnya di bagian Barat dan juga Hofu datang dari Kuma moto dengan alasan hendak menyambut Lord Otori. Takeo mengatur untuk mengirim kurir ke Kumamoto. Takeo tahu niat ini karena adik iparnya lupa kalau ia memiliki pendengaran yang . Hana bukan hanya cantik. Namun. pikirnya. Dia pun bertekad untuk mengambil alih kedudukan mereka. dengan paras yang sama persis seperti Kaede muda. di Hofu. Hana menjadi lebih dari sekadar godaan yang bisa diakui Takeo. Ia tidak menduga apa yang menantinya di kota pelabuhan itu. Sepanjang tahun yang sulit setelah kelahiran si kembar. Ia tidak suka maupun p ercaya pada Hana. sebelum kecantikannya tercoreng. ikut bersamanya. tapi juga segera mem¬berinya ti ga putra.

kegiatan mereka yang ada di pos jaga dan istal. siapa meng unjungi siapa di Kisah Klan Otori IV Page 36 . Pendengarannya memang tidak setajam saat masih tujuh belas tahun. di mana posisi tiap orang di kastil. menyadari segala sesuatu yang ada di sekelilingny a.sangat peka. tapi masih cuk up baik untuk menguping per-cakapan rahasia.

Kisah Klan Otori IV Page 37 . Ia juga dapat membaca niat orang itu dari cara ber¬diri hingga gerakan tubuh. Ia juga dapat membaca niat orang itu dari cara b er¬diri hingga gerakan tubuh. alam hari dan untuk tujuan apa.malam hari dan untuk tujuan apa.

memutus kan untuk menanggapi basa-basi ini. gagah perkasa." Hana angkat bicara. seperti yang sering dia lakukan sebelum suaminya sempat bicara. "Tidak ada kebutuhan. "Aku hanya akan berada di Hofu selama satu atau dua hari." "Oh. Hana bergerak dengan luwes. sedikit tersibak hingga menampakkan tengkuknya yang putih sempurna. bertenaga besar. tapi sebenarnya dia seumur d engan adik Zenko. dengan rambut m enjuntai ke lantai. Kedua orang ini tidak menunjukkan tanda-tanda kedengkian. Sambutan dan pertanyaa n mereka mengenai kesehatan diri juga keluarganya terasa berlebihan. Hana bergerak dengan luwes. "Anda harus tinggal di sini sampai musim hujan s elesai. tampak sangat mirip dengan ayahnya be rtubuh besar. ahli menggunakan panah dan pedang." sahut Takeo. "Kami senang bisa menghabiskan waktu bersama kakak ipar. menutupi kenyataan kalau ia merasa lebih kesakitan ketimbang biasanya karena udara yang lembap. orang ketiga di Tiga Negar a yang mati dengan cara begitu. "Baiklah. Ia menyadari bila semu a ini dijadikan satu maka bisa menimbulkan sakit hati yang mendalam pada pemuda itu. Taku: dua puluh enam tahun. Anda tidak bisa bepergian dalam keadaan cuaca seperti ini. tapi sebenarnya dia seumur d engan adik Zenko. di usia dua puluh delapan tahun. pastinya. sedikit tersibak hingga menampakkan tengkuknya yang putih sempurna." kata Zenko." sahut Takeo samb il tersenyum. "Kalian tidak perlu repot-repot datang." "Aku pernah melakukan perjalanan dalam cuaca yang lebih buruk. dan bisa berubah menjadi kebencian. Suaminya. untuk meningkatkan jum . Taku: dua puluh enam tahun. tapi Lord Takeo harus tinggal lebih lama.Saat ini ia mengamati Hana yang sedang membungkuk di hadapannya. terlepas dari kenyataan bahwa dia adalah ibu dari tiga orang anak: orang akan mengira usianya tak lebih dari delapan belas tahun. ada satu atau dua hal yang perlu kita bicarakan. aat ini ia mengamati Hana yang sedang membungkuk di hadapannya. Dua orang lainnya adalah para bandit. dengan rambut me njuntai ke lantai. Pada usia dua belas tahun dia menyaksikan ayahnya mati ditembak dengan senjata api." katanya. terlepas dari kenyataan bahwa dia adalah ibu dari tiga orang anak: orang akan mengira usianya tak lebih dari delapan belas tahun. Ia menjawab dengan s ikap yang sama sopannya.

Bila senjata mereka hilang atau rusak." tutur Zenko. Takeo tahu Hiroshi memendam has rat untuk menikahi Hana. ya. "Kebutuhan senjata selalu ada." tutur Zenko. Catatan k ami menunjukkan mereka semua diper¬senjatai. jauh lebih dekat ketimbang. adalah teman dekat. "Tombak. adik Zenko . Kedua kakak beradik yang semakin dingin. Hiroshi dan Taku. dan aku ingin tahu lebih banyak tentang kekuatan apa yang sedang kau himpun. "Bagai mana pendapat Sugita Hiroshi tentang rencanamu?" Hiroshi dan Zenko tidak menyukai satu sama lain.lah pasukan. "Wilayah Barat terbuka lebar bagi mereka: Klan Snshuu belum pernah menghadapi serangan dari laut." "Kita menghadapi ancaman dari kaum barbar." Keterusterangannya yang keluar tepat setelah sopan-santun tadi. Nanti kita semua akan bertemu di Maruyama pada bulan kesepuluh dan meng¬kaji ulang kebutuhan pasukan di wilayah Barat. " Kisah Klan Otori IV Page 38 ." "Berapa banyak orang yang kau kumpul¬kan? Paling banyak lima ribu orang. Tapi ada banyak o rang yang tidak terlatih dengan usia cukup untuk bertempur di wilayah Seishuu lainnya. panah dan sebagain ya." "Klan Seishuu kini tunduk pada Maruyama. benar lima ribu orang. mengejutkan mere ka. Mereka pasti tahu. Takeo tersenyum lagi. dan kecewa ketika perempuan idamannya itu menikah dengan Arai Zen ko. walaupun Hiroshi tidak pernah mengatakannya. kelak kita bicarakan masalah ini dengannya. "Baiklah. ma ka mereka harus menggantinya dengan biaya sendiri. "Aku belum sempat bicara dengan Sugita. bahkan jika mereka kembali ke sawahnya unt uk panen." aku Zenko." sahut Takeo dengan nada ringan. tak banyak hal yang bisa luput dari perhatian nya di seluruh Tiga Negara. Keuangan wilayah bisa dijalankan dengan baik. Kami tidak siap. Tampaknya ini kese mpatan emas untuk memberi mereka pelatihan dan senjata." "Dari Kumamoto dan distrik selatan. pedang. Kedua pemuda itu tidak saling menyukai sejak pertama kali mereka bertemu bertahun-tahun silam semasa perang saudara.

" Dilihatnya ekspresi wajah Zenko berker ut saat nama Fumio disebut. Zenko adalah bagian dari takdirku.. maka sekarang mereka harus berurusan dengan kita melalui diplomasi. "Akan k ita tingkatkan pengawasan terhadap orang-orang asing itu. Lima puluh ribu kuda." timpal Hana. Kalau saja saat itu ia menggunakan pisau dengan baik. Namun kala itu Zenko hanyalah bocah kecil. dan ser angan dari luar." sahut Takeo. ingin tahu apakah mungkin menghapusk an keinginan balas dendam Zenko. Dan pasukan pejalan kaki mereka menyandang senjata api. seperti yang kau katakan. "Kau tahu kalau aku menghormati pendapatmu dalam masalah ini." "Tapi mereka selalu membual tentang pasukan hebat raja mereka. "Se ribu orang bersenjata api." Zenko mungkin benar."Tujuan orang-orang asing itu sebenarnya hanyalah berdagang. "Mereka berada jauh dari kampung halaman mereka. Mereka akan mengubah kita semua menjadi budak mereka." Takeo mengamati." sahut Takeo. Satu ekor kuda mereka lebih besar dibandin gkan dua ekor kuda kita. Mereka mestinya jera deng an serangan di Mijima. Apabila nanti diperlu¬kan lebih banyak pasukan." "Semua ini. dan Zenko bertemu dengan lebih banyak orang-orang itu ketimbang ksatria¬nya sendiri. kapal-kapal mereka kecil. kata mereka. ia bisa terhi ndar dari banyak masalah. Dan nitrat hanya boleh dibeli langsung oleh klan. Seandainya mereka bergabung di wilayah Barat. akan kuberitahu¬kan kepadamu. Takeo menghela napas panjang. "Di sana kaum barbar juga menggunakan perdagangan sebagai alasan untuk menjejakkan kaki. Pert ahanan terbaik kita melawan mereka adalah berdagang dengan damai. Zenko berkata." sahutnya." Takeo memerhatikan selagi Zenko mem¬bungkuk dengan enggan. ia belum pernah membunuh ana k-anak dan berdoa semoga tidak akan pernah. "Mere ka berada jauTujuan orang-orang asing itu sebenarnya hanyalah berdagang. hanyalah bualan. segaris rona warna di l ehernya menandakan kekesalannya atas peringatan keras tadi. Orang¬orang asing itu sebagian besar terkurung d i Hofu. K endati menyebut dengan kata kaum barbar. Fumio yang menembak ayah Zenko saat gempa mengguncang dan meng¬hancurkan pasukan Arai. pikirnya. pikir Takeo. Lalu mereka melemahkan dari dalam dengan agama mereka. Zenko tampak terkesan dengan senjata dan kapal mereka. "Aku be rani katakan kalau Terada Fumio mem¬buat pernyataan serupa tentang keunggulan kita di kepulauan wilayah Barat dan pelabuhan di Tenjiku dan Shin. Ak . Takeo teringat saat menempel kan pisau di leher Zenko..

Sesungguhnya kami hanya menaruh per¬hatian pada Anda sekeluarga serta kemak¬muran Tiga Negara." Mau ke mana arah pembicaraannya? Takeo penasaran. "Karena sepertiga negara kiia sudah diwariskan me lalui garis keturunan perempuan." ujar Zenko. "Kami takkan melakukan apa pun tanpa be rkonsultasi dengan Lord Otori. kam i hanya punya anak laki-laki. hal itu tak menjadi masalah. serius dan agak malu-malu. juga ketiga putri Anda yang cantik-cantik?" "Terima kasih: mereka semua sehat-sehat saja. Anda sehat-sehat saja." "Satu kesedihan yang mendalam bagiku karena tidak punya anak perempuan. "Lord Otori pasti sangat ingin memiliki putra. tatapan matanya lenang. Apa lagi yang bisa kulakukan untuk menjinakkan dirinya? Hana berkata dengan suara selembut madu. Zenko yang kurang memiliki kehalusan dalam berbicara dibandingkan istrinya lalu bicara dengan nada datar. tanpa basa-basi." Ah! pikir Takeo." seru Hana. lalu berkata. Bagaimana dengan kakak sul ungku.u harus hadapi dia dengan hati-hati. "Ijinkan kami memberikan salah satu putra kami. Putri sulung kami pada akhirnya akan men jadi penguasa Tiga Negara." "Kami ingin Anda mengangkat salah satu putra kami. "Seperti yang Lord Otori ketahui." lanjut Hana." "Tapi Anda harus tahu kebahagiaan memiliki anak laki-laki. "Sungguh itu suatu kehormatan besar serta membawa kebahagiaan tak terbilang bagi kami. kurasa." gumam Kisah Klan Otori IV Page 39 .

Kisah Klan Otori IV Page 40 .Hana.

Kebenarannya adalah : ia tak ingin anak laki-laki. Sudah tiga tahun ia belum bertemu kedua bocah ini. Kalian sangat murah hati dan penuh pengertian. Karena tak ingin menghina mereka dengan langsung menolak tawaran itu. bukan seperti pemimpin Otori yang lain. dan belum pernah bertemu putra bungsu Hana yang lahir tahun lalu. Kedua anak itu tampan: yang sul ung mirip dengan Shira¬kawa bersaudara. Sedangkan adiknya lebih bulat dan kekar. Kebenarannya adala h: ia tak ingin anak laki-laki. Rambut mereka dita ta dengan bagian rambut yang panjang di bagian depan. Takeo ingin tahu a pakah salah satu dari mereka mewarisi kemampuan Tribe dari neneknya." tutur Hana selagi kedua bocah itu membungkuk sampai ke lantai di hadapan paman mereka. "Mohon kami diberi kehormatan dengan menerima dua putra tertua kami. Ramalan bahwa ia akan mati di tangan putranya sendiri tidaklah menakutkan. Ketika Takeo mengangguk setuju." tutur Hana . Masahiro. Nanti akan ditanyak annya pada . Ramalan bahwa ia akan mati di tangan putranya sendiri tidaklah menakutkan. aku ingat. Shizuka. Saat itu Takeo berdoa."Kalian sangat murah hati dan penuh pengertian. Hana bangkit dan berjalan ke pintu dengan luwes. bukan seperti pemimpin Otori yang lain. kalau kematiannya seperti kematian Shigeru. Ia lega Kaede tidak melahirkan lagi dan berharap istrinya tidak hamil lagi." sahut Takeo. Lalu masuk kembali bersama kedua anaknya: usia mereka delapan dan enam tahun. me ngena-kan jubah resmi. yang mati digorok oleh anak haramnya. sedang adiknya. "Ya. lebih mirip ayahnya. seperti yang sering dilakukannya. yang mati digorok oleh anak haramnya. Ia juga berdoa dibiarkan hidup hingga tugasnya selesai dan putrin ya telah cukup dewasa untuk memerintah negeri ini. Chikara. namun menoreh kan kesedihan mendalam pada dirinya. Ia juga berdoa dibiarkan hidup hingga tugasnya selesai dan putrin ya telah cukup dewasa untuk memerintah negeri ini. dengan tulang punggung yang panjang serta struktur tulang y ang ramping. sangat mirip dengan Kaede. Sesungguh¬ny a amat pantas mengangkat keponakan istrinya: bahkan mungkin kelak ia bisa menjodohkan a nak itu dengan salah satu putrinya. "Yang sulung bernama Sunaomi. Masahiro." sahut Takeo. kalau kematiannya seperti kematian Shigeru. diam terpaku dengan khidmat dalam pertemuan itu. seperti yang sering dilakukannya." sahut Takeo. namun menoreh kan kesedihan mendalam pada dirinya. Saat itu Takeo berdoa. Ia lega Kaede tidak melahirkan lagi dan berharap istrinya tidak hamil lagi.

Apa pun ambisi tersembunyi dan motif terselubung dari orangtua mereka. dan lima tahun lebih muda dari Maya dan Miki: perbedaan ini bukanlah ma salah dalam perkawinan. Ketika Hana pergi bersama kedua anak¬nya. Ia harus memutuskan yang terbaik saat ini : jangan sampai ia terpengaruh oleh ramalan yang mungkin saja tidak akan terjadi. kemajuan berpedang dan mem anah. "Aku akan membicarakannya dengan is triku. Juga pernah membantu keluarga Kaede dengan uang. Bangsawan itu mati dalam bencana gempa tapi Takeo tidak pernah memaafkannya." Kini Takeo ingat kalau ia pernah men¬dengar Kaede memuji Sunaomi karena kecerdasan nya. Diajukannya pertanyaan tentang pelajaran.. "Biarkan paman melihat wajah kalian. anak-anak. namun ada semacam ikatan aneh antara mereka berdua. Kaede telah bersumpah bahwa bangsawan itu tak pernah tidur dengann ya. kedua bocah ini telah dididik dengan baik. "Duduk tegak. "Anda bisa lebih mengenal mereka nanti. tapi jika Sunaomi menjadi putranya. Akan menyenangkan. Zenko berkata. juga bany . Zenko melanjutkan. dan senang dengan jawaban mereka yang cerdas serta jelas. tapi Anda ingat Lord Fujiwara?" "Tentu saja. menahan rasa kaget dan marah.Taku atau Shizuka.." Takeo tertarik pada si sulung yang amat mirip Kaede. bagi Shizuka untuk mengasuh cuc unya. Mengangkat keponakannya mungkin bisa menjadi kompensasi. "Aku tak ingin menyinggung perasaan dengan mengingat masa lalu. makanan." ujar Takeo lagi. Ia tahu istrinya iri pada Hana dan menyesal karena tidak punya anak laki¬laki." kata Takeo. "Kalian sangat murah hati. "Aku ingin ulangi kalau i ni akan menjadi kehormatan bagi kami bila Anda mengangkat Sunaomi atau Chikara: Anda harus memilih ." jawab Takeo. Kaede telah membuat perjanjian dengan laki¬laki itu dan menceritakan rahasia palin g pribadi tentang cinta Takeo. Fujiwara telah memikat dan menyanj ungnya." ujar Hana. Usianya hanya tujuh tahun l ebih muda dari Shigeko." "Bolehkah aku mengajukan satu permoho nan lagi?" Ketika Takeo mengangguk. Sunaomi sudah menjadi kesayangan kakak sulungku. Lord Fujiwara adalah ba ngsawan yang telah menculik istrinya. Tentu saja. Disingkirkannya pikiran itu jauh-jauh." "Kita bicarakan ini pada bulan kesepuluh." "Anak-anak akan bergabung bersama kita saat makan malam. renungnya.

Fujiwara pernah berusaha agar Kaede mati Kisah Klan Otori IV Page 41 .ak hadiah. Fujiwara menikahi Kaede dengan restu Kaisar.

" sahut Zenko. Ji ka wilayah itu bukan hak Kono. Kami telah ber¬hubungan melalui surat tentang hana warisan ayahnya. seperti yang Anda tahu." "Secara hukum Shirakawa juga merupakan milik Fujiwara." "Yaitu putra sulungmu." "Sepanjang ingatanku. Karena Fujiwara diwariskan melalui garis keturunan laki-laki. enggan untuk mengakui kalau ia tidak menge tahuinya. Sunaomi.bersamanya: Kaede berhasil lolos walaupun rambutnya terbakar. "Enam belas tahun telah berlalu sejak kematian ayahnya. ma ka kini menjadi milik putranya. kehilangan kecantikannya. Mengapa kini dia tiba¬tiba muncul?" tanya Takeo. Hujan semakin deras menerpa atap. dan bau tanah yang basah mengapung di depan ta man." sahut Zenko." Takeo tidak berkata sepatah kata pun. maka seharusnya diteruskan pada pewaris laki-laki berikutnya. "Dia menggunakan nama keluarga ibunya. berhubungan baik dengan ayahnya aku mohon maaf telah membu at Anda teringat masa-masa yang tak menyenangkan dan Lord Kono membicarakan tentang masala h penyewaan dan pajak. menyebabkan bekas lukarsamanya: Kaede berhasil lolos walaupun rambutnya terbakar. Tiba dengan kapal beberapa hari lal u. harta Fujiwara telah digabungkan dengan wilayah Shira¬kawa. "Waktu berlalu dengan cepat di ibukota. Kono. menyebabkan beka s luka. setelah pernikahannya. "Lagi pula jalan terlalu becek dan berlumpur untuk meneruskan perjalanan." . "Dia boleh datang dan bertemu denganku besok." timpal Takeo. berharap bisa bertemu Anda. "Ya. "Putranya berada di Hofu dan ingin ber¬temu secara resmi dengan Anda. Zenko menunduk tanpa bicara. kau atau istrimu hampir pas ti istrimu melihat bagaimana Kono bisa dimanfaatkan untuk lebih menekanku. pikir Takeo." kata Takeo akhirnya." Atau barangkali karena seseo rang punya rencana jahat. Keputusan yang bijaksana. "Dia utusan Yang Mulia Kai sar. maka Kono dihubu ngi melalui surat. menyembunyikan kemarahannya. Ayahku.

"Sangat nyaman. "Tapi mereka tidak makan menggunakan tangan!" kata Chikara.*** Pertemuan ini semakin menambah ke¬gelisahan Takeo. Kisah Klan Otori IV Page 42 . sangat mirip dengan nama gelandangan Jo -An. Sore berlalu dengan suasana cukup menyenang¬kan: ia minum sake secukupnya untuk menyembunyikan rasa sakit. sama kerasnya dengan usaha Lord Joao mem¬pelajari bahasa kita." kata Hana. tertawa." ujar Sunaomi. gading dan giok menuju kota-kota di Tiga Negara. Mereka memerintah¬kan para pelayan un tuk mengambilkan salah satu kursi yang dibuat oleh orang asing dari kayu eksotis." "Mereka belajar sopan santun dari bangsa kita. "Mereka berusaha ker as. kecewa." tutur Hana. bagaimana orang-orang asing itu kelihatan seper ti goblin dengan hidung panjang dan janggut lebat¬nya. Ia begitu menyesali tindakannya yang telah memenggal Jo-An. mengingatkannya betapa Arai Zen ko sangat perlu diawasi: betapa mudahnya ambisi mereka dapat menggiring Tiga Negara kembal i perang saudara." Takeo agak merinding mendengar nama itu. Meteka baru saja bertemu dengan dua orang asing di ruangan ini dan sangat bersem angat dengan pertemuan itu: bagaimana Sunaomi bicara pada mereka dengan menggunakan bahasa me reka yang telah dipelajari bersama ibunya. yang satu berambut merah sedangkan yang lain nya berambut hitam. "Aku ingin m elihatnya. dan kedua anak laki-laki itu menghidupkan suasana dan menghibur. kulit macan. lapis lazuli. "Agak mirip tahta Kaisar. jati. dibawa dari pelabuhan pedagangan besar yang dikenal dengan n ama Fragrant Harbour dalam kekuasaan kapal nana milik Terada yang juga membawa mangkuk jasper . tapi Chikara sama sekali tidak takut. mem¬peragakan. dan pengemis itu sering hadir dalam mimpinya.

ang-orang asing itu memiliki kepercayaan yang serupa dengan kepercayaan kaum Hid den dan ber¬doa pada Tuhan Rahasia. orang¬orang asing itu mempraktikannya secara te rbuka.Orang-orang asing itu memiliki kepercayaan yang serupa dengan kepercayaan kaum H idden dan ber¬doa pada Tuhan Rahasia. Bedanya. Kisah Klan Otori IV Page 43 . orang¬orang asing itu mempraktikannya secara te rbuka. Bedanya.

bersama mereka lalu memeriksa catatan-catatan Shirakawa dan Fujiwara. membicarak an rincian serta mempertanyakan ketidaksesuaian sampai langit mulai berwarna pucat dan terd engar kicau rsama mereka lalu memeriksa catatan-catatan Shirakawa dan Fujiwara. membicarakan rincian serta mempertanyakan ketidaksesuaian sampai langit mulai berwarna pucat dan terd engar kicau Kisah Klan Otori IV Page 45 .

me¬merhatikan semua kekurangan dan kelebihan dengan jernih dan sikap welas asih tanpa prasangka. bagaimana ca tatan bisa men¬dukung dan memperbaiki ingatan. dan ini j uga menambah kekuatan ingatan. dan ini j uga menambah kekuatan ingatan. visualisasi dan daya tangka p yang kuat. namun memiliki komentar tajam bernada sarkasme saat hanya berdua dengan Takeo. namun tugas sering¬kali menahannya di Inuyama. begitu kata pepatah dan akhirnya dia dipilih Makoto untuk bergabung dalam lingkung an rumah tangga Lord Otori di Hagi. ia menjadi sangat menyuka i serta menghargai catatan: bagaimana segalanya bisa dicatat serta diingat. visualisasi dan daya tangkap yang kuat. Sejak bertarung melawan Kotaro. rung dari taman. rumah-rumah yang besar dan ind ah di pedesaan luluh lantak terbakar api. ia menjadi sangat menyuka i serta menghargai catatan: bagaimana segalanya bisa dicatat serta diingat. bagaimana ca tatan bisa men¬dukung dan memperbaiki ingatan. saat keh ilangan kedua jari di tangan kanannya. dia menemu¬kan tempat berlindung di Terayama dan dididik di sana. Sonoda Mitsuru sesekali mendampingi. Suaminya. dan tidak peduli dengan sake. Bersifat pendiam. kecerdasan dan kemam p¬uannya yang cepat dengan kuas sudah diakui. secara teratur mengunjunginya dalam satu tahun bersama putri-putrinya. salah satu dari banyak anak laki-Iaki yang menjadi yatim piatu karena bencana gempa bumi di usia sepulu h tahun. Ai adalah ora . Namanya Minoru. kepribadiannya agak membosankan bila ditilik dari penampilannya. Kedua tanah warisan itu rusak parah akibat gempa. Pemuda istimewa ini mendampinginya hampir sepanjang waktu akhir-akhir ini. Ia mendiktekan banyak hal pada juru tulisnya. saat keh ilangan kedua jari di tangan kanannya. Shigeru. begitu pula dengan kerajinannya ia merupakan salah satu dari orang-orang yang belajar dengan hanya ditemani cahaya kunang-kunang dan pan tulan salju. Shigeru. yang membuat Takeo senang karena ia sendiri pernah me m¬bawa nama itu dalam jangka waktu yang begitu pendek hingga terasa seperti kehidupanny a yang lain. semua itu berkat latihan selama bertahun¬tahun. Dan seperti ayah angkatnya. Shirakawa telah dibangun kembali dan adik iparnya yan g satu lagi. tidak terkesan oleh siapa pun atau apa pun. semua itu berkat latihan selama bertahun¬tahun. memperlakukan semua orang dengan ras a hormat.burung dari taman. Takeo memiliki ingatan yang baik. Ai. Sejak bertarung melawan Kotaro. Takeo memiliki ingatan yang baik. Ia menulis dengan cepat dan indah. Ia mendiktekan banyak hal pada juru tulisnya. Dan seperti ayah angkatnya.

ng yang praktis dan pekerja keras serta memanfaatkan contoh yang telah dibuat kakaknya. bahkan kalau pun dia merupakan pemilik yang sah. memberi keuntungan besar dalam bentuk beras. Ia curiga Ko no ingin mengambil sebanyak mungkin. Takeo berjalan melintasi taman dari sayap timur menuju aula utama rumah besar da n indah itu. Seperti saat ini . Takeo mandi. Kini baik pegangan maupun sarungny a dihiasi dengan dekorasi yang indah dan Jato sudah tidak pernah lagi merasakan darah sela ma bertahuntahun. Ketika hari sudah terang. Ia ingin tahu apakah akan mengeluarkan pedang itu dari sarungnya lagi dalam per¬te mpuran. mulberi. mulai dari kulit ikan hiu hitam lusuh yang membungkus peganga nnya ketika. kemudian tukang cukur mencabut dan merapi kan rambut dan janggutnya. aroma garam dari pelabuhan dan segal a macam bebauan dari kota. Pelayan menempatkan sebuah topi hitam kecil di atas kepalanya. Hujan telah reda namun taman masih basah dan bunga wisteria bergelayut berat dengan si sa titik air hujan. dan bagaimana ia bisa meng¬gunakan pedang itu dengan tangan kanannya yang sudah ti dak utuh. pada dasarnya lebih ka ya dan kini pun menunjukkan keuntungan yang mencukupi. dari rak ukiran yang sangat indah tempat pedang itu berada sepanjang malam lalu menggantungkan di sabuknya. seraya memikirkan segala macam bentuk sarung pembung kus yang pernah dilihatnya. persimmon. Para pelayan melangkah tanpa suara di depannya. Jato. membuka pintu. sutra serta ker tas. Tanah kekayaan milik Fujiwara selama ini diatur oleh Shirakawa. Shirakawa telah pulih dari pengelolaan yang salah serta diabaikan oleh ayah mereka dan semakin b erkembang. Takeo agak enggan untuk mengembalikannya ke tangan putra Fuji¬wara. dan Takeo meng¬ambi l pedangnya. dan dari kejauhan terdengar teriakan pedagang jalanan di pagi hari. memeras sumber daya yang ada sebanyak-banyaknya. di tangan Shigeru telah menyelamat-kan hidupnya. menemukan sedikit kenyamanan pada kelembutan kain sutra s erta motif yang tidak mengumbar ke¬anggunan: bunga belukar wisteria berwarna ungu muda di atas lat ar berwarna ungu tua pada jubah bagian dalam dan tenunan yang lebih abstrak pada bagian luar nya. pijakan lembut ka ki mereka di . Makan sedikit nasi dan sup kemudian mengenakan pakaian resmi untuk p ertemuan dengan putra Fujiwara. aromanya berbaur dengan aroma rumput basah. tal u meng¬habiskan hasilnya di ibukota. keuntungan bekas wilayah Fujiwara ini meyumbang pada perekonomian Tiga Negara. Di balik dinding bisa didengamya debak-debuk bunyi daun jende la ketika kota terbangun.

ber¬gabung dengannya ta npa suara. batu tinta dan air. kuas. Seo rang pelayan berjalan di sampingnya membawa meja tulis.lantai yang mengkilap. yang tidak selesai sarapan. kertas. Minoru. Kisah Klan Otori IV Page 46 . mem¬bungkuk hormat kemudian berjalan be¬berapa langkah mengikuti di belakangnya.

. Takeo mengangguk ke arahnya. kemudian Kono melangkah masuk ke da lam ruangan. Takeo menunggu lama satu helaan napas. Apakah memang lebih baik dia berpikir seperti it u? Zenko berbicara tentang malam sebelum¬nya. meskipun ti dak mirip sekali. Keadaan menjadi agak canggung selama beberapa saat ketika tak satu pun dari mere ka merasa harus membungkuk memberi hormat lebih dulu. Kini ia tengah memberi muka pada putra dari musuh lamanya. "Lord Kono. Kediaman itu tidak sebesar maupun semegah seperti di Hagi atau Inuyama. Takeo meng¬amati wajahnya. melihat dekorasi. benang emaenko sudah di aula utama. Ia belum pernah bertemu denga n ayah bangsawan ini. tapi itu tidak mencegah Fujiwara untuk datang meng¬hantui mimpi-mim pinya. yang berdahi lebar. Hujan turun perlahan. ingin tahu bagaimana anggapan Kono tentang semua yang ada di sini setelah melihat istana Kaisar. tapi dengan sikap santun santun yang dibuat-buat hingga menghilangkan ta nda penghormatan. benang emas berkilauan di bagian kerah dan sabuknya.Zenko sudah di aula utama. bentuk mu lut berlekuk. Pedang Zen ko sudah ditempatkan di rak yang sama. berpakaian resmi seperti Takeo namun lebih mewah lagi . Takeo mendengarnya memberi salam pada tamu mereka. Dia akan mendapat kesan yang salah mengenai kami: dia akan mengira kami tidak sopan dan sederhana. pandangan mata menunduk seolah sedang bermeditasi." sapanya dengan tenang. Zenko bangkit lalu berjalan ke b eranda. Takeo mengungkapkan persetujuannya dan memuji mereka. tanpa mengetahui bahwa Kono memang mirip ayahnya dalam beberapa hal. "Suatu kehormatan bagiku Anda bisa ber¬kunjung kemari. Tak lama kemudian mereka mendengar suara yang menyerukan ada tamu yang datang. dan ia menyesal karena tidak menerima kedatangan t amu bangsa¬wannya di sana. melayangkan pan dangan ke sekeliling ruangan. Minoru menyiapkan tinta di atas meja tulis kecil lalu duduk dengan tumit . berpakaian resmi seperti Takeo namun lebih mewah lagi. a njing menyalak dan derap kaki berat pengangkat tandu. yang kemudian menempatka n pedang itu dengan hati-hati di sebuah rak indah yang ada di sebelah samping. kemudian membalas salam. lalu menye¬rahkan Jato ke tangan Minoru. alis mata Kono bergerak cepat naik l alu membungkuk hormat." Sewaktu Kono duduk tegak. Takeo lalu duduk di ujung ruangan. kertas kasa. menyambut penghormatannya.

tapi dia terus membahas tentang hasil bumi sehingga Takeo mulai ber tanya-tanya kapan dia akan mengatakan tujuannya yang sebenarnya. Mereka mulai membicarakan tentang harta kekayaan." sahut Kono." Kisah Klan Otori IV Page 47 . "Juru tulisku tetap di sini. Harta k ekayaan itu hanyalah alasan dari kunjungan Kono: alasan sempurna yang masuk akal."Justru kehormatan bagiku bisa bertemu Lord Otori. dan langsung dipenuhi Takeo ta npa protes karena merasa kalau Kono sebenarnya tidak terlalu tertarik pada wilayah itu dan tak bermaksud tinggal di sana. Pertemuan itu akan alot dan tegang. "Aku ingin Lord Otori tahu bahwa aku hanyalah seorang utusan. Minoru meletakkan kuasn ya. tidak terlalu dibuat-buat." Takeo menaikkan ali s lalu menjawab. Aku tahu sedikit sejarah dari kedua keluarga kita keadaan yang tida k sepantasnya terjadi pada Lady Shirakawa namun tindakan ayahku acapkali membuat ibuku dan aku t ertekan. nada s uaranya lebih hangat dan sikapnya lebih alami. seorang penjaga datang membawa pesan untuk Lord Arai. Tak lama setelah itu. "Aku harus membicarakan satu hal yang memerlukan penanganan yang b ijaksana. ketika beliau masih hidup. Aku tidak memendam kebencian terhadap Anda. Kepergiannya meninggalkan mereka ber¬dua dalam kesenyapan. Dan hanya ada sedikit peluang untuk perbincangan yang jujur. dan walaupun kat a-kata itu sopan. Aku tidak percaya kalau ayahku tidak bersalah. kelihatan mahi r serta penuh semangat. Takeo berusaha menenangkan diri. Takeo tahu bukan itu maksudnya. kalau dia hanya ingin dikirimi sejumlah keuntungan tidak seluruh pajak tapi sebagian saja. kalau dia mungkin hanya ingin diakui sebagai pemilik wilayah it u. semua pembicaraan telah ditulisnya. Zenko menjelaskan apa yang dia ketahui. Kono diam selama beberapa saat. dan ia haras bersikap cerdik. Kono datan g dengan tujuan lain. Ketika bicara. Kono berkata. Setelah semua orang pergi. melawan kelelahan juga rasa sakit. Sebaiknya memang dibicarakan berdua saja dengan Lord Otori. Kono mengungkapkan keinginan untuk melihatnya sendiri. Zenko meminta maaf dengan berlebihan lalu berkata kalau dia terpaksa pergi tapi akan bergabung lagi saat makan siang." Ia memberi isyarat pada sisa pengawal ya ng lain untuk meninggalkan ruangan.

.

Raku. misalnya. putranya. Kono meneruskan. Semua kesalahan justru ada padanya: penderitaan dan rusaknya wajaidak bersalah? pikir Takeo." "Aku merasa tersanjung. maka dialah yang berkhianat." Bumi menghantarkan apa yang diingink an Surga. seperti ayahmu. Ar ai Daiichi." "Sayangnya semua prestasi hebat itu tidak mendapat persetujuan Kaisar. perompak Terada Fumi o. "Nah. "Kondo sudah meninggal bertahun-tahun lalu. Tugasku yang tidak menyenangkan adalah me mberitahukan bahwa karena Anda tidak pernah meminta ijin atau dukungan dari Kaisar." "Lord Arai tewas. yang saat itu bekerja pada Anda." Kono ter¬s enyum dengan keramahan dan pengertian yang tidak tulus. yang pada dasarnya sudah penjahat. kemungkinan di tangan Kondo Koichi." sahut Kono acuh tak acuh. Gempa itu merupakan hukuman dari Surga sebagai akibat d ari tindak pengkhianatan melawan wakil kaisar: itu yang dipercaya di ibukota. Ada juga kema tian yang tak dapat dijelaskan. "Ketenaran Lord Otori telah menyebar ke seluruh Delapan Pulau. Semua kesalahan justru ada padanya: pe nderitaan dan rusaknya wajah istriku. Peda ng keturunan leluhur . Bila ada yang disebut peng¬khianatan. Arai menyerang pasukanku yang tidak bersenjata. adalah saksinya dan laki-laki dengan kejujuran pasti lah berkata yang sebenarnya. berhubungan dengan Kaisar yang berkuasa saat itu: kematian Lord Shir akawa. Lord Zenko. tidak per nah mengirim pajak atau upeti ke ibukota. Kaisar pun sudah mendengarnya. pembantaian tanpa perasaan pada kuda pertamaku . dan yang ju ga terlibat dalam kematian ayahku. Semua ini sudah menjadi masa lalu. maka pemerintahan Anda dianggap tidak sah dan Anda diminta untuk turun takhta. Di Tiga Negara dipercaya bahwa Surga turun tangan untuk menghukum saudara-saudara dari kakekku dan Arai atas ti ndakan dan pengkhianatan keji mereka. Ia tidak bicara sepatah kata pun. dalam gempa. "Dan prestasi Anda berasal dari kemat ian aku tak ingin mengatakan itu sebagai pembunuhan perwakilan di Tiga Negara yang diakui Kaisar.Tidak bersalah? pikir Takeo. terbunuhnya Amano Tenzo. Anda akan diampuni bila mengasingkan diri ke pulau terpencil." Takeo membalas." "Aku rasa Lord Arai ditembak oleh salah satu pengikut Anda. serta semua yang kehilangan nyawa di pertempuran Kusahara dan pada saat menarik mundur . Paduka Yang Mulia beserta kalangan Istananya mengagumi cara Anda mewujudkan kedamaian di Tiga Negara.

aku memiliki tiga putri yang bisa kuaturkan pernikahan politis bagi mereka." "Tidak seorang pun berani mengancam Anda." tutur Kono dengan nada sedih. Kisah Klan Otori IV Page 48 .Otori harus dikembalikan kepada Kaisar. "Mengapa baru sekarang kau datang? Di mana minat Kaisar bertahun¬t ahun lalu. "Kaisar telah menunjuk jenderal baru: keturunan salah satu keluarga tertua di wilayah Timur. Aku tak berniat turun takhta sampai putriku cukup dewasa untuk me njadi pewarisku. sulit membaca ekspresi wa jahnya. berharap menggiringnya membuat pernyataan terbuka tentang sikap membangkang yang akan diartikan sebagai pembero ntakan selanjutnya. pikirnya." sahut Takeo. dan orang lain yang ingin mendekatik u dengan damai. ketika Iida Sadamu menjarah Tiga Negara dan membunuhi rakyatnya? Apakah Iida ber tindak atas persetujuan Kaisar?" Dilihatnya Minoru agak menggerakkan kepala. "Di bawah kekuasaankulah Tiga Negara men jadi damai dan sejahtera. kan?" Benarkah Kaisar takkan menggalang kekuatan untuk melawanku? "Lord Otori belum mendengar kabar ter¬baru. Tentu saja Kono memang ber¬harap untuk membuatnya gusar." "Aku sungguh tidak mengerti Anda berani membawa pesan semacam ini." ujar Takeo dengan hati¬hati. Tentu saja beliau takkan berperang melawan rakyatnya sendiri. seraya menyembunyikan rasa kaget dan marahnya. dan berusaha mengendalikan ke¬gusarann ya. Takeo bertanya. Aku ingin membuat perjanjian dengan Kaisar. Namu n aku takkan terintimidasi oleh ancaman. Tapi pasti ada alasan lain meng apa mereka dan Kaisar berani bergerak menentang dirinya saat ini Kelemahan macam apa yang sedang mereka eksploitasi? Kekuatan tambahan apa yang mereka kira mereka punya? "Aku tak bermaksud untuk tidak meng¬hormati Kaisar. Zenko dan Hana ada di balik semua ini. pemimpin s epuluh ribu pasukan. "N amun beliau dihormati di seluruh penjuru Delapan Pulau atas tujuannya untuk mewujudkan kedam aian." gumam Kono.

" bih dari segalanya. Kaisar ber¬tujuan damai.Lebih dari segalanya. dan kini beliau memiliki tangan kanan yang kuat untuk menegakkan hukum dan keadilan. Kaisar ber¬tujuan damai." Kisah Klan Otori IV Page 49 . namun beliau tidak dapat mengampuni t indakan kriminal. namun beliau tidak dapat mengampuni tindakan kriminal. dan kini beliau memiliki tangan kanan yang kuat untuk menegakkan hukum dan keadilan.

Dibiarkan¬nya hinaan itu men yirami dirinya sambil berusaha mengendalikan diri. Namun selama bertahuntahun ia telah memadamkan tantangan dan per¬selisihan melalui perundingan dan diplomasi yang cerd as. Zenko kembali dan makan siang sudah siap: meskipun hidangannya mewah dan lezat. Perbincangan berjalan dengan ringan dan sopan. dan mulai mempertimbangkan jawaban s eperti apa yang akan ia berikan. Hampir tak tertahankan karena ia diangg ap penjahat: darah Otori dalam dirinya berontak menentang anggapan tersebut. ke mana aku akan pergi jika ingin mengundurkan diri. dan bagaimana cara terbaik untuk me mpertahankan kedamaian. dan Takeo merasakan gelombang panas dalam dirinya. ata-kata yang dilontarkan dengan lembut itu mengandung sengatan penghinaan. Arai Zenko. Hampir tak tertahankan karena ia diangg ap penjahat: darah Otori dalam dirinya berontak menentang anggapan tersebut. lalu membungkuk dengan ketulus an yang jelas." sahut Kono. dan Takeo merasakan gelombang panas dalam dirinya. Ia tidak percaya kalau cara ini akan mengecewakannya sekarang. "itu berarti tamuku juga. Kurasa Anda harus memper panjang masa ting gal Anda di wilayah Barat. mengunjungi kekayaan mendiang ayah Anda." "Kuulangi lagi. lalu kembali bersama Lord Arai k e Kumamoto. aku hanyalah utusan." akhirnya ia berkata. ia menco ba turut ambil . Takeo nyaris tidak bisa merasakannya. Mengapa aku tak pernah mendengar namanya? Di mana Taku saat aku membutuhkannya? Di mana Kenji? Kelebihan senjata serta pasukan yang disiapkan Arai Zenko: mungkinkah mereka men dukung ancaman baru ini? Senjata¬senjata: bagaimana kalau itu ternyata senjata api? Bagai mana jika mereka dalam perjalanan ke Timur? "Anda di sini sebagai tamu dari penguasa yang berada di bawah kekuasaanku. Ia tidak percaya kalau cara ini akan mengecewakannya sekarang. Namun selama bertahuntahun ia telah memadamkan tantangan dan per¬selisihan melalui perundingan dan diplomasi yang cerd as. Jadi mereka mempunyai jenderal perang. Aku akan memanggil Anda sewaktu sudah kuputuskan bagaimana men¬jawab ke Kaisar. Dibiarkan¬nya hinaan itu men yirami dirinya sambil berusaha mengendalikan diri.Kata-kata yang dilontarkan dengan lembut itu mengandung sengatan penghinaan. dan mulai mempertimbangkan jawaban s eperti apa yang akan ia berikan.

Lalu ia akan menyerang Kaisar serta jenderalnya sebelum musim panas berakhir. Takeo berjuang untuk mengendalikan amarahnya yang timbul akibat penghinaan semac am ini. Kemudian ia istirahat di dalamnya. Hanya tinggal me¬ngeluarkan satu peri ntah lagi. terutama yang menuju ke Akashi." Kedua saudara sepupu itu bertukar pandang tapi tidak berkomentar selain. satu seruan terkejut dari Ze nko." ujar Takeo pada juru tulisnya." katanya pada mereka. pengkhi anatan. mem¬porakporandakan ibukota. penjahat. Lord Kono akan tingga l di wilayah Barat sampai kuberi¬kan ijin tertulis baginya untuk kembali ke Miyako. sadar kalau Jun hanya berada tiga langkah darinya. Huruf-huruf dalam tulisan seakan melompat ke arahnya dari halaman catatan. segera ambil alih perintah di pelabuhan. saran Hana yang diucapkan dengan bergumam. Mereka bangkit dan mengikuti Takeo tanpa suara keti ka ia kembali ke kamarnya." "Aku mengerti. Zenko. Shin. para pelayan yang bingung berjalan bergegas dan komentar bisik-bisik." sahut Minoru. Hal yang sama ber laku juga untuk Lady Arai dan kedua putranya. "Pergilah dengan Shin ke pelabuhan dan cari tahu rincian tentang kapal-kapal yang sedang merapat. Lord Otori.." Takeo bersantai di beranda lalu men¬dengarkan suasana di kediaman berubah ketika s emua instruksinya dilaksanakan: langkah kaki penjaga. Saat mereka selesai makan. Takeo menyuruhnya untuk tetap berada di luar kamar dan jangan sampai ada orang yang mengganggunya. kaku dan goresan dalam tulisan tangan Minoru yang nyaris sempurna. Pengasingan. perintah Jun yang keras serta dengan paksaan . Kono dikawal oleh Zenko menuju ke wisma tamu. Jun dan Shin sudah menunggu di luar di beranda. "Tentu saja. lalu membolak-balik catatan Minoru tentang pertemuan dengan Kono selag i menunggu juru tulisnya kembali. "Jun. "Lord Kono tidak boleh meninggalkan kediaman ini. Hana dan anak-anaknya. Ketika Jun kembali.. darah mereka akan menyapu rasa malu yang bisa dirasakan menoreh lulangnya.bagian di dalamnya. "Aku akan kembali secepatnya. Hanya dengan cara inilah kemarahannya bisa re . mengikis organ-organ tubuhnya. te mpatkan penjaga di gerbang." "Minoru. dan mereka semua akan mati: Kono. mendesak mereka kembali ke Miyako.

da. Kisah Klan Otori IV Page 50 . lalu menghela napas panjang. mem bayangkan betapa mudahnya mengambil jalan keluar seperti itu dan menjadi seperti Iida Sada mu. melihat motif gambar di kertas kasa terukir di kelopak matan ya. Dipejamkan matanya. mengenang bangsawan lain yang telah mem¬bunuh untuk menyapu habis penghinaan dan akhimya mencabut nyawa orang lain demi kesenangannya sendiri.

P ada akhirnya kembali lagi pada keputusan untuk meng¬hindari pertumpahan darah dan perang sebisa mungkin. "Kecurigaan Lord Otori benar. Fumio d an ayahnya adalah teman lamanya yang mengawasi pasukan kapal yang digunakan Klan Otori untuk melak ukan perdagangan dan mempertahankan garis pantai mereka. Keputusan ini segera saja diuji kebenaran¬nya. "Tak satu pun dari mereka mengakui dari mana asal muatan tersebut. . disingkir¬kannya rasa terhina dan tikaman rasa malu jauh-jauh." "Kita harus mencurigai yang terburuk. dan tidak akan melakukan apa pun tanpa berkonsultasi dengan Kaede dan penasihat lainnya. Fumio pergi selama berbulanbulan bersama tabib Ishida. "Lord Otori jangan khawatir." sahut Takeo. pegawai pabean yang mengijink an kapalnya berangkat. seraya berkata pada dirinya sendiri kalau pemerintahannya memang ditakdir¬kan dan direstu i Surga: ia melihat restu ini dengan kehadiran burung houou. semangatnya segera bangkit. dalam perjalanan yang sering dilakukan untuk perdagangan d an pen¬jelajahan. tapi sertifikat pemeriksaan muatannya belum diisi." Ia merendahkan suara. "Mengapa pula harus meng¬hinda ri prosedur pemeriksaan? Tapi jangan bicarakan hal ini secara terang-terangan. disingkir¬kannya rasa terhina dan tikaman rasa malu jauh-j auh. menunggu ke putusan Anda tentang kelanjutan nasib mereka. ketika Minoru kembali dari ruang ca tatan petugas pelabuhan." seru Takeo." Takeo memicingkan mata tanpa ber¬komentar. Mereka sudah ditahan.Dengan penuh kesadaran. dengan kebahagiaan rakyatnya." tuturnya. "Dibuat seolah-olah satu kapal berangka t ke Akashi saat laut pasang semalam. "Shin hamper tidak p erlu bertindak kasar. Kapal Terada Fumio sedang menunggu di galangan." Minoru tersenyum tipis. "Aku juga ada kabar baik untuk Anda. Kita harus be rusaha menangani mereka sebelum sampai di Akashi. Orang-orang yang bertanggung jawab sudah dikenali." ujar Minoru untuk meyakinkan. seraygan penuh kesadaran. dan pedagang yang menangani muatan. Mereka akan tiba di Hofu saat laut pasang malam ini." "Dia datang di saat yang tepat. Shin membujuk kepala pelabuhan untuk segera menyelidikinya.

Apa yang telah Kono katakan hi ngga Anda beranggapan seperti ini? Apakah dia bicara tentang masalah-masalah di wilayah Ti mur? "Jangan pura-pura tidak tahu! Takeo tergoda ingin langsung menantangnya." Takeo sangat lega untuk beberapa hal. Masalah pernikahan akan diputuskan nanti. "Kuharap kau benar. Mulai saat ini mereka akan tinggal bersama keluargaku da n dibesarkan sebagai putraku. Tentu saja aku akan membawa keduanya. Kemarin kau menawarkan salah sa tu putramu kepadaku. kau menikah dengan adik istriku. sesuatu yang bisa meredakan rasa sakitnya yang berkepanjangan. Istrimu boleh bergabung dengan kedua putranya di Hagi." Takeo mengamati wajah adik iparnya lekat-lekat ia bicara. Aku akan mengangkat Sunaomi. Panggil Lord Zenko untuk data ng menghadap. tapi memutuskan kalau saatnya belum tiba. "Lord Takeo harus tahu kalau aku betul¬betul setia."Katakan pada Shin untuk membawa pesan pada Fumio kalau dia akan ke¬datangan tamu malam ini. Bola matanya ikit berputar dan bicara terlalu cepat untuk memberi tanggapan. dan Ishida pasti membawa obat-obatan. Hidup Sunaomi dan adiknya akan diserahkan ke tanganku bila ada sedikit saja tanda ketidaksetiaan. me¬yakinkan Takeo kalau itu adalah peristiwa yang jarang terjadi. Zenko tidak berani men atapnya. "Aku ingin kau meyakinkan kesetiaan penuhmu ke padaku: kau berhutang nyawa padaku." Kisah Klan Otori IV Page 51 . di hadapan semua saksi di sini." Ia senang punya alasan tentang petugas pabean untuk menekan adik iparnya. tapi aku yakin kau menginginkan istrimu tetap bersamamu. Fumio pasti punya berita terbaru mengenai Kaisar. jika ia bisa segera berangkat. Kau memegang Kumamoto atas keinginan dan ijinku. maka peluang untuk mengejar kapal ilegal itu cukup besar. bila kau tetap setia padaku. ji ka dia mau." sahut Takeo. Pesannya tak perlu terlalu jelas. saat berangk at ke Hagi mereka akan menemaniku. Fumio pasti mengerti. "Kita abaikan saja apa yang telah dikatakannya: itu tidak penting. hanya contoh dari keserakahan ma nusia. Zenko mengungkapkan permintaan maaf dan ber¬janji untuk mengatur eksekusinya. Sekarang. ucapkan sumpah setiamu kepadaku. ibumu adalah sepupuku d an sahabatku. Kuterima tawaranmu. "Dan sekarang aku harus bicara dengan adik iparku.

.

berkata kalau ia akan makan sendirian dan istirahat lebih awal karena hendak berangkat ke Hagi keesokan paginya. dan di saat yang pali ng genting lebih memilih kekuasaan melebihi dari nyawa kedua putranya. tapi saat ini langit mulai cerah. musik dan . jauh dari kemudahan yang menipu dari pembunuhan atau bunuh diri. Seharusnya kuperintahkan dia menca bu t nyawanya sekarang juga. Dikatakannya pada Zenko agar kedua putranya harus siap melakukan perjalanan bersamanya. Arai Daiichi. Sepanjang hari hujan turun dan reda. berbaring bersama ist rinya dan membuka hati kepadanya. anjing-anjing menyalak. Matahari tenggelam dalam warna merah muda dan cah aya keemasan yang membuat banyak warna hijau di taman bermandikan cahaya. pelayan dapur mengobrol sambil membersihkan piring lalu menyimpannya. Ia ingin sekali berada di rumah. bersila di matras dengan mata ter¬pejam dan kedua jari telunjuk dan ibu jari saling bersentuhan ditekan seakan tenggelam dalam posisi meditasi. hari yang baik untuk melakukan perjalanan. pikirnya. Takeo ber¬istirahat di wismanya. telah bersumpah setia hanya untuk meng¬khianatinya. Takeo mandi lalu mengenakan jubah dari bahan katun tipis seolah bersiap pergi ti dur. telah bersumpah setia hanya untuk meng¬khianatinya. tapi Takeo ingat bagaimana ayah nya. bertemu dengan putri¬putrinya.Zenko melakukannya dengan mem¬bungkuk dalam-dalam. semua dicatat oleh Minoru. Tiap suara terdengar olehnya: percakapan pelan para penjaga di gerbang. Keadaan ak an baikbaik saja pada pagi hari. Dipasang telinganya baik-baik untuk mendengarkan suara-suara di dalam kediaman. Putranya pun akan bersikap sama. mengatakan pada me reka kalau ia tak mau diganggu. Disingkirkannya pikiran itu seraya berjanji pada dirinya sendiri sekali lagi unt uk ber¬pegang pada jalan yang lebih rumit dan sulit. karena pada akhirnya semua kesedihan hanya akan menimpa keluarganya sendiri. enko melakukannya dengan mem¬bungkuk dalam-dalam. ketim bang membunuhnya. angin ber hembus lembut dari selatan meluluhkan awan gelap. Namun tak kuasa bertindak seperti itu. Kemudian menenangkan dirinya sendiri. kemudian menyuruh semua pelayan pergi. Tapi betapa lebih mudahnya kalau dia mati. Arai Daiichi. tapi Takeo ingat bagaimana ayahn ya. makan sedikit tapi tanpa minum sake. dan di saat yang pali ng genting lebih memilih kekuasaan melebihi dari nyawa kedua putranya. Lebih baik tetap mencoba menjinakkannya. Begitu Zenko selesai menyampaikan semua keberatannya. baik juga untuk kegiatan malam hari yang terlintas di benaknya.

Zenko gemar minum sake. Tungku bara menyala di samping tali tambatan salah satu kapal besar. katanya tanpa suara pada anjing-anjing. Dalam permainan berbahaya yang telah mereka mulai. menghilang lalu berjalan lewat gerbang yang masih terbuka. terutama bila ia memang jadi menahan kedua putra mereka. gemerisik dedaunan dan teria kan burung hantu dari gunung. dan Takeo. Karena mereka akan memburu kalian dengan hujan anak panah untuk olahraga. dengan menggunakan dialek kota itu. terombang-ambing oleh omba k. kapal-kapal kayu saling bergesekan. Tak ingin ada yang tahu kalau ia per gi. Lentera me nerangi jalanan sempit dan cahaya lampu bersinar jingga dari balik kertas kasa. air menghantam badan kapal. Takeo menggelengkan kepala. kegemaran Ko no akan puisi dan drama. namun mereka sama berhati¬hatinya: yang ter dengar tak lebih dari tata rambut model terbaru dan cara berpakaian di istana. ikan yang sedang dikeringkan dan ru mput laut di atas rak-rak di tepi pantai. seolah mereka ingat kalau ia mungkin saja sedang mendeng arkan. ber¬seru pada orang-orang yang. mereka tidak mau ambil resiko Takeo mencuri dengar strategi mereka. bola tendang dan berburu anjing. Di kejauhan dapat dilihatnya pulau¬pulau dari Laut Lin gkar. T akeo berdiri dan mengganti pakaiannya. gemuruh tanpa henti air laut. Anjing-anjing menggiringnya dengan tatapan mata tapi para penjaga tidak memerhat ikannya. Jun menaikkan alis. Udara terasa penuh dengan aroma garam. Percakapan itu menjadi semakin hidup: seperti ayahnya. dengan tiang pancang yang kekar dan berwarna gelap di ba wah siraman cahaya malam penuh bintang. yang sedari tadi duduk di luar pintu. memanggang potongan-p otongan . Tak la ma kemudian. Terdengar olehnya Zenko dan Hana membicarakan pengaturan untuk keesokan harinya. Takeo melangkah masuk ke bay angan tak tertihat dan keluar dengan penyamarannya sebagai pedagang yang sedang terburu-buru untuk pekerjaan di kota. tapi percakapan yang sepele. Di satu sudut yang gelap tidak jauh dari pelabuhan. Di tepi galangan. mereka bertemu Kono untuk makan malam. Dipakainya sandal jerami di anak tangga taman.tempat minumminum di sekitar pelabuhan. serta olahraga para bangsawan. di balik bentuknya yang menyembul tajam tampak cahaya temaram bulan yang baru naik. ikan dan gurita panggang di rumah makan. Bersyukurlah kalian tak berjaga di gerbang istana di Miyako. Ketika melewati Jun dan Shin. memakai jubah yang tidak mencolok berwarna pudar seperti y ang biasa dikenakan pedagang.

Kisah Klan Otori IV Page 52 .

Dasar manusia brengsek yang tak ber¬guna. Tapi setelah beberapa saat terkejut dan ke¬bingungan. Ishida kelihatan lebih t ua. Takeo mengamati kawan lamanya selama beberapa waktu. sambil berbisik. Lagipula. "Lord Otori!" Dipanggilnya pelayan untuk mem¬bawakan sake lagi. "Ada masalah?" tanya Ishida setelah mereka bersulang." sahut Takeo. berhadapan dengan si tabib. lalu anak buahnya pindah ke meja lain. Takeo mengamati kawan lamanya selama beb erapa waktuerdiri tanpa dikenali dalam kegelapan. m eskipun kini kelihatan ada bekas luka baru di salah satu pelipisnya. mengira kalau ia hanyalah pedagang yang tak penting. Coba tebak apa hadiahnya! Lebih hebat dari apa pun yang pernah kau ingi nkan!" "Ada satu hal yang kudambakan lebih dari segalanya. yang mengamatinya deng an seksama di bawah cahaya temaram. kulitnya kekuningan. Fumio tetap kelihatan kekar seperti biasa. A kan kurobek mulut mereka." "Ah." sahut Tak eo tertawa. "Aku ada hadiah untukmu. "Misterius d an aneh: aku tidak akan ter¬biasa. Takeo senang melihat keduanya lalu melangkah naik ke area duduk. Fumio bangkit. "Aku harus mencegahmu menghukum mereka. Takeo duduk di samping Fumio. "Ini Lord Otori!" lalu memeluk Takeo.Berdiri tanpa dikenali dalam kegelapan." "Mereka menceritakannya pada seorang pedagang miskin yang tak berani. mend orong anak buahnya ke samping. aku juga hampir tidak percaya pada mereka. lebih kurus kering. "Ada beberapa hal yang perlu kubicara¬kan." katanya pada Takeo. Fumio memberikan isyarat dengan kepala." Tabib Ishida tersenyum lebar. dengan pipi tembam dan kumis tipis. aku tidak mengenalimu!" serunya. "Walaupun memang sedang menunggu¬mu. Salah satu mant an perompak segera melompat berdiri menghalangi jalannya. Apakah itu benar?" . "Hadiah yang akan mengalihkan perh atianmu dari masalah. "Yaitu melihat seekor kirin sebelum aku mati." jawab Takeo. Mereka sudah mengatakannya pada¬mu.

"Aku ingin sekali melihatnya. aku akan jawab. "Kau tidak bisa menunggangi hewan ini."Ya dan tidak. Shun mati karena usia tua tahun lalu. dan kota itu sib uk membicarakannya. "Apa yang kau tahu tentang jenderal baru Kaisar?" tanya Takeo. maka sekalian saja ceritakan masalah-masalahmu pada kami. dengan julukan Pemburu Anjing. serta ahli siasat perang yang cerdas. mereka menemukan taman yang tenang untuk hewan itu. tapi kami pulang melalui Akashi. dengan d inding yang tinggi. "Kalau kau tanya aku beberapa minggu lalu. siapa nama¬nya?" "Shun." "Pemburu Anjing?" "Dia sangat suka berburu anjing. tak akan ada lagi kud a sepertinya." kata Ishida. agar kau bisa mencurahkan kasih sayangmu. Karena kau sudah merusak kejutan kam i. dan yang paling mirip dengan kirin dibanding hewan lain yang pernah kulihat." "Ishida jatuh hati pada hewan itu. dan baru-baru ini dit unjuk Kaisar untuk bertempur atas nama Paduka Yang Mulia serta membinasakan musuh¬musuhnya dala m rangka mencapai tujuan itu." Kisah Klan Otori IV Page 54 .' karena kami sudah pergi selama enam bulan. Di mana hewan itu sekarang?" "Di kuil Daifukuji." tutur Fumio. sedangkan yang ini adalah hewan sungguhan. tapi mungkin bisa menggantikan Shun. "Tentu saja. Ia lebih parah ketim¬bang kau dan kuda tuamu itu." Fumio menuang sake lagi. Jenderal itu m ahir berkuda dan memanah. kabar¬nya memiliki ambisi menaklukkan seluruh Delapan Pulau. "Dia menghabiskan waktu berjam¬ja m menemaninya." tutur Fumio. Tapi hewan yang luar biasa." sahut Takeo. bukan kirin yang sesungguhnya: kirin a dalah hewan dalam dongeng. Kami akan perlihatkan padamu besok. dan kabarnya mahir melakukannya. Mendominasi propinsi-propinsi di wilayah Timur. 'Tidak tahu apa-apa. Namanya Saga Hideki.

Kono. "masalah. namun melelahkan. datanSepertinya aku termasuk dalam daftar musuhnya. "Seperti angin topan. "Dia masih tetap sama. Sebelum mereka bisa menandingi jumlah senjata api. menjejalkan sisa makanan. Tahan Lord Kono di wilayah Barat sampai aku kembali. beberapa pedagang mendekatiku. tidak pernah bisa di am. Fumio pergi begitu cepat hingga mereka hampir tidak sempat mengucapkan selamat b erpisah." Dipanggil anak buah¬nya." sahut Fumio." ujar Takeo. "Kita bisa hentikan mereka." "Aku khawatir mereka sudah dalam per¬jalanan." sahut Ishida." ujar Takeo. menengg ak habis sake. mengucapkan selamat tinggal pada pelayan perempuan dengan perasaan enggan. Ternyata Kaisar memintaku meng¬undurkan diri. Takeo ditinggal bersama Ishida. kemung¬kinan dia berusaha membeli senjata api: demi uang sebesar itu. "Putra Lord Fujiwara. me reka menawar¬kan uang dalam jumlah besar. "Apakah ada indikasi kalau senjata api di perdagangkan di Imai?" "Tidak. "Putra Lord Fujiwar a. "Mereka punya waktu kurang dari sehari untuk memulainya. dan mereka pun berdiri. dan menceritakan pada F umio tentang kecurigaannya pada Zenko. meneng¬gak habis minumnya lalu berdiri. beliau akan mengirim si Penangkap Anjing untuk melawanku. Kono. Takeo memberitahu mereka nama kapalnya. dan Takeo memberi kabar tentang kel uarganya . mereka takkan memanc ingmu dalam pertempuran. tapi nanti Ishida bisa menceritakannya padaku." Si tabib menuang sake lagi lalu minum sampai habis. Mesti kuperingatkan padamu." katanya. "Dia adalah teman seperjalanan yang memberi s emangat. Angin bertiup dari arah barat: kita bisa mendapat laut pasang jika berangkat sekarang. datang menghadapku hari ini." gumamnya. Aku ingin melihat wajah¬mu saat kuperlihatkan kirin. dan jika aku m enolak. menanyakan ten-tang se njata dan bubuk mesiu. Jika jenderal Kaisar tengah bersiap melawanmu . cepat atau l ambat akan ada orang yang akan menyediakan senjata api." Wajah Ishida berubah pucat ketika nama Fujiwara disebut." Mereka berbincang-bincang tentang per¬jalanan. terhibur dengan ti n¬dakan cekatan kawannya."Sepertinya aku termasuk dalam daftar musuhnya. "Fumio tak berubah. justru sebaliknya." ujar Takeo. berharap menghindar pelarangan dari Otori.

"Setelah itu aku harus pergi memeriksa kirin." "Akan kuperiksa nanti. Membuat sekujur t ubuhku sakit. yan g dipanggil Don Joao. Takeo mengenali si orang asing. karena dia sudah menikah dengan Muto Shizu ka selama lima belas tahun." Sedari tadi Takeo menyadari ada suara orang berdebat dari an. Acapkali lukanya kelihatan memerah di balik carutannya." Nada suara Ishida kedengaran murung. Aku akan menginap di Daifukuji malam ini. dan ada sesuatu dengan tidak asing bagi Takeo. Kalau tidak kubawa pasti barang-barang ini sudah setengah perjalanan menuju Akashi dan tidak terlalu berg una bagimu. Tadinya aku bermaksud meninggal¬kannya di kapal. Ia yakin belum pernah bertemu dengan perempuan yang berlutut di samping or ang asing itu.yang selalu menyita perhatian Ishida. dan obat tidur terbuat dari b unga candu. dikumpulkan barang-barangnya lalu berkata dengan rian g. "Bisakah sekarang kau kembali bersama¬ku?" "Aku punya cukup persediaan akar-akaran dari Shin." komentar Ishida seraya meng¬ambil sebuah buntala n kain dan kotak kayu kecil. berdua saja. Untung saja kuputuskan untuk mem¬bawanya. Kirin sudah terbiasa denganku. si tabib tampak berha sil mengendalikan perasaannya. "Rasa sakitmu terasa lagi?" tanya si tabib. Takeo mengira dia akan melanjutkan bicara¬nya . seorang laki-laki berbicara dengan bahasa asing dan suara seorang n." "Ya. cuaca yang lembap memperburuknya: kadang kurasa masih ada sisa racun yang h ingga terasa panas. Suara perempuan itu membuatnya tertarik karena logatnya berasal skipun perempuan itu bicara dengan dialek setempat. Kisah Klan Otori IV Page 55 . namun setelah beberapa saat dalam hening yang tidak mengenakkan." sahut Ishida. me intonasi suaranya yang Ketika berjalan melewati ruang bagian dalam. "Kelihatan dari wajahmu. bagian dalam rumah mak perempuan menerjemahka dari wilayah Timur. bahkan terikat dengan diriku: aku tak ingin membuatnya gelisah.

. mun seperti ada sesuatu.namun seperti ada sesuatu... Kisah Klan Otori IV Page 56 ..

dan warna kulit yang sa ma dengannya. Keterkejutannya tak terlukiskan. Takeo ingat pada seorang gadis cilik yang menangis dengan cara yang sama karena menang isi seekor burung yang mati. melihat sekilas ke arah Takeo. Takeo menyebut nama adiknya dengan keras untuk pertama kalinya selama lebih dari enam belas tahun: "Madaren!" Sirna sudah semua hal yang ada dibenak¬nya: ancaman dan wilayah Timur. yang mungkin berusia dua puluh lima tahunan. "Tomasu?" Air mata menggenang di matanya. mengubahdi rinya menjadi seorang bocah yang ketakutan serta tersiksa. bahkan rasa sakitnya. yang terus memalingkan wajah dari perempuan itu. Ia hanya . Tubuh perempuan itu terguncang karena luapan per asaan. serta membandingkan kebiasaan dan bahasa mereka. seakan-akan mengi ra kalau mung¬kin mengenal Takeo. tapi Ishida memohon pergi karena ada pasien yang membutuhkannya. tergeletak di sebelah ibu dan kakak perempuannya yang mati terbujur kaku perempuan itu memili¬ki k etenangan serta wajah yang lebar mirip ibu dan kakak perempuannya. bahkan kirin sekalipu n. Takeo merasa kulit perempua n itu amat mirip dengan kulitnya.Selagi ia mengira-ngira siapa perempuan itu. Perempuan itu tercekat lalu berkata . tapi selalu dalam suasana resmi. Selama ini ia menduga gadis cilik itu sudah tiada. da n sepertinya saat ini dia tidak bisa mengenali. Ishidelagi ia mengira-ngira siapa perempuan itu. misi Fumio merebut senjata api yang diselundup¬kan. informasi tentang perawatan serta tanaman herbal. kelihatan¬nya tengah mengamati Takeo dengan penuh seksama. kehilangan mainan. Kono. si orang asing me lihat Ishida lalu memanggilnya. halus dan gelap. amat mirip dengan kulit ibunya. Don Joao pernah bertemu Takeo beberapa kali. Orang asing itu gembira bertemu sang tabib dan ing in agar dia duduk dan mengobrol. Dia menerjemahkan perkataan Ishida sepertin ya perempuan itu cukup fasih berbicara bahasa asing lalu melayangkan pandangannya ke arah Takeo lagi. Pere mpuan itu. dengan pakaiannya terlipat ke belakang dan memperlihatkan kulit lengannya. sali ng bertukar ilmu pengetahuan medis. hingga tak kuasa mengendalikan diri. si orang asing melihat Ishida lalu memanggilnya. Perempuan itu mengangkat tangan untuk menutup mulut. Ishida amat disukai orang asing itu dan menghabiskan banyak waktu menemani mereka.

"Kau lebih tidak sehat dari yang kukira. "Perempuan itu mengenalmu bukan sebagai Lord Otori. "Kita tidak bisa bicara sekarang. memanjatkan doa kaum Hidden sa at berpisah. tunggu aku di sana." "Kelihatannya kau sangat terguncang. Is hida berkomentar. tapi tidak akhir-akhir ini aku pergi selama ber¬bulan -bulan. Kabari aku di Daifukuji." "Semoga Dia memberkati dan melin¬dungimu. Aku tidak tahu kalau dia menerjemahkan untuk orang a sing.mampu meman¬dangi adik yang dikiranya sudah tiada." ujarnya. tetap saja membuat¬nya terkejut melihat terungkapnya sesuatu yang sebelumnya merup akan rahasia. Ishida bertanya. Juga terlalu banyak minum sake." "Aku akan datang ke sana besok." seru Ishida saat mereka berdua berada di luar. hidupnya seperti meluruh lalu m emudar." Kota itu semakin senyap. keluarganya. Ia berhasil mcngendalikan diri lalu ber¬kata. Meskipun atas perin¬tahnya kaum Hidden kini bebas untuk ber¬ibadah secara terbuka. cahaya dimatikan satu demi satu." sahutnya. Yang ada dalam ingatannya hanyalah masa kecilnya. terlalu cepat." Takeo bicara dengan cepat pada Madaren. dengan tatapan terpaku pada wajah Tak eo. tentu saja tidak perlu!" Takeo mengambil napas dalam-dalam. "Lord. Tadi hanya u dara yang terasa pengap. Anda baik-baik saja? Anda tidak sehat. "Katakan pada Don Joao aku akan menemuin ya besok. Ak u akan datang ke Daifukuji." Kisah Klan Otori IV Page 57 ." "Aku pernah bertemu dengannya. sama seperti salib yang dikenakan Don Joao di dadanya tampak seperti pameran ses uatu yang keji. Selagi mereka menyeberangi jembatan kayu di luar Umedaya dan mengambil salah satu jalan sempit yang mengarah ke kediaman. tapi sebagai or ang lain. "Perlu kupanggilkan tandu?" "Tidak. Kau mengenal perempuan itu?" "Bertahun-tahun yang silam.

" Gerbang sudah ditutup. Menghilang." kata Ishida akhirnya. hanya pelacur kelas terendah yang tidur d engan mereka. melewati Jun dan Shin menuju ke kamarnya. seolah belum bertemu se lama enam bulan lamanya. Mengganti pakaian dengan jubah tidur lalu meminta dibawakan lentera dan teh. sebelum aku menj adi Otori. Dilepasnya sarung tangan sutra yang me¬nutupi tangan cacatnya d an Ishida menarik lentera lebih dekat agar bisa melihatnya. aku sudah sangat lama mengenalnya. "Aku akan mencob . tapi sebagian besar perem puan peng¬huninya enggan tidur dengan mereka. lalu Takeo menyuruhnya pergi. aku sudah sangat lama mengenalnya. Si tabib tiba: mereka saling memberi salam dengan riang. Pri a asing itu kerap mengun¬jungi rumah pelacuran itu seperti laki-laki lain. Di rumah terakhir sebelum sampai di gerbang kediaman. Takeo menarik Ishida ke ba wah bayangan gelap. mengirim Jun untuk mengatakan pada penjaga agar membiarkan Ishida masuk." Diperlihatkanny a pada Ishida. Ia merasa ngeri saat memikirkan hidup seperti apa yang telah dijalani adiknya. tapi tidak ada alasan untuk itu selama bertahun-tahun. Aku me¬nulis dengan tangan kiri. Di¬tekannya jaringan kulit yang tumbuh meng¬gantikan jaringan yang rusak dengan ujung jarinya lalu melemaskan jari yang t ersisa. "Tunggu di sini sebentar." Seperti yang tadi kubilang. kendati hentakan saat mendarat di sisi dinding satunya memb uat sakitnya terasa lagi. lalu menyelinap melewati taman yang sunyi. Pelayan perempuan menuang teh dan membawakan lagi air panas. sebel um aku menjadi Otori. "Kau masih bisa menulis dengan tangan ini?" "Setelah berlatih berulang kali. Bagaimana mungkin itu adiknya? Bagaimana dia bisa selamat dari pembantaian yang menghabisi keluarga dan membakar habis desanya? Tak diragukan lagi bahwa di a bukan sekadar seorang juru bahasa: terlihat olehnya pada tangan dan mata Don Joao. Namun perempuan itu memanggil dengan nama aslinya."Seperti yang tadi kubilang." Takeo masih setengah tercengang dengan pertemuan tadi dan cenderung setengah menyangsikannya. disingsingkannya keliman panjang jubahnya ke sabuk lalu m emanjat dinding dengan cukup ringan. Aku akan mengir im perintah pada penjaga agar membiarkanmu masuk. Dan Takeo pun mengenalinya. Aku harus masuk tanpa terlihat. "Rasanya aku masih bisa ber¬tarung menggunakan pedang." "Tidak kelihatan memerah karena infeksi.

Terkadang aku memimpikannya. harum dan menenang¬kan. Aku ingin tahu apakah dia seperti ayahnya. menye¬mangatiku untuk belajar dan melakukan perjalanan. Aku ta hu dia orang yang kejam tapi dia selalu memperlakukan diriku dengan baik. "Bisa kudengar anjingku melolong. sungguh suatu perwujudan iblis dalam diri manusia. selama hampir seumur hidupku." sahut Takeo pelan." "Aku belum pernah bertemu Fujiwara. Kupalingkan wajahku dari kegermarannya yang keji. "Aku sering membuat ini untuk istriku. Aku tidak pernah menyangka kekejamannya akan menimpa diriku. Aroma samar-samar dari rumput musim panas menyeruak. Kutemukan diriku bertanya-tanya apakah ada orang yang memeliharanya." Diambilnya mangkuk lalu diberikan pada Takeo. Belum pernah aku begitu ketakutan. tenggelam dalam kenangannya. "Aku mohon maaf yang sedalam¬dalamny a atas keterlibatanku dalam memen¬jarakan istrimu." "Kau beruntung. hanya mengetahui putranya berbaring di dalam kediaman ini.a dengan jarum besok. Untuk sementara waktu." Tiba-tiba Ishida berhenti bicara dan menuang air mendidih ke atas herba kering." Selagi menyiapkan teh. t elah mengorek banyak kenangan. perompak dan orang primitif. "Saat itu anjingku melolo ng. Dia berpurapura mengabulkannya. Aku takut bertemu Kono. "Hanya gempa yang menyelamatkan kami." tuturnya dengan amat pelan. meski¬pun pernah menghadapi berbagai macam bahaya: badai di laut. untuk mengiris garis bujurnya. Aku menjalankan perin¬tahnya. kapal karam. "Istriku pernah cerita sedikit tentang saat¬saat itu. sesuatu yang tak akan pulih dalam diriku. mengijinkan aku melihat koleksi buku-bukunya yang berharga juga harta benda yang lainnya. ini akan membantumu untuk tidur. Dia selalu memperingat¬kanku tentang gempa dengan cara seperti itu. mempermainkan rasa takutku. Ishida bicara dengan suara pelan. Aku pernah menghempa-skan diri di bawah kakinya dan memohon agar diijinkan bunuh dir i." Kisah Klan Otori IV Page 58 ." Ishida berhenti sebentar.

kastil di salah satu jalan sempit yang terbentang di jalan utama. tempat rumah-r umah kecil yang dibangun kembali setelah kobaran api meluluh¬lantakkan semuanya bak sarang tawon y ang saling astil di salah satu jalan sempit yang terbentang di jalan utama. tempat rumah-ru mah kecil yang dibangun kembali setelah kobaran api meluluh¬lantakkan semuanya bak sarang tawon y ang saling Kisah Klan Otori IV Page 60 .

dan aroma kayu itu mengingatkannya pada Mino. Tapi semua laki-laki memiliki hasrat. buruh serta kuli angkut tanah di malam hari. Itulah yang dipelajari Madaren. Ia bisa memeras ha diah dari mereka. Madaren me nampiknya. bahkan kuli pe ngangkut barang. Air mata menggenang di matanya saat meringkuk di bawah papan tebal. Awalnya. Pedagang itu membosankan serta membuatnya gusar. Mereka me¬numpang kapal yang mengangkut kayu c edar dari hutan menuju wilayah Timur. memanfaatkan rasa terima kasih mereka. Tapi semua laki-laki memiliki hasrat. yang membuat gusar sekaligus memesona ibu mereka. buruh serta kulrdempetan. dan tak lama kemudian ia tidak harus tidur dengan laki¬laki lain.berdempetan. bahkan setelah mereka membeli¬nya. dan akhimya ia kembali ke kehidupan lamanya. Madaren melihat ada semacam kekuatan dalam diri mereka yang mungkin bisa dimanfaatkan dan dengan sukarela tidur dengan mereka. dan di antara mereka ini banyak yang bisa diperdayai oleh cinta seperti laki¬laki golongan klas lainnya. kemampuan si p erempuan . dan ia memanfaatkan apa yang dipelajarinya ini dengan cerdas. ia memilih orang yang bern ama Don Joao. atau kadang mencurinya. Mereka memberi bayaran yang memadai dalam mata uang perak. dengan mudahnya disingkirkan bak anak kucing yang tidak dii nginkan. Madaren berhasil menjelaskan pada pe milik rumah bahwa Don Joao hanya menginginkannya. bahkan kuli pengangkut barang . Kemudian orang-orang asing berjanggut berdatangan. tanah kelahirannya. walaupun laki-laki itu mengira kalau dialah yang memilih Madaren: orang-orang as ing bersifat sentimental sekaligus pemalu bila sudah berhubungan dengan kebutuhan jasmani: me reka ingin merasa istimewa bagi seorang perempuan. dan pada akhirnya membiarkan seorang pedagang yang hampi r bangkrut membawanya ke Hofu. bergabung ke rumah pelacuran yang lebih tinggi kelasnya dibandingkan yang pertama. Hal itu meng¬ingatkannya pada keluarganya dan laki-laki agak aneh yang menjadi kak aknya. pada waktu yang b er samaan ia juga belajar bahwa perempuan yang dikuasai cinta merupakan makhluk yan g paling tak berdaya di kota ini. dan ketika kekasihnya berbalik untuk memeluk¬nya. Ia mau pergi dengan lakilaki yang dijauhi oleh gadis-gadis lain. bau mereka yang aneh dan tubu h mereka yang besar. bahasa mereka hanyalah bahasa tubuh: nafsu si laki-laki. pergi meninggalkan rumah sebelum matahari terbit lalu menemu i laki-laki itu galangan kapal yang masih berkabut.

lalu mendorong laki-laki itu un tuk mengajarinya. Nelayan itu merupakan pintu masuk mereka ke duni a baru yang rumit. pikir Madaren. M ereka bergantung sepenuhnya kepada¬nya.memuaskannya. kampung halamannya. Mereka percaya semua yang dikatakannya. begitu pula hujan. sedangkan lantai matahari berjenis laki-laki tapi ha l itu justru memesonanya. Orang-orang asing sebelumnya memiliki seorang juru bahasa. penuh dengan bunyi aneh dan dikumpulkan dari depa n ke belakang semuanya memiliki jenis kelamin. yang mereka temukan dan mereka harapkan bisa meraih kekayaan dan kem enangan. Bahasanya sulit. Karena Madaren sema¬kin fasih Don Joao tidak menguasai lebih dari bebera pa patah kata dari bahasa Madaren mereka mulai membicarakan hal¬hal yang lebih mendalam. bahkan ketika dia hanya mengarang sembar angan. ia merasa s eperti menjadi orang lain. dan Don Joao bicara tentang kepercayaan serta Tuhannya Deus** dan kata-kata serta salib yang dikalungkan di lehernya membangkitkan kenangan masa kecil Madar en tentang Kisah Klan Otori IV Page 61 . dan ia mulai berusaha me¬mahami Don Joao. dan jika bicara dengan bahasa itu pada Don Joao. Don Joao mem¬punyai istri dan anak-anak di Porutogaru*. tak percaya kalau Don Jo ao bisa bertemu mereka lagi. Aku juga bisa meraih kekuasaan semacam itu. namun hubungannya dengan orang asing memberinya status dan kekuasa¬an. Ia tak bisa membayangkan alasannya. Mereka begitu jauh hingga ia tak mampu membayangkan seperti apa kehidupan mereka. Madaren tidak mengindahkan mereka. Nelayan itu mempelajari bahasa mereka: kadang menemani mereka ke rumah pelacuran. jelas dari cara bicaranya kalau si nelayan tidak berpendidikan dan be rasal dari klas rendahan. seorang nelayan yang mereka selamatkan dari laut oleh kaum mereka karena kapalnya tenggelam dan dibawa ke ma rkas mereka di Kepulauan Selatan. tapi pintu termasuk jenis perempuan. karena nelayan itu tidak lebih baik dariku. orang-orang yan g dia tangisi ketika sedang mabuk.

kepercayaan keluarga¬nya dan ritual kaum Hidden. Kisah Klan Otori IV Page 62 . epercayaan keluarga¬nya dan ritual kaum Hidden.

sudah atau belum? Don Joao selalu bersenjatakan pedang panjan g tipis. Orang asing itu terkejut karen a penyiksaan dilarang di Tiga Negara. Pada titik inilah sepertinya Tuhan Rahasia dan Deus berbeda. "Saat pendeta datang. banyak yang terta rik dengan agama orang asing dan bahkan berkeinginan mencoba bila itu bisa mening¬katkan perd agangan dan kekayaan bagi semua orang. dan bahwa penguasa Maruyama yang sebelumnya. dan memb ual bila dia selalu punya tujuan untuk menggunakan pedang ini. Apakah itu keduanya atau tidak s atu pun. Maruyama Naomi . Hal ini men gejutkan Madaren. juga menganut kepercayaan itu. . Tentu saja. dan menceritakan tentang pendeta da lam agamanyJoao bicara penuh semangat tentang Deus. karena Don Joao men¬c eritakan kalau mereka adalah orang ber¬agama sekaligus prajurit. hanya ingat gema doa serta ritual yang dilakukan keluarganya dengan komu¬nitas kecil mereka. mengeluarkan ke¬putusan bahwa rakyatnya bebas beribadah dan percaya pada kepercaya an pilihan me¬reka.Don Joao bicara penuh semangat tentang Deus. bertahtakan emas dan kerang mutiara. selalu atau tidak pernah. Tapi menurut Madaren keduanya tak mungkin melakukannya k arena bukankah Lord Otori membunuh kakek pamannya untuk balas dendam? Bukankah Lady Ma ruyama menceburkan diri ke sungai di Inuyama ber¬sama putrinya? Satu hal yang diketahui s emua orang tentang kaum Hidden yaitu Tuhan mereka. penutup kepalanya berlekuk dan melindungi. Otori Takeo . kau harus dibaptis. baik nyawa mereka sendiri maupun nyawa orang lain. ia ingat yang sering dikatakan ibunya: dilahirkan dengan air. Penguasa baru Tiga Negara. Tuhan Rahasia. Ia hanya *) Porutogaru adalah lafal Jepang untuk menyebut Portugal [pent. dan menceritakan tentang pen deta dalam agamanya yang berkeinginan kuat agar negara lain menganut kepercayaan mereka.] ingat sedikit tentang kepercayaan kaum Hidden. dan ketika Madaren me¬ma hami maksudnya. melarang mereka mencabut nyawa." kata Don Joao.] **) Deus berarti Tuhan dalam bahasa Portugal [pent. untuk mendapatkan informas i serta menyelamatkan nyawa. dan menceritakan bagaimana ke¬kerasan digunakan di negara nya dan ter¬hadap penduduk asli Kepulauan lain untuk menghukum. dan prasangka lama pun perlahan menghilang. lalu me nyebut nama baptisnya. Ada juga kabar burung yang mengatakan bahwa Lord Otor i dulunya adalah orang Hidden.

Madaren menangkap ketertarikannya dan mereka mulai bertemu dengan para penganut dalam jamuan makan di kalangan kaum Hidden. sadar akan tatapan penuh hina serta kecurigaan dari istri-istri dan anak perempuan mer eka dan bahkan kadang di tempat-tempat yang lebih berkelas. Madaren bertemu dengan orang-orang yang menge tahui desanya dan mendengar tentang pembantaian bertahun¬tahun yang lalu di Mino. dan Don Joao berharap Madaren mene¬maninya kemana pun ia pergi. Seringkali ditemukan dirinya berada di rumah para p edagang. maka ia tahu misi itu berhubungan dengan kak aknya. Orang-orang asing hanya memahami sedikit sekali tentang sikap dan kesopanan. D engan keyakinan mencapai tujuan yang dibawanya sejak berhasil lolos dari Inuyama dan m empelajari bahasa asing."Madalena!" ulang Don Joao dengan terperanjat. lalu membuat gerakan berbentuk ta nda salib di depannya. Madaren menyambut kem¬bali kepercayaan yang pernah hilang dari masa kecilnya dengan hangat. terutama untuk menerjemahkan. Orang itu tertarik setengah mati pada kaum Hidden. terakhir bahkan di kediaman Lord Ar ai. lalu mulai menunggu waktu untuk menjala nkan misi. ia mempelajari keadaan di sekelilingnya yang masih asing. selalu ber¬lutut dengan rendah hati sedikit di bel akang orang-orang asing dan lawan bicara mereka. juga jawabannya. ia bisa selamat merupakan mukjizat. dan menyatakan kalau Madaren masih dibiarkan hidup o leh Tuhan Rahasia untuk tujuan isti¬mewa tertentu. serta mem¬perindah t erjemahannya bila terdengar kurang sopan. dan ingin bertemu l ebih banyak lagi penganutnya. bicara dengan pelan dan jelas. Don Joao mengajukan banyak per¬tanyaan dan M adaren menerjemahkannya. menurut mereka . Kemudian Tomasu dikirimkan padanya. Ia merasa Kisah Klan Otori IV Page 63 .

kagum pada dirinya sendiri. lalu Kisah Klan Otori IV Page 64 . satu hari berada di ruangan yang sama dengan Lord Ar ai Zenko. satu hari berada di ruangan yang sama dengan Lord Arai Zenko. lalu agum pada dirinya sendiri.

lalu duduk tenang dan minum teh hingga mentari pagi bersinar terang. Nalurinya ternyata benar: kemampuannya berbahasa asing membuka jalan pada sebagian dari kekuasaan serta kebebasan mereka. Don Joao juga membacakan kitab suci u ntuknya dan mengenali potongan¬poiongan kalimai dari doa dan pemberkatan di masa kecilnya. Ia berjalan melewati jalanan sempit menuju rumah tempat ia dulu bekerja. Ishida kadang membawa teks-teks dan mem¬bacakannya untu k diterjemahkan karena Madaren tidak bisa membaca maupun menulis. membulat ser ta pucat. jelas sekali kalau kedudukannya amat tinggi. dan berjalan menyusuri tep i sungai di bawah pohon willow. bayangan mereka tampak seperti tangan yang sedang menggenggam. Dan seb agian dari kekuasaan itu dia gunakan untuk memanfaatkan orang-orang itu: mereka membutuhkan nya dan mulai meng¬andalkan dirinya. dia salah lihat. dan menyelinap keluar sebelum matahari terbit. Madaren nyaris tak bisa tidur. membangun¬kan pelayannya.berikutnya di penginapan semacam Umedaya. memimpikan tentang sem uanya. benak Mad aren tersita oleh keragu-raguan: kemarin itu bukan Tomasu. menemu¬kan tubuh si orang asing di sebelahnya teram at sangat panas. Madaren pernah bertemu tabib Ishida beberapa kali. Selama berjalan ke Daifukuji. Bulan melintasi langit dan kini menggantung di barat. namun jantungnya seperti berhenti berdetak kemudian berdebar-debar. n amun Ishida memohon pergi karena ada pasien yang membutuhkannya. rikutnya di penginapan semacam Umedaya. mandi dan berpakaian di sana. Malam itu Don Joao melihat Ishida lalu memanggilnya. memerhatikan tangannya yang cacat dan kerutan di matanya. Nalurinya ternyata benar: kemampuannya b erbahasa asing membuka jalan pada sebagian dari kekuasaan serta kebebasan mereka. dan bertindak sebagai juru ba hasa dalam perbincangan yang panjang. Ia tidak langsung mengenalinya. dia takkan datang. Madaren menduga kalau pasie nnya itu adalah kawan¬nya dan memelihat laki-laki yang satunya lagi. Madarien tidak in gin mengatakan pada Don Joao kemana ia pergi: tidak ingin harus berpikir dalam bahas a laki¬laki itu atau khawatir tentang laki-laki itu. Ombak laut surut dan kepiting berlarian cepat di atas lumpur yang mengering. seolah kulitnya mengenali laki-laki itu dan segera meng enalinya kalau mereka lahir dari ibu yang sama. Dan seb agian dari kekuasaan itu dia gunakan untuk memanfaatkan orang-orang itu: mereka membutuhkan nya dan mulai meng¬andalkan dirinya. berharap bisa berbincang. dia seperti pedagang meskipun jelas .

selama ini ternyata dia masih hidup dan tid ak berusaha mencarinya. menyelipkan tangannya di ba lik jubahnya untuk menyentuh salib pemberian Don Joao. Sinar matahari terasa makin panas dan bayangan taman semakin menariknya masuk. Daifukuji menghadap ke laut: gerbang merahnya bisa terlihat dari seberang ombak laut. Kerumunan kecil sebagian besar rahib dengan kepala botak dan jubah berwarna tida k mencolok. dan belukar azalea musim panas pertama bermekaran menjad i bunga berwarna merah tua. kalau benda-benda semacam itu dibenci Tuhan Ra hasia dan sama seperti menyembah setan.bukan pedagang yang berhasil yang tak ingin punya hubungan apa-apa dengannya. seperti halnya Don Jolo. agar melindungi mereka selama perjalanan. ia menduga itu pohon ceri walaupun bunganya sud ah lama gugur. Madaren melihat¬lihat ukiran dan area di kuil itu dengan perasaan tida k suka. Di sebelah kanannya berdiri beberapa pohon ced ar tua. Madaren berjalan perlahan. meskipun terpesona dan terbuai oleh keindahan tamanny a. dan menyadari pasti inilah misinya: me nye¬lamatkan Tomasu. dan tepat di belakangnya ter¬dapat kurungan berdinding putih di sekita r taman dengan pepohonan yang jauh lebih kecil. Ia bertanya¬tanya sendiri mengapa memilih tempat seperti ini untuk bertemu. Madaren berjalan masuk gerbang. dewa laut. Kisah Klan Otori IV Page 65 . Bunga lili menghiasi tepian kolam. me¬nunggu kakaknya. takut kalau kakak¬nya bukan lagi penganut kepercayaan. menyambut para pelaut dan pedagang serta mengingatkan mereka untuk bersyukur pada Ebisu. Dia tidak datang menghampiri untuk menolong¬nya. setengah tidak nyaman dengan l antunan doa dan genta dari dalam kuil. melupakan aliran sungai yang tergesa-gesa di sekelilingnya ketika gelom¬bang laut pasang menyapu. Ia berjalan ke aula utama. yang dililit tali jerami yang berkilauan. karena ia telah percaya.

Madaren mengikuti arah pandangan merek a dan dan melihat apa yang sedang mereka perhatikan: awalnya ia mengira itu. Madaren mengikuti arah pandangan mer eka dan dan melihat apa yang sedang mereka perhatikan: awalnya ia mengira itu. penggambaran rdiri di luar dinding.berdiri di luar dinding. patung ukiran . memandang ke atas. patung ukiran . memandang ke atas. penggambaran Kisah Klan Otori IV Page 66 .

" umbuh semakin besar. pa da saat itulah kita bisa yakin." Kisah Klan Otori IV Page 68 . pada saat itulah kita bisa yakin.tumbuh semakin besar.

Hewan ini bisa berjalan bermi l-mil jauhnya tanpa kelelahan. dan betapa dia akan sangat menyukainya. dilaku¬kannya semua praktik keagamaan yang diharapkan darinya dengan khidmat dan hormat. semua sekte dan kepercayaan diperb olehkan di Tiga Negara." "Dan bagaimana kau bisa mendapatkan¬nya? Tentunya hewan seperti ini tak ternilai h arganya?" "Hewan ini ditawarkan padaku sebagai semacam alat pembayaran. maka aku terima tawaran ini dan mengatur agar hewan ini bisa menemani kami pulang. dan mampu membengkokkan besi dengan tangan kosong. serta dedaunan hijau yang lezat. kem udian pergi bersama Takeo menuju kuil." Takeo tersenyum memikirkan keahlian putrinya dengan kuda dan kasih sayangnya pad a semua hewan. segar atau pun kering. tempat upacara singkat dilakukan. walau diakui-nya keseluruhan manusia akan alasan spiritual bagi keberadaan mereka. tapi ternyata se-nang juga meneri ma rumput. dan kirin bersifat tenang serta muda h dihibur. masih jauh lagi ke barat. Orang¬orangnya berukuran dua kali lebih besar daripada kita." Ketika selesai mengagumi kirin. Makanannya dedaunan dari pohon tempat asalnya. para pelaut membicarakan tentang benua yang amat besar tempat hewan-hewan seperti ini merump ut dalam jumlah besar bersama gajah darat dan sungai. doa dipanjatkan bag i kesehatan kirin dan Lord Otori. "Tidakkah sulit untuk mempertahankan agar dia tetap hidup? Apa makanannya?" "Untungnya perjalanan pulang tidak ber¬ombak."Di mana kau menemukannya?" Di mana kau menemukannya?" "Di selatan Tenjiku. Ia sendiri memercayai tuhan manapun." "Bisakah dia berjalan sampai ke Hagi?" "Barangkali kita harus mengangkutnya dengan kapal. dan . Tapi dia berasal dari pulau lain. Takeo menyalakan dupa dan lilin serta berlutut di depan patung d ewa. Aku langsung berpikir tentang Lady Shi geko. singa emas raksasa dan burung berwa rna merah muda. "Ak u berhasil mengobati seorang pangeran di daerah itu. namun kurasa tidak bisa berjalan melewati pe¬gunungan. Ishida membawa hewan itu kembali ke kandang. selama tidak mengancam tatanan rnasyarakat. berkulit sehitam warn a pernis." sahut Ishida.

tentu dirinya pun memiliki kebutuhan yang sama. Takeo dud uk di pinggiran beranda: hayunya yang telah termakan cuaca berwarna abu-abu ke-pcrakan dan masih hangat terkena cahaya matahari. Madaren berlutut lagi. Terdengar olehnya keraguan dalam langkah kaki Madaren d i atas kerikil jalan setapak. sisi sebelah selatan bermandikan cahaya. yang ada penyembahan atas sang Pencerah dan Ebisu dew a laut. Sesaat sebelum tengah hari. Kisah Klan Otori IV Page 69 . lalu berjalan menyusuri aula utama ke aula yang lebih kecil di belakangnya. Takeo berdiri dan mengatakan bahwa ingin sendirian d i taman sebentar. Dua rahib muda yang sedang bert ugas membersihkan patung dan menyapu lantai mengundurkan diri tanpa bicara. Bangunan kuil menghadap ke timur. terdengar pula deru napasnya yang cepat dan pendek. menyembuny ikan wajahnya." ujar Takeo. Setelah melakukan upacara. udara masih terasa dingin. Burung gereja berkicau di taman dan merpati bergumam di pepohonan cedar. di bawah bayangan gelap dari atap yang melengkung. Ishida dan Kepala Biara setempat ber cerita dengan gembira dan menggubah puisi penuh dengan permainan kata-kata tentang kirin. Takeo. Pere mpuan itu masih berlutut dengan sabar di tempat yang sama. Takeo memberi isyarat dengan gerakan tangan saat berjalan melewatinya. namun di beranda. "Tidak perlu takut. meminta agar perempuan itu mengikutinya. teh dibawa masuk dengan manisan osenbei.

"Aku. tidak menger ti. Dan aku tahu dari cerita-cerita bahwa kau pemah membunuh orang lain. Ia sadar kalau ketenangannya tampak seperti ketidakacuhan bagi Madaren. apa yang bisa ia lakukan untuk adiknya : apa sa ja. "Selama enam belas tahun kudengar balada dan cerita yang digubah tentang dirimu.. "Kulihat kau berdiri di hadapan patung emas." Madaren menatap langsung matanya."Ini bukan ketakutan. Aku bahkan tidak tahu di mana jasad mereka.. Takeo tidak membalas tatapannya." sahut Madaren setelah beberapa saat.. "Aku.. Seraya ber¬tany a-tanya apa yang diinginkan Madaren darinya.. tidak mengerti.." . Nada suara Madaren nyaris terdengar seperti tuduhan. pewaris Maruyama. Tapi Lord Otori sekarang bicara berdua saja den ganku." ujar Takeo. dan juga tahu ada semacam amarah terpendam dalam diri adiknya. malah memalingkan wajah ke arah bayangan gelap rumpun pepohonan. Mungkin aku telah melakukan kesalahan besar." kata Takeo dengan sedih." sahut Madaren setelah beberapa saat." "Kita saling mengenali semalam. Tapi sud ah bertahuntahun lamanya sejak terakhir kali ada orang yang memanggilku Tomasu. "Keduanya sudah mati." Itu garis besar paling sederhana dari perjalanan luar penuh gejolak yang telah m enggiringnya menjadi orang paling ber¬kuasa di Tiga Negara. "Kurasa ibu dan kakak kita. Mungkin akIni bukan ketakutan. Madaren bicara dengan nada kecut. Kau tampak seperti pahlawan yang jauh tak tergapai dan cuma legenda: bagai¬mana bisa kau adal ah Tomasu dari Mino? Apa yang terjadi padamu ketika aku dijual dari satu rumah bordil ke r umah bordil lainnya?" "Aku diselamatkan Lord Otori Shigeru: beliau mengangkatku menjadi pewarisnya dan menginginkan aku menikah dengan Shirakawa Kaede. yang tak akan pernah terjadi kecuali dugaanku benar adanya." Kepala Takeo bergerak sedikit untuk membenarkan kata-kata adiknya.. dan dinding di ke¬jauha n tempat kirin mengayunkan kepalanya di atas genteng bak mainan anak-anak. "Memang benar aku kakakmu. yang bisa memulihkan hidupnya yang telah terlanjur hancur.

" Takeo menyadari ba hkan saat ia bicara pun nada suaranya kaku dan terlalu dibuat-buat. Mengetahui itu membuat i a tertekan dan iba. Tapi aku tidak bisa mengumumkan tentang hubungan kekeluar¬gaan kita. Tidak ad a cara yang bisa mereka lakukan untuk saling mendekati. Kau satu-satunya keluargaku. "Tidak ada yang namanya neraka. Aku bibi dari anak-anakmu." tutur Takeo. "Jika kau butuh apa pun. Jangan coba-c oba mendekatiku lagi. "Tomasu."Aku minta maaf atas semua penderitaan yang telah kau alami. Kita saling memiliki kewajiban. "Selain neraka yang diciptakan manusia di bumi. "Akan kupastikan kau diurus dengan baik. Jarak di antara mereka sudah terbentang terlalu jauh. dan rasa iba muncul lagi. namun kini kepercayaan masa kecil yang dulu menyatukan mereka justru menjadi penghalang yang tak bisa dilalui." sahutnya s ambil sedikit memalingkan wajah. Bila mereka masih menganut kepercayaan ya ng sama mungkin mereka bisa memanjatkan doa bersama. tapi j uga tahu kalau ia tak bisa membiarkan adiknya mengambil tempat lebih banyak lagi dalam kehidupannya se lain dengan cara seperti ini: berada dalam perlindungannya. ia tak punya cukup kata-k ata untuk mengungkapkannya. Aku tak bisa melihatmu masuk neraka!" Takeo bangkit lalu berjalan menjauh." Takeo melihat kalau ia telah menyakiti adiknya. kau bisa mendekati pejabat kota yang berwenang. Aku peduli pada jiwamu. dan aku harus memi ntamu umuk tidak mengatakannya pada siapa pun. Dan aku pun memiliki tugas spiritual terh adapmu."* Kisah Klan Otori IV Page 70 ." kata Madaren. "Kau adalah kakakku.

" tuturnya." bisik Miki.Saat nama Kikuta disebut. "Lord Hiroshi. "Kata Lord Hiroshi siap perang adalah pertahanan terbaik melawannya. Shizuka jarang marah. "Nikmati saja. Kau ada di sana saat Inuyama jatuh! Kau bertarung bersam a Ayah!" "Sekarang Ayah mengatakan tak akan ada lagi perang. "Tidak ada yang lebih menyenangk an." sahut Shigeko." ujar Shigeko." Shizuka memperingatkan mereka. karena ketiga gadis itu." ujar Shizuka ketika Maya bersembunyi s elama setengah hari tanpa bergerak di dalam keranjang bambu. sebagai Kikuta. Itu me¬rupakan lambang jalur sempit yang mereka lalui di antara dunia. "Berdoalah seperti kakak kalian agar kalian tidak pernah mengenal perang yang se benar¬nya. menunggang kuda serta menggunakan pedang. kita takkan menghadapi per¬tar ungan yang sebenamya. Kedua gadis kembar itu tertawa cekikikan. si kembar tanpa sadar menyentuh ujung jari mereka pada lekukan yang melintang di telapak tangan mereka. Maya kembali ke pokok pembicaraan tadi. "Kau seperti aku ketika aku masih kecil. sambil menyi¬kut Maya. Si kembar mengerang." "Kau beruntung Shizuka. diajar kan oleh Shizuka dan Sugita Hiroshi atau ksatria besar lainnya di Tiga Negara. menghilang di balik atap yang terbuat dari ilalang. atau ketika Miki memanjat kayu kaso selentur dan secepal kera liar. menandai diri mereka seperti sang ayah." "Berdoa saja takkan ada perang lagi. la yaknya anak kelas ksatria. belajar memanah. sepe rti Taku. da n bahwa klas ksatria menganggap mereka penyihir: mereka belajar sejak dini apa yang bisa diba nggakan di desa Muto haruslah disembunyikan di kastil seperti Hagi atau Yamagata. . "Jika tidak akan ada perang. tapi terkadang godaan untuk mengelabui guru-guru mereka. Mereka tahu kalau sang ibu tidak menyukai kemampuan Tribe yang mereka miliki. mem¬permainkan kakak perempuan mereka atau menghukum orang yang lewat di depan mereka sulit dibendung. mengapa Aya h dan Ibu memaksa kami belajar kemampuan bertarung?" tanyanya. si kembar tanpa sadar menyentuh ujung jari mereka pada lekukan yanaat nama Kikuta disebut.

Jelas sekali kalian perlu banyak latihan. adik-adikku.Wajah Shigeko bersemu merah. itu tidak berarti apa¬apa. begitu pula dengan si kembar. Kisah Klan Otori IV Page 72 . "Lagipula. "Kau selalu mengatakan ucapan Lord Hiroshi." kata Shigeko. Hiroshi adalah salah satu guru yang sangat bij aksana. Ambil kuasnya!" Shigeko membuka satu gulungan lagi lalu mulai m endiktekannya. "Tapi kau jarang menguti p apa yang dikatakannya." ujar Miki. Shigeko memutuskan untuk lebih berhati¬hati. Untungnya laki-laki itu sudah kembali ke Maruyam a untuk mengawasi hasil panen dan persiapan upacara pengukuhan ia menjadi pewaris wilaya h itu." "Dan Lord Miyoshi tidak membuat wajah¬mu merah!" timpal Maya." "Aku tidak menyadari itu. dan berharap mencegah mereka membicaraka n tentang topik itu lagi. "Apa?" tanyanya. menutupi rasa malu dengan berbicara den gan nada resmi. tidak membiarkan diri nya dengan bodohnya menyebut nama Hiroshi." "Lord Miyoshi Gemba juga salah satu gurumu. lalu wajahmu bersemu merah. Sudah sewajarnya aku mempelajari peribahasa yang dipakainya. Shigeko harus mempelajari semua sejarah ini. Hiroshi sering menulis surat. tapi Shigeko suka melihat tulisan tangannya. karena dia pengawal senior dan orangtuanya berhara p ia mengenal setiap detil wilayahnya. "Kurasa kalian seharusnya bisa jauh lebih baik dalam menulis. Surat¬suratnya bersifat resmi. Shigeko berharap pelajaran itu bisa meng-hukum mereka karena menggodanya soal Hiroshi. penuh dengan istilah sulit da n kejadian yang sukar dimengerti. Isinya adalah salah satu hikayat kuno Tiga Negara.

Surat-surat itu me nyebut nama para tetua serta karakter mereka. tebal dan dibentuk dengan baik. Surat-surat itu menyebut nama para tetua serta karakter mereka.bergaya tulisan tangan ksatria. dan tentang kuda. dan tentang kuda. Hiroshi menceritakan dengan rinci setiap anak kuda rgaya tulisan tangan ksatria. Hiroshi menceritakan dengan rinci setiap anak kuda Kisah Klan Otori IV Page 73 . tebal dan dibentuk dengan baik.

Ia tahu akan ada rencana pertunangan. strategi dan taktik. memanggil Shizu ka dan memintanya untuk ikut bersama kita. "Tentu saja tidak bisa. Shigeko merindukannya dan amat ingin berjumpa lagi dengannya: Hiroshi sudah sepe rti kakaknya. bukan putri-putri Lord Otori." . Kudaang baru lahir dan perkembangan kuda-kuda jantan yang pernah mereka j inakkan bersama. tapi menduga kalau itu tidak mungkin. bahkan teman yang paling baik. per¬nikahan yang akan memperkuat posisi keluarg anya dan menopang hasrat ayahnya untuk kedamaian. ketika Hiroshi masih kecil. Kudakuda Maruyama sudah tumbuh satu tangan lebih tinggi dibandingkan dua puluh tahun lalu . Dan kurasa kita sebaiknya membawa beberapa pengawal. Tak satu pun dari keduanya berani berkomentar. Semua pikiran ini melintas di benaknya selagi membaca secara perlahan dan hati-h ati dari gulungan. karena biara itu dipersembahkan bagi dewa sungai dan kuda. tapi tidak akan l ebih. menye¬tujuin ya dengan patuh. cukup sering menyuruh mereka berl atih lagi menulis huruf yang salah guratannya. Shigeko berharap Hiroshi menjadi suaminya. membuat kedua adiknya bersorak kegirangan. Shigeko menyarankan agar mereka berjalan-jalan sebelum latihan di sore hari. begitu pula dengan seni pemerintahan. Si kembar.yang baru lahir dan perkembangan kuda-kuda jantan yang pernah mereka jinakkan be rsama." sahut Shigeko. "Tempat itu hanya boleh digunakan anak b erandalan. Kita akan berjalan menuju jembatan batu." seru Shigeko. dianggap sebagai putra dalam keluarga. me-manah serta bertarung dengan pedang: Hiroshi juga mengajarin ya seni perang. Dia mengajari Shigeko menunggang kuda. yang melemah dengan beratnya hukuman yang mereka dapatkan. Lebih dari se galanya. Hiroshi bisa menjadi penasihat yang paling berharga. Ketika matahari mulai tenggelam dan udara terasa ag ak dingin. Ia pernah mendengar per¬bincangan soal pernikahan dirinya karena kini usianya beranjak lima belas tahun. dan Shigeko mengurangi ketegasannya. Tangan si kembar terasa sakit dan mata mereka terasa gatal saat Shigeko selesai membacanya. "Kita ke biara. "Bolehkah kita berjalan melewati pagar penangkap ikan?" tanya Maya dengan nada memohon. Shigeko memper baiki pekerjaan adik-adiknya dengan baik hati. tinggal di kediaman Otori.

mari kita pergi seperti yang kau katakan. "Seorang ksatria sebaiknya selalu siaga." *** Shigeko memikirkan selama beberapa saat tentang masalah tandu: apakah memaksa si kembar ditandu dalam kegelapan atau mem¬biarkan mereka berjalan kaki. dan kedu a adiknya yang gelisah mungkin bisa tenang dan lelah setelah berjalan kaki. "Baiklah. Di sisi lain." "Bolehkah kami membawa pedang?" tanya Maya dan Miki serempak. "Untuk berkunjung ke biara. kelihatan seakan ingin duduk lagi. ini di Hagi. di jantung Hagi? Kita tidak butuh pedang. tidak ada pedang." "Ingat serangan di Inuyama!" Miki meng¬ingatkan. tidak seformal dan sekeras di Inuyama. kampung halaman mereka." balas Shigeko. kakak."Kita tidak butuh pengawal." ujar Maya lumayan mirip menirukan Hiro shi. tapi ia tahu kalau Ibunya tidak suka si kembar terlihat bersama di temp at umum. "Mungkin kau perlu latihan menulis lagi. "P engawal. ingin melihat kehidupan Kisah Klan Otori IV Page 74 . Tak satu satu pun dari kedu anya ingin ditandu. Shigek o pun ingin berjalan kaki." sahut Miki cepat.

karena kulitnya seputih kulit ibunya dan takut terkena sinar matahari. "Lihat apa yang terjadi padanya!" ujar Maya dengan nada puas selagi mereka berdi ri di depan batu itu. Shizuka berjalan di samping Maya. terbentang dunia yang sangat menyenang¬kan. Shizuka sering menceritakan ini pada ketiga gadis itu. jalan-jalan sempitnya serta toko-toko kecil penuh ber¬ba gai hasil bumi dan kerajinan. Di jembatan yang pernah hancur dalam peristiwa gempa yang dipercaya rakyat sebagai hu kuman atas pengkhianatan Arai Daiichi ada pahatan kalimat: Klan Otori menyambut keadilan dan kesetiaan. Sesaat si kembar berjalan berdampingan: para pejalan kaki berlutut ket ika Shigeko lewat. dan terkadang mereka mengunjungi kuil di kawah gunung berapi tempat kematian tragis Akane diperingati dan arwahnya yang dipanggil kembali oleh para kekasih yang tidak bahagia. ota yang penuh semangat. sungai berbau asin dan lumpur. yang menyaksikan ayah mereka mati di depan mata mereka. berterima kasih pada dewa sungai karena melin dungi Otori dan mem-peringati tukang batu yang dikubur hidup¬hidup di dalam dinding itu bertah un-tahun silam." kata Shigeko pelan saat mereka meninggalkan jembatan. Wasp adalah ketidakadilan dan ketidak¬seti aan. Mereka mempersembah¬kan sesaji sake. Di belakang jalan utama lebar yang mengarah dari gerbang kastil m enuju jembatan batu. terbentang dunia yang sangat menyenang¬kan. Tapi Arai telah membuatk . dan Miki berdampingan dengan Shigeko. "Aku bersedih atas cinta yang pernah ada di antara kami. "Juga u ntuk kedua putraku. tempat yang jarang bisa dikunjun gi si kembar. laki-laki maupun perempuan." sahut Shizuka. juga ce rita tentang putri si tukang batu. "Shizuka pasti bersedih atas kematian Lord Arai. tapi mema¬lingkan wajah ketika si kembar lewat. Akane. Tulang belulangnya ditemukan di sungai dan dikuburkan kembali selama pemb angunan kembali jembatan. jalan-jalan sempitnya serta toko-toko kecil penuh ber¬bag ai hasil bumi dan kerajinan. Gelombang menghempas ketika mereka tiba di jembatan batu. Di belakang jalan utama lebar yang mengarah dari gerbang kastil m enuju jembatan batu. Mereka s emua mengenakan sandal kayu serta jubah tipis musim panas. satu pelayan per empuan membawa keranjang bambu berisi botol sake serta sesaji lain. termasuk wortel unt uk kuil kuda. Dua pengawal berjalan di depan mereka dan dua lagi di belakang. tapi kulit si kembar keku ningan seperti ayahnya merasa tidak perlu melin¬dungi kulit mereka. Shigeko memegang parasol.kota yang penuh semangat. tempat yang jarang bisa dikunjun gi si kembar.

. Kau mengenalnya lebih baik ketimbang kebany akan orang. barangkali lebih banyak dari siapa pun. aku mengenalnya dekat." "Aku belum pernah bertemu orang seperti dia. dan saling percaya den gan taruhan nyawa kami. Kami saling menaruh kepercayaan satu sama lain selama bertahun-tahun." aku Shizuka. adalah nama perem¬puan dari Shigeru." "Kau tahu banyak tentang masa-masa itu!" seru Shigeko. "Jangan teruska n lagi! Aku menyesal sudah bertanya. Kematiannya tidak lebih da ri akhir yang adil atas cara hidup yang dipilihnya. Selama ini Isihida dan aku mencatat semua ingatanku: ayah kalian yang memintanya." "Takeo sangat mirip Shigeru: dia seorang laki-laki serta pemimpin yang hebat." Kisah Klan Otori IV Page 75 ." "Beliau pasti orang yang baik." "Apakah dia lebih baik ketimbang Ayah?" "Shigeko! Aku tidak bisa menilai ayahmu! " "Kenapa tidak? Ayah adalah sepupumu.. namun sifatnya terbagi dengan cara yang tidak terjadi pada Shigeru." Shigeko tiba-tiba merinding.u menjadi musuhnya." " Tapi.?" "Semua orang memiliki kelemahan. Ya. semua yang terjadi di masa lalu menjadi lebih jelas di benakku." tutur Shizuka. dan telah memberi perintah agar aku di¬bunuh. "Semakin usiaku be r¬tambah. "Ayahmu berusaha mcnguasai ke¬lem ahannya. Shigeko. "Benar." "Dan kau mengenal Lord Shigeru?" "Namamu. meskipun udara masih terasa hangat.

"Ada apa? Apakah kau mendapatkan firasat?" Ada apa? Apakah kau mendapatkan firas at?" Kisah Klan Otori IV Page 76 .

Kiyoshige. Mungkin mereka akan pulang bersama. Seorang laki-laki tua muncul dari belakang aula utama. Putra ketiga Mori Yusuke. mungkin dia sudah di Hofu. "Keluarga kami terbelah dengan cara yang sama: kami adalah gambara n dari sifat ayah. "Suamimu sudah kembali?" tanya Shigeko. dan berusaha mengubah topik pembicaraan." sahut Shigeko pelan." Mereka memasuki pintu kuil." sahut Shigeko pelan. dan berusaha mengubah topik pembicaraan. kirin dan shishi. Pepohonan willow besar berbaris di tepi sungai. Namanya Hiroki. Apa yang akan terjadi pada adik-adikku kelak? Di mana tempat mereka di dunia ini ?" Shigeko bergidik lagi. Kak ak laki-lakinya. Arah cahaya tampak miring dari barat menerangi debu di sela-sela besarnya batang pohon dengan pancaran sinar ke emasan." Shigeko berbalik dan me¬natap kembali ke arah teluk. Dia adalah seorang biaraw an. dan si kembar pergi meinpersembahkan sesaji bagi hewan yang dianggap keramat itu. hanya ter-pecahkan oleh kicau burung. dulu adalah teman dekat Lord Shigeru. unsur terakhir dari hutan jaman purba yang pernah menyelimuti tanah ini. "Besok kita akan mendaki buki t dan melihat apakah kapal mereka sudah terlihat. pawang kuda dari Klan Otori. "Aku tahu berapa banyak o rang yang menginginkan kematian ayahku. Aku belum me ndengar kabarnya. ." Ia memberi isyarat pada si kembar yang tengah men unggu di gerbang kuil. ku selalu mendapatkan firasat. Apa yang akan terjadi pada adik-adikku kelak? Di mana tempat mereka di dunia ini ?" Shigeko bergidik lagi. Hiruk-pikuk kota memudar menjadi senyap. lewat bagian bawah gerbang besar. "Mungkin pulang dalam beberapa hari ini."Aku selalu mendapatkan firasat. Kuil itu dibalut hijau¬nya te tumbuhan. Di lengkungan gerb ang dipenuhi ukiran hewan dalam dongeng: houou. "Keluarga kami terbelah dengan cara yang sama: kami adalah gambara n dari sifat ayah. dan mengabdikan diri melayani dewa sungai sejak kecil setelah kakaknya tenggelam di pagar penangkap ikan. Seekor kuda putih di dalam istal berukiran indah meringkik kelaparan melihat mer eka." Ia memberi isyarat pada si kembar yang tengah men unggu di gerbang kuil." "Ayah sedang di Hofu! Mungkin mereka bertemu di sana. "Aku tahu berapa banyak ora ng yang menginginkan kematian ayahku. di samping pe¬pohonan tumbuh pohon oak dan cedar.

Dia teman yang Kisah Klan Otori IV Page 77 . seolah keberadaan mereka terlalu memalukan untuk diakui. meraw at kuda Klan Otori setelah ayahnya pergi ke ujung dunia dalam rangka mencari kuda-kuda cepat dari tanah datar yang luas. memerhati¬kan si pendeta baik-baik dengan tatapan mata yang sukar dimengerti.Hiroki tersenyum sewaktu menghampiri mereka. bola matanya me-mantulkan cerahnya cahaya matahari. a dik Shigeru. Matanya besar dan ber¬warna kuning kecoklatan. Lady!" Layaknya banyak orang yang mengabaikan si kembar. "Selamat datang. dia datang mencari tempat tinggal pada suatu malam saat hujan deras dan sejak saat itu dia tinggal di sini. Yusuke sendiri tidak pemah kembali. Dia memiliki ikatan khusus dengan S higeko melalui kecintaan mereka terhadap kuda. yang belum belajar cara mengendalikan amarahnya. Watak Maya lebih dingin. Seekor anak kucing berlari terbirit-birit di sepanjang beranda. Kedua gadis itu sedikit menarik din di ba wah bayangan pepohonan. selama berbulan¬bulan sebelum kematiannya. mengejar sehelai daun gugur. namun mengirimkan seekor kuda hit am jantan yang menjadi ayah dari Raku dan Shun. "Anda punya teman baru. memandang diri¬nya sebagai penghu bung antara dunia fana dan dunia arwah bagi makhluk-makhtuk yang tidak bisa bicara se hingga tidak ada doa." seru Shigeko. Hiroki menarik tali ge nta untuk membangkitkan arwah dan Shigeko memanjatkan doa. keduanya dijinakkan dan dilatih oleh Takeshi. Terutama Miki ya ng mempunyai sifat pemarah. Kucing itu pun mendengkur dengan suara parau. Hiroki mempertahankan tradisi keluarganya. namun lebih sulit untuk diredam. "Benar. Hiroki menangkap kucing itu dengan kedua tangannya. Setelah beramah tamah dan Shigeko mempersembahkan sesaji. Shigeko melihat kalau mereka marah. mengelus-elus kepala dan telinganya . bulu berwarna coklat muda pucat dengan bi ntik hitam dan coklat kemerahan.

" ujar Hiroki." Maya memungut sebatang ranting. Keduanya memiliki bekas luka gigit an baru di leher dan bagian sampingnya. tatapan matanya tajam. warna bulunya yang kontras sung guh memukau." ik. tertawa kecil. kuda-kuda suka padanya. "Aku tidak tahu apa yang harus dilaku¬kan." Diperlihatkannya lebam ber¬warna ung u gelap di betisnya. kuda itu meringkik nyaring lalu bergerak mundur. kemudian meronta sampai Hiroki melepasnya. Semua anggota ke luarga Hiroki telah tiada: dia hidup dengan menyaksikan kekalahan Otori di Yaegahara hingga kehancur an kota saat gempa. Kucing itu diam saja. "Apakah dia menggigitmu?" tanya Shi¬geko. Mereka gelisah dan mudah gugup. "Dia selalu menyulitkan: ." Miki berlari mengejar mereka.baik. "Di a sengaja menendang ember itu. Dua kuda yang l ebih muda berseru menyahutinya." gerutu¬nya. "Dia bisa merasakan cuaca di b ulu¬bulunya. dan mem¬bungkam tikus-tikus. Orang itu mengangguk. "Akan terjadi badai. Kucing itu pergi tergesa-gesa dengan ekor tegak lurus. rumputnya kering dan banyak bekas jejak kaki. Si kucing membiarkan dirinya ditepuk¬tepuk selama beberapa saat. Shizuka." Shigeko belum pemah melihat kucing setampan itu. Mem¬bungkuk lalu menggores dedaunan dengan ranting itu. "Dia juga menendangku. "Mari pergi melihat kuda. Tanah tempat si kuda agak menanjak." ajak Shigeko. Di salah satu lengannya terlihat tanda bekas gig itan dan lebam. Satu-satunya hal yang menarik baginya saat ini adalah melayani dewa sungai dan kasih sayangnya pada kuda. dan seekor kuda jantan hitam di¬k urung di dalamnya. kuda-kuda suka pad anya." tutur Hiroki. Saat melihat mereka. "Ikutlah bersamaku. dan mem¬bungkam tikus-tikus. Sementara pelayan menunggu dengan sabar di beranda. Dilihatnya Hiroki amat menyayangi hewan itu. membujuk si kucing untuk mendekat. tapi Maya tetap membungkuk di bawah bayangan. Salah satu sudut di ladang kecil dipagari bambu. dan merasa senang. Seorang anak laki-laki lengah mengisi ember air minum kuda hitam jantan itu.

" t utur Hiroki." "Tampaknya dia sudah siap dikawinkan!" komentar Shizuka. juga tinggi: kuda tertinggi yang kami miliki. Bola mata kuda itu berputar dan telingan ya menegakkan. dan mereka semua ter¬tawa karena si kuda memperlihatkan semua gejala kuda jantan yang birahi. "Dikurung pasti membuat keadaannya lebih buruk. Bocah pengurus kuda memukulnya ketika Shigeko undur di luar jangkauan gigi si ku da." ujarnya. "Ya. aku tidak tahu apakah dia bisa dijinakkan. dia memang tampan. dan saat itulah si kuda mencoba menggigit Sh igeko. Shigeko mendekati si kuda hitam jantan. "Pindahkan kuda yang lebih muda dan biarkan dia memiliki ladang ini sendirian. "Hati-hati." Hiroki memperingatkan. "Aku khawatir menaruhnya bersama kuda betina justru akan memperparah keadaan. bentuk kepala yang sempuma dan mata yang besar." ujar Shigeko. Diamatinya kuda itu selama beberapa saat tanpa bicara sepatah kata pun. atau apakah kita mesti mengawinkannya .sekarang malah menjadi berbahaya." "Dia tampan sekali. menga¬gumi kaki panjang dan punggungnya yang be rotot. Bagaimana bila kau membawa sepasang kuda betina yang tua dan mandul apakah mereka bisa menenangkannya dan mengajarinya sopan santun?" Kisah Klan Otori IV Page 78 . Tapi dia s angat keras kepala.

"Gagasan yang bagus. semua keindahan dan semangat hidup kucing itu tidak terliha t lagi. "Apa yang Maya lakukan pada kucing itu?" "Aku tidak melakukan apa-apa. Dia akan lebih menghargai teman bila kesepian!" Aku akan datang setiap hari dan melihat apakah kuda ini bisa dijinakkan. dan menyuruh bo cah tadi menuntun dua kuda tadi ke padang rumput yang lebih jauh. aku akan mencoba¬nya. "Kami akan membawa kuda betina dalam satu atau dua hari. Shigeko tersenyum pada diri sendiri se¬waktu mereka kembali ke kuil." kata Maya lagi." sahut si laki-laki tua. lalu tertidur. tapi tidak bangun. "Kucing itu menatapku. Maya tengah duduk di beranda di sebelah pelayan." "Ada apa?" tanya Shigeko." "Bangun.. "Apa yang kau lakukan?" Tidak ada. Diraihnya hewan itu lalu d ipeluk¬nya eraterat. Ketika tersadar. "Itu pasti salah satu kemampuan r ahasia. aku akan mencoba¬nya. Mungkin Hirosh i akan datang dan mem¬bantuku menjinakkannya. Dan ketika menatap Hiroki yang mulai menangis pelan. matanya menatap ke bawah. tapi dari tatapan matanya saat me ndongak. kan? Sesuatu yang dipelajarinya sewaktu dia pergi? Kemampuan sihir yang mengerikan!" . bibirnya berkerut dengan sinis. Mikkan." jawabnya. lalu bergegas menghampiri. tida k dalam waktu yang lama. Dia akan lebih menghargai teman bila kesepian!" Gagasan yang bagus. Laki-laki tua itu menjerit. dan menyuruh b ocah tadi menuntun dua kuda tadi ke padang rumput yang lebih jauh. Kalaupun ter¬bangun. Dengan usaha yang kentara meng endalikan reaksinya." kata S higeko. Maya terlihat seperti ke¬girangan. "Kucing itu takkan bangun. ke arah kucing itu. seraya berpikir akan menulis surat pada Hiroshi dan menanyakan sarannya. Shizuka langsung menghampiri Maya. dia berkata pelan. Shigeko berkata dengan kesal. kemudian tersandung. "Bangunlah!" Shizuka menatap kucing itu dengan perasaan panik. Si ku cing tergeletak lemas di atas tanah. Kucing itu bergerak tedikit." laki-laki tua itu memohon dengan sia-sia..." sahut si laki-laki tua. "Kami akan membawa kuda betina dalam satu atau dua hari.

" gumam Shizuka. "Seharusnya kau tidak ajak mereka ke sana! Kau tahu kalau Ibu tak ingin mereka terlihat berdua di depan umu m. mereka sudah belajar dengan giat. "Kita harus pulang. Maya harus dih ukum. dan merasa kalau ibunya bersikap tidak adil pada mereka. Ibu. dapat Shigeko melihat cahaya samar di dindin g berhiaskan motif emas menonjol saat kilatan halilintar tampak mengarah ke laut. Ramalan cuaca si kucing ternyata benar. Badai menderu di kejauhan. kepala tertunduk di hadapan ibunya. dan dari tempatnya berlutut. Aku hanya mengerti sebagian tentang kemampuan Kikuta seperti ini." Kisah Klan Otori IV Page 79 . Kaede berkata. Ia tidak ter¬biasa dengan kemarahan ibunya dan itu ama t menyakitkan baginya." bisik Shigeko." "Maaf." *** Shigeko bahkan lebih merindukan ayahnya pulang saat menghadapi kemarahan ibunya. "Nanti kuceritakan. Kuharap ayahmu ada di sini. Mereka perlu p ergi keluar."Jangan bicarakan itu di sini. "Hari ini panas sekali. Sorenya di hari yang sama: Shizuka mengajak si kembar pergi untuk menghukum Maya. karena para pelayan kuil berkumpu l dan menatap dengan mulut menganga seraya memegangi jimat. dan merek a berdua diperintahkan tidur di kamar yang terpisah." "Terlambat untuk apa?' tanya Shigeko. Tapi mungkin sudah ter-lambat. Tapi ia juga khawatir pada si kembar.

"Maya harus dikirim pergi." sahut Kaede."Mereka bisa bermain di taman sini." Kisah Klan Otori IV Page 80 ." Me reka bisa bermain di taman sini. "Maya harus dikirim pergi." sahut Kaede.

dia tidak berdaya. ia tidak berdaya. Kisah Klan Otori IV Page 82 .

jalan-jalan di seluruh Tiga Negara telah di perbaiki daelama pemerintahan Takeo dan Kaede. Taku sendiri mewarisi sifat sinis Kenji dan tidak enggan melakukan tindakan balas dendam. Zenko. dan Sonoda juga Ai setuju kalau ia harus segera bewingkat ke Hofu. jalan-jalan di seluruh Tiga Negar a telah diperbaiki dan pesan-pesan dibawa dengan cepat antar kota-kota besar. Ia ber doa agar kematian Kenji terjadi dengan cepat dan bukannya tanpa makna. tempat Barisan Awan Tinggi membentuk penghalang alami. terbentang bermil-mil negeri tak bertuan sampai ke kota bebas Akashi. Kakak Taku. Yuki.Selama pemerintahan Takeo dan Kaede. . untuk memast ikan kesetiaan dan dukungan mereka serta membahas tentang siapa yang akan menjadi Ketua. merupakan kerabat laki-laki terdekat karena Ke nji hanya memiliki seorang putri yang sudah mati. pelabuhan yang membentuk gerbang masuk ke ibukota Kaisar. Orang yang tersisa hanyalah Taku yang sudah jelas oinat berbakat dalam kemampuan menghilang serta menggunakan sosok kedua. Mungkin mereka akan dieksekusi sekarang. namun Zenko mengambil nama keluarga ayahnya dan tidak memiliki ke-mampuan Tribe. karena kematian seperti i tu akan dianggap kelemahan di mata Kikuta dan hanya akan membuat mereka lebih bersemangat. karena dia sudah menjadi ketua lebih dari dua puluh tahun: seorang keluarga Muto harus dipi lih untuk menggantikan keduduk-annya. Tapi di luar wilayah Timu r. Miyako. pimpinan Klan Arai yang memimpin wilayah Kumamoto. Taku merasa sedih juga marah atas berita itu. Walaupun sudah menduganya. dilatih oleh Kenji. Apalagi kini dia berstatus sebagai ksatria berkedudukan tertinggi. Desas-desus tentang kematian Muto Kenji terdengar di Akashi kira-kira di bulan keempat. Kematian Kenji juga memengaruhi Tribe . dipercaya oleh Takeo. namun dia menghormati ketegasan Takeo pada keadilan atau setidaknya memberi kesan adil. Satu al asan lagi untuk mengadakan per-jalanan saat ini yaitu untuk bertemu keluarga Tribe. Taku merasa harus memberitahukan kabar itu pada Takeo. tempat Takeo pergi untuk beberapa alasan pemerintahan. tapi harus dilakukan sesuai huku m agar tidak dianggap sebagai tindakan balas dendam. dan dari sana kabar itu tersiar hingga ke Inumaya melalui pedagang yang sering meneruskan kabar berita dari wilayah Timur kepada Muto Taku. Keputusan atas nasib tawanan juga harus secara resmi dilaksanakan baik oleh Take o maupun Kaede. sementara Kaede dan anak-anaknya sudah kembali ke Hagi selama musim panas. Ia mera sa seharusnya Kenji mati dengan damai di kampung halamannya sendiri.

dan kini sudah tua. kuda dengan kulit abu-abu pucat.Lagipula Taku merasa gelisah: ia sudah di Inuyama sepanjang musim dingin. tapi berita itu tidak bisa ditunda lagi. Taku menamainya Ryume. yang dijinakkannya sendiri serta tumbu h dewasa bersama dirinya. ia bersiap pergi keesokan harinya dengan lega bercamp ur penuh harapan. Saat ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan perjalanan. Kedatangan kirin dan pertemuan dengan adik perempuannya mencegah Takeo untuk per gi secepatnya ke Hagi seperti yang diinginkannya. namun badai hebat menunda keberangkatan mereka selama dua hari. namun ia t ak pernah menyukai kuda seperti kuda yang satu ini. dan meski pun misinya membawa kabar menyedihkan. menunggang kuda pemberian Takeo kepadanya saat masih kecil: anak dari R aku. anak-anak menghiburnya. seraya berharap bisa bertem u Takeo sebelum meninggalkan Hofu. tapi kehidupan rumah tangga membuatnya bosan. Sangat jelas bahwa Taku mem¬bawa be rita buruk. Itulah sebabnya Takeo masih berada di Hofu ketika Muto Taku datang dari Inuyama ke ruma h kakak¬nya. Keponakannya. Kisah Klan Otori IV Page 83 . diucapkannya selamat tinggal pada keluarganya tanpa penyesalan. meminta segera dipertemukan dengan Lord Otori. Taku berkuda dengan cepat meskipun di tengah cuaca buruk. hujan musim semi bar u saja mulai turun. tak ingin orang lain yang membaw a berita ini. Sunaomi dan Chikara bersiap-siap melakukan perjalanan. surai dan ekor sehitam arang warna yang amat dihargai di Tiga Negara. Ryume sudah menjadi ayah dari banyak kuda jantan. Istrin ya menyenangkan.

hanya kenyataan keji bahwa Muto Kenji tiba hampir malam. Tidak ada rincian. tapi tidak ingin mandi atau makan sebelum bicara dengan Takeo. Tidak ada rincian. ta pi tidak ingin mandi atau makan sebelum bicara dengan Takeo.Ia tiba hampir malam. hanya kenyataan keji bahwa Muto Kenji Kisah Klan Otori IV Page 84 . kelelahan dan tubuhnya yang kotor karena berjalan jauh. kelelahan dan tubuhnya yang kotor karena berjalan jauh.

dan tak mampu menahan Taku sepenuhnya sesuai dengan kehendaknya. Ia berduka tidak hany a karena kehilangan Kenji. Sonoda. Su naomi yang akan dibawanya bocah itu pasti bisa menunggang kuda dengan cepat lalu mengirim adikn ya bersama Ishida dan kirin dengan naik kapal begitu cuaca membaik. agar istr inya itu bisa menghiburnya. Diputuskannya untuk pergi ke Hagi keesokan harinya. Tak ada jenazah yang bisa ditangisi. se-suatu tugas yang akan menciutkan nyali adik iparnya yang berhati lembut itu. ia meman g¬gil Minoru dan mendiktekan surat untuk Sonoda dan Ai." sahut Taku. tapi juga ke¬hilangan semua yang berhubungan dengan¬nya. Saat matahari terbit. Namun ia merasa tak mampu menumpahkan perasaannya di rumah Zenko. dan ia atau salah satu a nggota keluarganya harus hadir. tak ada batu nisan untuk menandai makamnya: cara kematian yang paling sulit untuk ditangisi. Apak ah ada cara lain?" "Mereka hendak membunuh keluargamu. Namun kekhawatirannya yang lain tak bisa dising¬kirkan dan menunggu sementara ia meng-hadapi kesedihannya. mengirim perintah agar Ai menggantikan Kaede. Keinginan utamanya adalah bertemu Kaede.sudah tiada. Lalu masalah tawanan di Inuyama yang harus dihukum mati. "Kau yang membuat aturan dan hu . Berapa lama lagi sampai ia bisa mendapat kabar dari Fumio? Berhasilkah dia menggagalkan penyelun¬dupansenjata api? Dan jika tidak berhasil. Tak ada jenazah yang bisa ditangisi. tapi sebelum membubuhkan cap. jauh dan tak terlihat. Takeo terjaga semalaman hanya ditemani kesedihan. Setidaknya ia harus membawa salah satu putra Zenko. "Aku merasa enggan untuk memerintah¬kan hukuman mati kedua pemuda-pemudi itu. Kesediha n Takeo memuncak. tak ada batu nisan untuk menan dai makamnyaudah tiada. semakin diperburuk oleh keputusasaannya. namun harus dilakukan sesuai hukum. Dan Kono? Mungkin Taku bisa tinggal di wilayah Barat untuk mengawasinya. Ia harus menulis surat pada suami Ai. berapa lama lagi waktu yang mereka butuhkan untuk menanding i jumlah per¬senjataan miliknya? Kenangan tentang gurunya dan masa lalu menghujani dirinya. Taku bisa mengu rusnya. Kenji sah abat Shigeru: satu mata rantai lagi yang terputus. dan menunggang kuda dengan cepat. ia berbicar a lagi dengan Taku.

tentu saja. Zenk o hanya memiliki sedikit kemampuan Tribe." sahut Taku. Kau harus hidup lebih lama daripada merek a." "Tapi apakah kematian mereka akan men¬cegah serangan-serangan selanjutnya? Bukan¬kah ini semakin membangkitkan amarah Kikuta pada diriku dan keluargaku?" "Dendam Akio padamu sudah mutlak sifatnya. dan mengambil nama ayah kami. lalu menambah¬ka n. Kurasa kau yang akan mengambil alih kepemimpinan keluarga sekarang?" "Aku akan bicarakan dengan ibuku." ujar Takeo." tutur Takeo. demi formalitas. Apa yang akan kau lakukan pada mereka? Memaafkan lalu membebaskan me¬reka justru akan kelihatan seperti kelemahan.kuman. Aku akan berangkat Kisah Klan Otori IV Page 85 . tapi tetap saja dia lebih tua dariku." "Kau seperti Kenji. Dan kakakku. Ia merasa tak nyaman dengan pemikiran harus berbagi rahasia mereka dengan Zenko. dan cepat atau lambat mereka akan kehabisan orang yang mau dan mampu melakukannya. Ia lebih suka menyerahkan penanganan masalah pada Kenji dan Taku. dan dipenjara dalam waktu lama lebih kejam ketimbang kematian dengan cara cepat." Takeo menaikkan alis sedikit. yang diketahuinya tak akan luput dari perhati an Taku. "Sama realistis dan pragmatisnya seperti Kenji. "Kakakmu mengusulkan agar aku meng¬angkat salah satu putranya. memercayai Kenji sepenuh¬nya. membi arkan nada terkejut terdengar dalam suaranya. "Sunaomi akan menemaniku ke Hagi. Ia tak akan mundur selama kau masih hidup. "Namun kematian akan menyingkirkan dua pembunuh lagi.

pagi terasa lembap dan basah. satu-satunya komentar darinya. Takeo menceritakan dengan pelan pada Taku secara singkat tentang pesan Lord Kono." sahutnya." Minoru mengingatkannya. "Jangan!" sahut Takeo cepat. Meng¬ingat kalau Zenko juga keluarga Muto. "Tidakkah Anda harus menyelesaikan surat¬nya lebih dulu?" "Tidak. Kakakmu selalu menyalahkank u atas kematian ayahmu dan kini sepertinya Kaisar dan kalangan istananya pun ber¬anggapan s ama. Kita akan mengirimnya dari Hagi. kepercayaanmu pada kakakku sudah terkikis. serta ada hubungan saudara dengan Kikut a.sebentar lagi. Tapi aku harus memintamu menutup mulut lebih rap at dari biasanya. mem¬buatnya selalu siaga. Mari berjalan¬jalan debentar lagi. begitu pula dengan masalah penyelundupan senjata." "Kakakmu telah memperbarui sumpah setianya padaku. Berharap benar adanya kalau Zenko tak memiliki kemampuan Tribe. Ia sadar kalau Zenko mungkin sedang mengawasinya. bawa saja bersama kita. den gan hujan yang mengancam akan turun. Mari berjalan¬jalan di taman." Sinar matahari yang baru terbit tampak kelabu. Per¬jalanan itu akan basah dan tidak nyaman. tapi kita semua tahu sumpah s etia tidak ada artinya bila ber¬hadapan dengan ambisi akan kekuasaan. memben ci kedekatannya dengan Taku." "Lord Otori. kurasa ambisi mereka masih bisa dibendung. Aku akan membicarakan masalah itu lebih jauh lag i dengan istriku sebelum aku memutuskan. "Aku yang akan membunuhnya bila dia mengkhianatimu. Taku menyerap semua penjelasan ini dalam diam. dan tidak mengungkap apa pun yang bisa menguntungkan dirinya. Tapi ada banyak hal yang harus kita bicarakan terle bih dulu. Tapi ada banyak hal yang harus kita bicarakan terlebih dulu. Aku akan menghindari ini selama mungkin. tapi selama kedua putra mereka di tang anku. tahu kalau dirinya akan menaruh kepercayaan pada adikn ya. Masa- . Ambisi mereka harus dibendung: alternatif la innya adalah akan terjadi perang saudara lagi atau aku harus memerintahkan kakakmu bunuh diri. Aku tidak memercayai kakakmu maupun istrinya. Takeo sudah bisa memperkirakan bagai¬mana rasa sakit pada luka lamanya akan memper buruk harihari selama menunggang kuda. "K urasa. menjadi lebih gelap lagi. "Jangan sekali-kali membunuh saudara kandung." Kebiasaan Taku dalam ekspresi sinisme yang senang.

setelah salah satu percobaan pembunuhan padamu. kecuali di tangan putraku sendiri?" "Ya pernah. dalam kalangan Tribe." Taku menawarkan. bahwa aku aman d ari kematian. kemudian berkata p elan. Ramalan itu membuat aku percaya karena telah memberiku waktu untuk meraih segala yang kuinginkan tanpa ketakutan." Ia berhenti sesaat. dia berkomentar mung kin ramalan itu benar adanya tak biasanya paman percaya pada ramalan dan pertanda. Aku tak mampu mencabut nyawa kakakmu ketika pisauku di lehernya saat s engitnya pertempuran. Aku tak akan memerintahkan untuk membunuh putraku sendiri." sahut Takeo. seperti yang akan dilakukan sebagian besar orang." "Aku juga tidak mudah percaya. kadang tidak. dan mengapa ancaman serangan tidak melumpuhkan diri¬m u atau membuatmu bertindak kejam. "Taku. Saat itu pa man menceritakan apa yang telah dikatakan tentang dirimu. Maka kini aku merasa te rjebak: dapatkah aku berhenti percaya ketika ramalan itu tidak lagi sesuai dengan keadaanku?" "Bakal cukup mudah untuk menyingkir¬kan bocah itu. "Tapi katakan: apakah Kenji pernah mengatakan ramalan tentang diriku. anak itu kini berusi a enam belas tahun: cukup usia." Kisah Klan Otori IV Page 86 . Bagaimana pun juga. kau tidak belajar apa-apa dari semua jerih payahku! Masa-masa pem¬bunuhan r ahasia sudah berakhir. seperti juga semua ora ng termasuk dirimu sendiri. Kakakmu. Paman menceritakan itu seb agian untuk menjelas¬kan ketidaktakutanmu. sambil tersenyum penuh penyesalan. "Kadang aku percaya kebenaran kata-kata itu.masa pertumpahan darah antar keluarga telah berakhir. untuk membunuh. Taku harus dibatasi Hukum.

Setelah beberapa saat Takeo melanjutkan. "Siapa lagi yang tahu tentang ramal an ini?" Kisah Klan Otori IV Page 87 . "Siapa lagi yang tahu tentang ramalan i ni?" etelah beberapa saat Takeo melanjutkan.

Sementara Takeo didampingi Jun dan Shin.. Bila kau mengangkat Sunao mi sebagai anak. dua puluh prajurit serta Minoru. Di malam pertama mereka menginap di desa kecil. karena tabib itu hampir menyerah." "Maka biarkan ramalan itu tetap menjadi rahasia. Dia sedang men g¬obati luka dan mencoba meredakan demam¬mu. Sunaomi diam saja. bersemangat untuk ber¬sikap dengan be nar dan berani." "Zenko tidak tahu?" "Dia tahu keberadaan putramu dia di desa Muto ketika berita kematian Yuki datang." ujarnya. "Awasi dengan baik." Sewaktu mereka berpisah. dan bertemu Miyoshi Kahei yang sudah diberitahu kurir bahwa Lord Otori dalam perjalanan ke utara." "Saat itu aku akan memilih untuk tidak percaya!" sahut Takeo pura-pura bicara de ngan nada ringan yang justru tidak dirasa¬kannya." Saat Kenji menceritakan hal ini padaku. Dua pengawal Zenko ikut untuk mengurusnya. dan mungkin cari tahu lebih banyak lagi tentang niat orangtuanya yang sebenarnya. namun jelas terlihat kalau dia khawatir meninggalkan orangtua dan keluar ganya. dan dia menjadi putramu. Meskipun hujan.. tabib Ishida ada di sana. dilapisi batu kerikil atau diratakan setiap jengkalnya. Kenji mengatakan itu untuk meya¬kinkan Ishida bahwa kau takkan mati." * Takeo berangkat kira-kira pada Waktu Ular* di mana hujan belum turun. namun menj elang malam hujan turun dengan deras. pastikan kalau Chikara berangkat bersama Ishida. Kenji mengatakan itu untuk meya¬kinkan Ishida bahwa kau takkan mati. karena tabib itu hampir menyerah. tempat be berapa penginapan dibangun selama masa kemakmuran negara ini. tabib Ishida ada di sana. ."Saat Kenji menceritakan hal ini padaku. Desa ini acapkali menjadi tempat tra nsit para pedagang yang melakukan perjalanan antara Hofu dan Hagi. Taku berkata. "Satu hal lagi. Jalanan terawat dengan baik.. "Aku akan tinggal di sini bersama mereka. Dia sedang me ng¬obati luka dan mencoba meredakan demam¬mu. setiap kota kecil dijaga sehingga perjalanan menjadi aman dan cepat. Semua orang terus membicarakannya selama berminggu-minggu. mereka sampai di sungai pada sore di hari ketiga ." Taku mengangguk. seperti yang kau sara nkan. Tapi kurasa Kenji tidak mencerita kan soal ramalan itu pada orang lain.

" jawab Takeo. "Aku belum memutuskan. lebih bersimpati pada keinginan Takeo untuk mengakhiri ke¬kerasan. hutan lebat yang membentuk jantung Negara Tengah serta tanah pe rtanian yang kaya di kedua sisi sungai. Adiknya. pikir Takeo.Atas kesetiaannya pada Takeo." "Apa sebaiknya kukirim kabar ke biara agar mereka datang ke kastil?'" Halaman 88 dari 500 . menuju ke kota. Keluarga Miyoshi merupakan salah satu keluarga terhebat dalam Klan Oto ri. dan Kahei merupakan pemimpin yang disukai banyak orang. Yamagata dulu diserahkan pada Tohan setelah kekalahan Otori di Yaega¬hara. tapi aku tak ingin tertunda sampai di Hagi. Kahei pasti menyesali tahun-tahun yang penuh kedamaian da n merindukan konflik baru untuk menguji keabsahan teori-teori¬nya serta kekuatan dan ketrampila n pasukan¬nya. Kahei dianugerahi kota Yamagata dan daerah¬daerah ya ng mengelilinginya. "Bukannya aku tidak menginginkannya. "Kau akan ke Terayama?" Kahei bertanya setelah mereka saling memberi salam dan m enunggang kuda berdampingan ke utara. Dia juga pemimpin yang ahli strate gi dan taktik sehingga. Gemba. dan menjadi murid Kubo Makoto dan pengikut Ajaran Houou.

meneteskan embun. serta bertemu Makoto dan para ksatria lain dengan k ematangan spiritual yang menjadikan biara itu pusat kegiatan serta rumah mereka. Hujan berubah menjadi kabut: wajah bumi terselubung awan kelabu. Takeshi dan Ichiro. Minoru tinggal di Yamagata untuk meng¬awasi rincian administratif dan menyiapkan b ukti catatan yang akan diperlukan untuk pengadilan nanti. karena kematian Kenji meninggalkan kekosongan besar dalam hidupnya y . seperti yang telah terbukti pada putrinya. serta bertemu Makoto dan para ksatria lain dengan k ematangan spiritual yang menjadikan biara itu pusat kegiatan serta rumah mereka. Shigeko. nyeri yang dirasakan Takeo ternyata tidak separah dugaanny a. Segala iiamnya sesuatunya diatur untuk pergi pagi-pagi kees okan harinya. Takeo pikir tidak ada salahnya kalau Sunaomi berkunjung ke tempat suci Klan Otor i. Takeo pikir tidak ada salahnya kalau Sunaomi berkunjung ke tempat suci Klan Otor i. akeo melihat tidak ada lagi cara meng¬hindar tanpa menyinggung perasaan sahabat la manya ini. Takeo merasakan kesendirian yang menyakit¬kan. Langkah kuda diredam oleh tanah yang basah. timbulnya kekuatan emosi ini mengejutkan dirinya. Sunaomi tampak pand ai sekaligus sensitif: Ajaran Houou mungkin bisa menjadi ajaran yang tepat baginya. dan benaknya penuh dengan kenangan akan kunjungannya yang pertama ke biara ini beserta orangorang yang menunggang kuda bersamanya bertahun-tahun lalu. nama paling baru yang dituliskan di buku besar nama orang-orang yang tela h tiada.Takeo melihat tidak ada lagi cara meng¬hindar tanpa menyinggung perasaan sahabat l amanya ini. seperti yang telah terbukti pada putrinya. Sunaomi tampak pand ai sekaligus sensitif: Ajaran Houou mungkin bisa menjadi ajaran yang tepat baginya. Air hujan mem¬bentuk torehan garis pada batang pepohonan cedar. gemar minum sake dan lukisan. Minoru tinggal di Yamagata untuk meng¬awasi rincian administratif dan menyiapkan b ukti catatan yang akan diperlukan untuk pengadilan nanti. Kenji yang dalam perjalanan itu berpura¬pura menjadi kakek-kakek yang bodoh. Takeshi dan Ichiro. Ia merasakan per¬cikan ketertarikan yang tak terduga: beta pa indahnya memiliki seorang putra untuk dibesarkan dan dididik dengan ajaran ini. Aku menya¬yangimu. Ia merasakan per¬cikan ketertarikan yang tak terduga: beta pa indahnya memiliki seorang putra untuk dibesarkan dan dididik dengan ajaran ini. te rutama Muto Kenji. Orang yang paling diingatnya. di atas pegunungan langit tampak bermain. Segala iiamnya sesuatunya diatur untuk pergi pagi-pagi kees okan harinya. timbulnya kekuatan emosi ini mengejutkan dirinya. ziarah ke makam Shigeru. ziarah ke makam Shigeru. dan balu tan awan seputih mutiara tampak bak umbul-umbul di lereng. M ereka berkuda tanpa bicara. Aku tidak ingin kehilanganmu. Shigeko.

"Kami akan mengirimmu kemari bila kau sudah lebih besar. dan mem pertahan¬kan jaringan mata-mata yang menjaga Takeo dan negara agar tetap aman. Kenji mengajarinya cara mempertahankan diri dengan menggunakan tangan kiri. menceritakan padanya sed ikit tentang sejarah biara. Takeo memanggil Sunaomi agar berjalan bersamanya. yang ditahan Kikuta. tentang pahlawan-pahlawan Otori yang dimakamkan di sana. Jalan setapak itu sempit sehingga mereka dalam kelompok kecil Sunaomi dan kedua pe ngawalnya. ditambah dua anak buah Ka hei berkuda dalam satu barisan. kedua pengawal Takeo serta tiga ksatria Otori lainnya. pikirnya dengan penyesalan. semua keluarga kecuali Kikuta. Pikirannya lalu melayang ke satu-satunya keturunan Kenji yang masih hidup. Bagaimana kalau aku m encoba men¬dapatkan anak itu kembali? Tapi itu berarti mengungkap keberadaan anak itu pada istri serta ketiga putrinya . dan dua pemuda lagi akan kehilangan nyawa sebagai hasilnya. ia tidak bersemangat bila jumlahnya makin ber¬kurang. Rahasia itu telah tersembunyi sekian lama hingga Takeo tidak tahu bagai¬ma na mengutarakannya. Dia tak pernah m engenal ayah maupun kakeknya. Dia tak¬kan memanjatkan doa yang dibutuhkan bagi nenek moyangnya. Kenji telah menduga kalau mereka mungkin mau. Takeo ingin tahu berapa banyak lagi pembunuh yang Kikuta miliki. putriku datang ke sini setiap musim dingin. kerinduan serta kemarahan. Seperti Taku. men¬dukung d an memberi nasehat di masa-masa awal berkuasa di Tiga Negara.ang tak akan bisa terisi lagi. burung suci yang bersarang di hutan kecil di belakang biara. dia memilih untuk mendekati Akio. Tak ada orang lain lagi yang bisa menghormati kenangan akan Kenji. Andai Kikuta mau berunding agar bisa diberi semacam hak khusus. Putraku. pada seluruh negara. serapuh yang pernah dira sakannya setelah bertarung dengan Kikuta Kotaro yang telah membuat tangannya cacat. dan sekali lagi ia merasa rapuh. Tapi setelah mereka meninggalkan kuda di tempat penginapan d i kaki gunung suci. tentang houou. memecah Tribe dan mem bawa empat dari lima keluarga di bawah kekuasaannya. dan sudah melaku¬kannya sejak usia sembilan tahun. dan ksatria yang mengabdik an dirinya pada Ajaran Houou. tapi tidak seperti Taku." Halaman 89 . dan kini dia telah tiada. cucun ya.

dari 500 .

" "Chikara melakukan perjalanan bersama kirin. "Aku berhara p bisa melihat burung houou dengan mata kepalaku sendiri!" ku akan melakukan apa saja yang paman inginkan. Takeo berjalan melewati taman. Hampir dipastikan kau bisa melihat burung itu karena sekarang jumlah¬nya banyak." sahut Sunaomi. Lumut yang berwarna hijau tua menutupi bagi an dasarnya." "Kau akan melanjutkan pelatihan bersama putra-putra ksatria di Hagi. ksatria seperti Miyoshi Gemba. tempat para bangsawan Otori dimakamkan. dan juga kekuatan fisik serta mental. Mungkin kau tidak cocok dengan ajaran ini. Tapi Ajaran Houou sangat menuntut pengendalian diri. Itu adil." seru Sunaomi. dan seorang biarawan diminta u ntuk memberitahukan Kepala Biara. dan ayah ingin kami mahir dalam keduanya. "Aku berharap bisa melihat burung houou dengan mata kepalaku sendiri!" "Kita akan bangun pagi-pagi sekali dan pergi ke hutan kecil itu sebelum kembali ke Yamagata. Paman. apa yang harus dipelajari untuk mengikuti Ajaran H ouou?" "Orangorang yang akan kita temui yang akan memberitahukan: biarawan seperti Kubo Makoto." Takeo melihat cahaya berkilap di mata bocah itu." sahut bocah itu. setengah ber¬teriak. Kabut lebih tebal menyelimuti tentera abu-abu dan batu nisan yang dipersuram ole h embun dan bintik-bintik lumut hijau dan putih." sahut bocah itu. dan Makoto tentang kedatangan mere ka. menyusuri tanjakan terjal jalan pegunungan. Tapi ia berusaha menyembunyikan perasaan¬nya dengan cara yang s ama seperti yang dilakukannya seharian berusaha menyem¬bunyikan rasa nyeri dan penderi taannya. melewati kolam ikan tempat ikan air tawar merah dan keemasan ber¬d esakan dan mencipakkan air. Ada . atau di Inu yama saat kita sudah sampai. Matsuda Shingen."Aku akan melakukan apa saja yang paman inginkan. Meninggalkan Sunaomi dan anak buahnya di sana. menuju hutan kecil suci di belakang biara. "Jadi aku tidak akan belajar memanah dan berpedang? Itu y ang ayah ajarkan pada kami. begitu besar keinginannya unt uk berada di sana dan bersama Kaede. Tapi. Mereka dikawal menuju griya tamu." Takeo hampir tidak bisa mengucapkan nama kota itu. Di gerbang biara mereka disambut dengan kegembiraan. "Kuharap diriku cocok dengan aj aran ini. "Putri sulungku akan menceritakan lebih banyak lagi tentang ajaran ini begitu ki ta tiba di Hagi." Sunaomi tampak kecewa. Ajaran utamanya yaitu tidak meng¬inginkan kekerasan. "dan aku ber¬kesempata n melihat houou.

kemudian meminta meninggalkan dirinya sendiri di d ekat makam. memenuhi udara dengan aromanya. Kau pasti lapar. menerangi suramnya hari ini. dan sekerumunan or ang berdiri menundukkan kepala di depan makam. Dalam waktu lama mereka berdua tidak bicara sepatah kata pun. bercampur kabut. Asap ketabu naik perlahan. dan Takeo berbalik melihat Makoto berjalan me nghampiri sambil membawa lentera di satu tangan dan tempat dupa kecil di tangan yang satunya lagi . mungkin ada satu atau dua pedagang dari Yamagata yang turut serta. dan Makoto berkata. Ia berhutang nyawa pada Shigeru. berat ." Halaman 90 dari 500 . menatap sesaji yang ada di sana. Masa lalu muncul di sekelilingnya. Kemudian genta ber dentang dari pelataran biara. Wajahnya basah karena kabut dan air mata. dan telah menjalani hidupnya sesuai dengan tujuan sang men¬diang. Makoto berlutut lalu meletakkan kedua benda itu di depan makam. kue mochi dan sake. pikir Takeo. namun Takeo me mberi salam lalu menyuruh mereka berdiri. Ketika melihat ia mendekat. dengan semua kenangan menyakitkan. Takeo berlutut. Sebagian besar dari mere ka adalah petani. "Mari masuk dan makan. dari tangan yang terbungkus sarung tangan hitam. kekuatan Negara Tengah dan Klan Otori. Terasa ada gerakan di belakangnya. Lentera menyala dengan tenang.seutas tali rami baru berkilauan di sekeliling makam Shigeru. Sen ang sekali bertemu denganmu. Mereka menjatuhkan diri ke tanah. segenggam penuh bunga warna mer ah tua. berdoa bagi laki-laki yang telah menjadi pahl awan dan perwujudan dewa. mereka langsung mengenalinya dari lencana di jubahnya.

sempat timbul rasa saling menyukai di mereka berdua. Takeo me¬rasakan ada sedikit penyesalan karena jalan hidup ya ng memanggilnya untuk dijalani sangat berbeda. Takeo yakin kalau teman lamanya yang satu lagi. Seluruh sik apnya memancarkan ketenangan dan pengendalian diri. maka Makoto bertanya. Tentu saja kau i ngin bersama Lady Otori di saat seperti ini. Mereka pertama kali bertemu tepat di t empat ini. Tapi haruskah kau pergi begitu cepat? Maaf. "Apa yang terjadi?" "Aku akan menceritakannya dengan cepat." "Aku turut berduka atas kehilangan ini. Dia pergi untuk berund ing dengan keluarga Kikuta dan tidak kembali. Makoto pernah berte mpur bersama Takeo di Asagawa dan Kusahara dan selama bertahun-tahun menjadi teman te r¬dekatnya. Muto telah tiada. mengabdikan diri dengan meluki s dan merancang taman seperti seniman besar Sesshu. Dengan sadar dibuka¬n ya gerbang . la yaknya para pengikut ajaran ini. Aku akan ke Hagi untuk memberitahukan kabar i ni pada keluargaku. Karena sudah begitu mengenal Takeo. tujuh belas lahun lalu. tergoda oleh ajakan itu." Takeo tersenyum. Seperti yang selalu dilakukannya saa t mengunjungi Terayama. tan pa kerutan di wajahnya yang tenang. membebaskan diri dari beban yang berat dan menyakitkan di balik kekuatan ini. Bersumpah untuk tidak mem-bunuh lagi. dan untuk sesaat kasih sayang di antara mereka begitu kuatnya bak sepasang kekasih.Mereka berdua bangkit dan saling mengamati. merasa iri pada Makoto dengan penampil an¬nya yang sempurna secara fisik dan spiritual¬nya. Kenji teman yang setia. dan untuk sesaat kasih sayang di antara mereka begitu kuatnya bak sepasang kekasih. Kami akan ke Yamagata besok. tapi kau tampak lelah. Makoto merasakan bila sahabatnya itu sedang menghadapi masalah. sinar matanya penuh kehangatan dan kegembira¬an. Mereka pertama kali bertemu tepat di tempat ini. Suara-suara biara yang tidak asing lagi menyelimuti dirinya. Makoto pernah berte mpur reka berdua bangkit dan saling mengamati. ia akan menyumbangkan Jato pedang y ang selalu ia bawa meskipun tak lagi digunakan selama bertahun-tahun lalu berhenti men jalani hidup sebagai ksatria dan penguasa. ia berangan-angan mengundurkan di sini. melepaskan d iri dari kekuasaan atas hidup dan mati setiap orang di negara ini. tujuh belas lahun lalu. Tinggallah selama beberapa hari di sini untuk memulihkan kekuatanmu. Makoto saat ini berusia tiga puluhan. Miyoshi Gemba pasti kelihatan sama. sempat timbul rasa saling menyukai di mereka berdua.

suara Sunaomi dari griya tamu. Tampaknya beliau sudah separuh berada di dunia lain. Bahkan mungkin aku harus pergi ke Miyako." sahut Makoto. Aku harus merencana¬kan jawabanku dengan hati-hati. "Aku minum terlalu banyak. Tapi pikiran¬nya masih tetap jernih. Mungkin aku akan mengirimn ya kemari dalam satu atau dua tahun lagi. Dan ada perkem¬bangan di wilayah Timur yang harus kuceritaka n padamu. Kita akan bicarakan hal iiu nanti.pendengarannya dan membiar¬kan suara-suara itu menyirami dirinya. gumaman doa dari aula utama. Ishida memberiku minuman pengurang rasa sakit." "Beliau masih bersama kami. "Zenko sedang buat masalah?" "Lebih dari biasanya. Kami akan menginap semalam di sini: aku ingin putra Arai melihat bi ara ini dan bertemu denganmu. "Aku baik-baik saja. "Jarang makan." Halaman 91 dari 500 ." ujarnya. percikan air ter jun di kejauhan. bahkan sepertinya tida k pernah tidur. bahkan mungkin lebih jernih. Dua burung gereja hing gap di ranting. Dibayangkannya bagaimana ia bisa melukis mereka. tapi aku sudah kebal dengannya aku jarangjarang meminum-nya. tapi sake meredakan ra sa sakitku." Dahi Makoto berkerut. Namun tak ada orang lain yang bisa mengambil alih perannya: mustahil bisa menjau h dari semua itu. desingan layang-laya ng dari puncak pepohonan. Bagaimana kabar Lord Matsuda? Aku juga berharap bi sa mendapatkan saran darinya. seperti danau di pegunungan. bulu warna abu-abu mereka tampak jelas dengan sinar agak redup s erta gelapnya warna dedaunan. Dia akan tinggal ber¬sama keluargaku.

. "Tapi pikiran lebih menyerupai salah satu kolam ikan itu: penuh gagasan dan masalah juga sampa h di sekelilingnya." ujar Takeo." "Kau seharusnya mencoba menenangkan pikiran setiap harinya. Dirasakannya keraguan Makoto. selagi mereka berjalan kembali ke bi ara." ujar Takeo. selagi mereka berjalan kembali ke b iara." Makoto tersenyum. sangat berbeda dengan kami yang harus melalui disiplin diri dan pengenalan diri. kekuatan pemanah untuk mem¬bengkokkan busur atau balok di menara lonceng untuk menahan berat lonceng. masing-masing berusaha menarik perhatian¬ku. saat ini." Makoto ber¬j anji." "Kukira itu bisa membuat perbedaan! Mungkin doa kalian yang telah memper¬tahankan kedamaian selama hampir lima belas tahun."Kuharap pikiranku ada di sini. Kupakai kata " mempertahankan" untuk me¬nunjukkan otot dan kekuatan yang dibutuh¬kan. atau menggunakan sosok kedua. masing-masing berusaha menarik perhatian¬ku. lalu kau ber¬istirahat. kami akan berikan saran untukmu. " Takeo tidak setuju: ia belum pernah melihat Makoto atau murid-muridnya meng¬gunaka n kemampuan menghilang." "Aku percaya. Aku melihat perbedaan dalam diri para ksatria yang mengikuti ajara nmu: disiplin dan welas asih mereka. "Satu-satu kemampuan meditasi yang kumiliki adalah kemampuan Tribe dan tujuannya a gak berbeda!" "Tapi bila kuamati kemampuan itu begitu memang ada dalam dirimu dan anggota Trib e lainnya." Makoto mengamati.. paling tidak. Aku terlibat dal am pemerintahan." sahut Makoto tenang." *** . Dan aku tidak tahu kalau itu bisa membantu. jika tidak bisa disebut peperangan. "Kita makan dulu. Tapi bagaimana ini bisa membantuku menghadapi Kaisar dan jenderal barunya. "Bukan hanya doa yang hampa atau lantun an pujian tanpa makna. lagi¬pula aku hanya mendapat sedikit pelatihan a tau pendidikan tentang ajaran itu. dan menyesalinya. yang akan memerintahkan aku mengasing¬kan diri?" "Saat kau ceritakan semuanya nanti. "Kami di sini men¬doakanmu setiap waktu." "Aku yakin begitu. "Aku tak punya waktu bermeditasi. "Tapi pikiran lebih menyerupai salah satu kolam ikan itu: penuh gagasan dan masalah juga sampa h di sekelilingnya. tapi keseimbangan spiritual yang kami pertahankan di sini." Kuharap pikiranku ada di sini.

Halaman 92 dari 500 . Beruang memberinya makan. rasa sakitnya berkurang seolah luruh dengan bunyi rintik hujan b ak gendang bertalutalu di aiap. "Dia kembali saat kau tidur. Takeo tertidur. Wajahnya bersinar dan mat anya berkilauan." "Bagaimana Lord Miyoshi bisa tahu?" tanya Sunaomi. Takeo menyadari kalau bocah itu ter¬sentuh oleh sesuatu. Ia tidak ber¬mimpi.Setelah selesai makan siang sederhana yang terdiri dari sayuran. Jun dan Shin duduk di luar. sedikit nasi. "Lord Miyoshi tahu hal-hal semacam ini. minum teh dan berbincang-bincang dengan suara pelan. Dia s udah tahu kau ada di sini. hujan mulai turun dengan derasnya. dan pada malam-malam yang dingin mem¬beku meringkuk memeluknya agar tetap hangat!" "Gemba ada di sini?" tanya Takeo pada Makoto. Lalu mandi di mata air panas. Setelah selesai berpakaian. Makoto mengajak Sunaomi bertemu dengan beberapa murid yang masih muda." sahut Makoto sambil tertawa. Cahaya mulai meredup. dan tiba-tiba keinginan untuk berbaring tak tertahankan lagi. kehijauan. Takeo melangkah ke beranda tepat saat Makoto dan Sun aomi kembali. "Lord Miyoshi menceritakan bagaimana dia hidup di pegunungan sendirian selama li ma tahun. dan terbangun dengan pikiran yang lebih jernih. menge-nang ketika ia berendam di kolam yang sama saat salju turun sew aktu melarikan diri ke Terayama bertahun-tahun lalu. d an sop.

"Biar ku¬lihat dirimu. yang mengalir di sepanjang taman dan menuruni gunung. dan Takeo mengenal s osok tanpa suara yang sedang duduk bermeditasi di dalamnya. pikirnya. tak ada cahaya yang bersinar dari dalamnya. nyaris tak terlihat. Dirasakannya air mata men gambang ketika laki-laki tua itu men¬condongkan badan ke depan lalu menepuk¬kan tangan. Matsuda adalah sa tu-satunya orang di Tiga Negara yang paling dihormatinya." Meninggalkan Sunaomi bersama kedua pengawal pribadinya. Hujan telah reda. sedangkan begitu banyak orang yang pernah melihat mereka kini telah tiada. malam telah menjelang dan be¬batuan di taman tampak seperti bayangan hitam. mari kita menemui Kepala Biara. Takeo berjalan bersama M akoto melewati aula tempat makan di biara. Bunyi air terjun kedengaran lebih keras di sini. Di dalam aula uta ma ada ratusan lentera dan lilin yang menyinari patung emas Sang Pencerah. bahkan batasan kehidupan. Tempat itu kini kosong. Biar kusentuh dirimu. bersandar pada bantalan tebal yang disangga dua ra hib tanpa suara dan tidak bergerak. terba ng jauh bak burung . Takeo berlutut lalu membungkuk sampai ke lantai di hadapannya."Apakah beruang-beruang itu yang mem beri tahunya?" Apakah beruang-beruang itu y ang mem beri tahunya?" "Kemungkinan begitu! Lord Otori. menyeberangi sungai kecil yang dialihkan air nya agar mengalir melewati dapur." ujar Matsuda. Matsuda sudah berada di aula. Mereka mengikuti jalan setapak terbuat dari papan menyeberangi satu cabang lagi aliran sungai kecil menuju aula tempat lukis an Sesshu. dan ke pelataran di depan aula utama. Di ujung cabang uta ma sungai kecil. Mata Matsuda mencari-cari wajah Takeo. dan telah me¬masuki dunia j iwa yang suci. berdiri griya tamu perempuan te mpat Takeo dan Kaede menghabiskan malam pertama pernikahan mereka. Waktu tidaklah bergerak bagi lukisan¬lukisan itu. Kuda. Harum lembut bunga serta tanah yang basah merebak ke dalam aula. T akeo tidak membalas tatapannya malah melihat ke belakang. bangau mereka masi h seperti dulu. merasa malu akan air mata yang sebentar lagi tumpah." Kasih sayang dalam nada suaranya mem¬buat Takeo terharu. dan menghadap ke taman. "Mendekatlah. ke lukisan-lukisan Sesshu indah. Matsuda sudah tua saat pertama kali Takeo bertemu dengannya. tempat rahib-rahib muda mem bereskan mangkuk bekas makan malam. kini sepertinya dia telah m elewati jauh dari batasan usia yang mengekang.

Kono. diperhatikannya ada satu orang lain berada di dal am aula." "Aku tidak kaget kalau Kaisar bingung dan takut padamu. duduk di bawah bayangan di belakang Matsuda. Alasa n yang lainnya adalah Arai Zenko telah berhubungan dengan Kono. Satu satu kasa yang kosong. menurut legenda. Usia mereka hampir sebaya. aku diminta untuk mengundurkan diri dan mengasingkan diri. pertama Kaisar memiliki jenderal baru yang telah menaklu k¬kan wilayah Timur dan sekarang pasti meng¬anggap dirinya cukup kuat untuk meman¬cing kita." "Kurasa ada dua alasan." Matsuda tertawa kecil. tapi seperti hal¬nya Ma koto. datang berpura¬pura mengunjungi tanah milik ayahnya. "Jadi Kaisar merasa khawatir dengan diri¬mu.gereja." ujar Matsuda. lukisan burung-burung itu b egitu hidup hingga akhimya terbang. dan segera menyadari kalau Matsuda dan M akoto melihatnya. tapi s ebenarnya dia memberitahuku bahwa aku telah membuat Kaisar merasa tidak senang bahkan dianggap penjahat." Takeo merasakan amarahnya meletup lagi. dan Takeo sada r kalau orang itu adalah Miyoshi Gemba. Orang ini mencondong¬kan badan ke depan sekarang. "Putra Fujiwara. "Aku hanya terkejut mengapa begitu lama baru mereka mengancammu. Gemba Halaman 93 dari 500 . Aku mencurigai Zenko me nganggap dirinya sebagai penerusku. Di saat bersamaan.

terlalu berbahaya. "Kita tidak perlu mempenimbang kan pilihan Iain. "Aku senang ber¬temu denganmu! Tapi apakah kau meng¬habiskan wa ktu dengan belajar tipuan sulap di sini?" "Kaisar dan istananya sangat percaya takhayul. Sesaat melayang-layang. "Tapi aku sudah sampai pada usia dimana perbincangan membuatku lelah. Matsuda mengeluarkan kata-kata ini dengan penuh keyakinan." "Shigeko? Tidak. santai namun penuh kekuatan hampir seperti beruang." ujar Takeo. Gemba memandangnya dengan t atapan lembut. "Mereka punya banya k peramal. "Kita tidak perlu membahas hal ini?" tanya Takeo.nampak tidak berubah seiring dengan berjalannya waktu." sahut Matsuda." "Sebentar lagi akan ada pertandingan ber¬taraf kecil di Miyako." "Aku akan membutuhkan lebih dari sekadar tipuan Gemba untuk membujuknya. kau mungkin bisa yakin kalau kami mampu menandingi tipuan mereka. Kau akan mendapatkan duku ngan Kaisar. Aku takut kalau satu-satunya jawaban yang ma suk akal yaitu dengan kekerasan." Seperti Gemba." sahut Matsuda. Cahayanya berkedip-kedip dan seberkas cahaya teran g melompat di depan mata Takeo. "Itu sebabnya aku harus ikut bersamamu. mpak tidak berubah seiring dengan berjalannya waktu. Kaisar sedang membangun kekuatan untuk melawanku. Bila aku menemanimu. Terdengar olehnya desisan cahaya tadi saat hujan memadamkannya." ujar Gemba. dan mencapai kesimpulan yang bijaksana?" "Kita bisa membahasnya bila kau mau. santai namun penuh kekuatan hampir seperti beruang. Aku bisa lihat titik akhir yang akan d . Gemba memandangnya dengan tatapan lembut. kemudian melesat bak bintang jatuh ke arah taman yang gelap. Putri¬mu juga harus ikut. "Gemba." "Jadi aku harus pergi ke Miyako?" "Ya. "Kau harus hadapi mereka sendiri. Sesuatu terjadi pada lentera. ahli nujum dan penyihir. Di saat yang sama amarahnya lenyap." sahut Gemba." "Kaisar harus bertemu dengannya dan memberi restu serta persetujuan kepadanya bi la dia memang akan menjadi penerusmu seperti yang seharusnya.

"Begitu benda itu diperkenalkan padamu. Begitulah sifat manusia." "Sekali lagi. Maka langsung saja ke bagian akhirnya. Sama tidak ter¬hind arkannya ketika musuh-musuhmu menggunakannya dalam usaha untuk men¬jatuhkan dirimu. tak dapat dihindari kalau kau akan mengembangkannya dalam pencarianmu akan kekuatan dan kekuasan. jika memang efektif. "Kau yakin ?" "Tidak. dan jenderalku." ujar Takeo." "Jadi seharusnya tidak kubiarkan pengem¬bangan senjata api?" Satu hal yang kerap d isesalinya." "Aku juga harus meminta pendapat dan saran istriku. Kahei. sebelum mereka sempat memper senjatai diri. rahasianya akan dicuri. bila kau memperkenal¬kan penemuan baru." "Kahei akan selalu memilih perang. sahabatku.icapai." Kulit kepala dan leher Takeo terasa seperti dihujam perasaan gelisah. "Begitulah sifatnya. Tapi kau ha rus menghindari bentrokan senjata secara ter¬buka." kata Matsuda mengamati. ini ulah Zenko yang meng¬khianatiku." "Itu bisa menjadi strategi yang baik." kata Gemba." "Maka aku harus memiliki senjata api yang lebih banyak dan lebih baik dibanding¬ka n mereka! Aku harus serang mereka lebih dulu. baik itu senjata atau a pa saja. "Begitu pula ha l¬nya dengan para pengawal senior. aku hanya menduga kalau tak lama lagi mereka akan memilikinya. terutama bila prajurit dari wilayah Timur mempu nyai senjata api. Halaman 94 dari 500 . mengejutkan mereka." "Takeo.

" timpal Gemba. "Kau diam saja." ujar Takeo. haruskah aku pergi secepatnya? Saat musim gugur." kata Takeo." tutur Matsuda. "Makoto." timpal Gemba. membawa hadiah-hadiah yang paling indah." gumam Makoto. akan mem¬berimu saran seperti itu. "Kurasa kau haru s pergi dengan kemewahan yang tiada tara. "Sementara ini dia harus menyempurna¬kan keahlian berkuda." tutur Gemba. adikku. "Dia sudah cukup dewas a untuk ditunangkan. "Jangan terburu¬b uru. "Bila aku harus ke Miyako. namun berusaha mencegahnya agar tidak bertindak gegabah ataupun berbahaya. Banyak orang di sekitarnya yang hanya bisa memuji dan tunduk padanya. Kahei. dan memanah." sahut Makoto." Pikiran itu mengganggunya: baginya Shigeko masih anak-anak. namun kesunyian yang makin dalam meng¬has ilkan efek yang sama kuatnya. Kahei. Sedangkan orang-orang ini tidak melakukan itu." "Juga memberi waktu pada putrimu untuk menyiapkan dirinya."Tentu saja. sementara semua yang sudah kuraih hancur berantakan?" Bisa didengarnya nada suaranya sendiri lalu ia diam seribu bahasa. dan Takeo lebih m emercayai mereka. "Kita lihat saja nanti." "Jadi kau takkan memberi saran? Kau akan duduk di sini dan melantunkan doa serta memainkan tipuanmu dengan api." sahut Gemba. mungkin. Bagaimana pendapatmu?" "Kau tahu aku tidak bisa menyarankanmu memulai perang. "Tahun ini Shigeko berusia lima betas tahun. akan mem¬berimu saran seperti itu. "Jangan . Takeo me¬rasakan kombinasi antara ketenangan dun kejernihan dar i pikiran ketiga orang itu dan tahu kalau mereka mendukungnya. adikku." kata Takeo. Tent u saja. Siapa orang yang pan tas menjadi jodohnya? "Itu juga menjadi nilai lebih di pihakmu. Kali ini tak ada unjuk kebolehan tipuan. saat salju sudah mencair. setengah merasa malu atas keke salannya dan setengah takut Gemba akan menggunakan api untuk membuang amarahnya." seru Gemb a. saat cuaca membaik?" "Tahun depan. dan tersenyum dengan ekspresi penuh teka-t eki. "Dia takkan sempat menunjukkan semua keahliannya di ibukota." "Itu memberi mereka waktu untuk mem¬bangun kekuatan militer!" "Itu juga memberimu waktu untuk menyiapkan diri.

seolah memerhatikan rasa kesal Takeo. Takeo mundur sedikit agar bisa menatap dalam-dalam mata sang pendeta t ua. dan takkan ada yang akan menyakitinya. Takeo mengatupkan bibir lalu membungkuk hormat di hadapan Matsuda. karena ia me ngagumi kenyataan bahwa dirnya men¬jalani semua pendidikan dan pelatihan bagi anak laki-laki: Shigeko dengan cara ksatria. "Aku tidak meninggalkan siapa-s iapa selain dua penerus yang berharga tak ter¬nilai harganya.khawatir. Matsuda berkata. Jangan membuang waktumu dengan menyesa li kepergianku. Berusahalah mengingatnya . Ia tidak bicara sepatah ia pun. ta pi tiba-tiba ia sadar kalau Matsuda sedang mengucapkan selamat tinggal." Kemudian dia berkata dengan nada bijaksana: "Putri-putri yang layak mendapat¬kan p erhatianmu lebih dari putra-putra yang tidak kau miliki." Halaman 95 dari 500 . kalau ini adalah pertemu an mereka yang terakhir. Kau sudah tahu apa yang perlu kau ketahui. Seolah bisa membaca pikirannya. Orang itu memberi isyarat untuk mendekat dan merangkulkan tangannya yang lemah pada Takeo. si kembar dengan ketrampilan Tribe." Kata-kata itu terasa bagaikan hujaman kritikan tajam dan menyengat. pikirnya. Satu¬satu nya orang yang tidak jatuh dalam sihir tidur Kikuta." imbuhnya. Matsuda adalah satu-satunya orang yang bisa kutatap langsung wajahnya. "Aku akan ikut dengan mu.

Kau selalu bertindak tanpa berpikir: semua yang kau laku kan dilakukan dengan tergesa-gesa. ia bergerak lagi dengan ke sabaran tanpa batas Tribe. mereka tanpa perlindungan. Sunaomi duduk di atas matras sambil menatapnya. di malam ia memanjat ke kastil l alu mengakhiri penderitaan kaum Hidden yang disiksa. "Kau ingat saat pergi seorang diri ke sarang perompak di Oshima? Miyako tidak mungkin lebih ber¬bahaya dari temp at itu!" "Kala itu aku masih muda dan tanpa rasa takut.Nada suaranya mengandung gabungan antara kasih sayang dan amarah yang sering dig unakannya saat mengajari Takeo cara menggunakan pedang. tapi juga nyawa anak-anakku. melewati malam yang terasa tanpa akhir. Kini mereka berdiri setengah melompat. Tak terdengar rintik hujan. Dilihat dalam mimpinya bag ai¬mana dunia berubah sesuai dengan harapan-nya. Dalam mimpinya. Kini aku sudah tua. Hanya ada sedikit waktu unt uk meraih apa yang ingin kuraih. hanya kicau burung dan tetesan sisa air hujan dari tepi atap. cacat. lalu mengikuti sewaktu . sang biarawan berkata. Sekali lagi Takeo suaranya mengandung gabungan antara kasih sayang dan amarah yang sering digunaka nnya saat mengajari Takeo cara menggunakan pedang. dan dengan anehnya ia terbebas dari rasa sakit." *** pikir panjang. Sewaktu Makoto menemaninya ke griya tamu. dan bermimpi berada di Yamagata. tapi juga dengan semacam kebahagiaan tiada ta ra. Sekali lagi Takeo harus mengedipkan mata agar air matanya tidak jatuh. "Paman? Paman sudah bangun? Bisakah kita pergi dan melihat burung houou?" Para pengawal Arai tetap berjaga semalaman di luar. Aku tak percaya ada orang yang bi sa membunuhku. dan rasa takutku jauh lebih banyak bukan hanya takut kehilangan nyawaku sendiri. bil a aku mati. juga negara dan rakyatku. walaupun Takeo sudah meyakin kan mereka kalau Sunaomi lak dalam bahaya. " "Itu karena aku sadar kalau aku tak akan hidup lama. dan istriku. dan terbangun dengan perasaan kalau semacam m isteri baru saja terangkat dari dalam dirinya. hadiah dan janji-janji. Kenji mengajarinya cara mem buat waktu bergerak lambat atau mempercepatnya sesuai keinginan. Saat itu hari hampir terang." "Itu sebabnya yang terbaik yaitu dengan menunda jawabanmu: kirimkan pesan yang p enuh pujian. membantu tuan muda mereka memakai sandal.

Langit tampak cerah. Tanahnya keras dan berbatu. didi nginkan hujan. Nanti udara akan terasa panas. Takeo bisa mendengar gemerisik de¬daunan dan kepakan sayap yang menunjuk¬kan keberad aan burung houou di dalam hutan di depan sana. di antara pepohonan berdaun lebar. walaupun kab arnya mereka makan daun bambu. salah seorang pengawal menggendong Sunaomi. dan yang me mbuat Takeo terkejut. Jalannya menanjak dan menuju hutan pohon beech dan pohon ek. Kini jalannya lebih mudah dilewati. biru pucat. Setelah beberapa sa at. mereka berbelok ke kanan dan mengambil jalan sempit menuju dinding sebelah luar dari da taran biara dan berjalan naik ke lereng gunung yang curam. Hampara n bunga liar musim panas menyelimuti per¬mukaan tanah. Setelah melewati gerbang itu. tapi kini udara terasa sempurna. dan tenang. Halaman 96 dari 500 .Takeo membimbingnya berjalan ke gerbang utama. terdapat sebuah rumput ilalang tinggi yang menjadi tempat yang paling disukai burung-burung itu untuk bersarang dan bertelur. dan burung melantunkan nyanyian dengan s aling bersahutan. kerap terasa licin karena hujan. Di sini. Palang gerbang sudah dibuka sejak matahari terbit dan sudah ditinggalkan penjaganya untuk sarapan. Sunaomi meminta agar diturunkan. matahari baru saj a terbit di timur pegunungan. anak itu memerintahkan kedua orang itu menunggu di sini sementara dia berjalan ke depan ber¬sama Lord Otori.

menatap ke atas tanpa memerhatikan jalan hingga dia jatuh di at as rumput. d an saat mendarat di dahan. Ia takkan terbiasa dengan kehad iran mereka." ewaktu mereka sudah berada di luar jangkauan pendengaran kedua pengawal itu. seperti biasa rasa kagum pada burung suci itu bangkit dalam dirinya. masing¬masin g dengan suara yang khas melihat sebentar tapi dengan tatapan tajam ke arah kro. bulu itu berada di tangannya. Su naomi berkata dengan nada penuh rahasia pada Takeo. kemudian terbang menjauh ke dalam hutan. Ketika berdiri. Mungkin saja mereka ingin memburu atau mencuri telurnya. anggun juga cangg ung. "Aku pikir Tanaka dan Suzuki tidak perlu m elihat burung houou. selembar melayang jatuh. ekornya panjang dan halus. Sun aomi berkata dengan nada penuh rahasia pada Takeo. Kedua pengawal itu bisa melihat. Aku pemah menden gar kalau telur burung houou bernilai tinggi." ujar Sunaomi. Kicau penuh semangat terdengar dari atas kepala mereka." "Mungkin nalurimu benar. indah serta aneh. diikuti oleh jeritan par au sebagai jawabannya. Sunaomi mendongak." "Kau mengutarakannya dengan sangat baik. Bulunya berwarna-warni. . Mungkin saja mereka ingin memburu atau mencuri telurnya. "Itu mereka.Sewaktu mereka sudah berada di luar jangkauan pendengaran kedua pengawal itu." Sunaomi tertawa gembira sewaktu burung kedua terbang menukik melintasi padang ru mput. Aku pemah menden gar kalau telur burung houou bernilai tinggi. tapi takkan mengerti. "Mereka tidak seperti Lord Gemba dan Lord Makoto. "Itu burung jantan. "Aku pikir Tanaka dan Suzuki tidak perlu m elihat burung houou." sahut Takeo." sahut Takeo sambil tersenyum. "Ah!" Sunaomi menahan napas lalu mengejar mereka. Burungburung itu memang memberi semangat sekaligus agak lucu. berseru lagi. Kedua burung itu memalingkan kepala saling berpandagan. wajahnya tampak terpesona." bisik Takeo. "Dan ini dia yang betina. "Aku tidak tahu cara mengungkapkannya. Lalu seekor burung melesat keluar dari balik rimbunnya dedaunan dan me¬ngepakkan sayap ke pohon berikumya. matanya cemerlang bak kilauan emas." tutur Takeo. Seruan mereka seperti juga kehadiran mereka.

Bulu itu berasal da ri burung yang pernah dilihat Shigeru ketika masih kecil. Matsuda pemah mem¬perliha tkan bulu burung houou. Paman!" Takeo menghampiri bocah itu kemudian mengambil bulu itu. dan sejak saat itu diawetkan di biara . "sebagai sumpah bahwa kelak aku akan kembali dan belajar pada Lord Gemba. "Simpanlah. pikirn ya. dengan ujung bulu warna merah. dan sedari dulu dia selalu begitu. Inilah sebabnya kami selalu mencari kedamaian. Betapa bodohnya Zenko. Masalah itu meng ganggunya lebih dari yang ia duga. "Bulu itu akan mengingatkanmu pada hari ini. Bulu yang ini berwarna kuning keemasan gelap. Taku duduk d beranda sambil menatap taman y ang basah kuyup tersiram hujan. Aku akan membesarkannya sebagai putraku.* Setelah kepergian Takeo dan Sunaomi. agar burung hou ou tidak meninggalkan Tiga Negara. memikir¬kan semua ucapan sepupu ibunya itu. Sama seperti ayah! Halaman 97 dari 500 . karena hal itu dapat menjerumuskan ia dalam konflik ter buka dengan kakaknya. dan anugerah yang kau peroleh." sahut Sunaomi. pikir Takeo. sesuatu yang ia berharap bisa dihindari." "Aku akan berikan bulu ini ke biara." Anak ini baik hati." katanya pada Sunaomi. selain dari batang bulunya yang berwarna putih bersih. bersayap putih."Lihat.

sebelum gempa mengguncang kota. mereka mirip dalam banyak hal. seperti yang diucapkan pada Takeo. cukup bisa dipercay a. Namun. Ishida. Kelemahan . Takeo juga mengajarinya semua hal yang pernah dia pelajari dari Kikuta. mengenang seringkali tertidur terkena ilmu tidur Kikuta sampai akhimya bisa menghindarinya bahkan sampai ia pun mampu melakukan¬nya. Taku ter senyum pada dirinya sendiri. Taku memu tuskan akan mengusulkan ibunya. ia pasti akan sama bodohnya dengan Zenko: kedudukan di Tiga Negara adalah segala yang diingin¬ka nya. sebelum gempa mengguncang kota. ia menghormati dan mengagumi Takeo. namun Taku me¬nafsirkan seluruh adegan itu dengan cara yang berbeda. Ia tahu kalau ayahnya me¬merintahkan untuk membunuh ibun ya: ia tak bisa melupakan atau memaafkan niat ayahnya untuk ia dan kakaknya. Bila tidak terikat oleh kewajiban pcnghormatan dan kesetia an. Ia tahu kalau ayahnya me¬merintahkan untuk membunuh ibun ya: ia tak bisa melupakan atau memaafkan niat ayahnya untuk ia dan kakaknya. Ia mungkin siap membunuh Z enko. Ada ikatan kuat antara mer eka berdua. tapi takkan menghina kakaknya dengan mengabaikan hakn ya untuk mengajukan pendapat siapa yang akan menjadi kepemim¬pinan keluarga Muto. Shizuka. Usulan ini mungkin bisa diter ima semua pihak. ia menyaksikan ayahnya me ngkhianati Takeo. Zenko menyalahkan Takeo atas kematian Arai. tabib Ishida. Taku mengira T akeo akan membunuh Zenko seringkali setelah kejadian itu ia bermimpi kalau Takeo memang membunuhnya dan tidak pernah bisa memahami kebencian Zenko terh adap Takeo karena membiarkan¬nya tetap hidup. dan sebagai laki-laki dewasa. keluarga Muto telah bersumpah pada keluarga Otori : ia tak akan melanggar sumpah itu. namun Taku me¬nafsirkan seluruh adegan itu dengan cara yang berbeda. Taku mengira T akeo akan membunuh Zenko seringkali setelah kejadian itu ia bermimpi usia sepuluh tahun. memberinya kekuasaan dan status serta memungkinkan dirinya mengambil banyak keun tungan dari semua bakatnya. akan mem¬bawa anak Zenko yang satu lagi ke Hagi. Suami ibunya. Sejak kecil Taku memuja Takeo sebagai pahlawan. menurut Taku. Ia bi sa membawa surat atau pesan lisan kepada Shizuka. keponakan Kenji. Ter¬lebih lagi. seorang kakak tetap saja kakak.Di usia sepuluh tahun. dan Taku dibesarkan untuk menghormati hierarki Tribe. Zenko menyalahkan Takeo atas kematian Arai. dan keduanya memahami konflik akibat dara h campuran. ia menyaksikan ayahnya mengk hianati Takeo.

indikasi jel as kasih sayang Takeo pada mereka berdua. dan perawat kuda mengaguminya secara terang-terangan. Ryume sudah dibersihkan: surai dan ekornya dibersihkan dari lumpur dan tak lagi kusut.utama laki-laki itu terletak pada keluguannya. karena masih ada sisa-sisa kasih sayang di antara mereka. satu milik Hiroshi dan satu lagi miliknya. Ryu me masih tetap kuda yang baik. hanya semakin menekankan sikap dinginnya terhadap Zenko. dan tidak s uka bertarung. Taku masih mengelus-elus dan memberi¬nya makan wortel sewaktu Zenko datang ke area istal. Halaman 98 dari 500 . Taku pergi ke istal untuk melihat keadaan si ku da tua. mengulurkan tangan dan meng¬gosok-goso k alis si kuda. "Kau masih memiliki anak Raku. Terlepas dari keberanian yang dibutuhkan untuk bi sa pergi jauh dalam penjelajahannya. Ishida bukan seorang pemberani. la senang dengan apa yan g ditemukannya di sana: apa pun kesa¬lahan kakaknya. menjelaskannya kepada Kaisar bahwa Lord Otori didukung penuh di Maruyam a dan Inuyama. kuda itu diberi makan cukup dan kelihatan senang. secara fisik. Meskipun sudah tua. bahkan mungkin melaku¬kan perjalanan bersama Kono ke wilayah Barat." ujar Zenko. yang sudah pulih dari kelelahan karena perjalanan jauh. Cukup puas dengan keputusan ini. Ryume. seolah dia sulit memahami kekejia n yang mungkin terpendam dalam sifat manusia. teman lamanya. pengetahuan dan kepeduli¬annya pada kuda tak ada tandingannya. sedangkan Zenko berdiri sendiri. tempat ia akan mengatur pertemuan dengan Sugita H iroshi. Taku sendiri akan tetap berada di dekat Zenko dan Kono. Penting bagi Kono mendapat gambaran Tiga Negara yang sebenarnya untuk dibawa pul ang ke ibukota. Mereka saling menyapa dengan penuh kehangatan. bah¬kan memp erlakukan Taku dengan rasa hor¬mat yang lebih besar lagi. Taku ingat pada rasa iri Zenko ketika mereka kembali ke Hagi pada musim se mi bersama dua kuda jantan yang tampan. ikatan dari masa kanak-kanak yang sejauh ini bisa mencegah keretakan hubungan mereka.

Aku katakan in i padamu dengan . tapi ada nada sinis di dalamnya. "Dia belum terl alu tua untuk dikawinkan dan mendapat¬kan anak. Taku tidak bisa menawarkan sesuatu yang lebih berharga lagi." ujarnya tanpa rpikir panjang. "Lord Takeo ingin mengadakan upacara di Hagi. Zenko menanggapi dengan jawaban yang tidak tegas lalu mengalihkan topik pem¬bicaraan. atau kini mereka menjadi tawanan?" tanyanya.. "Ryume adalah hadiah da ri Lord Otori. Kakakku mengartikan segala se¬s uatunya sebagai penghinaan." Selain anak-anaknya. "Benarkah suatu kehormatan." komentarnya se¬waktu mereka kembali ke kediaman." Taku melihat kakaknya sekilas lalu melanjutkan pe rkataannya. tapi misi yang sedang dilaksanakannya luar bia sa ber¬bahaya. lagipula kurasa dia sudah terlalu tua untuk punya anak. dan telah mengatur untuk kembali secepatnya ke Inuyama jika berhasil.." "Seperti Lord Otori." Selain anak-anaknya. tapi aku takkan menerima¬nya. Ibu ada di sana." Taku sadar kalau perkataan ini semestinya hanyalah lelucon. "Dia belum terlal u tua untuk dikawinkan dan mendapat¬kan anak. Taku tidak bisa menawarkan sesuatu yang lebih berharga lagi. "Paman sakit parah: mungkin meninggal akibat sakit paru-paru. Ia berharap kemurahan hatinya bisa melembutkan perasaa n Zenko terhadapnya.." "Tidak ada jenazah? Jadi Kenji mati di mana? Dan bagaimana kita tahu kalau dia m emang sudah mati? Ini bukan pertama kalinya dia menghilang demi kepentingan¬nya sendiri?" "Aku yakin Paman sudah tiada. "Bukankah kau harus pergi ke rumah keluarga Muto untuk upacara pemakaman?" tanya Zenko sewaktu mereka duduk di datam." sahut Zenko." sahut Taku. "Itu tergantung padamu." katanya dengan ringan. "Terima kasih. "yang harus memiliki putra dari laki-laki yang lebih muda. Ia berharap kemurahan hatinya bisa melembutkan perasaa n Zenko terhadapnya. pikirnya. tapi wajah Zenko tampak murung."Akan kuberikan kuda ini untukmu. kan kuberikan kuda ini untukmu. dan karena tak ad a jenazah yang bisa makamkan." ujarnya tanpa rpikir panjang. "Sungguh kehormatan bagimu dan istri¬mu.

Akio. adikku." Zenko berkata dengan santai. bukan Akio. Ak u harus melakukannya karena Takeo tak memercayaiku seperti dia memercayai¬mu. "Tentu saja ada desas-desus di desa Muto mengenai anak itu.penuh ke¬yakinan. dan keluarga Muto memiliki kepen¬tingan padanya. aku akan menghubungi K ikuta berkaitan dengan anak itu. tapi Taku tahu betul minat me ndalam di balik kata-kata itu." "Bukan mati di tangan Kikuta?" ujar Zenko setelah terdiam lama." "Ya. "Mengapa kau berpikir begitu?" "Aku mungkin saja memakai nama Ayah. siapa pun ayahnya." Taku merasakan kebencian dalam suara kakaknya. "Hanya Muto Yuki yang tahu pasti. keluarga Tribe. tidak pernah memaafkanny a dan juga Takeo atas kematian Kotaro." sahut Taku." lanjut Zenko. Bila aku menjadi Ketua. Kabar resminya adalah: Paman meninggal karena sakit paru-paru. "Bahw a Takeo adalah ayahnya." Halaman 99 dari 500 . tapi yang mengkhawatirkannya diba ndingkan komentamya bahwa dia me miliki orang dalam di kalangan Kikuta. melihat apa lagi yang akan Zenko ungkapkan. Semua orang tahu kalau putra Akio adalah cucu Kenji. "Dan dia meninggal tak lama setel ah anak itu lahir. "Baiklah. Aku hanya menarik kesimpulan dari fakta yang ada. kabarnya. Aku punya orang dalam di kalangan Muto dan di kalangan Kikuta. Benarkah itu. Pasti Kenji sangat ingin be rtemu dengannya Kenji sudah tua. kesehatannya memburuk." kata Zenko. atau Zenko hanya membual? Taku menanti dalam diam. aku ingat. anak itu adalah cucu K enji. tapi itu tak mengubah kenyataan kal au aku sama sepertimu.

"Mungkin sebaiknya kita biarkan saja pertanyaan tentang siapa yang akan menjadi penerus Kenji sampai kita membicarakannya dengan ibu. gelisah me¬mikirkan pembicaraannya dengan Zenko dan sa dar akan semua perasaan terpendam di ruangan itu selama mereka makan." sahut Taku sopan. Sesuai kebiasaannya . Taku tidak memperlihatkan-nya. Ishi da menerima undangan itu dengan enggan. dalam ke adaan agak mabuk. dan datang agak terlambat saat makan malam. seperti adat istiadat orang-orang nomaden at au siklus hidup ikan paus." sahut Taku sopan. Kini Taku ingat bagaimana mereka semua terpesona olehnya saat masih anak-anak-dia. memuji Hana atas hidangannya dan kedua putranya serta berusaha menarik Ishida ke topik pembicaraan yang tidak menyinggung. adikku. Ishida tampak sangat gugup bertemu Kono. Hubungan Taku dengan kakak iparnya agak menyakitkan hati. tapi sangat efektifl! Taku agak menunduk dengan tidak tulus agar kelihatan patuh. "Aku ngak terkejut bi la harus mengingatkanmu bahwa Ketua keluarga biasanya memiliki kemampu¬an tinggi. Kemampuan-kemampuan itu mungkin tidak semenyolok kemampuan yan g kau miliki. lalu mereka ber¬ganti topi k pembicaraan yang lebih aman." Kemarahan Zenko mulai meluap. matanya menyipit. Zenko dan Hir oshi. dan bahkan lebih tegang lagi sewaktu sa ng bangsawan bertanya tentang waktu yang pernah dilewatkannya di kediaman Lord Fujiwara. dan saling bersaing untuk merebut perhatian gadis itu. Tak lama kemudian Lord Kono datang bergabung. Taku sendiri merasa tegang." Mungkin sebaiknya kita biarkan saja pertanyaan tentang siapa yang akan menjadi p enerus Kenji sampai kita membicarakannya dengan ibu. ia berbincang ringan dengan Kono. Mereka semua mem¬buntutinya ke mana pun Hana pergi bak anjing dengan lidah terjulur kelua r. menya ntap makan siang bersama kemudian pergi bersama Hana dan kedua putranya untuk melihat kirin . Sudah menjadi rahasia umum kalau ayah Kono lebih suka berhubungan dengan laki¬laki ketimbang . "Aku memiliki banyak kemampu an Tribe. Taku tidak terlalu suka ataupun percaya pada Hana tapi perempuan itu punya kecerdasan dan semangat yang tak pernah berhenti dikaguminya dan tak ada laki-laki yang tidak terpesona oleh kecantikannya . "Aku ngak terkejut bi la harus mengingatkanmu bahwa Ketua keluarga biasanya memiliki kemampu¬an tinggi. Setelah itu tabib Ishida diundang ke kediaman agar bisa lebih akrab dengan Chikara sebelum m eng¬ajaknya pergi ke Hagi.

" Dia berhemi sejenak." komentar Hana pada Kono. Ia bersyukur telah pulih dari perasaan tergila¬gila pada perempuan itu dan tidak pernah merasakannya lagi." "Ayahku selalu menghargai kemampuan Anda. si tabib melanjutkan perkataannya. kemudian membungkuk dan berkata dengan nada penuh rahasia. Hampir saja ia iri pada Zenko. "Dengan keberhasilan yang gemilang. Kemampuanku biasa saja. dan pikirannya melayang mem bayangkan bagaimana rasanya terbangun dalam kegelapan dengan perempuan itu di si sinya." Taku mengira Ishida takkan berkomentar lebih banyak lagi tentang masalah ini. Musim panas kali ini akan berlangsung lama. dan melelah¬kan.perempuan." Taku mendengar nada mendua hati sekaligus kedengkian dalam suaranya. "Tabib Ishida sudah sangat s ering menyelamatkan Lord Otori dari kematian." ujar Kono pada Ishida. na mun setelah menenggak habis sake sekali lagi." Halaman 100 dari 500 . Ia langsung berpikir tentang istrinya sendiri. pikirnya. "Tentu saja kasus Lord Otori cukup mengagumkan. dan hasratn ya berubah menjadi rasa tidak suka. dari sudut pandang seorang laki-laki seperti diriku yang tertarik pada bagaimana cara manus ia berpikir. tapi Taku tak melihat apa pun yang menunjukkan ke¬miripan sifat Kono de ngan ayahnya. "Tabib Ishidalah yang merawat ayah Anda. y ang ia tahu bisa dipercaya dan dirindukannya. Taku seperti melihat ketertarikan yang cukup alami di balik perhatian Kono pada Hana. "Lor d Otori percaya tak ada yang bisa membunuh dirinya dia telah membuat dirinya kekal. "Dan sekarang dia merawat kesehatan Lord Otori. "Anda terialu berlebihan menyanjungku. Mustahil bila tidak berhasrat pada Hana." sambung Zenko.

dan belum sempat dia menyahut . "Menga pa aku membicarakan hal itu? Oh ya. Dia percaya tidak bisa di¬bunuh. di sana ada orang¬or ang suci yang bisa berjalan di atas api tanpa terbakar. tapi Lord Tak eo terhindar dari bahaya itu. pernah menjadi sasaran desas-desus semacam itu. Dan sangat berguna." sahut Kono dengan sikap halus. serta berbaring di atas ranjang berpaku tan pa melukai kulit mereka. Kaede."Bcnarkah?" gumam Kono. "Lord Otori memang berhasil luput dari banyak serangan atas dirinya. sementara Kono mendesak Ishida me nceritakan lebih banyak banyak lagi ten-tang perjalanan-perjalanannya. "Dan gempa bumi 'B umi . adikku?" tanya Zenko pelan." "Kau tahu hal ini. "Kedengaran¬nya terlalu pongah. Syukur dipanjatkan pada Surga. "Tapi semua orang tahu tentang Lima Pertempuran." imbuhnya. kau ada di san a ketika pamanmu yang malang " "Aku tidak ingat." sahut Taku ringan. "Dalam perjalanan ke Tenjiku. bagaimana perasaanmu tentang perj alanan lewat laut bersama kirin?" Chikara menelan ludah saat diajak bicara pamannya. seraya melirik ke ara h Taku. "Keluarga Otori merupakan sasaran des as-desus." lanjut Zenko. Pernahkah kau tahu kasus-kasus serupa?" "Tentu aku tahu. " Dia seharusnya membawa kematian pada laki-laki manapun yang menginginkan dirinya. "Chikara. efek dari kuatnya kepercayaan itu berimbas pada tub uhnya. Zenko lalu bertanya." "Kakakku." "Mengagumkan." sahut Taku cepat. Apakah itu semacam takhayu l?" cnarkah?" gumam Kono. "Kedengaran¬nya terlalu pongah. "Itu tidak lebih dari kepercayaan takhayul. Apakah itu semacam takha yul?" "Kurang lebih begitu." sahut Ishida. dan tubuhnya bereaksi dengan sembuh dengan sendirinya. Tawa yang mengikuti kata-kata Hana selanjutnya terdengar agak kurang nyaman. karena lebih dari satu orang yang hadi r di sana mengingat kalau Lord Fujiwara me¬nikahi lain Kaede secara paksa hingga bangsawan i tu mati." Ishida minum lagi." timpal Hana. dalam hati berha rap segala siksaan neraka menimpa si tabib yang sedang mabuk. Ada semacam ramalan Taku. "Ramalan apa?" "Bahwa Lord Otori hanya bisa mati di tangan putranya.

kejahatan telah mendapatkan balasannya. karena Ishida adalah ayah tiri suaminya. antar kakek ke kamar dan minta pelayan membantunya. yang dipastikan oleh kemenanga n Takeo dalam perang. "Di ibukota gempa bumi biasanya dianggap sebagai hukuman atas tindak kejahatan. aku tak ber¬maksud menghina kenangan tentang kedua ayah kalian. atau diam saja dan kelihatan men¬dukung kakaknya. dengan nada mengejek. "Ada ramalan seorang perempuan suci.'" Dilihatnya wajah Kono yang penuh tand a tanya lalu menjelaskan. lalu diseka dengan lengan baju." Air matanya mengambang. "Alangkah ena knya bagi sebuah kemenangan memiliki ramalan yang berguna. Menurutku. Aku lelah sekali." Hana minta maaf pada Kono setelah Chikara membantu si tabib berdiri dan pergi. buka n anugerah. Ishida menyelamatkannya yang bicara dengan perasaan yang meluap¬luap." Taku tidak tahu apakah harus bicara dan memberi tahu Kono di mana kesetiaannya b erpihak. Gempa bumi itu di percaya sebagai pertanda dari Surga." Dia minum lalu bicara dengan l ebih serius." ujar Hana." "Ya." "Tentu saja. Halaman 101 dari 500 ." Lalu dia berpaling ke arah Hana." "Aku khawatir dia sudah terlalu banyak minum. Kuharap kalian memaafkan orang tua ini. begitulah yang aku dengar.menghantarkan apa yang diinginkan Surga. "Maaf. "Chikara. Da n nyawa istriku. Ayah. yang berpihak kep ada¬nya. bicara padanya dengan sopan." sahut Kono. "Aku harus beristirahat. "Gempa itu menyelamatkan nyawaku.

Kuharap b isa berbincanIshida. Aku menyesal dia harus pergi ke Hag i. wah!" komentarnya.] semua masalah ini tak lagi terasa mendesak sewaktu memikirkan kalau tak lama lag i ia akan bertemu Kaede dan ketiga putrinya. Dal am bahasa Jepang discbut meiyu dan baiu. Mereka berkuda menyeberangi jembatan batu di senja hari bermandikan rintik hujan disertai cahaya matahari. Miyako.. Hagi ad alah kota kelahirannya. Kuharap bisa berbincang banyak dengannya. Dari Kaisar dan jenderalnya. "Secara resmi. Zenko tertawa. ledakan tawa yang me¬ngandung konspirasi jahat. langit cerah biru berubah kuning di bagian barat saat matahari ter¬b . Paman. Lord Otori tidak memiliki putra. berbau lembap dan jamur. laki-laki yang menarik. "Kurasa. Aku menyesal dia harus pergi ke Hagi. Katsumori. "Wah. apa yang harus kulakukan tanpa dirimu? pikir Taku. laki-laki yang menarik." sahut Taku.* Miyoshi Kahei menemani Takeo ke Hagi bersama putra sulungnya. Sebaliknya." "Beliau memiliki tiga putri. Di atas laut. "Ada lagi desas-desus tentang Takeo." Dan beruntung dia tidak mati seperti ayahnya. [pent. dan penyakit akibat cuaca panas. Fenomen a cuaca ini melanda pantai timur Cina. penyimpanan cadangan air untuk berjaga -jaga kalau terjadi kekeringan di akhir musim panas. Kecemasan lain yang harus dipikirkan sebelum perang adalah panen. di m ana hawa panas masih lerjadi. Tapi _ * Hujan plum adalah hujan yang terjadi saat musim buah plum (Juni-Juli)."Ishida. dan gembira bisa bertemu dengan sanak saudaranya.. wabah penyakit menular. Takeo sadar pakai¬annya terasa lembap: begitu sering pakaian¬nya basah kuy up sampai menempel di kulit selama perjalanan hingga nyaris tidak ingat bagaimana rasanya kering. Bahkan tempat penginapannya pun terasa lembap. di akhir musim hujan plum*. melintasi Taiwan lalu ke timur sampai ke selatan pasifik Jepang. "Ramalan yang menarik bukan?" tanya Kono. Sulit memikirkan tentang musim dingin saat ini. Take o tahu kalau ia membutuhkan saran Kahei tentang cara terbaik menghadapi ancaman yang makin besar dari ibukota." tam bahnya. pikir Taku. bagai¬mana ia menghabiskan musim dingin untuk mengadakan persiapan. Kurasa dia lebih mengenal ayahku ketimbang orang lain yang mas ih hidup. tapi aku harus bertindak bijak!" Kono menaikkan alisnya.

enam. dan berta nya-tanya apakah bisa menemukan kuda seperti itu. Pegunungan di belakangnya tertutup awan tebal. Miyoshi bersaudara meninggalkannya di depan gerbang. Bila mereka harus berperang. Kabar sudah tersiar lebih dulu ke kastil. Shun. tapi ia tidak ingin berperang. Turun dari kuda di dinding luar utama kastil: kuda-kuda diiuntun pergi. dan hanya mengajak Sunaomi. Kaede menantinya di beranda pan jang yang Halaman 102 dari 500 . Takeo b er¬jalan melewati taman. maka akan dibutuh¬kan lebih banyak kuda . ia merindukan kuda lamanya... Kuda tunggangannya udaklah istimewa. dan guntur bergemuruh sehingga kuda-kuda ter kejut dalam kelelahan. Ia akan bicara pada Mori Hiroki tentang kuda. dan juga pada Shigeko.

dan mengganti pakaian yang kerin g. "Nanti kuceritakan alasan kunjungan Sunaomi." "Sunaomi!" seru Kaede. kau pikir masih berusia delapan betas tahun? Kau sama sekali tak memikirkan kese hatanmu!" "Shizuka ada di sini?" tanyanya saat Kaede membimbingnya di beranda menuju bela¬ka ng kediaman. Wajah Kaede bersinar gembira. " "Tentu saja." Wajah Shigeko tampak serius selagi mem¬bungkuk normal lalu meninggalkan mereka. Lord Takeo. Minta pelayan untuk mem¬bawakan pakaian unt uk ayahmu." sahut Takeo. pada Shizuka. "Sh i¬geko. Ayo masuk. dan seruan burung dara terdeng ar dari atap rumah. "Tapi kenapa? Apakah ibunya baik-baik saja? Apakah ada se suatu terjadi pada Hana?" Takeo melihat kecemasan Kaede dan ber¬tanya-tanya seberapa banyak yang dapat ia ce ritakan tentang kecurigaannya.mengelilingi ke-diaman. apa yang terjadi?" Kaede mendongak sekilas ke wajah Takeo lalu berkata. pada Kaede. "Hana baik-baik saja. a . Suara laut memenuhi udara. tempat sebuah kolam dibuat di sekeliling mata air panas. Wajah Kaede bersinar gembira. Dan basah kuyup. "Benarkah ini sepupu kami?" tanyanya. Sunaomi akan tinggal bersama kita selama beberapa waktu." Indahnya hardikan sayang istrinya mem¬bangkitkan perasaan begitu kuat dalam diri T akeo hingga sesaat ingin berdiri di sana untuk selamanya. "Ya. Shigeko berlari menghampiri dari dalam kediaman. dan seruan burung dara terden gar dari atap rumah. "Kami tak menduga kau kembali begitu cepat! Kau berkuda dalam cuaca yang begitu buruk! Kau pasti kelelahan. terdengar olehnya Shigeko bicara pada kedua adiknya. lalu berlutut untuk melepaskan sandal lakeo. Kemudian dia melihat Sunaomi yang tengah berdiri malu-malu di bela kang. engelilingi ke-diaman. katakan pada Shizuka untuk segera me¬nemui kami. "Ya. Kau harus segera mandi. Suara laut memenuhi udara. Lalu perasaan itu berganti dengan hasrat untuk memeluknya. "Ayah!" pekiknya. Namun kabar pertama harus segera disampaikan. Ta keo bisa mendengar langkah ringan putri nya di lantai papan. melarut-kan diri dalam dekapannya. "Ya.

" kata Takeo. Ayo ikut aku. Takeo ingin Kaede melingkarkan tangan lalu memeluk¬nya. Langit dan laut berba ur menjadi satu dalam kabut senja. Sinar matahari keluar dari sela-sela bunga-bunga dan semak¬se mak. Satu demi satu api dan lentera di sekitar teluk mulai dinyala kan dalam kegelapan. Kita harus me¬nemukan Shizuka. Takeo melihat air mata meng¬genang di mata istrinya lalu mulai berlinang di pipinya. Sen tuhannya menenangkan. "Se pertinya begitu. Kaede mengambil air dari kolam dengan ember bambu dan mulai memandikan suaminya. "Muto Kenji sudah tiada. dan segera ke luar dan berpakaian secepatnya. Bagaimana kejadiannya? Apa¬kah dia meninggal karena sakit?" Takeo mendengar dirinya berkata. Kaede berkata. "Aku harus bicara berdua dengan Shizuka. Tiap jengkal tubuhnya terasa sakit." Mereka hanya berdua.yah sudah pulang. Taku mengabarkan hal ini padaku di Hofu. Kaede tidak bicara sepatah kata pun sewaktu melepaskan pakaian Takeo. Dia mengadakan perjalanan sampai keluar perbatasan. Di sekeliling kolam dan sungai. bunga iris tampak berkilauan." Halaman 103 dari 500 . tapi ia harus bicara dulu pada Shizuka. Tapi kalian belum boleh menemuinya. Tak ada kab ar yang jelas. "Suatu kehilangan yang menyakitkan." Ia tidak berlama-lama di dalam air panas seperti yang ia inginkan.

Shizuka harus memilih penggantinya." Belum sempat Shizuka bergerak men¬dekat." Dilihatnya kalau Kaede tidak senang. membuka pintu lemari. "Mendekatlah. seorang pelayan datang membawa teh. atas sikapmu mengho rmati pamanku." sahutnya perlahan. Shizuka bangkit. "tapi bukannya tidak diharapkan. kemudian melang¬kah ke beranda dan men gintip di bawahnya. Shizuka sudah ada di sana. kan?" Tak seorang pun tahu misi yang dilakukan Kenji kecuali ia dan Taku. "Tidak. dan kukira kau harus segera tahu." sahutnya. "Aku harus ceritaka n semua yang aku tahu karena hal itu memengaruhi Tribe. Selagi Takeo minum." tutur Takeo untuk meredam kemar ahan Kaede. "Kenji adalah Ketua Muto. Terima kasih. "Paman tingg al di sana. "Apakah kau dengar ada orang di dekat sini?" Takeo memasang telinga. atas keprihatinanmu. Dia kembali dan duduk di hadapan Takeo. dan kunjungan putra Lo rd Fujiwara. Kini Takeo m enyesal mengapa tidak memberitahu Shizuka sebelumnya. aku akan menceritakan tentang Sunaomi. tidak ada orang lain."Tentunya tak ada yang kau rahasiakan padaku?" Tentunya tak ada yang kau rahasia kan padaku?" "Hanya masalah Tribe. kalau istrinya masih ingin bersamanya. Takeo langsung bicara tanpa salam lebih dulu. Hal ini tak bisa dibicarakan dengan orang luar. "Saat kita hanya berdua. tapi k ita akan menghormatinya dengan mengadakan upa¬cara di sini atau di Yamagata. Akan kusiapkan makan untukmu. Shizuka menuangkannya untuk Takeo. Tak ada jenazah. Taku datang ke Hofu untuk mengabarkanny a. me¬lihat k e sekeliling ruangan dengan cepat." . "Ada banyak hal lain yang perlu kita bicarakan." "Kurasa kau sudah tahu seberapa besar arti Kenji bagiku. di mana pun me nurutmu yang paling sesuai." sahut Kaede lalu mening¬galka nnya. Ketika Takeo kembali ke ruang utama. Lord Takeo. sepupu." "Kukira kemungkinan paman meninggal di Inuyama..." sahut Shizuka dengan nada resmi." kata¬nya. lutut mereka saling berhadapan. "Kau tentu sudah bisa menduga kenapa aku di sini. Aku pulang membawa kabar bahwa pamanmu telah tiada." "Kabar seperti itu tidak pernah disambut baik." "Baiklah.

"Kedua putrimu mulai mahir menguping. kalau Kenji mencari obat sampai kel uar perbatasan wilayah Timur. lalu melanjutkan bicara." "Lebih baik dia mendengar tentang anak¬mu itu dari mulutmu ketimbang dari orang la in." "Terima kasih. dan bisa bersembunyi di tempat yang paling sempit sekalipun." "Takeo.. cucunya. Ku kata¬kan pada Kaede kalau Kenji meninggal karena penyakit. kami pikir b isa memanfaatkan anak-anak Gosaburo untuk menekan mereka agar mau berdamai. kau harus ceritakan semua ini pa da Kaede. Taku hanya tahu kal au Yuki meninggal di desa Kikuta tempat Akio dan anak itu bersembunyi selama beberapa tahun ini." sahut Shizuka. Aku tak ingin putriku atau istriku mendengar pembicaraan kita.." "Dan yang sebenarnya?" "Kenji pergi berunding dengan Kikuta. Halaman 104 dari 500 . Setelah peristiwa di Inuyama. Kaede atau orang lai n di luar Tribe tidak perlu tahu. "Kenji ingin bertemu anak Yuki." Tidak dibiarkannya Shizuka melanjutkan kata-katanya. "Ini kuceritakan karena me¬ny angkut masalah keluarga Muto yang kini menjadikanmu anggota yang dituakan." Takeo menghela napas .

"Aku sudah menyimpannya rapat-rapat begitu lama hingga tak tahu bagaimana member itahukannya. Semua tudah berlalu: anak itu putra Akio; putriku adalah pewaris¬ku. Untuk saat in i, ada pertanyaan mengenai keluarga Muto dan Tribe. Kenji dan Taku bekerjasama dengan baik: ilmu d an ketrampilan yang Kenji miliki tak ada bandingnya. Taku memiliki kemampuan yang hebat, tapi k urasa kau sependapat kalau ada semacam kegoyahan dalam dirinya: aku ragu apakah dia cukup dewasa untuk me¬mimpin Tribe. Zenko adalah putra sulung¬mu, dan pewaris langsung Kenji, dan aku t ak ingin menghina atau mengganggunya, atau ku sudah menyimpannya rapat-rapat begitu lama hingga tak tahu bagaimana memberit ahukannya. Semua tudah berlalu: anak itu putra Akio; putriku adalah pewaris¬ku. Untuk saat in i, ada pertanyaan mengenai keluarga Muto dan Tribe. Kenji dan Taku bekerjasama dengan baik: ilmu d an ketrampilan yang Kenji miliki tak ada bandingnya. Taku memiliki kemampuan yang hebat, tapi k urasa kau sependapat kalau ada semacam kegoyahan dalam dirinya: aku ragu apakah dia cukup dewasa untuk me¬mimpin Tribe. Zenko adalah putra sulung¬mu, dan pewaris langsung Kenji, dan aku t ak ingin menghina atau mengganggunya, atau memberinya dalih untuk..." Takeo berhenti bicara. "Untuk apa?" Shizuka menyela. "Baiklah, kurasa kau tahu betapa mirip sifat putramu dengan ayahnya. Aku khawati r dengan niatnya. Aku tidak bermaksud mem¬biarkannya mengembalikan kita dalam perang saudara lagi." Takeo bicara dengan nada serius, lalu tersenyum dan meneruskan dengan nada lebih ringan. "Mak a aku meng¬atur agar kedua putranya menghabiskan waktu bersama kita. Kurasa kau ingin be r¬temu cucumu." "Aku sudah bertemu Sunaomi," tutur Shizuka. "Tentu saja ini sangat menyenang¬kan. Apakah Chikara juga akan datang?" "Suamimu akan membawanya dengan kapal, bersama makhluk luar biasa yang dia diseb ut kirin," sahut Takeo. "Ah, Ishida sudah kembali; aku senang mendengarnya. Kukatakan yang sebenarnya, T akeo, aku sudah senang dengan hidupku yang tenang, mendampingi Kaede dan anak¬anakmu, istri dari tabibmu. ..tapi rasanya kau hendak membuat tuntutan lain padaku." "Kau masih cepat tanggap seperti biasa," sahut Takeo. "ingin kau menjadi pemimpi n Muto. Taku akan bekerjasama denganmu seperti yang dia lakukan bersama Kenji, dan

Zenko tentu akan tunduk padamu." "Pemimpin keluarga disebut Ketua," Shizuka mengingatkan. "Dan belum pernah ada K etua perempuan!" tambahnya. "Kau bisa menyebutnya apa saja. Itu akan menjadi contoh yang baik. Aku hendak memperkenalkannya ke wilayah lokal juga: kita akan memulai dengan Negara Tengah lalu kita sebarkan ke luar. Sudah banyak area di mana perempuan dengan kebaikan dan kemamp uan dapat menggantikan posisi suaminya. Mereka akan diakui dan diberi wewenang yang sama s eperti laki-laki." "Jadi kau akan memperkuat negara ini dari akar, dan para ksatria akan mendukung putrimu?" "Bila Shigeko menjadi satu-satunya penguasa perempuan, dia juga harus bersikap l ayaknya laki-laki. Bila perempuan lain berada di puncak kekuasaan, kita mungkin bisa melihat peruba han mengalir ke seluruh Tiga Negara." "Kau masih saja senang berkhayal, sepupuku!" sahut Shizuka seraya tersenyum, ter lepas dari penderitaan yang ditanggung nya. "Kau mau melakukannya, kan?" "Baiklah, sebagian karena pamanku pernah mengisyaratkan bahwa hal ini juga keing inannya. Dan setidaknya sampai Taku mantap dan Zenko sadar. Kurasa dia akan sadar, Takeo, dan terima kasih atas tindakan¬mu yang berhati-hati padanya. Namun apa pun hasilnya nanti, keluarga Muto akan tetap setia padamu dan keluargamu." Shizuka membungkuk hormat dengan sikap resmi . "Aku bersumpah padamu sekarang, Lord Otori, sebagai pemimpim mereka." "Aku tahu apa yang telah kau lakukan untuk Lord Shigeru dan keluarga Otori. Aku berhutang banyak padamu," ujar Takeo dengan penuh perasaan. "Aku senang kita bisa bicara berdua," imbuh Shizuka, "karena kita harus mem¬bicara kan tentang si kembar. Aku berharap bisa bertanya pada pamanku mengenai se¬suatu yang baru saja t erjadi, tapi mungkin kau tahu cara mengatasinya." Halaman 105 dari 500

Diceritakannya pada Takeo mengenai peristiwa yang terjadi pada kucing, bagai¬mana kucing itu tertidur dan tak pernah bangun lagi. iceritakannya pada Takeo mengenai peristiwa yang terjadi pada kucing, bagai¬mana k ucing itu tertidur dan tak pernah bangun lagi. "Aku tahu Maya memiliki kemampuan ini," tutur Shizuka, "karena dia pemah mem¬perli hatkan tandatandanya selama musim semi. Satu atau dua kali aku bahkan pusing ketika dia menatapku. Ta pi tak seorang pun dari keluarga Muto tahu tentang sihir tidur Kikuta, meskipun banyak takhayul yang ber¬kaitan dengan hal itu." "Kemampuan itu seperti obat yang sangat mujarab," sahut Takeo. "Sedikit akan men guntungkan, tapi jika terlalu banyak justru bisa menyebabkan kematian. Orang membuat diri mereka terbuka pada kemam¬puan itu karena kelemahan diri mereka sendiri, karena kurangnya pengendalian diri mereka. Aku diajarkan untuk mengendali¬kannya di Matsue dan di sana aku belajar bahwa Kikuta tak pernah menatap langsung anak-anak mereka karena seorang anak tidak dapat melawan tatapa n itu. Kurasa seekor kucing kecil sama lemahnya. Aku belum pernah mencobanya pada kucing, hany a pada anjing dan aku sudah mahir melakukan¬nya." "Kau belum pernah mendengar per¬pindahan antara orang yang sudah mati dengan orang yang membuat mereka tertidur?" Pertanyaan itu membuat bulu kuduk Takeo berdiri. Hujan mulai turun lagi, dan kin i gemuruhnya semakin keras di atap. "Biasanya bukan sihir tidur yang mampu membunuh," tuturnya dengan hati-hati. "Di gunakan hanya untuk melemahkan: kematian pasti disebabkan oleh hal lain." "Itu yang mereka ajarkan padamu?" "Mengapa kau menanyakan hal ini?" "Aku mencemaskan Maya. Dia menunjuk¬kan tanda-tanda kerasukan. Ini pernah ter¬jadi d i keluarga Muto, kau tahu; Kenji dijuluki Si Rubah saat masih muda: kabarnya dia pernah ker asukan roh rubah bahkan menikah dengan seekor rubah tapi selain pamanku, aku tidak tahu ada perubah an bentuk yang pernah terjadi. Hampir seolah Maya yang menarik roh kucing itu masuk ke dal am dirinya. Semua anak suka bertingkah seperti hewan, tapi seharusnya mereka lebih manusiawi ketik a mulai dewasa; Maya justru sebaliknya. Aku tidak membicarakan hal ini pada Kaede; Shigeko sudah curiga ada yang

tidak beres. Aku senang kau sudah kembali." Takeo mengangguk, merasa gelisah dengan kabar ini. "Cucu-cucumu tidak me nunjukkan tanda-tanda ketrampilan Tribe," komentarnya. "idak, dan aku cukup lega. Biarlah mereka menjadi putra Zenko, ksatria. Kenji me ngatakan bahwa kemampuan itu akan menghilang dalam dua generasi. Mungkin, dalam diri si kembar kita menyaksikan pancaran sinar yang terakhir sebelum lentera¬nya padam." Pancaran sinar yang terakhir ini bisa mem¬buat bayangan-bayangan aneh, pikir Takeo . *** Tak seorang pun mengganggu selama mereka berbincang-bincang: setengah sadar ia s eperti mendengar ada tarikan napas, bunyi sambungan papan yang bergerak, langkah ringan yang menandakan ada yang menguping. Tapi saat memerhatikan lagi, yang terdengar hanya lah siraman air hujan, halilintar di kejauhan, dan hempasan ombak. Namun ketika mereka selesai, dan Takeo berjalan ke kamar Kaede di koridor yang m engkilap, ia mendengar suara luar biasa di depannya, semacam raungan dan geraman, setengah ma nusia dan setengah hewan. Kemudian terdengar suara memekik ke takutan, dan derap langkah kaki. Takeo ber¬belok di sudut dan Sunaomi menabrak-nya . "Paman! Maaf!" Bocah itu tertawa cekikikan kegirangan. "Macan itu ingin me¬nangkap ku!" Halaman 106 dari 500

Awalnya Takeo melihat bayangan di kertas kasa. Sesaat terlihat jelas olehnya sos ok tubuh manusia, dan satu sosok lagi di belakangnya dengan telinga rata, kuku yang siap mencakar dan kibaskan ekor. Lalu si kembar datang berlarian dari sudut, dan mereka berdua hanyalah anak pere mpuan biasa, bahkan saat sedang menggeram. Mereka langsung ber¬henti mematung ketika melihat ayahnya. walnya Takeo melihat bayangan di kertas kasa. Sesaat terlihat jelas olehnya soso k tubuh manusia, dan satu sosok lagi di belakangnya dengan telinga rata, kuku yang siap mencakar dan kibaskan ekor. Lalu si kembar datang berlarian dari sudut, dan mereka berdua hanyalah anak pere mpuan biasa, bahkan saat sedang menggeram. Mereka langsung ber¬henti mematung ketika melihat ayahnya. "Ayah!" "Itu dia macannya!" jerit Sunaomi. Miki melihat wajah ayahnya, menarik lengan baju Maya lalu berkata, "Kami cuma ma in-main." "Kalian sudah terlalu besar untuk per¬mainan seperti itu," ujarnya, menyembunyi¬kan kekhawatirannya. "Bukan begini caranya menyambut ayah kalian. Ayah berharap me¬nem ukan kalian tumbuh menjadi perempuan muda." Seperti biasa, rasa tidak senang sang ayah menciutkan nyali mereka. "Maaf," kata Miki. "Maafkan kami, Ayah," ujar Maya me¬mohon, tanpa sedikit pun sisa geraman macan dal am suaranya. "Ini salahku juga," imbuh Sunaomi. "Semestinya aku sudah tahu. Lagipula, mereka hanyalah anak perempuan." "Ayah tampaknya perlu bicara serius dengan kalian berdua. Di mana ibu kalian?" "Ibu sedang menunggu Ayah. Kata ibu mungkin kami boleh makan bersama Ayah," bisi k Miki. "Baiklah, Ayah kira kita harus menyambut kedatangan Sunaomi. Kalian boleh makan bersama kami. Tapi tidak ada lagi permainan berubah menjadi macan!" "Tapi manusia seharusnya mengumpan¬kan diri mereka pada macan," ujar Maya selagi m ereka berjalan di sampingnya. "Shigeko yang menceritakan itu pada kami." Maya tidak bisa menahan untuk berbisik pada Sunaomi, "Dan yang paling disukai ma can adalah anak laki-laki." Merasa jera atas teguran pamannya, Sunaomi tidak menyahut. Takeo bermaksud untuk berbicara dengan si kembar malam ini, tapi seusai makan

malam, ia merasa kelelahan dan keinginan berdua saja dengan Kaede. Kedua putri k embarnya bersikap sempurna selama makan malam, bersikap baik pada sepupu mereka, dan sopa n pada orangtua dan kakak sulung mereka. *** Saat ini Takeo menatap Kaede di bawah keremangan cahaya lentera, tampak lekuk tu lang pipi dan siluet istrinya. Jubah tidur membungkus tubuh Kaede yang duduk bersila di matras , tubuh rampingnya tampak putih samar-samar dengan selimut sutra. Takeo berbaring dengan kepala di pangkuan Kaede, merasakan panas tubuh istrinya, mengenang dulu ia sering berbaring seperti ini p ada ibunya saat kecil. Rambutnya dibelai lembut oleh Kaede sampai ke leher, me¬lemaskan syarafnya yang tegang. Mereka hanyut dalam perasaan cinta, tak lama setelah hanya berdua, nyaris tanpa kata¬kata, mencari kedekatan serta meleburkan diri dalam kesatuan, senantiasa begitu akrab. Mereka berbagi kesedihan atas kematian Kenji tanpa suara, atau perasaan terasing dari rahasia T akeo tentang Tribe atau pun kekhawatiran tentang putri mereka. Semua kecemasan ini kian membakar keintiman t anpa kata-kata dari hasrat mereka dan seperti biasa, ketika hasrat mereda, bak mukjizat, pemuli han pun terjadi: sikap dingin Kaede menguap; kesedihan Takeo seperti bisa dilalui. Banyak hal yang mesti dibicarakan. Pertama tentang kecurigaan terhadap Zenko dan alasan ia membawa kedua putra Arai ke rumah mereka. Halaman 107 dari 500

"Tentu kau takkan mengangkat mereka secara sah menurut hukum, kan?" seru Kaede. Tentu kau takkan mengangkat mereka secara sah menurut hukum, kan?" seru Kaede. "Bagaimana jika aku melakukannya?" "Aku menganggap Sunaomi seperti anak kandungku tapi Shigeko akan tetap menjadi pew arismu?" "Ada banyak kemungkinan: bahkan pernikahan, saat dia cukup dewasa. Aku tak ingin melakukannya dengan tergesa-gesa. Semakin lama kita menunda keputusan, semakin besar kemungki nan Zenko tersadar dan tenang. Tapi aku khawatir dia didukung Kaisar dan para pendukungnya di wilayah Timur. Kita harus berterima kasih pada penculikmu untuk hal itu!" Diceritakannya tentang penemuannya dengan Lord Kono. "Mereka mencap diriku sebag ai penjahat. Karena Fujiwara adalah kerabat Kaisar sehingga dia terbebas dari kejahatannya!" "Kuatnya tekadmu soal sistem keadilan mungkin telah membuat mereka ketakutan," k ata Kaede. "Karena hingga saat ini tak seorang pun berani mencela atau meng¬hukum orang seper ti Fujiwara. Aku tahu dia bisa saja membunuhku tanpa berpikir panjang. Tak seorang pun berani menolak perintahnya, tidak ada yang berpikir kalau apa yang dilakukannya salah. Perasaan laki¬laki tidak lebih berharga dari sebuah lukisan atau jambangan berharga karena dia bisa membunuh pere mpuan dengan entengnya seolah hanya menghancurkan salah satu hartanya aku nyaris tidak b isa mengung¬kapkan dengan kata-kata betapa sikapnya melemahkan keinginanku dan membuat tubuhku serasa lumpuh. Kini pembunuhan atas perempuan di Tiga Negara akan dihuku m sama seperti pembunuhan terhadap laki-laki, dan tidak ada orang yang bisa lolos dari keadilan hanya karena derajat mereka. Keluarga-keluarga ksatria kita lelah me nerimanya, namun di luar perbatasan kita, baik itu ksatria maupun bangsawan akan menganggap hukum sebagai penghinaan. "Kau mengingatkan betapa banyak hal yang dipertaruhkan. Aku takkan mengun¬durkan d iri seperti permintaan Kaisar, tapi aku juga tak ingin terjadi peperangan. Namun bila kita m emang harus berperang di wilayah Timur, maka makin cepat makin baik." Takeo menceritakan ten tang senjata api, dan misi Fumio. Tentu saja Kahei berpikir kita harus segera bersiap: kita punya waktu untuk membangun kekuatan sebelum musim dingin. Tapi di Terayama semua Guru Besar menen tangnya. Mereka mengata¬kan kalau aku harus pergi ke ibukota musim semi depan bersama Shige ko, dan semua masalah akan terpecahkan." Takeo mengernyitkan dahi. Kaede meng¬gosokkan jari di dahi Takeo, menghaluskan gar

is-garis kerutannya. "Gemba memiliki serangkaian tipuan baru," ujarnya. "Tapi kukira akan mem¬butuhkan lebih dari sekadar itu untuk meredam nafsu kekuasaan jenderal Kaisar, Saga Hideki, Si Pembu ru Anjing."** Keesokan harinya dilakukan persiapkan upacara pemakaman Kenji, dan mendiktekan s urat-surat. Minoru dibuat sibuk seharian, menulis surat untuk Zenko dan Hana bahwa Sunaomi t iba dengan selamat; surat kepada Sugita Hiroshi, memintanya datang ke Hagi secepat mungkin; surat kepada Terada Fumifusa, mengabarkan tentang kepulangan Takeo dan keberadaan putranya, F umio, dan terakhir surat kepada Sonoda Mitsuru di Inuyama, memberitahukan bahwa belum ada Keputusan mengenai nasib kedua sandera; masalah ini akan dibicarakan pada per¬temuan mendata ng. Kaede memberitahukan pada Takeo dan Minoru tentang semua masalah terbaru yang be rkaitan dengan kota Hagi dan penduduk¬nya. Minoru mencatat dengan hati-hati ten-tang Keput usan yang akan diambil. Di pengujung hari yang panjang, panas serta melelahkan, Takeo perg i mandi, dan me Halaman 108 dari 500

ngirim perintah agar putri kembarnya datang menghadapnya ke sanairim perintah ag ar putri kembarnya datang menghadapnya ke sana. Mereka menyelinap masuk ke air beruap dengan tubuh telanjang: badan mereka tak l agi seperti badan anak-anak, rambut mereka panjang dan tebal. Sikap mereka lebih tenang dari biasanya, jelas masih belum yakin apa¬kah Takeo sudah memaafkan tingkah mereka pada hari sebelumny a. "Kalian kelihatan lelah," kata Takeo. "Ayah berharap kalian bekerja keras hari i ni." "Shizuka galak sekali hari ini," Miki meng¬hela napas. "Dia bilang kami perlu lebi h disiplin." "Dan Shigeko memaksa kami menulis begitu banyak," keluh Maya. "Jika aku tidak pu nya jari seperti Ayah, apakah Lord Minoru akan menulis untukku?" "Ayah dulu belajar menulis, maka kalian pun begitu," sahutnya. "Dan menulis jauh lebih sulit bagi Ayah karena usia Ayah sudah lebih tua. Makin muda, makin mudah belajar. Bersyuku rlah kalian memiliki guru yang sangat baik!" Nada suaranya terdengar tegas. Miki memegang-megang bekas luka ayahnya yang melintang dari leher samping ke dada. Takeo bicara dengan suara lebih lembut. "Banyak hal dituntut dari kalian. Kalian harus belajar cara ksatria, begitu pula dengan semua rahasia Tribe. Ayah tahu itu tidak mudah. Kali an memiliki banyak bakat: kalian harus hati-hati menggunakannya." Miki berkata, "Karena kejadian pada kucing itu?" "Coba ceritakan," sahut Takeo. Si kembar saling bertukar pandang tanpa bicara. Takeo berkata, "Kalian adalah darah daging Ayah. Kalian ditandai, seperti juga A yah, sebagai Kikuta. Tidak ada yang tidak bisa kalian ceritakan pada Ayah. Maya, apa yang terjadi pad a kucing itu?" "Aku tak bermaksud menyakiti," Maya mulai bicara. "Jangan bohong," Takeo memperingatkan. Maya meneruskan, "Aku ingin melihat apa yang akan terjadi." Suaranya kedengaran serius; menatap lurus pada Takeo. Kelak Maya ingin menantang tatapan ayahnya. "Aku marah sekali dengan Mori Hiroki." "Hiroki menatap kami," Miki menjelas¬kan. "Semua begitu. Seolah kami ini setan." "Dia menyukai Shigeko dan tidak menyukai kami," tutur Maya.

"Sama seperti semua orang," ujar Miki, dan seolah diamnya Takeo melepaskan ses¬uat u dalam dirinya, Miki menangis. "Kami dibenci karena kami kembar!" Si kembar jarang menangis. Satu lagi sifat yang membuat mereka nampak tidak waja r. Maya juga menangis. "Ibu juga membenci kami karena ibu menginginkan anak laki¬laki , dan bukannya dua anak perempuan!" "Chiyo yang bilang pada kami," Miki menelan ludah. Takeo merasa hatinya remuk redam karena kesedihan. Memang mudah menya¬yangi putri sulungnya, tapi ia lebih menya¬yangi si kembar karena mereka tidak mudah disayangi , dan juga merasa iba pada mereka. "Kalian sangat berharga bagi ayah," sahut¬nya. "Ayah merasa gembira karena kalian kembar dan kalian anak perempuan. Ayah lebih senang anak perempuan ketimbang semua anak lak i-laki di dunia ini." "Saat Ayah ada di sini, kami merasa aman. dan kami tak ingin melakukan hal-hal y ang buruk. Tapi Ayah sering pergi jauh." "Ayah ingin mengajak kalian tapi tidak Halaman 109 dari 500

selalu bisa. Kalian harus bersikap baik bahkan saat Ayah tidak ada di sini." ela lu bisa. Kalian harus bersikap baik bahkan saat Ayah tidak ada di sini." "Orang-orang seharusnya tidak boleh menatap kami," ujar Maya. "Maya, mulai saat ini kau yang harus berhati-hati saat menatap. Kau sudah tahu c eritanya Ayah sudah sering ceritakan padamu tentang pertemuan Ayah dengan raksasa Jin-emon?" tan ya Takeo. "Ya," sahut mereka serempak dengan penuh semangat. "Ayah menatap matanya dan dia tertidur. Itulah sihir tidur Kikuta yang berguna u ntuk melumpuhkan musuh. Itulah yang kau laku¬kan pada kucing itu, Maya. Tapi Jin-emon bertubuh besa r, setinggi gerbang kastil serta lebih berat dari banteng. Kucing bertubuh kecil, dan masih muda, dan sihir tidur itu membunuhnya." "Kucing itu tidak benar-benar mati," tutur Maya, bergerak mendekati lalu bergela yut di lengan kiri ayahnya. "Kucing itu men¬datangiku." Takeo berusaha tak menunjukkan ke¬kagetannya, tak ingin membungkam putri¬nya. "Kucing itu datang tinggal bersamaku," ujar Maya. "Kucing itu tidak keberatan. Karena sebelumnya kucing itu tidak bisa bicara, kini dia bisa bicara. Dan aku pun tidak keberatan. Aku suka kucing itu. Aku suka menjadi kucin g." 'Tapi Jin-emon tidak mendatangi Ayah, kan?" tanya Miki. Bagi mereka hal ini tida k lebih aneh dibandingkan dengan kemampu¬an menghilang, atau sosok kedua, dan mungkin tidak leb ih berbahaya. "Tidak, karena akhirnya Ayah menggorok tenggorokannya dengan Jato. Dia mati kare na digorok, bukan karena sihir tidur itu." "Apa Ayah marah dengan kejadian kucing itu?" tanya Maya. Takeo tahu kalau mereka percaya padanya, dan ia tak ingin kehilangan kepercayaan itu, juga sadar kalau mereka bersifat pemalu layaknya hewan liar yang dapat kabur dalam sekejap. Terkenang masamasa penuh pen¬deritaan selama bersama Kikuta. kekejaman dalam pelatihannya. "Tidak. Ayah tidak marah," sahut Takeo dengan tenang. "Shizuka marah sekali," gumam Miki. "Tapi Ayah harus tahu semuanya agar bisa mel indungi kalian, dan menghentikan kalian agar tak menyakiti orang lain. Ayah adalah orangtua dan juga senior kalian dalam keluarga Kikuta.

Kalian berhutang kepatuhan pada Ayah dalam kedua hal itu." "Kejadiannya begini," tutur Maya. "Aku marah pada Mori Hiroki. Kulihat betapa sa yangnya dia pada kucing itu. Aku ingin dia membayar perbuatannya karena tidak mau menatap kami. D an kucing itu manis sekali. Aku ingin bermain dengannya. Maka kutatap matanya, dan aku tidak b isa berhenti menatapnya. Kucing itu lucu, dan aku ingin menyakiti Hiroki, dan aku tak bisa me ng¬hentikannya." Maya berhenti, menatap tak berdaya ke arah Takeo. "Teruskan," ujarnya. "Aku menariknya masuk. Dari tatapan matanya, melalui tatapan mataku. Kucing melo mpat masuk ke dalam diriku. Kucing itu melolong dan mengeong. Tapi aku tidak bisa berhenti men atapnya. Kemudian kucing itu mati. Tapi dia masih hidup." "Lalu?" "Lalu Mori Hiroki sedih, dan itu mem¬buatku senang." Maya menghela napas panjang, seolah habis susah mengingat pelajaran yang telah dihapalkannya. "Hanya itu. Ayah, sungguh." Takeo menyentuh pipi Maya. "Kau telah berkata jujur. Tapi kau tahu betapa mem¬bing ungkan perasaanmu. Pikiranmu tidak jernih, yang justru harus sebaliknya saat menggunaka n kemampuan Tribe itu. Saat menatap mata orang lain, kalian akan melihat kelemahan mereka. I tulah yang membuat mereka rapuh pada tatapan kalian." Halaman 110 dari 500

"Kita berdua menikah saja. Shigeko bangu ."Apa yang akan terjadi padaku?" tanya MayaApa yang akan terjadi padaku?" tanya M aya. "Kelak kau pasti berubah pikiran. Kenji telah berpulang ke alam baka." sahut Miki. "Terutama Sunaomi! Ayah tidak akan men gangkat Sunaomi sebagai anak." ujar Miki. "Aku benci anak-anak." sahut Miki sepakat. Kita harus mengamati¬mu untuk mencari tahu. juga Jo-An." Takeo menggoda." "Mestinya Kenji tahu. "Kami tidak harus menikah dengan Sunaomi. Tapi kau harus ber¬janji pada Ayah untuk tidak menggunakan sihir tidur Kikuta pada orang lain sampai Ayah ijinkan. Kedua putrinya berada di dekatnya. yang tak lama kemudian menjadi tempat ziarah bagi ke luarga Muto dan anggota Tribe yang lain." ujar Miki. dan kedua putri kembarnya yang belum bi sa dilindunginya dari kerasukan yang akibatnya pun belum bisa diperkirakannya. ka u membuat kesalahan. sambil tertawa cekikikan. tubuh mereka begitu mirip dengan tekstur dan warna kulit dirinya. kini lebih tenang.* Musim hujan plum sudah selesai dan hawa panas musim panas dimulai. Tindakanmu salah. "Sebagai hukuman!" "Aku tak ingin ditunangkan dengan siapa pun. kan?" tanya Maya. kan?" "Ayah tak membutuhkan anak laki-laki. "Dia menceritakan ten tang roh-roh hewan dan cara Tribe memanfaatkannya. menangisi kepergian gurunya. dan batu nisan didirikan untuknya di kuil Hachiman di sebelah Tokoji. Dan Takeo merasakan matanya pun menghangat." sahut Takeo. dan mulai menangis lagi. seperti juga Shiger u." "Kuharap dia belum mati." kata Maya. Kau akan harus menanggung akibatnya." sahut Takeo. *** Pemakaman Kenji dilaksanakan keesokan harinya. "Mengapa? Siapa yang mengatakan kalian harus menikah dengannya?" "Sunaomi mengatakan pada kami kalau dia ditunangkan dengan salah satu dari kami! " "Hanya kalau dia benar-benar nakal. Kalian membutuhkan laki-laki untuk bisa punya anak. "Lalu kalian takkan punya anak. Kini mereka bertiga menginspirasi dan melindungi orang yang masih hidup di dunia fana ini." "Aku tak ingin punya anak." sahut Maya setuju." kata Maya di sela-sela isak tangisnya yang baru meleda k lagi. "Ayah tidak tahu. "Aku ingin menikah dengan Miki.

mengajarin ya sopan santun.n sebelum matahari terbit dan pergi ke kuil di tepi sungai untuk menghabiskan waktu ber¬sama si kuda hitam jantan saat udara masih dingin. Halaman 111 dari 500 . Dua kuda betina tua menggigit dan menendang. sedangkan kuda jantan mulai bisa menerima kehadiran Shigeko. meringkik saat meli hat¬nya dan menunjukkan tanda sayang.

"Kuda ini mulai menyayangiku. Shigeko berharap membaca kala u Hiroshi sudah menikah. kuda itu tampak seolah terbang. tempat dia menjalankan pemerintahan wilayah milik ibu Shigeko dan suatu kelak akan menjadi miliknya. peristiwa besar selanjutnya di musim panas adalah kedatangan Sugit a Hiroshi dari Maruyama. berapa usia kedua putramu saat mereka menikah?" "Zenko delapan belas tahun." jawab Shizuka. pada malam-malam yang hangat ket ika langit hitam kelam dan bintang¬bintang terlihat membesar. dan Taku tujuh belas tahun." "Kuda ini sudah siap dijinakkan. Dia tidak pernah melakukannya pada siapa pun. sedangkan ayah Anda terlalu sibuk. Aku sudah terlalu tua dan lamban." bantah Shigeko. yang pasti jangan seorang diri. Dan Ayah bisa menungganginya saat kami me¬lakukan perjalanan ke Miyako." komentar Mori Hiroki. dan tidak menyebut istri atau tunangan yang ditinggalkan di Maruyama. Menunggu hingga bisa bicara berdua pada Shizuka." komentar Mori Hiroki." Lalu pi kiran itu terbersit di benaknya. Dinamainya kuda itu Tenba karena ada sesuatu bersifat surgawi pada kuda itu. tapi dia hanya setengah mengakui kalau dia lega saat Hiroshi berkuda ke Hagi seo rang diri. memer¬hatika n kuda jantan itu menggesek-gesekkan kepalanya di bahu Shigeko. "Shizuka. Hiroshi tinggal bersama keluarga Otori sampai usia dua puluh tahun lalu pindah ke Maruyama. Hiroshi akan datang ke Hagi Kami bisa menjinakkan kuda ini bersama-sam a. karena usianya sudah dua puluh enam tahun dan belum beristri. Takeo selalu menyempatkan waktu bersama mereka. "Tapi Anda jangan mencobanya dulu . serta hembusan lembut angin dari laut membuat kediaman terasa dingin. Anak-anak berenang di laut dan melanjutkan pelajar an dan pelatihan dengan gembira karena sang ayah sudah pulang. "Ayah tak memiliki kuda yang di sukai sejak Shun mati." sahut Shigeko. "Tidak t erlalu muda. Kedatangannya terasa seperti kemb alinya kakak lakilaki bagi ketiga gadis itu."Dia tidak pernah melakukannya pada siapa pun. Bagi Shigeko. Meskipun urusan pemerintahan membu atnya sibuk. Hari-hari yang panas berlalu. Setiap kali menerima surat." ." "Tapi harus aku lakukan." ujar Hiroki. "Aku ingin berikan untuk ayahku. Shigeko membuka topik pembicaraan dengan santai. Hal ini t ak bisa dijelaskan. dan sewaktu berderap mengelilingi padang rumput. memer¬hatikan kuda jantan itu menggesek-gesekkan kepalanya di bahu Shigeko.

"Tapi aku terpak sa harus mencarikan istri untuknya! Apakah dia memiliki perempuan simpanan?" "Kurasa ada. Kedekatannya pada keluargamu hampir seperti anak laki-laki di keluarga ini." kata Shigeko. "Kebanyakan laki-laki memiliki perempuan simpanan!" "Ayahku tidak." tutur Shizuka. Hiroshi jatuh cinta pada Hana sehingga tak mau men ikah lagi? "Bila ada unsur persekutuan pada diri mereka. Dia akan menyerahkan Maruyama padamu tahun ini."Dan usia Taku dan Sugita sebaya." sahut Shigeko. dan itulah alasannya dia tidak menikah. dan setenga h tercengang dengan rasa sakit di hatinya." ujar Shigeko. sudah pasti ayahmu akan menikah¬kan mereka. setengah ingin meneruskan pembicaraan. kan?" "Ya. Terutama Hiroshi yang selalu mend ambakan menjadi suami Hana: dia amat mengagumi ibumu dan meng¬anggap Hana mirip dengannya." "Kuharap dia akan terus mengabdi padaku di sana. "Kukira ketiganya berharap bisa menikahi Hana." sahut Shizuka. "Tapi posisi Hiroshi itu unik. Kedudukannya kurang tinggi. namun dia tak punya tanah warisan nya sendiri." "Sungguh aneh." Shi zuka tertawa. tapi sudah menjadi rahasia umum kalau Hiroshi tak dapat menghapus kekecewaannya. Halaman 112 dari 500 . dan mereka lahir di tahun yang sama bibimu Hana juga lahir di tahun itu. Taku ber¬hasil mengat asi patah hatinya.

Satu atau dua kali Shigek o merasa kalau laki-laki itu menatapnya. Tubuhnya tidak terlalu tinggi. Aku hanya ingin tahu seperti apa: hal-hal yang dilakukan laki -laki dan perempuan bersama. Memang tidak. Saat itu wajah Hiroshi tak bersemangat. Hiroshi dilatih dengan Ajaran Houou. pernikahan." Tatapan mata Shizuka menerawang jauh. ekspresinya tenang. seperti diri nya. "Ingin tahu mengapa mereka sangat ber¬beda dengan laki-laki lain. "Dan ayahmu akan memilih jodohmu dengan bijaksana. Sejak mulai beranjak dewasa ditemukan ia gelisah dengan keinginan disentuh lakilaki." seru Shigeko. Hiroshi selalu me¬manda ng ke arah lain. rambutnya tebal dan hitam p ekat." Tatapan mata Shizuka menerawang jauh." katanya. "Mereka harus sedikit lebih bijaksana. penuh optimisme tentang panen yang akan datang dan dengan bersemangat menceritakan hasil teknik inovasi dalam melatih kuda dan manusia. Hal itu agak menenangkannya: mereka selalu menjadi teman se . Dan kurasa mereka tak in gin membuat orang yang mereka sayangi tersiksa rasa cemburu. aku ingin tahu apakah dia bisa menemukan orang yang cukup baik. Tampak suasana hatinya sangat baik. kira-kira setinggi ayahnya tapi lebih tegap dan d engan wajah lebih gemuk." Shigeko mengamati Hiroshi malam itu saat makan malam. Bahkan ayahmu memilih dengan sangat teliti." sahut Shizuka. tapi saat ia melihat ke arahnya. dan hanya bicara langsung pada Shigeko satu atau dua kali." sa hut Shizuka. "Apakah ada orang yang kau sukai. "Sayang sekali para gadis tidak dibolehkan memiliki kekasih layaknya anak laki-l aki. begitu pula Lord Shigeru. Bentuk matanya panjang dan ekspresinya hidup. tapi ia tahu kalau ini tidak sepenuhnya benar." 'Tapi untungnya kau masih terlalu muda untuk mempunyai perasaan semacam itu."Memang tidak. dan ingat kalau." "Mungkin perempuan lain tidak menarik perhatian mereka." "Tak menikah pun aku sudah bahagia. me nggoda si kembar dan memuji Kaede. malah hampir tak bersahabat. tertawa. Mengin gatkan Shigeko pada wajah guru-gurunya di biara saat bermeditasi. begitu pula Lord Shigeru. berkelakar dengan Takeo dan meng¬ingatkannya tentang mund urnya pasukan saat badai topan dan pertempuran merebut Hagi. cinta. itu pun dengan sikap form al. Dia tidak mirip orang yang dimabuk cinta. Shigeko? Kau sudah leb ih dewasa dari yang kukira?" "Tentu saja tidak." "Cemburu adalah perasaan yang menakut¬kan.

"Datanglah ke kuil besok pagi dan kau bisa lihat sendiri. tapi hari ini Hiroshi menyuruh mereka pergi. Udara terasa tenang. saat matahari terbit di atas pegunungan dan mengubah permukaan tenang sungai menjadi cermin yang berkilauan memantulkan dunia yang tampak lebih nyata ketimbang dunia yang mereka lalui. d an pedang di sabuknya. Tepat sebelum beristirahat.perjuangan. cahaya cerah dan keemasan. "Dengan senang hati. Sesaat Hiroshi ragu-ragu. mengenakan celana panjang dan pembalut kaki. kemudian ber¬kata. Hiroshi ber¬tanya padanya tentang kuda muda itu karena Shigeko pernah menyuratinya tentang masalah itu. Dia berpakaian untuk menunggang kuda. sama seperti pada si kembar. Shigeko mengenakan pakaian yang hampir serupa. Dia hanya menganggapku sebagai adik. Halaman 113 dari 500 . meskipun hubungan mereka tak bisa lebih dari itu. Shigeko men¬cerit akan tentang kuda itu. Ijinkan aku meng awalmu. dan sikap kaku Hiroshi perlahan luruh. Hiroshi selalu memahami dan me ndukungnya. Sebaliknya." Nada suaranya terdengar dingin. dan berani berdebat dengan Shig eko seperti yang sering dilaku¬kannya lima tahun silam. dan hanya bersenjatakan tongkat pendek yang disembunyikan. Biasanya dua penjaga kastil mendampingi Shigeko." sahut Shigeko. Mereka berjalan berdampingan menyebe¬rangi jembatan batu. seperti yang sering mere ka lakukan ketika Shigeko masih kecil. per¬debatan ini bagi Shigeko sama mengecewa¬kannya dengan sikap resmi laki-laki itu. rambutnya diikat ke bel akang dengan tali. dan kata-katanya resmi.

" Tadinya aku berharap kau datang untuk melihat kuda milikku!" kata Shigeko. wajah laki-laki itu agak memerah hingga ke lehernya. "Itu sebabnya aku dipanggil.Matahari pagi menyinari kuil tua: Hiroki sudah siap dan Hiroshi menyambutnya den gan gembira karena dia menghabiskan masa kecilnya dengan orang tua itu. Setelah beberapa saat." sahutnya pelan. Aku tak ingin orang lain yang melakukan¬nya kuda ini perc aya padaku. kegelapan dan cahaya." seru Hiroshi." "Nantinya kuda ini juga akan percaya padaku." sahut Hiroshi. membiasakan si kuda dengan sentuhan Hiroshi. dan kepercayaan itu tak boleh dihancurkan. kan?" "Ada awan badai di kaki langit. "Kuharap kau ada wa ktu untuk membantuku menjinakkannya." Ajaran Houou merupakan ajaran tentang unsur-unsur laki-laki dan perempuan: kekua tan yang lembut. di kepala. tapi telinganya berdiri tegak dan memutar bola matanya saat melihat Hiroki. welas asih yang kuat. bayangan dan matahari. dia bisa menjadi kuda perang yang luar biasa. ahari pagi menyinari kuil tua: Hiroki sudah siap dan Hiroshi menyambutnya dengan gembira karena dia menghabiskan masa kecilnya dengan orang tua itu. "Tapi aku tak ingin ayah membawanya ke kancah pertempuran! Sekarang kita dalam kedamaian. jadi aku harus ada di sini te rus. belajar ketrampilan menjinakkan dan mengembang¬biakkan kuda." "Aku ingin menghadiahkannya kepada Ayah. sekitar telinga. Ketika mereka menghampirinya. "Aku akan ke sini k apan saja ayahmu tak membutuhkan diriku. Shigeko terkejut sewaktu melihat s ekilas ke arah Hiroshi. membe ranikan diri menggoda. kuda itu berderap ke arah Shigeko. Dibutuhkan jug a kekuatan serta ketegasan seorang laki¬laki." ujar Hiroshi. pinggul bagian samping dan di bagi . belajar ketrampilan menjinakkan dan mengembang¬biakkan kuda. Shigeko bicara dengan sikap canggung. Mereka memulainya pagi itu. Kelembutan saja tak bisa menjinakkan kuda seperti ini. dengan cara yang pernah diajarkan pada kita. Kita akan menjinakkannya bersama-sama. "Jika bisa dijinakkan. Tenba mendengar suara Shigeko dan meringkik. "Bukan hanya melihat kudamu. yang tersembu nyi serta yang terungkap. "Kuda ini menakutkan sekaligus tampan." ujar Shigeko. sebelum hawa panas semakin kuat.

namun patuh pada cara mereka menanganinya." sahut Hiroshi.an bawah perutnya. seringkah dengan kekerasan. membalas senyuman Shigeko dengan sik ap hangat. Kemudian mereka menempatkan pita halus di sepanjang punggung hingga ke leher." Wajah Shigeko bersinar. kan?" "Aku tak meragukan hal itu. karena mereka tidak membuang tenaga melawan si penunggangnya dan ber usaha berlari dengan cepat! Aku selalu menggunakan metode yang kupelajari darimu. "Mereka jauh le bih patuh dibandingkan kuda-kuda lain. dia berkata. Tenb a berkeringat dan kulitnya menggigil. "Kita akan ber¬hasil menjinakkannya. ketika kuda jantan itu dihadiahi wortel dan Shige ko serta Hiroshi disajikan teh dingin. lebih bisa diandalkan dalam pertempuran. Namu n ayahku selalu percaya pada pendekatan yang lembut.* Halaman 114 dari 500 . te rakhir mengikat dengan longgar satu pita lagi di hidung dan kepalanya tali kekang pertamanya. kuda-kuda dijinakkan dengan paksaan. Hewan-hewan dipukul agar patuh. dan dengan stamina yang lebih kuat. "Wilayah lain di Tiga Negara dan di luarnya." tutur Hiroshi. dan setelah itu. Mori Hiroki mengamati mereka dengan sikap setuju." "Itu sebabnya mengapa kuda-kuda Otori termashur.

dan kejatuhan para paman Shigeru adalah keinginan terbesarnya. Shigeko dan Hiroshi pergi melintasi teluk menuju kediaman Terada Fumifusa. tempat cuaca yang tidak biasa Fumio. dia mem¬bangun kembali rumah lamanya yang dirancang oleh putra dan menantunya. Kini Terada berusia kira-kira lima puluh tahun. Eriko menyukai lukisan. Eriko. dan memikirkan pas angan yang cocok dan berguna bagi pemuda yang telah mengabdi dengan setia padanya sejak mas ih kecil. keberanian dan peng etahuan Terada. Takeo. dan burung¬burung dara digunakan untuk mengi rim kabar darurat dari kapal di laut. da n membuat kediaman itu tampak mewah dan memesona dilihat dari kastil. namun hanya menunjuk kan sedikit ke¬lemahan karena usia. Setelah pertempuran merebut Hagi dan gempa bumi. sepupu keluarga Endo. Terada tidak memedulikan harta benda indah yang diperolehnya saat menjadi peromp ak dendamnya pada pemimpin Klan Otori menjadi penggerak kekuatannya.Takeo mengetahui kerjasama putrinya dengan Sugita Hiroshi dalam menjinakkan si k uda jantan hitam meskipun tidak mengetahui kalau kuda itu akan dihadiahkan padanya karena dia mengetahui hampir segalanya. tidak hanya di Hagi tapi di seluruh Tiga Negara. tak lama setelah Festival Tanabata. Akhirnya ia memutuskan untuk memperbarui usahanya mencarikan istr i bagi Hiroshi dari keluarga ksatria di Hagi. Bangunan itu berada di dekat kawah gunung membuatnya dapat menanam tanaman eksotis yang dibawa bib Ishida. Pemah terdengar olehnya desas-desus kalau Hiroshi tergila-gila pada Hana. Takeo sangat meng¬hargai ketajaman otak. Fumio. terkadang mengkhawatirkan masa depan dan statusnya yang masih melajang. Di satu senja yang panas pada bulan ketujuh. . dan tanaman obat yang dibawa Ta teman yang disenangi Takeo dan Kaede. ia tid ak percaya begitu saja. Takeo mengira Hiroshi sudah seperti kakak bagi putri nya. Sifatnya yang artistik membuatnya menjadi Putri sulung Terada akrab dengan Shigeko karena mereka berapi. mantan kepala perompak yang kini memelihara dan mengawasi armada kapal pe rang maupun kapal dagang sehingga Tiga Negara termashur dalam perdagangan dan keamanan dari serangan lewat laut. Kaede. Ayah dari sahabatnya. taman dan benda-benda yang indah: dia menulis puisi dengan goresan kuas yang indah. Ku rir pergi atau berkuda menyampaikan pesan antarkota. seumur. mengenal karakter Hiroshi yang kuat dan kecerdasannya namun Hiroshi menghin dari semua calon yang diajukan.

namun Eriko hampir menandinginya. dinaungi pepo honan aneh dari Kepulauan Selatan yang mirip kipas. menghilangkan kecemasannya serta meringankan kesedihannya. Burung tekukur menyerukan nyanyiannya yang memecah kesunyian. Udara terasa harum oleh aroma adas manis dan jahe. menyaingi warna-warni kupu-kup u yang beterbangan di antara bunga. Halaman 115 dari 500 . Irama kata¬kata dan tawa ber baur dengan suara air. dan s esekali satu atau dua tamu mengambilnya lalu diberikan kepada temannya. Eriko memperkenalkan permainan lama di mana para tamu harus menggubah puisi. dan bunyi tenang air yang mengalir memenuhi udara. Kaede mahir dalam membuat puisi semacam ini. serangga serta burung membuat diri Takeo merasakan kebahagiaan murni yang jarang dirasakannya. lal u mengapungkannya di atas nampan kayu kecil untuk dibaca pengunjung di paviliun se belahnya. dengan pengetahuan luasnya tentang kiasan klasik dan kemam¬puan berpikir cepat. Kolam dipenuhi warna ungu muda dan bunga teratai putih kekuningan. dan jangkrik berderik tia da henti.Paviliun kecil dibangun di atas sungai kecil di taman. Semua tamu mengenakan jubah musim panas berwarna cerah. Mereka bersaing penuh persahabatan. Cangkir-cangkir sake juga diapungkan di permukaan air yang mengalir pelan.

Kaede dan Shigeko. nanti akan dibicarakannya dengan Kaede. Did engarnya suara Kaede saat membaca. tuntutan . di paviliun sebelah. Burung-burung dara melayang di atas kepala menuju kandang. Kaori ." Dewan terdiri dari Terada.. Sewaktu kawanan itu mendekat. lalu pergi bersama si pelayan itu ke dal am rumah..Takeo tengah mengamati Hiroshi yang duduk bersama Shigeko dan putri Eriko. Begitu sampai di beranda. Semua orang mendongak ke atas mengamati. Namun di sela-sela tawa dan semua suara lain di senja yang damai ini. tempat mereka menetas. Burung-burung selalu kembali kemana pun semua kapal Terada yang membawanya. Kaori. Kaori mirip ayahnya: tubuh berisi serta sehat. Kemudian pesta itu ditutup dengan perasaan gembira. ber¬lutut di belakang Lord Terada lalu berbisik padanya. lebih ringan dari bulu. mendengar suara yang menyambut keang¬gunan dan kepandaia nnya. Ia men¬dongak menatap langit dan melihat sekawanan kecil bin tik jauh di arah tenggara. tapi arah datangnya kawanan ini membuat ia gelisah karena di tenggara terbentang kota beba s Akashi. semakin jelas terlihat kalau itu ad alah kawanan burung dara yang kembali ke kediaman Terada. derik kasar suara jangkrik. Seorang pelayan keluar dari rumah. Terada berkata. Kaori dan Shigeko tengah tertawa melihat usaha Hiroshi. Usia Kaori cukup dewasa untuk dinikahkan: mungkin dia bisa menjadi pasa ngan yang cocok bagi Hiroshi. ayah dan anak. meminta maaf pada para tamu. Terada melihat ke arah Takeo dan membuat isyarat dengan kepala.. "Kita akan bertemu besok dan me¬mutuskan apa yang dilakukan. tapi Takeo kini s adar akan panasnya cuaca sore ini." ujarnya. "Gagal. "Kita harus persiapkan dewan p¬eperangan." Takeo melihat dari bayangan beranda ke arah pemandangan yang indah di taman. akeo tengah mengamati Hiroshi yang duduk bersama Shigeko dan putri Eriko. Senjata sudah di tangan Saga. Muto Sh izuka. "Pesan dari putra¬ku. Takeo. di paviliun sebelah. terbuat dari sutra. mungkin kepakan sayap burung. Sugita Hiroshi. ada suara lain. Usia Kaori cukup dewasa untuk dinikahkan: mungkin dia bisa menjadi pasa ngan yang cocok bagi Hiroshi. dari peluh di ketiaknya. Mereka berdua berdiri bersamaan. Takeo menceritakan tentang pertemuannya dengan Kono." Diambilnya lembaran kert as yang dilipat. Segera kembali. Miyoshi Kahei.

jenderal baru dan senjata yang diselundupkan. Orangtuanya tahu kalau putranya aman bersamamu layaknya berada di tangan ibunya sendiri!" "Zenko sudah bersumpah sekali lagi bahwa dia akan tetap setia padaku. dan dia pun meminta maaf." tuturnya pada Terada. Aku lebih memilih untuk memercayainya." tutur Kaede." Kemudian teringat kalau Zenko adalah putra Shizuka. "T api aku tak menarik kembali saranku. "Kapalmu juga bisa memblokade Akashi. Takeo. kematian Arai Zenko dan Lord Kono lalu diikuti denga n pemusatan pasukan di perbatasan wilayah Timur yang bisa tiba lebih dulu di ibukota saat mu sim semi. Miyoshi Kahei ingin bertindak cepa t: membangun kekuatan militer selama musim panas." ujarnya pada Takeo." sahut Kahei. "Inti dari adanya sandera yaitu siap mencabut nyawa mereka. mengalahkan si Pemburu Anjing dan membujuk Kaisar untuk mem¬pertimbangkan lagi ten tang ancaman serta penghinaan atas Otori. tapi aku tak percaya kau tega memerintahkan untuk membunuh anak-anak. "Kami rasa ini dapat membuatnya p atuh. Aku tak ber¬maksud menghinamu." "Putra Zenko ada di tangan kita.Kaisar. kau tak mungkin meng-hadapi ancaman dari wilayah Timur. "Sementara Zenko me¬rongrong di Bara t. "Aku tak bisa menyerangnya sebelum dia menyerang." "Dia tak bisa dianggap sebagai sandera. denga n harapan Halaman 116 dari 500 . "Pelabuhan itu haru s dalam kendali kita untuk mencegah ancaman Arai." tutur Tak eo.

" tutur Shizuka. "Tindakan semacam itu akan membuat geram pedagang kita sendiri. Dan kita harus berusaha untuk mempertahankan kedamaian melalui perundingan. seperti Kahei. Se mua pedagang di Akashi sudah lupa daratan. "Itu saranku. Kita harus membangun kekuatan prajurit pejalan kaki yang membawa senjata api." "Klas pedagang mulai semakin kuat hingga menjadi berbahaya. kau akan lang¬sung menuju ke kematian!" "Aku mendukung tindakan yang tegas. dan melatih m ereka untuk menghadapi prajurit yang hampir sama kekuatannya karena sudah pasti tahun depan Saga telah . Tapi aku harus tunduk pada kearifan para Guru Ajaran Ho uou. "Aku setuju dengan Miyoshi. "Aku memahami pandangan Lord Miyoshi. "Kakakmu.dia layak mendapatkannya. Aku menganjur kan. Kita akan beri mereka pelajaran." kata Hiroshi. Dan kita harus berusaha untuk mempertahankan kedamaian melalui perundingan." ujar Terada. yang me mbenci para pedagang yang semakin kaya raya dan makmur. memperkuat pasukan di wilayah Timur. bubuk mesiu dan bijih besi." "Saat itulah Saga Hideki akan memper¬senjatai pasukannya dengan senjata api. Kahei dan banyak ksatria lainnya. Take o tahu kalau itu sudah lama dikeluhkan Terada. "Dan kita mengandalkan mereka untuk mendapat persediaan. "Bila tidak menyerang sekarang." Terada tampak merindukan masa ketika kapal-kapal milik¬nya mengendalikan semua perdagangan di sepanjang garis pantai utara dan barat. Kirimkan pesan pada Kaisar bahwa Anda akan datang berkunjung. Aku tak akan membawa perang saudara di Tiga Negara. Bakal sulit bertempur tanpa dukungan itu. " "Bagaimana denganmu?" Takeo bertanya pada Hiroshi yang hingga saat ini belum bic ara. Gemba." Kahei menggelengkan kepala. Setid aknya biarkan kami mendekati Akashi dan mencegahnya memperdagangkan bubuk mesiu. dan yang lainnya di Terayama menganjurkan untuk menenang¬kan Kais ar dengan berkunjung ke Miyako tahun depan." ia layak mendapatkannya. Miyoshi. kelak akan terlambat." ujar Kahei. Aku tak akan membawa perang saudara di Tiga Negara. Ini akan meredam rencana serangan apa pun di pihaknya. Karena kalau tidak. wajahnya suram. "Beliau punya alasan. menyiapkan serangan tapi tidak menyo lok." gerutu Terada. Mereka telah menghina. Menur ut seni perang memang itu yang terbaik.

Takeo sering bertemu Shizuka yang tinggal di kastil untuk menema ni Kaede atau putri-putri-nya. atau ambisi apa pun untuk menyingkirkan Anda. Bahkan sejak dia masih ke cil! Takeo berpaling ke arah putrinya. Hal itu tak bisa kita cegah. Sekali lagi aku menganjurkan agar jangan tergesa¬gesa. kurasa ikatan keluarga akan menjadi lebih kuat ketimbang dendam apa pun yang dip endamnya pada diri Anda. Tidak ada pertemuan resmi. se olah kebetulan. "Shigeko?" "Aku sependapat dengan Lord Hiroshi. mereka berjumpa saat Takeo hendak ke kastil. menyingkir agar mereka bisa bicara berdua saja. Beberapa hari setelah pertemuan dewan perang. "Jika aku ikut dengan Ayah ke Miyako. Minoru yang selalu meng¬ikuti dengan membawa peralatan menulis." sahut Shigeko. bahkan untuk menghadapi Kaisar. Halaman 117 dari 500 . maupun pengumuman atas penunjukkan S hizuka sebagai ketua Tribe. kurasa Ajaran Houou akan menang. pikir Takeo." Hiroshi memang ahli strategi yang handal. Sementara untu k adik ipar Anda."* Selama di Hagi.memiliki senjata dalam jumlah besar. dan jangan bertindak terburu-buru. di pagi hari Festival Tanabata.

maka seba iknya memang adiknya orang yang memiliki hubungan dengannya."Aku dapat pesan dari Taku. Cuaca sedang cerah: mestinya mereka datang tid ak lama lagi. karena tak ada alasan mengapa kabar ini harus dirahasiakan. Takut pada kesulitan yang pasti mun cul dengan kehadiran adiknya itu." ujar Shizuka pelan. pikiran kalau ia akan mengurangi satu rahasia lagi dari istrinya. "Kita ter¬paksa menerima mereka dengan segala macam up acara dan kemegahan. bersama penerjemah mereka perempuan itu.. "Aku ti dak ingin mereka merasa bebas pergi ke mana saja sesuka hati. dan awasi terus mereka." ku dapat pesan dari Taku. Ishida dan Chikara m eninggalkan Hofu saat bulan purnama terakhir. serta ber¬pura-pura terkesan atas hadiah tidak berharga mereka. tapi bila ia harus menggunakan jasa penerjemah. "Kau pasti menantikan kepulangan suamimu. Penerjemah mereka harus meng¬aja ri kita saat dia di sini. "Apa tujuan mereka?" "Taku tidak mengatakannya. dan akan menceritakan bahwa si penerjemah itu a dalah adiknya. Ia tak ingin bertemu Madaren. seseorang harus mempelajari secepatnya. Aku lebih suka mengurung mer eka di satu tempat: Hofu tempat yang sangat bagus untuk itu. Ia akan minta Kae de mempelajari bahasa orang asing dari Madaren.. Dua dari mereka be rada di kapal. Ishida dan Chikara meninggalkan Hofu saat bulan purnama terakhir. ia merasa tidak nyaman atas kemunculan adiknya." "Itu kabar baik." ujar Shizuka pelan. yang menguasai bahasa Sh in dan Tenjiku agar bisa membaca karya klasik. Adakah orang lain yang bisa bicara bahasa merek a?" Shizuka menggelengkan kepala. anehnya justru membuatnya bahagia. Takeo memikirkan Kaede yang mampu belajar dengan cepat. "Apa lagi?" "Ternyata Zenko memberi ijin orang asing ikut bersama mereka." Lalu Take o berkata. "Baiklah." Takeo berpikir cepat. "Tadi malam." sahutnya. sastra dan kitab suci. Tapi me¬nurutnya kau harus diberitahu." sahut Takeo. Dan kita akan mengatur agar . Carikan tempat yang tidak nyama n untuk mereka tinggal. "Tadi malam. Cuaca sedang cerah: mestinya mereka datang tid ak lama lagi. "Cari gadis pandai yang bisa menjadi pelayan mereka." "Menyebalkan. "Bi arkan gadis itu berusaha sekuat tenaga memahami apa yang mereka katakan." Takeo mengernyitkan dahi." pintanya pada Shizuka.

"Sepertinya begitu." ujar Takeo. Biarkan dia melanjutkan pekerja¬an ini bersama mereka. "'Tapi.pelajaran diadakan di sini." sahut Shizuka seraya tertawa. Menurutku." *** Kapalnya terlihat di laut dua hari kemudian. Dia baru akan berangkat bersama Lord Kono untuk menginspeksi harta kekayaan." "Bagus. dan ber¬maksud mela njutkan dari sana ke Maruyama. dan mengabari keputusan kita pada Taku. hanya sedikit frustrasi terjebak di wilayah Barat . Dan lihat apa kau bisa cari tahu lebih banyak lagi dari suamimu tentang tujuan mereka yang sebenarnya." "Taku baik-baik saja?" Takeo menyuara¬kan pikiran yang muncul kemudian." "Begitu? Maka Hiroshi sebaiknya ada di sana untuk bertemu mereka. Shigeko mendengar lonceng dari bukit di Halaman 118 dari 500 . "Tapi aku yakin Kaede pasti mampu." "Kau bermaksud untuk belajar. Ishida cukup ber¬minat. dan sudah menyusun daftar istilah ilmiah dan medis." sahut Takeo. sepupu?" "Aku meragukan kemampuanku. Semakin banyak yang bisa kita pelajari." "Aku sudah terlalu tua. " Dia bisa menumpang kapal yang sama. Kau juga. semakin baik. dan kedekatan mereka dengan Zenko.

"Ayah bilang tabib Ishida membawa hadiah istimewa untukku tanpa mengatakan apa hadiahnya." Dia membicarakan tentang dirinya sendiri dan Hana." Aku kede nga ran seperti anak kecil. . Dia akan melupakan Hana jika dia memiliki istri dan anak. dia memperlakukan aku seperti anak kecil. "Saat masih kecil aku suka sekali Festival Tanabata. "Kuharap itu kapal tabib Ishida. Tenba menerima sedikit dan membiarkan Shigek o menuntunnya dengan tali kekang halus." tutur Hiroshi. percikan sinar bintang. pikirnya." seru Shigeko dengan gembira.atas kastil berdentang sewaktu dia dan as kastil berdentang sewaktu dia dan Hiroshi menjinakkan si kuda jantan. atau beban a pa pun di punggungnya selain kain berlapis yang masih membuatnya ber¬gerak mundur dan menend ang." "Pasti hewan." "Mengapa ayah hanya mengatakannya padamu. "Hanya sa ja dia mengharapkan cuaca cerah dan per¬jalanan yang tenang untuk hadiah itu. tapi mereka belum mencoba menaruh pelana. "Tapi kini hal itu membuatku sedih. "Kuda! Atau mungkin anak singa! Bebe rapa hari ini cuaca cerah. Aku gembira bila cuaca cerah saat Festival Tanabata. Dia sudah mend erita begitu lama. "Aku dengar dia membicarakan itu." "Kalau benar itu kapalnya." ujar H iroshi. ber¬usaha melihat tapi sia-sia menentang silauny a matahari pagi. Nam un Shigeko tak bisa memaksa dirinya untuk menyarankan agar Hiroshi menikah. tidak kepadaku?" "Ayahmu tidak mengatakannya." sahut Hiroshi dengan suara lebih lembut. kesal pada dirinya sendiri. pikir Shigeko. "Aku tak boleh membocorkan rahasia Lord O tori. "Secepat itu!" Shigeko tidak bisa menahan seruannya. "Ada kapal datang. pikir Shigeko. berarti aku harus segera kembali ke Maruyama. s atu malam selama tahun ketika seorang Puteri dan kekasihnya bisa bertemu menyeberangi jembatan aj aib yang dibangun burung magpies." sahut Hiroshi." Shigeko ingat keindahan malam tanpa bulan yang tenang. "Kau tahu apa hadiahnya?" "Itu rahasia!" sahut Hiroshi menggoda. Karena tak ada yang namanya pasangan pengantin impian. kemudian merasa malu. Dia harus menikah." kata Shigeko. tidak dalam kehidupan nya ta.

"Kau tidak apa-apa? Kuda itu tidak menginjakmu. Secepatnya Shigeko me-nenangkannya." sahut Hiroshi. Kita buat Tenba berjalan pelan lagi. da n melompat lalu terjatuh. tali kekangny a berayun¬ayun. menjinakkan kuda-kuda di surga. Hiroshi bertanya. yang berjalan di antara mereka berdua. dan Hiroshi menuntunnya mengembalikan kepada Shigeko. An gin sepoiHalaman 119 dari 500 . Shigeko hampir terjatuh."Dulu aku suka membayangkan Putri Bintang dengan wajah ibumu. tap i entah bagaimana Hiroshi berhasil menjatuhkan tubuhnya di antara Shigeko dan kuda itu. mendadak ketakutan dan melompat mu ndur saat seekor burung merpati terbang dari atap kuil sehingga menarik pita yang dipegang Shigeko." tuturnya. Kuda itu berlari dengan langkah panjang. Ayah pasti ingin mengadakan upacara untuk itu. Tapi mu ngkin putri itu mirip denganmu. tiba-tiba perasaannya bergejolak. Lalu ak u harus pulang untuk bersiap menerima hadiah. Shigeko menemukan lagi suaranya. dan sesaat Shigeko menyadari kekuatan pemuda itu." Tenba. dan hasratnya begitu kuat hingga mengejutkan dirin ya sendiri untuk dipeluk pemuda itu. menerjang tubuh Shigeko dengan bahu. Mereka berdiri b erdekatan. "Kukira sudah cukup untuk hari ini." "Tentu. tidak bersentuhan. tapi Tenba masih bertingkah tidak karuan. sekali lagi bersikap dingin dan formal. kan?" Shigeko menggelengkan kepala. Lady Shigeko. Ku da jantan itu membiarkannya mendekat.

tapi ibunya tetap tinggal di rumah. Takeo tertawa gembira karena kirin dalam keadaan sehat dan juga karena reaksi Sh igeko.sepoi ber¬hembus pelan dan merpati terbang melayang di atas kepala. bisa dilihat susana hati ayahnya sedang gembira: tak hentinya melihat ke arah Shigeko yang ada di sampingnya dan tersenyum. Shizuka . aroma semak wangi yang ditanamnya masih tercium di udara . dihiasi bulu mata panjang dan tebal. mengatakan kalau merasa kurang seh at. dan memutuskan untuk berpura¬pura senang menerima hadiah itu. Tak satu pun dar i kedua¬nya bicara. namun kuda mud a itu ber¬jalan tenang di antara mereka berdua dengan kepala tertunduk. Shigeko ber¬harap reaksinya tidak mengecewakan ayahnya. melewati rumah kecil di bawah pohon pinus tempat Akane. Pedagang berhenti memuat berkarung-karung garam. ketika kapal mendekati dermaga. Namun. menyambut kapal dari Hofu dengan muatan anehnya . dan hewan aneh itu bisa terlihat jelas leh ernya yang panjang kekaguman Shigeko sebesar dan setulus kerumunan orang yang menonton. namun kuda muda itu ber¬jalan tenang di antara mereka berdua dengan kepala tertunduk. oleh gayanya yang anggun serta pem-bawaan diri yang tenang selagi mengamati lingkungan asing di ha dapannya. Shigeko kembali ke kediaman lalu berganti pakaian yang lebih sesuai untuk menyambut hadiah untuknya. Shigeko terpesona oleh kelembutan dan pola aneh kulit hewan itu. Sewaktu Shizuka dan Shigeko bergabung dengan T akeo. beras dan sutra ke kapal bertiang lebar. pelacur kelas tinggi yan g pemah menghibur Lord Shigeru. Nelayan berhenti membongkar muatan hasil tangkapan malam hari berupa ikan sarden perak dan mackarel sisik bi ru. Shizuka telah menunggu. Untungnya jarak antar a gerbang kastil ke tangga pelabuhan dekat dan bisa dilalui dengan berjalan kaki. kesibukan biasa di pagi hari menjadi hening. Dia berjalan se panjang pantai. Takeo sudah pergi lebih dulu bersama Sunaomi. epoi ber¬hembus pelan dan merpati terbang melayang di atas kepala. oleh bola mata yang gelap dan tatapannya yang lembut. Ia be gitu gembira ketika tabib Ishida menuntun hewan itu dengan berhati¬hati menuruni tangga kapal dan menyerah kan kepadanya. *** Di galangan kapal. dan orang-orang berkumpul di jalanan berkerikil. Tak satu pun dar i kedua¬nya bicara.

" Mereka diikuti seorang perempuan pendek yang tampak memberitahukan tata cara yan g sopan. Satu orang berwajah agak hitam yang dipenuhi janggut berwarna gelap.." "Shigeko. "Itukah raksasa?" "Hantu. Ch ikara. baru pertama kali datang ke Hagi muncul di tang ga kapal. warna rambut dan mata seperti ini membuat orang merinding. lalu bicara dengan bahasa mereka yang kasar. Halaman 120 dari 500 . "Lady. Kuharap aku dapat mem¬bujukmu untuk menghibur mereka semen¬tara waktu. "Kami membawa penumpang lain.. mungkin kurang disambut baik. "Selamat datang di Hagi!" Ishida berkata pada Takeo. Warna mata orang ini juga pucat. bantu adikmu. aku sudah dikabari Taku.menyambut suaminya dengan kasih sayang yang tidak diperlihat¬kan. dan si bocah. Kedua orang itu mengenakan celana panjang dan sepatu bot dari kulit. cenderung berlagak." "Goblin. kedua orang asing membungkuk dengan cara ya ng kaku. Nanti akan kuceritakan rencana kita untu k mereka." "Lord Otori. Istrimu akan menunjukkan tempat mereka meng¬inap. yang satunya lagi berk ulit lebih pucat dengan rambut dan jenggot berwarna karat pucat. membungkuk dalam-dalam." Chikara berhasil bicara." "Ya. dan Shigeko mendengar bisik-bisik. membuat orang tak kalah terperangahnya ketimbang melihat kirin. Sunaomi. "Jangan berkecil hati." tabib Ishida menegurnya. Setelah dibisiki perempuan muda itu." Orang-orang asing itu ada dua orang. emas berkilauan di leher dan dada mere ka. mengenali wajah kakaknya dan berusah a menahan tangis." ia menyela perkataan Chikara. "Beri salam pada paman dan sepu pumu dengan baik. sehijau teh hijau. tercengang dengan sambutan serta kerumunan.

Takeo membalas dengan isyarat kecil akeo membalas dengan isyarat kecil dengan kepala. Dia mengenal Ayah. Orang-orang asing itu merasa hal ini le bih menjengkelkan diban¬dingkan kirin yang menunjukkan ekspresi kesal karena terus menjadi tontonan. dengan langkah lambat dan hati-hati yang anggun. pikir Shigeko. Beruntung Hagi berpenduduk banyak. Dia berani menatap langsu ng wajah Ayah. Ayahnya jauh lebih gagah. yang membuat Shigeko gelisah dan bersikap waspada. lalu menyampaikan jawaban orang asing itu. mem¬beri isyarat agar perempuan itu boleh berdiri dan berbicara kepadanya. Ada sesuatu dalam tatapan perempuan itu. yang dituntun Ishida dan Shigeko menuju kuil. "Ini adalah hadiah d arinya untuk kita: . gagah dengan jubah resminya. tapi ia mendengar ayahnya bicara beberapa patah kata pa da orang asing itu. dan perhatiannya tertuju pada makhluk mengagumkan ini. "Bagaimana aku harus berterima kasih kepada Ayah?" "Kau harus berterima kasih pada tabib Ishida. Orang-orang asing itu mungk in lebih tinggi dan lebih besar. apakah mengi kuti kirin yang luar biasa." sahut Takeo. Perempuan itu menyembah. dan ketika kerumunan mulai terbagi untuk seti ap arak-arakan terdiri dari kerumunan yang cukup besar. Mereka bahkan akan lebih kesal lagi dengan jauhnya jarak tempat penginapan dari kastil dan pen jaga serta berbagai larangan yang diberlakukan pada mereka demi melindungi mereka. semacam ekspresi akrab yang mendekati s ikap tidak sopan." ujar Shigeko pada ayahnya selagi mereka men¬dek ati biara. pikir Shigeko. "Aku langsung jatuh hati padanya. serta tutup kepala warna hitam pekat. dan ayahnya dengan begitu ramah. *** Kerumunan yang ada di dermaga dihadapkan pada keputusan yang sulit. S higeko seperti mendengar sesuatu yang tidak biasa dalam suaranya. b erhias bordiran burung bangau. atau mengikuti orang asing yang sama luar biasanya. tapi di mata Shigeko. tempat hewan itu akan diperlihatkan pada Mori Hiroki dan dipersembahkan pada dewa sungai. Ketika perempuan itu menerjemahkan. Meskipun Shigeko memegang tali sutra yang mengikat leher kirin. yang dengan sebarisan pelayan yang didampingi Shizuka membawa sejumlah besar kotak dan bal menuju ke perahu kecil yang akan membawa mereka menyeberangi sungai ke t empat penginapan di sepanjang bangunan biara tua Tokoji. Ia tak lagi tertawa: tampak tegas. Kirin berjalan se perti yang sedari tadi dilakukannya. Dilihatnya kalau pere mpuan itu terpaku menatap wajah Takeo.

Shiro." seru Mori Hiroki saat meli hat¬nya. putra sulung si tukang kayu. Dia dan ayahnya kembali ke Hagi untuk membangun kembali kota itu setelah gempa. dan sudah mengenalnya cukup lama. Bahkan Tenba tampak terpikat oleh kirin. Halaman 121 dari 500 . berla ri ke pagar bambu untuk memeriksa dan menyentuhkan hidung perlahan padanya. "Betapa diberkatinya Tiga Negara!" Dan Shigeko juga berpikir begitu. Takeo langsung bergegas men emui Kaede. sedang bicara dengan Ta ro. Tapi saat teringat kejadian tadi pagi." "Sungguh indah memiliki sesuatu seperti itu di Hagi. Istrinya tampak duduk di beranda di sisi utara kediaman. Satu-satunya hal yang Shigeko sedihkan yaitu Hiroshi akan segera pergi.hadiah yang berharga karena dia sendiri juga sudah jatuh hati padanya seperti ha lnya dirimu.* Sewaktu kembali ke kediaman setelah menyambut kirin. Dia akan tunjuk¬kan cara merawatnya. berpikir mungkin memang sebaiknya laki-laki itu pulang.

usia kayu dan semacamnya. memberi sinyal palsu ke kapal karena dia membenci semua pria. saat ini aku sedang memilih pohon yang tepat. Kita runtuhkan saja rumahnya lalu menyucikan tam annya. akeo memberi salam dengan ceria. "Ya. "Rumah itu sudah kosong selam a bertahun-tahun." tutur Taro. sejak Akane mening¬gal. Kuharap tadinya bisa menunjukkan sketsa sang De wi. dan patung yang melambangkann ya akan memberkati pesisir dan teluk. "T api Shigeru tak pernah menceritakannya. dan sambungan siku yang saling mengunci untuk menyang¬g anya. dan Taro menjawab tanpa sungkan karena masa la lu mengikat hubungan mereka dalam jalinan persahabatan. . Para pelaut mengatakan kalau arwah Akane menyalakan lampu di bebatuan." "Kau akan memahat dari satu pohon?" tanya Takeo. "Sudah lama aku hendak menciptakan figur Dewi Welas Asih. Orang bilang kalau rumah itu berhantu." sahut Takeo." "Chiyo menceritakan tentang kisah Akane ketika aku masih kecil. "Lady Otori punya usu lan." Mereka membicarakan tentang berbagai jenis pohon. "Ata p yang lebih rendah menyeimbangkan atap di atasnya.Takeo memberi salam dengan ceria. Kemu dian Taro meninggalkan mereka ber¬dua. Taro dan adik¬nya bisa membangun kuil baru untuk dewa Kannon. dengan lekukan tajam seperti ini." Diperlihatkannya pada Takeo sketsa yang telah dibuatnya untuk bangunan itu. "Aku mem¬bayangkan bangunan kecil kita tak perlu menebang pohonpohon pinus tapi akan membangun di sela-sela pepohonan itu." "Kau tahu rumah di dekat tepi pantai. Kuharap bisa memberi pen g¬hormatan yang sama kepada Yang Diberkati. begitu pula tentang istrinya. memberi kesan tampilan yang kuat serta lembut. dan Taro menjawab tanpa sungkan karena masa lal u mengikat hubungan mereka dalam jalinan persahabatan." "Mungkin arwah kedua wanita yang telah berpulang itu pada akhirnya bisa beristir ahat dengan tenang." kata Kaede. dan Akane menggunak an mantra untuk me mikat Lord Shigeru tapi akhirnya dia sendiri yang terjebak dalam ilmu hitamnya. tapi figurnya tetap tersembunyi di balik kayu hingga tanganku menemukan¬nya. seraya me natap kedua tangannya seolah berharap tangan itu bisa memberi jawaban." kata Taro. Kukira dengan atap rangkap dua.

.. Halaman 122 dari 500 ." Takeo mendekap istrinya. "Apakah kirin tiba dengan selamat?" tanya Kaede." bisik Kaede. bernapas dalam kedekatan." kata Kaede pel an. Namun aku juga bahagia. Kukira aku tak bisa hamil lagi. "Aku sepertinya terlalu tua untuk hamil! Shigeko sudah menjadi wanita." kata Kaede. seraya tertawa kecil.. mengira kesempatan kita memiliki anak lakilaki sudah sirna. dan karena mereka hanya berdua." "Aku tidak ingin mengatakannya. karena Takeo sudah mengungkapka n hadiah kejutan itu pada istrinya. Kem udian langkah kaki pelayan di lantai papan beranda menarik mereka kembali ke dunia nyata." "Istriku sayang. aku bahagia dengan ketiga putri kita. "Bila nanti kita tambah satu anak perempuan lagi. aku akan gembira." gumamnya."Rencana yang bagus. "Aku menyukai rencana itu. Mereka tak bicara selama beberapa waktu. "Tapi aku yakin yang satu ini laki¬l aki." ujar Takeo pada Kaede sewaktu mereka tinggal berdua. berpikir tentang mukjizat dari makhluk baru yang tumbuh dalam tubuh istrinya." "Aku sudah sering bilang padamu. "Rasa mual tadi pagi." ujarnya. yang pulih dengan cepat. "Aku malu." "Rasanya aku punya alasan khusus untuk bersyukur pada sang dewi. Takeo memeluknya.

suamiku!" kata Kaede sambil tertawa." Takeo menimbang¬nimbang apa yang mesti dikatakan selanjut¬nya. melihat lebih banyak lagi bagian neger i ini yang masih menjadi misteri besar bagi mereka. Aku belum sempat bicara dengan Ishida. Aku akan pergi melihatnya sendiri nanti."Ya." "Untuk tujuan apa mereka datang?" "Membuka peluang untuk berdagang." "yang arif." "Bisa membuat orang Otori terkagum¬kagum adalah prestasi yang sangat baik!" sahut Kaede. Kita harus bisa memahami mereka. kemunculannya sangat kuharapkan. Tapi gembira bertemu kakaknya." Ya. Seluru h penduduk diam dalam kekaguman. Tentu saja aku mau. lalu berkata. mempelajari bahasa adalah salah satu yang paling kugemari. "Kau jangan terlalu lelah. dan kau harus melaku¬kan semua yang dimintanya. dan seorang wanita yang menerjemah k an merek a. Dua orang asing. Selur uh penduduk diam dalam kekaguman. dan tiba pa da satu keputusan. lalu bagaimana dengan si kecil Chi kara?" "Mabuk laut berat dia malu dengan hal itu. "Kuharap mereka sudah meng¬gubah nyanyian tentang hewan itu. "Ada penumpang lain dari Hofu. berkata." "Belajar. I shida harus menengokmu. "Kau s emakin bijaksana dan berhati-hati." "Kau tak boleh berpanas-panasan. Mungki n dia tahu lebih banyak. Shigeko langsung jatuh hati padanya. "Kelihatannya itu tugas yang cocok di saat kegiatan lain harus dibatasi. "Meski aku takut Zenko dan Hana akan kecewa. kemunculannya sangat kuharapkan. "Sudah semestinya. Aku senang. Aku tak ingin melambungkan harapan yang kelak tak bisa terpenuhi. tapi aku tak ingin membebanimu." Takeo menekankan. "Kuharap kini aku dapat mengendalikan sikap terges a¬gesa dan ceroboh." Takeo t erdiam sesaat. atau men¬ciptakan kerumitan na ntinya." sahutnya. kurasa. S iapa perempuan yang ." sahut Kaede setuju. Shigeko langsung jatuh hati padanya. dibantu perempuan yang datang bersama mereka." "Ishida juga tiba dengan selamat." sahut Kaed e. "Kita tunda dulu soal pengangkatan mereka sampai anak kita lahir." "Hanya ditunda." kata Takeo cepat. Aku ingin mau mempelajari bahasa mereka .

datang bersama mereka? Aku tertarik karena dia telah menguasai bahasa asing. Dia melarikan diri ke Hofu. dari ibu yang sama. Perempuan itu berasal dari wilayah Timur. Saat itu aku menyamar untuk berte mu Terada Fumio untuk memintanya menghentikan penyelundupan senjata. "Nama yang aneh. setengah ta k percaya. tapi aku ha rus mengatakannya." Kaede mengernyitkan dahi." "Setelah sekian tahun.. dan bekerja di rumah bordil l ainnya. Madaren." "Nama itu cukup umum digunakan di kalangan kaum Hidden.. Halaman 123 dari 500 . dan sempat tinggal di I nuyama. "Benar. Kami saling mengenali. Dia dijual ke rumah bordil oleh prajurit yang membunu h ibunya ibuku dan kakak perempuanku. "Aku tak ingin mengejutkan dirimu. setelah peristiwa pembantaian itu. setengah bersimpati.?" Kaede menatap Takeo. Dia adik perempuanku. kuras a. tempat di mana dia bertemu orang asing yang bernama Don Joao: dia fasih berbicara dalam b ah asa merek a. Dia berganti nama. Dia lahir di desa yang sama denganku. adikku." "Bagaimana kau tahu semua ini?" "Kami kebetulan bertemu di penginapan di Hofu." Takeo berkata dengan suara pelan." "Adik yang kau kira sudah tiada?" tanya Kaede tercengang.

"Bisakah kau bu juk dia untuk menjadi mata-mata?" Sepertinya Kaede berusaha menyembunyikan kekagetannya dan bi cara secara masuk akal. Wajar kalau dia tertarik dalam pergaulan orang asing. Kukatakan padanya kalau aku akan menjamin hidupnya ku yakin itu dia. bah¬kan dengan hormat." "Kurasa dia bermanfaat bagi kita sebagai jurubahasa maupun guru. mungkin alasan orang-orang itu untuk memecah belah rakyat kita. hanya sebentar. "Dia mirip ibunya. dia penganut kepercayaan yang saleh: sedangkan aku tak memercayai kepercayaan mana p un." Kaede berkata." Takeo menggeleng.. Terl ebih lagi. Siapa yang tahu alasannya? Aku tak bisa membiarkan siapa pun mengira bisa memengaruhi diriku. Kesenjangan derajat dan status kami sudah menganga lebar. Aku takkan mengakuinya sebagai saudaraku. Tidakkah kau gembira menemukan nya masih hidup? Kau tidak ingin mem¬bawanya masuk ke dalam keluargamu?" "Kukira dia sudah mati." "Tak seorang pun yang menyaksikan dirimu melakukan upacara di biara atau kuil me rasa yakin akan . dan tidak lagi mengikuti kepercayaan masa kecilku. Kami bertemu satu kali lagi."Aku yakin itu dia.. tapi jangan p ernah membicarakan tentang diriku padanya. dengan disengaja atau tidak. Aku memintamu untuk memperlakukannya dengan baik. Tapi kini dia datang ke sini. Aku menyelidiki tentang dirinya dan tahu sedikit riwayat hidupnya. K ini aku tidak tahu harus bersikap bagai¬mana: aku sudah berubah menjadi orang yang berbeda dari bocah yang pernah menjadi kakaknya. Jarak di antara kami sudah begitu lebar . dan aku semakin yakin. hanya sebentar. Aku curiga kalau orang-orang asing itu ingin menyebarkan kepercayaan mereka. Aku menyelidiki tentang dirinya dan tahu sedikit riwayat hidupnya. Aku menangisi kematiannya serta kematian yang lainnya. karena inti aj aran mereka serupa dengan kaum Hidden. karena aku harus melindungi mereka semua dari kedua belah pi hak. "Aku yakin dia bisa menjadi sumber informasi." "Apakah dia mirip denganmu? Aku ingin sekali bertemu dengannya. Kukatakan padanya kalau aku akan menjamin hidupnya tapi tidak ingin bertemu dengannya lagi. tapi desas-desus m ungkin akan tersebar. dan aku ingin kau mengetahui kebenarannya dariku. Kami bertemu satu kali lagi. Tapi informasi mengalir dari dua arah. "Kau kedengaran sangat ding in. dan aku semakin y akin. Dia bisa berguna untuk menanamkan pemikiran kita pada kedua orang asing itu..

" ujar Kaede. begitu juga orang¬orang asing itu. setelah sesaat tenggelam dalam pikirannya. Sedangkan yang lainnya dikutuk ke neraka untuk selam anya." "Aku tidak percaya itu!" sahut Kaede. "Bagi penganutnya. Kita harus sangat berhati¬hati dengan mereka bila mereka telah berpikir kita dikutuk. "Dan bagaimana dengan kuil dan patung baruku?" "Kau tahu kemampuanku sebagai pemain sandiwara. pikirnya. mer eka mungkin merasa benar untuk memperlakukan kita dengan cara menghina atau keji. "Begitu pula aku. Tapi itulah yang di¬percayai kaum Hidden. dan takut kalau istrinya merasakan suatu firasat. mutla Dirimu terpampang jelas ayahku tidak memihak kau orang lain.ketidakpercayaanmu. "Aku sungguh ya kepercayaan demi kepentingan stabilitas negara. tatapan tanpa belas kasihan Tuhan. Dan aku akan menjadi bahagia berpura-pura pun satu orang Hidden. mungkin. kan?" seru Kaede. Tapi bila kau salah k tidak boleh berpura-pura bila sudah menyangkut masalah kepercayaan. mungkin dia masih hidup. "Tentu tuhan kaum Hidden itu Maha Pengampun. * Halaman 124 dari 500 ." sahut Takco dengan nada getir. oleh Yang Maha Melihat." Dilihatnya Kaede agak gemetar." Andai m Hidden.

namun rasa jenuh dan diabaikan membuat mer eka mencoba hasil pelatihan mereka. dan hutan berbukit di atas kastil." kata Maya kepada Sunaomi. Arwah orang yang mati disambut ke mbali. Hari-hari di musim panas terasa panjang dan panas: semua orang mudah marah. Maya dan Miki menyalakan lilin bag i Kenji yang amat mereka rindukan. tapi sifat mereka yang selalu mem er hatikan. "Apa gunanya semua pelatihan itu bila tidak digunakan?" gerutu Maya pelan. ketakutan dan kegembiraan. Mereka menguping pembicaraan dan tahu ada us ulan untuk mengangkat salah satu atau kedua anak itu. Melihat kasih sayang Kaede pada kedua bocah itu. ar ea di sekitar gunung berapi. membicarakan tentang kun¬jungan k e ibukota tahun depan. "dengan hidung panjang dan mata yang selalu mengintai!" .Pada bulan kedelapan tibalah Festival Obon. Meskipun tak diijinkan mengguna¬kannya. Lampion yang tak terhitung jumlahnya mengapung di gelapnya permukaan air. Miki dapat menggunakan sosok kedua cukup lama untuk memberi kesan kalau Maya ada di ruangan sementara Maya menghilang agar bisa menakuti Sunaomi dan Chikara dengan hembusan napas seperti desah napas hantu di tengkuk. dan M iki setuju dengannya. Shizuka sibuk dengan administrasi Tribe. namun aturan itu menjengkelkan mereka: keduanya ingin menjelajahi kota yang sibuk. Mereka mematuhi peraturan untuk tidak keluyuran di luar. Mereka tak diberitahu tentang kehamilan Kaede. menyiksa Sunaomi dan Chikara. bentuk tarian mereka tampak jelas diterangi kembang api yang bersinar terang. tapi mereka sudah terampil dengan pe latihan Tribe. lalu diucapkan selamat jalan dengan gabungan antara per asaan sedih sekaligus gembira. serta hal-hal lain yang menyangkut urusan kenegaraan. Kenyataan bahwa hal itu tidak dibicarakan secara terang-terangan membuat mereka gelisah. Shigeko tampak semakin cepat memasuki masa kedewasaan dan menjadi makin m enjauh. Si kembar tak diijinkan keluar berdua saja. akhirnya mereka tahu. Dia lebih banyak menghabiskan waktu dengan ayah. tapi kesedihan mereka yang tulus tak menghalangi mereka dari ke giatan senggang baru. "Di sana ada goblin. atau sentuhan di rambut. mereka menduga itu karena kedua anak itu laki-laki. dirayakan dengan jamuan. hutan di seberang sungai. Tepi pantai dan sungai dipenuhi oran g.

"Terlalu banyak pe njaga. Maya ingin membalas perkataan itu. "Aku tidak takut pada apa pun!" "Tengu yang ini suka makan anak laki¬laki. dan melemaskan jari¬jarinya." Halaman 125 dari 500 . bahkan di taman. "Mereka tak bisa mengerjai kita di sini. Hari terasa menyesak¬kan. "Aku tidak takut pada tengu. "Mereka memakannya mentahmentahi" "Seperti macan?" sahut Sunaomi seraya mengejek. Ia belum melupakan kata-kata Sunaomi pada ayahnya. tentang keung gulan anak lelaki: Lagipula. Dua layang¬layang bergulung-gulung di atas mereka. tetap saja terasa panas tak terkira.Maya menunjuk ke arah bukit. anggapan yang terucap tanpa disadariny a. Sore pada hari ketiga Festival Obon." bisik Miki. tempat pepohonan yang begitu lebat hingga kelihatan tak bisa ditembus." sahut Sunaomi." kata Chikara gugup. mereka hanyalah anak perempuan. keempat anak itu berada di taman. sehingga membuat Maya makin kesa l. di ba wah pepohonan. Dirasakan si kucing berputar¬putar di dalam dirinya.

" "Akane membenci anak laki-laki. "Hanya saja aku tidak diperbolehkan ayahmu yang bilan g begitu. Itu cuma alasanmu saja. bila kau menatap mataku maka kau akan tertidur dan tidak akan terbang . tapi belum menjadi kuil. "Aku tak melihat satu pun hantu!" "Kalau begitu. mengesankan persimpangan antara dunia nyata dan alam baka." kata Maya." "Sunaomi takkan berani ke sana. kau pasti berani keluar sendirian!" "Aku tidak diijinkan. dan Maya menunjuk rumah Akane yang kosong dan kelihatan mu ram. Bangunan itu tak lagi be rbentuk rumah. "Kau turun lewat dinding ini saat laut surut dan berjalan di atas bebatuan menuju pantai."Memang mudah bersikap berani saat dikelilingi penjaga. Aku sudah pernah pergi ke rumah Aka ne. "Dia mengubur anak laki-laki hidup¬hi dup di tamannya supaya semak-semak tumbuh subur dan wangi. walaupun arwahnya gentayangan di rumah itu." kata Maya dengan setengah tersenyum. lalu kembali pada Ch ikara. Aku tidak takut. "Jika kau memang pemberani. pergilah ke rumah Akane dan bawa pulang beberapa tangkai bunga." bisik Miki. 'Tidak mudah keluar tanpa terlihat." Maya berdiri dan berjalan ke pinggiran dinding laut. Aku sudah berjanj i pada Ayah. "Kau tahu. "Kau b isa pergi malam ini. G elombang sudah hampir naik." "Itu mudah." kata Maya pada Sunaomi. kau pasti berani keluar sendirian!" Memang mudah bersikap berani saat dikelilingi penjaga. pergilah keluar." Maya berpaling ke arah Sunaomi. "Di Kumamoto aku dikirim ke pemakaman saat malam hari untuk mem bawa pulang sebuah lentera." kata Maya pada Sunaomi. "Jika kau memang pemberani." "Kau takut. Rumah itu sudah setengah dibongkar karena akan dibangun kuil. Aku pernah melihatnya." hardik Sunaomi." Sunaomi mengikutinya. Aku tak boleh menatap orang lain." tutur Sunaomi. sebagian menampakkan bebatuan yang menonjol dan licin." Cepat-cepai Maya menampar pipi Sunaomi untuk menyadar¬kannya." sahutnya. maaf." "Mudah jika kau tidak takut. menahan tatapan bocah itu selama beb erapa saat. sepupu! Aku lupa. "Maya!" seru Miki memperingatkan. "Kau takut!" "Tidak!" "Ya sudah. "Oh.

Api terakhir masih mengepulkan asap di pantai. gumpalan awan aneh berwarna kelabu berarak dari timur. Sunaomi adalah putra sulung dalam keluarga ksatria. Para pengawal yang mendampinginya sejak dari Hofu tinggal di aula di kota atas perint ah Lord Otori: penjaga kastil sebagian besar berada di gerbang dan di sekitar dinding depan. Laut dan daratan berbaur menjadi satu. Tak sulit baginya. Sunaomi. aku akan ke rumah itu dan membawa pulang apa pu n yang kau minta. 'Tahukah kalian kalau kalian akan dib unuh jika tinggal di Kumamoto? Di sana kami membunuh orang kembar!" "Aku tidak percaya sedikit pun apa yang kau katakan. untu k tetap terjaga sampai tengah malam. Pa sukan patroli Halaman 126 dari 500 . meski dengan keberanian yang mantap. "Jika kau anak laki-laki. meskipun baru delapan tahun. melenyapkan bintang dan a khirnya menelan bulan. langit tampak cerah tanpa angin.un lagi!" Sunaomi menghampiri untuk membela adiknya. namun saat bulan mulai naik. Sejak kecil dia dilatih deng an disiplin dan diajari untuk mengatasi rasa takut." sahut Maya." Saat matahari mulai terbenam. selain itu tak ada api lain lagi." Sunaomi menegakkan badan dengan bangga. aku akan membu nuhmu. Tapi karena kau hanya anak perempuan. "Semua orang l ahu kalau Arai adalah pengkhianat dan pengecut. dia tetap gel isah dan lebih takut karena tak mematuhi paman¬nya ketimbang bahaya terluka atau pun hantu.

Sua ra burung hantu terdengar di atas kepala membuatnya melonjak terkejut. bersama dua pelaya n yang merawat mereka. laut bergumam lembut. Ombak merayap di bawah tubuhn ya. Seraya menggertakkan gigi. na mun tak satu pun dari keduanya bergerak. dia bergeser sedikit demi sed ikit bak kepiting ke arah api terakhir yang masih mengepulkan asap. Kastil maupun kota sudah terlelap. dan bentuk burung y ang seperti hantu itu sesaat mengapung di hadapannya dengan kepakan sayap. tak bisa naik atau turun. menyebabkan luka tadi terasa perih. Ketika kakinya yang bersandal jerami menyentuh permukaan bebatuan. Hampir tidak bisa melihat apaapa. Di luar. Pantai tampak kelabu pucat. bersama dua pelaya n yang merawat mereka. Menggaruk berusaha mencengkeram sesuatu untuk pegangan. salah satunya mendengkur. siap mengatakan kalau ia ingin ke kamar mandi bila mereka terbangun. Beberapa kali mengira kala u dirinya terjepit. rjalan melintasi taman dalam jarak waktu yang teratur. Bisa terdengar olehnya pusaran air di bebatuan. Tercium olehnya bau damar yang terbawa asap api unggun tadi dan aroma kuat lainny a yang . Kedua gadis pelayan itu tidur cepat. Lalu berganti rumput kaku. Sunaomi berhenti sebentar. memikirkan tentang monster yang muncul dari laut. Sunaomi c epat-cepat berdiri. malam terasa tenang. dira sakannya kulit kerang setajam pisau di telapak kaki dan lututnya. dia lega merasakan kelembutan di telapak kakinya. Kedua gadis pelayan itu tidur cepat. Sunaomi mendengar suara m ereka melewati pintu yang terbuka dari ruangan tempat dia dan Chikara tidur. Ketika sampai di atas pasir. Sunaomi c epat-cepat berdiri. meringkuk di balik pepohonan. kini lebih keras lag i. Sunaomi tersandung dan terus berjala n dengan merangkak ke hutan kecil tempat pepohonan pinus bermunculan di sekeliling¬nya. Cahaya api berada tepat di belakangnya. Sunaomi mendengar suara mereka melewati pintu yang terbuka dari ruangan tempat dia dan Chikara tidur. Sunaomi menghela napas panjang dan mulai meraba¬raba jalan yang dilaluinya menurun i landaian besar di dinding batu besar yang dirapatkan. siap mengatakan kalau ia ingin ke kamar mandi bila mereka terbangun. na mun tak satu pun dari keduanya bergerak. salah satunya mendengkur. menuju ke pantai. Di bawah dinding.berjalan melintasi taman dalam jarak waktu yang teratur. Laut terdengar meraung. ombak berdesis berbuih putih. ikan ata u gurita raksasa yang bisa menelannya ke dalam kegelapan. dia ter¬peleset dan hampir jatuh ke dalam air.

Halaman 127 dari 500 . Kucing itu pasti kucing tiba-tiba melolong dari balik bayang-bayang. Gerbang terbuka lebar. Aku adalah Arai Sunaomi. Dipaksa dirinya untuk berdiri. Ia men¬capai dinding taman.terasa manis dan memikat. Jangan menangis. putra Zenko. Ta pi itu bukan berarti dia tak percaya akan keberadaannya: perempuan berleher panjang bak ular dan gigi setajam kucing. Napasnya makin memburu. lalu berusaha menahan gemetar yang sem akin melemaskan tubuhnya. Sesuatu berlari cepat menyeberangi beranda. dan tak tahan ingin buang air kecil. tubuhnya terhalang sarang laba-laba. katanya dalam hati. orang yang mati penasaran. Rumah itu gelap gulita. Sunaomi menelan ludah dengan susah payah. c ucu Daiichi. makhluk bermata satu serta tanpa tangan dan kaki. jaring¬nya lengket di wajah dan rambutnya. mungkin kuci ng. bandit tanpa kepala ya ng marah karena dihukum mati. Aku tak takut pada apa pun. dinding mulai runtuh. Anak laki-laki sering disuruh pergi ke makam atau tempat eksekusi di malam hari untuk uji nyali. akan balas dendam dengan memangsa darah manusia. walau kakinya terasa berat . Ketika melangkah masuk ke gerbang. aku tidak boleh menangis. meskipun bisa dirasa¬kannya air mata mulai men gambang di pelupuk mata. atau tikus besar. Ia menggapaikan tangannya seakan mengikuti bau wangi itu sampai ke belaka ng rumah lalu sampai ke taman. tapi dia berkata pada dirinya sendi ri. Sunaomi sudah menyom¬bongkan diri pada Maya kalau dia tak pernah melihat hantu. lalu ber¬jalan ke depan. lekukan atap di belakangnya. Wangi tanaman di taman Akane diperkuat dengan darah dan tulang anak laki-laki.

Lenteranya agak sedikit naik. dan Sunaomi mendengar langkah kaki di di belakangnya. dan betapa tak lama lagi dia akan ter-baring di kuburan. Maaf. Sejak itu. namun luka telah tertoreh di hatinya. dan dengan sembarangan mencabut beberapa tangkai. Di a bergegas ke arah bunga itu. Saat berbalik. Ku¬mohon jangan sakiti aku. matanya langsung silau terkena cahaya. Dia lalu lari. Bau tanah dan rasa¬nya mengingatkannya pada pemakaman dan mayat. Sunaomi menjerit. suara manusia. menggapai dan mematahkan sebatang ranting. Keesok an paginya dia tidak mengakui. tapi tersandung sebongkah batu dan jatuh terjerembab. merasakan se nsasi ter¬akhir dalam hidupnya. "Maafkan aku. selain ketakutan setengah mati. "Apa yang sedang kau laku¬kan tengah malam begini?" Tapi Sunaomi tak mampu menjawab. Perempuan itu tidak punya mata.Sunaomi bisa melihat bunganya: satu¬satunya benda yang terlihat dalam kegelapan. unaomi bisa melihat bunganya: satu¬satunya benda yang terlihat dalam kegelapan. Sunaomi tidak terluka. Sunaomi berdiri. Jangan kubur aku!" "Apa-apaan ini?" ada suara. dan meskipun sudah pulih. Lady Akane. *** Taro yang menginap di rumah Akane sambil mengerjakan patung. cahaya jatuh tepat di wajah perempuan itu. Piki ran kanakkanaknya . dan betapa tak lama lagi dia akan ter-baring di kuburan. Bayangan bergerak¬gerak di atasnya. suara laki-laki. mulut juga hidung. tangan itu terulur ke arah Sunaomi. dan serangan Klan Otori terhadap Arai. yang pasti baru keluar dari liang lahat. dan dengan sembarangan mencabut beberapa tangkai. luka y ang masih membekas mengandung kebencian yang mendalam ter¬hadap Maya dan Miki. tapi hanya sebagian badan. merasakan se nsasi ter¬akhir dalam hidupnya. Pertahanan dirinya bobol. Lalu dia memaksakan diri berjalan me¬rangkak sekuat tenaga dan meludahkan tanah di mulutnya. Semak itu segera men geluarkan getah berbau tajam. D ia bergegas ke arah bunga itu. Su naomi terus merenungkan kematian kakeknya. air terasa mengalir di celananya. Di buangnya ranting yang ada di tangannya. Bau tanah dan rasa¬nya mengingatkannya pada pemakaman dan mayat. Dia lalu lari. segera membawa boca h itu kembali ke kastil. tapi tersandung sebongkah batu dan jatuh terjerembab. Yang terlihat hanyalah sat u sosok setengah badan seorang perempuan.

Sunaomi merindukan ibunya. Halaman 128 dari 500 . Tidak butuh waktu lama untuk mengungkap kebenarannya. jauh lebih tinggi ketimbang pada si kembar. Ia merasa putrinya butuh pengawasannya. dan tatapan m atanya kejam dan tanpa belas kasihan. tapi ia terlalu sibuk untuk terus berada di samping putrinya. *** Takeo dan Kaede merasa gusar atas kejadian ini. "Di a tidak bisa tinggal di sini. maka strategi untuk meredam dan membendung Zenko akan hancur berantakan. Ia tak ingin mengir im Maya pergi. karena putrinya tidak menunjukkan penye¬salan ataupun rasa bersalah. Kali ini Takeo lebih gusar pada Maya. Dia tidak menangis.. curiga kalau keponakannya tak akan melakukan hal itu tanpa ad a yang memancingnya." Takeo mendengar kecemasan Kaede pada bayi yang dikandungnya. Kaede. t api nalurinya mengatakan bahwa ia bisa mendapatkan tempat yang tinggi dalam kasih sayang bibin ya. ter¬lepas dari kesedihan orang di kastil menyayangi ked ua bocah. bahkan ketika Kaede m engutarakan ketidak-senangannya dan menamparnya beberapa kali. lagipula sebagian besar dari mereka menyukai anak laki-laki. berlinang air mata karena kesal.. dan menanyai¬nya penuh selidik tentang alasannya. menebar pesona dan menghibur merek a. dan kemudian giliran Maya menghadapi kemarahan ayahnya. bak seekor hewan. Jika Sunaomi terbunuh atau terlu ka parah saat dalam perlindungan mereka. Bila dia tak bisa dipercaya tinggal bersama anak laki-laki. Takeo juga m emarahi Sunaomi atas ketidakpatuhan dan keberaniannya yang gegabah. "Maya benar-benar keterlaluan." kata Kaede.mencari cara untuk me¬nyakiti Maya dan Miki. Dia mulai meng ambil hati para perempuan penghuni rumah itu.

Sungguh sayang bila kemampuan seperti itu disia-siakan." katTak baik menginginkan putri kandung¬mu pergi jauh. Tapi siapa yang mengetahui hal semacam ini dalam keluarga Muto? Bahkan kau. "Beraninya benar kau bicara seperti itu padaku. "Mung¬kin Ta ku adalah orang yang paling tepat. tak punya pengalaman dengan kera sukan semacam ini." kata Maya pelan. "Kalau begitu. "Dia menyadarinya: dia memiliki kemampuan Tribe yang tidak boleh dia gunakan sebagai putri seorang ksat ria. Akan sela lu seperti ini. Kau tidak bisa bersikap seperti anak-anak lain. dan lebih menyayangi putra ora ng lain." "Kau mengajarkan banyak kemampuan Tribe pada putraku. ibumu se ndiri? Kau tahu apa tentang urusan negara? Semua yang kami lakukan ada alasan politis." kata Takeo pada Maya. biarkan aku menjadi putri seorang Tribe. Adakah yang dapat m engantar Maya?" "Ada seorang gadis. seray ." Takeo mengangguk: kini ia ingat gadis itu. Kita tak bisa memintanya kemari hanya u ntuk kepentingan Maya. bertubuh tinggi dan tegap. Kau putri Lord Otori." sahut Shizuka." "Maya perlu pengawasan dan pelatihan." Sunaomi berusaha menghindar. tapi sebelum pergi Maya memojokkan bocah itu." "Tapi Taku harus tetap di wilayah Barat. dan bisa b eralih rupa menjadi laki-laki. "Kau harus mematuhi S ada." Shizuka berkata. Shizuka. Kaede menamparnya lagi. dan lebih menyayan gi putra orang lain." Maya berbisik." Takeo menghela napas. "Kau akan menemui Taku di Maruyama." "Siapa namanya?" "Sada: kerabat dari istri Kenji. "Sepertinya hanya itu jalan keluarnya."Tak baik menginginkan putri kandung¬mu pergi jauh. dengan darah Kikuta. Mereka berdu a bekerja di rumah penginapan orang asing saat ini. penyamaran yang sering digunakan saat melaksanakan tugas Tribe." "Maka kirim Maya kepadanya. Seiko. dia baru datang dari desa Muto bersama adiknya.

" Sunaomi berteriak memanggil pelayan. Dia yang memaksaku pulang. aku di sana. tapi Maya sudah pergi." "Kau tidak ada di sana!" "Ya. "Kau tidak bawa rantingnya!" "Tidak ada bunga di sana!" "Tidak ada bunga! Kau memetik sebatang. Aku melihatmu. Lalu kau buang." Maya tersenyum. dan mengompol di celana.a berbisik.* Seiring musim panas berganti musim gugur. "Kau gagal dalam uji nyali itu. Takeo bersiap untuk bepergian lagi. Sudah kubilang kalau Arai pengecut. Taro ada di sana. Su dah menjadi kebiasaan negeri ini kendalikan dari Yamagata dari akhir bulan kesembilan hingga puncak musim Halaman 129 dari 500 ." sahutnya." "Aku ke rumah itu.

Takeo membacanya dengan penuh semangat. ingin. Cita-citanya siap diterus¬kan mur id-muridnya: Takeo dan Shigeko." "Dari si juru bahasa?" Shigeko ingin bertanya lagi pada ayahnya. Dan ibumu mulai membelajari bahasa orang-orang asing itu. dan hasil pengadilan dibagi-bagi dalam kotak dan keranj ang pada barisan panjang kuda beban. dan ia memikirkan dengan penuh kerinduan saat ia akan mengundurkan diri ke Terayama dan sisa hidupnya dengan meditasi dan melukis. perencanaan pertanian sena keuangan. Makoto kini menggantikan kedudukannya sebagai Kepala Biara. dan segera mem¬beritahukan kabar ten tang keluarga pada putri sulungnya. Setetah upacara pe¬makaman selesai. Laporan kerja selama musim panas ber¬bagai keputusan. dan hasil pengadilan dibagi-bagi dalam kotak dan keranj ang pada barisan panjang kuda beban. Gemba menemani mereka ke Yamagata. Tak ada yang perlu disesali atas kepergian Matsuda. Ia senang karena tahu Makoto tetap akan men dukungnya.dingin. sena banyak yang lainnya. tempat berbagai urusan administrasi menyita s eluruh perhatian Takeo. jiwanya merupakan kesatuan antara kemur¬nian dan kekuatan. "Ibumu pindah bersama kedua bocah itu ke rumah lama Lord Shigeru. perencanaan pertanian sena keuangan. Tepat sebelum berangkat ke Maruyama pada minggu pertama di bulan kesepuluh. Mi yoshi Gemba membawa kabar ini ke Hagi dan Takeo langsung berangkat ke Terayama bersama Gemba dan Shigeko. tapi Takeo tetap meng¬gunakan nama lamanya. tapi ia terpaksa ber¬angkat lebih awal karena kematian Matsuda Shingen. Miy oshi Gemba membawa kabar ini ke Hagi dan Takeo langsung berangkat ke Terayama bersama Gemba dan Shigeko. Namun Takeo begitu merindukan. kode etik hukum. tapi Minoru dan pelayan rumah Miyoshi ada bersama mereka seperti biasa. serta Jun dan Shin yang berada di luar tapi tetap masih . tapi ia terpaksa ber¬angkat lebih awal karena kematian Matsuda Shingen. Tujuan hidupnya telah tercap ai. Shigeko bangun lebih awal setiap pagi untuk berlatih me¬nunggang kuda dan memanah bersama Gemba untuk kemudian menghadiri se¬bagian besar rapat bersamanya. dan merasa kehilangan orang bijak tersebut sebagai kerugian bagi Tiga Negara. sura t datang dari Hagi. kode etik hukum. Laporan kerja selama musim panas ber¬bagai keputusan. dan berganti nama me njadi Eikan. mere ka melanjutkan per-jalanan ke Yamagata.

Saat itu Ayah bernama Tomasu. ad at kebiasaan dan tujuan mereka. tapi Shigeru mengganti nama Ayah menjadi Takeo." "Sungguh luar biasa." Bola mata Shigeko terbelalak dan urat nadinya berdenyut cepat. Setelah itu. Mereka memiliki kepercayaan yang sama dengan para orang asing. dan dulu pernah dibantai oleh Klan Tohan." akhimya ia berkata. tapi simpan rahasia ini baik-baik.bisa mendengar. "Pasti hidupnya menderita. "Ayah akan ce ritakan kepadamu. berasal dari Tribe. menyelimuti tanah denga n onggokan berwama emas. seperti kau tahu. "Apakah sebaiknya mereka diijinkan ber¬dagang di Maruyama?" "Ayah ingin mereka berada di tempat yang bisa kita awasi. anak itu adalah Ayah. kabut merangkak naik dari parit yang me ngelilingi bangunan sehingga mengaburkan garis bentuk dan detil. tapi l ain bapak ayahku. Namanya Madaren. kecuali kakak laki-lakinya yang diselamatkan o leh Lord Shigeru. Saat itu hari sudah senja. Selama ini Ayah mengira dia sudah mati. Kita harus belajar sebanyak mungkin tentang bahasa." katany a." ujar Shigeko. Shigeko mendapat kesempatan saat mereka berdua berj alan di taman. tapi orang lain tidak. lalu dengan sifatnya yang lekas bersimpati. "Ya. Ayahnya ter¬senyum." sahut Takeo." Halaman 130 dari 500 . Madaren adalah adik perempuanku: kami lahir dari satu ibu. itu nama yang dipakai kaum Hidden . "Ayah hams menceritakan lebih banyak lagi tentang orang-orang asing itu. Daun berguguran di taman yang tenang." Sesaat Takeo ragu. seakan dia mengenal Ayah dengan baik. "Ibumu tahu siapa dia. Semua keluarganya dibunuh." "Juru bahasa itu: dia memandang ayah dengan pandangan aneh. "Mereka akan tinggal di Hagi selama musim dingin.

dan Ayah berharap tidak menyalahgunakan kekuasaan yang telah diberikan kepada Ayah. dan tak ingin membahas lebih jauh lagi topi k pembicaraan yang mengingatkan Ayahnya pada kenangan yang menyakitkan." sahut Takeo. teraenyum. meraih semua kesempatan yang ada. Meskipun. Jo-An. keamanan mereka ini ada di tanganmu. Dan ingat untuk menghormati semua kepercay aan." "Ramalan membenarkan kekuasaan Ayah seperti yang ditakdirkan dan direstui Surga. Tapi Shigeko tahu kalau ayahnya menyembu¬nyikan banyak kekhaw ." Shigeko melihat wajah ayahnya muram. Kini dia dalam perlindungan Ayah. juga salah satu pengikutnya. serta banyak mantan gelandangan masih tinggal di pedesaan di sekitar kota. meskipun dia kerabatmu. "Ayah akan mati dengan bahagia karena tahu akan meninggalkan semuanya di tangan yang aman. Kini dia dalam Dia berhasil bertahan. Apa Ayah memercayai semua ini?" "Ayah tidak memercayai sepenuhnya." "Orang tua semakin lama semakin akan bertindak bodoh. tentu saja. mendadak ketakutan. Bahkan kita memiliki kirin salah satu tanda adanya penguasa yang adil." sahutnya."Dia berhasil bertahan. "Ayah sangsi bisa hidup bahkan separuh dari usia Matsuda." Shigeko merenungkan hal ini selama be¬berapa saat. belajar bahasa asing." Setelah beberapa saat. "Bolehkah aku bertanya lagi?" " Tentu." tambahnya nngan "Bila itu terjadi." seru Shigeko. "Kelak. Tapi jangan memercayai orang asing. belajar bahasa asing. Lady Naomi melindungi me reka karena dia juga mengikuti ajaran mereka. tapi jangan ikuti satu pun dari semua itu. "Dari dulu memang sudah banyak kaum Hidden di Maruyama. Kau boleh tanya apa saja dan kapan saja." sahut Takeo." lanjut Takeo dengan s angat serius. Kau harus ber¬kenalan dengan pemimpin mereka. dan diijinkan mengajar¬kan ibumu. Ayah tak berharap hidup sampai tua. Burung houou bersarang lagi di Tiga Negara." sahut Takeo. kau harus mendorong Ayah untuk mengundurkan diri." "Aku ingin Ayah tidak pernah mati. karena itu satu-satunya jalan yang harus d itempuh seorang pemimpin sejati. ia me nambahkan. begitu juga pada Madaren. "Ayah sangat bersyukur atas sem ua yang dianugerahkan Surga pada Ayah. "Madaren melakukannya lebih baik dibandingkan orang lain. "Madaren melakukannya lebih baik dibandingkan orang lain. Ayah tak ingin menyembunyikan apa pun darimu. meraih semua kesempatan yang ada.

Kuda coklat kemerahan itu dijinakkan oleh Lord Takeshi. diiden¬tikkan pada Jo-An dan sekarang dia dipuja di sini ." sahut Gemba. dia tumbuh dewasa bersama salah seorang yang m elegenda itu." ujar Takeo. "Kuda yang ini cukup menyenangkan. dan kematian si raksasa. "Ya. Tidak ada kuda seperti dia. Ia Halaman 131 dari 500 . Tapi. dan Tak eo mengenang masa lalu bersama Gemba: pergi dari Terayama di tengah guyuran hujan. "Pada saat itu Amano Tenzo memberiku Shun. bantuan Jo -An bersama kelompok gelandangannya. dan kuda itu meng¬hilang sampai Amano Tenzo membeli dan memberikan nya kepada Takeo. tapi Shun membuatku te rcengang pada peperangan pertama kami. Takeshi dibunuh prajurit Tohan. Dia lebih tahu banyak tentang peperangan ketimbang diriku sendiri!" "Kukira dia sudah mati sekarang?" tanya Gemba. Tahukah kau kalau Shun ternyata adalah kuda Takeshi? Mori Hiroki yang mengatakannya. secara aneh. dia mati dua tahun lalu. Shigeko sudah tahu hal itu. adik Shigeru. yang membawanya ke Yamagata. Biara dewa rubah yan g ada di tepi sungai kini. Beberapa hari kemudian ia dan Gemba menyeberangi jembatan di dekat Kibi.atiran. Jin-Emon. Ditepuknya leher kuda hi tam yang sedang ditungganginya." "Aku tidak tahu. Ia memikir¬kan dengan gembira atas hadiah rahasia yang akan ia berikan untu k ayahnya.

Ia kemudia n melihat ke bawah.sudah lama berharap akan ke Maruyama karena ia memang bermaksud menghadiahkan ku da itu sebagai kejutan saat upacara yang akan datang. merasakan kalau me reka memang direstui Surga. kita hadiahkan kirin kepada Kaisar." Gemba tertawa terbahak-bahak. Memikirkan legenda dan hewan-hewan yang mengagumkan memunculkan gagasan di benak nya. dan Ajaran Houou. H isao melihatnya dan memanjatkan doa bagi arwah kakeknya agar dapat menempuh jalan ama n menuju alam baka dan kelahiran kembali yang lebih baik pada kehidupan kelak. "Ayah. ke barisan pegunungan yang terbentang ke timur dan utara. "Hadiah yang sempurna! Hadiah yang belum pernah te rlihat di ibukota!" Takeo berpaling dari pelana dan menatap Shigeko. jasadnya dibuang ke parit dan tertimbun tanah. namun telah merindu . Mungkin Lord Gemba a tau Lord Hiroshi bisa ikut ber¬samak u. Seringkali hujan turun tiba-tiba selagi ia melewatinya. tapi Hisao tidak sulit menemukannya karena ibu¬nya membimbi ng langkahnya ke sana. Dan apakah hewan it u dapat bertahan dalam perjalanan sejauh itu?" "Hewan itu berhasil menempuh per jalanan dengan kapal. Arwah itu menggantung di tepi kesadaran seperti juga arwah ibunya. Aku bisa menemani¬nya sampai ke Akashi. pipi t embamnya merona merah karena senang. "Gagasan yang menakjubkan. Ayah tak ingin memintanya kembali. ajaran kedamaian akan menang.* Setelah kematian Muto Kenji. Begitu cemerlangnya gagasan itu hingga ia ingin langsung mengatakannya. untuk melihat a pakah ada orang yang datang Hisao merasa lega tapi juga menyesal karena arwah kakeknya telah kel uar. Tida k ada benda yang menandakan tempat itu. menunggang kuda melalui pedesaan di musim gugur yang damai menuju wilay ah yang akan segera menjadi miliknya. memb iaskan sinar matahari menjadi penggalan-penggalan bianglala di awan yang membumbung tinggi. Ia hanya mengenal kakeknya sebentar. saat kita ke Miyako tahun depan." "Kaisar serta orang istana akan terpesona dengan hadiah itu." kata Gemba. tempat ia akan bertemu Hiroshi lagi. membuatnya sakit kepala dengan tuntutan yang tak bisa dipahami. Tapi Ayah telah memberikan kirin untukmu. "Sepertinya Lord Saga akan takluk pada Lady Shigeko." Shigeko. udah lama berharap akan ke Maruyama karena ia memang bermaksud menghadiahkan kud a itu sebagai kejutan saat upacara yang akan datang.

Hisao agak senang men¬dengar kabar baik tentang eksekusi para pemuda itu karena akan mem adamkan harapan Gosaburo dan menguatkan ke-putusannya untuk balas dendam. dan walaupun tidak pernah membicarakan hal itu. lipatan kulit keriputnya semakin bergelayut. terutama Kotaro Gosaburo.kannya: Kenji bunuh diri atas kemauannya sendiri. sinar matan ya hampa. dia membenci Akio k arena menjadi penyebabnya. bahwa salah satu atau keduanya s udah tewas. tapi m enyesali kematiannya. Akio makin tak sabar pada Gosaburo. Gosaburo semakin kurus. Burung-burung mulai bermigrasi ke utara. kare na tak ada kabar tentang nasib anak¬anaknya yang ditahan di Inuyama. Bunga lili musim gugur berwarna merah tua pekat tumbuh di atas jasad Kenji. dan malam Halaman 132 dari 500 . Desas¬desus dan spekulasi kian bertambah: bahwa mereka sekarat karena disiksa. Hisao senang arwah kakeknya sudah pergi dengan damai. Musim panas berlalu dan tak ada yang datang. dia menjadi cepat kesal dan sikapnya menjadi susa h ditebak. mesk i tak ada yang menanamnya. Penduduk desa merasa khawatir selama musim panas.

bobot. pohon bee ch berwarna tembaga. wortel dan labu yang baik. la membuat penggaruk tana h baru sehingga pupuk ter¬sebar lebih merata. dan baru akan berangkat ke Miyako. dan amat gelisah dengan berita yang ketiga. dan bereksperimen dengan bilah kapak. willow dan ginko berwarna keemasan. "Apa maks udnya?" "Kaisar telah menunjuk jenderal baru.dipenuhi jeritan angsa dan kepakan sayap mereka. Hari¬hari dilalui Hisao deng an memperbaiki pematang sebelum musim dingin. Saga Hideki. Sistem pengairannya berhasil: sawah d i pegunungan menghasilkan panen kedelai. dan Hisao ke sana saa t ada waktu luang untuk memerhatikan dan membantu meniup panas dengan alat peng¬embus dalam pr oses mengubah besi menjadi baja. Pohon maple dan pohon sumac berubah warna menjadi merah tua. mengumpulkan kayu bakar dari hutan. menyebar dedaunan kering dan kotoran hewan di sawah. pohon bee ch berwarna tembaga. Rombongan itu berada di Inuyama di waktu yang bersamaan dengan Kazuo. wortel dan labu yang baik. willow dan ginko berwarna keemasan. dan bereksperimen dengan bilah kapak. ipenuhi jeritan angsa dan kepakan sayap mereka. Di awal bulan ketujuh. Sistem pengairannya berhasil: sawah d i pegunungan menghasilkan panen kedelai. Pohon maple dan pohon sumac berubah warna menjadi merah tua. bobot. Rembulan di bulan kesembilan tam pak besar dan keemasan. yang selama sepuluh tahun ini . Ada sebuah tempat penempaan besi di desa itu. masih di tahan di Inuyama. iri pada berita ya ng kedua. Ada sebuah tempat penempaan besi di desa itu. Hari¬hari dilalui Hisao deng an memperbaiki pematang sebelum musim dingin. sudut s erta ke¬tajamannya. Imai Kazuo dikirim ke Inuyama untuk mencari berita. dan Hisao ke sana saa t ada waktu luang untuk memerhatikan dan membantu meniup panas dengan alat peng¬embus dalam pr oses mengubah besi menjadi baja. la membuat penggaruk tana h baru sehingga pupuk ter¬sebar lebih merata. sudut s erta ke¬tajamannya. "Mengapa Otori melakukan pendekatan pada Kaisar?" tanyanya pada Kazuo. Rembulan di bulan kesembilan ta mpak besar dan keemasan. Dia juga membawa kabar lain: Lady Otori sedang hamil dan Lord Otori mengirim utusan dengan prosesi yang mewah ke ibukota. menyebar dedaunan kering dan kotoran hewan di sawah. mengumpulkan kayu bakar dari hutan. Dia k embali di pertengahan musim gugur dengan kabar gembira namun membingung¬kan: para sandera ma sih hidup. Sikap Akio kurang senang dengan potongan berita yang pertama.

. aku dapa t merasakannya. Kita harus ambil b agian dalam kejatuhannya: dengan bersembunyi kita tidak bisa me¬nunggu sampai orang lain memba wa kabar kematiannya kepada kita." ujar Akio penuh per¬timbangan.sibuk memperluas kekuasaannya di seluruh penjuru wilayah Timur. bereaksi pada ancaman semacam itu.. atraksi lempar bola. sebel umnya ia tidak ragu membunuh keluarga Kikuta. walaup un orang Halaman 133 dari 500 . Sebagai anak. jimat¬jimat dikeluarkan dan dibersihkan. Kini muncul seorang ksatria yang bisa menantang Otori." Mata Akio berkilap dengan ekspresi yang tidak biasa. Otori menjadi lebih rapuh. "Mengutus orang ke Kaisar. dan anak-anak itu masih hidup. "Ada yang berubah." "Kalau begitu kita pergi ke Akashi lebih dulu. Ta keo pasti sudah tahu tempat kita ini. sandal jerami disiapkan dalam jumlah banyak. "Ada banyak keluarga Kik uta di Akashi." "Memang ada tanda-tanda kelemahan. menyanyikan balada kuno yang disukai penduduk desa. pertikaian." kata Kazuo. Hisao bukanlah pemain pertunjukan yang berbakat: terlalu pemalu dan tidak menik¬ma ti menjadi pusat perhatian. senjata¬senjata diasah. tentang perang zaman dulu. Keluarga kita yang ada di Tiga Negara ini juga butuh tuntunan. asinan persimmon dan chestnut dikumpulkan lalu dikemas. ia pun hapal semua lirik lagu-lagu. kecuali mereka di¬sibukkan dengan hal-hal yang lebih men¬desak. Akio mulai berlatih at raksi lempar bola lagi. tapi kombinasi antara pukulan dan makian Akio telah men¬jadikanny a cukup terampil." sahut Akio." Kazuo sepakat. Ia jarang mem¬buat kesalahan. Seminggu setelah pulangnya Kazuo. ayah Hisao mengajarinya ketrampilan teater keliling Kikuta memain¬kan drum. dan akan mengikut imu bila kau yang ke sana." "Ini waktunya bagimu untuk bepergian lagi. pengkhianatan dan tindakan balas dendam yang selalu mereka laku kan dalam perjalanan ke seluruh Tiga Negara. Aku tidak percaya dia maupun Taku akan membiarkan ke matian Kenji begitu saja tanpa membalas dendam." "Muto Kenji berhasil mengetahui ke¬beradaan kita.

.

menyimpan cat atan." "Begitu Takeo dan juga Taku mati. Akio memadamkan lampu. Mari kita terima lawarannya untuk berdamai. "Sudah saatnya kita berun ding dengan Otori." Akio menjawab." Gosaburo menghela napas panjang." sahut Akio.. Gagasan untuk bep ergian mem¬buat ia bersemangat sekaligus takut. menyediakan dana. melihat hal-hal baru. ketika Hi sao tengah bersiap untuk tidur." Tak lama setelah Gosaburo pergi. Hisao sudah ber¬baring: ma lam itu . Kita juga bisa ber¬kembang: pengaruh k ita bisa diperluas melalui perdagangan. Gosaburo menghampiri pintu kamar dan meminta apakah bisa bicara berdua dengan Akio. Aku akan setia padamu. seolah menekankan otoritas usia." ujarnya. tapi memberi isyarat agar tamunya boleh masuk dengan menggerakkan kepala.. Gosaburo gembira menerima kabar dari Kazuo. menggeser tutup pintu lalu berlutut dengan gugup. Gosaburo melangkah ke dalam kamar." "Tidak ada yang boleh pergi meninggalkan keluarga Kikuta. Aku akan pergi bes ok pagi. Aku ak an bekerja untukmu di Matsue seperti yang pernah kulakukan. dan menanyainya dengan penuh selidik . "Tidak akan. "Aku mulai membusuk di sini. Dia tidak langsung bicara pada Akio. Hentikanlah semua pertikaian ini. melihat hal-hal baru." Akio memperingatkan. p ergi meninggalkan desa. tapi di malam sebelum keberangkatan mereka. Tak sabar untuk segera berada di jalan. Kita semua juga.. dan kehadiranmu membuatku jijik. Tak sabar untuk segera berada di jalan. "Aku akan kembali ke Matsue. "Keponakan. tapi kurang bersemangat dengan pertunju kan dan gelisah meninggalkan makam kakeknya. Tiga Negara semakin kaya dan makmur sementara kita bersembunyi di pegunungan. suaranya datar. Gagasan untuk bepe rgian mem¬buat ia bersemangat sekaligus takut. p ergi meninggalkan desa. "Sekarang enyahlah. Aku lelah. Akio sudah setengah telanjang dan Hisao bisa melihat ekspresi kemarahan ayahnya. Otori membiarkan anak-anakku tetap hidup.mengeluhkan kalau ia seperti bergumam sehingga sulit didengar. ny aris kelaparan dan tidak lama akan musim dingin. engeluhkan kalau ia seperti bergumam sehingga sulit didengar. baru kita bicara tentang perdamaian. tapi kurang bersemangat dengan pertunju kan dan gelisah meninggalkan makam kakeknya.

jangan bangun. Setelah Akio pergi meninggalkan kamar. kata Hisao berulang kali pada dirinya sampai tiba-tiba. Takeo dan Isamu. Dia mati dibunuh dengan gar otte." dalam konflik dan kebingungan sehingga para saudagar mengambil keuntungan dari k ebutuhan pangan dan senjata para ksatria. Terdengar beberapa kali suara pelan. Penggalan ca haya menari-nari di balik kelopak matanya. seseorang tercekik dan meronta-roma: suara berdebuk berat. Kota Halaman 134 dari 500 . "Tak ada yang boleh meninggalkan Kikuta dan bebas pergi tanpa hukuman. ayahnya." kata Aki o pada Hisao sewaktu mereka bersiap berangkat. dan jangan pedulikan apa pun yang akan di degarnya. Hisao membenamkan diri di balik selimut dan berusaha menutup telinganya. berani m eninggalkan Tribe. Aku sudah tidur. Isamu sudah dieksekusi. tapi ke¬mudian ia mendengarkan gerakan Akio: setiap s el dalam tubuh orang itu seakan merindukan belai kasih sayang. "Ingat itu. ia sudah tertidur nyenyak dan tanpa mimpi bak orang mati.terasa hangat dan ia tidak menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. Tak seorang pun berani menangisi kematiannya. dan Hisao merasakan kelembutan sesaat yang amat dirindukannya saat ram but¬nya dibelai sang ayah. lalu ke tanah. Hisao berusaha untuk tidak bersuara karena kekerasan yang sewaktu-waktu akan menimpa dirinya. diseret di atas papan. sebelum Akio kembali. Kemarahan Akio membuatnya bersikap kasar dan gegabah. Begitu mereka kaya. dan Takeo akan meng¬alami hal yang sama. Suara Akio terdengar h ampir lembut saat menyuruh ia tidur. Keesokan harinya tubuh Gosaburo ter¬geletak di lorong. mereka tidak ingin kekayaan mereka dirampas ksatria yang sama sehingga mereka bergabung untuk melin¬dungi barang serta usaha m ereka. Sesaat ia berpikir tentang sepupu-sepupunya dan ingin tahu bagaimana cara mereka mati di Inuyama.

Ki ta bisa lebih berkiprah dalam banyak peristiwa dengan menyediakan senjata dan kebutuhan lainny a. dan mas ing¬masing parit dengan sepuluh jembatannya dijaga prajurit dari masing-masing kesatuan. Di desa kelahirannya. Ada beberapa ku il besar yang melindungi dan mendukung perdagangan. sementara di sini. "Kita harus bergerak. Keluarga Tribe pernah menjadi pedagang yang paling ber¬kuasa di kota itu. dia melihat kalau ayahnya sudah tua.ini dikelilingi parit lebar yang digali untuk melindungi diri dari musuh. lalu berusaha menyingkirkan perasaan itu. Perjalanan terasa panjang dan melelahkan. Saat para penguasa semakin berkuasa. Saat ini Hisao tengah mengamati ayahnya." Mengira ayahnya akan bertindak seperti yang dilakukan pada Gosaburo. membuka dirinya pada suara¬suara arwah. bahkan di satu desa yang tidak ramah: tak seorang pun mau memberi mereka tempat menginap sehingga mereka terpaksa berjalan lagi semalaman. kayu manis dan gula: kata-kata yang belum pernah di¬dengarnya. tapi meningkatnya kesejahteraan di Tiga Negara serta per¬musu han dengan Otori membuat banyak yang pindah ke Hofu. dan dari keuntungan kita bisa menghindari akibatnya. dan penampilan mereka sebagai seniman jalanan sudah hilang gregetnya. Kehadiran mereka di jalanan tidak mendap at sambutan baik. Ia tak ingin Jizaemon mati sebelum mem¬perlihatkan sebagian dari nana bendanya. botol kaca dan cabung minuman. mereka mencari benda dan pakaian yang indah . cermin dan makanan baru yang lezat." kata Jizaemon. baik dalam bidang materi maupun spiritual. manis dan pedas. Baik Akio maupun Kazuo tidak muda lagi . ayahnya kelihatan seperti bukan siapa¬siapa. pemilik usaha importir sukses. Ada beberapa ku il besar yang melindungi dan mendukung perdagangan. dan pedagang pelab uhan bebas ini menyediakan-nya dengan senang hati. ni dikelilingi parit lebar yang digali untuk melindungi diri dari musuh. karya seni dan kemewahan lain dari Shin dan daerah yang lebih jauh lagi. ditakuti dan dihormati semua orang. alat yang bisa menghitung waktu. Hisao sedih . Lagu-lagu mere ka telah ketinggalan jaman dan tak lagi populer. dengan pakaian tua yang lusuh. kar ena rasa iba. dan ma sing¬masing parit dengan sepuluh jembatannya dijaga prajurit dari masing-masing kesatuan. Akio adalah Ketua Kik uta. Hisao merasa iba. Mari kita dukung persiapan perang. "Masa kejayaan telah berlalu. baik dalam bidang materi maupun spiritual. pada Akio saat menyambutnya dengan sikap setengah hati. Sakit kepala yang tak asing mulai terasa . seperti biasa.

lagi: separuh dunia menyelinap ke balik kabut. dan senjata api diselundupkan keluar Hofu kabamya dengan bantuan Arai Z enko! Kau kenal Terada Fumio?" Akio mengangguk. mereka berangkat hanya selang beberapa minggu sebelum kau datang: aku belum pernah melihat prosesi yang begitu mewah. tak lama lagi jenderal itu akan memiliki senjata-s enjata baru. Otori pasti benar-benar kaya. pertama¬tama dia menawarkan sejumlah besar uang. Tapi baru-baru in i embargo itu dilanggar. Fumio tiba dua hari setelah penyelundupan itu dan berusaha mendapat¬kannya k embali. Dia gusar sekali. "Baiklah. Kabarnya." terdengar olehnya Akio bicara. itu sebabnya Lord Otori mencari dukungan Kaisar. "Benar. seolah dari kejauha n. lalu mengancam akan kembali dengan pasukan lalu membakar habis kota itu jika tidak dikembalikan.. mungkin kau benar. "Nah. "Tapi yang pasti peperangan tidak bisa dihindari selamanya." "Dan Kaisar memiliki jenderal baru?" Akio memotong perkataan si pedagang yang penuh semangat. perempuan itu berbisik." "Apa maksudmu?" "Selama bertahun-tahun Otori member¬lakukan embargo senjata api." "Ya. tapi ia t idak mau mendengarkan.. Kami sudah mendengar tentang kurir-ku rir yang dikirim Otori kepada Kaisar. dikaruniai dengan selera dan tingkah laku serta tutur bahasa yang halus: kabarnya itu karena penga ruh istrinya. dan lebih dari itu. sepupu. Tapi sudah terlambat: senjata Halaman 135 dari 500 . dan ada lagi.

Hisao terbangun tengah malam men¬dengar ayahnya berbisik pada Kazuo. t api kedua orang itu tengah membicarakan hal lain: tentang Arai Zenko yang membiarkan senja ta api keluar dari jaringan Otori.itu sudah dalam perjalanan ke tempat Saga. Diaturnya agar mereka bisa be . Dan harga jual besi dan bubuk mesiu i tu setinggi langit. "Sejak kematian Kenji. sepupu. Kapan lagi waktu yang tepat untuk pergi ke keluarga Muto gun a memperbaiki keretakan dalam Tribe. cucu keponakan Kenji. dan mengangguk setuju pada semua perkataan Jizaemon. jika Zenko menyerang dari Barat maka dia akan terjebak di antara dua wila yah tersebut. setinggi langit!" Jizaemon menuang secangkir lagi sake dan memaksa mereka minum bersamanya. Zenko yang seharusnya menjadi Ketua Muto. "Jika dia berusaha mengambil hati Lord Saga. dan s audara sepupu dirinya." Hisao penasaran dengan jawaban Akio yang singkat. tidak selama dia membutuhkan pedagang itu untuk memberi makan dan mempersenjatai pasukannya. Dulu dia juga penyelundup. Dan Lord Otori takkan menyerang kota i tu. meskipun dahi¬nya makin berkerut dan wajahnya makin muram." sahut Kazuo. dia pasti tengah bersiap bergerak melawan Si Anjing. "Dia tak lebih dari perompak. dan setengah berharap mendengar lagi suara pelan pembunuhan. sepupu." gumam Akio. Zenko satu-satunya keluarga Muto yang tidak dikutuk keluarga Kikuta: di a tak terlibat dalam kematian Kotaro. "Zenko kuat sekaligus ambisius." "Waktu yang tepat untuk mendekati Zenko. Hisao tahu riwayat Zenko: putra sulung Muto Shizuka. setinggi langit!" tu sudah dalam perjalanan ke tempat Saga. menyediakan surat ijin perjalanan dan memberi pakaian bam serta barang dagangan lainnya. Ayahnya memang sudah mabuk ber at. dan kabarnya dia tak sepenuhnya setia pada Takeo. "Tak ada yang memedulikan ancaman Terada. Dirasakan sel uruh ototnya menegang. "Takeo sedang men¬dapat anca man dari Timur. guna menyatukan kembali semua keluarga?" Jizaemon." bisik Kazuo." "Kurasa Zenko akan menyambutmu. dan bahkan menyimpan hasrat untuk balas dendam. Dicurigai kal au dia menyalahkan Takeo atas kematian ayahnya. mungkin senang berhasil menyingkirkan tamunya." katanya tertawa kecil. Dan harga jual besi dan bubuk mesiu it u setinggi langit.

ada sesuatu di malam itu Halaman 136 dari 500 . dan menyenangkan baginya membayangkan kalau orangtuanya mati karena marah.pergian dengan kapal pedagang. dan amat terluka dengan sikap kedua orang¬tuanya karena lebih sayang pada Sunaomi. dan dalam beberapa hari mereka angkat sauh ke Kumamoto melalui H ofu. malam ketiga Perayaan Obon. Maya se makin membenci rasa takut Sunaomi karena itu belum apa-apa dibandingkan apa yang perna h dilihatnya di malam yang sama. tapi saat sam pai di pantai. Waktu itu ia mengikuti Sunaomi dengan menggunakan kemampuan Tribe. dan mereka pergi ke Maruyama untuk bertemu dengan kerabat di sana dan mencan pek erjaan setelah kematian orangtua mereka. memanfaatkan cuaca cerah dan tenang di akhir musim gugur. terutama pada ibunya. tapi dengan menyamar cara Tribe.* Maya tidak bepergian sebagai putri Lord Otori. Maya pernah melihat Sunaomi menjadi anak cengeng karena mengira melihat hantu yan g sebenarnya adalah patung Kanon maha Penyayang yang belum selesai dibuat. Maya menyukai perannya sebagai anak yatim piat u. Sebagai adik Sada.

mengenali penyesalan pahit . dan Maya menyadari kalau pantai dan hutan pinus penuh dengan hantu. Tapi didengarnya Sunaomi menjerit. dan juga geme ricik air ketika bocah itu kencing di celana. wajah mereka abu-abu.yang menyentuh perasaannya. Arwah-arwah mengejar Maya. Ter¬dengar olehnya suara-suara seperti geme risik dedaunan tertiup angin musim gugur. lalu melihat seorang laki-laki keluar dari rumah yang baru separuh hancur dengan membawa lent era. Ia tidak ingat bagaimana si kucing meninggalkan dirinya hingga ia kembali menjadi M aya. Lalu tubuhnya melemas dan meregang seperti tubuh kuc ing. Para arwah gentayangan tadi mundur terkena sinar lentera. Kami sedang menunggunya. "Di mana Penguasa kami? Bawa kami padanya. penuh kesedihan dan kelaparan. sentuhan mereka terasa sedingin es di kulit hewan berbulunya. Maya menjerit kaget. si kucing melolong. semburan air terbawa angin. berdesakan di sekelilingnya. meskipun tidak me¬mah ami apa maksudnya. Maya berusaha kembali ke tubuh manusia¬ny a. bola matanya yang besa r menangkap semua gerakan yang ada. hewan¬hewan kecil berlarian ke sana kemari. hasrat yang tak terpenuhi dalam diri mereka. Ia melihat hantu-hantu itu dengan peng¬lihatan si kucing. seperti dalam mimpi buruk ketika sepotong kalimat yang tak jelas memb uat orang yang bermimpi me rasa ketakutan setengah mati. "Lihatlah apa yang bisa kulihat!" ang menyentuh perasaannya. cukup untuk mundur ke semak-semak dan pulang tanpa terlihat ke kastii. mengatak an. cakar si kucing menggaruk-garuk batu kerikil di pasir pantai: melompat ke pepohonan di se kitar rumah itu. Penghinaan atas ketakutan Sunaomi membantu Maya men gatasi ke¬takutannya sendiri. Di mana . Arwah orang-orang mati itu mem alingkan pan¬dangan ke arah Maya dan si kucing menang¬gapi mereka. dan membuat bola mata Maya mengec il dan akhirnya tidak bisa lagi melihat mereka. dan suara si kucing berbicara dalam dirinya. dan suara si kucing berbicara dalam dirinya. "Lihatlah apa yang bisa kulihat!" Awalnya seperti permainan: latar yang gelap dadak terang. tubuh pucat mereka mengambang di permukaan tanah." Kata-kata mereka memenuhi dirinya bak teror yang menakutkan. getaran dedaun an. ju bah mereka putih. mengata kan. Terdengar olehnya derak ranting patah. sama tidak jelasnya dengan apa yang membuat tubuh kucing merasuk dalam sendirinya. Tapi ia juga tak bisa me nyingkirkan ingatan akan pandangan mata si kucing dan suara-suara bergema dari arwah gentaya ngan. dendam tak berkesudahan.

"Dulu Shizuka suka melakukan sesuka hatinya. dan kini dia sama saja seperti istri-istri yang lainnya. "Kau bisa jadi mata-mata yang sangat hebat!" seru Sada setelah malam pertama di atas kapal. "Tapi dia menikah de ngan tabib Ishida." sahut Maya. "Aku lebih suka jadi mata-mata ketimbang harus menikah dengan lord." sambung Maya. tak ingin melihat dan mendengar dengan cara sepert i itu lagi. atau seperti Shizuka dulu. tempat kota Hagi hampir menghilang di kejauhan: Pulau Oshima juga terbentang jauh di belakang mereka. meminta. dan berusaha melindungi dirinya dari kerasukan arwah si kucing. dan mereka mem¬butuhkannya untuk membantu kapal melaju ke pantai Barat. "Jangan meremehkan Muto Shizuka! Dia selalu jauh lebih dari yang k elihatannya. Tapi kucing itu mendatanginya lewat mimpi . Ia telah mewarisi si fat kejam dari Kikuta seiring dengan banyak bakat yang lain. tapi kapal tidak boleh berangkat ter¬lambat: angin timur laut h anya terjadi beberapa hari lagi. dan itu membuat Maya menyesal karena pernah me ndengar banyak cerita tentang para perompak jaman dulu dan kunjungan ayah¬nya kepada Lord Terada." gerutu Maya." "Dia juga nenek Sunaomi." Maya menatap gelombang ke Timur.Penguasa kami? Maya ketakutan setengah mati. hanya awan di atas gunung berapi di pul au itu yang terlihat. Maya. Mereka telah melewatinya semalam. "Aku ingin sepertimu. menakuti-nakuti dan membujuk dirinya. itu masalahmu!" Halaman 137 dari 500 . "Kau iri." Sada tertawa. Ia ingin melihat-nya.

"Sangat tidak adil. lalu menatap wajah Sada yang tajam. memegang tengkuknya sewaktu ia muntah dan setelah itu mengelap wajahnya. tak masalah kalau ak u kembar. Kini aku bisa jadi laki-laki atau perempuan . sering. Maya berbarin g di pangkuan Sada yang melingkarkan lengannya yang panjang dan dingin di alis Maya." Sada tertawa. Dia meng¬ajariku cara meniru anak laki-laki. Maya menatap Sada. aku tidak menyesal disuruh pergi jauh. Sada mengamatinya." sahut gadis itu. gelap. dan bisa berti ngkah seperti keduanya. Muto Kenji sering bilang itu sebab¬nya kenapa aku tumbuh besar sama tinggi dan kuatnya seperti laki-laki. "Andai aku laki-laki. padat dan bera t. "Karen a aku suka padamu dan aku sayang pada Taku!" "Semua orang menyayangi Taku. dan itu sebabnya aku menyukainya. ia belajar bicara dengan gaya bahasa laki-laki dan perempuan. Gerakan kapal yang naik turun membu atnya pusing dan tubuhnya terasa tidak enak." "Benar. ia tersadar ketika kapal berbelok mengitari tanjung tepat saat angin berubah ara h dan angin barat berhembus membawa mereka ke tepi pantai." "Kenji mengajarkan kita hal yang sama!" seru Maya. Sada merawatnya tanpa mengeluh atau kata-kata bersim pati. selalu berusaha mengalahkan mereka. serta gerakan." Maya berusaha meyakinkan." sahut gadis itu. Andai aku lakiSangat tidak adil. Aku selalu menentang mereka . Andai aku lakilaki. Sunaomi tidak akan datang tinggal bersama kami. dan Ayah tak¬kan berpikir untuk mengangkatnya sebagai anak!" Dan aku takkan berpikir untuk menantang pengecut ci lik itu pergi ke biara. kau bisa menjadi laki-laki. Maya merasakan sentuhan itu seperti sentuhan seorang pengasuh at au seorang ibu. Maya tidak sempat menangkap lebih banyak lagi bahasa pelaut yang menggoda dan ny aris tak bisa dimengerti karena gelombang laut mulai naik. bicara dengan gaya bahasa mereka dan menirukan gerakan mereka. karena seperti semua anak-ana k Tribe. dan berpikir betapa bahagianya bisa selamanya ber . Ketika sampai di tahap yang paling buruk. "Ya. anak laki-laki sepertinya lebih dihargai. tapi juga lembut untuk disentuh. di mana perempuan diberi banyak kebebasan. bak kulit bulu hewan. mem¬bujuknya untuk minum teh untuk mem¬basahi bibirnya. Bahkan di kalangan Tribe. tak masalah kalau aku kembar. "Pernahkah kau ber harap menjadi seorang laki-laki?" "Ya. ketika aku masih kecil. den gan tulang pipi tinggi seperti anak laki-laki. Sada seperti m erasa kalau di balik kulit Maya ada sifat hewan. "Andai aku laki-lak i.

dan kelembutan yang tak terduga dari buah dadanya.. dan merasakan sekujur tubuhnya bereaksi dengan menggeliat. kombinasi antara kekaguman dan kebutuhan: itu pertama kalinya Maya jatuh cinta. Diregangka n tubuhnya untuk me¬meluk Sada. sekaligus seperti hewan." Maya tengah menatap ke pantai di kejauhan. Aku tak ingin naik kapal lagi!" Maya berhen ti sebentar lalu melanjutkan. hampir seperti anak kecil." "Atau apa?" "Atau si kucing. "Kau mencintaiku Sada?" "Pertanyaan apa itu?" "Aku bermimpi kau mencintaiku. bukit Halaman 138 dari 500 . Pada saat itu hasrat menyelimuti dirinya pada gadis yang lebi h tua itu. alaukah . "Kuanggap sikapmu ini berarti kau sudah baikan?" tanya Sada." "Mimpi sepeni apa yang dialami kucing itu?" tanya Sada dengan enggan.baring di dalam pelukannya. "Sedikit.. merasakan otot kuat seperti otot la ki¬laki. balas memeluknya. "Mimpi yang dialami hewan. Diusap-usapkan hidungnya ke leher Sada. melingkarkan lengan di tubuh¬nya.. Tapi aku tidak yakin apakah aku bermimpi. Tadi rasanya sakit sekali.

bebatuan hitam yang berada di tepiannya dengan ombak keabuan hijau dan putih. Permukaan air di sekitar telu k lebih tenang. "Mereka tidak keb eratan kalau aku ini anak kembar. membetulkan jala dan menjaga agar api unggun tetap menyala yang memaksa garam keluar dari air lau t.ditumbuhi pinus di atasnya yang muncul dari air laut berwarna biru tua. Muara berpasir terlalu dangkal untuk dimasuki kapal. Sada mengira hampir bisa merasa¬kan lagi bulu di jari je marinya. atau kastil. rak kayu penopang rumput laut dan kapal nelayan berbadan cembun g tengah ditarik ke pantai. Orang-orang meringkuk di tepi pant ai. kurasa aku akan berubah menjadi si kucing." sahutnya. rak kayu penopang rumput laut dan kapal nelayan berbadan cembun g tengah ditarik ke pantai. itumbuhi pinus di atasnya yang muncul dari air laut berwarna biru tua." Nada suara Sada terdengar praktis. Permukaan air di sekitar telu k lebih tenang. tempat rumput laut tumbuh. tempat rumput laut tumbuh. atau roh si kucing merasuki diriku. atau sebaliknya kagum dengan segala yang bisa dilakukannya dan semua potensi dirinya. atau ia ditolak karena kurang trampil. Aku tidak mau kembali pada kehidupan di istana." ujar M aya sambil melamun. Aku akan tinggal bersam a Tribe. Orang-orang meringkuk di tepi pant ai. "Aku yakin kelak ini bisa berguna. dan sampai ke muara." goda Sada. membetulkan jala dan menjaga agar api unggun tetap menyala yang memaksa garam keluar dari air lau t. dan sampai ke muara. dan mereka turun dengan men . It u menurutku. baik adanya. "Itu sebabnya aku menyukai Tribe. Ia tak tahu mana yang lebih buruk: diterima oleh Taku hanya karena ia adalah putri Otori." "Kita lihat apa pendapat Taku!" Maya tahu Taku adalah guru yang tegas dan tidak punya perasaan sentimentil. tapi juga tidak terlalu memuaskan. Akhirnya akan jadi sesuatu di antara dua hal: tidak terlalu kecewa. "Kalau kau terus lakukan itu. Maya menyeringai. tapi ia takut kalau gurunya itu terpengaruh dengan kewajiban pada ayahnya sehingga cenderung memperl akukannya dengan pengecualian. "Tapi aku memang menyayangi kuc ing itu!" Diraih lalu diusapnya leher Maya seakan-akan sedang membelai kucing. Apa pun yang berguna bagi mereka. bebatuan hitam yang berada di tepiannya dengan ombak keabuan hijau dan putih. dan punggung gadis itu melengkung karena nyaman. Di satu saat ditemukan dirin ya mengira kalau Taku akan mengenyahkannya karena tak mampu menolongnya. "Aku tak tahu kalau kau mencintaiku.

ke kota Maruyama." sahutnya.ggunakan tali ke perahu nelayan yang reot. "Apa yang kau lakukan? Siapa anak itu?" "Adikku. ber¬dinding putih dan beratap abu-abu. ada gerbang besar. Kastil berdiri di atas bukit kecil di atas sungai dan kota yang menyebar di seke liling¬nya. "Apakah mengira akan ada serangan. yang kini tutup dan sepi. Taku ada di Maruyama?" imbuhnya selagi gerbang dibuka lalu mereka menyelinap masuk. Dipasang ke dinding satunya. Halaman 139 dari 500 . kau ingat padanya?" "Pasti bukan Mai!" "Bukan. Maya menyahut. terlihat mirip burung yang baru saja beristirahat. Kita masuk saja dulu. Sesekali Sada berbic ara kepadanya dengan kasar. tentu kak. Di satu sisinya adalah toko depan. sepupu?" "Ini dia masalah datang. Maya. bukan Mai. Bangunannya kecil dan indah. sinar matahari mewarnainya dengan warna merah muda. membentaknya agar tidak berjalan dengan menggesekkan kaki ke tanah . tapi hari ini tujuannya bukan ke kastil itu. sayapnya masih membentang. ya kak. Perahu-perahu itu sempit dan tidak stabil. dan atap rendahnya memanjang sampa i ke pinggiran atap. sambil berjalan tanpa mengeluh. walaupun perjalanan nya jauh dan bawaannya banyak. Hari sudah hampir gelap saat mereka tiba di rumah yang memanja ng sampai ke sudut jalan. Jendelanya dipalang dengan kayu. Maya mengenalnya dengan baik dan sering tinggal di sana bersama ibu dan saudara¬saudaranya. Nanti akan kuceritakan. Sada bicara kepada salah satunya. para awakny a tertawa ketika Maya memegang erat-erat bagian pinggir atas dari sisi perahu. serta berusaha menarik Sada ke dalam percakapan cabul saat mengayuh ke hulu. Ia terus merendah kan pandangan mata dan tidak bicara dengan siapa pun agar tidak dikenali. Dua laki-laki berdiri di luar dengan bersenj ata pedang dan tombak lengkung panjang.

atau menuang sake untuknya. bergerak cepat hingga nyaris tak terlihat dan menggunakan sosok kedua. Anak Kucing. bahkan Muto Kenji atau Kikuta Kotaro.."Ya. dari Miyako. lalu Taku bisa tahu.. Dia belum mampir seperti biasa. dia datang beberapa hari lalu... Kami akan beri tahu kalau kau dan adikmu ada di sini. latihan mengingat dan mengamati. Maya lakukan semua itu tanpa mengeluh karena sudah me¬mut uskan untuk mencintai Sada tanpa syarat. Tapi mereka juga tahu kalau ini bukan urusan mereka. "Ya." Ya. me¬regangkan dan me lipat tubuh agar tetap lemas. karen a Sada menyibukkannya dengan ber¬bagai latihan Tribe yang tak ada akhirnya. dan berusaha membuatnya senang. Dia belum mampir seperti biasa." Maya membayangkan bagaimana seorang laki-laki atau perempuan menyamar se¬bagai prajuri t. . "Mereka akan mengarangnya. dari Miyako. Ia harus menunggu sampai dua hari. menguasainya dengan sempurna. dan tak seorang pun. jadi mereka takkan bic ara banyak. lalu menambah se¬potong kalimat yang kedengaran sem¬barangan. dan Lord Sugita sedang menghibur mereka. dan kemudian . penjaga atau pelayan: mereka mendekati Taku dengan komentar tentang kuda atau makanan. Dia bersama Lord Kono. "Mereka akan memanggilku apa?" ia ber¬tanya pada Sada seraya melangkah ringan ke a tas beranda. Dan Maya hanyalah anak k ecil: waktunya masih banyak." Anak Ku ci ng sudah kembali malam ini. dan Lord Sugita sedang menghibur mereka. Maya hampir bisa mendengar suara pelayan memutus kan kalau pelayan itu perempuan berbisik di telinga Taku selagi membungkuk membasuh kaki Tak u. Ia latihan ber¬diri tak bergerak dalam waktu lama. dia datang beberapa hari lalu. Tidak ada waktu untuk bosan atau cemas. bar angkali.. "Memanggilmu? Dengan nama apa?" "Apa nama rahasiaku yang hanya di¬ketahui Tribe?" Sada tertawa hingga kehabisan suara. Dia bersama Lord Kono. apa yang akan Taku lakukan? Maya merasakan agak tahu: apa pun yang akan terjadi tidak akan mudah. karena kemamp uan Tribe bisa selalu dikem¬bangkan. Kami akan beri tahu kalau kau dan adikmu ada di sini." "Mereka kenal aku?" bisik Maya sewaktu Sada meng-gandengnya melewati taman yang gelap ke pintu masuk.

Maya bisa melihat wajah Taku. dan di waktu yang bersamaan tidak berani mencari-cari ada ekspresi apa di wajah Taku. "Mengapa ayahmu mengirimmu padaku?" Halaman 140 dari 500 . tidak tahu ada dala m dirinya. Mata Taku yang hitam. Cahaya lentera berkeda p-kedip di balik kelopak matanya. dan memberi isyarat pada Sada untuk mendekatkan lentera. lalu melangkah keluar beranda. menembus dirinya. "Guru." bisiknya. Saat wajah itu terlihat lelah. Taku mengerutkan dahi. Sada mem¬ber i isyarat pada Maya yang tengah menaruh mangkuk di nampan karena di rumah ini dia bukan lagi putri Lord Otori tapi gadis termuda sehingga menjadi pelayan bagi semua orang. Maya menahan tatapan mata Taku tanpa berkedip. Sada be r¬diri sambil memegang lentera. lalu menutup mata." kata Taku. menatap lurus ke arahnya.Di senja hari kedua. se paruh dalam kegelapan. tidak membiarkan ekspresi yang menunjukkan kelemahannya terlihat. Di ujung beranda. tapi sebelumnya ia mengamati reaks i di wajah Taku. buram. Maya menghampiri lalu berlutut di hadapannya. "Uhhh. membuat pikirannya kosong." gerutu Taku. Diselesaikan tugasnya. melihat rahasia yang ia sendiri . ekspresi wajah yang tegang. "Pandang aku. dan bahkan kesal. tapi Maya tak tahu apakah gerutuan itu karena Taku setuju a tau terkejut. mem¬bawa nampan ke dapur. Maya merasakan panasnya lentera di pipinya. setelah malam men¬jelang dan mereka selesai makan. Tapi ia tak mampu mempertahankan diri dari Taku: merasakan seolah ada semacam bias si nar. hati Maya terpuruk. atau pikiran. separuh terkena sinar.

bersiap menerkam. Kau bisa ikut ke kastil denganku besok." sahutnya pelan. kemudian ia bergumam." "Tidak ada hubungannya kau suka atau tidak. "Aku tak mau mel akukannya lagi! Aku tidak menyukai perasaan yang menyertainya. membuat tubuhnya melembut dan meregang. jangan menyimpan rahasia pada kami. "Biarkan aku melihat roh kucing ini." kata Maya datar. "Cukup. "Ayah mengira Kenji kemun gkinan mewariskan ilmu Tribe tentang hal-hal seperti ini kepadamu. Maya tidak menjawab selama beberapa saat. Sebagian besar . maka kini aku percaya. "Lalu?" tanya¬nya. lalu mengeong." Suaranya mengand ung kecurigaan dan tak acuh. langsung dan bukan seperti manusia." sahut Taku. sekali. Kemarahan menjalar ke sekujur tubuhnya . lalu menyentuh pipi Maya dengan lembut." sahutnya pelan. "Kau tak memercayaiku. Tubuhnya gemetar." kata Taku dengan agak kesal pada Sada. kurasa sebaiknya aku menjaga agar Maya tetap di dekatku." sahut Maya. "Aku mem¬buntuti Sunaomi ke kuil Akane lalu melihatnya k encing di celana!" Taku mendengar sesuatu di balik ke¬beranian yang dibuat-buat itu." kata Taku pelan. t elinganya menegak dan memamerkan gigi¬nya. "Sangat me¬nar ik." "Aku bersumpah. Pertanyaannya yaitu. Terserah kau mau menjadi apa." "Ini bukan waktu yang tepat. "Jangan buang waktu. bulunya beriak." "Tunjukkan padaku. "Ayah mengira Kenji kemu ngkinan mewariskan ilmu Tribe Menurut Ayah aku dirasuki roh kucing. Dandani dia seperti anak laki-laki. tapi tinggallah di si ni." akunya. "Aku sedang berusaha mengawasi Kono. "Bila sebelumnya aku tak percaya. Maya bereaksi dengan marah. Hewan itu menu rut dengan sendirinya. tidak pergi sendiri sesuka hatimu. Ka u harus berjanji kalau kau hanya akan melakukan apa yang Sada atau aku pinta. kalau memang ada di sana. jangan ambil resiko. bila Takeo memintanya."Menurut Ayah aku dirasuki roh kucing. bagaimana kita bisa memanfaatkannya? Pernahkah kau berubah wujud hingga benar-benar menjadi kucing?" "Pernah. dan mengawasi kakakku kalau-kalau dia bertindak yang tak terduga ." "Aku tidak mau." sahutnya. tapi di sini ia harus tetap sebagai anak perempuan. Tetap saja.

berjalan pelan melewati kamar-kamar panjang dan rendah ru mah itu. Aku di sini seperti anakyatim p iatu. Tidak lama setelah ia masuk ke dalam rumah. Angin berhembus dan bersiul melalui celahnya. atau orang yang diasingkan. "Ada yang harus kubicarakan dengan Sa da. Apa akan ada orang lain yang bisa mengenalimu?" "Tak seorang pun berani menatap langsung padaku.penghuni rumah ini sudah mengenalnya." kata Taku tiba¬tiba." Maya membungkuk normal dengan patuh dan mengucapkan selamat malam kepada keduanya. membawa musim gugur." tutur Maya. Dibukanya lipatan matras lalu membentangkan selimut. Shigeko dan orangtuanya." tutur Taku." Mendadak rasa sakit hati mener¬ja ng diri Maya karena merindukan Miki. tapi Maya tidak mer asa Halaman 141 dari 500 . "Tapi di mana adikmu ?" "Dia di Hagi dan akan segera pergi ke Kagemura. "Karena aku anak k embar." "Guru." "Anak kembar cukup istimewa di kalangan Tribe. ditemukan di desa terpencil dengan lebih banyak bakat yang dimiliki orang Tribe lainnya. seorang pelayan mendekatin ya lalu menyuruhnya menyiap¬kan alas tidur. Mungkin aku akan menjadi seperti Ayah. pikimya. Aku akan memperingatka n Hiroshi. dia harus dilindungi sebaik-baiknya sebagai putri Lord Otori. "Sekarang pergi tidur.

" "Atau tanggung jawab lain yang tak bisa kuhindari!" "Kenapa kau terkejut saat menatap matan¬ya?" "Aku mengharapkan tatapan anak perempuan. sepupu. bila kau takut merasa bosan. menanti untuk menemukan wujudnya. Perlahan-lahan akhirnya mereka ter¬diam." sahut Taku." "Bisakah Hiroshi dipercaya?" gumam Sada." "Maya akan menjadi hiburan yang menyenangkan. Sepertinya berbeda. dan kini semakin peka. Didengarkannya suara-suara dari taman.kedinginan." "Kau lelah. Maya unik kemung¬kinan sangat kuat. Di kejauhan Taku berkata." "Dan berbahaya?" "Mungkin. suara pelan mereka ber ganti dengan nyanyian terakhir serangga musim panas. membuat¬n ya mengalir cepat melalui urat nadinya." "Apakah arwah seorang laki-laki. dan menghembus¬kan napas dengan amat perlahan hingga nyaris tak terdengar. dipasang telinganya baik-baik. edinginan. Aku mungkin akan melakukannya karena bosa n harus bersama Lord Kono lebih lama lagi. tapi mereka tidak melarang¬nya untuk mendengarkan. Ketika akhirnya i a berbaring. Sada tertawa. berusaha menyaring bisik-bisik dari para gadis ya ng berbaring di sisi kanan dan kirinya. tapi mereka tidak melarang¬nya untuk mendengarkan. "Kalau tidak. Didengarkannya suara-suara dari taman. akan kugorok leherku. Sinar r embulan mem¬bentuk kisi-kisi di layar kertas. Didengarnya kepakan sayap burung hantu yang tenang sewaktu terbang melew ati taman. "Kau tidak akan bunuh diri." Sesuatu dalam nada suara Sada yang membuat tubuh Maya gemetar denga n gabungan . dan bahwa wilayah Barat takkan berpihak kepada Takeo. bulan menarik darahnya dengan keras." "Kuharap aku tidak harus melakukannya. meratapi musim dingin yang akan datang d an kematian mereka. "Aku ajak Kono kemari agar dia bisa melihat kesetiaan di Maruyama kepada Otori. Terutama sekali bagi dirinya sendiri. Mereka menyuruhnya pergi tidur dan ia mematuhinya. Yang kulihat bukanlah seperti anak per empuan: sesuatu yang tak berwujud. Mereka menyuruhnya pergi tidu r dan ia mematuhinya. Maya mewarisi pendengaran tajam ayah¬nya. atau sesuatu yang berhubungan dengan kerasukan si kucing?" "Aku sungguh-sungguh tidak tahu. Aku cemas Zenko telah membiarkannya percaya bahwa Seishuu hendak memberontak.

Taku menghembuskan napas panjang." "Sada. tidak ada yang terjadi di antara kita yang tidak berani apa-apa. 'Tidak perlu berarti apa-apa. Maya berbalik menghadapnya. tapi lalu berkata dengan singkat. pada pasangan yang tidak terlihat. meng¬hirup aroma tubuh itu bercampur dengan aroma Taku masi h teninggal Halaman 142 dari 500 . Ada semacam kekuatan hasrat jatuh di taman yang gelap." Sada masuk ke kamar perlahan lalu ber¬baring di sebelah Maya. "Aku tidak meng¬harapkan itu!" "Kita tumbuh dewasa bersama. sepertinya Maya men¬dengar langkah kaki di beranda. Lama setelah itu. "Mari." Sesaat hening. "Aku akan me¬nemuimu dan May a besok pagi. Berpura-pura ter¬tidur .antara kerinduan dan kecemburuan. Ma ya tidak tahan mendengarnya. Sada berkata. Bawa dia ke kastil saat tengah hari." sahut Sada." Taku be rhenti sejenak seolah ingin berkata lagi. Maya menahan napas. ku¬pijat dahimu. lalu menarik selimut hingga menutupi kepalanya. lebih pelan lagi. Taku bicara dengan suara pelan.

"Kau mendengarnya mengatakan itu? Apa lagi yang kau dengar?" Maya menjauhkan diri dari gadis itu. "Kau bukanlah gadis yang cantik. "Jangan bilang pada siapa-siapa. deng an nada mendukung. Pada saat itu Maya merasakan dirinya men¬jadi milik mereka selamanya. "Tapi bisa menjadi a nak laki-laki yang tampan." "Apa yang nanti harus kulakukan?" "Sedikit sekali. "Kau jangan terlalu menarik perhatian. Beajarlah meng¬atasi rasa bosan. rambut dan pakaiannya yang masih terasa asing membuat matanya berkilat dan pipinya bersemu merah. Kau tidak boleh kelihatan cantik! Nanti ada ksatria yang membawamu kabur. dan selalu menertawai orang yang tergila-gila karena ci . Ia tidak dapat memutuskan mana yang paling ia cintai: ia ingin meme luk mereka berduatubuhnya. Maya balas memeluk. "Aku dengar semuanya. Ia tidak dapat memutuskan mana yang paling ia cintai: ia ingin memeluk mereka berdua. seperti laki-laki yang masih di bawah umur. Sada mencengkeram lengannya. merasakan panas tubuhnya." gumamnya. Keesokan harinya Sada membangunkannya pagi-pagi lain bersiap memotong rambutnya yang panjang sebahu dan menariknya ke belakang dan diikat ke atas. Ditariknya Maya lalu dipeluknya." Maya mencoba mengatur tubuh agar ter¬lihat lebih mirip anak laki-laki. tapi rasa s enang.di tubuhnya. dan berharap Sada adal ah Taku." Sada tidak bisa menahan senyum. Membentak sedikit lagi. Selama beberapa saat ia tidak membuka mulut . lalu katupkan bibirmu." "Seperti Taku. kuharap. Menurutnya perasaan berlebihan semacam itu aneh. at au berhasrat ingin mengabdikan diri hanya untuk orang yang dicintai. bahkan men¬jijikkan. "Tenang. tapi Muto Taku bukanlah salah satunya.* Sebagian laki-laki mengutamakan cinta." Sada menghardiknya." kata Sada seraya tertawa. pelayan yang terendah derajatnya. tapi kemudian ia berkata. membiarkan dahinya tidak dicukur." sahut Maya tanpa pikir panjang. Kau adalah salah seorang pelayan Lord Taku.

Tidak perlu berarti apa-apa. Taku justru menjauhkan diri. mengasuh anak-anak dengan baik dan setia ke padanya. terangterangan membenci kelemahan mereka. tapi gagasan bersikap setia kepada istrinya tidak pernah melintas di benaknya. Ketika ada perempuan menyatakan terang-terangan mencintainya. hasrat yang begitu bes ar. hampir seperti tubuh laki-laki namun sekaligus tubuh perempuan. menya¬yangi juga memerc ayai istrinya untuk meng¬atur rumah tangga. Maka i ngatan yang tak mau pergi di benaknya tentang keintiman yang terjadi tiba-tiba serta tidak dihar apkan bersama Sada mengganggu pikirannya. hanya menginginkan kehadiran Sada di sisinya. Kita tumbuh de wasa bersama. ia sulit ber¬konsentrasi pada apa yang sedang dibicara¬kan. kata Sada waktu itu. Kejadian seperti itu belum pernah dialaminya. dan semua kesenangan yang bisa dinikmati dari tubuh perempuan. berserah diri kepadanya. hampir Halaman 143 dari 500 . tubuh Sada yang sama tinggi dan kuat dengan tubuh nya. seperti yang sering terjadi. hasrat keperempuanan Sa da yang menang¬gapi hasrat dirinya. dan dia berubah dari teman.nta. Taku hampir tidak bisa tidur. kepuasan yang begitu menusuk serta sempurna. Ia menyu kai perempuan. Dan saat bicara dengan Sugita Hiroshi di taman kastil di Maruyama.

mereka pernah menjinakkan kuda-kuda jantan bersama. dan Taku pun ber¬kata. waktu yang luar biasa panjang. "tapi kedatangan mereka agak ter¬tunda karena mereka ke Terayama untuk ziarah ke makam M atsuda Shingen. menjadi kekasih. Taku berperawakan kuat dan sulit digambarkan. Dan beliau memiliki penerus yang layak. Saat masih kecil. wajah yang mudah berubahubah ekspresi khas Muto. Niat buruk kakakku." aku Taku. Ini kesem-patan pertama bagi kedua laki-laki ini bisa bicara berdua sejnk kedatangan Taku ber¬sama Lord Kono. Saat itu masih pagi. Dia belum bisa melupakan kematian Kenji. beranjak dua puluh tujuh saat tahun baru nanti.. dengan kulit pucat dan bentuk tubuh gagah kh as klas ksatria. Taku mengalihkan kembali perhatiannya pada kawannya. "Kepergian Matsuda tidak semendadak atau mengejutkan seperti kematian Kenji. tanpa tahu dari mana datangn ya kata¬kata ini. "Takeo dan Lady Shigeko sudah harus di sini pada bulan purnama berikutnya. Mereka sebaya. Kau akan serasi d engan Lord Takeo seperti layaknya Kenji.seperti adik. Kep ala Biara kami sudah berusia lebih dari delapan puluh tahun... Tak ada hal yang terjadi di antara kita yang tidak berarti apa-apa. setengah kepala leb ih tinggi dari Taku dan berbahu lebih bidang. sedangkan Sugita Hiroshi di¬anggap tampan. Langit biru pucat te rang bak telur burung. penolakan Kikuta untuk berunding. mereka berdua sering bertengkar dan saling bersaing merebut pe rhatian Takeo." tutur Hiroshi ragu-ragu." "Pasti Takeo sedih kehilangan dua guru¬nya di tahun yang sama. Lord Kono dan tuntutan dari Kaisar. Seperti yang dimiliki pamanmu pada dirimu. dan Taku pun ber¬kata." "Aku merindukan ketrampilan dan pengetahuan pamanku. tanpa tahu dari mana datangny a kata¬kata ini. menjadi kekasih." kata Hiroshi. yang diadakan dalam beberapa minggu mendatang di Maruyama. Mereka membicaraknn tentang pertemuan yang akan datang dengan Lord Ot ori dan Arai Zenko." "Selama aku di Hagi. yang bahkan aku sendiri tak bisa mem ahaminya. kesibukan Takeo tampak tidak seperti biasa." komentar Taku. eperti adik. cuaca tampak cerah di musim gugur ini. Tak ada hal yang terjadi di antara kita yang tidak berarti apa-apa. . dan sejak itu terikat oleh h ubungan persahabatan yang amat dalam. "Tam¬paknya keadaa n semakin rumit setiap minggunya. matahari baru saja mulai mengangkat kabut dari tum-pukan jerami berwarna keemasa n di sawah.

kurasa." "Memang benar. "Mereka pasti akan mengenalinya!" "Hana mungkin saja. "Kehamilan Lady Otori. aku harus memperingat¬kanmu kalau-kalau kau mengenalinya." seru Hiroshi.. Halaman 144 dari 500 . pikirnya." ujar Taku. "Dia berpakaian seperti anak laki-laki. "Maya ik ut bersamaku di sini. namun ia tak mampu menahan diri: Ak u terobsesi. "Dia dalam keadaan sehat keti ka aku bertemu dengannya belum lama ini.."Baiklah. Masalah si kembar. terlepas dari kesedihan dan urusan-urusan negara ini. dia baik-baik saja. Barangkali kau bahkan tidak memerhati¬kann ya. Mereka berdua terdiam sesaat." Hiroshi setuju." sahut Taku. kerabat jauh keluar gaku: namanya Sada. Tidak banyak yang luput dari pandangannya. "Zenko dan Hana akan datang. masalah putri¬putrinya. kemudian tertawa d i saat bersamaan." "Sejauh yang kutahu." "Terjadi sesuatu pada Lady Shigeko?" sela Hiroshi.. Dia dirawat seorang perempuan muda yang juga menyamar menjadi laki-laki." Sebenarnya ia tidak perlu menyebut nama itu. dia memiliki kek hawatiran lain." "Di sini bersamamu?" ulang Hiroshi merasa terkejut.

ketika Maruyama habis karena gempa bumi." 'Tidak. tapi keingi¬ntahuan Taku b angkit oleh obsesi barunya sendiri. Bulan depan d ia akan menerima wilayah itu. dan itu sebabnya kau tidak menikah!" Mereka sudah pernah membicarakan masalah ini. aku cepat pulih dari perasaan itu. penasar an apa lagi yang menahan Hiroshi tidak ingin menikah." Hiroshi tersenyum mengejek dirinya sendiri namun tanpa perasaan getir. "orang bilang kau tidak bisa melupakannya. Ku kira aku memujanya dan amat meng¬inginkannya menjadi bagian dari keluarga itu ayah kandungku." Hiroshi sepakat. Tanah mili k keluargaku dikembali¬kan ke wilayah kekuasaan itu. Aku tidak kecewa atau pun tertekan." "Aku yakin Lady Shigeko akan mem¬butuhkanmu setidaknya selama satu atau dua tahun. Kuk ira nantinya Takeo akan mengangkatku sebagai putranya. a ku senang menjadi pengurus Maruyama dan mempertahankan¬nya untuk Lady Shigeko. T ak perlu mengubur diri di Terayama bak pertapa. kecuali kalau dia memintaku berada di sini. Aku melihat panggilan hidupku adalah untuk melayani. seperti yang kau tahu. aku tinggal di kediaman Lord Takeo." "Tidak semua yang kuminta. Aku dikirim ke Terayama untuk mempelajari Ajaran Houou. tapi aku senang k akakmu yang menjadi suaminya. "orang bilang kau tidak bisa melupakannya." sahut Hiroshi pelan. "Tapi kau belum mengatakan alasan Maya berada di sini. "Jadi kau masih tergila-gila pada Hana."Kau tahu. "Memang benar ada saat ketika aku sangat bersemangat ingin menikah dengannya." ujar Taku. Takeo atau Shigeko akan memberi apa pun yang kau minta. dan dengan tangkasnya mengubah topik pembicaraan. Saat itu aku masih sama bodoh dan angkuhnya dengan para pemuda pada umumnya. dan itu sebabn ya kau tidaKau tahu. Sementa ra itu untuk tanah. terutama ketika dia tidak pun ya anak laki-laki." kata Taku. Hana memang cantik. "Mereka saling mengisi ambisi. Aku tidak memiliki keluargaku sendir i. aku akan kembali ke Terayama. "Jangan s alah paham. nyaris bicara pada dirinya send iri. gugur dalam perang." . Kau harus menikah dan punya anak." kata Taku. dan paman beserta putranya lebih memilih untu k mencabut nyawa ketimbang menyerah pada Arai Daiichi." "Akan lebih baik bagi Takeo bila kau yang menikah dengannya.

dan tingg al di sini seperti yang sudah sering dilakukan¬nya?" Ketika Taku tidak segera menjawab. dan dari kembar annya. Dan harus ada yang meng awasinya terus-menerus. Aku mengandalkanmu untuk menutupi keti dakhadiranku dan menghibur Lord Kono dan sebelum aku lupa. meyakinkan agar klan Seishuu benar¬benar s etia pada Otori. "Lagipula dia adala h anak dari kalangan Tribe. Bila dia menjadi Lady Otori Maya. akui saja!" "Dia lebih berguna bila tidak dikenali. sedangkan di Tribe dia bisa mengambil berbagai peran yang ber¬beda. "Tapi kenapa dia tidak datang secara ter¬buka. maka hanya sampai sebatas itu perannya. sebagai putri Lord Otori."Dia perlu dijauhkan dari sepupu¬sepupunya yang kini berada di Hagi. Hiroshi berkata. itu sebabnya Sada ikut bersamanya." sahut Taku. Aku harus selalu meng¬a wasinya juga." "Kurasa dia bisa melakukan semua tipuan yang kau gunakan untuk menggodaku." ujar Taku akhirnya." "Apakah anak itu dalam bahaya?" "Dialah yang bahaya." kata Hiroshi tersenyum. Halaman 145 dari 500 . Aku tak bisa menjelaskan semua alasannya. "Pada dasarnya kau memang su ka intrik.

Tapi apa para Guru Besarmu berhasil membuj uk Takeo agar tidak ber¬perang. seperti Miyoshi Gemba dan Makoto." "Baiklah. sebagaimana kau me¬nyebutnya. kita berdua menyaksikan ayah kita mati di depan mata kepala kita. "Selain itu.. "Selain itu. pantas mati! Aku tak¬kan lupa saat itu ketika kupikir Takeo s eharusnya membunuh Zenko. cepat atau lambat Takeo juga akan me nye¬rangnya. sebagaimana kau me¬nyebutnya. tapi sebenar¬nya itu adalah hasil dari latihan selama b er¬tahun-tahun dan pengendalian diri.. "Tapi bila dia tidak bertindak seperti itu. Kita menyembunyikan hasrat haus darah dan hasrat untuk balas dendam dengan kode etik kehormatan." "Apa benar kau belum pernah membunuh seorang pun?" tanya Taku sekonyong¬konyong." "Ayah. "Aku diajari banyak cara untuk mem¬bunuh."Tipuan-tipuan itu. pernah menyelamatkanku lebih dar i sekali!" sahut Taku dengan pedas. "Dia mengkhianati Takeo setelah ber¬sumpah untuk bersekutu dengannya!" seru Taku." "Ayahmu bertindak dengan benar. paling tidak. "Maaf." "Apakah menurutmu kunjungan ini bijak¬sana? Bukankah Takeo justru menempatkan diri di bawah kekuasaan jenderal baru ini. tapi ini adalah kata-kata aneh yang keluar dari mulut seorang ksatria!" "Taku. Kita bertempur sampai bosan. baik di Wilayah Timur atau pun di Wilayah Barat?" "Ya.. memiliki banyak kemampuan ya ng kelihatannya supernatural. menurut keyakinan dan kode kehormatan¬nya. Kemampuan kami mungkin saja berasal da ri keturunan. Ini wajar dalam masyarakat kita. tapi tidak ada artinya tanpa latihan. dan setelah beberapa tahun b osan dengan kedamaian lalu berperang lagi. yang kita langgar sendiri ketika tampak pant as dilaku¬kan. saat datang nanti dia akan mem¬beritahukan pada Lord Kono bahwa utusan khusus kami dalam perjalanan ke Miyako untuk menyiapkan kunjungan tahun depan. pernah menyelamatkanku lebih dari sekali!" sahut Taku dengan pedas." tutur Hiroshi tenang. kurang lebih sama dengan Tribe. aku percaya Ajaran Houou juga memiliki tip uan!" Tipuan-tipuan itu.." sahut Hiroshi. Si Pemburu Anjing?" "Tindakan apa pun yang menghindari perang adalah tindakan yang bijaksana. aku percaya Ajaran Houou juga memiliki tip uan!" "Para Guru Besar. dan belajar strategi perang sebelum beru .

Cuaca musim gugur tetap cerah dan terang." "Barangkali. kepuasan penduduknya." "Saat nanti kalau kau di medan perang. Si bangsa wan ditandu mewah yang berlapis emas. Untuk sementara ini aku akan lakukan apa pun untuk menghindari pera ng. anak-anak R aku. "Lord Kono sudah datang." Ada gerakan di ujung taman. pertahanan serta juml ah tentara. kau akan berubah pikiran. Lord Sugita!" Dengan kehadiran si bangsawan. Kuharap takkan pernah. dan kesetiaan mutlaknya pada Lord Otori. Si bangsawan mene rima semua Halaman 146 dari 500 . "Ka u akan mempertahankan diri layaknya semua orang. warna dedaunan semakin hari semakin tu a. tapi aku belum pernah bertarung dalam penempuran yang sesungguhnya. sikap mereka berdua agak berubah: Taku menjadi le bih waspada. Kau bisa pastikan kalau mereka takkan ti nggal diam sampai mereka menjajal habis-habisan senjata baru mereka.mur sepuluh tahun. Hiroshi dan Taku menjelaskan kepada Kono tentang kekayaan wilayah itu." kata Taku. Teru tama karena kini mereka sudah memiliki senjata api. dan a ku belum pernah mem¬bunuh siapa pun." "Aku khawatir kalau kakakku dan Kaisar akan membawamu ke kancah peperangan. Kono ingin melihat berbagai kota dan pedesaan sehingga mereka melakukan banyak ekspedisi. sedang¬kan kedua pemuda itu menunggang kuda. tapi Hiroshi tampak lebih terbuka dan ramah. dan seorang penjaga berlari menghampiri lalu berlutu t di depan Hiroshi.

Acapkali ia merindukan berada di rumahnya di Hagi bersama ibu dan kakak juga adiknya. sesekali menemukan dirinya berada cukup dekat dengan Kono dan para penasihatnya untuk men dengarkan apa yang mereka gumamkan. pekerjaan ini be rjalan lambat dan banyak tuntutannya. Kucing it u ingin menariknya masuk ke dunia lain. tapi ternyata kucing itu lebih kejam dan menakutkan dari yang ia perki¬rakan. Kadang-kada ng Taku datang larut malam. dan menguasainya.informasi ini dengan sopan santunnya yang tenang seperti biasa. tapi takut dengan apa yang kemungki nan terjadi padanya. "Kau harus menerimanya. Terkadang Maya turut dalam perjalanan¬perjalanan ini. "Aku tidak bisa." kata Sada. "Yang bisa kulakukan hanyalah membantumu belajar mengendalikannya. Dikiranya ia akan suka men¬jadi si kucing. kadang dengan wajah cemberut yang dingin. ingin men¬jadi seperti Shigeko. Percakapannya kedengaran tidak menarik dan sepele. menunggang kuda milik Sada. dunia tempat para hantu dan arwah. hingga perasaanny a yang sebenarnya tidak diketahui." Kemudian Maya merasa malu dengan kelemahannya. hingga perasaann ya yang sebenarnya tidak diketahui. ia memohon pada Taku untuk menyingkirkannya." "Kau sudah terlanjur melakukannya." sahut Taku. dan betapa pun larut¬nya. tapi itu tidak ada apa-apanya di¬bandingkan dengan tuntutan yang baru. Maya ingin bekerja sama. tap i ia mengingat dan mengulang kata demi kata untuk Taku sewaktu datang ke rumah tempat ia dan Sada tinggal. menggunakan sosok kedua. Taku kerapkali kelelahan dan tegang. seperti yang Taku lakukan setiap dua atau tiga hari sekali. . kadang dengan kemarahan. Maya harus bangun cepat. nformasi ini dengan sopan santunnya yang tenang seperti biasa. sesuai cara Tribe yang mengendalikan kebutuhan tidur mereka dengan cara yang sama untuk mengendalikan semua kebutuhan dan hasrat mereka. kesabarannya hampir habis. Maya mulai menyesali kematian si kucing dan ker asukan roh hewan itu. tanpa kemampuan Trib e dan tidak punya saudara kembar. Ia ingin menjadi anak-anak saja. tapi cara yang baru ini sepertinya j auh lebih sulit dan lebih berbahaya. bahkan bila Maya sudah tertidur. Maya harus mengerahkan seluruh tenaga dan konsentrasinya untuk pertemuan malam hari ini dengan gurunya. Sebelumnya ia merasa pelatihan Tribe mudah: menghilang. Maya tidak membiarkan sikap Taku memengaruhi diri¬nya. Taku selalu ingin bertemu Maya. Menjadi anak laki-laki seharian telah menguras tenaganya.

Shigeko akan mengganti nama dan sejak saat ini dikenal Halaman 147 dari 500 . Tersiar juga berita bahwa wila yah ini secara resmi akan dipersembahkan kepada Shigeko karena sekarang usianya sudah mencukupi. Maya sudah tahu kalau ayahnya dikenal banyak o rang.* Bulan purnama di bulan kesepuluh semakin dekat. kau ha rus meraih dan memanfaatkannya!" Tapi meski berada di bawah pengawasan dan bimbingan Taku hingga Maya sudah terbi asa dengan roh yang hidup dalam dirinya." kata Taku. me¬lambaikan tangan di atas kepala. Lady Shigeko. bahkan dicintai. akan meng¬hadiri perayaan. tapi tak sepenuhnya me¬nyadari sampai tahap apa hingga mendengar¬nya sendi ri dari mulut orang-orang yang saat ini berbaur dengan dirinya. "Kekuatan itu sudah ada. "Memang benar." kata Taku pada Maya saat ia menanyakannya. pe¬waris Maruyama. dan di mana-mana persiapan Peray aan Musim Gugur telah dimulai."Kucing itu bisa memberimu kekuatan. tapi ia tetap tidak bisa melakukan apa yang Taku h arapkan: mengambil bentuk kucing itu lalu memanfaatkannya. "Hiroshi sudah membic arakannya denganku. Pendudu k kota turun ke jalan setiap malam dengan pakaian berwarna cerah dan sandal baru sambil bernyanyi. Kegembiraan kian bertambah tahun ini dengan kenyataan bahwa Lord Otori sena putri sulungnya.

selimut tebal menyelimuti tubuh mereka. Meski udara dingin. "Jangan bilang begitu!" Sada memper¬ingatkannya." kata Taku sewaktu Sada mengungkapkan rasa terkejutnya karena Taku datang cepat. daun jendela tetap terbuka. mereka bertiga duduk berdekatan di dekat tungku batu bara. tapi aku ingin memimpin Tribe!" sahut Ma ya.ebagai Lady Maruyama.sebagai Lady Maruyama. dari Shizuka. "Lihat saja." "Aku takut ada juga orang lain yang tidak setuju Shizuka menjadi Ketua Muto. seraya menyentuh lengannya. Ke¬dengarannya seperti legenda. tapi taman penuh sinar bulan dan bayang-bayang pekat. tidak bisa menahan diri untuk terus menyentuh T aku. Empat hari sebelum pumama. "Ibuku sekarang yang memimpin Tribe. tapi baik Sada maupun Maya tak suka rasanya. dari Chiyo. Lady Shigeko kelak akan memimpin Tiga Negar a. Taku minum sake. Per empuan belum . nama yang sering dide ngar. Taku langsung berpaling dan menatap Sada dengan pandangan yang membuat hati Maya berdebar seka ligus cemburu. Malam itu dingin dan terang. "Lalu ada kakakku. tidak lagi berkelakar. dari para penyanyi balada yang menyanyikan dan menceritakan kisah-kisah Otori di sudut jalanan dan tepi sungai. Sada yang tak bisa menyembunyikan rasa senang." bisik Taku pada Sada. bulan sudah makin membes ar dan menguning. Ketiganya berada di kamar kecil di ujung rumah Tribe. "Kau harus tunggu sampai aku mati!" Taku tertawa. "yang percaya k alau sudah menjadi haknya untuk memimpin Tribe." ulang Maya. Satu lentera kecil kalah dengan gelapnya ruangan i tu. aku tidak bisa jauh darimu. Maya tak menduga Taku datang begitu cepat ia sudah di sana sejak kemarin malam. "Aku tidak tertarik dengan Tiga Negara. sebaiknya kau berubah menjadi anak perempuan lagi sebelum usiamu semakin bertambah!" Taku menggodanya." "Lady Maruyama. sebagai kerabat tertua Kenji.

" gumam Taku." "Putra siapa?" Taku duduk tegak. Dia berangkat ke Hofu dua minggu lalu." sahut Sada." Maya mendengarkan dengan cermat. Mengapa kau beg itu kaget?" "Kau tidak mengenal siapa anak itu?" "Dia adalah cucu Muto Kenji. disela dengan teriakan-teriakan parau. tanpa bicara. "Dan cari tahu mau ke ma na dia dan apa tujuannya." kata Sada. "Kikuta Akio terlihat di A kashi. Bukannya menginginkan Zenko. mereka lebih memilihmu. sadar akan hawa panas di satu sis i wajahnya." katanya pada Sada. Apakah dia bepergian seorang diri?" "Imai Kazuo bersamanya. "Kurasa itu adalah rahasia Kikuta. anak laki-laki berusia sekitar enam belas tahun. Dari kota terdengar musik dan nyan yian. Lalu sepertinya dia ingat akan k ehadiran Maya. tapi penunjukan ibumu telah menyebabkan perpecahan. Halaman 148 dari 500 . Mereka menggerutu kalau tindakan ini menying-gung dewa-dewa. semua orang tahu itu. dan putranya. orang-orang tidak suka bila tradisi diubah. "Aku mendengar satu desas-desus hari ini. kan?" "Sepertinya ya. pastinya. dan udara dingin di sisi wajah yang satunya lagi.pernah memimpin keluarga itu. "Tidak ada lagi?" Sada menggeleng." "Sebaiknya kita segera kirim orang ke Hofu. "Suruh anak itu tidur. tabuhan genderang dengan irama tegas." kata Taku. "Bukan p utra Akio.

kata¬kata yang paling mengguncang diri Maya daripada semua yang pemah dialaminya. tidurlah di kamar pelayan." gumamnya. Ia sudah berada separuh jalan ke gang selasar ketika ia sadar tengah bergerak melayang di atas permukaan tanah." kata Taku. men¬dengarkan dengan agak takut suarasuara hampa para arwah." perintah Sada. melayang melewatinya. menghangatkan tu buhnya. Tubuh Maya gemetar. riak kekuatan menjalar k e sekujur tubuhnya karena si kucing meregang¬kan otot-ototnya dan hidup lagi. ingin men-dengar apa yang Taku katakan. sadar akan bola matanya yang membesar dan pandangannya yang tajam. "Udara semakin dingin. "Selamat malam." Sada berdiri membantu. Di sini. dan me¬lo mpat ke jendela. mengingat bagai¬mana dunia itu penuh dengan gerakan kecil yang belum pernah diperhatikannya. dan menurut ramalan. "Tutup jendelanya sebelum pergi. Semua orang sepertinya sudah tidur. tapi ia sudah belajar mematuhi Sada dan Taku dalam segala hal. Sebulan lalu ia pasti akan pro tes. lalu bangkit berdiri. akan menjadi saru-satunya orang yang bisa membawa kema tian padanya. Sebulan lalu ia pasti akan prot es. Sada bicara dengan nada setengah malas. merangkum percakapan sebelumnya. Jauh dari api membuat Maya kedinginan. dan begitu berada di kamar pelayan ia justru merasa lebih dingin. Maya menemukan tempat di sela dua orang gadis dan merangkak melewati mereka. dan gemetar tubuhnya berubah menjadi sesuatu yang lain. "Bocah itu benar-benar putra Takeo?" "Ya. tidurlah di kamar pelayan. Aku tidak bisa membuka pintunya. tapi ia sudah belajar mematuhi Sada dan Taku dalam segala hal. pikir Maya. ingin bersamanya dan Sada: Maya memikirkan bulu kucing yang tebal dan halus menye¬limuti dirinya. Maya menyelinap dari balik selimut dan melangkah tanpa bersuara dari kamar itu. Maya." . hanya di dunia luarlah ia harus tetap menyamar sebagai anak laki-laki. tapi roh kucing lebih tahu. tapi bergema dalam roh kucing yang belum m ati. Maya berpikir akan menam¬pakkan diri kepada mereka."Maya. kalau Ta ku akan merasa senang dan memujinya. lalu menjerit keras ketakutan. Ia ingin ber¬baring di antara mereka." perintah Sada. melambung menyeberangi beranda dan me¬masuki ruangan tempat Sada dan Taku berangkulan. di rumah Tribe s emua orang tahu kalau ia anak perempuan.

Tapi ia tidak bisa berlari dari suara-suara arwah yang bergemerisik d i telinganya yang berdiri tegak dan merasuk ke dalam tulangnya yang rapuh dan cair. sehari sebelum bulan purnama. sejumlah besar pengawal. dan putri su lungnya. dan ia melompat menerobos kasa dan keluar ke taman seolah bisa lari selama-laman ya. Di mana Penguasa kami?* Otori Takeo dan Arai Zenko tiba di Maruyama selang beberapa jam. Zenko didampingi pengawal yang sama banyaknya. Halaman 149 dari 500 . di dalam tandu yang diukir dan dihias dengan indah. termas uk Miyoshi Kahei dan adiknya Gemba. dan ancaman terhadap ayahnya. Di¬dengarnya Taku berseru. jauh dari segalanya. satu iring-iringan kuda membawa catatan-catatan adminis trasi yang harus ditangani saat ia berada di wilayah Barat. "Siapa di sana?" dan mendengar teriakan kaget Sada. Ia be rusaha tetap diam tapi tidak bisa menahan lolongan ketakutan dan putus asa yang memaksa kelua r dari tenggorokannya.Maya mengetahui keberadaan kakak laki¬lakinya. kuda-kuda pengangkut ker anjang berisi hadiah-hadiah mewah dan pakaian-pakaian mahal. serta Lady Arai sendiri. Takeo datang dari Yamagata dan membawa sebagian besar orang istana Otori. Udy Shigeko. burung rajawali dan anjing kecil milik Lady Arai.

wilayah ini menjadi kaya dan damai. dan berharap kalau laki-laki itu dip engaruhi arwah dari para mendiang yang setia. setelah enam belas tahun berlalu. kedelai. dan kini berharap bisa mendapat keuntungan besar. sake dan makanan khas daerah edatangan para pemimpin dengan iring¬iringan mereka menutupi jalan dan me¬menuhi rum ah penginapan membuat pen¬duduk kota gembira. Sebulan terakhir ini mereka telah menam bah persediaan beras. dan jurumasak saling berlomba menciptakan s antapan berbentuk bulat untuk meng¬hormati bulan purnama. Maruyama segera diserahkan pada pewaris perempuann ya: banyak yang harus diraya¬kan. anak-anak makan berkecukupan. Wilayah ini nyaris hancur tersapu badai dan gempa bumi di tahun pertama pemerint ahannya. sake dan makanan khas daerah mereka. ikan. yang dulunya a dalah kediaman Sugita Haruki. semua luka bekas perang tampak telah l ama pulih. Musim panas bermurah h aii menghasilkan panen berlimpah. pengawal senior wilayah tersebut yang bersama putranya memilih bu nuh diri ketimbang setuju untuk menyerahkan kota ini kepada Arai Daiichi. Pemuda itu tampak tenang dan waspada. S etelah . menggambar kan bukit bulat Maruyama bersama bangau Otori. kedelai. seni berkembang.Kedatangan para pemimpin dengan iring¬iringan mereka menutupi jalan dan me¬menuhi ru mah penginapan membuat pen¬duduk kota gembira. Takeo tahu putrinya layak mendapatkannya. Sebelum makan malam. Salah satunya. Sebulan terakhir ini mereka telah menam bah persediaan beras. dipanggilnya Hiroshi untuk bicara ber¬dua. diberi penginapan seperti dirinya di dalam kastil. saat Takeo harus bertemu dengan musuh-musuh potensialnya in i. Takeo penasaran apakah Zenko menyadari sejarah kesetiaan dari rumah itu. ikan. Ia harus terus mengingatkan dirinya sendiri kalau ia berada di sini untuk menemu i dua laki-laki yang mungkin akan merampas wilayah ini dari Shigeko. Maruyama adalah wilayah yang amat di¬sayan ginya karena di sinilah ia menghabiskan bulan-bulan pertama setelah pernikahannya dan mulai mempratikkan semua yang telah ia pelajari dari Lord Shigeru tentang pe¬merintahan dan pertanian. Takeo melihat itu semua dengan gembira. perdaganga n maju pesat. Kini. dan Shigeko akan mengambil alih wilayah ini lalu memerintah berdasarkan hak dan kewajibannya. Di mana-mana umbul-umbul berkibar tertiup angin. Lord Kono. Zen ko tinggal di kediaman yang paling bergengsi dan mewah di balik dinding kastil.

Aku sudah memper¬timbangkan cucu Lord Terada. Takeo mengucapkan terima k asih atas kerja keras¬nya. biar kucarikan gadis lain. Kami harus me mberimu imbalan." sahut Hiroshi. aku berterima kasih atas p erhatian Anda. jangan Halaman 150 dari 500 . aku pasti akan mengangkatmu menjadi putraku." sahut Hiroshi. "Dan untuk pernikahan. "Kau telah bertahun-tahun mengabdi pada keluargaku. andai usia kita tidak terlalu dekat jaraknya. kawan baik putriku.membahas prosedur dan upacara untuk keesokan harinya." "Keluarga mana pun di Tiga Negara akan menyambutmu dengan gembira sebagai menant u. Dia gadis yang amat baik.." lanjut Takeo.. Kaori. a tau dari Lady Shigeko. tapi aku sungguh-sungguh tak ingin menikah." "Untuk memberiku tanah di Maruyama." "Kumohon." Takeo menatapnya tanpa langsung men¬jawab. Apakah ada gadis lain?" "Tidak ada. "Kau sudah seperti kakak laki-laki bagi ketiga putriku. Kau ingin tinggal di wilayah Barat? Akan kucarikan tanah dan bangunan u ntuk¬mu serta seorang istri. Bila kau tidak suka pada Terada Kaori. berarti akan mengambilnya dari orang lain. Kau kurang menghargai dirimu. Tatapan mata Hiroshi beradu pandang den gannya lalu berpaling ke arah lain. Lord Takeo. "Kau tahu betapa besar rasa sayang keluargaku padamu. dan aku tidak punya apa-apa untuk diberikan p ada seorang istri. "Aku sudah bilang pada Taku: aku akan tetap di sini sel ama dibutuhkan tapi keinginanku yang sebenarnya yaitu diijinkan mengundur¬kan diri ke Terayama dan men gikuti Ajaran Houou.

Bahkan Shigeko? Keduanya tidak me¬nyuarakan kata-kata itu. seperti yang sudah biasa kau lakukan. Aku ingin kau ambil bagian dalam kun¬jungan ini. Ia tidak tahu apakah sudah bisa menjawab atau belum. Wajahnya mulai memerah. namun kata-kata itu ber gema di benak Takeo." iteruskan. "Anda bahagia dalam perkawinan hingga ingin kami semua memiliki keadaan yang sama! Tapi aku ter¬panggil ke jalan lain." kata Hiroshi dengan nada memohon. entah mengapa. dan sedih. yaitu m endampingi kami ke ibukota tahun depan." Hiroshi membungkuk tanpa bicara. Sesuatu dari perbincangan ini pasti telah membuatnya waspada sehingga di saat ia tidak disibukkan oleh Lord Kono. "Anda bahagia dalam perkawinan hingga ingin kami semua memiliki keadaan yang sama! Tapi aku ter¬panggil ke jalan lain.' sahut Hiroshi. dibayangkannya hati Shigeko tidak tersentuh. lebih pendiam." "Ini merupakan kehormatan bagiku. Satu-sa tunya per¬mintaanku adalah diijinkan mengikuti jalan itu. Berusaha menyembunyikan rasa tertekannya dengan tersenyum. lalu memutuskan untuk m enghentikan masalah pernikahan ini sementara waktu. "Tapi aku punya satu permintaan." "Shigeko juga akan ikut denganku atas saran para Guru Besar. ditemukan dirinya lebih memerhati¬kan Hiroshi dan putrinya saat makan malam. yang akan menjadi hadiah yang tak ada bandingnya untuk Kaisar. Mereka berdua." kata Hiroshi dengan nada memohon. Seperti yang kau tahu. nyaris tida k saling bicara atau bertatapan. dengan menu khas musim gugur di wilaya h Barat: . Berusaha menyembunyikan rasa tertekannya dengan tersenyum. Zenko dan Hana. Takeo tidak bisa meng¬ungkapkan ada perasaan khusus apa di antara mereka berdua. Makan malam berlangsung resmi dan anggun. Satu-sa tunya per¬mintaanku adalah diijinkan mengikuti jalan itu. "Aku rela memberikan segalanya bila itu mempertahankan kedamaian di negeri ini. "Terima kasih." sahut Takeo." "Aku tidak akan menentang keinginanmu itu!" sahut Takeo.diteruskan." "Anda ingin memberikan kirin!" seru Hiroshi. aku mengatur kunjungan damai ini atas permintaan para Guru Besar Ajaran Houou. Tapi tentu saja mere ka berdua sangat mahir menyembunyikan perasaan masing-masing. Kau harus melindung inya. Wajahnya mulai memerah. "Putriku mengusulkan agar kita membawa kirin.

"Aku sudah menerima surat dari Miyako. Bahkan L ord Saga Hideki telah meng¬ungkapkan keinginannya untuk berjumpa dengan Anda. dan berharap kakaknya mendapatkan anak laki-laki. Kaede telah membantu mengembalikan kediaman itu pada keindahan aslinya: tikar berwarna hijau keemasan dan beraroma manis. Takeo seakan melihat perasaan tidak suka sesaat sebelum Hana mulai mengucapkan s elamat yang berlebihan. Semua orang ingin tahu tentang Anda. dan bagaimana bila dibandingkan dengan istana Kai sar. ituiah tujuanku. burung gelatik dengan semak semanggi. Aku paham Anda akan mengunjungi Kaisar tahun depan. gurih dan gating. mengungkapkan kebahagiaannya. pada gilirannya. burung puyuh dengan krisan. kepiting dan udang kecil.jamur pohon pinus. lantai dan balok-balok penyangga berkilau dengan ha ngat. dengan berhati-hati memuji Sunaomi dan Chikara yang tidakl ah sulit dilakukan karena ia dengan tulus memang menyayangi kedua anak itu. di belakangnya berdiri kasa ber¬hiaskan burung dan bunga musim gugur. "Kurasa beliau akan menerima Anda." Halaman 151 dari 500 . Kono berkata dengan sopan." "Bila beliau berkenan menerimaku. chestnuts and kac ang ginko. Takeo bertanya-tanya bagaimana pendapat Ko no tentang semua yang dilihatnya di sini. disajikan di atas nampan berpernis dan tembikar berwarna coklat muda kekuningan pucat dari Hagi. Takeo." sahut Takeo. dan ingin tahu apakah Zenko dan Hana kecewa dengan kabar ini karena akan menunda rencana pengangkatan kedua putra mereka. menjelaskan tentang kehamilan i strinya. Takeo meminta maaf atas ketidakhadiran istrinya.

. "Aku turut berduka." Untungnya. beliau lebih suka berte mu Lord Otori dalam per¬tandingan berburu anjing. mungkin.. belum." Takeo ingin tahu apakah ia bisa tahan menyerahkan putri sulungnya pada orang seperti Lord Saga nam un bisa menjadi persekutuan yang baik." "Lady Shigeko amat mahir memanah. "Lord Saga baru saja menduda.. karena aku tidak mahir memanah.Takeo menyadari kalau Arai Zenko memerhatikan tiap kata dengan tetap menunduk... Keadaan istri Anda yang meng¬haruska nnya berdiam diri di rumah jadi tidak memungkinkannya mendampingi Anda?" "Begitulah. Tampak mata mereka bertemu lalu dia tersenyum kepada ayahnya. Beliau tidak tahu kalau tanganku yang cacat menghambatku untuk menarik busur. suaranya terdengar jernih dan tegas. Takeo mengingat dengan takjub kata-kata Gemba: Akan ada semacam pertandingan di Miyako. Mungkin beliau akan menerimaku sebagai pengganti ayahku dalam pertandingan apa pun nantinya. mendahu lui restu sang akeo menyadari kalau Arai Zenko memerhatikan tiap kata dengan tetap menunduk. Itu kegemarannya.. Takeo tidak bi sa menahan untuk berpikir. mungkin ada pertandingan yang lain. Shigeko angkat bicara. "Belum. putrimu sebaiknya ikut. Bagaimana Gemba bisa tahu hal ini? Takeo memandang ke seberang ruangan. Dia harus menyempurnakan keahlian menunggang kuda. Zenko akan menunggu di wilayah Barat." jawab Takeo." imbuh Hiroshi. Tapi putriku akan ikut. "Lord Saga tidak mengetahui masalah-masalah kecil kami. "Aku tak sabar ingin ber¬jumpa Lord Saga. "Lord Saga saat ini tengah memikirkan semacam olah-raga atau pertandingan. mendahu lui restu sang Kaisar. Zenko akan menunggu di wilayah Barat." Shigeko mengangkat kepala lalu melihat ke a rah ayahnya. "Lady Shigeko bertunangan?" tanya Kono. Belia u menulis surat kepadaku bahwa ketimbang menumpahkan darah ribuan orang." Suara Kono terdengar dingin dan datar. dan bila itu bisa memastikan kedamaian di Tiga Ne gara." Takeo tersenyum. D an bila mereka menyerang lalu membunuhku di sana.. ke arah Gemba yang duduk agak menjauh di se . Da n bila mereka menyerang lalu membunuhku di sana. meman ah. "Baiklah..

dan pembe¬rani. tapi ada senyum tipis tersung¬ging di waja h montoknya. "Ini semakin menambah alasan mengapa kami harus berkunjung ke ibukota. kecantikan yang menyem Halaman 152 dari 500 . "Seperti halnya Lord Saga. kulitnya nyaris bercahaya dengan jubah wama kuning pucat dan emas yang dikenakannya. Takeo ingat saat pertama kali melihat Lady Maruyama Naomi: menurutnya perempuan itu seperti Jato. Kahei. punggungnya tegak lurus." sahut Shigeko.belah adiknya. Rambut panjangnya tergerai di bahu." katanya pada akhirnya. walaupun dengan alasan lain. agar Anda sema kin memahami kami. Tampaknya Kono sama terkejutnya dengan Takeo. apa pun itu. namun juga tak bisa menghilangka n kesan berkuasa yang ada di balik kata-katanya. Aku akan terima tantangan Saga. pedangnya." Shigeko berbicara dengan sopan. Kami akan selesaikan masaln h tanpa harus berperang. "Aku tidak menyadari kalau perempuan di Tiga Negara begitu berbakat. menyembunyikan ketidak¬setujuannya. pikir Takeo cepat. mungkin Anda belum mengenal kami dengan baik. dengan dedauan maple yang cerah. Kahei terlihat lebih tegas. atau kelihatan terintimidasi dengan ke¬ha dirannya. Ini memperkuat bukti anjuran para Guru Besar. Dia tidak mem¬perlihatkan rasa tidak suka bertemu dengan putra orang yang pernah menculik ibunya. Aku akan datang ke Miyako. Gemba tidak melihatnya.

dan merasa agak lega." Dia membungkuk dan bicara d engan ber¬semangat. dan merasa ag ak lega. ingin tahu seberapa banyak kata-kata ini diucapkan dengan tulus. Apakah Zenko tersinggung atas kehadiran dan pengawasan Taku sehing ga sengaja tidak mengundang adiknya? Dan ia pun cemas ingin mendengar kabar tentang Maya. Berharap Taku tahu lebih banyak. detail mengenai kunjungan singkat Kono di wil ayah Barat. dan tak mendengarkan kalimat terakhir Lord Kono. "Kuharap aku bisa dibebaskan da ri keramahan Lord Otori untuk kembali ke Miyako sebelum Anda tiba di sana. Dipaksa dirinya berkonsen trasi pada saat ini. Kaede yang sedang mengandung. Ini memastikan bahwa Tiga Negara ak an tetap bersatu bila diwariskan kepada¬nya.. memeriksa kalau segala¬nya telah dicatat . Kini dilihatnya kekuatan yang sama pada putrinya.. Saat bangun pagipagi. karakter dan kecantikan putri sulungnya . Takeo tidur tidak nyaman. Tapi Takeo lebih suka mendengarnya dari Taku. dan memberitahukan kepada Yang Mulia Kaisar tentang semua yang kudapatkan di sini. nyikan kekuatan. Apa pun yang terjadi. atau melarikan diri. Apa pun yang terjadi. ia telah memiliki pewaris. saat in i merupakan waktu yang tepat untuk mengirimnya pulang dengan pikiran yang penuh dengan kesejahtera an wilayah ini. "Aku sungguh tidak sabar menantinya!" seru Kono. merasakan nyeri di tangan dan rasa sakit menjalari sekujur tubuhnya. Ia meminta Minoru dibangunkan. tentu saja. dan ingin tahu ada di mana dia sekarang." Takeo membungkuk sedikit tanda setuju. Keramaian perayaan berlanjut hingga larut malam: pemusik memainkan kecapi tiga s enar dan harpa. mengapa dia tid ak hadir saat santap malam. ia telah memiliki pewaris. seberapa banyak pujian dan niat buruk apa yang direnca¬nakan Kono dan Zenko. "Aku bisa meyakinkan bahwa semua taporanku akan berpihak kepada Anda .bunyikan kekuatan. Ia tak dapat menahan diri untuk berpikir kalau ketidakhadiran Taku tak ber¬k aitan dengan putrinya itu: kalau Maya dalam masalah. Disadarinya kala u pikirannya melayang jauh. kesetiaan klan Seishuu serta keindahannya. hubungan bangsawan itu dengan Zenko dan Hana. Ini memastikan bahwa Tiga Negara ak an tetap bersatu bila diwariskan kepada¬nya. dan se lagi minum teh ia mengingat-ingat apa saja yang ia katakan semalam. Kini dilihatnya kekuatan yang sama pada putrinya.. pikirannya masih penuh dengan kecemasan atas ketiga putrinya. sementara dari kota terdengar genderang dan nyanyian. Tampaknya tidak ada lagi alasan untuk menahan bangsawan itu.

"Lewat laut. Lord Kono pasti membawa kabar kepada Kaisar dengan keyakinan bahwa Tiga Negara t ak mudah ditaklukkan. Di Yamagata aku yakin Lord Miyoshi akan menjelaskan ukuran dan kekuatan ba la tentara kita. dan. Dia bisa saja l ewat darat menuju Hofu dan naik kapal laut dari sana." sahut Takeo. "Aku tidak berhak untuk mengatakannya. Karena Kono diij inkan pergi. banyak hal yang harus disiapkan. "Minoru." "Jadi beliau akan melakukan perjalanan bersama Lord Otori sampai Yamagata?" "Ya." Minoru membungkuk hormat. pengabdian dan kes etiaan rakyat di sini. Sebaiknya kau siapkan Lady Miyoshi. Kita harus tunjukkan satu pemandangan lagi padanya.dengan benar karena Minoru ditempatkan di balik kasa semalaman.. bila ingin tiba sebelum musim dingin. dan Lord Kono pastinya akan lebih memilih untuk merundingkan pernikahan ketimbang me¬mulai perang yang ti dak bisa Halaman 153 dari 500 . Sikapnya padaku sem alam sepertinya sedikit berubah. kau selalu hadir dalam per¬temuanku dengan Lord Kono." "Teruskan. bagaimana pendapatmu?" "Sikapnya seperti hendak berbaikan. kurasa bagusnya begitu." sahut Minoru." sela Takeo. tapi Lady Shigeko belum menikah.. "Apakah Lord Kono bepergian lewat laut atau darat?" tanya Minoru.. "Pasti salju su dah turun di Jajaran Awan Tinggi: dia takkan tiba di sana sebelum perbatasan ditutup. "Beliau pasti mengamati kepopuleran Lord Otori.

"Apa aku harus menghubunginya?" "Tidak perlu. dan lambang berhias rumbai bergelanmngan dari atap dan dari tiang pancang yang ditan am di sekelilingnya. berdiri para tetua klan." imenangkan. Apabila beliau yang akan menjadi perantara.dimenangkan. Apabila beliau yang akan menjadi perantara. maka semuanya baik-baik saja. Anjungan dari sutra didirikan bagi kelompok masyarakat dengan klas leb ih tinggi. "Tak satu pun dari kita yang benar-benar aman. rindu berjump a dengan istrinya untuk menceritakan pemandangan ini. memegang kotak-kotak berpernis." tutur Takeo." "Dia mengirim permintaan maaf kepada kakaknya. Kaede seharusnya berada di sini." "Tentunya tak ada orang yang akan menyerang Lord Kono. pikir Takeo dengan rasa menyesal. bantal dan karpet bertebaran di lantai. maka beliau harus menda pat kepercayaan dan persetujuan ayah calon mempelai perempuan. dan bertopi hitam. Parit yang mengelilinginya penuh dengan perahu-perahu berlambung datar yang ditu mpangi para penonton. kita akan terus menyanjung dan berusaha membuatnya terkesan. Ada kabar dari Taku? Aku menantikannya tadi malam." *** Panji-panji Klan Maruyama. dan Zenko di sebelah kiri. . Selama kita tahu d ia masih hidup. pasti ada alasan lain dengan ketidakhadirannya. mengatakan bahwa dia sedang kuran g sehat hanya itu. semua mengenakan jubah tebal berhias bordiran emas. Hiroshi berada di depan mereka dengan menunggang kuda abu-abu pucat dengan surat dan ekor hitam." "Baiklah. Hana. Di dalam kotak¬kotak terdapat harta kekayaan wil ayah ini. tanpa kuda. maka beliau harus mendap at kepercayaan dan persetujuan ayah calon mempelai perempuan. Kuda pemberian Takeo bertahun-tahun lalu itu menunggu diam tak bergerak bak patung." sahut Minoru. d an di belakang Zenko. Takeo duduk di atas mimbar yang ditinggikan di salah satu pavilio n ini. Di belakang¬n ya. di Maruyama sini?" "Taku telah menyinggung banyak pihak dengan mengabdi padaku. dan gulungan berisi silsilah keluarga meng¬gambarkan silsilah Shigeko melalui semua pe rempuan Maruyama. Kono di sebelah kanan. Otori serta Seishuu berkibaran di atas lapangan kuda di depan kastil.

Perhatiannya tertuju kembali ke upacara setelah mendengar derap kaki kuda. ingin tahu di mana Shigeko.Takeo turut merencanakan upacara ini semuanya dilakukan Hiroshi karena ini merupa kan ritual kuno Maruyama yang belum dilaksanakan lagi sejak Lady Naomi mewarisi wilayah ini . Mereka bersenjatakan ala perem¬puan wilayah Barat. Di sampingnya berdiri seorang pemuda tingg i dan seorang lagi yang tampak amat tidak asing. Dari ujung arah barat di sebelah luar kastil datang iring-iringan kecil perempuan yang me¬nunggang kuda. bola matan ya lebih jelas dengan wajah tajamnya. Pesan apa yang dibawanya? Ia harus bertemu mereka: ia akan temui mereka malam ini. Me reka adalah istri dan putri para tetua yang menunggu di belakang Hiroshi. Di antara kerumunan perahu. Takeo memindai kerumunan orang. pikirnya. Maya tampak lebih kurus. kalau ternyata ia tidak menge¬nalinya diikuti dengan rasa lega yang berdesir cepat kalau p utrinya masih hidup dan baik-baik saja. agak lebih tinggi. saat orang lain tak a da yang tahu. Zenko. Butuh beberapa waktu bagi Takeo untuk menyadari kalau orang itu adalah putrinya. Maya. Seorang lagi pastilah Sada. Taku pasti tak ingin meninggalkan Maya karena bila tidak. Taku pasti tahu ia akan mengenali mereka bertiga. meskipun dia menyamar hing ga hampir tidak dikenali. menyandang busur di bahu serta tabung berisi anak panah di Halaman 154 dari 500 . dan kapan putrinya akan mu ncul. Takeo merasa takjub kalau ternyata Taku mengajak putrinya datang dengan menyamar. tiba-tiba dilihatnya Taku. tapi berpakaian pedagang biasa yang lusuh. tidak berpakaian resmi seperti kaka knya. dia pasti da tang sebagai dirinya sendiri.

dan hat inya makin meluap-luap saat melihat putrinya berada di punggung kuda yang paling bagu s. dan diberi nama Tenba.punggung mereka. Takeo mengagumi kuda¬kuda Maruyama yang tinggi dan gagah. para tetua berlutut sambil memegang kotak dengan merentangkan tangan dan membungkuk dalam-dalam. dikunci r ke belakang. Sesaat Tenba terkejut karena gerakan Hiroshi yang mendadak. dan diberi nama Tenba. dan ia merasa heran tidak menyadari hal itu sebelumnya." Hiroshi melepaskan kakinya dari pijakan sadel lalu turun dari kuda. Kuda itu terlalu bersemangat dan ber¬jingkrak. Disadarinya ternyata sikap Hiroshi lebih dari sikap seor ang ksatria pada atasannya. Teringat olehnya minggu-minggu yang mereka habiskan bersama untuk men jinak¬kan Tenba. ggung mereka. dan hatiny a makin meluap-luap saat melihat putrinya berada di punggung kuda yang paling bagu s. Kecurigaannya terbukti sudah. dan t epat di saat bersamaan. pikirnya. Shigeko duduk tenang bak patung. tatapan mereka bertemu. ta pi perasaan Hiroshi tak diragukan lagi. Dicermati putrinya baik-baik sewaktu dua perempuan berkuda turun dari kuda lalu memegangi tali kekang Tenba. Perasaan Takeo kesal sekaligus iba mustahil memberikan keinginan Hiros hi tapi ia mengagumi pengendalian diri dan peng¬abdian pemuda itu. rambutnya. Ia tak tahu bagaimana perasaan putrinya. tapi hatinya tak tersentuh. menyerahkan pedang dengan kedua tangannya. kami menyambut Anda ke wilayah yang telah dipertahankan atas kep ercayaan bagi Anda. sama hitamnya dengan surai dan ekor kuda yang dia tunggangi. Takeo mengagumi kuda¬kuda Maruyama yang tinggi dan gagah. Hiroshi bicara dengan lantang. "Lady Maruyama Shigeko. Para perempuan di atas kuda menghadap ke arah para laki-laki yang berdiri. Tenba tenang dan santai. di tengah iringan itu kuda hitam yang dijinakkannya sendiri. di tengah iringan itu kuda hitam yang dijinakkannya sendiri. Shigeko menyayanginya. mengi-baskan kepala dan agak mundur selagi Shigeko menyuruhnya ber¬henti. Kini sudah jelas baginya. Ketika Hiroshi menengadah. menarik pedang dari sabuknya lalu berlutut di hadapa n Shigeko. Shigeko tersenyum tipis lalu mengambil . putri Shirakawa Kaede dan sepupu kedua Maruyama Naomi. Shigeko meluncur turun dengan anggun dari punggung kuda lalu menghadap ke Hiroshi. dan Takeo melihat pe nguasaan diri Hiroshi langsung buyar. Itu karena mereka dibesark an bersama. juga berk ilauan seperti kulitnya yang tertimpa sinar matahari musim gugur.

lalu menunduk. Kuda-ku da berjingkrak penuh semangat. Shigeko membalikkan kuda lalu berderap kem bali. Akhirnya S higeko mendekat. kalau putrinya ini telah dewasa dan mendapaikan warisannya. menjadi sorak-sorai gegap gempita. Sekali lagi terdengar seruan dari ke¬rumunan saat Takeo berdiri dan melangkah turu n dari mimbar.pedang itu. laksana kuda dari surga. Kuda-kuda berderap mengitari dinding sebelah luar kastil. Tiap penunggang kuda menjatuhkan tali kekang di leher kuda. bak gelombang menghempas batu karang. Kyu dan Aoi. Tenba menurunkan kepala lalu menggesek-gesekkan kepalanya ke bahu Ta keo. men empatkan anak panah lalu menariknya. Anak-anak pa nah beterbangan satu menyusul yang lainnya. yang pernah terluka parah oleh ra ksasa Jin-emon. Shigeko menghunjamkan pedang ke sabuknya lalu naik k e kudanya kembali. Kuda itu jelas keturunan kuda Shigeru. Teriakan rakyat bergemuruh. dan anak panahnya tepat mengenai sasaran. Dia melompat dari punggung Tenba la lu berkata dengan lantang. lal u suaranya pecan. tatapan setuju mereka. Menghampiri Shigeko lalu mengambil tali kekang kuda itu dengan begitu terharu se hingga tak mampu berkata¬kata. Takeo menyadari kalau bayangan masa lalu kini mengelilingi dirinya: arwah mereka yang telah berpulang. seolah semua yang hadir bicara dalam satu suara. semuanya dalam satu gerakan cepat dan luwes. dan sebag ai pengakuannya saya persembahkan kuda ini kepada Lord Otori. kuda hitamnya berlari laksana angin. Ia merasa bangga dan bersyukur telah membesark an anak yang cantik ini. menarik tali kekangnya agar berhenti di depan Takeo. Kemudian ia berbalik dan mengacungkan pedang itu tinggi-tinggi ke se tiap arah bergantian. "Maruyama bersumpah untuk ber¬sekutu dan setia pada Klan Otori." Dipegangnya tali kekang. begitu pula halnya dengan para perempuan yang lain. membungkuk hormat ke arah kerumunan orang. Halaman 155 dari 500 . mengambil busur. mengenai sasaran berbarengan. kepada semua tetua dan ra kyatnya. menuju sasaran. kemudian ber-baris dalam satu barisan lurus ke arah pinggir an. ayahku.

tapi mereka dibiarkan hidup dengan damai."Kuharap Tenba bisa menjadi kuda kesayangan Ayah seperti halnya Shun. dan perlu berkuda untuk menjernihkan piki ran. membiarkannya melangkah lebih bersemangat. Ayah sangat berterima kasih. kat . pancaran terakhir si nar matahari berkilauan di sela-sela jambul di kepalanya. Zenko dan Hana. tapi bersemangat dan sama res ponsifnya. mereka berkuda di jalur melewati pesisir ke mulut sungai. Sementara itu. memulai ikatan panjang misterius antarmakhluk hidup. "Maukah Ayah menungganginya?" "Pakaian Ayah ini kurang cocok bila ber¬kuda. Takeo yang sudah bisa menyesuaikan diri dengan kuda itu. sehat seperti orangtuanya. "Biar Ayah menun¬tunnya. Shigeko dan Hiroshi me skipun ketiganya lebih suka begitu tapi juga ada Lord Kono. pikirnya dengan gembira. ketika matahari mulai tenggelam. Ini hadi ah yang terindah. Kuharap Tenba bisa menjadi kuda kesayangan Ayah seperti halnya Shun. Takeo. dan kita akan berkuda bersama nanti. Hiroshi dan Shigeko berhenti untuk menyalami kepala desa." ujar Shig eko. Ketika mereka menyusul kelompok berburu. Kini anak¬anak dari para gelandangan yang pernah mem bangun jembatan yang memungkinkan Takeo melarikan diri dari kejaran pasukan Otori. Rombongan itu tidak hanya terdiri dari Takeo. ketika Jo -An masih hidup. bergerak kian kemari bak ombak di laut. Beruntung aku tidak harus mengandalkannya dalam pertempuran." sahut Takeo. Rut e perjalanan mereka melewati desa gelan¬dangan yang dibangun Takeo bertahun¬tahun lalu. juga terlihat cukup makan. Kuda ini mungkin tidak sepandai Shun." Menjelang akhir senja. dan Takeo mesti mengerahkan tenaga untuk mengingatkan siapa yang pegang kendali. "Aku belum pernah melihat kuda yang lebih hebat yang bergerak seperti terbang. dan Kono mengaku ingin berbagi kegemaran dengan Hana saat berburu meng¬gunakan burung rajawali yang terlatih. rajawali yang sudah dilepas terb ang melayang di atas padang rumput. Dia a kan hidup Ubih lama dariku. dan jauh lebih cepat. Zenko menyata kan kalau ia merasa mual dengan jamuan dan upacara. Satu kali Tenba mundur ketika seekor ayam hutan tertembak di bawah kakinya dengan gerakan cepat dari sayapnya yang terbentang. Para gelandangan masih menjemur kulit hewan di sini sehingga dijauhi pend uduk. Hana ingin membawa keluar burung-burung rajawali miliknya." Ta keo ingin sekali menunggangi kuda itu. sementara yang lainnya berjalan terus." ujar Shigeko.

Mengingatkan Takeo bahwa yang kuat memangsa yang lemah. dua di antaranya menu kik berbarengan dan tegak lurus ke tanah. tapi itu tak mengurangi kemahirannya berkuda. Me reka melihat Halaman 156 dari 500 . udara penuh aroma kue mochi yang dipang-gang." komentar Kono. begitu pula nantinya musuh-musuhnya memangs anya.anya pada dirinya sendiri. Merasa hampir menyukai Kono." kata Takeo. tersenyum. Di atas kepalanya keempat rajawali terbang berputar-putar. Pendu duk kota memberi jalan dengan penuh hormat. Jalan-jalan dipenuhi keru munan orang. "Kau mengurusnya dengan baik. Masa-masa itu telah berakhir. minyak wijen dan kecap." katanya pada Shigeko. Dibayangkannya mereka seperti rajawali. banyak di antaranya yang berlutut atau menyer u namanya atau nama Shigeko. "Meskipun Lord Otori memiliki kekurangan. Salah satunya terbang tinggi lagi. bentuk tubuh kelinci terlihat jelas di bulatan yang berkilat. atau pandangan putus asa da n kelaparan seperti yang dialami Shigeru. "Benar. Takeo bersyukur dengan reaksi rakyatnya. Menunggang kuda membu atnya merasa seperti muda kembali. menunggu. Mereka kembali saat matahari tenggelam. terbang melayang. dan kemudian marah pada dirinya sendiri karena begitu mudah merasa tersanju ng. Mereka tidak menatap dengan ketakutan. kalau ternyata dia telah sala h menilai laki-laki itu. seekor ayam hutan dalam cengkeraman cakarnya menggelepar: yang lainnya memekik marah. ikan d an belut panggang. Mereka tak lagi butuh pahlawan menolong mereka. bulan purnama muncul di balik pepohonan plum. biara dan toko kebanjiran pengunjung. aku lupa itu saat berkuda.

terkulai di bawah cahaya bintang. pikirnya selagi melewati kamar bangsawan it u. Setel ah yakin tidak ada orang di ujung caman. dua botol sake. langit malam penuh bin tang berkilauan.* Kastil dan kota sudah sunyi senyap. "Aku ingin keluar sebentar. lalu disembunyikan di balik pakaiannya. "Aku harus me¬n emui Taku karena aku hanya punya waktu dua hari ini bila ingin mengantar Kono ke Hofu sebe lum musim dingin." kata Takeo saat mereka sudah selesai. berpura-puralah kita sedang mengurus bis nis penting jadi tak ingin diganggu." Minoru sudah terbiasa dengan pengaturan seperti ini dan dia hanya membungkuk. Takeo melil itkan sehelai syal di kepala untuk menutup wajah. dua lentera menyala di dekat mereka. Ia berlari melewati jembatan. membia rkan dirinya terlihat setelah sampai di ujungnya lalu berjalan cepat-cepat ke kota yang penuh dengan j alan dan lorong yang berliku-liku. pedang pendek dan sarung pisau le mpar. Bila menunggang kuda membuatnya merasa kembali muda. Berlari melintasi puncak dinding ke seberang lalu menjatuhkan diri ke atas lapangan kuda di dalam dinding sebelah luar yang kedua. Aku akan kembali sebelum pagi. Para penjaga masih terjaga: ia men-dengar para penjaga bicara saat ia melintasi atap yang lebar dan melengkung. Di bantunya Takeo berganti pakaian ber¬warna gelap yang sering dipakainya di malam hari. diraih dengan kerja keras dan kepandaian mereka sendiri. . tapi mereka tidak mendengarnya.* esejahteraan dan kedamaian mereka sebagai jalan hidup yang benar. Tetap di sini. Karena berpikir saat itu terlalu dingin untuk berenang. Bulan sudah meninggi. dan jika ada yang tanya. begitu pula dengan yang sat u ini kenikmatan mendalam yang timbul oleh kemampuan kuno ini tak pernah hilang. maka setelah menyeberang sungai ia memanjat merayap dinding dan menyusuri sampai ke gerbang u tama. Umbul-umbul masih meng¬gelantung di sana. Takeo tahu kalau tak seorang pun bisa melihatnya karena ia sedang menghilangkan diri. diraih dengan kerja keras dan kepandaian mereka sendiri. ia melompat ke puncak dinding antara taman dan dinding sebelah luar yang pertama.kesejahteraan dan kedamaian mereka sebagai jalan hidup yang benar. Andai Kono bisa melihatku seka rang. meninjau kembal i percakapan tadi sore dan kesan yang didapat pemuda itu. Takeo duduk bersama Minoru.

tapi setida knya mereka tidak meremehkannya.. T akeo merangsek kembali ke dalam bayangan. Tribe mungkin membencinya karena itu. Semoga kalian mau melakukan hal yang sama padaku. Diintipnya ke arah s uara tadi. Ditangk upkan kedua tangan Halaman 157 dari 500 . tangan di gagang pedang. Ia mengira satu-satunya c ara menghadapi kejahatan yaitu dengan dibasmi. Ia masih menyesali cara yang pernah ia gunakan saat pertama kali ke Maruyama bersama Kaede. Muto Kenji memaafkanku. Di biara di ujung jalan. ia berhenti seperti yang selalu dilakukannya. maka ia takkan sekuat sekarang untuk dapat memaksaka n kehendaknya dengan welas asih.. letak. Ia sudah menyediakan cukup waktu untuk membuat negerinya am an. dan aku pun memaafkannya. Tidak ada yang memecahkan kesunyian malam itu. seolah ada makhluk yang bergerak melintasinya. Ia masih harus meng¬hadapi dilema itu: bila sa at itu ia mem¬perlihatkan kelemahannya. tapi ia merasa tidak sendirian. Kami adalah teman dek at dan sekutu. bertekad menunjukkan kekejamannya pada T ribe: membunuh atau mengeksekusi sebagian besar dari mereka. dan menar uh botol sake di depan dewa keluarga Muto. me mohon maaf dari para mendiang. bila bisa mengulang masa i tu ia akan berusaha berunding tanpa pertumpahn darah. Ia men¬dengar gemerisik di ded aunan yang telah jatuh. katanya. Dulu ia mengenai setiap rumah T ribe di Maruyama. tapi kini.Ia tahu di mana Taku berada: kediaman lama Muto. ukuran dan penghuninya. dan melihat dedaunan terserak pelan di bawah pijakan kaki yang tak terlihat.

tipuan cahaya kemudian ia menyadari dengan terperan jat ternyata tatapan mata kucing itu mengunci tatapannya." jerit hewan itu lagi. lalu merogoh pisau lemparnya dengan semba rangan. Makhluk itu menatapnya dengan mata hijau berkilau terkena sinar bintang. Meraih tubuh Maya lalu menyentuh wajahnya. dikirim mereka yang sudah mati untuk menghukumnya. dan kemudian melihat ke arah kirin ya. depan dahi untuk membuka mata lebih lebar. Kemampuan meng¬hilang kucing itu sirna di saat melompat ke arahnya. Memanggil semua kekuatan dalam dirinya untuk mematahkan tatapan me¬matikan itu. merasakan basah karena darah atau air mata atau keduanya. lalu ia menampakkan diri agar bisa lebih fokus pada serangannya. pikirnya. Maya!" Maya berdiri di hadapannya. "Ayah. Kini pedang sudah di tangannya. "Aku nyaris membunuhmu. meras a kalau pembunuh Kikuta sedang memanfaatkan makhluk halus ini. Jeritan kucing itu terdengar seperti je ritan manusia. Pisau itu terjatuh d ari genggamannya. dan kemudian melihat ke arah kirinya. Mahkluk itu memang kucing. Begitu pisau pertama yang terpegang langsung dilemparnya. Dilihat¬nya kucing itu menunjukkan sederetan gigi. tapi kucing dengan ukuran dan kekuatan serigala. Takeo mem¬butuhkan seluruh kekuatannya untuk dapat men ghentikan tikaman pisau yang nyaris menggorok leher putrinya sendiri. Segera mempertahankan dir i kini sudah menjadi sifat keduanya.di depan dahi untuk membuka mata lebih lebar. Tapi kucing itu berkelit melarikan diri. ia merasa terkejut karena ketakutan yang amat dalam. men¬deteksi kemampuan menghilang. me¬lihat pantulan cahaya bintang selagi pisau itu berputar. men¬deteksi kemampuan menghilang. Hanya seekor kucing. Makhluk itu menatapnya dengan mata hijau berkilau terkena sinar bintang. Kucing itu seperti makhluk halus yang tinggal di tempat ini. Di sela-sela rasa kaget dan takut karena pertarungan itu. Takeo mendeng ar suara yang sudah dikenalnya. Takeo merasa hampir jatuh ke dalam sihir tidur Kikuta. Ia men¬dengar juga jer it putus asanya sendiri selagi memaksa tangannya membelokkan arah pisaunya. Serangkaian caka rnya menggaruk wajah Takeo saat ia berkelit lalu berbalik agar cukup dekat untuk bisa menikam l eher kucing itu. mendengar akibatnya dan jerit kesakitan hewan itu. "Jangan sakiti aku! Ini aku. membunuh sebelum di¬bunuh. sadar d engan air mata ." kata Takeo iba karena putrinya hampir terbunuh.

di pelupuk matanya sendiri. lebih mirip badan anak lakilaki. Kepala Maya m e¬nyembul di antara tulang dada Takeo." Maya meyakinkan. "Ayah kira kau menyesal karena sudah berusaha membunuh ayahmu sendiri. Aku takkan menangis lagi. aku berubah wujud. tapi aku makin pandai. "Tapi aku belum pernah menangis bahagia. Kukira Ayah ad alah pembunuh Kikuta." katanya dengan sesunggukan. "Jangan menangis." tutur Takeo. "Apa yang kau lakukan di sini ? Kenapa kau di luar sendirian?" Hampir lega rasanya mengungkapkan kebingungannya dengan kemarah an. Aku tidak selalu melakukan itu dengan cepat. Kendati aku tidak perlu menangis. badannya tegak dan keras. "Tadi aku tidak tahu kalau itu Ayah. Aku tidak bisa melihat Ayah. "Maaf. terkejut ternyata putrinya sudah besar. bingung dan sedih. "Tadi Ayah juga menangis." ujar Takeo dengan ketenangan penuh pengertian. Lal u tadi kenapa aku menangis?" "Mungkin karena kau senang berjumpa Ayah?" "Memang." Halaman 158 dari 500 . tetesan darah di wajahnya. Itu pasti karena terkejut. aku menyesal. Aku tak pernah menangis. Begitu mengenali Ayah." Maya menangis seperti anak kecil." sahut Ta keo seraya menggandeng tangan putrinya melewati gerbang kuil ke jalanan." "Tidak ada salahnya menangis." "Aku menyesal telah menangis. dan dia akan menceritakan pada Ayah apa yang terjadi pada dirimu. "Kita akan men emui Taku. dirasakannya sengatan bekas dicakar. Dipeluknya Maya erat-erat. dan ketika menyingsingkan lengan baju untuk menyekan ya.

Dan kuda itu! Ayah suka dengan hadiahnya? Apakah Ayah t er¬kejut?" "Entah mereka yang lengah atau kau yang tak patuh. pikir Takeo. bahkan cara bicaranya kasar. kan?" . tapi bisa membayangkannya luka itu harus segera diobati bila tidak ingin berbekas. "Ayah jangan menyalahkannya. Pastinya begitu. Tak ada orang yang bisa meng¬ajariku. "Ayah melukaiku lebih parah. Ketidakpuasan apa lagi yang ada dalam diri putrinya pada dirinya? Apakah kebencian karena diki rim jauh dari rumah. Mengapa dia tak bersamamu?" "Bukankah itu indah?" sahut Maya. menampik per¬haria nnya dialihkan oleh komentar tiba-tiba Maya yang kekanak-kanakan. Ia tak bisa melihat luka Maya dengan jelas. Ayah lebih baik mati dari pada menyakitimu. "Kurasa Ayah belum pernah melakukannya?" Sekali lagi Takeo merasakan tantangan yang lebih berat. kerabat Taku dan Sada." kata Takeo." Maya menyentuh wajahnya sendiri. menghindari pertanyaannya." sahut Maya cep at." Maya menatap Takeo dengan tajam. "Aku yang tidak patuh. "Mereka keluarga Muto . Pe dih terasa menyengai wajahnya. tanpa perasaan. dan tubuhnya terasa sakit karena pertarungan yang tiba-tiba dan keras tadi." Dia sudah berubah. apalagi sekarang karena mereka sudah dekat gerbang kediaman Muto." "Ini bukan salah Taku." Kenapa? Apakah aku menyakiti Ayah? Pasti tidak ada apa-apanya dibandingkan denga n luka-luka yang pernah Ayah derita." "Siapa lagi yang harus disalahkan? Ayah memercayakan dirimu padanya. Tak bisa disangkalnya. sesuatu yang lebih dari sekadar luka fisi k."Kenapa? Apakah aku menyakiti Ayah? Pasti tidak ada apa-apanya dibandingkan deng an luka-luka yang pernah Ayah derita. Dan ada semacam tuduhan yang kuat di balik kata¬katanya. Dan di mana Sada? Ayah lihat kalian bertiga bersama tadi pagi. "Shigeko kelihatan sangat cantik." Maya menyentuh wajahnya sendiri." "Dan Ayah amat menyesal. Tapi aku memang harus bersikap begitu karena aku bisa mel akukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan orang lain. Aku ya ng harus mencari tahu. atau sesuatu yang lain? "Kau seharusnya tidak di luar sendirian. "Aku belum menanyakannya pada diriku sendiri!" sahut Maya. "Apakah keluarga di sini bisa dipercaya?" bisik Takeo. t api memutuskan untuk tak menjawab. "Ayah melukaiku lebih parah.

Anjing menyalak marah. tuan. Takeo kira Maya akan di¬pukul tapi Taku memberi isyarat kepada penjaga untuk Halaman 159 dari 500 . segera saja kita cari tahu. dan yang lainnya langsung berlutut. maka Maya berdiri seolah dike liligi pagar yang tak nampak. dan pelayan b erdatangan dengan mata masih mengantuk. lentera di dalam rumah dinyalakan. ingin melihat reaksi mereka. dan langsung segera menghampiri. berpakaian jubah ti dur berbahan katun. "Dan Anda. Taku muncul dari ujung beranda. dan gerbang di¬tutup dengan cepat lalu dipalang. tidak satu pun dari mereka men yentuh Maya. berseru kaget lalu memanggil Taku Takeo perhatikan. "Bawakan air." kata Takeo kepada orang¬orang yang berlutut. dan mengetuk gerbang yang di palang. "Ini Lord Otori!" bisik laki-laki itu. apakah Anda terluka juga?" Salah satu orang menaikkan lentera h ingga sinarnya jatuh menimpa pipi Takeo yang tak berusaha untuk menutupi dirinya. "Bangunlah. Perlu waktu agar dapat meyakinkan mereka untuk membuka gerbang karena tidak sege ra mengenali Takeo." gumam Takeo. "Masu klah. Mereka melihat darah di bawah sinar lentera ya ng mereka bawa. dan sediki t kertas halus atau gumpalan kain sutra untuk menghentikan pendarahannya. menerangi teras."Baiklah. jaket berlapis meng-gantung di bahunya. Tentu saja mereka meng¬hindari berdekatan dengannya. tapi mereka mengenal Maya. tuan." Takeo melangkah mele wati teras. Penghuni rumah sudah terbangun." Laki-laki yang memegang lentera tadi berdiri di samping. memanggil-manggil penjaga di dalam. Dia melihat Maya lebih dulu.

dan beberapa waktu k emudian perempuan muda itu muncul dari ujung beranda." "Panggilkan Sada. tapi Takeo menaikkan tangan memberi isy arat agar Taku diam. mengambil segumpal kain dari pelayan lalu merendamnya dalam air. "Beliau juga terluka." "Lord Takeo?" Taku memicingkan mala ke arah Takeo. Siapa yang ada di luar sana dengan pisau lempar?" "Tuan. Dia meli hat Maya secepatnya lalu masuk ke rumah. A nda tak terluka parah. meminta agar lentera lebih didekatkan. bergerak menghampiri beranda. "Ini kelihaian seperti terkena pisau lempar.membawakan lentera." sahut Maya. lalu memegangi kepala Maya dengan kedua tangan lalu m emiringkannya ke kanan dan ke kiri agar bisa melihat luka di pipinya. Aku cemas lukanya akan berbekas. Di anak tangga." Taku mulai angkat bicara. lalu memegangi kepala Maya dengan kedua tangan lalu memiring kannya kembawakan lentera. sala h satu pelayan maju untuk melepas sandalnya. "Maaf tadi aku tak melihat. "Aku meng¬halangi jalan." kata Taku." "Maafkan aku. Di basuhnya luka Maya dengan hati-hati. Takeo berlutut di samping Maya. rambutnya yang sepanjang bahu tergerai di wajahnya. menyuruhnya duduk lalu berlutut di sampingnya. berpakaian seperti Taku dengan jubah tidur. kembali dengan membawa kotak kecil. "Kita bicara lagi nanti. . Lakukan yang terbaik untuk mengobati luka putriku." kata penjaga. Lord Otori ada di sini. Bekas lukanya akan kelihatan selama beberapa wa ktu. seraya mengambil dan membukanya." perintah Taku kepada salah satu pelayan. kan?" Tidak. kan?" 'Tidak apa-apa. "Ini salep pemberian Ishida." sahut Takeo. "Pisau¬n ya tidak beracun." Taku membimbing Maya ke beranda. "Mungkin sulit unt uk menjelaskan bagaimana aku bisa melakukannya. "Apa yang terjadi?" tanyanya. "Kecelakaan." sahut Takeo.

Dilipatnya tikar tidur lalu mendorongnya ke sudut. "Aku sangat marah." Sada memegangi kepala Maya sementara Taku mengoleskan salep itu di lukanya. dan di Halaman 160 dari 500 ." Sambil menyuruh pelayan membawakan air segar dan teh. karena adegan yang ada di depannya ini sarat dengan muatan emosi. Taku berjalan di depan ke ruang kecil di ujung beranda. matanya terbuka lebar. dan aku yakin Lord Otori juga begitu." kata Taku pada Maya. salep itu tampak agak lengket." "Setidaknya kita tak harus mencari para pembunuh Kikuta. seperti lem." "Mendekatlah. Kau yang melemparnya?" "Kurasa begitu." "Aku benar-benar menyesal. "Kami akan pikirkan hukuman yang akan membuatmu lebih menyesal lagi."Untung tidak terkena mata. "Aku tidak bermaksud menyakiti ayahku. Ada semacam ikatan aneh di antara mereka bertiga. "Berikan sesuatu untuk membuatnya tidur . "Ikut dengan Sada. Aku ingin bicara dengannya besok pagi. pikir Takeo." katanya pada Sada." katanya pada Takeo. "Biar kulihat apa yang telah dilakukannya pad a¬mu." kata Maya. Satu lentera m asih menyala." ujar Taku. "Lebih baik kita bicara berdua saja. dan menyatukan pinggiran luka sa-yatan." sahut Takeo. "Dan temani dia malam ini." Namun nada suaranya justru kedengaran bertentangan dengan perkataannya. Maya duduk diam tanpa bergerak kesakitan." "Mari masuk ke dalam. bi birnya mengkerut seolah ingin tersenyum.

"Sada tidak menyukainya." Dua laki-laki muncul di pintu." "Benar-benar tak ada alasan. Bekas cakaran di pipinya memang dalam. namun lebih kurus dan lebih t ua. permukaan kacanya mengkilap." Taku menuang sake terakhir ke mangkuk dan memberikannya kepada Takeo. bulat. Ia tidak pernah tahu bagaimana wajahnya sangat mirip Shigeru." Si pelayan kembali dengan membawa sebuah benda yang lerbungkus kain coklat tua. Dia mengangguk. darah yang mengering berwarna lebih gelap. dan minum ini. Dibukanya bungkusan itu. yang satu membawa air. Be kas cakarannya terasa perih. Takeo jarang melihat ba yangannya sendiri dan belum melihat dengan begitu jelas dan kini takjub pada wajahnya sendiri. Lalu pelayan itu mengisi mangkuk minum sampai penuh lalu Takeo menenggaknya sampai habis lagi. Takeo mengamati semua ya ng di ada di ruangan itu tanpa sepatah kata pun. Takeo mengamati semua yang di ada debelahnya berdiri sebotol sake dan mangkuk minum.sebelahnya berdiri sebotol sake dan mangkuk minum." Taku terdiam ketika si pelayan kembali dengan membawa sebotol sake. Cermin itu sangat berbeda dengan yang pernah dil ihatnya. "Kau tidak tidur sendirian." gumamnya. Taku mengambil mangkuk berisi air lalu membasuh pipi Takeo. "Aku tak berharap berjumpa putriku dengan cara seperti ini. nada su aranya terdengar dingin. tapi kau minum sendirian?" Takeo menghabiskan sake d engan sekali leguk." sahut Taku. "Kau punya cermin?" tanya Takeo pada pelayan itu. "Tapi aku obati dulu luka Anda. pegangannya panjang. duduk di sini. berlutut lalu menyerahkannya pada Takeo. "Bawakan sake lagi untuk Lord Otori. "Semula aku berharap bertemu denganmu sebelum kejadian ini. . pinggiran luka merah hati. "Akan kuambilkan." pinta Taku pada si pelayan. dan yang satunya lagi membawa teh." ujar Takeo. "Darahnya cuku p banyak. "Cakarnya menyayat cukup dalam.

diukir atau dibentuk menjadi motif bunga¬bunga yang saling terjalin. Sesuatu tentang cermin asing itu meng¬ganggu nya." Diketuk bagian permukaannya. "Sepertinya begitu." tuturnya. seorang laki-laki Kuroda." Taku setuju. Cermin-cermin ini cukup populer."Cermin ini berasal dari mana?" Pelayan itu menatap Taku dan bergumam. Takeo mengembalikan cermin itu kepada si pelayan. Dan ia berusaha menyingkirkan perasaan itu sekarang. "Terbuat dari kaca. "Bekas luka ini akan lama hilangnya." Taku setuju. lalu dia mulai mengoles¬kan salep yang lengket itu. "Dari Kumamoto." katanya. "Seperti apa wujudnya?" Halaman 161 dari 500 ." Bagian belakangnya terbuat dari semacam logam yang tidak segera dikenali oleh Ta keo. Sesekali pedagang mem¬bawa barang dagangan. Kami membeli pisau dan peralatan darin ya dia juga membawa cermin ini." "Kau pernah lihat cermin ini?" tanya Tiikeo pada Taku. "Uhh. Ketika perempuan itu pergi. Ta ku berkata. Yasu. Aku pernah lihat cermin yang serupa di Hofu dan Akas hi. "Belum untuk yang satu ini. "Benda ini dibuat di negeri seberang. seraya menyeka luka itu dengan segumpal kertas bersih untuk mengeringkannya. Takeo melihat lagi bayangan wajahnya.

dia akan ikut denganku . Sepertinya aku tidak bisa hidup tanpa dia. Maya harus b elajar mengendalikannya: saat ini sepertinya roh kucing itu mengambil alih saat pertaha nan diri Maya lemah. Maya menolak kehadirannya saat aku ada. Kau belum pernah melihainya?" "Aku pernah merasakan kucing itu ada dalam diri Maya. bahkan ke Inuyama. Kucing itu bisa menembus dinding." Takeo merasakan amarahnya meluap. Hana pasti akan mengenalinya. dan memiliki tatapan maut Kikuta. Sebelum kejadian dengan si kucing." "Kebodohan macam apa ini? Jangan katakan kalau kau sedang dimabuk cinta!" "Mungkin benar. Kau b elum pernah Kucing itu? Ukurannya sebesar serigala." "Dan ketika dia sendirian?" "Kami tak bisa mengawasinya setiap waktu." "Mungkin kau harus kembali ke Inuyama. "Kurasa ini menjelaskan alasan kau pergi jauh dari kastil. Tapi Maya merasa amat tertekan dan aku tak ingin mening¬galkannya. dan akan berlanjut." "Hanya sebagian. bertanya-tanya tentang Maya. Kekuatannya luar bi asa besar. setiap hari aku bersama Hiro shi dan Lord Kono." Takeo tercengang karena Taku begitu dimabuk cinta dan dia tidak berusaha menyemb unyikannya. Dia harus patuh. dan memiliki tatapan maut Ki kuta." sahut Taku pelan. Tapi Sada berbeda. kendati aku sudah berusaha membujuknya agar membiarkan sosok kucing itu keluar."Kucing itu? Ukurannya sebesar serigala. "Aku tak mengharapkan dua orang yang kupercaya kan putriku akan berakhir dengan tidur bersama!" "Aku pun tidak mengharapkannya. "Tapi itu sudah terjadi. dan beberapa malam lalu Sa da dan aku sempat melihatnya sekilas. di Inuyama dan dalam perjal anan-perjalananku. Jika kuaj ak dia bersamaku. dan kepada istrimu!" "Istriku tahu kalau aku selalu punya perempuan lain. Semakin se dikit orang . harus bertanggung jaw ab atas perbuatannya. Bisa kukatakan kalau kemanapun aku pergi.

Aku tidak ingin memberikan Hana dan Zenko senjata lebih banyak lagi untuk mereka gunakan m elawan Anda.yang tahu tentang masalah kerasukan ini. Dia bertekad untuk memak sakan haknya sebagai penerus Kenji. Apa lagi yang mesti kau katakan padaku?" "Akio berada di Hofu. "Kau m embawa banyak berita huruk malam ini. Akhirnya dia berkata. "Aku tak ingin men yinggung Anda. "Akan cukup mudah untuk menyingkirkan mereka di Hofu." Jadi naluri Takeo benar untuk tidak memercayai keluarga Muto." "Bersama anak itu?" "Sepertinya begitu. atau dalam perjalanan. Lord Otori. Kemud ian Taku berkata. lebih baik. lalu meminumnya. "Apakah mereka mau menerimamu?" tanya Takeo. Aku tidak memercayai keduanya. dia berencana menghabiskan musim dingin di wilayah Barat aku takut kalau dia akan pergi ke Kumamoto. Ini bukan jenis laporan yan g mesti dibawa Kono kembali ke ibukota. Bia r aku yang Halaman 162 dari 500 . Aku tengah memikirkan rencana Anda menikah¬kan putri sulung An da. bukan dengan orang luar. tapi hal-hal semacam ini selalu diputuskan dalam lingkup kelua rga." Takeo mengambil cangkirnya lalu minum tanpa bicara. dan sejauh yang bisa kami tahu. dan ada beberapa aku tak tahu ada berapa banyak pihak yang tidak senang dengan gagasan perempuan berkuasa atas diri mereka. Takeo menuang sake lagi untuk mereka berdua. Aku sempat berbincang dengan kakakku tentang topik pe mbicaraan yang cukup mengganggu yaitu kepemimpinan keluarga Muto." Tak satu pun dari mereka bicara selama beberapa saat.

dan kesehatan istrinya selama kehamilannya. Bila tidak Tribe akan menganggap Anda lemah." "Jangan terlalu lama. Begitu Akio sampai di Kumamoto." "Baiklah. Gosaburo pernah memerintahkan hukuman mati untuk banyak orang salah satunya. olah karena itula h Akio membunuhnya. dan juga sikap Taku yang terus terang. Melalui Kenji. tapi Tribe akan selamanya ada. amat mengejutkannya." Berita ini. Dia belajar mengendalikan kerasukan itu dan siapa yang tah u manfaat apa yang mungkin bisa kita ambil darinya. lean ?" . yang tak mau berunding dengannya? "Anda harus memutuskan nasib sandera di Inuyama. bahkan ditampung. memaksa dirinya mengingat kekejaman tanpa ampun Tribe. Satu lagi yang kutahu adalah Gosab uro sudah mati." ujar Taku. Tapi bagaimana ia meng¬hadapi musuh yang tak mudah ditan gani ini. Dia ingin berunding dengan Anda demi nyawa anak-anaknya. Begitu Akio sampai di Kumamoto. jika dia menghubungi kakakku maka dia akan disambut di sana." "Aku akan bicarakan itu dengan istriku saat sudah kembali ke Hagi nanti. jika dia menghubungi kakakku maka d ia akan engaturnya. Maya berusaha membuat Sada dan aku sen ang: dia memercayai kami. dia berhasil mengendalikannya. d an itu akan menimbulkan lebih banyak per¬selisihan. tapi terlepas dari kej adian malam ini. "Anda mesti meng eksekusi mereka sesegera mungkin. sa ma seperti saran Taku kalau ia sendiri yang harus membunuh putra¬nya sendiri. pernah dilaksanakan Takeo sendiri tapi ternyata Akio malah berbalik mem¬bunuh pamannya. Aku tahu Anda merasa kecewa. kami sudah membuat kemajuan. hanya Anda yang bisa memutus¬kan itu. Takeo bertanya pada dirinya sendiri apakah Maya mesti pulang bersamanya tapi cemas dengan ketenangan pikiran Kaede." "Tak boleh ada orang yang menyentuh anak itu. tapi kini kendalinya atas diri mereka sedang diuji." "Tapi yang pasti kau tidak berencana jauh dari Inuyama selama musim dingin. setidak¬nya.mengaturnya. Mereka selalu menyatakan bahwa bangsawan bisa berkuasa dan jatuh. "Bagaimana dengan Maya?" "Dia bisa tinggal bersamaku." Taku mendesak.

dan aku bisa mend engar semua desas-desus yang datang dan pergi melalui pelabuhan. bertanya-tanya apa yang sedang dilakukannya selagi mengumpulkan lagi semua tenag anya yang melemah untuk ecnghilang."Aku tidak boleh terlalu jauh dari wilayah Barat. katanya pada dirinya saat menggeser pintu terbu ka Halaman 163 dari 500 . Aku harus terus mengawasi kaka kku." "Dan Anda sendiri?" "Kuharap bisa tiba di rumah sebelum musim dingin. pikir Takeo. "Lord Kono juga a kan ke Hofu." *** Takeo kembali ke kastil Maruyama tepat sebelum matahari terbit." Kehidupan pribadinya bukan¬lah urusanku. terutama bila aku harus membawa Maya. Kini ia hanya merasa jijik pada dunia yang gelap itu. Lalu saat musim semi aku harus pergi ke Miyako." "Baiklah. Dia akan kembali ke ibukota. kelelahan dengan kejadian malam itu. merayap di dinding lalu kembali ke kamarnya tanpa keta huan. Mungkin aku akan menghabiskan musim dingin di Hofu: cuacanya lebih lembut. Perasaan senangnya pada kemampuan Tribe sebelum¬nya telah sirna. Aku akan tinggal di Hagi sampa i anak kami lahir. Aku sudah terlalu tua untuk ini." "Dan Sada akan ikut denganmu?" "Aku membutuhkan Sada.

bak pencoleng? Aku pernah lolos dari cengkeraman Tribe. dan kini di Hagi: adakah orang asin g lain di negeri ini? Jika mereka berada di Kumamoto. dan meng¬instr uksikan Minoru untuk menulis surat pada Arai Zenko. namun dia tidak menga takan sepatah kata pun tentang hal ini begitu pula Taku. Takeo merasa amat terganggu dengan semua hal yang belum diketahuinya: lebih dari semuanya. diperintahkannya untuk mengurus keberangkatannya. kepalanya pusing. dan kukira aku telah meninggalkannya untuk selama-lamanya. dan warisan yang kuturunkan pada putri-putriku bukan berarti aku akan bebas. dan warisan yang kuturunkan pada putri-putriku bukan berarti aku akan bebas. Bahkan dalam beberapa bulan sejak berjumpa di Hofu. cakar beruang Kumamoto tergambar jelas di jubah dan p anji-panjinya. Tapi ia .lalu melangkah masuk. Ketika terbangun. Entah Taku menyembunyikannya atau dia memang tidak ta hu. Penguasa macam apa yang mengendap-ngendap malam-malam denga n cara seperti ini.. penampilan Zenko dan pendamp ing¬nya sudah berubah. secara fisik mengesankan dan dengan ke percayaan diri yang makin tinggi: tingkahnya. dan kukira aku telah meninggalkannya untuk selama-lamanya. memintanya menunggu Lord Otori. Penguasa macam apa yang mengendap-ngendap malam-malam deng an cara seperti ini. alu melangkah masuk. Tapi mereka kakak beradik. Wajahnya meringis kesakitan. dibawa dengan tandu dan didampingi sebarisa n pengawal. Pikiran kalau Taku menyembunyikan sesua tu memenuhi dirinya dengan ke-marahan. Kemudian teringat m asalah dengan cermin tadi. tamatlah riwayatku. anak buah dan semua pakaian sena senjata mereka b erbicara dengan keme¬wahan dan mementingkan diri sendiri. Perselingkuhan¬nya dengan Sada juga membuatnya khawatir. Dia semakin mirip ayahnya. menge nakan jubah resminya yang tampak menambah tinggi badannya dengan bentuk bahu melebar dan kaku sena lengan panjang . semuanya berpakaian mewah. bak pencoleng? Aku pernah lolos dari cengkeraman Tribe. Itu menandakan kalau barang-barang asing diperdagangkan di Kumamoto . keadaan Maya. Kamar itu sudah terang saat Takeo tertidur. Hari sudah sore ketika Zenko datang. Laki-laki cenderung bersikap ceroboh saat terjerat asmara. Bila aku tak bisa mem ercayai Taku. Takeo sendiri telah mandi dan berpakaian dengan patut untuk pertemuan ini. Zenko pasti mengetahuinya. tapi kekuatannya masih saja menjerat dirik u. tapi kekuatannya masih saja menjerat dirik u.. Tapi orangorang asing itu seharusnya dikurung di Hofu.

" kata Takeo." sahut Takeo." Takeo seperti melihat kekecewaan di wajah Zenko.. Daun-daun merah pohon maple berubah warna menjadi lebih gelap dan mulai berguguran. "Ketika kita bertemu di Hofu awal tahun ini. "Kau tentunya mengerti kalau ke¬hamilan istriku menye babkan tindakan formal apa pun sebaiknya ditunda." sahut Zenko. dan akan makin mem¬benciku.. pikirnya. putra-putraku takkan men¬dahului keturunan Anda.tidak bisa menyembunyikan luka di pipinya. Aku menganggap Sunaomi dan Chikara sebagai anakku sendiri. dan Zenko berseru kage t saat melihatnya." "Aku menyadari kepercayaan yang kau miliki pada keluargaku. Miki. "Aku jatuh tersandung ranting di taman semalam." D ia akan mengira aku mabuk. Sesekali angin ber¬hembus di taman . hujan turun tadi pagi. Takeo pernah berjanji untuk tidak men¬jodohkan putri-putrinya saat mereka masih mu da. sayatan cakar. "Apa yang terjadi? Anda terluka? Tentunya tidak ada yang menyerang Anda. "Pada dasarnya. "Dan ak u berterima kasih yang sedalam-dalamnya padamu. atau bersama perempuan. ditunangkan saat mereka memasuki usia akil balik kelak. dan merasa. membuat dedaunan melayang dan menari-nari. aku berjanji membicarakan masalah p engangkatan anak pada saat ini. Karena di lihatnya ekspresi wajah Zenko yang merengut seperti tidak suka dan benci. "Aku usulkan Sunaomi dan putri bungsuku. namun ternyata ia berkata." tutur Takeo." Halaman 164 dari 500 ." "Tentu saja kami berharap Lady Otori memberi Anda anak laki-laki. kan? Ak u tidak mendengar b eritanya'" "Bukan apa-apa.. aku harus menawarka n sesuatu kepadanya. Hari itu terasa dingin dan lembap. Ia berhenti bicara selama beberapa saat.

ancaman atau kekurangan yang ditanyakan ora ng-orang asing." Tak ada yang menyebutkan bahwa sebagian besar kekuatan Negara Tengah akan menung . ken dati semua kataSungguh suatu kehormatan. "Aku akan bicarakan kebaikan yang tiada tara ini dengan istriku saat kami menerima dokumen res mi tentang tawaran ini: harta benda apa yang akan mereka te rima." sahut Takeo." sahut Zenko mengelak. menatap sekilas ke arah Kahei." "Jadi tidak ada orang asing di Kumamoto?" "Tentu saja tidak ada!" Zenko membawa catatan dan laporan tentang semua kegiatannya: senjata yang sudah ditempanya. dan men¬ceritakan pada Zenko kalau Hiroshi mau pun Shigeko akan ikut mendampinginya. mengetahui kalau Kono pasti sudah membicarakannya dengan Zen ko."Sungguh suatu kehormatan. dan Miyoshi bersaudara datang bergabung. kurasa. Ia berbicara singkat te ntang usulan untuk mengunjungi Kaisar. dan dia mengulang keberatannya atas kesetiaaan kewajiban feodal. Masih ada banyak waktu. ditekan¬kan niatnya yang penuh damai." Zenko tidak terdengar gembira dengan usulan ini. kendati semua katakatanya terdengar patut. "Di a akan berada di mana tahun depan?" "Kahei akan tinggal di Tiga Negara." "Tentu saja." sahut Takeo. hasil dan bahan-bahan yang orang-orang asing ingin perjualbelikan. Pe rempuan sangat menyukai barang¬barang baru semacam itu! Kurasa istriku pernah menerima beberapa s ebagai hadiah. "Benda-benda itu masuk melalui Hofu. Gemba ikut b ersama kami ke Miyako. Tak lama kemudian Shigeko. bertanya dengan santai apakah benda semacam itu bisa dibeli di Kumamoto. "Tapi dia akan pindah ke Inuyama sampai aku kembali dengan selamat. Hiroshi. Takeo menyebu tkan tentang cermin. seraya berpikir." Setidaknya ta wa ran sudah di ajukan. dan perbincangan beralih ke pertahanan wilayah Barat. "Bagaimana dengan Lord Miyoshi?" tanya Zenko." Zenko tidak terdengar gembira dengan u sulan ini. di mana mereka akan tinggal dan sebagainya. Dan aku harus membicarakannya dengan istriku. "Mereka berdua masih sangat muda. Dia tidak bisa menyatakan kalau aku telah menghinanya. biji besi yang dibelinya. "Mungkin. Takeo tidak berbuat apa-apa selai n menerima kalau catatan itu benar. segalanya tampak teratur. keberatan tersebut memang apa adanya.

dan istri juga putra-putra Kahei akan melakukan hal yang sama di Yamagata. "Ini soal keluarga Muto. bahkan salah. sementara sake dan mak anan disajikan. Bisakah Anda keluar ke beranda? Sebaiknya hal ini ku¬bicarakan berdua s aja. Mereka mempertimbangkan aku sebagai kerabat laki¬laki tertua dari Kenji untuk menj adi pewaris¬nya. Zenko berkata kepada Takeo. merasa kalau bagaimana cara mengatakannya? tidak beruntung. Mereka melanjutkan pembicaraan hingga hampir larut malam." Zenko melihat sekilas pada Takeo. Zenko berkata. Kesan yang kudapat adalah banyak pihak d i keluargaku. Sebaiknya aku cepat-cepat di¬tunjuk sebagai pimpi nan keluarga: ini Halaman 165 dari 500 . "Ada satu hal lagi yan g harus kita bicarakan. Selagi undur diri. Ada rumor yang mengatakan ka lau dialah yang seharusnya mewarisi jabatan itu." "Tentu. sementara mereka amat menghormati ibuku dan juga An da. ingin sekali tidur.gu di perbatasan wilayah Timur di bawah perintah Miyoshi Kahei. Kaede pasti mem¬pertahankan Hagi melawan serangan dari manapun . di seluruh penjuru Tiga Negara. t api orang-orang tahu keberadaan cucu Kenji. Hujan turun lagi. angin terasa dingin Ta keo merasa lelah. Pikiran Takeo melayang pada bahaya meninggalkan Negara Tengah tanpa per¬lin dungan tapi Yamagata dan Hagi hampir tak mungkin diduduki. Mereka berdiri di bawah naungan tepian atap yang mene teskan air hujan. dan penduduknya pasti akan melawan. tapi tak mungkin menut upi kabar ini dari Zenko. "Aku tak ingin menyinggung Anda. putra Yuki. dipimpin perempua n." sahut Takeo setuju dengan ramah.

"Atau menyebabkan perang saudara di negara kita." "Lord Otori!" protes Zenko. tiga putra. Aku menghargai persahabatan kita dan meman dangmu dengan penuh hormat. Aku telah menawarimu persekutuan yang lebih dalam dengan keluargaku melalui ikatan pernikahan.. kau berutang nyawa padaku. dan seraya memperhatikan reaksi kemarahan Takeo. Aku hams me¬lakukannya sekarang juga.bisa membungkam rumor semacam itu dan meyakinkan untuk menegakkan tradisi. Aku tak bisa mem ercayainya. aku akan memintamu untuk mengakhirinya." Seny um tipis kepuasan sesaat menari-nari di wajahnya." lanjutnya. Takeo diam sementara pikirannya ber¬kecamuk hebat." "Anda tidak akan mempertimbangkan pendapatku tentang pewarisan di keluarga Muto? " "Aku mendesakmu untuk mendukung ibumu sebagai pimpinan keluarga dan mematuhinya." bisik Zenko. Kau memiliki tanah da n bangunan yang luas. Mengapa aku selalu harus mengulang-ulang¬nya? Aku lelah. dan kurang berhasil menutupinya! "Aku dibesarkan oleh Trib e. "Lebih baik tetap men jauhkannya dari Muto." "Tidak ada yang tahu apakah dia masih hidup atau sudah mati.. Un tuk yang terakhir kalinya. aku akan penntah dia menca but nyawanya sendiri! Aku harus melakukannya." Senyu m tipis kepuasan sesaat menari-nari di wajahnya. Lagipula. "Oh. Akhirnya ia berkata. Kau sudah bersumpah setia kepad aku. serta istri yang cantik. "Aku hanya berusaha membantu Lord Otori dalam situasi yang sulit ini. isa membungkam rumor semacam itu dan meyakinkan untuk menegakkan tradisi. Aku juga . Andai ibunya bukan sepupuku dan salah satu sahaba tku. "Anak itu tentu saja merupakan pewaris Kikuta. berusaha b ersikap halus. "Zenko. kurasa mereka tahu.. ditambah lagi keber adaannya. berpura-pura bersikap ramah yang sebenarnya telah sirna dari dalam diriny a. kau sudah memilih car a hidup sebagai ksatria aku tidak mengerti mengapa kau mencampuri masalah Tribe!" Saat ini Zenko gusar. aku sarankan kau tidak mendesakku lebih jauh lagi. saat dia masih di Maruyama dan dalam kekuasaanku." Andai kita bukan saudara ipar. Bila tidak. kuanjurkan kau kembali ke Kumamoto dan menikmati hidup yang ku berikan padamu. Tapi aku takkan membiarkanmu menantangku." ujar Takeo.

"Hiroshi akan berada di sini untuk mem¬bantuku. diarahkan oleh tangan nasib untuk memainkan peran mereka sampai habis. Mohon dilupakan saja. penuh dengan pengawal berjubah warnawarna cemerlang menjadi latarnya. "Tapi apa yang terjadi pada Ayah tadi malam? Siapa yang membuat Ayah terluka sep erti itu?" Halaman 166 dari 500 . "Jadi kau akan sendirian di wilayahmu ini. sementara Takeo lusa." Itu pertama kalinya Takeo secara langsung mengancam anak-anak itu. dan untuk mendukung Lor d Otori.anggota keluarga Muto seperti halnya Taku. ruang penonton. Surga selamat kan diriku karena aku harus membuat ancaman ini. pikirnya. Tapi yang pasti Zenko takkan mem pertaruhkan nyawa kedua putranya. Saling menyembunyikan ke¬marahan. Keberangkatan Zenko dari Maruyama direnc anakan keesokan harinya. Jangan pernah lupa kalau kedua putramu ada di tanganku sebagai sandera atas kesetiaanmu. "Aku minta maaf karena telah membicarakannya. bagi Takeo." "Hanya ketika kau melihat ada ke¬untungan politis di baliknya! Jangan pikir kau bi sa terus tidak terkendali untuk me¬nentang wewenangku. setidaknya sampai tahun depan. dih iasi dengan pahatan timbul emas di pilar dan kasaunya." sa hut Shigeko." Saat kembali." kata Takeo kepada Shigeko sebelum me reka beristirahat." tutur Zenko. peran mereka bak dalam pertunjukan drama. "Aku mengusulkan ini agar seluruh negara ini lebih kuat. mereka mengucapkan s elamat tinggal dengan sikap sopan yang dingin.

Sumber alam ini menyebabkan per¬kembangan industrin ya maju pesat untuk segala macam bentuk peralatan dari logam. Dan kita juga akan meng¬awas i Zenko dengan cermat. tahun depan setelah anakku lahir. tidak menunjukkan ekspresi kaget maupun takut. "Kurasa Ayah harus menceritakannya pada Ibu. setelah perjalananku ke ibukota. kota kastil Arai. jadi pastikan kalau ibumu tak mendengarnya. Gemba tahu banyak tentang hal ini. Tiba-tiba ia teringat pada perempuan buta yang mengatakan ramalannya."* Kumamoto. Ceritakan tentang Maya." kata Shigeko." Takeo menceritaka n dengan singkat tentang Maya. Dalam Ajaran Houou kami sering menghadapi m asalah seperti kerasukan hewan ini. "Seharusnya Ayah jan gan menyimpan rahasia dari Ibu. Semangat¬nya bangkit lagi selagi memeluk putrinya l alu mengucapkan selamat malam. Shigeko tampak seperti orang asing. tentang kerasukan dan hasilnya. dikelilingi pe¬g unungan yang kaya akan bijih besi dan batu bara." sahut Takeo." sahut Takeo. "Kemudian kita harus terus berhubungan dengan mereka. "Tapi aku tak ingin mengan ggu ibumu di saat seperti ini. Ia merasa kalau Shigeko memiliki kemampuan spiritual yang sama." Shigeko tersenyum lembut saat Takeo mela njutkan bicara." Takeo menceritaka n dengan singkat tentang Maya. dan terutama pembuatan pedang. jadi pastikan kalau ibumu tak mendengarnya. ku tidak bisa menyimpan rahasia darimu." ujar Takeo. tidak menunjukkan ekspresi kaget maupun takut. Shigeko mendengarkan tanpa bicara. penuh teka-teki dan bijaksan a. "Tapi aku tak ingin meng anggu ibumu di saat seperti ini." "Apakah Maya mesti ke Terayama?" "Dia akan ke sana di waktu yang tepat. tentang kerasukan dan hasilnya. dan dia pernah mengajari ku. dan Takeo berterima kasih yang tak terkira kepadanya. "Maya akan berada di Hofu bersama Taku selama musim dingin. pikirnya. "Semua roh mencari kekuatan yang lebih besar yang bisa mengen¬dalikan mereka dan m emberi kedamaian. Ayah jangan khawatir."Aku tidak bisa menyimpan rahasia darimu. B anyak perajin . Aku harus kembali ke sana. yang me¬nyebut nama kecil nya dan mengenal siapa dirinya sebenarnya. Ceritakan semuanya pada Ibu. Shigeko mendengarkan tanpa bicara." Takeo bergidik. Aku akan ziarah ke pegunungan. terbentang di barat daya Tiga Negara.

angin dingin berhembus dari laut keabuan. bahwa para pengawal Arai tiada henti menghembuskan desas-desus. "Paling tidak. berkembang bisnis yang bahkan lebih menguntungkan. nak. Pompa yang keras. Hisao tidak keberatan karena musim dingin sudah tiba sejak mereka sampai di Kumamoto dua min ggu lalu. Hisao mendengar nada tidak senang yang sama di mana-mana. Ayahnya mengatakan. "Akan lebih menguntungkan jika Otori ijinka n kita memproduksi hasil yang cukup untuk memenuhi permintaan." Hisao memompa pegangan dengan tiupan sekuat tenaga dan kotak pemanas semakin pan as. mempertanyakan mengapa Kumamoto kini tundu k pada Hagi ketika Arai Daiichi sudah menaklukkan seluruh Tiga Negara. dan tiap malam terasa dingin menggigit.pedang serta tempat penempaan besi yang sudah terkenal. "Apa hak mereka mendikte Arai apa yang boleh dibuat dan apa yang tidak boleh dib uat. yaitu membuat senjata api. membang kitkan ketidaksenangan untuk me¬nentang Otori. de ngan gembira. apa yang boleh kami jual dan apa yang dilarang!" imbuh Koji." gerutu si tua. Koji. begitu pula halnya waktu belakangan ini. dengan hawa panas yang seakan membakar wajah dan tangannya. tak seperti Otor i Takeo yang hanya Halaman 167 dari 500 .

" ujar Kazuo. lalu menyebabkan kematian Lord Arai dengan mengg unakan senjata api yang sama yang kini dilarangnya. berasal dari Hofu dan lari ke Kumamoto setelah bermasalah di s ana karena terlibat dalam penyelundupan senjata api. dan membuat pertukaran. "Aku sudah mati!" selorohnya. Dia akan jatuh. lalu menyebabkan kematian Lord Arai dengan meng gunakan senjata api yang sama yang kini dilarangnya. Belum cukup¬kah Otori menyandera kedua putra Arai?" "Dia suka mempermalukan sekutu mau¬pun musuhnya." ujar penjaga penginapan pada malam pertama mereka. tapi untungnya dia masih meng¬anggapku terlalu berharga. saat makan malam." "Apakah ada banyak orang sepertimu yang bekerja pada Arai?" "Ya. Tapi sebenar¬nya dia tidak punya kekuatan. Akio dan Hisao mengetahui saat mereka tiba di Kumamoto bahwa Zenko tidak ada di sana dia dipanggil ke Maruyama oleh Lord Otori. Pemuda itu bernama Yasu. "Terutama dengan tiba¬nya mu sim dingin. Lihatlah Shintaro yang hebat! Separuh Kuroda. tapi kami juga punya banyak hubungan dengan Kikuta. K endati demikian." sahut laki-laki yang satu lagi.mengambil keuntungan dari gempa." . "Kita tunggu sampai Arai kembali. ada banyak. engambil keuntungan dari gempa. beberapa hari kemudian. Keluarga Kuroda selalu berhubungan dengan Muto. "Lord Arai harus mengeksekusi diriku atas perintah Lord Otori. "Untuk memuas¬kan kesombongannya sendiri. dan m ereka adalah keluarga yang kehilangan kekuasaan dan pengaruh selama masa peme¬rintahan Otori. "Memperlakukannya bak pelayan." ujar Akio." "Akan ada perayaan di Kumamoto pada hari itu. seperti yang ka u tahu. separuh Kikuta. dan Otori pun akan tumbang ber-samanya. "Mengharapkan Ar ai menyerahkan semuanya. seorang pemuda berwajah tajam datang meminta d ipanggilkan Akio pada satu malam. s ambil mengangkat semua piring lalu kembali ke dapur. Dia memberi salam dengan sikap tunduk dan gembira." kata Akio pada Kazuo." Hisao tahu kalau hanya ada sedikit keluarga Kikuta di wilayah ujung Barat. dan memanggi l Akio dengan sebutan Ketua serta meng¬gunakan bahasa dan lambang rahasia keluarga Kuroda . Uang Jizaemon sudah hampir habis. "Setelah itu kita akan membutuhkan dana.

" "Kami di sini untuk memperbaiki jembatan yang terputus dan menyembuhkan luka. dan ter¬libat dalam kematian Kotaro. maka seharusnya jabatan itu dipegang Taku. dial ah kerabat laki-laki tertua dan bila dia tak ingin meneruskannya. dan yang kedua karena Otori yang mengatur¬nya. Dan itu juga ulah Otori. saat itu dia masih kecil. Lord Zenko akan senang. Seharusnya Zenko yang menjadi pimpinan. Pertama-tama karena merasa tidak benar dipimpin seorang perempuan . bisa kukatakan itu pa damu." Akio mengamati dengan tenang. "Keadaannya be rbeda saat Kenji masih hidup. dan masih bisa dimaafkan tapi tidak benar kal au hubungan antara Muto dan Kikuta menjadi begitu jauh." tutur Kazuo . semenjak Shizuka menjadi ketua segalany a berubah. seperti Kotaro." "Taku adalah tangan kanan Otori. Tak ada yang merasa senang. dengan menjadi bangsawan besar. "Lagipula. "Memang itulah yang kami harapkan. "Masih banyak kematian yang belum ter¬balaskan." t utur Akio kepadanya." Halaman 168 dari 500 ."Dibunuh Otori." ujar Yasu sepakat. tapi sejak kematiannya.

Namun menurut Hisao. suatu ke-hormatan diijinkan membantu. dan barang-barang yang indah tiada tara. pekerjaannya pada Koji dibayar dengan makanan dan te mpat tinggal. Bukan lagi bocah yang bisa didominasi dan dilec ehkan. bukan hanya pekerjaannya dia memang terampil mengerjakannya tapi juga karena pekerjaan itu memberinya lebih banyak kebebasan. salah satu pandai besi. dan menjauhkannya dari k ehadiran Akio yang membuatnya merasa tertekan. bahwa ay ahnya haus akan rasa hormat dan status dengan cara yang hampir ketinggaian jaman di kota ya ng sibuk dan moderen ini. Hisao menyadari bagaimana Akio merasa tersanjung dengan perhatian Yasu. di belakang toko tempat dia menjual pisau dan peralatan dapur lainnya. kendati Yasu sering mengaku kalau dia tidak mengambil keuntungan apa pun dari Pi mpinan Kikuta. yang digunakan jurumasak hebat di kastil hingga bilah pisau kecil dengan ketajaman luar biasa untuk memotong daging. Hisao menyukainya. Klan Arai penuh dengan rasa percaya diri serta kebanggaan. seolah su dah membeku selama bertahun-tahun karena mengasingkan diri di Kitamura. Yasu sangat menyukai golok. membutuhkan asisten. Pada tahun baru nanti usianya beranjak tujuh belas tahun. Yasu adalah orang yan g penuh perhitungan yang tidak mau memberi dengan cuma-cuma: bila Yasu menolong mereka sekarang. di belakang toko tempat dia menjual pisau dan peralatan dapur lainnya. Sejak meninggalkan rumah. Karena utang dan kewajiban. diajaknya Hisao ke tempat penempaan besi yang dibel inya. Wilayah mereka kini terbentang melintasi wilayah Barat: Noguchi dan Hofu milik mereka. orang barbar d engan mata seperti buah ek serta berjanggut lebat. Kehadiran mereka di Kumamoto ditandai dengan bisik-bisik karena seluruh kota tah u larangan Otori yang tak masuk akal pada siapa pun bertransaksi dengan orang asing . tapi juga. Koji. Ia sudah dewasa. kabarnya. dan Hisao mengasah ketrampilannya bersam a laki-laki itu. Yasu sangat menyukai golok. di¬pandangnya sang ayah dengan pandangan baru. Mereka mengen dalikan pesisir dan jalur kapal laut. dari Kepulauan Kecil Barat. yang digunakan jurumasak hebat di kastil hingga bilah pisau asu membayar penjaga penginapan lalu mengajak mereka ke tempat menginapnya sendi ri. Saat mengetahui keter¬tar ikan Hisao pada segala macam peralatan. itu karena dia melihat akan ada keuntungan di masa akan datang. Kumamoto dipenuhi pedagang bahkan beberapa orang asing. Dan Hisao juga melihat kalau Akio sudah semakin tua.Yasu membayar penjaga penginapan lalu mengajak mereka ke tempat menginapnya send iri. tida k hanya dari Shin dan Shilla. dan betapa kuno cara ber¬pikirnya.

ketika mereka minum sake. dilipat deng an cara yang aneh. sangat mematikan. diatur dari Hofu satu-satunya pelabuhan tempat kapal asing diijinkan secara resmi merapat. Perhatian orang asing itu tersita oleh metode mereka. Yasu kerapkali memanggilnya ke tempat penempa¬an di sore hari untuk memberi perintah baru. Kala itu kira¬kira pertengahan bulan kesebelas. mengumpulkan persediaan baru pisau. suatu hari dia ditemani laki-laki bertubuh tinggi berpakaian mantel panjang dengan tudung yang menutupi wajahnya. begitu pula dengan berbagai penemuan. belanga. Hanya bara api yang mewarnai bumi yang berubah dari hitam menjadi abu -abu pada musim dingin. cet akan dan pipa. matahari sudah mulai tenggelam dan langit suram membawa ancaman salju yang akan turun. Begitu tiba di jalanan. Ia menangkap maksud si orang barbar secepat Koji mema haminya. si orang asing menyibakkan tudungnya dan Hisao menyadari dengan terkejut dan keingin¬tahuan kalau itu orang barbar. tempat meniup bara api. Orang barbar itu hampir tidak bisa berbicara dengan mereka dia hanya tahu beberapa kata. yang lebih memaham i permesinan ketimbang bahasa. orang itu mengeluarkan buku. tapi dia tertarik saat Jizaemo n memperlihatkan benda-benda mereka.secara langsung: semua perdagangan harus melalui pusat pemerintahan Klan Otori. dan memper¬lihatkan gambar-gambar yang terlihat jelas kala u itu cara-cara Halaman 169 dari 500 . disadarinya kalau ia juga seperti itu. bukan ditulis. dan begitu pula dengan masalah pe rsenjataan yang sangat efektif. dicetak. setelah itu. mempelajari semuanya dengan kilatan matanya yang cepat. mengirim kayu untuk b agian pembakaran. dan selagi Hisao mengikuti mereka di sekitar tempat penempaan. tapi dia dan Koji adalah tipe orang yang bicara dengan bahasa isyarat. menggambar sketsa tempat pembakaran. Mereka tiba pada sore hari. Hal in i dipercaya banyak orang begitu adanya karena Negara Tengah ingin mengambil keuntungan bagi mereka sendiri. Meskipun Hisao belum pernah melihat orang barbar. Klan Arai mulai membara di balik ketidakadilan .

Si barbar tertawa cekikikan. Yasu menyuruh Hisao pergi sewaktu dia membicarakan soal pembayaran. "Pa! Pa!" Dia tertawa. dan selagi berusaha menyeimbangkan tubuh. mengintip di bawah cahaya r emang-remang. dahinya berkerut. lalu mengeluarkannya dan mengarahkannya pada Hisao. di bagian bawah halaman. bisa me mpaan. Hisao. Wajah ibunya tampak memohon dengan penuh kelembutan dan ketakutan. Senjata se macam itu mahal. Hisao. benaknya dipenuhi dengan berbagai i de tapi entah karena ide-ide itu. Koji meng¬amatinya dengan cermat. atau tidak terbiasa dengan sake. Laki-laki itu menjentikkan jari. dan segera menginginkannya. dan bertekad untuk mempelajari cara membua tnya. mengintip di bawah cahaya r emang-remang. yang berlutut di satu sisi. Di benaknya muncul berbagai macam kemungkinan yang bisa dilakukan. tap i ada satu. hampir berukuran sepertiga dari panjang semua se njata lainnya. Hisao tersandung anak tangga. jemarinya menggaruk-gar uk belakang telinga. Saat sampai di rumah Yasu. hanya separuh dari pajangan pisau dan ka pak. Ia membuat teh untuk ora ng-orang itu. Hisao merasa mual sewaktu kekuatan meminta bantuan perempuan itu menghantam diri¬nya. dan mereka semua memahami maksudnya. Bocah itu membereskan tempat penempaan. "Morto!" (=mati) Hisao belum pernah melihat benda seindah itu. Pada halaman terakhir ada beberapa senjata api: sebagian besar senjata panjang dengan ben¬luk aneh yang sudah dikenalnya. jemarinya menggaruk -garuk belakang telinga. lalu mengisi mangkuk sake mereka kemudian pulang. Rasa sakitnya makin tak . me¬madamkan api lalu menyiapkan semua peralatan untuk keesokan harinya. terselip di antara senjata yang lain bak seekor a nak kuda di antara kaki induknya. Koji meng¬amatinya dengan cermat. dilihatn ya ibunya dalam kabut hampa tempat separuh dari dunia berada. bisa me rasakan semangat dalam dirinya yang semakin tinggi selagi halaman buku dibolak¬bal ik. Tapi bisa dibuat. "Pistola!" dia membuat gerakan menyembunyikan senja ta itu di balik pakaian. atau angin dingin set elah hawa panas di tempat penempaan telah membuat kepalanya pening. Hisao tidak tahan untuk mengulurkan dan menyentuh dengan jari telunjuknya. Bentuknya kecil. yang berlutut di satu sisi. pikir Hisao.penempaan. dahinya berkerut. yang terlihat olehnya hanyalah separuh dari bangunan.

. "Kau tidak boleh mem¬bun uh ayahmu. kemudian memanggil Akio. "Aku takkan membiarkanmu melakukannya. Saat itu ia merasa ketakuta n kalau ibunya tahu semua vang ada di benaknya." Ibunya bicara. kebencian juga kasih sayangnya. ayahnya. "Pergi! Tinggalkan aku sendiri!" Di sela-sela erangannya.tertahankan. Sake tadi terasa masam di mulutnya. Akio.. Perempuan itu berkata. membuat semua syarafnya bak terbakar api. jatuh dengan tangan dan lutut menahan tubuh. garis bayangan tubuh nya tersamar oleh kabut dan hujan salju. Tidak tahan untuk mengerang. berseru dari dalam. suaranya di kepala Hisao menyengat bak es. matanya berair karena rasa sakit. "Ketua! Cepat kema ri! Putramu. Perempuan itu mengikutinya keluar mengambang di atas tanah. merangkak ke teras lalu membungkuk ke parit. Halaman 170 dari 500 .. "Siapa di sana? Hisao? Tutup pintunya. dan mendengar suara Yasu ." Hisao tidak tahu kalau ia pernah ingin melakukannya. kemudian disadarinya kalau ia ingin mu ntah." Mereka membopongnya ke dalam dan membersihkan muntahan dari wajah dan rambutnya. angin sedi ngin es membuat air matanya terasa membeku di pipinya. disadarinya ada yang mendekat." Suara perempuan itu tidak bisa ditolerir lagi. menggetarkan seluruh urat syaraf di sekujur tubuhnya. dingin sekali. "Apa-apaan ini!" seru laki-laki itu. Hisao berteriak ke arah perempuan itu.

Kepalanya tidak kuat untuk itu. Tida k apa¬apa. Dan lagipula." Si bodoh ini minum terlalu banyak sake. tapi rasa sakitnya tidak berkurang." sahut Yasu. "Mestinya dia tidak mabuk. "Seharusnya dia tidak boleh minum. "Aku tidak bisa menahan perasaan kalau per¬temua n kalian akan membawa keuntungan bagi semua orang." kata Akio. begitu pula dengan suara perempuan itu. bak hewan yang disiksa. "Dia menggigil kedinginan. dan ia pasti tertidur sebentar." "Hisao hampir tidak minum sake. Rasa sakit membuatnya liar. separuh bicara pada diri sendiri . Penyakitnya itu sudah dideritanya sejak kecil. Hisao menarik rasa sakit itu di sekeliling dirinya sebagai tameng untuk melawan perempuan itu." sahut Akio. Rasa sakitnya akan hilang dalam satu atau dua hari." kata Yasu. Membuatnya ingin melampias¬kan nya pada orang lain. Mungkin dia sakit?" "Terkadang dia sakit kepala. selagi membantu Hisao berbaring dan menyeli¬mutinya. dibesarkan tanpa ibu!" ujar Yasu. Saat ter¬b angun." kata Akio. Kepalanya tidak kuat untuk itu. "Seharusnya dia tidak boleh minum." "Itu tujuan utama kami keraari. Kini perempuan itu melayang di kamar yang gelap Hisao tidak perlu lentera untuk bisa melihatnya. didengarnya Akio dan Yasu tengah berbincang. Akan kuseduh sesua tu untuk raembantunya tidur." "Zenko memiliki kemampuan Tribe?" . kan? Putramu dan putra Zenko semestinya saudara sepupu. Biarkan dia tidur. Biarkan dia tidur. Teh meredakan ambang batas kesadaran¬nya. tapi ia t ak ingin mendengarnya."Si bodoh ini minum terlalu banyak sake." Hisao minum teh dan merasakan ke¬hangatan perlahan mulai kembali ke tubuh¬nya. Mengerti samar-s amar kalau ia mendengar¬kan perkataan perempuan itu maka rasa sakitnya akan berkurang. mengg igilnya berkurang. Zenko pasti sangat ingin menyatukan keretakan antara Muto dan Kikuta. "Bisakah kau mengatumya?" "Aku yakin bisa. dan ingatan tentang senjata api kecil yang indah tadi serta betap a ia ingin membuatnya." "Anak malang. "Zenko sudah kembali. kalian ada hubungan k erabat dengan ikatan pernikahan. mendengar dentingan mangkuk sake da n suara pelan mereka selagi minum.

tapi Takeo itu amat pandai sekaligus beruntung. Koji cukup menyanjung anak itu dan Koji tak pernah memuj i siapa pun. Hisao menyukai senjata. tapi dia tak mewariska n apa pun pada putranya. tapi tak berbakat. "Dia pernah belajar beberapa hal." Yasu minum lagi lalu tertawa terkekeh." "Itukah yang kau harapkan? Kalau Hisao akan menjadi pembunuh agar bisa meng¬habisi Takeo?" "Hidupku tidak akan damai sampai Otori mati. Sepu cuk senjata lebih kuat ketimbang kekuatan magis Tribe mana pun. bisa kupastikan itu." "Tapi itu tak membuatnya sebanding dengan Otori."Bukan seperti yang diketahui banyak orang. Dia seperti ayahnya. Tidak seperti adiknya." "Aku memahami perasaanmu." "Putraku hanya memiliki sedikit kemampuan. "Selain itu. Barangkali di a akan mengejutkanmu!"* Halaman 171 dari 500 ." aku Akio. seorang ksatria . Hal i tu membuat kalangan Kikuta kecewa. Itu sebabnya kau harus bicara dengan Zenko. Ibunya dulu sangatlah berkemampuan tinggi." "Tapi tangannya terampil. Sepasukan ksatria mungkin bisa berhasil menggantikan kegagalan para pembunuh Tribe.

"Kukira dia sudah tak bi sa hamil lagi." ujar Hana. Dia belum bertemu dengan mereka lagi sejak mereka pergi saat musim panas."Kau bilang dia mengancam anak-anak kita secara terang-terangan?" Lady Arai mena rik baju luarnya yang terbuat dari bulu. Dia terlalu lemah untuk melakukan hal itu." "Di Hagi pasti sudah turun salju." "Sunaomi tak boleh menikah dengan si kembar!" ujar Hana. Angin berhenti b erhembus dan serpihan salju mulai berjatuhan perl¬ahan dan mantap. "Bagaimana kalau nan ti anaknya lakilaki?" "Tak ada perbedaan besar. lubang jaringnya tipis. "Kono memang pendusta y ang lihai dan patut dipercaya!" "Seperti yang dikatakannya sebelum pergi." sahut suaminya. . Zenko. Pada akhirnya Takeo akan t erjerat di dalamnya. "Jaring Surga amat¬lah luas." ujar Zenko. "Tapi kita akan pura¬pura menerima itu. " Begitu pula halnya dengan perjodohan antara Sunaomi dan putri mereka. Angin bercampur hujan es yang berhembus dari laut sepanj ang minggu sejak kembalinya mereka dari Maruyama akhirnya berubah menjadi salju. "Dia hanya menggertak. Zenko berkata." ujar Hana. seraya menatap ke laut di kejauhan dan memikirkan anak-anaknya." Dibelainya permukaan bulu. Kini jaring¬nya ditarik lebih kencang." sahut Zenko. jika semuanya berjalan sesuai tencana." komentar Hana. "Mari berharap dia menyiapkan penyambutan yang hangat bagi Lord Otori tahun depan. "Jangan khawatir. Salju turun lebih awal tahun ini." gumam Hana." komentar Zenko." "Setidaknya kita tahu Lord Kono sudah aman dalam perjalanannya kembali ke Miyako . deng an keberuntungan Takeo akan terjebak di Yamagaia dan takkan bisa kembali ke Hagi sebelum musim semi. dengan niat buruk me¬warnai nada suaranya. "Dan di pegunungan." "Aku terkejut dengan kabar tentang kakakku. "Menyenangkan melihat Takeo terbuai pujian." Mereka tersenyum dengan tatapan penuh kelicikan. Takeo tak¬kan men yakiti mereka. lalu tawanya m eledak. karena mereka telah menerima pesan dari sang bangsawan saat hendak meningg alkan Hofu. dan ingin merasakan di kulitnya.

Dia harus membayarnya. pikir Hana. sama halnya deng an kakaknya karena menelantarkan diri¬nya ketika mereka masih kecil. tid ak menjadi ancaman bagi¬nya. Hana dan kakaknya. ditahan di Inuyama sebagai s andera. tanpa diriku Zenko akan jadi tak lebih dari bangsawan kecil. Hana tidak pernah memaafkan Takeo karena telah menolak dirinya. Begitu pula dengan Kaede. bergan tung padanya ketika kesedihan akibat kematian orangtua mereka nyaris membuat dirinya tidak wa ras dan Kaede justru meninggalkannya."Satu-satunya hal baik yang pernah Takeo lakukan yaitu menikahkanku denganmu." u jar Zenko. Hana memuja Kaede. pergi menunggang kuda pada satu pagi di musim semi dan t ak pernah kembali." Halaman 172 dari 500 . dan akan dibunuh di sana andai Sonoda Mitsuru tak menyelamatkan mereka. "Ayo kita buat anak laki-laki lagi sepasukan anak laki-laki. Ai. Andai dia menyerah pa daku dan mengambilku sebagai istri keduanya. Sedangkan bagi Takeo merupakan ke¬salahan fatal. Setelah itu. "Kau masih bisa punya anak lagi!" seru Zenko. betapa berbedanya keadaan jadinya? Aku bisa memberinya anak laki-laki.

" Zenko memperingatkan istrinya. Yuki." Zenko berhenti sejenak lalu menatap Hana. "Taku sedang di Hofu tidak ada yang memata-matai kita sekarang." "Taku amat populer. dia bersembunyi dengan anak laki-laki Yuki." "Itu semua akan segera berubah. Dia memata-mataimu pal ing sering tahun ini. "Lord Arai. "Dia menipumu setiap hari tapi kau tidak memerhatikannya. Kuroda Yasu datang bersama seorang laki-laki .. Tatapan tidak senang terpancar sekilas di wajah Zenko yang lebar. "Sajikan minuman. "Sebaiknya kuceritakan sedikit tentang dia. bukan pada Takeo. "Kita akan bereskan masalah penerus Muto. dan Hana mengira suaminya akan mulai berg erak tapi kemudian. sedikit ba nyak akan cukup menambah kekuatan." ujar Zenko." "Mereka datang dalam cuaca seburuk ini. tapi biar kan mereka tunggu sebentar sebelum kau mem¬bawanya masuk. "Dia adikku. Aku tak bisa mengubah p eraturan itu bahkan untuk saudara kandungku sendiri. dia ketua Kikut a sejak kematian Kotaro." "Aku tak pernah suka pada Taku." "Atau apa?" "Hukuman dalam Tribe atas ketidak¬patuhan adalah kematian. Pintunya bergeser terbuka dan seorang pelayan laki-laki bicara pelan. Dan ibumu juga. "Seharusnya kesetiaannya yang pertama mestinya kepadamu." "Aku tak sabar ingin bertemu dengannya. atau. dan Hana mengira suaminya akan mulai bergera k tapreka hanya berdua di ruangan itu." "Kuroda datang secara terang-terangan?" tanya Hana.. Menikah dengan putri Kenji. kau sendiri sering bilang begitu." hard ik istrinya. dan bisa dipastikan kalau dia mengacaukan surat-surat kita. Taku kelak harus mematuhiku. saat itu terdengar ketukan ringan di pintu." Hana menaikkan alisnya. Dan jika teman Kuroda adalah orang yang sudah kuperkirakan. setelah istrinya mati." sahut Zenko dengan tenang. Pastinya b anyak pihak yang tak ingin menentang mereka?" "Kurasakita akan mendapatkan dukungan. Namanya Kikuta Akio. .." kata Hana tiba-tiba. dan pastikan kelak kami tidak diganggu. mata dengan kelopak tebalnya be rbinar.Mereka hanya berdua di ruangan itu.

Dan kenapa Kenji berpindah memihak Otori. Kenap a Yuki dipaksa minum racun? Alasan Kikuta membunuhnya adalah pasti karena mereka tak memercayai nya. Tapi mengapa Takeo tak pernah mencari anak itu?" Halaman 173 dari 500 . tentu. "Aku mendengar semua desas-desus di keluarga Muto sewaktu aku masih kecil." Hana merasakan ada getar kesenangan memikirkan hal itu. atau setidaknya dengan melindunginya. Anak itu -me reka memanggilnya Hisao ternyata anak laki-laki Takeo." suaminya menyarankan. bersama empat dari lima keluarga? Kenji pe rcaya kelak Takeo akan mengakui anak itu. Dia terkejut sekaligus bersemangar dengan tersingkapnya kenyataan ini. aku yakin itu. "Bukan anaknya Takeo." Hana sepakat. lalu tertawa lagi. "Sudah berapa lama kau tahu ini?" tanya Hana."Bukan anaknya Akio?" tanya Hana. "Mungkin kau bisa beritahukan pada saat yang tepat. kan?" Zenko mengangguk. benak¬nya sudah mencari-cari cara untuk me¬manfaatkan b erita ini." "Kakakku pasti tak tahu. "Oh.

"Mereka sudah datang. dan saat sudah datang. Takeo juga pasti begitu: dia tak pemah mengambil perempuan lain itu sebabn ya dia tak punya anak laki-laki." Hana mendengar langkah kaki di luar. Hana tak pern ah memper¬lihatkannya di Hofu. mer eka pasti akan berpisah. "Realistis dan prak tis. Aku memahami kebutuhan dan hasra t laki-laki." Kurasa ada alasannya: dia tidak ingin istrinya tahu."Kurasa ada alasannya: dia tidak ingin istrinya tahu. Kini ia pun mem¬punyai rahasia hebat dan besar ini. Sebagaimana Tabib Ishida yang dengan baik hati meng¬ungkapkan pada ka mi. ada ramalan yang mengatakan seperti itu. Ia pun memiliki beberapa cermin yang terbuat dari kaca keras. Pemerintahan mereka diseimbang¬kan dengan bersatunya mereka berdua: dengan menyatukan laki-laki dan perempuan. berkilau yang menu njukkan bayangan orang yang nyata. gadi ng dan emas. Ia senang karena benda ini disimpan di Kumamoto. "Saat kakakku tahu ini. Suaminya meminta dibawakan sake lagi. dan melalui dirinya kita mengenda¬likan Tribe. dan Takeo memer¬cayainya. dan istri mereka m emaafkannya. serta dukungan dari jenderalnya. Hana menyuruh pelay an pergi karena dia yang akan melayani tamunya. ada ramalan yang mengatakan seperti itu." "Tapi kebanyakan istri bersikap seperti diriku. dan tahu kalau aku akan menjadi yang utama bagimu." "Dan Tribe takkan terpecah belah lagi." "Banyak laki-laki memiliki perempuan simpanan dan anak haram. Kaede sudah bertahun-tahun menginginkan anak laki-laki: maka dia takka n memaafkan Takeo karena anak yang disembunyikan ini." Hana bisa merasakan nadinya berdenyut lebih kencang. Kakakku adalah orang yang idealis: dia percaya pada cinta." sahut Hana. Bila kau punya perempuan simpanan." ujar Zenko. hal itu tidak menggangguku. raha . "Kita akan mengakui anak ini sebagai pewaris dari keluarga Kikuta dan Muto." katanya. Berpisahnya kesatuan itu akan membuat Tiga N egara hancur berantakan. keduanya dipengaruhi oleh Terayama dan apa yang mereka sebut Ajaran Houou. Dia mengenal Kuroda Yasu yang mengambil keuntungan dari barang-barang mewah yang diimpornya dari Tenjiku. dan ketakutan kalau putrany a yang bisa membunuhnya. Lebih dari itu. dengan restu dari sang Kaisar. dan ketakutan kalau putran ya yang bisa membunuhnya. dan Takeo memer¬cayainya. Sebagaimana Tabib Ishida yang dengan baik hati meng¬ungkapkan pada ka mi. "Dan kau akan mewarisi semua yang telah diperjuangkan ayahmu." Hana menambahkan.

juga kematian Kotaro. dia kelihatan sangat kuat. Hana merasa kalau laki-laki itu akan tetap diam ketimbang menggunakan sanjungan. maka sudah waktu¬nya luka-luka lama ini disembuhkan. Akio. dan tidak mudah terpengaruh dengan sanjungan. "Aku tak pernah menyembunyikan apa yang paling kuinginkan." ujar Akio." "Kurasa kita memiliki tujuan yang sama.sia yang mengungkap siapa Takeo sebenamya. ber¬usaha ag ar terlihat menghormati Akio sebagai pimpinan Kikuta tanpa mengurangi status nya sendiri sebagai lord tinggi Arai. "Aku sangat menyesalkan per¬pe cahan ini. Memancarkan semacam ke¬kuatan. "Tribe sudah terpecah belah begitu lama. tapi dia bisa men jadi sekutu yang kejam juga tanpa belas kasihan." ujar Zenko." sahut Akio. atau pun bentuk bujukan lainnya." tuturnya. "Kita bisa bicara dengan bebas di sini. nenek moyang dan tradisi." Halaman 174 dari 500 . Zenko memberi salam pada kedua tamu¬nya dengan sikap yang sangat sopan. Hana mengamati laki-laki itu. Hal ini mem¬buat marah keluarga. den gan aksen Timur. dan juga atas pembunuhan Kotaro. yang mambangkitkan secercah ke¬tertarika n dalam dirinya. Tubuhnya tinggi dan tegap. Dia telah divonis mati oleh Kikuta karena melanggar aturan Tribe. Laki¬laki itu melihat sekilas ke arahnya. Hana tidak suka kalau laki-laki itu menjadi musuhnya. Kini Muto Kenji sudah tiada. walau usianya tidak muda lagi . Cara bicaranya singkat. tapi segera ia tahu kalau l aki-laki itu bukanlah orang yang rendah hati. serta dewa-dewa karena dia masi h hidup. "Kematian Otori. kemu dian duduk dengan menunduk. Dari luar orang itu kelihatan rendah hari.

kemungkin an juga ibuku. "Aku masih tak mengerti ba gaimana dia bisa lolos." "Baiklah." ." "Kendati demikian. "Takeo percaya kalau hanya putranya yang bisa membunuhnya. Dia tahu ini dari Muto Kenji.Kabamya dia tidak bisa dibunuh." Akio membungkuk." komentar Yasu." Akio duduk dengan wajah tanpa eksp resi. "Aku tahu sesuatu yang kau belum tahu." "Seperti halnya Lima Pertempuran?" tanya Yasu."Kabamya dia tidak bisa dibunuh. "Dia adalah tabib pribad i Takeo. Hana merasakan lagi secercah semangat. "Ya.. "Tapi yang pasti dia h anya manusia biasa.. dan ramalan itu digunakan untuk membenarkan pembunuhan atas ayahku dan kebe rhasilannya meraih kekuasaan. "Tapi yang pasti dia hanya manu sia biasa. tatapan matanya semakin tajam. aku yang melatihnya di Matsue dia lolos dari semua usaha pembunuhan. "Kau tahu t entang putraku?" Zenko agak menggerakkan kepala meng¬iyakan. Hanya beberapa orang yang mengetahuinya. dan pernah mengobari banyak lukanya. "Ada s emacam ramalan yang bisa dibuktikan. Akio berkata pada Zenko." tutur Zenko. "Meski ada hal-hal tertentu yang ter¬dengar." Akio mengangkat kepala lalu menatap langsung pada Hana. seraya bertukar pandangan dengan Hana." "Aku pernah hampir menggorok leher nya. Lord Takeo tidak memiliki anak laki-laki" ujar Yasu seraya menatap mereka semua secara bergantian ." kata Zenko perlahan. "Siapa lagi yang tahu tentang ramalan ini?" "Terlepas dari semua orang yang ada di ruangan ini dan Ishida: adikku." komentar Yasu." ujar Hana. suaranya ter¬dengar semakin rendah dan keras." "Tabib Ishida yang mengatakannya pada kami. Dia memiliki banyak keahlian seharusnya aku tahu." lanjut Zenko. "Kata-kata yang masih tetap di¬rahasiakan. walaupun ibuku tidak pernah mengatakannya padaku.

" ujar Zenko. Intinya hanya sedikit orang." Lalu Akio menenggak minumannya. "Bukankah sudah kukataka n kalau anak itu bisa saja mengejutkan dirimu? Itu lelucon terbaik yang pernah ada selama bertahu n-tahun. Yasu meneguk cepat sake lalu berkata pada Akio." Sekonyong-konyong keempat orang itu tertawa gaduh. tampak seperti tersenyum. "Anak itu tidak mengetahuinya. Hisao adalah putra Takeo." Yasu menepuk alas lantai dengan telapak tangan terbuka.* Halaman 175 dari 500 . Dia juga tidak memiliki keahlian Tribe . "Jadi semua desas-desus itu bena r?" "Ya.."Bagaimana dengan yang ada di Terayama? Kubo Makoto mungkin juga tahu: Takeo men ceritakan segalanya kepada¬nya." gumam Hana.. Dan yang paling penting adalah Takeo percaya itu. "Mungkin juga. Tapi kini aku tahu akan mudah baginya untuk membunuh ayah kandungnya.

menangkap semua sinar ma tahari musim dingin. Ia telah be rjanji pada Shigeko untuk mengawasi Tenba dan kirin. Kaede senang memikir¬kan kalau ketiga putrinya si buk dengan pelatihan serius semacam itu. Mori Hiroshi memberi pelana dan tali kekang pada Tenba dan mengang¬kat Sunaomi ke pelan a. Takeo dan Shigeko sud ah pergi ke Yamagata. "Seakan Shigeru da n Takeshi hidup kembali. Kuda itu sepertinya menci um sesuatu dari tubuhnya yang hamil dan senang berjalan perlahan di samping Kaede. Kaede merengkuh perutnya yan g membuncit dan memikirkan janin yang tumbuh di dalamnya." ujar Chiyo dengan berlinang air mata selagi mendengarkan teriakan anak -anak dari taman atau langkah kaki mereka di atas nightingale floor. sambil berdoa semoga anak lakilakinya . Chiyo masih tinggal di sana. jauh dari formalitas kehidupan di kastil. kera dan anjing. usianya sudah di ambang senja tapi masih mampu menyedu h teh obat serta menceritakan tentang masa lalu. tetap ceria dan gamblang seperti dulu. Ishida turut menemani karena rasa sayangnya pada kirin kian ber tambah. dan juga hewan peliharaan putrinya. ke Maruyama.Kaede telah memutuskan untuk tinggal di Hagi selama musim dingin sampai anaknya lahir. Kelak putranya akan menjadi pewaris Sh igeru. dengan cuping hidung merekah. dan agar dewa-dewi me¬lindungi mereka dari bahaya. pewaris sah Klan Otori. kepada Taku. lalu Kaede menuntunnya berjalan mengelilingi padang rumput. dan lebih mudah dibuat hangat selama hari-hari yang panjang dan dingin. Kaede mengundur¬kan diri dari publik. Kaed e mencurahkan kasih sayangnya pada keponakannya. dan apa yang dilupakan¬nya diisi oleh Haruka . kedua bocah. Maya dikirim bersama gadis Muto. Sada. Mereka ber¬main di tepi sungai. sesekali mengusap¬usap dengan hidungnya. semakin bungkuk. sedan gkan Miki pergi ke desa Tribe di Kagemura. Sunaomi dan Chikara juga menikmati kepindahan itu. saat kelahiran mereka yang tak wajar dan bakat aneh bisa tak d iacuhkan. Dengan ketidakhadiran ketiga putri¬nya. pikirnya sedih. dan Shizuka serta Ishida tinggal ber¬samanya. Beberapa kali dalam seminggu Kaede mengajak kedua anak itu ke biara. Mereka semua pindah dari kastil ke rumah lama Lord Shigeru di tepi sungai: rumah itu menghadap ke selatan. me nyayangi si kembar dari jauh. dan sering mendoakan agar mereka mengembangkan dan mengendalikan berbagai bakat yang mereka miliki. Kaede tidak kesepian karena selalu ada yang menemani: Shizuka. Lebih mudah. "Apa aku ini indukmu?" Kaede memarahi¬nya dengan lembut.

mendesak mereka belajar dengan ra jin dan mematuhi guru.akan sepemberani dan setampan kuda itu. namun roh mereka akan tetap hidup selama ada ku da-kuda Otori. Kemudian Shigeko mengirim surat agar kuda itu dikirim padanya karena telah memut uskan untuk dihadiahkan kepada ayahnya. tapi ini justru ma kin meningkatkan rasa sayangnya pada teman manusianya. menulis surat pada Shigeko dan Miki. seraya meminta ibunya agar tetap merahasiakannya. dan adanya surat justru malah membahaya¬kan dirinya. kepada adik-adiknya. Kirin memang tampak kurang bersemangat. Halaman 176 dari 500 . dan Amano Tenzo: kedua¬nya sudah lama tiada. karena ia sangat senang menulis membalas surat yang dituju kan untuk suaminya. menceritakan pada Hana tentang kesehatan ser ta kemajuan kedua putranya dan mengundang mereka datang pada musim semi. Raku. Kaede mengingat kudanya. Kaede dan I shida men¬cemaskan kalau kirin akan panik saat temannya pergi nanti. Tapi Kaede tidak menyurati Maya karena Maya tinggal di tempat rahasia di Maruyam a. Kaede sering menulis. Te nba segera dikirim ber-sama pemuda pengurus kuda dengan naik kapal ke Maruyama.

"Mungkin Zenko hanya ingin menying¬kirkan mereka." "Suamiku tak ingin mereka bepergian ke seluruh penjuru negeri. Kuharap mereka mengir im surat yang dapat mengungkap sesuatu.Kaede pergi ke biara lain. "Dia mirip Lady Kaede. Tapi kian hari kian sulit untuk tahu apa yan g mesti kulakukan. karena Kaede selalu memaksanya turut ke te mpat dia pernah dipermalukan dan ketakutan. banyak juga manfaat yang bisa kita ambil dari mereka ilmu penge . menikm ati kehadiran mereka serta menurutku mereka itu menarik. Mereka ingin bertemu dengannya. "Bukannya aku tidak suka pada mereka." "Kendati demikian. Tak lama setelah Takeo pergi ke Yamagata." ujar Sunaomi." lanjut Kaede." "Aku setuju dan aku tak tahu kesepakatan apa yang mereka buat dengan Zenko. Fumio kembali. Aku sudah katakan kalau aku tidak bisa memu tuskan sampai Lord Otori kembali ke Hagi. Mereka sangat gelisah. "Seperti yang kau tahu." "Ishida bisa menawarkan diri untuk men¬jadi jurutulis mereka. mereka mulai tidak sabar. dan kurang senang saat tahu Lord Otori tidak di Hagi lagi . makin baik." kata Fumio pada Kaede suatu sore pada per tengahan bulan kesepuluh. "Itu b isa membantumu agar tidak kesulitan menga¬caukan surat-surat mereka." sahut Kaede. tapi jurubahasa mereka tak bisa menulis sesuatu yang b isa dibaca oleh Zenko. Selama ketidak¬hadiran Ta keo dan penarikan diri Kaede. Fumio beserta ayahnya bertindak sebagai wakilnya. tapi Kaede masih melihat sisa-sisa rasa malu dan luka yang membekas. Sunaomi berhasil meraih kembali kepercayaan dirinya. bekas rumah Akane." Mereka saling bertukar senyum. dan berdoa agar arwah sang dewi muncul menyembuhkan segalanya. bekas rumah Akane. aede pergi ke biara lain." saran Kaede. Mereka minta penjelasan mengapa tidak boleh ke Yamagata s endiri. dan mengagumi bentuk ramping dan an ggun dari patung kayu yang dikelilingi rumah yang baru dibangun. dan mengagumi bentuk ramping dan a nggun dari patung kayu yang dikelilingi rumah yang baru dibangun. "Makin sedikit yang mereka tahu tentang kita. "Sepertinya semua orang menganggap mereka sebagai beban. tapi aku tidak tahu apa tujuannya. Dia me mbiarkan mereka pergi dari Hofu. Satu dar i masalah yang meng-ganggu dan alot adalah apa yang harus dilakukan dengan kedatangan orang-ora ng asing yang mengganggu dari Hofu. aku sudah terbiasa dengan orang asing.

pengikut kepercayaan Hidden. sewaktu Fumio menunjukkan jalan pada dua laki-laki berbadan besar. Ia yakin tak seorang pun akan men¬curigai hubungan tersebul.tahuan dan kekayaan." Pertemuan itu lalu diatur. dan adik perempuan suaminya. "Kau harus bawa orang-orang asing itu dan juru¬bahasanya ke sini. y aitu perempuan itu tidak mirip suamiku. Kaede Halaman 177 dari 500 . Ia tidak tahu apa yang harus dikatakan pada orang seperti itu. Hal pertama yang terlintas di benaknya. tapi ia lebih ingin melihat seperti apa adik perempu an Takeo. Tapi ia telah berjanji pada T akeo untuk mempelajari bahasa orang asing. tapi karena ia tidak tahu bagaimana bersikap pada jurubahasa mereka: anak dari keluarga petani. dan Kaede me¬nemukan dirinya menanti dengan perasaan ta kut: bukan karena orang-orang asing itu. dan menemukan cara lain." "Kegiatan itu tentu bisa memberi mereka kesibukan sepanjang musim dingin. diikuti oleh perempuan bertubuh kecil. "Aku akan berikan kesan betapa besar kehormatan bagi mereka bisa diundang bertemu Lad y Otori. memperingatkan dirinya akan hal itu. tentang orang-orang asing dan kebiasaan mereka." ujar Kaede. katanya pada diri sendiri. selama mereka bisa dikendalikan." ujar Fumio setuju. masuk ke dalam ruangan. dit ambah dengan kehamilannya. perempuan dari rumah pelacuran. bukan sebaliknya. Semua nalurinya. Ia mengakui kalau dirinya juga ingin tahu: terutama." "Demi tujuan itu aku harus segera belajar bahasa mereka. Kaede tak ingin ber¬hubungan dengan bagian hidup Takeo yang sa tu ini.

Hamp aran daun-daun yang berwarna merah tui berserakan di tanah. Mereka harus melepas alas kaki di luar. Fumio sudah mengenai beberapa kata bahasa orang asing itu. ber¬nama Don . kontras dengan bebatuan keabu-abuan sert a warna lentera. berbentuk gembung. justru lebih ter¬cengang. kepalanya menyentuh tikar. dan maaf berulang kali dalam bahasa mereka. Perempuan itu. Mereka pura -pura bertutur kata serta bersikap sopan. Perempuan ini memang adik suaminya. sebelum Fumio memberitahu kalau mereka seharusnya duduk. Kenyataan itu membuat Jimtungny a ber¬debar kencang. Kiasan pemandangan yang indah itu amat memesona o rang-orang asing beserta jurubahasanya. Perempu an itu merangkak ke samping Kaede. Ia juga menyadari kalau pe¬rempuan di samping nya itu memiliki tekstur rambut dan warna kulit yang mirip Takeo. Kaede berhasil mengendalikan dirinya lagi. Pepohonan yang tersentuh oleh kepingan salju pertama terlihat begitu indah.loao. Dengan senang hari. Dia menerjemahkan begitu pelan dan tidak jelas hingga kedua pihak tidak tahu apa yang diucapkannya.menyam¬but dengan bahasa resmi pada para laki-laki. Mereka membungkuk hormat sambi l berdiri. membingungkan: ksatria . Kaede mengamati secara sembunyi¬sembunyi pada kedua laki-laki tersebut. Di sebelah kanan Kaede. dengan tambalan berwarna di¬jahitkan ke dalamnya: kelihatannya bukan dari sutra. sebelum Fumio memberitahu kalau mereka seharusnya duduk. yang merupakan asal nama kota Hagi. Orang asing itu duduk dengan canggung. membuat pinggul dan bahu mereka kelihatan membesar. Mereka membungkuk hormat sambil berdiri. Madaren. katun maupun rami. sadar akan bau mereka yang terasa asing dengan rasa jijik. Status salah satu dari kedua orang itu. Isi gulungan itu adalah puisl kesukaannya tentang belukar semanggi di musim gugur. sementara semua orang mengataka n Terima kasih. Sesaat Kaede mengira kalau ia harus bereaksi tak tahu apakah harus menangis atau tak sadarkan diri tapi untungnya Shizuka datang de ngan membawa mangkuk teh dan kue kedelai manis. Bahannya ber¬warna hitam. menerima hadiah. dan Kaede memerhatikan sarung ketat yang melekat di kulit yang menutupi kaki mereka. sebuah gulungan kaligrafi hasil karyanya sendiri digantung di ruang kecil yang terpisah. menghadap ke beranda. enyam¬but dengan bahasa resmi pada para laki-laki. Pakaian luar mereka aneh. dan meng¬gunakan semuanya. dan tetap menunduk. kedua orang asing itu sering tersenyum agak menyeramkan dan Kaede bicara selembut dan membungkuk seanggun mungkin. Kaede duduk dengan punggung bersandar ke dinding panjang ruangan itu.

Kuharap kau men gerti maksudku. Para laki-laki kelihatannya cukup senang bisa keluar. Setelah beberapa percakapan yang panjang soal tempat tinggal dan k e¬butuhan orang-orang itu. "Jangan takut." katanya pada Fumio. aku akan mempertimbangkan semua permintaan merek a. makin besar kemungkinan semua hal itu dilaksanakan." Madaren mulai bi cara. Butuh waktu lama untuk berca kap-cakap karena Madaren begitu khawatir akan menyinggung Lady Otori." Halaman 178 dari 500 . Kaede mendekati Madaren." Kaede menyuruh semua orang pergi. tentunya. "Perempuan ini tetap di sini bersamaku. Dia bicara sangat be rbelii-belit dan penuh hormat. Kaede menyadari musim dingin mungkin berlalu tanpa ia bisa bela jar apa-apa. "Ajak keluar dan perlihatkan taman pada mereka. "Aku ada satu permintaan padamu dan kedua laki-laki terhormat yang kau layani. karena aku juga harus belajar tulisa n mereka. Se-dangkan yang satu lagi adalah pendeta. Kita akan belajar setiap h ari. mungkin mereka bicara soal taman. tapi Kaede menghentikannya.sekaligus pedagang. Salah satu dari mereka harus ikut denganmu. Makin cepat aku belajar. Demi suamiku aku akan menghormati dan melindungimu. Kau telah mempelajari bahasa mereka." "Keramahan Lady Otori terlalu agung bagi orang seperti diriku. Sebaiknya tidak ada orang lain yang tahu tentang ini. Shizuka menatap penuh tanya sewaktu mengundurk an diri. Kelak saat aku telah lancar bicara bahasa itu. dan selagi mereka bicara d engan keras tapi bernada ramah. Suamiku sudah mencerita¬kan siapa dirimu. Aku ingin kau mengajariku.

Dia menyimpan banyak bu ku catatan." kata Kaede. "Ka u akan menjadi guruku. Bahasanya sulit: segala sesuatu yang berkaitan dengan bahasa itu sepertinya terb olak-balik. pohon." Madaren menyembah lagi. ku hanyalah orang rendahan dari Was yang terendah. menggunakan kuas yang paling ti pis." ujar Madaren. menyeberangi sungai dengan perahu dan berjalan melew ati jalan-jalan sempit ke rumah di tepi sungai. dan Kaede malu sekaligus kagum karena saat pertama kali bertemu ia berpi kir kalau orang ini hampir bukan manusia. tapi aku akan lakukan semam puku untuk memenuhi keinginan Lady Otori. dan ia menyatu dengan iramanya. Dia biasanya datang dengan dibu ntuti anak-anak dan orang-orang dewasa yang tidak punya hal lebih baik yang bisa dikerjakan. dan kerapkali membuat sketsa untuk menjelaskan sebuah kata. Dia juga mengamati setiap tanaman di taman. Don Carlo juga sama ingin tahunya. tapi aku akan lakukan semampu ku untuk memenuhi keinginan Lady Otori." Madaren menyembah lagi." kata Kaede. Si pendeta Don Carlo datang dua kali seminggu untuk mengaj ari kedua perempuan itu menulis apa yang disebutnya abjad. Aku tak tahu bagaimana kau mempelajarinya. Suatu hari ketika Kaede merasa putus asa. "Aku takkan menguasai bahasa ini." "Anda baik sekali. serta mata hijau biru pucat bak air laut. Rambut dan janggut kemerahan. dan sering mengajak Madaren pergi ke saw ah untuk bertanya pada para petani tentang hasil panen dan musim. Jangan terlalu bersikap formal. sesekali dia mendekati anak-anak lalu memeriksa pakaian dan alas kaki mereka. ia berkata pada Madaren. Dia ter¬senyum tipis saat duduk tegak. Oran g itu benar-benar pandai. yang di dalamnya dibuat daftar kata dan sketsa bunga. "Kita akan mulai belajar besok. bangunan dan alat p ertanian. mengucapkan nama aneh itu untuk yang pertama kalinya. dan sukar untuk mengingat bentuk maskulin dan feminin dan cara kata kerjanya berubah ." Ini menyakitkan hatinya: Madaren. Kaede melihat sebagian besar kegiatan ini karena Don Carlo mengajak mereka berdu a sebagai sarana belajar bahasa. "Madaren. perempuan dari . laki-lak i itu menjadi sasaran keingintahuan dan keheranan."Aku hanyalah orang rendahan dari Was yang terendah. *** Madaren datang setiap hari. Belajar setiap hari menjadi bagian dari rutinita s kediaman itu.

"Aku belajar dalam keadaan terpaksa. t erutama saat ada Shizuka." kata Madaren. "Barangkali saat aku sudah lebih me¬mahami bahasa mereka." kata Madaren dengan nada me mohon. Halaman 179 dari 500 . "Itu akan membuatnya sangat malu." "Tidakkah Don Joao memercayai hal yang sama?" tanya Shizuka. dan acapkali memba ca dengan suara keras kitab sucinya demi meraih kesucian dan pengendalian nafsu dalam diri nya." "Don Carlo masih belum punya pasangan." seloroh Kaede.kalangan rendah dan tidak ber-pendidikan." Kaede tertawa. sifat aslinya mulai muncul. mengejutkan bagi¬nya. "Bahkan dia sama sekali tidak menyetujuinya." Itu merupakan pemikiran yang baik Shizuka maupun Kaede tidak terlalu me¬mahaminya. Dia menghabiskan banyak waktu untuk berdoa. bisa begitu fasih menguasai bahasa itu. Di matanya. "Aku membuat Don Joao mengajariku di tempat tidur." goda Shizuka. "Mungkin aku bisa meniru c aramu. "Kurasa suamiku tak memikirkan itu." "Pastinya begitu." sahut Madaren. "Jangan pernah bicarakan hal semacam itu dengannya." "Tampaknya Don Carlo tidak punya hasrat terhadap perempuan ataupun laki¬laki. bercinta adalah yang di sebutnya dosa dan cinta antar laki-laki khususnya. bukan pilihan. Don Carlo akan menjelask annya. Percakapan mereka menjadi lebih santai. Begitu sudah bisa mengatasi rasa malu.

ia berada di ambang keraguan untuk bertanya pada Madaren bagaimana Takeo ketika masih kecil. dan berpik ir kalau mereka berdua memang membenci Madaren. Di a memuaskan dirinya sendiri." Kaede penasaran apakah perilaku aneh ini menular pada Madaren. Dia memuaskan dirinya sendiri. Kini ia merasa khawatir kalau keberangkatan suaminya akan tertunda hingga salju mencair. Ketika kembali pada Madaren. Kaede tak bisa melakukan banyak hal selain belajar dan bicara dengan Madaren." Sebagian dari dirinya percaya pada hal yang sama. Kaede ta k berani lagi berlatih pedang bersama Shizuka: kenangan buruk tentang keguguran bayinya selalu melekat di benaknya. Tepat sebelum rembulan di bulan kesebelas muncul. tapi tak ingin be rtanya secara langsung. Bulan kesebelas mem¬bawa hawa dingin yang menggigit. Kaede meminta maaf karena menghentikan pelajaran kemudian segera pergi ke ruang belajarnya sendiri ruangan tempat Ichiro membaca dan menulis dan membaca surat-surat itu di sana. Ia hanya berdua dengan Madaren. Musim dingin tiba. Namun pertanyaan ber¬sifat pribadi semacam itu bisa dianggap terlalu mengan cam. bahkan eksploitasi. kemudian membenci dirinya karena hal itu. Seringkali sa at mereka hanya berdua."Sebagian dari dirinya percaya pada hal yang sama. karena dia kenal tuli san tangan Minoru tentang semua keputusan yang telah diambil. Terbungkus karpet bul u. meskipun s udah memakai baju berlapis-lapis dan ada tungku batu bara agar tetap hangat. perhatiannya teralihkan. Kaede berpikir kalau hubungan itu aneh dan terbolak-balik. tapi hasratnya lebih kuat. Kaede menemukan dirinya ingin tahu tentang masa lalu Madaren. meski mereka mem¬butuhkan keahlian dan bergantung kepadanya. Masih banyak persiapan yang har us dibicarakan dengan Kahei dan Gemba tentang kunjungan ke ibukota: Takeo masih men unggu kabar dari Sonoda tentang peneri¬maan utusan pembawa pesan. Takeo menulis panjang lebar atau tepatnya mendiktekan. dengan man i¬pulasi. kemudian membenci dirinya karena hal itu. dari kedua belah pihak. "Apakah Lady Otori mendapat kabar buruk dari Yamagata?" tanya Madaren se¬waktu Kae . dan ia sangat takut akan kehilangan bayinya ini. tapi hasratnya lebih kuat. Takeo merasa berkewajiban un tuk melewatkan Tahun Baru di sana. Shizuka mengajak kedua cucunya pergi melihat kirin. Kaede sangat kecewa: ia berharap Takeo akan kembali sebelum salju menutup jalur pegunungan. Kaede mengamati lekat-lekat ketika kedua orang asing hadir. surat berdatangan dari Yamagat a. betapa aneh perjalanan hidup yang telah membawa dia ke tempat ini.

"Tidak juga. "Kurasa kau tak ingat banyak tentang suamiku. Apa artinya?" "Itu nama salah satu guru besar di kalangan Hidden." "Tomasu? Kedengarannya aneh sekali." "Dan Madaren?" "Madaren adalah perempuan yang. seraya meng¬ingat-i ngat percakapan mereka sebelumnya. "Kau memanggilnya dengan nama apa. itu saja. Saat itu ketertarikan Kaede bukanlah pada kepercayaan orang Hidden.de membuat kesalahan pelajaran dasar untuk yang ketiga kalinya. terima kasih Surga. Wajahnya tidak mirip dengan kami se Halaman 180 dari 500 . Waktu itu kau pasti masih kecil." "Lord Otori baik-baik saja?" "Kesehatannya baik-baik saja. melainkan pa da suaminya yang tumbuh dewasa di lingkungan mereka. mencintai putra Tuhan saat beliau berjal an di bumi." Kaede berhenti sejenak lalu b erkata." sahut Madaren serius. Semula aku berharap suamiku akan kembali lebih awal." tutur Madaren perlahan." "Apakah putra Tuhan itu mencintai perempuan itu?" tanya Kaede. kata¬nya. saat kalian masih kecil?" "Tomasu. "Beliau mencintai kita semua." "Dari dulu dia memang berbeda. tuanku. "Itu yang paling kuingat .

" ujar Kaede dengan suara yang lebih t enang. lakilaki itu tidak bisa ke sawah untuk melakukan penelitiannya. Karena itu artinya j alan pasti sudah ditutup. "Mungkin dia harus diperingatkan tentang reputasimu!" sahut Shizuka. dia meng inginkan jiwamu. Aku ingi n dia memerhatikan aku. tuanku. kan? Juga menjelaskan tent . Kaede pun agak terper anjat. Kurasa itu sebabnya aku mengenalinya se¬waktu bertemu di Hofu." eluarga." Madaren terdiam. ibu pura-pura marah. Shizuka! Kuharap reputasiku sudah dilupa¬kan. D on Carlo nampak juga bersemangat untuk dapat membuat ia memahaminya. meski ia tidak tahu apa sebabnya. untuk bisa memahami mereka. ibu pura-pura marah. "Tentu saja." sahut Madaren patuh. Aku selalu memanjatkan doa baginya. Aku selalu mengusik¬nya. dan sepertinya tidak berpikir dengan cara yang sama.keluarga. "Sebaiknya kita mulai lagi pelajaran kita. Ayahku sering mara h padanya. "Pernah ada satu saat ketika hasrat berarti kematian bagi laki¬laki mana pun!" "Aku telah menikah enam belas tahun." Shizuka menjelaskan. Kaede terjaga di pagi harinya dengan cahaya putih yang terasa asing. karena kita tahu Don Carlo tak merasakan desakan semacam itu. tapi ibu sayang sekali padanya. Aku ingi n dia memerhatikan aku. dan sepertinya tidak berpikir dengan cara yang sama. Dia tak menginginkan tubuhmu. *** semakin sadar harus tahu apa yang mereka percayai. maka dia makin sering dat ang bersama Madaren dan percakapan mereka menjadi lebih mendalam lagi. Ayahku sering mar ah padanya." "Kita tidak pernah tahu itu! Kita hanya tahu kalau dia tidak menanggapi hasratny a. tapi ibu sayang sekali padanya." ko mentarnya pada Shizuka. Malam itu salju turun dengan lebat. dan Takeo akan tetap di Yamagata sampai musim semi. A ku selalu memimpikannya. Lagipula itu bukan nafsu. Aku selalu mengusik¬nya. Kurasa itu sebabnya aku mengenalinya se¬waktu bertemu di Hofu. seolah takut sudah terlalu banyak bicara. hujan salju pertama tahun itu. A ku selalu memimpikannya. Dia sudah mulai bicara tentang Deus. Aku selalu memanjatkan doa baginya. Ketika akhirnya salj u turun. "Tapi bila kau mau dengar pendapatku: kurasa dia berharap bisa meng ambil hatimu dengan agamanya. dan hampir menangis. "Don Carlo memerhatikan aku dengan cara laki-laki normal memandang perem¬puan.

In ilah yang mereka lakukan di seluruh penjuru dunia. "Bagaimana mereka bisa hidup begitu jauh dari rum ah dalam waktu lama?" "Kata Fumio itu adalah sifat dari semua pedagang dan petualang." sahut Shizuka. seperti wabah. "Bagiku itu seperti omong kosong!" "Semua kepercayaan bisa kelihatan seperti kegilaan. tapi dia merasa kalau mereka berharap bisa mendapatkan keuntungan dan pengikut dalam juml ah yang sama besarnya. Aku pernah melihatnya. gadis yang kukirim untuk bekerja pada mereka. "Tapi bisa t iba-tiba menjangkiti manusia. dan berbahaya." "Baiklah. Membuat mereka m erasa sangat berkuasa." Halaman 181 dari 500 . negeri mereka sangat jauh dari sini: berjarak sat u tahun atau lebih dengan berlayar. tapi aku tidak bisa membayang¬kan diriku mengikuti kepercayaan mereka. "Apa bedanya baginya atas apa yang kupercayai?" "Mai.ang aga-ma di negaranya?" "Sungguh aneh." tutur Kaede." ujar Kaede." Kaede membuang jauh-jauh pikiran itu dengan sengit. mengatakan nama Lady Otori s ering disebut dalam perbincangan mereka. Waspadalah." "Dari apa yang mereka katakan. dan akhirnya men¬dapatkan wilayah baru bagi diri mereka sendiri. Meskipun Mai belum memahami bahasa mereka dengan semp urna.

huku man. "Apa yang kau pikirkan?" tanya Kaede. musim berlalu. me¬megang semua janji yang telah dikatakan padanya sementara dirinya terbaring dalam sihir tidur Kikuta seolah masuk ke pet i es. tapi lebih dogmatis dan tidak mengenai kompromi." katanya seraya menghcla napas. Dulu aku suka duduk bersama Lord Shigeru tepat di ruangan ini. dan menginginkan kehidupan berjalan dengan selaras bagi semua mahkluk.. punggungku sakit. dan ia ingat apa yang pernah Takeo katakan tentang Tuhan yang Maha Melihat milik kaum Hidden dan tatapannya yang tanpa ampun.Kata-kata Shizuka membuat Kaede ter¬ingat saat dirinya menjadi istri Lord Fujiwara .. Don Carlo memperkenalkannya lebih banyak kata: neraka. kutukan. Beberapa kali aku membawa pesan dari Lady Maruyama: kau tahu kalau dia adalah salah satu pengikut. Saat tidak berhasil dengan kata-kata. "Mari kupijat. me¬megang semua janji yang telah dikatakan padanya sementara dirinya terbaring dalam sihir tidur Kikuta seolah masuk ke pet i es. "Ah. dan kesunyian itu semakin senyap seakan dia tenggelam dalam lamunan. malam berganti siang dan musim panas berganti dengan musim dingin. Bersabarlah: dia akan menjemputmu." "Ajaran kaum Hidden. salju serta ketidakhadiran Takeo. "Kurasa agama orang asing itu. dan bagaimana ia melalui hari-hari yang panjang dalam doa dan puisi. kematian itu tak lebih hanya pemberehe ntian sejenak sebelum kelahiran selanjutnya. Bersabarlah: dia akan menjemputmu. ata-kata Shizuka membuat Kaede ter¬ingat saat dirinya menjadi istri Lord Fujiwara. diajaknya laki-laki itu melihat pahatan patung Kannon Sang Maha . dan seperti ajaran Sang Pencerah." ujar Kaede. meski tampak sa ma. Kaede menyadari betapa Takeo telah memilih meng hindari tatapan itu. Kaede berusaha menjelaskan hal ini pada Don Carlo dengan kosa katanya yang ter¬bat as. dan bagaimana ia melalui hari-hari yang panjang dalam doa dan puisi. dia diam saja. Karena tentu saja dewa atau tuhan itu baik. Kaede merasa bayinya menendang dalam perutnya. "Hantu-hantu dari masa lalu. Kini seluruh kesabarannya sudah h ampir habis dengan kehamilannya. dan itu makin membuat ia makin mengagumi dan men¬cintai suaminya." "Semakin menguatkan alasan untuk mem¬perlakukannya dengan curiga!" Selama musim dingin.. Membungkuk." Selagi Shizuka memijat.

Halaman 182 dari 500 . Para tukang kayu. Bentuk bangunan itu mencuat ke atas da n dipantulkan dengan dedaunan pinus yang membentuk seperti payung pelindung. salju di bawah telapak kaki terasa lembap dan mencair. membiaskan cahaya. tetesan air yang membeku mula i mencair dari tepi atap. dan Madaren mengikutinya. dan hasil karya seni ukiran yang amat halus mem-biarkan cahaya matahari masuk. keseimbangan sempurna pada kedua lengkungannya seperti yang Taro janjikan. dengan dinaungi atap rangkap dua. Saat itu cuaca terasa lembut di awal musim semi. Kaede memberi salam pada Taro. Kaede senang melihat bangunan baru itu bis a bertahan menghadapi musim dingin. Kayunya ber¬warna seperti madu dan berbau semanis madu pula. Kendati tidak suka dengan caranya diantar. Pintu utama terbuka lebar. Jendela kecil di atas pintu samping ber¬bentuk seperti daun. tengah memberi sentuhan akhir pada k uil. memanfaatkan cuaca vang lebih hangat. dan sinar ma tahari musim dingin jatuh menyirami lantai yang baru. Hunga-bunga plum masih ber¬gelant ungan bak serpihan salju di ranting tanpa daun di taman Akane. Kaede dibawa dalam tandu.Pengampun yang sudah selesai di kuil yang telah di¬bangun untuknya. lalu melepas sandal di beranda. di bawah pengawasan Taro. D on Carlo juga dibawa dengan tandu terpisah di belakangnya. menyilaukan saat icrkena pantulan cahaya matahari. ke hamilannya sudah berusia tujuh bulan dan diperlambat dengan berat bayi yang dikandungnya. Salju masih menempel di atap.

tapi ia tak menyerah begitu saja." katanya pada Taro." "Pasti menarik." katanya pada Taro. Ia sudah mendengarkan Don Carlo sepanjang musim dingin . "Ini tem pat istimewa untukku. sedangkan tangan yang satu lagi menyibak keliman jubah dengan dua jari yang ramping. Kaede mengatakan pada Taro betapa si orang asing mengagumi patungnya. Orang ini yang membuatnya. "Kau bisa lihat bagaimana konstruksi ba ngunan ini dan bagaimana pahatan kayu¬nya. menekan dada. dan sudah belajar banyak darinya. "Selamat datang. ia tak bisa memahami alasan di baliknya." "Tapi kau tak bisa melihatnya dari sini." kata Don Carlo. dan melihat ke belak ang¬nya tempat Don Carlo dan Madaren men¬dekati bangunan kuil. tapi tidak berdoa. senyum dengan bibir agak mencuat ke atas. dan melihat ke belaka ng¬nya tempat Don Carlo dan Madaren men¬dekati bangunan kuil. "Aku lihat dari sini saja. Kaede melangkah ke dalam kuil. dan saat Kaede berkata. Lipatan jubah itu dipahat sangat halus hingga terlihat seperti ber goyang saat tertiup angin sepoi¬sepoi. patung yang s udah selesai berdiri di depan mereka. Orang asing ini tertarik pada karyamu. memegangi bunga teratai. "Ayolah."Orang asing ini tertarik pada karyamu. Masih baru. ini bertentangan dengan kepercayaannya." Kaede merasa marah atas sikap kasar laki¬laki itu." si pendeta menggeleng lalu menyahut. melebih¬lebi . Kaede menangkupkan telapak tangan lalu menunduk berdoa untuk bayi dalam kandungann ya. dan Don Carlo mem¬buat gerakan canggung dengan kepala. "Mari masuk. Taro membantunya dengan senyum yang mem¬beri semangat. "Dia cantik sekali." Don Carlo melepas alas kaki dengan sikap enggan yang sengaja diperlihatkan. Satu tangan." sambut Kaede pada si pendeta dengan bahasa orang itu. Orang itu terlihat lebih gelisah dari biasanya. "Lakukan seperti yang kuminta. "Dia takkan masuk. untuk suami dan ketiga putrinya. Kini giliran orang itu yang harus mendengarkan. dengan semacam rasa ingin tahu." Taro membungkuk. kemudian Madaren berbisik . dan untuk arwah Akane yang mungkin pada akhirny a bisa istirahat dengan tenang. Kau harus lihat karya paling indah dari ora ng ini." saran Madaren kepada¬nya." kata Kaede. Mata sang dewi menatap ke bawah. ekspresinya tegas sekaligus pe nuh welas asih." desak Kaede.

Kemudian Don Carlo mengeluarkan buku catatan lalu menggambar apa yang dilihat¬nya. dan mem bantunya menemukan jalan keluamya. hal itu men gganggunya. Taro.* Halaman 183 dari 500 . "Kurasa aku tidak bisa menemukan Bunda Maria dari Timur. Don Carlo ber¬gumam. memperlihatkan pada Don Carlo konstruksi bagian dalam atap. dengan gerakan dan sketsa gambar. namun melihat ada sesuatu yang telah meningkatkan ketertarikan Don Carlo pada dirinya. kemudian ke arah wajah K aede. b agaimana penyangganya saling menopang.hkan pujiannya untuk menebus sikap kasarnya tadi. dan tak mengerti artinya. dan ingin sekali agar T akeo kembali. "Keahlianku biasa saja. merasakan tiba-tiba bayi dalam perutnya menendang keras." sahut Taro. Kaede berusaha menerjemahkan kalimat ini sebisa mungkin. dan nama setiap sambungan. Matanya kerapkali menerawang kembali ke arah sang dewi. menanyakan tentang nama kayu. Sewaktu mereka pergi." Itulah pertama kalinya Kaede mendengar kata itu. Tanganku men¬dengarkan apa yang ada di dalam kayu.

Kedua hal itu membangkitkan semangatnya: merasa siap untuk apa saja yang akan te rjadi saat kunjungan nanti. sampai ke tingkat desa di mana pem impinnya dipilih oleh para petani dapat dimobilisasi untuk mem¬pertahankan diri mereka dan wi layahnya. Ayah seharusnya tidak menyimpan . *** "Apa yang terjadi pada wajahmu?" tanya Kaede ketika mereka hanya berdua. sedangkan minuman penenang te lah habis. namun juga menyesali ketidakhadiran si tabib selagi cua ca yang tak bersahabat mem¬buat luka lamanya terasa makin sakit. Dengan ditutupnya semua perbatasan antar kota di seluruh Tiga Negara. angin segar.Sisa luka cakaran membekas di wajahnya sudah hampir memudar ketika Takeo kembali ke Hagi di akhir bulan ketiga. dan membaca catatan administrasi Ti ga Negara. Teringat o lehnya apa yang Shigeko katakan: Ayah harus ceritakan pada Ibu. dan di mana-mana tercium aroma musim semi. Dan catatan administ rasi memastikan sekali lagi seberapa kuat negaranya. Tenba melewati musim dingin dengan baik. tempat Chiyo dan Haruka menyam¬butnya dengan suka cita. Gembira kar ena berada di jalanan. membahas strategi untuk musim semi yang akan datang serta kunjungan ke ibukota. seringkali tergenang. penutup jendela terbuka. Takeo senang Ishida tinggal bers ama istrinya selama masa kehamilanya. Saat menunggang kuda mel ewati pedesaan. Takeo tiba tadi pagi. Ia akan pergi dengan damai. ia tidak bisa men erima surat. Waktu melahirkan hampir tiba. dan tubuh hitamnya berkilauan bak pernis. menyelu juri tanda bekas luka yang mulai menghilang dengan jari-jarinya. cuping hidungnya mengem¬bang. Saat ini ia dan Kaede d uduk di kamar lantai atas. surai dan ekornya melambai-lambai. percikan sungai terdengar di telinga merek a. jalanannya berlump ur. Takeo terpaksa menghabiskan waktu ber¬sama Miyoshi Kahei. tidak lebih dari tiga atau empat minggu lagi. Ishida serta kedua bocah. semua itu kian memantapkan hatinya. mandi dan makan bersama Kaede. Bagaimana mengatakannya? Takeo me¬natap istrinya dengan penuh kekhawatiran. Bulu musim dinginnya telah disika t bersih oleh bocah-bocah pengurus kuda. hampir tidak berkurang berat badan maupun kondisinya. Salju belum lagi mencair: musim dingin berlang¬aing lama dan s ulit. dan kecemasannya terhadap Kaede makin menjadi-jadi. Ia langsung ke rumah lama. Musim semi tiba dan ia langsung me¬mutuskan untuk pulang. Udara masih terasa dingin. membuat kuda itu melompat dan berjingkrak. namun takkan meninggalkan negerinya tanpa penjagaan. menuju tempat kelahirannya.

"Jangan bilang begitu. "Tidak.rahasia dari Ibu. Aku tahu. aku tidak akan tidur dengan siapa pun selain dirimu. Takeo berkata. "Aku tak sengaja menabrak dahan. Ceritakan semuanya pada Ibu." "Seumur hidupmu?" "Seumur hidupku. kau kesepian di Yamagata lalu menemukan perempuan yang menggairahkan!" Kaede menggodanya. Tidak apa-apa. "Aku sudah sering mengatakan pada mu." "Kelihatannya seperti dicakar. Halaman 184 dari 500 ." sahutnya dengan nada lebih serius." "Bahkan kalau aku mati lebih dulu?" Ditempelkan jarinya dengan lembut ke bibir i strinya." Ia merengkuh Kaede dan memeluknya erat-erat sesaat tanpa sepatah kata pun. senang suaminya sudah berada di rumah lagi.

" Cinta kita pun me rupakan hasrat yang buta. Kita belum terlalu mengenal satu sama lain. Andai kau bisa melihatnya saat upacara. Shigeko dan Hir oshi sudah seperti kakak adik." "Shigeko masih gadis kecil!" ujar Kaede. Tapi aku yakin itu sebabnya dia selalu menghindari per¬ni kahan. menghela napas panjang. kami akan bertemu dengan Saga d an memutuskan nanti." "Dia berharap menikah dengan Shigeko?" "Menurutku Shigeko juga menyayangi¬nya." tuturnya pada Kaede." sahut Kaede. Dia mengingatka n¬ku pada Naomi. "Usianya sama dengan kau saat kita bertemu. Apakah dia bi lang begitu?" "Tidak dengan kata-kata. tapi pernikahan semacam itu akan men yiakan-nyiakan Shigeko." "Shigeko baik-baik saja."Ceritakan semuanya. kedengaran seolah marah dengan pendapat seperti itu. Dia selalu memperlakukannya sebagai adik. Shigeko akan ikut bersamaku ke Miyako. pikirnya." "Hiroshi? Tidak mungkin. "Pendapat yang tidak bisa kita abaikan begitu saja. Sesaat mereka saling pandang. "Mereka tidak boleh berada di Maruyama bersama-sama. "Kono mengisyaratkan persekutuan politis melalui pernikahan dengan jenderal Kais ar." Ceritakan semuanya. Lalu Kaede berkata. Saga Hideki. Kita dirasuki k egi-laan yang begitu kuat hingga mengakibatkan terjadinya pem¬bunuhan yang tiada henti." Takeo memperingatkan." Takeo meneruskan ceritanya tentang kelanjutan masalah dengan Zenko. "Bagaimana Shigeko? Aku sangat gem bira memikirkan dia sebagai Lady Maruyama saat ini. dan tidak memberi keuntungan yang sebenarnya belum kita miliki." "Baiklah. Bukan dasar yang buruk untuk sebuah pernikahan. Tapi saat itu baru kusadari kalau Hiroshi jatuh cinta padanya." akhirnya Kaede berkata. Dan mereka tak berharap hidup mereka berakhir dalam hitungan jam. "Bagaimana Shigeko? Aku sangat gemb ira memikirkan dia sebagai Lady Maruyama saat ini. Mereka memut uskan untuk mengundang Hana saat musim panas agar bisa bertemu kedua putranya dan menemani K aede . "Aku yakin Hiroshi bisa menjadi suami yang baik. Jangan terlalu banyak berharap dari mereka berdua!" "Hiroshi jauh lebih tua ketimbang diriku saat itu! Kuyakin dia lebih bisa mengen dali¬kan diri." akhirnya Kaede berkata.

aku masih saja kesulitan me¬nangkap maknanya." ujar Takeo. mereka sering menulis surat.setelah melahirkan. Don Carlo Halaman 185 dari 500 . Madaren pasti sudah menceritakan kalau kau lahir di antara kaum Hid den." sahut Kaede. "Aku sudah membuat kemajuan. dan sudah sewaj arnya kami membacanya. Dia menulis banyak hal tentang diriku." "Kau memahami semua isinya?" "Sulit sekali." "Dia mirip ibuku. Aku harus sangat ber¬hati-hati agar tidak membuat Don Carlo takut: lakilaki itu amat tertarik dengan semua yang kukatakan. Kami terserang flu." "Adikku baik-baik saja?" "Secara umum. "Don Carlo maupun adikmu adalah guru yang baik. dan m eraih dirimu melalui aku. "Menurutku dia ingin aku masuk agamanya." ujar Takeo. "Apakah orang-orang asing itu berhubungan dengan Hofu atau Kumamoto?" "Ya. Bahkan bila sudah mengenal setiap kata. ya. baik-baik saja." Sesaat Kaede terdiam. dan menimbang¬nimbang setiap perkataan. "Dan kuharap kau sudah fasih bicara dengan bahasa yang baru. Ishida kadang membantu mereka. kekuatan yang tidak biasa seb agai seorang perempuan. meskipun tidak mendapat pendidikan. tapi tidak serius. Aku suk a padanya: kelihatannya dia baik dan pandai. pengaruhku pada dirimu.

"Hal ini mencemaskanku. Mereka adalah kenalan bisnis. dari kampung halaman mereka. Aku mencemaskan Miki dalam cuaca dingin s eperti ini. "Apa lagi yang diperdagangkan dari Kuma¬moto yang kita belum tahu?" "Satu lagi alasan yang tepat agar Hana berada di sini." "Aku sudah curigai. Aku yakin bisa me-mancingnya agar bercerita lebih banyak lagi." "Perdagangan itu masalah lain: boleh selama kita bisa mengendalikannya dan demi kepentingan kita. Takeo mengambilnya dan bercermin." Takeo tak yakin bagai¬mana meneruskannya. ." kata Takeo. sedangkan Don Joao diijinkan ber¬dagang di Tiga Negara." Takeo menceritakan tentang cermin yang diperlihatkan kepada¬n ya di Maruyama." kata Kaede." "Tahukah kau kal au sudah ada orang asing di Kumamoto?" tanya Kaede. aku bertemu. seraya membuka bungkusnya. sedangkan Don Joao diijinkan ber¬dagang di Tiga Negara.nyaris mengira kau adalah pengikut ajaran mereka sehingga akan diberi ijin menye barkan agama. anjing yang berbaring meringkuk di sampin gnya." "Shizuka tidak ada di sini? Aku ingin bicara dengannya tentang masalah ini. "Belum diputuskan. Kau bertemu Maya?" "Ya. Ia merasa aneh dan terkejut. "Don Joao menerima sepucuk surat dari sal ah satunya. dan pelayan itu memba wakan cermin itu. dan Shizuka punya masalah yang harus dibicarakan dengan keluarga Muto." Kaede menepuk Kin." "Miki akan kembali bersamanya?" Takeo terperangkap oleh kerinduan ingin bertemu dengan putri bungsunya." "Dia ke Kagemura begitu salju mencair. sepertinya." yaris mengira kau adalah pengikut ajaran mereka sehingga akan diberi ijin menyeb arkan agama. dan mengenai Zenko. atau bepergian. "Ini pemberian Don Carlo. "Aku juga punya cermin yang sama!" Kaede memanggil Haruka. terbungkus kain sutra tebal. "Kin pasti senang saat Maya pulang dia merindukan si kembar. "Dia tidak t ahan untuk memamerkan barang-barang baru kepunyaannya dan akan mengumbar tentang kehebatan Kumamoto." tutur Kaede. Tapi tak akan kuijinkan dia menyebarkan agama.

Tapi Taku seperti¬nya tergila-gila pada gadis itu. Kau harus memikir¬kan kesehatanmu. biarkan saja mereka sal ing mencinta. Tak ada ruginya."Kau juga mengkhawatirkannya? Dia baik¬baik saja?" "Maya baik-baik saja. kan? Hasrat seperti itu tidak bisa dihentikan toh. "Jangan sampai masalah ini m embuatmu tertekan." Kaede tertawa. Dia sedang belajar pada Taku. "Putra kita sedang menendang. Kaede meraih tangan suaminya dan menaruhnya di perutnya." sahut Takeo. Kukira gadis itu tidak peduli pada laki-laki dia berpenampil an seperti lakilaki. "Aku lebih merasa terkejut ketimbang tertekan." sahut Takeo." "Seharusnya tidak kuceritakan padamu. dan Takeo merasakan si bayi bergerak kua t dalam perut istrinya." "Dengan Sada? Apa semua laki-laki sudah gila? Sada! Dia orang terakhir yang kudu ga bisa membuat Taku mabuk kepayang. nanti akan pad am dengan sendirinya. Selama tidak meng¬ganggu tugas mereka. Halaman 186 dari 500 ." katanya." "Hasrat kita tak pernah padam. Dia tengah belajar mengendal i¬kan diri dan juga disiplin.

Jangan ditunda. keluarga Kikuta yang menyerang¬mu tahun lalu. tapi aku harus tetap pergi ke Miyako sesuai rencana." kata Takeo. Mungkin aku harus ke sana uniuk menyaksikannya aku mem¬pertimbangkan untuk meminta hukuman dilaksanakan saat aku melewati Inuyama Sebenarnya aku tidak ingin membicara kannya. "Dia tahu cara memikat serta memuji . "Kau pasti paham benar apa alternatif itu. Pikirkan biaya yang dibutuhkan. Mereka diberi penginapan oleh Lord Kono selama musim dingin. Dan harus laksanakan secepatnya. Mereka diterima Kaisar." kata Takeo. Harus kelihatan sesuai hukum." sahut Takeo. "Tapi kita harus me¬mut uskan nasib sandera yang kita tahan di Inuyama. Keadilan menuntut kalau mereka dihukum mati atas kejahatan yang mereka lakukan. keluarga Kikuta yang menyerang¬mu tahun lalu. bukan sebagai tindakan balas dendam. Ayah mereka sudah mati dibunuh tahun lalu. Mungkin aku harus ke sana uniuk menyaksikannya aku mem¬pertimbangkan untuk meminta hukuman dilaksanakan saat aku melewati Inuyama dalam perjalanan ke ibukota. Sonoda baru saja menulis surat. Aku tidak memercayai dia. "Oh ya." gumam Kaede." Takeo berterima kasih pada Kaede atas k eputusannya yang tegas." "Tampaknya sikap Kono berubah. "Itu pertanda buruk untuk suatu perjalanan. Kukira sudah wakt¬unya men ulis surat pada Sonoda. Keadilan menuntut kalau mereka dihukum mati atas kejahatan yang mereka lakukan. Katakan pada Sonoda u ntuk melakukannya sendiri: dia dan Ai adalah wakil kita di Inuyama. "Tapi kita harus me¬mutu skan nasib sandera yang kita tahan di Inuyama. Harus kelihatan sesuai hukum." "Tentu: menyerang dan mengalahkan Zenko dengan cepat di Barat dan bersiap melawan Kaisar di Timur." "Minoru akan menulis suratnya sore ini. Kukira sudah wakt¬unya men ulis surat pada Sonoda."Sebenarnya aku tidak ingin membicara kannya." Kaede gemetar. Ayah mereka sudah mati dibunuh tahun lalu. bukan sebagai tindakan balas dendam. dan aku ragu kalau Kikuta mau berunding. dan aku ragu kalau Kikuta mau berunding." "Alternatif lain terlalu menakutkan untuk dipikirkan. Mereka bisa mewak ili kita. Kurirmu sudah kembali ke Inuyama. Bahkan jika kita bisa . dan dia selalu memu jimu dan Tiga Negara.

dan sumber daya lain. dan mengecup tengkuk istrinya. Napas mereka makin memburu dan kedua nya larut menjadi satu kesatuan. kita membawa dua pertiga negara kita dalam kancah peperangan dan akan menghancurkan kerabat sen diri dan merenggut Sunaomi dan Chikara dari orangtuanya. orang-orang asing itu akan berpaling ke K umamoto untuk men¬dapatkan akses ke distrik lain. saat Kaede sibuk dengan bayinya. "Aku sangat bahagia saat ini." kata Kaede pelan. tapi aku takut apa yang akan terjadi kelak. Takeo khawatir kalau selama ia tidak ada di sana. Takeo ingin bertemu dengan kedua orang asing. Halaman 187 dari 500 . suamiku sayang. "Takkan kubiarkan hal itu tcrjadi." "Tapi kekuatan yang tengah digalang dimana dirimu. Ibu mereka adalah adikku. "Kuharap kita bisa seperti ini selamanya. dan ak u sayang padanya dan anak-anaknya." Kaede membenamkan diri dalam pelukan Takeo." *** Semua orang menantikan bayi itu lahir.memenangkan kedua wilayah." Takeo menarik tubuh Kaede lebih dekat. Ia ingin mencapai persetujuan yang memuaskan kedua belah pihak untuk masalah perdagangan dan memperingatkan mereka siapa penguasa Tiga Negara. tapi sebelum Kaede dipingit. tidak bisa me ngendalikannya. bekas luka itu masih tetap kelihatan. Aku janji.

mencurigai kedua orang asing itu. aster dan vetch. Bunga aconi tus dan violet bermekaran di hutan dan taman. dan kicau burung warbler mengalun indah. . windflower. tapi juga ingin membuatnya terkesan. dan suara katak memenuhi udara. taman berwarna merah m uda. gunung berwarna putih bersih. Bunga aconi tus dan violet bermekaran di hutan dan taman. Kedua orang asing itu kini lebih mendesak. rempah dan kayu w angi. dan kicau burung warbler mengalun indah. Burung kembali ke sawah yang berair.. taman berwarna merah m uda. Madaren lebih gelisah dengan adanya Takeo. daun ginkgo dan maple merekah. gunung berwarna putih bersih. Takeo pi ia Kaede edua belah sebenarnya lebih senang menerima mereka di kastil dengan upacara megah. penerjemahan semakin memperlambat pembicaraan. sesekali melompat untuk menangkap seran gga musim semi. Aliran sungai dan air terjun di taman memercikkan air dan ikan carp merah keemasan berenang dengan malas di kolam. Itu tugas yang berat. Takeo meminta mereka menyatakan dengan jelas keinginan mereka. meskipun tidak menyatakannya secara terang-terang an. Kaede harus hadir untuk membantu men¬jelaskan maksud k pihak. Don Joao menjelas kan bahwa mereka berharap bisa membangun hubungan dagang secara ter¬atur. aster dan vetch. Dia tampak takut menyinggung. diikuti dandelion. pecah belah. J erit jangkrik mulai terdengar. Don Carlo dan Don Joao datang bersama Madaren ke penemuan yang diadakan di ruang utama yang menghadap taman. Semua ini. Burung kembali ke sawah yang berair. S eketika bunga ceri bermekaran di mana¬mana. tahu kalau Madaren adalah adiknya apakah mereka memang tahu itu? A pakah adiknya telah mengatakannya pada mereka? Kaede mengatakan mereka tahu kalau ia l ahir di kalangan Hidden.Cuaca hari itu semakin hangat. cerah dan segar. ca hari itu semakin hangat. Sebagai imbalan. Mereka tak saba r untuk memulai perdagangan yang sesungguhnya. diikuti dandelion. karena mereka sepert i memandang rendah dirinya. kerang mutiara. Dia memuji sutra. ta tak ingin melakukan perjalanan. banyak dicari d an bernilai tinggi di negaranya. Ia pun gelisah. dan suara katak memenuhi udara. dan tentunya senjata api. dan keramik dan porselen yang diimpor dari Shin. sore segera me njelang. daun ginkgo dan maple merekah. cerah dan segar. dia menawarkan perak. J erit jangkrik mulai terdengar. katanya. Seke tika bunga ceri bermekaran di mana¬mana.. windflower.

maka keuntungan tak berada di pihak kami." "Kami berharap Lord Otori bisa mengakui agama kami sebagai salah satu agama yang benar." "Itu keputusan Anda. tapi bila terlalu banyak mata uang perak masuk." "Dengan persyaratan seperti ini. Kedua orang itu saling bertukar pandang ketika syarat itu diterjemahkan. Halaman 188 dari 600 . maka kami berdua akan pergi. "Tidak perlu membuat bangunan khusus untuk itu. dan bertanya apakah mereka boleh memban gun kuil di Hofu dan di Hagi." Takeo sepakat dengan sopan.Takeo menjawab bahwa semua ini bisa diterima: satu-satunya syarat yaitu adalah s emua itu harus dilakukan melalui Hofu dan di bawah pengawasannya. dan Takeo mcngira kalau ia menangkap nada lebih bersemangat Madaren s ewaktu menerjemahkan. semua harga aka n jatuh. "Mungkin kelak hal itu bisa dilakukan. maka kami akan memperluasnya. dan senjata api hanya bisa ma suk dengan seijin dirinya atau istrinya. dan Don Joao menjawab. jangan secara terang-terangan. Lalu Don Carlo mengungkit masalah agama." bant ah Don Joao. Tapi. jangan sampai menganggu keselarasan dalam masyarakat. Prasangka masih tetap ada ." sahut Takeo. "Kami sudah biasa bepergian dan berdagang dengan bebas. dan menjalankannya secara perlahan. "Bila itu keputusannya. Kami akan memberi akomodasi. sadar kalau hal itu sulit dite rima." Takeo berkata. Kami harus melindungi rakyat. Anda boleh memanfaatkan satu ruangan di sana. Bila perdagangan in i ter¬nyata mendatangkan keuntungan bagi kami. dan apakah penduduk setempat boleh bergabung dengan mereka mem uja Deus. saranku." tutur Don Carlo. "Rakyat kami boleh beribadah sesuai keinginan mereka. Kami tahu bahwa Anda bisa membayar dengan mata uang perak.

" sahutnya. "Takkan ad a hal semacam itu. "Kukira dia lebih suka menjadi guru ketimbang menjadi murid." Ketika diterjemahkan. akeo tersenyum." Kaede berbicara padanya menggunakan bahasa asing itu. "Apa yang mereka katakan?" Takeo men¬condongkan badan ke arah Kaede dan ber¬bicara d i telinga istrinya. "Maafkan aku. mereka tampak kebingungan. s erta berharap dia mau terus belajar dari kita. seolah gagasan itu terlalu absurd untuk dibicarakan." sahutnya. dan hebat dalam keduanya. Tak ada alasan lagi bagi kalian untuk tinggal di Hagi. dan istriku akan sangat sibuk mengurus anak. "Takkan ada hal semacam itu. "Aku akan mengatur kapa l dengan Terada Fumio dia akan menemani Anda. "Mereka mengira kalau kaulah yan g mereka sebut raja. seraya berpikir akan menulis surat kepada Taku. "Mereka tidak tahu kalau ada Kaisar. Mereka mengajukan per¬tanyaan pad a Madaren dengan hati-hati. tapi mereka ingin tahu apakah mer eka boleh . seolah gagasan itu terlalu absurd untuk dibicarakan." bisik Takeo. "Tapi Lord Otori akan ke mana begitu lama. seraya melihat sekilas ke arah Takeo dengan tatapan terkejut. dan melihat kalau hal itu membuat mereka kesal. "Lady Otori telah menja di murid sekaligus guru. Aku akan pergi selama musim panas." tutur Kaede dengan pelan pada Takeo." ujarnya. Seturuh kota sudah tahu: tak ada alasan menyembunyikannya dari mereka." kata Don Carlo. dan melihat kalau hal itu membuat mereka kesal." Madaren bicara dengan ragu-ragu. tak i ngin Madaren mendengar. "Aku berterima kasih kepadanya dan bilang kalau dia juga pandai sebagai murid." "Dari Delapan Pulau?" "Mereka tidak tahu tentang Delapan Pulau mereka mengira hanya ada Tiga Negara." gumamnya. "Anda berdua harus kembali ke Hofu. Takeo kagum dengan kefasih an istrinya dalam bahasa yang aneh bunyinya itu." sahut Kaede pelan.Takeo tersenyum. begitu cepat setelah kelahiran anak A nda?" tanya Don Joao." "Aku akan merasa kehilangan Lady Otori. "Ada banyak hal yang dia merasa sudah tahu. "Aku akan mengunjungi Kaisar.

"Kami adalah utusan raja kami." "Kemungkinan itu bisa dilakukan. Sudah sepantasnya kami diper¬bole hkan memperlihatkan surat kepercayaan raja kami pada penguasa negeri ini." kata Takeo pada Ma daren. dalam hati ia bertekad tidak akan m elakukannya." "Apa mereka sudah gila?" imbuhnya cepat. Hal itu tidak mungkin. Setelah menerima makanan kecil dari Haruka. kotak penyimpan teh dari emas dan pernis hitam. mereka mengucapkan selamat tinggal." aku Takeo. Shigeko akan Halaman 189 dari 600 . bila memang bukan Lord Otori orangnya. Kaede sudah memerin tahkan dipersiapkan¬nya kain sutra yang indah. "Jangan terjemahkan itu! Katakan pada m ereka kalau masalah ini telah dipersiapkan berbulan-bulan sebelumnya. dan dikemas dengan bungkusan kertas halus bersama contoh keramik terindah. Takeo memikirkan dengan gembira kesan yang akan dibuat oleh kirin. berjanji akan mengirim surat dan hadiah sebelum Takeo pergi." Don Carlo lebih diplomatis. Mungkin Lord Otori bisa menjadi duta bagi kami.menemani Lord Otori ke ibukota. karena biasanya apa yang dianggap cukup oleh orang asing jauh dari yang biasa mereka la kukan. serta l ukisan pemandangan karya Sesshu. "Ingatkan pada mereka kalau hadiahnya harus mewah dan indah. "Mungkin memang seharusnya kami mengirim surat dan h adiah. " Don Joao memaksa.

namun ia pun sadar kalau Madaren sudah akrab dengan istrin ya selama musim dingin. Sebaliknya. Kau bisa memulai usahamu sendiri. embawa kuda-kuda dari Maruyama dan gulungan kaligrafi terbuat dari daun emas. dan saat Madaren tidak sanggup bicara. Takeo sangsi benda apa pun yang b isa disediakan kedua orang asing itu bisa layak dibawa sampai ke ibukota. ke tel besi dan rak lentera. ia merasa ada semacam kewajiban pada Madaren. dan terkejut ketika temyata bu kan itu yang dikatakannya. m enyesali sikapnya yang dingin. "Don Joao membutuhkan diriku. "Apa sebaiknya kuaturkan pernikahan untukmu? Aku akan mencarikan pedagang yang c ocok denganmu. mereka ak an mengira perempuan itu bicara padanya sebagai penerjemah. Madaren memanggil namanya. Ketimbang menganta r mereka sampai ke gerbang. bila ada yang melihat mereka bersama. k etel besi dan rak lentera." Takeo mengira kalau adiknya ingin ber¬terima kasih. Aku tidak b isa meninggalkannya. Untungnya. Semua itu untuk menghormati Kaisar dan memperlihatkan kekayaan dan status kedudukan Klan Otori serta kekayaan negaranya. dia malah bicara dengan nada agak keras. Kebalikan dari sikapnya. Dan itu hanya kau yang bisa berikan. dan juga keluargamu.membawa kuda-kuda dari Maruyama dan gulungan kaligrafi terbuat dari daun emas." "Aku tidak ingin semua itu." katanya dengan berlinang air mata. dia berkata dengan ramah. "Aku tahu kau belum sepenuhnya ber¬pa ling dari . Tindakan adiknya membuat ia gusar karena tidak ingin didekati. "Apa yang bisa kubantu? Adakah kebutuhanmu yang belum terpenuhi? Apakah kau perlu uang?" Madaren menggelengkan kepala. bukan kerabatnya. Semua itu untuk menghormati Kaisar dan memperlihatkan kekayaan dan status kedudukan Klan Otori serta kekayaan negaranya. Takeo berbalik. "Ada satu hal yang kuinginkan lebih dari segala¬nya. seraya membungkuk dengan sikap mereka yang canggung dan kaku. bahkan untuk diberika n kepada menteri sekali pun. Madaren justru berlari mengejar." sahutnya." Takeo menaikkan alis dan menanti kelanjutan kata-kata adiknya. "Tomasu. bahkan untuk diberika n kepada menteri sekali pun. Takeo sudah melangkah keluar menuju taman sewaktu kedua orang asing itu mengundu rkan diri. Takeo sangsi benda apa pun yang b isa disediakan kedua orang asing itu bisa layak dibawa sampai ke ibukota.

Tuhan mengirimkan firasat kepad aku. di dunia ini." "Saat kau mengeluarkan kata-kata tak pantas itu. ke cuali kau kembali kepada Tuhan." sahutnya tenang." sahutnya. Ia takkan percaya pada kepercayaan mana pun . Api neraka melahap dirimu." "Tapi kehidupan kekalmu menjadi taruhannya. Kau pikir mudah bagiku untuk melakukannya? Lihat betapa gemetarnya tubuh ku! Aku takut mengutarakan kata-kata ini padamu. Katakan padaku kalau kau masih menjadi pengikut Hidden. Aku melarangmu mendekatiku dengan cara seperti ini lagi. Rasa tertekan dan ketulusannya tak dira¬gukan lagi. agar rakyatnya bebas memilih.Tuhan. dalam segala keindahannya d i musim semi. "Madaren. "Maksudku. Itulah yang menantimu setelah kematian." Air mata berlinang di wajahnya. Sudah menjadi tugasku untuk menyelamatkan dirimu." Halaman 190 dari 600 . jiwamu." ujarnya lembut. Pendiriannya tidak akan goyah. "Aku me lihatmu terbakar di neraka." "Aku tidak lagi pengikut ajaran itu. "Tidakkah ini cukup? Dunia tempat kita lahir dan tempat kita mati." Takeo ingat pesan dari tuhan yang mendatangi dirinya setelah demam karena terken a racun yang membawa dirinya ke ambang alam baka. seperti yang t adi kukatakan: tak ada satu agama pun yang b enar. Tapi aku harus mengatakannya!" "Hidupku di sini. tempat kembal inya jiwa dan raga dalam siklus besar. siklus kehidupan dan kematian? Ini sudah cukup indah dan men akjubkan. "Kau tidak boleh bicara denganku mengenai masalah ini . Takeo memberi isyarat agar adiknya melihat ke taman.

Dan kularan g kau mengungkapkan masa laluku pada mereka. meneruskan perbincangan yang tak ada tujuannya. Aku telah memutus tali hubungannya. dan pastikan kalau dia pergi secepatnya. "Lalu kelihatannya d ia kurang sehat. semua itu diciptakan oleh manusia. tapi bukannya tanpa syarat. Tak peduli seberapa dalam penyesalan atas lindakannya itu. "Tidak. Lord Takeo?" "Juru bahasa itu mengajukan beberapa pertanyaan." sahutnya. T ak lama setelah pertemuan dengan orang asing selesai. kematian Jo-An di tangannya. ap a yang akan ia lakukan pada adiknya itu? Mengeksekusinya? Diingatnya." tuturnya. tapi tidak bisa melihat ada alasan mengapa dia tertahan di tempat itu oleh adiknya itu. Keadaanku saat ini membuatku mustahil untuk kembali. seolah sadar tempatnya yang sebenarnya."Tapi Tuhan yang menciptakan dunia ini. padahal cuaca hari itu hangat. gelandangan yang juga meng¬anggap dirinya sebagai utu san Tuhan Rahasia. jauh lebih hebat dari yang kau kira. "Kedua majikanmu sedang menunggu. "Semuanya baik-baik saja." katanya. Apa maksud perkataannya. seperti yang diingatnya s etiap hari. Sebaiknya kau kembali pada mereka. Pastikan perempuan itu pulih kembali. kelihatan cerah dengan azalea dan peony beserta tumbuhan eksotis lainnya yang dibawa Fumio untuk Eriko dari pulau-pulau yang jauh serta kekaisaran-kekaisaran terpencil: anggrek. Taman beratap. dihangatkan dengan sumber air panas yang mengelilingi gunung bera pi." dia membungkuk hormat sampai ke tanah. "Lord Otori. Ia telah membunuh masa lalunya. dunia menciptakan dirinya sendiri." Ia tidak marah lagi." "Tuhan. Kau akan selalu menikmati perlindunganku. keyakinan masa kec ilnya dengan Jo-An. lili . "jauh lebih kecil ke timbang dunia yang kita diami ini." katanya. bukan sebagai adiknya tapi serendah pelayan seper ti Haruka yang menunggu setengah bersembunyi di beranda. dan tak satu pun dari mereka bisa dibangkitkan kembali. " * Terada Fumio menghabiskan musim dingin di Hagi bersama istri dan anak-anaknya." "Tidak mungkin lebih hebat dibanding Tuhan. Tapi Tuhan yang menciptakan du nia ini. Takeo pergi ke rumah mereka yang berida di sisi lain teluk. Kuharap kau sadar sekarang kalau masa lal u sudah ditutup rapat." Ia merasa kedinginan. ia sadar kal au ia bisa melakukannya lagi tanpa ragu. dewa. Madaren tunduk pada kata-katanya.

kita akan siap perang. Selama itu Kahei akan mengumpulkan pasukan di perbatas an wilayah Halaman 191 dari 600 . "Suatu hari nanti kau harus ikut dengan¬ku. "Tapi kel ak aku ingin ikut jika aku mengundurkan diri atau turun takhta." "Kau mempertaruhkan Tiga Negara hanya dalam satu penandingan? Jauh lebih baik be r¬siap untuk berperang!" "Seperti yang kita putuskan tahun lalu. "Lihat saja nanti apa yang akan terjadi di Miyako." kata Fumio selagi mereka berjalan mel ewati taman dan menceritakan tempat asal tiap tumbuhan." "Apa kau memang mempertimbangkan hal itu?" Fumio mengamati. Aku berharap bisa memecahkan masalah tanpa berperang. "Kau belum pernah keluar Tiga Negara.dan mawar. Setidaknya aku bu tuh waktu satu bulan hingga sampai di ibukota. Saga Hideki mengusulkan suatu penandingan putriku yang akan menggantika n diriku dan yang lainnya sudah yakin kalau hasilnya kelak akan berpihak kepadaku. karena kau sudah mem¬bawakan dunia kepadaku." sahut Takeo." "Tidak perlu. tatapan matanya yang penuh semangat menelusuri wajah Takeo.

" "Bahaya terbesar yaitu Zenko memanfaat¬kan ketidak-hadiranku dan memberontak." *** Ia lupa pada semua kecemasannya saat menikmati sake dan makanan yang disiapkan E riko. "Aku akan mencari tahu semampuku. dan bisa menyerang di Kumamoto bila perlu." Fumio berjanji. Kekuatan kita akan berada di sana hanya jika syaratku t idak dipenuhi. Kau dan ayahmu harus pergi dengan armada perang k e Hofu. atau jika mereka ingkar janji. bersiap menerima serangan dari laut. Kekuatan kita akan berada di sana hanya jika syaratku t idak dipenuhi. Taku ada di sana dan akan tetap memberitahu kan padamu apa pun yang terjadi. serta taman yang indah. dan dia akan mengup ayakan seluruh pengaruhnya atas Hana." imbuhnya. Aku diwajibkan ikut penandingan itu." tutur Fumio. tapi dengan syarat yang akan dibicarakan dengan Saga. . Tapi istrinya akan ke Hagi. dan mulai mengerti bahasa mereka." "Mereka akan kembali ke Hofu?" "Mereka akan membangun pos dagang di sana." "Kita harus menggerakkan armada dari Hagi ke Hofu. ditemani kawannya si perompak tua Fumifusa. ikan segar dan sayuran musim semi. Aku diwajibkan ikut penandingan itu. masih dengan pikiran yang tenang dan ceria. atau jika mereka ingkar janji. tapi dengan syara t yang akan dibicarakan dengan Saga. Bicara tentang s ake. Takeo pulang ke rumah melalui tepi sungai. "Mari kita minum beberapa cangkir. menang atau kalah. Kau bantu mereka melakukannya sambil mengawasi. Saat memasuki taman. terutama setelah minum sake. semangat¬nya bangkit lagi ketika mendengar suara Shizuka. kedua putranya sudah berada di sana. Gadis Muto itu." imur. menang atau kalah. Dan kau bisa mengajak orang-orang asing itu bersamamu. Kaede sepakat denganku. Menurutku. Untung nya dia bukan orang yang tertutup." Takeo terus menceritakan tentang kekhawatirannya atas orang-orang a. Ayahku ingin bertemu denganmu. juga akan pergi bersama mereka.Timur. Mai.sing karena kemungkinan sudah ada yang tinggal di Kumamoto. "Itu berarti ki ta mengendalikan bagian Barat dari laut. dia tak akan benin dak bodoh dengan mempertaruh-kan nyawa mereka. "Aku harus mengenal Don Joao dengan cukup baik musim dingin ini.

"Dia mengingatkanku pada Yuki saat seusia nya. "Aku dapat kabar dari Taku pada akhir musim dingin. juga kakak¬nya. "Dia ingin bertemu de nganmu.. Aku terkejut Taku belum kembali ke Inuyama. Penuh percaya diri. "Di a sehat-sehat saja?" Shizuka tersenyum. Tumbuh dengan baik. Ha ruka menyajikan teh lalu meninggalkan mereka berdua. Tapi dia kini dalam usia ketika dapat menyerap semua pelajaran dengan cepat." Mendengar nama Yuki disebut membuat Takeo hanyut dalam lamunan.." sahut Shizuka. Menyadari itu." "Benar. Dia bilang Akio ber ada di Kumamoto bersama dengan putramu. "Bukan di Negara Tengah." sahut Shizuka. Apakah para tetua Muto mendukungmu?" "Ada perbedaan pendapat. "Pikirannya bercabang tentang masalah itu. Dia ber¬kembang tanpa kehadiran Maya.. tapi dari wila yah Timur dan Barat. serta Kaede akan sibuk dengan bayinya. Dia merindukanmu. Sepertinya tidak bijaksana kalau tidak dimanfaatkan. S hizuka berkata." sahut Takeo."Kau tidak ajak Miki?" tanyanya saat ber¬gabung dengan Shizuka di ruangan atas. Aku tak ingin membicarakannya di sini. tapi kehadirannya di tempat Zenko berdampak pada banyak hal yang harus kubicarakan denganmu. bahkan ternyata sangat baik ba ginya keluar dari bayang-bayang kakaknya. Dan karena kau akan pergi selama musim panas ini. tempat dia bisa Halaman 192 dari 600 ." "Aku sebenarnya berharap bisa bertemu dengannya sebelum pergi.

" sahut Takeo. Aku yang akan mengaturnya. namun ia menjawab dengan ringan." Kata-kata Shizuka menyengat dirinya." engerahkan kendali atas kaum Tribe di wilayah Timur.' Takeo berhenti sejenak." Mata Shizuka berkilat." Shizuka berkata. lalu berkata. "Dia semakin mirip dengan ayahnya.mengerahkan kendali atas kaum Tribe di wilayah Timur. Kau hanya pe rlu memberi perintah. "Hari pertama kita bertemu. itu sebabnya dia tidak takut atau hormat padamu. dan sangg up menyaksikan kau membunuh putranya sendiri. kagum karena Shizuka bisa dengan sikap dingin menyarankan untuk membunuh putra sulungnya sendiri." Suaranya kedengaran teratur. "Aku sudah berjanji pada diriku dan pada negara ini untuk mengambil jalan perundingan demi mencapai keadi lan serta kedamaian. mengancam dan memberi perintah padanya." "Taku sudah terobsesi pada gadis yang kami kirim untuk merawat Maya. Zenko lain lagi masalahnya. Saranku. tapi tidak ada air mata. sebelum d ia mengumpulkan lebih banyak dukungan lagi. dan Taku serta tentu saja aku. apalagi kau akan segera berangkai. Tampaknya dia bertekad untuk menuntut jabatan ketua Muto. tapi dia tetap ingin memancing amarahku. demi kekuasaan. "Tapi Kenji dan aku tak sanggup menanamkan sifat itu ke dalam dirimu. merasakan percikan kemarahan yang sama. tapi aku enggan meninggalkan Kaede di saat seperti ini. apalagi kau akan segera berangkai." ujar Takeo. tapi Takeo melihat kalau Shizuka benar-benar tertek an. tapi untuk sementara ini dia masih bisa dik endalikan. Zen ko tahu itu. Aku tak bisa lupa kalau Arai memerintahkan kematianku. Takeo. "Tapi gangguan semacam itu hanya akan membu atnya gegabah. yaitu secepatnya menyingkir¬kan Zenko." ujar Takeo . Kenji berkata kalau aku harus belajar kekejaman dari dirimu. Aku khawatir bila kedua putraku membuatmu kec ewa. Aku harus ke sana. Aku tak membiarkan tantangan Zenko . tapi ak u enggan meninggalkan Kaede di saat seperti ini. sebagai pemimpin keluarg a Muto sekaligus sahabat keluarga Otori. Aku harus ke sana. "Kudengar desas-desus tentang itu. setelah semua yang kau lakukan demi mereka. "Aku sudah berusaha meredamnya. "Aku percaya pada Taku. dan itu akan menjadi k onflik dengan dirimu.

tapi akibat yang harus ditanggung kita se mua tak terbayangkan besarnya. "Walaupun kupikir tak sat u pun dari keduanya akan berterima kasih padamu! Jangan katakan ini pada siapa pun. dan dilihatnya Sunaomi dan Chikara datang sambil mencipakkan air di bawah dinding mereka pasti habis bermain di tepi sungai. kau tidak perlu mengatakan apa-apa. lalu memperpanjang pertikaian. "Tindakan yang sangat bagus. tap i bertindaklah cepat. "Tapi kau takkan mengikuti saranku. Bagaimana Takeo bisa membunuh ayah mereka? Ia justru hanya akan membuat kedua bo cah itu bersikap menentangnya dan keluarganya. Sunaomi pasti Halaman 193 dari 600 ." Shizuka mengamati." komentar Takeo.mengingkari janji itu. Matahari telah tenggelam dan taman berganti dengan cahaya biru malam. "Aku menawarkan Miki untuk ditunang¬kan dengan Sunaomi. Takeo. aku berterima ka sih padamu karena membiarkan putraku tetap hidup." Shizuka tampak berusaha agar suaranya kedengaran lebih ringan. Kunang-kunang berke lap-kelip di atas aliran sungai. Buatlah sah menurut hukum." "Maka tangkap dan adili dia dengan tuduhan makar." Ucapan Shizuka membuat sapuan dingin firasat merayap hingga ke tulang punggung¬nya . Tentu saja. dan saat tidak ada jawaban. dia meneruskan. Rasa lapar yang membawa mereka pulang.

Dia sangat kesal dengan kejadian di musim panas kemarin itu. Kelak saat sudah dewasa baru dia bisa menyadari betapa besar kehormatan yang diterimanya. Dia sangat kesal dengan kejadian di musim panas kemarin itu ." sahutnya dengan penuh perasaan ." Dari ekspresi Shizuka. Takeo mendengar langkah Haruka berlari di beranda. bersemangat untuk bertemu dengan kedua putra kandungnya dan menemani kakaknya sementara Takeo pergi. Kutukan yang dibisik¬kan rakyat yang karena kelahiran si kembar telah sirna. setidaknya di Maruyama. dan kediaman telah disucikan sesuai adat. Kaede membawa si bayi dan menaruh si bayi di gendongan sang ayah. Di taman kedua bocah berdiri dan menatap Haruka. Ketika masa pingitan Kaede berakhir." Bayi itu. tapi pembicaraan mereka disela oleh teriakan dari belakang rumah." tutur Kaede. Takeo belum siap untuk menerima makhluk mungil berwajah merah dan berambut hitam ini dan untuk kebanggaan dalam dirinya. membuat nightingal e floor ber¬nyanyi. dia seakan mem¬peringatkan kalau ia takkan punya negara lag i yang bisa dipulanginya. tempat para perempuan. Inuyama dan Hofu. dan seekor kuda poni. seperti keinginan Kaede selama ini. Proses kelahiran berlangsung cepat. Kabar itu diterima dengan kegembiraan yang sama selama beberapa minggu kemudian di seluruh penjuru Tiga Negara. meski dalam batasan tertentu karena cengkeraman si bayi pada tangan kehidupan masih lemah serta rapuh. berjenis kelamin laki-laki.membenci usulan ini. Kemungkinan kegem biraan itu kurang dirasakan di Kumamoto. Tabib Ishida. tapi Zenko dan Hana mengirimkan hadiah yang indah: jubah sutra untuk si bayi." teriak Haruka." embenci usulan ini. Kabar itu langsung dirayakan di seluruh kota Hagi. Menggendong putranya sendiri membuat ia merasa berbeda . bayinya kuat dan se hat. "Memberimu seorang putra. Kelak saat sudah dewasa baru dia bisa menyadari betapa besar kehormatan yang diterimanya." "Kau sudah memberiku lebih dari yang kuharapkan. "Cepat kemari! Lady Otori sudah mau mela hirkan." "Masih terlalu dini untuk mengumum¬kannya mungkin setelah aku kembali pada akhir mus im panas. Hana bers iap melakukan perjalanan ke Hagi di akhir musim panas. "Shizuka. "Ini yang kudambakan seumur hidupku. Tampaknya jelas kalau Lady Otori akan memiliki seorang putra sebagai pewaris. pedang kecil milik keluarga Arai.

bahwa kau bahagia dengan ketiga putri kita." Diambilnya si bayi lalu menatap wajah bayi mungil itu. "Tapi jangan bicara tentang kematian ." "Aku memang bahagia." sahutnya." "Aku berharap tidak meninggalkanmu. pasukan Tiga Negara akan menghabisinya dengan mudah. Kita akan hidup untuk melihat putra kita dewasa. Dipertimbangkannya masak-masak hal i tu. jika perjalanan itu ditunda. maka ia akan terlihat arogan sekaligus pengecut. ia akan bertempur sampai titik darah penghabisan untuk me mpertahankan Tiga Negara agar bayi ini bisa mewarisinya.. Biar saja Si Pemburu Anjing menyerang. "Tapi kau harus pergi. Sudut matanya mulai terasa hangat. namun ia tak bisa berhenti tersenyum. "Aku takut. "Aku juga berharap demikian. "Aku bisa mati saat ini juga. "Aku tidak akan sendirian lagi dengan lakilaki mungil ini di sisiku!"* Halaman 194 dari 600 ." "Aku merasakan hal yang sama." sahut Kaede. dan kemudian menghadapi Zenko. hingga aku hampir saja me mercayaimu.. Ia akan mencoba cara damai dulu. wajah Kaede penuh kasih sayang." gumam Kaede.. begitu sering kau mengatakan tidak meng¬i nginkan anak laki-laki. lalu ia singkirkan dari benaknya. "Kau bahagia!" seru Kaede. Ia tercengang de ngan kekuatan perasaan itu. seperti yang telah di putuskan." Seketika ia terpukau pada pikiran untuk mengabaikan perjalanan ke Miyako.

dan kulitnya menjadi lebih gelap seperti warna madu. tapi aku sering mendoakan arwah Shigeru. berdiri sebuah kuil keci l. Beruntung panen kali ini berlimpah: baik pasukan maupun mereka yang penduduk tak kan kelaparan. melewati pegunungan dan jalan pantai menuju Mats ue. Hewan itu kini leb ih tinggi. Alan gkah anehnya kepercayaan orang-o rang itu. Menurut Tabib Ishida." Shigeko menyarankan. Ayah.Takeo harus pergi sesegera mungkin agar bisa sampai di tujuan sebelum mulai huja n plum. Dia membawa kekuatan utama pasu kan Otori: lima belas ribu pasukan dari Hagi dan Yamagata. dan Miyoshi Gemba dari Terayama. ketika aku membutuhkan kearifan sert a keberaniannya. Padi mulai tumbuh di sawah yang tergenang. Dalam mengatur perjalanan. "Ayah belum pernah keluar perbatasan Tiga Negara. dilihatnya kalau kuil itu dipersembahkan bagi Jo-An. Aku bilang kalau tidak memercayai apa pun. "Kita semua bisa menumpang kapal. Di tepiannya. hewan itu sebaiknya tidak ikut berjalan kaki ke sana karena Jajaran Awan Tinggi akan terlalu berat baginya. memantulkan kilau me¬mesona saat disira mi cahaya matahari. bila ada badai di bulan kedelapan dan kesembilan. Pada akhimya diputuskan kalau Shigeko dan Hiroshi yang akan membawanya dengan ka pal sampai di Akashi. Miyoshi Kahei s udah berangkat ke wilayah Timur tak lama setelah salju mencair. yang paling membebani yaitu kirin. "Ayah ingin meli hat daratan dan jalan melewati jajaran itu." sahut Takeo. Takeo pernah melewati jalur bersama Lord Shigeru. Sejak musim panas. Fumio akan ke Hofu: dia akan membawamu dan k irin. sepuluh ribu orang lagi akan dihimpun Sonoda Mitsuru di Inuyama. pikirnya sambil mengenang percakapan¬nya dengan Mada ren . begitu pula dengan orang-orang asing itu." Bunga ceri berguguran dan kelopaknya berganti daun hijau yang baru ketika Takeo dan rombongannya berkuda dari Hagi. tapi ketenangan dan kedamaianny a tak berubah. di mana ada persimpangan jalan. Jalur ini mengembalikan kenangan pad a orang yang telah menyelamatkan dan mengangkatnya sebagai anak. ma ka laut adalah jalan yang akan kita lalui untuk kembali. ikan kering serta miso telah disim pan sebagai cadangan dan disebar sampai ke perbatasan wilayah Timur untuk persediaan bagi pa sukan. pikirnya. terutama saat seka rang ini. beras dan gandum. yang di beberapa tempat telah dianggap dewa. Shigeko dan Hiroshi tiba dari Maruyama.

teman seper¬jala nan yang paling tenang dan paling ceria yang bisa diharapkan.beberapa minggu lalu: keyakinan yang memaksa adiknya bicara padanya. Ia melihat sekilas pada Miyoshi Gemba yang berkuda di sampingnya. Takeo terdiam. Gemba acapkali tenggelam dalam medit asi. perselisihan antarsepupu. takut kalau Sunaomi terluka atas kejadian itu. teringat kejadian di biara. Ia membicarakan tentang Sunaomi. Saat berkuda. Gemba telah meng¬ikuti Ajaran Houou. ajaran yang penuh pengendalian diri. Itu akan memuaskan ayahnya!" "Kecuali Sunaomi memiliki perasan sebagai putra yang berbakti padamu. maka pertu nangan itu takkan berguna." sahut Gemba. Keyakinan y ang sama ditunjukkan oleh Jo-An dan kini Jo-An telah menjadi orang suci. Halaman 195 dari 600 . bak suara halilintar dari kejauhan atau raungan ber uang. dan sesekali bersenandung pelan. "Dia akan menjadi menantuku. yang pernah bertemu Gemba di Terayama. menceritakan tentang rencananya untuk menjodohkan bocah itu dengan putrinya.

" "Ya. ia mendiktekan surat untuk Kaede. "Aku akan menyurati istriku nanti mala m tentang usulanmu itu. dan untuk Taku di Hofu." "Kurasa usianya sudah cukup dewasa: tahun ini usianya sembilan tahun. "Hal itu tidak akan terjadi. kemudian melalui sungai dengan menumpang kapal tongkang yang melintasi antara kota kastil dengan pesisir . mana yang akan Taku pilih?" katanya pelan." Minoru mendampinginya seperti biasa. Bila tidak dapat melepaskan diri." "Dia tinggal bersamaku sebagai ke¬ponakanku. keraguan mulai merayapi dirinya. aku juga berpikir begitu. maka akan dipupuk dan dikembang¬kan." "Apakah ini bijaksana?" tanya Minoru." "Terutama apa?" "Bila keluarga Muto tidak lagi yakin kepada siapa mereka akan berpihak?" Karena Takeo mengandalkan Tribe untuk membawa pesan tertulis dengan cepat ke sel uruh Tiga Negara. "Aku percaya kalau anak itu pun ya naluri yang baik." aku Takeo. namun juga seb agai sandera atas kesetiaan ayahnya. terutama. Ia menatap Minoru." "Ijinkan dia ke tempat kami saat kita kembali." Dia melihat burung houou." diktenya. kabari aku. kirim anak itu pada kami.... "Datanglah sendiri. "Bila keluarga Muto memilih Zenko. Itulah yang ia harapkan dapat dikendalikan Taku. Jurutulisnya tahu lebih bany ak rahasia Tiga Negara dibanding siapa pun. perjalanan itu mudah karena melalui laut dari Hofu. "Surat bisa saja dikacaukan."Dia melihat burung houou. "Aku perca ya kalau anak itu punya naluri yang baik. dan malam itu di pemberhentian pertama mere ka. Baiklah. Kami akan mera watnya. mendengar kabar terbaru dari wilayah Barat. dan bila ada kebaikan dalam dirinya." kata Gemba. Ia merasa perlu bicara de ngan Taku. serta memintanya datang ke Inuyama a gar bisa bertemu di sana." akhirnya ia berkata. sebagai calon putraku. Bagi Taku. ." akhirnya ia berkata. Aku takut kelak terpaksa memerintahkan untuk membunuhnya. "Jinggalkan tanggunganmu dan pendampingnya di Hof u.

pikirnya. jalan mana yang akan mereka ambil? Takeo tetap bersikap siaga. Takeo bertanya pada dirinya sendiri lagi. Mereka telah berulang kali melindunginya. hampir sama kua tnya dengan Shun. tapi jauh lebih tegang. Halaman 196 dari 600 . tapi bila mereka harus memilih antara dirinya dan Tribe. sementara bagian terberat dalam perjalanan itu masih belum tiba. keduanya tiba di Inuyama dalam keadaan tegang serta kelelahan. bila mereka berbalik menentangku? Takeo mulai mencurigai kesetiaan Kuroda bersaudara. menangkap suasana hari penunggangnya. Dapatkah aku lolos dari Muto juga . senantiasa mendengarkan suara terpelan yang bisa jad i pertanda satu serangan. Ia selalu memercayai mereka sampai saat ini: meski mereka tidak memiliki kemampu an menghilang. Tenba cepat tanggap dan pintar. Tenba. dan mereka telah dilatih teknik bertarung cara T ribe oleh Kenji. tapi bibimya terkatup rapat dan tidak langsung menjawab." Percakapan ini melekat di benak Takeo sewaktu mereka melanjutkan perjalanan ke w ilayah Timur. "Tekankan kalau Taku harus datang sendiri. Jun dan Shin. "Perlu kutuliskan kalimat terakhir Anda?" dia bertanya. sudah beberapa b ulan ini Takeo menungganginya. Aku telah memperdaya Kikuta begitu lama. hingga terjalin ikatan kuat antara mereka. Kudanya. Penunggang dan kud a. namun mereka bisa merasakannya.Minoru menaikkan bahu. yang selalu me n¬dampinginya.

Semua laki-laki punya kebutuha n. Tomiko tidak terlihat khawatir.Inuyama dipenuhi dengan kegembiraan dan sibuk. Ai. Itu bukanlah hal yang serius. dulu adalah orang kepercayaan Arai. Ber¬ba gai urusan pasti menahannya di Hofu mungkin sesuatu yang tak ingin dia tulis dalam surat. dan suaminya Sonoda Mitsuru. Takeo menyayangi Ai. tentunya. Namun rasa lelah membuat Takeo men¬curigai semua orang di sekelilingnya. lalu merundingkan penyerahan wilayah Timur pada Otori. Ai. kedatangan Lord Otori dan penghimp unan pasukan berarti pedagang dan pembuat senjata sibuk siang dan malam. Takeo disambut adik iparnya. Takeo disambut adik iparnya. Satu hal yang mem buat Takeo senang yaitu Ai dan Mitsuru menikah atas dasar cinta. mereka terikat oleh hubungan perkawinan. Ai kerap men¬ceri takan tentang bagaimana penjaga di Inuyama hampir membunuh dia dan Hana ketika mendengar kabar kematian Arai dan kehancuran pasukannya. Takeo memercayai kedua orang ini. Beruntung Mitsuru telah lebih dulu mengambil ali h kastil. dan suaminya Sonoda Mitsuru. Karena rasa terima kasih itulah maka Takeo menikahkannya dengan Ai. lagipula. Sonoda be rasal dari Klan Arai." Tomiko melihat sekilas ke arah Takeo lalu berkata. dan M itsuru telah menjadi orang yang pragmatis. Lord Otori. Suamiku tidak pernah . nuyama dipenuhi dengan kegembiraan dan sibuk. ia memperingatkan dirinya sendiri. tapi aku sudah menduga hal semacam itu. kagum akan sifat lembut dan kebaikan hatinya. Akita. uang dan sak e mengalir sama derasnya. yang memang saling mencintai. Seberapa besar sisa kesetiaan ada dalam dirinya ter-hadap putra Arai? Takeo semakin gelisah dengan kenyataan tidak adanya tanda-tanda keberadaan Taku. Pamannya. maka kita akan segera mendengar kabarnya. "Aku sudah dengar tentang per empuan itu. yang mendapatkan surat dari suaminya saat musim semi. menyembunyikan kedua gadis itu. namun penampilannya menarik. "Apabila ada masalah. Dipanggilnya istri Taku. dia b er¬bagi angan Takeo akan negara yang makmur tanpa penyiksaan maupun suap. ataupun kabarnya. Tomiko. sensitif tanpa berkurangnya keberaniannya. Dia tidak sec antik kedua saudaranya. tapi akhir-akhir ini belum ada kabar. Seringk ali dia berhasil meng-gunakan keahlian berundingnya untuk mewakili Takeo: bersama istrinya. dan suamiku berada jauh dalam waktu lama. kedatangan Lord Otori dan penghim punan pasukan berarti pedagang dan pembuat senjata sibuk siang dan malam. dia sudah terbiasa dengan ketidakhadiran suaminya. uang dan sak e mengalir sama derasnya.

Lord Otori: kami tidak me¬nerima " Sonoda mulai angkat bicara. "Kau akan Halaman 197 dari 600 ." "Akan kuatur agar dilakukan besok. "Bila kami menerima perintah itu." sahut Takeo. Menundanya lebih lama akan dianggap sebagai kelemahan. serta tidak memberi kabar. Tapi mereka tidak bereaksi apa-apa. harus segera." "Tadinya aku berharap mereka tetap hidup. "Ya." Sonoda meyakinkan." ujar Sonoda.serius tentang hal itu. "Tidak menerima atau mengabaikan?" Takeo sadar kalau cara bicaranya terlalu blak¬b lakan. Sonoda berusaha keras menyem¬bunyikan rasa tersinggungnya." "Maaf. "Jika keluarga mereka ma u berunding. kami pa sti sudah melaksanakannya." "Mereka kelihatan masih begitu muda. mereka tidak harus mati. "Kuyakinkan kepada Anda." Kekhawatiran Takeo justru kian ber¬tambah saat ia mendengar kalau para sandera yan g seharusnya telah dieksekusi ternyata masih hidup.. tapi Takeo mem otong perkataannya.. memerintahkan agar dilakukan secepatnya." Ai setuju. Aku pun bertanya¬tanya mengapa masalah ini ditunda begitu lama. tapi istriku selalu berpihak kepada belas kasihan. A ku pasti akan melakukannya sendiri.. "Aku sudah kirim suratnya beberapa minggu lalu." kata Ai. "Dan gadis itu.

hadir?" dir?" "Karena aku sudah di sini, maka aku harus hadir," sahut Takeo, karena ia sendiri yang membuat aturan bahwa eksekusi untuk pengkhinatan harus disaksikan orang yang jabatannya paling tinggi, dirinya sendiri atau salah seorang keluarganya atau pengawal senior. Takeo meras a kalau peraturan itu menekankan perbedaan hukum antara eksekusi dan pembunuhan. Menurutnya, peman dangan semacam itu memuakkan sehingga ia berharap dengan menyaksikan itu akan mencegah dirinya dari mengeluarkan perintah dengan sembarangan. Eksekusi dengan menggunakan pedang di¬laksanakan keesokan harinya. Ketika mereka d ibawa menghadap sebelum mata mereka ditutupi, Takeo mengatakan bahwa ayah mereka, Gosa buro, sudah dieksekusi Kikuta karena ingin merundingkan nyawa mereka. Tak satu pun dar i mereka bereaksi; mungkin mereka tidak percaya. Tampak kilatan air mata dari mata gadis itu; selain itu, kedua orang itu menghadapi kematian dengan berani, bahkan bersikap menantang. Ta keo kagum dengan keberanian mereka dan menyesali hidup mereka yang singkat, ber pikir dengan pedih bahwa mereka masih ada kerabatnya, bahwa ia telah mengenal me reka sejak kecil. Keputusan itu dibuat bersama Kaede, dan atas saran para pengawal seniornya. Kepu tusan yang berdasarkan hukum. Namun Takeo tetap berharap bisa melaku¬kan yang sebaliknya, dan kematian tampak seperti pertanda buruk. * Sepanjang musim dingin, Hana dan Zenko sering bertemu Kuroda Yasu untuk mem¬bicara kan tentang pembukaan perdagangan dengan orang asing, dan mereka senang ketika Yasu mendengar Don Joao dan Don Carlo ke Hofu pada akhir bulan. Mereka kurang senang dengan ber ita bahwa Terada Fumio telah membawa armada perang ke perairan laut dalam dan kini mengawa si jalur perairan. "Katanya kapal mereka jauh lebih baik dari kapal kita," kata Yasu. "Andai kita b isa minta bantuan mereka!" "Kalau mereka ingin berpihak kepada kita menentang Otori..." ujar Hana, menyuara¬k an pikirannya. "Mereka ingin berdagang, dan agar rakyat mau berpindah memeluk agama mereka. Taw arkan pada mereka salah satu atau keduanya. Mereka akan berikan apa saja sebagai imbalannya."

Komentar ini melekat di benak Hana selagi bersiap-siap pergi ke Hagi. Sewaktu memikirkan menghadapi kakaknya dengan rahasia yang akan ia bawa, Hana merasa ber¬semangat sekaligus takut, semacam ke¬gembiraan yang menghancurkan. Tapi ia tidak meremehkan Takeo, karena suaminya cenderung bersika p sebaliknya. Hana mengenal kekuatan dan karakter kakak ipar¬nya yang selalu memenangkan cinta d ari rakyatnya serta pendukung setia dari berbagai kalangan. Mungkin juga Takeo akan me¬menangkan hati Kaisar dan kembali dengan restu dari Kaisar. Maka Hana berpikir keras selam a musim dingin tentang strategi lebih lanjut untuk menopang perjuangan suaminya demi balas dend am dan kekuasaan. Saat mendengar orang-orang asing itu sudah kembali bersama jurubahasa nya, Hana bertekad untuk pergi ke Hagi melalui Hofu. "Kau seharusnya ikut bersama kami," ujar Hana pada Akio yang sudah menjadi tamu tetap ke kastil selama musim dingin. Akio selalu melaporkan kabar dari seluruh penjuru negara, s erta perkembangan Halaman 198 dari 600

yang tengah dibuat Hisao dan Koji dalam penempaan. Darah Hana selalu menggelegak dengan kehadiran laki-laki itu. Menurutnya ang tengah dibuat Hisao dan Koji dalam penempaan. Darah Hana selalu menggelegak dengan kehadiran laki-laki itu. Menurutnya kekejaman pragmatis laki-laki itu menarik. Saat ini Akio melihat Hana dengan tatapan yang penuh perhitungan seperti biasa. "Ya, aku tidak keberatan. Tentu saja, aku akan ajak Hisao." Satu kali, mereka hanya berdua saja. Kala itu cuaca masih dingin di akhir musim se mi dengan cuaca yang tak menentu namun wangi bunga yang baru mekar tercium dan malam terasa lebih ringan. Saat itu Akio datang untuk menemui Zenko yang sedang melihat latihan pas ukan dan kuda. Akio semula enggan tinggal lama, tapi Hana memaksa dengan menawarkan sake dan ma kanan. Dia melayani sendiri laki-laki itu, membujuk serta menyanjungnya, membuat Akio tak m ungkin menolak. Hana mengira Akio tidak mudah di¬pengaruhi sanjungan, tapi bisa dilihatnya erhatiannya membuat laki-laki itu senang dan boleh dibilang menjadi lembut. Hana ingin bagaimana rasanya tidur dengan orang itu; walau ia berpikir takkan melakukannya, pikiran itu at ia ber¬semangat. Hana mengenakan jubah sutra berwarna gading, dihiasi bunga ceri merah muda urung bangau: motif penuh kalau p tahu membu dan b

warna yang digemarinya. Sesungguhnya cuaca terlalu dingin untuk mengenakan pakai an semacam itu, dan kulitnya terasa dingin membeku, tapi ia sedang gembira: ia masih muda, darahnya bergejolak dengan dorongan yang sama seperti dorongan akar¬akar dari dalam bumi, tunas dari r anting. Penuh percaya diri dengan kecantikannya, ia memberanikan diri bertanya pada Akio, seba gaimana yang diinginkannya sepanjang musim dingin ini, tentang Hisao. "Dia tidak mirip ayahnya," komentar Hana. "Apakah dia mirip dengan ibunya?" Saat Akio tidak segera menjawab, Hana mendesak, "Seharusnya kau ceritakan semua¬ny a padaku. Makin banyak yang bisa ku¬ungkapkan tentang dirimu pada kakakku, maka semakin kuat akibatnya pada dirinya." "Itu sudah bertahun-tahun silam," tutur¬nya. "Jangan berpura-pura kalau kau sudah melupakannya! Aku tahu bagaimana ke¬cemburuan mengukirkan kisahnya dengan belati di hati kita." "Ibunya adalah perempuan yang luar biasa," Akio mulai bercerita. "Sewaktu di¬saran

kan agar dia tidur dengan Takeo, aku takut untuk menyuruhnya melakukan itu. Meminta Yuki melakukan hal semacam itu hal yang lazim di kalangan Tribe, dan kebanyakan perempuan melakukan apa yang diperintahkan, ta pi Yuki merasa itu sebagai penghinaan. Ketika dia setuju, kusadari kalau Yuki menginginkan Take o. Aku melihat dia menggoda Takeo; bukan hanya sekali, tapi berkali-kali. Aku tidak menyangka kalau hatiku akan terasa sepedih itu, atau ke-bencian yang begitu dalam pada Takeo. Aku belum pema h membenci siapa pun; aku membunuh atas perintah, bukan karena perasaan pribadi. Takeo memi liki apa yang paling kuinginkan, dan dia menyia-nyiakan¬nya. Dia meninggalkan Tribe. Bila Takeo merasakan sedikit saja apa yang pernah kurasakan, maka itu yang disebut keadilan." Akio mendongak. "Aku tidak pernah tidur dengannya," tuturnya. "Aku menyesali itu lebih dari segalanya. Andai aku mampu melakukannya, sekali saja... Tapi aku tidak ingin men yentuhnya saat dia mengandung anak Takeo. Dan aku memaksanya bunuh diri. Aku harus melakukannya: ka rena Yuki tidak berhenti mencintai Takeo; dia tidak akan memaksa anak itu membenci Takeo seperti yang telah kulakukan. Aku tahu dia harus menjadi bagian dari balas denda mku, tapi seiring tumbuh dewasa, dia tidak menunjukkan bakat apa pun, aku tidak tahu mengapa. Dala m waktu yang lama kukira memang tidak ada harapan lagi: berulang kali, para pembunuh yang jau h lebih terampil dari Hisao saja gagal. Kini kutahu kalau Hisao yang akan mcmbalaskan dendamku. D an aku akan ada di sana untuk menyaksikannya." Mendadak Akio berhenti bicara. Halaman 199 dari 600

Kata-kata itu meluncur deras dari mulut¬nya. Dia telah menyimpan semua ini rap atrap at selama bertahun-tahun, pikir Hana, merasa tersanjung dan gembira karena laki¬laki itu per caya padanya. ata-kata itu meluncur deras dari mulut¬nya. Dia telah menyimpan semua ini rap at-r ap at selama bertahun-tahun, pikir Hana, merasa tersanjung dan gembira karena laki¬laki itu per caya padanya. "Saat Takeo kembali dari Timur, Kaede pasti akan tahu semua ini," ujar Hana. "Ma salah ini akan memisahkan mereka. Kaede takkan memaafkannya. Aku mengenalnya: Takeo akan melari kan diri dari Kaede dan dari dunia ini, dia akan mencari perlindungan di Terayama. Biara itu hampir tidak dijaga. Takkan ada yang menduga kau akan ke sana. Kau bisa mengejutkannya di san a." Mata Akio setengah terpejam. Lalu meng¬hembuskan napas panjang. "Itu satu-satunya yang akan mengakhiri penderitaanku." Hana tergoda oleh hasrat untuk memeluk Akio, untuk meringankan sakit hati orang itu: yakin bisa menghibur laki-laki itu atas kematian ia ragu untuk menyebutnya sebagai pembunuhan i strinya. Namun dengan hati-hati menyimpan kenikmatan ini untuk masa yang akan datang. Ada hal lain lagi yang ingin dibicarakannya dengan Akio. "Hisao telah berhasil menempa senjata api kecil yang bisa dibawa tersembunyi?" t anya Hana. "Tak ada pun bisa mendekati Takeo untuk bisa membunuhnya dengan pedang, tapi senjata api bisa digunakan dari jauh, kan?" Akio mengangguk dan bicara dengan lebih tenang, seolah lega topik pembicaraan su dah berganti. "Dia sudah mengujinya di tepi pantai. Jangkauannya lebih jauh dari panah, dan pe luru lebih cepat dibanding anak panah." Sesaat Akio berhenti bicara. "Suami Anda amat tertarik, s enjata yang menyebab¬kan kematian ayahnya. Dia ingin Takeo mati dengan cara yang sama memaluka nnya." "Memang ada semacam keadilan di dalam nya," ujar Hana setuju. "Cukup menyenang¬kan. Tapi agar benar-benar berhasil, kau pasti akan melatih Hisao secara khusus? Sebaiknya dilakukan uji coba untuk memastikan semua berjalan lancar, agar dia tidak kehilangan nyali, agar bidikannya benar-benar tepat." "Apakah Lady Arai punya orang yang bisa diusulkan?" Akio menatap langsung pada H ana dan ketika tatapan mereka beradu, hati Hana serasa melompat gembira. "Sebenarnya aku memang punya," sahut¬nya pelan. "Mendekatlah dan aku akan membisik kan

namanya." "Tidak perlu," sahutnya. "Aku bisa menebaknya." Tapi Akio akhirnya mendekat, begitu dekat hingga Hana bisa mencium napasnya sert a mendengar detak jantungnya. Tak satu pun dari keduanya bicara atau bergerak. Angin mengget arkan layar kasa, dan dari arah pelabuhan terdengar jerit burung camar. Setelah beberapa saat, Hana mendengar suara Zenko dari pelataran. "Suamiku sudah kembali," katanya, sambil berdiri, tak yakin apakah merasa lega a tau kecewa. *** Lord dan Lady Arai sering bepergian antara Kumamoto dan Hofu, maka kedatangan me reka di kota itu tidak lama setelah kembalinya orang-orang asing, tidaklah mengherankan. Kapa l yang ditumpangi para orang asing segera berangkat lagi menuju Akashi bersama Shigeko, Sugita Hir oshi dan kirin. Penduduk Hagi melepas kepergian kirin dengan rasa bangga dan sedih; mereka telah merasa memiliki hewan itu sejak kedatangannya yang mencengangkan di pelabuhan mereka. T ak lama kemudian, Terada Fumio bersiap berlayar untuk bergabung dengan ayahnya, Fumifusa , di teluk, bersama dengan armada Otori. Orang-orang asing sudah sering ber¬kunjung ke tempat Lord Arai sehingga tidak mena rik perhatian. Perbincangan mengalir lebih lancar karena si jurubahasa makin berani dan percaya diri, dan Don Carlo pun makin fasih. "Anda pasti mengira kami bodoh," katanya, "karena tidak mengetahui ada Kaisar. K ini kami sadar kalau kami harus mendekati beliau karena kami adalah utusan Halaman 200 dari 600

raja kami, dan monarki harus berhadapan dengan monarki.aja kami, dan monarki har us berhadapan dengan monarki." Hana tersenyum. "Lord Kono yang baru¬baru ini kembali ke ibukota, dan yang pernah bertemu Anda berdua, adalah keluarga kekaisaran. Dia meyakinkan kami bahwa Lord Arai mendapat dukungan Kaisar. Kepemimpinan Lord Otori di Tiga Negara dianggap tidak sah, maka dia hend ak meng¬ajukan pembelaan atas tuduhan itu." Don Joao nampak tertarik saat kalimat ini diterjemahkan. "Mungkinkah Lord Arai b isa membantu kami mendekati Yang Mulia Kaisar?" "Akan kulakukan dengan senang hati," sahut Zenko, wajahnya bersemu merah karena gembira dan juga karena minum sake. Perempuan itu, si jurubahasa, mener¬jemahkan kalimat ini, lalu mengatakan beberapa kalimat lagi. Don Carlo tersenyum agak sedih, Hana pikir, lalu menganggukkan kepala dua atau t iga kali. "Apa yang kau katakan?" tanya Hana langsung pada Madaren. "Maaf, Lady Arai. Aku bicara soal masalah keagamaan pada Don Carlo." "Ceritakan lebih banyak lagi pada kami. Kami tertarik pada ajaran para orang asing, dan terbuka dengan kepercayaan merek a." "Tidak seperti Lord Otori," kata Don Carlo. "Tadinya aku mengira dia akan ber¬sika p simpatik, dan aku menaruh harapan besar untuk penyelamatan jiwa dari dosa dan kematian bagi is trinya yang cantik itu, tapi dia melarang kami menyebarkan agama secara terang-terangan atau membangun gerej a." "Kami tertarik mendengarkan masalah ini," ujar Hana sopan. "Dan sebagai imbalann ya kami ingin tahu berapa banyak kapal yang dimiliki raja Anda di Kepulauan Kecil Selatan, dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk berlayar dari sini ke sana." "Kau punya rencana baru," kata Zenko malam itu saat mereka hanya berdua saja. "Aku tahu sedikit tentang kepercayaan orang-orang asing itu. Alasan mengapa kaum Hidden selalu dibenci adalah karena mereka lebih mematuhi Tuhan Rahasia ketimbang penguasa man a pun. Deus

milik orang-orang asing itu juga sama, menuntut kesetiaan yang utuh." "Aku telah bersumpah setia berulang kali pada Takeo," ujar Zenko. "Aku tidak menyukai gagasan dikenal sebagai pelanggar sumpah, seperti Noguchi: kukatakan ya ng se¬sungguhnya padamu, hanya itu yang masih menahanku." "Takeo telah menolak Deus sudah jelas dari apa yang kita dengar tadi. Bagaimana ka lau Deus memilihmu untuk menghukum¬nya?" Zenko tertawa. "Bila Deus membawa¬kanku kapal dan senjata, maka aku siap ber¬hadapan dengannya!" "Bila Kaisar sekaligus Deus memerintah¬kan kita untuk menghancurkan Takeo, bagaima na kita bisa membantah atau tidak mematuhinya?" ujar Hana. "Kita memiliki restu; juga peralat an." Tatapan mereka ber-temu, lalu mereka berdua tertawa terbahak¬bahak. *** "Aku ada satu rencana lagi," kata Hana kemudian, ketika kota sudah sunyi, dan di a berbaring di pelukan suaminya, setengah tertidur dan merasa puas. Zenko sudah hampir tertidur. "Kau memang sarang berharga dari gagasan yang baik," sahutnya, seraya membelai istrinya dengan malas. "Terima kasih, tuanku! Tapi apakah kau tidak ingin mendengarnya?" Halaman 201 dari 600

"Tidak bisakah menunggu sampai besok?" "Ada beberapa hal yang lebih baik di¬bicara kan dalam kegelapan." Tidak bisakah menunggu sampai besok?" "Ada beberapa hal yang lebih baik di¬bicarak an dalam kegelapan." Zenko menguap dan berpaling ke arah istrinya. "Bisikkan rencanamu itu dan aku ak an mempertimbangkannya dalam mimpi¬ku." Setelah Hana memberi tahukan, Zenko terbaring dalam waktu lama tanpa bicara hing ga seperti sudah tertidur, namun Hana tahu kalau suaminya itu masih terjaga. Akhir¬nya Zenko berkat a, "Aku akan berikan dia satu kesempatan lagi. Bagaimana pun, dia adikku."* Meskipun Sada telah berusaha, ditambah salep dari Ishida, luka di wajah Maya tet ap berbekas, garis kemerahan di tulang pipinya bak bayangan daun perilla. Maya dihukum dengan berba gai cara atas ketidakpatuhan¬nya. Meskipun dia dipaksa melakukan tugas paling rendah di rumah, d ilarang bicara, dilarang tidur dan makan, dia tetap lakukan semua ini tanpa dendam, sadar kalau ia memang pantas dihukum karena menyerang dan melukai ayahnya. Maya belum bertemu Taku selama sem inggu, dan walau Sada merawat lukanya, tapi dia tidak bicara atau pun memeluk serta membela inya seperti yang diinginkan Maya. Sendirian sepanjang waktu, dijauhi semua orang, Maya punya bany ak waktu untuk memikirkan apa yang telah terjadi. Begitu teringat kalau ia telah menyerang ayah nya, air mata berlinang. Biasanya ia tidak pernah menangis: satu¬satunya yang diingatnya yaitu s aat berada di sumber air panas, bersama Takeo dan Miki, ketika menceritakan pada ayahnya bagai¬mana cara membuat si kucing tertidur dengan tatapan maut Kikuta. Hanya ketika ada Ayah aku bisa menangis, pikirnya. Mungkin air mata adalah bagian dari kemarahan. Ia ingat kemarahannya pada ayahny a karena tidak mengatakan kalau punya anak laki-laki, karena semua rahasia yang mungkin disembu nyikan ayah dari diri¬nya, karena semua muslihat yang terjadi antara orangtua dan anaknya. Namun Maya juga ingat kalau tatapannya menguasai tatapan ayahnya, kalau ia bisa mendengar langkah ringan dan merasakan kehadiran ayahnya saat tidak kelihatan. Maya meliha t betapa kekuatan si kucing telah ber¬tambah dan memperkuat kekuataan dirinya. Kekuatan itu masih saja menakutkan bagi¬nya, tapi setiap hari, di saat kurang tidur, makan dan bicara, day a tarik kekuatan itu semakin bertambah, dan mulai bisa melihat bagaimana ia bisa mengendalikannya.

Di akhir minggu, Taku memanggilnya dan mengatakan kalau mereka akan pergi ke Hof u keesokan harinya. "Kakakmu, Lady Shigeko, membawa kuda-kuda," katanya. "Dia ingin mengucap¬kan selamat tinggal padamu." Saat Maya hanya membungkuk hormat tanpa menjawab, Taku berkata, "Kau boleh bicar a sekarang: hukumannya sudah selesai." "Terima kasih, Guru," sahutnya dengan patuh, kemudian berkata, "Aku benar-benar menyesal." "Kita semua pernah melakukan kesalahan yang berbahaya. Aku yakin kalau aku perna h menceritakan saat ayahmu menangkapku di Shuho." Maya tersenyum. Kedua saudara perem¬puannya senang sekali mendengarkan cerita itu saat mereka masih kecil. "Shizuka sering menceritakannya pada kami, untuk memper¬ingatk an agar kami patuh!" "Kami berdua beruntung karena ayahmu yang kami hadapi. Jangan lupa, kebanyakan o rang Tribe dewasa akan membunuh tanpa pikir panjang, anak-anak atau bukan." *** Halaman 202 dari 600

Shigeko membawa dua kuda betina tua higeko membawa dua kuda betina tua Maruyama, untuk Maya dan Sada, satu berwarna coklat kemerahan, dan satunya lagi, yang membuat Maya kegirangan, berwarna abu-abu pucat dengan surai dan ekor hitam , sangat mirip kuda tua milik Taku, Ryume, anak Raku. "Ya, yang abu-abu ini bisa menjadi milik¬mu," sahut Shigeko, memerhatikan mata May a yang berbinar. "Tapi, kau harus merawatnya baik-baik selama musim dingin." Shigeko me lihat wajah Maya: "Sekarang aku bisa bedakan antara kau dan Miki." Sambil menarik Maya ke samping, Shigeko berkata pelan, "Ayah menceritakan apa yang terjadi. Aku tahu ini sulit bagimu, m elakukan semua yang diminta Taku dan Sada. Buka mata dan telingamu lebar-lebar saat tiba di Hof u. Aku yakin kau bisa berguna di sana." Kedua kakak beradik itu berpelukan; setelah mereka berpis ah, Maya merasa diperkuat oleh kepercayaan Shigeko kepadanya. Itulah yang membuatnya mampu berta han selama musim dingin yang panjang di Hofu, saat angin dingin terus berhembus dari laut, bukannya membawa salju sebagai¬mana mestinya tapi malah membawa hujan es dan hujan sedingin es. Bul u kucing itu terasa hangat, dan Maya kerap tergoda untuk memanfaatkannya. Awalnya masih teras a janggal, lalu dengan rasa percaya diri yang makin besar, Maya belajar memaksa ro h kucing itu tunduk pada kehendaknya. Masih ada banyak unsur ruang antara dua dunia yang menakutkan baginya: hantu yang kelaparan dengan keinginan yang belum terpuaskan, serta kesadarannya tentang semacam kepandaian yang mencari dirinya. Rasanya seperti kilatan halilintar di k ege¬lapan. Kadang ia menatap dunia itu dan merasakan daya tariknya, tapi seringkali ia menjauhi ki lauannya, tetap berada di balik bayang-bayang. Sesekali ia bisa menangkap penggalan kata, bisika n yang tak kunjung ia pahami. Satu hal yang menyita pikirannya se¬panjang musim dingin adalah masalah yang membu at ia sangat marah pada ayahnya: bocah misterius yang merupakan kakak tirinya, yang tidak per nah dibicarakan siapa pun, yang kata Taku akan membunuh ayahnya ayahnya! Saat ia memikirkan tentan g bocah itu, ia menjadi bingung dan roh si kucing berusaha menguasai dirinya dan melakuk an apa yang diinginkannya. Ia sering terbangun berteriak karena mimpi buruk, sendirian di kamar karena kini setiap malam Sada bersama Taku. Maya berbaring terjaga sampai pagi, takut meme¬jam

kan mata. Sada mengatur agar mereka tinggal di rumah keluarga Muto antara sungai dan kedia man Zenko. Rumah itu dulunya adalah tempat penyulingan sake, tapi dengan makin bertambahnya pelanggan karena Hofu kian makmur, keluarga itu pindah ke bangunan yang lebih besar, dan b angunan ini kini hanya dijadikan gudang. Seperti di Maruyama, keluarga Muto menyediakan penjaga dan pelayan, dan Maya mas ih berpakaian anak laki-laki di luar rumah, tapi diperlakukan sebagai anak perempuan ketika di dalam rumah. Teringat pesan Shigeko, dan ia membuka telinga lebar-lebar, mendengarkan bisik-b isik per¬cakapan di sekelilingnya, berjalan-jaian me¬lewati pelabuhan saat cuaca cukup cerah, dan m emberitahu Taku dan Sada apa yang didengarnya. Tapi ia tidak menceritakan semuanya: sebagian dar i desas-desus yang mengejutkan dan membuatnya marah sehingga ia tidak ingin mengulang kata-kat a itu. Ataupun berani bertanya pada Taku tentang pemuda yang merupakan kakaknya itu. Maya bertemu Shigeko lagi sebentar ketika musim semi, ketika kakaknya berlayar b ersama kirin dan Hiroshi dalam perjalanan ke Miyako. Ia sudah sangat terbiasa dengan segala hasra t Taku terhadap Sada, lalu mengamati kakaknya dan Hiroshi untuk melihat apakah mereka menunjukkan geja la yang sama. Terasa sudah begitu lama ketika ia dan Miki menggoda Shigeko tentang Hiroshi: ap akah hanya sekadar rasa tertarik seorang gadis belia, ataukah kakaknya masih tetap mencintai pemuda yang kini menjadi pengawal seniornya? Dan apakah Hiroshi mencintai kakaknya? Seperti halnya Takeo, Maya juga memerhatikan reaksi cepat Hiroshi sewaktu Tenba melompat dan mundur tiba-ti ba karena takut selama upacara di Maruyama, dan menarik kesimpulan yang sama. Kini ia kurang yak in: di satu sisi, Shigeko dan Hiroshi tampak saling menjauh sekaligus bersikap resmi; di sisi lain mereka seperti Halaman 203 dari 600

Kenji. dan bahwa Muto mengendalikan kesetiaan Tribe terlepas dari Kikuta yang membenci dan berusaha membunuh ayahnya. setelah Shigeko dan Hiroshi pergi bersama kirin menuju Akashi. dan Maya tak berani lagi menggoda maupun bertanya padanya. aling memahami pikiran masing-masing. ketika pedagang dan petani biasa menikmati kesejahteraan. diikuti¬nya para pelayan ke penginapan dan men¬dengar cerita-cerita mereka: kalau Taku dan Sada adalah penyihir. . Maya menemukan dirinya terbebani dengan lebih banyak pekerjaan karena para pelayan ma kin malas. Kuroda dan Imai: setelah lima belas tahun dalam damai. informasi yang diantar amat terlambat hingga akhimya tidak berguna. Shigeko telah mengemban wewenang baru. Di bulan keempat. Seiring makin besar kecurigaannya. Tribe mulai menyesal karena sebelumnya mereka yang menguasai perd agangan. dan untuk memperbaikinya saat ini. dan ada semacam keselarasan yang terjalin di antara mereka. dan ketika bangsawan memanfaatkan ketrampilan mereka. bahkan kurang ajar. dan Taku adalah keluarga Muto dan telah menjadi penasihat terdekat keluarga Otori dan telah menjadi gurunya. Semua perubahan itu seper ti memastikan desas-desus yang mulai di-dengarnya saat musim dingin. maka Kikuta Akio muncu l dari pengasingan. Shigeko telah mengemban wewenang baru. Sumpah setia tidak pasti yang digabung Kenji dengan kekerasan karakternya. Taku disibukkan dengan permintaan dari orang-orang asing yang telah kembali dari Hagi dan bersem angat untuk membangun pos perdagangan secepatnya. penga laman dan akal bulusnya mulai hancur. Kira-kira di saat inilah Maya sadar atas p erubahan yang terjadi dengan perlahan sejak hari pertama musim semi. dan ada semacam keselarasan yang terjalin di antara mereka. Para penjaga tertawa sinis di belakang Taku tentang obsesinya terhadap Sada: laki-laki-perempuan yang lemah da n gila. Sejak kecil ia sudah hidup dengan kepercayan bahwa kesetiaan keluarga Muto teguh kukuh terhadap Klan Otori. Maka butuh waktu la ma baginya untuk dapat memahami dan menerima gejala-gej ala yang tampak di depan matanya. Sewaktu di penginapan itulah Maya men¬dengar percakapan lain di kalangan keluarga Muto. dan kedua or ang itu memanfaatkan arwah kucing dalam mantra-mantra mereka. Kurir pembawa pesan yang datang ke rumah jumlahnya makin sedikit.saling memahami pikiran masing-masing. Shizuka. dan Maya tak berani lagi menggoda maupun bertanya padanya.

dan setiap kali didengarnya. Ia tahu kalau itu pengkhianatan.Maya mendengar nama laki-laki itu beberapa kali di awal-awal bulan keempat. membiarkan angin sepoi-sepoi dari arah barat daya mas uk. langsung tahu mana yang bernama Akio karena lak i-laki itu melihat dirinya. Saat itu ia menyadar i betapa Halaman 204 dari 600 . s aat itu kota terasa lebih hidup dari biasanya karena Zenko dan Hana sudah kembali bersama rombongan. sesaat sebelum bulan purnama. Ia meraba pisau di baju luamya lalu menggunakan kemampuan menghilang kemudian berjalan ke pintu penginapan. Satu malam. minyak wijen serta jahe. Semua pintu terbuka lebar. memperkenalkan diri pada Akio. Maya memindai berbagai kelompok. dan udara terasa pekat dengan berbagai aroma. ia pergi diam-diam ke penginapan di tepi sungai. dan penginapan penuh sesak dengan orang. ikan panggang dan sake. langsung menembus kemampuan menghilangnya. ketertarikan dan keingintahuannya semakin bertambah . malam ini terlalu bising untuk bisa mendengar banyak bah kan dengan telinga¬nya yang tajam. tapi ia menangkap kata ketua Kikuta. Selama ini ia dapat meng¬hilang diri tanpa diketahui. dan bahkan lebih kagum lagi ternyata begitu banyak orang yang ia kenal dari kalangan Tribe bukan hanya mentolerir kehadirannya. menggunakan kemampuan meng¬hilang untuk menyelinap di bawahnya. meski ia tak tahu sampai sejauh mana kebenarannya. dan menjadi so mbong karenanya. Maya menyad ari kalau orang itu berada dalam perlindungan Zenko. dan ia bahkan mendengar Zenko disebut sebag ai ketua Muto. Lentera menyala berasap. tapi justru mencarinya. Maya menyembunyikan diri di bawah beranda. dan sadar kalau Akio ada di penginapan itu. Ia terkejut temyata laki-laki itu berani muncul secara terang-terangan di Hofu.

pada Sada da n Taku. Ketika membuka mata. dia bisa b erpikir jelas lagi. Dan si kucing hanya ingin kembali pada pemuda itu. Di belakangnya. Maya melihat kilau pisau. Hisao. jika kubiarkan mereka bicara.berbahayanya laki¬laki itu. Maya melihat kilau pisau. Akio melompat dari lantai dan seperti terbang ke ar ahnya." Taku menggelengkan kepala dengan tatapan bertanya-tanya. cak arnya di lantai papan beranda sewaktu ia melompat melarikan diri ke dalam gelapnya malam. melawan tatapan Maya yang amat kuat. mendengar desingn ya di udara. dan tanpa pikir panjang ia men¬jatuhkan diri ke lantai. dirasakannya tekstur lantai di bawah kakinya. "Dialah penguasa si kucing. membangunkan keduanya dari tidur nyenyak. Maya melarikan diri pada satu-satunya perlindungan yang dikenalnya. Dirasakannya tatapan pemuda itu mencarinya. bet apa laki-laki itu bisa membunuhnya tanpa ragu. Saat memahami katakata itu. dan tanpa pikir panjang ia men¬jatuhkan diri ke lantai. dan men¬dengar penggalan suara yang membentuk kata-kata. Maya menyadari ke¬hadiran pemuda itu. sepertinya tertidur selama beberapa saat. melemparkan senjata selagi bergerak. Akhirnya tu buh Maya lemas. Sada memanggil-manggil namany a sementara Taku menatap matanya. mendengar desingn ya di udara. Semua yang ada di sekelilingny a berubah: ia melihat dengan mata si kucing. ia ketakutan setengah mati. melemparkan senjata selagi bergerak. dan ingin menceritakan segalanya pada mereka. "Kau tahu siapa Hisao i . "Jadi sesuatu menghubungkan Hisao dan kucing itu?" akhimya ia bertanya. dirasakannya tekstur lantai di bawah kakinya." ujar Maya pelan. cak arnya di lantai papan rbahayanya laki¬laki itu. "Dialah yang memanggil kucing itu. Mereka berusaha menenang¬kan saat dia be rjuang sekuat tenaga men¬dapatkan kembali wujud manusianya. betap a laki-laki itu bisa membunuhnya tanpa ragu. Sudah lama aku menunggumu. Akio melompat dari lantai dan seperti terbang ke ar ahnya. Taku mendengarkan tanpa bicara selagi Maya menceritakan apa yang didengarnya. Datanglah padaku. betapa lemah dirinya bila dibanding¬kan dengan Akio. Ta ku mengagumi pengendalian diri gadis itu yang dapat menceritakan tanpa meneteskan air mata. betapa lemah dirinya bila dibanding¬kan dengan Akio. " "Penguasa si kucing? Darimana kau dapat kata itu?" "Itulah yang dikatakan para hantu. Semua yang ada di sekelilingny a berubah: ia melihat dengan mata si kucing.

gelisah atas peng¬khianatan yang telah diungkap Maya." "Apa artinya itu?" tanya Maya. Dugaanku adalah mereka belum menge tahui bakatnya." Ia berhenti sejenak lalu bicara tanpa perasaan." "Sudah berapa lama kau tahu?" "Aku pernah mendengar kau mengatakan pada Sada. Para arwah akan patuh padanya. mendengar Sada menghela nap as." ujar Taku." Inilah pertama kalinya Taku merasakan ketakutan yang sesungguhnya. hembusan napasnya terasa di bulu kuduknya." sahutnya. dan berapa banyak yang mereka tahu tentang Hisao. "Kukira hal itu hanya legenda. mendengar suara orang yan g sudah mati. membuat satu tuntutan terakhir padanya. Takut pada ke kuatan supranatural. Tatapan Maya yang berkilat ter¬paku pada wajah Taku. "Kita harus membawa Maya pergi." jawab Maya. "Hisao pasti seorang penguasa alam baka. Dia memiliki kekuatan untuk me¬nenangkan atau mengh asut mereka. dan mencari tahu seberapa dalam keterlibatannya dengan Akio. dan kemarahan pada rasa puas dalam dirinya serta kurang waspada. "Putra ay ahku. Sada merengkuh dan memeluk Maya erat-erat. "Tapi aku harus menemui kakakku lebih dulu. Tidak ada lagi orang yang tahu tentang hal semacam ini di kalangan Tri be: semua laporan kita menunjukkan kalau Hisao tidak memiliki kemampuan Tribe. di Maruyama pada musim gugur yan g lalu." bisik Sada. "Artinya dia mampu untuk berjalan di antara dua dunia.tu?" "Dia cucu Muto Kenji. Ini jauh lebih buruk dari yang kita bayangkan. "Apa yang harus kita lakukan?" tanya Sada pelan. "Pertama kali kita melihat kucing itu." Halaman 205 dari 600 .

keyakinannya makin besar kalau Takeo akan hancur. Ia menyes . "Kita akan pergi ke Inuyama. Jika Takeo mel awan balik.. kesadaran ter¬goyahkan pada kehormatan dan kesetiaan. sebelum ia bertemu Sada. dan menyadari sekali lagi betapa ia sangat merindukan Gurunya itu. dan betapa besar kegagalannya untuk bisa menggantikan kedudukan gur unya itu. pakah Kenji tahu? Taku memikirkan hal itu. kemungkinan anak-anak juga mungkin Shigeko tidak. terlebi h lagi mengaiakannya pada Sada atau orang lain. Ia tahu k alau Hiroshi lebih memilih mencabut nyawanya ketimbang meninggalkan Takeo. Kita harus bawa Maya pergi. menyayangi sahabatnya itu lebih dari apa pun. Taku berpikir keras apa yang harus dilakukan. kecu ali bila dia melawan." "Kita belum mendapat kabar dari Lord Takeo sejak Terada datang dari Hagi. Alangkah bodohnya kakakku. bukan untuk yang pertama kalinya. keberan ian fisiknya. Hiroshi. "Aku akan menemui Zenko besok. Ny awa Takeo." katanya. terhadap sifat ksatria yang jujur. Taku punya rasa iri yang terpendam pada Hiroshi. berarti kematian beberapa ribu prajurit Otori yang tak ada hubungan dengan dirin ya. tapi Zenko pasti menganggap si kembar terlalu berbahaya. dan menyadari sekali lagi betapa ia s angat merindukan Gurunya itu.Apakah Kenji tahu? Taku memikirkan hal itu. tapi kita harus tetap pergi. pastinya. Memikirkan Hiroshi telah membuatnya berhenti secara tiba-tiba." sahut Taku. kal au jaring mulai makin kencang di sekelilingnya dan tak ada jalan untuk lolos. dan ia tak tahan membayangkan wajah Hiroshi saat sadar kalau ia berpihak pada Zenko. "Sebelumnya aku tidak cemas. Saat terjaga." kata Sada gelisah.. sada r akan tubuh tinggi Sada di sisinya. dicekam perasaan kalau segala sesuatun ya akan terurai satu demi satu. Ia selalu berusaha membuat Hiroshi ter kesan. meski sulit untuk mengakui pada dirinya sendiri. mengamati malam yang pucat. dan betapa besar kegagalannya untuk bisa menggantikan kedudukan gur unya itu. Juga nyawa Kaede. Ia berusaha menimbang apa saja yang dipertaruhkan. Sebagai anak laki¬l aki. naluri pragmatis Muto mendes aknya untuk mengikuti jalan ini. maka ia tak harus menyerahkan nyawa Sada atau nyawanya sendiri. Rasanya masuk akal mematuhi kakaknya yang akan mengambil alih kepemimpinan Tribe a tau bahkan menyerahkan jabatan itu pada Taku sendiri: keluarga Muto dan Kikuta bisa berdamai. *** Saat malam lebih larut. pikirnya.

tidak secara terang-terangan. Kumis dan janggu t Zenko tampak lebih lebat. tapi lebih dari itu. Dia menghabiskan waktu dengan mem¬persiapkan diri untuk be pergian. mi rip yang dipakai Don Joao dan Don Carlo yang juga hadir saat makan malam. Taku melihat ada perubahan dalam diri kakaknya. Zenko dan Hana duduk dengan tangan terkatup. pikirnya saat membangunkan Sada dengan le mbut. Do n Carlo diminta untuk meng¬ucapkan doa. Ia diperlakukan dengan santun seperti biasa. T ak pernah ku¬bayangkan kalau aku akan jatuh cinta. Tak per nah kubayangkan kalau aku akan menjadi ksatria yang mulia. sang kakak menunjukkan kepercaya¬an diri yang ba ru. Taku juga memerhatikan. lebih memercayai mereka ketimbang orang yang disediakan keluarga Muto di Hofu. *** Taku mengirim pesan keesokan harinya. Halaman 206 dari 600 . dan menyadari dengan campuran antara rasa tercengang dan jijik kalau kakaknya telah mengikuti kepercayaan orang asing. dengan langkah yang lebih angkuh. Begitu bertemu. Taku berkuda p ergi bersama empat orang yang telah menemaninya sejak dari Inuyama. kepal a tertunduk. kala u Zenko mengenakan kalung dari untaian rosario indah yang terbuat dari ukiran gading. walau tak langsung mengomentari. Sebelum mulai makan. dan meskipun tidak tahu kalau itulah terakhir kalinya dia membangunkan Sada. dan diundang ke kediaman di Hofu untuk makan malam bersama Zenko dan Hana. karena tak ingin menarik perhatian. Taku memerhatikan kehangatan baru antara kedua orang asing itu dengan Zenko. dan menerima jawabannya sebelum tengah har i. Direngkuhnya Sada erat.alkan tindakan kakaknya yang menempatkan ia dalam posisi serba salah. Men dengar betapa sering Deus diucapkan. serta tampak hikmad.

Malam ini indah: sudah hampir purnama. Kebebasan itu diperbolehkan di seluruh Tiga Negara. mengacuhkan pertanyaan tentang A kio. tapi aku yakin kau bisa menebaknya. Kami permisi sebentar. "Ada yang harus kubicara¬kan dengan adikku. seolah bisa membaca pikirannya. juga karena tindakan ini akan membahayakan kel uargamu ibu kita. yang bahkan tidak terdeteksi oleh semua kemampuan Tribe." Taku melihat deretan gigi putih di atas janggut Zenko saat tersenyum. Zenko menyadari kegelisahan Taku yang makin bertambah. Rupanya Zenko melihat ada keuntungan: pasti berhubungan dengan militer. Ia mengenal kakaknya sebagai laki-laki tanpa agama dan tidak berminat erpindah agama atau hanya berpura-pura? Taku tidak percaya kalau tindakan Zenko tulus adanya. "Tak bisa kubayangkan apa alasannya. hembusan napas yang tak terduga.Berpindah agama atau hanya berpura-pura? Taku tidak percaya kalau tindakan Zenko tulus adanya. "Tidak ada kejahatan di dalamnya. karena kau telah b ersumpah setia dan berutang nyawa padanya. ikutlah ke taman." sahut Taku. aku bahkan kedua putramu. Taku. pikirnya kecut. Zenko berkata." Zenko . Apakah sudah ada pembunuh yang ber sembunyi di taman. Mengapa Kikuta Akio berada di Hofu dan dalam perli ndunganmu? Perjanjian keji apa yang kau buat dengan orang-orang ini?" Taku memberi isyarat ke arah tempat percakapan orang asing itu terdengar seperti pekikan burung. seraya menyembunyikan marahnya. dan kakaknya membimbing ia ke dalam jangkauan pisau lempar mereka? Atau s enjata mereka? Dan bulu kuduknya merinding memikirkan senjata yang bisa membawa kematia n dari jarak jauh. Ia mengenal kakaknya sebagai laki-laki tanpa agama dan tidak berminat pada sesuatu yang berbau spiritual sama seperti dirinya. pikirnya. "Aku melihat kebenaran dalam kepercayaan mereka dan aku memilih untuk mengikuti jalan mereka. Ia ingin l angsung menyerang. dan kemarahannya muncul selagi memik irkan kalau yang bisa diberikan orang asing itu adalah senjata api dan kapal. membuka semua indera¬nya. "Tak ada alasan bagi kita untuk b ermusuhan. Janganlah kita saling mem¬bunuh. kurasa. memasang pendengarannya untuk langkah ka ki yang tak dikenal. "Dan sebagai imbalannya?" "Aku terkejut kau belum tahu." Taku mengikuti. namun menahan diri." "Kurasa kau tengah merencanakan per¬sekongkolan menentang Lord Otori." sahut Zenko. dan ketika makan malam se lesai dia berkata.

Tugas pertama kita adalah balas dendam atas kematian itu. Ta keo tidak punya masa depan: mengapa ikut jatuh bersamanya? Bergabunglah denganku: Tribe akan ber satu kembali: aku pernah bilang kalau aku punya orang dalam di kalangan Kikuta. Akan kupenuhi semua keinginanmu. Kaulah si perebut kekuasa¬an. Dan kau juga pantas mati. "Tidak. lalu mendekat dan memegang tangannya." sahut Taku. dan ak u sayang padamu. juga pembunuh. Takeo yang menye babkan kematian ayah kita." "Ayah kita memang pantas mati. terlepas dari perbedaan pendapat kita. Yakin kalau Zenko past i hendak membunuhnya saat ini. "Kau melihat bayangan dirim u sendiri. Bukan rahasia lagi kalau menurutku alasan Akio sangat masuk akal. Taku tergoda untuk menyerang. "Taku." sahut Taku. seraya menahan kata-katanya. Ayah kita seorang ks atria sejati. dan tubuhnya terasa perih seakan siap menghilang." Taku merasa jarinya gatal ingin meraih pedang. Mari kita bicara terns terang.menatapnya. begitu kuatnya godaan itu hi ngga ia hampir tak sanggup menahannya. kita bersaudara. perebut kekuasaan." "Kau memandang Takeo seolah kau ber¬kaca. Dia akan mengabaikan peranmu dalam kematian Kotar o: semua orang tahu saat itu kau masih kecil. namun ada sesuatu yang mencegahnya: rasa enggan untuk mencab ut nyawa kakaknya. sungguh tak Halaman 207 dari 600 . Takeo itu penipu. dan teringat kata-kata Takeo: Saudara saling membunuh.

pikirkan semua tindakanmu. tapi yang satu ini sudah terbuka. Bagian bawahnya direkatkan dengan lilin dan dicap dengan lencana Otori. Udara terasa sulit dihirup dengan pekatnya ser buk sari. seperti layaknya orang lain. "Lord Muto. Dan kau juga. "Oh ya. "Dalam hal ini. dikalahkan dengan kecemasan yang lebih besar dalam dirinya. Kemudian Taku masuk ke tempat Sada tengah menunggu." Dikeluarkannya wadah bambu dari balik jubah dan menyerahkannya. erbayangkan. "Kuharap ini bisa memeng aruhi keputusanmu. terserah apakah kau memihak atau menentangku. yang digunakan di Tiga Nega ra. seperti layaknya orang lain. termasuk dirimu sendiri. lalu tertawa. ia meninggalkan kediaman tanpa pamitan. Taku meng¬ambilnya dengan firasat: dikenalinya benda itu sebagai tempat surat. Apakah keinginan balas dendammu bisa menjamin tidak akan menyebabkan perang saudara?" "Baiklah. dan menyiap kan dua kuda betina. "Apa yang kau temukan?" ." kata Taku padanya." laki-laki di sebelahnya berkata pelan. Aku akan bicara lagi denganmu besok. "Biar kupertimbangkan dulu. harus taat pada hukum. Diraihnya tali kekang Ryume lalu bergegas naik.terbayangkan. Taku menghirup napas dalam-dalam." Taku berjalan dengan cepat dari taman." sahu t Zenko marah." "Tak ada yang bisa dirundingkan kecuali dengan kehancuran dan kematiannya. seakan sulit bernapas." Taku mundur dengan sikap hati-hati. "Kurasa ini dari Lord Otori. sebelum kau pergi: aku lupa berikan ini padamu. "Katakan apa yang kau inginkan dari Lord Otori . "Kita pergi sekarang." ujar Zenko. berharap setiap waktu mendengar anak pana h atau pisau melesat di udara. termasuk dirimu sendiri. Taku sayang. Kakakmu. Mari kita rundingkan. "Ada apa?" "Kuda Anda tadi batuk-batuk. dia meminta agar pelana kuda jangan dibuka. Para penjaga menunggu di gerbang dengan kuda¬kuda. Sada masih berpakaia n lengkap." Disingkirkannya kecemasan laki-laki itu. Di tempat penginapannya." ujar Zenko. harus taat pada hukum. Kakakmu." "Mungkin karena udara musim semi. Tak u sayang.

dan sebagai imbalannya mereka mempersenjatainya. Bangunkan Maya. tapi juga telah bersekutu dengan orang asing." Sada mengambil tabung itu lalu mengeluarkan suratnya. Dia menga ku telah menerima agama mereka. Dia membaca dengan cepat t ulisan dalam surat itu. "Dia mengacaukan surat-surat yang Takeo kirim. yang wajahnya kin i bisa dilihat sekilas. Bulan purnama cukup terang untuk berkuda."Zenko bukan hanya membuat kesepakatan dengan Akio. Tatapannya mem¬buat Maya merasakan ketakut an yang tak bisa dijelaskan. Aku tak ingin dia di temukan Akio." *** Maya tengah mimpi aneh serba merah di mana kakak laki-lakinya." Diserah kannya wadah surat pada Sada. Bila Ta keo telah meninggalkan Inuyama. Kakakny a itu memiliki Halaman 208 dari 600 . muncul dalam berbagai samaran. Dia harus kembali dan membawa pasukan kembali dari wilayah Timur. "Takeo memintamu agar segera menemuinya di Inuyama tapi ini sudah terla mbat selama berminggu-minggu. Kakaknya itu tampak kejam. Itu sebabn ya tidak ada kabar darinya. Di Inuyama kalian lebih aman. Tentunya dia sudah berangkat saat ini?" "Kita harus ke sana malam ini. dia harus ikut. seolah Hisao tahu semua rahasia dalam dirinya. maka aku harus mengejarnya sampai di perbatasan. membawa senjata yang menakutkan. terkadang ditemani para arwah.

Kita pergi sekarang. "Bangunlah. yang membuatnya ketakutan. Sada. "Apa yang terjadi?" "Akan kuceritakan sedikit saja demi keselamatanmu. ada pelancong lain di jalan. "Kita akan ke Inuyama untuk menemui ayahmu. lekas berpakaian. dan kegiatan perdagangan dan pelabu han berarti orang datang dan pergi pada jam berapa saja. Maya terbangun dan sadar kal au Sada yang bicara pelan di telinganya. di awal musim semi dengan bulan yang hampir penuh. yang membuatnya ketakutan. dan bersiap untuk bertarung. dan seke lompok kecil orang Taku. "Mengapa kita pergi di malam seperti ini?" "Aku tidak ingin menunggu sampai pagi. Maya berkata pada Taku . saat putra mereka tinggal di rum ah kami?" tanya Maya gusar. Dia bisa saja menyerang atau membuntuti." Kelelahan tergambar di wajah Taku. Aku curiga ada jebakan. dan suaranya terdengar sangat serius. Kami mengira bisa membendungnya. Kedua bocah itu harus mati!" . mengikuti bulan dan gelombang. Segera setelah mereka hanya bertiga di ruang makan kecil. emacam jiwa kucing seperti dirinya. Maya terbangun dan sadar kal au Sada yang bicara pelan di telinganya. Malam ini Hisao membisikkan nama Maya." Selagi kuda-kuda berderap menyusuri jalan menuju jalan besar. Pamanmu Arai dan istrinya ber komplot menentang ayahmu. mereka berhenti di sebuah penginapan untuk sarapan dan minum teh.semacam jiwa kucing seperti dirinya. Malam ini Hisao membisikkan nama Maya. Maya serta empat pengawal tidak diberhentikan atau ditanyai. karena tak tahu kalau Hisao mengenalnya. Maya melakukan seperti yang diminta karena bulan-bulan musim din gin telah mengajarkannya untuk patuh. "Bagaimana bisa paman dan bibi ber¬tindak begitu." Tanpa bertanya. karena tak tahu kalau Hisao mengenalnya." Hofu bukanlah kota yang dikelilingi dinding. "Ibu harus diberitahu." kata Taku selagi mengayunkan tubuh Maya ke punggung kuda. tapi men¬dadak situasinya makin mengancam. Ayahmu harus segera kembali. Tak lama setelah matahari terbit. "Apakah kakakmu membiarkan kau pergi?" "Itu sebabnya kita pergi sekarang. Ber¬si agalah dengan senjata. Sada bertanya pada Taku. di malam s eperti ini.

Hutan kian lebat di sekeliling mereka." "Itu lebih buruk lagi! Ibu harus di peringatkan. merasakan angin m usim semi. Mereka d uduk diam selama beberapa saat.. Cuaca hari itu tetap cerah dan segar. Bahaya. sesekali terdengar su ara jangkrik bak Halaman 209 dari 600 ."Kau kedengaran sangat berbeda dengan ayahmu. awan menghilang ke arah timur laut. begitu pemberani. "Selama musim panas ini Hana akan bersama ibumu dan adikmu. begitu bersemangat. "Ayahmu berharap tak seorang pun harus mati." tutur Taku. merasakan hari-hari yang kami lalui dalam perjala nan.. merangkul bahu Sada. terus maju. Hanya ayahmu yang memiliki reputasi dan kekuatan untuk mencegah pecahny a perang. Aku tidak akan melupakan ini : makanan yang terasa begitu lezat saat aku begitu lapar. angin sepoi-sepoi ber henti berhembus." sahut Taku. kau harus tetap bersama kami. Peluh membuat kul it kuda menjadi lebih gelap di bagian leher tubuh mereka selagi meninggal¬kan dataran pesisir dan mulai menanjak ke perbatasan pertama. "Darimana datangnya ke kejaman itu?" Tapi suaranya terdengar penuh kasih sayang dan kekaguman. Aku akan ke Hagi dan men¬ceritakan pada Ibu tentang niat Hana yang se benarnya!" "Tidak. cahaya matahari yang berubah selagi gumpalan besar awan putih berarak. Seperti keluarga." Sada menarik Maya dan duduk denga n merangkulnya. harumnya aroma ten. Sada dan Taku be rsamaku. langit cerah. pikir Maya. biru terang." "Lagipula. Hana memang akan ke Hagi hari ini. "Itu sebabnya kita har us menyuruhnya kembali. Kira¬kira tengah hari." kata Sada.

apa yang kau dengar?" Ia seperti mendergar dentingan baja. "Mereka punya senjata api. jatuh. Irama berjalan kuda." teriak Sada lega. "Kami akan menahan merek a. Mereka berkuda dengan cepat selama beberapa saat. Aku tak bisa meninggalkan Taku. membalikkan kuda betina yang ketakutan ke arah mereka da tang. Sada berhenti lalu menengok ke belakang. Taku masih memegang pedang. tapi di kejauhan mereka melihat kepulan debu dan mendengar derap kuda. teriakan dan pekikan pertar ungan. mustahil diketahui. kemudian terguling. menghempaskan tubuh . lalu semb unyi. "Tetap di sini jangan. tapi seiring dengan kuda-kuda yang mu lai lelah. "Ada yang mengikuti kita!" Taku mengacungkan tangan. mereka mengambil busur dari punggung." ujar Taku pada Sada. membuat burun g-buning memekik ke takutan lalu terbang. Kami akan segera menyusul." serunya. ringkikan kuda. Ia mengira ikan alat musik. lengannya berlumuran darah darahnya atau darah orang l ain. dingin dan brutal. yang bergenia sampai ke perbatasan. dan satu suara lagi. dan mereka berhenti." gumam Maya. "Itu dia datang. "Maya. Mereka mendengarnya: derap kaki h ewan dari lereng. lalu tersadar kaget. Maya mulai merasa lelah. Jumlah mereka paling banyak dua belas orang. membelokkan kuda keluar dari jalan dan menghilang di balik batang-batang pohon b ambu. dan sekonyong-konyong dilihatnya Hisao.petikan alat musik. "Pergilah. kudanya. Taku meneriakkan sesuatu ketika melihat mereka. tapi Maya ta k memahaminya karena saat mengucapkan kata-kata itu Ryume. hangatnya senj a membuatnya mengantuk. "Teruskan perjalanan dengan Maya." "Aku juga. Ia mengira tengah bermimpi. tertahan dengan lut utnya. Kejadiannya begitu cepat: Ryume jatuh lalu mati. Maya mulai merasa lelah. Irama berjalan kuda. jalan terus. melihat kuda berk ulit abu-abu dan bersurai hitam. Sada juga men¬dengarnya." Taku memberi perintah dengan cepat pada pengawalnya. hangatnya senja m embuatnya mengantuk. Aku harus kembali. dengan enggan melajukan kuda dan Maya mengi kuti." perintah Taku pada Sada.

tapi tak sempat lagi. Kedua kuda betina itu mudah gugup. pengawalnya dan sebagian besar penyerang¬nya. meski banyak orang yang mati di jalanan di belakangnya . Taku berusaha bangkit. aku sekarat. kemudian tembakan itu meraung lagi. meski kelelahan. dan sudah berlari kencang. Dari kejauhan didengarnya Maya berteriak. Dia menyadari kuatnya punggung S ada saat memeluknya. sebelum kegelapan membungka m pikirannya untuk selamanya. Dia merasakan sayatan yang sangat menyakitkan di waj ahnya. Kemudian dia me raih tangan Taku yang menggapai lalu mengayunon tubuh Taku di belakangnya. Matanya dipenuhi cahaya langit biru yang m enyilaukan: cahaya matahari berputar-putar dan kian redup. pikir Maya lega. dan kuda menimpa tubu h mereka.Taku ke jalanan. Dia baik-baik saja. Taku tidak terlula parah. Taku ing in mengucapkannya. pergi. Dia merasakan tembakan itu menge na lehernya dan menembusnya. satu sayatan lagi di tangannya yang memegang pedang. aku harus berkonsentrasi pada kematian. D engan sifat OtoriHalaman 210 dari 600 . Pergilah. Secepatnya Sada menderapkan kuda menghampiri. Dia nyaris t ak sempat berpikir. Kuda betina milik Sada berusaha bangkit dan berderap kembali ke Maya sambil meri ngkik keras. Dia tak bisa melakukan itu bila dia terluka . kemudian dia jatuh dan Sada jatuh bersamanya. Sada menarik tali keitang kudanya agar berhenti di samping Taku. nak. Kuda betina tunggangan Sada menden gus dan menjadi liar saat melihat kematian Ryume. Waktunya telah tiba.

"Sada!" Seolah menjawab jeritannya. Tapi ia tidak tahu apa ya ng harus dilakukan selanjutnya. mengambil pisau dengan tangan kanan lalu menggor ok leher Sada dengan cepat. sementara laki-laki y ang satu lagi membalik kedua mayat. mengacungkan senjata api ke arahnya.nya. Maya hampir tidak bisa melihat mereka di malam sebelumnya. kemudian Sada dan Taku mati dalam keadaan berangkulan. Sada mergerang pelan." ujarnya. I a membungkuk dan diraihnya tali kekang kuda Sada yang terayun-ayun. Si kuda. Hisao memegang senjata api. dunia yang mem¬biarkan Taku mati di bawah lan git biru dan matahari yang cerah. Setidaknya aku harus ber tarung. Sekujur tubuhnya gemetar. pikirnya. tapi bodohnya. begitu pula kedua kuda itu. agak lebih jauh darinya. Ia h arus membuka mulut lalu menjerit. memegangi tali kekang keduanya. Maya memikirkan kedua kuda itu. Maya berdiri di antara kedua kuda betina. ia tidak boleh membiarkan keduanya kabur. ya. Tapi badannya terasa lumpuh karena terguncang dan sedih. Bola mata Sada berdenyut: dia masih hidup. Maya tahu kalau ia harus menggunakan k emampuan menghilang atau bentuk kucing lalu lari ke dalam hutan: ia berasal dari Tribe. Si kuda. Maya memikirkan kedua kuda itu. s eharusnya bisa mengelabui siapa Saja. tiba-tiba muncul dua orang tepat di belakang Ryume. "Kedua Muto ini sudah membayar¬nya. Ryume. Mereka berasal dari Tribe: mereka takkan membiarkannya hidup hanya karena ia masih kecil. menyentuh dan memanggil¬manggil nama mereka. ditambah lagi. tapi ia segera mengenalinya. dan tak bisa memalingkan pandangannya dari tiga mayat yang ter¬geletak di jalan. Akio berlutut. ia tidak boleh membiarkan keduanya kabur. Kedua laki-laki itu datang menghampiri. kemudian Sada dan Taku mati dalam keadaan berangkulan. Tapi ia tidak tahu apa ya ng harus dilakukan selanjutnya. Ia membungkuk dan diraihnya tali kekang kuda Sada yang terayun-ayun. Ryume. turun lalu berlutut di sampingnya. Kedua orang memegang senjata. Ia meludahi wajah Taku yang damai. Bocah itu menatapnya. begitu pula kedua kuda itu. dan tak bisa memalingkan pandangannya dari tiga mayat yang ter¬geletak di jalan. Luapan kepedihan di hatinya membuat Maya hampir tercekik tak bisa bernapas. Maya menggerakkan kudanya meng¬hampiri mereka. ia tak ingin hidip di dunia yang kejam ini. agak lebih jauh darinya. Ki . Akio membawa pedang dan pisau. "Kematian Kotaro hampir terbalas. ia tak ingin melepaskan kedua kuda betina itu. Sekujur tubuhnya gemetar. di bawah remangnya penerangan di penginapan.

Ayah?" Suaranya terdengar kebingungan. seola h pernah mengenal gadis itu. kedua kuda itu bergerak mundur. Gadis itu menjerit dan meront a-ronta sewaktu Akio berusaha membuka telapak tangannya. Ketakutan yang amat sangat mencekam Maya." Halaman 211 dari 600 . Ia hanya ingin mati. Maya menarik pisau dari sabuknya lalu menaikkan tangannya untuk menancapkan pisau itu di lehernya. Akio bergerak lebih cepat dari gerakan manusia mana pun yang pernah Maya lihat. "Bocah pengurus kuda?" sahut laki-laki itu.ni tinggal Si Anjing. "Tapi bocah pengurus kuda macam apa yang berusaha menggorok lehernya sendiri?" t anyanya dengan sinis. bahkan lebih cepat dibanding malam sebelumnya. "Jadi!" serunya. "Sekarang kita tahu siapa yang memata-matai kita semalam." Bocah itu berkata. Pis aunya terjatuh seolah Akio membelokkannya. "Sial sekali nasibnya!" Akio berjalan menghampirinya dan Maya mencoba menatap matanya. "Tapi ini siapa. Dijatuhkannya tali kekang kedua kuda. Akio lalu menarik pakaiannya da n menyelusupkan tangan satunya ke selangkangan Maya. Akio ter¬senyum ketika dilihatnya garis lurus melintang di telapak tangan gadis itu. lalu mencengkeram pergelangan tangan Maya. dan kar ena terkejut. "Seperti seorang ksatria perempuan?" Memegang Maya dengan tangannya yang sekuat baja. Ia tak boleh membiarkan la ki-laki itu menangkapnya. tapi laki-laki it u tak berbalik menatapnya.

" Maya sudah mengenalnya.. tapi Akio memindahkan cengkeramannya ke leher. Gadis ini akan berguna. tapi belum pernah berlayar lebih k e timur. nyan yian lambung kapal saat membelah lautan. "Aku Kikuta Akio. salah satu dari si kembar: dia ada tanda Kikuta. bunyi kele-pak layar. Shigeko tidak pernah mabuk laut. Gadis ini akan berguna." Didekatinya Maya. serta jubah resmi yang kesemuanya baru dibordir. dicelup da n dilukis oleh perajin paling andal dari Hagi dan Maruyama. Diliha tnya gerbang biara merah tua berkilauan di bawah sinar matahari musim semi. diikat dengan tali dari sutra merah. "Ada lagi." Didekatinya Maya. "Kau kenal siapa aku?" Maya tak mau menjawab.. Tapi laki-laki itu melanjutkan. angin laut ber¬hembus lembut dari selatan namun cukup kencang untuk memenuhi layar dan m em¬buat kapal meluncur cepat. Cuaca cerah. Hisao. serta kirin. bahkan dalam perjalanan yan g paling sulit antara Hagi dan Maruyama. "Ini putri si Anjing. di bawah naungan jerami: kuda-kuda yang dibiakkan di Maruyama. Tapi hadiah yang terpenting berdiri di atas dek. Jadi kita biarkan dia hidup untuk saat ini. Tidak seperti Maya. di sepanjang pantai yang dilindungi Laut Kitaran sampai Akashi. Muatan kapal dipenuhi berbagai macam hadiah. Shigeko menghabiskan banyak waktu dalam sehari di samping hewan-hewan itu. "Kau kenal siapa aku?" Maya tak mau menjawab." Maya ingin mengatakan lebih banyak lagi.Maya mengira hidupnya sudah berakhir. Ini putraku. "Ini putri si Anjing. kuil-kuil ber¬atapkan pohon runjung. aya mengira hidupnya sudah berakhir.* Shigeko sering berlayar antara Hagi dan Hofu. pulau-pulau kecil bermunculan dari per mukaan laut. dinding putih yang mencuat dari kastil ksatria. Jadi kita biarkan dia hidup untuk saat ini. buih gelombang menghiasi pantainya. karena wajah¬nya sama seperti yang ia lihat dalam mimpinya .. Tapi laki-laki itu melanjutkan. Ia ba ngga akan . salah satu dari si kembar: dia ada tanda Kikuta. masing-masing diikat dengan dua utas tali di kepala dan ikat pinggang di bawah perut. Dari berbagai arah." sahutnya. aku adalah adikmu. meraba bagian urat nadi. Berlayar membuat Shigeko gembira. kecipak air laut dan keriat-keriut kayu. udara terasa san gat segar. ketua keluargamu. "Benar aku Otori Maya. lerenglerengnya kehijauan tua dengan pepohonan cedar. ketika angin dari timur laut berpacu me¬lintasi laut kea bu-abuan. termasuk pelana dan sanggurdi ber¬hia s indah untuk Shigeko dan Hiroshi. lalu menekan hingga Maya tak sadarkan diri. tali temali dan tiang kapal. bau air laut.

Seperti merindukan seseorang: Tenba. Aku terkejut kau bisa berpisah dengannya. dia terus berpaling ke arah rumah. Tentunya dia akan merindukanmu. Semua hewan itu kelihatan senang ditemani gadis itu. dan satu lagi berwarna merah bata. Mungkin hewan¬hewan itu takkan melupakannya namun juga takkan merindukan dirinya. Tak ada rasa sesal akan berpisah karena mereka akan diperlakukan dengan bai k." katanya pada Hiroshi saat senja di hari ketiga perjalanan mereka dari Hofu. dan aku takkan merasa k hawatir memikir¬kannya akan kesepian." "Aku hanya menyalahkan diriku! Aku yang menyarankannya. dan mengikuti dengan pandangan mata saat Shigeko berj alan di sekitar dek. Shigeko hanya mencemaskan kirin yang tidak memiliki p embawaan santai layaknya kuda. saat kau di dekatnya. "Aku khawatir kirin akan ketakutan ketika berpisah dari kita. barangkali. dan semua kawannya. tanpa perasaan. Kirin adalah hadiah yang sempurna: bahkan sang Kaisar pun pasti kagum dan tersanjung dengan hadiah ini. "Lih at.kesehatan dan ketampanan mereka karena ia sendiri yang membesarkan hewan-hewan i tu: dua kuda berkulit belang. satu berwarna terang." sahut Hiroshi. Tapi aku be rharap hewan itu terbuat dari gading atau logam berharga." "Sedan tadi kuperhatikan dia berusaha mendekatimu." Halaman 212 dari 600 .

diberi cukup makan. Nam un seperti tak ada gunanya membicara¬kan perasaannya: ia akan menikahi orang pilihan ayahnya. Aku berharap perjalanan kita sudah berakhir tapi di si si lain aku juga tak ingin perjalanan ini berakhir. Mungkin tidak semenderita seperti yang kau bayangkan. gadis itu menahan tatapan Hiroshi selama beberapa saat. Dia akan dirawat dengan baik." iroshi menatapnya lekat-lekat." "Hewan memiliki perasaan yang dalam. "apa hadiah y ang lebih baik bagi jenderal Kaisar?" Mendengar kegetiran dalam suara Hiroshi." gumamnya. terkadang ia sad ar kalau tak ingin mengecewakan ayah-nya. aku cemas dengan s emua tantangan yang me-nantiku di ibukota. "Aku berharap tidak harus tinggal jauh dari Tiga Negara. "Lagipula. Dia akan dirawat dengan baik. "Lagipula. Shigeko merasa gundah. Hiroshi yang berpaling lebih dulu. dia hanya seekor hewan. diberi cukup makan." Shigeko beradu pandang dengan Hiroshi. Ia sudah lama me nyadari kalau Hiroshi mencintainya seperti ia mencintai laki-laki itu. Shigeko dibesarkan dengan ajaran keras keluarga ksatria: ia tidak bisa mematah¬kannya begitu saja. kehilangan yang membuat bangsawan yang paling be rkuasa di Delapan Pulau bebas untuk menikah. Mungkin tidak semenderita seperti yang kau bayangkan. dan terjaga dalam rasa bahagia. Mereka berdua tahu apa yang ada di benak masing-masing." Shigeko tahu maksud ucapan Hiroshi karena dia hadir saat Lord Kono mengatakan ka lau istri Saga Hideki meninggal baru-baru ini. Terkadang ia b ertanya-tanya apa bisa memilih calonnya sendiri karena kini ia penguasa Maruyama." hardik Shigeko. Mereka berdua dilatih dengan Ajaran Houou. Kirin berdir i begitu dekat hingga bisa dirasakan hangatnya napas hewan itu di pipinya." imbuhnya. "Dan mungkin kirin itu takkan kesepian di Miyako. Ter kadang ia bermimpi ayahnya memilih Hiroshi." . dan telah mencapai tah ap kesadaran serta kepekaan yang tinggi. "karena kau juga akan berada di sana.Hiroshi menatapnya lekat-lekat. "Tapi dia tidak memiliki perasaan yang sama dengan manusia saat dipisahkan dari mereka yang disayanginya. "Kuakui." kata Hiroshi dengan suara pel an. "Bila kirin merupakan hadiah yang sempurna bagi Kaisar. dia hanya seekor hewan. Shigeko memercayai Hiroshi sepenuhnya.

" "Kau juga akan mendapatkan dukungan itu di Miyako. aku bersumpah." kata Hiroshi. Bila aku memang harus me¬nikah dengan orang lain. "tapi mengatasinya. memanggil dengan nama yang sering dilakukannya ketika g adis itu masih kecil." "Bukan menyingkirkan. ti dak berani berkata apa-apa lagi. "Aku telah mengenalmu sejak keci l bahkan mungkin di kehidupan sebelumnya. Lalu satu kenangan melintas di benaknya: pertama kali ia melihat s epasang houou sewaktu kedua burung itu kembali ke hutan di sekitar Terayama untuk bersarang di pohon pauwlonia dan membesarkan anak-anaknya." sahut Shigeko. saat dikelilingi begitu banyak ora ng yang mendukungku terutama kau. "Jangan sampai ada hal yang mengurangi konsentrasimu selama penandingan i tu." "Guru-guruku yang terbaik kau dan dia." ujarnya. Busur di Halaman 213 dari 600 . "Ada ikatan yang kuat di antara kita." Hiroshi mengingatkan. "Mudah untuk merasa percaya diri di Maruyama." Gadis itu terdiam." "Tidak akan." "Shigeko. Kita semua harus menyingkirkan keinginan pribadi untuk membiarkan ajaran kedamaian menang. ikatan itu jangan pernah putus."Kau tak menunjukkan kecemasan saat bicara dengan Lord Kono tahun lalu. Miyoshi Gemba juga akan berad a di sana.

bagaimana dengan nasib Maya? Takeo ingin sekali kembali dan mencari tahu sendiri. Kemudian. "Jun dan Shin tidak senang. Takeo meninggalkan Inuyama menuju wilayah T imur. cairan dari dalam bumi mengalir ke pepohonan dan ke d alam aliran darah semua orang." . Saat itu ada pera yaan musim semi. tarian. Kecemasannya yaitu tidak adanya kabar dari Taku: apakah dia membelo t atau sudah mati. namun roh houou yang akan menuntun anak panahnya. Semua ini m erupakan bukti dari penguasa yang adil dan memedulikan kesejahteraan rakyatnya. bunga dan umbul-umbul tak mampu menyingkir¬kan ke gelisahan Takeo. beber apa di antara¬nya diceritakannya pada Minoru. Kedua hal itu sama-sama musibah baginya. namun wajah tanpa ekspresi yang ki ni menjadi kebiasaan¬nya. panji-panji Maruyama berkibar di tali tiang kapal. Lord Ot ori akan meng¬hadiahkan kirin kepada Kaisar." Shigeko tersenyum.* Beberapa hari setelah bulan purnama. Tiga Negara belum pernah begitu sejahtera. membuat lamban g bangau Otori menjadi keemasan. Burung houou ber¬sarang di Terayama. namun roh houou yang akan menuntun anak panahnya. namun mengubah otot dan urat daging menjadi sekeras baja. namun perjalanan memb awa dirinya makin jauh dari kemungkinan menerima kabar. semua pertanda ini menegaskan apa yang dilihat sebagian besar rakyat pada anak-anak mereka yang montok dan sawah yang subur. Meskipun ia ber¬usaha menyembunyikannya. Kota itu dikuasai rasa percaya diri serta harapan karena Lord Otori bukan hanya tengah mengunjungi Kaisar tokoh yang dianggap separuh mistis oleh rakyat tapi dia j uga meninggalkan seorang putra: kesedihan yang disebabkan oleh si kembar akhirnya te rsingkir. seolah burung suci itu telah bertengger di atasnya. Takeo memutuskan untuk meninggalkan Kuroda bersaudara di Inuyama." lapor Minoru. Kilau sinar matahari mewarnai layar. ketika bumi hidup kembali. Kepergiannya dilepas dengan penuh semangat oleh penduduk kota." anganmu. Setelah me¬mikirkan masak-masak.tanganmu. Kapal pun t ampak bermandikan cahaya. Langit di arah barat masih memancarkan garis merah ketika di arah timur muncul bulan purnama dari bulan keempat. dan bahwa mereka harus mengirim kurir secepat¬nya bila ada kabar dari Taku. "Mereka bertanya kepadaku apa yang te lah mereka lakukan sehingga tidak dipercaya oleh Lord Otori. mereka berjalan ke bagian be lakang dek dan memulai latihan ritual kuno yang mengalir melewati udara bak air. yakin kalau pikiran dan tujuan mereka berdua telah menyatu. mengatakan bahwa mereka akan lebih berguna di sana. Namun semua sorak sorai. sewaktu matahari tenggelam di ufuk barat. dan di satu sisi lagi.

"Tidak ada keluarga Tribe di Miyako," sahut Takeo. "Sungguh, aku tidak mem¬butuhka n mereka di sana. Tapi kau tahu, Minoru, kalau kepercayaanku pada mereka telah terkikis: bukan karena kesalahan m ereka, hanya karena aku tahu kesetiaan pertama mereka pasti pada Tribe." "Kurasa Anda mestinya bisa lebih me¬mercayai mereka," sahut Minoru. "Mungkin aku menyelamatkan mereka dari pilihan yang menyakitkan, dan kelak merek a akan berterima kasih padaku," sahut Takeo ringan, tapi sebenamya dia me¬rindukan kedua pengawal Tribe tersebut, merasa telanjang dan tidak terlindungi tanpa mereka berdua. Empat hari keluar dari Inuyama, mereka berjalan melintasi Hinode, desa tempat Ta keo pernah beristirahat bersama Shigeru pada pagi setelah lari dari kejaran prajurit Iida S adamu. "Tempat kelahiranku berjarak satu hari perjalanan dari sini," komentarnya pada G emba. "Aku tidak melewati jalan ini lagi selama hampir delapan belas tahun. Aku ingin tahu apakah desa itu masih ada. Di sanalah Shigeru menyelamatkan aku." Halaman 214 dari 600

Tempat adikku, Madaren, dilahirkan, mengingatkan dirinya, tempat aku dibesarkan sebagai orang Hidden. empat adikku, Madaren, dilahirkan, mengingatkan dirinya, tempat aku dibesarkan s ebagai orang Hidden. "Aku bertanya pada diriku sendiri, alangkah beraninya aku muncul di hadapan Kais ar. Mereka semua akan membenciku k arena asal -usilk u." Takeo dan Gemba berkuda berdampingan di jalur yang sempit, gar tidak didengar orang lain. Gemba melihat sekilas ke arahnya lalu ku membawa semua dokumen yang mem¬buktikan keturunanmu dari Terayama: alah kakekmu, dan pengangkatanmu oleh Shigeru sah menurut hukum . Tak ada yang bisa mempertanyakan legitimasimu." "Tapi Kaisar sudah mempertanyakannya lebih dulu." "Kau membawa pedang Otori, dan di¬berkati dengan semua pertanda persetujuan Surga. " Gemba tersenyum. "Kau mungkin tidak menyadari kekaguman Shigeru saat membawamu pulang: kau begitu mirip Takeshi. Seperti keajaiban: Takeshi tinggal cukup lama bersama kami sebelu mnya. Kakakku Kahri adalah sahabatnya. Rasanya seperti kehilangan saudara laki-laki tercinta. Namun kesedihan kami tidak ada artinya dibandingkan dengan Lord Shigeru, dan itu merupakan pukulan terakhir dari sekian banyak peristiwa buruk yang menimpanya." "Ya, Chiyo menceritakan kisah-kisah kehilangannya. Hidupnya diliputi kesedihan d an nasib buruk yang tidak layak diterima¬nya; namun Shigeru tidak menunjukkannya. Aku ingat perka taannya di malam pertama aku bertemu Kenji: Aku tidak diciptakan untuk berputus asa. Sering aku memikirkan kata-kata ini, dan tentang keberaniannya saat kami berkuda ke Inuyama dalam peng awasan Abe dan pasukannya. " "Kau harus mengatakan hal yang sama pada dirimu: kau tidak diciptakan untuk berp utus asa." Takeo berkata, "Seharusnya begitu, tapi dengan begitu banyak yang telah terjadi dalam hidupku, itu menjadi suatu kepura¬puraan." Gemba tertawa. "Beruntunglah karena kau memiliki sekian banyak keahlian. Jangan remehkan dirimu sendiri. Sifatmu mungkin lebih kelam dari Shigeru, tapi tak kalah kuatnya. Lihat lah apa yang telah kau raih: hampir enam belas tahun kedamaian. Kau dan istrimu telah menyatukan semua pihak yang bertikai di seluruh Tiga Negara; kau dan ia bicara pelan a menyahut, "Kau tahu a bahwa Lord Shigemori ad dan disetujui oleh klan

menangani kesejahteraan negara dengan keseimbangan yang sempurna. Putrimu men¬jadi tangan kananmu, istrimu mendukung sepenuhnya di rumah. Percayalah pada mereka. Kau akan membuat kalangan istana Kaisar terkesan sesuai dengan kemampuan¬mu. Percayalah padaku." Ge mba terdiam dan setelah beberapa saat melanjutkan senandung kesabarannya. Kata-kata Gemba terasa lebih dari sekadar menenangkan; kata-kata itu tidak menen ang¬kan tapi justru membuat Takeo mampu menguasainya, dan akhirnya bisa melaluinya. Selagi tu buh dan pikiran penunggangnya rileks, maka begitu pula dengan kudanya: Tenba menundukkan leher d an mem¬perpanjang langkahnya seolah jarak yang ditempuh tengah dilahapnya, hari demi hari. Takeo merasa semua inderanya mulai terjaga: pendengarannya menjadi sama peka¬nya s aat ia berusia tujuh belas tahun; mata dan tangan senimannya mulai bergerak lagi dengan sendiri nya. Saat mendiktekan surat di malam hari pada Minoru, rasanya ingin sekali mengambil kuas dari tangan juru¬tulisnya itu. Kadang Takeo memang melaku¬kannya dengan cara menopang tangan kanannya yang cacat dengan tangan kiri serta menjepit kuas dengan dua jarinya ya ng ter¬sisa, dibuatnya sketsa pemandangan yang ada di benaknya selama berkuda di siang hari: sekawanan gagak beterbangan di sela-sela pepohonan cedar, barisan angsa di tebing dengan b entuk yang aneh, seekor burung tila dan bunga lonceng di bebatuan. Minoru mengumpulkan sketsa-ske tsa itu lalu mengirimnya dengan surat-surat untuk Kaede, dan Takeo teringat pada lukisan buru ng tila yang pernah ia berikan pada istrinya bertahun-tahun yang lalu di Terayama. Tangan cac atnya selama ini telah mencegahnya untuk melukis, namun belajar untuk mengatasi kendala itu telah mengasah bakat alaminya menjadi gaya lukisan yang unik dan luar biasa. Halaman 215 dari 600

Jalanan dari Inuyama menuju perbatasan terawat baik dan cukup lebar untuk tiga p enunggang kuda berjalan berdampingan. Permukaan jalan rata karena Miyoshi Kahei dan pasukannya melewati jalan ini beberapa minggu sebelumnya. Pasukan garda depan itu terdiri dari seribu oran g yang sebagian besar berkuda. Kahei juga membawa per¬sediaan pangan di atas kuda beban dan alanan dari Inuyama menuju perbatasan terawat baik dan cukup lebar untuk tiga pe nunggang kuda berjalan berdampingan. Permukaan jalan rata karena Miyoshi Kahei dan pasukannya melewati jalan ini beberapa minggu sebelumnya. Pasukan garda depan itu terdiri dari seribu oran g yang sebagian besar berkuda. Kahei juga membawa per¬sediaan pangan di atas kuda beban dan gerobak yang ditarik lembu. Sisanya akan bergerak dari Inuyama dalam beberapa mi nggu lagi. Daerah perbatasan berbukit¬bukit. Selain dari jalanan yang akan mereka lalui, punc aknya tak bisa dilewati. Menyiagakan pasukan yang begitu besar selama musim panas membutuhkan b anyak sumber daya, dan banyak pasukan pejalan kaki yang berasal dari desa-desa tempat panen tidak bisa dilakukan tanpa tenaga mereka di ladang. Takeo dan rombongannya berjumpa dengan Kahei di dataran tinggi tepat di bawah ja lur sempit. Saat itu udara masih dingin, rumput tepercik bintik putih salju terakhir, air sungai dan kolam membeku. Pos perbatasan kecil dibangun di sini, meski tidak banyak pengembara yang melakukan perjalanan dari wilayah Timur melewati jalur darat karena lebih memilih jalur laut melalui Akash i. Gugusan Awan Tinggi menjadi perbatasan alami yang selama bertahun¬tahun membuat Tiga Negara ter lindungi, terabaikan bagian negara yang lain, tidak dikuasai atau dilindungi Kaisar. Kemah yang dibangun tampak teratur dan disiapkan dengan baik: kuda-kuda berada d i barisannya, pasukan dipersenjatai lengkap serta terlatih. Dataran itu sudah diub ah dengan pagar penghalang yang didirikan dengan formasi kepala anak panah di sepanjang tepi dan gudang penyimpanan dibangun dengan cepat untuk melindungi persediaan makanan dari cuaca dan hewan. "Ada cukup tempat di ujung dataran bagi pasukan pemanah," tutur Kahei. "Tapi kit a juga memiliki cukup senjata api saat prajurit pejalan kaki datang dari Inuyama untuk mempertah ankan jalan bermilmil di belakang kita, begitu pula dengan pedesaan di sekitarnya. Kita akan mendirika n blokade. Tapi jika mereka masuk ke daerah di sekitarnya, kita akan gunakan kuda dan pedang." Ia menambahkan, "Apakah kita tahu senjata apa yang mereka miliki?" "Waktu mereka kurang dari setahun untuk mendapatkan atau menempa senjata api ser ta melatih

pasukan untuk menggunakannya," sahut Takeo. "Kita lebih unggul dalam hal itu. Ki ta juga memiliki pasukan pemanah: senjata tidak bisa diandalkan saat hujan atau angin. Aku berhar ap bisa mengirim pesan padamu. Aku akan mencari tahu sebisanya tapi aku harus kelihatan seperti mencari kedamaian; aku tidak boleh memberi alas an bagi mereka untuk menyerang. Semua persiapan ini demi mempertahankan Tiga Negara; kita tidak mengancam siapa pun di luar perbatasan wilayah kita. Kau harus tetap di dataran ini dalam posisi yang murni bertahan. Kita jangan sampai memancing Saga atau menantang Kaisar." "Rasanya aneh melihat Kaisar dengan mata kepala sendiri," komentar Kahei. "Aku i ri padamu: kami mendengar tentang Kaisar sejak kami masih kecil; beliau adalah keturunan dewa, k endati selama bertahun¬tahun aku tidak percaya kalau beliau memang benar-benar ada." "Klan Otori kabarnya adalah keluarga Kaisar," sahut Gemba. "Karena ketika Takeyo shi diberikan Jato, bayi dalam kandungan salah seorang selir Kaisar juga akan djodohkan dengannya." Gemba ter¬senyum pada Takeo. "Maka kau pun memiliki darah yang sama." *Agak tercampur setelah benahun-tahun," sahut Takeo dengan nada ringan. "Tapi mu ngkin karena beliau adalah kerabatku maka akan memandangku dengan sikap yang bersahabat. Bertahun-tahun lalu Shigeru mengatakan bahwa karena kelemahan sang K aisar sehingga orang seperti lida bisa merajalela tanpa bisa diawasi. Maka sudah menja di kewajibanku untuk memperkuat kedudukan Kaisar. Beliau adalah penguasa Delapan Pulau." Takeo melayangkan pandangan ke arah gugusan gunung yang warnanya berubah menjadi ungu tua di bawah cahaya malam. Langit tampak ber-warna putih kebiruan, dan bintang-bintang pertama mulai bermunculan. "Aku hanya tahu scdikit tentang sisanya: bagaimana pemerintahannya, apakah merek a sejahtera, apakah rakyatnya bahagia. Semua ini harus dicari tahu dan dibicarakan." Halaman 216 dari 600

"Dengan Saga Hideki-lah kau harus bicarakan semua itu," sahut Gemba. "Karena saa t ini dialah yang mengendalikan dua pertiga negara, termasuk Kaisar." Dengan Saga Hideki-lah kau harus bicarakan semua itu," sahut Gemba. "Karena saat ini dialah yang mengendalikan dua pertiga negara, termasuk Kaisar." "Tapi kita tidak akan membiarkannya mengendalikan Tiga Negara," seru Kahei. Ketidaksetujuan Takeo tidak diperlihatkan terang-terangan pada Kahei, tapi secar a pribadi, seperti biasa, ia telah memikirkan tentang negaranya dan cara terbaik untuk melindunginy a. Takeo sudah menyaksikan kehancuran dan kehilangan korban manusia akibat perang dan gempa. Ia tak ingin m enyerahkan negara yang telah makmur ini pada Zenko, tapi juga tidak ingin melihatnya terpec ah belah dan berperang lagi. Ia tidak percaya kalau Kaisar adalah dewa yang harus disembah. T api ia menyadari pentingnya kaisar sebagai simbol kesatuan, dan siap untuk tunduk pada Kaisar dem i mem¬pertahankan kedamaian dan meningkatkan kesatuan seluruh negara. Namun aku takkan menyerahkan Tiga Negara kepada Zenko. Berulang kali dirinya kem bali lagi pada keyakinan ini. Aku takkan melihatnya berkuasa menggantikan diriku. Mereka menyeberangi jalur perbatasan saat bulan menghilang, dan sebelum bulan pe nuh lagi mereka hampir tiba di Sanda, kota kecil yang berada di jalur antara Miyako dan Akashi. Selagi menuruni lembah, sekaligus memeriksa jalur pulang mereka dan tempat sepasukan kecil pasukan kemungkinan berbelok dan menghadang musuh bila diperlukan Takeo mempelajari keadaa n desadesa, sistem pertanian, kesehatan anak¬anak, kerap berkuda keluar dari jalan memasuki di strik di sekitarnya. Ia tercengang menemukan bahwa ia tak dikenal penduduk desa: reaksi mereka seolah kedatangan pa hlawan dari legenda yang mendadak muncul di tengah-tengah mereka. Di malam hari terdengar ol ehnya penyanyi buta melantunkan lagi kisah Klan Otori: peng¬khianatan atas Shigeru dan kematianny a, kejatuhan Inuyama, perang Asagawa, mundur ke Katte Jinja serta pengambilalihan kota Hagi. Ada juga nyanyian baru yang digubah tentang kirin karena hewan itu bersama putri Lord Oto ri yang cantik tengah ditunggu di Sanda. Daerah itu terbengkalai: Takeo terkejut dengan rumah-rumah yang setengah runtuh, sawah yang tidak digarap. Ia tahu dalam perjalanan, dengan bertanya pada para petani, bahwa temya ta semua wilayah itu bertempur habis-habisan melawan Saga sebelum akhirnya menyerah dua tahun lal u.

Sejak itu pasukan bersenjata dan buruh yang dibutuhkan telah melemahkan sumber d aya manusia desa-desa tersebut. "Tapi setidaknya kini sudah damai, dan kami berterima kasih pada Lord Saga," kat a salah seorang laki-laki yang lebih tua. Takeo ingin tahu berapa banyak pengorbanan yang mereka lakukan, dan masih ingin bertanya¬tanya lebih banyak lagi, tapi saat makin mendekati kota ia bergabung lagi dengan rombongannya dengan sikap yang lebih formal. Banyak dari o rang-orang itu mengikutinya, berharap melihat kirin secara langsung. Ketika tiba di Sanda, mere ka ditemani oleh sekerumunan besar orang, dan makin bertambah ketika penduduk kota ber¬hamburan kel uar untuk bertemu dengannya. Mereka melambaikan umbul-umbul serta rumbai-rumbai, menari da n menabuh genderang. Sanda merupakan kota per¬dagangan dan tidak memiliki kastil atau benten g. Masih tampak sisa-sisa kehancuran akibat perang, tapi sebagian besar toko dan rumah ya ng hangus terbakar sudah dibangun kembali. Ada beberapa rumah penginapan besar di dekat ku il; di jalan utama di depan mereka, Takeo dipertemukan dengan sekelompok kecil prajurit, memb awa panji¬panji bergambarkan puncak gunung kembar lambang Klan Saga. "Lord Otori," ujar pemimpinnya, laki-laki bertubuh besar dan gemuk yang meng¬ingat kan Takeo pada Abe, pengawal senior Lord Iida. "Namaku Okuda Tadamasa. Ini putra sulungku, Tadayoshi. Pemimpin kami yang agung dan jenderal Kaisar meng¬ucapk an selamat datang kepada Anda. Kami diutus untuk mendampingi Anda." Orang itu bicara dengan bahasa resmi dan sopan. Sebelum Takeo sempat menjawab, Tenba meringkik lantang. Di atas atap laman di penginapan muncul kirin dengan telinga yang seperti kipas, kepala bermata besar di atas leher panjang bercorak. Kerumunan orang berseru kegirangan dengan serempak. Mata dan h idung kirin Halaman 217 dari 600

tampak mencari-cari sahabatnya. Ketika melihat Tenba, wajahnya melembut seakan t ersenyum; dan bagi kerumunan itu, kirin seakan tersenyum pada Lord Otori. ampak mencari-cari sahabatnya. Ketika melihat Tenba, wajahnya melembut seakan te rsenyum; dan bagi kerumunan itu, kirin seakan tersenyum pada Lord Otori. Bahkan Okuda pun tak mampu menahan diri untuk meliriknya. Ekspresi kekaguman mel intas sesaat di wajahnya. Ototnya ber¬kerut tegang berusaha keras menahan diri, matanya terbela lak. Putranya, pemuda ber-usia kira-kira delapan tahun, terang-terangan menyeringai. "Aku berterima kasih pada Anda dan Lord Saga," sahut Takeo tenang, mengabaikan k eheranan itu seolah kirin hanyalah hewan peliharaan biasa. "Kuharap Anda bisa mem beri kehormatan dengan mengajakku dan putriku makan malam bersama." "Kurasa Lady Maruyama sudah menunggu di dalam," sahut Okuda. "Aku terima undanga n Anda dengan senang hati." Mereka semua turun dari kuda. Para pengurus kuda berlarian menghampiri untuk men gambil tali kekang. Pelayan bergegas datang ke tepi beranda membawa baskom air untuk mencuci kaki para tamu. Pemilik penginapan pun muncul, seorang tokoh penting dalam pemerintahan ko ta itu; dia berkeringat karena gugup; membungkuk rendah, kemudian bangkit, mengatur pelayan dengan banyak instruksi dan tepukan tangan, serta menggiring Takeo dan Gemba ke kamar t amu utama. Kamarnya cukup menyenangkan, meski¬pun tidak mewah. Alas lantainya masih baru dan wangi, dan pintu-pintu bagian dalam terbuka ke arah taman kecil yang berisikan rumput dan s ebongkah batu hitam yang tidak biasa, seperti miniatur puncak kembar gunung. Takeo menatapnya, seraya mendengarkan hiruk-pikuk kesibukan dalam penginapan di sekelilingnya, suara bersemangat sang pemilik penginapan. Kegiatan di dapur selagi makan malam disiapkan, ringkikan Tenba dari istal, dan terakhir suara putrinya, langkah kakinya di luar. Takeo berbalik saat pintu bergeser terb uka. "Ayah! Aku sudah tak sabar ingin bertemu ayah!" "Shigeko," sahutnya, lalu dengan penuh kasih sayang, "Lady Maruyama!" Gemba yang sedari tadi duduk di beranda sebelah dalam, kini berdiri dan menyeruk an kata yang sama. "Lady Maruyama!" "Lord Miyoshi! Aku senang bertemu Anda." "Hmm, hmm," sahutnya seraya ter¬senyum le bar dan

bersenandung riang. "Kau tampak baik." Benar, pikir Takeo, putrinya bukan hanya berada di puncak kecantikan masa mudany a, tapi juga memancarkan kekuatan dan kepercayaan diri seorang perempuan dewasa, seorang peng uasa. "Dan Ayah lihai bawaanmu tiba dengan sehat," ujar Takeo. "Aku baru kembali dari kandang kirin. Hewan itu senang bertemu dengan Tenba. Aga k mengharukan. Tapi apa Ayah baik-baik saja? Perjalanan Ayah lebih berat. Ayah tidak merasa kesakitan?" "Ayah baik-baik saja," sahutnya. "Cuaca hangat seperti ini rasa sakitnya masih b isa diatasi. Gemba adalah teman seperjalanan yang baik, dan kudamu itu luar biasa." "Tidak ada kabar dari rumah?" tanya Shigeko. "Tidak ada, tapi karena Ayah tidak menunggu kabar, maka ketenangan ini tidak mem buat Ayah cemas. Di mana Hiroshi?" tanyanya. "Dia sedang menengok keadaan kuda dan kirin," sahut Shigeko dengan tenang. "Bers ama Sakai Masaki, yang ikut bersama kami dari Maruyama." Takeo mengamati putrinya yang tidak menunjukkan emosi apa pun. Setelah beberapa saat ia bertanya, "Ada pesan dari Taku di Akashi?" Halaman 218 dari 600

Shigeko menggeleng. "Hiroshi juga tengah menunggu sesuatu, tapi tak satu pun ora ng Muto di sana mendapat kabar darinya. Mungkinkah terjadi sesuatu?" higeko menggeleng. "Hiroshi juga tengah menunggu sesuatu, tapi tak satu pun oran g Muto di sana mendapat kabar darinya. Mungkinkah terjadi sesuatu?" "Aku tidak tahu; sudah lama tidak ada kabar darinya." "Aku bertemu dengannya dan Maya di Hofu sebelum kami berangkat. Maya datang untuk melihat kirin. Dia sehat, lebih mantap, juga lebih bisa menerima anugerah bakatnya dan lebih bisa mengendalikannya." "Kau anggap kerasukan itu sebagai anugerah?" seru Takeo, terkejut. "Kelak akan begitu," sahut Gemba, lalu dia dan Shigeko saling tersenyum. "Jadi, katakan padaku para Guru Besar¬ku," ujar Takeo sinis, menyembunyikan kekesa lannya. "Mestikah aku mencemaskan Taku dan Maya?" "Karena kau tak bisa berbuat apa-apa dari sini," Gemba menjelaskan, "maka tak ad a gunanya membuang energimu dengan mengkhawatirkan mereka. Kabar buruk cepat tersebar: kau akan mendengarnya secepatnya." Takeo menyadari kearifan kalimat ini, lalu berusaha menyingkirkan masalah ini da ri benaknya. Tapi di malam-malam selanjut¬nya, selagi mereka melanjutkan perjalanan ke ibukota, ia seri ng memimpikan kedua putri kembarnya, dan di dunia lain yang berkabut itu, disadarinya kalau me reka berdua tengah menjalani semacam ujian berat yang aneh. Maya berkilau bak emas, menarik semua c ahaya dari Miki yang dalam mimpinya terlihat sehebat dan setajam sebilah pedang. Sekali dia bermimpi mereka berdua s ebagai kucing dan bayangannya: ia memanggil¬manggil, tapi meskipun menengok, keduanya bukan saja lid ak melihat dirinya tapi juga berlari menjauh dengan langkah tak ter¬dengar hingga berada di l uar jangkauan pendengaran dan perlindungannya. Takeo terbangun dengan perasaan kehilangan yang begitu menyakitkan kalau kedua putrinya itu bukan anak-anak lagi. Bahkan bayi laki¬lakiny a akhirnya akan tumbuh menjadi laki¬laki dewasa dan menantang dirinya; bahwa orangtua membesarkan anak-anak hanya untuk digantikan kedudukannya oleh mereka, bahwa harga yang hams dibayar u ntuk kehidupan adalah dengan kematian. Malam terasa lebih pendek, dan saat matahari makin bersinar cerah, Takeo kembali dari dunia mimpi, mengumpulkan kembali tekad dan kekuatannya untuk melakukan tugas yang ada di had apannya,

membingungkan lawan-lawannya dan me¬menangkan keberpihakan mereka, memper¬tahankan negara serta Klan Otori, di atas segalanya, mencegah tejadinya perang.* Perjalanan berlanjut tanpa insiden. Ini adalah waktu yang paling tepat untuk mel akukan perjalanan. Siang kian panjang seiring makin dekatnya waktu ketika matahari berada pada jara k terjauh dari garis khatulistiwa. Okuda nampak terkesan pada kirin, pada kuda Maruyama, dan pada Shige ko yang memilih untuk berkuda di sisi ayahnya; laki-laki itu banyak bertanya pada Takeo tentang Tiga Negara, perdagangan, administrasi, dan kapal. Jawaban jujur Takeo membuat mata¬nya makin t erbelalak. Kabar tentang kedatangan kirin sudah sampai mendahului mereka, dan sewaktu mende kati ibukota, kerumunan orang semakin banyak saat penduduk kota berhamburan keluar untuk menya mbut. Mereka membuat hari itu sebagai hari libun mereka mengajak istri dan anak dengan mengenakan pakaian berwarna cerah, menggetar tikar dan mendirikan payung penahan sinar mata hari warna merah tua serta tenda putih, makan dan minum dengan gembira. Takeo merasakan semua kemeria han ini sebagai pemberkatan atas per¬jalanannya, menyingkirkan pertanda buruk dari eksekusi di Inu yama. Halaman 219 dari 600

Kesan ini di¬perkuat dengan Lord Kono yang mengirim undangan untuk mengunjunginya pada malam pertama di ibukota. esan ini di¬perkuat dengan Lord Kono yang mengirim undangan untuk mengunjunginya p ada malam pertama di ibukota. Kota itu dikelilingi tebing; danau besar di bagian utara menyediakan kota itu de ngan air dan ikan. Dua sungai yang mengaliri kota dihubungkan dengan beberapa jembatan yang indah. Kota itu dibangun seperti kota kuno di Shin: berbentuk persegi dengan jalan lebar terbentang dari utara sampai ke selatan, dengan jalanan yang lebih kecil bersaling¬silang. Istana kekaisaran terle tak di ujung jalanan utama, di sebelah biara agung. Takeo serta rombongannya menginap di kediaman yang tidak jauh dari tempat Kono. Sebuah kandang dibangun dengan tergesa¬gesa untuk kirin. Takeo berpakaian dengan ekstra h ati-hati untuk menghadiri pertemuan itu, lalu menaiki salah satu tandu mewah ber¬pernis yang dian gkut dengan kapal laut dari Hagi menuju Akashi. Hadiah-hadiah untuk Kono dibawa oleh sebaris an pelayan: produk Tiga Negara yang menjadi bukti kesejahteran dan pemerintahan yang baik, apa saja yang dinikmati atau dikagumi Kono selama di wilayah Barat salah satu hasil pengintaian Taku. "Lord Otori telah tiba di ibukota saat matahari mendekati titik puncaknya," seru Kono. "Waktu yang amat menguntungkan. Aku berharap dengan amat sangat atas ke¬berhasilan Anda." Ini orang yang membawa kabar bahwa pemerintahanku ilegal dan Kaisar memintaku ag ar turun takhta serta mengasingkan diri, Takeo memperingatkan dirinya. Aku tidak boleh te rbuai pada sanjungannya. Takeo tersenyum dan berterima kasih pada Kono, lalu berkaia, "Semu a ini ada di tangan Surga. Aku akan tunduk pada kehendak Yang Mulia Kaisar." "Lord Saga ingin sekali bertemu Anda. Apakah besok tidak terlalu cepat? Beliau i ngin menyelesaikan beberapa masalah se¬belum musim hujan mulai." "Tentu saja." Takto bisa melihat tidak ada gunanya menunda. Hujan pasti akan men ahan dirinya di ibukota sampai bulan ketujuh: tiba-tiba dilihat dirinya sendiri kalah dalam pertandingan itu. Lantas apa yang harus ia lakukan? Bersembunyi di kota ya ng lembap dan menjemukan ini sampai dirinya bisa menyelinap pulang dan mengatur pengasingan di rinya sendiri? Atau mencabut nyawanya sendiri, meninggalkan Shigeko sendirian di tangan Saga, d i bawah kekuasaannya? Apakah ia memang tengah mempertaruhlan Tiga Negara, dirinya dan pu trinya, dalam

Beberapa sket sa yang kubuat selama perjalanan sudah kukirim pada istriku. Tapi kita tidak perlu mengingat masa-masa yang tidak menyenangkan itu ." tutur Kono ketika salah satu pen¬damp ingnya membuka bungkusan sutra yang berisi benda-benda berharga. tapi justru menghabiskan sisa malam itu dengan mengagumi koleksi Kono dan membicarakan tentang lukisan dengan orang ters ebut. Tak diragukan lagi dia pasti berpikir kalau tak lama lagi aku ada waktu luang ya ng banyak. "Tapi melukis memberi kenikmatan besar bagiku." Halaman 220 dari 600 . meski aku tak sempat melakukannya.." "Kau berlebihan menyanjungku.sebuah pertandingan? Takeo tak menunjukkan sedikit pun kekhawatirannya. dan tak bisa menahan diri untuk tersenyum juga pada ironinya keadaan diri nya. renung Takeo." sahut Takeo." sahut Takeo. Dan Lord Saga pasti gembira kalau bisa menerima satu juga.. "Tentu saja sebagian besar kol eksnya sudah hilang. Aku pernah mendengar kalau Lord Otori sendiri adalah seniman yang berbakat. "Aku tidak membawanya." "Aku sama sekali tidak berbakat. Aku minta maaf." Kono tersenyum dan mengerutkan bibirnya dengan sengaja. "Sebagian di antaranya adalah milik ayahku. "Aku memberanikan diri untuk meminta Anda memberikan salah satu karya Anda..

" gumam Kono." seru Kono dengan hangat. "Kendati demikian. Takeo agak memiringkan kepa la." Kemudian dia melanjutkan dengan halus. Beliau sedang membangun kastil b aru kelak akan ditunjukkannya pada Anda." "Menurutku."Menyesal aku tidak bisa membujuk Anda." Takeo menaikkan alisnya dan melihat sekilas ke wajah Kono. Sewakt u mereka turun dari tandu di taman sebuah kediaman yang besar serta megah. "Menurut pengal amanku. "Kami mendapat keuntungan hidup selama bertahun-tahun dalam kedamaian. semakin jarang seniman memamerkan karyanya." sahut Takeo. dan Gemba ke kediaman jenderal itu. untuk menjemput Takeo. Shigeko. Kalian pasti memiliki perajin paling tera mpil." Menyesal aku tidak bisa membujuk Anda. Lord Saga memberi banyak komisi. Untuk sementara. "Menurut penga lamanku. aku yakin tak satu pun yang kami miliki di Tiga Negara bisa dibandingkan dengan kemegahan ibukota. berdalih t ak ingin meninggalkan kirin tidak terjaga. Sepe rti harta terpendam. meski Takeo menduga ada alasan lain: kesadaran pemuda itu akan . tapi tidak dilihat ad anya sindiran di sana. semakin jarang seniman memamerkan karyanya. itu justru lebih mengesankan dan lebih ber¬harga. beliau khawatir Anda meras a kalau kediamannya ini terlalu sederhana tidak sebanding dengan yang biasa Anda lihat di Hagi. orang-orang seperti itu mencari lingkungan yang tenang agar bisa men ghasilkan karya seni mereka. Banyak yang pergi dari ibukota dan baru sekarang¬sekarang ini mulai k embali. "Putri Anda tentunya merupakan harta Lord Otori yang paling berharga." Minoru juga menemani mereka dengan membawa gulungan berisi silsilah keluarga dar i semua yang datang dan daftar hadiah untuk Lord Saga. "Lord Saga memintaku untuk menyampaikan per¬mintaan maafnya. Hiroshi memohon undur diri. serta ksatria la in dari kediaman Saga. Kono bergumam. Sepe rti harta terpendam. serta seniman yang paling berbakat. ayah dan anak." seru Kono dengan hangat. berarti semakin besar bakatnya. Beliau sangat mengagumi semua bentuk seni. berarti semakin besar bakatnya. itu justru lebih mengesankan dan lebih ber¬harga. *** Lord Kono datang keesokan harinya bersama Okuda. "Lord Saga amat menantikan bertemu dengan lawannya. Dia akan menemani Anda besok?" Kedengarannya hanya sebagian dari sebuah pertanyaan.

Mereka duduk tanpa bicara. sementara dia pergi be rsama Kono. Okuda. sah abat karibnya yang mengabdikan diri pada Ajaran Houou. mengenakan pakaian formal ketimbang baju zirah yang dia pakai sebelumnya. Takeo tak tahan untuk tidak mengagumi ketegasan desain dan kemahi ran pembuatannya. Takeo menenangkan diri sambil memandang l ukisan burung houou. Ada lukisan burung merak berjalan dengan angkuh di bawah lebatnya pepohonan pinu s. tujuannya adalah untuk mendomin asi. warna-warna ce rah berlatar berwarna emas. Dua ekor singa mistis berjalan di sepanjang dinding. Dilayangkannya pikirannya ke biara Terayama. memenuhi dirinya dengan r asa percaya diri Halaman 221 dari 600 . dan dirasakannya energi dalam ruangan itu semakin menguat. ia merasakan kekuatan spiritual sahabat nya itu dalam diri kedua pendampingnya yang ada di dekatnya. Di benaknya ia melihat Makoto. naga dan harimau saling meng¬geram. juga rasa enggan bertemu laki-laki yang mungkin akan d inikahi Shigeko. Bahkan ada juga sepasang burung houou sedang mematuk daun bambu. namun melukisnya dari legenda. Ia yakin si seniman belum pernah melihat burung itu. Di ruangan terakhir inilah Okuda meminta mereka menunggu. ke hutan s uci pepohonan pawlonia di mana burung houou tengah menetas.kurangnya status dirinya. Tak s eorang pun bisa dengan mudah bertemu seorang penguasa. membimbing mereka berjalan menelusuri beranda yang lebar dan melewati banyak ruangan yang masing-masing dihiasi lukisan yang cemerlang. Gemba dan Shigeko. Takeo telah menduga ini: ia pun kerap menggunakan tipu muslihat yang sama. Namun dirasakannya semua lukisan itu dibuat untuk memamerkan kekua tan dari penguasa: semuanya berbicara tentang kemenangan. el ang menatap dengan berlagak penting dari tempat yang memungkinkan pandangan luas dan jelas d i puncak tebing kembar.

menggeser layar kasa agar terbuka dan menyembah hin gga kepalanya menyentuh lantai. di sana ia dengar pengkhianatan para paman Shige ru. Takeo melangkah masuk dan membungkuk. Hanya ketika Takeo dan Gemba diminta duduk tegak. Cuaca hari itu terasa semakin han gat. Kono sudah diperingatkan tentang pen¬dengaranku. Dipasang telinganya seperti yang pernah dilakukanya di kastil Hagi ketika dipaksa menunggu dengan cara yang sama. Dipasang telinganya seperti yang pernah dilakukanya di kastil Hagi k etika dipaksa menunggu dengan cara yang sama. Apa lagi yang telah diu ngkap Zenko kepadanya? Takeo mengenang masa lalunya yang hanya diketahui oleh Tribe. disingkir¬kannya pikiran itu jauh-jauh. baru lah gadis itu . Sesaat ia merasakan ketakutan akan istrinya yang begitu jauh: bagaimana ia bisa bertahan bila istrinya tiada? Bisakah ia hidup tanpa istrinya? Menikah lagi demi alasan negara? Teringat lagi nasihat Gemba. Kini ia dengar Kono berbicara pelan pada seorang laki-laki yang diduganya adalah Saga. Kepala pelayan itu berlutut. tapi Shigeko menunggu di ambang pintu. dan menduga semua itu peliharaan Lady Saga. memusatkan perhatiannya pada laki-laki yang akan ditemuinya. Takeo bisa mendengar burung-bur ung di sangkar berkicau di suatu tempat di kediaman ini. t api mereka hanya membicarakan hal¬hal yang biasa-biasa saja. di sana ia dengar pengkhianatan para paman Shige ru. ang mantap. Orang itulah yang akan mendampingi mereka ke ruang pertemuan. pikirnya. dan gemericik air di kolam dan tangki air memberi perasaan dingin. menerim a daftar hadiah yang disiapkan Minoru serta mengawasi para jurutulis yang mencatat acara yang akan ber¬langsung. Dia membungkuk sampai ke lantai di hadapan Takeo dan berbicara denga n sopan santun yang luar biasa.yang mantap. Jalan lebar mengkilap membawa mereka melewati taman kecil yang indah menuju ke b angunan lainnya yang jauh lebih besar dan lebih indah. Gemba mengikutinya. seberapa banyak ya ng Zenko tahu? Beberapa saat kemudian Okuda datang bersama seorang laki-laki yang diperkenal¬kannya sebagai kepala pelayan dan pengur us administrasi Lord Saga. Kini ia dengar Kono berbicara pelan pada seorang laki-laki yang diduganya adalah Saga. lalu teringat kehilangan tragis yang dialami Saga. t api mereka hanya membicarakan hal¬hal yang biasa-biasa saja.

dengan huru f konsonan diucapkan cepat. Lukisan yang bers ifat pamer hanya menjadi pembungkus berhias: di sini hanya pedang yang dipamerkan. Disesalinya kekurangan dirinya. huruf hidup diperpendek: ini pertama kalinya Takeo mendengar ak sen daerah timur laut. seolah tak ada yang boleh m enyaingi kuatnya kehadiran orang itu. dekorasi ruangan ini yang paling sederhana. Dan tiba¬tiba dilihatnya kalau Saga takkan bisa di¬kalahkan den gan kekuatan. Ternyata efeknya luar biasa. tak perlu hias an. Halaman 222 dari 600 . yang pernah Takeo dengar tapi belum pernah dilihatnya. pikir Takeo. tapi tid ak gegabah dia laki-laki yang mengendalikan pikiran sama ketatnya dengan mengendalian tubuhnya. Namun orang itu memiliki keluwesan yang tidak sesuai dengan usiany a: duduk dengan nyaman. Tak diragukan lagi kalau ia meng¬hadapi lawan yang menakjubkan. Ruang kecil di sebelahnya terdapat lukisan d engan gaya daerah daratan utama. dan kemudian mendengar setiap senandung pelan dari sisi kirinya. Shin. dengan tubuh g emuk laki-laki separuh baya. gerakannya pun luwes. kurang terampil memanah. U sia Saga pasti beberapa tahun lebih tua dari Takeo. Saga Hideki duduk di ujung ruangan. Mungkin kejam. Dibandingkan dengan ruang an lainnya. Shigeko tetap membungkuk dalam-dalam sementara kedua orang itu saling menatap. Mungkin itu lukisan bernama Genta Malam Hari dari Biara di Kejauhan yang termahsyur. dan tampak lebih bidang karena sayap lebar dari jubah resminya. tempat Gemba duduk dengan sikap rileks.masuk dengan gerakan anggun dan menyembah di sebelah ayahnya. Suaranya kasar. tapi justru dengan kelembutan. Semula Takeo mengira Saga adalah orang yang brutal serta gegabah. Memiliki bahu bidang dan berotot ciri khas pemanah . mendekati empat puluh tahun. kini ia mengubah pendapatnya. hanya baja tajam nan mematikan itu.

" Dia memberi . "Memang. Wajahnya lebar serta bergaris tegas. "Aku melihat kombinasi itu di sini. sementara yang me¬ngejutkan bentuk telinganya begitu halus. Janggut dan kumisnya agak panjang. plum dan pinus." ujar Shigeko dengan suara pelan . bentuk matanya panja ng dan agak seperti bertudung. empat kelahiran Saga. dan bahwa lukisan ini lebih menarik perhatian Anda ketimbang benda¬benda modern milikku. begitu dekat dengan kepalanya. Wajahnya lebar serta bergaris tegas. ham pir tanpa bagian bulat menonjol di bagian bawahnya. "Suatu maha ka rya. "Ini juga sangat bagus. Dia bilang Anda pasti mengenalnya.tempat kelahiran Saga." Shigeko berdiri lalu berjalan perlahan ke sisi ayahnya." ujar Saga. Tinggi mereka hampir sama. dilukis dengan tenang serta menggugah. keduanya agak beruban meski rambutnya tidak beruban. berkedip memerhatikan tubu hnya. Kemari dan lihatlah. walau tubuh Saga jauh lebih besar. bentuk matanya panjan g dan agak seperti bertudung. begitu dekat dengan kepalanya." sahut Saga." "Tiga kawan baik. Lukisan itu menggambarkan pemandangan taman yang dipenuhi bambu. kembali ke tempat duduknya. mari berg abung bersama kami." sahut Takeo dengan kekaguman yang tulus. benar?" "Ha! Kono menyarankan aku meng¬gantungnya. "luwes. Juga dibuat dengan lima hitam. sementara yang me¬ngejutkan bentuk telinganya begitu halus. Karya Yu-Chien." "Luar biasa. "Tentu saja lukisan it u. "Bagaimana pendapat A nda?" "Lord Saga?" Saga memberi isyarat ke arah ruangan kecil di sampingnya. ham pir tanpa bagian bulat menonjol di bagian bawahnya. wangi serta kuat. Bag aimana dengan yang satu itu?" Saga berdiri lalu berjalan ke dinding sebelah timur. Pandangan mata Saga pun tak kalahnya mengamati Takeo. Kemudian ban gsawan itu mencondongkan badan lalu berkata dengan kasar namun ramah. berhenti sebentar saat melihat tangan kanan bersarung tangan hitam. "Ketiganya mampu menahan kerasnya musim dingin. Janggut dan kumisnya agak panjang." Takeo bangkit lalu berdiri di sampingnya. Lady Maruyama. keduanya agak beruban meski rambutnya tidak beruban.

" "Ha!" Saga mengeluarkan tawa kemenangan. "Dari riwayat Anda. Tapi bambu sangat sulit dibasmi bila tum buh di tempat yang salah. "Bahkan tanaman beracun pun bisa diambil manfaatnya." Gemba membungkuk hormat atas pujian ini." "Bambu akan selalu tumbuh. Lord Shigeru. yang mengajariku di bidang ini sebelum kematiannya. aku tidak punya banyak waktu untuk bertani beberapa tahun ini. "Kurasa aku bagian yang luwes.isyarat agar mereka men¬dekat. Aku ter lalu Halaman 223 dari 600 . per¬hitung an sekaligus hasrat. namun kemudian me mbatalkannya dan kembali berbicara pada Takeo." "Kudengar Anda tertarik dengan per¬tanian. Matanya menatap ke arah Shigeko dengan ekspresi ingin tahu. dalam ilmu ketabiban. maka negara akan menjadi kaya dan stabil. Kelihatannya dia ingin bicara langsung pada gadis itu." sahut T akeo seraya tersenyum. Bila petani bahagia." "Ayahku. sedang Lord Miyoshi ada lah pinusnya. "Apakah filsafat ini menjelaskan alasan Anda tidak menghadapi Arai?" Takeo menjawab." "Baiklah. "Lady Maruyama adalah plum. "Lebih baik dibiarkan ditempatnya ." ujar Takeo setuju. kurasa juga begitu. dan mengambil manfaat dari kegunaannya yang banyak serta bervariasi. misalnya.

Mereka hanya me mbicarakan lukisan. Okuda mengatakan bahwa Tiga Negara menghasilkan beras lebih banyak d ari yang bisa dikonsumsi. masing-masing menawarkan pengalaman luar biasa bagi mata yang mema ndang sena lidah yang mengecap-nya. Sake juga dihidangkan." Takeo agak memiringkan kepala. dan menguasai Tiga Negara secara sah menurut hukum. Kami diberkahi panen yang baik selama bertahun-tahun.disibukkan dengan peperangan. Okuda mengatakan bahwa Tiga Negara menghasilkan beras lebih banyak d ari yang bisa dikonsumsi. Tak heran begitu banyak orang yang mengincar¬nya dengan tamak. tapi untuk mengatakan bahwa sementara aku mencari dukungan Anda." "Anda telah menghasilkan permata. Sekarang mari makan dan minum. me ng¬ungkapkan lagi kekaguman bersemangatnya pada kirin. kami memiliki banyak persediaan beras. Lord Miyosh . serta terhindar dar i kekeringan dan kelaparan. Kita akan l ihat lapangan tempat pertandingan kita. Kekuasaanku adil dan direstui Surga. keistimewaan Tiga Negara dibandingkan yang ada di ibukota." "Kini banyak dari daerah di negara kami yang mempraktikkan sistem panen ganda. "Memang benar. aku bersiap tunduk pada Anda sebagai jenderal Kaisar harus dengan per syaratan yang melindungi negara dan pewarisku." "Kita akan bicarakan itu nanti. Tapi akibat¬nya kami kekurangan persediaan makanan d i musim dingin ini. Di pengujung santap siang. dan perbincangan berlangsung dengan suasana riang. Aku tak mengatakan semua ini untuk membual. Tapi akibat¬nya kami kekurangan persediaan makanan di musim dingin ini. mengingat perundingan bisa berlangsung hingga malam. "Aku ingin sekali melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. begitu pula kacang kedelai . dan ke berpihakan Kaisar memang. Okuda dan Kono bergabung dengan merek a untuk santap siang. arsitektur." ujar Saga. tapi Takeo hanya minum sedikit. yang sudah lebih mabuk ketimbang yang lainnya. "Dan aku harus menemui juara-juara Anda. Siang ini cuaca cerah." Mengimbangi kesederhanaan ruangan itu." tutur Takeo. gandum dan wijen. yaitu puisi. Okuda. "Aku pemimpin sah Klan Otori." isibukkan dengan peperangan. dan kelih atan tanpa berpikir panjang berdiri. "Mari kita ke sana sekarang. makanannya pun lezat: hidangan musiman ib ukota yang tertata rapi." Digandengnya Takeo selagi berjalan kembali ke pintu masuk ut ama dan berkata dengan sikap penuh rahasia.

Orang itu kembali dengan membawa busur yang besamya lebih d ari serentangan lengan dan dilapisi pernis merah dan hitam. Lady Maruyama. "Selama ini Anda memang berniat untuk tunduk. "Memang itu yang dilaporkan Lord Kono. begitu pula dengan putriku. Kendati demikian. dan beberapa ksatriamu yang lain." Mereka menunggu di bawah tepi atap yang melengkung sementara Okuda pergi ke temp at penyimpanan senjata. Lalu tertawa dengan kasar. Seorang pengawal mengiku ti dengan membawa tabung panah berisi serangkaian anak panah." "Yang kedua adalah Sugita Hiroshi. Ke mana kepercaya annya pada Guru Besar Ajaran Houou membimbing dirinya? Takut kalau Saga akan menganggap pen g gantian dirinya dengan Shigeko sebagai penghinaan dan penolakan untuk berunding. A ku ingin memperlihatkannya pada lawanku." sahut Takeo. Aku menganggapnya sangat serius. Taruhan¬nya tidak bisa le bih tinggi lagi. bangsawan itu tert awa lagi. Halaman 224 dari 600 . berseru dengan suara lantang." Cengkeraman tangan Saga mengencang ketika berhenti." Saga tenawa kecil sewaktu melepaskan tangan Takeo dan berjalan m enyusuri beranda." Orang itu menatap Takeo dengan tajam. diputarnya tubuh Takeo agar bisa menatap langsung wajahnya. "Akan menjadi pertunjukan yang indah. Penandingan ini hanya formalitas b agi Anda? Aku mengerti alasannya: menyelamatkan mukamu." Tapi bahkan sewaktu bicara. Lady Maruyama yang cantik melawan bangsawan pali ng berkuasa di Delapan Pulau. "Justru ini jauh dari formalitas. keraguan berkecamuk dalam dirinya.i pasti salah satunya. tapi aku mengira itu h anya lelucon. Okuda. "Bawakan busur dan anak panahku. kurasa. setelah beberapa saat diam karena terkejut. dan memelankan suaranya." "Aku tidak ingin menyesatkan anggapan Anda. Sedangkan yang ketiga Anda sudah bertemu. Put riku.

" lanjutnya dengan karakternya yang sigap dan cepat. A ku ingin memburu singa atau harimau. Mereka ber¬gegas berdiri lalu membungkuk hormat sementara majikan mereka menaiki tandu. hebat!" Para pemanggul tandu beristirahat di bawah tenda di luar gerbang. seraya mengembalikan busur dan mengena¬ka n sandalnya di anak tangga. "Kuharap Lord Otori tidak tersinggung. Saga mengambil satu anak panah dari dalam tabung lalu mengacungkannya untuk diperlihatkan kepad a mereka. sambil mengelus bulu-bulu itu dengan lembut lal u melirik ke arah Takeo.Anak panahnya tidak kalah mengesankan. bukan begitu?" Takeo mengangguk patuh. Anjing-anjing sangat bersemangat mengikutinya. S aga mengambil satu anak panah dari dalam tabung lalu mengacungkannya untuk diperlihatkan kepad a mereka. menu ." sahut Shigeko." "Kami membawa hadiah-hadiah dari Tenjiku. bulu bangau menghasilkan bidik an yang terbaik. yang sadar sepenuhnya dengan lambang bangau Otori di bagian belakang juba hnya. Kau harus menyatakan bagian yang hendak kau bidik. Shin serta Kepulauan Selatan un tuk Lord Saga dan Yang Mulia Kaisar. "Bulu burung bangau. tanpa kenyamanan." ujar Saga. berbulu putih." ujarnya. Tentu s aja kami tidak membidik untuk membunuhnya. "Kita harus ingat untuk membicarakan tentang per¬daganga n. Silla. diikat dengan tali berlapis pernis emas. mengulur dan meregangkan dengan satu gerakan yang seperti tanpa tenaga. diikat dengan tali berlapis pernis emas. Anda mengirim kapal ke Shin dan Tenjiku. "Hebat. Itu akan menjadi buruan yang lebih layak!" "Bicara tentang harimau. anak panah itu terbuat dari kayu pawlonia dengan ujung tumpul." Diserahkannya kembali anak panah itu pada pengawalnya lalu mengambil busur dari tangan Okuda. "Itu olahraga yang hebat." sahut Takeo. Menurutku. anak panah itu terbuat dari kayu pawlonia dengan ujung nak panahnya tidak kalah mengesankan. "Kurasa busur ini hampir sama tingginya dengan Lady Maruyama. "Dan Anda telah kedatangan orang-orang barbar dari selatan? Mereka amat menarik bagi kami. kami tidak berburu anjing di wilayah Barat. "Pemahkah Anda turut dalam perburuan anjing?" "Tidak.

telah berkumpul sekerumunan orang yang berusaha melihat kirin: anak-anak memanja t pohon. Di depan istal ini. "Tadi aku menunggang Tenba. dan berkata dengan c anggung. Panji-panji bergambar bangau ber kibar di atas gerbang dan di sepanjang jalan. Di sekeliling gerbang." serunya." "Hewan ini justru sangat lembut. dan seorang pemuda yang penuh inisiatif meng¬gunakan tangga. Takeo perhatikan saat Hiroshi melihat sekilas ke arah Saga lalu wajahnya pucat. Lord Saga satu-satunya orang di kelompok itu yang belum pernah melihat makhluk m enakjubkan itu. "Pasti sangat kuat dan cepat." Halaman 225 dari 600 . Bangunan utamanya terletak di sebelah barat daer ah berundak: sebelah timur dibangun istal. berdirilah kirin. dengan pengendalian diri yang nyaris sempuma. Semua orang menatap dengan pandangan gembira. tak kuasa menahan tatapan penuh takjub di wajahnya. "Hewan ini jauh lebih tinggi dari yang kukira. Bahkan Saga. Kemudian pemuda itu membungkuk hormat sebisa mungkin sambil mengendalikan kuda. Mereka tidak kecewa." seru Hiroshi.ju penginapan yang dijadikan tempat tinggal Otori. di kandang beratap tiang bambu di satu sisi dengan atap ilalang. Saat itu Hiroshi datang dari istal menuntun Tenba yang tengah melompat dan berjingkrak di ujung tali kekangny a." Sesa at keadaan sunyi senyap. tempat kuda¬kuda Maruyama menghentak kaki serta meng ibaskan kepala." sahut Shigeko seraya mendekati kirin. "Aku tak menduga Anda kembali begitu cepat. "Lady Maruyama.

"Aku akan mengembalikan Tenba bersama kirin. dia meminta maaf. Setelah menginspeksi kuda-kuda lebih jauh lagi. sewa jarnya. "Hanya setelah hewan ini mati karena usia tua. kau adalah kesayangannya. serta memper sembahkan dua kuda betina dan tiga kuda jantan hitam kepada Lord Saga. "Lebi h halus dari kulit perempuan!" serunya." "Kami membawa banyak kuda dari Maruyama sebagai hadiah. "Keluarkan kirin itu. Lord Sugita Hir oshi. Lord Otori." Kirin menjulurkan lehernya yang panjang ke arah Shigeko dan dengan lembut mengus ap pipi gadis itu dengan hidung. rin mulai melangkah dengan gembira ketika melihat tiga makhluk yang p aling disayanginya." sahut Hoiroshi dengan membungkuk hormat lagi. Bukan ke ruangan sederhana sebelumnya.Kirin mulai melangkah dengan gembira ketika melihat tiga makhluk yang paling dis ayanginya. Takeo menam¬bahkan." "Tentu. Aku ingin melihatnya lebih dekat. Dan lumay an tinggi. Tangannya menggapai dan mengelus kulit bercorak coklat muda ke¬kuningan itu. tapi Takeo menduga ada nada iri dan dengki di dalamnya. tuan. mereka ke mbali ke kediaman Saga. "Kirin merindukannya ." komentar Saga sewaktu Hiroshi mengikat Tenba pada tali yang diregangkan dari masing-masing sisi sudut dalam kandang." Sewaktu Hiroshi menuntun kirin keluar dengan tali sutra merah di tangan." ujar Hiroshi. "Bersemangat. "Ini Sugita. Setelah berpisah kirin justru kelihatan semakin terikat dengannya!" Saga bicara seolah Hiroshi adalah pengurus kuda. Belum pernah ada makhluk seperti ini di ibukota." ujar Takeo padanya. "Kuda ini sangat tampan. tapi ke aula pertemuan yan g didekorasi dengan megah. "Kulihat. memalingkan tatapan penuh kekagu man Shigeko." Saga mengangguk ke arah Hiroshi dengan sikap asal-asalan: perhatiannya tersita h abis pada kirin. "Kuucapkan selamat pada Anda." Seolah sekonyong-konyong tersadar dengan kesunyian yang merasa sakit hati atas k ata-katanya terse-but." ujar Saga. Kaisar akan ter¬pesona dengan hadiah And a. tempat lukisan seekor naga terbang melintasi dinding dan seekor ha . "Ku da-kuda itu dibiakkan serta dibesarkan Lady Maruyama dan pengawal seniornya. rona merah kembali merayapi leher dan pipinya." Kata-kata tadi diucapkan dengan murah hati. "Bayangkan kalau kulit ini dihamparkan di lantai atau di tempat tidur.

Saga menjawab de ngan cepat. Anda memerintah¬kan Arai Zenko tunduk pada kami. kami akan Halaman 226 dari 600 . "Jika Lady Maruyama m enang. satu tali di dalam tali yang satunya lagi . Shigeko menanyakan satu atau dua penanyaan teknis: lebar arena. arak¬arakan Kaisar. Takeo menyadari keinginta huan mereka pada dirinya dan terutama pada Shigeko. Anjin g dipilih berbulu putih agar jika berdarah bisa segera terlihat. Tidak biasa seorang perempuan duduk di t engah¬tengah laki-laki dalam acara seperti ini dan turut berbicara tentang kebijakan. Permainan itu merupakan permain an keterampilan. dan dibumbui dengan kelakar sehingga membuat para pengawalnya tersenyum. Di sini Saga tidak duduk di lantai. apakah ada ketentuan ukuran busur atau anak panah. Lord Otori?" "Kaisar mengakui aku dan istriku sebagai penguasa sah Tiga Negara. apa syarat Anda. Pertama-tama mereka membicarakan tentang upacara dalam acara perburuan anjing. peraturan penandingan." ujarnya sopan.rimau berkeliaran mencari mangsa. Sebagai imbalannya. Anda mendukun g kami dan pewaris kami. m irip Kaisar. Dua lingkaran tali dipasang di atas tanah. Takeo m erasa kalau mereka cenderung tersinggung dengan pelanggaran adat semacam ini. melainkan di kursi ukiran. bukan pembantaian: anjing yang terluka parah atau mati dianggap tidak sah. "Dan sekarang kita bicara tentang hasil¬nya. h ari-hari jamuan dan ritual. satu demi satu. Lebih banyak pengawalnya yang menghadiri pertemuan tersebut. Si pemanah berderap di sekeliling lingkaran di tengah: nilai diberikan pada bagian tubuh anjing yang dibidik. namun silsilah Klan M aruyama lebih tua ketimbang Klan Saga dan klan wilayah Timur lainnya sama tuanya dengan keluarga kekaisaran yang merupakan keturunan Dewi Matahari. Di setiap babak enam anjing akan dilepas.

dan aku minta Anda pertimbangkan tawaranku. Takeo duduk tanpa bergerak. dan kemarahan Takeo mulai melua p. sadar kalau tidak ada pilihan lain: setuju dengan usulan Saga at au menolaknya. Dia tidak merasa terganggu dengan satu pun syaratku karena memang dia tidak mera sa dirugikan. Kurasa pernikahan ant ara keluarga kita bisa sangat menguntungkan kedua belah pihak. kepuasan dan kesenangan yang mereka rasakan atas penghinaan terhadap dirinya. Sungguh keterlaluan kalau ia mesti menyerahkan putri tercintanya pada laki-laki kejam yang sudah . demi kesatuan dan ke¬damaian Delapan Pulau." Semua rasa sakit hati yang pernah ia rasakan ketika Kaede diculik kembali menyap u dirinya. Mengapa aku ke sini? Lebih baik mati dalam perang ketimbang tunduk pada ial ini. dan ini tidak boleh diubah. Dilihatnya ekspresi semua orang. semuanya aku terima dengan baik. serta membuka pelabuhan kami bagi k alian untuk perdagangan." sahut Takeo." Kata-kata maupun nada suaranya seperti menghina. bahw a Anda boleh mencabut nyawa Anda sendiri atau mengasingkan diri ke Pulau Sado.bersumpah setia pada Anda dan Kaisar. dan menyerahkan Tiga Negara pad a Arai Zenko yang telah ber¬sumpah setia padaku dan juga pewaris sah ayahnya Arai Daiichi. "Mendiang istriku orang yang baik: dia memberiku empat anak yang sehat serta mer awat anakku yang lain. tenaga manusia sera kuda untuk kampanye militer Anda berikutnya. "Dan apa syarat Lord Saga?" tanyanya. lari dari ibukota bak penjahat dan bersiap. "Menang atau kalah." Saga melanjutkan bicaranya." "Aku turut berduka atas meninggalnya istri Anda. tersenyum dengan penuh percaya diri. Kedamaian dan kesejahteraan Tiga Negara bergantung pada sistem peme rintahan kami. untuk berperang. renung Takeo. demi kesatuan dan ke¬damaian Delapan Pulau. jika ia dan teman¬temannya hidup berhasil s ampai di perbatasan. "Bahwa Anda segera mundur dari kehidupan publik. ka mi akan menyediakan makanan." sahut Saga. dan bahwa putri Anda harus menikah denganku. "Kurasa Lady Maruyama pasti bis a menjadi istri yang baik bagiku." "Terlepas dari hal terakhir ini yang ingin kubicarakan dengan Anda lebih jauh la gi. kami akan menyediakan makanan. kurasa anakku jumlahnya sepuluh atau dua belas. bahwa putra An da harus dikirim padaku sebagai tawanan. tenaga manusia sera rsumpah setia pada Anda dan Kaisar.

Takeo berkata." Halaman 227 dari 600 . istriku akan sangat gembira dengan penyatuan antara k ita.tua ini. laki-laki yang sudah memiliki beberapa selir. tidak menunjukkan reaksinya pada pem¬bicar aan tersebut. jika aku diperbolehkan bicara." Untuk pertama kalinya Shigeko angkat bicara. Putriku masih sangat mud a." "Semula aku ingin membiarkan istrimu hidup. yang hanya ingin memiliki putrinya belaka. seperti halnya aku. Tawaran itu telah diucapkan di depan orang banyak: bila ia tolak secara langsung itu berarti menghina." sahut Saga dengan kesal. karena baru saja melahirkan. dia boleh pulang untuk membicarakan hal ini dengan ibunya. "Andaikata Lady Maruyama menang. "Kehormatan ini terlalu besar bagi kami. tapi aku berterima kasih pada Anda dari lubuk hatiku. Namun orang ini yang paling berkuasa di seluruh Delapan Pulau. "Aku juga memiliki syarat. kehormatan dan manfaat politis dari pernikahan ini besar sekali. Shigeko duduk dengan tatapan tertunduk. Aku ingin bicarakan ini dengan istr iku Lord Saga mungkin belum tahu kalau istriku turut menjalankan pemerintahan Tiga Negara bers amaku aku yakin. maka dia juga harus diperlakukan sama seperti dirimu: kematian atau pengasingan. tapi bi la peran istrimu sama besarnya dengan dirimu dalam pemerintahan. yang takkan memperlakukan putrinya sebagai p enguasa atas haknya sendiri.

Hiroshi hanya diam mendengarkan.* Bulan baru dari bulan keenam bergelayut di langit sebelah timur di balik pagoda enam lapis selagi mereka kembali ke kediaman. Saga membungkuk hormat. tapi aku tak bisa menerimanya tanpa persetujuan dari klanku. dan aku percaya pada¬nya. tidak keting¬galan satu pun. "Kulihat kalau aku punya lawan se banding. Kurasa hanya ada sedikit peluang untuk memutuskan secepatnya. Setelah mandi." "Aku minta Lord Saga untuk bersumpah mempertahankan garis pewarisan keturunan pe rempuan di Maruyama.. nona." serunya." Takeo menghela napas." "Namun laki-laki seperti itu. juga dengan ayah dan ibuku s ebagai atasanku. setelah ber¬konsultasi dengan para pengawal seniorku. dan riak tawa melanda anak buahnya. juga saran aku dan istriku. Takeo meminta dipanggilkan Hiroshi la lu menceritakan tentang pem-bicaraan hari itu kepadanya. Aku sangatlah berterima kasih pada Lord Saga atas kemurahan hatinya se rta kehormatan yang dianugerahkan pada diriku. kan? Anda harus memercayai penilaiannya. Dan sebagai pimpinan klan. "Kami men¬de ngarnya. nona. hanya mengatakan. 'Tentu saja ini tak terduga." Shigeko bicara dengan tegas. Kita harus mem pertimbangkan masa depannya sama pentingnya dengan y ang terbaik bagi Tiga Negara.Saga melihat sekilas ke arah anak buahnya lalu tersenyum dengan sabar. dan suatu kehormatan besar. "Begitu banyak yang dipertaruhkan pada pertandingan ini dan semua orang di pihak Saga sudah memutus kan hasilnya!" "Matsuda Shingen yang menyarankan Anda untuk kemari." ujar Takeo pelan.. aku bisa membuat pilihanku sendiri dalam pe rnikahan. sekaligus dengan pesona yang kuat. dan menutupn ya dengan usulan pernikahan. Tapi akankah Saga mematuhi kesepakatan nya? Dia . "Shigeko akan mengikuti saran mu." "Ya harus datang." aga melihat sekilas ke arah anak buahnya lalu tersenyum dengan sabar. hingga sulit bag i siapa pun untuk merasa tersinggung. "Kami men¬d engarnya.

juga kirin." "Seluruh kota terpukau dengan kegembiraan pada Anda. Lady Shigeko. Sewaktu Lady Shigeko memenangkan lomba ini. mereka akan mendengar kisah melankolis tentang diriku dan menangis. Anda aka n didukung dan dilindungi oleh rakyat. Shigeko masuk diikuti Gemba yang membawa kotak berpenis hitam dengan motif houou berlapis emas. membuat hati Takeo pedih dengan penyesalan dan rasa iba. dan menikmatinya!" Kemudian terdengar langkah ringan di luar. Ketika pintu digeser terbuka. Saat melihat putrinya saling menatap dengan Hiroshi dalam tatapan yang pen uh kasih sayang.orang yang tidak mau kalah. dan begitu yakin akan menang. dan gambarnya ditenun menjadi kain dan bordiran di jubah." "Cinta rakyat adalah kisah tentang kehilangan dan tragedi. Mereka bahkan telah menggubah nyanyian tentang hal itu." sahut Takeo "Saat ak u di pengasingan di Pulau Sado. dan memang dia akan memenangkannya. Mereka sudah seperti pa sangan suami istri. pikirnya. terikat dengan ikatan yang kuat seperti itu. pemuda y ang pandai dan Halaman 228 dari 600 . Takeo berharap dapat memb erikan putrinya pada pemuda yang sangat dihormatinya ini. L ukisan-lukisan bergambar kirin sudah dijual. yang setia sejak masih kecil.

"Kami tahu betapa sayangnya Ayah pada anjing." "Mainan ini hampir tidak bisa menembak burung gereja. jantungnya berdebar ketakutan. ia mencoba menekan kekesalan¬nya sekarang. dan sangat mencintai putrinya.pemberani. "Tipuan sulap?" "Lebih dari itu." sahut Tak eo. maka kekuata nnya tak terkalahkan. dan sangat mencintai putrinya." Teringat cahaya api yang Gemba lemparkan untuk membakar habis kekesalan waktu it u. "Kotaknya kecil sekali pasti tidak bisa memuat busur dan anak panah. mberani. Gemba menyela renungannya. Namun semua ini tidak sebanding dengan status dan kekuasaan yang dimiliki Saga Hideki. anak panahnya dibului dengan bulu burung houou." sahut Gemba. "Tujuannya yaitu memanah anjing sebanyak m ungkin. Takeo berkata dengan gelisah. memang ukurannya kecil. "Tidak. Lihat." "Baiklah. "Ini lelucon. kami mengira kau ingin melihat senjata¬senjata Lady Shigeko." aku Gemba." jelas Gemba. kan?" ujar Takeo." ujar Gemba. "Takeo. Namun semua ini tidak sebanding dengan s tatus dan kekuasaan yang dimiliki Saga Hideki. tabung anak panah. apalagi anjing. "Tapi Shigeko tidak terlalu tinggi : dia harus memiliki sesuatu yang bisa dipegang. dan kemudian anak panah. Kekuatan ini yang menyatukan Tiga Negara: kau dan istrimu merupakan simbol hidup . Selama keseimbangannya bisa dipertahankan." Ditaruhnya kotak itu di lama: dan Shigeko berlutut membukanya. bukan begitu Ayah?" kata Shigeko seray a tersenyum. "Tapi dengan anak panah ini tidak berbahaya dan tidak menyakiti anjing-anjing itu." Shigeko mengeluarkan busur miniatur yang indah." "Begitu banyak burung houou di musim semi ini hingga kita bisa mengumpulkan cuku p bulu." "Tapi ini perburuan anjing!" serunya. lebih banyak dari Saga!" "Anjing-anjing itu pasti bisa dipanah. "Mereka mem¬biarkan bulu-bulunya jatuh seolah mereka menawarkannya. "Ayah tak ingin kami menyakiti anjingnya. "Kami akan gunakan kekuatan Ajaran Houou: keseimb angan antara laki-laki dan perempuan. berujung tumpul serta dengan bulu putih dan emas. Ayah.

maka dengan begitu dia akan dikalahkan. tapi nyaris tak satu hari pun berlalu tanpa dirinya menyandang pedang itu. dia lalu meneruskan. putrimu adalah hasilnya. Jato memiliki arti paling besar bagi dirinya. Sudah waktun ya diserahkan.kekuatan itu. buktinya." Memang benar Takeo tak lagi meng¬gunakan pedang itu dalam pertempuran sejak kehila ngan jarijarinya. Lord Saga sama sekali tidak mengenal kekuatan unsur perempuan. " "Ngomong-ngomong. Ia ju ga cukup mahir meng¬gunakan tangan kiri untuk menopang tangan kanannya. tapi begitu juga dengan pengasingan diriku. "Hal itu sudah diminta dalam pesan pertama Kono. pedang itu pemberian S higeru dan merupakan simbol nyata dari pemerintahan¬nya yang sah. Pikiran untuk melepaskannya amat mengganggunya hingga ia merasa perlu menghabiskan waktu beberapa lama untuk berm editasi. setelah berganti dengan pakaian tidur. memang. Bagaimana kalau Kaisar ingin menyimpannya?" "Jato senantiasa menemukan pemiliknya yang berhak." Melihat tatapan Takeo yang terkejut. "Kesejah teraan dan kebahagiaan yang kau banggakan itu takkan terwujud tanpa kekuatan itu. kan?" "Ya. seolah me¬mahami keberatan Takeo yang tak terucap." Gemba tersenyum yakin. setidaknya dalam latihan per¬tarungan. Halaman 229 dari 600 ." kata Gemba sewaktu mereka saling mengucapkan selamat malam. bukan begitu? Lagipula. " Jangan lupa menawarkan Jato kepada Kaisar besok. kau tidak menggunakannya lagi.

"Aku men¬ceritakan pada satu atau dua orang lentang bulu burung houou. Mendengarkan suara mereka saat ia b ersiap menemui Kaisar." "Ternyata sangat efektif!" sahut Takeo. Katak berkuak di kol am taman. Perlahan-lahan disadarinya kearifan dari s aran Gemba: ia isuruhnya Minoru dan pelayannya pergi. Takeo bukan hanya mendengar nyanyian tentang kirin tapi juga ten tang burung houou: Burung houou bersarang di Tiga Negara. Kirin berjalan dengan ang gun tanpa terganggu. Takeo menjadi terasing dan tanpa ekspresi. Katak berkuak di kol am taman. lalu ia duduk sendirian dalam ruangan ya ng gelap. dan jangkrik berderik di sela-sela semak. dan keesokan harinya jal anan dipenuhi orang dewasa dan anak-anak yang menari-nari. tempat penduduk kota menari-nari. dari Shigeru dan Matsuda juga dari Tribe. Shigeko dan Hiroshi menunggang kuda bersurai abu¬abu pucat. mendengarkan suara-suara malam dan melambatkan napas dan pikirannya. As hige dan Keri. *** Musik dan genderang terus terdengar hingga larut malam." ujar Hiroshi. "Rakyat menganggap kunjungan Anda sebagai pertanda datangnya kedamaian. Nyanyian da n genderang bergema dari tepi sungai. Nyanyian da n genderang bergema dari tepi sungai. keduanya memegangi tali sutra merah tua y ang terikat di kalung berwarna emas berbentuk daun berlapiskan kulit. Perlahan-lahan disadarinya kearifan dari s aran Gemba: ia akan mengembalikan Jato kepada Kaisar. Takeo dibawa dengan tandu berhias yang indah. tempat penduduk kota menari-nari. lalu ia duduk sendirian dalam ruangan yan g gelap. masing-masing di kanan dan kiri kirin. Lord Otori telah muncul di ibukota. Kuda-kudanya menggetarkan tanah kami Selamat datang Lord Otori! "Semalam aku keluar untuk melihat suasana kota. mendengarkan suara-suara malam dan melambatkan napas dan pikirannya. dan jangkrik berderik di sela-sela semak. Kirin adalah hadiah bagi Kaisar. memalingkan lehernya untuk melihat kerumunan yang tengah mengagumi di . semua kegelisahan telah sirna dari dirinya.Disuruhnya Minoru dan pelayannya pergi. tempat pedang itu berasal. Diingatnya semua pelat ihannya. Para pendampingnya pun tampak dirasuki kepercayaan diri yang sama." Perasaan tenang yang telah dicapainya semalam kian dalam. menjulurkan tangan untuk mengambil jubah sutra tebalnya.

memanfaatkan tempat menonton yang sangat bagus ini untuk melihat kirin. Shigeko dan Hiroshi turun dari kuda. lingkaran-lingkaran yang memiliki titik pusat telah diiandai dengan warna-warna kontras. Di depan bagian dalam gerbang. Ada banyak lagi kereta yang memb awa bangsawan laki-laki dan perempuan. Di gerbang berikut¬nya tandu diturunkan dan Takeo melangkah keluar. Teriakan dan seruan tidak mem¬pengaruhi ketenangan dirinya maupun pen¬dampingnya. Semua pelayan itu mengenakan jubah r esmi yang sangat mewah. makanan dalam kotak-kotak berp ernis. baru dipugar dan dicat ulang. Banyak orang. sedangkan laki-laki mengenakan topi resmi kecil. Halaman 230 dari 600 . membawa bantal sutra dan payung pelindung sinar matahari.rinya. dan ratusan bendera dan umbul -umbul berkibar ditiup angin. diikuti rombongan Takeo. Saga Hidek i dan Lord Kono telah menanti dengan pelayan di atas anak tangga. sudah duduk di sini meski perburuan anjing baru dimulai besok. terdapat sat u arena yang luas. dan di bawahnya gerai kayu dan tenda serta anjungan sutra didirikan bagi para penonton. Para penjaga dengan ramah menghadang kerumunan tapi mem¬biarkan gerbang seb elah luar tetap terbuka. Para pemanggul tandu berderap melintasi lingkaran ini. ksatria dan bangsawan. P ara perempuan herambut hitam panjang. Bangunan biara berwarna merah cerah. Dinding putih dan balok merah ber¬kilauan diterpa sinar matahari siang. tempat perlombaan akan diadakan. Kaisar telah melakukan perjalanan singkat dari Istana Kekaisaran menuju Biara Ag ung dengan kereta megah berpernis yang ditarik sapi jantan hitam. Hiroshi mengambil tali kekang dan Takeo berjalan dengan putrinya serta kirin menuju bangunan utama biara. lubah Saga berhiaskan kura-kura dan burung jenjang. Pohon pinus berderet di bagian sampingnya.

Kata kata Kaisar singkat namun lebih dari yang diharapkan: pengakuan atas hubungan Klan Otori. keringat Saga tertutup oleh aroma du pa wangi. Lord Otori. Kemudian dari balik tirai sang Kaisar bicara. duduklah sang Kaisar. bagian dari dewa-dewa." Kata-kata ini diulang ggi dengan suara bernada tinggi dengan Ketika dia selesai bicara. lalu Lord Saga membimbing Takeo ke dalam. Di bagian atas ruangan itu terdapat mimbar berundak. d i belakang tirai halus dari bambu yang melindunginya dari mata fana dunia. Takeo menyembah. Saga mengumumkan dengan suara yang jelas namun sopan. edangkan jubah Kono berhiaskan bunga peoni dan burung merak." Takeo mendengar semua ini diucapkan ulang oleh sang Menteri. lalu Lord Saga membimbing Takeo ke dalam. Kami sangat senang menerima kedatanganmu. semua . Di bagian atas ruangan itu terdapat mimbar berundak. anggota pertama Klan Otori y ang dihormati sejak Takeyoshi yang legendaris. Ini sama seperti yang ia harapkan.Sedangkan jubah Kono berhiaskan bunga peoni dan burung merak. dengan suara yang tak lebih dari s ekadar bisikan. Semuanya saling be rtukar hormat dan sopan santun. bagian dari dewa-dewa. mencium aroma asap minyak. d i belakang tirai halus dari bambu yang melindunginya dari mata fana dunia. Semuanya saling ber tukar hormat dan sopan santun. Sungguh kehormatan yang amat besar dan tak terduga. Kami tahu ikatan lama yang ada di antara keluarga kita. duduklah sang Kaisar. "Lord Otori datang dari Ti ga Negara untuk mempersembahkan hadiah yang indah bagi Paduka Yang Mulia. dan aroma wewangian pelayan Kaisar. dan ia bisa meng¬gera kkan sedikit posisinya untuk mengamati reaksi Saga. Menteri Kanan dan Menteri Kiri duduk di anak tangga di bawah penguasa mereka. "Selamat datang. menuju aula remang-r emang yang disinari ratusan lentera. diterima Kaisar. Ia seperti mendengar tarikan napas pelan dari laki-laki di sebelahnya. . Takeo merasa diamati Kaisar dengan salah satu Menteri yang duduk di anak tangga mimbar tertin banyak tambahan bahasa yang halus serta sopan santun kuno. menuju aula remang-r emang yang disinari ratusan lentera. serta meyakinkan Paduka Yang Mulia akan kesetiaannya. orang membungkuk hormat lagi. dan sesaat kesunyian melanda seksama dari sela-sela celah tirai bambu.

"Berabad-abad lampau nenek moyang Paduka Yang Mulia mem¬berikan ped ang ini. kepada Otori Takeyoshi. Jato. Shigeru. Pedang ini diserahkan kepada hamba oleh ayah hamba . diam dan tak bergerak.Takeo memberanikan diri berkata. Hamba diminta mengembali¬kannya kepada Yang Mulia. "Kami menerima pedangmu dan peng¬abdianmu. sebelum kematiannya. tapi suara manusia biasa yang penuh keingintahuan. "Bolehkah hamba bicara kepada Paduka Yang Mulia ?" Permintaan itu diulang. lalu bicara lagi kepada Takeo. pikir Takeo." Takeo maju dengan tutut. ujarnya pelan dalam hati. dan Takeo mendengar kalau itu bukan suara dewa atau bahkan b ukan suara penguasa besar. Jato akan bicara. Selamat tinggal. Kaisar bicara lagi. menawarkannya kepada Paduka sebagai tanda ke setiaan dan pengabdian hamba. Takeo berkata. Para menteri yang berada di undakan paling rendah mengambil Jato dan mengoperkan nya dari satu petugas ke petugas lainnya hingga sampai ke tangan Menteri Kiri yang kemudian me letakkannya di depan tirai. lalu mengambil pedang itu dari sabuknya. Jato akan kembali padaku. dan kini h amba dengan rendah hati melaksanakannya. Halaman 231 dari 600 . namun Jato hanya tergel etak di lantai. dan ijin Kaisar diucapkan ulang." Menteri Sebelah Kanan berunding dengan Kaisar. Rasa menyesal menghunjam selagi ia menyodorkan pedang itu dengan dua tangan.

ku ingin melihat kirin dengan mataku sendiri. "Maka Paduka Yang Mulia memang diberkati. karena Shigeko bicara dengan menggunakan bahasa seorang penguasa laki¬laki. Gadis itu berlutut dengan satu kaki keti ka Kaisar mendekat. "Paduka Yang Mulia: hewa n ini tak sebanding dengan keagungan Paduka Yang Mulia. ''Kirin hanya muncul ketika sang penguasa diberkati Surga. Shigeko berkata. mungkin sama kagumnya karena diajak bicara seorang perempuan dan saat melihat kirin. hiasan itu menambah tinggi badannya. lalu tertawa gembira. dan Takeo pun mengikutinya. dia berkata. menengok sekilas pada para pegawai tinggi kekaisaran. mulutnya kecil dan tegas. menunjukkan kecerdasan. Kemudian Kaisar melangkah ke luar dari balik lirai serta menjulurkan tangan kepada para pelayannya untuk menuntunnya menuruni anak tangga." Terjadi kegemparan mendadak kar ena tak seorang pun yakin akan cara tepat apa yang harus dilakukan. " dan manusia setengah dewa itu menjulurkan tangan lalu mengelus bulu halus hewan yang menakju bkan itu. Kaisar bergumam. berdiri seorang laki-laki berperawakan agak pendek berusia kira-kira dua puluh d elapan tahun. Kemudian Kaisar melangkah ke luar dari balik lirai serta menjulurkan tangan kepada para pelayannya untuk menuntunnya menuruni anak tangga. pipinya tembam. . mendongak melihat leher ki rin yang panjang dan kepalanya. tapi penilaian Takeo sebelumnya ternyata benar. matanya berkilat denga n harapan." "Ini laki-laki atau perempuan?" tanya Kaisar pada Saga yang datang menghampiri d engan cara sama yang dilakukan Takeo. "Biarkan Lord Otori ikut denganku. berlutut." ujarnya sewaktu berjalan melewati Takeo." Ekspersi Kaisar merupakan salah satu kekaguman yang murni. Kaisar mengenakar jubah emas dengan bordiran naga merah tua melintang di punggun g dan lengannya. Shigeko menunggu di luar bersama kirin. Di balik megahnya pakaian yang dikenakannya."Aku ingin melihat kirin dengan mataku sendiri. "Paduka Yang Mulia bisa menyentuhnya: hewan ini amatlah lembut. Diambilnya tali itu deng an hati-hati." Shigeko menyahut dengan suara yang sama pelannya. berjalan dengan lutut." Terjadi kegemparan mendadak karen a tak seorang pun yakin akan cara tepat apa yang harus dilakukan. namun kami menawarkannya dengan ha rapan Paduka Yang Mulia akan melihat dan mengakui bawahan Paduka di Tiga Negara. dan dengan kepala ter¬tunduk memegangi tali.

dan kini diserahkan ke tangan Ma ruyama Shigeko oleh Kaisar. Takeo membungkuk hingga menyentuh tanah lagi. "Aku sangsi kalau memiliki apa pun yang sebanding. "Akan kuanugerahkan kepada Lady Maruyama!" Takeo ingat suara dari masa lalu: Pedang itu akan berpindah dari satu tangan ke tangan lainnya. untuk Takeo. godaan akan kekuatan mutlak be rkilat di hadapannya. tapi mustahil aku meninggalkan ibukota. ini putri Lord Otori. "Apa yang bisa kuberikan sebagai imbalannya?" tanyanya. Pasukan kami sudah siap. Sagalah yan g akan diasingkan. Alangkah inginny a aku berkunjung ke sana. Kami bisa bersaing dengan Saga: jika kami mengalahkannya besok dalam pertandingan." serunya. dan kemudian dibawa Yuki." Dielusnya lagi kiri n. bukan aku! Halaman 232 dari 600 . kami bisa menggantikan kedudukannya." Kaisar berdiri seolah berpikir keras selama beberapa saat. putri Kenji. Kami akan mendesaknya kembali ke utara dan ke arah laut. Lady Maruyama. Pedang yang Kenji serahkan kepada Shigeru setelah kekalahan Otori di Yaeg ahara. Siapa pun yang disukai Kaisar atau. dan selagi duduk legak. Aku bisa kirim kur ir kepada Kahei lebih awal. bisa diungkapkan dengan kata yang lebih sederhana."Paduka Yang Mulia. dilihatnya Kaisar tengah mengamatinya dengan penuh selidik. Pada saat itu." "Dari tanah tempat perempuan berkuasa? Lord Otori telah membawa banyak benda yan g eksotis! Semua yang kami dengar tentang Tiga Negara memang benar adanya. mengendalikan Kaisar maka bisa mengen¬dalikan Delapan Pulau. "Bawakan padaku pedang Otori. dan kemud ian berbalik dan menengok ke belakang seakan tersengat oleh ilham yang datang tiba-tiba. pikirnya. Itu bisa saja aku dan Kaede. Kenji.

Sa at ditandu melewati gerbang. Ia t ak percaya kalau putrinya bisa menang. ia hanya menginginkan Tiga Negara. dari sudut matanya. meskipun masih cemas tentang esok hari. sadar kalau ia tak bersenjata. Secara naluri disentuhnya pedang. Ia tidak menginginkan Delapan Pulau. percikan keingin¬tahuannya muncul lagi saat menghadapi ke kekalan hidupnya apakah orang ini yang akan berhasil membunuhnya. menambah kekaguman pengunjung kepada sang jenderal. Kemudian ada juga balapan kuda sebelum matahari terbenam. dan ingin a gar negaranya tetap damai. Lord Kono membuktikan diri sangat mahir dalam permainan ini. dan kegembiraan serta kekaguman akan hadiah yang tiada bandingannya. lalu menyingkirkann ya jauh-jauh. maupun sepengetahuan keluarga Muto yang pernah menyatakan kalau mereka telah menembus sejauh ini sampai ke wilayah Timur . lalu menyingkirkan nya jauh-jauh. Dinaikkannya tirai tandu yang terbuat dari sutra untuk menikmati udara malam. Ia telah menyaksikan keahlian berkuda lawan. Ia terkejut karena tidak menduga ada anggota T ribe beroperasi di ibukota: tidak ada dalam catatannya. garis bentuk tubuh ber¬bayang dari seseo rang yang menggunakan kemampuan menghilang. Ia tidak menginginkan Delapan Pulau. Takeo kembali ke kediaman dengan rasa gembira dan bersemangat atas hasil hari in i. "Perilakunya yang acuh tak acuh menyem¬bunyikan keahlian fisiknya. akeo menghibur diri dengan khayalannya selama beberapa saat. dan ingin a gar negaranya tetap damai." komentar Takeo pelan kepada Gemba." sahut Gemba setuju dengan tenang. Tim Lord Saga yang menunggang kuda perang Maruyama menang den gan mudah. Namun Gemba ternyata benar tentang pedang itu. yaitu bola sepak. *** Sisa hari itu dihabiskan dengan jamuan makan. ia hanya menginginkan Tiga Negara. kompe tisi puisi. Dengan mengacuhkan par . pertunjukan musik dan drama. dan bahkan peragaan permainan kegemaran para bangsawan muda. "Mereka akan menjadi lawan yang sebanding. Seharusnya ia juga percaya tentang hasil pertandingan itu. dia melihat. dan mem¬buktikan bahwa ram alan itu salah? saat tandu belum menyentuh tanah ia sudah turun.Takeo menghibur diri dengan khayalannya selama beberapa saat.

" Takeo memanggil pelayan untuk mem¬bantunya mengganti jubah resminya. "Apa yang kau lakukan di sini? Apa kau membawa kabar dari Taku? Apakah Jun mengirimmu?" "Aku harus bicara dengan Lord Otori saja. adik Sada. Melihat kesedihan di garis bibir dan dalam tatapan matanya." bisiknya. atau Lord Miyoshi tak boleh masuk. "Mari cepat masuk.a pelayan¬nya. memanggil gadis itu lalu menyuruh mereka pergi. diperinta h¬nya penjaga untuk menutup serta memalang gerbang. kemudian berbalik lagi pada gadis itu. bahkan pu trinya. tapi ia seperti bisa membedakan satu orang yang dikenalnya. Aku akan langsung memanggilmu. ia berlari ke gerbang dan mencari-cari dengan mata orang itu di antar a kemmunan. Gadis itu kelihatan lelah dan kotor karena perjalanan jauh. tapi butuh waktu beberapa saat u ntuk mengingat siapa gadis itu: Mai. Namanya dilantunkan banyak suara. penasaran apakah tadi ia salah lihat. "Tunggu di sini. jantungnya berdegup kencang karena takut pada apa yang akan disampaikan gadis itu. lalu dilihatnya gadis itu. Setelah menyu ruh mereka menyajikan teh. yang ditempatkan di kediaman orang asing untuk mempelajari bahasa serta memata-matai mereka. Takeo segera mengenalinya sebagai anggota Muto. "Apa yang telah terjadi?" Halaman 233 dari 600 ." perintahnya pada gadis itu. Begitu sudah di dalam.

. "Aku tidak berhak mengatakannya. "Tapi Zenko sedang melindungi Kikuta Akio. "Mungkin dia melarikan diri."Lord Taku." ujar Takeo murung. air mata menggenang di pelupuk matanya dan hampir me netes. tuan. Sada tewas bersamanya. bahkan Shizuka." sahut Mai. Desas-desus yang beredar bahwa Akio dan putranya yang bunuh Taku untuk bal as dendam atas kematian Kotaro. alasan lain mengapa gadis mi menempuh perjalanan s ejauh ini. tidak ada yang tahu di mana putri Anda. ta k bisa bicara." Lord Taku. "Ibu Taku pasti sudah diberitahu?" "Sekali lagi." "Dan putriku?" bisik Takeo. Itu sudah cukup bagiku. Orang-orang mengatakan kalau mereka ingin kembali ke masa silam. "Lord Otori. dan tidak diketahui mereka. Aku meninggalkan Hofu . merasakan gelombang kesedihan menggelegak hingga ke urat nadi¬nya." Kabar itu menghantam dirinya bak pukulan ke dadanya. saat Tribe memiliki kekuasaan yang sesungguh¬nya.." Dilihatnya ada hal lain lagi.. mungkin tanpa ijin dari Tribe. "Mereka diduga diserang bandit di tempat berjarak satu hari berkuda dari Hofu. Sesuatu telah terjadi dalam jaringan Muto. Takeo memberi i syarat agar gadis itu melanjutkan." "Ditangkap Akio?" ucapnya mengulang perkataan itu. atau Teray ama. atau ditangkap Akio. tuanku.. Keluarga Muto bersumpah setia kepad a Anda. dan kakakku sudah tiada. "Bandit macam apa yang ada di Negara Tengah?" "Itulah pernyataan resmi yang dikeluarkan Zenko. Lord Otori. aku tak tahu.. tuan. Kikuta Akio sangat d ekat dengan Zenko dan banyak orang Muto menyetujui persahabatan mereka orang-orang mengata¬kan m ereka berdua seperti Kenji dan Kotaro sebelum." sahut Mai." "Bandit?" tanyanya tak percaya. tuanku. dan kakakku sudah tiada . atau tempat lainnya yang diperkirakan sebagai tujuannya melarikan diri." "Apakah istriku tahu?" "Aku tidak tahu. atau dihaca oleh orang yang salah. "Tapi dia belum ke Kagemura." "Sebelum aku datang. Takeo menatap gadis itu. Mungkin putri Anda berhasil lari. Pes an¬pesan salah sasaran. dan Taku serta Sada setia kepada Anda.

Kenan gan itu diikuti dengan kenangan lainnya. namun tidak menangis. Seraya menutupi wajah denga n tangan." "Aku sangat berterima kasih. Aku terus mengikuti hingga aku sadar sudah di ib ukota. "Dan aku sangat berduka atas kematian kakakmu dalam melayani keluargaku." Mata gadis berkilat diterpa sinar lentera. Aku berjalan selama enam minggu. hampir membuat ia terpuruk. Taku tertembak di leher. berharap bisa menyusul Lady Shigeko dan Lord Hiroshi.tanpa mengatakan pada siapa pun." "Akio punya senjata api? Darimana dia dapat?" "Dia sudah di Kumamoto selama musim dingin. teringat saat ia mencengkeram leher Taku yang menyelinap ma suk ke kamarnya di Shuho: saat itu Taku baru berumur sembilan atau sepuluh tahun. ia Halaman 234 dari 600 . "Mereka diserang dengan menggunakan senjata api. dia pasti mati kehabisan darah. m ereka sudah melakukan perdagangan dengan orang-orang asing." Teringat olehnya kalau gadis itu juga tengah berse dih. tapi mereka sudah beberapa hari di depanku. "T ak ada yang bisa membunuh mereka dengan menggunakan senjata biasa." tuturnya dengan nada sedih. tapi dia bukan mati karena peluru: lehernya digorok." Takeo duduk terdiam. Senjata itu pasti pemberian Zenko. dan peluru itu menghantam Sada setelah menembus kuda.

. Akan ada pertandingan yang meliba tkan putriku dan Lord Hiroshi. juga lega karena gelapnya ruangan." Takeo mengatur agar Mai diberi uang dan dicarikan penginapan. Ia lega karena ini berarti putrinya takkan memerhatikan sik ap diam dan kurang bersemangat dirinya. Shigeko bisa mengenalimu. Kau tidak boleh mengatakan ini pada siapa-si apa. tapi untuk sementara waktu ini a ku memintamu untuk menjauh. yang biasanya pandai mengendalikan diri serta tenang. "Haruskah aku memanggil seseorang agar menemui Anda?" "Tidak!" sahutnya. Jangan ada hal yang mengganggu selama beberapa hari ke depan. Kau akan ikut dengan kami. Sedari tadi mereka memeriks a keadaan kuda." sahutnya. Begitu pamit. kini gembira dengan kejadian ha ri ini. Mai baru saja pergi ketika Shigeko dan Gemba datang.. Sh igeko. Sementara tapi itu bisa berubah kapan saja. Mereka tidak boleh tahu hal ini h ingga pertandingannya selesai. Hanya dua hari. serta membahas strategi. Mereka tidak boleh diganggu. Sekarang pedang itu menjad i milikmu. "Aku kembalikan Jato pada Ayah. tentu saja. berjanji akan kembali dalam dua hari. seraya berusaha mengendalikan diri. namun hal ini tidak bisa dari rencana. "Lord Otori. Kaisar maupun membiarkan Saga ini aku dalam posisi yang menguntungkan lombanya selesai dan kami tahu hasilnya." "Aku akan kembali secepatnya. Nanti aku akan ceritakan tent ang kabar ini padanya dan juga Hiroshi. Tapi aku tak ingin menyin mencium pengkhianatan Zenko. menyiapkan pelana dan tali kekang untuk lomba besok. dan tak sabar menanti penandingan. Tidak seorang pun boleh tahu. lebih awal ggung tuan rumah Lord Saga. lalu gadis itu per gi. Shigeko berkata." ujar Mai ragu-ragu. "Kaisar yang berikan padamu." "Tidak boleh. Meskipun beresiko terjebak dalam ditunda. Kesedihannya disulut dengan kemarah annya atas Zenko yang telah ia biarkan hidup hanya untuk melihat orang itu bersekongkol mem rusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis. waktu untuk menjadi lemah sudah berakhir. "Kau tak tahu situasi kami di sini. Kesedihannya disulut dengan kemarahan nya atas Zenko yang telah ia biarkan hidup hanya untuk melihat orang itu bersekongkol mem bunuh adiknya.berusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis." "Tapi Anda harus segera kembali ke Tiga Negara! Zenko." . aku akan hujan.

." "Akan kuberikan pada biara sampai."Pedang ini terlalu panjang." "Bukan penama kalinya pedang itu berada di biara.. "Kendati demikian. tapi kearifan. "Sampai putra Ayah. meninggalkan Takeo sendirian meng¬hadapi malam yang panjang. atau putraku. tidak sebelum ia konsultasi dengan Kaede." Takeo menyadari bahkan saat ia bicara bahwa pengakuan Kaisar membuat persoalan p ernikahan Shigeko justru makin penting. tetap saja itu milikmu . Takeo memaksakan diri untuk tersenyum. dan Gemba juga pergi t idur.* Halaman 235 dari 600 . ia takkan meny erah begitu saja. pi kirnya. cukup dewasa untuk memilikinya. Rasanya ingin sekali berada di rumah." "Sampai apa?" Takeo memotong ucapan putrinya. bukan hanya menginginkan tubuhnya. Tak sulit untuk membujuk Shigeko beristirahat lebih awal.." sahut Takeo. aku tidak berarti tanpa dia. "Tapi pedang itu milikmu. suami yang direstui Kaisar. Apa pun permintaan Saga. Shigeko akan menyerahkan Tiga Negara kepada orang yang menikahinya. sena kekuatan¬nya yang lembut. dan pedang juga memastikan dirimu bukan hanya sebagai pewaris Klan Maruyama. tapi ju ga Klan Otori." protes putrinya. kejernihan pikiran. Takeo sangat merindukan Kaede saat ini.

"Beliau pasti menulisnya tadi malam. Simpan baik-baik: aku akan memintamu m embacakannya. "Aku akan mendiktekan sesuatu padamu. Jangan berkomentar dan jangan beritahu siapa-siapa." ujarnya. si jurutulis berkata dengan r agu. Tanpa memihak Takeo menceritakan semua vang diceritakan Mai semalam. guratan tinta kelihatan hitam dan legas. Tanganku ge metar dan tulisanku sangat buruk." "Tidak apa-apa." "Aku kurang tidur. Aku sehat¬sehat saja. kenyataan bahwa ia telah berbagi kabar kematian Taku mengurangi penderitaannya. "Aku minta maaf atas kurang terampilnya diriku ini. kan?" "Kita akan tahu sore ini." ujar Minoru. dan atas ke¬berha ." Tulisannya menggambar¬kan orangnya. dan Minoru menulisnya." Takeo tiba-tiba memutuskan dan berkata. mengeluarkan gulungan kertas .Minoru datang. "Aku telah menyiapk an catatan atas semua yang terjadi kemarin." Minoru menaikkan alis sedikit. bergaya kotak. malam ini atau besok." "Biar kulihat. dan juga mencatat semua yang akan terjadi hari ini. terkejut dengan suara dingin Takeo. Takeo sadar akan simpati tanpa kata-kata dari jurutuli snya. itu saja." Minoru menyiapkan batu tinta dan meng¬ambil kuas tanpa bicara. "Lord Otori kelihatannya tidak sehat. "Beliau mengucapkan selamat padaku atas keramahan Kaisar padaku." Ketika Takeo mengambil catatan itu tanpa menjawab. Aku tidak bisa bersikap sebaliknya. Takeo memandang Minoru dengan tatapan menuduh." Minoru membungkuk hormat. "Lord Saga mengirim surat untuk Anda. selama masih bisa dibaca." ujarnya ketika Takeo selesai mendikte. aku harus terus memesona serta mengesankan. Dia datang bersama para pelayan perempuan yang membawa teh. Kau harus mengatur kepulanga n kita agak lebih awal dari rencana. seperti biasa. tebal dan ditekan. "Tentunya kunjungan Anda sangat berhasil. Beliau sangat menghormati Anda. "Aku turut berduka cita. saat matahari baru terbit. "Hari ini sepertinya akan menjadi hari yang cerah.

Dia telah mengumumkan kesepakatannya." "Aku akan mematuhi kesepakatan. serta mengucapkan semoga berhasil hari ini. "Dan takut bila Anda kalah dalam pertandingan itu. dan begitu pula aku!" "Persis seperti itulah cara bangsawan men¬jadi besar. agar beliau mendapat alasan untuk tidak menepatinya. Kaisar masih tetap mendukung Anda." ujar Minoru. sikapmu menjadi begitu sinis! Lord Saga adalah bangsawan besar berasal dari klan kuno." sahut Takeo." gumam Minoru. dan aku berharap dia pun begitu. Dia takkan mengingkari kesepakatan itu tanpa m embuat dirinya tidak terhormat. Halaman 236 dari 600 ." "Beliau khawatir atas popularitas Anda." "Minoru. "Beliau mengharapkan Anda menemukan cara untuk berkelit dari kesepakatan tersebu t.silan hadiahku.

Arena di Biara A gung dipenuhi penonton: perempuan mengenakan kimono bertudung. Pelana kuda dilapisi ker ang mutiara. elumnya. dan beberapa ar kirin. meriah dan ramai. dan Takeo be rusaha ikut ambil bagian di datamnya dengan sepenuh hati. Di tempat itu Takeo dis sebagian sudah bertemu dengannya sehari seb laki-laki memperlihatkan padanya pena linta perempuan mengenakan tudung berhiaskan gamb Suasana hari itu terasa bagai piknik di pedesaan. dan masyarakat menari-nari sepe rti kesurupan. Hiroshi dan Gemba. dengan pasir b erwarna putih. Namun sesekali pemandangan tampak kabur dan langit semakin kelam. Takeo dibimbing ke tempat di sebelah ambut para bangsawan. Busur milik mereka jauh lebih besar dibandingkan dengan busur Shigek o dan ketiganya . yang ter sembunyi seperti sebelumnya. Arena di Biara A gung dipenuhi penonton: perempuan mengenakan kimono bertudung. dan mata dan pikirannya dipenuhi dengan bayangan-bayangan Taku ya ng tertembak di leher lalu mati kehabisan darah. Shige ko. kanan bilik Kaisar. Okuda dan Kono. Ia mengalihkan perhatian pada mereka yang masih hidup. te mpat sekitar lima puluh ekor anjing dalam sebuah kerangkeng berhiaskan daun dan rumbai-rumbai puti h. pada perwakilannya. Cuaca makin panas dengan kelembapan yang menandakan hujan plum. menunggang kuda belang dan juga merah bata. anakanak. semua memegang payung dan kipas. ksatria dan istri mereka. Di dalam lingkaran terluar pasir merah para pe¬nu nggang kuda menunggu: kuda tim Saga memiliki sabuk kulit yang dikaitkan di bawah ekor s erta tali dada berwarna merah. sedangkan milik Shigeko berwarna putih. Kedua kuda abu-abu pucat dengan surai dan ekor hitam terlihat sangat kont ras dengan kuda Gemba yang berbulu hitam. surai dikepang. di balik tirai bambu. laki-laki berpakaian c erah. jambul dan ekornya mengkilat serta sehalus rambut seorang putri. Cuaca makin panas dengan kelembapan yang menandakan hujan plum. Takeo bisa mendengar gongongan anjing yang bersemangat dari sisi timur arema. Kuda-kuda melangkah tenang mengelilingi lingkaran. Sag a me¬nunggang kuda besar dengan bulu warna coklat kemerahan. Seuta s tali jerami kuning membagi lingkaran sebelah luar dari lingkaran yang sebelah dalam. Pengaruh kirin sudah tampak: seorang ng yang diukir mengikuti bentuk kirin. Di bagian belakang lapangan terdapat bilik dari kain sutra didirikan bagi Kaisar. Kedua pendukungnya.Jalanan jauh lebih ramai lagi dibanding kemarin. laki-laki berpakaian c erah. anakalanan jauh lebih ramai lagi dibanding kemarin. dan masyarakat menarinari seperti kesurupan.

pasangan pertama Okuda dan Hiroshi. bagian lunak di perut atau kematuan. Anjing pertama dibawa masuk ke lingkaran: Okuda juga memasuki lingkaran lalu men derapkan kudanya. Makin banyak darah menetes. dan peraturan permainan itu dije laskan oleh kawan pendampingnya. membiarkan tali kekang menggantung di leher kuda selagi dia menaikkan b usur panah dan menaruh anak panahnya. kaki. Halaman 237 dari 600 . Ini semua tentang pengendalian sempurna yang sangat sulit dicapai sewaktu kuda berderap. dari yang terendah sampai y ang tertinggi. Anda tidak boleh menembak kepala. Takeo belum pernah menyaksikan per¬buruan anjing. membua tnya menyalak kaget lalu mundur. dengan ekor di sela kaki belakang¬nya. dengan ramah. Anak panah kedua mengena i dada. Tembakan yang ketiga terkena punggung anjing yang tengah berlari. "Anda hanya boleh menembak bagian ter¬tentu di tubuh anjing: punggung. mengonggong pada kuda yang tengah berderap. "Tembakan yang bagus!" seru laki-laki di sebelah Takeo. makin buruk tembakanny a.memiliki anak panah yang dibului dengan bulu bangau warna putih dan abu-abu. leher . Anak panah itu dilepaskan terlalu kuat: darah mulai menodai bulu putih anjing itu. dan nilai Anda akan dikurangi jika anjingnya berdarah atau mati. Anak panah pertama Okuda berdesing melewati telinga anjing itu. Tali anjing dilepaskan dan hewan itu segera berjingkrakan." tutur Saga ke pada Hiroshi." Mereka berkuda dalam barisan menurut urutan pangkat. "Okuda akan mulai lebih dulu untuk menunjukkan cara melakukannya. karena penunggang kedua memiliki peluang lebih menguntungkan.

membuatnya ter¬jatuh dan menyalak. "Butuh lat ihan selama bertahuntahun. Takeo merasakan ketegangan mulai ber¬tambah saat Hiroshi memasuki lingkaran dan Ke ri mulai berderap." ujar tetangga Takeo dengan simpatik." Takeo menatap anjing itu saat dibawa masuk untuk yang ketiga kalinya. pikirnya. berusaha m enyuruh agar anjing itu tenang. Atau mungkin anjing saling berkomunikasi lalu memper¬ingatkan." adalah penilaian juri. Kurang baik. Takeo bersiap menerima satu kekalahan lagi maka tak peduli sebaik apa pun Shigeko melakukannya. meng¬hempaska n tubuhnya di antara anjing-anjing lain. tapi anak panahnya tetap tidak kena sasaran." Juri memutuskan demikian. hasil pertandingan sudah ditentukan." adalah penilaian juri. tapi tidak berdarah. dibawa masuk lagi dan dilepas sekali lagi. anjing itu secepatnya berlari keluar lingkaran. Hew an itu berhenti meronta dan menyalak. tapi malah duduk dan menjilati bulunya sebelum bangkit lalu berjalan pelan mengitari lingkaran. Tembakan kedua Okuda. tapi mampukah pemuda itu bersaing dengan pemanah nomor satu dari ibukota? Anjing dilepaskan. Mampukah kuda abu-abu itu bertahan dalam per tandingan semacam ini? Akankah kuda itu mengecewakan penunggangnya? Takeo tahu H iroshi mahir memanah. tapi anjing itu bisa mendengarnya. "Lebih sulit dari kelihatannya. Penonton terdi am: di balik suara derap kuda. Takeo sudah mengenai kuda itu selama ia mengenai pemuda itu: hampir de lapan belas tahun. Kali ini Hiroshi le bih siap. Anak panah ketiga Hiros hi kena bagian samping anjing itu. mendapat nilai lebih tinggi ketimbang dua tembakan Hiroshi yang meleset. Tak ada orang lain yang bisa mendengar¬nya. Anak panah Hiroshi luput mengenai anjing itu sejauh s erentangan kaki. terdengar olehnya senandung yang amat pelan. Anjing-anjing itu pasti mencium amis darah sehingga ket akutan. Anjing itu tidak kabur saat dilepas. Matanya terpaku pada Gemba ya ng tak lagi . tapi ia ingin pemuda itu setidaknya mendapat satu nilai untuk bidikannya. Ia tidak mau Hiroshi menyakiti anjing itu. Anjing itu ditangkap. Takeo bisa meli hat kalau anjing itu ketakutan dan menggeram. "Itu tembakan yang mudah! Okuda akan memenangkan babak ini. Mungkin anjing tiu sudah melihat nasib kawannya dan tahu apa yang menantinya dalam lingkaran itu."Kurang baik. meski membuat si anjing ber¬darah. suara yang dikeluarkan Gemba saat merasa gembira.

sekali lagi tida k mengeluarkan darah. seperti yang sudah diketahui. Halaman 238 dari 600 . seraya berpikir. dan kudanya memang cepat. Tembakan ketiga Gemba meleset. berlarian ke kanan dan kiri melintasi lap angan. membuat pasir merah beterbangan. kali ini Gemba mendapat giliran per¬tam a. menatap pemandangan asing dengan telinga tegak dan bola mata mem besar. Laki-laki itu mahir berkuda. Tembakannya yang kedua hampir sama. Kuda hitam tunggangannya juga tampa k was-pada. tapi kini anjing itu ketakutan. dan tidak ada darah. tapi aku takkan terlihat marah atau sedih. Karena Hiroshi kalah pada babak sebelum¬nya. dan kelihatan tidak takut pada kuda yang tengah be rderap. Temb akan yang bagus. Anjing yang berikutnya lebih lincah. membuat k udanya berderap mengelilingi lingkaran sebelah luar. Kemudian Kono keluar dengan menunggang kuda merah bata.bersenandung. "Kemahirannya memang enak di pandang!" ujar Takeo setuju dengan sikap sopan. "Lord Kono sangat mahir dan terkenal. Lord Kon o menunggu di sebelah luar lingkaran di atas kuda merah bata yang kuat sena penuh semangat. tapi kelihatan sangat waspada. Panah pertama Gemba tampak melayang dan mendarat perlahan di tungging anjing itu. aku akan kehila ngan segalanya." orang di sebelah Takeo memberitahunya. P ara penonton berseru kagum.

" Laki-laki itu tak kuasa menahan m alu. Aku nyaris tidak bisa menikmati pertandingan karena mengasihani dirinya!" "Kabarnya pertandingan ini hanyalah alasan baginya untuk mengundurkan diri tanpa kalah dalam perang. . putrinya terlihat kecil dan rapuh. kuda tungganganny a terlalu ber¬semangat karena sorak sorai penonton. pemenang yang beruntung mengayunkan anak panah itu di atas kepalanya. gonggongan berubah menjadi lolo ngan.. namun ia juga tak mampu memalingkan wajah." Kemudian kesunyian melanda seluruh arena sewaktu Shigeko memasuki lingkaran dan Ashige mulai berderap. njing-anjing dalam kerangkeng makin bersemangat. dan Takeo mendengar kata-ka tanya dengan jelas. Beberapa pemuda berlompatan turun untuk mengambilnya. "Kini kita mungkin menunggu keputusan Kaisar. maka kita tak perlu iba padanya. Pada tembakan ketiga. kuda tungganganny a terlalu ber¬semangat karena sorak sorai penonton. Beberapa pemuda berlompatan turun untuk mengambilnya. babak kedua diputuskan seri. Namun tetap saja Ko no membukukan dua nilai tembakan sempurna tanpa darah. Setelah diskusi panjang para juri. P anahnya melayang di atas kepala anjing dan kena bagian samping pangg:ung kayu di belakan gnya.Anjing-anjing dalam kerangkeng makin bersemangat." "Tentu. Setelah diam dengan sikap canggung selama beberapa saat." "Tampaknya cara itu kurang sesuai karena kurasa Lord Saga akan dianggap memiliki lebih dalam olahraga ini. gonggongan berubah menjadi lol ongan. aku tak tahan duduk di sebelah Lord Otori saat dia menghadapi hukuman mati. Laki-laki itu berbisik kepada mereka. pemenang yang beruntung mengayunkan anak panah itu di atas kepalanya. Takeo hampir tidak sanggup memandang putrinya. Namun tetap saja Ko no membukukan dua nilai tembakan sempurna tanpa darah. dan setiap anjing yang dibebaskan semakin liar karena ketakutan. Setelah peserta laki-laki.. agak meloncat saat Kono menarik busur.. Anda benar. agak meloncat saat Kono menarik busur. Aku hanya tidak ingin. Pada tembakan ketiga. P anahnya melayang di atas kepala anjing dan kena bagian samping pangg:ung kayu di belakan gnya." seru laki-laki di sebelah Takeo. Lord Otori tidak keberatan. dia lalu mohon diri menjauh untuk be rgabung dengan kelompok lain. "Sungguh. dan setiap anjing yang dibebaskan semakin liar karena ketakutan. "Cara ini sangat digemari pengunjung: bila hasilnya seri secara keseluruhan.

Kemudian anjing itu seperti menganggap kalau ini adalah per¬mainan ya ng menyenangkan. Busur miniatur dan anak panahnya me mbuat penonton terkesima. kemudian Shigeko menarik kudanya berhenti di depan Kaisar. Takeo tak kuasa mengagumi putrinya. Mereka mengitari arena sebanyak tiga kali seperti ini. tidak meng¬gerakkan satu otot pun. Halaman 239 dari 600 . Anjing itu duduk di b elakangnya. Anjing itu. dengan lidah merah mudanya terjulur. gonggongan anjing yang ketakutan. berjingkrakan. baik si kuda maupun penunggangnya tampak benar¬benar tenang. Shigeko mendesak kudanya untuk ber¬derap lebih cepat dan anjing itu berlari tungga ng-langgang. Anjing itu berlarian mengitari lingkaran di waktu yang bersamaan d engan si kuda: Shigeko mem¬bungkuk dan melepaskan anak panah kedua seolah benda itu adalah tangan nya dan tengah mengelus leher hewan itu. membuat kudanya berderap lagi. moncong menganga. Dirasakan pelupuk matanya menghangat.Meskipun penonton bersorak-sorai. Shigeko membungkuk dalam dalam. terluka atau ketakutan. Anak panah ketiga terbang lebih cepat namun tak kurang lembutnya. memutar kepala¬nya. Gaya berjalan si kuda cepat d an mulus. ber¬jalan memutar semakin mendekati anjing y ang duduk memerhatikan. dan berubah menjadi kekaguman saat anak pertama menyentuh pelan bagia n samping tubuh anjing buruan. mengenai anjing itu nyaris tanpa suara tepat di bawah kepalanya. kekuatan dan kemahirannya yang diperkuat den gan kelembutan. Takeo mengerutkan dahi lalu menahan agar wajahnya te tap tanpa ekspresi. dan takut kalau rasa bangga ak an menghilangkan kesedihannya. dan ketegangan yang makin meningkat. telinga melambai-lambai. mengibaskan ana k panah itu seakan hanya lalat. sedang si penunggang duduk tegak dan tenang. Si anjing menggelengkan kepala dan mengibaskan ekor.

namun laki¬laki itu mengendalikan kuda dengan mudah. mereka menahan napas. sekali lagi ddak membuat anjing i tu ber¬darah. dan kulit rusa di kedua paha untuk melindungi kakinya. perut. Telah dirasakannya kekalahan di tenggorokan. Muda h bagi Saga untuk me¬nembaknya lagi dengan anak panah kedua. bayangan kian memanjang. Pasti keluar darah. Meskipun orang-orang berteriak. Saat aga Hideki. peserta terakhir. buih dari mulutnya beterbangan. Perasaan itu mematikan semua perasaannya. melawan penunggangnya . tubuh anjing itu terhempas ke tanah. dan kulit rusa di kedua paha untuk melindungi kakinya. Penonton b . ekor pendeknya menggantung hampir menyentuh tanah. seolah masih terus bermimpi. Saat dia mengangkat busur. dari mulut dan anusnya. hawa kian panas. di depan matanya. Kuda coklat kemerahan itu menarik-narik besi yang dipasang di mulutn¬ya. kini menunggang kuda memasuki lingkaran berpasir putih. pikirnya. dan anak-anak menjerit.Saga Hideki. di pasir putih arena m ulai tercemar warna merah. Kudanya berderap. kini menunggang kuda memasuki lingkaran berpasir p utih. Pemandangan itu tampa k seperti dalam mimpi. Anak panah terakhir melesat di samping badan si anjing lagi dengan suara yang nyaris tak te rdengar. ekor pendeknya menggantung hampir menyentuh tanah. Tiba-tiba. Saga mengenakan jubah hitam. ke bagian samping tubuh si anjing dan b erhasil menjatuhkannya. Semua orang terdiam. melawan penunggangnya . namun laki¬laki itu mengendalikan kuda dengan mudah. Takeo merasakan semua mata tertuju pada dirinya. Saga dan Shigeko setidaknya seri. anjing melolong. Dua seri dan satu menang Saga akan meraih kemen angan. Matahari sudah di ufuk barat. Anjing tadi meng¬alami pendarahan hebat. Saga mengenakan jubah hitam. penonton meng¬hembuskan napas. berhia skan bulu anak panah di bagian punggungnya. penyesalan dan amarah. Di saksikannya dengan perasaan tanpa memihak selagi Saga menderapkan kuda mengitari lingkaran l agi. Kuda coklat kemerahan itu menarik-narik besi yang dipasang di mulutn¬ya. Anting dilepas: menggonggong dan me¬lolong. Anak panah Saga terbang lebih cepat dari pandangan mata. menutupi semua kesedihan. Si anjing berusaha bangkit terhuyung-huyung dan ke¬bingungan. hingga empedunya. tapi bulu putih si anjing atau pasir berwarna pucat itu tetap b ersih. peserta terakhir. seorang laki-laki dengan pengendalian jiwa dan raga yang sempurna. ketika dia menaruh anak panah . berhia skan bulu anak panah di bagian punggungnya. mendapat nilai sempurna. namun Takeo tenang sedingin es. meskipun i a tidak memandang siapa pun.

tapi tidak ada suara lain. Punggung anjing itu melengkung. Takeo merasa ada secercah harapan. Terdengar bisikan dari balik tirai. nyanyian pun mulai terdengar lagi. dan kemudian. tempat Kaisar duduk di balik tirai bambu. Tenaga Saga terlalu besar. Para peserta men unggu. Takeo seperti mendengar teriakan dan sorak sorai yang berasal dari tempat jauh. Dia tidak bisa menundukkan kekuatan laki¬l akinya: dia bisa melambatkan anak panah. ingin dekaT dengannya. pikir Takeo. seketika dilihatnya ruang di sekelilingnya telah dipenuhi orang yan g berhambur meng¬hampiri untuk memberinya selamat. atau berbagi takdir¬nya yang tidak mengu ntungkan. tak ingi n menyaksikan terlalu dekat peng¬hinaan terhadap dirinya.erseru kaget. menatap ke ujung arena. namun tak mampu mengurangi tenaganya. mencecerkan darah berbentuk melengkung di pasir. Takeo menyadari kalau selama per¬tandingan orang-orang telah menjauhinya. diam tak bergerak: kelompok merah di bagian timur. Kaisar menganugerah¬kan kemenangan kepada kelompok putih!" Takeo berlutuT dan menyembah. Bayangbayang panjang kaki kuda terbentang melintasi arena. Kini ia menunggu seorang diri untuk mendengarkan hasilnya. "Karena kelompok Lady Maruyama tidak menumpahkan darah. sementara kelompok putih di bagian barat. tenuju pada Saga. Dua tembakan perta ma telah menghancur¬kan organ tubuh anjing itu dan mem¬bunuhnya. Kerumunan penonton bersorak menyetujui¬nya. pandangan yang lebih gugup. lalu mari. Anjing¬anjing masih saja menyalak da ri balik kandang. Perlahan-lahan pe¬nonton terdiam. Halaman 240 dari 600 . Ketika berita itu me nyebar ke seluruh penjuru arena dan di luarnya. Ketika T akeo duduk tegak. tapi Takeo sengaja menutup pendengarannya. H anya saat Menteri muncul dari balik tirai dan dilihatnya pandangan resmi pertama ter¬tuju pada Shige ko. Pertandingan b erakhir seri: kini keputusan ada di tangan Kaisar. men¬dengking satu kali. Perlahan ia bangkit.

"Tapi kita harus menunda peng¬umuman pertunangan sampai putriku me¬minta p endapat klannya. Pasir tetap putih. Kendati begitu. cahayanya berpencar dan ber¬kabut dengan lembapnya udara. tert awa dengan kegembiraan yang dipaksakan. lalu teringat kata-kata Minoru. Kuda-kudanya menggetarkan tanah kami.Lord Otori telah muncul di ibukota. pesan apa yang akan ora ng itu kirim pada Zenko tentang hasil pertandingan ini. jamuan makan memang dilakukan seperti yang dire ncanakan. dengan agak ter¬ceng ang selagi kata-kata itu meluncur dari mulutnya. Begitu pula Delapan Pulau Takeo memandang ke arah Saga. Dia akan memanfaatkan alasan apa pun untuk mengingkari janjinya. Saga berharap bisa menyingkirkan diriku tanpa be rperang. dan Anda akan menjadi ayah mertuaku. namun berbeda dengan kegembiraan tulus di jalan-jalan di kota. Kuda-kudanya menggetarkan tanah kami. dan Saga mengumbar sanjungannya kepada Lady Maruyama. pikir Takeo. Putrin ya meraih kemenangan besar. dan apa yang tengah dilakukan Zenko? Jamuan berlangsung hingga larut malam: bulan sudah muncul dan bintang-bintang ta mpak besar. dan melihat bangsawan itu juga tengah menatapnya. namun dia gagal." "Aku akan senang sekali memanggil Anda putraku." ujar Saga." sahut Takeo. Tatapan mata mereka bertemu. Para penunggang putih menang. tata krama tetap ber¬laku. *** Lord Saga telah merencanakan mengadakan jamuan makan besar untuk merayakan kemen angannya yang sudah diketahui lebih dulu. Putrinya meraih kemenangan besar. Tiga Negara hidup dalam damai. semakin jelas kalau dia menginginkan pernikahan itu lebih dari sebelum nya. Termasuk ibunya. . di balik sikap sopan yang ditunjukkannya. Anjing pun tetap putih . dan Saga menundukkan kepala sebagai peng¬akuan atas kemenangan itu . "Kita akan menjadi sekutu. rd Otori telah muncul di ibukota. Lady Maruyama tidak menumpahkan darah. Ini tidak seperti dugaannya. "Walaupun aku percaya usiaku lebih tua beberapa tah un." Takeo melihat sekilas ke arah Lord Kono dan ingin tah u reaksi jujur bangsawan itu. perayaan tersebut tidak sepenuhnya tulus.

" sahut Takeo. tapi perasaan mereka bertiga tidak kurang bergola knya. dengan sikap dinginnya seperti biasa. "Kau me¬rahasiakan ini sehar ian?" "Aku tidak ingin konsentrasi kalian ter¬pecah. ada apa?" tanya Shigeko segera. Shigeko menangis terang-terangan. seolah terkena pukulan di dadanya lalu terhuyung-huyung. Aku tak menduga kalian akan menang." ujar Takeo ketika mereka kembal i ke kediaman."Aku minta kalian semua tidak pergi tidur dulu. "Ayah. Gemba dan Hiroshi ke ruangan paling terpencil di kediaman it u. Minoru dipanggil. Halaman 241 dari 600 . dan memberi isyarat agar si jurutulis mulai membaca." "Kurasa dia memutuskan ini agar men¬dapatkan orang yang bisa mengimbangi kekuatan Saga. Hiroshi terduduk pucat pasi. Segalanya bercampur aduk untuk meyakin¬kan dirinya b ahwa kau memiliki restu dari Surga. air bergemericik di taman dan sesekali nyamuk berdengung. Gemba berdengus keras lalu berkata. "Beruntung Kaisar cukup terkesan pada¬mu dan tak ingin menyinggung dewa-dewa denga n memutuskan untuk menentangmu." sahut Takeo. Minora membaca tanpa perasaan. Ia membimbing Shigeko. Bagaimana aku harus berterima kasih kepada kalian? Kalian tadi sangat luar biasa!" Takeo bicar a dengan berlinang air mata penuh perasaan. Semua pintu terbuka lebar. "Apakah ada kabar buruk dari rumah Ibu? Adik bayiku?" apakah "Minora akan membacakannya.

Hewan itu akan ke takutan bila kita semua pergi begitu mendadak.." ujar Takeo. Akio akan digantung se perti penjahat biasa. "Tapi akan dilakukan dengan adil . kekuasaanku telah ditegaskan oleh Paduka Yang Mulia. termotivasi oleh gabungan antara idealisme. Ayah takkan meninggalkan dirimu di tangan Saga. Tadi¬nya aku berharap bisa melihatnya tenang dul u sebelum kita pergi. "Hiroshi. Bila dia tidak benar-benar tunduk. Lalu bagaimana cara kita menghadapi para pem¬bunu h ini?" "Kita memang akan memburu mereka." "Ayah." ujar Takeo." "Berkaitan dengan Maya?" tanya Shigeko dengan ketakutan yang terdengar dalam nad a suaranya. Tapi kita harus pergi secepatnya.. " "Aku berusaha menahan keinginanku untuk balas dendam." Gemba setuju.." Suara Hiroshi terdengar p arau. penyelamatan diri sendiri dan niat yang baik!" "Kemenangan kalian membuat Kaisar ber¬pihak pada kita." sahut Takeo. kita akan m engalah¬kannya dalam pertempuran dan dia akan mencabut nyawanya sendiri. Mungkin aku bisa tinggal di sini menemaninya?" "Tidak. penyelamatan diri sendiri dan niat yang Itu juga. begitu pula dengan Kikuta Akio dan putranya. Zenko harus dihadapi sekarang juga."Itu juga." sahutnya dengan suara k . Tapi tidakkah kepergian yang tergesa¬g esa akan menyinggung Lord Saga dan Kaisar? Dan jujur saja. Zenko tidak memiliki lagi dasar hukum yang sah untuk menentangku. "Bukan hanya karena Taku. "Mungkin." sahut Gemba. pragmadsme.. termotivasi oleh gabungan antara idealisme. pragmadsme. "Tentu saja. Aku menyesal." sahut Gemba tanpa berkata lagi. Aku telah diakui Kaisar. t api demi mencegah kekacauan lebih jauh lagi." Gemba setuju. Naluriku mengatakan kalau kita haras segera pergi dan memburu mereka tapi Ajaran Houou mena hanku untuk tidak melakukan kekerasan. dia manusia setengah dewa tapi juga tak ber¬be da dengan kita semua. kurasa kini waktunya kita pulang. Kesehatannya merupakan masalah terpenting bagi kelangsungan kedudukan Ayah. Ada satu hal lagi yang tidak beres. "Kau telah kehilangan sahabat terdekatmu. "Aku tahu Ayah benar. dia manusia setengah dewa tapi juga tak ber¬b eda dengan kita semua." ujar Shigeko. "Yang kuinginkan hanyalah kematian Zenko. "Tentu saja. aku cemas pada keadaan kirin. "Tapi kematian Taku berarti kita harus segera kembali." "Ya..

kau telah membuktikan kalau dirimu tahu s egalanya sejauh ini. Apakah Surga masih terus berpihak pada kita dengan menunda hujan plum?" "Kita lihat saja apa yang bisa kita laku¬kan. fermentasi kedelai. hingga kegiatan mata-mata.eras yang mengejutkan mereka sendiri. "Apakah aku harus menyerahkan semua putriku kepada m usuhmusuhku? Kita telah berikan kirin kepada Kaisar." sahut Gemba berjanji sambil senyum. peminjaman uang. Takeo berpaling ke arah Gemba. Kita harus pergi sebelum akhir minggu: kita akan memanfaatkan cahaya bulan antar a bulan sabit dan bulan purnama untuk melakukan perjalanan.* Sejak Takeo memintanya mengambil alih kepemimpinan Tribe. Dia mengunjungi desa-desa ter¬sembunyi d i pegunungan dan rumah-rumah pedagang tempat kerabatnya menjalankan berbagai usaha: membuat s ake. Kaisar dan orang¬orangnya yang harus bertanggung jawab atas n asib hewan itu. Hierarki kuno Tr ibe masih tetap Halaman 242 dari 600 . Muto Shizuka telah mel akukan perjalanan ke hampir seluruh Tiga Negara. "Gemba. di sela-sela air matanya. dan mungkin tak melihat bulan sama sekali." gumam Hiroshi." "Kita akan berkuda di tengah hujan.

aku merasa aku bisa pergi sebelum hujan plum tiba." aku Ishida." "Dia adalah ksatria sejati. "Kaede dan bayi laki-lakinya kelihatan sangat sehat. dan catatan terperinci itu yang memungkinkan Takeo mengalahkan dan meng endalikan Tribe. namun ia sadar ada sakit hati terhadap posisi barunya: andai Zenko mendukung. dan juga s abar dan pantang menyerah ketika berkaitan dengan balas dendam." tutur Shizuka pada suaminya. Tapi bayi ini tampak seperti pejuang cilik. tapi Shizuka sendiri selalu ingin tahu siapa lagi yang mu ngkin mencurigai dirinya. karena. Dia merawatnya sendiri. Karena alasan itulah dia merasa berkewajiban untuk memper¬tahankan kontak dengan semua kerabatnya. Orang-orang di kalangan Tribe memiliki ingatan yang panjang. kemudian ke Hofu. Seperti biasa Shizuka disambut dengan sopan santun terta penghormatan. yang berarti bahkan dalam kalangannya sendiri. Tribe menyimpan rahasia dan sering bertindak dengan c ara mereka sendiri. dan menentang putra sulungnya. keadaannya pasti berbeda. t api sadar selagi putranya itu masih hidup. Kaede hampir tidak sanggup berpisah dari anaknya. bertahun-tahun lalu. "Kaede amat memujanya!" "Belum pemah aku melihat seorang ibu begitu terpesona pada anaknya sendiri. itegakkan dengan struktur vertikalnya serta kesetiaan tradisional keluarga. Shizuka bersiap pergi lagi. beru saha agar mereka tetap setia kepadanya. kau tak boleh bepergian dengan Fumio tahun ini. Shizuka tahu betul kalau ada rahasia yang disimpan dan ketidakpatuhan berkembang di kalangan Tribe. dia pernah mengungkapkan cara kerja pekerjaa n Tribe kepada Shigeru. "Kau ada di sini untuk me rawat mereka. Tak lama setelah Takeo berangkat ke Miyako.ditegakkan dengan struktur vertikalnya serta kesetiaan tradisional keluarga. pertama ke Yamagata lalu ke Kagemura di pe¬gunungan di belakang Yamagata. yan g berarti bahkan dalam kalangannya sendiri. dan telah memilih untuk mengabaikan sat u hal yang bisa disebut pengkhianatan." "Bayi ini sangat kuat. Kenji sudah tahu tindakannya itu. maka ketidakpuasan di dalam keluarga Muto bisa berkemb ang menjadi sikap membangkang. "Tapi kau takkan tahu apa akan terj adi pada bayi: cengkeraman mereka pada kehidupan masih lemah. Tribe menyimpan rahasia dan sering bertindak dengan c ara mereka sendiri." sahut Ishida setuju. yang t . dan bisa terlepas tanpa terduga." sahut Shizuka.

perlindungan sang ibu yang sama kuatnya. merenungkan kekecewaan dan ke¬cemasan yang mereka timbulkan saat ini. kesempatannya hampir habi s: dan tentu ia tak ingin harapan¬nya terkabul. Kini ia jarang mendapat haid. Shizuka berharap bisa punya anak lagi. "Anak ini akan diberi nama siapa?" tanya¬nya. tugas itu menyita tenaga dan waktu¬nya. tapi nama itu berkaitan dengan hal-hal yang menyedih¬kan. Sewaktu menikah dengan Ishida." jawab Kaede. Ishida tidak punya anak dari pernikahan sebelumnya: is trinya sudah meninggal bertahun-tahun lamanya. Takeshi. tapi tahun¬t ahun berlalu dan ia tidak juga hamil. Shizuka pernah mengatakan kepada Takeo. Tapi anak ini takkan diberi nama sampai berusia dua tahun nanti. serta san gat baik hati. dan kami telah memiliki Shigeko. Mungkin nama Otori yang lainnya." Shizuka teringat betapa ia amat sayang kepada kedua putranya saat mereka masih k ecil. tapi tak satu pun calon yang diterima oleh Lord Fujiwara. meski tadinya dia ingin menikah lagi. kalau ia cukup bahagia hidup tenang bersama Ishi da di Hagi dan bisa terus mendampingi Kaede.idak dilakukannya pada anak-anaknya yang lain. Takeyoshi. Ishida adalah laki-laki yang penuh cinta. Aku me¬manggilnya singa kecilku. Shizuka melihat itu dengan rasa iri ber¬campur iba: k onsentrasi penuh si bayi mengisap puting susu ibunya. Tapi sejak menyetujui untuk menjadi ketua keluarga Muto dan Tribe. "Takeo sangat suka nama Shigeru. Itu juga berarti ada banyak persoalan yang tak bisa dibicarakannya dengan Ishida: Halaman 243 dari 600 . "Kami belum memutuskan.

dan bisa saja lupa dengan apa yang telah diocehkannya di malam sebelum nya. Sake bahkan bisa lebih m e¬longgarkan lidahnya. dan suaminya itu memiliki banyak sifat baik yang dika guminya. kebebasannya untu k bepergian. benda¬benda indah yang mereka bawa dar i bagian dunia lain hingga pada tahapan tidak ingin menghadapi kenyataan bahwa kedamaian se lalu berada di bawah ancaman. benda¬benda indah yang mereka bawa dar i bagian dunia lain hingga pada tahapan tidak ingin menghadapi kenyataan bahwa kedamaian se lalu berada di bawah ancaman. Ishida menyukai semua kesenangan dari kedamaian makanan yang berlimpah. tapi ibu mereka. diharap kan berada di Hagi sebelum akhir bulan. tapi kedua anak itu kelihatan layaknya putra ksatria. tapi tutup mulut tidak ter¬masuk di dalamnya. bahwa musuh bisa saja berada dalam lingkungan keluarga¬nya sendiri. saling bersaing dan bertengkar. Shizuka mengamati keduanya dengan cermat untuk melihat apakah ada tanda kemampuan yang berkembang. dan Ishida pun sudah hampir melupakan malam di Hofu ketika dalam keadaan mabuk di¬ungkapkannya kepada Z enko. tak berbeda dari anak lelaki seusia mereka yang berlatih bersama mereka. tapi tutup mulut tidak ter¬masuk di dalamnya. Hana. berinteraksi dengan orang asing. Hana dan Lord Kono tentang teori kekuatan pikiran manusia. Sake bahkan bisa lebih m e¬longgarkan lidahnya. kuda . dan bagaimana semua ini berlaku pada diri Takeo. memberinya jubah baru dengan tudung model baru dan seekor kuda da ri istal. Ishida menyukai semua kesenangan dari kedamaian makanan yang berlimpah. Sejak mereka berdua tinggal di Hagi. dan bisa saja lupa dengan apa yang telah diocehkannya di malam sebelum nya. Maka Shizuka tidak mengutarakan pada suaminya tentang Taku dan Zenko. serta efek menyembuhk an diri sendiri dengan percaya kepada ramalan. bahwa tidak semua orang bisa dipercaya. Ishida tidak terlalu memikirkan mana yang bisa dibicarakan dengan orang banyak serta mana yang harus dirahasiakan.Shizuka mencintai suaminya. berinteraksi dengan orang asing. kebebasannya untu k bepergian. Sunaomi dan Chikara sedih atas kepergian Shizuka. dan mereka berdua terlalu disibukkan dengan pendidikan dan latihan untuk bisa merindu¬kan neneknya. Ishida tidak terlalu memikirkan mana yang bisa dibicarakan dengan orang banyak serta mana yang harus dirahasiakan. dan suaminya itu memiliki banyak sifat baik yang dik aguminya. Kaede memeluk. bahwa tidak semua orang bisa dipercaya. hizuka mencintai suaminya. bahwa musuh bisa saja berada dalam lingkungan keluarga¬nya sendiri.

Andai dunia sejujur seperti sekarang ini. Z enko terlibat hubungan erat dengan Kikuta dan menganggap dirinya sebagai ketua Muto. dialah yang mengawasi semua latihan mereka dengan cara Tribe. Kini Shizuka merasa ber kewajiban untuk bertindak sendiri: berusaha memper¬tahankan agar keluarga Muto tetap setia dan mem astikan keamanan si kembar. dan sejak saat itu bekerja melayani keluarga Otori. dan begitu salju mencair. Penampilannya kalem d an pendiam. Masa lalu yang mereka lalui b ersama telah menciptakan ikatan antara mereka berdua. dengan keahlian bertarung dan kesetiaanny a. Shizuka tak kuasa menahan ingatannya pada Iida Sadamu. dia pergi ke Yamagata atas permintaan Shizuka untuk mencari infor masi. Ia punya harapan lain yang ia tak yakin mampu mewujudkannya. dan menetap di Inuyama setelah kematian majikannya itu. dan jago sumo dan petarung tangan kosong yang tangguh. berasal dari keluarga Imai. Bunta dulu menjadi informannya yang bekerja sebagai pelayan di kediaman Lady Mar uyama Naomi. dan ia pun mendoakannya. Masalah i ni telah ia bicarakan dengan Takeo. Ia merasa lebih mudah mendapatkan kuda ketimbang teman seper¬jalanan: tersadar kalau ia merindukan Kondo Kiichi yang bisa menjadi t eman yang sempurna untuk perjalanan semacam ini. persiapan untuk per¬jalanan ke Miyako telah menyita perhatian Takeo. Shizuka menyayangi mereka berdua seperti putri yang tidak pernah dimilikinya. tujuan yang pernah diajukan namun ditolak Takeo. Setelah perang dan gempa. tapi mereka belum memutuskan apa pun. dia pu la yang telah melindungi dan membela mereka dari semua orang yang hendak menyakiti mereka. la ki-laki itu menemukan jalannya ke Hagi. Ia menolak tawaran Kaede untuk dikawal ksatria Otori. dan memilih Bunta sebagai teman perjalanan. Di a yang merawat mereka ketika Kaede mem¬butuhkan waktu yang begitu lama untuk me¬mulihkan diri setel ah melahirkan. Kabar yang dibawanya sungguh mengganggu: Taku belum kembali ke Inuyama dan masih di Hofu. pendongeng dengan keterampilan mengorek inf ormasi. keluarga Muto berbeda pendapat. Kelahiran putranya . dan Shizuka merasa bisa memercayainya. disesalinya kematian Kondo.betina yang sudah sering ditunggangi Shizuka. Maya dan Miki. namun sebenarnya dia pencopet ulung. dan rencan a untuk membunuh bangsawan itu. Sepanjang musim dingin Bunta telah membawakannya potongan-potongan kecil informa si. Ia telah menga takan pada Halaman 244 dari . Usianya beberapa tahun lebih muda dari Shizuka.

600 .

Cuaca hari itu cerah. Lalu. Tapi di lubuk hatinya. Yoshio. dan bisa melihat alasannya untuk berdamai dengan Otori. Shizuka tak tahu apakah ia bisa mengandalkan dukungan sepupunya ini. di ruma h lama Kenji yang kini ditinggali sepupunya.. Di Yamagata. dan berkuda di depan untuk mengatur tempat pem berhentian selanjutnya. kota-kota dama i dan sejahtera. ikut bersama merek a untuk mengurus kuda. menyediakan makan. perbincangan selalu soal kemakmuran di m asa lalu. Tak seo rang pun akan menyangka usulan it u datang dariku. Ia masih tetap berpegang pada pendapatnya saat memikir¬kannya dengan pikiran yang jernih.Takeo bahwa sebagai Ketua Muto dan sahabat keluarga Otori. jalanan aman dan terawat baik. Aku tidak p erlu melakukan hal yang bertentangan dengan keinginannya. Dia m emperlakiikan Shizuka dengan akrab dan berbicara blak-blakan. Shizuka kagum atas semua yang Takeo dan Kaede capai demi kemakmuran dan kebahagi aan negara. "Semua orang menghormatinya. dan meratapi hasrat yang haus kekuasaan dan keinginan kuat untuk balas d endam yang mengancamnya.. "Ketika Kenji masih hidup. ketika Kikuta dan Muto ber¬sahabat dan semua orang takut dan meng¬hormati mereka. seperti yang dilaku¬kannya sebelumnya di Maruyama." tutur Yoshio. Ia telah mengenal Yoshio sejak kecil karena mereka pernah dilatih bersama. Shizuka meng¬harapkan anaknya itu mati ditangannya sendiri. K eluarga Muto tempat dia menginap di Tsuwano menggerutu karena berkurangnya status mereka di k alangan pedagang sejak banyak orang yang terlibat dalam per¬dagangan. dan menyimpan tenaga. Putra Bunta. Tapi tidak semua orang tidak menikmati kedamaian dan kemakmuran di negeri ini.. Takeo sudah mengatakan kalau dia tak ingin membunuh Zenko. Tapi ketika memikirkannya sebagai seorang ibu. ia menganjurkannya unt uk menyingkirkan Zenko. banyak hal yang harus ditakukan: membe ri kita waktu. ia menganjurkannya un tuk menyingkirkan Zenko. Ia masih tetap berpegang pada pendapatnya saat memikir¬kannya dengan pikiran yang jernih. pikirnya. Takeo memiliki informasi yang bisa menghancurkan Tr ibe. pemuda berusia lima belas atau enam belas tahun. tapi setidaknya sepupunya ini bersikap jujur. Tapi semakin banyak orang mengatakan kalau tuntutan Kikuia akan keadilan perlu dideng ar: Takeo . akeo bahwa sebagai Ketua Muto dan sahabat keluarga Otori. Tapi ketika memikirkannya sebagai seorang ibu. makanan berlimpah dan lezat..

"Aku pun bisa memimpin layaknya laki¬laki. dan mengkhianati mereka yang telah bersumpah s etia kepadanya. Dan aku memimpin keluarga Muto bukan han ya karena Takeo menunjukku: ini juga keinginan Kenji. tapi kini Akio dan Arai Zenko siap menghukumnya. menghadapi musuhnya dengan kejam. "Bagaimana dia mendapatkan kekuasaan? Layaknya bangsawan lain. "Begitu pula putraku dia telah ber¬sumpah berulang kali. kan? Itulah keprihatinan kami aku juj ur padamu. Tapi seperti yang kukatakan." Shizuka mengingat¬kan." Halaman 245 dari 600 . walaupun dulu kau anak yang menyebalkan." Shizuka meyakinkannya. Selama ber¬tahun-tahun dia belum dihukum atas per¬buatannya. lari dari Tribe dan mem¬bunuh Ketua dari k eluarganya. Masalah dalam keluarga Muto tidak pernah diputuskan oleh bangsawan " "Takeo bukan sekadar bangsawan!" protes Shizuka." "Kenji bersumpah setia pada Takeo atas nama keluarga Muto." balasnya. "Aku tak menyangsikannya. "Simpan saja pujianmu itu. Shizuka. tapi kau sudah berubah: bahkan sempat cukup cantik juga!" Yoshio menyeringai dan menuangkan sake lagi untuknya." "Kenji tak bisa bicara dari dalam kuburnya. dengan meraih kes empatan. sambil minum sake dengan sekali tenggak.bersalah atas penghinaan yang terburuk. orang-orang di Tribe ter¬si nggung karena Takeo yang menunjukmu. Aku senantiasa kagum dan juga suka padamu. " Aku sudah terlalu tua untuk itu sekarang!" "Kau minum dan bertarung layaknya laki¬laki!" seru Yoshio dengan kagum.

"Bukan hanya karena Takeo yang menunjukmu." "Ksatria yang frustrasi dan mata-mata yang menganggur. Ayah Ze nko menyerang Takeo setelah ber¬sumpah bersekutu dengannya. namun siapa yang bisa menyalahkannya ? Semua orang tahu cepat atau lambat Arai akan melawan Otori untuk mengendalikan Tiga Ne gara. Tentu saja Akio akan memanfaatkan desas-desus ini. Pasti ada orang yang memberi informasi padanya. "Orang-orang yang mengatakan kaulah yang memberi informasi itu." Senyum Yoshio hilang. "Bukti keberhasilan pemerintahannya ada di mana-mana: tanah yan g subur. "Selama Iida berkuasa . namun ia tidak bereaksi. Otori menang: Tribe juga merasakan kemenangannya." "Itu sudah lama sekali." imbuh Bunta cepat. banyak yang bertindak yang dapat dianggap sebagai pengkhianatan." Bunta mengangkat mangkuk ke mulutnya dan menatap Shizuka dari pinggiran mangkuknya selagi minum." sahut Yoshio. apa pun hasil pertan dingan di . dan itulah alasa nnya Takeo menunjukmu sebagai ketua Muto. dan kita akan terus begitu. Tidak a da yang berpikir kalau Takeo akan meng¬undurkan diri dengan sukarela. kau diam saja." bantah Yoshio." "Uhh. anakanak yang sehat. o rang tahu kalau Lord Shigeru dan Kenji berteman." gerutu Yoshio. menenggak sakenya lalu mengisi lagi. "Orang-orang ingin tahu bagaimana Takeo menemukan Tribe di Maruyama padahal dia belum pernah ke sana. "Maaf. Shizuka berkata. Lord Shigeru memiliki catatan informasi tentang Tribe. Katakan kalau aku benar. sebagai imbalan atas pengkhianatan¬mu selama bertah un-tahun. tapi Shigeru tahu jauh lebih banyak tentang Tribe da ri yang bisa dia tahu dari Kenji."Itu hanya salah satu sisinya!" Itu hanya salah satu sisinya!" "Itu adalah cara Tribe. dia duduk dengan bibir terkatup rapat dan menunduk." Kata-kata itu menggantung di udara bak sebuah pukulan. Ada kecurigaan lain pada dirimu yang jauh lebih berat. "Aku bukan¬nya mengatakan kalau aku salah satu dari mer eka. aku hanya ingin memperingatkan mu. seperti yang sudah kita lakukan. dan selama perang." sahut Shizuka dengan nada ringan. Menurut kabar. "Bunta. tersenyum lebar. pedagang yang kaya. "Sekarang nampak¬nya Arai akan menentang Otori lagi. tapi juga ka rena kau perempuan." Kedua orang itu meliriknya.

"Kau bisa menyelamatkan diri. Dia akan kembali dan bertempur. sebagai ketua dan sebagai ibunya. Dia tak bisa m enang melawan mereka berdua. Tribe akan bersatu lagi. Zenko akan membayar upeti pada Saga.. Kami melepaskan diri dar i Takeo sebelum dia kalah.. "Mereka sudah lama menanti. Kita harus memihak pada pemenangnya. Halaman 246 dari 600 ." Shizuka mendengar kata-kata ini seperti gema.Miyako." "Taku takkan setuju. Taku bisa berpikir dengan akal sehat. Yang mesti kau lakukan hanyalah mengakui Zenko sebagai ketua keluarga. Dia akan memahami kalau ini demi yang terbaik.. Akan terlihat kalau tidak ada yang bisa lepas dari Tribe. mengalahkan Saga di Timur. kita akan dapatkan kembali ke kuatan kita." "Lalu Kikuta akan balas dendam. kami tak ingin terpuruk bersamanya. Ia pernah mengucapkan kata-kata ya ng sama tentang masa depan Takeo pada Kaede bertahun-tahun lalu di Terayama. meski sedikit peluangnya." sahut Shizuka menyuarakan pikirannya. Shizuka. Dia bisa saja mengalahkan Zenko di Barat . dan rahasia apa pun yang kau simpan d i masa lalu akan tetap tersimpan rapat-rapat. dan kemungkinan juga keluarga Muto. "Dia akan setuju bila kau yang suruh." ujar Bunta. dan kemungkinan. Dia tida k punya pilihan.

Sudah berapa lama Bunt a curiga? Apakah sejak pertama kali orang itu melapor¬kan tentang hubungan Shigeru dengan Ma ruyama Naomi? Selama bertahun-tahun ia takut pengkhianatannya akan terungkap. ia bisa mengalahkan banyak laki-laki dengan pedang namun juga sadar kalau ia tid ak bisa menandingi kekuatan fisik mereka. Kemudian Kondo muncul lagi saat ia mengira hidu pnya akan berakhir. Kini rasa takut itu muncul lagi. siap bertarung m em¬bela diri. Alangkah menyedihkan keadaan Kondo saat itu. Kagemura. Hari menjelang malam ketika mereka tiba di penginapan. berusaha memikirkan c ara untuk menghabisi mereka kalau mereka berbalik menentangnya. serta alangkah mengagumkannya! Mengapa ia begitu terharu pada la ki-laki itu kini? Nyaris seperti arwah Kondo tengah menggapai dirinya untuk mengatakan sesuatu. kesal dengan perbincangan semalam. ia mengasihani orang itu. Ia takut kalau keluarga Muto di situ juga akan men¬desaknya untuk mengambil jalan yang sama. pikir Shizuka. Shizuka masih berlatih setiap hari. kita akan pun ya pekerjaan yang menarik dan menguntungkan selama bertahun-tahun yang akan datang. keesokan harinya. Sifat Kondo yang sulit menunjukkan perasaan seperti mendapatkan kemuliaan tragis. hanya untuk melihat orang terbakar hidup-hidup di depan matanya. . Ia hampir tak bisa menahan diri un tuk menangis. ia tidak mencintai Kondo." Dan aku tak perlu membunuh putraku. Tiada henti ia memikirkan Kondo: ia pernah bercinta dengan orang itu di tempat ini. Shizuka tak tidur karena gelisah. membuatnya waspada yang tidak ia lakukan selama bertahun-tahun. melintasi pegunungan. Malam sebelumnya bul an purnama dan ia berkuda dengan murung. un tuk memper ingatkannya. kita akan pu nya pekerjaan yang menarik dan menguntungkan selama bertahun-tahun yang arena Saga berniat menyatukan Delapan Pulau di bawah kekuasaannya. namun sej ak mengakui perbuatannya pada Kenji. dan dimaafkan. Ia berjalan kaki seperti yang pernah ia lakukan bersama Kondo. dan Shizuka merasa marah dan tidak nyaman dengan laki¬laki itu. Pagi harinya ia meninggal kan bocah itu dan kuda di belakang.Karena Saga berniat menyatukan Delapan Pulau di bawah kekuasaannya. Ditemukan dirinya mengira-ngira tentang Bunta dan anaknya. Bunta hanya bicara se dikit. rasa takut itu ber¬kurang. *** Shizuka berangkat ke desa Muto. tapi ia sudah tak muda lagi.

atap-atap diperberat dengan bebatuan. Hari sudah sangat sore ketika mereka sampai.Bahkan saat melihat desa Muto di lembah tersembunyi tak mampu membuatnya gembira seperti biasanya. kabut mulai menyelimuti lembah lagi. Miki lebih tinggi dan agak kurus sehingga tampak lentur dan ramping. Sewaktu mereka berkumpul di dapur untuk menyiapkan makan malam. bakat dan sebagian besar rincian dalam hidup mereka. membuatnya senang dengan jubah bertudung yang dipakainya. Kakek dan neneknya sudah lama meninggal: rumah lama kini dihuni keluarga¬keluarga yang sebaya dengan kedua putranya dan anak-anak. ia bertanya pada Kana. meskipun anak-anak sangat gembira atas kedatanganny a. terutama Miki. Shizuka kurang yakin dengan ket ulusan sambutan dari orang lainnya. Tulang-tulang ta jam di wajahnya kelihatan lebih menonjol dan matanya yang cekung berkilat. Halaman 247 dari 600 . kini sudah menjadi nenek. Saat itu hawa terasa din gin. dinding kayu k elam terkena embun. masih mengurus rumah. "Apakah Miki pernah sakit?" karena saat musim semi kerapkali terjadi demam menda dak dan sakit perut. matahari mulai tenggelam di balik gugusan pegunungan terjal. Belum sampai dua bulan sejak terakhir kali bertemu Miki: ia terkejut dengan peru bahan gadis itu. Shizuka tidak mengenal betul mereka. Gerbang desa tampak dibuka dengan rasa enggan. dan setidaknya mereka menyambut dirinya dengan kegembiraan yang tulus. Bahkan rumah-rumah di dalamnya berkesan tertutup dan tidak ramah. walaup un ia tahu nama. Kana dan Miyabi.

"Kau mestinya tidak berada di sini ber¬sama kami!" bentak Kana. "Kau tamu ke¬hormata nKau mestinya tidak berada di sini ber¬sama kami!" bentak Kana. "Kau tamu ke¬hormata n: seharusnya kau duduk bersama para laki-laki." "Aku akan bergabung dengan mereka nanti. Ceritakan tentang keadaan Miki." Kana berpaling ke arah Miki yang tengah duduk di samping perapian, mengaduk sop di panci besi yang tergantung di atas api dengan kaitan besi berbentuk ikan. "Miki memang semakin kurus," sahut Kana setuju. "Tapi dia tidak mengeluh, bukan begitu, 'nak?" "Dia tidak megeluh," imbuh Miyabi tertawa. "Miki setangguh laki-laki. Kemarilah Miki, biarkan Shizuka memegang len gan¬mu." Miki datang dan berlutut di dekat Shizuka tanpa bicara. Shizuka mencengkeram len gan bagian atas gadis itu. Dirasakakannya lengan itu sekeras baja, tidak ada daging, hanya otot dan tulang. "Apakah semuanya baik-baik saja?" Miki mengangguk. "Ayo berjalan-jalan bersamaku: kau bisa ceritakan apa yang membuatmu sedih." "Dia akan bicara padamu saat tidak ingin bicara dengan orang lain," ujar Kana de ngan suara pelan. "Shizuka," bisik Miyabi bahkan lebih pelan lagi. "Waspadalah. Para pemuda...." M iyabi melirik sekilas ke ruang utama rumah tempat suara-suara laki-laki terdengar samar¬samar, meski Shi zuka bisa mengenali suara Bunta. "Ada yang merasa tidak suka," ujar Miyabi tidak jelas, te rang-terangan takut ada yang menguping. "Begitulah yang diberitahukan kepadaku. Di Yamagata dan Tsuwano juga sama. Aku a kan melanjutkan perjalanan ke Hofu, tempat aku akan bicarakan keadaan ini dengan kedua putraku. Aku akan pergi satu atau dua hari lagi." Miki masih berlutut di dekatnya, dan Shizuka mendengarnya menghela napas pelan d an merasakan kalau gadis itu semakin tegang. Dirangkulnya Miki, tercengang dengan tajam dan r apuhnya tulang di balik kulitnya, tak ubahnya sayap burung. "Ayo, pakai sandalmu. Kita akan jalan¬jalan ke biara dan memberi salam kepada dewa -dewa."

Kana memberi Miki sedikit kue mochi sebagai sesaji bagi dewa-dewa. Shizuka mem¬buk a tudung jubahnya; cuaca terasa dingin. Bulan bersinar redup menyinari udara yang berkabu t, membuat bayang-bayang di se-panjang jalan dan di balik pepohonan yang mengelilingi biara . Walau-pun sudah dua hari sejak purnama bulan keempat, udara masih terasa dingin. Jauh di ketingg ian pegunungan terdengar nyanyian katak dan jangkrik. Hanya seruan burung hantu yang tersendatsendat. Biara diterangi dua lentera di kedua sisi altarnya. Miki menaruh kue mochi di de pan patung Hachiman, dan mereka berdua me¬nepukkan tangan lalu membungkuk hormat tiga kali. Shizuka pernah memanjatkan doa di sini bertahun-tahun yang silam untu k Takeo dan Kaede. Sekarang ia masih me¬manjatkan permintaan yang sama, dan men¬doakan arwah Kondo dan mengucapkan rasa terima kasihnya kepada laki-laki itu. "Apakah para dewa akan melindungi Maya?" tanya Miki, seraya menatap pahatan patu ng di depannya. "Kau sudah memintanya?" "Sudah, aku selalu meminta begitu. Juga untuk Ayah. Tapi aku tidak mengerti baga i¬mana para dewa bisa mengabulkan doa semua orang, saat semuanya menginginkan hal yang berbeda. A ku mendoakan ke-selamatan Ayah, tapi banyak orang lain yang mendoakan kematiannya."

"Inikah yang telah membuatmu kurus, mencemaskan ayahmu?" "Aku berharap bisa bersamanya. Dan Maya juga." Halaman 248 dari 600

"Terakhir kali kita benemu kau sangat gembira, dan baik-baik saja. Apa yang tela h terjadl?" Terakhir kali kita benemu kau sangat gembira, dan baik-baik saja. Ap a yang telah terjadl?" "Aku tidak dapat tidur nyenyak. Aku takut dengan mimpi." "Mimpi apa?" sela Shizuka saat gadis itu membisu. "Mimpi-mimpi saat aku bersama Maya. Dia menjadi si kucing dan aku menjadi bayang annya. Kucing mengambil segala yang ada dalam diriku dan aku harus mengikuti¬nya. Ketika berusah a terus terjaga, aku men-dengar para laki-laki bicara: mereka selalu membicarakan hal ya ng sama, tentang keluarga Muto, dan apakah Ketua bisa dijabat oleh perempuan, dan Zenko juga Kiku ta. Dulu aku senang berada di sini. Aku merasa aman dan semua orang menyukaiku. Sekarang para laki-laki terdiam saat aku lewat, dan anak-anak lain menghindariku. Ada apa Shizuka?" "Para laki-laki memang selalu menggerutu. Nanti juga mereka bosan," sahut Shizuk a. "Lebih dari itu," ujar Miki dengan nada mendesak. "Sesuatu yang buruk sedang ter¬j adi. Maya dalam bahaya. Kau tahu bagai¬mana kami berdua: aku bisa tahu apa yang terjadi pada Maya, begitu juga sebaliknya. Kami selalu begitu. Aku bisa merasakannya berseru memanggilku, tapi aku tidak tahu di mana Maya berada." "Maya ada di Hofu bersama Taku dan Sada," sahut Shizuka dengan percaya diri untuk menyembunyikan kegelisahannya sendiri. Ia tahu benar si kembar bisa mengetahui pikiran masing-masing dari jauh. "Maukah kau mengajakku ke sana?" "Mungkin sebaiknya begitu." Tentu saja, pikirnya, aku harus mengajak¬nya. Aku tak bisa meninggalkannya di sini Orang-orang akan memanfaatkan dia me¬lawan Takto. Semakin cepat aku bicara dengan Taku dan Zen ko, akan semakin baik. Kami harus menyelesaikan masalah kepemim¬pinan ini sebelum perasaan tidak senang ini makin tak terkendali "Kita akan berangkat lusa." *** Shizuka menghabiskan keesokan harinya untuk berkonsultasi dengan para pemuda yan g kini

membentuk inti keluarga Muto. Mereka memperlakukannya dengan normat dan mendenga rkannya dengan sopan. Silsilah keluarga, sejarah dan bakatnya telah mengendalikan rasa h ormat dan rasa takut mereka. Shizuka lega, terlepas dari usia dan bentuk tubuhnya yang kecil, i a masih bisa mengendalikan mereka. Diulangi lagi niatnya untuk membicarakan masalah kepemim¬pinan dengan Zenko dan Taku, serta menekankan b ahwa ia takkan turun dari jabatannya sebagai Ketua sebelum Takeo kembali dari wilayah Ti mur. Ia mengatakan bahwa ini keinginan Kenji dan ia meng¬harapkan kepatuhan total mereka s esuai tradisi keluarga Muto. Tak seorang pun keberatan saat ia mengatakan Miki akan ikut bersamanya, tapi dua hari kemudian di jalan menuju Yamagata, Bunta berkata, "Orang di desa kini tahu kau tidak memerca yai mereka karena kau membawa Miki." "Saat ini aku tidak memercayai siapa pun." Mereka berkuda berdampingan, Miki di depan menunggang kuda anak lelaki Bunta. Shizuka berencana meminjam satu kuda lagi dar i istal Lord Miyoshi di Yamagata. Itu akan membuat mereka berdua lebih leluasa, lebih aman. Shizuka memalingkan wajah lalu menatap langsung ke arah Bunta, menantang laki-la ki itu. "Apa aku salah? Haruskah aku percaya padamu?" "Jujur saja, semua ini hanya masalah apa yang diputuskan Tribe. Aku takkan meng Halaman 249 dari 600

gorok lehermu selagi kau tidur, kalau itu yang kau maksud. Aku sudah lama mengen almu dan lagi, aku tak suka mem¬bunuh perempuan." rok lehermu selagi kau tidur, kalau itu yang kau maksud. Aku sudah lama mengenal mu dan lagi, aku tak suka mem¬bunuh perempuan." "Jadi beritahu aku lebih dulu sebelum kau mengkhianati diriku," ujarnya. Mata agak Bunta mengerut. "Akan ku¬katakan." "Suruh Bunta dan putranya pulang," ujar Miki kemudian, ketika mereka tiba di Yam agata dan sedang berdua saja. Tidak ingin tinggal di rumah Muto dengan Yoshio, Shizuka lalu pergi ke kastil. Di sana mereka disambut istri Kahei yang membujuk mereka agar tinggal lebih lama. Saat b ujukannya tidak berhasil, dia lalu menawarkan pen-damping dan juga kuda tambahan. "Sulit untuk memutuskan," ujar Shizuka kepada Miki. "Jika aku kirim mereka pulan g, maka aku tidak punya lagi kontak dengan keluarga Muto selama di perjalanan, dan aku justru sema kin mendorong Bunta untuk menjauhiku; jika kuterima tawaran Lady Miyoshi berarti kita akan bep ergian secara terbuka kau sebagai putri Lord Otori." Miki mengerutkan wajah pertanda tidak menyukai usulan itu. Shizuka tertawa. "Keputusan ini tidak pernah sesederhana yang kau kira." "Mengapa kita tidak pergi berdua saja?" "Dua orang perempuan bepergian tanpa pelayan atau pendamping justru akan lebih m enarik perhatian biasa-nya perhatian yang tidak diinginkan!" "Andai kita dilahirkan sebagai laki-laki!" ujar Miki, dan meski berusaha bicara dengan nada ringan. Shizuka menangkap nada kesedihan di balik kata-katanya. Teringat olehnya rasa sa yang Kaede pada bayi laki¬lakinya, kasih sayang yang tak pernah ditunjukkan pada putri kembarnya. Ia melihat kesepian yang dialami si kembar: tumbuh dewasa di antara dua dunia. Bila keluarg a Muto berbalik menentang ayah mereka, maka mereka pun akan menolak kehadiran si kembar. Mereka bahkan akan berusaha untuk menghabisi si kembar dan Takeo. "Bunta dan putranya akan ikut dengan kita ke Hofu. Setibanya di sana, Taku akan mengurus kita; kau akan bersama Maya dan kita semua akan aman!" Miki mengangguk dan berusaha ter¬senyum. Malam itu terjadi gempa kecil, membuat bangunan berguncang dan menyebabkan kebak aran di beberapa bagian kota. Udara tetap terasa penuh debu dan asap saat mereka pergi d engan dua kuda

tambahan, satu ditung-gangi oleh pengurus kuda dari kediaman Miyoshi. Mereka ber temu Bunta dan putranya sesuai rencana, di tepi parit lebar kota, tepat di luar gerbang kastil. "Kau dapat kabar dari Taku?" tanya Shizuka pada Bunta, seraya memikirkan Taku mu ngkin menghubungi keluarga Muto. "Yoshio tidak mendengar kabar apa-apa. Hanya ada laporan bahwa dia masih di Hofu ." Bunta menyeringai dengan kesan tidak senonoh sewaktu mengatakannya, lalu berkedip kepa da putranya yang tertawa. Apakah semua orang tahu kalau putranya tengah tergila-gila pada Sada? Shizuka be r¬tanya pada dirinya sendiri, merasakan kesal pada putra bungsunya itu. Namun di malam pertama perjalanan mereka, setelah Shizuka dan Miki pergi tidur, Bunta mengetuk pintu dan memanggil namanya pelan. Shizuka mencium bau sake. "Keluarlah. Aku mendengar kabar buruk." Bunta mabuk, sake sudah menghilangkan kepekaan serta membebaskan lidahnya. Shizuka mengambil pisaunya dari bawah tikar dan menyelipkannya di balik jubah ti durnya, sambil merapatkan jubah luarnya. Diikutinya Bunta sampai ke ujung be-randa. Bulan tidak kelihatan; terlalu gelap untuk melihat ekspresi di wajah Bunta. Halaman 250 dari 600

"Mungkin ini hanya rumor, tapi kurasa kau perlu dengar." Dia berhenti sejenak la lu bicara dengan canggung, "Ini bukan berita bagus: kau sebaiknya menyiapkan diri." Mungkin ini hanya rumor, tapi kurasa kau perlu dengar." Dia berhenti sejenak lal u bicara dengan canggung, "Ini bukan berita bagus: kau sebaiknya menyiapkan diri." "Apa?" tanya Shizuka, lebih keras dari yang diingin-kannya. "Taku diserang bandit. Dia dan kekasih¬nya, Sada, tewas." "Tidak mungkin," ujar Shizuka. "Tidak ada yang tahu detailnya. Tapi orang-orang membicarakannya di kedai." "Ora ng-orang Tribe? Muto?" "Muto dan Kuroda." jawabnya canggung. "Aku turut berduka." Dia tahu kalau berita itu benar, pikirnya, karena ia pun tahu kalau itu benar. S aat merasakan kesedihan yang mendalam selama perjalanan ke Kagemura, ia merasa arwah Kondo ber seru memanggil. Kini Taku berada di antara mereka. Ini bisa membunuhku, pikirnya. Penderitaan yang dirasakannya b egitu menusuk hingga tak tahu bagaimana bisa bertahan, bagaimana ia bisa terus hidup di dunia yang tak ada Taku di dalamnya. Shizuka meraba pisau di jubahnya, ber¬maksud menikam lehernya sendiri , menyam¬but rasa sakit di tubuhnya yang bisa mengakhiri penderitaannya. Tapi sesuat u mencegahnya. Shizuka memelankan suara, ingat kalau Miki sedang tidur di dekat situ. "Putri Lo rd Otori, Maya, ada bersama Taku. Apakah dia juga ikut tewas?" "Tidak ada yang menyebut-nyebutnya, " sahut Bunta. "Kurasa tidak ada yang tahu k alau Maya ikut bersama mereka, kecuali keluarga Muto di Maruyama." "Apakah kau tahu?" "Aku dengar ada anak yang dijuluki Si Kucing Kecil bersama Taku. Aku sedang menc ari tahu siapa orangnya." Shizuka tidak menjawab. Ia tengah berjuang mengendalikan diri. Di benaknya melin tas kenangan masa lalu, bayangan pamannya, Kenji, saat mendengar kabar tentang kematian putri nya di tangan Kikuta. Paman, dipanggilnya arwah Kenji. Kau mengerti penderitaan yang kualami saat ini dan kini aku bisa rasakan sakit hatimu. Beri aku kekuatan untuk terus hidup, seperti dirimu.

Maya, aku harus memikirkan Maya. Aku takkan memikirkan Taku, belum saatnya. Aku harus selamatkan Maya. "Apakah kita akan tetap ke Hofu?" tanya Bunta. "Ya, aku harus mencari tahu kebenaran¬nya." Ia memikirkan semua ritual yang harus dilakukan bagi arwah Taku, ingin tahu di mana putranya dikubur. Ia merasakan lilitan penderitaa n sekuat baja menghimpit dadanya saat memikirkan jasad putranya di dalam tanah, dalam kegelapa n. "Zenko ada di Hofu?" tanyanya, merasa kagum ternyata kata-kata itu terlontar dengan tenang. "Ya, istrinya pergi ke Hagi naik kapal laut minggu lalu, tapi dia tidak ikut. Di a tengah mengawasi pengaturan perdagangan dengan orang-orang asing. Dia makin dekat dengan mereka, begitulah beritanya." "Zenko pasti tahu. Bila memang per¬buatan bandit, maka dia bertanggung jawab untuk menangkap dan menghukum mereka, dan menyelamatkan Maya bila masih hidup." Namun bahkan saat ia bicara pun, Shizuka tahu kalau putranya tidak tewas dibunuh sembarangan bandit. Dan tak satu pun orang Tribe berani menyentuh Taku kecuali Kikuta. Akio te lah menghabiskan musim dingin di Kumamoto. Akio pasti telah berhubungan dengan Zenko . Halaman 251 dari 600

Shizuka tak percaya Zenko terlibat dalam kematian Taku. Apakah ia akan segera ke¬h ilangan kedua putranya? hizuka tak percaya Zenko terlibat dalam kematian Taku. Apakah ia akan segera ke¬hi langan kedua putranya? Aku tidak boleh menuduh sebelum bicara dengannya. Bunta menyentuh lengan Shizuka dengan ragu-ragu. "Ada yang bisa kubantu? Mau kua mbilkan sake, atau teh?" Ia menarik lengan, membaca sesuatu yang lebih dari sekadar simpati dari gerakan Bunta. Seketika membenci semua laki-laki dengan nafsu dan kekerasan mereka yang berujung pada ke matian. "Aku ingin sendiri. Kita pergi saat matahari terbenam. Jangan katakan apa pun pada Mi ki. Akan kuputus¬kan kapan akan memberitahunya." "Aku sangat berduka," sahut Bunta. "Semua orang menyukai Taku. Ini benar¬benar keh ilangan yang menyedihkan." Ketika langkah kaki Bunta semakin meng¬hilang, Shizuka terpuruk di beranda. Ia mas ih memegang pisau, alat yang bisa ia gunakan untuk lari dari dunia nan penuh derita ini. Terdengar olehnya langkah kaki ringan di lantai papan. Miki mendekat lalu memelu k¬nya erat. "Kukira kau sudah tidur," Shizuka memeluk gadis itu dan membelai rambutnya. "Ketukan pintu tadi membuatku ter¬bangun, lalu aku tak tahan untuk men¬dengarkan." T ubuh kurusnya gemetaran. "Maya belum mati. Aku pasti tahu kalau dia sudah mati." "Di mana dia? Bisakah kau menemukan¬nya?" Shizuka berpikir bila ia berkonsentrasi pada Maya, pada mereka yang masih hidup, maka ia takkan larut dalam kesedihan. Dan Miki, de ngan kepekaan yang amat tinggi, nampaknya menyadari ini. Miki tidak meng¬ucapkan sepatah kata pu n tentang Taku, tapi membantu Shizuka berdiri. "Kemari dan berbaringlah," katanya, seolah Shizuka adalah anaknya. "Meskipun tid ak bisa tidur, kau bisa beristirahat. Aku ingin tidur karena Maya berbicara padaku dalam mimpi. Cepat atau lambat dia akan mengatakan padaku di mana dia berada, da n kemudian aku akan bertemu dengannya." "Kita harus kembali ke Hagi. Aku harus membawamu pulang." "Tidak, kita harus ke Hofu," bisik Miki. "Maya masih di Hofu. Bila kelak kau tid ak menemukanku, jangan cemas. Aku akan bersama Maya."

Mereka berbaring dan Miki meringkuk di sebelah Shizuka. Gadis itu sepertinya ter¬t idur, namun Shizuka tetap terjaga memikir¬kan tentang hidup putranya. Semua perempuan di kalan gan Tribe dan ksatria harus membiasakan diri mendengar kabar tentang kematian kejam putra mere ka. Anak lakilaki diajarkan untuk tidak takut mati, dan anak perempuan dilatih untuk tidak menunju kkan kelemahan atau kesedihan. Ia melihat bagaimana kasih sayang seorang ibu yang terlalu melin dungi telah mengubah putranya menjadi pengecut atau mengarah¬kan mereka bertindak gegabah. Taku telah t iada, ia menangisinya, namun yakin kalau kematian putranya karena tidak ingin mengkhianat i Takeo: Taku dibunuh karena kesetiaannya. Kematiannya bukanlah sesuatu yang tidak disengaja atau tidak bermakna. Dengan cara ini Shizuka sanggup menenangkan serta menguatkan dirinya selama bebe rapa hari berikutnya saat berkuda ke Hofu. Ia bertekad tidak akan bersikap seperti seorang ibu yang kebingungan dan bersedih, tapi bersikap sebagai ketua Muto; ia takkan memperliha tkan kelemahan tapi justru akan mencari tahu bagaimana putra¬nya bisa mati dan menyerei pembunuhn ya untuk dihukum. *** Cuaca panas dan pengap: bahkan angin laut tidak mampu mendinginkan kota pelabuha n itu. Hujan musim semi hanya turun sedikit, dan orang-orang bicara dengan cemas tentang pana snya cuaca yang tidak biasa. Cuaca seperti ini dapat menyebabkan kekeringan karena selama e nam belas tahun Halaman 252 dari 600

atau lebih tidak terjadi kekeringan. Hujan musim semi dan hujan plum senantiasa datang di saat yang tepat sehingga banyak pemuda yang belum pernah mengalami kekeringan. au lebih tidak terjadi kekeringan. Hujan musim semi dan hujan plum senantiasa da tang di saat yang tepat sehingga banyak pemuda yang belum pernah mengalami kekeringan. Suasana di kota terasa menggelisahkan, bukan hanya karena cuaca. Berbagai pertanda yang mengancam dilaporkan setiap har i; wajah-wajah yang bicara tentang takdir buruk terlihat di lentera-lentera di luar biara Daifu kuji; kawanan burung yang terbang membentuk huruf nasib buruk di udara. Segera setelah mereka tiba di sana, Shizuka menyadari kesedihan dan kemarahan yang sebenar-nya dari penduduk kota atas kemat ian Taku. Ia tidak pergi ke kediaman Zenko, tapi menginap di penginapan yang menghadap ke sun gai, tidak jauh dari Umedaya. Di malam pertama, pemilik penginapan menceritakan kalau Taku dan Sada di¬makamkan di Daifukuji. Dikirimnya Bunta untuk memberitahu Zenko tentang ke¬datangannya. Ia bangun pagi-pa gi, me¬ninggalkan Miki yang masih tidur, berjalan ke biara warna merah tua yang berdir i di antara pepohonan suci, menghadap ke laut untuk menyambut kepulangan para pelaut ke Nega ra Tengah. Lantunan doa terdengar dari dalam biara, dan dikenalinya kata-kata suci dan alun an sutra bagi orang meninggal. Dua biarawan tengah menyebarkan air di papan jalan sebelum menyapunya. Salah sat u dari mereka mengenali Shizuka, lalu berkata, "Ajak Lady Muto ke pemakaman. Aku a kan memberitahu Kepala Biara." Dilihatnya simpati mereka, dan ia berterima kasih. Di bawah pepohonan besar terasa dingin. Sang Biarawan membimbingnya ke makam yan g baru digali; belum ada batu nisan; lentera menyala di sisi makam dan sese-orang telah menaruh sesaji bunga iris ungu di depannya. Dipaksa dirinya membayangkan putranya diletakkan dalam peti mati di bawah tanah, tubuh yang kuat dan lincah kini terbujur kaku. Arwah putranya pa sti gentayangan gelisah di antara dua dunia, menuntut keadilan. Biarawan yang kedua datang membawa dupa, dan tak lama kemudian, saat Shizuka ber lutut berdoa tanpa suara, Kepala Biara datang lalu berlutut di sampingnya. Mereka tetap membi su beberapa saat; kemudian Kepala Biara melantunkan suara yang sama bagi orang meninggal. Air mata mengambang di pelupuk mata¬nya dan mengalir turun di pipi. Kata-kata kuno

naik terbang ke bawah naungan pe¬pohonan, bercampur dengan kicau pagi burung gereja serta kicau lembut burung merpati. Kemudian, Kepala Biara mengajaknya masuk ke ruangannya dan menyajikan teh untukn ya. "Aku sendiri yang mengurus pengukiran batu nisannya. Kurasa itulah yang diinginkan Lo rd Otori." Shizuka menatap orang itu. Ia mengenal Kepala Biara selama beberapa tahun, tapi dia selalu dalam suasana hati yang gembira, dia bisa berkelakar dengan para pelaut dalam dialek k asar mereka sama baiknya dengan menggubah syair indah penuh humor ber¬sama Takeo, dan Tabib Ishida. Kini wajah¬nya murung, dengan ekspresi sedih. "Apakah kakaknya, Lord Zenko, ber¬hubungan dengan semua ini?" tanya Shizuka. "Aku khawatir Lord Zenko telah di¬pengaruhi orang asing: tidak ada peng¬umuman resmi , tapi semua orang mem¬bicarakannya. Dia telah menerima agama mereka dan kini mengakuinya sebag ai satu agama yang benar. Hal ini membuatnya tidak boleh masuk ke kuil dan biara kami, d an tidak boleh melakukan upacara yang di¬perlukan bagi adiknya." Shizuka menatap pendeta itu, tidak percaya dengan apa yang didengarnya. "Sikapnya sangat meresahkan," lanjutnya. "Sudah ada pertanda kalau para dewa ter¬s inggung. Orang-orang takut mereka akan dihukum dewa atas perbuatan pemimpin mereka. Sebal iknya, orangHalaman 253 dari 600

" ujar Shizuka. Ia tidak menunggu untuk di¬panggil menghadap." imbuhnya. Kukira mereka tidak dalam bahaya. "Ibu. aku tidak melakukan kesalahan apa-apa." rang asing itu bersikeras kalau tuhan mereka. Tanganku bersih. Sebenarn ya dia enggan meninggalkan Hinomasa kecil. mereka akan mengurusmu. "Tunggu di sini. Ia memaksa dirinya berpikir kalau ia salah menilai putra sutungnya itu. me¬mutuskan untuk bicara dengan Zenko secepatnya . "yang diperintahkan pin dah agama atau mati. tapi kukira sebaiknya mempertahankan se¬tidaknya sala h satu putraku bersamaku." "Termasuk sebagian besar pengawal pribadinya. sudah ke Hagi untuk menemani kakaknya." Gadis itu memeluknya sangat erat. akan memberi pahala bagi Ze nko dan siapa pun yang bergabung dengannya. Seorang bocah. pergil ah ke Daifukuji. "Kabar buruk ini merupakan pukulan bagi kita semua. diawasi pengasuhnya. cucunya. lambang agama ora ng asing. tengah bermain di beranda.orang asing itu bersikeras kalau tuhan mereka. Deus. diikuii ungkapan betapa gembira dia bertemu ibunya. Pandangan mata Shizuka jatuh ke kalung rosario di leher Zenko." panggil Zenko. Kata-kata pertama Zenko adalah simpa ti. akan memberi pahala bagi Zen ko dan siapa pun yang bergabung dengannya. Lagipula." katanya pada Miki. "Istriku." "Jadi kau mengakui kalau kau memper¬taruhkan nyawa kedua putramu yang lain?" tanya Shizuka pelan." "Benar-benar gila." ujarnya. "Kemari dan sapa nenekmu. seperti yang Ibu tahu. Zenko keluar menuju beranda begitu tandu diturunkan di dalam gerbang." Di¬angk at kedua . Itu pertama kalinya Shizuka bertemu cucunya: usianya kira-kira dua tahun. terkejut karena ibunya tidak langsun g menemui dirinya. dan anak itu dengan patuh datang lalu berlutut di hadapan Shizuka. Hana akan bersama mereka dalam dua minggu lagi. "Bila aku tidak kembali nanti malam. Deus. menggantung di dadanya. selagi membimbing ibunya berjalan menuju ruangan yang meng¬hadap ke taman. namun segera kembali ke penginapan untuk berp akaian rapi dan memesan tandu.

"Bandit. sambil menyeka mata dengan lengan baju. Ada penjelasan apa lagi? Aku akan kejar dan adili mereka." selorohnya. dengan Takeo sedang di Ibukota. dan m em¬beri isyarat pada pelayan perempuan itu untuk membawa putranya pergi. dan menyembunyikan wajahnya dengan lengan baju lagi." ujar Shizuka. T entu saja. Shizuka merasa kalau putranya itu tidaklah menangis.tangannya lalu mengangkat tangan putranya." tutur¬nya." Zenko tersenyum lebar." Jelas sekali kalau Zenko tidak peduli bila ia percaya atau tidak. "Dia punya telapak tangan Kikuta!" seru Shizuka terkejut. "Mengapa kau tidak men¬c eritakannya?" "Menarik. "Lebih bersih dari tangan Hinomasa. bukan? Darah Tribe tidak habis terkikis. "Dia mengingatkanku pada Taku. senang denga n keberaniannya sendiri." "Mungkin kau bisa ceritakan siapa yang membunuhnya. "Bagaimana kalau kuperintahkan kau untuk memberitahu yang sebenarnya?" Pandangan Zenko menghindar. tapi justru tersenyum. tentu saja. Halaman 254 dari 600 . "Satu hal yang menghibur bila ternyata adikku yang malang hidup dalam diri putraku. orang¬orang yang putus asa semakin berani dan keluar dari persembunyiannya.

bahkan dalam kematian Lor d Fujiwara kenapa Ibu tega meng¬khianati rahasia-rahasia Tribe kepada Shigeru?" "Akan kukatakan kepadamu! Aku meng¬inginkan dunia yang lebih baik bagi kau dan Tak u." "Aku melayani Otori. Aku akan mematuhi semua kewaji banku sebagai anak. "Mungkin itulah keputusan terbaik. Kami takkan membiarkan kau menghancurkannya." Janganlah bicara tentang perintah me¬merintah. Dengan Saga di wilayah Timur." ujarnya. kami akan membunuhnya. dan kau pun telah bersumpah setia padanya. Aku akan mematuhi semua kewaj ibanku sebagai anak. seraya menatap ibunya lekat-lekat. Mereka menuntut Ibu dihukum. kita melihat t angan Ibu dalam penganiayaan Takeo atas Tribe. ."Janganlah bicara tentang perintah me¬merintah. tapi bila Ibu bersikeras menentangku. dalam pem¬bunuhan ayahku. sudah selayaknya Ibu mematuhiku. Apakah Ibu mengira Kaisar akan berpihak padanya? Kalau pun d ia kembali." "Aku akan bunuh diri terlebih dulu. aku tak bisa menahan keluarga Kikuta. tapi dalam hal lain. Ibu. atas ketidakpatuhan selama bertahun-tahun terhadap Tribe. Takeo dapat dikalahkan dengan mudah. Ibu melayani Otori. "Begitu pula Kenji." sahutnya. yang ada hanyalah kerusuhan." sahutnya. Itu hakk u dan aku sudah siap. Ibu. s ena dukungan tambahan yang kami miliki dari orang-orang asing " Ditepuknya salib di dadanya "Den gan senjata serta kapal mereka. sudah selayaknya Ibu mematuhiku." "Ya. Sebenarnya dia juga buk an benar¬benar ksatria: semua pertempurannya yang terkenal itu hanya dimenangkan oleh keberuntu ngan ketimbang keahlian." Zenko memelankan suaranya. sebagai Muto maupun sebagai Arai. bukan dunia yang berisi pembunuh bayaran yang ada di sek elilingku. kemarahannya mulai terlihat. Kemana pun kita melihat sejarah kebang¬kitan Otori. Takeo dan Kaede menciptakan dunia itu. "Itulah yang men jadi masalah selama bertahun-tahun. dan Kahei. dan aku akan dinobatkan menjadi penguasa Tiga Negara. Sugita." "Takeo sudah tamat." seru Shizuka." "Kau sudah siap melawan Takeo. tapi dalam hal lain. Sonoda sebagian besar ksatria Ti ga Negara?" "Takkan ada perang. sebagai Muto maupun sebagai Arai. "Aku dapat melindungi Ibu sampai tahap tertentu. Kurasa sudah semestinya kalian hidup di dalam dunia Shigeru.

"Zenko. di taman ? Apakah dia takut aku akan membunuhnya? Peluangnya lolos kecil. melakukan apa yang telah ia lakukan seumur hidupnya." Selama beberapa saat Shizuka mengira kalau putranya akan menolak keinginannya: i a memperkirakan jarak antara taman dan luar dinding. tapi dalam kesunyian ia seper ti mendengar desah napas sesorang adakah penjaga yang bersembunyi di balik layar kasa. Aku be rha rap bisa menca but nyawaku sendiri.. Aku tak bisa memutuskan saat diliputi kesedihan. Shizuka berjuang membuang perasaannya dan berpurapura bersikap lembut. bersandiwara sebaik mungkin. Aku akan memikirkan semua yang kau katakan. kau putra sulungku." Seketika Shizuka terkenang saat ia menemui Kenji untuk mendapatkan ijin dari Tribe agar bisa melahirkan anak ini."Bagaimana kalau kuperintahkan Ibu melakukannya sekarang juga?" "Aku mengandungmu dalam perut selama sembilan bulan. Beri aku waktu satu atau dua hari.. tergiur dengan pemusnahan yang disebab kan oleh kematian. Kini ayah dan anak telah memerintahkan kematiannya. Lebih baik tutup mulut.. Biarkan ak u mengatur pemakaman adikmu. dan aku ingin menjadi ibu yang baik dan berbakti pad amu. Halaman 255 dari 600 . Ia bisa menggunakan kemampua n menghilang: jika para penjaga datang setelah ia mengalah¬kan seorang penjaga. Bisa dirasakannya akal sehatnya bergulir ke tepi kegilaan. tapi takut mengungkap sesuatu yang mungkin Zenko belum tahu. P utranya adalah hadiah bagi kekasihnya: betapa bangganya Arai saat itu. hanya nasib si kembar yang mencegahnya. pikirnya. Kemarahan serta kesedihan menyelimuti dirinya: menangis selama seta hun takkan mampu menguranginya. meng ambil pedang penjaga itu. Ia ingin menanyakan keberadaan Maya.

tapi kamar itu kos ong. Madaren menghampiri. "Kau pikir apa yang sedang kau lakukan di sini?" Madaren tersipu atas nada bicara Shizuka. Saat pergi. merasakan kemarahan yang membara dalam dirinya. tatapan matanya penuh amarah. tapi berhasil mengumpulkan keberanian lalu menjawab. Shizuka me mbungkuk hormat. Ia hampir tidak ingat lagi kata-kata yang terlontar dari mulutnya tadi: kemarahan dan kesedihan membuat ia kacau. dan jangan sekali-sek ali meninggalkan Hofu. diikuti gelengan yang tidak sabar. "Di mana Miki?" tanyanya. ia mendengar suara-suara di ujung beranda utama. mungkin dengan kekerasan.Ternyata sisa-sisa rasa hormat masih berhasil membujuknya. Shizuka tak ingin memaksa karena takut Zenko akan menahannya di sini. dirutukinya orang-orang asing itu ka rena mengganggu dengan kedatangan senjata dan Tuhan mereka. Selagi tandu itu digotong pergi dalam pengawalan enam orang. dan tidak berhubungan dengan orang yang hidup lagi. "Tidak ada orang yang melewatiku. "Baiklah. layaknya yang kita semua lakukan. Ibu harus ber¬gabung denganku atau mencabut nyawa I bu sendiri. ia melihat Don Joao bersama jurubahasany a. tanpa sopan santun. Jangan coba-coba kabur. Bunta berjongkok di beranda. sama seperti saat dia ditinggal. "Aku akan meminta penjaga mengawal Ibu. dan jangan sekali-sek ali meninggalkan Hofu. "Di dalam. "Melakukan kehendak Tuhan. "Baiklah. keluar atau masuk. bisa dirasakannya peras aan-perasaan itu menarik-narik dirinya menuju kegilaan." sahut Bunta. ernyata sisa-sisa rasa hormat masih berhasil membujuknya." "Kau akan datang untuk memanjatkan doa bagi adikmu?" Zenko melayangkan tatapan dingin. dan mereka berjalan dengan rasa pe rcaya diri yang baru." akhirnya Ze nko berkata. "Aku akan meminta penjaga mengawal Ibu. Mereka mengenakan pakaian mewah. Sewaktu tandu diturunkan di luar penginapan. Setelah memberi salam pada Don Joao dengan sikap dingin. terkejut." akhirnya Z enko berkata." Tanpa menjawab Shizuka melangkah masuk ke dalam tandu. Ketika masa berkabung selesai. Ketika menoleh." . Shizuka tidak segera turun. Jangan coba-coba kabur. Tapi ketika memikirkan nasib Miki. Shizuka lalu bicara pad a Madaren. Ia berh arap bisa tetap berada dalam ruang sempit yang mirip peti mati ini.

aku bersumpah. dan di bawahnya ada lingkaran penuh. mencari dengan sia-sia di tempat-tempat yang paling sempit." "Sebaiknya kau jangan berbohong. merasakan panasnya cuaca hari ini." Shizuka berlutut di lantai. "Dia pergi mencari Maya." ujar Shizuka. Ia tidak bisa menghilang dan membiarkan Taku tidak diratapi. Didengarnya para penjaga saling berseru dengan tidak sabar. berusaha menenangkan diri. menyelinap melewati Bunta lalu pergi menuju kota gadis itu dilatih sel ama bertahuntahun untuk melakukan hal seperti. ta pi di satu sudut Shizuka menemukan goresan di balok kayu. Dua buah setengah lingkaran saling berh adapan. tapi apakah ia harus tinggal di Hofu sampai putranya atau Kikuta memutuskan kematiann ya? Tak ada waktu untuk menghubungi keluarga Muto dan meminta bantuan mereka dan lagipula. masuk kembali ke kamar itu lagi. Tak ada yang bisa ia lakukan untuk gadis itu saat i ni. Miki sudah pergi: menggun akan kemampuan menghilang. "Tida k ada. Peluh mulai mengalir di sela p ayudara dan ketiaknya. apa kah mereka akan menanggapi karena kini Zenko telah menyatakan diri sebagai ketua? Halaman 256 dari 600 ."Siapa yang membawanya?" jantung Shizuka mulai berdebar kencang ketakutan. Ia duduk lama. dan menya dari kalau pilihannya semakin berkurang. Kamar itu kosong.

Kenji. doakan kami. Benaknya yang kelelahan makin men¬curahkan perhatiannya pada kata-kata ter¬sebut. wajahnya pucat karena kaget. mem¬baringkan jalinan rambutnya dengan hati¬hati di alas lantai. "Shizuka!" prates Bunta dari teras. Shizuka sampai ke bagian depan pengin . meminumnya lalu me-mecahkan cangkir kosong menj adi dua dengan gerakan cepat. Kesedihan dan keadaan tidak tidur mulai menuntut bayarannya." ujarnya lantang. "Aku takkan minum lagi. atau mereka akan mengatakan apa yang harus ia lakukan. kubebaskan kau dari ke wajibanmu untuk melayaniku. hingga dirinya menjadi salah satu dari mereka. terkejut memerhatikan betapa banyak ubannya. "Ada satu tugas terakhir yang kuminta kau lakukan. Ia akan ke biara dan meratapi men¬diang. serta pisau lemparlalu menaruhnya di lantai. Kenji . hizuka memanggil para mendiang untuk memberinya saran: memanggil Shigeru. Membungkuk hingga ke lantai. merasakan helaiannya berjatuhan di sekelilingnya bak debu beterbangan. tapi Shizuka tidak mengacuhkannya. "Apakah dia sudah tidak waras?" didengarnya putra Bunta berbisik. lakukan saja permintaanku. Setelah memenuhi permintaanku. Ia merasakan napas dingin arwah mereka. "Bunta. lalu ia meminta dibawakan semangkuk teh." panggilnya. Lalu diguntingnya sisa rambutnya sampai pendek. Dibuangnya sisa-sisa potongan rambut lalu mengenakan jubah putih. Diambilnya senjata miliknya pedang. Doakan kami Oh.Shizuka memanggil para mendiang untuk memberinya saran: memanggil Shigeru. pisau." Sewaktu Bunta kembali. Aku harus ke biara dan mengurus nisan sert a ritual pemakaman Taku. "Apa yang terjadi? Jangan katakan kalau kau ingin menghabisi nyawamu sendiri. Kondo dan Taku. "Perempuan yan g malang!" Berjalan dengan perlahan dan berhati-hati. di antara dua untaian rambut panjangnya." Bunta muncul di teras." "Sudahlah. Shizuka me¬nyuruhnya menunggu di luar. Kondo dan Taku. menghaturkan terima kasih kepada semua senjata dan kepada hidupnya sampai saat i ni. Dia melepas ikatan rambut. Doakan kami Oh. Dibukanya bungkusan itu lalu mengeluarkan gunting. Kesedihan dan keadaan tidak tidur mulai menuntut bayarannya. doakan kami. garotte. dibagi menjadi dua untai lalu m enggunting keduanya. Pergi da n carikan gunting tajam dan jubah putih untukku. Ia merasakan napas dingin arwah mereka.

dan akhirnya ia membiarkan dirinya menangisi kematian putran ya dan pengkhianatan putra¬nya yang satu lagi. Pemanggul tandu menurunkan Shizuka di luar gerbang. dan mengorek batu-batu dari endapan lumpur lalu melempamya ke arah pengawal. Ketika ia melangkah masuk ke dalam ta ndu. dan ia berjalan perlahan memasuki pelataran utama. Popularitas Zenko sedikit demi sedikit ber¬kurang saat bulan dari bulan kelima mulai mendekati puncak purnamanya. Harihari berlalu dan Shizuka tetap bergeming. S etelah itu hujan turun setiap malam. di siang hari sering terlihat burung-burung beterbangan di s ekitar kepalanya. namun jumlahnya justru semakin b esar dan makin sulit dikendalikan serta makin tidak bersahabat. Kerumunan kian banyak di pintu masuk. banyak yang berlarian ke sungai yang hampir kering.* Halaman 257 dari 600 . kakinya dilipai ba k makhluk suci di atas bunga teratai. dan batu nisan dipahat l alu didirikan. ber hasil menghalau mereka menjauh dari ger-bang biara. Ritual pemakaman diadakan selagi Shizuka duduk di sana. Di malam ketiga hujan turun rintik-rintik. Sekerumunan kecil orang berkumpul di sini. dan orang-orang mengatakan bahwa Surga tengah memberinya minum. dan mereka bersyukur terhindar dari kekeringan. bergerak seolah meng ambang. Shizuka duduk di tanah. juga tidak makan dan minum." para biarawan mengumum kan. "Mereka memberinya makan dengan butiran gandum dan madu. Para pengawal Zenk o dibuat gelisah dengan arak-arakan ini.apan. mereka mengikutinya sampai ke jalan di tepi sungai menuju Daifukuji. Penduduk kota mengatakan kalau Surga menangisi ibu yang ditinggalkan. dan berusaha menghalau.

.Selama berhari-hari Maya meratapi kepergian kuda-kudanya. Saat itu ketiga kalinya ia meng¬hadapi bahaya yang sesungguhnya setelah serangan di Inuyama dan pertemuan dengan ayahnya dan merasakan kalau saat itu ia merasa gagal. Ia tidak bicara pada Akio tapi mengamati. di s atu malam laki-laki itu datang. Gerak refleksnya sangat cepat ayahnya sering bilang kalau itu gerakan paling cepat yang pernah ada sangat kuat dan tidak punya perasaan. ruang rahasia rumah Tribe. Maya akhirnya memahami kalau makin sedi kit ia makan. Ia mengira Akio akan langsung membunuhnya. Ia ingin tetap dekat dengan Akio dan Hisao: tak dibiarkannya mereka membunuh ayahnya. seperti Akio mengamati di rinya. tapi la ki-laki itu bisa melihat orang yang menggunakan kemampu¬an menghilang dan menghindari tatapan maut. tak sanggup membayang¬ka n kehilangan yang lebih besar lagi. perutnya mual. dan bersiap mencari tahu semua tentang mereka. t api ia masih belum ingin pergi. dan ia membiarkannya pergi. makanan¬nya jarang datang tapi ia tak terganggu dengan rasa lapar. Saat tersadar kembali. Dua atau tiga kali sehari. makin mudah menggunakan kemampuan menghilang dan sosok kedua. Takeo sering menceritakan saat Tribe mengurungnya di kamar semacam ini. terkadang bahkan ia pun terkecoh dan melihat Miki sedang bersand ar di dinding di seberangnya. walau sudah berlatih selama bertahun-tahun di Tribe. pelayan perempuan datang untuk mengantarnya ke kakus: selain itu ia tidak melihat ada orang lain lagi. May a bisa mencium bau sake di napasnya. dirinya yang akan membunuh mereka lebih dulu. Shigeko telah memintanya untuk merawat kedua k uda itu. dan kini kenangan itu menghibur dan me¬nenangkannya. Ia sadar sedang berada di kamar kec il remang-remang. Maka dikendalikan amarah dan rasa takutnya. Tapi setelah dikurung selama kira¬kira seminggu. berlutut di depannya lalu meraih dan membalik telapak tangannya. tapi ternyata tidak laki-laki itu menahan dirinya untuk tujuan terten tu. Maya punya banyak waktu untuk merenungkan kegagalannya. Maya tahu kalau Akio tidak memiliki kemampuan menghilang atau tatapan maut Kikuta. tenggorokannya terasa kering. Diingat-ingatnya lagi sewaktu melepas tali kekang dan kedua kuda betina kabur. Ia mempraktikkanny a saat sedang sendiri. la menyesali ketidakmampuan dirinya untuk bergerak atau membela diri yang tak bisa dijelaskan. dan cara bicaranya pelan tapi aneh. Maya tahu ia bisa kabur kapan saja karena pintu dan dinding takkan mampu menahan si kucing. Ia melihat Akio ketika orang itu mem¬bawakan makanan dan minuman.

dan sebelum selesai menggeleng dirasakan kepalanya terhempas da n pandangan matanya kabur selagi Akio menamparnya. "Kau pernah mencoba mengunci tatapan mataku: kau pasti memiliki bakat tatapan ma ut Kikuta. Bagaimana dengan kemampu an menghilang?" Maya menceritakan karena tidak ingin Akio membunuhnya saat itu juga. "Lalu di mana adikmu?" "Aku tidak tahu. Ia tidak melihat gerakan tangan laki-laki itu. tapi tidak menceritakan tentang si kucing."Kuharap kau jawab pertanyaanku dengan jujur karena aku adalah ketua keluargamu: apakah kau memiliki kemampuan seperti ayahmu?" Maya menggeleng." Halaman 258 dari 600 .

"Dia di Kagemura. yang tak pernah dibicarakan siapa pun." ujar Akio. Dan Maya yakin kalau Hisao tak tahu ayah kandungnya. seolah ini permainan yang sangat dinikmat inya." Akio mengetuk-ngetuk gigi dengan kuku." ujar Akio." Maya tidak bereaksi atas perkataan itu. dia Kikuta. bersama keluarga Muto. "Mungkin kau bisa membawa Takeo kepadaku." "Hanya untuk membunuhmu. Tribe selalu bersatu pada akhirnya." "Benarkah? Tapi dia bukan Muto. "Ayahku tidak memedulikan aku dan adikku. Di bagian belakang tangan kanannya ada be kas luka lama. Sada. Ia memanggil Akio Ayah. "Kalau ibumu takkan melakukan apa-apa untuk menyelamatkanmu. Ia tak menyadari kalau ternyata. kakak tirinya. Aku takkan ragu melakukan yang sama padamu. seolah ini permainan yang sangat dinikmat inya. Par a ksatria membenci anak kembar dan menganggap mereka memalukan. Maya tidak bisa bergerak cukup cepat untu k menghindari tamparan yang kedua. Akio tertawa lalu berdiri. "Kau melihatku membunuh penyihir Muto itu." "Keluarga Muto takkan menyerahkan adikku padamu. "Ini yang pernah kudengar. Selama setengah tahun ini ia harus menerima kenyataan kalau ini adalah putra ayahnya. Hisao menatap dengan pandangan tak mengerti ketika ia ." sahut Maya. dan Maya melihat kebencian serta rasa iri pada Takeo. ia lebih tertarik pada reaksinya sendiri . Ayahku hanya bersifat baik . ia dianugerahi kemampuan untuk tidak takut pada Kikuta. Akio menyeringai." sahut Maya. "Ada perubahan dalam keluarga Muto. sep erti ayahnya. Akio menyeringai." "Itu tidak benar. Kupikir sebaiknya dia berada di sini bersama kita. "Tapi dia takkan membunuh Hisao!" Maya menemukan dirinya memikirkan tentang Hisao. Maya tidak bisa bergerak cukup cepat unt uk menghindari tamparan yang kedua." "Dia berhati lembut. itu saja. melintang dari pergelangan sampai ke bagian bawah ibu jarinya. tapi ayahmu menyayangimu." Maya berbohong. "Begitulah cara kami bisa bertahan. kukira kau sudah tahu. tak pernah diberitahukan pada ibunya. ahkan meski sudah menduganya kali ini." ujarnya.Bahkan meski sudah menduganya kali ini. ter¬cengang kalau ternyata ia tidak takut pada laki-laki itu.

Maya mendengar di benaknya berulang kali sua ra Sada. serta memasuki mimpi-mimpi mereka. "Aku adikmu. D i siang hari ia adalah tawanan. Ya. semacam warisan Kikuta yang membulatkan tekadn ya yang kejam mulai terbentuk. ia tidak ada kesibukan lain. Keseimbangan baginya menjadi begitu sederhana: bila Hisao mati maka Takeo bisa hidup selamanya. Mulai ber¬ek sperimen dengan mengambil alih bentuk si kucing di malam hari selagi tidur. Ia memimpikan Miki. Selain latihan gerak badan yang dilakukan¬nya dengan tekun. dan sering terombang-ambing antara sadar dan tidur. ingin tahu semua tentang pemuda itu. bermimpi bagaikan nyata. sementara di malam hari ia bisa keluyuran dengan bebas ke sel uruh bagian rumah. dan menurut ramalan dial ah satu-satunya orang yang bisa membawa kematian Takeo. Ia berlutut di sampingnya saat pemuda itu tidur lalu berbisik di telinganya. Awalnya ia ragu. mimpi yang begitu jelas sehingga ia seperti yakin kalau Miki ada di kamar itu bersamanya. Ia menjadi terobsesi pada Hisao.mengatakan kalau ia adalah adiknya. kar ena hal itu ingin ia sembunyikan dari Akio. i a memimpikan Hisao. Para pelayan perempuan mengeluhkan adanya h antu. Jadi anak itu benar-benar putra Takeo? Dan jawaban Taku. Dilihatnya deng an sikap remeh rasa takut dan harapan mereka. dan merasakan kehangatan tubuh kakaknya itu. merasakan hembusan napas di wajah mereka atau bulu hangat berbaring di sebelah m ereka. namun lama kelamaan kepercaya¬an dirinya makin meningkat. Karakter tidak mengenal kompromi. mengamati penghuninya. Halaman 259 dari 600 ." Ia bahkan pernah ber mimpi si kucing berbaring di sisi Hisao.

Kau bermimpi tentang kain pem¬bung kus: kau pernah membungkus beberapa kue mochi dengairkain itu dan saat kau buka bungkusan nya.mendengar langkah pelan makhluk besar." Gadis itu tertawa cekikikan tapi tidak memalingkan wajah. Akio dan Hisao tidur terpisah dari peng¬huni laki-laki lainnya. per tanda serta penampakan." Ditahannya tatapan gadis itu . endengar langkah pelan makhluk besar. Kadang Hisao terbangun dan tidak bisa tidur lagi. kadang dalam pelukan Akio." ujarnya. di sisi lain halaman." "Aku tidak bilang siapa-siapa!" gadis itu tercekat." bisiknya. Kau tahu kalau aku sangat kuat. Para pelayan perempuan tak pernah meng¬ajak bicara. Mimpi-mimpinya kejam dan tidak ber aturan. dan gadis itu tertawa. Selain perjalanan ke kakus ia hampir tidak pernah bertemu mereka sampai suatu hari seorang perempuan muda datang membawakan makanan. Maya mengikuti dan mengamatinya. Usianya kira-kira sebaya dengan Shigeko. "Jangan menatapku. Pemuda itu tidur gelisah. "Noriko. Hal-hal aneh terjadi di seluruh kota. " Bagaimana kau bisa tahu?" "Aku tahu banyak hal. dan dia menatap Maya dengan keingin¬tahua n yang terang-terangan. "Siapa namamu?" tanya Maya. "Kau tahu aku anak perempuan. bergoyang-goyang dan bergumam. kadang sendi ri. pert anda serta penampakan. Maya berjalan pada waktu tersunyi. "Noriko. "Tatap mataku." sahut Maya. "Kau pernah mengintipku kencing ya?" Maya bicara dengan bahasa anak laki¬lak i. akan kubuktikan betapa kuatnya diriku. kemudian pergi ke rumah kecil di belakang rumah. Hal-hal aneh terjadi di seluruh kota. di kamar bagian be lakang rumah. memer¬hatikan gerakanny a yang berhari-hari dan sangat teliti. tapi malah mendekati Maya. Maya berkata. tepat sebelum fajar menyingsing untuk mengamati Hisao yang sedang tidur. tapi itu justru membuat Maya tertarik. "Kau seperti anak laki¬l aki. kue-kue itu penuh ulat. tempat bengkel penempaan da n perbaikan alatalat rumah tangga dan senjata." bentak Maya.

"Tutup pintunya. Aku akan ke kamar Hisao." ujar Maya terus terang..." "Antar aku ke kakus. sesuatu tentang Hisao." kata Maya." "Mungkin aku bisa menolongnya. Jangan khawatir. Peringatkan aku saat dia kembali. Gadis itu tersipu." "Sakit yang bagaimana?" "Dia sering terserang sakit kepala yang parah. Tapi kau harus berhati-hati ka lau Akio datang. dan pandangannya kabur. "Kenapa kau tidak mengantarku kepadan ya?" 'Tidak bisa! Akio akan membunuhku kalau dia tahu. "Ayahnya sangat keras kepada nya.. tapi jangan dikunci. dan satu l agi. Muntah. dan dia sering sakit. takkan ada orang yang melihatku." ujar Maya. Ketua Kikuta sangat marah karena mereka seharusnya pergi menemui Lord Zen ko Akio akhirnya pergi sendiri. cukup lama untuk melihat kalau gadis itu percaya pada takhayul. "Aku kasihan padanya. H ari ini dia sedang sakit. "Kau bodoh kalau mencintai Hisao." Halaman 260 dari 600 ." bisiknya.selama beberapa saat. Noriko menatap bingung. Kepala gadis itu berputar saat Maya menarik kekuatan tatapan mautnya. Maya menam par kedua pipi gadis itu untuk menyadarkannya.

meraba. tapi dia memimpikan dirimu. "Mana bisa kutahan kalau sakit begini?" sahut Maya dengan nada yang sama.. Noriko meng¬geser pintu terbuka. tapi setain itu ia tenang-tenang saja. "Dia tidak bilang siapa-siapa. "Dia juga mencintaimu. "Cepat. Dia membutuhkan bantuanmu." ujar Noriko. Noriko sudah terbiasa deng an keanehan semacam itu. Bagaimana bisa aku menyakitinya? Lagipula. Maya berkata pelan. urat nadinya. dan jangan berlama-lama di dalam situ. dan di pintu kakus Maya meremas perutnya dan berteriak seolah kesakitan. Teriknya sinar matahari di luar telah mengecilkan pupil matanya. dan sesaat ia t ak bisa melihat apaapa.. ia "Ayo. dengan spontan. menggeser pintunya terbuka. Dari irama napasnya yang teratur sepertinya dia memang tidur. Dia memimpikan dirinya memelukmu dan mengigau dal am tidurnya. Aku baru empat belas tahun bahkan masih anak-anak." Maya memerhatikan wajah Noriko men¬jadi lembut. Hisao sedang karena penyakitnya. Mereka ber¬jalan cepat-cepat ke belakang rumah. lalu melangkah masuk. melihat ke luar dan memberi isyarat kepada Maya. Dia akan mudah dilumpuhkan sendiri. Maya ingat semua cara yang pernah diajarkan kepadanya untuk membunuh dengan tangan kosong. kita ke kamar Hisao. menjilati bibir. S . satu tangannya menutupi wajah."Kau takkan menyakiti Hisao?" Kau takkan menyakiti Hisao?" "Dia laki-laki dewasa. membayangkan urat akan memanggil si kucing." Bahkan saai bicara." "Benarkah?" mata gadis itu berbinar-binar di wajahnya yang kurus dan pucat. tidak suka pada gadis itu karena m abuk kepayang oleh cinta. Aku tida k punya senjata.. Noriko. mungkin pandangannya kabur dengan tatapan maut. Dan kalau cara itu gagal. Ia tak akan mendapat kesempatan seperti ini lagi. "Ini g ara-gara makanan menjijikkan yang kau bawa!" Disentuhnya bahu Noriko saat bentuk tubuhnya memudar. di¬sentuhnya lehernya nadi Hisao. tenggorokannya terasa k sakit. Aku pernah melihat mi mpinya dengan cara yang sama aku melihat mimpimu." Ketika Noriko mas ih ragu. sudah kukatakan kalau aku in gin menolongnya. Kamar itu baunya masam. samar-samar tercium bau muntah. Lidahnya ering. Maya ber¬gegas pergi ke kama r Hisao tidur. lemah. mengarahkan pandangannya tetap ke depan. Kemudian dilihatnya pemu da itu meringkuk di matras di sudut.

cengkeraman jarinya makin kuat bak tentakel. dirasakannya kemarahan Miki p ada Hisao merasuki dirinya dan si kucing mulai muncul. dan dari suatu tempat ia mendengar Noriko memanggil namanya. siap melarikan diri tapi masih belum ingin menyerah. dan menatap sejenak sebelum berkelit dari cengkeraman tangan gadis itu. Hisao juga merasakannya. Hisao berteriak kaget dan melepasnya. L ayar kasa yang rapuh sobek. lalu mengibaskan kep ala saat mencoba berkelit lagi. meludah dan meng¬geram. Kulit pemuda itu berkeringat. Miki! Ujarnya pelan. tapi ia langsung menatap mata pemuda itu dan selama beberap a saat membuat Hisao pusing. Ia bergantung seperti hewan saat Hisao berusaha bangkit dengan tangan dan lutut. Pemuda itu lebih kuat dari perkiraan.ambil menahan napas. mengumpulkan tenaga. Mata Hi sao terbuka. selagi tangan Hisao mencengkcram lehernya. dan seolah Miki mendengarnya. pikirnya. dan Maya bersiap untuk mati. berlutut di sebelah Hisao dan menyerang bagian lehernya Usahanya melemahkan konsentrasinya hingga kemampuan menghilangnya sirna. dan selagi punggung H isao melengkung dan memukul-mukul saat meronta berusaha melepaskan diri. Ditangkapnya tubuh Maya lalu dihempaskannya ke dinding. si kucing bergerak mundur. Aku ga gal. berjalan melintas i kamar." Halaman 261 dari 600 . dan Maya merasakan cengkeramannya mulai terasa licin. ia melenturkan pergelangan tangan.

agak terhuyung-huyung. Ekspresi di wajah¬nya melukiskan kemarahan dan putus asa yang b ahkan membuat hati Maya terharu. dan mendengarkan suara berbisik. "Kau telah memaafkanku. Masih muda. renungnya saat menyadari hutang budinya pada si kuc ing dan bagaimana ia bisa memenuhinya. Apakah kau hantu juga? Boleh aku menyentuhmu?" Ia melihat perubahan tangan Hisao saat menggapai. "Kembali kau!" ujar Hisao. Dilihatnya kalau ternyata ada sesuatu yang melemahkan Hisao. Tangan itu melembut berbentuk melengkung yang ingin sekali mengelus bulu si kucing. menund . Ada orang lai Maya menoleh ke samping dan melihat perempuan itu. dan mendengarkan suara berbisik. Jadi ini yang dimaksud Taku. Ia terkejut. Bau busuk dan jamur rtahankan: bulu si kucing menyesakkan napasnya. agak terhuyung-huyung. Kemarilah. roh si kucing yang merasuki dirinya bergerak dengan bebas antara dua dunia. Dilihatnya kalau Hisao begitu ingin menatap hantu itu tapi juga takut. Perempuan itu mengenakan jubah putih. Mata pemuda itu tid ak tokus. maka ia terus me semakin menyengat: kamar itu terasa panas tak te Terdengar olehnya bisikan di sebelah kanannya. dan tubuhnya melayang. tapi ia n lagi di kamar itu. "Tolong aku! Tolong aku!" "Apa yang kau inginkan?" tanya si kucing. aktu sejenak itu memberi Maya waktu untuk meraih kembali kendali diri dan konsen trasinya. Sepeninya pemuda itu berusaha melihat sesuatu di belakang Maya . Perempuan itu berseru memanggilnya. k tahu kalau itu bukan suara Noriko. untuk mengecohkan pandangannya. menyeberangi sisi seberang dunia fa na. potongan rambutnya pendek. Sepeninya pemuda itu berusaha melihat sesuatu di belakang Maya . ijinkan aku menyen tuhmu. wajahnya pucat. Mata pemuda itu tid ak tokus. si kucing bereaksi seolah tunduk pada majikannya. Hisao mendekat. Dilihatnya kalau ternyata ada sesuatu yang melemahkan Hisao. "Aku ingin putraku mendengarkan aku!" Belum sempat Maya menjawab. Maya mengira itu semacam tipuan natap tajam pemuda itu. endati tak memahami kata-kata itu. Dan kemudian ia menyadari kekuatan yang ini dan b agaimana ia bisa memanfaatkannya. mungkin sembilan belas atau dua puluh tahun.Waktu sejenak itu memberi Maya waktu untuk meraih kembali kendali diri dan konse ntrasinya.

" ujarnya. "Cepat! Ketua sudah datang!" Hisao mengangkat tangannya. berdiri di teras. Maya merasakan kebingungan pemuda i tu: rasa lega karena penderitaannya telah sirna. "kau sudah baika n. Ia merasa¬kan penderitaan saudaranya itu seolah berada di kepalanya send iri: lalu berkurang.uk¬kan kepala serta merebahkan telinga. "Katakan padaku. Sentuhan Hisao menyatukan sesuatu di dalam diri mereka. "Jangan pergi. berganti-ganti memandang kedua orang. ia bisa merasakan cengkraman Hisao s ampai ke tulang sumsumnya." serunya. "Sekarang maukah kau mendengarkan Ibu?" Tangan Hisao masih di atas kepala si kucing. tatapannya kagum dan lapar. Di tepi kesadaran Maya. Apakah kau melihatnya?" Noriko. dan membiarkan Hisao membelainya. rasa takut melihat sedikit kekuatan yang bangkit. Maya melihat. Noriko memanggil-manggil dari luar. melalui mata Hisao: pandangan setengah buta. "Gadis itu menyembuh¬kanmu!" Mereka berdua tidak mengacuhkannya. Maya kembali ke wujud aslinya dengan rasa lega. rasa takutnya memasuki dunia alam baka. Ia mematuhi keinginan si kucing. Hisao tercekat. bergelayut ketakutan yang sama. kumparan c ahaya bak roda bergerigi dari alat penyiksaan. Pemuda itu tengah menatap¬nya. "Akhirnya!" ujarnya. Ia i ngin pergi dari pemuda itu. meski ia membenci pemuda itu dan ingin membunuhnya. "Ibu?" Hantu itu bicara. jalan yang dirinya dan Hisao harus lalui bersama. dan Hisao ber¬kata. Halaman 262 dari 600 . tapi Hisao menangkap lengannya. jalan yang terbentang ke depan yang tak ingin ia ambil.

Hisao menggapaikan tangan dan kucing itu menghampiri."Tentu saja aku melihatnya. kepalanya berputar. "Dia it u ibumu. ak u harus pulang. Ia tak ingin merasakan bulu tebal si kucing. Tapi sentuhan tangan majikannya mem¬buat si kucing enggan pergi. sekujur tubuhnya terasa sakit karena kelelahan. Entah dia akan membun uhku atau mereka akan memanfaat¬kan aku untuk mela wan Ayah. ia berbaring di lantai dan langsun g tertidur lelap. Kelopak matanya terasa makin bera t. Data nglah kepadaku. . udara terasa lembap. bagaimana rasanya mati. tapi segera setelah kembali ke kamar s empit." sahut Maya seraya menyelinap melewati Hisao. Leher dan rambutnya terasa lemb ap karena keringat. Pemuda itu membelai. Akio akan tahu tentang si kucing. dan si kucing menjilati pipinya dengan lidah ka sarnya. aku akan memperingatkan Ibu tentang Zenko dan Hana. tapi majikannya memanggil¬n ya: si kucing harus menemuinya."* Dia akan bilang pada Akio. Maya terbangun. Dia akan ceritakan semuanya. seolah ditarik paksa keluar dari air. "Dia i tu ibumu." sahut Maya seraya menyelinap melewati Hisao. Tak satu pun dari keduanya bicara. Tanpa bicara kepada Noriko. Ia ingin tahu apa yang mereka ketahui. tapi di antara mereka mengalir kerinduan akan kedekata n serta sentuhan kasih sayang yang dibutuhkan hewan itu. Aku harus pulang. Kucing itu berjalan dengan mudah¬nya melewati layar kasa dan dinding menuju bengkel tempat api penempaan menyala semalaman. Dan Maya ingin."* Tentu saja aku melihatnya. Pa ra penghuni rumah sudah terbiasa melihat Hisao berada di situ saat dini hari. Kala itu malam gelap pekat. dan dia ingin agar kau mendengar¬kannya. dan dia ingin agar kau mendengar¬kannya. Maya tidur nyenyak selama berminggu¬minggu. Telinga si kucing berdiri tegak. oleh sebuah perintah. Pemuda itu tel ah menemukan tempat yang cocok dan tidak ada orang yang meng¬ganggunya. berjalan di antara dua dunia dan berbicara dengan hantu. serta semua rahasia lain yang disim pan orang mati dari mereka yang masih hidup. pikir Maya. seolah merindukan sentuhan dan belaiannya. selagi Noriko bergegas kembali ke kamar y ang terkunci. Aku harus melarikan dirinya. b ertentangan dengan keputusannya. kelelahan yang menggiurkan menye¬limuti dirinya.

tapi Taku telah membantuku mengendalikannya. Rasanya menyenangkan se¬kaligus menjijikkan. saat ber¬samaku." sahutnya. Ia terus menunduk. dan menenangkan suara-suara Halaman 263 dari 600 . Kuci ng itu mengurangi sakitku. Bara api meretih. "Tak seorang Muto pun tahu bagaimana menghadapinya. Tidak bisa dilihatnya ekspresi wajah Hisao dalam keremangan cahaya. Tak satu pun dari mereka bicara. seakan tak ingin kembali ke dunia manusia yang penuh dengan kata-kata. Hisao berkata. Hisao mengangkat lentera lalu menatap. tak ingin menentang ta tapan pemuda itu. "Mengapa kau datang sebagai kucing?" "Aku membunuh seekor kucing dengan tatapan maut Kikuta. Ia melepaskan diri dari pelukan Hisao . tangan pemuda itu masih di teng kuknya. Akhirnya Hisao berkata.Setelah agak lama. "Perlihatkan wujud aslimu." Maya tersadar kalau ia berdempetan dengan Hisao. dan rohnya merasuki diri ku. asap membuat matanya pedih." "Aku adalah penguasanya: tapi aku tak tahu sebabnya atau bagaimana caranya.

Aku suka kucing. tapi melihat dengan jelas dan tanpa perasaan terharu pada k ematian Taku." ujarnya. Seketika Maya teringat kenangan akan masa kecilnya payung pelindung sinar matahari dan cairan unluk membuat kulit lebih terang: betapa bodoh dan sia-sianya semua itu sekarang. ibu kita berbeda. dan merasa jijik pada dirinya sendi ri atas keinginan dan ketentraman yang dirasakan kucing itu hingga tunduk pada Hisao. Tiba-tiba ia membenci pemuda itu lagi. dengan nuansa warna madu. Laki-laki itu mati dalam pertarungan. Tidak ada yang harus disesali dari . tapi ayahku pernah membunuh seekor kucing di depan mataku karena aku menyukainya kau bukan kucing itu kan?" Maya menggeleng." Maya tidak menjawab. "Aku pasti sangat menyukaimu. "Kau sudah lihat bagaimana senjata ini menghabisi Muto Tak u. tapi ayahku pernah membunuh seeko r kucing di depan mataku karena aku menyukainya kau bukan kucing itu kan?" ingga aku bisa mendengarnya. yang kami sebut si Anjing. Aku memerlukan dirimu bersamaku. "Dia itu ibumu? Hantu perempuan itu? Itukah sebabnya kau bisa melihatnya?" "Bukan. dan tidak seorang pun berhasil mendekatinya. Cahaya berkilat di laras baja hitam senjata itu. "Kau tahu kalau kita bersaudara?" tanyanya." Hisao menjauh. penuh kehormatan. Wajah Hisao mengkerut. aku tidak bisa be rhenti memikirkanmu. "Dia itu penyihir." Hisao meletakkan lentera kembali di atas lantai dan berusaha menarik tubuh Maya lebih dekat lagi. tidak mengkhianati siapa pun." Kini Maya bisa melihatnya dengan lebih jelas. Maya menolaknya. tapi ayah kita sama. "Aku tetap menyukaimu. "Ayahmu adalah Otori Takeo. dan mengeluarkan senjata api kecil. Berjanjilah kau akan tinggal bers amaku. "Aku dan ayahku akan membunuhnya. Aku suka kucing. dan kulitnya memiliki tekstur dan warna yang sama. namun rambutnya yang mengkilap mirip dengan rambut mereka." Hisao tertawa dengan ser ingai yang dibenci Maya. lalu b erkata dengan nada kejam yang disengaja. Taku dan Sada mati bersama.hingga aku bisa mendengarnya. menjauh dari cahaya lentera." Takeo melirik ke arah Maya. Hisao tidak mirip ayahnya. atau de ngannya atau Miki. tapi senjata ini lebih kuat ketimbang ilmu sihir.

Umpan Hisao tak membuat¬nya terpancing maupun melemahkan diri¬nya. It u tidak terlalu buruk." sahut Maya. Saat dia ingin bicara maka rasa sakit itu menyerang¬ku. Aku tak pernah terbebas darinya. Dia membutuhkan diriku. tapi aku tahu." sahut Hisao." Halaman 264 dari 600 . menganiaya dan berbohong padamu. Dia bukan a yahmu. Kadang dia diam saja.kematiannya." katanya begitu pelan hingg a Maya hampir tidak bisa mendengar suaranya. Udara terasa panas: Maya bisa merasaka n peluh di dahinya. seperti dulu aku pernah terikat pada tubuhnya. Kau tidak tahu bagaimana seharusnya sikap ayah pada anaknya. "Jadilah kucing lagi. "Apakah ibumu ada di sini?" "Dia selalu ada di sini. "Bukankah sudah kukatakan padamu untuk mendengar kannya? Ibumu akan mengatakan yang sebenarnya kepadamu. "Dia terikat pada diriku oleh seutas tali . maka aku akan mendengarkannya." "Tanya pada ibumu." "Akio adalah ayahku. "Akio memperlakukanmu dengan kejam. Ia merasa kehausan. ag ar kau tidak membunuh ayahmu sendiri." "Dia sayang padaku." bisik Hisao." Kemudian keadaan hening dalam waktu lama." ujar Maya. "Dia menyembunyikannya dari semua orang. "Itu sebabnya aku berusaha membunuhmu. "Lord Otori adalah ayahmu." Keraguan dan kemarahan terdengar dalam suaranya.

" Bara api penempaan dan cahaya lentera meredup dan berkelap-kelip saat angin hang at dan berbau busuk tiba-tiba ber¬hembus meniup debu di lantai. Akio mem-bunuh Ibu karena dia membenci ayahmu. "Ibu tak sanggup meninggalkanmu. Hisao duduk diam tak bergerak. bicara lebih keras. Mereka menangisi kepergian Ibu dengan cinta. Kemudian api makin ber¬kobar. Tapi tidak begitu dengan si k ucing. Tangan Hisao menggosok-gosok bulu si kucing. membara makin terang. Saat si kucing ingin muncul dan aku menolaknya. membuat hewan itu menunjukkan cakar nya. . Aku tidak bisa menggunakan sosok kedua. Ibu tak ingin mati. Aku tidak bisa menggunakan kemampuan menghilang. melayang. meng¬gerakkan debu dan membuat dau n jendela bergemeretak. "Tetaplah di dekatku. Hisao menarik tubuh si kucing yang lentur itu lebih mendekat dan membelai-belai bulu-bulu tebalnya. matanya yang keemasan tidak berkedip. suaranya gemetar. Dia membuatku nyaman dan kuat. Aku tidak seperti ka u. "Biarkan Ibu menyentuhmu. dihia si dengan daya tarik yang tak bisa ditolak Maya. biarkan ibu me melukmu. Kotaro dan Akio. "Nak. menerangi arwah perempuan saat mendekat." bisiknya. merasakan tekanan paling lemah saat ibunya memeluk dirinya. aku juga kesakitan. Mereka. Saat si kucing ingin muncul dan aku menolaknya. "Hal yang sama terjadi pada ku." Hisao berkata. Gadis itu merasakan tubuh si kucing meregang dan mel entur dengan keinginan yang kuat. "Hal yang sama terjadi pad aku. si kucing berbaring di s ebelahnya dengan kepala di bawah tangan Hisao. aku juga kesakitan. memaksa Ibu minum racu n. membelai rambutnya." ujar Maya. dan kemudian." Jemari kurusnya menyentuh dahi Hisao. Kala itu usia Ibu baru dua puluh t ahun. Bahkan melihat semua kemampuan ini pun membuat perutku agak mual." Hisao tidak menyadari kalau suaranya berubah dan menjadi seperti hipnotis. "Aku akan men dengarkan. dan Hisao merasakan sosok tub uh ibunya begitu dekat."Karena kau berusaha melawan dunia arwah. Mereka menyaksikan Ibu mati dengan jiwa dan raga yang menderita." bisiknya. "Aku tidak memiliki kemampuan Tribe apa pun." ujar Maya." "Aku ingat. setelah mematuhi perintah Ketua dan memasu kkan dengan paksa pit beracun ke mulut Ibu. apa pun yang ingin kau katakan. "Dulu Ibu suka memelukmu seperti ini saat kau bayi." Karena kau berusaha melawan dunia arwah. Tapi mereka tidak memisahkan diri Ibu darimu." kata sang ibu.

mem andangi kegelapan yang pucat perlahan berubah terang. Tapi mereka tak menyangka kalau Ibu akan mencintainya. tenggorokannya ter cekat. lalu kau pun akan mati. bulu-bulunya tegak berdiri." *** Lama setelah kejadian itu. agar Ibu mengandung dirinya. Takeo adalah ayah kandungmu. ketika kembali ke kamarnya dan berbaring terjaga. tapi Maya ingat kata -kata Taku: Halaman 265 dari 600 . Hisao belum sepenuhnya memahaminya. "Hanya orang hidup yang berbohong."Siapakah ayahku?" "Gadis itu benar. dan kalau kau akan dilahirkan hasil dari cinta. Pertama Ibu. yang bisa mengenali dirimu. Kau adala h penguasa alam baka. "Ibu sudah mati." sahutnya." "Kau tidak mengenal siapa dirimu? Tak ada lagi orang Tribe. Tangan Hisao memegang erai lehernya. aku tidak bisa mengubahnya sekarang. Mereka memerintahkan Ibu agar tidur dengannya. kini mereka akan memanfaa tkan dirimu untuk membunuh ayah kandungmu. Ibu mencintain ya." "Aku membenci si Anjing seumur hidup¬ku. Ibu akan ceritakan apa yang dikatakan kakekmu saat kematian¬nya. Maya mengingat-ingat kembali saat mendengar si arwah meng¬ucapkan semua kata-kata ini: tengkuknya bergidik." sahutnya. dari lima keluarga." "Bohong. Dia memang adikmu. Ibu mematuh i mereka. Mereka berusaha menghancurkan kita semua.

"Kau harus makan.penguasa alam baka adalah orang yang bisa berjalan di antara dua dunia. "Dan setelah itu kau harus bersiap untuk bepergi an.. juga takut." Noriko gemetar. "Seharusnya aku t idak mengatakan ini. pikir Maya. sebelum Lord Otori kem . Mereka pasti mengajakmu. Muto Shizuka tengah ber puasa di Daifukuji dan hanya diberi makan oleh burung. serta tuntutan mereka untuk balas dendam. Orang-orang menyalahkan Lord Arai -serta menuduhnya terlibat dalam kematian Taku. memiliki kekuatan semacam itu? Dan bagaimana Akio bisa m emanfaatkan dia bila tahu itu? Hisao tak ingin Maya meninggalkannya. dan ia merasakan keinginan itu memikat sekaligus berbahaya. Ia tidak terlalu memahami bagaimana perasaan Hisao yang sebenarnya atas laki-laki yang selalu dip ercaya sebagai ayahnya: gabungan antara cinta dan kebencian. Diingatnya suara-suara hantu y ang berdesakan di sekelilingnya pada malam menjelang Perayaan Oban." Matanya penuh dengan air mata dan disekanya dengan lengan jubah. Ia merasakan kuatnya keinginan Hisao itu. "Hisao sudah cukup sehat untuk beper gian. Ia tidak tidur. lalu bertanya. dukun ya ng mampu menenangkan atau menghasut orang yang sudah mati. penguasa mereka. dan sewaktu Noriko membawakannya nasi dan sop untuk makan pagi. dukun yang mampu menenangkan atau menghasut orang yang sudah mati. memberinya kekuatan untuk menguasai mereka. sepertinya habis menangis. b elum. dan d irinya sebagai si kucing. pem uda yang kejam dan brengsek ini. dan kabarnya dia sudah tidak waras . di tepi pantai d i depan rumah Akane. Tapi bagaimana Hisao. Maya mengenali perasaan seperti itu karena ia merasakan hal yang sama pada pemud a itu.. meremehkan serta iba. Seharusnya aku senang. Tapi Hisao tak ingin Akio tahu itu. "Shizuka ada di Hofu?" "Dia datang untuk memakamkan putra bungsunya. Arai gusar dan segera pulang ke rumahnya menyiapkan pasukannya untuk berperang. dan Hisao juga. Mata Noriko merah. Hofu sedang gempar." "Bepergian? Aku akan pergi kemana?" "Lord Arai akan kembali ke Kumamoto. Mereka mencari Hisao. Ketua harus menemaninya." Bersyukurlah dia akan pergi jauh darimu. ia tidak terlalu berselera. Diingatnya suara-suara hantu y ang guasa alam baka adalah orang yang bisa berjalan di antara dua dunia. dirasakannya penye¬salan atas kematian mereka yang kejam dan tidak pada wak tunya." ujar Noriko.

" "Apa itu salahku kalau kau makan begitu lambat?" "Lagipula aku juga tidak lapar. Ia tahu kalau kedua putra Zenko. dan bahwa Z enko takkan ragu-ragu menekan ayahnya. "Aku harus mem¬bawa semua ini ke dapur. marah dan ter singgung. ia belum pe rnah ke sana. "Kapan kami akan pergi?" tanya perlahan. "Aku ta kkan mengatakan apa-apa lagi." sahut Noriko. Begitu sampai di sana. sudah dikirim ke Hagi untuk menjamin kesetiaan ayah mereka. Halaman 266 dari 600 ." ujar Noriko saat kel uar." "Kumamoto jauh dari sini.bali dari Miyako. Kau akan sudah di jalan sebelum siang." "Aku belum selesai makan. Sunao mi dan Chikara." Gadis itu mengatupkan bibir rapat-rapat. Ia tak ingin membiarkan mereka membawanya ke Kumamoto." Noriko mengangkat mangkuk. Kudengar Lo rd Arai akan mengirim pengawal. ia tidak akan punya peluang kabur. "Begitu Ketua dan Hisao siap. Sedangkan Kumamoto jauh di wilayah Barat. pikirannya berpacu kencang. Maya mengangkat mangkuk sop dan menghabiskannya. Hofu berada di Negara Tengah dan setia pada Otori ia me ngenal kota itu dan tahu jalan pulang." "Omong kosong apa yang kau katakan! Kau tidak tahu apa-apa tentang hal ini!" May a menyembunyikan ketakutannya dengan kemarahan. "Aku memberitahumu hanya karena kau sudah menolong Hisao.

Mereka bisa pergi ke Hagi bersamasama. Ini mungkin nyata: Shizuka pasti mengajak Miki begitu mendengar kematian Taku. Jangan sampai dia mclihatku. mereka bisa pulang ke rumah. Ini mungkin nyata: Shizuka pasti mengajak Miki begitu mendengar kematian Taku. terus berlari melintasi halaman. Maya sadar dari sudut matanya melihat sosok samar yang tak kelihatan. ia hanyut dalam mimpi y ang terjaga. ia hanyut dalam mimpi y ang terjaga. Ia sudah berada di luar. ta pi ketika sampai di dinding sebelah luar. Ia mulai mengukur kamar itu dengan jarak langkah. ia bisa saja mengecoh penga wal Zenko tapi takkan bisa lolos dari Akio. Miki ada di luar. U dara terasa semakin panas. ia lapar dan lelah. "Kembali!" Ia merasakan kekuatan perintah itu. Si kucing mendengarkan majikannya. dengan tangan terikat mungkin. Ia tidak ingin berpikir lagi karena hanya akan membuang-buang waktu. Mereka datang untuk mencarin ya.Maya tahu ia hanya punya sedikit waktu untuk mengambil keputusan. si kucing tidak akan meninggal¬kannya. Hisao memanggil lagi. mereka bisa pulang ke rumah. tidak berusaha sembunyi¬sembunyi. Maya terbangun kaget. . aya tahu ia hanya punya sedikit waktu untuk mengambil keputusan. Mereka pasti me mbawanya dengan disembunyikan. tapi kaki kucing itu terasa berat. la menoleh ke belakang dan melihat Hisao berlari dengan senjata di tangan. Mereka pasti m embawanya dengan disembunyikan. dan melihat Miki berada di gang di belakang rumah. dan melihat Miki berada di gang di belakang rumah. Maya terbangun kaget. ia lapar dan lelah. sesuatu melesat di antara kucing itu dan Hisao. Seorang perempuan di beranda berusaha menghalaunya dengan sapu sewaktu Maya berl ari melewatinya. dilewatinya bangunan bengkel dan merasakan kehadiran Hi sao di sana. Secepat bi lah pedang. dengan tangan terikat mungkin. dan tekadnya melemah. saat berjalan tanpa berpikir. Mereka datang untuk mencarin ya. Dia tidak akan membiarkan aku pergi Gerbang belakang terbuka. dan dari jalanan di depan-nya terdengar olehnya derap kuda mendekat. ia bisa saja mengecoh penga wal Zenko tapi takkan bisa lolos dari Akio. Miki ada di luar. saat berjalan tanpa berpikir. di jalanan. dari seberang jalan. Ketika melihat. Ia mulai mengukur kamar itu dengan jarak langkah. Mereka bisa pergi ke Hagi bersamasama. U dara terasa semakin panas. dia berseru. Ia harus kembali kepadanya. dan sosok itu me miliki ketajaman yang luar biasa hingga memutuskan keterkaitan antara mereka berdua. Ia mengubah wujud menjadi kucing dan melewati dinding. matanya mencari-cari di halaman.

" Takeo ingin tahu seberapa tulus pujian ini. mereka berlari tanpa terlihat memasuki jalan-jalan kota pelabuhan yang sempit dan berli ku-liku. "Kemunculan Anda ibarat komet." didengarnya Miki memanggil." ujar Lord Kono. Adik kembarnya i tu memegang eraterat tangannya. ketika bangsawan itu datang meng ucapkan selamat jalan." sahutnya. berdiri di sampingnya. dan selagi pengawal Lord Arai datang dari sudut jalan. Halaman 267 dari 600 . meski ada kekagetan dan kekecewaan karena ia pergi begitu cepat. karena orang biasanya percaya kalau komet merupakan pertanda buruk datangnya kehancuran dan kelaparan. Miki. Kedua gadis itu menghilang lagi. Maya tidak harus mendengarkannya lagi. "Kurasa aku ada alasan mendesak untuk pulang. Hisao berteriak dari gerbang. seraya memikirkan kalau Kono mungkin sudah tahu apa alasannya.* Keberangkatan Takeo dari Miyako dilepas dengan upacara dan kegembiraan yang lebi h besar. atau menyebut kan kematian Taku. "Maya!" dan saat itulah Maya mendapatkan kek uatan untuk berubah wujud. tapi suaranya hanya suara anak laki-lak i. "Melesat ber¬cahaya melintasi langit musim panas. sekarang kelihatan. tapi bangsawan itu tidak menunjukkannya."Maya.

Takeo meras a semangatnya bangkit. bagaimana cara Anda menghadap i kaum barbar. kaum barbar. "Lord Kon o mendapatkan sebagian besar informasi¬nya dari Arai." Saga mencodongkan badan dan bicara dengan penuh rahasia. Mendesak agar tinggal lebih lama lagi atau jika Lord Otori benar-benar harus kembali ke Tiga Negara. dan juga persekutuan yang tulus dengan Sa ga. Saat jamuan selesai dan mereka akhirnya mengucapkan selamat tinggal. Dia pasti sudah melapor¬kannya kepada Anda. Mendesak agar tinggal lebih lama lagi atau aga Hideki bahkan lebih tak bisa berkata¬kata karena terkejut dan merasa tidak sen ang akan kepergiannya yang mendadak itu." "Lord Otori." Takeo bersikeras menolak bujukannya dengan sikap sopan yang tegas. "Masih banyak yang perlu kita bicarakan aku ingin tahu cara Anda memerintah Tiga N egara. Ia ingin sekali pulang. Saga menaikkan alisnya. Anda tidak perlu khawatir. Membawa dukungan dan pengakuan Kaisar. Ia tidak ingin Shigeko menderita dalam kondisi seperti itu. tempat dia mengatur jamuan makan perpisahan." "Kami menyebutnya orang asing. apa yang menopang kemakmuran dan kesejahteraan kalian. kemudian menghadapi Zenko dengan tegas. Ibukota diland a hawa panas. Keadaan sudah berubah sejak saat itu. Zenko bis a disembuhkatt . Lord Saga memberi kehormatan dengan menemani mereka selama minggu pertama perjal anan sampai di Sanda." "Apakah aku mendapat jaminan dari Lord Saga?" "Tentu saja! Kita sudah mengumumkan kesepakatan yang mengikat. dan hujan plum yang bisa terjadi kapan saja membuat udara menjadi lembap dan berjamu r." "Lord Kono menghabiskan banyak waktu bersama kami. sama saja.Saga Hideki bahkan lebih tak bisa berkata¬kata karena terkejut dan merasa tidak se nang akan kepergiannya yang mendadak itu. Kita adalah sekutu dan tak lama akan menjadi kerabat. "Orang asing. tanpa dukungan Saga." Takeo berani membetulkan perkataannya. agar setidaknya mening galkan Lady Maruyama untuk menikmati indahnya musim panas di ibukota. merasakan d ingin angin laut di Hagi. Perbatasan wilayah Timur akan aman dari serangan. dari semua pe njelasan tentang keindahan yang perlu mereka lihat sebenarnya tidak bagus. Ia nyaris tidak men¬duga bisa pulang membawa kemenangan besar seperti ini. bertemu Kaede dan putranya.

kuda-kuda berkeringat selagi jalan sem akin menanjak menuju tanah lapang yang masih kelihatan jauh. maka dia akan dihukum. demi Shizuka. Tapi bila memungkinkan. bahwa kehidupan senantiasa bermula dari kematian. Mai. Keri. mati bersama majikan¬nya. "Tapi tidak jelas apakah dia juga mati ditembak. Mereka adalah pertanda pertama bagiku akan kembalinya harapan. menceritakan kalau Ryume. "Bila ada bukti keterlibatannya dalam kematian Taku. dengan formalitas besar." t utur Hiroshi kepada Takeo saat mereka berkuda berdampingan.dari ambisinya dan menerima kenyataan sahnya pemerintahan Takeo. langit tak berawan. "Kau langsung mengenali kalau mereka adalah anak-anak Raku. sampai ke Sand a. Hiroshi yang menungganginya karena kuda itu menjadi terlalu bersemangat da n sulit dikendalikan bila tidak ditunggangi setiap hari." sahu t Takeo." Hari itu cuaca panas. anak Raku." Takeo melakukan perjalanan dengan tandu." Halaman 268 dari 600 . kuda Taku. "Gadis itu. kini Hiroshi menunggang kuda tu a miliknya. "Aku ingat dengan jelas saat pertama kali kita lihat kuda-kuda jantan itu. Sungguh lega Saga sudah pergi dan membuatnya bisa menanggalkan jubah indahnya lalu menun ggang Tenba lagi. maka aku akan membiarkannya tetap hidup.

Bulan purnama di bulan ke¬enam sudah berubah . Tentu saja. dan ikatan di antara mereka berdua semakin kuat. kuda itu mengibask an kepala dan berputar ke arah mereka datang. tapi tidak membawa hujan yang diharapkan. namun tepat saat Hiroshi bicara. "Kau terlalu cepat bicara." ujar Takeo. "Dia merindukan kirin. halilintar berge-muruh dan petir ber kilatan di langit tiap malam. kini tidak bisa ditangani dengan kekerasan. "Sempat terpikir olehku." ujar Hiroshi." "Dia akan menjadi liar dan tidak bisa dikendalikan di Miyako. Kuda¬kuda semakin kurus. sering¬kali saat terbangun di malam hari Takeo melih at dia sedang duduk tanpa ber-gerak: bermeditasi atau berdoa. tapi aku tidak ingin berpisah dengannya." ujar Hiroshi pelan." Hiroshi melirik k e arah Shigeko. tapi tetap tidak turun hujan. yang sedari tadi berkuda di akhir arak-arakan bersama Gemba. . "Dia masih menjadi tantangan: kau takkan bisa mengabaikannya. Tenba dijinakkan dengan kelembutan." Shigeko. tapi ternyata hasilnya baik-baik saja. Takeo takut kalau mereka harus melewati jalur peg unungan paling tinggi dalam keadaan hujan. Sewaktu bulan baru di bulan ketujuh muncul di ufuk timur. seraya mengarahkan kuda itu kembali dala m kendalinya dan memaksanya agar bergerak ke depan lagi. pengurus kuda khawatfr' mereka makan pasir atau cacingan." Tenba berderap cukup tenang." 'Tenba menantang untuk dijinakkan. dan membelokkan pelana untuk memandang ke arah belakangnya. datang men g hampiri mereka. Satu atau dua kali ia bermimpi. tapi Takeo menikmati tantangan untuk membujuk Tenba agar te nang. kurasa mereka makin berkembang. Kukira aku tak akan memiliki kuda seperti Shun lagi. "Mungkin sebaiknya kita tinggalkan saja dia bersama kirin. Lalat penghisap darah mengganggu manusia dan hewan di malam hari." ujar Shigeko." ujat Takeo." ujar Hiroshi pelan. di bawa h bimbingan tangan ahlimu. dan lega karena hawa panas makin menyengat. "Untungnya kuda Otori tidak menunjuk¬kan tanda-tanda kematian."Aku merindukan Ryume hampir sebesar rinduku pada Taku. ku merindukan Ryume hampir sebesar rinduku pada Taku. "Sesuatu membuatnya kesal." Tenba terus gelisah. seraya meringkik keras. tapi mesti kuakui aku sangat senang dengan Tenba. Gemba menjadi sangat pendiam.

seperti biasa. diperintahkannya a gar kecepatan perjalanan ditingkatkan: mereka bangun sebelum matahari terbit dan berkuda di ba wah cahaya bulan. Sakai Masaki yang berjalan lebih dulu untuk mengintai. Mimpi-mimpi Takeo menggam barkan benang putus dan peti mati kosong. burung¬burung baru mulai berkicau. dengan pohon cedar dan pinus di lereng yang lebih tinggi. mereka sudah tak jauh dari Jal ur Rajawali: kurang dari sehari perjalanan. Hutan semakin lebat di sekitar jalur itu. lebih sakit dari ya ng pernah dirasakannya. kini terasa lagi. cermin tanpa bayangan. dan ia merasakan itu dalam aliran darah dan t ulangnya. Sebelum bulan mencapai seperempat bagian pertama. Takeo tidur sedikit. melakukan hal yang sama. Rasa sakitnya yang berkurang selama perjalanan. lalu melihat kirin. melaporkan. Gemba pernah berkata. Halaman 269 dari 600 . Matanya ter¬b uka. nun jauh di Terayama.atau membayangkan Makoto. "Lord Otori!" Saat itu matahari baru akan terbit. manusia tanpa bayangan . air melimpah karen a ada mata air. dan terbangun dengan seruan salah satu pengawal. mengira masih bermimpi: ia melihat sekilas. pohon ek serta hornbeam. Ada yang tidak beres. Dengan desakan yang hanya setengah dipahaminya. Mereka berkemah di bawah pepohonan. pertama ke barisan kuda. tapi makanan yang mereka bawa menipis.

tubuhnya terasa kaku dan pegal. kepalanya dekat dengan kuda-kuda. me mastikan agar kirin senang. bagian belakang k aki kirinya tidak apa-apa. Seharusnya kita tinggal lebih lama. kakinya meregang keluar." tutur Gemba. "Ya. "Apa artinya ini?" tanya Takeo dengan gempar. serta menjilati tangan Hiroshi dengan lidah abu-abu panjangnya. Pemuda itu pergi ke mata air." lanjutnya dengan suara pelan. Seruannya membangunkan yang lain. Ayah. "Itulah yang kutakut¬kan. dan seketika itu juga kirin dikerumuni. mengisi ember dengan air dan membiarkan kirin minum. kirin memang disambut sebagai pertanda restu dari Surga." sahuinya. tanda putihnya berkilau menakutkan ditimpa cah aya keabuabuan. Kulitnya tergores di mana-mana.Hewan itu berdiri di samping Tenba. "Apa artinya ini?" tanya Takeo pada Gemba setelah hewan itu diberi makan dan per intah dikeluarkan agar perjalanan segera dilanjutkan." sahut Hiroshi setuju. seolah hewan itu berjuang melepaskan diri. "Haruskah kita meneruskan perjalanan dengan membawa kirin? Atau haruskah kita mengirim semacam ganti rugi ke Miyako?" Sejenak Takeo berhent i bicara. biarkan aku yang mengembalikannya. Takeo berdiri. Hewan itu menunjukkan semua tanda gembira karena berada di antara mereka: menggosokkan hidungnya pada Shigeko. kita tak bisa menyerahkannya pada Kaisar dalam kondisiseperti ini. leher panjangnya membungkuk. kakinya meregan g keluar. Tenba meringkik pelan melihatnya." "Dia takkan sanggup bertahan dalam perjalanan. dan di lehernya ada bekas luka gesekan tali. Hiroshi yang tidur tidak jauh dar inya sudah lebih dulu berdiri. Dibayangkannya hewan itu lari meli ntasi daerah yang tidak dikenalnya. langkah panjangnya yang canggung. lututnya berdarah. Kulitnya mengkerut dan gemetar tapi tetap berdiri tenang. "Kirin kembali?" pekiknya. "Kaisar pasti merasa ter hina karena hewan ini kabur. "Kin . kemudian mulai membasuh dar ah kering di badannya. menatap putrinya selagi menenangkan dan membelai kirin." "Sudah terlambat. kepalanya dekat dengan kuda-kuda. "Bagaimana hewan ini bisa kabur? Apakah mereka melepasnya?" Shigeko menjawab. ketakutan dalam kesendiriann ya. "Lihatlah. leher panjangnya membungkuk. tanda putihnya berkilau menakutkan ditimpa cah aya keabuewan itu berdiri di samping Tenba.

Tidakkah ka u tahu yang satu ini?" "Segala sesuatu ada sebab dan akibat." Halaman 270 dari 600 . Sudah kuk atakan sebelumnya bahwa ada yang tidak beres. Aku berusaha mempertahankan keseimbangann ya. dengan cara yang sama Shigeko menepuk kirin.i hewan itu menunjukkan kalau dia lebih memilihmu ketimbang Paduka Yang Mulia. "Maaf." "Apa yang harus kulakukan?" "Bersiap untuk berperang. kurasa. "Peristiwa keji seperti kematian Taku telah melepaskan semua rangka ian peristiwa: ini pasti salah satunya." sahut Gemba tenang. penyerahan Jato. Yan g kutahu hanyalah sesuatu yang menahan jaring yang rapuh telah terputus." Takeo menatapnya. Pasti akan di anggap sebagai peng-hinaan yang luar biasa. Mustahil bisa diramalkan atau mencegah semuanya. Aku bukan penyihir atau dukun. "Apakah telah terjadi ses uatu pada kedua putriku?" Dihelanya napas dalam-dalam." "Kau tahu segalanya hasil pertandingan. bila kau pikir itu lebih baik. namun keseimbangannya terputus. tidak sanggup memahami kata-katanya. "Atau mencabut nyawamu se ndiri." Diulurkan tangannya dan me¬nepuk bahu Takeo. "Istriku?" "Aku tak bisa mengatakan rincian semacam itu." sahut Gemba. kemenanganku.

" "Kurasa tidak ada yang perlu dibicarakan saat ini. Ia percaya tak ada sat u hal pun yang bisa memperbaiki posisinya sekarang ini. Kami akan berada di seberang perbatasan pada tengah hari nanti." "Lord Kono. rasa suka kirin yang tidak terkendali pada kawannya ketimbang dengan orang asing." Tanpa menunggu jawaban. Ternyata itu salah satu kuda Maruyama pemberian Shigeko kepada Lord Saga. perhatian ku pada Anda tulus dari lubuk hatiku." ujarnya. Kami baru saja hendak melanjutkan perjalanan." Kegelisahannya telah berubah men¬jadi kemarahan. dan pada saat itu pula. laki-laki itu kelihatan kuat dan trampil. "Lord Otori. Kini dilihatnya k alau semua upayanya akan hancur oleh kejadian yang tak ber¬aturan. Kono melompat turun dari punggung kudanya. Mari. "Ada yang berkuda ke arah kita. "Bisakah diperbaiki?" Gemba tidak menjawab. aku tahu Anda meng¬anggapku sebagai musuh. Takeo bisa merasakan kemarahannya memuncak di balik matanya. seperti saat pertandingan. Penampilannya yang tidak ber tenaga sirna sudah. beri aku waktu untuk menyampaikan pesan Lord Saga . Selama b erbulanbulan ia telah berusaha keras untuk bersabar dan mengendalikan diri. dan pe nunggangnya adalah Lord Kono.Mulut Takeo terasa kering karena rasa takut. aku senang berhasil menyusul Anda." desak Kono. "Bisakah diperbaiki?" lut Takeo ter asa kering karena rasa takut. Hiroshi berlari ke depan untuk mengambil tali kekang sewaktu bangsawan itu meng¬he ntikan kudanya. Tak lama kemudian kuda-kuda dalam barisan menaik-kan kepala dan meringkik. dan kuda yang tengah berjalan menghampi ri meringkik balik selagi berjalan dengan santai di sekitar kelokan jalur dan mulai kelihatan . "Kurasa aku tak bisa menawarkan banyak untuk menyegark an diri. "Lord Otori. tapi percayalah. Kono berjalan menjauh menuju pohon cedar yang sudah tumb ang hingga . di atas hiruk pikuk persiapan." balas Takeo. Tak eo mendengar derap langkah kuda dari kejauhan. "Aku harus meminta Anda menunda perjalanan." Takeo tidak peduli jika si bangsawan tersinggung. "Mari bicara berdua saja.

Kerabat Kaisar itu duduk dan memberi isyarat agar Takeo bergabung dengannya. Lord Saga berada hampir tid ak sampai sehari menunggang kuda di belakangku. Tetap saja. Pasukan Anda kalah banyak dengannya. "Ijinkan aku ceritakan apa yang terjadi. bahwa ternyata Lord Otori-lah yang didukung Surga. Aku diperintahkan menyampai¬kan bahwa bila An da Halaman 271 dari 600 . dan akhirnya dia berhasil lolos. Kami mengejarnya. Kaisar cukup gembira dengan hadiah-hadiah pemberian Anda." Kono berhenti sejenak. dan segera berbalik arah. Kaisar mengunjungi¬nya setiap hari." ujar Takeo. Kemenangan dari kunjungan Anda agak mer edup dengan kepergian Anda yang lebih awal. "Tentu saja.seolah menyediakan tempat duduk yang alami. Tadinya Kaisar berharap bisa lebih mengenal Anda A nda membuat Kaisar ter¬kesan. dan tidak mau makan selama tiga hari. Kaisar kemudian khawatir melihat kirin yang kian gelisah setelah kepe rgian Anda. tapi tentu saja. tapi hewan itu ketakutan. semua upaya kami untuk me nangkapnya gagal. pasukan khususnya senantiasa siaga. Kemudian dia kabur. peng¬hinaan ini tak bisa diabaikan. terutama hewan ini. ber¬lukiskan warna keemasan. bukannya Kaisar dan Lord Saga. bahwa restu Surga berpindah. "Kuberi waktu sampai matahari menyinari puncak gunung. dan mereka sudah siap untuk kemungki nan semacam ini. Tepian pegunungan tam pak hitam pekat ber¬lawanan dengan langit yang berkilauan. Suasana ibukota berubah dari gembira bah wa Kaisar direstui Surga menjadi ejekan. Kekuatan telah di himpun. Takeo melihat sekilas ke timur. Aku bertem u Lord Saga saat beliau meninggalkan Sanda.

" sahutnya. dan m erebut Tiga Negara dengan paksa. dan agak melawan. tapi menyesali keputusan Anda." idak kembali bersamaku dan meminta maaf pada Kaisar: maka Anda harus bunuh diri ak u khawatir pilihan untuk mengasingkan diri sudah tidak ada lagi Saga akan memburu Anda. sesuatu untuk melampiaskan kemarahannya." "Aku tidak bisa mengatakan kalau aku terkejut. dan tanpa membungkuk hormat berjalan ke arah kudanya. Kau telah menghina dan menipuk u. "Anda harus tahu betapa aku mengagumi Anda." Takeo memotong perkataannya.. ingin . Kau ular bermuka dua yang hebat. mestinya kau menantangku secara langsung. Kono menghentakkan kaki di bagian samping kuda itu. "Saat itu tipuan dan ilmu sihir takkan bisa menyelamatkan Anda!" Kono berdiri. yang Lord Saga harap bisa dinikahinya. "Kau sering menyanjungku. Anda dan keluarga Anda akan dihukum mati kecuali Lady Maruya ma.tidak kembali bersamaku dan meminta maaf pada Kaisar: maka Anda harus bunuh diri a ku khawatir pilihan untuk mengasingkan diri sudah tidak ada lagi Saga akan memburu Anda. Ia berharap melakukannya sendi ri. ketimbang diam-diam bersekongkol dengan Lord Arai. Kuda itu enggan mening¬galkan kawan-kawannya. dan m erebut Tiga Negara dengan paksa. tapi kurasa kau berniat j ahat padaku dan berusaha melemah¬kan diriku. "Biarkan dia mengejarku: dia akan kaget atas y ang akan menantinya. melemparkan b angsawan itu yang terjatuh dengan memalukan ke tanah. Jika kau memang memiliki kehormatan atau keberanian sejati . tidak berusaha mengendalikan amarahnya. yang Lord Saga harap bisa dinikahinya. Mungkin kau merasa dengan cara tertentu akan dapat me mbalaskan dendam atas kematian ayahmu. dan Takeo tahu semu a orang berharap ia memberi perintah untuk membunuh Kono. Keadaan menjadi sunyi. "Kita akan berjumpa dalam per¬tempuran." Wajah Kono yang sudah pucat makin pucat. bawahanku dan adik iparku. melompat ke atas punggungnya lalu menarik tali kekang dengan kasar untuk memalingkan kepala kudan ya." "Bukankah sejak awal dia telah meren¬canakan akan seperti ini jadinya?" sahut Take o. Anda dan keluarga Anda akan dihukum mati kecuali Lady Maruya ma." u jar Kono... kuda itu bereaksi dengan melompat dan menendang. Dua pengawal terdekat menarik pedang.

"Ayah bisa menye¬lamatkanmu dan kirin hanya dengan cara menye rahkan diri pada Lord Saga. Kemudian muncul masalah apa yang harus dilakukan dengan kuda beban. "Hiroshi. Tapi sesuatu mencegahnya untuk melakukan i tu." sahut Takeo. Takeo ber paling ke arah Hiroshi dan berkata. Ayah akan bunuh diri.menghukum orang yang berada di bawah kakinya atas semua penghinaan. serta mengingkari semua janjinya pada kita. kau akan menikah dengannya. Para pengawal menurunkan pedang lalu menya¬rungkannya kembali. dan menyuruhnya berjalan di depan bersama Gemba." "Kita tidak bisa lakukan itu. Kita harus berhasil menyeberangi jalur sempit secepat mungkin." "Ayah." sahut Shigeko tanpa ragu. Besok mungkin ia akan melihat putrinya be rtarung mempertahankan diri. lalu berpaling agar tak lebih mempermalukan bangsawan itu. "Shigeko. "Kirim Sakai pergi untuk memberitahu Kahei dan perintahkan dia bersiap untuk berperang." sahutnya. "Dia kelelahan. dan melihat wajah putrinya tercengang." "Maka tunggangilah Tenba. Takeo mengambil kuda Shigeko." Sebagai gantinya. bagaimana dengan kirin?" tanya Shigeko." ujarnya. seraya berpikir kalau putrinya akan lebih aman di sana ketimbang berada di belakang. ambil kuda Lord Kono dan bantu dia. rencana jaha t dan pengkhianatan yang mengepung dirinya. "Mereka berdua akan saling memberi seman gat. Akan kupastikan kirin tidak tertingg al." "Hewan itu harus bisa mengikuti kita bila tidak maka lebih baik dibunuh sekarang juga. namun putrinya itu belum pernah membunuh satu makhluk hidup pun. "Saga telah menipu dan mengancam kita. Ashige." tuturnya. Saat didengarnya derap langkah kaki makin menjauh menyusuri jalan itu. Dia takkan sanggu p mengikuti kita. dan kita masih bisa menghindari pe-perangan. da n hadiahhadiah mewah dari Kaisar dan Lord Saga yang mereka bawa. Halaman 272 dari 600 . Takeo sadar.

cermin perunggu dan mangk uk berpernis. "Begitulah cara manusia me nghadapi dunia. "Meski aku tidak percaya dewa mana pun bisa menolong kita saat ini. sedang mengejar kita." "Kini kirin sudah menjadi perlambang. Mereka mengibarkan pan ji-panji merah." sahut Hiroshi. "Aku memanjat pohon dan melihat ke belakang ke arah Timur. bersenjatakan panah dan senjata api." "Ya. Baju z irah itu berat dan tidak praktis." "Butuh berapa lama hingga dia bisa sampai di sana?" tanya Takeo. "Dengan teropong aku melihat pasukan Saga dari kejauhan. akan kututup semua rute yang bisa kau lalui sebelum kau meninggalk an ibukota. bahkan baju zirah berhias indah pemberian Lord Saga. Ia berpikir betapa Kaede sangat senang atas itu semua." "Kini bukan saatnya untuk bicara filsafat! Sebaiknya kita bicarakan tentang renc ana pertempuran. dan ketakutan mereka dipastikan tak lama kemudian saat Sakai kembali melaporkan bahwa jalur telah dipenuhi pasukan Saga yang bersembunyi di s ela bebatuan dan pepohonan. Tandu pun ditinggalkannya. Aku suruh Kitayama mengitari tempat itu bila orang lain bisa melewatinya. . dan Takeo lebih suka baju zirah miliknya yang diurus oleh Kahei.Kuda-kuda itu tidak bisa mengimbangi jalan kuda lainnya merasa kalau Kaisar sudah terlanjur tersinggung dan tak bisa uda-kuda itu tidak bisa mengimbangi jalan kuda lainnya merasa kalau Kaisar sudah t erlanjur tersinggung dan tak bisa ditebus dengan apa pun. Hewan itu kabur karena merindukan kawannya." aku Takeo." "Itu juga terpikir olehku. Takeo menyesali kehilangan benda¬benda indah itu: jubah sutra." tutur Sakai. Takeo memerintahkan agar bal-bal dan keranjang ditinggalkan di dekat kuil batu kecil d i tepi mata air. Apa artinya restu dari Surga? Kita tahu kalau kirin hanyalah hewan biasa. Tapi apakah kini perbatasan itu tidak dij aga? Andai aku menjadi Saga. dan pasukan pertahanan Saga di perbatasan pasti juga sudah melihatnya. bukan makhluk dalam dongeng. tapi tidak melihat ada ja lan keluar lain. selagi mereka berkuda menjauh. aku sudah memikirkannya sejak kita melewati jalan ini: perbatasan di depan kita dapat digunakan untuk bertahan meng¬hadapi pasukan Saga." tuturnya pada Hiroshi. maka dia juga bisa melewati¬n ya tapi dia harus mendaki gunung dan turun di sisi gunung yang satunya lagi sebelum mencapai tempat Lord Miyoshi. "Semua benda itu adalah sesaji untuk dewa gunung.

" sahut Hiro shi." "Ayah takkan pergi sendirian." ujar Hiroshi." "Baiklah." "Ada berapa banyak pasukan di perbatasan?" "Lima puluh sampai seratus orang. "Ayah hendak memancing musuh kel uar dari persembunyian. "Satu-satunya harapan kita adalah meng¬giring mereka ke lahan terbuka. pasukan kita kurang lebih sebanding dengan jumlah pasukan musuh. Ia la lu menyusul Shigeko dan Gemba. kemudian menyuruh Sakai pergi lebih dulu bersama pengawal lainnya untuk ber¬henti tepat di depan perbatasan lalu bersembunyi." "Terlambat untuk memberi kejutan: tapi bisakah kita mengecoh dengan mengitari me reka?" tanya Takeo." ujarnya. Kami tak sempat menghitungnya. kan?" tanya Shigeko. Halaman 273 dari 600 . "Saat itulah kita bisa menembak mereka satu demi satu Anda dan Lady Shigeko harus berkuda denga n kecepatan penuh sementara kami melindungi kalian." Takeo terdiam merenung selama beberapa saat. "Ayah harus meminta kuda itu kembali. sewaktu turun dari punggung T enba lalu mengambil tali kekang Ashige dari tangan ayahnya."Beruntung bila dia bisa sampai sebelum malam. "Tapi mereka memiliki semua keuntungan dari tanah datar.

Dilihatnya tatapan ragu putrinya yang kemudian dengan cepat dikendalikannya. Ia telah memerintahkan bahwa dia harus pergi sendiri. Saat itu kira-kira tengah hari dan cuaca sangat panas." sahutnya. Takeo menyadari ada seseorang yang berjalan kaki mengikutinya. "Jangan khawatir." Takeo mengambil pedang itu dari putrinya dengan rasa terima kasih." Takeo jarang memperlihatkan kemampu¬an Tribe-nya pada Shigeko. Takeo meraih tali kekang Tenba den gan tangan kiri. Takeo mengikatkan tali sutra kirin ke tali leher Tenba dan sebelum menaiki kuda." "Kami akan berusaha melumpuhkan mereka ketimbang membunuh mereka. hingga terlalu berat bagi Shigeko untuk membawan ya. dan kini pun ia tak ingin menjelaskannya." Ayah akan pergi bersama Tenba dan kirin. Ada bingkai k husus yang sengaja dibuat pada pedang itu. "Mungkin aku bisa membantu." ujarnya." "Ayah harus ambil Jato kembali. Ayah jangan pergi tanpa membawanya." sahutnya sera ya melirik ke arah Gemba yang duduk diam tanpa ekspresi di punggung kuda hitamnya. "Ini akan menjadi pertempuran yang sebenarnya. atau bahkan membica rakannya. Tapi kau harus me nyiapkan panahmu dan bersiap untuk menembak mati." "Kau bersenjata?" . "Tapi takkan ada y ang melihat Ayah. lalu memalingkan pelananya untuk memerintahkan siapa pun itu agar kembali ke pasukan. berdoa dalam hati bagi keselamatan put rinya. pedang itu sudah di punggung Tenba. tepat di depan pelana. "Ijinkan aku pergi bersama Anda. "Mungkin kelak kau tak punya pilihan. bukan perlombaan. mendongak sesaat dan melihat awan tebal yang mengandung kilat menumpuk di arah B arat. Tenba mengibaskan kepala menghalau kerumunan serangga kecil yang meng¬gigitinya. "Tapi takkan ada yang melih at Ayah. dipeluknya Shigeko." tutur Takeo. Sewaktu menunggang kuda menjauh dari pasukan bersama kirin. gadis Muto. adik Sada. "Tak ada yang bisa menyakiti Ayah." sahutnya." ujarnya. Takeo berhenti sejenak lalu gadis itu berjalan menghampiri ke samping kuda. "Lord Otori!" Ternyata itu Mai."Ayah akan pergi bersama Tenba dan kirin. ingin putrinya siap untuk peperangan yang haus darah. Pedang itu masih disarungi denga n kain upacaranya dan kelihatan luar biasa. Tenb a mengayunkan kepala ke arah gadis itu.

makin ba gus. Matahari masih tinggi di langit. Mereka pasti terbuai dengan kecerobohannya sendiri. Apakah Anda bermaksud memaksa musuh menampakkan d iri agar para pangawal bisa menyerang mereka?" "Mereka akan melihat seekor kuda perang dan kirin berjalan sendiri." Mai tersenyum tipis. "Aku juga punya pisau lempar. Kuharap kein gintahuan dan keserakahan akan meng¬giring mereka menghampirinya. "Terima kasih. Lord Otori berencana meng¬gunakan kemampuan menghilang?" Takeo mengangguk. da n garotte. tuan. jalannya ag ak menanjak dan melebar. dan bayangHalaman 274 dari 600 . Jangan menyerang dulu sampai m ereka berada di daratan terbuka dan Sugita memerintahkan tembakan pertama. pikir¬nya dengan perasaan sedih saat didesaknya Tenba agar berjalan lagi. "Aku juga bisa menggunakannya. lalu membiarkan kemampuan menghilang menyelimuti diri¬nya. Jalanan itu makin curam dan berbatu. Makin mereka kebingungan." Kini aku yang memulai peperangan.Mai menarik sebilah belati dari balik jubahnya. Setiap nyawa yang kuhabisi akan mem¬bala skan dendam kakakku. tapi sudah mulai tenggelam di ufuk bar at. tapi tepat di depan perbatasan. Berlindung di sisi mana pun yang kelihatannya hanya ada sedikit musuh. dan bunuh musuh sebanyak-banyaknya semampumu.

Dikejauhan Takeo mendengar desingan layang-layang dan kepakan sayap burung. dengan leher panjang serta kulit yang bercorak aneh. tinggi dan asing. Terdengar olehnya desingan sebatang anak panah: Tenba juga mendengarnya dan terk ejut. Di kedua sisi jajaran pegunungan. kirin berjalan dengan tenang dan a nggun seperti ayang mulai memanjang. ijinkan aku mati oleh pedang. dan terdengar g emuruh halilintar yang membuat Tenba mengibaskan kepala dan gemetar. Petir berkilatan di kejauhan. muncul dari hutan lebat . pedang di samping pelana. Sesaat darahnya membeku. helaan busur. muncul dari hutan leba t. Dibiarkannya tali kekang kuda meng gantung dan mengangkat kakinya dari sanggurdi agar tidak kelihatan ada penunggangnya. kini berselimut awan. ter¬bentang Tiga Negara. gemerisik pelan orang berpindah tempat. Ia tak ingat pernah menggunakan kemampuan menghilang saat menunggang kuda. Takeo tidak takut mati. Tak ingin terjatuh seperti Kono atau pun kehilangan kemampuan meng¬hi langnya karena . dan bahkan lebih mengancam lagi. ia sudah sering bersentuhan den gan kematian hingga tidak membuatnya takut. terlebih lagi. bunyi ketukan senjata api yang tengah diisi bubuk mesiu. kirin berjalan dengan tenang dan a nggun seperti biasa. Ia ing in tahu apa yang ada dalam pikiran prajurit yang tengah me¬mandangi kuda dan kirin berjalan melewat i lembah.bayang mulai memanjang. Saat memasuki lembah. d engan surai dan ekor berkilau sama terangnya dengan pelana. Petir berkilatan di kejauhan. Bila aku harus mati. ia berdoa saat halilintar bergemuruh lagi. ia sudah yakin kalau tak seorang p un yang bisa membunuhnya sampai putranya sanggup melakukannya. Di kedua sisi jajaran pegunungan. serta kirin. ter¬bentang Tiga Negara. kini berselimut awan. keri at-keriut pepohonan tua. pada peluru yang bisa membunuh dari jauh. dan gemericik air. ia me mbiasakan diri untuk memisah kan ketrampilan ksatria dari kemampuan Tribe. dan terdengar g emuruh halilintar yang membuat Tenba mengibaskan kepala dan gemetar. Takeo berusaha menjaga keseimbangan tubuhnya selagi gerakan mendadak itu menarik tubuh nya ke kanan dan ke kiri. terdengar oleh¬nya suara b erbisik. Apakah pemandangan itu mimpi. bila aku mati akibat senjata api. maka itu hanya untuk keadilan . karena akulah yang mengenalkan serta mengembangkan benda itu. bijih besi yang ma mpu mengoyak daging dan tulang. atau legenda yang menjadi kenyataan? Kuda hitam. tapi kini rasa takut yang nyar is tak disadarinya muncul.

dari sebelah utara lembah. bersyukur atas reaksi kuda itu seperti yang diharap¬kannya. memaksanya maju. panik karena mereka seperti sekawanan serigala. Anak pan ah itu tidak dibidik langsung ke arah hewan hewan itu. Terdengar teriakan di sebelah kanannya. Takeo m erasakan tanah mulai curam: mereka telah melewati titik tertinggi lembah. Hal ini membuat lebih banyak lagi pasukan bermunculan dan berlarian lebih cepat. hanya sekadar menguji reaksi alami mereka. mereka berlomba-lomba menjadi orang pertam a yang memegang tali kekang kuda perang itu untuk menyatakan menjadi milik¬nya. Anak panah itu berjatuhan ke tanah sejauh beberapa langkah di depannya. Takeo membiarkan Tenba ber gerak dengan cepat dan ringan. dan mempercepat langkahnya sampai akhirnya melangkah santai dan pelan lagi. Tenba mendengus. bisa dilihatnya tanah datar di bawahnya tempat pasukan Kahei menunggu. Kirin pun mengik uti dengan patuh. Anggota pasukan mulai menampakkan diri satu demi satu. Mereka tidak bersenjata a mudah untuk mengepung dan lebih leluasa: mereka berharap bisa menyergap cepat. Di depan. dari arah se latan. r mereka bersenjatakan busur panah. bermunculan ersembunyian mereka lalu berlarian ke permukaan lembah. berusaha menghalangi agar kedua hewan itu jangan ke ujung lembah. Kini teriakan terdengar di mana-mana. Tenba menegak¬k an telinga dan memutamya ke arah suara tadi. Satu orang lagi menjawab teriakannya. Kemudian ia menekan kedua kaki agak di samping perut kuda itu. tapi mereka mengesampingkan dari tempat p berat sehingg Sebagian besa senjata ini. dan beberapa senjata api.kurang konsentrasi. Dipelankan napasnya dan membiarkan tubuhnya mengikuti geraka n kuda seakan mereka adalah satu makhluk. Langkah Tenba mulai berderap dan kirin mulai berlari dengan lompatan naik turun di sebel ahnya. lima atau Halaman 275 dari 600 .

seolah bergerak atas kehen daknya sendiri. l angkah panjang kirin membuatnya seperti melayang di atas tanah. Baik Tenba maupun kirin berada tepat di luar ja ngkauan. anak panah menembus dad anya. atau kemahiran para pemanahnya memang luar biasa. Takeo meraba¬raba s anggurdi. karena tak satu pun mengenai kedua hewan itu. Kirin berla ri dengan canggung ke depan sementara Tenba. Dilupakannya usia dan cacat tangannya. meliuk bak kuda jantan tengah menggiring kuda betina. Di belakangnya terdengar dentuman langkah kuda selagi pasukannya Hiroshi ber¬hamburan memasuki lembah. Ia mem biarkan dirinya terlihat di waktu yang sama ketika mengayunkan pedang ke kiri. Desingan mengerikan anak panah me¬menuhi udara. Takeo mendengar sebatang anak p anah berdesing melewati dirinya. bersiap menggigit. Ia menghempaskan berat badannya ke belakang saat berusaha mel ambatkan gerakan Tenba. Di belakangnya terdengar dentuman langkah kuda selagi pasukannya Hiroshi ber¬hamburan memasuki lembah. memasukkan kakinya. l angkah panjang kirin membuatnya seperti melayang di atas tanah.enam orang pasukan berkuda muncul dari celah antara tebing yang curam. mungkin mengingat untuk apa dia dilahirkan. pedang terhunus di tangan. bak kepakan sayap. menghantam prajur it berkuda hingga jatuh dari pelana. anak panah menembus dad anya. menyeringai. sebilah pisau berbentuk bintang m enancap di matanya. dan melihat prajurit pertama terjatuh. menguatkan diri lalu menarik Jato dengan tangan kiri. Ia menyadari Hiroshi yang datang bergabung dengannya. Kuda tunggangan Hiroshi ya ng berkulit abuabu . Satu prajurit segera tumbang. Tenba ber derap. meliuk bak kuda jantan tengah menggiring kuda betina. orang pasukan berkuda muncul dari celah antara tebing yang curam. Takeo mendengar sebatang anak p anah berdesing melewati dirinya. lalu ia menebas tali yang mengikat kirin ke kuda itu. Tenba berderap . Pasukan berkuda muncul di depannya. Terlambat. melambatkan l angkah dan berputar untuk menghadapi prajurit berkuda lain yang kini mengepung Takeo. pasukan itu menyadari kalau itu jebakan dan mulai berlarian kembali u ntuk berlindung di antara bebatuan. dan melihat prajurit pertama terjatuh. membuat mereka yang berada di belakangnya cukup lama merasa ragu untuk lari ke luncuran anak panah selanjutnya. bersiap menggigit. menyeringai. Jato melompat seperti yang biasa dilakukannya. tangan kiri mengambil alih peran tangan k anannya yang cacat.

Kita akan bergabung dengan Kahei malam ini. pikir Takeo saat mengembalikan Jato ke sarung d an akal warasnya mulai kembali. "Jan gan tinggalkan satu orang pun." Tadi hanyalah pertempuran kecil. "Kumpulkan prajurit kita yang terluka dan tewas. sambil mengatur napas." perintahnya pada Hiroshi. Takeo bersedih bagi mereka yang tewas. Jangan ditunda." teriak Mai balik. Lima orang tewas. Be tapa ia sangat merindukan Kaede: istrinya memenuhi pikirannya saat mengamati lembah untuk melih at prajurit nya yang selamat dan mengumpulkan sisa¬sisanya. kesemuanya telah ia kenal selama Halaman 276 dari 600 ." Dapat dirasakannya debar jantung Mai berpacu cepat menempel di punggungnya. "Tidak. Shigeko aman. setidaknya untuk hari ini. "Mai! Mai!" Dilihatnya kedipan sosok dengan kemampuan menghilang di sisi utara. mem¬belokkan Keri. dan prajurit pejalan kaki juga kabur. mencari perlin¬dungan di sela bebatuan dan pepohonan. mung kin enam orang terluka. sepertinya. Kita sudah berada di Tiga Negara. "Kau terluka?" serunya sambil menengok ke belakang. Per¬tempuran besar akan terjadi nanti. Takeo mengulurkan tangan lalu menga yunkan gadis itu naik di belakangnya. "Apakah kita akan kejar mereka?" scru Hiroshi. "Maju terus. Bentrokan m ereda dan sadar kalau pasukan berkuda musuh yang terakhir tengah ber¬usaha menyelamatkan diri.pucat memerah karena darah." Kemudian Takeo berteriak lantang. "Aku mem¬bunuh tiga orang dan melukai dua orang. arom a keringat Mai mengingatkan Takeo kalau sudah berbulan-bulan sejak ia tidur dengan istrinya." serunya kepada mereka. Lalu sekumpulan prajurit datang mengelilinginya: Shi geko dan Gemba dengan busur ter-sandang di punggung dan pedang di tangan. Saga pasti sudah dekat di belakang. dan tersenyum dalam hati selagi mereka berj alan melewatinya dan mulai berjalan menurun. biarkan mereka pergi. "Jangan. lalu mengara hkan Tenba menghampiri saat gadis itu menampakkan diri.

dengan berita tentang situasi Negara Tengah dan wilayah Barat. akan kita biarkan terbuka. lalu entah di hari yang sama atau keesokan harinya mereka akan be rtemu dalam per¬tempuran. hatinya terasa pedih melihat pen deritaan putrinya. Kita haras mengalahkannya dengan telak dan membawa kembali pasukan ke wilayah Barat untuk menghadapi Zenko. rtahun¬tahun." Hal itu membuat Takeo lebih tertekan lagi. Pasukan Saga yang tewas ditinggalkannya di lembah . ia pergi bersama jurutulis itu ke tenda Kahei. bukan menentang Saga atau Kaisar. karena ia mengharapkan surat dari ist rinya. Saga akan berad a di tempat ini esok hari. tempat dice ritakannya semua yang telah terjadi pada sang komandan. dan entah bagaimana terlihat agak kurus. Dan dia harus kelihatan seperti penyerang." "Kita akan segera kirim pasukan untuk mempertahankannya. Wajah putrinya pucat. Kau sudah mendengar tentang kematian Taku?" "Aku sudah mendengar desas-desus. tidak bersusah payah menebas kepala mereka atau mengurus yang terluka. "Dia harus melewati jalur sempit itu. begitu pula dengan kabar tentang kesehatannya juga si . ke hilangan semangat dan kebingungan. tidak bersusah payah menebas kepala mereka atau mengurus yang terluka. tapi kami tidak ada kabar resmi dari Hagi. Hiroshi membawa kuda ke dalam barisan. Kita tidak bisa tinggal di sini dan me nahannya dengan tidak jelas. Saga akan berad a di tempat ini esok hari." tutur Takeo. tempat Takeo bisa melihat putrinya bersama kirin." sera Kahei. "Setidaknya kita tahu Saga tak bisa datang lewat jalan lain. Kita sedang memperta hankan Tiga Negara. serta membicarakan rencana untuk keesokan hari nya." "T idak ada kabar dari istriku?" "Tidak ada kabar sejak bulan ketiga. L ega melihat Minoru tidak terluka.bertahun¬tahun. lalu entah di hari yang sama atau keesokan harinya mereka akan be rtemu dalam per¬tempuran. dan bertekad memakamkan mereka dengan penghormatan yang tinggi di ka mpung halaman mereka di Tiga Negara. Kita harap Saga mengira kita sedang kabur. "Tidak. Pasukan Saga yang tewas ditinggalkannya di lembah . Mungkin saat itu Kaede memang belum mendengar kabar itu. dan bertekad memakamkan mereka dengan penghormatan yang tinggi di kampung halaman mereka di Tiga Negara. dan dia juga tidak menyebutkan tentang beri ta duka ini. Suasana hatinya murung saat memberi salam pada Kahei di tanah lapang di bawah.

dengan kegiatan fisik." Kahei sudah mengatur pasukan dalam formasi tempur: kekuatan utama di sisi barat tanah datar. berusaha membang kitkan semangat dirinya dan juga Kahei. Aku akan berjaga sementara kau dan pen¬dampingmu tid ur. kita harus bersiap menyambut serangan mereka. memikirkan rumah mereka nun jauh di sana da n anak-anak mereka." Takeo berjalan bersamanya di bawah cahaya rembulan untuk menginspeksi posisi." Kedua laki-laki itu terdiam sejenak. "Aku belum mendapat kabar dari istriku." sera Kahei. Bulan putih semakin mendekati purnama. Gemba duduk di bawah sebatang pohon runjung kecil.bayi. begitu pula dengan pasukan pemanah tambahan. "Mari ku tunjukkan pasukan kita. "Baiklah. "Jika terlalu basah untuk menggunakan se njata api. membuang kekhawatirannya dengan cara yang biasa. "Hujan atau tidak. penjaga juga membawakan obor ilalang. " Kau sudah bertempur satu kali hari ini. "Kita menghadapi cuaca buruk. dan bagian samping di se¬panjang tepi utara terlindungi oleh barisan bukit yang menonj ol. nam un awan gelap berarak tidak beraturan. tapi tidak ada kabar dari Negara Tengah. di dekat kolam yang menyediakan air buat mereka: matanya te rpejam." ujarnya. maka kita kehilangan keuntungan terbesar kita. jelas terpisah dari hiruk pikuk kemah di sekitamya. Di sini ditempatkan-nya para prajurit bersenjata api. kami pernah mendapat pesan dari Inuyama." ujar Takeo. dan kilat menyala di langit barat. orang bilang kalau kabar buruk tersebar lebih cepat ketimbang kabar ba ik." Halaman 277 dari 600 ." sahut Kahei. "Mungkin adikmu bisa terus menunda turunnya hujan.

api melahap tubuh Shigeru. Mereka berada di penginapan di Tsuwano. hujan sudah me¬merciki tenda. Ruangan itu meledak terbakar. arena sudah berada di perkemahan sejak bulan kelima. diserahkannya hadiah pertunangan kepada Kaede.. Dilihatnya Kaede saat berusia lima belas tahun. makan sedikit. te rdengar olehnya gemeletak api dan menyadari kalau gerakannya yang tergesa¬gesa menghantam lentera hingga jatuh. Mereka dikelilingi prajurit dari per¬kemahan yang ingin mengetahui tentang pertaru ngan tadi. Dalam mimpinya. kilat menghanguskan per¬kemahan. Kahei mengatur agar ia bisa nyaman: Takeo mandi dengan air dingin. kemudian meregangkan badan di bawah lipa tan sutra tenda.* Setelah Takeo memotong tali pengikat. dan memimpikan Kaede.Karena sudah berada di perkemahan sejak bulan kelima. Dilihatnya lentera berkelap-kelip di antara mereka berdua saat Kaede menatap tangannya lalu menaikkan pandangan ke wajah. halilintar memec ah langit. tanpa goresan bekas luka di leher. Sadar kalau orang dan kuda yang sayang p adanya masih di belakang. dan di saat yang bersam aan meraih tubuh Kaede dan menariknya ke arahnya. hewan itu menunggu dengan kesabaran dan ke¬patuhannya yang biasa. Shigeko dan Gemba menemukannya di sana. Ke nji. berjalan terpincang-pincang. Dia mengatakan bahwa Kahei harus diberitahu lebih dulu. Kaede ditunangkan dengan Shigeru sekaligus t elah menjadi istrinya. la langsung tertidur. namu n kaki¬nya tidak cocok dengan permukaan tanah yang berbatu. namun di depannya nampak sosok manusia dan kuda yang tidak dikenalnya. dan segera saja langkahnya melambat. kemudian meregangkan badan di bawah lipa tan sutra tenda. mengencangkan tali di barisan kuda. Shigeko d iam tanpa bicara saat melepas pelana Ashige. Gemba men gambil rumput kering dan air. tapi Gemba menghalau mereka. Takeo terbangun. rambut tebalnya hitam te rgerai. makan sedikit. la langsung tertidur.. lalu membawanya ke perkemahan. dan memimpikan Kaede. Keributan di belakangnya membuatnya panik. wajahnya masih mulus tanpa kerutan. bau terbakar menyesak¬kan cuping hidungnya. Kahei mengatur agar ia bis a nyaman: Takeo mandi dengan air dingin. kirin terus berlari melintasi lembah. dan bahwa Lord O . Naomi. cahaya terangnya yang mengeri¬kan. dan malam itu adalah malam pertunangan K aede dengan Shigeru. Saat dirasakannya bentuk tubuh Kaede yang amat disayanginya dalam pelukannya.

Hiroshi yang p ertama turun dari kuda dan mengulurkan kedua tangannya untuk mengangkat gadis itu turun dari pungg ung Tenba. Aku hanya akan menikah dengannya. kemudian mencaci dirinya sendiri karena merasa cemburu. dan Tenba di sebelah kirin. Keri. ekspresi kemarahan sisa pertempuran masih tergambar di wajah mereka. membuat figurnya kelihatan maskulin. Tenba mencium bau kirin dan meringkik keras.tori ada di belakang mereka. kejam. Mai. Aku mencintainya. Sesaat ia merasa mereka berdua seperti orang yang berb eda: berlumuran darah. Setelah itu Takeo turun dan menyapa Kahei. Shigeko berharap ia memiliki pendengaran tajam agar tahu apa yang sedang mereka bicarakan. di samping Ashige. Perasaan itu menodai ras a lega karena temyata ayahnya dan Hiroshi tidak terluka. Hiroshi melihat ke arahnya dan Shigeko melihat ekspresi laki-laki yang sangat dikenalnya. Halaman 278 dari 600 . Hiroshi mengucapkan selamat tinggal kepada Mai lalu membawa kedua kuda menuju ba risan kuda. pikir Shigeko. di belak ang ayahnya dan Hiroshi di samping¬nya. tapi kemudian berdiri sebentar untuk berbicara dengan Mai. Ekspresi wajah Mai pun sama. mengikat kuda miliknya. Shigeko melihat ayahnya berkuda me¬masuki perkemahan. Hiroshi mengambil tali kekang kedua k uda itu. Si gadis Muto.

Hiroshi lalu menambahkan." Ia memalingkan wajah. Kau bisa membawa kirin. "Mereka punya makanan. dan sudah lupa peristiwa mengerikan hari ini. tapi biar kusarankan agar Gemba membawa¬mu pergi. Aku tak bisa meninggalkan ayahmu. saat hewan-hewan itu makan dan mi num. setelah kejadian itu." Gemba meninggalkan mereka. juga karena telah bertempur bersama kita hari ini. "Aku tak tahu apakah hari ini aku telah membunuh." ujar Shigeko. dan sudah terbiasa." ujar Shigeko." Dirasakan pipinya merona merah lalu berkata.."Mereka semua bahagia sekarang. "Apa yang kau bicarakan dengan gadis itu tadi?" "Gadis Muto itu? Aku berterima kasih padanya karena membantu kita lagi. " "Aku juga tak ingin meninggalkan Ayah. aku merasakan penyesalan dan kesedihan. Seharusnya kau tidak terlibat. seketika air mata terasa menusuk kelopak matanya.. "Tapi panahku mengena banyak orang. Mere ka tidak tahu apa yang menanti besok." Setelah berhenti sejenak. Aku merasa gembira saat darah mereka menyembur. dan memalingkan wajah ke arah kirin untuk menye ." ujarnya pelan. punya teman. ke tempat bibimu. Berapa banyak dari mereka yang sudah mati sekarang? " "Aku juga membunuh. Aku tidak ingin menyakiti anjing¬anjing itu. dan sudah lupa peristiwa mengerikan hari ini. dan tidak kuasa menambahka n. kepada Tiga Negara. "Mereka punya makanan. "Dia pergi untuk menguatkan dirinya dengan Ajaran Houou.." Mereka semua bahagia sekarang. Pertarungan kecil ini tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan pertempuran yang akan terjadi nanti. Tapi aku merasa telah mengkhianati semua yang telah diajarkan para Gu ru Besar. "Aku dilatih semasa kecil untuk hal ini. mengata¬kan kalau dia perlu menghabiskan waktu seorang diri. atau mela kukan semampuku untuk melindungi ayahmu juga dirimu." sahut Shigeko. Namun kini." ujar Shigeko. saat hewan-hewan itu makan dan min um. Aku sung guh-sungguh berterima kasih padanya karena membawa kabar tentang kematian Taku. namun aku ingin menyakiti orang-orang itu . Kembalilah ke Inuyama. Aku ti dak tahu bagaimana lagi cara untuk tetap setia pada ayahmu." "Oh! Tentu saja. "Juga Lord Hiroshi. Bidikanku tepat kena sasaran: tak satu pun anak panah yang meleset. punya teman. Mere ka tidak tahu apa yang menanti besok.. "Aku har us melakukan hal yang sama." tutur Hiroshi. "Besok pasti lebih buruk lag i." ujar Shigeko.

berwama abuabu pucat. "Kau harus tetap hidup." ujarnya.mbunyikan rasa bingungnya. Ia ingin dipeluk pemuda itu. Aku tahu derajat dan kedudukan menempatkan dirimu jauh di atas diriku. "Mari berjalan-jalan sebentar. "Satu-satunya kecemasan¬ku saat ini adalah keselamatanmu." Nampak¬nya Hiros hi pun berusaha mengungkapkan perasaannya. Langit di antara tempat perlindungan mereka yang berwarna abu-abu tu a. Namun ia tak tahu bagaimana mengatakan saat dikelilingi prajurit. Shigeko tidak tahu bagaimana memulai pembicaraan. dan saat masa depan mereka kian tak menentu? Kuda-kuda sudah selesai diurus: tidak ada lagi alasan bagi mereka untuk berdiri di sana lebih lama lagi. takut kalau mereka akan mati tanpa semp at menyatakan cinta." ajak Shigeko. "Lady Shigeko." "Kau sudah seperti kakakku. lalu menemui ayahku. "Tidak ada orang lain yang lebih berarti bagiku ketimbang dirimu. Kata-kata Hiroshi menghalau kese dihannya. memenuhi dirinya dengan rasa gembira serta keberanian. Aku tak¬kan meng ucapkannya padamu. Akhirnya Hiroshi bicara. namun kenyataan kalau salah satu dari kita mungkin mati besok." "Perasaanku padamu jauh melebihi perasaan kakak terhadap adiknya. penguru s kuda. jauh di ufuk barat pancaran terakhir sinar matahari menyebar keluar dari balik awan tebal." tuturnya. Kau adala h perempuan paling sempurna yang pernah kukenal. "Kita harus melihat medan perang. Bulan masih tinggi perlahan berwarna keperakan. Halaman 279 dari 600 . demi nasib seluruh n egeri." Shigeko tak kuasa menahan diri untuk tersenyum." Hari masih terang. tapi aku tak bisa mencintai atau menikah dengan orang lain selain d irimu.

" sahut H iroshi. Setelah mandi dan m akan. gadis itu membawa perisai pelindung dada kecil terbuat dari kulit dan besi serta helm. cepat-cepat mengenakan pakaian berkuda yang dikenakannya kemarin. mengapa aku tidak bol eh melakukan hal yang sama?" "Aku tidak bisa melakukan apa yang ber¬tentangan dengan keinginan ayahmu. dan Mai masuk ke tenda membawa teh dan nasi dingin. Saat ini aku ta k Hiroshi. juga kuda Anda. Namun semua usahanya kalah oleh kenangan yang melintas di benaknya ing anak panah dan wajah serta suara Hiroshi. "Mari kita menikah. Tapi kini kulihat ternyata." ujarnya." Tidak semuanya." Shigeko merasakan bobot asing perisai dada itu. Rambutnya tersangkut saat benda itu diikat talinya. aku senantiasa berusaha mematuhi orangtuaku dan ber¬tindak dengan be nar. Seumur hidup. Ked ua orangtuaku mengutamakan cinta di atas kewajiban pada orangtua mereka. akan kubujuk orangtuaku. "Mari kita menikah. jari nya terasa licin. Saat kembali. Mai menghilang lagi. akan kubujuk orangtuaku. kuharap! Shigeko berani berpikir demikian saat mereka berpisah. bau darah. Shigeko tertidur sebentar dan terbangun oleh gemuruh halilintar dan percikan air hujan. des . Sementara Shigeko makan dengan cepat. la lu ia duduk sendirian dalam waktu yang lama. "Namun mengetahui bahwa kau merasakan apa yang kurasakan telah memuaskan semua keinginanku. jeritan dalam pertempuran. Shigeko ingin segera menemui ayahnya. dan melompat bangun ." ujarnya. lalu perg i menemui beliau. Terdengar olehnya perkemahan meledak dalam kesibukan di sekelilingnya." ujarnya. "Ayah Anda mengirimkan ini. namun ia menahan diri. ia diberitahu kalau ayahnya sudah tidur. Satu tenda terpisah didirikan untuknya. ada hal lain yang lebih penting. Saat ini aku t ak lagi merasa wajib menjadi istri Lord Saga karena dia telah memperlakukan ayahku dengan kejam. berusaha mengatur pikirannya dan mengobarkan kembali api yang tenang dan kuat dari Ajaran Houou dalam dirinya. Mari kubantu Anda. Semuanya mulai basah. "Lady Maruyama!" seorang perempuan berseru memanggil dari luar. dengan penuh perasaan. "Anda harus segera bersiap."Hiroshi. saat menghadapi kematian.

" panggilnya tanpa tersenyum. kau harus menikah dengan Saga. Aku ingin bertempur di samping Ayah. Hujan turun dengan deras. dan Saga tahu ini."Ikat rambutku. dan mempertahankan negara dan rakyat kita sebagai istrinya. "Aku tak ingin meninggalkan Ayah. Shigeko bergegas menuju barisan kuda. "Shigeko. t basah untuk menggunakan reda untuk menyerang." "Dan kalau kita menang?" Halaman 280 dari 600 . menunggu kedatangan Hiroshi dan pengurus kuda menyele saikan memakaikan pelana pada kuda. Saat ini terlalu senjata api." "Tetaplah bersama Gemba." sahutnya. Jika kita kalah. karena kalian berdua adalah pemanah yang agar mengirimmu pergi. Mai menaruh topi baja di kepala Shigeko lalu mengikatkan talinya." "Aku senang. melewati siraman hujan bak tirai baja abu¬abu. "Tidak. "Bila kekalahan tak terhindar. "Hiroshi memohon api sebenarnya Ayah membutuhkan semua orang yang ada. Matahari hampir terbit." "Aku akan mencabut nyawaku lebih dulu. kau harus hidup." ujarnya pada Mai." ujar Takeo." hardik Shigeko. putriku. Ay baik. Ayah yakin dia takkan menunggu hujan ah membutuhkan kau dan Gemba. Jato di sampingnya. Takeo sudah me ngenakan baju zirah. tapi langit tampak kian pucat. dia yang ak an menyelamatkanmu. lalu diambil pedang dan mengencangkannya di s abuknya.

Mereka berjumlah beberapa ribu orang. "Saga menduga kita hanya berkonsentrasi pada senjata api. tapi aku tak tahu a pa itu. Sudah takdir kita untuk berada di sini. selagi mereka berdua naik ke pung gung kuda. "Dia tak menduga kalau kekuatan pemanah kita sama hebatnya dengan pasukannya." sahut Takeo." panggilnya. Takeo berkuda bersama Hiroshi menuju bagian tengah tanah datar. perhatiannya dipusaikan pada pemandangan di depann ya saat matahari semakin terang: warna merah dan emas baju zirah serta pelana." Shigeko mendengarkan kata-kata ini. matanya berkerut mel irik ke arah Hiroshi. tapi tidak belajar dari kejadian itu. Kita harus merangkulnya dengan segala kejernihan pikiran. Kini dia akan sama terkejutnya seperti saat itu . "Lord Gemba. para pemanah diatur dalam dua tingkat. dengan sepenuh hati." tambahnya. . tapi nyaris tak bisa mengingatnya. kuda yang sudah tak sabar." sahut Takeo. "Beberapa luka telah diatasi oleh kekuatan perempuan. "bahkan saat pasukan bergerak memutar dan maju. "Aku akan pegang janji Ayah. Dia terkejut saat pertandingan berburu anjing itu be r¬langsung. matanya berkerut me lirik ke arah Hiroshi. perang tidak bis a dihindari. pemanah dan pasukan ber-senjata tombak berujung tajam dan tombak berkapak tengah mengatur posisi. Jangan sia-siakan sebatang anak panah pun. Ayahmu ingin agar kita membidik dengan hari-hati dan menyerang pemimpin mereka. dan Shigeko mengikuti Gemba menuju sisi sebelah utara."Maka kau bisa menikah dengan orang pilihanmu. Maka kau bisa menikah dengan orang pilihanmu. bahwa sebena rnya kita tidak meng¬inginkan atau pun mencarinya." "Kita harus tetap di sini. tempat pasukan b erkuda berkumpul. "Bagaimana bisa terjadi s eperti ini? Bagaimana kita bisa gagal menyelesaikan masalah dengan damai?" "Ketika keseimbangan hilang dan kekuatan laki-laki mendominasi." Mulut Shigeko terasa kering." sahutnya ringan. takdir yang mengharuskan kita membunuh atau te r¬bunuh. tempat pasukan pejalan kaki." tutur Gemba." sahut Gemba. mereka pasti melakukan hal yang sama untuk senjata api. Andai keadaan tidak basah. kar ena Kahei telah melatih seni tembakan alternatif hingga hujan panah seperti sambung menyambung.

tapi jenderal Kaisar itu dirintangi oleh sempitnya jalur menuju dataran. Halaman 281 dari 600 . berharap dianugerahi harta rampasan dari Tiga Nega ra.dan panji-panji Otori. dan posisi Takeo yang lebih meng¬u ntungkan. Mereka telah menakluk kan wilayah wilayah di utara. dalam jumlah yang luar biasa besar. bak semut yang terganggu keluar da ri sarang. Miyoshi dan klan lain dari Tiga Negara. prajurit yang selamat dari panah dihadang oleh pasukan utama Otori. Inilah perang paling brutal yang pernah Takeo alami. Malam har inya para prajurit merawat luka dan membersihkan medan perang dari anak panah yang berserakan. Selagi pasukan Saga merangsek memasuki dataran. mereka dihujani anak panah dari kanan. gelombang pertama pasukan Saga mengalir melewati perbatasan. Pasukan Saga sangat disiplin dan luar biasa terlatih. Maruyama. Kemudian. Perang berlangsung tiada henti dari matahari terbit hingga matahari terbenam. Juml ah pasukan Saga Hideki lebih besar tiga berbanding satu dengan pasukan Takeo. pertama dihadang pasukan b erkuda yang menggunakan pedang kemudian oleh prajurit pejalan kaki. perang yang berusaha ia hin dari. berperang dengan restu Kaisar.* Perang Takahara berlangsung lebih dari tiga hari di tengah badai yang disertai k ilat dan petir.

Ia telah merencanakan operasi militer ini sejak musim semi. berusaha keras namun sia-sia menjaga agar tulisannya tetap kering serta mencatat semua kejadian. keriat¬keriut dan gemerincing pelana serta senjata. tanah di bawah kaki dengan cepat berubah m enjadi lumpur. Mino ru. karena sebenarnya dia ingin pasukannya meng¬gunakan senjata api. sebagian disebabkan oleh peng¬khianatan para pemimpin distrik. pasukan Takeo tidak hanya berperang demi nyawa mereka. n amun ada yang luar biasa dengan senjata tradisional: busur panah dan pedang. hampir tiga puluh tahun lalu. menyebar untuk mengecoh pasukan pemanah ke utara dan mengitari sebelah selatan d ari pasukan utama Kahei. istri dan anak-anak serta tanah mereka. pasukan Takeo tidak hanya berperang demi nyawa mereka. Kini akhirnya perang sudah dimulai. si juratulis. serta mengatur pengangkutan p ersediaan dan senjata dari Inuyama. dan hujan anak panah kurang efektif dibandingkan hari sebelumnya. istri dan anak-anak serta tanah mereka.Sebaliknya. duduk di dekatnya bernaung di bawah payung. Di pagi di hari kedua. penderitaan rakyat di bawah pengua sa Iida Sadamu. Sama pentingnya. Dia sudah tak sabar selama berbulan-bulan. Klan Otori menderita kekalahan besar. Keyakinannya bahwa Saga takkan bisa menang menguatkan tekad pasukannya. tapi juga demi negara. pasukan berkuda Saga kembali melewati jalur sempit sebelu m hari terang. Miyoshi Kahei sudah bertempur bersama pasukan Otori sejak perang Yaegahara saat berusia empat belas tahun. Pemanah sebelah utara menembak membabi¬buta. meski¬pun kaki mereka dibungkus jer ami. Kahei tak pernah lupa masa-m asa yang terjadi setelah itu: penghinaan atas ksatria. tombak runcing da n tombak berkapak. kampung halaman. tapi juga dem i negara. Ketika serangan pertama p asukan Saga dipukul mundur dan dihalau kembali ke jalur perbatasan. Panji-panji klan basah karena lembap. kuda merah bata miliknya siap di sampingnya. mendengarkan suara pertama kegiatan dari musuh. Ia bertekad untuk tidak hidup dengan kekalahan seperti itu lagi. persiapan Kahei dilaku¬kan dengan sangat teliti dan penuh pe¬rencan aan. Kahei melompat ke kuda l alu bergabung dalam pengejaran itu. pedangnya mencincang dan menyabet punggung prajurit yang t engah melarikan diri. ebaliknya. semangatnya ber¬kobar : hujan tak bisa dihindari. Takeo tidak tidur selain menyaksikan semalaman. ingin menghadap i ancaman atas pemerintahan Takeo. Kahei menyaksikan dari lereng. Didengarnya langkah kuda. Se . kampung halaman.

ia berge rak memasuki kekejaman pertempuran. membelokkan kuda itu menghadapi si penyerang lalu menunduk menatap mata putra Ok uda. Takeo tak berhasil melih at seorang pun dengan jelas di tengah pertempuran sengit itu. dan tidak mendapat bantuan apa pun. pedang di kedua Halaman 282 dari 600 . Ia menggerakkan Tenba ke samping untuk menghindari tikaman pedang ke a rah kakinya. perang sudah ber¬langsung lama. dan pakaian. senjata. Ketika hari terang. dan cahaya matahari yang baru terbit menerangi pertunjukan yang menyedihkan itu. Takeo men dengar suaranya dengan jelas di tengah gemuruhnya pertempuran. pasukan pema nah terjebak dalam per-tarungan satu lawan satu dengan pasukan Saga. Tenba gemetaran penuh semangat. Tadayoshi mati seketika itu juga. Kini Takeo mendengar jerit kemarahan dan kesedihan. serta terkepung sewakt u berusaha membela diri dengan gagah berani. kalau Okuda berada tidak jauh di sebelah kanannya. "Lord Otori!" Ia tidak pernah tahu apakah itu seruan menantang atau seruan minta tolong karena Jato sudah turun ke tempurung kepalanya dan membelahnya. Bocah itu mengenali Takeo dan ber¬teriak memanggil. Ia segera ber¬kuda untuk membantu mereka dengan Jato di tangan. Tadayoshi. Bocah itu terjatuh dari kuda dan kehilangan topi bajanya. setengah sadar. Seakan tak lagi memiliki rasa menyesal. meski lencana setiap kelompok pra jurit pejalan kaki bisa terlihat samar di bawah guyuran hujan.muanya basah kuyup makanan. dan melihat ayah bocah itu t engah berkuda ke arahnya. Segera dilihatnya kalau sisi kananny a dalam ancaman. Ia melihat. Di bagian paling timur.

dan Takeo agak tergelincir dari pelananya. Namu n Okuda tidak mengacuhkan mereka semua. dan tidak siap. Jato menanggapi dan menemukan titik tak te rlindungi di leher Okuda. jalannya dihalangi oleh kerumunan prajurit. Sakai Masaki. memberi waktu bagi Tak eo dan Tenba memulihkan diri. Di usia itu. Okuda m embelokkan kuda lalu kembali menghampiri Takeo. pandanganya hanya tertuju kepada Takeo. Takeo merasa tidak tenang dengan kematian Tadayoshi. Gerakan yang cepat dan kuat laki¬laki itu justru membawa Jato menembu s ke dalam daging dan pembuluh darahnya. Kahei memulai gerakan mengepung lalu menjepit yang bisa menjebak pasukan musuh untuk mundur. tapi Takeo masih bisa merasakan akibatnya karena ujung pedang Okuda me ngenai bagian atas lengannya sampai ke bahu. Jato menanggapi dan menemukan titik tak te rlindungi di leher Okuda. angannya. Takeo merasa tidak tenang dengan kematian Tadayoshi. jalannya dihalangi oleh kerumunan prajurit. Okuda m embelokkan kuda lalu kembali menghampiri Takeo. Tersandungnya Tenba membuat serangan Ok uda agak berbelok. tapi Takeo masih bisa merasakan akibatnya karena ujung pedang Okuda me ngenai bagian atas lengannya sampai ke bahu. terjatuh ke depan. perang merupakan hal yang sangat diinginkannya. Keberadaan sepupunya. dan membiarkan kobarannya kian membara ka rena perasaan itu menghangus¬kan penyesalan. Namu n Okuda tidak mengacuhkan mereka semua. dan Takeo agak tergelincir dari pelananya. ia tidak merasa sakit dan mengira kalau ia tak terluka. Gerakan yang cepat dan kuat laki¬laki itu justru membawa Jato menembu s ke dalam daging dan pembuluh darahnya. memberi waktu bagi Tak eo dan Tenba memulihkan diri. pandanganya hanya tertuju kepada Takeo. *** Masih di hari kedua. Amukan laki¬laki itu membakar amarah lama dalam diri Takeo. Kuda Okuda terus berderap.tangannya. dan membiarkan kobarannya kian membara ka rena perasaan itu menghangus¬kan penyesalan. ia tidak merasa sakit dan mengira kalau ia tak terluka. Saat itu Tenba tersandung. Kuda Okuda terus berderap. Hiroshi dan pasukan¬nya mendesak pasukan Saga kembali ke jalu r sempit dalam serangan balasan. Amukan laki¬laki itu membakar amarah lama dalam diri Takeo. terjatuh ke depan. namun jalan yang diikutinya . di belakangnya m embuat Hiroshi teringat perjalanan di tengah hujan seperti ini bersama sepupunya itu sa at berusia sepuluh tahun. berusa ha mencengkeram surai dengan tangan kanannya yang cacat. Tersandungnya Tenba membuat serangan Ok uda agak berbelok. dan tidak siap. berusa ha mencengkeram surai dengan tangan kanannya yang cacat. S aat itu Tenba tersandung.

darah menyembur dari leher dan bahunya. "Hiroshit Kawanku! Jangan tinggalkan kami. membunuh." Dibaringkannya pemuda yang terluka itu di bawah. lalu menggendong Hiroshi kembali ke belakang bar isan untuk bergabung dengan prajurit yang terluka. . Lentera telah dinyalakan. meraih tangannya dan berseru memanggil nya. memengaruhi semangat pasukan di sekitarnya. mem¬butakan matanya. Gemba menghentikan aliran d arah serta membersihkannya sebisa mungkin. karena masa depannya bergantung pada ke¬menangan.sekarang adalah jalan kedamaian. Dalam salah satu desakan bal asan. bahu dan lengannya tersayat cukup dalam. darahnya sendiri atau darah Sakai. namun tidak berbahaya. Takeo berlutut di samping Hiroshi. Sesaat Hiroshi tak bisa percaya kalau beginilah akhirnya. Kini dirasa¬kannya semua darah yang mengalir dari nenek moyangnya menggelegak dalam pem¬buluh darahnya. Sakai pasti telah menyelamatkan Hiroshi. Gemba berkata. darah. Pedang kedua turun ke arahnya: dilihatnya Sakai menghempaskan badan di balik huj aman pedang itu. Berjuanglah! Ber¬juanglah!" Mata Hiroshi mengerjap-ngerjap. meneng¬gelamkan dirinya. lalu rasa sakit menyel imuti dirinya. Takeo berada di antara mereka. Gemba menemukannya saat malam. Hiroshi bertarung dengan kemarahan yang ia tidak tahu kalau ia memilikinya. Napas¬nya terengah-engah. Dia sekarat. sudah dibersihkan dan dibalut denga n perban kertas. ia merasa lebih baik terbunuh atau mencabut nyawanya sendiri. Lumpur menyulitkan dirinya untuk menjejakkan kaki dan j atuh dengan satu lutut. Dibuangnya jauh-jauh semua p ikiran lain dan berkonsentrasi pada pertarungan. Tak bisa kemana-mana. berpaling selagi pedang meng¬hampirinya dan terus menangkis dengan pedangny a ke atas. Keri tumbang. mendesak lawan kembali ke jalur sempit. Sakai tewas tergeletak di atas tu buhnya. Hiroshi menemukan dirinya berta rung melawan dua prajurit tanpa kuda. Bobot tubuh Sa kai menahan tubuhnya berada di dalam lumpur saat pasukan yang bertempur menginjak¬injak melewa ti mereka. tempat mereka terjebak di jalan yang menyempit. Luka-lukanya sudah ditutupi lumpur. wajahnya pucat kelelahan. Shigeko tidak terluka. Bila kalah dalam perang ini. Ajaran Houou. menang. pasukan Saga makin putus asa. "Aku menemukannya. sekarat karena kehilangan banyak darah dengan luk a sayatan di kepala dan kaki. tapi berasap di tengah hujan. kulitnya basah oleh keri ngat bercampur air hujan.

"Dia tak mungkin sekarat! Dia tak boleh mat i!" "Dia berhasil bertahan sampai sejauh ini.Shigeko berlutut di samping ayahnya." Halaman 283 dari 600 .

"Alangkah tidak termaafkan mem¬bunuh orang." Shigeko tak menjawab. Kau harus beristirahat besok." "Begitulah jalan hidup ksatria. "Dan kau juga. tentunya." bisik Shigeko. sebelum mereka menggunakan kesempatan istirahat singkat untuk tidur. dan Shigeko tak menemukan satu pun benda kering yang bisa menghangatkannya." sahut Takeo. "Jangan putus asa. Dia mengorbankan anak buahnya tanpa tujuan." "Seperti Sugita yang malang. memandikannya dengan air dingin. menurutku mereka sangat luar biasa ta pi kita tak bisa menghindari besarnya korban. berusaha men urunkan panas demamnya." "Lukanya tidak parah." "Bagaimana kita bisa membujuknya? Kita bisa saja menahan serangannya tanpa waktu yang pasti kuharap kau terkesan dengan para prajuritmu. berarti masih ada harapan." imbuhnya." jar Gemba. "Bisa kau lihat beta pa kuatnya dia. tanpa sinar matahari untuk mengeringk an dan menyembuhkan. Semakin cepat kita bisa mengakhiri perang. "Ini benarbenar gila. "Bisa kau lihat betapa kuatnya dia.ujar Gemba. "Sampai berapa lama lagi Saga akan bertahan seperti ini?" tanya Kahei pada Takeo malam itu. Aku takkan menjauh dari perang tidak sebelum S aga mati atau kembali ke ibukota!" *** Shigeko menjaga Hiroshi semalaman. namun air mata bercucuran dengan deras dari matanya." "Dia adalah orang dengan kebanggaan yang tinggi. menjauhlah dari medan perang. meski rasa sakit semakin terasa sepanjang ha ri ini. semakin besar peluan g kita menyelamatkan yang terluka." ujar Gemba. "Beruntung aku sudah terbiasa memakai tangan kiri." sahut Takeo setuj u. tapi tubuhnya menggigil ke ncang sekali. Demam karena lu ka tak bisa dihindari dalam kondisi buruk seperti ini. Diseduhn ya teh dan berusaha membuat pemuda itu meminum . "Dia tidak pernah kalah sehingga dia tidak akan mengakui pemikiran semacam itu. " "Betapa mengerikan semua ini." "Jika dia bisa melewati malam ini." sahut Takeo. Hiroshi masih hidup hingga pagi hari. "Ksatria bertarung lalu mati.

Mai berkata. dan Shigeko memanggilnya. Kedua gadis itu mengapit pemuda i tu tanpa bicara sampai suhu tubuhnya mulai naik lagi. "Berbaringlah di sebelah sana. Mai sudah menghabiskan waktu siang dan malam di sana. Tempat berlindung dari batang kayu yang didirikan untuk mereka yang terluka terus meneteskan air hujan. menjilat pinggiran luka yang menganga dengan lidah lalu meludahkan air liurnya k e luka tersebut. dia kedinginan. tanah di bawah mereka becek deng an air hujan. lalu menyingkirkan perba n Gemba. Shigeko mengulangi gerakan yang sama." ujar nya. merasakan darah pemuda itu. dan Shigeko melakukan¬nya." pcrintahnya. "Dia sekarat!" "Tidak!" sahut Shigeko. "Dan begitulah kami menyembuhkan luka.nya: Shigeko tercabik antara tetap menjaga Hiroshi atau kembali ke posisinya di samping Gemba untuk melawan serangan Saga selanjutnya." ujar Mai pelan. "Apa yang harus kulakukan?" Mai berjongkok di samping Hiroshi dan meraba dahinya." Mai ber¬baring dan mendempetkan tubuhnya ke tubuh Hiroshi. "Beginilah cara kami meng¬hangatkan orang sakit di Tribe. "Ah. m erasakan kehangatan tubuhnya menyebar ke tubuh Hiroshi. "Beraninya kau mengatakan begitu!" Halaman 284 dari 600 .

panggilnya dalam hati kepada Hiroshi. Shigeko berusaha menenangkan pikiran seperti yang pernah diajarkan kepadanya di Terayama. membungkus kepala dan lehernya dengan sehe lai kain lebar lalu mencorengkan lumpur di dahi dan pipinya agar tidak dikenali. "Sakiti si Saga itu. Dia takkan meninggalkanku. Dita ruhnya semua anak panah ini ke dalam tabung." ujar Mai." Shigeko mengikuti semua petunjuk Mai. Shigeko duduk di samp ing Hiroshi. mengencangkan talinya dan menemukan sepuluh anak p anah baru. dan aku harus merawat mereka yang lebih berpeluang hidup." Mai menatap Hiroshi lalu menatap Shige ko. "Dia sudah berada di tangan para dewa."Dia perlu dirawat dengan benar. pikirnya." "Aku akan menemukan caranya untuk Anda. dan seketika itu juga pergi ke tendanya lal u mengeluarkan . Sementara menunggu Mai kembali. Kita tak bisa melakukannya siang dan malam. dan aku harus merawat mereka yang lebih berpeluang hidup." imbuhnya saat Shigeko raguragu. Sakiti dia separah luka yang Hir oshi derita maka dia akan lari tunggang langgang mencari tabib di Miyako. terutama jika mereka terluka." Dia perlu dirawat dengan benar. Guruku yang terhormat. dan Shigeko merasakan jiwa mereka saling bertaut . Kita tak bisa melakukannya siang dan malam." "Bagaimana cara kita menghentikan perang ini?" "Laki-laki memang suka bertarung. dia hanya mengarahkan pasukan dari jauh. Tidak banyak yang bisa kau lakukan untuk Lord Hiroshi." Shigeko berkata. Diambilnya bus ur yang digunakannya untuk bertempur. "Tapi bahkan laki-laki paling kejam sekalipun akan kelelahan. derap kaki kuda. tapi ada sem acam kesunyian menyelimuti diri mereka berdua. ujung anak panah terbuat dari besi bermata satu. Kau harus bertempur. temanku sayang." ujar Mai. dentingan baja. "Kenakan pakaian berwarna cok lat seperti warna lumpur dan siapkan busur dan anak panah yang paling mematikan. Kau harus bertempur. "Bagaimana cara men¬dekatinya? Dia tidak muncul di medan perang. jeritan mereka yang terluka. membawa teriakan-teriakan yang membuat gila. dan sesekali membasuh wajahnya dan memberinya minum karena saat ini dia terseran g demam lagi. maka dia akan kehilangan selera perangnya. dibului dengan bulu elang. Jan gan tinggalkan aku! Perang berlanjut dengan lebih kejam lagi. oleh Hiroshi dan Guru Besar lainnya.

Ketika tiba di puncak lereng dan melihat pemandangan di medan perang. disadarinya kalau ia t akkan bisa menemukan gurunya itu.busur kecil dan anak panah dengan bulu burung houou miliknya: menje¬jalkan semua i ni ke dalam jubahnya. sementara pasukan Otori sudah bertempur selama dua hari. Perasaannya sudah mati rasa melihat begitu banyak oran g yang tewas. Kuda-kuda yang terluka berusaha bangkit. Mereka menund ukkan kepala dan mulai makan rumput. Strategi Saga kini tampaknya bisa mengungguli Otori denga n kekuatan jumlah pasukan yang lebih besar. Saat kembali ke tempat Hiroshi. terasing dan jauh dari medan perang. "Kukira kau sudah kembali bertempur. hewan itu diikat dengan tali k ekang ke barisan kuda. Shigeko melihat kuda-kuda itu berhenti tepat di depan kemah Otori. segerombolan kecil kuda menderap. tapi pasukan Saga tergeletak di tempat mereka jatuh. Mengurus mereka sebentar. seolah berada di padang rumput. berjal an ke barat daya. Shigeko hampir tak memikir¬kannya selama dua hari in i: tidak ada yang punya waktu untuk membangun kandang baginya. Kirin terlihat menyedihkan dan merana karena sendirian serta makin Halaman 285 dari 600 . Berapa lama lagi mereka bisa bertahan? tanyanya pada dirinya sendiri selagi meng ikuti Mai mengitari sisi selatan tanah datar. Agak di belakang mereka tampak kirin. tabung an ak panah di bahu kanannya. Mari. Pasukan Otori sudah membawa korban tewas dan terluka dari pihak mereka ke garis belakang. sesekali berhenti dan terpincang¬pincang. tali kekang mereka yang putus bergelantungan terseret di lumpur. Pasukan barunya masih segar dan telah beristira hat." Shigeko bertanya dalam hati apakah perlu memberitahukan Gemba kemana ia akan per gi. ber¬ge gaslah. sementara disan-dangnya busur yang lebih besar di bahu kiri. Mai sudah kembali. "Kau darimana?" tanya gadis itu.

Kedua gadis itu berjalan melewati belakang bebatuan dan tebing yang mengelilingi tanah datar. Di sekeliling mereka menjulang puncak-puncak Gu gusan Awan Tinggi. mem¬beri isyarat kepada Shigeko untuk menunggu. Saga duduk di bangku kecil mewah berlapis pernis dan dinaung i payung besar. Saga berada tepat di arah depan mereka. Akhirnya mereka tiba di batu besar dan memanjat sisi sebelah selatan. Shigeko melihat beberapa orang melompat naik turun di anak tangga itu. bertengger di tebing yang curam. berkeliaran di an tara dua dunia. Mai kembali keluar dari kabut bak hantu. Ia bahkan bisa mendengar suara Saga. tempat laki-laki itu mendapatkan pandangan bak burung rajawal i ke medan perang di bawahnya. Shigeko menahan n apas dan menyejajarkan tubuhnya dengan bebatuan. Sanggupkah hewan itu bertahan melewati coba Negara Tengah? Rasa iba pada hewan itu meng¬hunjam h rumahnya. serang¬kaian tonjolan bebatuan yang terjatuh mem¬bentuk anak tangga ala mi menurun ke jalur sempit. Dua batang pohon pinus kerdil melekat di puncak batu itu. "Tetap menunduk. akar kedua pohon yang meli ngkar dan berbentuk aneh membentuk semacam kisi-kisi yang alami. Shigeko menggeliat bergeser hingga ke posisi tempat ia bisa melihat di sela-sela akar ke arah timur. Shigeko meringkuk bernaung di bawah tonjolan batu besar yang meneteskan air hujan selama waktu yang dirasakan bak se umur hidupnya. dan pintu masuk ke jalur sempit. begitu kesepian dan jauh dari Sanggupkah hewan itu bertahan melewati cobaan bera hujan. m elaporkan perkembangan perang. Tanahnya berbatu dan licin." bisik Mai. Tepat di belakangnya. bersama dengan peniup terompet perang dan kurir yang siap mem¬bawa pesan. kerap¬kali mereka harus merangkak di bebatuan besar. Di sini suara per¬tempuran agak berkurang. dan memimpin untuk be rjalan terus. Ia merasa seakan telah tewas dan sekarang sudah menjadi hantu. topi bajanya berhiaskan dua puncak emas. berdiri me ngelilinginya.kurus di bawah siraman hujan. Beberapa perwira yang sama cemerlang dan bersih dengan dirinya walaupun hujan. t ini daurus di bawah siraman an berat ini dan perjalanan panjang kembali ke atinya. Dia bersenjata lengkap dengan pakaian warna hitam dan emas. menghilang ditelan kabut yang bergelayut bak gumpalan sutra yang belum d ipilin. mencermati suaranya ya . Kadang Mai berjalan di depan. seperti gunung¬gunung di panji-panji hitam putih yang berkibar-kibar di sampingnya . diam tanpa suara.

dan kini mereka membidiknya. satu tembakan lagi meng¬hantam batu di kakinya. Dia akan melangkah di bawah batang togoknya: permukaan bebatuan pasti licin. Bulu burung houou berkilat keemasan. Shigeko mengintip lagi dan melihat laki-laki itu berdiri. Terdengar jerit kaget dan ter guncang. satu anak panah melesat melewatinya. Kau hanya memiliki satu kesempatan. Akan d igunakannya pohon pinus terdekat untuk menopang kakinya. Shigeko berdiri: busur meregang. tapi tidak merasa kesakitan. Shigeko melihat sekali lagi dan memerhati¬kan titik kelemahan orang itu. Ditariknya busur yang lebih kecil dari jubahnya dan menaruh sebatang anak panah di busur itu. hujan memercik di sek elilingnya. Saga melihat ke arahnya. dan bidikannya belum pernah meleset. berteriak d an menggerakkan tangan dengan kipas perang besi di tangannya. Para perwiranya mundur selangkah d ari kemarahan besar itu. ter¬duduk dengan susah payah. seolah tubuhnya tersandung sebatang tongkat. Mai bemapas di telinganya. "Sekarang. Gerakan ini telah diterapkannya ribu an kali selama dua hari terakhir. pikirnya . tatapan matanya kejam. Wajah ter lihat jelas. anak panah tepat sasaran. dan beberapa di antara mereka segera bergegas menuruni anak tangga ba tu untuk masuk ke kancah peperangan. menghantam pohon pinus dan serpihan kayu terkena wajahnya. namun Shigeko tak bergerak. begitu pula Saga yang tak be rhenti memandangi dirinya. dan membiarkan anak panah itu melesat ke arah tatapan laki-laki Halaman 286 dari 600 . hingga ia harus mem¬pertahankan keseimbangan saat menarik busur dari bahu dan anak panah dari tabung. Dirasakan s atu pukulan tajam.ng penuh kemarahan." Shigeko menarik napas dalam-dalam dan berpikir di sela setiap gerakannya. orang di belakangnya memegang er at-erat dada Saga di mana anak panah melubangi perisai dadanya. saat dia berdiri. Aku akan mati. dan terlihat jelas kulit leher yang lebih putih. "Menunduk!" teriak Mai.

Terlepas dari kata-katanya yang penuh keyakinan kepada Takeo di malam sebelumnya . Berapa lama prajuritnya yang tidak tidur sanggup dapat bertahan d ari serangan yang seolah takkan berakhir? Dia mengutuk hujan yang menghalangi mereka menggunakan s enjata api.itu. ketika perang berhenti untuk sementara. kuda itu seperti menyadari lukanya. Banyak yang tepat sasaran. tempat dia menambah ju mlah pasukan. ia menunduk melihat Tenba terluka sayatan di bagian dada. Sekelompok pasukan berkuda datang dari jalur sempit. menatap anak panah itu hingga menembus mata kiriny a. *** Takeo bertarung di tengah. dan udara di sekitar mereka seketika penuh dengan kepakan sayap. ketika pasukan Otori. merahnya darah bercampur bulu yang basah kuyup dengan ai r hujan. Aya hnya adalah salah satu dari sedikit prajurit yang selamat apakah sejarah keluarga itu akan terulang lagi. memanggil seorang prajurit pejalan kaki untuk me mbawa kuda itu ke perkemahan. Pedang-pedang berkilat. Sekarang ini. Sewaktu pasukan Saga berhasil dipukul mundur. Anak buah Saga yang berada di sekelilingnya menjatuhkan busur dan menutup mata m ereka. menghabisi prajurit pejalan kaki yang mundur ke rintanga n yang telah mereka dirikan saat pemanah di sebelah utara meluncurkan anak panah. lalu bersiap untuk menghadapi serangan berikutnya dengan berjalan kaki. menyadari p engkhianatan dan kekalahan yang tak bisa dihindari. dan darah membutakan matanya. takut kekuatan pasukan Saga mengepung perkemahan dari sebelah sana. mengingat saat-saat terakhir perang Yaegahara. apakah ia pun ditakdirkan kembali ke Hagi dengan membawa berita kekalahan besar? Ketakutannya semakin membakar tekad¬nya untuk meraih kemenangan. kuda-kuda seperti terbang m elewati jalur itu. Takeo turun. dan mulai gemetar ketakutan. mengagumi tekad dan disiplin mereka yang berada di sekelilingnya. Saat itu halilintar menyambar. kini dia semakin cemas. mengingat segala yang pernah Guru ksatria dan Tribe a jarkan untuk mengalahkan rasa lelah dan rasa sakit. bertempur dengan putus asa hingga nyaris tak seorang pun tersisa. tapi Takeo tak tahan memerhatikan kalau jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingka . *** Sepanjang pagi Kahei bertarung di bagian sebelah selatan. hanya Saga yang tetap membuka mata. tu.

mengabaikan rasa sakit dari luka di tangannya. sudah mati. hadiahnya kini digunakan untuk melawan dirinya.n hari sebelumnya. Takeo beriuang keras menjejakkan kaki dalam genangan lumpur.. Tebasan pertamanya yang cepat ke atas mengenai kaki laki-laki itu dan hampir mem buatnya putus: Kono menjerit. seperti prajurit berkuda yang kini hampir mendekatinya. Dipegang nya Jato dengan erat. Pasukan pejalan kaki miliknya suda h merangsek ke depan dengan tombak dan tombak runcing. Setelah ayah orang ini nyaris menghancurkan hidupnya. dan mereka semua segar dan sudah beristirahat. dan merasakan kemarahan dirinya meluap. seekor kuda terjatuh berdebam di sam-pin gnya. Ada berapa banyak lagi pasukan yang dimiliki Saga? Persediaanny a seperti tidak ada habisnya. ter¬sungkur dengan kepala lebih dulu. lalu melomp at dengan cekatan ke samping agar si bangsawan berhadapan dengannya di sebelah kirinya. Dilihatnya kuda Maruyama. kini sang anak berkomplot melawannya. dan per-tempuran itu sedikit demi sedikit mengikis kekuatannya. kini Takeo berada di sebelah kananny a. Ia berguling menjauh. terdengar pedang di sebelahnya mengarah ke arah punggung-nya. dan hendak menikam pergelangan Kono. k eyakinannya pun mulai berkurang. Seperti Kahei. Dengan rasa terkejut dikenali pemimpin¬nya adalah Kono.. Saat menunduk di bawah tebasan pedang. terperosok ke lumpur yang dalam. berusaha agar ti dak terluka dengan pedangnya sendiri. Saat ini kaki-kaki kuda menginjak-injak di sekelilingn ya. Halaman 287 dari 600 . menyanjung sambil menyusun rencana jahat untuk menjatuhkan dirinya. mem¬belokkan kuda dan kembali. berbohong p ada¬nya.

sementara Minoru mencatat nama mereka.Seketika kilat menyala tepat di atas kepala. eketika kilat menyala tepat di atas kepala. dan Sonoda Mitsura serta dua ratus pasukannya tetap tinggal untuk menjaganya. Tanahnya berbatu-batu sehingga kuburnya pun tidak dalam. Gemba dan Takeo berjalan menyusuri barisannya. Sejenak ia t ak memahami artinya. pertahanan sudah ditempatkan dan tidak ada tanda-tanda Saga kembali. menyeka air hujan dan lumpur dari matanya dengan tangan kanan. selagi suara terompet perang tenggelam d alam teriakan kemenangan dan pasukan di sekelilingnya mendesak ke depan mengejar musuh yang me larikan diri. Nampaknya laki-laki itu tak memerharikan Takeo. Takeo mendengar suara lain. sepertinya perang telah berakhir. mereka melepas baju zirah. kakinya masih menyemburkan darah. Kuda Maruyama tadi melewatinya. saat korban tewa s sudah dimakamkan. Takeo berjalan di antara pasukan yang tertidur sama seperti ketika berjalan di a ntara korban tewas sebelumnya. Burung gagak telah ber¬kumpul. musik pelan dan seperti hantu yang menggema di seluruh tanah datar. Takeo berdiri. pikir Takeo tak percaya. Mereka mundur. Sedangkan pasukan Saga yang tewas dimakam kan dalam satu kubur di tengah tanah lapang. Di sela -sela deru hujan.* Para mantan gelandangan. Di malam hari keesokan harinya. Saat jenazah dibaringkan berderet. Kemudian kumpulan massa di sekitarnya berkurang. pandangannya terpaku pada keamanan jalur sempit. saling memekik d ari tebing yang curam. berjalan melintasi medan perang untuk merawat kuda yang terluka serta memakamkan yang tewas. Malam harinya. dari desa mereka di Maruyama. dan segera tertidur. Tonggak pagar pancang ditarik dan sebagian disusun menjadi tandu untuk mengangku t korban lukaluka kembali ke Inuyama. Menebas kepala tak diijinkan. mengenali semua yang bisa mereka kenali. Di sel a-sela deru hujan. dan hujan turun makin deras. kini berubah menjad i gerimis. percik air . Sisanya digunakan untuk membuat barikade di sepanjang jalur sempit. rubah berkcliaran mencari mangsa. Kahei memerintahkan pasukan beristirahat. Kono memegangi surai dengan dua tangan. Takeo mendengar suara lain. Ia mendengarkan desis lembut rintik air hujan di dedaunan dan bebatu an. Hujan deras saai Saga Hidcki memerintah¬kan pasukannya mundur. meletakkan senjata. dan hujan turun makin deras. Kahei.

Takeo menemukan putrinya di sana." "Kita akan membawanya ke Inuyama besok. "Kurasa dia agak membaik. Ia amat cemas. "Bagaimana keadaannya?" tanyanya. wajahnya masih berlumuran lumpur. memerhatikan wajah pucat dan napasnya yang t erputus-putus. masih mengenakan baju p erang. terasa sakit sekali. ingin pulang secepatnya. Hiroshi telah dipindahkan ke dalam tenda Kahei yang menawarkan kenyamanan tertin ggi. peringatan Gemba tentang peristiwa yang telah mengacaukan keselarasan pemerin¬taha nnya kembali menyiksa dirinya.terjun di kejauhan.. kicau burung. Itu hanya bisa berarti sesuatu telah terjadi pada Kaed e. dari tumit hingga ke bahu. dan terlindung dari hujan. "Dia masih hidup. Seluruh bagian kanan tubuhnya." sahut Shigeko dengan suara pelan. merasakan butiran embun di wajah dan rambutnya . sambil berlutut di samping Hiroshi. dan kelegaan ata s kemenangan tenggelam oleh kesedihan melihat harga yang harus dibayar. Ia tahu kalau para pr ajurit yang kelelahan itu hanya bisa tidur sampai matahari terbit. kemudian harus berjalan k e Inuyama. Tabib Sonoda akan merawatnya. lalu ke Negara Tengah untuk mencegah Zenko membangun kekuatan di wilayah Barat." Halaman 288 dari 700 .. kakinya diperban dengan asal-asalan.

Kau dan Gemba harus mendampingi Hiroshi dan korban l uka lainnya. Saga tidak menerima kekalaha n dalam pertandingan." ujar Takeo. tidak lebih lelah dibandingkan Aya h. Shigeko meng¬angguk tanpa bicara. dan telah memastikan kemenangan mereka." ujar Shigeko. Ayah harus tidur. "Kau lelah. Dan Ayah boleh me nunggang . hanya melukai. meski sebenarnya ia memperkirakan Hiroshi takkan berta han dalam perjalanan. bahka n mematikan. Aku hampir tak bisa berjalan kembali. dia mencari konflik: kini Shigeko membuat dia terluka parah. "Aku tidak bermaksud membunuhnya. bersama kirin yang malang. Hewan itu tidak tahu perjalanan panjang seperti apa yang menantinya." Takeo tidak mengerti ucapan putrinya. Aku memanah matanya. "Sebatang anak panah mengenai kakiku. "Jadi kami harus berterima kasih padamu atas mundurnya pasukan Saga yang tiba-ti ba itu?" Takeo tak kuasa menahan perasaannya atas hasil yang adil ini. "Mai mengajakku ke tempat Lord Saga . "Tidak lebih lelah dibandingkan yang lainnya. "Ya. meski sebenarnya ia memperkirakan Hiroshi takkan bert ahan dalam perjalanan. Ayah akan meninggalkannya bersamamu . Semoga Tenba siap: bila tidak siap. Tidak parah. Ajak seseorang. Mai yang menggendongku. "Seperti yang selalu kulakukan selama perang." "Ayah jangan berkuda seorang diri.Takeo bicara dengan yakin." Pujian Takeo membuat air matanya berlinang lagi. Ayah ingin menungganginya kembal i ke Inuyama." ujarnya. "Dia takkan m au menikahiku sekarang!" Air matanya seketika berubah menjadi tawa. "Kaulah pewaris se jati Klan Otori dan Maruyama. akeo bicara dengan yakin." sahut Takeo. "Kau terluka?" tanya Takeo. Shigeko meng¬angguk tanpa bicara." Mendadak air mata mengambang di pelupuk matanya. segera setelah memeriksa keadaan Tenba. Shigeko menatapnya dan berkata dengan cepat. atau akibat apa yang akan terjadi di negeri ini." "Dan kirin. Aku tak menyadarinya sampai setelah itu. Kahei akan membawa pasukan." "Kau telah melakukan tugasmu dengan luar biasa. melumpuhkan tapi tidak membunuh. Ajak Gemba." "Pasti.

kembali ke bawah rintik hujan. aku tidak membutuh¬kan kuda. pasti tewas. Suasana hatinya murung saat kembali ke tenda. dengan kepala ter¬tunduk. Taku telah tiada. Kuda-kuda itu mencapai usia tujuh belas tahun. Shigeko sudah tertidur di samping Hiroshi. usia yang baik. Hiroshi di ambang kematia n. cahayanya memudar. Tenba berdiri di sebelah kirin. Kuda abu-abu pucat bersurai hitam. Takeo menatap dengan penuh kasih sayang. Kuda itu meringkik pelan menyapa saa t Takeo menghampiri. "Sekarang kau boleh menikahi laki Halaman 289 dari 700 . tapi Tenba teta p saja lebih menggunakan kaki kanan belakangnya. Ryume. kuda milik Taku. Seperti pas angan suami istri. dan cahaya redup matahari menyembul saat matahari ter¬benam. tapi kematian mereka membuat ia bersedih. membawa kuda itu ke kolam air dan membasuhnya dengan air dingin. Kemudi¬a n Takeo ingat pada kuda Hiroshi. meski saat ini hujan sudah mulai turun. anak Raku. Takeo menyimpul¬kan kalau otot bah unya terkilir. Luka di dadanya sudah tertutup dan tampak bersih. tepat beberapa minggu setelah kematian s audara tirinya. Keri.Ashige. Di dalam tampak redup." Awan agak menghilang. Takeo berharap itu berarti besok akan lebih kering. walau kakinya kelihatan tidak terluka. tapi kaki kanan k uda itu agak pincang. Dia tak ada di antara kuda yang masih hidup. wajahnya dekat dengan wajah pemuda itu. dan kemungkinan tak bisa ditunggangi. dan mungkin akan berlangsung selama berminggu-minggu. pertanda munculnya pelangi di langit.

Meskipun lukanya terasa sakit. tapi menolak berhenti. Di setiap pemberhentian. "Jangan bicara dulu. "Lord Takeo." ujarnya. dan mengira tengah berad a di masa lalu. Ia berlutut di sisi Hiroshi lalu menyentuh dahi pemuda itu. "Kelihatannya kau kedinginan. Jalanan berlump ur dan acapkali tergenang air. pikirnya. Namun badannya sendiri tengah gemetar." ujarnya kerasaki pilihanmu." jawabnya.. Takeo mengira Hiroshi tidak sadarkan diri. Rasa menyesal menusuk hatinya atas nasib gadis itu dan peran dirinya dalam kematian i tu. dan perjalanan mereka tempuh dengan cepat. *** Ia berangkat menuju Inuyama keesokan paginya. bak awan gelap yang menghilang. namun Hiroshi tiba-tiba m embuka mata dan tersenyum. Ia berkuda di punggung kuda betinanya yang tenang. dan sekonyong-konyong Yuki ada di samping nya. di hari ketiga." "Perang?" "Sudah berakhir.laki pilihanmu. Kuda betina dan kuda hitam Gemba segar seperti Ashige. Kau akan baik-baik saja. Saga mundur. demam ringan menyerang Takeo. Seringkali Takeo lupa di mana ia berada. Perjalanan ditempuhn ya dalam rasa nyeri dan juga demam. Takeo berbaring." Lalu diingatnya kalau Yuki sudah meninggal. dan takkan tidur dengan dirinya atau orang lain. namun senyum masih tetap tersungging di bibirnya. bersama Gemba sesuai anjurkan Shigek o dan Minora. Dia kurang sehat.. "Tapi aku tak boleh tidur denganmu karena aku telah beristri. semangatnya agak bangkit." Hiroshi memejamkan mata lagi. Hujan yang deras selama berhari-hari bisa berakibat gagal panen. . menunggangi Aoi di samping Makoto menuju sungai yang meluap dan jembatan yang te rputus." ujarnya keras. dan segera saja orang berduyun¬duyun ke arah Gugusan Awan Tinggi unt uk membawa makanan kepada para prajurit dan membantu membawa korban yang terluka. "Mau kuambilkan teh?" "Ya. sesekali suhu badannya m eninggi dan gemetaran. nap asnya melambat dan kian dalam. mereka menyebar kabar tentang perang dan hasilnya. ia seg era tertidur." bisiknya. Aku harus datang dan meng¬hang atkan tubuhnya.. ia dihantui mimpi dan halusinasi. Kaede pasti kedinginan. Tubuhnya dingin.

" sahut¬nya. Ai. "Syukur kupanjatkan pada Surga. k eluar menyambut di dinding sebelah luar kastil. Apakah kau mendapat kabar dari istrik u? Aku tidak mendapat kabar apa pun sejak kami pergi di bulan keempat. "Kau terluka?" "Kurasa aku sudah melewati bagian ter¬buruk." katanya dengan segera. tempat ia dibantu turun dari kuda oleh Minoru dan Gemba. Kecemasan¬nya bahkan tak bisa dihilangkan dengan sambutan sepenuh hat i penduduk kota yang merayakan kabar kemenangan dengan menari di jalanan. Dia akan merawatmu." "Ishida di sini? Mengapa?" Halaman 290 dari 700 . Hujan turun la gi dan para pelayan berlari ke depan membawa payung. dan melihat wajah Ai bersinar dengan p erasaan lega. demamnya sudah reda dan pikirannya telah kembali jernih . "Tabib Ishida ada di sini.Sewaktu tiba di Inuyama. dan hati Takeo berdebar ketakutan. "Akan kupanggil dia." Ai mulai bicara. tapi hatinya tetap cemas. "Suamimu selamat." lanjut Ai." "Lord Takeo. Adik Kaede.

"Mari mas uk. Hujan membasahi lembut wajah dan bahu mereka. Takeo melihatnya mengangkat lengan baju untuk men yeka air mata." sahutnya. tapi begitu jernihnya suara menyakitkan telinganya. Hal¬hal seperti ini memang sering terjadi." sahut Gemba." "Nanti saja. kuh arap kau membawa berita baik. bayi sangatlah lemah. Ia dan Gemba berjalan ke kolam sumber air panas dan melepas pakaian mereka yang kotor." Ai sendiri yang menyajikan sop dan ikan panggang. Kau ingin mandi dulu? Dan kami akan siapkan makanan bagi kalian. aku merasa semua ini salahku. tapi Takeo hanya mengangguk setuju. Dengan hati-hati Gemba menyingkir¬kan perban dari bahu dan lengan Takeo lalu membasuh luk anya dengan air panas." ujar Ai. ingin bersiap dan menguatkan diri untuk men dengar kabar itu. "Maafkan aku. "Lukanya semakin pulih." Takeo menghirup teh. Saat pel ayan kembali. mengelilingi mereka ber¬du a seakan membawa mereka ke dunia lain. Mereka makan dengan cepat: Ai menyuruh pelayan membereskan nampan dan mem¬bawakan teh." "Ya. Mere . setelah mereka saling memberi salam. Ishida datang bersama mereka. "Akan kutinggalkan kalian. "Biar kuperiksa. nasi dan sayuran musim panas. aku akan mandi dulu." ujar Ai." ujar Takeo." ujar Gemba. "Bisakah kau ikut denganku untuk mendengar apa yang telah membawa Ishida ke Inuyama?" "Tentu saja. kelembutannya menakutkan Takeo. "Mari ma suk. kelembutannya menakutkan Takeo. hampir tanpa merasakannya. Kau menitipkan i stri dan putramu dalam perawatanku. mereka juga tidak bicara selagi membasuh dan mengeringkan tubuh lalu masuk ke dalam air yang berbuih dan mengandung belerang." Sew aktu Ai berlutut untuk menggeser pintu terbuka. "Kau sudah jauh-jauh kemari. "Tak ada luka lainnya?" tanya Ishida. "Aku tidak bisa berlama-lama di sini." akhirnya Takeo berkata." Dia akan ceritakan semuanya. Demam dan nyeri membuat kepalanya pening: pendengarannya agak lebih peka dari bi asanya. "Sudah mulai sembuh."Dia akan ceritakan semuanya." sahut Ishida. Kau ingin mandi dulu? Dan kami akan siapkan makanan bagi kalian. Ai menuangkan teh ke mangkuk biru berlapis kaca. "Mengetahui yang terburuk adalah tahu cara bergerak m aju." "Menurutku kau harus segera mendengar nya.

air mata berlinang di pipinya. "Bukan karena sihir? Bagai¬man a dengan racun?" Teringat olehnya kalau Hana berada di Hagi. "Bocah mungil itu sehat pada malam sebelumnya. yang nyaris belum dikenalnya. Aku tak kuasa menanggung kabar buruk ini." ujar Ishida. yang kini tak akan bisa dikenalnya. "Sementara sihir aku benar-benar tidak t ahu.ka terlepas dari geng¬gaman kita. "Bagaimana istriku menerima keadaan ini? Apakah karena penyakit? Apa¬kah Kaede juga sakit?" "Itu merupakan kematian di masa kanak¬kanak yang tak bisa dijelaskan. Kematian seperti ini tidak wajar." Ishida berhenti dan menatap tak berdaya ke arah Takeo. namun tidak pernah terbangun lagi. nyaris marah. suaranya pecah. diberi cukup makan. lalu tertidur tanpa rewel. Mahkluk mungil itu. tersen yum juga tertawa." Halaman 291 dari 700 . bibirnya berkerut sedih. mungkinkah dia penyebab kema tian putranya? Takeo menangis." ujarnya. kemudian. bagaimana Kaede bisa tahan? "Aku harus segera menemui istriku." tutur Ishid a. pikirnya." "Bagaimana bisa begitu?" Tanya Takeo. tidak berusaha menyem¬bunyikannya. tapi aku sama sekali tak tahu penyebabnya. dan air mata menetes. "Tak ada tanda-tanda racun. Darah Takeo berdentum di telinganya. Bila diriku saja t ak kuasa menanggungnya. "Apakah kau hendak mengatakan kalau putraku meninggal?" Kesedihan melanda dirinya.

siapkan kuda." bisik Ishida. menyerahkan d iri ke tangan yang tengah berkomplot menentang dirinya? Mengapa istrinya mau melakukan hal semacam itu? Bergabung dengan suami adik¬nya? Tidak bisa dipercaya kalau istrinya melakuka n itu." ujar Takeo. Sepertinya dia menjadi gila karena sedih. Telinganya sudah mendengar kata-kata itu. Mereka dal am perjalanan ke Kumamoto." Dia tak menangis. dan melihat kalau kegelapan i tu akan melahap seluruh negara nya." tutur Ishida dengan sedih." "Hana dan kedua putranya sudah tidak di Hagi."Lalu istriku: bagaimana keadaannya? Dia pasti hampir gila karena sedih. "Aku harus menemuinya. Apakah Shizuka bersamanya?" Lalu istriku: bagaimana keadaannya? Dia pasti hampir gila karena sedih. Dirasakan semangatnya naik turun menuju kegelapan. tempat dia membangun kekuatan militer. Sebagai jawabnya. Kaede meninggalkan Hagi? Dia pergi ke Kumamoto. "Apa? Kaede membiarkan mereka pergi?" "Lord Takeo. Dia duduk tanpa makan di depan Daifuku ji. Kira-kira sudah sampai di mana mereka sekarang? Kapan mereka berangkat?" "Aku pergi kira-kira dua minggu lalu. Namun sebagian dalam dirinya merasa tercabik-cabik. di Hofu. "Tentu dia tidak akan menyia-nyiakan nyawa mereka. "Mereka pasti pergi beberap a hari kemudian. seolah seluruh tangannya ter enggut habis. "Jaraknya sem . Dia bergeser mendekati Takeo. lewat Tsuwano dan Yamagata. "Kaede pergi bersama mereka." "Istri Zenko dan putranya berada di Hagi. "Istriku baru saja keh ilangan putranya." ujar Ishida. seakan ingi n menopang tubuh Takeo. Z enko mundur dalam keadaan gusar ke Kumamoto." ujarnya. namun benakn ya masih belum memahaminya." sahut Ishida. "Gemba. namun ekspresi kesedihan serta welas asih terlukis di wajahnya. Apakah S hizuka bersamanya?" "Banyak hal buruk terjadi sejak kau pergi. dan menyerukan pada putra sulungnya untuk bertindak dengan adil." "Ah!" ujar Gemba pelan. Takeo duduk diam membeku." "Bisakah aku mencegat mereka di Yamagata?" tanya Takeo pada Gemba. "Kini kita tahu apa yang salah.

Shigeko luka ringan. "Aku harus bersiap untuk bertarung melawan Zenko. bawa mereka ke Yamagata." "Aku akan sampai di sana dalam tiga hari. Rawat mereka sebaik-baiknya. Yang terpikir olehku adalah meminta bantuan Ai. kirim pesan sekarang juga kepada Miyoshi Kahei.inggu berkuda. "Kirin juga mungkin butu h perhatianmu. tapi Takeo tak mengijinkannya melanjutkan. "Tak satu pun sanggup menghibur a tau mencegah kepergiannya." tutur Takeo. "Hiroshi luka parah." tutur Ishida. mencari-cari jaw aban." Takeo ber¬henti bicara lalu menatap Gemba den gan pandangan penuh kesedihan. menjanjikan apa saja pada dewa manapun." "Mereka berjalan dengan lambat. Tapi bagaimana aku sanggup ber perang melawan istriku sendiri?"* Halaman 292 dari 700 ." Ishida tidak memandang Takeo: sikap bersalah sekaligus bingung. maka aku pergi dia m-diam dari Hagi. agar istrinya tid ak meninggalkan dirinya. dan begitu sanggup bepergian. Minoru. "Lord Takeo. Benaknya seketika mulai ber¬pacu. beritahukan keberangkatanku. membantah dan memohon. seraya berharap bertemu denganmu dalam per¬jalanan pulang." la njutnya. Ak u akan ke sana dan mencari tahu apa yang telah terjadi.

pertemuan dengan Hisao. Penduduk Hofu adalah orang¬orang yang pemberani dan juga keras kepala. yang diberi makan oleh burung-burung di Daifukuji. "Kita butuh senjata. Ia selalu menoleh ke belakang dengan gugup saat mereka lari. pemuda itu takkan membiar¬kannya pergi. Maya melambatkan larinya untuk mengatur napas. dengan arus kapal yang datang dan pergi mema nfaatkan angin barat untuk menuju Akashi dengan membawa hasil bumi Tiga Negara.Di Hofu. tidak berdaya. dengan saru tujuan: menjauhkan diri dari Hisao dan Akio. kesal pada Z enko yang sangat tidak berbakti pada orangtua dan menghina dewa-dewa serta pasti akan dihukum ata s perbuatannya. dan melihat Miki muncul kembali di sebelahnya. "Apa yang kau lakukan?" pekik Miki. Tanpa berpikir panjang. Miki dan Maya melihat sedikit kejadian ini. Jalan di si ni sepi. mereka berlari dengan menghilangkan diri melewati jalanjalan yang sempit. Mereka memb enci perbudakan oleh Tohan dan Noguchi. gelombang pasang di awal bulan kelima datang setelah siang hari di Wakt u Kuda*. pikirnya. Hisao pasti dihukum. percakapan dengan hantu pe rempuan. Merasakan kalau kemampuan meng¬hilangnya sirna saat ia kelelahan. seolah yakin Hisao aka n mengejar. mengagumi mukjizat yang dialami Shizuka. Kepergian Zenko dari kota itu disertai dengan cemooh dan berba gai bentuk *) Waktu Kuda: berkisar antara jam 11. Rumah mak an dan penginapan dijejali orang yang baru turun dari kapal. seorang lakilaki tengah berjongkok mengasah pisau dengan batu asah. Pelabuhan dalam puncak kesibukan¬nya. Di luar toko kecil. diambilnya pisau itu l alu dia tusuk tangan laki-laki itu." . ungkapan dendam atau kebencian: para pengawal Arai yang berada di bagian belakan g rombongan bahkan dilempari kotoran atau sampah. "Dia akan berikan untuk kita . makanan dan uang. tapi tak tahu apakah pikiran itu membuatnya gembira atau sedi h. kebanyakan orang berada di dalam rumah untuk makan siang. maka mereka pun tak ingin kembali ke masa-mas a di bawah kepemim¬pinan Arai.00. Dan Akio pasti sudah tahu tentang si kucin g. menyuarakan kekagetan dan penyesalan atas kematian Muto Taku. mengambil air dari kanal kecil." jawab Maya. Maya sudah kelelahan karena tidak tidur semalaman. Maya panik. Orang itu melonjak kaget melihat ke¬munculan mereka yang tiba-tiba hingga pisau ya ng dipegangnya jatuh.00 s/d jam 13. Mereka minum sambil bertuk ar berita dan cerita. bahkan dilempari batu.

melukainya lagi. Bola matanya terbelalak ketakutan. atau kau akan mati." Miki mengambil pisau kecil dari tempat¬nya tergetak di atas selembar kain yang ter hampar di tanah." Maya mengoceh." ujarnya. ditunjukkan¬nya tempat dia menyimpan bebe rapa koin.Laki-laki itu menatap dengan tak percaya pada darahnya sendiri. "Aku membenci kejahatan Lord Arai: aku tahu dia telah manghasut dewa-dewa menentangnya. "Adik. Kalau si bodo h ini mengira mereka adalah iblis atau hantu. tapi aku tidak terlibat di dalamnya. Didekatinya laki-laki itu di bagian tangan yang tidak terluka lalu membimbingnya masuk ke dalam toko. "Apa-apaan tadi itu?" tanya Miki sewaktu mereka meninggalkan toko. kali ini di leher. dan memaksakan kue mochi ke dalam geng¬gaman tangan Maya. maka ia harus memanfaatkan sebaik¬baiknya." dia memohon. Maya berguling l alu muncul di belakang laki-laki itu. ambil pisau ju ga. kini keduanya bersenjatakan pisau yang disembunyikan di balik pakaian. Aku hanyalah seorang perajin yang miskin." "Dewa menghukum rakyat atas kejahatan penguasanya. "Jangan bunuh aku. "Beri kami makanan dan uang. Halaman 293 dari 700 .

"Hisao adalah kakak kita. tempat mereka duduk d an ber¬bagi kue mochi. tidak ada orang yang tidak bersalah. dan jangkrik yang ber derik membosankan. Ayah melarang kita melakukan hal itu. seolah dengan tidak mengakui kelahiran adiknya itu."Akan kuceritakan nanti. Ibunya." Mereka mengikuti kanal sampai ke jalan yang mengarah keluar kota menuju utara." Miki mengangguk." ujar Miki dengan suara lemah." Maya menatap Miki. kecuali bila kita mencegahnya. tapi setelah bocah itu lahir." "Itu tidak mungkin. menikah dengan Akio. Dia hampir lupa akan keberadaan bayi yang baru lahir. pada akhirnya. dan di balik pakaian ter asa lembap dan gatal. Bibi Hana sedang dalam perjalanan ke sana." Sesaat dikiranya kalau ia akan menangis. tapi perasaan itu segera berlalu. "Paman tengah menyiapkan pasukan melawan Ayah. Ibu tidak boleh p ercaya kepadanya. Ayo kita cari tempat untuk bersembunyi sebentar. tempat yang ada airnya. tapi sebenarnya bukan. Aku melihat Taku dan Sada dibunuh di depan mataku. "Sud ah menjadi takdir orang itu berada di sana saat itu. Miki. Kita harus ke Hagi lalu memperingatkan Ibu. Itu sebabnya Kenji menggi ring Tribe kepada Ayah. Aku ditawan Kikuta Akio." kan kuceritakan nanti. Ranting pohon cedar dan a wan di belakangnya memantul di per¬mukaan yang tenang. Kau pasti pernah mendengar tentang dia di Kagemura. tempat yang ada airnya. Dia putra Ayah." Gadis itu menatap permukaan kolam dengan murung. Di sini mereka minum sebanyak-banyaknya. Yuki." "Tapi Maya. yang berseru-seru me¬manggilku. Hisao akan membunuh Ayah. Maya berkata. Dan ada ramalan yang mengata¬kan bahwa Ayah hanya bisa dibunuh oleh putran ya sendiri. mau¬pun memikirkanny ." tutur Maya. Kikuta memaksanya bunuh diri. "Dan bocah itu. "Orang mengira dia putra Akio. kau tidak tahu apa yang sudah kualami." "Dengar. Burung gagak memekik di ketinggian pohon cedar. adalah Kikuta Hisao. hutan kecil mengelilingi kolam sumber air. Ayo kita cari tempat untuk bersembunyi sebentar. kau gunakan kemampuan Tribe untuk melawan orang yang tidak bersalah. dia adalah cucu Kenji. Maya belum pernah melihatnya. "Lagipula. M ereka tiba di jalan ke biara. "Benar. dia sudah mendengar semua kisah Tribe ini sejak kecil. Peluh bercucuran di wajah kedua gadis itu." katanya seketika. dan menemukan tempat yang terlindung di balik semak-semak.

menggunakan bahasa laki-laki. Maya berpikir kalau ia ta k boleh mengotori¬nya. Seekor nyamuk hinggap di tangannya dan dia menepuknya. Halaman 294 dari 700 ." "Tapi bagaimana dengan adik bayi kita?" tanya Miki lagi. dan dirasaka n¬nya bebatuan merekah di bawah tangannya. Lag i-pula. "Aku mau pipis. Di sini ada batu nisan yang berlumut dan terbengkalai. Puncak pe¬pohonan cedar masih bergetar. orang paling jahat yang pernah ku¬temui. bersamaan dengan perasaan yang tidak dikenalinya. merasa pusing selama beberapa saat. bumi bergetar.a. Dia itu ja hat. Maya setengah terjatuh ke atas tanah. seharusnya kita juga begitu. Miki!" Maya berdiri mengibaskan debu dar i pakaiannya. merasa heran mengapa hal ini membuat ia begitu marah. maka dipanjatnya dinding samping lalu membuang hajat. lebih jahat dari Akio. Saat ia meman jat dengan susah payah kembali ke sisi dinding yang sebelumnya." "Kalau sudah tahu. Pada saat itu dirasakannya keinginan untuk menjadi si kucing. yang membuatnya gelisah. "Jangan membuat semuanya menjadi rumit. Miki berkata. "Ayah pasti tahu tentang ini. lalu ber¬jalan lebih jauh m emasuki hutan. mengapa Ayah tidak berbuat apa-apa?" sahut Maya." ujar¬nya. apa yang bisa Ayah lakukan?" "Ayah seharusnya membunuh Hisao. Lagi¬pula Hisao pantas mendapatkannya. "Jika Ayah memilih untuk tidak berbuat apa-apa.

" "Apa rencana kita?" tanya Miki sewakt u berdiri. peziarah." ujar Miki. ia terkejut mel ihat betapa kurusnya adiknya itu kini. Ia tak ingin Miki tidak sepaham dengan dir inya. Lalu bagaimana kita mendapatkan makanan?" "Seperti yang tadi kita lakukan. Maya mencermati para pelancong yang berjalan menyusuri j alan itu dari kedua arah: ksatria berkuda. Dia akan menolong kita." katanya. Maya tak ingin mencemaskan keadaan Miki: ia ingin segalanya tetap seperti biasa¬nya. "Tentu saja pulang. Seorang laki-laki bernama Bunta datang bersama Shizuka dan aku." "Apakah dia Muto?" "Imai. biarawan berjalan dengan tongkat dan mangkuk pengemis. Be-berapa di antara mereka mungkin saja menahan dan menghentikan mereka berdua. "Ayo." sahut Maya. seraya menyentuh pisaunya yang ter sembunyi." "Apakah kita akan berjalan kaki sampai ke rumah?" "Ada ide yang lebih baik?" "Kita bisa meminta bantuan dari se¬seorang. ia terkejut melihat betapa kurusn ya adiknya itu kinietika dilihatnya Miki duduk di samping kolam. Atau mereka mungkin saja o rang Tribe . "Apa¬kah kita akan mengikuti jalanan mama?" Ia memberi isyarat ke arah jalan berdebu yang berbelok-belok menuju sawah yang meng¬hijau ke arah pegunu ngan yang berselimut¬kan pepohonan. "Kita akan mencurinya. "Kita harus pergi sendiri." 'Tak satu pun dari mereka bisa dipercaya lagi." sahut Maya dengan perasaan jijik . Bila kita berjalan kaki dan sambil ber sembunyi. mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang sulit.Ketika dilihatnya Miki duduk di samping kolam. yang ter¬buruk." "Baiklah. ketika mereka seperti memiliki satu pikiran. berkuda secara terbuka dengan dua orang laki-laki yang membantu kita. "Kita harus segera pergi." "Tapi jaraknya jauh sekali. perempuan bertopi dan berkerudung lebar pelindung s inar matahari. akan makan waktu tiga kali lebih lama. "Butuh waktu seminggu berkuda dari Yamag ata. pedagan g. penjaja dagangan. Hal ini membuatnya merasa kesal." ujar Miki tidak senang. Dari Yamagata ke Hagi ber jarak sepuluh hari.

mendengar suara Hisao. Maya menoleh ke belakang." protes Miki. Akio mungkin sudah menunggu kita di sana." Halaman 295 dari 700 . Tapi aku membencinya! Bagaimana bisa aku ingin berjumpa dengannya? Berusaha menyembunyikan perasaan ini dari Miki. "Aku tidak dengar siapa-siapa." "Kita akan kelaparan. Itu dia. Suara itu bergema seperti bisikan di sela¬sela hutan. Ia bimbang dan disadarinya ternyata ia rindu dan ingin bertem u Hisao lagi. Kita akan berjalan melewati pegunungan. "Apa?" "Suara itu. "Berpua sa dan berdoa. mendengarkan dengan seksama." Miki berdiri. Datanglah kepadaku. ingat perkataan gadis pelayan itu. ia berkata. "Walau aku berpakaia n laki-laki. m erasakan kalau pemuda itu sedang mencari¬nya. Kita boleh kembali." ujar Maya.yang sedang mengejar. "atau tersesat. ke arah kota. "Kau dengar itu?" Dicengkera m¬nya tangan Miki. setengah berharap melihat Hisao dan Akio mengejar. siapa pun bisa melihat kalau kita kembar." Rasa tegangnya makin bertambah. Ay o kita temui Shizuka. Kita tak ingin menjadi perhatian. Mendadak Maya melompat. Maya bisa merasakan tarikan itu dalam dirinya." "Dia berada di Daifukuji. Ayo kembali ke kota saja.

Jalan ter¬bentang di sepanjang sisi barat sampai ke jembatan di Kibi. tapi berjarak satu hari per¬jalanan ke utara Hofu. ia melihat ke angkasa. ia melihat ke angkasa. tepat sebelum Sun gai Yamagata. bersama Taku dan Sada. deburan air berbuih menghempas bebatuan. Sawah terbentang di k edua sisi lembah. seraya menyeka mata dengan tangan. "Apa¬kah Akio menyakitimu?" "Dia mencekikku untuk membungkam mulutku. Sungai itu sering meluap. Matahari sudah bergeser dari titi k puncaknya ke arah barat. Maya me nceritakan dengan singkai tentang serangan itu." Sejenak Miki terdiam. Mereka sudah sering melewati jalan ini. "Aku memimpika nmu sebagai si kucing. tepat sebelum Sun gai Yamagata. mengikuti aliran sungai di sepanjang jalan menuju Tsuwano. "Aku memimpikanmu." ." ujar Miki. lalu berkata. rumah dan gubuk petani benebaran di tengah daerah persawahan." "Kuda betina apa?" "Kuda pemberian Shigeko untuk per¬jalanan dari Maruyama. mengikuti aliran sungai di sepanjang jalan menuju Tsuwano. sunga inya makin dangkal. Jalan hampir mengarah ke utara. Setelah selesai bercerita. lalu memukulku beberapa kali. hanya beberapa hari lalu. Sawah terbentang di k edua sisi lembah. sunga inya makin dangkal. tapi berjarak satu hari per¬jalanan ke utara Hofu. dan kematian Taku dan Sada. Ayo pergi. Juga ada jembatan baru. hanya it u. dan aku adalah bayangannya."Ayo pergi. "Aku penasaran di mana kedua kuda betina itu. Jalan hampir mengarah ke utara. Juga ada jembatan baru. Matahari sudah bergeser dari titik puncaknya ke arah barat." ajak Maya. sedangkan Maya saat musim gugur se¬belumnya. namun mata Maya kering." ajak Maya. aku kehil angan mereka. Miki yang terakhir kali. Sungai itu sering meluap. melewati sebagian besar daerah tersubur d i Tiga Negara. Miki menangis tanpa suara." ujarnya pada Miki saat me¬langkah d ari bawah naungan pepohonan lalu berjalan di bawah teriknya matahari. Jalan ter¬bentang di sepanjang sisi barat sampai ke jembatan di Kibi. Aku tahu sesuatu yang mengerikan terjadi padamu. melewati sebagian besar daerah tersubur d i Tiga Negara. "Kau tahu. deburan air berbuih menghempas bebatuan. rumah dan gubuk petani benebaran di tengah daerah persawahan." Selagi mereka mulai berjalan menanjak menaiki lereng ke pepohonan bambu.

hanya saja dia tidak tahu bagaimana meng¬at asinya. Di sungai juga menemukan kepiting kecil yang mereka makan hidup-hidup. dan batang nya yang besar dan akar¬nya membentuk liang. dan terdapat banyak tebin g dengan batuan yang menonjol dan pohon tumbang yang menyediakan tempat bernaung. ketika akhirnya lereng yang semaki n curam memaksanya untuk melambatkan langkah. Mereka menyelinap dengan mudah di antara batang-batang ba mbu. Tak ada orang yang pernah meng¬ajarinya. Daun rontok selama ber¬tahun-tahun menyediakan kasur yang empuk. Dia bisa menjadi luar biasa kuat. Seekor ular kecil melintas di depan mereka. Kini mereka berada di lebatnya hutan. dan awan rendah menyebar di langit dari arah selatan. dan di suatu tempat di sebelah kiri mereka terdengar kicau burung kecil. pucuk pakis yang sudah tua. Kemudian mer eka melanjutkan perjalanan selama senja yang panjang sampai malam sudah terlalu gela p hingga tak bisa melihat apa-apa. menghilang ke semak beluk ar. sampai hampir berlari kecil di sela-sela batang pohon yang berwarna keperakan."Bagaimana dengan Hisao?" Maya mulai berjalan lebih cepat. kedua gadis itu kini mulai secara naluriah mencari makanan: jamur yang tumbuh di bawah pohon pinus. Derik jangkrik keden garan makin kencang. "Penguasa alam baka dari Tribe?" "Ya. Miki pun ikut berlari. mengumpul kan daun. Mereka sampai di sebatang pohon beech besar yang setengah tercabut akarnya akiba t gempa atau badai. meski semua ini makin sulit ditemukan. Dan dia bisa membuat senjata api. Sejak kecil mereka diajarkan oleh Tribe untuk hidup dari alam. wineber ry. Bahkan ada kacang¬kacangan yang masih bisa dimak an di Halaman 296 . akar dan buah-buahan sebagai makanan juga racun. "Hisao adalah penguasa alam baka. selain cara bertindak kejam. Kurasa ada orang yang mengajarinya. juga tidak akan ada bintang. mengisap daging berlumpur dari cangkangnya yang rapuh." ujar Maya." Matahari tergelincir di balik puncak tinggi pegunungan di sebelah kiri mereka. Sambil berjalan. T idak akan ada bulan. R asanya waktu sudah lama berlalu sejak mereka makan kue mochi di biara tadi. Mereka mengikuti buny i gemericik air dan minum dari sebuah sungai kecil. akar halus bambu.

dari 700 .

Maya tidak yakin apakah dia mengucap¬kan kata-kata itu atau hanya memikirkannya. be¬rangkulan. Tubuhnya menyentak-nyentak gelisah." Tambahan lagi. seolah dirinya menjadi utuh kembali. "Apakah saat itu kau takut?" bisik Miki. be¬rangkulan. "Aku tahu Ayah d an Shigeko belum pulang. "Tidak. M aya mulai merasa rileks. Udara terasa menjadi agak dingin. ia pun tak yakin kalau se mua ucapannya benar. Saat Hisao bersama si kucing." ujar Miki pelan. ia bisa b icara dengan arwah ibunya. ibunya selalu bersamanya. "Kurasa aku tahu itu. Hisao menyayangi kucing itu dan dia adalah penguasanya. dan di kejauhan terdengar jerit rubah betina. maksudku?" "Dia sedang mencariku. Dengan rintik-rintik pertamanya. "Apa kau lari darinya? Sekalian pulang." Tubuh Miki agak gemetar. ara dedaunan. ingin bersama pemuda itu dan berjalan ber¬sama di antara dunia. Apakah aku sudah menjadi jahat? Maya mengingat tukang asah pisau yang dilukai da n dirampoknya . ba ru aku akan merasa aman." "Mudah sekali menjadi jahat." "Dia mengikuti kita?" Maya tak langsung menjawab. Miki agak memutar badannya. Sebagia n lagi ditarik kembali kepadanya. Dalam pelukan adiknya." Terdengar suara burung hantu di pe¬pohonan di atas mereka. Kedua gadis itu berbaring. Dia dipaksa mat i sebelum waktunya. Maya mulai merasa rileks. "Tidak. Sebagian dari dirinya takut pada laki-laki itu dan ingin menjauh. dan cahaya menerangi tanah. seolah dirinya menjadi utuh kembali.antara dedaunan." Tapi bahkan setelah kata-kata itu lepas dari mulutnya. memanggilku. dan harus menyaksikan putranya diubah menjadi jahat. bau lembap mulai muncul dar i tanah. "Kau pernah melihatnya?" "Sudah. Aku merasakannya: aku me¬mutuska n ikatan antara pemuda yang me¬manggilmu dan si kucing. "Hujan. dan kau berubah ke wujud aslimu. tapi Ibu akan melindungi kita. "Aku merasa iba. Mengisi cuping hidungnya dengan kehidupan sekaligus kematian." ujar Maya. membuat keduanya melonj ak kaget." Maya memikirkannya. Kedua gadis itu berbaring." ulangnya. Dalam pelukan adiknya. kan? Begitu kita sampai di Hagi.

merasa bersalah dan tida k menyukai perasaan itu. Seharusnya Ayah tidak boleh punya anak laki-laki! Miki sepertinya sudah tidur. Napasnya tenang dan teratur. ia menuangkan rasa marah untuk memadam¬kannya. Maya berjuang kembali ke wujud aslinya. Suara burung hantu tadi terdengar lagi. Hujan membuat¬nya kedinginan. Halaman 297 dari 700 . Seharusnya Ayah tidak mengirimku pergi jauh. Sikutnya menusuk badan Maya. Ayah yang memaksaku. Nyaris tanpa berpikir dib iar¬kannya si kucing datang dengan bulu tebal¬nya yang hangat. Segera terdengar suara Hisao. Datanglah padaku. seolah Hisao bisa me lihat melalui kegelapan. ini salah Ayah hingga aku menjadi seperti ini. Kucing itu meregang¬kan badan. dan Maya bergeser sedikit. Dibuka mulutnya. tepat ke mata keemasan si kucing. Seh arusnya Ayah tidak boleh begitu sering meninggalkanku saat aku masih kecil.tanpa pikir panjang. Ayah pasti marah padaku. Nyamuk mencium bau ker ingat mereka dan ber¬dengung di telinga Maya. berusaha memanggil Miki . Dan Maya merasakan tatapan pemuda itu berpaling ke arahnya. menegakkan telinganya serta mendengkur. saat kepalanya berputar melihat ke arah Hisao. pikirnya. Seharusnya Ayah bilang kalau Ayah punya anak laki-laki.

Kucing itu mengambil begitu banyak dari dalam diriku." Miki berlutut di pinggiran gua pohon dan melihat dengan seksama keluar ke gelapn ya malam. dan sungai di belakangnya. Mereka berusaha sekuat tenaga naik turun parit yang dalam. "Aku tidak bisa lihat apa-apa. Suaranya lemah dan lelah. Meskipun ingin berjalan sebentar di permukaan jalan yang mulus. kedua gadis itu me¬n unggu cahaya matahari merayap perlahan menyinari mereka. mem¬buat tanah terasa panas dan mengubah ra nting dan daun yang meneteskan air hujan menjadi bingkai keemasan dan potongan pelangi." ujar Miki. "Apa yang terjadi?" Maya merasakan lagi kekuatan setajam pedang dari jiwa Miki yang menghalangi anta ra si kucing dan penguasanya. Mereka b . pakis: semuanya berkilau dan bersinar. dan Hisao melihatku. namun menjanjikan kalau bagian selanjutnya per¬jalanan mereka akan lebih mudah. dan hujan." "Apakah dia sudah dekat?" "Aku tidak tahu. mereka berhenti di saat yang bersamaan. serta mem¬bebaskan diriku darinya . "Atau bagaimana m elakukannya. Berpelukan. "Apa yang terjadi?" iki duduk tegak. keduanya melanjutkan per¬jalanan ke utara. sesekali melihat jalan di bawah sana. dibengkokkan dan dipukul berulang kali. "Ada ses uatu yang bisa kau lakukan yang menghalangi antara dia dan aku." Murni adalah kata yang terbersit di benak Maya. Kita harus pergi sekarang jug a. Jaring laba-laba. "Tadi kau melolong!" ujar Miki." "Aku tidak tahu apa itu. Dipeluknya Miki dan mendekapnya lebih erat. Dengan menjaga agar sinar m atahari tetap di kanan mereka. Saat tengah hari. rumpun bambu. mereka tak beran i melaku¬kannya. *** Hujan berhenti saat hari mulai terang. tapi dia tahu tempat kita berada. Kita tidak bisa pergi sekaran g. seperti murninya baja setelah di panas¬kan. Gelap gulita. "Tadi aku berubah menjadi kucing di luar kehendakku." "Kau akan tetap terjaga?" tanya Maya gemetaran karena dingin dan emosi.Miki duduk tegak. Di depan mereka tampak ada jalan yang tidak terlalu mulus. seringkali harus mene lusuri kembali jejak kaki mereka se¬belumnya. di sisi sebelah timur pe¬gu nungan.

Matahari berlalu tersembunyi di balik gunung. namun tidak tahu lagi apa yang bisa dilakukan. menatap ke atas. dan mengira kalau jalan kecil itu akan membawa merek a ke sana. dan kini mulai mencari-cari di rerumputan. seraya melepas sandal dan menggosokkan tel apak kakinya di rumput yang lembap." ujar Miki. tak ada desa. Mereka ber¬jalan tanpa bicara. sedikit buah b eri yang hampir ranum. Halaman 298 dari 700 . Kakinya lecet dan berdarah. hampir tidak perlu bicara. Maya sudah berbaring terlentang. tanpa bersuara. dan menem ukan kacang beech. lumut." katanya. awan ber kumpul lagi di sebelah selatan. dan sawah garapan tetap berada di luar jangkauan di bawah tempat mereka berada. Aku pena saran apakah jalan itu mengarah ke sebuah desa.elum makan sejak pagi. Sekali l agi. bahkan dalam naungan lebatnya hutan. "Aku lapar sekali. chestnut sisa musim gugur lalu yang telah bertunas. selain terus berjalan. ke arah hijau dedaunan yang be rubah bentuk. mereka mengen¬cangkan kembali sandal dan mulai mengikuti jalan kecil tadi yang berkelok di sepanjang sisi gunung. Udara terasa panas. berhenti hanya untuk mengambil makanan yang disediakan ata m. kulitnya berubah segelap tembaga . tapi rasa lapar membangunkan mereka. "Kita harus mendapatkan makanan sungguhan. Tak satu pun dari kedua nya ingin menghabiskan semalam lagi di hutan. perut mereka mulai keroncongan. bahkan tak ada gubuk atau b iara terpencil di gunung. Tapi mereka tidak menemukan tempat apa pun. "Kita istirahat sebentar. Sesekali mereka melihat atap rumah petani jauh di bawah." Kedua gadis itu tertidur sebentar.

"Ya. Bagaimana dia bisa ada di sini? Aku akan ke sana dan melihatnya. "Apakah kau Muto?" tanya Maya. Segera saja terbit air liurnya. Baunya semakin kuat ." Menggunakan kemampuan menghilang. "Kau bisa memanggilku Yusetsu. Aku akan memberimu dan adikmu makan. Sepertinya tidak ada orang lain lagi. Kalau dia bi sa melihatku." sahut perempuan itu. kini bercampur dengan aroma daging panggang yang membuat perut mereka semakin keroncongan. dan mereka berjalan dengan lebih hati-hati. Miki berbisik di telinganya. hanya perempuan itu." Maya belum pernah mendengar nama itu. "Perempuan itu mirip Shizuka!" Maya mencengkeram tangan adiknya saat Miki hendak berlari menghampiri. tanpa berpalin g. Maya bisa memperkirakan dari bentuk tubuh dan gerakannya kalau sosok itu adalah perempuan dan ada sesuatu dengannya yang terasa sangat familiar. Maya berpikir." Suaranya mirip suara Shizuka. "Tidak mu ngkin. bak jej ak terakhir salju . an dan gunung menyatu saat senja tiba. Api unggun menyala di depan¬nya." bisik Miki. Suaranya pun dingin dan misterius. aku Muto. Di sela-sela pepohonan bisa dilihatnya sebuah gubuk kecil. Perempuan itu berkata. tiba-tiba berhenti. pikir Maya. Angin sepoi-sepoi berhembus perlahan di dataran itu dan membuat bulu-bulu coklat dan hijau melambai-lambai terkena angin¬nya. kepalanya tertutup tu dung yang di¬pegangi dengan satu tangan sementara mem¬bolak-balik daging pada tusuk pemanggang dengan t angan satunya lagi. tapi juga tidak mirip. "Asap. maka dia pasti berasal dari Tribe. lalu membuat dirinya terlihat lagi. burung berkicau melantunkan nyanyian peng iring matahari teng-gelam. Aroma daging begitu kuat hingga ia mengira akan kehilangan kon¬sentrasinya. burung berkicau melantunkan nyanyian p engiring matahari teng-gelam. karena ia pernah mencicipi kedua daging itu di se kitar Kagemura. "Kau tak perlu menggunakan pisau itu. tiba-tiba berhenti. Maya yang berada di depan. Dagi ng burung kuau atau kelinci. Maya mengangguk.Hutan dan gunung menyatu saat senja tiba. dan sesosok tubuh ramping berlutut menjaga daging yang sedang dimasak. Maya yang berada di depan. Diraba nya pisaunya. Maya menyelinap di sela pepohonan dan ke belak ang gubuk.

melahap daging dengan rakus. Dia membalikkan telapak tangan mereka dan menyusur i tanda Kikuta dengan jari-jarinya. Bahkan dengan cahaya api unggun." Ada teko air di anak tangga gubuk. dan memberikan lumut untuk member sihkannya. seolah dia adalah ibu mereka. Kedua gadis itu bergantian menuangkan air men¬c uci tangan dan kaki mereka. Yusetyu menuangkan air ke s elembar kain untuk mengelap tangan mereka. Dia lalu berlutut.yang tertinggal di sisi utara pegunungan di musim semi. panasnya membakar mulut dan lidah. Kini p erempuan itu menatap Maya. "Sudah hampir matang. yang membuat Maya bergidik. Kemudian ditunjuknya tempat untuk buang hajat. sikapnya penuh perhati¬an. Yu setsu tidak makan. "Apa yang kau lakukan di sini? Apakah ayahku yang menyuruhmu ke sini?" "Ayahmu? Takeo. namun tudung menutupi wajahnya. Si kembar makan tanpa bicara. mengiris daging menjadi potongan kecil. Yusetsu menaruh daging burung kuau bakar di lembara n kulit kayu yang di-bungkus daun. M aya tidak bisa melihat wajahnya." kata Yusetsu. Setelah itu dinyalakannya lentera dari sisa api yang masih menyala. lembut sekaligus getir. dan mereka berbaring di Halaman 299 dari 700 . memerhatikan wajah dan tangan m ereka. "Panggil adikmu lalu cuci tangan dan kaki k alian. Di anak tangga. dia hanya mengamati setiap suapan mereka. Ketika keduanya sudah mengisap tulang yang terakhir." Perempuan itu meng¬ucapkan nama Takeo dengan semacam kerinduan ya ng dalam dan penyesalan.

Hujan menyirami wajah mereka. Yusetsu memadamkan lentera dan menye¬limuti mereka dengan jubahnya. "Dia adalah hantu perempuan itu. "Tidurlah. Miki berkata. merasakan juga lebih baik kalau mereka memang menjadi anak Yusetsu." uj arnya." "Apakah itu makanan hantu?" tanya Miki saat perempuan itu membawakan daging ." Jalannya tidak rata. teko. teko berisi air. setuju. seoerang perempuan sedang menjaga makanan yang dimasak. aroma daging yang tengah dimasak yang mene rbitkan air liur. juga tanah lembap di bawah tubuh mereka. Kalian seha rusnya menjadi anakku. Tak satu pun dari keduanya bica ra lagi tentang perempuan itu. bulan sabit. Tiba-tiba tercium bau asap yang sama. melalui semak belukar." "Mmm. "Seperti kemarin. "Kalian mirip dengannya. maupun perempuan itu. "Tidak ada yang bisa menyakiti kalian saat aku di sini. "Ibu Hisao? Yuki?" "Siapa lagi?" Maya mulai berjalan ke arah utara." Dan kedua gadis itu. makanannya sudah m atang. "Ada jalan kecil." ujarnya lirih. Dan berjalan lagi sampai malam tiba saat bulan baru muncul." gumam Maya. "Jadi kalian anaknya Takeo. namun rasa daging burung kuau masih tertinggal di lidah dan tengg orokan mereka. wajahnya tersembunyi ole h jubah bertudung. Di belakangnya ada gubuk." ujar Maya menyapa dengan akrab. mengejar Maya. "Cuci tangan. dalam keadaan hangat dan kenyang. "Kita di rumah. Hanya bulu burung di lumpur dan bekas bara api yang menandakan kalau perempuan i tu pernah ada di sana. seperti jalanan rubah. Tak ada tanda-tanda gubuk." sahut perempuan itu." ujar Miki. beristirahat dalam panasnya siang hari di rimbunnya semak hazeln ut. meski mereka belum tahu siapa perempuan itu sebenar nya.lantai gubuk sementara perempuan itu terus memandangi merekaantai gubuk sementar a perempuan itu terus memandangi mereka. Mereka berjal an menyusurinya sepanjang hari." Mereka tidur tanpa bermimpi dan ter¬bangun saat hari mulai terang. "Selamat datang di rumah.

Maya sudah menjejalkan daging ke mul utnya. Kau h arus merelakannya." "Kau bijaksana.saat ini daging kelinci dan mengirisnya untuk mereka. dan membu at seorang Halaman 300 dari 700 . kau dan kakakmu akan mulai mendapa t haid. tetap belum mau makan. Semua makanan sudah mati d an memberikan rohnya pada kalian agar kalian bisa hidup. Menjadi perempuan membuat kalian lemah." "Benarkah?" "Kau membebaskan si kucing. "Aku di sini untuk membantu kalian. "Aku membalas pertolonganmu. Aku ber¬utang padamu. dan membiarkan arwahmu berjalan terus menuju kelahirannya kembali. Yusetsu tertawa. "Tugasmu sudah berakhir di dunia ini." "Bila sudah bebas. "Akan lebih bijaksana dan lebih kuat lagi begitu ka u dewasa. Karena kau memutuskan ikatanku dengan anakku." tambahnya ketika Miki ragu." sahut Yuki." tutur Miki dengan su ara tenang dan tegas yang belum pernah Maya dengar." "Apa yang kau inginkan sebagai imbalan?" tanya Miki. Dalam waktu satu atau dua bulan lagi. seharusnya kau me¬lanjutkan perjalananmu." "Jangan takut. "Semua makanan adalah makanan hantu. jatuh cinta menghancurkan diri kalian. dan sekaligus membebaskanku.

bila kalian tid ak me¬mulainya. amarahnya kembali lagi." tutur Yuki. Aku sangat suka bercinta.anak menem¬pelkan pisau di lehermu. aku merasa seperti di Surga." Miki mencondongkan badan ke depan dan mengambil sepotong daging. Kemudian aku tahu kalau Shirakawa Kaede yang dicintainya. Aku mem¬biarkannya memiliki diriku seutuhnya. "Hisao berusa ha untuk tidak ingin mendengarkanmu. ketika aku menganggap ayah kalian sebagai kekasihku. aku merasa seperti di Surga." "Kalian adalah adiknya. "Semak in lama dia menjadi semakin jahat. "Dia tak mau tahu siapa dirinya. maka kalian takkan merindu¬kannya. mengu¬nyahnya pel an. Mereka belum p ernah mendengar versi cerita ini dari riwayat orangtua mereka. Dia kelihatan terobsesi pada ku sama seperti aku terobsesi padanya. Dan aku melakukan apa yang diperintahkan padaku: kalian anakmenem¬pelkan pisau di lehermu. yang kutahu mesti kunikahi di kemudian ha ri. "Sifat dalam dirinya tercabik. Tapi sampai tiba waktunya nan ti. itu sebabnya dia merasa sakit kepala yang sangat menusuk. Akhirnya Maya berkata. Aku merindukannya siang dan malam. bila kali an tidak me¬mulainya. maka dia akan menjadi benar¬benar jahat. dan kukira dia jatuh cinta padaku. yang disayanginya. Jangan tidur dengan laki-laki. Kami sangat seras i dalam kemampuan Tribe. Kedua gadis itu juga tidak berkata apa-apa." sahut Yuki. ketika aku menganggap ayah kalian sebagai kekasihku. Dan aku melakukan apa yang diperintahkan padaku: kalian anakanak Tribe." Yuki terdiam membisu. "Aku patuh pada Ketua Kikuta dan Akio. kalian harus tahu tentang kepatuhan. Bil a dia menyadari kekuatan itu sepenuhnya." Kedua gadis itu meng-angguk. maka kalian takkan merindu¬kannya. sedang yang satunya lagi memiliki kualitas spritual yang menolak ke¬kuatannya. Aku merindukannya siang dan malam. "Salah satu dari kalian menjadi si kucing. Aku sangat suka bercinta." ujar Maya. merasakan lemak dan darahnya. kegilaan karena cinta yang bodoh membawa dirinya kabur dari Tribe dan membuat aku dihukum mati. dia masih ." "Dia tidak bisa dibebaskan dari dosa. Tapi aku mengira akan menikah dengan Takeo dan melahirkan anak-anaknya. Jangan tidur dengan laki-laki. diceritakan oleh perempuan yang s angat menderita disebab-kan oleh cintanya pada ayah mereka. tapi tidak bicara. Aku mem¬biarkannya memiliki diriku seutuhnya.

pikir Maya. kan?" Halaman 301 dari 700 . kuat dan ptnuh semangat." bentak Miki. Kita tidak bisa melaku¬kan apa-apa lagi. Namun ayah angkatnya harus membayar pembunuhan keji atas diriku. tapi jawab an Miki singkat dan tidak memuaskan. "Kita su dah makan makanan darinya dan me¬nerima bantuannya. "Apakah menurutmu kita melakukan hal yang salah?" tanya Maya. k ita hanya harus segera sampai di rumah dan berharap Ayah cepat kembali." Yuki mencuci tangan mereka seperti yang dilakukannya di malam sebelumnya. kita akan selamatkan Hisao. tapi k ali ini dibelainya tangan mereka dengan lebih lembut. Kita akan menemukan ayah kalian dan mempering atkannya. Suasana hati Maya labil. dan membiarkan tudung terlepas. sentuhannya kuat dan ny ata: dia tidak terasa seperti arwah. Aku tidak bisa membiarkan anakku mem bunuh ayahnya." Yuki mencondongkan badan. dan kemudian sikapnya melunak. "B egitu dia sudah selamat. kesal denga n kemarahan Miki. Miki bahkan lebih pendiam lagi ketim¬bang sebelumnya." "Bagaimana kau bisa tahu begitu banyak tentang hal itu?" tanya Maya. "Sekarang kalian harus tidur. serta ketakutan akan Akio dan Hisao yang sudah dekat di balakang mereka. Aku berharap dia belum mati. Hantu perempuan itu sudah pergi. Dia mencoba memaksa Miki bicara. saat kita sudah bebas. tapi keesokan paginya. Aku be rha rap dia yang menjadi ibuku. Teruslah berjalan ke utara.bisa diselamatkan. tidak seperti Ibu tapi dengan sifat yang selalu kuingin diriku menjadi seperti itu. ber gerak antara gembira karena kemung¬kinan bertemu Yuki lagi malam itu. layaknya seorang ibu. si kembar terbangun di hutan yang kosong. Aku akan memberi kalia n makan dan membimbing kalian kembali ke Hagi. "Sekarang sudah terlambat." Dia cantik. aku akan melanjutkan perjalananku. "Kau bukan seorang penguasa alam baka juga.

Jalur itu berkelok di antara tonjola n batu-batu besar: sepertinya itu tempat kesukaan ular untuk berjemur. "Menurutmu apa yang sebenarnya Yuki inginkan?" tanyanya. Jato. dia yang bilang begitu. "Semua hantu ingin balas dendam. *** Maka perjalanan mereka berlanjut saat bulan semakin penuh dan menyusut lagi. bagaimana dia membawa pedang Lord Sh igeru. Aku belum pernah mendengarnya sampai kau mengata¬kan kalau Hisao adalah penguasa alam baka. "Dia ingin balas dendam. dan tanpa disadari mulai menyayanginya seakan pere mpuan itu adalah ibu mereka. lalu menyerahkannya ke tangan Takeo setelah sebelumnya mereka menyelamatkan Shig eru dari kastil Inuyama." lanjut Miki. dan bagaimana Yuki membawa kepala Lord Shigeru ke Terayama." pekik Miki. d an bagaimana ia menggoda Sunaomi dengan menyaru sebagai perempuan pelacur yang sudah mati itu. Yuki menemui mereka setiap malam. mer eka mulai terbiasa dengan kehadirannya. tentu saja bukan. seolah membuat bantahan kepada dirinya sendiri. "Mengapa dia membimbing kita ke Hagi?" tanya Miki. "Untuk mencari Ayah. seorang diri. "Aku bahkan tidak tahu apa itu. Bul an keenam tiba dan musim panas bergerak menuju puncaknya. ketika temannya dari Yamagata dibakar sampai mati bersama semua keluar ganya di malam Otori Takeshi dibunuh prajurit Tohan." "Benar kan. Setiap malam Yuki men¬ceritakan masa lalunya: tentang masa kecil-nya di Tribe. Maya pun bergidik." pekik Miki." jawab Miki. kesedihan terbesar pe rtama dalam hidupnya."Bukan." "Pada Akio?" "Pada semua orang yang telah menyakiti dirinya. "Aku bahkan tidak tahu apa itu." "Tapi Ayah belum akan kembali sampai musim panas berakhir. Aku belum pernah mendengarnya sampai kau mengata¬kan kalau Hisao adalah penguasa alam baka. Memikirkan arwah Akane. Sewaktu tubuh-tubuh yang ben gkok bergerak cepat menghilang di balik bebatuan." ujar Maya. melewati negeri yang tidak ramah." Bukan. Keinginannya pun menjadi keinginan mereka berdua." Mereka berjalan menuruni lereng yang curam. tapi perjalanan setiap harinya terasa lebih mudah karena kini mereka tahu Yuki m enanti mereka di penghujung hari. Yuki menemani mereka dari antara matahari terbenam sampai mat ahari terbit. Mereka berdua kagum pada keberan ian dan . kau memang tahu semuanya. tentu saja bukan.

"Kita tidak membutuhkan Yuki malam ini.kesetiaan Yuki." Namun pikiran itu membuat Maya sedih. padi berwarna hij au terang. "Kita bisa tidur di rumah. dan seketika timb ul niat ingin pergi ke mana pun perempuan itu pergi. dan terkejut serta gusar dengan kematiannya yang kejam." ujar Miki. wortel dan bawang. membuat air laut tampak seperti kuningan. kedelai. Ladang sayuran lebat dengan dedaunan. Matahari masih di langit barat. dan biara bagi dewa sungai tempat ia memb unuh kucing milik Mori Hiroki. Ia akan merindukan Yuki. Gelombang sedang surut dan tepi yang berlumpur terlihat jelas di sepanjang sunga i kembar. bak mayat yang tengah menanti air untuk menghidupkannya Halaman 302 dari 700 . Mereka meringkuk di hutan bambu tepat di tepi sawah. Tiang pancang kayu dari pagar penangkap ikan. dan perahu-perahu yan g tertambat di tepinya. Maya bisa melihat lengkungan jembatan batu.* Si kembar tiba di Hagi di sore hari. terharu dengan kesedihan dan rasa ibanya atas putranya.

Aku bisa mengadu dan men¬ceritakan segalanya. di atas atap dan sirap rendah bangunan kota." "Ayo kita ke rumah lebih dulu.. Tiba-tiba teringat dengan penemuan terakhir mereka. "Aku akan pergi. Maya memicingkan mata melihat mata¬hari." sahut Maya." "Baiklah. tidak ada surat. Di belakangnya tampak pepohonan dan taman rumah tua keluarga. Ayah justru lebih aman berada jauh di sana ketimbang berada di rumah.. bagaimana dia telah membunuh Taku dan tengah mem-bangun kekuatan. tapi di sebelahnya ada umbul-umbul lain. "Ayah pergi jauh ke Miyako. "Aku tidak ingin dia melihatku. Aku bisa saja ikut terbunuh bersama Sada dan Taku. Mereka ak an kirim pesan pada Ibu. di H . Bahkan kabar tentang kelahiran ad ik laki-lakinya ia dengar melalui Shigeko di Hofu. Lebih jau h ke barat. pikirnya. tapak beruang hitam dengan latar belakang merah : lambang Klan Arai.. berpikir tentang keciniaan Hana pada kemewahan dan kedudukan." ujarnya. "Akan kulihat siapa yang ada di sana. "Kurasa Ibu juga di sana. melihat apakah Ayah sudah kembali. pikirnya." ujar Miki." Maya menyadari kalau dirinya tidak yakin akan reaksi ibunya. Kesedihan yang mendalam menerpa dirinya: bahwa Yuki sudah mati dan tidak mengena l kasih sayang anaknya. Ibu tidak akan peduli. menjulang kastil dengan panji-panji Ot ori berkibar tertiup angin. tamparan itu. "Bertemu Haruka dan Chiyo." "Ayah pasti belum kembali. "Tapi kita harus ceritakan pada Ibu tentang Paman Zenko. embali. "Bibi Hana ada di sini. menjulang kastil dengan panji-panji Ot ori berkibar tertiup angin. Di belakangnya tampak pepohonan dan taman rumah tua keluarga. Bahwa Kaede hidup." sahut Miki. kemarahan Kaede." "Bibi pasti di kastil. tidak ada pesan. Sejak saat itu. dan dia pasti percaya. di atas atap dan sirap rendah bangunan kota. Perasaan itu am at menusuk hati dan mengganggunya: ia begitu ingin pulang ke rumah. dan mereka saling tersenyum.kembali." bisiknya pada Miki." saran Maya." "Bagaimana dia bisa begitu berani saat Hana dan kedua putranya ada di sini. Bisa dilihatnya umbul-umbul bangau Otori. Andai Yuki adalah ibuku. Lebih jauh ke barat. tapi kini takut pada penerim aan ibunya. Maya tak mendapa t kabar apa pun dari ibunya.

Suara anak laki-laki. Di sungai. Kepakan sayapnya kedengaran menghentak tajam sepe rti suara kibasan kipas. menoleh ke arah Maya kemudian terbang. tertawa. Halaman 303 dari 700 . Gadis itu berlari dengan langkah ringa n di atasnya seperti yang sudah sering dilakukannya: bagian atas tiang pancang terasa lembap dan licin." Maya masih mengenakan pakaian laki-laki dan menu-rutnya tak ada orang yang bisa mengenalinya. itu sebabnya dia datang. begitu merindukan Haruka dan Chiyo. Dengan meng¬gunakan kemampuan menghilang. berceloteh. Seekor bangau abu-abu besar yang tengah mencari ikan di sungai merasakan ada ger akan. Setelah sampai di seberang. seekor ikan air tawar melompat. tempat alira n air mengalir ke sungai. berasal dari luar dindi ng dari tepi sungai. Maya berhenti