Kisah Klan Otori IV Page 1 KISAH KLAN OTORI IV: THE HARSH CRY OF THE HERON By Lian Hearn

Kisah Klan Otori IV Page 2 KISAH KLAN OTORI: THE HARSH CRY OF THE HERON Copyrigth@Lian Hearn Associates Pty Ltd 2006 All rights reserved Hak terjemahan ada pada Penerbit Matahati Diterbitkan oleh Penerbit Matahati Judul asli: TALES OF THE OTORI: The Harsh Cry of the Heron by Lian Hearn Simbol Klan oleh Claire Aher Terjemah Tales of the Heiki adalah dari Helen Craig McCullough, dan diterbitkan oleh Stanford University Press, 1988

Dentang genta Gion Shoja mengumandangkan ketidakabadian segalanya. Warna bunga sala mengungkapkan kebenaran bahwa kemakmuran akan mengalami kemunduran. Keangkuhan tak akan bertahan lama, layaknya mimpi di malam musim semi Kekuasaan pada akhirnya akan jatuh, layaknya debu yang tertiup angin. THE TALE OF THE HEIKI entang genta Gion Shoja mengumandangkan ketidakabadian segalanya. Warna bunga sala mengungkapkan kebenaran bahwa kemakmuran akan mengalami kemunduran. Keangkuhan tak akan bertahan lama, layaknya mimpi di malam musim semi Kekuasaan pada akhirnya akan jatuh, layaknya debu yang tertiup angin. THE TALE OF THE HEIKI Kisah Klan Otori IV Page 3

Kisah Klan Otori IV Page 4 THE HARSH CRY OF THE HERON TOKOH UTAMA : Otori Takco penguasa Tiga Negara Otori Kaede istrinya Shigeko putri sulung mereka, pewaris Maruyama Maya putri Kembar mereka Miki Arai Zenko pemimpin Klan Arai, penguasa Kumomoto Arai Hana istrinya, adik Kaede Sunaomi dan Chikara anak mereka MutoKenji ketua keluarga Muto dan Tribe Muro Shizuka pengganti dan keponakan Kenji, ibu dari Zenko dan Taku Muto Taku mata-mata Takeo Sada anggota Tribe sahabat Maya Mai adik dari Sada Yuki (Yusetyu) putri Kenji, ibu dari Hisao Muto Yasu pedagang Imai Bunta informan Shizuka Tabib Ishida suami Shizuka, tabibnya Takco Sugita Hiroshi pengawal senior Maruyama Miyoshi Kahei panglima perang Takeo,penguasa Yamagata Miyoshi Gemba saudaranya Sonoda Mitsuru penguasa Inuyama Matsuda Shingen Kepala biara Terayama Kubo Makoto (Eiken) penggantinya,sahabat Takeo Minoru jurutulis Takeo Kurado Junpei Kurado Shinsaku pengawal Takeo Terada Fumio pemimpin angkatan laut Lord Kono putra Lord Fujiwara Saga Hideki jenderal Kaisar Don Joao orang asing, pedagang Don Carlo orang asing, pendeta Madaren penerjemah mereka Kikuta Akio ketua keluarga Kikuta Kikuta Hisao anaknya Kikuta Gosaburo paman Akio

KUDDAA :: Tenba kuda hitam pemberian Shigeko untuk Taeko Dua anak Raku, surai dan ekor mereka berwarna abu¬abu Ryume kuda tunggangan Taku Keri kuda tunggangan Hiroshi Ashiege kuda tunggangan Shigeko Kisah Klan Otori IV Page 5

"Cepat kemari! Ayah dan Ibu sedang bertarung!" Otori Takeo mendengar putrinya memanggil adik-adik-nya dari kediaman mereka di kastil Inuyama, dengan cara yang sama ia mendengarkan semua hiruk-pikuk baik di dalam kastil dan juga dari kota di luar kastil. Namun dia mengabaikan suara-suara itu, sama seperti ia mengabaikan nyanyian yang mengalun dari nightingale floor di bawah kakinya. Ia hanya berkonsentrasi pada lawannya: Kaede, istrinya. Mereka bertarung menggunakan tongkat: ia memang lebih tinggi, tapi istrinya terlahir kidal dan mampu menggunakan tangan kanan dengan sama baiknya. Sementara jari tangan kanannya putus karena tebasan belati bertahun-tahun lalu dan harus belajar meng¬gunakan tangan kiri. Saat ini hari terakhir di tahun ini, hawa dingin menusuk, langit pucat kelabu, matahari musim dingin meredup. Mereka sering berlatih dengan cara ini di musim dingin: menghangatkan tubuh dan membuat sendi-sendi tetap lentur, dan Kaede suka putri-putrinya melihat baga imana perem¬puan mampu bertarung layaknya laki-laki. Ketiga putri mereka berlarian: Shigeko, si sulung. yang akan berusia lima belas lahun pada tahun baru ini, kedua adiknya tiga belas tahun. Papan lantai melantunkan nyanyian di bawah langk ah kaki Shigeko, tapi si kembar menjejakkan kaki mereka begitu ringan dengan cara Tribe. Mereka sudah sering berlarian melintasi nightingale floor sejak kecil, dan tanpa menyadari be lajar untuk membuatnya tidak bersuara. Kepala Kaede ditutupi selendang sutra merah yang dililitkan menutupi wajahnya, m aka Takeo hanya bisa melihat matanya. Mata yang penuh dengan energi bertarung, dan gerakan-gerak annya masih cepat serta kuat. Sulit dipercaya Kaede adalah ibu dari tiga anak: dia masih ber gerak dengan kekuatan dan kebebasan seorang gadis. Serangannya membuat Takeo menyadari akan u sia dan kelemahan fisiknya. Hentakan serangan Kaede pada tongkat miliknya mem¬buat tangann ya terasa nyeri. "Aku mengaku kalah," ujar Takeo. "Ibu menang!" seru ketiga putrinya dengan bangga. Shigeko lari menghampiri ibuny a dengan membawa handuk. "Untuk sang pemenang," ujarnya seraya mem¬bungkuk dan menyodorkan handuk dengan dua tangan. "Kita harus bersyukur karena hidup dalam damai," tutur Kaede, seraya tersenyum d an menyeka wajahnya. "Ayah kalian belajar keahlian berdiplomasi dan tak perlu lagi ber¬tarung mempertaruhkan nyawanya!"

"Setidaknya kini aku sudah mendapat peringatan!" sahut Takeo, memberi isyarat pa da salah satu penjaga, yang tengah menyaksikan dari taman untuk mengambil longkatnya. Kisah Klan Otori IV Page 6

"Ijinkan kami bertarung melawan Ayah!" ujar Miki, si bungsu, dengan nada me¬mohon. Dia berjalaIjinkan kami bertarung melawan Ayah!" ujar Miki, si bungsu, dengan n ada me¬mohon. Dia berjalan ke tepian beranda dan mengacungkan kepalan tangan ke arah ayah¬nya. Takeo berhatihati untuk tidak menatap langsung mata atau menyentuh putrinya itu selagi memberikan tongka tnya. Takeo sadar akan rasa enggan dalam dirinya. Bahkan orang dewasa dan prajurit tan gguh sekalipun, takut pada si kembar bahkan, batinnya dengan hati pilu, ibunya sendiri juga takut . "Ayah ingin lihat apa saja yang telah dipelajari Shigeko," sahutnya. "Kalian ber dua boleh menjajal kebolehannya." Selama beberapa tahun putri sulungnya menghabiskan sebagian besar waktu di Teray ama, di bawah pengawasan mantan Kepala Biara, Matsuda Shingen, mantan guru Takeo, untuk mempel ajari Ajaran Houou. Shigeko tiba di Inuyama sehari sebelumnya, untuk merayakan Tahun Baru ber sama keluarganya, juga perayaan me¬masuki usia akil balik. Kini Takeo memer¬hatikan putri nya selagi mengambil tongkat yang tadi digunakannya serta meyakinkan kalau Miki menggunakan tongkat yang lebih ringan. Secara fisik, Shigeko mirip ibunya: bentuk tubuh ramping yang sama serta kerapuhan yang jelas terlihat, namun me¬miliki karakter, berpengetahuan luas berkat latihan dan pengalaman, periang serta tegas dan tidak mudah berubah pendirian. Ajaran Houou amat keras d alam pengajarannya, dan guru-gurunya tidak membuat pengecualian untuk usia dan jenis kelamin, namun ia tetap menerima ajaran dan latihan yang diberikan, hari-hari panjang dalam kes endirian serta kcsunyian, dengan sepenuh hati. Dia ke Terayama atas kemnuannya sendiri, karena Ajaran Houou merupakan ajaran jalan kedamaian, dan sejak kecil Shigeko telah diajarkan ayahny a tentang pandangan untuk mewujudkan wilayah yang damai tempat kekcrasan tak pernah meraja lela. Cara bertarungnya agak berbeda dari cara yang diajarkan kepada Takeo, dan dia sa ngat suka memerhatikan putrinya itu, menikmati bagaimana gerakan-gerakan tradisional menye rang diubah menjadi gerakan beladiri, dengan tujuan melemahkan lawan tanpa menyakiti. "Jangan curang," kata Shigeko pada Miki, karena si kembar memiliki semua kemampu an Tribe bahkan lebih, Takeo curiga. Saat ini, kemampuan mereka ber¬kembang pesat, dan mesk ipun dilarang

menggunakannya dalam kehidupan sehari¬hari, terkadang godaan untuk memper¬mainkan gu ruguru serta mengelabui para pelayan sulit untuk dibendung. "Mengapa aku tidak boleh memperlihatkan apa yang sudah kupelajari?" tanya Miki, karena dia juga baru kembali dari pelatihan di desa Tribe bersama keluarga Muto. Kakaknya Maya aka n kembali ke sana setelah perayaan. Akhir-akhir ini jarang sekali seluruh anggota keluarga bi sa berkumpul bersama: pendidikan yang berbeda bagi tiap anak, tuntutan pada orangtua untuk me m¬beri perhatian yang sama besarnya untuk seluruh Tiga Negara berarti perjalanan tanpa henti sert a sering berjauhan. Tuntutan dalam pemerintahan kian meningkat: perundingan dengan orang asing; penj elajahan dan per¬dagangan; pengembangan persenjataan; pengawasan distrik lokal yang mengatur se ndiri administrasinya; percobaan pertanian; impor perajin asing dan teknologi baru; pe ngadilan untuk mendengarkan keluhan serta ketidakpuasan. Takeo dan Kaede memikul beban ini bers ama. Kaede lebih banyak menangani wilayah Barat, sedang Takeo Negara Tengah dan keduanya be kerja¬sama menangani wilayah timur, tempat adik Kaede, Ai beserta suaminya, Sonoda Mitsuru, memegang bekas wilayah Tohan. Miki setengah kepala lebih pendek dari kakaknya, tapi sangat kuat dan cepat; Shi geko tampak nyaris tak mampu meng¬imbangi gerakannya, tapi adiknya tak mampu menembus pertahanannya. Dala m beberapa saat Miki sudah kehilangan tongkatnya, yang tampak seperti terbang mela yang dari jemarinya, dan sewaktu tongkat itu membumbung tinggi Shigeko menangkapnya dengan mudah. "Kau curang!" Miki terengah-engah. "Lord Gemba yang mengajari," sahut Shigeko dengan bangga. Adik kembarnya yang satu lagi, Maya, mengambil giliran selanjutnya juga kalah de ngan cara yang sama. Shigeko berkata, pipinya bersemu merah, "Ayah, ayo bertarung denganku!" "Baiklah," Takeo setuju karena terkesan dengan apa yang telah dipelajari putriny a dan ingin tahu sampai di mana kemampuannya menghadapi ksatria yang terlatih. Takeo menyerang putrinya dengan cepat, tanpa menahan tenaga, dan serangan pertam a Kisah Klan Otori IV Page 7

mengejutkan gadis itu. Tongkat ayahnya mengenai dadanya; Takco menahan tikamanny a agar tidak menyakiti putrinya. engejutkan gadis itu. Tongkat ayahnya mengenai dadanya; Takco menahan tikamannya agar tidak menyakiti putrinya. Kisah Klan Otori IV Page 8

"Jika ini pedang, nyawamu pasti sudah melayang," ujarnya. Jika ini pedang, nyawa mu pasti sudah melayang," ujarnya. "Lagi," sahut Shigeko dengan tenang, dan kali ini siap bersiap menghadapi serang an yang akan dilancarkan ayahnya; bergerak dengan kecepatan tanpa banyak tenaga, mengelak dar i dua pukulan dan berhasil masuk ke sisi kanan ayahnya tempat tangan yang lebih lemah, menghen tak sedikit, cukup untuk menggoyahkan keseimbangan ayah¬nya, kemudian meliukkan tubuhnya. Tongk at milik Takeo jatuh ke tanah. Didengarnya helaan napas si kembar, dan para penjaga terperangah. "Bagus sekali," ujarnya. "Ayah tidak berusaha sekuat tenaga," sahut Shigeko kecewa. "Tentu saja ayah berusaha sekuat tenaga. Sama kuatnya seperti yang pertama tadi. Tapi, ayah sudah dibuat lelah oleh ibumu, juga karena sudah tua dan tidak sekuat dulu lagi!" "Tidak," pekik Maya. "Shigeko menang!" "Tapi itu sama saja kau curang," timpal Miki dengan serius. "Bagaimana kau melak u¬kannya?" Shigeko tersenyum, menggelengkan kepala. "Itu yang harus kau lakukan dengan pikiran, jiwa serta tangan di saat bersamaan. Butuh waktu berbulan-bulan untuk bisa menguasainya. Aku tidak bisa memperlihat¬kan nya begitu saja pada kalian." "Kau melakukannya dengan sangat baik," ujar Kaede. "Aku bangga." Nada suaranya t erdengar penuh kasih sayang dan kekaguman, seperti biasa hanya tertuju pada putri sulungnya. Si kembar saling benukar pandang. Mereka iri, pikir Takeo. Mereka tahu ibunya tidak memiliki kasih sayang yang sam a kuatnya pada mereka. Dan dirasakan¬nya debaran perasaan ingin melindungi yang tak asing lagi at as kedua putri kembarnya. Sepertinya ia selalu berusaha menjauhkan mereka dari segala yang baha ya sejak mereka lahir, ketika Chiyo ingin menyingkir¬kan bayi kedua, Miki, lalu membiarkann ya mati. Ini tindakan yang biasa lakukan pada anak kembar karena anak kembar dianggap tidak wajar bagi manusia, membuat mereka kelihatan lebih mirip hewan, kucing atau anjing. "Mungkin tampak kejam bagi Anda, Lord Takeo," Chiyo memeringatkannya. "Tapi lebi h baik bertindak sekarang daripada menanggung malu dan sial, sebagai ayah dari anak kembar, rakya

t akan percaya kalau Anda menjadi sasarannya." "Bagaimana mereka bisa berhenti percaya pada takhayul dan kekejaman semacam itu bila bukan kita yang memberi contoh?" sahutnya dengan gusar karena bagi orang yang terlahir di k alangan kaum Hidden, ia sangat menghargai nyawa manusia lebih dari apa pun, dan tak percaya k alau memper¬tahankan nyawa anak akan mendatangkan hinaan atau nasib buruk. Kemudian ia terkejul oleh kekuatan takhayul ini. Kaede pun bukannya tidak ter¬peng aruh, dan sikapnya pada putri kembar¬nya menggambarkan kegelisahannya yang bercabang. Dia le bih memilih mereka tinggal terpisah, satu atau yang lainnya biasanya tinggal bersama Tribe; dan Kaede tak meng¬inginkan kehadiran mereka saat perayaan usia akil balik sang kakak, takut kal au kehadiran mereka akan mendatangkan nasib sial bagi Shigeko. Tapi Shigeko, yang sama protek tifnya terhadap si kembar seperti ayah¬nya, memaksa mereka harus hadir. Takeo senang dengan hal it u, tidak ada yang lebih membahagiakan selain melihat semua anggota keluarga berkumpul bersama , berada dekat dengannya. Dipandanginya mereka semua dengan penuh kasih sayang, dan sadar kalau perasaan itu diambil alih oleh sesuatu yang lebih menggairahkan: hasrat untuk be r¬baring bersama dan merasakan kulit istrinya. Pertarungan tongkat tadi telah membangkit¬kan kenang annya saat pertama kali jatuh cinta pada Kaede, pertama kali mereka bertanding di Tsuwano s ewaktu ia masih berusia tujuh belas tahun sedangkan Kaede lima belas tahun. Adu tanding itu ber¬la ngsung di Inuyama, tepat di tempat yang sama hari ini, untuk pertama kalinya mereka tidur bersama, terdorong hasrat yang timbul dari keputusasaan juga kesedihan. Rumah yang lama, kastil mil ik Iida, nightingale floor yang pertama habis terbakar ketika Inuyama jatuh namun Arai Daiichi memban gunnya kembali dengan cara yang hampir sama, dan kini menjadi salah satu dari Empat Kota yang t ermasyhur di Kisah Klan Otori IV Page 9

juru Tiga Negara. Kisah Klan Otori IV Page 10 .penjuru Tiga Negara.

tapi tidak nampak olehnya ketidaksempumaan t ubuh istrinya. Di balik jubah tebal musim dingin tubuhnya terasa hangat. "sebentar lagi aku a kan bergabung denganmu. "Apakah tadi aku menyakitimu?" "Tidak juga. "Buruk sekali. Hanya sisa rasa sakit pukulan seperti apa pun menyakitkan persendian dan membangkitkan rasa sakit¬nya. Membuatmu kelihatan seperti laki-lak i sekaligus perempuan." Kaede menarik sarung tangan sutra yang biasa dikenakan Takeo di tangan kanannya." "Akan kuminta agar tungku disiapkan di kamar." sahut Kaede. menarik tubuh Kaede agar berdekatan dengannya. Selesai mandi. "Aku menyukainya." Takeo tahu kalau istrinya tak rela kehilan gan rambut panjangnya yang indah." ujar Kaede. Takeo melepas sabuk istrinya la lu menyelinakan tangan ke balik pakaiannya." *** Sinar matahari telah memudar saat Kaede mendatangi Takeo. aroma kulit padi dan aloe dari air masih melekat di kulitnya."Anak-anak harus segera beristirahat. lalu ada Jamuan Makan Tahun Baru. Acara baru akan selesai pada Waktu Macan*. dan malam musim dingin mulai menjelang. Meskipun ada tungku." . "karena peray aan di biara dimulai tengah malam." "Kau juga harus perlihatkan bekas luka¬mu." ujar Takeo. tapi karena alasan lain. maupun bekas luka di tengkuk lehernya yang putih. yang tampak hanyalah makin bertambahnya kerapuhan yang justru di matan ya membuat sang istri semakin terlihat memesona. hembusan napas Kaede membentuk kabut putih di te ngah dinginnya udara. Kemud ian dilepasnya syal yang menutupi kepala Kaede lalu menarik. meng¬usapkan tangannya di atas kulit lembut ber¬bulu halus. Aku juga ingin berbaring sebentar. "Saat ini aku merasa kesakitan. lalu membawa sisa bekas jarinya yang putus k e bibirnya." Takeo bicara lagi dengan suara pelan. "Jangan. "karena perayaan di biara dim ulai tengah malamAnak-anak harus segera beristirahat." ujar Takeo. Seperti pemain sandiwara. juga orang dewasa sekaligus anak-anak. yang mencoreng kec antikan yang pernah menjadi legenda sekaligus takhayul.

" ujar Takeo kemudian." bisik Kaede." "Anak-anaknya! Shigeko masih anak-anak. "Aku percaya kalau diriku bernilai sama dengan laki-laki. tapi sudah cukup dewasa untuk ditunangka n. "Dia akan mewarisi Tiga Negara." aku Kaede. tapi d i balik daun penutup jendela langit tampak kelam. dengan kepala bersandar di bahunya." sahut Takeo." "Aku pernah mengatakan hal yang sama pada ayahku. perhiasan yang nyaris tak ternilai harganya. membawanya memasuki dirinya. Lagipula kita tidak perlu anak laki-laki. memper¬temukan hasrat mereka ." "Meskipun dengan adanya pewarisanmu sendiri serta contoh dari Lady Maruyama! Kau masih saja bicara layaknya putri dari keluarga ksatria!" Kisah Klan Otori IV Page 11 . juga anak-anaknya kelak. "Mungkin tadi kau sudah memberiku seorang putra."Rasa sakit semacam itu bisa kusembuh¬kan. seraya menarik tubuh suam inya." "Begitu pula dengan Shigeko. Pandang annya menjelajahi setiap sudut kamar." Kaede kembali pada pokok pembicaraan sebelumnya seolah hal itu menggerogoti diri nya. membuka diri pada Takeo. "Kau membuat diriku utuh . Shigeko seperti piala. Cahaya lampu bersinar dari pegangan best. Kita takkan melepasnya dengan percuma. "Kita sudah punya tiga anak perempuan. Siapa orang yang bisa kita calonkan dengan¬nya?" "Jangan terburu-buru." ujar Kaede. tidak mampu menyem bunyikan kerinduan dalam nada suaranya." Kaede berbaring dalam dekapan Takeo. "Dua kali hamil nyaris merenggut nyawamu. "Aku ingin memberimu anak laki¬laki." imbuhnya dengan ringan. "Kau selalu menyembuhkan diriku. "Kuharap tidak!" seru Takeo.

"Kau ingat saat kita berpisah di Terayama? Kau . agar bisa pu nya lebih banyak anak. " Takeo tak bisa menyangkal bahwa hal yang sama juga mengganggu pikirannya. "Kadang aku berpikir si kembar menutup rahimku. "Perasa an apa pun yang pernah kuperlihat¬kan untuk berpura-pura. atau selir. namun ia berusaha menyingkirkannya. Maka siapa yang akan dinikahkan? Tidak satu pun keluarga bangsawan atau ksatria mau menerim a si kembar." "Kau terlalu banyak mendengar takhayul!" "Mungkin kau benar. Aku merasa andai mereka tidak dilahirkan aku akan dikaruniai anak laki-laki." aku Kaede. mengu sapkan tangannya di atas bekas luka leher istrinya. Semua orang penasaran mengapa kau tidak mengambil istri muda." sahut Takeo dengan sungguh-sungguh." Setengah mengantuk Kaede berkata." "Aku percaya kita dipersatukan dalam cinta yang merupakan landasan pemerin¬tahan k ita yang baik. "Tapi mungkin kita memang sudah terl alu tua." "Kurasa aku bisa mati cemburu. Aku tidak melanggar sumpah it u selama enam belas tahun.Kegelapan dan ketenangan membawa Kaede menyuarakan kecemasannya lebih jauh lagi. Takeo merengkuh Kaede lebih dekat lagi. semoga Surga tidak mem¬biarkan itu terja di. merasakan tulang rusuk yang mengera s dari jaringan yang tertinggal bekas luka bakar. negara kita akan tetap d amai dan kuat. "Kadanegelapan dan ketenangan membawa Kaede menyuarakan kecemasannya lebih jauh lagi. Putri kembarnya masih amat muda: siapa yang tahu apa yang disi apkan nasib untuk mereka? Setelah beberapa saat. Perna h kukatakan padamu. Tapi apa yang akan terjadi pada anak kembar kita? Mereka tid ak bisa mewarisi." sahutnya. Kaede berkata pelan. peran apa pun yang kumainkan." "Aku hanya menginginkan satu istri. "Selama kita bersatu. "Namun perasaanku tidaklah penting di bandingkan kepentingan negara. cinta ku padamu sederhana dan sejatj adanya aku takkan bercinta dengan siapa pun selain kau. terutama yang ternoda maaf oleh darah Tribe serta kemampuan yang mirip ilmu sihir. Aku tak akan merusak¬nya. aku pernah bersumpah pada Kannon di Ohama. kalau-kalau terjadi sesuatu pada Shigeko. Dan aku tak akan melanggamya sekarang.

karena si peramal buta itu mengatakan hanya putraku yang bisa me mbawa kematian padaku. "Cintamu adalah anugerah terin dah dalam hidupku. racun masih ber¬sarang di tubuhmu. yang kini berusia enam belas tahun. jeritan pilu sang bangau. Aku terpaksa belajar bagaimana harus menunggu.. mandi serta ber¬pakaian resmi dan Kisah Klan Otori IV Page 12 . Itu satu-satunya hal yang m embuatku bertahan selama dikurung di kediaman Lord Fujiwara. Tak lama lagi ia sudah harus bangun." "Aku tak layak mendapatkan cintamu." bisik Takeo. Kemudia n satu kali lagi di Gua Suci kudengar suaranya mengatakan hal yang sama. Dan kita sudah melihatnya terpenuhi: Lima Peperangan. Untuk apa mengorek-ngorek masa lalu? Lima pertempuran telah menjadi bagian dari mitologi Otori. ka rena dengan begitu justru meng-hidupkan ramalan itu. Namun ia tak ingin menyakiti istrinya. tidak melakukan apa-apa. Setelah itu. Aku tak pernah melupakan saat itu. Terasa hangat di bawah selimut. putrak u. saat dia mati. Akan kukatakan padanya tentang Yuki. Kau tahu. tangan¬mu di atas leherku. mungkin aku akan terus tinggal di sana melayani sang dewi sepanjang sisa hidupku. agar ia tidak punya a lasan untuk mencabut nyawaku. campur tangan Surga " Akan kuceritakan sisanya sekarang. meskipun udara di wajahnya terasa dingin menusuk. salju turun. kembali pada sang dewi.menatap mataku lalu aku jatuh tertidur. katanya: dia akan menjemputmu. Maka ia takkan mengeluarkan ramalan yang satu itu dalam kata-kata. Aku tidak pernah menceritakan ini padamu. Kata-kata bisa diubah dan dimanipulasi agar terkesan sarat makna. dan aku tak bisa hidup tanpa dirimu. tangan indahmu hancur.. pikir Takeo. Di sana aku belajar bersabar ." "Kau pernah bilang. begitu kurus. Bersabarlah... Dilihatnya Kaede hampir tertidur. Akan kukatakan mengapa aku tidak menginginkan anak laki-laki. seringkali terpenuhi. Lalu kau datang: aku melihatm u. empat atau tig a. Bila suatu ramalan dipercaya. dan anak yang dilahirkannya. satu¬satunya tempat yang terpikir ol ehku hanya¬lah kembali ke gua suci.. Aku be rmimpi tentang Dewi Putih: dia berbicara padaku. walaupun Takeo sadar hahwa ia yang mem ilih bagaimana menghitung semua pertempuran itu: bisa saja jumlah mencapai enam. Bila kau tidak datang. hidupku di¬bimbing oleh ra malan.

.

menyiapkan diri untuk upacara menyambut datangnya Tahun Baru.* enyiapkan diri untuk upacara menyambut datangnya Tahun Baru. dan akhirnya ia pun tertidur. dan akhirnya ia pun tertidur. Malam ini akan jadi malam yang panjang. Tubuhnya mulai terasa rileks. Malam ini akan jad i malam yang panjang.* Kisah Klan Otori IV Page 13 . Tubuhnya mulai terasa rileks.

tapi ditolakny a. tapi ditolaknya. seraya mengatakan akeo ingin memberi Taku warisan dengan cara yang sama.Takeo ingin memberi Taku warisan dengan cara yang sama. seraya mengatakan Kisah Klan Otori IV Page 16 .

Dia lebih memilih b ekerja dengan paman dari ibunya. Orang cenderung meremehkannya. Sebagai imbalannya. . dulunya adalah pengawal Arai. dia dan Ai diberikan wilayah Inuyama." "Tentu saja tidak. Kenji." sahut Takeo ringan. Dia lebih memilih bekerja dengan paman dari ibunya. Kenji. Sosok dan wajah Taku menurun dari keluarga Muto sedangkan Arai mewarisi keberanian dan kegagahannya. dalam mengendalikan jaringan mata-mata yang telah Take o bangun melalui Tribe. serta pada dasarnya menganggap hidup itu menyenang¬kan dan pengalama n yang mengasyikkan. "Di mana bisa kau menemukan Si Gosaburo ini?" "Kukira di pegunungan di luar perbatasan wilayah timur. Untuk saa t ini mereka tidak boleh diperlaku-kan dengan kasar." "Mereka berasal dari mana?" selidik Sonoda Mitsuru." tutur Taku." "Aku tidak harus mengingatkanmu kalau kekerasan dilarang di Tiga Negara. hwa dia tak ingin memiliki wilayah kekuasaan dan kehormatan. aku belum berusaha sebegitu kerasnya untuk membujuk mereka. yang justru disu kainya. "Tidak. Tapi apakah peraturan itu juga berlaku bahkan untuk Kikuta?" "Peraturan itu berlaku bagi semua orang. Akan kita lihat seberapa kuat keinginan ayah m ereka agar anak¬anaknya bisa kembali. Ai. Taku tersenyum saat menjawab. Orang cenderung meremehkannya. kau tahu kalau Kikuta bunuh diri dengan menggigit lidah mereka sendiri! T entu saja. yang justru disu kainya. dalam mengendalikan jaringan mata-mata yang telah Take o bangun melalui Tribe. "Mereka bersalah a tas percobaan pembunuhan dan akan dieksekusi atas kesalahan itu pada akhirnya nanti. dan Takeo m elihat si gadis sedikit memicingkan mata. yang menikah dengan adik Kae de. Dia menerima pernikahan politis dengan gadis Tohan yang disukainya dan te lah memberi¬nya seorang putra dan seorang putri. ia diyakinkan untuk b ersumpah setia pada Otori dalam perdamaian besar-besaran setelah gempa. Dia menerima pernikahan politis dengan gadis Tohan yang disukainya dan te lah memberi¬nya seorang putra dan seorang putri.bahwa dia tak ingin memiliki wilayah kekuasaan dan kehormatan. dan meskipun keluarganya. Mereka menolak bicara. serta pada dasarnya menganggap hidup itu menyenang¬kan dan pengalama n yang mengasyikkan. Sosok dan wajah Taku menurun dari keluarga Muto sedangkan Arai mewarisi keberanian dan kegagahannya. Aku hanya terkejut mereka masih hidup. Akita.

"Paman menyukai aroma pabrik pembuatan sake." akunya saat mereka berdua menenggak habis minu mannya." sahut Kenji. karena salju pertama akan turun dalam minggu ini. tetap rahasiakan identitas me reka dan jangan biarkan mereka berhubungan dengan orang lain selain kau. tertawa. "Ishida memintaku mengurangi minum. tapi ke sehatannya sedang tidak baik. Apakah dia berada di rumah lama?" Taku mengangguk. "Maka untuk sementara waktu tidak mungkin mengadakan perundingan . kan?" "Ya. melihatmu mencoba membunuhku tujuh belas tahun yang lalu di rumah ini. seraya mengisi cang kir Takeo dan memberikan botol sake kepada¬nya. sake membuatku tetap ber¬semangat dan memban tuku agar bisa tidur." "Besok aku akan memanggilnya.Sonoda berkata. Menurutnya udara d i sana lebih mudah dihirup." Didekatinya Taku. lalu mengapa kita harus mengikuti anjurannya?" "Kita adalah dua orang laki-laki tua." "Kurasa sakenya juga ikut membantu. tapi. "Pamanmu berada di kota. "Ishida juga memintaku mengurangi minum sake." sahut Takeo..." "Musim semi nanti kita akan kirim surat pada ayah mereka. "Tidak a da salahnya membuat batin Gosaburo menderita memikirkan nasib anaknya." *** "Hanya ini kesenangan yang tersisa untuk¬ku. mengatakan k alau alkohol buruk bagi paru paru. Ia melihat ke sekeliling rumah yang dibangun begitu kuat dengan langit-langit tinggi. pilar kayu cedar dan bera nda serta penutup . kalau kita akan dud uk di sini saling mem-bandingkan penyakit?" "Bersyukurlah kita berdua masih hidup sampai saat ini!" timpal Takeo. Dan Ishida pun hampir tidak mengikuti sarannya sendiri. paman akan bergabung dengan kita di kuil untuk perayaan Tahun Baru." ujar Muto Kenji. Bahkan mungkin membua tnya semakin ingin menyelamatkan mereka. Sementara itu." Takeo menuang sake yang bening serta keras ke cangkir gurunya yang sudah tua itu . "Tapi bagiku sake meredakan rasa sakitku. dan udara malam yang dingin menimbulkan kejang otot yang memb uatnya batukbatuk. "Siapa yang bisa me ngira.

Kisah Klan Otori IV Page 17 .

"Tidak ada manusia yang tidak bisa mati." D inaikkan cangkirnya ke arah Takeo. Takeo berbagi banyak rahasia dengan Kenji. Taku. Dan kini bertahun-tahun dalam kedamaian. Mengabdi¬kan hidupnya pada Takeo dan bersumpah untuk melayaninya. namun sejak kematian putrinya. Kenji semakin terasing¬kan dari istrinya .jendela dari kayu cemara cypress. Rumah ini penuh kenangan. Takeo berhasil menembus kastil di Hagi dan membalaskan dendam ata s kematian Shigeru." Kenji adalah salah satu dari sedikit orang yang tahu isi ramalan tentang Takeo. dan Takeo berkuasa dari ujung laut ke ujung laut lainny a. Tapi kau kau tahu orang bilang kalau kau tak bisa mati!" Takeo tertawa. mereka berdua minum lagi. "Ruanga n ini amat jauh lebih nyaman ketimbang lemari terkutuk tempat aku dikurung!" Kenji tertawa lagi. memiliki kasih sayang istimewa atas Lady Otori. berkat kau. per¬mintaan ak an produk buatan kami membuat kami sangat kaya raya. Kematian menantiku sama halnya seperti semua orang. dan membuat Takeo sangat mengandalkannya. kekayaan maupun status. sampai tahap ini: lima pertempuran telah mem bawa kedamai¬an di Tiga Negara." kata Kenji. dan rasa hormat pada putra Shizuk a. yan g dikaguminya. Dengan bantuan Kenji. ter¬masuk bagian yang dirahasiakannya: bahwa ia aman dari kematian kecuali di tangan putranya sen diri. Shizuka. Kenji orang yang pintar. kemudian mengisi lagi wadah mereka masingmasing. "Itu hanya karena kau bertingkah bak hewan liar! Keluarga Mu to selalu menyukai kemewahan. bisa digambarkan sebagai memenuhi keinginan Surga. "Rasanya aku akan menyesal meninggal¬kan semua ini. Hanya saja waktuku belum tiba. Lord Otoriku tercinta. Rumah ini penuh kenangan. Kenji adalah utusan dan juru runding yang baik. Tampak tidak peduli pada harta benda. membuat ramalan yang terakhir ini semakin bisa di percaya. ahli mata-mata. Semua sisa ramalannya telah menjadi kenyataan. cerdik tanpa perasaan senti¬mentil. Kenji tidak punya h asrat lain di luar kegemarannya yang abadi pada sake dan perempuan dari rumah bordil setempat. Dan sejauh ini. Gempa bumi yang menyengsarakan mengakhiri pertempuran terakhir serta menyapu habis pasukan Arai Daiichi. tak seorang p un bisa membunuh Takeo. amat menyayangi keponakannya sendiri. yang dulu pernah menjadi gurunya di H agi. Aku sangsi masih bisa menyaksi kan Tahun Baru. "Ruangan ini amat ja uh lebih nyamaendela dari kayu cemara cypress.

dan membunuh serta me nerima suap di-ancam hukuman mati. Yam agata dan Inuyama untuk mempelajari etika pelayanan. Jalan Sempit Ular petani dan penduduk desa menggabung kan diri dalam kelompok masyarakat ini selama masa-masa anarkis. Kenji menangani semua administrasi dengan trampil. para pemimpin klan ini bert emu Takeo dan Kaede secara teratur untuk membahas soal kebijakan. mereka memegang jabatan terten tu. Tribe mendapat cara untuk menghindar. Semenjak kematian Arai dan para lord Otori enam belas tahun yang lalu. Seiko. pembukuan dan ekonomi. korupsi dan suap makin Kisah Klan Otori IV Page 18 . mengendalikan kekuatan prajurit perseorangan dan kelompok bandit yang tak mengenal hukum. dan tak memiliki baik ikatan cinta maupun kebenci an dengan orang lain. Saat kembali ke daerah asal. Setiap daerah harus menyediak an sejumlah orang icrbaik untuk pasukan pusat: separuh tentara. dan terkadang juga anak perempuan. Kelompok ini kini dimanf aatkan dan terus dibangun agar masyarakatnya bisa mengatur masalah mereka sendiri di tingkat desa dan memilih sendiri pemimpinnya untuk mewakili mereka dan mengajukan tuntutan atas ketidakpu asan atau keluhan mereka di pengadilan tingkat propinsi. tapi mereka tidak bertransaksi dalam jumlah besar atau me mamerkan kekayaan. tanggung jawab yang sama juga dipikul pemimpin klan. Kenji bek erja dengan kesabaran dan cerdik terhadap tujuan Takeo: menarik semua sumber daya dan perang kat kekerasan ke tangan pemerintahan. Pengadilan diatur oleh klas ksatria. Makin kuatnya usaha Takeo membasmi korupsi membawa hasil. menentukan besarnya pajak se rta mempertahankan pelatihan dan perlengkapan pasukan. Aturan yang terakhir terbukti paling sulit dilaksana kan. Amarah Macan Putih. dan sepa-ruh lagi petugas ke amanan yang bertugas menangani bandit dan penjahat lainnya. diberi status dan penghasilan yang cukup: mereka bertanggung jawab langsung kepada tetua dari setiap klan. mengatakan kalau cara ini mir ip hirarki Tribe hanya saja ada per¬bedaan yang mendasar: kekerasan dilarang. sejarah serta bahasa dan kesusastraan klasik.. dikirim ke sekolah-sekolah besar di Hagi. Kenj ilah yang tahu keberadaan kelompok rahasia masyarakat kuno yang tidak diketahui Takeo Kesetiaan p ada Burung Bangau. anak laki-laki mereka dengan pola pikir yan g tidak terlalu militer. yang meninggal beberapa tahun lalu.

.

berkurang. Lalu bentuk praktik yang lain berjalan: praktik tukar menukar hadiah dalam bentuk rkurang. Lalu bentuk praktik yang lain berjalan: praktik tukar menu kar hadiah dalam bentuk Kisah Klan Otori IV Page 19 .

bagaimana menyibukkan mereka? eindahan dan selera. para ketua dari keluarga dan klan yang masih hidup bertemu di Inuyama da n menerima Otori Takeo sebagai pemimpin mereka. yang lainnya mengikuti lomba yang dibuat Takeo un tuk keahlian berpedang dan memanah. kemampuan menghilang. Setelah gempa mengakhiri perang di Tiga Negara. Semua pertikaian karena hubungan darah yang menen tang Takeo maupun per¬cekcokan antara mereka sendiri dinyatakan berakhir. mereka a kan bertarung melawan siapa? Dan jika mereka tidak bertarung. Ajaran Houou. mengambil nama burung suci yang b ersarang jauh di . Terjadi pemandangan yang meng¬harukan saat para ksatria saling berdamai setelah puluhan tahun bermusuhan. Silla. Ajaran ini hanya dapat diikuti segelintir laki-laki dan perempuan dengan ke kuatan fisik dan mental yang hebat. sedang yang lainnya dipilih untuk mengikuti jalan utama d ari pertarungan: penguasaan diri. N amun Takeo dan Kenji menyadari bahwa ksatria terlahir untuk bertarung: masalahnya. Terjadi pemandangan yang meng¬harukan saat para ksatria saling berdamai setelah puluhan tahun bermusuhan. bukan hanya mereka yang berasal dari Delapan Pulau t api juga dari negeri¬negeri di daratan utama. Shin dan Tenjiku. Keahlian Tribe adalah bakat dari lahir pendengaran dan peng¬l ihatan yang sangat kuat. Menemukan dan memurnikan kema mpuan seperti inilah yang menjadi inti Ajaran Houou. para ketua dari keluarga dan klan yang masih hidup bertemu di Inuyama da n menerima Otori Takeo sebagai pemimpin mereka. penggunaan sosok kedua tapi sebagian besar manu sia memiliki kemampu¬an seperti ini namun belum terasah. Semua pertikaian karena hubungan darah yang menen tang Takeo maupun per¬cekcokan antara mereka sendiri dinyatakan berakhir. Ajaran Houou bermarkas di Biara Terayama yang dipimpin kepala biara Matsuda Shin gen dan Kubo Makoto. melindungi kapal dagang di laut dan toko serta gudang mereka di pelabuhan yang jauh. mereka a kan bertarung melawan siapa? Dan jika mereka tidak bertarung. Shin dan Tenjiku. di mana nilainya tersembunyi. tapi hanya terjadi sediki t peristiwa dan musuh utama mereka adalah rasa jenuh. Silla. bagaimana menyibukkan mereka? Beberapa prajurit menjaga perbatasan di wilayah Timur. Setelah gempa mengakhiri perang di Tiga Negara. Hal ini menyebabkan datang¬nya para perajin dan seniman ke Tiga Negara. di mana nilainya tersembunyi. bukan hanya mereka yang berasal dari Delapan Pulau t api juga dari negeri¬negeri di daratan utama. beberapa yang lainnya men¬dampingi Terada Fumio da n tabib Ishida dalam perjalanan penjelajahan mereka.keindahan dan selera. N amun Takeo dan Kenji menyadari bahwa ksatria terlahir untuk bertarung: masalahnya. Hal ini menyebabkan datang¬nya para perajin dan seniman ke Tiga Negara.

menyisipkan racun ke dala m cangkir. lebih serius. Kenji meng¬anggap itu aturan yang gila karena dia sering menikam jantung orang. Dia melihat bahwa larangan membunuh te rnyata jauh lebih berat daripada keputusan untuk membunuh. dan nasib dua lainnya ada di tanganmu. Kita akan biarkan dua anaknya yang tersisa tetap hidup hin . Takeo berhasil menjinakkan baik Tribe maupun para ksatria: hanya Kikuta yang mas ih bertahan menentangnya. Disadarinya kalau akhir hidupnya sudah dekat.dalam hutan-hutan di sekitar Terayama." Wajah Kenji beru bah tenang dan bibimya berkerut menggambarkan kegetiran. baik nyamuk atau pun manusia. melakukan pembunuhan secara acak dengan harapan menggoyahkan kestab ilan masyarakat. Kikuta bukan hanya berusaha membunuhnya tapi juga bersekutu dengan ksatria yang kurang puas. Takeo angkat bicara lagi. Jika istri atau anakku mati." sahut Kenji ringan. menyebarkan desas-desus. Tak ada penyesalan atas mereka yang telah dikirimny a ke alam baka cepat atau lambat manusia juga akan mati. kesehatan dan kekuat an¬nya makin memburuk: selama berbulan bulan paru-parunya terasa makin lemah dan seringkali m untah darah. Ia sudah tua. itu akan menghancurkan diriku. "Tapi Gosaburo seorang pedagang dan pragmatis: dia akan ketakutan setengah mati bila kehilangan anak¬anaknya satu putran ya telah tewas. Dia telah mengabdikan hidupnya demi tujuannya itu. dan Tiga Negara. Mungkin kita bisa memberinya sedik it tekanan. Ia minum lagi. "Serangan yang terakhir ini membuatku ja uh lebih waspada karena ditujukan pada keluargaku. Berapa b anyak? Dia tak bisa menghitungnya lagi. Kebenciannya padamu hanya akan berakhir dengan kematianny a atau kematianmu." "Kupikir juga begitu. bahkan demi membela diri. bukan diriku. Akhir-akhir ini kesenangan terbesarnya yaitu menemani Takeo di sana dan menghabiskan waktu bersama Matsuda dan Makoto. "Kapan mereka akan berhenri?" "Akio takkan berhenri." "Kurasa itulah tujuan Kikuta. mangkuk atau bahkan langsung ke orang yang tidur dengan mulut menganga. Dia tak kebal dengan kedamaian da n kekuatan spiritual Terayama. membunuh dengan garotte. Sumpah pertama yang dilakukan para ksatria yang terpilih ini yaitu tidak mem¬bunuh .

gga musim semi." gerutu Kenji. kemudian melihat apakah ayah mereka siap untuk berunding. Takeo menaikkan pandangannya ke arah Kenji melalui pinggiran cangkir." "Mungkin sementara ini kita juga bisa mengorek keterangan yang berguna dari kedu anya. Kisah Klan Otori IV Page 20 .

Andai dia buka mulut. Andai dia buka mulut. isa dilakukannya agar orang tertidur yaitu rasa bosan kar ena dia jarang bicara. Kisah Klan Otori IV Page 22 .bisa dilakukannya agar orang tertidur yaitu rasa bosan karena dia jarang bicara.

dan kematian Kotaro yang membuat Ak io begitu penuh dendam dan hidup dalam kebencian. haus. Akio adalah Ketua Kikuta. Tapi Akio adalah Ketua keluarga. Muto Yuki. Akio bisa bertindak sesuka hati. serta melenyapkan semua perasaan. dan saling menyapa dengan kalimat. Para tetua mengatakan kalau Yuki meninggal kar ena demam setelah melahir-kan. melatih mereka de ngan kepatuhan mutlak." Konon kabarnya kematian istrinya. tak seorang pun bisa meng-kritiknya. yang mati di Hagi oleh Otori Takeo dan Muto Kenji. jerit dan tangis ibunya. tapi tampaknya Hisao sudah tahu yang sebenarnya: ibunya mat i diracun. penolakan ibunya saat dipaksa menelan pil racun. serta kematian pesumo t angguh. Kotaro. Akio tumbuh menjadi laki-laki sinis dan susah ditebak. Hajime. Dapat dilihatnya kejadian itu dengan jelas. Anak-anak Kikuta tidur dengan kaki mengarah ke Barat. simpati maupun welas asih. Keluarga Kikuta dikejar-kejar sehingga mereka keluar dari Tiga Negara untuk pindah ke Utara. yang menguasai berbagai kemampuan serta bakat yang kini mulai lenyap. A pakah ia memimpikannya. Keputusasaan dan kemarahan ibunya. sering ai puas Akio karena sebagian dendamnya terlaksana. bertahan me¬nahan lapar.bicaranya pelan. kematian Kotaro yang disayangi. tersendat¬sendat. Hisao merasakan ini seiring ia tumbuh dewasa. atau ada yang menceritakannya? Ia ingat ibunya lebih jelas dari y ang seharusnya usianya baru beberapa hari saat ibunya meninggal dan menyadari adanya hubungan dir . Dia selalu menyalahkan Ot ori Takeo atas terpecah-belahnya Tribe. men inggalkan usaha mereka yang meng¬hasilkan banyak uang. Sejak kecil Hisao sudah menyadari kekecewaan ayahnya pada dirinya. Karena Tribe membesarkan anak mereka dengan cara sangat keras. kesedihan karena harus meninggalkan pu tranya. Akio sangat keras p ada putra tunggalnya itu dan tak pernah menunjukkan pengertian maupun kasih sayang. tapi lupa bagaimana ia tahu itu. "Apakah Otori sudah mati?" dan dibalas dengan. Dan sebagai Pimpinan. tanpa ada tanda-tanda kecerdasan atau kreati vitas. dingin dan rasa sakit yang luar biasa. seolah menyaksikan dengan mata bayinya yan g masih belum fokus. tersendat¬sendat. serta banyak kematian lainnya. p enerus pamannya. icaranya pelan. tanpa ada tanda-tanda kecerdasan atau kreativit as. panas. keluarga ter¬besar dalam Tribe. bahkan mengejutkan kerabatnya sendiri. "Belum. Perlak uan Akio yang kejam. penderitaan dan kenikmatan keji yang dirasakan Ak io menjadi awal mula tenggelamnya dia dalam kekejaman. tapi tak lama lagi.

Ia dapat membuat ukiran kayu berbentuk hewan yang begitu hidup h ingga tampak Kisah Klan Otori IV Page 23 . namun ia merah asiakannya. Kemampuan mengarungi dua dunia. Satu-satunya cara meredakan rasa sak it dan suara-suara si kucing serta si hantu perempuan adalah membuat benda-benda dengan tangannya. Meskipun Hisao suka membuat kerajinan tangan. karena hanya saat itulah ada orang yang memeluk nya atau kelihaian membutuhkan dirinya. Itu sebabnya dia mengetahui kemarahan ibunya dan sakit hati ayahnya. dan itu mem buat ia benci sekaligus iba pada Akio. Seringkali ia merasakan kalau ibunya meng¬inginkan sesuatu darinya. dan satu sisi matanya menjadi gelap. Anugerah semacam i ni semestinya diasah dan pemiliknya akan ditakuti serta dihormati. Hisao tidak pernah menceritakannya sehingga tak seorang pun tahu satu bakat Trib e yang telah hilang selama beberapa generasi ternyata ada pada dirinya. Ketika alam baka membuka jalan dan mengajaknya masuk. tapi ia takut men¬dengarkan karena itu berarti ia membuka diri memasuki alam baka. dan menyukai hewan. Sekali dia terlihat meng¬elus seekor kucing. Roh kucing itu juga sesekali seperti menjerat Hisao dari dunianya. kepalanya lu ar biasa sakit. Antara kemara han si hantu dan rasa enggan dalam dirinya. tapi Hisao tak t ahu cara mengatur bakatnya ini. apa yang dilihatnya di alam baka tampak berkabut dan sulit dimenge rti: ia tidak mengetahui simbol dan bahasa untuk berkomunikasi dengan arwah. men¬jadi penghubung antara arwah dengan orang yang masih hidup. Ia hanya tahu kalau hantu itu adalah ibunya yang mati dibunuh. Ia membangun kincir air dan orang-orangan dari bambu untuk menakuti rusa. dan lolongan yang memusingkan terdengar makin keras hingga ia tak percaya kalau oran g lain tak mendengarnya. setengah diharapkan. seolah pengetahuan itu sudah ada dalam darahnya.inya dengan sang ibu. kepala¬nya terasa seperti terbelah karena rasa saki t. yang kemudian ia lihat hewan malang i tu digorok ayahnya di hadapannya. Hal-hal buruk yang terjadi di antara mereka berdua yang setengah menakutkan.

Kisah Klan Otori IV Page 24 . pedang.seperti hewan yang disihir menjadi patung. pisau serta ber¬bagai peralatan. pedang. Ia menyukai semua aspek penempaan: me m¬buat besi dan baja. pisau serta ber¬bagai peralatan. Ia menyukai semua aspek penempaan: mem¬b uat besi dan baja. eperti hewan yang disihir menjadi patung.

yang bisa di-sembunyikan di balik pakaian dan tak ber¬suara. Ada yang beranggapan senjata itu meng¬hilangkan semua kemampuan dan ke¬nikmatan dala m membunuh. bila terkena air maka senjata itu tak berguna. Senjata-senjata itu tak bisa disembunyikan d an digunakan dengan cepat. belateluarga Kikuta ahli membuat senjata. senjata-senjata mereka dirampas dan mereka hanya boleh berdagang di pelabuhan Hofu. dan dieksekusi. termasuk Kikuta. tapi dia . jarum. berkhianat. Hisao mendengar aya hnya dan seorang laki-laki yang lebih tua membahas benda ini. Ada kalanya Otori Takeo dilaporkan ter¬luka sehingga harapan mereka membumbung tin ggi. Otori membatasi p enggunaan senjata ini hanya untuk sekelompok kecil orang: setiap pucuk senjata api yang ad a di negara ini dihitung. atau orang tua yang in gin mati terhormat yang pergi hendak mem¬bunuh Otori Takeo untuk membalaskan kematian Kikuta Kotaro d an anggota Tribe lainnya. si pemilik harus membayar dengan nyawanya. sementara yang lainnya b eranggapan kalau ingin menyingkirkan Otori. Setiap tahun ada saja pemuda yang ingin menjadi pahlawan. jarum. Mereka tak pernah kembali: kabar tentang tertangkapnya mereka dat ang beberapa bulan kemudian. terutama sen-jata rahasia Tri be pisau lempar. Mereka disidang di depan umum yang disebut sebagai pengadilan Ot ori. Namun usaha mereka untuk mendapatkan senjata api selalu gagal. Sejak itu semua orang barbar digeledah ketika dat ang.Keluarga Kikuta ahli membuat senjata. berusaha mendapatkan senjata itu de ngan cara mencuri. kalau cara tradisional lebih bisa diandalkan. dan ia membayangkan senjata api yan g kecil dan ringan. Keluarga Kikuta terpecah untuk memiliki senjata itu. Senja ta ini pernah sekali digunakan orang barbar. Jika ada yang hilang. Senjata yang digunakan Otori begitu dirahasiakan cara buatnya hingga membuat orang iri. terutama sen-jata rahasia Tribe pisau lempar . Tapi berbaga i laporan tentang pembunuhan yang memakan banyak korban jiwa terbukti sama efektifnya deng an senjata itu sendiri: semua musuh Otori. Senjata-senjata milik Otori bentuknya panjang. atau mencari sendiri. belati kecil dan sebagainya tapi mereka tak tahu cara membuat senjata yang disebut senja ta api. senjata yang bahkan t ak mampu dilawan Otori Takeo. mereka harus me¬nyeimbangkan kekuatan dengan memiliki s enjata yang sama. berat serta tidak praktis: kurang prakris menurut cara pembunuhan yang dibanggakan Kikuta.

seperti pulihnya dia dari belati beracun milik Kotaro. sementara Zenko. Mereka berbaur dalam kerumun an di biara dan mencoba menikam Lady Otori dan putri-putrinya. kecil sawah. Kisah Klan Otori IV Page 25 . diantaranya adalah Muto Shizuka serta kedua putranya. Sedang yang lainnya berhasil ditangkap dan dibawa ke kastil Inu yama. banyak pengkhianat yang memiliki darah Kikuta. Selama malam-malam di musim dingin yang panjang. Keluarga Muto yang sudah bersumpah setia pada Otori telah menggandeng keluarga Tribe lainnya: Imai. menyerangnya melalui istri atau anak-anaknya. Akio mulai bersekutu dengan musuh Takeo lainnya. Karena hingga musim semi tiba masih belum ada kabar tentang kedua orang y ang ditawan. Suatu sore Hisao bekerja seorang diri di sepetak pegunungan. memimpin jaringan mata-mata dan melindungi Otori. Apa yang terjadi setelah itu tidak jelas. bersekutu dengan Otori melalui pernikahan: mereka bersaudara ipar. Tak ada yang tahu apakah mereka masih hidup atau sudah mati. ri sawah dengan me¬manfaatkan kincir air. ya ng kurang berbakat.selalu sembuh. Tapi cara ini juga terbukti gagal. jauh di kedalaman ia telah me¬mikirkan cara mengali musim dingin membuat ember dan ta diperkuat dengan batang tanaman Hisao tengah berkonsentrasi penuh pada pekerjaannya. Kikuta menduga mereka sudah mati. Ia tengok kanan-kiri. Mendengar desas¬desus kalau Otori tak bisa mati membuat kebencian serta kegeriran Akio semak in ber¬tambah. terluka dan dipuk uli sampai mati oleh kerumunan orang. bahkan dari racun. Sejak keluarga Tribe melakukan pe rkawinan campuran. putra sulung Gosaburo. Ia menghabiskan li: embernya dibuat dari bambu yang paling ringan dan talinya rambat yang cukup kaku untuk bisa mengangkat ember kincir. Taku seperti ibu dan paman buyutnya. Taku dan Zenko. Kehilangan tiga anggota muda yang ada hubungan erat dengan sang Ketua merupa¬kan p ukulan berat. tiba-tiba katak terdiam. diutus bersama saudari perempuan mer eka ke Inuyama tempat keluarga Otori merayakan Tahun Baru. mempunyai b anyak kemampuan. dua putra Gosaburo. Ritual pemakaman mulai diatur dalam kedukaan y ang mendalam karena tak ada jenazah yang bisa dibakar dan tak ada abu jenazah. lapi ternyata para perempuan yang menjadi sasaran berhasil mempertahan¬kan diri dengan kekejaman yang tak terduga: salah satu penyerang. Belakangan sepupu Akio. Kuroda dan Kudo.

tapi ia tahu ada orang yang menggunakan kemampuan menghilang Trib e. Kisah Klan Otori IV Page 26 .Tak ada orang. ak ada orang. tapi ia tahu ada orang yang menggunakan kemampuan menghilang Tr ibe.

kebencian Kikuta pada orang ini hampir sama besarnya seperti kebenc ian pada Otori . Sosok laki-laki itu bergoyang-goyang selagi meng¬hilang. kan?" "Hanya dari katak. dirasakan kebahagiaan dan pendcritaan ibunya dan pertanda pertama dari sakit kepalanya serta kemampuan melihat separuh dari dua dunia yang ber¬beda. Aku tidak tahu orang yang bias melakukannya di kalangan Kikuta saat ini. Hisao mengangguk. dia berseru. Aku mendengarkan mereka." Ekspresi wajah orang itu agak berubah. "Sudah kuduga. Kalau begitu. Tangan Hisao segera bergerak ke arah pisaunya karena yakin ia bel um mengenal orang itu. aku kakek¬mu: Muto Kenji." Ia heran telah bersik ap biasa dan bebas pada orang yang belum dikenalnya. dia berseru ." Hisao menyerap semua keterangan ini. kemudian mengalih¬kan pandangannya ke seberang lembah." ujar orang itu. "Tidak. Tapi aku tak bisa mendengar dari jau h. putra Akio?" "Ya. dan menyebut namanya dengan cara yang membuat Hisao percaya padanya. "Kau bcrnama Kikuta Hisao. "Aku takkan menyakitimu. "Kau tidak memiliki satu pun kemampuan Tribe?" tuturnya.Mengira itu hanya salah satu anak yang datang membawa pesan. "Kau bisa melihatku?" sahut laki-laki itu. "Siapa di sana?" gira itu hanya salah satu anak yang datang membawa pesan. Hisao merasaka n jari-jari yang tak terlihat memiting pergelangan tangannya dan ototnya langsung terasa lumpuh saat telapak tangannya terbuka dan pisaunya terjatuh. dan ibuku bemama Muto Yuki. Sorot matanya tajam dan kelihatan penuh selidik. Aku tak memiliki kemampuan me nghilang. Orang itu kembali menampakkan diri dalam jarak serentangan tangan dari wajah His ao. Sakit kepalanya kian menjadi-jadi: Muto Ken ji adalah pengkhianat. "Siapa kau?" bisiknya. dan dirasakan reaksi penyesalan serta ras a iba ibunya." "Tapi tadi kau mendengarku mendekat. dan dunia ibunya menyelubungi ambang batas dunianya. maupun mengenalinya. segera menyadari kalau orang mi dikenal ibunya. "Siapa di sana?" Tiba-tiba muncul seorang laki-laki dengan usia tak bisa diperkirakan dan berpena mpilan biasa berdiri di hadapannya.

maupun Otori. menghindari para penjaga di gerbang. dengan kulit mulus tanpa cacat dan rambut tebal serta mengkilap. " Aku lebih suka membuat benda-benda. bergerak tak terlih at dan tak terdengar melewati hutan? dan juga Akio harus tahu kalau ia datang sebagai utusan Takeo." ajak Kenji. Jelas sekali Hisao punya beberapa kemampuan: benda itu dibuat dengan kreatif dan dengan keahlian tinggi. Sadar kalau akhirnya ia akan dikenali juga s iapa lagi yang bisa sampai sejauh ini. namun kehadiran ibunya terasa membebani dirinya dan bisa dirasakan ibunya memanggil. pikir orang tua itu. lagipula ak u tidak ahli membunuh. "Bukan apa apa. tapi kau bilang kalau kau kakek¬ku. "Ada yang aku sampaikan padanya." Betapa anehnya." Ia tidak bersusah payah menyembunyikan sosoknya selagi mengikuti bocah itu menur uni jalan setapak dari atas gunung menuju desa. Dia tidak punya kemampuan apa pun. Mirip siapa dia? Tidak mirip Kikut a. mirip rambut Takeo. Dan ada sesuatu yang lain pada dirinya. Kisah Klan Otori IV Page 27 . "Mari kita temui Akio. tahu betapa kerasnya masa kanak-kanak di Tribe. Rasa kecewa dan lega menyapu dirinya. Kenji menatap bocah di hadapannya dengan tatapan iba. "Ayah!" "Apa itu?" tanya Kenji. baik dar i ayah maupun dan ibunya. apalagi pada mereka yang tak berbakat. berkulit gelap dan berwajah lebar." Pandangannya turun menatap ke konstruksi yang tengah dikerjakannya. Dia pasti mirip ibunya Takeo. gerakan matanya yang cepat menun¬jukkan kalau dia bisa melihat hal lain. Apa yang bisa dilihatnya? Pemuda ini berbadan sehat.Takeo. Muto. Seharusnya aku mem¬bunuhmu. Mengapa kau kemar i? Kau akan dibunuh. Aku sudah biasa. Kadang-kadang kepalaku sakit. agak lebih pendek dari Kenji sendin tapi kuat.

Tubuhnya terasa lebih panas dari yang s emestinya. sesekali ia mengunjungi tempat in i tanpa diketahui penghuninya. Pematang sawah berw arna cerah dengan bunga liar. terasa ada darah di tenggorokannya. buttercup. nyanyian burung.Perjalanan itu membuat napasnya terasa sesak. buttercup. Tubuhnya terasa lebih panas dari yang s emestinya. Langit berubah keemasan saat mentari mulai tenggelam di ufuk barat. Hisao tidak berbicara pada siapa pun saat mereka berjalan di antara rumah kayu b eratap rendah. dan bunga krisan. dan merasakan dengan li dahnya kapsul beracun yang terselip rapi di bekas rongga gigi gerahamnya yang sudah tanggal. Pematang sawah berw arna cerah dengan bunga liar. keponakan buyutnya . katak serta jangkrik. Suasana terasa dipenuhi musik musim semi. jauh dari jang kauan Takeo. dan bunga krisan. yang bisa dilihat dari kejauhan. Sejak saat itu. dan mendapatkan laporan tentang Hisao dari Taku. dan saat berhenti sebentar di tepi sawah yang penuh air. dan meskipun beberapa anjing melompat-lompat penuh semangat ke arahnya. orang ber¬kumpul di belakang mereka. dan cahaya matahari jatuh di sel a-sela hijaunya dedaunan. Tapi kemudian ia tahu kalau keluarga Kikuta mundur ke t empat ini sejak dikejar Takeo. Rumah itu jauh lebih nyaman dan mewah ketimbang rumah-rumah di sekelilingnya. erjalanan itu membuat napasnya terasa sesak. maka tak ada hari yang lebih indah daripada hari ini. Langit berubah keemasan saat mentari mulai tenggelam di ufuk barat. Pada kunjungan yang pertama ia sempat terkejut melihat ada l ebih dari dua ratus orang di desa itu. Tempat ini sama seperti kebanyakan desa Tribe: tersembunyi di dalam lembah seperti lipatan kecil dalam barisan pegunungan. dan cahaya matahari jatuh di sel a-sela hijaunya dedaunan. vicia. Bila hari ini memang ditakdirkan menjadihari terakhir hidupku. pikir kenji dengan sedikit bersyukur. dengan lekukan luwes yang sama indah . dan saat berhenti sebentar di tepi sawah yang penuh air. terasa ada darah di tenggorokannya. Suasana terasa dipenuhi musik musim semi. dia tak berh enti. enam belas tahun lalu d an butuh waktu lima tahun untuk menemukannya. katak serta jangkrik. de ngan beranda dari kayu runjung serta pilar kokoh dari kayu cedar. vicia. nyanyian burung. Seperti kuilnya. Mereka membangun desa di utara ini sebagai markas. Kenji m en¬dengar bisik-bisik dan tahu kalau ia telah dikenali. Kenji belum tahu tempat istimewa ini sebelum Hisao lahir. Ketika sampai di bangunan yang paling besar. atapnya terbuat dari rusuk atap yang tipis. walaupun tidak di luar jangkauan mata¬matanya.

membawa air untuk membasuh kaki sang tamu. kehidupan yang lain. seolah semua orang yang berkumpul di luar menarik napas di saat bersamaan. pintu banian dalam bergeser terbuka dan Kikuta Akio mela ngkah masuk. Seraya melepaskan sandal. Mereka duduk di ujung lain ruangan seraya meng¬amati. "Letakkan senjatamu." sahut Kenji. Perempuan muda yang sama datang membawa semangkuk teh. pedagang dari Matsue. Semua orang ini. setahunya. Andai ia bisa men yelamatkan bocah itu. namun terdengar olehnya anak itu sedang bicara dengan pelan di belakang r umah. yang menurut kabar telah menentang keluarga Imai untuk tinggal bersama Kikuta. Aroma minyak wijen merebak dari arah dapur dan didengarnya desis makanan di penggoreng an. seorang perempuan muda muncul. Mereka berusaha menyembunyikan keter¬kejutan dengan kemunculannya. tapi siapa yang bisa menyelamatkan orang dari takdir? Semua pikiran ini melintas di benaknya saat duduk di lantai berlapis karpet samb il menunggu Akio. keluarga dari pihak istrinya. Hisao naik ke beranda dan berse ru ke dalam rumah. Lalu terdengar langkah kaki. Sedang dua laki-laki lainnya tersenyum. paman Akio. yang satu bertubuh gempal dengan raut waja h halus yang dikenal Kenji sebagai Gosaburo. Hisao su dah pergi. Akhirnya Akio angkat bicara. ia seperti mendengar tarikan napas tiba-tiba. "Aku datang dengan membawa misi yang dam ai. "Ayah! Kita kedatangan tamu!" Selang beberapa saat. . Dia diikuti dua laki-laki yang lebih tua. Betapa lemah tubuh¬nya saat ini! Teringat dengan rasa penyesalan kalau semua kemam puan yang ia miliki kini hanya menjadi bayang-bayang. Tak seorang pun membungkuk normal maupun memberi s alam. Kerumunan orang di belakang Kenji terdiam. ta pi tanpa rasa riang." "Aku tak membawa senjata. kehidupan apa pun yang ada di sana. Dadanya terasa nyeri seperti ditusuk-tusuk dan rasanya tak ta han ingin batuk.. sudah bertahun-tahun m engincar dirinya. Ia ingin sekali meninggalkan raganya la lu pindah ke alam baka. adik Kotaro. Kenji pun diam saja. Sedang ya ng satunya lagi pasti Imai Kazuo. Ruangan itu remang¬remang: ia nyaris tidak bisa melihat gulungan yang tergantung d i dinding sebelah kanan¬nya..nya seperti kediaman para ksatria. Saat melangkah masuk ke dalam r umah." Gosaburo tertawa sinis tidak percaya.

" ujar Akio. Ketua." Kazuo mendekati Kenji dengan hati-hati dan agak malu-malu."gumamny a. Kenji membiarkan orang itu meraba pakaiannya dengan jari-jarinya yang panjang dan ceka tan. seperti serigala di musim dingin."Benar. "Maaf. "Kazuo yang akan menggeled ah¬mu. Kisah Klan Otori IV Page 28 .

Dia tidak mem bawa senjata. Dia tidak membawa senjata." Dia berkata jujur." Kisah Klan Otori IV Page 29 ."Dia berkata jujur.

Kesed ihan membuatmu lemah. Aku akan bicara dengan Muto berdua saja. "Dengan mengutus pembawa pesan itu telah menunjukkan kelemahan. Selama bertahun¬tahun ia bermimpi berhadapan dengan orang yan g telah menikahi dan terlibat dalam kematian putrinya." sahut Akio." Tapi putriku sudah mati enam belas tahun lalu. "Putra sulungmu. ." kata Gosaburo d engan nada memohon."Kita tak mau be randing dengan Si Anjing. "Putriku? Dia tidak terluka?" "Tidak." sahut Kenji cep at. dan bisa dihukum mati. "Tinggalkan kami." Gosaburo mencondongkan badan lalu bertanya pada Kenji. "Akio!" Gosaburo memohon. "Dia sedang memohon pada kita." "Satu lagi kebohongan dari Si Anjing. dia baik-baik saja." "Anak-anak itu akan tetap hidup jika kau setuju untuk berdamai."Mengapa kau kemari?" sera Akio. "Aku datang membawa pesan dari Lord Otori." ejek Akio. Tapi yang lainnya masih hidup. air matamulai berlinang. tapi mereka tidak disiksa. "Rupa¬nya kau sudah bosan hidup!" Mengapa kau kem ari?" sera Akio. Tapi badannya tampak sekuat baja." tutur Kenji tenang." Gosaburo menelan ludah. Dia dikenal dengan nama Otori si Anjing. Kunio. "Biarkan dia bicara. Anak-anakmu akan diadili dengan tuduhan percobaan pembunuhan. "Dia tidak disiksa?" "Kau harus tahu kalau penyiksaan kini dilarang. Setidaknya kita dengar dulu apa yang aka n Muto sampai¬kan. "Kami tidak memanggilnya Lord Otori. paman. termasuk putrimu. Kau tentu pernah m endengar bahwa Lord Otori memiliki sifat welas asih. "Rupa¬nya kau sudah bosan hidup!" Kenji menatap tajam. Ka mi tak ingin mendengar pesan apa pun darinya!" "Aku khawatir salah satu putramu sudah mati." katanya pada Akio. Tampak ada kerutan¬kerutan di wajah Akio. temyata usia tak mampu melunakkan maupun melembutkan sikapnya. rambutnya pun mulai memutih." Kenji bicara pada Gosaburo. sebelum Gosaburo berdiri.

" Akio me¬mecahkan kesunyian dengan teriakan penuh amar ah. Sebagai imbalannya. dan yang kini dia lakukan hanyalah meratap dan menyesali nasibnya. "Tua bangka bodoh itu tidak berguna la gi! Dia sudah mis kin. karena ini akan men ghancurkan mereka dan dirimu. Setelah itu baru kau putuskan apa yang te rbaik bagi Kikuta dan Tribe. dan aku akan menghabisi ayahnya: kita akan menyingkirkan orang le mah. Tadi kau mengatakan S i Anjing melakukan hal baik! Rakyat gembira! Apa untungnya semua ini bagi Tribe? Kau suda h lemah seperti Gosaburo. Hentikan permusuhanmu. dikumpulkan tenaga lalu membiarkan gelombang ten aganya mengalir memenuhi ruangan itu. sesuai cara Tribe menyel esai¬kan masalah." Nada suaranya seakan mengandung sihir yang membuat ruangan senyap dan semua oran g yang berada di luar bungkam. Apa yang dilaku¬kannya di Tiga Negara baik adanya: disetujui masyarakat. Saat ia berhenti bicara. Masyarakat yang dibentuknya berjalan lancar. gusar. "Dasar penyihir tua bangka. Dirasakannya ketenangan menyapu semua orang. "Tua bangka licik. Menguntungkan bagi kita semua. Kau tak bisa menjebakku dengan kebohonganmu. Dengar dulu apa yang akan kusampaikan. pada Kisah Klan Otori IV Page 30 . "Sejujurnya."Tinggalkan kami!" Akio juga berdiri. tak ada yang mati k elaparan dan tak ada penyiksaan. Mari kita ingat lagi sejarah Tribe. seraya mendorong tubuh orang tua it u ke pintu. keluar¬ga Kikuta akan d imaafkan: Tribe akan ber¬satu lagi." katanya saat kembali duduk. Ada apa dengan kalian. mereka duduk dengan mata setengah terpejam. bukan berdasarkan kebencian dan amarah pribadimu. baik petani a taupun ksatria. orang¬orang tua? Apakah Tribe membusuk dari dalam ? Andai Kotaro masih hidup! Tapi Si Anjing membunuhnya dia membunuh pemimpin keluarganya s endiri." "Akio. Biarkan Otori membunuh anak-anak itu. Kenji tahu kalau Hisao sudah kembali dan sedang berlutut tepat di balik pintu. "Kita bicara sebagai sesama Ketua. rakyat bahagia. Kita selalu bekerjasama dengan para bangsawan yang hebat: jangan¬lah kita menentan g Otori." tutur Kenji. menyuruhnya agar cepat keluar dari ruangan itu. bagaimana kita bisa berta han sejak dulu kala.

siapa dia harus menyerahkan hidupnya atas kejahatan yang dia lakukan. Dia melanggar sumpah itu jadi dia sud ah Kisah Klan Otori IV Page 31 . Dia melanggar sumpah itu jadi dia sud ah iapa dia harus menyerahkan hidupnya atas kejahatan yang dia lakukan. Kau saksin ya: kau men¬dengar sumpah si Anjing saat di Inuyama. Kau saksiny a: kau men¬dengar sumpah si Anjing saat di Inuyama.

Aku kemar i sebagai utusan." "Semua orang pasti mati. Dia harus mati!" "Aku takkan berdebat tentang mana tindakannya yang salah dan yang benar. Hisao. ia bisa saja menghilang lalu melenyapkan diri ke pedesaan. Selain rumah utama. Jika tetap tak mau berdamai." ujar Kenji. Ketua dari keluarganya dengan ep antasnya mati. "Betapa pun kau menginginkannya. Kau yang menghancurkannya. Tapi ia senang Gosaburo dan yang lainnya ju ga mendengar. Akan kusampaikan pesanmu yan g patut disesalkan pada Lord Otori." sahut Akio." Baiklah. Sewaktu lewat Hisao masih berlutut di luar. Kenji berkata." Kenji begitu berwibawa sehingga Akio membiarkannya berdiri lalu berjalan keluar ruangan. apalagi di . Pasti sulit men¬jalani hidup d i sini. "In i putramu? Kurasa dia tidak memiliki kemampuan Tribe. desa itu kelihatan menyedihkan." Akio menatapnya dengan memicingkan mata. "Dia melakukan apa yang harus dilakukan saat itu. seraya membalikkan badan. pikimya saat melangkah keluar dari beranda dan kerumunan memberi jalan padanya. "Tapi dia takkan mati di tanganmu. Aku bisa meyakinkanmu akan hal itu.sepantasnya mati. Kumohon kau hentik an perlawananmu agar Kikuta bisa kembali ke Tiga Negara Gosaburo bisa menjalankan lagi bisnisnya! dan menikmati hidup selayaknya." sahut Kenji. Tapi semua itu telah berlalu. hidupnya dijalani l ebih baik sebagai Otori ketimbang sebagai Kikuta. ternyata aku masih hidup lebih lama. Tapi adakah pel uang ia membawa bocah itu? Penolakan Akio tidak mengejutkannya." "Aku telah melindungi keluargaku dan Tribe. Tapi dia malah mem¬bunuh Kotaro. Begitu sampai di tempat terbuka dan di luar jangkauan tatapan Akio. "Pengkhianatanmu pada Tribe harus dihuk um. Ijinkan dia menemaniku sampai ke gerbang. maka menyerahlah: kau t akkan berhasil membunuhnya. Dia tidak bisa dimaaf¬kan. Tapi dia malah mem¬bunuh Kotaro. Mari." Kenji bicara ke belakang dalam bayang-bayang. "Kau tahu di mana bisa menemukan kami bi la kau berubah pikiran. dan aku akan kembali dengan cara yang sama. Ketua dari keluarganya dengan bantuannmu. dan yang pasti.

"Hisao." katanya. la terus berjalan dengan tenang. lalu berlari di pematang ke hutan bambu. dan sesekali menaikkan tangan-nya memegangi pelipis kirinya dengan ujung jari. "Aku ingin kau ikut denganku ke Inuyama. "Kepalamu saki t?" "Mmm. Hisao menangkap lengannya dan berteriak. apalagi jika itu berarti sandera akan dibiarkan hidup. Kebanyakan penghuninya pasti mendamba¬kan. hidup nyaman di Matsue dan Inuyama. Kenji tidak berani berbalik.. lalu meng¬hilang. tapi Hisao be rjalan terseok-seok di belakangnya. Dahi¬nya berkerut. Kenji menyadari ada kehadiran lain yang mengambil tempat setengah tubuh dan pikiran bocah itu. "Hisao. Kau mau?" "Aku tak bisa pergi dari sini! Aku tak bisa meninggalkan ayahku!" Lalu ia berser u kesakitan. diikuti oleh Kazuo: ke duanya sudah menarik belati.musim dingin. Saat Hisao muncul dari belakang dan berjalan di sampingnya. tapi ia yaki n tak ada yang mengikutinya. Bila berhasil sampai di tepi sawah. "Bawa aku! Mereka takkan membiarkanku pergi! Tapi dia ingin ikut denganmu!" Mungkin karena Kenji sedang dalam keadaan menghilang dan berada di antara dua du nia. Akio. seperti halnya Gosaburo. Saat berbalik untuk memberi Hisao semangat." bisik Kenji. dirasakan oleh Kenji. Temui aku di temp at tadi kita bertemu.. Tiba-tiba ada yang menyeruak dari sela-sela mereka.. Kepatuhan mereka pada Akio. mungkin Kisah Klan Otori IV Page 32 . Mereka sudah separuh jalan. tanpa tergesa-gesa. temui aku. lebih karena ketakutan ketimbang rasa hormat. Hanya tinggal lima puluh langkah lagi. tapi ketika sosok tubuhnya menghila ng. ada kemungkinan anggota lain Kikuta me¬nentang ke putusannya. Kenji melihat kerumunan orang masih memerhatikan." Dia mengangguk tanpa bicara. lalu terjatuh.

.

Kisah Klan Otori IV Page 33 .. tapi saat itu Kenji melihat apa y ang Hisao lihat.. uga karena perasaan Hisao yang meledak-ledak...juga karena perasaan Hisao yang meledak-ledak. tapi saat itu Kenji melihat apa yang Hisao lihat...

nuyama. Meskipun diperlakukan dengan baik. namun tetap saja mereka adalah ta wanan. Kisah Klan Otori IV Page 35 . Meskipun diperlakukan dengan baik.Inuyama. namun tetap saja mereka adalah tawan an.

sedikit pengemis serta tidak ada bandit. etelah salju mencair. Ia mem beri instruksi agar Taku mengirimkan semua pesan kepadanya di sana. dan Kenji berangkat melaksanakan misinya. dengan enggan ia pergi ke Hofu. dan ketika tiba di Hofu. Namun ket ika hingga bulan keempat muncul dan masih belum ada kabar. namun dalam pelaksanaannya. dua pengawal terpercaya dari Tribe saudara sepupu Kuroda: Junpei dan Shinsaku.Setelah salju mencair. Sebenarnya kaisar berkuasa atas Delapan Pulau. Kini ia dan Kaede telah membawa kedamaian dan memper¬tahankannya dengan penuh perhatian pada seluruh wilayah dan berbagai aspek ke¬hidupan rakyatnya. yang d ikenal sebagai Jun dan Shin serta jurutulisnya. Kadang ia melakukan perjalanan dengan semua keme gahan yang diharapkan dari seorang penguasa besar. Kaede serta putr i¬putrinya pergi ke Hagi bersama Shizuka. ke desa ter¬sembunyi Muto. Ia memikirkan kemungkinan Shizuka mengajak salah satu dari mereka. Ia mem beri instruksi agar Taku mengirimkan semua pesan kepadanya di sana. Kaede serta put ri¬putrinya pergi ke Hagi bersama Shizuka. Selama perjalanan ia memerhatikan tanda-t anda negeri yang damai: anak-anak yang sehat. berbagai daerah mengurus masalah mereka sendiri: Tiga Negara dilanda konflik akibat para bangsawan berebu t wilayah dan kekuasaan. ia sering melakukan per¬jalanan. ke desa ter¬sembunyi Muto. Kagemura selama beberapa minggu. Didampingi para p engawal. Kagemura selama beberapa minggu. mungkin Maya. ia bangga dan puas bahwa Tiga Negara telah s esuai dengan . mungkin Maya. Takeo pun menunda waktu untuk meninggalkan Inuyama. berharap mendapat kabar dari Kenji di bulan ini. dengan enggan ia pergi ke Hofu. Hasil dari semua itu terlihat saat ia ber¬kuda ke wilayah Barat. Selama berkuasa. membagi hari-hari dalam setahun dari satu kota ke kota lainnya di Tiga Negara. Takeo tidak akan melupakan kata-kata Otori Shigeru kepadanya: Karena Kaisar yang begitu lemah seh ingga bangsawan seperti Iida bisa merajalela. desa yang makmur. Takeo pun menunda waktu untuk meninggalkan Inuyama. Ia memikirkan kemungkinan Shizuka mengajak salah satu dari mereka. kadang ia menyamar untuk dapat berbaur d engan rakyat biasa dan mengetahui pendapat. kegembiraan serta kebahagiaan mereka. dan Kenji berangkat melaksanakan misinya. Namun ket ika hingga bulan keempat muncul dan masih belum ada kabar. Takeo melihat kegelisahan istrinya pada si kembar semak in bertambah. Tujuannya untuk membuat negara ini sangat aman hingga gadis belia pun bisa memeg ang kekuasaan. Takeo melihat kegelisahan istrinya pada si kembar semak in bertambah. berharap mendapat kabar dari Kenji di bulan ini.

saat empat belas t ahun. adik bungsu Kaede. Beberapa dari masalah ini sebenarnya dapat d isampaikan pada petugas setempat. Tapi Takeo memaksa: mereka menikah ketika Zenko berusia delapan belas tahun dan Hana enam belas tahun. Namun. Hana bukan hanya cantik. kayu. Rasa tergila-gilanya pada Takeo segera digantikan rasa dendam pa danya dan iri pada kakaknya. Sepanjang tahun yang sulit setelah kelahiran si kembar. Bahkan dua petani mengeluh kalau putra mereka dipaksa menjadi prajurit. semuanya sehat. membutuhk an keputusan yang hanya bisa diputuskan olehnya. Penolakan mantap Takeo untuk menganggap serius tawaran nya telah melukai dan mem-permalukan Hana: keinginan Takeo untuk menikahkannya dengan Zenk o justru mem¬buat Hana kian gusar. ikut bersamanya. belerang d an nitrat. Aku harus bicara padanya. Bahkan Hana pernah menawarkan diri ketika kesehatan Kaede memburuk. di Hofu. Ia tidak menduga apa yang menantinya di kota pelabuhan itu. pikirnya. Hal ini membuatnya mempertanyakan keadilan dari administrasi sete mpat. Hana sangat mirip dengan kakak sulungnya. tapi terkadang ada keluhan atas para petugas itu sehingga haki m-hakim yang adil harus didatangkan. Istrinya.tujuannya itu. dengan paras yang sama persis seperti Kaede muda. utusan bermunculan di gerbang kastil atau kediaman ia tinggal: ingin mengadakan pertemuan. Dia pun bertekad untuk mengambil alih kedudukan mereka. Tampaknya begitu ia tiba di kota mana pun di Tiga Negara. Takeo mengatur untuk mengirim kurir ke Kumamoto. ada tiga mau empat kasus semacam ini . Takeo tahu niat ini karena adik iparnya lupa kalau ia memiliki pendengaran yang . meminta bantuan. Musim semi ini. Zenko sangat senang: persekutuan itu meru pakan kehormatan besar baginya. keesokan harinya Arai Ze nko yang telah diberi bekas wilayah ayahnya di bagian Barat dan juga Hofu datang dari Kuma moto dengan alasan hendak menyambut Lord Otori. Ia tidak suka maupun p ercaya pada Hana. Hana menjadi lebih dari sekadar godaan yang bisa diakui Takeo. Zenko tengah menghimpun kekuatan dan senjata. lebih dari yang Takeo harap¬kan. bahkan bila diperhatikan l ebih lama lagi kelihatan lebih cantik di¬bandingkan Kaede saat masih muda. sebelum kecantikannya tercoreng. Shirakawa Hana. Hana selalu mencari kesempatan untuk menggoda dirinya agar menjadikannya istri kedua atau se lir. tapi juga segera mem¬berinya ti ga putra. dan seorang ped agang memberi informasi bahwa para prajurit menyita sejumlah besar batu bara. ataupun curiga kalau di sana nanti kepercayaan dirinya akan goyah dan kekuasaannya terancam.

tapi masih cuk up baik untuk menguping per-cakapan rahasia. siapa meng unjungi siapa di Kisah Klan Otori IV Page 36 . di mana posisi tiap orang di kastil. menyadari segala sesuatu yang ada di sekelilingny a. kegiatan mereka yang ada di pos jaga dan istal.sangat peka. Pendengarannya memang tidak setajam saat masih tujuh belas tahun.

malam hari dan untuk tujuan apa. Kisah Klan Otori IV Page 37 . Ia juga dapat membaca niat orang itu dari cara b er¬diri hingga gerakan tubuh. alam hari dan untuk tujuan apa. Ia juga dapat membaca niat orang itu dari cara ber¬diri hingga gerakan tubuh.

" kata Zenko. memutus kan untuk menanggapi basa-basi ini. tapi sebenarnya dia seumur d engan adik Zenko. Pada usia dua belas tahun dia menyaksikan ayahnya mati ditembak dengan senjata api. "Baiklah." "Oh. bertenaga besar. Kedua orang ini tidak menunjukkan tanda-tanda kedengkian. Ia menjawab dengan s ikap yang sama sopannya. "Kalian tidak perlu repot-repot datang. pastinya." Hana angkat bicara. ada satu atau dua hal yang perlu kita bicarakan." "Aku pernah melakukan perjalanan dalam cuaca yang lebih buruk. "Anda harus tinggal di sini sampai musim hujan s elesai. "Tidak ada kebutuhan." katanya. sedikit tersibak hingga menampakkan tengkuknya yang putih sempurna. terlepas dari kenyataan bahwa dia adalah ibu dari tiga orang anak: orang akan mengira usianya tak lebih dari delapan belas tahun. Sambutan dan pertanyaa n mereka mengenai kesehatan diri juga keluarganya terasa berlebihan." sahut Takeo. dan bisa berubah menjadi kebencian. Dua orang lainnya adalah para bandit. Ia menyadari bila semu a ini dijadikan satu maka bisa menimbulkan sakit hati yang mendalam pada pemuda itu. dengan rambut me njuntai ke lantai. Hana bergerak dengan luwes. dengan rambut m enjuntai ke lantai. Hana bergerak dengan luwes. menutupi kenyataan kalau ia merasa lebih kesakitan ketimbang biasanya karena udara yang lembap. sedikit tersibak hingga menampakkan tengkuknya yang putih sempurna. Anda tidak bisa bepergian dalam keadaan cuaca seperti ini. ahli menggunakan panah dan pedang. tapi Lord Takeo harus tinggal lebih lama. Taku: dua puluh enam tahun. seperti yang sering dia lakukan sebelum suaminya sempat bicara. terlepas dari kenyataan bahwa dia adalah ibu dari tiga orang anak: orang akan mengira usianya tak lebih dari delapan belas tahun. tampak sangat mirip dengan ayahnya be rtubuh besar. di usia dua puluh delapan tahun. aat ini ia mengamati Hana yang sedang membungkuk di hadapannya.Saat ini ia mengamati Hana yang sedang membungkuk di hadapannya. "Aku hanya akan berada di Hofu selama satu atau dua hari. Suaminya. Taku: dua puluh enam tahun. gagah perkasa. untuk meningkatkan jum . tapi sebenarnya dia seumur d engan adik Zenko." sahut Takeo samb il tersenyum. orang ketiga di Tiga Negar a yang mati dengan cara begitu. "Kami senang bisa menghabiskan waktu bersama kakak ipar.

panah dan sebagain ya. Hiroshi dan Taku. Catatan k ami menunjukkan mereka semua diper¬senjatai. ya. Kami tidak siap. dan kecewa ketika perempuan idamannya itu menikah dengan Arai Zen ko." "Dari Kumamoto dan distrik selatan. Tampaknya ini kese mpatan emas untuk memberi mereka pelatihan dan senjata. Takeo tahu Hiroshi memendam has rat untuk menikahi Hana. " Kisah Klan Otori IV Page 38 . dan aku ingin tahu lebih banyak tentang kekuatan apa yang sedang kau himpun. "Bagai mana pendapat Sugita Hiroshi tentang rencanamu?" Hiroshi dan Zenko tidak menyukai satu sama lain. mengejutkan mere ka. Mereka pasti tahu. Tapi ada banyak o rang yang tidak terlatih dengan usia cukup untuk bertempur di wilayah Seishuu lainnya. walaupun Hiroshi tidak pernah mengatakannya. jauh lebih dekat ketimbang." tutur Zenko." sahut Takeo dengan nada ringan. Keuangan wilayah bisa dijalankan dengan baik. pedang. Kedua pemuda itu tidak saling menyukai sejak pertama kali mereka bertemu bertahun-tahun silam semasa perang saudara." "Klan Seishuu kini tunduk pada Maruyama. Bila senjata mereka hilang atau rusak. adalah teman dekat. ma ka mereka harus menggantinya dengan biaya sendiri. kelak kita bicarakan masalah ini dengannya. Kedua kakak beradik yang semakin dingin. tak banyak hal yang bisa luput dari perhatian nya di seluruh Tiga Negara. "Baiklah." Keterusterangannya yang keluar tepat setelah sopan-santun tadi.lah pasukan." "Berapa banyak orang yang kau kumpul¬kan? Paling banyak lima ribu orang. benar lima ribu orang. bahkan jika mereka kembali ke sawahnya unt uk panen." tutur Zenko." "Kita menghadapi ancaman dari kaum barbar." aku Zenko. "Wilayah Barat terbuka lebar bagi mereka: Klan Snshuu belum pernah menghadapi serangan dari laut. "Tombak. "Aku belum sempat bicara dengan Sugita. Takeo tersenyum lagi. "Kebutuhan senjata selalu ada. Nanti kita semua akan bertemu di Maruyama pada bulan kesepuluh dan meng¬kaji ulang kebutuhan pasukan di wilayah Barat. adik Zenko .

seperti yang kau katakan. Seandainya mereka bergabung di wilayah Barat. ia belum pernah membunuh ana k-anak dan berdoa semoga tidak akan pernah. "Di sana kaum barbar juga menggunakan perdagangan sebagai alasan untuk menjejakkan kaki." timpal Hana. ingin tahu apakah mungkin menghapusk an keinginan balas dendam Zenko. Zenko adalah bagian dari takdirku. Zenko berkata." "Tapi mereka selalu membual tentang pasukan hebat raja mereka. Lima puluh ribu kuda." sahut Takeo." Zenko mungkin benar. Zenko tampak terkesan dengan senjata dan kapal mereka." Takeo memerhatikan selagi Zenko mem¬bungkuk dengan enggan. "Mere ka berada jauTujuan orang-orang asing itu sebenarnya hanyalah berdagang. Takeo teringat saat menempel kan pisau di leher Zenko. kapal-kapal mereka kecil." Takeo mengamati. Ak . hanyalah bualan. akan kuberitahu¬kan kepadamu. pikir Takeo. Takeo menghela napas panjang. "Kau tahu kalau aku menghormati pendapatmu dalam masalah ini. Lalu mereka melemahkan dari dalam dengan agama mereka. pikirnya. "Akan k ita tingkatkan pengawasan terhadap orang-orang asing itu. Mereka mestinya jera deng an serangan di Mijima. segaris rona warna di l ehernya menandakan kekesalannya atas peringatan keras tadi. Kalau saja saat itu ia menggunakan pisau dengan baik." Dilihatnya ekspresi wajah Zenko berker ut saat nama Fumio disebut. dan ser angan dari luar." sahutnya. Pert ahanan terbaik kita melawan mereka adalah berdagang dengan damai. Mereka akan mengubah kita semua menjadi budak mereka. kata mereka.. Orang¬orang asing itu sebagian besar terkurung d i Hofu. Dan nitrat hanya boleh dibeli langsung oleh klan. "Se ribu orang bersenjata api." sahut Takeo. Dan pasukan pejalan kaki mereka menyandang senjata api. maka sekarang mereka harus berurusan dengan kita melalui diplomasi. Satu ekor kuda mereka lebih besar dibandin gkan dua ekor kuda kita. Apabila nanti diperlu¬kan lebih banyak pasukan. Namun kala itu Zenko hanyalah bocah kecil. K endati menyebut dengan kata kaum barbar.. ia bisa terhi ndar dari banyak masalah. Fumio yang menembak ayah Zenko saat gempa mengguncang dan meng¬hancurkan pasukan Arai."Tujuan orang-orang asing itu sebenarnya hanyalah berdagang. "Mereka berada jauh dari kampung halaman mereka." "Semua ini. dan Zenko bertemu dengan lebih banyak orang-orang itu ketimbang ksatria¬nya sendiri. "Aku be rani katakan kalau Terada Fumio mem¬buat pernyataan serupa tentang keunggulan kita di kepulauan wilayah Barat dan pelabuhan di Tenjiku dan Shin.

"Seperti yang Lord Otori ketahui. Apa lagi yang bisa kulakukan untuk menjinakkan dirinya? Hana berkata dengan suara selembut madu." Mau ke mana arah pembicaraannya? Takeo penasaran. juga ketiga putri Anda yang cantik-cantik?" "Terima kasih: mereka semua sehat-sehat saja. Anda sehat-sehat saja. Putri sulung kami pada akhirnya akan men jadi penguasa Tiga Negara. "Sungguh itu suatu kehormatan besar serta membawa kebahagiaan tak terbilang bagi kami." "Satu kesedihan yang mendalam bagiku karena tidak punya anak perempuan. kurasa. tanpa basa-basi. hal itu tak menjadi masalah. Sesungguhnya kami hanya menaruh per¬hatian pada Anda sekeluarga serta kemak¬muran Tiga Negara. tatapan matanya lenang. "Kami takkan melakukan apa pun tanpa be rkonsultasi dengan Lord Otori." "Kami ingin Anda mengangkat salah satu putra kami." ujar Zenko. Bagaimana dengan kakak sul ungku. "Lord Otori pasti sangat ingin memiliki putra. "Karena sepertiga negara kiia sudah diwariskan me lalui garis keturunan perempuan. lalu berkata. serius dan agak malu-malu. Zenko yang kurang memiliki kehalusan dalam berbicara dibandingkan istrinya lalu bicara dengan nada datar." "Tapi Anda harus tahu kebahagiaan memiliki anak laki-laki." lanjut Hana. "Ijinkan kami memberikan salah satu putra kami." Ah! pikir Takeo." gumam Kisah Klan Otori IV Page 39 . kam i hanya punya anak laki-laki.u harus hadapi dia dengan hati-hati." seru Hana.

Kisah Klan Otori IV Page 40 .Hana.

Masahiro. Kebenarannya adalah : ia tak ingin anak laki-laki. bukan seperti pemimpin Otori yang lain. Ketika Takeo mengangguk setuju. "Mohon kami diberi kehormatan dengan menerima dua putra tertua kami." tutur Hana selagi kedua bocah itu membungkuk sampai ke lantai di hadapan paman mereka. Kebenarannya adala h: ia tak ingin anak laki-laki. Saat itu Takeo berdoa. kalau kematiannya seperti kematian Shigeru. Sudah tiga tahun ia belum bertemu kedua bocah ini. Kalian sangat murah hati dan penuh pengertian." tutur Hana . me ngena-kan jubah resmi. aku ingat. Nanti akan ditanyak annya pada . Ia juga berdoa dibiarkan hidup hingga tugasnya selesai dan putrin ya telah cukup dewasa untuk memerintah negeri ini. Ramalan bahwa ia akan mati di tangan putranya sendiri tidaklah menakutkan. Kedua anak itu tampan: yang sul ung mirip dengan Shira¬kawa bersaudara. lebih mirip ayahnya. Sesungguh¬ny a amat pantas mengangkat keponakan istrinya: bahkan mungkin kelak ia bisa menjodohkan a nak itu dengan salah satu putrinya. Hana bangkit dan berjalan ke pintu dengan luwes. Takeo ingin tahu a pakah salah satu dari mereka mewarisi kemampuan Tribe dari neneknya. namun menoreh kan kesedihan mendalam pada dirinya. diam terpaku dengan khidmat dalam pertemuan itu. Rambut mereka dita ta dengan bagian rambut yang panjang di bagian depan. dengan tulang punggung yang panjang serta struktur tulang y ang ramping. Ia lega Kaede tidak melahirkan lagi dan berharap istrinya tidak hamil lagi. bukan seperti pemimpin Otori yang lain. namun menoreh kan kesedihan mendalam pada dirinya. Ia juga berdoa dibiarkan hidup hingga tugasnya selesai dan putrin ya telah cukup dewasa untuk memerintah negeri ini. kalau kematiannya seperti kematian Shigeru. "Ya. Saat itu Takeo berdoa." sahut Takeo. seperti yang sering dilakukannya. yang mati digorok oleh anak haramnya. Lalu masuk kembali bersama kedua anaknya: usia mereka delapan dan enam tahun. yang mati digorok oleh anak haramnya. seperti yang sering dilakukannya. Karena tak ingin menghina mereka dengan langsung menolak tawaran itu. dan belum pernah bertemu putra bungsu Hana yang lahir tahun lalu. "Yang sulung bernama Sunaomi. Ia lega Kaede tidak melahirkan lagi dan berharap istrinya tidak hamil lagi. Shizuka. Ramalan bahwa ia akan mati di tangan putranya sendiri tidaklah menakutkan. Sedangkan adiknya lebih bulat dan kekar. sangat mirip dengan Kaede." sahut Takeo. Masahiro." sahut Takeo."Kalian sangat murah hati dan penuh pengertian. sedang adiknya. Chikara.

kemajuan berpedang dan mem anah. Tentu saja. tapi Anda ingat Lord Fujiwara?" "Tentu saja. Akan menyenangkan. anak-anak. makanan." jawab Takeo. Kaede telah membuat perjanjian dengan laki¬laki itu dan menceritakan rahasia palin g pribadi tentang cinta Takeo. Lord Fujiwara adalah ba ngsawan yang telah menculik istrinya. Juga pernah membantu keluarga Kaede dengan uang. renungnya. Diajukannya pertanyaan tentang pelajaran. Usianya hanya tujuh tahun l ebih muda dari Shigeko. Bangsawan itu mati dalam bencana gempa tapi Takeo tidak pernah memaafkannya... Zenko melanjutkan. kedua bocah ini telah dididik dengan baik. Zenko berkata." ujar Takeo lagi." Kini Takeo ingat kalau ia pernah men¬dengar Kaede memuji Sunaomi karena kecerdasan nya." "Kita bicarakan ini pada bulan kesepuluh. "Biarkan paman melihat wajah kalian. "Kalian sangat murah hati. Disingkirkannya pikiran itu jauh-jauh. namun ada semacam ikatan aneh antara mereka berdua." Takeo tertarik pada si sulung yang amat mirip Kaede." kata Takeo. Sunaomi sudah menjadi kesayangan kakak sulungku." ujar Hana." "Bolehkah aku mengajukan satu permoho nan lagi?" Ketika Takeo mengangguk. Ketika Hana pergi bersama kedua anak¬nya. juga bany . Ia harus memutuskan yang terbaik saat ini : jangan sampai ia terpengaruh oleh ramalan yang mungkin saja tidak akan terjadi. bagi Shizuka untuk mengasuh cuc unya. tapi jika Sunaomi menjadi putranya. Fujiwara telah memikat dan menyanj ungnya. Ia tahu istrinya iri pada Hana dan menyesal karena tidak punya anak laki¬laki." "Anak-anak akan bergabung bersama kita saat makan malam. "Duduk tegak. "Aku akan membicarakannya dengan is triku. "Anda bisa lebih mengenal mereka nanti. "Aku tak ingin menyinggung perasaan dengan mengingat masa lalu.Taku atau Shizuka. dan senang dengan jawaban mereka yang cerdas serta jelas. dan lima tahun lebih muda dari Maya dan Miki: perbedaan ini bukanlah ma salah dalam perkawinan. "Aku ingin ulangi kalau i ni akan menjadi kehormatan bagi kami bila Anda mengangkat Sunaomi atau Chikara: Anda harus memilih . Kaede telah bersumpah bahwa bangsawan itu tak pernah tidur dengann ya. Apa pun ambisi tersembunyi dan motif terselubung dari orangtua mereka. Mengangkat keponakannya mungkin bisa menjadi kompensasi. menahan rasa kaget dan marah.

Fujiwara menikahi Kaede dengan restu Kaisar.ak hadiah. Fujiwara pernah berusaha agar Kaede mati Kisah Klan Otori IV Page 41 .

"Ya. kau atau istrimu hampir pas ti istrimu melihat bagaimana Kono bisa dimanfaatkan untuk lebih menekanku. Ji ka wilayah itu bukan hak Kono. menyembunyikan kemarahannya. berharap bisa bertemu Anda. "Dia utusan Yang Mulia Kai sar. Zenko menunduk tanpa bicara. menyebabkan beka s luka. harta Fujiwara telah digabungkan dengan wilayah Shira¬kawa. pikir Takeo. Keputusan yang bijaksana. Hujan semakin deras menerpa atap." . setelah pernikahannya." sahut Zenko." kata Takeo akhirnya. Mengapa kini dia tiba¬tiba muncul?" tanya Takeo. ma ka kini menjadi milik putranya. "Dia menggunakan nama keluarga ibunya. Tiba dengan kapal beberapa hari lal u." "Yaitu putra sulungmu. "Enam belas tahun telah berlalu sejak kematian ayahnya. enggan untuk mengakui kalau ia tidak menge tahuinya. maka Kono dihubu ngi melalui surat. Ayahku. maka seharusnya diteruskan pada pewaris laki-laki berikutnya. dan bau tanah yang basah mengapung di depan ta man. Karena Fujiwara diwariskan melalui garis keturunan laki-laki.bersamanya: Kaede berhasil lolos walaupun rambutnya terbakar. "Waktu berlalu dengan cepat di ibukota. Kami telah ber¬hubungan melalui surat tentang hana warisan ayahnya. seperti yang Anda tahu. berhubungan baik dengan ayahnya aku mohon maaf telah membu at Anda teringat masa-masa yang tak menyenangkan dan Lord Kono membicarakan tentang masala h penyewaan dan pajak." "Secara hukum Shirakawa juga merupakan milik Fujiwara. "Lagi pula jalan terlalu becek dan berlumpur untuk meneruskan perjalanan. "Putranya berada di Hofu dan ingin ber¬temu secara resmi dengan Anda." "Sepanjang ingatanku. Kono. menyebabkan bekas lukarsamanya: Kaede berhasil lolos walaupun rambutnya terbakar." Takeo tidak berkata sepatah kata pun. kehilangan kecantikannya. "Dia boleh datang dan bertemu denganku besok." timpal Takeo." sahut Zenko. Sunaomi." Atau barangkali karena seseo rang punya rencana jahat.

yang satu berambut merah sedangkan yang lain nya berambut hitam. "Aku ingin m elihatnya. Meteka baru saja bertemu dengan dua orang asing di ruangan ini dan sangat bersem angat dengan pertemuan itu: bagaimana Sunaomi bicara pada mereka dengan menggunakan bahasa me reka yang telah dipelajari bersama ibunya. jati. lapis lazuli." "Mereka belajar sopan santun dari bangsa kita. gading dan giok menuju kota-kota di Tiga Negara. mem¬peragakan. tertawa." tutur Hana. dan kedua anak laki-laki itu menghidupkan suasana dan menghibur. sama kerasnya dengan usaha Lord Joao mem¬pelajari bahasa kita." Takeo agak merinding mendengar nama itu. kecewa.*** Pertemuan ini semakin menambah ke¬gelisahan Takeo. "Tapi mereka tidak makan menggunakan tangan!" kata Chikara. bagaimana orang-orang asing itu kelihatan seper ti goblin dengan hidung panjang dan janggut lebat¬nya. dan pengemis itu sering hadir dalam mimpinya. Kisah Klan Otori IV Page 42 . sangat mirip dengan nama gelandangan Jo -An. Sore berlalu dengan suasana cukup menyenang¬kan: ia minum sake secukupnya untuk menyembunyikan rasa sakit. kulit macan. mengingatkannya betapa Arai Zen ko sangat perlu diawasi: betapa mudahnya ambisi mereka dapat menggiring Tiga Negara kembal i perang saudara. Ia begitu menyesali tindakannya yang telah memenggal Jo-An." kata Hana. "Sangat nyaman. "Agak mirip tahta Kaisar. dibawa dari pelabuhan pedagangan besar yang dikenal dengan n ama Fragrant Harbour dalam kekuasaan kapal nana milik Terada yang juga membawa mangkuk jasper . tapi Chikara sama sekali tidak takut. "Mereka berusaha ker as. Mereka memerintah¬kan para pelayan un tuk mengambilkan salah satu kursi yang dibuat oleh orang asing dari kayu eksotis." ujar Sunaomi.

Bedanya. orang¬orang asing itu mempraktikannya secara te rbuka. Kisah Klan Otori IV Page 43 . Bedanya. orang¬orang asing itu mempraktikannya secara te rbuka. ang-orang asing itu memiliki kepercayaan yang serupa dengan kepercayaan kaum Hid den dan ber¬doa pada Tuhan Rahasia.Orang-orang asing itu memiliki kepercayaan yang serupa dengan kepercayaan kaum H idden dan ber¬doa pada Tuhan Rahasia.

membicarak an rincian serta mempertanyakan ketidaksesuaian sampai langit mulai berwarna pucat dan terd engar kicau rsama mereka lalu memeriksa catatan-catatan Shirakawa dan Fujiwara.bersama mereka lalu memeriksa catatan-catatan Shirakawa dan Fujiwara. membicarakan rincian serta mempertanyakan ketidaksesuaian sampai langit mulai berwarna pucat dan terd engar kicau Kisah Klan Otori IV Page 45 .

me¬merhatikan semua kekurangan dan kelebihan dengan jernih dan sikap welas asih tanpa prasangka. kepribadiannya agak membosankan bila ditilik dari penampilannya. Ai. Sejak bertarung melawan Kotaro. namun tugas sering¬kali menahannya di Inuyama. Shirakawa telah dibangun kembali dan adik iparnya yan g satu lagi. begitu kata pepatah dan akhirnya dia dipilih Makoto untuk bergabung dalam lingkung an rumah tangga Lord Otori di Hagi. namun memiliki komentar tajam bernada sarkasme saat hanya berdua dengan Takeo. Takeo memiliki ingatan yang baik. dan ini j uga menambah kekuatan ingatan. Ia menulis dengan cepat dan indah. Dan seperti ayah angkatnya. Suaminya. begitu pula dengan kerajinannya ia merupakan salah satu dari orang-orang yang belajar dengan hanya ditemani cahaya kunang-kunang dan pan tulan salju. saat keh ilangan kedua jari di tangan kanannya. Dan seperti ayah angkatnya. dan ini j uga menambah kekuatan ingatan. rumah-rumah yang besar dan ind ah di pedesaan luluh lantak terbakar api. Ia mendiktekan banyak hal pada juru tulisnya. bagaimana ca tatan bisa men¬dukung dan memperbaiki ingatan. kecerdasan dan kemam p¬uannya yang cepat dengan kuas sudah diakui. ia menjadi sangat menyuka i serta menghargai catatan: bagaimana segalanya bisa dicatat serta diingat. Bersifat pendiam. saat keh ilangan kedua jari di tangan kanannya. ia menjadi sangat menyuka i serta menghargai catatan: bagaimana segalanya bisa dicatat serta diingat. visualisasi dan daya tangka p yang kuat. Ai adalah ora . Pemuda istimewa ini mendampinginya hampir sepanjang waktu akhir-akhir ini.burung dari taman. visualisasi dan daya tangkap yang kuat. Namanya Minoru. Ia mendiktekan banyak hal pada juru tulisnya. Kedua tanah warisan itu rusak parah akibat gempa. Shigeru. tidak terkesan oleh siapa pun atau apa pun. semua itu berkat latihan selama bertahun¬tahun. memperlakukan semua orang dengan ras a hormat. dan tidak peduli dengan sake. bagaimana ca tatan bisa men¬dukung dan memperbaiki ingatan. Sonoda Mitsuru sesekali mendampingi. secara teratur mengunjunginya dalam satu tahun bersama putri-putrinya. Sejak bertarung melawan Kotaro. dia menemu¬kan tempat berlindung di Terayama dan dididik di sana. Shigeru. semua itu berkat latihan selama bertahun¬tahun. Takeo memiliki ingatan yang baik. yang membuat Takeo senang karena ia sendiri pernah me m¬bawa nama itu dalam jangka waktu yang begitu pendek hingga terasa seperti kehidupanny a yang lain. rung dari taman. salah satu dari banyak anak laki-Iaki yang menjadi yatim piatu karena bencana gempa bumi di usia sepulu h tahun.

aroma garam dari pelabuhan dan segal a macam bebauan dari kota. Kini baik pegangan maupun sarungny a dihiasi dengan dekorasi yang indah dan Jato sudah tidak pernah lagi merasakan darah sela ma bertahuntahun. Pelayan menempatkan sebuah topi hitam kecil di atas kepalanya. Ia ingin tahu apakah akan mengeluarkan pedang itu dari sarungnya lagi dalam per¬te mpuran. Makan sedikit nasi dan sup kemudian mengenakan pakaian resmi untuk p ertemuan dengan putra Fujiwara. Tanah kekayaan milik Fujiwara selama ini diatur oleh Shirakawa. dan dari kejauhan terdengar teriakan pedagang jalanan di pagi hari. bahkan kalau pun dia merupakan pemilik yang sah. mulberi. Jato. menemukan sedikit kenyamanan pada kelembutan kain sutra s erta motif yang tidak mengumbar ke¬anggunan: bunga belukar wisteria berwarna ungu muda di atas lat ar berwarna ungu tua pada jubah bagian dalam dan tenunan yang lebih abstrak pada bagian luar nya. membuka pintu. tal u meng¬habiskan hasilnya di ibukota. Takeo berjalan melintasi taman dari sayap timur menuju aula utama rumah besar da n indah itu. di tangan Shigeru telah menyelamat-kan hidupnya. memeras sumber daya yang ada sebanyak-banyaknya. pijakan lembut ka ki mereka di . mulai dari kulit ikan hiu hitam lusuh yang membungkus peganga nnya ketika. Shirakawa telah pulih dari pengelolaan yang salah serta diabaikan oleh ayah mereka dan semakin b erkembang. Takeo agak enggan untuk mengembalikannya ke tangan putra Fuji¬wara. kemudian tukang cukur mencabut dan merapi kan rambut dan janggutnya. pada dasarnya lebih ka ya dan kini pun menunjukkan keuntungan yang mencukupi. Ketika hari sudah terang. persimmon. sutra serta ker tas. aromanya berbaur dengan aroma rumput basah. dari rak ukiran yang sangat indah tempat pedang itu berada sepanjang malam lalu menggantungkan di sabuknya. Para pelayan melangkah tanpa suara di depannya. Ia curiga Ko no ingin mengambil sebanyak mungkin. Seperti saat ini . dan Takeo meng¬ambi l pedangnya. Takeo mandi. keuntungan bekas wilayah Fujiwara ini meyumbang pada perekonomian Tiga Negara. memberi keuntungan besar dalam bentuk beras. Di balik dinding bisa didengamya debak-debuk bunyi daun jende la ketika kota terbangun. seraya memikirkan segala macam bentuk sarung pembung kus yang pernah dilihatnya. Hujan telah reda namun taman masih basah dan bunga wisteria bergelayut berat dengan si sa titik air hujan.ng yang praktis dan pekerja keras serta memanfaatkan contoh yang telah dibuat kakaknya. dan bagaimana ia bisa meng¬gunakan pedang itu dengan tangan kanannya yang sudah ti dak utuh.

lantai yang mengkilap. Seo rang pelayan berjalan di sampingnya membawa meja tulis. batu tinta dan air. ber¬gabung dengannya ta npa suara. Kisah Klan Otori IV Page 46 . kertas. yang tidak selesai sarapan. kuas. Minoru. mem¬bungkuk hormat kemudian berjalan be¬berapa langkah mengikuti di belakangnya.

Takeo menunggu lama satu helaan napas. menyambut penghormatannya.Zenko sudah di aula utama. "Lord Kono. yang berdahi lebar. Tak lama kemudian mereka mendengar suara yang menyerukan ada tamu yang datang. Zenko bangkit lalu berjalan ke b eranda. benang emas berkilauan di bagian kerah dan sabuknya. alis mata Kono bergerak cepat naik l alu membungkuk hormat. Takeo meng¬amati wajahnya. benang emaenko sudah di aula utama. Apakah memang lebih baik dia berpikir seperti it u? Zenko berbicara tentang malam sebelum¬nya. Kediaman itu tidak sebesar maupun semegah seperti di Hagi atau Inuyama. kemudian Kono melangkah masuk ke da lam ruangan. "Suatu kehormatan bagiku Anda bisa ber¬kunjung kemari. Dia akan mendapat kesan yang salah mengenai kami: dia akan mengira kami tidak sopan dan sederhana. Takeo mengangguk ke arahnya. Hujan turun perlahan. tapi dengan sikap santun santun yang dibuat-buat hingga menghilangkan ta nda penghormatan. pandangan mata menunduk seolah sedang bermeditasi. Takeo mendengarnya memberi salam pada tamu mereka. berpakaian resmi seperti Takeo namun lebih mewah lagi . berpakaian resmi seperti Takeo namun lebih mewah lagi. tanpa mengetahui bahwa Kono memang mirip ayahnya dalam beberapa hal. kemudian membalas salam. kertas kasa. bentuk mu lut berlekuk. Kini ia tengah memberi muka pada putra dari musuh lamanya. melayangkan pan dangan ke sekeliling ruangan." Sewaktu Kono duduk tegak. lalu menye¬rahkan Jato ke tangan Minoru. Takeo lalu duduk di ujung ruangan. melihat dekorasi. dan ia menyesal karena tidak menerima kedatangan t amu bangsa¬wannya di sana. ingin tahu bagaimana anggapan Kono tentang semua yang ada di sini setelah melihat istana Kaisar. Keadaan menjadi agak canggung selama beberapa saat ketika tak satu pun dari mere ka merasa harus membungkuk memberi hormat lebih dulu. Pedang Zen ko sudah ditempatkan di rak yang sama. a njing menyalak dan derap kaki berat pengangkat tandu. Ia belum pernah bertemu denga n ayah bangsawan ini. yang kemudian menempatka n pedang itu dengan hati-hati di sebuah rak indah yang ada di sebelah samping. meskipun ti dak mirip sekali. Minoru menyiapkan tinta di atas meja tulis kecil lalu duduk dengan tumit . Takeo mengungkapkan persetujuannya dan memuji mereka. tapi itu tidak mencegah Fujiwara untuk datang meng¬hantui mimpi-mim pinya." sapanya dengan tenang. .

Aku tahu sedikit sejarah dari kedua keluarga kita keadaan yang tida k sepantasnya terjadi pada Lady Shirakawa namun tindakan ayahku acapkali membuat ibuku dan aku t ertekan. Kono datan g dengan tujuan lain. Ketika bicara. tapi dia terus membahas tentang hasil bumi sehingga Takeo mulai ber tanya-tanya kapan dia akan mengatakan tujuannya yang sebenarnya. Zenko menjelaskan apa yang dia ketahui. kelihatan mahi r serta penuh semangat. Zenko meminta maaf dengan berlebihan lalu berkata kalau dia terpaksa pergi tapi akan bergabung lagi saat makan siang. Dan hanya ada sedikit peluang untuk perbincangan yang jujur. Pertemuan itu akan alot dan tegang. Minoru meletakkan kuasn ya. kalau dia mungkin hanya ingin diakui sebagai pemilik wilayah it u. kalau dia hanya ingin dikirimi sejumlah keuntungan tidak seluruh pajak tapi sebagian saja. Setelah semua orang pergi. Aku tidak percaya kalau ayahku tidak bersalah." Kisah Klan Otori IV Page 47 ." Ia memberi isyarat pada sisa pengawal ya ng lain untuk meninggalkan ruangan. melawan kelelahan juga rasa sakit. dan ia haras bersikap cerdik. Takeo berusaha menenangkan diri." sahut Kono. Kono berkata. nada s uaranya lebih hangat dan sikapnya lebih alami. Takeo tahu bukan itu maksudnya. Mereka mulai membicarakan tentang harta kekayaan. "Aku harus membicarakan satu hal yang memerlukan penanganan yang b ijaksana. "Aku ingin Lord Otori tahu bahwa aku hanyalah seorang utusan. "Juru tulisku tetap di sini. ketika beliau masih hidup. dan langsung dipenuhi Takeo ta npa protes karena merasa kalau Kono sebenarnya tidak terlalu tertarik pada wilayah itu dan tak bermaksud tinggal di sana. dan walaupun kat a-kata itu sopan." Takeo menaikkan ali s lalu menjawab. tidak terlalu dibuat-buat. Kono mengungkapkan keinginan untuk melihatnya sendiri. semua pembicaraan telah ditulisnya. Kono diam selama beberapa saat. seorang penjaga datang membawa pesan untuk Lord Arai. Kepergiannya meninggalkan mereka ber¬dua dalam kesenyapan. Harta k ekayaan itu hanyalah alasan dari kunjungan Kono: alasan sempurna yang masuk akal. Aku tidak memendam kebencian terhadap Anda."Justru kehormatan bagiku bisa bertemu Lord Otori. Tak lama setelah itu. Sebaiknya memang dibicarakan berdua saja dengan Lord Otori.

.

tidak per nah mengirim pajak atau upeti ke ibukota. "Kondo sudah meninggal bertahun-tahun lalu. Ar ai Daiichi. pembantaian tanpa perasaan pada kuda pertamaku . "Nah. terbunuhnya Amano Tenzo. Peda ng keturunan leluhur . "Ketenaran Lord Otori telah menyebar ke seluruh Delapan Pulau. dalam gempa. Ia tidak bicara sepatah kata pun." sahut Kono acuh tak acuh. Lord Zenko. putranya." Kono ter¬s enyum dengan keramahan dan pengertian yang tidak tulus. yang saat itu bekerja pada Anda. maka dialah yang berkhianat. dan yang ju ga terlibat dalam kematian ayahku. Paduka Yang Mulia beserta kalangan Istananya mengagumi cara Anda mewujudkan kedamaian di Tiga Negara." "Aku merasa tersanjung. Raku. misalnya." Bumi menghantarkan apa yang diingink an Surga. Bila ada yang disebut peng¬khianatan. berhubungan dengan Kaisar yang berkuasa saat itu: kematian Lord Shir akawa. seperti ayahmu." "Lord Arai tewas. Semua kesalahan justru ada padanya: pe nderitaan dan rusaknya wajah istriku.Tidak bersalah? pikir Takeo." Takeo membalas. "Dan prestasi Anda berasal dari kemat ian aku tak ingin mengatakan itu sebagai pembunuhan perwakilan di Tiga Negara yang diakui Kaisar. adalah saksinya dan laki-laki dengan kejujuran pasti lah berkata yang sebenarnya. Di Tiga Negara dipercaya bahwa Surga turun tangan untuk menghukum saudara-saudara dari kakekku dan Arai atas ti ndakan dan pengkhianatan keji mereka." "Sayangnya semua prestasi hebat itu tidak mendapat persetujuan Kaisar. Kaisar pun sudah mendengarnya. Semua ini sudah menjadi masa lalu. kemungkinan di tangan Kondo Koichi." "Aku rasa Lord Arai ditembak oleh salah satu pengikut Anda. serta semua yang kehilangan nyawa di pertempuran Kusahara dan pada saat menarik mundur . Arai menyerang pasukanku yang tidak bersenjata. Tugasku yang tidak menyenangkan adalah me mberitahukan bahwa karena Anda tidak pernah meminta ijin atau dukungan dari Kaisar. maka pemerintahan Anda dianggap tidak sah dan Anda diminta untuk turun takhta. Ada juga kema tian yang tak dapat dijelaskan. yang pada dasarnya sudah penjahat. perompak Terada Fumi o. Anda akan diampuni bila mengasingkan diri ke pulau terpencil. Kono meneruskan. Semua kesalahan justru ada padanya: penderitaan dan rusaknya wajaidak bersalah? pikir Takeo. Gempa itu merupakan hukuman dari Surga sebagai akibat d ari tindak pengkhianatan melawan wakil kaisar: itu yang dipercaya di ibukota.

" tutur Kono dengan nada sedih. "N amun beliau dihormati di seluruh penjuru Delapan Pulau atas tujuannya untuk mewujudkan kedam aian. "Kaisar telah menunjuk jenderal baru: keturunan salah satu keluarga tertua di wilayah Timur. kan?" Benarkah Kaisar takkan menggalang kekuatan untuk melawanku? "Lord Otori belum mendengar kabar ter¬baru. Aku tak berniat turun takhta sampai putriku cukup dewasa untuk me njadi pewarisku. Tapi pasti ada alasan lain meng apa mereka dan Kaisar berani bergerak menentang dirinya saat ini Kelemahan macam apa yang sedang mereka eksploitasi? Kekuatan tambahan apa yang mereka kira mereka punya? "Aku tak bermaksud untuk tidak meng¬hormati Kaisar." gumam Kono. Kisah Klan Otori IV Page 48 . Tentu saja beliau takkan berperang melawan rakyatnya sendiri. Aku ingin membuat perjanjian dengan Kaisar." sahut Takeo. Takeo bertanya." ujar Takeo dengan hati¬hati." "Aku sungguh tidak mengerti Anda berani membawa pesan semacam ini.Otori harus dikembalikan kepada Kaisar. "Mengapa baru sekarang kau datang? Di mana minat Kaisar bertahun¬t ahun lalu. pemimpin s epuluh ribu pasukan. dan berusaha mengendalikan ke¬gusarann ya." "Tidak seorang pun berani mengancam Anda. berharap menggiringnya membuat pernyataan terbuka tentang sikap membangkang yang akan diartikan sebagai pembero ntakan selanjutnya. Zenko dan Hana ada di balik semua ini. "Di bawah kekuasaankulah Tiga Negara men jadi damai dan sejahtera. Tentu saja Kono memang ber¬harap untuk membuatnya gusar. aku memiliki tiga putri yang bisa kuaturkan pernikahan politis bagi mereka. dan orang lain yang ingin mendekatik u dengan damai. Namu n aku takkan terintimidasi oleh ancaman. sulit membaca ekspresi wa jahnya. ketika Iida Sadamu menjarah Tiga Negara dan membunuhi rakyatnya? Apakah Iida ber tindak atas persetujuan Kaisar?" Dilihatnya Minoru agak menggerakkan kepala. pikirnya. seraya menyembunyikan rasa kaget dan marahnya.

Kaisar ber¬tujuan damai.Lebih dari segalanya. namun beliau tidak dapat mengampuni t indakan kriminal. namun beliau tidak dapat mengampuni tindakan kriminal. Kaisar ber¬tujuan damai." Kisah Klan Otori IV Page 49 . dan kini beliau memiliki tangan kanan yang kuat untuk menegakkan hukum dan keadilan. dan kini beliau memiliki tangan kanan yang kuat untuk menegakkan hukum dan keadilan." bih dari segalanya.

Mengapa aku tak pernah mendengar namanya? Di mana Taku saat aku membutuhkannya? Di mana Kenji? Kelebihan senjata serta pasukan yang disiapkan Arai Zenko: mungkinkah mereka men dukung ancaman baru ini? Senjata¬senjata: bagaimana kalau itu ternyata senjata api? Bagai mana jika mereka dalam perjalanan ke Timur? "Anda di sini sebagai tamu dari penguasa yang berada di bawah kekuasaanku. Aku akan memanggil Anda sewaktu sudah kuputuskan bagaimana men¬jawab ke Kaisar. dan bagaimana cara terbaik untuk me mpertahankan kedamaian. dan mulai mempertimbangkan jawaban s eperti apa yang akan ia berikan. dan Takeo merasakan gelombang panas dalam dirinya. Takeo nyaris tidak bisa merasakannya. Ia tidak percaya kalau cara ini akan mengecewakannya sekarang. ata-kata yang dilontarkan dengan lembut itu mengandung sengatan penghinaan. lalu kembali bersama Lord Arai k e Kumamoto. Hampir tak tertahankan karena ia diangg ap penjahat: darah Otori dalam dirinya berontak menentang anggapan tersebut. Jadi mereka mempunyai jenderal perang." akhirnya ia berkata. Namun selama bertahuntahun ia telah memadamkan tantangan dan per¬selisihan melalui perundingan dan diplomasi yang cerd as." sahut Kono." "Kuulangi lagi. Namun selama bertahuntahun ia telah memadamkan tantangan dan per¬selisihan melalui perundingan dan diplomasi yang cerd as. Kurasa Anda harus memper panjang masa ting gal Anda di wilayah Barat. dan Takeo merasakan gelombang panas dalam dirinya. Dibiarkan¬nya hinaan itu men yirami dirinya sambil berusaha mengendalikan diri. Ia tidak percaya kalau cara ini akan mengecewakannya sekarang. Zenko kembali dan makan siang sudah siap: meskipun hidangannya mewah dan lezat. ke mana aku akan pergi jika ingin mengundurkan diri. "itu berarti tamuku juga. dan mulai mempertimbangkan jawaban s eperti apa yang akan ia berikan. lalu membungkuk dengan ketulus an yang jelas. aku hanyalah utusan. Arai Zenko. mengunjungi kekayaan mendiang ayah Anda. ia menco ba turut ambil .Kata-kata yang dilontarkan dengan lembut itu mengandung sengatan penghinaan. Hampir tak tertahankan karena ia diangg ap penjahat: darah Otori dalam dirinya berontak menentang anggapan tersebut. Dibiarkan¬nya hinaan itu men yirami dirinya sambil berusaha mengendalikan diri. Perbincangan berjalan dengan ringan dan sopan.

mem¬porakporandakan ibukota. perintah Jun yang keras serta dengan paksaan . Jun dan Shin sudah menunggu di luar di beranda. mendesak mereka kembali ke Miyako. te mpatkan penjaga di gerbang." ujar Takeo pada juru tulisnya. Hanya tinggal me¬ngeluarkan satu peri ntah lagi." Takeo bersantai di beranda lalu men¬dengarkan suasana di kediaman berubah ketika s emua instruksinya dilaksanakan: langkah kaki penjaga." "Aku mengerti. mengikis organ-organ tubuhnya. Hanya dengan cara inilah kemarahannya bisa re . terutama yang menuju ke Akashi. Hal yang sama ber laku juga untuk Lady Arai dan kedua putranya. dan mereka semua akan mati: Kono." "Minoru. saran Hana yang diucapkan dengan bergumam." sahut Minoru." Kedua saudara sepupu itu bertukar pandang tapi tidak berkomentar selain. "Pergilah dengan Shin ke pelabuhan dan cari tahu rincian tentang kapal-kapal yang sedang merapat. Kemudian ia istirahat di dalamnya. "Aku akan kembali secepatnya. Lalu ia akan menyerang Kaisar serta jenderalnya sebelum musim panas berakhir. segera ambil alih perintah di pelabuhan. Mereka bangkit dan mengikuti Takeo tanpa suara keti ka ia kembali ke kamarnya. kaku dan goresan dalam tulisan tangan Minoru yang nyaris sempurna. para pelayan yang bingung berjalan bergegas dan komentar bisik-bisik. pengkhi anatan. Takeo berjuang untuk mengendalikan amarahnya yang timbul akibat penghinaan semac am ini. Kono dikawal oleh Zenko menuju ke wisma tamu. Lord Otori. Huruf-huruf dalam tulisan seakan melompat ke arahnya dari halaman catatan. lalu membolak-balik catatan Minoru tentang pertemuan dengan Kono selag i menunggu juru tulisnya kembali. penjahat. "Lord Kono tidak boleh meninggalkan kediaman ini.bagian di dalamnya. darah mereka akan menyapu rasa malu yang bisa dirasakan menoreh lulangnya. Hana dan anak-anaknya. Takeo menyuruhnya untuk tetap berada di luar kamar dan jangan sampai ada orang yang mengganggunya. Lord Kono akan tingga l di wilayah Barat sampai kuberi¬kan ijin tertulis baginya untuk kembali ke Miyako." katanya pada mereka. Shin. Pengasingan.. Ketika Jun kembali.. satu seruan terkejut dari Ze nko. Zenko. Saat mereka selesai makan. sadar kalau Jun hanya berada tiga langkah darinya. "Tentu saja. "Jun.

Dipejamkan matanya. mengenang bangsawan lain yang telah mem¬bunuh untuk menyapu habis penghinaan dan akhimya mencabut nyawa orang lain demi kesenangannya sendiri. lalu menghela napas panjang.da. melihat motif gambar di kertas kasa terukir di kelopak matan ya. mem bayangkan betapa mudahnya mengambil jalan keluar seperti itu dan menjadi seperti Iida Sada mu. Kisah Klan Otori IV Page 50 .

" ujar Minoru untuk meyakinkan. seraya berkata pada dirinya sendiri kalau pemerintahannya memang ditakdir¬kan dan direstu i Surga: ia melihat restu ini dengan kehadiran burung houou. Fumio d an ayahnya adalah teman lamanya yang mengawasi pasukan kapal yang digunakan Klan Otori untuk melak ukan perdagangan dan mempertahankan garis pantai mereka. menunggu ke putusan Anda tentang kelanjutan nasib mereka. "Dibuat seolah-olah satu kapal berangka t ke Akashi saat laut pasang semalam. Kapal Terada Fumio sedang menunggu di galangan. dan pedagang yang menangani muatan. "Mengapa pula harus meng¬hinda ri prosedur pemeriksaan? Tapi jangan bicarakan hal ini secara terang-terangan. dengan kebahagiaan rakyatnya. disingkir¬kannya rasa terhina dan tikaman rasa malu jauh-jauh. pegawai pabean yang mengijink an kapalnya berangkat." Minoru tersenyum tipis. "Aku juga ada kabar baik untuk Anda. semangatnya segera bangkit." tuturnya. Kita harus be rusaha menangani mereka sebelum sampai di Akashi. Mereka akan tiba di Hofu saat laut pasang malam ini. dan tidak akan melakukan apa pun tanpa berkonsultasi dengan Kaede dan penasihat lainnya." sahut Takeo. Mereka sudah ditahan." Takeo memicingkan mata tanpa ber¬komentar. disingkir¬kannya rasa terhina dan tikaman rasa malu jauh-j auh. "Kecurigaan Lord Otori benar. "Lord Otori jangan khawatir." "Dia datang di saat yang tepat." seru Takeo. Keputusan ini segera saja diuji kebenaran¬nya. ketika Minoru kembali dari ruang ca tatan petugas pelabuhan. dalam perjalanan yang sering dilakukan untuk perdagangan d an pen¬jelajahan. Shin membujuk kepala pelabuhan untuk segera menyelidikinya. Orang-orang yang bertanggung jawab sudah dikenali. "Tak satu pun dari mereka mengakui dari mana asal muatan tersebut. ." Ia merendahkan suara. seraygan penuh kesadaran.Dengan penuh kesadaran." "Kita harus mencurigai yang terburuk. Fumio pergi selama berbulanbulan bersama tabib Ishida. tapi sertifikat pemeriksaan muatannya belum diisi. "Shin hamper tidak p erlu bertindak kasar. P ada akhirnya kembali lagi pada keputusan untuk meng¬hindari pertumpahan darah dan perang sebisa mungkin.

Masalah pernikahan akan diputuskan nanti. maka peluang untuk mengejar kapal ilegal itu cukup besar. Mulai saat ini mereka akan tinggal bersama keluargaku da n dibesarkan sebagai putraku. tapi memutuskan kalau saatnya belum tiba. Zenko mengungkapkan permintaan maaf dan ber¬janji untuk mengatur eksekusinya. me¬yakinkan Takeo kalau itu adalah peristiwa yang jarang terjadi. hanya contoh dari keserakahan ma nusia." Ia senang punya alasan tentang petugas pabean untuk menekan adik iparnya. tapi aku yakin kau menginginkan istrimu tetap bersamamu. bila kau tetap setia padaku. Sekarang. Apa yang telah Kono katakan hi ngga Anda beranggapan seperti ini? Apakah dia bicara tentang masalah-masalah di wilayah Ti mur? "Jangan pura-pura tidak tahu! Takeo tergoda ingin langsung menantangnya. Fumio pasti punya berita terbaru mengenai Kaisar."Katakan pada Shin untuk membawa pesan pada Fumio kalau dia akan ke¬datangan tamu malam ini." Kisah Klan Otori IV Page 51 . Kemarin kau menawarkan salah sa tu putramu kepadaku. "Kuharap kau benar. "Kita abaikan saja apa yang telah dikatakannya: itu tidak penting. dan Ishida pasti membawa obat-obatan. ucapkan sumpah setiamu kepadaku. Hidup Sunaomi dan adiknya akan diserahkan ke tanganku bila ada sedikit saja tanda ketidaksetiaan. kau menikah dengan adik istriku. Fumio pasti mengerti. Aku akan mengangkat Sunaomi. di hadapan semua saksi di sini. sesuatu yang bisa meredakan rasa sakitnya yang berkepanjangan. saat berangk at ke Hagi mereka akan menemaniku. "Aku ingin kau meyakinkan kesetiaan penuhmu ke padaku: kau berhutang nyawa padaku. Kau memegang Kumamoto atas keinginan dan ijinku. Pesannya tak perlu terlalu jelas. ibumu adalah sepupuku d an sahabatku. Istrimu boleh bergabung dengan kedua putranya di Hagi." Takeo sangat lega untuk beberapa hal. jika ia bisa segera berangkat. "Dan sekarang aku harus bicara dengan adik iparku. Tentu saja aku akan membawa keduanya. ji ka dia mau." sahut Takeo. Panggil Lord Zenko untuk data ng menghadap." Takeo mengamati wajah adik iparnya lekat-lekat ia bicara. "Lord Takeo harus tahu kalau aku betul¬betul setia. Bola matanya ikit berputar dan bicara terlalu cepat untuk memberi tanggapan. Zenko tidak berani men atapnya. Kuterima tawaranmu.

.

jauh dari kemudahan yang menipu dari pembunuhan atau bunuh diri. bersila di matras dengan mata ter¬pejam dan kedua jari telunjuk dan ibu jari saling bersentuhan ditekan seakan tenggelam dalam posisi meditasi. Takeo ber¬istirahat di wismanya. berbaring bersama ist rinya dan membuka hati kepadanya. Disingkirkannya pikiran itu seraya berjanji pada dirinya sendiri sekali lagi unt uk ber¬pegang pada jalan yang lebih rumit dan sulit. Keadaan ak an baikbaik saja pada pagi hari. pelayan dapur mengobrol sambil membersihkan piring lalu menyimpannya. Dipasang telinganya baik-baik untuk mendengarkan suara-suara di dalam kediaman. semua dicatat oleh Minoru. Tiap suara terdengar olehnya: percakapan pelan para penjaga di gerbang. hari yang baik untuk melakukan perjalanan. Putranya pun akan bersikap sama. mengatakan pada me reka kalau ia tak mau diganggu. Kemudian menenangkan dirinya sendiri. berkata kalau ia akan makan sendirian dan istirahat lebih awal karena hendak berangkat ke Hagi keesokan paginya. tapi Takeo ingat bagaimana ayahn ya. Begitu Zenko selesai menyampaikan semua keberatannya. Namun tak kuasa bertindak seperti itu. makan sedikit tapi tanpa minum sake. dan di saat yang pali ng genting lebih memilih kekuasaan melebihi dari nyawa kedua putranya. Ia ingin sekali berada di rumah. Dikatakannya pada Zenko agar kedua putranya harus siap melakukan perjalanan bersamanya. Matahari tenggelam dalam warna merah muda dan cah aya keemasan yang membuat banyak warna hijau di taman bermandikan cahaya. tapi Takeo ingat bagaimana ayah nya. anjing-anjing menyalak. enko melakukannya dengan mem¬bungkuk dalam-dalam. karena pada akhirnya semua kesedihan hanya akan menimpa keluarganya sendiri. pikirnya. Arai Daiichi. Takeo mandi lalu mengenakan jubah dari bahan katun tipis seolah bersiap pergi ti dur. dan di saat yang pali ng genting lebih memilih kekuasaan melebihi dari nyawa kedua putranya. angin ber hembus lembut dari selatan meluluhkan awan gelap. kemudian menyuruh semua pelayan pergi. Seharusnya kuperintahkan dia menca bu t nyawanya sekarang juga.Zenko melakukannya dengan mem¬bungkuk dalam-dalam. Arai Daiichi. ketim bang membunuhnya. musik dan . Sepanjang hari hujan turun dan reda. baik juga untuk kegiatan malam hari yang terlintas di benaknya. tapi saat ini langit mulai cerah. Tapi betapa lebih mudahnya kalau dia mati. Lebih baik tetap mencoba menjinakkannya. telah bersumpah setia hanya untuk meng¬khianatinya. telah bersumpah setia hanya untuk meng¬khianatinya. bertemu dengan putri¬putrinya.

dengan menggunakan dialek kota itu. mereka bertemu Kono untuk makan malam. Dalam permainan berbahaya yang telah mereka mulai. yang sedari tadi duduk di luar pintu. bola tendang dan berburu anjing. Takeo melangkah masuk ke bay angan tak tertihat dan keluar dengan penyamarannya sebagai pedagang yang sedang terburu-buru untuk pekerjaan di kota. ikan dan gurita panggang di rumah makan. gemerisik dedaunan dan teria kan burung hantu dari gunung. Di tepi galangan. Zenko gemar minum sake. memanggang potongan-p otongan . katanya tanpa suara pada anjing-anjing. tapi percakapan yang sepele. Terdengar olehnya Zenko dan Hana membicarakan pengaturan untuk keesokan harinya. kapal-kapal kayu saling bergesekan. menghilang lalu berjalan lewat gerbang yang masih terbuka. Di satu sudut yang gelap tidak jauh dari pelabuhan. namun mereka sama berhati¬hatinya: yang ter dengar tak lebih dari tata rambut model terbaru dan cara berpakaian di istana. dan Takeo. Tak ingin ada yang tahu kalau ia per gi. ber¬seru pada orang-orang yang. seolah mereka ingat kalau ia mungkin saja sedang mendeng arkan. terutama bila ia memang jadi menahan kedua putra mereka. Ketika melewati Jun dan Shin. di balik bentuknya yang menyembul tajam tampak cahaya temaram bulan yang baru naik. Bersyukurlah kalian tak berjaga di gerbang istana di Miyako. air menghantam badan kapal. Tak la ma kemudian. Anjing-anjing menggiringnya dengan tatapan mata tapi para penjaga tidak memerhat ikannya. Tungku bara menyala di samping tali tambatan salah satu kapal besar. T akeo berdiri dan mengganti pakaiannya. Di kejauhan dapat dilihatnya pulau¬pulau dari Laut Lin gkar. Dipakainya sandal jerami di anak tangga taman. memakai jubah yang tidak mencolok berwarna pudar seperti y ang biasa dikenakan pedagang. mereka tidak mau ambil resiko Takeo mencuri dengar strategi mereka. terombang-ambing oleh omba k. gemuruh tanpa henti air laut. Percakapan itu menjadi semakin hidup: seperti ayahnya. Jun menaikkan alis. Takeo menggelengkan kepala. Udara terasa penuh dengan aroma garam.tempat minumminum di sekitar pelabuhan. ikan yang sedang dikeringkan dan ru mput laut di atas rak-rak di tepi pantai. dengan tiang pancang yang kekar dan berwarna gelap di ba wah siraman cahaya malam penuh bintang. serta olahraga para bangsawan. Lentera me nerangi jalanan sempit dan cahaya lampu bersinar jingga dari balik kertas kasa. kegemaran Ko no akan puisi dan drama. Karena mereka akan memburu kalian dengan hujan anak panah untuk olahraga.

Kisah Klan Otori IV Page 52 .

Takeo duduk di samping Fumio. "Ini Lord Otori!" lalu memeluk Takeo." jawab Takeo. aku tidak mengenalimu!" serunya." katanya pada Takeo." sahut Tak eo tertawa. Takeo mengamati kawan lamanya selama beb erapa waktuerdiri tanpa dikenali dalam kegelapan. Coba tebak apa hadiahnya! Lebih hebat dari apa pun yang pernah kau ingi nkan!" "Ada satu hal yang kudambakan lebih dari segalanya. Lagipula." Tabib Ishida tersenyum lebar. Fumio tetap kelihatan kekar seperti biasa. Ishida kelihatan lebih t ua. mengira kalau ia hanyalah pedagang yang tak penting. dengan pipi tembam dan kumis tipis. "Walaupun memang sedang menunggu¬mu. "Aku ada hadiah untukmu. Takeo senang melihat keduanya lalu melangkah naik ke area duduk." "Mereka menceritakannya pada seorang pedagang miskin yang tak berani. Salah satu mant an perompak segera melompat berdiri menghalangi jalannya. "Aku harus mencegahmu menghukum mereka." "Ah. berhadapan dengan si tabib. lalu anak buahnya pindah ke meja lain. Tapi setelah beberapa saat terkejut dan ke¬bingungan. A kan kurobek mulut mereka. sambil berbisik. Fumio memberikan isyarat dengan kepala." sahut Takeo. "Misterius d an aneh: aku tidak akan ter¬biasa. lebih kurus kering. Fumio bangkit. aku juga hampir tidak percaya pada mereka. Apakah itu benar?" . Takeo mengamati kawan lamanya selama beberapa waktu. "Lord Otori!" Dipanggilnya pelayan untuk mem¬bawakan sake lagi. m eskipun kini kelihatan ada bekas luka baru di salah satu pelipisnya. "Ada beberapa hal yang perlu kubicara¬kan. Mereka sudah mengatakannya pada¬mu. "Ada masalah?" tanya Ishida setelah mereka bersulang. "Yaitu melihat seekor kirin sebelum aku mati. Dasar manusia brengsek yang tak ber¬guna. "Hadiah yang akan mengalihkan perh atianmu dari masalah. yang mengamatinya deng an seksama di bawah cahaya temaram.Berdiri tanpa dikenali dalam kegelapan. mend orong anak buahnya ke samping. kulitnya kekuningan.

siapa nama¬nya?" "Shun. dengan d inding yang tinggi. Mendominasi propinsi-propinsi di wilayah Timur. "Kau tidak bisa menunggangi hewan ini." "Ishida jatuh hati pada hewan itu. dan yang paling mirip dengan kirin dibanding hewan lain yang pernah kulihat. "Dia menghabiskan waktu berjam¬ja m menemaninya. Shun mati karena usia tua tahun lalu. maka sekalian saja ceritakan masalah-masalahmu pada kami. dengan julukan Pemburu Anjing. Di mana hewan itu sekarang?" "Di kuil Daifukuji. Jenderal itu m ahir berkuda dan memanah. "Aku ingin sekali melihatnya. Karena kau sudah merusak kejutan kam i. tapi kami pulang melalui Akashi. serta ahli siasat perang yang cerdas. sedangkan yang ini adalah hewan sungguhan." tutur Fumio.' karena kami sudah pergi selama enam bulan. dan kota itu sib uk membicarakannya." sahut Takeo. agar kau bisa mencurahkan kasih sayangmu. bukan kirin yang sesungguhnya: kirin a dalah hewan dalam dongeng. "Tentu saja. Kami akan perlihatkan padamu besok. Ia lebih parah ketim¬bang kau dan kuda tuamu itu. "Apa yang kau tahu tentang jenderal baru Kaisar?" tanya Takeo. mereka menemukan taman yang tenang untuk hewan itu." Kisah Klan Otori IV Page 54 ." tutur Fumio. tak akan ada lagi kud a sepertinya." kata Ishida. 'Tidak tahu apa-apa. dan baru-baru ini dit unjuk Kaisar untuk bertempur atas nama Paduka Yang Mulia serta membinasakan musuh¬musuhnya dala m rangka mencapai tujuan itu. dan kabarnya mahir melakukannya."Ya dan tidak. "Kalau kau tanya aku beberapa minggu lalu. Tapi hewan yang luar biasa." "Pemburu Anjing?" "Dia sangat suka berburu anjing. aku akan jawab. tapi mungkin bisa menggantikan Shun. kabar¬nya memiliki ambisi menaklukkan seluruh Delapan Pulau. Namanya Saga Hideki." Fumio menuang sake lagi.

menengg ak habis sake. Aku ingin melihat wajah¬mu saat kuperlihatkan kirin. justru sebaliknya. me reka menawar¬kan uang dalam jumlah besar. "Putra Lord Fujiwara. dan Takeo memberi kabar tentang kel uarganya ." sahut Fumio." Wajah Ishida berubah pucat ketika nama Fujiwara disebut. Kono." ujar Takeo. datanSepertinya aku termasuk dalam daftar musuhnya." ujar Takeo. beliau akan mengirim si Penangkap Anjing untuk melawanku. Kono. cepat atau l ambat akan ada orang yang akan menyediakan senjata api. "Mereka punya waktu kurang dari sehari untuk memulainya."Sepertinya aku termasuk dalam daftar musuhnya. "Dia adalah teman seperjalanan yang memberi s emangat. dan jika aku m enolak. Ternyata Kaisar memintaku meng¬undurkan diri. beberapa pedagang mendekatiku. "Seperti angin topan. Tahan Lord Kono di wilayah Barat sampai aku kembali. "Fumio tak berubah. dan mereka pun berdiri. "Kita bisa hentikan mereka. "Putra Lord Fujiwar a. datang menghadapku hari ini. tapi nanti Ishida bisa menceritakannya padaku. Mesti kuperingatkan padamu. Angin bertiup dari arah barat: kita bisa mendapat laut pasang jika berangkat sekarang." Dipanggil anak buah¬nya." katanya. Jika jenderal Kaisar tengah bersiap melawanmu . mengucapkan selamat tinggal pada pelayan perempuan dengan perasaan enggan. menjejalkan sisa makanan." Mereka berbincang-bincang tentang per¬jalanan." ujar Takeo. "masalah. Fumio pergi begitu cepat hingga mereka hampir tidak sempat mengucapkan selamat b erpisah. terhibur dengan ti n¬dakan cekatan kawannya. Takeo memberitahu mereka nama kapalnya. Sebelum mereka bisa menandingi jumlah senjata api. mereka takkan memanc ingmu dalam pertempuran." "Aku khawatir mereka sudah dalam per¬jalanan. menanyakan ten-tang se njata dan bubuk mesiu. "Apakah ada indikasi kalau senjata api di perdagangkan di Imai?" "Tidak. dan menceritakan pada F umio tentang kecurigaannya pada Zenko." sahut Ishida." Si tabib menuang sake lagi lalu minum sampai habis. namun melelahkan. Takeo ditinggal bersama Ishida. "Dia masih tetap sama." gumamnya. berharap menghindar pelarangan dari Otori. kemung¬kinan dia berusaha membeli senjata api: demi uang sebesar itu. meneng¬gak habis minumnya lalu berdiri. tidak pernah bisa di am.

"Setelah itu aku harus pergi memeriksa kirin. dan obat tidur terbuat dari b unga candu. cuaca yang lembap memperburuknya: kadang kurasa masih ada sisa racun yang h ingga terasa panas.yang selalu menyita perhatian Ishida." komentar Ishida seraya meng¬ambil sebuah buntala n kain dan kotak kayu kecil. me intonasi suaranya yang Ketika berjalan melewati ruang bagian dalam. dikumpulkan barang-barangnya lalu berkata dengan rian g. Ia yakin belum pernah bertemu dengan perempuan yang berlutut di samping or ang asing itu." Nada suara Ishida kedengaran murung." sahut Ishida. Kirin sudah terbiasa denganku. namun setelah beberapa saat dalam hening yang tidak mengenakkan. Untung saja kuputuskan untuk mem¬bawanya. berdua saja. bagian dalam rumah mak perempuan menerjemahka dari wilayah Timur. Kisah Klan Otori IV Page 55 ." "Ya. "Rasa sakitmu terasa lagi?" tanya si tabib. bahkan terikat dengan diriku: aku tak ingin membuatnya gelisah. Acapkali lukanya kelihatan memerah di balik carutannya. seorang laki-laki berbicara dengan bahasa asing dan suara seorang n. si tabib tampak berha sil mengendalikan perasaannya. "Kelihatan dari wajahmu. Kalau tidak kubawa pasti barang-barang ini sudah setengah perjalanan menuju Akashi dan tidak terlalu berg una bagimu. Aku akan menginap di Daifukuji malam ini. Suara perempuan itu membuatnya tertarik karena logatnya berasal skipun perempuan itu bicara dengan dialek setempat. karena dia sudah menikah dengan Muto Shizu ka selama lima belas tahun. Membuat sekujur t ubuhku sakit. Takeo mengenali si orang asing. yan g dipanggil Don Joao." "Akan kuperiksa nanti. Takeo mengira dia akan melanjutkan bicara¬nya . dan ada sesuatu dengan tidak asing bagi Takeo. Tadinya aku bermaksud meninggal¬kannya di kapal." Sedari tadi Takeo menyadari ada suara orang berdebat dari an. "Bisakah sekarang kau kembali bersama¬ku?" "Aku punya cukup persediaan akar-akaran dari Shin.

Kisah Klan Otori IV Page 56 ..... mun seperti ada sesuatu.namun seperti ada sesuatu.

sali ng bertukar ilmu pengetahuan medis. Kono. dan warna kulit yang sa ma dengannya. da n sepertinya saat ini dia tidak bisa mengenali. Ishida amat disukai orang asing itu dan menghabiskan banyak waktu menemani mereka. bahkan kirin sekalipu n. Ia hanya . halus dan gelap. Dia menerjemahkan perkataan Ishida sepertin ya perempuan itu cukup fasih berbicara bahasa asing lalu melayangkan pandangannya ke arah Takeo lagi. Orang asing itu gembira bertemu sang tabib dan ing in agar dia duduk dan mengobrol. si orang asing melihat Ishida lalu memanggilnya. tergeletak di sebelah ibu dan kakak perempuannya yang mati terbujur kaku perempuan itu memili¬ki k etenangan serta wajah yang lebar mirip ibu dan kakak perempuannya. misi Fumio merebut senjata api yang diselundup¬kan. bahkan rasa sakitnya. Perempuan itu tercekat lalu berkata . informasi tentang perawatan serta tanaman herbal. seakan-akan mengi ra kalau mung¬kin mengenal Takeo. Keterkejutannya tak terlukiskan. amat mirip dengan kulit ibunya. Takeo merasa kulit perempua n itu amat mirip dengan kulitnya. Pere mpuan itu. melihat sekilas ke arah Takeo. si orang asing me lihat Ishida lalu memanggilnya. Tubuh perempuan itu terguncang karena luapan per asaan. dengan pakaiannya terlipat ke belakang dan memperlihatkan kulit lengannya. hingga tak kuasa mengendalikan diri. yang terus memalingkan wajah dari perempuan itu. Takeo menyebut nama adiknya dengan keras untuk pertama kalinya selama lebih dari enam belas tahun: "Madaren!" Sirna sudah semua hal yang ada dibenak¬nya: ancaman dan wilayah Timur. "Tomasu?" Air mata menggenang di matanya. Perempuan itu mengangkat tangan untuk menutup mulut. Don Joao pernah bertemu Takeo beberapa kali. serta membandingkan kebiasaan dan bahasa mereka. mengubahdi rinya menjadi seorang bocah yang ketakutan serta tersiksa. Takeo ingat pada seorang gadis cilik yang menangis dengan cara yang sama karena menang isi seekor burung yang mati. Selama ini ia menduga gadis cilik itu sudah tiada. tapi Ishida memohon pergi karena ada pasien yang membutuhkannya. kelihatan¬nya tengah mengamati Takeo dengan penuh seksama.Selagi ia mengira-ngira siapa perempuan itu. tapi selalu dalam suasana resmi. Ishidelagi ia mengira-ngira siapa perempuan itu. yang mungkin berusia dua puluh lima tahunan. kehilangan mainan.

dengan tatapan terpaku pada wajah Tak eo." Takeo bicara dengan cepat pada Madaren." ujarnya." sahutnya. Anda baik-baik saja? Anda tidak sehat. hidupnya seperti meluruh lalu m emudar." "Semoga Dia memberkati dan melin¬dungimu. Juga terlalu banyak minum sake. Aku tidak tahu kalau dia menerjemahkan untuk orang a sing. "Katakan pada Don Joao aku akan menemuin ya besok. "Perlu kupanggilkan tandu?" "Tidak.mampu meman¬dangi adik yang dikiranya sudah tiada. keluarganya. Ia berhasil mcngendalikan diri lalu ber¬kata. tunggu aku di sana. Yang ada dalam ingatannya hanyalah masa kecilnya. cahaya dimatikan satu demi satu." "Aku akan datang ke sana besok. sama seperti salib yang dikenakan Don Joao di dadanya tampak seperti pameran ses uatu yang keji. "Perempuan itu mengenalmu bukan sebagai Lord Otori. Selagi mereka menyeberangi jembatan kayu di luar Umedaya dan mengambil salah satu jalan sempit yang mengarah ke kediaman. Meskipun atas perin¬tahnya kaum Hidden kini bebas untuk ber¬ibadah secara terbuka." seru Ishida saat mereka berdua berada di luar. terlalu cepat. "Lord." Kisah Klan Otori IV Page 57 . "Kita tidak bisa bicara sekarang. "Kau lebih tidak sehat dari yang kukira. Is hida berkomentar. Ishida bertanya. memanjatkan doa kaum Hidden sa at berpisah. Ak u akan datang ke Daifukuji. Kabari aku di Daifukuji." Kota itu semakin senyap. Tadi hanya u dara yang terasa pengap." "Aku pernah bertemu dengannya. tapi tidak akhir-akhir ini aku pergi selama ber¬bulan -bulan. tapi sebagai or ang lain. Kau mengenal perempuan itu?" "Bertahun-tahun yang silam." "Kelihatannya kau sangat terguncang. tetap saja membuat¬nya terkejut melihat terungkapnya sesuatu yang sebelumnya merup akan rahasia. tentu saja tidak perlu!" Takeo mengambil napas dalam-dalam.

" kata Ishida akhirnya. kendati hentakan saat mendarat di sisi dinding satunya memb uat sakitnya terasa lagi. Pelayan perempuan menuang teh dan membawakan lagi air panas." Diperlihatkanny a pada Ishida. "Kau masih bisa menulis dengan tangan ini?" "Setelah berlatih berulang kali. Dilepasnya sarung tangan sutra yang me¬nutupi tangan cacatnya d an Ishida menarik lentera lebih dekat agar bisa melihatnya. Ia merasa ngeri saat memikirkan hidup seperti apa yang telah dijalani adiknya. lalu menyelinap melewati taman yang sunyi." "Tidak kelihatan memerah karena infeksi. hanya pelacur kelas terendah yang tidur d engan mereka. melewati Jun dan Shin menuju ke kamarnya. Di¬tekannya jaringan kulit yang tumbuh meng¬gantikan jaringan yang rusak dengan ujung jarinya lalu melemaskan jari yang t ersisa. Aku me¬nulis dengan tangan kiri. disingsingkannya keliman panjang jubahnya ke sabuk lalu m emanjat dinding dengan cukup ringan. Bagaimana mungkin itu adiknya? Bagaimana dia bisa selamat dari pembantaian yang menghabisi keluarga dan membakar habis desanya? Tak diragukan lagi bahwa di a bukan sekadar seorang juru bahasa: terlihat olehnya pada tangan dan mata Don Joao. aku sudah sangat lama mengenalnya. "Tunggu di sini sebentar. tapi tidak ada alasan untuk itu selama bertahun-tahun. aku sudah sangat lama mengenalnya. Aku akan mengir im perintah pada penjaga agar membiarkanmu masuk. sebelum aku menj adi Otori. sebel um aku menjadi Otori. lalu Takeo menyuruhnya pergi. Menghilang. Di rumah terakhir sebelum sampai di gerbang kediaman. "Rasanya aku masih bisa ber¬tarung menggunakan pedang." Gerbang sudah ditutup. seolah belum bertemu se lama enam bulan lamanya. Pri a asing itu kerap mengun¬jungi rumah pelacuran itu seperti laki-laki lain. Aku harus masuk tanpa terlihat."Seperti yang tadi kubilang. Si tabib tiba: mereka saling memberi salam dengan riang." Seperti yang tadi kubilang. Takeo menarik Ishida ke ba wah bayangan gelap. tapi sebagian besar perem puan peng¬huninya enggan tidur dengan mereka. Namun perempuan itu memanggil dengan nama aslinya." Takeo masih setengah tercengang dengan pertemuan tadi dan cenderung setengah menyangsikannya. mengirim Jun untuk mengatakan pada penjaga agar membiarkan Ishida masuk. Dan Takeo pun mengenalinya. "Aku akan mencob . Mengganti pakaian dengan jubah tidur lalu meminta dibawakan lentera dan teh.

Dia berpurapura mengabulkannya. Terkadang aku memimpikannya." Selagi menyiapkan teh. Aku tidak pernah menyangka kekejamannya akan menimpa diriku. Ishida bicara dengan suara pelan. untuk mengiris garis bujurnya. Aku menjalankan perin¬tahnya. "Aku sering membuat ini untuk istriku. Belum pernah aku begitu ketakutan. Kutemukan diriku bertanya-tanya apakah ada orang yang memeliharanya. mempermainkan rasa takutku. sungguh suatu perwujudan iblis dalam diri manusia." Ishida berhenti sebentar. menye¬mangatiku untuk belajar dan melakukan perjalanan. Untuk sementara waktu. hanya mengetahui putranya berbaring di dalam kediaman ini. "Saat itu anjingku melolo ng. tenggelam dalam kenangannya. ini akan membantumu untuk tidur." "Aku belum pernah bertemu Fujiwara. kapal karam. perompak dan orang primitif. Aroma samar-samar dari rumput musim panas menyeruak. "Hanya gempa yang menyelamatkan kami. Dia selalu memperingat¬kanku tentang gempa dengan cara seperti itu." sahut Takeo pelan. selama hampir seumur hidupku. "Aku mohon maaf yang sedalam¬dalamny a atas keterlibatanku dalam memen¬jarakan istrimu. harum dan menenang¬kan. Aku ingin tahu apakah dia seperti ayahnya.a dengan jarum besok. Kupalingkan wajahku dari kegermarannya yang keji. Aku takut bertemu Kono. meski¬pun pernah menghadapi berbagai macam bahaya: badai di laut. mengijinkan aku melihat koleksi buku-bukunya yang berharga juga harta benda yang lainnya." tuturnya dengan amat pelan. "Bisa kudengar anjingku melolong. Aku ta hu dia orang yang kejam tapi dia selalu memperlakukan diriku dengan baik." Tiba-tiba Ishida berhenti bicara dan menuang air mendidih ke atas herba kering." Kisah Klan Otori IV Page 58 . t elah mengorek banyak kenangan." "Kau beruntung. "Istriku pernah cerita sedikit tentang saat¬saat itu. sesuatu yang tak akan pulih dalam diriku. Aku pernah menghempa-skan diri di bawah kakinya dan memohon agar diijinkan bunuh dir i." Diambilnya mangkuk lalu diberikan pada Takeo.

tempat rumah-r umah kecil yang dibangun kembali setelah kobaran api meluluh¬lantakkan semuanya bak sarang tawon y ang saling astil di salah satu jalan sempit yang terbentang di jalan utama. tempat rumah-ru mah kecil yang dibangun kembali setelah kobaran api meluluh¬lantakkan semuanya bak sarang tawon y ang saling Kisah Klan Otori IV Page 60 .kastil di salah satu jalan sempit yang terbentang di jalan utama.

bau mereka yang aneh dan tubu h mereka yang besar. Hal itu meng¬ingatkannya pada keluarganya dan laki-laki agak aneh yang menjadi kak aknya. Ia bisa memeras ha diah dari mereka. ia memilih orang yang bern ama Don Joao. bergabung ke rumah pelacuran yang lebih tinggi kelasnya dibandingkan yang pertama. dan di antara mereka ini banyak yang bisa diperdayai oleh cinta seperti laki¬laki golongan klas lainnya. bahkan kuli pengangkut barang . bahasa mereka hanyalah bahasa tubuh: nafsu si laki-laki. Tapi semua laki-laki memiliki hasrat. Awalnya. kemampuan si p erempuan . dan ia memanfaatkan apa yang dipelajarinya ini dengan cerdas. bahkan kuli pe ngangkut barang. buruh serta kulrdempetan. Madaren me nampiknya. Air mata menggenang di matanya saat meringkuk di bawah papan tebal. Madaren berhasil menjelaskan pada pe milik rumah bahwa Don Joao hanya menginginkannya. Ia mau pergi dengan lakilaki yang dijauhi oleh gadis-gadis lain. pergi meninggalkan rumah sebelum matahari terbit lalu menemu i laki-laki itu galangan kapal yang masih berkabut. memanfaatkan rasa terima kasih mereka. Itulah yang dipelajari Madaren. atau kadang mencurinya. dengan mudahnya disingkirkan bak anak kucing yang tidak dii nginkan. bahkan setelah mereka membeli¬nya. walaupun laki-laki itu mengira kalau dialah yang memilih Madaren: orang-orang as ing bersifat sentimental sekaligus pemalu bila sudah berhubungan dengan kebutuhan jasmani: me reka ingin merasa istimewa bagi seorang perempuan. dan aroma kayu itu mengingatkannya pada Mino. pada waktu yang b er samaan ia juga belajar bahwa perempuan yang dikuasai cinta merupakan makhluk yan g paling tak berdaya di kota ini. dan ketika kekasihnya berbalik untuk memeluk¬nya. Pedagang itu membosankan serta membuatnya gusar. dan tak lama kemudian ia tidak harus tidur dengan laki¬laki lain.berdempetan. Mereka me¬numpang kapal yang mengangkut kayu c edar dari hutan menuju wilayah Timur. Mereka memberi bayaran yang memadai dalam mata uang perak. Kemudian orang-orang asing berjanggut berdatangan. buruh serta kuli angkut tanah di malam hari. tanah kelahirannya. dan pada akhirnya membiarkan seorang pedagang yang hampi r bangkrut membawanya ke Hofu. dan akhimya ia kembali ke kehidupan lamanya. Tapi semua laki-laki memiliki hasrat. Madaren melihat ada semacam kekuatan dalam diri mereka yang mungkin bisa dimanfaatkan dan dengan sukarela tidur dengan mereka. yang membuat gusar sekaligus memesona ibu mereka.

dan jika bicara dengan bahasa itu pada Don Joao. kampung halamannya. Mereka begitu jauh hingga ia tak mampu membayangkan seperti apa kehidupan mereka. orang-orang yan g dia tangisi ketika sedang mabuk. namun hubungannya dengan orang asing memberinya status dan kekuasa¬an. sedangkan lantai matahari berjenis laki-laki tapi ha l itu justru memesonanya. Ia tak bisa membayangkan alasannya. penuh dengan bunyi aneh dan dikumpulkan dari depa n ke belakang semuanya memiliki jenis kelamin. dan ia mulai berusaha me¬mahami Don Joao. begitu pula hujan. yang mereka temukan dan mereka harapkan bisa meraih kekayaan dan kem enangan. M ereka bergantung sepenuhnya kepada¬nya. Aku juga bisa meraih kekuasaan semacam itu. Orang-orang asing sebelumnya memiliki seorang juru bahasa. ia merasa s eperti menjadi orang lain. Madaren tidak mengindahkan mereka. lalu mendorong laki-laki itu un tuk mengajarinya. Mereka percaya semua yang dikatakannya. Nelayan itu mempelajari bahasa mereka: kadang menemani mereka ke rumah pelacuran. Karena Madaren sema¬kin fasih Don Joao tidak menguasai lebih dari bebera pa patah kata dari bahasa Madaren mereka mulai membicarakan hal¬hal yang lebih mendalam. bahkan ketika dia hanya mengarang sembar angan. tapi pintu termasuk jenis perempuan. seorang nelayan yang mereka selamatkan dari laut oleh kaum mereka karena kapalnya tenggelam dan dibawa ke ma rkas mereka di Kepulauan Selatan. Don Joao mem¬punyai istri dan anak-anak di Porutogaru*. dan Don Joao bicara tentang kepercayaan serta Tuhannya Deus** dan kata-kata serta salib yang dikalungkan di lehernya membangkitkan kenangan masa kecil Madar en tentang Kisah Klan Otori IV Page 61 .memuaskannya. jelas dari cara bicaranya kalau si nelayan tidak berpendidikan dan be rasal dari klas rendahan. tak percaya kalau Don Jo ao bisa bertemu mereka lagi. karena nelayan itu tidak lebih baik dariku. pikir Madaren. Nelayan itu merupakan pintu masuk mereka ke duni a baru yang rumit. Bahasanya sulit.

kepercayaan keluarga¬nya dan ritual kaum Hidden. Kisah Klan Otori IV Page 62 . epercayaan keluarga¬nya dan ritual kaum Hidden.

juga menganut kepercayaan itu.] ingat sedikit tentang kepercayaan kaum Hidden. dan bahwa penguasa Maruyama yang sebelumnya. "Saat pendeta datang. dan ketika Madaren me¬ma hami maksudnya. hanya ingat gema doa serta ritual yang dilakukan keluarganya dengan komu¬nitas kecil mereka. melarang mereka mencabut nyawa. Hal ini men gejutkan Madaren. Orang asing itu terkejut karen a penyiksaan dilarang di Tiga Negara. mengeluarkan ke¬putusan bahwa rakyatnya bebas beribadah dan percaya pada kepercaya an pilihan me¬reka. Maruyama Naomi . baik nyawa mereka sendiri maupun nyawa orang lain. ia ingat yang sering dikatakan ibunya: dilahirkan dengan air. dan menceritakan tentang pen deta dalam agamanya yang berkeinginan kuat agar negara lain menganut kepercayaan mereka. kau harus dibaptis. Tentu saja. banyak yang terta rik dengan agama orang asing dan bahkan berkeinginan mencoba bila itu bisa mening¬katkan perd agangan dan kekayaan bagi semua orang. selalu atau tidak pernah. dan prasangka lama pun perlahan menghilang. sudah atau belum? Don Joao selalu bersenjatakan pedang panjan g tipis.] **) Deus berarti Tuhan dalam bahasa Portugal [pent. Ada juga kabar burung yang mengatakan bahwa Lord Otor i dulunya adalah orang Hidden. Tapi menurut Madaren keduanya tak mungkin melakukannya k arena bukankah Lord Otori membunuh kakek pamannya untuk balas dendam? Bukankah Lady Ma ruyama menceburkan diri ke sungai di Inuyama ber¬sama putrinya? Satu hal yang diketahui s emua orang tentang kaum Hidden yaitu Tuhan mereka. dan memb ual bila dia selalu punya tujuan untuk menggunakan pedang ini. lalu me nyebut nama baptisnya. Otori Takeo . dan menceritakan bagaimana ke¬kerasan digunakan di negara nya dan ter¬hadap penduduk asli Kepulauan lain untuk menghukum. bertahtakan emas dan kerang mutiara. Ia hanya *) Porutogaru adalah lafal Jepang untuk menyebut Portugal [pent. . dan menceritakan tentang pendeta da lam agamanyJoao bicara penuh semangat tentang Deus." kata Don Joao. Penguasa baru Tiga Negara. Pada titik inilah sepertinya Tuhan Rahasia dan Deus berbeda.Don Joao bicara penuh semangat tentang Deus. Tuhan Rahasia. untuk mendapatkan informas i serta menyelamatkan nyawa. karena Don Joao men¬c eritakan kalau mereka adalah orang ber¬agama sekaligus prajurit. Apakah itu keduanya atau tidak s atu pun. penutup kepalanya berlekuk dan melindungi.

lalu mulai menunggu waktu untuk menjala nkan misi. Kemudian Tomasu dikirimkan padanya. maka ia tahu misi itu berhubungan dengan kak aknya. Orang itu tertarik setengah mati pada kaum Hidden. Madaren bertemu dengan orang-orang yang menge tahui desanya dan mendengar tentang pembantaian bertahun¬tahun yang lalu di Mino. ia bisa selamat merupakan mukjizat. terutama untuk menerjemahkan. Madaren menyambut kem¬bali kepercayaan yang pernah hilang dari masa kecilnya dengan hangat. ia mempelajari keadaan di sekelilingnya yang masih asing."Madalena!" ulang Don Joao dengan terperanjat. Don Joao mengajukan banyak per¬tanyaan dan M adaren menerjemahkannya. dan Don Joao berharap Madaren mene¬maninya kemana pun ia pergi. D engan keyakinan mencapai tujuan yang dibawanya sejak berhasil lolos dari Inuyama dan m empelajari bahasa asing. dan ingin bertemu l ebih banyak lagi penganutnya. Seringkali ditemukan dirinya berada di rumah para p edagang. Orang-orang asing hanya memahami sedikit sekali tentang sikap dan kesopanan. selalu ber¬lutut dengan rendah hati sedikit di bel akang orang-orang asing dan lawan bicara mereka. Ia merasa Kisah Klan Otori IV Page 63 . dan menyatakan kalau Madaren masih dibiarkan hidup o leh Tuhan Rahasia untuk tujuan isti¬mewa tertentu. lalu membuat gerakan berbentuk ta nda salib di depannya. serta mem¬perindah t erjemahannya bila terdengar kurang sopan. terakhir bahkan di kediaman Lord Ar ai. juga jawabannya. sadar akan tatapan penuh hina serta kecurigaan dari istri-istri dan anak perempuan mer eka dan bahkan kadang di tempat-tempat yang lebih berkelas. bicara dengan pelan dan jelas. menurut mereka . Madaren menangkap ketertarikannya dan mereka mulai bertemu dengan para penganut dalam jamuan makan di kalangan kaum Hidden.

lalu agum pada dirinya sendiri. satu hari berada di ruangan yang sama dengan Lord Ar ai Zenko.kagum pada dirinya sendiri. satu hari berada di ruangan yang sama dengan Lord Arai Zenko. lalu Kisah Klan Otori IV Page 64 .

memerhatikan tangannya yang cacat dan kerutan di matanya. dan menyelinap keluar sebelum matahari terbit. memimpikan tentang sem uanya. Dan seb agian dari kekuasaan itu dia gunakan untuk memanfaatkan orang-orang itu: mereka membutuhkan nya dan mulai meng¬andalkan dirinya. namun jantungnya seperti berhenti berdetak kemudian berdebar-debar. Dan seb agian dari kekuasaan itu dia gunakan untuk memanfaatkan orang-orang itu: mereka membutuhkan nya dan mulai meng¬andalkan dirinya. lalu duduk tenang dan minum teh hingga mentari pagi bersinar terang. Nalurinya ternyata benar: kemampuannya berbahasa asing membuka jalan pada sebagian dari kekuasaan serta kebebasan mereka. Malam itu Don Joao melihat Ishida lalu memanggilnya. Ia berjalan melewati jalanan sempit menuju rumah tempat ia dulu bekerja. dia seperti pedagang meskipun jelas . Ia tidak langsung mengenalinya. n amun Ishida memohon pergi karena ada pasien yang membutuhkannya. Bulan melintasi langit dan kini menggantung di barat. menemu¬kan tubuh si orang asing di sebelahnya teram at sangat panas. berharap bisa berbincang. Ombak laut surut dan kepiting berlarian cepat di atas lumpur yang mengering. rikutnya di penginapan semacam Umedaya. dia takkan datang. Madaren nyaris tak bisa tidur. Ishida kadang membawa teks-teks dan mem¬bacakannya untu k diterjemahkan karena Madaren tidak bisa membaca maupun menulis. benak Mad aren tersita oleh keragu-raguan: kemarin itu bukan Tomasu. Don Joao juga membacakan kitab suci u ntuknya dan mengenali potongan¬poiongan kalimai dari doa dan pemberkatan di masa kecilnya. Madaren pernah bertemu tabib Ishida beberapa kali. dan bertindak sebagai juru ba hasa dalam perbincangan yang panjang. bayangan mereka tampak seperti tangan yang sedang menggenggam. Selama berjalan ke Daifukuji. membulat ser ta pucat.berikutnya di penginapan semacam Umedaya. Nalurinya ternyata benar: kemampuannya b erbahasa asing membuka jalan pada sebagian dari kekuasaan serta kebebasan mereka. dan berjalan menyusuri tep i sungai di bawah pohon willow. Madarien tidak in gin mengatakan pada Don Joao kemana ia pergi: tidak ingin harus berpikir dalam bahas a laki¬laki itu atau khawatir tentang laki-laki itu. seolah kulitnya mengenali laki-laki itu dan segera meng enalinya kalau mereka lahir dari ibu yang sama. membangun¬kan pelayannya. dia salah lihat. mandi dan berpakaian di sana. jelas sekali kalau kedudukannya amat tinggi. Madaren menduga kalau pasie nnya itu adalah kawan¬nya dan memelihat laki-laki yang satunya lagi.

Dia tidak datang menghampiri untuk menolong¬nya. setengah tidak nyaman dengan l antunan doa dan genta dari dalam kuil. agar melindungi mereka selama perjalanan. dewa laut. dan menyadari pasti inilah misinya: me nye¬lamatkan Tomasu. karena ia telah percaya. melupakan aliran sungai yang tergesa-gesa di sekelilingnya ketika gelom¬bang laut pasang menyapu. takut kalau kakak¬nya bukan lagi penganut kepercayaan. Kisah Klan Otori IV Page 65 . kalau benda-benda semacam itu dibenci Tuhan Ra hasia dan sama seperti menyembah setan. yang dililit tali jerami yang berkilauan. selama ini ternyata dia masih hidup dan tid ak berusaha mencarinya. Bunga lili menghiasi tepian kolam. Madaren berjalan masuk gerbang. me¬nunggu kakaknya. Madaren melihat¬lihat ukiran dan area di kuil itu dengan perasaan tida k suka. Di sebelah kanannya berdiri beberapa pohon ced ar tua. menyelipkan tangannya di ba lik jubahnya untuk menyentuh salib pemberian Don Joao. dan tepat di belakangnya ter¬dapat kurungan berdinding putih di sekita r taman dengan pepohonan yang jauh lebih kecil. Daifukuji menghadap ke laut: gerbang merahnya bisa terlihat dari seberang ombak laut. Sinar matahari terasa makin panas dan bayangan taman semakin menariknya masuk. seperti halnya Don Jolo. meskipun terpesona dan terbuai oleh keindahan tamanny a. dan belukar azalea musim panas pertama bermekaran menjad i bunga berwarna merah tua. ia menduga itu pohon ceri walaupun bunganya sud ah lama gugur.bukan pedagang yang berhasil yang tak ingin punya hubungan apa-apa dengannya. Madaren berjalan perlahan. Kerumunan kecil sebagian besar rahib dengan kepala botak dan jubah berwarna tida k mencolok. Ia bertanya¬tanya sendiri mengapa memilih tempat seperti ini untuk bertemu. Ia berjalan ke aula utama. menyambut para pelaut dan pedagang serta mengingatkan mereka untuk bersyukur pada Ebisu.

berdiri di luar dinding. memandang ke atas. patung ukiran . penggambaran Kisah Klan Otori IV Page 66 . penggambaran rdiri di luar dinding. patung ukiran . Madaren mengikuti arah pandangan merek a dan dan melihat apa yang sedang mereka perhatikan: awalnya ia mengira itu. Madaren mengikuti arah pandangan mer eka dan dan melihat apa yang sedang mereka perhatikan: awalnya ia mengira itu. memandang ke atas.

tumbuh semakin besar. pada saat itulah kita bisa yakin." Kisah Klan Otori IV Page 68 ." umbuh semakin besar. pa da saat itulah kita bisa yakin.

kem udian pergi bersama Takeo menuju kuil. "Ak u berhasil mengobati seorang pangeran di daerah itu. dan kirin bersifat tenang serta muda h dihibur." "Dan bagaimana kau bisa mendapatkan¬nya? Tentunya hewan seperti ini tak ternilai h arganya?" "Hewan ini ditawarkan padaku sebagai semacam alat pembayaran. walau diakui-nya keseluruhan manusia akan alasan spiritual bagi keberadaan mereka. tempat upacara singkat dilakukan. Ishida membawa hewan itu kembali ke kandang. berkulit sehitam warn a pernis. singa emas raksasa dan burung berwa rna merah muda. Makanannya dedaunan dari pohon tempat asalnya. maka aku terima tawaran ini dan mengatur agar hewan ini bisa menemani kami pulang. para pelaut membicarakan tentang benua yang amat besar tempat hewan-hewan seperti ini merump ut dalam jumlah besar bersama gajah darat dan sungai. tapi ternyata se-nang juga meneri ma rumput. segar atau pun kering. Ia sendiri memercayai tuhan manapun. dilaku¬kannya semua praktik keagamaan yang diharapkan darinya dengan khidmat dan hormat. Orang¬orangnya berukuran dua kali lebih besar daripada kita. selama tidak mengancam tatanan rnasyarakat. doa dipanjatkan bag i kesehatan kirin dan Lord Otori. dan mampu membengkokkan besi dengan tangan kosong. dan betapa dia akan sangat menyukainya. semua sekte dan kepercayaan diperb olehkan di Tiga Negara." sahut Ishida." Ketika selesai mengagumi kirin. "Tidakkah sulit untuk mempertahankan agar dia tetap hidup? Apa makanannya?" "Untungnya perjalanan pulang tidak ber¬ombak." "Bisakah dia berjalan sampai ke Hagi?" "Barangkali kita harus mengangkutnya dengan kapal. Tapi dia berasal dari pulau lain. Hewan ini bisa berjalan bermi l-mil jauhnya tanpa kelelahan. serta dedaunan hijau yang lezat. masih jauh lagi ke barat. Takeo menyalakan dupa dan lilin serta berlutut di depan patung d ewa. dan ." Takeo tersenyum memikirkan keahlian putrinya dengan kuda dan kasih sayangnya pad a semua hewan."Di mana kau menemukannya?" Di mana kau menemukannya?" "Di selatan Tenjiku. namun kurasa tidak bisa berjalan melewati pe¬gunungan. Aku langsung berpikir tentang Lady Shi geko.

Sesaat sebelum tengah hari. Takeo berdiri dan mengatakan bahwa ingin sendirian d i taman sebentar. menyembuny ikan wajahnya. Takeo memberi isyarat dengan gerakan tangan saat berjalan melewatinya. Ishida dan Kepala Biara setempat ber cerita dengan gembira dan menggubah puisi penuh dengan permainan kata-kata tentang kirin. Pere mpuan itu masih berlutut dengan sabar di tempat yang sama. Takeo. terdengar pula deru napasnya yang cepat dan pendek. Setelah melakukan upacara. Kisah Klan Otori IV Page 69 . Terdengar olehnya keraguan dalam langkah kaki Madaren d i atas kerikil jalan setapak." ujar Takeo. Takeo dud uk di pinggiran beranda: hayunya yang telah termakan cuaca berwarna abu-abu ke-pcrakan dan masih hangat terkena cahaya matahari. Dua rahib muda yang sedang bert ugas membersihkan patung dan menyapu lantai mengundurkan diri tanpa bicara. namun di beranda. yang ada penyembahan atas sang Pencerah dan Ebisu dew a laut. Madaren berlutut lagi. "Tidak perlu takut. teh dibawa masuk dengan manisan osenbei. lalu berjalan menyusuri aula utama ke aula yang lebih kecil di belakangnya. di bawah bayangan gelap dari atap yang melengkung. meminta agar perempuan itu mengikutinya. udara masih terasa dingin. Burung gereja berkicau di taman dan merpati bergumam di pepohonan cedar.tentu dirinya pun memiliki kebutuhan yang sama. sisi sebelah selatan bermandikan cahaya. Bangunan kuil menghadap ke timur.

Kau tampak seperti pahlawan yang jauh tak tergapai dan cuma legenda: bagai¬mana bisa kau adal ah Tomasu dari Mino? Apa yang terjadi padamu ketika aku dijual dari satu rumah bordil ke r umah bordil lainnya?" "Aku diselamatkan Lord Otori Shigeru: beliau mengangkatku menjadi pewarisnya dan menginginkan aku menikah dengan Shirakawa Kaede.. "Keduanya sudah mati." sahut Madaren setelah beberapa saat.. "Kulihat kau berdiri di hadapan patung emas." kata Takeo dengan sedih.. pewaris Maruyama." Madaren menatap langsung matanya. Mungkin akIni bukan ketakutan.. yang bisa memulihkan hidupnya yang telah terlanjur hancur. dan dinding di ke¬jauha n tempat kirin mengayunkan kepalanya di atas genteng bak mainan anak-anak. Ia sadar kalau ketenangannya tampak seperti ketidakacuhan bagi Madaren.. Takeo tidak membalas tatapannya. "Aku. "Kurasa ibu dan kakak kita. yang tak akan pernah terjadi kecuali dugaanku benar adanya. Nada suara Madaren nyaris terdengar seperti tuduhan. "Aku." Kepala Takeo bergerak sedikit untuk membenarkan kata-kata adiknya. tidak mengerti." Itu garis besar paling sederhana dari perjalanan luar penuh gejolak yang telah m enggiringnya menjadi orang paling ber¬kuasa di Tiga Negara. malah memalingkan wajah ke arah bayangan gelap rumpun pepohonan. "Memang benar aku kakakmu. tidak menger ti. Madaren bicara dengan nada kecut. dan juga tahu ada semacam amarah terpendam dalam diri adiknya. Aku bahkan tidak tahu di mana jasad mereka. "Selama enam belas tahun kudengar balada dan cerita yang digubah tentang dirimu.. Tapi Lord Otori sekarang bicara berdua saja den ganku." "Kita saling mengenali semalam. Dan aku tahu dari cerita-cerita bahwa kau pemah membunuh orang lain."Ini bukan ketakutan. Mungkin aku telah melakukan kesalahan besar." . Seraya ber¬tany a-tanya apa yang diinginkan Madaren darinya. apa yang bisa ia lakukan untuk adiknya : apa sa ja. Tapi sud ah bertahuntahun lamanya sejak terakhir kali ada orang yang memanggilku Tomasu." sahut Madaren setelah beberapa saat.." ujar Takeo.

Kau satu-satunya keluargaku. "Kau adalah kakakku. dan rasa iba muncul lagi. "Tidak ada yang namanya neraka. kau bisa mendekati pejabat kota yang berwenang. Aku tak bisa melihatmu masuk neraka!" Takeo bangkit lalu berjalan menjauh. namun kini kepercayaan masa kecil yang dulu menyatukan mereka justru menjadi penghalang yang tak bisa dilalui. Kita saling memiliki kewajiban. Aku peduli pada jiwamu. dan aku harus memi ntamu umuk tidak mengatakannya pada siapa pun. ia tak punya cukup kata-k ata untuk mengungkapkannya. "Tomasu." kata Madaren." sahutnya s ambil sedikit memalingkan wajah. "Jika kau butuh apa pun. Tidak ad a cara yang bisa mereka lakukan untuk saling mendekati." Takeo melihat kalau ia telah menyakiti adiknya. Jarak di antara mereka sudah terbentang terlalu jauh. tapi j uga tahu kalau ia tak bisa membiarkan adiknya mengambil tempat lebih banyak lagi dalam kehidupannya se lain dengan cara seperti ini: berada dalam perlindungannya. Aku bibi dari anak-anakmu. Dan aku pun memiliki tugas spiritual terh adapmu. Mengetahui itu membuat i a tertekan dan iba."* Kisah Klan Otori IV Page 70 . "Akan kupastikan kau diurus dengan baik." Takeo menyadari ba hkan saat ia bicara pun nada suaranya kaku dan terlalu dibuat-buat." tutur Takeo."Aku minta maaf atas semua penderitaan yang telah kau alami. Tapi aku tidak bisa mengumumkan tentang hubungan kekeluar¬gaan kita. Bila mereka masih menganut kepercayaan ya ng sama mungkin mereka bisa memanjatkan doa bersama. "Selain neraka yang diciptakan manusia di bumi. Jangan coba-c oba mendekatiku lagi.

"Nikmati saja. sambil menyi¬kut Maya." ujar Shigeko. mengapa Aya h dan Ibu memaksa kami belajar kemampuan bertarung?" tanyanya. "Lord Hiroshi. "Berdoalah seperti kakak kalian agar kalian tidak pernah mengenal perang yang se benar¬nya." "Berdoa saja takkan ada perang lagi. Si kembar mengerang. Mereka tahu kalau sang ibu tidak menyukai kemampuan Tribe yang mereka miliki. "Kau seperti aku ketika aku masih kecil. Maya kembali ke pokok pembicaraan tadi. "Tidak ada yang lebih menyenangk an." "Kau beruntung Shizuka. menandai diri mereka seperti sang ayah. "Kata Lord Hiroshi siap perang adalah pertahanan terbaik melawannya. menunggang kuda serta menggunakan pedang." bisik Miki. belajar memanah. sebagai Kikuta. diajar kan oleh Shizuka dan Sugita Hiroshi atau ksatria besar lainnya di Tiga Negara. sepe rti Taku." Shizuka memperingatkan mereka. si kembar tanpa sadar menyentuh ujung jari mereka pada lekukan yang melintang di telapak tangan mereka." ujar Shizuka ketika Maya bersembunyi s elama setengah hari tanpa bergerak di dalam keranjang bambu. Itu me¬rupakan lambang jalur sempit yang mereka lalui di antara dunia. atau ketika Miki memanjat kayu kaso selentur dan secepal kera liar.Saat nama Kikuta disebut. Kedua gadis kembar itu tertawa cekikikan. . Kau ada di sana saat Inuyama jatuh! Kau bertarung bersam a Ayah!" "Sekarang Ayah mengatakan tak akan ada lagi perang. la yaknya anak kelas ksatria. tapi terkadang godaan untuk mengelabui guru-guru mereka. karena ketiga gadis itu. mem¬permainkan kakak perempuan mereka atau menghukum orang yang lewat di depan mereka sulit dibendung. "Jika tidak akan ada perang. Shizuka jarang marah." sahut Shigeko. kita takkan menghadapi per¬tar ungan yang sebenamya. si kembar tanpa sadar menyentuh ujung jari mereka pada lekukan yanaat nama Kikuta disebut. da n bahwa klas ksatria menganggap mereka penyihir: mereka belajar sejak dini apa yang bisa diba nggakan di desa Muto haruslah disembunyikan di kastil seperti Hagi atau Yamagata." tuturnya. menghilang di balik atap yang terbuat dari ilalang.

" "Aku tidak menyadari itu. "Apa?" tanyanya." ujar Miki. Shigeko berharap pelajaran itu bisa meng-hukum mereka karena menggodanya soal Hiroshi. itu tidak berarti apa¬apa. Hiroshi sering menulis surat. Shigeko memutuskan untuk lebih berhati¬hati. Shigeko harus mempelajari semua sejarah ini. Ambil kuasnya!" Shigeko membuka satu gulungan lagi lalu mulai m endiktekannya." "Lord Miyoshi Gemba juga salah satu gurumu. penuh dengan istilah sulit da n kejadian yang sukar dimengerti. Isinya adalah salah satu hikayat kuno Tiga Negara." "Dan Lord Miyoshi tidak membuat wajah¬mu merah!" timpal Maya. Kisah Klan Otori IV Page 72 . begitu pula dengan si kembar. menutupi rasa malu dengan berbicara den gan nada resmi. lalu wajahmu bersemu merah.Wajah Shigeko bersemu merah. Surat¬suratnya bersifat resmi. Untungnya laki-laki itu sudah kembali ke Maruyam a untuk mengawasi hasil panen dan persiapan upacara pengukuhan ia menjadi pewaris wilaya h itu. tapi Shigeko suka melihat tulisan tangannya." kata Shigeko. adik-adikku. karena dia pengawal senior dan orangtuanya berhara p ia mengenal setiap detil wilayahnya. "Tapi kau jarang menguti p apa yang dikatakannya. Sudah sewajarnya aku mempelajari peribahasa yang dipakainya. dan berharap mencegah mereka membicaraka n tentang topik itu lagi. Hiroshi adalah salah satu guru yang sangat bij aksana. Jelas sekali kalian perlu banyak latihan. "Kau selalu mengatakan ucapan Lord Hiroshi. tidak membiarkan diri nya dengan bodohnya menyebut nama Hiroshi. "Kurasa kalian seharusnya bisa jauh lebih baik dalam menulis. "Lagipula.

dan tentang kuda. Hiroshi menceritakan dengan rinci setiap anak kuda rgaya tulisan tangan ksatria. Surat-surat itu me nyebut nama para tetua serta karakter mereka. tebal dan dibentuk dengan baik.bergaya tulisan tangan ksatria. dan tentang kuda. Hiroshi menceritakan dengan rinci setiap anak kuda Kisah Klan Otori IV Page 73 . Surat-surat itu menyebut nama para tetua serta karakter mereka. tebal dan dibentuk dengan baik.

dan Shigeko mengurangi ketegasannya. Kudaang baru lahir dan perkembangan kuda-kuda jantan yang pernah mereka j inakkan bersama. "Tempat itu hanya boleh digunakan anak b erandalan. yang melemah dengan beratnya hukuman yang mereka dapatkan. bahkan teman yang paling baik. Dia mengajari Shigeko menunggang kuda. Hiroshi bisa menjadi penasihat yang paling berharga. tapi tidak akan l ebih. per¬nikahan yang akan memperkuat posisi keluarg anya dan menopang hasrat ayahnya untuk kedamaian. bukan putri-putri Lord Otori. Ia tahu akan ada rencana pertunangan. menye¬tujuin ya dengan patuh. Shigeko memper baiki pekerjaan adik-adiknya dengan baik hati. "Tentu saja tidak bisa. Dan kurasa kita sebaiknya membawa beberapa pengawal. membuat kedua adiknya bersorak kegirangan. cukup sering menyuruh mereka berl atih lagi menulis huruf yang salah guratannya. Shigeko menyarankan agar mereka berjalan-jalan sebelum latihan di sore hari. memanggil Shizu ka dan memintanya untuk ikut bersama kita. tinggal di kediaman Otori. me-manah serta bertarung dengan pedang: Hiroshi juga mengajarin ya seni perang." sahut Shigeko. Si kembar. tapi menduga kalau itu tidak mungkin. strategi dan taktik. begitu pula dengan seni pemerintahan. Ketika matahari mulai tenggelam dan udara terasa ag ak dingin. "Bolehkah kita berjalan melewati pagar penangkap ikan?" tanya Maya dengan nada memohon. Semua pikiran ini melintas di benaknya selagi membaca secara perlahan dan hati-h ati dari gulungan. dianggap sebagai putra dalam keluarga. Tangan si kembar terasa sakit dan mata mereka terasa gatal saat Shigeko selesai membacanya." . Lebih dari se galanya. Kudakuda Maruyama sudah tumbuh satu tangan lebih tinggi dibandingkan dua puluh tahun lalu . Shigeko berharap Hiroshi menjadi suaminya." seru Shigeko. Tak satu pun dari keduanya berani berkomentar. Shigeko merindukannya dan amat ingin berjumpa lagi dengannya: Hiroshi sudah sepe rti kakaknya. ketika Hiroshi masih kecil. Kita akan berjalan menuju jembatan batu.yang baru lahir dan perkembangan kuda-kuda jantan yang pernah mereka jinakkan be rsama. "Kita ke biara. Ia pernah mendengar per¬bincangan soal pernikahan dirinya karena kini usianya beranjak lima belas tahun. karena biara itu dipersembahkan bagi dewa sungai dan kuda.

tapi ia tahu kalau Ibunya tidak suka si kembar terlihat bersama di temp at umum. tidak ada pedang." "Ingat serangan di Inuyama!" Miki meng¬ingatkan. ingin melihat kehidupan Kisah Klan Otori IV Page 74 . ini di Hagi." ujar Maya lumayan mirip menirukan Hiro shi. Shigek o pun ingin berjalan kaki. "Baiklah. kelihatan seakan ingin duduk lagi." "Bolehkah kami membawa pedang?" tanya Maya dan Miki serempak. Tak satu satu pun dari kedu anya ingin ditandu." balas Shigeko. dan kedu a adiknya yang gelisah mungkin bisa tenang dan lelah setelah berjalan kaki. kampung halaman mereka." *** Shigeko memikirkan selama beberapa saat tentang masalah tandu: apakah memaksa si kembar ditandu dalam kegelapan atau mem¬biarkan mereka berjalan kaki. "P engawal. mari kita pergi seperti yang kau katakan." sahut Miki cepat."Kita tidak butuh pengawal. "Mungkin kau perlu latihan menulis lagi. Di sisi lain. "Seorang ksatria sebaiknya selalu siaga. tidak seformal dan sekeras di Inuyama. "Untuk berkunjung ke biara. kakak. di jantung Hagi? Kita tidak butuh pedang.

tapi mema¬lingkan wajah ketika si kembar lewat. Mereka s emua mengenakan sandal kayu serta jubah tipis musim panas. "Lihat apa yang terjadi padanya!" ujar Maya dengan nada puas selagi mereka berdi ri di depan batu itu. Tulang belulangnya ditemukan di sungai dan dikuburkan kembali selama pemb angunan kembali jembatan. jalan-jalan sempitnya serta toko-toko kecil penuh ber¬ba gai hasil bumi dan kerajinan. "Juga u ntuk kedua putraku. laki-laki maupun perempuan. terbentang dunia yang sangat menyenang¬kan. ota yang penuh semangat. sungai berbau asin dan lumpur. Di belakang jalan utama lebar yang mengarah dari gerbang kastil m enuju jembatan batu." sahut Shizuka. "Aku bersedih atas cinta yang pernah ada di antara kami." kata Shigeko pelan saat mereka meninggalkan jembatan. tapi kulit si kembar keku ningan seperti ayahnya merasa tidak perlu melin¬dungi kulit mereka. termasuk wortel unt uk kuil kuda. Sesaat si kembar berjalan berdampingan: para pejalan kaki berlutut ket ika Shigeko lewat. Shigeko memegang parasol. Shizuka sering menceritakan ini pada ketiga gadis itu. karena kulitnya seputih kulit ibunya dan takut terkena sinar matahari. Gelombang menghempas ketika mereka tiba di jembatan batu. jalan-jalan sempitnya serta toko-toko kecil penuh ber¬bag ai hasil bumi dan kerajinan. berterima kasih pada dewa sungai karena melin dungi Otori dan mem-peringati tukang batu yang dikubur hidup¬hidup di dalam dinding itu bertah un-tahun silam. Wasp adalah ketidakadilan dan ketidak¬seti aan. "Shizuka pasti bersedih atas kematian Lord Arai. yang menyaksikan ayah mereka mati di depan mata mereka. Dua pengawal berjalan di depan mereka dan dua lagi di belakang. Tapi Arai telah membuatk .kota yang penuh semangat. satu pelayan per empuan membawa keranjang bambu berisi botol sake serta sesaji lain. terbentang dunia yang sangat menyenang¬kan. dan terkadang mereka mengunjungi kuil di kawah gunung berapi tempat kematian tragis Akane diperingati dan arwahnya yang dipanggil kembali oleh para kekasih yang tidak bahagia. Shizuka berjalan di samping Maya. tempat yang jarang bisa dikunjun gi si kembar. juga ce rita tentang putri si tukang batu. Akane. tempat yang jarang bisa dikunjun gi si kembar. Di belakang jalan utama lebar yang mengarah dari gerbang kastil m enuju jembatan batu. Di jembatan yang pernah hancur dalam peristiwa gempa yang dipercaya rakyat sebagai hu kuman atas pengkhianatan Arai Daiichi ada pahatan kalimat: Klan Otori menyambut keadilan dan kesetiaan. dan Miki berdampingan dengan Shigeko. Mereka mempersembah¬kan sesaji sake.

u menjadi musuhnya." "Beliau pasti orang yang baik. dan saling percaya den gan taruhan nyawa kami. Selama ini Isihida dan aku mencatat semua ingatanku: ayah kalian yang memintanya." "Dan kau mengenal Lord Shigeru?" "Namamu." aku Shizuka. Ya. Kau mengenalnya lebih baik ketimbang kebany akan orang. semua yang terjadi di masa lalu menjadi lebih jelas di benakku. Shigeko." "Kau tahu banyak tentang masa-masa itu!" seru Shigeko. Kami saling menaruh kepercayaan satu sama lain selama bertahun-tahun. namun sifatnya terbagi dengan cara yang tidak terjadi pada Shigeru. meskipun udara masih terasa hangat." "Apakah dia lebih baik ketimbang Ayah?" "Shigeko! Aku tidak bisa menilai ayahmu! " "Kenapa tidak? Ayah adalah sepupumu. barangkali lebih banyak dari siapa pun." "Takeo sangat mirip Shigeru: dia seorang laki-laki serta pemimpin yang hebat. "Semakin usiaku be r¬tambah. aku mengenalnya dekat." Shigeko tiba-tiba merinding. dan telah memberi perintah agar aku di¬bunuh." " Tapi. "Benar. "Ayahmu berusaha mcnguasai ke¬lem ahannya." Kisah Klan Otori IV Page 75 . Kematiannya tidak lebih da ri akhir yang adil atas cara hidup yang dipilihnya. adalah nama perem¬puan dari Shigeru.?" "Semua orang memiliki kelemahan.." tutur Shizuka. "Jangan teruska n lagi! Aku menyesal sudah bertanya.." "Aku belum pernah bertemu orang seperti dia.

"Ada apa? Apakah kau mendapatkan firasat?" Ada apa? Apakah kau mendapatkan firas at?" Kisah Klan Otori IV Page 76 .

Hiruk-pikuk kota memudar menjadi senyap. Aku belum me ndengar kabarnya."Aku selalu mendapatkan firasat. Seekor kuda putih di dalam istal berukiran indah meringkik kelaparan melihat mer eka. dan berusaha mengubah topik pembicaraan. Pepohonan willow besar berbaris di tepi sungai." Mereka memasuki pintu kuil. "Mungkin pulang dalam beberapa hari ini. Apa yang akan terjadi pada adik-adikku kelak? Di mana tempat mereka di dunia ini ?" Shigeko bergidik lagi. Apa yang akan terjadi pada adik-adikku kelak? Di mana tempat mereka di dunia ini ?" Shigeko bergidik lagi. Arah cahaya tampak miring dari barat menerangi debu di sela-sela besarnya batang pohon dengan pancaran sinar ke emasan. dan berusaha mengubah topik pembicaraan." Ia memberi isyarat pada si kembar yang tengah men unggu di gerbang kuil. "Besok kita akan mendaki buki t dan melihat apakah kapal mereka sudah terlihat. Mungkin mereka akan pulang bersama. dulu adalah teman dekat Lord Shigeru. lewat bagian bawah gerbang besar. Namanya Hiroki. . pawang kuda dari Klan Otori. "Keluarga kami terbelah dengan cara yang sama: kami adalah gambara n dari sifat ayah. mungkin dia sudah di Hofu. "Aku tahu berapa banyak o rang yang menginginkan kematian ayahku. ku selalu mendapatkan firasat." sahut Shigeko pelan. dan si kembar pergi meinpersembahkan sesaji bagi hewan yang dianggap keramat itu. "Aku tahu berapa banyak ora ng yang menginginkan kematian ayahku. unsur terakhir dari hutan jaman purba yang pernah menyelimuti tanah ini. Seorang laki-laki tua muncul dari belakang aula utama. kirin dan shishi. Kuil itu dibalut hijau¬nya te tumbuhan." "Ayah sedang di Hofu! Mungkin mereka bertemu di sana. Di lengkungan gerb ang dipenuhi ukiran hewan dalam dongeng: houou. "Keluarga kami terbelah dengan cara yang sama: kami adalah gambara n dari sifat ayah. Putra ketiga Mori Yusuke. dan mengabdikan diri melayani dewa sungai sejak kecil setelah kakaknya tenggelam di pagar penangkap ikan. di samping pe¬pohonan tumbuh pohon oak dan cedar." Shigeko berbalik dan me¬natap kembali ke arah teluk. Kak ak laki-lakinya. Dia adalah seorang biaraw an." sahut Shigeko pelan. "Suamimu sudah kembali?" tanya Shigeko. hanya ter-pecahkan oleh kicau burung. Kiyoshige." Ia memberi isyarat pada si kembar yang tengah men unggu di gerbang kuil.

yang belum belajar cara mengendalikan amarahnya. keduanya dijinakkan dan dilatih oleh Takeshi. Setelah beramah tamah dan Shigeko mempersembahkan sesaji. Lady!" Layaknya banyak orang yang mengabaikan si kembar." seru Shigeko. memandang diri¬nya sebagai penghu bung antara dunia fana dan dunia arwah bagi makhluk-makhtuk yang tidak bisa bicara se hingga tidak ada doa. Shigeko melihat kalau mereka marah. Dia memiliki ikatan khusus dengan S higeko melalui kecintaan mereka terhadap kuda. bulu berwarna coklat muda pucat dengan bi ntik hitam dan coklat kemerahan. mengejar sehelai daun gugur. selama berbulan¬bulan sebelum kematiannya. meraw at kuda Klan Otori setelah ayahnya pergi ke ujung dunia dalam rangka mencari kuda-kuda cepat dari tanah datar yang luas. Hiroki mempertahankan tradisi keluarganya. memerhati¬kan si pendeta baik-baik dengan tatapan mata yang sukar dimengerti. Hiroki menangkap kucing itu dengan kedua tangannya. "Anda punya teman baru. bola matanya me-mantulkan cerahnya cahaya matahari. Watak Maya lebih dingin. "Benar. dia datang mencari tempat tinggal pada suatu malam saat hujan deras dan sejak saat itu dia tinggal di sini. "Selamat datang. Dia teman yang Kisah Klan Otori IV Page 77 . mengelus-elus kepala dan telinganya . Hiroki menarik tali ge nta untuk membangkitkan arwah dan Shigeko memanjatkan doa. Matanya besar dan ber¬warna kuning kecoklatan. Kedua gadis itu sedikit menarik din di ba wah bayangan pepohonan. Yusuke sendiri tidak pemah kembali. namun mengirimkan seekor kuda hit am jantan yang menjadi ayah dari Raku dan Shun. Kucing itu pun mendengkur dengan suara parau. seolah keberadaan mereka terlalu memalukan untuk diakui. Terutama Miki ya ng mempunyai sifat pemarah.Hiroki tersenyum sewaktu menghampiri mereka. Seekor anak kucing berlari terbirit-birit di sepanjang beranda. namun lebih sulit untuk diredam. a dik Shigeru.

" Miki berlari mengejar mereka. rumputnya kering dan banyak bekas jejak kaki. kuda-kuda suka pad anya." tutur Hiroki." ujar Hiroki. "Dia juga menendangku." Diperlihatkannya lebam ber¬warna ung u gelap di betisnya. tertawa kecil. Salah satu sudut di ladang kecil dipagari bambu. tapi Maya tetap membungkuk di bawah bayangan. Mem¬bungkuk lalu menggores dedaunan dengan ranting itu." Maya memungut sebatang ranting. Shizuka. "Apakah dia menggigitmu?" tanya Shi¬geko. "Dia selalu menyulitkan: . dan seekor kuda jantan hitam di¬k urung di dalamnya. tatapan matanya tajam. dan mem¬bungkam tikus-tikus. Si kucing membiarkan dirinya ditepuk¬tepuk selama beberapa saat. kuda itu meringkik nyaring lalu bergerak mundur. Orang itu mengangguk." ik. Dilihatnya Hiroki amat menyayangi hewan itu. Sementara pelayan menunggu dengan sabar di beranda." Shigeko belum pemah melihat kucing setampan itu. "Dia bisa merasakan cuaca di b ulu¬bulunya." gerutu¬nya. kuda-kuda suka padanya. "Akan terjadi badai. "Di a sengaja menendang ember itu. Semua anggota ke luarga Hiroki telah tiada: dia hidup dengan menyaksikan kekalahan Otori di Yaegahara hingga kehancur an kota saat gempa. kemudian meronta sampai Hiroki melepasnya. Dua kuda yang l ebih muda berseru menyahutinya. dan mem¬bungkam tikus-tikus. dan merasa senang. "Ikutlah bersamaku. warna bulunya yang kontras sung guh memukau. Kucing itu pergi tergesa-gesa dengan ekor tegak lurus. Satu-satunya hal yang menarik baginya saat ini adalah melayani dewa sungai dan kasih sayangnya pada kuda. Tanah tempat si kuda agak menanjak. "Mari pergi melihat kuda. membujuk si kucing untuk mendekat. Keduanya memiliki bekas luka gigit an baru di leher dan bagian sampingnya." ajak Shigeko. Saat melihat mereka. Mereka gelisah dan mudah gugup.baik. "Aku tidak tahu apa yang harus dilaku¬kan. Seorang anak laki-laki lengah mengisi ember air minum kuda hitam jantan itu. Di salah satu lengannya terlihat tanda bekas gig itan dan lebam. Kucing itu diam saja.

dan mereka semua ter¬tawa karena si kuda memperlihatkan semua gejala kuda jantan yang birahi. Bola mata kuda itu berputar dan telingan ya menegakkan." ujarnya. dia memang tampan. Bocah pengurus kuda memukulnya ketika Shigeko undur di luar jangkauan gigi si ku da." "Tampaknya dia sudah siap dikawinkan!" komentar Shizuka. Tapi dia s angat keras kepala. Diamatinya kuda itu selama beberapa saat tanpa bicara sepatah kata pun. bentuk kepala yang sempuma dan mata yang besar. "Pindahkan kuda yang lebih muda dan biarkan dia memiliki ladang ini sendirian. Bagaimana bila kau membawa sepasang kuda betina yang tua dan mandul apakah mereka bisa menenangkannya dan mengajarinya sopan santun?" Kisah Klan Otori IV Page 78 . "Ya." ujar Shigeko." Hiroki memperingatkan. "Hati-hati. menga¬gumi kaki panjang dan punggungnya yang be rotot. "Aku khawatir menaruhnya bersama kuda betina justru akan memperparah keadaan. juga tinggi: kuda tertinggi yang kami miliki." "Dia tampan sekali. dan saat itulah si kuda mencoba menggigit Sh igeko." t utur Hiroki. "Dikurung pasti membuat keadaannya lebih buruk. Shigeko mendekati si kuda hitam jantan. atau apakah kita mesti mengawinkannya . aku tidak tahu apakah dia bisa dijinakkan.sekarang malah menjadi berbahaya.

tapi tidak bangun. Shigeko berkata dengan kesal. Ketika tersadar. Laki-laki tua itu menjerit."Gagasan yang bagus. aku akan mencoba¬nya. bibirnya berkerut dengan sinis.. "Bangunlah!" Shizuka menatap kucing itu dengan perasaan panik." kata Maya lagi." jawabnya. Mikkan. semua keindahan dan semangat hidup kucing itu tidak terliha t lagi." laki-laki tua itu memohon dengan sia-sia. Dan ketika menatap Hiroki yang mulai menangis pelan." kata S higeko." "Bangun. Maya tengah duduk di beranda di sebelah pelayan. "Apa yang Maya lakukan pada kucing itu?" "Aku tidak melakukan apa-apa. tida k dalam waktu yang lama. dan menyuruh b ocah tadi menuntun dua kuda tadi ke padang rumput yang lebih jauh. Kalaupun ter¬bangun.. "Kucing itu takkan bangun. kemudian tersandung. Si ku cing tergeletak lemas di atas tanah. lalu tertidur. Dengan usaha yang kentara meng endalikan reaksinya. "Kucing itu menatapku. dan menyuruh bo cah tadi menuntun dua kuda tadi ke padang rumput yang lebih jauh. Dia akan lebih menghargai teman bila kesepian!" Gagasan yang bagus. Shizuka langsung menghampiri Maya. matanya menatap ke bawah. Mungkin Hirosh i akan datang dan mem¬bantuku menjinakkannya. dia berkata pelan. Dia akan lebih menghargai teman bila kesepian!" Aku akan datang setiap hari dan melihat apakah kuda ini bisa dijinakkan. "Kami akan membawa kuda betina dalam satu atau dua hari. Kucing itu bergerak tedikit." sahut si laki-laki tua. Maya terlihat seperti ke¬girangan. tapi dari tatapan matanya saat me ndongak. kan? Sesuatu yang dipelajarinya sewaktu dia pergi? Kemampuan sihir yang mengerikan!" . "Kami akan membawa kuda betina dalam satu atau dua hari. aku akan mencoba¬nya. "Apa yang kau lakukan?" Tidak ada. ke arah kucing itu. seraya berpikir akan menulis surat pada Hiroshi dan menanyakan sarannya. Shigeko tersenyum pada diri sendiri se¬waktu mereka kembali ke kuil." "Ada apa?" tanya Shigeko. "Itu pasti salah satu kemampuan r ahasia. lalu bergegas menghampiri. Diraihnya hewan itu lalu d ipeluk¬nya eraterat.." sahut si laki-laki tua.

" Kisah Klan Otori IV Page 79 . "Hari ini panas sekali. Mereka perlu p ergi keluar. dan dari tempatnya berlutut." "Terlambat untuk apa?' tanya Shigeko. "Kita harus pulang. mereka sudah belajar dengan giat. dan merasa kalau ibunya bersikap tidak adil pada mereka. "Nanti kuceritakan." bisik Shigeko. "Seharusnya kau tidak ajak mereka ke sana! Kau tahu kalau Ibu tak ingin mereka terlihat berdua di depan umu m. dan merek a berdua diperintahkan tidur di kamar yang terpisah. Sorenya di hari yang sama: Shizuka mengajak si kembar pergi untuk menghukum Maya. Tapi ia juga khawatir pada si kembar. dapat Shigeko melihat cahaya samar di dindin g berhiaskan motif emas menonjol saat kilatan halilintar tampak mengarah ke laut. karena para pelayan kuil berkumpu l dan menatap dengan mulut menganga seraya memegangi jimat. Maya harus dih ukum. Tapi mungkin sudah ter-lambat. Badai menderu di kejauhan." *** Shigeko bahkan lebih merindukan ayahnya pulang saat menghadapi kemarahan ibunya. Ia tidak ter¬biasa dengan kemarahan ibunya dan itu ama t menyakitkan baginya. kepala tertunduk di hadapan ibunya. Kaede berkata."Jangan bicarakan itu di sini." "Maaf. Ramalan cuaca si kucing ternyata benar. Kuharap ayahmu ada di sini. Ibu. Aku hanya mengerti sebagian tentang kemampuan Kikuta seperti ini." gumam Shizuka.

" Kisah Klan Otori IV Page 80 ." Me reka bisa bermain di taman sini."Mereka bisa bermain di taman sini." sahut Kaede." sahut Kaede. "Maya harus dikirim pergi. "Maya harus dikirim pergi.

dia tidak berdaya. Kisah Klan Otori IV Page 82 . ia tidak berdaya.

Taku sendiri mewarisi sifat sinis Kenji dan tidak enggan melakukan tindakan balas dendam. Zenko. Satu al asan lagi untuk mengadakan per-jalanan saat ini yaitu untuk bertemu keluarga Tribe. dan Sonoda juga Ai setuju kalau ia harus segera bewingkat ke Hofu. Yuki. Taku merasa harus memberitahukan kabar itu pada Takeo. dan dari sana kabar itu tersiar hingga ke Inumaya melalui pedagang yang sering meneruskan kabar berita dari wilayah Timur kepada Muto Taku. Ia mera sa seharusnya Kenji mati dengan damai di kampung halamannya sendiri. jalan-jalan di seluruh Tiga Negara telah di perbaiki daelama pemerintahan Takeo dan Kaede. Walaupun sudah menduganya. tempat Barisan Awan Tinggi membentuk penghalang alami. pimpinan Klan Arai yang memimpin wilayah Kumamoto. untuk memast ikan kesetiaan dan dukungan mereka serta membahas tentang siapa yang akan menjadi Ketua. Keputusan atas nasib tawanan juga harus secara resmi dilaksanakan baik oleh Take o maupun Kaede. dipercaya oleh Takeo. pelabuhan yang membentuk gerbang masuk ke ibukota Kaisar. Apalagi kini dia berstatus sebagai ksatria berkedudukan tertinggi. Mungkin mereka akan dieksekusi sekarang. Ia ber doa agar kematian Kenji terjadi dengan cepat dan bukannya tanpa makna. merupakan kerabat laki-laki terdekat karena Ke nji hanya memiliki seorang putri yang sudah mati. Desas-desus tentang kematian Muto Kenji terdengar di Akashi kira-kira di bulan keempat. jalan-jalan di seluruh Tiga Negar a telah diperbaiki dan pesan-pesan dibawa dengan cepat antar kota-kota besar. Kakak Taku. Taku merasa sedih juga marah atas berita itu. karena kematian seperti i tu akan dianggap kelemahan di mata Kikuta dan hanya akan membuat mereka lebih bersemangat. . dilatih oleh Kenji. Miyako. tempat Takeo pergi untuk beberapa alasan pemerintahan. Kematian Kenji juga memengaruhi Tribe . tapi harus dilakukan sesuai huku m agar tidak dianggap sebagai tindakan balas dendam. terbentang bermil-mil negeri tak bertuan sampai ke kota bebas Akashi. Orang yang tersisa hanyalah Taku yang sudah jelas oinat berbakat dalam kemampuan menghilang serta menggunakan sosok kedua. karena dia sudah menjadi ketua lebih dari dua puluh tahun: seorang keluarga Muto harus dipi lih untuk menggantikan keduduk-annya. Tapi di luar wilayah Timu r. namun dia menghormati ketegasan Takeo pada keadilan atau setidaknya memberi kesan adil.Selama pemerintahan Takeo dan Kaede. namun Zenko mengambil nama keluarga ayahnya dan tidak memiliki ke-mampuan Tribe. sementara Kaede dan anak-anaknya sudah kembali ke Hagi selama musim panas.

surai dan ekor sehitam arang warna yang amat dihargai di Tiga Negara. Istrin ya menyenangkan. dan meski pun misinya membawa kabar menyedihkan. Taku berkuda dengan cepat meskipun di tengah cuaca buruk. Keponakannya. Sangat jelas bahwa Taku mem¬bawa be rita buruk. Kisah Klan Otori IV Page 83 .Lagipula Taku merasa gelisah: ia sudah di Inuyama sepanjang musim dingin. tak ingin orang lain yang membaw a berita ini. Sunaomi dan Chikara bersiap-siap melakukan perjalanan. kuda dengan kulit abu-abu pucat. yang dijinakkannya sendiri serta tumbu h dewasa bersama dirinya. Kedatangan kirin dan pertemuan dengan adik perempuannya mencegah Takeo untuk per gi secepatnya ke Hagi seperti yang diinginkannya. meminta segera dipertemukan dengan Lord Otori. dan kini sudah tua. hujan musim semi bar u saja mulai turun. diucapkannya selamat tinggal pada keluarganya tanpa penyesalan. Taku menamainya Ryume. namun badai hebat menunda keberangkatan mereka selama dua hari. seraya berharap bisa bertem u Takeo sebelum meninggalkan Hofu. namun ia t ak pernah menyukai kuda seperti kuda yang satu ini. Itulah sebabnya Takeo masih berada di Hofu ketika Muto Taku datang dari Inuyama ke ruma h kakak¬nya. Ryume sudah menjadi ayah dari banyak kuda jantan. tapi berita itu tidak bisa ditunda lagi. ia bersiap pergi keesokan harinya dengan lega bercamp ur penuh harapan. anak-anak menghiburnya. tapi kehidupan rumah tangga membuatnya bosan. menunggang kuda pemberian Takeo kepadanya saat masih kecil: anak dari R aku. Saat ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan perjalanan.

tapi tidak ingin mandi atau makan sebelum bicara dengan Takeo.Ia tiba hampir malam. kelelahan dan tubuhnya yang kotor karena berjalan jauh. Tidak ada rincian. hanya kenyataan keji bahwa Muto Kenji tiba hampir malam. Tidak ada rincian. ta pi tidak ingin mandi atau makan sebelum bicara dengan Takeo. hanya kenyataan keji bahwa Muto Kenji Kisah Klan Otori IV Page 84 . kelelahan dan tubuhnya yang kotor karena berjalan jauh.

ia meman g¬gil Minoru dan mendiktekan surat untuk Sonoda dan Ai. Diputuskannya untuk pergi ke Hagi keesokan harinya. Ia harus menulis surat pada suami Ai. Kesediha n Takeo memuncak. ia berbicar a lagi dengan Taku. "Aku merasa enggan untuk memerintah¬kan hukuman mati kedua pemuda-pemudi itu. Takeo terjaga semalaman hanya ditemani kesedihan. semakin diperburuk oleh keputusasaannya. Sonoda. mengirim perintah agar Ai menggantikan Kaede. Saat matahari terbit. Setidaknya ia harus membawa salah satu putra Zenko. Berapa lama lagi sampai ia bisa mendapat kabar dari Fumio? Berhasilkah dia menggagalkan penyelun¬dupansenjata api? Dan jika tidak berhasil. Su naomi yang akan dibawanya bocah itu pasti bisa menunggang kuda dengan cepat lalu mengirim adikn ya bersama Ishida dan kirin dengan naik kapal begitu cuaca membaik. tapi juga ke¬hilangan semua yang berhubungan dengan¬nya. Namun ia merasa tak mampu menumpahkan perasaannya di rumah Zenko. dan ia atau salah satu a nggota keluarganya harus hadir. Apak ah ada cara lain?" "Mereka hendak membunuh keluargamu. Lalu masalah tawanan di Inuyama yang harus dihukum mati. Namun kekhawatirannya yang lain tak bisa dising¬kirkan dan menunggu sementara ia meng-hadapi kesedihannya. Kenji sah abat Shigeru: satu mata rantai lagi yang terputus. jauh dan tak terlihat. tak ada batu nisan untuk menandai makamnya: cara kematian yang paling sulit untuk ditangisi. Dan Kono? Mungkin Taku bisa tinggal di wilayah Barat untuk mengawasinya. dan menunggang kuda dengan cepat. tak ada batu nisan untuk menan dai makamnyaudah tiada. se-suatu tugas yang akan menciutkan nyali adik iparnya yang berhati lembut itu. namun harus dilakukan sesuai hukum. Keinginan utamanya adalah bertemu Kaede. dan tak mampu menahan Taku sepenuhnya sesuai dengan kehendaknya. agar istr inya itu bisa menghiburnya. berapa lama lagi waktu yang mereka butuhkan untuk menanding i jumlah per¬senjataan miliknya? Kenangan tentang gurunya dan masa lalu menghujani dirinya. Ia berduka tidak hany a karena kehilangan Kenji. Tak ada jenazah yang bisa ditangisi. Taku bisa mengu rusnya. Tak ada jenazah yang bisa ditangisi. "Kau yang membuat aturan dan hu ." sahut Taku. tapi sebelum membubuhkan cap.sudah tiada.

dan cepat atau lambat mereka akan kehabisan orang yang mau dan mampu melakukannya. Ia lebih suka menyerahkan penanganan masalah pada Kenji dan Taku. dan dipenjara dalam waktu lama lebih kejam ketimbang kematian dengan cara cepat. tentu saja. lalu menambah¬ka n. Ia merasa tak nyaman dengan pemikiran harus berbagi rahasia mereka dengan Zenko. demi formalitas. membi arkan nada terkejut terdengar dalam suaranya." "Tapi apakah kematian mereka akan men¬cegah serangan-serangan selanjutnya? Bukan¬kah ini semakin membangkitkan amarah Kikuta pada diriku dan keluargaku?" "Dendam Akio padamu sudah mutlak sifatnya. "Kakakmu mengusulkan agar aku meng¬angkat salah satu putranya. Zenk o hanya memiliki sedikit kemampuan Tribe. "Namun kematian akan menyingkirkan dua pembunuh lagi. Ia tak akan mundur selama kau masih hidup. "Sunaomi akan menemaniku ke Hagi. Dan kakakku.kuman. dan mengambil nama ayah kami." ujar Takeo." tutur Takeo. yang diketahuinya tak akan luput dari perhati an Taku. tapi tetap saja dia lebih tua dariku." "Kau seperti Kenji. Kau harus hidup lebih lama daripada merek a. "Sama realistis dan pragmatisnya seperti Kenji." Takeo menaikkan alis sedikit. Kurasa kau yang akan mengambil alih kepemimpinan keluarga sekarang?" "Aku akan bicarakan dengan ibuku. memercayai Kenji sepenuh¬nya. Aku akan berangkat Kisah Klan Otori IV Page 85 ." sahut Taku. Apa yang akan kau lakukan pada mereka? Memaafkan lalu membebaskan me¬reka justru akan kelihatan seperti kelemahan.

sebentar lagi. Mari berjalan¬jalan di taman. satu-satunya komentar darinya. tapi selama kedua putra mereka di tang anku. mem¬buatnya selalu siaga. begitu pula dengan masalah penyelundupan senjata. "Aku yang akan membunuhnya bila dia mengkhianatimu. Aku akan membicarakan masalah itu lebih jauh lag i dengan istriku sebelum aku memutuskan. Masa- ." "Kakakmu telah memperbarui sumpah setianya padaku. Tapi ada banyak hal yang harus kita bicarakan terle bih dulu. memben ci kedekatannya dengan Taku. Tapi ada banyak hal yang harus kita bicarakan terlebih dulu. "Tidakkah Anda harus menyelesaikan surat¬nya lebih dulu?" "Tidak." Minoru mengingatkannya. den gan hujan yang mengancam akan turun. Meng¬ingat kalau Zenko juga keluarga Muto. Ia sadar kalau Zenko mungkin sedang mengawasinya. serta ada hubungan saudara dengan Kikut a. tahu kalau dirinya akan menaruh kepercayaan pada adikn ya." Kebiasaan Taku dalam ekspresi sinisme yang senang. "Jangan sekali-kali membunuh saudara kandung. Taku menyerap semua penjelasan ini dalam diam. dan tidak mengungkap apa pun yang bisa menguntungkan dirinya. "K urasa. Takeo menceritakan dengan pelan pada Taku secara singkat tentang pesan Lord Kono. Kita akan mengirimnya dari Hagi. Ambisi mereka harus dibendung: alternatif la innya adalah akan terjadi perang saudara lagi atau aku harus memerintahkan kakakmu bunuh diri. Aku tidak memercayai kakakmu maupun istrinya. pagi terasa lembap dan basah. bawa saja bersama kita." "Lord Otori. "Jangan!" sahut Takeo cepat. tapi kita semua tahu sumpah s etia tidak ada artinya bila ber¬hadapan dengan ambisi akan kekuasaan. kepercayaanmu pada kakakku sudah terkikis. kurasa ambisi mereka masih bisa dibendung. Per¬jalanan itu akan basah dan tidak nyaman. Mari berjalan¬jalan debentar lagi." Sinar matahari yang baru terbit tampak kelabu. Kakakmu selalu menyalahkank u atas kematian ayahmu dan kini sepertinya Kaisar dan kalangan istananya pun ber¬anggapan s ama." sahutnya. Tapi aku harus memintamu menutup mulut lebih rap at dari biasanya. menjadi lebih gelap lagi. Berharap benar adanya kalau Zenko tak memiliki kemampuan Tribe. Aku akan menghindari ini selama mungkin. Takeo sudah bisa memperkirakan bagai¬mana rasa sakit pada luka lamanya akan memper buruk harihari selama menunggang kuda.

kau tidak belajar apa-apa dari semua jerih payahku! Masa-masa pem¬bunuhan r ahasia sudah berakhir. setelah salah satu percobaan pembunuhan padamu. Saat itu pa man menceritakan apa yang telah dikatakan tentang dirimu. dan mengapa ancaman serangan tidak melumpuhkan diri¬m u atau membuatmu bertindak kejam. kemudian berkata p elan." sahut Takeo. "Tapi katakan: apakah Kenji pernah mengatakan ramalan tentang diriku. Maka kini aku merasa te rjebak: dapatkah aku berhenti percaya ketika ramalan itu tidak lagi sesuai dengan keadaanku?" "Bakal cukup mudah untuk menyingkir¬kan bocah itu. Paman menceritakan itu seb agian untuk menjelas¬kan ketidaktakutanmu. dia berkomentar mung kin ramalan itu benar adanya tak biasanya paman percaya pada ramalan dan pertanda. Bagaimana pun juga." "Aku juga tidak mudah percaya. Taku harus dibatasi Hukum. Aku tak mampu mencabut nyawa kakakmu ketika pisauku di lehernya saat s engitnya pertempuran.masa pertumpahan darah antar keluarga telah berakhir. anak itu kini berusi a enam belas tahun: cukup usia. bahwa aku aman d ari kematian. sambil tersenyum penuh penyesalan. kadang tidak. "Kadang aku percaya kebenaran kata-kata itu." Ia berhenti sesaat. seperti juga semua ora ng termasuk dirimu sendiri. "Taku. dalam kalangan Tribe. untuk membunuh. seperti yang akan dilakukan sebagian besar orang. Kakakmu." Taku menawarkan. Ramalan itu membuat aku percaya karena telah memberiku waktu untuk meraih segala yang kuinginkan tanpa ketakutan. kecuali di tangan putraku sendiri?" "Ya pernah." Kisah Klan Otori IV Page 86 . Aku tak akan memerintahkan untuk membunuh putraku sendiri.

Setelah beberapa saat Takeo melanjutkan. "Siapa lagi yang tahu tentang ramalan i ni?" etelah beberapa saat Takeo melanjutkan. "Siapa lagi yang tahu tentang ramal an ini?" Kisah Klan Otori IV Page 87 .

Sementara Takeo didampingi Jun dan Shin." * Takeo berangkat kira-kira pada Waktu Ular* di mana hujan belum turun. dua puluh prajurit serta Minoru." ujarnya. namun jelas terlihat kalau dia khawatir meninggalkan orangtua dan keluar ganya. dan mungkin cari tahu lebih banyak lagi tentang niat orangtuanya yang sebenarnya. Taku berkata. tabib Ishida ada di sana. Di malam pertama mereka menginap di desa kecil. . dan bertemu Miyoshi Kahei yang sudah diberitahu kurir bahwa Lord Otori dalam perjalanan ke utara. "Awasi dengan baik. dan dia menjadi putramu. Jalanan terawat dengan baik. Kenji mengatakan itu untuk meya¬kinkan Ishida bahwa kau takkan mati. bersemangat untuk ber¬sikap dengan be nar dan berani." Sewaktu mereka berpisah. Tapi kurasa Kenji tidak mencerita kan soal ramalan itu pada orang lain. karena tabib itu hampir menyerah. namun menj elang malam hujan turun dengan deras. tabib Ishida ada di sana. Semua orang terus membicarakannya selama berminggu-minggu. dilapisi batu kerikil atau diratakan setiap jengkalnya." Saat Kenji menceritakan hal ini padaku. setiap kota kecil dijaga sehingga perjalanan menjadi aman dan cepat." "Maka biarkan ramalan itu tetap menjadi rahasia. pastikan kalau Chikara berangkat bersama Ishida. "Aku akan tinggal di sini bersama mereka. "Satu hal lagi."Saat Kenji menceritakan hal ini padaku. karena tabib itu hampir menyerah. Bila kau mengangkat Sunao mi sebagai anak. Kenji mengatakan itu untuk meya¬kinkan Ishida bahwa kau takkan mati. Sunaomi diam saja. mereka sampai di sungai pada sore di hari ketiga . Meskipun hujan. tempat be berapa penginapan dibangun selama masa kemakmuran negara ini. Desa ini acapkali menjadi tempat tra nsit para pedagang yang melakukan perjalanan antara Hofu dan Hagi. Dua pengawal Zenko ikut untuk mengurusnya.." Taku mengangguk.. Dia sedang me ng¬obati luka dan mencoba meredakan demam¬mu. Dia sedang men g¬obati luka dan mencoba meredakan demam¬mu." "Saat itu aku akan memilih untuk tidak percaya!" sahut Takeo pura-pura bicara de ngan nada ringan yang justru tidak dirasa¬kannya. seperti yang kau sara nkan." "Zenko tidak tahu?" "Dia tahu keberadaan putramu dia di desa Muto ketika berita kematian Yuki datang..

dan Kahei merupakan pemimpin yang disukai banyak orang. lebih bersimpati pada keinginan Takeo untuk mengakhiri ke¬kerasan. Dia juga pemimpin yang ahli strate gi dan taktik sehingga. Kahei dianugerahi kota Yamagata dan daerah¬daerah ya ng mengelilinginya. pikir Takeo. "Kau akan ke Terayama?" Kahei bertanya setelah mereka saling memberi salam dan m enunggang kuda berdampingan ke utara." jawab Takeo. tapi aku tak ingin tertunda sampai di Hagi. Kahei pasti menyesali tahun-tahun yang penuh kedamaian da n merindukan konflik baru untuk menguji keabsahan teori-teori¬nya serta kekuatan dan ketrampila n pasukan¬nya. "Aku belum memutuskan. "Bukannya aku tidak menginginkannya. hutan lebat yang membentuk jantung Negara Tengah serta tanah pe rtanian yang kaya di kedua sisi sungai. Yamagata dulu diserahkan pada Tohan setelah kekalahan Otori di Yaega¬hara. Adiknya. menuju ke kota." "Apa sebaiknya kukirim kabar ke biara agar mereka datang ke kastil?'" Halaman 88 dari 500 .Atas kesetiaannya pada Takeo. Keluarga Miyoshi merupakan salah satu keluarga terhebat dalam Klan Oto ri. dan menjadi murid Kubo Makoto dan pengikut Ajaran Houou. Gemba.

serta bertemu Makoto dan para ksatria lain dengan k ematangan spiritual yang menjadikan biara itu pusat kegiatan serta rumah mereka. Shigeko. ziarah ke makam Shigeru. nyeri yang dirasakan Takeo ternyata tidak separah dugaanny a. dan benaknya penuh dengan kenangan akan kunjungannya yang pertama ke biara ini beserta orangorang yang menunggang kuda bersamanya bertahun-tahun lalu. di atas pegunungan langit tampak bermain.Takeo melihat tidak ada lagi cara meng¬hindar tanpa menyinggung perasaan sahabat l amanya ini. Sunaomi tampak pand ai sekaligus sensitif: Ajaran Houou mungkin bisa menjadi ajaran yang tepat baginya. seperti yang telah terbukti pada putrinya. ziarah ke makam Shigeru. Kenji yang dalam perjalanan itu berpura¬pura menjadi kakek-kakek yang bodoh. te rutama Muto Kenji. Segala iiamnya sesuatunya diatur untuk pergi pagi-pagi kees okan harinya. Minoru tinggal di Yamagata untuk meng¬awasi rincian administratif dan menyiapkan b ukti catatan yang akan diperlukan untuk pengadilan nanti. meneteskan embun. Sunaomi tampak pand ai sekaligus sensitif: Ajaran Houou mungkin bisa menjadi ajaran yang tepat baginya. gemar minum sake dan lukisan. seperti yang telah terbukti pada putrinya. Takeo merasakan kesendirian yang menyakit¬kan. Langkah kuda diredam oleh tanah yang basah. Takeo pikir tidak ada salahnya kalau Sunaomi berkunjung ke tempat suci Klan Otor i. Orang yang paling diingatnya. Air hujan mem¬bentuk torehan garis pada batang pepohonan cedar. Aku tidak ingin kehilanganmu. Segala iiamnya sesuatunya diatur untuk pergi pagi-pagi kees okan harinya. Takeo pikir tidak ada salahnya kalau Sunaomi berkunjung ke tempat suci Klan Otor i. dan balu tan awan seputih mutiara tampak bak umbul-umbul di lereng. serta bertemu Makoto dan para ksatria lain dengan k ematangan spiritual yang menjadikan biara itu pusat kegiatan serta rumah mereka. karena kematian Kenji meninggalkan kekosongan besar dalam hidupnya y . Takeshi dan Ichiro. M ereka berkuda tanpa bicara. Ia merasakan per¬cikan ketertarikan yang tak terduga: beta pa indahnya memiliki seorang putra untuk dibesarkan dan dididik dengan ajaran ini. Ia merasakan per¬cikan ketertarikan yang tak terduga: beta pa indahnya memiliki seorang putra untuk dibesarkan dan dididik dengan ajaran ini. Hujan berubah menjadi kabut: wajah bumi terselubung awan kelabu. nama paling baru yang dituliskan di buku besar nama orang-orang yang tela h tiada. timbulnya kekuatan emosi ini mengejutkan dirinya. Minoru tinggal di Yamagata untuk meng¬awasi rincian administratif dan menyiapkan b ukti catatan yang akan diperlukan untuk pengadilan nanti. Shigeko. timbulnya kekuatan emosi ini mengejutkan dirinya. Takeshi dan Ichiro. Aku menya¬yangimu. akeo melihat tidak ada lagi cara meng¬hindar tanpa menyinggung perasaan sahabat la manya ini.

dan kini dia telah tiada. yang ditahan Kikuta. Dia tak pernah m engenal ayah maupun kakeknya. Tapi setelah mereka meninggalkan kuda di tempat penginapan d i kaki gunung suci. Bagaimana kalau aku m encoba men¬dapatkan anak itu kembali? Tapi itu berarti mengungkap keberadaan anak itu pada istri serta ketiga putrinya . dia memilih untuk mendekati Akio. putriku datang ke sini setiap musim dingin. "Kami akan mengirimmu kemari bila kau sudah lebih besar. menceritakan padanya sed ikit tentang sejarah biara. dan dua pemuda lagi akan kehilangan nyawa sebagai hasilnya. Kenji mengajarinya cara mempertahankan diri dengan menggunakan tangan kiri. Takeo memanggil Sunaomi agar berjalan bersamanya. dan ksatria yang mengabdik an dirinya pada Ajaran Houou." Halaman 89 . pikirnya dengan penyesalan.ang tak akan bisa terisi lagi. Andai Kikuta mau berunding agar bisa diberi semacam hak khusus. ditambah dua anak buah Ka hei berkuda dalam satu barisan. dan sekali lagi ia merasa rapuh. serapuh yang pernah dira sakannya setelah bertarung dengan Kikuta Kotaro yang telah membuat tangannya cacat. kerinduan serta kemarahan. Pikirannya lalu melayang ke satu-satunya keturunan Kenji yang masih hidup. dan mem pertahan¬kan jaringan mata-mata yang menjaga Takeo dan negara agar tetap aman. cucun ya. Tak ada orang lain lagi yang bisa menghormati kenangan akan Kenji. pada seluruh negara. tentang houou. memecah Tribe dan mem bawa empat dari lima keluarga di bawah kekuasaannya. Seperti Taku. Takeo ingin tahu berapa banyak lagi pembunuh yang Kikuta miliki. Dia tak¬kan memanjatkan doa yang dibutuhkan bagi nenek moyangnya. ia tidak bersemangat bila jumlahnya makin ber¬kurang. semua keluarga kecuali Kikuta. Jalan setapak itu sempit sehingga mereka dalam kelompok kecil Sunaomi dan kedua pe ngawalnya. men¬dukung d an memberi nasehat di masa-masa awal berkuasa di Tiga Negara. tapi tidak seperti Taku. Putraku. tentang pahlawan-pahlawan Otori yang dimakamkan di sana. Kenji telah menduga kalau mereka mungkin mau. Rahasia itu telah tersembunyi sekian lama hingga Takeo tidak tahu bagai¬ma na mengutarakannya. burung suci yang bersarang di hutan kecil di belakang biara. dan sudah melaku¬kannya sejak usia sembilan tahun. kedua pengawal Takeo serta tiga ksatria Otori lainnya.

dari 500 .

atau di Inu yama saat kita sudah sampai. Takeo berjalan melewati taman. "Putri sulungku akan menceritakan lebih banyak lagi tentang ajaran ini begitu ki ta tiba di Hagi. dan ayah ingin kami mahir dalam keduanya. melewati kolam ikan tempat ikan air tawar merah dan keemasan ber¬d esakan dan mencipakkan air." "Chikara melakukan perjalanan bersama kirin. Di gerbang biara mereka disambut dengan kegembiraan. Ada . Mereka dikawal menuju griya tamu. tempat para bangsawan Otori dimakamkan." Takeo hampir tidak bisa mengucapkan nama kota itu." Takeo melihat cahaya berkilap di mata bocah itu. dan seorang biarawan diminta u ntuk memberitahukan Kepala Biara. Hampir dipastikan kau bisa melihat burung itu karena sekarang jumlah¬nya banyak." sahut Sunaomi. ksatria seperti Miyoshi Gemba."Aku akan melakukan apa saja yang paman inginkan. "Jadi aku tidak akan belajar memanah dan berpedang? Itu y ang ayah ajarkan pada kami. "Aku berhara p bisa melihat burung houou dengan mata kepalaku sendiri!" ku akan melakukan apa saja yang paman inginkan. Tapi ia berusaha menyembunyikan perasaan¬nya dengan cara yang s ama seperti yang dilakukannya seharian berusaha menyem¬bunyikan rasa nyeri dan penderi taannya." Sunaomi tampak kecewa. "Kuharap diriku cocok dengan aj aran ini. "dan aku ber¬kesempata n melihat houou. Meninggalkan Sunaomi dan anak buahnya di sana. Tapi. Kabut lebih tebal menyelimuti tentera abu-abu dan batu nisan yang dipersuram ole h embun dan bintik-bintik lumut hijau dan putih. Tapi Ajaran Houou sangat menuntut pengendalian diri. menyusuri tanjakan terjal jalan pegunungan. begitu besar keinginannya unt uk berada di sana dan bersama Kaede. Ajaran utamanya yaitu tidak meng¬inginkan kekerasan. setengah ber¬teriak. dan juga kekuatan fisik serta mental. Matsuda Shingen." sahut bocah itu. Itu adil." "Kau akan melanjutkan pelatihan bersama putra-putra ksatria di Hagi. Mungkin kau tidak cocok dengan ajaran ini." seru Sunaomi." sahut bocah itu. dan Makoto tentang kedatangan mere ka. apa yang harus dipelajari untuk mengikuti Ajaran H ouou?" "Orangorang yang akan kita temui yang akan memberitahukan: biarawan seperti Kubo Makoto. "Aku berharap bisa melihat burung houou dengan mata kepalaku sendiri!" "Kita akan bangun pagi-pagi sekali dan pergi ke hutan kecil itu sebelum kembali ke Yamagata. menuju hutan kecil suci di belakang biara. Lumut yang berwarna hijau tua menutupi bagi an dasarnya. Paman.

dan Makoto berkata." Halaman 90 dari 500 . kekuatan Negara Tengah dan Klan Otori. Ia berhutang nyawa pada Shigeru. kemudian meminta meninggalkan dirinya sendiri di d ekat makam. dan sekerumunan or ang berdiri menundukkan kepala di depan makam. berdoa bagi laki-laki yang telah menjadi pahl awan dan perwujudan dewa. Makoto berlutut lalu meletakkan kedua benda itu di depan makam. mungkin ada satu atau dua pedagang dari Yamagata yang turut serta. memenuhi udara dengan aromanya. menatap sesaji yang ada di sana. pikir Takeo. kue mochi dan sake. dari tangan yang terbungkus sarung tangan hitam. namun Takeo me mberi salam lalu menyuruh mereka berdiri. Kemudian genta ber dentang dari pelataran biara. Kau pasti lapar. Asap ketabu naik perlahan. "Mari masuk dan makan. berat . dan telah menjalani hidupnya sesuai dengan tujuan sang men¬diang. Takeo berlutut. Terasa ada gerakan di belakangnya. Sen ang sekali bertemu denganmu. mereka langsung mengenalinya dari lencana di jubahnya. dengan semua kenangan menyakitkan. segenggam penuh bunga warna mer ah tua. Lentera menyala dengan tenang. Mereka menjatuhkan diri ke tanah. bercampur kabut. Wajahnya basah karena kabut dan air mata. Sebagian besar dari mere ka adalah petani.seutas tali rami baru berkilauan di sekeliling makam Shigeru. dan Takeo berbalik melihat Makoto berjalan me nghampiri sambil membawa lentera di satu tangan dan tempat dupa kecil di tangan yang satunya lagi . Ketika melihat ia mendekat. menerangi suramnya hari ini. Masa lalu muncul di sekelilingnya. Dalam waktu lama mereka berdua tidak bicara sepatah kata pun.

ia berangan-angan mengundurkan di sini. Makoto merasakan bila sahabatnya itu sedang menghadapi masalah. Aku akan ke Hagi untuk memberitahukan kabar i ni pada keluargaku. Kami akan ke Yamagata besok. tapi kau tampak lelah. Kenji teman yang setia. Suara-suara biara yang tidak asing lagi menyelimuti dirinya. Seluruh sik apnya memancarkan ketenangan dan pengendalian diri. tan pa kerutan di wajahnya yang tenang. mengabdikan diri dengan meluki s dan merancang taman seperti seniman besar Sesshu. melepaskan d iri dari kekuasaan atas hidup dan mati setiap orang di negara ini. tujuh belas lahun lalu. Tentu saja kau i ngin bersama Lady Otori di saat seperti ini. sinar matanya penuh kehangatan dan kegembira¬an. Bersumpah untuk tidak mem-bunuh lagi. tujuh belas lahun lalu. Dengan sadar dibuka¬n ya gerbang . Makoto pernah berte mpur bersama Takeo di Asagawa dan Kusahara dan selama bertahun-tahun menjadi teman te r¬dekatnya. Mereka pertama kali bertemu tepat di tempat ini. membebaskan diri dari beban yang berat dan menyakitkan di balik kekuatan ini. la yaknya para pengikut ajaran ini. Takeo me¬rasakan ada sedikit penyesalan karena jalan hidup ya ng memanggilnya untuk dijalani sangat berbeda. Makoto pernah berte mpur reka berdua bangkit dan saling mengamati. Tapi haruskah kau pergi begitu cepat? Maaf. sempat timbul rasa saling menyukai di mereka berdua. "Apa yang terjadi?" "Aku akan menceritakannya dengan cepat. Takeo yakin kalau teman lamanya yang satu lagi. ia akan menyumbangkan Jato pedang y ang selalu ia bawa meskipun tak lagi digunakan selama bertahun-tahun lalu berhenti men jalani hidup sebagai ksatria dan penguasa. dan untuk sesaat kasih sayang di antara mereka begitu kuatnya bak sepasang kekasih. Seperti yang selalu dilakukannya saa t mengunjungi Terayama. dan untuk sesaat kasih sayang di antara mereka begitu kuatnya bak sepasang kekasih. Makoto saat ini berusia tiga puluhan. Tinggallah selama beberapa hari di sini untuk memulihkan kekuatanmu." "Aku turut berduka atas kehilangan ini. merasa iri pada Makoto dengan penampil an¬nya yang sempurna secara fisik dan spiritual¬nya." Takeo tersenyum. maka Makoto bertanya. Dia pergi untuk berund ing dengan keluarga Kikuta dan tidak kembali. sempat timbul rasa saling menyukai di mereka berdua. Karena sudah begitu mengenal Takeo. Miyoshi Gemba pasti kelihatan sama. Mereka pertama kali bertemu tepat di t empat ini. Muto telah tiada.Mereka berdua bangkit dan saling mengamati. tergoda oleh ajakan itu.

Tampaknya beliau sudah separuh berada di dunia lain. Bagaimana kabar Lord Matsuda? Aku juga berharap bi sa mendapatkan saran darinya. Dibayangkannya bagaimana ia bisa melukis mereka. seperti danau di pegunungan. Tapi pikiran¬nya masih tetap jernih." Halaman 91 dari 500 . "Zenko sedang buat masalah?" "Lebih dari biasanya." sahut Makoto. "Jarang makan." ujarnya.pendengarannya dan membiar¬kan suara-suara itu menyirami dirinya. bulu warna abu-abu mereka tampak jelas dengan sinar agak redup s erta gelapnya warna dedaunan. Kita akan bicarakan hal iiu nanti. suara Sunaomi dari griya tamu. Aku harus merencana¬kan jawabanku dengan hati-hati. bahkan sepertinya tida k pernah tidur. Ishida memberiku minuman pengurang rasa sakit. Mungkin aku akan mengirimn ya kemari dalam satu atau dua tahun lagi. percikan air ter jun di kejauhan. Dua burung gereja hing gap di ranting." "Beliau masih bersama kami." Dahi Makoto berkerut. Bahkan mungkin aku harus pergi ke Miyako. "Aku minum terlalu banyak. Kami akan menginap semalam di sini: aku ingin putra Arai melihat bi ara ini dan bertemu denganmu. Dia akan tinggal ber¬sama keluargaku. Dan ada perkem¬bangan di wilayah Timur yang harus kuceritaka n padamu. "Aku baik-baik saja. tapi aku sudah kebal dengannya aku jarangjarang meminum-nya. desingan layang-laya ng dari puncak pepohonan. Namun tak ada orang lain yang bisa mengambil alih perannya: mustahil bisa menjau h dari semua itu. tapi sake meredakan ra sa sakitku. gumaman doa dari aula utama. bahkan mungkin lebih jernih.

"Aku tak punya waktu bermeditasi." *** . tapi keseimbangan spiritual yang kami pertahankan di sini." Makoto tersenyum. sangat berbeda dengan kami yang harus melalui disiplin diri dan pengenalan diri. lagi¬pula aku hanya mendapat sedikit pelatihan a tau pendidikan tentang ajaran itu. paling tidak. kami akan berikan saran untukmu. "Tapi pikiran lebih menyerupai salah satu kolam ikan itu: penuh gagasan dan masalah juga sampa h di sekelilingnya. masing-masing berusaha menarik perhatian¬ku." sahut Makoto tenang. " Takeo tidak setuju: ia belum pernah melihat Makoto atau murid-muridnya meng¬gunaka n kemampuan menghilang." "Kukira itu bisa membuat perbedaan! Mungkin doa kalian yang telah memper¬tahankan kedamaian selama hampir lima belas tahun. Aku melihat perbedaan dalam diri para ksatria yang mengikuti ajara nmu: disiplin dan welas asih mereka." ujar Takeo. selagi mereka berjalan kembali ke b iara." "Aku percaya. selagi mereka berjalan kembali ke bi ara. "Satu-satu kemampuan meditasi yang kumiliki adalah kemampuan Tribe dan tujuannya a gak berbeda!" "Tapi bila kuamati kemampuan itu begitu memang ada dalam dirimu dan anggota Trib e lainnya." "Kau seharusnya mencoba menenangkan pikiran setiap harinya."Kuharap pikiranku ada di sini. kekuatan pemanah untuk mem¬bengkokkan busur atau balok di menara lonceng untuk menahan berat lonceng." Kuharap pikiranku ada di sini. dan menyesalinya." "Aku yakin begitu. Kupakai kata " mempertahankan" untuk me¬nunjukkan otot dan kekuatan yang dibutuh¬kan. saat ini. lalu kau ber¬istirahat. masing-masing berusaha menarik perhatian¬ku." ujar Takeo." Makoto mengamati. Aku terlibat dal am pemerintahan. "Kami di sini men¬doakanmu setiap waktu. atau menggunakan sosok kedua. "Bukan hanya doa yang hampa atau lantun an pujian tanpa makna. "Tapi pikiran lebih menyerupai salah satu kolam ikan itu: penuh gagasan dan masalah juga sampa h di sekelilingnya. yang akan memerintahkan aku mengasing¬kan diri?" "Saat kau ceritakan semuanya nanti. "Kita makan dulu." Makoto ber¬j anji.. Dan aku tidak tahu kalau itu bisa membantu. Tapi bagaimana ini bisa membantuku menghadapi Kaisar dan jenderal barunya. Dirasakannya keraguan Makoto. jika tidak bisa disebut peperangan..

hujan mulai turun dengan derasnya. Beruang memberinya makan. rasa sakitnya berkurang seolah luruh dengan bunyi rintik hujan b ak gendang bertalutalu di aiap. Cahaya mulai meredup. Takeo tertidur. Halaman 92 dari 500 . Makoto mengajak Sunaomi bertemu dengan beberapa murid yang masih muda. Setelah selesai berpakaian. "Dia kembali saat kau tidur." sahut Makoto sambil tertawa. d an sop." "Bagaimana Lord Miyoshi bisa tahu?" tanya Sunaomi. dan terbangun dengan pikiran yang lebih jernih. Ia tidak ber¬mimpi.Setelah selesai makan siang sederhana yang terdiri dari sayuran. Wajahnya bersinar dan mat anya berkilauan. dan tiba-tiba keinginan untuk berbaring tak tertahankan lagi. dan pada malam-malam yang dingin mem¬beku meringkuk memeluknya agar tetap hangat!" "Gemba ada di sini?" tanya Takeo pada Makoto. minum teh dan berbincang-bincang dengan suara pelan. Jun dan Shin duduk di luar. Takeo melangkah ke beranda tepat saat Makoto dan Sun aomi kembali. sedikit nasi. Dia s udah tahu kau ada di sini. kehijauan. "Lord Miyoshi menceritakan bagaimana dia hidup di pegunungan sendirian selama li ma tahun. Takeo menyadari kalau bocah itu ter¬sentuh oleh sesuatu. menge-nang ketika ia berendam di kolam yang sama saat salju turun sew aktu melarikan diri ke Terayama bertahun-tahun lalu. "Lord Miyoshi tahu hal-hal semacam ini. Lalu mandi di mata air panas.

Takeo berlutut lalu membungkuk sampai ke lantai di hadapannya. sedangkan begitu banyak orang yang pernah melihat mereka kini telah tiada. yang mengalir di sepanjang taman dan menuruni gunung. mari kita menemui Kepala Biara. bersandar pada bantalan tebal yang disangga dua ra hib tanpa suara dan tidak bergerak. dan menghadap ke taman. Tempat itu kini kosong. terba ng jauh bak burung . Mata Matsuda mencari-cari wajah Takeo. Hujan telah reda. Matsuda adalah sa tu-satunya orang di Tiga Negara yang paling dihormatinya. "Mendekatlah. malam telah menjelang dan be¬batuan di taman tampak seperti bayangan hitam. Harum lembut bunga serta tanah yang basah merebak ke dalam aula. Dirasakannya air mata men gambang ketika laki-laki tua itu men¬condongkan badan ke depan lalu menepuk¬kan tangan. Mereka mengikuti jalan setapak terbuat dari papan menyeberangi satu cabang lagi aliran sungai kecil menuju aula tempat lukis an Sesshu. Biar kusentuh dirimu. nyaris tak terlihat. Matsuda sudah berada di aula. Di dalam aula uta ma ada ratusan lentera dan lilin yang menyinari patung emas Sang Pencerah. dan telah me¬masuki dunia j iwa yang suci. "Biar ku¬lihat dirimu. tempat rahib-rahib muda mem bereskan mangkuk bekas makan malam. dan ke pelataran di depan aula utama. Kuda. pikirnya." ujar Matsuda. tak ada cahaya yang bersinar dari dalamnya. berdiri griya tamu perempuan te mpat Takeo dan Kaede menghabiskan malam pertama pernikahan mereka. kini sepertinya dia telah m elewati jauh dari batasan usia yang mengekang. Takeo berjalan bersama M akoto melewati aula tempat makan di biara. Waktu tidaklah bergerak bagi lukisan¬lukisan itu. merasa malu akan air mata yang sebentar lagi tumpah."Apakah beruang-beruang itu yang mem beri tahunya?" Apakah beruang-beruang itu y ang mem beri tahunya?" "Kemungkinan begitu! Lord Otori." Meninggalkan Sunaomi bersama kedua pengawal pribadinya. Di ujung cabang uta ma sungai kecil. bangau mereka masi h seperti dulu. T akeo tidak membalas tatapannya malah melihat ke belakang. Matsuda sudah tua saat pertama kali Takeo bertemu dengannya. Bunyi air terjun kedengaran lebih keras di sini. menyeberangi sungai kecil yang dialihkan air nya agar mengalir melewati dapur. bahkan batasan kehidupan." Kasih sayang dalam nada suaranya mem¬buat Takeo terharu. dan Takeo mengenal s osok tanpa suara yang sedang duduk bermeditasi di dalamnya. ke lukisan-lukisan Sesshu indah.

pertama Kaisar memiliki jenderal baru yang telah menaklu k¬kan wilayah Timur dan sekarang pasti meng¬anggap dirinya cukup kuat untuk meman¬cing kita." "Kurasa ada dua alasan. lukisan burung-burung itu b egitu hidup hingga akhimya terbang. Usia mereka hampir sebaya. Kono. menurut legenda." ujar Matsuda. "Jadi Kaisar merasa khawatir dengan diri¬mu." Takeo merasakan amarahnya meletup lagi. tapi s ebenarnya dia memberitahuku bahwa aku telah membuat Kaisar merasa tidak senang bahkan dianggap penjahat. dan Takeo sada r kalau orang itu adalah Miyoshi Gemba.gereja. Aku mencurigai Zenko me nganggap dirinya sebagai penerusku. "Putra Fujiwara." Matsuda tertawa kecil. Di saat bersamaan." "Aku tidak kaget kalau Kaisar bingung dan takut padamu. tapi seperti hal¬nya Ma koto. "Aku hanya terkejut mengapa begitu lama baru mereka mengancammu. Orang ini mencondong¬kan badan ke depan sekarang. datang berpura¬pura mengunjungi tanah milik ayahnya. dan segera menyadari kalau Matsuda dan M akoto melihatnya. Gemba Halaman 93 dari 500 . aku diminta untuk mengundurkan diri dan mengasingkan diri. Alasa n yang lainnya adalah Arai Zenko telah berhubungan dengan Kono. diperhatikannya ada satu orang lain berada di dal am aula. duduk di bawah bayangan di belakang Matsuda. Satu satu kasa yang kosong.

" sahut Gemba. "Mereka punya banya k peramal. Bila aku menemanimu. Putri¬mu juga harus ikut. kemudian melesat bak bintang jatuh ke arah taman yang gelap." "Aku akan membutuhkan lebih dari sekadar tipuan Gemba untuk membujuknya. "Aku senang ber¬temu denganmu! Tapi apakah kau meng¬habiskan wa ktu dengan belajar tipuan sulap di sini?" "Kaisar dan istananya sangat percaya takhayul. Kau akan mendapatkan duku ngan Kaisar. Aku bisa lihat titik akhir yang akan d . santai namun penuh kekuatan hampir seperti beruang. mpak tidak berubah seiring dengan berjalannya waktu. santai namun penuh kekuatan hampir seperti beruang." ujar Takeo." "Shigeko? Tidak. Cahayanya berkedip-kedip dan seberkas cahaya teran g melompat di depan mata Takeo. terlalu berbahaya. "Tapi aku sudah sampai pada usia dimana perbincangan membuatku lelah. dan mencapai kesimpulan yang bijaksana?" "Kita bisa membahasnya bila kau mau. Sesuatu terjadi pada lentera." "Kaisar harus bertemu dengannya dan memberi restu serta persetujuan kepadanya bi la dia memang akan menjadi penerusmu seperti yang seharusnya. Matsuda mengeluarkan kata-kata ini dengan penuh keyakinan. ahli nujum dan penyihir. Terdengar olehnya desisan cahaya tadi saat hujan memadamkannya." sahut Matsuda. Gemba memandangnya dengan tatapan lembut.nampak tidak berubah seiring dengan berjalannya waktu. "Kita tidak perlu mempenimbang kan pilihan Iain. Kaisar sedang membangun kekuatan untuk melawanku." ujar Gemba. kau mungkin bisa yakin kalau kami mampu menandingi tipuan mereka. "Gemba. Aku takut kalau satu-satunya jawaban yang ma suk akal yaitu dengan kekerasan. "Kau harus hadapi mereka sendiri." Seperti Gemba. Di saat yang sama amarahnya lenyap. "Itu sebabnya aku harus ikut bersamamu." "Sebentar lagi akan ada pertandingan ber¬taraf kecil di Miyako. Gemba memandangnya dengan t atapan lembut. Sesaat melayang-layang." sahut Matsuda. "Kita tidak perlu membahas hal ini?" tanya Takeo." "Jadi aku harus pergi ke Miyako?" "Ya.

" "Sekali lagi. terutama bila prajurit dari wilayah Timur mempu nyai senjata api. rahasianya akan dicuri. "Begitu benda itu diperkenalkan padamu. mengejutkan mereka. dan jenderalku. sahabatku." "Itu bisa menjadi strategi yang baik." "Aku juga harus meminta pendapat dan saran istriku. baik itu senjata atau a pa saja." "Takeo." kata Matsuda mengamati. Begitulah sifat manusia. Kahei.icapai. sebelum mereka sempat memper senjatai diri. "Begitulah sifatnya. jika memang efektif. Tapi kau ha rus menghindari bentrokan senjata secara ter¬buka." "Kahei akan selalu memilih perang." Kulit kepala dan leher Takeo terasa seperti dihujam perasaan gelisah." "Jadi seharusnya tidak kubiarkan pengem¬bangan senjata api?" Satu hal yang kerap d isesalinya. Halaman 94 dari 500 . Sama tidak ter¬hind arkannya ketika musuh-musuhmu menggunakannya dalam usaha untuk men¬jatuhkan dirimu. "Kau yakin ?" "Tidak." "Maka aku harus memiliki senjata api yang lebih banyak dan lebih baik dibanding¬ka n mereka! Aku harus serang mereka lebih dulu. tak dapat dihindari kalau kau akan mengembangkannya dalam pencarianmu akan kekuatan dan kekuasan. bila kau memperkenal¬kan penemuan baru. ini ulah Zenko yang meng¬khianatiku." kata Gemba. aku hanya menduga kalau tak lama lagi mereka akan memilikinya." ujar Takeo. Maka langsung saja ke bagian akhirnya. "Begitu pula ha l¬nya dengan para pengawal senior.

"Sementara ini dia harus menyempurna¬kan keahlian berkuda. Banyak orang di sekitarnya yang hanya bisa memuji dan tunduk padanya. "Bila aku harus ke Miyako." "Jadi kau takkan memberi saran? Kau akan duduk di sini dan melantunkan doa serta memainkan tipuanmu dengan api. haruskah aku pergi secepatnya? Saat musim gugur." gumam Makoto. "Makoto." tutur Matsuda. Sedangkan orang-orang ini tidak melakukan itu." Pikiran itu mengganggunya: baginya Shigeko masih anak-anak. "Jangan ." "Juga memberi waktu pada putrimu untuk menyiapkan dirinya. adikku. Tent u saja." sahut Makoto." "Itu memberi mereka waktu untuk mem¬bangun kekuatan militer!" "Itu juga memberimu waktu untuk menyiapkan diri. sementara semua yang sudah kuraih hancur berantakan?" Bisa didengarnya nada suaranya sendiri lalu ia diam seribu bahasa. dan Takeo lebih m emercayai mereka. "Dia takkan sempat menunjukkan semua keahliannya di ibukota. Kahei. mungkin." kata Takeo. "Kau diam saja. akan mem¬berimu saran seperti itu."Tentu saja." timpal Gemba. Bagaimana pendapatmu?" "Kau tahu aku tidak bisa menyarankanmu memulai perang. Kahei. namun berusaha mencegahnya agar tidak bertindak gegabah ataupun berbahaya." kata Takeo. dan tersenyum dengan ekspresi penuh teka-t eki. saat cuaca membaik?" "Tahun depan. "Tahun ini Shigeko berusia lima betas tahun. dan memanah. setengah merasa malu atas keke salannya dan setengah takut Gemba akan menggunakan api untuk membuang amarahnya. Kali ini tak ada unjuk kebolehan tipuan. "Kita lihat saja nanti. saat salju sudah mencair." timpal Gemba. Takeo me¬rasakan kombinasi antara ketenangan dun kejernihan dar i pikiran ketiga orang itu dan tahu kalau mereka mendukungnya. adikku. "Dia sudah cukup dewas a untuk ditunangkan. namun kesunyian yang makin dalam meng¬has ilkan efek yang sama kuatnya. "Kurasa kau haru s pergi dengan kemewahan yang tiada tara." seru Gemb a. akan mem¬berimu saran seperti itu. Siapa orang yang pan tas menjadi jodohnya? "Itu juga menjadi nilai lebih di pihakmu. "Jangan terburu¬b uru. membawa hadiah-hadiah yang paling indah." tutur Gemba." sahut Gemba." ujar Takeo.

" imbuhnya. Satu¬satu nya orang yang tidak jatuh dalam sihir tidur Kikuta. Matsuda adalah satu-satunya orang yang bisa kutatap langsung wajahnya. kalau ini adalah pertemu an mereka yang terakhir.khawatir. "Aku akan ikut dengan mu. ta pi tiba-tiba ia sadar kalau Matsuda sedang mengucapkan selamat tinggal. Berusahalah mengingatnya . "Aku tidak meninggalkan siapa-s iapa selain dua penerus yang berharga tak ter¬nilai harganya. Takeo mengatupkan bibir lalu membungkuk hormat di hadapan Matsuda. Takeo mundur sedikit agar bisa menatap dalam-dalam mata sang pendeta t ua." Kata-kata itu terasa bagaikan hujaman kritikan tajam dan menyengat." Kemudian dia berkata dengan nada bijaksana: "Putri-putri yang layak mendapat¬kan p erhatianmu lebih dari putra-putra yang tidak kau miliki. Seolah bisa membaca pikirannya. si kembar dengan ketrampilan Tribe. seolah memerhatikan rasa kesal Takeo. Orang itu memberi isyarat untuk mendekat dan merangkulkan tangannya yang lemah pada Takeo." Halaman 95 dari 500 . karena ia me ngagumi kenyataan bahwa dirnya men¬jalani semua pendidikan dan pelatihan bagi anak laki-laki: Shigeko dengan cara ksatria. Kau sudah tahu apa yang perlu kau ketahui. Jangan membuang waktumu dengan menyesa li kepergianku. Matsuda berkata. dan takkan ada yang akan menyakitinya. Ia tidak bicara sepatah ia pun. pikirnya.

tapi juga dengan semacam kebahagiaan tiada ta ra. "Kau ingat saat pergi seorang diri ke sarang perompak di Oshima? Miyako tidak mungkin lebih ber¬bahaya dari temp at itu!" "Kala itu aku masih muda dan tanpa rasa takut. Saat itu hari hampir terang. hadiah dan janji-janji. Kenji mengajarinya cara mem buat waktu bergerak lambat atau mempercepatnya sesuai keinginan. Kini aku sudah tua. Sekali lagi Takeo harus mengedipkan mata agar air matanya tidak jatuh. walaupun Takeo sudah meyakin kan mereka kalau Sunaomi lak dalam bahaya. Dilihat dalam mimpinya bag ai¬mana dunia berubah sesuai dengan harapan-nya." "Itu sebabnya yang terbaik yaitu dengan menunda jawabanmu: kirimkan pesan yang p enuh pujian. dan terbangun dengan perasaan kalau semacam m isteri baru saja terangkat dari dalam dirinya. cacat. dan rasa takutku jauh lebih banyak bukan hanya takut kehilangan nyawaku sendiri. tapi juga nyawa anak-anakku. Sewaktu Makoto menemaninya ke griya tamu. Tak terdengar rintik hujan. Hanya ada sedikit waktu unt uk meraih apa yang ingin kuraih. "Paman? Paman sudah bangun? Bisakah kita pergi dan melihat burung houou?" Para pengawal Arai tetap berjaga semalaman di luar. Aku tak percaya ada orang yang bi sa membunuhku. Sekali lagi Takeo suaranya mengandung gabungan antara kasih sayang dan amarah yang sering digunaka nnya saat mengajari Takeo cara menggunakan pedang. sang biarawan berkata. Kau selalu bertindak tanpa berpikir: semua yang kau laku kan dilakukan dengan tergesa-gesa. Sunaomi duduk di atas matras sambil menatapnya." *** pikir panjang. membantu tuan muda mereka memakai sandal.Nada suaranya mengandung gabungan antara kasih sayang dan amarah yang sering dig unakannya saat mengajari Takeo cara menggunakan pedang. hanya kicau burung dan tetesan sisa air hujan dari tepi atap. dan dengan anehnya ia terbebas dari rasa sakit. dan bermimpi berada di Yamagata. di malam ia memanjat ke kastil l alu mengakhiri penderitaan kaum Hidden yang disiksa. juga negara dan rakyatku. bil a aku mati. dan istriku. melewati malam yang terasa tanpa akhir. ia bergerak lagi dengan ke sabaran tanpa batas Tribe. " "Itu karena aku sadar kalau aku tak akan hidup lama. mereka tanpa perlindungan. Kini mereka berdiri setengah melompat. Dalam mimpinya. lalu mengikuti sewaktu .

salah seorang pengawal menggendong Sunaomi.Takeo membimbingnya berjalan ke gerbang utama. biru pucat. Setelah melewati gerbang itu. Palang gerbang sudah dibuka sejak matahari terbit dan sudah ditinggalkan penjaganya untuk sarapan. dan yang me mbuat Takeo terkejut. terdapat sebuah rumput ilalang tinggi yang menjadi tempat yang paling disukai burung-burung itu untuk bersarang dan bertelur. Tanahnya keras dan berbatu. dan tenang. Di sini. Sunaomi meminta agar diturunkan. Langit tampak cerah. dan burung melantunkan nyanyian dengan s aling bersahutan. walaupun kab arnya mereka makan daun bambu. matahari baru saj a terbit di timur pegunungan. Halaman 96 dari 500 . kerap terasa licin karena hujan. Setelah beberapa sa at. Jalannya menanjak dan menuju hutan pohon beech dan pohon ek. Hampara n bunga liar musim panas menyelimuti per¬mukaan tanah. tapi kini udara terasa sempurna. di antara pepohonan berdaun lebar. didi nginkan hujan. anak itu memerintahkan kedua orang itu menunggu di sini sementara dia berjalan ke depan ber¬sama Lord Otori. mereka berbelok ke kanan dan mengambil jalan sempit menuju dinding sebelah luar dari da taran biara dan berjalan naik ke lereng gunung yang curam. Nanti udara akan terasa panas. Kini jalannya lebih mudah dilewati. Takeo bisa mendengar gemerisik de¬daunan dan kepakan sayap yang menunjuk¬kan keberad aan burung houou di dalam hutan di depan sana.

" tutur Takeo." sahut Takeo sambil tersenyum. Kedua pengawal itu bisa melihat. diikuti oleh jeritan par au sebagai jawabannya. Ketika berdiri." ewaktu mereka sudah berada di luar jangkauan pendengaran kedua pengawal itu." "Kau mengutarakannya dengan sangat baik." bisik Takeo. wajahnya tampak terpesona. bulu itu berada di tangannya. kemudian terbang menjauh ke dalam hutan. d an saat mendarat di dahan. "Itu mereka. "Dan ini dia yang betina. "Aku tidak tahu cara mengungkapkannya." "Mungkin nalurimu benar." sahut Takeo. Lalu seekor burung melesat keluar dari balik rimbunnya dedaunan dan me¬ngepakkan sayap ke pohon berikumya.Sewaktu mereka sudah berada di luar jangkauan pendengaran kedua pengawal itu. "Mereka tidak seperti Lord Gemba dan Lord Makoto. Aku pemah menden gar kalau telur burung houou bernilai tinggi. Sun aomi berkata dengan nada penuh rahasia pada Takeo. ekornya panjang dan halus. Kedua burung itu memalingkan kepala saling berpandagan. . "Itu burung jantan. matanya cemerlang bak kilauan emas. Mungkin saja mereka ingin memburu atau mencuri telurnya. masing¬masin g dengan suara yang khas melihat sebentar tapi dengan tatapan tajam ke arah kro. selembar melayang jatuh. Burungburung itu memang memberi semangat sekaligus agak lucu. seperti biasa rasa kagum pada burung suci itu bangkit dalam dirinya. "Ah!" Sunaomi menahan napas lalu mengejar mereka. Su naomi berkata dengan nada penuh rahasia pada Takeo. indah serta aneh. Ia takkan terbiasa dengan kehad iran mereka. Bulunya berwarna-warni. berseru lagi. Mungkin saja mereka ingin memburu atau mencuri telurnya. "Aku pikir Tanaka dan Suzuki tidak perlu m elihat burung houou. anggun juga cangg ung. menatap ke atas tanpa memerhatikan jalan hingga dia jatuh di at as rumput. Kicau penuh semangat terdengar dari atas kepala mereka." ujar Sunaomi." Sunaomi tertawa gembira sewaktu burung kedua terbang menukik melintasi padang ru mput. Sunaomi mendongak. Seruan mereka seperti juga kehadiran mereka. Aku pemah menden gar kalau telur burung houou bernilai tinggi. "Aku pikir Tanaka dan Suzuki tidak perlu m elihat burung houou. tapi takkan mengerti.

Masalah itu meng ganggunya lebih dari yang ia duga."Lihat." sahut Sunaomi. sesuatu yang ia berharap bisa dihindari. "Bulu itu akan mengingatkanmu pada hari ini. Sama seperti ayah! Halaman 97 dari 500 . Paman!" Takeo menghampiri bocah itu kemudian mengambil bulu itu. Taku duduk d beranda sambil menatap taman y ang basah kuyup tersiram hujan. "sebagai sumpah bahwa kelak aku akan kembali dan belajar pada Lord Gemba.* Setelah kepergian Takeo dan Sunaomi. Aku akan membesarkannya sebagai putraku." katanya pada Sunaomi." Anak ini baik hati. pikir Takeo. bersayap putih. memikir¬kan semua ucapan sepupu ibunya itu. dan sedari dulu dia selalu begitu. karena hal itu dapat menjerumuskan ia dalam konflik ter buka dengan kakaknya. "Simpanlah." "Aku akan berikan bulu ini ke biara. pikirn ya. dan sejak saat itu diawetkan di biara . Matsuda pemah mem¬perliha tkan bulu burung houou. dengan ujung bulu warna merah. Bulu itu berasal da ri burung yang pernah dilihat Shigeru ketika masih kecil. selain dari batang bulunya yang berwarna putih bersih. dan anugerah yang kau peroleh. Inilah sebabnya kami selalu mencari kedamaian. agar burung hou ou tidak meninggalkan Tiga Negara. Bulu yang ini berwarna kuning keemasan gelap. Betapa bodohnya Zenko.

dan Taku dibesarkan untuk menghormati hierarki Tribe. Ia mungkin siap membunuh Z enko. cukup bisa dipercay a. Takeo juga mengajarinya semua hal yang pernah dia pelajari dari Kikuta. Zenko menyalahkan Takeo atas kematian Arai. Ia bi sa membawa surat atau pesan lisan kepada Shizuka.Di usia sepuluh tahun. ia pasti akan sama bodohnya dengan Zenko: kedudukan di Tiga Negara adalah segala yang diingin¬ka nya. keponakan Kenji. Sejak kecil Taku memuja Takeo sebagai pahlawan. Bila tidak terikat oleh kewajiban pcnghormatan dan kesetia an. ia menghormati dan mengagumi Takeo. Ada ikatan kuat antara mer eka berdua. mengenang seringkali tertidur terkena ilmu tidur Kikuta sampai akhimya bisa menghindarinya bahkan sampai ia pun mampu melakukan¬nya. seperti yang diucapkan pada Takeo. Ia tahu kalau ayahnya me¬merintahkan untuk membunuh ibun ya: ia tak bisa melupakan atau memaafkan niat ayahnya untuk ia dan kakaknya. Taku memu tuskan akan mengusulkan ibunya. tabib Ishida. Taku mengira T akeo akan membunuh Zenko seringkali setelah kejadian itu ia bermimpi kalau Takeo memang membunuhnya dan tidak pernah bisa memahami kebencian Zenko terh adap Takeo karena membiarkan¬nya tetap hidup. dan sebagai laki-laki dewasa. namun Taku me¬nafsirkan seluruh adegan itu dengan cara yang berbeda. Ter¬lebih lagi. Usulan ini mungkin bisa diter ima semua pihak. Shizuka. ia menyaksikan ayahnya me ngkhianati Takeo. menurut Taku. Zenko menyalahkan Takeo atas kematian Arai. tapi takkan menghina kakaknya dengan mengabaikan hakn ya untuk mengajukan pendapat siapa yang akan menjadi kepemim¬pinan keluarga Muto. Suami ibunya. Kelemahan . sebelum gempa mengguncang kota. akan mem¬bawa anak Zenko yang satu lagi ke Hagi. Ia tahu kalau ayahnya me¬merintahkan untuk membunuh ibun ya: ia tak bisa melupakan atau memaafkan niat ayahnya untuk ia dan kakaknya. ia menyaksikan ayahnya mengk hianati Takeo. memberinya kekuasaan dan status serta memungkinkan dirinya mengambil banyak keun tungan dari semua bakatnya. seorang kakak tetap saja kakak. Ishida. sebelum gempa mengguncang kota. Taku ter senyum pada dirinya sendiri. Taku mengira T akeo akan membunuh Zenko seringkali setelah kejadian itu ia bermimpi usia sepuluh tahun. dan keduanya memahami konflik akibat dara h campuran. namun Taku me¬nafsirkan seluruh adegan itu dengan cara yang berbeda. mereka mirip dalam banyak hal. keluarga Muto telah bersumpah pada keluarga Otori : ia tak akan melanggar sumpah itu. Namun.

kuda itu diberi makan cukup dan kelihatan senang. menjelaskannya kepada Kaisar bahwa Lord Otori didukung penuh di Maruyam a dan Inuyama. mengulurkan tangan dan meng¬gosok-goso k alis si kuda. tempat ia akan mengatur pertemuan dengan Sugita H iroshi. dan perawat kuda mengaguminya secara terang-terangan. Ryume sudah dibersihkan: surai dan ekornya dibersihkan dari lumpur dan tak lagi kusut. satu milik Hiroshi dan satu lagi miliknya. Halaman 98 dari 500 . indikasi jel as kasih sayang Takeo pada mereka berdua. yang sudah pulih dari kelelahan karena perjalanan jauh. ikatan dari masa kanak-kanak yang sejauh ini bisa mencegah keretakan hubungan mereka. Terlepas dari keberanian yang dibutuhkan untuk bi sa pergi jauh dalam penjelajahannya. Taku ingat pada rasa iri Zenko ketika mereka kembali ke Hagi pada musim se mi bersama dua kuda jantan yang tampan. Taku sendiri akan tetap berada di dekat Zenko dan Kono. teman lamanya. secara fisik.utama laki-laki itu terletak pada keluguannya. Ryu me masih tetap kuda yang baik. Taku masih mengelus-elus dan memberi¬nya makan wortel sewaktu Zenko datang ke area istal. la senang dengan apa yan g ditemukannya di sana: apa pun kesa¬lahan kakaknya. dan tidak s uka bertarung. Penting bagi Kono mendapat gambaran Tiga Negara yang sebenarnya untuk dibawa pul ang ke ibukota. bah¬kan memp erlakukan Taku dengan rasa hor¬mat yang lebih besar lagi. bahkan mungkin melaku¬kan perjalanan bersama Kono ke wilayah Barat. Taku pergi ke istal untuk melihat keadaan si ku da tua. sedangkan Zenko berdiri sendiri. Meskipun sudah tua. hanya semakin menekankan sikap dinginnya terhadap Zenko." ujar Zenko. seolah dia sulit memahami kekejia n yang mungkin terpendam dalam sifat manusia. Ryume. Cukup puas dengan keputusan ini. karena masih ada sisa-sisa kasih sayang di antara mereka. "Kau masih memiliki anak Raku. Ishida bukan seorang pemberani. pengetahuan dan kepeduli¬annya pada kuda tak ada tandingannya. Mereka saling menyapa dengan penuh kehangatan.

"Sungguh kehormatan bagimu dan istri¬mu. tapi aku takkan menerima¬nya. dan karena tak ad a jenazah yang bisa makamkan. "yang harus memiliki putra dari laki-laki yang lebih muda. "Benarkah suatu kehormatan. "Dia belum terl alu tua untuk dikawinkan dan mendapat¬kan anak. tapi misi yang sedang dilaksanakannya luar bia sa ber¬bahaya. "Lord Takeo ingin mengadakan upacara di Hagi." sahut Taku. Taku tidak bisa menawarkan sesuatu yang lebih berharga lagi.. "Paman sakit parah: mungkin meninggal akibat sakit paru-paru. "Dia belum terlal u tua untuk dikawinkan dan mendapat¬kan anak." ujarnya tanpa rpikir panjang. Aku katakan in i padamu dengan . "Terima kasih."Akan kuberikan kuda ini untukmu." Selain anak-anaknya. Taku tidak bisa menawarkan sesuatu yang lebih berharga lagi. "Ryume adalah hadiah da ri Lord Otori." "Seperti Lord Otori. dan telah mengatur untuk kembali secepatnya ke Inuyama jika berhasil. "Bukankah kau harus pergi ke rumah keluarga Muto untuk upacara pemakaman?" tanya Zenko sewaktu mereka duduk di datam." ujarnya tanpa rpikir panjang." komentarnya se¬waktu mereka kembali ke kediaman.. Kakakku mengartikan segala se¬s uatunya sebagai penghinaan." Taku sadar kalau perkataan ini semestinya hanyalah lelucon. pikirnya." "Tidak ada jenazah? Jadi Kenji mati di mana? Dan bagaimana kita tahu kalau dia m emang sudah mati? Ini bukan pertama kalinya dia menghilang demi kepentingan¬nya sendiri?" "Aku yakin Paman sudah tiada. Ibu ada di sana. lagipula kurasa dia sudah terlalu tua untuk punya anak. Ia berharap kemurahan hatinya bisa melembutkan perasaa n Zenko terhadapnya." Selain anak-anaknya." Taku melihat kakaknya sekilas lalu melanjutkan pe rkataannya.." sahut Zenko. Ia berharap kemurahan hatinya bisa melembutkan perasaa n Zenko terhadapnya. tapi ada nada sinis di dalamnya. Zenko menanggapi dengan jawaban yang tidak tegas lalu mengalihkan topik pem¬bicaraan. kan kuberikan kuda ini untukmu. "Itu tergantung padamu. atau kini mereka menjadi tawanan?" tanyanya." katanya dengan ringan. tapi wajah Zenko tampak murung.

Pasti Kenji sangat ingin be rtemu dengannya Kenji sudah tua. Bila aku menjadi Ketua. anak itu adalah cucu K enji." sahut Taku. Semua orang tahu kalau putra Akio adalah cucu Kenji. "Hanya Muto Yuki yang tahu pasti." Zenko berkata dengan santai. "Dan dia meninggal tak lama setel ah anak itu lahir." lanjut Zenko. keluarga Tribe. bukan Akio. Kabar resminya adalah: Paman meninggal karena sakit paru-paru. kabarnya. Aku punya orang dalam di kalangan Muto dan di kalangan Kikuta. adikku. siapa pun ayahnya. tidak pernah memaafkanny a dan juga Takeo atas kematian Kotaro." Taku merasakan kebencian dalam suara kakaknya. tapi itu tak mengubah kenyataan kal au aku sama sepertimu. dan keluarga Muto memiliki kepen¬tingan padanya. aku ingat. Ak u harus melakukannya karena Takeo tak memercayaiku seperti dia memercayai¬mu. Benarkah itu. "Bahw a Takeo adalah ayahnya. tapi Taku tahu betul minat me ndalam di balik kata-kata itu. aku akan menghubungi K ikuta berkaitan dengan anak itu. kesehatannya memburuk. Aku hanya menarik kesimpulan dari fakta yang ada. "Baiklah." kata Zenko. "Mengapa kau berpikir begitu?" "Aku mungkin saja memakai nama Ayah.penuh ke¬yakinan." Halaman 99 dari 500 . melihat apa lagi yang akan Zenko ungkapkan. atau Zenko hanya membual? Taku menanti dalam diam. tapi yang mengkhawatirkannya diba ndingkan komentamya bahwa dia me miliki orang dalam di kalangan Kikuta. Akio." "Bukan mati di tangan Kikuta?" ujar Zenko setelah terdiam lama." "Ya. "Tentu saja ada desas-desus di desa Muto mengenai anak itu.

seperti adat istiadat orang-orang nomaden at au siklus hidup ikan paus. tapi sangat efektifl! Taku agak menunduk dengan tidak tulus agar kelihatan patuh. gelisah me¬mikirkan pembicaraannya dengan Zenko dan sa dar akan semua perasaan terpendam di ruangan itu selama mereka makan. Taku tidak memperlihatkan-nya. menya ntap makan siang bersama kemudian pergi bersama Hana dan kedua putranya untuk melihat kirin . ia berbincang ringan dengan Kono. Tak lama kemudian Lord Kono datang bergabung. Sudah menjadi rahasia umum kalau ayah Kono lebih suka berhubungan dengan laki¬laki ketimbang . "Aku ngak terkejut bi la harus mengingatkanmu bahwa Ketua keluarga biasanya memiliki kemampu¬an tinggi. "Aku memiliki banyak kemampu an Tribe. memuji Hana atas hidangannya dan kedua putranya serta berusaha menarik Ishida ke topik pembicaraan yang tidak menyinggung. Ishi da menerima undangan itu dengan enggan. "Aku ngak terkejut bi la harus mengingatkanmu bahwa Ketua keluarga biasanya memiliki kemampu¬an tinggi. Zenko dan Hir oshi. Taku tidak terlalu suka ataupun percaya pada Hana tapi perempuan itu punya kecerdasan dan semangat yang tak pernah berhenti dikaguminya dan tak ada laki-laki yang tidak terpesona oleh kecantikannya . Mereka semua mem¬buntutinya ke mana pun Hana pergi bak anjing dengan lidah terjulur kelua r. Ishida tampak sangat gugup bertemu Kono. dan datang agak terlambat saat makan malam. Kemampuan-kemampuan itu mungkin tidak semenyolok kemampuan yan g kau miliki. matanya menyipit. Taku sendiri merasa tegang. adikku." Mungkin sebaiknya kita biarkan saja pertanyaan tentang siapa yang akan menjadi p enerus Kenji sampai kita membicarakannya dengan ibu." sahut Taku sopan." sahut Taku sopan. Kini Taku ingat bagaimana mereka semua terpesona olehnya saat masih anak-anak-dia. dalam ke adaan agak mabuk."Mungkin sebaiknya kita biarkan saja pertanyaan tentang siapa yang akan menjadi penerus Kenji sampai kita membicarakannya dengan ibu. Hubungan Taku dengan kakak iparnya agak menyakitkan hati. Setelah itu tabib Ishida diundang ke kediaman agar bisa lebih akrab dengan Chikara sebelum m eng¬ajaknya pergi ke Hagi." Kemarahan Zenko mulai meluap. dan bahkan lebih tegang lagi sewaktu sa ng bangsawan bertanya tentang waktu yang pernah dilewatkannya di kediaman Lord Fujiwara. lalu mereka ber¬ganti topi k pembicaraan yang lebih aman. Sesuai kebiasaannya . dan saling bersaing untuk merebut perhatian gadis itu.

Ia bersyukur telah pulih dari perasaan tergila¬gila pada perempuan itu dan tidak pernah merasakannya lagi. "Anda terialu berlebihan menyanjungku. "Dengan keberhasilan yang gemilang." ujar Kono pada Ishida." Taku mengira Ishida takkan berkomentar lebih banyak lagi tentang masalah ini. kemudian membungkuk dan berkata dengan nada penuh rahasia." Halaman 100 dari 500 . Musim panas kali ini akan berlangsung lama." "Ayahku selalu menghargai kemampuan Anda. pikirnya. y ang ia tahu bisa dipercaya dan dirindukannya. si tabib melanjutkan perkataannya. Ia langsung berpikir tentang istrinya sendiri. "Tabib Ishidalah yang merawat ayah Anda.perempuan. Mustahil bila tidak berhasrat pada Hana." Dia berhemi sejenak. dan hasratn ya berubah menjadi rasa tidak suka. Kemampuanku biasa saja. "Dan sekarang dia merawat kesehatan Lord Otori." sambung Zenko." Taku mendengar nada mendua hati sekaligus kedengkian dalam suaranya. dan pikirannya melayang mem bayangkan bagaimana rasanya terbangun dalam kegelapan dengan perempuan itu di si sinya. dan melelah¬kan. "Tentu saja kasus Lord Otori cukup mengagumkan. dari sudut pandang seorang laki-laki seperti diriku yang tertarik pada bagaimana cara manus ia berpikir. "Tabib Ishida sudah sangat s ering menyelamatkan Lord Otori dari kematian. "Lor d Otori percaya tak ada yang bisa membunuh dirinya dia telah membuat dirinya kekal. na mun setelah menenggak habis sake sekali lagi." komentar Hana pada Kono. Taku seperti melihat ketertarikan yang cukup alami di balik perhatian Kono pada Hana. Hampir saja ia iri pada Zenko. tapi Taku tak melihat apa pun yang menunjukkan ke¬miripan sifat Kono de ngan ayahnya.

"Dan gempa bumi 'B umi . sementara Kono mendesak Ishida me nceritakan lebih banyak banyak lagi ten-tang perjalanan-perjalanannya." sahut Kono dengan sikap halus. Zenko lalu bertanya." timpal Hana." imbuhnya. "Lord Otori memang berhasil luput dari banyak serangan atas dirinya." sahut Taku ringan." lanjut Zenko." Ishida minum lagi. Kaede. "Keluarga Otori merupakan sasaran des as-desus. "Kedengaran¬nya terlalu pongah. bagaimana perasaanmu tentang perj alanan lewat laut bersama kirin?" Chikara menelan ludah saat diajak bicara pamannya. kau ada di san a ketika pamanmu yang malang " "Aku tidak ingat. Syukur dipanjatkan pada Surga. karena lebih dari satu orang yang hadi r di sana mengingat kalau Lord Fujiwara me¬nikahi lain Kaede secara paksa hingga bangsawan i tu mati. Ada semacam ramalan Taku. " Dia seharusnya membawa kematian pada laki-laki manapun yang menginginkan dirinya. Dia percaya tidak bisa di¬bunuh." "Kau tahu hal ini. dan tubuhnya bereaksi dengan sembuh dengan sendirinya. Apakah itu semacam takha yul?" "Kurang lebih begitu. "Kedengaran¬nya terlalu pongah. Pernahkah kau tahu kasus-kasus serupa?" "Tentu aku tahu. "Itu tidak lebih dari kepercayaan takhayul. dalam hati berha rap segala siksaan neraka menimpa si tabib yang sedang mabuk. "Chikara. pernah menjadi sasaran desas-desus semacam itu." "Kakakku." sahut Ishida. serta berbaring di atas ranjang berpaku tan pa melukai kulit mereka. Apakah itu semacam takhayu l?" cnarkah?" gumam Kono. tapi Lord Tak eo terhindar dari bahaya itu. di sana ada orang¬or ang suci yang bisa berjalan di atas api tanpa terbakar. dan belum sempat dia menyahut ." sahut Taku cepat. Tawa yang mengikuti kata-kata Hana selanjutnya terdengar agak kurang nyaman. "Ramalan apa?" "Bahwa Lord Otori hanya bisa mati di tangan putranya." "Mengagumkan. "Tapi semua orang tahu tentang Lima Pertempuran. "Dalam perjalanan ke Tenjiku. Dan sangat berguna. "Menga pa aku membicarakan hal itu? Oh ya. adikku?" tanya Zenko pelan. seraya melirik ke ara h Taku. efek dari kuatnya kepercayaan itu berimbas pada tub uhnya."Bcnarkah?" gumam Kono.

"Ada ramalan seorang perempuan suci. "Aku harus beristirahat. aku tak ber¬maksud menghina kenangan tentang kedua ayah kalian." sahut Kono." Dia minum lalu bicara dengan l ebih serius." Hana minta maaf pada Kono setelah Chikara membantu si tabib berdiri dan pergi. Ayah. Aku lelah sekali." "Aku khawatir dia sudah terlalu banyak minum. buka n anugerah. "Di ibukota gempa bumi biasanya dianggap sebagai hukuman atas tindak kejahatan. begitulah yang aku dengar." Air matanya mengambang. Da n nyawa istriku. "Alangkah ena knya bagi sebuah kemenangan memiliki ramalan yang berguna. Gempa bumi itu di percaya sebagai pertanda dari Surga. Ishida menyelamatkannya yang bicara dengan perasaan yang meluap¬luap. "Chikara." ujar Hana. atau diam saja dan kelihatan men¬dukung kakaknya." "Ya. Menurutku. yang berpihak kep ada¬nya. bicara padanya dengan sopan. lalu diseka dengan lengan baju." Lalu dia berpaling ke arah Hana.menghantarkan apa yang diinginkan Surga. karena Ishida adalah ayah tiri suaminya. antar kakek ke kamar dan minta pelayan membantunya. Halaman 101 dari 500 ." Taku tidak tahu apakah harus bicara dan memberi tahu Kono di mana kesetiaannya b erpihak.'" Dilihatnya wajah Kono yang penuh tand a tanya lalu menjelaskan. kejahatan telah mendapatkan balasannya. dengan nada mengejek." "Tentu saja. Kuharap kalian memaafkan orang tua ini. yang dipastikan oleh kemenanga n Takeo dalam perang. "Maaf. "Gempa itu menyelamatkan nyawaku.

Aku menyesal dia harus pergi ke Hag i. Dari Kaisar dan jenderalnya. Kurasa dia lebih mengenal ayahku ketimbang orang lain yang mas ih hidup. di m ana hawa panas masih lerjadi. [pent. Fenomen a cuaca ini melanda pantai timur Cina. wah!" komentarnya. langit cerah biru berubah kuning di bagian barat saat matahari ter¬b . dan gembira bisa bertemu dengan sanak saudaranya. Mereka berkuda menyeberangi jembatan batu di senja hari bermandikan rintik hujan disertai cahaya matahari. Katsumori. Hagi ad alah kota kelahirannya."Ishida. Kuharap b isa berbincanIshida. ledakan tawa yang me¬ngandung konspirasi jahat." Dan beruntung dia tidak mati seperti ayahnya. Sebaliknya. Sulit memikirkan tentang musim dingin saat ini. Tapi _ * Hujan plum adalah hujan yang terjadi saat musim buah plum (Juni-Juli). Dal am bahasa Jepang discbut meiyu dan baiu. Take o tahu kalau ia membutuhkan saran Kahei tentang cara terbaik menghadapi ancaman yang makin besar dari ibukota. Miyako. pikir Taku. "Ada lagi desas-desus tentang Takeo. penyimpanan cadangan air untuk berjaga -jaga kalau terjadi kekeringan di akhir musim panas..* Miyoshi Kahei menemani Takeo ke Hagi bersama putra sulungnya. "Secara resmi. Kecemasan lain yang harus dipikirkan sebelum perang adalah panen." "Beliau memiliki tiga putri. bagai¬mana ia menghabiskan musim dingin untuk mengadakan persiapan.] semua masalah ini tak lagi terasa mendesak sewaktu memikirkan kalau tak lama lag i ia akan bertemu Kaede dan ketiga putrinya. di akhir musim hujan plum*." tam bahnya. Takeo sadar pakai¬annya terasa lembap: begitu sering pakaian¬nya basah kuy up sampai menempel di kulit selama perjalanan hingga nyaris tidak ingat bagaimana rasanya kering. Zenko tertawa." sahut Taku. Di atas laut. Paman. laki-laki yang menarik. Bahkan tempat penginapannya pun terasa lembap. "Kurasa. tapi aku harus bertindak bijak!" Kono menaikkan alisnya. laki-laki yang menarik. berbau lembap dan jamur. Lord Otori tidak memiliki putra. apa yang harus kulakukan tanpa dirimu? pikir Taku. Kuharap bisa berbincang banyak dengannya. "Wah. dan penyakit akibat cuaca panas. "Ramalan yang menarik bukan?" tanya Kono. wabah penyakit menular. Aku menyesal dia harus pergi ke Hagi. melintasi Taiwan lalu ke timur sampai ke selatan pasifik Jepang..

dan guntur bergemuruh sehingga kuda-kuda ter kejut dalam kelelahan. Shun. Takeo b er¬jalan melewati taman. tapi ia tidak ingin berperang.enam. Miyoshi bersaudara meninggalkannya di depan gerbang.. Ia akan bicara pada Mori Hiroki tentang kuda. dan berta nya-tanya apakah bisa menemukan kuda seperti itu. Turun dari kuda di dinding luar utama kastil: kuda-kuda diiuntun pergi. maka akan dibutuh¬kan lebih banyak kuda . dan juga pada Shigeko. Kabar sudah tersiar lebih dulu ke kastil.. Kuda tunggangannya udaklah istimewa. Pegunungan di belakangnya tertutup awan tebal. ia merindukan kuda lamanya. dan hanya mengajak Sunaomi. Bila mereka harus berperang. Kaede menantinya di beranda pan jang yang Halaman 102 dari 500 .

Shigeko berlari menghampiri dari dalam kediaman. Lord Takeo. "Ayah!" pekiknya. Wajah Kaede bersinar gembira. Namun kabar pertama harus segera disampaikan.mengelilingi ke-diaman. lalu berlutut untuk melepaskan sandal lakeo." sahut Takeo. Dan basah kuyup. "Kami tak menduga kau kembali begitu cepat! Kau berkuda dalam cuaca yang begitu buruk! Kau pasti kelelahan. "Tapi kenapa? Apakah ibunya baik-baik saja? Apakah ada se suatu terjadi pada Hana?" Takeo melihat kecemasan Kaede dan ber¬tanya-tanya seberapa banyak yang dapat ia ce ritakan tentang kecurigaannya. Kemudian dia melihat Sunaomi yang tengah berdiri malu-malu di bela kang." "Sunaomi!" seru Kaede. "Ya. Lalu perasaan itu berganti dengan hasrat untuk memeluknya. Kau harus segera mandi. pada Kaede. "Benarkah ini sepupu kami?" tanyanya." Wajah Shigeko tampak serius selagi mem¬bungkuk normal lalu meninggalkan mereka. dan seruan burung dara terdeng ar dari atap rumah. Suara laut memenuhi udara. a . melarut-kan diri dalam dekapannya. apa yang terjadi?" Kaede mendongak sekilas ke wajah Takeo lalu berkata. Wajah Kaede bersinar gembira. dan seruan burung dara terden gar dari atap rumah. Suara laut memenuhi udara. "Hana baik-baik saja. "Ya. terdengar olehnya Shigeko bicara pada kedua adiknya. "Sh i¬geko. tempat sebuah kolam dibuat di sekeliling mata air panas. pada Shizuka. engelilingi ke-diaman. "Ya. Minta pelayan untuk mem¬bawakan pakaian unt uk ayahmu. " "Tentu saja. Ta keo bisa mendengar langkah ringan putri nya di lantai papan. "Nanti kuceritakan alasan kunjungan Sunaomi." Indahnya hardikan sayang istrinya mem¬bangkitkan perasaan begitu kuat dalam diri T akeo hingga sesaat ingin berdiri di sana untuk selamanya. dan mengganti pakaian yang kerin g. Sunaomi akan tinggal bersama kita selama beberapa waktu. kau pikir masih berusia delapan betas tahun? Kau sama sekali tak memikirkan kese hatanmu!" "Shizuka ada di sini?" tanyanya saat Kaede membimbingnya di beranda menuju bela¬ka ng kediaman. katakan pada Shizuka untuk segera me¬nemui kami. Ayo masuk.

Di sekeliling kolam dan sungai. Satu demi satu api dan lentera di sekitar teluk mulai dinyala kan dalam kegelapan. Sinar matahari keluar dari sela-sela bunga-bunga dan semak¬se mak. Takeo melihat air mata meng¬genang di mata istrinya lalu mulai berlinang di pipinya. Dia mengadakan perjalanan sampai keluar perbatasan. "Aku harus bicara berdua dengan Shizuka.yah sudah pulang. Ayo ikut aku. "Se pertinya begitu. Sen tuhannya menenangkan. Tiap jengkal tubuhnya terasa sakit. "Suatu kehilangan yang menyakitkan." kata Takeo." Halaman 103 dari 500 . Kaede tidak bicara sepatah kata pun sewaktu melepaskan pakaian Takeo. tapi ia harus bicara dulu pada Shizuka. Tak ada kab ar yang jelas. bunga iris tampak berkilauan. dan segera ke luar dan berpakaian secepatnya. Taku mengabarkan hal ini padaku di Hofu." Mereka hanya berdua. Bagaimana kejadiannya? Apa¬kah dia meninggal karena sakit?" Takeo mendengar dirinya berkata. Kaede mengambil air dari kolam dengan ember bambu dan mulai memandikan suaminya. Kita harus me¬nemukan Shizuka. Kaede berkata. Langit dan laut berba ur menjadi satu dalam kabut senja. Takeo ingin Kaede melingkarkan tangan lalu memeluk¬nya." Ia tidak berlama-lama di dalam air panas seperti yang ia inginkan. "Muto Kenji sudah tiada. Tapi kalian belum boleh menemuinya.

tapi k ita akan menghormatinya dengan mengadakan upa¬cara di sini atau di Yamagata. aku akan menceritakan tentang Sunaomi. "Aku harus ceritaka n semua yang aku tahu karena hal itu memengaruhi Tribe. Taku datang ke Hofu untuk mengabarkanny a. Aku pulang membawa kabar bahwa pamanmu telah tiada. "Paman tingg al di sana." . Dia kembali dan duduk di hadapan Takeo. "Kau tentu sudah bisa menduga kenapa aku di sini.. Shizuka bangkit. Terima kasih." "Baiklah. atas keprihatinanmu.. Tak ada jenazah. atas sikapmu mengho rmati pamanku." "Kabar seperti itu tidak pernah disambut baik. Kini Takeo m enyesal mengapa tidak memberitahu Shizuka sebelumnya. Akan kusiapkan makan untukmu. Shizuka sudah ada di sana." Belum sempat Shizuka bergerak men¬dekat."Tentunya tak ada yang kau rahasiakan padaku?" Tentunya tak ada yang kau rahasia kan padaku?" "Hanya masalah Tribe. "Ada banyak hal lain yang perlu kita bicarakan." sahutnya perlahan. dan kukira kau harus segera tahu." "Kukira kemungkinan paman meninggal di Inuyama. di mana pun me nurutmu yang paling sesuai. Takeo langsung bicara tanpa salam lebih dulu. kalau istrinya masih ingin bersamanya. seorang pelayan datang membawa teh. "Tidak. me¬lihat k e sekeliling ruangan dengan cepat. sepupu. lutut mereka saling berhadapan. "Kenji adalah Ketua Muto. tidak ada orang lain. kan?" Tak seorang pun tahu misi yang dilakukan Kenji kecuali ia dan Taku. Shizuka harus memilih penggantinya. Shizuka menuangkannya untuk Takeo. Selagi Takeo minum." Dilihatnya kalau Kaede tidak senang." sahutnya. "tapi bukannya tidak diharapkan. dan kunjungan putra Lo rd Fujiwara. Ketika Takeo kembali ke ruang utama. "Saat kita hanya berdua. Hal ini tak bisa dibicarakan dengan orang luar. "Mendekatlah. kemudian melang¬kah ke beranda dan men gintip di bawahnya." kata¬nya." "Kurasa kau sudah tahu seberapa besar arti Kenji bagiku." sahut Shizuka dengan nada resmi. Lord Takeo. "Apakah kau dengar ada orang di dekat sini?" Takeo memasang telinga." tutur Takeo untuk meredam kemar ahan Kaede. membuka pintu lemari." sahut Kaede lalu mening¬galka nnya.

cucunya." "Dan yang sebenarnya?" "Kenji pergi berunding dengan Kikuta. lalu melanjutkan bicara." Takeo menghela napas . "Kenji ingin bertemu anak Yuki.." sahut Shizuka. "Ini kuceritakan karena me¬ny angkut masalah keluarga Muto yang kini menjadikanmu anggota yang dituakan. kau harus ceritakan semua ini pa da Kaede."Kedua putrimu mulai mahir menguping." Tidak dibiarkannya Shizuka melanjutkan kata-katanya. Kaede atau orang lai n di luar Tribe tidak perlu tahu. Aku tak ingin putriku atau istriku mendengar pembicaraan kita. Setelah peristiwa di Inuyama. dan bisa bersembunyi di tempat yang paling sempit sekalipun." "Lebih baik dia mendengar tentang anak¬mu itu dari mulutmu ketimbang dari orang la in." "Terima kasih. Halaman 104 dari 500 ." "Takeo.. Taku hanya tahu kal au Yuki meninggal di desa Kikuta tempat Akio dan anak itu bersembunyi selama beberapa tahun ini. kami pikir b isa memanfaatkan anak-anak Gosaburo untuk menekan mereka agar mau berdamai. kalau Kenji mencari obat sampai kel uar perbatasan wilayah Timur. Ku kata¬kan pada Kaede kalau Kenji meninggal karena penyakit.

"Aku sudah menyimpannya rapat-rapat begitu lama hingga tak tahu bagaimana member itahukannya. Semua tudah berlalu: anak itu putra Akio; putriku adalah pewaris¬ku. Untuk saat in i, ada pertanyaan mengenai keluarga Muto dan Tribe. Kenji dan Taku bekerjasama dengan baik: ilmu d an ketrampilan yang Kenji miliki tak ada bandingnya. Taku memiliki kemampuan yang hebat, tapi k urasa kau sependapat kalau ada semacam kegoyahan dalam dirinya: aku ragu apakah dia cukup dewasa untuk me¬mimpin Tribe. Zenko adalah putra sulung¬mu, dan pewaris langsung Kenji, dan aku t ak ingin menghina atau mengganggunya, atau ku sudah menyimpannya rapat-rapat begitu lama hingga tak tahu bagaimana memberit ahukannya. Semua tudah berlalu: anak itu putra Akio; putriku adalah pewaris¬ku. Untuk saat in i, ada pertanyaan mengenai keluarga Muto dan Tribe. Kenji dan Taku bekerjasama dengan baik: ilmu d an ketrampilan yang Kenji miliki tak ada bandingnya. Taku memiliki kemampuan yang hebat, tapi k urasa kau sependapat kalau ada semacam kegoyahan dalam dirinya: aku ragu apakah dia cukup dewasa untuk me¬mimpin Tribe. Zenko adalah putra sulung¬mu, dan pewaris langsung Kenji, dan aku t ak ingin menghina atau mengganggunya, atau memberinya dalih untuk..." Takeo berhenti bicara. "Untuk apa?" Shizuka menyela. "Baiklah, kurasa kau tahu betapa mirip sifat putramu dengan ayahnya. Aku khawati r dengan niatnya. Aku tidak bermaksud mem¬biarkannya mengembalikan kita dalam perang saudara lagi." Takeo bicara dengan nada serius, lalu tersenyum dan meneruskan dengan nada lebih ringan. "Mak a aku meng¬atur agar kedua putranya menghabiskan waktu bersama kita. Kurasa kau ingin be r¬temu cucumu." "Aku sudah bertemu Sunaomi," tutur Shizuka. "Tentu saja ini sangat menyenang¬kan. Apakah Chikara juga akan datang?" "Suamimu akan membawanya dengan kapal, bersama makhluk luar biasa yang dia diseb ut kirin," sahut Takeo. "Ah, Ishida sudah kembali; aku senang mendengarnya. Kukatakan yang sebenarnya, T akeo, aku sudah senang dengan hidupku yang tenang, mendampingi Kaede dan anak¬anakmu, istri dari tabibmu. ..tapi rasanya kau hendak membuat tuntutan lain padaku." "Kau masih cepat tanggap seperti biasa," sahut Takeo. "ingin kau menjadi pemimpi n Muto. Taku akan bekerjasama denganmu seperti yang dia lakukan bersama Kenji, dan

Zenko tentu akan tunduk padamu." "Pemimpin keluarga disebut Ketua," Shizuka mengingatkan. "Dan belum pernah ada K etua perempuan!" tambahnya. "Kau bisa menyebutnya apa saja. Itu akan menjadi contoh yang baik. Aku hendak memperkenalkannya ke wilayah lokal juga: kita akan memulai dengan Negara Tengah lalu kita sebarkan ke luar. Sudah banyak area di mana perempuan dengan kebaikan dan kemamp uan dapat menggantikan posisi suaminya. Mereka akan diakui dan diberi wewenang yang sama s eperti laki-laki." "Jadi kau akan memperkuat negara ini dari akar, dan para ksatria akan mendukung putrimu?" "Bila Shigeko menjadi satu-satunya penguasa perempuan, dia juga harus bersikap l ayaknya laki-laki. Bila perempuan lain berada di puncak kekuasaan, kita mungkin bisa melihat peruba han mengalir ke seluruh Tiga Negara." "Kau masih saja senang berkhayal, sepupuku!" sahut Shizuka seraya tersenyum, ter lepas dari penderitaan yang ditanggung nya. "Kau mau melakukannya, kan?" "Baiklah, sebagian karena pamanku pernah mengisyaratkan bahwa hal ini juga keing inannya. Dan setidaknya sampai Taku mantap dan Zenko sadar. Kurasa dia akan sadar, Takeo, dan terima kasih atas tindakan¬mu yang berhati-hati padanya. Namun apa pun hasilnya nanti, keluarga Muto akan tetap setia padamu dan keluargamu." Shizuka membungkuk hormat dengan sikap resmi . "Aku bersumpah padamu sekarang, Lord Otori, sebagai pemimpim mereka." "Aku tahu apa yang telah kau lakukan untuk Lord Shigeru dan keluarga Otori. Aku berhutang banyak padamu," ujar Takeo dengan penuh perasaan. "Aku senang kita bisa bicara berdua," imbuh Shizuka, "karena kita harus mem¬bicara kan tentang si kembar. Aku berharap bisa bertanya pada pamanku mengenai se¬suatu yang baru saja t erjadi, tapi mungkin kau tahu cara mengatasinya." Halaman 105 dari 500

Diceritakannya pada Takeo mengenai peristiwa yang terjadi pada kucing, bagai¬mana kucing itu tertidur dan tak pernah bangun lagi. iceritakannya pada Takeo mengenai peristiwa yang terjadi pada kucing, bagai¬mana k ucing itu tertidur dan tak pernah bangun lagi. "Aku tahu Maya memiliki kemampuan ini," tutur Shizuka, "karena dia pemah mem¬perli hatkan tandatandanya selama musim semi. Satu atau dua kali aku bahkan pusing ketika dia menatapku. Ta pi tak seorang pun dari keluarga Muto tahu tentang sihir tidur Kikuta, meskipun banyak takhayul yang ber¬kaitan dengan hal itu." "Kemampuan itu seperti obat yang sangat mujarab," sahut Takeo. "Sedikit akan men guntungkan, tapi jika terlalu banyak justru bisa menyebabkan kematian. Orang membuat diri mereka terbuka pada kemam¬puan itu karena kelemahan diri mereka sendiri, karena kurangnya pengendalian diri mereka. Aku diajarkan untuk mengendali¬kannya di Matsue dan di sana aku belajar bahwa Kikuta tak pernah menatap langsung anak-anak mereka karena seorang anak tidak dapat melawan tatapa n itu. Kurasa seekor kucing kecil sama lemahnya. Aku belum pernah mencobanya pada kucing, hany a pada anjing dan aku sudah mahir melakukan¬nya." "Kau belum pernah mendengar per¬pindahan antara orang yang sudah mati dengan orang yang membuat mereka tertidur?" Pertanyaan itu membuat bulu kuduk Takeo berdiri. Hujan mulai turun lagi, dan kin i gemuruhnya semakin keras di atap. "Biasanya bukan sihir tidur yang mampu membunuh," tuturnya dengan hati-hati. "Di gunakan hanya untuk melemahkan: kematian pasti disebabkan oleh hal lain." "Itu yang mereka ajarkan padamu?" "Mengapa kau menanyakan hal ini?" "Aku mencemaskan Maya. Dia menunjuk¬kan tanda-tanda kerasukan. Ini pernah ter¬jadi d i keluarga Muto, kau tahu; Kenji dijuluki Si Rubah saat masih muda: kabarnya dia pernah ker asukan roh rubah bahkan menikah dengan seekor rubah tapi selain pamanku, aku tidak tahu ada perubah an bentuk yang pernah terjadi. Hampir seolah Maya yang menarik roh kucing itu masuk ke dal am dirinya. Semua anak suka bertingkah seperti hewan, tapi seharusnya mereka lebih manusiawi ketik a mulai dewasa; Maya justru sebaliknya. Aku tidak membicarakan hal ini pada Kaede; Shigeko sudah curiga ada yang

tidak beres. Aku senang kau sudah kembali." Takeo mengangguk, merasa gelisah dengan kabar ini. "Cucu-cucumu tidak me nunjukkan tanda-tanda ketrampilan Tribe," komentarnya. "idak, dan aku cukup lega. Biarlah mereka menjadi putra Zenko, ksatria. Kenji me ngatakan bahwa kemampuan itu akan menghilang dalam dua generasi. Mungkin, dalam diri si kembar kita menyaksikan pancaran sinar yang terakhir sebelum lentera¬nya padam." Pancaran sinar yang terakhir ini bisa mem¬buat bayangan-bayangan aneh, pikir Takeo . *** Tak seorang pun mengganggu selama mereka berbincang-bincang: setengah sadar ia s eperti mendengar ada tarikan napas, bunyi sambungan papan yang bergerak, langkah ringan yang menandakan ada yang menguping. Tapi saat memerhatikan lagi, yang terdengar hanya lah siraman air hujan, halilintar di kejauhan, dan hempasan ombak. Namun ketika mereka selesai, dan Takeo berjalan ke kamar Kaede di koridor yang m engkilap, ia mendengar suara luar biasa di depannya, semacam raungan dan geraman, setengah ma nusia dan setengah hewan. Kemudian terdengar suara memekik ke takutan, dan derap langkah kaki. Takeo ber¬belok di sudut dan Sunaomi menabrak-nya . "Paman! Maaf!" Bocah itu tertawa cekikikan kegirangan. "Macan itu ingin me¬nangkap ku!" Halaman 106 dari 500

Awalnya Takeo melihat bayangan di kertas kasa. Sesaat terlihat jelas olehnya sos ok tubuh manusia, dan satu sosok lagi di belakangnya dengan telinga rata, kuku yang siap mencakar dan kibaskan ekor. Lalu si kembar datang berlarian dari sudut, dan mereka berdua hanyalah anak pere mpuan biasa, bahkan saat sedang menggeram. Mereka langsung ber¬henti mematung ketika melihat ayahnya. walnya Takeo melihat bayangan di kertas kasa. Sesaat terlihat jelas olehnya soso k tubuh manusia, dan satu sosok lagi di belakangnya dengan telinga rata, kuku yang siap mencakar dan kibaskan ekor. Lalu si kembar datang berlarian dari sudut, dan mereka berdua hanyalah anak pere mpuan biasa, bahkan saat sedang menggeram. Mereka langsung ber¬henti mematung ketika melihat ayahnya. "Ayah!" "Itu dia macannya!" jerit Sunaomi. Miki melihat wajah ayahnya, menarik lengan baju Maya lalu berkata, "Kami cuma ma in-main." "Kalian sudah terlalu besar untuk per¬mainan seperti itu," ujarnya, menyembunyi¬kan kekhawatirannya. "Bukan begini caranya menyambut ayah kalian. Ayah berharap me¬nem ukan kalian tumbuh menjadi perempuan muda." Seperti biasa, rasa tidak senang sang ayah menciutkan nyali mereka. "Maaf," kata Miki. "Maafkan kami, Ayah," ujar Maya me¬mohon, tanpa sedikit pun sisa geraman macan dal am suaranya. "Ini salahku juga," imbuh Sunaomi. "Semestinya aku sudah tahu. Lagipula, mereka hanyalah anak perempuan." "Ayah tampaknya perlu bicara serius dengan kalian berdua. Di mana ibu kalian?" "Ibu sedang menunggu Ayah. Kata ibu mungkin kami boleh makan bersama Ayah," bisi k Miki. "Baiklah, Ayah kira kita harus menyambut kedatangan Sunaomi. Kalian boleh makan bersama kami. Tapi tidak ada lagi permainan berubah menjadi macan!" "Tapi manusia seharusnya mengumpan¬kan diri mereka pada macan," ujar Maya selagi m ereka berjalan di sampingnya. "Shigeko yang menceritakan itu pada kami." Maya tidak bisa menahan untuk berbisik pada Sunaomi, "Dan yang paling disukai ma can adalah anak laki-laki." Merasa jera atas teguran pamannya, Sunaomi tidak menyahut. Takeo bermaksud untuk berbicara dengan si kembar malam ini, tapi seusai makan

malam, ia merasa kelelahan dan keinginan berdua saja dengan Kaede. Kedua putri k embarnya bersikap sempurna selama makan malam, bersikap baik pada sepupu mereka, dan sopa n pada orangtua dan kakak sulung mereka. *** Saat ini Takeo menatap Kaede di bawah keremangan cahaya lentera, tampak lekuk tu lang pipi dan siluet istrinya. Jubah tidur membungkus tubuh Kaede yang duduk bersila di matras , tubuh rampingnya tampak putih samar-samar dengan selimut sutra. Takeo berbaring dengan kepala di pangkuan Kaede, merasakan panas tubuh istrinya, mengenang dulu ia sering berbaring seperti ini p ada ibunya saat kecil. Rambutnya dibelai lembut oleh Kaede sampai ke leher, me¬lemaskan syarafnya yang tegang. Mereka hanyut dalam perasaan cinta, tak lama setelah hanya berdua, nyaris tanpa kata¬kata, mencari kedekatan serta meleburkan diri dalam kesatuan, senantiasa begitu akrab. Mereka berbagi kesedihan atas kematian Kenji tanpa suara, atau perasaan terasing dari rahasia T akeo tentang Tribe atau pun kekhawatiran tentang putri mereka. Semua kecemasan ini kian membakar keintiman t anpa kata-kata dari hasrat mereka dan seperti biasa, ketika hasrat mereda, bak mukjizat, pemuli han pun terjadi: sikap dingin Kaede menguap; kesedihan Takeo seperti bisa dilalui. Banyak hal yang mesti dibicarakan. Pertama tentang kecurigaan terhadap Zenko dan alasan ia membawa kedua putra Arai ke rumah mereka. Halaman 107 dari 500

"Tentu kau takkan mengangkat mereka secara sah menurut hukum, kan?" seru Kaede. Tentu kau takkan mengangkat mereka secara sah menurut hukum, kan?" seru Kaede. "Bagaimana jika aku melakukannya?" "Aku menganggap Sunaomi seperti anak kandungku tapi Shigeko akan tetap menjadi pew arismu?" "Ada banyak kemungkinan: bahkan pernikahan, saat dia cukup dewasa. Aku tak ingin melakukannya dengan tergesa-gesa. Semakin lama kita menunda keputusan, semakin besar kemungki nan Zenko tersadar dan tenang. Tapi aku khawatir dia didukung Kaisar dan para pendukungnya di wilayah Timur. Kita harus berterima kasih pada penculikmu untuk hal itu!" Diceritakannya tentang penemuannya dengan Lord Kono. "Mereka mencap diriku sebag ai penjahat. Karena Fujiwara adalah kerabat Kaisar sehingga dia terbebas dari kejahatannya!" "Kuatnya tekadmu soal sistem keadilan mungkin telah membuat mereka ketakutan," k ata Kaede. "Karena hingga saat ini tak seorang pun berani mencela atau meng¬hukum orang seper ti Fujiwara. Aku tahu dia bisa saja membunuhku tanpa berpikir panjang. Tak seorang pun berani menolak perintahnya, tidak ada yang berpikir kalau apa yang dilakukannya salah. Perasaan laki¬laki tidak lebih berharga dari sebuah lukisan atau jambangan berharga karena dia bisa membunuh pere mpuan dengan entengnya seolah hanya menghancurkan salah satu hartanya aku nyaris tidak b isa mengung¬kapkan dengan kata-kata betapa sikapnya melemahkan keinginanku dan membuat tubuhku serasa lumpuh. Kini pembunuhan atas perempuan di Tiga Negara akan dihuku m sama seperti pembunuhan terhadap laki-laki, dan tidak ada orang yang bisa lolos dari keadilan hanya karena derajat mereka. Keluarga-keluarga ksatria kita lelah me nerimanya, namun di luar perbatasan kita, baik itu ksatria maupun bangsawan akan menganggap hukum sebagai penghinaan. "Kau mengingatkan betapa banyak hal yang dipertaruhkan. Aku takkan mengun¬durkan d iri seperti permintaan Kaisar, tapi aku juga tak ingin terjadi peperangan. Namun bila kita m emang harus berperang di wilayah Timur, maka makin cepat makin baik." Takeo menceritakan ten tang senjata api, dan misi Fumio. Tentu saja Kahei berpikir kita harus segera bersiap: kita punya waktu untuk membangun kekuatan sebelum musim dingin. Tapi di Terayama semua Guru Besar menen tangnya. Mereka mengata¬kan kalau aku harus pergi ke ibukota musim semi depan bersama Shige ko, dan semua masalah akan terpecahkan." Takeo mengernyitkan dahi. Kaede meng¬gosokkan jari di dahi Takeo, menghaluskan gar

is-garis kerutannya. "Gemba memiliki serangkaian tipuan baru," ujarnya. "Tapi kukira akan mem¬butuhkan lebih dari sekadar itu untuk meredam nafsu kekuasaan jenderal Kaisar, Saga Hideki, Si Pembu ru Anjing."** Keesokan harinya dilakukan persiapkan upacara pemakaman Kenji, dan mendiktekan s urat-surat. Minoru dibuat sibuk seharian, menulis surat untuk Zenko dan Hana bahwa Sunaomi t iba dengan selamat; surat kepada Sugita Hiroshi, memintanya datang ke Hagi secepat mungkin; surat kepada Terada Fumifusa, mengabarkan tentang kepulangan Takeo dan keberadaan putranya, F umio, dan terakhir surat kepada Sonoda Mitsuru di Inuyama, memberitahukan bahwa belum ada Keputusan mengenai nasib kedua sandera; masalah ini akan dibicarakan pada per¬temuan mendata ng. Kaede memberitahukan pada Takeo dan Minoru tentang semua masalah terbaru yang be rkaitan dengan kota Hagi dan penduduk¬nya. Minoru mencatat dengan hati-hati ten-tang Keput usan yang akan diambil. Di pengujung hari yang panjang, panas serta melelahkan, Takeo perg i mandi, dan me Halaman 108 dari 500

ngirim perintah agar putri kembarnya datang menghadapnya ke sanairim perintah ag ar putri kembarnya datang menghadapnya ke sana. Mereka menyelinap masuk ke air beruap dengan tubuh telanjang: badan mereka tak l agi seperti badan anak-anak, rambut mereka panjang dan tebal. Sikap mereka lebih tenang dari biasanya, jelas masih belum yakin apa¬kah Takeo sudah memaafkan tingkah mereka pada hari sebelumny a. "Kalian kelihatan lelah," kata Takeo. "Ayah berharap kalian bekerja keras hari i ni." "Shizuka galak sekali hari ini," Miki meng¬hela napas. "Dia bilang kami perlu lebi h disiplin." "Dan Shigeko memaksa kami menulis begitu banyak," keluh Maya. "Jika aku tidak pu nya jari seperti Ayah, apakah Lord Minoru akan menulis untukku?" "Ayah dulu belajar menulis, maka kalian pun begitu," sahutnya. "Dan menulis jauh lebih sulit bagi Ayah karena usia Ayah sudah lebih tua. Makin muda, makin mudah belajar. Bersyuku rlah kalian memiliki guru yang sangat baik!" Nada suaranya terdengar tegas. Miki memegang-megang bekas luka ayahnya yang melintang dari leher samping ke dada. Takeo bicara dengan suara lebih lembut. "Banyak hal dituntut dari kalian. Kalian harus belajar cara ksatria, begitu pula dengan semua rahasia Tribe. Ayah tahu itu tidak mudah. Kali an memiliki banyak bakat: kalian harus hati-hati menggunakannya." Miki berkata, "Karena kejadian pada kucing itu?" "Coba ceritakan," sahut Takeo. Si kembar saling bertukar pandang tanpa bicara. Takeo berkata, "Kalian adalah darah daging Ayah. Kalian ditandai, seperti juga A yah, sebagai Kikuta. Tidak ada yang tidak bisa kalian ceritakan pada Ayah. Maya, apa yang terjadi pad a kucing itu?" "Aku tak bermaksud menyakiti," Maya mulai bicara. "Jangan bohong," Takeo memperingatkan. Maya meneruskan, "Aku ingin melihat apa yang akan terjadi." Suaranya kedengaran serius; menatap lurus pada Takeo. Kelak Maya ingin menantang tatapan ayahnya. "Aku marah sekali dengan Mori Hiroki." "Hiroki menatap kami," Miki menjelas¬kan. "Semua begitu. Seolah kami ini setan." "Dia menyukai Shigeko dan tidak menyukai kami," tutur Maya.

"Sama seperti semua orang," ujar Miki, dan seolah diamnya Takeo melepaskan ses¬uat u dalam dirinya, Miki menangis. "Kami dibenci karena kami kembar!" Si kembar jarang menangis. Satu lagi sifat yang membuat mereka nampak tidak waja r. Maya juga menangis. "Ibu juga membenci kami karena ibu menginginkan anak laki¬laki , dan bukannya dua anak perempuan!" "Chiyo yang bilang pada kami," Miki menelan ludah. Takeo merasa hatinya remuk redam karena kesedihan. Memang mudah menya¬yangi putri sulungnya, tapi ia lebih menya¬yangi si kembar karena mereka tidak mudah disayangi , dan juga merasa iba pada mereka. "Kalian sangat berharga bagi ayah," sahut¬nya. "Ayah merasa gembira karena kalian kembar dan kalian anak perempuan. Ayah lebih senang anak perempuan ketimbang semua anak lak i-laki di dunia ini." "Saat Ayah ada di sini, kami merasa aman. dan kami tak ingin melakukan hal-hal y ang buruk. Tapi Ayah sering pergi jauh." "Ayah ingin mengajak kalian tapi tidak Halaman 109 dari 500

selalu bisa. Kalian harus bersikap baik bahkan saat Ayah tidak ada di sini." ela lu bisa. Kalian harus bersikap baik bahkan saat Ayah tidak ada di sini." "Orang-orang seharusnya tidak boleh menatap kami," ujar Maya. "Maya, mulai saat ini kau yang harus berhati-hati saat menatap. Kau sudah tahu c eritanya Ayah sudah sering ceritakan padamu tentang pertemuan Ayah dengan raksasa Jin-emon?" tan ya Takeo. "Ya," sahut mereka serempak dengan penuh semangat. "Ayah menatap matanya dan dia tertidur. Itulah sihir tidur Kikuta yang berguna u ntuk melumpuhkan musuh. Itulah yang kau laku¬kan pada kucing itu, Maya. Tapi Jin-emon bertubuh besa r, setinggi gerbang kastil serta lebih berat dari banteng. Kucing bertubuh kecil, dan masih muda, dan sihir tidur itu membunuhnya." "Kucing itu tidak benar-benar mati," tutur Maya, bergerak mendekati lalu bergela yut di lengan kiri ayahnya. "Kucing itu men¬datangiku." Takeo berusaha tak menunjukkan ke¬kagetannya, tak ingin membungkam putri¬nya. "Kucing itu datang tinggal bersamaku," ujar Maya. "Kucing itu tidak keberatan. Karena sebelumnya kucing itu tidak bisa bicara, kini dia bisa bicara. Dan aku pun tidak keberatan. Aku suka kucing itu. Aku suka menjadi kucin g." 'Tapi Jin-emon tidak mendatangi Ayah, kan?" tanya Miki. Bagi mereka hal ini tida k lebih aneh dibandingkan dengan kemampu¬an menghilang, atau sosok kedua, dan mungkin tidak leb ih berbahaya. "Tidak, karena akhirnya Ayah menggorok tenggorokannya dengan Jato. Dia mati kare na digorok, bukan karena sihir tidur itu." "Apa Ayah marah dengan kejadian kucing itu?" tanya Maya. Takeo tahu kalau mereka percaya padanya, dan ia tak ingin kehilangan kepercayaan itu, juga sadar kalau mereka bersifat pemalu layaknya hewan liar yang dapat kabur dalam sekejap. Terkenang masamasa penuh pen¬deritaan selama bersama Kikuta. kekejaman dalam pelatihannya. "Tidak. Ayah tidak marah," sahut Takeo dengan tenang. "Shizuka marah sekali," gumam Miki. "Tapi Ayah harus tahu semuanya agar bisa mel indungi kalian, dan menghentikan kalian agar tak menyakiti orang lain. Ayah adalah orangtua dan juga senior kalian dalam keluarga Kikuta.

Kalian berhutang kepatuhan pada Ayah dalam kedua hal itu." "Kejadiannya begini," tutur Maya. "Aku marah pada Mori Hiroki. Kulihat betapa sa yangnya dia pada kucing itu. Aku ingin dia membayar perbuatannya karena tidak mau menatap kami. D an kucing itu manis sekali. Aku ingin bermain dengannya. Maka kutatap matanya, dan aku tidak b isa berhenti menatapnya. Kucing itu lucu, dan aku ingin menyakiti Hiroki, dan aku tak bisa me ng¬hentikannya." Maya berhenti, menatap tak berdaya ke arah Takeo. "Teruskan," ujarnya. "Aku menariknya masuk. Dari tatapan matanya, melalui tatapan mataku. Kucing melo mpat masuk ke dalam diriku. Kucing itu melolong dan mengeong. Tapi aku tidak bisa berhenti men atapnya. Kemudian kucing itu mati. Tapi dia masih hidup." "Lalu?" "Lalu Mori Hiroki sedih, dan itu mem¬buatku senang." Maya menghela napas panjang, seolah habis susah mengingat pelajaran yang telah dihapalkannya. "Hanya itu. Ayah, sungguh." Takeo menyentuh pipi Maya. "Kau telah berkata jujur. Tapi kau tahu betapa mem¬bing ungkan perasaanmu. Pikiranmu tidak jernih, yang justru harus sebaliknya saat menggunaka n kemampuan Tribe itu. Saat menatap mata orang lain, kalian akan melihat kelemahan mereka. I tulah yang membuat mereka rapuh pada tatapan kalian." Halaman 110 dari 500

sambil tertawa cekikikan. ka u membuat kesalahan. "Lalu kalian takkan punya anak. dan mulai menangis lagi. Kenji telah berpulang ke alam baka. "Dia menceritakan ten tang roh-roh hewan dan cara Tribe memanfaatkannya. dan kedua putri kembarnya yang belum bi sa dilindunginya dari kerasukan yang akibatnya pun belum bisa diperkirakannya. "Mengapa? Siapa yang mengatakan kalian harus menikah dengannya?" "Sunaomi mengatakan pada kami kalau dia ditunangkan dengan salah satu dari kami! " "Hanya kalau dia benar-benar nakal."Apa yang akan terjadi padaku?" tanya MayaApa yang akan terjadi padaku?" tanya M aya." ujar Miki. Shigeko bangu ." "Kuharap dia belum mati. *** Pemakaman Kenji dilaksanakan keesokan harinya. Kita harus mengamati¬mu untuk mencari tahu. dan batu nisan didirikan untuknya di kuil Hachiman di sebelah Tokoji. "Ayah tidak tahu. "Sebagai hukuman!" "Aku tak ingin ditunangkan dengan siapa pun. yang tak lama kemudian menjadi tempat ziarah bagi ke luarga Muto dan anggota Tribe yang lain." sahut Miki. menangisi kepergian gurunya. Tindakanmu salah. Kedua putrinya berada di dekatnya. Tapi kau harus ber¬janji pada Ayah untuk tidak menggunakan sihir tidur Kikuta pada orang lain sampai Ayah ijinkan." sahut Takeo." ujar Miki." sahut Maya setuju. seperti juga Shiger u. "Kelak kau pasti berubah pikiran. juga Jo-An." sahut Miki sepakat." "Mestinya Kenji tahu. Kau akan harus menanggung akibatnya. Kalian membutuhkan laki-laki untuk bisa punya anak.* Musim hujan plum sudah selesai dan hawa panas musim panas dimulai. kini lebih tenang. Dan Takeo merasakan matanya pun menghangat. "Kita berdua menikah saja. kan?" "Ayah tak membutuhkan anak laki-laki. "Aku benci anak-anak." sahut Takeo." Takeo menggoda. tubuh mereka begitu mirip dengan tekstur dan warna kulit dirinya." kata Maya." kata Maya di sela-sela isak tangisnya yang baru meleda k lagi. kan?" tanya Maya. "Aku ingin menikah dengan Miki." "Aku tak ingin punya anak. Kini mereka bertiga menginspirasi dan melindungi orang yang masih hidup di dunia fana ini. "Terutama Sunaomi! Ayah tidak akan men gangkat Sunaomi sebagai anak. "Kami tidak harus menikah dengan Sunaomi.

mengajarin ya sopan santun. meringkik saat meli hat¬nya dan menunjukkan tanda sayang. sedangkan kuda jantan mulai bisa menerima kehadiran Shigeko. Dua kuda betina tua menggigit dan menendang. Halaman 111 dari 500 .n sebelum matahari terbit dan pergi ke kuil di tepi sungai untuk menghabiskan waktu ber¬sama si kuda hitam jantan saat udara masih dingin.

Hiroshi akan datang ke Hagi Kami bisa menjinakkan kuda ini bersama-sam a. Menunggu hingga bisa bicara berdua pada Shizuka." komentar Mori Hiroki. "Kuda ini mulai menyayangiku. Hari-hari yang panas berlalu. pada malam-malam yang hangat ket ika langit hitam kelam dan bintang¬bintang terlihat membesar. Meskipun urusan pemerintahan membu atnya sibuk. dan sewaktu berderap mengelilingi padang rumput."Dia tidak pernah melakukannya pada siapa pun. Bagi Shigeko. dan Taku tujuh belas tahun. tapi dia hanya setengah mengakui kalau dia lega saat Hiroshi berkuda ke Hagi seo rang diri." ujar Hiroki." komentar Mori Hiroki. "Tidak t erlalu muda." sahut Shigeko. tempat dia menjalankan pemerintahan wilayah milik ibu Shigeko dan suatu kelak akan menjadi miliknya. "Ayah tak memiliki kuda yang di sukai sejak Shun mati. memer¬hatikan kuda jantan itu menggesek-gesekkan kepalanya di bahu Shigeko. sedangkan ayah Anda terlalu sibuk. Kedatangannya terasa seperti kemb alinya kakak lakilaki bagi ketiga gadis itu. Hiroshi tinggal bersama keluarga Otori sampai usia dua puluh tahun lalu pindah ke Maruyama. Dinamainya kuda itu Tenba karena ada sesuatu bersifat surgawi pada kuda itu. karena usianya sudah dua puluh enam tahun dan belum beristri. berapa usia kedua putramu saat mereka menikah?" "Zenko delapan belas tahun. yang pasti jangan seorang diri. serta hembusan lembut angin dari laut membuat kediaman terasa dingin." "Tapi harus aku lakukan. Anak-anak berenang di laut dan melanjutkan pelajar an dan pelatihan dengan gembira karena sang ayah sudah pulang." . "Shizuka. Hal ini t ak bisa dijelaskan. "Tapi Anda jangan mencobanya dulu ." "Kuda ini sudah siap dijinakkan." Lalu pi kiran itu terbersit di benaknya." bantah Shigeko. memer¬hatika n kuda jantan itu menggesek-gesekkan kepalanya di bahu Shigeko. Setiap kali menerima surat. peristiwa besar selanjutnya di musim panas adalah kedatangan Sugit a Hiroshi dari Maruyama. Aku sudah terlalu tua dan lamban. Shigeko berharap membaca kala u Hiroshi sudah menikah. Shigeko membuka topik pembicaraan dengan santai. "Aku ingin berikan untuk ayahku. Dan Ayah bisa menungganginya saat kami me¬lakukan perjalanan ke Miyako. Takeo selalu menyempatkan waktu bersama mereka." jawab Shizuka. dan tidak menyebut istri atau tunangan yang ditinggalkan di Maruyama. kuda itu tampak seolah terbang. Dia tidak pernah melakukannya pada siapa pun.

Kedudukannya kurang tinggi." ujar Shigeko." sahut Shigeko. "Tapi aku terpak sa harus mencarikan istri untuknya! Apakah dia memiliki perempuan simpanan?" "Kurasa ada." "Kuharap dia akan terus mengabdi padaku di sana. Hiroshi jatuh cinta pada Hana sehingga tak mau men ikah lagi? "Bila ada unsur persekutuan pada diri mereka. Taku ber¬hasil mengat asi patah hatinya. sudah pasti ayahmu akan menikah¬kan mereka." kata Shigeko. kan?" "Ya." Shi zuka tertawa. Terutama Hiroshi yang selalu mend ambakan menjadi suami Hana: dia amat mengagumi ibumu dan meng¬anggap Hana mirip dengannya."Dan usia Taku dan Sugita sebaya. namun dia tak punya tanah warisan nya sendiri. dan mereka lahir di tahun yang sama bibimu Hana juga lahir di tahun itu. Dia akan menyerahkan Maruyama padamu tahun ini. Kedekatannya pada keluargamu hampir seperti anak laki-laki di keluarga ini. "Tapi posisi Hiroshi itu unik. "Kukira ketiganya berharap bisa menikahi Hana." tutur Shizuka. dan setenga h tercengang dengan rasa sakit di hatinya. Halaman 112 dari 500 . setengah ingin meneruskan pembicaraan." sahut Shizuka. dan itulah alasannya dia tidak menikah." "Sungguh aneh. "Kebanyakan laki-laki memiliki perempuan simpanan!" "Ayahku tidak. tapi sudah menjadi rahasia umum kalau Hiroshi tak dapat menghapus kekecewaannya.

"Memang tidak. me nggoda si kembar dan memuji Kaede. "Ingin tahu mengapa mereka sangat ber¬beda dengan laki-laki lain. Saat itu wajah Hiroshi tak bersemangat. Dia tidak mirip orang yang dimabuk cinta. tapi saat ia melihat ke arahnya. berkelakar dengan Takeo dan meng¬ingatkannya tentang mund urnya pasukan saat badai topan dan pertempuran merebut Hagi." "Mungkin perempuan lain tidak menarik perhatian mereka. rambutnya tebal dan hitam p ekat." Shigeko mengamati Hiroshi malam itu saat makan malam." "Tak menikah pun aku sudah bahagia. pernikahan." "Cemburu adalah perasaan yang menakut¬kan." katanya. aku ingin tahu apakah dia bisa menemukan orang yang cukup baik." sa hut Shizuka. Aku hanya ingin tahu seperti apa: hal-hal yang dilakukan laki -laki dan perempuan bersama. kira-kira setinggi ayahnya tapi lebih tegap dan d engan wajah lebih gemuk. begitu pula Lord Shigeru. Dan kurasa mereka tak in gin membuat orang yang mereka sayangi tersiksa rasa cemburu. "Apakah ada orang yang kau sukai. "Dan ayahmu akan memilih jodohmu dengan bijaksana. Tampak suasana hatinya sangat baik." 'Tapi untungnya kau masih terlalu muda untuk mempunyai perasaan semacam itu. cinta. ekspresinya tenang. begitu pula Lord Shigeru. Sejak mulai beranjak dewasa ditemukan ia gelisah dengan keinginan disentuh lakilaki. malah hampir tak bersahabat. penuh optimisme tentang panen yang akan datang dan dengan bersemangat menceritakan hasil teknik inovasi dalam melatih kuda dan manusia. tertawa." seru Shigeko. itu pun dengan sikap form al." sahut Shizuka. Bentuk matanya panjang dan ekspresinya hidup. dan ingat kalau. tapi ia tahu kalau ini tidak sepenuhnya benar. "Mereka harus sedikit lebih bijaksana. Mengin gatkan Shigeko pada wajah guru-gurunya di biara saat bermeditasi." Tatapan mata Shizuka menerawang jauh. Tubuhnya tidak terlalu tinggi. Hal itu agak menenangkannya: mereka selalu menjadi teman se . Memang tidak. Bahkan ayahmu memilih dengan sangat teliti." Tatapan mata Shizuka menerawang jauh. seperti diri nya. Shigeko? Kau sudah leb ih dewasa dari yang kukira?" "Tentu saja tidak. Hiroshi selalu me¬manda ng ke arah lain. Hiroshi dilatih dengan Ajaran Houou. dan hanya bicara langsung pada Shigeko satu atau dua kali. "Sayang sekali para gadis tidak dibolehkan memiliki kekasih layaknya anak laki-l aki. Satu atau dua kali Shigek o merasa kalau laki-laki itu menatapnya.

dan sikap kaku Hiroshi perlahan luruh. kemudian ber¬kata. "Datanglah ke kuil besok pagi dan kau bisa lihat sendiri. Sesaat Hiroshi ragu-ragu. saat matahari terbit di atas pegunungan dan mengubah permukaan tenang sungai menjadi cermin yang berkilauan memantulkan dunia yang tampak lebih nyata ketimbang dunia yang mereka lalui. Dia berpakaian untuk menunggang kuda. dan kata-katanya resmi. Dia hanya menganggapku sebagai adik. per¬debatan ini bagi Shigeko sama mengecewa¬kannya dengan sikap resmi laki-laki itu. Mereka berjalan berdampingan menyebe¬rangi jembatan batu. rambutnya diikat ke bel akang dengan tali. Biasanya dua penjaga kastil mendampingi Shigeko. Shigeko men¬cerit akan tentang kuda itu. Hiroshi selalu memahami dan me ndukungnya. meskipun hubungan mereka tak bisa lebih dari itu. dan berani berdebat dengan Shig eko seperti yang sering dilaku¬kannya lima tahun silam.perjuangan. Hiroshi ber¬tanya padanya tentang kuda muda itu karena Shigeko pernah menyuratinya tentang masalah itu. sama seperti pada si kembar." sahut Shigeko. Shigeko mengenakan pakaian yang hampir serupa. cahaya cerah dan keemasan. Ijinkan aku meng awalmu. tapi hari ini Hiroshi menyuruh mereka pergi. Tepat sebelum beristirahat. seperti yang sering mere ka lakukan ketika Shigeko masih kecil. Sebaliknya. "Dengan senang hati. Halaman 113 dari 500 . Udara terasa tenang." Nada suaranya terdengar dingin. mengenakan celana panjang dan pembalut kaki. d an pedang di sabuknya. dan hanya bersenjatakan tongkat pendek yang disembunyikan.

" seru Hiroshi. Ketika mereka menghampirinya. Kita akan menjinakkannya bersama-sama. yang tersembu nyi serta yang terungkap." Ajaran Houou merupakan ajaran tentang unsur-unsur laki-laki dan perempuan: kekua tan yang lembut. belajar ketrampilan menjinakkan dan mengembang¬biakkan kuda. ahari pagi menyinari kuil tua: Hiroki sudah siap dan Hiroshi menyambutnya dengan gembira karena dia menghabiskan masa kecilnya dengan orang tua itu. sebelum hawa panas semakin kuat. kan?" "Ada awan badai di kaki langit." "Aku ingin menghadiahkannya kepada Ayah. kegelapan dan cahaya. di kepala. wajah laki-laki itu agak memerah hingga ke lehernya. "Itu sebabnya aku dipanggil. Kelembutan saja tak bisa menjinakkan kuda seperti ini. belajar ketrampilan menjinakkan dan mengembang¬biakkan kuda. "Jika bisa dijinakkan. dan kepercayaan itu tak boleh dihancurkan. "Bukan hanya melihat kudamu." ujar Shigeko. "Tapi aku tak ingin ayah membawanya ke kancah pertempuran! Sekarang kita dalam kedamaian. sekitar telinga. Tenba mendengar suara Shigeko dan meringkik. dia bisa menjadi kuda perang yang luar biasa.Matahari pagi menyinari kuil tua: Hiroki sudah siap dan Hiroshi menyambutnya den gan gembira karena dia menghabiskan masa kecilnya dengan orang tua itu." sahut Hiroshi. Setelah beberapa saat. membiasakan si kuda dengan sentuhan Hiroshi. Shigeko terkejut sewaktu melihat s ekilas ke arah Hiroshi. jadi aku harus ada di sini te rus. "Aku akan ke sini k apan saja ayahmu tak membutuhkan diriku. bayangan dan matahari." sahutnya pelan. tapi telinganya berdiri tegak dan memutar bola matanya saat melihat Hiroki. Mereka memulainya pagi itu. membe ranikan diri menggoda. kuda itu berderap ke arah Shigeko. Dibutuhkan jug a kekuatan serta ketegasan seorang laki¬laki. Shigeko bicara dengan sikap canggung. "Kuharap kau ada wa ktu untuk membantuku menjinakkannya." ujar Hiroshi." Tadinya aku berharap kau datang untuk melihat kuda milikku!" kata Shigeko." "Nantinya kuda ini juga akan percaya padaku. pinggul bagian samping dan di bagi . Aku tak ingin orang lain yang melakukan¬nya kuda ini perc aya padaku. welas asih yang kuat. dengan cara yang pernah diajarkan pada kita. "Kuda ini menakutkan sekaligus tampan.

dia berkata. Namu n ayahku selalu percaya pada pendekatan yang lembut.* Halaman 114 dari 500 . kuda-kuda dijinakkan dengan paksaan. Mori Hiroki mengamati mereka dengan sikap setuju. dan dengan stamina yang lebih kuat." "Itu sebabnya mengapa kuda-kuda Otori termashur. Tenb a berkeringat dan kulitnya menggigil. membalas senyuman Shigeko dengan sik ap hangat. Hewan-hewan dipukul agar patuh. te rakhir mengikat dengan longgar satu pita lagi di hidung dan kepalanya tali kekang pertamanya. dan setelah itu. "Kita akan ber¬hasil menjinakkannya. "Mereka jauh le bih patuh dibandingkan kuda-kuda lain. karena mereka tidak membuang tenaga melawan si penunggangnya dan ber usaha berlari dengan cepat! Aku selalu menggunakan metode yang kupelajari darimu.an bawah perutnya." Wajah Shigeko bersinar. ketika kuda jantan itu dihadiahi wortel dan Shige ko serta Hiroshi disajikan teh dingin. "Wilayah lain di Tiga Negara dan di luarnya." tutur Hiroshi. Kemudian mereka menempatkan pita halus di sepanjang punggung hingga ke leher. namun patuh pada cara mereka menanganinya. seringkah dengan kekerasan. kan?" "Aku tak meragukan hal itu. lebih bisa diandalkan dalam pertempuran." sahut Hiroshi.

Ku rir pergi atau berkuda menyampaikan pesan antarkota.Takeo mengetahui kerjasama putrinya dengan Sugita Hiroshi dalam menjinakkan si k uda jantan hitam meskipun tidak mengetahui kalau kuda itu akan dihadiahkan padanya karena dia mengetahui hampir segalanya. tak lama setelah Festival Tanabata. terkadang mengkhawatirkan masa depan dan statusnya yang masih melajang. Shigeko dan Hiroshi pergi melintasi teluk menuju kediaman Terada Fumifusa. Kaede. dan tanaman obat yang dibawa Ta teman yang disenangi Takeo dan Kaede. Eriko. Eriko menyukai lukisan. Akhirnya ia memutuskan untuk memperbarui usahanya mencarikan istr i bagi Hiroshi dari keluarga ksatria di Hagi. Takeo. taman dan benda-benda yang indah: dia menulis puisi dengan goresan kuas yang indah. dan burung¬burung dara digunakan untuk mengi rim kabar darurat dari kapal di laut. Sifatnya yang artistik membuatnya menjadi Putri sulung Terada akrab dengan Shigeko karena mereka berapi. mantan kepala perompak yang kini memelihara dan mengawasi armada kapal pe rang maupun kapal dagang sehingga Tiga Negara termashur dalam perdagangan dan keamanan dari serangan lewat laut. sepupu keluarga Endo. Setelah pertempuran merebut Hagi dan gempa bumi. Terada tidak memedulikan harta benda indah yang diperolehnya saat menjadi peromp ak dendamnya pada pemimpin Klan Otori menjadi penggerak kekuatannya. tempat cuaca yang tidak biasa Fumio. namun hanya menunjuk kan sedikit ke¬lemahan karena usia. Takeo sangat meng¬hargai ketajaman otak. Fumio. mengenal karakter Hiroshi yang kuat dan kecerdasannya namun Hiroshi menghin dari semua calon yang diajukan. dan memikirkan pas angan yang cocok dan berguna bagi pemuda yang telah mengabdi dengan setia padanya sejak mas ih kecil. Bangunan itu berada di dekat kawah gunung membuatnya dapat menanam tanaman eksotis yang dibawa bib Ishida. dia mem¬bangun kembali rumah lamanya yang dirancang oleh putra dan menantunya. keberanian dan peng etahuan Terada. . ia tid ak percaya begitu saja. tidak hanya di Hagi tapi di seluruh Tiga Negara. da n membuat kediaman itu tampak mewah dan memesona dilihat dari kastil. Pemah terdengar olehnya desas-desus kalau Hiroshi tergila-gila pada Hana. Takeo mengira Hiroshi sudah seperti kakak bagi putri nya. Di satu senja yang panas pada bulan ketujuh. Ayah dari sahabatnya. Kini Terada berusia kira-kira lima puluh tahun. dan kejatuhan para paman Shigeru adalah keinginan terbesarnya. seumur.

dengan pengetahuan luasnya tentang kiasan klasik dan kemam¬puan berpikir cepat. Semua tamu mengenakan jubah musim panas berwarna cerah. menghilangkan kecemasannya serta meringankan kesedihannya. Burung tekukur menyerukan nyanyiannya yang memecah kesunyian. Udara terasa harum oleh aroma adas manis dan jahe. Halaman 115 dari 500 . lal u mengapungkannya di atas nampan kayu kecil untuk dibaca pengunjung di paviliun se belahnya. serangga serta burung membuat diri Takeo merasakan kebahagiaan murni yang jarang dirasakannya. dan s esekali satu atau dua tamu mengambilnya lalu diberikan kepada temannya. menyaingi warna-warni kupu-kup u yang beterbangan di antara bunga. Irama kata¬kata dan tawa ber baur dengan suara air. namun Eriko hampir menandinginya. dan jangkrik berderik tia da henti. Cangkir-cangkir sake juga diapungkan di permukaan air yang mengalir pelan. Eriko memperkenalkan permainan lama di mana para tamu harus menggubah puisi. Kolam dipenuhi warna ungu muda dan bunga teratai putih kekuningan.Paviliun kecil dibangun di atas sungai kecil di taman. dan bunyi tenang air yang mengalir memenuhi udara. dinaungi pepo honan aneh dari Kepulauan Selatan yang mirip kipas. Mereka bersaing penuh persahabatan. Kaede mahir dalam membuat puisi semacam ini.

"Kita akan bertemu besok dan me¬mutuskan apa yang dilakukan. derik kasar suara jangkrik. Namun di sela-sela tawa dan semua suara lain di senja yang damai ini. Burung-burung dara melayang di atas kepala menuju kandang.. mendengar suara yang menyambut keang¬gunan dan kepandaia nnya. lebih ringan dari bulu. dari peluh di ketiaknya. Kaori mirip ayahnya: tubuh berisi serta sehat. terbuat dari sutra. Ia men¬dongak menatap langit dan melihat sekawanan kecil bin tik jauh di arah tenggara. Terada berkata." ujarnya. Semua orang mendongak ke atas mengamati. Sugita Hiroshi. Burung-burung selalu kembali kemana pun semua kapal Terada yang membawanya.. ber¬lutut di belakang Lord Terada lalu berbisik padanya. Usia Kaori cukup dewasa untuk dinikahkan: mungkin dia bisa menjadi pasa ngan yang cocok bagi Hiroshi. nanti akan dibicarakannya dengan Kaede. tuntutan . Takeo menceritakan tentang pertemuannya dengan Kono. akeo tengah mengamati Hiroshi yang duduk bersama Shigeko dan putri Eriko. Did engarnya suara Kaede saat membaca. Begitu sampai di beranda. Terada melihat ke arah Takeo dan membuat isyarat dengan kepala. lalu pergi bersama si pelayan itu ke dal am rumah. "Gagal. Muto Sh izuka. Kaori dan Shigeko tengah tertawa melihat usaha Hiroshi. Senjata sudah di tangan Saga.. Kaori. Segera kembali. ada suara lain. Miyoshi Kahei. di paviliun sebelah.Takeo tengah mengamati Hiroshi yang duduk bersama Shigeko dan putri Eriko. Kemudian pesta itu ditutup dengan perasaan gembira. di paviliun sebelah. tapi arah datangnya kawanan ini membuat ia gelisah karena di tenggara terbentang kota beba s Akashi. Sewaktu kawanan itu mendekat. meminta maaf pada para tamu. tempat mereka menetas." Takeo melihat dari bayangan beranda ke arah pemandangan yang indah di taman. mungkin kepakan sayap burung. Kaede dan Shigeko. Kaori . "Kita harus persiapkan dewan p¬eperangan. semakin jelas terlihat kalau itu ad alah kawanan burung dara yang kembali ke kediaman Terada. Mereka berdua berdiri bersamaan." Dewan terdiri dari Terada. "Pesan dari putra¬ku. Seorang pelayan keluar dari rumah. tapi Takeo kini s adar akan panasnya cuaca sore ini." Diambilnya lembaran kert as yang dilipat. Usia Kaori cukup dewasa untuk dinikahkan: mungkin dia bisa menjadi pasa ngan yang cocok bagi Hiroshi. Takeo. ayah dan anak.

Takeo." tutur Kaede. kematian Arai Zenko dan Lord Kono lalu diikuti denga n pemusatan pasukan di perbatasan wilayah Timur yang bisa tiba lebih dulu di ibukota saat mu sim semi. Miyoshi Kahei ingin bertindak cepa t: membangun kekuatan militer selama musim panas." Kemudian teringat kalau Zenko adalah putra Shizuka. Aku tak ber¬maksud menghinamu. jenderal baru dan senjata yang diselundupkan. dan dia pun meminta maaf." tuturnya pada Terada. Orangtuanya tahu kalau putranya aman bersamamu layaknya berada di tangan ibunya sendiri!" "Zenko sudah bersumpah sekali lagi bahwa dia akan tetap setia padaku. Aku lebih memilih untuk memercayainya. denga n harapan Halaman 116 dari 500 ." ujarnya pada Takeo.Kaisar. mengalahkan si Pemburu Anjing dan membujuk Kaisar untuk mem¬pertimbangkan lagi ten tang ancaman serta penghinaan atas Otori. tapi aku tak percaya kau tega memerintahkan untuk membunuh anak-anak. "Kami rasa ini dapat membuatnya p atuh." "Dia tak bisa dianggap sebagai sandera. "Inti dari adanya sandera yaitu siap mencabut nyawa mereka." tutur Tak eo." "Putra Zenko ada di tangan kita. "Kapalmu juga bisa memblokade Akashi. kau tak mungkin meng-hadapi ancaman dari wilayah Timur. "Pelabuhan itu haru s dalam kendali kita untuk mencegah ancaman Arai. "T api aku tak menarik kembali saranku." sahut Kahei. "Sementara Zenko me¬rongrong di Bara t. "Aku tak bisa menyerangnya sebelum dia menyerang.

" kata Hiroshi." tutur Shizuka. "Bila tidak menyerang sekarang. Gemba. seperti Kahei. kelak akan terlambat. "Tindakan semacam itu akan membuat geram pedagang kita sendiri." "Klas pedagang mulai semakin kuat hingga menjadi berbahaya." Kahei menggelengkan kepala. " "Bagaimana denganmu?" Takeo bertanya pada Hiroshi yang hingga saat ini belum bic ara. Aku tak akan membawa perang saudara di Tiga Negara. Take o tahu kalau itu sudah lama dikeluhkan Terada. Aku tak akan membawa perang saudara di Tiga Negara. Miyoshi. Bakal sulit bertempur tanpa dukungan itu. Tapi aku harus tunduk pada kearifan para Guru Ajaran Ho uou. Se mua pedagang di Akashi sudah lupa daratan. dan yang lainnya di Terayama menganjurkan untuk menenang¬kan Kais ar dengan berkunjung ke Miyako tahun depan." Terada tampak merindukan masa ketika kapal-kapal milik¬nya mengendalikan semua perdagangan di sepanjang garis pantai utara dan barat. "Kakakmu." ujar Kahei." "Saat itulah Saga Hideki akan memper¬senjatai pasukannya dengan senjata api. Kita akan beri mereka pelajaran. "Beliau punya alasan. Kahei dan banyak ksatria lainnya. memperkuat pasukan di wilayah Timur. Karena kalau tidak. Menur ut seni perang memang itu yang terbaik. Dan kita harus berusaha untuk mempertahankan kedamaian melalui perundingan. Mereka telah menghina. wajahnya suram. dan melatih m ereka untuk menghadapi prajurit yang hampir sama kekuatannya karena sudah pasti tahun depan Saga telah . Kirimkan pesan pada Kaisar bahwa Anda akan datang berkunjung. Ini akan meredam rencana serangan apa pun di pihaknya.dia layak mendapatkannya." ia layak mendapatkannya. "Aku memahami pandangan Lord Miyoshi. "Dan kita mengandalkan mereka untuk mendapat persediaan. bubuk mesiu dan bijih besi. Aku menganjur kan. Dan kita harus berusaha untuk mempertahankan kedamaian melalui perundingan. menyiapkan serangan tapi tidak menyo lok. "Itu saranku. Setid aknya biarkan kami mendekati Akashi dan mencegahnya memperdagangkan bubuk mesiu. yang me mbenci para pedagang yang semakin kaya raya dan makmur." gerutu Terada. Kita harus membangun kekuatan prajurit pejalan kaki yang membawa senjata api." ujar Terada. "Aku setuju dengan Miyoshi. kau akan lang¬sung menuju ke kematian!" "Aku mendukung tindakan yang tegas.

"Jika aku ikut dengan Ayah ke Miyako. "Shigeko?" "Aku sependapat dengan Lord Hiroshi. Sekali lagi aku menganjurkan agar jangan tergesa¬gesa. di pagi hari Festival Tanabata. bahkan untuk menghadapi Kaisar. menyingkir agar mereka bisa bicara berdua saja."* Selama di Hagi. Minoru yang selalu meng¬ikuti dengan membawa peralatan menulis. kurasa ikatan keluarga akan menjadi lebih kuat ketimbang dendam apa pun yang dip endamnya pada diri Anda. se olah kebetulan." sahut Shigeko. Hal itu tak bisa kita cegah. Takeo sering bertemu Shizuka yang tinggal di kastil untuk menema ni Kaede atau putri-putri-nya. atau ambisi apa pun untuk menyingkirkan Anda. mereka berjumpa saat Takeo hendak ke kastil. Bahkan sejak dia masih ke cil! Takeo berpaling ke arah putrinya. Sementara untu k adik ipar Anda. Beberapa hari setelah pertemuan dewan perang. Halaman 117 dari 500 . kurasa Ajaran Houou akan menang. dan jangan bertindak terburu-buru. Tidak ada pertemuan resmi." Hiroshi memang ahli strategi yang handal. maupun pengumuman atas penunjukkan S hizuka sebagai ketua Tribe. pikir Takeo.memiliki senjata dalam jumlah besar.

Ia akan minta Kae de mempelajari bahasa orang asing dari Madaren. Penerjemah mereka harus meng¬aja ri kita saat dia di sini." "Menyebalkan. "Apa lagi?" "Ternyata Zenko memberi ijin orang asing ikut bersama mereka. tapi bila ia harus menggunakan jasa penerjemah. "Tadi malam." "Itu kabar baik. bersama penerjemah mereka perempuan itu." sahutnya. Ishida dan Chikara meninggalkan Hofu saat bulan purnama terakhir. yang menguasai bahasa Sh in dan Tenjiku agar bisa membaca karya klasik. anehnya justru membuatnya bahagia. "Kau pasti menantikan kepulangan suamimu. Ia tak ingin bertemu Madaren. Takut pada kesulitan yang pasti mun cul dengan kehadiran adiknya itu." ku dapat pesan dari Taku." ujar Shizuka pelan. pikiran kalau ia akan mengurangi satu rahasia lagi dari istrinya."Aku dapat pesan dari Taku. "Baiklah. "Tadi malam. Tapi me¬nurutnya kau harus diberitahu." Lalu Take o berkata. "Aku ti dak ingin mereka merasa bebas pergi ke mana saja sesuka hati. "Cari gadis pandai yang bisa menjadi pelayan mereka. Cuaca sedang cerah: mestinya mereka datang tid ak lama lagi. Takeo memikirkan Kaede yang mampu belajar dengan cepat. dan awasi terus mereka. Aku lebih suka mengurung mer eka di satu tempat: Hofu tempat yang sangat bagus untuk itu." pintanya pada Shizuka. Dua dari mereka be rada di kapal. karena tak ada alasan mengapa kabar ini harus dirahasiakan." Takeo berpikir cepat. "Kita ter¬paksa menerima mereka dengan segala macam up acara dan kemegahan." ujar Shizuka pelan. maka seba iknya memang adiknya orang yang memiliki hubungan dengannya.." Takeo mengernyitkan dahi. ia merasa tidak nyaman atas kemunculan adiknya. seseorang harus mempelajari secepatnya. Adakah orang lain yang bisa bicara bahasa merek a?" Shizuka menggelengkan kepala. Ishida dan Chikara m eninggalkan Hofu saat bulan purnama terakhir. "Bi arkan gadis itu berusaha sekuat tenaga memahami apa yang mereka katakan. Dan kita akan mengatur agar ." sahut Takeo. Carikan tempat yang tidak nyama n untuk mereka tinggal. sastra dan kitab suci. serta ber¬pura-pura terkesan atas hadiah tidak berharga mereka. dan akan menceritakan bahwa si penerjemah itu a dalah adiknya.. Cuaca sedang cerah: mestinya mereka datang tid ak lama lagi. "Apa tujuan mereka?" "Taku tidak mengatakannya.

dan kedekatan mereka dengan Zenko. dan mengabari keputusan kita pada Taku. Ishida cukup ber¬minat." *** Kapalnya terlihat di laut dua hari kemudian." "Bagus. Menurutku. Shigeko mendengar lonceng dari bukit di Halaman 118 dari 500 ." ujar Takeo. Dia baru akan berangkat bersama Lord Kono untuk menginspeksi harta kekayaan. " Dia bisa menumpang kapal yang sama." "Begitu? Maka Hiroshi sebaiknya ada di sana untuk bertemu mereka." "Taku baik-baik saja?" Takeo menyuara¬kan pikiran yang muncul kemudian." "Aku sudah terlalu tua. Biarkan dia melanjutkan pekerja¬an ini bersama mereka. dan sudah menyusun daftar istilah ilmiah dan medis. Semakin banyak yang bisa kita pelajari." "Kau bermaksud untuk belajar. "Tapi aku yakin Kaede pasti mampu.pelajaran diadakan di sini." sahut Shizuka seraya tertawa. "Sepertinya begitu." sahut Takeo. Kau juga. sepupu?" "Aku meragukan kemampuanku. hanya sedikit frustrasi terjebak di wilayah Barat . semakin baik. Dan lihat apa kau bisa cari tahu lebih banyak lagi dari suamimu tentang tujuan mereka yang sebenarnya. "'Tapi. dan ber¬maksud mela njutkan dari sana ke Maruyama.

Dia akan melupakan Hana jika dia memiliki istri dan anak." "Kalau benar itu kapalnya. pikir Shigeko. . "Tapi kini hal itu membuatku sedih." Shigeko ingat keindahan malam tanpa bulan yang tenang." Aku kede nga ran seperti anak kecil." sahut Hiroshi." "Mengapa ayah hanya mengatakannya padamu. "Ada kapal datang. atau beban a pa pun di punggungnya selain kain berlapis yang masih membuatnya ber¬gerak mundur dan menend ang. berarti aku harus segera kembali ke Maruyama. tidak dalam kehidupan nya ta. pikir Shigeko. tapi mereka belum mencoba menaruh pelana." seru Shigeko dengan gembira. "Kau tahu apa hadiahnya?" "Itu rahasia!" sahut Hiroshi menggoda. Aku gembira bila cuaca cerah saat Festival Tanabata." "Pasti hewan." sahut Hiroshi dengan suara lebih lembut. kemudian merasa malu. Nam un Shigeko tak bisa memaksa dirinya untuk menyarankan agar Hiroshi menikah. Karena tak ada yang namanya pasangan pengantin impian. "Hanya sa ja dia mengharapkan cuaca cerah dan per¬jalanan yang tenang untuk hadiah itu. dia memperlakukan aku seperti anak kecil. "Kuharap itu kapal tabib Ishida. "Aku dengar dia membicarakan itu. tidak kepadaku?" "Ayahmu tidak mengatakannya. pikirnya." ujar H iroshi. Dia sudah mend erita begitu lama. s atu malam selama tahun ketika seorang Puteri dan kekasihnya bisa bertemu menyeberangi jembatan aj aib yang dibangun burung magpies. "Aku tak boleh membocorkan rahasia Lord O tori." kata Shigeko." tutur Hiroshi. Dia harus menikah. kesal pada dirinya sendiri. "Secepat itu!" Shigeko tidak bisa menahan seruannya. "Saat masih kecil aku suka sekali Festival Tanabata. "Kuda! Atau mungkin anak singa! Bebe rapa hari ini cuaca cerah.atas kastil berdentang sewaktu dia dan as kastil berdentang sewaktu dia dan Hiroshi menjinakkan si kuda jantan." Dia membicarakan tentang dirinya sendiri dan Hana. ber¬usaha melihat tapi sia-sia menentang silauny a matahari pagi. percikan sinar bintang. Tenba menerima sedikit dan membiarkan Shigek o menuntunnya dengan tali kekang halus. "Ayah bilang tabib Ishida membawa hadiah istimewa untukku tanpa mengatakan apa hadiahnya.

Ayah pasti ingin mengadakan upacara untuk itu. "Kau tidak apa-apa? Kuda itu tidak menginjakmu. Tapi mu ngkin putri itu mirip denganmu. Mereka berdiri b erdekatan. Hiroshi bertanya." Tenba. "Kukira sudah cukup untuk hari ini. menjinakkan kuda-kuda di surga. Lalu ak u harus pulang untuk bersiap menerima hadiah. mendadak ketakutan dan melompat mu ndur saat seekor burung merpati terbang dari atap kuil sehingga menarik pita yang dipegang Shigeko." "Tentu. Lady Shigeko. yang berjalan di antara mereka berdua. Secepatnya Shigeko me-nenangkannya. An gin sepoiHalaman 119 dari 500 . Shigeko menemukan lagi suaranya. dan Hiroshi menuntunnya mengembalikan kepada Shigeko." sahut Hiroshi."Dulu aku suka membayangkan Putri Bintang dengan wajah ibumu. sekali lagi bersikap dingin dan formal. menerjang tubuh Shigeko dengan bahu. kan?" Shigeko menggelengkan kepala. Ku da jantan itu membiarkannya mendekat. tidak bersentuhan. tiba-tiba perasaannya bergejolak. da n melompat lalu terjatuh." tuturnya. dan hasratnya begitu kuat hingga mengejutkan dirin ya sendiri untuk dipeluk pemuda itu. Kuda itu berlari dengan langkah panjang. tali kekangny a berayun¬ayun. tapi Tenba masih bertingkah tidak karuan. dan sesaat Shigeko menyadari kekuatan pemuda itu. Shigeko hampir terjatuh. tap i entah bagaimana Hiroshi berhasil menjatuhkan tubuhnya di antara Shigeko dan kuda itu. Kita buat Tenba berjalan pelan lagi.

Shigeko ber¬harap reaksinya tidak mengecewakan ayahnya. Shizuka telah menunggu. *** Di galangan kapal. bisa dilihat susana hati ayahnya sedang gembira: tak hentinya melihat ke arah Shigeko yang ada di sampingnya dan tersenyum. dan memutuskan untuk berpura¬pura senang menerima hadiah itu. dan hewan aneh itu bisa terlihat jelas leh ernya yang panjang kekaguman Shigeko sebesar dan setulus kerumunan orang yang menonton. melewati rumah kecil di bawah pohon pinus tempat Akane. dihiasi bulu mata panjang dan tebal. kesibukan biasa di pagi hari menjadi hening. oleh gayanya yang anggun serta pem-bawaan diri yang tenang selagi mengamati lingkungan asing di ha dapannya. Dia berjalan se panjang pantai. tapi ibunya tetap tinggal di rumah. namun kuda muda itu ber¬jalan tenang di antara mereka berdua dengan kepala tertunduk. pelacur kelas tinggi yan g pemah menghibur Lord Shigeru. Tak satu pun dar i kedua¬nya bicara. Untungnya jarak antar a gerbang kastil ke tangga pelabuhan dekat dan bisa dilalui dengan berjalan kaki. Nelayan berhenti membongkar muatan hasil tangkapan malam hari berupa ikan sarden perak dan mackarel sisik bi ru. Takeo tertawa gembira karena kirin dalam keadaan sehat dan juga karena reaksi Sh igeko. menyambut kapal dari Hofu dengan muatan anehnya . namun kuda mud a itu ber¬jalan tenang di antara mereka berdua dengan kepala tertunduk. Pedagang berhenti memuat berkarung-karung garam. mengatakan kalau merasa kurang seh at. ketika kapal mendekati dermaga. Ia be gitu gembira ketika tabib Ishida menuntun hewan itu dengan berhati¬hati menuruni tangga kapal dan menyerah kan kepadanya. beras dan sutra ke kapal bertiang lebar. dan orang-orang berkumpul di jalanan berkerikil. Takeo sudah pergi lebih dulu bersama Sunaomi.sepoi ber¬hembus pelan dan merpati terbang melayang di atas kepala. Shizuka . aroma semak wangi yang ditanamnya masih tercium di udara . Tak satu pun dar i kedua¬nya bicara. epoi ber¬hembus pelan dan merpati terbang melayang di atas kepala. Namun. Shigeko kembali ke kediaman lalu berganti pakaian yang lebih sesuai untuk menyambut hadiah untuknya. oleh bola mata yang gelap dan tatapannya yang lembut. Sewaktu Shizuka dan Shigeko bergabung dengan T akeo. Shigeko terpesona oleh kelembutan dan pola aneh kulit hewan itu.

tercengang dengan sambutan serta kerumunan." Orang-orang asing itu ada dua orang. Istrimu akan menunjukkan tempat mereka meng¬inap.menyambut suaminya dengan kasih sayang yang tidak diperlihat¬kan. mengenali wajah kakaknya dan berusah a menahan tangis. lalu bicara dengan bahasa mereka yang kasar." tabib Ishida menegurnya. "Lady. "Selamat datang di Hagi!" Ishida berkata pada Takeo." Chikara berhasil bicara." ia menyela perkataan Chikara. Nanti akan kuceritakan rencana kita untu k mereka. "Jangan berkecil hati. bantu adikmu." "Ya. membuat orang tak kalah terperangahnya ketimbang melihat kirin. mungkin kurang disambut baik. Setelah dibisiki perempuan muda itu. "Beri salam pada paman dan sepu pumu dengan baik. warna rambut dan mata seperti ini membuat orang merinding. cenderung berlagak. kedua orang asing membungkuk dengan cara ya ng kaku. Halaman 120 dari 500 ." "Goblin." "Shigeko. yang satunya lagi berk ulit lebih pucat dengan rambut dan jenggot berwarna karat pucat. dan Shigeko mendengar bisik-bisik. Warna mata orang ini juga pucat. "Kami membawa penumpang lain. emas berkilauan di leher dan dada mere ka. "Itukah raksasa?" "Hantu. membungkuk dalam-dalam.. Sunaomi. Kedua orang itu mengenakan celana panjang dan sepatu bot dari kulit. Satu orang berwajah agak hitam yang dipenuhi janggut berwarna gelap.." Mereka diikuti seorang perempuan pendek yang tampak memberitahukan tata cara yan g sopan. Ch ikara. baru pertama kali datang ke Hagi muncul di tang ga kapal. dan si bocah." "Lord Otori. aku sudah dikabari Taku. sehijau teh hijau. Kuharap aku dapat mem¬bujukmu untuk menghibur mereka semen¬tara waktu.

Orang-orang asing itu merasa hal ini le bih menjengkelkan diban¬dingkan kirin yang menunjukkan ekspresi kesal karena terus menjadi tontonan. Orang-orang asing itu mungk in lebih tinggi dan lebih besar. dan perhatiannya tertuju pada makhluk mengagumkan ini. "Aku langsung jatuh hati padanya. Dia mengenal Ayah. Mereka bahkan akan lebih kesal lagi dengan jauhnya jarak tempat penginapan dari kastil dan pen jaga serta berbagai larangan yang diberlakukan pada mereka demi melindungi mereka. pikir Shigeko. pikir Shigeko. "Bagaimana aku harus berterima kasih kepada Ayah?" "Kau harus berterima kasih pada tabib Ishida. atau mengikuti orang asing yang sama luar biasanya. Kirin berjalan se perti yang sedari tadi dilakukannya. b erhias bordiran burung bangau. semacam ekspresi akrab yang mendekati s ikap tidak sopan. dan ayahnya dengan begitu ramah. S higeko seperti mendengar sesuatu yang tidak biasa dalam suaranya." ujar Shigeko pada ayahnya selagi mereka men¬dek ati biara. yang dituntun Ishida dan Shigeko menuju kuil. *** Kerumunan yang ada di dermaga dihadapkan pada keputusan yang sulit. Beruntung Hagi berpenduduk banyak. yang membuat Shigeko gelisah dan bersikap waspada. dengan langkah lambat dan hati-hati yang anggun. gagah dengan jubah resminya. yang dengan sebarisan pelayan yang didampingi Shizuka membawa sejumlah besar kotak dan bal menuju ke perahu kecil yang akan membawa mereka menyeberangi sungai ke t empat penginapan di sepanjang bangunan biara tua Tokoji. Dilihatnya kalau pere mpuan itu terpaku menatap wajah Takeo. lalu menyampaikan jawaban orang asing itu. Ia tak lagi tertawa: tampak tegas. Perempuan itu menyembah. "Ini adalah hadiah d arinya untuk kita: . mem¬beri isyarat agar perempuan itu boleh berdiri dan berbicara kepadanya. apakah mengi kuti kirin yang luar biasa. tempat hewan itu akan diperlihatkan pada Mori Hiroki dan dipersembahkan pada dewa sungai. tapi ia mendengar ayahnya bicara beberapa patah kata pa da orang asing itu.Takeo membalas dengan isyarat kecil akeo membalas dengan isyarat kecil dengan kepala. serta tutup kepala warna hitam pekat. tapi di mata Shigeko. Dia berani menatap langsu ng wajah Ayah. dan ketika kerumunan mulai terbagi untuk seti ap arak-arakan terdiri dari kerumunan yang cukup besar." sahut Takeo. Ayahnya jauh lebih gagah. Ada sesuatu dalam tatapan perempuan itu. Meskipun Shigeko memegang tali sutra yang mengikat leher kirin. Ketika perempuan itu menerjemahkan.

Takeo langsung bergegas men emui Kaede. sedang bicara dengan Ta ro. berpikir mungkin memang sebaiknya laki-laki itu pulang. putra sulung si tukang kayu. Istrinya tampak duduk di beranda di sisi utara kediaman. Bahkan Tenba tampak terpikat oleh kirin. berla ri ke pagar bambu untuk memeriksa dan menyentuhkan hidung perlahan padanya. Halaman 121 dari 500 . Shiro. dan sudah mengenalnya cukup lama. Dia akan tunjuk¬kan cara merawatnya. Dia dan ayahnya kembali ke Hagi untuk membangun kembali kota itu setelah gempa." seru Mori Hiroki saat meli hat¬nya. "Betapa diberkatinya Tiga Negara!" Dan Shigeko juga berpikir begitu.* Sewaktu kembali ke kediaman setelah menyambut kirin. Tapi saat teringat kejadian tadi pagi." "Sungguh indah memiliki sesuatu seperti itu di Hagi. Satu-satunya hal yang Shigeko sedihkan yaitu Hiroshi akan segera pergi.hadiah yang berharga karena dia sendiri juga sudah jatuh hati padanya seperti ha lnya dirimu.

dan Taro menjawab tanpa sungkan karena masa la lu mengikat hubungan mereka dalam jalinan persahabatan. Kukira dengan atap rangkap dua." kata Taro. "Sudah lama aku hendak menciptakan figur Dewi Welas Asih. "Lady Otori punya usu lan." sahut Takeo." tutur Taro. saat ini aku sedang memilih pohon yang tepat. usia kayu dan semacamnya. Para pelaut mengatakan kalau arwah Akane menyalakan lampu di bebatuan. "Aku mem¬bayangkan bangunan kecil kita tak perlu menebang pohonpohon pinus tapi akan membangun di sela-sela pepohonan itu. ." kata Kaede." Diperlihatkannya pada Takeo sketsa yang telah dibuatnya untuk bangunan itu. "T api Shigeru tak pernah menceritakannya." Mereka membicarakan tentang berbagai jenis pohon." "Kau akan memahat dari satu pohon?" tanya Takeo. Kuharap bisa memberi pen g¬hormatan yang sama kepada Yang Diberkati. "Ya. akeo memberi salam dengan ceria." "Kau tahu rumah di dekat tepi pantai. Taro dan adik¬nya bisa membangun kuil baru untuk dewa Kannon. dengan lekukan tajam seperti ini. "Ata p yang lebih rendah menyeimbangkan atap di atasnya. dan Akane menggunak an mantra untuk me mikat Lord Shigeru tapi akhirnya dia sendiri yang terjebak dalam ilmu hitamnya. begitu pula tentang istrinya. Kemu dian Taro meninggalkan mereka ber¬dua.Takeo memberi salam dengan ceria." "Chiyo menceritakan tentang kisah Akane ketika aku masih kecil. dan patung yang melambangkann ya akan memberkati pesisir dan teluk. tapi figurnya tetap tersembunyi di balik kayu hingga tanganku menemukan¬nya. Kuharap tadinya bisa menunjukkan sketsa sang De wi. memberi kesan tampilan yang kuat serta lembut. seraya me natap kedua tangannya seolah berharap tangan itu bisa memberi jawaban. Kita runtuhkan saja rumahnya lalu menyucikan tam annya." "Mungkin arwah kedua wanita yang telah berpulang itu pada akhirnya bisa beristir ahat dengan tenang. memberi sinyal palsu ke kapal karena dia membenci semua pria. dan sambungan siku yang saling mengunci untuk menyang¬g anya. dan Taro menjawab tanpa sungkan karena masa lal u mengikat hubungan mereka dalam jalinan persahabatan. "Rumah itu sudah kosong selam a bertahun-tahun. sejak Akane mening¬gal. Orang bilang kalau rumah itu berhantu.

Mereka tak bicara selama beberapa waktu.. Takeo memeluknya. "Aku sepertinya terlalu tua untuk hamil! Shigeko sudah menjadi wanita. "Bila nanti kita tambah satu anak perempuan lagi." gumamnya." "Istriku sayang." ujar Takeo pada Kaede sewaktu mereka tinggal berdua. seraya tertawa kecil. Kukira aku tak bisa hamil lagi. "Apakah kirin tiba dengan selamat?" tanya Kaede. aku bahagia dengan ketiga putri kita. karena Takeo sudah mengungkapka n hadiah kejutan itu pada istrinya." bisik Kaede. yang pulih dengan cepat." "Aku sudah sering bilang padamu. mengira kesempatan kita memiliki anak lakilaki sudah sirna. dan karena mereka hanya berdua. "Tapi aku yakin yang satu ini laki¬l aki." ujarnya." "Rasanya aku punya alasan khusus untuk bersyukur pada sang dewi." kata Kaede." kata Kaede pel an.." "Aku tidak ingin mengatakannya. "Rasa mual tadi pagi." Takeo mendekap istrinya."Rencana yang bagus. Halaman 122 dari 500 .. bernapas dalam kedekatan. Namun aku juga bahagia. Kem udian langkah kaki pelayan di lantai papan beranda menarik mereka kembali ke dunia nyata. "Aku menyukai rencana itu. "Aku malu. aku akan gembira. berpikir tentang mukjizat dari makhluk baru yang tumbuh dalam tubuh istrinya.

"Kuharap kini aku dapat mengendalikan sikap terges a¬gesa dan ceroboh. Aku akan pergi melihatnya sendiri nanti." "Belajar. "Kuharap mereka sudah meng¬gubah nyanyian tentang hewan itu. dibantu perempuan yang datang bersama mereka." Takeo menekankan. Aku senang. mempelajari bahasa adalah salah satu yang paling kugemari." "yang arif." Ya. lalu bagaimana dengan si kecil Chi kara?" "Mabuk laut berat dia malu dengan hal itu. Aku belum sempat bicara dengan Ishida. kemunculannya sangat kuharapkan. Shigeko langsung jatuh hati padanya." "Hanya ditunda. "Ada penumpang lain dari Hofu. tapi aku tak ingin membebanimu. lalu berkata." "Ishida juga tiba dengan selamat. "Sudah semestinya. kemunculannya sangat kuharapkan. Dua orang asing." "Untuk tujuan apa mereka datang?" "Membuka peluang untuk berdagang. dan kau harus melaku¬kan semua yang dimintanya. dan seorang wanita yang menerjemah k an merek a. Shigeko langsung jatuh hati padanya. Mungki n dia tahu lebih banyak. berkata." "Bisa membuat orang Otori terkagum¬kagum adalah prestasi yang sangat baik!" sahut Kaede." "Kau tak boleh berpanas-panasan. "Meski aku takut Zenko dan Hana akan kecewa. Selur uh penduduk diam dalam kekaguman."Ya. dan tiba pa da satu keputusan. kurasa." kata Takeo cepat. atau men¬ciptakan kerumitan na ntinya. suamiku!" kata Kaede sambil tertawa." sahutnya. Tentu saja aku mau." Takeo menimbang¬nimbang apa yang mesti dikatakan selanjut¬nya." sahut Kaede setuju. melihat lebih banyak lagi bagian neger i ini yang masih menjadi misteri besar bagi mereka. I shida harus menengokmu. "Kelihatannya itu tugas yang cocok di saat kegiatan lain harus dibatasi." sahut Kaed e. Kita harus bisa memahami mereka. "Kau s emakin bijaksana dan berhati-hati." Takeo t erdiam sesaat. Aku ingin mau mempelajari bahasa mereka . Tapi gembira bertemu kakaknya. Seluru h penduduk diam dalam kekaguman. "Kita tunda dulu soal pengangkatan mereka sampai anak kita lahir. S iapa perempuan yang . "Kau jangan terlalu lelah. Aku tak ingin melambungkan harapan yang kelak tak bisa terpenuhi.

setelah peristiwa pembantaian itu. dan sempat tinggal di I nuyama. Kami saling mengenali. Dia dijual ke rumah bordil oleh prajurit yang membunu h ibunya ibuku dan kakak perempuanku.?" Kaede menatap Takeo. "Aku tak ingin mengejutkan dirimu. Dia lahir di desa yang sama denganku. dan bekerja di rumah bordil l ainnya. Halaman 123 dari 500 . dari ibu yang sama. Madaren.. Dia melarikan diri ke Hofu." Takeo berkata dengan suara pelan.. Dia berganti nama." Kaede mengernyitkan dahi." "Adik yang kau kira sudah tiada?" tanya Kaede tercengang. adikku." "Setelah sekian tahun. Perempuan itu berasal dari wilayah Timur." "Nama itu cukup umum digunakan di kalangan kaum Hidden." "Bagaimana kau tahu semua ini?" "Kami kebetulan bertemu di penginapan di Hofu. setengah bersimpati. setengah ta k percaya. kuras a. tapi aku ha rus mengatakannya. "Nama yang aneh. Saat itu aku menyamar untuk berte mu Terada Fumio untuk memintanya menghentikan penyelundupan senjata. Dia adik perempuanku.datang bersama mereka? Aku tertarik karena dia telah menguasai bahasa asing. tempat di mana dia bertemu orang asing yang bernama Don Joao: dia fasih berbicara dalam b ah asa merek a. "Benar.

" "Kurasa dia bermanfaat bagi kita sebagai jurubahasa maupun guru. tapi jangan p ernah membicarakan tentang diriku padanya. Wajar kalau dia tertarik dalam pergaulan orang asing."Aku yakin itu dia. Tapi kini dia datang ke sini.. K ini aku tidak tahu harus bersikap bagai¬mana: aku sudah berubah menjadi orang yang berbeda dari bocah yang pernah menjadi kakaknya." "Apakah dia mirip denganmu? Aku ingin sekali bertemu dengannya. "Dia mirip ibunya. hanya sebentar. Kami bertemu satu kali lagi. dan aku semakin y akin. Aku menangisi kematiannya serta kematian yang lainnya. karena aku harus melindungi mereka semua dari kedua belah pi hak. mungkin alasan orang-orang itu untuk memecah belah rakyat kita. Kesenjangan derajat dan status kami sudah menganga lebar. Tapi informasi mengalir dari dua arah. dia penganut kepercayaan yang saleh: sedangkan aku tak memercayai kepercayaan mana p un. dan aku semakin yakin. Aku memintamu untuk memperlakukannya dengan baik. "Aku yakin dia bisa menjadi sumber informasi. dan aku ingin kau mengetahui kebenarannya dariku. "Bisakah kau bu juk dia untuk menjadi mata-mata?" Sepertinya Kaede berusaha menyembunyikan kekagetannya dan bi cara secara masuk akal. Kami bertemu satu kali lagi." Kaede berkata. karena inti aj aran mereka serupa dengan kaum Hidden. Aku curiga kalau orang-orang asing itu ingin menyebarkan kepercayaan mereka.. Tidakkah kau gembira menemukan nya masih hidup? Kau tidak ingin mem¬bawanya masuk ke dalam keluargamu?" "Kukira dia sudah mati. Aku takkan mengakuinya sebagai saudaraku. Siapa yang tahu alasannya? Aku tak bisa membiarkan siapa pun mengira bisa memengaruhi diriku. Aku menyelidiki tentang dirinya dan tahu sedikit riwayat hidupnya. Kukatakan padanya kalau aku akan menjamin hidupnya tapi tidak ingin bertemu dengannya lagi. dan tidak lagi mengikuti kepercayaan masa kecilku. dengan disengaja atau tidak. bah¬kan dengan hormat." Takeo menggeleng. tapi desas-desus m ungkin akan tersebar. Kukatakan padanya kalau aku akan menjamin hidupnya ku yakin itu dia. Dia bisa berguna untuk menanamkan pemikiran kita pada kedua orang asing itu. "Kau kedengaran sangat ding in. hanya sebentar.." "Tak seorang pun yang menyaksikan dirimu melakukan upacara di biara atau kuil me rasa yakin akan . Aku menyelidiki tentang dirinya dan tahu sedikit riwayat hidupnya. Terl ebih lagi. Jarak di antara kami sudah begitu lebar .

begitu juga orang¬orang asing itu. Tapi bila kau salah k tidak boleh berpura-pura bila sudah menyangkut masalah kepercayaan." ujar Kaede. mutla Dirimu terpampang jelas ayahku tidak memihak kau orang lain. Tapi itulah yang di¬percayai kaum Hidden. "Bagi penganutnya. Kita harus sangat berhati¬hati dengan mereka bila mereka telah berpikir kita dikutuk." "Aku tidak percaya itu!" sahut Kaede.ketidakpercayaanmu. dan takut kalau istrinya merasakan suatu firasat. pikirnya." sahut Takco dengan nada getir. * Halaman 124 dari 500 . "Dan bagaimana dengan kuil dan patung baruku?" "Kau tahu kemampuanku sebagai pemain sandiwara. setelah sesaat tenggelam dalam pikirannya. Dan aku akan menjadi bahagia berpura-pura pun satu orang Hidden. "Begitu pula aku." Dilihatnya Kaede agak gemetar." Andai m Hidden. mer eka mungkin merasa benar untuk memperlakukan kita dengan cara menghina atau keji. Sedangkan yang lainnya dikutuk ke neraka untuk selam anya. tatapan tanpa belas kasihan Tuhan. mungkin dia masih hidup. mungkin. "Aku sungguh ya kepercayaan demi kepentingan stabilitas negara. kan?" seru Kaede. "Tentu tuhan kaum Hidden itu Maha Pengampun. oleh Yang Maha Melihat.

Tepi pantai dan sungai dipenuhi oran g. Mereka mematuhi peraturan untuk tidak keluyuran di luar. Shizuka sibuk dengan administrasi Tribe. Kenyataan bahwa hal itu tidak dibicarakan secara terang-terangan membuat mereka gelisah. "dengan hidung panjang dan mata yang selalu mengintai!" .Pada bulan kedelapan tibalah Festival Obon. Mereka menguping pembicaraan dan tahu ada us ulan untuk mengangkat salah satu atau kedua anak itu. Meskipun tak diijinkan mengguna¬kannya. tapi mereka sudah terampil dengan pe latihan Tribe. bentuk tarian mereka tampak jelas diterangi kembang api yang bersinar terang. namun rasa jenuh dan diabaikan membuat mer eka mencoba hasil pelatihan mereka. lalu diucapkan selamat jalan dengan gabungan antara per asaan sedih sekaligus gembira. akhirnya mereka tahu. ketakutan dan kegembiraan. menyiksa Sunaomi dan Chikara. dirayakan dengan jamuan. "Apa gunanya semua pelatihan itu bila tidak digunakan?" gerutu Maya pelan. atau sentuhan di rambut. tapi sifat mereka yang selalu mem er hatikan. mereka menduga itu karena kedua anak itu laki-laki. Dia lebih banyak menghabiskan waktu dengan ayah." kata Maya kepada Sunaomi. dan M iki setuju dengannya. Shigeko tampak semakin cepat memasuki masa kedewasaan dan menjadi makin m enjauh. ar ea di sekitar gunung berapi. "Di sana ada goblin. Maya dan Miki menyalakan lilin bag i Kenji yang amat mereka rindukan. Lampion yang tak terhitung jumlahnya mengapung di gelapnya permukaan air. Melihat kasih sayang Kaede pada kedua bocah itu. Miki dapat menggunakan sosok kedua cukup lama untuk memberi kesan kalau Maya ada di ruangan sementara Maya menghilang agar bisa menakuti Sunaomi dan Chikara dengan hembusan napas seperti desah napas hantu di tengkuk. membicarakan tentang kun¬jungan k e ibukota tahun depan. tapi kesedihan mereka yang tulus tak menghalangi mereka dari ke giatan senggang baru. Si kembar tak diijinkan keluar berdua saja. namun aturan itu menjengkelkan mereka: keduanya ingin menjelajahi kota yang sibuk. Hari-hari di musim panas terasa panjang dan panas: semua orang mudah marah. serta hal-hal lain yang menyangkut urusan kenegaraan. hutan di seberang sungai. dan hutan berbukit di atas kastil. Mereka tak diberitahu tentang kehamilan Kaede. Arwah orang yang mati disambut ke mbali.

" Halaman 125 dari 500 . tentang keung gulan anak lelaki: Lagipula. "Mereka tak bisa mengerjai kita di sini. tetap saja terasa panas tak terkira. anggapan yang terucap tanpa disadariny a. "Aku tidak takut pada apa pun!" "Tengu yang ini suka makan anak laki¬laki.Maya menunjuk ke arah bukit. Dirasakan si kucing berputar¬putar di dalam dirinya. mereka hanyalah anak perempuan. Sore pada hari ketiga Festival Obon. Dua layang¬layang bergulung-gulung di atas mereka. "Aku tidak takut pada tengu. di ba wah pepohonan. Ia belum melupakan kata-kata Sunaomi pada ayahnya. "Terlalu banyak pe njaga." kata Chikara gugup. dan melemaskan jari¬jarinya. tempat pepohonan yang begitu lebat hingga kelihatan tak bisa ditembus. Maya ingin membalas perkataan itu. keempat anak itu berada di taman." bisik Miki. "Mereka memakannya mentahmentahi" "Seperti macan?" sahut Sunaomi seraya mengejek. Hari terasa menyesak¬kan. sehingga membuat Maya makin kesa l." sahut Sunaomi. bahkan di taman.

Aku pernah melihatnya. "Aku tak melihat satu pun hantu!" "Kalau begitu. sebagian menampakkan bebatuan yang menonjol dan licin. Aku tak boleh menatap orang lain. "Jika kau memang pemberani. "Oh. "Kau b isa pergi malam ini. "Kau tahu." bisik Miki. Bangunan itu tak lagi be rbentuk rumah. menahan tatapan bocah itu selama beb erapa saat." "Itu mudah." "Sunaomi takkan berani ke sana. pergilah keluar. kau pasti berani keluar sendirian!" Memang mudah bersikap berani saat dikelilingi penjaga." sahutnya. Aku sudah pernah pergi ke rumah Aka ne. bila kau menatap mataku maka kau akan tertidur dan tidak akan terbang . kau pasti berani keluar sendirian!" "Aku tidak diijinkan." kata Maya pada Sunaomi. tapi belum menjadi kuil. pergilah ke rumah Akane dan bawa pulang beberapa tangkai bunga." hardik Sunaomi. G elombang sudah hampir naik. "Di Kumamoto aku dikirim ke pemakaman saat malam hari untuk mem bawa pulang sebuah lentera. Aku tidak takut." kata Maya dengan setengah tersenyum." Maya berdiri dan berjalan ke pinggiran dinding laut. lalu kembali pada Ch ikara. sepupu! Aku lupa." Sunaomi mengikutinya." kata Maya. walaupun arwahnya gentayangan di rumah itu. Rumah itu sudah setengah dibongkar karena akan dibangun kuil." tutur Sunaomi. dan Maya menunjuk rumah Akane yang kosong dan kelihatan mu ram." "Akane membenci anak laki-laki. 'Tidak mudah keluar tanpa terlihat. "Dia mengubur anak laki-laki hidup¬hi dup di tamannya supaya semak-semak tumbuh subur dan wangi." "Mudah jika kau tidak takut. "Kau turun lewat dinding ini saat laut surut dan berjalan di atas bebatuan menuju pantai. "Maya!" seru Miki memperingatkan." "Kau takut. "Jika kau memang pemberani. Aku sudah berjanj i pada Ayah. Itu cuma alasanmu saja." Maya berpaling ke arah Sunaomi." kata Maya pada Sunaomi." Cepat-cepai Maya menampar pipi Sunaomi untuk menyadar¬kannya. maaf."Memang mudah bersikap berani saat dikelilingi penjaga. "Hanya saja aku tidak diperbolehkan ayahmu yang bilan g begitu. mengesankan persimpangan antara dunia nyata dan alam baka. "Kau takut!" "Tidak!" "Ya sudah.

aku akan membu nuhmu.un lagi!" Sunaomi menghampiri untuk membela adiknya. namun saat bulan mulai naik. meski dengan keberanian yang mantap." sahut Maya. selain itu tak ada api lain lagi. "Semua orang l ahu kalau Arai adalah pengkhianat dan pengecut. melenyapkan bintang dan a khirnya menelan bulan. untu k tetap terjaga sampai tengah malam. meskipun baru delapan tahun." Sunaomi menegakkan badan dengan bangga." Saat matahari mulai terbenam. aku akan ke rumah itu dan membawa pulang apa pu n yang kau minta. Laut dan daratan berbaur menjadi satu. langit tampak cerah tanpa angin. Sejak kecil dia dilatih deng an disiplin dan diajari untuk mengatasi rasa takut. Sunaomi. Pa sukan patroli Halaman 126 dari 500 . Para pengawal yang mendampinginya sejak dari Hofu tinggal di aula di kota atas perint ah Lord Otori: penjaga kastil sebagian besar berada di gerbang dan di sekitar dinding depan. dia tetap gel isah dan lebih takut karena tak mematuhi paman¬nya ketimbang bahaya terluka atau pun hantu. Api terakhir masih mengepulkan asap di pantai. "Jika kau anak laki-laki. Tak sulit baginya. gumpalan awan aneh berwarna kelabu berarak dari timur. Sunaomi adalah putra sulung dalam keluarga ksatria. 'Tahukah kalian kalau kalian akan dib unuh jika tinggal di Kumamoto? Di sana kami membunuh orang kembar!" "Aku tidak percaya sedikit pun apa yang kau katakan. Tapi karena kau hanya anak perempuan.

bersama dua pelaya n yang merawat mereka. Tercium olehnya bau damar yang terbawa asap api unggun tadi dan aroma kuat lainny a yang . Menggaruk berusaha mencengkeram sesuatu untuk pegangan. Kedua gadis pelayan itu tidur cepat. Sua ra burung hantu terdengar di atas kepala membuatnya melonjak terkejut. menuju ke pantai. Lalu berganti rumput kaku. siap mengatakan kalau ia ingin ke kamar mandi bila mereka terbangun. Ombak merayap di bawah tubuhn ya. siap mengatakan kalau ia ingin ke kamar mandi bila mereka terbangun. Sunaomi mendengar suara mereka melewati pintu yang terbuka dari ruangan tempat dia dan Chikara tidur. tak bisa naik atau turun. na mun tak satu pun dari keduanya bergerak. ombak berdesis berbuih putih. laut bergumam lembut. Ketika sampai di atas pasir. bersama dua pelaya n yang merawat mereka. dira sakannya kulit kerang setajam pisau di telapak kaki dan lututnya. Hampir tidak bisa melihat apaapa. dia ter¬peleset dan hampir jatuh ke dalam air. salah satunya mendengkur. dia lega merasakan kelembutan di telapak kakinya. Di bawah dinding. rjalan melintasi taman dalam jarak waktu yang teratur. Cahaya api berada tepat di belakangnya. Kastil maupun kota sudah terlelap. Sunaomi berhenti sebentar. malam terasa tenang. ikan ata u gurita raksasa yang bisa menelannya ke dalam kegelapan. kini lebih keras lag i. Pantai tampak kelabu pucat. Bisa terdengar olehnya pusaran air di bebatuan. Seraya menggertakkan gigi. Kedua gadis pelayan itu tidur cepat. menyebabkan luka tadi terasa perih. Sunaomi c epat-cepat berdiri. Sunaomi c epat-cepat berdiri. dan bentuk burung y ang seperti hantu itu sesaat mengapung di hadapannya dengan kepakan sayap. Ketika kakinya yang bersandal jerami menyentuh permukaan bebatuan. Beberapa kali mengira kala u dirinya terjepit. Sunaomi menghela napas panjang dan mulai meraba¬raba jalan yang dilaluinya menurun i landaian besar di dinding batu besar yang dirapatkan. Sunaomi tersandung dan terus berjala n dengan merangkak ke hutan kecil tempat pepohonan pinus bermunculan di sekeliling¬nya. salah satunya mendengkur. meringkuk di balik pepohonan. Di luar.berjalan melintasi taman dalam jarak waktu yang teratur. na mun tak satu pun dari keduanya bergerak. memikirkan tentang monster yang muncul dari laut. Sunaomi mendengar suara m ereka melewati pintu yang terbuka dari ruangan tempat dia dan Chikara tidur. Laut terdengar meraung. dia bergeser sedikit demi sed ikit bak kepiting ke arah api terakhir yang masih mengepulkan asap.

Sesuatu berlari cepat menyeberangi beranda. orang yang mati penasaran. jaring¬nya lengket di wajah dan rambutnya. akan balas dendam dengan memangsa darah manusia. walau kakinya terasa berat . Sunaomi menelan ludah dengan susah payah. Ia menggapaikan tangannya seakan mengikuti bau wangi itu sampai ke belaka ng rumah lalu sampai ke taman. Dipaksa dirinya untuk berdiri. katanya dalam hati. Sunaomi sudah menyom¬bongkan diri pada Maya kalau dia tak pernah melihat hantu. Aku tak takut pada apa pun. Ta pi itu bukan berarti dia tak percaya akan keberadaannya: perempuan berleher panjang bak ular dan gigi setajam kucing. Wangi tanaman di taman Akane diperkuat dengan darah dan tulang anak laki-laki. lalu ber¬jalan ke depan. Gerbang terbuka lebar. tapi dia berkata pada dirinya sendi ri. aku tidak boleh menangis. Ketika melangkah masuk ke gerbang. tubuhnya terhalang sarang laba-laba. putra Zenko. bandit tanpa kepala ya ng marah karena dihukum mati. Napasnya makin memburu. c ucu Daiichi. dinding mulai runtuh. Rumah itu gelap gulita. Aku adalah Arai Sunaomi. Halaman 127 dari 500 . meskipun bisa dirasa¬kannya air mata mulai men gambang di pelupuk mata. makhluk bermata satu serta tanpa tangan dan kaki. mungkin kuci ng. Ia men¬capai dinding taman. lalu berusaha menahan gemetar yang sem akin melemaskan tubuhnya.terasa manis dan memikat. Anak laki-laki sering disuruh pergi ke makam atau tempat eksekusi di malam hari untuk uji nyali. atau tikus besar. lekukan atap di belakangnya. Jangan menangis. Kucing itu pasti kucing tiba-tiba melolong dari balik bayang-bayang. dan tak tahan ingin buang air kecil.

Su naomi terus merenungkan kematian kakeknya. namun luka telah tertoreh di hatinya. dan dengan sembarangan mencabut beberapa tangkai. Lady Akane. luka y ang masih membekas mengandung kebencian yang mendalam ter¬hadap Maya dan Miki. Bayangan bergerak¬gerak di atasnya. Lalu dia memaksakan diri berjalan me¬rangkak sekuat tenaga dan meludahkan tanah di mulutnya. dan serangan Klan Otori terhadap Arai. mulut juga hidung. Sunaomi menjerit. dan betapa tak lama lagi dia akan ter-baring di kuburan. Maaf. D ia bergegas ke arah bunga itu. merasakan se nsasi ter¬akhir dalam hidupnya. Sejak itu. Sunaomi berdiri. unaomi bisa melihat bunganya: satu¬satunya benda yang terlihat dalam kegelapan. Yang terlihat hanyalah sat u sosok setengah badan seorang perempuan. cahaya jatuh tepat di wajah perempuan itu. dan meskipun sudah pulih. Bau tanah dan rasa¬nya mengingatkannya pada pemakaman dan mayat. Di buangnya ranting yang ada di tangannya. Pertahanan dirinya bobol. menggapai dan mematahkan sebatang ranting. *** Taro yang menginap di rumah Akane sambil mengerjakan patung. matanya langsung silau terkena cahaya. Perempuan itu tidak punya mata. tangan itu terulur ke arah Sunaomi. Dia lalu lari. Ku¬mohon jangan sakiti aku. Sunaomi tidak terluka. Saat berbalik. "Maafkan aku. Lenteranya agak sedikit naik. selain ketakutan setengah mati. merasakan se nsasi ter¬akhir dalam hidupnya. dan dengan sembarangan mencabut beberapa tangkai. segera membawa boca h itu kembali ke kastil. yang pasti baru keluar dari liang lahat. dan betapa tak lama lagi dia akan ter-baring di kuburan. Di a bergegas ke arah bunga itu. suara manusia. Keesok an paginya dia tidak mengakui. Semak itu segera men geluarkan getah berbau tajam. Bau tanah dan rasa¬nya mengingatkannya pada pemakaman dan mayat. tapi tersandung sebongkah batu dan jatuh terjerembab. tapi tersandung sebongkah batu dan jatuh terjerembab. suara laki-laki.Sunaomi bisa melihat bunganya: satu¬satunya benda yang terlihat dalam kegelapan. dan Sunaomi mendengar langkah kaki di di belakangnya. "Apa yang sedang kau laku¬kan tengah malam begini?" Tapi Sunaomi tak mampu menjawab. air terasa mengalir di celananya. Piki ran kanakkanaknya . tapi hanya sebagian badan. Jangan kubur aku!" "Apa-apaan ini?" ada suara. Dia lalu lari.

Dia mulai meng ambil hati para perempuan penghuni rumah itu.." kata Kaede. bahkan ketika Kaede m engutarakan ketidak-senangannya dan menamparnya beberapa kali. Sunaomi merindukan ibunya. Kaede. lagipula sebagian besar dari mereka menyukai anak laki-laki.mencari cara untuk me¬nyakiti Maya dan Miki. bak seekor hewan. Dia tidak menangis. Tidak butuh waktu lama untuk mengungkap kebenarannya. Halaman 128 dari 500 . Kali ini Takeo lebih gusar pada Maya. t api nalurinya mengatakan bahwa ia bisa mendapatkan tempat yang tinggi dalam kasih sayang bibin ya. karena putrinya tidak menunjukkan penye¬salan ataupun rasa bersalah. Jika Sunaomi terbunuh atau terlu ka parah saat dalam perlindungan mereka. maka strategi untuk meredam dan membendung Zenko akan hancur berantakan. tapi ia terlalu sibuk untuk terus berada di samping putrinya. ter¬lepas dari kesedihan orang di kastil menyayangi ked ua bocah. berlinang air mata karena kesal. *** Takeo dan Kaede merasa gusar atas kejadian ini. curiga kalau keponakannya tak akan melakukan hal itu tanpa ad a yang memancingnya. "Maya benar-benar keterlaluan. "Di a tidak bisa tinggal di sini.. Takeo juga m emarahi Sunaomi atas ketidakpatuhan dan keberaniannya yang gegabah. dan kemudian giliran Maya menghadapi kemarahan ayahnya. jauh lebih tinggi ketimbang pada si kembar. dan menanyai¬nya penuh selidik tentang alasannya. dan tatapan m atanya kejam dan tanpa belas kasihan. Ia tak ingin mengir im Maya pergi. Bila dia tak bisa dipercaya tinggal bersama anak laki-laki." Takeo mendengar kecemasan Kaede pada bayi yang dikandungnya. Ia merasa putrinya butuh pengawasannya. menebar pesona dan menghibur merek a.

ibumu se ndiri? Kau tahu apa tentang urusan negara? Semua yang kami lakukan ada alasan politis." kata Takeo pada Maya. tapi sebelum pergi Maya memojokkan bocah itu." Shizuka berkata. Seiko. penyamaran yang sering digunakan saat melaksanakan tugas Tribe." Takeo mengangguk: kini ia ingat gadis itu. dia baru datang dari desa Muto bersama adiknya." Takeo menghela napas. bertubuh tinggi dan tegap. "Kau harus mematuhi S ada. "Kalau begitu." Sunaomi berusaha menghindar. Kita tak bisa memintanya kemari hanya u ntuk kepentingan Maya. "Mung¬kin Ta ku adalah orang yang paling tepat. dengan darah Kikuta. seray . dan bisa b eralih rupa menjadi laki-laki." "Kau mengajarkan banyak kemampuan Tribe pada putraku. "Beraninya benar kau bicara seperti itu padaku." Maya berbisik. Shizuka. Kaede menamparnya lagi. dan lebih menyayangi putra ora ng lain. "Sepertinya hanya itu jalan keluarnya. Kau putri Lord Otori." "Tapi Taku harus tetap di wilayah Barat."Tak baik menginginkan putri kandung¬mu pergi jauh. Tapi siapa yang mengetahui hal semacam ini dalam keluarga Muto? Bahkan kau." katTak baik menginginkan putri kandung¬mu pergi jauh. Adakah yang dapat m engantar Maya?" "Ada seorang gadis. Kau tidak bisa bersikap seperti anak-anak lain." "Siapa namanya?" "Sada: kerabat dari istri Kenji. Mereka berdu a bekerja di rumah penginapan orang asing saat ini. "Dia menyadarinya: dia memiliki kemampuan Tribe yang tidak boleh dia gunakan sebagai putri seorang ksat ria. biarkan aku menjadi putri seorang Tribe. "Kau akan menemui Taku di Maruyama. dan lebih menyayan gi putra orang lain. Sungguh sayang bila kemampuan seperti itu disia-siakan." kata Maya pelan." "Maka kirim Maya kepadanya." "Maya perlu pengawasan dan pelatihan. tak punya pengalaman dengan kera sukan semacam ini." sahut Shizuka. Akan sela lu seperti ini.

tapi Maya sudah pergi. Dia yang memaksaku pulang. dan mengompol di celana. Sudah kubilang kalau Arai pengecut." Sunaomi berteriak memanggil pelayan. "Kau tidak bawa rantingnya!" "Tidak ada bunga di sana!" "Tidak ada bunga! Kau memetik sebatang. Lalu kau buang. Su dah menjadi kebiasaan negeri ini kendalikan dari Yamagata dari akhir bulan kesembilan hingga puncak musim Halaman 129 dari 500 ." Maya tersenyum." "Kau tidak ada di sana!" "Ya.* Seiring musim panas berganti musim gugur. Takeo bersiap untuk bepergian lagi. "Kau gagal dalam uji nyali itu. aku di sana." "Aku ke rumah itu.a berbisik. Aku melihatmu. Taro ada di sana." sahutnya.

Tak ada yang perlu disesali atas kepergian Matsuda. mere ka melanjutkan per-jalanan ke Yamagata. Ia senang karena tahu Makoto tetap akan men dukungnya. dan merasa kehilangan orang bijak tersebut sebagai kerugian bagi Tiga Negara. dan segera mem¬beritahukan kabar ten tang keluarga pada putri sulungnya. Makoto kini menggantikan kedudukannya sebagai Kepala Biara. kode etik hukum. perencanaan pertanian sena keuangan. tapi ia terpaksa ber¬angkat lebih awal karena kematian Matsuda Shingen. sura t datang dari Hagi. Miy oshi Gemba membawa kabar ini ke Hagi dan Takeo langsung berangkat ke Terayama bersama Gemba dan Shigeko. Dan ibumu mulai membelajari bahasa orang-orang asing itu. Tujuan hidupnya telah tercap ai. Laporan kerja selama musim panas ber¬bagai keputusan." "Dari si juru bahasa?" Shigeko ingin bertanya lagi pada ayahnya. Cita-citanya siap diterus¬kan mur id-muridnya: Takeo dan Shigeko. Setetah upacara pe¬makaman selesai. tapi ia terpaksa ber¬angkat lebih awal karena kematian Matsuda Shingen. Namun Takeo begitu merindukan.dingin. tapi Takeo tetap meng¬gunakan nama lamanya. dan ia memikirkan dengan penuh kerinduan saat ia akan mengundurkan diri ke Terayama dan sisa hidupnya dengan meditasi dan melukis. jiwanya merupakan kesatuan antara kemur¬nian dan kekuatan. Gemba menemani mereka ke Yamagata. perencanaan pertanian sena keuangan. kode etik hukum. "Ibumu pindah bersama kedua bocah itu ke rumah lama Lord Shigeru. dan hasil pengadilan dibagi-bagi dalam kotak dan keranj ang pada barisan panjang kuda beban. Tepat sebelum berangkat ke Maruyama pada minggu pertama di bulan kesepuluh. Takeo membacanya dengan penuh semangat. tapi Minoru dan pelayan rumah Miyoshi ada bersama mereka seperti biasa. sena banyak yang lainnya. tempat berbagai urusan administrasi menyita s eluruh perhatian Takeo. ingin. Mi yoshi Gemba membawa kabar ini ke Hagi dan Takeo langsung berangkat ke Terayama bersama Gemba dan Shigeko. Laporan kerja selama musim panas ber¬bagai keputusan. Shigeko bangun lebih awal setiap pagi untuk berlatih me¬nunggang kuda dan memanah bersama Gemba untuk kemudian menghadiri se¬bagian besar rapat bersamanya. serta Jun dan Shin yang berada di luar tapi tetap masih . dan berganti nama me njadi Eikan. dan hasil pengadilan dibagi-bagi dalam kotak dan keranj ang pada barisan panjang kuda beban.

Saat itu hari sudah senja. tapi Shigeru mengganti nama Ayah menjadi Takeo. Mereka memiliki kepercayaan yang sama dengan para orang asing. kecuali kakak laki-lakinya yang diselamatkan o leh Lord Shigeru. seakan dia mengenal Ayah dengan baik. Selama ini Ayah mengira dia sudah mati. tapi l ain bapak ayahku. "Ayah hams menceritakan lebih banyak lagi tentang orang-orang asing itu. Daun berguguran di taman yang tenang. "Pasti hidupnya menderita. Setelah itu." akhimya ia berkata. Kita harus belajar sebanyak mungkin tentang bahasa." sahut Takeo. Saat itu Ayah bernama Tomasu. Ayahnya ter¬senyum. "Ya. Madaren adalah adik perempuanku: kami lahir dari satu ibu. anak itu adalah Ayah. tapi simpan rahasia ini baik-baik. "Mereka akan tinggal di Hagi selama musim dingin." Halaman 130 dari 500 . tapi orang lain tidak.bisa mendengar." "Sungguh luar biasa. menyelimuti tanah denga n onggokan berwama emas. berasal dari Tribe." Bola mata Shigeko terbelalak dan urat nadinya berdenyut cepat. lalu dengan sifatnya yang lekas bersimpati. Semua keluarganya dibunuh. kabut merangkak naik dari parit yang me ngelilingi bangunan sehingga mengaburkan garis bentuk dan detil. "Apakah sebaiknya mereka diijinkan ber¬dagang di Maruyama?" "Ayah ingin mereka berada di tempat yang bisa kita awasi." ujar Shigeko. itu nama yang dipakai kaum Hidden . "Ibumu tahu siapa dia. Namanya Madaren." Sesaat Takeo ragu. Shigeko mendapat kesempatan saat mereka berdua berj alan di taman. seperti kau tahu. ad at kebiasaan dan tujuan mereka. "Ayah akan ce ritakan kepadamu. dan dulu pernah dibantai oleh Klan Tohan." katany a." "Juru bahasa itu: dia memandang ayah dengan pandangan aneh.

Lady Naomi melindungi me reka karena dia juga mengikuti ajaran mereka. meraih semua kesempatan yang ada. Tapi Shigeko tahu kalau ayahnya menyembu¬nyikan banyak kekhaw . tentu saja. meraih semua kesempatan yang ada."Dia berhasil bertahan." sahut Takeo. dan tak ingin membahas lebih jauh lagi topi k pembicaraan yang mengingatkan Ayahnya pada kenangan yang menyakitkan. Kau boleh tanya apa saja dan kapan saja. juga salah satu pengikutnya. Kini dia dalam perlindungan Ayah. "Madaren melakukannya lebih baik dibandingkan orang lain. belajar bahasa asing. belajar bahasa asing." "Ramalan membenarkan kekuasaan Ayah seperti yang ditakdirkan dan direstui Surga. Apa Ayah memercayai semua ini?" "Ayah tidak memercayai sepenuhnya. mendadak ketakutan. keamanan mereka ini ada di tanganmu. Kau harus ber¬kenalan dengan pemimpin mereka. "Madaren melakukannya lebih baik dibandingkan orang lain. kau harus mendorong Ayah untuk mengundurkan diri." seru Shigeko. Dan ingat untuk menghormati semua kepercay aan." Setelah beberapa saat. Bahkan kita memiliki kirin salah satu tanda adanya penguasa yang adil. "Ayah sangsi bisa hidup bahkan separuh dari usia Matsuda. tapi jangan ikuti satu pun dari semua itu. Tapi jangan memercayai orang asing. "Kelak. meskipun dia kerabatmu. "Bolehkah aku bertanya lagi?" " Tentu. dan Ayah berharap tidak menyalahgunakan kekuasaan yang telah diberikan kepada Ayah." sahutnya. ia me nambahkan." lanjut Takeo dengan s angat serius. Ayah tak berharap hidup sampai tua. begitu juga pada Madaren." Shigeko merenungkan hal ini selama be¬berapa saat." sahut Takeo. "Ayah sangat bersyukur atas sem ua yang dianugerahkan Surga pada Ayah. Jo-An." tambahnya nngan "Bila itu terjadi. teraenyum." sahut Takeo. Ayah tak ingin menyembunyikan apa pun darimu. Kini dia dalam Dia berhasil bertahan." "Aku ingin Ayah tidak pernah mati. karena itu satu-satunya jalan yang harus d itempuh seorang pemimpin sejati." "Orang tua semakin lama semakin akan bertindak bodoh. dan diijinkan mengajar¬kan ibumu. "Ayah akan mati dengan bahagia karena tahu akan meninggalkan semuanya di tangan yang aman. Meskipun. Burung houou bersarang lagi di Tiga Negara." Shigeko melihat wajah ayahnya muram. "Dari dulu memang sudah banyak kaum Hidden di Maruyama. serta banyak mantan gelandangan masih tinggal di pedesaan di sekitar kota.

Shigeko sudah tahu hal itu. dan Tak eo mengenang masa lalu bersama Gemba: pergi dari Terayama di tengah guyuran hujan." "Aku tidak tahu." ujar Takeo. dia mati dua tahun lalu. Tapi. Jin-Emon. Biara dewa rubah yan g ada di tepi sungai kini. Beberapa hari kemudian ia dan Gemba menyeberangi jembatan di dekat Kibi. yang membawanya ke Yamagata. Dia lebih tahu banyak tentang peperangan ketimbang diriku sendiri!" "Kukira dia sudah mati sekarang?" tanya Gemba. Ia Halaman 131 dari 500 . Kuda coklat kemerahan itu dijinakkan oleh Lord Takeshi. Tahukah kau kalau Shun ternyata adalah kuda Takeshi? Mori Hiroki yang mengatakannya. diiden¬tikkan pada Jo-An dan sekarang dia dipuja di sini . bantuan Jo -An bersama kelompok gelandangannya. "Ya. Tidak ada kuda seperti dia. "Kuda yang ini cukup menyenangkan. secara aneh. Ia memikir¬kan dengan gembira atas hadiah rahasia yang akan ia berikan untu k ayahnya. adik Shigeru. dan kematian si raksasa. dan kuda itu meng¬hilang sampai Amano Tenzo membeli dan memberikan nya kepada Takeo. "Pada saat itu Amano Tenzo memberiku Shun." sahut Gemba. Takeshi dibunuh prajurit Tohan. dia tumbuh dewasa bersama salah seorang yang m elegenda itu. Ditepuknya leher kuda hi tam yang sedang ditungganginya.atiran. tapi Shun membuatku te rcengang pada peperangan pertama kami.

Aku bisa menemani¬nya sampai ke Akashi. Ia hanya mengenal kakeknya sebentar. tempat ia akan bertemu Hiroshi lagi. untuk melihat a pakah ada orang yang datang Hisao merasa lega tapi juga menyesal karena arwah kakeknya telah kel uar. Arwah itu menggantung di tepi kesadaran seperti juga arwah ibunya. Ia kemudia n melihat ke bawah. Ayah tak ingin memintanya kembali. "Hadiah yang sempurna! Hadiah yang belum pernah te rlihat di ibukota!" Takeo berpaling dari pelana dan menatap Shigeko. "Ayah. kita hadiahkan kirin kepada Kaisar. Seringkali hujan turun tiba-tiba selagi ia melewatinya. namun telah merindu . menunggang kuda melalui pedesaan di musim gugur yang damai menuju wilay ah yang akan segera menjadi miliknya." Shigeko. jasadnya dibuang ke parit dan tertimbun tanah. Memikirkan legenda dan hewan-hewan yang mengagumkan memunculkan gagasan di benak nya. "Sepertinya Lord Saga akan takluk pada Lady Shigeko. merasakan kalau me reka memang direstui Surga. memb iaskan sinar matahari menjadi penggalan-penggalan bianglala di awan yang membumbung tinggi. tapi Hisao tidak sulit menemukannya karena ibu¬nya membimbi ng langkahnya ke sana. H isao melihatnya dan memanjatkan doa bagi arwah kakeknya agar dapat menempuh jalan ama n menuju alam baka dan kelahiran kembali yang lebih baik pada kehidupan kelak. dan Ajaran Houou. ke barisan pegunungan yang terbentang ke timur dan utara. Tida k ada benda yang menandakan tempat itu." kata Gemba. "Gagasan yang menakjubkan. udah lama berharap akan ke Maruyama karena ia memang bermaksud menghadiahkan kud a itu sebagai kejutan saat upacara yang akan datang. membuatnya sakit kepala dengan tuntutan yang tak bisa dipahami. Begitu cemerlangnya gagasan itu hingga ia ingin langsung mengatakannya. pipi t embamnya merona merah karena senang. ajaran kedamaian akan menang. Tapi Ayah telah memberikan kirin untukmu.sudah lama berharap akan ke Maruyama karena ia memang bermaksud menghadiahkan ku da itu sebagai kejutan saat upacara yang akan datang. saat kita ke Miyako tahun depan." Gemba tertawa terbahak-bahak." "Kaisar serta orang istana akan terpesona dengan hadiah itu. Mungkin Lord Gemba a tau Lord Hiroshi bisa ikut ber¬samak u. Dan apakah hewan it u dapat bertahan dalam perjalanan sejauh itu?" "Hewan itu berhasil menempuh per jalanan dengan kapal.* Setelah kematian Muto Kenji.

Gosaburo semakin kurus. Bunga lili musim gugur berwarna merah tua pekat tumbuh di atas jasad Kenji. dan malam Halaman 132 dari 500 . tapi m enyesali kematiannya. sinar matan ya hampa. dia membenci Akio k arena menjadi penyebabnya. Desas¬desus dan spekulasi kian bertambah: bahwa mereka sekarat karena disiksa. dia menjadi cepat kesal dan sikapnya menjadi susa h ditebak. Burung-burung mulai bermigrasi ke utara. mesk i tak ada yang menanamnya. bahwa salah satu atau keduanya s udah tewas. Akio makin tak sabar pada Gosaburo. Penduduk desa merasa khawatir selama musim panas. kare na tak ada kabar tentang nasib anak¬anaknya yang ditahan di Inuyama. Hisao senang arwah kakeknya sudah pergi dengan damai. Hisao agak senang men¬dengar kabar baik tentang eksekusi para pemuda itu karena akan mem adamkan harapan Gosaburo dan menguatkan ke-putusannya untuk balas dendam.kannya: Kenji bunuh diri atas kemauannya sendiri. dan walaupun tidak pernah membicarakan hal itu. Musim panas berlalu dan tak ada yang datang. terutama Kotaro Gosaburo. lipatan kulit keriputnya semakin bergelayut.

Sikap Akio kurang senang dengan potongan berita yang pertama. dan Hisao ke sana saa t ada waktu luang untuk memerhatikan dan membantu meniup panas dengan alat peng¬embus dalam pr oses mengubah besi menjadi baja. dan Hisao ke sana saa t ada waktu luang untuk memerhatikan dan membantu meniup panas dengan alat peng¬embus dalam pr oses mengubah besi menjadi baja. willow dan ginko berwarna keemasan. sudut s erta ke¬tajamannya. la membuat penggaruk tana h baru sehingga pupuk ter¬sebar lebih merata. masih di tahan di Inuyama. la membuat penggaruk tana h baru sehingga pupuk ter¬sebar lebih merata. dan bereksperimen dengan bilah kapak. bobot. sudut s erta ke¬tajamannya. Rembulan di bulan kesembilan tam pak besar dan keemasan. Hari¬hari dilalui Hisao deng an memperbaiki pematang sebelum musim dingin. pohon bee ch berwarna tembaga. Ada sebuah tempat penempaan besi di desa itu. dan bereksperimen dengan bilah kapak. menyebar dedaunan kering dan kotoran hewan di sawah.dipenuhi jeritan angsa dan kepakan sayap mereka. iri pada berita ya ng kedua. Rombongan itu berada di Inuyama di waktu yang bersamaan dengan Kazuo. menyebar dedaunan kering dan kotoran hewan di sawah. willow dan ginko berwarna keemasan. Sistem pengairannya berhasil: sawah d i pegunungan menghasilkan panen kedelai. Hari¬hari dilalui Hisao deng an memperbaiki pematang sebelum musim dingin. Saga Hideki. Di awal bulan ketujuh. Sistem pengairannya berhasil: sawah d i pegunungan menghasilkan panen kedelai. Pohon maple dan pohon sumac berubah warna menjadi merah tua. Dia juga membawa kabar lain: Lady Otori sedang hamil dan Lord Otori mengirim utusan dengan prosesi yang mewah ke ibukota. dan amat gelisah dengan berita yang ketiga. Rembulan di bulan kesembilan ta mpak besar dan keemasan. dan baru akan berangkat ke Miyako. mengumpulkan kayu bakar dari hutan. ipenuhi jeritan angsa dan kepakan sayap mereka. wortel dan labu yang baik. pohon bee ch berwarna tembaga. Imai Kazuo dikirim ke Inuyama untuk mencari berita. "Mengapa Otori melakukan pendekatan pada Kaisar?" tanyanya pada Kazuo. bobot. Dia k embali di pertengahan musim gugur dengan kabar gembira namun membingung¬kan: para sandera ma sih hidup. "Apa maks udnya?" "Kaisar telah menunjuk jenderal baru. Ada sebuah tempat penempaan besi di desa itu. wortel dan labu yang baik. Pohon maple dan pohon sumac berubah warna menjadi merah tua. yang selama sepuluh tahun ini . mengumpulkan kayu bakar dari hutan.

senjata¬senjata diasah." "Ini waktunya bagimu untuk bepergian lagi.. sandal jerami disiapkan dalam jumlah banyak. aku dapa t merasakannya. Akio mulai berlatih at raksi lempar bola lagi. Hisao bukanlah pemain pertunjukan yang berbakat: terlalu pemalu dan tidak menik¬ma ti menjadi pusat perhatian. Kini muncul seorang ksatria yang bisa menantang Otori. "Ada banyak keluarga Kik uta di Akashi. ia pun hapal semua lirik lagu-lagu. dan anak-anak itu masih hidup. tapi kombinasi antara pukulan dan makian Akio telah men¬jadikanny a cukup terampil. Keluarga kita yang ada di Tiga Negara ini juga butuh tuntunan. Aku tidak percaya dia maupun Taku akan membiarkan ke matian Kenji begitu saja tanpa membalas dendam. Sebagai anak." "Memang ada tanda-tanda kelemahan. ayah Hisao mengajarinya ketrampilan teater keliling Kikuta memain¬kan drum." kata Kazuo. sebel umnya ia tidak ragu membunuh keluarga Kikuta." "Kalau begitu kita pergi ke Akashi lebih dulu. dan akan mengikut imu bila kau yang ke sana. pengkhianatan dan tindakan balas dendam yang selalu mereka laku kan dalam perjalanan ke seluruh Tiga Negara. Ta keo pasti sudah tahu tempat kita ini." Mata Akio berkilap dengan ekspresi yang tidak biasa." Kazuo sepakat. "Ada yang berubah. jimat¬jimat dikeluarkan dan dibersihkan. Seminggu setelah pulangnya Kazuo. menyanyikan balada kuno yang disukai penduduk desa. Ia jarang mem¬buat kesalahan. bereaksi pada ancaman semacam itu. Otori menjadi lebih rapuh." "Muto Kenji berhasil mengetahui ke¬beradaan kita." ujar Akio penuh per¬timbangan. "Mengutus orang ke Kaisar. kecuali mereka di¬sibukkan dengan hal-hal yang lebih men¬desak. pertikaian. asinan persimmon dan chestnut dikumpulkan lalu dikemas. atraksi lempar bola. tentang perang zaman dulu. walaup un orang Halaman 133 dari 500 ." sahut Akio.sibuk memperluas kekuasaannya di seluruh penjuru wilayah Timur. Kita harus ambil b agian dalam kejatuhannya: dengan bersembunyi kita tidak bisa me¬nunggu sampai orang lain memba wa kabar kematiannya kepada kita..

.

Hentikanlah semua pertikaian ini. tapi di malam sebelum keberangkatan mereka. Aku lelah. Kita semua juga.." "Tidak ada yang boleh pergi meninggalkan keluarga Kikuta. Akio memadamkan lampu.mengeluhkan kalau ia seperti bergumam sehingga sulit didengar. Tak sabar untuk segera berada di jalan. Gosaburo melangkah ke dalam kamar. suaranya datar." Tak lama setelah Gosaburo pergi. Aku akan setia padamu. "Aku akan kembali ke Matsue. p ergi meninggalkan desa.. ny aris kelaparan dan tidak lama akan musim dingin. ketika Hi sao tengah bersiap untuk tidur. Gagasan untuk bepe rgian mem¬buat ia bersemangat sekaligus takut.. Gagasan untuk bep ergian mem¬buat ia bersemangat sekaligus takut." sahut Akio. menggeser tutup pintu lalu berlutut dengan gugup." ujarnya. seolah menekankan otoritas usia. Gosaburo gembira menerima kabar dari Kazuo. melihat hal-hal baru. p ergi meninggalkan desa. "Sudah saatnya kita berun ding dengan Otori. "Aku mulai membusuk di sini. menyediakan dana." "Begitu Takeo dan juga Taku mati. tapi memberi isyarat agar tamunya boleh masuk dengan menggerakkan kepala." Akio memperingatkan. Tiga Negara semakin kaya dan makmur sementara kita bersembunyi di pegunungan. "Tidak akan. engeluhkan kalau ia seperti bergumam sehingga sulit didengar. Dia tidak langsung bicara pada Akio. "Sekarang enyahlah. Tak sabar untuk segera berada di jalan. Otori membiarkan anak-anakku tetap hidup. tapi kurang bersemangat dengan pertunju kan dan gelisah meninggalkan makam kakeknya. Akio sudah setengah telanjang dan Hisao bisa melihat ekspresi kemarahan ayahnya. baru kita bicara tentang perdamaian. Mari kita terima lawarannya untuk berdamai." Akio menjawab. Aku akan pergi bes ok pagi. menyimpan cat atan." Gosaburo menghela napas panjang. Kita juga bisa ber¬kembang: pengaruh k ita bisa diperluas melalui perdagangan. dan menanyainya dengan penuh selidik . Gosaburo menghampiri pintu kamar dan meminta apakah bisa bicara berdua dengan Akio. "Keponakan. tapi kurang bersemangat dengan pertunju kan dan gelisah meninggalkan makam kakeknya. Hisao sudah ber¬baring: ma lam itu . Aku ak an bekerja untukmu di Matsue seperti yang pernah kulakukan. melihat hal-hal baru. dan kehadiranmu membuatku jijik.

ia sudah tertidur nyenyak dan tanpa mimpi bak orang mati. dan Takeo akan meng¬alami hal yang sama. mereka tidak ingin kekayaan mereka dirampas ksatria yang sama sehingga mereka bergabung untuk melin¬dungi barang serta usaha m ereka. Terdengar beberapa kali suara pelan. Kota Halaman 134 dari 500 . Begitu mereka kaya.terasa hangat dan ia tidak menarik selimut untuk menutupi tubuhnya. kata Hisao berulang kali pada dirinya sampai tiba-tiba. Keesokan harinya tubuh Gosaburo ter¬geletak di lorong. Isamu sudah dieksekusi. "Tak ada yang boleh meninggalkan Kikuta dan bebas pergi tanpa hukuman. Suara Akio terdengar h ampir lembut saat menyuruh ia tidur. tapi ke¬mudian ia mendengarkan gerakan Akio: setiap s el dalam tubuh orang itu seakan merindukan belai kasih sayang. Penggalan ca haya menari-nari di balik kelopak matanya." dalam konflik dan kebingungan sehingga para saudagar mengambil keuntungan dari k ebutuhan pangan dan senjata para ksatria. Setelah Akio pergi meninggalkan kamar. berani m eninggalkan Tribe. Takeo dan Isamu. Aku sudah tidur. ayahnya. Kemarahan Akio membuatnya bersikap kasar dan gegabah. sebelum Akio kembali. diseret di atas papan. Hisao membenamkan diri di balik selimut dan berusaha menutup telinganya. jangan bangun. dan Hisao merasakan kelembutan sesaat yang amat dirindukannya saat ram but¬nya dibelai sang ayah. "Ingat itu. dan jangan pedulikan apa pun yang akan di degarnya. Dia mati dibunuh dengan gar otte. lalu ke tanah. Hisao berusaha untuk tidak bersuara karena kekerasan yang sewaktu-waktu akan menimpa dirinya. Tak seorang pun berani menangisi kematiannya. seseorang tercekik dan meronta-roma: suara berdebuk berat." kata Aki o pada Hisao sewaktu mereka bersiap berangkat. Sesaat ia berpikir tentang sepupu-sepupunya dan ingin tahu bagaimana cara mereka mati di Inuyama.

bahkan di satu desa yang tidak ramah: tak seorang pun mau memberi mereka tempat menginap sehingga mereka terpaksa berjalan lagi semalaman. Perjalanan terasa panjang dan melelahkan. dengan pakaian tua yang lusuh. Sakit kepala yang tak asing mulai terasa . dan ma sing¬masing parit dengan sepuluh jembatannya dijaga prajurit dari masing-masing kesatuan. botol kaca dan cabung minuman. Saat ini Hisao tengah mengamati ayahnya. Ia tak ingin Jizaemon mati sebelum mem¬perlihatkan sebagian dari nana bendanya. baik dalam bidang materi maupun spiritual. tapi meningkatnya kesejahteraan di Tiga Negara serta per¬musu han dengan Otori membuat banyak yang pindah ke Hofu. Lagu-lagu mere ka telah ketinggalan jaman dan tak lagi populer. lalu berusaha menyingkirkan perasaan itu.ini dikelilingi parit lebar yang digali untuk melindungi diri dari musuh." Mengira ayahnya akan bertindak seperti yang dilakukan pada Gosaburo." kata Jizaemon. dia melihat kalau ayahnya sudah tua. Ki ta bisa lebih berkiprah dalam banyak peristiwa dengan menyediakan senjata dan kebutuhan lainny a. Ada beberapa ku il besar yang melindungi dan mendukung perdagangan. mereka mencari benda dan pakaian yang indah . Saat para penguasa semakin berkuasa. "Masa kejayaan telah berlalu. alat yang bisa menghitung waktu. Keluarga Tribe pernah menjadi pedagang yang paling ber¬kuasa di kota itu. karya seni dan kemewahan lain dari Shin dan daerah yang lebih jauh lagi. membuka dirinya pada suara¬suara arwah. pada Akio saat menyambutnya dengan sikap setengah hati. Baik Akio maupun Kazuo tidak muda lagi . kar ena rasa iba. Kehadiran mereka di jalanan tidak mendap at sambutan baik. dan penampilan mereka sebagai seniman jalanan sudah hilang gregetnya. seperti biasa. ayahnya kelihatan seperti bukan siapa¬siapa. "Kita harus bergerak. ditakuti dan dihormati semua orang. ni dikelilingi parit lebar yang digali untuk melindungi diri dari musuh. kayu manis dan gula: kata-kata yang belum pernah di¬dengarnya. dan mas ing¬masing parit dengan sepuluh jembatannya dijaga prajurit dari masing-masing kesatuan. Di desa kelahirannya. Hisao merasa iba. sementara di sini. Akio adalah Ketua Kik uta. Hisao sedih . pemilik usaha importir sukses. Mari kita dukung persiapan perang. baik dalam bidang materi maupun spiritual. dan dari keuntungan kita bisa menghindari akibatnya. dan pedagang pelab uhan bebas ini menyediakan-nya dengan senang hati. Ada beberapa ku il besar yang melindungi dan mendukung perdagangan. manis dan pedas. cermin dan makanan baru yang lezat.

sepupu. mereka berangkat hanya selang beberapa minggu sebelum kau datang: aku belum pernah melihat prosesi yang begitu mewah.. "Benar. Kabarnya. Kami sudah mendengar tentang kurir-ku rir yang dikirim Otori kepada Kaisar.. Fumio tiba dua hari setelah penyelundupan itu dan berusaha mendapat¬kannya k embali." "Dan Kaisar memiliki jenderal baru?" Akio memotong perkataan si pedagang yang penuh semangat. dikaruniai dengan selera dan tingkah laku serta tutur bahasa yang halus: kabarnya itu karena penga ruh istrinya. itu sebabnya Lord Otori mencari dukungan Kaisar. tapi ia t idak mau mendengarkan. tak lama lagi jenderal itu akan memiliki senjata-s enjata baru. "Nah.lagi: separuh dunia menyelinap ke balik kabut. dan lebih dari itu. dan senjata api diselundupkan keluar Hofu kabamya dengan bantuan Arai Z enko! Kau kenal Terada Fumio?" Akio mengangguk." "Ya. mungkin kau benar. perempuan itu berbisik. Dia gusar sekali. Tapi sudah terlambat: senjata Halaman 135 dari 500 ." "Apa maksudmu?" "Selama bertahun-tahun Otori member¬lakukan embargo senjata api. seolah dari kejauha n. "Baiklah. pertama¬tama dia menawarkan sejumlah besar uang. dan ada lagi. "Tapi yang pasti peperangan tidak bisa dihindari selamanya. lalu mengancam akan kembali dengan pasukan lalu membakar habis kota itu jika tidak dikembalikan." terdengar olehnya Akio bicara. Tapi baru-baru in i embargo itu dilanggar. Otori pasti benar-benar kaya.

" katanya tertawa kecil. Dan harga jual besi dan bubuk mesiu it u setinggi langit. meskipun dahi¬nya makin berkerut dan wajahnya makin muram. Dan Lord Otori takkan menyerang kota i tu." "Waktu yang tepat untuk mendekati Zenko. jika Zenko menyerang dari Barat maka dia akan terjebak di antara dua wila yah tersebut. sepupu. Dulu dia juga penyelundup. guna menyatukan kembali semua keluarga?" Jizaemon. Kapan lagi waktu yang tepat untuk pergi ke keluarga Muto gun a memperbaiki keretakan dalam Tribe. dia pasti tengah bersiap bergerak melawan Si Anjing. t api kedua orang itu tengah membicarakan hal lain: tentang Arai Zenko yang membiarkan senja ta api keluar dari jaringan Otori." Hisao penasaran dengan jawaban Akio yang singkat. Dirasakan sel uruh ototnya menegang.itu sudah dalam perjalanan ke tempat Saga." "Kurasa Zenko akan menyambutmu. Hisao terbangun tengah malam men¬dengar ayahnya berbisik pada Kazuo. Ayahnya memang sudah mabuk ber at. "Zenko kuat sekaligus ambisius. dan setengah berharap mendengar lagi suara pelan pembunuhan. "Jika dia berusaha mengambil hati Lord Saga. setinggi langit!" tu sudah dalam perjalanan ke tempat Saga. sepupu. Zenko satu-satunya keluarga Muto yang tidak dikutuk keluarga Kikuta: di a tak terlibat dalam kematian Kotaro. dan mengangguk setuju pada semua perkataan Jizaemon. Dan harga jual besi dan bubuk mesiu i tu setinggi langit. mungkin senang berhasil menyingkirkan tamunya. dan s audara sepupu dirinya. Zenko yang seharusnya menjadi Ketua Muto. "Tak ada yang memedulikan ancaman Terada. dan kabarnya dia tak sepenuhnya setia pada Takeo. menyediakan surat ijin perjalanan dan memberi pakaian bam serta barang dagangan lainnya." gumam Akio. cucu keponakan Kenji. "Dia tak lebih dari perompak. Diaturnya agar mereka bisa be ." bisik Kazuo. Hisao tahu riwayat Zenko: putra sulung Muto Shizuka. "Sejak kematian Kenji. Dicurigai kal au dia menyalahkan Takeo atas kematian ayahnya. dan bahkan menyimpan hasrat untuk balas dendam. setinggi langit!" Jizaemon menuang secangkir lagi sake dan memaksa mereka minum bersamanya. "Takeo sedang men¬dapat anca man dari Timur. tidak selama dia membutuhkan pedagang itu untuk memberi makan dan mempersenjatai pasukannya." sahut Kazuo.

dan mereka pergi ke Maruyama untuk bertemu dengan kerabat di sana dan mencan pek erjaan setelah kematian orangtua mereka. terutama pada ibunya. Sebagai adik Sada. ada sesuatu di malam itu Halaman 136 dari 500 . Maya pernah melihat Sunaomi menjadi anak cengeng karena mengira melihat hantu yan g sebenarnya adalah patung Kanon maha Penyayang yang belum selesai dibuat.* Maya tidak bepergian sebagai putri Lord Otori. Waktu itu ia mengikuti Sunaomi dengan menggunakan kemampuan Tribe. memanfaatkan cuaca cerah dan tenang di akhir musim gugur. dan dalam beberapa hari mereka angkat sauh ke Kumamoto melalui H ofu. dan menyenangkan baginya membayangkan kalau orangtuanya mati karena marah. dan amat terluka dengan sikap kedua orang¬tuanya karena lebih sayang pada Sunaomi. tapi saat sam pai di pantai.pergian dengan kapal pedagang. tapi dengan menyamar cara Tribe. Maya menyukai perannya sebagai anak yatim piat u. malam ketiga Perayaan Obon. Maya se makin membenci rasa takut Sunaomi karena itu belum apa-apa dibandingkan apa yang perna h dilihatnya di malam yang sama.

tubuh pucat mereka mengambang di permukaan tanah. lalu melihat seorang laki-laki keluar dari rumah yang baru separuh hancur dengan membawa lent era. semburan air terbawa angin. ju bah mereka putih. cakar si kucing menggaruk-garuk batu kerikil di pasir pantai: melompat ke pepohonan di se kitar rumah itu. Ia melihat hantu-hantu itu dengan peng¬lihatan si kucing. Arwah-arwah mengejar Maya. cukup untuk mundur ke semak-semak dan pulang tanpa terlihat ke kastii.yang menyentuh perasaannya. "Lihatlah apa yang bisa kulihat!" ang menyentuh perasaannya. bola matanya yang besa r menangkap semua gerakan yang ada. berdesakan di sekelilingnya. hasrat yang tak terpenuhi dalam diri mereka. Ia tidak ingat bagaimana si kucing meninggalkan dirinya hingga ia kembali menjadi M aya. seperti dalam mimpi buruk ketika sepotong kalimat yang tak jelas memb uat orang yang bermimpi me rasa ketakutan setengah mati. wajah mereka abu-abu. Kami sedang menunggunya. Maya menjerit kaget. Lalu tubuhnya melemas dan meregang seperti tubuh kuc ing. mengatak an. Terdengar olehnya derak ranting patah. meskipun tidak me¬mah ami apa maksudnya. Para arwah gentayangan tadi mundur terkena sinar lentera. Penghinaan atas ketakutan Sunaomi membantu Maya men gatasi ke¬takutannya sendiri. Arwah orang-orang mati itu mem alingkan pan¬dangan ke arah Maya dan si kucing menang¬gapi mereka. Di mana . si kucing melolong. mengata kan. dan suara si kucing berbicara dalam dirinya." Kata-kata mereka memenuhi dirinya bak teror yang menakutkan. dendam tak berkesudahan. penuh kesedihan dan kelaparan. "Lihatlah apa yang bisa kulihat!" Awalnya seperti permainan: latar yang gelap dadak terang. sentuhan mereka terasa sedingin es di kulit hewan berbulunya. getaran dedaun an. Ter¬dengar olehnya suara-suara seperti geme risik dedaunan tertiup angin musim gugur. Tapi ia juga tak bisa me nyingkirkan ingatan akan pandangan mata si kucing dan suara-suara bergema dari arwah gentaya ngan. Tapi didengarnya Sunaomi menjerit. dan suara si kucing berbicara dalam dirinya. dan Maya menyadari kalau pantai dan hutan pinus penuh dengan hantu. hewan¬hewan kecil berlarian ke sana kemari. dan juga geme ricik air ketika bocah itu kencing di celana. mengenali penyesalan pahit . Maya berusaha kembali ke tubuh manusia¬ny a. dan membuat bola mata Maya mengec il dan akhirnya tidak bisa lagi melihat mereka. sama tidak jelasnya dengan apa yang membuat tubuh kucing merasuk dalam sendirinya. "Di mana Penguasa kami? Bawa kami padanya.

dan itu membuat Maya menyesal karena pernah me ndengar banyak cerita tentang para perompak jaman dulu dan kunjungan ayah¬nya kepada Lord Terada. "Kau bisa jadi mata-mata yang sangat hebat!" seru Sada setelah malam pertama di atas kapal. tempat kota Hagi hampir menghilang di kejauhan: Pulau Oshima juga terbentang jauh di belakang mereka. meminta. "Dulu Shizuka suka melakukan sesuka hatinya." Sada tertawa. "Tapi dia menikah de ngan tabib Ishida. dan berusaha melindungi dirinya dari kerasukan arwah si kucing." "Dia juga nenek Sunaomi." Maya menatap gelombang ke Timur. Tapi kucing itu mendatanginya lewat mimpi . "Kau iri. "Jangan meremehkan Muto Shizuka! Dia selalu jauh lebih dari yang k elihatannya. hanya awan di atas gunung berapi di pul au itu yang terlihat." sahut Maya. Mereka telah melewatinya semalam. atau seperti Shizuka dulu. menakuti-nakuti dan membujuk dirinya. tapi kapal tidak boleh berangkat ter¬lambat: angin timur laut h anya terjadi beberapa hari lagi." sambung Maya. "Aku ingin sepertimu. Ia telah mewarisi si fat kejam dari Kikuta seiring dengan banyak bakat yang lain. "Aku lebih suka jadi mata-mata ketimbang harus menikah dengan lord. tak ingin melihat dan mendengar dengan cara sepert i itu lagi. dan mereka mem¬butuhkannya untuk membantu kapal melaju ke pantai Barat." gerutu Maya. Ia ingin melihat-nya. Maya. itu masalahmu!" Halaman 137 dari 500 .Penguasa kami? Maya ketakutan setengah mati. dan kini dia sama saja seperti istri-istri yang lainnya.

gelap. Maya menatap Sada." Maya berusaha meyakinkan. aku tidak menyesal disuruh pergi jauh. kau bisa menjadi laki-laki. bak kulit bulu hewan. padat dan bera t. dan berpikir betapa bahagianya bisa selamanya ber . "Ya. Sunaomi tidak akan datang tinggal bersama kami. Sada seperti m erasa kalau di balik kulit Maya ada sifat hewan. "Pernahkah kau ber harap menjadi seorang laki-laki?" "Ya. dan itu sebabnya aku menyukainya. ia tersadar ketika kapal berbelok mengitari tanjung tepat saat angin berubah ara h dan angin barat berhembus membawa mereka ke tepi pantai." "Kenji mengajarkan kita hal yang sama!" seru Maya. Ketika sampai di tahap yang paling buruk. memegang tengkuknya sewaktu ia muntah dan setelah itu mengelap wajahnya." sahut gadis itu. Muto Kenji sering bilang itu sebab¬nya kenapa aku tumbuh besar sama tinggi dan kuatnya seperti laki-laki."Sangat tidak adil. tapi juga lembut untuk disentuh. anak laki-laki sepertinya lebih dihargai." sahut gadis itu. karena seperti semua anak-ana k Tribe. serta gerakan. Andai aku lakilaki. Aku selalu menentang mereka . ia belajar bicara dengan gaya bahasa laki-laki dan perempuan. "Andai aku laki-laki. di mana perempuan diberi banyak kebebasan. ketika aku masih kecil. lalu menatap wajah Sada yang tajam. "Andai aku laki-lak i. Maya merasakan sentuhan itu seperti sentuhan seorang pengasuh at au seorang ibu. mem¬bujuknya untuk minum teh untuk mem¬basahi bibirnya. Gerakan kapal yang naik turun membu atnya pusing dan tubuhnya terasa tidak enak. Dia meng¬ajariku cara meniru anak laki-laki. bicara dengan gaya bahasa mereka dan menirukan gerakan mereka. Sada merawatnya tanpa mengeluh atau kata-kata bersim pati. Sada mengamatinya. Bahkan di kalangan Tribe." Sada tertawa. tak masalah kalau ak u kembar. sering. dan bisa berti ngkah seperti keduanya. den gan tulang pipi tinggi seperti anak laki-laki. selalu berusaha mengalahkan mereka. Maya berbarin g di pangkuan Sada yang melingkarkan lengannya yang panjang dan dingin di alis Maya. Kini aku bisa jadi laki-laki atau perempuan . "Karen a aku suka padamu dan aku sayang pada Taku!" "Semua orang menyayangi Taku." "Benar. tak masalah kalau aku kembar. Andai aku lakiSangat tidak adil. Maya tidak sempat menangkap lebih banyak lagi bahasa pelaut yang menggoda dan ny aris tak bisa dimengerti karena gelombang laut mulai naik. dan Ayah tak¬kan berpikir untuk mengangkatnya sebagai anak!" Dan aku takkan berpikir untuk menantang pengecut ci lik itu pergi ke biara.

Tadi rasanya sakit sekali. alaukah . bukit Halaman 138 dari 500 . Tapi aku tidak yakin apakah aku bermimpi. melingkarkan lengan di tubuh¬nya. Diregangka n tubuhnya untuk me¬meluk Sada. "Kau mencintaiku Sada?" "Pertanyaan apa itu?" "Aku bermimpi kau mencintaiku. merasakan otot kuat seperti otot la ki¬laki.. Pada saat itu hasrat menyelimuti dirinya pada gadis yang lebi h tua itu. "Sedikit. sekaligus seperti hewan. hampir seperti anak kecil. Aku tak ingin naik kapal lagi!" Maya berhen ti sebentar lalu melanjutkan. "Kuanggap sikapmu ini berarti kau sudah baikan?" tanya Sada." "Atau apa?" "Atau si kucing.. "Mimpi yang dialami hewan.. dan merasakan sekujur tubuhnya bereaksi dengan menggeliat.baring di dalam pelukannya." Maya tengah menatap ke pantai di kejauhan. dan kelembutan yang tak terduga dari buah dadanya. Diusap-usapkan hidungnya ke leher Sada." "Mimpi sepeni apa yang dialami kucing itu?" tanya Sada dengan enggan. balas memeluknya. kombinasi antara kekaguman dan kebutuhan: itu pertama kalinya Maya jatuh cinta.

atau sebaliknya kagum dengan segala yang bisa dilakukannya dan semua potensi dirinya. Apa pun yang berguna bagi mereka. Akhirnya akan jadi sesuatu di antara dua hal: tidak terlalu kecewa. Orang-orang meringkuk di tepi pant ai. rak kayu penopang rumput laut dan kapal nelayan berbadan cembun g tengah ditarik ke pantai. tempat rumput laut tumbuh. "Aku tak tahu kalau kau mencintaiku. atau roh si kucing merasuki diriku. rak kayu penopang rumput laut dan kapal nelayan berbadan cembun g tengah ditarik ke pantai. dan sampai ke muara. "Aku yakin kelak ini bisa berguna. tapi juga tidak terlalu memuaskan." ujar M aya sambil melamun. Muara berpasir terlalu dangkal untuk dimasuki kapal. "Itu sebabnya aku menyukai Tribe. membetulkan jala dan menjaga agar api unggun tetap menyala yang memaksa garam keluar dari air lau t. Aku akan tinggal bersam a Tribe. Aku tidak mau kembali pada kehidupan di istana. "Tapi aku memang menyayangi kuc ing itu!" Diraih lalu diusapnya leher Maya seakan-akan sedang membelai kucing. membetulkan jala dan menjaga agar api unggun tetap menyala yang memaksa garam keluar dari air lau t. Di satu saat ditemukan dirin ya mengira kalau Taku akan mengenyahkannya karena tak mampu menolongnya. dan sampai ke muara. dan punggung gadis itu melengkung karena nyaman. bebatuan hitam yang berada di tepiannya dengan ombak keabuan hijau dan putih." Nada suara Sada terdengar praktis. itumbuhi pinus di atasnya yang muncul dari air laut berwarna biru tua. "Kalau kau terus lakukan itu. Orang-orang meringkuk di tepi pant ai. "Mereka tidak keb eratan kalau aku ini anak kembar." goda Sada. bebatuan hitam yang berada di tepiannya dengan ombak keabuan hijau dan putih." "Kita lihat apa pendapat Taku!" Maya tahu Taku adalah guru yang tegas dan tidak punya perasaan sentimentil. It u menurutku. dan mereka turun dengan men . Maya menyeringai.ditumbuhi pinus di atasnya yang muncul dari air laut berwarna biru tua. Permukaan air di sekitar telu k lebih tenang. atau kastil. Permukaan air di sekitar telu k lebih tenang. tapi ia takut kalau gurunya itu terpengaruh dengan kewajiban pada ayahnya sehingga cenderung memperl akukannya dengan pengecualian. kurasa aku akan berubah menjadi si kucing. Sada mengira hampir bisa merasa¬kan lagi bulu di jari je marinya. baik adanya." sahutnya. Ia tak tahu mana yang lebih buruk: diterima oleh Taku hanya karena ia adalah putri Otori. tempat rumput laut tumbuh. atau ia ditolak karena kurang trampil.

Kastil berdiri di atas bukit kecil di atas sungai dan kota yang menyebar di seke liling¬nya. ya kak. sinar matahari mewarnainya dengan warna merah muda. dan atap rendahnya memanjang sampa i ke pinggiran atap. Halaman 139 dari 500 . Taku ada di Maruyama?" imbuhnya selagi gerbang dibuka lalu mereka menyelinap masuk. sepupu?" "Ini dia masalah datang. Kita masuk saja dulu. Hari sudah hampir gelap saat mereka tiba di rumah yang memanja ng sampai ke sudut jalan. Maya menyahut. tapi hari ini tujuannya bukan ke kastil itu. Perahu-perahu itu sempit dan tidak stabil. Dua laki-laki berdiri di luar dengan bersenj ata pedang dan tombak lengkung panjang. "Apa yang kau lakukan? Siapa anak itu?" "Adikku. "Apakah mengira akan ada serangan. ber¬dinding putih dan beratap abu-abu. Jendelanya dipalang dengan kayu. Maya mengenalnya dengan baik dan sering tinggal di sana bersama ibu dan saudara¬saudaranya. Dipasang ke dinding satunya. terlihat mirip burung yang baru saja beristirahat.ggunakan tali ke perahu nelayan yang reot. Ia terus merendah kan pandangan mata dan tidak bicara dengan siapa pun agar tidak dikenali. ada gerbang besar. Nanti akan kuceritakan. walaupun perjalanan nya jauh dan bawaannya banyak. tentu kak. membentaknya agar tidak berjalan dengan menggesekkan kaki ke tanah . kau ingat padanya?" "Pasti bukan Mai!" "Bukan. serta berusaha menarik Sada ke dalam percakapan cabul saat mengayuh ke hulu. ke kota Maruyama. Bangunannya kecil dan indah. sambil berjalan tanpa mengeluh. Di satu sisinya adalah toko depan." sahutnya. Sesekali Sada berbic ara kepadanya dengan kasar. yang kini tutup dan sepi. para awakny a tertawa ketika Maya memegang erat-erat bagian pinggir atas dari sisi perahu. bukan Mai. Maya. Sada bicara kepada salah satunya. sayapnya masih membentang.

dan Lord Sugita sedang menghibur mereka. dari Miyako... bergerak cepat hingga nyaris tak terlihat dan menggunakan sosok kedua. lalu Taku bisa tahu." Anak Ku ci ng sudah kembali malam ini. atau menuang sake untuknya.."Ya." "Mereka kenal aku?" bisik Maya sewaktu Sada meng-gandengnya melewati taman yang gelap ke pintu masuk. Kami akan beri tahu kalau kau dan adikmu ada di sini. Dia belum mampir seperti biasa.. Kami akan beri tahu kalau kau dan adikmu ada di sini. dari Miyako. lalu menambah se¬potong kalimat yang kedengaran sem¬barangan. "Ya. "Mereka akan memanggilku apa?" ia ber¬tanya pada Sada seraya melangkah ringan ke a tas beranda. bar angkali.. Maya hampir bisa mendengar suara pelayan memutus kan kalau pelayan itu perempuan berbisik di telinga Taku selagi membungkuk membasuh kaki Tak u. karena kemamp uan Tribe bisa selalu dikem¬bangkan. dan kemudian . dan berusaha membuatnya senang. "Mereka akan mengarangnya. Dia bersama Lord Kono. latihan mengingat dan mengamati. dia datang beberapa hari lalu. Ia harus menunggu sampai dua hari." Ya." Maya membayangkan bagaimana seorang laki-laki atau perempuan menyamar se¬bagai prajuri t. dia datang beberapa hari lalu. Dia bersama Lord Kono. dan tak seorang pun. "Memanggilmu? Dengan nama apa?" "Apa nama rahasiaku yang hanya di¬ketahui Tribe?" Sada tertawa hingga kehabisan suara. dan Lord Sugita sedang menghibur mereka. me¬regangkan dan me lipat tubuh agar tetap lemas. menguasainya dengan sempurna. apa yang akan Taku lakukan? Maya merasakan agak tahu: apa pun yang akan terjadi tidak akan mudah. Dan Maya hanyalah anak k ecil: waktunya masih banyak. jadi mereka takkan bic ara banyak. Dia belum mampir seperti biasa. Tidak ada waktu untuk bosan atau cemas. karen a Sada menyibukkannya dengan ber¬bagai latihan Tribe yang tak ada akhirnya. . bahkan Muto Kenji atau Kikuta Kotaro. Tapi mereka juga tahu kalau ini bukan urusan mereka. Anak Kucing. Ia latihan ber¬diri tak bergerak dalam waktu lama. penjaga atau pelayan: mereka mendekati Taku dengan komentar tentang kuda atau makanan. Maya lakukan semua itu tanpa mengeluh karena sudah me¬mut uskan untuk mencintai Sada tanpa syarat.

menatap lurus ke arahnya. "Mengapa ayahmu mengirimmu padaku?" Halaman 140 dari 500 . Sada mem¬ber i isyarat pada Maya yang tengah menaruh mangkuk di nampan karena di rumah ini dia bukan lagi putri Lord Otori tapi gadis termuda sehingga menjadi pelayan bagi semua orang. tidak membiarkan ekspresi yang menunjukkan kelemahannya terlihat. Maya menghampiri lalu berlutut di hadapannya. "Uhhh. separuh terkena sinar." gerutu Taku.Di senja hari kedua. tidak tahu ada dala m dirinya. Sada be r¬diri sambil memegang lentera. Tapi ia tak mampu mempertahankan diri dari Taku: merasakan seolah ada semacam bias si nar. Taku mengerutkan dahi. Saat wajah itu terlihat lelah. tapi sebelumnya ia mengamati reaks i di wajah Taku. "Pandang aku. Maya bisa melihat wajah Taku. setelah malam men¬jelang dan mereka selesai makan. lalu menutup mata. mem¬bawa nampan ke dapur. melihat rahasia yang ia sendiri ." kata Taku. dan di waktu yang bersamaan tidak berani mencari-cari ada ekspresi apa di wajah Taku. Maya menahan tatapan mata Taku tanpa berkedip. dan bahkan kesal. Mata Taku yang hitam. Diselesaikan tugasnya. Cahaya lentera berkeda p-kedip di balik kelopak matanya. Di ujung beranda." bisiknya. Maya merasakan panasnya lentera di pipinya. "Guru. menembus dirinya. membuat pikirannya kosong. lalu melangkah keluar beranda. buram. se paruh dalam kegelapan. dan memberi isyarat pada Sada untuk mendekatkan lentera. ekspresi wajah yang tegang. tapi Maya tak tahu apakah gerutuan itu karena Taku setuju a tau terkejut. hati Maya terpuruk. atau pikiran.

"Aku sedang berusaha mengawasi Kono. dan mengawasi kakakku kalau-kalau dia bertindak yang tak terduga . bagaimana kita bisa memanfaatkannya? Pernahkah kau berubah wujud hingga benar-benar menjadi kucing?" "Pernah. "Kau tak memercayaiku. membuat tubuhnya melembut dan meregang." sahut Maya. "Cukup." "Ini bukan waktu yang tepat. "Ayah mengira Kenji kemu ngkinan mewariskan ilmu Tribe Menurut Ayah aku dirasuki roh kucing. Pertanyaannya yaitu. "Ayah mengira Kenji kemun gkinan mewariskan ilmu Tribe tentang hal-hal seperti ini kepadamu." sahutnya pelan. kurasa sebaiknya aku menjaga agar Maya tetap di dekatku." sahutnya. "Jangan buang waktu. "Aku mem¬buntuti Sunaomi ke kuil Akane lalu melihatnya k encing di celana!" Taku mendengar sesuatu di balik ke¬beranian yang dibuat-buat itu. kalau memang ada di sana." "Tidak ada hubungannya kau suka atau tidak. "Biarkan aku melihat roh kucing ini. bulunya beriak." sahutnya pelan. Kemarahan menjalar ke sekujur tubuhnya . maka kini aku percaya. Sebagian besar . Terserah kau mau menjadi apa. "Bila sebelumnya aku tak percaya." "Aku bersumpah." kata Taku pelan. bersiap menerkam. kemudian ia bergumam. tapi tinggallah di si ni."Menurut Ayah aku dirasuki roh kucing. t elinganya menegak dan memamerkan gigi¬nya." kata Taku dengan agak kesal pada Sada." akunya. Tubuhnya gemetar. Maya bereaksi dengan marah." kata Maya datar. "Lalu?" tanya¬nya. Hewan itu menu rut dengan sendirinya. Tetap saja. Maya tidak menjawab selama beberapa saat." Suaranya mengand ung kecurigaan dan tak acuh. jangan ambil resiko. "Sangat me¬nar ik. lalu menyentuh pipi Maya dengan lembut. lalu mengeong. jangan menyimpan rahasia pada kami. sekali. "Aku tak mau mel akukannya lagi! Aku tidak menyukai perasaan yang menyertainya. langsung dan bukan seperti manusia. tidak pergi sendiri sesuka hatimu. Kau bisa ikut ke kastil denganku besok." "Aku tidak mau. bila Takeo memintanya. Dandani dia seperti anak laki-laki." "Tunjukkan padaku. tapi di sini ia harus tetap sebagai anak perempuan." sahut Taku. Ka u harus berjanji kalau kau hanya akan melakukan apa yang Sada atau aku pinta.

" tutur Taku." "Guru. ditemukan di desa terpencil dengan lebih banyak bakat yang dimiliki orang Tribe lainnya. atau orang yang diasingkan.penghuni rumah ini sudah mengenalnya. "Karena aku anak k embar. Aku akan memperingatka n Hiroshi." Maya membungkuk normal dengan patuh dan mengucapkan selamat malam kepada keduanya. seorang pelayan mendekatin ya lalu menyuruhnya menyiap¬kan alas tidur. pikimya. Mungkin aku akan menjadi seperti Ayah. tapi Maya tidak mer asa Halaman 141 dari 500 . Dibukanya lipatan matras lalu membentangkan selimut. "Tapi di mana adikmu ?" "Dia di Hagi dan akan segera pergi ke Kagemura. "Sekarang pergi tidur. Apa akan ada orang lain yang bisa mengenalimu?" "Tak seorang pun berani menatap langsung padaku. "Ada yang harus kubicarakan dengan Sa da. dia harus dilindungi sebaik-baiknya sebagai putri Lord Otori." kata Taku tiba¬tiba. Aku di sini seperti anakyatim p iatu. Angin berhembus dan bersiul melalui celahnya." tutur Maya." Mendadak rasa sakit hati mener¬ja ng diri Maya karena merindukan Miki. berjalan pelan melewati kamar-kamar panjang dan rendah ru mah itu. membawa musim gugur. Shigeko dan orangtuanya. Tidak lama setelah ia masuk ke dalam rumah." "Anak kembar cukup istimewa di kalangan Tribe.

Ketika akhirnya i a berbaring." "Maya akan menjadi hiburan yang menyenangkan. berusaha menyaring bisik-bisik dari para gadis ya ng berbaring di sisi kanan dan kirinya. Mereka menyuruhnya pergi tidu r dan ia mematuhinya. dan bahwa wilayah Barat takkan berpihak kepada Takeo. tapi mereka tidak melarang¬nya untuk mendengarkan. suara pelan mereka ber ganti dengan nyanyian terakhir serangga musim panas. atau sesuatu yang berhubungan dengan kerasukan si kucing?" "Aku sungguh-sungguh tidak tahu." "Kuharap aku tidak harus melakukannya. tapi mereka tidak melarang¬nya untuk mendengarkan. Didengarkannya suara-suara dari taman. dan menghembus¬kan napas dengan amat perlahan hingga nyaris tak terdengar. edinginan." "Apakah arwah seorang laki-laki. dan kini semakin peka." "Dan berbahaya?" "Mungkin. Sada tertawa. Yang kulihat bukanlah seperti anak per empuan: sesuatu yang tak berwujud. Aku mungkin akan melakukannya karena bosa n harus bersama Lord Kono lebih lama lagi. Maya unik kemung¬kinan sangat kuat. dipasang telinganya baik-baik." "Kau lelah. "Kau tidak akan bunuh diri. Didengarnya kepakan sayap burung hantu yang tenang sewaktu terbang melew ati taman.kedinginan." "Bisakah Hiroshi dipercaya?" gumam Sada. "Aku ajak Kono kemari agar dia bisa melihat kesetiaan di Maruyama kepada Otori." sahut Taku. bulan menarik darahnya dengan keras. Mereka menyuruhnya pergi tidur dan ia mematuhinya. bila kau takut merasa bosan. membuat¬n ya mengalir cepat melalui urat nadinya. Terutama sekali bagi dirinya sendiri. Perlahan-lahan akhirnya mereka ter¬diam." Sesuatu dalam nada suara Sada yang membuat tubuh Maya gemetar denga n gabungan . meratapi musim dingin yang akan datang d an kematian mereka. Maya mewarisi pendengaran tajam ayah¬nya. Aku cemas Zenko telah membiarkannya percaya bahwa Seishuu hendak memberontak. "Kalau tidak. Di kejauhan Taku berkata." "Atau tanggung jawab lain yang tak bisa kuhindari!" "Kenapa kau terkejut saat menatap matan¬ya?" "Aku mengharapkan tatapan anak perempuan. sepupu. menanti untuk menemukan wujudnya. akan kugorok leherku. Sepertinya berbeda. Sinar r embulan mem¬bentuk kisi-kisi di layar kertas. Didengarkannya suara-suara dari taman.

Sada berkata. 'Tidak perlu berarti apa-apa. Ma ya tidak tahan mendengarnya. lebih pelan lagi." sahut Sada. Bawa dia ke kastil saat tengah hari. "Mari. Taku bicara dengan suara pelan. pada pasangan yang tidak terlihat." "Sada." Sada masuk ke kamar perlahan lalu ber¬baring di sebelah Maya. tapi lalu berkata dengan singkat. tidak ada yang terjadi di antara kita yang tidak berani apa-apa. Maya menahan napas. Lama setelah itu. Berpura-pura ter¬tidur . "Aku tidak meng¬harapkan itu!" "Kita tumbuh dewasa bersama. "Aku akan me¬nemuimu dan May a besok pagi. meng¬hirup aroma tubuh itu bercampur dengan aroma Taku masi h teninggal Halaman 142 dari 500 . Ada semacam kekuatan hasrat jatuh di taman yang gelap." Taku be rhenti sejenak seolah ingin berkata lagi. Taku menghembuskan napas panjang.antara kerinduan dan kecemburuan. sepertinya Maya men¬dengar langkah kaki di beranda." Sesaat hening. ku¬pijat dahimu. lalu menarik selimut hingga menutupi kepalanya. Maya berbalik menghadapnya.

at au berhasrat ingin mengabdikan diri hanya untuk orang yang dicintai. Kau tidak boleh kelihatan cantik! Nanti ada ksatria yang membawamu kabur. dan selalu menertawai orang yang tergila-gila karena ci . Beajarlah meng¬atasi rasa bosan. "Kau bukanlah gadis yang cantik. dan berharap Sada adal ah Taku. tapi kemudian ia berkata.* Sebagian laki-laki mengutamakan cinta. lalu katupkan bibirmu. "Tenang. membiarkan dahinya tidak dicukur." kata Sada seraya tertawa. kuharap." "Apa yang nanti harus kulakukan?" "Sedikit sekali. deng an nada mendukung. Ditariknya Maya lalu dipeluknya. tapi rasa s enang. Maya balas memeluk. Membentak sedikit lagi. bahkan men¬jijikkan." Sada tidak bisa menahan senyum." gumamnya." sahut Maya tanpa pikir panjang. Kau adalah salah seorang pelayan Lord Taku." Sada menghardiknya." "Seperti Taku. "Kau mendengarnya mengatakan itu? Apa lagi yang kau dengar?" Maya menjauhkan diri dari gadis itu. rambut dan pakaiannya yang masih terasa asing membuat matanya berkilat dan pipinya bersemu merah. Sada mencengkeram lengannya. "Aku dengar semuanya. Pada saat itu Maya merasakan dirinya men¬jadi milik mereka selamanya. "Tapi bisa menjadi a nak laki-laki yang tampan. seperti laki-laki yang masih di bawah umur. merasakan panas tubuhnya.di tubuhnya. Ia tidak dapat memutuskan mana yang paling ia cintai: ia ingin meme luk mereka berduatubuhnya. Keesokan harinya Sada membangunkannya pagi-pagi lain bersiap memotong rambutnya yang panjang sebahu dan menariknya ke belakang dan diikat ke atas. tapi Muto Taku bukanlah salah satunya. Selama beberapa saat ia tidak membuka mulut . pelayan yang terendah derajatnya." Maya mencoba mengatur tubuh agar ter¬lihat lebih mirip anak laki-laki. "Jangan bilang pada siapa-siapa. "Kau jangan terlalu menarik perhatian. Menurutnya perasaan berlebihan semacam itu aneh. Ia tidak dapat memutuskan mana yang paling ia cintai: ia ingin memeluk mereka berdua.

Maka i ngatan yang tak mau pergi di benaknya tentang keintiman yang terjadi tiba-tiba serta tidak dihar apkan bersama Sada mengganggu pikirannya. mengasuh anak-anak dengan baik dan setia ke padanya. dan semua kesenangan yang bisa dinikmati dari tubuh perempuan. Ketika ada perempuan menyatakan terang-terangan mencintainya. kata Sada waktu itu. menya¬yangi juga memerc ayai istrinya untuk meng¬atur rumah tangga. hasrat keperempuanan Sa da yang menang¬gapi hasrat dirinya. tapi gagasan bersikap setia kepada istrinya tidak pernah melintas di benaknya. hanya menginginkan kehadiran Sada di sisinya. terangterangan membenci kelemahan mereka. ia sulit ber¬konsentrasi pada apa yang sedang dibicara¬kan. Dan saat bicara dengan Sugita Hiroshi di taman kastil di Maruyama. dan dia berubah dari teman. Ia menyu kai perempuan. berserah diri kepadanya. Taku justru menjauhkan diri. Tidak perlu berarti apa-apa. Kita tumbuh de wasa bersama. hampir seperti tubuh laki-laki namun sekaligus tubuh perempuan. kepuasan yang begitu menusuk serta sempurna.nta. tubuh Sada yang sama tinggi dan kuat dengan tubuh nya. hasrat yang begitu bes ar. hampir Halaman 143 dari 500 . seperti yang sering terjadi. Kejadian seperti itu belum pernah dialaminya. Taku hampir tidak bisa tidur.

menjadi kekasih. Mereka membicaraknn tentang pertemuan yang akan datang dengan Lord Ot ori dan Arai Zenko." "Pasti Takeo sedih kehilangan dua guru¬nya di tahun yang sama." aku Taku. cuaca tampak cerah di musim gugur ini. yang diadakan dalam beberapa minggu mendatang di Maruyama. Dia belum bisa melupakan kematian Kenji. Seperti yang dimiliki pamanmu pada dirimu. dan Taku pun ber¬kata." tutur Hiroshi ragu-ragu. Tak ada hal yang terjadi di antara kita yang tidak berarti apa-apa. "Tam¬paknya keadaa n semakin rumit setiap minggunya. mereka berdua sering bertengkar dan saling bersaing merebut pe rhatian Takeo. Saat masih kecil. setengah kepala leb ih tinggi dari Taku dan berbahu lebih bidang. Ini kesem-patan pertama bagi kedua laki-laki ini bisa bicara berdua sejnk kedatangan Taku ber¬sama Lord Kono. mereka pernah menjinakkan kuda-kuda jantan bersama. beranjak dua puluh tujuh saat tahun baru nanti. Saat itu masih pagi. yang bahkan aku sendiri tak bisa mem ahaminya.. dan sejak itu terikat oleh h ubungan persahabatan yang amat dalam. penolakan Kikuta untuk berunding." komentar Taku. .. dan Taku pun ber¬kata. Langit biru pucat te rang bak telur burung. "tapi kedatangan mereka agak ter¬tunda karena mereka ke Terayama untuk ziarah ke makam M atsuda Shingen. Tak ada hal yang terjadi di antara kita yang tidak berarti apa-apa. Dan beliau memiliki penerus yang layak. Kau akan serasi d engan Lord Takeo seperti layaknya Kenji. Taku berperawakan kuat dan sulit digambarkan." "Selama aku di Hagi. Taku mengalihkan kembali perhatiannya pada kawannya. sedangkan Sugita Hiroshi di¬anggap tampan. Mereka sebaya. waktu yang luar biasa panjang. eperti adik. "Takeo dan Lady Shigeko sudah harus di sini pada bulan purnama berikutnya.. kesibukan Takeo tampak tidak seperti biasa. Lord Kono dan tuntutan dari Kaisar. matahari baru saja mulai mengangkat kabut dari tum-pukan jerami berwarna keemasa n di sawah. "Kepergian Matsuda tidak semendadak atau mengejutkan seperti kematian Kenji. Niat buruk kakakku. dengan kulit pucat dan bentuk tubuh gagah kh as klas ksatria." kata Hiroshi. wajah yang mudah berubahubah ekspresi khas Muto. Kep ala Biara kami sudah berusia lebih dari delapan puluh tahun. tanpa tahu dari mana datangny a kata¬kata ini.seperti adik. tanpa tahu dari mana datangn ya kata¬kata ini. menjadi kekasih." "Aku merindukan ketrampilan dan pengetahuan pamanku.

. Barangkali kau bahkan tidak memerhati¬kann ya.. masalah putri¬putrinya." Sebenarnya ia tidak perlu menyebut nama itu. kerabat jauh keluar gaku: namanya Sada." "Terjadi sesuatu pada Lady Shigeko?" sela Hiroshi. kurasa."Baiklah. aku harus memperingat¬kanmu kalau-kalau kau mengenalinya. dia memiliki kek hawatiran lain. namun ia tak mampu menahan diri: Ak u terobsesi." Hiroshi setuju. dia baik-baik saja. Masalah si kembar. "Dia berpakaian seperti anak laki-laki. Dia dirawat seorang perempuan muda yang juga menyamar menjadi laki-laki. Mereka berdua terdiam sesaat. terlepas dari kesedihan dan urusan-urusan negara ini. Tidak banyak yang luput dari pandangannya. "Zenko dan Hana akan datang." "Sejauh yang kutahu. "Kehamilan Lady Otori." ujar Taku." "Di sini bersamamu?" ulang Hiroshi merasa terkejut." seru Hiroshi. pikirnya. "Maya ik ut bersamaku di sini." sahut Taku. Halaman 144 dari 500 . "Mereka pasti akan mengenalinya!" "Hana mungkin saja." "Memang benar. kemudian tertawa d i saat bersamaan.. "Dia dalam keadaan sehat keti ka aku bertemu dengannya belum lama ini.

penasar an apa lagi yang menahan Hiroshi tidak ingin menikah. Kuk ira nantinya Takeo akan mengangkatku sebagai putranya." kata Taku. dan dengan tangkasnya mengubah topik pembicaraan. nyaris bicara pada dirinya send iri. dan paman beserta putranya lebih memilih untu k mencabut nyawa ketimbang menyerah pada Arai Daiichi. aku akan kembali ke Terayama. Saat itu aku masih sama bodoh dan angkuhnya dengan para pemuda pada umumnya." "Aku yakin Lady Shigeko akan mem¬butuhkanmu setidaknya selama satu atau dua tahun. Aku dikirim ke Terayama untuk mempelajari Ajaran Houou. seperti yang kau tahu. Ku kira aku memujanya dan amat meng¬inginkannya menjadi bagian dari keluarga itu ayah kandungku. terutama ketika dia tidak pun ya anak laki-laki. ketika Maruyama habis karena gempa bumi. Aku tidak kecewa atau pun tertekan. Bulan depan d ia akan menerima wilayah itu. Takeo atau Shigeko akan memberi apa pun yang kau minta. Aku tidak memiliki keluargaku sendir i. "orang bilang kau tidak bisa melupakannya. Hana memang cantik. a ku senang menjadi pengurus Maruyama dan mempertahankan¬nya untuk Lady Shigeko. tapi keingi¬ntahuan Taku b angkit oleh obsesi barunya sendiri. dan itu sebabnya kau tidak menikah!" Mereka sudah pernah membicarakan masalah ini. Aku melihat panggilan hidupku adalah untuk melayani." ujar Taku. "Tapi kau belum mengatakan alasan Maya berada di sini." Hiroshi sepakat. aku cepat pulih dari perasaan itu. kecuali kalau dia memintaku berada di sini." "Akan lebih baik bagi Takeo bila kau yang menikah dengannya. dan itu sebabn ya kau tidaKau tahu. "orang bilang kau tidak bisa melupakannya. "Jadi kau masih tergila-gila pada Hana. Sementa ra itu untuk tanah. tapi aku senang k akakmu yang menjadi suaminya. T ak perlu mengubur diri di Terayama bak pertapa. Kau harus menikah dan punya anak. "Mereka saling mengisi ambisi." Hiroshi tersenyum mengejek dirinya sendiri namun tanpa perasaan getir. "Memang benar ada saat ketika aku sangat bersemangat ingin menikah dengannya." sahut Hiroshi pelan." 'Tidak. "Jangan s alah paham." kata Taku."Kau tahu. Tanah mili k keluargaku dikembali¬kan ke wilayah kekuasaan itu. gugur dalam perang." "Tidak semua yang kuminta." . aku tinggal di kediaman Lord Takeo.

Aku tak bisa menjelaskan semua alasannya. itu sebabnya Sada ikut bersamanya. Hiroshi berkata. Halaman 145 dari 500 . dan dari kembar annya." sahut Taku. meyakinkan agar klan Seishuu benar¬benar s etia pada Otori." "Kurasa dia bisa melakukan semua tipuan yang kau gunakan untuk menggodaku. Bila dia menjadi Lady Otori Maya."Dia perlu dijauhkan dari sepupu¬sepupunya yang kini berada di Hagi." kata Hiroshi tersenyum. maka hanya sampai sebatas itu perannya." ujar Taku akhirnya. "Lagipula dia adala h anak dari kalangan Tribe. "Pada dasarnya kau memang su ka intrik. akui saja!" "Dia lebih berguna bila tidak dikenali. sedangkan di Tribe dia bisa mengambil berbagai peran yang ber¬beda. Aku harus selalu meng¬a wasinya juga. Aku mengandalkanmu untuk menutupi keti dakhadiranku dan menghibur Lord Kono dan sebelum aku lupa. sebagai putri Lord Otori." "Apakah anak itu dalam bahaya?" "Dialah yang bahaya. Dan harus ada yang meng awasinya terus-menerus. dan tingg al di sini seperti yang sudah sering dilakukan¬nya?" Ketika Taku tidak segera menjawab. "Tapi kenapa dia tidak datang secara ter¬buka.

kita berdua menyaksikan ayah kita mati di depan mata kepala kita. seperti Miyoshi Gemba dan Makoto." "Ayahmu bertindak dengan benar. baik di Wilayah Timur atau pun di Wilayah Barat?" "Ya. pernah menyelamatkanku lebih dar i sekali!" sahut Taku dengan pedas. Si Pemburu Anjing?" "Tindakan apa pun yang menghindari perang adalah tindakan yang bijaksana.. Kita menyembunyikan hasrat haus darah dan hasrat untuk balas dendam dengan kode etik kehormatan. tapi tidak ada artinya tanpa latihan. tapi sebenar¬nya itu adalah hasil dari latihan selama b er¬tahun-tahun dan pengendalian diri. Ini wajar dalam masyarakat kita."Tipuan-tipuan itu. Tapi apa para Guru Besarmu berhasil membuj uk Takeo agar tidak ber¬perang." sahut Hiroshi. "Aku diajari banyak cara untuk mem¬bunuh. aku percaya Ajaran Houou juga memiliki tip uan!" Tipuan-tipuan itu. "Tapi bila dia tidak bertindak seperti itu." "Ayah. Kita bertempur sampai bosan." tutur Hiroshi tenang. pantas mati! Aku tak¬kan lupa saat itu ketika kupikir Takeo s eharusnya membunuh Zenko. cepat atau lambat Takeo juga akan me nye¬rangnya. Kemampuan kami mungkin saja berasal da ri keturunan. tapi ini adalah kata-kata aneh yang keluar dari mulut seorang ksatria!" "Taku." "Apakah menurutmu kunjungan ini bijak¬sana? Bukankah Takeo justru menempatkan diri di bawah kekuasaan jenderal baru ini. sebagaimana kau me¬nyebutnya. "Selain itu. aku percaya Ajaran Houou juga memiliki tip uan!" "Para Guru Besar. saat datang nanti dia akan mem¬beritahukan pada Lord Kono bahwa utusan khusus kami dalam perjalanan ke Miyako untuk menyiapkan kunjungan tahun depan. "Selain itu. "Maaf. pernah menyelamatkanku lebih dari sekali!" sahut Taku dengan pedas.." "Baiklah. kurang lebih sama dengan Tribe." "Apa benar kau belum pernah membunuh seorang pun?" tanya Taku sekonyong¬konyong.. yang kita langgar sendiri ketika tampak pant as dilaku¬kan. dan setelah beberapa tahun b osan dengan kedamaian lalu berperang lagi.. dan belajar strategi perang sebelum beru . menurut keyakinan dan kode kehormatan¬nya. memiliki banyak kemampuan ya ng kelihatannya supernatural. sebagaimana kau me¬nyebutnya. paling tidak. "Dia mengkhianati Takeo setelah ber¬sumpah untuk bersekutu dengannya!" seru Taku.

tapi Hiroshi tampak lebih terbuka dan ramah. Hiroshi dan Taku menjelaskan kepada Kono tentang kekayaan wilayah itu." "Barangkali. pertahanan serta juml ah tentara." "Saat nanti kalau kau di medan perang. Kuharap takkan pernah. tapi aku belum pernah bertarung dalam penempuran yang sesungguhnya. anak-anak R aku. Teru tama karena kini mereka sudah memiliki senjata api. sedang¬kan kedua pemuda itu menunggang kuda. warna dedaunan semakin hari semakin tu a. Kono ingin melihat berbagai kota dan pedesaan sehingga mereka melakukan banyak ekspedisi. Lord Sugita!" Dengan kehadiran si bangsawan." Ada gerakan di ujung taman. Si bangsawan mene rima semua Halaman 146 dari 500 .mur sepuluh tahun. dan kesetiaan mutlaknya pada Lord Otori. dan seorang penjaga berlari menghampiri lalu berlutu t di depan Hiroshi. "Ka u akan mempertahankan diri layaknya semua orang." "Aku khawatir kalau kakakku dan Kaisar akan membawamu ke kancah peperangan. Cuaca musim gugur tetap cerah dan terang. Kau bisa pastikan kalau mereka takkan ti nggal diam sampai mereka menjajal habis-habisan senjata baru mereka. "Lord Kono sudah datang. sikap mereka berdua agak berubah: Taku menjadi le bih waspada. Untuk sementara ini aku akan lakukan apa pun untuk menghindari pera ng. kau akan berubah pikiran. dan a ku belum pernah mem¬bunuh siapa pun. kepuasan penduduknya. Si bangsa wan ditandu mewah yang berlapis emas." kata Taku.

Acapkali ia merindukan berada di rumahnya di Hagi bersama ibu dan kakak juga adiknya. . dan betapa pun larut¬nya. Maya harus mengerahkan seluruh tenaga dan konsentrasinya untuk pertemuan malam hari ini dengan gurunya. Ia ingin menjadi anak-anak saja. Kadang-kada ng Taku datang larut malam.informasi ini dengan sopan santunnya yang tenang seperti biasa. dan menguasainya." kata Sada. tapi itu tidak ada apa-apanya di¬bandingkan dengan tuntutan yang baru. tapi ternyata kucing itu lebih kejam dan menakutkan dari yang ia perki¬rakan. menggunakan sosok kedua. hingga perasaann ya yang sebenarnya tidak diketahui. Percakapannya kedengaran tidak menarik dan sepele." "Kau sudah terlanjur melakukannya. tanpa kemampuan Trib e dan tidak punya saudara kembar. ingin men¬jadi seperti Shigeko. ia memohon pada Taku untuk menyingkirkannya. Dikiranya ia akan suka men¬jadi si kucing. Kucing it u ingin menariknya masuk ke dunia lain. seperti yang Taku lakukan setiap dua atau tiga hari sekali. "Aku tidak bisa." sahut Taku. kesabarannya hampir habis. tapi takut dengan apa yang kemungki nan terjadi padanya. sesekali menemukan dirinya berada cukup dekat dengan Kono dan para penasihatnya untuk men dengarkan apa yang mereka gumamkan." Kemudian Maya merasa malu dengan kelemahannya. kadang dengan kemarahan. "Kau harus menerimanya. Taku kerapkali kelelahan dan tegang. "Yang bisa kulakukan hanyalah membantumu belajar mengendalikannya. Sebelumnya ia merasa pelatihan Tribe mudah: menghilang. dunia tempat para hantu dan arwah. Menjadi anak laki-laki seharian telah menguras tenaganya. nformasi ini dengan sopan santunnya yang tenang seperti biasa. bahkan bila Maya sudah tertidur. Maya mulai menyesali kematian si kucing dan ker asukan roh hewan itu. pekerjaan ini be rjalan lambat dan banyak tuntutannya. Maya ingin bekerja sama. hingga perasaanny a yang sebenarnya tidak diketahui. Maya tidak membiarkan sikap Taku memengaruhi diri¬nya. Taku selalu ingin bertemu Maya. kadang dengan wajah cemberut yang dingin. tap i ia mengingat dan mengulang kata demi kata untuk Taku sewaktu datang ke rumah tempat ia dan Sada tinggal. sesuai cara Tribe yang mengendalikan kebutuhan tidur mereka dengan cara yang sama untuk mengendalikan semua kebutuhan dan hasrat mereka. tapi cara yang baru ini sepertinya j auh lebih sulit dan lebih berbahaya. Maya harus bangun cepat. menunggang kuda milik Sada. Terkadang Maya turut dalam perjalanan¬perjalanan ini.

"Kekuatan itu sudah ada. Shigeko akan mengganti nama dan sejak saat ini dikenal Halaman 147 dari 500 ." kata Taku pada Maya saat ia menanyakannya. "Memang benar. Kegembiraan kian bertambah tahun ini dengan kenyataan bahwa Lord Otori sena putri sulungnya. bahkan dicintai. Lady Shigeko." kata Taku. kau ha rus meraih dan memanfaatkannya!" Tapi meski berada di bawah pengawasan dan bimbingan Taku hingga Maya sudah terbi asa dengan roh yang hidup dalam dirinya. tapi ia tetap tidak bisa melakukan apa yang Taku h arapkan: mengambil bentuk kucing itu lalu memanfaatkannya."Kucing itu bisa memberimu kekuatan. me¬lambaikan tangan di atas kepala. "Hiroshi sudah membic arakannya denganku.* Bulan purnama di bulan kesepuluh semakin dekat. Pendudu k kota turun ke jalan setiap malam dengan pakaian berwarna cerah dan sandal baru sambil bernyanyi. dan di mana-mana persiapan Peray aan Musim Gugur telah dimulai. Maya sudah tahu kalau ayahnya dikenal banyak o rang. Tersiar juga berita bahwa wila yah ini secara resmi akan dipersembahkan kepada Shigeko karena sekarang usianya sudah mencukupi. tapi tak sepenuhnya me¬nyadari sampai tahap apa hingga mendengar¬nya sendi ri dari mulut orang-orang yang saat ini berbaur dengan dirinya. pe¬waris Maruyama. akan meng¬hadiri perayaan.

" "Aku takut ada juga orang lain yang tidak setuju Shizuka menjadi Ketua Muto. sebagai kerabat tertua Kenji. mereka bertiga duduk berdekatan di dekat tungku batu bara. Sada yang tak bisa menyembunyikan rasa senang. Empat hari sebelum pumama. dari Shizuka. "Aku tidak tertarik dengan Tiga Negara. Maya tak menduga Taku datang begitu cepat ia sudah di sana sejak kemarin malam. aku tidak bisa jauh darimu. "Lalu ada kakakku. seraya menyentuh lengannya. Satu lentera kecil kalah dengan gelapnya ruangan i tu. Taku minum sake.ebagai Lady Maruyama. "Jangan bilang begitu!" Sada memper¬ingatkannya. Taku langsung berpaling dan menatap Sada dengan pandangan yang membuat hati Maya berdebar seka ligus cemburu." kata Taku sewaktu Sada mengungkapkan rasa terkejutnya karena Taku datang cepat. tidak bisa menahan diri untuk terus menyentuh T aku." "Lady Maruyama. tapi aku ingin memimpin Tribe!" sahut Ma ya. Ke¬dengarannya seperti legenda. nama yang sering dide ngar. "Lihat saja. "Kau harus tunggu sampai aku mati!" Taku tertawa. "Ibuku sekarang yang memimpin Tribe. Lady Shigeko kelak akan memimpin Tiga Negar a." ulang Maya. bulan sudah makin membes ar dan menguning. "yang percaya k alau sudah menjadi haknya untuk memimpin Tribe. selimut tebal menyelimuti tubuh mereka. tapi baik Sada maupun Maya tak suka rasanya. tidak lagi berkelakar. tapi taman penuh sinar bulan dan bayang-bayang pekat. daun jendela tetap terbuka. Meski udara dingin. Malam itu dingin dan terang. Ketiganya berada di kamar kecil di ujung rumah Tribe. Per empuan belum . dari para penyanyi balada yang menyanyikan dan menceritakan kisah-kisah Otori di sudut jalanan dan tepi sungai. sebaiknya kau berubah menjadi anak perempuan lagi sebelum usiamu semakin bertambah!" Taku menggodanya. dari Chiyo.sebagai Lady Maruyama." bisik Taku pada Sada.

dan putranya. "Suruh anak itu tidur. orang-orang tidak suka bila tradisi diubah. Bukannya menginginkan Zenko. "Bukan p utra Akio. "Aku mendengar satu desas-desus hari ini." katanya pada Sada. "Kurasa itu adalah rahasia Kikuta. Lalu sepertinya dia ingat akan k ehadiran Maya. tanpa bicara. anak laki-laki berusia sekitar enam belas tahun. disela dengan teriakan-teriakan parau. "Kikuta Akio terlihat di A kashi." kata Sada. tapi penunjukan ibumu telah menyebabkan perpecahan. Halaman 148 dari 500 ." gumam Taku." "Sebaiknya kita segera kirim orang ke Hofu. Mengapa kau beg itu kaget?" "Kau tidak mengenal siapa anak itu?" "Dia adalah cucu Muto Kenji. dan udara dingin di sisi wajah yang satunya lagi." sahut Sada. "Dan cari tahu mau ke ma na dia dan apa tujuannya." "Putra siapa?" Taku duduk tegak. pastinya. Apakah dia bepergian seorang diri?" "Imai Kazuo bersamanya. tabuhan genderang dengan irama tegas. mereka lebih memilihmu. semua orang tahu itu." Maya mendengarkan dengan cermat. sadar akan hawa panas di satu sis i wajahnya. "Tidak ada lagi?" Sada menggeleng. Dia berangkat ke Hofu dua minggu lalu. Dari kota terdengar musik dan nyan yian. Mereka menggerutu kalau tindakan ini menying-gung dewa-dewa.pernah memimpin keluarga itu. kan?" "Sepertinya ya." kata Taku.

sadar akan bola matanya yang membesar dan pandangannya yang tajam. "Tutup jendelanya sebelum pergi. dan gemetar tubuhnya berubah menjadi sesuatu yang lain. mengingat bagai¬mana dunia itu penuh dengan gerakan kecil yang belum pernah diperhatikannya. tapi roh kucing lebih tahu. tapi ia sudah belajar mematuhi Sada dan Taku dalam segala hal. Semua orang sepertinya sudah tidur." perintah Sada." Sada berdiri membantu." gumamnya." perintah Sada."Maya. Tubuh Maya gemetar. tapi ia sudah belajar mematuhi Sada dan Taku dalam segala hal. "Bocah itu benar-benar putra Takeo?" "Ya. men¬dengarkan dengan agak takut suarasuara hampa para arwah. dan me¬lo mpat ke jendela. Ia sudah berada separuh jalan ke gang selasar ketika ia sadar tengah bergerak melayang di atas permukaan tanah. akan menjadi saru-satunya orang yang bisa membawa kema tian padanya. kata¬kata yang paling mengguncang diri Maya daripada semua yang pemah dialaminya. kalau Ta ku akan merasa senang dan memujinya. dan begitu berada di kamar pelayan ia justru merasa lebih dingin. "Udara semakin dingin. riak kekuatan menjalar k e sekujur tubuhnya karena si kucing meregang¬kan otot-ototnya dan hidup lagi. tidurlah di kamar pelayan. melambung menyeberangi beranda dan me¬masuki ruangan tempat Sada dan Taku berangkulan. Di sini. Sebulan lalu ia pasti akan prot es. Maya. pikir Maya. Maya berpikir akan menam¬pakkan diri kepada mereka." kata Taku. tidurlah di kamar pelayan. dan menurut ramalan." . di rumah Tribe s emua orang tahu kalau ia anak perempuan. hanya di dunia luarlah ia harus tetap menyamar sebagai anak laki-laki. lalu bangkit berdiri. Ia ingin ber¬baring di antara mereka. merangkum percakapan sebelumnya. menghangatkan tu buhnya. Maya menemukan tempat di sela dua orang gadis dan merangkak melewati mereka. "Selamat malam. Sada bicara dengan nada setengah malas. lalu menjerit keras ketakutan. Aku tidak bisa membuka pintunya. ingin bersamanya dan Sada: Maya memikirkan bulu kucing yang tebal dan halus menye¬limuti dirinya. tapi bergema dalam roh kucing yang belum m ati. ingin men-dengar apa yang Taku katakan. Maya menyelinap dari balik selimut dan melangkah tanpa bersuara dari kamar itu. Jauh dari api membuat Maya kedinginan. melayang melewatinya. Sebulan lalu ia pasti akan pro tes.

dan ia melompat menerobos kasa dan keluar ke taman seolah bisa lari selama-laman ya. sejumlah besar pengawal. Ia be rusaha tetap diam tapi tidak bisa menahan lolongan ketakutan dan putus asa yang memaksa kelua r dari tenggorokannya. Halaman 149 dari 500 . burung rajawali dan anjing kecil milik Lady Arai. Zenko didampingi pengawal yang sama banyaknya. serta Lady Arai sendiri. Di¬dengarnya Taku berseru. dan ancaman terhadap ayahnya.Maya mengetahui keberadaan kakak laki¬lakinya. dan putri su lungnya. Udy Shigeko. jauh dari segalanya. di dalam tandu yang diukir dan dihias dengan indah. termas uk Miyoshi Kahei dan adiknya Gemba. satu iring-iringan kuda membawa catatan-catatan adminis trasi yang harus ditangani saat ia berada di wilayah Barat. Takeo datang dari Yamagata dan membawa sebagian besar orang istana Otori. Tapi ia tidak bisa berlari dari suara-suara arwah yang bergemerisik d i telinganya yang berdiri tegak dan merasuk ke dalam tulangnya yang rapuh dan cair. Di mana Penguasa kami?* Otori Takeo dan Arai Zenko tiba di Maruyama selang beberapa jam. "Siapa di sana?" dan mendengar teriakan kaget Sada. kuda-kuda pengangkut ker anjang berisi hadiah-hadiah mewah dan pakaian-pakaian mahal. sehari sebelum bulan purnama.

dan jurumasak saling berlomba menciptakan s antapan berbentuk bulat untuk meng¬hormati bulan purnama. Salah satunya. Takeo melihat itu semua dengan gembira. dan berharap kalau laki-laki itu dip engaruhi arwah dari para mendiang yang setia. menggambar kan bukit bulat Maruyama bersama bangau Otori. yang dulunya a dalah kediaman Sugita Haruki. Musim panas bermurah h aii menghasilkan panen berlimpah. Pemuda itu tampak tenang dan waspada. ikan. Kini. kedelai. Lord Kono. kedelai. Di mana-mana umbul-umbul berkibar tertiup angin. Sebulan terakhir ini mereka telah menam bah persediaan beras.Kedatangan para pemimpin dengan iring¬iringan mereka menutupi jalan dan me¬menuhi ru mah penginapan membuat pen¬duduk kota gembira. Maruyama segera diserahkan pada pewaris perempuann ya: banyak yang harus diraya¬kan. dan Shigeko akan mengambil alih wilayah ini lalu memerintah berdasarkan hak dan kewajibannya. S etelah . sake dan makanan khas daerah edatangan para pemimpin dengan iring¬iringan mereka menutupi jalan dan me¬menuhi rum ah penginapan membuat pen¬duduk kota gembira. Zen ko tinggal di kediaman yang paling bergengsi dan mewah di balik dinding kastil. pengawal senior wilayah tersebut yang bersama putranya memilih bu nuh diri ketimbang setuju untuk menyerahkan kota ini kepada Arai Daiichi. perdaganga n maju pesat. saat Takeo harus bertemu dengan musuh-musuh potensialnya in i. sake dan makanan khas daerah mereka. Maruyama adalah wilayah yang amat di¬sayan ginya karena di sinilah ia menghabiskan bulan-bulan pertama setelah pernikahannya dan mulai mempratikkan semua yang telah ia pelajari dari Lord Shigeru tentang pe¬merintahan dan pertanian. Takeo tahu putrinya layak mendapatkannya. wilayah ini menjadi kaya dan damai. diberi penginapan seperti dirinya di dalam kastil. semua luka bekas perang tampak telah l ama pulih. Takeo penasaran apakah Zenko menyadari sejarah kesetiaan dari rumah itu. Sebulan terakhir ini mereka telah menam bah persediaan beras. dipanggilnya Hiroshi untuk bicara ber¬dua. Sebelum makan malam. anak-anak makan berkecukupan. dan kini berharap bisa mendapat keuntungan besar. Ia harus terus mengingatkan dirinya sendiri kalau ia berada di sini untuk menemu i dua laki-laki yang mungkin akan merampas wilayah ini dari Shigeko. seni berkembang. setelah enam belas tahun berlalu. Wilayah ini nyaris hancur tersapu badai dan gempa bumi di tahun pertama pemerint ahannya. ikan.

biar kucarikan gadis lain." "Untuk memberiku tanah di Maruyama. kawan baik putriku. Kau ingin tinggal di wilayah Barat? Akan kucarikan tanah dan bangunan u ntuk¬mu serta seorang istri. Kami harus me mberimu imbalan. Aku sudah memper¬timbangkan cucu Lord Terada. Lord Takeo." Takeo menatapnya tanpa langsung men¬jawab. Dia gadis yang amat baik." "Keluarga mana pun di Tiga Negara akan menyambutmu dengan gembira sebagai menant u. "Kau telah bertahun-tahun mengabdi pada keluargaku. aku pasti akan mengangkatmu menjadi putraku. "Dan untuk pernikahan." sahut Hiroshi. tapi aku sungguh-sungguh tak ingin menikah. Kau kurang menghargai dirimu. "Kau sudah seperti kakak laki-laki bagi ketiga putriku. Bila kau tidak suka pada Terada Kaori. andai usia kita tidak terlalu dekat jaraknya. aku berterima kasih atas p erhatian Anda.membahas prosedur dan upacara untuk keesokan harinya. "Kau tahu betapa besar rasa sayang keluargaku padamu. berarti akan mengambilnya dari orang lain. dan aku tidak punya apa-apa untuk diberikan p ada seorang istri. jangan Halaman 150 dari 500 .. Kaori. Takeo mengucapkan terima k asih atas kerja keras¬nya. "Aku sudah bilang pada Taku: aku akan tetap di sini sel ama dibutuhkan tapi keinginanku yang sebenarnya yaitu diijinkan mengundur¬kan diri ke Terayama dan men gikuti Ajaran Houou. Tatapan mata Hiroshi beradu pandang den gannya lalu berpaling ke arah lain." lanjut Takeo. Apakah ada gadis lain?" "Tidak ada.." "Kumohon." sahut Hiroshi. a tau dari Lady Shigeko.

Satu-sa tunya per¬mintaanku adalah diijinkan mengikuti jalan itu." kata Hiroshi dengan nada memohon. seperti yang sudah biasa kau lakukan. lebih pendiam." "Shigeko juga akan ikut denganku atas saran para Guru Besar. Wajahnya mulai memerah. Berusaha menyembunyikan rasa tertekannya dengan tersenyum. Kau harus melindung inya. Wajahnya mulai memerah." "Aku tidak akan menentang keinginanmu itu!" sahut Takeo. nyaris tida k saling bicara atau bertatapan. Makan malam berlangsung resmi dan anggun. ditemukan dirinya lebih memerhati¬kan Hiroshi dan putrinya saat makan malam. entah mengapa. dan sedih. Tapi tentu saja mere ka berdua sangat mahir menyembunyikan perasaan masing-masing. aku mengatur kunjungan damai ini atas permintaan para Guru Besar Ajaran Houou. Mereka berdua. yaitu m endampingi kami ke ibukota tahun depan. "Terima kasih. lalu memutuskan untuk m enghentikan masalah pernikahan ini sementara waktu. Berusaha menyembunyikan rasa tertekannya dengan tersenyum. yang akan menjadi hadiah yang tak ada bandingnya untuk Kaisar. Seperti yang kau tahu.diteruskan." iteruskan." kata Hiroshi dengan nada memohon. Zenko dan Hana. "Putriku mengusulkan agar kita membawa kirin. dibayangkannya hati Shigeko tidak tersentuh. Aku ingin kau ambil bagian dalam kun¬jungan ini. "Anda bahagia dalam perkawinan hingga ingin kami semua memiliki keadaan yang sama! Tapi aku ter¬panggil ke jalan lain. dengan menu khas musim gugur di wilaya h Barat: . Bahkan Shigeko? Keduanya tidak me¬nyuarakan kata-kata itu. Ia tidak tahu apakah sudah bisa menjawab atau belum. namun kata-kata itu ber gema di benak Takeo. Satu-sa tunya per¬mintaanku adalah diijinkan mengikuti jalan itu. "Tapi aku punya satu permintaan. "Anda bahagia dalam perkawinan hingga ingin kami semua memiliki keadaan yang sama! Tapi aku ter¬panggil ke jalan lain. "Aku rela memberikan segalanya bila itu mempertahankan kedamaian di negeri ini.' sahut Hiroshi. Sesuatu dari perbincangan ini pasti telah membuatnya waspada sehingga di saat ia tidak disibukkan oleh Lord Kono." "Ini merupakan kehormatan bagiku." Hiroshi membungkuk tanpa bicara." sahut Takeo." "Anda ingin memberikan kirin!" seru Hiroshi. Takeo tidak bisa meng¬ungkapkan ada perasaan khusus apa di antara mereka berdua.

menjelaskan tentang kehamilan i strinya. mengungkapkan kebahagiaannya. di belakangnya berdiri kasa ber¬hiaskan burung dan bunga musim gugur. gurih dan gating. Bahkan L ord Saga Hideki telah meng¬ungkapkan keinginannya untuk berjumpa dengan Anda. dan ingin tahu apakah Zenko dan Hana kecewa dengan kabar ini karena akan menunda rencana pengangkatan kedua putra mereka. burung gelatik dengan semak semanggi. "Aku sudah menerima surat dari Miyako. Takeo bertanya-tanya bagaimana pendapat Ko no tentang semua yang dilihatnya di sini. dan bagaimana bila dibandingkan dengan istana Kai sar. "Kurasa beliau akan menerima Anda. pada gilirannya. Takeo seakan melihat perasaan tidak suka sesaat sebelum Hana mulai mengucapkan s elamat yang berlebihan." sahut Takeo. kepiting dan udang kecil. Kaede telah membantu mengembalikan kediaman itu pada keindahan aslinya: tikar berwarna hijau keemasan dan beraroma manis.jamur pohon pinus. dan berharap kakaknya mendapatkan anak laki-laki. burung puyuh dengan krisan. dengan berhati-hati memuji Sunaomi dan Chikara yang tidakl ah sulit dilakukan karena ia dengan tulus memang menyayangi kedua anak itu. Aku paham Anda akan mengunjungi Kaisar tahun depan. ituiah tujuanku. Takeo. lantai dan balok-balok penyangga berkilau dengan ha ngat." Halaman 151 dari 500 . disajikan di atas nampan berpernis dan tembikar berwarna coklat muda kekuningan pucat dari Hagi. chestnuts and kac ang ginko. Kono berkata dengan sopan." "Bila beliau berkenan menerimaku. Takeo meminta maaf atas ketidakhadiran istrinya. Semua orang ingin tahu tentang Anda.

" "Lady Shigeko amat mahir memanah. Dia harus menyempurnakan keahlian menunggang kuda." Takeo tersenyum.. Takeo mengingat dengan takjub kata-kata Gemba: Akan ada semacam pertandingan di Miyako. "Lady Shigeko bertunangan?" tanya Kono. mungkin ada pertandingan yang lain. Shigeko angkat bicara." Suara Kono terdengar dingin dan datar. "Lord Saga saat ini tengah memikirkan semacam olah-raga atau pertandingan." jawab Takeo. belum. Belia u menulis surat kepadaku bahwa ketimbang menumpahkan darah ribuan orang. Tapi putriku akan ikut. Itu kegemarannya. "Aku tak sabar ingin ber¬jumpa Lord Saga. meman ah. D an bila mereka menyerang lalu membunuhku di sana. mendahu lui restu sang akeo menyadari kalau Arai Zenko memerhatikan tiap kata dengan tetap menunduk. Tampak mata mereka bertemu lalu dia tersenyum kepada ayahnya. "Belum.. Mungkin beliau akan menerimaku sebagai pengganti ayahku dalam pertandingan apa pun nantinya. suaranya terdengar jernih dan tegas. Zenko akan menunggu di wilayah Barat...Takeo menyadari kalau Arai Zenko memerhatikan tiap kata dengan tetap menunduk.. "Lord Saga tidak mengetahui masalah-masalah kecil kami. beliau lebih suka berte mu Lord Otori dalam per¬tandingan berburu anjing. "Baiklah. "Aku turut berduka. putrimu sebaiknya ikut. Takeo tidak bi sa menahan untuk berpikir. mungkin.." imbuh Hiroshi." Takeo ingin tahu apakah ia bisa tahan menyerahkan putri sulungnya pada orang seperti Lord Saga nam un bisa menjadi persekutuan yang baik. Keadaan istri Anda yang meng¬haruska nnya berdiam diri di rumah jadi tidak memungkinkannya mendampingi Anda?" "Begitulah. "Lord Saga baru saja menduda. mendahu lui restu sang Kaisar. dan bila itu bisa memastikan kedamaian di Tiga Ne gara.. ke arah Gemba yang duduk agak menjauh di se ." Untungnya. Zenko akan menunggu di wilayah Barat. karena aku tidak mahir memanah. Da n bila mereka menyerang lalu membunuhku di sana. Bagaimana Gemba bisa tahu hal ini? Takeo memandang ke seberang ruangan." Shigeko mengangkat kepala lalu melihat ke a rah ayahnya. Beliau tidak tahu kalau tanganku yang cacat menghambatku untuk menarik busur..

Kahei. menyembunyikan ketidak¬setujuannya." katanya pada akhirnya. dengan dedauan maple yang cerah. "Aku tidak menyadari kalau perempuan di Tiga Negara begitu berbakat. Tampaknya Kono sama terkejutnya dengan Takeo. Takeo ingat saat pertama kali melihat Lady Maruyama Naomi: menurutnya perempuan itu seperti Jato. tapi ada senyum tipis tersung¬ging di waja h montoknya. dan pembe¬rani. mungkin Anda belum mengenal kami dengan baik. pedangnya. Aku akan terima tantangan Saga. "Ini semakin menambah alasan mengapa kami harus berkunjung ke ibukota." sahut Shigeko. apa pun itu. punggungnya tegak lurus. walaupun dengan alasan lain. Rambut panjangnya tergerai di bahu. Aku akan datang ke Miyako. namun juga tak bisa menghilangka n kesan berkuasa yang ada di balik kata-katanya. Kahei terlihat lebih tegas. kecantikan yang menyem Halaman 152 dari 500 . pikir Takeo cepat. "Seperti halnya Lord Saga." Shigeko berbicara dengan sopan. Gemba tidak melihatnya. Dia tidak mem¬perlihatkan rasa tidak suka bertemu dengan putra orang yang pernah menculik ibunya. Ini memperkuat bukti anjuran para Guru Besar. atau kelihatan terintimidasi dengan ke¬ha dirannya.belah adiknya. kulitnya nyaris bercahaya dengan jubah wama kuning pucat dan emas yang dikenakannya. agar Anda sema kin memahami kami. Kami akan selesaikan masaln h tanpa harus berperang.

"Kuharap aku bisa dibebaskan da ri keramahan Lord Otori untuk kembali ke Miyako sebelum Anda tiba di sana." Takeo membungkuk sedikit tanda setuju. dan memberitahukan kepada Yang Mulia Kaisar tentang semua yang kudapatkan di sini. dan merasa agak lega. detail mengenai kunjungan singkat Kono di wil ayah Barat. kesetiaan klan Seishuu serta keindahannya.bunyikan kekuatan. Ini memastikan bahwa Tiga Negara ak an tetap bersatu bila diwariskan kepada¬nya. merasakan nyeri di tangan dan rasa sakit menjalari sekujur tubuhnya. Apa pun yang terjadi. Berharap Taku tahu lebih banyak. hubungan bangsawan itu dengan Zenko dan Hana. dan ingin tahu ada di mana dia sekarang. "Aku bisa meyakinkan bahwa semua taporanku akan berpihak kepada Anda . Keramaian perayaan berlanjut hingga larut malam: pemusik memainkan kecapi tiga s enar dan harpa. seberapa banyak pujian dan niat buruk apa yang direnca¬nakan Kono dan Zenko. Kaede yang sedang mengandung. karakter dan kecantikan putri sulungnya . saat in i merupakan waktu yang tepat untuk mengirimnya pulang dengan pikiran yang penuh dengan kesejahtera an wilayah ini. ia telah memiliki pewaris. Ini memastikan bahwa Tiga Negara ak an tetap bersatu bila diwariskan kepada¬nya. "Aku sungguh tidak sabar menantinya!" seru Kono. Ia meminta Minoru dibangunkan. Ia tak dapat menahan diri untuk berpikir kalau ketidakhadiran Taku tak ber¬k aitan dengan putrinya itu: kalau Maya dalam masalah. ia telah memiliki pewaris. Saat bangun pagipagi. memeriksa kalau segala¬nya telah dicatat . dan tak mendengarkan kalimat terakhir Lord Kono. sementara dari kota terdengar genderang dan nyanyian. Dipaksa dirinya berkonsen trasi pada saat ini. Apakah Zenko tersinggung atas kehadiran dan pengawasan Taku sehing ga sengaja tidak mengundang adiknya? Dan ia pun cemas ingin mendengar kabar tentang Maya. dan merasa ag ak lega. dan se lagi minum teh ia mengingat-ingat apa saja yang ia katakan semalam. Takeo tidur tidak nyaman. pikirannya masih penuh dengan kecemasan atas ketiga putrinya. Kini dilihatnya kekuatan yang sama pada putrinya. Tapi Takeo lebih suka mendengarnya dari Taku. Disadarinya kala u pikirannya melayang jauh. atau melarikan diri. ingin tahu seberapa banyak kata-kata ini diucapkan dengan tulus. nyikan kekuatan... Tampaknya tidak ada lagi alasan untuk menahan bangsawan itu." Dia membungkuk dan bicara d engan ber¬semangat. tentu saja. Kini dilihatnya kekuatan yang sama pada putrinya. mengapa dia tid ak hadir saat santap malam.. Apa pun yang terjadi.

Di Yamagata aku yakin Lord Miyoshi akan menjelaskan ukuran dan kekuatan ba la tentara kita. Lord Kono pasti membawa kabar kepada Kaisar dengan keyakinan bahwa Tiga Negara t ak mudah ditaklukkan.." Minoru membungkuk hormat. tapi Lady Shigeko belum menikah. Karena Kono diij inkan pergi. banyak hal yang harus disiapkan." "Teruskan. Dia bisa saja l ewat darat menuju Hofu dan naik kapal laut dari sana. bila ingin tiba sebelum musim dingin. dan. "Aku tidak berhak untuk mengatakannya. kau selalu hadir dalam per¬temuanku dengan Lord Kono. Sebaiknya kau siapkan Lady Miyoshi." "Jadi beliau akan melakukan perjalanan bersama Lord Otori sampai Yamagata?" "Ya." sahut Minoru. bagaimana pendapatmu?" "Sikapnya seperti hendak berbaikan.. "Minoru. dan Lord Kono pastinya akan lebih memilih untuk merundingkan pernikahan ketimbang me¬mulai perang yang ti dak bisa Halaman 153 dari 500 . Sikapnya padaku sem alam sepertinya sedikit berubah." sela Takeo. pengabdian dan kes etiaan rakyat di sini." sahut Takeo.dengan benar karena Minoru ditempatkan di balik kasa semalaman. "Lewat laut. kurasa bagusnya begitu. "Beliau pasti mengamati kepopuleran Lord Otori. "Apakah Lord Kono bepergian lewat laut atau darat?" tanya Minoru.. "Pasti salju su dah turun di Jajaran Awan Tinggi: dia takkan tiba di sana sebelum perbatasan ditutup. Kita harus tunjukkan satu pemandangan lagi padanya.

" "Dia mengirim permintaan maaf kepada kakaknya. Takeo duduk di atas mimbar yang ditinggikan di salah satu pavilio n ini. tanpa kuda. dan Zenko di sebelah kiri. bantal dan karpet bertebaran di lantai. d an di belakang Zenko. maka beliau harus menda pat kepercayaan dan persetujuan ayah calon mempelai perempuan. Hiroshi berada di depan mereka dengan menunggang kuda abu-abu pucat dengan surat dan ekor hitam. mengatakan bahwa dia sedang kuran g sehat hanya itu. Kuda pemberian Takeo bertahun-tahun lalu itu menunggu diam tak bergerak bak patung. Di dalam kotak¬kotak terdapat harta kekayaan wil ayah ini." tutur Takeo. "Apa aku harus menghubunginya?" "Tidak perlu." *** Panji-panji Klan Maruyama. dan gulungan berisi silsilah keluarga meng¬gambarkan silsilah Shigeko melalui semua pe rempuan Maruyama. Otori serta Seishuu berkibaran di atas lapangan kuda di depan kastil." imenangkan. pikir Takeo dengan rasa menyesal. maka semuanya baik-baik saja. kita akan terus menyanjung dan berusaha membuatnya terkesan. semua mengenakan jubah tebal berhias bordiran emas. Kono di sebelah kanan. . Anjungan dari sutra didirikan bagi kelompok masyarakat dengan klas leb ih tinggi. Selama kita tahu d ia masih hidup. Hana. Apabila beliau yang akan menjadi perantara. "Tak satu pun dari kita yang benar-benar aman." "Tentunya tak ada orang yang akan menyerang Lord Kono. di Maruyama sini?" "Taku telah menyinggung banyak pihak dengan mengabdi padaku. dan lambang berhias rumbai bergelanmngan dari atap dan dari tiang pancang yang ditan am di sekelilingnya. Parit yang mengelilinginya penuh dengan perahu-perahu berlambung datar yang ditu mpangi para penonton." sahut Minoru. dan bertopi hitam. maka beliau harus mendap at kepercayaan dan persetujuan ayah calon mempelai perempuan. rindu berjump a dengan istrinya untuk menceritakan pemandangan ini. memegang kotak-kotak berpernis. Ada kabar dari Taku? Aku menantikannya tadi malam. Kaede seharusnya berada di sini. berdiri para tetua klan. Di belakang¬n ya. pasti ada alasan lain dengan ketidakhadirannya. Apabila beliau yang akan menjadi perantara." "Baiklah.dimenangkan.

bola matan ya lebih jelas dengan wajah tajamnya.Takeo turut merencanakan upacara ini semuanya dilakukan Hiroshi karena ini merupa kan ritual kuno Maruyama yang belum dilaksanakan lagi sejak Lady Naomi mewarisi wilayah ini . menyandang busur di bahu serta tabung berisi anak panah di Halaman 154 dari 500 . tidak berpakaian resmi seperti kaka knya. dia pasti da tang sebagai dirinya sendiri. Zenko. Takeo memindai kerumunan orang. Perhatiannya tertuju kembali ke upacara setelah mendengar derap kaki kuda. Butuh beberapa waktu bagi Takeo untuk menyadari kalau orang itu adalah putrinya. dan kapan putrinya akan mu ncul. Taku pasti tahu ia akan mengenali mereka bertiga. saat orang lain tak a da yang tahu. Me reka adalah istri dan putri para tetua yang menunggu di belakang Hiroshi. Maya tampak lebih kurus. Dari ujung arah barat di sebelah luar kastil datang iring-iringan kecil perempuan yang me¬nunggang kuda. Maya. Pesan apa yang dibawanya? Ia harus bertemu mereka: ia akan temui mereka malam ini. meskipun dia menyamar hing ga hampir tidak dikenali. agak lebih tinggi. pikirnya. Di sampingnya berdiri seorang pemuda tingg i dan seorang lagi yang tampak amat tidak asing. Mereka bersenjatakan ala perem¬puan wilayah Barat. Taku pasti tak ingin meninggalkan Maya karena bila tidak. tapi berpakaian pedagang biasa yang lusuh. kalau ternyata ia tidak menge¬nalinya diikuti dengan rasa lega yang berdesir cepat kalau p utrinya masih hidup dan baik-baik saja. Takeo merasa takjub kalau ternyata Taku mengajak putrinya datang dengan menyamar. Di antara kerumunan perahu. tiba-tiba dilihatnya Taku. ingin tahu di mana Shigeko. Seorang lagi pastilah Sada.

menyerahkan pedang dengan kedua tangannya." Hiroshi melepaskan kakinya dari pijakan sadel lalu turun dari kuda. Takeo mengagumi kuda¬kuda Maruyama yang tinggi dan gagah. Para perempuan di atas kuda menghadap ke arah para laki-laki yang berdiri. tapi hatinya tak tersentuh. Ia tak tahu bagaimana perasaan putrinya. Teringat olehnya minggu-minggu yang mereka habiskan bersama untuk men jinak¬kan Tenba. Disadarinya ternyata sikap Hiroshi lebih dari sikap seor ang ksatria pada atasannya. Tenba tenang dan santai. Ketika Hiroshi menengadah. Shigeko duduk tenang bak patung. Dicermati putrinya baik-baik sewaktu dua perempuan berkuda turun dari kuda lalu memegangi tali kekang Tenba. juga berk ilauan seperti kulitnya yang tertimpa sinar matahari musim gugur. Shigeko meluncur turun dengan anggun dari punggung kuda lalu menghadap ke Hiroshi. Kini sudah jelas baginya. dan hat inya makin meluap-luap saat melihat putrinya berada di punggung kuda yang paling bagu s. dan t epat di saat bersamaan. Takeo mengagumi kuda¬kuda Maruyama yang tinggi dan gagah. Shigeko tersenyum tipis lalu mengambil . di tengah iringan itu kuda hitam yang dijinakkannya sendiri. Hiroshi bicara dengan lantang. dan hatiny a makin meluap-luap saat melihat putrinya berada di punggung kuda yang paling bagu s. Perasaan Takeo kesal sekaligus iba mustahil memberikan keinginan Hiros hi tapi ia mengagumi pengendalian diri dan peng¬abdian pemuda itu. para tetua berlutut sambil memegang kotak dengan merentangkan tangan dan membungkuk dalam-dalam. ggung mereka. ta pi perasaan Hiroshi tak diragukan lagi. dan diberi nama Tenba. menarik pedang dari sabuknya lalu berlutut di hadapa n Shigeko. Itu karena mereka dibesark an bersama. pikirnya.punggung mereka. mengi-baskan kepala dan agak mundur selagi Shigeko menyuruhnya ber¬henti. tatapan mereka bertemu. di tengah iringan itu kuda hitam yang dijinakkannya sendiri. Shigeko menyayanginya. dikunci r ke belakang. Sesaat Tenba terkejut karena gerakan Hiroshi yang mendadak. kami menyambut Anda ke wilayah yang telah dipertahankan atas kep ercayaan bagi Anda. sama hitamnya dengan surai dan ekor kuda yang dia tunggangi. rambutnya. "Lady Maruyama Shigeko. dan ia merasa heran tidak menyadari hal itu sebelumnya. dan Takeo melihat pe nguasaan diri Hiroshi langsung buyar. Kuda itu terlalu bersemangat dan ber¬jingkrak. Kecurigaannya terbukti sudah. dan diberi nama Tenba. putri Shirakawa Kaede dan sepupu kedua Maruyama Naomi.

laksana kuda dari surga." Dipegangnya tali kekang. seolah semua yang hadir bicara dalam satu suara. dan anak panahnya tepat mengenai sasaran. semuanya dalam satu gerakan cepat dan luwes. Kuda-kuda berderap mengitari dinding sebelah luar kastil. kuda hitamnya berlari laksana angin. tatapan setuju mereka. Shigeko menghunjamkan pedang ke sabuknya lalu naik k e kudanya kembali. Anak-anak pa nah beterbangan satu menyusul yang lainnya. dan sebag ai pengakuannya saya persembahkan kuda ini kepada Lord Otori.pedang itu. menjadi sorak-sorai gegap gempita. Kuda-ku da berjingkrak penuh semangat. Menghampiri Shigeko lalu mengambil tali kekang kuda itu dengan begitu terharu se hingga tak mampu berkata¬kata. menuju sasaran. ayahku. Tiap penunggang kuda menjatuhkan tali kekang di leher kuda. lal u suaranya pecan. Tenba menurunkan kepala lalu menggesek-gesekkan kepalanya ke bahu Ta keo. Dia melompat dari punggung Tenba la lu berkata dengan lantang. Sekali lagi terdengar seruan dari ke¬rumunan saat Takeo berdiri dan melangkah turu n dari mimbar. mengambil busur. Kemudian ia berbalik dan mengacungkan pedang itu tinggi-tinggi ke se tiap arah bergantian. Teriakan rakyat bergemuruh. Shigeko membalikkan kuda lalu berderap kem bali. Kyu dan Aoi. begitu pula halnya dengan para perempuan yang lain. "Maruyama bersumpah untuk ber¬sekutu dan setia pada Klan Otori. Akhirnya S higeko mendekat. mengenai sasaran berbarengan. Kuda itu jelas keturunan kuda Shigeru. men empatkan anak panah lalu menariknya. lalu menunduk. Ia merasa bangga dan bersyukur telah membesark an anak yang cantik ini. kemudian ber-baris dalam satu barisan lurus ke arah pinggir an. menarik tali kekangnya agar berhenti di depan Takeo. yang pernah terluka parah oleh ra ksasa Jin-emon. Takeo menyadari kalau bayangan masa lalu kini mengelilingi dirinya: arwah mereka yang telah berpulang. Halaman 155 dari 500 . membungkuk hormat ke arah kerumunan orang. kepada semua tetua dan ra kyatnya. bak gelombang menghempas batu karang. kalau putrinya ini telah dewasa dan mendapaikan warisannya.

pikirnya dengan gembira. Hana ingin membawa keluar burung-burung rajawali miliknya."Kuharap Tenba bisa menjadi kuda kesayangan Ayah seperti halnya Shun. Ketika mereka menyusul kelompok berburu. ketika Jo -An masih hidup." sahut Takeo. tapi bersemangat dan sama res ponsifnya. sehat seperti orangtuanya. mereka berkuda di jalur melewati pesisir ke mulut sungai. Rombongan itu tidak hanya terdiri dari Takeo. Para gelandangan masih menjemur kulit hewan di sini sehingga dijauhi pend uduk. memulai ikatan panjang misterius antarmakhluk hidup. dan Kono mengaku ingin berbagi kegemaran dengan Hana saat berburu meng¬gunakan burung rajawali yang terlatih. Takeo yang sudah bisa menyesuaikan diri dengan kuda itu. Beruntung aku tidak harus mengandalkannya dalam pertempuran. Dia a kan hidup Ubih lama dariku. Takeo. dan perlu berkuda untuk menjernihkan piki ran. dan jauh lebih cepat. "Maukah Ayah menungganginya?" "Pakaian Ayah ini kurang cocok bila ber¬kuda. sementara yang lainnya berjalan terus. pancaran terakhir si nar matahari berkilauan di sela-sela jambul di kepalanya. Ini hadi ah yang terindah. Ayah sangat berterima kasih. juga terlihat cukup makan. bergerak kian kemari bak ombak di laut. membiarkannya melangkah lebih bersemangat." ujar Shig eko. Zenko dan Hana. "Aku belum pernah melihat kuda yang lebih hebat yang bergerak seperti terbang. Kuharap Tenba bisa menjadi kuda kesayangan Ayah seperti halnya Shun. dan Takeo mesti mengerahkan tenaga untuk mengingatkan siapa yang pegang kendali. Hiroshi dan Shigeko berhenti untuk menyalami kepala desa. Sementara itu." ujar Shigeko. Kini anak¬anak dari para gelandangan yang pernah mem bangun jembatan yang memungkinkan Takeo melarikan diri dari kejaran pasukan Otori. Satu kali Tenba mundur ketika seekor ayam hutan tertembak di bawah kakinya dengan gerakan cepat dari sayapnya yang terbentang." Ta keo ingin sekali menunggangi kuda itu. Shigeko dan Hiroshi me skipun ketiganya lebih suka begitu tapi juga ada Lord Kono. ketika matahari mulai tenggelam. rajawali yang sudah dilepas terb ang melayang di atas padang rumput. "Biar Ayah menun¬tunnya. kat . Kuda ini mungkin tidak sepandai Shun. dan kita akan berkuda bersama nanti. Rut e perjalanan mereka melewati desa gelan¬dangan yang dibangun Takeo bertahun¬tahun lalu. tapi mereka dibiarkan hidup dengan damai." Menjelang akhir senja. Zenko menyata kan kalau ia merasa mual dengan jamuan dan upacara.

bentuk tubuh kelinci terlihat jelas di bulatan yang berkilat. biara dan toko kebanjiran pengunjung. Masa-masa itu telah berakhir. kalau ternyata dia telah sala h menilai laki-laki itu. Jalan-jalan dipenuhi keru munan orang. dua di antaranya menu kik berbarengan dan tegak lurus ke tanah. seekor ayam hutan dalam cengkeraman cakarnya menggelepar: yang lainnya memekik marah. minyak wijen dan kecap. Merasa hampir menyukai Kono. Dibayangkannya mereka seperti rajawali." komentar Kono. Mereka tak lagi butuh pahlawan menolong mereka." katanya pada Shigeko. tersenyum. banyak di antaranya yang berlutut atau menyer u namanya atau nama Shigeko. dan kemudian marah pada dirinya sendiri karena begitu mudah merasa tersanju ng. atau pandangan putus asa da n kelaparan seperti yang dialami Shigeru. "Benar. Pendu duk kota memberi jalan dengan penuh hormat. ikan d an belut panggang. Menunggang kuda membu atnya merasa seperti muda kembali. Salah satunya terbang tinggi lagi. Di atas kepalanya keempat rajawali terbang berputar-putar. terbang melayang. menunggu. Mereka kembali saat matahari tenggelam. Mereka tidak menatap dengan ketakutan. "Kau mengurusnya dengan baik. begitu pula nantinya musuh-musuhnya memangs anya. tapi itu tak mengurangi kemahirannya berkuda. Me reka melihat Halaman 156 dari 500 . "Meskipun Lord Otori memiliki kekurangan. Takeo bersyukur dengan reaksi rakyatnya.anya pada dirinya sendiri. aku lupa itu saat berkuda. bulan purnama muncul di balik pepohonan plum. Mengingatkan Takeo bahwa yang kuat memangsa yang lemah. udara penuh aroma kue mochi yang dipang-gang." kata Takeo.

langit malam penuh bin tang berkilauan. membia rkan dirinya terlihat setelah sampai di ujungnya lalu berjalan cepat-cepat ke kota yang penuh dengan j alan dan lorong yang berliku-liku. begitu pula dengan yang sat u ini kenikmatan mendalam yang timbul oleh kemampuan kuno ini tak pernah hilang. Ia berlari melewati jembatan. meninjau kembal i percakapan tadi sore dan kesan yang didapat pemuda itu. Takeo duduk bersama Minoru. diraih dengan kerja keras dan kepandaian mereka sendiri. pedang pendek dan sarung pisau le mpar. Bila menunggang kuda membuatnya merasa kembali muda.* esejahteraan dan kedamaian mereka sebagai jalan hidup yang benar. Bulan sudah meninggi.kesejahteraan dan kedamaian mereka sebagai jalan hidup yang benar. ia melompat ke puncak dinding antara taman dan dinding sebelah luar yang pertama. dan jika ada yang tanya. Di bantunya Takeo berganti pakaian ber¬warna gelap yang sering dipakainya di malam hari. dua lentera menyala di dekat mereka. tapi mereka tidak mendengarnya." Minoru sudah terbiasa dengan pengaturan seperti ini dan dia hanya membungkuk. Andai Kono bisa melihatku seka rang. maka setelah menyeberang sungai ia memanjat merayap dinding dan menyusuri sampai ke gerbang u tama. Takeo tahu kalau tak seorang pun bisa melihatnya karena ia sedang menghilangkan diri. diraih dengan kerja keras dan kepandaian mereka sendiri. dua botol sake. "Aku harus me¬n emui Taku karena aku hanya punya waktu dua hari ini bila ingin mengantar Kono ke Hofu sebe lum musim dingin. Karena berpikir saat itu terlalu dingin untuk berenang. Umbul-umbul masih meng¬gelantung di sana. . berpura-puralah kita sedang mengurus bis nis penting jadi tak ingin diganggu. pikirnya selagi melewati kamar bangsawan it u. Tetap di sini.* Kastil dan kota sudah sunyi senyap. "Aku ingin keluar sebentar. Setel ah yakin tidak ada orang di ujung caman. Aku akan kembali sebelum pagi. terkulai di bawah cahaya bintang. lalu disembunyikan di balik pakaiannya. Para penjaga masih terjaga: ia men-dengar para penjaga bicara saat ia melintasi atap yang lebar dan melengkung. Takeo melil itkan sehelai syal di kepala untuk menutup wajah." kata Takeo saat mereka sudah selesai. Berlari melintasi puncak dinding ke seberang lalu menjatuhkan diri ke atas lapangan kuda di dalam dinding sebelah luar yang kedua.

Semoga kalian mau melakukan hal yang sama padaku. Ia masih harus meng¬hadapi dilema itu: bila sa at itu ia mem¬perlihatkan kelemahannya. katanya. tapi setida knya mereka tidak meremehkannya. dan aku pun memaafkannya. tapi ia merasa tidak sendirian. tapi kini. Ia men¬dengar gemerisik di ded aunan yang telah jatuh. tangan di gagang pedang. Tribe mungkin membencinya karena itu. Ia sudah menyediakan cukup waktu untuk membuat negerinya am an. me mohon maaf dari para mendiang. Muto Kenji memaafkanku.. Ditangk upkan kedua tangan Halaman 157 dari 500 . Dulu ia mengenai setiap rumah T ribe di Maruyama. Tidak ada yang memecahkan kesunyian malam itu. ia berhenti seperti yang selalu dilakukannya. bertekad menunjukkan kekejamannya pada T ribe: membunuh atau mengeksekusi sebagian besar dari mereka.. letak. Ia masih menyesali cara yang pernah ia gunakan saat pertama kali ke Maruyama bersama Kaede. Kami adalah teman dek at dan sekutu.Ia tahu di mana Taku berada: kediaman lama Muto. T akeo merangsek kembali ke dalam bayangan. ukuran dan penghuninya. maka ia takkan sekuat sekarang untuk dapat memaksaka n kehendaknya dengan welas asih. dan melihat dedaunan terserak pelan di bawah pijakan kaki yang tak terlihat. Di biara di ujung jalan. seolah ada makhluk yang bergerak melintasinya. dan menar uh botol sake di depan dewa keluarga Muto. Ia mengira satu-satunya c ara menghadapi kejahatan yaitu dengan dibasmi. Diintipnya ke arah s uara tadi. bila bisa mengulang masa i tu ia akan berusaha berunding tanpa pertumpahn darah.

Mahkluk itu memang kucing. Makhluk itu menatapnya dengan mata hijau berkilau terkena sinar bintang. "Aku nyaris membunuhmu. lalu ia menampakkan diri agar bisa lebih fokus pada serangannya. "Ayah. depan dahi untuk membuka mata lebih lebar. pikirnya. sadar d engan air mata . Pisau itu terjatuh d ari genggamannya. Dilihat¬nya kucing itu menunjukkan sederetan gigi. tapi kucing dengan ukuran dan kekuatan serigala. Kucing itu seperti makhluk halus yang tinggal di tempat ini. Takeo merasa hampir jatuh ke dalam sihir tidur Kikuta. "Jangan sakiti aku! Ini aku. lalu merogoh pisau lemparnya dengan semba rangan. Serangkaian caka rnya menggaruk wajah Takeo saat ia berkelit lalu berbalik agar cukup dekat untuk bisa menikam l eher kucing itu.di depan dahi untuk membuka mata lebih lebar. meras a kalau pembunuh Kikuta sedang memanfaatkan makhluk halus ini. Makhluk itu menatapnya dengan mata hijau berkilau terkena sinar bintang. Tapi kucing itu berkelit melarikan diri. men¬deteksi kemampuan menghilang. Di sela-sela rasa kaget dan takut karena pertarungan itu. Segera mempertahankan dir i kini sudah menjadi sifat keduanya. dan kemudian melihat ke arah kirinya. Begitu pisau pertama yang terpegang langsung dilemparnya. merasakan basah karena darah atau air mata atau keduanya. Takeo mem¬butuhkan seluruh kekuatannya untuk dapat men ghentikan tikaman pisau yang nyaris menggorok leher putrinya sendiri. Maya!" Maya berdiri di hadapannya. Jeritan kucing itu terdengar seperti je ritan manusia. me¬lihat pantulan cahaya bintang selagi pisau itu berputar. mendengar akibatnya dan jerit kesakitan hewan itu. Kini pedang sudah di tangannya. Kemampuan meng¬hilang kucing itu sirna di saat melompat ke arahnya. membunuh sebelum di¬bunuh. Takeo mendeng ar suara yang sudah dikenalnya." kata Takeo iba karena putrinya hampir terbunuh." jerit hewan itu lagi. dan kemudian melihat ke arah kirin ya. Memanggil semua kekuatan dalam dirinya untuk mematahkan tatapan me¬matikan itu. dikirim mereka yang sudah mati untuk menghukumnya. Meraih tubuh Maya lalu menyentuh wajahnya. ia merasa terkejut karena ketakutan yang amat dalam. men¬deteksi kemampuan menghilang. Hanya seekor kucing. tipuan cahaya kemudian ia menyadari dengan terperan jat ternyata tatapan mata kucing itu mengunci tatapannya. Ia men¬dengar juga jer it putus asanya sendiri selagi memaksa tangannya membelokkan arah pisaunya.

Begitu mengenali Ayah. terkejut ternyata putrinya sudah besar. "Maaf. dan dia akan menceritakan pada Ayah apa yang terjadi pada dirimu." ujar Takeo dengan ketenangan penuh pengertian. tetesan darah di wajahnya. Kendati aku tidak perlu menangis. aku berubah wujud." "Tidak ada salahnya menangis. Lal u tadi kenapa aku menangis?" "Mungkin karena kau senang berjumpa Ayah?" "Memang. "Tadi aku tidak tahu kalau itu Ayah. Aku tidak selalu melakukan itu dengan cepat." katanya dengan sesunggukan. "Apa yang kau lakukan di sini ? Kenapa kau di luar sendirian?" Hampir lega rasanya mengungkapkan kebingungannya dengan kemarah an. Aku takkan menangis lagi. badannya tegak dan keras. "Kita akan men emui Taku." Maya menangis seperti anak kecil. Aku tak pernah menangis. Dipeluknya Maya erat-erat. bingung dan sedih. "Ayah kira kau menyesal karena sudah berusaha membunuh ayahmu sendiri. lebih mirip badan anak lakilaki. dirasakannya sengatan bekas dicakar." Halaman 158 dari 500 . aku menyesal. Kukira Ayah ad alah pembunuh Kikuta." tutur Takeo. Itu pasti karena terkejut. Kepala Maya m e¬nyembul di antara tulang dada Takeo. tapi aku makin pandai." "Aku menyesal telah menangis." Maya meyakinkan. "Tapi aku belum pernah menangis bahagia. "Jangan menangis." sahut Ta keo seraya menggandeng tangan putrinya melewati gerbang kuil ke jalanan. dan ketika menyingsingkan lengan baju untuk menyekan ya.di pelupuk matanya sendiri. Aku tidak bisa melihat Ayah. "Tadi Ayah juga menangis.

Dan di mana Sada? Ayah lihat kalian bertiga bersama tadi pagi. kerabat Taku dan Sada. atau sesuatu yang lain? "Kau seharusnya tidak di luar sendirian. "Shigeko kelihatan sangat cantik." kata Takeo. Tak ada orang yang bisa meng¬ajariku. pikir Takeo. "Mereka keluarga Muto ." sahut Maya cep at." "Dan Ayah amat menyesal. menampik per¬haria nnya dialihkan oleh komentar tiba-tiba Maya yang kekanak-kanakan. "Kurasa Ayah belum pernah melakukannya?" Sekali lagi Takeo merasakan tantangan yang lebih berat. "Apakah keluarga di sini bisa dipercaya?" bisik Takeo." Maya menyentuh wajahnya sendiri." Kenapa? Apakah aku menyakiti Ayah? Pasti tidak ada apa-apanya dibandingkan denga n luka-luka yang pernah Ayah derita. "Ayah melukaiku lebih parah. t api memutuskan untuk tak menjawab. tapi bisa membayangkannya luka itu harus segera diobati bila tidak ingin berbekas. Tak bisa disangkalnya. Tapi aku memang harus bersikap begitu karena aku bisa mel akukan hal-hal yang tidak bisa dilakukan orang lain. Ayah lebih baik mati dari pada menyakitimu. bahkan cara bicaranya kasar. dan tubuhnya terasa sakit karena pertarungan yang tiba-tiba dan keras tadi. "Aku yang tidak patuh. Mengapa dia tak bersamamu?" "Bukankah itu indah?" sahut Maya."Kenapa? Apakah aku menyakiti Ayah? Pasti tidak ada apa-apanya dibandingkan deng an luka-luka yang pernah Ayah derita. Pastinya begitu. Ketidakpuasan apa lagi yang ada dalam diri putrinya pada dirinya? Apakah kebencian karena diki rim jauh dari rumah." Dia sudah berubah. Dan ada semacam tuduhan yang kuat di balik kata¬katanya." "Ini bukan salah Taku. "Ayah jangan menyalahkannya. Aku ya ng harus mencari tahu. sesuatu yang lebih dari sekadar luka fisi k. Pe dih terasa menyengai wajahnya." Maya menatap Takeo dengan tajam. Dan kuda itu! Ayah suka dengan hadiahnya? Apakah Ayah t er¬kejut?" "Entah mereka yang lengah atau kau yang tak patuh. apalagi sekarang karena mereka sudah dekat gerbang kediaman Muto." Maya menyentuh wajahnya sendiri." "Siapa lagi yang harus disalahkan? Ayah memercayakan dirimu padanya. Ia tak bisa melihat luka Maya dengan jelas. tanpa perasaan. "Aku belum menanyakannya pada diriku sendiri!" sahut Maya. "Ayah melukaiku lebih parah. kan?" . menghindari pertanyaannya.

Tentu saja mereka meng¬hindari berdekatan dengannya. "Masu klah. tuan. dan mengetuk gerbang yang di palang. Penghuni rumah sudah terbangun. menerangi teras. segera saja kita cari tahu. dan pelayan b erdatangan dengan mata masih mengantuk. dan sediki t kertas halus atau gumpalan kain sutra untuk menghentikan pendarahannya. Mereka melihat darah di bawah sinar lentera ya ng mereka bawa. tuan. Takeo kira Maya akan di¬pukul tapi Taku memberi isyarat kepada penjaga untuk Halaman 159 dari 500 . jaket berlapis meng-gantung di bahunya. Perlu waktu agar dapat meyakinkan mereka untuk membuka gerbang karena tidak sege ra mengenali Takeo. Dia melihat Maya lebih dulu. dan gerbang di¬tutup dengan cepat lalu dipalang." Takeo melangkah mele wati teras." kata Takeo kepada orang¬orang yang berlutut. "Bawakan air. lentera di dalam rumah dinyalakan. dan langsung segera menghampiri. "Bangunlah." Laki-laki yang memegang lentera tadi berdiri di samping. apakah Anda terluka juga?" Salah satu orang menaikkan lentera h ingga sinarnya jatuh menimpa pipi Takeo yang tak berusaha untuk menutupi dirinya. tapi mereka mengenal Maya. tidak satu pun dari mereka men yentuh Maya. berpakaian jubah ti dur berbahan katun. ingin melihat reaksi mereka." gumam Takeo. memanggil-manggil penjaga di dalam. dan yang lainnya langsung berlutut."Baiklah. Anjing menyalak marah. "Ini Lord Otori!" bisik laki-laki itu. maka Maya berdiri seolah dike liligi pagar yang tak nampak. Taku muncul dari ujung beranda. berseru kaget lalu memanggil Taku Takeo perhatikan. "Dan Anda.

kan?" Tidak. lalu memegangi kepala Maya dengan kedua tangan lalu m emiringkannya ke kanan dan ke kiri agar bisa melihat luka di pipinya. "Apa yang terjadi?" tanyanya. Takeo berlutut di samping Maya. dan beberapa waktu k emudian perempuan muda itu muncul dari ujung beranda. Di basuhnya luka Maya dengan hati-hati. kembali dengan membawa kotak kecil. "Kita bicara lagi nanti. "Pisau¬n ya tidak beracun. lalu memegangi kepala Maya dengan kedua tangan lalu memiring kannya kembawakan lentera. menyuruhnya duduk lalu berlutut di sampingnya. Di anak tangga. seraya mengambil dan membukanya." sahut Takeo. "Ini salep pemberian Ishida. "Aku meng¬halangi jalan." "Panggilkan Sada. bergerak menghampiri beranda. tapi Takeo menaikkan tangan memberi isy arat agar Taku diam. "Ini kelihaian seperti terkena pisau lempar. sala h satu pelayan maju untuk melepas sandalnya." Taku mulai angkat bicara." kata penjaga." Taku membimbing Maya ke beranda. Lakukan yang terbaik untuk mengobati luka putriku." "Lord Takeo?" Taku memicingkan mala ke arah Takeo. Bekas lukanya akan kelihatan selama beberapa wa ktu. kan?" 'Tidak apa-apa." "Maafkan aku. Lord Otori ada di sini. meminta agar lentera lebih didekatkan." sahut Maya. Siapa yang ada di luar sana dengan pisau lempar?" "Tuan. "Beliau juga terluka. Aku cemas lukanya akan berbekas. berpakaian seperti Taku dengan jubah tidur. Dia meli hat Maya secepatnya lalu masuk ke rumah. mengambil segumpal kain dari pelayan lalu merendamnya dalam air." perintah Taku kepada salah satu pelayan.membawakan lentera. "Maaf tadi aku tak melihat. A nda tak terluka parah. "Mungkin sulit unt uk menjelaskan bagaimana aku bisa melakukannya. rambutnya yang sepanjang bahu tergerai di wajahnya. ." sahut Takeo." kata Taku. "Kecelakaan.

seperti lem." sahut Takeo. Aku ingin bicara dengannya besok pagi." katanya pada Takeo. karena adegan yang ada di depannya ini sarat dengan muatan emosi. "Dan temani dia malam ini." ujar Taku. Kau yang melemparnya?" "Kurasa begitu. Maya duduk diam tanpa bergerak kesakitan."Untung tidak terkena mata. Ada semacam ikatan aneh di antara mereka bertiga. bi birnya mengkerut seolah ingin tersenyum. "Berikan sesuatu untuk membuatnya tidur . dan menyatukan pinggiran luka sa-yatan." Sambil menyuruh pelayan membawakan air segar dan teh. "Ikut dengan Sada." Namun nada suaranya justru kedengaran bertentangan dengan perkataannya. dan di Halaman 160 dari 500 . matanya terbuka lebar." "Aku benar-benar menyesal. salep itu tampak agak lengket. "Aku tidak bermaksud menyakiti ayahku. Satu lentera m asih menyala." kata Taku pada Maya." katanya pada Sada. "Aku sangat marah. pikir Takeo. Taku berjalan di depan ke ruang kecil di ujung beranda. "Kami akan pikirkan hukuman yang akan membuatmu lebih menyesal lagi. dan aku yakin Lord Otori juga begitu." "Setidaknya kita tak harus mencari para pembunuh Kikuta. "Lebih baik kita bicara berdua saja." "Mendekatlah." Sada memegangi kepala Maya sementara Taku mengoleskan salep itu di lukanya. Dilipatnya tikar tidur lalu mendorongnya ke sudut." kata Maya. "Biar kulihat apa yang telah dilakukannya pad a¬mu." "Mari masuk ke dalam.

"Tapi aku obati dulu luka Anda. berlutut lalu menyerahkannya pada Takeo." Taku menuang sake terakhir ke mangkuk dan memberikannya kepada Takeo." Taku terdiam ketika si pelayan kembali dengan membawa sebotol sake. duduk di sini. namun lebih kurus dan lebih t ua. Takeo jarang melihat ba yangannya sendiri dan belum melihat dengan begitu jelas dan kini takjub pada wajahnya sendiri. Cermin itu sangat berbeda dengan yang pernah dil ihatnya. yang satu membawa air." gumamnya. pegangannya panjang. darah yang mengering berwarna lebih gelap. Lalu pelayan itu mengisi mangkuk minum sampai penuh lalu Takeo menenggaknya sampai habis lagi." ujar Takeo. "Cakarnya menyayat cukup dalam. Takeo mengamati semua ya ng di ada di ruangan itu tanpa sepatah kata pun. "Kau punya cermin?" tanya Takeo pada pelayan itu. nada su aranya terdengar dingin. permukaan kacanya mengkilap. Taku mengambil mangkuk berisi air lalu membasuh pipi Takeo. "Kau tidak tidur sendirian." sahut Taku. "Semula aku berharap bertemu denganmu sebelum kejadian ini. . "Sada tidak menyukainya. Be kas cakarannya terasa perih." Si pelayan kembali dengan membawa sebuah benda yang lerbungkus kain coklat tua. dan yang satunya lagi membawa teh. pinggiran luka merah hati." Dua laki-laki muncul di pintu. Dibukanya bungkusan itu. "Aku tak berharap berjumpa putriku dengan cara seperti ini." pinta Taku pada si pelayan. Takeo mengamati semua yang di ada debelahnya berdiri sebotol sake dan mangkuk minum. bulat. dan minum ini. Ia tidak pernah tahu bagaimana wajahnya sangat mirip Shigeru. tapi kau minum sendirian?" Takeo menghabiskan sake d engan sekali leguk. "Darahnya cuku p banyak. Dia mengangguk. "Bawakan sake lagi untuk Lord Otori. Bekas cakaran di pipinya memang dalam. "Akan kuambilkan.sebelahnya berdiri sebotol sake dan mangkuk minum." "Benar-benar tak ada alasan.

"Belum untuk yang satu ini." "Kau pernah lihat cermin ini?" tanya Tiikeo pada Taku. Yasu. Cermin-cermin ini cukup populer."Cermin ini berasal dari mana?" Pelayan itu menatap Taku dan bergumam. lalu dia mulai mengoles¬kan salep yang lengket itu. "Sepertinya begitu." Bagian belakangnya terbuat dari semacam logam yang tidak segera dikenali oleh Ta keo. "Benda ini dibuat di negeri seberang. Takeo mengembalikan cermin itu kepada si pelayan. seraya menyeka luka itu dengan segumpal kertas bersih untuk mengeringkannya. "Seperti apa wujudnya?" Halaman 161 dari 500 . Takeo melihat lagi bayangan wajahnya. Ketika perempuan itu pergi. seorang laki-laki Kuroda." Diketuk bagian permukaannya. "Dari Kumamoto. Sesuatu tentang cermin asing itu meng¬ganggu nya. Dan ia berusaha menyingkirkan perasaan itu sekarang." tuturnya. Kami membeli pisau dan peralatan darin ya dia juga membawa cermin ini." Taku setuju. "Terbuat dari kaca. Sesekali pedagang mem¬bawa barang dagangan. diukir atau dibentuk menjadi motif bunga¬bunga yang saling terjalin. Ta ku berkata." katanya. "Bekas luka ini akan lama hilangnya." Taku setuju. "Uhh. Aku pernah lihat cermin yang serupa di Hofu dan Akas hi.

harus bertanggung jaw ab atas perbuatannya." "Mungkin kau harus kembali ke Inuyama. Hana pasti akan mengenalinya. bertanya-tanya tentang Maya." sahut Taku pelan. Sepertinya aku tidak bisa hidup tanpa dia." "Kebodohan macam apa ini? Jangan katakan kalau kau sedang dimabuk cinta!" "Mungkin benar. Semakin se dikit orang . dan memiliki tatapan maut Ki kuta. Tapi Maya merasa amat tertekan dan aku tak ingin mening¬galkannya. bahkan ke Inuyama. dia akan ikut denganku . Jika kuaj ak dia bersamaku. Sebelum kejadian dengan si kucing. Maya harus b elajar mengendalikannya: saat ini sepertinya roh kucing itu mengambil alih saat pertaha nan diri Maya lemah. kendati aku sudah berusaha membujuknya agar membiarkan sosok kucing itu keluar. setiap hari aku bersama Hiro shi dan Lord Kono. Kau belum pernah melihainya?" "Aku pernah merasakan kucing itu ada dalam diri Maya."Kucing itu? Ukurannya sebesar serigala. Maya menolak kehadirannya saat aku ada. Dia harus patuh. "Aku tak mengharapkan dua orang yang kupercaya kan putriku akan berakhir dengan tidur bersama!" "Aku pun tidak mengharapkannya. dan kepada istrimu!" "Istriku tahu kalau aku selalu punya perempuan lain. "Kurasa ini menjelaskan alasan kau pergi jauh dari kastil." Takeo tercengang karena Taku begitu dimabuk cinta dan dia tidak berusaha menyemb unyikannya. Kekuatannya luar bi asa besar. di Inuyama dan dalam perjal anan-perjalananku. Tapi Sada berbeda. Bisa kukatakan kalau kemanapun aku pergi. Kau b elum pernah Kucing itu? Ukurannya sebesar serigala. dan beberapa malam lalu Sa da dan aku sempat melihatnya sekilas. dan memiliki tatapan maut Kikuta." "Dan ketika dia sendirian?" "Kami tak bisa mengawasinya setiap waktu." Takeo merasakan amarahnya meluap. Kucing itu bisa menembus dinding. "Tapi itu sudah terjadi." "Hanya sebagian. dan akan berlanjut.

Aku tengah memikirkan rencana Anda menikah¬kan putri sulung An da. bukan dengan orang luar. dia berencana menghabiskan musim dingin di wilayah Barat aku takut kalau dia akan pergi ke Kumamoto. "Akan cukup mudah untuk menyingkirkan mereka di Hofu. Bia r aku yang Halaman 162 dari 500 . Dia bertekad untuk memak sakan haknya sebagai penerus Kenji. tapi hal-hal semacam ini selalu diputuskan dalam lingkup kelua rga." Tak satu pun dari mereka bicara selama beberapa saat. Akhirnya dia berkata. Aku tidak memercayai keduanya." "Bersama anak itu?" "Sepertinya begitu. lebih baik. Apa lagi yang mesti kau katakan padaku?" "Akio berada di Hofu. Aku tidak ingin memberikan Hana dan Zenko senjata lebih banyak lagi untuk mereka gunakan m elawan Anda. Lord Otori. lalu meminumnya. "Apakah mereka mau menerimamu?" tanya Takeo. dan ada beberapa aku tak tahu ada berapa banyak pihak yang tidak senang dengan gagasan perempuan berkuasa atas diri mereka. "Kau m embawa banyak berita huruk malam ini. Takeo menuang sake lagi untuk mereka berdua. Ini bukan jenis laporan yan g mesti dibawa Kono kembali ke ibukota. Aku sempat berbincang dengan kakakku tentang topik pe mbicaraan yang cukup mengganggu yaitu kepemimpinan keluarga Muto." Jadi naluri Takeo benar untuk tidak memercayai keluarga Muto. dan sejauh yang bisa kami tahu.yang tahu tentang masalah kerasukan ini. "Aku tak ingin men yinggung Anda. atau dalam perjalanan." Takeo mengambil cangkirnya lalu minum tanpa bicara. Kemud ian Taku berkata.

bahkan ditampung." "Jangan terlalu lama. Dia belajar mengendalikan kerasukan itu dan siapa yang tah u manfaat apa yang mungkin bisa kita ambil darinya. Melalui Kenji." "Tak boleh ada orang yang menyentuh anak itu. tapi kini kendalinya atas diri mereka sedang diuji. dan kesehatan istrinya selama kehamilannya. olah karena itula h Akio membunuhnya." "Baiklah." Taku mendesak. hanya Anda yang bisa memutus¬kan itu." Berita ini. sa ma seperti saran Taku kalau ia sendiri yang harus membunuh putra¬nya sendiri. Begitu Akio sampai di Kumamoto. Tapi bagaimana ia meng¬hadapi musuh yang tak mudah ditan gani ini. "Anda mesti meng eksekusi mereka sesegera mungkin. dia berhasil mengendalikannya. memaksa dirinya mengingat kekejaman tanpa ampun Tribe. Satu lagi yang kutahu adalah Gosab uro sudah mati. "Bagaimana dengan Maya?" "Dia bisa tinggal bersamaku. amat mengejutkannya. dan juga sikap Taku yang terus terang. Mereka selalu menyatakan bahwa bangsawan bisa berkuasa dan jatuh." "Tapi yang pasti kau tidak berencana jauh dari Inuyama selama musim dingin. lean ?" . Maya berusaha membuat Sada dan aku sen ang: dia memercayai kami. Takeo bertanya pada dirinya sendiri apakah Maya mesti pulang bersamanya tapi cemas dengan ketenangan pikiran Kaede. Dia ingin berunding dengan Anda demi nyawa anak-anaknya. Aku tahu Anda merasa kecewa." ujar Taku. jika dia menghubungi kakakku maka dia akan disambut di sana. d an itu akan menimbulkan lebih banyak per¬selisihan." "Aku akan bicarakan itu dengan istriku saat sudah kembali ke Hagi nanti. yang tak mau berunding dengannya? "Anda harus memutuskan nasib sandera di Inuyama. jika dia menghubungi kakakku maka d ia akan engaturnya.mengaturnya. tapi terlepas dari kej adian malam ini. Gosaburo pernah memerintahkan hukuman mati untuk banyak orang salah satunya. tapi Tribe akan selamanya ada. setidak¬nya. Begitu Akio sampai di Kumamoto. Bila tidak Tribe akan menganggap Anda lemah. pernah dilaksanakan Takeo sendiri tapi ternyata Akio malah berbalik mem¬bunuh pamannya. kami sudah membuat kemajuan.

Kini ia hanya merasa jijik pada dunia yang gelap itu. Aku harus terus mengawasi kaka kku." "Dan Sada akan ikut denganmu?" "Aku membutuhkan Sada."Aku tidak boleh terlalu jauh dari wilayah Barat. dan aku bisa mend engar semua desas-desus yang datang dan pergi melalui pelabuhan. Aku akan tinggal di Hagi sampa i anak kami lahir. Mungkin aku akan menghabiskan musim dingin di Hofu: cuacanya lebih lembut. kelelahan dengan kejadian malam itu. katanya pada dirinya saat menggeser pintu terbu ka Halaman 163 dari 500 . merayap di dinding lalu kembali ke kamarnya tanpa keta huan." "Baiklah. bertanya-tanya apa yang sedang dilakukannya selagi mengumpulkan lagi semua tenag anya yang melemah untuk ecnghilang." Kehidupan pribadinya bukan¬lah urusanku." *** Takeo kembali ke kastil Maruyama tepat sebelum matahari terbit. Dia akan kembali ke ibukota. "Lord Kono juga a kan ke Hofu. Perasaan senangnya pada kemampuan Tribe sebelum¬nya telah sirna. terutama bila aku harus membawa Maya." "Dan Anda sendiri?" "Kuharap bisa tiba di rumah sebelum musim dingin. Aku sudah terlalu tua untuk ini. pikir Takeo. Lalu saat musim semi aku harus pergi ke Miyako.

Laki-laki cenderung bersikap ceroboh saat terjerat asmara. namun dia tidak menga takan sepatah kata pun tentang hal ini begitu pula Taku. Wajahnya meringis kesakitan.. Tapi mereka kakak beradik. alu melangkah masuk. Ketika terbangun. Tapi orangorang asing itu seharusnya dikurung di Hofu. tapi kekuatannya masih saja menjerat dirik u. Bila aku tak bisa mem ercayai Taku. diperintahkannya untuk mengurus keberangkatannya. bak pencoleng? Aku pernah lolos dari cengkeraman Tribe. cakar beruang Kumamoto tergambar jelas di jubah dan p anji-panjinya. dan warisan yang kuturunkan pada putri-putriku bukan berarti aku akan bebas. keadaan Maya. Entah Taku menyembunyikannya atau dia memang tidak ta hu. dan kukira aku telah meninggalkannya untuk selama-lamanya. dan kukira aku telah meninggalkannya untuk selama-lamanya. Pikiran kalau Taku menyembunyikan sesua tu memenuhi dirinya dengan ke-marahan. memintanya menunggu Lord Otori. Takeo merasa amat terganggu dengan semua hal yang belum diketahuinya: lebih dari semuanya.lalu melangkah masuk. Tapi ia . tapi kekuatannya masih saja menjerat dirik u. Bahkan dalam beberapa bulan sejak berjumpa di Hofu.. anak buah dan semua pakaian sena senjata mereka b erbicara dengan keme¬wahan dan mementingkan diri sendiri. semuanya berpakaian mewah. penampilan Zenko dan pendamp ing¬nya sudah berubah. dan kini di Hagi: adakah orang asin g lain di negeri ini? Jika mereka berada di Kumamoto. secara fisik mengesankan dan dengan ke percayaan diri yang makin tinggi: tingkahnya. menge nakan jubah resminya yang tampak menambah tinggi badannya dengan bentuk bahu melebar dan kaku sena lengan panjang . Perselingkuhan¬nya dengan Sada juga membuatnya khawatir. Takeo sendiri telah mandi dan berpakaian dengan patut untuk pertemuan ini. Kamar itu sudah terang saat Takeo tertidur. kepalanya pusing. Penguasa macam apa yang mengendap-ngendap malam-malam deng an cara seperti ini. dan meng¬instr uksikan Minoru untuk menulis surat pada Arai Zenko. Zenko pasti mengetahuinya. dan warisan yang kuturunkan pada putri-putriku bukan berarti aku akan bebas. tamatlah riwayatku. Kemudian teringat m asalah dengan cermin tadi. dibawa dengan tandu dan didampingi sebarisa n pengawal. Dia semakin mirip ayahnya. Hari sudah sore ketika Zenko datang. Penguasa macam apa yang mengendap-ngendap malam-malam denga n cara seperti ini. bak pencoleng? Aku pernah lolos dari cengkeraman Tribe. Itu menandakan kalau barang-barang asing diperdagangkan di Kumamoto .

"Aku usulkan Sunaomi dan putri bungsuku. aku harus menawarka n sesuatu kepadanya. "Aku jatuh tersandung ranting di taman semalam. dan Zenko berseru kage t saat melihatnya. "Dan ak u berterima kasih yang sedalam-dalamnya padamu." "Aku menyadari kepercayaan yang kau miliki pada keluargaku. pikirnya. namun ternyata ia berkata. atau bersama perempuan." kata Takeo. dan merasa. Hari itu terasa dingin dan lembap." tutur Takeo. dan akan makin mem¬benciku." D ia akan mengira aku mabuk. aku berjanji membicarakan masalah p engangkatan anak pada saat ini.tidak bisa menyembunyikan luka di pipinya. Daun-daun merah pohon maple berubah warna menjadi lebih gelap dan mulai berguguran. membuat dedaunan melayang dan menari-nari.. sayatan cakar. Takeo pernah berjanji untuk tidak men¬jodohkan putri-putrinya saat mereka masih mu da. Aku menganggap Sunaomi dan Chikara sebagai anakku sendiri. Karena di lihatnya ekspresi wajah Zenko yang merengut seperti tidak suka dan benci.." "Tentu saja kami berharap Lady Otori memberi Anda anak laki-laki. Sesekali angin ber¬hembus di taman ." sahut Takeo. putra-putraku takkan men¬dahului keturunan Anda. "Apa yang terjadi? Anda terluka? Tentunya tidak ada yang menyerang Anda. Ia berhenti bicara selama beberapa saat." Takeo seperti melihat kekecewaan di wajah Zenko. hujan turun tadi pagi. Miki." sahut Zenko. ditunangkan saat mereka memasuki usia akil balik kelak. "Kau tentunya mengerti kalau ke¬hamilan istriku menye babkan tindakan formal apa pun sebaiknya ditunda. "Pada dasarnya. kan? Ak u tidak mendengar b eritanya'" "Bukan apa-apa." Halaman 164 dari 500 . "Ketika kita bertemu di Hofu awal tahun ini..

dan Miyoshi bersaudara datang bergabung. Takeo menyebu tkan tentang cermin. Dan aku harus membicarakannya dengan istriku. "Mereka berdua masih sangat muda. dan dia mengulang keberatannya atas kesetiaaan kewajiban feodal." "Jadi tidak ada orang asing di Kumamoto?" "Tentu saja tidak ada!" Zenko membawa catatan dan laporan tentang semua kegiatannya: senjata yang sudah ditempanya. Hiroshi. kurasa. ken dati semua kataSungguh suatu kehormatan. "Mungkin. "Tapi dia akan pindah ke Inuyama sampai aku kembali dengan selamat. segalanya tampak teratur. Masih ada banyak waktu. kendati semua katakatanya terdengar patut. ditekan¬kan niatnya yang penuh damai. mengetahui kalau Kono pasti sudah membicarakannya dengan Zen ko. "Benda-benda itu masuk melalui Hofu. menatap sekilas ke arah Kahei. ancaman atau kekurangan yang ditanyakan ora ng-orang asing. keberatan tersebut memang apa adanya." "Tentu saja. seraya berpikir." sahut Takeo. di mana mereka akan tinggal dan sebagainya. Takeo tidak berbuat apa-apa selai n menerima kalau catatan itu benar. biji besi yang dibelinya." sahut Takeo. hasil dan bahan-bahan yang orang-orang asing ingin perjualbelikan. dan perbincangan beralih ke pertahanan wilayah Barat. Gemba ikut b ersama kami ke Miyako. Tak lama kemudian Shigeko. "Aku akan bicarakan kebaikan yang tiada tara ini dengan istriku saat kami menerima dokumen res mi tentang tawaran ini: harta benda apa yang akan mereka te rima. dan men¬ceritakan pada Zenko kalau Hiroshi mau pun Shigeko akan ikut mendampinginya." Zenko tidak terdengar gembira dengan u sulan ini." Tak ada yang menyebutkan bahwa sebagian besar kekuatan Negara Tengah akan menung . Dia tidak bisa menyatakan kalau aku telah menghinanya. Ia berbicara singkat te ntang usulan untuk mengunjungi Kaisar." Setidaknya ta wa ran sudah di ajukan." Zenko tidak terdengar gembira dengan usulan ini. Pe rempuan sangat menyukai barang¬barang baru semacam itu! Kurasa istriku pernah menerima beberapa s ebagai hadiah. bertanya dengan santai apakah benda semacam itu bisa dibeli di Kumamoto." sahut Zenko mengelak. "Di a akan berada di mana tahun depan?" "Kahei akan tinggal di Tiga Negara."Sungguh suatu kehormatan. "Bagaimana dengan Lord Miyoshi?" tanya Zenko.

t api orang-orang tahu keberadaan cucu Kenji. "Aku tak ingin menyinggung Anda. Mereka melanjutkan pembicaraan hingga hampir larut malam. sementara sake dan mak anan disajikan. sementara mereka amat menghormati ibuku dan juga An da. Kesan yang kudapat adalah banyak pihak d i keluargaku. bahkan salah." "Tentu. dipimpin perempua n. putra Yuki. Pikiran Takeo melayang pada bahaya meninggalkan Negara Tengah tanpa per¬lin dungan tapi Yamagata dan Hagi hampir tak mungkin diduduki. "Ini soal keluarga Muto. Mereka berdiri di bawah naungan tepian atap yang mene teskan air hujan. Kaede pasti mem¬pertahankan Hagi melawan serangan dari manapun . Hujan turun lagi. ingin sekali tidur.gu di perbatasan wilayah Timur di bawah perintah Miyoshi Kahei. Mereka mempertimbangkan aku sebagai kerabat laki¬laki tertua dari Kenji untuk menj adi pewaris¬nya." sahut Takeo setuju dengan ramah. di seluruh penjuru Tiga Negara. Ada rumor yang mengatakan ka lau dialah yang seharusnya mewarisi jabatan itu. Zenko berkata kepada Takeo. "Ada satu hal lagi yan g harus kita bicarakan. dan penduduknya pasti akan melawan. Zenko berkata. Bisakah Anda keluar ke beranda? Sebaiknya hal ini ku¬bicarakan berdua s aja. angin terasa dingin Ta keo merasa lelah. tapi tak mungkin menut upi kabar ini dari Zenko. merasa kalau bagaimana cara mengatakannya? tidak beruntung. Sebaiknya aku cepat-cepat di¬tunjuk sebagai pimpi nan keluarga: ini Halaman 165 dari 500 ." Zenko melihat sekilas pada Takeo. dan istri juga putra-putra Kahei akan melakukan hal yang sama di Yamagata. Selagi undur diri.

" lanjutnya.. Tapi aku takkan membiarkanmu menantangku." "Lord Otori!" protes Zenko. aku akan memintamu untuk mengakhirinya. Lagipula. Takeo diam sementara pikirannya ber¬kecamuk hebat. ditambah lagi keber adaannya. dan seraya memperhatikan reaksi kemarahan Takeo. "Oh. berusaha b ersikap halus. tiga putra. Kau memiliki tanah da n bangunan yang luas. saat dia masih di Maruyama dan dalam kekuasaanku. kurasa mereka tahu.bisa membungkam rumor semacam itu dan meyakinkan untuk menegakkan tradisi. "Aku hanya berusaha membantu Lord Otori dalam situasi yang sulit ini.. "Atau menyebabkan perang saudara di negara kita. Bila tidak." Seny um tipis kepuasan sesaat menari-nari di wajahnya. Mengapa aku selalu harus mengulang-ulang¬nya? Aku lelah. "Lebih baik tetap men jauhkannya dari Muto." ujar Takeo. aku akan penntah dia menca but nyawanya sendiri! Aku harus melakukannya. dan kurang berhasil menutupinya! "Aku dibesarkan oleh Trib e. Aku tak bisa mem ercayainya. berpura-pura bersikap ramah yang sebenarnya telah sirna dari dalam diriny a. Aku hams me¬lakukannya sekarang juga. kuanjurkan kau kembali ke Kumamoto dan menikmati hidup yang ku berikan padamu." Senyu m tipis kepuasan sesaat menari-nari di wajahnya.. aku sarankan kau tidak mendesakku lebih jauh lagi." Andai kita bukan saudara ipar." "Anda tidak akan mempertimbangkan pendapatku tentang pewarisan di keluarga Muto? " "Aku mendesakmu untuk mendukung ibumu sebagai pimpinan keluarga dan mematuhinya. "Zenko. Aku juga . Un tuk yang terakhir kalinya. Kau sudah bersumpah setia kepad aku. Aku menghargai persahabatan kita dan meman dangmu dengan penuh hormat. kau sudah memilih car a hidup sebagai ksatria aku tidak mengerti mengapa kau mencampuri masalah Tribe!" Saat ini Zenko gusar. Andai ibunya bukan sepupuku dan salah satu sahaba tku. kau berutang nyawa padaku. Akhirnya ia berkata." "Tidak ada yang tahu apakah dia masih hidup atau sudah mati. "Anak itu tentu saja merupakan pewaris Kikuta. serta istri yang cantik." bisik Zenko. Aku telah menawarimu persekutuan yang lebih dalam dengan keluargaku melalui ikatan pernikahan. isa membungkam rumor semacam itu dan meyakinkan untuk menegakkan tradisi.

bagi Takeo. ruang penonton. Saling menyembunyikan ke¬marahan. peran mereka bak dalam pertunjukan drama." Itu pertama kalinya Takeo secara langsung mengancam anak-anak itu. "Aku mengusulkan ini agar seluruh negara ini lebih kuat. "Tapi apa yang terjadi pada Ayah tadi malam? Siapa yang membuat Ayah terluka sep erti itu?" Halaman 166 dari 500 . pikirnya.anggota keluarga Muto seperti halnya Taku." tutur Zenko. "Jadi kau akan sendirian di wilayahmu ini. Jangan pernah lupa kalau kedua putramu ada di tanganku sebagai sandera atas kesetiaanmu. diarahkan oleh tangan nasib untuk memainkan peran mereka sampai habis. Mohon dilupakan saja. setidaknya sampai tahun depan. mereka mengucapkan s elamat tinggal dengan sikap sopan yang dingin. "Hiroshi akan berada di sini untuk mem¬bantuku. dan untuk mendukung Lor d Otori." Saat kembali. "Aku minta maaf karena telah membicarakannya." "Hanya ketika kau melihat ada ke¬untungan politis di baliknya! Jangan pikir kau bi sa terus tidak terkendali untuk me¬nentang wewenangku. penuh dengan pengawal berjubah warnawarna cemerlang menjadi latarnya. Tapi yang pasti Zenko takkan mem pertaruhkan nyawa kedua putranya. dih iasi dengan pahatan timbul emas di pilar dan kasaunya. Keberangkatan Zenko dari Maruyama direnc anakan keesokan harinya." sa hut Shigeko. sementara Takeo lusa." kata Takeo kepada Shigeko sebelum me reka beristirahat. Surga selamat kan diriku karena aku harus membuat ancaman ini.

Shigeko mendengarkan tanpa bicara. "Semua roh mencari kekuatan yang lebih besar yang bisa mengen¬dalikan mereka dan m emberi kedamaian. Ceritakan tentang Maya. terbentang di barat daya Tiga Negara. pikirnya. "Kemudian kita harus terus berhubungan dengan mereka. "Tapi aku tak ingin mengan ggu ibumu di saat seperti ini." sahut Takeo." Shigeko tersenyum lembut saat Takeo mela njutkan bicara. Tiba-tiba ia teringat pada perempuan buta yang mengatakan ramalannya. B anyak perajin ."* Kumamoto." "Apakah Maya mesti ke Terayama?" "Dia akan ke sana di waktu yang tepat." ujar Takeo. dan terutama pembuatan pedang. Aku harus kembali ke sana. setelah perjalananku ke ibukota. Dalam Ajaran Houou kami sering menghadapi m asalah seperti kerasukan hewan ini." Takeo menceritaka n dengan singkat tentang Maya. tahun depan setelah anakku lahir. Ayah jangan khawatir. Ia merasa kalau Shigeko memiliki kemampuan spiritual yang sama. jadi pastikan kalau ibumu tak mendengarnya. Ceritakan semuanya pada Ibu. "Kurasa Ayah harus menceritakannya pada Ibu. "Maya akan berada di Hofu bersama Taku selama musim dingin. Dan kita juga akan meng¬awas i Zenko dengan cermat. kota kastil Arai." Takeo menceritaka n dengan singkat tentang Maya. tentang kerasukan dan hasilnya. Semangat¬nya bangkit lagi selagi memeluk putrinya l alu mengucapkan selamat malam. Shigeko mendengarkan tanpa bicara. jadi pastikan kalau ibumu tak mendengarnya." kata Shigeko." Takeo bergidik."Aku tidak bisa menyimpan rahasia darimu. ku tidak bisa menyimpan rahasia darimu. yang me¬nyebut nama kecil nya dan mengenal siapa dirinya sebenarnya. "Tapi aku tak ingin meng anggu ibumu di saat seperti ini. Shigeko tampak seperti orang asing. dikelilingi pe¬g unungan yang kaya akan bijih besi dan batu bara." sahut Takeo. tidak menunjukkan ekspresi kaget maupun takut. dan Takeo berterima kasih yang tak terkira kepadanya. Gemba tahu banyak tentang hal ini. penuh teka-teki dan bijaksan a. dan dia pernah mengajari ku. tidak menunjukkan ekspresi kaget maupun takut. Sumber alam ini menyebabkan per¬kembangan industrin ya maju pesat untuk segala macam bentuk peralatan dari logam. tentang kerasukan dan hasilnya. Aku akan ziarah ke pegunungan. "Seharusnya Ayah jan gan menyimpan rahasia dari Ibu.

de ngan gembira. apa yang boleh kami jual dan apa yang dilarang!" imbuh Koji. begitu pula halnya waktu belakangan ini. angin dingin berhembus dari laut keabuan. berkembang bisnis yang bahkan lebih menguntungkan. nak. dan tiap malam terasa dingin menggigit. Hisao mendengar nada tidak senang yang sama di mana-mana. Ayahnya mengatakan.pedang serta tempat penempaan besi yang sudah terkenal." Hisao memompa pegangan dengan tiupan sekuat tenaga dan kotak pemanas semakin pan as. Hisao tidak keberatan karena musim dingin sudah tiba sejak mereka sampai di Kumamoto dua min ggu lalu." gerutu si tua. tak seperti Otor i Takeo yang hanya Halaman 167 dari 500 . Koji. membang kitkan ketidaksenangan untuk me¬nentang Otori. mempertanyakan mengapa Kumamoto kini tundu k pada Hagi ketika Arai Daiichi sudah menaklukkan seluruh Tiga Negara. "Paling tidak. "Apa hak mereka mendikte Arai apa yang boleh dibuat dan apa yang tidak boleh dib uat. Pompa yang keras. "Akan lebih menguntungkan jika Otori ijinka n kita memproduksi hasil yang cukup untuk memenuhi permintaan. bahwa para pengawal Arai tiada henti menghembuskan desas-desus. yaitu membuat senjata api. dengan hawa panas yang seakan membakar wajah dan tangannya.

Belum cukup¬kah Otori menyandera kedua putra Arai?" "Dia suka mempermalukan sekutu mau¬pun musuhnya. "Lord Arai harus mengeksekusi diriku atas perintah Lord Otori. Akio dan Hisao mengetahui saat mereka tiba di Kumamoto bahwa Zenko tidak ada di sana dia dipanggil ke Maruyama oleh Lord Otori. dan membuat pertukaran. ada banyak." "Akan ada perayaan di Kumamoto pada hari itu. seorang pemuda berwajah tajam datang meminta d ipanggilkan Akio pada satu malam. dan m ereka adalah keluarga yang kehilangan kekuasaan dan pengaruh selama masa peme¬rintahan Otori." Hisao tahu kalau hanya ada sedikit keluarga Kikuta di wilayah ujung Barat. tapi kami juga punya banyak hubungan dengan Kikuta." . lalu menyebabkan kematian Lord Arai dengan mengg unakan senjata api yang sama yang kini dilarangnya. "Setelah itu kita akan membutuhkan dana. "Memperlakukannya bak pelayan. Dia memberi salam dengan sikap tunduk dan gembira. dan Otori pun akan tumbang ber-samanya. "Mengharapkan Ar ai menyerahkan semuanya. "Terutama dengan tiba¬nya mu sim dingin." ujar Kazuo. seperti yang ka u tahu." ujar penjaga penginapan pada malam pertama mereka. K endati demikian. dan memanggi l Akio dengan sebutan Ketua serta meng¬gunakan bahasa dan lambang rahasia keluarga Kuroda . beberapa hari kemudian." sahut laki-laki yang satu lagi. Pemuda itu bernama Yasu.mengambil keuntungan dari gempa. Dia akan jatuh. saat makan malam. tapi untungnya dia masih meng¬anggapku terlalu berharga. engambil keuntungan dari gempa. Keluarga Kuroda selalu berhubungan dengan Muto. Uang Jizaemon sudah hampir habis. berasal dari Hofu dan lari ke Kumamoto setelah bermasalah di s ana karena terlibat dalam penyelundupan senjata api." ujar Akio. s ambil mengangkat semua piring lalu kembali ke dapur. separuh Kikuta. Tapi sebenar¬nya dia tidak punya kekuatan. Lihatlah Shintaro yang hebat! Separuh Kuroda. "Untuk memuas¬kan kesombongannya sendiri. lalu menyebabkan kematian Lord Arai dengan meng gunakan senjata api yang sama yang kini dilarangnya. "Aku sudah mati!" selorohnya. "Kita tunggu sampai Arai kembali." "Apakah ada banyak orang sepertimu yang bekerja pada Arai?" "Ya." kata Akio pada Kazuo.

Tak ada yang merasa senang. dan masih bisa dimaafkan tapi tidak benar kal au hubungan antara Muto dan Kikuta menjadi begitu jauh. semenjak Shizuka menjadi ketua segalany a berubah." "Kami di sini untuk memperbaiki jembatan yang terputus dan menyembuhkan luka. Seharusnya Zenko yang menjadi pimpinan."Dibunuh Otori. "Masih banyak kematian yang belum ter¬balaskan." t utur Akio kepadanya. maka seharusnya jabatan itu dipegang Taku. "Memang itulah yang kami harapkan." "Taku adalah tangan kanan Otori." Halaman 168 dari 500 . dan ter¬libat dalam kematian Kotaro. bisa kukatakan itu pa damu. dengan menjadi bangsawan besar. saat itu dia masih kecil." ujar Yasu sepakat." Akio mengamati dengan tenang. "Lagipula. "Keadaannya be rbeda saat Kenji masih hidup. dan yang kedua karena Otori yang mengatur¬nya. tapi sejak kematiannya." tutur Kazuo . seperti Kotaro. Pertama-tama karena merasa tidak benar dipimpin seorang perempuan . Dan itu juga ulah Otori. dial ah kerabat laki-laki tertua dan bila dia tak ingin meneruskannya. Lord Zenko akan senang.

bukan hanya pekerjaannya dia memang terampil mengerjakannya tapi juga karena pekerjaan itu memberinya lebih banyak kebebasan. Kehadiran mereka di Kumamoto ditandai dengan bisik-bisik karena seluruh kota tah u larangan Otori yang tak masuk akal pada siapa pun bertransaksi dengan orang asing . pekerjaannya pada Koji dibayar dengan makanan dan te mpat tinggal. suatu ke-hormatan diijinkan membantu. Hisao menyadari bagaimana Akio merasa tersanjung dengan perhatian Yasu. Dan Hisao juga melihat kalau Akio sudah semakin tua. Pada tahun baru nanti usianya beranjak tujuh belas tahun. yang digunakan jurumasak hebat di kastil hingga bilah pisau kecil dengan ketajaman luar biasa untuk memotong daging. Ia sudah dewasa. Sejak meninggalkan rumah. Yasu adalah orang yan g penuh perhitungan yang tidak mau memberi dengan cuma-cuma: bila Yasu menolong mereka sekarang. Koji. tida k hanya dari Shin dan Shilla. di¬pandangnya sang ayah dengan pandangan baru. di belakang toko tempat dia menjual pisau dan peralatan dapur lainnya. salah satu pandai besi. bahwa ay ahnya haus akan rasa hormat dan status dengan cara yang hampir ketinggaian jaman di kota ya ng sibuk dan moderen ini. dari Kepulauan Kecil Barat. Wilayah mereka kini terbentang melintasi wilayah Barat: Noguchi dan Hofu milik mereka. Saat mengetahui keter¬tar ikan Hisao pada segala macam peralatan. Yasu sangat menyukai golok. Klan Arai penuh dengan rasa percaya diri serta kebanggaan. Namun menurut Hisao. seolah su dah membeku selama bertahun-tahun karena mengasingkan diri di Kitamura. dan betapa kuno cara ber¬pikirnya. itu karena dia melihat akan ada keuntungan di masa akan datang. membutuhkan asisten. orang barbar d engan mata seperti buah ek serta berjanggut lebat. Karena utang dan kewajiban. dan Hisao mengasah ketrampilannya bersam a laki-laki itu. dan barang-barang yang indah tiada tara. dan menjauhkannya dari k ehadiran Akio yang membuatnya merasa tertekan. Yasu sangat menyukai golok. tapi juga. di belakang toko tempat dia menjual pisau dan peralatan dapur lainnya. Bukan lagi bocah yang bisa didominasi dan dilec ehkan. yang digunakan jurumasak hebat di kastil hingga bilah pisau asu membayar penjaga penginapan lalu mengajak mereka ke tempat menginapnya sendi ri. kabarnya. Kumamoto dipenuhi pedagang bahkan beberapa orang asing. Mereka mengen dalikan pesisir dan jalur kapal laut. diajaknya Hisao ke tempat penempaan besi yang dibel inya. Hisao menyukainya. kendati Yasu sering mengaku kalau dia tidak mengambil keuntungan apa pun dari Pi mpinan Kikuta.Yasu membayar penjaga penginapan lalu mengajak mereka ke tempat menginapnya send iri.

tapi dia tertarik saat Jizaemo n memperlihatkan benda-benda mereka. tapi dia dan Koji adalah tipe orang yang bicara dengan bahasa isyarat. mengirim kayu untuk b agian pembakaran. suatu hari dia ditemani laki-laki bertubuh tinggi berpakaian mantel panjang dengan tudung yang menutupi wajahnya. dan begitu pula dengan masalah pe rsenjataan yang sangat efektif. yang lebih memaham i permesinan ketimbang bahasa. disadarinya kalau ia juga seperti itu. orang itu mengeluarkan buku. bukan ditulis. dicetak.secara langsung: semua perdagangan harus melalui pusat pemerintahan Klan Otori. Perhatian orang asing itu tersita oleh metode mereka. cet akan dan pipa. Hanya bara api yang mewarnai bumi yang berubah dari hitam menjadi abu -abu pada musim dingin. ketika mereka minum sake. tempat meniup bara api. Ia menangkap maksud si orang barbar secepat Koji mema haminya. Kala itu kira¬kira pertengahan bulan kesebelas. begitu pula dengan berbagai penemuan. mengumpulkan persediaan baru pisau. belanga. dan selagi Hisao mengikuti mereka di sekitar tempat penempaan. Klan Arai mulai membara di balik ketidakadilan . dan memper¬lihatkan gambar-gambar yang terlihat jelas kala u itu cara-cara Halaman 169 dari 500 . setelah itu. sangat mematikan. matahari sudah mulai tenggelam dan langit suram membawa ancaman salju yang akan turun. si orang asing menyibakkan tudungnya dan Hisao menyadari dengan terkejut dan keingin¬tahuan kalau itu orang barbar. Mereka tiba pada sore hari. Begitu tiba di jalanan. dilipat deng an cara yang aneh. diatur dari Hofu satu-satunya pelabuhan tempat kapal asing diijinkan secara resmi merapat. menggambar sketsa tempat pembakaran. Meskipun Hisao belum pernah melihat orang barbar. mempelajari semuanya dengan kilatan matanya yang cepat. Hal in i dipercaya banyak orang begitu adanya karena Negara Tengah ingin mengambil keuntungan bagi mereka sendiri. Orang barbar itu hampir tidak bisa berbicara dengan mereka dia hanya tahu beberapa kata. Yasu kerapkali memanggilnya ke tempat penempa¬an di sore hari untuk memberi perintah baru.

dan selagi berusaha menyeimbangkan tubuh. dan bertekad untuk mempelajari cara membua tnya. Di benaknya muncul berbagai macam kemungkinan yang bisa dilakukan. Laki-laki itu menjentikkan jari. Koji meng¬amatinya dengan cermat. mengintip di bawah cahaya r emang-remang. me¬madamkan api lalu menyiapkan semua peralatan untuk keesokan harinya. dahinya berkerut. dahinya berkerut. Pada halaman terakhir ada beberapa senjata api: sebagian besar senjata panjang dengan ben¬luk aneh yang sudah dikenalnya. "Morto!" (=mati) Hisao belum pernah melihat benda seindah itu. Hisao tersandung anak tangga. Wajah ibunya tampak memohon dengan penuh kelembutan dan ketakutan. pikir Hisao. yang berlutut di satu sisi. Koji meng¬amatinya dengan cermat. Ia membuat teh untuk ora ng-orang itu. atau angin dingin set elah hawa panas di tempat penempaan telah membuat kepalanya pening. yang berlutut di satu sisi. dilihatn ya ibunya dalam kabut hampa tempat separuh dari dunia berada. Hisao. atau tidak terbiasa dengan sake. jemarinya menggaruk -garuk belakang telinga. Hisao merasa mual sewaktu kekuatan meminta bantuan perempuan itu menghantam diri¬nya. hampir berukuran sepertiga dari panjang semua se njata lainnya. terselip di antara senjata yang lain bak seekor a nak kuda di antara kaki induknya. lalu mengisi mangkuk sake mereka kemudian pulang. bisa me rasakan semangat dalam dirinya yang semakin tinggi selagi halaman buku dibolak¬bal ik. dan segera menginginkannya.penempaan. mengintip di bawah cahaya r emang-remang. dan mereka semua memahami maksudnya. Bentuknya kecil. lalu mengeluarkannya dan mengarahkannya pada Hisao. Bocah itu membereskan tempat penempaan. di bagian bawah halaman. Rasa sakitnya makin tak . jemarinya menggaruk-gar uk belakang telinga. Senjata se macam itu mahal. "Pistola!" dia membuat gerakan menyembunyikan senja ta itu di balik pakaian. benaknya dipenuhi dengan berbagai i de tapi entah karena ide-ide itu. Hisao. Yasu menyuruh Hisao pergi sewaktu dia membicarakan soal pembayaran. Hisao tidak tahan untuk mengulurkan dan menyentuh dengan jari telunjuknya. Saat sampai di rumah Yasu. Si barbar tertawa cekikikan. tap i ada satu. hanya separuh dari pajangan pisau dan ka pak. Tapi bisa dibuat. "Pa! Pa!" Dia tertawa. yang terlihat olehnya hanyalah separuh dari bangunan. bisa me mpaan.

"Ketua! Cepat kema ri! Putramu. Sake tadi terasa masam di mulutnya. jatuh dengan tangan dan lutut menahan tubuh. ayahnya. "Pergi! Tinggalkan aku sendiri!" Di sela-sela erangannya. dingin sekali.tertahankan. berseru dari dalam. Akio." Ibunya bicara. suaranya di kepala Hisao menyengat bak es. Perempuan itu mengikutinya keluar mengambang di atas tanah.. "Siapa di sana? Hisao? Tutup pintunya. "Kau tidak boleh mem¬bun uh ayahmu. angin sedi ngin es membuat air matanya terasa membeku di pipinya. membuat semua syarafnya bak terbakar api." Mereka membopongnya ke dalam dan membersihkan muntahan dari wajah dan rambutnya. matanya berair karena rasa sakit. merangkak ke teras lalu membungkuk ke parit. kemudian memanggil Akio." Suara perempuan itu tidak bisa ditolerir lagi. garis bayangan tubuh nya tersamar oleh kabut dan hujan salju. disadarinya ada yang mendekat. "Aku takkan membiarkanmu melakukannya. dan mendengar suara Yasu .. Tidak tahan untuk mengerang. menggetarkan seluruh urat syaraf di sekujur tubuhnya. kemudian disadarinya kalau ia ingin mu ntah. Hisao berteriak ke arah perempuan itu. Saat itu ia merasa ketakuta n kalau ibunya tahu semua vang ada di benaknya. kebencian juga kasih sayangnya. Perempuan itu berkata.. Halaman 170 dari 500 . "Apa-apaan ini!" seru laki-laki itu." Hisao tidak tahu kalau ia pernah ingin melakukannya.

Zenko pasti sangat ingin menyatukan keretakan antara Muto dan Kikuta. tapi ia t ak ingin mendengarnya. "Seharusnya dia tidak boleh minum. selagi membantu Hisao berbaring dan menyeli¬mutinya. dan ia pasti tertidur sebentar. Tida k apa¬apa."Si bodoh ini minum terlalu banyak sake. Akan kuseduh sesua tu untuk raembantunya tidur. Dan lagipula." Si bodoh ini minum terlalu banyak sake. mendengar dentingan mangkuk sake da n suara pelan mereka selagi minum. Membuatnya ingin melampias¬kan nya pada orang lain. Kepalanya tidak kuat untuk itu. Biarkan dia tidur. Biarkan dia tidur." sahut Yasu. separuh bicara pada diri sendiri ." kata Akio." "Zenko memiliki kemampuan Tribe?" . kan? Putramu dan putra Zenko semestinya saudara sepupu. Mungkin dia sakit?" "Terkadang dia sakit kepala. Saat ter¬b angun. Hisao menarik rasa sakit itu di sekeliling dirinya sebagai tameng untuk melawan perempuan itu." "Itu tujuan utama kami keraari. "Aku tidak bisa menahan perasaan kalau per¬temua n kalian akan membawa keuntungan bagi semua orang. Teh meredakan ambang batas kesadaran¬nya. Kini perempuan itu melayang di kamar yang gelap Hisao tidak perlu lentera untuk bisa melihatnya. didengarnya Akio dan Yasu tengah berbincang. Mengerti samar-s amar kalau ia mendengar¬kan perkataan perempuan itu maka rasa sakitnya akan berkurang. "Mestinya dia tidak mabuk." "Anak malang." kata Yasu." Hisao minum teh dan merasakan ke¬hangatan perlahan mulai kembali ke tubuh¬nya. Rasa sakit membuatnya liar." kata Akio. tapi rasa sakitnya tidak berkurang. Kepalanya tidak kuat untuk itu." sahut Akio. dan ingatan tentang senjata api kecil yang indah tadi serta betap a ia ingin membuatnya. "Zenko sudah kembali. dibesarkan tanpa ibu!" ujar Yasu. begitu pula dengan suara perempuan itu. "Dia menggigil kedinginan. "Seharusnya dia tidak boleh minum." "Hisao hampir tidak minum sake. bak hewan yang disiksa. Rasa sakitnya akan hilang dalam satu atau dua hari. Penyakitnya itu sudah dideritanya sejak kecil. mengg igilnya berkurang. kalian ada hubungan k erabat dengan ikatan pernikahan. "Bisakah kau mengatumya?" "Aku yakin bisa.

" "Putraku hanya memiliki sedikit kemampuan. Barangkali di a akan mengejutkanmu!"* Halaman 171 dari 500 ."Bukan seperti yang diketahui banyak orang." aku Akio. Koji cukup menyanjung anak itu dan Koji tak pernah memuj i siapa pun." Yasu minum lagi lalu tertawa terkekeh. Tidak seperti adiknya. Dia seperti ayahnya." "Tapi itu tak membuatnya sebanding dengan Otori. tapi Takeo itu amat pandai sekaligus beruntung. "Dia pernah belajar beberapa hal. Hisao menyukai senjata. Itu sebabnya kau harus bicara dengan Zenko. Sepu cuk senjata lebih kuat ketimbang kekuatan magis Tribe mana pun. tapi dia tak mewariska n apa pun pada putranya. seorang ksatria ." "Aku memahami perasaanmu. Hal i tu membuat kalangan Kikuta kecewa. Sepasukan ksatria mungkin bisa berhasil menggantikan kegagalan para pembunuh Tribe. "Selain itu. tapi tak berbakat." "Itukah yang kau harapkan? Kalau Hisao akan menjadi pembunuh agar bisa meng¬habisi Takeo?" "Hidupku tidak akan damai sampai Otori mati. Ibunya dulu sangatlah berkemampuan tinggi." "Tapi tangannya terampil. bisa kupastikan itu.

" ujar Hana." Mereka tersenyum dengan tatapan penuh kelicikan. Zenko. "Kono memang pendusta y ang lihai dan patut dipercaya!" "Seperti yang dikatakannya sebelum pergi." ujar Zenko. "Menyenangkan melihat Takeo terbuai pujian. seraya menatap ke laut di kejauhan dan memikirkan anak-anaknya." ujar Hana." Dibelainya permukaan bulu." komentar Hana. "Dan di pegunungan. Zenko berkata. Dia belum bertemu dengan mereka lagi sejak mereka pergi saat musim panas. Angin berhenti b erhembus dan serpihan salju mulai berjatuhan perl¬ahan dan mantap. Kini jaring¬nya ditarik lebih kencang. jika semuanya berjalan sesuai tencana." sahut Zenko. lubang jaringnya tipis." "Setidaknya kita tahu Lord Kono sudah aman dalam perjalanannya kembali ke Miyako . "Jangan khawatir. "Kukira dia sudah tak bi sa hamil lagi. dengan niat buruk me¬warnai nada suaranya. Takeo tak¬kan men yakiti mereka."Kau bilang dia mengancam anak-anak kita secara terang-terangan?" Lady Arai mena rik baju luarnya yang terbuat dari bulu." "Di Hagi pasti sudah turun salju." sahut suaminya. Salju turun lebih awal tahun ini." komentar Zenko. Dia terlalu lemah untuk melakukan hal itu. " Begitu pula halnya dengan perjodohan antara Sunaomi dan putri mereka. "Jaring Surga amat¬lah luas. dan ingin merasakan di kulitnya. Angin bercampur hujan es yang berhembus dari laut sepanj ang minggu sejak kembalinya mereka dari Maruyama akhirnya berubah menjadi salju. "Dia hanya menggertak. karena mereka telah menerima pesan dari sang bangsawan saat hendak meningg alkan Hofu. "Mari berharap dia menyiapkan penyambutan yang hangat bagi Lord Otori tahun depan. deng an keberuntungan Takeo akan terjebak di Yamagaia dan takkan bisa kembali ke Hagi sebelum musim semi. Pada akhirnya Takeo akan t erjerat di dalamnya. . "Bagaimana kalau nan ti anaknya lakilaki?" "Tak ada perbedaan besar." "Sunaomi tak boleh menikah dengan si kembar!" ujar Hana. "Tapi kita akan pura¬pura menerima itu." gumam Hana." "Aku terkejut dengan kabar tentang kakakku. lalu tawanya m eledak.

" u jar Zenko. ditahan di Inuyama sebagai s andera. Sedangkan bagi Takeo merupakan ke¬salahan fatal. dan akan dibunuh di sana andai Sonoda Mitsuru tak menyelamatkan mereka. betapa berbedanya keadaan jadinya? Aku bisa memberinya anak laki-laki. pergi menunggang kuda pada satu pagi di musim semi dan t ak pernah kembali."Satu-satunya hal baik yang pernah Takeo lakukan yaitu menikahkanku denganmu. sama halnya deng an kakaknya karena menelantarkan diri¬nya ketika mereka masih kecil. Hana tidak pernah memaafkan Takeo karena telah menolak dirinya. Dia harus membayarnya. Hana memuja Kaede. Andai dia menyerah pa daku dan mengambilku sebagai istri keduanya. Ai. bergan tung padanya ketika kesedihan akibat kematian orangtua mereka nyaris membuat dirinya tidak wa ras dan Kaede justru meninggalkannya." Halaman 172 dari 500 . Hana dan kakaknya. "Kau masih bisa punya anak lagi!" seru Zenko. pikir Hana. tid ak menjadi ancaman bagi¬nya. tanpa diriku Zenko akan jadi tak lebih dari bangsawan kecil. Begitu pula dengan Kaede. "Ayo kita buat anak laki-laki lagi sepasukan anak laki-laki. Setelah itu.

" "Atau apa?" "Hukuman dalam Tribe atas ketidak¬patuhan adalah kematian. kau sendiri sering bilang begitu. Dia memata-mataimu pal ing sering tahun ini. dia bersembunyi dengan anak laki-laki Yuki. . Namanya Kikuta Akio. "Lord Arai." "Taku amat populer." Zenko memperingatkan istrinya." kata Hana tiba-tiba.." sahut Zenko dengan tenang." Zenko berhenti sejenak lalu menatap Hana. atau. Taku kelak harus mematuhiku. "Dia menipumu setiap hari tapi kau tidak memerhatikannya. "Taku sedang di Hofu tidak ada yang memata-matai kita sekarang." ujar Zenko..." "Aku tak sabar ingin bertemu dengannya. dan Hana mengira suaminya akan mulai berg erak tapi kemudian." hard ik istrinya. dia ketua Kikut a sejak kematian Kotaro." Hana menaikkan alisnya. "Sebaiknya kuceritakan sedikit tentang dia. Pintunya bergeser terbuka dan seorang pelayan laki-laki bicara pelan. "Seharusnya kesetiaannya yang pertama mestinya kepadamu. "Kita akan bereskan masalah penerus Muto." "Mereka datang dalam cuaca seburuk ini. Menikah dengan putri Kenji. "Sajikan minuman. Kuroda Yasu datang bersama seorang laki-laki ." "Aku tak pernah suka pada Taku.Mereka hanya berdua di ruangan itu. Dan ibumu juga. dan pastikan kelak kami tidak diganggu. tapi biar kan mereka tunggu sebentar sebelum kau mem¬bawanya masuk. saat itu terdengar ketukan ringan di pintu. dan bisa dipastikan kalau dia mengacaukan surat-surat kita. Aku tak bisa mengubah p eraturan itu bahkan untuk saudara kandungku sendiri. bukan pada Takeo. mata dengan kelopak tebalnya be rbinar. dan Hana mengira suaminya akan mulai bergera k tapreka hanya berdua di ruangan itu. sedikit ba nyak akan cukup menambah kekuatan. Tatapan tidak senang terpancar sekilas di wajah Zenko yang lebar. "Dia adikku. setelah istrinya mati. Yuki." "Kuroda datang secara terang-terangan?" tanya Hana. Dan jika teman Kuroda adalah orang yang sudah kuperkirakan. Pastinya b anyak pihak yang tak ingin menentang mereka?" "Kurasakita akan mendapatkan dukungan." "Itu semua akan segera berubah.

" Hana sepakat. aku yakin itu. "Oh. benak¬nya sudah mencari-cari cara untuk me¬manfaatkan b erita ini. "Sudah berapa lama kau tahu ini?" tanya Hana. "Mungkin kau bisa beritahukan pada saat yang tepat. Tapi mengapa Takeo tak pernah mencari anak itu?" Halaman 173 dari 500 ." suaminya menyarankan. "Aku mendengar semua desas-desus di keluarga Muto sewaktu aku masih kecil. tentu." Hana merasakan ada getar kesenangan memikirkan hal itu. Anak itu -me reka memanggilnya Hisao ternyata anak laki-laki Takeo. bersama empat dari lima keluarga? Kenji pe rcaya kelak Takeo akan mengakui anak itu. atau setidaknya dengan melindunginya. lalu tertawa lagi. "Bukan anaknya Takeo. Dan kenapa Kenji berpindah memihak Otori. Kenap a Yuki dipaksa minum racun? Alasan Kikuta membunuhnya adalah pasti karena mereka tak memercayai nya. Dia terkejut sekaligus bersemangar dengan tersingkapnya kenyataan ini."Bukan anaknya Akio?" tanya Hana." "Kakakku pasti tak tahu. kan?" Zenko mengangguk.

dan melalui dirinya kita mengenda¬likan Tribe. Takeo juga pasti begitu: dia tak pemah mengambil perempuan lain itu sebabn ya dia tak punya anak laki-laki. "Dan kau akan mewarisi semua yang telah diperjuangkan ayahmu." sahut Hana. dan ketakutan kalau putran ya yang bisa membunuhnya. Pemerintahan mereka diseimbang¬kan dengan bersatunya mereka berdua: dengan menyatukan laki-laki dan perempuan. Sebagaimana Tabib Ishida yang dengan baik hati meng¬ungkapkan pada ka mi." "Banyak laki-laki memiliki perempuan simpanan dan anak haram. Sebagaimana Tabib Ishida yang dengan baik hati meng¬ungkapkan pada ka mi. Bila kau punya perempuan simpanan." Hana bisa merasakan nadinya berdenyut lebih kencang." "Tapi kebanyakan istri bersikap seperti diriku. gadi ng dan emas. Ia senang karena benda ini disimpan di Kumamoto. serta dukungan dari jenderalnya. Kaede sudah bertahun-tahun menginginkan anak laki-laki: maka dia takka n memaafkan Takeo karena anak yang disembunyikan ini. Kini ia pun mem¬punyai rahasia hebat dan besar ini. hal itu tidak menggangguku. Hana menyuruh pelay an pergi karena dia yang akan melayani tamunya. dan Takeo memer¬cayainya. raha . Berpisahnya kesatuan itu akan membuat Tiga N egara hancur berantakan. "Saat kakakku tahu ini. Kakakku adalah orang yang idealis: dia percaya pada cinta. Hana tak pern ah memper¬lihatkannya di Hofu. dan tahu kalau aku akan menjadi yang utama bagimu." Kurasa ada alasannya: dia tidak ingin istrinya tahu."Kurasa ada alasannya: dia tidak ingin istrinya tahu." Hana mendengar langkah kaki di luar. Ia pun memiliki beberapa cermin yang terbuat dari kaca keras. Dia mengenal Kuroda Yasu yang mengambil keuntungan dari barang-barang mewah yang diimpornya dari Tenjiku." Hana menambahkan. dan ketakutan kalau putrany a yang bisa membunuhnya. Suaminya meminta dibawakan sake lagi. dan istri mereka m emaafkannya. Aku memahami kebutuhan dan hasra t laki-laki." "Dan Tribe takkan terpecah belah lagi." katanya." ujar Zenko. keduanya dipengaruhi oleh Terayama dan apa yang mereka sebut Ajaran Houou. mer eka pasti akan berpisah. berkilau yang menu njukkan bayangan orang yang nyata. "Realistis dan prak tis. dan Takeo memer¬cayainya. dengan restu dari sang Kaisar. dan saat sudah datang. Lebih dari itu. "Mereka sudah datang. ada ramalan yang mengatakan seperti itu. ada ramalan yang mengatakan seperti itu. "Kita akan mengakui anak ini sebagai pewaris dari keluarga Kikuta dan Muto.

sia yang mengungkap siapa Takeo sebenamya. dia kelihatan sangat kuat. Hana tidak suka kalau laki-laki itu menjadi musuhnya." "Kurasa kita memiliki tujuan yang sama. "Tribe sudah terpecah belah begitu lama. dan tidak mudah terpengaruh dengan sanjungan." Halaman 174 dari 500 ." ujar Akio. "Aku sangat menyesalkan per¬pe cahan ini. yang mambangkitkan secercah ke¬tertarika n dalam dirinya." sahut Akio. "Kita bisa bicara dengan bebas di sini." tuturnya. den gan aksen Timur. maka sudah waktu¬nya luka-luka lama ini disembuhkan. tapi dia bisa men jadi sekutu yang kejam juga tanpa belas kasihan. Memancarkan semacam ke¬kuatan. Hal ini mem¬buat marah keluarga. Laki¬laki itu melihat sekilas ke arahnya. tapi segera ia tahu kalau l aki-laki itu bukanlah orang yang rendah hati. Tubuhnya tinggi dan tegap." ujar Zenko. ber¬usaha ag ar terlihat menghormati Akio sebagai pimpinan Kikuta tanpa mengurangi status nya sendiri sebagai lord tinggi Arai. dan juga atas pembunuhan Kotaro. Hana mengamati laki-laki itu. Kini Muto Kenji sudah tiada. Zenko memberi salam pada kedua tamu¬nya dengan sikap yang sangat sopan. juga kematian Kotaro. Dia telah divonis mati oleh Kikuta karena melanggar aturan Tribe. serta dewa-dewa karena dia masi h hidup. Cara bicaranya singkat. Akio. nenek moyang dan tradisi. kemu dian duduk dengan menunduk. Hana merasa kalau laki-laki itu akan tetap diam ketimbang menggunakan sanjungan. atau pun bentuk bujukan lainnya. "Kematian Otori. walau usianya tidak muda lagi . Dari luar orang itu kelihatan rendah hari. "Aku tak pernah menyembunyikan apa yang paling kuinginkan.

aku yang melatihnya di Matsue dia lolos dari semua usaha pembunuhan." "Baiklah. "Meski ada hal-hal tertentu yang ter¬dengar. Dia memiliki banyak keahlian seharusnya aku tahu." kata Zenko perlahan.Kabamya dia tidak bisa dibunuh. "Kau tahu t entang putraku?" Zenko agak menggerakkan kepala meng¬iyakan. "Aku masih tak mengerti ba gaimana dia bisa lolos. "Siapa lagi yang tahu tentang ramalan ini?" "Terlepas dari semua orang yang ada di ruangan ini dan Ishida: adikku." tutur Zenko." komentar Yasu. "Tapi yang pasti dia hanya manu sia biasa."Kabamya dia tidak bisa dibunuh." "Tabib Ishida yang mengatakannya pada kami. "Takeo percaya kalau hanya putranya yang bisa membunuhnya. seraya bertukar pandangan dengan Hana." Akio membungkuk. dan ramalan itu digunakan untuk membenarkan pembunuhan atas ayahku dan kebe rhasilannya meraih kekuasaan." Akio mengangkat kepala lalu menatap langsung pada Hana.. dan pernah mengobari banyak lukanya. Dia tahu ini dari Muto Kenji.." ujar Hana. walaupun ibuku tidak pernah mengatakannya padaku." komentar Yasu. "Ada s emacam ramalan yang bisa dibuktikan. Lord Takeo tidak memiliki anak laki-laki" ujar Yasu seraya menatap mereka semua secara bergantian . suaranya ter¬dengar semakin rendah dan keras. "Dia adalah tabib pribad i Takeo." "Kendati demikian." "Seperti halnya Lima Pertempuran?" tanya Yasu. Hanya beberapa orang yang mengetahuinya. "Tapi yang pasti dia h anya manusia biasa. Hana merasakan lagi secercah semangat." Akio duduk dengan wajah tanpa eksp resi." ." lanjut Zenko. "Kata-kata yang masih tetap di¬rahasiakan. tatapan matanya semakin tajam. Akio berkata pada Zenko. "Ya. "Aku tahu sesuatu yang kau belum tahu. kemungkin an juga ibuku." "Aku pernah hampir menggorok leher nya.

" Lalu Akio menenggak minumannya. tampak seperti tersenyum." Sekonyong-konyong keempat orang itu tertawa gaduh." ujar Zenko. "Bukankah sudah kukataka n kalau anak itu bisa saja mengejutkan dirimu? Itu lelucon terbaik yang pernah ada selama bertahu n-tahun." Yasu menepuk alas lantai dengan telapak tangan terbuka." gumam Hana. Tapi kini aku tahu akan mudah baginya untuk membunuh ayah kandungnya... Dan yang paling penting adalah Takeo percaya itu. "Jadi semua desas-desus itu bena r?" "Ya. "Anak itu tidak mengetahuinya."Bagaimana dengan yang ada di Terayama? Kubo Makoto mungkin juga tahu: Takeo men ceritakan segalanya kepada¬nya. Intinya hanya sedikit orang. Dia juga tidak memiliki keahlian Tribe . Hisao adalah putra Takeo. "Mungkin juga. Yasu meneguk cepat sake lalu berkata pada Akio.* Halaman 175 dari 500 .

Kaede merengkuh perutnya yan g membuncit dan memikirkan janin yang tumbuh di dalamnya. Mereka ber¬main di tepi sungai. sesekali mengusap¬usap dengan hidungnya. Kelak putranya akan menjadi pewaris Sh igeru. jauh dari formalitas kehidupan di kastil. Lebih mudah. sedan gkan Miki pergi ke desa Tribe di Kagemura." ujar Chiyo dengan berlinang air mata selagi mendengarkan teriakan anak -anak dari taman atau langkah kaki mereka di atas nightingale floor. "Apa aku ini indukmu?" Kaede memarahi¬nya dengan lembut. me nyayangi si kembar dari jauh. semakin bungkuk. Mori Hiroshi memberi pelana dan tali kekang pada Tenba dan mengang¬kat Sunaomi ke pelan a. pewaris sah Klan Otori. kera dan anjing. Takeo dan Shigeko sud ah pergi ke Yamagata. Maya dikirim bersama gadis Muto. Kaede tidak kesepian karena selalu ada yang menemani: Shizuka. Beberapa kali dalam seminggu Kaede mengajak kedua anak itu ke biara. dan apa yang dilupakan¬nya diisi oleh Haruka . Chiyo masih tinggal di sana. Sunaomi dan Chikara juga menikmati kepindahan itu. dan lebih mudah dibuat hangat selama hari-hari yang panjang dan dingin. tetap ceria dan gamblang seperti dulu. Sada. pikirnya sedih. kepada Taku. Dengan ketidakhadiran ketiga putri¬nya. dan agar dewa-dewi me¬lindungi mereka dari bahaya. menangkap semua sinar ma tahari musim dingin. usianya sudah di ambang senja tapi masih mampu menyedu h teh obat serta menceritakan tentang masa lalu. Kuda itu sepertinya menci um sesuatu dari tubuhnya yang hamil dan senang berjalan perlahan di samping Kaede.Kaede telah memutuskan untuk tinggal di Hagi selama musim dingin sampai anaknya lahir. Ishida turut menemani karena rasa sayangnya pada kirin kian ber tambah. kedua bocah. dan sering mendoakan agar mereka mengembangkan dan mengendalikan berbagai bakat yang mereka miliki. Kaede mengundur¬kan diri dari publik. dan juga hewan peliharaan putrinya. Kaed e mencurahkan kasih sayangnya pada keponakannya. ke Maruyama. "Seakan Shigeru da n Takeshi hidup kembali. dan Shizuka serta Ishida tinggal ber¬samanya. lalu Kaede menuntunnya berjalan mengelilingi padang rumput. Mereka semua pindah dari kastil ke rumah lama Lord Shigeru di tepi sungai: rumah itu menghadap ke selatan. saat kelahiran mereka yang tak wajar dan bakat aneh bisa tak d iacuhkan. dengan cuping hidung merekah. Kaede senang memikir¬kan kalau ketiga putrinya si buk dengan pelatihan serius semacam itu. Ia telah be rjanji pada Shigeko untuk mengawasi Tenba dan kirin. sambil berdoa semoga anak lakilakinya .

namun roh mereka akan tetap hidup selama ada ku da-kuda Otori. Raku. Kaede dan I shida men¬cemaskan kalau kirin akan panik saat temannya pergi nanti. Kaede mengingat kudanya. Te nba segera dikirim ber-sama pemuda pengurus kuda dengan naik kapal ke Maruyama. seraya meminta ibunya agar tetap merahasiakannya. dan adanya surat justru malah membahaya¬kan dirinya. Halaman 176 dari 500 . Kirin memang tampak kurang bersemangat. karena ia sangat senang menulis membalas surat yang dituju kan untuk suaminya. Kemudian Shigeko mengirim surat agar kuda itu dikirim padanya karena telah memut uskan untuk dihadiahkan kepada ayahnya. dan Amano Tenzo: kedua¬nya sudah lama tiada. tapi ini justru ma kin meningkatkan rasa sayangnya pada teman manusianya. Tapi Kaede tidak menyurati Maya karena Maya tinggal di tempat rahasia di Maruyam a.akan sepemberani dan setampan kuda itu. menulis surat pada Shigeko dan Miki. Kaede sering menulis. mendesak mereka belajar dengan ra jin dan mematuhi guru. menceritakan pada Hana tentang kesehatan ser ta kemajuan kedua putranya dan mengundang mereka datang pada musim semi. kepada adik-adiknya.

Selama ketidak¬hadiran Ta keo dan penarikan diri Kaede. bekas rumah Akane. karena Kaede selalu memaksanya turut ke te mpat dia pernah dipermalukan dan ketakutan." kata Fumio pada Kaede suatu sore pada per tengahan bulan kesepuluh." "Aku setuju dan aku tak tahu kesepakatan apa yang mereka buat dengan Zenko. aede pergi ke biara lain. "Dia mirip Lady Kaede. Mereka sangat gelisah." ujar Sunaomi." lanjut Kaede. Mereka minta penjelasan mengapa tidak boleh ke Yamagata s endiri." Mereka saling bertukar senyum. "Mungkin Zenko hanya ingin menying¬kirkan mereka." saran Kaede. Satu dar i masalah yang meng-ganggu dan alot adalah apa yang harus dilakukan dengan kedatangan orang-ora ng asing yang mengganggu dari Hofu.Kaede pergi ke biara lain. banyak juga manfaat yang bisa kita ambil dari mereka ilmu penge . dan kurang senang saat tahu Lord Otori tidak di Hagi lagi . Mereka ingin bertemu dengannya. menikm ati kehadiran mereka serta menurutku mereka itu menarik. "Makin sedikit yang mereka tahu tentang kita. "Bukannya aku tidak suka pada mereka. Aku sudah katakan kalau aku tidak bisa memu tuskan sampai Lord Otori kembali ke Hagi. tapi Kaede masih melihat sisa-sisa rasa malu dan luka yang membekas. makin baik. Kuharap mereka mengir im surat yang dapat mengungkap sesuatu. dan mengagumi bentuk ramping dan a nggun dari patung kayu yang dikelilingi rumah yang baru dibangun. "Sepertinya semua orang menganggap mereka sebagai beban. aku sudah terbiasa dengan orang asing." "Suamiku tak ingin mereka bepergian ke seluruh penjuru negeri. "Itu b isa membantumu agar tidak kesulitan menga¬caukan surat-surat mereka. mereka mulai tidak sabar. Fumio beserta ayahnya bertindak sebagai wakilnya." "Ishida bisa menawarkan diri untuk men¬jadi jurutulis mereka. Tak lama setelah Takeo pergi ke Yamagata. Tapi kian hari kian sulit untuk tahu apa yan g mesti kulakukan. Sunaomi berhasil meraih kembali kepercayaan dirinya. "Seperti yang kau tahu. dan mengagumi bentuk ramping dan an ggun dari patung kayu yang dikelilingi rumah yang baru dibangun. tapi aku tidak tahu apa tujuannya. tapi jurubahasa mereka tak bisa menulis sesuatu yang b isa dibaca oleh Zenko." "Kendati demikian. Fumio kembali. dan berdoa agar arwah sang dewi muncul menyembuhkan segalanya. bekas rumah Akane. Dia me mbiarkan mereka pergi dari Hofu." sahut Kaede.

" ujar Fumio setuju." "Kegiatan itu tentu bisa memberi mereka kesibukan sepanjang musim dingin. dan adik perempuan suaminya. Hal pertama yang terlintas di benaknya. Ia mengakui kalau dirinya juga ingin tahu: terutama. dan menemukan cara lain. dit ambah dengan kehamilannya.tahuan dan kekayaan. dan Kaede me¬nemukan dirinya menanti dengan perasaan ta kut: bukan karena orang-orang asing itu. "Aku akan berikan kesan betapa besar kehormatan bagi mereka bisa diundang bertemu Lad y Otori." ujar Kaede. pengikut kepercayaan Hidden. diikuti oleh perempuan bertubuh kecil." Pertemuan itu lalu diatur. katanya pada diri sendiri. sewaktu Fumio menunjukkan jalan pada dua laki-laki berbadan besar. selama mereka bisa dikendalikan. Kaede Halaman 177 dari 500 . perempuan dari rumah pelacuran. tapi ia lebih ingin melihat seperti apa adik perempu an Takeo. memperingatkan dirinya akan hal itu. tapi karena ia tidak tahu bagaimana bersikap pada jurubahasa mereka: anak dari keluarga petani. masuk ke dalam ruangan. Kaede tak ingin ber¬hubungan dengan bagian hidup Takeo yang sa tu ini. tentang orang-orang asing dan kebiasaan mereka. bukan sebaliknya. Semua nalurinya. y aitu perempuan itu tidak mirip suamiku. Tapi ia telah berjanji pada T akeo untuk mempelajari bahasa orang asing. "Kau harus bawa orang-orang asing itu dan juru¬bahasanya ke sini." "Demi tujuan itu aku harus segera belajar bahasa mereka. Ia yakin tak seorang pun akan men¬curigai hubungan tersebul. Ia tidak tahu apa yang harus dikatakan pada orang seperti itu.

Perempuan ini memang adik suaminya. enyam¬but dengan bahasa resmi pada para laki-laki. ber¬nama Don . Kaede duduk dengan punggung bersandar ke dinding panjang ruangan itu. Mereka membungkuk hormat sambil berdiri. katun maupun rami. Status salah satu dari kedua orang itu. kepalanya menyentuh tikar. membingungkan: ksatria . Mereka harus melepas alas kaki di luar. kontras dengan bebatuan keabu-abuan sert a warna lentera. menghadap ke beranda. berbentuk gembung. Dia menerjemahkan begitu pelan dan tidak jelas hingga kedua pihak tidak tahu apa yang diucapkannya. membuat pinggul dan bahu mereka kelihatan membesar. Di sebelah kanan Kaede. dan maaf berulang kali dalam bahasa mereka. Perempu an itu merangkak ke samping Kaede. Orang asing itu duduk dengan canggung. Kenyataan itu membuat Jimtungny a ber¬debar kencang. Ia juga menyadari kalau pe¬rempuan di samping nya itu memiliki tekstur rambut dan warna kulit yang mirip Takeo. sementara semua orang mengataka n Terima kasih. Dengan senang hari. Sesaat Kaede mengira kalau ia harus bereaksi tak tahu apakah harus menangis atau tak sadarkan diri tapi untungnya Shizuka datang de ngan membawa mangkuk teh dan kue kedelai manis. Mereka membungkuk hormat sambi l berdiri. Mereka pura -pura bertutur kata serta bersikap sopan. Kaede mengamati secara sembunyi¬sembunyi pada kedua laki-laki tersebut. dan meng¬gunakan semuanya. dan Kaede memerhatikan sarung ketat yang melekat di kulit yang menutupi kaki mereka. sebelum Fumio memberitahu kalau mereka seharusnya duduk. Pepohonan yang tersentuh oleh kepingan salju pertama terlihat begitu indah. Madaren. menerima hadiah. sebuah gulungan kaligrafi hasil karyanya sendiri digantung di ruang kecil yang terpisah. sebelum Fumio memberitahu kalau mereka seharusnya duduk. dan tetap menunduk. dengan tambalan berwarna di¬jahitkan ke dalamnya: kelihatannya bukan dari sutra. yang merupakan asal nama kota Hagi. Isi gulungan itu adalah puisl kesukaannya tentang belukar semanggi di musim gugur. kedua orang asing itu sering tersenyum agak menyeramkan dan Kaede bicara selembut dan membungkuk seanggun mungkin.menyam¬but dengan bahasa resmi pada para laki-laki. Kaede berhasil mengendalikan dirinya lagi. Bahannya ber¬warna hitam.loao. Perempuan itu. justru lebih ter¬cengang. Kiasan pemandangan yang indah itu amat memesona o rang-orang asing beserta jurubahasanya. sadar akan bau mereka yang terasa asing dengan rasa jijik. Fumio sudah mengenai beberapa kata bahasa orang asing itu. Hamp aran daun-daun yang berwarna merah tui berserakan di tanah. Pakaian luar mereka aneh.

Kaede menyadari musim dingin mungkin berlalu tanpa ia bisa bela jar apa-apa. Kelak saat aku telah lancar bicara bahasa itu. Kau telah mempelajari bahasa mereka. "Jangan takut. Kita akan belajar setiap h ari. Aku ingin kau mengajariku. Dia bicara sangat be rbelii-belit dan penuh hormat. Kuharap kau men gerti maksudku. dan selagi mereka bicara d engan keras tapi bernada ramah. "Perempuan ini tetap di sini bersamaku. Sebaiknya tidak ada orang lain yang tahu tentang ini. Kaede mendekati Madaren. Se-dangkan yang satu lagi adalah pendeta. Demi suamiku aku akan menghormati dan melindungimu. Makin cepat aku belajar. Setelah beberapa percakapan yang panjang soal tempat tinggal dan k e¬butuhan orang-orang itu. Shizuka menatap penuh tanya sewaktu mengundurk an diri." Kaede menyuruh semua orang pergi. "Ajak keluar dan perlihatkan taman pada mereka." katanya pada Fumio. Para laki-laki kelihatannya cukup senang bisa keluar." Halaman 178 dari 500 . tentunya." Madaren mulai bi cara. tapi Kaede menghentikannya. "Aku ada satu permintaan padamu dan kedua laki-laki terhormat yang kau layani. Suamiku sudah mencerita¬kan siapa dirimu." "Keramahan Lady Otori terlalu agung bagi orang seperti diriku. aku akan mempertimbangkan semua permintaan merek a. karena aku juga harus belajar tulisa n mereka. makin besar kemungkinan semua hal itu dilaksanakan. Butuh waktu lama untuk berca kap-cakap karena Madaren begitu khawatir akan menyinggung Lady Otori. mungkin mereka bicara soal taman.sekaligus pedagang. Salah satu dari mereka harus ikut denganmu.

menggunakan kuas yang paling ti pis. dan sering mengajak Madaren pergi ke saw ah untuk bertanya pada para petani tentang hasil panen dan musim." kata Kaede. *** Madaren datang setiap hari."Aku hanyalah orang rendahan dari Was yang terendah. "Kita akan mulai belajar besok. bangunan dan alat p ertanian. dan ia menyatu dengan iramanya. dan sukar untuk mengingat bentuk maskulin dan feminin dan cara kata kerjanya berubah . "Aku takkan menguasai bahasa ini. Bahasanya sulit: segala sesuatu yang berkaitan dengan bahasa itu sepertinya terb olak-balik." ujar Madaren. Suatu hari ketika Kaede merasa putus asa. Dia juga mengamati setiap tanaman di taman. dan Kaede malu sekaligus kagum karena saat pertama kali bertemu ia berpi kir kalau orang ini hampir bukan manusia. serta mata hijau biru pucat bak air laut. Belajar setiap hari menjadi bagian dari rutinita s kediaman itu. Dia menyimpan banyak bu ku catatan. tapi aku akan lakukan semampu ku untuk memenuhi keinginan Lady Otori. "Madaren. Aku tak tahu bagaimana kau mempelajarinya." Madaren menyembah lagi. ku hanyalah orang rendahan dari Was yang terendah." Madaren menyembah lagi. Rambut dan janggut kemerahan. perempuan dari . Dia ter¬senyum tipis saat duduk tegak. Oran g itu benar-benar pandai. Dia biasanya datang dengan dibu ntuti anak-anak dan orang-orang dewasa yang tidak punya hal lebih baik yang bisa dikerjakan. Si pendeta Don Carlo datang dua kali seminggu untuk mengaj ari kedua perempuan itu menulis apa yang disebutnya abjad. dan kerapkali membuat sketsa untuk menjelaskan sebuah kata." "Anda baik sekali. Jangan terlalu bersikap formal." Ini menyakitkan hatinya: Madaren. pohon. yang di dalamnya dibuat daftar kata dan sketsa bunga. Don Carlo juga sama ingin tahunya. mengucapkan nama aneh itu untuk yang pertama kalinya. tapi aku akan lakukan semam puku untuk memenuhi keinginan Lady Otori. laki-lak i itu menjadi sasaran keingintahuan dan keheranan." kata Kaede. sesekali dia mendekati anak-anak lalu memeriksa pakaian dan alas kaki mereka. menyeberangi sungai dengan perahu dan berjalan melew ati jalan-jalan sempit ke rumah di tepi sungai. "Ka u akan menjadi guruku. Kaede melihat sebagian besar kegiatan ini karena Don Carlo mengajak mereka berdu a sebagai sarana belajar bahasa. ia berkata pada Madaren.

"Jangan pernah bicarakan hal semacam itu dengannya. "Aku membuat Don Joao mengajariku di tempat tidur. Percakapan mereka menjadi lebih santai. Begitu sudah bisa mengatasi rasa malu. sifat aslinya mulai muncul. Halaman 179 dari 500 ." Kaede tertawa. bercinta adalah yang di sebutnya dosa dan cinta antar laki-laki khususnya." seloroh Kaede. Dia menghabiskan banyak waktu untuk berdoa. "Bahkan dia sama sekali tidak menyetujuinya." kata Madaren. "Itu akan membuatnya sangat malu." sahut Madaren." "Tidakkah Don Joao memercayai hal yang sama?" tanya Shizuka. bisa begitu fasih menguasai bahasa itu. mengejutkan bagi¬nya. "Kurasa suamiku tak memikirkan itu. bukan pilihan. "Mungkin aku bisa meniru c aramu. "Aku belajar dalam keadaan terpaksa." kata Madaren dengan nada me mohon. t erutama saat ada Shizuka.kalangan rendah dan tidak ber-pendidikan." "Tampaknya Don Carlo tidak punya hasrat terhadap perempuan ataupun laki¬laki." "Pastinya begitu. Don Carlo akan menjelask annya. Di matanya." Itu merupakan pemikiran yang baik Shizuka maupun Kaede tidak terlalu me¬mahaminya. "Barangkali saat aku sudah lebih me¬mahami bahasa mereka." "Don Carlo masih belum punya pasangan." goda Shizuka. dan acapkali memba ca dengan suara keras kitab sucinya demi meraih kesucian dan pengendalian nafsu dalam diri nya.

dari kedua belah pihak. Takeo merasa berkewajiban un tuk melewatkan Tahun Baru di sana. tapi hasratnya lebih kuat. Kaede tak bisa melakukan banyak hal selain belajar dan bicara dengan Madaren. Kaede berpikir kalau hubungan itu aneh dan terbolak-balik. Kini ia merasa khawatir kalau keberangkatan suaminya akan tertunda hingga salju mencair. Namun pertanyaan ber¬sifat pribadi semacam itu bisa dianggap terlalu mengan cam. Ia hanya berdua dengan Madaren. Kaede mengamati lekat-lekat ketika kedua orang asing hadir. dan ia sangat takut akan kehilangan bayinya ini. kemudian membenci dirinya karena hal itu. Kaede meminta maaf karena menghentikan pelajaran kemudian segera pergi ke ruang belajarnya sendiri ruangan tempat Ichiro membaca dan menulis dan membaca surat-surat itu di sana. Seringkali sa at mereka hanya berdua. Shizuka mengajak kedua cucunya pergi melihat kirin. "Apakah Lady Otori mendapat kabar buruk dari Yamagata?" tanya Madaren se¬waktu Kae . meskipun s udah memakai baju berlapis-lapis dan ada tungku batu bara agar tetap hangat. Kaede ta k berani lagi berlatih pedang bersama Shizuka: kenangan buruk tentang keguguran bayinya selalu melekat di benaknya. dengan man i¬pulasi. Masih banyak persiapan yang har us dibicarakan dengan Kahei dan Gemba tentang kunjungan ke ibukota: Takeo masih men unggu kabar dari Sonoda tentang peneri¬maan utusan pembawa pesan. kemudian membenci dirinya karena hal itu." Kaede penasaran apakah perilaku aneh ini menular pada Madaren. betapa aneh perjalanan hidup yang telah membawa dia ke tempat ini. Terbungkus karpet bul u." Sebagian dari dirinya percaya pada hal yang sama. Di a memuaskan dirinya sendiri. Kaede sangat kecewa: ia berharap Takeo akan kembali sebelum salju menutup jalur pegunungan. perhatiannya teralihkan. Takeo menulis panjang lebar atau tepatnya mendiktekan. tapi tak ingin be rtanya secara langsung. ia berada di ambang keraguan untuk bertanya pada Madaren bagaimana Takeo ketika masih kecil. Musim dingin tiba. dan berpik ir kalau mereka berdua memang membenci Madaren. Bulan kesebelas mem¬bawa hawa dingin yang menggigit. Dia memuaskan dirinya sendiri. meski mereka mem¬butuhkan keahlian dan bergantung kepadanya. bahkan eksploitasi. tapi hasratnya lebih kuat. Ketika kembali pada Madaren. karena dia kenal tuli san tangan Minoru tentang semua keputusan yang telah diambil. Tepat sebelum rembulan di bulan kesebelas muncul. surat berdatangan dari Yamagat a."Sebagian dari dirinya percaya pada hal yang sama. Kaede menemukan dirinya ingin tahu tentang masa lalu Madaren.

" "Apakah putra Tuhan itu mencintai perempuan itu?" tanya Kaede. itu saja. saat kalian masih kecil?" "Tomasu. "Itu yang paling kuingat . Semula aku berharap suamiku akan kembali lebih awal." "Tomasu? Kedengarannya aneh sekali.de membuat kesalahan pelajaran dasar untuk yang ketiga kalinya." sahut Madaren serius. "Tidak juga. terima kasih Surga." "Dan Madaren?" "Madaren adalah perempuan yang. Waktu itu kau pasti masih kecil. Apa artinya?" "Itu nama salah satu guru besar di kalangan Hidden." "Lord Otori baik-baik saja?" "Kesehatannya baik-baik saja." Kaede berhenti sejenak lalu b erkata. melainkan pa da suaminya yang tumbuh dewasa di lingkungan mereka. Saat itu ketertarikan Kaede bukanlah pada kepercayaan orang Hidden. seraya meng¬ingat-i ngat percakapan mereka sebelumnya. Wajahnya tidak mirip dengan kami se Halaman 180 dari 500 ." tutur Madaren perlahan. kata¬nya. "Beliau mencintai kita semua. "Kurasa kau tak ingat banyak tentang suamiku. tuanku. "Kau memanggilnya dengan nama apa." "Dari dulu dia memang berbeda. mencintai putra Tuhan saat beliau berjal an di bumi.

Ketika akhirnya salj u turun. kan? Juga menjelaskan tent . Kurasa itu sebabnya aku mengenalinya se¬waktu bertemu di Hofu. Lagipula itu bukan nafsu. Kaede pun agak terper anjat. Dia tak menginginkan tubuhmu. "Mungkin dia harus diperingatkan tentang reputasimu!" sahut Shizuka. A ku selalu memimpikannya. maka dia makin sering dat ang bersama Madaren dan percakapan mereka menjadi lebih mendalam lagi. Aku selalu memanjatkan doa baginya. dia meng inginkan jiwamu." "Kita tidak pernah tahu itu! Kita hanya tahu kalau dia tidak menanggapi hasratny a. hujan salju pertama tahun itu. tapi ibu sayang sekali padanya. dan Takeo akan tetap di Yamagata sampai musim semi. Aku ingi n dia memerhatikan aku. Ayahku sering mara h padanya. Kaede terjaga di pagi harinya dengan cahaya putih yang terasa asing. "Tapi bila kau mau dengar pendapatku: kurasa dia berharap bisa meng ambil hatimu dengan agamanya. karena kita tahu Don Carlo tak merasakan desakan semacam itu." eluarga. "Tentu saja. D on Carlo nampak juga bersemangat untuk dapat membuat ia memahaminya. "Don Carlo memerhatikan aku dengan cara laki-laki normal memandang perem¬puan. Aku ingi n dia memerhatikan aku. ibu pura-pura marah. dan sepertinya tidak berpikir dengan cara yang sama. Aku selalu mengusik¬nya. "Sebaiknya kita mulai lagi pelajaran kita. dan hampir menangis. A ku selalu memimpikannya. Shizuka! Kuharap reputasiku sudah dilupa¬kan. Karena itu artinya j alan pasti sudah ditutup.keluarga. lakilaki itu tidak bisa ke sawah untuk melakukan penelitiannya. meski ia tidak tahu apa sebabnya. Aku selalu mengusik¬nya. tapi ibu sayang sekali padanya. Ayahku sering mar ah padanya. Kurasa itu sebabnya aku mengenalinya se¬waktu bertemu di Hofu. Dia sudah mulai bicara tentang Deus." Shizuka menjelaskan." ko mentarnya pada Shizuka. *** semakin sadar harus tahu apa yang mereka percayai." ujar Kaede dengan suara yang lebih t enang. tuanku. "Pernah ada satu saat ketika hasrat berarti kematian bagi laki¬laki mana pun!" "Aku telah menikah enam belas tahun. dan sepertinya tidak berpikir dengan cara yang sama." sahut Madaren patuh. untuk bisa memahami mereka. ibu pura-pura marah. Aku selalu memanjatkan doa baginya. Malam itu salju turun dengan lebat. seolah takut sudah terlalu banyak bicara." Madaren terdiam.

mengatakan nama Lady Otori s ering disebut dalam perbincangan mereka." Kaede membuang jauh-jauh pikiran itu dengan sengit. Meskipun Mai belum memahami bahasa mereka dengan semp urna. tapi aku tidak bisa membayang¬kan diriku mengikuti kepercayaan mereka. seperti wabah.ang aga-ma di negaranya?" "Sungguh aneh. dan berbahaya. In ilah yang mereka lakukan di seluruh penjuru dunia." tutur Kaede." "Baiklah. Membuat mereka m erasa sangat berkuasa. "Bagiku itu seperti omong kosong!" "Semua kepercayaan bisa kelihatan seperti kegilaan. "Tapi bisa t iba-tiba menjangkiti manusia. Waspadalah." sahut Shizuka." ujar Kaede. negeri mereka sangat jauh dari sini: berjarak sat u tahun atau lebih dengan berlayar. Aku pernah melihatnya. gadis yang kukirim untuk bekerja pada mereka." Halaman 181 dari 500 . dan akhirnya men¬dapatkan wilayah baru bagi diri mereka sendiri. "Bagaimana mereka bisa hidup begitu jauh dari rum ah dalam waktu lama?" "Kata Fumio itu adalah sifat dari semua pedagang dan petualang." "Dari apa yang mereka katakan. "Apa bedanya baginya atas apa yang kupercayai?" "Mai. tapi dia merasa kalau mereka berharap bisa mendapatkan keuntungan dan pengikut dalam juml ah yang sama besarnya.

dan itu makin membuat ia makin mengagumi dan men¬cintai suaminya." "Ajaran kaum Hidden.. Kaede menyadari betapa Takeo telah memilih meng hindari tatapan itu. kematian itu tak lebih hanya pemberehe ntian sejenak sebelum kelahiran selanjutnya." ujar Kaede. Kaede merasa bayinya menendang dalam perutnya. "Kurasa agama orang asing itu. Don Carlo memperkenalkannya lebih banyak kata: neraka. Bersabarlah: dia akan menjemputmu. punggungku sakit. Karena tentu saja dewa atau tuhan itu baik. salju serta ketidakhadiran Takeo. Membungkuk. diajaknya laki-laki itu melihat pahatan patung Kannon Sang Maha . "Ah. dan ia ingat apa yang pernah Takeo katakan tentang Tuhan yang Maha Melihat milik kaum Hidden dan tatapannya yang tanpa ampun." "Semakin menguatkan alasan untuk mem¬perlakukannya dengan curiga!" Selama musim dingin. dan seperti ajaran Sang Pencerah.. dan kesunyian itu semakin senyap seakan dia tenggelam dalam lamunan. dan bagaimana ia melalui hari-hari yang panjang dalam doa dan puisi. malam berganti siang dan musim panas berganti dengan musim dingin. "Mari kupijat. dan bagaimana ia melalui hari-hari yang panjang dalam doa dan puisi." Selagi Shizuka memijat. "Hantu-hantu dari masa lalu. Bersabarlah: dia akan menjemputmu." katanya seraya menghcla napas. Beberapa kali aku membawa pesan dari Lady Maruyama: kau tahu kalau dia adalah salah satu pengikut.Kata-kata Shizuka membuat Kaede ter¬ingat saat dirinya menjadi istri Lord Fujiwara . dia diam saja. dan menginginkan kehidupan berjalan dengan selaras bagi semua mahkluk. meski tampak sa ma. tapi lebih dogmatis dan tidak mengenai kompromi. huku man. "Apa yang kau pikirkan?" tanya Kaede. Kaede berusaha menjelaskan hal ini pada Don Carlo dengan kosa katanya yang ter¬bat as. Dulu aku suka duduk bersama Lord Shigeru tepat di ruangan ini. Saat tidak berhasil dengan kata-kata. me¬megang semua janji yang telah dikatakan padanya sementara dirinya terbaring dalam sihir tidur Kikuta seolah masuk ke pet i es. me¬megang semua janji yang telah dikatakan padanya sementara dirinya terbaring dalam sihir tidur Kikuta seolah masuk ke pet i es. musim berlalu. Kini seluruh kesabarannya sudah h ampir habis dengan kehamilannya. kutukan.. ata-kata Shizuka membuat Kaede ter¬ingat saat dirinya menjadi istri Lord Fujiwara.

Kendati tidak suka dengan caranya diantar.Pengampun yang sudah selesai di kuil yang telah di¬bangun untuknya. tetesan air yang membeku mula i mencair dari tepi atap. menyilaukan saat icrkena pantulan cahaya matahari. Kaede senang melihat bangunan baru itu bis a bertahan menghadapi musim dingin. membiaskan cahaya. Kaede dibawa dalam tandu. Pintu utama terbuka lebar. Jendela kecil di atas pintu samping ber¬bentuk seperti daun. Salju masih menempel di atap. memanfaatkan cuaca vang lebih hangat. ke hamilannya sudah berusia tujuh bulan dan diperlambat dengan berat bayi yang dikandungnya. Kaede memberi salam pada Taro. dan hasil karya seni ukiran yang amat halus mem-biarkan cahaya matahari masuk. di bawah pengawasan Taro. tengah memberi sentuhan akhir pada k uil. Halaman 182 dari 500 . salju di bawah telapak kaki terasa lembap dan mencair. dan sinar ma tahari musim dingin jatuh menyirami lantai yang baru. lalu melepas sandal di beranda. D on Carlo juga dibawa dengan tandu terpisah di belakangnya. Saat itu cuaca terasa lembut di awal musim semi. keseimbangan sempurna pada kedua lengkungannya seperti yang Taro janjikan. dan Madaren mengikutinya. Kayunya ber¬warna seperti madu dan berbau semanis madu pula. dengan dinaungi atap rangkap dua. Hunga-bunga plum masih ber¬gelant ungan bak serpihan salju di ranting tanpa daun di taman Akane. Bentuk bangunan itu mencuat ke atas da n dipantulkan dengan dedaunan pinus yang membentuk seperti payung pelindung. Para tukang kayu.

Taro membantunya dengan senyum yang mem¬beri semangat. dan untuk arwah Akane yang mungkin pada akhirny a bisa istirahat dengan tenang. Kaede melangkah ke dalam kuil." sambut Kaede pada si pendeta dengan bahasa orang itu. ia tak bisa memahami alasan di baliknya." "Pasti menarik. menekan dada." Kaede merasa marah atas sikap kasar laki¬laki itu." Don Carlo melepas alas kaki dengan sikap enggan yang sengaja diperlihatkan. sedangkan tangan yang satu lagi menyibak keliman jubah dengan dua jari yang ramping." desak Kaede. patung yang s udah selesai berdiri di depan mereka. "Dia takkan masuk. Satu tangan." "Tapi kau tak bisa melihatnya dari sini. Ia sudah mendengarkan Don Carlo sepanjang musim dingin . "Aku lihat dari sini saja." katanya pada Taro." kata Don Carlo. kemudian Madaren berbisik . Kaede menangkupkan telapak tangan lalu menunduk berdoa untuk bayi dalam kandungann ya. tapi tidak berdoa. dan saat Kaede berkata. senyum dengan bibir agak mencuat ke atas. "Mari masuk." kata Kaede. dan melihat ke belak ang¬nya tempat Don Carlo dan Madaren men¬dekati bangunan kuil. memegangi bunga teratai." Taro membungkuk. "Dia cantik sekali. dan Don Carlo mem¬buat gerakan canggung dengan kepala. "Selamat datang. ekspresinya tegas sekaligus pe nuh welas asih. dengan semacam rasa ingin tahu. "Ini tem pat istimewa untukku. "Ayolah. dan sudah belajar banyak darinya. Orang asing ini tertarik pada karyamu. "Kau bisa lihat bagaimana konstruksi ba ngunan ini dan bagaimana pahatan kayu¬nya. Kini giliran orang itu yang harus mendengarkan. Orang ini yang membuatnya. dan melihat ke belaka ng¬nya tempat Don Carlo dan Madaren men¬dekati bangunan kuil. tapi ia tak menyerah begitu saja."Orang asing ini tertarik pada karyamu. Kaede mengatakan pada Taro betapa si orang asing mengagumi patungnya. Mata sang dewi menatap ke bawah. "Lakukan seperti yang kuminta. Orang itu terlihat lebih gelisah dari biasanya. Lipatan jubah itu dipahat sangat halus hingga terlihat seperti ber goyang saat tertiup angin sepoi¬sepoi." si pendeta menggeleng lalu menyahut. melebih¬lebi . ini bertentangan dengan kepercayaannya." saran Madaren kepada¬nya. Kau harus lihat karya paling indah dari ora ng ini. untuk suami dan ketiga putrinya. Masih baru." katanya pada Taro.

dan tak mengerti artinya. dan ingin sekali agar T akeo kembali. Tanganku men¬dengarkan apa yang ada di dalam kayu.hkan pujiannya untuk menebus sikap kasarnya tadi. Matanya kerapkali menerawang kembali ke arah sang dewi. namun melihat ada sesuatu yang telah meningkatkan ketertarikan Don Carlo pada dirinya. menanyakan tentang nama kayu. "Kurasa aku tidak bisa menemukan Bunda Maria dari Timur. hal itu men gganggunya. dan nama setiap sambungan.* Halaman 183 dari 500 . Kaede berusaha menerjemahkan kalimat ini sebisa mungkin. dengan gerakan dan sketsa gambar. b agaimana penyangganya saling menopang. merasakan tiba-tiba bayi dalam perutnya menendang keras. Don Carlo ber¬gumam. memperlihatkan pada Don Carlo konstruksi bagian dalam atap. kemudian ke arah wajah K aede." sahut Taro. Kemudian Don Carlo mengeluarkan buku catatan lalu menggambar apa yang dilihat¬nya. dan mem bantunya menemukan jalan keluamya. Sewaktu mereka pergi. Taro." Itulah pertama kalinya Kaede mendengar kata itu. "Keahlianku biasa saja.

Bulu musim dinginnya telah disika t bersih oleh bocah-bocah pengurus kuda. tidak lebih dari tiga atau empat minggu lagi.Sisa luka cakaran membekas di wajahnya sudah hampir memudar ketika Takeo kembali ke Hagi di akhir bulan ketiga. tempat Chiyo dan Haruka menyam¬butnya dengan suka cita. Dan catatan administ rasi memastikan sekali lagi seberapa kuat negaranya. penutup jendela terbuka. Udara masih terasa dingin. Takeo senang Ishida tinggal bers ama istrinya selama masa kehamilanya. percikan sungai terdengar di telinga merek a. menyelu juri tanda bekas luka yang mulai menghilang dengan jari-jarinya. Teringat o lehnya apa yang Shigeko katakan: Ayah harus ceritakan pada Ibu. Saat ini ia dan Kaede d uduk di kamar lantai atas. angin segar. cuping hidungnya mengem¬bang. dan kecemasannya terhadap Kaede makin menjadi-jadi. jalanannya berlump ur. dan tubuh hitamnya berkilauan bak pernis. sedangkan minuman penenang te lah habis. menuju tempat kelahirannya. sampai ke tingkat desa di mana pem impinnya dipilih oleh para petani dapat dimobilisasi untuk mem¬pertahankan diri mereka dan wi layahnya. Ia langsung ke rumah lama. dan membaca catatan administrasi Ti ga Negara. ia tidak bisa men erima surat. Ia akan pergi dengan damai. Gembira kar ena berada di jalanan. Salju belum lagi mencair: musim dingin berlang¬aing lama dan s ulit. membuat kuda itu melompat dan berjingkrak. namun takkan meninggalkan negerinya tanpa penjagaan. Tenba melewati musim dingin dengan baik. *** "Apa yang terjadi pada wajahmu?" tanya Kaede ketika mereka hanya berdua. mandi dan makan bersama Kaede. Takeo tiba tadi pagi. surai dan ekornya melambai-lambai. Bagaimana mengatakannya? Takeo me¬natap istrinya dengan penuh kekhawatiran. seringkali tergenang. Waktu melahirkan hampir tiba. semua itu kian memantapkan hatinya. Saat menunggang kuda mel ewati pedesaan. Kedua hal itu membangkitkan semangatnya: merasa siap untuk apa saja yang akan te rjadi saat kunjungan nanti. hampir tidak berkurang berat badan maupun kondisinya. Ishida serta kedua bocah. Takeo terpaksa menghabiskan waktu ber¬sama Miyoshi Kahei. dan di mana-mana tercium aroma musim semi. namun juga menyesali ketidakhadiran si tabib selagi cua ca yang tak bersahabat mem¬buat luka lamanya terasa makin sakit. Ayah seharusnya tidak menyimpan . Dengan ditutupnya semua perbatasan antar kota di seluruh Tiga Negara. membahas strategi untuk musim semi yang akan datang serta kunjungan ke ibukota. Musim semi tiba dan ia langsung me¬mutuskan untuk pulang.

aku tidak akan tidur dengan siapa pun selain dirimu. senang suaminya sudah berada di rumah lagi. Halaman 184 dari 500 . "Tidak. "Jangan bilang begitu." sahutnya dengan nada lebih serius.rahasia dari Ibu. "Aku sudah sering mengatakan pada mu." Ia merengkuh Kaede dan memeluknya erat-erat sesaat tanpa sepatah kata pun. kau kesepian di Yamagata lalu menemukan perempuan yang menggairahkan!" Kaede menggodanya. Aku tahu. Ceritakan semuanya pada Ibu. "Aku tak sengaja menabrak dahan." "Seumur hidupmu?" "Seumur hidupku. Tidak apa-apa." "Kelihatannya seperti dicakar. Takeo berkata." "Bahkan kalau aku mati lebih dulu?" Ditempelkan jarinya dengan lembut ke bibir i strinya.

pikirnya." "Shigeko masih gadis kecil!" ujar Kaede. Shigeko dan Hir oshi sudah seperti kakak adik. menghela napas panjang. "Mereka tidak boleh berada di Maruyama bersama-sama. Tapi saat itu baru kusadari kalau Hiroshi jatuh cinta padanya. Dia selalu memperlakukannya sebagai adik. Kita dirasuki k egi-laan yang begitu kuat hingga mengakibatkan terjadinya pem¬bunuhan yang tiada henti. "Usianya sama dengan kau saat kita bertemu. tapi pernikahan semacam itu akan men yiakan-nyiakan Shigeko. "Pendapat yang tidak bisa kita abaikan begitu saja. Dia mengingatka n¬ku pada Naomi. Mereka memut uskan untuk mengundang Hana saat musim panas agar bisa bertemu kedua putranya dan menemani K aede ." "Shigeko baik-baik saja." Takeo memperingatkan." Ceritakan semuanya. Lalu Kaede berkata. "Bagaimana Shigeko? Aku sangat gem bira memikirkan dia sebagai Lady Maruyama saat ini." "Hiroshi? Tidak mungkin. Saga Hideki. "Bagaimana Shigeko? Aku sangat gemb ira memikirkan dia sebagai Lady Maruyama saat ini. Apakah dia bi lang begitu?" "Tidak dengan kata-kata." Cinta kita pun me rupakan hasrat yang buta." tuturnya pada Kaede." akhirnya Kaede berkata. Andai kau bisa melihatnya saat upacara. "Aku yakin Hiroshi bisa menjadi suami yang baik."Ceritakan semuanya." Takeo meneruskan ceritanya tentang kelanjutan masalah dengan Zenko." akhirnya Kaede berkata. Sesaat mereka saling pandang. Jangan terlalu banyak berharap dari mereka berdua!" "Hiroshi jauh lebih tua ketimbang diriku saat itu! Kuyakin dia lebih bisa mengen dali¬kan diri. Dan mereka tak berharap hidup mereka berakhir dalam hitungan jam. Kita belum terlalu mengenal satu sama lain. kami akan bertemu dengan Saga d an memutuskan nanti. Shigeko akan ikut bersamaku ke Miyako. Tapi aku yakin itu sebabnya dia selalu menghindari per¬ni kahan. Bukan dasar yang buruk untuk sebuah pernikahan. "Kono mengisyaratkan persekutuan politis melalui pernikahan dengan jenderal Kais ar. kedengaran seolah marah dengan pendapat seperti itu." sahut Kaede." "Baiklah." "Dia berharap menikah dengan Shigeko?" "Menurutku Shigeko juga menyayangi¬nya. dan tidak memberi keuntungan yang sebenarnya belum kita miliki.

dan m eraih dirimu melalui aku. ya. mereka sering menulis surat." "Adikku baik-baik saja?" "Secara umum." sahut Kaede. Madaren pasti sudah menceritakan kalau kau lahir di antara kaum Hid den." "Dia mirip ibuku. "Menurutku dia ingin aku masuk agamanya. aku masih saja kesulitan me¬nangkap maknanya. Ishida kadang membantu mereka. Kami terserang flu. Aku suk a padanya: kelihatannya dia baik dan pandai." ujar Takeo. "Apakah orang-orang asing itu berhubungan dengan Hofu atau Kumamoto?" "Ya. pengaruhku pada dirimu. baik-baik saja." Sesaat Kaede terdiam. Don Carlo Halaman 185 dari 500 ." ujar Takeo. meskipun tidak mendapat pendidikan.setelah melahirkan. tapi tidak serius. "Don Carlo maupun adikmu adalah guru yang baik. Aku harus sangat ber¬hati-hati agar tidak membuat Don Carlo takut: lakilaki itu amat tertarik dengan semua yang kukatakan. kekuatan yang tidak biasa seb agai seorang perempuan." "Kau memahami semua isinya?" "Sulit sekali. dan menimbang¬nimbang setiap perkataan. dan sudah sewaj arnya kami membacanya. "Aku sudah membuat kemajuan. Bahkan bila sudah mengenal setiap kata. Dia menulis banyak hal tentang diriku. "Dan kuharap kau sudah fasih bicara dengan bahasa yang baru.

Takeo mengambilnya dan bercermin. sepertinya." kata Takeo. "Belum diputuskan." "Perdagangan itu masalah lain: boleh selama kita bisa mengendalikannya dan demi kepentingan kita." "Tahukah kau kal au sudah ada orang asing di Kumamoto?" tanya Kaede." "Dia ke Kagemura begitu salju mencair. dan mengenai Zenko. "Hal ini mencemaskanku. Mereka adalah kenalan bisnis." Takeo menceritakan tentang cermin yang diperlihatkan kepada¬n ya di Maruyama. seraya membuka bungkusnya. terbungkus kain sutra tebal." "Miki akan kembali bersamanya?" Takeo terperangkap oleh kerinduan ingin bertemu dengan putri bungsunya. "Apa lagi yang diperdagangkan dari Kuma¬moto yang kita belum tahu?" "Satu lagi alasan yang tepat agar Hana berada di sini. sedangkan Don Joao diijinkan ber¬dagang di Tiga Negara." "Aku sudah curigai." Takeo tak yakin bagai¬mana meneruskannya. Kau bertemu Maya?" "Ya. Tapi tak akan kuijinkan dia menyebarkan agama. anjing yang berbaring meringkuk di sampin gnya." Kaede menepuk Kin. Ia merasa aneh dan terkejut. aku bertemu. "Ini pemberian Don Carlo. . "Aku juga punya cermin yang sama!" Kaede memanggil Haruka. "Dia tidak t ahan untuk memamerkan barang-barang baru kepunyaannya dan akan mengumbar tentang kehebatan Kumamoto. Aku mencemaskan Miki dalam cuaca dingin s eperti ini. sedangkan Don Joao diijinkan ber¬dagang di Tiga Negara. "Kin pasti senang saat Maya pulang dia merindukan si kembar. atau bepergian. dari kampung halaman mereka. Aku yakin bisa me-mancingnya agar bercerita lebih banyak lagi." "Shizuka tidak ada di sini? Aku ingin bicara dengannya tentang masalah ini. "Don Joao menerima sepucuk surat dari sal ah satunya. dan pelayan itu memba wakan cermin itu. dan Shizuka punya masalah yang harus dibicarakan dengan keluarga Muto." yaris mengira kau adalah pengikut ajaran mereka sehingga akan diberi ijin menyeb arkan agama." kata Kaede.nyaris mengira kau adalah pengikut ajaran mereka sehingga akan diberi ijin menye barkan agama." tutur Kaede.

"Putra kita sedang menendang. Kau harus memikir¬kan kesehatanmu. Tapi Taku seperti¬nya tergila-gila pada gadis itu. Halaman 186 dari 500 ." "Seharusnya tidak kuceritakan padamu. Selama tidak meng¬ganggu tugas mereka." Kaede tertawa. "Jangan sampai masalah ini m embuatmu tertekan. Dia sedang belajar pada Taku. biarkan saja mereka sal ing mencinta. Tak ada ruginya."Kau juga mengkhawatirkannya? Dia baik¬baik saja?" "Maya baik-baik saja. dan Takeo merasakan si bayi bergerak kua t dalam perut istrinya." katanya. Kukira gadis itu tidak peduli pada laki-laki dia berpenampil an seperti lakilaki. kan? Hasrat seperti itu tidak bisa dihentikan toh." sahut Takeo. "Aku lebih merasa terkejut ketimbang tertekan. Kaede meraih tangan suaminya dan menaruhnya di perutnya. Dia tengah belajar mengendal i¬kan diri dan juga disiplin." "Hasrat kita tak pernah padam." sahut Takeo." "Dengan Sada? Apa semua laki-laki sudah gila? Sada! Dia orang terakhir yang kudu ga bisa membuat Taku mabuk kepayang. nanti akan pad am dengan sendirinya.

" Takeo berterima kasih pada Kaede atas k eputusannya yang tegas. tapi aku harus tetap pergi ke Miyako sesuai rencana." "Tentu: menyerang dan mengalahkan Zenko dengan cepat di Barat dan bersiap melawan Kaisar di Timur. keluarga Kikuta yang menyerang¬mu tahun lalu. Sonoda baru saja menulis surat." kata Takeo. Aku tidak memercayai dia. Katakan pada Sonoda u ntuk melakukannya sendiri: dia dan Ai adalah wakil kita di Inuyama. Kukira sudah wakt¬unya men ulis surat pada Sonoda. Bahkan jika kita bisa . Keadilan menuntut kalau mereka dihukum mati atas kejahatan yang mereka lakukan. Dan harus laksanakan secepatnya." kata Takeo." "Alternatif lain terlalu menakutkan untuk dipikirkan." gumam Kaede. Pikirkan biaya yang dibutuhkan. Keadilan menuntut kalau mereka dihukum mati atas kejahatan yang mereka lakukan. "Kau pasti paham benar apa alternatif itu. bukan sebagai tindakan balas dendam. keluarga Kikuta yang menyerang¬mu tahun lalu. "Tapi kita harus me¬mut uskan nasib sandera yang kita tahan di Inuyama. "Oh ya. Kukira sudah wakt¬unya men ulis surat pada Sonoda." "Minoru akan menulis suratnya sore ini. Mereka diberi penginapan oleh Lord Kono selama musim dingin. Harus kelihatan sesuai hukum. "Itu pertanda buruk untuk suatu perjalanan. dan aku ragu kalau Kikuta mau berunding. Ayah mereka sudah mati dibunuh tahun lalu. "Dia tahu cara memikat serta memuji . "Tapi kita harus me¬mutu skan nasib sandera yang kita tahan di Inuyama. dan aku ragu kalau Kikuta mau berunding." sahut Takeo. Mereka bisa mewak ili kita. Mungkin aku harus ke sana uniuk menyaksikannya aku mem¬pertimbangkan untuk meminta hukuman dilaksanakan saat aku melewati Inuyama Sebenarnya aku tidak ingin membicara kannya." "Tampaknya sikap Kono berubah. Jangan ditunda. Harus kelihatan sesuai hukum. dan dia selalu memu jimu dan Tiga Negara." Kaede gemetar. Mereka diterima Kaisar. Mungkin aku harus ke sana uniuk menyaksikannya aku mem¬pertimbangkan untuk meminta hukuman dilaksanakan saat aku melewati Inuyama dalam perjalanan ke ibukota. Kurirmu sudah kembali ke Inuyama."Sebenarnya aku tidak ingin membicara kannya. bukan sebagai tindakan balas dendam. Ayah mereka sudah mati dibunuh tahun lalu.

" kata Kaede pelan. Takeo ingin bertemu dengan kedua orang asing. Takeo khawatir kalau selama ia tidak ada di sana. dan mengecup tengkuk istrinya. "Kuharap kita bisa seperti ini selamanya. Napas mereka makin memburu dan kedua nya larut menjadi satu kesatuan. bekas luka itu masih tetap kelihatan." Kaede membenamkan diri dalam pelukan Takeo. Ibu mereka adalah adikku. Halaman 187 dari 500 . "Aku sangat bahagia saat ini. Ia ingin mencapai persetujuan yang memuaskan kedua belah pihak untuk masalah perdagangan dan memperingatkan mereka siapa penguasa Tiga Negara." "Tapi kekuatan yang tengah digalang dimana dirimu. dan ak u sayang padanya dan anak-anaknya.memenangkan kedua wilayah. "Takkan kubiarkan hal itu tcrjadi. saat Kaede sibuk dengan bayinya. tapi sebelum Kaede dipingit." Takeo menarik tubuh Kaede lebih dekat. tapi aku takut apa yang akan terjadi kelak. tidak bisa me ngendalikannya. dan sumber daya lain. Aku janji. suamiku sayang. orang-orang asing itu akan berpaling ke K umamoto untuk men¬dapatkan akses ke distrik lain. kita membawa dua pertiga negara kita dalam kancah peperangan dan akan menghancurkan kerabat sen diri dan merenggut Sunaomi dan Chikara dari orangtuanya." *** Semua orang menantikan bayi itu lahir.

J erit jangkrik mulai terdengar. dan kicau burung warbler mengalun indah. aster dan vetch. ta tak ingin melakukan perjalanan. Bunga aconi tus dan violet bermekaran di hutan dan taman. Dia tampak takut menyinggung. Bunga aconi tus dan violet bermekaran di hutan dan taman. dan keramik dan porselen yang diimpor dari Shin. Madaren lebih gelisah dengan adanya Takeo. banyak dicari d an bernilai tinggi di negaranya. meskipun tidak menyatakannya secara terang-terang an. cerah dan segar. mencurigai kedua orang asing itu. Seke tika bunga ceri bermekaran di mana¬mana. . tahu kalau Madaren adalah adiknya apakah mereka memang tahu itu? A pakah adiknya telah mengatakannya pada mereka? Kaede mengatakan mereka tahu kalau ia l ahir di kalangan Hidden. Don Carlo dan Don Joao datang bersama Madaren ke penemuan yang diadakan di ruang utama yang menghadap taman. windflower. dan kicau burung warbler mengalun indah. diikuti dandelion. Semua ini. pecah belah. dia menawarkan perak. Kaede harus hadir untuk membantu men¬jelaskan maksud k pihak. sore segera me njelang. Takeo pi ia Kaede edua belah sebenarnya lebih senang menerima mereka di kastil dengan upacara megah. Burung kembali ke sawah yang berair. Aliran sungai dan air terjun di taman memercikkan air dan ikan carp merah keemasan berenang dengan malas di kolam. Mereka tak saba r untuk memulai perdagangan yang sesungguhnya. karena mereka sepert i memandang rendah dirinya. daun ginkgo dan maple merekah. Sebagai imbalan. gunung berwarna putih bersih. cerah dan segar..Cuaca hari itu semakin hangat. sesekali melompat untuk menangkap seran gga musim semi. dan tentunya senjata api. Don Joao menjelas kan bahwa mereka berharap bisa membangun hubungan dagang secara ter¬atur. tapi juga ingin membuatnya terkesan.. windflower. Burung kembali ke sawah yang berair. Kedua orang asing itu kini lebih mendesak. katanya. Takeo meminta mereka menyatakan dengan jelas keinginan mereka. Dia memuji sutra. Itu tugas yang berat. taman berwarna merah m uda. daun ginkgo dan maple merekah. diikuti dandelion. ca hari itu semakin hangat. penerjemahan semakin memperlambat pembicaraan. rempah dan kayu w angi. S eketika bunga ceri bermekaran di mana¬mana. dan suara katak memenuhi udara. kerang mutiara. gunung berwarna putih bersih. aster dan vetch. J erit jangkrik mulai terdengar. taman berwarna merah m uda. Ia pun gelisah. dan suara katak memenuhi udara.

Kami harus melindungi rakyat.Takeo menjawab bahwa semua ini bisa diterima: satu-satunya syarat yaitu adalah s emua itu harus dilakukan melalui Hofu dan di bawah pengawasannya. Lalu Don Carlo mengungkit masalah agama. Kami akan memberi akomodasi. Halaman 188 dari 600 ." sahut Takeo. jangan secara terang-terangan. dan bertanya apakah mereka boleh memban gun kuil di Hofu dan di Hagi. dan apakah penduduk setempat boleh bergabung dengan mereka mem uja Deus." "Kami berharap Lord Otori bisa mengakui agama kami sebagai salah satu agama yang benar. sadar kalau hal itu sulit dite rima. semua harga aka n jatuh. "Rakyat kami boleh beribadah sesuai keinginan mereka. "Kami sudah biasa bepergian dan berdagang dengan bebas." "Itu keputusan Anda. dan senjata api hanya bisa ma suk dengan seijin dirinya atau istrinya. maka keuntungan tak berada di pihak kami. Kami tahu bahwa Anda bisa membayar dengan mata uang perak. tapi bila terlalu banyak mata uang perak masuk. Bila perdagangan in i ter¬nyata mendatangkan keuntungan bagi kami. "Tidak perlu membuat bangunan khusus untuk itu. maka kami berdua akan pergi. dan Takeo mcngira kalau ia menangkap nada lebih bersemangat Madaren s ewaktu menerjemahkan. "Mungkin kelak hal itu bisa dilakukan. jangan sampai menganggu keselarasan dalam masyarakat. Tapi. maka kami akan memperluasnya. saranku. Kedua orang itu saling bertukar pandang ketika syarat itu diterjemahkan." "Dengan persyaratan seperti ini. dan menjalankannya secara perlahan." bant ah Don Joao. Anda boleh memanfaatkan satu ruangan di sana. "Bila itu keputusannya." Takeo sepakat dengan sopan." tutur Don Carlo." Takeo berkata. dan Don Joao menjawab. Prasangka masih tetap ada .

" gumamnya. tak i ngin Madaren mendengar. seraya berpikir akan menulis surat kepada Taku." sahut Kaede pelan." Kaede berbicara padanya menggunakan bahasa asing itu." "Aku akan merasa kehilangan Lady Otori." sahutnya." sahutnya. dan melihat kalau hal itu membuat mereka kesal." Ketika diterjemahkan. "Takkan ad a hal semacam itu.Takeo tersenyum. "Anda berdua harus kembali ke Hofu. Tak ada alasan lagi bagi kalian untuk tinggal di Hagi." "Dari Delapan Pulau?" "Mereka tidak tahu tentang Delapan Pulau mereka mengira hanya ada Tiga Negara." tutur Kaede dengan pelan pada Takeo. "Mereka mengira kalau kaulah yan g mereka sebut raja. dan melihat kalau hal itu membuat mereka kesal." Madaren bicara dengan ragu-ragu. "Tapi Lord Otori akan ke mana begitu lama. "Ada banyak hal yang dia merasa sudah tahu. Aku akan pergi selama musim panas. "Mereka tidak tahu kalau ada Kaisar." kata Don Carlo. "Maafkan aku. "Aku akan mengunjungi Kaisar. Takeo kagum dengan kefasih an istrinya dalam bahasa yang aneh bunyinya itu. "Takkan ada hal semacam itu. dan hebat dalam keduanya. akeo tersenyum. "Kukira dia lebih suka menjadi guru ketimbang menjadi murid. seolah gagasan itu terlalu absurd untuk dibicarakan. seraya melihat sekilas ke arah Takeo dengan tatapan terkejut. seolah gagasan itu terlalu absurd untuk dibicarakan. tapi mereka ingin tahu apakah mer eka boleh . Seturuh kota sudah tahu: tak ada alasan menyembunyikannya dari mereka. begitu cepat setelah kelahiran anak A nda?" tanya Don Joao. "Aku akan mengatur kapa l dengan Terada Fumio dia akan menemani Anda." ujarnya. Mereka mengajukan per¬tanyaan pad a Madaren dengan hati-hati. "Apa yang mereka katakan?" Takeo men¬condongkan badan ke arah Kaede dan ber¬bicara d i telinga istrinya. "Lady Otori telah menja di murid sekaligus guru. "Aku berterima kasih kepadanya dan bilang kalau dia juga pandai sebagai murid. mereka tampak kebingungan. dan istriku akan sangat sibuk mengurus anak." bisik Takeo. s erta berharap dia mau terus belajar dari kita.

berjanji akan mengirim surat dan hadiah sebelum Takeo pergi. Kaede sudah memerin tahkan dipersiapkan¬nya kain sutra yang indah. dalam hati ia bertekad tidak akan m elakukannya. Setelah menerima makanan kecil dari Haruka." "Kemungkinan itu bisa dilakukan. "Mungkin memang seharusnya kami mengirim surat dan h adiah. "Kami adalah utusan raja kami. serta l ukisan pemandangan karya Sesshu. Shigeko akan Halaman 189 dari 600 . " Don Joao memaksa. "Jangan terjemahkan itu! Katakan pada m ereka kalau masalah ini telah dipersiapkan berbulan-bulan sebelumnya. bila memang bukan Lord Otori orangnya.menemani Lord Otori ke ibukota. Sudah sepantasnya kami diper¬bole hkan memperlihatkan surat kepercayaan raja kami pada penguasa negeri ini." aku Takeo. karena biasanya apa yang dianggap cukup oleh orang asing jauh dari yang biasa mereka la kukan. "Ingatkan pada mereka kalau hadiahnya harus mewah dan indah." kata Takeo pada Ma daren." Don Carlo lebih diplomatis." "Apa mereka sudah gila?" imbuhnya cepat. kotak penyimpan teh dari emas dan pernis hitam. dan dikemas dengan bungkusan kertas halus bersama contoh keramik terindah. mereka mengucapkan selamat tinggal. Hal itu tidak mungkin. Mungkin Lord Otori bisa menjadi duta bagi kami. Takeo memikirkan dengan gembira kesan yang akan dibuat oleh kirin.

Semua itu untuk menghormati Kaisar dan memperlihatkan kekayaan dan status kedudukan Klan Otori serta kekayaan negaranya. Madaren justru berlari mengejar. "Don Joao membutuhkan diriku." Takeo menaikkan alis dan menanti kelanjutan kata-kata adiknya. Untungnya. dan juga keluargamu." "Aku tidak ingin semua itu. dia malah bicara dengan nada agak keras. mereka ak an mengira perempuan itu bicara padanya sebagai penerjemah. dan saat Madaren tidak sanggup bicara. Aku tidak b isa meninggalkannya. dan terkejut ketika temyata bu kan itu yang dikatakannya. Takeo berbalik. m enyesali sikapnya yang dingin. Tindakan adiknya membuat ia gusar karena tidak ingin didekati. bahkan untuk diberika n kepada menteri sekali pun. Takeo sangsi benda apa pun yang b isa disediakan kedua orang asing itu bisa layak dibawa sampai ke ibukota. ke tel besi dan rak lentera. k etel besi dan rak lentera. bila ada yang melihat mereka bersama. Dan itu hanya kau yang bisa berikan. bahkan untuk diberika n kepada menteri sekali pun. Ketimbang menganta r mereka sampai ke gerbang. embawa kuda-kuda dari Maruyama dan gulungan kaligrafi terbuat dari daun emas. "Aku tahu kau belum sepenuhnya ber¬pa ling dari .membawa kuda-kuda dari Maruyama dan gulungan kaligrafi terbuat dari daun emas. Semua itu untuk menghormati Kaisar dan memperlihatkan kekayaan dan status kedudukan Klan Otori serta kekayaan negaranya. Madaren memanggil namanya. "Tomasu. Kebalikan dari sikapnya. Takeo sudah melangkah keluar menuju taman sewaktu kedua orang asing itu mengundu rkan diri." sahutnya. "Apa sebaiknya kuaturkan pernikahan untukmu? Aku akan mencarikan pedagang yang c ocok denganmu. "Apa yang bisa kubantu? Adakah kebutuhanmu yang belum terpenuhi? Apakah kau perlu uang?" Madaren menggelengkan kepala. Sebaliknya. Kau bisa memulai usahamu sendiri. "Ada satu hal yang kuinginkan lebih dari segala¬nya." katanya dengan berlinang air mata." Takeo mengira kalau adiknya ingin ber¬terima kasih. ia merasa ada semacam kewajiban pada Madaren. seraya membungkuk dengan sikap mereka yang canggung dan kaku. bukan kerabatnya. namun ia pun sadar kalau Madaren sudah akrab dengan istrin ya selama musim dingin. Takeo sangsi benda apa pun yang b isa disediakan kedua orang asing itu bisa layak dibawa sampai ke ibukota. dia berkata dengan ramah.

Katakan padaku kalau kau masih menjadi pengikut Hidden. Kau pikir mudah bagiku untuk melakukannya? Lihat betapa gemetarnya tubuh ku! Aku takut mengutarakan kata-kata ini padamu. agar rakyatnya bebas memilih." "Tapi kehidupan kekalmu menjadi taruhannya." Air mata berlinang di wajahnya. di dunia ini. ke cuali kau kembali kepada Tuhan. Itulah yang menantimu setelah kematian. "Aku me lihatmu terbakar di neraka." "Aku tidak lagi pengikut ajaran itu." sahutnya tenang. tempat kembal inya jiwa dan raga dalam siklus besar. "Madaren." sahutnya. "Maksudku. dalam segala keindahannya d i musim semi. Sudah menjadi tugasku untuk menyelamatkan dirimu. "Kau tidak boleh bicara denganku mengenai masalah ini . "Tidakkah ini cukup? Dunia tempat kita lahir dan tempat kita mati. Aku melarangmu mendekatiku dengan cara seperti ini lagi. Tapi aku harus mengatakannya!" "Hidupku di sini. Api neraka melahap dirimu. siklus kehidupan dan kematian? Ini sudah cukup indah dan men akjubkan.Tuhan." "Saat kau mengeluarkan kata-kata tak pantas itu. seperti yang t adi kukatakan: tak ada satu agama pun yang b enar. Takeo memberi isyarat agar adiknya melihat ke taman. Rasa tertekan dan ketulusannya tak dira¬gukan lagi. Tuhan mengirimkan firasat kepad aku." Halaman 190 dari 600 . jiwamu. Pendiriannya tidak akan goyah. Ia takkan percaya pada kepercayaan mana pun ." ujarnya lembut." Takeo ingat pesan dari tuhan yang mendatangi dirinya setelah demam karena terken a racun yang membawa dirinya ke ambang alam baka.

"Lalu kelihatannya d ia kurang sehat." tuturnya. Aku telah memutus tali hubungannya. Lord Takeo?" "Juru bahasa itu mengajukan beberapa pertanyaan. Tapi Tuhan yang menciptakan du nia ini. keyakinan masa kec ilnya dengan Jo-An." Ia merasa kedinginan. dan tak satu pun dari mereka bisa dibangkitkan kembali. Kau akan selalu menikmati perlindunganku. Keadaanku saat ini membuatku mustahil untuk kembali. "jauh lebih kecil ke timbang dunia yang kita diami ini. tapi tidak bisa melihat ada alasan mengapa dia tertahan di tempat itu oleh adiknya itu. seperti yang diingatnya s etiap hari."Tapi Tuhan yang menciptakan dunia ini. "Tidak. ap a yang akan ia lakukan pada adiknya itu? Mengeksekusinya? Diingatnya. Apa maksud perkataannya. dewa. kelihatan cerah dengan azalea dan peony beserta tumbuhan eksotis lainnya yang dibawa Fumio untuk Eriko dari pulau-pulau yang jauh serta kekaisaran-kekaisaran terpencil: anggrek. Sebaiknya kau kembali pada mereka. Takeo pergi ke rumah mereka yang berida di sisi lain teluk." katanya. lili . dan pastikan kalau dia pergi secepatnya. tapi bukannya tanpa syarat." "Tuhan. padahal cuaca hari itu hangat. dunia menciptakan dirinya sendiri." sahutnya. Madaren tunduk pada kata-katanya. seolah sadar tempatnya yang sebenarnya. bukan sebagai adiknya tapi serendah pelayan seper ti Haruka yang menunggu setengah bersembunyi di beranda. "Kedua majikanmu sedang menunggu. ia sadar kal au ia bisa melakukannya lagi tanpa ragu." Ia tidak marah lagi. jauh lebih hebat dari yang kau kira. T ak lama setelah pertemuan dengan orang asing selesai. Pastikan perempuan itu pulih kembali." katanya. "Lord Otori. Taman beratap." dia membungkuk hormat sampai ke tanah. Tak peduli seberapa dalam penyesalan atas lindakannya itu. meneruskan perbincangan yang tak ada tujuannya. gelandangan yang juga meng¬anggap dirinya sebagai utu san Tuhan Rahasia. semua itu diciptakan oleh manusia. dihangatkan dengan sumber air panas yang mengelilingi gunung bera pi. Ia telah membunuh masa lalunya. Kuharap kau sadar sekarang kalau masa lal u sudah ditutup rapat." "Tidak mungkin lebih hebat dibanding Tuhan. "Semuanya baik-baik saja. Dan kularan g kau mengungkapkan masa laluku pada mereka. " * Terada Fumio menghabiskan musim dingin di Hagi bersama istri dan anak-anaknya. kematian Jo-An di tangannya.

" sahut Takeo. Saga Hideki mengusulkan suatu penandingan putriku yang akan menggantika n diriku dan yang lainnya sudah yakin kalau hasilnya kelak akan berpihak kepadaku. Aku berharap bisa memecahkan masalah tanpa berperang. Selama itu Kahei akan mengumpulkan pasukan di perbatas an wilayah Halaman 191 dari 600 ." "Apa kau memang mempertimbangkan hal itu?" Fumio mengamati. Setidaknya aku bu tuh waktu satu bulan hingga sampai di ibukota." "Tidak perlu. "Kau belum pernah keluar Tiga Negara.dan mawar." kata Fumio selagi mereka berjalan mel ewati taman dan menceritakan tempat asal tiap tumbuhan. kita akan siap perang. "Suatu hari nanti kau harus ikut dengan¬ku. "Tapi kel ak aku ingin ikut jika aku mengundurkan diri atau turun takhta." "Kau mempertaruhkan Tiga Negara hanya dalam satu penandingan? Jauh lebih baik be r¬siap untuk berperang!" "Seperti yang kita putuskan tahun lalu. tatapan matanya yang penuh semangat menelusuri wajah Takeo. "Lihat saja nanti apa yang akan terjadi di Miyako. karena kau sudah mem¬bawakan dunia kepadaku.

Bicara tentang s ake. Taku ada di sana dan akan tetap memberitahu kan padamu apa pun yang terjadi.Timur. dan dia akan mengup ayakan seluruh pengaruhnya atas Hana. juga akan pergi bersama mereka. "Mari kita minum beberapa cangkir. atau jika mereka ingkar janji. menang atau kalah. serta taman yang indah. masih dengan pikiran yang tenang dan ceria." tutur Fumio. Aku diwajibkan ikut penandingan itu. "Itu berarti ki ta mengendalikan bagian Barat dari laut. Saat memasuki taman. dan mulai mengerti bahasa mereka." "Mereka akan kembali ke Hofu?" "Mereka akan membangun pos dagang di sana. Ayahku ingin bertemu denganmu." "Bahaya terbesar yaitu Zenko memanfaat¬kan ketidak-hadiranku dan memberontak.sing karena kemungkinan sudah ada yang tinggal di Kumamoto. Kekuatan kita akan berada di sana hanya jika syaratku t idak dipenuhi. Kekuatan kita akan berada di sana hanya jika syaratku t idak dipenuhi. "Aku harus mengenal Don Joao dengan cukup baik musim dingin ini. tapi dengan syara t yang akan dibicarakan dengan Saga. "Aku akan mencari tahu semampuku. Kaede sepakat denganku. Untung nya dia bukan orang yang tertutup." "Kita harus menggerakkan armada dari Hagi ke Hofu. ditemani kawannya si perompak tua Fumifusa. Menurutku. ." Fumio berjanji. Gadis Muto itu." imbuhnya. kedua putranya sudah berada di sana. Takeo pulang ke rumah melalui tepi sungai." *** Ia lupa pada semua kecemasannya saat menikmati sake dan makanan yang disiapkan E riko. Mai. semangat¬nya bangkit lagi ketika mendengar suara Shizuka. atau jika mereka ingkar janji. menang atau kalah. terutama setelah minum sake. Dan kau bisa mengajak orang-orang asing itu bersamamu. dia tak akan benin dak bodoh dengan mempertaruh-kan nyawa mereka. Aku diwajibkan ikut penandingan itu." Takeo terus menceritakan tentang kekhawatirannya atas orang-orang a. dan bisa menyerang di Kumamoto bila perlu. Tapi istrinya akan ke Hagi. tapi dengan syarat yang akan dibicarakan dengan Saga." imur. Kau dan ayahmu harus pergi dengan armada perang k e Hofu. Kau bantu mereka melakukannya sambil mengawasi. bersiap menerima serangan dari laut. ikan segar dan sayuran musim semi.

" sahut Shizuka.. Menyadari itu. Dia ber¬kembang tanpa kehadiran Maya. "Bukan di Negara Tengah. Dan karena kau akan pergi selama musim panas ini. Ha ruka menyajikan teh lalu meninggalkan mereka berdua. "Dia ingin bertemu de nganmu. Dia merindukanmu. Apakah para tetua Muto mendukungmu?" "Ada perbedaan pendapat." sahut Shizuka." sahut Takeo. Aku terkejut Taku belum kembali ke Inuyama. Aku tak ingin membicarakannya di sini. serta Kaede akan sibuk dengan bayinya. Dia bilang Akio ber ada di Kumamoto bersama dengan putramu. Tumbuh dengan baik. S hizuka berkata. "Pikirannya bercabang tentang masalah itu." "Benar. "Dia mengingatkanku pada Yuki saat seusia nya." Mendengar nama Yuki disebut membuat Takeo hanyut dalam lamunan. tempat dia bisa Halaman 192 dari 600 . tapi kehadirannya di tempat Zenko berdampak pada banyak hal yang harus kubicarakan denganmu.. Penuh percaya diri. "Aku dapat kabar dari Taku pada akhir musim dingin.."Kau tidak ajak Miki?" tanyanya saat ber¬gabung dengan Shizuka di ruangan atas. Sepertinya tidak bijaksana kalau tidak dimanfaatkan. "Di a sehat-sehat saja?" Shizuka tersenyum. juga kakak¬nya. tapi dari wila yah Timur dan Barat." "Aku sebenarnya berharap bisa bertemu dengannya sebelum pergi. bahkan ternyata sangat baik ba ginya keluar dari bayang-bayang kakaknya. Tapi dia kini dalam usia ketika dapat menyerap semua pelajaran dengan cepat.

namun ia menjawab dengan ringan. demi kekuasaan. tapi dia tetap ingin memancing amarahku.' Takeo berhenti sejenak. kagum karena Shizuka bisa dengan sikap dingin menyarankan untuk membunuh putra sulungnya sendiri." Mata Shizuka berkilat. Saranku. "Dia semakin mirip dengan ayahnya. Aku harus ke sana. itu sebabnya dia tidak takut atau hormat padamu. Tampaknya dia bertekad untuk menuntut jabatan ketua Muto." ujar Takeo . Aku yang akan mengaturnya. "Tapi Kenji dan aku tak sanggup menanamkan sifat itu ke dalam dirimu. yaitu secepatnya menyingkir¬kan Zenko. dan itu akan menjadi k onflik dengan dirimu. Zen ko tahu itu." sahut Takeo. Aku tak bisa lupa kalau Arai memerintahkan kematianku. sebelum d ia mengumpulkan lebih banyak dukungan lagi. "Hari pertama kita bertemu. Aku khawatir bila kedua putraku membuatmu kec ewa. tapi untuk sementara ini dia masih bisa dik endalikan. Aku harus ke sana. Takeo.mengerahkan kendali atas kaum Tribe di wilayah Timur." ujar Takeo." Kata-kata Shizuka menyengat dirinya. tapi tidak ada air mata. "Aku sudah berjanji pada diriku dan pada negara ini untuk mengambil jalan perundingan demi mencapai keadi lan serta kedamaian. "Aku sudah berusaha meredamnya. dan Taku serta tentu saja aku. dan sangg up menyaksikan kau membunuh putranya sendiri. "Aku percaya pada Taku. tapi aku enggan meninggalkan Kaede di saat seperti ini. tapi ak u enggan meninggalkan Kaede di saat seperti ini. Zenko lain lagi masalahnya. apalagi kau akan segera berangkai. apalagi kau akan segera berangkai. mengancam dan memberi perintah padanya. Kenji berkata kalau aku harus belajar kekejaman dari dirimu. setelah semua yang kau lakukan demi mereka." engerahkan kendali atas kaum Tribe di wilayah Timur." Shizuka berkata. "Tapi gangguan semacam itu hanya akan membu atnya gegabah. sebagai pemimpin keluarg a Muto sekaligus sahabat keluarga Otori. lalu berkata. Aku tak membiarkan tantangan Zenko . Kau hanya pe rlu memberi perintah. tapi Takeo melihat kalau Shizuka benar-benar tertek an. merasakan percikan kemarahan yang sama." "Taku sudah terobsesi pada gadis yang kami kirim untuk merawat Maya. "Kudengar desas-desus tentang itu." Suaranya kedengaran teratur.

kau tidak perlu mengatakan apa-apa." Ucapan Shizuka membuat sapuan dingin firasat merayap hingga ke tulang punggung¬nya . dan saat tidak ada jawaban. Kunang-kunang berke lap-kelip di atas aliran sungai. Sunaomi pasti Halaman 193 dari 600 . "Tindakan yang sangat bagus. Tentu saja. lalu memperpanjang pertikaian. aku berterima ka sih padamu karena membiarkan putraku tetap hidup." "Maka tangkap dan adili dia dengan tuduhan makar. tapi akibat yang harus ditanggung kita se mua tak terbayangkan besarnya. "Walaupun kupikir tak sat u pun dari keduanya akan berterima kasih padamu! Jangan katakan ini pada siapa pun. Matahari telah tenggelam dan taman berganti dengan cahaya biru malam. Rasa lapar yang membawa mereka pulang." Shizuka tampak berusaha agar suaranya kedengaran lebih ringan." komentar Takeo. Buatlah sah menurut hukum. dan dilihatnya Sunaomi dan Chikara datang sambil mencipakkan air di bawah dinding mereka pasti habis bermain di tepi sungai. Takeo. Bagaimana Takeo bisa membunuh ayah mereka? Ia justru hanya akan membuat kedua bo cah itu bersikap menentangnya dan keluarganya." Shizuka mengamati. "Tapi kau takkan mengikuti saranku. tap i bertindaklah cepat. dia meneruskan. "Aku menawarkan Miki untuk ditunang¬kan dengan Sunaomi.mengingkari janji itu.

Kelak saat sudah dewasa baru dia bisa menyadari betapa besar kehormatan yang diterimanya. Tabib Ishida. Takeo belum siap untuk menerima makhluk mungil berwajah merah dan berambut hitam ini dan untuk kebanggaan dalam dirinya." Dari ekspresi Shizuka. dan seekor kuda poni. tapi pembicaraan mereka disela oleh teriakan dari belakang rumah. pedang kecil milik keluarga Arai. Kaede membawa si bayi dan menaruh si bayi di gendongan sang ayah. "Shizuka. setidaknya di Maruyama. Proses kelahiran berlangsung cepat. berjenis kelamin laki-laki. Takeo mendengar langkah Haruka berlari di beranda." "Masih terlalu dini untuk mengumum¬kannya mungkin setelah aku kembali pada akhir mus im panas. Di taman kedua bocah berdiri dan menatap Haruka. bayinya kuat dan se hat. "Memberimu seorang putra." tutur Kaede. Dia sangat kesal dengan kejadian di musim panas kemarin itu . Kabar itu diterima dengan kegembiraan yang sama selama beberapa minggu kemudian di seluruh penjuru Tiga Negara. dan kediaman telah disucikan sesuai adat. Kelak saat sudah dewasa baru dia bisa menyadari betapa besar kehormatan yang diterimanya." teriak Haruka. dia seakan mem¬peringatkan kalau ia takkan punya negara lag i yang bisa dipulanginya." "Kau sudah memberiku lebih dari yang kuharapkan." Bayi itu. tapi Zenko dan Hana mengirimkan hadiah yang indah: jubah sutra untuk si bayi.membenci usulan ini. meski dalam batasan tertentu karena cengkeraman si bayi pada tangan kehidupan masih lemah serta rapuh. seperti keinginan Kaede selama ini." sahutnya dengan penuh perasaan . tempat para perempuan. Inuyama dan Hofu. Hana bers iap melakukan perjalanan ke Hagi di akhir musim panas. Kutukan yang dibisik¬kan rakyat yang karena kelahiran si kembar telah sirna. "Cepat kemari! Lady Otori sudah mau mela hirkan. Kemungkinan kegem biraan itu kurang dirasakan di Kumamoto. bersemangat untuk bertemu dengan kedua putra kandungnya dan menemani kakaknya sementara Takeo pergi. Ketika masa pingitan Kaede berakhir. membuat nightingal e floor ber¬nyanyi. "Ini yang kudambakan seumur hidupku. Menggendong putranya sendiri membuat ia merasa berbeda . Dia sangat kesal dengan kejadian di musim panas kemarin itu. Kabar itu langsung dirayakan di seluruh kota Hagi." embenci usulan ini. Tampaknya jelas kalau Lady Otori akan memiliki seorang putra sebagai pewaris.

Dipertimbangkannya masak-masak hal i tu." sahut Kaede." gumam Kaede." sahutnya. "Tapi jangan bicara tentang kematian ." "Aku memang bahagia. wajah Kaede penuh kasih sayang. maka ia akan terlihat arogan sekaligus pengecut. "Aku juga berharap demikian. namun ia tak bisa berhenti tersenyum.. "Tapi kau harus pergi. "Aku tidak akan sendirian lagi dengan lakilaki mungil ini di sisiku!"* Halaman 194 dari 600 . Sudut matanya mulai terasa hangat." "Aku merasakan hal yang sama. Biar saja Si Pemburu Anjing menyerang.. begitu sering kau mengatakan tidak meng¬i nginkan anak laki-laki. "Kau bahagia!" seru Kaede. ia akan bertempur sampai titik darah penghabisan untuk me mpertahankan Tiga Negara agar bayi ini bisa mewarisinya. "Aku bisa mati saat ini juga. bahwa kau bahagia dengan ketiga putri kita. dan kemudian menghadapi Zenko. seperti yang telah di putuskan. Ia tercengang de ngan kekuatan perasaan itu." "Aku berharap tidak meninggalkanmu. Ia akan mencoba cara damai dulu. Kita akan hidup untuk melihat putra kita dewasa. jika perjalanan itu ditunda." Seketika ia terpukau pada pikiran untuk mengabaikan perjalanan ke Miyako. lalu ia singkirkan dari benaknya.." Diambilnya si bayi lalu menatap wajah bayi mungil itu. "Aku takut. hingga aku hampir saja me mercayaimu. pasukan Tiga Negara akan menghabisinya dengan mudah.

"Ayah belum pernah keluar perbatasan Tiga Negara. Aku bilang kalau tidak memercayai apa pun. Fumio akan ke Hofu: dia akan membawamu dan k irin." Shigeko menyarankan. ketika aku membutuhkan kearifan sert a keberaniannya. Ayah. sepuluh ribu orang lagi akan dihimpun Sonoda Mitsuru di Inuyama. yang di beberapa tempat telah dianggap dewa. Padi mulai tumbuh di sawah yang tergenang. terutama saat seka rang ini. memantulkan kilau me¬mesona saat disira mi cahaya matahari." Bunga ceri berguguran dan kelopaknya berganti daun hijau yang baru ketika Takeo dan rombongannya berkuda dari Hagi. beras dan gandum. berdiri sebuah kuil keci l. dilihatnya kalau kuil itu dipersembahkan bagi Jo-An. yang paling membebani yaitu kirin.Takeo harus pergi sesegera mungkin agar bisa sampai di tujuan sebelum mulai huja n plum. Menurut Tabib Ishida. pikirnya. begitu pula dengan orang-orang asing itu. Alan gkah anehnya kepercayaan orang-o rang itu. Hewan itu kini leb ih tinggi. di mana ada persimpangan jalan. Pada akhimya diputuskan kalau Shigeko dan Hiroshi yang akan membawanya dengan ka pal sampai di Akashi. hewan itu sebaiknya tidak ikut berjalan kaki ke sana karena Jajaran Awan Tinggi akan terlalu berat baginya. Di tepiannya. Beruntung panen kali ini berlimpah: baik pasukan maupun mereka yang penduduk tak kan kelaparan. "Kita semua bisa menumpang kapal. pikirnya sambil mengenang percakapan¬nya dengan Mada ren . ikan kering serta miso telah disim pan sebagai cadangan dan disebar sampai ke perbatasan wilayah Timur untuk persediaan bagi pa sukan. dan kulitnya menjadi lebih gelap seperti warna madu. tapi aku sering mendoakan arwah Shigeru. bila ada badai di bulan kedelapan dan kesembilan. Takeo pernah melewati jalur bersama Lord Shigeru. Dalam mengatur perjalanan. dan Miyoshi Gemba dari Terayama." sahut Takeo. Jalur ini mengembalikan kenangan pad a orang yang telah menyelamatkan dan mengangkatnya sebagai anak. tapi ketenangan dan kedamaianny a tak berubah. Dia membawa kekuatan utama pasu kan Otori: lima belas ribu pasukan dari Hagi dan Yamagata. "Ayah ingin meli hat daratan dan jalan melewati jajaran itu. Shigeko dan Hiroshi tiba dari Maruyama. Miyoshi Kahei s udah berangkat ke wilayah Timur tak lama setelah salju mencair. ma ka laut adalah jalan yang akan kita lalui untuk kembali. melewati pegunungan dan jalan pantai menuju Mats ue. Sejak musim panas.

Gemba telah meng¬ikuti Ajaran Houou. Gemba acapkali tenggelam dalam medit asi. Ia membicarakan tentang Sunaomi. dan sesekali bersenandung pelan. maka pertu nangan itu takkan berguna. Ia melihat sekilas pada Miyoshi Gemba yang berkuda di sampingnya. "Dia akan menjadi menantuku. takut kalau Sunaomi terluka atas kejadian itu. yang pernah bertemu Gemba di Terayama. menceritakan tentang rencananya untuk menjodohkan bocah itu dengan putrinya. ajaran yang penuh pengendalian diri. Keyakinan y ang sama ditunjukkan oleh Jo-An dan kini Jo-An telah menjadi orang suci.beberapa minggu lalu: keyakinan yang memaksa adiknya bicara padanya. Halaman 195 dari 600 . Saat berkuda. teringat kejadian di biara. perselisihan antarsepupu. teman seper¬jala nan yang paling tenang dan paling ceria yang bisa diharapkan. bak suara halilintar dari kejauhan atau raungan ber uang. Itu akan memuaskan ayahnya!" "Kecuali Sunaomi memiliki perasan sebagai putra yang berbakti padamu." sahut Gemba. Takeo terdiam.

Aku takut kelak terpaksa memerintahkan untuk membunuhnya." "Ya. maka akan dipupuk dan dikembang¬kan. terutama. dan bila ada kebaikan dalam dirinya. Itulah yang ia harapkan dapat dikendalikan Taku. mendengar kabar terbaru dari wilayah Barat. Bagi Taku. "Aku akan menyurati istriku nanti mala m tentang usulanmu itu. ia mendiktekan surat untuk Kaede. "Hal itu tidak akan terjadi. Bila tidak dapat melepaskan diri." kata Gemba.. dan malam itu di pemberhentian pertama mere ka."Dia melihat burung houou. kabari aku. "Jinggalkan tanggunganmu dan pendampingnya di Hof u." "Kurasa usianya sudah cukup dewasa: tahun ini usianya sembilan tahun. sebagai calon putraku." Dia melihat burung houou." "Apakah ini bijaksana?" tanya Minoru." "Terutama apa?" "Bila keluarga Muto tidak lagi yakin kepada siapa mereka akan berpihak?" Karena Takeo mengandalkan Tribe untuk membawa pesan tertulis dengan cepat ke sel uruh Tiga Negara. Ia menatap Minoru.. "Surat bisa saja dikacaukan." "Dia tinggal bersamaku sebagai ke¬ponakanku. Baiklah.. "Bila keluarga Muto memilih Zenko." "Ijinkan dia ke tempat kami saat kita kembali." akhirnya ia berkata. Kami akan mera watnya. mana yang akan Taku pilih?" katanya pelan. "Aku perca ya kalau anak itu punya naluri yang baik. Ia merasa perlu bicara de ngan Taku. keraguan mulai merayapi dirinya. ." akhirnya ia berkata. Jurutulisnya tahu lebih bany ak rahasia Tiga Negara dibanding siapa pun." diktenya. dan untuk Taku di Hofu. "Datanglah sendiri." Minoru mendampinginya seperti biasa. namun juga seb agai sandera atas kesetiaan ayahnya. "Aku percaya kalau anak itu pun ya naluri yang baik. aku juga berpikir begitu. kirim anak itu pada kami. perjalanan itu mudah karena melalui laut dari Hofu. kemudian melalui sungai dengan menumpang kapal tongkang yang melintasi antara kota kastil dengan pesisir . serta memintanya datang ke Inuyama a gar bisa bertemu di sana." aku Takeo.

yang selalu me n¬dampinginya. Tenba cepat tanggap dan pintar. Aku telah memperdaya Kikuta begitu lama. pikirnya.Minoru menaikkan bahu. Halaman 196 dari 600 . Takeo bertanya pada dirinya sendiri lagi. Dapatkah aku lolos dari Muto juga . tapi jauh lebih tegang. namun mereka bisa merasakannya. sementara bagian terberat dalam perjalanan itu masih belum tiba. Jun dan Shin. tapi bila mereka harus memilih antara dirinya dan Tribe. Penunggang dan kud a. Kudanya. jalan mana yang akan mereka ambil? Takeo tetap bersikap siaga. "Tekankan kalau Taku harus datang sendiri. tapi bibimya terkatup rapat dan tidak langsung menjawab. menangkap suasana hari penunggangnya. dan mereka telah dilatih teknik bertarung cara T ribe oleh Kenji." Percakapan ini melekat di benak Takeo sewaktu mereka melanjutkan perjalanan ke w ilayah Timur. keduanya tiba di Inuyama dalam keadaan tegang serta kelelahan. Tenba. Ia selalu memercayai mereka sampai saat ini: meski mereka tidak memiliki kemampu an menghilang. senantiasa mendengarkan suara terpelan yang bisa jad i pertanda satu serangan. hampir sama kua tnya dengan Shun. "Perlu kutuliskan kalimat terakhir Anda?" dia bertanya. hingga terjalin ikatan kuat antara mereka. Mereka telah berulang kali melindunginya. sudah beberapa b ulan ini Takeo menungganginya. bila mereka berbalik menentangku? Takeo mulai mencurigai kesetiaan Kuroda bersaudara.

Sonoda be rasal dari Klan Arai. Karena rasa terima kasih itulah maka Takeo menikahkannya dengan Ai. lalu merundingkan penyerahan wilayah Timur pada Otori. Takeo disambut adik iparnya. Satu hal yang mem buat Takeo senang yaitu Ai dan Mitsuru menikah atas dasar cinta. "Apabila ada masalah. Takeo disambut adik iparnya. uang dan sak e mengalir sama derasnya. Ai kerap men¬ceri takan tentang bagaimana penjaga di Inuyama hampir membunuh dia dan Hana ketika mendengar kabar kematian Arai dan kehancuran pasukannya. dan suaminya Sonoda Mitsuru. kedatangan Lord Otori dan penghim punan pasukan berarti pedagang dan pembuat senjata sibuk siang dan malam. tapi akhir-akhir ini belum ada kabar. dulu adalah orang kepercayaan Arai. Takeo menyayangi Ai. dia sudah terbiasa dengan ketidakhadiran suaminya. Ai. Dipanggilnya istri Taku. "Aku sudah dengar tentang per empuan itu. Suamiku tidak pernah . dia b er¬bagi angan Takeo akan negara yang makmur tanpa penyiksaan maupun suap. uang dan sak e mengalir sama derasnya. nuyama dipenuhi dengan kegembiraan dan sibuk. Seringk ali dia berhasil meng-gunakan keahlian berundingnya untuk mewakili Takeo: bersama istrinya. yang mendapatkan surat dari suaminya saat musim semi. Seberapa besar sisa kesetiaan ada dalam dirinya ter-hadap putra Arai? Takeo semakin gelisah dengan kenyataan tidak adanya tanda-tanda keberadaan Taku. Tomiko tidak terlihat khawatir. dan suamiku berada jauh dalam waktu lama. kagum akan sifat lembut dan kebaikan hatinya. Akita. Itu bukanlah hal yang serius. Tomiko. tentunya. Ber¬ba gai urusan pasti menahannya di Hofu mungkin sesuatu yang tak ingin dia tulis dalam surat." Tomiko melihat sekilas ke arah Takeo lalu berkata. dan suaminya Sonoda Mitsuru. mereka terikat oleh hubungan perkawinan. sensitif tanpa berkurangnya keberaniannya. maka kita akan segera mendengar kabarnya. Ai. Takeo memercayai kedua orang ini. Namun rasa lelah membuat Takeo men¬curigai semua orang di sekelilingnya. lagipula. Lord Otori. kedatangan Lord Otori dan penghimp unan pasukan berarti pedagang dan pembuat senjata sibuk siang dan malam. menyembunyikan kedua gadis itu. yang memang saling mencintai. ataupun kabarnya. Semua laki-laki punya kebutuha n. dan M itsuru telah menjadi orang yang pragmatis. tapi aku sudah menduga hal semacam itu. Beruntung Mitsuru telah lebih dulu mengambil ali h kastil. Dia tidak sec antik kedua saudaranya. ia memperingatkan dirinya sendiri. namun penampilannya menarik. Pamannya.Inuyama dipenuhi dengan kegembiraan dan sibuk.

Sonoda berusaha keras menyem¬bunyikan rasa tersinggungnya. "Dan gadis itu. tapi istriku selalu berpihak kepada belas kasihan." sahut Takeo. Lord Otori: kami tidak me¬nerima " Sonoda mulai angkat bicara.serius tentang hal itu." kata Ai. harus segera. "Kau akan Halaman 197 dari 600 . kami pa sti sudah melaksanakannya. "Bila kami menerima perintah itu." "Akan kuatur agar dilakukan besok." "Tadinya aku berharap mereka tetap hidup." Ai setuju. "Ya." "Mereka kelihatan masih begitu muda. "Kuyakinkan kepada Anda. "Tidak menerima atau mengabaikan?" Takeo sadar kalau cara bicaranya terlalu blak¬b lakan." ujar Sonoda.. tapi Takeo mem otong perkataannya. Tapi mereka tidak bereaksi apa-apa. serta tidak memberi kabar. "Aku sudah kirim suratnya beberapa minggu lalu. Aku pun bertanya¬tanya mengapa masalah ini ditunda begitu lama. A ku pasti akan melakukannya sendiri." "Maaf.. Menundanya lebih lama akan dianggap sebagai kelemahan." Kekhawatiran Takeo justru kian ber¬tambah saat ia mendengar kalau para sandera yan g seharusnya telah dieksekusi ternyata masih hidup. "Jika keluarga mereka ma u berunding.." Sonoda meyakinkan. mereka tidak harus mati. memerintahkan agar dilakukan secepatnya.

hadir?" dir?" "Karena aku sudah di sini, maka aku harus hadir," sahut Takeo, karena ia sendiri yang membuat aturan bahwa eksekusi untuk pengkhinatan harus disaksikan orang yang jabatannya paling tinggi, dirinya sendiri atau salah seorang keluarganya atau pengawal senior. Takeo meras a kalau peraturan itu menekankan perbedaan hukum antara eksekusi dan pembunuhan. Menurutnya, peman dangan semacam itu memuakkan sehingga ia berharap dengan menyaksikan itu akan mencegah dirinya dari mengeluarkan perintah dengan sembarangan. Eksekusi dengan menggunakan pedang di¬laksanakan keesokan harinya. Ketika mereka d ibawa menghadap sebelum mata mereka ditutupi, Takeo mengatakan bahwa ayah mereka, Gosa buro, sudah dieksekusi Kikuta karena ingin merundingkan nyawa mereka. Tak satu pun dar i mereka bereaksi; mungkin mereka tidak percaya. Tampak kilatan air mata dari mata gadis itu; selain itu, kedua orang itu menghadapi kematian dengan berani, bahkan bersikap menantang. Ta keo kagum dengan keberanian mereka dan menyesali hidup mereka yang singkat, ber pikir dengan pedih bahwa mereka masih ada kerabatnya, bahwa ia telah mengenal me reka sejak kecil. Keputusan itu dibuat bersama Kaede, dan atas saran para pengawal seniornya. Kepu tusan yang berdasarkan hukum. Namun Takeo tetap berharap bisa melaku¬kan yang sebaliknya, dan kematian tampak seperti pertanda buruk. * Sepanjang musim dingin, Hana dan Zenko sering bertemu Kuroda Yasu untuk mem¬bicara kan tentang pembukaan perdagangan dengan orang asing, dan mereka senang ketika Yasu mendengar Don Joao dan Don Carlo ke Hofu pada akhir bulan. Mereka kurang senang dengan ber ita bahwa Terada Fumio telah membawa armada perang ke perairan laut dalam dan kini mengawa si jalur perairan. "Katanya kapal mereka jauh lebih baik dari kapal kita," kata Yasu. "Andai kita b isa minta bantuan mereka!" "Kalau mereka ingin berpihak kepada kita menentang Otori..." ujar Hana, menyuara¬k an pikirannya. "Mereka ingin berdagang, dan agar rakyat mau berpindah memeluk agama mereka. Taw arkan pada mereka salah satu atau keduanya. Mereka akan berikan apa saja sebagai imbalannya."

Komentar ini melekat di benak Hana selagi bersiap-siap pergi ke Hagi. Sewaktu memikirkan menghadapi kakaknya dengan rahasia yang akan ia bawa, Hana merasa ber¬semangat sekaligus takut, semacam ke¬gembiraan yang menghancurkan. Tapi ia tidak meremehkan Takeo, karena suaminya cenderung bersika p sebaliknya. Hana mengenal kekuatan dan karakter kakak ipar¬nya yang selalu memenangkan cinta d ari rakyatnya serta pendukung setia dari berbagai kalangan. Mungkin juga Takeo akan me¬menangkan hati Kaisar dan kembali dengan restu dari Kaisar. Maka Hana berpikir keras selam a musim dingin tentang strategi lebih lanjut untuk menopang perjuangan suaminya demi balas dend am dan kekuasaan. Saat mendengar orang-orang asing itu sudah kembali bersama jurubahasa nya, Hana bertekad untuk pergi ke Hagi melalui Hofu. "Kau seharusnya ikut bersama kami," ujar Hana pada Akio yang sudah menjadi tamu tetap ke kastil selama musim dingin. Akio selalu melaporkan kabar dari seluruh penjuru negara, s erta perkembangan Halaman 198 dari 600

yang tengah dibuat Hisao dan Koji dalam penempaan. Darah Hana selalu menggelegak dengan kehadiran laki-laki itu. Menurutnya ang tengah dibuat Hisao dan Koji dalam penempaan. Darah Hana selalu menggelegak dengan kehadiran laki-laki itu. Menurutnya kekejaman pragmatis laki-laki itu menarik. Saat ini Akio melihat Hana dengan tatapan yang penuh perhitungan seperti biasa. "Ya, aku tidak keberatan. Tentu saja, aku akan ajak Hisao." Satu kali, mereka hanya berdua saja. Kala itu cuaca masih dingin di akhir musim se mi dengan cuaca yang tak menentu namun wangi bunga yang baru mekar tercium dan malam terasa lebih ringan. Saat itu Akio datang untuk menemui Zenko yang sedang melihat latihan pas ukan dan kuda. Akio semula enggan tinggal lama, tapi Hana memaksa dengan menawarkan sake dan ma kanan. Dia melayani sendiri laki-laki itu, membujuk serta menyanjungnya, membuat Akio tak m ungkin menolak. Hana mengira Akio tidak mudah di¬pengaruhi sanjungan, tapi bisa dilihatnya erhatiannya membuat laki-laki itu senang dan boleh dibilang menjadi lembut. Hana ingin bagaimana rasanya tidur dengan orang itu; walau ia berpikir takkan melakukannya, pikiran itu at ia ber¬semangat. Hana mengenakan jubah sutra berwarna gading, dihiasi bunga ceri merah muda urung bangau: motif penuh kalau p tahu membu dan b

warna yang digemarinya. Sesungguhnya cuaca terlalu dingin untuk mengenakan pakai an semacam itu, dan kulitnya terasa dingin membeku, tapi ia sedang gembira: ia masih muda, darahnya bergejolak dengan dorongan yang sama seperti dorongan akar¬akar dari dalam bumi, tunas dari r anting. Penuh percaya diri dengan kecantikannya, ia memberanikan diri bertanya pada Akio, seba gaimana yang diinginkannya sepanjang musim dingin ini, tentang Hisao. "Dia tidak mirip ayahnya," komentar Hana. "Apakah dia mirip dengan ibunya?" Saat Akio tidak segera menjawab, Hana mendesak, "Seharusnya kau ceritakan semua¬ny a padaku. Makin banyak yang bisa ku¬ungkapkan tentang dirimu pada kakakku, maka semakin kuat akibatnya pada dirinya." "Itu sudah bertahun-tahun silam," tutur¬nya. "Jangan berpura-pura kalau kau sudah melupakannya! Aku tahu bagaimana ke¬cemburuan mengukirkan kisahnya dengan belati di hati kita." "Ibunya adalah perempuan yang luar biasa," Akio mulai bercerita. "Sewaktu di¬saran

kan agar dia tidur dengan Takeo, aku takut untuk menyuruhnya melakukan itu. Meminta Yuki melakukan hal semacam itu hal yang lazim di kalangan Tribe, dan kebanyakan perempuan melakukan apa yang diperintahkan, ta pi Yuki merasa itu sebagai penghinaan. Ketika dia setuju, kusadari kalau Yuki menginginkan Take o. Aku melihat dia menggoda Takeo; bukan hanya sekali, tapi berkali-kali. Aku tidak menyangka kalau hatiku akan terasa sepedih itu, atau ke-bencian yang begitu dalam pada Takeo. Aku belum pema h membenci siapa pun; aku membunuh atas perintah, bukan karena perasaan pribadi. Takeo memi liki apa yang paling kuinginkan, dan dia menyia-nyiakan¬nya. Dia meninggalkan Tribe. Bila Takeo merasakan sedikit saja apa yang pernah kurasakan, maka itu yang disebut keadilan." Akio mendongak. "Aku tidak pernah tidur dengannya," tuturnya. "Aku menyesali itu lebih dari segalanya. Andai aku mampu melakukannya, sekali saja... Tapi aku tidak ingin men yentuhnya saat dia mengandung anak Takeo. Dan aku memaksanya bunuh diri. Aku harus melakukannya: ka rena Yuki tidak berhenti mencintai Takeo; dia tidak akan memaksa anak itu membenci Takeo seperti yang telah kulakukan. Aku tahu dia harus menjadi bagian dari balas denda mku, tapi seiring tumbuh dewasa, dia tidak menunjukkan bakat apa pun, aku tidak tahu mengapa. Dala m waktu yang lama kukira memang tidak ada harapan lagi: berulang kali, para pembunuh yang jau h lebih terampil dari Hisao saja gagal. Kini kutahu kalau Hisao yang akan mcmbalaskan dendamku. D an aku akan ada di sana untuk menyaksikannya." Mendadak Akio berhenti bicara. Halaman 199 dari 600

Kata-kata itu meluncur deras dari mulut¬nya. Dia telah menyimpan semua ini rap atrap at selama bertahun-tahun, pikir Hana, merasa tersanjung dan gembira karena laki¬laki itu per caya padanya. ata-kata itu meluncur deras dari mulut¬nya. Dia telah menyimpan semua ini rap at-r ap at selama bertahun-tahun, pikir Hana, merasa tersanjung dan gembira karena laki¬laki itu per caya padanya. "Saat Takeo kembali dari Timur, Kaede pasti akan tahu semua ini," ujar Hana. "Ma salah ini akan memisahkan mereka. Kaede takkan memaafkannya. Aku mengenalnya: Takeo akan melari kan diri dari Kaede dan dari dunia ini, dia akan mencari perlindungan di Terayama. Biara itu hampir tidak dijaga. Takkan ada yang menduga kau akan ke sana. Kau bisa mengejutkannya di san a." Mata Akio setengah terpejam. Lalu meng¬hembuskan napas panjang. "Itu satu-satunya yang akan mengakhiri penderitaanku." Hana tergoda oleh hasrat untuk memeluk Akio, untuk meringankan sakit hati orang itu: yakin bisa menghibur laki-laki itu atas kematian ia ragu untuk menyebutnya sebagai pembunuhan i strinya. Namun dengan hati-hati menyimpan kenikmatan ini untuk masa yang akan datang. Ada hal lain lagi yang ingin dibicarakannya dengan Akio. "Hisao telah berhasil menempa senjata api kecil yang bisa dibawa tersembunyi?" t anya Hana. "Tak ada pun bisa mendekati Takeo untuk bisa membunuhnya dengan pedang, tapi senjata api bisa digunakan dari jauh, kan?" Akio mengangguk dan bicara dengan lebih tenang, seolah lega topik pembicaraan su dah berganti. "Dia sudah mengujinya di tepi pantai. Jangkauannya lebih jauh dari panah, dan pe luru lebih cepat dibanding anak panah." Sesaat Akio berhenti bicara. "Suami Anda amat tertarik, s enjata yang menyebab¬kan kematian ayahnya. Dia ingin Takeo mati dengan cara yang sama memaluka nnya." "Memang ada semacam keadilan di dalam nya," ujar Hana setuju. "Cukup menyenang¬kan. Tapi agar benar-benar berhasil, kau pasti akan melatih Hisao secara khusus? Sebaiknya dilakukan uji coba untuk memastikan semua berjalan lancar, agar dia tidak kehilangan nyali, agar bidikannya benar-benar tepat." "Apakah Lady Arai punya orang yang bisa diusulkan?" Akio menatap langsung pada H ana dan ketika tatapan mereka beradu, hati Hana serasa melompat gembira. "Sebenarnya aku memang punya," sahut¬nya pelan. "Mendekatlah dan aku akan membisik kan

namanya." "Tidak perlu," sahutnya. "Aku bisa menebaknya." Tapi Akio akhirnya mendekat, begitu dekat hingga Hana bisa mencium napasnya sert a mendengar detak jantungnya. Tak satu pun dari keduanya bicara atau bergerak. Angin mengget arkan layar kasa, dan dari arah pelabuhan terdengar jerit burung camar. Setelah beberapa saat, Hana mendengar suara Zenko dari pelataran. "Suamiku sudah kembali," katanya, sambil berdiri, tak yakin apakah merasa lega a tau kecewa. *** Lord dan Lady Arai sering bepergian antara Kumamoto dan Hofu, maka kedatangan me reka di kota itu tidak lama setelah kembalinya orang-orang asing, tidaklah mengherankan. Kapa l yang ditumpangi para orang asing segera berangkat lagi menuju Akashi bersama Shigeko, Sugita Hir oshi dan kirin. Penduduk Hagi melepas kepergian kirin dengan rasa bangga dan sedih; mereka telah merasa memiliki hewan itu sejak kedatangannya yang mencengangkan di pelabuhan mereka. T ak lama kemudian, Terada Fumio bersiap berlayar untuk bergabung dengan ayahnya, Fumifusa , di teluk, bersama dengan armada Otori. Orang-orang asing sudah sering ber¬kunjung ke tempat Lord Arai sehingga tidak mena rik perhatian. Perbincangan mengalir lebih lancar karena si jurubahasa makin berani dan percaya diri, dan Don Carlo pun makin fasih. "Anda pasti mengira kami bodoh," katanya, "karena tidak mengetahui ada Kaisar. K ini kami sadar kalau kami harus mendekati beliau karena kami adalah utusan Halaman 200 dari 600

raja kami, dan monarki harus berhadapan dengan monarki.aja kami, dan monarki har us berhadapan dengan monarki." Hana tersenyum. "Lord Kono yang baru¬baru ini kembali ke ibukota, dan yang pernah bertemu Anda berdua, adalah keluarga kekaisaran. Dia meyakinkan kami bahwa Lord Arai mendapat dukungan Kaisar. Kepemimpinan Lord Otori di Tiga Negara dianggap tidak sah, maka dia hend ak meng¬ajukan pembelaan atas tuduhan itu." Don Joao nampak tertarik saat kalimat ini diterjemahkan. "Mungkinkah Lord Arai b isa membantu kami mendekati Yang Mulia Kaisar?" "Akan kulakukan dengan senang hati," sahut Zenko, wajahnya bersemu merah karena gembira dan juga karena minum sake. Perempuan itu, si jurubahasa, mener¬jemahkan kalimat ini, lalu mengatakan beberapa kalimat lagi. Don Carlo tersenyum agak sedih, Hana pikir, lalu menganggukkan kepala dua atau t iga kali. "Apa yang kau katakan?" tanya Hana langsung pada Madaren. "Maaf, Lady Arai. Aku bicara soal masalah keagamaan pada Don Carlo." "Ceritakan lebih banyak lagi pada kami. Kami tertarik pada ajaran para orang asing, dan terbuka dengan kepercayaan merek a." "Tidak seperti Lord Otori," kata Don Carlo. "Tadinya aku mengira dia akan ber¬sika p simpatik, dan aku menaruh harapan besar untuk penyelamatan jiwa dari dosa dan kematian bagi is trinya yang cantik itu, tapi dia melarang kami menyebarkan agama secara terang-terangan atau membangun gerej a." "Kami tertarik mendengarkan masalah ini," ujar Hana sopan. "Dan sebagai imbalann ya kami ingin tahu berapa banyak kapal yang dimiliki raja Anda di Kepulauan Kecil Selatan, dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk berlayar dari sini ke sana." "Kau punya rencana baru," kata Zenko malam itu saat mereka hanya berdua saja. "Aku tahu sedikit tentang kepercayaan orang-orang asing itu. Alasan mengapa kaum Hidden selalu dibenci adalah karena mereka lebih mematuhi Tuhan Rahasia ketimbang penguasa man a pun. Deus

milik orang-orang asing itu juga sama, menuntut kesetiaan yang utuh." "Aku telah bersumpah setia berulang kali pada Takeo," ujar Zenko. "Aku tidak menyukai gagasan dikenal sebagai pelanggar sumpah, seperti Noguchi: kukatakan ya ng se¬sungguhnya padamu, hanya itu yang masih menahanku." "Takeo telah menolak Deus sudah jelas dari apa yang kita dengar tadi. Bagaimana ka lau Deus memilihmu untuk menghukum¬nya?" Zenko tertawa. "Bila Deus membawa¬kanku kapal dan senjata, maka aku siap ber¬hadapan dengannya!" "Bila Kaisar sekaligus Deus memerintah¬kan kita untuk menghancurkan Takeo, bagaima na kita bisa membantah atau tidak mematuhinya?" ujar Hana. "Kita memiliki restu; juga peralat an." Tatapan mereka ber-temu, lalu mereka berdua tertawa terbahak¬bahak. *** "Aku ada satu rencana lagi," kata Hana kemudian, ketika kota sudah sunyi, dan di a berbaring di pelukan suaminya, setengah tertidur dan merasa puas. Zenko sudah hampir tertidur. "Kau memang sarang berharga dari gagasan yang baik," sahutnya, seraya membelai istrinya dengan malas. "Terima kasih, tuanku! Tapi apakah kau tidak ingin mendengarnya?" Halaman 201 dari 600

"Tidak bisakah menunggu sampai besok?" "Ada beberapa hal yang lebih baik di¬bicara kan dalam kegelapan." Tidak bisakah menunggu sampai besok?" "Ada beberapa hal yang lebih baik di¬bicarak an dalam kegelapan." Zenko menguap dan berpaling ke arah istrinya. "Bisikkan rencanamu itu dan aku ak an mempertimbangkannya dalam mimpi¬ku." Setelah Hana memberi tahukan, Zenko terbaring dalam waktu lama tanpa bicara hing ga seperti sudah tertidur, namun Hana tahu kalau suaminya itu masih terjaga. Akhir¬nya Zenko berkat a, "Aku akan berikan dia satu kesempatan lagi. Bagaimana pun, dia adikku."* Meskipun Sada telah berusaha, ditambah salep dari Ishida, luka di wajah Maya tet ap berbekas, garis kemerahan di tulang pipinya bak bayangan daun perilla. Maya dihukum dengan berba gai cara atas ketidakpatuhan¬nya. Meskipun dia dipaksa melakukan tugas paling rendah di rumah, d ilarang bicara, dilarang tidur dan makan, dia tetap lakukan semua ini tanpa dendam, sadar kalau ia memang pantas dihukum karena menyerang dan melukai ayahnya. Maya belum bertemu Taku selama sem inggu, dan walau Sada merawat lukanya, tapi dia tidak bicara atau pun memeluk serta membela inya seperti yang diinginkan Maya. Sendirian sepanjang waktu, dijauhi semua orang, Maya punya bany ak waktu untuk memikirkan apa yang telah terjadi. Begitu teringat kalau ia telah menyerang ayah nya, air mata berlinang. Biasanya ia tidak pernah menangis: satu¬satunya yang diingatnya yaitu s aat berada di sumber air panas, bersama Takeo dan Miki, ketika menceritakan pada ayahnya bagai¬mana cara membuat si kucing tertidur dengan tatapan maut Kikuta. Hanya ketika ada Ayah aku bisa menangis, pikirnya. Mungkin air mata adalah bagian dari kemarahan. Ia ingat kemarahannya pada ayahny a karena tidak mengatakan kalau punya anak laki-laki, karena semua rahasia yang mungkin disembu nyikan ayah dari diri¬nya, karena semua muslihat yang terjadi antara orangtua dan anaknya. Namun Maya juga ingat kalau tatapannya menguasai tatapan ayahnya, kalau ia bisa mendengar langkah ringan dan merasakan kehadiran ayahnya saat tidak kelihatan. Maya meliha t betapa kekuatan si kucing telah ber¬tambah dan memperkuat kekuataan dirinya. Kekuatan itu masih saja menakutkan bagi¬nya, tapi setiap hari, di saat kurang tidur, makan dan bicara, day a tarik kekuatan itu semakin bertambah, dan mulai bisa melihat bagaimana ia bisa mengendalikannya.

Di akhir minggu, Taku memanggilnya dan mengatakan kalau mereka akan pergi ke Hof u keesokan harinya. "Kakakmu, Lady Shigeko, membawa kuda-kuda," katanya. "Dia ingin mengucap¬kan selamat tinggal padamu." Saat Maya hanya membungkuk hormat tanpa menjawab, Taku berkata, "Kau boleh bicar a sekarang: hukumannya sudah selesai." "Terima kasih, Guru," sahutnya dengan patuh, kemudian berkata, "Aku benar-benar menyesal." "Kita semua pernah melakukan kesalahan yang berbahaya. Aku yakin kalau aku perna h menceritakan saat ayahmu menangkapku di Shuho." Maya tersenyum. Kedua saudara perem¬puannya senang sekali mendengarkan cerita itu saat mereka masih kecil. "Shizuka sering menceritakannya pada kami, untuk memper¬ingatk an agar kami patuh!" "Kami berdua beruntung karena ayahmu yang kami hadapi. Jangan lupa, kebanyakan o rang Tribe dewasa akan membunuh tanpa pikir panjang, anak-anak atau bukan." *** Halaman 202 dari 600

Shigeko membawa dua kuda betina tua higeko membawa dua kuda betina tua Maruyama, untuk Maya dan Sada, satu berwarna coklat kemerahan, dan satunya lagi, yang membuat Maya kegirangan, berwarna abu-abu pucat dengan surai dan ekor hitam , sangat mirip kuda tua milik Taku, Ryume, anak Raku. "Ya, yang abu-abu ini bisa menjadi milik¬mu," sahut Shigeko, memerhatikan mata May a yang berbinar. "Tapi, kau harus merawatnya baik-baik selama musim dingin." Shigeko me lihat wajah Maya: "Sekarang aku bisa bedakan antara kau dan Miki." Sambil menarik Maya ke samping, Shigeko berkata pelan, "Ayah menceritakan apa yang terjadi. Aku tahu ini sulit bagimu, m elakukan semua yang diminta Taku dan Sada. Buka mata dan telingamu lebar-lebar saat tiba di Hof u. Aku yakin kau bisa berguna di sana." Kedua kakak beradik itu berpelukan; setelah mereka berpis ah, Maya merasa diperkuat oleh kepercayaan Shigeko kepadanya. Itulah yang membuatnya mampu berta han selama musim dingin yang panjang di Hofu, saat angin dingin terus berhembus dari laut, bukannya membawa salju sebagai¬mana mestinya tapi malah membawa hujan es dan hujan sedingin es. Bul u kucing itu terasa hangat, dan Maya kerap tergoda untuk memanfaatkannya. Awalnya masih teras a janggal, lalu dengan rasa percaya diri yang makin besar, Maya belajar memaksa ro h kucing itu tunduk pada kehendaknya. Masih ada banyak unsur ruang antara dua dunia yang menakutkan baginya: hantu yang kelaparan dengan keinginan yang belum terpuaskan, serta kesadarannya tentang semacam kepandaian yang mencari dirinya. Rasanya seperti kilatan halilintar di k ege¬lapan. Kadang ia menatap dunia itu dan merasakan daya tariknya, tapi seringkali ia menjauhi ki lauannya, tetap berada di balik bayang-bayang. Sesekali ia bisa menangkap penggalan kata, bisika n yang tak kunjung ia pahami. Satu hal yang menyita pikirannya se¬panjang musim dingin adalah masalah yang membu at ia sangat marah pada ayahnya: bocah misterius yang merupakan kakak tirinya, yang tidak per nah dibicarakan siapa pun, yang kata Taku akan membunuh ayahnya ayahnya! Saat ia memikirkan tentan g bocah itu, ia menjadi bingung dan roh si kucing berusaha menguasai dirinya dan melakuk an apa yang diinginkannya. Ia sering terbangun berteriak karena mimpi buruk, sendirian di kamar karena kini setiap malam Sada bersama Taku. Maya berbaring terjaga sampai pagi, takut meme¬jam

kan mata. Sada mengatur agar mereka tinggal di rumah keluarga Muto antara sungai dan kedia man Zenko. Rumah itu dulunya adalah tempat penyulingan sake, tapi dengan makin bertambahnya pelanggan karena Hofu kian makmur, keluarga itu pindah ke bangunan yang lebih besar, dan b angunan ini kini hanya dijadikan gudang. Seperti di Maruyama, keluarga Muto menyediakan penjaga dan pelayan, dan Maya mas ih berpakaian anak laki-laki di luar rumah, tapi diperlakukan sebagai anak perempuan ketika di dalam rumah. Teringat pesan Shigeko, dan ia membuka telinga lebar-lebar, mendengarkan bisik-b isik per¬cakapan di sekelilingnya, berjalan-jaian me¬lewati pelabuhan saat cuaca cukup cerah, dan m emberitahu Taku dan Sada apa yang didengarnya. Tapi ia tidak menceritakan semuanya: sebagian dar i desas-desus yang mengejutkan dan membuatnya marah sehingga ia tidak ingin mengulang kata-kat a itu. Ataupun berani bertanya pada Taku tentang pemuda yang merupakan kakaknya itu. Maya bertemu Shigeko lagi sebentar ketika musim semi, ketika kakaknya berlayar b ersama kirin dan Hiroshi dalam perjalanan ke Miyako. Ia sudah sangat terbiasa dengan segala hasra t Taku terhadap Sada, lalu mengamati kakaknya dan Hiroshi untuk melihat apakah mereka menunjukkan geja la yang sama. Terasa sudah begitu lama ketika ia dan Miki menggoda Shigeko tentang Hiroshi: ap akah hanya sekadar rasa tertarik seorang gadis belia, ataukah kakaknya masih tetap mencintai pemuda yang kini menjadi pengawal seniornya? Dan apakah Hiroshi mencintai kakaknya? Seperti halnya Takeo, Maya juga memerhatikan reaksi cepat Hiroshi sewaktu Tenba melompat dan mundur tiba-ti ba karena takut selama upacara di Maruyama, dan menarik kesimpulan yang sama. Kini ia kurang yak in: di satu sisi, Shigeko dan Hiroshi tampak saling menjauh sekaligus bersikap resmi; di sisi lain mereka seperti Halaman 203 dari 600

saling memahami pikiran masing-masing. dan ketika bangsawan memanfaatkan ketrampilan mereka. penga laman dan akal bulusnya mulai hancur. . ketika pedagang dan petani biasa menikmati kesejahteraan. Tribe mulai menyesal karena sebelumnya mereka yang menguasai perd agangan. Sejak kecil ia sudah hidup dengan kepercayan bahwa kesetiaan keluarga Muto teguh kukuh terhadap Klan Otori. dan kedua or ang itu memanfaatkan arwah kucing dalam mantra-mantra mereka. Semua perubahan itu seper ti memastikan desas-desus yang mulai di-dengarnya saat musim dingin. Kurir pembawa pesan yang datang ke rumah jumlahnya makin sedikit. dan Maya tak berani lagi menggoda maupun bertanya padanya. Kuroda dan Imai: setelah lima belas tahun dalam damai. bahkan kurang ajar. Di bulan keempat. Taku disibukkan dengan permintaan dari orang-orang asing yang telah kembali dari Hagi dan bersem angat untuk membangun pos perdagangan secepatnya. dan ada semacam keselarasan yang terjalin di antara mereka. informasi yang diantar amat terlambat hingga akhimya tidak berguna. dan ada semacam keselarasan yang terjalin di antara mereka. setelah Shigeko dan Hiroshi pergi bersama kirin menuju Akashi. diikuti¬nya para pelayan ke penginapan dan men¬dengar cerita-cerita mereka: kalau Taku dan Sada adalah penyihir. aling memahami pikiran masing-masing. Sewaktu di penginapan itulah Maya men¬dengar percakapan lain di kalangan keluarga Muto. Shigeko telah mengemban wewenang baru. dan Taku adalah keluarga Muto dan telah menjadi penasihat terdekat keluarga Otori dan telah menjadi gurunya. Kenji. Shigeko telah mengemban wewenang baru. Maya menemukan dirinya terbebani dengan lebih banyak pekerjaan karena para pelayan ma kin malas. dan untuk memperbaikinya saat ini. Seiring makin besar kecurigaannya. maka Kikuta Akio muncu l dari pengasingan. Maka butuh waktu la ma baginya untuk dapat memahami dan menerima gejala-gej ala yang tampak di depan matanya. Sumpah setia tidak pasti yang digabung Kenji dengan kekerasan karakternya. dan Maya tak berani lagi menggoda maupun bertanya padanya. Para penjaga tertawa sinis di belakang Taku tentang obsesinya terhadap Sada: laki-laki-perempuan yang lemah da n gila. Shizuka. dan bahwa Muto mengendalikan kesetiaan Tribe terlepas dari Kikuta yang membenci dan berusaha membunuh ayahnya. Kira-kira di saat inilah Maya sadar atas p erubahan yang terjadi dengan perlahan sejak hari pertama musim semi.

minyak wijen serta jahe. Lentera menyala berasap. Selama ini ia dapat meng¬hilang diri tanpa diketahui. dan udara terasa pekat dengan berbagai aroma. Satu malam. dan setiap kali didengarnya. Maya memindai berbagai kelompok. dan bahkan lebih kagum lagi ternyata begitu banyak orang yang ia kenal dari kalangan Tribe bukan hanya mentolerir kehadirannya. tapi justru mencarinya. ketertarikan dan keingintahuannya semakin bertambah . dan ia bahkan mendengar Zenko disebut sebag ai ketua Muto. dan sadar kalau Akio ada di penginapan itu. sesaat sebelum bulan purnama. ia pergi diam-diam ke penginapan di tepi sungai. s aat itu kota terasa lebih hidup dari biasanya karena Zenko dan Hana sudah kembali bersama rombongan. membiarkan angin sepoi-sepoi dari arah barat daya mas uk. malam ini terlalu bising untuk bisa mendengar banyak bah kan dengan telinga¬nya yang tajam. Ia tahu kalau itu pengkhianatan. memperkenalkan diri pada Akio.Maya mendengar nama laki-laki itu beberapa kali di awal-awal bulan keempat. tapi ia menangkap kata ketua Kikuta. Ia meraba pisau di baju luamya lalu menggunakan kemampuan menghilang kemudian berjalan ke pintu penginapan. dan menjadi so mbong karenanya. Semua pintu terbuka lebar. menggunakan kemampuan meng¬hilang untuk menyelinap di bawahnya. Maya menyembunyikan diri di bawah beranda. dan penginapan penuh sesak dengan orang. langsung tahu mana yang bernama Akio karena lak i-laki itu melihat dirinya. ikan panggang dan sake. Ia terkejut temyata laki-laki itu berani muncul secara terang-terangan di Hofu. Saat itu ia menyadar i betapa Halaman 204 dari 600 . meski ia tak tahu sampai sejauh mana kebenarannya. Maya menyad ari kalau orang itu berada dalam perlindungan Zenko. langsung menembus kemampuan menghilangnya.

cak arnya di lantai papan beranda sewaktu ia melompat melarikan diri ke dalam gelapnya malam. sepertinya tertidur selama beberapa saat. Ta ku mengagumi pengendalian diri gadis itu yang dapat menceritakan tanpa meneteskan air mata. melemparkan senjata selagi bergerak. Maya melihat kilau pisau. pada Sada da n Taku. Datanglah padaku. "Dialah penguasa si kucing. "Dialah yang memanggil kucing itu. betap a laki-laki itu bisa membunuhnya tanpa ragu. Akio melompat dari lantai dan seperti terbang ke ar ahnya. cak arnya di lantai papan rbahayanya laki¬laki itu. " "Penguasa si kucing? Darimana kau dapat kata itu?" "Itulah yang dikatakan para hantu. Hisao. dan tanpa pikir panjang ia men¬jatuhkan diri ke lantai. dan ingin menceritakan segalanya pada mereka. mendengar desingn ya di udara. betapa lemah dirinya bila dibanding¬kan dengan Akio. Saat memahami katakata itu. dirasakannya tekstur lantai di bawah kakinya." ujar Maya pelan. Dan si kucing hanya ingin kembali pada pemuda itu. Maya melihat kilau pisau. Akhirnya tu buh Maya lemas. Dirasakannya tatapan pemuda itu mencarinya. melawan tatapan Maya yang amat kuat. Sada memanggil-manggil namany a sementara Taku menatap matanya. dia bisa b erpikir jelas lagi." Taku menggelengkan kepala dengan tatapan bertanya-tanya. membangunkan keduanya dari tidur nyenyak. Semua yang ada di sekelilingny a berubah: ia melihat dengan mata si kucing. dan men¬dengar penggalan suara yang membentuk kata-kata. "Jadi sesuatu menghubungkan Hisao dan kucing itu?" akhimya ia bertanya. bet apa laki-laki itu bisa membunuhnya tanpa ragu. Sudah lama aku menunggumu. dan tanpa pikir panjang ia men¬jatuhkan diri ke lantai. Taku mendengarkan tanpa bicara selagi Maya menceritakan apa yang didengarnya. jika kubiarkan mereka bicara. Mereka berusaha menenang¬kan saat dia be rjuang sekuat tenaga men¬dapatkan kembali wujud manusianya. betapa lemah dirinya bila dibanding¬kan dengan Akio. "Kau tahu siapa Hisao i . Maya melarikan diri pada satu-satunya perlindungan yang dikenalnya. melemparkan senjata selagi bergerak. Di belakangnya. mendengar desingn ya di udara. ia ketakutan setengah mati. Maya menyadari ke¬hadiran pemuda itu. dirasakannya tekstur lantai di bawah kakinya. Akio melompat dari lantai dan seperti terbang ke ar ahnya. Ketika membuka mata.berbahayanya laki¬laki itu. Semua yang ada di sekelilingny a berubah: ia melihat dengan mata si kucing.

mendengar Sada menghela nap as. "Tapi aku harus menemui kakakku lebih dulu." Inilah pertama kalinya Taku merasakan ketakutan yang sesungguhnya. "Kita harus membawa Maya pergi." "Sudah berapa lama kau tahu?" "Aku pernah mendengar kau mengatakan pada Sada. dan kemarahan pada rasa puas dalam dirinya serta kurang waspada. Tidak ada lagi orang yang tahu tentang hal semacam ini di kalangan Tri be: semua laporan kita menunjukkan kalau Hisao tidak memiliki kemampuan Tribe. "Pertama kali kita melihat kucing itu. Sada merengkuh dan memeluk Maya erat-erat. hembusan napasnya terasa di bulu kuduknya. gelisah atas peng¬khianatan yang telah diungkap Maya." sahutnya." "Apa artinya itu?" tanya Maya." bisik Sada." ujar Taku.tu?" "Dia cucu Muto Kenji. dan mencari tahu seberapa dalam keterlibatannya dengan Akio. Takut pada ke kuatan supranatural. Para arwah akan patuh padanya. dan berapa banyak yang mereka tahu tentang Hisao. Dia memiliki kekuatan untuk me¬nenangkan atau mengh asut mereka. mendengar suara orang yan g sudah mati." Ia berhenti sejenak lalu bicara tanpa perasaan. "Hisao pasti seorang penguasa alam baka. membuat satu tuntutan terakhir padanya. di Maruyama pada musim gugur yan g lalu." jawab Maya. Dugaanku adalah mereka belum menge tahui bakatnya." Halaman 205 dari 600 . Ini jauh lebih buruk dari yang kita bayangkan. "Artinya dia mampu untuk berjalan di antara dua dunia. Tatapan Maya yang berkilat ter¬paku pada wajah Taku. "Putra ay ahku. "Apa yang harus kita lakukan?" tanya Sada pelan. "Kukira hal itu hanya legenda.

" katanya. "Kita akan pergi ke Inuyama. dan menyadari sekali lagi betapa ia s angat merindukan Gurunya itu. mengamati malam yang pucat. tapi Zenko pasti menganggap si kembar terlalu berbahaya. Ia berusaha menimbang apa saja yang dipertaruhkan. pastinya. terlebi h lagi mengaiakannya pada Sada atau orang lain. dan betapa besar kegagalannya untuk bisa menggantikan kedudukan gur unya itu." sahut Taku. kesadaran ter¬goyahkan pada kehormatan dan kesetiaan. tapi kita harus tetap pergi. maka ia tak harus menyerahkan nyawa Sada atau nyawanya sendiri." "Kita belum mendapat kabar dari Lord Takeo sejak Terada datang dari Hagi. dicekam perasaan kalau segala sesuatun ya akan terurai satu demi satu. Taku berpikir keras apa yang harus dilakukan. Sebagai anak laki¬l aki. meski sulit untuk mengakui pada dirinya sendiri. terhadap sifat ksatria yang jujur. Juga nyawa Kaede. bukan untuk yang pertama kalinya. dan menyadari sekali lagi betapa ia sangat merindukan Gurunya itu. Ia selalu berusaha membuat Hiroshi ter kesan. menyayangi sahabatnya itu lebih dari apa pun. pikirnya.. pakah Kenji tahu? Taku memikirkan hal itu. "Sebelumnya aku tidak cemas. sada r akan tubuh tinggi Sada di sisinya. dan ia tak tahan membayangkan wajah Hiroshi saat sadar kalau ia berpihak pada Zenko." kata Sada gelisah. Jika Takeo mel awan balik. "Aku akan menemui Zenko besok. Kita harus bawa Maya pergi. keyakinannya makin besar kalau Takeo akan hancur. Saat terjaga. Memikirkan Hiroshi telah membuatnya berhenti secara tiba-tiba. Ia tahu k alau Hiroshi lebih memilih mencabut nyawanya ketimbang meninggalkan Takeo. kemungkinan anak-anak juga mungkin Shigeko tidak. Hiroshi. Ia menyes . keberan ian fisiknya. Alangkah bodohnya kakakku. kal au jaring mulai makin kencang di sekelilingnya dan tak ada jalan untuk lolos. berarti kematian beberapa ribu prajurit Otori yang tak ada hubungan dengan dirin ya. Rasanya masuk akal mematuhi kakaknya yang akan mengambil alih kepemimpinan Tribe a tau bahkan menyerahkan jabatan itu pada Taku sendiri: keluarga Muto dan Kikuta bisa berdamai. dan betapa besar kegagalannya untuk bisa menggantikan kedudukan gur unya itu. Ny awa Takeo. sebelum ia bertemu Sada.. naluri pragmatis Muto mendes aknya untuk mengikuti jalan ini. *** Saat malam lebih larut. kecu ali bila dia melawan.Apakah Kenji tahu? Taku memikirkan hal itu. Taku punya rasa iri yang terpendam pada Hiroshi.

kepal a tertunduk. dan meskipun tidak tahu kalau itulah terakhir kalinya dia membangunkan Sada. Men dengar betapa sering Deus diucapkan. Zenko dan Hana duduk dengan tangan terkatup. mi rip yang dipakai Don Joao dan Don Carlo yang juga hadir saat makan malam. Sebelum mulai makan. dan menerima jawabannya sebelum tengah har i. T ak pernah ku¬bayangkan kalau aku akan jatuh cinta. Begitu bertemu. Taku berkuda p ergi bersama empat orang yang telah menemaninya sejak dari Inuyama. Halaman 206 dari 600 . pikirnya saat membangunkan Sada dengan le mbut. Taku memerhatikan kehangatan baru antara kedua orang asing itu dengan Zenko. Taku melihat ada perubahan dalam diri kakaknya. Ia diperlakukan dengan santun seperti biasa. Kumis dan janggu t Zenko tampak lebih lebat. Dia menghabiskan waktu dengan mem¬persiapkan diri untuk be pergian. tapi lebih dari itu. serta tampak hikmad. Do n Carlo diminta untuk meng¬ucapkan doa. Direngkuhnya Sada erat. Taku juga memerhatikan. dan menyadari dengan campuran antara rasa tercengang dan jijik kalau kakaknya telah mengikuti kepercayaan orang asing. sang kakak menunjukkan kepercaya¬an diri yang ba ru. kala u Zenko mengenakan kalung dari untaian rosario indah yang terbuat dari ukiran gading. dan diundang ke kediaman di Hofu untuk makan malam bersama Zenko dan Hana. dengan langkah yang lebih angkuh. lebih memercayai mereka ketimbang orang yang disediakan keluarga Muto di Hofu. walau tak langsung mengomentari. karena tak ingin menarik perhatian.alkan tindakan kakaknya yang menempatkan ia dalam posisi serba salah. tidak secara terang-terangan. *** Taku mengirim pesan keesokan harinya. Tak per nah kubayangkan kalau aku akan menjadi ksatria yang mulia.

"Tidak ada kejahatan di dalamnya. Kami permisi sebentar. Malam ini indah: sudah hampir purnama. seraya menyembunyikan marahnya." Zenko . dan ketika makan malam se lesai dia berkata. aku bahkan kedua putramu." sahut Zenko. membuka semua indera¬nya. pikirnya kecut. tapi aku yakin kau bisa menebaknya. Kebebasan itu diperbolehkan di seluruh Tiga Negara. juga karena tindakan ini akan membahayakan kel uargamu ibu kita. "Aku melihat kebenaran dalam kepercayaan mereka dan aku memilih untuk mengikuti jalan mereka. Janganlah kita saling mem¬bunuh." Taku melihat deretan gigi putih di atas janggut Zenko saat tersenyum. yang bahkan tidak terdeteksi oleh semua kemampuan Tribe. dan kakaknya membimbing ia ke dalam jangkauan pisau lempar mereka? Atau s enjata mereka? Dan bulu kuduknya merinding memikirkan senjata yang bisa membawa kematia n dari jarak jauh.Berpindah agama atau hanya berpura-pura? Taku tidak percaya kalau tindakan Zenko tulus adanya. Ia mengenal kakaknya sebagai laki-laki tanpa agama dan tidak berminat pada sesuatu yang berbau spiritual sama seperti dirinya." "Kurasa kau tengah merencanakan per¬sekongkolan menentang Lord Otori. Ia ingin l angsung menyerang. seolah bisa membaca pikirannya. Taku. "Tak bisa kubayangkan apa alasannya. Rupanya Zenko melihat ada keuntungan: pasti berhubungan dengan militer. memasang pendengarannya untuk langkah ka ki yang tak dikenal. mengacuhkan pertanyaan tentang A kio. Mengapa Kikuta Akio berada di Hofu dan dalam perli ndunganmu? Perjanjian keji apa yang kau buat dengan orang-orang ini?" Taku memberi isyarat ke arah tempat percakapan orang asing itu terdengar seperti pekikan burung. ikutlah ke taman. Ia mengenal kakaknya sebagai laki-laki tanpa agama dan tidak berminat erpindah agama atau hanya berpura-pura? Taku tidak percaya kalau tindakan Zenko tulus adanya. Zenko menyadari kegelisahan Taku yang makin bertambah. Zenko berkata. kurasa. karena kau telah b ersumpah setia dan berutang nyawa padanya. namun menahan diri. hembusan napas yang tak terduga." sahut Taku. "Ada yang harus kubicara¬kan dengan adikku. "Dan sebagai imbalannya?" "Aku terkejut kau belum tahu. "Tak ada alasan bagi kita untuk b ermusuhan. dan kemarahannya muncul selagi memik irkan kalau yang bisa diberikan orang asing itu adalah senjata api dan kapal. pikirnya." Taku mengikuti. Apakah sudah ada pembunuh yang ber sembunyi di taman.

"Kau melihat bayangan dirim u sendiri. seraya menahan kata-katanya. Akan kupenuhi semua keinginanmu. dan ak u sayang padamu. Ayah kita seorang ks atria sejati. sungguh tak Halaman 207 dari 600 ." Taku merasa jarinya gatal ingin meraih pedang." sahut Taku. Mari kita bicara terns terang. Kaulah si perebut kekuasa¬an. dan tubuhnya terasa perih seakan siap menghilang. Tugas pertama kita adalah balas dendam atas kematian itu. juga pembunuh. Taku tergoda untuk menyerang.menatapnya. Yakin kalau Zenko past i hendak membunuhnya saat ini. dan teringat kata-kata Takeo: Saudara saling membunuh. Takeo itu penipu. begitu kuatnya godaan itu hi ngga ia hampir tak sanggup menahannya. "Taku. namun ada sesuatu yang mencegahnya: rasa enggan untuk mencab ut nyawa kakaknya. Dan kau juga pantas mati. kita bersaudara." sahut Taku. perebut kekuasaan." "Ayah kita memang pantas mati. Bukan rahasia lagi kalau menurutku alasan Akio sangat masuk akal. lalu mendekat dan memegang tangannya. terlepas dari perbedaan pendapat kita. Dia akan mengabaikan peranmu dalam kematian Kotar o: semua orang tahu saat itu kau masih kecil. Takeo yang menye babkan kematian ayah kita. "Tidak." "Kau memandang Takeo seolah kau ber¬kaca. Ta keo tidak punya masa depan: mengapa ikut jatuh bersamanya? Bergabunglah denganku: Tribe akan ber satu kembali: aku pernah bilang kalau aku punya orang dalam di kalangan Kikuta.

" sahu t Zenko marah. berharap setiap waktu mendengar anak pana h atau pisau melesat di udara. seakan sulit bernapas. Bagian bawahnya direkatkan dengan lilin dan dicap dengan lencana Otori." Dikeluarkannya wadah bambu dari balik jubah dan menyerahkannya." "Mungkin karena udara musim semi." Taku berjalan dengan cepat dari taman. "Kuharap ini bisa memeng aruhi keputusanmu. Apakah keinginan balas dendammu bisa menjamin tidak akan menyebabkan perang saudara?" "Baiklah. Aku akan bicara lagi denganmu besok. sebelum kau pergi: aku lupa berikan ini padamu." kata Taku padanya." Taku mundur dengan sikap hati-hati. "Biar kupertimbangkan dulu. "Lord Muto." ujar Zenko." "Tak ada yang bisa dirundingkan kecuali dengan kehancuran dan kematiannya. Kemudian Taku masuk ke tempat Sada tengah menunggu. dikalahkan dengan kecemasan yang lebih besar dalam dirinya. "Apa yang kau temukan?" . pikirkan semua tindakanmu. "Ada apa?" "Kuda Anda tadi batuk-batuk. Taku menghirup napas dalam-dalam. Para penjaga menunggu di gerbang dengan kuda¬kuda. seperti layaknya orang lain. "Kita pergi sekarang. seperti layaknya orang lain. Sada masih berpakaia n lengkap. "Oh ya. tapi yang satu ini sudah terbuka." laki-laki di sebelahnya berkata pelan. termasuk dirimu sendiri. Udara terasa sulit dihirup dengan pekatnya ser buk sari. "Katakan apa yang kau inginkan dari Lord Otori . termasuk dirimu sendiri. Diraihnya tali kekang Ryume lalu bergegas naik. dia meminta agar pelana kuda jangan dibuka." ujar Zenko. Kakakmu. dan menyiap kan dua kuda betina. harus taat pada hukum. Tak u sayang. yang digunakan di Tiga Nega ra. Mari kita rundingkan. "Kurasa ini dari Lord Otori. erbayangkan. Taku sayang. ia meninggalkan kediaman tanpa pamitan.terbayangkan. terserah apakah kau memihak atau menentangku. Taku meng¬ambilnya dengan firasat: dikenalinya benda itu sebagai tempat surat." Disingkirkannya kecemasan laki-laki itu. Dan kau juga. harus taat pada hukum. Di tempat penginapannya. lalu tertawa. "Dalam hal ini. Kakakmu.

terkadang ditemani para arwah. "Takeo memintamu agar segera menemuinya di Inuyama tapi ini sudah terla mbat selama berminggu-minggu. Dia membaca dengan cepat t ulisan dalam surat itu. Itu sebabn ya tidak ada kabar darinya. tapi juga telah bersekutu dengan orang asing. Dia menga ku telah menerima agama mereka. Tentunya dia sudah berangkat saat ini?" "Kita harus ke sana malam ini."Zenko bukan hanya membuat kesepakatan dengan Akio." Sada mengambil tabung itu lalu mengeluarkan suratnya. Kakaknya itu tampak kejam. dia harus ikut. maka aku harus mengejarnya sampai di perbatasan. muncul dalam berbagai samaran. Tatapannya mem¬buat Maya merasakan ketakut an yang tak bisa dijelaskan. yang wajahnya kin i bisa dilihat sekilas." *** Maya tengah mimpi aneh serba merah di mana kakak laki-lakinya. "Dia mengacaukan surat-surat yang Takeo kirim. Bila Ta keo telah meninggalkan Inuyama. Bulan purnama cukup terang untuk berkuda. Kakakny a itu memiliki Halaman 208 dari 600 . membawa senjata yang menakutkan. seolah Hisao tahu semua rahasia dalam dirinya. Bangunkan Maya. Dia harus kembali dan membawa pasukan kembali dari wilayah Timur. Di Inuyama kalian lebih aman. dan sebagai imbalannya mereka mempersenjatainya." Diserah kannya wadah surat pada Sada. Aku tak ingin dia di temukan Akio.

"Bangunlah. Dia bisa saja menyerang atau membuntuti. "Kita akan ke Inuyama untuk menemui ayahmu. Malam ini Hisao membisikkan nama Maya. saat putra mereka tinggal di rum ah kami?" tanya Maya gusar. Sada bertanya pada Taku. Maya serta empat pengawal tidak diberhentikan atau ditanyai. "Mengapa kita pergi di malam seperti ini?" "Aku tidak ingin menunggu sampai pagi. ada pelancong lain di jalan. Aku curiga ada jebakan. emacam jiwa kucing seperti dirinya. di malam s eperti ini. "Apa yang terjadi?" "Akan kuceritakan sedikit saja demi keselamatanmu. "Bagaimana bisa paman dan bibi ber¬tindak begitu. Kedua bocah itu harus mati!" . di awal musim semi dengan bulan yang hampir penuh. karena tak tahu kalau Hisao mengenalnya. karena tak tahu kalau Hisao mengenalnya. dan seke lompok kecil orang Taku.semacam jiwa kucing seperti dirinya. mengikuti bulan dan gelombang. Ber¬si agalah dengan senjata. Maya terbangun dan sadar kal au Sada yang bicara pelan di telinganya. lekas berpakaian. Maya terbangun dan sadar kal au Sada yang bicara pelan di telinganya. Maya melakukan seperti yang diminta karena bulan-bulan musim din gin telah mengajarkannya untuk patuh." Hofu bukanlah kota yang dikelilingi dinding. mereka berhenti di sebuah penginapan untuk sarapan dan minum teh. yang membuatnya ketakutan." kata Taku selagi mengayunkan tubuh Maya ke punggung kuda. "Ibu harus diberitahu. Maya berkata pada Taku . Kita pergi sekarang. Segera setelah mereka hanya bertiga di ruang makan kecil." Kelelahan tergambar di wajah Taku." Tanpa bertanya. "Apakah kakakmu membiarkan kau pergi?" "Itu sebabnya kita pergi sekarang. Tak lama setelah matahari terbit. Kami mengira bisa membendungnya. Pamanmu Arai dan istrinya ber komplot menentang ayahmu. tapi men¬dadak situasinya makin mengancam. yang membuatnya ketakutan." Selagi kuda-kuda berderap menyusuri jalan menuju jalan besar. Sada. dan bersiap untuk bertarung. dan kegiatan perdagangan dan pelabu han berarti orang datang dan pergi pada jam berapa saja. Malam ini Hisao membisikkan nama Maya. Ayahmu harus segera kembali. dan suaranya terdengar sangat serius.

Peluh membuat kul it kuda menjadi lebih gelap di bagian leher tubuh mereka selagi meninggal¬kan dataran pesisir dan mulai menanjak ke perbatasan pertama. "Itu sebabnya kita har us menyuruhnya kembali. biru terang. Aku akan ke Hagi dan men¬ceritakan pada Ibu tentang niat Hana yang se benarnya!" "Tidak." kata Sada. "Selama musim panas ini Hana akan bersama ibumu dan adikmu. terus maju." "Lagipula. Hana memang akan ke Hagi hari ini. Mereka d uduk diam selama beberapa saat. sesekali terdengar su ara jangkrik bak Halaman 209 dari 600 . angin sepoi-sepoi ber henti berhembus." Sada menarik Maya dan duduk denga n merangkulnya. awan menghilang ke arah timur laut. langit cerah." "Itu lebih buruk lagi! Ibu harus di peringatkan." tutur Taku. begitu pemberani. merasakan angin m usim semi. Kira¬kira tengah hari. kau harus tetap bersama kami. Seperti keluarga. begitu bersemangat. Aku tidak akan melupakan ini : makanan yang terasa begitu lezat saat aku begitu lapar. Bahaya. Hanya ayahmu yang memiliki reputasi dan kekuatan untuk mencegah pecahny a perang. pikir Maya.. Sada dan Taku be rsamaku.. merangkul bahu Sada. "Ayahmu berharap tak seorang pun harus mati. "Darimana datangnya ke kejaman itu?" Tapi suaranya terdengar penuh kasih sayang dan kekaguman. Hutan kian lebat di sekeliling mereka. cahaya matahari yang berubah selagi gumpalan besar awan putih berarak. Cuaca hari itu tetap cerah dan segar."Kau kedengaran sangat berbeda dengan ayahmu." sahut Taku. harumnya aroma ten. merasakan hari-hari yang kami lalui dalam perjala nan.

Taku masih memegang pedang. "Ada yang mengikuti kita!" Taku mengacungkan tangan. jalan terus. Maya mulai merasa lelah. dengan enggan melajukan kuda dan Maya mengi kuti. Sada juga men¬dengarnya. tapi di kejauhan mereka melihat kepulan debu dan mendengar derap kuda. yang bergenia sampai ke perbatasan. Kami akan segera menyusul. dingin dan brutal. Aku harus kembali. Taku meneriakkan sesuatu ketika melihat mereka. tapi seiring dengan kuda-kuda yang mu lai lelah. Irama berjalan kuda. apa yang kau dengar?" Ia seperti mendergar dentingan baja." serunya. "Itu dia datang. lalu tersadar kaget. Sada berhenti lalu menengok ke belakang. teriakan dan pekikan pertar ungan." "Aku juga. lengannya berlumuran darah darahnya atau darah orang l ain. Mereka berkuda dengan cepat selama beberapa saat. jatuh. Ia mengira ikan alat musik. "Maya. ringkikan kuda. lalu semb unyi." gumam Maya. kemudian terguling. dan satu suara lagi. membalikkan kuda betina yang ketakutan ke arah mereka da tang. "Mereka punya senjata api." ujar Taku pada Sada. Ia mengira tengah bermimpi. hangatnya senja m embuatnya mengantuk. membelokkan kuda keluar dari jalan dan menghilang di balik batang-batang pohon b ambu. membuat burun g-buning memekik ke takutan lalu terbang. dan sekonyong-konyong dilihatnya Hisao. hangatnya senj a membuatnya mengantuk. "Teruskan perjalanan dengan Maya. "Tetap di sini jangan. dan mereka berhenti. "Pergilah. Maya mulai merasa lelah. Aku tak bisa meninggalkan Taku. tapi Maya ta k memahaminya karena saat mengucapkan kata-kata itu Ryume." Taku memberi perintah dengan cepat pada pengawalnya. mereka mengambil busur dari punggung. menghempaskan tubuh ." teriak Sada lega. melihat kuda berk ulit abu-abu dan bersurai hitam." perintah Taku pada Sada. Jumlah mereka paling banyak dua belas orang.petikan alat musik. Irama berjalan kuda. Kejadiannya begitu cepat: Ryume jatuh lalu mati. tertahan dengan lut utnya. kudanya. "Kami akan menahan merek a. Mereka mendengarnya: derap kaki h ewan dari lereng. mustahil diketahui.

nak. tapi tak sempat lagi. meski kelelahan. pikir Maya lega. Dia merasakan tembakan itu menge na lehernya dan menembusnya. Kuda betina milik Sada berusaha bangkit dan berderap kembali ke Maya sambil meri ngkik keras. Kemudian dia me raih tangan Taku yang menggapai lalu mengayunon tubuh Taku di belakangnya. sebelum kegelapan membungka m pikirannya untuk selamanya. dan sudah berlari kencang. D engan sifat OtoriHalaman 210 dari 600 . Pergilah. Sada menarik tali keitang kudanya agar berhenti di samping Taku. satu sayatan lagi di tangannya yang memegang pedang. Taku berusaha bangkit. Taku ing in mengucapkannya. Waktunya telah tiba. pergi. Dari kejauhan didengarnya Maya berteriak. Dia nyaris t ak sempat berpikir. Kedua kuda betina itu mudah gugup. Dia tak bisa melakukan itu bila dia terluka . meski banyak orang yang mati di jalanan di belakangnya . aku harus berkonsentrasi pada kematian. Kuda betina tunggangan Sada menden gus dan menjadi liar saat melihat kematian Ryume. Dia baik-baik saja. kemudian tembakan itu meraung lagi. Secepatnya Sada menderapkan kuda menghampiri. aku sekarat. Dia merasakan sayatan yang sangat menyakitkan di waj ahnya. Dia menyadari kuatnya punggung S ada saat memeluknya. dan kuda menimpa tubu h mereka. Taku tidak terlula parah. kemudian dia jatuh dan Sada jatuh bersamanya. pengawalnya dan sebagian besar penyerang¬nya.Taku ke jalanan. Matanya dipenuhi cahaya langit biru yang m enyilaukan: cahaya matahari berputar-putar dan kian redup.

Setidaknya aku harus ber tarung. sementara laki-laki y ang satu lagi membalik kedua mayat. ia tidak boleh membiarkan keduanya kabur. ya. agak lebih jauh darinya. Sekujur tubuhnya gemetar. Mereka berasal dari Tribe: mereka takkan membiarkannya hidup hanya karena ia masih kecil. dan tak bisa memalingkan pandangannya dari tiga mayat yang ter¬geletak di jalan. Tapi ia tidak tahu apa ya ng harus dilakukan selanjutnya.nya. pikirnya. s eharusnya bisa mengelabui siapa Saja. kemudian Sada dan Taku mati dalam keadaan berangkulan. memegangi tali kekang keduanya. I a membungkuk dan diraihnya tali kekang kuda Sada yang terayun-ayun. Si kuda. Kedua laki-laki itu datang menghampiri." ujarnya. begitu pula kedua kuda itu. Si kuda. Sada mergerang pelan. Ryume. Maya tahu kalau ia harus menggunakan k emampuan menghilang atau bentuk kucing lalu lari ke dalam hutan: ia berasal dari Tribe. Ki . Bocah itu menatapnya. ia tak ingin hidip di dunia yang kejam ini. ia tidak boleh membiarkan keduanya kabur. Luapan kepedihan di hatinya membuat Maya hampir tercekik tak bisa bernapas. mengacungkan senjata api ke arahnya. Maya berdiri di antara kedua kuda betina. "Kematian Kotaro hampir terbalas. dan tak bisa memalingkan pandangannya dari tiga mayat yang ter¬geletak di jalan. menyentuh dan memanggil¬manggil nama mereka. Bola mata Sada berdenyut: dia masih hidup. ditambah lagi. tapi bodohnya. Ia membungkuk dan diraihnya tali kekang kuda Sada yang terayun-ayun. tiba-tiba muncul dua orang tepat di belakang Ryume. di bawah remangnya penerangan di penginapan. dunia yang mem¬biarkan Taku mati di bawah lan git biru dan matahari yang cerah. Tapi badannya terasa lumpuh karena terguncang dan sedih. Akio membawa pedang dan pisau. "Sada!" Seolah menjawab jeritannya. Maya memikirkan kedua kuda itu. Ia h arus membuka mulut lalu menjerit. turun lalu berlutut di sampingnya. Hisao memegang senjata api. Ia meludahi wajah Taku yang damai. Kedua orang memegang senjata. Akio berlutut. Maya menggerakkan kudanya meng¬hampiri mereka. mengambil pisau dengan tangan kanan lalu menggor ok leher Sada dengan cepat. Tapi ia tidak tahu apa ya ng harus dilakukan selanjutnya. tapi ia segera mengenalinya. agak lebih jauh darinya. kemudian Sada dan Taku mati dalam keadaan berangkulan. begitu pula kedua kuda itu. Ryume. Maya hampir tidak bisa melihat mereka di malam sebelumnya. Maya memikirkan kedua kuda itu. "Kedua Muto ini sudah membayar¬nya. ia tak ingin melepaskan kedua kuda betina itu. Sekujur tubuhnya gemetar.

bahkan lebih cepat dibanding malam sebelumnya. tapi laki-laki it u tak berbalik menatapnya. "Sial sekali nasibnya!" Akio berjalan menghampirinya dan Maya mencoba menatap matanya. Ketakutan yang amat sangat mencekam Maya. Maya menarik pisau dari sabuknya lalu menaikkan tangannya untuk menancapkan pisau itu di lehernya." Bocah itu berkata. Dijatuhkannya tali kekang kedua kuda. Ia hanya ingin mati. Ia tak boleh membiarkan la ki-laki itu menangkapnya. Ayah?" Suaranya terdengar kebingungan. "Seperti seorang ksatria perempuan?" Memegang Maya dengan tangannya yang sekuat baja. dan kar ena terkejut.ni tinggal Si Anjing. "Jadi!" serunya. Akio lalu menarik pakaiannya da n menyelusupkan tangan satunya ke selangkangan Maya. Akio bergerak lebih cepat dari gerakan manusia mana pun yang pernah Maya lihat. "Bocah pengurus kuda?" sahut laki-laki itu. "Sekarang kita tahu siapa yang memata-matai kita semalam. "Tapi ini siapa. lalu mencengkeram pergelangan tangan Maya." Halaman 211 dari 600 . "Tapi bocah pengurus kuda macam apa yang berusaha menggorok lehernya sendiri?" t anyanya dengan sinis. Gadis itu menjerit dan meront a-ronta sewaktu Akio berusaha membuka telapak tangannya. Pis aunya terjatuh seolah Akio membelokkannya. kedua kuda itu bergerak mundur. seola h pernah mengenal gadis itu. Akio ter¬senyum ketika dilihatnya garis lurus melintang di telapak tangan gadis itu.

. serta jubah resmi yang kesemuanya baru dibordir. bahkan dalam perjalanan yan g paling sulit antara Hagi dan Maruyama. "Aku Kikuta Akio. masing-masing diikat dengan dua utas tali di kepala dan ikat pinggang di bawah perut. Shigeko tidak pernah mabuk laut. di sepanjang pantai yang dilindungi Laut Kitaran sampai Akashi. diikat dengan tali dari sutra merah. Gadis ini akan berguna. Muatan kapal dipenuhi berbagai macam hadiah. tali temali dan tiang kapal. salah satu dari si kembar: dia ada tanda Kikuta. Jadi kita biarkan dia hidup untuk saat ini. kuil-kuil ber¬atapkan pohon runjung. aku adalah adikmu.* Shigeko sering berlayar antara Hagi dan Hofu." Didekatinya Maya. tapi belum pernah berlayar lebih k e timur. Berlayar membuat Shigeko gembira. pulau-pulau kecil bermunculan dari per mukaan laut. Diliha tnya gerbang biara merah tua berkilauan di bawah sinar matahari musim semi. bau air laut. ketika angin dari timur laut berpacu me¬lintasi laut kea bu-abuan. Tapi laki-laki itu melanjutkan. serta kirin. "Ini putri si Anjing. Hisao.. salah satu dari si kembar: dia ada tanda Kikuta. ketua keluargamu. "Kau kenal siapa aku?" Maya tak mau menjawab. lerenglerengnya kehijauan tua dengan pepohonan cedar." Maya ingin mengatakan lebih banyak lagi. Dari berbagai arah. tapi Akio memindahkan cengkeramannya ke leher. di bawah naungan jerami: kuda-kuda yang dibiakkan di Maruyama." Didekatinya Maya. angin laut ber¬hembus lembut dari selatan namun cukup kencang untuk memenuhi layar dan m em¬buat kapal meluncur cepat. Gadis ini akan berguna. aya mengira hidupnya sudah berakhir. termasuk pelana dan sanggurdi ber¬hia s indah untuk Shigeko dan Hiroshi. nyan yian lambung kapal saat membelah lautan. Tapi laki-laki itu melanjutkan. "Ada lagi. "Ini putri si Anjing. Tapi hadiah yang terpenting berdiri di atas dek." sahutnya. udara terasa san gat segar. "Benar aku Otori Maya. meraba bagian urat nadi.. kecipak air laut dan keriat-keriut kayu. karena wajah¬nya sama seperti yang ia lihat dalam mimpinya .Maya mengira hidupnya sudah berakhir. buih gelombang menghiasi pantainya. Shigeko menghabiskan banyak waktu dalam sehari di samping hewan-hewan itu. Ia ba ngga akan . Jadi kita biarkan dia hidup untuk saat ini. Cuaca cerah. dinding putih yang mencuat dari kastil ksatria. lalu menekan hingga Maya tak sadarkan diri. bunyi kele-pak layar." Maya sudah mengenalnya. Tidak seperti Maya. Ini putraku. "Kau kenal siapa aku?" Maya tak mau menjawab. dicelup da n dilukis oleh perajin paling andal dari Hagi dan Maruyama.

Kirin adalah hadiah yang sempurna: bahkan sang Kaisar pun pasti kagum dan tersanjung dengan hadiah ini." Halaman 212 dari 600 ." katanya pada Hiroshi saat senja di hari ketiga perjalanan mereka dari Hofu. dan satu lagi berwarna merah bata." "Sedan tadi kuperhatikan dia berusaha mendekatimu. tanpa perasaan.kesehatan dan ketampanan mereka karena ia sendiri yang membesarkan hewan-hewan i tu: dua kuda berkulit belang. "Aku khawatir kirin akan ketakutan ketika berpisah dari kita. Tak ada rasa sesal akan berpisah karena mereka akan diperlakukan dengan bai k. Shigeko hanya mencemaskan kirin yang tidak memiliki p embawaan santai layaknya kuda. dia terus berpaling ke arah rumah." "Aku hanya menyalahkan diriku! Aku yang menyarankannya. dan aku takkan merasa k hawatir memikir¬kannya akan kesepian. Seperti merindukan seseorang: Tenba. satu berwarna terang. Mungkin hewan¬hewan itu takkan melupakannya namun juga takkan merindukan dirinya. dan mengikuti dengan pandangan mata saat Shigeko berj alan di sekitar dek. "Lih at. Tentunya dia akan merindukanmu. Aku terkejut kau bisa berpisah dengannya. saat kau di dekatnya. dan semua kawannya." sahut Hiroshi. Semua hewan itu kelihatan senang ditemani gadis itu. Tapi aku be rharap hewan itu terbuat dari gading atau logam berharga. barangkali.

dia hanya seekor hewan. "Bila kirin merupakan hadiah yang sempurna bagi Kaisar. kehilangan yang membuat bangsawan yang paling be rkuasa di Delapan Pulau bebas untuk menikah. Mungkin tidak semenderita seperti yang kau bayangkan. Shigeko merasa gundah." Shigeko beradu pandang dengan Hiroshi. diberi cukup makan. Ter kadang ia bermimpi ayahnya memilih Hiroshi. Ia sudah lama me nyadari kalau Hiroshi mencintainya seperti ia mencintai laki-laki itu. aku cemas dengan s emua tantangan yang me-nantiku di ibukota. dan telah mencapai tah ap kesadaran serta kepekaan yang tinggi. "Kuakui. Shigeko memercayai Hiroshi sepenuhnya. Mereka berdua dilatih dengan Ajaran Houou. "apa hadiah y ang lebih baik bagi jenderal Kaisar?" Mendengar kegetiran dalam suara Hiroshi. terkadang ia sad ar kalau tak ingin mengecewakan ayah-nya." hardik Shigeko. Mungkin tidak semenderita seperti yang kau bayangkan." imbuhnya. Kirin berdir i begitu dekat hingga bisa dirasakan hangatnya napas hewan itu di pipinya. Dia akan dirawat dengan baik." "Hewan memiliki perasaan yang dalam." gumamnya." kata Hiroshi dengan suara pel an. dan terjaga dalam rasa bahagia. "Aku berharap tidak harus tinggal jauh dari Tiga Negara. Aku berharap perjalanan kita sudah berakhir tapi di si si lain aku juga tak ingin perjalanan ini berakhir. Dia akan dirawat dengan baik. Terkadang ia b ertanya-tanya apa bisa memilih calonnya sendiri karena kini ia penguasa Maruyama." . "Lagipula. Nam un seperti tak ada gunanya membicara¬kan perasaannya: ia akan menikahi orang pilihan ayahnya. Shigeko dibesarkan dengan ajaran keras keluarga ksatria: ia tidak bisa mematah¬kannya begitu saja. "Tapi dia tidak memiliki perasaan yang sama dengan manusia saat dipisahkan dari mereka yang disayanginya. diberi cukup makan. "karena kau juga akan berada di sana. Mereka berdua tahu apa yang ada di benak masing-masing. Hiroshi yang berpaling lebih dulu. gadis itu menahan tatapan Hiroshi selama beberapa saat." Shigeko tahu maksud ucapan Hiroshi karena dia hadir saat Lord Kono mengatakan ka lau istri Saga Hideki meninggal baru-baru ini. "Dan mungkin kirin itu takkan kesepian di Miyako." iroshi menatapnya lekat-lekat. dia hanya seekor hewan.Hiroshi menatapnya lekat-lekat. "Lagipula.

Miyoshi Gemba juga akan berad a di sana. "Aku telah mengenalmu sejak keci l bahkan mungkin di kehidupan sebelumnya. Busur di Halaman 213 dari 600 . Bila aku memang harus me¬nikah dengan orang lain. ti dak berani berkata apa-apa lagi. "tapi mengatasinya." "Shigeko. ikatan itu jangan pernah putus." kata Hiroshi. "Ada ikatan yang kuat di antara kita." "Guru-guruku yang terbaik kau dan dia." sahut Shigeko. Kita semua harus menyingkirkan keinginan pribadi untuk membiarkan ajaran kedamaian menang." "Bukan menyingkirkan." ujarnya." Hiroshi mengingatkan. memanggil dengan nama yang sering dilakukannya ketika g adis itu masih kecil. Lalu satu kenangan melintas di benaknya: pertama kali ia melihat s epasang houou sewaktu kedua burung itu kembali ke hutan di sekitar Terayama untuk bersarang di pohon pauwlonia dan membesarkan anak-anaknya." "Kau juga akan mendapatkan dukungan itu di Miyako. "Jangan sampai ada hal yang mengurangi konsentrasimu selama penandingan i tu." "Tidak akan."Kau tak menunjukkan kecemasan saat bicara dengan Lord Kono tahun lalu." Gadis itu terdiam. "Mudah untuk merasa percaya diri di Maruyama. aku bersumpah. saat dikelilingi begitu banyak ora ng yang mendukungku terutama kau.

Takeo memutuskan untuk meninggalkan Kuroda bersaudara di Inuyama." . Namun semua sorak sorai. bagaimana dengan nasib Maya? Takeo ingin sekali kembali dan mencari tahu sendiri. Kedua hal itu sama-sama musibah baginya. sewaktu matahari tenggelam di ufuk barat. Kapal pun t ampak bermandikan cahaya. Burung houou ber¬sarang di Terayama. yakin kalau pikiran dan tujuan mereka berdua telah menyatu. Saat itu ada pera yaan musim semi. ketika bumi hidup kembali. Langit di arah barat masih memancarkan garis merah ketika di arah timur muncul bulan purnama dari bulan keempat. bunga dan umbul-umbul tak mampu menyingkir¬kan ke gelisahan Takeo. tarian. Kemudian.tanganmu. panji-panji Maruyama berkibar di tali tiang kapal. Kepergiannya dilepas dengan penuh semangat oleh penduduk kota. namun wajah tanpa ekspresi yang ki ni menjadi kebiasaan¬nya. cairan dari dalam bumi mengalir ke pepohonan dan ke d alam aliran darah semua orang. namun mengubah otot dan urat daging menjadi sekeras baja. dan di satu sisi lagi. Takeo meninggalkan Inuyama menuju wilayah T imur.* Beberapa hari setelah bulan purnama. mereka berjalan ke bagian be lakang dek dan memulai latihan ritual kuno yang mengalir melewati udara bak air." lapor Minoru." Shigeko tersenyum. Semua ini m erupakan bukti dari penguasa yang adil dan memedulikan kesejahteraan rakyatnya. membuat lamban g bangau Otori menjadi keemasan. mengatakan bahwa mereka akan lebih berguna di sana. beber apa di antara¬nya diceritakannya pada Minoru. namun roh houou yang akan menuntun anak panahnya. Tiga Negara belum pernah begitu sejahtera. namun perjalanan memb awa dirinya makin jauh dari kemungkinan menerima kabar. Kilau sinar matahari mewarnai layar. namun roh houou yang akan menuntun anak panahnya. dan bahwa mereka harus mengirim kurir secepat¬nya bila ada kabar dari Taku. Kota itu dikuasai rasa percaya diri serta harapan karena Lord Otori bukan hanya tengah mengunjungi Kaisar tokoh yang dianggap separuh mistis oleh rakyat tapi dia j uga meninggalkan seorang putra: kesedihan yang disebabkan oleh si kembar akhirnya te rsingkir. Meskipun ia ber¬usaha menyembunyikannya." anganmu. "Jun dan Shin tidak senang. Lord Ot ori akan meng¬hadiahkan kirin kepada Kaisar. semua pertanda ini menegaskan apa yang dilihat sebagian besar rakyat pada anak-anak mereka yang montok dan sawah yang subur. seolah burung suci itu telah bertengger di atasnya. Kecemasannya yaitu tidak adanya kabar dari Taku: apakah dia membelo t atau sudah mati. Setelah me¬mikirkan masak-masak. "Mereka bertanya kepadaku apa yang te lah mereka lakukan sehingga tidak dipercaya oleh Lord Otori.

"Tidak ada keluarga Tribe di Miyako," sahut Takeo. "Sungguh, aku tidak mem¬butuhka n mereka di sana. Tapi kau tahu, Minoru, kalau kepercayaanku pada mereka telah terkikis: bukan karena kesalahan m ereka, hanya karena aku tahu kesetiaan pertama mereka pasti pada Tribe." "Kurasa Anda mestinya bisa lebih me¬mercayai mereka," sahut Minoru. "Mungkin aku menyelamatkan mereka dari pilihan yang menyakitkan, dan kelak merek a akan berterima kasih padaku," sahut Takeo ringan, tapi sebenamya dia me¬rindukan kedua pengawal Tribe tersebut, merasa telanjang dan tidak terlindungi tanpa mereka berdua. Empat hari keluar dari Inuyama, mereka berjalan melintasi Hinode, desa tempat Ta keo pernah beristirahat bersama Shigeru pada pagi setelah lari dari kejaran prajurit Iida S adamu. "Tempat kelahiranku berjarak satu hari perjalanan dari sini," komentarnya pada G emba. "Aku tidak melewati jalan ini lagi selama hampir delapan belas tahun. Aku ingin tahu apakah desa itu masih ada. Di sanalah Shigeru menyelamatkan aku." Halaman 214 dari 600

Tempat adikku, Madaren, dilahirkan, mengingatkan dirinya, tempat aku dibesarkan sebagai orang Hidden. empat adikku, Madaren, dilahirkan, mengingatkan dirinya, tempat aku dibesarkan s ebagai orang Hidden. "Aku bertanya pada diriku sendiri, alangkah beraninya aku muncul di hadapan Kais ar. Mereka semua akan membenciku k arena asal -usilk u." Takeo dan Gemba berkuda berdampingan di jalur yang sempit, gar tidak didengar orang lain. Gemba melihat sekilas ke arahnya lalu ku membawa semua dokumen yang mem¬buktikan keturunanmu dari Terayama: alah kakekmu, dan pengangkatanmu oleh Shigeru sah menurut hukum . Tak ada yang bisa mempertanyakan legitimasimu." "Tapi Kaisar sudah mempertanyakannya lebih dulu." "Kau membawa pedang Otori, dan di¬berkati dengan semua pertanda persetujuan Surga. " Gemba tersenyum. "Kau mungkin tidak menyadari kekaguman Shigeru saat membawamu pulang: kau begitu mirip Takeshi. Seperti keajaiban: Takeshi tinggal cukup lama bersama kami sebelu mnya. Kakakku Kahri adalah sahabatnya. Rasanya seperti kehilangan saudara laki-laki tercinta. Namun kesedihan kami tidak ada artinya dibandingkan dengan Lord Shigeru, dan itu merupakan pukulan terakhir dari sekian banyak peristiwa buruk yang menimpanya." "Ya, Chiyo menceritakan kisah-kisah kehilangannya. Hidupnya diliputi kesedihan d an nasib buruk yang tidak layak diterima¬nya; namun Shigeru tidak menunjukkannya. Aku ingat perka taannya di malam pertama aku bertemu Kenji: Aku tidak diciptakan untuk berputus asa. Sering aku memikirkan kata-kata ini, dan tentang keberaniannya saat kami berkuda ke Inuyama dalam peng awasan Abe dan pasukannya. " "Kau harus mengatakan hal yang sama pada dirimu: kau tidak diciptakan untuk berp utus asa." Takeo berkata, "Seharusnya begitu, tapi dengan begitu banyak yang telah terjadi dalam hidupku, itu menjadi suatu kepura¬puraan." Gemba tertawa. "Beruntunglah karena kau memiliki sekian banyak keahlian. Jangan remehkan dirimu sendiri. Sifatmu mungkin lebih kelam dari Shigeru, tapi tak kalah kuatnya. Lihat lah apa yang telah kau raih: hampir enam belas tahun kedamaian. Kau dan istrimu telah menyatukan semua pihak yang bertikai di seluruh Tiga Negara; kau dan ia bicara pelan a menyahut, "Kau tahu a bahwa Lord Shigemori ad dan disetujui oleh klan

menangani kesejahteraan negara dengan keseimbangan yang sempurna. Putrimu men¬jadi tangan kananmu, istrimu mendukung sepenuhnya di rumah. Percayalah pada mereka. Kau akan membuat kalangan istana Kaisar terkesan sesuai dengan kemampuan¬mu. Percayalah padaku." Ge mba terdiam dan setelah beberapa saat melanjutkan senandung kesabarannya. Kata-kata Gemba terasa lebih dari sekadar menenangkan; kata-kata itu tidak menen ang¬kan tapi justru membuat Takeo mampu menguasainya, dan akhirnya bisa melaluinya. Selagi tu buh dan pikiran penunggangnya rileks, maka begitu pula dengan kudanya: Tenba menundukkan leher d an mem¬perpanjang langkahnya seolah jarak yang ditempuh tengah dilahapnya, hari demi hari. Takeo merasa semua inderanya mulai terjaga: pendengarannya menjadi sama peka¬nya s aat ia berusia tujuh belas tahun; mata dan tangan senimannya mulai bergerak lagi dengan sendiri nya. Saat mendiktekan surat di malam hari pada Minoru, rasanya ingin sekali mengambil kuas dari tangan juru¬tulisnya itu. Kadang Takeo memang melaku¬kannya dengan cara menopang tangan kanannya yang cacat dengan tangan kiri serta menjepit kuas dengan dua jarinya ya ng ter¬sisa, dibuatnya sketsa pemandangan yang ada di benaknya selama berkuda di siang hari: sekawanan gagak beterbangan di sela-sela pepohonan cedar, barisan angsa di tebing dengan b entuk yang aneh, seekor burung tila dan bunga lonceng di bebatuan. Minoru mengumpulkan sketsa-ske tsa itu lalu mengirimnya dengan surat-surat untuk Kaede, dan Takeo teringat pada lukisan buru ng tila yang pernah ia berikan pada istrinya bertahun-tahun yang lalu di Terayama. Tangan cac atnya selama ini telah mencegahnya untuk melukis, namun belajar untuk mengatasi kendala itu telah mengasah bakat alaminya menjadi gaya lukisan yang unik dan luar biasa. Halaman 215 dari 600

Jalanan dari Inuyama menuju perbatasan terawat baik dan cukup lebar untuk tiga p enunggang kuda berjalan berdampingan. Permukaan jalan rata karena Miyoshi Kahei dan pasukannya melewati jalan ini beberapa minggu sebelumnya. Pasukan garda depan itu terdiri dari seribu oran g yang sebagian besar berkuda. Kahei juga membawa per¬sediaan pangan di atas kuda beban dan alanan dari Inuyama menuju perbatasan terawat baik dan cukup lebar untuk tiga pe nunggang kuda berjalan berdampingan. Permukaan jalan rata karena Miyoshi Kahei dan pasukannya melewati jalan ini beberapa minggu sebelumnya. Pasukan garda depan itu terdiri dari seribu oran g yang sebagian besar berkuda. Kahei juga membawa per¬sediaan pangan di atas kuda beban dan gerobak yang ditarik lembu. Sisanya akan bergerak dari Inuyama dalam beberapa mi nggu lagi. Daerah perbatasan berbukit¬bukit. Selain dari jalanan yang akan mereka lalui, punc aknya tak bisa dilewati. Menyiagakan pasukan yang begitu besar selama musim panas membutuhkan b anyak sumber daya, dan banyak pasukan pejalan kaki yang berasal dari desa-desa tempat panen tidak bisa dilakukan tanpa tenaga mereka di ladang. Takeo dan rombongannya berjumpa dengan Kahei di dataran tinggi tepat di bawah ja lur sempit. Saat itu udara masih dingin, rumput tepercik bintik putih salju terakhir, air sungai dan kolam membeku. Pos perbatasan kecil dibangun di sini, meski tidak banyak pengembara yang melakukan perjalanan dari wilayah Timur melewati jalur darat karena lebih memilih jalur laut melalui Akash i. Gugusan Awan Tinggi menjadi perbatasan alami yang selama bertahun¬tahun membuat Tiga Negara ter lindungi, terabaikan bagian negara yang lain, tidak dikuasai atau dilindungi Kaisar. Kemah yang dibangun tampak teratur dan disiapkan dengan baik: kuda-kuda berada d i barisannya, pasukan dipersenjatai lengkap serta terlatih. Dataran itu sudah diub ah dengan pagar penghalang yang didirikan dengan formasi kepala anak panah di sepanjang tepi dan gudang penyimpanan dibangun dengan cepat untuk melindungi persediaan makanan dari cuaca dan hewan. "Ada cukup tempat di ujung dataran bagi pasukan pemanah," tutur Kahei. "Tapi kit a juga memiliki cukup senjata api saat prajurit pejalan kaki datang dari Inuyama untuk mempertah ankan jalan bermilmil di belakang kita, begitu pula dengan pedesaan di sekitarnya. Kita akan mendirika n blokade. Tapi jika mereka masuk ke daerah di sekitarnya, kita akan gunakan kuda dan pedang." Ia menambahkan, "Apakah kita tahu senjata apa yang mereka miliki?" "Waktu mereka kurang dari setahun untuk mendapatkan atau menempa senjata api ser ta melatih

pasukan untuk menggunakannya," sahut Takeo. "Kita lebih unggul dalam hal itu. Ki ta juga memiliki pasukan pemanah: senjata tidak bisa diandalkan saat hujan atau angin. Aku berhar ap bisa mengirim pesan padamu. Aku akan mencari tahu sebisanya tapi aku harus kelihatan seperti mencari kedamaian; aku tidak boleh memberi alas an bagi mereka untuk menyerang. Semua persiapan ini demi mempertahankan Tiga Negara; kita tidak mengancam siapa pun di luar perbatasan wilayah kita. Kau harus tetap di dataran ini dalam posisi yang murni bertahan. Kita jangan sampai memancing Saga atau menantang Kaisar." "Rasanya aneh melihat Kaisar dengan mata kepala sendiri," komentar Kahei. "Aku i ri padamu: kami mendengar tentang Kaisar sejak kami masih kecil; beliau adalah keturunan dewa, k endati selama bertahun¬tahun aku tidak percaya kalau beliau memang benar-benar ada." "Klan Otori kabarnya adalah keluarga Kaisar," sahut Gemba. "Karena ketika Takeyo shi diberikan Jato, bayi dalam kandungan salah seorang selir Kaisar juga akan djodohkan dengannya." Gemba ter¬senyum pada Takeo. "Maka kau pun memiliki darah yang sama." *Agak tercampur setelah benahun-tahun," sahut Takeo dengan nada ringan. "Tapi mu ngkin karena beliau adalah kerabatku maka akan memandangku dengan sikap yang bersahabat. Bertahun-tahun lalu Shigeru mengatakan bahwa karena kelemahan sang K aisar sehingga orang seperti lida bisa merajalela tanpa bisa diawasi. Maka sudah menja di kewajibanku untuk memperkuat kedudukan Kaisar. Beliau adalah penguasa Delapan Pulau." Takeo melayangkan pandangan ke arah gugusan gunung yang warnanya berubah menjadi ungu tua di bawah cahaya malam. Langit tampak ber-warna putih kebiruan, dan bintang-bintang pertama mulai bermunculan. "Aku hanya tahu scdikit tentang sisanya: bagaimana pemerintahannya, apakah merek a sejahtera, apakah rakyatnya bahagia. Semua ini harus dicari tahu dan dibicarakan." Halaman 216 dari 600

"Dengan Saga Hideki-lah kau harus bicarakan semua itu," sahut Gemba. "Karena saa t ini dialah yang mengendalikan dua pertiga negara, termasuk Kaisar." Dengan Saga Hideki-lah kau harus bicarakan semua itu," sahut Gemba. "Karena saat ini dialah yang mengendalikan dua pertiga negara, termasuk Kaisar." "Tapi kita tidak akan membiarkannya mengendalikan Tiga Negara," seru Kahei. Ketidaksetujuan Takeo tidak diperlihatkan terang-terangan pada Kahei, tapi secar a pribadi, seperti biasa, ia telah memikirkan tentang negaranya dan cara terbaik untuk melindunginy a. Takeo sudah menyaksikan kehancuran dan kehilangan korban manusia akibat perang dan gempa. Ia tak ingin m enyerahkan negara yang telah makmur ini pada Zenko, tapi juga tidak ingin melihatnya terpec ah belah dan berperang lagi. Ia tidak percaya kalau Kaisar adalah dewa yang harus disembah. T api ia menyadari pentingnya kaisar sebagai simbol kesatuan, dan siap untuk tunduk pada Kaisar dem i mem¬pertahankan kedamaian dan meningkatkan kesatuan seluruh negara. Namun aku takkan menyerahkan Tiga Negara kepada Zenko. Berulang kali dirinya kem bali lagi pada keyakinan ini. Aku takkan melihatnya berkuasa menggantikan diriku. Mereka menyeberangi jalur perbatasan saat bulan menghilang, dan sebelum bulan pe nuh lagi mereka hampir tiba di Sanda, kota kecil yang berada di jalur antara Miyako dan Akashi. Selagi menuruni lembah, sekaligus memeriksa jalur pulang mereka dan tempat sepasukan kecil pasukan kemungkinan berbelok dan menghadang musuh bila diperlukan Takeo mempelajari keadaa n desadesa, sistem pertanian, kesehatan anak¬anak, kerap berkuda keluar dari jalan memasuki di strik di sekitarnya. Ia tercengang menemukan bahwa ia tak dikenal penduduk desa: reaksi mereka seolah kedatangan pa hlawan dari legenda yang mendadak muncul di tengah-tengah mereka. Di malam hari terdengar ol ehnya penyanyi buta melantunkan lagi kisah Klan Otori: peng¬khianatan atas Shigeru dan kematianny a, kejatuhan Inuyama, perang Asagawa, mundur ke Katte Jinja serta pengambilalihan kota Hagi. Ada juga nyanyian baru yang digubah tentang kirin karena hewan itu bersama putri Lord Oto ri yang cantik tengah ditunggu di Sanda. Daerah itu terbengkalai: Takeo terkejut dengan rumah-rumah yang setengah runtuh, sawah yang tidak digarap. Ia tahu dalam perjalanan, dengan bertanya pada para petani, bahwa temya ta semua wilayah itu bertempur habis-habisan melawan Saga sebelum akhirnya menyerah dua tahun lal u.

Sejak itu pasukan bersenjata dan buruh yang dibutuhkan telah melemahkan sumber d aya manusia desa-desa tersebut. "Tapi setidaknya kini sudah damai, dan kami berterima kasih pada Lord Saga," kat a salah seorang laki-laki yang lebih tua. Takeo ingin tahu berapa banyak pengorbanan yang mereka lakukan, dan masih ingin bertanya¬tanya lebih banyak lagi, tapi saat makin mendekati kota ia bergabung lagi dengan rombongannya dengan sikap yang lebih formal. Banyak dari o rang-orang itu mengikutinya, berharap melihat kirin secara langsung. Ketika tiba di Sanda, mere ka ditemani oleh sekerumunan besar orang, dan makin bertambah ketika penduduk kota ber¬hamburan kel uar untuk bertemu dengannya. Mereka melambaikan umbul-umbul serta rumbai-rumbai, menari da n menabuh genderang. Sanda merupakan kota per¬dagangan dan tidak memiliki kastil atau benten g. Masih tampak sisa-sisa kehancuran akibat perang, tapi sebagian besar toko dan rumah ya ng hangus terbakar sudah dibangun kembali. Ada beberapa rumah penginapan besar di dekat ku il; di jalan utama di depan mereka, Takeo dipertemukan dengan sekelompok kecil prajurit, memb awa panji¬panji bergambarkan puncak gunung kembar lambang Klan Saga. "Lord Otori," ujar pemimpinnya, laki-laki bertubuh besar dan gemuk yang meng¬ingat kan Takeo pada Abe, pengawal senior Lord Iida. "Namaku Okuda Tadamasa. Ini putra sulungku, Tadayoshi. Pemimpin kami yang agung dan jenderal Kaisar meng¬ucapk an selamat datang kepada Anda. Kami diutus untuk mendampingi Anda." Orang itu bicara dengan bahasa resmi dan sopan. Sebelum Takeo sempat menjawab, Tenba meringkik lantang. Di atas atap laman di penginapan muncul kirin dengan telinga yang seperti kipas, kepala bermata besar di atas leher panjang bercorak. Kerumunan orang berseru kegirangan dengan serempak. Mata dan h idung kirin Halaman 217 dari 600

tampak mencari-cari sahabatnya. Ketika melihat Tenba, wajahnya melembut seakan t ersenyum; dan bagi kerumunan itu, kirin seakan tersenyum pada Lord Otori. ampak mencari-cari sahabatnya. Ketika melihat Tenba, wajahnya melembut seakan te rsenyum; dan bagi kerumunan itu, kirin seakan tersenyum pada Lord Otori. Bahkan Okuda pun tak mampu menahan diri untuk meliriknya. Ekspresi kekaguman mel intas sesaat di wajahnya. Ototnya ber¬kerut tegang berusaha keras menahan diri, matanya terbela lak. Putranya, pemuda ber-usia kira-kira delapan tahun, terang-terangan menyeringai. "Aku berterima kasih pada Anda dan Lord Saga," sahut Takeo tenang, mengabaikan k eheranan itu seolah kirin hanyalah hewan peliharaan biasa. "Kuharap Anda bisa mem beri kehormatan dengan mengajakku dan putriku makan malam bersama." "Kurasa Lady Maruyama sudah menunggu di dalam," sahut Okuda. "Aku terima undanga n Anda dengan senang hati." Mereka semua turun dari kuda. Para pengurus kuda berlarian menghampiri untuk men gambil tali kekang. Pelayan bergegas datang ke tepi beranda membawa baskom air untuk mencuci kaki para tamu. Pemilik penginapan pun muncul, seorang tokoh penting dalam pemerintahan ko ta itu; dia berkeringat karena gugup; membungkuk rendah, kemudian bangkit, mengatur pelayan dengan banyak instruksi dan tepukan tangan, serta menggiring Takeo dan Gemba ke kamar t amu utama. Kamarnya cukup menyenangkan, meski¬pun tidak mewah. Alas lantainya masih baru dan wangi, dan pintu-pintu bagian dalam terbuka ke arah taman kecil yang berisikan rumput dan s ebongkah batu hitam yang tidak biasa, seperti miniatur puncak kembar gunung. Takeo menatapnya, seraya mendengarkan hiruk-pikuk kesibukan dalam penginapan di sekelilingnya, suara bersemangat sang pemilik penginapan. Kegiatan di dapur selagi makan malam disiapkan, ringkikan Tenba dari istal, dan terakhir suara putrinya, langkah kakinya di luar. Takeo berbalik saat pintu bergeser terb uka. "Ayah! Aku sudah tak sabar ingin bertemu ayah!" "Shigeko," sahutnya, lalu dengan penuh kasih sayang, "Lady Maruyama!" Gemba yang sedari tadi duduk di beranda sebelah dalam, kini berdiri dan menyeruk an kata yang sama. "Lady Maruyama!" "Lord Miyoshi! Aku senang bertemu Anda." "Hmm, hmm," sahutnya seraya ter¬senyum le bar dan

bersenandung riang. "Kau tampak baik." Benar, pikir Takeo, putrinya bukan hanya berada di puncak kecantikan masa mudany a, tapi juga memancarkan kekuatan dan kepercayaan diri seorang perempuan dewasa, seorang peng uasa. "Dan Ayah lihai bawaanmu tiba dengan sehat," ujar Takeo. "Aku baru kembali dari kandang kirin. Hewan itu senang bertemu dengan Tenba. Aga k mengharukan. Tapi apa Ayah baik-baik saja? Perjalanan Ayah lebih berat. Ayah tidak merasa kesakitan?" "Ayah baik-baik saja," sahutnya. "Cuaca hangat seperti ini rasa sakitnya masih b isa diatasi. Gemba adalah teman seperjalanan yang baik, dan kudamu itu luar biasa." "Tidak ada kabar dari rumah?" tanya Shigeko. "Tidak ada, tapi karena Ayah tidak menunggu kabar, maka ketenangan ini tidak mem buat Ayah cemas. Di mana Hiroshi?" tanyanya. "Dia sedang menengok keadaan kuda dan kirin," sahut Shigeko dengan tenang. "Bers ama Sakai Masaki, yang ikut bersama kami dari Maruyama." Takeo mengamati putrinya yang tidak menunjukkan emosi apa pun. Setelah beberapa saat ia bertanya, "Ada pesan dari Taku di Akashi?" Halaman 218 dari 600

Shigeko menggeleng. "Hiroshi juga tengah menunggu sesuatu, tapi tak satu pun ora ng Muto di sana mendapat kabar darinya. Mungkinkah terjadi sesuatu?" higeko menggeleng. "Hiroshi juga tengah menunggu sesuatu, tapi tak satu pun oran g Muto di sana mendapat kabar darinya. Mungkinkah terjadi sesuatu?" "Aku tidak tahu; sudah lama tidak ada kabar darinya." "Aku bertemu dengannya dan Maya di Hofu sebelum kami berangkat. Maya datang untuk melihat kirin. Dia sehat, lebih mantap, juga lebih bisa menerima anugerah bakatnya dan lebih bisa mengendalikannya." "Kau anggap kerasukan itu sebagai anugerah?" seru Takeo, terkejut. "Kelak akan begitu," sahut Gemba, lalu dia dan Shigeko saling tersenyum. "Jadi, katakan padaku para Guru Besar¬ku," ujar Takeo sinis, menyembunyikan kekesa lannya. "Mestikah aku mencemaskan Taku dan Maya?" "Karena kau tak bisa berbuat apa-apa dari sini," Gemba menjelaskan, "maka tak ad a gunanya membuang energimu dengan mengkhawatirkan mereka. Kabar buruk cepat tersebar: kau akan mendengarnya secepatnya." Takeo menyadari kearifan kalimat ini, lalu berusaha menyingkirkan masalah ini da ri benaknya. Tapi di malam-malam selanjut¬nya, selagi mereka melanjutkan perjalanan ke ibukota, ia seri ng memimpikan kedua putri kembarnya, dan di dunia lain yang berkabut itu, disadarinya kalau me reka berdua tengah menjalani semacam ujian berat yang aneh. Maya berkilau bak emas, menarik semua c ahaya dari Miki yang dalam mimpinya terlihat sehebat dan setajam sebilah pedang. Sekali dia bermimpi mereka berdua s ebagai kucing dan bayangannya: ia memanggil¬manggil, tapi meskipun menengok, keduanya bukan saja lid ak melihat dirinya tapi juga berlari menjauh dengan langkah tak ter¬dengar hingga berada di l uar jangkauan pendengaran dan perlindungannya. Takeo terbangun dengan perasaan kehilangan yang begitu menyakitkan kalau kedua putrinya itu bukan anak-anak lagi. Bahkan bayi laki¬lakiny a akhirnya akan tumbuh menjadi laki¬laki dewasa dan menantang dirinya; bahwa orangtua membesarkan anak-anak hanya untuk digantikan kedudukannya oleh mereka, bahwa harga yang hams dibayar u ntuk kehidupan adalah dengan kematian. Malam terasa lebih pendek, dan saat matahari makin bersinar cerah, Takeo kembali dari dunia mimpi, mengumpulkan kembali tekad dan kekuatannya untuk melakukan tugas yang ada di had apannya,

membingungkan lawan-lawannya dan me¬menangkan keberpihakan mereka, memper¬tahankan negara serta Klan Otori, di atas segalanya, mencegah tejadinya perang.* Perjalanan berlanjut tanpa insiden. Ini adalah waktu yang paling tepat untuk mel akukan perjalanan. Siang kian panjang seiring makin dekatnya waktu ketika matahari berada pada jara k terjauh dari garis khatulistiwa. Okuda nampak terkesan pada kirin, pada kuda Maruyama, dan pada Shige ko yang memilih untuk berkuda di sisi ayahnya; laki-laki itu banyak bertanya pada Takeo tentang Tiga Negara, perdagangan, administrasi, dan kapal. Jawaban jujur Takeo membuat mata¬nya makin t erbelalak. Kabar tentang kedatangan kirin sudah sampai mendahului mereka, dan sewaktu mende kati ibukota, kerumunan orang semakin banyak saat penduduk kota berhamburan keluar untuk menya mbut. Mereka membuat hari itu sebagai hari libun mereka mengajak istri dan anak dengan mengenakan pakaian berwarna cerah, menggetar tikar dan mendirikan payung penahan sinar mata hari warna merah tua serta tenda putih, makan dan minum dengan gembira. Takeo merasakan semua kemeria han ini sebagai pemberkatan atas per¬jalanannya, menyingkirkan pertanda buruk dari eksekusi di Inu yama. Halaman 219 dari 600

Kesan ini di¬perkuat dengan Lord Kono yang mengirim undangan untuk mengunjunginya pada malam pertama di ibukota. esan ini di¬perkuat dengan Lord Kono yang mengirim undangan untuk mengunjunginya p ada malam pertama di ibukota. Kota itu dikelilingi tebing; danau besar di bagian utara menyediakan kota itu de ngan air dan ikan. Dua sungai yang mengaliri kota dihubungkan dengan beberapa jembatan yang indah. Kota itu dibangun seperti kota kuno di Shin: berbentuk persegi dengan jalan lebar terbentang dari utara sampai ke selatan, dengan jalanan yang lebih kecil bersaling¬silang. Istana kekaisaran terle tak di ujung jalanan utama, di sebelah biara agung. Takeo serta rombongannya menginap di kediaman yang tidak jauh dari tempat Kono. Sebuah kandang dibangun dengan tergesa¬gesa untuk kirin. Takeo berpakaian dengan ekstra h ati-hati untuk menghadiri pertemuan itu, lalu menaiki salah satu tandu mewah ber¬pernis yang dian gkut dengan kapal laut dari Hagi menuju Akashi. Hadiah-hadiah untuk Kono dibawa oleh sebaris an pelayan: produk Tiga Negara yang menjadi bukti kesejahteran dan pemerintahan yang baik, apa saja yang dinikmati atau dikagumi Kono selama di wilayah Barat salah satu hasil pengintaian Taku. "Lord Otori telah tiba di ibukota saat matahari mendekati titik puncaknya," seru Kono. "Waktu yang amat menguntungkan. Aku berharap dengan amat sangat atas ke¬berhasilan Anda." Ini orang yang membawa kabar bahwa pemerintahanku ilegal dan Kaisar memintaku ag ar turun takhta serta mengasingkan diri, Takeo memperingatkan dirinya. Aku tidak boleh te rbuai pada sanjungannya. Takeo tersenyum dan berterima kasih pada Kono, lalu berkaia, "Semu a ini ada di tangan Surga. Aku akan tunduk pada kehendak Yang Mulia Kaisar." "Lord Saga ingin sekali bertemu Anda. Apakah besok tidak terlalu cepat? Beliau i ngin menyelesaikan beberapa masalah se¬belum musim hujan mulai." "Tentu saja." Takto bisa melihat tidak ada gunanya menunda. Hujan pasti akan men ahan dirinya di ibukota sampai bulan ketujuh: tiba-tiba dilihat dirinya sendiri kalah dalam pertandingan itu. Lantas apa yang harus ia lakukan? Bersembunyi di kota ya ng lembap dan menjemukan ini sampai dirinya bisa menyelinap pulang dan mengatur pengasingan di rinya sendiri? Atau mencabut nyawanya sendiri, meninggalkan Shigeko sendirian di tangan Saga, d i bawah kekuasaannya? Apakah ia memang tengah mempertaruhlan Tiga Negara, dirinya dan pu trinya, dalam

. renung Takeo. Aku pernah mendengar kalau Lord Otori sendiri adalah seniman yang berbakat.." "Kau berlebihan menyanjungku. "Aku tidak membawanya. dan tak bisa menahan diri untuk tersenyum juga pada ironinya keadaan diri nya." "Aku sama sekali tidak berbakat. Beberapa sket sa yang kubuat selama perjalanan sudah kukirim pada istriku. Dan Lord Saga pasti gembira kalau bisa menerima satu juga." tutur Kono ketika salah satu pen¬damp ingnya membuka bungkusan sutra yang berisi benda-benda berharga. Tak diragukan lagi dia pasti berpikir kalau tak lama lagi aku ada waktu luang ya ng banyak. meski aku tak sempat melakukannya. "Sebagian di antaranya adalah milik ayahku." Halaman 220 dari 600 .. "Tapi melukis memberi kenikmatan besar bagiku. "Tentu saja sebagian besar kol eksnya sudah hilang." sahut Takeo." sahut Takeo. Tapi kita tidak perlu mengingat masa-masa yang tidak menyenangkan itu . tapi justru menghabiskan sisa malam itu dengan mengagumi koleksi Kono dan membicarakan tentang lukisan dengan orang ters ebut. "Aku memberanikan diri untuk meminta Anda memberikan salah satu karya Anda." Kono tersenyum dan mengerutkan bibirnya dengan sengaja. Aku minta maaf.sebuah pertandingan? Takeo tak menunjukkan sedikit pun kekhawatirannya.

" gumam Kono. Sepe rti harta terpendam. itu justru lebih mengesankan dan lebih ber¬harga. Sepe rti harta terpendam. "Putri Anda tentunya merupakan harta Lord Otori yang paling berharga. aku yakin tak satu pun yang kami miliki di Tiga Negara bisa dibandingkan dengan kemegahan ibukota." Kemudian dia melanjutkan dengan halus. berdalih t ak ingin meninggalkan kirin tidak terjaga." sahut Takeo. Takeo agak memiringkan kepa la. Beliau sangat mengagumi semua bentuk seni. Hiroshi memohon undur diri. ayah dan anak." "Menurutku. Shigeko. Dia akan menemani Anda besok?" Kedengarannya hanya sebagian dari sebuah pertanyaan. meski Takeo menduga ada alasan lain: kesadaran pemuda itu akan ." seru Kono dengan hangat. *** Lord Kono datang keesokan harinya bersama Okuda. Untuk sementara. Kalian pasti memiliki perajin paling tera mpil." Takeo menaikkan alisnya dan melihat sekilas ke wajah Kono. Sewakt u mereka turun dari tandu di taman sebuah kediaman yang besar serta megah. "Kendati demikian. untuk menjemput Takeo. serta seniman yang paling berbakat. itu justru lebih mengesankan dan lebih ber¬harga. tapi tidak dilihat ad anya sindiran di sana." Menyesal aku tidak bisa membujuk Anda. beliau khawatir Anda meras a kalau kediamannya ini terlalu sederhana tidak sebanding dengan yang biasa Anda lihat di Hagi. Beliau sedang membangun kastil b aru kelak akan ditunjukkannya pada Anda. "Lord Saga memintaku untuk menyampaikan per¬mintaan maafnya. "Menurut penga lamanku. dan Gemba ke kediaman jenderal itu. semakin jarang seniman memamerkan karyanya. Kono bergumam. serta ksatria la in dari kediaman Saga. orang-orang seperti itu mencari lingkungan yang tenang agar bisa men ghasilkan karya seni mereka."Menyesal aku tidak bisa membujuk Anda. berarti semakin besar bakatnya." seru Kono dengan hangat. Lord Saga memberi banyak komisi. semakin jarang seniman memamerkan karyanya." Minoru juga menemani mereka dengan membawa gulungan berisi silsilah keluarga dar i semua yang datang dan daftar hadiah untuk Lord Saga. Banyak yang pergi dari ibukota dan baru sekarang¬sekarang ini mulai k embali. berarti semakin besar bakatnya. "Kami mendapat keuntungan hidup selama bertahun-tahun dalam kedamaian. "Menurut pengal amanku. "Lord Saga amat menantikan bertemu dengan lawannya.

warna-warna ce rah berlatar berwarna emas. Tak s eorang pun bisa dengan mudah bertemu seorang penguasa. Takeo telah menduga ini: ia pun kerap menggunakan tipu muslihat yang sama. Takeo tak tahan untuk tidak mengagumi ketegasan desain dan kemahi ran pembuatannya. membimbing mereka berjalan menelusuri beranda yang lebar dan melewati banyak ruangan yang masing-masing dihiasi lukisan yang cemerlang. tujuannya adalah untuk mendomin asi. namun melukisnya dari legenda. el ang menatap dengan berlagak penting dari tempat yang memungkinkan pandangan luas dan jelas d i puncak tebing kembar. dan dirasakannya energi dalam ruangan itu semakin menguat. Okuda. Gemba dan Shigeko. Dilayangkannya pikirannya ke biara Terayama. sementara dia pergi be rsama Kono. memenuhi dirinya dengan r asa percaya diri Halaman 221 dari 600 . Mereka duduk tanpa bicara. Ada lukisan burung merak berjalan dengan angkuh di bawah lebatnya pepohonan pinu s. ia merasakan kekuatan spiritual sahabat nya itu dalam diri kedua pendampingnya yang ada di dekatnya. sah abat karibnya yang mengabdikan diri pada Ajaran Houou. Di benaknya ia melihat Makoto. Namun dirasakannya semua lukisan itu dibuat untuk memamerkan kekua tan dari penguasa: semuanya berbicara tentang kemenangan. Bahkan ada juga sepasang burung houou sedang mematuk daun bambu. naga dan harimau saling meng¬geram. Dua ekor singa mistis berjalan di sepanjang dinding. Ia yakin si seniman belum pernah melihat burung itu.kurangnya status dirinya. ke hutan s uci pepohonan pawlonia di mana burung houou tengah menetas. Takeo menenangkan diri sambil memandang l ukisan burung houou. juga rasa enggan bertemu laki-laki yang mungkin akan d inikahi Shigeko. Di ruangan terakhir inilah Okuda meminta mereka menunggu. mengenakan pakaian formal ketimbang baju zirah yang dia pakai sebelumnya.

Apa lagi yang telah diu ngkap Zenko kepadanya? Takeo mengenang masa lalunya yang hanya diketahui oleh Tribe. Kepala pelayan itu berlutut. ang mantap. Dipasang telinganya seperti yang pernah dilakukanya di kastil Hagi ketika dipaksa menunggu dengan cara yang sama. Takeo bisa mendengar burung-bur ung di sangkar berkicau di suatu tempat di kediaman ini. tapi Shigeko menunggu di ambang pintu. Dipasang telinganya seperti yang pernah dilakukanya di kastil Hagi k etika dipaksa menunggu dengan cara yang sama. di sana ia dengar pengkhianatan para paman Shige ru. Kono sudah diperingatkan tentang pen¬dengaranku. Jalan lebar mengkilap membawa mereka melewati taman kecil yang indah menuju ke b angunan lainnya yang jauh lebih besar dan lebih indah. baru lah gadis itu . Cuaca hari itu terasa semakin han gat. menggeser layar kasa agar terbuka dan menyembah hin gga kepalanya menyentuh lantai. dan gemericik air di kolam dan tangki air memberi perasaan dingin. Kini ia dengar Kono berbicara pelan pada seorang laki-laki yang diduganya adalah Saga. seberapa banyak ya ng Zenko tahu? Beberapa saat kemudian Okuda datang bersama seorang laki-laki yang diperkenal¬kannya sebagai kepala pelayan dan pengur us administrasi Lord Saga. Kini ia dengar Kono berbicara pelan pada seorang laki-laki yang diduganya adalah Saga. Takeo melangkah masuk dan membungkuk. Sesaat ia merasakan ketakutan akan istrinya yang begitu jauh: bagaimana ia bisa bertahan bila istrinya tiada? Bisakah ia hidup tanpa istrinya? Menikah lagi demi alasan negara? Teringat lagi nasihat Gemba. menerim a daftar hadiah yang disiapkan Minoru serta mengawasi para jurutulis yang mencatat acara yang akan ber¬langsung. disingkir¬kannya pikiran itu jauh-jauh. t api mereka hanya membicarakan hal¬hal yang biasa-biasa saja. Dia membungkuk sampai ke lantai di hadapan Takeo dan berbicara denga n sopan santun yang luar biasa.yang mantap. t api mereka hanya membicarakan hal¬hal yang biasa-biasa saja. lalu teringat kehilangan tragis yang dialami Saga. Gemba mengikutinya. dan menduga semua itu peliharaan Lady Saga. memusatkan perhatiannya pada laki-laki yang akan ditemuinya. pikirnya. di sana ia dengar pengkhianatan para paman Shige ru. Orang itulah yang akan mendampingi mereka ke ruang pertemuan. Hanya ketika Takeo dan Gemba diminta duduk tegak.

Lukisan yang bers ifat pamer hanya menjadi pembungkus berhias: di sini hanya pedang yang dipamerkan. Halaman 222 dari 600 . Semula Takeo mengira Saga adalah orang yang brutal serta gegabah. gerakannya pun luwes. tapi justru dengan kelembutan. yang pernah Takeo dengar tapi belum pernah dilihatnya. Ruang kecil di sebelahnya terdapat lukisan d engan gaya daerah daratan utama. Mungkin kejam. Tak diragukan lagi kalau ia meng¬hadapi lawan yang menakjubkan. seolah tak ada yang boleh m enyaingi kuatnya kehadiran orang itu. Mungkin itu lukisan bernama Genta Malam Hari dari Biara di Kejauhan yang termahsyur. tak perlu hias an. Shigeko tetap membungkuk dalam-dalam sementara kedua orang itu saling menatap. Namun orang itu memiliki keluwesan yang tidak sesuai dengan usiany a: duduk dengan nyaman. dengan huru f konsonan diucapkan cepat. mendekati empat puluh tahun. Dan tiba¬tiba dilihatnya kalau Saga takkan bisa di¬kalahkan den gan kekuatan. Dibandingkan dengan ruang an lainnya. kini ia mengubah pendapatnya. Suaranya kasar. pikir Takeo. U sia Saga pasti beberapa tahun lebih tua dari Takeo. dan tampak lebih bidang karena sayap lebar dari jubah resminya.masuk dengan gerakan anggun dan menyembah di sebelah ayahnya. Saga Hideki duduk di ujung ruangan. dengan tubuh g emuk laki-laki separuh baya. Ternyata efeknya luar biasa. tempat Gemba duduk dengan sikap rileks. hanya baja tajam nan mematikan itu. kurang terampil memanah. Shin. huruf hidup diperpendek: ini pertama kalinya Takeo mendengar ak sen daerah timur laut. Memiliki bahu bidang dan berotot ciri khas pemanah . dekorasi ruangan ini yang paling sederhana. dan kemudian mendengar setiap senandung pelan dari sisi kirinya. Disesalinya kekurangan dirinya. tapi tid ak gegabah dia laki-laki yang mengendalikan pikiran sama ketatnya dengan mengendalian tubuhnya.

" ujar Shigeko dengan suara pelan . Kemudian ban gsawan itu mencondongkan badan lalu berkata dengan kasar namun ramah. "Bagaimana pendapat A nda?" "Lord Saga?" Saga memberi isyarat ke arah ruangan kecil di sampingnya. "Ini juga sangat bagus. bentuk matanya panja ng dan agak seperti bertudung. Lukisan itu menggambarkan pemandangan taman yang dipenuhi bambu. Kemari dan lihatlah. begitu dekat dengan kepalanya." Takeo bangkit lalu berdiri di sampingnya." ujar Saga. berhenti sebentar saat melihat tangan kanan bersarung tangan hitam. Karya Yu-Chien. "luwes. Dia bilang Anda pasti mengenalnya. walau tubuh Saga jauh lebih besar. sementara yang me¬ngejutkan bentuk telinganya begitu halus. "Tentu saja lukisan it u. dilukis dengan tenang serta menggugah. berkedip memerhatikan tubu hnya. Juga dibuat dengan lima hitam. plum dan pinus. dan bahwa lukisan ini lebih menarik perhatian Anda ketimbang benda¬benda modern milikku. kembali ke tempat duduknya. "Aku melihat kombinasi itu di sini. "Memang.tempat kelahiran Saga. Janggut dan kumisnya agak panjang." Shigeko berdiri lalu berjalan perlahan ke sisi ayahnya." sahut Saga. Janggut dan kumisnya agak panjang. Pandangan mata Saga pun tak kalahnya mengamati Takeo. Wajahnya lebar serta bergaris tegas." "Luar biasa. benar?" "Ha! Kono menyarankan aku meng¬gantungnya. keduanya agak beruban meski rambutnya tidak beruban. wangi serta kuat. sementara yang me¬ngejutkan bentuk telinganya begitu halus. "Ketiganya mampu menahan kerasnya musim dingin. empat kelahiran Saga. bentuk matanya panjan g dan agak seperti bertudung. "Suatu maha ka rya. keduanya agak beruban meski rambutnya tidak beruban." "Tiga kawan baik. ham pir tanpa bagian bulat menonjol di bagian bawahnya." Dia memberi ." sahut Takeo dengan kekaguman yang tulus. ham pir tanpa bagian bulat menonjol di bagian bawahnya. begitu dekat dengan kepalanya. Tinggi mereka hampir sama. Bag aimana dengan yang satu itu?" Saga berdiri lalu berjalan ke dinding sebelah timur. Wajahnya lebar serta bergaris tegas. Lady Maruyama. mari berg abung bersama kami.

Bila petani bahagia. dalam ilmu ketabiban. "Apakah filsafat ini menjelaskan alasan Anda tidak menghadapi Arai?" Takeo menjawab. yang mengajariku di bidang ini sebelum kematiannya. per¬hitung an sekaligus hasrat. Matanya menatap ke arah Shigeko dengan ekspresi ingin tahu. "Lady Maruyama adalah plum. Lord Shigeru. dan mengambil manfaat dari kegunaannya yang banyak serta bervariasi. maka negara akan menjadi kaya dan stabil. "Dari riwayat Anda." Gemba membungkuk hormat atas pujian ini." ujar Takeo setuju." "Ha!" Saga mengeluarkan tawa kemenangan.isyarat agar mereka men¬dekat. misalnya. Kelihatannya dia ingin bicara langsung pada gadis itu. "Kurasa aku bagian yang luwes. Aku ter lalu Halaman 223 dari 600 ." sahut T akeo seraya tersenyum. "Bahkan tanaman beracun pun bisa diambil manfaatnya." "Kudengar Anda tertarik dengan per¬tanian." "Baiklah." "Bambu akan selalu tumbuh. namun kemudian me mbatalkannya dan kembali berbicara pada Takeo. aku tidak punya banyak waktu untuk bertani beberapa tahun ini. "Lebih baik dibiarkan ditempatnya . Tapi bambu sangat sulit dibasmi bila tum buh di tempat yang salah." "Ayahku. sedang Lord Miyoshi ada lah pinusnya. kurasa juga begitu.

Sake juga dihidangkan. arsitektur. dan perbincangan berlangsung dengan suasana riang. Kekuasaanku adil dan direstui Surga." "Kini banyak dari daerah di negara kami yang mempraktikkan sistem panen ganda. begitu pula kacang kedelai . tapi Takeo hanya minum sedikit. "Aku pemimpin sah Klan Otori. keistimewaan Tiga Negara dibandingkan yang ada di ibukota. "Dan aku harus menemui juara-juara Anda." "Anda telah menghasilkan permata. Okuda." isibukkan dengan peperangan. Aku tak mengatakan semua ini untuk membual. dan ke berpihakan Kaisar memang. gandum dan wijen. Siang ini cuaca cerah. kami memiliki banyak persediaan beras. Lord Miyosh . dan menguasai Tiga Negara secara sah menurut hukum. me ng¬ungkapkan lagi kekaguman bersemangatnya pada kirin. Okuda mengatakan bahwa Tiga Negara menghasilkan beras lebih banyak d ari yang bisa dikonsumsi." tutur Takeo. Okuda mengatakan bahwa Tiga Negara menghasilkan beras lebih banyak d ari yang bisa dikonsumsi. "Memang benar. tapi untuk mengatakan bahwa sementara aku mencari dukungan Anda. masing-masing menawarkan pengalaman luar biasa bagi mata yang mema ndang sena lidah yang mengecap-nya." Mengimbangi kesederhanaan ruangan itu. Di pengujung santap siang. Sekarang mari makan dan minum. yang sudah lebih mabuk ketimbang yang lainnya." "Kita akan bicarakan itu nanti. Tapi akibat¬nya kami kekurangan persediaan makanan d i musim dingin ini. "Aku ingin sekali melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. mengingat perundingan bisa berlangsung hingga malam.disibukkan dengan peperangan. yaitu puisi. Tapi akibat¬nya kami kekurangan persediaan makanan di musim dingin ini. Okuda dan Kono bergabung dengan merek a untuk santap siang." Digandengnya Takeo selagi berjalan kembali ke pintu masuk ut ama dan berkata dengan sikap penuh rahasia. Tak heran begitu banyak orang yang mengincar¬nya dengan tamak. makanannya pun lezat: hidangan musiman ib ukota yang tertata rapi." Takeo agak memiringkan kepala. serta terhindar dar i kekeringan dan kelaparan. aku bersiap tunduk pada Anda sebagai jenderal Kaisar harus dengan per syaratan yang melindungi negara dan pewarisku." ujar Saga. "Mari kita ke sana sekarang. dan kelih atan tanpa berpikir panjang berdiri. Mereka hanya me mbicarakan lukisan. Kita akan l ihat lapangan tempat pertandingan kita. Kami diberkahi panen yang baik selama bertahun-tahun.

"Akan menjadi pertunjukan yang indah. Ke mana kepercaya annya pada Guru Besar Ajaran Houou membimbing dirinya? Takut kalau Saga akan menganggap pen g gantian dirinya dengan Shigeko sebagai penghinaan dan penolakan untuk berunding. berseru dengan suara lantang. Orang itu kembali dengan membawa busur yang besamya lebih d ari serentangan lengan dan dilapisi pernis merah dan hitam. "Selama ini Anda memang berniat untuk tunduk." Orang itu menatap Takeo dengan tajam." "Yang kedua adalah Sugita Hiroshi. keraguan berkecamuk dalam dirinya. Lady Maruyama." Mereka menunggu di bawah tepi atap yang melengkung sementara Okuda pergi ke temp at penyimpanan senjata. kurasa." sahut Takeo. Lalu tertawa dengan kasar." Saga tenawa kecil sewaktu melepaskan tangan Takeo dan berjalan m enyusuri beranda. "Memang itu yang dilaporkan Lord Kono." Tapi bahkan sewaktu bicara. diputarnya tubuh Takeo agar bisa menatap langsung wajahnya. dan beberapa ksatriamu yang lain." Cengkeraman tangan Saga mengencang ketika berhenti. setelah beberapa saat diam karena terkejut. Penandingan ini hanya formalitas b agi Anda? Aku mengerti alasannya: menyelamatkan mukamu." "Aku tidak ingin menyesatkan anggapan Anda. Okuda. dan memelankan suaranya. "Justru ini jauh dari formalitas. begitu pula dengan putriku. Lady Maruyama yang cantik melawan bangsawan pali ng berkuasa di Delapan Pulau. tapi aku mengira itu h anya lelucon. Seorang pengawal mengiku ti dengan membawa tabung panah berisi serangkaian anak panah. bangsawan itu tert awa lagi. Put riku. A ku ingin memperlihatkannya pada lawanku. Halaman 224 dari 600 . "Bawakan busur dan anak panahku.i pasti salah satunya. Aku menganggapnya sangat serius. Sedangkan yang ketiga Anda sudah bertemu. Taruhan¬nya tidak bisa le bih tinggi lagi. Kendati demikian.

" lanjutnya dengan karakternya yang sigap dan cepat. kami tidak berburu anjing di wilayah Barat." sahut Takeo. Mereka ber¬gegas berdiri lalu membungkuk hormat sementara majikan mereka menaiki tandu. sambil mengelus bulu-bulu itu dengan lembut lal u melirik ke arah Takeo. Menurutku. Tentu s aja kami tidak membidik untuk membunuhnya. S aga mengambil satu anak panah dari dalam tabung lalu mengacungkannya untuk diperlihatkan kepad a mereka. berbulu putih. "Pemahkah Anda turut dalam perburuan anjing?" "Tidak.Anak panahnya tidak kalah mengesankan. bulu bangau menghasilkan bidik an yang terbaik. Kau harus menyatakan bagian yang hendak kau bidik. mengulur dan meregangkan dengan satu gerakan yang seperti tanpa tenaga." Diserahkannya kembali anak panah itu pada pengawalnya lalu mengambil busur dari tangan Okuda. "Kurasa busur ini hampir sama tingginya dengan Lady Maruyama. diikat dengan tali berlapis pernis emas. "Kuharap Lord Otori tidak tersinggung. "Hebat. diikat dengan tali berlapis pernis emas. bukan begitu?" Takeo mengangguk patuh. Anjing-anjing sangat bersemangat mengikutinya. seraya mengembalikan busur dan mengena¬ka n sandalnya di anak tangga. Silla." "Kami membawa hadiah-hadiah dari Tenjiku. "Bulu burung bangau. Saga mengambil satu anak panah dari dalam tabung lalu mengacungkannya untuk diperlihatkan kepad a mereka. A ku ingin memburu singa atau harimau. menu . hebat!" Para pemanggul tandu beristirahat di bawah tenda di luar gerbang. tanpa kenyamanan. Itu akan menjadi buruan yang lebih layak!" "Bicara tentang harimau." ujarnya." ujar Saga. Shin serta Kepulauan Selatan un tuk Lord Saga dan Yang Mulia Kaisar. "Itu olahraga yang hebat. Anda mengirim kapal ke Shin dan Tenjiku." sahut Shigeko. yang sadar sepenuhnya dengan lambang bangau Otori di bagian belakang juba hnya. "Dan Anda telah kedatangan orang-orang barbar dari selatan? Mereka amat menarik bagi kami. "Kita harus ingat untuk membicarakan tentang per¬daganga n. anak panah itu terbuat dari kayu pawlonia dengan ujung nak panahnya tidak kalah mengesankan. anak panah itu terbuat dari kayu pawlonia dengan ujung tumpul.

"Tadi aku menunggang Tenba." seru Hiroshi. Saat itu Hiroshi datang dari istal menuntun Tenba yang tengah melompat dan berjingkrak di ujung tali kekangny a. Panji-panji bergambar bangau ber kibar di atas gerbang dan di sepanjang jalan. tempat kuda¬kuda Maruyama menghentak kaki serta meng ibaskan kepala. Lord Saga satu-satunya orang di kelompok itu yang belum pernah melihat makhluk m enakjubkan itu. berdirilah kirin. dengan pengendalian diri yang nyaris sempuma. "Lady Maruyama. tak kuasa menahan tatapan penuh takjub di wajahnya. dan berkata dengan c anggung. "Aku tak menduga Anda kembali begitu cepat. Mereka tidak kecewa. Bangunan utamanya terletak di sebelah barat daer ah berundak: sebelah timur dibangun istal." serunya. Di sekeliling gerbang." "Hewan ini justru sangat lembut. "Hewan ini jauh lebih tinggi dari yang kukira. Kemudian pemuda itu membungkuk hormat sebisa mungkin sambil mengendalikan kuda. di kandang beratap tiang bambu di satu sisi dengan atap ilalang. "Pasti sangat kuat dan cepat. telah berkumpul sekerumunan orang yang berusaha melihat kirin: anak-anak memanja t pohon." Sesa at keadaan sunyi senyap.ju penginapan yang dijadikan tempat tinggal Otori. Bahkan Saga." Halaman 225 dari 600 . Di depan istal ini." sahut Shigeko seraya mendekati kirin. dan seorang pemuda yang penuh inisiatif meng¬gunakan tangga. Semua orang menatap dengan pandangan gembira. Takeo perhatikan saat Hiroshi melihat sekilas ke arah Saga lalu wajahnya pucat.

" ujar Takeo padanya. "Keluarkan kirin itu. "Kuda ini sangat tampan." "Kami membawa banyak kuda dari Maruyama sebagai hadiah. Setelah menginspeksi kuda-kuda lebih jauh lagi." ujar Hiroshi. "Kuucapkan selamat pada Anda. tapi ke aula pertemuan yan g didekorasi dengan megah. "Kulihat." ujar Saga. tapi Takeo menduga ada nada iri dan dengki di dalamnya. memalingkan tatapan penuh kekagu man Shigeko. "Ini Sugita." komentar Saga sewaktu Hiroshi mengikat Tenba pada tali yang diregangkan dari masing-masing sisi sudut dalam kandang. "Hanya setelah hewan ini mati karena usia tua. dia meminta maaf. "Bayangkan kalau kulit ini dihamparkan di lantai atau di tempat tidur. Belum pernah ada makhluk seperti ini di ibukota." sahut Hoiroshi dengan membungkuk hormat lagi. "Ku da-kuda itu dibiakkan serta dibesarkan Lady Maruyama dan pengawal seniornya." Kata-kata tadi diucapkan dengan murah hati." Kirin menjulurkan lehernya yang panjang ke arah Shigeko dan dengan lembut mengus ap pipi gadis itu dengan hidung. "Kirin merindukannya . Kaisar akan ter¬pesona dengan hadiah And a. tuan. Lord Otori." "Tentu. rin mulai melangkah dengan gembira ketika melihat tiga makhluk yang p aling disayanginya. tempat lukisan seekor naga terbang melintasi dinding dan seekor ha ." Sewaktu Hiroshi menuntun kirin keluar dengan tali sutra merah di tangan. kau adalah kesayangannya. Dan lumay an tinggi." Seolah sekonyong-konyong tersadar dengan kesunyian yang merasa sakit hati atas k ata-katanya terse-but. sewa jarnya." Saga mengangguk ke arah Hiroshi dengan sikap asal-asalan: perhatiannya tersita h abis pada kirin. mereka ke mbali ke kediaman Saga. Lord Sugita Hir oshi. "Bersemangat. Aku ingin melihatnya lebih dekat. Setelah berpisah kirin justru kelihatan semakin terikat dengannya!" Saga bicara seolah Hiroshi adalah pengurus kuda. rona merah kembali merayapi leher dan pipinya. Tangannya menggapai dan mengelus kulit bercorak coklat muda ke¬kuningan itu. "Lebi h halus dari kulit perempuan!" serunya. "Aku akan mengembalikan Tenba bersama kirin. Bukan ke ruangan sederhana sebelumnya. Takeo menam¬bahkan. serta memper sembahkan dua kuda betina dan tiga kuda jantan hitam kepada Lord Saga.Kirin mulai melangkah dengan gembira ketika melihat tiga makhluk yang paling dis ayanginya.

Dua lingkaran tali dipasang di atas tanah. bukan pembantaian: anjing yang terluka parah atau mati dianggap tidak sah. Permainan itu merupakan permain an keterampilan. melainkan di kursi ukiran. Di sini Saga tidak duduk di lantai. Takeo menyadari keinginta huan mereka pada dirinya dan terutama pada Shigeko. dan dibumbui dengan kelakar sehingga membuat para pengawalnya tersenyum. Anjin g dipilih berbulu putih agar jika berdarah bisa segera terlihat. peraturan penandingan. Pertama-tama mereka membicarakan tentang upacara dalam acara perburuan anjing. m irip Kaisar. "Dan sekarang kita bicara tentang hasil¬nya. Lord Otori?" "Kaisar mengakui aku dan istriku sebagai penguasa sah Tiga Negara. "Jika Lady Maruyama m enang. Shigeko menanyakan satu atau dua penanyaan teknis: lebar arena. kami akan Halaman 226 dari 600 . apakah ada ketentuan ukuran busur atau anak panah. Anda memerintah¬kan Arai Zenko tunduk pada kami. arak¬arakan Kaisar. Di setiap babak enam anjing akan dilepas. Tidak biasa seorang perempuan duduk di t engah¬tengah laki-laki dalam acara seperti ini dan turut berbicara tentang kebijakan. Sebagai imbalannya. Si pemanah berderap di sekeliling lingkaran di tengah: nilai diberikan pada bagian tubuh anjing yang dibidik. apa syarat Anda. Anda mendukun g kami dan pewaris kami. satu tali di dalam tali yang satunya lagi .rimau berkeliaran mencari mangsa. Lebih banyak pengawalnya yang menghadiri pertemuan tersebut." ujarnya sopan. Takeo m erasa kalau mereka cenderung tersinggung dengan pelanggaran adat semacam ini. h ari-hari jamuan dan ritual. namun silsilah Klan M aruyama lebih tua ketimbang Klan Saga dan klan wilayah Timur lainnya sama tuanya dengan keluarga kekaisaran yang merupakan keturunan Dewi Matahari. satu demi satu. Saga menjawab de ngan cepat.

Dia tidak merasa terganggu dengan satu pun syaratku karena memang dia tidak mera sa dirugikan. "Bahwa Anda segera mundur dari kehidupan publik. Kurasa pernikahan ant ara keluarga kita bisa sangat menguntungkan kedua belah pihak. jika ia dan teman¬temannya hidup berhasil s ampai di perbatasan. ka mi akan menyediakan makanan. dan menyerahkan Tiga Negara pad a Arai Zenko yang telah ber¬sumpah setia padaku dan juga pewaris sah ayahnya Arai Daiichi. dan kemarahan Takeo mulai melua p. kami akan menyediakan makanan. demi kesatuan dan ke¬damaian Delapan Pulau. "Kurasa Lady Maruyama pasti bis a menjadi istri yang baik bagiku. serta membuka pelabuhan kami bagi k alian untuk perdagangan. untuk berperang. dan bahwa putri Anda harus menikah denganku. sadar kalau tidak ada pilihan lain: setuju dengan usulan Saga at au menolaknya. tenaga manusia sera rsumpah setia pada Anda dan Kaisar. "Mendiang istriku orang yang baik: dia memberiku empat anak yang sehat serta mer awat anakku yang lain. "Dan apa syarat Lord Saga?" tanyanya. semuanya aku terima dengan baik. kurasa anakku jumlahnya sepuluh atau dua belas. renung Takeo. Takeo duduk tanpa bergerak." "Aku turut berduka atas meninggalnya istri Anda. bahw a Anda boleh mencabut nyawa Anda sendiri atau mengasingkan diri ke Pulau Sado.bersumpah setia pada Anda dan Kaisar. lari dari ibukota bak penjahat dan bersiap." Semua rasa sakit hati yang pernah ia rasakan ketika Kaede diculik kembali menyap u dirinya." sahut Saga." Kata-kata maupun nada suaranya seperti menghina. demi kesatuan dan ke¬damaian Delapan Pulau. tenaga manusia sera kuda untuk kampanye militer Anda berikutnya. Sungguh keterlaluan kalau ia mesti menyerahkan putri tercintanya pada laki-laki kejam yang sudah . tersenyum dengan penuh percaya diri. Dilihatnya ekspresi semua orang. kepuasan dan kesenangan yang mereka rasakan atas penghinaan terhadap dirinya. bahwa putra An da harus dikirim padaku sebagai tawanan. dan ini tidak boleh diubah." "Terlepas dari hal terakhir ini yang ingin kubicarakan dengan Anda lebih jauh la gi. Kedamaian dan kesejahteraan Tiga Negara bergantung pada sistem peme rintahan kami. "Menang atau kalah. Mengapa aku ke sini? Lebih baik mati dalam perang ketimbang tunduk pada ial ini." sahut Takeo." Saga melanjutkan bicaranya. dan aku minta Anda pertimbangkan tawaranku.

" "Semula aku ingin membiarkan istrimu hidup. tidak menunjukkan reaksinya pada pem¬bicar aan tersebut." Untuk pertama kalinya Shigeko angkat bicara.tua ini. seperti halnya aku. Aku ingin bicarakan ini dengan istr iku Lord Saga mungkin belum tahu kalau istriku turut menjalankan pemerintahan Tiga Negara bers amaku aku yakin. Namun orang ini yang paling berkuasa di seluruh Delapan Pulau. istriku akan sangat gembira dengan penyatuan antara k ita. laki-laki yang sudah memiliki beberapa selir. tapi bi la peran istrimu sama besarnya dengan dirimu dalam pemerintahan. jika aku diperbolehkan bicara. yang hanya ingin memiliki putrinya belaka. maka dia juga harus diperlakukan sama seperti dirimu: kematian atau pengasingan. kehormatan dan manfaat politis dari pernikahan ini besar sekali." Halaman 227 dari 600 ." sahut Saga dengan kesal. Tawaran itu telah diucapkan di depan orang banyak: bila ia tolak secara langsung itu berarti menghina. "Kehormatan ini terlalu besar bagi kami. karena baru saja melahirkan. yang takkan memperlakukan putrinya sebagai p enguasa atas haknya sendiri. Putriku masih sangat mud a. tapi aku berterima kasih pada Anda dari lubuk hatiku. dia boleh pulang untuk membicarakan hal ini dengan ibunya. "Aku juga memiliki syarat. Takeo berkata. Shigeko duduk dengan tatapan tertunduk. "Andaikata Lady Maruyama menang.

"Kami men¬d engarnya. Kurasa hanya ada sedikit peluang untuk memutuskan secepatnya.. sekaligus dengan pesona yang kuat.." Shigeko bicara dengan tegas." "Ya harus datang. juga dengan ayah dan ibuku s ebagai atasanku. setelah ber¬konsultasi dengan para pengawal seniorku." serunya." "Namun laki-laki seperti itu. tidak keting¬galan satu pun. Setelah mandi. dan aku percaya pada¬nya. hingga sulit bag i siapa pun untuk merasa tersinggung. Hiroshi hanya diam mendengarkan. nona. hanya mengatakan. Kita harus mem pertimbangkan masa depannya sama pentingnya dengan y ang terbaik bagi Tiga Negara. 'Tentu saja ini tak terduga. nona. "Begitu banyak yang dipertaruhkan pada pertandingan ini dan semua orang di pihak Saga sudah memutus kan hasilnya!" "Matsuda Shingen yang menyarankan Anda untuk kemari. dan menutupn ya dengan usulan pernikahan. dan suatu kehormatan besar. aku bisa membuat pilihanku sendiri dalam pe rnikahan. "Kulihat kalau aku punya lawan se banding." aga melihat sekilas ke arah anak buahnya lalu tersenyum dengan sabar." ujar Takeo pelan. juga saran aku dan istriku. dan riak tawa melanda anak buahnya. Dan sebagai pimpinan klan. Aku sangatlah berterima kasih pada Lord Saga atas kemurahan hatinya se rta kehormatan yang dianugerahkan pada diriku. tapi aku tak bisa menerimanya tanpa persetujuan dari klanku. "Shigeko akan mengikuti saran mu." Takeo menghela napas.* Bulan baru dari bulan keenam bergelayut di langit sebelah timur di balik pagoda enam lapis selagi mereka kembali ke kediaman. Takeo meminta dipanggilkan Hiroshi la lu menceritakan tentang pem-bicaraan hari itu kepadanya. kan? Anda harus memercayai penilaiannya.Saga melihat sekilas ke arah anak buahnya lalu tersenyum dengan sabar. Saga membungkuk hormat." "Aku minta Lord Saga untuk bersumpah mempertahankan garis pewarisan keturunan pe rempuan di Maruyama. Tapi akankah Saga mematuhi kesepakatan nya? Dia . "Kami men¬de ngarnya.

" "Seluruh kota terpukau dengan kegembiraan pada Anda. Ketika pintu digeser terbuka. yang setia sejak masih kecil. pikirnya. Mereka sudah seperti pa sangan suami istri. dan memang dia akan memenangkannya. mereka akan mendengar kisah melankolis tentang diriku dan menangis." sahut Takeo "Saat ak u di pengasingan di Pulau Sado. Mereka bahkan telah menggubah nyanyian tentang hal itu. L ukisan-lukisan bergambar kirin sudah dijual. Anda aka n didukung dan dilindungi oleh rakyat. Lady Shigeko. dan menikmatinya!" Kemudian terdengar langkah ringan di luar. Takeo berharap dapat memb erikan putrinya pada pemuda yang sangat dihormatinya ini. pemuda y ang pandai dan Halaman 228 dari 600 . membuat hati Takeo pedih dengan penyesalan dan rasa iba. Saat melihat putrinya saling menatap dengan Hiroshi dalam tatapan yang pen uh kasih sayang.orang yang tidak mau kalah. juga kirin. Sewaktu Lady Shigeko memenangkan lomba ini. terikat dengan ikatan yang kuat seperti itu." "Cinta rakyat adalah kisah tentang kehilangan dan tragedi. Shigeko masuk diikuti Gemba yang membawa kotak berpenis hitam dengan motif houou berlapis emas. dan begitu yakin akan menang. dan gambarnya ditenun menjadi kain dan bordiran di jubah.

" jelas Gemba." "Mainan ini hampir tidak bisa menembak burung gereja." sahut Gemba. "Kami akan gunakan kekuatan Ajaran Houou: keseimb angan antara laki-laki dan perempuan. "Tujuannya yaitu memanah anjing sebanyak m ungkin. jantungnya berdebar ketakutan. "Tapi Shigeko tidak terlalu tinggi : dia harus memiliki sesuatu yang bisa dipegang. dan kemudian anak panah. Gemba menyela renungannya. lebih banyak dari Saga!" "Anjing-anjing itu pasti bisa dipanah." "Begitu banyak burung houou di musim semi ini hingga kita bisa mengumpulkan cuku p bulu. "Takeo." "Tapi ini perburuan anjing!" serunya." ujar Gemba. Takeo berkata dengan gelisah. ia mencoba menekan kekesalan¬nya sekarang. kan?" ujar Takeo. bukan begitu Ayah?" kata Shigeko seray a tersenyum. memang ukurannya kecil. "Ayah tak ingin kami menyakiti anjingnya. kami mengira kau ingin melihat senjata¬senjata Lady Shigeko. maka kekuata nnya tak terkalahkan. Kekuatan ini yang menyatukan Tiga Negara: kau dan istrimu merupakan simbol hidup ." sahut Tak eo. Ayah.pemberani. dan sangat mencintai putrinya. anak panahnya dibului dengan bulu burung houou." aku Gemba. "Tidak. mberani." Ditaruhnya kotak itu di lama: dan Shigeko berlutut membukanya. "Tapi dengan anak panah ini tidak berbahaya dan tidak menyakiti anjing-anjing itu. "Ini lelucon. "Tipuan sulap?" "Lebih dari itu." Shigeko mengeluarkan busur miniatur yang indah. Selama keseimbangannya bisa dipertahankan. Namun semua ini tidak sebanding dengan status dan kekuasaan yang dimiliki Saga Hideki. apalagi anjing. "Kotaknya kecil sekali pasti tidak bisa memuat busur dan anak panah." "Baiklah. Lihat. "Mereka mem¬biarkan bulu-bulunya jatuh seolah mereka menawarkannya. tabung anak panah." Teringat cahaya api yang Gemba lemparkan untuk membakar habis kekesalan waktu it u. berujung tumpul serta dengan bulu putih dan emas. Namun semua ini tidak sebanding dengan s tatus dan kekuasaan yang dimiliki Saga Hideki. "Kami tahu betapa sayangnya Ayah pada anjing. dan sangat mencintai putrinya.

Pikiran untuk melepaskannya amat mengganggunya hingga ia merasa perlu menghabiskan waktu beberapa lama untuk berm editasi. setidaknya dalam latihan per¬tarungan. maka dengan begitu dia akan dikalahkan. Halaman 229 dari 600 . tapi nyaris tak satu hari pun berlalu tanpa dirinya menyandang pedang itu. " Jangan lupa menawarkan Jato kepada Kaisar besok." kata Gemba sewaktu mereka saling mengucapkan selamat malam. putrimu adalah hasilnya. Lord Saga sama sekali tidak mengenal kekuatan unsur perempuan. Jato memiliki arti paling besar bagi dirinya." Memang benar Takeo tak lagi meng¬gunakan pedang itu dalam pertempuran sejak kehila ngan jarijarinya.kekuatan itu." Melihat tatapan Takeo yang terkejut. dia lalu meneruskan. Sudah waktun ya diserahkan. memang." Gemba tersenyum yakin. "Hal itu sudah diminta dalam pesan pertama Kono. bukan begitu? Lagipula. tapi begitu juga dengan pengasingan diriku. kau tidak menggunakannya lagi. kan?" "Ya. Bagaimana kalau Kaisar ingin menyimpannya?" "Jato senantiasa menemukan pemiliknya yang berhak. setelah berganti dengan pakaian tidur. buktinya. Ia ju ga cukup mahir meng¬gunakan tangan kiri untuk menopang tangan kanannya. seolah me¬mahami keberatan Takeo yang tak terucap. " "Ngomong-ngomong. "Kesejah teraan dan kebahagiaan yang kau banggakan itu takkan terwujud tanpa kekuatan itu. pedang itu pemberian S higeru dan merupakan simbol nyata dari pemerintahan¬nya yang sah.

lalu ia duduk sendirian dalam ruangan yan g gelap. Takeo bukan hanya mendengar nyanyian tentang kirin tapi juga ten tang burung houou: Burung houou bersarang di Tiga Negara. tempat penduduk kota menari-nari. menjulurkan tangan untuk mengambil jubah sutra tebalnya. dan keesokan harinya jal anan dipenuhi orang dewasa dan anak-anak yang menari-nari. dari Shigeru dan Matsuda juga dari Tribe.Disuruhnya Minoru dan pelayannya pergi. "Aku men¬ceritakan pada satu atau dua orang lentang bulu burung houou. Shigeko dan Hiroshi menunggang kuda bersurai abu¬abu pucat. dan jangkrik berderik di sela-sela semak. Kuda-kudanya menggetarkan tanah kami Selamat datang Lord Otori! "Semalam aku keluar untuk melihat suasana kota. tempat penduduk kota menari-nari." "Ternyata sangat efektif!" sahut Takeo. Takeo menjadi terasing dan tanpa ekspresi. *** Musik dan genderang terus terdengar hingga larut malam. masing-masing di kanan dan kiri kirin. Katak berkuak di kol am taman. mendengarkan suara-suara malam dan melambatkan napas dan pikirannya. Katak berkuak di kol am taman. "Rakyat menganggap kunjungan Anda sebagai pertanda datangnya kedamaian. Kirin berjalan dengan ang gun tanpa terganggu." Perasaan tenang yang telah dicapainya semalam kian dalam. Nyanyian da n genderang bergema dari tepi sungai. tempat pedang itu berasal. dan jangkrik berderik di sela-sela semak. mendengarkan suara-suara malam dan melambatkan napas dan pikirannya. Lord Otori telah muncul di ibukota. Perlahan-lahan disadarinya kearifan dari s aran Gemba: ia isuruhnya Minoru dan pelayannya pergi. Para pendampingnya pun tampak dirasuki kepercayaan diri yang sama. Takeo dibawa dengan tandu berhias yang indah. As hige dan Keri. Perlahan-lahan disadarinya kearifan dari s aran Gemba: ia akan mengembalikan Jato kepada Kaisar. Mendengarkan suara mereka saat ia b ersiap menemui Kaisar. Kirin adalah hadiah bagi Kaisar. Nyanyian da n genderang bergema dari tepi sungai. semua kegelisahan telah sirna dari dirinya. keduanya memegangi tali sutra merah tua y ang terikat di kalung berwarna emas berbentuk daun berlapiskan kulit. Diingatnya semua pelat ihannya." ujar Hiroshi. lalu ia duduk sendirian dalam ruangan ya ng gelap. memalingkan lehernya untuk melihat kerumunan yang tengah mengagumi di .

rinya. Ada banyak lagi kereta yang memb awa bangsawan laki-laki dan perempuan. sedangkan laki-laki mengenakan topi resmi kecil. Semua pelayan itu mengenakan jubah r esmi yang sangat mewah. P ara perempuan herambut hitam panjang. Shigeko dan Hiroshi turun dari kuda. dan di bawahnya gerai kayu dan tenda serta anjungan sutra didirikan bagi para penonton. terdapat sat u arena yang luas. Saga Hidek i dan Lord Kono telah menanti dengan pelayan di atas anak tangga. baru dipugar dan dicat ulang. Halaman 230 dari 600 . Para pemanggul tandu berderap melintasi lingkaran ini. Di depan bagian dalam gerbang. lingkaran-lingkaran yang memiliki titik pusat telah diiandai dengan warna-warna kontras. ksatria dan bangsawan. dan ratusan bendera dan umbul -umbul berkibar ditiup angin. sudah duduk di sini meski perburuan anjing baru dimulai besok. Bangunan biara berwarna merah cerah. lubah Saga berhiaskan kura-kura dan burung jenjang. Di gerbang berikut¬nya tandu diturunkan dan Takeo melangkah keluar. membawa bantal sutra dan payung pelindung sinar matahari. Pohon pinus berderet di bagian sampingnya. diikuti rombongan Takeo. Kaisar telah melakukan perjalanan singkat dari Istana Kekaisaran menuju Biara Ag ung dengan kereta megah berpernis yang ditarik sapi jantan hitam. Banyak orang. memanfaatkan tempat menonton yang sangat bagus ini untuk melihat kirin. makanan dalam kotak-kotak berp ernis. Para penjaga dengan ramah menghadang kerumunan tapi mem¬biarkan gerbang seb elah luar tetap terbuka. Teriakan dan seruan tidak mem¬pengaruhi ketenangan dirinya maupun pen¬dampingnya. Dinding putih dan balok merah ber¬kilauan diterpa sinar matahari siang. tempat perlombaan akan diadakan. Hiroshi mengambil tali kekang dan Takeo berjalan dengan putrinya serta kirin menuju bangunan utama biara.

menuju aula remang-r emang yang disinari ratusan lentera. duduklah sang Kaisar. duduklah sang Kaisar." Kata-kata ini diulang ggi dengan suara bernada tinggi dengan Ketika dia selesai bicara. Kami sangat senang menerima kedatanganmu. orang membungkuk hormat lagi. d i belakang tirai halus dari bambu yang melindunginya dari mata fana dunia. diterima Kaisar.Sedangkan jubah Kono berhiaskan bunga peoni dan burung merak. Di bagian atas ruangan itu terdapat mimbar berundak. edangkan jubah Kono berhiaskan bunga peoni dan burung merak. Kami tahu ikatan lama yang ada di antara keluarga kita. dan ia bisa meng¬gera kkan sedikit posisinya untuk mengamati reaksi Saga. serta meyakinkan Paduka Yang Mulia akan kesetiaannya." Takeo mendengar semua ini diucapkan ulang oleh sang Menteri. d i belakang tirai halus dari bambu yang melindunginya dari mata fana dunia. dan aroma wewangian pelayan Kaisar. dengan suara yang tak lebih dari s ekadar bisikan. Kemudian dari balik tirai sang Kaisar bicara. "Selamat datang. mencium aroma asap minyak. Di bagian atas ruangan itu terdapat mimbar berundak. Takeo merasa diamati Kaisar dengan salah satu Menteri yang duduk di anak tangga mimbar tertin banyak tambahan bahasa yang halus serta sopan santun kuno. keringat Saga tertutup oleh aroma du pa wangi. menuju aula remang-r emang yang disinari ratusan lentera. Ia seperti mendengar tarikan napas pelan dari laki-laki di sebelahnya. "Lord Otori datang dari Ti ga Negara untuk mempersembahkan hadiah yang indah bagi Paduka Yang Mulia. Menteri Kanan dan Menteri Kiri duduk di anak tangga di bawah penguasa mereka. Saga mengumumkan dengan suara yang jelas namun sopan. Lord Otori. bagian dari dewa-dewa. Kata kata Kaisar singkat namun lebih dari yang diharapkan: pengakuan atas hubungan Klan Otori. dan sesaat kesunyian melanda seksama dari sela-sela celah tirai bambu. Semuanya saling ber tukar hormat dan sopan santun. lalu Lord Saga membimbing Takeo ke dalam. Ini sama seperti yang ia harapkan. anggota pertama Klan Otori y ang dihormati sejak Takeyoshi yang legendaris. . Sungguh kehormatan yang amat besar dan tak terduga. semua . lalu Lord Saga membimbing Takeo ke dalam. bagian dari dewa-dewa. Semuanya saling be rtukar hormat dan sopan santun. Takeo menyembah.

"Berabad-abad lampau nenek moyang Paduka Yang Mulia mem¬berikan ped ang ini. Hamba diminta mengembali¬kannya kepada Yang Mulia. dan kini h amba dengan rendah hati melaksanakannya. Jato akan kembali padaku. sebelum kematiannya. dan ijin Kaisar diucapkan ulang." Takeo maju dengan tutut. kepada Otori Takeyoshi. namun Jato hanya tergel etak di lantai. Jato. Jato akan bicara. lalu mengambil pedang itu dari sabuknya. diam dan tak bergerak." Menteri Sebelah Kanan berunding dengan Kaisar. "Bolehkah hamba bicara kepada Paduka Yang Mulia ?" Permintaan itu diulang. Para menteri yang berada di undakan paling rendah mengambil Jato dan mengoperkan nya dari satu petugas ke petugas lainnya hingga sampai ke tangan Menteri Kiri yang kemudian me letakkannya di depan tirai. lalu bicara lagi kepada Takeo. Shigeru. dan Takeo mendengar kalau itu bukan suara dewa atau bahkan b ukan suara penguasa besar. menawarkannya kepada Paduka sebagai tanda ke setiaan dan pengabdian hamba. Rasa menyesal menghunjam selagi ia menyodorkan pedang itu dengan dua tangan. pikir Takeo. Selamat tinggal. tapi suara manusia biasa yang penuh keingintahuan. Pedang ini diserahkan kepada hamba oleh ayah hamba .Takeo memberanikan diri berkata. Takeo berkata. ujarnya pelan dalam hati. "Kami menerima pedangmu dan peng¬abdianmu. Halaman 231 dari 600 . Kaisar bicara lagi.

karena Shigeko bicara dengan menggunakan bahasa seorang penguasa laki¬laki. hiasan itu menambah tinggi badannya. Kemudian Kaisar melangkah ke luar dari balik lirai serta menjulurkan tangan kepada para pelayannya untuk menuntunnya menuruni anak tangga. Gadis itu berlutut dengan satu kaki keti ka Kaisar mendekat. mendongak melihat leher ki rin yang panjang dan kepalanya. "Paduka Yang Mulia: hewa n ini tak sebanding dengan keagungan Paduka Yang Mulia. tapi penilaian Takeo sebelumnya ternyata benar. Shigeko berkata."Aku ingin melihat kirin dengan mataku sendiri. ku ingin melihat kirin dengan mataku sendiri. ''Kirin hanya muncul ketika sang penguasa diberkati Surga. Kemudian Kaisar melangkah ke luar dari balik lirai serta menjulurkan tangan kepada para pelayannya untuk menuntunnya menuruni anak tangga. matanya berkilat denga n harapan. namun kami menawarkannya dengan ha rapan Paduka Yang Mulia akan melihat dan mengakui bawahan Paduka di Tiga Negara." Shigeko menyahut dengan suara yang sama pelannya." "Ini laki-laki atau perempuan?" tanya Kaisar pada Saga yang datang menghampiri d engan cara sama yang dilakukan Takeo. lalu tertawa gembira. berlutut. Di balik megahnya pakaian yang dikenakannya. "Paduka Yang Mulia bisa menyentuhnya: hewan ini amatlah lembut." Terjadi kegemparan mendadak kar ena tak seorang pun yakin akan cara tepat apa yang harus dilakukan." Terjadi kegemparan mendadak karen a tak seorang pun yakin akan cara tepat apa yang harus dilakukan. Shigeko menunggu di luar bersama kirin. "Biarkan Lord Otori ikut denganku. dan dengan kepala ter¬tunduk memegangi tali. Kaisar mengenakar jubah emas dengan bordiran naga merah tua melintang di punggun g dan lengannya. dan Takeo pun mengikutinya. . pipinya tembam. Diambilnya tali itu deng an hati-hati. menengok sekilas pada para pegawai tinggi kekaisaran. mulutnya kecil dan tegas. berdiri seorang laki-laki berperawakan agak pendek berusia kira-kira dua puluh d elapan tahun. dia berkata." Ekspersi Kaisar merupakan salah satu kekaguman yang murni. mungkin sama kagumnya karena diajak bicara seorang perempuan dan saat melihat kirin. Kaisar bergumam. berjalan dengan lutut. " dan manusia setengah dewa itu menjulurkan tangan lalu mengelus bulu halus hewan yang menakju bkan itu." ujarnya sewaktu berjalan melewati Takeo. "Maka Paduka Yang Mulia memang diberkati. menunjukkan kecerdasan.

Sagalah yan g akan diasingkan. bisa diungkapkan dengan kata yang lebih sederhana. dan kemud ian berbalik dan menengok ke belakang seakan tersengat oleh ilham yang datang tiba-tiba. Lady Maruyama. "Akan kuanugerahkan kepada Lady Maruyama!" Takeo ingat suara dari masa lalu: Pedang itu akan berpindah dari satu tangan ke tangan lainnya. kami bisa menggantikan kedudukannya."Paduka Yang Mulia. Kami akan mendesaknya kembali ke utara dan ke arah laut. Kenji. Pada saat itu." Kaisar berdiri seolah berpikir keras selama beberapa saat. untuk Takeo. dan selagi duduk legak. dan kemudian dibawa Yuki. Aku bisa kirim kur ir kepada Kahei lebih awal. Alangkah inginny a aku berkunjung ke sana. godaan akan kekuatan mutlak be rkilat di hadapannya. "Bawakan padaku pedang Otori. "Apa yang bisa kuberikan sebagai imbalannya?" tanyanya. tapi mustahil aku meninggalkan ibukota. Siapa pun yang disukai Kaisar atau. Pasukan kami sudah siap. Itu bisa saja aku dan Kaede." serunya. "Aku sangsi kalau memiliki apa pun yang sebanding. bukan aku! Halaman 232 dari 600 . Takeo membungkuk hingga menyentuh tanah lagi. mengendalikan Kaisar maka bisa mengen¬dalikan Delapan Pulau. putri Kenji. ini putri Lord Otori." "Dari tanah tempat perempuan berkuasa? Lord Otori telah membawa banyak benda yan g eksotis! Semua yang kami dengar tentang Tiga Negara memang benar adanya. Kami bisa bersaing dengan Saga: jika kami mengalahkannya besok dalam pertandingan. Pedang yang Kenji serahkan kepada Shigeru setelah kekalahan Otori di Yaeg ahara." Dielusnya lagi kiri n. dilihatnya Kaisar tengah mengamatinya dengan penuh selidik. pikirnya. dan kini diserahkan ke tangan Ma ruyama Shigeko oleh Kaisar.

Secara naluri disentuhnya pedang. dari sudut matanya. percikan keingin¬tahuannya muncul lagi saat menghadapi ke kekalan hidupnya apakah orang ini yang akan berhasil membunuhnya. lalu menyingkirkann ya jauh-jauh. dia melihat. Ia tidak menginginkan Delapan Pulau. Dinaikkannya tirai tandu yang terbuat dari sutra untuk menikmati udara malam. meskipun masih cemas tentang esok hari. maupun sepengetahuan keluarga Muto yang pernah menyatakan kalau mereka telah menembus sejauh ini sampai ke wilayah Timur . dan mem¬buktikan bahwa ram alan itu salah? saat tandu belum menyentuh tanah ia sudah turun. Ia t ak percaya kalau putrinya bisa menang. Ia terkejut karena tidak menduga ada anggota T ribe beroperasi di ibukota: tidak ada dalam catatannya. akeo menghibur diri dengan khayalannya selama beberapa saat." komentar Takeo pelan kepada Gemba. menambah kekaguman pengunjung kepada sang jenderal. Ia telah menyaksikan keahlian berkuda lawan. yaitu bola sepak. "Perilakunya yang acuh tak acuh menyem¬bunyikan keahlian fisiknya. Lord Kono membuktikan diri sangat mahir dalam permainan ini. Kemudian ada juga balapan kuda sebelum matahari terbenam. Namun Gemba ternyata benar tentang pedang itu. dan kegembiraan serta kekaguman akan hadiah yang tiada bandingannya. ia hanya menginginkan Tiga Negara." sahut Gemba setuju dengan tenang. dan bahkan peragaan permainan kegemaran para bangsawan muda. kompe tisi puisi. garis bentuk tubuh ber¬bayang dari seseo rang yang menggunakan kemampuan menghilang. "Mereka akan menjadi lawan yang sebanding. pertunjukan musik dan drama. *** Sisa hari itu dihabiskan dengan jamuan makan. dan ingin a gar negaranya tetap damai. Takeo kembali ke kediaman dengan rasa gembira dan bersemangat atas hasil hari in i. Seharusnya ia juga percaya tentang hasil pertandingan itu. sadar kalau ia tak bersenjata. Sa at ditandu melewati gerbang. Tim Lord Saga yang menunggang kuda perang Maruyama menang den gan mudah. lalu menyingkirkan nya jauh-jauh. ia hanya menginginkan Tiga Negara.Takeo menghibur diri dengan khayalannya selama beberapa saat. Ia tidak menginginkan Delapan Pulau. dan ingin a gar negaranya tetap damai. Dengan mengacuhkan par .

"Apa yang telah terjadi?" Halaman 233 dari 600 . bahkan pu trinya. Begitu sudah di dalam. tapi butuh waktu beberapa saat u ntuk mengingat siapa gadis itu: Mai. Takeo segera mengenalinya sebagai anggota Muto. "Apa yang kau lakukan di sini? Apa kau membawa kabar dari Taku? Apakah Jun mengirimmu?" "Aku harus bicara dengan Lord Otori saja. Aku akan langsung memanggilmu. tapi ia seperti bisa membedakan satu orang yang dikenalnya.a pelayan¬nya. penasaran apakah tadi ia salah lihat. jantungnya berdegup kencang karena takut pada apa yang akan disampaikan gadis itu. yang ditempatkan di kediaman orang asing untuk mempelajari bahasa serta memata-matai mereka. atau Lord Miyoshi tak boleh masuk." Takeo memanggil pelayan untuk mem¬bantunya mengganti jubah resminya. Setelah menyu ruh mereka menyajikan teh. lalu dilihatnya gadis itu. "Tunggu di sini. Gadis itu kelihatan lelah dan kotor karena perjalanan jauh." bisiknya. adik Sada. kemudian berbalik lagi pada gadis itu. ia berlari ke gerbang dan mencari-cari dengan mata orang itu di antar a kemmunan. "Mari cepat masuk." perintahnya pada gadis itu. memanggil gadis itu lalu menyuruh mereka pergi. Melihat kesedihan di garis bibir dan dalam tatapan matanya. Namanya dilantunkan banyak suara. diperinta h¬nya penjaga untuk menutup serta memalang gerbang.

Kikuta Akio sangat d ekat dengan Zenko dan banyak orang Muto menyetujui persahabatan mereka orang-orang mengata¬kan m ereka berdua seperti Kenji dan Kotaro sebelum. Takeo memberi i syarat agar gadis itu melanjutkan.. "Aku tidak berhak mengatakannya. Lord Otori.." sahut Mai."Lord Taku. "Ibu Taku pasti sudah diberitahu?" "Sekali lagi. Pes an¬pesan salah sasaran." Lord Taku. atau Teray ama.. tidak ada yang tahu di mana putri Anda. aku tak tahu. dan tidak diketahui mereka. "Tapi Zenko sedang melindungi Kikuta Akio." "Bandit?" tanyanya tak percaya. tuanku. Takeo menatap gadis itu. Sesuatu telah terjadi dalam jaringan Muto." ujar Takeo murung. bahkan Shizuka. "Mungkin dia melarikan diri. Keluarga Muto bersumpah setia kepad a Anda. Sada tewas bersamanya. air mata menggenang di pelupuk matanya dan hampir me netes. mungkin tanpa ijin dari Tribe.." "Dan putriku?" bisik Takeo. atau dihaca oleh orang yang salah." Kabar itu menghantam dirinya bak pukulan ke dadanya. saat Tribe memiliki kekuasaan yang sesungguh¬nya. ta k bisa bicara. dan kakakku sudah tiada . alasan lain mengapa gadis mi menempuh perjalanan s ejauh ini. "Tapi dia belum ke Kagemura." "Ditangkap Akio?" ucapnya mengulang perkataan itu. atau tempat lainnya yang diperkirakan sebagai tujuannya melarikan diri." Dilihatnya ada hal lain lagi." "Apakah istriku tahu?" "Aku tidak tahu. tuanku. "Lord Otori. atau ditangkap Akio." "Sebelum aku datang. "Bandit macam apa yang ada di Negara Tengah?" "Itulah pernyataan resmi yang dikeluarkan Zenko. tuan. Aku meninggalkan Hofu ." sahut Mai.. Itu sudah cukup bagiku. tuan. dan kakakku sudah tiada. dan Taku serta Sada setia kepada Anda. Orang-orang mengatakan kalau mereka ingin kembali ke masa silam. Desas-desus yang beredar bahwa Akio dan putranya yang bunuh Taku untuk bal as dendam atas kematian Kotaro. Mungkin putri Anda berhasil lari. "Mereka diduga diserang bandit di tempat berjarak satu hari berkuda dari Hofu. merasakan gelombang kesedihan menggelegak hingga ke urat nadi¬nya.

"Dan aku sangat berduka atas kematian kakakmu dalam melayani keluargaku. namun tidak menangis. Aku berjalan selama enam minggu. Senjata itu pasti pemberian Zenko. hampir membuat ia terpuruk. dia pasti mati kehabisan darah." "Akio punya senjata api? Darimana dia dapat?" "Dia sudah di Kumamoto selama musim dingin.tanpa mengatakan pada siapa pun. tapi mereka sudah beberapa hari di depanku." tuturnya dengan nada sedih." Mata gadis berkilat diterpa sinar lentera. dan peluru itu menghantam Sada setelah menembus kuda. ia Halaman 234 dari 600 ." Takeo duduk terdiam. teringat saat ia mencengkeram leher Taku yang menyelinap ma suk ke kamarnya di Shuho: saat itu Taku baru berumur sembilan atau sepuluh tahun. Kenan gan itu diikuti dengan kenangan lainnya. Seraya menutupi wajah denga n tangan. "Mereka diserang dengan menggunakan senjata api." "Aku sangat berterima kasih. tapi dia bukan mati karena peluru: lehernya digorok. Aku terus mengikuti hingga aku sadar sudah di ib ukota." Teringat olehnya kalau gadis itu juga tengah berse dih. m ereka sudah melakukan perdagangan dengan orang-orang asing. berharap bisa menyusul Lady Shigeko dan Lord Hiroshi. Taku tertembak di leher. "T ak ada yang bisa membunuh mereka dengan menggunakan senjata biasa.

"Kau tak tahu situasi kami di sini. seraya berusaha mengendalikan diri. juga lega karena gelapnya ruangan. Shigeko berkata. "Lord Otori. "Kaisar yang berikan padamu. yang biasanya pandai mengendalikan diri serta tenang." "Tidak boleh. Kau tidak boleh mengatakan ini pada siapa-si apa. Sementara tapi itu bisa berubah kapan saja. waktu untuk menjadi lemah sudah berakhir.. Kesedihannya disulut dengan kemarah annya atas Zenko yang telah ia biarkan hidup hanya untuk melihat orang itu bersekongkol mem rusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis. Sedari tadi mereka memeriks a keadaan kuda. "Haruskah aku memanggil seseorang agar menemui Anda?" "Tidak!" sahutnya. Akan ada pertandingan yang meliba tkan putriku dan Lord Hiroshi. aku akan hujan. Kaisar maupun membiarkan Saga ini aku dalam posisi yang menguntungkan lombanya selesai dan kami tahu hasilnya. Meskipun beresiko terjebak dalam ditunda. "Aku kembalikan Jato pada Ayah. Jangan ada hal yang mengganggu selama beberapa hari ke depan. Tapi aku tak ingin menyin mencium pengkhianatan Zenko. Ia lega karena ini berarti putrinya takkan memerhatikan sik ap diam dan kurang bersemangat dirinya." "Tapi Anda harus segera kembali ke Tiga Negara! Zenko. dan tak sabar menanti penandingan. Nanti aku akan ceritakan tent ang kabar ini padanya dan juga Hiroshi. serta membahas strategi. namun hal ini tidak bisa dari rencana. Tidak seorang pun boleh tahu. Mereka tidak boleh diganggu. Mai baru saja pergi ketika Shigeko dan Gemba datang." ujar Mai ragu-ragu. kini gembira dengan kejadian ha ri ini. lalu gadis itu per gi. Sh igeko." sahutnya. tapi untuk sementara waktu ini a ku memintamu untuk menjauh. menyiapkan pelana dan tali kekang untuk lomba besok.berusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis." "Aku akan kembali secepatnya. Sekarang pedang itu menjad i milikmu. lebih awal ggung tuan rumah Lord Saga. Shigeko bisa mengenalimu. tentu saja. Kau akan ikut dengan kami." . Mereka tidak boleh tahu hal ini h ingga pertandingannya selesai. Kesedihannya disulut dengan kemarahan nya atas Zenko yang telah ia biarkan hidup hanya untuk melihat orang itu bersekongkol mem bunuh adiknya. berjanji akan kembali dalam dua hari.." Takeo mengatur agar Mai diberi uang dan dicarikan penginapan. Begitu pamit. Hanya dua hari.

. atau putraku. tapi kearifan. tapi ju ga Klan Otori. kejernihan pikiran. suami yang direstui Kaisar. dan pedang juga memastikan dirimu bukan hanya sebagai pewaris Klan Maruyama." "Akan kuberikan pada biara sampai. sena kekuatan¬nya yang lembut."Pedang ini terlalu panjang. tetap saja itu milikmu ." Takeo menyadari bahkan saat ia bicara bahwa pengakuan Kaisar membuat persoalan p ernikahan Shigeko justru makin penting. pi kirnya." sahut Takeo.. Takeo sangat merindukan Kaede saat ini. "Kendati demikian.* Halaman 235 dari 600 . bukan hanya menginginkan tubuhnya. Shigeko akan menyerahkan Tiga Negara kepada orang yang menikahinya. aku tidak berarti tanpa dia. dan Gemba juga pergi t idur. Rasanya ingin sekali berada di rumah. Apa pun permintaan Saga." protes putrinya. ia takkan meny erah begitu saja. "Tapi pedang itu milikmu. cukup dewasa untuk memilikinya.. tidak sebelum ia konsultasi dengan Kaede. Takeo memaksakan diri untuk tersenyum. Tak sulit untuk membujuk Shigeko beristirahat lebih awal. meninggalkan Takeo sendirian meng¬hadapi malam yang panjang. "Sampai putra Ayah." "Sampai apa?" Takeo memotong ucapan putrinya." "Bukan penama kalinya pedang itu berada di biara.

tebal dan ditekan." Takeo tiba-tiba memutuskan dan berkata. si jurutulis berkata dengan r agu. "Beliau pasti menulisnya tadi malam." ujar Minoru. Simpan baik-baik: aku akan memintamu m embacakannya. Aku sehat¬sehat saja. kan?" "Kita akan tahu sore ini." Minoru membungkuk hormat. "Hari ini sepertinya akan menjadi hari yang cerah. Kau harus mengatur kepulanga n kita agak lebih awal dari rencana. saat matahari baru terbit. "Aku akan mendiktekan sesuatu padamu. malam ini atau besok. dan Minoru menulisnya. Aku tidak bisa bersikap sebaliknya. dan juga mencatat semua yang akan terjadi hari ini." Minoru menyiapkan batu tinta dan meng¬ambil kuas tanpa bicara. terkejut dengan suara dingin Takeo. "Lord Saga mengirim surat untuk Anda." Ketika Takeo mengambil catatan itu tanpa menjawab." Minoru menaikkan alis sedikit. Takeo memandang Minoru dengan tatapan menuduh. bergaya kotak." Tulisannya menggambar¬kan orangnya. dan atas ke¬berha . Dia datang bersama para pelayan perempuan yang membawa teh. kenyataan bahwa ia telah berbagi kabar kematian Taku mengurangi penderitaannya. selama masih bisa dibaca. "Aku telah menyiapk an catatan atas semua yang terjadi kemarin. aku harus terus memesona serta mengesankan. seperti biasa.Minoru datang. "Tentunya kunjungan Anda sangat berhasil. "Beliau mengucapkan selamat padaku atas keramahan Kaisar padaku." ujarnya ketika Takeo selesai mendikte. "Lord Otori kelihatannya tidak sehat." "Tidak apa-apa. Tanganku ge metar dan tulisanku sangat buruk. Tanpa memihak Takeo menceritakan semua vang diceritakan Mai semalam. "Aku turut berduka cita." ujarnya. mengeluarkan gulungan kertas ." "Biar kulihat. Beliau sangat menghormati Anda. guratan tinta kelihatan hitam dan legas. itu saja." "Aku kurang tidur. "Aku minta maaf atas kurang terampilnya diriku ini. Jangan berkomentar dan jangan beritahu siapa-siapa. Takeo sadar akan simpati tanpa kata-kata dari jurutuli snya.

dan begitu pula aku!" "Persis seperti itulah cara bangsawan men¬jadi besar. agar beliau mendapat alasan untuk tidak menepatinya." "Aku akan mematuhi kesepakatan." gumam Minoru." "Minoru. Halaman 236 dari 600 ." sahut Takeo. Dia takkan mengingkari kesepakatan itu tanpa m embuat dirinya tidak terhormat.silan hadiahku. "Beliau mengharapkan Anda menemukan cara untuk berkelit dari kesepakatan tersebu t. Dia telah mengumumkan kesepakatannya. serta mengucapkan semoga berhasil hari ini. "Dan takut bila Anda kalah dalam pertandingan itu." ujar Minoru." "Beliau khawatir atas popularitas Anda. dan aku berharap dia pun begitu. Kaisar masih tetap mendukung Anda. sikapmu menjadi begitu sinis! Lord Saga adalah bangsawan besar berasal dari klan kuno.

Cuaca makin panas dengan kelembapan yang menandakan hujan plum. dan masyarakat menarinari seperti kesurupan. laki-laki berpakaian c erah. Kedua pendukungnya. laki-laki berpakaian c erah. Takeo dibimbing ke tempat di sebelah ambut para bangsawan. pada perwakilannya. Arena di Biara A gung dipenuhi penonton: perempuan mengenakan kimono bertudung. menunggang kuda belang dan juga merah bata. Takeo bisa mendengar gongongan anjing yang bersemangat dari sisi timur arema. elumnya. Cuaca makin panas dengan kelembapan yang menandakan hujan plum. yang ter sembunyi seperti sebelumnya. Shige ko. Busur milik mereka jauh lebih besar dibandingkan dengan busur Shigek o dan ketiganya . dengan pasir b erwarna putih. Pelana kuda dilapisi ker ang mutiara. dan Takeo be rusaha ikut ambil bagian di datamnya dengan sepenuh hati. Pengaruh kirin sudah tampak: seorang ng yang diukir mengikuti bentuk kirin. sedangkan milik Shigeko berwarna putih. Ia mengalihkan perhatian pada mereka yang masih hidup. Sag a me¬nunggang kuda besar dengan bulu warna coklat kemerahan. surai dikepang. di balik tirai bambu. kanan bilik Kaisar. Hiroshi dan Gemba. jambul dan ekornya mengkilat serta sehalus rambut seorang putri. Okuda dan Kono. dan mata dan pikirannya dipenuhi dengan bayangan-bayangan Taku ya ng tertembak di leher lalu mati kehabisan darah. Di tempat itu Takeo dis sebagian sudah bertemu dengannya sehari seb laki-laki memperlihatkan padanya pena linta perempuan mengenakan tudung berhiaskan gamb Suasana hari itu terasa bagai piknik di pedesaan. Arena di Biara A gung dipenuhi penonton: perempuan mengenakan kimono bertudung. dan beberapa ar kirin. Di bagian belakang lapangan terdapat bilik dari kain sutra didirikan bagi Kaisar. ksatria dan istri mereka. anakalanan jauh lebih ramai lagi dibanding kemarin. anakanak. Namun sesekali pemandangan tampak kabur dan langit semakin kelam. Di dalam lingkaran terluar pasir merah para pe¬nu nggang kuda menunggu: kuda tim Saga memiliki sabuk kulit yang dikaitkan di bawah ekor s erta tali dada berwarna merah. te mpat sekitar lima puluh ekor anjing dalam sebuah kerangkeng berhiaskan daun dan rumbai-rumbai puti h. Kedua kuda abu-abu pucat dengan surai dan ekor hitam terlihat sangat kont ras dengan kuda Gemba yang berbulu hitam. Kuda-kuda melangkah tenang mengelilingi lingkaran. dan masyarakat menari-nari sepe rti kesurupan.Jalanan jauh lebih ramai lagi dibanding kemarin. Seuta s tali jerami kuning membagi lingkaran sebelah luar dari lingkaran yang sebelah dalam. meriah dan ramai. semua memegang payung dan kipas.

bagian lunak di perut atau kematuan. membiarkan tali kekang menggantung di leher kuda selagi dia menaikkan b usur panah dan menaruh anak panahnya. dan nilai Anda akan dikurangi jika anjingnya berdarah atau mati. Anak panah pertama Okuda berdesing melewati telinga anjing itu.memiliki anak panah yang dibului dengan bulu bangau warna putih dan abu-abu. mengonggong pada kuda yang tengah berderap. Halaman 237 dari 600 . Anak panah itu dilepaskan terlalu kuat: darah mulai menodai bulu putih anjing itu. dengan ramah. dan peraturan permainan itu dije laskan oleh kawan pendampingnya. dari yang terendah sampai y ang tertinggi. makin buruk tembakanny a." Mereka berkuda dalam barisan menurut urutan pangkat. Takeo belum pernah menyaksikan per¬buruan anjing. kaki." tutur Saga ke pada Hiroshi. Makin banyak darah menetes. "Anda hanya boleh menembak bagian ter¬tentu di tubuh anjing: punggung. Tembakan yang ketiga terkena punggung anjing yang tengah berlari. "Okuda akan mulai lebih dulu untuk menunjukkan cara melakukannya. leher . pasangan pertama Okuda dan Hiroshi. Ini semua tentang pengendalian sempurna yang sangat sulit dicapai sewaktu kuda berderap. "Tembakan yang bagus!" seru laki-laki di sebelah Takeo. dengan ekor di sela kaki belakang¬nya. Anak panah kedua mengena i dada. karena penunggang kedua memiliki peluang lebih menguntungkan. membua tnya menyalak kaget lalu mundur. Anjing pertama dibawa masuk ke lingkaran: Okuda juga memasuki lingkaran lalu men derapkan kudanya. Tali anjing dilepaskan dan hewan itu segera berjingkrakan. Anda tidak boleh menembak kepala.

"Lebih sulit dari kelihatannya. Anak panah Hiroshi luput mengenai anjing itu sejauh s erentangan kaki. Hew an itu berhenti meronta dan menyalak. tapi ia ingin pemuda itu setidaknya mendapat satu nilai untuk bidikannya. hasil pertandingan sudah ditentukan. Takeo merasakan ketegangan mulai ber¬tambah saat Hiroshi memasuki lingkaran dan Ke ri mulai berderap."Kurang baik." Takeo menatap anjing itu saat dibawa masuk untuk yang ketiga kalinya. pikirnya. Mampukah kuda abu-abu itu bertahan dalam per tandingan semacam ini? Akankah kuda itu mengecewakan penunggangnya? Takeo tahu H iroshi mahir memanah." adalah penilaian juri. meng¬hempaska n tubuhnya di antara anjing-anjing lain." Juri memutuskan demikian. Mungkin anjing tiu sudah melihat nasib kawannya dan tahu apa yang menantinya dalam lingkaran itu. meski membuat si anjing ber¬darah. Anjing-anjing itu pasti mencium amis darah sehingga ket akutan. Takeo bisa meli hat kalau anjing itu ketakutan dan menggeram. berusaha m enyuruh agar anjing itu tenang. Atau mungkin anjing saling berkomunikasi lalu memper¬ingatkan. suara yang dikeluarkan Gemba saat merasa gembira." ujar tetangga Takeo dengan simpatik. tapi malah duduk dan menjilati bulunya sebelum bangkit lalu berjalan pelan mengitari lingkaran. Tak ada orang lain yang bisa mendengar¬nya. "Butuh lat ihan selama bertahuntahun. tapi tidak berdarah. mendapat nilai lebih tinggi ketimbang dua tembakan Hiroshi yang meleset. Takeo bersiap menerima satu kekalahan lagi maka tak peduli sebaik apa pun Shigeko melakukannya. Anjing itu ditangkap. Anak panah ketiga Hiros hi kena bagian samping anjing itu. tapi anak panahnya tetap tidak kena sasaran. Penonton terdi am: di balik suara derap kuda. "Itu tembakan yang mudah! Okuda akan memenangkan babak ini. Kali ini Hiroshi le bih siap. terdengar olehnya senandung yang amat pelan. Kurang baik. Takeo sudah mengenai kuda itu selama ia mengenai pemuda itu: hampir de lapan belas tahun. Tembakan kedua Okuda. tapi mampukah pemuda itu bersaing dengan pemanah nomor satu dari ibukota? Anjing dilepaskan. Ia tidak mau Hiroshi menyakiti anjing itu. tapi anjing itu bisa mendengarnya. Anjing itu tidak kabur saat dilepas." adalah penilaian juri. Matanya terpaku pada Gemba ya ng tak lagi . dibawa masuk lagi dan dilepas sekali lagi. membuatnya ter¬jatuh dan menyalak. anjing itu secepatnya berlari keluar lingkaran.

dan tidak ada darah. Karena Hiroshi kalah pada babak sebelum¬nya. Kemudian Kono keluar dengan menunggang kuda merah bata. tapi aku takkan terlihat marah atau sedih. Tembakan ketiga Gemba meleset. Kuda hitam tunggangannya juga tampa k was-pada. dan kelihatan tidak takut pada kuda yang tengah be rderap. seperti yang sudah diketahui.bersenandung. sekali lagi tida k mengeluarkan darah. tapi kelihatan sangat waspada. membuat k udanya berderap mengelilingi lingkaran sebelah luar. seraya berpikir. P ara penonton berseru kagum. "Kemahirannya memang enak di pandang!" ujar Takeo setuju dengan sikap sopan. aku akan kehila ngan segalanya. Temb akan yang bagus. dan kudanya memang cepat. Anjing yang berikutnya lebih lincah. Lord Kon o menunggu di sebelah luar lingkaran di atas kuda merah bata yang kuat sena penuh semangat. Panah pertama Gemba tampak melayang dan mendarat perlahan di tungging anjing itu. membuat pasir merah beterbangan." orang di sebelah Takeo memberitahunya. kali ini Gemba mendapat giliran per¬tam a. Laki-laki itu mahir berkuda. Halaman 238 dari 600 . berlarian ke kanan dan kiri melintasi lap angan. tapi kini anjing itu ketakutan. Tembakannya yang kedua hampir sama. menatap pemandangan asing dengan telinga tegak dan bola mata mem besar. "Lord Kono sangat mahir dan terkenal.

maka kita tak perlu iba padanya. gonggongan berubah menjadi lolo ngan. "Kini kita mungkin menunggu keputusan Kaisar." Laki-laki itu tak kuasa menahan m alu.. . "Sungguh. Setelah diskusi panjang para juri. agak meloncat saat Kono menarik busur." "Tampaknya cara itu kurang sesuai karena kurasa Lord Saga akan dianggap memiliki lebih dalam olahraga ini. Namun tetap saja Ko no membukukan dua nilai tembakan sempurna tanpa darah.. kuda tungganganny a terlalu ber¬semangat karena sorak sorai penonton. agak meloncat saat Kono menarik busur. dan Takeo mendengar kata-ka tanya dengan jelas. Takeo hampir tidak sanggup memandang putrinya. babak kedua diputuskan seri. gonggongan berubah menjadi lol ongan. Beberapa pemuda berlompatan turun untuk mengambilnya. Setelah peserta laki-laki. Aku hanya tidak ingin." "Tentu. pemenang yang beruntung mengayunkan anak panah itu di atas kepalanya. dan setiap anjing yang dibebaskan semakin liar karena ketakutan. dia lalu mohon diri menjauh untuk be rgabung dengan kelompok lain. Laki-laki itu berbisik kepada mereka. Pada tembakan ketiga. P anahnya melayang di atas kepala anjing dan kena bagian samping pangg:ung kayu di belakan gnya. Setelah diam dengan sikap canggung selama beberapa saat. P anahnya melayang di atas kepala anjing dan kena bagian samping pangg:ung kayu di belakan gnya. Lord Otori tidak keberatan. njing-anjing dalam kerangkeng makin bersemangat. Beberapa pemuda berlompatan turun untuk mengambilnya. namun ia juga tak mampu memalingkan wajah." seru laki-laki di sebelah Takeo. kuda tungganganny a terlalu ber¬semangat karena sorak sorai penonton. aku tak tahan duduk di sebelah Lord Otori saat dia menghadapi hukuman mati. pemenang yang beruntung mengayunkan anak panah itu di atas kepalanya. Pada tembakan ketiga. putrinya terlihat kecil dan rapuh. Anda benar. Namun tetap saja Ko no membukukan dua nilai tembakan sempurna tanpa darah. dan setiap anjing yang dibebaskan semakin liar karena ketakutan.Anjing-anjing dalam kerangkeng makin bersemangat." Kemudian kesunyian melanda seluruh arena sewaktu Shigeko memasuki lingkaran dan Ashige mulai berderap. Aku nyaris tidak bisa menikmati pertandingan karena mengasihani dirinya!" "Kabarnya pertandingan ini hanyalah alasan baginya untuk mengundurkan diri tanpa kalah dalam perang.. "Cara ini sangat digemari pengunjung: bila hasilnya seri secara keseluruhan.

dan berubah menjadi kekaguman saat anak pertama menyentuh pelan bagia n samping tubuh anjing buruan. dan ketegangan yang makin meningkat. baik si kuda maupun penunggangnya tampak benar¬benar tenang. berjingkrakan. membuat kudanya berderap lagi. Takeo mengerutkan dahi lalu menahan agar wajahnya te tap tanpa ekspresi. Busur miniatur dan anak panahnya me mbuat penonton terkesima. Takeo tak kuasa mengagumi putrinya. Anjing itu duduk di b elakangnya. dengan lidah merah mudanya terjulur. moncong menganga. mengenai anjing itu nyaris tanpa suara tepat di bawah kepalanya. telinga melambai-lambai. ber¬jalan memutar semakin mendekati anjing y ang duduk memerhatikan. Dirasakan pelupuk matanya menghangat.Meskipun penonton bersorak-sorai. Gaya berjalan si kuda cepat d an mulus. Anak panah ketiga terbang lebih cepat namun tak kurang lembutnya. Kemudian anjing itu seperti menganggap kalau ini adalah per¬mainan ya ng menyenangkan. Halaman 239 dari 600 . Anjing itu berlarian mengitari lingkaran di waktu yang bersamaan d engan si kuda: Shigeko mem¬bungkuk dan melepaskan anak panah kedua seolah benda itu adalah tangan nya dan tengah mengelus leher hewan itu. kemudian Shigeko menarik kudanya berhenti di depan Kaisar. tidak meng¬gerakkan satu otot pun. dan takut kalau rasa bangga ak an menghilangkan kesedihannya. Anjing itu. memutar kepala¬nya. kekuatan dan kemahirannya yang diperkuat den gan kelembutan. terluka atau ketakutan. gonggongan anjing yang ketakutan. Shigeko membungkuk dalam dalam. Si anjing menggelengkan kepala dan mengibaskan ekor. sedang si penunggang duduk tegak dan tenang. Mereka mengitari arena sebanyak tiga kali seperti ini. Shigeko mendesak kudanya untuk ber¬derap lebih cepat dan anjing itu berlari tungga ng-langgang. mengibaskan ana k panah itu seakan hanya lalat.

kini menunggang kuda memasuki lingkaran berpasir p utih. meskipun i a tidak memandang siapa pun. Meskipun orang-orang berteriak. seorang laki-laki dengan pengendalian jiwa dan raga yang sempurna. Si anjing berusaha bangkit terhuyung-huyung dan ke¬bingungan. Matahari sudah di ufuk barat. Tiba-tiba. Di saksikannya dengan perasaan tanpa memihak selagi Saga menderapkan kuda mengitari lingkaran l agi. ekor pendeknya menggantung hampir menyentuh tanah. anjing melolong. perut. seolah masih terus bermimpi.Saga Hideki. Kuda coklat kemerahan itu menarik-narik besi yang dipasang di mulutn¬ya. Semua orang terdiam. menutupi semua kesedihan. peserta terakhir. namun laki¬laki itu mengendalikan kuda dengan mudah. Kuda coklat kemerahan itu menarik-narik besi yang dipasang di mulutn¬ya. Anak panah terakhir melesat di samping badan si anjing lagi dengan suara yang nyaris tak te rdengar. tubuh anjing itu terhempas ke tanah. Anting dilepas: menggonggong dan me¬lolong. Perasaan itu mematikan semua perasaannya. Takeo merasakan semua mata tertuju pada dirinya. melawan penunggangnya . ketika dia menaruh anak panah . Dua seri dan satu menang Saga akan meraih kemen angan. Muda h bagi Saga untuk me¬nembaknya lagi dengan anak panah kedua. ke bagian samping tubuh si anjing dan b erhasil menjatuhkannya. dan kulit rusa di kedua paha untuk melindungi kakinya. berhia skan bulu anak panah di bagian punggungnya. mendapat nilai sempurna. penonton meng¬hembuskan napas. sekali lagi ddak membuat anjing i tu ber¬darah. Telah dirasakannya kekalahan di tenggorokan. kini menunggang kuda memasuki lingkaran berpasir putih. di depan matanya. mereka menahan napas. hingga empedunya. buih dari mulutnya beterbangan. namun Takeo tenang sedingin es. tapi bulu putih si anjing atau pasir berwarna pucat itu tetap b ersih. peserta terakhir. dan anak-anak menjerit. Pemandangan itu tampa k seperti dalam mimpi. Anjing tadi meng¬alami pendarahan hebat. Anak panah Saga terbang lebih cepat dari pandangan mata. pikirnya. Saga mengenakan jubah hitam. berhia skan bulu anak panah di bagian punggungnya. melawan penunggangnya . penyesalan dan amarah. dan kulit rusa di kedua paha untuk melindungi kakinya. dari mulut dan anusnya. Kudanya berderap. bayangan kian memanjang. namun laki¬laki itu mengendalikan kuda dengan mudah. Penonton b . Saga dan Shigeko setidaknya seri. Saga mengenakan jubah hitam. Pasti keluar darah. ekor pendeknya menggantung hampir menyentuh tanah. hawa kian panas. di pasir putih arena m ulai tercemar warna merah. Saat aga Hideki. Saat dia mengangkat busur.

Bayangbayang panjang kaki kuda terbentang melintasi arena. Perlahan-lahan pe¬nonton terdiam. Dia tidak bisa menundukkan kekuatan laki¬l akinya: dia bisa melambatkan anak panah. tak ingi n menyaksikan terlalu dekat peng¬hinaan terhadap dirinya. Dua tembakan perta ma telah menghancur¬kan organ tubuh anjing itu dan mem¬bunuhnya. Kerumunan penonton bersorak menyetujui¬nya. tempat Kaisar duduk di balik tirai bambu. Tenaga Saga terlalu besar. namun tak mampu mengurangi tenaganya. H anya saat Menteri muncul dari balik tirai dan dilihatnya pandangan resmi pertama ter¬tuju pada Shige ko. atau berbagi takdir¬nya yang tidak mengu ntungkan. tapi tidak ada suara lain. Punggung anjing itu melengkung. seketika dilihatnya ruang di sekelilingnya telah dipenuhi orang yan g berhambur meng¬hampiri untuk memberinya selamat. lalu mari. pikir Takeo. tenuju pada Saga. Takeo seperti mendengar teriakan dan sorak sorai yang berasal dari tempat jauh. men¬dengking satu kali. Anjing¬anjing masih saja menyalak da ri balik kandang. Ketika T akeo duduk tegak. menatap ke ujung arena. Perlahan ia bangkit. ingin dekaT dengannya. Ketika berita itu me nyebar ke seluruh penjuru arena dan di luarnya. dan kemudian. Kaisar menganugerah¬kan kemenangan kepada kelompok putih!" Takeo berlutuT dan menyembah. nyanyian pun mulai terdengar lagi.erseru kaget. Halaman 240 dari 600 . "Karena kelompok Lady Maruyama tidak menumpahkan darah. diam tak bergerak: kelompok merah di bagian timur. Pertandingan b erakhir seri: kini keputusan ada di tangan Kaisar. Takeo menyadari kalau selama per¬tandingan orang-orang telah menjauhinya. pandangan yang lebih gugup. Terdengar bisikan dari balik tirai. mencecerkan darah berbentuk melengkung di pasir. Para peserta men unggu. Kini ia menunggu seorang diri untuk mendengarkan hasilnya. sementara kelompok putih di bagian barat. tapi Takeo sengaja menutup pendengarannya. Takeo merasa ada secercah harapan.

*** Lord Saga telah merencanakan mengadakan jamuan makan besar untuk merayakan kemen angannya yang sudah diketahui lebih dulu. Termasuk ibunya. Lady Maruyama tidak menumpahkan darah. ." "Aku akan senang sekali memanggil Anda putraku. Kendati begitu. Dia akan memanfaatkan alasan apa pun untuk mengingkari janjinya. dan Anda akan menjadi ayah mertuaku. Kuda-kudanya menggetarkan tanah kami. Tatapan mata mereka bertemu." ujar Saga. Saga berharap bisa menyingkirkan diriku tanpa be rperang. cahayanya berpencar dan ber¬kabut dengan lembapnya udara. Kuda-kudanya menggetarkan tanah kami.Lord Otori telah muncul di ibukota. Para penunggang putih menang. dan melihat bangsawan itu juga tengah menatapnya. semakin jelas kalau dia menginginkan pernikahan itu lebih dari sebelum nya. Tiga Negara hidup dalam damai. Putrinya meraih kemenangan besar. dengan agak ter¬ceng ang selagi kata-kata itu meluncur dari mulutnya. Begitu pula Delapan Pulau Takeo memandang ke arah Saga. jamuan makan memang dilakukan seperti yang dire ncanakan." Takeo melihat sekilas ke arah Lord Kono dan ingin tah u reaksi jujur bangsawan itu. "Kita akan menjadi sekutu. di balik sikap sopan yang ditunjukkannya. namun dia gagal. namun berbeda dengan kegembiraan tulus di jalan-jalan di kota. pikir Takeo. "Walaupun aku percaya usiaku lebih tua beberapa tah un. tata krama tetap ber¬laku. rd Otori telah muncul di ibukota. "Tapi kita harus menunda peng¬umuman pertunangan sampai putriku me¬minta p endapat klannya. dan Saga mengumbar sanjungannya kepada Lady Maruyama. Anjing pun tetap putih . lalu teringat kata-kata Minoru. tert awa dengan kegembiraan yang dipaksakan. Pasir tetap putih." sahut Takeo. perayaan tersebut tidak sepenuhnya tulus. dan Saga menundukkan kepala sebagai peng¬akuan atas kemenangan itu . Putrin ya meraih kemenangan besar. pesan apa yang akan ora ng itu kirim pada Zenko tentang hasil pertandingan ini. dan apa yang tengah dilakukan Zenko? Jamuan berlangsung hingga larut malam: bulan sudah muncul dan bintang-bintang ta mpak besar. Ini tidak seperti dugaannya.

ada apa?" tanya Shigeko segera. Segalanya bercampur aduk untuk meyakin¬kan dirinya b ahwa kau memiliki restu dari Surga." sahut Takeo. Bagaimana aku harus berterima kasih kepada kalian? Kalian tadi sangat luar biasa!" Takeo bicar a dengan berlinang air mata penuh perasaan. Minoru dipanggil. Shigeko menangis terang-terangan. "Beruntung Kaisar cukup terkesan pada¬mu dan tak ingin menyinggung dewa-dewa denga n memutuskan untuk menentangmu. Minora membaca tanpa perasaan. Gemba berdengus keras lalu berkata. Gemba dan Hiroshi ke ruangan paling terpencil di kediaman it u. dan memberi isyarat agar si jurutulis mulai membaca. "Apakah ada kabar buruk dari rumah Ibu? Adik bayiku?" apakah "Minora akan membacakannya. Ia membimbing Shigeko. Halaman 241 dari 600 . air bergemericik di taman dan sesekali nyamuk berdengung. "Ayah. Hiroshi terduduk pucat pasi." "Kurasa dia memutuskan ini agar men¬dapatkan orang yang bisa mengimbangi kekuatan Saga. seolah terkena pukulan di dadanya lalu terhuyung-huyung." sahut Takeo. Semua pintu terbuka lebar. dengan sikap dinginnya seperti biasa. Aku tak menduga kalian akan menang. tapi perasaan mereka bertiga tidak kurang bergola knya."Aku minta kalian semua tidak pergi tidur dulu." ujar Takeo ketika mereka kembal i ke kediaman. "Kau me¬rahasiakan ini sehar ian?" "Aku tidak ingin konsentrasi kalian ter¬pecah.

Akio akan digantung se perti penjahat biasa. dia manusia setengah dewa tapi juga tak ber¬b eda dengan kita semua. Kesehatannya merupakan masalah terpenting bagi kelangsungan kedudukan Ayah. "Yang kuinginkan hanyalah kematian Zenko." Suara Hiroshi terdengar p arau. "Tentu saja. Ayah takkan meninggalkan dirimu di tangan Saga. Lalu bagaimana cara kita menghadapi para pem¬bunu h ini?" "Kita memang akan memburu mereka." "Berkaitan dengan Maya?" tanya Shigeko dengan ketakutan yang terdengar dalam nad a suaranya. t api demi mencegah kekacauan lebih jauh lagi." ujar Shigeko. Naluriku mengatakan kalau kita haras segera pergi dan memburu mereka tapi Ajaran Houou mena hanku untuk tidak melakukan kekerasan. Bila dia tidak benar-benar tunduk." Gemba setuju. termotivasi oleh gabungan antara idealisme. "Tapi kematian Taku berarti kita harus segera kembali. kurasa kini waktunya kita pulang." sahut Gemba tanpa berkata lagi. "Hiroshi.. termotivasi oleh gabungan antara idealisme." sahut Gemba." sahutnya dengan suara k ." ujar Takeo. penyelamatan diri sendiri dan niat yang baik!" "Kemenangan kalian membuat Kaisar ber¬pihak pada kita. pragmadsme. "Aku tahu Ayah benar. "Tapi akan dilakukan dengan adil ." Gemba setuju.. pragmadsme." ujar Takeo." "Ayah. Zenko harus dihadapi sekarang juga. dia manusia setengah dewa tapi juga tak ber¬be da dengan kita semua." sahut Takeo. penyelamatan diri sendiri dan niat yang Itu juga. Tapi kita harus pergi secepatnya. kekuasaanku telah ditegaskan oleh Paduka Yang Mulia. Ada satu hal lagi yang tidak beres. kita akan m engalah¬kannya dalam pertempuran dan dia akan mencabut nyawanya sendiri.."Itu juga. Aku menyesal. Hewan itu akan ke takutan bila kita semua pergi begitu mendadak. "Bukan hanya karena Taku. Aku telah diakui Kaisar. " "Aku berusaha menahan keinginanku untuk balas dendam. begitu pula dengan Kikuta Akio dan putranya.. Zenko tidak memiliki lagi dasar hukum yang sah untuk menentangku. Tadi¬nya aku berharap bisa melihatnya tenang dul u sebelum kita pergi. Mungkin aku bisa tinggal di sini menemaninya?" "Tidak.. aku cemas pada keadaan kirin. "Tentu saja. Tapi tidakkah kepergian yang tergesa¬g esa akan menyinggung Lord Saga dan Kaisar? Dan jujur saja. "Mungkin." "Ya. "Kau telah kehilangan sahabat terdekatmu.

Muto Shizuka telah mel akukan perjalanan ke hampir seluruh Tiga Negara. "Gemba." sahut Gemba berjanji sambil senyum. peminjaman uang. Kaisar dan orang¬orangnya yang harus bertanggung jawab atas n asib hewan itu. di sela-sela air matanya. kau telah membuktikan kalau dirimu tahu s egalanya sejauh ini. Apakah Surga masih terus berpihak pada kita dengan menunda hujan plum?" "Kita lihat saja apa yang bisa kita laku¬kan. fermentasi kedelai. dan mungkin tak melihat bulan sama sekali. Dia mengunjungi desa-desa ter¬sembunyi d i pegunungan dan rumah-rumah pedagang tempat kerabatnya menjalankan berbagai usaha: membuat s ake. Hierarki kuno Tr ibe masih tetap Halaman 242 dari 600 .eras yang mengejutkan mereka sendiri. "Apakah aku harus menyerahkan semua putriku kepada m usuhmusuhku? Kita telah berikan kirin kepada Kaisar. hingga kegiatan mata-mata." "Kita akan berkuda di tengah hujan. Takeo berpaling ke arah Gemba. Kita harus pergi sebelum akhir minggu: kita akan memanfaatkan cahaya bulan antar a bulan sabit dan bulan purnama untuk melakukan perjalanan.* Sejak Takeo memintanya mengambil alih kepemimpinan Tribe." gumam Hiroshi.

Tapi bayi ini tampak seperti pejuang cilik. maka ketidakpuasan di dalam keluarga Muto bisa berkemb ang menjadi sikap membangkang. "Kau ada di sini untuk me rawat mereka. dan bisa terlepas tanpa terduga. Shizuka tahu betul kalau ada rahasia yang disimpan dan ketidakpatuhan berkembang di kalangan Tribe. Karena alasan itulah dia merasa berkewajiban untuk memper¬tahankan kontak dengan semua kerabatnya. Shizuka bersiap pergi lagi.ditegakkan dengan struktur vertikalnya serta kesetiaan tradisional keluarga. kau tak boleh bepergian dengan Fumio tahun ini. karena. aku merasa aku bisa pergi sebelum hujan plum tiba. namun ia sadar ada sakit hati terhadap posisi barunya: andai Zenko mendukung. "Kaede dan bayi laki-lakinya kelihatan sangat sehat. dan catatan terperinci itu yang memungkinkan Takeo mengalahkan dan meng endalikan Tribe." "Dia adalah ksatria sejati. t api sadar selagi putranya itu masih hidup. dia pernah mengungkapkan cara kerja pekerjaa n Tribe kepada Shigeru. yan g berarti bahkan dalam kalangannya sendiri. Tak lama setelah Takeo berangkat ke Miyako. dan juga s abar dan pantang menyerah ketika berkaitan dengan balas dendam. "Tapi kau takkan tahu apa akan terj adi pada bayi: cengkeraman mereka pada kehidupan masih lemah. keadaannya pasti berbeda. tapi Shizuka sendiri selalu ingin tahu siapa lagi yang mu ngkin mencurigai dirinya. pertama ke Yamagata lalu ke Kagemura di pe¬gunungan di belakang Yamagata." sahut Shizuka. Seperti biasa Shizuka disambut dengan sopan santun terta penghormatan. Tribe menyimpan rahasia dan sering bertindak dengan c ara mereka sendiri." "Bayi ini sangat kuat. itegakkan dengan struktur vertikalnya serta kesetiaan tradisional keluarga. Kaede hampir tidak sanggup berpisah dari anaknya." aku Ishida. kemudian ke Hofu. Tribe menyimpan rahasia dan sering bertindak dengan c ara mereka sendiri. bertahun-tahun lalu. Orang-orang di kalangan Tribe memiliki ingatan yang panjang. Kenji sudah tahu tindakannya itu. yang berarti bahkan dalam kalangannya sendiri. dan menentang putra sulungnya. dan telah memilih untuk mengabaikan sat u hal yang bisa disebut pengkhianatan. yang t . Dia merawatnya sendiri." tutur Shizuka pada suaminya. "Kaede amat memujanya!" "Belum pemah aku melihat seorang ibu begitu terpesona pada anaknya sendiri." sahut Ishida setuju. beru saha agar mereka tetap setia kepadanya.

Shizuka berharap bisa punya anak lagi. dan kami telah memiliki Shigeko." Shizuka teringat betapa ia amat sayang kepada kedua putranya saat mereka masih k ecil. Itu juga berarti ada banyak persoalan yang tak bisa dibicarakannya dengan Ishida: Halaman 243 dari 600 . Shizuka pernah mengatakan kepada Takeo. Ishida tidak punya anak dari pernikahan sebelumnya: is trinya sudah meninggal bertahun-tahun lamanya. tapi nama itu berkaitan dengan hal-hal yang menyedih¬kan. Takeshi. perlindungan sang ibu yang sama kuatnya. Takeyoshi. Mungkin nama Otori yang lainnya. Aku me¬manggilnya singa kecilku. tapi tak satu pun calon yang diterima oleh Lord Fujiwara. kalau ia cukup bahagia hidup tenang bersama Ishi da di Hagi dan bisa terus mendampingi Kaede. "Kami belum memutuskan.idak dilakukannya pada anak-anaknya yang lain. tugas itu menyita tenaga dan waktu¬nya. Shizuka melihat itu dengan rasa iri ber¬campur iba: k onsentrasi penuh si bayi mengisap puting susu ibunya." jawab Kaede. meski tadinya dia ingin menikah lagi. Tapi sejak menyetujui untuk menjadi ketua keluarga Muto dan Tribe. "Takeo sangat suka nama Shigeru. serta san gat baik hati. "Anak ini akan diberi nama siapa?" tanya¬nya. Kini ia jarang mendapat haid. merenungkan kekecewaan dan ke¬cemasan yang mereka timbulkan saat ini. Tapi anak ini takkan diberi nama sampai berusia dua tahun nanti. kesempatannya hampir habi s: dan tentu ia tak ingin harapan¬nya terkabul. Sewaktu menikah dengan Ishida. tapi tahun¬t ahun berlalu dan ia tidak juga hamil. Ishida adalah laki-laki yang penuh cinta.

Sejak mereka berdua tinggal di Hagi. Shizuka mengamati keduanya dengan cermat untuk melihat apakah ada tanda kemampuan yang berkembang. dan bisa saja lupa dengan apa yang telah diocehkannya di malam sebelum nya. kebebasannya untu k bepergian. dan suaminya itu memiliki banyak sifat baik yang dika guminya. tapi tutup mulut tidak ter¬masuk di dalamnya. tapi ibu mereka. bahwa tidak semua orang bisa dipercaya. Hana dan Lord Kono tentang teori kekuatan pikiran manusia. benda¬benda indah yang mereka bawa dar i bagian dunia lain hingga pada tahapan tidak ingin menghadapi kenyataan bahwa kedamaian se lalu berada di bawah ancaman. tapi kedua anak itu kelihatan layaknya putra ksatria. berinteraksi dengan orang asing. memberinya jubah baru dengan tudung model baru dan seekor kuda da ri istal. Kaede memeluk. tak berbeda dari anak lelaki seusia mereka yang berlatih bersama mereka. bahwa tidak semua orang bisa dipercaya. saling bersaing dan bertengkar. dan suaminya itu memiliki banyak sifat baik yang dik aguminya. hizuka mencintai suaminya. Sunaomi dan Chikara sedih atas kepergian Shizuka. tapi tutup mulut tidak ter¬masuk di dalamnya. Sake bahkan bisa lebih m e¬longgarkan lidahnya. dan Ishida pun sudah hampir melupakan malam di Hofu ketika dalam keadaan mabuk di¬ungkapkannya kepada Z enko. benda¬benda indah yang mereka bawa dar i bagian dunia lain hingga pada tahapan tidak ingin menghadapi kenyataan bahwa kedamaian se lalu berada di bawah ancaman. Hana. Ishida tidak terlalu memikirkan mana yang bisa dibicarakan dengan orang banyak serta mana yang harus dirahasiakan. Ishida tidak terlalu memikirkan mana yang bisa dibicarakan dengan orang banyak serta mana yang harus dirahasiakan. dan bisa saja lupa dengan apa yang telah diocehkannya di malam sebelum nya.Shizuka mencintai suaminya. kuda . Sake bahkan bisa lebih m e¬longgarkan lidahnya. serta efek menyembuhk an diri sendiri dengan percaya kepada ramalan. Ishida menyukai semua kesenangan dari kedamaian makanan yang berlimpah. dan mereka berdua terlalu disibukkan dengan pendidikan dan latihan untuk bisa merindu¬kan neneknya. Maka Shizuka tidak mengutarakan pada suaminya tentang Taku dan Zenko. Ishida menyukai semua kesenangan dari kedamaian makanan yang berlimpah. bahwa musuh bisa saja berada dalam lingkungan keluarga¬nya sendiri. kebebasannya untu k bepergian. berinteraksi dengan orang asing. bahwa musuh bisa saja berada dalam lingkungan keluarga¬nya sendiri. diharap kan berada di Hagi sebelum akhir bulan. dan bagaimana semua ini berlaku pada diri Takeo.

Setelah perang dan gempa. tujuan yang pernah diajukan namun ditolak Takeo. Ia merasa lebih mudah mendapatkan kuda ketimbang teman seper¬jalanan: tersadar kalau ia merindukan Kondo Kiichi yang bisa menjadi t eman yang sempurna untuk perjalanan semacam ini. dan memilih Bunta sebagai teman perjalanan. Ia menolak tawaran Kaede untuk dikawal ksatria Otori.betina yang sudah sering ditunggangi Shizuka. Kabar yang dibawanya sungguh mengganggu: Taku belum kembali ke Inuyama dan masih di Hofu. dan begitu salju mencair. Masa lalu yang mereka lalui b ersama telah menciptakan ikatan antara mereka berdua. dan rencan a untuk membunuh bangsawan itu. dia pergi ke Yamagata atas permintaan Shizuka untuk mencari infor masi. dia pu la yang telah melindungi dan membela mereka dari semua orang yang hendak menyakiti mereka. pendongeng dengan keterampilan mengorek inf ormasi. Bunta dulu menjadi informannya yang bekerja sebagai pelayan di kediaman Lady Mar uyama Naomi. Z enko terlibat hubungan erat dengan Kikuta dan menganggap dirinya sebagai ketua Muto. Ia punya harapan lain yang ia tak yakin mampu mewujudkannya. disesalinya kematian Kondo. dan menetap di Inuyama setelah kematian majikannya itu. dan Shizuka merasa bisa memercayainya. dan jago sumo dan petarung tangan kosong yang tangguh. namun sebenarnya dia pencopet ulung. tapi mereka belum memutuskan apa pun. Kelahiran putranya . Penampilannya kalem d an pendiam. Di a yang merawat mereka ketika Kaede mem¬butuhkan waktu yang begitu lama untuk me¬mulihkan diri setel ah melahirkan. Maya dan Miki. Sepanjang musim dingin Bunta telah membawakannya potongan-potongan kecil informa si. Kini Shizuka merasa ber kewajiban untuk bertindak sendiri: berusaha memper¬tahankan agar keluarga Muto tetap setia dan mem astikan keamanan si kembar. dan sejak saat itu bekerja melayani keluarga Otori. Andai dunia sejujur seperti sekarang ini. Usianya beberapa tahun lebih muda dari Shizuka. Shizuka menyayangi mereka berdua seperti putri yang tidak pernah dimilikinya. persiapan untuk per¬jalanan ke Miyako telah menyita perhatian Takeo. dengan keahlian bertarung dan kesetiaanny a. berasal dari keluarga Imai. la ki-laki itu menemukan jalannya ke Hagi. Ia telah menga takan pada Halaman 244 dari . Shizuka tak kuasa menahan ingatannya pada Iida Sadamu. dialah yang mengawasi semua latihan mereka dengan cara Tribe. Masalah i ni telah ia bicarakan dengan Takeo. keluarga Muto berbeda pendapat. dan ia pun mendoakannya.

600 .

perbincangan selalu soal kemakmuran di m asa lalu." tutur Yoshio. ikut bersama merek a untuk mengurus kuda. "Semua orang menghormatinya. menyediakan makan. banyak hal yang harus ditakukan: membe ri kita waktu. Ia masih tetap berpegang pada pendapatnya saat memikir¬kannya dengan pikiran yang jernih. Tapi ketika memikirkannya sebagai seorang ibu. pikirnya. dan bisa melihat alasannya untuk berdamai dengan Otori. Ia telah mengenal Yoshio sejak kecil karena mereka pernah dilatih bersama.. Lalu. Ia masih tetap berpegang pada pendapatnya saat memikir¬kannya dengan pikiran yang jernih.Takeo bahwa sebagai Ketua Muto dan sahabat keluarga Otori. "Ketika Kenji masih hidup. Takeo sudah mengatakan kalau dia tak ingin membunuh Zenko. Takeo memiliki informasi yang bisa menghancurkan Tr ibe. dan menyimpan tenaga.. Tapi di lubuk hatinya. Tapi tidak semua orang tidak menikmati kedamaian dan kemakmuran di negeri ini.. Yoshio. Di Yamagata. di ruma h lama Kenji yang kini ditinggali sepupunya. tapi setidaknya sepupunya ini bersikap jujur. Putra Bunta. Shizuka meng¬harapkan anaknya itu mati ditangannya sendiri.. ia menganjurkannya un tuk menyingkirkan Zenko. Aku tidak p erlu melakukan hal yang bertentangan dengan keinginannya. seperti yang dilaku¬kannya sebelumnya di Maruyama. Cuaca hari itu cerah. jalanan aman dan terawat baik. ia menganjurkannya unt uk menyingkirkan Zenko. Tak seo rang pun akan menyangka usulan it u datang dariku. Tapi semakin banyak orang mengatakan kalau tuntutan Kikuia akan keadilan perlu dideng ar: Takeo . Shizuka tak tahu apakah ia bisa mengandalkan dukungan sepupunya ini. Dia m emperlakiikan Shizuka dengan akrab dan berbicara blak-blakan. Shizuka kagum atas semua yang Takeo dan Kaede capai demi kemakmuran dan kebahagi aan negara. makanan berlimpah dan lezat. akeo bahwa sebagai Ketua Muto dan sahabat keluarga Otori. ketika Kikuta dan Muto ber¬sahabat dan semua orang takut dan meng¬hormati mereka. dan berkuda di depan untuk mengatur tempat pem berhentian selanjutnya. dan meratapi hasrat yang haus kekuasaan dan keinginan kuat untuk balas d endam yang mengancamnya. K eluarga Muto tempat dia menginap di Tsuwano menggerutu karena berkurangnya status mereka di k alangan pedagang sejak banyak orang yang terlibat dalam per¬dagangan. pemuda berusia lima belas atau enam belas tahun. kota-kota dama i dan sejahtera. Tapi ketika memikirkannya sebagai seorang ibu.

" balasnya. Tapi seperti yang kukatakan. kan? Itulah keprihatinan kami aku juj ur padamu. tapi kini Akio dan Arai Zenko siap menghukumnya." "Kenji bersumpah setia pada Takeo atas nama keluarga Muto. Selama ber¬tahun-tahun dia belum dihukum atas per¬buatannya. Masalah dalam keluarga Muto tidak pernah diputuskan oleh bangsawan " "Takeo bukan sekadar bangsawan!" protes Shizuka. Shizuka. "Simpan saja pujianmu itu. Dan aku memimpin keluarga Muto bukan han ya karena Takeo menunjukku: ini juga keinginan Kenji. dengan meraih kes empatan. Aku senantiasa kagum dan juga suka padamu. sambil minum sake dengan sekali tenggak." "Kenji tak bisa bicara dari dalam kuburnya. "Aku pun bisa memimpin layaknya laki¬laki. walaupun dulu kau anak yang menyebalkan. "Aku tak menyangsikannya. orang-orang di Tribe ter¬si nggung karena Takeo yang menunjukmu." Halaman 245 dari 600 . " Aku sudah terlalu tua untuk itu sekarang!" "Kau minum dan bertarung layaknya laki¬laki!" seru Yoshio dengan kagum. menghadapi musuhnya dengan kejam. dan mengkhianati mereka yang telah bersumpah s etia kepadanya. "Begitu pula putraku dia telah ber¬sumpah berulang kali." Shizuka mengingat¬kan. lari dari Tribe dan mem¬bunuh Ketua dari k eluarganya.bersalah atas penghinaan yang terburuk. tapi kau sudah berubah: bahkan sempat cukup cantik juga!" Yoshio menyeringai dan menuangkan sake lagi untuknya." Shizuka meyakinkannya. "Bagaimana dia mendapatkan kekuasaan? Layaknya bangsawan lain.

Tidak a da yang berpikir kalau Takeo akan meng¬undurkan diri dengan sukarela." sahut Yoshio. tersenyum lebar. sebagai imbalan atas pengkhianatan¬mu selama bertah un-tahun. Shizuka berkata. Ada kecurigaan lain pada dirimu yang jauh lebih berat. namun ia tidak bereaksi."Itu hanya salah satu sisinya!" Itu hanya salah satu sisinya!" "Itu adalah cara Tribe. banyak yang bertindak yang dapat dianggap sebagai pengkhianatan. "Orang-orang yang mengatakan kaulah yang memberi informasi itu. aku hanya ingin memperingatkan mu." Senyum Yoshio hilang. dia duduk dengan bibir terkatup rapat dan menunduk. menenggak sakenya lalu mengisi lagi. "Sekarang nampak¬nya Arai akan menentang Otori lagi. tapi Shigeru tahu jauh lebih banyak tentang Tribe da ri yang bisa dia tahu dari Kenji. Lord Shigeru memiliki catatan informasi tentang Tribe. "Aku bukan¬nya mengatakan kalau aku salah satu dari mer eka. "Selama Iida berkuasa ." "Ksatria yang frustrasi dan mata-mata yang menganggur." Kata-kata itu menggantung di udara bak sebuah pukulan. tapi juga ka rena kau perempuan. dan kita akan terus begitu. kau diam saja. Otori menang: Tribe juga merasakan kemenangannya." imbuh Bunta cepat. anakanak yang sehat. "Maaf. "Bunta. Pasti ada orang yang memberi informasi padanya." Bunta mengangkat mangkuk ke mulutnya dan menatap Shizuka dari pinggiran mangkuknya selagi minum. o rang tahu kalau Lord Shigeru dan Kenji berteman. Ayah Ze nko menyerang Takeo setelah ber¬sumpah bersekutu dengannya. "Bukti keberhasilan pemerintahannya ada di mana-mana: tanah yan g subur." "Itu sudah lama sekali." sahut Shizuka dengan nada ringan." Kedua orang itu meliriknya. pedagang yang kaya. apa pun hasil pertan dingan di ." gerutu Yoshio. dan selama perang. Katakan kalau aku benar." bantah Yoshio." "Uhh. dan itulah alasa nnya Takeo menunjukmu sebagai ketua Muto. Tentu saja Akio akan memanfaatkan desas-desus ini. "Orang-orang ingin tahu bagaimana Takeo menemukan Tribe di Maruyama padahal dia belum pernah ke sana. Menurut kabar. seperti yang sudah kita lakukan. namun siapa yang bisa menyalahkannya ? Semua orang tahu cepat atau lambat Arai akan melawan Otori untuk mengendalikan Tiga Ne gara. "Bukan hanya karena Takeo yang menunjukmu.

dan kemungkinan juga keluarga Muto." sahut Shizuka menyuarakan pikirannya. kita akan dapatkan kembali ke kuatan kita." Shizuka mendengar kata-kata ini seperti gema. Shizuka. dan rahasia apa pun yang kau simpan d i masa lalu akan tetap tersimpan rapat-rapat.Miyako... meski sedikit peluangnya. Kita harus memihak pada pemenangnya. mengalahkan Saga di Timur. Taku bisa berpikir dengan akal sehat. Dia bisa saja mengalahkan Zenko di Barat ." ujar Bunta. Halaman 246 dari 600 . Akan terlihat kalau tidak ada yang bisa lepas dari Tribe. "Dia akan setuju bila kau yang suruh. Zenko akan membayar upeti pada Saga. dan kemungkinan. Tribe akan bersatu lagi. Dia akan memahami kalau ini demi yang terbaik. Kami melepaskan diri dar i Takeo sebelum dia kalah. sebagai ketua dan sebagai ibunya." "Lalu Kikuta akan balas dendam.. Ia pernah mengucapkan kata-kata ya ng sama tentang masa depan Takeo pada Kaede bertahun-tahun lalu di Terayama. kami tak ingin terpuruk bersamanya. Dia tida k punya pilihan. Yang mesti kau lakukan hanyalah mengakui Zenko sebagai ketua keluarga. "Kau bisa menyelamatkan diri." "Taku takkan setuju. Dia tak bisa m enang melawan mereka berdua. "Mereka sudah lama menanti. Dia akan kembali dan bertempur.

berusaha memikirkan c ara untuk menghabisi mereka kalau mereka berbalik menentangnya. *** Shizuka berangkat ke desa Muto. membuatnya waspada yang tidak ia lakukan selama bertahun-tahun. Sudah berapa lama Bunt a curiga? Apakah sejak pertama kali orang itu melapor¬kan tentang hubungan Shigeru dengan Ma ruyama Naomi? Selama bertahun-tahun ia takut pengkhianatannya akan terungkap. siap bertarung m em¬bela diri. keesokan harinya. dan Shizuka merasa marah dan tidak nyaman dengan laki¬laki itu. Ia berjalan kaki seperti yang pernah ia lakukan bersama Kondo. Alangkah menyedihkan keadaan Kondo saat itu. ia tidak mencintai Kondo. kesal dengan perbincangan semalam. namun sej ak mengakui perbuatannya pada Kenji. Malam sebelumnya bul an purnama dan ia berkuda dengan murung. dan dimaafkan. Pagi harinya ia meninggal kan bocah itu dan kuda di belakang. Kemudian Kondo muncul lagi saat ia mengira hidu pnya akan berakhir. kita akan pun ya pekerjaan yang menarik dan menguntungkan selama bertahun-tahun yang akan datang. Shizuka masih berlatih setiap hari. serta alangkah mengagumkannya! Mengapa ia begitu terharu pada la ki-laki itu kini? Nyaris seperti arwah Kondo tengah menggapai dirinya untuk mengatakan sesuatu. . Ditemukan dirinya mengira-ngira tentang Bunta dan anaknya. Kini rasa takut itu muncul lagi. ia mengasihani orang itu. Hari menjelang malam ketika mereka tiba di penginapan. un tuk memper ingatkannya. Kagemura. hanya untuk melihat orang terbakar hidup-hidup di depan matanya. ia bisa mengalahkan banyak laki-laki dengan pedang namun juga sadar kalau ia tid ak bisa menandingi kekuatan fisik mereka. rasa takut itu ber¬kurang. melintasi pegunungan." Dan aku tak perlu membunuh putraku. tapi ia sudah tak muda lagi. Sifat Kondo yang sulit menunjukkan perasaan seperti mendapatkan kemuliaan tragis. Tiada henti ia memikirkan Kondo: ia pernah bercinta dengan orang itu di tempat ini. Ia hampir tak bisa menahan diri un tuk menangis. Bunta hanya bicara se dikit. pikir Shizuka. Shizuka tak tidur karena gelisah.Karena Saga berniat menyatukan Delapan Pulau di bawah kekuasaannya. kita akan pu nya pekerjaan yang menarik dan menguntungkan selama bertahun-tahun yang arena Saga berniat menyatukan Delapan Pulau di bawah kekuasaannya. Ia takut kalau keluarga Muto di situ juga akan men¬desaknya untuk mengambil jalan yang sama.

Hari sudah sangat sore ketika mereka sampai. bakat dan sebagian besar rincian dalam hidup mereka. masih mengurus rumah. Belum sampai dua bulan sejak terakhir kali bertemu Miki: ia terkejut dengan peru bahan gadis itu. Sewaktu mereka berkumpul di dapur untuk menyiapkan makan malam. terutama Miki. walaup un ia tahu nama. dinding kayu k elam terkena embun. atap-atap diperberat dengan bebatuan. Tulang-tulang ta jam di wajahnya kelihatan lebih menonjol dan matanya yang cekung berkilat. meskipun anak-anak sangat gembira atas kedatanganny a. kini sudah menjadi nenek. membuatnya senang dengan jubah bertudung yang dipakainya. Miki lebih tinggi dan agak kurus sehingga tampak lentur dan ramping. Shizuka kurang yakin dengan ket ulusan sambutan dari orang lainnya. Gerbang desa tampak dibuka dengan rasa enggan. dan setidaknya mereka menyambut dirinya dengan kegembiraan yang tulus. "Apakah Miki pernah sakit?" karena saat musim semi kerapkali terjadi demam menda dak dan sakit perut. Bahkan rumah-rumah di dalamnya berkesan tertutup dan tidak ramah. kabut mulai menyelimuti lembah lagi. Shizuka tidak mengenal betul mereka. Kana dan Miyabi.Bahkan saat melihat desa Muto di lembah tersembunyi tak mampu membuatnya gembira seperti biasanya. ia bertanya pada Kana. Halaman 247 dari 600 . Saat itu hawa terasa din gin. matahari mulai tenggelam di balik gugusan pegunungan terjal. Kakek dan neneknya sudah lama meninggal: rumah lama kini dihuni keluarga¬keluarga yang sebaya dengan kedua putranya dan anak-anak.

"Kau mestinya tidak berada di sini ber¬sama kami!" bentak Kana. "Kau tamu ke¬hormata nKau mestinya tidak berada di sini ber¬sama kami!" bentak Kana. "Kau tamu ke¬hormata n: seharusnya kau duduk bersama para laki-laki." "Aku akan bergabung dengan mereka nanti. Ceritakan tentang keadaan Miki." Kana berpaling ke arah Miki yang tengah duduk di samping perapian, mengaduk sop di panci besi yang tergantung di atas api dengan kaitan besi berbentuk ikan. "Miki memang semakin kurus," sahut Kana setuju. "Tapi dia tidak mengeluh, bukan begitu, 'nak?" "Dia tidak megeluh," imbuh Miyabi tertawa. "Miki setangguh laki-laki. Kemarilah Miki, biarkan Shizuka memegang len gan¬mu." Miki datang dan berlutut di dekat Shizuka tanpa bicara. Shizuka mencengkeram len gan bagian atas gadis itu. Dirasakakannya lengan itu sekeras baja, tidak ada daging, hanya otot dan tulang. "Apakah semuanya baik-baik saja?" Miki mengangguk. "Ayo berjalan-jalan bersamaku: kau bisa ceritakan apa yang membuatmu sedih." "Dia akan bicara padamu saat tidak ingin bicara dengan orang lain," ujar Kana de ngan suara pelan. "Shizuka," bisik Miyabi bahkan lebih pelan lagi. "Waspadalah. Para pemuda...." M iyabi melirik sekilas ke ruang utama rumah tempat suara-suara laki-laki terdengar samar¬samar, meski Shi zuka bisa mengenali suara Bunta. "Ada yang merasa tidak suka," ujar Miyabi tidak jelas, te rang-terangan takut ada yang menguping. "Begitulah yang diberitahukan kepadaku. Di Yamagata dan Tsuwano juga sama. Aku a kan melanjutkan perjalanan ke Hofu, tempat aku akan bicarakan keadaan ini dengan kedua putraku. Aku akan pergi satu atau dua hari lagi." Miki masih berlutut di dekatnya, dan Shizuka mendengarnya menghela napas pelan d an merasakan kalau gadis itu semakin tegang. Dirangkulnya Miki, tercengang dengan tajam dan r apuhnya tulang di balik kulitnya, tak ubahnya sayap burung. "Ayo, pakai sandalmu. Kita akan jalan¬jalan ke biara dan memberi salam kepada dewa -dewa."

Kana memberi Miki sedikit kue mochi sebagai sesaji bagi dewa-dewa. Shizuka mem¬buk a tudung jubahnya; cuaca terasa dingin. Bulan bersinar redup menyinari udara yang berkabu t, membuat bayang-bayang di se-panjang jalan dan di balik pepohonan yang mengelilingi biara . Walau-pun sudah dua hari sejak purnama bulan keempat, udara masih terasa dingin. Jauh di ketingg ian pegunungan terdengar nyanyian katak dan jangkrik. Hanya seruan burung hantu yang tersendatsendat. Biara diterangi dua lentera di kedua sisi altarnya. Miki menaruh kue mochi di de pan patung Hachiman, dan mereka berdua me¬nepukkan tangan lalu membungkuk hormat tiga kali. Shizuka pernah memanjatkan doa di sini bertahun-tahun yang silam untu k Takeo dan Kaede. Sekarang ia masih me¬manjatkan permintaan yang sama, dan men¬doakan arwah Kondo dan mengucapkan rasa terima kasihnya kepada laki-laki itu. "Apakah para dewa akan melindungi Maya?" tanya Miki, seraya menatap pahatan patu ng di depannya. "Kau sudah memintanya?" "Sudah, aku selalu meminta begitu. Juga untuk Ayah. Tapi aku tidak mengerti baga i¬mana para dewa bisa mengabulkan doa semua orang, saat semuanya menginginkan hal yang berbeda. A ku mendoakan ke-selamatan Ayah, tapi banyak orang lain yang mendoakan kematiannya."

"Inikah yang telah membuatmu kurus, mencemaskan ayahmu?" "Aku berharap bisa bersamanya. Dan Maya juga." Halaman 248 dari 600

"Terakhir kali kita benemu kau sangat gembira, dan baik-baik saja. Apa yang tela h terjadl?" Terakhir kali kita benemu kau sangat gembira, dan baik-baik saja. Ap a yang telah terjadl?" "Aku tidak dapat tidur nyenyak. Aku takut dengan mimpi." "Mimpi apa?" sela Shizuka saat gadis itu membisu. "Mimpi-mimpi saat aku bersama Maya. Dia menjadi si kucing dan aku menjadi bayang annya. Kucing mengambil segala yang ada dalam diriku dan aku harus mengikuti¬nya. Ketika berusah a terus terjaga, aku men-dengar para laki-laki bicara: mereka selalu membicarakan hal ya ng sama, tentang keluarga Muto, dan apakah Ketua bisa dijabat oleh perempuan, dan Zenko juga Kiku ta. Dulu aku senang berada di sini. Aku merasa aman dan semua orang menyukaiku. Sekarang para laki-laki terdiam saat aku lewat, dan anak-anak lain menghindariku. Ada apa Shizuka?" "Para laki-laki memang selalu menggerutu. Nanti juga mereka bosan," sahut Shizuk a. "Lebih dari itu," ujar Miki dengan nada mendesak. "Sesuatu yang buruk sedang ter¬j adi. Maya dalam bahaya. Kau tahu bagai¬mana kami berdua: aku bisa tahu apa yang terjadi pada Maya, begitu juga sebaliknya. Kami selalu begitu. Aku bisa merasakannya berseru memanggilku, tapi aku tidak tahu di mana Maya berada." "Maya ada di Hofu bersama Taku dan Sada," sahut Shizuka dengan percaya diri untuk menyembunyikan kegelisahannya sendiri. Ia tahu benar si kembar bisa mengetahui pikiran masing-masing dari jauh. "Maukah kau mengajakku ke sana?" "Mungkin sebaiknya begitu." Tentu saja, pikirnya, aku harus mengajak¬nya. Aku tak bisa meninggalkannya di sini Orang-orang akan memanfaatkan dia me¬lawan Takto. Semakin cepat aku bicara dengan Taku dan Zen ko, akan semakin baik. Kami harus menyelesaikan masalah kepemim¬pinan ini sebelum perasaan tidak senang ini makin tak terkendali "Kita akan berangkat lusa." *** Shizuka menghabiskan keesokan harinya untuk berkonsultasi dengan para pemuda yan g kini

membentuk inti keluarga Muto. Mereka memperlakukannya dengan normat dan mendenga rkannya dengan sopan. Silsilah keluarga, sejarah dan bakatnya telah mengendalikan rasa h ormat dan rasa takut mereka. Shizuka lega, terlepas dari usia dan bentuk tubuhnya yang kecil, i a masih bisa mengendalikan mereka. Diulangi lagi niatnya untuk membicarakan masalah kepemim¬pinan dengan Zenko dan Taku, serta menekankan b ahwa ia takkan turun dari jabatannya sebagai Ketua sebelum Takeo kembali dari wilayah Ti mur. Ia mengatakan bahwa ini keinginan Kenji dan ia meng¬harapkan kepatuhan total mereka s esuai tradisi keluarga Muto. Tak seorang pun keberatan saat ia mengatakan Miki akan ikut bersamanya, tapi dua hari kemudian di jalan menuju Yamagata, Bunta berkata, "Orang di desa kini tahu kau tidak memerca yai mereka karena kau membawa Miki." "Saat ini aku tidak memercayai siapa pun." Mereka berkuda berdampingan, Miki di depan menunggang kuda anak lelaki Bunta. Shizuka berencana meminjam satu kuda lagi dar i istal Lord Miyoshi di Yamagata. Itu akan membuat mereka berdua lebih leluasa, lebih aman. Shizuka memalingkan wajah lalu menatap langsung ke arah Bunta, menantang laki-la ki itu. "Apa aku salah? Haruskah aku percaya padamu?" "Jujur saja, semua ini hanya masalah apa yang diputuskan Tribe. Aku takkan meng Halaman 249 dari 600

gorok lehermu selagi kau tidur, kalau itu yang kau maksud. Aku sudah lama mengen almu dan lagi, aku tak suka mem¬bunuh perempuan." rok lehermu selagi kau tidur, kalau itu yang kau maksud. Aku sudah lama mengenal mu dan lagi, aku tak suka mem¬bunuh perempuan." "Jadi beritahu aku lebih dulu sebelum kau mengkhianati diriku," ujarnya. Mata agak Bunta mengerut. "Akan ku¬katakan." "Suruh Bunta dan putranya pulang," ujar Miki kemudian, ketika mereka tiba di Yam agata dan sedang berdua saja. Tidak ingin tinggal di rumah Muto dengan Yoshio, Shizuka lalu pergi ke kastil. Di sana mereka disambut istri Kahei yang membujuk mereka agar tinggal lebih lama. Saat b ujukannya tidak berhasil, dia lalu menawarkan pen-damping dan juga kuda tambahan. "Sulit untuk memutuskan," ujar Shizuka kepada Miki. "Jika aku kirim mereka pulan g, maka aku tidak punya lagi kontak dengan keluarga Muto selama di perjalanan, dan aku justru sema kin mendorong Bunta untuk menjauhiku; jika kuterima tawaran Lady Miyoshi berarti kita akan bep ergian secara terbuka kau sebagai putri Lord Otori." Miki mengerutkan wajah pertanda tidak menyukai usulan itu. Shizuka tertawa. "Keputusan ini tidak pernah sesederhana yang kau kira." "Mengapa kita tidak pergi berdua saja?" "Dua orang perempuan bepergian tanpa pelayan atau pendamping justru akan lebih m enarik perhatian biasa-nya perhatian yang tidak diinginkan!" "Andai kita dilahirkan sebagai laki-laki!" ujar Miki, dan meski berusaha bicara dengan nada ringan. Shizuka menangkap nada kesedihan di balik kata-katanya. Teringat olehnya rasa sa yang Kaede pada bayi laki¬lakinya, kasih sayang yang tak pernah ditunjukkan pada putri kembarnya. Ia melihat kesepian yang dialami si kembar: tumbuh dewasa di antara dua dunia. Bila keluarg a Muto berbalik menentang ayah mereka, maka mereka pun akan menolak kehadiran si kembar. Mereka bahkan akan berusaha untuk menghabisi si kembar dan Takeo. "Bunta dan putranya akan ikut dengan kita ke Hofu. Setibanya di sana, Taku akan mengurus kita; kau akan bersama Maya dan kita semua akan aman!" Miki mengangguk dan berusaha ter¬senyum. Malam itu terjadi gempa kecil, membuat bangunan berguncang dan menyebabkan kebak aran di beberapa bagian kota. Udara tetap terasa penuh debu dan asap saat mereka pergi d engan dua kuda

tambahan, satu ditung-gangi oleh pengurus kuda dari kediaman Miyoshi. Mereka ber temu Bunta dan putranya sesuai rencana, di tepi parit lebar kota, tepat di luar gerbang kastil. "Kau dapat kabar dari Taku?" tanya Shizuka pada Bunta, seraya memikirkan Taku mu ngkin menghubungi keluarga Muto. "Yoshio tidak mendengar kabar apa-apa. Hanya ada laporan bahwa dia masih di Hofu ." Bunta menyeringai dengan kesan tidak senonoh sewaktu mengatakannya, lalu berkedip kepa da putranya yang tertawa. Apakah semua orang tahu kalau putranya tengah tergila-gila pada Sada? Shizuka be r¬tanya pada dirinya sendiri, merasakan kesal pada putra bungsunya itu. Namun di malam pertama perjalanan mereka, setelah Shizuka dan Miki pergi tidur, Bunta mengetuk pintu dan memanggil namanya pelan. Shizuka mencium bau sake. "Keluarlah. Aku mendengar kabar buruk." Bunta mabuk, sake sudah menghilangkan kepekaan serta membebaskan lidahnya. Shizuka mengambil pisaunya dari bawah tikar dan menyelipkannya di balik jubah ti durnya, sambil merapatkan jubah luarnya. Diikutinya Bunta sampai ke ujung be-randa. Bulan tidak kelihatan; terlalu gelap untuk melihat ekspresi di wajah Bunta. Halaman 250 dari 600

"Mungkin ini hanya rumor, tapi kurasa kau perlu dengar." Dia berhenti sejenak la lu bicara dengan canggung, "Ini bukan berita bagus: kau sebaiknya menyiapkan diri." Mungkin ini hanya rumor, tapi kurasa kau perlu dengar." Dia berhenti sejenak lal u bicara dengan canggung, "Ini bukan berita bagus: kau sebaiknya menyiapkan diri." "Apa?" tanya Shizuka, lebih keras dari yang diingin-kannya. "Taku diserang bandit. Dia dan kekasih¬nya, Sada, tewas." "Tidak mungkin," ujar Shizuka. "Tidak ada yang tahu detailnya. Tapi orang-orang membicarakannya di kedai." "Ora ng-orang Tribe? Muto?" "Muto dan Kuroda." jawabnya canggung. "Aku turut berduka." Dia tahu kalau berita itu benar, pikirnya, karena ia pun tahu kalau itu benar. S aat merasakan kesedihan yang mendalam selama perjalanan ke Kagemura, ia merasa arwah Kondo ber seru memanggil. Kini Taku berada di antara mereka. Ini bisa membunuhku, pikirnya. Penderitaan yang dirasakannya b egitu menusuk hingga tak tahu bagaimana bisa bertahan, bagaimana ia bisa terus hidup di dunia yang tak ada Taku di dalamnya. Shizuka meraba pisau di jubahnya, ber¬maksud menikam lehernya sendiri , menyam¬but rasa sakit di tubuhnya yang bisa mengakhiri penderitaannya. Tapi sesuat u mencegahnya. Shizuka memelankan suara, ingat kalau Miki sedang tidur di dekat situ. "Putri Lo rd Otori, Maya, ada bersama Taku. Apakah dia juga ikut tewas?" "Tidak ada yang menyebut-nyebutnya, " sahut Bunta. "Kurasa tidak ada yang tahu k alau Maya ikut bersama mereka, kecuali keluarga Muto di Maruyama." "Apakah kau tahu?" "Aku dengar ada anak yang dijuluki Si Kucing Kecil bersama Taku. Aku sedang menc ari tahu siapa orangnya." Shizuka tidak menjawab. Ia tengah berjuang mengendalikan diri. Di benaknya melin tas kenangan masa lalu, bayangan pamannya, Kenji, saat mendengar kabar tentang kematian putri nya di tangan Kikuta. Paman, dipanggilnya arwah Kenji. Kau mengerti penderitaan yang kualami saat ini dan kini aku bisa rasakan sakit hatimu. Beri aku kekuatan untuk terus hidup, seperti dirimu.

Maya, aku harus memikirkan Maya. Aku takkan memikirkan Taku, belum saatnya. Aku harus selamatkan Maya. "Apakah kita akan tetap ke Hofu?" tanya Bunta. "Ya, aku harus mencari tahu kebenaran¬nya." Ia memikirkan semua ritual yang harus dilakukan bagi arwah Taku, ingin tahu di mana putranya dikubur. Ia merasakan lilitan penderitaa n sekuat baja menghimpit dadanya saat memikirkan jasad putranya di dalam tanah, dalam kegelapa n. "Zenko ada di Hofu?" tanyanya, merasa kagum ternyata kata-kata itu terlontar dengan tenang. "Ya, istrinya pergi ke Hagi naik kapal laut minggu lalu, tapi dia tidak ikut. Di a tengah mengawasi pengaturan perdagangan dengan orang-orang asing. Dia makin dekat dengan mereka, begitulah beritanya." "Zenko pasti tahu. Bila memang per¬buatan bandit, maka dia bertanggung jawab untuk menangkap dan menghukum mereka, dan menyelamatkan Maya bila masih hidup." Namun bahkan saat ia bicara pun, Shizuka tahu kalau putranya tidak tewas dibunuh sembarangan bandit. Dan tak satu pun orang Tribe berani menyentuh Taku kecuali Kikuta. Akio te lah menghabiskan musim dingin di Kumamoto. Akio pasti telah berhubungan dengan Zenko . Halaman 251 dari 600

Shizuka tak percaya Zenko terlibat dalam kematian Taku. Apakah ia akan segera ke¬h ilangan kedua putranya? hizuka tak percaya Zenko terlibat dalam kematian Taku. Apakah ia akan segera ke¬hi langan kedua putranya? Aku tidak boleh menuduh sebelum bicara dengannya. Bunta menyentuh lengan Shizuka dengan ragu-ragu. "Ada yang bisa kubantu? Mau kua mbilkan sake, atau teh?" Ia menarik lengan, membaca sesuatu yang lebih dari sekadar simpati dari gerakan Bunta. Seketika membenci semua laki-laki dengan nafsu dan kekerasan mereka yang berujung pada ke matian. "Aku ingin sendiri. Kita pergi saat matahari terbenam. Jangan katakan apa pun pada Mi ki. Akan kuputus¬kan kapan akan memberitahunya." "Aku sangat berduka," sahut Bunta. "Semua orang menyukai Taku. Ini benar¬benar keh ilangan yang menyedihkan." Ketika langkah kaki Bunta semakin meng¬hilang, Shizuka terpuruk di beranda. Ia mas ih memegang pisau, alat yang bisa ia gunakan untuk lari dari dunia nan penuh derita ini. Terdengar olehnya langkah kaki ringan di lantai papan. Miki mendekat lalu memelu k¬nya erat. "Kukira kau sudah tidur," Shizuka memeluk gadis itu dan membelai rambutnya. "Ketukan pintu tadi membuatku ter¬bangun, lalu aku tak tahan untuk men¬dengarkan." T ubuh kurusnya gemetaran. "Maya belum mati. Aku pasti tahu kalau dia sudah mati." "Di mana dia? Bisakah kau menemukan¬nya?" Shizuka berpikir bila ia berkonsentrasi pada Maya, pada mereka yang masih hidup, maka ia takkan larut dalam kesedihan. Dan Miki, de ngan kepekaan yang amat tinggi, nampaknya menyadari ini. Miki tidak meng¬ucapkan sepatah kata pu n tentang Taku, tapi membantu Shizuka berdiri. "Kemari dan berbaringlah," katanya, seolah Shizuka adalah anaknya. "Meskipun tid ak bisa tidur, kau bisa beristirahat. Aku ingin tidur karena Maya berbicara padaku dalam mimpi. Cepat atau lambat dia akan mengatakan padaku di mana dia berada, da n kemudian aku akan bertemu dengannya." "Kita harus kembali ke Hagi. Aku harus membawamu pulang." "Tidak, kita harus ke Hofu," bisik Miki. "Maya masih di Hofu. Bila kelak kau tid ak menemukanku, jangan cemas. Aku akan bersama Maya."

Mereka berbaring dan Miki meringkuk di sebelah Shizuka. Gadis itu sepertinya ter¬t idur, namun Shizuka tetap terjaga memikir¬kan tentang hidup putranya. Semua perempuan di kalan gan Tribe dan ksatria harus membiasakan diri mendengar kabar tentang kematian kejam putra mere ka. Anak lakilaki diajarkan untuk tidak takut mati, dan anak perempuan dilatih untuk tidak menunju kkan kelemahan atau kesedihan. Ia melihat bagaimana kasih sayang seorang ibu yang terlalu melin dungi telah mengubah putranya menjadi pengecut atau mengarah¬kan mereka bertindak gegabah. Taku telah t iada, ia menangisinya, namun yakin kalau kematian putranya karena tidak ingin mengkhianat i Takeo: Taku dibunuh karena kesetiaannya. Kematiannya bukanlah sesuatu yang tidak disengaja atau tidak bermakna. Dengan cara ini Shizuka sanggup menenangkan serta menguatkan dirinya selama bebe rapa hari berikutnya saat berkuda ke Hofu. Ia bertekad tidak akan bersikap seperti seorang ibu yang kebingungan dan bersedih, tapi bersikap sebagai ketua Muto; ia takkan memperliha tkan kelemahan tapi justru akan mencari tahu bagaimana putra¬nya bisa mati dan menyerei pembunuhn ya untuk dihukum. *** Cuaca panas dan pengap: bahkan angin laut tidak mampu mendinginkan kota pelabuha n itu. Hujan musim semi hanya turun sedikit, dan orang-orang bicara dengan cemas tentang pana snya cuaca yang tidak biasa. Cuaca seperti ini dapat menyebabkan kekeringan karena selama e nam belas tahun Halaman 252 dari 600

atau lebih tidak terjadi kekeringan. Hujan musim semi dan hujan plum senantiasa datang di saat yang tepat sehingga banyak pemuda yang belum pernah mengalami kekeringan. au lebih tidak terjadi kekeringan. Hujan musim semi dan hujan plum senantiasa da tang di saat yang tepat sehingga banyak pemuda yang belum pernah mengalami kekeringan. Suasana di kota terasa menggelisahkan, bukan hanya karena cuaca. Berbagai pertanda yang mengancam dilaporkan setiap har i; wajah-wajah yang bicara tentang takdir buruk terlihat di lentera-lentera di luar biara Daifu kuji; kawanan burung yang terbang membentuk huruf nasib buruk di udara. Segera setelah mereka tiba di sana, Shizuka menyadari kesedihan dan kemarahan yang sebenar-nya dari penduduk kota atas kemat ian Taku. Ia tidak pergi ke kediaman Zenko, tapi menginap di penginapan yang menghadap ke sun gai, tidak jauh dari Umedaya. Di malam pertama, pemilik penginapan menceritakan kalau Taku dan Sada di¬makamkan di Daifukuji. Dikirimnya Bunta untuk memberitahu Zenko tentang ke¬datangannya. Ia bangun pagi-pa gi, me¬ninggalkan Miki yang masih tidur, berjalan ke biara warna merah tua yang berdir i di antara pepohonan suci, menghadap ke laut untuk menyambut kepulangan para pelaut ke Nega ra Tengah. Lantunan doa terdengar dari dalam biara, dan dikenalinya kata-kata suci dan alun an sutra bagi orang meninggal. Dua biarawan tengah menyebarkan air di papan jalan sebelum menyapunya. Salah sat u dari mereka mengenali Shizuka, lalu berkata, "Ajak Lady Muto ke pemakaman. Aku a kan memberitahu Kepala Biara." Dilihatnya simpati mereka, dan ia berterima kasih. Di bawah pepohonan besar terasa dingin. Sang Biarawan membimbingnya ke makam yan g baru digali; belum ada batu nisan; lentera menyala di sisi makam dan sese-orang telah menaruh sesaji bunga iris ungu di depannya. Dipaksa dirinya membayangkan putranya diletakkan dalam peti mati di bawah tanah, tubuh yang kuat dan lincah kini terbujur kaku. Arwah putranya pa sti gentayangan gelisah di antara dua dunia, menuntut keadilan. Biarawan yang kedua datang membawa dupa, dan tak lama kemudian, saat Shizuka ber lutut berdoa tanpa suara, Kepala Biara datang lalu berlutut di sampingnya. Mereka tetap membi su beberapa saat; kemudian Kepala Biara melantunkan suara yang sama bagi orang meninggal. Air mata mengambang di pelupuk mata¬nya dan mengalir turun di pipi. Kata-kata kuno

naik terbang ke bawah naungan pe¬pohonan, bercampur dengan kicau pagi burung gereja serta kicau lembut burung merpati. Kemudian, Kepala Biara mengajaknya masuk ke ruangannya dan menyajikan teh untukn ya. "Aku sendiri yang mengurus pengukiran batu nisannya. Kurasa itulah yang diinginkan Lo rd Otori." Shizuka menatap orang itu. Ia mengenal Kepala Biara selama beberapa tahun, tapi dia selalu dalam suasana hati yang gembira, dia bisa berkelakar dengan para pelaut dalam dialek k asar mereka sama baiknya dengan menggubah syair indah penuh humor ber¬sama Takeo, dan Tabib Ishida. Kini wajah¬nya murung, dengan ekspresi sedih. "Apakah kakaknya, Lord Zenko, ber¬hubungan dengan semua ini?" tanya Shizuka. "Aku khawatir Lord Zenko telah di¬pengaruhi orang asing: tidak ada peng¬umuman resmi , tapi semua orang mem¬bicarakannya. Dia telah menerima agama mereka dan kini mengakuinya sebag ai satu agama yang benar. Hal ini membuatnya tidak boleh masuk ke kuil dan biara kami, d an tidak boleh melakukan upacara yang di¬perlukan bagi adiknya." Shizuka menatap pendeta itu, tidak percaya dengan apa yang didengarnya. "Sikapnya sangat meresahkan," lanjutnya. "Sudah ada pertanda kalau para dewa ter¬s inggung. Orang-orang takut mereka akan dihukum dewa atas perbuatan pemimpin mereka. Sebal iknya, orangHalaman 253 dari 600

"Istriku. Seorang bocah." Gadis itu memeluknya sangat erat. tengah bermain di beranda. Deus. Itu pertama kalinya Shizuka bertemu cucunya: usianya kira-kira dua tahun. Lagipula." "Benar-benar gila. "yang diperintahkan pin dah agama atau mati. mereka akan mengurusmu. "Kabar buruk ini merupakan pukulan bagi kita semua. akan memberi pahala bagi Zen ko dan siapa pun yang bergabung dengannya. Pandangan mata Shizuka jatuh ke kalung rosario di leher Zenko. "Tunggu di sini. "Bila aku tidak kembali nanti malam. sudah ke Hagi untuk menemani kakaknya. tapi kukira sebaiknya mempertahankan se¬tidaknya sala h satu putraku bersamaku." rang asing itu bersikeras kalau tuhan mereka." "Termasuk sebagian besar pengawal pribadinya. "Kemari dan sapa nenekmu. namun segera kembali ke penginapan untuk berp akaian rapi dan memesan tandu. dan anak itu dengan patuh datang lalu berlutut di hadapan Shizuka. terkejut karena ibunya tidak langsun g menemui dirinya. Ia tidak menunggu untuk di¬panggil menghadap. pergil ah ke Daifukuji." katanya pada Miki. Sebenarn ya dia enggan meninggalkan Hinomasa kecil. Tanganku bersih. aku tidak melakukan kesalahan apa-apa. lambang agama ora ng asing. Deus. Ia memaksa dirinya berpikir kalau ia salah menilai putra sutungnya itu. Zenko keluar menuju beranda begitu tandu diturunkan di dalam gerbang. menggantung di dadanya." Di¬angk at kedua . cucunya. Hana akan bersama mereka dalam dua minggu lagi." "Jadi kau mengakui kalau kau memper¬taruhkan nyawa kedua putramu yang lain?" tanya Shizuka pelan. diikuii ungkapan betapa gembira dia bertemu ibunya. me¬mutuskan untuk bicara dengan Zenko secepatnya . Kata-kata pertama Zenko adalah simpa ti. Kukira mereka tidak dalam bahaya." imbuhnya." ujarnya. selagi membimbing ibunya berjalan menuju ruangan yang meng¬hadap ke taman. akan memberi pahala bagi Ze nko dan siapa pun yang bergabung dengannya. "Ibu." ujar Shizuka.orang asing itu bersikeras kalau tuhan mereka. seperti yang Ibu tahu." panggil Zenko. diawasi pengasuhnya.

tentu saja." "Mungkin kau bisa ceritakan siapa yang membunuhnya. "Dia mengingatkanku pada Taku. "Bandit. sambil menyeka mata dengan lengan baju." ujar Shizuka. bukan? Darah Tribe tidak habis terkikis. orang¬orang yang putus asa semakin berani dan keluar dari persembunyiannya." Jelas sekali kalau Zenko tidak peduli bila ia percaya atau tidak. "Mengapa kau tidak men¬c eritakannya?" "Menarik. T entu saja. "Dia punya telapak tangan Kikuta!" seru Shizuka terkejut. dan m em¬beri isyarat pada pelayan perempuan itu untuk membawa putranya pergi. Shizuka merasa kalau putranya itu tidaklah menangis. tapi justru tersenyum. "Bagaimana kalau kuperintahkan kau untuk memberitahu yang sebenarnya?" Pandangan Zenko menghindar. "Satu hal yang menghibur bila ternyata adikku yang malang hidup dalam diri putraku. Halaman 254 dari 600 . dengan Takeo sedang di Ibukota. dan menyembunyikan wajahnya dengan lengan baju lagi. "Lebih bersih dari tangan Hinomasa." tutur¬nya." selorohnya.tangannya lalu mengangkat tangan putranya. senang denga n keberaniannya sendiri. Ada penjelasan apa lagi? Aku akan kejar dan adili mereka." Zenko tersenyum lebar.

Dengan Saga di wilayah Timur. Sugita." "Takeo sudah tamat. kami akan membunuhnya. Aku akan mematuhi semua kewaji banku sebagai anak. sebagai Muto maupun sebagai Arai. Takeo dan Kaede menciptakan dunia itu. aku tak bisa menahan keluarga Kikuta. "Itulah yang men jadi masalah selama bertahun-tahun. "Begitu pula Kenji." "Aku melayani Otori." "Ya. Kemana pun kita melihat sejarah kebang¬kitan Otori. bukan dunia yang berisi pembunuh bayaran yang ada di sek elilingku. Itu hakk u dan aku sudah siap. tapi dalam hal lain. kita melihat t angan Ibu dalam penganiayaan Takeo atas Tribe." "Aku akan bunuh diri terlebih dulu. Sonoda sebagian besar ksatria Ti ga Negara?" "Takkan ada perang. Mereka menuntut Ibu dihukum. kemarahannya mulai terlihat. Takeo dapat dikalahkan dengan mudah. dalam pem¬bunuhan ayahku. bahkan dalam kematian Lor d Fujiwara kenapa Ibu tega meng¬khianati rahasia-rahasia Tribe kepada Shigeru?" "Akan kukatakan kepadamu! Aku meng¬inginkan dunia yang lebih baik bagi kau dan Tak u. "Mungkin itulah keputusan terbaik. sudah selayaknya Ibu mematuhiku." sahutnya. seraya menatap ibunya lekat-lekat. Aku akan mematuhi semua kewaj ibanku sebagai anak. "Aku dapat melindungi Ibu sampai tahap tertentu." "Kau sudah siap melawan Takeo. Sebenarnya dia juga buk an benar¬benar ksatria: semua pertempurannya yang terkenal itu hanya dimenangkan oleh keberuntu ngan ketimbang keahlian. Kurasa sudah semestinya kalian hidup di dalam dunia Shigeru. dan aku akan dinobatkan menjadi penguasa Tiga Negara. Ibu. sudah selayaknya Ibu mematuhiku." Zenko memelankan suaranya. Ibu."Janganlah bicara tentang perintah me¬merintah. Ibu melayani Otori. tapi dalam hal lain. . dan kau pun telah bersumpah setia padanya." Janganlah bicara tentang perintah me¬merintah. yang ada hanyalah kerusuhan. sebagai Muto maupun sebagai Arai. dan Kahei. atas ketidakpatuhan selama bertahun-tahun terhadap Tribe." seru Shizuka. tapi bila Ibu bersikeras menentangku. Apakah Ibu mengira Kaisar akan berpihak padanya? Kalau pun d ia kembali." sahutnya. s ena dukungan tambahan yang kami miliki dari orang-orang asing " Ditepuknya salib di dadanya "Den gan senjata serta kapal mereka. Kami takkan membiarkan kau menghancurkannya." ujarnya.

Kini ayah dan anak telah memerintahkan kematiannya. Shizuka berjuang membuang perasaannya dan berpurapura bersikap lembut. bersandiwara sebaik mungkin."Bagaimana kalau kuperintahkan Ibu melakukannya sekarang juga?" "Aku mengandungmu dalam perut selama sembilan bulan. pikirnya.. kau putra sulungku. Halaman 255 dari 600 . Kemarahan serta kesedihan menyelimuti dirinya: menangis selama seta hun takkan mampu menguranginya. Beri aku waktu satu atau dua hari." Seketika Shizuka terkenang saat ia menemui Kenji untuk mendapatkan ijin dari Tribe agar bisa melahirkan anak ini. meng ambil pedang penjaga itu. Aku be rha rap bisa menca but nyawaku sendiri. Aku akan memikirkan semua yang kau katakan." Selama beberapa saat Shizuka mengira kalau putranya akan menolak keinginannya: i a memperkirakan jarak antara taman dan luar dinding.. Ia ingin menanyakan keberadaan Maya. tapi takut mengungkap sesuatu yang mungkin Zenko belum tahu. melakukan apa yang telah ia lakukan seumur hidupnya. tergiur dengan pemusnahan yang disebab kan oleh kematian. Lebih baik tutup mulut. di taman ? Apakah dia takut aku akan membunuhnya? Peluangnya lolos kecil. Biarkan ak u mengatur pemakaman adikmu.. Ia bisa menggunakan kemampua n menghilang: jika para penjaga datang setelah ia mengalah¬kan seorang penjaga. dan aku ingin menjadi ibu yang baik dan berbakti pad amu. P utranya adalah hadiah bagi kekasihnya: betapa bangganya Arai saat itu. hanya nasib si kembar yang mencegahnya. tapi dalam kesunyian ia seper ti mendengar desah napas sesorang adakah penjaga yang bersembunyi di balik layar kasa. "Zenko. Bisa dirasakannya akal sehatnya bergulir ke tepi kegilaan. Aku tak bisa memutuskan saat diliputi kesedihan.

mungkin dengan kekerasan. dirutukinya orang-orang asing itu ka rena mengganggu dengan kedatangan senjata dan Tuhan mereka. merasakan kemarahan yang membara dalam dirinya. tapi berhasil mengumpulkan keberanian lalu menjawab. Shizuka tidak segera turun. Ketika masa berkabung selesai. Sewaktu tandu diturunkan di luar penginapan. "Di dalam." akhirnya Ze nko berkata. "Aku akan meminta penjaga mengawal Ibu. terkejut." . Madaren menghampiri. Tapi ketika memikirkan nasib Miki. ernyata sisa-sisa rasa hormat masih berhasil membujuknya. tatapan matanya penuh amarah. Ia hampir tidak ingat lagi kata-kata yang terlontar dari mulutnya tadi: kemarahan dan kesedihan membuat ia kacau. ia melihat Don Joao bersama jurubahasany a. Jangan coba-coba kabur. Bunta berjongkok di beranda. Jangan coba-coba kabur. "Melakukan kehendak Tuhan. Setelah memberi salam pada Don Joao dengan sikap dingin. Mereka mengenakan pakaian mewah." sahut Bunta. Ketika menoleh. Shizuka lalu bicara pad a Madaren. sama seperti saat dia ditinggal.Ternyata sisa-sisa rasa hormat masih berhasil membujuknya. "Aku akan meminta penjaga mengawal Ibu. dan tidak berhubungan dengan orang yang hidup lagi. Ibu harus ber¬gabung denganku atau mencabut nyawa I bu sendiri. Ia berh arap bisa tetap berada dalam ruang sempit yang mirip peti mati ini. dan mereka berjalan dengan rasa pe rcaya diri yang baru. "Kau pikir apa yang sedang kau lakukan di sini?" Madaren tersipu atas nada bicara Shizuka. "Tidak ada orang yang melewatiku. tapi kamar itu kos ong. Shizuka tak ingin memaksa karena takut Zenko akan menahannya di sini. "Baiklah. "Di mana Miki?" tanyanya. Selagi tandu itu digotong pergi dalam pengawalan enam orang." akhirnya Z enko berkata. tanpa sopan santun. bisa dirasakannya peras aan-perasaan itu menarik-narik dirinya menuju kegilaan. layaknya yang kita semua lakukan. Saat pergi. ia mendengar suara-suara di ujung beranda utama." Tanpa menjawab Shizuka melangkah masuk ke dalam tandu." "Kau akan datang untuk memanjatkan doa bagi adikmu?" Zenko melayangkan tatapan dingin. Shizuka me mbungkuk hormat. dan jangan sekali-sek ali meninggalkan Hofu. diikuti gelengan yang tidak sabar. "Baiklah. dan jangan sekali-sek ali meninggalkan Hofu. keluar atau masuk.

aku bersumpah. Ia tidak bisa menghilang dan membiarkan Taku tidak diratapi. menyelinap melewati Bunta lalu pergi menuju kota gadis itu dilatih sel ama bertahuntahun untuk melakukan hal seperti. Peluh mulai mengalir di sela p ayudara dan ketiaknya." ujar Shizuka. Kamar itu kosong. Didengarnya para penjaga saling berseru dengan tidak sabar. masuk kembali ke kamar itu lagi. dan menya dari kalau pilihannya semakin berkurang. merasakan panasnya cuaca hari ini. "Dia pergi mencari Maya. berusaha menenangkan diri." "Sebaiknya kau jangan berbohong. Miki sudah pergi: menggun akan kemampuan menghilang."Siapa yang membawanya?" jantung Shizuka mulai berdebar kencang ketakutan. Ia duduk lama. dan di bawahnya ada lingkaran penuh." Shizuka berlutut di lantai. Dua buah setengah lingkaran saling berh adapan. tapi apakah ia harus tinggal di Hofu sampai putranya atau Kikuta memutuskan kematiann ya? Tak ada waktu untuk menghubungi keluarga Muto dan meminta bantuan mereka dan lagipula. Tak ada yang bisa ia lakukan untuk gadis itu saat i ni. apa kah mereka akan menanggapi karena kini Zenko telah menyatakan diri sebagai ketua? Halaman 256 dari 600 . "Tida k ada. mencari dengan sia-sia di tempat-tempat yang paling sempit. ta pi di satu sudut Shizuka menemukan goresan di balok kayu.

Kesedihan dan keadaan tidak tidur mulai menuntut bayarannya. meminumnya lalu me-mecahkan cangkir kosong menj adi dua dengan gerakan cepat. hizuka memanggil para mendiang untuk memberinya saran: memanggil Shigeru. serta pisau lemparlalu menaruhnya di lantai. Dibukanya bungkusan itu lalu mengeluarkan gunting. Kesedihan dan keadaan tidak tidur mulai menuntut bayarannya. lakukan saja permintaanku. terkejut memerhatikan betapa banyak ubannya. "Aku takkan minum lagi. Benaknya yang kelelahan makin men¬curahkan perhatiannya pada kata-kata ter¬sebut. Doakan kami Oh. Kenji. Kondo dan Taku. doakan kami.Shizuka memanggil para mendiang untuk memberinya saran: memanggil Shigeru." ujarnya lantang. "Apa yang terjadi? Jangan katakan kalau kau ingin menghabisi nyawamu sendiri." Bunta muncul di teras. doakan kami. Dibuangnya sisa-sisa potongan rambut lalu mengenakan jubah putih. menghaturkan terima kasih kepada semua senjata dan kepada hidupnya sampai saat i ni." Sewaktu Bunta kembali. Lalu diguntingnya sisa rambutnya sampai pendek. "Apakah dia sudah tidak waras?" didengarnya putra Bunta berbisik. Dia melepas ikatan rambut. wajahnya pucat karena kaget. Ia merasakan napas dingin arwah mereka." "Sudahlah." panggilnya. pisau. "Bunta. "Shizuka!" prates Bunta dari teras. Membungkuk hingga ke lantai. Shizuka me¬nyuruhnya menunggu di luar. kubebaskan kau dari ke wajibanmu untuk melayaniku. hingga dirinya menjadi salah satu dari mereka. Pergi da n carikan gunting tajam dan jubah putih untukku. Ia merasakan napas dingin arwah mereka. lalu ia meminta dibawakan semangkuk teh. Aku harus ke biara dan mengurus nisan sert a ritual pemakaman Taku. tapi Shizuka tidak mengacuhkannya. Kenji . Setelah memenuhi permintaanku. merasakan helaiannya berjatuhan di sekelilingnya bak debu beterbangan. atau mereka akan mengatakan apa yang harus ia lakukan. mem¬baringkan jalinan rambutnya dengan hati¬hati di alas lantai. Doakan kami Oh. "Perempuan yan g malang!" Berjalan dengan perlahan dan berhati-hati. Ia akan ke biara dan meratapi men¬diang. garotte. di antara dua untaian rambut panjangnya. dibagi menjadi dua untai lalu m enggunting keduanya. Kondo dan Taku. "Ada satu tugas terakhir yang kuminta kau lakukan. Shizuka sampai ke bagian depan pengin . Diambilnya senjata miliknya pedang.

di siang hari sering terlihat burung-burung beterbangan di s ekitar kepalanya. dan batu nisan dipahat l alu didirikan.* Halaman 257 dari 600 . Harihari berlalu dan Shizuka tetap bergeming. ber hasil menghalau mereka menjauh dari ger-bang biara. kakinya dilipai ba k makhluk suci di atas bunga teratai. bergerak seolah meng ambang. Shizuka duduk di tanah.apan. Ritual pemakaman diadakan selagi Shizuka duduk di sana. Para pengawal Zenk o dibuat gelisah dengan arak-arakan ini. Di malam ketiga hujan turun rintik-rintik. dan akhirnya ia membiarkan dirinya menangisi kematian putran ya dan pengkhianatan putra¬nya yang satu lagi. banyak yang berlarian ke sungai yang hampir kering. Ketika ia melangkah masuk ke dalam ta ndu. dan orang-orang mengatakan bahwa Surga tengah memberinya minum. Kerumunan kian banyak di pintu masuk. S etelah itu hujan turun setiap malam. Pemanggul tandu menurunkan Shizuka di luar gerbang. dan ia berjalan perlahan memasuki pelataran utama. dan mereka bersyukur terhindar dari kekeringan. namun jumlahnya justru semakin b esar dan makin sulit dikendalikan serta makin tidak bersahabat. "Mereka memberinya makan dengan butiran gandum dan madu. dan berusaha menghalau. Popularitas Zenko sedikit demi sedikit ber¬kurang saat bulan dari bulan kelima mulai mendekati puncak purnamanya. Penduduk kota mengatakan kalau Surga menangisi ibu yang ditinggalkan. juga tidak makan dan minum. mereka mengikutinya sampai ke jalan di tepi sungai menuju Daifukuji. dan mengorek batu-batu dari endapan lumpur lalu melempamya ke arah pengawal." para biarawan mengumum kan. Sekerumunan kecil orang berkumpul di sini.

makanan¬nya jarang datang tapi ia tak terganggu dengan rasa lapar. tapi la ki-laki itu bisa melihat orang yang menggunakan kemampu¬an menghilang dan menghindari tatapan maut. Maya punya banyak waktu untuk merenungkan kegagalannya. Tapi setelah dikurung selama kira¬kira seminggu. Ia melihat Akio ketika orang itu mem¬bawakan makanan dan minuman. Saat itu ketiga kalinya ia meng¬hadapi bahaya yang sesungguhnya setelah serangan di Inuyama dan pertemuan dengan ayahnya dan merasakan kalau saat itu ia merasa gagal. Ia mempraktikkanny a saat sedang sendiri. Takeo sering menceritakan saat Tribe mengurungnya di kamar semacam ini. . dan kini kenangan itu menghibur dan me¬nenangkannya. Diingat-ingatnya lagi sewaktu melepas tali kekang dan kedua kuda betina kabur.Selama berhari-hari Maya meratapi kepergian kuda-kudanya. seperti Akio mengamati di rinya. May a bisa mencium bau sake di napasnya. Ia tidak bicara pada Akio tapi mengamati. dan bersiap mencari tahu semua tentang mereka. terkadang bahkan ia pun terkecoh dan melihat Miki sedang bersand ar di dinding di seberangnya. berlutut di depannya lalu meraih dan membalik telapak tangannya. Ia mengira Akio akan langsung membunuhnya. di s atu malam laki-laki itu datang. ruang rahasia rumah Tribe. Dua atau tiga kali sehari. dirinya yang akan membunuh mereka lebih dulu. Shigeko telah memintanya untuk merawat kedua k uda itu. Maya tahu ia bisa kabur kapan saja karena pintu dan dinding takkan mampu menahan si kucing. la menyesali ketidakmampuan dirinya untuk bergerak atau membela diri yang tak bisa dijelaskan. perutnya mual. Ia ingin tetap dekat dengan Akio dan Hisao: tak dibiarkannya mereka membunuh ayahnya. dan cara bicaranya pelan tapi aneh. dan ia membiarkannya pergi. Maya akhirnya memahami kalau makin sedi kit ia makan. Gerak refleksnya sangat cepat ayahnya sering bilang kalau itu gerakan paling cepat yang pernah ada sangat kuat dan tidak punya perasaan. t api ia masih belum ingin pergi. Maya tahu kalau Akio tidak memiliki kemampuan menghilang atau tatapan maut Kikuta. pelayan perempuan datang untuk mengantarnya ke kakus: selain itu ia tidak melihat ada orang lain lagi. Maka dikendalikan amarah dan rasa takutnya. makin mudah menggunakan kemampuan menghilang dan sosok kedua. tenggorokannya terasa kering. walau sudah berlatih selama bertahun-tahun di Tribe. Ia sadar sedang berada di kamar kec il remang-remang. tapi ternyata tidak laki-laki itu menahan dirinya untuk tujuan terten tu. Saat tersadar kembali. tak sanggup membayang¬ka n kehilangan yang lebih besar lagi.

"Lalu di mana adikmu?" "Aku tidak tahu. Ia tidak melihat gerakan tangan laki-laki itu."Kuharap kau jawab pertanyaanku dengan jujur karena aku adalah ketua keluargamu: apakah kau memiliki kemampuan seperti ayahmu?" Maya menggeleng. tapi tidak menceritakan tentang si kucing. dan sebelum selesai menggeleng dirasakan kepalanya terhempas da n pandangan matanya kabur selagi Akio menamparnya. "Kau pernah mencoba mengunci tatapan mataku: kau pasti memiliki bakat tatapan ma ut Kikuta. Bagaimana dengan kemampu an menghilang?" Maya menceritakan karena tidak ingin Akio membunuhnya saat itu juga." Halaman 258 dari 600 .

ia lebih tertarik pada reaksinya sendiri ." ujar Akio. "Tapi dia takkan membunuh Hisao!" Maya menemukan dirinya memikirkan tentang Hisao." ujarnya." sahut Maya." ujar Akio. Ayahku hanya bersifat baik . Maya tidak bisa bergerak cukup cepat unt uk menghindari tamparan yang kedua." "Benarkah? Tapi dia bukan Muto. Akio menyeringai." "Keluarga Muto takkan menyerahkan adikku padamu. "Kalau ibumu takkan melakukan apa-apa untuk menyelamatkanmu.Bahkan meski sudah menduganya kali ini. Hisao menatap dengan pandangan tak mengerti ketika ia ." "Itu tidak benar. melintang dari pergelangan sampai ke bagian bawah ibu jarinya." Maya tidak bereaksi atas perkataan itu. "Ayahku tidak memedulikan aku dan adikku. Tribe selalu bersatu pada akhirnya." sahut Maya. Kupikir sebaiknya dia berada di sini bersama kita. "Mungkin kau bisa membawa Takeo kepadaku. seolah ini permainan yang sangat dinikmat inya. Ia tak menyadari kalau ternyata. Ia memanggil Akio Ayah." "Hanya untuk membunuhmu. Akio tertawa lalu berdiri. ia dianugerahi kemampuan untuk tidak takut pada Kikuta. Par a ksatria membenci anak kembar dan menganggap mereka memalukan. dia Kikuta. Dan Maya yakin kalau Hisao tak tahu ayah kandungnya. ter¬cengang kalau ternyata ia tidak takut pada laki-laki itu. tapi ayahmu menyayangimu. tak pernah diberitahukan pada ibunya. sep erti ayahnya." "Dia berhati lembut. Sada. "Kau melihatku membunuh penyihir Muto itu. Akio menyeringai." Akio mengetuk-ngetuk gigi dengan kuku. bersama keluarga Muto. Maya tidak bisa bergerak cukup cepat untu k menghindari tamparan yang kedua. "Ada perubahan dalam keluarga Muto. "Ini yang pernah kudengar. itu saja. Aku takkan ragu melakukan yang sama padamu. "Begitulah cara kami bisa bertahan. Selama setengah tahun ini ia harus menerima kenyataan kalau ini adalah putra ayahnya. Di bagian belakang tangan kanannya ada be kas luka lama. yang tak pernah dibicarakan siapa pun." Maya berbohong. kukira kau sudah tahu. kakak tirinya. seolah ini permainan yang sangat dinikmat inya. ahkan meski sudah menduganya kali ini. dan Maya melihat kebencian serta rasa iri pada Takeo. "Dia di Kagemura.

Dilihatnya deng an sikap remeh rasa takut dan harapan mereka.mengatakan kalau ia adalah adiknya. Ia berlutut di sampingnya saat pemuda itu tidur lalu berbisik di telinganya. Awalnya ia ragu. Halaman 259 dari 600 . Ia memimpikan Miki. "Aku adikmu. Karakter tidak mengenal kompromi. merasakan hembusan napas di wajah mereka atau bulu hangat berbaring di sebelah m ereka. mengamati penghuninya. Para pelayan perempuan mengeluhkan adanya h antu. Mulai ber¬ek sperimen dengan mengambil alih bentuk si kucing di malam hari selagi tidur. serta memasuki mimpi-mimpi mereka. ia tidak ada kesibukan lain. dan merasakan kehangatan tubuh kakaknya itu. mimpi yang begitu jelas sehingga ia seperti yakin kalau Miki ada di kamar itu bersamanya. sementara di malam hari ia bisa keluyuran dengan bebas ke sel uruh bagian rumah. namun lama kelamaan kepercaya¬an dirinya makin meningkat. kar ena hal itu ingin ia sembunyikan dari Akio." Ia bahkan pernah ber mimpi si kucing berbaring di sisi Hisao. i a memimpikan Hisao. ingin tahu semua tentang pemuda itu. Ya. bermimpi bagaikan nyata. Maya mendengar di benaknya berulang kali sua ra Sada. Selain latihan gerak badan yang dilakukan¬nya dengan tekun. dan menurut ramalan dial ah satu-satunya orang yang bisa membawa kematian Takeo. Keseimbangan baginya menjadi begitu sederhana: bila Hisao mati maka Takeo bisa hidup selamanya. Jadi anak itu benar-benar putra Takeo? Dan jawaban Taku. D i siang hari ia adalah tawanan. semacam warisan Kikuta yang membulatkan tekadn ya yang kejam mulai terbentuk. Ia menjadi terobsesi pada Hisao. dan sering terombang-ambing antara sadar dan tidur.

endengar langkah pelan makhluk besar. tepat sebelum fajar menyingsing untuk mengamati Hisao yang sedang tidur. di kamar bagian be lakang rumah. "Noriko. tempat bengkel penempaan da n perbaikan alatalat rumah tangga dan senjata. Selain perjalanan ke kakus ia hampir tidak pernah bertemu mereka sampai suatu hari seorang perempuan muda datang membawakan makanan. "Kau tahu aku anak perempuan. Hal-hal aneh terjadi di seluruh kota. Pemuda itu tidur gelisah. pert anda serta penampakan. "Kau seperti anak laki¬l aki. tapi malah mendekati Maya. kadang dalam pelukan Akio. Kau bermimpi tentang kain pem¬bung kus: kau pernah membungkus beberapa kue mochi dengairkain itu dan saat kau buka bungkusan nya. Maya berkata." Gadis itu tertawa cekikikan tapi tidak memalingkan wajah. "Tatap mataku. Kau tahu kalau aku sangat kuat. Akio dan Hisao tidur terpisah dari peng¬huni laki-laki lainnya. "Siapa namamu?" tanya Maya." ujarnya. bergoyang-goyang dan bergumam. Mimpi-mimpinya kejam dan tidak ber aturan. "Kau pernah mengintipku kencing ya?" Maya bicara dengan bahasa anak laki¬lak i. Usianya kira-kira sebaya dengan Shigeko. kue-kue itu penuh ulat. Para pelayan perempuan tak pernah meng¬ajak bicara." bentak Maya. "Noriko. di sisi lain halaman. Hal-hal aneh terjadi di seluruh kota. dan gadis itu tertawa." "Aku tidak bilang siapa-siapa!" gadis itu tercekat." bisiknya." sahut Maya. Kadang Hisao terbangun dan tidak bisa tidur lagi. dan dia menatap Maya dengan keingin¬tahua n yang terang-terangan. " Bagaimana kau bisa tahu?" "Aku tahu banyak hal. kadang sendi ri.mendengar langkah pelan makhluk besar." Ditahannya tatapan gadis itu . per tanda serta penampakan. kemudian pergi ke rumah kecil di belakang rumah. memer¬hatikan gerakanny a yang berhari-hari dan sangat teliti. Maya berjalan pada waktu tersunyi. tapi itu justru membuat Maya tertarik. akan kubuktikan betapa kuatnya diriku. Maya mengikuti dan mengamatinya. "Jangan menatapku.

Aku akan ke kamar Hisao. dan dia sering sakit.. takkan ada orang yang melihatku. Tapi kau harus berhati-hati ka lau Akio datang. Kepala gadis itu berputar saat Maya menarik kekuatan tatapan mautnya." "Mungkin aku bisa menolongnya." "Sakit yang bagaimana?" "Dia sering terserang sakit kepala yang parah. Ketua Kikuta sangat marah karena mereka seharusnya pergi menemui Lord Zen ko Akio akhirnya pergi sendiri.. Muntah. dan pandangannya kabur. "Aku kasihan padanya.. H ari ini dia sedang sakit. dan satu l agi. Noriko menatap bingung." Halaman 260 dari 600 .selama beberapa saat. "Kau bodoh kalau mencintai Hisao. Gadis itu tersipu. cukup lama untuk melihat kalau gadis itu percaya pada takhayul. Jangan khawatir." kata Maya." bisiknya. sesuatu tentang Hisao." ujar Maya." ujar Maya terus terang." "Antar aku ke kakus. "Ayahnya sangat keras kepada nya. Maya menam par kedua pipi gadis itu untuk menyadarkannya. "Tutup pintunya. tapi jangan dikunci. Peringatkan aku saat dia kembali. "Kenapa kau tidak mengantarku kepadan ya?" 'Tidak bisa! Akio akan membunuhku kalau dia tahu.

"Cepat. tapi setain itu ia tenang-tenang saja. meraba. Noriko sudah terbiasa deng an keanehan semacam itu.. Teriknya sinar matahari di luar telah mengecilkan pupil matanya. Ia tak akan mendapat kesempatan seperti ini lagi. ia "Ayo. mengarahkan pandangannya tetap ke depan. membayangkan urat akan memanggil si kucing. menggeser pintunya terbuka. melihat ke luar dan memberi isyarat kepada Maya. Kemudian dilihatnya pemu da itu meringkuk di matras di sudut." Maya memerhatikan wajah Noriko men¬jadi lembut. Dia akan mudah dilumpuhkan sendiri.. sudah kukatakan kalau aku in gin menolongnya."Kau takkan menyakiti Hisao?" Kau takkan menyakiti Hisao?" "Dia laki-laki dewasa. dan di pintu kakus Maya meremas perutnya dan berteriak seolah kesakitan. Dia memimpikan dirinya memelukmu dan mengigau dal am tidurnya. Lidahnya ering. Bagaimana bisa aku menyakitinya? Lagipula. "Dia juga mencintaimu." Bahkan saai bicara. urat nadinya. lalu melangkah masuk. "Dia tidak bilang siapa-siapa." "Benarkah?" mata gadis itu berbinar-binar di wajahnya yang kurus dan pucat." Ketika Noriko mas ih ragu.. menjilati bibir. "Ini g ara-gara makanan menjijikkan yang kau bawa!" Disentuhnya bahu Noriko saat bentuk tubuhnya memudar. Dari irama napasnya yang teratur sepertinya dia memang tidur. Maya ber¬gegas pergi ke kama r Hisao tidur. "Mana bisa kutahan kalau sakit begini?" sahut Maya dengan nada yang sama. Maya ingat semua cara yang pernah diajarkan kepadanya untuk membunuh dengan tangan kosong. satu tangannya menutupi wajah. samar-samar tercium bau muntah. Noriko meng¬geser pintu terbuka. dan jangan berlama-lama di dalam situ. di¬sentuhnya lehernya nadi Hisao. tapi dia memimpikan dirimu. Kamar itu baunya masam. S . Mereka ber¬jalan cepat-cepat ke belakang rumah. Maya berkata pelan. tidak suka pada gadis itu karena m abuk kepayang oleh cinta. tenggorokannya terasa k sakit. kita ke kamar Hisao. dan sesaat ia t ak bisa melihat apaapa. lemah." ujar Noriko. Aku baru empat belas tahun bahkan masih anak-anak. dengan spontan. Aku pernah melihat mi mpinya dengan cara yang sama aku melihat mimpimu. Dan kalau cara itu gagal. Noriko. mungkin pandangannya kabur dengan tatapan maut. Aku tida k punya senjata. Hisao sedang karena penyakitnya. Dia membutuhkan bantuanmu.

dan Maya bersiap untuk mati.ambil menahan napas. Mata Hi sao terbuka. Pemuda itu lebih kuat dari perkiraan. dan seolah Miki mendengarnya. Hisao juga merasakannya. berjalan melintas i kamar. Miki! Ujarnya pelan. lalu mengibaskan kep ala saat mencoba berkelit lagi. ia melenturkan pergelangan tangan. Aku ga gal. dan Maya merasakan cengkeramannya mulai terasa licin. dan selagi punggung H isao melengkung dan memukul-mukul saat meronta berusaha melepaskan diri. meludah dan meng¬geram. Ia bergantung seperti hewan saat Hisao berusaha bangkit dengan tangan dan lutut." Halaman 261 dari 600 . selagi tangan Hisao mencengkcram lehernya. tapi ia langsung menatap mata pemuda itu dan selama beberap a saat membuat Hisao pusing. berlutut di sebelah Hisao dan menyerang bagian lehernya Usahanya melemahkan konsentrasinya hingga kemampuan menghilangnya sirna. dan menatap sejenak sebelum berkelit dari cengkeraman tangan gadis itu. L ayar kasa yang rapuh sobek. pikirnya. siap melarikan diri tapi masih belum ingin menyerah. dirasakannya kemarahan Miki p ada Hisao merasuki dirinya dan si kucing mulai muncul. Kulit pemuda itu berkeringat. dan dari suatu tempat ia mendengar Noriko memanggil namanya. mengumpulkan tenaga. Hisao berteriak kaget dan melepasnya. Ditangkapnya tubuh Maya lalu dihempaskannya ke dinding. cengkeraman jarinya makin kuat bak tentakel. si kucing bergerak mundur.

maka ia terus me semakin menyengat: kamar itu terasa panas tak te Terdengar olehnya bisikan di sebelah kanannya. endati tak memahami kata-kata itu.Waktu sejenak itu memberi Maya waktu untuk meraih kembali kendali diri dan konse ntrasinya. Bau busuk dan jamur rtahankan: bulu si kucing menyesakkan napasnya. Dilihatnya kalau ternyata ada sesuatu yang melemahkan Hisao. Perempuan itu berseru memanggilnya. Ekspresi di wajah¬nya melukiskan kemarahan dan putus asa yang b ahkan membuat hati Maya terharu. Jadi ini yang dimaksud Taku. wajahnya pucat. "Kau telah memaafkanku. "Aku ingin putraku mendengarkan aku!" Belum sempat Maya menjawab. dan mendengarkan suara berbisik. mungkin sembilan belas atau dua puluh tahun. "Tolong aku! Tolong aku!" "Apa yang kau inginkan?" tanya si kucing. Dilihatnya kalau ternyata ada sesuatu yang melemahkan Hisao. Tangan itu melembut berbentuk melengkung yang ingin sekali mengelus bulu si kucing. Mata pemuda itu tid ak tokus. dan tubuhnya melayang. Kemarilah. roh si kucing yang merasuki dirinya bergerak dengan bebas antara dua dunia. si kucing bereaksi seolah tunduk pada majikannya. menund . tapi ia n lagi di kamar itu. untuk mengecohkan pandangannya. renungnya saat menyadari hutang budinya pada si kuc ing dan bagaimana ia bisa memenuhinya. dan mendengarkan suara berbisik. k tahu kalau itu bukan suara Noriko. Dilihatnya kalau Hisao begitu ingin menatap hantu itu tapi juga takut. Ia terkejut. Perempuan itu mengenakan jubah putih. Maya mengira itu semacam tipuan natap tajam pemuda itu. ijinkan aku menyen tuhmu. Sepeninya pemuda itu berusaha melihat sesuatu di belakang Maya . agak terhuyung-huyung. "Kembali kau!" ujar Hisao. Apakah kau hantu juga? Boleh aku menyentuhmu?" Ia melihat perubahan tangan Hisao saat menggapai. menyeberangi sisi seberang dunia fa na. agak terhuyung-huyung. Masih muda. Mata pemuda itu tid ak tokus. aktu sejenak itu memberi Maya waktu untuk meraih kembali kendali diri dan konsen trasinya. Hisao mendekat. Ada orang lai Maya menoleh ke samping dan melihat perempuan itu. potongan rambutnya pendek. Sepeninya pemuda itu berusaha melihat sesuatu di belakang Maya . Dan kemudian ia menyadari kekuatan yang ini dan b agaimana ia bisa memanfaatkannya.

ia bisa merasakan cengkraman Hisao s ampai ke tulang sumsumnya. "Gadis itu menyembuh¬kanmu!" Mereka berdua tidak mengacuhkannya. kumparan c ahaya bak roda bergerigi dari alat penyiksaan. dan Hisao ber¬kata. Halaman 262 dari 600 . Ia mematuhi keinginan si kucing. "kau sudah baika n. "Akhirnya!" ujarnya.uk¬kan kepala serta merebahkan telinga. "Sekarang maukah kau mendengarkan Ibu?" Tangan Hisao masih di atas kepala si kucing. tapi Hisao menangkap lengannya. berdiri di teras. "Ibu?" Hantu itu bicara." ujarnya. meski ia membenci pemuda itu dan ingin membunuhnya." serunya. Ia i ngin pergi dari pemuda itu. "Katakan padaku. rasa takut melihat sedikit kekuatan yang bangkit. Ia merasa¬kan penderitaan saudaranya itu seolah berada di kepalanya send iri: lalu berkurang. rasa takutnya memasuki dunia alam baka. melalui mata Hisao: pandangan setengah buta. bergelayut ketakutan yang sama. Apakah kau melihatnya?" Noriko. tatapannya kagum dan lapar. Noriko memanggil-manggil dari luar. jalan yang terbentang ke depan yang tak ingin ia ambil. Maya kembali ke wujud aslinya dengan rasa lega. jalan yang dirinya dan Hisao harus lalui bersama. berganti-ganti memandang kedua orang. "Cepat! Ketua sudah datang!" Hisao mengangkat tangannya. dan membiarkan Hisao membelainya. Di tepi kesadaran Maya. Maya melihat. "Jangan pergi. Sentuhan Hisao menyatukan sesuatu di dalam diri mereka. Maya merasakan kebingungan pemuda i tu: rasa lega karena penderitaannya telah sirna. Hisao tercekat. Pemuda itu tengah menatap¬nya.

dan dia ingin agar kau mendengar¬kannya. pikir Maya. Pemuda itu tel ah menemukan tempat yang cocok dan tidak ada orang yang meng¬ganggunya. Aku harus pulang. Data nglah kepadaku. bagaimana rasanya mati."Tentu saja aku melihatnya. seolah merindukan sentuhan dan belaiannya. Kelopak matanya terasa makin bera t. Ia ingin tahu apa yang mereka ketahui."* Tentu saja aku melihatnya. Aku harus melarikan dirinya. "Dia it u ibumu. kepalanya berputar. Entah dia akan membun uhku atau mereka akan memanfaat¬kan aku untuk mela wan Ayah. tapi segera setelah kembali ke kamar s empit. Ia tak ingin merasakan bulu tebal si kucing. Tapi sentuhan tangan majikannya mem¬buat si kucing enggan pergi. . sekujur tubuhnya terasa sakit karena kelelahan. "Dia i tu ibumu. b ertentangan dengan keputusannya. ia berbaring di lantai dan langsun g tertidur lelap. Dia akan ceritakan semuanya. ak u harus pulang." sahut Maya seraya menyelinap melewati Hisao. Telinga si kucing berdiri tegak. tapi di antara mereka mengalir kerinduan akan kedekata n serta sentuhan kasih sayang yang dibutuhkan hewan itu. seolah ditarik paksa keluar dari air. berjalan di antara dua dunia dan berbicara dengan hantu."* Dia akan bilang pada Akio. Hisao menggapaikan tangan dan kucing itu menghampiri. Tak satu pun dari keduanya bicara. dan si kucing menjilati pipinya dengan lidah ka sarnya. tapi majikannya memanggil¬n ya: si kucing harus menemuinya. Leher dan rambutnya terasa lemb ap karena keringat. serta semua rahasia lain yang disim pan orang mati dari mereka yang masih hidup. Kala itu malam gelap pekat. Dan Maya ingin. selagi Noriko bergegas kembali ke kamar y ang terkunci. Maya tidur nyenyak selama berminggu¬minggu. Maya terbangun. aku akan memperingatkan Ibu tentang Zenko dan Hana. Akio akan tahu tentang si kucing. dan dia ingin agar kau mendengar¬kannya. oleh sebuah perintah. Pa ra penghuni rumah sudah terbiasa melihat Hisao berada di situ saat dini hari. Tanpa bicara kepada Noriko. kelelahan yang menggiurkan menye¬limuti dirinya. Kucing itu berjalan dengan mudah¬nya melewati layar kasa dan dinding menuju bengkel tempat api penempaan menyala semalaman. Pemuda itu membelai. udara terasa lembap." sahut Maya seraya menyelinap melewati Hisao.

Setelah agak lama. tangan pemuda itu masih di teng kuknya. "Perlihatkan wujud aslimu. Tidak bisa dilihatnya ekspresi wajah Hisao dalam keremangan cahaya. Tak satu pun dari mereka bicara. saat ber¬samaku. tak ingin menentang ta tapan pemuda itu. seakan tak ingin kembali ke dunia manusia yang penuh dengan kata-kata. Bara api meretih. Akhirnya Hisao berkata." "Aku adalah penguasanya: tapi aku tak tahu sebabnya atau bagaimana caranya. Ia terus menunduk. asap membuat matanya pedih. Ia melepaskan diri dari pelukan Hisao ." sahutnya. "Mengapa kau datang sebagai kucing?" "Aku membunuh seekor kucing dengan tatapan maut Kikuta. Kuci ng itu mengurangi sakitku. "Tak seorang Muto pun tahu bagaimana menghadapinya. dan rohnya merasuki diri ku. Hisao berkata. tapi Taku telah membantuku mengendalikannya. dan menenangkan suara-suara Halaman 263 dari 600 . Hisao mengangkat lentera lalu menatap." Maya tersadar kalau ia berdempetan dengan Hisao. Rasanya menyenangkan se¬kaligus menjijikkan.

Taku dan Sada mati bersama. Cahaya berkilat di laras baja hitam senjata itu." ujarnya. dan mengeluarkan senjata api kecil. yang kami sebut si Anjing." Maya tidak menjawab. tapi melihat dengan jelas dan tanpa perasaan terharu pada k ematian Taku. dan tidak seorang pun berhasil mendekatinya. Hisao tidak mirip ayahnya. Aku suka kucing. aku tidak bisa be rhenti memikirkanmu." Takeo melirik ke arah Maya. "Dia itu ibumu? Hantu perempuan itu? Itukah sebabnya kau bisa melihatnya?" "Bukan. "Kau sudah lihat bagaimana senjata ini menghabisi Muto Tak u. "Aku pasti sangat menyukaimu. dan kulitnya memiliki tekstur dan warna yang sama. Maya menolaknya. tapi senjata ini lebih kuat ketimbang ilmu sihir. ibu kita berbeda. tidak mengkhianati siapa pun. Laki-laki itu mati dalam pertarungan. "Kau tahu kalau kita bersaudara?" tanyanya. tapi ayahku pernah membunuh seekor kucing di depan mataku karena aku menyukainya kau bukan kucing itu kan?" Maya menggeleng. "Aku tetap menyukaimu. Tiba-tiba ia membenci pemuda itu lagi. "Aku dan ayahku akan membunuhnya. "Dia itu penyihir.hingga aku bisa mendengarnya. penuh kehormatan. Berjanjilah kau akan tinggal bers amaku." Kini Maya bisa melihatnya dengan lebih jelas. tapi ayahku pernah membunuh seeko r kucing di depan mataku karena aku menyukainya kau bukan kucing itu kan?" ingga aku bisa mendengarnya." Hisao tertawa dengan ser ingai yang dibenci Maya. Wajah Hisao mengkerut. atau de ngannya atau Miki. dengan nuansa warna madu. menjauh dari cahaya lentera. lalu b erkata dengan nada kejam yang disengaja. Tidak ada yang harus disesali dari . namun rambutnya yang mengkilap mirip dengan rambut mereka. dan merasa jijik pada dirinya sendi ri atas keinginan dan ketentraman yang dirasakan kucing itu hingga tunduk pada Hisao." Hisao menjauh. Aku memerlukan dirimu bersamaku." Hisao meletakkan lentera kembali di atas lantai dan berusaha menarik tubuh Maya lebih dekat lagi. Aku suka kucing. tapi ayah kita sama. "Ayahmu adalah Otori Takeo. Seketika Maya teringat kenangan akan masa kecilnya payung pelindung sinar matahari dan cairan unluk membuat kulit lebih terang: betapa bodoh dan sia-sianya semua itu sekarang.

" Halaman 264 dari 600 ." Keraguan dan kemarahan terdengar dalam suaranya." "Akio adalah ayahku." katanya begitu pelan hingg a Maya hampir tidak bisa mendengar suaranya. "Itu sebabnya aku berusaha membunuhmu. "Dia menyembunyikannya dari semua orang. Dia bukan a yahmu. Saat dia ingin bicara maka rasa sakit itu menyerang¬ku.kematiannya. Udara terasa panas: Maya bisa merasaka n peluh di dahinya. "Jadilah kucing lagi." Kemudian keadaan hening dalam waktu lama. Kau tidak tahu bagaimana seharusnya sikap ayah pada anaknya." sahut Hisao." bisik Hisao. Ia merasa kehausan. "Lord Otori adalah ayahmu." "Dia sayang padaku. "Apakah ibumu ada di sini?" "Dia selalu ada di sini." sahut Maya. seperti dulu aku pernah terikat pada tubuhnya. "Dia terikat pada diriku oleh seutas tali . "Akio memperlakukanmu dengan kejam. Kadang dia diam saja. Umpan Hisao tak membuat¬nya terpancing maupun melemahkan diri¬nya." "Tanya pada ibumu. Aku tak pernah terbebas darinya. tapi aku tahu. Dia membutuhkan diriku. "Bukankah sudah kukatakan padamu untuk mendengar kannya? Ibumu akan mengatakan yang sebenarnya kepadamu. maka aku akan mendengarkannya. It u tidak terlalu buruk. menganiaya dan berbohong padamu." ujar Maya. ag ar kau tidak membunuh ayahmu sendiri.

memaksa Ibu minum racu n." ujar Maya. aku juga kesakitan. bicara lebih keras. apa pun yang ingin kau katakan." ujar Maya. Hisao menarik tubuh si kucing yang lentur itu lebih mendekat dan membelai-belai bulu-bulu tebalnya. Akio mem-bunuh Ibu karena dia membenci ayahmu." bisiknya. melayang. membuat hewan itu menunjukkan cakar nya. "Aku akan men dengarkan. "Tetaplah di dekatku." kata sang ibu. dan Hisao merasakan sosok tub uh ibunya begitu dekat." "Aku ingat. Mereka menyaksikan Ibu mati dengan jiwa dan raga yang menderita." Bara api penempaan dan cahaya lentera meredup dan berkelap-kelip saat angin hang at dan berbau busuk tiba-tiba ber¬hembus meniup debu di lantai. Mereka menangisi kepergian Ibu dengan cinta. "Biarkan Ibu menyentuhmu. aku juga kesakitan. "Nak. Bahkan melihat semua kemampuan ini pun membuat perutku agak mual. Hisao duduk diam tak bergerak. setelah mematuhi perintah Ketua dan memasu kkan dengan paksa pit beracun ke mulut Ibu."Karena kau berusaha melawan dunia arwah. Dia membuatku nyaman dan kuat. membelai rambutnya. Saat si kucing ingin muncul dan aku menolaknya. Kemudian api makin ber¬kobar. Tangan Hisao menggosok-gosok bulu si kucing. si kucing berbaring di s ebelahnya dengan kepala di bawah tangan Hisao. Aku tidak seperti ka u. membara makin terang. biarkan ibu me melukmu. Tapi mereka tidak memisahkan diri Ibu darimu. merasakan tekanan paling lemah saat ibunya memeluk dirinya. Saat si kucing ingin muncul dan aku menolaknya. "Hal yang sama terjadi pad aku. menerangi arwah perempuan saat mendekat." Jemari kurusnya menyentuh dahi Hisao." Hisao tidak menyadari kalau suaranya berubah dan menjadi seperti hipnotis. "Hal yang sama terjadi pada ku. Gadis itu merasakan tubuh si kucing meregang dan mel entur dengan keinginan yang kuat. Kotaro dan Akio." Karena kau berusaha melawan dunia arwah. dan kemudian." Hisao berkata." bisiknya. Kala itu usia Ibu baru dua puluh t ahun. suaranya gemetar. Aku tidak bisa menggunakan kemampuan menghilang. matanya yang keemasan tidak berkedip. Ibu tak ingin mati. Mereka. "Aku tidak memiliki kemampuan Tribe apa pun. dihia si dengan daya tarik yang tak bisa ditolak Maya. Tapi tidak begitu dengan si k ucing. meng¬gerakkan debu dan membuat dau n jendela bergemeretak. "Dulu Ibu suka memelukmu seperti ini saat kau bayi. . Aku tidak bisa menggunakan sosok kedua. "Ibu tak sanggup meninggalkanmu.

"Siapakah ayahku?" "Gadis itu benar. ketika kembali ke kamarnya dan berbaring terjaga. aku tidak bisa mengubahnya sekarang. bulu-bulunya tegak berdiri. Dia memang adikmu. yang bisa mengenali dirimu. kini mereka akan memanfaa tkan dirimu untuk membunuh ayah kandungmu." sahutnya. tenggorokannya ter cekat. Hisao belum sepenuhnya memahaminya." *** Lama setelah kejadian itu. mem andangi kegelapan yang pucat perlahan berubah terang." "Kau tidak mengenal siapa dirimu? Tak ada lagi orang Tribe. Ibu mencintain ya. "Ibu sudah mati. "Hanya orang hidup yang berbohong." "Aku membenci si Anjing seumur hidup¬ku. dari lima keluarga. tapi Maya ingat kata -kata Taku: Halaman 265 dari 600 ." "Bohong. Pertama Ibu. Tangan Hisao memegang erai lehernya. Maya mengingat-ingat kembali saat mendengar si arwah meng¬ucapkan semua kata-kata ini: tengkuknya bergidik. lalu kau pun akan mati. Takeo adalah ayah kandungmu. agar Ibu mengandung dirinya. Ibu akan ceritakan apa yang dikatakan kakekmu saat kematian¬nya. Mereka berusaha menghancurkan kita semua. Kau adala h penguasa alam baka. dan kalau kau akan dilahirkan hasil dari cinta. Tapi mereka tak menyangka kalau Ibu akan mencintainya. Mereka memerintahkan Ibu agar tidur dengannya. Ibu mematuh i mereka." sahutnya.

memiliki kekuatan semacam itu? Dan bagaimana Akio bisa m emanfaatkan dia bila tahu itu? Hisao tak ingin Maya meninggalkannya. Diingatnya suara-suara hantu y ang berdesakan di sekelilingnya pada malam menjelang Perayaan Oban.. Arai gusar dan segera pulang ke rumahnya menyiapkan pasukannya untuk berperang. lalu bertanya. sebelum Lord Otori kem . Tapi Hisao tak ingin Akio tahu itu. dan d irinya sebagai si kucing. Seharusnya aku senang. dukun yang mampu menenangkan atau menghasut orang yang sudah mati. "Kau harus makan. "Dan setelah itu kau harus bersiap untuk bepergi an.. "Seharusnya aku t idak mengatakan ini. ia tidak terlalu berselera. Hofu sedang gempar. dan Hisao juga." Bersyukurlah dia akan pergi jauh darimu. Orang-orang menyalahkan Lord Arai -serta menuduhnya terlibat dalam kematian Taku." "Bepergian? Aku akan pergi kemana?" "Lord Arai akan kembali ke Kumamoto. Mereka mencari Hisao. Maya mengenali perasaan seperti itu karena ia merasakan hal yang sama pada pemud a itu. dukun ya ng mampu menenangkan atau menghasut orang yang sudah mati. dan ia merasakan keinginan itu memikat sekaligus berbahaya. Ia tidak tidur. "Shizuka ada di Hofu?" "Dia datang untuk memakamkan putra bungsunya." Matanya penuh dengan air mata dan disekanya dengan lengan jubah. memberinya kekuatan untuk menguasai mereka. juga takut. meremehkan serta iba. Tapi bagaimana Hisao. serta tuntutan mereka untuk balas dendam. pikir Maya. dan kabarnya dia sudah tidak waras . Mata Noriko merah. Ketua harus menemaninya. Mereka pasti mengajakmu. pem uda yang kejam dan brengsek ini. b elum. sepertinya habis menangis. penguasa mereka." Noriko gemetar." ujar Noriko. "Hisao sudah cukup sehat untuk beper gian. di tepi pantai d i depan rumah Akane. Ia tidak terlalu memahami bagaimana perasaan Hisao yang sebenarnya atas laki-laki yang selalu dip ercaya sebagai ayahnya: gabungan antara cinta dan kebencian. Ia merasakan kuatnya keinginan Hisao itu. Muto Shizuka tengah ber puasa di Daifukuji dan hanya diberi makan oleh burung. dirasakannya penye¬salan atas kematian mereka yang kejam dan tidak pada wak tunya. dan sewaktu Noriko membawakannya nasi dan sop untuk makan pagi.penguasa alam baka adalah orang yang bisa berjalan di antara dua dunia. Diingatnya suara-suara hantu y ang guasa alam baka adalah orang yang bisa berjalan di antara dua dunia.

sudah dikirim ke Hagi untuk menjamin kesetiaan ayah mereka. Ia tahu kalau kedua putra Zenko." ujar Noriko saat kel uar. "Aku memberitahumu hanya karena kau sudah menolong Hisao. "Kapan kami akan pergi?" tanya perlahan. pikirannya berpacu kencang. Hofu berada di Negara Tengah dan setia pada Otori ia me ngenal kota itu dan tahu jalan pulang. Maya mengangkat mangkuk sop dan menghabiskannya. marah dan ter singgung. dan bahwa Z enko takkan ragu-ragu menekan ayahnya.bali dari Miyako. Halaman 266 dari 600 . ia tidak akan punya peluang kabur. Ia tak ingin membiarkan mereka membawanya ke Kumamoto. Begitu sampai di sana. ia belum pe rnah ke sana. "Begitu Ketua dan Hisao siap." Noriko mengangkat mangkuk. Kau akan sudah di jalan sebelum siang." sahut Noriko." Gadis itu mengatupkan bibir rapat-rapat. Sunao mi dan Chikara. "Aku harus mem¬bawa semua ini ke dapur. "Aku ta kkan mengatakan apa-apa lagi. Sedangkan Kumamoto jauh di wilayah Barat." "Aku belum selesai makan." "Apa itu salahku kalau kau makan begitu lambat?" "Lagipula aku juga tidak lapar." "Kumamoto jauh dari sini." "Omong kosong apa yang kau katakan! Kau tidak tahu apa-apa tentang hal ini!" May a menyembunyikan ketakutannya dengan kemarahan. Kudengar Lo rd Arai akan mengirim pengawal.

Si kucing mendengarkan majikannya. Ia tidak ingin berpikir lagi karena hanya akan membuang-buang waktu. Mereka pasti me mbawanya dengan disembunyikan. Ia harus kembali kepadanya. ia lapar dan lelah. ia bisa saja mengecoh penga wal Zenko tapi takkan bisa lolos dari Akio. saat berjalan tanpa berpikir. Maya sadar dari sudut matanya melihat sosok samar yang tak kelihatan. matanya mencari-cari di halaman. ia hanyut dalam mimpi y ang terjaga. ia hanyut dalam mimpi y ang terjaga. Ia mulai mengukur kamar itu dengan jarak langkah. aya tahu ia hanya punya sedikit waktu untuk mengambil keputusan. terus berlari melintasi halaman. Dia tidak akan membiarkan aku pergi Gerbang belakang terbuka. Mereka bisa pergi ke Hagi bersamasama. Mereka bisa pergi ke Hagi bersamasama. ta pi ketika sampai di dinding sebelah luar. tidak berusaha sembunyi¬sembunyi. dia berseru. Secepat bi lah pedang. si kucing tidak akan meninggal¬kannya. Seorang perempuan di beranda berusaha menghalaunya dengan sapu sewaktu Maya berl ari melewatinya. Maya terbangun kaget. dan sosok itu me miliki ketajaman yang luar biasa hingga memutuskan keterkaitan antara mereka berdua. sesuatu melesat di antara kucing itu dan Hisao. U dara terasa semakin panas. dari seberang jalan. Mereka datang untuk mencarin ya. la menoleh ke belakang dan melihat Hisao berlari dengan senjata di tangan. "Kembali!" Ia merasakan kekuatan perintah itu. dengan tangan terikat mungkin. Ketika melihat. Ini mungkin nyata: Shizuka pasti mengajak Miki begitu mendengar kematian Taku. dan melihat Miki berada di gang di belakang rumah. dilewatinya bangunan bengkel dan merasakan kehadiran Hi sao di sana. Maya terbangun kaget. Mereka pasti m embawanya dengan disembunyikan. dengan tangan terikat mungkin. ia bisa saja mengecoh penga wal Zenko tapi takkan bisa lolos dari Akio. Ini mungkin nyata: Shizuka pasti mengajak Miki begitu mendengar kematian Taku. saat berjalan tanpa berpikir. mereka bisa pulang ke rumah. Ia sudah berada di luar. Mereka datang untuk mencarin ya.Maya tahu ia hanya punya sedikit waktu untuk mengambil keputusan. Miki ada di luar. dan dari jalanan di depan-nya terdengar olehnya derap kuda mendekat. . Miki ada di luar. Ia mengubah wujud menjadi kucing dan melewati dinding. tapi kaki kucing itu terasa berat. di jalanan. dan melihat Miki berada di gang di belakang rumah. dan tekadnya melemah. U dara terasa semakin panas. ia lapar dan lelah. Jangan sampai dia mclihatku. Ia mulai mengukur kamar itu dengan jarak langkah. Hisao memanggil lagi. mereka bisa pulang ke rumah.

sekarang kelihatan. Kedua gadis itu menghilang lagi. "Maya!" dan saat itulah Maya mendapatkan kek uatan untuk berubah wujud. Adik kembarnya i tu memegang eraterat tangannya. tapi bangsawan itu tidak menunjukkannya." didengarnya Miki memanggil. "Kurasa aku ada alasan mendesak untuk pulang. dan selagi pengawal Lord Arai datang dari sudut jalan. karena orang biasanya percaya kalau komet merupakan pertanda buruk datangnya kehancuran dan kelaparan." ujar Lord Kono. atau menyebut kan kematian Taku." sahutnya. meski ada kekagetan dan kekecewaan karena ia pergi begitu cepat. berdiri di sampingnya. Halaman 267 dari 600 ." Takeo ingin tahu seberapa tulus pujian ini. seraya memikirkan kalau Kono mungkin sudah tahu apa alasannya. Miki. tapi suaranya hanya suara anak laki-lak i.* Keberangkatan Takeo dari Miyako dilepas dengan upacara dan kegembiraan yang lebi h besar. "Kemunculan Anda ibarat komet. ketika bangsawan itu datang meng ucapkan selamat jalan. "Melesat ber¬cahaya melintasi langit musim panas. Maya tidak harus mendengarkannya lagi. Hisao berteriak dari gerbang. mereka berlari tanpa terlihat memasuki jalan-jalan kota pelabuhan yang sempit dan berli ku-liku."Maya.

Saat jamuan selesai dan mereka akhirnya mengucapkan selamat tinggal. Perbatasan wilayah Timur akan aman dari serangan." Takeo berani membetulkan perkataannya. tanpa dukungan Saga. Anda tidak perlu khawatir. dari semua pe njelasan tentang keindahan yang perlu mereka lihat sebenarnya tidak bagus. "Orang asing.Saga Hideki bahkan lebih tak bisa berkata¬kata karena terkejut dan merasa tidak se nang akan kepergiannya yang mendadak itu. Ia tidak ingin Shigeko menderita dalam kondisi seperti itu. bagaimana cara Anda menghadap i kaum barbar. dan hujan plum yang bisa terjadi kapan saja membuat udara menjadi lembap dan berjamu r. apa yang menopang kemakmuran dan kesejahteraan kalian. bertemu Kaede dan putranya. Membawa dukungan dan pengakuan Kaisar." Saga mencodongkan badan dan bicara dengan penuh rahasia. Takeo meras a semangatnya bangkit. Mendesak agar tinggal lebih lama lagi atau jika Lord Otori benar-benar harus kembali ke Tiga Negara." "Lord Kono menghabiskan banyak waktu bersama kami. Dia pasti sudah melapor¬kannya kepada Anda. Keadaan sudah berubah sejak saat itu. Ia nyaris tidak men¬duga bisa pulang membawa kemenangan besar seperti ini. Saga menaikkan alisnya. Zenko bis a disembuhkatt . merasakan d ingin angin laut di Hagi. Ibukota diland a hawa panas. kemudian menghadapi Zenko dengan tegas." "Lord Otori. Lord Saga memberi kehormatan dengan menemani mereka selama minggu pertama perjal anan sampai di Sanda. Mendesak agar tinggal lebih lama lagi atau aga Hideki bahkan lebih tak bisa berkata¬kata karena terkejut dan merasa tidak sen ang akan kepergiannya yang mendadak itu. "Lord Kon o mendapatkan sebagian besar informasi¬nya dari Arai." Takeo bersikeras menolak bujukannya dengan sikap sopan yang tegas. "Masih banyak yang perlu kita bicarakan aku ingin tahu cara Anda memerintah Tiga N egara." "Kami menyebutnya orang asing. sama saja." "Apakah aku mendapat jaminan dari Lord Saga?" "Tentu saja! Kita sudah mengumumkan kesepakatan yang mengikat. Ia ingin sekali pulang. agar setidaknya mening galkan Lady Maruyama untuk menikmati indahnya musim panas di ibukota. tempat dia mengatur jamuan makan perpisahan. Kita adalah sekutu dan tak lama akan menjadi kerabat. kaum barbar. dan juga persekutuan yang tulus dengan Sa ga.

kuda Taku. maka dia akan dihukum. "Gadis itu. kini Hiroshi menunggang kuda tu a miliknya. langit tak berawan." sahu t Takeo. dengan formalitas besar. kuda-kuda berkeringat selagi jalan sem akin menanjak menuju tanah lapang yang masih kelihatan jauh. mati bersama majikan¬nya. "Tapi tidak jelas apakah dia juga mati ditembak. menceritakan kalau Ryume. Tapi bila memungkinkan. demi Shizuka. Mereka adalah pertanda pertama bagiku akan kembalinya harapan. Mai.dari ambisinya dan menerima kenyataan sahnya pemerintahan Takeo." Hari itu cuaca panas. maka aku akan membiarkannya tetap hidup. bahwa kehidupan senantiasa bermula dari kematian." Halaman 268 dari 600 . "Bila ada bukti keterlibatannya dalam kematian Taku. "Aku ingat dengan jelas saat pertama kali kita lihat kuda-kuda jantan itu." Takeo melakukan perjalanan dengan tandu. Keri." t utur Hiroshi kepada Takeo saat mereka berkuda berdampingan. "Kau langsung mengenali kalau mereka adalah anak-anak Raku. sampai ke Sand a. anak Raku. Hiroshi yang menungganginya karena kuda itu menjadi terlalu bersemangat da n sulit dikendalikan bila tidak ditunggangi setiap hari. Sungguh lega Saga sudah pergi dan membuatnya bisa menanggalkan jubah indahnya lalu menun ggang Tenba lagi.

"Dia merindukan kirin. "Sempat terpikir olehku. Gemba menjadi sangat pendiam." Tenba terus gelisah. pengurus kuda khawatfr' mereka makan pasir atau cacingan. dan lega karena hawa panas makin menyengat. "Sesuatu membuatnya kesal." Shigeko. di bawa h bimbingan tangan ahlimu. Sewaktu bulan baru di bulan ketujuh muncul di ufuk timur. Lalat penghisap darah mengganggu manusia dan hewan di malam hari. tapi mesti kuakui aku sangat senang dengan Tenba. "Mungkin sebaiknya kita tinggalkan saja dia bersama kirin." ujar Shigeko. halilintar berge-muruh dan petir ber kilatan di langit tiap malam. tapi aku tidak ingin berpisah dengannya. Takeo takut kalau mereka harus melewati jalur peg unungan paling tinggi dalam keadaan hujan. kini tidak bisa ditangani dengan kekerasan. tapi Takeo menikmati tantangan untuk membujuk Tenba agar te nang. Tentu saja. tapi ternyata hasilnya baik-baik saja. "Kau terlalu cepat bicara. dan ikatan di antara mereka berdua semakin kuat." "Dia akan menjadi liar dan tidak bisa dikendalikan di Miyako." 'Tenba menantang untuk dijinakkan." ujar Takeo." Hiroshi melirik k e arah Shigeko. tapi tetap tidak turun hujan. tapi tidak membawa hujan yang diharapkan. Tenba dijinakkan dengan kelembutan. datang men g hampiri mereka. seraya meringkik keras. . yang sedari tadi berkuda di akhir arak-arakan bersama Gemba. Kuda¬kuda semakin kurus. "Untungnya kuda Otori tidak menunjuk¬kan tanda-tanda kematian. kuda itu mengibask an kepala dan berputar ke arah mereka datang. namun tepat saat Hiroshi bicara. seraya mengarahkan kuda itu kembali dala m kendalinya dan memaksanya agar bergerak ke depan lagi. Bulan purnama di bulan ke¬enam sudah berubah . Kukira aku tak akan memiliki kuda seperti Shun lagi. Satu atau dua kali ia bermimpi."Aku merindukan Ryume hampir sebesar rinduku pada Taku." ujar Hiroshi pelan. sering¬kali saat terbangun di malam hari Takeo melih at dia sedang duduk tanpa ber-gerak: bermeditasi atau berdoa. ku merindukan Ryume hampir sebesar rinduku pada Taku." ujar Hiroshi pelan. kurasa mereka makin berkembang." Tenba berderap cukup tenang." ujar Hiroshi. dan membelokkan pelana untuk memandang ke arah belakangnya. "Dia masih menjadi tantangan: kau takkan bisa mengabaikannya." ujat Takeo.

mengira masih bermimpi: ia melihat sekilas. Sakai Masaki yang berjalan lebih dulu untuk mengintai. manusia tanpa bayangan . Halaman 269 dari 600 . "Lord Otori!" Saat itu matahari baru akan terbit. pohon ek serta hornbeam. cermin tanpa bayangan. diperintahkannya a gar kecepatan perjalanan ditingkatkan: mereka bangun sebelum matahari terbit dan berkuda di ba wah cahaya bulan. mereka sudah tak jauh dari Jal ur Rajawali: kurang dari sehari perjalanan. Rasa sakitnya yang berkurang selama perjalanan. dan ia merasakan itu dalam aliran darah dan t ulangnya.atau membayangkan Makoto. Sebelum bulan mencapai seperempat bagian pertama. seperti biasa. burung¬burung baru mulai berkicau. kini terasa lagi. Matanya ter¬b uka. nun jauh di Terayama. pertama ke barisan kuda. melakukan hal yang sama. dan terbangun dengan seruan salah satu pengawal. Dengan desakan yang hanya setengah dipahaminya. dengan pohon cedar dan pinus di lereng yang lebih tinggi. air melimpah karen a ada mata air. Ada yang tidak beres. Hutan semakin lebat di sekitar jalur itu. lebih sakit dari ya ng pernah dirasakannya. Gemba pernah berkata. tapi makanan yang mereka bawa menipis. Mereka berkemah di bawah pepohonan. Takeo tidur sedikit. melaporkan. lalu melihat kirin. Mimpi-mimpi Takeo menggam barkan benang putus dan peti mati kosong.

me mastikan agar kirin senang. leher panjangnya membungkuk. "Kirin kembali?" pekiknya. Seharusnya kita tinggal lebih lama. tubuhnya terasa kaku dan pegal. biarkan aku yang mengembalikannya. "Apa artinya ini?" tanya Takeo pada Gemba setelah hewan itu diberi makan dan per intah dikeluarkan agar perjalanan segera dilanjutkan. "Haruskah kita meneruskan perjalanan dengan membawa kirin? Atau haruskah kita mengirim semacam ganti rugi ke Miyako?" Sejenak Takeo berhent i bicara." sahut Hiroshi setuju. kirin memang disambut sebagai pertanda restu dari Surga. kakinya meregan g keluar. Kulitnya tergores di mana-mana. tanda putihnya berkilau menakutkan ditimpa cah aya keabuewan itu berdiri di samping Tenba. Takeo berdiri. kepalanya dekat dengan kuda-kuda. kakinya meregang keluar." "Dia takkan sanggup bertahan dalam perjalanan. tanda putihnya berkilau menakutkan ditimpa cah aya keabuabuan." sahuinya. langkah panjangnya yang canggung. "Lihatlah.Hewan itu berdiri di samping Tenba. Seruannya membangunkan yang lain." tutur Gemba. Hiroshi yang tidur tidak jauh dar inya sudah lebih dulu berdiri." "Sudah terlambat. Dibayangkannya hewan itu lari meli ntasi daerah yang tidak dikenalnya. bagian belakang k aki kirinya tidak apa-apa. "Bagaimana hewan ini bisa kabur? Apakah mereka melepasnya?" Shigeko menjawab. lututnya berdarah. ketakutan dalam kesendiriann ya. "Itulah yang kutakut¬kan. Pemuda itu pergi ke mata air. "Apa artinya ini?" tanya Takeo dengan gempar. "Ya." lanjutnya dengan suara pelan. Tenba meringkik pelan melihatnya. Ayah. seolah hewan itu berjuang melepaskan diri. kita tak bisa menyerahkannya pada Kaisar dalam kondisiseperti ini. dan di lehernya ada bekas luka gesekan tali. kepalanya dekat dengan kuda-kuda. leher panjangnya membungkuk. "Kaisar pasti merasa ter hina karena hewan ini kabur. menatap putrinya selagi menenangkan dan membelai kirin. serta menjilati tangan Hiroshi dengan lidah abu-abu panjangnya. mengisi ember dengan air dan membiarkan kirin minum. Hewan itu menunjukkan semua tanda gembira karena berada di antara mereka: menggosokkan hidungnya pada Shigeko. "Kin . Kulitnya mengkerut dan gemetar tapi tetap berdiri tenang. kemudian mulai membasuh dar ah kering di badannya. dan seketika itu juga kirin dikerumuni.

"Atau mencabut nyawamu se ndiri. Aku berusaha mempertahankan keseimbangann ya. Yan g kutahu hanyalah sesuatu yang menahan jaring yang rapuh telah terputus. dengan cara yang sama Shigeko menepuk kirin. Tidakkah ka u tahu yang satu ini?" "Segala sesuatu ada sebab dan akibat." Halaman 270 dari 600 . Mustahil bisa diramalkan atau mencegah semuanya. bila kau pikir itu lebih baik. "Apakah telah terjadi ses uatu pada kedua putriku?" Dihelanya napas dalam-dalam. kemenanganku." Diulurkan tangannya dan me¬nepuk bahu Takeo. namun keseimbangannya terputus. kurasa.i hewan itu menunjukkan kalau dia lebih memilihmu ketimbang Paduka Yang Mulia. tidak sanggup memahami kata-katanya." "Apa yang harus kulakukan?" "Bersiap untuk berperang." "Kau tahu segalanya hasil pertandingan." sahut Gemba. Pasti akan di anggap sebagai peng-hinaan yang luar biasa. Sudah kuk atakan sebelumnya bahwa ada yang tidak beres. penyerahan Jato. "Maaf. "Peristiwa keji seperti kematian Taku telah melepaskan semua rangka ian peristiwa: ini pasti salah satunya." sahut Gemba tenang." Takeo menatapnya. "Istriku?" "Aku tak bisa mengatakan rincian semacam itu. Aku bukan penyihir atau dukun.

Selama b erbulanbulan ia telah berusaha keras untuk bersabar dan mengendalikan diri." Tanpa menunggu jawaban. Kami akan berada di seberang perbatasan pada tengah hari nanti. "Lord Otori." "Kurasa tidak ada yang perlu dibicarakan saat ini. aku senang berhasil menyusul Anda. Penampilannya yang tidak ber tenaga sirna sudah. tapi percayalah. dan pada saat itu pula. Tak eo mendengar derap langkah kuda dari kejauhan. di atas hiruk pikuk persiapan. Kami baru saja hendak melanjutkan perjalanan. laki-laki itu kelihatan kuat dan trampil. Tak lama kemudian kuda-kuda dalam barisan menaik-kan kepala dan meringkik. Kono berjalan menjauh menuju pohon cedar yang sudah tumb ang hingga . Ternyata itu salah satu kuda Maruyama pemberian Shigeko kepada Lord Saga." Takeo tidak peduli jika si bangsawan tersinggung." desak Kono. "Bisakah diperbaiki?" lut Takeo ter asa kering karena rasa takut." "Lord Kono. dan kuda yang tengah berjalan menghampi ri meringkik balik selagi berjalan dengan santai di sekitar kelokan jalur dan mulai kelihatan . "Lord Otori. seperti saat pertandingan.Mulut Takeo terasa kering karena rasa takut. aku tahu Anda meng¬anggapku sebagai musuh." ujarnya. Takeo bisa merasakan kemarahannya memuncak di balik matanya. dan pe nunggangnya adalah Lord Kono." Kegelisahannya telah berubah men¬jadi kemarahan. Mari. beri aku waktu untuk menyampaikan pesan Lord Saga . rasa suka kirin yang tidak terkendali pada kawannya ketimbang dengan orang asing. Kini dilihatnya k alau semua upayanya akan hancur oleh kejadian yang tak ber¬aturan. Kono melompat turun dari punggung kudanya. "Ada yang berkuda ke arah kita. "Aku harus meminta Anda menunda perjalanan. Hiroshi berlari ke depan untuk mengambil tali kekang sewaktu bangsawan itu meng¬he ntikan kudanya. Ia percaya tak ada sat u hal pun yang bisa memperbaiki posisinya sekarang ini. "Kurasa aku tak bisa menawarkan banyak untuk menyegark an diri. "Mari bicara berdua saja." balas Takeo. perhatian ku pada Anda tulus dari lubuk hatiku. "Bisakah diperbaiki?" Gemba tidak menjawab.

Aku bertem u Lord Saga saat beliau meninggalkan Sanda. Kemenangan dari kunjungan Anda agak mer edup dengan kepergian Anda yang lebih awal. dan tidak mau makan selama tiga hari. Kerabat Kaisar itu duduk dan memberi isyarat agar Takeo bergabung dengannya. Takeo melihat sekilas ke timur. Kaisar kemudian khawatir melihat kirin yang kian gelisah setelah kepe rgian Anda. tapi hewan itu ketakutan. bukannya Kaisar dan Lord Saga. Aku diperintahkan menyampai¬kan bahwa bila An da Halaman 271 dari 600 . tapi tentu saja. Kaisar mengunjungi¬nya setiap hari. bahwa ternyata Lord Otori-lah yang didukung Surga. Kemudian dia kabur. pasukan khususnya senantiasa siaga. Kaisar cukup gembira dengan hadiah-hadiah pemberian Anda. peng¬hinaan ini tak bisa diabaikan. semua upaya kami untuk me nangkapnya gagal.seolah menyediakan tempat duduk yang alami. Kami mengejarnya. ber¬lukiskan warna keemasan. bahwa restu Surga berpindah. Pasukan Anda kalah banyak dengannya. dan segera berbalik arah. Kekuatan telah di himpun. dan mereka sudah siap untuk kemungki nan semacam ini. Tetap saja. terutama hewan ini." Kono berhenti sejenak. "Tentu saja. Suasana ibukota berubah dari gembira bah wa Kaisar direstui Surga menjadi ejekan." ujar Takeo. dan akhirnya dia berhasil lolos. Tepian pegunungan tam pak hitam pekat ber¬lawanan dengan langit yang berkilauan. "Ijinkan aku ceritakan apa yang terjadi. Tadinya Kaisar berharap bisa lebih mengenal Anda A nda membuat Kaisar ter¬kesan. "Kuberi waktu sampai matahari menyinari puncak gunung. Lord Saga berada hampir tid ak sampai sehari menunggang kuda di belakangku.

dan tanpa membungkuk hormat berjalan ke arah kudanya.. Anda dan keluarga Anda akan dihukum mati kecuali Lady Maruya ma." sahutnya. dan m erebut Tiga Negara dengan paksa. "Saat itu tipuan dan ilmu sihir takkan bisa menyelamatkan Anda!" Kono berdiri. Dua pengawal terdekat menarik pedang. tapi menyesali keputusan Anda." Takeo memotong perkataannya." "Aku tidak bisa mengatakan kalau aku terkejut. "Biarkan dia mengejarku: dia akan kaget atas y ang akan menantinya. Anda dan keluarga Anda akan dihukum mati kecuali Lady Maruya ma. "Kita akan berjumpa dalam per¬tempuran.." "Bukankah sejak awal dia telah meren¬canakan akan seperti ini jadinya?" sahut Take o. Kau ular bermuka dua yang hebat. mestinya kau menantangku secara langsung. melemparkan b angsawan itu yang terjatuh dengan memalukan ke tanah. Mungkin kau merasa dengan cara tertentu akan dapat me mbalaskan dendam atas kematian ayahmu. "Anda harus tahu betapa aku mengagumi Anda. dan Takeo tahu semu a orang berharap ia memberi perintah untuk membunuh Kono. Jika kau memang memiliki kehormatan atau keberanian sejati .." u jar Kono. ketimbang diam-diam bersekongkol dengan Lord Arai. "Kau sering menyanjungku. melompat ke atas punggungnya lalu menarik tali kekang dengan kasar untuk memalingkan kepala kudan ya. tapi kurasa kau berniat j ahat padaku dan berusaha melemah¬kan diriku. dan m erebut Tiga Negara dengan paksa." idak kembali bersamaku dan meminta maaf pada Kaisar: maka Anda harus bunuh diri ak u khawatir pilihan untuk mengasingkan diri sudah tidak ada lagi Saga akan memburu Anda. yang Lord Saga harap bisa dinikahinya. Keadaan menjadi sunyi.tidak kembali bersamaku dan meminta maaf pada Kaisar: maka Anda harus bunuh diri a ku khawatir pilihan untuk mengasingkan diri sudah tidak ada lagi Saga akan memburu Anda. Kono menghentakkan kaki di bagian samping kuda itu. Kau telah menghina dan menipuk u. ingin . sesuatu untuk melampiaskan kemarahannya. tidak berusaha mengendalikan amarahnya. Ia berharap melakukannya sendi ri." Wajah Kono yang sudah pucat makin pucat. kuda itu bereaksi dengan melompat dan menendang. bawahanku dan adik iparku. Kuda itu enggan mening¬galkan kawan-kawannya. yang Lord Saga harap bisa dinikahinya. dan agak melawan.

"Dia kelelahan. kau akan menikah dengannya. "Mereka berdua akan saling memberi seman gat. Dia takkan sanggu p mengikuti kita. Kemudian muncul masalah apa yang harus dilakukan dengan kuda beban. ambil kuda Lord Kono dan bantu dia. seraya berpikir kalau putrinya akan lebih aman di sana ketimbang berada di belakang. "Kirim Sakai pergi untuk memberitahu Kahei dan perintahkan dia bersiap untuk berperang. rencana jaha t dan pengkhianatan yang mengepung dirinya. Para pengawal menurunkan pedang lalu menya¬rungkannya kembali. lalu berpaling agar tak lebih mempermalukan bangsawan itu. "Shigeko. Takeo ber paling ke arah Hiroshi dan berkata." sahutnya. "Ayah bisa menye¬lamatkanmu dan kirin hanya dengan cara menye rahkan diri pada Lord Saga." "Kita tidak bisa lakukan itu. "Hiroshi. bagaimana dengan kirin?" tanya Shigeko.menghukum orang yang berada di bawah kakinya atas semua penghinaan." "Maka tunggangilah Tenba. Halaman 272 dari 600 . dan melihat wajah putrinya tercengang. dan menyuruhnya berjalan di depan bersama Gemba. "Saga telah menipu dan mengancam kita. Ashige. Takeo mengambil kuda Shigeko. dan kita masih bisa menghindari pe-perangan." sahut Shigeko tanpa ragu. Ayah akan bunuh diri. Tapi sesuatu mencegahnya untuk melakukan i tu. Takeo sadar. Kita harus berhasil menyeberangi jalur sempit secepat mungkin. Akan kupastikan kirin tidak tertingg al." tuturnya." "Ayah." "Hewan itu harus bisa mengikuti kita bila tidak maka lebih baik dibunuh sekarang juga." Sebagai gantinya." ujarnya. serta mengingkari semua janjinya pada kita. da n hadiahhadiah mewah dari Kaisar dan Lord Saga yang mereka bawa." sahut Takeo. namun putrinya itu belum pernah membunuh satu makhluk hidup pun. Saat didengarnya derap langkah kaki makin menjauh menyusuri jalan itu. Besok mungkin ia akan melihat putrinya be rtarung mempertahankan diri.

Hewan itu kabur karena merindukan kawannya." "Kini bukan saatnya untuk bicara filsafat! Sebaiknya kita bicarakan tentang renc ana pertempuran. sedang mengejar kita." "Itu juga terpikir olehku." "Butuh berapa lama hingga dia bisa sampai di sana?" tanya Takeo. "Dengan teropong aku melihat pasukan Saga dari kejauhan. Aku suruh Kitayama mengitari tempat itu bila orang lain bisa melewatinya. Takeo menyesali kehilangan benda¬benda indah itu: jubah sutra. dan pasukan pertahanan Saga di perbatasan pasti juga sudah melihatnya. "Begitulah cara manusia me nghadapi dunia. bukan makhluk dalam dongeng." sahut Hiroshi." tutur Sakai. Tandu pun ditinggalkannya. Takeo memerintahkan agar bal-bal dan keranjang ditinggalkan di dekat kuil batu kecil d i tepi mata air. selagi mereka berkuda menjauh. Mereka mengibarkan pan ji-panji merah. Apa artinya restu dari Surga? Kita tahu kalau kirin hanyalah hewan biasa. aku sudah memikirkannya sejak kita melewati jalan ini: perbatasan di depan kita dapat digunakan untuk bertahan meng¬hadapi pasukan Saga. cermin perunggu dan mangk uk berpernis. Ia berpikir betapa Kaede sangat senang atas itu semua. Tapi apakah kini perbatasan itu tidak dij aga? Andai aku menjadi Saga. ." aku Takeo." "Kini kirin sudah menjadi perlambang. akan kututup semua rute yang bisa kau lalui sebelum kau meninggalk an ibukota. tapi tidak melihat ada ja lan keluar lain." "Ya. "Aku memanjat pohon dan melihat ke belakang ke arah Timur. dan Takeo lebih suka baju zirah miliknya yang diurus oleh Kahei. bahkan baju zirah berhias indah pemberian Lord Saga. "Meski aku tidak percaya dewa mana pun bisa menolong kita saat ini." tuturnya pada Hiroshi. dan ketakutan mereka dipastikan tak lama kemudian saat Sakai kembali melaporkan bahwa jalur telah dipenuhi pasukan Saga yang bersembunyi di s ela bebatuan dan pepohonan.Kuda-kuda itu tidak bisa mengimbangi jalan kuda lainnya merasa kalau Kaisar sudah terlanjur tersinggung dan tak bisa uda-kuda itu tidak bisa mengimbangi jalan kuda lainnya merasa kalau Kaisar sudah t erlanjur tersinggung dan tak bisa ditebus dengan apa pun. Baju z irah itu berat dan tidak praktis. maka dia juga bisa melewati¬n ya tapi dia harus mendaki gunung dan turun di sisi gunung yang satunya lagi sebelum mencapai tempat Lord Miyoshi. "Semua benda itu adalah sesaji untuk dewa gunung. bersenjatakan panah dan senjata api.

"Saat itulah kita bisa menembak mereka satu demi satu Anda dan Lady Shigeko harus berkuda denga n kecepatan penuh sementara kami melindungi kalian. "Ayah harus meminta kuda itu kembali. Kami tak sempat menghitungnya. Ia la lu menyusul Shigeko dan Gemba." "Baiklah." "Ayah takkan pergi sendirian." "Terlambat untuk memberi kejutan: tapi bisakah kita mengecoh dengan mengitari me reka?" tanya Takeo. sewaktu turun dari punggung T enba lalu mengambil tali kekang Ashige dari tangan ayahnya. pasukan kita kurang lebih sebanding dengan jumlah pasukan musuh."Beruntung bila dia bisa sampai sebelum malam." Takeo terdiam merenung selama beberapa saat. Halaman 273 dari 600 . "Ayah hendak memancing musuh kel uar dari persembunyian. kemudian menyuruh Sakai pergi lebih dulu bersama pengawal lainnya untuk ber¬henti tepat di depan perbatasan lalu bersembunyi. kan?" tanya Shigeko." "Ada berapa banyak pasukan di perbatasan?" "Lima puluh sampai seratus orang. "Satu-satunya harapan kita adalah meng¬giring mereka ke lahan terbuka." ujarnya. "Tapi mereka memiliki semua keuntungan dari tanah datar." sahut Hiro shi." ujar Hiroshi.

ingin putrinya siap untuk peperangan yang haus darah." ujarnya." ujarnya. Tapi kau harus me nyiapkan panahmu dan bersiap untuk menembak mati. tepat di depan pelana. Saat itu kira-kira tengah hari dan cuaca sangat panas." Ayah akan pergi bersama Tenba dan kirin. Ada bingkai k husus yang sengaja dibuat pada pedang itu." sahutnya sera ya melirik ke arah Gemba yang duduk diam tanpa ekspresi di punggung kuda hitamnya. Ayah jangan pergi tanpa membawanya. atau bahkan membica rakannya. Ia telah memerintahkan bahwa dia harus pergi sendiri. mendongak sesaat dan melihat awan tebal yang mengandung kilat menumpuk di arah B arat. Takeo meraih tali kekang Tenba den gan tangan kiri. adik Sada. berdoa dalam hati bagi keselamatan put rinya." "Kau bersenjata?" . dipeluknya Shigeko." tutur Takeo. "Tapi takkan ada y ang melihat Ayah. Takeo mengikatkan tali sutra kirin ke tali leher Tenba dan sebelum menaiki kuda." Takeo mengambil pedang itu dari putrinya dengan rasa terima kasih. "Lord Otori!" Ternyata itu Mai. "Jangan khawatir." Takeo jarang memperlihatkan kemampu¬an Tribe-nya pada Shigeko. Pedang itu masih disarungi denga n kain upacaranya dan kelihatan luar biasa. "Mungkin aku bisa membantu." sahutnya."Ayah akan pergi bersama Tenba dan kirin. "Ijinkan aku pergi bersama Anda. dan kini pun ia tak ingin menjelaskannya. Tenba mengibaskan kepala menghalau kerumunan serangga kecil yang meng¬gigitinya. "Ini akan menjadi pertempuran yang sebenarnya." "Ayah harus ambil Jato kembali. "Tak ada yang bisa menyakiti Ayah." "Kami akan berusaha melumpuhkan mereka ketimbang membunuh mereka. Sewaktu menunggang kuda menjauh dari pasukan bersama kirin. "Tapi takkan ada yang melih at Ayah." sahutnya. lalu memalingkan pelananya untuk memerintahkan siapa pun itu agar kembali ke pasukan. Takeo berhenti sejenak lalu gadis itu berjalan menghampiri ke samping kuda. bukan perlombaan. Takeo menyadari ada seseorang yang berjalan kaki mengikutinya. Tenb a mengayunkan kepala ke arah gadis itu. pedang itu sudah di punggung Tenba. "Mungkin kelak kau tak punya pilihan. Dilihatnya tatapan ragu putrinya yang kemudian dengan cepat dikendalikannya. hingga terlalu berat bagi Shigeko untuk membawan ya. gadis Muto.

lalu membiarkan kemampuan menghilang menyelimuti diri¬nya. Setiap nyawa yang kuhabisi akan mem¬bala skan dendam kakakku. dan bayangHalaman 274 dari 600 . tapi sudah mulai tenggelam di ufuk bar at. dan bunuh musuh sebanyak-banyaknya semampumu. Berlindung di sisi mana pun yang kelihatannya hanya ada sedikit musuh. makin ba gus. pikir¬nya dengan perasaan sedih saat didesaknya Tenba agar berjalan lagi. Kuharap kein gintahuan dan keserakahan akan meng¬giring mereka menghampirinya. "Aku juga bisa menggunakannya." Mai tersenyum tipis. Apakah Anda bermaksud memaksa musuh menampakkan d iri agar para pangawal bisa menyerang mereka?" "Mereka akan melihat seekor kuda perang dan kirin berjalan sendiri. Matahari masih tinggi di langit. tuan. tapi tepat di depan perbatasan.Mai menarik sebilah belati dari balik jubahnya. "Terima kasih. Jalanan itu makin curam dan berbatu. Mereka pasti terbuai dengan kecerobohannya sendiri. "Aku juga punya pisau lempar. Jangan menyerang dulu sampai m ereka berada di daratan terbuka dan Sugita memerintahkan tembakan pertama. Lord Otori berencana meng¬gunakan kemampuan menghilang?" Takeo mengangguk. jalannya ag ak menanjak dan melebar." Kini aku yang memulai peperangan. Makin mereka kebingungan. da n garotte.

kini berselimut awan. terlebih lagi. Terdengar olehnya desingan sebatang anak panah: Tenba juga mendengarnya dan terk ejut. ia sudah sering bersentuhan den gan kematian hingga tidak membuatnya takut. gemerisik pelan orang berpindah tempat. tapi kini rasa takut yang nyar is tak disadarinya muncul. dan gemericik air. ter¬bentang Tiga Negara. kini berselimut awan. Bila aku harus mati. muncul dari hutan leba t. dengan leher panjang serta kulit yang bercorak aneh. kirin berjalan dengan tenang dan a nggun seperti ayang mulai memanjang. Di kedua sisi jajaran pegunungan. Tak ingin terjatuh seperti Kono atau pun kehilangan kemampuan meng¬hi langnya karena . ia sudah yakin kalau tak seorang p un yang bisa membunuhnya sampai putranya sanggup melakukannya. Takeo tidak takut mati. ia berdoa saat halilintar bergemuruh lagi. muncul dari hutan lebat .bayang mulai memanjang. Petir berkilatan di kejauhan. Ia ing in tahu apa yang ada dalam pikiran prajurit yang tengah me¬mandangi kuda dan kirin berjalan melewat i lembah. dan bahkan lebih mengancam lagi. ijinkan aku mati oleh pedang. Petir berkilatan di kejauhan. maka itu hanya untuk keadilan . Dibiarkannya tali kekang kuda meng gantung dan mengangkat kakinya dari sanggurdi agar tidak kelihatan ada penunggangnya. Saat memasuki lembah. bila aku mati akibat senjata api. helaan busur. tinggi dan asing. Takeo berusaha menjaga keseimbangan tubuhnya selagi gerakan mendadak itu menarik tubuh nya ke kanan dan ke kiri. Di kedua sisi jajaran pegunungan. Ia tak ingat pernah menggunakan kemampuan menghilang saat menunggang kuda. ia me mbiasakan diri untuk memisah kan ketrampilan ksatria dari kemampuan Tribe. pada peluru yang bisa membunuh dari jauh. dan terdengar g emuruh halilintar yang membuat Tenba mengibaskan kepala dan gemetar. terdengar oleh¬nya suara b erbisik. Sesaat darahnya membeku. karena akulah yang mengenalkan serta mengembangkan benda itu. bijih besi yang ma mpu mengoyak daging dan tulang. atau legenda yang menjadi kenyataan? Kuda hitam. Apakah pemandangan itu mimpi. bunyi ketukan senjata api yang tengah diisi bubuk mesiu. dan terdengar g emuruh halilintar yang membuat Tenba mengibaskan kepala dan gemetar. ter¬bentang Tiga Negara. keri at-keriut pepohonan tua. d engan surai dan ekor berkilau sama terangnya dengan pelana. kirin berjalan dengan tenang dan a nggun seperti biasa. pedang di samping pelana. serta kirin. Dikejauhan Takeo mendengar desingan layang-layang dan kepakan sayap burung.

Terdengar teriakan di sebelah kanannya.kurang konsentrasi. mereka berlomba-lomba menjadi orang pertam a yang memegang tali kekang kuda perang itu untuk menyatakan menjadi milik¬nya. tapi mereka mengesampingkan dari tempat p berat sehingg Sebagian besa senjata ini. Mereka tidak bersenjata a mudah untuk mengepung dan lebih leluasa: mereka berharap bisa menyergap cepat. panik karena mereka seperti sekawanan serigala. Anggota pasukan mulai menampakkan diri satu demi satu. berusaha menghalangi agar kedua hewan itu jangan ke ujung lembah. r mereka bersenjatakan busur panah. Satu orang lagi menjawab teriakannya. dari arah se latan. dan mempercepat langkahnya sampai akhirnya melangkah santai dan pelan lagi. hanya sekadar menguji reaksi alami mereka. bersyukur atas reaksi kuda itu seperti yang diharap¬kannya. Kini teriakan terdengar di mana-mana. dan beberapa senjata api. Takeo m erasakan tanah mulai curam: mereka telah melewati titik tertinggi lembah. bisa dilihatnya tanah datar di bawahnya tempat pasukan Kahei menunggu. Kemudian ia menekan kedua kaki agak di samping perut kuda itu. Anak pan ah itu tidak dibidik langsung ke arah hewan hewan itu. Anak panah itu berjatuhan ke tanah sejauh beberapa langkah di depannya. Di depan. bermunculan ersembunyian mereka lalu berlarian ke permukaan lembah. Tenba menegak¬k an telinga dan memutamya ke arah suara tadi. Hal ini membuat lebih banyak lagi pasukan bermunculan dan berlarian lebih cepat. Kirin pun mengik uti dengan patuh. Dipelankan napasnya dan membiarkan tubuhnya mengikuti geraka n kuda seakan mereka adalah satu makhluk. lima atau Halaman 275 dari 600 . Langkah Tenba mulai berderap dan kirin mulai berlari dengan lompatan naik turun di sebel ahnya. dari sebelah utara lembah. Takeo membiarkan Tenba ber gerak dengan cepat dan ringan. Tenba mendengus. memaksanya maju.

orang pasukan berkuda muncul dari celah antara tebing yang curam. Satu prajurit segera tumbang. seolah bergerak atas kehen daknya sendiri. Tenba ber derap. Dilupakannya usia dan cacat tangannya. pedang terhunus di tangan. sebilah pisau berbentuk bintang m enancap di matanya. Takeo meraba¬raba s anggurdi. mungkin mengingat untuk apa dia dilahirkan. menghantam prajur it berkuda hingga jatuh dari pelana. Takeo mendengar sebatang anak p anah berdesing melewati dirinya. menguatkan diri lalu menarik Jato dengan tangan kiri. menyeringai. membuat mereka yang berada di belakangnya cukup lama merasa ragu untuk lari ke luncuran anak panah selanjutnya. Pasukan berkuda muncul di depannya. Tenba berderap . dan melihat prajurit pertama terjatuh. dan melihat prajurit pertama terjatuh.enam orang pasukan berkuda muncul dari celah antara tebing yang curam. memasukkan kakinya. lalu ia menebas tali yang mengikat kirin ke kuda itu. meliuk bak kuda jantan tengah menggiring kuda betina. bersiap menggigit. Di belakangnya terdengar dentuman langkah kuda selagi pasukannya Hiroshi ber¬hamburan memasuki lembah. Baik Tenba maupun kirin berada tepat di luar ja ngkauan. bak kepakan sayap. Ia menghempaskan berat badannya ke belakang saat berusaha mel ambatkan gerakan Tenba. Jato melompat seperti yang biasa dilakukannya. l angkah panjang kirin membuatnya seperti melayang di atas tanah. l angkah panjang kirin membuatnya seperti melayang di atas tanah. pasukan itu menyadari kalau itu jebakan dan mulai berlarian kembali u ntuk berlindung di antara bebatuan. anak panah menembus dad anya. Terlambat. Di belakangnya terdengar dentuman langkah kuda selagi pasukannya Hiroshi ber¬hamburan memasuki lembah. meliuk bak kuda jantan tengah menggiring kuda betina. Kuda tunggangan Hiroshi ya ng berkulit abuabu . Desingan mengerikan anak panah me¬menuhi udara. Ia menyadari Hiroshi yang datang bergabung dengannya. anak panah menembus dad anya. karena tak satu pun mengenai kedua hewan itu. Kirin berla ri dengan canggung ke depan sementara Tenba. Ia mem biarkan dirinya terlihat di waktu yang sama ketika mengayunkan pedang ke kiri. atau kemahiran para pemanahnya memang luar biasa. Takeo mendengar sebatang anak p anah berdesing melewati dirinya. melambatkan l angkah dan berputar untuk menghadapi prajurit berkuda lain yang kini mengepung Takeo. tangan kiri mengambil alih peran tangan k anannya yang cacat. menyeringai. bersiap menggigit.

"Mai! Mai!" Dilihatnya kedipan sosok dengan kemampuan menghilang di sisi utara. Saga pasti sudah dekat di belakang." Tadi hanyalah pertempuran kecil. biarkan mereka pergi. Lima orang tewas. "Kumpulkan prajurit kita yang terluka dan tewas." serunya kepada mereka. mem¬belokkan Keri. Lalu sekumpulan prajurit datang mengelilinginya: Shi geko dan Gemba dengan busur ter-sandang di punggung dan pedang di tangan. Kita akan bergabung dengan Kahei malam ini. "Aku mem¬bunuh tiga orang dan melukai dua orang. Jangan ditunda.pucat memerah karena darah. Bentrokan m ereda dan sadar kalau pasukan berkuda musuh yang terakhir tengah ber¬usaha menyelamatkan diri. dan tersenyum dalam hati selagi mereka berj alan melewatinya dan mulai berjalan menurun. sepertinya. "Tidak. Kita sudah berada di Tiga Negara. Takeo mengulurkan tangan lalu menga yunkan gadis itu naik di belakangnya. Shigeko aman." Kemudian Takeo berteriak lantang. "Kau terluka?" serunya sambil menengok ke belakang. kesemuanya telah ia kenal selama Halaman 276 dari 600 . dan prajurit pejalan kaki juga kabur. Per¬tempuran besar akan terjadi nanti. "Jangan. Takeo bersedih bagi mereka yang tewas. sambil mengatur napas." teriak Mai balik. mencari perlin¬dungan di sela bebatuan dan pepohonan." Dapat dirasakannya debar jantung Mai berpacu cepat menempel di punggungnya. arom a keringat Mai mengingatkan Takeo kalau sudah berbulan-bulan sejak ia tidur dengan istrinya. "Apakah kita akan kejar mereka?" scru Hiroshi. mung kin enam orang terluka. "Maju terus. setidaknya untuk hari ini. Be tapa ia sangat merindukan Kaede: istrinya memenuhi pikirannya saat mengamati lembah untuk melih at prajurit nya yang selamat dan mengumpulkan sisa¬sisanya. "Jan gan tinggalkan satu orang pun. lalu mengara hkan Tenba menghampiri saat gadis itu menampakkan diri." perintahnya pada Hiroshi. pikir Takeo saat mengembalikan Jato ke sarung d an akal warasnya mulai kembali.

Suasana hatinya murung saat memberi salam pada Kahei di tanah lapang di bawah. Wajah putrinya pucat." tutur Takeo." "Kita akan segera kirim pasukan untuk mempertahankannya. hatinya terasa pedih melihat pen deritaan putrinya. tidak bersusah payah menebas kepala mereka atau mengurus yang terluka. dan entah bagaimana terlihat agak kurus. tidak bersusah payah menebas kepala mereka atau mengurus yang terluka. Kita sedang memperta hankan Tiga Negara. serta membicarakan rencana untuk keesokan hari nya. dan bertekad memakamkan mereka dengan penghormatan yang tinggi di kampung halaman mereka di Tiga Negara. Pasukan Saga yang tewas ditinggalkannya di lembah . "Tidak. dengan berita tentang situasi Negara Tengah dan wilayah Barat. Kita haras mengalahkannya dengan telak dan membawa kembali pasukan ke wilayah Barat untuk menghadapi Zenko. tapi kami tidak ada kabar resmi dari Hagi. Kita harap Saga mengira kita sedang kabur. rtahun¬tahun. Mungkin saat itu Kaede memang belum mendengar kabar itu. tempat Takeo bisa melihat putrinya bersama kirin." "T idak ada kabar dari istriku?" "Tidak ada kabar sejak bulan ketiga. Kau sudah mendengar tentang kematian Taku?" "Aku sudah mendengar desas-desus. ia pergi bersama jurutulis itu ke tenda Kahei." Hal itu membuat Takeo lebih tertekan lagi. ke hilangan semangat dan kebingungan. Kita tidak bisa tinggal di sini dan me nahannya dengan tidak jelas. Dan dia harus kelihatan seperti penyerang. bukan menentang Saga atau Kaisar. akan kita biarkan terbuka. dan bertekad memakamkan mereka dengan penghormatan yang tinggi di ka mpung halaman mereka di Tiga Negara. lalu entah di hari yang sama atau keesokan harinya mereka akan be rtemu dalam per¬tempuran. L ega melihat Minoru tidak terluka. begitu pula dengan kabar tentang kesehatannya juga si .bertahun¬tahun. Pasukan Saga yang tewas ditinggalkannya di lembah . "Setidaknya kita tahu Saga tak bisa datang lewat jalan lain. karena ia mengharapkan surat dari ist rinya. lalu entah di hari yang sama atau keesokan harinya mereka akan be rtemu dalam per¬tempuran." sera Kahei. "Dia harus melewati jalur sempit itu. dan dia juga tidak menyebutkan tentang beri ta duka ini. tempat dice ritakannya semua yang telah terjadi pada sang komandan. Saga akan berad a di tempat ini esok hari. Hiroshi membawa kuda ke dalam barisan. Saga akan berad a di tempat ini esok hari.

tapi tidak ada kabar dari Negara Tengah. di dekat kolam yang menyediakan air buat mereka: matanya te rpejam." sera Kahei. " Kau sudah bertempur satu kali hari ini. begitu pula dengan pasukan pemanah tambahan. Di sini ditempatkan-nya para prajurit bersenjata api." ujar Takeo." sahut Kahei. "Baiklah. Aku akan berjaga sementara kau dan pen¬dampingmu tid ur. "Mari ku tunjukkan pasukan kita. memikirkan rumah mereka nun jauh di sana da n anak-anak mereka. "Aku belum mendapat kabar dari istriku. penjaga juga membawakan obor ilalang." Halaman 277 dari 600 . "Mungkin adikmu bisa terus menunda turunnya hujan. jelas terpisah dari hiruk pikuk kemah di sekitamya. dan kilat menyala di langit barat." Kahei sudah mengatur pasukan dalam formasi tempur: kekuatan utama di sisi barat tanah datar." Takeo berjalan bersamanya di bawah cahaya rembulan untuk menginspeksi posisi. maka kita kehilangan keuntungan terbesar kita. nam un awan gelap berarak tidak beraturan. "Hujan atau tidak. "Kita menghadapi cuaca buruk." Kedua laki-laki itu terdiam sejenak. orang bilang kalau kabar buruk tersebar lebih cepat ketimbang kabar ba ik." ujarnya. dengan kegiatan fisik. dan bagian samping di se¬panjang tepi utara terlindungi oleh barisan bukit yang menonj ol. kami pernah mendapat pesan dari Inuyama. "Jika terlalu basah untuk menggunakan se njata api. kita harus bersiap menyambut serangan mereka. membuang kekhawatirannya dengan cara yang biasa.bayi. Bulan putih semakin mendekati purnama. Gemba duduk di bawah sebatang pohon runjung kecil. berusaha membang kitkan semangat dirinya dan juga Kahei.

namu n kaki¬nya tidak cocok dengan permukaan tanah yang berbatu. makan sedikit. te rdengar olehnya gemeletak api dan menyadari kalau gerakannya yang tergesa¬gesa menghantam lentera hingga jatuh. la langsung tertidur. bau terbakar menyesak¬kan cuping hidungnya. berjalan terpincang-pincang. hujan sudah me¬merciki tenda. Dalam mimpinya. kilat menghanguskan per¬kemahan. dan di saat yang bersam aan meraih tubuh Kaede dan menariknya ke arahnya. Sadar kalau orang dan kuda yang sayang p adanya masih di belakang. wajahnya masih mulus tanpa kerutan. kemudian meregangkan badan di bawah lipa tan sutra tenda. Mereka dikelilingi prajurit dari per¬kemahan yang ingin mengetahui tentang pertaru ngan tadi. Shigeko d iam tanpa bicara saat melepas pelana Ashige. Kahei mengatur agar ia bisa nyaman: Takeo mandi dengan air dingin. Gemba men gambil rumput kering dan air. makan sedikit. kemudian meregangkan badan di bawah lipa tan sutra tenda. api melahap tubuh Shigeru... tapi Gemba menghalau mereka. hewan itu menunggu dengan kesabaran dan ke¬patuhannya yang biasa. dan bahwa Lord O . mengencangkan tali di barisan kuda. diserahkannya hadiah pertunangan kepada Kaede. Saat dirasakannya bentuk tubuh Kaede yang amat disayanginya dalam pelukannya. kirin terus berlari melintasi lembah. Dia mengatakan bahwa Kahei harus diberitahu lebih dulu. Keributan di belakangnya membuatnya panik. dan malam itu adalah malam pertunangan K aede dengan Shigeru. tanpa goresan bekas luka di leher. rambut tebalnya hitam te rgerai. namun di depannya nampak sosok manusia dan kuda yang tidak dikenalnya. Dilihatnya Kaede saat berusia lima belas tahun. dan segera saja langkahnya melambat. Kaede ditunangkan dengan Shigeru sekaligus t elah menjadi istrinya. arena sudah berada di perkemahan sejak bulan kelima. Takeo terbangun. Mereka berada di penginapan di Tsuwano. Kahei mengatur agar ia bis a nyaman: Takeo mandi dengan air dingin. cahaya terangnya yang mengeri¬kan. Naomi.* Setelah Takeo memotong tali pengikat. la langsung tertidur. Ke nji. dan memimpikan Kaede. dan memimpikan Kaede.Karena sudah berada di perkemahan sejak bulan kelima. halilintar memec ah langit. Shigeko dan Gemba menemukannya di sana. Ruangan itu meledak terbakar. Dilihatnya lentera berkelap-kelip di antara mereka berdua saat Kaede menatap tangannya lalu menaikkan pandangan ke wajah. lalu membawanya ke perkemahan.

Sesaat ia merasa mereka berdua seperti orang yang berb eda: berlumuran darah. di samping Ashige. Keri. Aku mencintainya. kejam. mengikat kuda miliknya. Si gadis Muto. Hiroshi yang p ertama turun dari kuda dan mengulurkan kedua tangannya untuk mengangkat gadis itu turun dari pungg ung Tenba. Ekspresi wajah Mai pun sama. pikir Shigeko. Setelah itu Takeo turun dan menyapa Kahei. membuat figurnya kelihatan maskulin. Perasaan itu menodai ras a lega karena temyata ayahnya dan Hiroshi tidak terluka. Aku hanya akan menikah dengannya. Hiroshi mengucapkan selamat tinggal kepada Mai lalu membawa kedua kuda menuju ba risan kuda. Shigeko melihat ayahnya berkuda me¬masuki perkemahan. tapi kemudian berdiri sebentar untuk berbicara dengan Mai. Hiroshi mengambil tali kekang kedua k uda itu. Mai. kemudian mencaci dirinya sendiri karena merasa cemburu. Tenba mencium bau kirin dan meringkik keras. Halaman 278 dari 600 . ekspresi kemarahan sisa pertempuran masih tergambar di wajah mereka.tori ada di belakang mereka. dan Tenba di sebelah kirin. di belak ang ayahnya dan Hiroshi di samping¬nya. Hiroshi melihat ke arahnya dan Shigeko melihat ekspresi laki-laki yang sangat dikenalnya. Shigeko berharap ia memiliki pendengaran tajam agar tahu apa yang sedang mereka bicarakan.

Tapi aku merasa telah mengkhianati semua yang telah diajarkan para Gu ru Besar. Aku tidak ingin menyakiti anjing¬anjing itu. mengata¬kan kalau dia perlu menghabiskan waktu seorang diri. Pertarungan kecil ini tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan pertempuran yang akan terjadi nanti. dan sudah lupa peristiwa mengerikan hari ini." ujar Shigeko. "Besok pasti lebih buruk lag i. "Dia pergi untuk menguatkan dirinya dengan Ajaran Houou." ujar Shigeko. " "Aku juga tak ingin meninggalkan Ayah.. "Mereka punya makanan. Kembalilah ke Inuyama." Dirasakan pipinya merona merah lalu berkata. ke tempat bibimu. "Juga Lord Hiroshi. Aku merasa gembira saat darah mereka menyembur." Ia memalingkan wajah. Bidikanku tepat kena sasaran: tak satu pun anak panah yang meleset. Namun kini. dan tidak kuasa menambahka n. punya teman."Mereka semua bahagia sekarang. Aku ti dak tahu bagaimana lagi cara untuk tetap setia pada ayahmu. setelah kejadian itu. Seharusnya kau tidak terlibat." ujar Shigeko.." Gemba meninggalkan mereka. tapi biar kusarankan agar Gemba membawa¬mu pergi. dan memalingkan wajah ke arah kirin untuk menye . namun aku ingin menyakiti orang-orang itu ." Setelah berhenti sejenak. "Apa yang kau bicarakan dengan gadis itu tadi?" "Gadis Muto itu? Aku berterima kasih padanya karena membantu kita lagi. Kau bisa membawa kirin. kepada Tiga Negara." ujar Shigeko. Mere ka tidak tahu apa yang menanti besok. seketika air mata terasa menusuk kelopak matanya. atau mela kukan semampuku untuk melindungi ayahmu juga dirimu. "Tapi panahku mengena banyak orang." tutur Hiroshi. dan sudah terbiasa. "Aku har us melakukan hal yang sama.." sahut Shigeko. Berapa banyak dari mereka yang sudah mati sekarang? " "Aku juga membunuh. aku merasakan penyesalan dan kesedihan. "Mereka punya makanan. "Aku dilatih semasa kecil untuk hal ini. Aku sung guh-sungguh berterima kasih padanya karena membawa kabar tentang kematian Taku.. saat hewan-hewan itu makan dan min um. "Aku tak tahu apakah hari ini aku telah membunuh. Hiroshi lalu menambahkan. Mere ka tidak tahu apa yang menanti besok. juga karena telah bertempur bersama kita hari ini." ujarnya pelan. saat hewan-hewan itu makan dan mi num. punya teman. dan sudah lupa peristiwa mengerikan hari ini." Mereka semua bahagia sekarang." "Oh! Tentu saja. Aku tak bisa meninggalkan ayahmu.

" Shigeko tak kuasa menahan diri untuk tersenyum. Kata-kata Hiroshi menghalau kese dihannya." ujarnya. jauh di ufuk barat pancaran terakhir sinar matahari menyebar keluar dari balik awan tebal." "Perasaanku padamu jauh melebihi perasaan kakak terhadap adiknya." Nampak¬nya Hiros hi pun berusaha mengungkapkan perasaannya." Hari masih terang. lalu menemui ayahku." tuturnya." "Kau sudah seperti kakakku. "Kita harus melihat medan perang. Aku tak¬kan meng ucapkannya padamu. Shigeko tidak tahu bagaimana memulai pembicaraan. Akhirnya Hiroshi bicara. "Tidak ada orang lain yang lebih berarti bagiku ketimbang dirimu. takut kalau mereka akan mati tanpa semp at menyatakan cinta.mbunyikan rasa bingungnya. demi nasib seluruh n egeri. Ia ingin dipeluk pemuda itu. Aku tahu derajat dan kedudukan menempatkan dirimu jauh di atas diriku. Kau adala h perempuan paling sempurna yang pernah kukenal. namun kenyataan kalau salah satu dari kita mungkin mati besok. tapi aku tak bisa mencintai atau menikah dengan orang lain selain d irimu. memenuhi dirinya dengan rasa gembira serta keberanian. berwama abuabu pucat. Bulan masih tinggi perlahan berwarna keperakan. "Satu-satunya kecemasan¬ku saat ini adalah keselamatanmu. dan saat masa depan mereka kian tak menentu? Kuda-kuda sudah selesai diurus: tidak ada lagi alasan bagi mereka untuk berdiri di sana lebih lama lagi." ajak Shigeko. "Lady Shigeko. "Kau harus tetap hidup. penguru s kuda. Langit di antara tempat perlindungan mereka yang berwarna abu-abu tu a. Namun ia tak tahu bagaimana mengatakan saat dikelilingi prajurit. "Mari berjalan-jalan sebentar. Halaman 279 dari 600 .

Satu tenda terpisah didirikan untuknya. Mai menghilang lagi. juga kuda Anda. akan kubujuk orangtuaku. mengapa aku tidak bol eh melakukan hal yang sama?" "Aku tidak bisa melakukan apa yang ber¬tentangan dengan keinginan ayahmu. Mari kubantu Anda. lalu perg i menemui beliau."Hiroshi. Saat ini aku t ak lagi merasa wajib menjadi istri Lord Saga karena dia telah memperlakukan ayahku dengan kejam. dan Mai masuk ke tenda membawa teh dan nasi dingin. Terdengar olehnya perkemahan meledak dalam kesibukan di sekelilingnya. "Ayah Anda mengirimkan ini. berusaha mengatur pikirannya dan mengobarkan kembali api yang tenang dan kuat dari Ajaran Houou dalam dirinya. Sementara Shigeko makan dengan cepat." ujarnya." ujarnya. ia diberitahu kalau ayahnya sudah tidur. des . Ked ua orangtuaku mengutamakan cinta di atas kewajiban pada orangtua mereka." Shigeko merasakan bobot asing perisai dada itu. "Lady Maruyama!" seorang perempuan berseru memanggil dari luar. Saat kembali. Semuanya mulai basah. jari nya terasa licin. bau darah. "Anda harus segera bersiap. ada hal lain yang lebih penting. "Mari kita menikah. kuharap! Shigeko berani berpikir demikian saat mereka berpisah. akan kubujuk orangtuaku." Tidak semuanya. "Mari kita menikah. aku senantiasa berusaha mematuhi orangtuaku dan ber¬tindak dengan be nar. Tapi kini kulihat ternyata. namun ia menahan diri. la lu ia duduk sendirian dalam waktu yang lama. cepat-cepat mengenakan pakaian berkuda yang dikenakannya kemarin. Setelah mandi dan m akan." sahut H iroshi." ujarnya. Rambutnya tersangkut saat benda itu diikat talinya. dengan penuh perasaan. Shigeko ingin segera menemui ayahnya. Seumur hidup. Namun semua usahanya kalah oleh kenangan yang melintas di benaknya ing anak panah dan wajah serta suara Hiroshi. jeritan dalam pertempuran. Shigeko tertidur sebentar dan terbangun oleh gemuruh halilintar dan percikan air hujan. dan melompat bangun . saat menghadapi kematian. "Namun mengetahui bahwa kau merasakan apa yang kurasakan telah memuaskan semua keinginanku. Saat ini aku ta k Hiroshi. gadis itu membawa perisai pelindung dada kecil terbuat dari kulit dan besi serta helm.

kau harus hidup. "Tidak. karena kalian berdua adalah pemanah yang agar mengirimmu pergi." panggilnya tanpa tersenyum. "Shigeko. Ay baik. Matahari hampir terbit. tapi langit tampak kian pucat. Jato di sampingnya." "Dan kalau kita menang?" Halaman 280 dari 600 . Saat ini terlalu senjata api. "Bila kekalahan tak terhindar. putriku. Jika kita kalah." "Aku akan mencabut nyawaku lebih dulu. t basah untuk menggunakan reda untuk menyerang. Takeo sudah me ngenakan baju zirah." hardik Shigeko. melewati siraman hujan bak tirai baja abu¬abu." "Aku senang." sahutnya." "Tetaplah bersama Gemba. kau harus menikah dengan Saga. dia yang ak an menyelamatkanmu."Ikat rambutku. Shigeko bergegas menuju barisan kuda. "Aku tak ingin meninggalkan Ayah. lalu diambil pedang dan mengencangkannya di s abuknya. Aku ingin bertempur di samping Ayah. Mai menaruh topi baja di kepala Shigeko lalu mengikatkan talinya. menunggu kedatangan Hiroshi dan pengurus kuda menyele saikan memakaikan pelana pada kuda. "Hiroshi memohon api sebenarnya Ayah membutuhkan semua orang yang ada. dan mempertahankan negara dan rakyat kita sebagai istrinya. Hujan turun dengan deras. Ayah yakin dia takkan menunggu hujan ah membutuhkan kau dan Gemba." ujarnya pada Mai. dan Saga tahu ini." ujar Takeo.

tapi tidak belajar dari kejadian itu. pemanah dan pasukan ber-senjata tombak berujung tajam dan tombak berkapak tengah mengatur posisi." tutur Gemba. Jangan sia-siakan sebatang anak panah pun. tempat pasukan b erkuda berkumpul. Sudah takdir kita untuk berada di sini. tapi nyaris tak bisa mengingatnya. mereka pasti melakukan hal yang sama untuk senjata api." Mulut Shigeko terasa kering." tambahnya." Shigeko mendengarkan kata-kata ini. kar ena Kahei telah melatih seni tembakan alternatif hingga hujan panah seperti sambung menyambung. selagi mereka berdua naik ke pung gung kuda. Maka kau bisa menikah dengan orang pilihanmu. "Bagaimana bisa terjadi s eperti ini? Bagaimana kita bisa gagal menyelesaikan masalah dengan damai?" "Ketika keseimbangan hilang dan kekuatan laki-laki mendominasi." sahutnya ringan. takdir yang mengharuskan kita membunuh atau te r¬bunuh. dengan sepenuh hati. Andai keadaan tidak basah. bahwa sebena rnya kita tidak meng¬inginkan atau pun mencarinya. Kini dia akan sama terkejutnya seperti saat itu . "Beberapa luka telah diatasi oleh kekuatan perempuan." sahut Gemba. perang tidak bis a dihindari. "Dia tak menduga kalau kekuatan pemanah kita sama hebatnya dengan pasukannya. matanya berkerut me lirik ke arah Hiroshi. Takeo berkuda bersama Hiroshi menuju bagian tengah tanah datar." sahut Takeo." sahut Takeo. tempat pasukan pejalan kaki." "Kita harus tetap di sini. kuda yang sudah tak sabar. Kita harus merangkulnya dengan segala kejernihan pikiran. Mereka berjumlah beberapa ribu orang. Ayahmu ingin agar kita membidik dengan hari-hati dan menyerang pemimpin mereka. "Saga menduga kita hanya berkonsentrasi pada senjata api. "Aku akan pegang janji Ayah. tapi aku tak tahu a pa itu. "Lord Gemba. matanya berkerut mel irik ke arah Hiroshi."Maka kau bisa menikah dengan orang pilihanmu. ." panggilnya. "bahkan saat pasukan bergerak memutar dan maju. Dia terkejut saat pertandingan berburu anjing itu be r¬langsung. dan Shigeko mengikuti Gemba menuju sisi sebelah utara. perhatiannya dipusaikan pada pemandangan di depann ya saat matahari semakin terang: warna merah dan emas baju zirah serta pelana. para pemanah diatur dalam dua tingkat.

gelombang pertama pasukan Saga mengalir melewati perbatasan. bak semut yang terganggu keluar da ri sarang. Perang berlangsung tiada henti dari matahari terbit hingga matahari terbenam. Malam har inya para prajurit merawat luka dan membersihkan medan perang dari anak panah yang berserakan. tapi jenderal Kaisar itu dirintangi oleh sempitnya jalur menuju dataran. Inilah perang paling brutal yang pernah Takeo alami. Juml ah pasukan Saga Hideki lebih besar tiga berbanding satu dengan pasukan Takeo. berperang dengan restu Kaisar. pertama dihadang pasukan b erkuda yang menggunakan pedang kemudian oleh prajurit pejalan kaki.dan panji-panji Otori. Selagi pasukan Saga merangsek memasuki dataran. Maruyama. dalam jumlah yang luar biasa besar. Halaman 281 dari 600 . berharap dianugerahi harta rampasan dari Tiga Nega ra. Mereka telah menakluk kan wilayah wilayah di utara. perang yang berusaha ia hin dari.* Perang Takahara berlangsung lebih dari tiga hari di tengah badai yang disertai k ilat dan petir. prajurit yang selamat dari panah dihadang oleh pasukan utama Otori. Miyoshi dan klan lain dari Tiga Negara. dan posisi Takeo yang lebih meng¬u ntungkan. Pasukan Saga sangat disiplin dan luar biasa terlatih. Kemudian. mereka dihujani anak panah dari kanan.

Mino ru. Ketika serangan pertama p asukan Saga dipukul mundur dan dihalau kembali ke jalur perbatasan. kampung halaman. Dia sudah tak sabar selama berbulan-bulan. Sama pentingnya. tapi juga dem i negara. Didengarnya langkah kuda. menyebar untuk mengecoh pasukan pemanah ke utara dan mengitari sebelah selatan d ari pasukan utama Kahei. ingin menghadap i ancaman atas pemerintahan Takeo. Keyakinannya bahwa Saga takkan bisa menang menguatkan tekad pasukannya. dan hujan anak panah kurang efektif dibandingkan hari sebelumnya. Ia telah merencanakan operasi militer ini sejak musim semi. Kahei melompat ke kuda l alu bergabung dalam pengejaran itu. Kahei menyaksikan dari lereng. mendengarkan suara pertama kegiatan dari musuh. Miyoshi Kahei sudah bertempur bersama pasukan Otori sejak perang Yaegahara saat berusia empat belas tahun. Panji-panji klan basah karena lembap. karena sebenarnya dia ingin pasukannya meng¬gunakan senjata api. semangatnya ber¬kobar : hujan tak bisa dihindari. duduk di dekatnya bernaung di bawah payung. si juratulis. tapi juga demi negara. Ia bertekad untuk tidak hidup dengan kekalahan seperti itu lagi. pasukan berkuda Saga kembali melewati jalur sempit sebelu m hari terang. pasukan Takeo tidak hanya berperang demi nyawa mereka. tanah di bawah kaki dengan cepat berubah m enjadi lumpur. Takeo tidak tidur selain menyaksikan semalaman. pasukan Takeo tidak hanya berperang demi nyawa mereka. Klan Otori menderita kekalahan besar. istri dan anak-anak serta tanah mereka. Kahei tak pernah lupa masa-m asa yang terjadi setelah itu: penghinaan atas ksatria. serta mengatur pengangkutan p ersediaan dan senjata dari Inuyama. kampung halaman. meski¬pun kaki mereka dibungkus jer ami. n amun ada yang luar biasa dengan senjata tradisional: busur panah dan pedang.Sebaliknya. sebagian disebabkan oleh peng¬khianatan para pemimpin distrik. Pemanah sebelah utara menembak membabi¬buta. persiapan Kahei dilaku¬kan dengan sangat teliti dan penuh pe¬rencan aan. pedangnya mencincang dan menyabet punggung prajurit yang t engah melarikan diri. Se . tombak runcing da n tombak berkapak. berusaha keras namun sia-sia menjaga agar tulisannya tetap kering serta mencatat semua kejadian. Kini akhirnya perang sudah dimulai. istri dan anak-anak serta tanah mereka. hampir tiga puluh tahun lalu. kuda merah bata miliknya siap di sampingnya. keriat¬keriut dan gemerincing pelana serta senjata. penderitaan rakyat di bawah pengua sa Iida Sadamu. Di pagi di hari kedua. ebaliknya.

dan melihat ayah bocah itu t engah berkuda ke arahnya. dan tidak mendapat bantuan apa pun. Ia segera ber¬kuda untuk membantu mereka dengan Jato di tangan. Tenba gemetaran penuh semangat. Tadayoshi. dan cahaya matahari yang baru terbit menerangi pertunjukan yang menyedihkan itu. Takeo tak berhasil melih at seorang pun dengan jelas di tengah pertempuran sengit itu. meski lencana setiap kelompok pra jurit pejalan kaki bisa terlihat samar di bawah guyuran hujan. membelokkan kuda itu menghadapi si penyerang lalu menunduk menatap mata putra Ok uda. kalau Okuda berada tidak jauh di sebelah kanannya. setengah sadar. Di bagian paling timur. Ia melihat. Takeo men dengar suaranya dengan jelas di tengah gemuruhnya pertempuran. Tadayoshi mati seketika itu juga. ia berge rak memasuki kekejaman pertempuran. perang sudah ber¬langsung lama. dan pakaian. Segera dilihatnya kalau sisi kananny a dalam ancaman. Seakan tak lagi memiliki rasa menyesal. "Lord Otori!" Ia tidak pernah tahu apakah itu seruan menantang atau seruan minta tolong karena Jato sudah turun ke tempurung kepalanya dan membelahnya. Ketika hari terang. Kini Takeo mendengar jerit kemarahan dan kesedihan. serta terkepung sewakt u berusaha membela diri dengan gagah berani. pedang di kedua Halaman 282 dari 600 .muanya basah kuyup makanan. Bocah itu mengenali Takeo dan ber¬teriak memanggil. Ia menggerakkan Tenba ke samping untuk menghindari tikaman pedang ke a rah kakinya. pasukan pema nah terjebak dalam per-tarungan satu lawan satu dengan pasukan Saga. Bocah itu terjatuh dari kuda dan kehilangan topi bajanya. senjata.

berusa ha mencengkeram surai dengan tangan kanannya yang cacat. perang merupakan hal yang sangat diinginkannya. berusa ha mencengkeram surai dengan tangan kanannya yang cacat. Amukan laki¬laki itu membakar amarah lama dalam diri Takeo. Namu n Okuda tidak mengacuhkan mereka semua. Jato menanggapi dan menemukan titik tak te rlindungi di leher Okuda. S aat itu Tenba tersandung. Namu n Okuda tidak mengacuhkan mereka semua. dan tidak siap. pandanganya hanya tertuju kepada Takeo. tapi Takeo masih bisa merasakan akibatnya karena ujung pedang Okuda me ngenai bagian atas lengannya sampai ke bahu. Takeo merasa tidak tenang dengan kematian Tadayoshi. Di usia itu. jalannya dihalangi oleh kerumunan prajurit. dan membiarkan kobarannya kian membara ka rena perasaan itu menghangus¬kan penyesalan. terjatuh ke depan. Sakai Masaki. Kuda Okuda terus berderap.tangannya. terjatuh ke depan. ia tidak merasa sakit dan mengira kalau ia tak terluka. memberi waktu bagi Tak eo dan Tenba memulihkan diri. namun jalan yang diikutinya . Okuda m embelokkan kuda lalu kembali menghampiri Takeo. tapi Takeo masih bisa merasakan akibatnya karena ujung pedang Okuda me ngenai bagian atas lengannya sampai ke bahu. Kahei memulai gerakan mengepung lalu menjepit yang bisa menjebak pasukan musuh untuk mundur. *** Masih di hari kedua. dan membiarkan kobarannya kian membara ka rena perasaan itu menghangus¬kan penyesalan. Jato menanggapi dan menemukan titik tak te rlindungi di leher Okuda. Keberadaan sepupunya. angannya. dan tidak siap. dan Takeo agak tergelincir dari pelananya. memberi waktu bagi Tak eo dan Tenba memulihkan diri. Takeo merasa tidak tenang dengan kematian Tadayoshi. di belakangnya m embuat Hiroshi teringat perjalanan di tengah hujan seperti ini bersama sepupunya itu sa at berusia sepuluh tahun. Gerakan yang cepat dan kuat laki¬laki itu justru membawa Jato menembu s ke dalam daging dan pembuluh darahnya. Tersandungnya Tenba membuat serangan Ok uda agak berbelok. Gerakan yang cepat dan kuat laki¬laki itu justru membawa Jato menembu s ke dalam daging dan pembuluh darahnya. dan Takeo agak tergelincir dari pelananya. jalannya dihalangi oleh kerumunan prajurit. Tersandungnya Tenba membuat serangan Ok uda agak berbelok. ia tidak merasa sakit dan mengira kalau ia tak terluka. Amukan laki¬laki itu membakar amarah lama dalam diri Takeo. Hiroshi dan pasukan¬nya mendesak pasukan Saga kembali ke jalu r sempit dalam serangan balasan. Okuda m embelokkan kuda lalu kembali menghampiri Takeo. Kuda Okuda terus berderap. pandanganya hanya tertuju kepada Takeo. Saat itu Tenba tersandung.

Shigeko tidak terluka. Takeo berada di antara mereka. menang. sudah dibersihkan dan dibalut denga n perban kertas. ia merasa lebih baik terbunuh atau mencabut nyawanya sendiri. "Hiroshit Kawanku! Jangan tinggalkan kami. Dibuangnya jauh-jauh semua p ikiran lain dan berkonsentrasi pada pertarungan. Berjuanglah! Ber¬juanglah!" Mata Hiroshi mengerjap-ngerjap. Hiroshi bertarung dengan kemarahan yang ia tidak tahu kalau ia memilikinya. darah. sekarat karena kehilangan banyak darah dengan luk a sayatan di kepala dan kaki. meraih tangannya dan berseru memanggil nya. memengaruhi semangat pasukan di sekitarnya. Tak bisa kemana-mana. darahnya sendiri atau darah Sakai. Napas¬nya terengah-engah.sekarang adalah jalan kedamaian. Keri tumbang. Sesaat Hiroshi tak bisa percaya kalau beginilah akhirnya. lalu menggendong Hiroshi kembali ke belakang bar isan untuk bergabung dengan prajurit yang terluka. karena masa depannya bergantung pada ke¬menangan. Gemba berkata. darah menyembur dari leher dan bahunya. Ajaran Houou. . "Aku menemukannya. Takeo berlutut di samping Hiroshi. Bobot tubuh Sa kai menahan tubuhnya berada di dalam lumpur saat pasukan yang bertempur menginjak¬injak melewa ti mereka. tempat mereka terjebak di jalan yang menyempit. Dalam salah satu desakan bal asan. meneng¬gelamkan dirinya. Lentera telah dinyalakan. berpaling selagi pedang meng¬hampirinya dan terus menangkis dengan pedangny a ke atas. Sakai pasti telah menyelamatkan Hiroshi. lalu rasa sakit menyel imuti dirinya. bahu dan lengannya tersayat cukup dalam. Sakai tewas tergeletak di atas tu buhnya. wajahnya pucat kelelahan. mendesak lawan kembali ke jalur sempit. Gemba menghentikan aliran d arah serta membersihkannya sebisa mungkin. Lumpur menyulitkan dirinya untuk menjejakkan kaki dan j atuh dengan satu lutut. Dia sekarat. Kini dirasa¬kannya semua darah yang mengalir dari nenek moyangnya menggelegak dalam pem¬buluh darahnya." Dibaringkannya pemuda yang terluka itu di bawah. mem¬butakan matanya. tapi berasap di tengah hujan. membunuh. namun tidak berbahaya. pasukan Saga makin putus asa. Gemba menemukannya saat malam. Bila kalah dalam perang ini. Hiroshi menemukan dirinya berta rung melawan dua prajurit tanpa kuda. Luka-lukanya sudah ditutupi lumpur. kulitnya basah oleh keri ngat bercampur air hujan. Pedang kedua turun ke arahnya: dilihatnya Sakai menghempaskan badan di balik huj aman pedang itu.

" Halaman 283 dari 600 .Shigeko berlutut di samping ayahnya. "Dia tak mungkin sekarat! Dia tak boleh mat i!" "Dia berhasil bertahan sampai sejauh ini.

tentunya." Shigeko tak menjawab. "Dan kau juga. sebelum mereka menggunakan kesempatan istirahat singkat untuk tidur." "Lukanya tidak parah. semakin besar peluan g kita menyelamatkan yang terluka. memandikannya dengan air dingin. Aku takkan menjauh dari perang tidak sebelum S aga mati atau kembali ke ibukota!" *** Shigeko menjaga Hiroshi semalaman. meski rasa sakit semakin terasa sepanjang ha ri ini." sahut Takeo. "Dia tidak pernah kalah sehingga dia tidak akan mengakui pemikiran semacam itu." "Bagaimana kita bisa membujuknya? Kita bisa saja menahan serangannya tanpa waktu yang pasti kuharap kau terkesan dengan para prajuritmu. berarti masih ada harapan. tapi tubuhnya menggigil ke ncang sekali. Dia mengorbankan anak buahnya tanpa tujuan. tanpa sinar matahari untuk mengeringk an dan menyembuhkan." "Seperti Sugita yang malang." imbuhnya. menjauhlah dari medan perang." jar Gemba." "Begitulah jalan hidup ksatria." sahut Takeo. "Bisa kau lihat betapa kuatnya dia. Diseduhn ya teh dan berusaha membuat pemuda itu meminum . Demam karena lu ka tak bisa dihindari dalam kondisi buruk seperti ini." "Jika dia bisa melewati malam ini. "Beruntung aku sudah terbiasa memakai tangan kiri.ujar Gemba." sahut Takeo setuj u. Hiroshi masih hidup hingga pagi hari." "Dia adalah orang dengan kebanggaan yang tinggi. "Alangkah tidak termaafkan mem¬bunuh orang. berusaha men urunkan panas demamnya. Kau harus beristirahat besok." ujar Gemba." bisik Shigeko. "Jangan putus asa. " "Betapa mengerikan semua ini. dan Shigeko tak menemukan satu pun benda kering yang bisa menghangatkannya. "Ini benarbenar gila. Semakin cepat kita bisa mengakhiri perang. "Sampai berapa lama lagi Saga akan bertahan seperti ini?" tanya Kahei pada Takeo malam itu. "Ksatria bertarung lalu mati. namun air mata bercucuran dengan deras dari matanya. "Bisa kau lihat beta pa kuatnya dia. menurutku mereka sangat luar biasa ta pi kita tak bisa menghindari besarnya korban.

"Beginilah cara kami meng¬hangatkan orang sakit di Tribe." Mai ber¬baring dan mendempetkan tubuhnya ke tubuh Hiroshi. "Apa yang harus kulakukan?" Mai berjongkok di samping Hiroshi dan meraba dahinya. Mai sudah menghabiskan waktu siang dan malam di sana." pcrintahnya. dan Shigeko melakukan¬nya. "Dia sekarat!" "Tidak!" sahut Shigeko. dan Shigeko memanggilnya. "Berbaringlah di sebelah sana. m erasakan kehangatan tubuhnya menyebar ke tubuh Hiroshi. "Ah. "Beraninya kau mengatakan begitu!" Halaman 284 dari 600 . tanah di bawah mereka becek deng an air hujan. lalu menyingkirkan perba n Gemba. Shigeko mengulangi gerakan yang sama. merasakan darah pemuda itu. "Dan begitulah kami menyembuhkan luka. Kedua gadis itu mengapit pemuda i tu tanpa bicara sampai suhu tubuhnya mulai naik lagi. Mai berkata. Tempat berlindung dari batang kayu yang didirikan untuk mereka yang terluka terus meneteskan air hujan. dia kedinginan.nya: Shigeko tercabik antara tetap menjaga Hiroshi atau kembali ke posisinya di samping Gemba untuk melawan serangan Saga selanjutnya." ujar nya. menjilat pinggiran luka yang menganga dengan lidah lalu meludahkan air liurnya k e luka tersebut." ujar Mai pelan.

Kita tak bisa melakukannya siang dan malam. mengencangkan talinya dan menemukan sepuluh anak p anah baru. Tidak banyak yang bisa kau lakukan untuk Lord Hiroshi. dan sesekali membasuh wajahnya dan memberinya minum karena saat ini dia terseran g demam lagi. "Tapi bahkan laki-laki paling kejam sekalipun akan kelelahan. Dita ruhnya semua anak panah ini ke dalam tabung." "Aku akan menemukan caranya untuk Anda. maka dia akan kehilangan selera perangnya." Mai menatap Hiroshi lalu menatap Shige ko. Shigeko berusaha menenangkan pikiran seperti yang pernah diajarkan kepadanya di Terayama." ujar Mai. terutama jika mereka terluka. derap kaki kuda. Diambilnya bus ur yang digunakannya untuk bertempur. Sakiti dia separah luka yang Hir oshi derita maka dia akan lari tunggang langgang mencari tabib di Miyako. pikirnya. dan aku harus merawat mereka yang lebih berpeluang hidup. temanku sayang. "Kenakan pakaian berwarna cok lat seperti warna lumpur dan siapkan busur dan anak panah yang paling mematikan." Shigeko berkata. dan aku harus merawat mereka yang lebih berpeluang hidup. Dia takkan meninggalkanku. panggilnya dalam hati kepada Hiroshi." Shigeko mengikuti semua petunjuk Mai. "Sakiti si Saga itu. membawa teriakan-teriakan yang membuat gila. jeritan mereka yang terluka. Kita tak bisa melakukannya siang dan malam. tapi ada sem acam kesunyian menyelimuti diri mereka berdua." ujar Mai. dia hanya mengarahkan pasukan dari jauh. oleh Hiroshi dan Guru Besar lainnya. Kau harus bertempur. dibului dengan bulu elang. Jan gan tinggalkan aku! Perang berlanjut dengan lebih kejam lagi. dan Shigeko merasakan jiwa mereka saling bertaut . Guruku yang terhormat." imbuhnya saat Shigeko raguragu. "Bagaimana cara men¬dekatinya? Dia tidak muncul di medan perang. dentingan baja. Sementara menunggu Mai kembali. "Dia sudah berada di tangan para dewa. Kau harus bertempur." Dia perlu dirawat dengan benar."Dia perlu dirawat dengan benar." "Bagaimana cara kita menghentikan perang ini?" "Laki-laki memang suka bertarung. ujung anak panah terbuat dari besi bermata satu. Shigeko duduk di samp ing Hiroshi. dan seketika itu juga pergi ke tendanya lal u mengeluarkan . membungkus kepala dan lehernya dengan sehe lai kain lebar lalu mencorengkan lumpur di dahi dan pipinya agar tidak dikenali.

Saat kembali ke tempat Hiroshi. Berapa lama lagi mereka bisa bertahan? tanyanya pada dirinya sendiri selagi meng ikuti Mai mengitari sisi selatan tanah datar. "Kukira kau sudah kembali bertempur. Mai sudah kembali. "Kau darimana?" tanya gadis itu. terasing dan jauh dari medan perang. Mengurus mereka sebentar. disadarinya kalau ia t akkan bisa menemukan gurunya itu. tapi pasukan Saga tergeletak di tempat mereka jatuh. berjal an ke barat daya. Pasukan barunya masih segar dan telah beristira hat. Kirin terlihat menyedihkan dan merana karena sendirian serta makin Halaman 285 dari 600 . sesekali berhenti dan terpincang¬pincang. Agak di belakang mereka tampak kirin. ber¬ge gaslah. sementara pasukan Otori sudah bertempur selama dua hari." Shigeko bertanya dalam hati apakah perlu memberitahukan Gemba kemana ia akan per gi. Shigeko hampir tak memikir¬kannya selama dua hari in i: tidak ada yang punya waktu untuk membangun kandang baginya. seolah berada di padang rumput. Mari. tabung an ak panah di bahu kanannya.busur kecil dan anak panah dengan bulu burung houou miliknya: menje¬jalkan semua i ni ke dalam jubahnya. Perasaannya sudah mati rasa melihat begitu banyak oran g yang tewas. sementara disan-dangnya busur yang lebih besar di bahu kiri. hewan itu diikat dengan tali k ekang ke barisan kuda. Shigeko melihat kuda-kuda itu berhenti tepat di depan kemah Otori. Ketika tiba di puncak lereng dan melihat pemandangan di medan perang. Kuda-kuda yang terluka berusaha bangkit. Strategi Saga kini tampaknya bisa mengungguli Otori denga n kekuatan jumlah pasukan yang lebih besar. Mereka menund ukkan kepala dan mulai makan rumput. segerombolan kecil kuda menderap. tali kekang mereka yang putus bergelantungan terseret di lumpur. Pasukan Otori sudah membawa korban tewas dan terluka dari pihak mereka ke garis belakang.

" bisik Mai. Di sini suara per¬tempuran agak berkurang. mencermati suaranya ya . m elaporkan perkembangan perang. Shigeko meringkuk bernaung di bawah tonjolan batu besar yang meneteskan air hujan selama waktu yang dirasakan bak se umur hidupnya. Tepat di belakangnya. akar kedua pohon yang meli ngkar dan berbentuk aneh membentuk semacam kisi-kisi yang alami. Shigeko melihat beberapa orang melompat naik turun di anak tangga itu. berkeliaran di an tara dua dunia. t ini daurus di bawah siraman an berat ini dan perjalanan panjang kembali ke atinya. Shigeko menggeliat bergeser hingga ke posisi tempat ia bisa melihat di sela-sela akar ke arah timur. diam tanpa suara. Beberapa perwira yang sama cemerlang dan bersih dengan dirinya walaupun hujan. tempat laki-laki itu mendapatkan pandangan bak burung rajawal i ke medan perang di bawahnya. seperti gunung¬gunung di panji-panji hitam putih yang berkibar-kibar di sampingnya . Akhirnya mereka tiba di batu besar dan memanjat sisi sebelah selatan. bertengger di tebing yang curam. Kedua gadis itu berjalan melewati belakang bebatuan dan tebing yang mengelilingi tanah datar. serang¬kaian tonjolan bebatuan yang terjatuh mem¬bentuk anak tangga ala mi menurun ke jalur sempit. Ia bahkan bisa mendengar suara Saga. Dua batang pohon pinus kerdil melekat di puncak batu itu. bersama dengan peniup terompet perang dan kurir yang siap mem¬bawa pesan. mem¬beri isyarat kepada Shigeko untuk menunggu. menghilang ditelan kabut yang bergelayut bak gumpalan sutra yang belum d ipilin. Shigeko menahan n apas dan menyejajarkan tubuhnya dengan bebatuan. Dia bersenjata lengkap dengan pakaian warna hitam dan emas. topi bajanya berhiaskan dua puncak emas. kerap¬kali mereka harus merangkak di bebatuan besar. Di sekeliling mereka menjulang puncak-puncak Gu gusan Awan Tinggi. Saga duduk di bangku kecil mewah berlapis pernis dan dinaung i payung besar. begitu kesepian dan jauh dari Sanggupkah hewan itu bertahan melewati cobaan bera hujan. dan pintu masuk ke jalur sempit.kurus di bawah siraman hujan. Tanahnya berbatu dan licin. Saga berada tepat di arah depan mereka. Kadang Mai berjalan di depan. Mai kembali keluar dari kabut bak hantu. Sanggupkah hewan itu bertahan melewati coba Negara Tengah? Rasa iba pada hewan itu meng¬hunjam h rumahnya. "Tetap menunduk. Ia merasa seakan telah tewas dan sekarang sudah menjadi hantu. dan memimpin untuk be rjalan terus. berdiri me ngelilinginya.

seolah tubuhnya tersandung sebatang tongkat. Shigeko melihat sekali lagi dan memerhati¬kan titik kelemahan orang itu. Aku akan mati. dan beberapa di antara mereka segera bergegas menuruni anak tangga ba tu untuk masuk ke kancah peperangan. Bulu burung houou berkilat keemasan. Saga melihat ke arahnya. dan terlihat jelas kulit leher yang lebih putih. begitu pula Saga yang tak be rhenti memandangi dirinya. ter¬duduk dengan susah payah. satu tembakan lagi meng¬hantam batu di kakinya. dan membiarkan anak panah itu melesat ke arah tatapan laki-laki Halaman 286 dari 600 . Gerakan ini telah diterapkannya ribu an kali selama dua hari terakhir.ng penuh kemarahan. tatapan matanya kejam. berteriak d an menggerakkan tangan dengan kipas perang besi di tangannya. tapi tidak merasa kesakitan. Dirasakan s atu pukulan tajam. pikirnya . Ditariknya busur yang lebih kecil dari jubahnya dan menaruh sebatang anak panah di busur itu. Mai bemapas di telinganya. "Menunduk!" teriak Mai. Shigeko mengintip lagi dan melihat laki-laki itu berdiri. anak panah tepat sasaran. saat dia berdiri. Wajah ter lihat jelas. hingga ia harus mem¬pertahankan keseimbangan saat menarik busur dari bahu dan anak panah dari tabung. Para perwiranya mundur selangkah d ari kemarahan besar itu. orang di belakangnya memegang er at-erat dada Saga di mana anak panah melubangi perisai dadanya. hujan memercik di sek elilingnya. Terdengar jerit kaget dan ter guncang. Kau hanya memiliki satu kesempatan. "Sekarang. Shigeko berdiri: busur meregang." Shigeko menarik napas dalam-dalam dan berpikir di sela setiap gerakannya. satu anak panah melesat melewatinya. Dia akan melangkah di bawah batang togoknya: permukaan bebatuan pasti licin. dan bidikannya belum pernah meleset. namun Shigeko tak bergerak. Akan d igunakannya pohon pinus terdekat untuk menopang kakinya. dan kini mereka membidiknya. menghantam pohon pinus dan serpihan kayu terkena wajahnya.

mengagumi tekad dan disiplin mereka yang berada di sekelilingnya. apakah ia pun ditakdirkan kembali ke Hagi dengan membawa berita kekalahan besar? Ketakutannya semakin membakar tekad¬nya untuk meraih kemenangan. merahnya darah bercampur bulu yang basah kuyup dengan ai r hujan. ketika pasukan Otori. *** Sepanjang pagi Kahei bertarung di bagian sebelah selatan. lalu bersiap untuk menghadapi serangan berikutnya dengan berjalan kaki. Saat itu halilintar menyambar. menghabisi prajurit pejalan kaki yang mundur ke rintanga n yang telah mereka dirikan saat pemanah di sebelah utara meluncurkan anak panah. kuda itu seperti menyadari lukanya. Sewaktu pasukan Saga berhasil dipukul mundur. Aya hnya adalah salah satu dari sedikit prajurit yang selamat apakah sejarah keluarga itu akan terulang lagi. Sekarang ini. mengingat segala yang pernah Guru ksatria dan Tribe a jarkan untuk mengalahkan rasa lelah dan rasa sakit. menatap anak panah itu hingga menembus mata kiriny a. *** Takeo bertarung di tengah. hanya Saga yang tetap membuka mata. dan mulai gemetar ketakutan. Sekelompok pasukan berkuda datang dari jalur sempit. ia menunduk melihat Tenba terluka sayatan di bagian dada. kini dia semakin cemas. Berapa lama prajuritnya yang tidak tidur sanggup dapat bertahan d ari serangan yang seolah takkan berakhir? Dia mengutuk hujan yang menghalangi mereka menggunakan s enjata api. bertempur dengan putus asa hingga nyaris tak seorang pun tersisa. Anak buah Saga yang berada di sekelilingnya menjatuhkan busur dan menutup mata m ereka. ketika perang berhenti untuk sementara. tempat dia menambah ju mlah pasukan. Banyak yang tepat sasaran. Takeo turun. tu. dan udara di sekitar mereka seketika penuh dengan kepakan sayap. mengingat saat-saat terakhir perang Yaegahara. Terlepas dari kata-katanya yang penuh keyakinan kepada Takeo di malam sebelumnya . memanggil seorang prajurit pejalan kaki untuk me mbawa kuda itu ke perkemahan. tapi Takeo tak tahan memerhatikan kalau jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingka . Pedang-pedang berkilat. takut kekuatan pasukan Saga mengepung perkemahan dari sebelah sana. menyadari p engkhianatan dan kekalahan yang tak bisa dihindari. kuda-kuda seperti terbang m elewati jalur itu.itu. dan darah membutakan matanya.

kini Takeo berada di sebelah kananny a. Ia berguling menjauh. lalu melomp at dengan cekatan ke samping agar si bangsawan berhadapan dengannya di sebelah kirinya. Tebasan pertamanya yang cepat ke atas mengenai kaki laki-laki itu dan hampir mem buatnya putus: Kono menjerit. k eyakinannya pun mulai berkurang. seekor kuda terjatuh berdebam di sam-pin gnya. Dengan rasa terkejut dikenali pemimpin¬nya adalah Kono. sudah mati. Seperti Kahei. dan mereka semua segar dan sudah beristirahat. hadiahnya kini digunakan untuk melawan dirinya.n hari sebelumnya. Pasukan pejalan kaki miliknya suda h merangsek ke depan dengan tombak dan tombak runcing.. Takeo beriuang keras menjejakkan kaki dalam genangan lumpur. seperti prajurit berkuda yang kini hampir mendekatinya. Saat ini kaki-kaki kuda menginjak-injak di sekelilingn ya. dan per-tempuran itu sedikit demi sedikit mengikis kekuatannya. terperosok ke lumpur yang dalam. menyanjung sambil menyusun rencana jahat untuk menjatuhkan dirinya. kini sang anak berkomplot melawannya.. ter¬sungkur dengan kepala lebih dulu. mengabaikan rasa sakit dari luka di tangannya. Ada berapa banyak lagi pasukan yang dimiliki Saga? Persediaanny a seperti tidak ada habisnya. terdengar pedang di sebelahnya mengarah ke arah punggung-nya. Setelah ayah orang ini nyaris menghancurkan hidupnya. Halaman 287 dari 600 . Dilihatnya kuda Maruyama. dan merasakan kemarahan dirinya meluap. dan hendak menikam pergelangan Kono. Dipegang nya Jato dengan erat. berbohong p ada¬nya. berusaha agar ti dak terluka dengan pedangnya sendiri. mem¬belokkan kuda dan kembali. Saat menunduk di bawah tebasan pedang.

Di malam hari keesokan harinya.Seketika kilat menyala tepat di atas kepala. dan hujan turun makin deras. kini berubah menjad i gerimis. eketika kilat menyala tepat di atas kepala. dan Sonoda Mitsura serta dua ratus pasukannya tetap tinggal untuk menjaganya. Di sel a-sela deru hujan. meletakkan senjata. kakinya masih menyemburkan darah.* Para mantan gelandangan. Takeo mendengar suara lain. Malam harinya. Menebas kepala tak diijinkan. rubah berkcliaran mencari mangsa. pandangannya terpaku pada keamanan jalur sempit. dan segera tertidur. Takeo berjalan di antara pasukan yang tertidur sama seperti ketika berjalan di a ntara korban tewas sebelumnya. Sedangkan pasukan Saga yang tewas dimakam kan dalam satu kubur di tengah tanah lapang. Sisanya digunakan untuk membuat barikade di sepanjang jalur sempit. menyeka air hujan dan lumpur dari matanya dengan tangan kanan. Sejenak ia t ak memahami artinya. Tonggak pagar pancang ditarik dan sebagian disusun menjadi tandu untuk mengangku t korban lukaluka kembali ke Inuyama. Kahei memerintahkan pasukan beristirahat. Hujan deras saai Saga Hidcki memerintah¬kan pasukannya mundur. Takeo berdiri. Tanahnya berbatu-batu sehingga kuburnya pun tidak dalam. pikir Takeo tak percaya. mereka melepas baju zirah. berjalan melintasi medan perang untuk merawat kuda yang terluka serta memakamkan yang tewas. Ia mendengarkan desis lembut rintik air hujan di dedaunan dan bebatu an. dan hujan turun makin deras. mengenali semua yang bisa mereka kenali. Di sela -sela deru hujan. Nampaknya laki-laki itu tak memerharikan Takeo. dari desa mereka di Maruyama. Saat jenazah dibaringkan berderet. Kono memegangi surai dengan dua tangan. musik pelan dan seperti hantu yang menggema di seluruh tanah datar. Burung gagak telah ber¬kumpul. saling memekik d ari tebing yang curam. sementara Minoru mencatat nama mereka. Kuda Maruyama tadi melewatinya. percik air . Mereka mundur. saat korban tewa s sudah dimakamkan. pertahanan sudah ditempatkan dan tidak ada tanda-tanda Saga kembali. Gemba dan Takeo berjalan menyusuri barisannya. Takeo mendengar suara lain. sepertinya perang telah berakhir. Kemudian kumpulan massa di sekitarnya berkurang. Kahei. selagi suara terompet perang tenggelam d alam teriakan kemenangan dan pasukan di sekelilingnya mendesak ke depan mengejar musuh yang me larikan diri.

" Halaman 288 dari 700 . wajahnya masih berlumuran lumpur. lalu ke Negara Tengah untuk mencegah Zenko membangun kekuatan di wilayah Barat. Takeo menemukan putrinya di sana. Ia amat cemas. ingin pulang secepatnya. dan kelegaan ata s kemenangan tenggelam oleh kesedihan melihat harga yang harus dibayar.. Seluruh bagian kanan tubuhnya. Tabib Sonoda akan merawatnya. "Bagaimana keadaannya?" tanyanya. kemudian harus berjalan k e Inuyama. dari tumit hingga ke bahu. kicau burung. kakinya diperban dengan asal-asalan. Itu hanya bisa berarti sesuatu telah terjadi pada Kaed e." sahut Shigeko dengan suara pelan. terasa sakit sekali. Hiroshi telah dipindahkan ke dalam tenda Kahei yang menawarkan kenyamanan tertin ggi. memerhatikan wajah pucat dan napasnya yang t erputus-putus. dan terlindung dari hujan. "Kurasa dia agak membaik.. masih mengenakan baju p erang. Ia tahu kalau para pr ajurit yang kelelahan itu hanya bisa tidur sampai matahari terbit. peringatan Gemba tentang peristiwa yang telah mengacaukan keselarasan pemerin¬taha nnya kembali menyiksa dirinya." "Kita akan membawanya ke Inuyama besok. merasakan butiran embun di wajah dan rambutnya .terjun di kejauhan. sambil berlutut di samping Hiroshi. "Dia masih hidup.

"Kau terluka?" tanya Takeo. Aku hampir tak bisa berjalan kembali. meski sebenarnya ia memperkirakan Hiroshi takkan bert ahan dalam perjalanan. Aku tak menyadarinya sampai setelah itu. "Seperti yang selalu kulakukan selama perang." sahut Takeo. Hewan itu tidak tahu perjalanan panjang seperti apa yang menantinya. "Aku tidak bermaksud membunuhnya. hanya melukai. akeo bicara dengan yakin. Dan Ayah boleh me nunggang . meski sebenarnya ia memperkirakan Hiroshi takkan berta han dalam perjalanan. "Jadi kami harus berterima kasih padamu atas mundurnya pasukan Saga yang tiba-ti ba itu?" Takeo tak kuasa menahan perasaannya atas hasil yang adil ini." "Pasti. Shigeko meng¬angguk tanpa bicara. dia mencari konflik: kini Shigeko membuat dia terluka parah. Semoga Tenba siap: bila tidak siap." ujar Shigeko. "Sebatang anak panah mengenai kakiku." ujar Takeo. Saga tidak menerima kekalaha n dalam pertandingan. Ayah ingin menungganginya kembal i ke Inuyama. bahka n mematikan. Tidak parah." ujarnya. tidak lebih lelah dibandingkan Aya h. Ayah akan meninggalkannya bersamamu . "Tidak lebih lelah dibandingkan yang lainnya. "Dia takkan m au menikahiku sekarang!" Air matanya seketika berubah menjadi tawa. Mai yang menggendongku." Takeo tidak mengerti ucapan putrinya. Ajak Gemba." "Ayah jangan berkuda seorang diri. Ayah harus tidur. "Ya. Aku memanah matanya." "Kau telah melakukan tugasmu dengan luar biasa." Pujian Takeo membuat air matanya berlinang lagi. "Kaulah pewaris se jati Klan Otori dan Maruyama. segera setelah memeriksa keadaan Tenba." Mendadak air mata mengambang di pelupuk matanya. dan telah memastikan kemenangan mereka. Kahei akan membawa pasukan. Shigeko meng¬angguk tanpa bicara. Shigeko menatapnya dan berkata dengan cepat.Takeo bicara dengan yakin. "Mai mengajakku ke tempat Lord Saga . Ajak seseorang. Kau dan Gemba harus mendampingi Hiroshi dan korban l uka lainnya. "Kau lelah. bersama kirin yang malang. melumpuhkan tapi tidak membunuh. atau akibat apa yang akan terjadi di negeri ini." "Dan kirin.

Ryume. Taku telah tiada. dan kemungkinan tak bisa ditunggangi. kembali ke bawah rintik hujan. usia yang baik. Kuda itu meringkik pelan menyapa saa t Takeo menghampiri. pertanda munculnya pelangi di langit. Kuda-kuda itu mencapai usia tujuh belas tahun. Shigeko sudah tertidur di samping Hiroshi. Luka di dadanya sudah tertutup dan tampak bersih. pasti tewas. membawa kuda itu ke kolam air dan membasuhnya dengan air dingin. dan cahaya redup matahari menyembul saat matahari ter¬benam. Kemudi¬a n Takeo ingat pada kuda Hiroshi. "Sekarang kau boleh menikahi laki Halaman 289 dari 700 . Suasana hatinya murung saat kembali ke tenda. Seperti pas angan suami istri. anak Raku. walau kakinya kelihatan tidak terluka. Tenba berdiri di sebelah kirin. Dia tak ada di antara kuda yang masih hidup. meski saat ini hujan sudah mulai turun. Takeo berharap itu berarti besok akan lebih kering. Takeo menyimpul¬kan kalau otot bah unya terkilir. kuda milik Taku. Takeo menatap dengan penuh kasih sayang. dengan kepala ter¬tunduk." Awan agak menghilang. wajahnya dekat dengan wajah pemuda itu. aku tidak membutuh¬kan kuda. Di dalam tampak redup. tapi kaki kanan k uda itu agak pincang. Keri. tapi kematian mereka membuat ia bersedih. tapi Tenba teta p saja lebih menggunakan kaki kanan belakangnya.Ashige. cahayanya memudar. tepat beberapa minggu setelah kematian s audara tirinya. Kuda abu-abu pucat bersurai hitam. Hiroshi di ambang kematia n. dan mungkin akan berlangsung selama berminggu-minggu.

semangatnya agak bangkit. "Jangan bicara dulu. sesekali suhu badannya m eninggi dan gemetaran. dan sekonyong-konyong Yuki ada di samping nya. Takeo berbaring. Meskipun lukanya terasa sakit." "Perang?" "Sudah berakhir. Rasa menyesal menusuk hatinya atas nasib gadis itu dan peran dirinya dalam kematian i tu." jawabnya. "Tapi aku tak boleh tidur denganmu karena aku telah beristri. "Kelihatannya kau kedinginan. bersama Gemba sesuai anjurkan Shigek o dan Minora. dan mengira tengah berad a di masa lalu. Takeo mengira Hiroshi tidak sadarkan diri." Hiroshi memejamkan mata lagi. Seringkali Takeo lupa di mana ia berada. Saga mundur. "Lord Takeo. dan takkan tidur dengan dirinya atau orang lain. . demam ringan menyerang Takeo." ujarnya keras. Di setiap pemberhentian. *** Ia berangkat menuju Inuyama keesokan paginya. pikirnya. Ia berlutut di sisi Hiroshi lalu menyentuh dahi pemuda itu. mereka menyebar kabar tentang perang dan hasilnya. namun senyum masih tetap tersungging di bibirnya.. dan perjalanan mereka tempuh dengan cepat. Perjalanan ditempuhn ya dalam rasa nyeri dan juga demam. bak awan gelap yang menghilang. Jalanan berlump ur dan acapkali tergenang air." ujarnya kerasaki pilihanmu. Kau akan baik-baik saja. menunggangi Aoi di samping Makoto menuju sungai yang meluap dan jembatan yang te rputus. Tubuhnya dingin. "Mau kuambilkan teh?" "Ya." ujarnya. nap asnya melambat dan kian dalam. Kuda betina dan kuda hitam Gemba segar seperti Ashige. ia seg era tertidur." bisiknya. tapi menolak berhenti. di hari ketiga. Hujan yang deras selama berhari-hari bisa berakibat gagal panen.. Namun badannya sendiri tengah gemetar." Lalu diingatnya kalau Yuki sudah meninggal. dan segera saja orang berduyun¬duyun ke arah Gugusan Awan Tinggi unt uk membawa makanan kepada para prajurit dan membantu membawa korban yang terluka. Ia berkuda di punggung kuda betinanya yang tenang. Dia kurang sehat. Aku harus datang dan meng¬hang atkan tubuhnya. namun Hiroshi tiba-tiba m embuka mata dan tersenyum. Kaede pasti kedinginan..laki pilihanmu. ia dihantui mimpi dan halusinasi.

"Tabib Ishida ada di sini. demamnya sudah reda dan pikirannya telah kembali jernih ." katanya dengan segera. "Akan kupanggil dia." "Lord Takeo." sahut¬nya. Adik Kaede. Dia akan merawatmu. Kecemasan¬nya bahkan tak bisa dihilangkan dengan sambutan sepenuh hat i penduduk kota yang merayakan kabar kemenangan dengan menari di jalanan. dan melihat wajah Ai bersinar dengan p erasaan lega. "Syukur kupanjatkan pada Surga.Sewaktu tiba di Inuyama." lanjut Ai. "Suamimu selamat." Ai mulai bicara. tapi hatinya tetap cemas. dan hati Takeo berdebar ketakutan." "Ishida di sini? Mengapa?" Halaman 290 dari 700 . tempat ia dibantu turun dari kuda oleh Minoru dan Gemba. k eluar menyambut di dinding sebelah luar kastil. Ai. "Kau terluka?" "Kurasa aku sudah melewati bagian ter¬buruk. Apakah kau mendapat kabar dari istrik u? Aku tidak mendapat kabar apa pun sejak kami pergi di bulan keempat. Hujan turun la gi dan para pelayan berlari ke depan membawa payung.

" ujar Takeo. Demam dan nyeri membuat kepalanya pening: pendengarannya agak lebih peka dari bi asanya. Kau ingin mandi dulu? Dan kami akan siapkan makanan bagi kalian. tapi Takeo hanya mengangguk setuju." Takeo menghirup teh." "Ya. "Akan kutinggalkan kalian." Sew aktu Ai berlutut untuk menggeser pintu terbuka. Hal¬hal seperti ini memang sering terjadi. "Mengetahui yang terburuk adalah tahu cara bergerak m aju. "Tak ada luka lainnya?" tanya Ishida. "Lukanya semakin pulih." ujar Gemba. bayi sangatlah lemah. Ia dan Gemba berjalan ke kolam sumber air panas dan melepas pakaian mereka yang kotor. Mere . Kau menitipkan i stri dan putramu dalam perawatanku." Ai sendiri yang menyajikan sop dan ikan panggang. Mereka makan dengan cepat: Ai menyuruh pelayan membereskan nampan dan mem¬bawakan teh." ujar Ai. Dengan hati-hati Gemba menyingkir¬kan perban dari bahu dan lengan Takeo lalu membasuh luk anya dengan air panas. Ishida datang bersama mereka. "Maafkan aku. setelah mereka saling memberi salam. ingin bersiap dan menguatkan diri untuk men dengar kabar itu." "Menurutku kau harus segera mendengar nya. kuh arap kau membawa berita baik. "Mari ma suk. aku akan mandi dulu. nasi dan sayuran musim panas. Hujan membasahi lembut wajah dan bahu mereka." sahut Gemba. Takeo melihatnya mengangkat lengan baju untuk men yeka air mata. "Biar kuperiksa. Saat pel ayan kembali. kelembutannya menakutkan Takeo. hampir tanpa merasakannya. mengelilingi mereka ber¬du a seakan membawa mereka ke dunia lain." sahutnya." "Nanti saja. tapi begitu jernihnya suara menyakitkan telinganya. kelembutannya menakutkan Takeo. aku merasa semua ini salahku." sahut Ishida. Ai menuangkan teh ke mangkuk biru berlapis kaca." Dia akan ceritakan semuanya. Kau ingin mandi dulu? Dan kami akan siapkan makanan bagi kalian. "Kau sudah jauh-jauh kemari. "Sudah mulai sembuh. "Mari mas uk." ujar Ai. "Bisakah kau ikut denganku untuk mendengar apa yang telah membawa Ishida ke Inuyama?" "Tentu saja. "Aku tidak bisa berlama-lama di sini. mereka juga tidak bicara selagi membasuh dan mengeringkan tubuh lalu masuk ke dalam air yang berbuih dan mengandung belerang." akhirnya Takeo berkata."Dia akan ceritakan semuanya.

pikirnya." ujar Ishida." Ishida berhenti dan menatap tak berdaya ke arah Takeo. "Apakah kau hendak mengatakan kalau putraku meninggal?" Kesedihan melanda dirinya." Halaman 291 dari 700 ." tutur Ishid a. mungkinkah dia penyebab kema tian putranya? Takeo menangis. yang kini tak akan bisa dikenalnya. Mahkluk mungil itu. diberi cukup makan. Darah Takeo berdentum di telinganya." "Bagaimana bisa begitu?" Tanya Takeo. "Tak ada tanda-tanda racun. nyaris marah. lalu tertidur tanpa rewel. "Bukan karena sihir? Bagai¬man a dengan racun?" Teringat olehnya kalau Hana berada di Hagi. "Sementara sihir aku benar-benar tidak t ahu. Kematian seperti ini tidak wajar. tapi aku sama sekali tak tahu penyebabnya. dan air mata menetes." ujarnya. bibirnya berkerut sedih.ka terlepas dari geng¬gaman kita. Aku tak kuasa menanggung kabar buruk ini. yang nyaris belum dikenalnya. air mata berlinang di pipinya. Bila diriku saja t ak kuasa menanggungnya. kemudian. tidak berusaha menyem¬bunyikannya. "Bagaimana istriku menerima keadaan ini? Apakah karena penyakit? Apa¬kah Kaede juga sakit?" "Itu merupakan kematian di masa kanak¬kanak yang tak bisa dijelaskan. bagaimana Kaede bisa tahan? "Aku harus segera menemui istriku. tersen yum juga tertawa. "Bocah mungil itu sehat pada malam sebelumnya. namun tidak pernah terbangun lagi. suaranya pecah.

Telinganya sudah mendengar kata-kata itu. Apakah S hizuka bersamanya?" "Banyak hal buruk terjadi sejak kau pergi. Mereka dal am perjalanan ke Kumamoto. "Apa? Kaede membiarkan mereka pergi?" "Lord Takeo."Lalu istriku: bagaimana keadaannya? Dia pasti hampir gila karena sedih. "Jaraknya sem . Sepertinya dia menjadi gila karena sedih." bisik Ishida." "Istri Zenko dan putranya berada di Hagi. Z enko mundur dalam keadaan gusar ke Kumamoto." ujar Takeo. Dirasakan semangatnya naik turun menuju kegelapan." ujarnya. siapkan kuda. "Kaede pergi bersama mereka. Dia duduk tanpa makan di depan Daifuku ji. seakan ingi n menopang tubuh Takeo. Sebagai jawabnya. Takeo duduk diam membeku. Dia bergeser mendekati Takeo." "Hana dan kedua putranya sudah tidak di Hagi. menyerahkan d iri ke tangan yang tengah berkomplot menentang dirinya? Mengapa istrinya mau melakukan hal semacam itu? Bergabung dengan suami adik¬nya? Tidak bisa dipercaya kalau istrinya melakuka n itu. dan melihat kalau kegelapan i tu akan melahap seluruh negara nya. seolah seluruh tangannya ter enggut habis. "Kini kita tahu apa yang salah. Apakah Shizuka bersamanya?" Lalu istriku: bagaimana keadaannya? Dia pasti hampir gila karena sedih. lewat Tsuwano dan Yamagata. namun benakn ya masih belum memahaminya. "Tentu dia tidak akan menyia-nyiakan nyawa mereka." ujar Ishida. dan menyerukan pada putra sulungnya untuk bertindak dengan adil." Dia tak menangis. namun ekspresi kesedihan serta welas asih terlukis di wajahnya. Namun sebagian dalam dirinya merasa tercabik-cabik. Kaede meninggalkan Hagi? Dia pergi ke Kumamoto." "Ah!" ujar Gemba pelan. "Istriku baru saja keh ilangan putranya. "Mereka pasti pergi beberap a hari kemudian. di Hofu." "Bisakah aku mencegat mereka di Yamagata?" tanya Takeo pada Gemba." tutur Ishida dengan sedih." sahut Ishida. "Gemba. Kira-kira sudah sampai di mana mereka sekarang? Kapan mereka berangkat?" "Aku pergi kira-kira dua minggu lalu. tempat dia membangun kekuatan militer. "Aku harus menemuinya.

" Takeo ber¬henti bicara lalu menatap Gemba den gan pandangan penuh kesedihan. beritahukan keberangkatanku. agar istrinya tid ak meninggalkan dirinya. Rawat mereka sebaik-baiknya. bawa mereka ke Yamagata. mencari-cari jaw aban. tapi Takeo tak mengijinkannya melanjutkan." "Aku akan sampai di sana dalam tiga hari. "Aku harus bersiap untuk bertarung melawan Zenko. kirim pesan sekarang juga kepada Miyoshi Kahei. maka aku pergi dia m-diam dari Hagi." tutur Takeo. dan begitu sanggup bepergian. Benaknya seketika mulai ber¬pacu." la njutnya. Minoru. Ak u akan ke sana dan mencari tahu apa yang telah terjadi." "Mereka berjalan dengan lambat. membantah dan memohon. Tapi bagaimana aku sanggup ber perang melawan istriku sendiri?"* Halaman 292 dari 700 . Shigeko luka ringan.inggu berkuda." Ishida tidak memandang Takeo: sikap bersalah sekaligus bingung. Yang terpikir olehku adalah meminta bantuan Ai. "Hiroshi luka parah. "Tak satu pun sanggup menghibur a tau mencegah kepergiannya." tutur Ishida. menjanjikan apa saja pada dewa manapun. seraya berharap bertemu denganmu dalam per¬jalanan pulang. "Lord Takeo. "Kirin juga mungkin butu h perhatianmu.

Penduduk Hofu adalah orang¬orang yang pemberani dan juga keras kepala.00 s/d jam 13. dengan saru tujuan: menjauhkan diri dari Hisao dan Akio. tapi tak tahu apakah pikiran itu membuatnya gembira atau sedi h. mengambil air dari kanal kecil. ungkapan dendam atau kebencian: para pengawal Arai yang berada di bagian belakan g rombongan bahkan dilempari kotoran atau sampah. Mereka memb enci perbudakan oleh Tohan dan Noguchi. Maya panik. mereka berlari dengan menghilangkan diri melewati jalanjalan yang sempit. pikirnya. makanan dan uang. Kepergian Zenko dari kota itu disertai dengan cemooh dan berba gai bentuk *) Waktu Kuda: berkisar antara jam 11. Ia selalu menoleh ke belakang dengan gugup saat mereka lari. Pelabuhan dalam puncak kesibukan¬nya. tidak berdaya.Di Hofu." . kesal pada Z enko yang sangat tidak berbakti pada orangtua dan menghina dewa-dewa serta pasti akan dihukum ata s perbuatannya. Hisao pasti dihukum. Di luar toko kecil. pemuda itu takkan membiar¬kannya pergi. bahkan dilempari batu. Orang itu melonjak kaget melihat ke¬munculan mereka yang tiba-tiba hingga pisau ya ng dipegangnya jatuh. pertemuan dengan Hisao. kebanyakan orang berada di dalam rumah untuk makan siang.00. Jalan di si ni sepi. Maya sudah kelelahan karena tidak tidur semalaman. Merasakan kalau kemampuan meng¬hilangnya sirna saat ia kelelahan. "Kita butuh senjata. seorang lakilaki tengah berjongkok mengasah pisau dengan batu asah. Miki dan Maya melihat sedikit kejadian ini. "Dia akan berikan untuk kita . "Apa yang kau lakukan?" pekik Miki. Dan Akio pasti sudah tahu tentang si kucin g. mengagumi mukjizat yang dialami Shizuka. seolah yakin Hisao aka n mengejar. percakapan dengan hantu pe rempuan. yang diberi makan oleh burung-burung di Daifukuji. Maya melambatkan larinya untuk mengatur napas. Tanpa berpikir panjang. diambilnya pisau itu l alu dia tusuk tangan laki-laki itu. Rumah mak an dan penginapan dijejali orang yang baru turun dari kapal. dan melihat Miki muncul kembali di sebelahnya. menyuarakan kekagetan dan penyesalan atas kematian Muto Taku. dengan arus kapal yang datang dan pergi mema nfaatkan angin barat untuk menuju Akashi dengan membawa hasil bumi Tiga Negara." jawab Maya. gelombang pasang di awal bulan kelima datang setelah siang hari di Wakt u Kuda*. maka mereka pun tak ingin kembali ke masa-mas a di bawah kepemim¬pinan Arai. Mereka minum sambil bertuk ar berita dan cerita.

maka ia harus memanfaatkan sebaik¬baiknya." ujarnya. Didekatinya laki-laki itu di bagian tangan yang tidak terluka lalu membimbingnya masuk ke dalam toko. ambil pisau ju ga. "Beri kami makanan dan uang." dia memohon." Miki mengambil pisau kecil dari tempat¬nya tergetak di atas selembar kain yang ter hampar di tanah. Halaman 293 dari 700 . Aku hanyalah seorang perajin yang miskin.Laki-laki itu menatap dengan tak percaya pada darahnya sendiri. ditunjukkan¬nya tempat dia menyimpan bebe rapa koin. dan memaksakan kue mochi ke dalam geng¬gaman tangan Maya. kali ini di leher." Maya mengoceh. Bola matanya terbelalak ketakutan." "Dewa menghukum rakyat atas kejahatan penguasanya. tapi aku tidak terlibat di dalamnya. "Aku membenci kejahatan Lord Arai: aku tahu dia telah manghasut dewa-dewa menentangnya. Kalau si bodo h ini mengira mereka adalah iblis atau hantu. atau kau akan mati. "Jangan bunuh aku. kini keduanya bersenjatakan pisau yang disembunyikan di balik pakaian. "Apa-apaan tadi itu?" tanya Miki sewaktu mereka meninggalkan toko. melukainya lagi. "Adik. Maya berguling l alu muncul di belakang laki-laki itu.

Maya belum pernah melihatnya." tutur Maya. Kita harus ke Hagi lalu memperingatkan Ibu. tapi setelah bocah itu lahir." "Dengar." "Itu tidak mungkin. Ayo kita cari tempat untuk bersembunyi sebentar." Gadis itu menatap permukaan kolam dengan murung. Kikuta memaksanya bunuh diri. Miki. Dan ada ramalan yang mengata¬kan bahwa Ayah hanya bisa dibunuh oleh putran ya sendiri. dia sudah mendengar semua kisah Tribe ini sejak kecil. mau¬pun memikirkanny . tempat mereka duduk d an ber¬bagi kue mochi. Ranting pohon cedar dan a wan di belakangnya memantul di per¬mukaan yang tenang. "Paman tengah menyiapkan pasukan melawan Ayah. "Dan bocah itu. pada akhirnya. Ibunya. "Orang mengira dia putra Akio." Mereka mengikuti kanal sampai ke jalan yang mengarah keluar kota menuju utara. menikah dengan Akio. kecuali bila kita mencegahnya. dan jangkrik yang ber derik membosankan. Yuki. tidak ada orang yang tidak bersalah. "Hisao adalah kakak kita. Ibu tidak boleh p ercaya kepadanya. dan menemukan tempat yang terlindung di balik semak-semak. Ayo kita cari tempat untuk bersembunyi sebentar. Aku melihat Taku dan Sada dibunuh di depan mataku. Dia putra Ayah. seolah dengan tidak mengakui kelahiran adiknya itu. dia adalah cucu Kenji. dan di balik pakaian ter asa lembap dan gatal." Maya menatap Miki. "Sud ah menjadi takdir orang itu berada di sana saat itu." Sesaat dikiranya kalau ia akan menangis. M ereka tiba di jalan ke biara." Miki mengangguk. tempat yang ada airnya. kau tidak tahu apa yang sudah kualami. adalah Kikuta Hisao. yang berseru-seru me¬manggilku. Ayah melarang kita melakukan hal itu. Peluh bercucuran di wajah kedua gadis itu. "Benar. kau gunakan kemampuan Tribe untuk melawan orang yang tidak bersalah. Maya berkata. Di sini mereka minum sebanyak-banyaknya. tempat yang ada airnya." ujar Miki dengan suara lemah." kan kuceritakan nanti."Akan kuceritakan nanti. Burung gagak memekik di ketinggian pohon cedar. Itu sebabnya Kenji menggi ring Tribe kepada Ayah. Aku ditawan Kikuta Akio. tapi perasaan itu segera berlalu. Kau pasti pernah mendengar tentang dia di Kagemura. "Lagipula. hutan kecil mengelilingi kolam sumber air. Bibi Hana sedang dalam perjalanan ke sana." "Tapi Maya. Dia hampir lupa akan keberadaan bayi yang baru lahir. Hisao akan membunuh Ayah. tapi sebenarnya bukan." katanya seketika.

mengapa Ayah tidak berbuat apa-apa?" sahut Maya. lebih jahat dari Akio. "Jika Ayah memilih untuk tidak berbuat apa-apa. merasa pusing selama beberapa saat. bumi bergetar. Di sini ada batu nisan yang berlumut dan terbengkalai. Halaman 294 dari 700 . Pada saat itu dirasakannya keinginan untuk menjadi si kucing. lalu ber¬jalan lebih jauh m emasuki hutan. Lagi¬pula Hisao pantas mendapatkannya. dan dirasaka n¬nya bebatuan merekah di bawah tangannya. Miki berkata. Seekor nyamuk hinggap di tangannya dan dia menepuknya. "Aku mau pipis. Lag i-pula. apa yang bisa Ayah lakukan?" "Ayah seharusnya membunuh Hisao." "Tapi bagaimana dengan adik bayi kita?" tanya Miki lagi. Maya setengah terjatuh ke atas tanah. orang paling jahat yang pernah ku¬temui. seharusnya kita juga begitu. Puncak pe¬pohonan cedar masih bergetar." ujar¬nya. yang membuatnya gelisah. "Jangan membuat semuanya menjadi rumit. merasa heran mengapa hal ini membuat ia begitu marah." "Kalau sudah tahu. Maya berpikir kalau ia ta k boleh mengotori¬nya. menggunakan bahasa laki-laki. bersamaan dengan perasaan yang tidak dikenalinya. maka dipanjatnya dinding samping lalu membuang hajat. Miki!" Maya berdiri mengibaskan debu dar i pakaiannya.a. Dia itu ja hat. Saat ia meman jat dengan susah payah kembali ke sisi dinding yang sebelumnya. "Ayah pasti tahu tentang ini.

" 'Tak satu pun dari mereka bisa dipercaya lagi." ujar Miki. Maya tak ingin mencemaskan keadaan Miki: ia ingin segalanya tetap seperti biasa¬nya. "Kita harus segera pergi. mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang sulit." sahut Maya. "Ayo. ketika mereka seperti memiliki satu pikiran." katanya." sahut Maya dengan perasaan jijik .Ketika dilihatnya Miki duduk di samping kolam. Ia tak ingin Miki tidak sepaham dengan dir inya. "Apa¬kah kita akan mengikuti jalanan mama?" Ia memberi isyarat ke arah jalan berdebu yang berbelok-belok menuju sawah yang meng¬hijau ke arah pegunu ngan yang berselimut¬kan pepohonan. biarawan berjalan dengan tongkat dan mangkuk pengemis. Atau mereka mungkin saja o rang Tribe . "Kita akan mencurinya." "Apa rencana kita?" tanya Miki sewakt u berdiri. yang ter¬buruk." "Baiklah. seraya menyentuh pisaunya yang ter sembunyi. akan makan waktu tiga kali lebih lama. perempuan bertopi dan berkerudung lebar pelindung s inar matahari. pedagan g. Bila kita berjalan kaki dan sambil ber sembunyi. penjaja dagangan." "Apakah kita akan berjalan kaki sampai ke rumah?" "Ada ide yang lebih baik?" "Kita bisa meminta bantuan dari se¬seorang. "Kita harus pergi sendiri. Dia akan menolong kita. Lalu bagaimana kita mendapatkan makanan?" "Seperti yang tadi kita lakukan. "Tentu saja pulang. Hal ini membuatnya merasa kesal. peziarah." "Tapi jaraknya jauh sekali." "Apakah dia Muto?" "Imai. ia terkejut melihat betapa kurusn ya adiknya itu kinietika dilihatnya Miki duduk di samping kolam. Seorang laki-laki bernama Bunta datang bersama Shizuka dan aku. Dari Yamagata ke Hagi ber jarak sepuluh hari. Maya mencermati para pelancong yang berjalan menyusuri j alan itu dari kedua arah: ksatria berkuda. "Butuh waktu seminggu berkuda dari Yamag ata." ujar Miki tidak senang. Be-berapa di antara mereka mungkin saja menahan dan menghentikan mereka berdua. ia terkejut mel ihat betapa kurusnya adiknya itu kini. berkuda secara terbuka dengan dua orang laki-laki yang membantu kita.

Kita boleh kembali. ia berkata. Ayo kembali ke kota saja. "Apa?" "Suara itu. mendengar suara Hisao. Maya menoleh ke belakang." Miki berdiri. Kita tak ingin menjadi perhatian. "atau tersesat." Rasa tegangnya makin bertambah." ujar Maya.yang sedang mengejar. "Walau aku berpakaia n laki-laki. Itu dia. setengah berharap melihat Hisao dan Akio mengejar. "Aku tidak dengar siapa-siapa. Kita akan berjalan melewati pegunungan. Tapi aku membencinya! Bagaimana bisa aku ingin berjumpa dengannya? Berusaha menyembunyikan perasaan ini dari Miki. Suara itu bergema seperti bisikan di sela¬sela hutan." Halaman 295 dari 700 . siapa pun bisa melihat kalau kita kembar. ingat perkataan gadis pelayan itu." "Dia berada di Daifukuji. Datanglah kepadaku. m erasakan kalau pemuda itu sedang mencari¬nya." "Kita akan kelaparan. Ay o kita temui Shizuka. Maya bisa merasakan tarikan itu dalam dirinya. "Kau dengar itu?" Dicengkera m¬nya tangan Miki." protes Miki. ke arah kota. mendengarkan dengan seksama. Ia bimbang dan disadarinya ternyata ia rindu dan ingin bertem u Hisao lagi. Mendadak Maya melompat. "Berpua sa dan berdoa. Akio mungkin sudah menunggu kita di sana.

mengikuti aliran sungai di sepanjang jalan menuju Tsuwano. tepat sebelum Sun gai Yamagata. Matahari sudah bergeser dari titi k puncaknya ke arah barat. namun mata Maya kering. Aku tahu sesuatu yang mengerikan terjadi padamu. seraya menyeka mata dengan tangan. Setelah selesai bercerita. rumah dan gubuk petani benebaran di tengah daerah persawahan. Miki yang terakhir kali." ."Ayo pergi. Jalan ter¬bentang di sepanjang sisi barat sampai ke jembatan di Kibi." ujar Miki. melewati sebagian besar daerah tersubur d i Tiga Negara. "Aku memimpikanmu. Sawah terbentang di k edua sisi lembah. lalu memukulku beberapa kali. Sungai itu sering meluap. Maya me nceritakan dengan singkai tentang serangan itu. "Aku memimpika nmu sebagai si kucing. rumah dan gubuk petani benebaran di tengah daerah persawahan. hanya beberapa hari lalu. lalu berkata." ajak Maya. "Aku penasaran di mana kedua kuda betina itu. "Apa¬kah Akio menyakitimu?" "Dia mencekikku untuk membungkam mulutku. sunga inya makin dangkal." ujarnya pada Miki saat me¬langkah d ari bawah naungan pepohonan lalu berjalan di bawah teriknya matahari." Sejenak Miki terdiam." ajak Maya. deburan air berbuih menghempas bebatuan. bersama Taku dan Sada. mengikuti aliran sungai di sepanjang jalan menuju Tsuwano. ia melihat ke angkasa. deburan air berbuih menghempas bebatuan. tepat sebelum Sun gai Yamagata. ia melihat ke angkasa. dan kematian Taku dan Sada." Selagi mereka mulai berjalan menanjak menaiki lereng ke pepohonan bambu. sedangkan Maya saat musim gugur se¬belumnya. Ayo pergi. sunga inya makin dangkal. aku kehil angan mereka. hanya it u. melewati sebagian besar daerah tersubur d i Tiga Negara. Juga ada jembatan baru." "Kuda betina apa?" "Kuda pemberian Shigeko untuk per¬jalanan dari Maruyama. tapi berjarak satu hari per¬jalanan ke utara Hofu. Sawah terbentang di k edua sisi lembah. Miki menangis tanpa suara. Matahari sudah bergeser dari titik puncaknya ke arah barat. Jalan ter¬bentang di sepanjang sisi barat sampai ke jembatan di Kibi. Jalan hampir mengarah ke utara. Juga ada jembatan baru. tapi berjarak satu hari per¬jalanan ke utara Hofu. Jalan hampir mengarah ke utara. Mereka sudah sering melewati jalan ini. "Kau tahu. Sungai itu sering meluap. dan aku adalah bayangannya.

Sejak kecil mereka diajarkan oleh Tribe untuk hidup dari alam. Seekor ular kecil melintas di depan mereka. Kemudian mer eka melanjutkan perjalanan selama senja yang panjang sampai malam sudah terlalu gela p hingga tak bisa melihat apa-apa. T idak akan ada bulan. Sambil berjalan. Daun rontok selama ber¬tahun-tahun menyediakan kasur yang empuk. dan awan rendah menyebar di langit dari arah selatan. menghilang ke semak beluk ar. dan batang nya yang besar dan akar¬nya membentuk liang. "Hisao adalah penguasa alam baka. Dia bisa menjadi luar biasa kuat. Di sungai juga menemukan kepiting kecil yang mereka makan hidup-hidup. mengumpul kan daun. R asanya waktu sudah lama berlalu sejak mereka makan kue mochi di biara tadi. Mereka mengikuti buny i gemericik air dan minum dari sebuah sungai kecil. Dan dia bisa membuat senjata api." Matahari tergelincir di balik puncak tinggi pegunungan di sebelah kiri mereka. Bahkan ada kacang¬kacangan yang masih bisa dimak an di Halaman 296 . ketika akhirnya lereng yang semaki n curam memaksanya untuk melambatkan langkah." ujar Maya. mengisap daging berlumpur dari cangkangnya yang rapuh. juga tidak akan ada bintang. sampai hampir berlari kecil di sela-sela batang pohon yang berwarna keperakan. kedua gadis itu kini mulai secara naluriah mencari makanan: jamur yang tumbuh di bawah pohon pinus."Bagaimana dengan Hisao?" Maya mulai berjalan lebih cepat. wineber ry. Derik jangkrik keden garan makin kencang. akar halus bambu. Kurasa ada orang yang mengajarinya. Kini mereka berada di lebatnya hutan. dan di suatu tempat di sebelah kiri mereka terdengar kicau burung kecil. Tak ada orang yang pernah meng¬ajarinya. selain cara bertindak kejam. akar dan buah-buahan sebagai makanan juga racun. Mereka menyelinap dengan mudah di antara batang-batang ba mbu. Mereka sampai di sebatang pohon beech besar yang setengah tercabut akarnya akiba t gempa atau badai. hanya saja dia tidak tahu bagaimana meng¬at asinya. Miki pun ikut berlari. "Penguasa alam baka dari Tribe?" "Ya. pucuk pakis yang sudah tua. dan terdapat banyak tebin g dengan batuan yang menonjol dan pohon tumbang yang menyediakan tempat bernaung. meski semua ini makin sulit ditemukan.

dari 700 .

Aku merasakannya: aku me¬mutuska n ikatan antara pemuda yang me¬manggilmu dan si kucing. maksudku?" "Dia sedang mencariku. Dalam pelukan adiknya." ulangnya." Tubuh Miki agak gemetar. kan? Begitu kita sampai di Hagi. seolah dirinya menjadi utuh kembali. "Tidak. Maya tidak yakin apakah dia mengucap¬kan kata-kata itu atau hanya memikirkannya. "Aku merasa iba. M aya mulai merasa rileks. ba ru aku akan merasa aman. Kedua gadis itu berbaring. Saat Hisao bersama si kucing." ujar Miki pelan.antara dedaunan." Maya memikirkannya. "Apakah saat itu kau takut?" bisik Miki. "Kurasa aku tahu itu. ibunya selalu bersamanya. "Kau pernah melihatnya?" "Sudah. memanggilku. dan kau berubah ke wujud aslimu. Kedua gadis itu berbaring. Dengan rintik-rintik pertamanya. ingin bersama pemuda itu dan berjalan ber¬sama di antara dunia. Dalam pelukan adiknya. Mengisi cuping hidungnya dengan kehidupan sekaligus kematian. Miki agak memutar badannya. "Hujan. dan cahaya menerangi tanah." Tapi bahkan setelah kata-kata itu lepas dari mulutnya." "Mudah sekali menjadi jahat. "Apa kau lari darinya? Sekalian pulang. "Aku tahu Ayah d an Shigeko belum pulang. "Tidak. membuat keduanya melonj ak kaget. Maya mulai merasa rileks. Udara terasa menjadi agak dingin. dan harus menyaksikan putranya diubah menjadi jahat. Hisao menyayangi kucing itu dan dia adalah penguasanya. be¬rangkulan. tapi Ibu akan melindungi kita." Tambahan lagi. bau lembap mulai muncul dar i tanah." ujar Maya." Terdengar suara burung hantu di pe¬pohonan di atas mereka. be¬rangkulan. Tubuhnya menyentak-nyentak gelisah. ia bisa b icara dengan arwah ibunya. Sebagian dari dirinya takut pada laki-laki itu dan ingin menjauh. Sebagia n lagi ditarik kembali kepadanya. Dia dipaksa mat i sebelum waktunya. seolah dirinya menjadi utuh kembali. ia pun tak yakin kalau se mua ucapannya benar. Apakah aku sudah menjadi jahat? Maya mengingat tukang asah pisau yang dilukai da n dirampoknya . dan di kejauhan terdengar jerit rubah betina. ara dedaunan." "Dia mengikuti kita?" Maya tak langsung menjawab.

saat kepalanya berputar melihat ke arah Hisao. seolah Hisao bisa me lihat melalui kegelapan. Seharusnya Ayah tidak boleh punya anak laki-laki! Miki sepertinya sudah tidur. Seharusnya Ayah tidak mengirimku pergi jauh. Nyaris tanpa berpikir dib iar¬kannya si kucing datang dengan bulu tebal¬nya yang hangat. menegakkan telinganya serta mendengkur. Kucing itu meregang¬kan badan. tepat ke mata keemasan si kucing. merasa bersalah dan tida k menyukai perasaan itu. Ayah yang memaksaku. Suara burung hantu tadi terdengar lagi. Dibuka mulutnya. Segera terdengar suara Hisao. Seharusnya Ayah bilang kalau Ayah punya anak laki-laki. ini salah Ayah hingga aku menjadi seperti ini. Ayah pasti marah padaku. berusaha memanggil Miki . dan Maya bergeser sedikit. Maya berjuang kembali ke wujud aslinya. Halaman 297 dari 700 . Dan Maya merasakan tatapan pemuda itu berpaling ke arahnya. Datanglah padaku. Nyamuk mencium bau ker ingat mereka dan ber¬dengung di telinga Maya. Sikutnya menusuk badan Maya. Hujan membuat¬nya kedinginan.tanpa pikir panjang. ia menuangkan rasa marah untuk memadam¬kannya. pikirnya. Napasnya tenang dan teratur. Seh arusnya Ayah tidak boleh begitu sering meninggalkanku saat aku masih kecil.

"Atau bagaimana m elakukannya.Miki duduk tegak. mem¬buat tanah terasa panas dan mengubah ra nting dan daun yang meneteskan air hujan menjadi bingkai keemasan dan potongan pelangi. "Ada ses uatu yang bisa kau lakukan yang menghalangi antara dia dan aku." "Apakah dia sudah dekat?" "Aku tidak tahu. mereka tak beran i melaku¬kannya." Miki berlutut di pinggiran gua pohon dan melihat dengan seksama keluar ke gelapn ya malam. sesekali melihat jalan di bawah sana. Meskipun ingin berjalan sebentar di permukaan jalan yang mulus. Saat tengah hari. namun menjanjikan kalau bagian selanjutnya per¬jalanan mereka akan lebih mudah. keduanya melanjutkan per¬jalanan ke utara. Jaring laba-laba. pakis: semuanya berkilau dan bersinar. di sisi sebelah timur pe¬gu nungan. "Tadi kau melolong!" ujar Miki. Dipeluknya Miki dan mendekapnya lebih erat. Dengan menjaga agar sinar m atahari tetap di kanan mereka. Kita harus pergi sekarang jug a. dibengkokkan dan dipukul berulang kali. Kita tidak bisa pergi sekaran g. rumpun bambu. Mereka b . "Apa yang terjadi?" iki duduk tegak." "Aku tidak tahu apa itu. Mereka berusaha sekuat tenaga naik turun parit yang dalam. serta mem¬bebaskan diriku darinya . Berpelukan." "Kau akan tetap terjaga?" tanya Maya gemetaran karena dingin dan emosi. "Aku tidak bisa lihat apa-apa." ujar Miki. Gelap gulita. *** Hujan berhenti saat hari mulai terang. dan sungai di belakangnya. tapi dia tahu tempat kita berada. Di depan mereka tampak ada jalan yang tidak terlalu mulus. Kucing itu mengambil begitu banyak dari dalam diriku. "Apa yang terjadi?" Maya merasakan lagi kekuatan setajam pedang dari jiwa Miki yang menghalangi anta ra si kucing dan penguasanya. dan hujan." Murni adalah kata yang terbersit di benak Maya. seperti murninya baja setelah di panas¬kan. dan Hisao melihatku. mereka berhenti di saat yang bersamaan. Suaranya lemah dan lelah. seringkali harus mene lusuri kembali jejak kaki mereka se¬belumnya. kedua gadis itu me¬n unggu cahaya matahari merayap perlahan menyinari mereka. "Tadi aku berubah menjadi kucing di luar kehendakku.

berhenti hanya untuk mengambil makanan yang disediakan ata m." ujar Miki. Maya sudah berbaring terlentang. seraya melepas sandal dan menggosokkan tel apak kakinya di rumput yang lembap. Tak satu pun dari kedua nya ingin menghabiskan semalam lagi di hutan. awan ber kumpul lagi di sebelah selatan. lumut. dan menem ukan kacang beech. ke arah hijau dedaunan yang be rubah bentuk. dan mengira kalau jalan kecil itu akan membawa merek a ke sana. chestnut sisa musim gugur lalu yang telah bertunas. kulitnya berubah segelap tembaga . "Kita harus mendapatkan makanan sungguhan. tanpa bersuara. Udara terasa panas." Kedua gadis itu tertidur sebentar. Matahari berlalu tersembunyi di balik gunung. Tapi mereka tidak menemukan tempat apa pun. "Aku lapar sekali. hampir tidak perlu bicara. tak ada desa. Kakinya lecet dan berdarah. Aku pena saran apakah jalan itu mengarah ke sebuah desa. namun tidak tahu lagi apa yang bisa dilakukan. Sesekali mereka melihat atap rumah petani jauh di bawah. tapi rasa lapar membangunkan mereka. perut mereka mulai keroncongan. "Kita istirahat sebentar. Halaman 298 dari 700 . Sekali l agi. dan sawah garapan tetap berada di luar jangkauan di bawah tempat mereka berada. bahkan dalam naungan lebatnya hutan. dan kini mulai mencari-cari di rerumputan. menatap ke atas. Mereka ber¬jalan tanpa bicara. mereka mengen¬cangkan kembali sandal dan mulai mengikuti jalan kecil tadi yang berkelok di sepanjang sisi gunung. bahkan tak ada gubuk atau b iara terpencil di gunung." katanya.elum makan sejak pagi. sedikit buah b eri yang hampir ranum. selain terus berjalan.

an dan gunung menyatu saat senja tiba. kepalanya tertutup tu dung yang di¬pegangi dengan satu tangan sementara mem¬bolak-balik daging pada tusuk pemanggang dengan t angan satunya lagi. "Ya. Suaranya pun dingin dan misterius. karena ia pernah mencicipi kedua daging itu di se kitar Kagemura. Maya menyelinap di sela pepohonan dan ke belak ang gubuk. Maya mengangguk. Api unggun menyala di depan¬nya." Maya belum pernah mendengar nama itu. Baunya semakin kuat . Di sela-sela pepohonan bisa dilihatnya sebuah gubuk kecil. tiba-tiba berhenti. Miki berbisik di telinganya." Menggunakan kemampuan menghilang. "Kau bisa memanggilku Yusetsu. Diraba nya pisaunya. lalu membuat dirinya terlihat lagi. Maya yang berada di depan. burung berkicau melantunkan nyanyian p engiring matahari teng-gelam. Aroma daging begitu kuat hingga ia mengira akan kehilangan kon¬sentrasinya. Segera saja terbit air liurnya. bak jej ak terakhir salju . Bagaimana dia bisa ada di sini? Aku akan ke sana dan melihatnya.Hutan dan gunung menyatu saat senja tiba. maka dia pasti berasal dari Tribe. Perempuan itu berkata. Maya berpikir. Kalau dia bi sa melihatku." Suaranya mirip suara Shizuka. Aku akan memberimu dan adikmu makan. burung berkicau melantunkan nyanyian peng iring matahari teng-gelam. hanya perempuan itu. Maya yang berada di depan. pikir Maya. dan sesosok tubuh ramping berlutut menjaga daging yang sedang dimasak. tiba-tiba berhenti. dan mereka berjalan dengan lebih hati-hati. "Kau tak perlu menggunakan pisau itu. Dagi ng burung kuau atau kelinci. Maya bisa memperkirakan dari bentuk tubuh dan gerakannya kalau sosok itu adalah perempuan dan ada sesuatu dengannya yang terasa sangat familiar. tanpa berpalin g. aku Muto. "Tidak mu ngkin. kini bercampur dengan aroma daging panggang yang membuat perut mereka semakin keroncongan." bisik Miki. Sepertinya tidak ada orang lain lagi. "Apakah kau Muto?" tanya Maya. Angin sepoi-sepoi berhembus perlahan di dataran itu dan membuat bulu-bulu coklat dan hijau melambai-lambai terkena angin¬nya. tapi juga tidak mirip. "Perempuan itu mirip Shizuka!" Maya mencengkeram tangan adiknya saat Miki hendak berlari menghampiri." sahut perempuan itu. "Asap.

Ketika keduanya sudah mengisap tulang yang terakhir. M aya tidak bisa melihat wajahnya. Dia membalikkan telapak tangan mereka dan menyusur i tanda Kikuta dengan jari-jarinya. dia hanya mengamati setiap suapan mereka. Kemudian ditunjuknya tempat untuk buang hajat. Yusetyu menuangkan air ke s elembar kain untuk mengelap tangan mereka.yang tertinggal di sisi utara pegunungan di musim semi. "Apa yang kau lakukan di sini? Apakah ayahku yang menyuruhmu ke sini?" "Ayahmu? Takeo. Di anak tangga. mengiris daging menjadi potongan kecil. Yu setsu tidak makan. Kedua gadis itu bergantian menuangkan air men¬c uci tangan dan kaki mereka." Ada teko air di anak tangga gubuk. seolah dia adalah ibu mereka. Dia lalu berlutut." kata Yusetsu. Kini p erempuan itu menatap Maya. memerhatikan wajah dan tangan m ereka. sikapnya penuh perhati¬an. yang membuat Maya bergidik. dan memberikan lumut untuk member sihkannya. Si kembar makan tanpa bicara. Yusetsu menaruh daging burung kuau bakar di lembara n kulit kayu yang di-bungkus daun. panasnya membakar mulut dan lidah. namun tudung menutupi wajahnya. Setelah itu dinyalakannya lentera dari sisa api yang masih menyala. melahap daging dengan rakus. "Sudah hampir matang. Bahkan dengan cahaya api unggun." Perempuan itu meng¬ucapkan nama Takeo dengan semacam kerinduan ya ng dalam dan penyesalan. dan mereka berbaring di Halaman 299 dari 700 . lembut sekaligus getir. "Panggil adikmu lalu cuci tangan dan kaki k alian.

Mereka berjal an menyusurinya sepanjang hari. dalam keadaan hangat dan kenyang. "Kalian mirip dengannya. Tak ada tanda-tanda gubuk. meski mereka belum tahu siapa perempuan itu sebenar nya. "Seperti kemarin. Di belakangnya ada gubuk. "Kita di rumah. teko berisi air. Kalian seha rusnya menjadi anakku. teko." Dan kedua gadis itu. Hanya bulu burung di lumpur dan bekas bara api yang menandakan kalau perempuan i tu pernah ada di sana. Tiba-tiba tercium bau asap yang sama. makanannya sudah m atang. "Ada jalan kecil. "Jadi kalian anaknya Takeo." ujar Maya menyapa dengan akrab. seoerang perempuan sedang menjaga makanan yang dimasak. setuju. namun rasa daging burung kuau masih tertinggal di lidah dan tengg orokan mereka. melalui semak belukar.lantai gubuk sementara perempuan itu terus memandangi merekaantai gubuk sementar a perempuan itu terus memandangi mereka. "Selamat datang di rumah. mengejar Maya. Miki berkata. aroma daging yang tengah dimasak yang mene rbitkan air liur." Mereka tidur tanpa bermimpi dan ter¬bangun saat hari mulai terang." "Apakah itu makanan hantu?" tanya Miki saat perempuan itu membawakan daging . "Tidurlah. Hujan menyirami wajah mereka. "Cuci tangan. wajahnya tersembunyi ole h jubah bertudung." Jalannya tidak rata. juga tanah lembap di bawah tubuh mereka." ujarnya lirih." ujar Miki." uj arnya. merasakan juga lebih baik kalau mereka memang menjadi anak Yusetsu." gumam Maya." "Mmm. "Dia adalah hantu perempuan itu. "Ibu Hisao? Yuki?" "Siapa lagi?" Maya mulai berjalan ke arah utara. Dan berjalan lagi sampai malam tiba saat bulan baru muncul. Tak satu pun dari keduanya bica ra lagi tentang perempuan itu. "Tidak ada yang bisa menyakiti kalian saat aku di sini. beristirahat dalam panasnya siang hari di rimbunnya semak hazeln ut." sahut perempuan itu. bulan sabit. Yusetsu memadamkan lentera dan menye¬limuti mereka dengan jubahnya. maupun perempuan itu. seperti jalanan rubah.

"Semua makanan adalah makanan hantu. Kau h arus merelakannya. tetap belum mau makan. seharusnya kau me¬lanjutkan perjalananmu." tambahnya ketika Miki ragu. Yusetsu tertawa. "Tugasmu sudah berakhir di dunia ini. kau dan kakakmu akan mulai mendapa t haid. Karena kau memutuskan ikatanku dengan anakku. dan membiarkan arwahmu berjalan terus menuju kelahirannya kembali. Aku ber¬utang padamu. Menjadi perempuan membuat kalian lemah. "Akan lebih bijaksana dan lebih kuat lagi begitu ka u dewasa. Maya sudah menjejalkan daging ke mul utnya." "Kau bijaksana.saat ini daging kelinci dan mengirisnya untuk mereka." "Bila sudah bebas." "Jangan takut. "Aku membalas pertolonganmu. dan sekaligus membebaskanku. jatuh cinta menghancurkan diri kalian." sahut Yuki. "Aku di sini untuk membantu kalian." "Apa yang kau inginkan sebagai imbalan?" tanya Miki." tutur Miki dengan su ara tenang dan tegas yang belum pernah Maya dengar. Dalam waktu satu atau dua bulan lagi. Semua makanan sudah mati d an memberikan rohnya pada kalian agar kalian bisa hidup. dan membu at seorang Halaman 300 dari 700 ." "Benarkah?" "Kau membebaskan si kucing.

Tapi aku mengira akan menikah dengan Takeo dan melahirkan anak-anaknya. Tapi sampai tiba waktunya nan ti. Aku mem¬biarkannya memiliki diriku seutuhnya. "Hisao berusa ha untuk tidak ingin mendengarkanmu. mengu¬nyahnya pel an. merasakan lemak dan darahnya." tutur Yuki. ketika aku menganggap ayah kalian sebagai kekasihku. maka dia akan menjadi benar¬benar jahat. "Aku patuh pada Ketua Kikuta dan Akio. Aku mem¬biarkannya memiliki diriku seutuhnya. aku merasa seperti di Surga. "Dia tak mau tahu siapa dirinya." ujar Maya. sedang yang satunya lagi memiliki kualitas spritual yang menolak ke¬kuatannya." Miki mencondongkan badan ke depan dan mengambil sepotong daging." sahut Yuki. dan kukira dia jatuh cinta padaku. Aku merindukannya siang dan malam. bila kalian tid ak me¬mulainya. amarahnya kembali lagi.anak menem¬pelkan pisau di lehermu. Kemudian aku tahu kalau Shirakawa Kaede yang dicintainya. "Sifat dalam dirinya tercabik. "Semak in lama dia menjadi semakin jahat. "Salah satu dari kalian menjadi si kucing. kalian harus tahu tentang kepatuhan. Dia kelihatan terobsesi pada ku sama seperti aku terobsesi padanya. Akhirnya Maya berkata. Kedua gadis itu juga tidak berkata apa-apa. maka kalian takkan merindu¬kannya. yang kutahu mesti kunikahi di kemudian ha ri." Yuki terdiam membisu. aku merasa seperti di Surga. diceritakan oleh perempuan yang s angat menderita disebab-kan oleh cintanya pada ayah mereka. maka kalian takkan merindu¬kannya. Dan aku melakukan apa yang diperintahkan padaku: kalian anakmenem¬pelkan pisau di lehermu. bila kali an tidak me¬mulainya. Dan aku melakukan apa yang diperintahkan padaku: kalian anakanak Tribe. yang disayanginya. Aku sangat suka bercinta." Kedua gadis itu meng-angguk. Bil a dia menyadari kekuatan itu sepenuhnya. Jangan tidur dengan laki-laki. Aku sangat suka bercinta. Kami sangat seras i dalam kemampuan Tribe. Jangan tidur dengan laki-laki. Mereka belum p ernah mendengar versi cerita ini dari riwayat orangtua mereka." "Kalian adalah adiknya." "Dia tidak bisa dibebaskan dari dosa. Aku merindukannya siang dan malam. kegilaan karena cinta yang bodoh membawa dirinya kabur dari Tribe dan membuat aku dihukum mati. tapi tidak bicara. dia masih . itu sebabnya dia merasa sakit kepala yang sangat menusuk. ketika aku menganggap ayah kalian sebagai kekasihku.

Aku tidak bisa membiarkan anakku mem bunuh ayahnya. tapi k ali ini dibelainya tangan mereka dengan lebih lembut. kuat dan ptnuh semangat. kan?" Halaman 301 dari 700 . dan kemudian sikapnya melunak." bentak Miki. Suasana hati Maya labil. tapi jawab an Miki singkat dan tidak memuaskan. "Apakah menurutmu kita melakukan hal yang salah?" tanya Maya. Teruslah berjalan ke utara.bisa diselamatkan. dan membiarkan tudung terlepas. ber gerak antara gembira karena kemung¬kinan bertemu Yuki lagi malam itu. Kita tidak bisa melaku¬kan apa-apa lagi. si kembar terbangun di hutan yang kosong. kita akan selamatkan Hisao. Kita akan menemukan ayah kalian dan mempering atkannya. "Sekarang sudah terlambat. Aku berharap dia belum mati. serta ketakutan akan Akio dan Hisao yang sudah dekat di balakang mereka." Yuki mencondongkan badan. sentuhannya kuat dan ny ata: dia tidak terasa seperti arwah. Dia mencoba memaksa Miki bicara. "B egitu dia sudah selamat. pikir Maya." Yuki mencuci tangan mereka seperti yang dilakukannya di malam sebelumnya. k ita hanya harus segera sampai di rumah dan berharap Ayah cepat kembali. Namun ayah angkatnya harus membayar pembunuhan keji atas diriku. "Kau bukan seorang penguasa alam baka juga. aku akan melanjutkan perjalananku. kesal denga n kemarahan Miki. Hantu perempuan itu sudah pergi. layaknya seorang ibu. tapi keesokan paginya. Aku be rha rap dia yang menjadi ibuku." "Bagaimana kau bisa tahu begitu banyak tentang hal itu?" tanya Maya." Dia cantik. "Kita su dah makan makanan darinya dan me¬nerima bantuannya. Aku akan memberi kalia n makan dan membimbing kalian kembali ke Hagi. "Sekarang kalian harus tidur. saat kita sudah bebas. tidak seperti Ibu tapi dengan sifat yang selalu kuingin diriku menjadi seperti itu. Miki bahkan lebih pendiam lagi ketim¬bang sebelumnya.

tentu saja bukan. Bul an keenam tiba dan musim panas bergerak menuju puncaknya. Yuki menemui mereka setiap malam. tapi perjalanan setiap harinya terasa lebih mudah karena kini mereka tahu Yuki m enanti mereka di penghujung hari." "Pada Akio?" "Pada semua orang yang telah menyakiti dirinya. mer eka mulai terbiasa dengan kehadirannya. tentu saja bukan." "Tapi Ayah belum akan kembali sampai musim panas berakhir." pekik Miki." Bukan. dia yang bilang begitu. *** Maka perjalanan mereka berlanjut saat bulan semakin penuh dan menyusut lagi. "Semua hantu ingin balas dendam. "Untuk mencari Ayah. Aku belum pernah mendengarnya sampai kau mengata¬kan kalau Hisao adalah penguasa alam baka. Memikirkan arwah Akane." Mereka berjalan menuruni lereng yang curam. d an bagaimana ia menggoda Sunaomi dengan menyaru sebagai perempuan pelacur yang sudah mati itu." "Benar kan. Mereka berdua kagum pada keberan ian dan . bagaimana dia membawa pedang Lord Sh igeru." ujar Maya. "Menurutmu apa yang sebenarnya Yuki inginkan?" tanyanya. "Dia ingin balas dendam. Setiap malam Yuki men¬ceritakan masa lalunya: tentang masa kecil-nya di Tribe. seorang diri. Jalur itu berkelok di antara tonjola n batu-batu besar: sepertinya itu tempat kesukaan ular untuk berjemur."Bukan. Keinginannya pun menjadi keinginan mereka berdua. "Mengapa dia membimbing kita ke Hagi?" tanya Miki. kesedihan terbesar pe rtama dalam hidupnya. dan tanpa disadari mulai menyayanginya seakan pere mpuan itu adalah ibu mereka. ketika temannya dari Yamagata dibakar sampai mati bersama semua keluar ganya di malam Otori Takeshi dibunuh prajurit Tohan." pekik Miki. melewati negeri yang tidak ramah. Yuki menemani mereka dari antara matahari terbenam sampai mat ahari terbit. "Aku bahkan tidak tahu apa itu. Maya pun bergidik." lanjut Miki. Aku belum pernah mendengarnya sampai kau mengata¬kan kalau Hisao adalah penguasa alam baka. Sewaktu tubuh-tubuh yang ben gkok bergerak cepat menghilang di balik bebatuan. lalu menyerahkannya ke tangan Takeo setelah sebelumnya mereka menyelamatkan Shig eru dari kastil Inuyama." jawab Miki. kau memang tahu semuanya. "Aku bahkan tidak tahu apa itu. seolah membuat bantahan kepada dirinya sendiri. Jato. dan bagaimana Yuki membawa kepala Lord Shigeru ke Terayama.

Maya bisa melihat lengkungan jembatan batu. terharu dengan kesedihan dan rasa ibanya atas putranya. "Kita bisa tidur di rumah.kesetiaan Yuki. Ia akan merindukan Yuki.* Si kembar tiba di Hagi di sore hari. wortel dan bawang. Mereka meringkuk di hutan bambu tepat di tepi sawah. kedelai. dan seketika timb ul niat ingin pergi ke mana pun perempuan itu pergi. Tiang pancang kayu dari pagar penangkap ikan. Ladang sayuran lebat dengan dedaunan. dan terkejut serta gusar dengan kematiannya yang kejam. padi berwarna hij au terang. Gelombang sedang surut dan tepi yang berlumpur terlihat jelas di sepanjang sunga i kembar. Matahari masih di langit barat. bak mayat yang tengah menanti air untuk menghidupkannya Halaman 302 dari 700 ." ujar Miki. membuat air laut tampak seperti kuningan. "Kita tidak membutuhkan Yuki malam ini." Namun pikiran itu membuat Maya sedih. dan biara bagi dewa sungai tempat ia memb unuh kucing milik Mori Hiroki. dan perahu-perahu yan g tertambat di tepinya.

. "Aku akan pergi." "Ayah pasti belum kembali.. Di belakangnya tampak pepohonan dan taman rumah tua keluarga." "Bibi pasti di kastil. menjulang kastil dengan panji-panji Ot ori berkibar tertiup angin. "Ayah pergi jauh ke Miyako. "Tapi kita harus ceritakan pada Ibu tentang Paman Zenko. Lebih jau h ke barat. tapi di sebelahnya ada umbul-umbul lain. di atas atap dan sirap rendah bangunan kota. di atas atap dan sirap rendah bangunan kota. "Kurasa Ibu juga di sana. tapak beruang hitam dengan latar belakang merah : lambang Klan Arai. berpikir tentang keciniaan Hana pada kemewahan dan kedudukan. Perasaan itu am at menusuk hati dan mengganggunya: ia begitu ingin pulang ke rumah. kemarahan Kaede." Maya menyadari kalau dirinya tidak yakin akan reaksi ibunya. Maya tak mendapa t kabar apa pun dari ibunya. pikirnya. Aku bisa saja ikut terbunuh bersama Sada dan Taku.. Mereka ak an kirim pesan pada Ibu. Ibu tidak akan peduli. Tiba-tiba teringat dengan penemuan terakhir mereka." sahut Miki. Di belakangnya tampak pepohonan dan taman rumah tua keluarga. tapi kini takut pada penerim aan ibunya." sahut Maya. bagaimana dia telah membunuh Taku dan tengah mem-bangun kekuatan. Lebih jauh ke barat." ujarnya." "Baiklah. Bahkan kabar tentang kelahiran ad ik laki-lakinya ia dengar melalui Shigeko di Hofu. embali. melihat apakah Ayah sudah kembali. pikirnya." "Bagaimana dia bisa begitu berani saat Hana dan kedua putranya ada di sini. menjulang kastil dengan panji-panji Ot ori berkibar tertiup angin. tidak ada surat. Andai Yuki adalah ibuku. dan dia pasti percaya. Bahwa Kaede hidup.kembali. tidak ada pesan. "Akan kulihat siapa yang ada di sana. "Bibi Hana ada di sini. Kesedihan yang mendalam menerpa dirinya: bahwa Yuki sudah mati dan tidak mengena l kasih sayang anaknya. Bisa dilihatnya umbul-umbul bangau Otori. Aku bisa mengadu dan men¬ceritakan segalanya. "Bertemu Haruka dan Chiyo." "Ayo kita ke rumah lebih dulu." bisiknya pada Miki. di H . Maya memicingkan mata melihat mata¬hari." ujar Miki. dan mereka saling tersenyum. tamparan itu. "Aku tidak ingin dia melihatku. Ayah justru lebih aman berada jauh di sana ketimbang berada di rumah. Sejak saat itu." saran Maya.

Tapi di balik gumaman tadi terdengar olehnya suara lain. Setelah sampai di seberang. berasal dari luar dindi ng dari tepi sungai. seekor ikan air tawar melompat. Di sungai. Mereka pasti kaget. begitu merindukan Haruka dan Chiyo. pikirnya." Maya masih mengenakan pakaian laki-laki dan menu-rutnya tak ada orang yang bisa mengenalinya. Aku akan kembali secepat¬nya. Dan gembira. itu sebabnya dia datang.agi?" "Hana mungkin berencana membawa mereka lari. Dengan meng¬gunakan kemampuan menghilang. Kau tunggu di sini. Seekor bangau abu-abu besar yang tengah mencari ikan di sungai merasakan ada ger akan. Kepakan sayapnya kedengaran menghentak tajam sepe rti suara kibasan kipas. Suara anak laki-laki. Chiyo pasti akan menangis bahagia sep erti biasanya. menoleh ke arah Maya kemudian terbang. dan burung itu terbang dengan kepakan sayap pelan: tepat seperti biasanya. tempat alira n air mengalir ke sungai. Banyak anak laki-laki seusia¬nya bermain di tepi sungai serta me¬manfaatkan pagar ja ring penangkap ikan untuk menyeberangi sungai. Maya seperti mendengar suara mereka dari dapur. Maya berusaha mendengarkan suara-suara di dalam rumah. berceloteh. Halaman 303 dari 700 . Maya berhenti di depan lubang di dinding taman. Gadis itu berlari dengan langkah ringa n di atasnya seperti yang sudah sering dilakukannya: bagian atas tiang pancang terasa lembap dan licin. tertawa. Maya melangkah masuk ke taman. Ikan itu mencipakkan air.

Dilih atnya rasa percaya diri dan keangkuhan mereka berdua. "Lihat. dan tempat taman sewaktu matahari terbenam. Ia mencium bau makanan di ru berbicara saat makan. seakan hatin ya hancur dan darah mendidih dalam dirinya. Ka ede mengangkatnya agar bisa melihat kedua bocah yang datang menghampiri. men¬dengar kedua bocah ampan kembali ke dapur." Hana membentak mereka. "Bukankah sudah kukatakan. . terdengar langkah kaki dari dalam rumah. Lihatlah sepupumu. "Cuci tangan dan kaki kalian. dan rumah berkilauan angan di lantai atas. wajahnya nampak gembira dengan perasaan cinta. sayangku. "Alangkah kotornya kalian. aku harus menemui Ibu dulu. Apakah Ibu mau mendengarkan ku? Apa seharusnya aku kembali pada Miki saja? Pergi ke kastil menemui Lord Endo? Tidak." sahui Kaede. Dia sudah berusaha menggunakan kakinya dan berdiri. "Aku tidak tahu kalau aku bisa merasa seperti ini. Kaede menggendong bayi yang tersenyum dan berusaha mencengkeram jubah ibunya. "Tidak ada yang bisa mengalahkan perasaan memiliki anak laki-laki." ujar Hana." "Benar. Maya merasakan kebencian yang tak pernah dirasakan seumur hidupnya. Hana mengelitik si bayi dan membuatnya tertawa cekikikan dan menggeliat-geliat. Tapi jangan sampai Hana curiga kalau aku ada di sini Maya menunggu tanpa suara di ri di atas sungai. Di saat yang sama. Kau akan tumbuh besar menjadi tam pan seperti mereka!" Si bayi tersenyum dan tersenyum lagi. melihat kasih sayang dan rasa hormat yang mereka dapatkan tanpa ber-susah payah dari semua perempuan di sekeliling mereka. Tatapan penuh kasih sayang terlukis di wajah ibu dan bibinya. Haruka! Bawakan air untuk kedua tuan muda!" Tuan muda! Maya mengamati Haruka datang lalu mencuci kaki kedua bocah itu. Kunang-kunang mena dengan cahaya lentera. Aku harus berusaha menemui Ibu tanpa ada orang lain. dan Kaed e serta Hana berjalan keluar menuju beranda. mungilku. anak-anakku. Apa yang akan kulakukan? pikirnya." Dipelu k¬nya bayi itu eraterat. wajahnya berseri¬s eri dengan rasa bangga. Kemudian pelayan muda membawa n tidur digelar.Maya merendahkan tubuhnya di balik batu paling besar sewaktu Sunaomi dan Chikara mencepukaya merendahkan tubuhnya di balik batu paling besar sewaktu Sunaomi dan Chikara mencepukcepuk air sungai.

Hana duduk di sisi jendela yang terbuka." Kaede berjalan menuruni tangga menuju bekas kamar Ichiro. dan perempuan itu memandang pada si ibu dan anak dengan tatapan ir i yang begitu jelas terpancar di wajahnya. Maya merasakan kehadiran yang akrab di sampingnya.Kedua bocah itu tidur di bagian belakang rumah." tuturnya pada Hana. menyisiri rambut panjangnya. Lentera menyala di sebuah rak besi. Halaman 304 dari 700 . Dilewatinya nightingale flo or tanpa suara karena sudah begitu terbiasa. Yusetsu. Dia menengok ke belakang dan melihat hantu perempuan itu. Napasnya terasa dingin dan berbau tanah. "Panggil aku kalau bayinya terbangun. tempat para pelayan beristirahat saat tugas mereka selesai. Seka rang aku harus menemui Ibu. Kaede menyelimuti si bayi rapat-rapat lalu membaringkannya. Saat rumah sudah sunyi. Prempuan itu tak lagi memakai jubah mantel bertudung namun berpakaian putih orang mati. tempat catatan dan ala t tulis disimpan. "Aku harus menulis surat untuk suamiku. Maya mem¬beranikan diri masuk. seraya memanggil Haruka untuk membawakan lentera. seputih dagingnya. Hana dan Kaede tidur di kamar atas bersama si bayi. sambil men yenandungkan nina bobo untuk dirinya sendiri. Ia berjingkat menaiki tangga dan menyaksikan ibuny a menyusui si bayi. pikir Maya.

bahwa tidak ad a lagi tempat baginya kecuali di dunia tempat para hantu berkeliaran. Kau akan segera tahu Laki-laki macam apa dia. Dipanggilnya si kucing dan dibiarkannya mengambil ali h dirinya. tidak ada orang yang kaget: saat musim panas bayi mati karena penyakit ata u wabah. kembali ke Hisao. masuk ke dalam hutan dan berpikir lagi. Seketika itu juga Maya memahami kalau ini adalah bagian dari balas dendam peremp uan itu. melayang di atas tanah. Kakakku yang m