Jenis-jenis belajar jhy juga 1.

Belajar arti kata-kata

Belajar arti kata-kata maksudnya adalah orang mulai menangkap arti yang terkandung dalam kata-kata yang digunakan. Pada mulanya suatu kata sudah dikenal, tetapi belum tahu artinya. Misalnya, pada anak kecil, dia sudah mengetahui kata “kucing” atau “anjing”, tetapi dia belum mengetahui bendanya, yaitu binatang yang disebutkan dengan kata itu. Namun lam kelamaan dia mengetahui juga apa arti kata “kucing” atau “anjing”,. Dia sudah tahu bahwa kedua binatang itu berkaki empat dan dapat berlari. Suatu ketika melihat seekor anjing dan anak tadi menyebutnya “kucing”. Koreksi dilakukan bahwa itu bukan kucing, tetapi anjing. Anak itu pun tahu bahwa anjing bertubuh besar dengan telinga yang cukup panjang, dan kucing itu bertubuh kecil dengan telinga yang kecil dari pada anjing.

Setiap pelajar atau mahasiswa pasti belajar arti kata-kata tertentu yang belum diketahui. Tanpa hal ini, maka sukar menggunakannya. Kalau pun dapat menggunakannya, tidak urung ditemukan kesalahan penggunaan. Mengerti arti kata-kata merupakan dasar-dasar terpenting. Orang yang membaca akan mengalami kesukaran untuk memahami isi bacaan. Karena ide-ide yang terpatri dalam setiap kata. Dengan kata-kata itulah, para penulis atau pengarang melukiskan ide-idenya kepada siding pembaca. Oleh karena itu, penguasaan arti kata-kata adalah penting dalam belajar.

2. Belajar Kognitif

Tak dapat disangkal bahwa belajar kognitif bersentuhan dengan masalah mental. Objekobjek yang diamati dihadirkan dalam diri seseorang melalui tanggapan, gagasan, atau lambang yang merupakan sesuatu bersifat mental. Misalnya, seseorang menceritakan hasil

Mana bisa kegiatan mental tidak berproses ketika memberikan tanggapan terhadap ojek-objek yang diamati. Gagasan atau tanggapan tentang objek-objek yang dilihat itu dituangkan dalam kata-kata atau kalimat yang disampaikan kepada orang yang mendengarkan ceritanya. sesuai dengan materi yang asli. Itu berarti semakin banyak pikiran dan gagasan yang dimiliki seseorang. menghafal tanpa pengertian menjadi kabur. pengertian. Belajar Menghafal Menghafal adalah suatu aktivitas menanamkan suatu materi verbal dalam ingatan. Sedangkan belajar itu sendiri adalah proses mental yang bergerak kea rah perubahan. Belajar kognitif penting dalam belajar. Ketika dia menceritakan pengalamannya selama dalam perjalanan. sehingga nantinya dapat diproduksikan {diingat} kembali secara harfiah. seseorang tidak bisa melepaskan diri dari kegiatan belajar kognitif. dan menghafal tanpa ingatan adalah sia-sia. . perhatian. semakin kaya dan luaslah alam pikiran kognitif orang itu. Bila tanggapan berupa objek-objek materiil dan tidak materiil telah dimiliki. maka seseorang telah mempunyai alam pikiran kognitif. 3. dan ingatan. Dalam menghafal. menghafal tanpa perhatian adalah kacau.perjalanannya berupa pengalamannya kepada temuannya. dia hanya dapat menggambarkan semua objek itu dalam bentuk kata-kata atau kalimat. Menghafal tanpa tujuan menjadi tidak terarah. Dalam belajar. yaitu mengenai tujuan. dia tidak tidak dapat menghadirrkan objek-objek yang pernah dilihatnya selama dalam perjalanan itu di hadapan temannya itu. Efektif tidaknya dalam menghafal dipengaruhi oleh syaratsyarat tersebut. dan menyimpan kesan-kesan yang nantinya suatu waktu bila diperlukan dapat diingat kembali kealam dasar. ada beberapa syarat yang perlu diperhatikan.

relasi-relasi di antara konsep-konsep dan struktur-struktur hubungan. sehingga objek ditempatkan dalam golongan tertentu. Hanya dirasakan adanya melalui proses mental. perkawinan. Sekaligus dikembangkan dalam metode-metode untuk memecahkan problem-problem secara efektif dan efesien. tumbuhan. Konsep sendiri pun dapat dilambangkan dalam bentuk suatu kata {lambang bahasa}. Missalnya. kursi. diciptakan konsep-konsef. “bujur sangkar” mencakup semua persegi empat. seperti meja.4. iklim dan cuaca berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman. saudara kandung. orang yang memiliki konsep mampu mengadakan abstraksi terhadap objek-objek yang dihadapinya. dan sebagainya. Konsep dibedakan atas konsep konkret dan konsep yang harus didefinisikan. Konsep ini mewakili benda tertentu. Maka. Konsep konkret adalah pengertian yang menunjuk pada objek-objek dalam lingkungan fisik. Objek-objek dihadirkan dalam kesadaran orang dalam bentuk repressentasi mental tak berperaga. Misalnya. tumbuh-tumbuhan dibagi dalam genus dan species. belajar. rumah. Belajar Konsep Konsep atau pengertian adalah satuan arti yang mewakili sejumlah objek yang mempunyai ciri-ciri yang sama. tetapi tidak langsung menunjuk pada realitas dalam lingkungan hidup fisik. seperti terjadi dalam bidang-bidang studi ilmiah. Belajar Teoritis Bentuk belajar ini bertujuan untuk menempatkan semua data dan fakta {pengetahuan} dalam suatu kerangka organisasi mental. adalah kata-kata yang tidak dapat . sepeda motor dan sebagainya. saudara sepupu. Konsep yang didefinisikan adalah konsep yang mewakili realitas hidup. 5. karena realitas itu tidak berbadan. sehingga dapat difahami dan digunakan untuk memecahkan problem. bibi. paman. mobil. misalnya dalam penelitian fisika.

bahkan dengan mikroskop sekalipun. Untuk memberikan pengertian pada semua kata itu diperlukan konsep yang didefinisikan dengan menggunakan lambang bahasa. Taraf ini adalah taraf konprehensif. dan dapat menentukan adanya suatu relasi yang tetap antara ketiga konsep dasar itu {besi. karena seseorang telah menguasai konsep dasar mengenai “besi”. Kaidah adalah suatu pegangan yang tidak dapat diubah-ubah. tetapi tidak dapat diketahui dengan mengamati Ahmad dan Mahmud. Belajar Kaidah Belajar kaidah {rule} termasuk dari jenis belajar kemahiran intelektual {intellectual skill}. Kata “saudara sepupu” dijelaskan. Misalnya. maka dia dengan yakin mengatakan bahwa “besi dipanaskan memuai”. 6. didapatkan pengertian. sauadara sepupu adalah anak dari paman atau bibi. Orang yang telah mempelajari suatu kaidah. Berdasarkan konsep yang didefinisikan. merupakan kenyataan {realitas}. Akhirnya. seseorang berkata. Belajar kaidah adalah bila dua konsep atau lebih dihubungkan satu sama lain. “dipanaskan” dan “memuai”. dipanaskan. Taraf pertamanya adalah taraf pengetahuan. mampu menghubungkan beberapa konsep. terbentuk suatu ketentuan yang mereprensikan suatu keteraturan. Penjelasan atas kata “saudara sepupu” itulah yang dimaksudkan disini dengan konsep yang didefinisikan. yang dikemukakan oleh Gagne. “besi dipanaskan memuai”. yaitu belajar reseptif atau menerima. Ahmad adalah saudara sepupu Mahmud. Kaidah merupakan suatu representasi {gambaran} mental dari kenyataan hidup dan sangat berguna dalam mengatur . Taraf kedua dalam taraf berfikir. belajar konsep adalah berfikir dalam konsep dan belajar pengertian. dan memuai}.dilihat dengan mata biasa. Kenyataan itu dapat diketahui dengan menggunakan lambang bahasa.

Belajar Berpikir Dalam belajar ini..kehidupan sehari-hari.berpikir divergen adalah berpikir dalam arah yang berbeda-beda.masalah harus dipecahkan melalui operasi mental. Dalam konteks ini ada istilah berpikir konvergen dan berpikir divergen. semoga uraian di atas dapat menjadi penghubung dalam memahami belajar kaidah-kaidah di dalam menuntut ilmu. belajar kaidah sangat penting bagi seseorang sebagai salah salah satu upaya penguasaan ilmu selama belajar di sekolah atau di perguruan tinggi {universitas}. 7. orang dihadapkan pada suatu masalah yang harus dipecahkan. khususnya menggunakan konsep dan kaidah serta metode-metode bekerja tertentu. Oleh karena itu. Berpikir konvergen adalah berpikir menuju satu arah yang benar atau satu jawaban yang paling tepat atau satu pemecahan dari suatu masalah. akan diperoleh jawaban-jawaban unit yang berbeda-beda tetapi benar. Hal ini berarti bahwa kaidah merupakan suatu keteraturan yang berlaku sepanjang masa. . tetapi tanpa melalui pengamatan dan reorganisasi dalam pengamatan.

Belajar berdasarkan gerak =Belajar berdasarkan gerak ini membutuhkan gerakan fisik seperti caramenulis. kebersihan. Belajar berdasarkan gerak (motor tipe of learning). metode pemecahan masalah ini diperlukan juga untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi siswa dalamkehidupan sehari-hari.Belajar berdasarkan Pengamatan (sensory type of learning).biologi dan sebagainya. seperti melihat a. gerakan olah raga. yaitu Upaya memfungsikan semua indera melalui pengamatan sensori terhadap dunia luar.3 Jenis-jenis Belajar Menurut Nasution (2000:57) menyebutkan ada beberapa jenis belajar yangberhubungan dengan hal yang harus di pelajari antara lain a. Oleh karena itu dalam belajarberdasarkan gerak ini ada hal-hal yang perlu diperhatikan siswa yaitumengetahui tujuan. yaitu upaya melatih daya emosional melalui pancingan atau rangsangan yang diberikan oleh guru atau sumber lain . a. yaitu upaya melatih daya ingatan a.ketelitian. kimia. b. ilmu alam.pelaksanaan yang tepat pada taraf kecakapan itu dan latihan untuk mempertinggi kecepatan b. akantetapi belajar berdasarkan emosi ini sangat kurang mendapat perhatianpendidik karena belajar jenis ini sukar sifatnya dan pelaksanaan yang tidak mudah.baik di sekolah dasar maupun di sekolah yang lebih tinggi sebab belajaradalah menempuh ujian dan untuk itu di perlukan penguasaan sejumlahpengetahuan b. ketabahan menghadapi masalah. geografi dan sebagainya yang banyak memerlukanpengamatan langsung b. membaca. Belajar berdasarkan emosi (emotional type of learning).Belajar berdasarkan emosi=Segi-segi pribadi seperti ketekunan. kecakapan dalam bergaul dengan orang lain dan seringdipelajari dalam setiap pelajaran sebab selalu tersimpul didalamnya. yaitu belajar melalui penyelesaian suatu persoalan (problem) yang dihadapi secara ilmiah.Belajar berdasarkan menghafal=Belajar yang bersifat hafalan ini yang paling banyak digunakan di sekolah.Belajar berdasarkan pengamatan=Pengamatan sangat penting sebagai dasar untuk memperoleh pengertian dantanggapan yang jelas tentang sesuatu misalnya tanggapan visual dalam ilmuhayat.2. fisika. yaitu menerima masukan lalu langsung digerakkan atau dipraktikkan. seperti belajar renang-berenanglah a. Belajar berdasarkan hafalan (memory type of learning). b. mempunyai tanggapan yang jelas tentang kecakapaaan. Selain itu.Belajar berdasarkan pemecahan masalah=Metode pemecahan masalah dapat digunakan untuk memecahkan masalah-masalah dalam berbagai mata pelajaran seperti matematika. Belajar berdasarkan pemecahan masalah (problem solving type of learning). sejarah.

Belajar teknis c.Bentuk-bentuk belajar antara lain dapat dikemukakan sebagai berikut : 1. Belajar kognitif. cenderung bertujuan membentuk kemampuan menciptakan dan menghayati keindahan diberbagai bidang kesenian. Belajar teoritis b. Bentuk-bentuk belajar menurut materi yang dipelajari a. Belajar estetis. cirinya belajar menghayati nilai-nilai dari obyek yang dihadapi melalui alam perasaan c. Belajar efektif. Bentuk belajar menurut spikis a. b. Bentuk. Belajar dinamik yaitu artinya menghendaki sesuatu secara wajar didalam belajar b. Belajar tersembunyi c. Belajar bermasyarakat d.bentuk belajar yang tidak begitu disadari a. Belajar insidental : ini cirinya langsung bila orang mempelajari sesuatu dengan tujuan tertentu tetapi di samping itu juga belajar hal-hal lain yang sebenarnya tidak menjadi sasaran. Belajar mencoba-coba . 3. cirinya dalam mempergunakan bentuk-bentuk prestasi yang mewakili obyek-obyek yang dihadapi 2.

Maksudnya perilaku individu dapat ditimbulkan dengan adanya reinforcement segera setelah adanya respon. yaitu: a. Seringkali sinetron televisi memperlihatkan seorang ilmuwan dengan memakai kacamata. sehingga terbentuk dalam pemikiran kita. Kemudian guru tersebut memberikan senyuman dan pujian kepadanya. terjadinya proses belajar dikarenakan adanya stimulus. Jadi belajar tidak hanya timbul dari adanya stimulus-respon maupun reinforcement. maka reinforcer bisa berupa ucapan guru “bagus sekali”. gerakan dan tindakan. suatu respon dikeluarkan oleh suatu stimulus yang telah dikenal. Itu adalah contoh asosiasi berdekatan antara stimulus dan respon dalam waktu yang sama. Akibatnya Maya semakin giat belajar. Belajar Responden. . Belajar Kognitif Bentuk belajar ini memperhatikan proses-proses kognitif selama belajar. seperti ”dua kali dua sama dengan?” Maka pasti bisa menjawab ”empat”. Belajar Observasional Konsep belajar ini memperlihatkan bahwa orang dapat belajar dengan mengamati orang lain melakukan apa yang akan dipelajari. c. padahal hal tersebut tidak sepenuhnya benar. Asosiasi dekat (contiguous) sederhana antara stimulus dan respons dapat menghasilkan suatu perubahan dalam perilaku individu. Misalnya Maya bisa menjawab pertanyaan yang diberikan oleh gurunya dengan benar. insight. Proses semacam itu menyangkut “insight” (berpikir) dan “reasoning” (menggunakan logika deduktif dan induktif). Jadi.bentuk belajar. Belajar kontiguitas sederhana bisa dilihat jika seseorang memberikan respon atas pertanyaan yang belum lengkap. Senyum dan pujian guru ini merupakan stimulus tak terkondisi. Belajar Kontiguitas Belajar dalam bentuk ini tidak memerlukan hubungan stimulus tak terkondisi dengan respons. kognisi dari hubungan esensial antara unsur-unsur dalam situasi ini. yaitu adanya peristiwa yang terjadi berulangulang dalam bentuk yang sama. Respon ini bisa berupa pernyataan. dan sebagainya. e. d. b. Bentuk belajar ini mengindahkan persepsi siswa. “kamu dapat satu poin”. ibu tiri adalah wanita yang kejam. Tindakan guru ini menimbulkan perasaan yang menyenangkan pada diri Maya sehingga ia membuat dia lebih giat lagi dalam belajar. Maka sinetron televisi menciptakan kondisi untuk belajar stereotyping. Dalam belajar ini. bukan karena adanya stimulus. sebab perilaku yang diinginkan timbul secara spontan ketika organisme beroperasi dengan lingkungannya. Misalnya anak kecil belajar makan itu dengan mengamati cara makan yang dilakukan oleh ibunya atau keluarganya. Bentuk belajar kontiguitas yang lain adalah “stereotyping”. Belajar Operant Belajar bentuk ini sebagai akibat dari reinforcement. Misalnya respon menjawab pertanyaan guru secara sukarela. Hal ini disebabkan secara sederhana manusia dapat berubah karena mengalami peristiwa-peristiwa yang berpasangan.

bisa disimpulkan bahwa Gagne membagi bentuk-bentuk belajar menjadi lima bentuk.melainkan melibatkan tindakan mental individu yang sedang belajar. Observasional merupakan bentuk belajar yang paling sederhana karena individu hanya mengamati orang lain kemudian meniru perbuatannya. . kontiguitas. observasional dan kognitif. operant. yang merupakan inti dari teori belajar. Responden merupakan belajar yang dibentuk dengan adanya hubungan antara stimulus dengan respon. Dari penjelasan di atas. Sedangkan kognitif merupakan bentuk yang tertingggi karena sudah memasuki wilayah insight. Kontiguitas sama dengan responden. akan tetapi untuk responden waktunya dilakukan secara bersamaan. yaitu bentuk responden.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful