P. 1
Manajemen Sewa Guna Usaha

Manajemen Sewa Guna Usaha

|Views: 122|Likes:
Published by Kacong Ganooler

More info:

Published by: Kacong Ganooler on Sep 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/27/2011

pdf

text

original

Manajemen Sewa Guna Usaha

Dahlan Siamat Manajemen Lembaga Keuangan - Edisi 5

PENGERTIAN Kegiatan Sewa Guna Usaha : Adalah kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan barang modal baik secara sewa guna usaha dengan hak opsi (finance lease) rnaupun sewa guna usaha tanpa hak opsi (operating lease), untuk digunakan oleh lessee selama jangka waktu tertentu berdasarkan pembayaran secara berkala. Finance lease adalah kegiatan sewa guna usaha, di mana lessee pada akhir masa kontrak mempunyai hak opsi untuk membeli objek sewa guna usaha berdasarkan nilai sisa yang disepakati. Operating lease tidak mempunyai hak opsi untuk membeli objek sewa guna usaha.

Sewa guna usaha merupakan suatu kontrak atau persetujuan sewa-menyewa. Objek sewa guna usaha adalah barang modal dan pihak lessee memiliki hak opsi dengan harga berdasarkan nilai sisa. Dalam setiap transaksi leasing di dalamnya selalu melibatkan 3 pihak utama, yaitu :

a. Lessor adalah perusahaan sewa guna usaha atau dalam hat ini pihak yang memiliki hak kepemilikan atas barang. b. Lessee adalah perusahaan atau pihak pemakai barang yang bisa memiliki hak opsi pada akhir perjanjian. c. Supplier adalah pihak penjual barang yang disewagunausahakan.

Dari segi pandangan hukum, kegiatan sewa guna usaha memiliki 4 (empat) ciri yaitu:

Pertama Kedua Ketiga Keempat

: Perjanjian antara lessor dengan pihak lessee. : Berdasarkan perjanjian sewa guna usaha, lessor mengalihkan hak penggunaan barang kepada pihak lessee. : Lessee membayar kepada lessor uang sewa atas penggunaan barang (asset). : Lessee mengembalikan barang tersebut kepada lessor pada akhir periode yang ditetapkan lebih dahulu dan jangka waktunya kurang dari umur ekonomi barang tersebut.

PERKEMBANGAN LEASING DI INDONESIA Usaha leasing di Indonesia pada prinsipnya masih relatif baru. Kegiatan usaha ini secara formal baru diperkenalkan pada tahun 1974 berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Keuangan, Menteri Perindustrian dan Menteri Perdagangan No. Kep.122/MK/IV/2/1974, No. 32/ M/SK/2/1974, dan No. 30/Kpb/I/1974 tanggal 7 Februari 1974 tentang Perizinan usaha leasing. Dengan Keputusan Presiden No. 61 Tahun 1988 sebagai bagian dari deregulasi 20 Desember 1988 atau Pakdes, diperkenalkan suatu lembaga pembiayaan yang salah satu bidang usahanya adalah leasing. Meskipun sebelum itu usaha leasing telah dilakukan, namun dalam pelaksanaannya usaha leasing dilakukan secara tersendiri. Dengan dibentuknya lembaga pembiayaan, maka leasing termasuk bidang usaha lembaga pembiayaan di samping factoring, modal ventura, kartu kredit dan pembiayaan konsumen. Dalam ketentuan lebih lanjut, usaha modal ventura, dikeluarkan dari bidang usaha lembaga pembiayaan dan terus dilakukan secara terpisah dengan badan hukum tersendiri.

Pihak-Pihak yang Terlibat dalam Leasing Setiap transaksi leasing sekurang-kurangnya melibatkan 4 (empat) pihak yang berkepentingan, yaitu: lessor, lessee, supplier, dan bank atau kreditor.

1.

Lessor adalah perusahaan leasing atau pihak yang memberikan jasa pembiayaan kepada pihak lessee dalam bentuk barang modal. Lessor dalam financial lease bertujuan untuk mendapatkan kembali biaya yang telah dikeluarkan untuk membiayai penyediaan barang modal dengan mendapatkan keuntungan. Sedangkan dalam operating lease, lessor bertujuan mendapatkan keuntungan dari penyediaan barang serta pemberian jasa jasa yang berkenaan dengan pemeliharaan serta pengoperasian barang modal tersebut.

Pihak supplier dalam hal ini tidak tertutup kemungkinan menerima kredit dari bank.2. Dalam operating lease. Supplier adalah perusahaan atau pihak yang mengadakan atau menyediakan barang untuk dijual kepada lessee dengan pembayaran secara tunai oleh lessor. Lessee dalam financial lease bertujuan mendapatkan pembiayaan berupa barang atau peralatan dengan cara pembayaran angsuran atau secara berkala. supplier menjual barangnya langsung kepada lessor dengan pembayaran sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak. lessee memiliki hak opsi atas barang tersebut. Maksudnya. untuk memperoleh barang-barang yang nantinya akan dijual sebagai objek leasing kepada lessee atau lessor. supplier atau produsen kemudian di-lease kepada pemakai. Dalam mekanisme financial lease. PENGGOLONGAN PERUSAHAAN LEASING Perusahaan leasing dalam menjalankan kegiatan usahanya dapat digolongkan ke dalam 3 (tiga) kelompok. Perusahaan tipe ini berdiri sendiri atau independen dari supplier yang mungkin dapat sekaligus sebagai pihak produsen barang dan dalam memenuhi kebutuhan barang modal nasabahnya (lessee). yaitu: 1. Dalam suatu perjanjian atau kontrak leasing. Pada akhir kontrak. namun pihak bank memegang peranan dalam hal penyediaan dana kepada lessor terutama dalam mekanisme leverage lease di mana sumber dana pembiayaan lessor diperoleh melalui kredit bank. pihak bank atau kreditor tidak terlibat secara langsung dalam kontrak tersebut. Independent Leasing Company Perusahaan leasing jenis ini mewakili sebagian besar dari industri leasing. pihak lessee memiliki hak untuk membeli barang yang di-lease dengan harga berdasarkan nilai sisa. supplier langsung menyerahkan barang kepada lessee tanpa melalui pihak lessor sebagai pihak yang memberikan pembiayaan. Perusahaan dapat membelinya dari berbagai. Bank. yaitu secara tunai atau berkala. Sebaliknya. . 4. lessee dapat memenuhi kebutuhan peralatannya di samping tenaga operator dan perawatan alat tersebut tanpa risiko bagi lessee terhadap kerusakan. Lessee adalah perusahaan atau pihak yang memperoleh pembiayaan dalam bentuk barang modal dari lessor. dalam operating lease. 3.

dapat pula disebut sebagai lessor independen.Lembaga keuangan yang terlibat dalam kegiatan usaha leasing. . Captive Lessor Captive lessor akan tercipta apabila supplier atau produsen mendirikan perusahaan leasing sendiri untuk membiayai produk-produknya. Captive lessor in[ sering pula disebut dengan twoparty lessor. Hal ini dapat terjadi apabila pihak supplier berpendapat bahwa dengan menyediakan pembiayaan leasing sendiri akan dapat meningkatkan kemampuan penjualan melebihi tingkat penjualan dengan menggunakan pembiayaan tradisional. Independent lessor 2. Pihak pertama terdiri atas perusahaan induk dan anak perusahaan leasing (subsidiary) dan pihak kedua adalah lessee atau pemal:ai barang. Di samping itu lessor independen dapat pula memberikan pembiayaan kepada supplier (manufacturer) yang sering disebut dengan vendor program. misalnya bank-bank. Untuk lebih jelasnya perhatikan Gambar berikut. Banyak lembaga keuangan yang bertindak sebagai lessor tidak hanya memberikan pembiayaan leasing kepada lessee tetapi juga memberikan pendanaan kepada perusahaan leasing.

Broker leasing biasanya tidak memiliki barang atau peralatan untuk menangani transaksi leasing untuk atas namanya. Di samping itu perusahaan broker leasing memberikan satu atau lebih jasa-jasa dalam usaha leasing tergantung apa yang dibutuhkan dalam suatu transaksi leasing. Leasing mengandung arti suatu penjanjian antara pemilik barang (lessor) dengan pemakai barang (lessee). keuangan dan konsep akuntansi. Dalam definisi ini hanya dua pihak yang terkait yaitu lessor dan lessee padahal dalam praktiknya pihak supplier merupakan pihak yang terlibat dalam suatu mekanisme transaksi leasing lihat Gambar berikut. Lease Broker atau Packager Bentuk akhir dari perusahaan leasing adalah leasebroker atau packager. Mekanisme lease broker atau packager dapat dilihat pada Gambar berikut. . PROSES DAN MEKANISME TRANSAKSI LEASING Leasing pada prinsipnya merupakan industri multidisiplin yang meliputi antara lain bidang perpajakan. Pihak lessee berkewajiban membayar sewa secara periodik kepada lessor sebagai kompensasi atas penggunaan barang tersebut lihat Gambar berikut. Mekanisme leasing tersebut merupakan dasar-dasar dalam suatu transaksi leasing (basic lease).3. Broker leasing berfungsi mempertemukan calon lessee dengan pihak lessor yang membutuhkan suatu barang modal dengan cara leasing.

Penyerahan dokumen oleh supplier kepada lessor termasuk faktur dan bukti-bukti kepemilikan barang lainnya. perpajakan. hak milik. jangka waktu pengiriman. Kontrak leasing tersebut sekurang kurangnya mencakup hal-hal antara lain: pihak-pihak yang terlibat. kemudian lessee menandatangani dan mengembalikannya kepada lessor. asuransi. Pengiriman barang dan pengecekan barang oleh lessee sesuai pesanan. jasa leasing. jaminan uang sewa dan persyaratan-persyaratan lainnya. 5. cash security deposit. jangka waktu. 8. 6. harga barang. tanggungjawab atas objek leasing. Selanjutnya lessee menandatangani surat tanda terima dan perintah bayar dan diserahkan kepada supplier. Lessor mengirimkan letter of offer atau commitment letter kepada lessee yang berisi syaratsyarat pokok persetujuan lessor untuk membiayai barang modal yang dibutuhkan lessee tersebut. Lessee menghubungi supplier untuk pemilihan dan penentuan jenis barang. Pembayaran oleh lessor kepada supplier. lessee dapat meminta lease quotation yang tidak mengikat dari lessor. Lessee melakukan negosiasi dengan lessor mengenai kebutuhan pembiayaan barang modal. 2. 7. penutupan asuransi. harga. Pada tahap awal ini. 4. Pengiriman order beli kepada supplier disertai instruksi pengiriman barang kepada lessee sesuai dengan tipe dan spesifikasi barang yang telah disetujui. spesifikasi.Keterangan Gambar : 1. 3. Apabila lessee menyetujui semua ketentuan dan persyaratan dalam letter of offer. biaya administrasi. . jadwal pembayaran angsuran sewa dan sebagainya. jaminan purnajual atas barang yang akan di-lease. opsi bagi lessee. residual value. Penandatanganan kontrak leasing setelah semua persyaratan dipenuhi lessee. Dalam lease quotation ini dimuat mengenai syaratsyarat pokok pembiayaan leasing antara lain: keterangan barang.

pemeriksaan serta pemeliharaan barang modal yang menjadi objek transaksi leasing. Finance lease 2. Operating lease Finance Lease Teknik pembiayaan menurut finance lease ini. . dan memuat berbagai persyaratan termasuk kondisi dan persyaratan transaksi leasing. Penyewa guna usaha (lessee) biasanya memilih barang modal yang dibutuhkan dan atas nama perusahaan leasing. Perjanjian atau kontrak leasing umumnya dalam bentuk tertulis. TEKNIK-TEKNIK PEMBIAYAAN LEASING Teknik pembiayaan leasing dapat dilihat dari jenis transaksi leasing yang secara garis besar dapat dibagi dua kategori pembiayaan yaitu: 1. spesifikasi barang yang di-lease dan persyaratan pengalihan pada akhir masa kontrak leasing. Persyaratan-persyaratan dalam perjanjian tersebut antara lain memuat jangka waktu barang tersebut akan digunakan.Selama masa leasing. lessee melakukan pembayaran sewa secara berkala sebesar jumlah seluruhnya ditambah dengan pembayaran nilai sisa (residual value). Dan pengertian tersebut di atas dapat diambil kesimpulan bahwafinance lease atau kadangkadang pula disebut full pay out leasing adalah suatu bentuk pembiayaan dengan cara kontrak antara lessor dengan lessee di mana: a. melakukan pemesanan. yang merupakan pendapatan perusahaan leasing. perusahaan leasing sebagai lessor adalah pihak yang membiayai penyediaan barang modal. di mana objek leasing dapat berupa barang bergerak ataupun benda tidak bergerak dan memiliki umur maksimum sama dengan masa kegunaan ekonomis barang tersebut. Kalau ada. Pembayaran angsuran (lease payment) secara berkala oleh lessee kepada lessor selama masa sewa guna usaha yang seluruhnya mencakup pengembalian jumlah yang dibiayai serta bunganya. sebagai pemilik barang modal tersebut.9. Lessor sebagai pihak pemilik barang atas objek leasing. jumlah dan cara pelaksanaan angsuran leasing. akan mencakup pengembalian harga perolehan barang modal yang dibiayai serta bunganya.

Barang modal bisa dalam bentuk barang bergerak/tidak bergerak. h. f. b. Masa sewa barang modal sama dengan umur ekonomisnya. atau mengembalikan pada lessor. d. Transaksi keuangan. k. Lessor tidak dapat secara sepihak mengakhiri masa kontrak (non-cancellable). e. Lessee berkewajiban membayar kepada lessor secara berkala sesuai dengan jumlah dan jangka waktu yang disetujui. c. Ciri-ciri finance lease antara lain: a. full pay out. atau memperpanjang masa lease sesuai dengan syarat-syarat yang disetujui bersama. Jumlah lease payment = jumlah biaya perolehan + biaya-biaya lainnya + spread. d. Lessor dalam jangka waktu perjanjian yang disetujui tidak dapat secara sepihak mengakhiri masa kontrak atau pemakaian barang tersebut. g. Selanjutnya. atau akan dikenakan denda. Risiko ekonomis misalnya biaya pemeliharaan ditanggung lessee. Pembayaran berkala pada masa perpanjangan lease tersebut biasanya jauh lebih rendah daripada angsuran sebelumnya. i. finance lease dapat dibagi dalam beberapa bentuk transaksi sebagai berikut: . Lessor tidak boleh menyusutkan barang modal. c. Risiko ekonomis termasuk biaya pemeliharaan dan biaya lainnya yang berhubungan dengan barang yang di-lease tersebut ditanggung oleh lessee. Lessee pada akhir periode kontrak memiliki hak opsi untuk membeli barang tersebut sesuai dengan nilai sisa atau residual value yang disepakati. Disertai hak opsi beli sesuai dengan residual value. j.b. Objek leasing tetap milik lessor sampai dilakukannya hak opsi. Angsuran leasing tidak dikenakan PPN dan PPh Pasal 23. Jumlah yang dibayar tersebut merupakan angsuran atau lease payment yang terdiri atas biaya perolehan barang ditambah dengan semua biaya lainnya yang dikeluarkan lessor dan tingkat keimtungan atau spread yang diinginkan lessor.

Keterangan: 1. Sedangkan proses pembelian mulai dari order pembelian dilakukan pihak lessor dan semata-mata untuk kebutuhan lessee.Premi asuransi tahun pertama .Security Deposit . merupakan suatu bentuk transaksi leasing di mana lessor membeli suatu barang atas permintaan pihak lessee dan sekaligus menyewagunausahakan barang tersebut kepada lessee yang bersangkutan.Direct Financial Lease Transaksi leasing dalam bentuk direct financial lease. sering pula disebut true-lease. guna memperoleh barang modal yang dapat digunakan dalam proses produksi dan atau meningkatkan kapasitas produksi.Uang lease pertama. 2. jika in advance . . Tujuan utama lessee pada dasarnya adalah semata-mata untuk mendapatkan pembiayaan dengan cara leasing. Spesifikasi barang yang akan di-lease tersebut termasuk penentuan harga dan penentuan supplier dapat dilakukan oleh lessee.Pembayaran pertama lainnya. Penandatanganan kontrak antara Lessor dengan Lessee. atau disingkat direct lease saja. yang berupa: . jika ada. Penerimaan pembayaran pertama dari Lessee. Mekanisme transaksi bentuk direct lease dapat dilihat pada Gambar berikut.Biaya administrasi .

c. 7. Pembayaran lease bulanan dari lessee kepada lessor. Transaksi leasing seperti ini banyak dilakukan di Indonesia akibat adanya masalah impor barang modal. maupun pembiayaan kembali terhadap pinjaman yang telah diperoleh lessee untuk memperoleh barang modal yang semula tidak melalui transaksi lease. Penentuan spesifikasi barang. d. Lessee dalam hal ini berperan sebagai pihak yang menjual barang untuk digunakan selama masa lease yang disetujui kedua pihak. Pembayaran premi asuransi. umumnya pihak lessee akan membeli lebih dahulu atas nama sendiri barang impor atau eksimpor. Tujuan utama lessee semata-mata untuk mendapatkan financing untuk tujuan proses produksi atau peningkatan kapasitas produksi. Ciri-ciri direct financial lease antara lain: a. Pembelian barang oleh lessor semata-mata untuk kebutuhan lessee. Dengan adanya kendala atau masalah impor barang modal ini terutama dalam hal pengenaan bea masuk atau pajak dalam rangka pengadaan suatu barang modal. Metode leasing ini dimaksudkan untuk memperoleh tambahan dana untuk modal kerja. . Transaksi leasing seperti di atas sering disebut technical sale and lease back lihat Gambar berikut. b. Pengiriman barang modal ke alamat lease. Pemesanan barang modal kepadasupplier/dealer. Lessee sebelumnya tidak memiliki barang modal (kebalikan dengan sale and lease back). Kontrak penutupan asuransi. Lessor akan melaksanakan pembayaran kepada supplier/dealer 6.3. Selanjutnya barang tersebut dijual kepada lessor untuk selanjutnya diserahkan kembali kepada lessee untuk digunakan sesuai dengan jangka waktu yang disetujui dalam kontrak leasing. 4. Sale and Lease Back Transaksi leasing dalam bentuk sale and lease back ini pada prinsipnya adalah pihak lessee sengaja menjual barang modalnya kepada lessor untuk kemudian dilakukan kontrak sewa guna usaha atas barang tersebut. 8. perizinan serta pengoperasian. Jadi transaksi leasing di sini bersifat refinancing. 5. harga dan supplier dapat dilakukan oleh lessee. termasuk membayar bea masuk dan bea impor lainnya.

Pihak kreditor jangka panjang inilah yang memiliki porsi terbesar dalam membiayai transaksi leasing ini. sisanya disediakan oleh kreditor. lessor bertanggung jawab langsung kepada kreditor sesuai dengan jumlah pembiayaannya. sesuai dengan kontrakjual beli. 4. Penandatanganan kontrak leasing antara lessor dengan lessee. Oleh karena itu. Keterangan: 1 Jual beli barang modal dari pihak lessee ke pihak lessor. Kreditor tersebut dapat berupa bank atau lembaga keuangan lainnya. sedangkan jaminannya biasanya adalah objek leasing itu sendiri. 2. . Status kreditor di sini hanya sebagai penyedia dana kepada lessor. Lessor melakukan pembayaran kepada lessee.Leveraged Lease Pada prinsipnya leveraged lease merupakan salah satu teknik pembiayaan dalam finance lease yang digunakan lessor. Perbedaannya dengan teknik direct lease adalah terletak pada jumlah pembiayaan yang diberikan oleh lessor 100%. 3. Penutupan kontrak asuransi. di samping melibatkan lessor dan lessee juga melibatkan kreditor jangka panjang dalam membiayai suatu objek leasing. Sedangkan porsi pembiayaan pihak lessor biasanya berkisar 20%-40% dari keseluruhan pembiayaan. Menurut teknik ini.

Pembayaran pertama lainnya.5. b. yang berupa: . Jumlah pembiayaan yang diberikan oleh pihak kreditor disebut dengan leveraged debt. pihak lessor tidak memiliki kewajiban untuk membayar utang lessee sebesar sisa porsi pembiayaan oleh kreditor yang bersangkutan. lihat Gambar berikut. Nilai sisa atau residual value dari barang pada akhir periode penggunaan atau kontrak akan ditahan pihak lessor. Utang ini merupakan without recourse kepada pihak lessor. jika ada. Melibatkan 3 (tiga) pihak yaitu: lessor. 7. Dalam leveraged lease.Security Deposit . Lessee melakukan pembayaran pertama. biasanya lembaga keuangan akan menyediakan pembiayaan sebesar 60%-80% dari total biaya barang. Jaminan pengembalian pinjaman tersebut berasal dari pembayaran angsuran atau barang yang dilease tersebut. kemudian di-lease kepada lessee. . Selanjutnya dalam pengadaan barang lease. e.Biaya administrasi . pemberi kredit jangka panjang. dilakukan dengan membelinya dari pabrik atau supplier/dealer. Umumnya. Untuk itu pihak lessor menerima pembayaran secara berkala dari lessee dan sekaligus mengatur pembayaran pokok dan bunga kepada kreditor. d. Pembayaran premi asuransi. Kreditor jangka panjang. c.Uang lease pertama.Premi asuransi tahun pertama . Sejalan dengan itu tingkat bunga yang dikenakan kreditor sangat dipengaruhi oleh credit rating dari lessee yang bersangkutan. lessor menyediakan suatu porsi pembiayaan terhadap harga barang yang akan di-lease biasanya berkisar 20%-40%. jika in advance . umumnya menyangkut masalah-masalah antara lain sebagai berikut: a. Merupakan direct finance lease. investasi neto lessor menurun pada tahun awal kontrak dan naik pada tahun akhir kontrak. 6. artinya apabila pihak lessee tidak dapat meneruskan atau memenuhi kewajiban-kewajibannya. lessee. Pembayaran lease bulanan dari lessee kepada lessor.

Cross Border Lease Cross border lease adalah transaksi leasing yang dilakukan di luar batas suatu negara. Jenis transaksi leasing ini kadangkadang disebut pula sebagai leasing lintas negara atau transaksi leasing internasional karena transaksi yang dilakukan melibatkan dua negara yang berbeda. Cara ini pada dasarnya hanya untuk melindungi lessor dari kompleksitas . maka beberapa perusahaan leasing melakukan perjanjian kerja sama untuk membiayai objek leasing dimaksud. dalam pelaksanaannya dari kelompok lessor. Transaks leasing biasanya dilakukan dengan cara perjanjian penjualan bersyarat yaitu pihak lessee diwajibkan membeli barang yang di-lease-nya pada akhir kontrak. berdasarkan persetujuan ditunjuk salah satu lessor untuk bertindak sebagai koordinator dalam melaksanakan perjanjian leasing dengan pihak lessee termasuk dengan pihak supplier. Namun untuk mempermudah pelaksanaan transaksi tersebut banyak transaksi leasing internasional tidak dilakukan sebagaimana mekanisme leasing yang sebenarnya. di mana lessor berkedudukan di negara berbeda dengan negara lessee. perpajakan dan masalah-masalah lainnya dari masing-masing negara yang bersangkutan. Untuk memenuhi permintaan atau kebutuhan lessee tersebut.Syndicated Lease Syndicated lease adalah pembiayaan leasing yang dilakukan oleh lebih dari satu lessor atas suatu objek leasing. Untuk mengatasi kendala-kendala tersebut biasanya transaksi leasing antara negara dilakukan oleh afiliasinya atau subsidiary perusahaan leasing yang bersangkutan. Transaksi leasing ini mengandung banyak risiko bagi lessor karena bagaimanapun juga akan melibatkan mekanisme hukum. atau karena alasan tidak memiliki kemampuan pendanaan untuk menutup sendiri suatu transaksi leasing yang nilainya cukup besar yang dibutuhkan oleh lessee. Selanjutnya. Syndicated lease terjadi apabila lessor karena alasan-alasan risiko tidak bersedia. Metode pembiayaan ini merupakan hal yang kompleks dan bersifat khusus.

f. Pertimbangan politis yaitu menyangkut stabilitas negara lessee b. atau dapat dibayarkan melalui vendor yang bersangkutan. Mekanisme transaksi leasing berdasarkan vendor progranr dapat dilihat pada Gambar berikut. e. Kompleksitas dalam transaksi leasing interncrsional bagi lessor ini meliputi beberapa masalah antara lain sebagai berikut: a. Dalam mekanisme transaksi vendor program ini. Cara pembayaran tersebut dapat dilakukan sesuai perjanjian. selanjutnya pembayaran sewa atau angsuran oleh lessee dapat dilakukan langsung kepada lessor. Mekanisme cross border lease dapat diikuti pada Gambar dibawah. d.peraturan dan ketentuan-ketentuan negara asing. lessor membayar kepada vendor sesuai dengan harga barang yang dipilih atau ditentukan oleh pembeli (lessee). . Perpajakan yaitu menyangkut ketentuan pajak ganda (double taxation) Ketentuan repatriasi penghasilan termasuk masalah pengaturan penggunaan valuta asing negara lessee Peraturan penyusutan Bea masuk barang dan keteptuan impor lainnya. Vendor Program Vendor program atau disebut juga vendor lease adalah suatu metode penjualan yang dilakukan oleh produsen atau dealer di mana perusahaan leasing memberikan atau menyediakan fasilitas leasing kepada pembeli barang. Peraturan mengenai pemilikan oleh pihak asing c.

Lessee pada akhir kontrak harus mengembalikan objek lease pada lessor. lessor sengaja membeli barang modal dan selanjutnya di-lease-kan. membayar sejumlah sewa secara berkala kepada lessor yang jumlahnya tidak meliputi jumlah keseluruhan biaya perolehan barangtersebut beserta bunganya atau disebut juga non full pay out lease. b. dalam operating lease jumlah seluruh pembayaran berkala tidak mencakup jumlah biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh barang modal tersebut berikut dengan bunganya. Dalam hal pihak lessee tidak dapat memenuhi kewajibannya sesuai dengan kontrak atau default. Lessor sebagai pemilik objek leasing kemudian menyerahkan kepada pihak lessee untuk digunakan dengan jangka waktu relatif lebih pendek daripada umur ekonomis barang modal tersebut.Vendor program ini sangat menarik bagi lessor karena pemasaran leasing dilakukan oleh vendor melalui usaha penjualan barangnya yang sekaligus disertai dengan fasilitas leasing. . Lessee atas penggunaan barang modal tersebut. Operating Lease Dalam leasing bentuk ini. pihak vendor akan membayar penuh sesuai dengan sisa angsuran lessee. Berbeda dengan finance lease. d. Penagihan uang sewa atau angsuran merupakan kewajiban vendor yang juga berperan sebagai jaminan. Perbedaan ini disebabkan perusahaan leasing mengharapkan keuntungan justru dari penjualan barang modal yang di-lease-kan atau melalui beberapa kontrak leasing lainnya. Operating lease atau kadang-kadang juga disebut dengan sewa guna usaha biasa adalah suatu perjanjian kontrak antara lessor dengan lessee di mana: a. c. Komitmen ini disebut full recourse collateral. vendor hanya akan membayar sejumlah persentase tertentu apabila terjadi default. Sedangkan dalam limited recourse collateral. Lessor menanggung segala risiko ekonomis dan pemeliharaan atas barang-barang tersebut.

Leasing digolongkan sebagai finance lease apabila memenuhi semua kriteria berikut: a) Jumlah pembayaran sewa guna usaha selama masa sewa guna usaha pertama ditambah dengan nilai sisa barang modal. mengenai hak opsi. Kegiatan operating lease di beberapa negara. harus dapat menutup harga perolehan barang modal dan keuntungan lessor. 7 tahun untuk Golongan bangunan c) Perjanjian sewa guna usaha memuat ketentuan. Sewa guna usaha tanpa hak opsi (operating lease). Hal ini akibat adanya alasan-alasan tertentu. Lessee biasanya dapat membatalkan perjanjian kontrak leasing sewaktu-waktu atau disebut cancellable. misalnya diperlukannya tempat atau gudang penampungan. Leasing digolongkan sebagai operating lease apabila memenuhi kriteria berikut: . Kegiatan leasing dapat dilakukan dengan cara berikut: a. 2 tahun untuk Golongan I b). antara lain tidak tersedianya dukungan pasar sekunder atas barang bekas leasing dan alasan-alasan teknis lainnya. b) Masa sewa guna usaha untuk barang modal ditetapkan sekurang-kurangnya: .e. termasuk Indonesia tidak begitu umum dilakukan. Sewa guna usaha dengan hak opsi (finance lease) b.a). 3 tahun untuk Golongan 11 dan III c). Penggolongan suatu transaksi leasing menurut ketentuan Menteri Keuangan tersebut di atas dapat dijelaskan sebagai berikut: 1. 2.

dan jual beli dengan cicilan. Perjanjian leasing tidak memuat ketentuan mengenai hak opsi bagi lessor. Dalam suatu transaksi leasing.a. lessor adalah pemilik atas objek leasing. b. Di samping itu kontrak leasing bersifat non-cancelled artinya kontrak tidak dapat dibatalkan kecuali terjadi hal-hal yang berupa kelalaian. lihat Tabel berikut. Pembiayaan Leasing dan Teknik Pembiayaan Lainnya Leasing dengan Sewa Menyewa Dari Tabel diatas dapat dilihat perbedaan dan persamaan antara leasing dengan sewa beli. Lessee memiliki hak opsi (option right) untuk membeli objek leasing sesuai dengan . sementara lessee hanyalah pemakai saja. PERBEDAAN PEMBIAYAAN LEASING DENGAN PEMBIAYAAN LAINNYA Pembiayaan melalui perusahaan leasing memiliki beberapa perbedaan pokok dengan metode pembiayaan yang diberikan melalui lembaga-lembaga keuangan lain misalnya bank atau dengan teknik-teknik pembiayaan lain seperti sewa menyewa clan sewa beli. sewa menyewa. Jumlah pembayaran leasing selarna masa leasing pertama tidak dapat menutupi harga perolehan barang modal yang di-lease-kan ditambah keuntungan yang diperhitungkan oleh lessor.

maka antara penjual dengan pembeli mengadakan ikatan secara notarial penyerahan hak milik. Sedangkan perbedaannya adalah dalam hal jual beli dengan cicilan pemilikan barang beralih pada saat dilakukannya transaksi. selama suatu waktu tertentu dan dengan pembayaran suatu harga. yang oleh pihak tersebut belakangan itu disanggupi pembayarannya ". Jual beli adalah suatu persetujuan di mana pihak yang satu mengikatkan dirinya untuk menyerahkan suatu kebendaan. dan pihak yang lain membayar harga sesuai yang telah dijanjikan. Leasing dengan Sewa Beli Secara umum sewa beli dapat didefinisikan sebagai berikut yaitu "persetujuan antara pihak penjual barang dengan penyewa. Dari definisi tersebut terlihat bahwa perbedaan sewa-beli dengan leasing adalah pada sewa-beli hak milik secara mutlak beralih kepada penyewa pada akhir perjanjian dan semua pembayaran telah dibayar penuh. Sedangkan sewa menyewa menurut KUH Perdata Pasal 1548 disebutkan bahwa: "Sewa-menyewa ialah suatu persetujuan. Sementara dalam leasing hak pemilikan tetap pada lessor. di mana penyewa berhak menggunakan barang yang bersangkutan untuk suatu jangka waktu yang disepakati bersama dengan pembayaran secara berkala yang ditetapkan oleh penjual barang". . dengan mana pihak yang satu mengikatkan dirinya untuk memberikan kepada pihak yang lainnya kenikmatan dari suatu barang. Dengan definisi sewa menyewa seperti tersebut di atas akan terlihat perbedaan prinsipil sewamenyewa dengan leasing yang terletak pada tidak adanya hak opsi bagi penyewa untuk membeli barang yang disewanya tersebut. Dalam definisi ini hak pemilikan atas barang tersebut berada pada pihak penjual dan akan beralih kepada pihak penyewa begitu pembayaran berkala tersebut telah lunas. Leasing Jual Beli dengan Cicilan Kegiatan transaksi yang hampir menyerupai leasing adalah jual beli dengan cicilan.nilai sisa barang. terutama kelangsungan pembayaran cicilan secara teratur selama periode yang disepakati kedua pihak. Persamaannya terletak pada pembayaran secara berkala atau penggunaan suatu barang atas suatu harga yang disepakati. Sementara dalam leasing hak kepemilikan tidak mutlak langsung beralih kepada penyewa (lessee) tetapi terdapat hak opsi yaitu apakah penyewa akan memiliki barang tersebut dengan cara membelinya seharga nilai sisa atau memperpanjang penggunaan barang tersebut dengan memperbarui perjanjian leasing atau akan mengembalikannya kepada pemilik atau lessor. Sebagai jaminan atas barang yang dijual dalam metode jual beli dengan cicilan.

d. Upgrade Lease . b. Step Lease yaitu suatu kontrak leasing yang memungkinkan pihak lessee melakukan pembayaran baik dalam rangka untuk meningkatkan (step-up lease) maupun untuk mengurangi atau menurunkan (step-down lease) jangka waktu leasing.Fleksibilitas dalam Leasing Sewa guna usaha merupakan metode pembiayaan yang fleksibel dalam memenuhi berbagai kebutuhan pihak lessee. Fleksibilitas leasing sebagai sumber pembiayaan antara lain dapat dijelaskan sebagai berikut: a. Skipped Payment Lease yaitu suatu perjanjian atau kontrak leasing yang menghendaki pihak lessee untuk melakukan pembayaran selama pada periode atau bulan-bulan tertentu setiap tahunnya. Swap Lease Swap lease memungkinkan lessee untuk melakukan penukaran atas barang yang di-lease apabila barang tersebut mengalami kerusakan dan atau memerlukan perbaikan dan penggantian komponen tertentu. Skipped payment lease distruktur untuk memenuhi kebutuhan musiman atau untuk mengatasi masalah arus kas yang sedang dihadapi oleh lessee. c. Penukaran dengan barang lain yang sejenis selama barang tersebut diservis untuk menghindari penambahan biaya pemeliharaan dan penundaan. guna mengatasi keterbatasan arus kas lessee.

Hal ini akan membantu cash flow terutama bagi perusahaan (lessee) yang baru berdiri atau beroperasi dan perusahaan yang mulai berkembang. f.Leasing dengan cara ini memberikan pilihan yang lebih fleksibel bagi lessee yang memungkinkan meminta tambahan barang leasing guna meningkatkan kapasitas atau efisiensi. Lebih Fleksibel Dipandang dari segi perjanjiannya. Upgrade lease dapat pula dilakukan dengan menukar barang atau peralatan yang di-lease dengan peralatan yang sejenis tetapi lebih canggih akibat terjadinya perkembangan teknologi. . tanpa perlu dilakukan negosiasi dan perjanjian kontrak leasing baru. Hal tersebut akan menghilangkan risiko spekulasi bagi lessee dalam usaha memperoleh suatu barang. Master Lease Master lease merupakan suatu cara leasing di mana lessor memberikan lease line credit yang memungkinkan lessee untuk menambah barang atau peralatan untuk di-lease (sampai maksimum jumlah clan periode tertentu). Selama jangka waktu percobaan tersebut lessee akan memutuskan apakah barang yang bersangkutan akan di-lease sampai jangka waktu yang diinginkan dan yang lebih penting apakah barang tersebut memberikan dan meningkatkan keuntungan lessee. Short-term or Experimental Lease Kadang-kadang perjanjian atau kontrak leasing dilakukan dengan jangka waktu yang relatif pendek atau diberikan masa percobaan penggunaan barang yang di lease. e. Pembayaran angsuran secara berkala akan ditetapkan berdasarkan pendapatan yang dihasilkan lessee sehingga pengaturan pembayaran angsuran secara berkala dapat disesuaikan dengan pendapatan yang dihasilkan objek yang dilease. dengan persyaratan yang sama seperti kontrak sebelumnya. KELEBIHAN LEASING SEBAGAI SUMMER PEMBIAYAAN Leasing sebagai alternatif sumber pembiayaan memiliki beberapa kelebihan dibandingkan dengan sumber-sumber pembiayaan lainnya antara lain sebagai berikut Pembiayaan Penuh Transaksi leasing sering dilakukan tanpa perlu uang muka dan pembiayaannya dapat diberikan sampai 100% (full pay out). leasing lebih luwes karena leasing lebih mudah menyesuaikan keadaan keuangan lessee dibandingkan dengan perbankan.

persyaratan pembayaran di muka yang relatif lebih kecil akan sangat berpengaruh pada arus dana terlebih apabila ada pertimbangan kelambatan menghasilkan laba dalam investasi. Di pihak lain. Di samping itu. Dengan demikian keputusan secara cepat dan tepat dapat lebih mudah dilakukan oleh direksi. Dengan demikian harta yang telah dijaminkan untuk kredit tetap dapat menjamin kredit yang sudah ada. Kondisi ini disebut off balance sheet financing. Arus Dana Keluwesan pengaturan pembayaran sewa sangatlah penting dalam perencanaan arus dana karena pengaturan ini akan mempunyai dampak yang berarti terhadap pendapatan lessee. tanpa mencantumkan sebagai aktiva berarti tidak ada keharusan mencantumkannya sebagai kewajiban. Off Balance Sheet Tidak adanya ketentuan keharusan mencantumkan transaksi leasing dalam neraca memberi daya tarik tersendiri kepada lessee karena tanpa mencantumkan sebagai aktiva berarti prosedur pembelian barang tidak perlu dipenuhi secara terperinci karena mungkin masih dalam batas kewenangan direksi (seringkali kewenangan pembelian barang modal baru sah apabila disetujui Dewan Komisaris atau bahkan Rapat Pemegang Saham). Dari segi jaminan leasing tidak terlalu menuntut adanya jaminan tambahan yang lebih banyak dibandingkan apabila lessee memperoleh pinjaman dari pihak lainnya. khususnya apabila leasing berdasarkan tarif suku bunga tetap. Karena hak kepemilikan sah atas objek lease serta pengaturan pembayaran lease sesuai dengan pendapatan yang dihasilkan oleh objek lease sehingga merupakan jaminan bagi leasing itu sendiri. . maka lessee akan membayar dengan jumlah tetap atas sisa kewajibannya yang berasal dari pelunasan pembelian yang dilakukan di masa lalu.Sumber Pembiayaan Alternatif Leasing merupakan sumber pembiayaan lain bagi perusahaan tanpa mengganggu fasilitas kredit (credit line) yang telah dimiliki. Proteksi Inflasi Leasing dapat merupakan pelindung terhadap inflasi meskipun dalam beberapa keadaan sering dikatakan hal ini kurang relevan. Hal ini mempunyai dampak positifterhadap kondisi rasio keuangan perusahaan lessee karena transaksi leasing tersebut tidak akan terlihat dalam neraca lessee sebagai komponen utang. Dalam tahun-tahun berikutnya setelah kontrak leasing dilakukan.

instalasi. Kapitalisasi Biaya Adanya biaya-biaya tambahan selain harga perolehan seperti biaya penyerahan. kuartalan atau kesepakatan lainnya di samping adanya kebebasan dalam penentuan dasar suku bunga tetap atau mengambang. Kemudahan Penyusutan Anggaran Adanya pembayaran sewa secara berkala yang jumlahnya relative tetap akan merupakan kemudahan dalam penyusunan anggaran tahunan lessee. konsultan. Sumber Pelunasan Kewajiban Pembatasan pembelanjaan dalam perjanjian kredit dapat diatasi melalui leasing karena pada umumnya pelunasan atau pembayaran angsuran hampir selalu diperkirakan berasal dari modal kerja yang dihasilkan oleh adanya barang yang di lease. Selain itu lessee juga dapat memilih cara pembayaran sewa berkala secara bulanan. pemeriksaan.Perlindungan Akibat Kemajuan Teknologi Dalam suatu kontrak leasing objek leasing sering dimasukkan sebagai perjanjian bahwa barang yang sedang disewa tersebut dapat ditukarkan dengan barang yang serupa yang lebih canggih apabila di kemudian hari terdapat penemuan-penemuan baru yang lebih unggul daripada produk barang yang sama. percobaan dan sebagainya dapat dipertimbangkan sebagai biaya modal yang dapat dibiayai dalam leasing dan dapat disusutkan berdasarkan lamanya masa leasing. . operating lease yang berjangka waktu relatif singkat dapat mengatasi kekhawatiran lessee terhadap risiko keusangan (obsolescence) sehingga lessee tidak perlu mempertimbangkan risiko pada tahap dini yang mungkin terjadi. Risiko Keusangan Dalam keadaan yang serba tidak menentu. Sehingga kekhawatiran para kreditor terhadap gangguan penggunaan modal kerja yang akan mempengaruhi pelunasan kredit yang telah diberikan dapat diatasi.

Nilai barang modal pada prinsipnya merupakan penjumlahan harga barang modal dengan nilai sisanya pada akhir periode kontrak. . simpanan jaminan tersebut besarnya berkisar l0%-20% dari harga barang. Keuntungan dapat dinikmati oleh semua pihak. Namun umumnya. yang dahulu hanya banyak dilakukan oleh pengusaha-pengusaha yang memang berkecimpung di sektor perbankan atau lembaga keuangan lain.Pembiayaan Proyek Skala Besar Adanya keengganan untuk memikul risiko investasi dalam pembiayaan proyek yang seringkali menjadi masalah di antara pemberi dana. Dalam hubungannya dengan pembayaran sewa. Besarnya angsuran sewa atau lease payment yang dibayarkan lessee merupakan penjumlahan dari bunga dan cicilan pokok atau dengan kata lain angsuran leasing terdiri dari unsur bunga dan pokok. perusahaan leasing dapat memberi pembiayaan bagi calon pembeli. semakin kecil pembayaran sewanya. Nilai Barang Modal. b. Meningkatkan Debt Capacity Perolehan barang modal melalui leasing tidak otomatis menaikkan debt equity ratio yang mempengaruhi bankability dari lessee yang bersangkutan. Leasing sebagai salah satu alternatif sarana pembiayaan semacam inilah yang saat ini banyak menarik pengusaha yang bergerak dalam produksi barang modal untuk menanamkan modalnya dalam bidang leasing. masalah tersebut biasanya dapat diatasi melalui perusahaan leasing sepanjang tersedianya suatu jaminan penuh yang dapat diterima dan/serta kemudahan untuk menguasai barang yang dibiayai apabila terjadi suatu kelalaian. Simpanan Jaminan. Besarnya simpanan jaminan ini tergantung pada kesepakatan antara lessor dengan lessee. Besarnya lease payment setiap periode ditentukan oleh faktor-faktor sebagai berikut: a. calon pembeli dapat memperoleh barang modal tanpa kesulitan sementara produsen dapat menjual produksinya secara tunai. semakin besar simpanan jaminan. PEMBAYARAN ANGSURAN SEWAGUNAUSAHA (LEASE PAYMENT) Pengaruh finasial yang timbul dari transaksi leasing adalah berapa besarnya uang sewa atau angsuran yang harus dibayar kepada lessor sampai akhir periode kontrak. Nilai tersebut merupakan pula nilai kontrak leasing. Hal tersebut berarti pembiayaan bersih lessor berkisar antara 80%-90%. Simpanan jaminan atau security deposit dalam transaksi jual beli biasa fungsinya barangkali dapat dikatakan sebagai uang jaminan atau uang muka lessee atas suatu kontrak leasing.

3) Memperpanjang jangka waktu leasing dengan harga yang ditentukan kembali. Nilai Sisa. Upaya non legal . Tingkat keuntungan ini sering juga disebut spread.. Tingkat Bunga. Biaya dana lessor dihitung berdasarkan tingkat bunga (prime rate) yang diberikan bank. Jangka Waktu. Pada akhir kontrak ini sering nilai sisa terse but jumlahnya relatif lebih besar terutama apabila umur ekonomis barang modal yang dilease-kan tersebut melebihi jangka waktu kontrak. Membeli barang modal dengan harga yang ditetapkan berdasarkan tafsiran harga pasar pada akhir kontrak (fair market value purchase option) atau membeli barang tersebut berdasarkan perjanjian yang disetujui pada awal. Semakin lama jangka waktu lease ini semakin rendah pula pembayaran sewa. Semakin tinggi perkiraan nilai sisa. Spread sesungguhnya bukanlah merupakan total keuntungan lessor karena dalam spread sebenarnya termasuk pula antara lain unsur biaya overhead. Nilai sisa dan pembayaran sewa merupakan sumber utama pemasukan bagi lessor. Misalnya.c. tersedia beberapa cara untuk menyelesaikan masalah tersebut antara lain sebagai berikut: a. berarti lessor hanya membutuhkan 90% dari harga barang tersebut melalui pembayaran sewa. Metode apa pun yang dipilih atau digunakan dalam menentukan pembayaran uang sewa guna usaha. semakin kecil pembayaran sewa yang dikenakan lessor. apabila lessor memperkirakan akan menjual barang modal pada akhir jangka waktu kontrak leasing sebesar 10% dari total harga. kecuali mungkin biaya pembongkaran (deinstallation) dan biaya transportasi bila ada. e. lessor memberikan kesempatan pada lessee untuk memilih salah satu dari 3 alternatif berikut: 1) 2) Mengembalikan barang modal tanpa timbul kewajiban. nilai sisa barang modal yang diperkirakan di akhir kontrak merupakan hal yang penting dipertimbangkan untuk menetapkan harga dari setiap jenis sewa guna usaha. Tingkat bunga yang umum digunakan dalam perhitungan pembayaran leasing adalah tingkat bunga efektif yang ditetapkan oleh lessor yang dihitung berdasarkan besarnya biaya dana ditambah dengan tingkat keuntungan yang diinginkan lessor. Jangka waktu yang umum dilakukan di Indonesia berkisar antara 2 sampai 5 tahun. kontrak (fixed purchase option). d. Penyelesaian Masalah Hukum Dalam Perjanjian Leasing Jika timbul masalah hukum antara lessor dan lessee. Nilai sisa atau residual value adalah perkiraan wajar atas nilai suatu barang modal yang di-lease pada akhir masa kontrak. Pada akhir jangka waktu leasing.

Yaitu upaya-upaya sah yang tidak menggunakan pendekatan hukum untuk menyelesaikan persoalan hukum. Upaya legal Yaitu upaya-upaya yang menggunakan pendekatan. Monitoring pembayaran lessee: • • • • lessee membayar langsung kepada lessor lessor mengirimkan kuitansi penagihan lessor meminta lessee membuat standing order kepada bank lessee untuk mentransfer sejumlah dana setiap bulan kepada rekening lessor. kejaksaan. Deteksi Kredit (Leasing) Bermasalah Beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh lessor dalam rangka deteksi leasing bermasalah yaitu: a. Upaya legal dibedakan dalam dua macam yaitu: 1) Upaya non litigasi. Monitoring aktivitas lessee b. Faktor internal meliputi: • • • mismanagement over investment karena terlalu ekspansif . b. over financing sehingga leverage lessee menjadi sangat besar . termasuk teguran (sommatie) dan negosiasi diluar atau sebelum memasuki proses legal formal. lessee menyerahkan post dated check atau bilyet giro mundur senilai sewa per bulan sesuai dengan jumlah jatuh tempo pambayaran Faktor Penyebab Macetnya Pembiayaan Leasing Faktor-faktor yang dapat menyebabkan macetnya pembiayaan leasing : a. misalnya menggunakan bantuan pihak ketiga yang dihormati sebagai mediator untuk merundingkan penyelesaian persoalan. kejaksaan. yaitu upaya legal diluar atau sebelum adanya proses penyelesaian formal melalui institusi penegak hukum (kepolisian. lembaga peradilan) atau arbitrase. 2) Upaya litigasi yaitu upaya penyelesaian melalui proses formal di muka instansi penegak hukum (kepolisian. terminologi dan ukuran-ukuran hukum. badan peradilan) atau arbitrase.

Dalam proses repossission ini perlu diperhatikan: • • • membuat salinan seluruh data dan dokumen perjanjian mempersiapkan teknisi dan peralatan khusus. surat peringatan b. Misalnya. peralatan yang memiliki spesifikasi khusus yang digunakan untuk industri tertentu saja sehingga akan menyulitkan lessor untuk menjualnya kembali apabila terjadi wanprestasi kemudian dilakukan repossission. surat menyurat: surat pemberitahuan. b. Upaya hukum melalui pengadilan Kesalahan Persepsi Terhadap Leasing Ada beberapa kesalahan persepsi yang sering terjadi dalam pembiayaan leasing yaitu: a. bila situasi memungkinkan d. jika diperlukan laporkan maksud dan tujuan kepada pihak berwajib dan perangkat warga setempat. Untuk jenis barang modal tertentu lessor tetap membutuhkan adanya jaminan tambahan sebagai upaya lessor meng-cover jumlah pembiayaan yang diberikan kepada lessee. negosiasi: rescheduling.• perselisihan keluarga/pemegang saham b. Faktor eksternal meliputi: • • • • Regulasi atau deregulasi Pasar lesu yang berkepanjangan Bencana alam Perubahan teknologi untuk industri yang terkait Penanganan Kredit (Leasing) Bermasalah Langkah-langkah penanganan yang dapat dilakukan lessor dalam hal pembiayaan leasing yaitu: a. penyerahan kembali obyek leasing c. Kontrak lease dapat dibatalkan (cancellable) setiap saat. Leasing tidak memerlukan tambahan jaminan (collateral). . repossission yaitu pengambilalihan obyek leasing secara paksa dari lessor apabila semua usaha telah ditempuh.

baik committed or uncommitted. lessor biasanya meminta persyaratan tertentu. Sumber dana eksternal yaitu melalui pinjaman perbankan atau lembaga keuangan berupa: • • • on share loan: rupiah atau valas. melalui sindikasi dengan commited atau dengan cara penerbitan obligasi. prospek usaha e. Sumber Pendanaan Lessor (Funding) Sumber dana perusahaan pembiayaan sangat terbatas yaitu sebagai berikut: a. Obyek leasing secara hukum adalah milik lessor. pinjaman melalui sindikasi. Jadi berbeda dengan transaksi kredit perbankan. peraturan pemerintah . sementara lessee memiliki kewajiban membayar sejumlah sewa sampai berakhir masa kontrak untuk kemudian mempergunakan hak opsinya. Sumber dana internal yang berasal dari: • • • • • net worth collection dari customer subordinated loan intial public offering (IPO) right issue b. offshore loan: valas. manajemen perusahaan b. pemilik/group perusahaan c. Kalaupun terjadi pembatalan kontrak atas persetujuan kedua pihak. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kemampuan Pendanaan Perusahaan Pembiayaan sebagai Lessor a. atau bilateral.Kontrak sewa guna usaha pada dasarnya tidak dapat dibatalkan (non cancellable) sepihak. Leasing dianggap sebagai kredit biasa Setiap kontrak leasing melibatkan 3 pihak dan selalu ada barang yang menjadi obyek perjanjian. c. financial performance: asset and profitability growth d.

Medium term : I s/d 5 tahun c. debt to total assets c.Jangka Waktu Sumber Dana. net profit margin (net income/total income) f. Short term : 1 tahun atau kurang b. Long term : 5 tahun ke atas Rasio Keuangan Calon Lessee Sebagaimana halnya dengan pihak kreditur lain. debt to equity ratio b. return on assets e. return on equity d. lessor perlu melakukan penilaian terhadap beberapa rasio keuangan utama terhadap calon lessee. Analisis keuangan ini perlu dilakukan untuk memperkecil potensi terjadinya leasing bermasalah. Sumber dana perusahaan pembiayaan yang antara lain melakukan kegiatan leasing berdasarkan jangka waktu jatuh temponya terdiri dari: a. Rasio keuangan yang dapat digunakan untuk mengevaluasi kondisi keuangan calon lessee antara lain sebagai berikut: a. interest coverage (EBIT/interest) .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->