Search

partner-pub-7948 ISO-8859-1
Search

w w w .rosyid.info

Translator

Sabtu, 07 Februari 2009
KREDIT BERMASALAH DAN SOLUSINYA
Disusun untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) Dosen : Muh. Rosyid, S.Pd., M.M.Pd. Disusun Oleh : NAMA : DWI SUPRAPTO Email : dwisuprapto92@yahoo.co.id NIM : 080055595 PROGRAM STUDI : MANAJEMEN (S1) SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI (STIE) PUTRA BANGSA KEBUMEN 2008 BAB. I. PENDAHULUAN Tugas Bank sebagai lembaga keuangan adalah mengumpulkan dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali dana tersebut kepada masyarakat yang membutuhkan.Bank merupakan sektor yang sangat penting dan berpengaruh dalam dunia usaha. Seperti kita ketahui bahwa hingga saat ini masih banyak terdapat kelompok-kelompok masyarakat ekonomi lemah terutama di pedesaan yang memerlukan bantuan kredit untuk modal kerja bagi kegiatan produksinya. Lembaga perkreditan di Indonesia mempunyai fungsi sebagai alat penggerak bagi kehidupan ekonomi rakyat. Dengan adanya Bank Perkreditan Rakyat, Rakyat Indonesia untuk berusaha meningkatkan taraf hidupnya. Dengan demikian bank merupakan salah satu alat yang menunjang keberhasilan pembangunan di bidang ekonomi. Melihat perkembangan bank yang semakin pesat serta mengingat banyaknya nasabah kredit,

Agar dapat menerapkan asas manajemen kredit yang sehat. walaupun kegiatan perkreditan memiliki sasaran untuk mengoptimalkan pendapatan bank. Namun. Terjadinya kredit bermasalah sering diawali dengan munculnya berbagai indikasi dan gejala (red flag). Nasabah juga mulai sulit ditemui. Oleh karena itu. . Tugas pokok. BAB II.Tetapi hal ini lazim dalam dunia perbankan bahwa tak ada satupun bank didunia ini yang tidak memiliki kredit bermasalah. Awalnya semua kewajiban dibayar sesuai kewajiban. akan tetapi setiap bank harus tetap berusaha untuk menekan sekecil mungkin resiko-resiko terjadinya kredit bermasalah. Dengan demikian persentase NPL yang paling rendah merupakan target setiap bank yaitu dibawah 5%. Setiap karyawan bank yang jabatannya berkaitan dengan kegiatan perkreditan harus menyadari besarnya tanggung jawab untuk menekan sekecil mungkin risiko munculnya kasus kredit bermasalah. BAB. bank harus berusaha menghindari kredit yang beresiko tinggi. Tetapi pada angsuran ke 12 pembayaran Angsuran mulai terlambat dari jadwal yang telah ditentukan.Bank Perkreditan Rakyat ( BPR ) BKK Kebumen Cabang Alian sebesar Rp 10 juta. Ada seorang nasabah pengusaha angkutan jasa yang meminjam di PD.maka semua itu dibutuhkan pengawasan yang optimal untuk meminimalkan resiko terjadinya kredit macet. Upaya pengendalian dan meminimalkan risiko timbulnya kredit bermasalah dapat dilaksanakan dengan jalan menerapkan asas manajemen kredit yang sehat yang mencerminkan secara tegas penerapan prinsip kehati-hatian. wajib dicantumkan hal-hal yang bersangkutan dengan organisasi perkreditan. terutama pada kegiatan penyaluran kredit. direksi dan karyawan lain yang berkaitan dengan penyaluran kredit harus dinyatakan dengan tegas dan jelas. Oleh karena itu sebagai banker harus mampu mengamati dan mendeteksi secara dini terhadap timbulnya kredit bermasalah sehingga dapat mengambil tindakan pencegahan lebih awal (proverentif).BPR-BKK KEBUMEN CABANG ALIAN yang melibatkan keluarga besar nasabah untuk menyelesaiakn kredit macet bukanlah hal mudah. Bank harus mempunyai organisasi yang sehat pula. Agar tidak terjadi kasus kredit bermasalah. Sebelum pihak bank menyetujui pengajuan kredit dari calon debitur. MEMINIMALISIR KREDIT BERMASALAH Dalam kenyatan bisnis perbankan sehari-hari. KASUS KREDIT BERMASALAH A. III. Dengan perkataan lain. Oleh karena itu tidaklah mudah berbisnis di dunia perbankan. namun setiap bank harus tetap berusaha untuk mencegah terulangnya kasus itu. alternatif itu bisa dicoba.Yang membedakan antara satu dengan bank yang lain adalah prosentase NPL (Non-Performing Loan). CONTOH KASUS Salah satu contoh kasus Kredit bermasalah dan Solusinya di PD. namun juga harus dapat mengendalikan dan meminimalkan risiko terjadinya kasus kredit bermasalah. kasus kredit bermasalah tidak dapat dihindari secara mutlak. dalam kebijaksanaan penyaluran kredit. Ada yang mengatakan tak mungkin atau mustahil. dengan jangka waktu 2 tahun atau 24 bulan dengan bunga 2 % per bulan Flate. terlebih dulu diadakan analisa kredit secara cermat atas data-data usaha perusahaan dan calon debitur. banyak kendala dan resiko-resiko yang harus dihadapi. Kredit bermasalah tidak dapat dihindari secara mutlak. jika jalan lain telah mentok. wewenang dan tanggung jawab dari dewan komisaris.Ketika dapat ditemui ia mengaku kena tipu cukup besar sehingga tidak mampu lagi memenuhi kewajibannya.

Bank juga menyampaikan Surat peringatan dan panggilan kepada Nasabah serta melakukan pendekatan pada keluarga dan orang tuanya. bisa disimpulkan bahwa : 1. Rupanya pendekatan Bank tidak sia-sia berkat niat baik saudara-saudara Nasabah dan kesadaran mereka untuk membantu mereka membayar kewajiban Nasabah kepada Bank. Maka Bank melakukan pendekatan kepada Saudara-saudaranya. dan keberadaannya tidak diketahui. BAB. 3. Nasabah tersebut berusaha menghilangkan jejak untuk pindah tempat tinggal tanpa memberitahukan kepada bank dan memindahtangankan agunan. SOLUSI : Agar Nasabah kredit itu tidak semakin berlarut-larut Bank melakukan pembinaan rutin. Upaya Bank belum membuahkan hasil yang menggembirakan. Jika dapat ditemui mereka mengaku kena tipu sehingga tidak mampu memenuhi kewajibannya. Kondisi itu tidak membuat Bank putus asa. Bank tetap optimis pasti ada jalan keroma. Kredit bermasalah tersebut dapat diselesaikan oleh saudaranya . barang yang digunakan telah dipindahtangankan. Bank meyakinkan mereka bahwa sebagai saudara mereka wajib saling membantu jika ada salah seorang saudara yang sedang menghadapi kemalangan / kesusahan. dan pembayaran itu terjadi setelah Bank melakukan upaya-upaya penyelesaian memakan waktu 1 tahun. Bank bahkan menghadapi masalah yang lebih besar karena Nasabah pergi keluar kota.B. Nasabah tersebut sulit ditemui karena sengaja menghindari pertemuan dengan petugas bank 2. PENUTUP KESIMPULAN Dari uraian tersebut diatas. IV. 4.