FARMASI FISIK SILABUS NASIONAL Pertemuan Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Minggu 4 Minggu 5 Minggu 6 Minggu 7 Minggu 8 Minggu 9 Topik

Pendahuluan Larutan dan Kelarutan Larutan dan Kelarutan (lanjutan) fenomena Antar Muka Fenomena Antar muka (lanjutan) Rheologi Sistem dispersi koloidal Sistem dispersi suspensi Sistem dispersi emulsi

SYARAT MENGIKUTI PERKULIAHAN

FARMASI FISIK Terdiri dari dua kata “Farmasi” dan “Fisika” Maka melibatkan dua bidang ilmu yaitu : • keFarmasian (bentuk dan sifat sedian obat) • Fisika Farmasi fisik yaitu Kajian atau cabang ilmu hubungan antara fisika (sifat-sifat Fisika) dengan kefarmasian (sediaan Farmasi, farmakokinetik , dsb) Tujuan Pembelajaran Apa Hubungannya dunia farmasi dengan Ilmu fisika?? Hubungannya bahwa Ilmu farmasi tidak bisa berdiri sendiri, melainkan ilmu gabungan dari berbagai bidang ilmu, diantaranya: ilmu kimia, ilmu biologi (manusia, hewan, dan tumbuhan), matematika, dsb. Maka dari itu ada yang mengatakan bahwa farmasi adalah seni. Hubungannya dengan fisika yaitu, bahwa senyawa obat memiliki sifat fisika yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Sebutkan sifat-sifat fisika dari suatu senyawa obat??? Sifat-sifat fisika zat atau senyawa obat diantaranya: 1. Kelarutan 2. Titik leleh 3. Titik didih 4. Rumus struktur 5. Berat molekul Apa Hubungannya sifat sifat fisika tersebut dengan kefarmasian???

Penjelasan 1. Suatu zat (obat) sangat kecil kemungkinannya dipakai atau diberikan dalam bentuk murni, maka dari itu perlu dibuat sesuai kebutuhan seperti obat sirup (parasetamol) untuk anak-anak dan obat dengan sediaan padat (Tablet) untuk dewasa. pertanyaannya.: apakah suatu senyawa obat bisa dibuat sediaan sirup dengan mudah atau tidak dan apakah senyawa obat bisa dibuat sedian tablet dengan mudah atau tidak??? Maka seorang farmasis harus tau sifat-sifat fisika dan kimia dari suatu bahan atau seny obat. 2. Perlu di fikirkan cara pemberian obat yang sesuai: oral, topikal atau parenteral. 3. Perlu difikirkan Pelepasan zat aktif obat 4. Perlu difikirkan ukuran molekul, kepolaran molekul, dan sifat molekul sehingga menghasilkan efek/respon biologis LARUTAN DAN KELARUTAN

Di alam kebanyakan reaksi berlangsung dalam larutan air. Misalnya dalam alkohol 70 % (70 : 30).  Larutan memainkan peran penting dalam kehidupan sehari-hari. cair dan gas. Dalam campuran heterogen permukaan-permukaan tertentu dapat diamati antara fase-fase yang terpisah. berarti ada sembiIan kemungkinan jenis larutan.  Apa bedanya antara larutan dengan campuran?   Apakah Emulsi dan Suspensi termasuk larutan? Apakah semua larutan berbentuk/berwujud cair? Tapi Bagaimana jika campuran padatan seperti campuran antara emas dengan perak Maka Semua campuran gas dan padatan yg homogen secara umum adalah larutan  Pada umumnya larutan yang dimaksud adalah campuran yang berbentuk cair. baik di dalam laboratorium atau di industri tejadi dalam larutan. Kedua komponen dalam larutan dapat sebagai pelarut atau zat terlarut tergantung komposisinya. Banyak reaksi-reaksi kimia yang dikenal. Pada tumbuhan nutrisi diangkut dalam larutan air ke semua bagian jaringan. cair dalam cair dan.  Obat-obatan biasanya merupakan larutan air atau alkohol dari senyawa fisiologis aktif. .  Suatu larutan terdiri dari dua komponen yang penting. maka baik alkohol maupun air dapat dianggap pelarut atau zat terlarut. bukannya antara dua zat mumi. Disebut homogen karena komposisi dari larutan begitu seragam (satu fasa) sehingga tidak dapat diamati bagian-bagian komponen penyusunnya meskipun dengan mikroskop ultra. Karena fase larutan dapat berbentuk padat. vitamin dan makanan dalam bentuk larutan.Pendahuluan  Reaksi-reaksi kimia biasanya berlangsung antara dua campuran zat. Sedangkan komponen lainnya yang mengandung jumlah zat sedikit disebut zat terlarut (solut). karena jumlah kedua zat dalam larutan sama. Diantara jenis-jenis larutan ini yang penting adalah larutan gas dalam cair. Sedangkan yang berbentuk padat adalah emas 22 karat yang merupakan campuran homogen dari emas dengan perak atau logam lain. Sedangkan dalam keadaan yang sukar ditentukan seperti alkohol 50 % (50 : 50). meskipun ada juga yang berfase gas maupun padat.padat dalam cair. maka alkohol merupakan pelarut dan air sebagai zat terlarut. Jenis Larutan Secara Umum Komponen Larutan  Larutan dapat didetinisikan sebagai campuran homogen dari dua zat atau lebih yang terdispers sebagai molekul ataupun ion yang komposisinya dapat bervariasi.  Tubuh menyerap mineral. Salah satu bentuk yang umum dari campuran adalah larutan. Larutan yang berbentuk gas adalah udara yang merupakan campuran dari berbagai jenis gas seperti nitrogen dan oksigen. Biasanya salah satu komponen yang mengandung jumlah zat terbanyak disebut sebagai pelarut (solven).

maka keduanya dikatakan tak dapat campur (immiscible). Pada keadaan ini terjadi kesetimbangan antara solut yang larut dan yang tak larut atau kecepatan pelarutan sama dengan kecepatan pengendapan.  Kelarutan adalah interaksi antara zat terlarut dan pelarut. baik berupa molekul atau ion di dalam air selalu dalam keadaan terhidrasi. pH larutan dan luas permukaan zat terlarut.Kelarutan  Larutan adalah sistem homogen yang terdiri dari zat terlarut dan pelarut. bila keduanya dicampur akan membentuk dua lapisan yang terpisah. KONSENTRASI LARUTAN Persen Berat (% berat/berat) Persen berat adalah jumlah gram zat terlarut dalam 100g larutan.  Sistem padatan dalam cairan termasuk salah satu yang paling sering ditemui dan mungkin merupakan tipe larutan farmasetik yang paling penting.1 g zat terlarut dalam 1000 g pelarut.  Dari Sembilan kemungkinan tipe campuran. Ada beberapa zat yang mudah larut.  Contoh : Suatu larut NaCl dibuat dengan melarutkan 5 g NaCl dalam 50 g air. karena factor-faktor rumit yang harus dipertimbangkan Kelarutan Obat Kelarutan obat dapat dinyatakan dalam beberapa cara. hanya gas dalam cairan.  Larutan jenuh adalah larutan yang telah mengandung zat terlarut dalam jumlah maksimal. Makin banyak partikel solut.  Pada dasarnya tidak ada zat yang bersifat mutlak tak larut dalam pelarut tertentu. sehingga larutan dikatakan telah mencapai keadaan jenuh. harga kelarutannya digambarkan dalam kompedia farmasi dengan menggunakan istilah umum tertentu.  Kelarutan suatu senyawa juga bergantung pada faktor temperatur. Biasanya kelarutan dinyatakan dalam gram zat terlarut per 100 ml atau per 100 g pelarut. Larutan Jenuh  Partikel-partikel solut. Menurut U. cairan dalam cairan dan padat dalam cairan saja yang penting dalam bidang farmasi. misalnya kurang dari 0. Persen berat biasanya digunakan untuk menyatakah kadar komponen yang berupa zat padat. Istilah Perkiraan Kelarutan Istilah kelarutan Sangat mudah larut Mudah larut Larut Agak sukar larut Sukar larut Sangat sukar larut Praktis tidak larut  Bagian pelarut yang dibutuhkan untuk 1 bagian zat terlarut Kurang dari satu bagian 1 sampai 10 bagian 10 sampai 30 bagian 30 sampai 100 bagian 100 sampai 1000 bagian 1000 sampai 10000 bagian lebih dari 10000 bagian Daya larut suatu zat berbeda-beda. Contohnya air dan minyak. S.  Suatu zat dikatakan tak larut (insoluble). batuan silikat dan mineral praktis tidak larut dalam cairan biasa. kaca. Hitung persen berat NaCl ? Persen Berat per Volume (% b/v)  Persen berat per volume menyatakan banyaknya gram zat terlarut dalam 100 mL larutan. Kelarutan kira-kira suatu zat atau senyawa dapat dilihat pada tabel. Penambahan  gula yang melebihi batas kelarutannya akan diendapkan di dasar wadah. Kelarutan padatan dalam cairan tidak dapat diramalkan dengan cara yang sangat memuaskan. serta seberapa besar zat terlarut tersebut dapat larut dalam medium pelarut. maka pada saat tertentu akan tercapai suatu keadaan dimana semua molekul air tidak cukup untuk menghidrasi molekul gula yang dilarutkan. plastik. Cara ini biasanya dipakai untuk menyatakan kadar zat padat dalam suatu cairan atau gas. tekanan. Namun kebanyakan zat padat yang terbentuk dengan ikatan kuat seperti logam-logam. tergantung dari sifat zat terlarut dan pelarutnya. seperti: Bila dua cairan tak dapat larut satu sama lain. .. Pharmacopeia dan National Formulary. Untuk zat yang kelarutannya tidak diketahui pasti. berdasarkan pada ketiga wujud zat. definisi kelarutan obat adalah jumlah mL pelarut dimana akan larut 1 gr zat terlarut. Bila ke dalam sejumlah air ditambahkan gula terus menerus. makin banyak molekul air yang diperlukan untuk menghidrasi partikel solut. dan ada pula yang sukar larut. sehingga tidak dapat ditambahkan lagi zat terlarut. jika zat tersebut larutan sangat sedikit.  Alasan Kepolaran. kecuali mungkin untuk larutan ideal.

05 mg] : [0. untuk : asam = banyaknya ion H+ basa = banyaknya ion OH redoks = banyaknya elektron yang dilepaskan atau diterima pada 1 mol senyawa.5) yang dibuat dengan melarutkan 5. maka fraksi mol (X) masing-masing zat dirumuskan: Hubungan fraksi mol kedua zat dalam larutan. Hitung % b/v NaOH ? Jawab: Persen Volume(% volume/volume) Persen volumeadalahjumlah volume (mL) zat terlarut dalam 100 mL larutan. maka: dimana : BE = Berat ekivalen BM = Berat molekul a = valensi (banyaknya ion dalam larutan). dan n2mol zat B. Jika w gram zat terlarut dilarutkan dalam p gram pelarut. 1 ppm = [1 mg zat terlarut] : 1 L larutan Atau 6 ppm = [berat zat terlarut : berat larutan] x 10 Hubungan ppm dengan satuan lain: a.25 l] = 0. Contoh: 25 mL asam asetat dilarutkan dalam air sampai volumenya 250 mL. Jawab :  Fraksi mol (X) Fraksi mol adalah perbandingan jumlah mol zat terlarut terhadap jumlah mol seluruh zat dalam larutan. Persen volume biasanya digunakanuntuk menyatakan kadar komponen berupa zat cair atau gas.2 ppm Molalitas (m) Molalitas adalahjumlah mol zat terlarut dalam 1000 g (1 kg) pelarut. cair atau padat. Satuan molal tidak tergantung pada suhu dan biasanya digunakan untuk menyatakan banyaknya partikel zat terlarut dalam sejumlah tertentu pelarut.Contoh : Suatu larutan. Hitung kemolalan larutan NaCl (BM = 58.2 mg/l = 0.05 mg. berlaku : . ppm dengan berat per berat 1 ppm = 1 mg/kg Contoh 2. Satuan ppm sering dipakai untuk menyatakan konsentrasi zat yang sangat kecil dalam larutan gas. Hitung % (v/v) asam asetat? Bagian per Sejuta (bpj atau ppm) Bagian per sejuta (bpj) atau parts per million (ppm) adalah sat: bagian zat terlarut dalam satu juta bagian larutan. dirumuskan : mol zat terlarut m= [mol zat terlarut] : kg pelarut atau m = [w] : [BM] x [1000] : [p] Contoh : b.5 : Kadar zat besi (Fe) dalam 250 ml air minum adalah 0.85 g NaCl dalam 250 g air.dibuat dengan melarutkan 20 g NaOH dalam air sampai volumenya 500 mL. Jika dalam larutan terdapat nl mol zat A. Jika w gram senyawa asam-basa dilarutkan dalam V mL larutan. Satuan konsentrasi nonnalitas sering digunakan untuk analisa volumetri terutama dalam reaksi-reaksi asam-basa dan oksidasi-reduksi (redoks). ppm dengan berat per volume 1 ppm = 1mg/L b. . dan kerapatan (BJ) = L. Nyatakan kadar tersebut dalam ppm ? Jawab: Kadar Fe = [0. maka kemolalan (m) larutan. Hubungan nonnalitas (N) dengan larutan yang mempunyai konsentrasi K %. berlaku : XA + X B = 1 Persen mol = fraksi mol x 100% Normalitas (N) Normalitas adalah jumlah gram ekivalen (grek) zat terlarut dalam satu liter larutan.05 mg ] : [250 ml] = [0.

42 g sukrosa (BM = 342) dilarutkan dalam air menghasilkan 250 mL larutan.9 g NaCl atau dalam 1 L (1000 mL) terdapat 9. Jawab: Ekivalen (Eq) Satuan ini digunakan untuk menyatakan komponen ionik dalam darah dengan muatan ionnya. HCO3 = 1 mol HCO3 = 61 g Karena konsentrasi ion dalam darah sangat kecil..1 M.10 : Hitung konsentrasi K+ dalam % mg. Keosmolaran NaCl ={[9]:[58.1]:[1]} x 2 = 0. Hitung keosmolaran 1 L NaCI o..15249 g K = 152...1 N. Contoh : a.18 g/mL.. Persen miligram digunakan untuk menyatakan kadar miligram zat terlarut dalam 100 mL larutan.1 x 0. n = 3 untuk CaCl2 Selain satuan osmolar juga sering dinyatakan sebagai miliosmol (1Osm = 1000 mOsm).. Contoh: + Cuplikan darah mengandung 3. Jawab : Osmolaritas NaCl = {[0.5 L. maka untuk mempermudah perhitungan biasanya digunakan milieqivalen (1 Eq = 1000 mEq)..... Mg =1/2mol Mg = 12 g 1 Eq.. Pengetahuan kadar osmolar berguna bagi dokter terutama untuk mengetahuiapakah suatu larutan bersifat hipo-osmotik. Satuan Konsentrasi dalam Bidang Kedokteran dan ilmu Biologi 1. dengan kerapatan 1. Jawab: + I Eq K = 39.. Hitung molaritas larutan..0039 Eq K + + = 39... Jawab: b..0039 = 0.. Hitung Nonnalitas dari larutan HCI pekat (37 %). Satuan ini biasanya dinyatakan sebagai banyaknya mol partikel terlarut per liter larutan yang menyebabkan tekanan osmotik.9 mEq ion K . berarti dalam 100 mL larutan terdapat 0.. n = 2 untuk NaCl.9 % (b/v). Jika w gram solut (zat terlarut) dilarutkan dalam V ml larutan..... iso-osmotik atau hiper-osmotik. misalnya n = I untuk glukosa.. Dalam larutan ideal....2 Osm b.Contoh : a..1g + + 3. agar diperoleh larutan NaOH 0. 1 Eq = 1 mol muatan (+ atau-) + + 1 Eq. Hitung berapa mg ion K+...5 mg K Keosmolaran atau Osmolaritas (Osm) Kadar osmolar digunakan untuk menyatakan partikel yang aktif secara osmotik.5]}x 2 = 0. Na = I moNa =23 g 2+ 2+ 1 Eq.9 mEq K = 0.0 g NaCl. Jawab:.9 % (b/v) ? Jawab: NaCI 0..... jika 10 mL darah mengandung 0.25 mg K+. Hitung miliosmol NaCl 0.. maka: Contoh : 3. Hitung banyaknya gram NaOH yang harus dilarutkan ke dalam air sampai volumenya 0.. Persen mligram (% mg) = {[mg zat terlarut] : [ml larutan]} x 100% Contoh 2.308 Osm = 308 mOsm Larutan ideal . Persen Miligram (% mg) Di dalam laboratorium klinik dan ilmu-ilmu biologi seringkali dalam perhitungan digunakan satuan konsentrasi persen berat per volume seperti yang telah dibahas. Jawab : Molaritas (M) Molaritas adalah banyaknya mol zat terlarut dalam satu liter larutan.

hingga tekanan uap parsialnya sebanding dengan fraksi molnya. real).  Sifat ini hanya bergantung pada jumlah mol zat terlarut yang ada dan tidak bergantung pada ukuran ataupun BM zat terlarut. Pengenceran tidak mengalami perubahan panas Volume akhir  Adalah jumlah dari masing-masing konstituen (tidak mengalami penyusutan atau pemuaian).82 5.Larutan ideal adalah larutan yang tidak mengalami perubahan sifat komponen (selain pengenceran) ketika zat-zat bercampur menjadi larutan.71 2.00 Kb 3.9 2.  Tahun 1880 Raoult mengatakan bahwa tekanan uap pelarut (PA) pada permukaan larutan besarnya sama dengan hasilkali tekanan uap pelarut murni (PA˚) dengan fraksi mol pelarut tersebut didalam larutan (XA).12 1.  Larutan ideal adalah semua gaya intermolekul baik gaya intermolekul pada mol sejenis (solut-solut) atau pada mol yang tidak sejenis (solut-solvent) sama.m  ∆Tb = penurunan titik beku Kb = tetapan krioskopi  Tetapan ebulioskopi dan krioskopi beberapa pelarut Zat Asam asetat Aseton Benzen Air Td 118. Masing-masing komponen sifatnya tetap seperti semula.0 Kd 2. Jika dalam larutan encer dapat memenuhi hukum Raoult : P A = X A P A˚ XA = 1 – XB PA = (1 – XB) PA˚ P A˚ .T˚ ∆T = P˚ . karena pada permukaan larutan terdapat dua zat yang saling berinteraksi sehingga kecenderungan tiap komponen untuk menguap berkurang. Hukum Raoult  Tekanan uap (escaping tendency) keluar dari larutan sehingga menghasilkan gaya-gaya yang terjadi.86 .  PA = XA PA˚  Bila zat terlarut bersifat mudah menguap sehingga tekanan uap dapat diukur : PB = XB PB˚  Bila diasumsikan bahwa sistem hanya mengandung 2 komponen (A dan B) maka tekanan uap total (P). P = PA + PB (Hukum Dalton) P = XA PA˚ + XB PB˚ Hukum Raoult  Bila dua cairan dicampur membentuk larutan ideal.93 1.  Tapi 100 ml dilarutkan dalam 100 ml H2SO4 menghasilkan 180 ml larutan dan mengalami peningkatan panas.  ∆td = T . Misalnya 100 ml MeOH ditambahkan 100 EtOH menghasilkan 200 ml larutan dan tidak mengalami perubahan panas.uap A. disebut larutan tidak ideal (nyata.   Cat :Hukum Raoult hanya berlaku pada larutan encer Sifat Koligatif  Koligatif atau kumpulan berupa sekumpulan sifat-sifat umum yang dimiliki larutan encer.5 0. (b) Cairaan B -uap B.  Gambar Kesetimbangan cairan-uap : (a) Cairan A .53 0. Penurunan tekanan uap  Larutan dari pelarut A dan zat terlarut B misalnya urea dalam air.0 56 80. (c) Larutan A dan B dengan uap A dan B. Titik didih yang mengandung zat terlarut dari pelarut murninya melihat bahwa zat terlarut mengalami penurunan tekanan uap pelarut. maka masing-masing cairan akan menguap sehingga tekanan uap larutannya sama dengan jumlah tekanan uap parsialnya. penurunan titik beku.7 -94.  Sifat-sifat umum dari sifat koligatif larutan adalah Penurunan tekanan uap. kenaikan titik didih.51 Zat Tb 16. Tekanan uap parsial masing-masing komponen dalam larutan lebih kecil daripada tekanan uap murninya.40 5.P A = X B P A˚ ∆P = XB PA˚ → ∆P / PA˚ = XB tekanan uap yang disebabkan oleh zat terlarut non volatil. dan tekanan osmosis.P  Perbandingan kenaikan titik didih dengan penurunan tekanan uap ∆Td/ ∆P = K atau ∆Td = K ∆P  Dalam larutan encer ∆Td = Kdm Keterangan  ∆ Td = kenaikan titik didih Kd = tetapan ebulioskopi yang khas untuk setiap pelarut m = molalitas Penurunan Titik Beku  ∆Tb =Kb.1 100. XB= Penurunan tekanan uap relatif Kenaikan Titik Didih  Titik didih normal adalah temperatur dimana tekanan uap cairan menjadi sama dengan tekanan luar yaitu 760 mmHg (sistem terbuka).

Bahkan ada zat yang hampir tidak dipengaruhi oleh suhu seperti natrium klorida. karena kebanyakan proses pembentukan larutannya bersifat endoterm. serium sulfat dan natrium sulfat karena proses pelarutannya bersifat eksoterm. Dari kurva terlihat bahwa perubahan kelarutan dengan berubah-ubahnya suhu untuk berbagai zat adalah tidak sama. Secara matematis ditulis Cg=kgPg dimana : Cg=Konsentrasi atau kelarutan gas dalam cairan kg =Tetapan henry Pg =Tekanan parsial gas  Contoh : -2  Gas oksigen dikumpulkan dari dalam air pada 25°C dan tekanan total 760 mmHg akan larut 3. tekanan di dalam botol turun sampai I atm dan gelembung CO2 lepas. Ini menunjukkan kelarutan CO2 turun dengan turunnya tekanan.  Tekanan osmosis berbanding lurus dengan suhu absolutnya  π / T = konstanta  Tekanan osmosis suatu larutan berbanding lurus dengan konsentrasi zat terlarut dinyatakan dalam molar  π / μ = konstan  Larutan non elektrolit encer yang mempunyai konsentrasi molar yang sama akan memiliki tekanan osmosis (isotonis) yang sama bila suhu konstan Hal-hal yang mempengaruhi kelarutan Pengaruh Suhu  Pengaruh kenaikan suhu pada kelarutan zat berbeda-beda antara yang satu dengan lainnya.4 atm supaya CO2 yang larut didalamnya besar. berapa kelarutannya bila tekanan parsial di atas air 800 mmHg ?  Jawab: . sampai kedua larutan tadi sama dengan konsentrasinya. yang dikenal dengan Hukum Henry. Keadaan ini sangat menyakitkan dan dapat mengakibatkan kematian. berbanding lurus dengan tekanan gas di atas larutan tersebut. Tetapi pada umumnya kelarutan zat padat dalam cairan bertambah dengan naiknya suhu. tetapi ketika keluar ke~perinukaan secam mendadak gas-gas tersebut akan dilepaskan dalam bentuk gelembung udara melalui pembulu darah. Sewaktu menyelam kelarutan gas N2 dan O2 meningkat akibat tekanan yang tinggi.  "Kelarutan suatu gas dalam larutan cair. Sebagai perkecualian ada beberapa zat yang kelarutannya menurun dengan naiknya suhu seperti Asam salisilat. Jika tutup botol dibuka.  Pada gambar dicantumkan kelarutan beberapa zat dalam gram zat terlarut per 100g air.Tekanan Osmotik  Osmosis adalah suatu proses spontan dimana pelarut dari sebuah larutan atau bisa juga disebut pelarut murni mengalir melalui membran semipermeabel ke larutan lain yang lebih pekat. Gejala ini sering disebut sebagai "penyakit dekompresi" atau "the bends". dibotolkan dengan tekanan tinggi dibawah 3 . Pengaruh Tekanan  Perubahan tekanan mempunyai pengaruh yang kecil terhadap kelarutan suatu zat cair atau zat padat dalam pelarut cair. Hal yang sama terjadi pada seorang penyelam yang terlalu cepat naik ke permukaan.  Secara kuantitatif pengaruh tekanan pada kelarutan gas dinyatakan oleh William Henry (1804). Jika diketahui tekanan uap air pada suhu 25°C adalah 24 mmHg. Tetapi kelarutan gas selalu bertambah dengan bertambahnya tekanan. Suatu minuman yang mengandung karbonat.  Membran Semipermeabel adalah suatu membran yang dapat dilalui molekul-molekul pada pelarut tetapi tidak dapat dilalui molekulmolekul zat terlarut.  Π = gaya / luas  Ahg   Ket : A π = tekanan osmosis h = tinggi cair dalam medium ρ = massa jenis larutan (untuk larutan encer sama dengan 1 gram /cm3) g = konstanta gravitasi Hukum tekanan osmosis berupa termodinamik Ha dan percobaan.93 x 10 g/L. dialurkan terhadap suhu.