FARMASI FISIK SILABUS NASIONAL Pertemuan Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Minggu 4 Minggu 5 Minggu 6 Minggu 7 Minggu 8 Minggu 9 Topik

Pendahuluan Larutan dan Kelarutan Larutan dan Kelarutan (lanjutan) fenomena Antar Muka Fenomena Antar muka (lanjutan) Rheologi Sistem dispersi koloidal Sistem dispersi suspensi Sistem dispersi emulsi

SYARAT MENGIKUTI PERKULIAHAN

FARMASI FISIK Terdiri dari dua kata “Farmasi” dan “Fisika” Maka melibatkan dua bidang ilmu yaitu : • keFarmasian (bentuk dan sifat sedian obat) • Fisika Farmasi fisik yaitu Kajian atau cabang ilmu hubungan antara fisika (sifat-sifat Fisika) dengan kefarmasian (sediaan Farmasi, farmakokinetik , dsb) Tujuan Pembelajaran Apa Hubungannya dunia farmasi dengan Ilmu fisika?? Hubungannya bahwa Ilmu farmasi tidak bisa berdiri sendiri, melainkan ilmu gabungan dari berbagai bidang ilmu, diantaranya: ilmu kimia, ilmu biologi (manusia, hewan, dan tumbuhan), matematika, dsb. Maka dari itu ada yang mengatakan bahwa farmasi adalah seni. Hubungannya dengan fisika yaitu, bahwa senyawa obat memiliki sifat fisika yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Sebutkan sifat-sifat fisika dari suatu senyawa obat??? Sifat-sifat fisika zat atau senyawa obat diantaranya: 1. Kelarutan 2. Titik leleh 3. Titik didih 4. Rumus struktur 5. Berat molekul Apa Hubungannya sifat sifat fisika tersebut dengan kefarmasian???

Penjelasan 1. Suatu zat (obat) sangat kecil kemungkinannya dipakai atau diberikan dalam bentuk murni, maka dari itu perlu dibuat sesuai kebutuhan seperti obat sirup (parasetamol) untuk anak-anak dan obat dengan sediaan padat (Tablet) untuk dewasa. pertanyaannya.: apakah suatu senyawa obat bisa dibuat sediaan sirup dengan mudah atau tidak dan apakah senyawa obat bisa dibuat sedian tablet dengan mudah atau tidak??? Maka seorang farmasis harus tau sifat-sifat fisika dan kimia dari suatu bahan atau seny obat. 2. Perlu di fikirkan cara pemberian obat yang sesuai: oral, topikal atau parenteral. 3. Perlu difikirkan Pelepasan zat aktif obat 4. Perlu difikirkan ukuran molekul, kepolaran molekul, dan sifat molekul sehingga menghasilkan efek/respon biologis LARUTAN DAN KELARUTAN

Misalnya dalam alkohol 70 % (70 : 30). berarti ada sembiIan kemungkinan jenis larutan. Sedangkan yang berbentuk padat adalah emas 22 karat yang merupakan campuran homogen dari emas dengan perak atau logam lain. Biasanya salah satu komponen yang mengandung jumlah zat terbanyak disebut sebagai pelarut (solven). vitamin dan makanan dalam bentuk larutan. maka alkohol merupakan pelarut dan air sebagai zat terlarut.  Obat-obatan biasanya merupakan larutan air atau alkohol dari senyawa fisiologis aktif. Sedangkan dalam keadaan yang sukar ditentukan seperti alkohol 50 % (50 : 50). . Banyak reaksi-reaksi kimia yang dikenal. Disebut homogen karena komposisi dari larutan begitu seragam (satu fasa) sehingga tidak dapat diamati bagian-bagian komponen penyusunnya meskipun dengan mikroskop ultra. meskipun ada juga yang berfase gas maupun padat.  Tubuh menyerap mineral.  Apa bedanya antara larutan dengan campuran?   Apakah Emulsi dan Suspensi termasuk larutan? Apakah semua larutan berbentuk/berwujud cair? Tapi Bagaimana jika campuran padatan seperti campuran antara emas dengan perak Maka Semua campuran gas dan padatan yg homogen secara umum adalah larutan  Pada umumnya larutan yang dimaksud adalah campuran yang berbentuk cair. Kedua komponen dalam larutan dapat sebagai pelarut atau zat terlarut tergantung komposisinya.Pendahuluan  Reaksi-reaksi kimia biasanya berlangsung antara dua campuran zat. bukannya antara dua zat mumi.  Suatu larutan terdiri dari dua komponen yang penting. Diantara jenis-jenis larutan ini yang penting adalah larutan gas dalam cair. Jenis Larutan Secara Umum Komponen Larutan  Larutan dapat didetinisikan sebagai campuran homogen dari dua zat atau lebih yang terdispers sebagai molekul ataupun ion yang komposisinya dapat bervariasi. maka baik alkohol maupun air dapat dianggap pelarut atau zat terlarut. Di alam kebanyakan reaksi berlangsung dalam larutan air. baik di dalam laboratorium atau di industri tejadi dalam larutan. Salah satu bentuk yang umum dari campuran adalah larutan. Karena fase larutan dapat berbentuk padat. Pada tumbuhan nutrisi diangkut dalam larutan air ke semua bagian jaringan.  Larutan memainkan peran penting dalam kehidupan sehari-hari. karena jumlah kedua zat dalam larutan sama. cair dan gas. Sedangkan komponen lainnya yang mengandung jumlah zat sedikit disebut zat terlarut (solut). Larutan yang berbentuk gas adalah udara yang merupakan campuran dari berbagai jenis gas seperti nitrogen dan oksigen. Dalam campuran heterogen permukaan-permukaan tertentu dapat diamati antara fase-fase yang terpisah.padat dalam cair. cair dalam cair dan.

. kecuali mungkin untuk larutan ideal. Larutan Jenuh  Partikel-partikel solut. Untuk zat yang kelarutannya tidak diketahui pasti. Pada keadaan ini terjadi kesetimbangan antara solut yang larut dan yang tak larut atau kecepatan pelarutan sama dengan kecepatan pengendapan. Kelarutan padatan dalam cairan tidak dapat diramalkan dengan cara yang sangat memuaskan.1 g zat terlarut dalam 1000 g pelarut.  Sistem padatan dalam cairan termasuk salah satu yang paling sering ditemui dan mungkin merupakan tipe larutan farmasetik yang paling penting. Menurut U. . berdasarkan pada ketiga wujud zat.  Suatu zat dikatakan tak larut (insoluble). dan ada pula yang sukar larut. seperti: Bila dua cairan tak dapat larut satu sama lain. Kelarutan kira-kira suatu zat atau senyawa dapat dilihat pada tabel. Bila ke dalam sejumlah air ditambahkan gula terus menerus. Namun kebanyakan zat padat yang terbentuk dengan ikatan kuat seperti logam-logam. makin banyak molekul air yang diperlukan untuk menghidrasi partikel solut.  Larutan jenuh adalah larutan yang telah mengandung zat terlarut dalam jumlah maksimal. Penambahan  gula yang melebihi batas kelarutannya akan diendapkan di dasar wadah. kaca. misalnya kurang dari 0.Kelarutan  Larutan adalah sistem homogen yang terdiri dari zat terlarut dan pelarut. Makin banyak partikel solut. cairan dalam cairan dan padat dalam cairan saja yang penting dalam bidang farmasi. Pharmacopeia dan National Formulary. sehingga larutan dikatakan telah mencapai keadaan jenuh. maka keduanya dikatakan tak dapat campur (immiscible). Istilah Perkiraan Kelarutan Istilah kelarutan Sangat mudah larut Mudah larut Larut Agak sukar larut Sukar larut Sangat sukar larut Praktis tidak larut  Bagian pelarut yang dibutuhkan untuk 1 bagian zat terlarut Kurang dari satu bagian 1 sampai 10 bagian 10 sampai 30 bagian 30 sampai 100 bagian 100 sampai 1000 bagian 1000 sampai 10000 bagian lebih dari 10000 bagian Daya larut suatu zat berbeda-beda.  Pada dasarnya tidak ada zat yang bersifat mutlak tak larut dalam pelarut tertentu. Contohnya air dan minyak. karena factor-faktor rumit yang harus dipertimbangkan Kelarutan Obat Kelarutan obat dapat dinyatakan dalam beberapa cara. bila keduanya dicampur akan membentuk dua lapisan yang terpisah. harga kelarutannya digambarkan dalam kompedia farmasi dengan menggunakan istilah umum tertentu. baik berupa molekul atau ion di dalam air selalu dalam keadaan terhidrasi.  Contoh : Suatu larut NaCl dibuat dengan melarutkan 5 g NaCl dalam 50 g air. tekanan. Cara ini biasanya dipakai untuk menyatakan kadar zat padat dalam suatu cairan atau gas. serta seberapa besar zat terlarut tersebut dapat larut dalam medium pelarut. batuan silikat dan mineral praktis tidak larut dalam cairan biasa.  Kelarutan suatu senyawa juga bergantung pada faktor temperatur. Persen berat biasanya digunakan untuk menyatakah kadar komponen yang berupa zat padat. maka pada saat tertentu akan tercapai suatu keadaan dimana semua molekul air tidak cukup untuk menghidrasi molekul gula yang dilarutkan. KONSENTRASI LARUTAN Persen Berat (% berat/berat) Persen berat adalah jumlah gram zat terlarut dalam 100g larutan. plastik. sehingga tidak dapat ditambahkan lagi zat terlarut.  Alasan Kepolaran.  Dari Sembilan kemungkinan tipe campuran. S. hanya gas dalam cairan. Biasanya kelarutan dinyatakan dalam gram zat terlarut per 100 ml atau per 100 g pelarut. definisi kelarutan obat adalah jumlah mL pelarut dimana akan larut 1 gr zat terlarut. jika zat tersebut larutan sangat sedikit.  Kelarutan adalah interaksi antara zat terlarut dan pelarut. tergantung dari sifat zat terlarut dan pelarutnya. pH larutan dan luas permukaan zat terlarut. Ada beberapa zat yang mudah larut. Hitung persen berat NaCl ? Persen Berat per Volume (% b/v)  Persen berat per volume menyatakan banyaknya gram zat terlarut dalam 100 mL larutan.

2 ppm Molalitas (m) Molalitas adalahjumlah mol zat terlarut dalam 1000 g (1 kg) pelarut. Satuan konsentrasi nonnalitas sering digunakan untuk analisa volumetri terutama dalam reaksi-reaksi asam-basa dan oksidasi-reduksi (redoks). Persen volume biasanya digunakanuntuk menyatakan kadar komponen berupa zat cair atau gas. 1 ppm = [1 mg zat terlarut] : 1 L larutan Atau 6 ppm = [berat zat terlarut : berat larutan] x 10 Hubungan ppm dengan satuan lain: a. Jawab :  Fraksi mol (X) Fraksi mol adalah perbandingan jumlah mol zat terlarut terhadap jumlah mol seluruh zat dalam larutan. Hitung % (v/v) asam asetat? Bagian per Sejuta (bpj atau ppm) Bagian per sejuta (bpj) atau parts per million (ppm) adalah sat: bagian zat terlarut dalam satu juta bagian larutan.05 mg.dibuat dengan melarutkan 20 g NaOH dalam air sampai volumenya 500 mL. Contoh: 25 mL asam asetat dilarutkan dalam air sampai volumenya 250 mL. cair atau padat. Hitung kemolalan larutan NaCl (BM = 58. maka kemolalan (m) larutan. dan kerapatan (BJ) = L.5 : Kadar zat besi (Fe) dalam 250 ml air minum adalah 0.2 mg/l = 0. maka fraksi mol (X) masing-masing zat dirumuskan: Hubungan fraksi mol kedua zat dalam larutan.05 mg] : [0.25 l] = 0. berlaku : . Satuan molal tidak tergantung pada suhu dan biasanya digunakan untuk menyatakan banyaknya partikel zat terlarut dalam sejumlah tertentu pelarut. . Hitung % b/v NaOH ? Jawab: Persen Volume(% volume/volume) Persen volumeadalahjumlah volume (mL) zat terlarut dalam 100 mL larutan. dirumuskan : mol zat terlarut m= [mol zat terlarut] : kg pelarut atau m = [w] : [BM] x [1000] : [p] Contoh : b. ppm dengan berat per volume 1 ppm = 1mg/L b.Contoh : Suatu larutan. berlaku : XA + X B = 1 Persen mol = fraksi mol x 100% Normalitas (N) Normalitas adalah jumlah gram ekivalen (grek) zat terlarut dalam satu liter larutan. dan n2mol zat B. ppm dengan berat per berat 1 ppm = 1 mg/kg Contoh 2. Jika w gram senyawa asam-basa dilarutkan dalam V mL larutan. Jika dalam larutan terdapat nl mol zat A.05 mg ] : [250 ml] = [0. maka: dimana : BE = Berat ekivalen BM = Berat molekul a = valensi (banyaknya ion dalam larutan).5) yang dibuat dengan melarutkan 5. Nyatakan kadar tersebut dalam ppm ? Jawab: Kadar Fe = [0. Hubungan nonnalitas (N) dengan larutan yang mempunyai konsentrasi K %.85 g NaCl dalam 250 g air. Satuan ppm sering dipakai untuk menyatakan konsentrasi zat yang sangat kecil dalam larutan gas. untuk : asam = banyaknya ion H+ basa = banyaknya ion OH redoks = banyaknya elektron yang dilepaskan atau diterima pada 1 mol senyawa. Jika w gram zat terlarut dilarutkan dalam p gram pelarut.

18 g/mL. Na = I moNa =23 g 2+ 2+ 1 Eq. misalnya n = I untuk glukosa. 1 Eq = 1 mol muatan (+ atau-) + + 1 Eq. maka: Contoh : 3. jika 10 mL darah mengandung 0. dengan kerapatan 1....25 mg K+.5 L... Satuan ini biasanya dinyatakan sebagai banyaknya mol partikel terlarut per liter larutan yang menyebabkan tekanan osmotik. Jawab: Ekivalen (Eq) Satuan ini digunakan untuk menyatakan komponen ionik dalam darah dengan muatan ionnya. Hitung berapa mg ion K+.. Contoh : a....1 M. Hitung Nonnalitas dari larutan HCI pekat (37 %).10 : Hitung konsentrasi K+ dalam % mg. maka untuk mempermudah perhitungan biasanya digunakan milieqivalen (1 Eq = 1000 mEq).. HCO3 = 1 mol HCO3 = 61 g Karena konsentrasi ion dalam darah sangat kecil. Persen mligram (% mg) = {[mg zat terlarut] : [ml larutan]} x 100% Contoh 2....308 Osm = 308 mOsm Larutan ideal . Persen Miligram (% mg) Di dalam laboratorium klinik dan ilmu-ilmu biologi seringkali dalam perhitungan digunakan satuan konsentrasi persen berat per volume seperti yang telah dibahas. Contoh: + Cuplikan darah mengandung 3.. Hitung molaritas larutan.9 % (b/v)...0039 Eq K + + = 39..0 g NaCl.. Jawab : Osmolaritas NaCl = {[0.1g + + 3.Contoh : a. Jawab : Molaritas (M) Molaritas adalah banyaknya mol zat terlarut dalam satu liter larutan. Mg =1/2mol Mg = 12 g 1 Eq..1]:[1]} x 2 = 0.5]}x 2 = 0. Hitung banyaknya gram NaOH yang harus dilarutkan ke dalam air sampai volumenya 0..9 mEq ion K .. Keosmolaran NaCl ={[9]:[58.. Persen miligram digunakan untuk menyatakan kadar miligram zat terlarut dalam 100 mL larutan.9 % (b/v) ? Jawab: NaCI 0.2 Osm b.15249 g K = 152... iso-osmotik atau hiper-osmotik.. n = 3 untuk CaCl2 Selain satuan osmolar juga sering dinyatakan sebagai miliosmol (1Osm = 1000 mOsm). berarti dalam 100 mL larutan terdapat 0. Hitung miliosmol NaCl 0.5 mg K Keosmolaran atau Osmolaritas (Osm) Kadar osmolar digunakan untuk menyatakan partikel yang aktif secara osmotik. Pengetahuan kadar osmolar berguna bagi dokter terutama untuk mengetahuiapakah suatu larutan bersifat hipo-osmotik.1 N.1 x 0. n = 2 untuk NaCl.. Jawab:. Satuan Konsentrasi dalam Bidang Kedokteran dan ilmu Biologi 1...9 mEq K = 0.....42 g sukrosa (BM = 342) dilarutkan dalam air menghasilkan 250 mL larutan. Hitung keosmolaran 1 L NaCI o.. Jika w gram solut (zat terlarut) dilarutkan dalam V ml larutan... agar diperoleh larutan NaOH 0. Dalam larutan ideal.0039 = 0. Jawab: + I Eq K = 39. Jawab: b.9 g NaCl atau dalam 1 L (1000 mL) terdapat 9.

P  Perbandingan kenaikan titik didih dengan penurunan tekanan uap ∆Td/ ∆P = K atau ∆Td = K ∆P  Dalam larutan encer ∆Td = Kdm Keterangan  ∆ Td = kenaikan titik didih Kd = tetapan ebulioskopi yang khas untuk setiap pelarut m = molalitas Penurunan Titik Beku  ∆Tb =Kb.86 .   Cat :Hukum Raoult hanya berlaku pada larutan encer Sifat Koligatif  Koligatif atau kumpulan berupa sekumpulan sifat-sifat umum yang dimiliki larutan encer.uap A.71 2. Pengenceran tidak mengalami perubahan panas Volume akhir  Adalah jumlah dari masing-masing konstituen (tidak mengalami penyusutan atau pemuaian).0 Kd 2.00 Kb 3.0 56 80. Hukum Raoult  Tekanan uap (escaping tendency) keluar dari larutan sehingga menghasilkan gaya-gaya yang terjadi. real).40 5. hingga tekanan uap parsialnya sebanding dengan fraksi molnya. Tekanan uap parsial masing-masing komponen dalam larutan lebih kecil daripada tekanan uap murninya.  Sifat-sifat umum dari sifat koligatif larutan adalah Penurunan tekanan uap.5 0. (c) Larutan A dan B dengan uap A dan B. penurunan titik beku.T˚ ∆T = P˚ .  ∆td = T .P A = X B P A˚ ∆P = XB PA˚ → ∆P / PA˚ = XB tekanan uap yang disebabkan oleh zat terlarut non volatil.12 1. XB= Penurunan tekanan uap relatif Kenaikan Titik Didih  Titik didih normal adalah temperatur dimana tekanan uap cairan menjadi sama dengan tekanan luar yaitu 760 mmHg (sistem terbuka). disebut larutan tidak ideal (nyata.  Tahun 1880 Raoult mengatakan bahwa tekanan uap pelarut (PA) pada permukaan larutan besarnya sama dengan hasilkali tekanan uap pelarut murni (PA˚) dengan fraksi mol pelarut tersebut didalam larutan (XA).51 Zat Tb 16.9 2. P = PA + PB (Hukum Dalton) P = XA PA˚ + XB PB˚ Hukum Raoult  Bila dua cairan dicampur membentuk larutan ideal. (b) Cairaan B -uap B. Jika dalam larutan encer dapat memenuhi hukum Raoult : P A = X A P A˚ XA = 1 – XB PA = (1 – XB) PA˚ P A˚ . maka masing-masing cairan akan menguap sehingga tekanan uap larutannya sama dengan jumlah tekanan uap parsialnya.1 100.  Larutan ideal adalah semua gaya intermolekul baik gaya intermolekul pada mol sejenis (solut-solut) atau pada mol yang tidak sejenis (solut-solvent) sama. Titik didih yang mengandung zat terlarut dari pelarut murninya melihat bahwa zat terlarut mengalami penurunan tekanan uap pelarut. Masing-masing komponen sifatnya tetap seperti semula.  PA = XA PA˚  Bila zat terlarut bersifat mudah menguap sehingga tekanan uap dapat diukur : PB = XB PB˚  Bila diasumsikan bahwa sistem hanya mengandung 2 komponen (A dan B) maka tekanan uap total (P).Larutan ideal adalah larutan yang tidak mengalami perubahan sifat komponen (selain pengenceran) ketika zat-zat bercampur menjadi larutan. Misalnya 100 ml MeOH ditambahkan 100 EtOH menghasilkan 200 ml larutan dan tidak mengalami perubahan panas.  Gambar Kesetimbangan cairan-uap : (a) Cairan A .m  ∆Tb = penurunan titik beku Kb = tetapan krioskopi  Tetapan ebulioskopi dan krioskopi beberapa pelarut Zat Asam asetat Aseton Benzen Air Td 118. Penurunan tekanan uap  Larutan dari pelarut A dan zat terlarut B misalnya urea dalam air.93 1.82 5.  Tapi 100 ml dilarutkan dalam 100 ml H2SO4 menghasilkan 180 ml larutan dan mengalami peningkatan panas.53 0. dan tekanan osmosis. kenaikan titik didih.7 -94. karena pada permukaan larutan terdapat dua zat yang saling berinteraksi sehingga kecenderungan tiap komponen untuk menguap berkurang.  Sifat ini hanya bergantung pada jumlah mol zat terlarut yang ada dan tidak bergantung pada ukuran ataupun BM zat terlarut.

Tetapi kelarutan gas selalu bertambah dengan bertambahnya tekanan. Tetapi pada umumnya kelarutan zat padat dalam cairan bertambah dengan naiknya suhu.4 atm supaya CO2 yang larut didalamnya besar. tekanan di dalam botol turun sampai I atm dan gelembung CO2 lepas. berapa kelarutannya bila tekanan parsial di atas air 800 mmHg ?  Jawab: .  Membran Semipermeabel adalah suatu membran yang dapat dilalui molekul-molekul pada pelarut tetapi tidak dapat dilalui molekulmolekul zat terlarut. Jika tutup botol dibuka. yang dikenal dengan Hukum Henry.93 x 10 g/L.  Pada gambar dicantumkan kelarutan beberapa zat dalam gram zat terlarut per 100g air. Suatu minuman yang mengandung karbonat. Bahkan ada zat yang hampir tidak dipengaruhi oleh suhu seperti natrium klorida. Dari kurva terlihat bahwa perubahan kelarutan dengan berubah-ubahnya suhu untuk berbagai zat adalah tidak sama. tetapi ketika keluar ke~perinukaan secam mendadak gas-gas tersebut akan dilepaskan dalam bentuk gelembung udara melalui pembulu darah. Jika diketahui tekanan uap air pada suhu 25°C adalah 24 mmHg. Ini menunjukkan kelarutan CO2 turun dengan turunnya tekanan. Gejala ini sering disebut sebagai "penyakit dekompresi" atau "the bends". dialurkan terhadap suhu.  "Kelarutan suatu gas dalam larutan cair. dibotolkan dengan tekanan tinggi dibawah 3 . berbanding lurus dengan tekanan gas di atas larutan tersebut.  Π = gaya / luas  Ahg   Ket : A π = tekanan osmosis h = tinggi cair dalam medium ρ = massa jenis larutan (untuk larutan encer sama dengan 1 gram /cm3) g = konstanta gravitasi Hukum tekanan osmosis berupa termodinamik Ha dan percobaan. karena kebanyakan proses pembentukan larutannya bersifat endoterm. Sewaktu menyelam kelarutan gas N2 dan O2 meningkat akibat tekanan yang tinggi. Sebagai perkecualian ada beberapa zat yang kelarutannya menurun dengan naiknya suhu seperti Asam salisilat. Hal yang sama terjadi pada seorang penyelam yang terlalu cepat naik ke permukaan.  Tekanan osmosis berbanding lurus dengan suhu absolutnya  π / T = konstanta  Tekanan osmosis suatu larutan berbanding lurus dengan konsentrasi zat terlarut dinyatakan dalam molar  π / μ = konstan  Larutan non elektrolit encer yang mempunyai konsentrasi molar yang sama akan memiliki tekanan osmosis (isotonis) yang sama bila suhu konstan Hal-hal yang mempengaruhi kelarutan Pengaruh Suhu  Pengaruh kenaikan suhu pada kelarutan zat berbeda-beda antara yang satu dengan lainnya. Pengaruh Tekanan  Perubahan tekanan mempunyai pengaruh yang kecil terhadap kelarutan suatu zat cair atau zat padat dalam pelarut cair.Tekanan Osmotik  Osmosis adalah suatu proses spontan dimana pelarut dari sebuah larutan atau bisa juga disebut pelarut murni mengalir melalui membran semipermeabel ke larutan lain yang lebih pekat.  Secara kuantitatif pengaruh tekanan pada kelarutan gas dinyatakan oleh William Henry (1804). Keadaan ini sangat menyakitkan dan dapat mengakibatkan kematian. Secara matematis ditulis Cg=kgPg dimana : Cg=Konsentrasi atau kelarutan gas dalam cairan kg =Tetapan henry Pg =Tekanan parsial gas  Contoh : -2  Gas oksigen dikumpulkan dari dalam air pada 25°C dan tekanan total 760 mmHg akan larut 3. sampai kedua larutan tadi sama dengan konsentrasinya. serium sulfat dan natrium sulfat karena proses pelarutannya bersifat eksoterm.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful