FARMASI FISIK SILABUS NASIONAL Pertemuan Minggu 1 Minggu 2 Minggu 3 Minggu 4 Minggu 5 Minggu 6 Minggu 7 Minggu 8 Minggu 9 Topik

Pendahuluan Larutan dan Kelarutan Larutan dan Kelarutan (lanjutan) fenomena Antar Muka Fenomena Antar muka (lanjutan) Rheologi Sistem dispersi koloidal Sistem dispersi suspensi Sistem dispersi emulsi

SYARAT MENGIKUTI PERKULIAHAN

FARMASI FISIK Terdiri dari dua kata “Farmasi” dan “Fisika” Maka melibatkan dua bidang ilmu yaitu : • keFarmasian (bentuk dan sifat sedian obat) • Fisika Farmasi fisik yaitu Kajian atau cabang ilmu hubungan antara fisika (sifat-sifat Fisika) dengan kefarmasian (sediaan Farmasi, farmakokinetik , dsb) Tujuan Pembelajaran Apa Hubungannya dunia farmasi dengan Ilmu fisika?? Hubungannya bahwa Ilmu farmasi tidak bisa berdiri sendiri, melainkan ilmu gabungan dari berbagai bidang ilmu, diantaranya: ilmu kimia, ilmu biologi (manusia, hewan, dan tumbuhan), matematika, dsb. Maka dari itu ada yang mengatakan bahwa farmasi adalah seni. Hubungannya dengan fisika yaitu, bahwa senyawa obat memiliki sifat fisika yang berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Sebutkan sifat-sifat fisika dari suatu senyawa obat??? Sifat-sifat fisika zat atau senyawa obat diantaranya: 1. Kelarutan 2. Titik leleh 3. Titik didih 4. Rumus struktur 5. Berat molekul Apa Hubungannya sifat sifat fisika tersebut dengan kefarmasian???

Penjelasan 1. Suatu zat (obat) sangat kecil kemungkinannya dipakai atau diberikan dalam bentuk murni, maka dari itu perlu dibuat sesuai kebutuhan seperti obat sirup (parasetamol) untuk anak-anak dan obat dengan sediaan padat (Tablet) untuk dewasa. pertanyaannya.: apakah suatu senyawa obat bisa dibuat sediaan sirup dengan mudah atau tidak dan apakah senyawa obat bisa dibuat sedian tablet dengan mudah atau tidak??? Maka seorang farmasis harus tau sifat-sifat fisika dan kimia dari suatu bahan atau seny obat. 2. Perlu di fikirkan cara pemberian obat yang sesuai: oral, topikal atau parenteral. 3. Perlu difikirkan Pelepasan zat aktif obat 4. Perlu difikirkan ukuran molekul, kepolaran molekul, dan sifat molekul sehingga menghasilkan efek/respon biologis LARUTAN DAN KELARUTAN

baik di dalam laboratorium atau di industri tejadi dalam larutan. maka baik alkohol maupun air dapat dianggap pelarut atau zat terlarut.  Larutan memainkan peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Jenis Larutan Secara Umum Komponen Larutan  Larutan dapat didetinisikan sebagai campuran homogen dari dua zat atau lebih yang terdispers sebagai molekul ataupun ion yang komposisinya dapat bervariasi. Sedangkan komponen lainnya yang mengandung jumlah zat sedikit disebut zat terlarut (solut). Sedangkan yang berbentuk padat adalah emas 22 karat yang merupakan campuran homogen dari emas dengan perak atau logam lain. cair dalam cair dan. berarti ada sembiIan kemungkinan jenis larutan.Pendahuluan  Reaksi-reaksi kimia biasanya berlangsung antara dua campuran zat. Di alam kebanyakan reaksi berlangsung dalam larutan air. Sedangkan dalam keadaan yang sukar ditentukan seperti alkohol 50 % (50 : 50). . karena jumlah kedua zat dalam larutan sama. Kedua komponen dalam larutan dapat sebagai pelarut atau zat terlarut tergantung komposisinya. bukannya antara dua zat mumi. meskipun ada juga yang berfase gas maupun padat.  Tubuh menyerap mineral.  Suatu larutan terdiri dari dua komponen yang penting. Karena fase larutan dapat berbentuk padat. Salah satu bentuk yang umum dari campuran adalah larutan. Larutan yang berbentuk gas adalah udara yang merupakan campuran dari berbagai jenis gas seperti nitrogen dan oksigen.  Obat-obatan biasanya merupakan larutan air atau alkohol dari senyawa fisiologis aktif. Banyak reaksi-reaksi kimia yang dikenal. maka alkohol merupakan pelarut dan air sebagai zat terlarut. Diantara jenis-jenis larutan ini yang penting adalah larutan gas dalam cair. Pada tumbuhan nutrisi diangkut dalam larutan air ke semua bagian jaringan.  Apa bedanya antara larutan dengan campuran?   Apakah Emulsi dan Suspensi termasuk larutan? Apakah semua larutan berbentuk/berwujud cair? Tapi Bagaimana jika campuran padatan seperti campuran antara emas dengan perak Maka Semua campuran gas dan padatan yg homogen secara umum adalah larutan  Pada umumnya larutan yang dimaksud adalah campuran yang berbentuk cair. Misalnya dalam alkohol 70 % (70 : 30). Dalam campuran heterogen permukaan-permukaan tertentu dapat diamati antara fase-fase yang terpisah. Biasanya salah satu komponen yang mengandung jumlah zat terbanyak disebut sebagai pelarut (solven).padat dalam cair. Disebut homogen karena komposisi dari larutan begitu seragam (satu fasa) sehingga tidak dapat diamati bagian-bagian komponen penyusunnya meskipun dengan mikroskop ultra. cair dan gas. vitamin dan makanan dalam bentuk larutan.

Kelarutan  Larutan adalah sistem homogen yang terdiri dari zat terlarut dan pelarut.  Larutan jenuh adalah larutan yang telah mengandung zat terlarut dalam jumlah maksimal. batuan silikat dan mineral praktis tidak larut dalam cairan biasa. Biasanya kelarutan dinyatakan dalam gram zat terlarut per 100 ml atau per 100 g pelarut. . Makin banyak partikel solut. Pada keadaan ini terjadi kesetimbangan antara solut yang larut dan yang tak larut atau kecepatan pelarutan sama dengan kecepatan pengendapan. Persen berat biasanya digunakan untuk menyatakah kadar komponen yang berupa zat padat.  Alasan Kepolaran.  Dari Sembilan kemungkinan tipe campuran. bila keduanya dicampur akan membentuk dua lapisan yang terpisah. karena factor-faktor rumit yang harus dipertimbangkan Kelarutan Obat Kelarutan obat dapat dinyatakan dalam beberapa cara.  Sistem padatan dalam cairan termasuk salah satu yang paling sering ditemui dan mungkin merupakan tipe larutan farmasetik yang paling penting. Pharmacopeia dan National Formulary. makin banyak molekul air yang diperlukan untuk menghidrasi partikel solut.  Pada dasarnya tidak ada zat yang bersifat mutlak tak larut dalam pelarut tertentu. sehingga larutan dikatakan telah mencapai keadaan jenuh.  Suatu zat dikatakan tak larut (insoluble). cairan dalam cairan dan padat dalam cairan saja yang penting dalam bidang farmasi.  Kelarutan suatu senyawa juga bergantung pada faktor temperatur.1 g zat terlarut dalam 1000 g pelarut. Menurut U. Cara ini biasanya dipakai untuk menyatakan kadar zat padat dalam suatu cairan atau gas. jika zat tersebut larutan sangat sedikit. pH larutan dan luas permukaan zat terlarut. seperti: Bila dua cairan tak dapat larut satu sama lain. kaca. Ada beberapa zat yang mudah larut. Istilah Perkiraan Kelarutan Istilah kelarutan Sangat mudah larut Mudah larut Larut Agak sukar larut Sukar larut Sangat sukar larut Praktis tidak larut  Bagian pelarut yang dibutuhkan untuk 1 bagian zat terlarut Kurang dari satu bagian 1 sampai 10 bagian 10 sampai 30 bagian 30 sampai 100 bagian 100 sampai 1000 bagian 1000 sampai 10000 bagian lebih dari 10000 bagian Daya larut suatu zat berbeda-beda.  Kelarutan adalah interaksi antara zat terlarut dan pelarut. Kelarutan kira-kira suatu zat atau senyawa dapat dilihat pada tabel. maka keduanya dikatakan tak dapat campur (immiscible). S. Untuk zat yang kelarutannya tidak diketahui pasti. Namun kebanyakan zat padat yang terbentuk dengan ikatan kuat seperti logam-logam. plastik. serta seberapa besar zat terlarut tersebut dapat larut dalam medium pelarut. kecuali mungkin untuk larutan ideal. harga kelarutannya digambarkan dalam kompedia farmasi dengan menggunakan istilah umum tertentu. Hitung persen berat NaCl ? Persen Berat per Volume (% b/v)  Persen berat per volume menyatakan banyaknya gram zat terlarut dalam 100 mL larutan. Kelarutan padatan dalam cairan tidak dapat diramalkan dengan cara yang sangat memuaskan. definisi kelarutan obat adalah jumlah mL pelarut dimana akan larut 1 gr zat terlarut. KONSENTRASI LARUTAN Persen Berat (% berat/berat) Persen berat adalah jumlah gram zat terlarut dalam 100g larutan. baik berupa molekul atau ion di dalam air selalu dalam keadaan terhidrasi. maka pada saat tertentu akan tercapai suatu keadaan dimana semua molekul air tidak cukup untuk menghidrasi molekul gula yang dilarutkan. berdasarkan pada ketiga wujud zat. tekanan. dan ada pula yang sukar larut. tergantung dari sifat zat terlarut dan pelarutnya.. Larutan Jenuh  Partikel-partikel solut. sehingga tidak dapat ditambahkan lagi zat terlarut.  Contoh : Suatu larut NaCl dibuat dengan melarutkan 5 g NaCl dalam 50 g air. Bila ke dalam sejumlah air ditambahkan gula terus menerus. Penambahan  gula yang melebihi batas kelarutannya akan diendapkan di dasar wadah. misalnya kurang dari 0. hanya gas dalam cairan. Contohnya air dan minyak.

dan kerapatan (BJ) = L. 1 ppm = [1 mg zat terlarut] : 1 L larutan Atau 6 ppm = [berat zat terlarut : berat larutan] x 10 Hubungan ppm dengan satuan lain: a. Jika w gram senyawa asam-basa dilarutkan dalam V mL larutan. maka: dimana : BE = Berat ekivalen BM = Berat molekul a = valensi (banyaknya ion dalam larutan). Hubungan nonnalitas (N) dengan larutan yang mempunyai konsentrasi K %. Jika w gram zat terlarut dilarutkan dalam p gram pelarut. cair atau padat.85 g NaCl dalam 250 g air. Satuan konsentrasi nonnalitas sering digunakan untuk analisa volumetri terutama dalam reaksi-reaksi asam-basa dan oksidasi-reduksi (redoks). berlaku : . Hitung kemolalan larutan NaCl (BM = 58. untuk : asam = banyaknya ion H+ basa = banyaknya ion OH redoks = banyaknya elektron yang dilepaskan atau diterima pada 1 mol senyawa. berlaku : XA + X B = 1 Persen mol = fraksi mol x 100% Normalitas (N) Normalitas adalah jumlah gram ekivalen (grek) zat terlarut dalam satu liter larutan. maka fraksi mol (X) masing-masing zat dirumuskan: Hubungan fraksi mol kedua zat dalam larutan. Jawab :  Fraksi mol (X) Fraksi mol adalah perbandingan jumlah mol zat terlarut terhadap jumlah mol seluruh zat dalam larutan. Contoh: 25 mL asam asetat dilarutkan dalam air sampai volumenya 250 mL. dan n2mol zat B. Satuan molal tidak tergantung pada suhu dan biasanya digunakan untuk menyatakan banyaknya partikel zat terlarut dalam sejumlah tertentu pelarut.05 mg] : [0.2 mg/l = 0. ppm dengan berat per volume 1 ppm = 1mg/L b.5) yang dibuat dengan melarutkan 5. . Hitung % (v/v) asam asetat? Bagian per Sejuta (bpj atau ppm) Bagian per sejuta (bpj) atau parts per million (ppm) adalah sat: bagian zat terlarut dalam satu juta bagian larutan. Hitung % b/v NaOH ? Jawab: Persen Volume(% volume/volume) Persen volumeadalahjumlah volume (mL) zat terlarut dalam 100 mL larutan. Persen volume biasanya digunakanuntuk menyatakan kadar komponen berupa zat cair atau gas. dirumuskan : mol zat terlarut m= [mol zat terlarut] : kg pelarut atau m = [w] : [BM] x [1000] : [p] Contoh : b.dibuat dengan melarutkan 20 g NaOH dalam air sampai volumenya 500 mL.05 mg ] : [250 ml] = [0. ppm dengan berat per berat 1 ppm = 1 mg/kg Contoh 2.25 l] = 0. Nyatakan kadar tersebut dalam ppm ? Jawab: Kadar Fe = [0.5 : Kadar zat besi (Fe) dalam 250 ml air minum adalah 0. Jika dalam larutan terdapat nl mol zat A. Satuan ppm sering dipakai untuk menyatakan konsentrasi zat yang sangat kecil dalam larutan gas.05 mg.Contoh : Suatu larutan. maka kemolalan (m) larutan.2 ppm Molalitas (m) Molalitas adalahjumlah mol zat terlarut dalam 1000 g (1 kg) pelarut.

5 L.9 % (b/v)..1]:[1]} x 2 = 0.... maka untuk mempermudah perhitungan biasanya digunakan milieqivalen (1 Eq = 1000 mEq). Persen Miligram (% mg) Di dalam laboratorium klinik dan ilmu-ilmu biologi seringkali dalam perhitungan digunakan satuan konsentrasi persen berat per volume seperti yang telah dibahas...... Na = I moNa =23 g 2+ 2+ 1 Eq. Jawab: b.1 x 0... Contoh: + Cuplikan darah mengandung 3..1 M. Mg =1/2mol Mg = 12 g 1 Eq. Hitung Nonnalitas dari larutan HCI pekat (37 %)..18 g/mL. Jawab : Molaritas (M) Molaritas adalah banyaknya mol zat terlarut dalam satu liter larutan..9 mEq K = 0.0 g NaCl..2 Osm b.1g + + 3. Jawab:. n = 3 untuk CaCl2 Selain satuan osmolar juga sering dinyatakan sebagai miliosmol (1Osm = 1000 mOsm)..... jika 10 mL darah mengandung 0... Jawab: Ekivalen (Eq) Satuan ini digunakan untuk menyatakan komponen ionik dalam darah dengan muatan ionnya.. Jawab : Osmolaritas NaCl = {[0. Jika w gram solut (zat terlarut) dilarutkan dalam V ml larutan. Hitung banyaknya gram NaOH yang harus dilarutkan ke dalam air sampai volumenya 0.1 N.25 mg K+. iso-osmotik atau hiper-osmotik. misalnya n = I untuk glukosa.. Satuan ini biasanya dinyatakan sebagai banyaknya mol partikel terlarut per liter larutan yang menyebabkan tekanan osmotik.10 : Hitung konsentrasi K+ dalam % mg. Hitung molaritas larutan.42 g sukrosa (BM = 342) dilarutkan dalam air menghasilkan 250 mL larutan. Pengetahuan kadar osmolar berguna bagi dokter terutama untuk mengetahuiapakah suatu larutan bersifat hipo-osmotik.. berarti dalam 100 mL larutan terdapat 0.9 mEq ion K ......15249 g K = 152. Persen mligram (% mg) = {[mg zat terlarut] : [ml larutan]} x 100% Contoh 2.0039 = 0.9 g NaCl atau dalam 1 L (1000 mL) terdapat 9.. Jawab: + I Eq K = 39. Dalam larutan ideal. Hitung keosmolaran 1 L NaCI o.5]}x 2 = 0.. 1 Eq = 1 mol muatan (+ atau-) + + 1 Eq... Hitung miliosmol NaCl 0. maka: Contoh : 3. Contoh : a. agar diperoleh larutan NaOH 0.Contoh : a.9 % (b/v) ? Jawab: NaCI 0.0039 Eq K + + = 39. Persen miligram digunakan untuk menyatakan kadar miligram zat terlarut dalam 100 mL larutan. dengan kerapatan 1. Keosmolaran NaCl ={[9]:[58. HCO3 = 1 mol HCO3 = 61 g Karena konsentrasi ion dalam darah sangat kecil.308 Osm = 308 mOsm Larutan ideal .. Hitung berapa mg ion K+. n = 2 untuk NaCl. Satuan Konsentrasi dalam Bidang Kedokteran dan ilmu Biologi 1.5 mg K Keosmolaran atau Osmolaritas (Osm) Kadar osmolar digunakan untuk menyatakan partikel yang aktif secara osmotik..

71 2.uap A.  Sifat ini hanya bergantung pada jumlah mol zat terlarut yang ada dan tidak bergantung pada ukuran ataupun BM zat terlarut. Penurunan tekanan uap  Larutan dari pelarut A dan zat terlarut B misalnya urea dalam air.   Cat :Hukum Raoult hanya berlaku pada larutan encer Sifat Koligatif  Koligatif atau kumpulan berupa sekumpulan sifat-sifat umum yang dimiliki larutan encer.Larutan ideal adalah larutan yang tidak mengalami perubahan sifat komponen (selain pengenceran) ketika zat-zat bercampur menjadi larutan. Tekanan uap parsial masing-masing komponen dalam larutan lebih kecil daripada tekanan uap murninya. kenaikan titik didih.82 5. hingga tekanan uap parsialnya sebanding dengan fraksi molnya. XB= Penurunan tekanan uap relatif Kenaikan Titik Didih  Titik didih normal adalah temperatur dimana tekanan uap cairan menjadi sama dengan tekanan luar yaitu 760 mmHg (sistem terbuka).5 0.7 -94. maka masing-masing cairan akan menguap sehingga tekanan uap larutannya sama dengan jumlah tekanan uap parsialnya. disebut larutan tidak ideal (nyata. Titik didih yang mengandung zat terlarut dari pelarut murninya melihat bahwa zat terlarut mengalami penurunan tekanan uap pelarut.  PA = XA PA˚  Bila zat terlarut bersifat mudah menguap sehingga tekanan uap dapat diukur : PB = XB PB˚  Bila diasumsikan bahwa sistem hanya mengandung 2 komponen (A dan B) maka tekanan uap total (P).86 . Pengenceran tidak mengalami perubahan panas Volume akhir  Adalah jumlah dari masing-masing konstituen (tidak mengalami penyusutan atau pemuaian). Hukum Raoult  Tekanan uap (escaping tendency) keluar dari larutan sehingga menghasilkan gaya-gaya yang terjadi.1 100.12 1.  Larutan ideal adalah semua gaya intermolekul baik gaya intermolekul pada mol sejenis (solut-solut) atau pada mol yang tidak sejenis (solut-solvent) sama.0 Kd 2.m  ∆Tb = penurunan titik beku Kb = tetapan krioskopi  Tetapan ebulioskopi dan krioskopi beberapa pelarut Zat Asam asetat Aseton Benzen Air Td 118.  ∆td = T .93 1. real).P A = X B P A˚ ∆P = XB PA˚ → ∆P / PA˚ = XB tekanan uap yang disebabkan oleh zat terlarut non volatil.40 5.9 2. P = PA + PB (Hukum Dalton) P = XA PA˚ + XB PB˚ Hukum Raoult  Bila dua cairan dicampur membentuk larutan ideal. penurunan titik beku. (c) Larutan A dan B dengan uap A dan B.T˚ ∆T = P˚ . Misalnya 100 ml MeOH ditambahkan 100 EtOH menghasilkan 200 ml larutan dan tidak mengalami perubahan panas. Masing-masing komponen sifatnya tetap seperti semula. Jika dalam larutan encer dapat memenuhi hukum Raoult : P A = X A P A˚ XA = 1 – XB PA = (1 – XB) PA˚ P A˚ .  Sifat-sifat umum dari sifat koligatif larutan adalah Penurunan tekanan uap.  Tahun 1880 Raoult mengatakan bahwa tekanan uap pelarut (PA) pada permukaan larutan besarnya sama dengan hasilkali tekanan uap pelarut murni (PA˚) dengan fraksi mol pelarut tersebut didalam larutan (XA). dan tekanan osmosis. karena pada permukaan larutan terdapat dua zat yang saling berinteraksi sehingga kecenderungan tiap komponen untuk menguap berkurang.  Gambar Kesetimbangan cairan-uap : (a) Cairan A .0 56 80.51 Zat Tb 16.  Tapi 100 ml dilarutkan dalam 100 ml H2SO4 menghasilkan 180 ml larutan dan mengalami peningkatan panas.53 0. (b) Cairaan B -uap B.00 Kb 3.P  Perbandingan kenaikan titik didih dengan penurunan tekanan uap ∆Td/ ∆P = K atau ∆Td = K ∆P  Dalam larutan encer ∆Td = Kdm Keterangan  ∆ Td = kenaikan titik didih Kd = tetapan ebulioskopi yang khas untuk setiap pelarut m = molalitas Penurunan Titik Beku  ∆Tb =Kb.

Sewaktu menyelam kelarutan gas N2 dan O2 meningkat akibat tekanan yang tinggi.  Π = gaya / luas  Ahg   Ket : A π = tekanan osmosis h = tinggi cair dalam medium ρ = massa jenis larutan (untuk larutan encer sama dengan 1 gram /cm3) g = konstanta gravitasi Hukum tekanan osmosis berupa termodinamik Ha dan percobaan.Tekanan Osmotik  Osmosis adalah suatu proses spontan dimana pelarut dari sebuah larutan atau bisa juga disebut pelarut murni mengalir melalui membran semipermeabel ke larutan lain yang lebih pekat. Tetapi kelarutan gas selalu bertambah dengan bertambahnya tekanan. Bahkan ada zat yang hampir tidak dipengaruhi oleh suhu seperti natrium klorida.  Membran Semipermeabel adalah suatu membran yang dapat dilalui molekul-molekul pada pelarut tetapi tidak dapat dilalui molekulmolekul zat terlarut.  "Kelarutan suatu gas dalam larutan cair. Dari kurva terlihat bahwa perubahan kelarutan dengan berubah-ubahnya suhu untuk berbagai zat adalah tidak sama. berapa kelarutannya bila tekanan parsial di atas air 800 mmHg ?  Jawab: . Gejala ini sering disebut sebagai "penyakit dekompresi" atau "the bends". Secara matematis ditulis Cg=kgPg dimana : Cg=Konsentrasi atau kelarutan gas dalam cairan kg =Tetapan henry Pg =Tekanan parsial gas  Contoh : -2  Gas oksigen dikumpulkan dari dalam air pada 25°C dan tekanan total 760 mmHg akan larut 3. Jika diketahui tekanan uap air pada suhu 25°C adalah 24 mmHg. Suatu minuman yang mengandung karbonat. tetapi ketika keluar ke~perinukaan secam mendadak gas-gas tersebut akan dilepaskan dalam bentuk gelembung udara melalui pembulu darah. Tetapi pada umumnya kelarutan zat padat dalam cairan bertambah dengan naiknya suhu. Ini menunjukkan kelarutan CO2 turun dengan turunnya tekanan.  Pada gambar dicantumkan kelarutan beberapa zat dalam gram zat terlarut per 100g air.  Tekanan osmosis berbanding lurus dengan suhu absolutnya  π / T = konstanta  Tekanan osmosis suatu larutan berbanding lurus dengan konsentrasi zat terlarut dinyatakan dalam molar  π / μ = konstan  Larutan non elektrolit encer yang mempunyai konsentrasi molar yang sama akan memiliki tekanan osmosis (isotonis) yang sama bila suhu konstan Hal-hal yang mempengaruhi kelarutan Pengaruh Suhu  Pengaruh kenaikan suhu pada kelarutan zat berbeda-beda antara yang satu dengan lainnya.  Secara kuantitatif pengaruh tekanan pada kelarutan gas dinyatakan oleh William Henry (1804). dibotolkan dengan tekanan tinggi dibawah 3 .4 atm supaya CO2 yang larut didalamnya besar. karena kebanyakan proses pembentukan larutannya bersifat endoterm. berbanding lurus dengan tekanan gas di atas larutan tersebut. Jika tutup botol dibuka. sampai kedua larutan tadi sama dengan konsentrasinya. Hal yang sama terjadi pada seorang penyelam yang terlalu cepat naik ke permukaan. Sebagai perkecualian ada beberapa zat yang kelarutannya menurun dengan naiknya suhu seperti Asam salisilat. Keadaan ini sangat menyakitkan dan dapat mengakibatkan kematian. Pengaruh Tekanan  Perubahan tekanan mempunyai pengaruh yang kecil terhadap kelarutan suatu zat cair atau zat padat dalam pelarut cair. yang dikenal dengan Hukum Henry. serium sulfat dan natrium sulfat karena proses pelarutannya bersifat eksoterm. dialurkan terhadap suhu. tekanan di dalam botol turun sampai I atm dan gelembung CO2 lepas.93 x 10 g/L.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful