Etika, Moraldan Akhlak

TIM PENYUSUN

1. Ketua 2. Wakil Ketua 3. Sekretaris 4. Co. Searching 5. Editor 6. Design 7. Finishing

: Ayu Perwitasari : Izah Azizah : Alien Maulani : Tri Haryadi : Khoeroh Rizkiyah Putri Widiastuti : Nana Kurnia : Heris Sundoro Nahari Sopiah

(11080788) (11080789) (11080785) (11080784) (11080786) (11080781) (11080783) (11080787) (11080782)

PenerapanEtika, Moraldan Akhlakdalam Kehidupan

1

Etika, Moraldan Akhlak

KATA PENGANTAR
Alhamdulillah, kami panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Berkat rahmatnya, kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah dengan tema “Etika, Moral dan Akhlak”. Dan makalah ini kami berijudul “Penerapan Etika, Moral dan Akhlak dalam Kehidupan”. Makalah ini berisi tentang tata cara penerapan etika dan moral pada umumnya, dan akhlak pada khususnya. Dengan bahasa yang singkat, padat, dan mudah dimengerti didasarkan pada dalil-dalil yang relevan. Makalah ini kami lengkapi dengan pendahuluan sebagai pembuka yang menjelaskan latar belakang dan tujuan pembuatan makalah. Pembahasan yang menjelaskan pengertian dan penerapan etika, moral dan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Penutup yang berisi tentang kesimpulan yang menjelaskan secara singkat isi dari makalah kami. Makalah ini juga kami lengkapi dengan daftar pustaka yang menjelaskan sumber dan referensi bahan dalam penyusunan. Kami menyadari bahwa makalah ini masih belum sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran dari pembaca demi perbaikan makalah ini akan kami terima dengan senang hati. Akhir kata semoga keberadaan makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak baik yang menyusun maupun yang membaca. Jakarta, Mei 2009 Penyusun

PenerapanEtika, Moraldan Akhlakdalam Kehidupan

2

Etika, Moraldan Akhlak

DAFTAR ISI
TIM PENYUSUN .............................................................................................................. 1 KATA PENGANTAR .......................................................................................................... 2 DAFTAR ISI .................................................................................................................... 3 BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................................... 4 1. Latar Belakang .................................................................................................... 4 2. Tujuan ................................................................................................................ 4 BAB II PEMBAHASAN ................................................................................................................. 5 A. ETIKA ................................................................................................................. 5 B. MORAL .............................................................................................................. 29 C. AKHLAK ............................................................................................................. 30 D. PERBEDAAN ETIKA, MORAL DAN AKHLAK ............................................................ 33 BAB III PENUTUP ...................................................................................................................... 34 DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................... 35

ooOoo

PenerapanEtika, Moraldan Akhlakdalam Kehidupan

3

Moral dan Akhlak dalam Kehidupan” karena judul ini kami rasa cukup untuk menggambarkan fenomena tersebut diatas sesuai dengan isi makalah ini. Moraldan Akhlak BAB I PENDAHULUAN Islam merupakan agama yang santun karena dalam islam sangat menjunjung tinggi pentingnya etika. b Latar Belakang Pembuatan makalah ♦ Makalah ini kami buat untuk melengkapi uji kompetensi kami dalam mata kuliah agama islam. Rasulullah saw bersabda: " Sesungguhnya hamba yang paling dicintai Allah ialah yang paling baik akhlaknya". karakter manusia yang baik maupun yang buruk dalam hubungannya dengan Khaliq atau dengan sesama makhluk. Tujuan a Tujuan Umum ♦ Diharapkan baik penyusun maupun pembaca dapat lebih memahami dan menerapkan perihal Etika. moral dan akhlak bangsa saat ini terutama remajanya sangat memprihatinkan sehingga kami memfokuskan untuk membahas secara mendalam tentang realistis akhlak yang menjadi fenomena dikalangan remaja bangsa kita pada umumnya sesuai dengan norma agama islam pada khususnya. Moral dan Akhlak dalam kehidupan sehari-hari. perangai. moral dan akhlak kami akan menjelaskan terlebih dahulu mengenai latar belakang dan tujuan pembuatan makalah ini 1 Latar Belakang a Latar Belakang Pemilihan Judul ♦ Kami menyadari bahwa etika. jurusan Komputerisasi Akuntansi Bina Sarana Informatika tahun 2009. Sehingga baik penyusun maupun pembaca dapat menjadi contoh yang baik bagi lingkungannya. Akhlak adalah hal yang terpenting dalam kehidupan manusia karena akhlak mencakup segala pengertian tingkah laku. Makalah ini kami beri judul “Penerapan Etika. moral dan akhlak. Moraldan Akhlakdalam Kehidupan 4 . Namun sebelum kami memaparkan secara lebih detail mengenai etika. 2 PenerapanEtika. moral dan akhlak. b Tujuan Khusus ♦ Melengkapi uji kompentensi mata kuliah Agama Islam. Pada makalah ini kami akan memaparkan pengertian secara umum etika.Etika. tabi'at.

(HR. Karena Allah telah berfirman tentang orangorang yang memperolok-olokan shahabat Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam . ▪ Berbaik sangka kepada orang yang berbeda pendapat denganmu dan tidak menuduh buruk niatnya. Berlapang dada di dalam menerima kritikan yang ditujukan kepada anda atau catatan-catatang yang dialamatkan kepada anda. (An-Nisa: 59). Etika Bercanda ▪ Hendaknya percandaan tidak mengandung nama Allah. yang ahli baca al-Qur`an yang artimya: "Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan).Etika. Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Celakalah bagi orang yang berbicara lalu berdusta supaya dengannya orang banyak jadi tertawa. Ahmad dan dinilai hasan oleh Al-Albani). Sunnah rasul-Nya atau syi`ar-syi`ar Islam. (At-Taubah: 65-66). Moraldan Akhlakdalam Kehidupan 5 . Celakalah baginya dan celakalah". Sedangkan dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia. ”ethos” yang berarti watak kesusilaan atau adat. Katakanlah: "Apakah dengan Allah. ▪ Berusaha sebisa mungkin untuk tidak mudah menyalahkan orang lain. tentulah mereka menjawab: "Sesungguh-nya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja". Karena Allah Subhaanahu wa Ta'ala telah berfirman yang artinya: "Dan jika kamu berselisih pendapat tentang sesuatu maka kembalikanlah ia kepada Allah (Kitab) dan Rasul". 2. ▪ Hendaknya percandaan itu adalah benar tidak mengandung dusta. yaitu dengan cara menafsirkan pendapat yang keluar dari lawan atau yang dinisbatkan kepadanya dengan tafsiran yang baik. Tidak usah kamu minta ma`af. Pengertian Dari segi etimologi (ilmu asal usul kata). ▪ Juga menghindari sikap show (ingin tampil) dan membela diri dan nafsu. ayat-ayat-Nya. bantahmembantah dan kasar menghadapi lawan. Moraldan Akhlak BAB II PEMBAHASAN A. ▪ Hendaknya percandaan tidak mengandung unsur menyakiti perasaan salah seorang di antara manusia. b. Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: PenerapanEtika. karena kamu kafir sesudah beriman". mencela dan menganggapnya cacat. ▪ Sebisa mungkin berusaha untuk tidak memperuncing perselisihan. ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?". ▪ Dan hendaknya pecanda tidak mengada-ada cerita-cerita khayalan supaya orang lain tertawa. Etika Dalam Penerapan Kehidupan Sehari-Hari a. kecuali sesudah penelitian yang dalam dan difikirkan secara matang. ▪ Sedapat mungkin menghindari permasalahan-permasalahan khilafiyah dan fitnah. Etika menurut filasafat dapat disebut sebagai ilmu yang menyelidiki mana yang baik dan mana yang buruk dengan memperhatikan amal perbuatan manusia sejauh yang dapat diketahui oleh akal pikiran. etika berasal dari bahasa yunani. ▪ Berpegang teguh dengan etika berdialog dan menghindari perdebatan. etika adalah ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak (moral). Etika Berbeda Pendapat ▪ Ikhlas dan mencari yang haq serta melepaskan diri dari nafsu di saat berbeda pendapat. Etika 1. ▪ Mengembalikan perkara yang diperselisihkan kepada Kitab Al-Qur'an dan Sunnah.

sombong itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‫ل يدخل الجنة من كان في قلبه مثقال ذرة من كبر‬ ‫قال رج 4 إن الرجل يح / أن يكون ثوبه حس 'ا ونعله‬ ‫ن‬ ‫ب‬ ‫ل‬ ‫حسنة قال إن الله جمي 4 يح / الجمال الكبر بطر الح 9 وغمط الناس‬ ‫ق‬ ‫ل ب‬ ' “Tidak akan masuk jannah (surga) barang siapa di dalam hatinya terdapat setitik kesombongan. atau terhadap orang yang tidak bisa bercanda atau tidak dapat menerimanya. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: “Janganlah kamu bersahabat kecuali dengan seorang mu`min. masing-masing menurut apa yang sepantasnya. ▪ Jangan hanya mengundang orang-orang kaya untuk jamuan dengan mengabaikan orang-orang fakir. c. PenerapanEtika. kenalilah keadaan dan kondisi mereka.” Maka Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah itu indah menyukai keindahan. Berbaik sangkalah kepada orang lain dan jangan memata-matai mereka. dan jangan memakan makananmu kecuali orang yang bertaqwa”. dan jika ia telah mengambil tongkat temannya. ▪ ▪ ▪ ▪ d. Ahmad dan Abu Daud. Moraldan Akhlak ▪ ▪ "Janganlah seorang di antara kamu mengambil barang temannya apakah itu hanya canda atau sungguh-sungguh. atau terhadap perempuan yang bukan mahrammu. lalu pergaulilah mereka.” Bermuka manis dan senyumlah bila anda bertemu orang lain. Etika Bergaul dengan orang lain ▪ Hormati perasaan orang lain. (HR. (HR. ▪ Jaga dan perhatikanlah kondisi orang. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: “Seburuk-buruk makanan adalah makanan pengantinan (walimah). Bercanda tidak boleh dilakukan terhadap orang yang lebih tua darimu. dan tahanlah rasa benci terhadap mereka. sandal yang bagus. kenalilah karakter dan akhlaq mereka. Ahmad dan dinilai hasan oleh Al-Albani). ▪ Bersikap tawadhu'lah kepada orang lain dan jangan merasa lebih tinggi atau takabbur dan bersikap angkuh terhadap mereka. Hendaknya anda tidak memperbanyak canda hingga menjadi tabiatmu. ▪ Perhatikanlah mereka. dan jatuhlah wibawamu dan akibatnya kamu mudah dipermainkan oleh orang lain. dan tanyakanlah keadaan mereka. Berbicaralah kepada mereka sesuai dengan kemampuan akal mereka. dinilai hasan oleh Al-Albani). maka ia harus mengembalikannya kepadanya". Dengarkanlah pembicaraan mereka dan hindarilah perdebatan dan bantahmembantah dengan mereka. Ada seseorang yang berkata: “Sesungguhnya orang itu menyukai pakaian yang bagus. Moraldan Akhlakdalam Kehidupan 6 . Etika Bertamu (1) Untuk orang yang mengundang: ▪ Hendaknya mengundang orang-orang yang bertaqwa. tidak mencoba menghina atau menilai mereka cacat. ▪ Mendudukkan orang lain pada kedudukannya dan masing-masing dari mereka diberi hak dan dihargai.Etika. Mema`afkan kekeliruan mereka dan jangan mencari-cari kesalahankesalahannya. karena yang diundang hanya orang-orang kaya tanpa orang-orang faqir.” (Muttafaq’ alaih). bukan orang yang fasiq.

belas kasihilah mereka. Di dalam hadits Anas Radhiallaahu anhu ia menuturkan: “Pada suatu ketika kami ada di sisi Umar. Abu Daud. Al-Bukhari) Jangan anda membebani tamu untuk membantumu. tetapi tampakkanlah kegembiraan dengan kahadirannya.Etika. Dan di antara do`a yang ma’tsur adalah : “Orang yang berpuasa telah berbuka puasa padamu. karena hadits yang bersumber dari Jabir Shallallaahu alaihi wa Sallam menyebutkan bahwasanya Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam telah bersabda:”Barangsiapa yang diundang untuk jamuan sedangkan ia berpuasa. Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Al-Albani). Disunnatkan mengantar tamu hingga di luar pintu rumah. Jangan tergesa-gesa untuk mengangkat makanan (hida-ngan) sebelum tamu selesai menikmati jamuan. ampunilah mereka. karena yang demikian itu berarti menghormatinya.” (An Nuur: 27) ▪ Hendaknya memenuhi undangan dan tidak terlambat darinya kecuali ada udzur. Ini menunjukkan penerimaan tamu yang baik dan penuh perhatian. ▪ Jangan terlalu lama menunggu di saat bertamu karena ini memberatkan yang punya rumah juga jangan tergesa-gesa datang karena membuat yang punya rumah kaget sebelum semuanya siap. akan tetapi niat untuk mengikuti sunnah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam dan membahagiakan teman-teman sahabat. Jika ia suka makanlah dan jika tidak. ▪ Jangan tidak hadir sekalipun karena sedang berpuasa. tetapi hadirlah pada waktunya. ▪ Hendaknya tidak membedakan antara undangan orang fakir dengan undangan orang yang kaya. bermuka manis dan berbicara ramah. maka ia berkata: “Kami dilarang memaksa diri” (membuat diri sendiri repot). karena hadits Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam mengatakan: “Barangsiapa yang diundang kepada walimah atau yang serupa. Yang demikian itu lebih baik bagi kalian. berilah makan PenerapanEtika. tidaklah mengapa. Moraldan Akhlakdalam Kehidupan 7 . ▪ Hendaknya mendo`akan untuk orang yang mengundangnya seusai menyantap hidangannya. Ya Allah. ▪ ▪ ▪ ▪ ▪ (2) Bagi tamu :  Allah subhanahu wata’ala berfirman: ‫ي ا أ / ه ا ا ل ذين آم ن وا لا ت دخلوا بيو ت'ا غ ي ر ب ي وتكم ح ت ى تستأن س وا‬ ‫ي‬ (٢٧ :‫وتس9موا على أهلها ذلكم خي 4 لكم لعلكم تذكرون )النور‬ ‫ر‬ ‫ل‬ “Hai orang-orang yang beriman. Tidak memaksa-maksakan diri untuk mengundang tamu. janganlah kalian memasuki rumah-rumah selain rumah kalian sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Jangan kamu menampakkan kejemuan terhadap tamumu. “Ya Allah. karena hal ini bertentangan dengan kewibawaan.” (HR. Moraldan Akhlak ▪ Undangan jamuan hendaknya tidak diniatkan berbangga-bangga dan berfoyafoya. Muslim). (HR. ▪ Bertamu tidak boleh lebih dari tiga hari. Hendaklah segera menghidangkan makanan untuk tamu. ▪ Hendaknya pulang dengan hati lapang dan memaafkan kekurang apa saja yang terjadi pada tuan rumah. kecuali kalau tuan rumah memaksa untuk tinggal lebih dari itu. (HR. dishahihkan Al-Albani). agar kalian (selalu) ingat. berkahilah bagi mereka apa yang telah Engkau karunia-kan kepada mereka. maka hendaklah ia menghadirinya. karena tidak memenuhi undangan orang faqir itu merupakan pukulan (cambuk) terhadap perasaannya. dan orang-orang yang baik telah memakan makananmu dan para malaikan telah bershalawat untukmu”. hendaklah ia memenuhinya”. (HR.

(HR. Moraldan Akhlak orang yang telah memberi kami makan. berdasarkan hadits yang bersumber dari al-Mughirah bin Syu`bah Radhiallaahu 'anhu disebutkan " Bahwasanya Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam apabila pergi untuk buang air (hajat) maka beliau menjauh". ▪ Dilarang menghadap atau membelakangi kiblat. dan di situ setan berkumpul dan demi untuk memelihara nama Allah dari penghinaan dan tindakan meremehkannya. Abu Daud dan At-Turmudzi. Di dalam hadits yang bersumber dari Anas Radhiallaahu 'anhu ia menuturkan: "Biasanya apabila Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam hendak membuang hajatnya tidak mengangkat (meninggikan) kainnya sehingga sudah dekat ke tanah. yaitu aliran air. maka jangan kamu percaya. ▪ Karena tempat buang air (WC dan yang serupa) merupakan tempat kotoran dan hal-hal yang najis. (Diriwayatkan oleh empat Imam dan dinilai shahih oleh Al-Albani). (Muttafaq'alaih). maka boleh menghadap ke arah kiblat. Pada dasarnya buang air kecil itu di lakukan sambil duduk. Etika Buang Hajat ▪ Segera membuang hajat. ▪ Tidak membawa sesuatu yang mengandung penyebutan Allah kecuali karena terpaksa. Akan tetapi menghadaplah ke arah timur atau ke arah barat"." (Muttafaq'alaih). ▪ Tidak mengangkat pakaian sehingga sudah dekat ke tanah. ▪ Adapun jika di dalam ruang (WC) atau adanya pelindung / penghalang yang membatasi antara si pembuang hajat dengan kiblat. karena hadits yang bersumber dari Abi Qatadah Radhiallaahu 'anhu menyebutkan bahwasanya Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jangan sekali-kali seorang diantara kamu memegang dzakar (kemaluan)nya dengan tangan kanannya di saat ia kencing. ▪ Menjauh dari pandangan manusia di saat buang air (hajat). dan jangan pula bersuci dari buang air dengan tangan kanannya. ▪ Dianjurkan kencing dalam keadaan duduk. berdasar-kan hadits yang bersumber dari Abi Ayyub Al-Anshari Shallallaahu 'alaihi wa salam menyebutkan bahwasanya Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: "Apabila kamu telah tiba di tempat buang air. (HR. berdasarkan hadits `Aisyah Radhiallaahu 'anha yang berkata: “Siapa yang telah memberitakan kepada kamu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam kencing sambil berdiri. ▪ Menghindari tiga tempat terlarang. yang demikian itu supaya aurat tidak kelihatan. Sebab ada hadits dari Mu`adz bin Jabal Radhiallaahu 'anhu yang menyatakan demikian. apakah itu untuk buang air kecil ataupun air besar. jalan-jalan manusia dan tempat berteduh mereka. e. dinilai shahih oleh Albani). tetapi boleh jika sambil berdiri.(Muttafaq'alaih). dan berilah minum orang yang memberi kami minum”. karena hal tersebut berguna bagi agamanya dan bagi kesehatan jasmani. PenerapanEtika. ▪ Makruh mencuci kotoran dengan tangan kanan.Etika. maka janganlah kamu menghadap kiblat dan jangan pula membelakanginya. ▪ Dilarang kencing di air yang tergenang (tidak mengalir). ▪ Apabila seseorang merasa akan buang air maka hendaknya bersegera melakukannya. Moraldan Akhlakdalam Kehidupan 8 . An-Nasa`i dan dinilai shahih oleh Al-Albani). Ketentuan di atas berlaku apabila di ruang terbuka saja. sebab Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam tidak pernah kencing kecuali sambil duduk. karena hadits yang bersumber dari Abu Hurairah Radhiallaahu 'anhu bahwasanya Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Jangan sekali-kali seorang diantara kamu buang air kecil di air yang menggenang yang tidak mengalir kemudian ia mandi di situ".

Sesungguhnya Allah Yang Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. aku berlindung kepada-Mu dari pada syetan jantan dan setan betina". Lalu orang itu memberi salam (kepada Nabi)." (An-Nur: 30-31). Di dalam hadis yang bersumber dari Abu Hurairah ra. (Luqman: 18). Muslim). diriwayatkan bahwasanya "Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam menunaikan hajatnya (buang air) kemudian bersuci dari air yang berada pada sebejana kecil. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri"... Allah Subhaanahu wa Ta'ala berfirman yang artinya: "Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. maka akupun menjauh daripadanya. Dari Anas bin Malik Radhiallaahu 'anhu diriwayatkan bahwa ia berkata: "Adalah Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam apabila masuk ke WC mengucapkan : "Allaahumma inni a'udzubika minal khubusi wal khabaaits" "Ya Allah.. (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah). berdasarkan hadits yang bersumber dari Ibnu Umar Shallallaahu 'alaihi wa sallam diriwayatkan: "Bahwa sesungguhnya ada seorang lelaki lewat. dan disunnatkan bersuci dengan jumlah ganjil.Etika. Dan Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam juga bersabda: " Barangsiapa yang bersuci menggunakan batu (istijmar). Makruh bersuci (istijmar) dengan mengunakan tulang dan kotoran hewan. ▪ ▪ ▪ ▪ f. baik bagi laki-laki maupun perempuan. ia berkata: "Aku pernah bersama Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam (di suatu perjalanan) dan ketika sampai di tempat pembuangan sampah suatu kaum beliau buang air kecil sambil berdiri. (HR. mendahulukan kaki kanan sambil mengucapkan : "Ghufraanaka" (ampunan-Mu ya Allah). yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Disunnatkan masuk ke WC dengan mendahulukan kaki kiri dan keluar dengan kaki kanan berbarengan dengan dzikirnya masing-masing. Moraldan Akhlakdalam Kehidupan 9 . maka hendaklah diganjilkan”. tidak berlagak sombong di saat berjalan atau mengangkat kepala karena sombong atau mengalihkan wajah dari orang lain karena takabbur. Hal itu karena ada hadits yang bersumber dari Hudzaifah. (HR. Makruh berbicara di saat buang hajat kecuali darurat. Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya. lalu menggosokkan tangannya ke tanah. Dan apabila keluar. atau beristinja dengan menggunakan kotoran hewan atau tulang. Moraldan Akhlak ▪ Sekalipun demikian seseorang dibolehkan kencing sambil berdiri dengan syarat badan dan pakaiannya aman dari percikan air kencingnya dan aman dari pandangan orang lain kepadanya. Mencuci kedua tangan sesudah menunaikan hajat. sedangkan Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam. Maka beliau bersabda: "Mendekatlah kemari". Allah Subhaanahu wa Ta'ala berfirman yang artinya: "Katakanlah kepada orang lakilaki beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya. ▪ Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ‫ والماش / على القاعد‬I ‫ي‬ ‫م الراكب على الماشي‬I ‫يسل‬ PenerapanEtika." (Muttafaq alaih). dan memelihara kemaluannya. ▪ Memelihara pandangan mata. Muslim). namun beliau tidak menjawabnya. dan memelihara kemaluannya. Maka aku mendekati beliau hingga aku berdiri di sisi kedua mata kakinya. Etika Di Jalan ▪ Berjalan dengan sikap wajar dan tawadlu. Lalu beliau berwudhu dan mengusap kedua khuf-nya. sedang buang air kecil. Di dalam hadits yang bersumber dari Salman Al-Farisi Radhiallaahu 'anhu disebutkan bahwasanya ia berkata: "Kami dilarang oleh Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam beristinja (bersuci) dengan menggunakan kurang dari tiga biji batu.

Di dalam hadits disebutkan: "Setiap persendian manusia mempunyai kewajiban sedekah. (Muttafaq alaih). dan menyerukan kepada seruan jahiliyah”. )متف 4 عليه‬ ‫ق‬ “Seseorang yang berkendaraan memberi salam kepada yang berjalan kaki. Ini hukumnya wajib. yang berjalan kaki memberi salam kepada yang duduk. yaitu tidak membuang kotoran. Karena Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam telah bersabda: “Bukan golongan kami orang yang memukul-mukul pipinya dan merobek-robek bajunya. dan jika sebaliknya. Abu Daud.. Ini juga wajib dilakukan oleh setiap muslim. kalain tidak layak memenuhi jalan. Perempuan hendaknya berjalan di pinggir jalan. Menjawab salam orang yang dikenal ataupun yang tidak dikenal. menolong dan membawanya di atas kendaraannya adalah sedekah atau mengangkatkan barang-barangnya ke atas kendaraannya adalah sedekah dan menunjukkan jalan adalah sedekah.diantaranya: menjawab salam". (HR. Menunjukkan orang yang tersesat (salah jalan). Semua itu tergolong di dalam tolong-menolong di dalam kebajikan. (Muttafaq alaih).. dan dinilai shahih oleh Al-Albani). Moraldan Akhlakdalam Kehidupan 1 .” (HR." (Muttafaq alaih). Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersada: “Barangsiapa yang menghadiri janazah hingga menshalatkannya. melapangkan jalan untuk orang lain dan memberikan kesempatan kepada orang lain untuk lewat. Tidak ngebut bila mengendarai mobil khususnya di jalan-jalan yang ramai dengan pejalan kaki. karena Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Ada lima perkara wajib bagi seorang muslim terhadap saudaranya.. maka baginya (pahala) sebesar qirath.Etika.dan disebutkan diantaranya: berbuat adil di antara manusia adalah sedekah. ▪ Disunatkan mengantar janazah hingga dikubur. (Muttafaq'alaih). masing-masing sesuai kemampuannya. memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan dan menegur orang yang berbuat keliru serta membela orang yang teraniaya. Beramar ma`ruf dan nahi munkar. Pada suatu ketika Nabi pernah melihat campur baurnya laki-laki dengan wanita di jalanan. Moraldan Akhlak (‫والقليل على الكثير. maka keburukan-lah yang kamu lepaskan dari pundak kamu”.." Di dalam suatu riwayat disebutkan: maka Allah memasukkannya ke surga". kelompok sedikit memberi salam kepada kelompok yang banyak.. dan barangsiapa PenerapanEtika. (HR. Menyingkirkan gangguan dari jalan. Ini merupakan sedekah yang karenanya seseorang bisa masuk surga. ▪ Tidak menangis dengan suara keras. Dari Abu Hurairah Radhiallaahu 'anhu diriwayatkan bahwasanya Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Ketika ada seseorang sedang berjalan di suatu jalan. maka ia bersabda kepada wanita: "Meminggirlah kalian. sisa makanan di jalan-jalan manusia.. Maka Allah bersyukur kepadanya dan mengampuni dosanya. Al Bukhari dan Muslim) Tidak mengganggu. ▪ ▪ ▪ ▪ ▪ ▪ ▪ g.. sebab jika amal-amalnya shalih. Abu Hurairah Radhiallaahu anhu di dalam haditsnya menyebutkan bahwasanya Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam telah bersabda: “Segeralah (di dalam mengurus) jenazah. Al-Bukhari). lalu orang itu menyingkirkannya. ia menemukan dahan berduri di jalan tersebut. Etika Jenazah dan Ta'ziah ▪ Segera merawat janazah dan mengebumikannya untuk meringankan beban keluarganya dan sebagai rasa belas kasih terhadap mereka. dan tidak buang air besar atau kecil di situ atau di tempat yang dijadikan tempat mereka bernaung. maka kebaikanlah yang kamu berikan kepadanya. hendaklah kalian menelusuri pinggir jalan. tidak meratapinya dan tidak merobekrobek baju.

Yang baik disini artinya adalah yang halal. Moraldan Akhlak ▪ ▪ ▪ ▪ yang menghadirinya hingga dikuburkan maka baginya dua qirath”. Al-Bukhari). ▪ Hendaklah makan dan minum yang kamu lakukan diniatkan agar bisa dapat beribadah kepada Allah. makanlah di antara rizki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu”. Allah Shallallaahu alaihi wa Sallam berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam telah bersabda: “Buatkanlah makanan untuk keluarga Ja`far. Dan di dalam haditsnya. Abu Hurairah Radhiallaahu anhu di dalam haditsnya menuturkan: “Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam sama sekali tidak pernah mencela makanan. (HR. Disunnatkan berta`ziah kepada keluarga korban dan menyarankan mereka untuk tetap sabar. Moraldan Akhlakdalam Kehidupan 1 . Etika Makan dan Minum ▪ Berupaya untuk mencari makanan yang halal. ▪ Hendaklah kamu puas dan rela dengan makanan dan minuman yang ada. Ibnu Umar Radhiallaahu anhu menuturkan: “Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam telah melarang dua tempat makan. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda:”Janganlah kamu mencaci-maki orangorang yang telah mati. yaitu duduk di meja tempat minum khamar dan makan sambil menyungkur”. dan segala sesuatu disisi-Nya sudah ditetapkan ajalnya. maka ia tinggalkan”.. hendaklah menyebut nama PenerapanEtika. dan janganlah kamu minum dengan menggunakan bejana terbuat dari emas dan perak. (HR. (Muttafaq’alaih). (Muttafaq’alaih). Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: “Apabila seorang diantara kamu makan. dan jangan sekali-kali mencelanya. dan mintakan kepada Allah agar ia diberi keteguhan.Etika. ▪ Hendaknya jangan makan sambil bersandar atau dalam keadaan menyungkur. dan begitu juga setelah makan untuk menghilangkan bekas makanan yang ada di tanganmu. (Muttafaq’alaih). maka berdiri di atasnya dan bersabda:”Mohonkan ampunan untuk saudaramu ini. Abu Daud. “Aku tidak makan sedangkan aku menyandar”. Ibnu Umar Radhiallaahu anhu pernah berkata: “Adalah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam apabila selesai mengubur janazah. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda. (HR. al-Bukhari). Nabi menjawab: “Seperti dua gunung yang sangat besar”.. Abu Daud dan dinilai hasan oleh Al-Albani). (Muttafaq’alaih). Di dalam hadits Hudzaifah dinyatakan di antaranya bahwa Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam telah bersabda: “. Apabila suka sesuatu ia makan dan jika tidak. karena mereka telah sampai kepada apa yang telah mereka perbuat”. Maka hendaklah kamu bersabar dan mengharap pahala dari-Nya”. (Al-Baqarah: 172). ▪ Hendaknya mencuci tangan sebelum makan jika tangan kamu kotor. (HR. h. dan jangan pula kamu makan dengan piring yang terbuat darinya. karena dia sekarang akan ditanya”. Disunatkan menghibur keluarga yang berduka dan memberikan makanan untuk mereka. Nabi ditanya: “Apa yang disebut dua qirath itu?”. ▪ Tidak makan dan minum dengan menggunakan bejana terbuat dari emas dan perak. dan mengatakan kepada mereka: “Sesungguhnya milik Allahlah apa yang telah Dia ambil dan milik-Nya jualah apa yang Dia berikan. ▪ Hendaknya memulai makanan dan minuman dengan membaca Bismillah dan diakhiri dengan Alhamdulillah. Memohonkan ampun untuk janazah setelah dikuburkan. agar kamu mendapat pahala dari makan dan minummu itu. (HR. karena mereka sedang ditimpa sesuatu yang membuat mereka sibuk”. Abu Daud dan dishahihkan oleh Albani). dishahihkan oleh Al-Albani). Memuji si mayit (janazah) dengan mengingat dan menyebut kebaikankebaikannya dan tidak mencoba untuk menjelek-jelekkannya. karena keduanya untuk mereka (orang kafir) di dunia dan untuk kita di akhirat kelak”.

(HR. atau kamu mendekatkan kepalamu kepada tempat makanan di saat makan. lalu makanlah ia dan jangan membiarkannya untuk syetan”. Muslim). sebutlah nama Allah dan makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah apa yang di depanmu.” (HR. Diriwayatkan dari Ka`ab bin Malik dari ayahnya. Karena Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: “Tiada tempat yang yang lebih buruk yang dipenuhi oleh seseorang daripada perutnya. karena di dalam hadits Anas disebutkan “Bahwa sesungguhnya Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam melarang minum sambil berdiri”. seperti mengirapkan tangan di bejana. (Muttafaq’alaih). Tidak meniup makan yang masih panas atau bernafas di saat minum. Hadits Ibnu Abbas menuturkan “Bahwasanya Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam melarang bernafas pada bejana minuman atau meniupnya”. Adapun mengakhirinya dengan Hamdalah. Muslim). Moraldan Akhlak ▪ ▪ ▪ ▪ ▪ ▪ ▪ ▪ ▪ ▪ Allah Subhanahu wa Ta'ala dan jika lupa menyebut nama Allah Subhanahu wa Ta'ala pada awalnya maka hendaknya mengatakan : Bismillahi awwalihi wa akhirihi”.” ‫و الصغير على الكبير‬ PenerapanEtika. Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani). ia menuturkan: “Adalah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam makan dengan tiga jari dan ia menjilatinya sebelum mengelapnya”. cukuplah bagi seseorang beberapa suap saja untuk menegakkan tulang punggungnya. (HR. Rasulllah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda Kepada Umar bin Salamah: “Wahai anak. karena hal tersebut dapat menyakiti perasaan mereka dan membuat mereka menjadi malu. Hendaknya pemilik makanan (tuan rumah) tidak melihat ke muka orang-orang yang sedang makan. Moraldan Akhlakdalam Kehidupan 1 . karena Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah sangat meridhai seorang hamba yang apabila telah makan suatu makanan ia memuji-Nya dan apabila minum minuman ia pun memuji-Nya”. jikapun terpaksa. (HR. Hendaknya makan dengan tangan kanan dan dimulai dari yang ada di depanmu. Jangan sekali-kali kamu melakukan perbuatan yang orang lain bisa merasa jijik. Disunnatkan makan dengan tiga jari dan menjilati jari-jari itu sesudahnya. kecuali jika udzur. namun seharusnya ia menundukkan pandangan matanya. (HR. i. berdasarkan hadits Ibnu Abbas beliau berkata. (HR. Jangan minum langsung dari bibir bejana. sepertiga untuk minu-mannya dan sepertiga lagi untuk bernafas”. Abu Daud dan dishahihkan oleh Al-Albani). Etika Memberi Salam  Dalam riwayat Al Bukhari disebutkan: “Yang lebih muda memberi salam kepada yang lebih tua. “Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam melarang minum dari bibir bejana wadah air. (HR. Al Bukhari) Disunnatkan minum sambil duduk. Muslim).Etika. baik kerena ia lebih tua atau mempunyai kedudukan. Muslim). karena hal tersebut bertentangan dengan etika. atau berbicara dengan nada-nada yang mengandung makna kotor dan menjijik-kan. (HR. Tidak berlebih-lebihan di dalam makan dan minum. At-Turmudzi dan dishahihkan oleh Al-Albani). maka sepertiga untuk makanannya. Hendaknya kamu tidak memulai makan atau minum sedangkan di dalam majlis ada orang yang lebih berhak memulai. Disunnatkan mengambil makanan yang terjatuh dan membuang bagian yang kotor darinya lalu memakannya. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: “Apabila suapan makan seorang kamu jatuh hendaklah ia mengambilnya dan membuang bagian yang kotor.

Abu Daud dan At-Turmudzi. karena hadits Ibnu Umar Radhiallaahu 'anhuma yang menyebutkan "Bahwasanya ada seseorang yang lewat sedangkan Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam sedang buang air kecil. Dan apabila hendak keluar.(HR. (HR. maka hendaklah ia mengucapkan : Assalamu `alaina wa `ala `ibadillahis shalihin" (HR. ia memberi salam kepada mereka tiga kali" (HR. ia mengulanginya tiga kali. kecuali jika di sekitarnya ada orang-orang yang sedang tidur. Nabi menjawab: "Jangan kamu mengatakan: Alaikas salam". dan kami sediakan bagian untuk Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam Miqdad berkata: Maka Nabi pun datang di malam hari dan memberikan salam yang tidak membangunkan orang yang sedang tidur. dan orang itu memberi salam. Moraldan Akhlak ▪ Makruh memberi salam dengan ucapan: "Alaikumus salam" karena di dalam ▪ ▪ hadits Jabir Radhiallaahu 'anhu diriwayatkan bahwasanya ia menuturkan : Aku pernah menjumpai Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam maka aku berkata: "Alaikas salam ya Rasulallah". Abu Daud dan disahihkan oleh Al-Albani). namun dapat didengar oleh orang yang bangun". dan orang yang berjalan kaki memberi salam kepada orang yang duduk. maka ucapkanlah salam atas diri kalian" (An-Nur: 61) Dan karena ucapan Ibnu Umar Radhiallaahu 'anhuma : "Apabila seseorang akan masuk ke suatu rumah yang tidak berpenghuni. Di dalam riwayat Abu Daud disebutkan: "karena sesungguhnya ucapan "alaikas salam" itu adalah salam untuk orang-orang yang telah mati".” (HR. orang yang sedikit kepada yang banyak. Dimakruhkan memberi salam kepada orang yang sedang di WC (buang hajat). Al-Bukhari). Disunatkan memberikan salam di waktu masuk ke suatu majlis dan ketika akan meninggalkannya. karena hadits yang bersumber dari Anas Radhiallaahu 'anhu menyebutkan: Bahwasanya ketika ia lewat di ▪ ▪ ▪ ▪ ▪ PenerapanEtika. “Dan apabila ia datang kepada suatu kaum. dan orang yang lebih muda kepada yang lebih tua. (HR. Bukhari di dalam Al-Adab Al-Mufrad. karena Allah telah berfirman yang artinya: " Dan apabila kamu akan masuk ke suatu rumah. Karena hadits menyebutkan: "Apabila salah seorang kamu sampai di suatu majlis hendaklah memberikan salam. Disunnatkan memberi salam di saat masuk ke suatu rumah sekalipun rumah itu kosong. dan disahihkan oleh Al-Albani). Muslim). (HR. Dianjurkan mengucapkan salam tiga kali jika khalayak banyak jumlahnya. Di dalam hadits Miqdad bin Al-Aswad disebutkan di antaranya: "dan kami pun memerah susu (binatang ternak) hingga setiap orang dapat bagian minum dari kami. Di dalam hadits Anas disebutkan bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam apabila ia mengucapkan suatu kalimat. dan tidaklah yang pertama lebih berhak daripada yang kedua. Moraldan Akhlakdalam Kehidupan 1 . Al Bukhari dan Muslim) ▪ Termasuk sunnah adalah orang mengendarai kendaraan memberikan salam kepada orang yang berjalan kaki. Disunnatkan keras ketika memberi salam dan demikian pula menjawabnya. Demikianlah disebutkan di dalam hadits Abu Hurairah yang muttafaq'alaih. Muslim) Disunnatkan memberi salam kepada anak-anak.Etika. Maka Nabi tidak menjawabnya". dishahihkan oleh Al-Albani). hendaklah memberikan salam. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab: ‫تطعم الطعام للمساكين و تقرأ السلم على من عرفت‬ (‫و من لم تعرف )متف 4 عليه‬ ‫ق‬ “Engkau memberi makan orang miskin dan memberi salam kepada orang yang kau kenal maupun tidak kau kenal.

AtTirmidzi dan dishahihkan oleh Al-Albani). Muslim). Orang itu bertanya: Apakah ia merangkul dan menciumnya? Jawab nabi: Tidak. Disunnatkan menjawab salam orang yang menyampaikan salam lewat orang lain dan kepada yang dititipinya. (HR. Hadits yang bersumber dari Anas Radhiallaahu 'anhu menyebutkan: "Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam apabila ia diterima oleh seseorang lalu berjabat tangan. Dan apabila mereka yang memberi salam maka kita jawab dengan mengucapkan "wa `alaikum" saja. Tidak memulai memberikan salam kepada Ahlu Kitab. maka Nabi tidak melepas tangannya sebelum orang itu yang melepasnya. melainkan diampuni dosa keduanya sebelum mereka berpisah" (HR.. dan ia mengatakan: "Demikianlah yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam".(Muttafaq'alaih).Etika. Di dalam hadits Abdullah bin Umar Radhiallaahu 'anhu disebutkan bahwasanya ada seseorang yang bertanya kepada Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam : "Islam yang manakah yang paling baik? Jawab Nabi: Engkau memberikan makanan dan memberi salam kepada orang yang telah kamu kenal dan yang belum kamu kenal". seperti karena sedang shalat atau bisu atau karena orang yang akan diberi salam itu jauh jaraknya. Hadits Rasulullah mengatakan: "Tiada dua orang muslim yang saling berjumpa lalu berjabat tangan. Haram hukumnya mengucapkan salam terlebih dahulu kepada orang kafir." (HR. sebab Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda :" Janganlah kalian terlebih dahulu memberi salam kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani..” (HR. Di dalam hadits Jabir bin Abdillah Radhiallaahu 'anhu diriwayatkan bahwasanya Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Janganlah kalian memberi salam seperti orang-orang Yahudi dan Nasrani. Pada suatu ketika seorang lelaki datang kepada Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam lalu berkata: Sesungguhnya ayahku menyampaikan salam untukmu. Disunnatkan memberi salam kepada orang yang kamu kenal ataupun yang tidak kamu kenal. karena sabda Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam : "Apabila Ahlu Kitab memberi salam kepada kamu. Allah subhanahu wata’ala berfirman: PenerapanEtika. Maka Nabi menjawab : "`alaika wa`ala abikas salam" Dilarang memberi salam dengan isyarat kecuali ada uzur. karena sesungguhnya pemberian salam mereka memakai isyarat dengan tangan". Muslim) ▪ Haram hukumnya membungkukkan tubuh atau sujud ketika memberi penghormatan. (HR.. Disunnatkan kepada seseorang berjabat tangan dengan saudaranya. Abu Daud dan dishahihkan oleh Al-Albani). karena hadits yang bersumber dari Anas menyebutkan: Ada seorang lelaki berkata: Wahai Rasulullah. Orang itu bertanya: Apakah ia berjabat tangan dengannya? Jawab Nabi: Ya. maka jawablah: wa `alaikum". kalau salah seorang di antara kami berjumpa dengan temannya. Moraldan Akhlakdalam Kehidupan 1 .. (Muttafaq'alaih). Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‫ل تبدؤوا اليهود والنصارى بالسلم‬ “Janganlah kalian memulai (mengucapkan) salam kepada orang-orang Yahudi dan Nashara. apakah ia harus membungkukkan tubuhnya kepadanya? Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam menjawab: "Tidak".." (HR. Al-Baihaqi dan dinilai hasan oleh Al-Albani). Moraldan Akhlak ▪ ▪ ▪ ▪ ▪ ▪ ▪ sekitar anak-anak ia memberi salam. At-Turmudzi dan dinilai shahih oleh Al-Albani).. Dianjurkan tidak menarik (melepas) tangan kita terlebih dahulu di saat berjabat tangan sebelum orang yang dijabat tangani itu melepasnya. jika ia mau. (Muttafaq'alaih)..

Etika Pergaulan Menurut Islam  “ Hai manusia. ketika kita bergaul dengan orang yang akhlaknya buruk. kegemaran.Etika. Moraldan Akhlakdalam Kehidupan 1 . Dengan ta’aruf kita dapat membedakan sifat. yang selalu memberi aroma yang harum setiap kita bersama dengannya. karena mungkin sifatnya jahat. Tiga kunci utama dalam pergaulan. Al-Ma`idah ayat ke-2 : PenerapanEtika. Al Hujurat<49>:13) Pergaulan adalah satu cara seseorang untuk bersosialisasi dengan lingkungannya. Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam ketika akan dijabat tangani oleh kaum wanita di saat baiat. Moraldan Akhlak ‫وإذا ح 9يتم بتحية فح /وا بأحسن منها أو ر /وها‬ ‫د‬ ‫ي‬ ‫ي‬ (٨٦ :‫إن الله كان على ك 9 شيء حسي 'ا )النساء‬ ‫ب‬ ‫ل‬ “Apabila kalian disapa dengan suatu penghormatan. (2) Tafahum Memahami. bahkan bisa dikatakan wajib bagi setiap manusia yang “masih hidup” di dunia ini. Dan begitu juga sebaliknya.” Tak dapat dipungkiri.Turmudzi dan Nasai. karakter. maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik. Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu. agama. kesukuan.” (An Nisaa`: 86) ▪ Haram berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahram. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. dan semua ciri khas pada diri seseorang. (HR. sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sedang bergaul dengan yang jahat ibarat bergaul dengan tukang pandai besi yang akan memberikan bau asap besi ketika kita bersamanya.” (QS. pasti akan membawa kepada keburukan perilaku ( akhlakul majmumah ). Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Dengan memahami kita dapat memilih dan memilah siapa yang harus menjadi teman bergaul kita dan siapa yang harus kita jauhi.”Bergaul dengan orang shalih ibarat bergaul dengan penjual minyak wangi. Rasullullah SAW telah mengatakan bahwa “Bukan termasuk umatnya orang yang tidak peduli dengan urusan umat Islam yang lain”. ketika kita bergaul bersama dengan orang-orang shalih akan banyak sedikit membawa kita menuju kepada kesalihan. antara lain : (1) Ta’aruf Ta’aruf atau saling mengenal menjadi suatu yang wajib ketika kita akan melangkah keluar untuk bersosialisasi dengan orang lain. dan dishahihkan oleh Albani). Islam sangat menganjurkan kepada ummatnya untuk saling menolong dalam kebaikan dan takwa. Bergaul dengan orang lain menjadi satu kebutuhan yang sangat mendasar. atau balaslah (dengan yang serupa). (3) Ta’awun Sikap ta’awun (saling menolong). setelah kita mengenal seseorang pastikan kita tahu juga semua yang ia sukai dan yang ia benci. j. beliau bersabda: "Sesung-guhnya aku tidak berjabat tangan dengan kaum wanita".

Etika Tidur dan Bangun  Berintrospeksi diri (muhasabah) sesaat sebelum tidur.  Menutup pintu. dikala itu aku sedang berbaring tengkurap.. maka hendaklah mengirapkan kainnya pada tempat tidurnya itu terlebih dahulu.(Muttafaq `alaih)  Disunnatkan berwudhu' sebelum tidur. dan berbaring miring sebelah kanan. Karena cinta dan benci karena Allah akan mendatangkan keridhaan Allah dan seluruh makhluknya. dan janganlah kalian tolong menolong dalam dosa dan permusuhan. kemudian berbaringlah dengan miring ke sebelah kanan. mengevaluasi segala perbuatan yang telah ia lakukan di siang hari." Di dalam satu riwayat dikatakan: "tiga kali".  Tidur dini. Moraldan Akhlak ،‫" " "ا " &وا ""ى ال$ب 6 "ال 4ق$ "ى "ل ت "ا " &وا ""ى الث$م "ال$ &د$ "ان‬ ‫و عو‬ ‫وتع ون عل ر و ت و و "ع ون عل‬ ‫"ا 4 &وا ا " إ 4 ال4ه" "دي & ال$ع "اب‬ ‫و تق ل ن ل ش د ق‬ Tolong menolonglah kalian di atas kebaikan dan ketaqwaan. karena di dalam hadits yang bersumber dari `Ali bin Syaiban disebutkan bahwasanya Nabi Shallallahu'alaihi wasallam telah bersabda: "Barangsiapa yang tidur malam di atas atap rumah yang tidak ada penutupnya. (HR. k. Bertaqwa (takut)lah kalian kepada Allah. berdasarkan hadits yang bersumber dari `Aisyah Radhiallahu'anha "Bahwasanya Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam tidur pada awal malam dan bangun pada pengujung malam. sesungguhnya berbaring seperti ini (tengkurap) adalah cara berbaringnya penghuni neraka". dan ta’awun tidak akan ada artinya jika dasarnya bukan ikhlas karena Allah. tafahum . Selain itu.” Ta’aruf.  Disunnatkan pula mengibaskan sprei tiga kali sebelum berbaring. tutuplah pintu. berdasarkan hadits Abu Hurairah Radhiallahu'anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Apabila seorang dari kamu akan tidur pada tempat tidurnya. (H. tumbuhkan rasa cinta dan benci karena Allah.Etika. Al-Bukhari di dalam alAdab al-Mufrad.  Makruh tidur di atas dak terbuka. karena sesungguhnya Allah Maha Keras adzab-Nya. tutuplah rapat-rapat bejana-bejana dan tutuplah makanan dan minuman". PenerapanEtika. maka berwudlu'lah sebagaimana wudlu' untuk shalat. dan dinilai shahih oleh Al-Albani). (Muttafaq `alaih). Dari Jabir ra diriwayatkan bahwa sesungguhnya Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam telah bersabda: "Padamkanlah lampu di malam hari apa bila kamu akan tidur. karena ia tidak tahu apa yang ada di atasnya." Dan tidak mengapa berbalik kesebelah kiri nantinya. kembali dan bertobat kepada-Nya. Ibnu Majah dan dinilai shahih oleh Al-Albani).R.. jendela dan memadamkan api dan lampu sebelum tidur.. Moraldan Akhlakdalam Kehidupan 1 . Abu Dzar Radhiallahu'anhu menuturkan :"Nabi Shallallahu'alaihi wasallam pernah lewat melintasi aku. maka hilanglah jaminan darinya". termasuk ketika kita mengenal. AlBara' bin `Azib Radhiallahu'anhu menuturkan : Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam bersabda: "Apabila kamu akan tidur. Maka Nabi Shallallahu'alaihi wasallam membangunkanku dengan kakinya sambil bersabda :"Wahai Junaidab (panggilan Abu Dzar). memahami.. dan saling menolong. lalu beliau melakukan shalat". (Muttafaq'alaih).  Makruh tidur tengkurap. Lalu jika ia dapatkan perbuatannya baik maka hendaknya memuji kepada Allah Subhanahu wata'ala dan jika sebaliknya maka hendaknya segera memohon ampunan-Nya. Ikhlas harus menjadi sesuatu yang utama. Sangat dianjurkan sekali bagi setiap muslim bermuhasabah (berintrospeksi diri) sesaat sebelum tidur.

dua ayat terakhir dari Surah Al-Baqarah. Al-Bukhari di dalam Al-Adab Mufrad. Artinya "Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah kami dimatikan-Nya.(HR. (HR.    l. Al-Bukhari)”. Dibaca tiga kali. (An-Nisa: 114)”. atau mengadakan perdamaian diantara manusia". sekali-pun kamu berada di fihak yang benar dan menjauhi perkataan dusta sekalipun bercanda.Etika." (HR. Allah Subhaanahu wa Ta'ala berfirman yang artinya:"Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisik-bisikan mereka. aku mati dan aku hidup. (Mutta-faq'alaih). Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Seorang mu'min itu pencela atau pengutuk atau keji pembicaraannya". Aisyah Radhiallaahu 'anha. kecuali bisik-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah atau berbuat ma`ruf. Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Aku adalah penjamin sebuah istana di taman surga bagi siapa saja yang menghindari bertikaian (perdebatan) sekalipun ia benar. artinya “Aku berlindung dengan Kalimatullah yang sempurna dari murka-Nya. Abu Dawud dan di hasankan oleh Al Albani) Dan membaca: Bismika Allahumma ahya Wa Amuutu " Dengan menyebut nama-Mu ya Allah. sekiranya ada orang yang menghitungnya. dan (penjamin) istana di tengah-tengah surga bagi siapa saja yang meninggalkan dusta sekalipun bercanda". Moraldan Akhlak  Membaca ayat Kursi.  Jangan membicarakan sesuatu yang tidak berguna bagimu. tidak terlalu keras dan tidak pula terlalu rendah. maka disunnatkan (dianjurkan) berdo`a dengan do`a berikut ini :" A'uudzu bikalimaatillaahit taammati min ghadhabihi Wa syarri 'ibaadihi.  Janganlah kamu membicarakan semua apa yang kamu dengar. niscaya ia dapat menghitungnya". karena banyak hadits-hadits shahih yang menganjurkan hal tersebut. peliharalah aku dari adzab-Mu pada hari Engkau membangkitkan kembali segenap hamba-hamba-Mu".  Hendaknya pembicaran dengan suara yang dapat didengar. Abu Daud dan dinilai hasan oleh Al-Albani)  Tenang dalam berbicara dan tidak tergesa-gesa." (HR. Ahmad dan Ibnu Majah). telah menuturkan: "Sesungguhnya Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam apabila membicarakan suatu pembicaraan. Etika Berbicara  Hendaknya pembicaran selalu di dalam kebaikan. Muslim)  Menghindari perdebatan dan saling membantah. Al Bukhari) Apabila di saat tidur merasa kaget atau gelisah atau merasa ketakutan. dan kepada-Nya lah kami dikembalikan. PenerapanEtika. (HR.  Menghindari perkataan jorok (keji). Membaca do`a-do`a dan dzikir yang keterangannya shahih dari Rasulullah Shallallahu'alaihi wasallam. Moraldan Akhlakdalam Kehidupan 1 . dan dishahihkan oleh Al-Albani). seperti : Allaahumma qinii yauma tab'atsu 'ibaadaka "Ya Allah. ungkapannya jelas dapat difahami oleh semua orang dan tidak dibuat-buat atau dipaksa-paksakan. Abu Hurairah Radhiallaahu 'anhu di dalam hadisnya menuturkan : Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: "Cukuplah menjadi suatu dosa bagi seseorang yaitu apabila ia membicarakan semua apa yang telah ia dengar". Hendaknya apabila bangun tidur membaca :"Alhamdu Lillahilladzii Ahyaanaa ba'da maa Amaatanaa wa ilaihinnusyuuru". Abu Dawud dan dihasankan oleh Al Albani)”. (HR. dari gangguan syetan dan kehadiran mereka kepadaku". kejahatan hamba-hamba-Nya. (HR. Surah Al-Ikhlas dan Al-Mu`awwidzatain (Al-Falaq dan An-Nas).(HR. wa min hamazaatisy syayaathiini wa an yahdhuruuna”. Hadits Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam menyatakan: "Termasuk kebaikan islamnya seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna".

Etika.  Berwudhu' sebelum berdo`a. (HR. dan dishahihkan oleh Al-Albani). Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam pernah mendengar seorang lelaki sedang berdo`a di dalam shalatnya. khusyu'. penuh harapan dan rasa takut kepada Allah di saat anda berdo`a. Di dalam hadits Jabir Radhiallaahu 'anhu disebutkan: "Dan sesungguhnya manusia yang paling aku benci dan yang paling jauh dariku di hari Kiamat kelak adalah orang yang banyak bicara. dinilai hasan oleh Al-Albani). AtTurmudzi. (HR. janganlah suatu kaum mengolok-olokan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokan). Moraldan Akhlakdalam Kehidupan 1 . Di dalam hadits Abu Musa Al-Asy`ari Radhiallaahu anhu disebutkan bahwa setelah Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam selesai melakukan perang Hunain :" Beliau minta air lalu berwudhu. (Muttafaq'alaih). permusuhan dan pertentangan. maka bersungguh-sungguhlah di dalam berdo`a. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu` kepada Kami". kemudian mengangkat kedua tangannya. Allah Subhaanahu wa Ta'ala berfirman yang artinya: "Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain".(Al-Hujurat: 12). lalu kamu duduk. memperolok-olok dan memandang rendah orang yang berbicara. Jangan memonopoli dalam berbicara.  Benar-benar (meminta sangat) di dalam berdo`a dan berbulat tekad di dalam memohon. kemudian berdo`alah". karena PenerapanEtika. dan aku melihat putih kulit ketiak beliau". Moraldan Akhlak       Menghindari sikap memaksakan diri dan banyak bicara di dalam berbicara. apa arti mutafaihiqun? Nabi menjawab: "Orang-orang yang sombong". menghadap Kiblat dan mengangkat kedua tangan di saat berdo`a. keras dan ucapan yang menyakitkan perasaan dan tidak mencari-cari kesalahan pembicaraan orang lain dan kekeliruannya. Apabila anda selesai shalat. tidak menganggap rendah pendapatnya atau mendustakannya. dan jangan pula wanita-wanita (mengolokolokan) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolokolokan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokan)”. dan bershalawatlah kepadaku. (Al-Anbiya': 90). Etika Berdo'a  Terlebih dahulu sebelum berdo`a hendaknya memuji kepada Allah kemudian bershalawat kepada Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam. karena sesungguhnya Allah itu tidak ada yang dapat memaksanya". maka memujilah kepada Allah dengan pujian yang layak bagi-Nya. Allah Subhaanahu wa Ta'ala berfirman yang artinya: "Wahai orang-orang yang beriman. Menghindari sikap mengejek. juga tidak menampakkan bahwa kamu mengetahui apa yang dibicarakannya. AtTurmudzi. dan jangan ada seorang kamu yang mengatakan :Jika Engkau menghendaki. (Al-Hujurat: 11). Menghindari perbuatan menggunjing (ghibah) dan mengadu domba. maka berilah aku". Mendengarkan pembicaraan orang lain dengan baik dan tidak memotongnya. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman yang artinya: "Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera di dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdo`a kepada Kami dengan harap dan cemas. karena hal tersebut dapat mengundang kebencian. Dan di dalam satu riwayat disebutkan: "Akan tetapi hendaknya ia bersungguh-sungguh dalam memohon dan membesarkan harapan. orang yang berpura-pura fasih dan orang-orang yang mutafaihiqun". Menghindari perkataan kasar. tetapi berikanlah kesempatan kepada orang lain untuk berbicara. Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulllah. m. mengakui kekurangan (keteledoran diri) dan merendahkan diri.  Mengakui dosa-dosa. namun ia tidak memuji kepada Allah dan tidak bershalawat kepada Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam maka Nabi bersabda kepadanya: "Kamu telah tergesa-gesa wahai orang yang sedang shalat. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila kamu berdo`a kepada Allah.

dan itupun bila terpaksa.(HR. anak dan harta. (HR. maka dari itu ia harus memulai pembicaraannya dengan salam dan juga menutupnya dengan salam. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: "Wahai sekalian manusia. (HR. tidak boleh dikerjakan!  Tidak menggunakan telepon untuk keperluan yang negatif.  Maka hendaknya wanita berhati-hati. apapun bentuk pembicaraannya.Etika.  Pilihlah waktu yang tepat untuk berhubungan via telepon.  Hendaknya penelpon memulai pembicaraannya dengan ucapan Assalamu`alaikum. Berkonsentrasi di saat berdo`a. jangan berbicara diluar kebiasaan dan tidak melantur berbicara dengan lawan jenisnya via telepon. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: "Berdo`alah kamu kepada Allah sedangkan kamu dalam keadaan yakin dikabulkan.  Hendaknya wanita tidak memperindah suara di saat ber-bicara (via telpon) dan tidak berbicara melantur dengan laki-laki. karena manusia mempunyai kesibukan dan keperluan. Ibnu Abbas pernah berkata kepada `Ikrimah: "Lihatlah sajak dari do`amu. Dan termasuk di dalam hal ini juga adalah merekam pembicaraan orang lain dan apa yang terjadi di antara mereka. karena dia adalah orang yang datang. Menghindari do`a buruk terhadap diri sendiri. karena khawatir do`a kamu bertepatan dengan waktu dimana Allah mengabulkan do`amu".  Jangan memperpanjang pembicaraan tanpa alasan. Maka tidak selayaknya jika kita PenerapanEtika. Allah berfirman yang artinya: “Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya. n. Merendahkan suara di saat berdo`a. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: "Jangan sekali-kali kamu mendo`akan buruk terhadap diri kamu dan juga terhadap anak-anak kamu dan pula terhadap harta kamu. memperindah suara. karena telepon pada hakikatnya adalah nikmat dari Allah yang Dia berikan kepada kita untuk kita gunakan demi memenuhi keperluan kita.  Tidak merekam pembicaraan lawan bicara kecuali seizin darinya. kasihanilah diri kamu. dan inilah tipu muslihat. karena sesungguhnya aku memperhatikan Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam dan para shahabatnya tidak melakukan hal tersebut". dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah tidak mengabulkan do`a dari hati yang lalai". karena sesungguhnya kamu tidak berdo`a kepada yang tuli dan tidak pula ghaib. (Al-Ahzab: 32). memperlembut dan lain sebagainya.  Tidak memakai telpon orang lain kecuali seizin pemilik-nya. Dan apabila rekaman itu kamu sebarluaskan maka itu berarti lebih fatal lagi dan merupakan penodaan terhadap amanah. Karena hal tersebut merupakan tindakan pengkhianatan dan mengungkap rahasia orang lain. lalu hindarilah ia. (HR. Moraldan Akhlakdalam Kehidupan 1 . (Muttafaq'alaih). Al-Bukhari). Etika Berkomunikasi Lewat Telepon  Ceklah dengan baik nomor telepon yang akan anda hubungi sebelum anda menelpon agar anda tidak mengganggu orang yang sedang tidur atau mengganggu orang yang sedang sakit atau merisaukan orang lain. sesungguhnya kamu berdo`a (memohon) kepada Yang Maha Mendengar lagi Maha Dekat dan Dia selalu menyertai kamu". apa lagi memperpanjang pembicaraan. Muslim). Tidak memaksa bersajak di dalam berdo`a. Maka. waktu makan dan bekerja. At-Turmudzi dan dihasankan oleh Al-Albani). Al-Bukhari). dan mereka juga mempunyai waktu tidur dan istirahat. dan ucapkanlah perkataan yang baik”. karena khawatir orang yang sedang dihubungi itu sedang mempunyai pekerjaan penting atau mempunyai janji dengan orang lain. Moraldan Akhlak     sesungguhnya Allah tidak merasa berat karena sesuatu yang Dia berikan". ini haram hukumnya.

Engkau adalah Penyerta kami di dalam perjalanan ini dan Pengganti kami di keluarga kami. maka kami bertakbir. Etika Berpergian Jauh  Disunnatkan bagi orang yang berniat untuk melakukan perjalan jauh (safar) beristikharah terlebih dahulu kepada Allah mengenai rencana safarnya itu. dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami. baik berupa mobil atau lainnya. sebagaimana dilakukan oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam dan dia sabdakan: “Aku titipkan kepada Allah agamamu. berkahilah bagi ummatku di dalam kediniannya”. lalu berdo`a dengan do`a istikharah. membayar hutang atau menyerah-kannya kepada orang yang akan melunasinya dan berpesan kebaikan kepada keluarganya. (HR.  Membawa perbekalan secukupnya. kerabat dan teman-temannya. dan pelakunya layak dihukum. (HR. Ya Allah.  Disunnatkan berangkat safar pada pagi (dini) hari dan sore hari.  Hendaknya bertobat kepada Allah Shallallaahu alaihi wa Sallam dari segala kemak-siatan yang pernah ia lakukan dan meminta ampun kepada-Nya dari segala dosa yang telah diperbuatnya.  Hendaknya ia mengembalikan barang-barang yang bukan haknya dan amanatamanat kepada orang-orang yang berhak menerimanya. (HR. Ya Allah.  Disunatkan bagi musafir apabila akan berangkat mengu-capkan selamat tinggal kepada keluarga. dan apabila telah berada di atas kendaraannya hendaklah ia bertakbir tiga kali. Moraldan Akhlak menjadikannya sebagai bencana. kemudian membaca do`a safar berikut ini: “Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini bagi kami. Abu Daud dan dishahihkan oleh Al-Albani). Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: “Apabila tiga orang keluar untuk safar.Etika. seperti air. dan apabila menurun maka kami bertasbih”. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam telah bersabda: “Kalau sekiranya manusia mengetahui apa yang aku ketahui di dalam kesendirian. Ya Allah. (HR. maka hendaklah ia membaca basmalah. karena bumi dilipat di malam hari”. karena hal tersebut dapat memper-mudah pengaturan urusan mereka. karena Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: “Ya Allah. Moraldan Akhlakdalam Kehidupan 2 . sebab ia tidak tahu apa yang akan terjadi di balik kepergiannya itu. Muslim). niscaya tidak ada orang yang menunggangi kendaraan (musafir) yang berangkat di malam hari sendirian”. dishahihkan oleh Al-Albani). Ya Allah. (Keduanya diriwayat-kan oleh Abu Daud dan dishahihkan oleh Al-Albani). Dan juga bersabda: “Hendaknya kalian memanfaatkan waktu senja. maka hendaklah mereka mengangkat seorang amir dari mereka”. sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari bencana safar dan kesedihan pemandangan. At-Turmudzi. menggunakannya untuk mencari-cari kejelekan dan kesalahan orang lain dan mencemari kehormatan mereka. dan keburukan tempat kembali pada harta dan keluarga”.  Disunnatkan bagi musafir pergi dengan ditemani oleh teman yang shalih selama perjalanannya untuk meringankan beban diperjalananya dan menolongnya bila perlu. makanan dan uang. padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. mudahkanlah perjalannan ini bagi kami dan dekatkanlah kejauhannya.  Disunnatkan bertakbir di saat jalan menanjak dan bertasbih di saat menurun. dengan sholat dua raka`at di luar shalat wajib. o. dan menyeret kaum wanita ke jurang kenistaan. Al-Bukhari)  Disunnatkan bagi para musafir apabila jumlah mereka lebih dari tiga orang mengangkat salah satu dari mereka sebagai pemimpin (amir). AlBukhari). sesungguhnya kami memohon kepadamu di dalam perjalanan kami ini kebajikan dan ketaqwaan.  Apabila si musafir akan naik kendaraannya. dan amal yang Engkau ridhai. amanatmu dan penutup-penutup amal perbuatanmu”. (HR. Ini haram hukumnya. PenerapanEtika. karena ada hadits Jabir yang menuturkan: “Apabila (jalan) kami menanjak.

maka hendaklah ia segera kembali ke kampung halamannya”. maka hendaknya menjauh dari jalan. Disunnatkan bagi musafir di saat kedatangannya pergi ke masjid terlebih dahulu untuk shalat dua rakaat. karena do`anya mustajab (mudah dikabulkan).. serta memalingkan mata kita dari wanita mereka dan merahasiakan aib mereka. apakah merusak atau mengubah miliknya. (Muttafaq’alaih). Apabila musafir telah sampai tujuan dan menunaikan keperluannya dari safar yang ia lakukan. atau mengganggu mereka dengan melempari halaman mereka dengan kotoran. (Muttafaq’ alaih). karena hal tersebut menyakiti perasaannya.. dan hendaknya kita undang untuk PenerapanEtika. Disunnatkan pula bagi si musafir apabila ia kembali ke kampung halamannya untuk tidak masuk ke rumahnya di malam hari.  Hendaknya kita selalu memberikan makanan kepada tetangga kita. Muslim)..  Tidak melakukan suatu kegaduhan yang mengganggu mereka.  Hendaknya kita turut bersuka cita di dalam kebahagiaan mereka dan berduka cita di dalam duka mereka. apabila kamu memasak sayur (daging kuah). kecuali jika sebelumnya diberi tahu terlebih dahulu. dan hendaknya kita ulurkan tangan bantuan dan pertolongan kepada mereka yang membutuhkan. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda kepada Abu Dzarr: “Wahai Abu Dzarr. demi Allah. wahai Rasulullah? Nabi menjawab: “Adalah orang yang tetangganya tidak merasa tentram karena perbuatan-nya”. Muslim). maka ia langsung menuju masjid dan di situ ia shalat dua raka`at”.Etika.. Moraldan Akhlakdalam Kehidupan 2 . (Muttafaq’ alaih). karena jalan itu adalah jalan binatang melata dan tempat tidur bagi binatang-binatang di malam hari”. maka perbanyaklah airnya dan berilah tetanggamu”. sebagaimana di dalam hadits Abu Hurairah Radhiallaahu anhu : “. Ka`ab bin Malik meriwayatkan: “Bahwasanya Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam apabila datang dari perjalanan (safar). (HR.Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir. kita jenguk bila ia sakit. tidak beriman. seperti suara radio atau TV.  Hendaknya Kita memelihara hak-haknya di saat mereka tidak di rumah. Hadits Jabir menuturkan :”Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam melarang seseorang mengetuk rumah (membangunkan) keluarganya di malam hari”. tidak membuat mereka tertutup dari sinar mata hari atau udara. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam telah bersabda: “Demi Allah. maka hendaklah ia memu-liakan tetangganya”.Apabila salah seorang kamu telah menunaikan hajatnya dari safar yang dilakukannya. dan kita tidak boleh melampaui batasnya. Dan di dalam riwayat lain disebutkan: “hendaklah ia berprilaku baik terhadap tetangganya”. maka hendaknya segera kembali ke kampung halamannya. kita tanyakan apabila ia tidak ada. tidak beriman.     p.. karena Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: “Apabila kamu hendak mampir untuk beristirahat.. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda. (Muttafaq’alaih). Di dalam hadits Abu Hurairah Radhiallaahu anhu disebutkan diantaranya: “. atau menutup jalan bagi mereka.. dan seharusnya kita ajak mereka berbuat yang ma`ruf dan mencegah yang munkar dengan bijaksana (hikmah) dan nasihat baik tanpa maksud menjatuhkan atau menjelek-jelekkan mereka.  Bangunan yang kita bangun jangan mengganggu tetangga kita. Moraldan Akhlak  Disunnatkan bagi musafir selalu berdo`a di saat perjala-nannya.  Jangan kikir untuk memberikan nasihat dan saran kepada mereka. Kita jaga harta dan kehormatan mereka dari tangan-tangan orang jahil. Apabila si musafir perlu untuk bermalam atau beristirahat di tengah perjalanannya. (HR. bersikap baik bila menjumpainya. tidak beriman! Nabi ditanya: Siapa. Etika Bertetangga  Menghormati tetangga dan berprilaku baik terhadap mereka. (Muttafaq’alaih). maka menjauhlah dari jalan.. demi Allah.

dan Dia Maha Hidup tidak akan mati. (Al-Baqarah: 282). dan Dia tinggikan baginya sejuta derajat dan Dia bangunkan satu istana baginya di dalam surga”. (HR. dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu). tiada sekutu bagi-Nya. Hendaknya kita sabar atas prilaku kurang baik mereka terhadap kita.. Menjaga agar selalu memenuhi akad dan janji serta kesepakatan-kesepakatan di antara dua belah fihak (pembeli dan penjual). maka tidak halal bagi seorang muslim membeli dari saudaranya suatu pembelian yang ada cacatnya kecuali telah dijelaskannya terlebih dahulu”. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: “Ada tiga kelompok manusia yang dicintai Allah. karena Rasulullah         Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yang masuk ke pasar lalu membaca:“(Tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah semata.Etika. Hal-hal seperti itu mudah membuat hati mereka jinak dan sayang kepada kita. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: “Allah akan belas kasih kepada seorang hamba yang ramah apabila menjual. Jujur. bahkan seharusnya kita tidak memandang kekeliruan dan kealpaan mereka. karena hal tersebut dapat melumpuhkan arus jalanan dan menjadi sumber bau busuk yang mengganggu. karena Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman yang artinya: “Dan persaksikanlah apabila kamu berjual beli”. (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani). Al-Bukhari). Dia yang menghidupkan dan yang mematikan.. Tidak menyaringkan suara dengan berbagai pertengkaran dan perdebatan. Pasar tidak boleh dicemari dengan kotoran dan sampah. kecurangan dan pengkaburan serta berlebih-lebihan di dalam menarik keuntungan. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman.   q. maka jari- PenerapanEtika. milik-Nyalah kerajaan. dan menghapus sejuta dosa darinya. Hendaknya kita tidak mencari-cari kesalahan/kekeliruan mereka dan jangan pula bahagia bila mereka keliru. akan tetapi ia mema`afkan dan mengampuni”. Di antara sifat kepribadian Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam adalah “Bahwasanya beliau bukanlah seorang yang keras kepala atau keras hati dan bukan pula orang yang suka teriak-teriak di pasar dan juga bukan orang yang membalas keburukan dengan keburukan. (HR. Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani). terbuka dan tidak menyembunyikan cacat barang jualan. dan kepunyaan-Nyalah segala pujian. Jangan mudah mengobral sumpah di dalam berjual beli.. Menjaga kebersihan pasar. Bersikap ramah dan memberikan kemudahan di dalam proses jual beli. Muslim). ramah apabila membeli dan ramah apabila memberikan keputusan”. (HR. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: “Hindarilah banyak bersumpah di dalam berjualbeli. karena sumpah itu dapat menghabiskan (barang) kemudian membatalkan (barakahnya)”. Etika Di Pasar  Hendaknya berdzikir kepada Allah di saat masuk ke pasar. penuhilah akadakad itu”. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: “Seorang muslim itu adalah saudara muslim lainnya. Moraldan Akhlakdalam Kehidupan 2 . (Al-Ma’idah : 1) Mengukuhkan jual beli dengan persaksian atau catatan (dokumentasi). di nilai hasan oleh Al-Albani). Moraldan Akhlak datang ke rumah. (HR. Al-Bukhari).:Seseorang yang mempunyai tetangga. di tangan-Nyalah segala kebaikan. –Disebutkan di antaranya. Menghindari penipuan. Ahmad dan At-Turmudzi. maka Allah mencatat sejuta kebajikan baginya. namun ia sabar atas gangguannya itu hingga keduanya dipisah oleh kematian atau keberangkatannya”. (HR. ia selalu disakiti (diganggu) oleh tetangganya. Telah diriwayatkan bahwa sesungguhnya Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam pernah menjumpai setumpuk makanan. maka Nabi memasukkan tangannya ke dalam tumpukan tersebut.

Menghindari riba. Menghindari perbuatan curang di dalam menakar atau menimbang barang dan tidak menguranginya. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam telah bersabda: "Apabila shalat telah diiqamatkan. Menghindari promosi-promosi palsu yang bertujuan menarik perhatian pembeli dan mendorongnya untuk membeli. Menundukkan pandangan mata dari wanita dan menghindar dari percampurbauran dan berdesak-desakan dengan mereka. (Muttafaq'alaih). Maka Nabi bersabda: “Kenapa bagian yang basah tidak kamu letakkan di paling atas agar dilihat oleh manusia? Barangsiapa yang curang terhadap kami. dan (dari) menunaikan zakat”. saksi dan penulisnya”. Dan Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: “Tidak akan menimbun barang kecuali orang yang salah “. tetapi datanglah kepadanya dengan berjalan dan memperhatikan ketenangan. maka janganlah kamu datang menujunya dengan berlari. mereka mengurangi”. sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. (Muttafaq’alaih). Muslim). Allah berfirman yang artinya: “Celakalah bagi orangorang yang curang. dan cahaya pada lisanku. (HR. Maka beliau bersabda: “Apa ini. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman yang artinya: “Katakanlah kepada laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya. dan jadikanlah cahaya dari belakangku. maka ia bukan dari golongan kami”. Moraldan Akhlak jemarinya basah. PenerapanEtika. karena Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam telah melarang najasy. Ahmad. tidak melalaikan shalat berjama`ah karena berjual-beli. dan dishahihkan oleh Al-Albani). wahai si pemilik makanan?” Pemilik makanan menjawab :Terkena hujan. wahai Rasulullah. dan memelihara kemaluannya. Allah berfirman yang artinya: “Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah. kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu”. yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. pemberinya. Hindarilah penjulan barang rampasan (hasil ghashab) dan curian. dan jadikanlah cahaya pada pendengaranku dan cahaya pada penglihatanku. dan memelihara kemaluannya. dan cahaya dari depanku. Maka sebaik-baik manusia adalah orang yang keduniaannya tidak membuatnya lalai terhadap masalah-masalah akhiratnya atau sebaliknya.). Membersihkan pasar dari segala barang yang haram diperjual-belikan. (An-Nur: 30-31). dll.Etika. Najasy adalah semacam promosi palsu. (Muttafaq'alaih).        r. Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya. dan jadikanlah cahaya dari atasku dan cahaya dari bawahku. yaitu orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi. Moraldan Akhlakdalam Kehidupan 2 .  Berjalan menuju masjid untuk shalat dengan tenang dan khidmat. Selalu menjaga syi`ar-syi`ar agama (shalat berjama`ah. (HR. Muslim). (Al-Nisa: 29). dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain. dan (dari) mendirikan shalat. (HR. Berdasarkan hadits Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu beliau menyebutkan: Adalah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam apabila ia keluar (rumah) pergi shalat (di masjid) berdo`a : "Ya Allah. jadikanlah cahaya di dalam hatiku. Etika Di Masjid  Berdo`a di saat pergi ke masjid. penimbunan barang dan segala per-buatan yang dapat merugikan orang banyak. anugerahilah aku cahaya". Ya Allah. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: “Allah mengutuk (melaknat) pemakan riba. (An-Nur: 37). janganlah kamu saling memakan harta sesama kamu dengan jalan yang batil. (Al-Muthaffifin : 1-3). Maka apa (bagian shalat) yang kamu dapati ikutilah dan yang tertinggal sempurnakanlah. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman yang artinya: “Wahai orang-orang yang beriman.

maka janganlah menyentuh farfum". karena malaikat merasa terganggu dari apa yang dengan-nya manusia terganggu". Muslim). Al-Baihaqi dan dishahihkan oleh Al-Albani). wanita haid atau nifas tidak boleh masuk masjid. sesungguhnya aku memohon bagian dari karunia-Mu)". Tidak lewat di depan orang yang sedang shalat. Dan apabila kamu melihat orang yang mengumumkan barang hilang. Orang yang junub. (an-Nisa: 43). Muslim). maka do`akanlah "Semoga Allah tidak mengembalikan barangmu yang hilang". bukakanlah bagiku pintu-pintu rahmat-Mu)" Dan bila keluar mendahulukan kaki kiri. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: "Barangsiapa yang memakan bawang putih. (Muttafaq alaih). Termasuk perbuatan mengganggu orang shalat adalah membiarkan Handphone anda dalam keadaan aktif di saat shalat. maka jangan ada seorangpun yang keluar sebelum shalat". (HR. hingga kamu mandi". kemudian bershalawat kepada Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam lalu mengucapkan:"(Ya Allah. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila seorang di antara kamu masuk masjid hendaklah shalat dua raka`at sebelum duduk". Dan termasuk juga rokok dan bau lain yang tidak sedap yang keluar dari badan atau pakaian. s. dan disunnatkan bagi orang yang sholat menaroh batas di depannya. (HR. (HR.`Aisyah Radhiallaahu anha meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam telah bersabda kepadanya: "Ambilkan buat saya kain alas dari masjid". Moraldan Akhlakdalam Kehidupan 2 . maka doakanlah "Semoga Allah tidak memberi keuntungan bagimu". kecuali sekedar berlalu saja. Etika Majlis PenerapanEtika. niscaya ia berdiri dari jarak empat puluh itu lebih baik baginya daripada lewat di depannya". dinilai hasan oleh AlAlbani). Dilarang berjual-beli dan mengumumkan barang hilang di dalam masjid. bawang merah atau bawang daun. maka jangan sekali-kali mendekat ke masjid kami ini. Muslim). Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila salah seorang di antara kamu (kaum wanita) ingin shalat di masjid. Disunatkan bagi orang yang masuk masjid mendahulukan kaki kanan.Etika. kecuali (sebagai tempat) untuk berzikir dan shalat". (HR. Dilarang keluar dari masjid sesudah adzan. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: "Janganlah kamu menjadikan masjid sebagai jalan. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: "Kalau sekiranya orang yang lewat di depan orang yang sedang sholat itu mengetahui dosa perbuatannya. (Muttafaq alaih). Moraldan Akhlak           Berdo`a disaat masuk dan keluar masjid. (HR. Dilarang masuk ke masjid bagi orang makan bawang putih. bawang merah atau orang yang badannya berbau tidak sedap. (HR. sedang kamu dalam keadaan junub. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila tukang adzan telah adzan. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila kamu melihat orang yang menjual atau membeli sesuatu di dalam masjid. At-Turmudzi dan dishahihkan oleh Al-Albani). (HR. lalu bershalawat kepada Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam kemudian membaca do`a:"(Ya Allah. Ath-Thabrani. Disunnatkan melakukan shalat sunnah tahiyatul masjid bila telah masuk masjid. Tidak menyaringkan suara di dalam masjid dan tidak mengganggu orang-orang yang sedang shalat. Allah berfirman: "(Dan jangan pula menghampiri masjid). Tidak menjadikan masjid sebagai jalan. Aisyah menjawab: Sesungguhnya aku haid? Nabi bersabda: "Sesungguhnya haidmu bukan di tanganmu". Muslim). Hendaknya wanita tidak memakai farfum atau berhias bila akan pergi ke masjid.

Kemudian jika bangkit (akan keluar) dari majlis hendaklah memberi salam pula. (HR.Muslim) Tidak berbisik berduaan dengan meninggalkan orang ketiga. (HR. (Muttafaq'alaih). maka itu adalah amanat". Abu Daud dan At-Tirmidzi. dengan segala puji bagi-Mu. lalu jika dilihat layak baginya duduk maka duduklah ia. Jabir bin Samurah telah menuturkan: Adalah kami. Anggota majlis hendaknya tidak melakukan suatu perbuatan yang bertentangan dengan perasaan orang lain. (HR. (HR. karena hal tersebut dapat membuatnya sedih". Ibnu Majah dan dinilai shahih oleh AlAlbani). Jangan sampai memindahkan orang lain dari tempat duduknya kemudian mendudukinya. Moraldan Akhlak             Hendaknya memberi salam kepada orang-orang yang di dalam majlis di saat masuk dan keluar dari majlis tersebut. Disunnatkan menutup majlis dengan do`a Kaffarat majlis. Hendaknya duduk di tempat yang masih tersisa. Bukanlah yang pertama lebih berhak daripada yang selanjutnya. maka dua orang tidak boleh berbisik-bisik tanpa melibatkan yang ketiga sehingga kalian bercampur baur dengan orang banyak. At-Tirmidzi. (HR. dinilai hasan oleh Al-Albani). Hendaknya setiap anggota majlis menjaga pembicaraan yang terjadi di dalam forum (majlis). Tidak boleh menempati tempat duduk orang lain yang keluar sementara waktu untuk suatu keperluan." (Muttafaq'alaih). kemudian kembali. akan tetapi berlapanglah dan perluaslah. Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam telah bersabda:"Janganlah kamu memperbanyak tawa. akan tetapi berlapang-lapanglah di dalam majlis. Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Apabila seseorang membicarakan suatu pembicaraan kemudian ia menoleh. (HR. melainkan Allah mengampuni apa yang terjadi di majlis itu baginya". Abu Daud dan dishahihkan oleh Al-Albani). maka ia lebih berhak menempatinya". Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Tidak halal bagi seseorang memisah di antara dua orang kecuali seizin keduanya". karena Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: "Barang siapa yang duduk di dalam suatu majlis dan di majlis itu terjadi banyak gaduh. Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Janganlah kamu mencari-cari atau memata-matai orang". apabila kami datang kepada Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam maka masing-masing kami duduk di tempat yang masih tersedia di majlis.Etika. Tidak duduk di antara dua orang yang sedang duduk kecuali seizin mereka.Albani). Abu Hurairah Radhiallaahu 'anhu telah meriwayatkan bahwasanya Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: "Apabila salah seorang kamu sampai di suatu majlis. Tidak duduk di tengah-tengah halaqah (lingkaran majlis). dan dishahihkan oleh Al. seperti menguap atau membuang ingus atau bersendawa di dalam majlis. (Muttafaq'alaih). Ibnu Umar Radhiallaahu 'anhuma telah meriwayatkan bahwa sesungguhnya Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: "Seseorang tidak boleh memindahkan orang lain dari tempat duduknya. Tidak melakukan perbuatan memata-matai. t. Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani). Ibnu Mas`ud Radhiallaahu 'anhu menuturkan : Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: "Apabila kamu tiga orang. dinilai shahih oleh Al-Albani). Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Apabila seorang di antara kamu bangkit (keluar) dari tempat duduknya. Para anggota majlis hendaknya tidak banyak tertawa. lalu ia menggantikannya. aku bersaksi bahwasanya tiada yang berhak disembah selain engkau. karena banyak tawa itu mematikan hati". maka hendaklah memberi salam. Etika Membaca Al-qur'an PenerapanEtika. Moraldan Akhlakdalam Kehidupan 2 . aku memohon ampunanmu dan aku bertobat kepada-Mu". Ahmad dan AtTirmidzi. (HR. kemudian sebelum bubar dari majlis itu ia membaca : "Maha Suci Engkau ya Allah.

Disunnatkan memanjangkan bacaan dan memperindah suara di saat membacanya. (HR. karena tidak ada hadits shahih dari Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam yang melarang hal tersebut. Moraldan Akhlak   Sebaiknya orang yang membaca Al-Qur'an dalam keadaan sudah berwudhu. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: "Peliharalah Al-Qur'an baik-baik. berinteraksi dengannya. lalu lisannya merasa sulit untuk membaca Al-          PenerapanEtika. Abu Daud.. (HR. kemu-dian basmalah pada setiap awal surah selain selain surah At-Taubah. Dan di dalam hadits Hudzaifah ia menuturkan: ". atau orang lain yang juga membaca Al-Qur'an. dan apabila terbaca ayat yang bermakna meminta perlindungan (kepada Allah) beliau memohon perlindungan". Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman yang artinya: "Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran. ia benar-benar lebih liar (mudah lepas) dari pada unta yang terikat di tali kendalinya". Hendaklah selalu menjaga al-Qur'an dan tekun membacanya dan mempelajarinya (bertadarus) hingga tidak lupa.. Hendaknya memilih tempat yang tenang dan waktunya pun pas. tidak berbicara”.Etika. (HR. Hendaknya selalu memperhatikan hukum-hukum tajwid dan membunyikan huruf sesuai dengan makhrajnya serta membacanya dengan tartil (perlahanlahan). dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu men-dapat rahmat". Termasuk sunnah adalah berhenti membaca bila sudah ngantuk. karena Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila salah seorang kamu bangun di malam hari. suci pakaiannya. Allah Subhanahu wa Ta'ala telah berfirman yang artinya: "Tidak akan menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan". Hendaknya membaca sambil merenungkan dan menghayati makna yang terkandung pada ayat-ayat yang dibaca. Allah berfirman yang artinya: “Hendaknya mendengarkan bacaan Al-Qur'an dengan baik dan diam. Boleh bagi wanita haid dan nifas membaca al-Qur'an dengan tidak menyentuh mushafnya menurut salah satu pendapat ulama yang lebih kuat. Hendaknya tidak menyentuh Al-Qur'an kecuali dalam keadaan suci. badannya dan tempatnya serta telah bergosok gigi. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman yang artinya: "Apabila kamu akan mem-baca al-Qur'an. kemudian Nabi membaca "Bismillahirrahmanirrahim" sambil memanjangkan Bismillahi. Moraldan Akhlakdalam Kehidupan 2 . dan memanjangkan bacaan ar-rahmani dan memanjangkan bacaan ar-rahim". (Al-Waqi`ah: 79). (Al-Muzzammil: 4).. Al-Bukhari). (An-Nahl: 98).. dan dishahih-kan oleh AlAlbani). sambil memohon surga kepada Allah bila terbaca ayat-ayat surga. Al-Bukhari). atau dapat mengganggu orang yang sedang shalat. seperti riya atau yang serupa dengannya. maka beliau berdo`a. (HR." (Shad: 29). Allah berfirman yang Subhanahu wa Ta'ala artinya: "Dan Bacalah AlQur'an itu dengan perlahan-lahan". Hendaknya memulai tilawah dengan ta`awwudz. dan berlindung kepada Allah dari neraka bila terbaca ayat-ayat neraka. Disunnatkan menyaringkan bacaan Al-Qur'an selagi tidak ada unsur yang negatif.Apabila Nabi terbaca ayat yang mengandung makna bertasbih (kepada Allah) beliau bertasbih. karena demi Tuhan yang diriku berada di tangan-Nya. maka dengarkanlah baik-baik. Muslim). dan apabila terbaca ayat yang mengandung do`a. Dan Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam juga bersabda: "Hiasilah suara kalian dengan Al-Qur'an". karena hal tersebut lebih dapat konsentrasi dan jiwa lebih tenang. Anas bin Malik Radhiallaahu anhu pernah ditanya: Bagaimana bacaan Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam (terhadap Al-Qur'an? Anas menjawab: "Bacaannya panjang (mad). (Al-A`raf: 204).. maka memohon perlindungan-lah kamu kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk". Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman yang artinya: "Dan apabila AlQur'an dibacakan.

Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: “Kalau sekiranya seorang di antara kamu hendak bersenggama dengan istrinya membaca : “(Dengan menyebut nama Alllah. karena Allah telah berfirman yang artinya:"Dan jika dikatakan kepada kamu "pulang". Orang itu berkata: Bolehkah saya masuk? Maka Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam berkata kepada pembantunya: "Jumpailah orang itu dan ajari dia cara minta izin. karena yang demikian itu lebih suci bagi kamu". Jabir Radhiallaahu 'anhu menuturkan: "Aku pernah datang kepada Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam untuk menanyakan hutang yang ada pada ayah saya. Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam telah bersabda: "Apabila salah seorang di antara kamu minta izin sudah tiga kali. (Muttafaq'alaih).  Sebelum minta izin hendaknya memberi salam terlebih dahulu. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: “Apabila salah seorang kamu menikahi seorang wanita. karena hal tersebut dinukil dari kaum salaf. maka hendaklah ia menyebutkan nama dan panggilannya. dishahihkan oleh Al-Albani).  Hendaknya peminta izin pulang apabila permintaan izinnya ditolak. (HR. Anas Radhiallaahu 'anhu meriwayatkan bahwasanya ia telah berkata: Sesung-guhnya pintu-pintu kediaman Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam diketuk (oleh para tamunya) dengan ujung kuku". Etika Minta Izin  Hendaknya orang yang akan meminta izin memilih waktu yang tepat untuk minta izin. maka hendaklah ia pulang". Karena minta izin itu sebenarnya dianjurkan untuk menjaga pandangan. maka hendaklah ia memegang ubun-ubunnya.  Hendaknya orang yang akan minta izin mengetuk pintu rumah orang yang akan dikunjunginya secara pelan.  Minta izin itu sampai tiga kali. Moraldan Akhlak Qur'an hingga tidak menyadari apa yang ia baca. bahwasanya ia pernah minta izin kepada Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam di saat beliau ada di suatu rumah. Abu Daud dan dihasankan oleh AlAlbani). Maka aku jawab: Saya. dan katakan kepadanya: Ucapkan Assalamu `alaikum. Maka aku ketuk pintu (rumah Nabi).Etika.  Hendaknya peminta izin tidak memasuki rumah apabila tidak ada orangnya. v.  Meletakkan tangan di kepala istri dan mendo`akannya. Al-Bukhari di dalam Al-Adab Al-Mufrad dan dishahihkan oleh Al-Albani).  Disunnahkan bagi kedua mempelai melakukan shalat dua raka`at bersama. Rib`iy berkata: Telah bercerita kepada saya seorang lelaki dari Bani `Amir. dan bacalah bimillah lalu mohon berkahlah kepada Allah. tertawa dan merayu istri-istrinya. dan hendaknya ia membaca: “(Ya Allah. tetapi sebaiknya menolehkan pandangannya ke kanan atau ke kiri agar pandangan tidak terjatuh kepada sesuatu di dalam rumah tersebut yang dimana penghuni rumah tidak ingin ada orang lain yang melihatnya. (HR. Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam selalu bercanda. Ahmad dan Abu Daud. maka pulanglah kamu.  Apabila orang yang minta izin itu ditanya tentang namanya. Muslim). Etika Pergaulan Suami Istri  Merayu istri dan bercanda dengannya di saat santai berduaan.  Membaca basmalah sebelum melakukan jima`. Maka Nabi berkata: "Saya! Saya!" dengan nada tidak suka. dan jangan mengatakan: "Saya". bolehkah saya masuk?"." (Muttafaq'alaih). karena hal tersebut merupakan perbuatan melampaui hak orang lain. (HR. ya PenerapanEtika. maka hendaknya ia berbaring (tidur)". (An-Nur: 28).  Hendaknya orang yang mengetuk pintu tidak menghadap ke pintu yang diketuk. Moraldan Akhlakdalam Kehidupan 2 . dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukanya dan keburukan sifat yang ada padanya)” (HR. jika sesudah tiga kali tidak ada jawaban maka hendaknya pulang. sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dari kebaikannya dan kebaikan sifat yang ada padanya. Lalu Nabi berkata: "Siapa itu?". lalu tidak diberi izin. u.

lalu sang suami tidur dalam keadaan marah kepadanya. maka sesungguhnya jika keduanya dikaruniai anak dari persenggamaannya itu. Disunatkan bagi kedua suami istri berwudhu sebelum tidur sesudah melakukan jima`. dan mencari waktu yang tepat untuk berkunjung. (Muttafaq alaih). Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguh-nya manusia yang paling buruk kedudukannya di sisi Allah pada hari Kiamat adalah orang lelaki yang berhubungan dengan istrinya (jima`). (Al-Baqarah: 228). Jika sang suami ingin bersenggama lagi. Moraldan Akhlak         Allah. w. Muslim).. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: “Apabila suami mengajak istrinya ke tempat tidutrnya lalu ia tidak memenuhi ajakannya. Al-Arba`ah dan dishahihkan oleh AlAlnbani). maka malaikat melaknat wanita tersebut hingga pagi”. maka dianjurkan berwudhu terlebih dahulu. lalu ingin mengulanginya kembali maka hendaklah ia berwudhu”.  Hendaknya mendekat kepada si sakit dan menanyakan keadaan dan penyakit yang dirasakannya. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa mempunyai dua istri. lalu ia lebih cenderung kepada salah satunya. karena hadits Aisyah menuturkan :”Adalah Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam apabila beliau hendak makan atau tidur sedangkan ia junub. dan hendaknya tidak menyusahkan si sakit. bahkan berupaya untuk menghibur dan membahagiakannya. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: Barangsiapa yang melakukan persetubuhan terhadap wanita haid atau wanita pada duburnya. karena sesungguhnya mereka adalah tawanan disisi kalian. (HR. dan melaksanakan kewajiban masing-masing terhadap yang lain. maka sesungguhnya ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad”. Hendaknya masing-masing saling bergaul dengan baik.Etika. atau datang kepada dukun (tukang sihir) lalu membenarkan apa yang dikatakannya. Hendaknya suami berlaku lembut dan bersikap baik terhadap istrinya dan mengajarkan sesuatu yang dipan-dang perlu tentang masalah agamanya. kemudian ia menyebarkan rahasianya”.. dan hendaknya istri tidak menolak ajakan suami bila mengajaknya. (HR. Haram bagi suami menyetubuhi istrinya di saat ia sedang haid atau menyetubuhi duburnya. maka beliau mencuci kemaluannya dan berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat” (Muttafaq’alaih). Haram bagi suami-istri menyebarkan tentang rahasia hubungan keduanya. berpesan baiklah selalu kepada istri. seperti mengata-kan: “Bagaimana kamu PenerapanEtika. Turmudzi dan dishahihkan oleh Al-Albani). (HR.. dan hendaknya tidak mematuhi siapapun dari keluarganya bila tidak disukai oleh suami dan bertentangan dengan kehendaknya. Etika Menjenguk Orang Sakit (1) Untuk orang yang berkunjung (menjenguk):  Hendaknya tidak lama di dalam berkunjung. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam telah bersabda: “Ingatlah. (HR. niscaya ia datang di hari Kiamat kelak dalam keadaan sebelah badannya miring”. serta menekankan apa-apa yang diwajib Allah terhadapnya. Hendaknya suami berlaku adil terhadap istri-istrinya di dalam masalah-masalah yang harus bertindak adil. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman yang artinya: “Dan para istri mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut yang ma`ruf”. niscaya ia tidak akan dibahayakan oleh setan selamalamanya” (Muttafaq alaih). jauhkanlah setan dari kami dan jauhkan syetan dari apa yang Engkau rizkikan kepada kami). Hendaknya istri selalu ta`at kepada suaminya sesuai kemampuannya asal bukan dalam hal kemaksiatan. karena Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: “Apabila salah seorang kamu telah bersetubuh dengan istrinya. Muslim). Moraldan Akhlakdalam Kehidupan 2 .” (HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh Al-Albani).

prinsip hidup yang berkenaan dengan benar dan salah. segala tingkah laku yang dikenal pasti oleh etika sebagai baik b. selamat dan disehatkan. dan sebagainya (Purwadarminto. Moral berkaitan dengan kemampuan untuk membedakan antara perbuatan yang baik dan perbuatan yang salah. Kemampuan untuk memahami perbedaan benar dan salah. Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam telah bersabda: “Talkinlah orang yang akan meninggal di antara kamu “La ilaha illallah”.layak atau tidak layak. Dalam kamus umum bahasa Indonesia dikatakan bahwa moral adalah penetuan baik buruk terhadap perbuatan dan kelakuan. 1956 : 957). Tingkah laku yang telah ditentukan oleh etika sama ada baik atau buruk dinamakan moral. dibelaskasihi Allah. Dalam moral didiatur segala perbuatan yang dinilai baik dan perlu dilakukan. Moral Secara kebahasaan perkataan moral berasal dari ungkapan bahasa latin mores yang merupakan bentuk jamak dari perkataan mos yang berarti adat kebiasaan. PenerapanEtika. 2. Sebagai-mana pernah dilakukan oleh Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Sallam. Moral ialah tingkah laku yang telah ditentukan oleh etika. (Muttafaq’alaih). Baik.     (2) Untuk orang yang sakit:  Hendaknya segera bertobat dan bersungguh-sungguh beramal shalih. Mengingatkan si sakit untuk bersabar atas taqdir Allah Subhanahu wa Ta'ala dan jangan mengatakan “tidak akan cepat sembuh”. Kata hati atau hati nurani memberikan ukuran yang subyektif. Ajaran atau gambaran tentang tingkah laku yang baik. sembuhkanlah. dan selalu mengingat bahwa ia sesungguhnya adalah makhluk yang lemah di antara makhluk Allah lainnya. Muslim).Etika. baik. dan menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya. kewajiban. Sehat (bersih) insya Allah”. (HR. Dan berdo`a tiga kali sebagai-mana dilakukan oleh Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam. Dengan demikian moral merupakan kendali dalam bertingkah laku. Engkau Maha Penyembuh. Hendaknya mentalkinkan kalimat Syahadat bila ajalnya akan tiba. dan berdo`a: “Hilangkanlah kesengsaraan (penyakitnya) wahai Tuhan bagi manusia. dan hendaknya tidak mengharapkan kematiannya sekalipun penyakitnya sudah kronis. salah. kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit”. sifat dan perangkai dinyatakan benar. adapun norma memberikan ukuran yang obyektif.  Berbaik sangka kepada Allah. buruk. Moral dalam istilah dipahami juga sebagai: 1. dan segera mem-bayar/menunaikan hak-hak dan kewajiban kepada pemi-liknya. Al-Bukhari). B. Mengusap si sakit dengan tangan kanannya. Moral terbagi menjadi dua yaitu : a. Moral dapat diukur secara subyektif dan obyektif. dan suatu perbuatan yang dinilai tidak baik dan perlu dihindari. baik dan buruk. kelakuan. Istilah moral biasanya dipergunakan untuk menentukan batas-batas suatu perbuatan.  Hendaknya cepat meminta kehalalan atas kezhaliman-kezhaliman yang dilakukan olehnya. akhlak. ia mengucapkan: “Tidak apa-apa. tingkah laku yang dikenal pasti oleh etika sebagai buruk. tiada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu. 3. Buruk. Moraldan Akhlakdalam Kehidupan 2 .patut maupun tidak patut. dan bahwa sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak membutuhkan untuk menyiksanya dan tidak mem-butuhkan ketaatannya. Mendo`akan semoga cepat sembuh. Moral juga diartikan sebagai ajaran baik dan buruk perbuatan dan kelakuan. Moraldan Akhlak rasakan keadaanmu?”. (HR. memejamkan kedua matanya dan mendo`akan-nya. Ibnu Abbas Radhiallaahu anhu telah meriwayat-kan bahwasanya Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam apabila beliau menjenguk orang sakit.

agama atau sebuah ideologi atau gabungan dari beberapa sumber. Akhlak berasal dari bahasa arab yakni khuluqun yang diartikan: budi pekerti.Etika. yang artinya: ”Sesungguhnya engkau (Muhammad) berada di atas budi pekerti yang agung” (Al Qalam:4) 2. Moralitas adalah sopan santun. perangai. Akhlak yang buruk akan membinasakan seseorang insan dan juga akan membinasakan ummat manusia. Moraldan Akhlak (Hardiwardoyo. dan lain-lain C."(H. Tiga pakar di bidang akhlak yaitu Ibnu Miskawaih. tingkah laku atau tabiat.W. didasarkan pada penalaran yang baik bukan otoritas kekuasaan. Akhlak kepada Allah  Beribadah kepada Allah. melebihi kepentingan sendiri. Do’a merupakan inti ibadah. Macam-Macam Akhlak a.bersabda yang maksudnya:"Sesungguhnya aku diutus adalah untuk menyempurnakan budipekerti yang mulia. segala sesuatu yang berhubungan dengan etiket atau sopan santun. baik diucapkan dengan mulut maupun dalam hati.  Berzikir kepada Allah. Moralitas dapat berasal dari sumber tradisi atau adat. Berzikir kepada Allah melahirkan ketenangan dan ketentraman hati.R. kebiasaan masyarakat dan agama untuk membantu menilai tingkahlaku seseorang. yaitu memohon apa saja kepada Allah. tidak memihak dan pelanggarannya diasosiasikan dengan perasaan bersalah.Ahmad) Wa innaka la'ala khuluqin 'adzim. yang akan membinasakan diri dan masyarakat seluruhnya. malu. Standar moral ialah standar yang berkaitan dengan persoalan yang dianggap mempunyai konsekuensi serius. Al Gazali. yaitu melaksanakan perintah Allah untuk menyembahNya sesuai dengan perintah-Nya. Kemoralan merupakan sesuatu yang berkait dengan peraturan-peraturan masyarakat yang diwujudkan di luar kawalan individu.A. ialah yang paling baik akhlaknya. Moraldan Akhlakdalam Kehidupan 3 . Seorang muslim beribadah membuktikan ketundukkan terhadap perintah Allah. Manusia yang mempunyai akhlak yang buruk senang melakukan sesuatu yang merugikan orang lain.R. adat.1990). Senang melakukan kekacauan.A. karena ia merupakan pengakuan akan keterbatasan dan PenerapanEtika. Sedangkan sebagaian ulama yang lain mengatakan akhlak itu adalah suatu sifat yang tertanam didalam jiwa seseorang dan sifat itu akan timbul disetiap ia bertindak tanpa merasa sulit (timbul dengan mudah) karena sudah menjadi budaya sehari-hari. Akhlak 1. senang melakukan perbuatan yang tercela. Moral berkaitan dengan moralitas. maka norma akan membantu mencari kebaikan moral. yaitu mengingat Allah dalam berbagai situasi dan kondisi. menyesal.W.bersabda yang bermaksud: "Orang Mukmin yang paling sempurna imannya. Moralitas adalah pedoman yang dimiliki individu atau kelompok mengenai apa yang benar dan salah berdasarkan standar moral."(H. Pengertian Ada dua pendekatan untuk mendefenisikan akhlak.Ahmad) Nabi S. dan Ahmad Amin menyatakan bahwa akhlak adalah perangai yang melekat pada diri seseorang yang dapat memunculkan perbuatan baik tanpa mempertimbangkan pikiran terlebih dahulu. Apabila hati nurani ingin membisikan sesuatu yang benar. yaitu pendekatan linguistik (kebahasaan) dan pendekatan terminologi (peristilahan). Dorothy Emmet(1979) mengatakan bahawa manusia bergantung kepada tatasusila.  Berdo’a kepada Allah. Akhlak yang baik akan mengangkat manusia ke derajat yang tinggi dan mulia. Nabi S.

Etika. akan lahir kepercayaan orang tua pada anak oleh karena itu kasih sayang harus menjadi muatan utama dalam komunikasisemua pihak dalam keluarga. Moraldan Akhlakdalam Kehidupan 3 . meringankan beban. orang tua. Dari komunikasi semacam itu akan lahir saling keterikatan batin.keakraban. tetapi betul-betul menjadi tempat tinggal yang damai dan menyenangkan. Syukur dengan ucapan adalah memuji Allah dengan bacaan alhamdulillah. Tawaduk kepada Allah. yaitu sikap berterima kasih atas pemberian nikmat Allah yang tidak bisa terhitung banyaknya. Apabila kasih sayang telah mendasari komunikasi orang tua dengan anak. Akhlak kepada keluarga Akhlak terhadap keluarga adalah mengembangkann kasih sayang di antara anggota keluarga yang diungkapkan dalam bentuk komunikasi. serta menyantuni mereka jika sudah tua dan tidak mampu lagi berusaha. 3. Sabar. Berbuat baik kepada ibu bapak dibuktikan dalam bentuk-bentuk perbuatan antara lain : menyayangi dan mencintai ibu bapak sebagai bentuk terima kasih dengan cara bertutur kata sopan dan lemah lembut. Komunikasi yang didorong oleh rasa kasih sayang yang tulus akan dirasakan oleh seluruh anggota keluarga. muda. Akhlak kepada sesama manusia (1) Akhlak terpuji ( Mahmudah ) PenerapanEtika. 2. menjauhi larangan dan ketika ditimpa musibah. yaitu prilaku seseorang terhadap dirinya sendiri sebagai hasil dari pengendalian nafsu dan penerimaan terhadap apa yang menimpanya. karena ia mampu menembus kekuatan akal manusia. Kekuatan do’a dalam ajaran Islam sangat luar biasa. Dengan demikian rumah bukan hanya menjadi tempat menginap. dan keterbukaan di antara anggota keluarga dan menghapuskan kesenjangan di antara mereka. menjauhkan dari sifat iri dan dengki yang menyiksa diri sendiri dan tidak menyenangkan orang lain c. kaya atau miskin. Demikian sebaliknya. Syukur diungkapkan dalam bentuk ucapan dan perbuatan. dan pamrih dalam melaksanakan ibadah kepada Allah. Sikap tawaduk melahirkan ketenangan jiwa. sekaligus pengakuan akan kemahakuasaan Allah terhadap segala sesuatu. yaitu rendah hati. Melalui komunikasi seperti itu pula dilakukan pendidikan dalam keluarga. Moraldan Akhlak ketidakmampuan manusia. mentaati perintah. oleh karena itu tidak layak kalau hidup dengan angkuh dan sombong. yaitu berserah diri sepenuhnya kepada Allah dan menunggu hasil pekerjaan atau menanti akibat dari suatu keadaan. yaitu menanamkan nilai-nilai moral kepada anak-anak sebagai landasan bagi pendidikan yang akan mereka terima pada masa-masa selanjutnya.Orang yang tidak pernah berdo’a adalah orang yang tidak menerima keterbatasan dirinya sebagai manusia karena itu dipandang sebagai orang yang sombong . maka akan lahir wibawa pada orang tua. Syukur. Mengakui bahwa dirinya rendah dan hina di hadapan Allah Yang Maha Kuasa. menjadi surga bagi penghuninya. d. sedangkan syukur dengan perbuatan dilakukan dengan menggunakan dan memanfaatkan nikmat Allah sesuai dengan aturan-Nya. yaitu rendah hati di hadapan Allah. Akhlak kepada diri sendiri 1. Oleh karena itu berusaha dan berdo’a merupakan dua sisi tugas hidup manusia yang bersatu secara utuh dalam aktifitas hidup setiap muslim. Akhlak kepada ibu bapak adalah berbuat baik kepada keduanya dengan ucapan dan perbuatan. Tawaduk. selalu menghargai siapa saja yang dihadapinya.   b. suatu perilaku yang tidak disukai Allah. tidak mau memaafkan orang lain.Sabar diungkapkan ketika melaksanakan perintah. Tawakal kepada Allah.

”. Tasamu Artinya sikap tenggang rasa. Lawan kata tawaduk adalah takabur. Hukum kepada Allah dan rasul nya wajib. Tetapi jika kamu bersabar. Al Maidah/5:2) Dll     (2) Akhlak tercela ( Mazmumah )  Hasad Artinya iri hati. Alkafirun/109: 6) Ayat tersebut menjelaskan bahwa masing-masing pihak bebas melaksanakan ajaran agama yang diyakini. ”Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.Etika.. Allah berfirman. ”Untukmu agamamu. AnNisa/4:32)  Dendam Dendam yaitu keinginan keras yang terkandung dalam hati untuk membalas kejahatan. Allah berfirman. Husnuzan kepada sesama manusia berarti menaruh kepercayaan bahwa dia telah berbuat suatu kebaikan. Orang yang tawaduk berarti orang yang merendahkan diri dalam pergaulan. Allah berfirman.S. perkiraan. saling menghormati dan saling menghargai sesama manusia. Mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Moraldan Akhlakdalam Kehidupan 3 . Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya. dengki. dan bagi perempuan (pun) ada bagian dari mereka usahakan. bantu membantu dengan sesama manusia. Husnuzan berarti prasangka. Lawan kata husnuzan adalah suuzan yakni berprasangka buruk terhadap seseorang .” (Q.” (Q. An Nahl/16:126) PenerapanEtika.S. dugaan baik. Allah berfirman. maka balaslah dengan (balasan) yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepadamu. sesungguhlah itulah yang terbaik bagi orang yang sabar” (Q.. Tawaduk Tawaduk berarti rendah hati.(Karena) bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka usahakan. ”Dan jika kamu membalas. Moraldan Akhlak  Husnuzan Berasal dari lafal husnun ( baik ) dan Adhamu (Prasangka).S. Ta’awun Ta’awun berarti tolong menolong. Allah berfirman .S. dan untukku agamaku (Q. wujud husnuzan kepada Allah dan Rasul-Nya antara lain: • Meyakini dengan sepenuh hati bahwa semua perintah Allah dan Rasul-Nya Adalah untuk kebaikan manusia • Meyakini dengan sepenuh hati bahwa semua larangan agama pasti berakibat buruk. gotong royong.dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa... Iri berarti merasa kurang senang atau cemburu melihat orang lain beruntung.. dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah. dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Al Isra/17:24) Ayat di atas menjelaskan perintah tawaduk kepada kedua orang tua. Hukum husnuzan kepada manusia mubah atau jaiz (boleh dilakukan). Husnuzan berdampak positif berdampak positif baik bagi pelakunya sendiri maupun orang lain.S.. ”Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain.”(Q.

Allah berfirman. Standar baik dan buruk akhlak berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah Rasul. berarti pembicaraan itu disebut fitnah. yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu. Moral dan Akhlak Perbedaan antara akhlak dengan moral dan etika dapat dilihat dari dasar penentuan atau standar ukuran baik dan buruk yang digunakannya. Karena itu akhlak yang baik merupakan dorongan dari keimanan seseorang.”(Hadits riwayat Ahmad) Secara umum dapat dikatakan bahwa akhlak yang baik pada dasarnya adalah akumulasi dari aqidah dan syari’at yang bersatu secara utuh dalam diri seseorang..dan janganlah ada diantara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. ”Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita maka telitilah kebenarannya. Al Hujurat/49:6)  D. Sedangkan apabila kejelekan yang dibicarakan itu tidak benar.S.Etika. ”. sedangkan standar akhlak bersifat universal dan abadi. Dengan demikian standar nilai moral dan etika bersifat lokal dan temporal. Apabila kejelekan yang dibicarakan tersebut memang dilakukan orangnya dinamakan gibah.. Al Hujurat/ 49:12) Namimah Adu domba atau namimah. yakni menceritakan sikap atau perbuatan seseorang yang belum tentu benar kepada orang lain dengan maksud terjadi perselisihan antara keduanya.S. PenerapanEtika. sedangkan moral dan etika berdasarkan adat istiadat atau kesepakatan yang dibuat oleh suatu masyarakat jika masyarakat menganggap suatu perbuatan itu baik maka baik pulalah nilai perbuatan itu. agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan). akhlak merupakan cermin dari apa yang ada dalam jiwa seseorang. Apabila aqidah telah mendorong pelaksanaan syari’at akan lahir akhlak yang baik. Dalam pandangan Islam...” (Q. sebab keimanan harus ditampilkan dalam prilaku nyata sehari-hari. Apakah ada diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Perbedaan Etika. Inilah yang menjadi misi diutusnya Rasul sebagaimana disabdakannya : “ Aku hanya diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia. Allah berfirman. atau dengan kata lain akhlak merupakan perilaku yang tampak apabila syari’at Islam telah dilaksanakan berdasarkan aqidah. Moraldan Akhlak  Gibah dan Fitnah Membicarakan kejelekan orang lain dengan tujuan untuk menjatuhkan nama baiknya.” (Q. Moraldan Akhlakdalam Kehidupan 3 .

Bukhari dan Muslim).A. Moraldan Akhlak BAB III PENUTUP Etika menurut filasafat dapat disebut sebagai ilmu yang menyelidiki mana yang baik dan mana yang buruk dengan memperhatikan amal perbuatan manusia sejauh yang dapat diketahui oleh akal pikiran.layak atau tidak layak. Walaupun tidak sesempurna Nabi Muhammad S.” (HR. buruk. perangai. dengan diselesaikannya makalah ini. Dan diharapkan. moral dan akhlak yang baik dan sesuai dengan ajaran islam dalam kehidupan sehari-hari.A. baik.Etika.W. baik pembaca maupun penyusun dapat menerapkan etika. sifat dan perangkai dinyatakan benar. Ketiga hal tersebut (etika.patut maupun tidak patut. kelakuan.W . tabi'at. salah. moral dan akhlak) merupakan hal yang paling penting dalam pembentukan akhlakul karimah seorang manusia. setidaknya kita termasuk kedalam golongan kaumnya. Istilah moral biasanya dipergunakan untuk menentukan batas-batas suatu perbuatan. Dan manusia yang paling baik budi pekertinya adalah Rasulullah S. Moraldan Akhlakdalam Kehidupan 3 . PenerapanEtika. Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu seorang sahabat yang mulia menyatakan: “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah manusia yang paling baik budi pekertinya. karakter manusia yang baik maupun yang buruk dalam hubungannya dengan Khaliq atau dengan sesama makhluk. moral adalah penetuan baik buruk terhadap perbuatan dan kelakuan. Akhlak adalah hal yang terpenting dalam kehidupan manusia karena akhlak mencakup segala pengertian tingkah laku.

blogspot. Hasanudin dan Zaharuddin. Pengatar Studi Akhlak. 1992 5. Membangun Akidah dan Akhlak. Majid. Etika Islam. Hamzah. Darsono.com/ PenerapanEtika. T. Kedudukan As Sunah dalam Syariat Islam Cet III. Ibrahim.multiply. Bogor : Pustaka At Takwa.Etika.com http://mubarok-institute. Fakhry. 3.shiar-islam. Sinaga. Yogyakarta : Pustaka Pelajar. Yaqub. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri.com http://etikamuslim. 4. 2009 Sumber Website : 1. Yazid. Moraldan Akhlak DAFTAR PUSTAKA 1. Solo : PT. Moraldan Akhlakdalam Kehidupan 3 . 2008 6. Abdul. 2004 3. Jakarta : PT Raja Grafmdo Persada.googlepages. Ghoni Asykur. Bandung : CV Diponegoro. 1996 2. Etika Dalam Islam.com/journal/item/26 www. 2. Bandung : Husaini Bandung. Kumpulan Hadits-Hadits Pilihan Bukhori Muslim. http://grms. 1988 (artikel ini disadur dari persentasi pada mata kuliah akhlak tasawuf) 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful