METRIS - Metode Horisontal

Cara Mengajar Operasi PEMBAGIAN
Contributed by Alexander Thursday, 12 March 2009 Last Updated Thursday, 12 March 2009

Pembagian adalah konsep matematika utama yang seharusnya dipelajari oleh anak-anak setelah mereka mempelajari operasi penambahan, pengurangan dan perkalian. Biasanya operasi pembagian mulai diperkenalkan pada kelas tiga di sekolah dasar hampir bersamaan dengan pengajaran Perkalian, tepatnya adalah Perkalian diajarkan terlebih dahulu baru kemudian Pembagian dan kemudian keduanya akan diajarkan secara paralel. Para orang tua mungkin ingin memahami bagaimana caranya mengajarkan ketrampilan pembagian ini secara benar kepada anak-anak mereka. Metode untuk mengajarkan Pembagian pada tahap awal yang paling sesuai adalah dengan menghubungkan ke konsep Pengurangan, yaitu dengan memandang pembagian sebagai pengurangan beruntun (24/4 = 6 artinya adalah 24 –4 –4 –4 –4 – 4 –4 = 0). Karena dengan pendekatan pengurangan beruntun ini, si anak dapat menggunakan pemahaman yang telah didapat selama mempelajari operasi pengurangan untuk selanjutnya digunakan mempelajari Pembagian. Cara selanjutnya untuk mengajarkan operasi Pembagian adalah dengan memandang Pembagian sebagai Invers Perkalian (20/5 = ? ó 5 * ? = 20). Cara pengajaran Pembagian sebagai Invers Perkalian dilakukan setelah siswa telah memahami operasi perkalian dengan cukup baik. Dengan kedua cara di atas diharapkan siswa mampu melihat hubungan yang erat antara pembagian dengan ke tiga operasi dasar aritmatika yang lain.Ada beberapa tahap untuk mengajarkan anak-anak mengenai konsep pembagian ini. Tahap-tahap ini bergantung pada kemampuan (bukan pada umur) anak tersebut secara unik sehingga tidak dapat dipaksakan dalam proses pengajarannya. Untuk memudahkan, cara pengajaran operasi pembagian dibagi menjadi tiga tahap, yaitu tahap pengenalan pembagian, tahap pembagian tradisional, tahap pembagian mental. Yang nantinya akan dibahas secara terinci satu demi satu.1. Tahap Pengenalan PembagianDalam tahap ini, diperkenalkan terlebih dahulu konsep Pembagian sebagai Pengurangan Beruntun dalam kehidupan sehari-hari, misalnya dengan menggunakan wadah telur (atau wadah lain yang dalamnya bersekat-sekat), dan dengan menggunakan kelereng untuk mengajarkan operasi pembagian, misalnya 12/4. Langkah pertama adalah ambil duabelas kelereng, dan meminta siswa untuk membilangnya. Kemudian ambil 4 (empat) kelereng dan di masukkan ke dalam ruangan dalam wadah telur tersebut, ulangi terus hal ini dan letakkan dalam ruangan yang berbeda sampai keduabelas kelereng tersebut habis (12 – 4 – 4 – 4 = 0). Jika hal ini telah selesai, maka hitunglah jumlah ruangan dari wadah telur yang terisi 4 (empat) kelereng tersebut, yaitu sebanyak 3 (tiga) ruangan. Akhirnya siswa dijelaskan bahwa jumlah ruangan yang terisi kelereng tersebut adalah jawaban dari soal pembagian 12/4, yang sama dengan 3. Cara alternatif yang lain untuk mengajarkan operasi pembagian dengan menggunakan kertas berpetak dan pensil berwarna. Misalkan untuk mengajarkan 12/4, di sini siswa diminta untuk mewarnai 12 (duabelas) kotak. Kemudian siswa diminta memotong empat kotak-empat kotak sampai 12 (duabelas) kotak tadi habis. Hasil potongannya kemudian dihitung jumlahnya, yang merupakan solusi dari masalah pembagian 12/4 tersebut, yang sama dengan 3 (tiga). Selanjutnya untuk mengenalkan konsep Pembagian sebagai Invers Perkalian, susun ulang lagi tiga bagian dari empat kotak - empat kotak tersebut sampai membentuk 12 (duabelas) kotak semula [3*4 = 12]. Proses pengajaran ini terus dibolak-balik sampai siswa mengerti makna dari konsep Invers. Sebagai Keterangan tambahan, cara mengajarkan fakta-fakta pembagian dapat menggunakan gambar-gambar benda nyata dalam bentuk soal secara berulang-ulang. Selanjutnya sebagai keterangan notasi pembagi yang sering digunakan adalah a/b atau a ÷ b ,dimana a disebut Pembilang / Yang Dibagi dan b adalah Penyebut / Pembagi.2. Tahap Pembagian Tradisional Pada tahap ini tentunya dimulai dengan penulisan operator pembagian ( ÷ ). Yang menjadi masalah paling pokok dalam mengajarkan operasi pembagian adalah mengajarkan Pembagian Dasar dengan penyebut (denominator) 1 (satu) s.d 9 (sembilan) TANPA RESIDU terlebih dahulu. Baru kemudian Pembagian Dasar dengan penyebut (denominator) 1 (satu) s.d 9 (sembilan) dengan RESIDU.a. Cara Mengajarkan Pembagian dengan pembagi 0 (nol), 1 (satu), 2 (dua) dan 3 (tiga)1. Dibagi dengan bilangan 0 (nol)Bilangan pembilang tidak akan dapat dibagi dengan bilangan 0 (nol) karena tidak mungkin untuk membuat 0 kelompok dari sebuah bilangan.2. Dibagi dengan bilangan 1 (satu) Sembarang bilangan dibagi dengan bilangan 1 (satu), hasilnya adalah bilangan itu sendiri. Jika kita membagi dengan bilangan 1 (satu) berarti akan mempunyai satu kelompok benda saja maka semua benda akan termuat dalam satu kelompok tersebut 3. Dibagi dengan bilangan 2 (dua) dan 3 (tiga) Contoh dari pembagian dengan Pembilang 2 (dua) dan 3 (tiga) sebagai berikut:2 (Dua) 0 ÷ 2 = 0 2 ÷ 2 = 1 4 ÷ 2 = 2 6 ÷ 2 = 3 8 2 = 4 10 ÷ 2 = 5 12 ÷ 2 = 6 14 ÷ 2 = 7 16 ÷ 2 = 8 18 ÷ 2 = 93 (Tiga) 0 ÷ 3 = 0 3 ÷ 3 = 1 6 ÷ 3 = 2 9 ÷ 3 = 3 12 ÷ 3 = 4 15 ÷ 3 = 5 1 = 7 24 ÷ 3 = 8 27 ÷ 3 = 9Cara ini diulang-ulang untuk berbagai variasi soal yang adab. Cara Mengajarkan Pembagian dengan pembagi 4 (empat), 5 (lima), dan 6 (enam)Contoh dari pembagian dengan Pembilang 4 (empat), 5 (lima), dan 6 (enam) sebagai berikut:4 (empat)0 ÷ 4 = 0 4 ÷ 4 = 1 8 ÷ 4 = 2 12 ÷ 4 = 3 16 ÷ 4 = 4 20 ÷ 4 = 5 24 ÷ 4 = 6 28 ÷ 4 = 7 32 ÷ 4 = 8 3 (lima) 0 ÷ 5 = 0 5 ÷ 5 = 1 10 ÷ 5 = 2 15 ÷ 5 = 3 20 ÷ 5 = 4 25 ÷ 5 = 5 30 ÷ 5 = 6 35 ÷ 5 = 7 40 ÷ 5 = 8 45 ÷ 5 = 96 (enam)0 ÷ 6 = 0 = 2 18 ÷ 6 = 3 24 ÷ 6 = 4 30 ÷ 6 = 5 36 ÷ 6 = 6 42 ÷ 6 = 7 48 ÷ 6 = 8 54 ÷ 6 = 9Cara ini kemudian diulang-ulang untuk berbagai v soal yang adac. Cara Mengajarkan Pembagian dengan pembagi 7 (tujuh), 8 (delapan), dan 9 (sembilan)Contoh dari pembagian dengan Pembilang 7 (tujuh), 8 (delapan), dan 9 (sembilan) sebagai berikut:7 (tujuh)0 ÷ 7 = 0 7 ÷ 7 = 1 14 ÷ 7 = 2 21 ÷ 7 = 3 28 ÷ 7 = 4 35 ÷ 7 = 5 42 ÷ 7 = 6 49 ÷ 7 = 7 56 ÷ 7 = 8 63 ÷ 7 = 98 (delapan)0 ÷ 8 = 0 8 ÷ 8 = 1 16 ÷ 8 = 2 24 ÷ 8 = 3 8 = 5 48 ÷ 8 = 6 56 ÷ 8 = 7 64 ÷ 8 = 8 72 ÷ 8 = 99 (sembilan)0 ÷ 9 = 0 9 ÷ 9 = 1 18 ÷ 9 = 2 27 ÷ 9 = 3 36 ÷ 9 = 4 45 ÷ 9 = 5 54 ÷ 7 72 ÷ 9 = 8 81 ÷ 9 = 9Cara ini kemudian diulang-ulang untuk berbagai variasi soal yang adad. Cara Mengajarkan Pembagian Puluhan dengan Residu.(Cara Umum) Untuk mengajarkan Pembagian dengan Residu (atau Pembagian secara Umum) cara yang paling efektif adalah dengan notasi Kurung Bagi (Division Bracket). Misalnya untuk soal 43 ÷ 7, sebagai berikut:- Letakkan Pembagi/ Penyebut (7) sebelum notasi Kurung Bagi dan letakkan bagian yang Dibagi/
http://sigmetris.com Powered by Joomla! Generated: 9 September, 2011, 06:46

prosedur pembagian tradisional adalah sama dengan sebelumnya tetapi mungkin kita membutuhkan lebih banyak corat-coret untuk melakukan operasi perkalian dalam langkah pendugaan (guessing) pada proses pembagian tersebut ______Sebagai contoh akan dihitung 14 ) 7434 . Dan lakukan perkalian untuk menduga kelipatan dari 14 yang sesuai.3. Pengenalan Konsep Asosiasi Posisi dengan menggunakan Notasi Pagar adalah esensial untuk menggunakan visualisasi secara langsung ini. yang lebih kecil dari 7 maka tidak bias dibagi dengan bilangan 7 untuk mendapatkan hasil baginya. sehingga: _531__14 ) 7434 70__ 434 42_ 14 14 0Karena sisa pemb (nol).b. ___ 7 ) 43. mulai dari bilangan paling kiri yaitu 3 sampai dengan bilangan paling kanan yaitu 0. dapat dilihat kelipatan 14 yang sesuai untuk mendekati 43 adalah 3. 06:46 . Dua digit bilangan paling kiri yi 34 dapat dibagi 17. Kata &lsquo. maka dilihat bilangan 74. selanjutnya bilangan 17 dapat pula dibagi 17. kecepatan merespon. Ulangi prosedur 1 dan 2 untuk bilangan residu yang dihasilkan sampai menghasilkan residu yang kurang dari bilangan PembagiSehingga didapat jawabannya adalah 279KETERANGAN: Perhatikan pola perhitungan yang tetap konsisten untuk setiap soal yang ada yaitu mulai dari Kiri ke KananCara ini kemudian diulang-ulang untuk berbagai variasi soal yang ada sampai dapat menghitung tanpa harus mencorat-coret pada kertas.Karena bilangan 7 dalam 7434 lebih kecil dari pada 14. maka proses pembagian telah selesai tanpa Residu. sbb:2 × 14 = 28 3 × 14 = 42 4 × 14 = 56Dari tabel perhitungan. sehingga: _53___14 ) 7434 70__ 434 42_ 14. Selanjutnya melakukan operasi pembagian di dalam Notasi Pagar (34/17 ||| 170/17)Sehingga didapat jawabannya adalah 2010KETERANGAN: Perhatikan pola perhitungan yang tetap konsisten untuk setiap soal yang ada yaitu mulai dari Kiri ke KananCara ini kemudian diulang-ulang untuk berbagai variasi soal http://sigmetris. sehingga: _5____14 ) 7434 70__ 434 . Hal ini dapat diajarkan melalui pelatihan yang intens dan berulang-ulang. Visualisasi Langsung (Direct Visualization)Di sini konsep Metode Horisontal mulai berperan secara dominan. selanjutnya bilangan 3 dapat dibagi 3 (3*1).Metode Horisontal Pembilang dibawah notasi Kurung Bagi tersebut.2 × 14 = 285 × 14 = 704 × 14 = 566 × 14 = 84 Dari tabel perhitungan. Untuk mencari berapa banyak kelipatan 14 yang paling mendekati 74 terkadang harus melakukan beberapa langkah pendugaan. 2011. d sbb:. Cara mengajarkan Pembagian Mental yang Berpola (sebagai contoh 34170 ÷ 17)Perhatikanlah bilangan yang Dibagi (34170). Cara mengajarkan Pembagian Mental yang Umum (sebagai contoh 837 ÷ 3)Untuk melakukan proses pembagian secara efektif dibutuhkan kemampuan untuk menghitung perkalian dengan cepat.e. tanpa dengan bantuan peralatan yang lain. Pembagian Mental dapat dibagi dalam dua kategori:A.d 9. dan terakhir 7 dapat didekati dengan 6 (3*2) sehingga notasi pagarnya dapat ditulis sbb:(8 | 3 | 7) ÷ 3 = (8/3 | 3/3 | 7/3) = (2 | 1 | 2) + 201 / 3 = 212 + 201/3Selanjutnya perhatikan bilangan residunya (201). Kunci utama dalam Pembagian secara mental adalah Ingatan (memori) dalam melakukan Perkalian Mental yang sudah diluar kepala. pengurangan dan perkalian). Cek sampai mendapatkan kelipatan 14 maksimum yang masih lebih kecil dari 74. yaitu mengalikan Pembagi (3) dengan bilangan dari 1 s. sekarang pandang angka 14.langsung&rsquo. dimana bilangan 20 dapat didekati dengan 18 (3*6) dan bilangan 1 tidak bias didekati lagi karena lebih kecil dibandingkan bilangan pembagi.Contoh:a. Menyisipkan Notasi Pagar ke dalam Bilangan yang Dibagi (837) seoptimal mungkin (837) = (8 | 3 | 7)2. __6_ 7 ) 43Kalikan 6 dengan 7 dan letakkan hasilnya (42) dibawah yang dibagi (43). dapat dilihat keli yang sesuai adalah 1. Tuliskan hasilnya (43-42 = 1) dibawah garis bawah tersebut.Ulangi langkah diatas. Dan bilangan 1 (satu) ini adalah Residu dari pembagian di atas. perhatikanlah bilangan tersebut.com Powered by Joomla! Generated: 9 September. Dalam hal ini 42 memenuhi syarat tersebut (6*7 = 42). ingatan dan daya konsentrasi pada para praktisinya. dapat dilihat kelipatan 14 yang sesuai untuk mendekati 74 adalah 5. Serta Visualisasi (visualization) dari proses manipulasi operasi pembagian Berdasarkan cara memvisualisasinya. __6_ 7 ) 43 42Selanjutnya tarik garis bawah 42. sekarang pandang angka 43 dari 434. Menyisipkan Notasi Pagar ke dalam Bilangan yang Dibagi (34170) seoptimal mungkin2.METRIS . Tahap Pembagian MentalPerhitungan Mental adalah cara menghitung dengan hanya menggunakan Otak manusia. Perlu diperhatikan bahwa Operasi Pembagian merupakan operasi yang paling sukar dibandingkan ketiga operasi dasar aritmatika yang lain (pertambahan. solusi pembagian tersebut ditulis sebagai 6 1/7 atau dapat ditulis juga sbb: __6 R 1_ 7 ) 43 42 1Cara ini kemudian diulang-ulang untuk berbagai variasi soal yang ada. Selanjutnya melakukan operasi pembagian di dalam Notasi Pagarsehingga didapat: (8/3 | 3/3 | 7/3) = 212 + 201/33. Kemudian kita masuk ke dalam digit bilangan yang lebih tinggi.Ulangi langkah diatas. [Perhatikan ini hanya merupakan penambahan yang berurutan.Uji digit pertama dari yang Dibagi (4). dan kurangkan 42 ini dengan yang dibagi (43). Dalam penelitian didapatkan kesimpulan bahwa perhitungan mental ini dapat meningkatkan kepercayaan diri. Cara Mengajarkan Pembagian secara Umum Secara umum ketika Pembagi mempunyai digit lebih dari satu. Digit bilangan paling kiri yi 8 dapat didekati dengan 6 (3*2).Cara ini kemudian diulang-ulang untuk berbagai variasi soal yang ada. Selanjutnya letakkan 6 di atas Notasi Kurung Bagi. Kemudian pandang dua digit pertama dari yang Dibagi (43) dan tentukan berapa banyak 7 dapat membaginya. Mula-mula siswa diajarkan menghitung pembagian dengan metode horisontal dengan Notasi Pagarnya secara tertulis. mulai dari bilangan paling kiri yaitu 8 sampai dengan bilangan paling kanan yaitu 7. sehingga notasi pagarnya dapat ditulis sbb:(34 ||| 170) ÷ 17 = (34/17 ||| 170/17) = (2 ||| 10)Sehingga hasilnya adalah (2 ||| 10) = 2010Jadi disini terdapat tahap-tahap manipulasi sebagai berikut:1. jadi jika perhitungan mental telah dikuasai akan cepat dikerjakan]Selanjutnya diajarkan bagaimana Notasi Pagar bekerja pada bilangan yang Dibagi (837). Hal ini dikarenakan dalam proses pembagian terdapat langkah Pendugaan (guessing). ribuan dan seterusnya. selanjutnya mereka dilatih untuk membayangkan (memvisualisasi) proses manipulasi yang telah dilakukannya. __6_ 7 ) 43 42 1Karena hasil selisihnya (1) lebih kecil daripada Pembagi (7) maka selesailah proses pembagiannya. sehingga didapat:212 + 201/3 = 212 + (20/3 | 1/3) = 212 + (6 | 0) + 21 / 3 = 272 + 21/3Yang dapat langsung diselesaikan menjadi 272 + 21/3 = 272 +7 = 279Jadi disini terdapat tahap-tahap manipulasi sebagai berikut:1. di sini artinya adalah kita langsung bermain dengan konsep abstrak dari Angka tanpa menggunakan peralatan bantuan. .. Kemudian kita masuk ke dalam digit bilangan yang lebih tinggi misalnya ratusan. sehingga untuk melakukan proses pembagian yang efektif tidak hanya sekedar menguasai prosedur pembagian saja tetapi siswa harus dapat melihat POLA yang dapat memudahkan proses pembagian tersebut.

Hasilnya adalah pada batang DEF yaitu 279. Cara mengajarkan Pembagian Mental yang Berpola (sebagai contoh 34170 ÷ 17)Untuk kasus seperti ini Metode Sempoa tidak efisien karena harus melakukan langkah-langkah perhitungan yang panjang. simpan kelipatannya (7) pada batang E.4. Cara mengajarkan Pembagian Mental yang Umum (sebagai contoh 837 ÷ 3)Disini terdapat tahap-tahap manipulasi sebagai berikut:1. 2011. Visualisasi Objek (Visualization with Object)Biasanya objek yang digunakan disini adalah sempoa (abacus).com Powered by Joomla! Generated: 9 September. Kemudian kita masuk ke dalam digit bilangan yang lebih tinggi. Karena residu sudah sama dengan nol maka proses pembagian selesai. http://sigmetris. (Untuk mempelajari secara lengkap Metode Sempoa dapat dilihat pada http://groups. terutama digunakan bagi mereka yang belum mengetahui konsep Asosiasi Posisi dan bagi mereka yang kesulitan untuk memvisualisasikan sesuatu yang abstrak seperti Angka Desimal. Selanjutnya pandang residu pada batang GH sekarang yang memuat bilangan 27. Kemudian kurangi 8 dengan 6 (8-6=2) pada batang F. Dan kurang sesuai untuk diajarkan pada remaja atau orang dewasa karena umumnya remaja dan orang dewasa sudah mempunyai konsep bilangan dan operasinya yang mapan dalam benaknya sehingga merasa kesulitan/bosan harus belajar lagi menghitung bilangan dari awal dengan menggunakan sempoa. Selanjutnya pandang residu pada batang FG (23). Dekati bilangan 8 dari 837 dengan 6 (3*2). dekati bilangan 23 dengan 21 (3*7). dapat dilakukan operasi pembagian yang singkat dengan Metode Horisontal. Padahal jika dikenali polanya. Simpan kelipatannya (9) pada batang F. Disini sempoa digunakan untuk membantu proses visualisasinya. Tentukan batang bilangan 837 pada batang FGH dan 3 pada batang A. Dan Kurangkan 23 dengan 21 (23-21 = 2) 3. 06:46 .com/group/metode_horisontal/files/takashikojima1.pdf )Contoh: a.2.yahoo. Kurangkan 27 dengan 27 (27-27=0). simpan kelipatannya (2) pada batang D.B. bilangan ini akan habis dibagi dengan 3 (3*9 = 27). Dalam kenyataannya cara Visualisasi dengan menggunakan objek sempoa ini hanya sesuai untuk diajarkan pada anak-anak saja.METRIS .KETERANGAN: Perhatikan pola perhitungan yang tetap konsisten untuk setiap soal yang ada yaitu mulai dari Kiri ke Kananb.Metode Horisontal yang ada sampai dapat menghitung tanpa harus mencorat-coret pada kertas.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful