P. 1
SNI T-12-2004 (Perencanaan Struktur Beton Jbt)

SNI T-12-2004 (Perencanaan Struktur Beton Jbt)

|Views: 1,992|Likes:
Published by Indra Kurniawan

More info:

Published by: Indra Kurniawan on Sep 27, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/09/2014

pdf

text

original

Resultan gaya pecah dari tegangan tarik melintang yang terjadi sepanjang garis aksi gaya
angkur besarnya tergantung pada gaya maksimum yang terjadi pada angkur saat
penegangan, dan perbandingan tinggi atau lebar pelat tumpuan angkur dengan tinggi atau
lebar prisma simetris.

SNI T-12-2004

73 dari 117

Tinggi atau lebar prisma harus diambil yang terkecil dari:

a) 2 kali jarak dari pusat angkur ke permukaan beton terdekat pada bidang penampang
memanjang.
b) Jarak dari pusat angkur ke pusat angkur sekitarnya yang terdekat.

Bila angkur digabungkan sesuai dengan pasal 6.12.2 di atas, titik berat angkur gabungan
harus terletak pada garis kerja aksi dari gaya angkur gabungan.

6.12.4 Perhitungan gaya tarik yang timbul dekat permukaan yang dibebani

Jika momen melintang menunjukkan bahwa resultan tegangan tarik bekerja di dekat
permukaan yang dibebani, maka gaya tarik harus dihitung dengan membagi momen
melintang maksimum dengan lengan momen yang besarnya:
a) Untuk angkur eksentris tunggal, lengan momen dianggap sebesar setengah tinggi total
komponen.
b) Untuk di antara pasangan angkur, dianggap sebesar 0,6 kali jarak antar angkur.

6.12.5 Jumlah dan distribusi tulangan

Untuk gaya pemecah (bursting) di mana tulangan tidak di dekat permukaan beton dan ada
tambahan tulangan permukaan, tegangan pada tulangan harus dibatasi maksimum
200 MPa.

Untuk gaya pengelupas (spalling) di mana terdapat lapisan tulangan pada tiap sisi
komponen, tegangan pada tulangan permukaan harus dibatasi sampai 150 MPa untuk
mengontrol retak. Tulangan harus diangkur dengan baik untuk menyalurkan tegangan
tersebut.

Tulangan harus didistribusikan sebagai berikut:

a) Tulangan untuk gaya pemecah harus didistribusikan dari 0,1h sampai 1,0h dari
permukaan yang dibebani.
Tulangan yang serupa harus dipasang dari bidang pada 0,1h sampai sedekat mungkin
ke muka yang dibebani. h harus diambil sama dengan tinggi atau lebar dari prisma
simetris. Tulangan yang dipasang untuk mencegah pemecahan juga dapat digunakan
untuk mencegah pengelupasan asalkan posisinya tepat dan dijangkarkan dengan baik.

b) Tulangan untuk gaya pengelupas harus dipasang sedekat mungkin ke muka yang
dibebani dan konsisten dengan persyaratan selimut beton dan pemadatan.
Pada tiap bidang yang sejajar dengan sisi yang dibebani, tulangan harus ditentukan dari
penampang memanjang dengan persyaratan tulangan yang terbesar pada bidang
tersebut, dan harus diperpanjang ke seluruh tinggi atau lebar daerah ujung.

6.12.6 Angkur untuk komponen prategang pratarik

Pada daerah pengangkuran komponen pratarik, tulangan untuk gaya pemecah umumnya
tidak diperlukan.

Untuk mengontrol retak horisontal, sengkang vertikal yang dipasang harus menahan
minimum 4% gaya prategang total saat transfer. Untuk mengontrol retak vertikal diperlukan
sengkang horisontal dalam luas yang sama, dan dipasang bersama-sama sengkang vertikal
jika diperlukan kontrol terhadap retak vertikal dan horisontal. Sengkang ini ditempatkan
sebagai tulangan pencegah pengelupasan (spalling reinforcement) di sepanjang 0,25 kali
tinggi (lebar) komponen dari muka ujung. Tulangan harus direncanakan untuk menyalurkan
tegangan sebesar 150 MPa.

SNI T-12-2004

Jika sekelompok tendon ditempatkan menyebar dalam arah vertikal atau horisontal pada
ujung komponen beton, maka tulangan tambahan yang ditentukan dari pasal 6.12.4 dan
6.12.5 di atas harus diberikan untuk mengontrol retak pada komponen beton.

Tulangan harus diangkur secukupnya untuk menyalurkan tegangan sebesar 150 MPa pada
setiap penampang kritis. Penampang kritis mungkin terdapat pada tengah-tengah antara
kelompok tendon, atau di mana ada pengurangan serentak pada penampang melintang,
atau antara kelompok tendon dan daerah bebas tendon pada penampang melintang.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->