P. 1
Makalah Sistem Alat Gerak Manusia

Makalah Sistem Alat Gerak Manusia

|Views: 5,660|Likes:
Boleh di copas asal jangan lupa ucapin terima kasih... hehehe
Boleh di copas asal jangan lupa ucapin terima kasih... hehehe

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: Sonna Cahyadi Nugraha on Sep 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

01/07/2015

Tulang dada terletak di bagian depan tubuh dan berjumlah
1 ruas tulang. Tulang dada terdiri atas bagian hulu, badan dan
taju pedang. Tulang ini merupakan perlekatan bagian depan dari
7 pasang tulang rusuk sejati.

22

Tulang dada, tulang punggung dan tulang rusuk
membentuk rongga dada (ribs cage) dan berfungsi melindungi
organ-organ didalamnya serta membantu dalam pernafasan.

23

Rangka apendikular

Ekstremitas atas

Ekstremitas atas terdiri atas tulang skapula, klavikula, humerus,
radius, ulna, karpal, metakarpal, dan tulang-tulang phalangs.

•Skapula

Skapula merupakan tulang yang terletak di sebelah posterior
tulang kostal dan berbentuk pipih seperti segitiga. Skapula
memiliki beberapa proyeksi (spina, korakoid) yang melekatkan
beberapa otot yang berfungsi menggerakkan lengan atas dan
lengan bawah. Skapula berartikulasi dengan klavikula melalui
acromion. Sebuah depresi (cekungan) di sisi lateral skapula

24

membentuk persendian bola-soket dengan humerus, yaitu fossa
glenoid.

•Klavikula

Klavikula merupakan tulang yang berartikulasi dengan skapula di
sisi lateral dan dengan manubrium di sisi medial. Pada posisi ini
klavikula bertindak sebagai penahan skapula yang mencegah
humerus bergeser terlalu jauh.

•Humerus

Humerus merupakan tulang panjang pada lengan atas, yang
berhubungan dengan skapula melalui fossa glenoid. Di bagian
proksimal, humerus memiliki beberapa bagian antara lain leher
anatomis, leher surgical, tuberkel mayor, tuberkel minor dan
sulkus intertuberkular. Di bagian distal, humerus memiliki
beberapa bagian antara lain condyles, epicondyle lateral,
capitulum, trochlear, epicondyle medial dan fossa olecranon (di
sisi posterior). Tulang ulna akan berartikulasi dengan humerus di
fossa olecranon, membentuk sendi engsel. Pada tulang humerus
ini juga terdapat beberapa tonjolan, antara lain tonjolan untuk
otot deltoid.

•Ulna

Ulna merupakan tulang lengan bawah yang terletak di sisi medial
pada posisi anatomis. Di daerah proksimal, ulna berartikulasi
dengan humerus melalui fossa olecranon (di bagian posterior)
dan melalui prosesus coronoid (dengan trochlea pada humerus).
Artikulasi ini berbentuk sendi engsel, memungkinkan terjadinya
gerak fleksi-ekstensi. Ulna juga berartikulasi dengan radial di sisi
lateral. Artikulasi ini berbentuk sendi kisar, memungkinkan
terjadinya gerak pronasi-supinasi. Di daerah distal, ulna kembali

25

berartikulasi dengan radial, juga terdapat suatu prosesus yang
disebut sebagai prosesus styloid.

•Radius

Radius merupakan tulang lengan bawah yang terletak di sisi
lateral pada posisi anatomis. Di daeraha proksimal, radius
berartikulasi dengan ulna, sehingga memungkinkan terjadinya
gerak pronasi-supinasi. Sedangkan di daerah distal, terdapat
prosesus styloid dan area untuk perlekatan tulang-tulang karpal
antara lain tulang scaphoid dan tulang lunate.

•Karpal

Tulang karpal terdiri dari 8 tulang pendek yang berartikulasi
dengan ujung distal ulna dan radius, dan dengan ujung proksimal
dari tulang metakarpal. Antara tulang-tulang karpal tersebut
terdapat sendi geser. Ke delapan tulang tersebut adalah
scaphoid, lunate, triqutrum, piriformis, trapezium, trapezoid,
capitate, dan hamate.

•Metakarpal

Metakarpal terdiri dari 5 tulang yang terdapat di pergelangan
tangan dan bagian proksimalnya berartikulasi dengan bagian
distal tulang-tulang karpal. Persendian yang dihasilkan oleh
tulang karpal dan metakarpal membuat tangan menjadi sangat
fleksibel. Pada ibu jari, sendi pelana yang terdapat antara tulang
karpal dan metakarpal memungkinkan ibu jari tersebut

26

melakukan gerakan seperti menyilang telapak tangan dan
memungkinkan menjepit/menggenggam sesuatu. Khusus di
tulang metakarpal jari 1 (ibu jari) dan 2 (jari telunjuk) terdapat
tulang sesamoid.

•Tulang-tulang phalangs

Tulang-tulang phalangs adalah tulang-tulang jari, terdapat 2
phalangs di setiap ibu jari (phalangs proksimal dan distal) dan 3
di masing-masing jari lainnya (phalangs proksimal, medial,
distal). Sendi engsel yang terbentuk antara tulang phalangs
membuat gerakan tangan menjadi lebih fleksibel terutama untuk
menggenggam sesuatu.

Ekstremitas bawah

Ekstremitas bawah terdiri dari tulang pelvis, femur, tibia, fibula,
tarsal, metatarsal, dan tulang-tulang phalangs.

•Pelvis

27

Pelvis terdiri atas sepasang tulang panggul (hip bone) yang
merupakan tulang pipih. Masing-masing tulang pinggul terdiri
atas 3 bagian utama yaitu ilium, pubis dan ischium. Ilium terletak
di bagian superior dan membentuk artikulasi dengan vertebra
sakrum, ischium terletak di bagian inferior-posterior, dan pubis
terletak di bagian inferior-anterior-medial. Bagian ujung ilium
disebut sebagai puncak iliac (iliac crest). Pertemuan antara pubis
dari pinggul kiri dan pinggul kanan disebut simfisis pubis.
Terdapat suatu cekungan di bagian pertemuan ilium-ischium-
pubis disebut acetabulum, fungsinya adalah untuk artikulasi
dengan tulang femur.

•Femur

Femur merupakan tulang betis, yang di bagian proksimal
berartikulasi dengan pelvis dan dibagian distal berartikulasi
dengan tibia melalui condyles. Di daerah proksimal terdapat
prosesus yang disebut trochanter mayor dan trochanter minor,
dihubungkan oleh garis intertrochanteric. Di bagian distal
anterior terdapat condyle lateral dan condyle medial untuk
artikulasi dengan tibia, serta permukaan untuk tulang patella. Di
bagian distal posterior terdapat fossa intercondylar.

•Tibia

Tibia merupakan tulang tungkai bawah yang letaknya lebih
medial dibanding dengan fibula. Di bagian proksimal, tibia
memiliki condyle medial dan lateral di mana keduanya
merupakan facies untuk artikulasi dengan condyle femur.
Terdapat juga facies untuk berartikulasi dengan kepala fibula di
sisi lateral. Selain itu, tibia memiliki tuberositas untuk perlekatan
ligamen. Di daerah distal tibia membentuk artikulasi dengan
tulang-tulang tarsal dan malleolus medial.

•Fibula

28

Fibula merupakan tulang tungkai bawah yang letaknya lebih
lateral dibanding dengan tibia. Di bagian proksimal, fibula
berartikulasi dengan tibia. Sedangkan di bagian distal, fibula
membentuk malleolus lateral dan facies untuk artikulasi dengan
tulang-tulang tarsal.

•Tarsal

Tarsal merupakan 7 tulang yang membentuk artikulasi dengan

fibula dan tibia di proksimal dan dengan metatarsal di distal.
Terdapat 7 tulang tarsal, yaitu calcaneus, talus, cuboid,
navicular, dan cuneiform (1, 2, 3). Calcaneus berperan sebagai
tulang penyanggah berdiri.

•Metatarsal

Metatarsal merupakan 5 tulang yang berartikulasi dengan tarsal
di proksimal dan dengan tulang phalangs di distal. Khusus di
tulang metatarsal 1 (ibu jari) terdapat 2 tulang sesamoid.

•Phalangs

Phalangs merupakan tulang jari-jari kaki. Terdapat 2 tulang
phalangs di ibu jari dan 3 phalangs di masing-masing jari
sisanya. Karena tidak ada sendi pelana di ibu jari kaki,
menyebabkan jari tersebut tidak sefleksibel ibu jari tangan.

29

A.ALAT GERAK PASIF

OTOT

Otot merupakan alat gerak aktif Otot adalah sebuah jaringan
dalam tubuh dengan kontraksi sebagai tugas utama. Otot
diklasifikasikan menjadi tiga jenis yaitu otot lurik, otot polos dan
otot jantung. Otot menyebabkan pergerakan suatu organisme
maupun pergerakan dari organ dalam org

anisme tersebut. . Pada umumnya hewan mempunyai
kemampuan untuk bergerak. Gerakan tersebut disebabkan
karena kerja sama antara otot dan tulang. Tulang tidak dapat
berfungsi sebagai alat gerak jika tidak digerakan oleh otot. Otot
mampu menggerakan tulang karena mempunyai kemampuan
berkontraksi.
Kerangka manusia merupakan kerangka dalam, yang tersusun
dari tulang keras (osteon) dan tulang rawan (kartilago)

Jenis dan Fungsi Otot

Menurut jenisnya, ada 3 macam otot, yaitu :

a. Otot polos

b. Otot lurik

c. Otot jantung

30

Ciri-ciri otot

Ciri-ciri otot polos

•bentuknya gelondong, kedua ujungnya meruncing

dan dibagian tengahnya menggelembung

•mempunyai satu inti sel

•tidak memiliki garis-garis melintang ( polos )

•bekerja diluar kesadaran, artinya tidak dibawah pe

tah otak, oleh karena itu otot polos disebut sebagai
otot tak sadar.

•terletak pada otot usus, otot saluran peredaran darah

otot saluran kemih, dll.

31

Ciri-ciri otot lurik

•bentuknya silindris, memanjang

•tampak adanya garis-garis melintang yang tersusun

seperti daerah gelap dan terang secara berselang-
seling ( lurik )

•mempunyai banyak inti sel

•bekerja dibawah kesadaran, artinya menurut

perintah otak, oleh karena itu otot lurik disebut
sebagai otot sadar.

•terdapat pada otot paha, otot betis, otot dada, otot

Ciri-ciri otot jantung

•otot jantung ini hanya terdapat pada jantung. Struk

turnya sama seperti otot lurik, gelap terang secara
berselang seling dan terdapat percabangan sel.

•kerja otot jantung tidak bisa dikendalikan oleh

kemauan kita, tetapi bekerja sesuai dengan gerak

32

jantung. Jadi otot jantung menurut bentuknya seper
Ti otot lurik dan dari proses kerjanya seperti otot
polos, oleh karena itu disebut juga otot spesial.

A.GERAK DAN KERJA OTOT

Kerja Otot Manusia

Otot manusia bekerja dengan cara berkontraksi sehingga otot
akan memendek, mengeras dan bagian tengahnya
menggelembung (membesar). Karena memendek maka tulang
yang di- lekati oleh otot tersebut akan tertarik atau terangkat.
Kontraksi satu macam otot hanya mampu untuk menggerakkan
tulang kesatu arah tertentu. Agar tulang dapat kembali ke posisi
semula, otot tersebut harus mengadakan relaksasi dan tulang
harus ditarik ke posisi semula. Untuk itu harus ada otot lain yang
berkontraksi yang merupakan kebalikan dari kerja otot pertama.
Jadi, untuk menggerakkan tulang dari satu posisi ke posisi yang
lain, kemudian kembali ke posisi semula diperlukan paling sedikit
dua macam otot dengan kerja yang berbeda.

Berdasarkan cara kerjanya, otot dibedakan menjadi otot
antagonis dan otot sinergis. otot antagonis menyebabkan
terjadinya gerak antagonis, yaitu gerak otot yang berlawanan
arah. Jika otot pertama berkontraksi dan otot yang kedua
berelaksasi, sehingga menyebabkan tulang tertarik / terangkat
atau sebaliknya. Otot sinergis menyebabkan terjadinya gerak
sinergis, yaitu gerak otot yang bersamaan arah. Jadi kedua otot
berkontraksi bersama dan berelaksasi bersama.

Gerak Antagonis

Contoh gerak antagonis yaitu kerja otot bisep dan trisep pada
lengan atas dan lengan bawah.

33

Otot bisep adalah otot yang mempunyai dua tendon ( dua ujung )
yang melekat pada tulang dan terletak di lengan atas bagian
depan.

Otot trisep adalah otot yang mempunyai tiga tendon ( tiga
ujung ) yang melekat pada tulang dan terletak di lengan atas
bagian belakang.

Untuk mengangkat lengan bawah, otot bisep berkontraksi dan
otot trisep berelaksasi.

Untuk menurunkan lengan bawah, otot trisep berkontraksi dan
otot bisep berelaksasi.

Gerak Sinergis

Gerak sinergis terjadi apabila ada 2 otot yang bergerak dengan
arah yang sama.

Contoh : gerak tangan menengadah dan menelungkup.

Gerak ini terjadi karena kerja sama antara otot pronator teres
dengan otot pro nator kuadratus.

Contoh lain gerak sinergis adalah gerak tulang rusuk akibat kerja
sama otot-otot antara tulang rusuk ketika kita bernapas.

Persendian

Pada kerangka tubuh manusia terdapat kurang lebih 200 tulang
yang saling berhubungan. Hubungan antar tulang disebut sendi
atau artikulasi. Pada sistem gerak manusia, persendian
mempunyai peranan penting dalam proses terjadinya gerak.

Menurut sifat gerakannya persendian (sendi) dapat dibedakan
menjadi tiga ( 3 macam) yaitu:

1. Sendi Mati

34

yaitu persendian yang tidak memiliki celah sendi sehingga tidak
memungkinkan terjadinya pergerakan, misalnya persendian
antar tulang tengkorak.

2. Sendi Kaku

yaitu persendian yang terdiri dari ujung-ujung tulang rawan,
sehingga masih memungkinkan terjadinya gerak yang sifatnya
kaku, misalnya persendian antara ruas- ruas tulang.

3. Sendi Gerak

yaitu persendian yang terjadi pada tulang satu dengan tulang
yang lain tidak dihubungkan dengan jaringan sehingga terjadi
gerakan yang bebas.

Sedangkan sendi gerak dapat dibedakan menjadi 6 macam,
tetapi pada saat ini hanya akan dibahas 4 macam sendi,
diantaranya:

Hubungan tulang yang bersifat diartrosis contohnya

adalah sebagai berikut:

1) Sendi Peluru

35

Pada sendi ini kedua ujung berbentuk lekuk dan bongkol. Bentuk
ini memungkinkan gerakan yang bebas dan dapat berporos tiga.
Misalnya sendi pada gelang bahu dan gelang panggul.

2) Sendi Engsel

Pada sendi engsel kedua ujung tulang berbentuk engsel dan
berporos satu , misalnya pada siku, lutut, nata kaki, dan ruas
antar jari.

3) Sendi Putar

Pada sendi ini ujung yang satu dapat mengitari ujung tulang
yang lain. Bentuk seperti ini memungkinkan untuk gerakan rotasi
untuk satu poros , misalnya antar tulang hasta dan pengumpil,
dan antar tulang atlas dengan tulang tengkorak.

36

4) Sendi Ovoid

Sendi ini memungkinkan gerakan berporos dua dengan gerakan
kekiri dan kekanan , maju mundur dan muka belakang. Misalnya
antar tulang pengumpil dan tulang pergelangan tangan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->