P. 1
MAKALAH Agama Islam

MAKALAH Agama Islam

|Views: 18|Likes:
Published by TWe PNya ENddy

More info:

Published by: TWe PNya ENddy on Sep 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/23/2013

pdf

text

original

MAKALAH) ISLAM DI MATA DUNIA

Friday, June 11, 2010 3:21:11 PM
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANG
Islam adalah agama yang haq, yang diwahyukan oleh Allah SWT kepada Nabi
Muhammad SAW. Sebagaimana firmanNya dalam al-Qur‟an :
o\uu #-9.o¢,o µue¦¸ /e--9.¸¹¢3 u¹u!o&©. &µ|¢~ #-!v°e¹ V.·
vç¸e+# /e--!÷ µu.ç¬o4 4 .'#¢_&e÷ #-9oe¦¸ ©t?v 9e©^(¸etv.
“Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak
agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. dan cukuplah Allah sebagai
saksi.”(QS. Al-Fath : 28)

Di era modernisasi ini, segala hal baik positif maupun negative telah terjadi dalam
perkembangan Islam, sehingga di setiap kalangan di bergai dunia mempunyai persepsi
yang berbeda tentang Islam itu sendiri. Bahkan anggapan bahwa Islam adalah teroris
sempat mencuat di public yang mana sangat bertolak belakang dengan makna Islam
yaitu adalah agama yang cinta perdamaian.

1.2. RUMUSAN MASALAH
Adapun dalam makalah ini penulis tertarik untuk membahas bagaimana Islam di mata
dunia sekarang ini. Yang mana akan dibahas mulai dari persepsi positif samapi dengan
negative yang ingin mengeksploitasi keberadaan Islam di dunia.

1.3. TUJUAN
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah :
1. Menyelesaikan tugas mata kuliah Figih yang merupakan mata kuliah wajib.
2. Memberikan berbagai opini dari barat tentang Islam
3. Menjelaskan hal-hal yang dapat merusak citra Islam di mata dunia
4. Memberikan pencerahan kepada kita untuk tetap mempertahankan citra baik Islam di
mata dunia.


BAB II
ISI

2.1. CITRA ISLAM DI MATA BARAT

Keberadaan Islam dimata dunia khususnya dimata barat seringkali dipandang dalam
berbagai macam pendapat baik itu yang bernada positif maupun negatif.Ada yang
mengaggap Islam identik dengan kekerasan ataupun aksi teror terhadap agama lain
dengan wadah "JIHAD".Apabila kita mau melihat ALLOH SWT justru menurunkan Islam
melalui Nabi Muhammad SAW adalah sebagai agama yang rahmatan lil alamin,
memberikan keteduhan bagi umat lain bahwa islam dapat berbaur dengan yang lain
dan memberikan contoh yang baik sehingga umat lain tidak merasa terganggu apalagi
termusuhi oleh kita sebagi umat Isalm.InsayaAlloh apabila kita melakukan pendekatan
yang santun tanpa membeda-bedakan SARA seperti yang tertulis dalam
QS.Mumtahinah:8-9 dan QS.Attaubah:6.
©t· #-!+ t+|¸¢83'/© e Bie '.c¸©u.'/ µu9oO( #-9oe¦¸ ¸e
©)o~Ie=\u.'N| 9oN| #-!v°e¦¸t 'te= #-!v )e| •4 )e9o|k_N| µu?\).T©:'u)#(
?o9¢µo\O( &µ| et~c.'N| #-!v°e¦¸t ©t· #-!+ t||kt93'N© )eP+0¢- V·
#-9.0¹).T©:e¹¸t µu¹o~¸¢©µ#( et~c.'N| Bie µu&µ,|t¸©u2^O #-9oe¦¸
¸e °o~It=\u.'N| tutuu;°ìN| µuBt 4 ?ouu9vu|o\N| &µ| )e,|t#¸©3'N| ©t?v#
®· #-9^v~=e0¹u|t o\N© (o÷µ÷9o~+×_
“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan Berlaku adil terhadap orang-orang
yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu.
Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang Berlaku adil. Sesungguhnya Allah
hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu
karena agama dan mengusir kamu dari negerimu, dan membantu (orang lain) untuk
mengusirmu. dan Barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, Maka mereka Itulah
orang-orang yang zalim.”( QS.Mumtahinah:8-9)
µu)e|| oT(0¢¦¢ µ¢A÷©4 (o÷µ¸©|v #-(ut|¢-u8ç #-9.0¹>(e.e¹( Bie,
&µvt© e °ou|H· /e÷µ±•k¿N| o÷9e7¢ 4 Bt÷(BtZuµ. &µ/|=e(.µ O\O' #-!÷
.ç=v~N, e· t\(=v0¹u_
“Dan jika seorang diantara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu,
Maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah
ia ketempat yang aman baginya. demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak
mengetahui.”( QS.Attaubah:6)

Dimana disana dijelaskan bahwa Islam tidak melarang umatnya untuk menolong umat
selain Islam, memberikan hikmah dan tauladan dan tidak melakukan penyebaran
melalui pedang seperti yang dituduhkan barat dan Islam akan selalu menepati janji
kecuali umat lain mengingkarinya terlebih dahulu. Dari uraian diatas maka dapat kita
tarik kesimpulan bahwa Islam tidak pernah melakukan permusuhan dengan siapapun
dan dengan dalih apapun terkecuali merasa didesak secara berlebihan oleh pihak lain.

2.2. TERORIS MERUSAK CITRA ISLAM DI MATA DUNIA
Di tengah menghadapi krisis ekonomi global, kaum muslimin di cengangkan dengan
beberapa aksi TERORISME yang telah mencoreng citra islam di mata dunia. Kejadian-
kejadian itu menimbulkan banyak keraguan di hati manusia -khususnya kaum muslimin-
tentang agamanya sebagai agama yang penuh rahmat dan kasih sayang. Sehingga
mereka menjadi bingung dan berusaha menjauhi agamanya yang murni serta antipati
terhadap sunnah Nabinya
Citra Islam sebagai agama damai, toleran dan pembawa rahmat telah dirusak oleh para
teroris. Perang melawan terorisme secara global, seakan perang terhadap umat Islam.
Hal ini diakibatkan oleh adanya segelintir orang yang melakukan teror dan memakai
simbol-simbol agama untuk melegitimasi aksi jahatnya. Peledakan sarana sipil dan aksi
bom bunuh diri mereka serukan sebagai jihad fi sabilillah. Pada hal jihad dalam Islam
memiliki makna yang sangat luas. Kalaupun salah satu makna jihad adalah perang
(qital), maka qital pun harus dijalankan berdasarkan aturan, nilai-nilai dan konteks
tertentu yang sudah diatur dalam Alquran dan Sunnah. Kekeliruan mereka dalam
memaknai jihad inilah yang menyebabkan Islam terbajak dan umatnya tersandera.
Sebagai contoh, adanya pemahaman kelompok Imam Samudra cs tentang doktrin jihad
secara sempit. Bagi Imam Samudra jihad hanyalah perang melawan orang kafir.
Apalagi fatwa Osama bin Laden yang menyerukan kewajiban jihad untuk membolehkan
membunuh semua orang kafir, kapan dan di mana saja mereka berada. Bagi Osama,
situasi dunia global hari ini atau menghadapi dominasi Amerika cs, sebagai situasi
perang (darl harbi). Sehingga untuk mempertahankan eksistensi umat dan meraih
kejayaan Islam, dihalalkan untuk membunuh orang-orang kafir di mana saja dan
dengan cara kekerasan apa saja. Dunia seakan dibelah menjadi dua, yaitu dunia Islam
dan dunia kafir. Bagi Osama, orang kafir adalah musuh utama umat Islam, dan
karenanya mestilah diperangi. Pemahaman Osama seperti di atas adalah suatu
pemahaman yang keliru, emosional dan sangat menyimpang dari makna jihad yang
sesungguhnya.
2.3. MAKNA JIHAD DALAM PERSEPTIF ISLAM
Dari Anas r.a berkata, Rasulullah Saw bersabda: “Bantulah saudaramu yang berbuat
zalim atau (bantulah saudaramu) yang dizalimi.” Kemudian berkata seorang sahabat
“Aku membantu orang yang dizalimi, lalu bagaimana aku membantu orang yang
berbuat zalim?” Lalu Rasulullah Saw menjawab, “kamu menghalanginya dan
mencegahnya dari berbuat zalim karena yang demikian itu adalah membantunya.”
(Hadis Riwayat Bukhari).

Pada hakikatnya jihad bertujuan untuk memuliakan umat Islam dan melindungi orang-
orang yang ada disekitarnya. Bahkan menyingkirkan duri dari jalanan, menuntun orang
tua menyeberang jalan, tersenyum pada orang yang dijumpai, silaturrahim kepada
sahabat dan sanak famili, dan seterusnya, adalah bagian dari jihad. Jadi, jihad
membunuh orang tanpa alasan yang jelas dan tidak dibenarkan agama, bukanlah
pemahaman ajaran Islam yang tepat. Bukankah Islam menegaskan bahwa membunuh
satu nyawa sama artinya menghilangkan nyawa banyak orang?

Tak ada satu pun agama di dunia ini yang melegitimasi, apalagi mengajarkan bahwa
kekerasan sebagai cara yang absah untuk meraih tujuan. Justifikasi terhadap agama
atas pelbagai kejadian teror misalnya, oleh sekelompok orang tertentu, jelas salah. Ini
tampaknya berpangkal dari kesalahan menangkap dan memahami pesan agama, apa
pun namanya, bahwa kekerasan, apapun bentuknya, tak dapat ditolerir dan karenanya
mesti dikikis hingga ke akar-akarnya. Sebab, ia tak saja merugikan kehidupan sosial
manusia dalam jangka pendek, tapi juga dalam jangka panjang seperti trauma psikis
yang diderita masyarakat terkena aksi biadab teror.

Sejak merebaknya Bom Bali pada 12 Oktober 2002, Bom J.W. Marriott pada 2003, Bom
Kuningan tahun 2004, dan Bom Bali II tahun 2005 serta serentetan kejadian
mengenaskan lainnya, telah menimbulkan tuduhan dan prasangka terhadap berbagai
pihak. Ada yang menuduh TNI, rekayasa intelijen Indonesia, keterlibatan Amerika
dengan „Mikro nuklir‟, misi Australia untuk menguasai Indonesia, dan ada juga yang
menuding keterlibatan sebuah organisasi Islam yang bekerja sama dengan Al-Qaedah
beserta Osama Bin Laden.
Sampai-sampai Nordin M.Top dan Dr. Azahari dianggap sebagai tokoh ciptaan polisi
belaka yang menjadikan nama tersebut sebagai kambing hitam sasaran di setiap
pengejaran, mereka dianggap tidak pernah ada. Malah para terpidana Bom Bali
dikatakan sebagai orang-orang teraniaya termasuk para ustadz dan aktifis masjid yang
dipaksa mengaku sebagai orang-orang yang terlibat dalam kasus Bom Bali. Siapakah
sebenarnya orang-orang yang terlibat dalam kasus tersebut dan bahkan apakah kasus
pemboman yang selama ini terjadi adalah benar dilakukan oleh kelompok atau orang-
orang tertentu yang mempunyai tujuan tersembunyi? Dan, apakah tidak menyedihkan
dan berbahaya apabila sudah timbul suatu fenomena agama Islam identik dengan
kekerasan karena pembelaan para pelaku bom yang mengatas-namakan jihad fi
sabilillah?
Kita berkewajiban untuk meluruskan kembali makna jihad yang sudah tercemar, dimana
jihad diidentikan dengan perang, bahkan oleh pihak lain jihad adalah terorisme. Pada
hal jihad dalam Islam memiliki makna yang sangat agung dan suci. Jihad dijalankan
untuk memuliakan kehidupan manusia, bukan untuk menciderai manusia. Jihad
hendaklah dijalankan seiring dengan problem yang sedang dihadapi umat, seperti
memerangi kemiskinan, memberantas kebodohan, mengikis korupsi, membangun sikap
mental yang amanah, dan jihad memperkokoh ukhuwah antar sesama manusia.

Kalaupun, jihad perang harus dijalankan, karena tidak ada lagi solusi lain, maka jihad
harus dilancarkan berdasarkan aturan-aturan yang jelas dalam syariat dan mesti di
bawah pimpinan pemerintahan umat Islam yang sah. Jadi tidak benar, mengaplikasikan
cara-cara teror bom untuk wilayah seperti Indonesia. Apalagi menggunakan cara – cara
bom bunuh diri, untuk menggentarkan musuh, dengan dalih sebagai bom syahid.
Pemahaman jihad ala Imam Samudra cs, mesti kita luruskan, agar semua umat
terlindungi dan terhindar dari fitnah.

Kita berkewajiban untuk saling mengingatkan sesama Muslim dengan harapan agar
teman-teman yang terlibat dalam aksi pemboman di luar medan pertempuran atau
mempunyai hasrat dan rencana, agar supaya menghentikan perbuatannya. Karena
kegiatan teror tersebut termasuk dalam kategori berbuat kerusakan di muka bumi.
Mengingat sesama muslim yang tersesat adalah suatu kewajiban, sebagai mana sabda
Rasulullah Saw yang memerintahkan sahabatnya untuk membantu orang yang telah
berlaku zalim dengan cara menghentikan aksi kezalimannya. Rasulullah Saw bersabda,
yang artinya: Dari Anas r.a berkata, Rasulullah Saw bersabda: “Bantulah saudaramu
yang berbuat zalim dan (bantulah saudaramu) yang dizalimi.” Kemudian berkata
seorang sahabat “Aku membantu orang yang dizalimi, lalu bagaimana aku membantu
orang yang berbuat zalim?” Lalu Rasulullah Saw menjawab, “kamu menghalanginya
dan mencegahnya dari berbuat zalim karena yang demikian itu adalah membantunya.”
(Hadis Riwayat Bukhari).
Kemudian, dari Jabir r.a, Rasulullah Saw bersabda: “… kamu tidak perlu
menyembunyikan persoalan. Seharusnya kamu menolongnya baik yang zalim maupun
yang dizalimi. Terhadap yang zalim, maka hendaklah mencegah kezalimannya.
Sesungguhnya itu berarti telah menolongnya. Manakala terhadap yang dizalimi
hendaklah membelanya.” (Hadis Bukhari dan Muslim)

Dengan demikian usaha meluruskan penyimpangan faham terhadap orang-orang yang
mendahulukan sikap kekerasan dengan aksi pemboman, dapat terlaksana dengan baik
dan menaruh perhatian ke hati nurani mereka. Dan, usaha ini juga bertujuan demi
mencapai kemaslahatan umat Islam khususnya dan umat manusia pada umumnya di
seluruh dunia. Insya Allah.

Kita berharap saudara-saudara kita yang telah berbuat zhalim agar sadar dan kembali
kepada jalan yang lurus. Sebagaimana Ali Gufron, salah seorang pelaku bom Bali,
dengan insyaf dan menyadari bahwa jihad yang mereka lakukan dengan menebar teror
bom adalah jalan yang salah. Semoga mereka tetap terus istiqomah membela martabat
Islam dari faham-faham yang salah.

Jadi, jika kita memahami dengan baik kisah perjalanan Rasulullah Saw, mempelajari
tafsir-tafsir Alquran dan membaca hadis-hadis Nabi Muhammad Saw, pasti kita akan
menemukan bagaimana besarnya toleransi dalam agama Islam terhadap agama-
agama yang lain yang dituntun oleh Rasulullah Saw di muka bumi ini sejak
kenabiannya hingga wafatnya. Sungguh indah dan sungguh benar jika dikatakan Islam
adalah agama kesejahteraan untuk sekalian alam.

2.4. UPAYA MEMPERBAIKI CITRA ISLAM
Mendiskusikan kondisi umat Islam di Indonesia seakan tidak ada habis-habisnya. Hal
ini disebabkan karena berbagai alasan antara lain di satu sisi begitu besarnya harapan
dunia luar terhadap Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam,
sementara di sisi lain kita yang menjadi pelaku sejarah belum melihat potensi kekuatan
itu teraktualisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Mengubah potensi umat
Islam menjadi kenyataan sejarah adalah merupakan tugas yang sangat mendesak
sehingga peluang yang dimiliki tersebut tidak hilang percuma ditelan masa.
Dalam rangka untuk merubah potensi itu perlu terlebih dahulu dikaji akar-akar
kelemahan umat Islam di Indonesia dan selanjutnya merumuskan jalan keluarnya.
Realitas Kehidupan Dengan menilik sejarah islamisasi di Indonesia, penampilan Islam
lebih mengacu kepada pengayaan kerohanian (spritual enrichment) sebagai
konsekuensi akulturasi dengan budaya lokal yang sebelumnya telah dibentuk berbagai
kepercayaan lokal. Model pengayaan kerohanian ini membawa dampak positif yaitu
berakarnya dengan kuat tradisi keislaman dalam persepsi masyarakat akan tetapi juga
memiliki dampak negatif yaitu kurangnya dinamika Islam dalam merubah struktur sosial.
Hal ini disebabkan karena strategi dakwah yang disampaikan lebih banyak
mengandalkan model adaptasi dan akomodasi. Kekuatan dakwah yang datang tidak
cukup kuat mengimbangi struktur sosial yang sudah mapan sebelumnya. Akibat yang
terjadi adalah terjadi perubahan dari politeistik kepada monoteistik akan tetapi lambat
dalam reformasi struktur sosial.
Sejalan dengan model islamisasi yang berlangsung dengan pendekatan budaya
sebagai akibat dari tidak cukup kuatnya para muballigh melakukan perombakan struktur
sosial itu, berdampak pada model pembelajaran Islam yang lebih banyak mengacu
kepada pemeliharaan kesinambungan ilmu-ilmu keislaman yang dilembagakan melalui
pondok pesantren. Kehadiran pondok pesantren cukup ampuh dalam meneruskan
tradisi ini sekaligus juga sebagai kawah candradimuka mempersiapkan calon-calon
pemimpin dalam melakukan rekayasa struktur sosial. Hasil yang diperoleh adalah
kharisma kepemimpinan ulama. Namun kharisma kewibawaan ini tidak diimbangi
dengan profesionalitas disebabkan modal pengetahuan mereka lebih mengacu kepada
sistim pengayaan kerohanian. Model pendidikan yang dikembangkan juga lebih banyak
penekanannya yang bersifat defensif yaitu mempertahankan Islam dari gempuran
infiltrasi barat yang berlangsung bersamaan dengan datangnya era kolonialisme di
tanah air. Maka begitu arus modernisme dan sekularisme dari barat dengan deras
merusak sendi-sendi sosial maka para pemimpin umat waktu itu mencari solusi-solusi
yang sifatnya melalui pendekatan spritualis.
Dengan modal wawasan keislaman penekanannya pengayaan kerohanian maka
langkah politisnya adalah perumusan identitas keislaman yang membedakannya
dengan identitas kebaratan itu. Wacana simbolisasi Islam begitu kuat pengaruhnya
terasa sampai kepada masa kita sekarang ini. Wacana itu sesungguhnya tidak
selamanya negatif manakala diimbangi dengan perluasan wawasan tentang keislaman
sehingga terjadi pelebaran wilayah dakwah mencakup pendekatan yang lebih
komprehensif dalam berbagai sektor kehidupan umat.Sebagai wujud dari simbolisasi itu
maka tidak dapat dielakkan adanya keinginan yang kuat untuk memberi identitas
keislaman terhadap berbagai sektor kehidupan sosial antara lain ekonomi Islam, partai
politik Islam, pendidikan Islam dan lain sebagainya. Akibatnya muncul polarisasi Islam
dengan berbagai aktivitas sosial yang mengacu kepada bentuk belah kacang. Sejalan
dengan dikhotomisasi itu maka pola berpikir simbolistik itu menumbuhkan sikap
emosional yang kuat. Sikap emosional itu dengan jelas kelihatan manakala ada
ketersinggungan-ketersinggungan yang bernuansa politis. Terkadang muncul
pandangan bernada kritik bahwa umat Islam itu kekuatannya hanya di dalam
penggalangan massa akan tetapi lemah dalam pengembangan profesionalitas.
Sementara itu di dalam diri umat Islam itu sendiri tumbuh polarisasi berdasar pada
aliran maupun tradisi pemikiran yang terkadang mengarah kepada perbedaan yang
cukup tajam. Di kalangan pengamat sering keheranan mengapa umat Islam sulit
berkompromi dalam hal-hal yang tidak strategis padahal titik temu di kalangan mereka
jauh lebih besar dari umat lainnya. Dalam bidang politik telah berkembang wacana
untuk menarik garis pemisah antara partai politik Islam dengan yang bukan partai Islam.
Padahal juga masih tersisa sejumlah pertanyaan yaitu apakah partai-partai Islam telah
memiliki karakter tersendiri dibanding dengan yang bukan partai Islam. Karena dalam
kiprah sosialnya sulit menarik garis pembeda antara dua model kepartaian itu. Menilik
pandangan dikhotomis ini lalu muncul wacana lain untuk mencoba merumuskan sintesa
antara partai Islam dengan bukan Islam ini dengan solusi nasionalis-religius. Namun
sesungguhnya, semua partai politik itu kalau memang konsisten pada filosofi bangsa ini
pastilah juga semuanya nasionalis-religius. Indikatornya adalah sulitnya
mempersatukan kepemimpinan umat Islam di Indonesia. Akar dikhotomisasi ini terletak
pada model pembelajaran lembaga pendidikan termasuk pendidikan tinggi keislaman
pada masa lalu. Lembaga pendidikan tinggi keislaman tersebut pada mulanya adalah
kelanjutan pendidikan tradisional yang dikelola di pesantren luhur. Sementara di sisi lain
begitu kuatnya arus tarikan pendekatan keilmuan untuk lebih mendekat ke kutub
sekularisme.
Apabila polarisasi ini terus berlanjut maka tidak terbayangkan betapa kerugian yang
akan dialami umat Islam karena aset kultur keislaman yang dimiliki selama ini bukan
saja sirna akan tetapi malah dianggap tidak sejalan dengan gagasan mewujudkan
Indonesia yang baru Persoalan ikatan kekuatan solidaritas sesama muslim menjadi
bahan kajian yang tidak pernah habis. Mereka dengan mudah bisa bertemu manakala
sedang dihadapkan kepada persoalan bersama. Selain dari itu, secara internal umat
Islam juga memiliki simbol-simbol keberagamaan yang membedakan antara satu
dengan yang lain yang tidak jarang menimbulkan ketegangan. Hal ini bermula sejak
abad 19 yaitu dengan terjadinya perubahan wacana pemikiran keislaman di nusantara
yang melahirkan dikhotomi pendekatan keislaman. Dikhotomi antara kelompom tradisi
atau pesantren dengan pembaharu, kelompok kaum tua dengan kaum muda baik di
Jawa maupun luar Jawa adalah kenyataan yang masih sulit dihapus padahal dalam
Islam sesungguhnya tidak ada yang baru dan lama karena di balik Islam yang ada
hanyalah kesesatan (famadza ba'da al haqq ila al dlalal). Mengatasi Kelemahan Upaya
mengatasi kelemahan umat Islam haruslah dimulai dari perumusan kembali pola
pendidikan keislaman di Indonesia. Lembaga pendidikan keislaman yang sudah ada
selama ini seperti pondok pesantren hendaklah tetap dipelihara. ketertinggalan. Namun
integrasi sistim pondok pesantren dengan pendekatan keilmuan moderen merupakan
suatu kemestian. Umat Islam hendaknya dapat didorong agar menyadari ketertinggalan
mereka kemudian membangun dialog bersama untuk mengatasinya. Gagasan yang
sudah ada selama ini tampaknya masih bersifat fragmentatif berjalan sendiri-sendiri dan
belum memiliki strategi yang dibangun secara bersama. Satu kelompok lebih melihat
kelemahan pada lembaga pesantren sementara yang lain melihat kelemahan itu pada
pola berpikir pembaharuan yang belum jelas akar keilmuannya. Untuk membangun
semangat kebersamaan ini peranan MUI diharapkan agar tidak hanya bersikap reaktif
manakala muncul kejadian sosial tetapi hendaknya diimbangi dengan sikap proaktif
mendahului terjadinya perubahan itu. Umat Islam tidak bisa diharapkan memainkan
peran yang besar dalam kehidupan bangsa ini manakala mereka tidak mampu
menawarkan gagasan pemikiran yang menjadi solusi terhadap berbagai kesulitan
bangsa. Sementara itu pula, organisasi keislaman agaknya perlu melakukan
perenungan apakah model kiprah sosial yang sudah berjalan selama ini masih relevan
untuk menjawab tantangan zaman. Tantangan terbesar bukan lagi pada perolehan
angka nominal jumlah anggota akan tetapi yang amat penting adalah peranan organiasi
keislaman untuk memposisikan dirinya sebagai penggerak perubahan umat kepada
kondisi yang lebih baik sekaligus juga sebagai payung untuk melindungi serta
mewujudkan kesejukan bagi semua warga negara tanpa kecuali. Perkembangan yang
demikian spektakuler munculnya aliran-aliran sempalan adalah merupakan beban berat
yang harus dipikul umat Islam. Beberapa pandangan mengatakan bahwa munculnya
aliran-aliran sempalan agaknya kurang bijak manakala ditimpakan sepenuhnya
kesalahan itu kepada pengikut kelompok-kelompok itu tetapi juga kepada organisasi
keislaman yang kurang memiliki persiapan menghadapi aliran-aliran itu. Ternyata sikap
umat Islam juga tidak seragam terhadap perkembangan aliran sempalan. Sejalan
dengan itu, pemerintah hendaknya mengambil langkah kongkrit dan mendasar untuk
mendorong terjadinya perubahan pola berpikir umat sehingga potensi besar umat Islam
menjadi sumbangan penting untuk menjemput masa depan Indonesia. Gagasan ini
diharapkan akan mendorong berkembangnya citra baru umat Islam di Indonesia.

BAB III
PENUTUP

3.1. KESIMPULAN
Islam adalah agama yang diridhoi Allah. Islam adalah agama yang cinta perdamaian
dan kesejahteraan, sangat menjunjung keadilan dan kejujuran. Tetapi dewasa ini
banyak hal yang telah mencoreng citra Islam di mata dunia. Mulai dari anggapan bahwa
Islam adalah teroris sampai usaha-usaha untuk mempecah belahkan persatuan dan
kesatuan umat Islam di dunia. Semua hal tersebut juga tidak dipungkiri juga terjadi di
Indonesia

3.2. SARAN
Semua hal-hal yang merusak citra Islam di mata dunia tidak terlepas dari kurangnya
perhatian umat Islam serta kurangnya pemahaman ajaran Islam di kalangan tertentu,
yang pada akhirnya menyalahgunakan setiap hal tentang Islam guna untuk kepentingan
sepihak. Oleh karena itu sebagai sesam umat Islam kita harus tetap mempertahankan
persatuan dan kesatuan di antara kita agar tidak dapat digoyahkan. Selain itu yang
paling penting adalah memperdalam kajian kita tentang Islam agar tidak terjadi
kesalahan pemahaman dan yang paling utama harus selalu memperkuatkan keyakinan
kita tentang Islam sebagai agama yang diridhoi Allah SWT.












http://www.scribd.com/doc/23499296/Perkembangan-Islam-Di-Indonesia#

Attaubah:6) Dimana disana dijelaskan bahwa Islam tidak melarang umatnya untuk menolong umat selain Islam. kaum muslimin di cengangkan dengan beberapa aksi TERORISME yang telah mencoreng citra islam di mata dunia. memberikan hikmah dan tauladan dan tidak melakukan penyebaran melalui pedang seperti yang dituduhkan barat dan Islam akan selalu menepati janji kecuali umat lain mengingkarinya terlebih dahulu. kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. 2.”( QS.InsayaAlloh apabila kita melakukan pendekatan yang santun tanpa membeda-bedakan SARA seperti yang tertulis dalam QS. demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui. Maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah.”( QS. Kalaupun salah satu makna jihad adalah perang . Peledakan sarana sipil dan aksi bom bunuh diri mereka serukan sebagai jihad fi sabilillah. seakan perang terhadap umat Islam. Hal ini diakibatkan oleh adanya segelintir orang yang melakukan teror dan memakai simbol-simbol agama untuk melegitimasi aksi jahatnya. Kejadiankejadian itu menimbulkan banyak keraguan di hati manusia -khususnya kaum muslimintentang agamanya sebagai agama yang penuh rahmat dan kasih sayang.2.Attaubah:6.Mumtahinah:8-9)           •          “Dan jika seorang diantara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu. dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu.Mumtahinah:8-9 dan QS. Dari uraian diatas maka dapat kita tarik kesimpulan bahwa Islam tidak pernah melakukan permusuhan dengan siapapun dan dengan dalih apapun terkecuali merasa didesak secara berlebihan oleh pihak lain. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang Berlaku adil.                •                               “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan Berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangimu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu. Sehingga mereka menjadi bingung dan berusaha menjauhi agamanya yang murni serta antipati terhadap sunnah Nabinya Citra Islam sebagai agama damai. TERORIS MERUSAK CITRA ISLAM DI MATA DUNIA Di tengah menghadapi krisis ekonomi global. Perang melawan terorisme secara global. toleran dan pembawa rahmat telah dirusak oleh para teroris. Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim. dan Barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan. Pada hal jihad dalam Islam memiliki makna yang sangat luas.memberikan keteduhan bagi umat lain bahwa islam dapat berbaur dengan yang lain dan memberikan contoh yang baik sehingga umat lain tidak merasa terganggu apalagi termusuhi oleh kita sebagi umat Isalm.

Bahkan menyingkirkan duri dari jalanan. tapi juga dalam jangka panjang seperti trauma psikis yang diderita masyarakat terkena aksi biadab teror. Bagi Osama. Sejak merebaknya Bom Bali pada 12 Oktober 2002. Pemahaman Osama seperti di atas adalah suatu pemahaman yang keliru. kapan dan di mana saja mereka berada. Justifikasi terhadap agama atas pelbagai kejadian teror misalnya. yaitu dunia Islam dan dunia kafir. Jadi. apalagi mengajarkan bahwa kekerasan sebagai cara yang absah untuk meraih tujuan. bahwa kekerasan. Sehingga untuk mempertahankan eksistensi umat dan meraih kejayaan Islam. Bagi Imam Samudra jihad hanyalah perang melawan orang kafir. misi Australia untuk menguasai Indonesia. jelas salah. orang kafir adalah musuh utama umat Islam. rekayasa intelijen Indonesia.3. Dunia seakan dibelah menjadi dua. situasi dunia global hari ini atau menghadapi dominasi Amerika cs.” Kemudian berkata seorang sahabat “Aku membantu orang yang dizalimi. apapun bentuknya. 2. dan ada juga yang menuding keterlibatan sebuah organisasi Islam yang bekerja sama dengan Al-Qaedah . emosional dan sangat menyimpang dari makna jihad yang sesungguhnya. sebagai situasi perang (darl harbi). adanya pemahaman kelompok Imam Samudra cs tentang doktrin jihad secara sempit. tak dapat ditolerir dan karenanya mesti dikikis hingga ke akar-akarnya. silaturrahim kepada sahabat dan sanak famili.W. Bagi Osama. maka qital pun harus dijalankan berdasarkan aturan. bukanlah pemahaman ajaran Islam yang tepat. jihad membunuh orang tanpa alasan yang jelas dan tidak dibenarkan agama. Pada hakikatnya jihad bertujuan untuk memuliakan umat Islam dan melindungi orangorang yang ada disekitarnya. lalu bagaimana aku membantu orang yang berbuat zalim?” Lalu Rasulullah Saw menjawab. Sebagai contoh. “kamu menghalanginya dan mencegahnya dari berbuat zalim karena yang demikian itu adalah membantunya. keterlibatan Amerika dengan „Mikro nuklir‟. adalah bagian dari jihad.a berkata. ia tak saja merugikan kehidupan sosial manusia dalam jangka pendek. dihalalkan untuk membunuh orang-orang kafir di mana saja dan dengan cara kekerasan apa saja. nilai-nilai dan konteks tertentu yang sudah diatur dalam Alquran dan Sunnah. tersenyum pada orang yang dijumpai. Bom Kuningan tahun 2004. dan Bom Bali II tahun 2005 serta serentetan kejadian mengenaskan lainnya. dan karenanya mestilah diperangi. Marriott pada 2003. Bom J. Kekeliruan mereka dalam memaknai jihad inilah yang menyebabkan Islam terbajak dan umatnya tersandera.(qital). menuntun orang tua menyeberang jalan. Rasulullah Saw bersabda: “Bantulah saudaramu yang berbuat zalim atau (bantulah saudaramu) yang dizalimi. dan seterusnya. Ada yang menuduh TNI. MAKNA JIHAD DALAM PERSEPTIF ISLAM Dari Anas r. Ini tampaknya berpangkal dari kesalahan menangkap dan memahami pesan agama.” (Hadis Riwayat Bukhari). telah menimbulkan tuduhan dan prasangka terhadap berbagai pihak. Bukankah Islam menegaskan bahwa membunuh satu nyawa sama artinya menghilangkan nyawa banyak orang? Tak ada satu pun agama di dunia ini yang melegitimasi. apa pun namanya. Sebab. oleh sekelompok orang tertentu. Apalagi fatwa Osama bin Laden yang menyerukan kewajiban jihad untuk membolehkan membunuh semua orang kafir.

Mengingat sesama muslim yang tersesat adalah suatu kewajiban. maka jihad harus dilancarkan berdasarkan aturan-aturan yang jelas dalam syariat dan mesti di bawah pimpinan pemerintahan umat Islam yang sah. bukan untuk menciderai manusia.a. mereka dianggap tidak pernah ada. Jihad dijalankan untuk memuliakan kehidupan manusia.a berkata. “kamu menghalanginya dan mencegahnya dari berbuat zalim karena yang demikian itu adalah membantunya. Sesungguhnya itu berarti telah menolongnya. yang artinya: Dari Anas r. untuk menggentarkan musuh.beserta Osama Bin Laden. Kemudian. agar supaya menghentikan perbuatannya. lalu bagaimana aku membantu orang yang berbuat zalim?” Lalu Rasulullah Saw menjawab. karena tidak ada lagi solusi lain. Manakala terhadap yang dizalimi hendaklah membelanya. dengan dalih sebagai bom syahid. Kalaupun. seperti memerangi kemiskinan. Seharusnya kamu menolongnya baik yang zalim maupun yang dizalimi. Pemahaman jihad ala Imam Samudra cs. bahkan oleh pihak lain jihad adalah terorisme. agar semua umat terlindungi dan terhindar dari fitnah.Top dan Dr.” Kemudian berkata seorang sahabat “Aku membantu orang yang dizalimi. jihad perang harus dijalankan. mengaplikasikan cara-cara teror bom untuk wilayah seperti Indonesia. Jihad hendaklah dijalankan seiring dengan problem yang sedang dihadapi umat. Azahari dianggap sebagai tokoh ciptaan polisi belaka yang menjadikan nama tersebut sebagai kambing hitam sasaran di setiap pengejaran. Karena kegiatan teror tersebut termasuk dalam kategori berbuat kerusakan di muka bumi.” (Hadis Riwayat Bukhari). Sampai-sampai Nordin M. Apalagi menggunakan cara – cara bom bunuh diri. dimana jihad diidentikan dengan perang. sebagai mana sabda Rasulullah Saw yang memerintahkan sahabatnya untuk membantu orang yang telah berlaku zalim dengan cara menghentikan aksi kezalimannya. apakah tidak menyedihkan dan berbahaya apabila sudah timbul suatu fenomena agama Islam identik dengan kekerasan karena pembelaan para pelaku bom yang mengatas-namakan jihad fi sabilillah? Kita berkewajiban untuk meluruskan kembali makna jihad yang sudah tercemar. Jadi tidak benar.” (Hadis Bukhari dan Muslim) . membangun sikap mental yang amanah. Siapakah sebenarnya orang-orang yang terlibat dalam kasus tersebut dan bahkan apakah kasus pemboman yang selama ini terjadi adalah benar dilakukan oleh kelompok atau orangorang tertentu yang mempunyai tujuan tersembunyi? Dan. maka hendaklah mencegah kezalimannya. memberantas kebodohan. Pada hal jihad dalam Islam memiliki makna yang sangat agung dan suci. mengikis korupsi. mesti kita luruskan. Rasulullah Saw bersabda. Terhadap yang zalim. dari Jabir r. Malah para terpidana Bom Bali dikatakan sebagai orang-orang teraniaya termasuk para ustadz dan aktifis masjid yang dipaksa mengaku sebagai orang-orang yang terlibat dalam kasus Bom Bali. Rasulullah Saw bersabda: “… kamu tidak perlu menyembunyikan persoalan. Rasulullah Saw bersabda: “Bantulah saudaramu yang berbuat zalim dan (bantulah saudaramu) yang dizalimi. Kita berkewajiban untuk saling mengingatkan sesama Muslim dengan harapan agar teman-teman yang terlibat dalam aksi pemboman di luar medan pertempuran atau mempunyai hasrat dan rencana. dan jihad memperkokoh ukhuwah antar sesama manusia.

Jadi.4. Kita berharap saudara-saudara kita yang telah berbuat zhalim agar sadar dan kembali kepada jalan yang lurus. berdampak pada model pembelajaran Islam yang lebih banyak mengacu kepada pemeliharaan kesinambungan ilmu-ilmu keislaman yang dilembagakan melalui pondok pesantren. Kekuatan dakwah yang datang tidak cukup kuat mengimbangi struktur sosial yang sudah mapan sebelumnya. sementara di sisi lain kita yang menjadi pelaku sejarah belum melihat potensi kekuatan itu teraktualisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. salah seorang pelaku bom Bali. UPAYA MEMPERBAIKI CITRA ISLAM Mendiskusikan kondisi umat Islam di Indonesia seakan tidak ada habis-habisnya. dengan insyaf dan menyadari bahwa jihad yang mereka lakukan dengan menebar teror bom adalah jalan yang salah. pasti kita akan menemukan bagaimana besarnya toleransi dalam agama Islam terhadap agamaagama yang lain yang dituntun oleh Rasulullah Saw di muka bumi ini sejak kenabiannya hingga wafatnya. jika kita memahami dengan baik kisah perjalanan Rasulullah Saw. Hal ini disebabkan karena strategi dakwah yang disampaikan lebih banyak mengandalkan model adaptasi dan akomodasi. Sebagaimana Ali Gufron. Dan.Dengan demikian usaha meluruskan penyimpangan faham terhadap orang-orang yang mendahulukan sikap kekerasan dengan aksi pemboman. Realitas Kehidupan Dengan menilik sejarah islamisasi di Indonesia. Kehadiran pondok pesantren cukup ampuh dalam meneruskan . penampilan Islam lebih mengacu kepada pengayaan kerohanian (spritual enrichment) sebagai konsekuensi akulturasi dengan budaya lokal yang sebelumnya telah dibentuk berbagai kepercayaan lokal. usaha ini juga bertujuan demi mencapai kemaslahatan umat Islam khususnya dan umat manusia pada umumnya di seluruh dunia. Mengubah potensi umat Islam menjadi kenyataan sejarah adalah merupakan tugas yang sangat mendesak sehingga peluang yang dimiliki tersebut tidak hilang percuma ditelan masa. Model pengayaan kerohanian ini membawa dampak positif yaitu berakarnya dengan kuat tradisi keislaman dalam persepsi masyarakat akan tetapi juga memiliki dampak negatif yaitu kurangnya dinamika Islam dalam merubah struktur sosial. dapat terlaksana dengan baik dan menaruh perhatian ke hati nurani mereka. mempelajari tafsir-tafsir Alquran dan membaca hadis-hadis Nabi Muhammad Saw. 2. Dalam rangka untuk merubah potensi itu perlu terlebih dahulu dikaji akar-akar kelemahan umat Islam di Indonesia dan selanjutnya merumuskan jalan keluarnya. Sejalan dengan model islamisasi yang berlangsung dengan pendekatan budaya sebagai akibat dari tidak cukup kuatnya para muballigh melakukan perombakan struktur sosial itu. Hal ini disebabkan karena berbagai alasan antara lain di satu sisi begitu besarnya harapan dunia luar terhadap Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Akibat yang terjadi adalah terjadi perubahan dari politeistik kepada monoteistik akan tetapi lambat dalam reformasi struktur sosial. Sungguh indah dan sungguh benar jika dikatakan Islam adalah agama kesejahteraan untuk sekalian alam. Semoga mereka tetap terus istiqomah membela martabat Islam dari faham-faham yang salah. Insya Allah.

Hasil yang diperoleh adalah kharisma kepemimpinan ulama. Di kalangan pengamat sering keheranan mengapa umat Islam sulit berkompromi dalam hal-hal yang tidak strategis padahal titik temu di kalangan mereka jauh lebih besar dari umat lainnya. Dalam bidang politik telah berkembang wacana untuk menarik garis pemisah antara partai politik Islam dengan yang bukan partai Islam. Akar dikhotomisasi ini terletak pada model pembelajaran lembaga pendidikan termasuk pendidikan tinggi keislaman pada masa lalu. Namun kharisma kewibawaan ini tidak diimbangi dengan profesionalitas disebabkan modal pengetahuan mereka lebih mengacu kepada sistim pengayaan kerohanian. Akibatnya muncul polarisasi Islam dengan berbagai aktivitas sosial yang mengacu kepada bentuk belah kacang. Sementara itu di dalam diri umat Islam itu sendiri tumbuh polarisasi berdasar pada aliran maupun tradisi pemikiran yang terkadang mengarah kepada perbedaan yang cukup tajam.tradisi ini sekaligus juga sebagai kawah candradimuka mempersiapkan calon-calon pemimpin dalam melakukan rekayasa struktur sosial. Lembaga pendidikan tinggi keislaman tersebut pada mulanya adalah kelanjutan pendidikan tradisional yang dikelola di pesantren luhur. Apabila polarisasi ini terus berlanjut maka tidak terbayangkan betapa kerugian yang . Terkadang muncul pandangan bernada kritik bahwa umat Islam itu kekuatannya hanya di dalam penggalangan massa akan tetapi lemah dalam pengembangan profesionalitas. Dengan modal wawasan keislaman penekanannya pengayaan kerohanian maka langkah politisnya adalah perumusan identitas keislaman yang membedakannya dengan identitas kebaratan itu. Wacana simbolisasi Islam begitu kuat pengaruhnya terasa sampai kepada masa kita sekarang ini. Padahal juga masih tersisa sejumlah pertanyaan yaitu apakah partai-partai Islam telah memiliki karakter tersendiri dibanding dengan yang bukan partai Islam. partai politik Islam. Sementara di sisi lain begitu kuatnya arus tarikan pendekatan keilmuan untuk lebih mendekat ke kutub sekularisme. Sejalan dengan dikhotomisasi itu maka pola berpikir simbolistik itu menumbuhkan sikap emosional yang kuat. pendidikan Islam dan lain sebagainya. Menilik pandangan dikhotomis ini lalu muncul wacana lain untuk mencoba merumuskan sintesa antara partai Islam dengan bukan Islam ini dengan solusi nasionalis-religius. Maka begitu arus modernisme dan sekularisme dari barat dengan deras merusak sendi-sendi sosial maka para pemimpin umat waktu itu mencari solusi-solusi yang sifatnya melalui pendekatan spritualis.Sebagai wujud dari simbolisasi itu maka tidak dapat dielakkan adanya keinginan yang kuat untuk memberi identitas keislaman terhadap berbagai sektor kehidupan sosial antara lain ekonomi Islam. Model pendidikan yang dikembangkan juga lebih banyak penekanannya yang bersifat defensif yaitu mempertahankan Islam dari gempuran infiltrasi barat yang berlangsung bersamaan dengan datangnya era kolonialisme di tanah air. Wacana itu sesungguhnya tidak selamanya negatif manakala diimbangi dengan perluasan wawasan tentang keislaman sehingga terjadi pelebaran wilayah dakwah mencakup pendekatan yang lebih komprehensif dalam berbagai sektor kehidupan umat. Indikatornya adalah sulitnya mempersatukan kepemimpinan umat Islam di Indonesia. semua partai politik itu kalau memang konsisten pada filosofi bangsa ini pastilah juga semuanya nasionalis-religius. Namun sesungguhnya. Karena dalam kiprah sosialnya sulit menarik garis pembeda antara dua model kepartaian itu. Sikap emosional itu dengan jelas kelihatan manakala ada ketersinggungan-ketersinggungan yang bernuansa politis.

Mengatasi Kelemahan Upaya mengatasi kelemahan umat Islam haruslah dimulai dari perumusan kembali pola pendidikan keislaman di Indonesia. Perkembangan yang demikian spektakuler munculnya aliran-aliran sempalan adalah merupakan beban berat yang harus dipikul umat Islam. pemerintah hendaknya mengambil langkah kongkrit dan mendasar untuk mendorong terjadinya perubahan pola berpikir umat sehingga potensi besar umat Islam menjadi sumbangan penting untuk menjemput masa depan Indonesia. Sementara itu pula. Dikhotomi antara kelompom tradisi atau pesantren dengan pembaharu. organisasi keislaman agaknya perlu melakukan perenungan apakah model kiprah sosial yang sudah berjalan selama ini masih relevan untuk menjawab tantangan zaman. Namun integrasi sistim pondok pesantren dengan pendekatan keilmuan moderen merupakan suatu kemestian. Sejalan dengan itu. Satu kelompok lebih melihat kelemahan pada lembaga pesantren sementara yang lain melihat kelemahan itu pada pola berpikir pembaharuan yang belum jelas akar keilmuannya. Untuk membangun semangat kebersamaan ini peranan MUI diharapkan agar tidak hanya bersikap reaktif manakala muncul kejadian sosial tetapi hendaknya diimbangi dengan sikap proaktif mendahului terjadinya perubahan itu. Lembaga pendidikan keislaman yang sudah ada selama ini seperti pondok pesantren hendaklah tetap dipelihara. Umat Islam tidak bisa diharapkan memainkan peran yang besar dalam kehidupan bangsa ini manakala mereka tidak mampu menawarkan gagasan pemikiran yang menjadi solusi terhadap berbagai kesulitan bangsa. Gagasan ini diharapkan akan mendorong berkembangnya citra baru umat Islam di Indonesia. Selain dari itu. Umat Islam hendaknya dapat didorong agar menyadari ketertinggalan mereka kemudian membangun dialog bersama untuk mengatasinya. ketertinggalan. Ternyata sikap umat Islam juga tidak seragam terhadap perkembangan aliran sempalan. Mereka dengan mudah bisa bertemu manakala sedang dihadapkan kepada persoalan bersama.akan dialami umat Islam karena aset kultur keislaman yang dimiliki selama ini bukan saja sirna akan tetapi malah dianggap tidak sejalan dengan gagasan mewujudkan Indonesia yang baru Persoalan ikatan kekuatan solidaritas sesama muslim menjadi bahan kajian yang tidak pernah habis. Gagasan yang sudah ada selama ini tampaknya masih bersifat fragmentatif berjalan sendiri-sendiri dan belum memiliki strategi yang dibangun secara bersama. kelompok kaum tua dengan kaum muda baik di Jawa maupun luar Jawa adalah kenyataan yang masih sulit dihapus padahal dalam Islam sesungguhnya tidak ada yang baru dan lama karena di balik Islam yang ada hanyalah kesesatan (famadza ba'da al haqq ila al dlalal). Hal ini bermula sejak abad 19 yaitu dengan terjadinya perubahan wacana pemikiran keislaman di nusantara yang melahirkan dikhotomi pendekatan keislaman. Tantangan terbesar bukan lagi pada perolehan angka nominal jumlah anggota akan tetapi yang amat penting adalah peranan organiasi keislaman untuk memposisikan dirinya sebagai penggerak perubahan umat kepada kondisi yang lebih baik sekaligus juga sebagai payung untuk melindungi serta mewujudkan kesejukan bagi semua warga negara tanpa kecuali. . secara internal umat Islam juga memiliki simbol-simbol keberagamaan yang membedakan antara satu dengan yang lain yang tidak jarang menimbulkan ketegangan. Beberapa pandangan mengatakan bahwa munculnya aliran-aliran sempalan agaknya kurang bijak manakala ditimpakan sepenuhnya kesalahan itu kepada pengikut kelompok-kelompok itu tetapi juga kepada organisasi keislaman yang kurang memiliki persiapan menghadapi aliran-aliran itu.

Mulai dari anggapan bahwa Islam adalah teroris sampai usaha-usaha untuk mempecah belahkan persatuan dan kesatuan umat Islam di dunia.1. yang pada akhirnya menyalahgunakan setiap hal tentang Islam guna untuk kepentingan sepihak.2. Islam adalah agama yang cinta perdamaian dan kesejahteraan.BAB III PENUTUP 3. Tetapi dewasa ini banyak hal yang telah mencoreng citra Islam di mata dunia.com/doc/23499296/Perkembangan-Islam-Di-Indonesia# . http://www.scribd. Selain itu yang paling penting adalah memperdalam kajian kita tentang Islam agar tidak terjadi kesalahan pemahaman dan yang paling utama harus selalu memperkuatkan keyakinan kita tentang Islam sebagai agama yang diridhoi Allah SWT. SARAN Semua hal-hal yang merusak citra Islam di mata dunia tidak terlepas dari kurangnya perhatian umat Islam serta kurangnya pemahaman ajaran Islam di kalangan tertentu. sangat menjunjung keadilan dan kejujuran. KESIMPULAN Islam adalah agama yang diridhoi Allah. Oleh karena itu sebagai sesam umat Islam kita harus tetap mempertahankan persatuan dan kesatuan di antara kita agar tidak dapat digoyahkan. Semua hal tersebut juga tidak dipungkiri juga terjadi di Indonesia 3.

H2 8./ $08:3:3.3.3 47./.  ::7.20.32:./.:..3.307...2:203.2:/./.:..3..3202-./907.3.3./.9:.  5?  3F_ 9 8+W 4  : ./.203:.2:/.730072: /..3 :39: 203:872: /.2.380-.39: 47...3.38. 47.20..32070.39/../.7.3 .3.7 0  8.:0  97.3203:87.80-.7. 203:87.3 .3 47.3.703.  K Z.47.9-. 5:.3.320207.2070.2 "$ :29..  :4 ^Y Z 7.   8.703.7.32: .3 47. .5./.20207.203.307.9/. Z :+W 9 8 9GL  .547.:.2.32:47.3 47..3..2::39:-07-:. Z.730072:  $08:3:3.39.

3  8 Z 3 ! !@ .[ [. 84: _  97 "c Z 8W  9[: :.

3.395..9.320.3./.3. .3507.38.390..:39:20092. 02:/.. 9.38./..990.3-. 9407.:20305.8.3 0.9/.99.7.39. .20.3.3/.3-07:8.3 -0-07.8.207..5.2.5:39070.80-.92.5.380-.9070-/..320.9..3./..-.   2.7.3 0.:.8.5788043424-.9 907.3-.3.3-..3.:39:203443:2.80039747./7:8.203.2 202-07.2./8.73..//08. 2070.3/.3:8..:22:823/.7.3 $03.7.8.9/.3/.5.3./. !.3-..:.2. 0.3 20.:2.35072:8:.4-.3/.3 47.:: .4703.70825:.3../..38..8.5:2.93.3/03.32.9.2.39:2032-:.3502-.//.3. !00/..3/9:/:.8 -42-:3:/72070../.4 [Y : 4 7/  .203.3. 907478 !07.9.2.8.47.7:7..9203/03.3805079.39/. 80./.3/.32033./:3.5.3     %# #$#&$%#$%& 903.2..:.380.3/:3...7..405...7.7.-3.93.305..3202./.80.:./.7172.3/.5073.203.9..3.39.2.2.280-.07.9./.:2..3.35030-.2..3:2.3.20.2/2.3.3503:7..38.03.340.8047.7.390747/..3-. 97.32:8739:20239..32:738079.39/.7..8%# #$. /02.58:33.29/. :8:83.:22:823  9039.2  .8025.82.-.39074782080.2:  .203.8:5.20..88./-3:3/.3405.:.85/.:.9 80.2..3907.29/..39./0.32070.:-.:.807:. 20309.28.7.:50/.97..5073/:3..39:/80-..5:3 /.3.3./...3/03.09025.2 ./.-070-..8.3.:. 82-4 82-4./18..3/03.98.-.: "$ 99.8.3/.

9078.17  5.39:3.7. 47../.8207.-..3 .5-07-.8:.88.7- $03..920325..7.2.9:77.3.7-07-:.2:.3.2508. #.8.3..  42 :33..9:.3.. /.703.3. -./.3.7.2.3/:3.39:47.39:.:2.3 203..3 20303.9/.5:3.3.39:47.0./.33.3 /.380-./507.9...390033/4308./..8./.2 /.3.9:/:3.17/2.8. 007..8.2089.5.:#.73.3 /03./..7.9.. :3..38...38.9./.3/./-03.3..93.:203.2030-07.8.3203/:347.2.47./.3.47..2$.2022.2 202./.73./.3 3..2.5.$.8907.9.8.9:..2..30/:5. 5:33. 94-07  42  ...507.9 .3.2:/7.$.17.3-.5.7.7.2:203.3:8.. .2032-:../.2.8.8::.8 80-..98.:39:2025079.  $0-..8 .5:3-039:3.3:39:202:.8.9 :.9:5:3.5./.:3 8079.9.:5:38.:39:207.3./ 202-:3:47.320337.7.8 .3207.3.3.98./.87 ./.7.../.3//079. 40800425447.9::.3.850-..3207. 2.:39:203:.2 .3.2.380507997. ..3/4973..89:./ .793..3.3.. .380907:83.3.3...30.:3  /. 8.9.3.8 507. 8..3.9:7/.8.:.  89:.3/.. ..89039./.-/./ 80.3.9:7.8.-.3.4394 .39:/:.703.39./ ..3/:7/.3...3-07/.3/4308.5./.3.80.8.73.3 :891. 3.2.343908 9079039:.8.805079/.2 /.3 907803:25./..38.2:8::9.3/.3.2070-.9.39/..3 ..3/.../...93. .8.8. 8.3/-0./:39:202-40.3.2 02:/.5/423.8./. $0-.-3.8.3.2$.3..2.3 203:39:347.8::./.30.-078..3..-./.3/.3905.25.3042542.9:3.2.3  %.2.47. 5. ..2 /../.3/.3.22030.502..3.2070.7 .0. 2089/83.38:/.205.7:8/.3.3:2.3.3 8.9 :202-..3.3848...3 808:3:3.//:3./.7.203. . 8.3.-8..7..774995.8.-./..3 743:7 28:897./.5:..-.342./.9.2.:/.207:.3.38.3.-07.3.3203.7.2/.2.203. 90. 3 9.:2.3203:/:% 70..5.:-.3 !02.39079039: 0.7.33...3. 007:.2.3. /.17 .708.3 -07-:.80703909.9: 502.3.202-:3: 8.3-.3 202-:3:802:..2..30889038:2..39:.9/.203.3. 502.39074728.8.503/0 9. .3.8/.3-07-:.3 69.3 47..3:2..32030-.2 .35..3-07.3/07...39:..907.2.320092.3.5./.2.3/.:/.3.203.3202.73..9:2.3.  . 8.3.3/2.0.588 . 0907-.347.. /03..3/:25.7   !..80259 ..3.3 9:.72.-075./809./8#.3. 2../-079::.3.2.8.2: .30.1..357.9.33.5..3 ...320..703...42.. 0.2.5./3.9/94077/.8.: -../.3.1./03.38./.3.2907-..69.-.-90747   $0..8047.007.39.3.007.    !#$!%$ .38.2./.3 47..5/. 9.8..320307:./.8/:3..8.202-.32070.9.:202-.307: 024843.2.2:/7..3$:33./.-07.8-. -:.9..2.38.8.17 .3:39:202-:3:47.3/02.507.26:7.././.2 /.//:.7.990703.4-./.3..9.2.

.8.5.580-.7990.2.2.2.9075/.3:8.7. /.2:203.9.9.38./9/.2.2 2.3-07../ 03/.3:38.0/. 8047. -07./03.-.3-07-:.2.3:8..32025:3...3.2.  .:3/.3..5253.38.3.5.73.34004254../.3.3 007..:#..42..2$.35020739..2.30.2:9/.2030/.3.3907-.35.2.3.:/.0.9 805079 20207.-/.9/.3 47.3/:.703.7..39073/.9072.3 . #..2 .9/.3.9:1034203....203.3 2.9808.3203.32..:7:8.. .3.$.7  02:/.0.3548 -0. #.3-.38:.3.3 902.80.302-.7.7/.$.39.3..39:3./.3.3.380-:.3:39:20:7:8.2:82.30283..9.8::..  $08:3:3.:82/03.3-07/..3/.703.3:2.2/039/03.47.-.7:8/.3/...3/.3.-.3/.7.-.2 .3.//.:80-..25.39:47.203.7.390.:2.9.7/. -:.3..2:2034433.90747820 !..:202-.203039. .2/03.3 $0..8 3.-.703.7.8:.38073/03.:-42.907:8.8::.3.78:5..8./.8:/.35079025:7.88..-428.3.9.2.2.3 .3..$.59.9:-07.//.3 :39:202:.02.84:8.7193.7.3.3. .3/02.2034433.7 902.3703.2: .7808. ...:-.  ./..:5:3 ....5.3907-.720/.3.-078.-/./ .2.9.9../1 8.3-007.2.-07. .9.2.3.-03.7.3907802-:3.:.5.3 .:39:202-.. .-77 ./.47..3/.50././.9/.28.22.2.507: 20302-:3.3.3.39:.47..87.202-.3.:/.3.9047-07-:.92-:8:..3 47. .. 9.59/.5...8:842.2 02:/.7:8/...3.2-39.3.32033.-/.-.. 5.38:/..5 5030.8 20899.2.3/03.-:2  033..03/.7.:5:3 .80-4/4.28.3/2:.380.///039.9 9073/:3/..350784.2..8:/.:47.39: 47..39074790780-:99072.2.28.9.9:0./03  $.8:5.-03..8050793/4308.3507-:.7:83...8/.9..3 /5.80-..3507.33. 8.8.7.47/3 %45/.502-0.3 80-.2.33./.-.3-07-:..8.2:/7.3. #..907.3:39:203.3907.. .3907..3/809.380-..7.93..3574-02.7.5..9:...7.2 .8::.3.8::.: 2025:3.90780-:980-.7.32020739..2.3 47.38.30/:5.5073.3..8:890780-:9/. .3 -.$.9/. ..3.203:/30907-.2..907.7./.   .-.32:8: /03..9/.39:..9:7../. . 8.3./.380/.-070...9::.3-07-..2.3 47..3 203847:58 202-..3. .3 2070.3./  !02.-078./.9 :202-.7-07-:./.7/..98..38.-/.9/.90747-42:39:.3203.2 %07. -42-:3:/7 :39:203039.5.9. -08079.33.8.73.3 /.8502-42.2.3808.39:.5 2039..3.$...2.3.   9.32089/ -..3907-./07.3 .3 /.25.3 -.47.8.2. 80-03.3./20250744::.8:8 502-42././.5:2.8.87 .9:7.3. $.703.. .3 202-07.7802:./.3.203.-078.8.22022. #.3203.3405..//. 0.39079039:./. /.-070.5..793.3 .8::...3.7 203.8..5../.39:47./8#.3.3907808.944.0.3.203:3.203039..37 .9.3:8./507.9. /.:89.33.39. .38.7.7.3:39:8.9/.2: ..2.9.2/.3/.33.3.9.3.7 /2.3.3 ".7.8.9182.8/.2.:.

9 /./. 8.5.3/.   .2-.907.7.$.-.: 05.2. /.7.2..8502-42.2 1. .3/9:39:340#.8.7.78.:/.3 :8.:.7./.2.3..24349089.  ..3203.7907../ 80:7:/:3..  /03././.:05.2.9.20.32..8/3/4308.3/8.202-0.73. 3/80-.9..30./3.3/03. 05.2:-.8/.7 002.9./.302-.7....7./.. 03:-.79/./-039:-07-./.897:9:7848.3/02-.338.9..8/..7.25.38:3/03.3-0730.-8 .037.8..::.1876:7.5..38..250780582./. 4/0503.3/.3-07-.3:39:80./.  .7.9: -07.997../..3./.3.3/./88.5.2  802039.549038:2.38:/.2.9./.8.98.507.2:8:83./..424/.9::7./.2/3/4308.5.703.2.2.3.8897:9:7848..3/02 203.38/.8.3 203/.: ...9./.2039 80-.39/.-:.5020.080.8.9: -07/.3 47.7/. .31.50:.3-.5.7/. 03. 503..2.3.3.3/03.8.2070..350325.8::.:2.:. 5.3/8.03/..2907.28..3.-0:220.3:82   03.-.92.7 .39/.9 8./.2     &!!#%#$ 03/8:8.24/0502-0.38.-.32: 2:08..3.3.-.20:7:8.9./90.38..3/03.2.3.95490380:.73.3897:9:7 848.  $0.80/:5. 202/../ .380..98.73.2.3.59..2/.2/.3.3../.3503/0.:80..9./..91.5.28.38..3#. 203.2907.8::....5907:889642. 38.71.203.3:..3.9/.4../8 ..9 8.8047.3/.-.324/0.7-./808..38.-83.3909.3074.7./.02.1/...2207:-.$.3202-.   9.9.3 /.7.32030-./8:.3...54891.:9:7.27..38.:/. 80-.7 9.3:7:8 $0-.3083.7.3203.2.2/03.38./.7..8.503.5007.30--.-07...3/80-..3203..2 ././.350.2..8....-07-....20/:5.:1743 8.3 8579:..3-:/..7.32070...790747 -42.39./03.303.3.3/290780-:99/.2203.207:5.25.202.98.703..38:3:-03..30--.202-0.93.39:.324/08.7:507. 20250.3/.2701472...3-.2 0-203.3/..25.-07.3.9...:39:207:-..::5:.90/.3:8.33.79.58.3:8.8/03.2./8.34.90.3/02.-079::..8...5490389:507:9070-/./..3 907.8503/:/:3.3909.2/3/4308.73. $024..39.  .80.8.8.897.3.8 0:.. $:3:3/.30.380-0:23.3897:9:7848.3 20302:..9203/08.1.9.907.:2:23.3.343/8:2. 803.2-:3..7.380.3:2./$./03...:..207:2:8.9. .. 0507.8.:-42..2.32070.3.3-.3074.8.3-07.3.2..909./03.53/4308.3.-:2380.3:2.-08.187 9.38.479./507:-.33. .22.9407..9.93.3.3:..9907..2.92032-.5.350742-..  #0.7..3-:/.././.25...3.390.3.9..899..547.320380.. 4380:038..8...::5:.754908905.::/.5:..3 9:907./2:.32.380-0:23./50....3.3:2.3507.33202-.3.3:93..30:. -.3 /:3.5.320.9:..25..93:7.9:88-09:-08.-07-:...5.

357410843..308.3-073.2 5./.7.5.803/ 803/848.88.912.8.:.. 2025078./.3 /03.2 57.3.8/80-.703..35030.7.3203./500-. 802:.8.3/.30- 425700381/..3.3.33..75.3848.2.8  03.3 803.3-:. .7/49428..07.033.380:.. 0.2.8.3:2.3.3..3:39:0-203/0.39703 0.:.33 .39308.3.3074./.-..843.907907803/7/-.782.9.8:93.:05..2:..7-.2..:05.7:2.9473.3.3/07.290.7:89.220.9:2025079.:202.3.3203.2:3.39703::7 $02039.3-07.354990.5024843. .78. .../..5079..897:9:7848.3../843.7.5.2 /03..343889035./.39072.3.3 5.2/.39.5.98.93..9/.3.2.3/7..05.43 502253/.3.9:./.250302-.2 503//.3/04.39703.:2.7.507:2:8..:0--08.302:.80.3-0781.9.5.79.78..20..5499:..8:503//.7.8.3/.32.79..:2:3.3 090783:3.3-:.82-48...23/03..93.9/.38:3-078.98./..3-07-.9.:.0--.503//.32.79./.3.3/03.:8:.9.32070..384:83..5.7.3 97.-039:-0.28:9 -07425742/./85027.. 8892503.8..25:/.3203.9.80-.9 $0-.35.308.98073007.8 70:8 .784:8 84:8 ..-0702-./88.3:.79.80.3.39039.2 .3:2.. 202...2-07-./2-.2.3.370./.3.9/03./.848./.3:./2-.8.5..8:9203.80:2.30.3/50740.9.3.785028.3.24/0502-0.7. .9.8 70:8 3/.2-09::.30502253.33.9:39:202-07/0399./.38. 090783:3.3..3543/4508.2.. 5.3.502.5498..2../2:.3.32070..39308.381.809470/:5.220307:8.:503/0./7.50309.9:/03.::5.32..79.8./.502253:2..7820  .324/..3.3.2./.3.7.9.::59.3/3/03.3:..99902:/.2-/.8.38.:2.390780-:95..2:3 808:3:3.507-0/./...7:3.3/02-.3.2.30.29:803/79:2-:54.443.:.3.8848.7./.9:808:3:3.7...2./.843.54983.3-:. .3.33.503.9.7/... .9://.380-./8380.79.24/005.54.7:824/073820/.2.93.3.3:.9085.:5:397.8.7820/.808.3.203.3:9.3../. :39:203..8 08. . 80..3/49428.80-.:54..357410843.3202-0/.2/7:2. /03.33.7025:7.3 /03.3043428.2 .39: 03 5././.8./508.2 503.25.3.2...3..782.3..7.3503//.802:.2..302-..3503.7../.39.98.32.2.2/.8390709.2.14841-..89: 2.79-.: 5.820/ 9.9..4-.3..39.7. 5498.29:0:.324/.5498 %07..9.8-07/.:.2/3/4308.5.809470/:5.3907.7.38.3 .9503.0-... 5.-075782-4899:203:2-:.89...9:.3 -09::.... 907.78502-0/.90:9:- 80:.3./.7.39/.8 207:8.8.//.7.33.897..39: .3.88.3.9:9:203..38.383908.3-073:./.907.3 $0. 5030.9.207:2:8.9.3.543/4508.33.9/010381.3:39:203.8.-09:.7.8-..0-203.9. -.9/0...8.3.5 024843.7 .3/.05.3907.2  !.0502253.3507:.3 4/0503//.3/494283.:5503/0.2:3.88...:://.3...3 3197..3./:..7.5..98..3074.3.39..3.7.3.2/03...5.38.: 02-.890788.2025078.35./. ..8  $02039.3..79./.79.9.3 5.3.5-07-.3/0399.782-48.3909.79.8.3/0399...397.38.32:3.3/03.38579:.....2/03.9 $.89:2...3503/0.503//. .43 .3. .339/.

507:20.3.503/..2.38..8002./.3203.-0757502-..5.2. 54.9.3. 80/....39.39/.-. 090793.909.2..3 4942..:8:.2.2.32:/.2.30.5./8:2-.9.3..9.2:82203.3.3.3/-.54..3.3././.3/280./.32.702:.2.3-0-.3.5.2..3 $0./.2.-07902:2.3 %.50740.3:3 802..7. 08.30:..2.5.9:/03.8.302:.3 -0:2202897.7:/.7:2....8.9/.3/03.3:2..3-..9.7.:22:/.3-.3 :39:203.2.3.3203.4379/.3:3/.3/..3090.8.-078.3.39703802039./2:.38.9.3-072:.02:/.3/73.07:.39: 5020739.79/. !0702-.80.3..3.3 ..-9./.3080:.507.5027.3-.9: /03./.384/.38.38025..3.3.39: %073.5073.2.9.3.2..2/3/4308.9/...5..-8 070.39703/03.3 1....3 /03.380503:3.3/.47.0.3.39/.3:2.8 08.3&/.80.3.30--..80-.52.3.848./.3./.3 .7./.-.802:..3.3.7.33.2.3 -.3.39703/03.04254297.9 8.8 08./03.90-078.98.5.2:.3 .98.20282-4 82-40-07.5.7::2..3.3.39.-0757:2.29/.3..5/50.5-07-..207:5..8808.. .3 /02.320.25.32.2:..8700.38.9. 503//.9002.7:8.2.83907:8-07.35027.7.39..3.03/.3202.5.50307.33 /. $02039.98./3.9//4743.347.3/..3/.917.703.3..2.7../. &39:202-../.3909.8002.2.3:380..35.203.90.7:8/5::2..507:-...7.350393:39:203025:92.38025./05.550702-.3:92.3..8.7.39: &2.507:-.8.503//./..508.907-.2:3.3..  .3.2 0-07..320.3.3 ...80-.7.38:/.3&5. $0.9 002.:072:3..7..39.8.7:!0784.38:/.9803.354.33/4308.3.3-.3-.3907-08.:3:39:203/:38079.3909..::907.59/./2-.32025078..2.88892543/4508.38..66.7:39: 203/4743907..5:85./..-.32032-:./...2039.3..9./.7203.79: 80.3 8.7.3502-...2.3907.98.39.3 .7.39:5.98.3./925.35.3..3-09.7:..3./8 .8./-.3.8-0781. ./ .5574.7.3-08..3. 03....7.3.9.324/0703207:5.3.3.5.308.3423...2 8.8..3203/4743-0702-.3./.570.3:7./3.2808:3:3.807.20/:5.7/..2 203.380.3.3-0:20.24/057.3.7.3202-0/.3.-078.39:05.3.50784..3.5.2.05.9.3.2./.950393.3.3-07.-.80. 20::/.-07.98.3/4942503/0.3/03.3.-8..909./../84:8907..7-:.5.3970303/./ -...7090793.:2.3.80.97.02-.38025.:2./..5..5.38509.3 507.3-.305.33507.7.308./..91-07.3.2:2.549038-08.5.3. .703. 43/8.302-./.98./03.7507:2:8.7.3 2070..39073. 02-. 80.33.7.54..2.3 &2.32.3-078.83.25: 203.3203.88:9/. /.7.3/3:8.308./.:3./.:5:3:../.2..873.3/3/4308.2.905.98.3.9:02089.3203/.7.9.0808.3805079543/4508./3..3.2..:3.03.8.91 2.203/.:.3...:0.507:-.9:042540-20..-8.3.308.9:5:.349.91 203/.3.:.9/.:7.:508.808.2.3803/7 803/7/.7: 04254.7...503:904254 042549:909.. 47...78.3 50703:3.3202-.2907.2.79.9/.507:-./.3.3.8.3503/0.3.7.08:9. .3 .7.:39:203..3848.../.2:3 3907.3 8:. $.3-:.5.3 3/4308.2-.5:.5 :2.3..2070.4-078.3 . .9.809:9:708..7...9 .3.2:3.3 8:/.39.3.-.2./. 203.320::/./.9.. .3....2.:29:..3:39:2025488.

3/7/4.98.5.73..9.2.3 08.39.9039..2/.9:.308.7....35.3./ 08. 8.9039.33.79/. :.3...39079039:  ..703.3.203..7.33.9/.4703.3809.507/. $02:.7:7...8/..98.8.3. ..:3.  0.808.3 9.3 5.9:..7.9039...2.:8.3 %09. 507..9.35078.9074788./.9.90780-:9:.3/.3:2.7:8909..52025079.2..38.$%              ½ $$ ¾n n¯$ n$$9  ¯ f°–f° ¾f¯  ° ° ¾f .9:./.9203:3:30.3 8.3/.203.2...3 -.2..2../:3..3/.39.38.3.2//:3.502.390.3207:8.907.9/4..3:9./.2/2./..3 805.3 5078.3502.3080.3:2.2.8.3.90705..5.7:880./.9/.2/2.3 /.3-.9..:39:050393./:3.2.:7.30.9:80-..79/.38..:39:20250.3/.5/0.3.98.2:3.    $# $02:..3 $0....9.  !&%&!    $!& 8.350393.39.2./..9:...3.3.3/..3/7/4.97..97.5..29./5:37:.. :8.39:...2:2.// 3/4308.35.30::7. 8.8.202507/.28079.2./...907./.38.:202507:.-0..2.25.280-.907.2.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->