www.forumdesa.

org

ARAH KEBIJAKAN PEMBARUAN DESA
Oleh: E.B. Sitorus *)

PENDAHULUAN:
Mau dibawa kemana Desa..? Inilah ungkapan yang selalu muncul dalam tiap diskusi, selanjutnya kita hanya bisa terenyuh karena setelah mendapatkan penjelasan (walaupun kadangkala tidak setuju), sipenanya tetap tidak berbuat apa-apa, kacian deh lu desa…!!!? 1. Desa memiliki posisi sangat strategis sehingga memerlukan perhatian yang seimbang terhadap penyelenggaraan otonomi daerah. Karena dengan kuat dan mantapnya Desa akan mempengaruhi secara langsung perwujudan otonomi daerah. 2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah yang telah ditetapkan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 dan Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 Tentang Desa secara mendasar mengakui otonomi yang dimiliki oleh Desa. Pengakuan terhadap otonomi yang dimiliki Desa lebih ditegaskan melalui pengertian Desa itu sendiri. Kemudian untuk melaksanakan otonominya, Desa memiliki kewenangan dan untuk melaksanakan kewenangan mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, Desa mempunyai sumber pendapatan. 3. Pemerintahan Desa merupakan unit terdepan dalam pelayanan kepada masyarakat dan merupakan tonggak utama untuk keberhasilan semua program. Karena itu, pemberdayaan Desa merupakan suatu keharusan dalam rangka mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat sebagai tujuan otonomi daerah.

KEBIJAKAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA
Pemerintahan Desa dalam menyelenggarakan kewenangannya dibidang pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan untuk mewujudkan kemandirian serta kesejahteraan masyarakat belum dapat optimal karena terdapat berbagai permasalahan, seperti; (1) terlalu cepatnya perubahan berbagai peraturan perundang-undangan sehingga menimbulkan kebingungan ditingkat pelaksana dan terkadang peraturan perundang-undangan yang dibutuhkan kurang lengkap dan memadai; (2) fasilitasi oleh Pemerintah dan Pemerintah Daerah masih sering terlambat; (3) terbatasnya tingkat kesejahteraan para penyelenggaran pemerintahan desa; (4) sebagian kualitas aparat pemerintahan desa masih terbatas dalam menggalang partisipasi masyarakat, menumbuhkan keswadayaan dan kemandirian dalam membangun, memanfaatkan, memelihara serta mengembangkan hasil-hasil pembangunan; (5) sangat terbatasnya sarana dan prasarana pemerintahan desa (6) belum terdapat kepastian mengenai kewenangan dan sumber pendapatan (7) dan lain sebagainya (silahkan nambahin permasalahan……..). Bertolak dari permasalahan diatas, Pemerintah menetapkan berbagai kebijakan untuk memberdayakan, memantapkan, menguatkan Pemerintahan Desa. Kebijakan dimaksud antara lain: (a) Pemantapan kerangka aturan;(b) Penataan kewenangan dan standar pelayanan minimal Desa; (c) Pemantapan kelembagaan; (d) Pemantapan administrasi dan keuangan Desa; (e) Peningkatan sumber daya manusia penyelenggara pemerintahan desa dan (f) peningkatan kesejahteraan para penyelenggara pemerintahan desa.

1

dan murah terutama yang berkaitan dengan kebutuhan dasar. transparansi. partisipasi dan pemberdayaan masyarakat. Penataan organisasi dan kewenangan: Lingkup kegiatannya yaitu. penyediaan sarana dan prasarana pemerintahan desa yang memadai dalam rangka melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai pelayan masyarakat yang terdepan. penataan organisasi Pemerintah Desa. Pemantapan dan pengembangan kapasitas: Lingkup kegiatannya yaitu. pembentukan badan usaha milik desa serta peningkatan dayaguna dan hasil guna aset yang dimiliki maupun yang dikelola oleh desa. Peraturan Daerah. karena itu pada saat penyusunan pokok-pokok pikiran dan substansi pengaturannya melibatkan berbagai lintas pelaku (Pemerintahan Desa.forumdesa. efisiensi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. LSM. Pemantapan sumber pendapatan dan kekayaan desa: Lingkup kegiatannya yaitu.www. meningkatkan kapasitas Kepala Desa. Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 Tentang Desa sebagai tindaklanjut amanat UU 32/2004. demokratisasi. perwujudan kedaulatan rakyat. Camat. anggota Badan Permusyawaratan Desa agar lebih mampu menyelenggarakan pelayanan kepada masyarakat secara demokratis. Pengadaan sarana dan prasarana: Lingkup kegiatannya yaitu. demokratisasi. upaya penga-daan bantuan dari pemerintah dan pemerintah provinsi kepada desa. cepat. mempercepat penyelesaian Peraturan Pemerintah. adat-istiadat. 5. Perguruan Tinggi. keanekaragaman. Pemda. otonomi. Asosiasi dan lembaga donor) yang betul-betul berkompeten untuk itu. 6. Peraturan Kepala Desa dan Tata Tertib Badan Permusyawaratan Desa yang sesuai dengan prinsip keanekaragaman. Peraturan Desa. penataan manajemen perimbangan keuangan antara Kabupaten/Kota dengan Desa terutama mengenai alokasi dana desa. ARAH KEBIJAKAN PEMBARUAN DESA Untuk lebih memberdayakan pemerintahan desa dalam melayani masyarakat menuju kesejahteraan sebagai tujuan otonomi daerah. 2. Perangkat Desa. 3. Penataan sistem informasi dan administrasi pemerintahan desa yang mudah. 2 . hal-hal yang berkaitan dengan proses-proses pembagian kewenangan. transparan dan akuntabel berdasarkan nilai-nilai sosial budaya setempat. ekonomi kerakyatan. partisipasi. sistim nilai masyarakat dan kesejahteraan yang kesemuanya itu dalam rangka memberdayakan desa dan memperkuat otonomi desa. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Lembaga Kemasyarakatan Desa beserta kewenangan yang harus dimilikinya. Proses penyusunan PP Nomor 72/2005 secara mendasar mengikuti proses penyusunan suatu produk peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud oleh Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004. Pokok-pokok pikiran untuk menyusun substansi PP Nomor 72/2005 antara lain. upaya peningkatan pendapatan asli desa.org Untuk melaksanakan kebijakan sebagaimana diurai diatas. program prioritas yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah dan Pemerintah Daerah meliputi: 1. Pemantapan kerangka aturan: Lingkup kegiatannya yaitu. akuntabilitas. 4.

Tidak menjadi penghubung antara calon tertentu dengan masyarakat. Karena itu Kepala Desa Tidak terlibat dalam kegiatan kampanye. tokoh adat.forumdesa. Kepala Desa dilarang membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye. rahasia adil dan jujur. umum. pengurus lembaga kemasyarakatan. Kepala Desa pada dasarnya bertanggungjawab kepada rakyat yang prosedur pertanggungjawabannya disampaikan kepada Bupati/Walikota melalui Camat. khususnya berkenaan dengan kegiatan dan dinamika politik termasuk pelaksanaan pemilihan presiden dan pemilihan Kepala Daerah. efisiensi pelaksanaan dan kemampuan desa. Karena itu salah satu persyaratan untuk menjadi Kepala 3 2. Kewenangan Desa (Pasal 7-10): Selain urusan yang sudah ada berdasarkan hak asal usul. Disamping itu Desa mempunyai kewenangan berdasarkan tugas pembantuan dari Pemerintah dan Pemerintah Daerah dan Desa berhak menolak tugas pembantuan tersebut apabila tidak disertai dengan pembiayaan. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) membentuk Panitia Pemilihan yang terdiri dari unsur perangkat desa. tidak terlibat baik secara formal maupun tidak formal dalam memberikan penyuluhan-penyuluhan untuk kepentingan calon tertentu.www. Untuk melaksanakan pemilihan Kepala Desa. penghapusan dan perubahan status menjadi kelurahan semuanya terpusat kepada prakarsa dan kehendak masyarakat itu sendiri. bebas. pengumuman calon. Pembentukan dan Perubahan Desa (Pasal 2-6): Pada dasarnya Desa dibentuk adalah untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat guna mempercepat terwujudnya kesejahteraan. b. . penjaringan. Kepada BPD.org Secara garis besar substansi pengaturan tentang desa dalam PP Nomor 72/2005 antara lain: 1. Desa mempunyai kewenangan yang bersumber dari urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Kab/Kota yang diserahkan pengaturannya kepada Desa. tokoh agama. penyaringan. 3. penggabungan. Kepala Desa wajib memberikan keterangan laporan pertanggungjawaban dan kepada rakyat menyampaikan informasi pokok-pokok pertanggungjawabannya. Urusan pemerintahan Kab/Kota yang diserahkan pengaturannya kepada Desa adalah urusan pemerintahan yang merupakan kewenangan wajib dan/atau kewenangan pilihan Kab/Kota yang secara langsung dapat meningklakan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat dengan memperhatikan kebutuhan. disertai dengan pembiayaan yang bersumber dari APBD Kabupaten/Kota bersangkutan. Pelaksanaan kewenangan Kabupaten/Kota yang diserahkan kepada desa. Desa juga mempunyai urusan pemerintah lainnya yang oleh peraturan perundang-undangan diserahkan kepada desa. Selanjutnya. Calon Kepala Desa yang dinyatakan terpilih adalah yang mendapatkan suara terbanyak. pemekaran. Pemilihan Kepala Desa bersifat langsung. kampanye dan pemungutan suara. c. Pemilihan Kepala Desa dan masa jabatan kepala desa dalam kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan yang diakui keberadaannya berlaku ketentuan hukum adat setempat. tokoh wanita. Jika akan ada perubahan status desa menjadi kelurahan maka perubahan itu dapat terjadi atau dapat dilakukan apabila disetujui paling sedikit dua pertiga penduduk desa bersangkutan yang mempunyai hak pilih. Proses pembentukan. Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (Pasal 11-54) a. namun tetap memberikan peluang kepada masyarakat melalui BPD untuk menanyakan dan/atau meminta keterangan lebih lanjut hal-hal yang berkaitan dengan pertanggungjawaban dimaksud. d. Proses pembentukan Desa dan/atau pemekaran dari satu menjadi dua desa atau lebih dilakukan atas prakarsa masyarakat. Kepala Desa memiliki kewajiban untuk bersifat non partisan dan netral terhadap semua partai politik serta tidak diskriminatif dalam pengambilan keputusan dan memberikan pelayanan pada masyarakat. e. prasarana dan sarana serta sumberdaya manusia. Untuk menjaga dinamika sirkulasi kepemimpinan ditingkat desa dan supaya tidak muncul Kepala Desa seumur hidup dengan alasan-alasan tertentu maka Kepala Desa harus mempunyai periode kepempinan. tokoh pemuda dan pemuka masyarakat lainnya sesuai kebutuhan dan dalam melaksanakan tugasnya panitia pemilihan bertanggungjawab kepada BPD. Proses pemilihan Kepala Desa dimulai dengan pendaftaran calon.

yang bersangkutan tetap melaksanakan tugas sampai dengan terpilihnya para anggota BPD yang diproses melalui mekanisme sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten/Kota yang bersangkutan sebagai pe-laksanaan dari UU Nomor 32 Tahun 2004. Tujuan mempegawai negerikan sekretaris desa adalah untuk meningkatkan manajemen perkantoran. Penetapan Sekretaris Desa dari pegawai negeri sipil atau menjadi pegawai negeri sipil tidaklah dimaksudkan untuk merusak tatanan pemerintahan ditingkat desa ataupun memperpanjang tangan birokrasi sehingga memporak porandakan kehidupan demokrasi diaras akar rumput. BPD mempunyai wewenang membahas rancangan peraturan desa bersama kepala desa. Pengangkatan Perangkat Desa ditetapkan dengan Keputusan Kepala Desa. menghimpun. menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat. Yang bermusyawarah dan bermufakat untuk menetapkan anggota BPD terdiri dari Ketua Rukun Warga. Kepala Desa dan Perangkat Desa diberikan penghasilan tetap setiap bulan dan/atau tunjangan lainnya paling sedikit sama dengan Upah Minimum Regional Kabupaten/Kota dengan tetap memperhatikan kemampuan keuangan desa. Sekretaris Desa yang berstatus sebagai pegawai negeri sipil tidak termasuk dalam hal ini. Dalam hal inilah sekretaris desa akan membantu Kepala Desa. m. merumuskan dan menyalurkan aspirasi masyarakat serta menyusun tata tertib BPD. f. Pelaksana Teknis Lapangan seperti Kepala Urusan dan unsur kewilayahan seperti Kepala Dusun. Dengan adanya Alokasi Dana Desa yang bersumber dari bagian dana perimbangan antara pusat dan daerah yang diterima oleh Kab/Kota. h. mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian kepala desa. menggali. i. Masa jabatan anggota BPD adalah 6 (enam) tahun dan dapat diangkat/diusulkan kembali untuk 1 (satu) kali masa jabatan berikutnya.www. Badan Perwakilan Desa diganti namanya menjadi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) atau sebutan lain dan berkedudukan sebagai unsur penyelenggara pemerintahan desa. j. l. Golongan profesi.org Desa adalah belum pernah menjabat sebagai Kepala Desa paling lama 10 (sepuluh) tahun atau dua kali masa jabatan. Berkaitan dengan kewenangan melaksanakan pengawasan. BPD tidak dalam kapasitas untuk menolak ataupun menerima laporan penyelenggaraan pemerintahan desa yang disampaikan oleh Kepala Desa namun memberikan penilaian dalam rangka meningkatkan kinerja pemerintah desa. Anggota BPD mempunyai hak untuk memperoleh tunjangan penghasilan dan untuk kegiatan BPD disediakan biaya operasional sesuai kemampuan keuangan desa. Perangkat Desa bertugas membantu Kepala Desa dan dalam melaksanakan tugasnya bertanggung-jawab kepada Kepala Desa. Pemangku Adat. Perangkat Desa lainnya diangkat oleh Kepala Desa dari penduduk desa bersangkutan. Dalam melaksakan fungsinya. mengharuskan pengelolaan keuangan negara yang ada di desa lebih professional dan akuntabel sejalan dengan peraturan perundangan yang mengatur tentang keuangan negara dan perbendaharaan. Anggota BPD adalah wakil dari penduduk desa bersangkutan berdasarkan keterwakilan wilayah yang ditetapkan dengan cara musyawarah dan mufakat. administrasi umum termasuk administrasi keuangan. Sekretaris Desa di isi dari Pegawai Negeri Sipil. Perangkat Desa lainnya terdiri dari Sekretariat Desa. g. Perangkat Desa terdiri dari Sekretaris Desa dan Perangkat Desa lainnya. Pemerintah Desa terdiri dari Kepala Desa dan Perangkat Desa. Pemuka Agama dan Tokoh atau Pemuka masyarakat lainnya (tidak termasuk pemerintah desa). menampung.forumdesa. 4 . Fungsi BPD adalah menetapkan peraturan desa bersama Kepala Desa. k. Mengingat proses penetapan calon anggota BPD berdasarkan UU Nomor 32 Tahun 2004 diproses melalui musyawarah mufakat sedangkan berda-sarkan UU Nomor 22 Tahun 1999 diproses melalui pemilihan secara langsung oleh masyarakat maka bagi para anggota BPD yang pada saat berlaku UU Nomor 32 Tahun 2004 telah berakhir masa jabatannya. melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan desa dan peraturan kepala desa. Sekretaris Desa yang ada selama ini yang bukan Pegawai Negeri Sipil yang memenuhi syarat diangkat secara bertahap menjadi Pegawai Negeri Sipil sesuai dengan Peraturan perundang-undangan.

tunjangan/gaji Kepala Desa dan Perangkat Desa serta pemberdayaan masyarakat. Keuangan Desa (pasal 67-81) Dalam upaya peningkatan pelayanan dasar dan pemberdayaan masyarakat. Demikian juga halnya dengan APBD Kabupaten/Kota.RW. 7. Karang Taruna. Pemaknaan dievaluasi dalam hal ini adalah termasuk melihat apakah Alokasi Dana Desa dialokasikan secara benar sesuai peraturan perundangundangan. Dalam setiap menyusun perturan desa (termasuk peraturan daerah) masyarakat berhak memberikan masukan secara lisan atau tertulis dalam rangka penyiapan atau pembahasan rancangan. c. . Kepala Desa menetapkan Peraturan Kepala Desa dan/atau Keputusan Kepala Desa. dalam perencanaan.org 4. Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepada Desa bersama BPD. pemerintah desa dapat mendirikan Badan Usaha Milik Desa. Rancangan peraturan desa tentang APBDesa yang telah disetujui bersama sebelum ditetapkan oleh Kepala Desa disampaikan oleh Kepala Desa kepada Bupati/Walikota untuk dievaluasi. Yang dimaksud dievaluasi dalam hal ini bertujuan untuk tercapainya keserasian antara kebijakan desa dan kebijakan daerah. Dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan desa disusun perencanaan pembangunan desa sebagai satu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan daerah. Dalam hal pembangunan kawasan perdesaan. b. Peraturan Desa dan Perencanaan Pembangunan Desa (psl 55-66) a. b. tidak dibenarkan dikelola langsung oleh Kepala Desa dan Perangkat Desa. Berkaitan dengan Tanah Kas Desa yang pernah dikenal dengan sebutan Tanah Bengkok. Kemudian Desa juga mendapatkan bagian paling sedikit 10 % (sepuluh per seratus) dari dana perimbangan keuangan pusat dan daerah yang diterima oleh kabupaten/kota yang pembagiannya untuk setiap desa secara proporsional yang merupakan alokasi dana desa (yang dimaksud dengan bagian dari dana perimbangan keuangan pusat dan daerah adalah terdiri dari dana bagi hasil pajak dan sumber daya alam ditambah dana alokasi umum setelah dikurangi belanja pegawai). Rancangan peraturan daerah tentang APBD dan rancangan peraturan Bupati/Walikota tentang penjabaran APBD sebelum ditetapkan oleh Bupati/ Walikota disampaikan kepada Gubernur untuk dievaluasi. Kemudian. Pengurus lembaga kemasyarakatan dipilih secara musyawarah dari anggotanya. Kerjasama dilakukan dengan tujuan untuk kepentingan desa dan setiap kerjasama yang membebani masyarakat harus mendapat persetuan BPD. Perencanaan pembangunan desa disusun secara partisipatif dan wajib melibatkan RT. untuk melaksanakan peraturan desa. Hasil Tanah Kas Desa merupakan pendapatan desa yang tercatat dalam pos penerimaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa. LPM.forumdesa. Untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan Desa. keserasian antara kepentingan publik dan kepentingan aparatur desa. Penggunaan hasil tanah kas desa untuk membiayai operasional pemerintahan desa. Disamping pendapatan asli desa. Kerjasama Desa (pasal 82-88) Desa dapat mengadakan kerjasama antar Desa dan kerjasama dengan pihak ketiga. Peraturan Kepala Desa dan/atau Keputusan Kepala Desa tidak boleh bertentangan dengan peraturan desa. bantuan dari pemerintah dan pemerintah daerah serta hibah dan sumbangan. Lembaga Kemasyarakatan (pasal 89-97) Di desa dapat dibentuk lembaga kemasyarakatan sebagai mitra pemerintahan desa dalam pemberdayaan masyarakat dan ditetapkan melalui peraturan desa.www. pemerintahan desa sebagai unit pemerintahan terdepan yang berhubungan langsung dengan masyarakat didukung dana dalam melaksanakan tugas-tugasnya. 6. PKK. 5 5. c. a. Kabupaten/Kota atau pihak ketiga yang akan melakukannya wajib mengikutsertakan pemerintah desa dan BPD. dan pendayagunaan kawasan perdesaan wajib mengikutsertakan masyarakat sebagai upaya pemberdayaan masyarakat. Desa mempunyai hak memperoleh bagi hasil pajak daerah paling sedikit 10 % (sepuluh per seratus) dan retribusi daerah kabupaten/kota diluar upah pungut. pelaksanaan pembangunan.

0813 104 66666 *). Pusat Study Otonomi Desa 6 . dalam tahun anggaran 2006 akan dilakukan perintisan awal penyusunan Undang-Undang Tentang Desa. (1) sosialisasi PP 72 dan 73 Tahun 2005. SC.B. asosiasi/paguyuban/forum pemerintah desa dan BPD serta (7) evaluasi terhadap peraturan daerah kabupaten/kota yang berkaitan dengan desa. ijinkan kami menyampaikan ucapan terimakasih yang setulus-tulusnya kepada saudara-saudaraku yang telah memberikan berbagai pandangan dan masukan sewaktu saya bersama tim menyusun PP 72 dan PP 73 Tahun 2005. Sitorus. Kemudian dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 Tentang Desa dan Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2005.org Tiap lembaga kemasyarakatan yang ada di desa bersifat mandiri dan bukan sub ordinasi dari lembaga kemasyarakatan lainnya yang ada di desa bersangkutan. PROGRAM AKSI Pemerintah secara terus menerus bertekad menyempurnakan peraturan perundang-undangan mengenai Desa yang sesuai dengan prinsip-prinsip kepemerintahan yang baik dan bersih dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia. sebab dalam waktu yang bersamaan saya sedang melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan gampong di provinsi Nanggro Aceh Darusalam dan tidak diduga saudara Najib (LGSP) juga melakukan hal yang sama. Ditjen PMD DEPDAGRI *).forumdesa.FPPD *). Dalam pengaturan lebih lanjut tiap lembaga kemasyarakatan dipertegas berdasarkan fungsi yang diemban. HP. Kita memang harus terus bekerja keras dan memikirkan bagaimana menuju Desa yang ideal. akan dilakukan kegiatan-kegiatan. (3) pengkajian terhadap kewenangan dan keuangan Desa. Selanjutnya pada kesempatan yang berharga ini. E. (2) fasilitasi penyusunan Peraturan Daerah mengenai Desa. Khusus kepada Bapak Sukirman Wakil Bupati Serdang Bedagai (tempat kelahiran saya) kami dan masyarakat menunggu karya nyatanya. (4) pengkajian terhadap kesatuan masyarakat hukum adat dan lembaga adat (5) fasilitasi peningkatan pengetahuan dan kemampuan para penyelenggaran pemerintahan desa (6) penyusunan berbagai pedoman yang berkaitan dengan administrasi desa.www. Wassalam. badan usaha milik desa. aset dan kekayaan desa. sedangkan lembaga lainnya yang dibentuk untuk kepentingan pelaksanaan program tertentu yang bersifat sementara tidak termasuk dalam pengertian lembaga kemasyarakatan sebagaimana dimaksud oleh PP 72/2005. PENUTUP Demikian beberapa hal yang dapat disampaikan pada Lokakarya Renstra FPPD ini dan terima kasih kepada panitia penyelenggara karena saya diberi kesempatan menyampaikan berbagai informasi dalam rangka pemantapan penenyelenggaraan pemerintahan desa. tata naskah dinas dilingkungan pemerintahan desa. Direktorat Pemerintahan Desa dan Kelurahan. Melalui panitia saya menitipkan permohonan maaf untuk disampaikan kepada semua peserta karena secara pribadi tidak bisa hadir. Berkaitan dengan itu. penetapan dan penegasan batas desa.