P. 1
kebijakan pembaruan desa

kebijakan pembaruan desa

|Views: 106|Likes:
Published by Rudi Hartono Lubis

More info:

Published by: Rudi Hartono Lubis on Sep 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/28/2011

pdf

text

original

www.forumdesa.

org

ARAH KEBIJAKAN PEMBARUAN DESA
Oleh: E.B. Sitorus *)

PENDAHULUAN:
Mau dibawa kemana Desa..? Inilah ungkapan yang selalu muncul dalam tiap diskusi, selanjutnya kita hanya bisa terenyuh karena setelah mendapatkan penjelasan (walaupun kadangkala tidak setuju), sipenanya tetap tidak berbuat apa-apa, kacian deh lu desa…!!!? 1. Desa memiliki posisi sangat strategis sehingga memerlukan perhatian yang seimbang terhadap penyelenggaraan otonomi daerah. Karena dengan kuat dan mantapnya Desa akan mempengaruhi secara langsung perwujudan otonomi daerah. 2. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah yang telah ditetapkan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005 dan Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 Tentang Desa secara mendasar mengakui otonomi yang dimiliki oleh Desa. Pengakuan terhadap otonomi yang dimiliki Desa lebih ditegaskan melalui pengertian Desa itu sendiri. Kemudian untuk melaksanakan otonominya, Desa memiliki kewenangan dan untuk melaksanakan kewenangan mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat, Desa mempunyai sumber pendapatan. 3. Pemerintahan Desa merupakan unit terdepan dalam pelayanan kepada masyarakat dan merupakan tonggak utama untuk keberhasilan semua program. Karena itu, pemberdayaan Desa merupakan suatu keharusan dalam rangka mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat sebagai tujuan otonomi daerah.

KEBIJAKAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA
Pemerintahan Desa dalam menyelenggarakan kewenangannya dibidang pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan untuk mewujudkan kemandirian serta kesejahteraan masyarakat belum dapat optimal karena terdapat berbagai permasalahan, seperti; (1) terlalu cepatnya perubahan berbagai peraturan perundang-undangan sehingga menimbulkan kebingungan ditingkat pelaksana dan terkadang peraturan perundang-undangan yang dibutuhkan kurang lengkap dan memadai; (2) fasilitasi oleh Pemerintah dan Pemerintah Daerah masih sering terlambat; (3) terbatasnya tingkat kesejahteraan para penyelenggaran pemerintahan desa; (4) sebagian kualitas aparat pemerintahan desa masih terbatas dalam menggalang partisipasi masyarakat, menumbuhkan keswadayaan dan kemandirian dalam membangun, memanfaatkan, memelihara serta mengembangkan hasil-hasil pembangunan; (5) sangat terbatasnya sarana dan prasarana pemerintahan desa (6) belum terdapat kepastian mengenai kewenangan dan sumber pendapatan (7) dan lain sebagainya (silahkan nambahin permasalahan……..). Bertolak dari permasalahan diatas, Pemerintah menetapkan berbagai kebijakan untuk memberdayakan, memantapkan, menguatkan Pemerintahan Desa. Kebijakan dimaksud antara lain: (a) Pemantapan kerangka aturan;(b) Penataan kewenangan dan standar pelayanan minimal Desa; (c) Pemantapan kelembagaan; (d) Pemantapan administrasi dan keuangan Desa; (e) Peningkatan sumber daya manusia penyelenggara pemerintahan desa dan (f) peningkatan kesejahteraan para penyelenggara pemerintahan desa.

1

Perguruan Tinggi. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Lembaga Kemasyarakatan Desa beserta kewenangan yang harus dimilikinya. karena itu pada saat penyusunan pokok-pokok pikiran dan substansi pengaturannya melibatkan berbagai lintas pelaku (Pemerintahan Desa. Peraturan Desa. sistim nilai masyarakat dan kesejahteraan yang kesemuanya itu dalam rangka memberdayakan desa dan memperkuat otonomi desa. pembentukan badan usaha milik desa serta peningkatan dayaguna dan hasil guna aset yang dimiliki maupun yang dikelola oleh desa.forumdesa. upaya peningkatan pendapatan asli desa. hal-hal yang berkaitan dengan proses-proses pembagian kewenangan. upaya penga-daan bantuan dari pemerintah dan pemerintah provinsi kepada desa. 3. keanekaragaman. demokratisasi.www. akuntabilitas. 6. transparan dan akuntabel berdasarkan nilai-nilai sosial budaya setempat. 2 . Proses penyusunan PP Nomor 72/2005 secara mendasar mengikuti proses penyusunan suatu produk peraturan perundang-undangan sebagaimana dimaksud oleh Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004. partisipasi. perwujudan kedaulatan rakyat. anggota Badan Permusyawaratan Desa agar lebih mampu menyelenggarakan pelayanan kepada masyarakat secara demokratis. 5. adat-istiadat. 4. Peraturan Daerah. Pengadaan sarana dan prasarana: Lingkup kegiatannya yaitu. otonomi. transparansi. meningkatkan kapasitas Kepala Desa. Pemantapan dan pengembangan kapasitas: Lingkup kegiatannya yaitu. Penataan sistem informasi dan administrasi pemerintahan desa yang mudah. Perangkat Desa. efisiensi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. penataan manajemen perimbangan keuangan antara Kabupaten/Kota dengan Desa terutama mengenai alokasi dana desa. ARAH KEBIJAKAN PEMBARUAN DESA Untuk lebih memberdayakan pemerintahan desa dalam melayani masyarakat menuju kesejahteraan sebagai tujuan otonomi daerah. Pokok-pokok pikiran untuk menyusun substansi PP Nomor 72/2005 antara lain. Pemantapan sumber pendapatan dan kekayaan desa: Lingkup kegiatannya yaitu. Camat. cepat. program prioritas yang akan dilaksanakan oleh Pemerintah dan Pemerintah Daerah meliputi: 1. Peraturan Kepala Desa dan Tata Tertib Badan Permusyawaratan Desa yang sesuai dengan prinsip keanekaragaman. dan murah terutama yang berkaitan dengan kebutuhan dasar. ekonomi kerakyatan. penataan organisasi Pemerintah Desa. Pemda. penyediaan sarana dan prasarana pemerintahan desa yang memadai dalam rangka melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai pelayan masyarakat yang terdepan. Asosiasi dan lembaga donor) yang betul-betul berkompeten untuk itu. Penataan organisasi dan kewenangan: Lingkup kegiatannya yaitu. demokratisasi. Pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 Tentang Desa sebagai tindaklanjut amanat UU 32/2004.org Untuk melaksanakan kebijakan sebagaimana diurai diatas. Pemantapan kerangka aturan: Lingkup kegiatannya yaitu. 2. partisipasi dan pemberdayaan masyarakat. LSM. mempercepat penyelesaian Peraturan Pemerintah.

3. Tidak menjadi penghubung antara calon tertentu dengan masyarakat. prasarana dan sarana serta sumberdaya manusia. e. Calon Kepala Desa yang dinyatakan terpilih adalah yang mendapatkan suara terbanyak. penghapusan dan perubahan status menjadi kelurahan semuanya terpusat kepada prakarsa dan kehendak masyarakat itu sendiri.org Secara garis besar substansi pengaturan tentang desa dalam PP Nomor 72/2005 antara lain: 1. c. pengumuman calon. Pembentukan dan Perubahan Desa (Pasal 2-6): Pada dasarnya Desa dibentuk adalah untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat guna mempercepat terwujudnya kesejahteraan. Kewenangan Desa (Pasal 7-10): Selain urusan yang sudah ada berdasarkan hak asal usul. tokoh agama. Kepala Desa memiliki kewajiban untuk bersifat non partisan dan netral terhadap semua partai politik serta tidak diskriminatif dalam pengambilan keputusan dan memberikan pelayanan pada masyarakat. Proses pembentukan. bebas. tidak terlibat baik secara formal maupun tidak formal dalam memberikan penyuluhan-penyuluhan untuk kepentingan calon tertentu. Penyelenggaraan Pemerintahan Desa (Pasal 11-54) a. tokoh pemuda dan pemuka masyarakat lainnya sesuai kebutuhan dan dalam melaksanakan tugasnya panitia pemilihan bertanggungjawab kepada BPD.www. Karena itu salah satu persyaratan untuk menjadi Kepala 3 2. Desa mempunyai kewenangan yang bersumber dari urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Kab/Kota yang diserahkan pengaturannya kepada Desa. Jika akan ada perubahan status desa menjadi kelurahan maka perubahan itu dapat terjadi atau dapat dilakukan apabila disetujui paling sedikit dua pertiga penduduk desa bersangkutan yang mempunyai hak pilih. Desa juga mempunyai urusan pemerintah lainnya yang oleh peraturan perundang-undangan diserahkan kepada desa. penggabungan. penjaringan. rahasia adil dan jujur. umum. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) membentuk Panitia Pemilihan yang terdiri dari unsur perangkat desa. Disamping itu Desa mempunyai kewenangan berdasarkan tugas pembantuan dari Pemerintah dan Pemerintah Daerah dan Desa berhak menolak tugas pembantuan tersebut apabila tidak disertai dengan pembiayaan. Proses pemilihan Kepala Desa dimulai dengan pendaftaran calon. . Karena itu Kepala Desa Tidak terlibat dalam kegiatan kampanye. Selanjutnya. pemekaran. Pemilihan Kepala Desa bersifat langsung. Proses pembentukan Desa dan/atau pemekaran dari satu menjadi dua desa atau lebih dilakukan atas prakarsa masyarakat. Kepala Desa dilarang membuat keputusan dan/atau tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon selama masa kampanye. Pemilihan Kepala Desa dan masa jabatan kepala desa dalam kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak tradisionalnya sepanjang masih hidup dan yang diakui keberadaannya berlaku ketentuan hukum adat setempat. Untuk menjaga dinamika sirkulasi kepemimpinan ditingkat desa dan supaya tidak muncul Kepala Desa seumur hidup dengan alasan-alasan tertentu maka Kepala Desa harus mempunyai periode kepempinan. Pelaksanaan kewenangan Kabupaten/Kota yang diserahkan kepada desa. b. penyaringan. kampanye dan pemungutan suara. tokoh adat. pengurus lembaga kemasyarakatan.forumdesa. Untuk melaksanakan pemilihan Kepala Desa. d. Urusan pemerintahan Kab/Kota yang diserahkan pengaturannya kepada Desa adalah urusan pemerintahan yang merupakan kewenangan wajib dan/atau kewenangan pilihan Kab/Kota yang secara langsung dapat meningklakan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat dengan memperhatikan kebutuhan. efisiensi pelaksanaan dan kemampuan desa. Kepada BPD. disertai dengan pembiayaan yang bersumber dari APBD Kabupaten/Kota bersangkutan. khususnya berkenaan dengan kegiatan dan dinamika politik termasuk pelaksanaan pemilihan presiden dan pemilihan Kepala Daerah. Kepala Desa pada dasarnya bertanggungjawab kepada rakyat yang prosedur pertanggungjawabannya disampaikan kepada Bupati/Walikota melalui Camat. namun tetap memberikan peluang kepada masyarakat melalui BPD untuk menanyakan dan/atau meminta keterangan lebih lanjut hal-hal yang berkaitan dengan pertanggungjawaban dimaksud. tokoh wanita. Kepala Desa wajib memberikan keterangan laporan pertanggungjawaban dan kepada rakyat menyampaikan informasi pokok-pokok pertanggungjawabannya.

Berkaitan dengan kewenangan melaksanakan pengawasan. Perangkat Desa terdiri dari Sekretaris Desa dan Perangkat Desa lainnya. Sekretaris Desa yang berstatus sebagai pegawai negeri sipil tidak termasuk dalam hal ini.www. Pemangku Adat.forumdesa. g. Pelaksana Teknis Lapangan seperti Kepala Urusan dan unsur kewilayahan seperti Kepala Dusun. Dalam hal inilah sekretaris desa akan membantu Kepala Desa. menghimpun. menggali. merumuskan dan menyalurkan aspirasi masyarakat serta menyusun tata tertib BPD. Perangkat Desa bertugas membantu Kepala Desa dan dalam melaksanakan tugasnya bertanggung-jawab kepada Kepala Desa. menampung. l. Kepala Desa dan Perangkat Desa diberikan penghasilan tetap setiap bulan dan/atau tunjangan lainnya paling sedikit sama dengan Upah Minimum Regional Kabupaten/Kota dengan tetap memperhatikan kemampuan keuangan desa. Anggota BPD mempunyai hak untuk memperoleh tunjangan penghasilan dan untuk kegiatan BPD disediakan biaya operasional sesuai kemampuan keuangan desa. Pemerintah Desa terdiri dari Kepala Desa dan Perangkat Desa. Fungsi BPD adalah menetapkan peraturan desa bersama Kepala Desa. Golongan profesi. Perangkat Desa lainnya terdiri dari Sekretariat Desa. f. i. menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat. Masa jabatan anggota BPD adalah 6 (enam) tahun dan dapat diangkat/diusulkan kembali untuk 1 (satu) kali masa jabatan berikutnya. Tujuan mempegawai negerikan sekretaris desa adalah untuk meningkatkan manajemen perkantoran. 4 . melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan desa dan peraturan kepala desa. mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian kepala desa. Sekretaris Desa yang ada selama ini yang bukan Pegawai Negeri Sipil yang memenuhi syarat diangkat secara bertahap menjadi Pegawai Negeri Sipil sesuai dengan Peraturan perundang-undangan. h. administrasi umum termasuk administrasi keuangan. Dalam melaksakan fungsinya. Penetapan Sekretaris Desa dari pegawai negeri sipil atau menjadi pegawai negeri sipil tidaklah dimaksudkan untuk merusak tatanan pemerintahan ditingkat desa ataupun memperpanjang tangan birokrasi sehingga memporak porandakan kehidupan demokrasi diaras akar rumput. BPD tidak dalam kapasitas untuk menolak ataupun menerima laporan penyelenggaraan pemerintahan desa yang disampaikan oleh Kepala Desa namun memberikan penilaian dalam rangka meningkatkan kinerja pemerintah desa. mengharuskan pengelolaan keuangan negara yang ada di desa lebih professional dan akuntabel sejalan dengan peraturan perundangan yang mengatur tentang keuangan negara dan perbendaharaan. Yang bermusyawarah dan bermufakat untuk menetapkan anggota BPD terdiri dari Ketua Rukun Warga. Sekretaris Desa di isi dari Pegawai Negeri Sipil. Badan Perwakilan Desa diganti namanya menjadi Badan Permusyawaratan Desa (BPD) atau sebutan lain dan berkedudukan sebagai unsur penyelenggara pemerintahan desa. k. Pengangkatan Perangkat Desa ditetapkan dengan Keputusan Kepala Desa. Perangkat Desa lainnya diangkat oleh Kepala Desa dari penduduk desa bersangkutan. m. Anggota BPD adalah wakil dari penduduk desa bersangkutan berdasarkan keterwakilan wilayah yang ditetapkan dengan cara musyawarah dan mufakat. yang bersangkutan tetap melaksanakan tugas sampai dengan terpilihnya para anggota BPD yang diproses melalui mekanisme sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten/Kota yang bersangkutan sebagai pe-laksanaan dari UU Nomor 32 Tahun 2004. j. Dengan adanya Alokasi Dana Desa yang bersumber dari bagian dana perimbangan antara pusat dan daerah yang diterima oleh Kab/Kota. Pemuka Agama dan Tokoh atau Pemuka masyarakat lainnya (tidak termasuk pemerintah desa).org Desa adalah belum pernah menjabat sebagai Kepala Desa paling lama 10 (sepuluh) tahun atau dua kali masa jabatan. BPD mempunyai wewenang membahas rancangan peraturan desa bersama kepala desa. Mengingat proses penetapan calon anggota BPD berdasarkan UU Nomor 32 Tahun 2004 diproses melalui musyawarah mufakat sedangkan berda-sarkan UU Nomor 22 Tahun 1999 diproses melalui pemilihan secara langsung oleh masyarakat maka bagi para anggota BPD yang pada saat berlaku UU Nomor 32 Tahun 2004 telah berakhir masa jabatannya.

Desa mempunyai hak memperoleh bagi hasil pajak daerah paling sedikit 10 % (sepuluh per seratus) dan retribusi daerah kabupaten/kota diluar upah pungut. Dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan desa disusun perencanaan pembangunan desa sebagai satu kesatuan dalam sistem perencanaan pembangunan daerah. 5 5. dan pendayagunaan kawasan perdesaan wajib mengikutsertakan masyarakat sebagai upaya pemberdayaan masyarakat. Rancangan peraturan desa tentang APBDesa yang telah disetujui bersama sebelum ditetapkan oleh Kepala Desa disampaikan oleh Kepala Desa kepada Bupati/Walikota untuk dievaluasi. Kepala Desa menetapkan Peraturan Kepala Desa dan/atau Keputusan Kepala Desa. b. . Dalam setiap menyusun perturan desa (termasuk peraturan daerah) masyarakat berhak memberikan masukan secara lisan atau tertulis dalam rangka penyiapan atau pembahasan rancangan. Peraturan Kepala Desa dan/atau Keputusan Kepala Desa tidak boleh bertentangan dengan peraturan desa. LPM. Kemudian Desa juga mendapatkan bagian paling sedikit 10 % (sepuluh per seratus) dari dana perimbangan keuangan pusat dan daerah yang diterima oleh kabupaten/kota yang pembagiannya untuk setiap desa secara proporsional yang merupakan alokasi dana desa (yang dimaksud dengan bagian dari dana perimbangan keuangan pusat dan daerah adalah terdiri dari dana bagi hasil pajak dan sumber daya alam ditambah dana alokasi umum setelah dikurangi belanja pegawai). dalam perencanaan. Dalam hal pembangunan kawasan perdesaan. 7. Yang dimaksud dievaluasi dalam hal ini bertujuan untuk tercapainya keserasian antara kebijakan desa dan kebijakan daerah. keserasian antara kepentingan publik dan kepentingan aparatur desa. Hasil Tanah Kas Desa merupakan pendapatan desa yang tercatat dalam pos penerimaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa.forumdesa. Karang Taruna. bantuan dari pemerintah dan pemerintah daerah serta hibah dan sumbangan. PKK.org 4. Perencanaan pembangunan desa disusun secara partisipatif dan wajib melibatkan RT. Lembaga Kemasyarakatan (pasal 89-97) Di desa dapat dibentuk lembaga kemasyarakatan sebagai mitra pemerintahan desa dalam pemberdayaan masyarakat dan ditetapkan melalui peraturan desa. Kerjasama dilakukan dengan tujuan untuk kepentingan desa dan setiap kerjasama yang membebani masyarakat harus mendapat persetuan BPD.RW. a. Penggunaan hasil tanah kas desa untuk membiayai operasional pemerintahan desa. pemerintah desa dapat mendirikan Badan Usaha Milik Desa. pemerintahan desa sebagai unit pemerintahan terdepan yang berhubungan langsung dengan masyarakat didukung dana dalam melaksanakan tugas-tugasnya.www. pelaksanaan pembangunan. b. Keuangan Desa (pasal 67-81) Dalam upaya peningkatan pelayanan dasar dan pemberdayaan masyarakat. Peraturan Desa dan Perencanaan Pembangunan Desa (psl 55-66) a. untuk melaksanakan peraturan desa. tunjangan/gaji Kepala Desa dan Perangkat Desa serta pemberdayaan masyarakat. Kabupaten/Kota atau pihak ketiga yang akan melakukannya wajib mengikutsertakan pemerintah desa dan BPD. Peraturan Desa ditetapkan oleh Kepada Desa bersama BPD. Berkaitan dengan Tanah Kas Desa yang pernah dikenal dengan sebutan Tanah Bengkok. Pengurus lembaga kemasyarakatan dipilih secara musyawarah dari anggotanya. Pemaknaan dievaluasi dalam hal ini adalah termasuk melihat apakah Alokasi Dana Desa dialokasikan secara benar sesuai peraturan perundangundangan. c. Untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan Desa. Kemudian. Rancangan peraturan daerah tentang APBD dan rancangan peraturan Bupati/Walikota tentang penjabaran APBD sebelum ditetapkan oleh Bupati/ Walikota disampaikan kepada Gubernur untuk dievaluasi. 6. Demikian juga halnya dengan APBD Kabupaten/Kota. Disamping pendapatan asli desa. Kerjasama Desa (pasal 82-88) Desa dapat mengadakan kerjasama antar Desa dan kerjasama dengan pihak ketiga. c. tidak dibenarkan dikelola langsung oleh Kepala Desa dan Perangkat Desa.

Pusat Study Otonomi Desa 6 . (3) pengkajian terhadap kewenangan dan keuangan Desa. ijinkan kami menyampaikan ucapan terimakasih yang setulus-tulusnya kepada saudara-saudaraku yang telah memberikan berbagai pandangan dan masukan sewaktu saya bersama tim menyusun PP 72 dan PP 73 Tahun 2005. akan dilakukan kegiatan-kegiatan.forumdesa. tata naskah dinas dilingkungan pemerintahan desa. (2) fasilitasi penyusunan Peraturan Daerah mengenai Desa. PROGRAM AKSI Pemerintah secara terus menerus bertekad menyempurnakan peraturan perundang-undangan mengenai Desa yang sesuai dengan prinsip-prinsip kepemerintahan yang baik dan bersih dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.B. sedangkan lembaga lainnya yang dibentuk untuk kepentingan pelaksanaan program tertentu yang bersifat sementara tidak termasuk dalam pengertian lembaga kemasyarakatan sebagaimana dimaksud oleh PP 72/2005. dalam tahun anggaran 2006 akan dilakukan perintisan awal penyusunan Undang-Undang Tentang Desa. Wassalam. Selanjutnya pada kesempatan yang berharga ini. asosiasi/paguyuban/forum pemerintah desa dan BPD serta (7) evaluasi terhadap peraturan daerah kabupaten/kota yang berkaitan dengan desa.org Tiap lembaga kemasyarakatan yang ada di desa bersifat mandiri dan bukan sub ordinasi dari lembaga kemasyarakatan lainnya yang ada di desa bersangkutan. aset dan kekayaan desa. 0813 104 66666 *). Berkaitan dengan itu. Kemudian dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2005 Tentang Desa dan Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2005. Kita memang harus terus bekerja keras dan memikirkan bagaimana menuju Desa yang ideal. SC. PENUTUP Demikian beberapa hal yang dapat disampaikan pada Lokakarya Renstra FPPD ini dan terima kasih kepada panitia penyelenggara karena saya diberi kesempatan menyampaikan berbagai informasi dalam rangka pemantapan penenyelenggaraan pemerintahan desa. Melalui panitia saya menitipkan permohonan maaf untuk disampaikan kepada semua peserta karena secara pribadi tidak bisa hadir. HP. E. badan usaha milik desa. Sitorus. (1) sosialisasi PP 72 dan 73 Tahun 2005. penetapan dan penegasan batas desa. (4) pengkajian terhadap kesatuan masyarakat hukum adat dan lembaga adat (5) fasilitasi peningkatan pengetahuan dan kemampuan para penyelenggaran pemerintahan desa (6) penyusunan berbagai pedoman yang berkaitan dengan administrasi desa.www. sebab dalam waktu yang bersamaan saya sedang melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat dan pemerintahan gampong di provinsi Nanggro Aceh Darusalam dan tidak diduga saudara Najib (LGSP) juga melakukan hal yang sama. Direktorat Pemerintahan Desa dan Kelurahan. Ditjen PMD DEPDAGRI *).FPPD *). Khusus kepada Bapak Sukirman Wakil Bupati Serdang Bedagai (tempat kelahiran saya) kami dan masyarakat menunggu karya nyatanya. Dalam pengaturan lebih lanjut tiap lembaga kemasyarakatan dipertegas berdasarkan fungsi yang diemban.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->