P. 1
hh

hh

|Views: 13|Likes:
Published by Simon Vai

More info:

Published by: Simon Vai on Sep 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/28/2011

pdf

text

original

8.Diagnosa : Pola nafas tidak efektif b/d perubahan pada suplai O2.

Kriteria Hasil : Tidak mengalami dispnea dan sianosis. Intervensi Rasional Pertahankan jalan nafas paten. Tempatkan pasien pada posisi yang nyaman dengan k epala tempat tidur tinggi. Meningkatkan ekspansi paru-paru, upaya pernafasan. Pantau frekuensi dan kedalaman pernafasan. Catat penggunaan otot aksesori/ upaya untuk bernafas. Pernafasan cepat/dangkal terjadi karena hipoksemia, stres dan sirkulasi endotoks in. Hipoventilasi dan dispnea merefleksikan mekanisme kompensasi yang tidak efek tif dan merupakan indikasi bahwa diperlukan dukungan ventilator. Auskultasi bunyi nafas. Perhatikan krekels, mengi, area yang mengalami penurunan / kehilangan ventilasi. Kesulitan pernafasan dan munculnya bunyi adventisinius merupakan indikator dari kongesti pulmonal/edema interstisial. Etelektasis. Catat munculnya sianosis sirkumoral. Menunjukkan oksigen sistemik tidak adekuat/pengurangan perfusi. Selidiki perubahan pada sensorium, agitasi, kacau mental, perubahan kepribadian, delirium, koma. Fungsi serebral sangat sensitif terhadap penurunan oksigenasi. Berikan O2 tambahan melalui jalur yang sesuai, misalnya kanula nasal, masker. Diperlukan untuk mengoreksi hipoksemia dengan menggagalkan upaya/progresi asidosis respiratorik. Tinjau sinar X dada. Perubahan menunjukkan perkembangan / resolusi dari komplikasi pulmonal, misalnya edema. 17 9.Diagnosa : Resiko pemajanan infeksi ke bayi lain b/d penurunan sistem imun dan pemajanan lingkungan (nosokomial). Kriteria Hasil : Bebas dari infeksi nosokomial. Intervensi Rasional Berikan isolasi/pantau pengunjung sesuai indikasi. Dibutuhkan untuk melindungi pasien imunosupresi. Mengurangi resiko infeksi nosokomial.

Untuk mengurangi kecemasan yang dialami oleh orang tua. Mengurangi kontaminasi silang. Tujuan terapeutik pada anak maksimal. dan kualitas. jalur invasif sesuai petunjuk pewa rnaan gram. Identifikasi terhadap portal entri dan organisme penyebab septisemia adalah pent ing bagi efektivitas pengobatan. Kriteria Hasil : Keluarga bisa menerima keadaan yang dialami oleh anaknya. Diagnosa : Ketakutan pada keluarga b/d ketidakberdayaan (ancaman pada kesejahteraan pada diri anak). Mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas walaupun menggunakan saru ng tangan steril untuk mengurangi terjadinya infeksi nosokomial . Demam (38. Tinjau faktor resiko dan bentuk penularan/tempat masuk infeksi.Cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan aktivitas walaupun menggunakan sarung tangan steril. Memantau kecenderungan pada tekanan darah. Pantau kecenderungan suhu. sputum. Menyadari terhadap bagaimanan infeksi ditularkan akan memberikan informasi untuk merencanakan/melakukan tindakan protektif. luka.5 40 C) disebabkan oleh efek dari endotoksin pada hipotalamus. Mengkaji frekuensi pernafasan. kultur dan sensitivitas. Intervensi Rasional Berikan penjelasan pada orang tua tentang kesehatan anak. Dorong orang tua untuk memberikan perhatian yang lebih pada anak. Memantau pemeriksaan laboratorium. 18 3. Dapatkan spesimen urine. membantu aktivitas perawatan. darah. Memantau frekuensi dan irama jantung. 10. Mengurangi jumlah lokasi yang dapat menjadi tempat masuk organisme. kedalaman. Memantau suhu anak. Batasi penggunaan alat/prosedur invasif jika memunngkinkan.dan perubahan pada tekanan denyut.4 Implementasi Mempertahankan tirah baring. mencatat perkembangan hipotensi. Mencatat pemasukan dan pengeluaran urin.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->