HASIL BELAJAR DAN AKTIFITAS SISWA DENGAN PENDEKATAN JELAJAH ALAM SEKITAR BERBASIS ANALISIS PENGETAHUAN AWAL SISWA

PADA PEMBELAJARAN KONSEP PENGELOLAAN LINGKUNGAN (STUDI KASUS DI SMP NEGERI 27 SEMARANG)

SKRIPSI

Diajukan dalam rangka penyelesaian studi Strata 1 untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan

Oleh: Nama NIM : Dwi Apik Siyanto : 4401403076

Prodram Studi : Pendidikan Biologi Jurusan Fakultas : Biologi : MIPA

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2007

HALAMAN PENGESAHAN

Skripsi dengan judul: Judul Meningkatkan Hasil Belajar Dan Keaktifan Siswa Menggunakan Metode Permainan Pada Konsep Sistem Transportasi Di Kelas VIII SMP Negeri 2 Semarang Telah dipertahankan di hadapan sidang Panitia Ujian Skripsi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang, Pada: Hari :

Tanggal : Panitia Ujian, Ketua Sekretaris

Drs. Kasmadi Imam S., M.S. NIP. 130781015 Pembimbing I

Ir. Tuti Widianti, M.Biomed. NIP. 130781009 Penguji I

Dra. Nur Kusuma Dewi, M.Si. NIP. 130935362 Pembimbing II

Dra. Nur Rahayu Utami, M.Si. NIP. 131764022 Penguji II

Dra. Chasnah NIP. 131413201

Dra. Nur Kusuma Dewi, M.Si. NIP. 130935362 Penguji III

Dra. Chasnah NIP. 131413201

ii

AJA RUMANGSA BISA NAMGING SING BISA RUMANGSANI

iii

ALA TANPA RUPA YEN TUMANDANG AMUNG SADELO iv .

MAMAYU HAYUNING BAWANA v .

SAPA SING SUCI ADOH SAKA BEBAYA PATI vi .

SENAJANTO ILMUNE GUDANGAN YEN ORA TANPA LAKU ISIH GADUNGAN vii .

CILIK ORA KURANG BAKAL GEDHE ORA TURAH BAKAL viii .

SURA DIRA JAYA NINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI ix .

WATON ISIH KENA TAK INGETI AKU ORA BAKAL MUNDUR x .

Si NIP 132231403 Penguji II Ir Kuntoro Budiyanto NIP 131876227 Drs. Tuti Widianti. M. Pd NIP 131931631 Pembimbing II Drs. M. S NIP. M. M. Kasmadi Imam S. M.HALAMAN PENGESAHAN Skripsi dengan Judul “Hasil Belajar dan Aktifitas Siswa dengan Penerapan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar Berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa Pada Pembelajaran Konsep Pengelolaan Lingkungan (Studi Kasus di SMP Negeri 27 Semarang) Skripsi ini telah dipertahankan di depan Sidang Panitia Ujian Skripsi Jurusan Biologi FMIPA UNNES pada: Hari : Senin Tanggal : 27 Agustus 2007 Panitia Ujian Ketua Sekretaris Drs. Sigit Saptono. Biomed NIP. 130781011 Pembimbing I Ir. Pd NIP 131931631 Penguji III Ir Kuntoro Budiyanto NIP 131876227 ii . Sigit Saptono. 130781009 Penguji I Drs. Putut Martin HB.

Kata kunci: Pendekatan Jelajah Alam Sekitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan Jelajah Alam Sekitar belum dapat dilaksanakan secara maksimal.2. Penelitian dilakukan di tiga kelas yaitu kelas VIIB. Oleh karena itu penerapan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa sangat cocok untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. untuk kelas VIIB 69.ABSTRAK Mulai diberlakukannya kurikulum 2004 (Kurikulum berbasis Kompetensi) yang kemudian disempurnakan menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di sekolah membawa konsekuensi logis pada upaya peningkatan kualitas proses pembelajaran biologi di SMP yang disesuaikan dengan karakteristik dan lingkungan sekitar sekolah. iii . VIIC. Berdasarkan penelitian tersebut penerapan pendekatan Jelajah Alam Sekitar dalam proses pembelajaran perlu diterapkan secara intensif dan berkesinambungan pada setiap materi Biologi. kelas VIIC 95. Aktifitas siswa menunjukkan respon positif di kelas VIIB 94. Untuk itu perlu adanya kegiatan pembelajaran yang menarik. Selama ini pembelajaran biologi selalu dilakukan dengan cara ceramah tanpa memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar dan aktifitas siswa dengan penerapan Jelajah Alam Sekitar berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa pada konsep Pengelolaan Lingkungan di SMP Negeri 27 Semarang.1% dan VIIC 64. hasil belajar.1%. Secara individual rata-rata hasil belajar siswa di ketiga kelas lebih dari 65. Pertemuan I pre-test. karena untuk melihat hasil yang sesuai dengan harapan diperlukan waktu yang lama. Gambaran mengenai kegiatan belajar mengajar biologi tersebut dapat dilihat di SMP 27 Semarang.3%.2 dan kelas VIIG 78. Data yang diperoleh diolah dan dianalisis dengan cara deskriptif. pertemuan II sampai IV pelaksanaan pembelajaran dan pertemuan V post-test.9% dan kelas VIIG 93. menyenangkan dan memberikan kompetensi pada siswa. dan VIIG.2. tetapi secara klasikal hanya kelas VIIG yang persentasenya di atas 85% yaitu sebesar 87. kelas VIIC 68. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimen yang dilaksanakan selama lima kali pertemuan. Data yang diambil meliputi data primer (hasil belajar dan aktifitas siswa) dan data sekunder (kinerja guru selama pembelajaran berlangsung).8% sedangkan kelas VIIB 73.2%. aktifitas siswa.

Amin ☯ Terima kasih kepada Pak Sigit. Bu Dewi Mustika. Good Luck!!! ☯ Teman-temanku yang ada di Solo dan anak-anak GAM (Geng Anak Madangan) yang telah menemaniku dalam sedih maupun senang. Mas Pahing (Alm). Dita. iv . ☯ “Bio-Hot” dan teman-teman sekampus semoga kalian masih semangat dalam mengarungi hidup ini.MOTTO “Allah akan meninggikan orang beriman dan orang berilmu diantara kalian beberapa derajat” (Q. Rachma. S Ad Duha: 5) “Kebenaran itu adalah dari Tuhan-Mu sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu” PERSEMBAHAN ☯ Ibu dan Ayahku yang dengan tulus ikhlas mendoakan dan mengalirkan keringatnya dalam samudera kasih yang tak pernah surut. Sepupuku Adi. S Al-Mujadillah: 11) Sungguh kelak Tuhanmu pasti akan memberikan kemudahan dan karunia-Nya kepadamu sehingga engkau menjadi puas” (Q. Asri atas kesempatan dan bantuannya selama pelaksanaan penelitian kolaborasi Hibah A2. Semoga masa depan kita cerah. yang selalu memberikan dukungannya dan membantuku atas segala kebutuhanku. Rio. ☯ Kakak-adikku tercinta: Mas Yoyok. Wisnu dan banyak lagi sehingga tidak dapat disebut satu persatu. Anah. Bu Alimah. Gatot. Mas Sholikin. Dik Bagus. Bu Kaesih.

5. Kepala Sekolah SMP Negeri 27 Semarang yang telah memberikan izin dan kemudahan serta kerjasamanya selama pelaksaan penelitian. Drs. Drs. Si dan Ir. v .KATA PENGANTAR Segala puja dan puji syukur hanya milik Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya. M. 4. oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Si sebagai dosen penguji yang telah memberikan banyak masukan bagi penyempurnaan skripsi ini. 3. Ketua Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan kemudahan administrasi dalam penyusunan skripsi. M. Dekan FMIPA Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan izin penelitian 2. Putut Martin. Kuntoro Budiyanto sebagai dosen pembimbing yang telah dengan sabar berkenan membimbing dan memberi petunjuk serta pengarahan selama penyusunan skripsi ini. sehingga penulis diberikan izin dan kemudahan dalam menyelesaikan skripsi ini yang berjudul “Hasil Belajar dan Aktifitas Siswa dengan Penerapan Jelajah Alam Sekitar Berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa Pada Konsep Pengelolaan Lingkungan (Studi Kasus di SMP Negeri 27 Semarang). Penulis menyadari skripsi ini tidak dapat tersusun dengan baik tanpa bantuan dari berbagai pihak. Sigit Saptono.

semoga apa yang telah diberikan tercatat sebagai amal baik dan mendapat balasan dari Allah SWT. 7. Semarang. 28 Agustus 2007 Penulis vi . Penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangan. Hanya ucapan terima kasih dan doa. Semua pihak yang tidak mungkin penulis sebutkan satu per satu yang telah membantu dan memberikan motivasi selama pelaksanaan penelitian sampai selesainya penyususnan skripsi ini. Ibu Roil Umamah dan Ibu Sularmi selaku guru biologi SMP Negeri 27 Semarang yang telah meluangkan waktu untuk membimbing. Oleh karena itu dengan segala kerendahan hati penulis bersedia menerima berbagai saran ataupun kritik yang bersifat membangun demi sempurnanya skripsi ini.6. Penulis berharap semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat dan kontribusi dalam kemajuan dunia pendidikan dan secara umum kaepada semua pihak. memberikan masukan dan kerjasama selama penelitian.

.............................................................................................................................................................................. Masalah ...21 vii ..................xi BAB I..... Tujuan Penelitian .................................................................x DAFTAR LAMPIRAN.....11 2............................................................................................................................. Belajar dan Proses Belajar Mengajar...18 3..........................................................................................................................8 BAB II................................................................................................................................................................................... Manfaat Penelitian .......DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ......ix DAFTAR BAGAN ......................................................iv KATA PENGANTAR ........................................................................................ Hasil Belajar Siswa .................................7 D.......................... Pembatasan Masalah ...i HALAMAN PENGESAHAN.. TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS A......................1 B..................................... TINJAUAN PUSTAKA 1.......v DAFTAR ISI...........................................................8 E.................... PENDAHULUAN A.... Latar Belakang ..........................7 C...................................................................................vii DAFTAR TABEL............iii MOTTO DAN PERSEMBAHAN ............................... Aktifitas Siswa dalam Proses Pembelajaran .......................................................................................................................................................................................ii ABSTRAK ............................................

.............................. Data dan Cara Pengambilan Data ..... Simpulan .....42 F............ Subjek Penelitian...............................54 B........... Data Penelitian ..................................4.................................................. Metode Analisis Data.............................30 7.....................32 B......................................................................... Jelajah Alam Sekitar sebagai Pendekatan Pembelajaran Biologi ............................................................................................................................... Saran........ Hasil Belajar Siswa .....................................85 LAMPIRAN.......................................... HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A.........................................................................................................................................38 B...........................................................39 D.............40 E......................................49 H.................... METODE PENELITIAN A...........84 DAFTAR PUSTAKA .............. Indikator Keberhasilan ...53 BAB IV................................................43 G................................38 C.............................37 BAB III.................. Penerapan Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa pada JAS .........................87 viii ......................................... Strategi Pembelajaran dan Pengukuran Hasil Belajar Biologi Berbasis Jelajah Alam Sekitar ........................................................... Instrumen ...............................23 5............................................................................................................................. Jelajah Alam Sekitar (JAS)....................................................................................84 B.........................76 BAB V SIMPULAN DAN SARAN A...28 6......................................................................... Aktifitas Siswa ........ Prosedur Penelitian ............................................. Rancangan Penelitian .......... HIPOTESIS...............................

..................................... 50 7............... 52 9..................................... 82 ix ......... 72 12..................................................... Hasil Analisis Taraf Kesukaran Butir Soal Uji Coba..... 55 10.................. 48 6........ Hasil Observasi Aktifitas Guru .....................DAFTAR TABEL Tabel Halaman 1............................................................ Tabel Konversi Skala 11 ............... Tabel Lembar Analisis Post-test ......................... 46 3............................................................ Tabel rekap Hasil Belajar Siswa ....................................... 51 8............................................................. Hasil Analisis Realibilitas Soal Uji Coba. 48 5.................................................... 47 4........ Tabel Lembar Analisis Pre-test........ Rekapitulasi Hasil Observasi Keterampilan Proses Siswa........... Nomor soal yang Digunakan dan Tidak Digunakan . 77 13................................... Hasil Analisis Validitas Butir Soal Uji Coba ... 45 2.. Hasil Analisis Daya Pembeda Butir Soal Uji Coba ................................................................................ 66 11............... Rekapitulasi Hasil Observasi Keaktifan Siswa ..... Rekap Hasil Tanggapan Siswa Terhadap Pembelajaran ...........

. Skema Perolehan Pengetahuan Sains ................ 35 5....................................... Skema Pembelajaran Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa ........................................................ 17 3................... Proses Perubahan Tingkah Laku .................................. 15 2....................... Alur Metode Pre-test dan Post-test design.................... Alur Tahap-Tahap Pembelajaran....DAFTAR BAGAN Bagan Halaman 1............................ 39 6.......... Komponen Proses Pembelajaran ......................................... 32 4...................... 56 x .......................

. Rubrik Analisis Pre-Test............................... Nilai Hasil Belajar (Post-test) Siswa.............................................................................................. Soal-Soal Pre-Test ................ Grafik Pola Rata-rata Peningkatan Hasil Belajar Siswa ............................... 121 10................... 139 15.................................................... Kunci Jawaban Soal Uji Coba Post-Test .............................DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Halaman 1........ 98 5..... Tabel Analisis Butir Soal Uji Coba (Post-test) ... Tabel Analisis Hasil Pre-Test ....................................... 87 2...................................................................................... Kisi-Kisi Soal uji Coba ................ Rancangan Pembelajaran .......................... 142 17...... 94 3............................................................................................... 138 14. Lembar Kerja Siswa........................................... 118 8.... 109 7............. 144 xi ................................................................................................... 134 13..................... Soal Ulangan Harian (Post-Test) ............................................ 141 16.......................... Lembar Observasi Aktifitas Siswa................................................... Kunci Jawaban Soal Ulangan Harian (Post-Test).......................... Rubrik untuk Observasi Aktifitas Siswa ....................... 95 4............... 99 6.................................................... Analisis Hasil Belajar (Post-Test) Siswa .............. Soal Uji Coba Post-Test ............................ 133 12................ Tabel Hasil Aktifitas Siswa......................... 119 9............ 124 11..................................................

...... Lembar Observasi Kinerja Guru dalam Pembelajaran................. 156 23............ Lembar Observasi Tanggapan Siswa ........................................ Hasil Kinerja (Hand-On) Siswa ............... Hasil Kinerja Guru Selama Pembelajaran...... 160 26.................... 162 xii ................................ Rubrik Kinerja Guru dalam Pengajaran............ Hasil Observasi Tanggapan Siswa ............. 151 21....................................... Lembar Observasi Kinerja Siswa.....18................................................................ Rubrik Asesment Kinerja Menanam Tanaman di Pot dan Membuat Slogan158 25...................................................... 148 19..................................... 152 22.... 157 24................................................... Dokumentasi Penelitian ................................... 150 20.....................

2004). Proses belajar yang diharapkan melalui kurikulum ini bukan sekedar membahas materi dalam buku-buku panduan pelajaran atau menginformasikan pengetahuan kepada siswa. Pelajaran biologi diperkenalkan mulai sekolah dasar sampai sekolah menengah. Latar Belakang Mulai diberlakukannya kurikulum 2004 (Kurikulum berbasis Kompetensi) yang kemudian disempurnakan menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di sekolah membawa konsekuensi logis pada upaya peningkatan kualitas proses pembelajaran biologi di SMP yang disesuaikan dengan karakteristik dan lingkungan sekitar sekolah. kepribadian. melainkan menekankan pada pemberian pengalaman secara langsung kepada siswa untuk memahami gejala yang terjadi (Anonimus. Biologi adalah ilmu yang menjelaskan tentang konsep/teori berdasarkan kejadian di alam. Selama ini pembelajaran biologi selalu dilakukan secara konvensional yaitu hanya sebatas penguasaan konsep-konsep yang dibahas dalam buku-buku panduan pelajaran. Tujuan KTSP pendidikan menengah adalah meningkatkan kecerdasan.1 BAB I PENDAHULUAN A. akhlak mulia. pengetahuan. serta kurangnya pemanfaatan fasilitasfasilitas yang ada di sekolah seperti laboratorium dan lingkungan sekolah sekitar yang seringkali pembelajaran biologi dilakukan di dalam kelas. 2006). . serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut (Wibowo.

Kenyataan tersebut menunjukkan bahwa guru-guru biologi masih berorientasi pada materi belajar (bukan proses untuk mencapai tujuan belajar).2 Pembelajaran tersebut bagi guru merupakan suatu keterpaksaan yang harus dilakukan karena guru beranggapan bahwa kendala yang dihadapi dengan pembelajaran di luar kelas adalah tidak banyak materi yang dapat disampaikan. Guru lebih banyak menjelaskan. Gambaran mengenai kegiatan belajar mengajar biologi seperti di atas dapat dilihat di SMP 27 Semarang. sehingga pembelajaran tersebut dapat membatasi peran siswa untuk mengembangkan penalaran dan kreativitasnya dalam rangka pengembangan dirinya serta meningkatkan aktifitas siswa dalam belajar. dari hasil observasi yang telah dilakukan bahwa usaha yang dilakukan guru untuk membelajarkan siswanya masih perlu dimaksimalkan. Guru belum menunjukkan usaha memanfaatkan media dalam rangka menjelaskan dan memberikan contoh fenomena Biologi serta kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk beraktifitas dalam proses belajar seperti mengajukan pertanyaan. melakukan presentasi. memakan waktu lama. tenaga pengajar yang kurang untuk pengelolaan kelas dan sumber belajar di lingkungan tidak lengkap. dan mengambil kesimpulan mengenai konsep/materi yang dibahas. berdiskusi. menggambar dan memberikan informasi tentang konsep-konsep yang dibahas. siswa tidak aktif. Pembelajaran konvensional yang sering dilakukan tersebut memperlakukan siswa sebagai obyek dalam belajar yang berperan sebagai penerima informasi yang diberikan oleh gurunya. Kualitas proses pembelajaran masih .

Pada semester gasal tahun pelajaran 2005/2006 rerata nilai Biologi untuk kelas unggulan 8. laboratorium maupun di luar kelas. Berdasarkan data-data di atas maka dapat ditemukenali bahwa beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran Biologi di SMP yang berkaitan dengan implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang disempurnakan menjadi KTSP adalah sebagai berikut: .21.3 perlu ditingkatkan seperti memberikan kesempatan siswa untuk bereksplorasi dalam rangka menemukan sendiri gejala atau fenomena alam yang terjadi atau bila mungkin mengubah pemahamannya yang mungkin tidak benar. yaitu 88% materi SMP kelas I. Sesuai dengan kurikulum yang berlaku di SMP.15. Salah satu imbas dari kondisi seperti ini adalah hasil tes sumatif semester gasal tahun pelajaran 2004/2005 menunjukkan bahwa rerata nilai Biologi untuk kelas unggulan 8.64. sedangkan untuk kelas non unggulan 5.25. Gambaran evaluasi hasil belajar siswa yang sering dilakukan guru Biologi SMP di Semarang adalah tes tertulis. persentase materi yang memerlukan dukungan pembelajaran di luar kelas. 10% materi kelas II dan 100% materi kelas III. sedangkan kelas non unggulan 6. 2005) bahwa 75% guru Biologi belum pernah mendesain pembelajaran sesuai tuntutan kurikulum 2004 (yang disempunakan menjadi KTSP) yaitu menuntut pemberian pengalaman langsung kepada siswa dalam belajar untuk memahami gejala yang terjadi baik yang dilaksanakan di dalam kelas. Hasil kajian tentang kebutuhan para guru SMP di Semarang dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran biologi (Saptono dkk.

Pengembangan instrumen evaluasi hasil belajar siswa (alternative assessment) Berdasarkan sifat Biologi yang mempelajari tentang konsep-konsep yang berhubungan dengan lingkungan. maka perlu adanya suatu pendekatan dalam membelajarkan biologi yang memberikan ruang gerak dan kesempatan kepada siswa untuk melakukan eksplorasi melalui kegiatan-kegiatan yang relevan sesuai dengan implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yaitu salah satunya dengan penerapan Jelajah Alam Sekitar (JAS) dengan Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa yang diharapkan dengan strategi ini dapat membantu guru pada kendala-kendala yang dialami selama pembelajaran biologi yang sering dilakukan. sosial. Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang berorientasi pada pencapaian kompetensi tertentu 3. Strategi pembelajaran Biologi berbasis kompetensi yang bervariasi 2. maupun budaya sebagai obyek belajar Biologi yang fenomenanya dipelajari melalui kerja ilmiah (Marianti dan Kartijono. 2005). Penerapan outdoor learning (termasuk pemanfaatan laboratorium) 4. Obyek Biologi adalah fenomena nyata sehingga cara-cara eksploratif adalah cara yang tepat untuk mempelajarinya (Djohar. baik lingkungan fisik.4 1. 2005). . Jelajah Alam Sekitar (JAS) merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pemanfaatan lingkungan alam di sekitar kehidupan siswa.

toleran. selalu ada kegiatan berupa ramalan (prediksi). Jelajah Alam Sekitar secara ontologis dicirikan dengan siswa belajar melakukan secara nyata dan alamiah. Karakter Jelajah Alam Sekitar (JAS) antara lain adanya unsur joyful lerning (belajar yang menyenangkan) dengan nuansa Bioedutainment. akan tetapi juga ditekankan melalui kegiatan ilmiah. Konseptualisasi dan pemahaman diperoleh siswa tidak hanya secara langsung dari guru atau buku. mengumpulkan data. . seperti mengamati. Ciri-ciri pendekatan JAS adalah selalu dikaitkan dengan alam sekitar secara langsung maupun tidak langsung yaitu dengan menggunakan media. memecahkan masalah. obyektif. menghargai pendapat orang lain. 2005). terbentuknya masyarakat belajar. kerja keras dan bertanggung jawab. pengamatan dan penjelasan serta adanya laporan untuk dikomunikasikan baik secara lesan. tertanamnya sikap ilmiah yang berupa kejujuran. ketelitian. membandingkan. berpikir tingkat tinggi. berpusat pada siswa. foto atau audiovisual (Marianti dan Kartijono. menanamkan sifat ilmiah dan ada sebagai cara dalam mengukur hasil belajar. gambar.5 Pembelajaran dengan penerapkan JAS. dan penerapan alternative assessment. Epistemolgi pembelajaran dengan Pendekatan JAS mencakup hal-hal yang inovatif dalam penerapannya yaitu konstruktivisme. tulisan. 2005). penerapan proses sains. bentuk kegiatan lebih utama dari pada hasil. disiplin. gejala dan permasalahan. proses inquiri. menelaahnya dan menentukan simpulan atau konsep tentang sesuatu yang dipelajarinya (Saiful Ridlo. siswa diajak bersentuhan langsung dan mengenal obyek. proses eksplorasi lingkungan alam sekitar.

dengan demikian siswa akan terlatih untuk selalu berupaya . yaitu what did you Know. sehingga memungkinkan siswa merekonstruksi kembali pemahaman konseptualnya. Bell (1993) menerangkan bahwa pengetahuan siswa diperoleh dengan dua sumber yaitu pada saat siswa berinteraksi dengan lingkungan. kemudian menguji pemahaman siswa tersebut dengan pemberian kesempatan kepada siswa untuk melakukan eksplorasi. merancang kegiatan. what do you Want to know. maka secara psikologis siswa akan mengorganisasi kembali kerangka pengetahuannya. Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa dapat diterapkan untuk menggali pemahaman siswa tentang suatu konsep dan hubungan antar konsep biologi. baik di kelas. membuat pertanyaan. Oleh karena itu akan lebih bijaksana jika guru menganalisis pengetahuan awal siswa terlebih dahulu sebelum membahas konsep tertentu Berdasarkan asumsi di atas maka analisis pengetahuan awal siswa dijadikan suatu strategi dalam penerapan pendekatan JAS. membuat hipotesis. dan pengetahuan yang diperoleh dari pendidikan formal di sekolah. Strategi tersebut menitikberatkan pada skema pembelajaran K-W-L. Pada saat siswa memperoleh kesempatan untuk menguji dan mencocokan gagasan baru dengan pengetahuan hasil interaksi dengan lingkungannya. what will you Learn. Pendekatan yang diterapkan dalam pembelajaran Biologi melalui penerapan Jelajah Alam Sekitar memberikan ruang gerak dan kesempatan kepada siswa untuk melakukan eksplorasi melalui kegiatan-kegiatan yang relevan. dan membuat laporan secara komprehensif. laboratorium maupun di luar kelas.6 memprediksi.

2. Tujuan Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran tentang: 1. maka dapat dirumuskan masalah dalam penelitian ini. pencemaran air dan pencemaran tanah B. Diharapkan siswa dapat menemukan konsep pelajaran dari hasil eksplorasinya dan dapat memecahkan masalah-masalah yang ditemukan selama proses pembelajaran mengenai konsep pengelolaan lingkungan seperti erosi. Masalah Berdasarkan identifikasi masalah di atas. pencemaran udara. Aktifitas siswa SMP Negeri 27 Semarang dengan penerapan pendekatan JAS berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa. Bagaimanakah aktifitas siswa selama pembelajaran dengan penerapan pendekatan JAS berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa? C. . yaitu: 1. Penerapan pendekatan JAS dalam proses pembelajarannya mengajak siswa menemukenali masalah-masalah yang ada di lingkungan baik penyebab maupun dampaknya terhadap lingkungan.7 mengembangkan penalaran dan kreativitasnya yang nantinya dapat meningkatkan pemahamannya menjadi lebih baik Penerapan pendekatan JAS dapat diterapkan untuk mempelajari konsep biologi yang berkaitan dengan lingkungan seperti dalam materi konsep pengelolaan lingkungan. Bagaimanakah hasil belajar siswa tentang pengelolaan lingkungan dengan penerapan pendekatan JAS berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa? 2. Hasil belajar siswa SMP Negeri 27 Semarang dengan penerapan pendekatan JAS berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa.

baik lingkungan fisik. terutama dalam hal bereksplorasi. Pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) Jelajah Alam Sekitar (JAS) merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pemanfaatan lingkungan alam di sekitar kehidupan siswa. 3. Manfaat Penelitian 1. 2. 2005). E. maupun budaya sebagai obyek belajar Biologi yang fenomenanya dipelajari dengan kerja ilmiah (Marianti dan Kartijono. mengemukakan pendapat. selalu ada kegiatan berupa ramalan (prediksi). Ciri-ciri pendekatan JAS adalah selalu dikaitkan dengan alam sekitar secara langsung maupun tidak langsung yaitu degan menggunakan media. sosial. pengamatan dan penjelasan serta adanya laporan untuk dikomunikasikan . Manfaat bagi sekolah Memberi sumbangan bagi sekolah dalam rangka upaya perbaikan proses pembelajaran secara menyeluruh. sehingga prestasi para siswanya akan lebih meningkat. dan mengembangkan kreativitasnya. Manfaat bagi siswa Siswa dapat mengembangkan kemampuannya secara maksimal. Pembatasan Masalah 1.8 D. Manfaat bagi guru Menambah kemampuan menerapkan strategi pembelajaran Biologi sehingga dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dapat lebih bervariasi serta mampu memaksimalkan kualitasnya.

9

baik secara lesan, tulisan, gambar, foto atau audiovisual (Marianti dan Kartijono, 2005) dengan joyful lerning (belajar yang menyenangkan) 2. Penerapan KTSP Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan (Wibowo, 2006) merupakan pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Pada penelitian ini sekolah penelitian masih menggunakan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). 3. Pengetahuan Awal Pengetahuan awal merupakan pengetahuan atau konsepsi awal yang dimiliki oleh siswa melalui pengalaman yang telah dilakukan sebelum mendapatkan suatu hal baru (Rustaman, 2003). Dalam penelitian ini pengetahuan awal siswa diperoleh dengan cara melakukan pre-test sebelum dilakukan proses belajar mengajar. 4. Hasil Belajar Hasil belajar adalah hasil yang telah dicapai setelah melakukan belajar. Dalam hal ini hasil belajar ditunjukkan dengan adanya produk berupa hasil post-test dan hasil kerja dari lembar penugasan. 5. Aktifitas Siswa Aktifitas siswa adalah kegiatan yang dilakukan siswa selama

pembelajaran. Dalam penelitian ini aktifitas siswa yang dinilai antara lain meliputi aktifitas siswa dalam kelompok maupun kelas yang meliputi kemampuan siswa dalam bertanya, berdiskusi dalam kelompok,

10

mengemukakan pendapat, menarik kesimpulan dan aktifitas siswa dalam melakukan eksplorasi. 6. Konsep Pengelolaan Lingkungan Penelitian ini mengambil materi Pengelolaan Lingkungan yang mengkaji tentang sumber atau penyebab terjadinya pencemaran lingkungan, baik pencemaran air, pencemaran tanah, pencemaran udara, dan erosi tanah. Selain itu juga mengkaji tentang dampak yang ditimbulkan serta upaya penanggulangan pencemaran lingkungan tersebut.

11

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS TINDAKAN

A. Tinjauan Pustaka 1. Belajar dan Proses Pembelajaran Menurut Hamalik (2001) belajar merupakan suatu proses, suatu kegiatan dan bukan suatu hasil maupun tujuan. Belajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas dari itu yakni mengalami. Pengalaman diperoleh berkat interaksi antara individu dengan lingkungannya. Sedangkan belajar itu sendiri merupakan suatu kumpulan yang besifat individual, yang mengubah stimuli yang datang dari lingkungan seseorang ke dalam sejumlah informasi yang selanjutnya dapat menyebabkan adanya hasil belajar dalam bentuk ingatan jangka panjang. Hasil belajar ini memberikan kemampuan kepada siswa untuk melakukan berbagai penampilan. Secara umum belajar adalah terjadinya perubahan pada seseorang baik yang terlihat (Covert) maupun tidak terlihat (Convert), bertahan lama atau tidak, kearah positif atau negatif semuanya karena pengalaman. Menurut Sudjana (2000), belajar pada hakikatnya adalah suatu proses perubahan pada diri seseorang. Perubahan itu disebabkan karena suatu pengalaman. Pengalaman manusia dapat dijadikan dua jenis, yaitu pengalaman langsung dan tidak langsung. Pengalaman langsung yakni anak mengalami dan berbuat sendiri secara langsung. Anak melakukan sendiri perbuatan tersebut dalam situasi sebenarnya. Pengalaman demikian tentu akan

b. misalnya mempelajari lukisan. ini menunjukkan betapa pentingnya keperagaan dalam proses belajar. Edgar Dale mengemukakan sepuluh jenis pengalaman. Pengalaman demikian erat dengan alat peraga. d.12 membawa hasil yang lebih baik. foto dan lain sebagainya. misalnya mengamati orang yang sedang menjahit. orang yang sedang menari dan lain sebagainya. Pengalaman tidak langsung dapat diperoleh dengan beberapa cara sebagai berikut: a. sehingga hasilnya akan lebih berarti padanya. Melalui bentuk grafik. Melalui bentuk verbal yaitu diperoleh dengan cara membaca. c. Melalui bentuk gambar. . Dengan cara ini akan memperoleh pengalaman secara langsung. bahkan pada umumnya atau sebagian besar dipelajari melalui pengalaman tidak langsung. Tetapi tidak semua persoalan dapat dipelajari melalui pengalaman secara langsung. Mengamati gejala atau situasi dengan menggunakan alat indera. Pengalaman langsung Dalam pengalaman ini anak mengalami sendiri dan berbuat sendiri. uraian tertulis dan lain sebagainya. diagram dan lain sebagainya. seperti rumus. grafik. e. istilah dan lain-lain. misalnya mempelajari peta. Kesepuluh jenis ini adalah: a. Melalui lambang.

mengobservasi. Pengalaman melalui televisi dan gambar hidup Alat ini berpengaruh pada anak melalui pendengaran dan penglihatan. menafsirkan.13 b. dan memamerkan suatu peranan tertentu. d. . Pengalaman melalui karyawisata Karyawisata adalah kunjungan ke luar kelas dalam rangka belajar. Dalam karyawisata siswa menganalisis. Demonstrasi bertujuan untuk memperlihatkan suatu proses. dan meneliti sesuatu di luar. e. c. Pengalaman langsung melalui benda-benda tiruan Banyak hal yang dipelajari melalui benda tiruan. Jadi pengalaman yang diperolehnya tidak langsung tetapi membutuhkan penghayatan yang tinggi.yaitu dengan benda tiruan anak dapat mempelajarinya secara keseluruhan. Pengalaman melalui pameran Dalam pameran diperlihatkan benda-benda yang realistik dengan maksud menyajikan ide atau gagasan. Pengalaman melalui dramatisasi Dengan dramatisasi anak berkesempatan melakukan. Pengalaman melalui demonstrasi Pada demonstrasi anak kelihatan tidak seaktif pada ketiga jenis di atas. Anak lebih banyak melihat dari pada berbuat. f. g.

sehingga lebih sulit lagi dibandingkan dengan televisi dan gambar hidup. psikomotorik. Pengalaman melalui radio dan rekaman Pengalaman ini hanya membutuhkan pendengaran saja.14 h. Sedangkan menurut Sanjaya (2007) belajar adalah proses perubahan tingkah laku yang merupakan suatu misteri karena perubahan tersebut sulit dilihat dan diraba. Kata-kata adalah abstraksi yang mutlak. Pengalaman melalui lambang-lambang visual Pengalaman merupakan sebuah contoh dari lambang visual. Proses perubahan tingkah laku tersebut dapat digambarkan sebagai berikut: . Lambang kata (verbal) Lambang kata merupakan pengganti hal-hal yang sifatnya konkret. i. sebab harus menerjemahkan lambang tadi untuk membentuk satu pengertian. j. Tidak ada persamaan yang konkret dari lambang kata dengan ide atau benda dibalik kata tesebut. baik dalam aspek kognitif. Jadi pengalaman melalui lambang visual memerlukan penghayatan dan pemikiran yang tajam. maupun sikap. dkk (2001) belajar merupakan perubahan tingkah laku atau kegiatan dalam rangka mengembangkan diri. Ini hanya mungkin dimengeri kalau anak sudah berfikir abstrak. Menurut Darsono. Walaupun tidak dapat melihat proses terjadinya perubahan tetapi dapat ditentukan apakah seseorang telah belajar atau belum yaitu dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah proses pembelajaran berlangsung.

Bagaimana suatu proses pembelajaran berhasil? Menurut Sanjaya (2007) faktor-faktor yang berpengaruh dalam sistem pembelajaran adalah . Sebaliknya sebelum terjadi proses pembelajaran ia tidak tahu tentang ‘X’ . Seorang siswa yang sepertinya aktif belajar yang ditunjukkan dengan caranya memerhatikan guru dan rapinya ia membuat catatan. tetapi hanya bisa dilihat dari adanya perubahan dari sebelum dan sesudah terjadi proses belajar. dan setelah mengalami proses pembelajaran ia masih tetap tidak tahu tentang ‘X’ maka dapat dikatakan bahwa ia tidak belajar atau proses pembelajarannya dianggap gagal. belum tentu ia belajar dengan baik manakala ia tidak mampu menunjukkan adanya perubahan tingkah laku. Dengan demikian efektivitas pembelajaran atau belajar dan tidaknya seseorang tidak dapat dilihat dari aktifitasnya selama terjadi proses pembelajaran. Proses Perubahan Tingkah Laku Berdasarkan bagan di atas dapat dilihat bahwa telah terjadi proses belajar pada diri seseorang (S) manakala terjadi perubahan dari S sebagai input menjadi S' sebagai output. Pembelajaran adalah proses interaksi antara siswa dengan lingkungannya. dengan demikian dapat dikatakan seseorang tersebut telah belajar. Misalkan sebelum sesorang mengalami proses belajar ia tidak tahu konsep tentang ‘X’ tapi setelah mengalami proses belajar ia jadi paham konsep ‘X’.15 S Proses S' Output Input Bagan 1.

karena keberhasilan proses pembelajaran sangat ditentukan oleh kualitas dan kemampuan guru. Faktor siswa Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran yang dilihat dari aspek siswa meliputi latar belakang siswa yang terdiri dari jenis kelamin. dan lain-lain. jika mengajar dipandang sebagai proses penyampaian materi maka dibutuhkan sarana pembelajaran berupa alat dan bahan yang dapat menyalurkan pesan secara efektif dan efisien. Faktor guru Guru yang menganggap mengajar hanya sebatas menyampaikan materi pelajaran akan berbeda dengan guru yang menganggap mengajar adalah suatu proses pemberian bantuan kepada peserta didik. Dengan demikian efektivitas proses pembelajaran terletak di pundak guru. Sedangkan dilihat dari sifat yang dimiliki siswa meliputi kemampuan dasar. tempat kelahiran. b. Masing-masing perbedaan tersebut dapat mempengaruhi baik dalam penyusunan strategi atau implementasi pembelajaran. Keuntungan lengkapnya sarana dan prasarana terhadap prsses pembelajaran adalah dapat menumbuhkan gairah dan motivasi guru dalam mengajar. tempat tinggal siswa. c. pengetahuan dan sikap. dapat memberikan pilihan pada siswa untuk belajar. Faktor sarana dan prasarana Sarana adalah segala sesuatu yang mendukung secara langsung terhadap kelancaran proses pembelajaran.16 a. sedangkan jika mengajaran dipandang sebagai proees mengatur lingkungan agar siswa .

Faktor pengorganisasian kelas terdiri dari jumlah siswa dalam satu kelas. Proses pembelajaran merupakan suatu sistem yang terdiri dari beberapa komponen yang satu sama lain saling berinteraksi dan berinterelasi. Komponen Proses Pembelajaran . Faktor lingkungan Faktor organisasi kelas merupakan faktor yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran. Komponen-komponen tersebut dapat dilihat pada bagan berikut: Proses S S' Input Tujuan Output Isi/Materi Metode Media Evaluasi Bagan 2.17 dapat belajar maka dibutuhkan sarana yang berkaitan dengan berbagai sumber belajar yang dapat medorong siswa untuk belajar. Organisasi kelas yang terlalu besar akan kurang efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran. d.

melalui penggunaan sumber belajar diharapkan kualitas pembelajaran akan semakin meningkat. . evaluasi tidak hanya untuk melihat keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran tetapi juga sebagai umpan balik bagi guru atas kinerja dalam pengelolaan pembelajaran. apa yang harus dimiliki oleh siswa. tanggungjawab maka materi pelajaran dapat digunakan sebagai sumber belajar. tugas. Alat dan sumber merupakan alat bantu yang berperan sebagai pengelola sumber belajar. Evaluasi merupakan komponen terakhir dalam sistem proses pembelajaran. Hasil belajar siswa banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor. semuanya tergantung pada tujuan yang ingin dicapai. menurut Dalyono (1996) faktor-faktor tersebut meliputi: faktor internal dan faktor eksternal. namun setting pembelajaran yang berorientasi pada pencapaian tujuan atau kompetensi. Hasil Belajar Siswa Menurut Purwanto (1986) bahwa hasil belajar biasanya dapat diketahui melaui kegiatan evaluasi yang bertujuan untuk mendapatkan data pembuktian yang akan menunjukkan sampai dimana tingkat kemampuan dan keberhasilan siswa dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Strategi atau metode yang tepat merupakan komponen yang menentukan keberhasilan pencapaian tujuan. Isi/materi pelajaran merupakan inti dari proses pembelajaran karena sering diartikan proses pembelajaran sebagai proses penyampaian materi pelajaran. Mau dibawa kemana siswa. 2.18 Tujuan merupakan komponen yang sangat penting dalam sistem pembelajaran.

Upaya pendekatan hasil belajar siswa merupakan suatu bentuk yang tidak mudah untuk dilakukan oleh guru dan pihak sekolah.19 a. 3) Minat dan motivasi. b. Hal itu dikarenakan adanya perbedaan karakteristik yang ada pada setiap siswa. Minat yang besar terhadap sesuatu merupakan modal yang besar artinya dalam mencapai tujuan belajar. Antara siswa satu dengan yang lainnya memiliki karakteristik yang jauh bebeda. Seseorang yang belajar dengan motivasi kuat akan melaksanakan kegiatan belajarnya dengan sungguh-sungguh. Oleh karena itu . Cara belajar seseorang mempengaruhi pencapaian hasil belajar mengajar tanpa memperhatikan faktor fisiologis. psikologis dan kesehatan akan memperoleh hasil yang kurang memuaskan. Faktor Eksternal (faktor dari luar) 1) 2) 3) 4) Keluarga Sekolah Masyarakat Lingkungan sekitar. Seseorang yang mempunyai intelegensi baik umumnya mudah belajar dan hasilnya cenderung baik. penuh gairah dan semangat. Faktor Internal (faktor dari dalam) 1) 2) Kesehatan jasmani dan rohani Intelegensia dan bakat. 4) Cara belajar.

belajar. yang kesemuanya diperoleh melalui materi yang disajikan di sekolah. d. c. Oleh karena itu maka guru harus berupaya menimbulkan dan mempertahankan perhatian dan dorongan siswa dalam melakukan kegiatan belajar. b. Sikap yaitu suatu kemampuan internal yang mempengaruhi tingkah laku seseorang dan didasari oleh emosi. mengingat dan berfikir.20 guru perlu mengetahui karakteristik setiap siswa sebelum melakukan proses pembelajaran. Menurut Gagne (1985) dalam Soekamto dan Winataputra (1995). Perhatian siswa terhadap stimulasi belajar . Upaya memberikan perhatian dan dorongan belajar kepada siswa dilakukan oleh guru sebelum mengajar dimulai. dan pemecahan masalah. Kemampuan motorik yaitu kemampuan untuk melaksanakan dan mengkoordinasikan gerakan-gerakan yang berhubungan dengan otot. Kegiatan belajar siswa dapat tejadi apabila siswa ada perhatian dan dorongan terhadap stimulus belajar. menyebutkan adanya lima hasil belajar sebagai berikut: a. pada saat berlangsungnya proses dan pada saat-saat kondisi belajar siswa mengalami kemunduran. Keterampilan intelektual atau pengetahuan prosedural yang mencakup belajar diskriminasi. prinsip. Strategi kognitif yang kemampuannya untuk memecahakan masalahmasalah baru dengan jalan mengatur proses internal masing-masing individu dalam memperhatikan. e. Informasi verbal yaitu kemampuan untuk mendeskripsikan sesuatu dengan kata-kata dengan jalan mengatur informasi yang relevan. kepercayaan-kepercayaan serta faktor intelektual. konsep.

Motivasi belajar yang ada pada diri siswa dapat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Belajar aktif ini sangat diperlukan oleh siswa untuk mendapatkan hasil belajar . memproduksi sesuatu. harus ada motivasi yang disebut motivasi belajar. guru sebagai orang yang membelajarkan siswa harus peduli dengan masalah motivasi ini. berdiskusi. 2000). Oleh karena itu sebetulnya aktif dan tidak aktifnya siswa hanya siswa sendiri yang tahu secara pasti. memberikan stimulus belajar dalam bentuk lain sehingga siswa tidak bosan (Sudjana. Agar kegiatan ini terwujud. Oleh kaena itu. Siswa yang diam mendengarkan penjelasan bukan berarti tidak aktif. memecahkan masalah dan lain sebagainya. Ia harus mampu dan mau memotivasi siswa yang rendah motivasi belajarnya dan meningkatkan motivasi siswa yang sudah mempunyai motivasi belajar. memberikan pertanyaan kepada siswa. dan emosional. melakukan pengulangan informasi yang berbeda sifatnya dengan cara sebelumnya. 3. sebaliknya belum tentu siswa yang secara fisik aktif memiliki kadar aktifitas mental yang tinggi pula.21 dapat diwujudkan melalui beberapa upaya seperti penggunaan media pengajaran atau alat peraga. Menurut Zaini dalam Kasyati (2005) belajar aktif adalah salah satu cara untuk mengikat informasi yang baru dan menyimpannya di dalam otak. akan tetapi juga ditentukan aktifitas nonfisik seperti mental. Menurut Sanjaya (2007) aktifitas siswa tidak hanya ditentukan oleh aktifitas fisik semata. intelektual. Aktifitas Siswa dalam Proses Pembelajaran Aktifitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar diwujudkan dalam bentuk kegiatan seperti mendengarkan. menyusun laporan.

Oleh karena itu diperlukan perangkat tertentu untuk dapat mengikat informasi yang baru saja diterima dari guru. Agar otak dapat memproses informasi dengan baik. Berdasarkan hal tersebut mereka secara aktif menggunakan otak. padahal hasil belajar seharusnya disimpan sampai waktu yang lama. 1996). berarti mereka yang mendominasi aktifitas pembelajaran. Pembelajaran aktif adalah suatu pembelajaran yang mengajak siswa untuk belajar secara aktif (Sudjana. Ketika siswa belajar dengan aktif. maka otak mereka akan bekerja lebih baik sehingga proses belajarpun dapat terjadi dengan baik pula. . atau mengaplikasikan apa yang baru mereka pelajari ke dalam satu persoalan yang ada dalam kehidupannya. Belajar yang hanya mengandalkan indera pendengaran mempunyai beberapa kelemahan. maka akan sangat membantu kalau terjadi proses refleksi secara internal. menjawab pertanyaan atau membuat pertanyaan. siswa diajak untuk turut serta dalam seluruh proses pembelajaran. otak manusia tidak hanya sekedar menerima dan menyimpan.22 yang maksimum. baik untuk menemukan ide pokok dari materi pelajaran. Dengan cara ini biasanya siswa akan merasa suasana yang lebih menyenangkan sehingga hasil belajar dapat dimaksimalkan. Jika siswa diajak berdiskusi. memecahkan persoalan. akan tetapi otak manusia akan memproses informasi tersebut sehingga dapat dicerna kemudian disimpan. Ketika ada informasi yang baru. tidak hanya mental tetapi juga melibatkan fisik. Oleh karena itu dengan belajar aktif. atau hanya menerima dari guru ada kecenderungan untuk cepat melupakan apa yang telah diberikan. Ketika siswa pasif.

konsep. merumuskan hipotesis. kemauan dan kreativitas dalam belajar. teori. 2003a). yang berarti hidup dan logos. Dalam aktifitas pembelajaran Biologi tersebut perlu adanya suatu kerja ilmiah yang mencakup proses pengamatan gejala alam. sikap kritis dan ingin tahu. kesungguhan bekerja sesuai dengan prosedur. Pengetahuan tersebut dapat berupa fakta. maupun generalisasi yang menjelaskan tentang gejala kehidupan. Jelajah Alam Sekitar Biologi adalah bagian dari IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). . kegembiraan dalam belajar. pengembangan penalaran induktif dan pengembangan penalaran deduktif (Karyadi. keberanian menyampaikan gagasan dan minat. hingga penemuan pengetahuan yang paling baru. melakukan pengujian serta membuat generalisasi. Dari pengertian tersebut Biologi mencakup ilmu-ilmu atau pengetahuan yang berhubungan dengan kehidupan di alam semesta. Biologi merupakan terminologi yang berasal dari kata yaitu bios. yang dapat diartikan sebagai ilmu/pengetahuan. karena dalam Biologi juga terdapat kumpulan proses dan nilai yang dapat diaplikasikan serta dikembangkan dalam kehidupan nyata (Saptono. 4. Pembelajaran Biologi yang berkaitan dengan gejala-gejala di alam atau fakta alam haruslah dilakukan suatu pengamatan langsung mengenai gejalagejala tersebut. Pengembangan pembelajaran Biologi adalah bahwa Biologi lebih dari sekedar kumpulan fakta ataupun konsep. Pengetahuan ini termasuk yang sudah ditemukan sejak jaman dahulu. 1993).23 Variabel-variabel keaktifan siswa meliputi keikutsertaan mempersiapkan pelajaran.

jenjang. Nawawi (dalam Rustaman. penentu. tetapi tidak harus selalu di dalam suatu ruangan di lokasi sekolah. pembelajarannya dapat dilakukan di ruang kelas. dan sebagainya. laboratorium serta di luar ruang kelas. Pembelajaran Ruang Kelas Pembelajaran ruang kelas adalah pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas. Untuk proses pembelajaran dapat dilakukan di tempat di luar ruangan kelas seperti pekarangan sekolah.24 Tanpa mengurangi hakikat pembelajaran Biologi. . 2002) merupakan suatu ruangan yang dibatasi oleh empat dinding. yang berada di bawah satu pimpinan yaitu guru. atau kebun sekolah. 3) Menurut Hamalik (1986) (dalam Rustaman. yang semuanya dapat diuraikan seperti di bawah ini: a. dimana sejumlah siswa berkumpul untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar. kelas merupakan sejumlah siswa yang berkumpul bersama mengikuti proses pembelajaran. Kelas: 1) Dalam arti sempit. kelas menurut H. 2) Dalam arti luas kelas dapat diartikan sebagai kelompok atau pengelompokan di dalam masyarakat yang masing-masing mempunyai ciri khas. 4) Untuk guru Biologi. lapangan rumput dekat sekolah. 2002) kelas adalah suatu kelompok sosial yang pada hakikatnya suatu unit sosial yang mempunyai tujuan yang sama dan terbentuk secara formal. atau tingkatan.

2002). Pembelajaran Laboratorium Pemahaman bahwa Biologi dapat juga dikatakan sebagai suatu proses investigasi (penelusuran/penyelidikan) banyak diartikan dengan hal-hal yang selalu berhubungan dengan laboratorium beserta perlengkapannya (Saptono. Menurut Rustaman (2002) dalam pendidikan IPA kegiatan laboratorium (praktikum) merupakan bagian integral dan kegiatan belajar mengajar khususnya Biologi. ingin tahu dan ingin bisa. Prinsip ini akan menunjang kegiatan praktikum dimana siswa menentukan pengetahuan melalui eksplorasi terhadap alam. maka Woolnough dan Allsop (dalam Rustaman. . 2002) mengemukakan empat hal yaitu: 1) Praktikum membangkitkan motivasi belajar IPA. siswa diberi kesempatan untuk memenuhi dorongan rasa. Berkaitan dengan hal tersebut. 2) Praktikum mengembangkan keterampilan dasar melakukan eksperimen.25 5) Pembelajaran di ruang kelas dibutuhkan pengelolaan kelas yang dapat diartikan sebagai keterampilan guru untuk memelihara dan menciptakan kondisi belajar mengajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam PBM (Rustaman. mengukur secara akurat dengan alat ukur yang sederhana atau canggih. 2003a). b. Dengan kegiatan praktikum siswa dilatih untuk mengembangkan kemampuan bereksperimen dengan melatih kemampuan mereka dalam mengobservasi dengan cermat. Melalui kegiatan praktikum.

mengintepretasikan data perolehan. melakukan pengukuran secara cermat. merakit alat. dan membuktikan teori. Dalam hal ini guru harus jeli dalam memilih topik pelajaran yang cocok jika akan menggunakan strategi ini. Kelebihan strategi ini adalah: .26 menggunakan dan menangani alat secara aman. c. merancang eksperimen. Dari kegiatan-kegiatan tersebut dapat disimpulkan bahwa praktikum dapat menunjang pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Kegiatan praktikum memberi kesempatan bagi siswa untuk menemukan teori. yaitu siswa dituntut untuk untuk merumuskan masalah. 4) Praktikum menunjang materi pelajaran. Metode yang dilakukan antara lain dengan menggunakan metode inkuari. Pembelajaran Luar Ruang Pembelajaran luar ruang merupakan strategi dalam pembelajaran yang mengutamakan pemanfaatan lahan di sekitar sekolah atau sumber belajar lain di luar sekolah. 3) Praktikum menjadi wahana belajar pendekatan ilmiah. serta mengkomunikasikannya. Strategi ini mempunyai kelebihan dan kekurangan. merancang. melalui laporan yang harus dibuatnya. sehingga memungkinkan siswa belajar secara langsung fenomena alam berdasarkan pengamatannya sendiri. melakukan dan mengintepretasikan eksperimen.

jadi secara induktif siswa akan mengumpulkan fakta-fakta sehingga selanjutnya siswa akan membangun makna terhadap pengamatannya. Adapun kekurangan strategi ini adalah: a) Pengelolaan siswa yang cukup merepotkan guru. sehingga seluruh indera yang dimilikinya akan difungsikan. Istilah pendekatan merujuk pada suatu proses . tidak membosankan. konservasi lingkungan. untuk kembali ke kelasnya mereka enggan. Konsep-konsep yang berkaitan dengan ekologi. 2003a). reproduksi tumbuhan. sistematika tumbuhan. Pada topik-topik tertentu dalam Biologi dapat diimplementasikan strategi pembelajaran di luar ruang. Jelajah Alam Sekitar (JAS) sebagai Pendekatan Pembelajaran Biologi Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembalajaran. Siswa dapat berinteraksi langsung dengan keadaan alam nyata. 5. karena biasanya jika siswa belajar di luar ruang kelas. 4) Siswa dapat melihat atau mengamati secara langsung fenomena alam di sekitar sekolahnya. Dalam pembelajaran luar ruang ini dikembangkan lebih lanjut menjadi pembelajaran Jelajah Alam Sekitar (JAS). sumber daya alam dapat disajikan dengan strategi ini (Saptono. c) Membutuhkan manajemen waktu yang ketat dan hal ini tidak mudah dilakukan.27 1) 2) 3) Siswa belajar dalam kondisi menyenangkan. Strategi ini didasarkan pada learning by doing. b) Belum tentu setiap sekolahan memiliki lahan yang dijadikan sebagai sumber belajar.

sosial. sehingga selain dapat membuka wawasan berpikir yang beragam. Dengan demikian. Pembelajaran melalui JAS memungkinkan siswa mengembangkan potensinya sebagai manusia yang memiliki akal budi.28 yang sifatnya masih umum (Sanjaya. 2007). yaitu pendekatan yang berpusat pada guru (teacher-centred approaches) dan pendekatan yang berpusat pada siswa (student-centered approaches). Pendekatan JAS merupakan pendekatan kodrat manusia dalam upayanya mengenali alam lingkungannya. JAS merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pemanfaatan lingkungan alam sekitar kehidupan siswa. Roy Killen dalam Sanjaya (2007) mencatat ada dua pendekatan dalam pembelajaran. 2005). penerapan proses sains. dan penerapan alternative assessment. Pendekatan JAS mencakup hal-hal yang inovatif dalam penerapannya. Pendekatan yang berpusat pada guru menurunkan strategi pembelajaran langsung (direct instruction). maupun budaya sebagai obyek belajar Biologi yang fenomenanya dipelajari dengan kerja ilmiah (Marianti dan Kartijono. pembelajaran deduktif atau pembelajaran ekspositori. Pendekatan JAS menekankan pada kegiatan belajar yang dikaitkan dengan lingkungan alam sekitar kehidupan siswa dan dunia nyata. siswa juga dapat mempelajari berbagai konsep dan cara mengaitkannya dengan masalahmasalah kehidupan nyata. proses inquiri. baik lingkungan fisik. proses eksploitasi lingkungan alam sekitar. hasil belajar siswa lebih . yaitu konstruktivisme. Sedangkan pendekatan yang berpusat pada siswa menurunkan strategi pembelajaran discovery dan inquiri serta strategi pembelajaran induktif.

Sebagai implikasinya. gejala dan permasalahan. akan tetapi melalui kegiatan ilmiah. mengumpulkan data. membandingkan. merancang kegiatan. memprediksi. 2005). seperti mengamati. Konseptualisasi dan pemahaman diperoleh siswa tidak secara langsung dari guru atau buku. baik ketika berbenturan dengan suatu fenomena maupun kondisi sosial. Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam menerapkan hand-on dan mind-on adalah sebagai berikut: . membuat pertanyaan. Berdasarkan hal tersebut maka pembelajaran dengan pendekatan JAS dapat mengubah pengetahuan awal siswa yang semula salah ataupun ragu menjadi benar. merumuskan simpulan berdasarkan data dan membuat laporan secara komprehensif. Fenomena tersebut dapat ditemui di lingkungan sekeliling siswa atau fenomena alam (Biologi) akan sangat membantu siswa untuk mengamati sekaligus memahami gejala atau konsep yang terjadi. dan integritas dirinya (Ridlo. Secara langsung siswa melakukan eksplorasi terhadap fenomena alam yang terjadi.29 bermakna bagi kehidupannya. sebagai makhluk Tuhan. makhluk sosial. membuat hipotesis. Diterapkannya JAS. pembelajaran seharusnya memperhatikan pengembangan hand-on dan mind-on siswa. Pendekatan JAS dikembangkan berdasarkan pemikiran Piaget dan Vygotsky yang menekankan konstruktivisme kognitif dan sosial. Seseorang akan lebih efektif dalam proses belajar jika kognitifnya secara aktif mengalami rekonstruksi. menelaah dan menemukan simpulan atau konsep tentang sesuatu yang dipelajarinya. siswa diajak mengenal obyek.

Strategi pembelajaran merupakan perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (Sanjaya. performance. b. maupun tulisan. Guru senantiasa memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengekspresikan kemampuan dan gagasannya. 2007). Pembelajaran memungkinkan siswa belajar dalam kelompok. Strategi pembelajaran merupakan hal penting dalam upaya membelajarkan siswa.30 a. c. siswa dapat memahami konsep dan menyusun . Strategi pembelajaran dan pengukuran hasil belajar Biologi berbasis JAS Kemp dalam Sanjaya (2007) menjelaskan strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan oleh guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan efisien. afektif. 6. Senada dengan pendapat di atas strategi pembelajaran menurut Dick dan Carey dalam Sanjaya (2007) juga menyebutkan bahwa strategi pembelajaran itu adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa. dan psikomotorik. Guru bertindak sebagai fasilitator sekaligus motivator yang tercermin dalam kegiatan yang dikembangkan dalam pembelajaran. Dilakukannya eksplorasi. Siswa diberi kesempatan untuk secara aktif melakukan eksplorasi ke lingkungan untuk mencapai kecakapan kognitif. baik melalui lisan. Implementasi strategi berbasis pendekatan JAS dalam pembelajaran Biologi dapat dijabarkan sebagai berikut.

foto atau audiovisual. 1997). Pelaksanaan tes “paper and pen” dapat digunakan untuk mengungkap kemampuan kognitif siswa tentang pengetahuan konseptual dan prosedural. Alternative assessment sebagai alternatif penilaian komperehensif yang dapat menggambarkan proses dan hasil belajar siswa diperlukan untuk mengetahui kemajuan belajar siswa guna melengkapi tes “paper and pen”. . Kegiatan pembelajaran berbasis JAS meliputi: 1) Selalu dikaitkan dengan alam sekitar secara langsung. Adapun untuk kemampuan prosedural atau kinerja (hand-on) dapat digunakan performance assessment sebagai salah satu alternative assessment (Lim. baik secara lisan. tidak langsung. 4) Sasarannya pada dampak perorangan atau kelompok yang memungkinkan siswa memenuhi rasa keingintahuan dan minatnya.31 pengetahuannya sendiri. Ada laporan yang dapat dikomunikasikan. melakukan prediksi dan penjelasan. tulisan. maupun memanfaatkan media dalam pembelajaran kelas. melalui gambar. 5) Keterlibatan aktif siswa dalam menjangkau kondisi di luar sekolahnya. maka pengukuran hasil belajar siswa tidak cukup jika hanya berdasarkan hasil tes “paper and pen”. (Slavin. Berdasarkan strategi pembelajaran Biologi berbasis JAS di atas. 2) 3) Selalu ada kegiatan pengamatan. dan berinteraksi sosial dengan lingkungannya. 1995). Teknik observasi dapat diterapkan pada saat mengakses aktifitas siswa.

Skema Perolehan Pengetahuan Sains . Terjadinya proses modifikasi struktur kognitif dapat digambarkan sebagai berikut: Hal Baru (hasil interaksi dengan lingkungan (pada saat siswa belajar) SKEMATA Dibandingkan dengan konsepsi awal Tidak cocok Ketidakseimbangan Akomodasi Cocok Keseimbangan Mengerti Cocok Belum memahami Perlu alternatif strategi lain Asimilasi Bagan 3. pengetahuan akan dibangun sendiri oleh siswa (konstruktivisme) melalui pengalamannya dari hasil interaksi dengan lingkungannya.32 Untuk mengetahui kemajuan belajar siswa. 2003b). Penerapan Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa pada JAS Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa merupakan pengembangan dari pandangan yang menyatakan bahwa dalam proses belajar (perolehan pengetahuan) selalu diawali dengan terjadinya konflik kognitif (Saptono. Pada akhir proses belajar. maka portofolio merupakan alternative assessment yang dapat diimplementasikan. 7. Konflik kognitif ini hanya dapat diatasi melalui pengaturan diri (self regulation) oleh siswa yang sedang belajar.

sehingga diperlukan perubahan atau modifikasi struktur kognitif (skemata) untuk mencapai keseimbangan. Jika hal baru tersebut sesuai dengan konsepsi awal siswa.33 Konflik kognitif terbentuk saat terjadi interaksi antara konsepsi awal (pengetahuan awal) yang telah dimiliki siswa dengan pengetahuan fenomena baru yang tidak dapat diintegrasikan begitu saja. Peristiwa ini akan terjadi secara berkelanjutan selama siswa menerima pengetahuan baru. hal baru tersebut dibandingkan dengan konsepsi awal yang telah dimiliki siswa sebelumnya. . Perolehan pengetahuan oleh siswa diawali dengan diadobsinya fenomena (pengetahuan) baru hasil interaksi dengan lingkungannya. tidak menutup kemungkinan siswa mengalami “jalan buntu” (tidak mampu mengetahui yang baru) karena struktur kognisinya tidak mampu berakomodasi secara positif. sehingga terjadi proses asimilasi (pembentukan struktur kognisi yang sesuai). Namun demikian. Hal ini diperlukan kreatifitas guru dalam mengembangkan variasi dalam berbagai strategi agar siswa dapat memahami pengetahuan yang sedang dipelajari. struktur kognisi siswa dapat memodifikasi menuju keseimbangan (equilibrium). Melalui proses akomodasi dalam kegiatan pembelajaran yang dikembangkan oleh guru. Kemudian. Jika hal baru tersebut tidak sesuai dengan konsepsi awal siswa. maka akan terjadi konflik kognitif yang mengakibatkan adanya ketidak keseimbangan (disequilibrium) dengan struktur kognisinya. maka akan terjadi asimilasi atau penguatan dalam struktur kognisinya.

Mengetahui adanya konsepsi awal yang dimiliki siswa melalui pengalaman sebelumnya. Oleh karena itu dalam pembelajaran siswa harus dilibatkan secara langsung dengan fenomena-fenomena yang memungkinkan diperolehnya suatu pengetahuan. b. d. Memperhatikan terjadinya interaksi sosial. e. Gagasan tersebut antara lain menyebutkan bahwa dalam pengembangan pembelajaran Biologi hendaknya diperhatikan hal-hal sebagai berikut: a. Berdasarkan hal tersebut siswa akan terbiasa sekaligus mampu membangun pengetahuannya sendiri secara aktif tentang fenomena-fenimena alam yang ditemuinya dalam kehidupan seharihari. c. Melalui penerapan model pembelajaran ini siswa diberi kesempatan sebanyak-banyaknya untuk memperoleh pengalaman nyata dan pengembangan gagasan-gagasannya.34 Bertolak dari pandangan di atas. termasuk Biologi. Dari pandangan ini kemudian muncul gagasan untuk mengembangkannya ke dalam model pembelajaran. Menyadari bahwa dalam proses pembelajaran terjadi perubahan konseptual. Mengetahui bahwa pengetahuan tidak dapat diperoleh secara pasif. Menekankan pengembangan kemampuan hand-on dan mind-on siswa. maka dapat disimpulkan bahwa pengetahuan tidak dapat dipindahkan maknanya dari seorang guru kepada siswanya melainkan siswa sendirilah yang akan membangun pengetahuannya. .

. Skema Pembelajaran Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa Tahap pertama dalam pembelajaran. Siswa diberi kesempatan untuk mengkomunikasikan dan mengilustrasikan pemahamannya terhadap konsep tersebut. siswa diberi motivasi agar menemukan pengetahuan awalnya tentang konsep/materi yang akan dibahas. tahap-tahap pembelajaran yang dikembangkan dalam Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa yang diintegrasikan dengan alternative assessment adalah sebagai berikut: Menggali pengetahuann awal siswa berkaitan Dengan materi yang akan dibahas Memberikan informasi yang akan dilakukan konstruktivi sme JAS Cooperative Bioedutain ment Siswa melakukan eksplorasi secara kelompok Siswa melaporkan hasil eksplorasi Penegasan konseptual oleh guru Tes tertulis Hasil karya/action (penugasan) Tes/penugasan Bagan 4.35 Dalam implementasinya. Bila diperlukan guru bisa mengajukan pertanyaan problematik tentang fenomena yang sering ditemui siswa dalam kehidupan sehari-harinya tentang relevan dengan konsep/materi yang akan dibahas.

saat siswa memberikan penjelasan dan solusi yang didasarkan pada hasil pengamatannya ditambah dengan penguatan guru. Hal ini menjadikan siswa tidak ragu-ragu lagi tentang pemahamanya. Secara berkelompok. Secara keseluruhan tahapan ini akan memenuhi rasa keingin tahuan siswa tentang fenomena alam di sekelilingnya. maka siswa akan membangun pemahaman baru tentang konsep yang sedang dipelajari. Tahap ketiga. Hasil temuan kelompok didiskusikan dengan kelompok lain. guru berusaha menciptakan iklim pembelajaran yang memungkinkan siswa dapat mengaplikasikan pemahaman konseptualnya. baik melalui kegiatan atau pemunculan dan pemecahan masalah-masalah yang relevan dengan isu-isu dilingkungannya. siswa diberi kesempatan untuk menyelidiki dan menemukan konsep melalui pengumpulan. skema atau bentuk lainnya.36 Tahap ke dua. Tahap keempat. pengorganisasian dan penginterpretasian data dalam suatu kegiatan yang telah dirancang guru. grafik. siswa melakukan kegiatan eksperimen dan berdiskusi. baik secara lisan maupun yang tertulis seperti penyajian data dengan tabel. Tes dan penugasan (berupa assesment kerja/action dari lembar penugasan) dilaksanakan setelah pembelajaran selesai. Alternative assessment diterapkan pada saat siswa melakukan eksplorasi dan laporan hasil eksplorasi. .

2.37 B. Hipotesis Penelitian Hipotesis dalam penelitian ini adalah: 1.5. Aktifitas siswa SMP Negeri 27 Semarang dengan penerapan pendekatan JAS berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa menunjukkan adanya respon positif (+). . Hasil belajar siswa SMP Negeri 27 Semarang dengan penerapan pendekatan JAS berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa minimal mencapai 6.

VII B. mengerjakan tugas yang diberikan guru dan menjawab pertanyaan guru. dan VII G. mengemukakan pendapat. Aktifitas siswa dalam kelompok yang diamati meliputi aktifitas kerjasama. Subyek Penelitian Penelitian dilaksanakan di SMP 27 Semarang yang saat penelitian dilakukan sekolah tersebut menerapkan KBK (Kurikulum 2004). Data Penelitian Data-data yang diambil dalam penelitian ini meliputi: 1. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimen dengan pendekatan JAS sebagai treatment-nya.38 BAB III METODE PENELITIAN A. Data primer Data primer meliputi data-data hasil belajar dan aktifitas siswa selama pembelajaran. Hasil belajar yang diamati adalah perolehan nilai yang berhubungan dengan nilai tes dan nilai penugasan. Aktifitas siswa dalam kelas meliputi memperhatikan penjelasan guru. presentasi kelompok. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling karena pihak sekolah (kepala sekolah dan guru) menghendaki penelitian ini dilaksanakan di 3 kelas yaitu kelas VII C. hal ini dilakukan karena beberapa pertimbangan yaitu alasan keterbatasan waktu dan kesediaan tenaga pengajar B. mengemukakan pendapat atau bertanya. Aktifitas yang diamati meliputi aktifitas siswa dalam kelompok dan dalam kelas. menarik simpulan. Subyek penelitian ditentukan secara sampling. .

Setelah dilakukan pre-test kemudian hasilnya dianalisis berdasarkan pemahaman awal siswa mengenai materi yang akan diajarkan sehingga dapat diketahui konsep-konsep apa yang belum dimengerti siswa. . Pelaksanaan penelitian dapat digambarkan seperti alur di bawah ini: Pelaksanaan Pretest Analisis hasil pre-test Persentase Keberhasilan Analisis hasil post-test Post-test (nilai tes dan nilai tugas) Treatment Pembelajaran JAS Bagan 5. Alur Metode Pre-test and Post-test Design Pelaksanaan pre-test dilakukan sebelum diadakannya proses pembelajaran biologi dalam bentuk soal uraian sesuai dengan materi yang akan diterapkan. Rancangan Penelitian Penelitian Quasi Eksperimen ini dilakukan dengan metode pre-test and post-test design. Data sekunder Data sekunder meliputi kinerja/performance guru dalam KBM meliputi langkah-langkah proses pembelajaran yang seharusnya dilakukan guru secara keseluruhan dan potret secara diskripsi tentang kegiatan belajar mengajar C.39 2. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan sesuai dengan materi yang diajarkan yang lebih menekankan pada konsep-konsep yang belum dimengerti siswa/konsep yang salah berdasarkan hasil analisis pre-test.

Persiapan Pada tahap awal penelitian dilakukan observasi awal terhadap pembelajaran Biologi di SMP 27 Semarang dengan teknik pengamatan dan wawancara. dengan menetapkan . Perangkat tersebut adalah: a. Penyususnan RP dilaksanakan sebelum dilakukan kegiatan belajar mengajar mengenai materi Pengelolaan Lingkungan dengan memperhatikan langkah-langkah strategis yang dapat diterapkan guru. 2. Prosedur Penelitian 1. media yang mungkin digunakan. Bersamaan dengan penyusunan RP tersebut juga dilakukan perencanaan tempat yang akan dijadikan sebagai sumber belajar. serta pembuatan perangkat pelengkap lain seperti apron untuk nama kelompok.40 Post-test dilaksanakan setelah pelaksanaan treatment yang berupa evaluasi dalam bentuk pilihan ganda dan tugas/assesment kerja. D. Analisis post-test dilakukan setelah pelaksanaan post-test yang berupa nilai hasil tes dan nilai penugasan/assesment kerja. LKS yang disusun mempertimbangkan student centered activities. Perencanaan Pada tahap perencanaan menyusun perangkat untuk melaksanakan proses pembelajaran yang telah ditentukan. b. Lembar Kegiatan Siswa (LKS) LKS disusun untuk melengkapi RP. Rencana Pembelajaran (RP).

Instrumen yang digunakan adalah soal-soal yang dibuat untuk mengetahui daya tangkap atau pemahaman siswa tentang materi yang telah diberikan. .41 langkah-langkah yang memungkinkan siswa menemukan sendiri konsep yang dibahas. c. Instrumen Instrumen adalah alat bantu yang digunakan dalam pengumpulan data dalam penelitian. 2) Menentukan tipe soal untuk menguji kemampuan awal siswa berupa soal obyektif dan atau pilihan ganda. Membuat Lembar Penilaian (Rubrik) Lembar penilaian/rubrik dibuat berdasarkan lembar observasi yang diperlukan dalam penelitian seperti rubrik untuk aktifitas siswa. e. Membuat Lembar Observasi Lembar observasi yang dibuat meliputi aktifitas siswa. lembar observasi kinerja guru dalam pembelajaran dan lembar observasi kinerja siswa (dalam lampiran). rubrik kinerja guru dalam pembelajaran dan rubrik assesment kinerja siswa (dalam lampiran). Langkah-langkah penyusunan instrument dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Materi yang diberikan sesuai dengan konsep pengelolaan lingkungan . d.

Data yang diambil ada 2 yaitu data primer antara lain: nilai posttest dan aktifitas siswa. Uji coba instrumen Setelah perangkat tes disusun. data sekunder yaitu data potret secara diskripsi tentang . 4) f. kesan maupun saran mengenai proses pembelajaran yang telah diterapkan dalam penelitian. Sumber data Sumber data penelitian eksperimen ini adalah siswa kelas VII SMP 27 Semarang. Data dan Cara Pengambilan Data 1. Tahap-tahap Penelitian Tahap-tahap penelitian dilaksanakan sesuai pembelajaran yang telah direncanakan melalui Rencana Pembelajaran (RP) (dalam lampiran). Lembar tanggapan siswa Lembar tanggapan yang diberikan siswa untuk mengemukakan tanggapan.42 3) Menyusun kisi-kisi soal beserta pengetahuan yang ingin dicapai antara lain: aspek ingatan (C1). Indikatornya adalah dengan menghitung validitas. Menyusun soal sesuai dengan kisi-kisi yang telah ditentukan. dan aspek aplikasi (C3). E. aspek pemahaman (C2). tingkat kesukaran. dan reabilitasnya. kemudian dilakukan uji coba: tujuan uji coba adalah untuk mengetahui apakah instrument layak digunakan sebagai alat pengambil data atau tidak. daya pembeda. g. 3.

Data aktifitas siswa diambil menggunakan lembar observasi Data tugas-tugas siswa dari guru setelah kegiatan belajar mengajar Data performance guru diambil dengan menggunakan lembar observasi. Alat . Tes uraian digunakan untuk mengetahui pengetahuan awal siswa yang diberikan sebelum proses pembelajaran dimulai. tes kinerja siswa dan tes obyektif. 2. c. Instumen tes yang digunakan adalah tes uraian. Instrumen tes Instrumen tes digunakan untuk mengetahui data tentang hasil belajar siswa dalam konsep pembelajaran Biologi pada materi Pengelolaan Lingkungan. e. Instrumen Instrumen penelitian yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian Quasi-eksperimen ini berupa instrumen tes dan instrumen non tes. Pengambilan data melalui tes obyektif ini dilakukan sesudah seluruh proses pembelajaran/seluruh materi dalam Pengelolaan Lingkungan selesai. 1. d.43 kegiatan belajar mengajar (penerapan JAS dalam pembelajaran Biologi) dan kinerja guru dalam KBM. Cara pengambilan data a. Data nilai belajar diambil dengan memberikan tes kepada siswa. Data tentang situasi belajar mengajar pada saat dilaksanakannya pembelajaran dengan pendekatan JAS secara diskriptif F. tes kinerja berupa assesmet kerja siswa yang dilaksanakan setelah setiap sub-materi pelajaran selesai dilaksanakan. yang terdiri dari 16 butir soal isian. b. Tes obyektif berupa pilihan ganda dengan 4 pilihan jawaban (option) yang berjumlah 30 butir.

61 sampai dengan 0. 2002) yang sebagai berikut: rxy = (NΣx NΣxy − (Σx )(Σy ) 2 − (Σx ) 2 )(NΣy 2 − (Σy ) 2 ) Keterangan: rxy N ∑X ∑Y ∑X² ∑Y² = koefisien korelasi skor item dengan skor total = jumlah peserta = jumlah skor item = jumlah skor total = jumlah kuadrat skor item = jumlah kuadrat skor total ∑XY = jumlah perkalian skor item dengan skor total Setelah diperoleh harga rxy kemudian dikonsultasikan dengan harga r product moment. Validitas butir soal Validitas dalam tes ini ditentukan dengan menghitung koefisien korelasi total dengan skor soal dengan rumus korelasi product moment angka kasar (Arikunto.81 sampai dengan 1. Apabila harga rxy lebih besar daripada harga r tabel maka butir soal tersebut valid.00 sampai dengan 0. reliabilitas soal.20 = validitas sangat rendah .40 = validitas rendah 0.00 = validitas sangat tinggi 0.80 = validitas tinggi 0.41 sampai dengan 0.21 sampai dengan 0. a.44 evaluasi berupa tes obyektif yang terlebih dahulu telah diujicobakan di luar sampel penelitian digunakan dalam penelitian untuk mengetahui validitas tes.60 = validitas cukup 0. Kriteria validitas soal menurut Arikunto (2002) yang dimodifikasi sebagai berikut: 0. taraf kesukaran dan daya pembeda.

maka hasil analisisnya dapat disajikan pada tabel 1 berikut: Tabel 1.21.71 sampai dengan 1.16 17. p Keterangan: p B JS = b js = indeks kesukaran = banyaknya siswa yang menjawab soal dengan betul = jumlah seluruh siswa peserta tes Klasifikasi indeks kesukaran menurut Arikunto (2002) yang dimodifikasi sebagai berikut: 0.8.24.19.30.26.11.15.33.25 b.31 sampai dengan 0.45 Dari 35 butir soal yang telah diujicobakan sebelum penelitian.18.23.32. Hasil Analisis Validitas Butir Soal Uji Coba Keterangan Valid No Butir Soal 1.2.22.34.9.14.35 Tidak Valid 5.00 = mudah Dari 35 butir soal yang telah diujicobakan sebelum penelitian.12.20.27.10.29.4. Taraf kesukaran butir Menurut Arikunto (2002) taraf kesukaran butir soal dihitung dengan cara membangdingkan siswa yang menjawab betul dengan jumlah seluruh siswa peserta tes dengan rumus.13.3.00 sampai dengan 0.6. maka hasil analisisnya dapat disajikan pada tabel berikut: .28.70 = sedang 0.31.7.30 = sukar 0.

Daya pembeda soal Daya pembeda soal adalah kemampuan suatu soal untuk membedakan antara siswa yang pandai dengan siswa yang kurang pandai (Arikunto.18.19.23.24.00 = jelek = cukup = baik = baik sekali .13.20 0. D = BA BB − = PA − PB JA JB keterangan: D = indeks diskriminasi JA JB = banyaknya peserta kelompok atas = banyaknya peserta kelompok bawah BA = banyaknya peserta kelompok atas menjawab betul BB = banyaknya peserta kelompok bawah menjawab betul PA = proporsi peserta kelompok atas yang menjawab betul PB = proporsi peserta kelompok bawah menjawab betul Klasifikasi daya pembeda sebagai berikut: 0.27.34.71 sampai dengan 1. 2002).33 20.22.12.14.11. Hasil Analisis Taraf Kesukaran Butir Soal Uji Coba Keterangan Sukar Sedang 7.3.2. Angka yang menunjukkan besarnya daya pembeda indeks diskriminasi (D).29 1.10.5.46 Tabel 2.26.5.9.35 c. indeks diskriminasi berkisar antara 0. Mudah 4.28.15.00.17.00 – 1.25. 30.00 sampai dengan 0.31.4 0.16.8.71 0.21 sampai dengan 0. No Butir Soal 32.21.41 sampai dengan 0.

33. Penentu reabilitas alat ukur dalam penelitian ini digunakan dalam langkah kerja sebagai berikut: Setelah perangkat tes diujicobakan.47 Dari 35 butir soal yang telah diujicobakan sebelum penelitian.9. maka hasil analisisnya dapat disajikan pada tabel 1 berikut: Tabel 3.32. kemudian hasilnya dimasukkan ke dalam tabel distribusi.21. Hasil Analisis Daya Pembeda Butir Soal Uji Coba Keterangan Baik Sedang No Butir Soal 2.19.3.11.14.28.35 Jelek 23 d.31.20. Uji reabilitas atau keterhandalan Selain butir-butir soal diuji tingkat validitas.13. Menghitung harga reabilitas dengan rumus sebagai berikut: 2 ⎡ n ⎤ ⎡ S − Σpq ⎤ r11 = ⎢ ⎥ 2 ⎥⎢ ⎣ n − 1⎦ ⎣ S ⎦ Keterangan: R11 : Reliabilitas tes secara keseluruhan n p q S : Jumlah butir soal : Proporsi siswa yang menjawab benar : Proporsi siswa yang menjawab salah : Simpangan baku .26.18. Butir yang valid belum tentu reliabel maka butir yang baik harus memiliki kriteria reliabel. 15.12.10.6.27.29.34 1.22 25.8.24.4.7.30.17.16.5. juga perlu diuji tingkat reabilitasnya.

30.35 .12.17.927 Kriteria Reliabel Koefisien korelasi Sangat tinggi Dari hasil analisis tingkat kesukaran.11.28.10.20.80 0. Hasil Analisis Reliabilitas Soal Uji Coba Σ Siswa (N) 42 r tabel 0.41 sampai 0.81 sampai1.18.9. Tabel 4.26.32.61 sampai 0. maka item yang digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut: Tabel 5. daya beda.14.22.6. diketahui bahwa instrumen soal telah reliabel.2.4. yang berarti soal tersebut dapat digunakan sebagai soal tes tertulis karena memiliki taraf kepercayaan tinggi.19. 5.13.20 : : : : : sangat tinggi tinggi cukup rendah sangat rendah Berdasarkan hasil ujicoba soal.00 0.60 0.31.25 21.23.24.48 Harga r yang diperoleh kemudian dikonsultasikan dengan r tabel product moment dengan taraf signifikasi 5%.00 sampai 0. Jika harga r hitung > r tabel product moment maka item soal yang diuji bersifat reliabel.298 r11 0. Besarnya koefisien korelasi adalah: 0.8.33.15.16.29.27.21 sampai 0.40 0.4.3.7. Nomor Soal yang Digunakan dan Tidak Digunakan (dibuang) Nomor Butir Soal / Kriteria Digunakan Dibuang 1. validitas san reliabilitas soal di atas.

49

2. Instrumen non-test Instrumen non-test yang digunakan untuk mengumpulkan data aktifitas siswa maupun kinerja guru. a. Lembar observasi Lembar observasi ini digunakan untuk mengamati keaktifan siswa baik secara individu maupun kelompok dan kinerja guru pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. b. Lembar wawancara Lembar wawancara digunakan sebagai pedoman mendapatkan informasi tentang tanggapan siswa setelah pembelajaran. G. Metode Analisis Data Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif. Temuan yang berupa angka-angka dianalisis dan diberi makna berdasarkan catatan lapangan sehingga dapat digunakan untuk merumuskan simpulan. 1. Pengolahan data pre-test dilakukan secara diskriptif yaitu memberikan keterangan berdasarkan jumlah siswa yang menjawab betul lengkap, betul tidak lengkap, kurang betul, dan salah. Lembar penilaian post-test dapat ditunjukkan melalui tabel di bawah ini: LEMBAR ANALISIS PRE-TEST Materi pre-test Kelas = ............................................ = ............................................

50

Tabel 6. Lembar Analisis Pre-test No soal (Pre-test) 1 2 3 4 Rerata (%) Betul

Keterangan Jawaban Kurang Salah

Setelah dianalisis dan diketahui jumlah jawaban siswa yang menjawab betul lengkap, betul tidak lengkap, kurang lengkap, dan salah kemudian dijumlah dan dijadikan persentase (%) dengan cara sebagai berikut:

% betul lengkap =

jumlah siswa menjawab betul lengkap jumlah seluruh siswa

% kurang =

jumlah siswa menjawab kurang betul jumlah seluruh siswa

% salah =

jumlah siswa menjawab salah jumlah seluruh siswa

Analisis data post-test dilakukan dengan cara memberikan keterangan berdasarkan jumlah siswa yang menjawab betul atau salah pada setiap nomer soal post-test yang berkaitan dengan soal pre-test, yaitu dengan cara sebagai berikut:

51

LEMBAR ANALISIS POST-TEST

Tabel 7. Lembar Analisis Post-test Hasil Pre-test Kelas Materi
Betul Kurang Salah

Hasil Post-test
Betul Salah

Keterangan

2. Menentukan batas lulus individual, yaitu apabila telah mencapai nilai ≥ 6,5. Hal ini berdasarkan Standar Ketuntasan Belajar Mengajar (SKBM) yang ditetapkan pada mata pelajaran biologi SMP Negeri 27 Semarang. Untuk menghitung ketuntasan belajar secara individual dengan rumus:
NS = Σb × 10 Σn

Keterangan: NS : Nilai ketuntasan belajar secara individual ∑b ∑n : Jumlah skor jawaban benar setiap siswa : Jumlah seluruh item

3. Menentukan persentase kelulusan siswa secara klasikal dengan rumus:
P= ∑ ni × 100% ∑n

Keterangan: P

= Ketuntasan belajar klasikal

∑ ni = Jumlah siswa yang tuntas secara individual (nilai ≥ 6,5) ∑ n = Jumlah total siswa

60% 61% .80% = Jelek = Kurang = Cukup = Baik 81% . maka langkah yang ditempuh adalah menentukan skor maksimal SMI) pada setiap pertemuan. Penentuan nilai untuk aktifitas siswa dan kinerja guru digunakan skala 11. Tabel Konversi Skala 11 No Tingkat Penguasaan Batas Bawah 1 2 3 4 5 6 95%-100% 85%-94% 75%-84% 65%-74% 55%-64% 45%-545 95% x SMI 85% x SMI 75% x SMI 65% x SMI 55% x SMI 45% x SMI Batas Atas 100% x SMI 94% x SMI 84% x SMI 74% x SMI 64% x SMI 545 x SMI Nilai 10 9 8 7 6 5 .40% 41% . Pengolahan data mengenai aktifitas siswa dianalisis secara deskriptif berdasarkan hasil observasi dengan menggunakan lembar observasi pada saat dilaksanakan kegiatan belajar mengajar. 2002) 4. untuk menentukan nilai hasil konversi.52 Penilaian kualitas hasil belajar dilakukan dengan mengkonfirmasikan persentase kelulusan klasikal dengan parameter sebagai berikut: 0% . 5. Tabel 8.20% 21% .100% = Sangat baik (Ridlo. Pengolahan data pada item performance dengan cara mengubah score dalam bentuk nilai. dan membuat pedoman konversi skala 11.

b. 2.53 7 8 9 10 11 35%-44% 25%-34% 15%-24% 5%-14% 0%-4% 35% x SMI 25% x SMI 15% x SMI 5% x SMI 0% x SMI 44% x SMI 34% x SMI 24% x SMI 14% x SMI 4% x SMI 4 3 2 1 0 H. Lebih dari 85% siswa mendapatkan nilai post-test lebih dari 65. Hasil belajar yang diperoleh siswa pada nilai post-test lebih dari 65. Gambaran akivitas positif (+) siswa dalam mendukung pembelajaran biologi (pengelolaan lingkungan) yang telah dilakukan. Indikator Keberhasilan Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah 1. a. .

. Berikut adalah hasil penelitian beserta pembahasannya: A. pertemuan III membahas tentang pencemaran udara. pertemuan IV membahas tentang pencemaran air dan tanah dan pertemuan V dilaksanakan post test Hasil penelitian ini meliputi hasil belajar siswa yang terdiri dari hasil pre-test. pencemaran udara. Hasil Belajar Siswa Penelitian hasil belajar dan aktifitas siswa dengan penerapan JAS berbasis analisis pengetahuan awal siswa pada materi pengelolaan lingkungan meliputi konsep erosi tanah. pertemuan II membahas pengaruh penebangan hutan (erosi tanah). yaitu Pertemuan I pelaksanaan pre-test. Dalam pelaksanaannya. dan nilai assesment kerja dan hasil observasi aktifitas siswa terhadap proses pembelajaran dengan pendekatan JAS berbasis analisis pengetahuan awal siswa pada materi pengelolaan lingkungan. Penelitian pada konsep materi tersebut dilaksanakan selama lima kali pertemuan. dan pencemaran tanah. pencemaran air. post-test. penelitian ini dibagi menjadi 5 pertemuan.54 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Penelitian yang berjudul “Hasil Belajar dan Aktifitas Siswa dengan Penerapan Jelajah Alam Sekitar Berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa Pada Konsep Pengelolaan Lingkungan (Studi Kasus di SMP Negeri 27 Semarang) telah dilaksanakan dari tanggal 11 April sampai dengan 10 Mei 2006 di SMP Negeri 27 Semarang.

17 Baik 18.31 69. VIIC dan VIIG yang meliputi pre-test dan post-test dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 9.92 81. Hasil penelitian tentang penerapan pendekatan JAS berbasis analisis pengetahuan awal siswa berupa hasil belajar siswa kelas VIIB. Data Kelas VIIB VIIC VIIG Nilai Pre-test (%): Betul Salah Nilai Post-test (%) Betul Salah Nilai rata-rata Ketuntasan Klasikal (%) Kualitas Hasil Belajar 8.8 Sangat baik . VIIC dan VIIG.30 31.36 75.08 68.55 Hasil belajar siswa diperoleh dari hasil analisis pengetahuan awal siswa melalui pre-test yang dilaksanakan sebelum proses pembelajaran dimulai (pertemuan I).64 79.70 68. Ketuntasan belajar siswa secara individual adalah jika siswa sudah mencapai nilai ≥ 6.1 Baik 20.80 78.68 30.20 24.69 91.2 73. hasil evaluasi (post-test) dilaksanakan setelah proses pembelajaran pada materi pengelolaan lingkungan selesai dan nilai hasil unjuk kerja dilakukan setelah proses pembelajaran tiap pertemuan/submateri selesai.2 87.32 69.2 64. Rekap Hasil Belajar Siswa (pre-test dan post-test) pada Pembelajaran Pengelolaan Lingkungan dengan Pendekatan JAS Berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa SMP N 27 Semarang Kelas VIIB.5 sesuai dengan standar ketuntasan sekolah SMP N 27 Semarang dan secara klasikal lebih dari 85% siswa mendapatkan nilai post-test lebih dari 65.

Strategi pembelajaran yang diungkapkan oleh Kemp dalam Sanjaya (2007) adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan oleh guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan efisien. Menurut Dick dan Carey dalam Sanjaya (2007) juga menyebutkan bahwa strategi pembelajaran itu adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa.56 Pada penelitian ini strategi yang digunakan adalah strategi pembelajaran yang berbasis analisis pengetahuan awal siswa. Alur Tahap-Tahap Pembelajaran . Pada penelitian ini setiap pertemuan tahap-tahap pembelajaran yang dikembangkan dalam Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa adalah sebagai berikut: Menggali pengetahuann awal siswa berkaitan Dengan materi yang akan dibahas Memberikan informasi yang akan dilakukan konstruktivisme Siswa melakukan eksplorasi secara kelompok JAS Cooperative Bioedutainment Siswa melaporkan hasil eksplorasi Penegasan konseptual oleh guru Tes tertulis Hasil karya/action (penugasan) Tes/penugasan Bagan 6.

Hasil pre- . guru terlebih dahulu mempersiapkan hal-hal yang diperlukan dalam mendukung proses pembelajaran seperti sarana dan prasarana yang meliputi penyusunan Rencana Pembelajaran mengenai materi pengelolaan lingkungan. media yang akan digunakan. Menurut Soekamto (1995) kemampuan awal penting untuk diketahui guru sebelum mulai pengajaran. Hal ini dapat meyakinkan guru dari mana pembelajaran akan dimulai agar siswa mampu memahami apa yang akan dipelajarinya..64%. kelas VIIC 18. Lembar Kerja Siswa.69%. pencemaran udara. dan kelas VIIG 20. Pertanyaan awal yang berupa soal isian ini dimaksudkan untuk menggali atau mengetahui sejauh mana pengetahuan awal siswa tentang konsep pengelolaan lingkungan. Berdasarkan rekap hasil belajar siswa di atas dapat diketahui bahwa pada hasil pre-test di ketiga kelas menunjukkan persentase yang berbeda-beda yaitu pemahaman siswa mengenai pengelolaan lingkungan untuk kelas VIIB sebesar 8. air dan tanah.57 Sebelum guru melaksanakan proses pembelajaran. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa kurang dari 75% materi pada konsep mengenai pengelolaan lingkungan belum diketahui atau dipahami oleh siswa. karena dengan demikian dapat diketahui apakah siswa telah mempunyai keterampilan atau pengetahuan yang merupakan prasyarat untuk mengikuti pengajaran dan sejauh mana siswa telah mengetahui materi yang akan disajikan. soal-soal pre-test dan post-test.92%. Kegiatan pendahuluan yang dilakukan oleh guru berupa apersepsi yaitu memberikan pertanyaan awal tentang konsep pengelolaan lingkungan yang meliputi erosi.

Setelah guru memberikan apersepsi. apersepsi atau pre-test berfungsi juga untuk menimbulkan dan mempertahankan perhatian dan dorongan terhadap stimulus belajar siswa dalam melakukan kegiatan belajar. Pada kegiatan inti guru memberikan informasi kegiatan yang akan dilakukan. Seperti yang dikemukakan oleh Dalyono (1996) bahwa seseorang yang mempunyai intelegensi baik umumnya mudah belajar dan hasilnya cenderung baik.58 test pada kelas VIIG menunjukkan persentase yang lebih besar karena siswa kelas VIIG merupakan satu-satunya kelas unggulan yang dimiliki sehingga kemampuan intelegensinya memang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kelas lain. Informasi kegiatan tersebut berupa kegiatan yang berhubungan dengan materi yang akan dipelajari pada petemuan yang bersangkutan. Pengetahuan mengenai pengelolaan lingkungan tersebut mungkin didapatkannya pada pengalaman-pengelaman siswa sebelumnya baik di tingkat formal (sekolah) maupun di tingkat nonformal (lingkungan). Selain bermanfaat untuk menggali pengetahuan awal siswa mengenai materi yang akan diajarkan. Kemampuan yang tinggi dapat mendukung siswa dalam proses belajar dan akan mendapatkan hasil yang maksimal. kemudian guru memberikan tujuan pembelajaran serta motivasi untuk mendukung proses belajar yang akan berlangsung. hal ini dibuktikan juga dengan hasil nilai ulangan pada materi sebelumnya yang selalu lebih tinggi nilai rata-ratanya dibanding kelas lainnya. juga dapat dijadikan sebagai dasar/patokan guru untuk merancang bagaimana proses pembelajaran yang sesuai. Pada tiap-tiap pertemuan dalam kegiatan inti guru membentuk kelompok untuk .

pembelajaran seharusnya memperhatikan pengembangan hand-on dan mind-on siswa Guru membagikan media tiruan beserta LKS (pada lampiran) yang sesuai dengan materi yang dipelajari Secara singkat proses pembelajaran kegiatan inti yang berlangsung di setiap pertemuan pada konsep pengelolaan lingkungan dengan penerapan JAS adalah sebagai berikut: . Jelajah Alam Sekitar secara ontologis dicirikan dengan siswa belajar melakukan secara nyata dan alamiah. maka pendekatan yang diambil untuk mengubah pengetahuan awal siswa yang semula salah atau belum paham menjadi benar adalah pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS). Seseorang akan lebih efektif dalam proses belajar jika kognitifnya secara aktif mengalami rekonstruksi. berpusat pada siswa. baik ketika berbenturan dengan suatu fenomena maupun kondisi sosial. Berdasarkan analisis pre-test. berpikir tingkat tinggi. VIIC yang terdiri dari 42 siswa dan VIIG terdiri dari 42 siswa dibagi menjadi 7 kelompok sehingga tiap kelompok terdiri dari 6 siswa. menanamkan sifat ilmiah dan sebagai cara dalam mengukur hasil belajar Pendekatan JAS dikembangkan berdasarkan pemikiran Piaget dan Vygotsky yang menekankan konstruktivisme kognitif dan sosial.59 mendukung sistem pembelajaran yang akan berlangsung. memecahkan masalah. bentuk kegiatan lebih utama dari pada hasil. siswa cenderung belum menguasai materi mengenai pengelolaan lingkungan yaitu kurang dari 75%. terbentuknya masyarakat belajar. Oleh karena itu masing-masing kelas yaitu kelas VIIB yang terdiri dari 42 siswa. Sebagai implikasinya.

Siswa diajak untuk mengeksplorasi dan mengamati kejadian alam mengenai penggundulan hutan yang disimulasikan dengan media tiruan berupa 3 buah kotak yang diisi dengan tanah dan ditanami rumput dengan kepadatan yang berbeda-beda tiap kotak. Alat bantu ini menggambarkan suatu keadan di sungai maupun di danau. Seperti pada pertemuan kedua. Dengan kegiatan ini diharapkan siswa mampu memahami ciri-ciri air yang tercemar. Siswa diajarkan mengenai pencemaran air. sebab dan akibat terjadinya erosi tanah dan dapat mengaplikasikan kejadian tersebut di alam nyata. Pembelajaran pada pertemuan ketiga dilaksanakan di laboratorium. memahami pentingnya pelestarian alam dan upaya untuk menanggulanginya. Siswa dibimbing membuat laporan mengenai kegiatan yang telah dilakukan. Siswa diajak untuk mengeksplorasi bagaimana keadaan ikan maupun lingkungannya setelah tercemar dengan meneteskan beberapa tetes pertisida dan detergen.60 Pada pertemuan kedua pembelajaran yang dilakukan di laboratorium dimulai dengan materi erosi tanah. pada pertemuan ini menggunakan alat simulasi berupa beberapa ekor ikan yang dimasukkan ke dalam gelas. Guru membimbing siswa dalam membuat laporan kegiatan dan melaksanakan assesment kerja berupa menanam tanaman di pot sebagai assesment-nya. Pada pertemuan keempat dilaksanakan dua kali kegiatan yaitu mengenai pencemaran udara dan pencemaran tanah. Dengan alat bantu ini diharapkan siswa dapat menemukan konsep tentang erosi tanah. Kegiatan yang pertama kali . sebab dan akibat yang ditimbulkan.

61

dilakukan mengenai pencemaran udara. Pada kegiatan ini siswa diajak ke luar ruang untuk melaksanakan ekplorasi mengenai keadaan lingkungan di sekitar sekolah. Setelah itu siswa diajak untuk melakukan eksperimen dengan menggunakan jangkrik yang dibungkus dengan plastik. Hal ini

menggambarkan suatu lingkungan yang dihuni oleh makhluk hidup. Pada kegiatan ini siswa dihaapkan dan dapat mengetahui lingkungan dan (udara) memahami tercemar.

situasi/kejadian

sebelum

sesudah

Pencemaran dilakukan dengan menambahkan asap kendaraan di dalam plastik yang telah berisi jangkrik. Siswa melakukan kegiatan pengamatan terhadap hewan uji mengenai keadaannya sebelum dan sesudah udara tercemar. Selain itu siswa juga mengamati kertas karton yang telah dioleskan gel dipermukaanya setelah didekatkan di knalpot sepeda motor.. Dengan kegiatan ini diharapkan siswa mampu memahami ciri-ciri udara yang tercemar, sebab dan akibat yang ditimbulkan, memahami pentingnya pelestarian alam dan upaya untuk menanggulanginya. Setelah kegiatan mengenai materi pencemaran udara, siswa diajak ke dalam ruang (laboratorium) untuk melaksanakan pembelajaran mengenai pencemaran tanah. Pada kegiatan ini dilaksanakan metode permainan yaitu bingo. Siswa disuruh untuk mengumpulkan sampah yang ada di sekitar laboratorium. Dari sampah-sampah yang telah dikumpulkan siswa tersebut dijadikan bahan untuk permainan Bingo (pelaksanaan permainan dapat dilihat pada LKS Penanggulangan Pencemaran Tanah). Setelah permainan berakhir guru memberikan tambahan maupun penegasan konsep mengenai pencemaran

62

tanah. Pada akhir kegiatan di pertemuan keempat ini siswa disuruh membuat poster/slogan yang berisi ajakan atau usulan penanggulangan pencemaran dan kerusakan lingkungan sesuai materi yang telah diajarkan (erosi tanah, pencemaran air, pencemaran udara dan pencemaran tanah). Kegiatan guru pada kegiatan inti adalah sebagai pembimbing jalannya kegiatan pelajaran baik pada saat siswa melakukan eksplorasi, pengamatan maupun membuat laporan. Menurut Slavin (1995) pada pembelajaran siswa diberi kesempatan untuk secara aktif melakukan eksplorasi ke lingkungan untuk mencapai kecakapan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dilakukannya eksplorasi, siswa dapat memahami konsep dan menyusun pengetahuannya sendiri dan berinteraksi sosial dengan lingkungannya Berdasarkan pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan kedua sampai pertemuan keempat tersebut memperlihatkan bahwa pembelajaran tersebut sesuai dengan Pendekatan JAS yang mencakup hal-hal yang inovatif dalam penerapannya yaitu konstruktivisme, penerapan proses sains, proses inquiri, proses eksplorasi lingkungan alam sekitar, dan penerapan alternative assessment. Pada kegiatan inti guru berusaha menciptakan kegiatan yang menyenangkan antara lain mengajak belajar siswa ke luar kelas, menggunakan metode permainan maupun menggunakan metode simulasi/menggunakan media tiruan sebagai bentuk gambaran yang sesuai dengan keadaan alam. Menurut Sanjaya (2007) metode simulasi adalah cara penyajian pengalaman belajar dengan menggunakan situasi tiruan untuk memahami tentang konsep, prinsip, atau keterampilan tertentu. Dalam pelaksanaannya siswa sendiri yang

63

memperagakan/mengeksplorasi media yang telah ditentukan tersebut. Metode seperti ini digunakan dengan asumsi bahwa tidak semua proses pembelajaran dengan peneraan JAS dapat dilakukan secara langsung pada obyek sebenarnya. Selain menggunakan media dalam proses pembelajaran siswa sekali-kali diajak ke luar ruang kelas. Pembelajaran tersebut dilakukan agar siswa terbebas dari suasana takut, menegangkan dan rasa bosan. Hal ini sesuai dengan karakter Jelajah Alam Sekitar (JAS) antara lain adanya unsur joyful lerning (belajar yang menyenangkan) dengan nuansa Bioedutainment. Menurut Sanjaya (2007) proses pembelajaran adalah proses yang dapat mengembangkan seluruh potensi siswa, seluruh potensi tersebut dapat dikembangkan manakala siswa terbebas dari rasa takut dan menegangkan, oleh karena itu perlu diupayakan proses pembelajaran yang menyenangkan (joyful learning). Proses pembelajaran yang menyenangkan dapat dilakukan dengan menata ruangan yang apik dan menarik, dan melalui pengelolaan pembelajaran yang hidup dan bervariasi yakni dengan menggunakan pola dan model pembelajaran, media dan sumber belajar yang relevan serta gerakangerakan guru yang mampu membangkitkan motivasi belajar. Menurut Suwarna (2006) pengetahuan tumbuh dan berkembang melalui pengalaman. Pemahaman berkembang semakin dalam dan semakin kuat apabila selalu diuji dengan pengalaman baru. Pengalaman pada proses pembelajaran ini merupakan pengalaman tiruan karena pengalaman yang diperoleh melalui benda atau kejadian yang dimanipulasi agar mendekati keadaan yang sebenarnya. Pengalaman tiruan sudah bukan merupakan pengalaman langsung

dengan hasil tersebut maka dapat dikatakan bahwa unjuk kerja yang dilakukan siswa dapat mendukung efekifitas proses pembelajaran. Tahap-tahap kegiatan guru dan siswa tiap pertemuan dapat dilihat pada lampiran Rencana Pembelajaran. mengetahui tingkat keberhasilan siswa serta keberhasilan guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Setelah siswa menyimpulkan kegiatan yang telah dilakukan. Oleh karena itu pada akhir pembelajaran siswa diberikan tugas untuk melakukan unjuk kerja yang berupa menanam tanaman di pot (pada pertemuan ke dua materi erosi tanah) dan membuat slogan bertemakan lingkungan sesuai materi yang telah diberikan (pada pertemun ke empat). Hal ini tampak pada hasil assesment yang menunjukkan bahwa setiap kelompok di ketiga kelas mendapatkan nilai ≥7.64 sebab obyek yang dipelajari tidak asli. Kegiatan selanjutnya guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyimpulkan hasil pembelajaran yang telah dilakukan. Hasil assesment kerja tiap kelompok mengenai kinerja menanam tanaman di pot dan kinerja membuat slogan sangat baik. Kegiatan tersebut dilakukan dengan maksud untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang apa yang telah dipelajari siswa serta keterkaitannya dengan pengalaman sebelumnya. Berdasarkan pemikiran Piaget dan Vygotsky bahwa pembelajaran seharusnya memperhatikan pengembangan hand-on siswa. guru memberikan penegasan atau tambahan konsep yang berhubungan dengan kegiatan yang telah dilakukan. .

68%. VIIC.2 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 64.68% untuk kelas VIIC sebesar 68.1% dan nilai rata-rata kelas VIIG 78. Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa adanya peningkatan pemahaman siswa dibandingkan dengan hasil pre-test. Hal ini dapat dianalisis lebih jauh mengenai jalannya proses pebelajaran tersebut berlangsung. nilai rata-rata kelas VIIC 68.17%. Kelas VIIB mengalami peningkatan sebesar 60. Setelah dianalisis hasil post-test dapat dilihat pada tabel 9.20%.65 Pada pertemuan terakhir (pertemuan ke lima) dilaksanakan evaluasi (posttest) yang bertujuan untuk mengtahui hasil belajar yang diperoleh siswa.8%.2 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 87. Berdasarkan tabel 9 tersebut diketahui bahwa persentase hasil post-test siswa yang menjawab betul pada kelas VIIB sebesar 69.99%. dan VIIG telah menunjukkan hasil dengan rata-rata lebih dari 65.30% dan kelas VIIG sebesar 75. walaupun demikian untuk ketuntasan belajar secara klasikal belum mencapai tujuan yang diharapkan yaitu minimal 85% siswa mendapatkan nilai lebih dari 65. . Berdasarkan hasil belajar siswa dengan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar dengan Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa pada penerapannya belum sesuai dengan harapan karena ketuntasan belajar yang diperoleh belum mencapai angka minimal yaitu 85%.2 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 73. Menurut Ridlo (2002) ketuntasan belajar yang diperoleh pada ketiga kelas yaitu untuk kelas VIIB dan VII tergolong baik sedangkan untuk kelas VIIG ketuntasan belajar secara klasikal sangat baik. kelas VIIC sebesar 49. Nilai rata-rata kelas VIIB 69. Nilai rata-rata post-test di ketiga kelas yaitu VIIB.38% dan kelas VIIG sebesar 54.

Membimbing siswa melakukan refleksi b. Hasil Observasi Aktifitas Guru Selama Pembelajaran. Memotivasi siswa b. Membimbing diskusi kelompok e. Memberi tanggapan kelompok g. Membimbing siswa menarik kesimpulan h. sarana dan prasarana. Menggali pengetahuan siswa Kegiatan Inti a. Seperti yang dikemukakan oleh Sanjaya (2007) bahwa faktor-faktor yang berpengaruh dalam kegiatan proses sistem pembelajaran adalah guru. siswa. Memberi kesempatan siswa mencatat c. Memberi tugas Jumlah skor Konversi nilai skala 11 Kriteria 3 4 3 2 4 3 3 2 3 3 2 4 3 2 2 43 7 Baik . No Aspek yang diamati VII B 2 4 4 4 4 4 3 3 4 3 1 2 3 3 3 47 8 Baik Kelas VII C VII G 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 2 3 4 4 51 9 Sangat baik 1 2 3 Pendahuluan a. Membentuk kelompok c. Berdasarkan hal tersebut maka pada penelitian ini dilaksanakan observasi kinerja guru dan observasi aktifitas siswa yang didukung dengan sarana dan lingkungan selama pembelajaran berlangsung. Memberi penegasan konsep essensial Penutup a. Melakukan feedback pertanyaan d.66 Pembelajaran adalah proses interaksi antara siswa dengan lingkungannya. Adapun hasil aktifitas/kinerja guru selama proses belajar mengajar adalah sebagai berikut: Tabel 10. dan lingkungan. Menyampaikan tujuan pembelajaran c. Memberi informasi tentang kegiatan b. Membagi LKS dan memberi pelajaran d. Memberi kelompok presentasi f.

Pada pendahuluan guru kurang memberikan motivasi kepada siswa. Menurut Sanjaya (2007) motivasi merupakan salah satu aspek dinamis yang . kurangnya sarana yang dibutuhkan maupun kesulitan dalam mengelola siswa.67 Berdasarkan pelaksanaan proses pembelajaran pengelolaan lingkungan guru telah melakukan pembelajaran sesuai dengan silabus dan RP yang telah disusun. Hal ini ditunjukkan dengan skor yang diberikan cukup rendah di ketiga kelas. Secara umum aktifitas guru selama proses pembelajaran berlangsung cukup baik dilihat dari nilai yang dihasilkan yaitu pada kelas VIIB 8 (baik). Guru berperan sebagai pengelola pembelajaran. kelas VIIC 7 (baik) dan Kelas VIIG 9 (sangat baik). Oleh karenanya keberhasilan suatu proses pembelajaran sangat ditentukan oleh kualitas atau kemampuan guru. Pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan JAS tersebut sebetulnya sangat merepotkan guru baik dalam mengatur waktu. mengatur kegiatan. Tanpa guru bagaimana bagus dan idealnya suatu strategi maka strategi itu tidak mungkin bisa diaplikasikan. Guru adalah komponen yang sangat menentukan dalam implementasi suatu strategi pembelajaran. Berdasarkan tabel hasil observasi di atas dapat diketahui kinerja guru dalam mengelola pembelajaran. Dengan adanya kendala-kendala tersebut maka tahap-tahap pembelajaran yang akan dilakukan selanjutnya tidak dapat dilakukan secara maksimal. dengan demikian efektifitas proses pembelajaran terletak di pundak guru. Namun demikian hal-hal yang paling mendasar untuk mendukung efektifitas proses pembelajaran belum dimaksimalkan oleh guru.

Pada akhirnya berdampak pada hasil belajar siswa tersebut. dapat juga kurang optimalnya siswa mengikuti pelajaran karena malas melaksanakan kegiatan. bisa dikatakan juga siswa yang berprestasi rendah belum tentu disebabkan kemampuan yang rendah pula tetapi mungkin disebabkan oleh tidak adanya dorongan atau motivasi. Penegasan konsep sangat diperlukan karena dimaksudkan untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang apa yang telah dipelajari siswa serta keterkaitannya dengan pengalaman sebelumnya (Sanjaya. mengandalkan teman lain untuk melaksanakan kegiatan dan lain-lain. Jika hal ini tidak sepenuhnya dilakukan akan berdampak pada siswa dimana siswa akan mengalami konflik kognitif secara terus menerus. Guru kurang memberikan penegasan konsep essensial yang ditunjukkan dengan skor yang masih rendah di ketiga kelas. Pada kelas VIIC guru kurang memberikan informasi tentang kegiatan yang akan dilakukan sehingga dapat mengakibatkan siswa cenderung bingung dan kurang tahu apa dan bagaimana kegiatan pembelajaran akan dilaksanakan sehingga berakibat pada tebuangnya waktu untuk menjawab petanyaan siswa mengenai kegiatan yang akan dilakukan.68 sangat penting. siswa sering melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan perintah baik oleh guru maupun pada lembar kegiatan. Menurut Saptono (2003b) dalam proses belajar . 2007). sering yang terjadi siswa yang kurang berprestasi bukan disebabkan oleh kemampuan yang kurang tetapi dikarenakan tidak adanya motivasi untuk belajar sehingga siswa tidak mengerahkan segala kemampuannya. bergurau dengan teman.

Peristiwa ini akan terjadi secara berkelanjutan selama siswa menerima pengetahuan baru. c. Memusatkan siswa pada masalah yang sedang dibahas. b. Skor rendah diperlihatkan di kelas VIIB dan VIIG dimana guru kurang memberikan bimbingan kepada siswa untuk melakukan refleksi yang berakibat pada kurangnya efektifitas proses pembelajaran. Guru dalam proses pembelajaran memegang peran yang sangat penting. Meningkatkan partisipasi siswa secara penuh dalam proses pembelajaran Meningkatkan kemampuan berfikir siswa. Membangkitkan rasa ingin tahu siswa serta menuntun siswa dalam menemukan jawaban. Peran guru untuk siswa pada usia pendidikan dasar maupun menengah memerlukan bimbingan dan bantuan orang dewasa (Sanjaya. 2007). Menurut Sanjaya (2007) bertanya merupakan bagian yang tidak terpisahkan yang memiliki dampak positif sebagai berikut: a.69 (perolehan pengetahuan) selalu diawali dengan terjadinya konflik kognitif. Konflik kognitif terbentuk saat terjadi interaksi antara konsepsi awal (pengetahuan awal) yang telah dimiliki siswa dengan pengetahuan fenomena baru yang tidak dapat diintegrasikan begitu saja. d. Di kelas VIIC guru kurang dalam memberikan pertanyaan sehingga belum terciptanya suasana pembelajaran yang lebih bermakna. sehingga diperlukan perubahan atau modifikasi struktur kognitif (skemata) untuk mencapai keseimbangan. .

yaitu di kelas VII G.70 Berdasarkan hasil pengamatan aktifitas guru selama mengajar diperlihatkan bahwa aktifitas kinerja guru di ketiga kelas berbeda-beda walaupun guru yang mengajar di ketiga kelas tersebut sama. . Menurut Dunkin dalam (Sanjaya 2007) faktor-faktor yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran dilihat aspek siswa meliputi aspek latar belakang dan aspek sifat yang dimiliki. Dari gambaran tersebut dapat dikatakan bahwa tingginya kualitas guru dalam mengajar bukan berarti hasil belajar siswa menjadi maksimal. Oleh karena itu. sebaliknya peningkatan hasil belajar di kelas VIIB paling tinggi walaupun akifitas kinerja guru di kelas tersebut lebih rendah dari pada di kelas VIIG. sehingga pengajaran pada materi yang sama berikutnya di kelas yang lain akan berjalan lebih baik. Hal ini dikarenakan selama pembelajaran guru melakukan refleksi atas semua kekurangan dalam mengajar sebelumnya. Hasil aktifitas kinerja guru yang baik di kelas VII G belum menghasilkan peningkatan hasil belajar siswa lebih maksimal (pre-test – post-test). Siswa adalah organisme yang unik yang berkembang sesuai dengan tahap perkembangannya yang masing-masing anak pada setiap aspek tidak selalu sama. aktifitas kinerja guru paling baik rata-rata diperolehnya di kelas paling akhir yang mendapatkan materi pelajaran. hal ini disebabkan oleh sikap siswa itu sendiri saat melaksanakan maupun dalam menerima pelajaran berlangsung. Proses pembelajaran dapat dipengaruhi oleh perkembangan anak yang tidak sama itu disamping karakteristik lain yang melekat pada diri anak.

keluarga dan lain-lain. Sedangkan siswa yang memiliki kemampuan dan kemauan yang rendah ditandai dengan kurangnya motivasi belajar. perhatian. Berdasarkan latar belakang tersebut siswa memiliki motivasi belajar penuh karena tingginya tingkat persaingan yang ada di perkotaan serta lengkapnya sumber pelajaran (buku. Latar belakang yang baik tersebut perlu adanya daya dukung lain untuk mendukung proses belajar yaitu kemampuan siswa. Siswa yang memiliki kemampuan dan kemauan yang tinggi biasanya ditunjukkan dengan motivasi yang tinggi dalam belajar. tingkat sosial ekonomi siswa.71 Aspek latar belakang meliputi jenis kelamin siswa. tempat tinggal siswa. VIIC dan VIIG cukup berimbang dimana kelas VIIB memiliki siswa laki-laki 26 orang dan perempuan 16 orang. keseriusan dalam mengikuti pelajaran. CD pembelajaran dan lain-lain) yang dapat mendukung siswa dalam belajar. Pada penelitian yang dilaksanakan di SMP N 27 Semarang. tempat kelahiran. Sedangkan faktor sifat yang dimiliki siswa antara lain pengetahuan dan sikap. Kemampuan dan kemauan siswa tiap kelas saat proses pembelajaran mengenai pengelolaan lingkungan dapat dilihat pada tabel hasil tanggapan siswa berikut: . jenis kelamin siswa kelas VIIB. unuk kelas VIIC memiliki siswa laki-laki 20 orang dan perempuan 22 orang dan kelas VIIG memiliki siswa laki-laki 19 orang dan perempuan 24 orang. tidak adanya keseriusan dalam mengikuti pelajaran termasuk menyelesaikan tugas dan lain sebagainya. Sebagian besar siswa tinggal di perkotaan dengan tingkat sosial ekonomi menengah ke atas.

9 Persentase Kelas VIIC 40 55 5 84 13 3 82 11 7 82 18 0 29 71 0 76 24 0 39 61 0 66 17 17 47 42 11 84 16 0 62. Menyenangkan kurang dipahami c. Menjemukan Kesan saat diskusi berlangsung a. Ya b. Menyenangkan mudah dipahami b. Tidak Rata-rata tanggapan positif (pilihan “a”) 74. Tidak Mampu mengkaitkan pengetahuan dengan fenomena alam a. Ragu-ragu c. Sebagian c. Diam Menyimpulkan kegiatan a.6 Kelas VIIB 46 54 0 85 16 0 81 7 12 88 12 0 51 49 0 90 10 0 71 21 8 85 15 0 63 37 0 89 10 1 Kelas VIIG 56 44 0 78 20 2 90 7 3 90 4 6 66 34 0 83 17 0 59 39 2 73 17 10 66 34 0 85 12 3 2 3 4 5 6 7 8 9 10 . Biasa-biasa saja c. Ragu-ragu c.72 Tabel 11. Selalu b. Diam c. Aktif b. Menjemukan Kesan mengenai metode pembelajaran a. Rekap Hasil Tanggapan Siswa Terhadap Proses Pembelajaran No 1 Pertanyaan Pemahaman materi a. Kadang-kadang c. Ya b. Tidak paham Mengerjakan tugas pengamatan a. Menyenangkan b. Menunggu teman bicara Sikap saat kegiatan berlangsung a. Biasa-biasa saja c. Biasa-biasa saja Kegiatan eksplorasi dapat mengaktifkan keterampilan proses a. Kurang paham c. Tidak dapat Kesan saat kegiatan a. Paham b. tidak Kegiatan diskusi a. Menyenangkan b.9 74. Aktif b. Becakap-cakap c. Dapat b.

73 Dari tabel tersebut di atas dapat diketahui mengapa hasil belajar siswa secara klasikal belum sesuai harapan.9 %. Banyaknya kesukaran pada butir soal post-test yang berupa grafik maupun soal pemahaman memberikan kesulitan siswa untuk menjawab soal dengan betul. Berdasarkan hal tersebut menyebabkan materi yang didapat oleh siswa lebih baik dan menghasilkan peningkatan pengetahuan yang lebih tinggi dibanding kelas VII C dan VII G. Kurang pahamnya siswa mengenai materi yang diajarkan berdampak pada kemampuan siswa dalam menyimpulkan pelajaran yang telah dilakukan dimana rendahnya angka persentase siswa yang dapat menyimpulkan pelajaran terutama di kelas VIIC hanya 29% yang mampu menyimpulkan materi pelajaran. hal ini disebabkan siswa kurang paham terhadap materi yang diberikan melalui metode eksplorasi dimana hanya hampir separuh dari jumlah siswa per kelas yang memahami materi tersebut. Kemampuan dan kemauan tersebut ditunjukkan siswa kelas VII B yang selalu mengerjakan tugas pengamatan. Kurangnya pemahaman siswa mengenai materi yang diajarkan berdampak juga pada kesulitan siswa dalam mengerjakan soal posttest. . kesan saat kegiatan dan saat diskusi yang menyenangkan. Bedasarkan tabel tanggapan siswa tersebut diperlihatkan bahwa kelas VII B rata-rata memiliki kemampuan dan kemauan paling tinggi dibandingkan kedua kelas yang lain yaitu sebesar 74. serta mudahnya dalam memahami materi dan mengaitkan dengan fenomena nyata.

Oleh karena itu proses pembelajaran tersebut dapat membuat siswa merasa senang dan nyaman saat melaksanakan pembelajaran. saat berlangsungnya diskusi sehingga siswa sangat senang dengan metode pembelajaran yang diterapkan tersebut. Siswa sangat aktif dalam mengikuti berbagai macam kegiatan seperti melakukan pengamatan. Selain aktif dalam melaksanakan kegiatan.. yang di dalamnya meliputi jumlah siswa dalam satu kelas .74 Walaupun demikian berdasarkan tabel tanggapan siswa di atas diketahui bahwa sebagian besar siswa sangat antusias dalam pelaksanaan proses pembelajaran pada konsep pengelolaan lingkungan dengan pendekatan JAS. Lingkungan merupakan faktor yang mendukung proses belajar diantaranya faktor organisasi kelas. siswa juga merasa senang saat melaksanakan kegiatan pembelajaran berlangsung seperti saat kegiatan pengamatan pada media. Pada tabel tanggapan siswa di atas dapat diketahui bahwa media ilustrasi yang dipakai dalam pembelajaran pada konsep pengelolaan lingkungan dapat membantu siswa untuk mengamati sekaligus memahami gejala atau konsep yang terjadi. Pada penelitian ini kelengkapan sarana yang mendukung untuk terciptanya susana belajar telah sesuai dengan pendekatan JAS yaitu dengan menggunakan alat simulasi yang dapat memberikan gambaran kepada siswa sesuai keadaan aslinya. Selain guru dan siswa ada hal lain yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran adalah sarana dan lingkungan. diskusi. Maka proses pembelajaran yang telah dilakukan dalam penelitian ini sudah sesuai dengan karakter JAS antara lain adanya unsur joyful learning (belajar yang menyenangkan). maupun kegiatan yang lain.

VIIC dan VIIG karena pengorganisasian kelompok tiap kelas yang masih terlalu besar. Kepuasan belajar setiap siswa akan cenderung menurun. Anggapan ini didasarkan pada tanggapan siswa mengenai . e. Hal ini menunjukkan bahwa siswa yang unggul dalam segi kognitifnya belum tentu mau dan mampu dalam melaksanakan pembelajaran yang diberikan. b.75 merupakan aspek penting yang bisa mempengaruhi proses pembelajaran. bergurau dengan teman dan tugas belum seluruhnya diselesaikan. Kecenderungan tersebut kiranya terjadi pada saat proses pembelajaran berlangsung baik di kelas VIIB. c. d. dimana siswa masih ada yang mendapatkan nilai kurang dari 65. Kelompok belajar yang besar dalam satu kelas berkecenderungan: a. karena pelayanan yang terbatas dari setiap guru. Ketidaktuntasan siswa terjadi juga di kelas VII G yang merupakan kelas unggulan. Organiasi siswa yang terlalu besar akan kurang efektif untuk mencapai tujuan belajar. Kelompok yang besar kurang memanfaatkan waktu. bermain sendiri maupun dengan teman. Semakin sukar mencapai kesepakatan kelompok. Pada hasil belajar diketiga kelas masih terdapat siswa yang belum tuntas. Sumber daya kelompok akan semakin luas sehingga waktu yang tersedia akan semakin sempit. Akibat dari hal tersebut maka dalam pelaksanaan penelitian terlihat bahwa siswa cenderung tidak memperhatikan guru. Anggota kelompok yang terlalu besar akan cenderung semakin banyak siswa yang enggan berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan.

. melamun diam tidak memperhatikan. Sebagian ingatan telah aus dimakan waktu.76 kesan terhadap metode pengajaran yang diberikan masih biasa-biasa saja. Tidak adanya ingatan yang tersimpan. Siswa kesulitan mencari kembali informasi yang telah disimpan. Dengan demikian konsep-konsep yang telah dibangun siswa saat kegiatan pembelajaran selama empat kali pertemuan berlangsung bisa jadi hilang begitu saja. Adanya gangguan dalam bentuk informasi lain yang menghambatnya untuk mengingat kembali apa yang telah pernah dipelajari. Sikap-sikap seperti itu dapat menyebabkan siswa tidak tahu mengenai materi yang diajarkan sehingga berakibat pada hasil belajar yang kurang baik. Siswa gagl merubah ingatan jangka pendek menjadi jangka panjang. d. Kesan seperti ini dapat menyebabkan siswa cenderung tidak antusias dalam belajar. Menurut Soekamto (1995) lupa adalah kebalikan dari ingat dan merupakan hilangnya informasi yang telah disimpan di dalam ingatan jangka panjang. Selain tersebut di atas karakteristik siswa yang sangat mempengaruhi dalam proses belajar adalah lupa. dan lain-lain. bermain. f. sehingga menimbulkan kegiatan-kegiatan yang negatif (tidak mendukung pembelajaran) seperti bergurau. g. Materi tidak dikuasai sampai benar-benar dikuasai. e. b. hal ini dikarenakan: a. c. Ingatan tidak pernah dipakai.

0 11.0 0.5 0.8 .7 95.4 76.0 6.1 35.0 4.0 0.9 7 4.0 16.5 28. Aktifitas Siswa Analisis data tentang keaktifan siswa selama mengikuti proses pembelajaran dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 12.0 0.0 4.0 47.4 54.4 71.0 21.7 11.1 0.1 93.6 0.7 0.9 78.8 40.0 0.0 19. B.0 0.1 21.4 57.2 0.1 2.0 71.0 0.2 9.0 15.6 83. Rekapitulasi Hasil Observasi Keaktivan Siswa dalam Pembelajaran Pengelolaan Lingkungan dengan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar di SMP N 27 Semarang N o 1 Aspek yang diamati VII B 4 3 2 1 Kelas / sikap siswa (%) VII C 4 3 2 1 4 VII G 3 2 1 siswa responsif terhadap penjelasan guru 2 aktifitas siswa dalam kelompok 3 mengemu kakan pendapat 4 mengaitka n materi dengan kehidupan sehari-hari 5 memanfaa tkan waktu 6 membang un ide 7 menarik kesimpula n Total (%) Respon positif Konversi nilai skala 11 26.6 4.0 0.0 16.2 78.0 2.1 64.7 0.3 0.5 95.6 47.5 64.6 11.0 21.77 Pada pembelajaran dengan pendekatan JAS selain penerapan paper and pen test perlu adanya penilaian mengenai sikap atau aktifitas siswa selama proses pembelajaran dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar.0 58.7 11.9 78.4 75.0 0.8 0.0 21.8 0.9 0.5 88.2 83.3 66.0 5.0 26.7 0.3 0.3 0.0 0.1 73.0 35.7 0.4 90.7 4.0 54.5 9.9 0.4 66.0 0.7 20.2 94.0 59.4 9.2 8 6.4 0.0 9.0 0.0 2.0 0.5 0.5 0.3 8 5.9 45.00 0.4 0.5 42.38 85.0 16.0 33.08 0.6 0.6 0.

dkk (2001) belajar merupakan perubahan tingkah laku atau kegiatan dalam rangka mengembangkan diri. berdiskusi.78 Belajar berdasarkan pendekatan JAS tidak mengutamakan hasil tetapi mengutamakan perubahan proses belajar yang dialami oleh siswa. mudah dipahami serta memberikan contoh. Sanjaya (2007) menambahkan bahwa belajar bukanlah menghafal sejumlah fakta atau informasi. Sejumlah siswa sebesar 16. memproduksi sesuatu. Siswa dalam mengemukakan pendapat belum dapat runtut. memecahkan masalah dan lain sebagainya. Siswa cenderung bergurau atau bermain sendiri dengan teman sekelompok maupun teman kelompok. Berdasarkan tabel observasi aktifitas siswa pada kelas VIIB diketahui bahwa kurangnya aktifitas siswa terletak pada aktifitas siswa dalam kelompok dan aktifitas siswa mengemukakan pendapat masing-masing sebesar 11%. psikomotorik. baik dalam aspek kognitif. tetapi secara individual aktifitas siswa paling rendah dibanding dengan kelas lain. Belajar adalah berbuat memperoleh pengalaman tertentu sesuai dengan tujuan yang diharapkan. menyusun laporan. siswa hanya dapat memahami materi tetapi kurang dalam mengorganisasikan ide.6% kurang dapat membangun ide. Berdasarkan hasil observasi aktifitas siswa di . menyampaikan ide serta belum dapat mengkaitkan dengan keseharian Secara klasikal aktifitas siswa di kelas VIIC lebih besar dibandingkan dengan kelas VIIB. oleh karena itu dalam proses pembelajaran harus dapat mendorong aktifitas fisik maupun mental siswa. maupun sikap. Aktifitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar diwujudkan dalam bentuk kegiatan seperti mendengarkan. Menurut Darsono.

Walaupun secara individual aktifitas siswa di kelas VIIG paling tinggi dibandingkan kelas yang lain tetapi secara klasikal aktifitas siswa kelas VIIG paling rendah diantara kelas yang lain. 9. mencatat maupun menyimak penjelasan yang diberikan oleh guru.79 dalam kelompok masih ada yang belum dapat bekerja sama antar anggota kelompok sebesar 2.6% siswa kurang dapat membangun ide.5 % aktifitas siswa di dalam kelompok masih ada yang belum dapat bekerja sama dengan anggota kelompok yang lain. Sebesar 21. 9. siswa tersebut belum bisa menjelaskan contoh-contoh yang relevan sesuai materi yang telah diajarkan.5% siswa masih belum dapat mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari.3% siswa belum . Siswa sering bergurau. siswa hanya dapat memahami materi tetapi kurang dalam mengorganisasikan ide.4 % siswa dalam mengemukakan pendapat belum dapat runtut. bermain sendiri maupun dengan teman yang ada didekatnya. 16. Aktifitas siswa yang kurang mendukung terhadap proses pembelajaran di kelas ini antara lain 4. siswa kurang memperhatikan.3%.7% siswa kurang responsif terhadap penjelasan guru. siswa cenderung gaduh atau bermain sendiri dengan teman. menyampaikan ide serta belum dapat mengkaitkan dengan keseharian. Dalam menarik kesimpulan 2. Selain itu 9.5% siswa masih belum dapat mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari. siswa tersebut belum bisa menjelaskan contohcontoh yang relevan sesuai materi yang telah diajarkan. mudah dipahami serta memberikan contoh. Siswa cenderung gaduh atau bermain sendiri dengan teman yang lain.

3%. Dengan ini mereka secara aktif menggunakan otak. berarti mereka yang mendominasi aktifitas pembelajaran.9% dan kelas VIIG 93. kelas VIIC 95. Dengan belajar aktif ini. Berdasarkan tabel aktifitas siswa di atas dapat diketahui bahwa aktifitas siswa di kelas VIIB. VIIC dan VIIG secara klasikal siswa memberikan respon positif terhadap proses pembelajaran yang berlangsung yang ditunjukkan dengan banyaknya persentase jumlah siswa yang beraktifitas positif di setiap kelas yakni di kelas VIIB 94. Selain hal-hal yang mempengaruhi . tidak hanya mental tetapi juga melibatkan fisik. Menurut Sudjana (1996) ketika siswa belajar dengan aktif. Aktifitas positif semacam ini dapat mendukung proses pembelajaran secara penuh. Dengan cara ini biasanya siswa akan merasa suasana yang lebih menyenangkan sehingga hasil belajar dapat dimaksimalkan.80 dapat menyimpulkan materi yang telah diajarkan dengan benar dan tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran. Berdasarkan asumsi di atas dapat disimpulkan bahwa tingginya aktifitas siswa yang responsif terhadap pembelajaran belum tentu dapat mendukung terciptanya hasil belajar yang maksimal. memecahkan persoalan. baik untuk menemukan ide pokok dari materi pelajaran.2%. atau mengaplikasikan apa yang baru mereka pelajari ke dalam satu persoalan yang ada dalam kehidupannya. siswa diajak untuk turut serta dalam seluruh proses pembelajaran. perolehan nilai aktifitas yang sangat minim terdapat di kelas VIIC. Demikian juga secara individual aktifitas siswa yang dikonversikan ke skala 11 menunjukkan hasil yang baik yang mana nilai rata-rata kelas ≥7.

menghasilkan peningkatan pemahaman siswa yang semula tidak tahu atau belum benar manjadi benar. Setelah diterapkannya pembelajaran dengan pendekatan JAS berbasis analisis pengetahuan siswa yang didukung dengan aktifitas siswa yang positif terhadap pembelajaran berlangsung. Walaupun tidak dapat melihat proses terjadinya perubahan tetapi dapat ditentukan apakah seseorang telah belajar atau belum yaitu dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah proses pembelajaran berlangsung Pada penelitian ini dapat ditentukan bahwa perubahan tingkah laku sebelum dan sesudah terjadinya proses pembelajaran adalah meningkatnya pemahaman siswa mengenai konsep pengelolaan lingkungan. Tidak adanya perubahan pengetahuan seseorang setelah mengalami proses belajar atau .81 penurunan hasil belajar yang telah dibahas ada hal lain yang belum dapat diketahui saat siswa melaksanakan proses belajar. Oleh karena proses perubahan tingkah laku yang merupakan suatu misteri karena perubahan tersebut sulit dilihat dan diraba. Walupun angka peningkatan hasil belajar yang tidak sama di ketiga kelas teapi dari ketiga kelas tersebut memiliki pola peningkatan hasil belajar yang sama Akan tetapi pada penelitian ini ketuntasan belajar di ketiga kelas belum memuaskan. hal ini dikarenakan ada sebagian siswa yang tidak mampu mencapai hasil belajar minimal yang ditetapkan yaitu 65. Berdasarkan data-data yang diperoleh didapatkan bahwa pengetahuan awal siswa sangat mendukung dalam proses pembelajaran yang akan berlangsung yaitu guru dapat mengetahui konsep apa yang belum diketahui atau belum dipahami oleh siswa.

2 3. Walaupun demikian bukan berarti proses pembelajaran dengan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) hanya membantu siswa dalam belajar.52 2.19 3.31 .31 bertanya 2.26 3.28 2. tetapi hanya bisa dilihat dari adanya perubahan dari sebelum dan sesudah terjadi proses belajar. Hal ini sesuai pendapat Sanjaya (2007) bahwa efektifitas pembelajaran atau belajar dan tidaknya seseorang tidak dapat dilihat dari aktifitasnya selama terjadi proses pembelajaran.97 3. Keterampilan membuat 3.52 3 3. Rekapitulasi Hasil Observasi Keterampilan Proses dalam Pembelajaran Pengelolaan Lingkungan dengan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar di SMP N 27 Semarang Kelas VII B Kelas VII C Kelas VII G No Rata-rata skor Keterampilan I II III I II III I II proses sains 1.90 kesimpulan III 3.88 berpendapat 3 Keterampilan 2. Keterampilan 2.83 3.42 3. Keterampilan proses yang terjadi pada siswa dapat dilihat pada tabel beikut: Tabel 13.26 mengamati 4.14 3.28 3. belum tentu ia belajar dengan baik manakala ia tidak mampu menunjukkan adanya perubahan tingkah laku. Keterampilan 2.54 3 3.82 semakin turunnya pengetahuan seseorang setelah melakukan proses belajar dapat dikatakan proses pembelajaran tersebut gagal.02 2.21 3.69 2.33 2.38 2.83 3. Seorang siswa yang sepertinya aktif belajar yang ditunjukkan dengan caranya memerhatikan guru dan rapinya ia membuat catatan.11 2.33 3.71 2.61 3.31 2. dapat juga orang tersebut tidak belajar.5 3.2 2.07 3.45 3. justru dengan proses pembelajaran dengan Jelajah Alam Sekitar tersebut lebih mengajarkan siswa untuk mengembangkan keterampilan proses.31 3.71 2.

26 3.40 3.19 3.57 3.38 3.97 3.45 3. 19.23 3.45 2.83 5.24 3.88 2.76 3.15 2. .0 19.16 22.40 3.35 3.5 3.47 3. 7. Keterampilan mempersiapkan alat dan bahan Keterampilan berkomunikasi Keterampilan memberi contoh Jumlah Rata-Rata Kualitas 3.83 2.16 23.52 2.14 3.24 3.31 3.06 3.42 3.47 23.17 3.28 6.47 22.36 Cukup Baik Baik Cukup Baik Baik Baik Baik Baik Penerapan pendekatan JAS tidak hanya dilakukan sekali saja dalam proses pembelajaran tetapi perlu adanya penerapan yang intensif atau terus menerus di setiap proses pembelajaran agar didapatkan hasil yang maksimal sesuai tujuan belajar.59 22.77 3.16 3.38 3.4 21.45 3.43 3.80 3.97 3.02 2.38 22.97 3.07 2.

Penerapan pendekatan Jelajah Alam Sekitar dalam proses pembelajaran perlu diterapkan secara intensif dan berkesinambungan pada setiap materi Biologi karena untuk melihat hasilnya diperlukan waktu yang lama. Sedangkan hasil belajar siswa secara klasikal di kelas VIIIB 73. Saran Berdasarkan simpulan di atas.1% dan kelas VIIG 87.1%. VIIC.2.84 BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Simpulan Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan tentang penerapan Jelajah Alam Sekitar berbasis analisis pengetahuan awal siswa pada konsep pengelolaan lingkungan (studi kasus di SMP N 27 Semarang).2. dimana persentase respon positif siswa di kelas VIIB sebesar 95. Penerapan pendekatan Jelajah Alam Sekitar dalam proses penbelajaran perlu dimaksimalkan supaya mendapatkan hasil yang diinginkan.1% dan VIIG sebesar 93. Aktifitas siswa dalam mendukung proses pembelajaran berlangsung baik. kelas VIIC 68.2 dan VIIG 78. dan VIIG telah mencapai ≥6.5 yaitu kelas VIIB 69. Rata-rata hasil belajar siswa secara individual di kelas VIIB. kelas VIIC 64.17%. .9%. maka dapat disimpulkan bahwa: 1.8%. B. maka saran yang dapat disampaikan adalah: 1. 2. kelas VIIC 94. 2.

M. O. 1997. Biologi FMIPA UNNES. S.E. Psikologi Pendidikan. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. B. L. 1996. S. Jakarta: Puskur Balitbang. Kartijono. Belajar dan Pembelajaran. A. Arikunto. Marianti. dan N. Bandung: Remadja Karya. 2001. Jakarta: Bumi Aksara. Hamalik. New Jersey. U. Wacana Pendidikan MIPA. Victoria: Deakin University Press. Darsono. How to Assess Student Work. 2005. Jakarta: Rinka Cipta. Ridlo. Bell. Proses Belajar Mengajar. Dalyono. Semarang: IKIP Semarang Press.85 DAFTAR PUSTAKA Anonimus. M. R. Semarang: Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Semarang. 2004. Sugandhi. Kasyati. Diktat Kuliah Evaluasi Pembelajaran. 1993. 2005. Skripsi. Constructivism and Learning in Science. Children’s Science. 2002.dan Nugroho. Jakarta: Bumi Aksara. K. Purwanto. Prentice Hall. Semarang . Dipresentasikan pada Seminar dan Lokakarya Pengembangan Kurikulum dan Desain Inovasi Pembelajaran Jurusan Biologi FMIPA UNNES dalam rangka pelaksanaan PHK A2. Djohar. 2001. Meningkatkan Pemahaman dan Keaktifitan Siswa SMP N 8 Semarang Melalui Penerapan Strategi Bermain Pada Pembelajaran Konsep Sistem Pencernaan. . Makalah. Martensi. Inc. 2002. Kurikulum Berbasis Kompetensi Mata Pelajaran Sains-Biologi Sekolah Menengah Pertama. Sutadi. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (edisi revisi). Dipresentasikan pada seminar dan lokakarya Pengembangan Kurikulum Pendidikan Biologi dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar Jurusan Biologi FMIPA UNNES dalam rangka pelaksanaan program PHK A2 di Semarang tanggal 14-15 Februari 2005. Jelajah Alam Sekitar (JAS). 1996. Lim. 2005. Kurikulum Pendidikan Visioner dan Lingkungan Sebagai sumber Belajar dan Prinsip Pengajarannya. A. Semarang:Jurusan Biologi UNNES.

Pengembangan Kurikulum Program Studi Pendidikan Biologi FMIPA UNNES untuk Mewujudkan Link and Match Lulusan dengan Kebutuhan Stakeholder. R. S.E. Jakarta: SEQIP Depdiknas.86 Ridlo. T dan U. 2002.. 2 nd ed. S. 2000. Jakarta: Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas. T. 1995. Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Universitas Negeri Semarang _______ 2003b. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Rustaman. Bandung: Sinar Baru Algensindo. Slavin. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Cooperative Learning. Buletin Fasilitator edisi 3. Wina. Yustinus Ulung Anggraito. Prenada Media Group. Wibowo. Strategi Belajar Mengajar Biologi. Andin Irsyadi. and Practice. Strategi Belajar Mengajar Biologi. Bandung: Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pendidikan Indonesia. Saptono. Teori Belajar dan Model-Model Pembelajaran. Sanjaya. 2006. Pengembangan Model Conceptual Change pada Pembelajaran IPA. Massachusetts:Allyn & Bacon. Soekamto. Pendekatan Alam Sekitar (JAS). Makalah. Tuti Widianti. 2003a. 2005. Sudjana. . N. 1995. Theory. Research. Saptono. Dipresentasikan pada seminar dan lokakarya Pengembangan Kurikulum Pendidikan Biologi dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar Jurusan Biologi FMIPA UNNES dalam rangka pelaksanaan program PHK A2 di Semarang tanggal 14-15 Februari 2005. Jakarta: Kencana. N. Jakarta: Depdikbud. Supriyanto. S Winataputra. Laporan Kegiatan Hibah Kemitraan LPTK. 2007. 2005.

keanekaragaman hayati. pengaruhnya terhadap kerusakan lingkungan (misalnya kondisi tanah. Rencana Pembelajaran (RP). Menjelaskan konsekuensi penebangan hutan. C Indikator 1. B Kompetensi dasar Mendeskripsikan peran manusia dalam pengelolaan lingkungan untuk mengatasi pencemaran dan kerusakan lingkungan dan melaporkan dalam bentuk karya tulis. 2. Mengusulkan penanggulangan pencemaran dan kerusakan lingkungan. dan tanah kaitannya dengan aktivitas manusia dan upaya mengatasinya 3. E Strategi Pembelajaran Analisis pengetahuan awal siswa. . RENCANA PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok : : : : SMP Sains (Biologi) VI/genap Pengelolaan Lingkungan untuk Mengatasi Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan. udara. D Model Pembelajaran Pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS). serta melakukan upaya pengelolaan lingkungan untuk mengatasi pencemaran dan kerusakan lingkungan. laporan pengamatan/percobaan. Alokasi Waktu : 10 x 45 menit A Standar Kompetensi Mengidentifikasi komponen ekosistem dan saling ketergantungan antar komponen. Menjelaskan pengaruh pencemaran air. dan lain-lain).87 Lampiran 1.

ranting. Kotak berisi tanah dan tanaman 2. Kertas karton dan spidol 7. Guru memberikan soal pre-test kepada siswa dan disuruh mengerjakan sesuai waktu yang ditentukan. Detergen dan pestisida 6. Metode demonstrasi 2. kertas. b. Gelas plasik 4. Pot. Lembar Kerja Siswa (LKS) H Alat dan Bahan 1.88 F Metode Pembelajaran 1. Kegiatan Inti (60 menit) a. 2. Guru memberikan salam pembuka b. Kertas bingo 10. Jangkrik 8. bungkus plastik dan lain-lain) I Kegiatan Pembelajaran Pertemuan I (2 x 45 menit) 1. Guru menyampaikan meteri pelajaran dan indikatornya c. . Buku Biologi kelas VI semester genap atau buku yang relevan 2. Ikan 5. Guru mengambil lembar jawab siswa setelah siswa selesai mengerjakan soal pre-test. Guru memantau siswa dalam mengerjakan soal pre-test. Metode diskusi G Sumber Belajar 1. c. Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan mengenai materi pengelolaan lingkungan. pupuk dan tanaman hias 3. Kegiatan Pendahuluan (15 menit) a. Minyak rambut 9. Sampah (kaleng bekas.

Guru membagikan LKS kepada setiap kelompok. penyiram. Guru menyampaikan meteri pelajaran dan indikatornya c. Guru memberikan salam pembuka b. dan gelas bejana. guru memerintahkan kepada setiap kelompok untuk menyiapkan alat dan bahan yang akan dipakai dalam kegiatan belajar mengajar seperti kotak. Kegiatan Penutup (15 menit) a. d.89 3. Guru memerintahkan siswa untuk berkumpul sesuai kelompoknya masing-masing. Kegiatan Inti (70 menit) a. b. Guru memberikan salam penutup. f. Guru memerintahkan kepada siswa untuk melakukan kegiatan sesuai petunjuk pada LKS (diharapkan adanya unsur enjoyful lerning dengan nuansa Bioedutainment. Guru menyuruh tiap kelompok untuk melakukan unjuk kerja menanam pot yang telah disediakan untuk mengembangkan hand-on siswa. air maupun gelas penampung. Guru memberikan penegasan atau tambahan konsep yang berhubungan dengan kegiatan yang telah dilakukan dan bersama siswa menyimpulkan hasil kegiatan. . d. d. b. 2. Pertemuan II (2 x 45 menit) 1. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) a. Guru membimbing dan memantau jalannya kegiatan. e. eksplorasi. Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan mengenai erosi tanah. Guru memberitahukan sub materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya. Guru meminta setiap kelompok membuat 3 buah kotak dari papan/kayu yang telah diberi tanah dan kerapatan tanaman yang berbeda-beda tiap kotak. proses sains dan konstruktivisme) c. Guru meminta beberapa kelompok untuk menyampaikan jawaban dan kesimpulan yang diperoleh dari hasil kegiatan yang telah dilakukan. Guru membagi siswa ke dalam 10 kelompok c.

. Guru memberikan salam pembuka b. Guru menyampaikan meteri pelajaran dan indikatornya c. Guru memberitahukan sub materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya. guru memerintahkan kepada setiap kelompok untuk menyiapkan alat dan bahan yang akan dipakai dalam kegiatan belajar mengajar seperti 9 ekor ikan. Guru meminta beberapa kelompok untuk menyampaikan jawaban dan kesimpulan yang diperoleh dari hasil kegiatan yang telah dilakukan. eksplorasi. Guru memerintahkan siswa untuk berkumpul sesuai kelompoknya masing-masing. Guru memberikan tugas kepada setiap kelompok untuk mengamati mkeadaan lingkungan sungai yang ada di sekitar rumah masingmasing dan mengambil beberapa makhluk hidup yang ada di sungai (9 ekor ikan) dan gelas plastik 5 buah pada untuk dibawa pada pertemuan berikutnya. Kegiatan Inti (70 menit) a. 2. proses sains dan konstruktivisme). Guru meminta setiap kelompok melakukan action/unjuk kerja menanam tanaman ke dalam pot yang telah disediakan sebagai contoh upaya menanggulangan kerusakan lingkungan dalam lingkup kecil. 5 buah gelas plastik. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) a.90 3. Guru membagikan LKS kepada setiap kelompok. d. d.tentang pencemaran air. Kegiatan Penutup (5 menit) a. Guru membimbing dan memantau jalannya kegiatan. Guru memberikan salam penutup Pertemuan III (2 x 45 menit) 1. larutan detergen dan larutan pestisida b. Guru memerintahkan kepada siswa untuk melakukan kegiatan sesuai petunjuk pada LKS (diharapkan adanya unsur enjoyful lerning dengan nuansa Bioedutainment. Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan mengenai pencmaran air. b. c. d. c.

Guru membagikan LKS kepada setiap kelompok. 3. 2. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) a. b. proses sains dan konstruktivisme). Guru memerintahkan kepada siswa untuk melakukan kegiatan sesuai petunjuk pada LKS (diharapkan adanya unsur enjoyful lerning dengan nuansa Bioedutainment. minyak rambut b. d. eksplorasi. kantong plastik bening. bungkus makanan. Guru menyampaikan meteri pelajaran dan indikatornya c. Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan mengenai pencemaran udara dan tanah. guru memerintahkan kepada setiap kelompok untuk menyiapkan alat dan bahan yang akan dipakai dalam kegiatan belajar mengajar yaitu 12 ekor jangkrik. kantong plastik bening. c. Guru memberikan penegasan atau tambahan konsep yang berhubungan dengan kegiatan yang telah dilakukan dan bersama siswa menyimpulkan hasil kegiatan. dan lain-lain) pada pertemuan berikutnya. . Guru memberikan salam pembuka b. plastik.91 e. Guru memberikan salam penutup Pertemuan IV (2 x 45 menit) 1. c. minyak rambut dan beberapa jenis sampah (kaleng bekas. Guru memberikan tugas kepada setiap kelompok untuk membawa 12 ekor jangkrik. Guru memberitahukan sub materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya yaitu tentang pencemaran udara dan pencemaran tanah. Guru memerintahkan siswa untuk berkumpul sesuai kelompoknya masing-masing. ranting. d. Kegiatan Inti (70 menit) a. Guru membimbing dan memantau jalannya kegiatan. Guru meminta beberapa kelompok untuk menyampaikan jawaban dan kesimpulan yang diperoleh dari hasil kegiatan yang telah dilakukan. e. Kegiatan Penutup (10 menit) a.

l. j. k. i. Guru memberikan salam pembuka b. Guru meminta beberapa kelompok untuk menyampaikan jawaban dan kesimpulan yang diperoleh dari hasil kegiatan yang telah dilakukan.92 f. 3. Guru memrintahkan kepada masing-masing kelompok untuk membuat poster/slogan yang berisi ajakan atau usulan penanggulangan pencemaran dan kerusakan lingkungan sesuai materi yang telah diajarkan (erosi tanah. Guru menyampaikan kegiatan yang akan dilakukan berupa evaluasi tentang materi pengelolaan lingkungan. Guru memberikan penegasan atau tambahan konsep yang berhubungan dengan kegiatan yang telah dilakukan dan bersama siswa menyimpulkan hasil kegiatan. Guru memberitahukan kepada siswa bahwa pada pertemuan berikutnya akan diadakan evaluasi mengenai pengelolaan ligkungan. g. Guru memberikan LKS kepada setiap kelompok. . proses sains dan konstruktivisme). Kegiatan Pendahuluan (15 menit) a. pencemaran air. pencemaran udara dan pencemaran tanah). eksplorasi. Kegiatan Penutup (5 menit) a. h. m. b. Pertemuan V (2 x 45 menit) 1. Guru memberikan salam penutup. Guru memerintahkan kepada siswa untuk melakukan kegiatan sesuai petunjuk pada LKS (diharapkan adanya unsur enjoyful lerning dengan nuansa Bioedutainment. Guru membagikan kertas karton dan spidol kepada masing-masing kelompok. Guru membimbing dan memantau jalannya kegiatan. n. Guru memerintahkan setiap kelompok untuk menyiapkan jenis-jenis sampah yang telah dibawa. Guru memberikan penegasan atau tambahan konsep yang berhubungan dengan kegiatan yang telah dilakukan dan bersama siswa menyimpulkan hasil kegiatan.

Guru membagikan lembar jawab dan lembar soal evaluasi kepada setiap siswa. c.93 2. Guru menyampaikan materi yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya. Kegiatan Penutup (15 menit) a. Guru memberikan salam penutup. Guru memerintahkan siswa untuk mengerjakan soal sesuai waktu yang telah ditentukan. b. g. e. d. Guru memantau siswa dalam mengerjakan tes evaluasi. . Guru mengecek kelengkapan lembar jawab siswa. 3. f. Guru meminta lembar jawab siswa setelah siswa selesai mengerjakan soal. Guru memerintahkan untuk mengecek kelengkapan soal dan lembar jawab. Kegiatan Inti (60 menit) a. Guru memerintahkan siswa untuk mengecek jawabannya dan identitas siswa sebelum lembar jawab siswa dikumpulkan. b.

apa saja yang menyebabkan udara menjadi kotor? 3. apa yang kalian rasakan jika udara kotor? 4.94 Lampiran 2. Bagaimana ciri-ciri air yang belum tercemar dengan air yang sudah tercemar? 2. Bagaimana cara mencegah terjadinya pencemaran udara? 5. 1. sungai. Apa yang kamu ketahui tentang erosi tanah? 3. dampak apa yang diakibatkan dengan adanya pencemaran tanah? 5. Menurutmu apa yang akan terjadi jika hutan menjadi gundul? 2. Menurutmu apa fungsi hutan? Pre-test materi pencemaran air. apa yang kalian ketahui tentang tanah yang tercemar? 2. bagaimana cara mengurangi pencemaran tanah? Pre-test materi pencemaran udara 1. benda apa saja yang biasa mencemari tanah? 3. menurutmu benda apa yang sering mencemari air (danau. Absen : Kelas : Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan singkat dan jelas! (50 menit) Pre-test materi erosi tanah 1. Hal-hal apa yang menyebabkan erosi tanah? 4. dimana kalian menemukan tanah yang tercemar? 4. Soal-soal pre-test Soal Pre-test Nama : No. dll)? 3. bagaimana cara kalian agar air pada danau atau sungai tidak tercemar? Pre-test materi pencemaran tanah 1. apa yang terjadi pada ikan dan makhluk hidup yang lain pada danau atau sungai jika airnya tercemar? 4. apa yang kalian ketahui tentang udara yang tercemar? 2. menurutmu apa yang dimaksud dengan efek rumah kaca? .

Rubrik Analisis Pre-test No Materi erosi Tanah 1 Aspek yang dinilai Penilaian Menurutmu apa yang akan terjadi jika hutan menjadi gundul? a. Jawaban salah semua atau tidak dijawab Apa yang kamu ketahui tentang erosi tanah? B K S 2 a. Jawaban salah semua B K S 4 Menurutmu apa fungsi hutan? a. Jawaban kurang lengkap dan kurang betul (erosi tanah adalah proses pengikisan tanah oleh udara c. Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. Jawaban betul lebih dari 3 b. Jawaban betul lebih dari 3 b. Jawaban betul dan lengkap (erosi tanah adalah proses pengikisan tanah oleh air) b. Jawaban betul lebih dari 3 b. jawaban salah semua atau tidak dijawab BL K S . Membandingkan dan jawaban betul lebih dari 3 b.Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c.95 Lampiran 3. Jawaban salah atau tidak dijawab B K S 3 Hal-hal apa yang menyebabkan erosi tanah? a. Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. Tidak membandingkan. jawaban kurang dari 3 dan atau jawaban ada yang salah c. Jawaban salah semua atau tidak dijawab Materi Pencemaran Air Bagaimana ciri-ciri air yang belum tercemar dengan air yang B K S 1 sudah tercemar? a.

Jawaban betul dan bervariasi (ikan dan makhluk hidup yang lain lama-lama akan mati dan tidak ada kehidupan lagi di sungai) b. Jawaban salah atau tidak dijawab K S B 2 Benda apa saja yang biasa mencemari tanah? a.Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. dll)? a. Jawaban salah semua atau tidak dijawab Materi Pencemaran Tanah BL K S 1 Apa yang kalian ketahui tentang tanah yang tercemar? a. Jawaban salah semua atau tidak dijawab B K S 3 Apa yang terjadi pada ikan dan makhluk hidup yang lain pada danau atau sungai jika airnya tercemar? a. kurang bervariasi (ikan dan makhluk hidup yang lain akan mati) c. Jawaban betul lebih dari 3 b. kurang bervariasi (tanah yang kotor) c. Jawaban betul dan bervariasi (tanah yang kotor banyak sampah sehingga tidak bisa untuk ditanami) b. sungai. Jawaban salah atau tidak dijawab S K B 4 Bagaimana cara kalian agar air pada danau atau sungai tidak tercemar? a. Jawaban betul lebih dari 3 b.96 2 Menurutmu benda apa yang sering mencemari air (danau. Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c.Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. Jawaban kurang betul. Jawaban salah semua atau tidak dijawab B K S 3 Dampak apa yang diakibatkan dengan adanya pencemaran tanah? .Jawaban kurang betul. Jawaban betul lebih dari 3 b.

Jawaban betul dan lengkap (meningkatnya pemanasan global (suhu bumi) akibat banyaknya polusi) b. Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. Jawaban kurang betul. Jawaban salah semua atau tidak dijawab 4 Bagaimana cara mencegah terjadinya pencemaran udara? a. Jawaban betul lebih dari 3 b. Jawaban betul lebih dari 3 b. Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. kurang bervariasi (udara yang kotor) c. Jawaban betul dan bervariasi (udara yang kotor sehingga tidak enak untuk bernafas) b. Jawaban salah semua atau tidak dijawab 4 Bagaimana cara mengurangi pencemaran tanah? a. Jawaban salah semua atau tidak dijawab 5 Menurutmu apa yang dimaksud dengan efek rumah kaca? a.97 a. kurang bervariasi (meningkatnya suhu bumi karena banyak gedung-gedung berkaca) c. Jawaban betul lebih dari 3 b. Jawaban kurang betul. Jawaban betul lebih dari 3 b. Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. Jawaban salah semua atau tidak dijawab 3 Apa yang kalian rasakan jika udara kotor? a. Jawaban salah atau tidak dijawab B K S B K S B K S B K S B K S B K S BL K S . Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. Jawaban salah atau tidak dijawab 2 Apa saja yang menyebabkan udara menjadi kotor? a. Jawaban betul lebih dari 3 b. Jawaban salah semua atau tidak dijawab Materi Pencemaran Udara 1 Apa yang kalian ketahui tentang udara yang tercemar? a.

16 9.63 % pencemaran tanah no 1 2 3 4 % keterangan B K S 9 1 0 0 24 38 35 35 7 1 5 5 32.25 82.50 0.50 11.00 20.89 K 37 25 38 37 0 72.00 % pencemaran tanah no 1 2 3 4 % keterangan B K S 1 2 0 1 30 34 38 32 7 2 0 5 keterangan B K S 0 1 1 0 1.00 93.10 K 33 29 41 32 13 72.25 37 38 33 39 91.13 No 1 2 3 4 % kelas VII C erosi tanah Keterangan B K S 7 13 15 11 33 22 16 30 1 6 10 0 kelas VII G erosi tanah No Keterangan B K S 1 2 3 4 % 14 2 11 23 24 32 19 15 0 4 8 0 28.63 88.63 30 26 33 25 71.49 pencemaran air no keterangan 1 2 3 4 B 0 5 3 0 K 40 35 35 40 S 0 0 2 0 1.21 7.7 19.89 pencemaran udara No Keterangan B 1 2 3 4 5 % 1 13 0 1 0 7.75 % pencemaran tanah no 1 2 3 4 % 21.25 1 9 3 0 8.0 pencemaran udara No Keterangan B 1 2 3 4 5 % 16 17 5 2 0 K 24 24 34 37 4 S 1 0 2 2 37 pencemaran udara No Keterangan B 1 2 3 4 5 % 8 12 0 9 0 14.87 77.37 32.11 0.51 60.59 10.05 61.21 .98 Lampiran 4.89 59. Tabel Analisis Hasil Pre-test kelas VII B erosi tanah No Keterangan B K S 1 2 3 4 % 9 5 4 15 20.88 3 1 6 1 6.25 2.11 S 0 0 0 0 38 20.25 pencemaran air no keterangan 1 2 3 4 B 7 25 0 3 K 33 15 39 37 S 0 0 1 0 pencemaran air no keterangan 1 2 3 4 B 22 20 1 7 K 16 18 37 31 S 0 0 0 0 5.87 6.20 S 0 0 0 0 28 13.89 67.

Lembar Kerja Siswa (LKS) LEMBAR KERJA SISWA I JANGAN TEBANGI TERUS HUTANKU. balok kayu atau batu bata. Apa yang tejadi selanjutnya? Tanah akan mudah terkikis (erosi. Mari kita lakukan kegiatan agar dapat memahami akibat negatif penggundulan hutan! B TUJUAN Mengetahui dampak penggundulan hutan. 2.. A PENDAHULUAN Aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhannya sering menimbulkan efek samping negatif.99 Lampiran 5. B. . kayu persegi panjang 3 buah (kotak A.. Kotak C diisi dengan tanah yang tidak ditumbuhi 3. gelas kimia 1000 ml sebagai bejana penampung air. Kotak B diisi dengan tanah yang ditumbuhi sedikit rumput. maka akan mudah banjir yang dapat merugikan manusia sendiri. Hutan yang gundul akan menyebabkan tidak adanya akar-akar pohon yang mampu menyerap dan menahan air. Penebangan hutan yang dilakukan secara terus menerus akan menyebabkan hutan menjadi gundul. longsor) dan jka HUJAN LEBAT. C METODE Eksperimen D ALAT DAN BAHAN 1. alat penyiram tanaman 4. dan C) • • • kotak A diisi dengan tanah yang ditumbuhi banyak rumput.

B dan C? Menurutmu apakah yang menyebabkannya? . Dengan menggunakan gelas kimia. 2. Dengan alat penyiram tanaman. Tabel Hasil Pengamatan Kotak A B C F PERTANYAAN 1. Samakah volume air tampungan pada kotak A. ukurlah volumenya kemudian catatlah hasilnya. B dan C agak miring. Samakah keadan air tampungan pada kotak A. tampunglah air siraman masing-masing kotak. Susunlah perangkat percobaan seperti pada gambar di bawah! Dengan menggunakan kayu atau batu bata. B dan C? Adakah endapan tanah pada ketiga air tampungan? Menurutmu. apakah yang Keadaan air Volume air Endapan air menyebabkannya? 2. Amatilah keadaan air tampungan. secara perlahan-lahan siramlah air ke tanah dan rumput pada kotak A. 4.100 E CARA KERJA 1. B dan C dengan volume air yang sama. 3. aturlah agar posisi kotak A.

2. C METODE Eksperimen D.Larutan Pestisida . namun ada senyawa dan unsure lain yang terlarut didalamnya. Masukkan 3 ekor ikan ke dalam masing-masing gelas . maka lahan manakah yang akan mampu menampung air lebih banyak? Tuliskan alasanmu! 4. B. Tapi bila keadaan air disekitar kita tercemar maka apa yang akan terjadi dengan organisme yang berada disekitar lingkungan tersebut? B TUJUAN Mengetahui dampak pencemaran air terhadap organisme. CARA KERJA 1. Kesimpulan apakah yang dapat diambil berdasarkan percobaan di atas! LEMBAR KEGIATAN SISWA II ADA APA DENGAN IKAN-IKAN KU………. air yang ada dipermukaan bumi tidak selalu dalam keadaan murni dan bersih. . A LANDASAN TEORI Pada umumnya. Air merupakan komponen yang sangat diperlukan bagi makhluk hidup.Gelas 3 Buah berisi air yaitu Gelas A. ALAT DAN BAHAN . Isilah gelas A.Larutan detergen E.. dan air penyiram sebagai hujan. dan C dengan air dengan volume sama (500 ml). dan C . Bila diumpamakan ke tiga kotak percobaan tersebut di atas sebagai lahan yang luas.Ikan 9 ekor .101 3. B.

5. bagaimana tindakan yang dilakukan untuk mengatasi terjadinya pencemaran air? 5. dan C setelah diberi perlakuan diatas. mengapa demikian?\ 3. Jika terjadi pencemaran air. Adakah perbedaan kondisi ikan pada gelas A. Teteskan secara bertahap masing-masing 5 tetes larutan detergen kedalam gelas B. 3. Berikan kesimpulan dari kegiatan diatas. Berdasarkan kegiatan yang telah kamu lakukan. 4. menurut kamu. 1. 5. 4. Bagaimana kondisi ikan sebelum ditetesi larutan detergen dan larutan pestisida? Apa yang akan terjadi pada ikan-ikan tersebut setelah ditetesi larutan detergen dan larutan pestisida?Kira-kira factor apa yang mempengaruhinya? 2. PERTANYAAN 1. Bandingkan hasil pengamatanmu dari ketiga buah stoples tersebut kemudian diskusikan hasilnya dengan teman-temanmu. larutan pestisida kedalam gelas C sampai tetesan yang ke 25.102 3. 2. Amati kondisi ikan setelah melakukan tetesan. Tabel Hasil Pengamatan Kondisi Ikan No. Gelas A sebagai kontrol (air). Tetesan 5 Tetes pertama 5 Tetes kedua 5 Tetes ketiga 5 Tetes keempat 5 Tetes kelima Gelas A Gelas B Gelas C F. B. apa yang akan terjadi pada kehidupan organisme air? 4. .

energi. Udara merupakan salah satu komponen lingkungan yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup. B TUJUAN Mengetahui dampak pencemaran udara terhadap organisme. Kantong plastik @ kelompok 4 buah yaitu plastik A.Serangga (jangkrik @ kelompok 12 ekor) E CARA KERJA 1. C. 4. Apabila udara yang kita hirup mengandung zat yang berbahaya .103 LEMBAR KEGIATAN SISWA III PENCEMARAN UDARA A PENDAHULUAN Pencemaran lingkungan adalah peristiwa masuknya zat. B= 10 detik. B. . C. dan D 2. Asap knalpot dengan lama waktu memasukan knalpot kedalam plastik A= 5 detik. kemudian masing-masing plastik diikat dengan erat. dan plastik D berisis udara biasa (sebagai kontrol). dan 15 detik ke dalam plastik A. maka dapat mempengaruhi tubuh manusia khususnya organ pernafasan. unsure. atau komponen lain yang merugikan kedalam lingkungan akibat aktivitas manusia atau proses alami. Tampunglah asap dari kenalpot motor dengan lama waktu pengambilan knalpot 5 detik. 10 detik. Karet pengikat 3. Oksigen sangat diperlukan bagi makhluk hidup untuk bernafas. B. C METODE Eksperimen D ALAT DAN BAHAN 1. Plastik C=15 detik dan plastik D berisis udara biasa (sebagai kontrol).

dan D tadi. Bagaimana pendapatmu apabila manusia dimasukkan ke dalam ruang tertutup yang penuh asap? 4. Tuliskan kesimpulan dari percobaan yang telah kamu lakukan? LEMBAR KEGIATAN SISWA IV ADA APA DENGAN UDARA YANG KITA HIRUP………. energi. dengan cara mengendorkan ikatan plastik lalu kencangkan kembali ikatan tersebut dan biarkan. Masukkan @ 3 ekor jangkrik kedalam plastik A. lalu amati apa yang akan terjadi pada serangga tersebut. A PENDAHULUAN Pencemaran lingkungan adalah peristiwa masuknya zat. atau komponen lain yang merugikan kedalam lingkungan akibat aktivitas manusia atau proses alami. B. C. dan C yang berisi penuh dengan asap. Udara merupakan salah satu komponen lingkungan yang . unsure. B. Catat hasil pengamatan dan diskusikan dengan teman-temanmu. Tabel hasil pengamatan Plastik A B C D Keadaan jangkrik F PERTANYAAN 1. Apa yang terjadi setelah setelah serangga (jangkrik) dimasukkan kedalam plastik A. 3. Adakah perbedaan? Apa yang menyebabkannya? 3. Bagaimana keadaan jangkrik sebelum dimasukkan kedalam plastik yang berisi penuh dengan asap? 2.104 2.

5.105 sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup. Diskusikan dengan teman kelompokmu. 3. B TUJUAN Mengetahui dampak pencemaran udara terhadap organisme. Kertas 3. Tabel hasil pengamatan Kertas A B C D Keadaan Kertas . Oksigen sangat diperlukan bagi makhluk hidup untuk bernafas. Vaselin/ minyak goring/ hand body lotion 2. Apabila udara yang kita hirup mengandung zat yang berbahaya . disekitar rumah. maka dapat mempengaruhi tubuh manusia khususnya organ pernafasan. dan disekitar sekolahmu. 4. Ambil kertas tersebut. Biarkan kertas tersebut selama dua hari. Tempelkan kertas tersebut masing-masing ditempat yang dekat jalan raya. Oleskan vaselin/minyak goring/ hand body lotion secukupnya pada kertas putih 2. C METODE Eksperimen D ALAT DAN BAHAN 1. Alat perekat (double tip/ lem/ isolasi) E CARA KERJA 1. lalu amati apa yang terjadi pada kertas tersebut.

C. Adakah perbedaan kondisi kertas A. industri. Reuse. C METODE Permainan Bingo. pertanian. B. polusi udara yang paling banyak itu terjadi dimana? Apa yang menyebabkannya? 4. Penggunaan kembali atau pendaur ulangan sampah (Reuse). Di kota-kota besar masalah sampah merupakan masalah yang serius. dan buangan bahan-bahan yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme. Recycle). dan mengolah sampah (Recycle). B TUJUAN Mengetahui berbagai jenis sampah padat dan mengetahui cara pengolahan sampah tersebut melalui program 3 R (Reduce. dan D setelah dibiarkan ditempel dan dibiarkan selama dua hari? Apa yang menyebabkannya? 3. Berikan kesimpulan dari kegiatan diatas LEMBAR KEGIATAN SISWA V PENANGGULANGAN PENCEMARAN TANAH A LANDASAN TEORI Pencemaran tanah disebabkan aktivitas manusia yang menghasilkan berbagai limbah rumah tangga.106 F PERTANYAAN 1. dan Action. Reuse. Apa yang akan terjadi bila lingkungan sekitar kita penuh dengan sampah? Kita dapat menangulangi sampah yang ada disekitar kita dengan melalui program 3 R (Reduce. dan Recycle) Yaitu dengan mengurangi penggunaan barang yang dapat menjadi sampah (reduce). . karena jumlah sampah yang menumpuk sementara tempat pembuangan dan daur ulang belum sepadan. Menurutmu dari kegiatan yang telah kamu lakukan. Bagaimana kondisi kertas sebelum ditempel? 2.

4. Tabel benda 3 R (Reduce. 10 jenis sampah padat yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Untuk setiap nama sampah padat yang terundi. reuse. maupun diagonal maka kelompok tersebut harus membuat garis pada urutan kotak tersebut dan berkata “Bingo” sebagai tanda berhasil dan kelompok tersebut akan mendapatkan poin. 8. Menuliskan 4 macam nama sampah padat pada tiap kotak pada lembar bingo. 2. 2. Reuse. Setelah selesai melakukan permainan Bingo tersebut. maka kelompok tersebut harus melingkari kotak bingo yang sesuai dengan undian yang telah diambil. Apabila undian yang telah diambil sesuai dengan nama sampah yang dituliskan pada lembar bingo. Masing-masing kelompok mengambil lembar bingo. vertical. 3. 9. recycle). Jika ada kelompok yang telah melingkari nama-nama sampah pada dua kotak lembar bingonya dan membentuk lajur horizontal. 7. lalu mencocokkan nama sampah padat yang tertulis pada kertas tersebut. Lakukan kegiatan tersebut sampai 5 kali kegiatan Bingo terundi. Recycle).107 D ALAT DAN BAHAN 1. 8 Kelompok yang paling banyak mendapatkan poin maka kelompok tersebut sebagai pemenangnya. 10. Lembar bingo E CARA KERJA 1. Perwakilan dari tiap-tiap kelompok secara bergiliran maju untuk mengambil 2 undian bingo di dalam kotak kardus. 5. Kertas undian bingo 3. . 6. 4. Kotak kardus 5. kemudian ambillah benda disekitar kelas yang menurutmu sebagai pencemar. guru akan memberikan penjelasan tentang sampah tersebut dan bagaimana pemanfaatan sampah tersebut dengan program 3 R (reduce. Kumpulkan polutan tersebut dan diskusikan bersama kelompokmu.

Buatlah tabel yang menggambarkan tentang macam polutan yang didapat. beri contohnya! 3. sebutkan bahan atau zat yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran tanah? 2. Berdasarkan dari permainan yang kamu lakukan. sumber polutan dan sifat polutan tersebut. apakah ada sampah yang dapat di daur ulang?sebutkan dan bagaimana cara mendaur ulangnya? 4. . jenis polutan. Berikan kesimpulan dari kegiatan diatas. Dari jenis sampah yang kamu temukan.108 11. F PERTANYAAN 1. Bedakan antara sampah organic dan anorganik.

Soal Uji Coba Post-test SOAL ULANGAN HARIAN Konsep : Pengelolaan Lingkungan Kelas/Semester : VII/Gasal Waktu : 45 Menit Berilah Tanda silang (X) huruf a. 2. membangun bak penampungan di sekitar rumah usaha yang bertujuan untuk mencegah pencemaran udara oleh CO2 adalah a. 3 dan 4 .. c. c. 2 dan 5 c. karena. tidak mempertimbangkan ukuran pohon yang ditebang.. 3.. d. air berbau dan berwarna d.109 Lampiran 7. 2 dan 4 d. a.. Penebangan hutan secara liar dianggap sebagai penyebab utama terjadinya bencana banjir. membangun taman kota 2. airnya tidak berbau b. atau d pada jawaban yang paling benar 1. b. tidak membayar pajak pada pemerintah daerah. a. c. batu bara. b. meningkatkan gizi masyarakat 4. 1 dan 2 b. tumbuh banyak enceng gondok 3. tidak memperhitungkan jumlah pohon yang ditebang. tidak melibatkan masyarakat setempat. mengurangi penggunaan bahan bakar fosil seperti bensin. Salah satu ciri bahwa air kolam atau danau telah tercemar adalah. dihuni banyak fauna Berikut ini yang termasuk usaha manusia mencegah pencemaran udara: 1. mengolah sampah menjadi kompos 5.

. menyemprot dengan pestisida b. pengaturan penggunaan pupuk dan pestisida . dibiarkan hancur oleh alam 6.. c. mendatangkan pemangsanya yaitu ular d.. dan SOx b. a. panenan dapat meningkat b. Penanggulangan hama tikus di sawah secara fisik yang tepat di bawah ini adalah. gas CO2.110 4. sebagai sarang nyamuk anopeles 5. membakar sampah plastik c. mahalnya biaya untuk membeli pestisida. udara/atmosfer sangat kering 8. diolah menjadi pupuk kompos d.. gas O2. Cara mencegah pencemaran lingkungan oleh limbah rumah tangga adalah. menyebabkan pencemaran air b. meningkatnya gedung yang terbuat dari kaca d. menjadi sumber mata air c. NOx. diberi racun tikus 9.. a. Cara menjaga pencemaran lingkungan oleh limbah pertanian yang paling aman adalah a.. Kerugian besar yang diakibatkan oleh penggunaan pertisida untuk memberantas hama tanaman adalah a. a. Efek rumah kaca terjadi karena naiknya suhu udara/atmosfer yang disebabkan oleh.. SOx. Di bawah ini akibat yang ditimbulkan oleh limbah rumah tangga yang menggenang di bak atau selokan. meningkatnya kekebalan tanaman 7. menyebabkan pencemaran udara (bau) d. dan NOx c. membuang sampah ke sungai b. kecuali. menangkap dan membunuh hama c. a. terbunuhnya hewan yang bermanfaat d..

mengolah limbah pabrik sebelum mengalirkannya ke sungai 11. a. meningkatkan penggunaan pupuk buatan c. penanaman tanaman yang kebal hama d. NOx. oksida logam.. Peningkatan suhu global di bumi disebabkan oleh pencemaran. Mengurangi penggunaan bahan bakar fosil seperti bensin. air oleh radiasi ultraviolet c. d. batu bara akan dapat mengurangi pencemaran. menutup pabrik-pabrik yang menghasilkan limbah b. air oleh air panas. udara oleh CO2. udara oleh CO. mengalirkan limbah pabrik ke bak penampungan c. CO. dan Sox 14. dan SOx d. solar... air oleh limbah kimia cair 12. membasmi hama dengan pestisida 10. air oleh CO2. menggunakan organisme pemangsa hama c. CO. asap. dan SOx b. membuang limbah pabrik ke laut dalam d. dan oksida logam c. hujan lebat pada tanah yang ada tanaman gelombang air laut yang besar naiknya permukaan air laut hujan lebat pada tanah yang tidak ada tanaman . menggunakan pestisida 13. Cara menanggulangi pencemaran lingkungan oleh limbah industri adalah a. Pengendalian hama tanaman budidaya secara biologis adalah pengendalian hama dengan a. NOx.. c.111 b. b. menggunakan organisme makanan hama d. udara oleh CO2 d. memanfaatkan organisme sejenis b. Erosi tanah disebabakan oleh………… a.. a. udara oleh debu b. CFC.

longsor banjir c. Volume air pada gelas penampung di kotak C lebih kecil dari pada volume air pada gelas penampung di kotak B . B. Volume air pada penampung di kotak A lebih besar dari pada volume air pada gelas penampung di kotak B. b... Pada suatu percobaan menggunakan 3 kotak yaitu kotak A. Pernyataan di bawah ini yang sesuai dengan kegiatan di atas adalah. Endapan tanah pada gelas penampung di kotak C lebih kecil dari pada endapan tanah pada gelas penampung di kotak B. c. apa yang akan terjadi pada kotak A apabila turun hujan lebat? a.112 Uraian di bawah ini untuk soal no 15 – 17. pengikisan tanah d. pada kotak B diberi tanaman sedikit (jarang). Endapan tanah pada gelas penampung di kotak C lebih besar dari pada endapan tanah pada gelas penampung di kotak B. Kemudian masing-masing kotak disiram dengan air melalui bagian atas kotak. b. Kotak-kotak di atas diibaratkan hutan. dan C. dan pada kotak C tidak diberi tanaman. dan pada bagian bawah kotak diberi wadah untuk menampung air maupun tanah yang terbawa oleh air. Pada kotak A diberi tanaman penuh (lebat). a. tumbuh tanaman 16.. Percobaan di atas dapat digambarkan seperti di bawah ini: 15. d.

c. b. Membuka hutan untuk permukiman 4. 3 1. Sebagai tempat berlindung makhluk hidup 3. 3. c. Menghasilkan oksigen 2. 4 d. air yang disiram di kotak A terserap oleh tanaman terjadi erosi pada kotak A tidak ada tanaman yang menyerap air pada kotak C volume air pada kotak B lebih sedikit dari kotak C 19. 1.. a. mendatangkan pemangsa berupa ular mendatangkan pemangsa berupa burung menggunakan pestisida menggunakan insektisida 18.. d. 2. b. b. 2. 4 . 3. 4 c. 2. Perhatikan diagram/grafik di bawah ini: volume air tampungan 150 ml 100 ml 70 ml 30 ml A B Kotak C Dari grafik di atas. manakah yang termasuk fungsi hutan adalah. Menyerap air hujan Dari pernyataan di atas.113 17. Perhatikan pernyataan di bawah ini dengan seksama: 1. a. 1. Penanggulangan hama wereng secara biologis dapat dilakukan dengan cara… a. pernyataan yang salah adalah………. d.

a. ikan. Perhatikan gambar di bawah ini: 1 2 3 4 Pada gambar di atas yang tidak menyebabkan terjadinya pencemaran udara adalah. semua benar 23. ada asap pabrik ada asap kendaraan c. b. pupuk. shampo eceng gondok. rumput laut d. cepatnya pertumbuhan flora dan fauna 24... 1 b.. sampah keleng c. Udara akan tercemar apabila……. Yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran air adalah……. b. batu c. b. Salah satu dampak atau akibat yang ditimbulkan dengan adanya pemanasan global adalah… a. detergen. detregen 22. naiknya permukaan tanah d. Yang menyebabkan terjadinya pencemaran tanah adalah. banyak ikan yang mati d. a. semua jawaban benar .114 20. a. botol plastik b. tanah menjadi tandus tanah menjadi lebih subur c.. tanaman tumbuh dengan baik 25. Akibat adanya pencemaran tanah adalah… a. shampo. 4 21. pestisida. a.. 2 c. mencairnya es di kutub c.. detergen. menurunnya permukaan air laut b. ikan.. 3 d. ada asap rokok d. botol kaca d.

Reuse. Pestisida lebih berbahaya dari pada detergen Penggunaan pestisida dan detergen harus dihentikan detergen lebih berbahaya dari pestisida ikan mati pada penetesan detergen ke 30 28. pencemaran air b. Program 3 R (Reduce. dan pada gelas C ditetesi dengan pestisida. dengan konsentrasi detergen dan pestisida sama yaitu 2. pencemaran air dan tanah 27. B . Pada semua gelas diberi ikan. c. pada gelas B ditetesi dengan deterjen.5 %. d. Perhatikan gambar di bawah ini: 1 2 3 4 . pencemaran udara c. dan Recycle) dapat dilakukan untuk menanggulangi…… a. Ternyata setiap ditetesi deterjen maupun pestisida menyebabkan perubahan pada ikan yang digambarkan pada grafik di bawah ini: Jumlah tetesan 40 tetes 50 tetes detergen 30 tetes pestisida 20 tetes sehat pingsan Keadaan Ikan mati Apa yang dapat kamu simpulkan dari grafik di atas a. b.115 26. Pada gelas A tidak ditetesi apa-apa. pencemaran tanah d. dan C. Pada suatu percobaan menggunakan 3 buah gelas yaitu gelas A.

Asap knalpot kendaraan yang mengandung gas carbon monoksida (CO) dapat mengakibatkan… a.116 Dari gambar diatas yang termasuk sampah organik adalah……. botol plastik Dari jenis sampah diatas. terjadinya hujan asam b. 2. korosi pada logam 31. 1 dan 3 30. 3. Kaleng minuman 2. perubahan kelembaban udara d. perhatikan tabel berikut: Tabel perhitungan luas arel hutan di beberapa kabupaten adalah sebagai berikut Nama Kabupaten Kabupaten A Kabupaten B Kabupaten C Kabupaten D Luas Areal Hutan 800 ha 300 ha 400 ha 600 ha Jumlah Pohon 5500 2000 5000 4000 . 1 dan 2 c. 1. 4 c. 2. 2 dan 4 d. plastik blanja 4. gangguan pernafasan pada manusia c. yang dapat ditanggulangi dengan reuse (bisa digunakan kembali) adalah……… a. 3. 2 dan 4 29. 3 dan 4 d. 1 dan 2 c. a. Dari gambar diatas yang termasuk sampah anorganik adalah……… a.. kertas bekas 3. 3 b. semua benar Untuk soal nomer 34-35. Perhatikan jenis-jenis sampah di bawah ini: 1. 1 dan 3 b. 1. 4 d. 3 dan 4 b.

maka kabupaten yang paling tinggi cadangan airnya adalah kabupaten. maka bisa diperkirakan jumlah pasien ISPA akan. a. meningkat b. kabupaten A b.pasien ISPA jumlah pasien ISPA 100 80 60 40 20 0 251/2003 235/2004 222/2005 luas hutan terbakar/tahun jumlah pasien ISPA Garafik di atas menunjukkan jumlah pasien ISPA (Infeksi saluran Pernafasan Atas) yang dihubungkan dengan peristiwa kebakaran hutan 34.. maka pada tahun 2005 jumlah pasien ISPA . Bila ternyata luas hutan terbakar pada tahun 2006 menjadi 255 ha..117 32. kabupaten yang tinggi kepadatan pohonnya adalah hutan kabupaten.. Berdasarkan tabel di atas. Dari grafik di atas. kabupaten B c. kabupaten D Untuk soal nomer 34 – 35 perhatikan grafik di bawah ini: hubungan kebakaran hutan . a. a. meningkat c. tetap d. menurun b. tidak terukur 35.. kabupaten A b. bila dianggap jumlah pohon berhubungan dengan kemampuan menahan air. tidak terukur . kabupaten D 33. a. menurun c... kabupaten B c. Dengan melihat data pada tabel di atas.. melihat kecenderungan luas hutan yang terbakar. tetap d.. kabupaten C d. kabupaten C d..

c 3. c 27. d 11. c 6. b . a 4. c 7. d 16. b 5. d 23.118 Lampiran 8. b 18. a 28. d 26. a 2. d 14. b 24. b 20. a 10. d 32. c 12. b 31. d 21. d 22. d 15. b 13. b 19. c 17. b 35. c 30. b 9. a 25. Kunci Jawaban Soal Uji Coba Post-test Kunci Jawaban Soal Uji Coba Post-test 1. a 34. c 33. a 29. a 8.

Tabel Analisis Butir Soal Uji Coba (Pre-test) .119 Lampiran 9.

.. a. c. atau d pada jawaban yang paling benar 1. 1 dan 2 b. tidak membayar pajak pada pemerintah daerah.120 Lampiran 10.. d. b. Salah satu ciri bahwa air kolam atau danau telah tercemar adalah. mengurangi penggunaan bahan bakar fosil seperti bensin. 2 dan 4 d. c. membangun bak penampungan di sekitar rumah usaha yang bertujuan untuk mencegah pencemaran udara oleh CO2 adalah a. meningkatkan gizi masyarakat 4. 3. c. batu bara. mengolah sampah menjadi kompos 5. tidak mempertimbangkan ukuran pohon yang ditebang. Penebangan hutan secara liar dianggap sebagai penyebab utama terjadinya bencana banjir. 2. tidak memperhitungkan jumlah pohon yang ditebang. membangun taman kota 2. dihuni banyak fauna Berikut ini yang termasuk usaha manusia mencegah pencemaran udara: 1. 3 dan 4 . airnya tidak berbau b. b.. air berbau dan berwarna d. tumbuh banyak enceng gondok 3. Soal Ulangan Harian (Post-test) SOAL ULANGAN HARIAN Konsep : Pengelolaan Lingkungan Kelas/Semester : VII/Gasal Waktu : 45 Menit Berilah Tanda silang (X) huruf a. a. karena. 2 dan 5 c. tidak melibatkan masyarakat setempat.

Penanggulangan hama tikus di sawah secara fisik yang tepat di bawah ini adalah. kecuali. a. menangkap dan membunuh hama c.. meningkatkan penggunaan pupuk buatan c. Efek rumah kaca terjadi karena naiknya suhu udara/atmosfer yang disebabkan oleh...121 4. Menjadi sumber mata air c. gas O2. Menyebabkan pencemaran udara (bau) d. Menyebabkan pencemaran air b. pengaturan penggunaan pupuk dan pestisida b. terbunuhnya hewan yang bermanfaat d. a. SOx. c. dan SOx b. mendatangkan pemangsanya yaitu ular d.. Kerugian besar yang diakibatkan oleh penggunaan pertisida untuk memberantas hama tanaman adalah a. gas CO2. diberi racun tikus 8. Cara menjaga pencemaran lingkungan oleh limbah pertanian yang paling aman adalah a. mahalnya biaya untuk membeli pestisida. penanaman tanaman yang kebal hama d. Sebagai sarang nyamuk anopeles 5. meningkatnya kekebalan tanaman 6. menyemprot dengan pestisida b. NOx.. panenan dapat meningkat b. dan NOx c. membasmi hama dengan pestisida . a. Di bawah ini akibat yang ditimbulkan oleh limbah rumah tangga yang menggenang di bak atau selokan.. udara/atmosfer sangat kering 7. meningkatnya gedung yang terbuat dari kaca d.

menutup pabrik-pabrik yang menghasilkan limbah b. Pengendalian hama tanaman budidaya secara biologis adalah pengendalian hama dengan a. air oleh radiasi ultraviolet c. menggunakan organisme makanan hama d. Percobaan di atas dapat digambarkan seperti di bawah ini: . Pada kotak A diberi tanaman penuh (lebat). udara oleh CO2 d. dan pada kotak C tidak diberi tanaman. Kemudian masing-masing kotak disiram dengan air melalui bagian atas kotak. mengolah limbah pabrik sebelum mengalirkannya ke sungai 10. pada kotak B diberi tanaman sedikit (jarang). udara oleh debu b. memanfaatkan organisme sejenis b. membuang limbah pabrik ke laut dalam d. menggunakan organisme pemangsa hama c. dan pada bagian bawah kotak diberi wadah untuk menampung air maupun tanah yang terbawa oleh air.122 9. h. dan C. hujan lebat pada tanah yang ada tanaman gelombang air laut yang besar naiknya permukaan air laut hujan lebat pada tanah yang tidak ada tanaman Uraian di bawah ini untuk soal no 15 – 17. f.. menggunakan pestisida 12. Pada suatu percobaan menggunakan 3 kotak yaitu kotak A. B. g. Cara menanggulangi pencemaran lingkungan oleh limbah industri adalah a.. Peningkatan suhu global di bumi disebabkan oleh pencemaran. mengalirkan limbah pabrik ke bak penampungan c.. a. Erosi tanah disebabakan oleh………… e. air oleh limbah kimia cair 11.

d. Pernyataan di bawah ini yang sesuai dengan kegiatan di atas adalah. Endapan tanah pada gelas penampung di kotak C lebih kecil dari pada endapan tanah pada gelas penampung di kotak B. g. h. Kotak-kotak di atas diibaratkan hutan.. longsor banjir c. 15.. pengikisan tanah d.. Penanggulangan hama wereng secara biologis dapat dilakukan dengan cara… e. f. Volume air pada gelas penampung di kotak C lebih kecil dari pada volume air pada gelas penampung di kotak B.123 13. apa yang akan terjadi pada kotak A apabila turun hujan lebat? c. mendatangkan pemangsa berupa ular mendatangkan pemangsa berupa burung menggunakan pestisida menggunakan insektisida . f. e. h. Volume air pada penampung di kotak A lebih besar dari pada volume air pada gelas penampung di kotak B. tumbuh tanama 14. g. Endapan tanah pada gelas penampung di kotak C lebih besar dari pada endapan tanah pada gelas penampung di kotak B.

Perhatikan pernyataan di bawah ini dengan seksama: 1. h. eceng gondok. rumput laut d. a.. Menyerap air hujan Dari pernyataan di atas. 2.. Sebagai tempat berlindung makhluk hidup 3. d.124 16.. 3. 2. c. Menghasilkan oksigen 2. Membuka hutan untuk permukiman 4. detergen. sampah keleng c. Yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran air adalah……. shampo d. pupuk.. pestisida. manakah yang termasuk fungsi hutan adalah. 1. 4 18. batu c. botol kaca d. shampo. c. 2. ikan. 4 d. pernyataan yang salah adalah………. g. 4 c. e. 1. 3. ikan. f. semua benar . detregen 19.. Yang menyebabkan terjadinya pencemaran tanah adalah. 3 1. Perhatikan diagram/grafik di bawah ini: volume air tampungan 150 ml 100 ml 70 ml 30 ml A B Kotak C Dari grafik di atas. botol plastik b. air yang disiram di kotak A terserap oleh tanaman terjadi erosi pada kotak A tidak ada tanaman yang menyerap air pada kotak C volume air pada kotak B lebih sedikit dari kotak C 17. detergen..

pencemaran tanah d. d. pencemaran air dan tanah 22. pada gelas B ditetesi dengan deterjen. Detergen lebih berbahaya dari pestisida. Pestisida lebih berbahaya dari pada detergen. pencemaran air b. dan Recycle) dapat dilakukan untuk menanggulangi…… a. Pada gelas A tidak ditetesi apaapa.125 20. tanah menjadi tandus tanah menjadi lebih subur banyak ikan yang mati tanaman tumbuh dengan baik 21. Program 3 R (Reduce. mati . Pada semua gelas diberi ikan. Reuse. g. Pada suatu percobaan menggunakan 3 buah gelas yaitu gelas A. f. Ternyata setiap ditetesi deterjen maupun pestisida menyebabkan perubahan pada ikan yang digambarkan pada grafik di bawah ini: Jumlah tetesan 40 tetes 50 tetes detergen 30 tetes pestisida 20 tetes sehat pingsan Keadaan Ikan Apa yang dapat kamu simpulkan dari grafik di atas e. f. e. dan C. dengan konsentrasi detergen dan pestisida sama yaitu 2. pencemaran udara c.5 %. dan pada gelas C ditetesi dengan pestisida. Penggunaan pestisida dan detergen harus dihentikan. Akibat adanya pencemaran tanah adalah… c. B .

1. 1. 4 d. terjadinya hujan asam b. kertas bekas 3. yang dapat ditanggulangi dengan reuse (bisa digunakan kembali) adalah……… c. 1 dan 2 c. 2 dan 4 d. 2. perubahan kelembaban udara d. 2. botol plastik Dari jenis sampah diatas. Perhatikan gambar di bawah ini: 1 2 3 4 Dari gambar diatas yang termasuk sampah organik adalah……. 1 dan 3 25.126 h.. Asap knalpot kendaraan yang mengandung gas carbon monoksida (CO) dapat mengakibatkan… a. 3. semua benar Untuk soal nomer 34-35. 1 dan 3 b. 3. 3 d. plastik blanja 4. korosi pada logam 26. Kaleng minuman 2. Ikan mati pada penetesan detergen ke 30 23. 2 dan 4 24. Perhatikan jenis-jenis sampah di bawah ini: 1. 3 dan 4 d. Dari gambar diatas yang termasuk sampah anorganik adalah……… c. 3 dan 4 d. 4 c. a. gangguan pernafasan pada manusia c. perhatikan tabel berikut: . 1 dan 2 c.

kabupaten D 28. kabupaten yang tinggi kepadatan pohonnya adalah hutan kabupaten. melihat kecenderungan luas hutan yang terbakar. Kabupaten C d.pasie n ISPA jum pasien ISPA lah 100 80 60 40 20 0 251/2003 235/2004 222/2005 luas hutan terbakar/tahun jumlah pasien ISPA Grafik di atas menunjukkan jumlah pasien ISPA (Infeksi saluran Pernafasan Atas) yang dihubungkan dengan peristiwa kebakaran hutan 29... Kabupaten B c. meningkat b.. Dengan melihat data pada tabel di atas. Kabupaten D Untuk soal nomer 34 – 35 perhatikan grafik di bawah ini: hubungan ke bakaran hutan . a. Dari grafik di atas. tidak terukur .. a. maka kabupaten yang paling tinggi cadangan airnya adalah kabupaten. Kabupaten A b. menurun c. kabupaten C d.. kabupaten A b. kabupaten B c. Berdasarkan tabel di atas. bila dianggap jumlah pohon berhubungan dengan kemampuan menahan air.. tetap d..127 Tabel perhitungan luas arel hutan di beberapa kabupaten adalah sebagai berikut Nama Kabupaten Kabupaten A Kabupaten B Kabupaten C Kabupaten D Luas Areal Hutan 800 ha 300 ha 400 ha 600 ha Jumlah Pohon 5500 2000 5000 4000 27. a. maka pada tahun 2005 jumlah pasien ISPA .

Bila ternyata luas hutan terbakar pada tahun 2006 menjadi 255 ha. a.. tidak terukur . meningkat c..128 30. menurun b. maka bisa diperkirakan jumlah pasien ISPA akan. tetap d.

d 13. a 23 a 24. Kunci Jawaban Post-test 1. b 8. d 10. d 27. b 5. b 26. a 2. d 20. d 19.129 Lampiran 11. b 18. b 12. b 17. a 21. c 3. c 28. c 22. b . a 7. a 4. c 6. b 16. d 14. a 29. b 30. c 15. a 9. c 25. c 11.

130 Lampiran 12. Hasil Belajar (Post-test) Siswa Tabel Hasil Belajar Siswa Kelas VII C No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Nama siswa Abda Alif CH Agista Isma Alan Didi Alfian Saefudin Annisa Rama W Aulia Ade Hanisa Banon Gede U Catur Widiyono Danang Puji Wiyono Deli Puspita Fascal Tri Eryanto Galang Eksel Habib Mustika Hafishil Ihsan Harita Niken Hilda Hermita Karno Khomsatun Anisa Marco Setiyaji Muh Nabil Muh Nisal Muh Tri Yulianto Murdiono Nika Arum S Novia Budiani Nurul Aastri Randy Yohendri Rendra Ghalia Risky Citraning Riskyana Septy Rustanti Shima Suara G Nilai post test 70 77 83 70 83 77 87 63 70 67 47 70 73 67 53 80 53 73 47 67 73 57 67 80 77 77 73 47 70 83 73 73 .

131 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 Siswindarti Steven Putra Tri afiebbawa E Ulin Nuha M Wahyu Eka Wahyu setia Yunita Triana Yusuf Dewantoro Yusuf HK Maulana jamianto 60 70 60 63 60 73 87 77 73 67 Nilai Tertinggi Nilai Terendah Rata-Rata 97 47 69.45 Hasil Belajar Siswa Kelas VII C No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Nama Siswa Abdul Rosid Ade Yogyanto Adi Kurniawan Anisa Kusuma Arditya V Benny haryadi Cici Apriliani Deny Suliststianto Devy Nurita Dwi rahyo K Edgar Ema Anika R Evin Oktarika P Febri Trisnawati Febriyanto F Fitri Rohma W Hening Tri K Heru Wibowo Ilfan Afiandi Indah Permata S Kholifah Ayu Nilai post test 80 70 40 73 77 73 63 83 70 63 80 53 57 73 60 90 63 70 70 67 70 .

132 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 Lusi Setiyo Maulana Soba Mawar banondari Mela Fitri Mia Marcelina muh Saefudin Muji Lelono Nisfuan Dwi F Randa deski K Ratna Purnama S Saifudin Teguh Darsono Tri Setyo Wahyu Upik Nurkholifah Vena Vidiyanti Widiharto Widodo Widya Kusuma Winda Mareta Yantra Prasiwi Yodha Anandita 67 57 70 93 60 80 67 87 67 43 70 73 83 60 70 63 60 67 67 60 70 Nilai Tertinggi Nilai Terendah RATA-RATA 93 40 68.55 Hasil Belajar Siswa Kelas VII G No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nama Siswa Ade Riski Agung Sugiarto Agus Santoso Akbar Salmani Ali Mubarok Anis Nurdyana Annisa Nurika Arifin Siddiq Ayyub Sunanajar Bayu Chirstian Nilai post test 60 87 80 73 80 70 70 63 70 70 .

133 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 Bonit Prawidyo Darwisata Denni pratama Devi Noviasari Ignu bayu P Imam Agus R Ina Anggraeni malinda Melati Kusuma Mila Ariska W Muh Saiful GL Naela Amalia Nova Nurdyanti Nur fauzi L Oni Kurnia Pranita Verk Probo dewi A Puji handayani rahayu Novia T Ravi Eno. A Reni febriyana H Senka Novier Sevia Septiyanti Silviani Sinta Aini P Siti fatmawati Sukma Hertoko Teguh Adi Putra Tri Yulianti Wahyu Winarningrum Yahya Al Abror Yudha Oktanoviana 77 77 67 77 67 77 80 60 70 87 70 87 70 73 77 90 63 77 93 77 77 87 67 67 77 87 70 47 73 87 73 80 Nilai Tertinggi Nilai Terendah Rata-rata 93 47 74.54 .

75 56.78 11.59 23.39 6.21 62.52 70.13 11.12 19. Tabel Analisis Hasil Belajar Siswa Tabel Analisis Hasil Belajar Siswa Kelas Materi Betul lengkap Hasil Pre-tes t(%) Betul tidak lengkap Kurang betul Salah Hasil Post-test Betul (%) Salah (%) Keterangan VIIB Erosi Tanah Udara Tanah Air Rerata 20.41 57.05 51.88 .82 13.08 2.25 62.69 29.09 32.68 18.88 67.25 18.86 26.88 80.77 68.75 6.61 11.32 22.00 9.89 67.10 17.56 48.89 7.19 25.134 Lampiran 13.25 10.98 0.00 11.03 VIIG Erosi Tanah Udara Tanah Air Rerata 32.6 40-65 = 14 siswa 66-80 = 19 siswa 81-100 = 6 siswa ketuntasan=64.75 37.07 18.16 25.13 23.89 76.1% 24.38 1.88 1.66 0.25 5.49 24.48 29.50 57.31 23.17 31.31 70.57 25.50 11.14 73.26 84.21 Nilai = 68.06 79.2 40-65 = 11 siswa 66-80 = 25 siswa 81-100 = 5 siswa ketuntasan=73.8 40-65 = 5 siswa 66-80 = 28 siswa 81-100 =8 siswa ketuntasan=87.89 51.21 0.24 63.97 32.00 8.50 32.25 8.76 10.83 68.31 23.00 74.32 7.17% 9.38 73.17 9.63 60.13 76.76 13.83 9.90 63.69 Nilai = 74.88 13.69 Nilai = 69.00 11.81 VIIC Erosi Tanah Udara Tanah Air Rerata 28.63 18.61 10.42 18.23 31.37 71.50 67.79 28.42 9.91 67.51 75.8% 19.

........................................ No 1 Keterangan Bagaimana perhatian siswa responsif terhadap penjelasan guru? 2 Bagaimana aktivitas siswa dalam kelompok? 3 Bagaimana kemampuan siswa mengemukakan pendapat ? 4 Bagaimana kemampuan siswa mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari ? 5 Bagaimana siswa memanfaatkan waktu ? 6 7 Bagaimana siswa membangun ide ? Bagaimana siswa menarik kesimpulan? Responsif 4 3 tidak responsif 2 1 ................... Berilah tanda cek pada grafik skala yang sesuai dengan keadaan siswa yang diobservasi.....................................135 Lampiran 14............................... = .......... Lembar Observasi Aktivitas Siswa Lembar Observasi Aktivitas Siswa Nama sekolah Kelas Mata Pelajaran Materi Tanggal dan waktu = ........................................ = ................................. = .. = ...........

Dapat bekerja sama. dapat menyelesaikan tugas tepat waktu 4 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 Skor . mudah dipahami. menyebutkan contoh. mengemukakan ide. menyebutkan contoh. runtut. menyimak.136 Lampiran 15. penjelasan contoh Relevan. menjawab pertanyaan teman. dan menghargai pendapat teman. disertai contoh. mudah dipahami Responsif. siap mengikuti pelajaran. runtut Tidak berpendapat 4 Kemempuan Siswa Mengkaitkan Materi dengan Kehidupan Sehari-hari Relevan. Rubrik untuk Observasi Aktivitas Siswa Rubrik Observasi Aktivitas Siswa No 1 Kriteria Perhatian Siswa Terhadap Penjelasan Guru Memperhatikan. menyebutkan contoh Tidak dapat mengkaitkan 5 Kemampuan Siswa Memanfaatkan Waktu Datang tepat waktu. Responsif. dan mengemukakan ide Kurang dapat bekerja sama Tidak beraktivitas 3 Kemempuan Siswa Mengemukakan Pendapat Responsif. memiliki iode pemecahan suatu masalah sehari-hari Relevan. penjelasan contoh. mencatat Memperhatikan Kurang memperhatikan Tidak memperhatikan 2 Aktivitas Siswa dalam Kelompok Dapat bekerja sama. runtut.

mengakaitkan dengan keseharian. sesuai tujuan pembelajaran Kesimpulan logis Kesimpulan masih kabur 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 . logis. atau dapat menyelesaikan tugas tepat waktu Tidak dapat memanfaatkan waktu 6 Kemampuan Siswa Membangun Ide Memahami materi.137 Datang tepat waktu. mengorganisasi ide Memahami materi Belum mampu membangun ide 7 Kemampuan Siswa Menarik Kesimpulan Kesimpulan benar. sesuai tujuan pembelajaran Kesimpulan benar. menyampaikan ide Memahami materi. mengorganisasi ide. dapat menyelesaikan tugas tepat waktu Datang tepat waktu.

9 45.0 0.5 28.6 11.1 0.0 0.0 58.0 8.1 73.0 0.1 93.0 19.9 78.6 47.5 88.0 6.6 0.6 83.4 66.4 76.0 0.7 11.0 47.0 54.38 85.6 0.5 0.2 83.4 54.5 95.0 26.0 26.7 0.0 35.6 4.0 0.3 0.4 9.1 8 5.5 0.4 0.6 0.2 78.5 0.0 16.8 0.1 8 6.0 0.00 0.8 .7 11.0 4.9 0.2 94.1 2.9 7 4.0 16.4 71.2 0.5 9.9 0.0 11.3 66.0 21.4 57.0 2.5 64.4 90.08 0.0 20.08 15.0 21.0 21.0 0. Tabel Hasil Aktivitas Siswa Tabel Hasil Aktivitas Siswa Aspek yang diamati Kelas / sikap siswa (%) VII B 2 1 4 3 2 1 4 N o VII C 4 3 VII G 3 2 1 1 siswa responsif terhadap penjelasa n guru 2 aktivitas siswa dalam kelompok 3 mengemu kakan pendapat 4 mengaitk an materi dengan kehidupa n seharihari 5 memanfa atkan waktu 6 membang un ide 7 menarik kesimpul an Total (%) Respon positif Konversi nilai skala 11 33.138 Lampiran 16.0 59.7 35.3 0.0 9.0 71.0 16.1 64.7 0.9 78.2 9.0 4.8 0.0 0.0 0.0 0.0 2.4 0.4 75.8 40.5 42.0 0.7 0.7 95.0 0.7 0.3 0.7 4.1 21.

Diam c. Menyenangkan b. Diam saja 4. Biasa-biasa saja 7. Sebagian c. Paham b. tidak c. Dapat 6. Anda dapat menyimpulkan hasilnya? a. Apakah setelah mengerjakan tugas. Menjemukan c. bercakap-cakap b. melakukan percobaan. diskusi. Apakah yang anda lakukan saat diskusi kelas berlangsung? a. tidak paham . paham sebagian 2. Menyenangkan b. Pilihlah salah satu jawaban sesuai dengan kondisi sebenarnya 2. Menunggu teman yang lain bertanya c. Apakah yang anda lakukan saat percobaan berlangsung ? a. aktif 5. Kesan Anda pada saat melakukan tugas pengamatan? a. Lembar Observasi Tanggapan Siswa ANGKET TANGGAPAN SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN Petunjuk : 1. Selama ini apakah anda mengerjakan tugas pengamatan yang diberikan oleh guru? a. Selalu b. Kadang 3.139 Lampiran 17. Tidak dapat b. Biasa-biasa saja c. Aktif b. Jawaban tidak mempengaruhi nilai Anda 1. Apakah Anda memahami materi yang baru saja diajarkan? a. Kesan Anda saat diskusi berlangsung? a. Menjemukan c.

Ragu-ragu c. dsb)? a. Bagaimana materi yang diajarkan guru dengan menggunakan pendekatan jelajah alam sekitar (JAS)? a. Ragu-ragu 10. Ia b. Apakah dengan guru menerapkan pendekatan JAS. Ia b. anda lebih aktif dalam mengembangkan keterampilan proses sains (keterampilan bertanya. Anda akan lebih mampu mengkaitkan pengetahuan Anda dengan fenomena nyata? a. menyenangkan dan mudah dipahami b. keterampilan berhipotesis. Biasa-biasa saja keterampilan berkomunikasi. tidak c.140 8. keterampilan menginterprestasi. tidak . Apakah dengan penerapan pendekatan JAS. menyenangkan tapi kurang bisa dipahami 9. c.

Ya b. Menunggu teman bicara Sikap saat kegiatan berlangsung a. Ragu-ragu c. Menyenangkan b. Kurang paham c. Menjemukan Kesan mengenai metode pembelajaran a. tidak Kegiatan diskusi a. Dapat b. Biasa-biasa saja Kegiatan eksplorasi dapat mengaktifkan keterampilan proses a. Tidak paham Mengerjakan tugas pengamatan a. Diam Menyimpulkan kegiatan a. Menyenangkan b. Menyenangkan mudah dipahami b. Ragu-ragu c. Biasa-biasa saja c. Menjemukan Kesan saat diskusi berlangsung a. Tidak dapat Kesan saat kegiatan a. Ya b.141 Lampiran 18. Menyenangkan kurang dipahami c. Tidak Mampu mengkaitkan pengetahuan dengan fenomena alam a. Aktif b. Kadang-kadang c. Tidak Kelas VIIB 46 54 0 85 16 0 81 7 12 88 12 0 51 49 0 90 10 0 71 21 8 85 15 0 Persentase Kelas VIIC 40 55 5 84 13 3 82 11 7 82 18 0 29 71 0 76 24 0 39 61 0 66 17 17 Kelas VIIG 56 44 0 78 20 2 90 7 3 90 4 6 66 34 0 83 17 0 59 39 2 73 17 10 2 3 4 5 6 7 8 9 63 37 0 47 42 11 66 34 0 10 89 10 1 84 16 0 85 12 3 . Becakap-cakap c. Paham b. Diam c. Biasa-biasa saja c. Hasil Observasi Tanggapan Siswa Tabel Hasil Observasi Tanggapan Siswa No 1 Pertanyaan Pemahaman materi a. Selalu b. Aktif b. Sebagian c.

142

Lampiran 19. Lembar Observasi Kinerja Guru dalam Pembelajaran

Lembar Observasi Kinerja Guru dalam Pembelajaran
No Aspek yang diamati Pelaksanaan Terlaksana (skor) 4 1 Pendahuluan a. memotivasi siswa b. menyempaikan tujuan pembelajaran c. menggali pengetahuan awal siswa 2 Kegiatan inti a. memberikan informasi tentang kegiatan b. membentuk kelompok c. membegai LKS dan memberi penjelasan d. membimbing diskusi kelompok e. memberi kesempatan kelompok presentasi f. memberi tanggapan kelompok presentasi g. membimbing siswa menarik simpulan h. memberi penegasan konsep-konsep esensial 3 Penutup a. membimbing siswa melakukan refleksi b. memberi kesempatansiswa mecatat c. melakukan feed back pertanyaan atau tes d. memberi tugas 3 2 1 Tidak

143

Lampiran 20. Rubrik Kinerja Guru dalam Pengajaran

Tabel Rubrik Kinerja Guru dalam Pembelajaran No 1. Aspek yang diamati Pendahuluan a. memotivasi siswa a.1. memberi contoh fenomena, demonstrasi fenomena, tanya 4 jawab, mudah dipahami a.2. memberi contoh fenomena, tanya jawab, mudah dipahami a.3. memberi contoh fenomena, mudah dipahami a.4. memberi contoh fenomena,kurang dapat dipahami b. menyampaikan tujuan pembelajaran b.1. pada awal pembelajaran, menyebutkan tujuan, jelas b.2. pada awal pembelajaran, menyebutkan tujuan b.3. menyebutkan tujuan b.4. menyebutkan tujuan, kurang jelas c. menggali pengetahuan awal siswa c.1. terorganisir dengan baik, pertanyaan individual, terkait 4 materi c.2. terorganisir dengan baik, pertanyaan klasikall, terkait 3 materi c.3. pertanyaan klasikall, terkait materi c.4. pertanyaan klasikal terbatas 2 Kegiatan Inti a. memberi informasi tentang kegiatan a.1. rinci, jelas, runtut, tepat waktu a.2. rinci, jelas, runtut a.3. rinci, jelas a.4. rinci, kurang jelas b. membentuk kelompok 4 3 2 1 2 1 4 3 2 1 3 2 1 Skor

144

b.1. tugas, pemberian nama kelompok, efisien waktu, tidak 4 gaduh b.2. tugas, pemberian nama kelompok, efisien waktu b.3. tugas, pemberian nama kelompok b.4. kurang tegas c. membagi LKS dan menberi penjelasan c.1. lengkap, efisien waktu, penjelasan isi, memberi siswa 4 bertanya, menjawab pertanyaan c.2. lengkap, efisien waktu, penjelasan isi c.3. lengkap, penjelasan isi c.4. lengkap, informasi kurang jelas d. membimbing diskusio kelompok d.1. efisien waktu, membantu kelompok, membentu individu, 4 menjawab pertanyaan siswa, dapat dipahami siswa d.2. efisien waktu, membantu kelompok, menjawab pertanyaan 3 siswa, dapat dipahami siswa d.3. efisien waktu, membantu kelompok, dapat dipahami siswa d.4. membantu kelompok, tidak efisien waktu e. memberi kesempatan kelompok presentasi e.1. tegas, bergilir, efisien waktu e.2. tegas, bergilir e.3. tegas, tidak bergilir e.3.tidak tegas, tidak bergilir f. memberi tanggapan kelompok presentasi f.1. obyektif, mudah dipahami, memberi penghargaan f.2. obyektif, mudah dipahami f.3. obyektif, kurang mudah dipahami f.4. tidak obyektif, kurang mudah dipahami g. membimbing siswa menarik kesimpulan g.1. mengarahkan siswa, sesuai tujuan, dapat dipahami siswa, 4 4 3 2 1 4 3 2 1 2 1 3 2 1 3 2 1

siswa mencatat sendiri b. jelas. memberi kesempatan siswa memahami kembali.3. kurang dapat dipahami 2 siswa g. efisien waktu a. memberikan 4 contoh h.3. memberi kesempatan siswa memahami kembali. menjawab pertanyaan siswa b.2.1. memberi penegasab konsep-konsep esensial h. tidak 1 efisien waktu b.. mengarahkan siswa. memberi kesempatan siswa memahami kembali.1. efisien waktu a. mengulangi konsep-konsep esensi.4. memberi kesempatan siswa mencatat b. jelas h. memberi kesempatan siswa memahami kembali.4. mengulangi konsep-konsep esensi. membimbing pemahaman yang harus 4 dicatat. efisien waktu. sesuai tujuan. dapat dipahami siswa 3 g.3. efisien 2 waktu a. membuat 4 hubungan antar konsep. membimbing siswa melakukan refleksi a. menuliskan pengalaman belajar. tidak efisien waktu.145 efisien waktu g.1. menyuruh siswa menyimpulkan sendiri h. sesuai tujuan.3.2. efisien waktu. menjawab 3 pertanyaan siswa b.4. efisien waktu.2. mengulangi konsep-konsep tidak esensi 3 Penutup a. kurang Jelas h. mengulangi konsep-konsep esensi. siswa mencatat sendiri.2. melakukan feed back pertanyaan dan tes 2 1 . 3 3 2 1 1 menuliskan pengalaman belajar.4. tidak membimbing c. mengarahkan siswa.

berkaitan dengan materi.3. 4 tugas individual d.1. pengembangan materi. berkaitan dengan materi.2. 4 pertanyaan individual c. jelas. pertanyaan individual c. jelas.4. pertanyaan klasikal c. tugas individual d. tugas klasikal/kelompok d. kurang jelas 3 2 1 3 2 1 . kurang jelas d. jelas. berkaitan dengan materi. jelas. berkaitan dengan materi. berkaitan dengan materi. jelas.4. memberi tugas d.3. berkaitan dengan materi. berkaitan dengan materi. pengembangan materi.2.1. jelas. berkaitan dengan materi.146 c.

Menggali pengetahuan siswa Kegiatan Inti a. Membimbing diskusi kelompok e. Memotivasi siswa b.147 Lampiran 21. Memberi tugas Jumlah skor Konversi nilai skala 11 Kriteria VII B 2 4 4 4 4 4 3 3 4 3 1 2 3 3 3 47 8 Baik Kelas VII C 3 4 3 2 4 3 3 2 3 3 2 4 3 2 2 43 7 Baik VII G 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 2 3 4 4 51 9 Sangat baik 2 3 . Hasil Kinerja Guru Selama Pembelajaran Tabel Hasil Kinerja Guru Selama Pembelajaran\ No 1 Aspek yang diamati Pendahuluan a. Menyampaikan tujuan pembelajaran c. Melakukan feedback pertanyaan d. Membentuk kelompok c. Memberi tanggapan kelompok g. Memberi penegasan konsep essensial Penutup a. Membagi LKS dan memberi pelajaran d. Memberi kelompok presentasi f. Memberi kesempatan siswa mencatat c. Membimbing siswa menarik kesimpulan h. Memberi informasi tentang kegiatan b. Membimbing siswa melakukan refleksi b.

................. Lembar Observasi Kinerja Siswa Lembar Observasi Kinerja Siswa Menanam Tanaman Pada Pot Kelas : ............. Berilah tanda cekl pada kolom yang tersedia sesuai dengan keadaan sebenarnya........................ Nama kelompok : ............................................ Berilah tanda cekl pada kolom yang tersedia sesuai dengan keadaan sebenarnya.................................................... No Aspek yang dinilai 10 1 2 3 Tulisan slogan Kelengkapan isi slogan Penampilan slogan Kesesuaian isi slogan dengan materi Jumlah Score Pelaksanan 9 8 ............................................... Nama kelompok : ............... No Aspek yang diamati Score Pelaksanaan 10 1 2 3 4 Pemberian tanah pada pot Keadaan Plastik pembungkus tanaman Letak tanaman pada pot Penyiraman tanaman Jumlah 9 8 Lembar Observasi Kinerja Siswa Membuat Slogan Kelas : .................148 Lampiran 22...........

Tidak memberikan tanah pada dasar pot. Tidak menyiram tanaman SMI 10 9 8 40 10 9 8 10 9 8 10 Skor 9 8 . c.149 Lampiran 23. Menyiram tanaman. Membuang plastik pembungkus tanaman b. Tidak memberikan tanah pada dasar pot. b. Menyiram tanaman. Tanaman ditanam kurang kuat Penyiraman tanaman: 4 a. Rubrik Asesmen Kinerja Menanam Tanaman Pada Pot dan Membuat Slogan Rubrik Asesmen Kinerja Menanam Tanaman Pada Pot No Aspek yang dinilai Pemberian tanah pada pot: a. Tanaman ditanam cukup kuat. penggunakan tanah seimbang 1 b. penggunaan tanah kurang seimbang Plastik pembungkus tanaman: 2 a. Melubangi plastik pada tanaman sebelum ditanam c. penggunaan air berlebihan. Memberikan tanah pada dasar pot terlebih dahulu. Plastik tanaman tidak dibuang dan tidak dilubangi Letak tanaman pada pot : 3 a. penggunaan tanah seimbang. c. penggunaan air tidak berlebihan. Tanaman ditanam dengan kuat b. c.

Tulisan kurang rapi dan tidak mudah dibaca 2 Kelengkapan isi slogan: a. kurang kreatif. Tulisan rapi dan mudah dibaca. Isi slogan tidak sesuai dengan materi yang diajarkan. b. SMI 10 9 8 30 . Slogan menarik dan bersih c. Isi slogan kurang menarik. Slogan menarik/bersih/rapi saja 10 9 8 4 Kesesuaian isi slogan dengan materi: a. Slogan tidak diberi gambar 10 10 9 8 Skor 9 8 3 Penampilan slogan a. rapi b. bersih. b. b. tapi sesuai dengan materi pelajaran c. Tulisan kurang rapi dan mudah dibaca c. Isi slogan menarik. kreatif dan sesuai dengan materi pelajaran.150 Rubrik Asesmen Kinerja Membuat Slogan No 1 Aspek yang dinilai Tulisan slogan: a. Slogan disertai dengan gambar yang sesuai dengan isi slogan. Slogan disertai gambar yang tidak sesuai dengan isi slogan b. Slogan menarik.

57 8.6 25.6 21.14 8.6 13.6 29.151 Lampiran 24. Hasil Kinerja (Hand-Out)Siswa Assessment Kinerja Menanam Tanaman Pada Pot Ket Kelompok kelas VIIB Kelompok kelas VIIC Kelompok kelas VIIG Kel 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 Score 33 35 29 30 38 37 35 26 29 33 34 35 37 33 37 35 38 34 33 32 29 Nilai 8 9 7 8 10 9 9 7 7 8 9 9 9 8 9 9 10 9 8 8 7 Rata2 8.42 Keterangan: Tabel konversi nilai skala 11: No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Tingkat Penguasaan 95%-100% 85%-94% 75%-84% 65%-74% 55%-64% 45%-545 35%-44% 25%-34% 15%-24% 5%-14% 0%-4% Batas Bawah 38 34 30 26 22 18 14 10 6 2 0 Batas Atas 40 37.57 Assessment Kinerja Membuat Slogan Ket Kelompok kelas VIIB Kelompok kelas VIIC Kelompok kelas VIIG Kel 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 Score 33 34 35 29 30 35 34 28 33 34 33 35 30 37 37 35 33 29 34 32 34 Nilai 8 9 9 7 8 9 9 7 8 9 8 9 8 9 9 9 8 7 9 8 9 Rata2 8.28 8.6 9.6 33.6 17.6 Nilai 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 .42 8.6 1.6 5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful