HASIL BELAJAR DAN AKTIFITAS SISWA DENGAN PENDEKATAN JELAJAH ALAM SEKITAR BERBASIS ANALISIS PENGETAHUAN AWAL SISWA

PADA PEMBELAJARAN KONSEP PENGELOLAAN LINGKUNGAN (STUDI KASUS DI SMP NEGERI 27 SEMARANG)

SKRIPSI

Diajukan dalam rangka penyelesaian studi Strata 1 untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan

Oleh: Nama NIM : Dwi Apik Siyanto : 4401403076

Prodram Studi : Pendidikan Biologi Jurusan Fakultas : Biologi : MIPA

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2007

HALAMAN PENGESAHAN

Skripsi dengan judul: Judul Meningkatkan Hasil Belajar Dan Keaktifan Siswa Menggunakan Metode Permainan Pada Konsep Sistem Transportasi Di Kelas VIII SMP Negeri 2 Semarang Telah dipertahankan di hadapan sidang Panitia Ujian Skripsi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang, Pada: Hari :

Tanggal : Panitia Ujian, Ketua Sekretaris

Drs. Kasmadi Imam S., M.S. NIP. 130781015 Pembimbing I

Ir. Tuti Widianti, M.Biomed. NIP. 130781009 Penguji I

Dra. Nur Kusuma Dewi, M.Si. NIP. 130935362 Pembimbing II

Dra. Nur Rahayu Utami, M.Si. NIP. 131764022 Penguji II

Dra. Chasnah NIP. 131413201

Dra. Nur Kusuma Dewi, M.Si. NIP. 130935362 Penguji III

Dra. Chasnah NIP. 131413201

ii

AJA RUMANGSA BISA NAMGING SING BISA RUMANGSANI

iii

ALA TANPA RUPA YEN TUMANDANG AMUNG SADELO iv .

MAMAYU HAYUNING BAWANA v .

SAPA SING SUCI ADOH SAKA BEBAYA PATI vi .

SENAJANTO ILMUNE GUDANGAN YEN ORA TANPA LAKU ISIH GADUNGAN vii .

CILIK ORA KURANG BAKAL GEDHE ORA TURAH BAKAL viii .

SURA DIRA JAYA NINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI ix .

WATON ISIH KENA TAK INGETI AKU ORA BAKAL MUNDUR x .

Pd NIP 131931631 Penguji III Ir Kuntoro Budiyanto NIP 131876227 ii . Biomed NIP. Kasmadi Imam S. M. Si NIP 132231403 Penguji II Ir Kuntoro Budiyanto NIP 131876227 Drs. Putut Martin HB. S NIP. Tuti Widianti. 130781009 Penguji I Drs. M. 130781011 Pembimbing I Ir. Sigit Saptono.HALAMAN PENGESAHAN Skripsi dengan Judul “Hasil Belajar dan Aktifitas Siswa dengan Penerapan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar Berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa Pada Pembelajaran Konsep Pengelolaan Lingkungan (Studi Kasus di SMP Negeri 27 Semarang) Skripsi ini telah dipertahankan di depan Sidang Panitia Ujian Skripsi Jurusan Biologi FMIPA UNNES pada: Hari : Senin Tanggal : 27 Agustus 2007 Panitia Ujian Ketua Sekretaris Drs. M. Sigit Saptono. Pd NIP 131931631 Pembimbing II Drs. M. M.

1% dan VIIC 64. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan Jelajah Alam Sekitar belum dapat dilaksanakan secara maksimal. Gambaran mengenai kegiatan belajar mengajar biologi tersebut dapat dilihat di SMP 27 Semarang.2%.3%. VIIC. Secara individual rata-rata hasil belajar siswa di ketiga kelas lebih dari 65.2. tetapi secara klasikal hanya kelas VIIG yang persentasenya di atas 85% yaitu sebesar 87. menyenangkan dan memberikan kompetensi pada siswa. Data yang diambil meliputi data primer (hasil belajar dan aktifitas siswa) dan data sekunder (kinerja guru selama pembelajaran berlangsung).8% sedangkan kelas VIIB 73.2.1%. hasil belajar.ABSTRAK Mulai diberlakukannya kurikulum 2004 (Kurikulum berbasis Kompetensi) yang kemudian disempurnakan menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di sekolah membawa konsekuensi logis pada upaya peningkatan kualitas proses pembelajaran biologi di SMP yang disesuaikan dengan karakteristik dan lingkungan sekitar sekolah.2 dan kelas VIIG 78. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar dan aktifitas siswa dengan penerapan Jelajah Alam Sekitar berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa pada konsep Pengelolaan Lingkungan di SMP Negeri 27 Semarang. Aktifitas siswa menunjukkan respon positif di kelas VIIB 94. karena untuk melihat hasil yang sesuai dengan harapan diperlukan waktu yang lama. Penelitian dilakukan di tiga kelas yaitu kelas VIIB. aktifitas siswa. Selama ini pembelajaran biologi selalu dilakukan dengan cara ceramah tanpa memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekolah. Data yang diperoleh diolah dan dianalisis dengan cara deskriptif.9% dan kelas VIIG 93. dan VIIG. kelas VIIC 95. Kata kunci: Pendekatan Jelajah Alam Sekitar. Berdasarkan penelitian tersebut penerapan pendekatan Jelajah Alam Sekitar dalam proses pembelajaran perlu diterapkan secara intensif dan berkesinambungan pada setiap materi Biologi. untuk kelas VIIB 69. pertemuan II sampai IV pelaksanaan pembelajaran dan pertemuan V post-test. Pertemuan I pre-test. kelas VIIC 68. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimen yang dilaksanakan selama lima kali pertemuan. Untuk itu perlu adanya kegiatan pembelajaran yang menarik. Oleh karena itu penerapan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa sangat cocok untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. iii .

Mas Sholikin. Amin ☯ Terima kasih kepada Pak Sigit. Rio. Sepupuku Adi. iv . Gatot. ☯ Kakak-adikku tercinta: Mas Yoyok. Anah. Bu Alimah. Rachma. Asri atas kesempatan dan bantuannya selama pelaksanaan penelitian kolaborasi Hibah A2. Good Luck!!! ☯ Teman-temanku yang ada di Solo dan anak-anak GAM (Geng Anak Madangan) yang telah menemaniku dalam sedih maupun senang. Dita. Dik Bagus. yang selalu memberikan dukungannya dan membantuku atas segala kebutuhanku. Wisnu dan banyak lagi sehingga tidak dapat disebut satu persatu.MOTTO “Allah akan meninggikan orang beriman dan orang berilmu diantara kalian beberapa derajat” (Q. Bu Dewi Mustika. S Al-Mujadillah: 11) Sungguh kelak Tuhanmu pasti akan memberikan kemudahan dan karunia-Nya kepadamu sehingga engkau menjadi puas” (Q. Semoga masa depan kita cerah. Bu Kaesih. S Ad Duha: 5) “Kebenaran itu adalah dari Tuhan-Mu sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu” PERSEMBAHAN ☯ Ibu dan Ayahku yang dengan tulus ikhlas mendoakan dan mengalirkan keringatnya dalam samudera kasih yang tak pernah surut. Mas Pahing (Alm). ☯ “Bio-Hot” dan teman-teman sekampus semoga kalian masih semangat dalam mengarungi hidup ini.

oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Sigit Saptono. Penulis menyadari skripsi ini tidak dapat tersusun dengan baik tanpa bantuan dari berbagai pihak. Si sebagai dosen penguji yang telah memberikan banyak masukan bagi penyempurnaan skripsi ini. Putut Martin. Si dan Ir. sehingga penulis diberikan izin dan kemudahan dalam menyelesaikan skripsi ini yang berjudul “Hasil Belajar dan Aktifitas Siswa dengan Penerapan Jelajah Alam Sekitar Berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa Pada Konsep Pengelolaan Lingkungan (Studi Kasus di SMP Negeri 27 Semarang). Kuntoro Budiyanto sebagai dosen pembimbing yang telah dengan sabar berkenan membimbing dan memberi petunjuk serta pengarahan selama penyusunan skripsi ini. M. 4.KATA PENGANTAR Segala puja dan puji syukur hanya milik Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya. v . M. 3. Dekan FMIPA Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan izin penelitian 2. 5. Drs. Ketua Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan kemudahan administrasi dalam penyusunan skripsi. Kepala Sekolah SMP Negeri 27 Semarang yang telah memberikan izin dan kemudahan serta kerjasamanya selama pelaksaan penelitian. Drs.

28 Agustus 2007 Penulis vi . Oleh karena itu dengan segala kerendahan hati penulis bersedia menerima berbagai saran ataupun kritik yang bersifat membangun demi sempurnanya skripsi ini. Penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangan. Hanya ucapan terima kasih dan doa. Ibu Roil Umamah dan Ibu Sularmi selaku guru biologi SMP Negeri 27 Semarang yang telah meluangkan waktu untuk membimbing. Semarang. Semua pihak yang tidak mungkin penulis sebutkan satu per satu yang telah membantu dan memberikan motivasi selama pelaksanaan penelitian sampai selesainya penyususnan skripsi ini. 7. Penulis berharap semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat dan kontribusi dalam kemajuan dunia pendidikan dan secara umum kaepada semua pihak. memberikan masukan dan kerjasama selama penelitian. semoga apa yang telah diberikan tercatat sebagai amal baik dan mendapat balasan dari Allah SWT.6.

............................................................v DAFTAR ISI.................. Belajar dan Proses Belajar Mengajar.......................iii MOTTO DAN PERSEMBAHAN .............. PENDAHULUAN A................................ Manfaat Penelitian . Hasil Belajar Siswa ......................................... Aktifitas Siswa dalam Proses Pembelajaran ..................................................................................vii DAFTAR TABEL.......................................................................7 C..................................................................................8 BAB II.DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL .................................................................................................... Tujuan Penelitian .....................................................ii ABSTRAK ..................................................................1 B.................................................................................... TINJAUAN PUSTAKA 1..................................8 E................................................................ TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS A...............................................................7 D........................................................................................................................iv KATA PENGANTAR ..............................................................................................11 2..18 3..................................i HALAMAN PENGESAHAN......................... Latar Belakang ...................ix DAFTAR BAGAN ..................... Pembatasan Masalah .....................................x DAFTAR LAMPIRAN......xi BAB I................................................................................................... Masalah ...................................................................................21 vii .................

.39 D...................................54 B..................... Metode Analisis Data.........40 E..........................................................84 B.............................................................30 7............4... HIPOTESIS........ Penerapan Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa pada JAS ..................... Indikator Keberhasilan ............................................................................................................................................................................................................................................................ Saran........42 F............................................................................................... Aktifitas Siswa ................ Prosedur Penelitian .........................................................76 BAB V SIMPULAN DAN SARAN A.....................................................................23 5.......................................................... HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A....................38 B................................... Subjek Penelitian.........87 viii .............84 DAFTAR PUSTAKA .................................................... Jelajah Alam Sekitar (JAS).............. Hasil Belajar Siswa .........53 BAB IV......28 6.... Data dan Cara Pengambilan Data ...........32 B..................................................................................................................... Jelajah Alam Sekitar sebagai Pendekatan Pembelajaran Biologi ....................................................................... METODE PENELITIAN A.....................43 G................................49 H..........38 C............ Strategi Pembelajaran dan Pengukuran Hasil Belajar Biologi Berbasis Jelajah Alam Sekitar .........37 BAB III..................................................................................................... Data Penelitian ................................. Simpulan ............... Rancangan Penelitian ........................................85 LAMPIRAN.... Instrumen ...........................................................................

...... 45 2.............. 52 9................ Hasil Analisis Realibilitas Soal Uji Coba..................... Rekapitulasi Hasil Observasi Keterampilan Proses Siswa............................................. 72 12................................................................................................ Tabel rekap Hasil Belajar Siswa .....DAFTAR TABEL Tabel Halaman 1. Hasil Analisis Daya Pembeda Butir Soal Uji Coba ....................................................... Hasil Analisis Validitas Butir Soal Uji Coba ..... Hasil Analisis Taraf Kesukaran Butir Soal Uji Coba.......................... Tabel Lembar Analisis Post-test .................................. 47 4.............................................. Rekapitulasi Hasil Observasi Keaktifan Siswa .............. Tabel Konversi Skala 11 ..................... Tabel Lembar Analisis Pre-test................................... Nomor soal yang Digunakan dan Tidak Digunakan ................... Rekap Hasil Tanggapan Siswa Terhadap Pembelajaran ...... 48 6........................... Hasil Observasi Aktifitas Guru ..................... 51 8............................................................................. 55 10................. 50 7. 46 3................................................................ 82 ix ... 77 13...... 48 5... 66 11...........

................................... Komponen Proses Pembelajaran .... 15 2...................................... Skema Pembelajaran Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa ................................................... Alur Tahap-Tahap Pembelajaran........................... 39 6......... Skema Perolehan Pengetahuan Sains ......DAFTAR BAGAN Bagan Halaman 1........................... 35 5................................................... Proses Perubahan Tingkah Laku ............ 17 3........ 56 x .. Alur Metode Pre-test dan Post-test design................................................... 32 4...............

....................... Kunci Jawaban Soal Ulangan Harian (Post-Test)...................................................................................... 142 17........ 109 7............................................................................................................ Kisi-Kisi Soal uji Coba ............. 121 10............. Kunci Jawaban Soal Uji Coba Post-Test ................. Soal Uji Coba Post-Test .............. Soal-Soal Pre-Test .. 139 15........... Soal Ulangan Harian (Post-Test) ... 124 11....................................................... Tabel Hasil Aktifitas Siswa..... Rancangan Pembelajaran ................................................. Lembar Kerja Siswa........................ 134 13.............................. Lembar Observasi Aktifitas Siswa... 99 6....................................... 87 2... Tabel Analisis Butir Soal Uji Coba (Post-test) ........................ Rubrik untuk Observasi Aktifitas Siswa ................. 94 3........................... 118 8................................................................................................................................................................................ 138 14................. Nilai Hasil Belajar (Post-test) Siswa........................ Grafik Pola Rata-rata Peningkatan Hasil Belajar Siswa ............. 98 5........... 144 xi ....................................................................................................................................... 141 16...... Analisis Hasil Belajar (Post-Test) Siswa .............. Rubrik Analisis Pre-Test. 133 12................................................ Tabel Analisis Hasil Pre-Test .................................... 95 4....... 119 9...................................................DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Halaman 1.......

...................... 152 22.. 150 20.......................... Lembar Observasi Kinerja Guru dalam Pembelajaran.. 160 26...........18....................... Hasil Kinerja (Hand-On) Siswa ........................................................................... Lembar Observasi Kinerja Siswa........................ Hasil Kinerja Guru Selama Pembelajaran.. Lembar Observasi Tanggapan Siswa ................. Dokumentasi Penelitian . 162 xii ....................................... 151 21.......... Rubrik Kinerja Guru dalam Pengajaran. Rubrik Asesment Kinerja Menanam Tanaman di Pot dan Membuat Slogan158 25............ 157 24....................................................................... 148 19........................................................................................................ Hasil Observasi Tanggapan Siswa ..... 156 23....................................

. kepribadian. Biologi adalah ilmu yang menjelaskan tentang konsep/teori berdasarkan kejadian di alam. serta kurangnya pemanfaatan fasilitasfasilitas yang ada di sekolah seperti laboratorium dan lingkungan sekolah sekitar yang seringkali pembelajaran biologi dilakukan di dalam kelas. Pelajaran biologi diperkenalkan mulai sekolah dasar sampai sekolah menengah. Proses belajar yang diharapkan melalui kurikulum ini bukan sekedar membahas materi dalam buku-buku panduan pelajaran atau menginformasikan pengetahuan kepada siswa. akhlak mulia. melainkan menekankan pada pemberian pengalaman secara langsung kepada siswa untuk memahami gejala yang terjadi (Anonimus. 2006).1 BAB I PENDAHULUAN A. Selama ini pembelajaran biologi selalu dilakukan secara konvensional yaitu hanya sebatas penguasaan konsep-konsep yang dibahas dalam buku-buku panduan pelajaran. pengetahuan. Tujuan KTSP pendidikan menengah adalah meningkatkan kecerdasan. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut (Wibowo. Latar Belakang Mulai diberlakukannya kurikulum 2004 (Kurikulum berbasis Kompetensi) yang kemudian disempurnakan menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di sekolah membawa konsekuensi logis pada upaya peningkatan kualitas proses pembelajaran biologi di SMP yang disesuaikan dengan karakteristik dan lingkungan sekitar sekolah. 2004).

dari hasil observasi yang telah dilakukan bahwa usaha yang dilakukan guru untuk membelajarkan siswanya masih perlu dimaksimalkan. dan mengambil kesimpulan mengenai konsep/materi yang dibahas. menggambar dan memberikan informasi tentang konsep-konsep yang dibahas. melakukan presentasi. Kualitas proses pembelajaran masih . memakan waktu lama. Guru lebih banyak menjelaskan. siswa tidak aktif. Kenyataan tersebut menunjukkan bahwa guru-guru biologi masih berorientasi pada materi belajar (bukan proses untuk mencapai tujuan belajar).2 Pembelajaran tersebut bagi guru merupakan suatu keterpaksaan yang harus dilakukan karena guru beranggapan bahwa kendala yang dihadapi dengan pembelajaran di luar kelas adalah tidak banyak materi yang dapat disampaikan. Guru belum menunjukkan usaha memanfaatkan media dalam rangka menjelaskan dan memberikan contoh fenomena Biologi serta kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk beraktifitas dalam proses belajar seperti mengajukan pertanyaan. berdiskusi. Gambaran mengenai kegiatan belajar mengajar biologi seperti di atas dapat dilihat di SMP 27 Semarang. tenaga pengajar yang kurang untuk pengelolaan kelas dan sumber belajar di lingkungan tidak lengkap. sehingga pembelajaran tersebut dapat membatasi peran siswa untuk mengembangkan penalaran dan kreativitasnya dalam rangka pengembangan dirinya serta meningkatkan aktifitas siswa dalam belajar. Pembelajaran konvensional yang sering dilakukan tersebut memperlakukan siswa sebagai obyek dalam belajar yang berperan sebagai penerima informasi yang diberikan oleh gurunya.

10% materi kelas II dan 100% materi kelas III. laboratorium maupun di luar kelas. Hasil kajian tentang kebutuhan para guru SMP di Semarang dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran biologi (Saptono dkk. persentase materi yang memerlukan dukungan pembelajaran di luar kelas. yaitu 88% materi SMP kelas I.21.64. Sesuai dengan kurikulum yang berlaku di SMP. 2005) bahwa 75% guru Biologi belum pernah mendesain pembelajaran sesuai tuntutan kurikulum 2004 (yang disempunakan menjadi KTSP) yaitu menuntut pemberian pengalaman langsung kepada siswa dalam belajar untuk memahami gejala yang terjadi baik yang dilaksanakan di dalam kelas. Gambaran evaluasi hasil belajar siswa yang sering dilakukan guru Biologi SMP di Semarang adalah tes tertulis.3 perlu ditingkatkan seperti memberikan kesempatan siswa untuk bereksplorasi dalam rangka menemukan sendiri gejala atau fenomena alam yang terjadi atau bila mungkin mengubah pemahamannya yang mungkin tidak benar.25.15. Berdasarkan data-data di atas maka dapat ditemukenali bahwa beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran Biologi di SMP yang berkaitan dengan implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang disempurnakan menjadi KTSP adalah sebagai berikut: . sedangkan untuk kelas non unggulan 5. Salah satu imbas dari kondisi seperti ini adalah hasil tes sumatif semester gasal tahun pelajaran 2004/2005 menunjukkan bahwa rerata nilai Biologi untuk kelas unggulan 8. sedangkan kelas non unggulan 6. Pada semester gasal tahun pelajaran 2005/2006 rerata nilai Biologi untuk kelas unggulan 8.

4 1. sosial. . 2005). Obyek Biologi adalah fenomena nyata sehingga cara-cara eksploratif adalah cara yang tepat untuk mempelajarinya (Djohar. maupun budaya sebagai obyek belajar Biologi yang fenomenanya dipelajari melalui kerja ilmiah (Marianti dan Kartijono. baik lingkungan fisik. Strategi pembelajaran Biologi berbasis kompetensi yang bervariasi 2. Jelajah Alam Sekitar (JAS) merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pemanfaatan lingkungan alam di sekitar kehidupan siswa. Penerapan outdoor learning (termasuk pemanfaatan laboratorium) 4. 2005). Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang berorientasi pada pencapaian kompetensi tertentu 3. maka perlu adanya suatu pendekatan dalam membelajarkan biologi yang memberikan ruang gerak dan kesempatan kepada siswa untuk melakukan eksplorasi melalui kegiatan-kegiatan yang relevan sesuai dengan implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yaitu salah satunya dengan penerapan Jelajah Alam Sekitar (JAS) dengan Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa yang diharapkan dengan strategi ini dapat membantu guru pada kendala-kendala yang dialami selama pembelajaran biologi yang sering dilakukan. Pengembangan instrumen evaluasi hasil belajar siswa (alternative assessment) Berdasarkan sifat Biologi yang mempelajari tentang konsep-konsep yang berhubungan dengan lingkungan.

akan tetapi juga ditekankan melalui kegiatan ilmiah. selalu ada kegiatan berupa ramalan (prediksi). menghargai pendapat orang lain. seperti mengamati. penerapan proses sains. ketelitian. tulisan. siswa diajak bersentuhan langsung dan mengenal obyek. toleran. disiplin. obyektif. terbentuknya masyarakat belajar. berpikir tingkat tinggi. memecahkan masalah. tertanamnya sikap ilmiah yang berupa kejujuran. menanamkan sifat ilmiah dan ada sebagai cara dalam mengukur hasil belajar. Ciri-ciri pendekatan JAS adalah selalu dikaitkan dengan alam sekitar secara langsung maupun tidak langsung yaitu dengan menggunakan media. menelaahnya dan menentukan simpulan atau konsep tentang sesuatu yang dipelajarinya (Saiful Ridlo. 2005). Epistemolgi pembelajaran dengan Pendekatan JAS mencakup hal-hal yang inovatif dalam penerapannya yaitu konstruktivisme. Jelajah Alam Sekitar secara ontologis dicirikan dengan siswa belajar melakukan secara nyata dan alamiah. .5 Pembelajaran dengan penerapkan JAS. gejala dan permasalahan. bentuk kegiatan lebih utama dari pada hasil. mengumpulkan data. dan penerapan alternative assessment. foto atau audiovisual (Marianti dan Kartijono. 2005). pengamatan dan penjelasan serta adanya laporan untuk dikomunikasikan baik secara lesan. proses inquiri. proses eksplorasi lingkungan alam sekitar. gambar. Karakter Jelajah Alam Sekitar (JAS) antara lain adanya unsur joyful lerning (belajar yang menyenangkan) dengan nuansa Bioedutainment. membandingkan. kerja keras dan bertanggung jawab. Konseptualisasi dan pemahaman diperoleh siswa tidak hanya secara langsung dari guru atau buku. berpusat pada siswa.

baik di kelas. maka secara psikologis siswa akan mengorganisasi kembali kerangka pengetahuannya. membuat hipotesis. Strategi tersebut menitikberatkan pada skema pembelajaran K-W-L. Pendekatan yang diterapkan dalam pembelajaran Biologi melalui penerapan Jelajah Alam Sekitar memberikan ruang gerak dan kesempatan kepada siswa untuk melakukan eksplorasi melalui kegiatan-kegiatan yang relevan. laboratorium maupun di luar kelas. what do you Want to know. yaitu what did you Know. kemudian menguji pemahaman siswa tersebut dengan pemberian kesempatan kepada siswa untuk melakukan eksplorasi. Pada saat siswa memperoleh kesempatan untuk menguji dan mencocokan gagasan baru dengan pengetahuan hasil interaksi dengan lingkungannya. Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa dapat diterapkan untuk menggali pemahaman siswa tentang suatu konsep dan hubungan antar konsep biologi. dengan demikian siswa akan terlatih untuk selalu berupaya . what will you Learn. dan pengetahuan yang diperoleh dari pendidikan formal di sekolah. sehingga memungkinkan siswa merekonstruksi kembali pemahaman konseptualnya. merancang kegiatan. membuat pertanyaan. dan membuat laporan secara komprehensif. Oleh karena itu akan lebih bijaksana jika guru menganalisis pengetahuan awal siswa terlebih dahulu sebelum membahas konsep tertentu Berdasarkan asumsi di atas maka analisis pengetahuan awal siswa dijadikan suatu strategi dalam penerapan pendekatan JAS. Bell (1993) menerangkan bahwa pengetahuan siswa diperoleh dengan dua sumber yaitu pada saat siswa berinteraksi dengan lingkungan.6 memprediksi.

Bagaimanakah aktifitas siswa selama pembelajaran dengan penerapan pendekatan JAS berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa? C. Penerapan pendekatan JAS dalam proses pembelajarannya mengajak siswa menemukenali masalah-masalah yang ada di lingkungan baik penyebab maupun dampaknya terhadap lingkungan. Diharapkan siswa dapat menemukan konsep pelajaran dari hasil eksplorasinya dan dapat memecahkan masalah-masalah yang ditemukan selama proses pembelajaran mengenai konsep pengelolaan lingkungan seperti erosi. pencemaran udara.7 mengembangkan penalaran dan kreativitasnya yang nantinya dapat meningkatkan pemahamannya menjadi lebih baik Penerapan pendekatan JAS dapat diterapkan untuk mempelajari konsep biologi yang berkaitan dengan lingkungan seperti dalam materi konsep pengelolaan lingkungan. pencemaran air dan pencemaran tanah B. yaitu: 1. 2. Hasil belajar siswa SMP Negeri 27 Semarang dengan penerapan pendekatan JAS berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa. Tujuan Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran tentang: 1. Masalah Berdasarkan identifikasi masalah di atas. maka dapat dirumuskan masalah dalam penelitian ini. . Aktifitas siswa SMP Negeri 27 Semarang dengan penerapan pendekatan JAS berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa. Bagaimanakah hasil belajar siswa tentang pengelolaan lingkungan dengan penerapan pendekatan JAS berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa? 2.

terutama dalam hal bereksplorasi. Manfaat bagi siswa Siswa dapat mengembangkan kemampuannya secara maksimal. Manfaat bagi sekolah Memberi sumbangan bagi sekolah dalam rangka upaya perbaikan proses pembelajaran secara menyeluruh. pengamatan dan penjelasan serta adanya laporan untuk dikomunikasikan . Pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) Jelajah Alam Sekitar (JAS) merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pemanfaatan lingkungan alam di sekitar kehidupan siswa. 2. dan mengembangkan kreativitasnya. maupun budaya sebagai obyek belajar Biologi yang fenomenanya dipelajari dengan kerja ilmiah (Marianti dan Kartijono. mengemukakan pendapat. Manfaat bagi guru Menambah kemampuan menerapkan strategi pembelajaran Biologi sehingga dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dapat lebih bervariasi serta mampu memaksimalkan kualitasnya. Manfaat Penelitian 1. Ciri-ciri pendekatan JAS adalah selalu dikaitkan dengan alam sekitar secara langsung maupun tidak langsung yaitu degan menggunakan media. selalu ada kegiatan berupa ramalan (prediksi). baik lingkungan fisik. 2005). sehingga prestasi para siswanya akan lebih meningkat.8 D. 3. sosial. Pembatasan Masalah 1. E.

9

baik secara lesan, tulisan, gambar, foto atau audiovisual (Marianti dan Kartijono, 2005) dengan joyful lerning (belajar yang menyenangkan) 2. Penerapan KTSP Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan (Wibowo, 2006) merupakan pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Pada penelitian ini sekolah penelitian masih menggunakan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). 3. Pengetahuan Awal Pengetahuan awal merupakan pengetahuan atau konsepsi awal yang dimiliki oleh siswa melalui pengalaman yang telah dilakukan sebelum mendapatkan suatu hal baru (Rustaman, 2003). Dalam penelitian ini pengetahuan awal siswa diperoleh dengan cara melakukan pre-test sebelum dilakukan proses belajar mengajar. 4. Hasil Belajar Hasil belajar adalah hasil yang telah dicapai setelah melakukan belajar. Dalam hal ini hasil belajar ditunjukkan dengan adanya produk berupa hasil post-test dan hasil kerja dari lembar penugasan. 5. Aktifitas Siswa Aktifitas siswa adalah kegiatan yang dilakukan siswa selama

pembelajaran. Dalam penelitian ini aktifitas siswa yang dinilai antara lain meliputi aktifitas siswa dalam kelompok maupun kelas yang meliputi kemampuan siswa dalam bertanya, berdiskusi dalam kelompok,

10

mengemukakan pendapat, menarik kesimpulan dan aktifitas siswa dalam melakukan eksplorasi. 6. Konsep Pengelolaan Lingkungan Penelitian ini mengambil materi Pengelolaan Lingkungan yang mengkaji tentang sumber atau penyebab terjadinya pencemaran lingkungan, baik pencemaran air, pencemaran tanah, pencemaran udara, dan erosi tanah. Selain itu juga mengkaji tentang dampak yang ditimbulkan serta upaya penanggulangan pencemaran lingkungan tersebut.

11

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS TINDAKAN

A. Tinjauan Pustaka 1. Belajar dan Proses Pembelajaran Menurut Hamalik (2001) belajar merupakan suatu proses, suatu kegiatan dan bukan suatu hasil maupun tujuan. Belajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas dari itu yakni mengalami. Pengalaman diperoleh berkat interaksi antara individu dengan lingkungannya. Sedangkan belajar itu sendiri merupakan suatu kumpulan yang besifat individual, yang mengubah stimuli yang datang dari lingkungan seseorang ke dalam sejumlah informasi yang selanjutnya dapat menyebabkan adanya hasil belajar dalam bentuk ingatan jangka panjang. Hasil belajar ini memberikan kemampuan kepada siswa untuk melakukan berbagai penampilan. Secara umum belajar adalah terjadinya perubahan pada seseorang baik yang terlihat (Covert) maupun tidak terlihat (Convert), bertahan lama atau tidak, kearah positif atau negatif semuanya karena pengalaman. Menurut Sudjana (2000), belajar pada hakikatnya adalah suatu proses perubahan pada diri seseorang. Perubahan itu disebabkan karena suatu pengalaman. Pengalaman manusia dapat dijadikan dua jenis, yaitu pengalaman langsung dan tidak langsung. Pengalaman langsung yakni anak mengalami dan berbuat sendiri secara langsung. Anak melakukan sendiri perbuatan tersebut dalam situasi sebenarnya. Pengalaman demikian tentu akan

b. uraian tertulis dan lain sebagainya. e. Dengan cara ini akan memperoleh pengalaman secara langsung. c. Melalui lambang. Edgar Dale mengemukakan sepuluh jenis pengalaman. Melalui bentuk gambar. orang yang sedang menari dan lain sebagainya.12 membawa hasil yang lebih baik. foto dan lain sebagainya. Tetapi tidak semua persoalan dapat dipelajari melalui pengalaman secara langsung. d. sehingga hasilnya akan lebih berarti padanya. diagram dan lain sebagainya. seperti rumus. Melalui bentuk grafik. grafik. Mengamati gejala atau situasi dengan menggunakan alat indera. bahkan pada umumnya atau sebagian besar dipelajari melalui pengalaman tidak langsung. Pengalaman tidak langsung dapat diperoleh dengan beberapa cara sebagai berikut: a. Kesepuluh jenis ini adalah: a. Pengalaman langsung Dalam pengalaman ini anak mengalami sendiri dan berbuat sendiri. misalnya mengamati orang yang sedang menjahit. ini menunjukkan betapa pentingnya keperagaan dalam proses belajar. misalnya mempelajari peta. Pengalaman demikian erat dengan alat peraga. . misalnya mempelajari lukisan. Melalui bentuk verbal yaitu diperoleh dengan cara membaca. istilah dan lain-lain.

13 b. Anak lebih banyak melihat dari pada berbuat. d. Pengalaman melalui demonstrasi Pada demonstrasi anak kelihatan tidak seaktif pada ketiga jenis di atas. dan memamerkan suatu peranan tertentu.yaitu dengan benda tiruan anak dapat mempelajarinya secara keseluruhan. g. . Pengalaman melalui pameran Dalam pameran diperlihatkan benda-benda yang realistik dengan maksud menyajikan ide atau gagasan. Pengalaman melalui karyawisata Karyawisata adalah kunjungan ke luar kelas dalam rangka belajar. Demonstrasi bertujuan untuk memperlihatkan suatu proses. Jadi pengalaman yang diperolehnya tidak langsung tetapi membutuhkan penghayatan yang tinggi. dan meneliti sesuatu di luar. Pengalaman melalui televisi dan gambar hidup Alat ini berpengaruh pada anak melalui pendengaran dan penglihatan. Pengalaman langsung melalui benda-benda tiruan Banyak hal yang dipelajari melalui benda tiruan. f. Dalam karyawisata siswa menganalisis. Pengalaman melalui dramatisasi Dengan dramatisasi anak berkesempatan melakukan. c. menafsirkan. mengobservasi. e.

14 h. i. Menurut Darsono. dkk (2001) belajar merupakan perubahan tingkah laku atau kegiatan dalam rangka mengembangkan diri. sehingga lebih sulit lagi dibandingkan dengan televisi dan gambar hidup. Lambang kata (verbal) Lambang kata merupakan pengganti hal-hal yang sifatnya konkret. sebab harus menerjemahkan lambang tadi untuk membentuk satu pengertian. Jadi pengalaman melalui lambang visual memerlukan penghayatan dan pemikiran yang tajam. psikomotorik. Proses perubahan tingkah laku tersebut dapat digambarkan sebagai berikut: . Pengalaman melalui radio dan rekaman Pengalaman ini hanya membutuhkan pendengaran saja. Walaupun tidak dapat melihat proses terjadinya perubahan tetapi dapat ditentukan apakah seseorang telah belajar atau belum yaitu dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah proses pembelajaran berlangsung. Kata-kata adalah abstraksi yang mutlak. j. Sedangkan menurut Sanjaya (2007) belajar adalah proses perubahan tingkah laku yang merupakan suatu misteri karena perubahan tersebut sulit dilihat dan diraba. Pengalaman melalui lambang-lambang visual Pengalaman merupakan sebuah contoh dari lambang visual. maupun sikap. Tidak ada persamaan yang konkret dari lambang kata dengan ide atau benda dibalik kata tesebut. Ini hanya mungkin dimengeri kalau anak sudah berfikir abstrak. baik dalam aspek kognitif.

dan setelah mengalami proses pembelajaran ia masih tetap tidak tahu tentang ‘X’ maka dapat dikatakan bahwa ia tidak belajar atau proses pembelajarannya dianggap gagal. Proses Perubahan Tingkah Laku Berdasarkan bagan di atas dapat dilihat bahwa telah terjadi proses belajar pada diri seseorang (S) manakala terjadi perubahan dari S sebagai input menjadi S' sebagai output. belum tentu ia belajar dengan baik manakala ia tidak mampu menunjukkan adanya perubahan tingkah laku. Pembelajaran adalah proses interaksi antara siswa dengan lingkungannya. tetapi hanya bisa dilihat dari adanya perubahan dari sebelum dan sesudah terjadi proses belajar. Dengan demikian efektivitas pembelajaran atau belajar dan tidaknya seseorang tidak dapat dilihat dari aktifitasnya selama terjadi proses pembelajaran. dengan demikian dapat dikatakan seseorang tersebut telah belajar.15 S Proses S' Output Input Bagan 1. Seorang siswa yang sepertinya aktif belajar yang ditunjukkan dengan caranya memerhatikan guru dan rapinya ia membuat catatan. Bagaimana suatu proses pembelajaran berhasil? Menurut Sanjaya (2007) faktor-faktor yang berpengaruh dalam sistem pembelajaran adalah . Misalkan sebelum sesorang mengalami proses belajar ia tidak tahu konsep tentang ‘X’ tapi setelah mengalami proses belajar ia jadi paham konsep ‘X’. Sebaliknya sebelum terjadi proses pembelajaran ia tidak tahu tentang ‘X’ .

sedangkan jika mengajaran dipandang sebagai proees mengatur lingkungan agar siswa . dapat memberikan pilihan pada siswa untuk belajar. dan lain-lain. Faktor sarana dan prasarana Sarana adalah segala sesuatu yang mendukung secara langsung terhadap kelancaran proses pembelajaran. pengetahuan dan sikap. Masing-masing perbedaan tersebut dapat mempengaruhi baik dalam penyusunan strategi atau implementasi pembelajaran. Dengan demikian efektivitas proses pembelajaran terletak di pundak guru. Faktor guru Guru yang menganggap mengajar hanya sebatas menyampaikan materi pelajaran akan berbeda dengan guru yang menganggap mengajar adalah suatu proses pemberian bantuan kepada peserta didik. c.16 a. tempat kelahiran. Keuntungan lengkapnya sarana dan prasarana terhadap prsses pembelajaran adalah dapat menumbuhkan gairah dan motivasi guru dalam mengajar. jika mengajar dipandang sebagai proses penyampaian materi maka dibutuhkan sarana pembelajaran berupa alat dan bahan yang dapat menyalurkan pesan secara efektif dan efisien. tempat tinggal siswa. b. Sedangkan dilihat dari sifat yang dimiliki siswa meliputi kemampuan dasar. Faktor siswa Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran yang dilihat dari aspek siswa meliputi latar belakang siswa yang terdiri dari jenis kelamin. karena keberhasilan proses pembelajaran sangat ditentukan oleh kualitas dan kemampuan guru.

d. Faktor pengorganisasian kelas terdiri dari jumlah siswa dalam satu kelas. Komponen Proses Pembelajaran . Komponen-komponen tersebut dapat dilihat pada bagan berikut: Proses S S' Input Tujuan Output Isi/Materi Metode Media Evaluasi Bagan 2. Organisasi kelas yang terlalu besar akan kurang efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran.17 dapat belajar maka dibutuhkan sarana yang berkaitan dengan berbagai sumber belajar yang dapat medorong siswa untuk belajar. Faktor lingkungan Faktor organisasi kelas merupakan faktor yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran. Proses pembelajaran merupakan suatu sistem yang terdiri dari beberapa komponen yang satu sama lain saling berinteraksi dan berinterelasi.

tugas. Alat dan sumber merupakan alat bantu yang berperan sebagai pengelola sumber belajar. Mau dibawa kemana siswa. .18 Tujuan merupakan komponen yang sangat penting dalam sistem pembelajaran. Strategi atau metode yang tepat merupakan komponen yang menentukan keberhasilan pencapaian tujuan. Isi/materi pelajaran merupakan inti dari proses pembelajaran karena sering diartikan proses pembelajaran sebagai proses penyampaian materi pelajaran. 2. tanggungjawab maka materi pelajaran dapat digunakan sebagai sumber belajar. apa yang harus dimiliki oleh siswa. menurut Dalyono (1996) faktor-faktor tersebut meliputi: faktor internal dan faktor eksternal. namun setting pembelajaran yang berorientasi pada pencapaian tujuan atau kompetensi. Evaluasi merupakan komponen terakhir dalam sistem proses pembelajaran. Hasil belajar siswa banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor. Hasil Belajar Siswa Menurut Purwanto (1986) bahwa hasil belajar biasanya dapat diketahui melaui kegiatan evaluasi yang bertujuan untuk mendapatkan data pembuktian yang akan menunjukkan sampai dimana tingkat kemampuan dan keberhasilan siswa dalam pencapaian tujuan pembelajaran. evaluasi tidak hanya untuk melihat keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran tetapi juga sebagai umpan balik bagi guru atas kinerja dalam pengelolaan pembelajaran. semuanya tergantung pada tujuan yang ingin dicapai. melalui penggunaan sumber belajar diharapkan kualitas pembelajaran akan semakin meningkat.

Oleh karena itu . Minat yang besar terhadap sesuatu merupakan modal yang besar artinya dalam mencapai tujuan belajar. Antara siswa satu dengan yang lainnya memiliki karakteristik yang jauh bebeda. Upaya pendekatan hasil belajar siswa merupakan suatu bentuk yang tidak mudah untuk dilakukan oleh guru dan pihak sekolah. 4) Cara belajar. Hal itu dikarenakan adanya perbedaan karakteristik yang ada pada setiap siswa.19 a. Cara belajar seseorang mempengaruhi pencapaian hasil belajar mengajar tanpa memperhatikan faktor fisiologis. Faktor Internal (faktor dari dalam) 1) 2) Kesehatan jasmani dan rohani Intelegensia dan bakat. Seseorang yang mempunyai intelegensi baik umumnya mudah belajar dan hasilnya cenderung baik. 3) Minat dan motivasi. Faktor Eksternal (faktor dari luar) 1) 2) 3) 4) Keluarga Sekolah Masyarakat Lingkungan sekitar. b. penuh gairah dan semangat. Seseorang yang belajar dengan motivasi kuat akan melaksanakan kegiatan belajarnya dengan sungguh-sungguh. psikologis dan kesehatan akan memperoleh hasil yang kurang memuaskan.

Perhatian siswa terhadap stimulasi belajar . konsep. pada saat berlangsungnya proses dan pada saat-saat kondisi belajar siswa mengalami kemunduran. Strategi kognitif yang kemampuannya untuk memecahakan masalahmasalah baru dengan jalan mengatur proses internal masing-masing individu dalam memperhatikan. belajar. mengingat dan berfikir. Menurut Gagne (1985) dalam Soekamto dan Winataputra (1995). yang kesemuanya diperoleh melalui materi yang disajikan di sekolah. c.20 guru perlu mengetahui karakteristik setiap siswa sebelum melakukan proses pembelajaran. d. prinsip. Informasi verbal yaitu kemampuan untuk mendeskripsikan sesuatu dengan kata-kata dengan jalan mengatur informasi yang relevan. kepercayaan-kepercayaan serta faktor intelektual. e. Oleh karena itu maka guru harus berupaya menimbulkan dan mempertahankan perhatian dan dorongan siswa dalam melakukan kegiatan belajar. Upaya memberikan perhatian dan dorongan belajar kepada siswa dilakukan oleh guru sebelum mengajar dimulai. menyebutkan adanya lima hasil belajar sebagai berikut: a. Kegiatan belajar siswa dapat tejadi apabila siswa ada perhatian dan dorongan terhadap stimulus belajar. Keterampilan intelektual atau pengetahuan prosedural yang mencakup belajar diskriminasi. Kemampuan motorik yaitu kemampuan untuk melaksanakan dan mengkoordinasikan gerakan-gerakan yang berhubungan dengan otot. dan pemecahan masalah. b. Sikap yaitu suatu kemampuan internal yang mempengaruhi tingkah laku seseorang dan didasari oleh emosi.

dan emosional. memberikan stimulus belajar dalam bentuk lain sehingga siswa tidak bosan (Sudjana.21 dapat diwujudkan melalui beberapa upaya seperti penggunaan media pengajaran atau alat peraga. guru sebagai orang yang membelajarkan siswa harus peduli dengan masalah motivasi ini. Menurut Zaini dalam Kasyati (2005) belajar aktif adalah salah satu cara untuk mengikat informasi yang baru dan menyimpannya di dalam otak. Oleh kaena itu. harus ada motivasi yang disebut motivasi belajar. akan tetapi juga ditentukan aktifitas nonfisik seperti mental. Agar kegiatan ini terwujud. Menurut Sanjaya (2007) aktifitas siswa tidak hanya ditentukan oleh aktifitas fisik semata. Ia harus mampu dan mau memotivasi siswa yang rendah motivasi belajarnya dan meningkatkan motivasi siswa yang sudah mempunyai motivasi belajar. melakukan pengulangan informasi yang berbeda sifatnya dengan cara sebelumnya. Aktifitas Siswa dalam Proses Pembelajaran Aktifitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar diwujudkan dalam bentuk kegiatan seperti mendengarkan. 3. 2000). sebaliknya belum tentu siswa yang secara fisik aktif memiliki kadar aktifitas mental yang tinggi pula. Motivasi belajar yang ada pada diri siswa dapat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. menyusun laporan. intelektual. Oleh karena itu sebetulnya aktif dan tidak aktifnya siswa hanya siswa sendiri yang tahu secara pasti. memberikan pertanyaan kepada siswa. Belajar aktif ini sangat diperlukan oleh siswa untuk mendapatkan hasil belajar . Siswa yang diam mendengarkan penjelasan bukan berarti tidak aktif. berdiskusi. memecahkan masalah dan lain sebagainya. memproduksi sesuatu.

1996).22 yang maksimum. Ketika siswa belajar dengan aktif. Ketika siswa pasif. maka otak mereka akan bekerja lebih baik sehingga proses belajarpun dapat terjadi dengan baik pula. maka akan sangat membantu kalau terjadi proses refleksi secara internal. . tidak hanya mental tetapi juga melibatkan fisik. menjawab pertanyaan atau membuat pertanyaan. Agar otak dapat memproses informasi dengan baik. atau hanya menerima dari guru ada kecenderungan untuk cepat melupakan apa yang telah diberikan. memecahkan persoalan. atau mengaplikasikan apa yang baru mereka pelajari ke dalam satu persoalan yang ada dalam kehidupannya. Pembelajaran aktif adalah suatu pembelajaran yang mengajak siswa untuk belajar secara aktif (Sudjana. akan tetapi otak manusia akan memproses informasi tersebut sehingga dapat dicerna kemudian disimpan. Belajar yang hanya mengandalkan indera pendengaran mempunyai beberapa kelemahan. otak manusia tidak hanya sekedar menerima dan menyimpan. Jika siswa diajak berdiskusi. Dengan cara ini biasanya siswa akan merasa suasana yang lebih menyenangkan sehingga hasil belajar dapat dimaksimalkan. Oleh karena itu dengan belajar aktif. Berdasarkan hal tersebut mereka secara aktif menggunakan otak. siswa diajak untuk turut serta dalam seluruh proses pembelajaran. Oleh karena itu diperlukan perangkat tertentu untuk dapat mengikat informasi yang baru saja diterima dari guru. berarti mereka yang mendominasi aktifitas pembelajaran. padahal hasil belajar seharusnya disimpan sampai waktu yang lama. Ketika ada informasi yang baru. baik untuk menemukan ide pokok dari materi pelajaran.

23 Variabel-variabel keaktifan siswa meliputi keikutsertaan mempersiapkan pelajaran. Pembelajaran Biologi yang berkaitan dengan gejala-gejala di alam atau fakta alam haruslah dilakukan suatu pengamatan langsung mengenai gejalagejala tersebut. Pengetahuan tersebut dapat berupa fakta. keberanian menyampaikan gagasan dan minat. 2003a). Jelajah Alam Sekitar Biologi adalah bagian dari IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). kesungguhan bekerja sesuai dengan prosedur. kegembiraan dalam belajar. maupun generalisasi yang menjelaskan tentang gejala kehidupan. Biologi merupakan terminologi yang berasal dari kata yaitu bios. yang berarti hidup dan logos. kemauan dan kreativitas dalam belajar. Dalam aktifitas pembelajaran Biologi tersebut perlu adanya suatu kerja ilmiah yang mencakup proses pengamatan gejala alam. merumuskan hipotesis. Pengembangan pembelajaran Biologi adalah bahwa Biologi lebih dari sekedar kumpulan fakta ataupun konsep. hingga penemuan pengetahuan yang paling baru. Pengetahuan ini termasuk yang sudah ditemukan sejak jaman dahulu. yang dapat diartikan sebagai ilmu/pengetahuan. teori. 1993). sikap kritis dan ingin tahu. konsep. Dari pengertian tersebut Biologi mencakup ilmu-ilmu atau pengetahuan yang berhubungan dengan kehidupan di alam semesta. . karena dalam Biologi juga terdapat kumpulan proses dan nilai yang dapat diaplikasikan serta dikembangkan dalam kehidupan nyata (Saptono. melakukan pengujian serta membuat generalisasi. pengembangan penalaran induktif dan pengembangan penalaran deduktif (Karyadi. 4.

2) Dalam arti luas kelas dapat diartikan sebagai kelompok atau pengelompokan di dalam masyarakat yang masing-masing mempunyai ciri khas. 4) Untuk guru Biologi. . atau tingkatan. yang semuanya dapat diuraikan seperti di bawah ini: a. 2002) kelas adalah suatu kelompok sosial yang pada hakikatnya suatu unit sosial yang mempunyai tujuan yang sama dan terbentuk secara formal. tetapi tidak harus selalu di dalam suatu ruangan di lokasi sekolah. dan sebagainya. Untuk proses pembelajaran dapat dilakukan di tempat di luar ruangan kelas seperti pekarangan sekolah. kelas menurut H. pembelajarannya dapat dilakukan di ruang kelas. 2002) merupakan suatu ruangan yang dibatasi oleh empat dinding. laboratorium serta di luar ruang kelas. Kelas: 1) Dalam arti sempit. jenjang. penentu. atau kebun sekolah.24 Tanpa mengurangi hakikat pembelajaran Biologi. kelas merupakan sejumlah siswa yang berkumpul bersama mengikuti proses pembelajaran. dimana sejumlah siswa berkumpul untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar. lapangan rumput dekat sekolah. Pembelajaran Ruang Kelas Pembelajaran ruang kelas adalah pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas. yang berada di bawah satu pimpinan yaitu guru. 3) Menurut Hamalik (1986) (dalam Rustaman. Nawawi (dalam Rustaman.

Pembelajaran Laboratorium Pemahaman bahwa Biologi dapat juga dikatakan sebagai suatu proses investigasi (penelusuran/penyelidikan) banyak diartikan dengan hal-hal yang selalu berhubungan dengan laboratorium beserta perlengkapannya (Saptono. 2002) mengemukakan empat hal yaitu: 1) Praktikum membangkitkan motivasi belajar IPA. 2) Praktikum mengembangkan keterampilan dasar melakukan eksperimen.25 5) Pembelajaran di ruang kelas dibutuhkan pengelolaan kelas yang dapat diartikan sebagai keterampilan guru untuk memelihara dan menciptakan kondisi belajar mengajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam PBM (Rustaman. b. ingin tahu dan ingin bisa. Melalui kegiatan praktikum. mengukur secara akurat dengan alat ukur yang sederhana atau canggih. Menurut Rustaman (2002) dalam pendidikan IPA kegiatan laboratorium (praktikum) merupakan bagian integral dan kegiatan belajar mengajar khususnya Biologi. . 2003a). maka Woolnough dan Allsop (dalam Rustaman. Berkaitan dengan hal tersebut. Prinsip ini akan menunjang kegiatan praktikum dimana siswa menentukan pengetahuan melalui eksplorasi terhadap alam. Dengan kegiatan praktikum siswa dilatih untuk mengembangkan kemampuan bereksperimen dengan melatih kemampuan mereka dalam mengobservasi dengan cermat. 2002). siswa diberi kesempatan untuk memenuhi dorongan rasa.

melakukan dan mengintepretasikan eksperimen.26 menggunakan dan menangani alat secara aman. Kelebihan strategi ini adalah: . merakit alat. 3) Praktikum menjadi wahana belajar pendekatan ilmiah. merancang eksperimen. Dalam hal ini guru harus jeli dalam memilih topik pelajaran yang cocok jika akan menggunakan strategi ini. c. melakukan pengukuran secara cermat. Pembelajaran Luar Ruang Pembelajaran luar ruang merupakan strategi dalam pembelajaran yang mengutamakan pemanfaatan lahan di sekitar sekolah atau sumber belajar lain di luar sekolah. 4) Praktikum menunjang materi pelajaran. merancang. sehingga memungkinkan siswa belajar secara langsung fenomena alam berdasarkan pengamatannya sendiri. Strategi ini mempunyai kelebihan dan kekurangan. Metode yang dilakukan antara lain dengan menggunakan metode inkuari. yaitu siswa dituntut untuk untuk merumuskan masalah. Dari kegiatan-kegiatan tersebut dapat disimpulkan bahwa praktikum dapat menunjang pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. serta mengkomunikasikannya. dan membuktikan teori. melalui laporan yang harus dibuatnya. mengintepretasikan data perolehan. Kegiatan praktikum memberi kesempatan bagi siswa untuk menemukan teori.

2003a). Istilah pendekatan merujuk pada suatu proses . konservasi lingkungan. Dalam pembelajaran luar ruang ini dikembangkan lebih lanjut menjadi pembelajaran Jelajah Alam Sekitar (JAS). karena biasanya jika siswa belajar di luar ruang kelas. reproduksi tumbuhan. c) Membutuhkan manajemen waktu yang ketat dan hal ini tidak mudah dilakukan. Siswa dapat berinteraksi langsung dengan keadaan alam nyata. tidak membosankan. sistematika tumbuhan. 5. untuk kembali ke kelasnya mereka enggan. Pada topik-topik tertentu dalam Biologi dapat diimplementasikan strategi pembelajaran di luar ruang. b) Belum tentu setiap sekolahan memiliki lahan yang dijadikan sebagai sumber belajar. sehingga seluruh indera yang dimilikinya akan difungsikan. Konsep-konsep yang berkaitan dengan ekologi.27 1) 2) 3) Siswa belajar dalam kondisi menyenangkan. sumber daya alam dapat disajikan dengan strategi ini (Saptono. Adapun kekurangan strategi ini adalah: a) Pengelolaan siswa yang cukup merepotkan guru. jadi secara induktif siswa akan mengumpulkan fakta-fakta sehingga selanjutnya siswa akan membangun makna terhadap pengamatannya. Jelajah Alam Sekitar (JAS) sebagai Pendekatan Pembelajaran Biologi Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembalajaran. Strategi ini didasarkan pada learning by doing. 4) Siswa dapat melihat atau mengamati secara langsung fenomena alam di sekitar sekolahnya.

2005). Dengan demikian. sehingga selain dapat membuka wawasan berpikir yang beragam. Pendekatan JAS mencakup hal-hal yang inovatif dalam penerapannya. penerapan proses sains. Roy Killen dalam Sanjaya (2007) mencatat ada dua pendekatan dalam pembelajaran. dan penerapan alternative assessment. Pendekatan JAS menekankan pada kegiatan belajar yang dikaitkan dengan lingkungan alam sekitar kehidupan siswa dan dunia nyata. JAS merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pemanfaatan lingkungan alam sekitar kehidupan siswa. yaitu pendekatan yang berpusat pada guru (teacher-centred approaches) dan pendekatan yang berpusat pada siswa (student-centered approaches). baik lingkungan fisik. proses eksploitasi lingkungan alam sekitar. 2007). siswa juga dapat mempelajari berbagai konsep dan cara mengaitkannya dengan masalahmasalah kehidupan nyata. yaitu konstruktivisme. Pendekatan JAS merupakan pendekatan kodrat manusia dalam upayanya mengenali alam lingkungannya. Sedangkan pendekatan yang berpusat pada siswa menurunkan strategi pembelajaran discovery dan inquiri serta strategi pembelajaran induktif. Pembelajaran melalui JAS memungkinkan siswa mengembangkan potensinya sebagai manusia yang memiliki akal budi.28 yang sifatnya masih umum (Sanjaya. maupun budaya sebagai obyek belajar Biologi yang fenomenanya dipelajari dengan kerja ilmiah (Marianti dan Kartijono. proses inquiri. hasil belajar siswa lebih . sosial. pembelajaran deduktif atau pembelajaran ekspositori. Pendekatan yang berpusat pada guru menurunkan strategi pembelajaran langsung (direct instruction).

siswa diajak mengenal obyek. Pendekatan JAS dikembangkan berdasarkan pemikiran Piaget dan Vygotsky yang menekankan konstruktivisme kognitif dan sosial. Fenomena tersebut dapat ditemui di lingkungan sekeliling siswa atau fenomena alam (Biologi) akan sangat membantu siswa untuk mengamati sekaligus memahami gejala atau konsep yang terjadi. Konseptualisasi dan pemahaman diperoleh siswa tidak secara langsung dari guru atau buku. Seseorang akan lebih efektif dalam proses belajar jika kognitifnya secara aktif mengalami rekonstruksi. akan tetapi melalui kegiatan ilmiah. mengumpulkan data. membuat pertanyaan. seperti mengamati. pembelajaran seharusnya memperhatikan pengembangan hand-on dan mind-on siswa.29 bermakna bagi kehidupannya. menelaah dan menemukan simpulan atau konsep tentang sesuatu yang dipelajarinya. Secara langsung siswa melakukan eksplorasi terhadap fenomena alam yang terjadi. gejala dan permasalahan. baik ketika berbenturan dengan suatu fenomena maupun kondisi sosial. Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam menerapkan hand-on dan mind-on adalah sebagai berikut: . membuat hipotesis. membandingkan. Diterapkannya JAS. merumuskan simpulan berdasarkan data dan membuat laporan secara komprehensif. memprediksi. dan integritas dirinya (Ridlo. Sebagai implikasinya. makhluk sosial. merancang kegiatan. 2005). sebagai makhluk Tuhan. Berdasarkan hal tersebut maka pembelajaran dengan pendekatan JAS dapat mengubah pengetahuan awal siswa yang semula salah ataupun ragu menjadi benar.

Strategi pembelajaran dan pengukuran hasil belajar Biologi berbasis JAS Kemp dalam Sanjaya (2007) menjelaskan strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan oleh guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan efisien. baik melalui lisan. 2007). Pembelajaran memungkinkan siswa belajar dalam kelompok. siswa dapat memahami konsep dan menyusun . afektif. Dilakukannya eksplorasi. Implementasi strategi berbasis pendekatan JAS dalam pembelajaran Biologi dapat dijabarkan sebagai berikut. 6. Strategi pembelajaran merupakan hal penting dalam upaya membelajarkan siswa. Strategi pembelajaran merupakan perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (Sanjaya. Senada dengan pendapat di atas strategi pembelajaran menurut Dick dan Carey dalam Sanjaya (2007) juga menyebutkan bahwa strategi pembelajaran itu adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa. maupun tulisan.30 a. c. Siswa diberi kesempatan untuk secara aktif melakukan eksplorasi ke lingkungan untuk mencapai kecakapan kognitif. b. Guru bertindak sebagai fasilitator sekaligus motivator yang tercermin dalam kegiatan yang dikembangkan dalam pembelajaran. performance. dan psikomotorik. Guru senantiasa memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengekspresikan kemampuan dan gagasannya.

Ada laporan yang dapat dikomunikasikan. baik secara lisan. dan berinteraksi sosial dengan lingkungannya. maupun memanfaatkan media dalam pembelajaran kelas. 1995). melakukan prediksi dan penjelasan. Berdasarkan strategi pembelajaran Biologi berbasis JAS di atas. tidak langsung. . foto atau audiovisual. Teknik observasi dapat diterapkan pada saat mengakses aktifitas siswa. 4) Sasarannya pada dampak perorangan atau kelompok yang memungkinkan siswa memenuhi rasa keingintahuan dan minatnya. Kegiatan pembelajaran berbasis JAS meliputi: 1) Selalu dikaitkan dengan alam sekitar secara langsung. Alternative assessment sebagai alternatif penilaian komperehensif yang dapat menggambarkan proses dan hasil belajar siswa diperlukan untuk mengetahui kemajuan belajar siswa guna melengkapi tes “paper and pen”. (Slavin. Adapun untuk kemampuan prosedural atau kinerja (hand-on) dapat digunakan performance assessment sebagai salah satu alternative assessment (Lim.31 pengetahuannya sendiri. melalui gambar. maka pengukuran hasil belajar siswa tidak cukup jika hanya berdasarkan hasil tes “paper and pen”. tulisan. Pelaksanaan tes “paper and pen” dapat digunakan untuk mengungkap kemampuan kognitif siswa tentang pengetahuan konseptual dan prosedural. 1997). 2) 3) Selalu ada kegiatan pengamatan. 5) Keterlibatan aktif siswa dalam menjangkau kondisi di luar sekolahnya.

Pada akhir proses belajar. maka portofolio merupakan alternative assessment yang dapat diimplementasikan. 2003b).32 Untuk mengetahui kemajuan belajar siswa. Skema Perolehan Pengetahuan Sains . Konflik kognitif ini hanya dapat diatasi melalui pengaturan diri (self regulation) oleh siswa yang sedang belajar. Terjadinya proses modifikasi struktur kognitif dapat digambarkan sebagai berikut: Hal Baru (hasil interaksi dengan lingkungan (pada saat siswa belajar) SKEMATA Dibandingkan dengan konsepsi awal Tidak cocok Ketidakseimbangan Akomodasi Cocok Keseimbangan Mengerti Cocok Belum memahami Perlu alternatif strategi lain Asimilasi Bagan 3. Penerapan Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa pada JAS Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa merupakan pengembangan dari pandangan yang menyatakan bahwa dalam proses belajar (perolehan pengetahuan) selalu diawali dengan terjadinya konflik kognitif (Saptono. 7. pengetahuan akan dibangun sendiri oleh siswa (konstruktivisme) melalui pengalamannya dari hasil interaksi dengan lingkungannya.

maka akan terjadi konflik kognitif yang mengakibatkan adanya ketidak keseimbangan (disequilibrium) dengan struktur kognisinya. sehingga terjadi proses asimilasi (pembentukan struktur kognisi yang sesuai). hal baru tersebut dibandingkan dengan konsepsi awal yang telah dimiliki siswa sebelumnya. Kemudian. Melalui proses akomodasi dalam kegiatan pembelajaran yang dikembangkan oleh guru. Jika hal baru tersebut sesuai dengan konsepsi awal siswa. maka akan terjadi asimilasi atau penguatan dalam struktur kognisinya. Perolehan pengetahuan oleh siswa diawali dengan diadobsinya fenomena (pengetahuan) baru hasil interaksi dengan lingkungannya. Jika hal baru tersebut tidak sesuai dengan konsepsi awal siswa. struktur kognisi siswa dapat memodifikasi menuju keseimbangan (equilibrium). Namun demikian. Peristiwa ini akan terjadi secara berkelanjutan selama siswa menerima pengetahuan baru. Hal ini diperlukan kreatifitas guru dalam mengembangkan variasi dalam berbagai strategi agar siswa dapat memahami pengetahuan yang sedang dipelajari. tidak menutup kemungkinan siswa mengalami “jalan buntu” (tidak mampu mengetahui yang baru) karena struktur kognisinya tidak mampu berakomodasi secara positif. sehingga diperlukan perubahan atau modifikasi struktur kognitif (skemata) untuk mencapai keseimbangan.33 Konflik kognitif terbentuk saat terjadi interaksi antara konsepsi awal (pengetahuan awal) yang telah dimiliki siswa dengan pengetahuan fenomena baru yang tidak dapat diintegrasikan begitu saja. .

Melalui penerapan model pembelajaran ini siswa diberi kesempatan sebanyak-banyaknya untuk memperoleh pengalaman nyata dan pengembangan gagasan-gagasannya. Mengetahui adanya konsepsi awal yang dimiliki siswa melalui pengalaman sebelumnya. Menekankan pengembangan kemampuan hand-on dan mind-on siswa. Menyadari bahwa dalam proses pembelajaran terjadi perubahan konseptual. Dari pandangan ini kemudian muncul gagasan untuk mengembangkannya ke dalam model pembelajaran. Memperhatikan terjadinya interaksi sosial. maka dapat disimpulkan bahwa pengetahuan tidak dapat dipindahkan maknanya dari seorang guru kepada siswanya melainkan siswa sendirilah yang akan membangun pengetahuannya. . e. Mengetahui bahwa pengetahuan tidak dapat diperoleh secara pasif. Berdasarkan hal tersebut siswa akan terbiasa sekaligus mampu membangun pengetahuannya sendiri secara aktif tentang fenomena-fenimena alam yang ditemuinya dalam kehidupan seharihari. c. Gagasan tersebut antara lain menyebutkan bahwa dalam pengembangan pembelajaran Biologi hendaknya diperhatikan hal-hal sebagai berikut: a. d. b. Oleh karena itu dalam pembelajaran siswa harus dilibatkan secara langsung dengan fenomena-fenomena yang memungkinkan diperolehnya suatu pengetahuan. termasuk Biologi.34 Bertolak dari pandangan di atas.

Bila diperlukan guru bisa mengajukan pertanyaan problematik tentang fenomena yang sering ditemui siswa dalam kehidupan sehari-harinya tentang relevan dengan konsep/materi yang akan dibahas. Skema Pembelajaran Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa Tahap pertama dalam pembelajaran. .35 Dalam implementasinya. Siswa diberi kesempatan untuk mengkomunikasikan dan mengilustrasikan pemahamannya terhadap konsep tersebut. tahap-tahap pembelajaran yang dikembangkan dalam Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa yang diintegrasikan dengan alternative assessment adalah sebagai berikut: Menggali pengetahuann awal siswa berkaitan Dengan materi yang akan dibahas Memberikan informasi yang akan dilakukan konstruktivi sme JAS Cooperative Bioedutain ment Siswa melakukan eksplorasi secara kelompok Siswa melaporkan hasil eksplorasi Penegasan konseptual oleh guru Tes tertulis Hasil karya/action (penugasan) Tes/penugasan Bagan 4. siswa diberi motivasi agar menemukan pengetahuan awalnya tentang konsep/materi yang akan dibahas.

grafik. Hasil temuan kelompok didiskusikan dengan kelompok lain. siswa melakukan kegiatan eksperimen dan berdiskusi. saat siswa memberikan penjelasan dan solusi yang didasarkan pada hasil pengamatannya ditambah dengan penguatan guru. pengorganisasian dan penginterpretasian data dalam suatu kegiatan yang telah dirancang guru. Alternative assessment diterapkan pada saat siswa melakukan eksplorasi dan laporan hasil eksplorasi. skema atau bentuk lainnya. Secara berkelompok. baik secara lisan maupun yang tertulis seperti penyajian data dengan tabel. Secara keseluruhan tahapan ini akan memenuhi rasa keingin tahuan siswa tentang fenomena alam di sekelilingnya. Tahap keempat. Tes dan penugasan (berupa assesment kerja/action dari lembar penugasan) dilaksanakan setelah pembelajaran selesai. Hal ini menjadikan siswa tidak ragu-ragu lagi tentang pemahamanya.36 Tahap ke dua. guru berusaha menciptakan iklim pembelajaran yang memungkinkan siswa dapat mengaplikasikan pemahaman konseptualnya. . maka siswa akan membangun pemahaman baru tentang konsep yang sedang dipelajari. baik melalui kegiatan atau pemunculan dan pemecahan masalah-masalah yang relevan dengan isu-isu dilingkungannya. Tahap ketiga. siswa diberi kesempatan untuk menyelidiki dan menemukan konsep melalui pengumpulan.

Hasil belajar siswa SMP Negeri 27 Semarang dengan penerapan pendekatan JAS berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa minimal mencapai 6.37 B. 2. Aktifitas siswa SMP Negeri 27 Semarang dengan penerapan pendekatan JAS berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa menunjukkan adanya respon positif (+). Hipotesis Penelitian Hipotesis dalam penelitian ini adalah: 1.5. .

VII B.38 BAB III METODE PENELITIAN A. dan VII G. presentasi kelompok. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimen dengan pendekatan JAS sebagai treatment-nya. menarik simpulan. Aktifitas siswa dalam kelompok yang diamati meliputi aktifitas kerjasama. Data primer Data primer meliputi data-data hasil belajar dan aktifitas siswa selama pembelajaran. Aktifitas siswa dalam kelas meliputi memperhatikan penjelasan guru. Aktifitas yang diamati meliputi aktifitas siswa dalam kelompok dan dalam kelas. hal ini dilakukan karena beberapa pertimbangan yaitu alasan keterbatasan waktu dan kesediaan tenaga pengajar B. . Subyek penelitian ditentukan secara sampling. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling karena pihak sekolah (kepala sekolah dan guru) menghendaki penelitian ini dilaksanakan di 3 kelas yaitu kelas VII C. mengemukakan pendapat. mengemukakan pendapat atau bertanya. Subyek Penelitian Penelitian dilaksanakan di SMP 27 Semarang yang saat penelitian dilakukan sekolah tersebut menerapkan KBK (Kurikulum 2004). Data Penelitian Data-data yang diambil dalam penelitian ini meliputi: 1. Hasil belajar yang diamati adalah perolehan nilai yang berhubungan dengan nilai tes dan nilai penugasan. mengerjakan tugas yang diberikan guru dan menjawab pertanyaan guru.

Setelah dilakukan pre-test kemudian hasilnya dianalisis berdasarkan pemahaman awal siswa mengenai materi yang akan diajarkan sehingga dapat diketahui konsep-konsep apa yang belum dimengerti siswa. Rancangan Penelitian Penelitian Quasi Eksperimen ini dilakukan dengan metode pre-test and post-test design. Data sekunder Data sekunder meliputi kinerja/performance guru dalam KBM meliputi langkah-langkah proses pembelajaran yang seharusnya dilakukan guru secara keseluruhan dan potret secara diskripsi tentang kegiatan belajar mengajar C.39 2. Pelaksanaan penelitian dapat digambarkan seperti alur di bawah ini: Pelaksanaan Pretest Analisis hasil pre-test Persentase Keberhasilan Analisis hasil post-test Post-test (nilai tes dan nilai tugas) Treatment Pembelajaran JAS Bagan 5. Alur Metode Pre-test and Post-test Design Pelaksanaan pre-test dilakukan sebelum diadakannya proses pembelajaran biologi dalam bentuk soal uraian sesuai dengan materi yang akan diterapkan. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan sesuai dengan materi yang diajarkan yang lebih menekankan pada konsep-konsep yang belum dimengerti siswa/konsep yang salah berdasarkan hasil analisis pre-test. .

Persiapan Pada tahap awal penelitian dilakukan observasi awal terhadap pembelajaran Biologi di SMP 27 Semarang dengan teknik pengamatan dan wawancara. b. media yang mungkin digunakan. Perangkat tersebut adalah: a. Prosedur Penelitian 1.40 Post-test dilaksanakan setelah pelaksanaan treatment yang berupa evaluasi dalam bentuk pilihan ganda dan tugas/assesment kerja. dengan menetapkan . LKS yang disusun mempertimbangkan student centered activities. Perencanaan Pada tahap perencanaan menyusun perangkat untuk melaksanakan proses pembelajaran yang telah ditentukan. Penyususnan RP dilaksanakan sebelum dilakukan kegiatan belajar mengajar mengenai materi Pengelolaan Lingkungan dengan memperhatikan langkah-langkah strategis yang dapat diterapkan guru. Analisis post-test dilakukan setelah pelaksanaan post-test yang berupa nilai hasil tes dan nilai penugasan/assesment kerja. serta pembuatan perangkat pelengkap lain seperti apron untuk nama kelompok. Lembar Kegiatan Siswa (LKS) LKS disusun untuk melengkapi RP. 2. D. Rencana Pembelajaran (RP). Bersamaan dengan penyusunan RP tersebut juga dilakukan perencanaan tempat yang akan dijadikan sebagai sumber belajar.

41 langkah-langkah yang memungkinkan siswa menemukan sendiri konsep yang dibahas. c. Instrumen Instrumen adalah alat bantu yang digunakan dalam pengumpulan data dalam penelitian. lembar observasi kinerja guru dalam pembelajaran dan lembar observasi kinerja siswa (dalam lampiran). Membuat Lembar Penilaian (Rubrik) Lembar penilaian/rubrik dibuat berdasarkan lembar observasi yang diperlukan dalam penelitian seperti rubrik untuk aktifitas siswa. . 2) Menentukan tipe soal untuk menguji kemampuan awal siswa berupa soal obyektif dan atau pilihan ganda. Instrumen yang digunakan adalah soal-soal yang dibuat untuk mengetahui daya tangkap atau pemahaman siswa tentang materi yang telah diberikan. Langkah-langkah penyusunan instrument dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Materi yang diberikan sesuai dengan konsep pengelolaan lingkungan . e. Membuat Lembar Observasi Lembar observasi yang dibuat meliputi aktifitas siswa. d. rubrik kinerja guru dalam pembelajaran dan rubrik assesment kinerja siswa (dalam lampiran).

dan aspek aplikasi (C3). data sekunder yaitu data potret secara diskripsi tentang .42 3) Menyusun kisi-kisi soal beserta pengetahuan yang ingin dicapai antara lain: aspek ingatan (C1). Data dan Cara Pengambilan Data 1. Tahap-tahap Penelitian Tahap-tahap penelitian dilaksanakan sesuai pembelajaran yang telah direncanakan melalui Rencana Pembelajaran (RP) (dalam lampiran). E. 3. daya pembeda. kemudian dilakukan uji coba: tujuan uji coba adalah untuk mengetahui apakah instrument layak digunakan sebagai alat pengambil data atau tidak. Menyusun soal sesuai dengan kisi-kisi yang telah ditentukan. Indikatornya adalah dengan menghitung validitas. aspek pemahaman (C2). Lembar tanggapan siswa Lembar tanggapan yang diberikan siswa untuk mengemukakan tanggapan. kesan maupun saran mengenai proses pembelajaran yang telah diterapkan dalam penelitian. dan reabilitasnya. Data yang diambil ada 2 yaitu data primer antara lain: nilai posttest dan aktifitas siswa. tingkat kesukaran. 4) f. Uji coba instrumen Setelah perangkat tes disusun. g. Sumber data Sumber data penelitian eksperimen ini adalah siswa kelas VII SMP 27 Semarang.

Tes uraian digunakan untuk mengetahui pengetahuan awal siswa yang diberikan sebelum proses pembelajaran dimulai. Data aktifitas siswa diambil menggunakan lembar observasi Data tugas-tugas siswa dari guru setelah kegiatan belajar mengajar Data performance guru diambil dengan menggunakan lembar observasi. Tes obyektif berupa pilihan ganda dengan 4 pilihan jawaban (option) yang berjumlah 30 butir. Instrumen tes Instrumen tes digunakan untuk mengetahui data tentang hasil belajar siswa dalam konsep pembelajaran Biologi pada materi Pengelolaan Lingkungan. Instumen tes yang digunakan adalah tes uraian. c. Alat . tes kinerja siswa dan tes obyektif. tes kinerja berupa assesmet kerja siswa yang dilaksanakan setelah setiap sub-materi pelajaran selesai dilaksanakan. 1. d. Data tentang situasi belajar mengajar pada saat dilaksanakannya pembelajaran dengan pendekatan JAS secara diskriptif F. Pengambilan data melalui tes obyektif ini dilakukan sesudah seluruh proses pembelajaran/seluruh materi dalam Pengelolaan Lingkungan selesai. Instrumen Instrumen penelitian yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian Quasi-eksperimen ini berupa instrumen tes dan instrumen non tes. Data nilai belajar diambil dengan memberikan tes kepada siswa.43 kegiatan belajar mengajar (penerapan JAS dalam pembelajaran Biologi) dan kinerja guru dalam KBM. 2. Cara pengambilan data a. e. b. yang terdiri dari 16 butir soal isian.

61 sampai dengan 0.81 sampai dengan 1.21 sampai dengan 0. a. taraf kesukaran dan daya pembeda. Kriteria validitas soal menurut Arikunto (2002) yang dimodifikasi sebagai berikut: 0.40 = validitas rendah 0.80 = validitas tinggi 0. Validitas butir soal Validitas dalam tes ini ditentukan dengan menghitung koefisien korelasi total dengan skor soal dengan rumus korelasi product moment angka kasar (Arikunto.20 = validitas sangat rendah . 2002) yang sebagai berikut: rxy = (NΣx NΣxy − (Σx )(Σy ) 2 − (Σx ) 2 )(NΣy 2 − (Σy ) 2 ) Keterangan: rxy N ∑X ∑Y ∑X² ∑Y² = koefisien korelasi skor item dengan skor total = jumlah peserta = jumlah skor item = jumlah skor total = jumlah kuadrat skor item = jumlah kuadrat skor total ∑XY = jumlah perkalian skor item dengan skor total Setelah diperoleh harga rxy kemudian dikonsultasikan dengan harga r product moment.00 sampai dengan 0. Apabila harga rxy lebih besar daripada harga r tabel maka butir soal tersebut valid.44 evaluasi berupa tes obyektif yang terlebih dahulu telah diujicobakan di luar sampel penelitian digunakan dalam penelitian untuk mengetahui validitas tes.60 = validitas cukup 0.00 = validitas sangat tinggi 0. reliabilitas soal.41 sampai dengan 0.

31 sampai dengan 0.23.16 17.31.9.19. p Keterangan: p B JS = b js = indeks kesukaran = banyaknya siswa yang menjawab soal dengan betul = jumlah seluruh siswa peserta tes Klasifikasi indeks kesukaran menurut Arikunto (2002) yang dimodifikasi sebagai berikut: 0.29. maka hasil analisisnya dapat disajikan pada tabel berikut: .7.10.12.35 Tidak Valid 5.20.70 = sedang 0.21.6.15.27.24.00 = mudah Dari 35 butir soal yang telah diujicobakan sebelum penelitian. Taraf kesukaran butir Menurut Arikunto (2002) taraf kesukaran butir soal dihitung dengan cara membangdingkan siswa yang menjawab betul dengan jumlah seluruh siswa peserta tes dengan rumus.25 b.8. maka hasil analisisnya dapat disajikan pada tabel 1 berikut: Tabel 1.18.34.3. Hasil Analisis Validitas Butir Soal Uji Coba Keterangan Valid No Butir Soal 1.11.4.22.26.2.33.45 Dari 35 butir soal yang telah diujicobakan sebelum penelitian.30.14.00 sampai dengan 0.30 = sukar 0.28.32.71 sampai dengan 1.13.

Mudah 4.00 = jelek = cukup = baik = baik sekali .21 sampai dengan 0.10.00.5.23.17.71 0.34.41 sampai dengan 0.5.71 sampai dengan 1.16.28.15.21.00 sampai dengan 0.3.00 – 1.29 1.26.33 20.27.11.9.35 c.18.2.12.25. Hasil Analisis Taraf Kesukaran Butir Soal Uji Coba Keterangan Sukar Sedang 7.4 0. Daya pembeda soal Daya pembeda soal adalah kemampuan suatu soal untuk membedakan antara siswa yang pandai dengan siswa yang kurang pandai (Arikunto.46 Tabel 2.14.22. 2002).19. D = BA BB − = PA − PB JA JB keterangan: D = indeks diskriminasi JA JB = banyaknya peserta kelompok atas = banyaknya peserta kelompok bawah BA = banyaknya peserta kelompok atas menjawab betul BB = banyaknya peserta kelompok bawah menjawab betul PA = proporsi peserta kelompok atas yang menjawab betul PB = proporsi peserta kelompok bawah menjawab betul Klasifikasi daya pembeda sebagai berikut: 0. No Butir Soal 32. 30.24. Angka yang menunjukkan besarnya daya pembeda indeks diskriminasi (D). indeks diskriminasi berkisar antara 0.20 0.13.8.31.

14.32.10.11. Menghitung harga reabilitas dengan rumus sebagai berikut: 2 ⎡ n ⎤ ⎡ S − Σpq ⎤ r11 = ⎢ ⎥ 2 ⎥⎢ ⎣ n − 1⎦ ⎣ S ⎦ Keterangan: R11 : Reliabilitas tes secara keseluruhan n p q S : Jumlah butir soal : Proporsi siswa yang menjawab benar : Proporsi siswa yang menjawab salah : Simpangan baku .35 Jelek 23 d.18.16. juga perlu diuji tingkat reabilitasnya.21.8.9. kemudian hasilnya dimasukkan ke dalam tabel distribusi.12. maka hasil analisisnya dapat disajikan pada tabel 1 berikut: Tabel 3.22 25.27.24.13.34 1.19.26.5.20.28. Penentu reabilitas alat ukur dalam penelitian ini digunakan dalam langkah kerja sebagai berikut: Setelah perangkat tes diujicobakan. Butir yang valid belum tentu reliabel maka butir yang baik harus memiliki kriteria reliabel.4.31.6.17. 15.33.47 Dari 35 butir soal yang telah diujicobakan sebelum penelitian.7. Hasil Analisis Daya Pembeda Butir Soal Uji Coba Keterangan Baik Sedang No Butir Soal 2.29.30. Uji reabilitas atau keterhandalan Selain butir-butir soal diuji tingkat validitas.3.

298 r11 0. validitas san reliabilitas soal di atas.29.28.17. daya beda.14. Jika harga r hitung > r tabel product moment maka item soal yang diuji bersifat reliabel.927 Kriteria Reliabel Koefisien korelasi Sangat tinggi Dari hasil analisis tingkat kesukaran.4.3.00 sampai 0. Nomor Soal yang Digunakan dan Tidak Digunakan (dibuang) Nomor Butir Soal / Kriteria Digunakan Dibuang 1.22. 5.6.12.30.13.40 0.23.35 .10. maka item yang digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut: Tabel 5.20.9. diketahui bahwa instrumen soal telah reliabel.27.11.4.60 0.32.80 0.26.33.21 sampai 0.19.00 0.81 sampai1.7.61 sampai 0. Besarnya koefisien korelasi adalah: 0.41 sampai 0. yang berarti soal tersebut dapat digunakan sebagai soal tes tertulis karena memiliki taraf kepercayaan tinggi.25 21. Tabel 4.2.31.24. Hasil Analisis Reliabilitas Soal Uji Coba Σ Siswa (N) 42 r tabel 0.20 : : : : : sangat tinggi tinggi cukup rendah sangat rendah Berdasarkan hasil ujicoba soal.15.18.16.8.48 Harga r yang diperoleh kemudian dikonsultasikan dengan r tabel product moment dengan taraf signifikasi 5%.

49

2. Instrumen non-test Instrumen non-test yang digunakan untuk mengumpulkan data aktifitas siswa maupun kinerja guru. a. Lembar observasi Lembar observasi ini digunakan untuk mengamati keaktifan siswa baik secara individu maupun kelompok dan kinerja guru pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. b. Lembar wawancara Lembar wawancara digunakan sebagai pedoman mendapatkan informasi tentang tanggapan siswa setelah pembelajaran. G. Metode Analisis Data Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif. Temuan yang berupa angka-angka dianalisis dan diberi makna berdasarkan catatan lapangan sehingga dapat digunakan untuk merumuskan simpulan. 1. Pengolahan data pre-test dilakukan secara diskriptif yaitu memberikan keterangan berdasarkan jumlah siswa yang menjawab betul lengkap, betul tidak lengkap, kurang betul, dan salah. Lembar penilaian post-test dapat ditunjukkan melalui tabel di bawah ini: LEMBAR ANALISIS PRE-TEST Materi pre-test Kelas = ............................................ = ............................................

50

Tabel 6. Lembar Analisis Pre-test No soal (Pre-test) 1 2 3 4 Rerata (%) Betul

Keterangan Jawaban Kurang Salah

Setelah dianalisis dan diketahui jumlah jawaban siswa yang menjawab betul lengkap, betul tidak lengkap, kurang lengkap, dan salah kemudian dijumlah dan dijadikan persentase (%) dengan cara sebagai berikut:

% betul lengkap =

jumlah siswa menjawab betul lengkap jumlah seluruh siswa

% kurang =

jumlah siswa menjawab kurang betul jumlah seluruh siswa

% salah =

jumlah siswa menjawab salah jumlah seluruh siswa

Analisis data post-test dilakukan dengan cara memberikan keterangan berdasarkan jumlah siswa yang menjawab betul atau salah pada setiap nomer soal post-test yang berkaitan dengan soal pre-test, yaitu dengan cara sebagai berikut:

51

LEMBAR ANALISIS POST-TEST

Tabel 7. Lembar Analisis Post-test Hasil Pre-test Kelas Materi
Betul Kurang Salah

Hasil Post-test
Betul Salah

Keterangan

2. Menentukan batas lulus individual, yaitu apabila telah mencapai nilai ≥ 6,5. Hal ini berdasarkan Standar Ketuntasan Belajar Mengajar (SKBM) yang ditetapkan pada mata pelajaran biologi SMP Negeri 27 Semarang. Untuk menghitung ketuntasan belajar secara individual dengan rumus:
NS = Σb × 10 Σn

Keterangan: NS : Nilai ketuntasan belajar secara individual ∑b ∑n : Jumlah skor jawaban benar setiap siswa : Jumlah seluruh item

3. Menentukan persentase kelulusan siswa secara klasikal dengan rumus:
P= ∑ ni × 100% ∑n

Keterangan: P

= Ketuntasan belajar klasikal

∑ ni = Jumlah siswa yang tuntas secara individual (nilai ≥ 6,5) ∑ n = Jumlah total siswa

Tabel Konversi Skala 11 No Tingkat Penguasaan Batas Bawah 1 2 3 4 5 6 95%-100% 85%-94% 75%-84% 65%-74% 55%-64% 45%-545 95% x SMI 85% x SMI 75% x SMI 65% x SMI 55% x SMI 45% x SMI Batas Atas 100% x SMI 94% x SMI 84% x SMI 74% x SMI 64% x SMI 545 x SMI Nilai 10 9 8 7 6 5 . maka langkah yang ditempuh adalah menentukan skor maksimal SMI) pada setiap pertemuan. 2002) 4. 5.52 Penilaian kualitas hasil belajar dilakukan dengan mengkonfirmasikan persentase kelulusan klasikal dengan parameter sebagai berikut: 0% . Pengolahan data pada item performance dengan cara mengubah score dalam bentuk nilai. dan membuat pedoman konversi skala 11.80% = Jelek = Kurang = Cukup = Baik 81% .60% 61% .20% 21% .100% = Sangat baik (Ridlo. Penentuan nilai untuk aktifitas siswa dan kinerja guru digunakan skala 11.40% 41% . Tabel 8. untuk menentukan nilai hasil konversi. Pengolahan data mengenai aktifitas siswa dianalisis secara deskriptif berdasarkan hasil observasi dengan menggunakan lembar observasi pada saat dilaksanakan kegiatan belajar mengajar.

b. 2. Hasil belajar yang diperoleh siswa pada nilai post-test lebih dari 65. . Lebih dari 85% siswa mendapatkan nilai post-test lebih dari 65. a.53 7 8 9 10 11 35%-44% 25%-34% 15%-24% 5%-14% 0%-4% 35% x SMI 25% x SMI 15% x SMI 5% x SMI 0% x SMI 44% x SMI 34% x SMI 24% x SMI 14% x SMI 4% x SMI 4 3 2 1 0 H. Gambaran akivitas positif (+) siswa dalam mendukung pembelajaran biologi (pengelolaan lingkungan) yang telah dilakukan. Indikator Keberhasilan Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah 1.

pertemuan III membahas tentang pencemaran udara. pencemaran air. dan pencemaran tanah. pencemaran udara. dan nilai assesment kerja dan hasil observasi aktifitas siswa terhadap proses pembelajaran dengan pendekatan JAS berbasis analisis pengetahuan awal siswa pada materi pengelolaan lingkungan. Berikut adalah hasil penelitian beserta pembahasannya: A. post-test. pertemuan II membahas pengaruh penebangan hutan (erosi tanah). . yaitu Pertemuan I pelaksanaan pre-test.54 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Penelitian yang berjudul “Hasil Belajar dan Aktifitas Siswa dengan Penerapan Jelajah Alam Sekitar Berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa Pada Konsep Pengelolaan Lingkungan (Studi Kasus di SMP Negeri 27 Semarang) telah dilaksanakan dari tanggal 11 April sampai dengan 10 Mei 2006 di SMP Negeri 27 Semarang. Dalam pelaksanaannya. Penelitian pada konsep materi tersebut dilaksanakan selama lima kali pertemuan. penelitian ini dibagi menjadi 5 pertemuan. Hasil Belajar Siswa Penelitian hasil belajar dan aktifitas siswa dengan penerapan JAS berbasis analisis pengetahuan awal siswa pada materi pengelolaan lingkungan meliputi konsep erosi tanah. pertemuan IV membahas tentang pencemaran air dan tanah dan pertemuan V dilaksanakan post test Hasil penelitian ini meliputi hasil belajar siswa yang terdiri dari hasil pre-test.

Ketuntasan belajar siswa secara individual adalah jika siswa sudah mencapai nilai ≥ 6.70 68. hasil evaluasi (post-test) dilaksanakan setelah proses pembelajaran pada materi pengelolaan lingkungan selesai dan nilai hasil unjuk kerja dilakukan setelah proses pembelajaran tiap pertemuan/submateri selesai.69 91.2 64.2 73.31 69.30 31.55 Hasil belajar siswa diperoleh dari hasil analisis pengetahuan awal siswa melalui pre-test yang dilaksanakan sebelum proses pembelajaran dimulai (pertemuan I). VIIC dan VIIG.32 69.8 Sangat baik . Rekap Hasil Belajar Siswa (pre-test dan post-test) pada Pembelajaran Pengelolaan Lingkungan dengan Pendekatan JAS Berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa SMP N 27 Semarang Kelas VIIB. Hasil penelitian tentang penerapan pendekatan JAS berbasis analisis pengetahuan awal siswa berupa hasil belajar siswa kelas VIIB.68 30. Data Kelas VIIB VIIC VIIG Nilai Pre-test (%): Betul Salah Nilai Post-test (%) Betul Salah Nilai rata-rata Ketuntasan Klasikal (%) Kualitas Hasil Belajar 8.20 24.08 68.64 79.5 sesuai dengan standar ketuntasan sekolah SMP N 27 Semarang dan secara klasikal lebih dari 85% siswa mendapatkan nilai post-test lebih dari 65.2 87.17 Baik 18.92 81.80 78. VIIC dan VIIG yang meliputi pre-test dan post-test dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 9.36 75.1 Baik 20.

Strategi pembelajaran yang diungkapkan oleh Kemp dalam Sanjaya (2007) adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan oleh guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan efisien. Alur Tahap-Tahap Pembelajaran .56 Pada penelitian ini strategi yang digunakan adalah strategi pembelajaran yang berbasis analisis pengetahuan awal siswa. Menurut Dick dan Carey dalam Sanjaya (2007) juga menyebutkan bahwa strategi pembelajaran itu adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa. Pada penelitian ini setiap pertemuan tahap-tahap pembelajaran yang dikembangkan dalam Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa adalah sebagai berikut: Menggali pengetahuann awal siswa berkaitan Dengan materi yang akan dibahas Memberikan informasi yang akan dilakukan konstruktivisme Siswa melakukan eksplorasi secara kelompok JAS Cooperative Bioedutainment Siswa melaporkan hasil eksplorasi Penegasan konseptual oleh guru Tes tertulis Hasil karya/action (penugasan) Tes/penugasan Bagan 6.

karena dengan demikian dapat diketahui apakah siswa telah mempunyai keterampilan atau pengetahuan yang merupakan prasyarat untuk mengikuti pengajaran dan sejauh mana siswa telah mengetahui materi yang akan disajikan. Lembar Kerja Siswa. Pertanyaan awal yang berupa soal isian ini dimaksudkan untuk menggali atau mengetahui sejauh mana pengetahuan awal siswa tentang konsep pengelolaan lingkungan. Menurut Soekamto (1995) kemampuan awal penting untuk diketahui guru sebelum mulai pengajaran. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa kurang dari 75% materi pada konsep mengenai pengelolaan lingkungan belum diketahui atau dipahami oleh siswa. media yang akan digunakan. Kegiatan pendahuluan yang dilakukan oleh guru berupa apersepsi yaitu memberikan pertanyaan awal tentang konsep pengelolaan lingkungan yang meliputi erosi. Hasil pre- .. Hal ini dapat meyakinkan guru dari mana pembelajaran akan dimulai agar siswa mampu memahami apa yang akan dipelajarinya. soal-soal pre-test dan post-test. Berdasarkan rekap hasil belajar siswa di atas dapat diketahui bahwa pada hasil pre-test di ketiga kelas menunjukkan persentase yang berbeda-beda yaitu pemahaman siswa mengenai pengelolaan lingkungan untuk kelas VIIB sebesar 8.64%. air dan tanah. kelas VIIC 18.92%. pencemaran udara.69%. dan kelas VIIG 20.57 Sebelum guru melaksanakan proses pembelajaran. guru terlebih dahulu mempersiapkan hal-hal yang diperlukan dalam mendukung proses pembelajaran seperti sarana dan prasarana yang meliputi penyusunan Rencana Pembelajaran mengenai materi pengelolaan lingkungan.

Pada tiap-tiap pertemuan dalam kegiatan inti guru membentuk kelompok untuk . hal ini dibuktikan juga dengan hasil nilai ulangan pada materi sebelumnya yang selalu lebih tinggi nilai rata-ratanya dibanding kelas lainnya.58 test pada kelas VIIG menunjukkan persentase yang lebih besar karena siswa kelas VIIG merupakan satu-satunya kelas unggulan yang dimiliki sehingga kemampuan intelegensinya memang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kelas lain. Kemampuan yang tinggi dapat mendukung siswa dalam proses belajar dan akan mendapatkan hasil yang maksimal. Setelah guru memberikan apersepsi. Informasi kegiatan tersebut berupa kegiatan yang berhubungan dengan materi yang akan dipelajari pada petemuan yang bersangkutan. juga dapat dijadikan sebagai dasar/patokan guru untuk merancang bagaimana proses pembelajaran yang sesuai. kemudian guru memberikan tujuan pembelajaran serta motivasi untuk mendukung proses belajar yang akan berlangsung. apersepsi atau pre-test berfungsi juga untuk menimbulkan dan mempertahankan perhatian dan dorongan terhadap stimulus belajar siswa dalam melakukan kegiatan belajar. Pengetahuan mengenai pengelolaan lingkungan tersebut mungkin didapatkannya pada pengalaman-pengelaman siswa sebelumnya baik di tingkat formal (sekolah) maupun di tingkat nonformal (lingkungan). Seperti yang dikemukakan oleh Dalyono (1996) bahwa seseorang yang mempunyai intelegensi baik umumnya mudah belajar dan hasilnya cenderung baik. Pada kegiatan inti guru memberikan informasi kegiatan yang akan dilakukan. Selain bermanfaat untuk menggali pengetahuan awal siswa mengenai materi yang akan diajarkan.

Berdasarkan analisis pre-test. bentuk kegiatan lebih utama dari pada hasil. Jelajah Alam Sekitar secara ontologis dicirikan dengan siswa belajar melakukan secara nyata dan alamiah. berpikir tingkat tinggi. menanamkan sifat ilmiah dan sebagai cara dalam mengukur hasil belajar Pendekatan JAS dikembangkan berdasarkan pemikiran Piaget dan Vygotsky yang menekankan konstruktivisme kognitif dan sosial. baik ketika berbenturan dengan suatu fenomena maupun kondisi sosial. memecahkan masalah.59 mendukung sistem pembelajaran yang akan berlangsung. maka pendekatan yang diambil untuk mengubah pengetahuan awal siswa yang semula salah atau belum paham menjadi benar adalah pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS). terbentuknya masyarakat belajar. Oleh karena itu masing-masing kelas yaitu kelas VIIB yang terdiri dari 42 siswa. VIIC yang terdiri dari 42 siswa dan VIIG terdiri dari 42 siswa dibagi menjadi 7 kelompok sehingga tiap kelompok terdiri dari 6 siswa. berpusat pada siswa. pembelajaran seharusnya memperhatikan pengembangan hand-on dan mind-on siswa Guru membagikan media tiruan beserta LKS (pada lampiran) yang sesuai dengan materi yang dipelajari Secara singkat proses pembelajaran kegiatan inti yang berlangsung di setiap pertemuan pada konsep pengelolaan lingkungan dengan penerapan JAS adalah sebagai berikut: . siswa cenderung belum menguasai materi mengenai pengelolaan lingkungan yaitu kurang dari 75%. Seseorang akan lebih efektif dalam proses belajar jika kognitifnya secara aktif mengalami rekonstruksi. Sebagai implikasinya.

Siswa diajarkan mengenai pencemaran air. Alat bantu ini menggambarkan suatu keadan di sungai maupun di danau. Dengan kegiatan ini diharapkan siswa mampu memahami ciri-ciri air yang tercemar. Dengan alat bantu ini diharapkan siswa dapat menemukan konsep tentang erosi tanah. Siswa dibimbing membuat laporan mengenai kegiatan yang telah dilakukan. Siswa diajak untuk mengeksplorasi dan mengamati kejadian alam mengenai penggundulan hutan yang disimulasikan dengan media tiruan berupa 3 buah kotak yang diisi dengan tanah dan ditanami rumput dengan kepadatan yang berbeda-beda tiap kotak. memahami pentingnya pelestarian alam dan upaya untuk menanggulanginya. Siswa diajak untuk mengeksplorasi bagaimana keadaan ikan maupun lingkungannya setelah tercemar dengan meneteskan beberapa tetes pertisida dan detergen. sebab dan akibat yang ditimbulkan. Seperti pada pertemuan kedua. sebab dan akibat terjadinya erosi tanah dan dapat mengaplikasikan kejadian tersebut di alam nyata. Kegiatan yang pertama kali . pada pertemuan ini menggunakan alat simulasi berupa beberapa ekor ikan yang dimasukkan ke dalam gelas. Pada pertemuan keempat dilaksanakan dua kali kegiatan yaitu mengenai pencemaran udara dan pencemaran tanah. Pembelajaran pada pertemuan ketiga dilaksanakan di laboratorium. Guru membimbing siswa dalam membuat laporan kegiatan dan melaksanakan assesment kerja berupa menanam tanaman di pot sebagai assesment-nya.60 Pada pertemuan kedua pembelajaran yang dilakukan di laboratorium dimulai dengan materi erosi tanah.

61

dilakukan mengenai pencemaran udara. Pada kegiatan ini siswa diajak ke luar ruang untuk melaksanakan ekplorasi mengenai keadaan lingkungan di sekitar sekolah. Setelah itu siswa diajak untuk melakukan eksperimen dengan menggunakan jangkrik yang dibungkus dengan plastik. Hal ini

menggambarkan suatu lingkungan yang dihuni oleh makhluk hidup. Pada kegiatan ini siswa dihaapkan dan dapat mengetahui lingkungan dan (udara) memahami tercemar.

situasi/kejadian

sebelum

sesudah

Pencemaran dilakukan dengan menambahkan asap kendaraan di dalam plastik yang telah berisi jangkrik. Siswa melakukan kegiatan pengamatan terhadap hewan uji mengenai keadaannya sebelum dan sesudah udara tercemar. Selain itu siswa juga mengamati kertas karton yang telah dioleskan gel dipermukaanya setelah didekatkan di knalpot sepeda motor.. Dengan kegiatan ini diharapkan siswa mampu memahami ciri-ciri udara yang tercemar, sebab dan akibat yang ditimbulkan, memahami pentingnya pelestarian alam dan upaya untuk menanggulanginya. Setelah kegiatan mengenai materi pencemaran udara, siswa diajak ke dalam ruang (laboratorium) untuk melaksanakan pembelajaran mengenai pencemaran tanah. Pada kegiatan ini dilaksanakan metode permainan yaitu bingo. Siswa disuruh untuk mengumpulkan sampah yang ada di sekitar laboratorium. Dari sampah-sampah yang telah dikumpulkan siswa tersebut dijadikan bahan untuk permainan Bingo (pelaksanaan permainan dapat dilihat pada LKS Penanggulangan Pencemaran Tanah). Setelah permainan berakhir guru memberikan tambahan maupun penegasan konsep mengenai pencemaran

62

tanah. Pada akhir kegiatan di pertemuan keempat ini siswa disuruh membuat poster/slogan yang berisi ajakan atau usulan penanggulangan pencemaran dan kerusakan lingkungan sesuai materi yang telah diajarkan (erosi tanah, pencemaran air, pencemaran udara dan pencemaran tanah). Kegiatan guru pada kegiatan inti adalah sebagai pembimbing jalannya kegiatan pelajaran baik pada saat siswa melakukan eksplorasi, pengamatan maupun membuat laporan. Menurut Slavin (1995) pada pembelajaran siswa diberi kesempatan untuk secara aktif melakukan eksplorasi ke lingkungan untuk mencapai kecakapan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dilakukannya eksplorasi, siswa dapat memahami konsep dan menyusun pengetahuannya sendiri dan berinteraksi sosial dengan lingkungannya Berdasarkan pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan kedua sampai pertemuan keempat tersebut memperlihatkan bahwa pembelajaran tersebut sesuai dengan Pendekatan JAS yang mencakup hal-hal yang inovatif dalam penerapannya yaitu konstruktivisme, penerapan proses sains, proses inquiri, proses eksplorasi lingkungan alam sekitar, dan penerapan alternative assessment. Pada kegiatan inti guru berusaha menciptakan kegiatan yang menyenangkan antara lain mengajak belajar siswa ke luar kelas, menggunakan metode permainan maupun menggunakan metode simulasi/menggunakan media tiruan sebagai bentuk gambaran yang sesuai dengan keadaan alam. Menurut Sanjaya (2007) metode simulasi adalah cara penyajian pengalaman belajar dengan menggunakan situasi tiruan untuk memahami tentang konsep, prinsip, atau keterampilan tertentu. Dalam pelaksanaannya siswa sendiri yang

63

memperagakan/mengeksplorasi media yang telah ditentukan tersebut. Metode seperti ini digunakan dengan asumsi bahwa tidak semua proses pembelajaran dengan peneraan JAS dapat dilakukan secara langsung pada obyek sebenarnya. Selain menggunakan media dalam proses pembelajaran siswa sekali-kali diajak ke luar ruang kelas. Pembelajaran tersebut dilakukan agar siswa terbebas dari suasana takut, menegangkan dan rasa bosan. Hal ini sesuai dengan karakter Jelajah Alam Sekitar (JAS) antara lain adanya unsur joyful lerning (belajar yang menyenangkan) dengan nuansa Bioedutainment. Menurut Sanjaya (2007) proses pembelajaran adalah proses yang dapat mengembangkan seluruh potensi siswa, seluruh potensi tersebut dapat dikembangkan manakala siswa terbebas dari rasa takut dan menegangkan, oleh karena itu perlu diupayakan proses pembelajaran yang menyenangkan (joyful learning). Proses pembelajaran yang menyenangkan dapat dilakukan dengan menata ruangan yang apik dan menarik, dan melalui pengelolaan pembelajaran yang hidup dan bervariasi yakni dengan menggunakan pola dan model pembelajaran, media dan sumber belajar yang relevan serta gerakangerakan guru yang mampu membangkitkan motivasi belajar. Menurut Suwarna (2006) pengetahuan tumbuh dan berkembang melalui pengalaman. Pemahaman berkembang semakin dalam dan semakin kuat apabila selalu diuji dengan pengalaman baru. Pengalaman pada proses pembelajaran ini merupakan pengalaman tiruan karena pengalaman yang diperoleh melalui benda atau kejadian yang dimanipulasi agar mendekati keadaan yang sebenarnya. Pengalaman tiruan sudah bukan merupakan pengalaman langsung

Hal ini tampak pada hasil assesment yang menunjukkan bahwa setiap kelompok di ketiga kelas mendapatkan nilai ≥7. dengan hasil tersebut maka dapat dikatakan bahwa unjuk kerja yang dilakukan siswa dapat mendukung efekifitas proses pembelajaran. Kegiatan selanjutnya guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyimpulkan hasil pembelajaran yang telah dilakukan. Hasil assesment kerja tiap kelompok mengenai kinerja menanam tanaman di pot dan kinerja membuat slogan sangat baik. Oleh karena itu pada akhir pembelajaran siswa diberikan tugas untuk melakukan unjuk kerja yang berupa menanam tanaman di pot (pada pertemuan ke dua materi erosi tanah) dan membuat slogan bertemakan lingkungan sesuai materi yang telah diberikan (pada pertemun ke empat). Kegiatan tersebut dilakukan dengan maksud untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang apa yang telah dipelajari siswa serta keterkaitannya dengan pengalaman sebelumnya. mengetahui tingkat keberhasilan siswa serta keberhasilan guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran. . Setelah siswa menyimpulkan kegiatan yang telah dilakukan. guru memberikan penegasan atau tambahan konsep yang berhubungan dengan kegiatan yang telah dilakukan. Berdasarkan pemikiran Piaget dan Vygotsky bahwa pembelajaran seharusnya memperhatikan pengembangan hand-on siswa.64 sebab obyek yang dipelajari tidak asli. Tahap-tahap kegiatan guru dan siswa tiap pertemuan dapat dilihat pada lampiran Rencana Pembelajaran.

68% untuk kelas VIIC sebesar 68.38% dan kelas VIIG sebesar 54. Nilai rata-rata kelas VIIB 69.65 Pada pertemuan terakhir (pertemuan ke lima) dilaksanakan evaluasi (posttest) yang bertujuan untuk mengtahui hasil belajar yang diperoleh siswa.99%. dan VIIG telah menunjukkan hasil dengan rata-rata lebih dari 65.17%. walaupun demikian untuk ketuntasan belajar secara klasikal belum mencapai tujuan yang diharapkan yaitu minimal 85% siswa mendapatkan nilai lebih dari 65. Hal ini dapat dianalisis lebih jauh mengenai jalannya proses pebelajaran tersebut berlangsung.30% dan kelas VIIG sebesar 75. Berdasarkan tabel 9 tersebut diketahui bahwa persentase hasil post-test siswa yang menjawab betul pada kelas VIIB sebesar 69. Menurut Ridlo (2002) ketuntasan belajar yang diperoleh pada ketiga kelas yaitu untuk kelas VIIB dan VII tergolong baik sedangkan untuk kelas VIIG ketuntasan belajar secara klasikal sangat baik.20%. Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa adanya peningkatan pemahaman siswa dibandingkan dengan hasil pre-test.2 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 73.2 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 64.68%.1% dan nilai rata-rata kelas VIIG 78. . VIIC.8%. Kelas VIIB mengalami peningkatan sebesar 60. nilai rata-rata kelas VIIC 68. Berdasarkan hasil belajar siswa dengan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar dengan Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa pada penerapannya belum sesuai dengan harapan karena ketuntasan belajar yang diperoleh belum mencapai angka minimal yaitu 85%.2 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 87. kelas VIIC sebesar 49. Setelah dianalisis hasil post-test dapat dilihat pada tabel 9. Nilai rata-rata post-test di ketiga kelas yaitu VIIB.

66 Pembelajaran adalah proses interaksi antara siswa dengan lingkungannya. Memberi kesempatan siswa mencatat c. No Aspek yang diamati VII B 2 4 4 4 4 4 3 3 4 3 1 2 3 3 3 47 8 Baik Kelas VII C VII G 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 2 3 4 4 51 9 Sangat baik 1 2 3 Pendahuluan a. Melakukan feedback pertanyaan d. Memberi kelompok presentasi f. Memberi informasi tentang kegiatan b. Membimbing siswa menarik kesimpulan h. Memberi penegasan konsep essensial Penutup a. Hasil Observasi Aktifitas Guru Selama Pembelajaran. Menggali pengetahuan siswa Kegiatan Inti a. Adapun hasil aktifitas/kinerja guru selama proses belajar mengajar adalah sebagai berikut: Tabel 10. Seperti yang dikemukakan oleh Sanjaya (2007) bahwa faktor-faktor yang berpengaruh dalam kegiatan proses sistem pembelajaran adalah guru. Memberi tugas Jumlah skor Konversi nilai skala 11 Kriteria 3 4 3 2 4 3 3 2 3 3 2 4 3 2 2 43 7 Baik . Membagi LKS dan memberi pelajaran d. siswa. Membimbing siswa melakukan refleksi b. sarana dan prasarana. Membentuk kelompok c. Memberi tanggapan kelompok g. Membimbing diskusi kelompok e. Menyampaikan tujuan pembelajaran c. Memotivasi siswa b. dan lingkungan. Berdasarkan hal tersebut maka pada penelitian ini dilaksanakan observasi kinerja guru dan observasi aktifitas siswa yang didukung dengan sarana dan lingkungan selama pembelajaran berlangsung.

kelas VIIC 7 (baik) dan Kelas VIIG 9 (sangat baik). Namun demikian hal-hal yang paling mendasar untuk mendukung efektifitas proses pembelajaran belum dimaksimalkan oleh guru. mengatur kegiatan. Berdasarkan tabel hasil observasi di atas dapat diketahui kinerja guru dalam mengelola pembelajaran. dengan demikian efektifitas proses pembelajaran terletak di pundak guru. Hal ini ditunjukkan dengan skor yang diberikan cukup rendah di ketiga kelas. Guru berperan sebagai pengelola pembelajaran. Secara umum aktifitas guru selama proses pembelajaran berlangsung cukup baik dilihat dari nilai yang dihasilkan yaitu pada kelas VIIB 8 (baik). Guru adalah komponen yang sangat menentukan dalam implementasi suatu strategi pembelajaran. Pada pendahuluan guru kurang memberikan motivasi kepada siswa. Dengan adanya kendala-kendala tersebut maka tahap-tahap pembelajaran yang akan dilakukan selanjutnya tidak dapat dilakukan secara maksimal. Pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan JAS tersebut sebetulnya sangat merepotkan guru baik dalam mengatur waktu. kurangnya sarana yang dibutuhkan maupun kesulitan dalam mengelola siswa. Tanpa guru bagaimana bagus dan idealnya suatu strategi maka strategi itu tidak mungkin bisa diaplikasikan.67 Berdasarkan pelaksanaan proses pembelajaran pengelolaan lingkungan guru telah melakukan pembelajaran sesuai dengan silabus dan RP yang telah disusun. Oleh karenanya keberhasilan suatu proses pembelajaran sangat ditentukan oleh kualitas atau kemampuan guru. Menurut Sanjaya (2007) motivasi merupakan salah satu aspek dinamis yang .

Penegasan konsep sangat diperlukan karena dimaksudkan untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang apa yang telah dipelajari siswa serta keterkaitannya dengan pengalaman sebelumnya (Sanjaya. bergurau dengan teman. 2007). mengandalkan teman lain untuk melaksanakan kegiatan dan lain-lain. Pada akhirnya berdampak pada hasil belajar siswa tersebut. dapat juga kurang optimalnya siswa mengikuti pelajaran karena malas melaksanakan kegiatan. Pada kelas VIIC guru kurang memberikan informasi tentang kegiatan yang akan dilakukan sehingga dapat mengakibatkan siswa cenderung bingung dan kurang tahu apa dan bagaimana kegiatan pembelajaran akan dilaksanakan sehingga berakibat pada tebuangnya waktu untuk menjawab petanyaan siswa mengenai kegiatan yang akan dilakukan. sering yang terjadi siswa yang kurang berprestasi bukan disebabkan oleh kemampuan yang kurang tetapi dikarenakan tidak adanya motivasi untuk belajar sehingga siswa tidak mengerahkan segala kemampuannya. Jika hal ini tidak sepenuhnya dilakukan akan berdampak pada siswa dimana siswa akan mengalami konflik kognitif secara terus menerus. siswa sering melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan perintah baik oleh guru maupun pada lembar kegiatan. bisa dikatakan juga siswa yang berprestasi rendah belum tentu disebabkan kemampuan yang rendah pula tetapi mungkin disebabkan oleh tidak adanya dorongan atau motivasi. Menurut Saptono (2003b) dalam proses belajar . Guru kurang memberikan penegasan konsep essensial yang ditunjukkan dengan skor yang masih rendah di ketiga kelas.68 sangat penting.

b. Konflik kognitif terbentuk saat terjadi interaksi antara konsepsi awal (pengetahuan awal) yang telah dimiliki siswa dengan pengetahuan fenomena baru yang tidak dapat diintegrasikan begitu saja. . Guru dalam proses pembelajaran memegang peran yang sangat penting. 2007). Peristiwa ini akan terjadi secara berkelanjutan selama siswa menerima pengetahuan baru.69 (perolehan pengetahuan) selalu diawali dengan terjadinya konflik kognitif. Di kelas VIIC guru kurang dalam memberikan pertanyaan sehingga belum terciptanya suasana pembelajaran yang lebih bermakna. Meningkatkan partisipasi siswa secara penuh dalam proses pembelajaran Meningkatkan kemampuan berfikir siswa. sehingga diperlukan perubahan atau modifikasi struktur kognitif (skemata) untuk mencapai keseimbangan. d. Membangkitkan rasa ingin tahu siswa serta menuntun siswa dalam menemukan jawaban. Menurut Sanjaya (2007) bertanya merupakan bagian yang tidak terpisahkan yang memiliki dampak positif sebagai berikut: a. c. Skor rendah diperlihatkan di kelas VIIB dan VIIG dimana guru kurang memberikan bimbingan kepada siswa untuk melakukan refleksi yang berakibat pada kurangnya efektifitas proses pembelajaran. Memusatkan siswa pada masalah yang sedang dibahas. Peran guru untuk siswa pada usia pendidikan dasar maupun menengah memerlukan bimbingan dan bantuan orang dewasa (Sanjaya.

sehingga pengajaran pada materi yang sama berikutnya di kelas yang lain akan berjalan lebih baik. aktifitas kinerja guru paling baik rata-rata diperolehnya di kelas paling akhir yang mendapatkan materi pelajaran. Oleh karena itu. sebaliknya peningkatan hasil belajar di kelas VIIB paling tinggi walaupun akifitas kinerja guru di kelas tersebut lebih rendah dari pada di kelas VIIG. Menurut Dunkin dalam (Sanjaya 2007) faktor-faktor yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran dilihat aspek siswa meliputi aspek latar belakang dan aspek sifat yang dimiliki. Hasil aktifitas kinerja guru yang baik di kelas VII G belum menghasilkan peningkatan hasil belajar siswa lebih maksimal (pre-test – post-test).70 Berdasarkan hasil pengamatan aktifitas guru selama mengajar diperlihatkan bahwa aktifitas kinerja guru di ketiga kelas berbeda-beda walaupun guru yang mengajar di ketiga kelas tersebut sama. Siswa adalah organisme yang unik yang berkembang sesuai dengan tahap perkembangannya yang masing-masing anak pada setiap aspek tidak selalu sama. hal ini disebabkan oleh sikap siswa itu sendiri saat melaksanakan maupun dalam menerima pelajaran berlangsung. Hal ini dikarenakan selama pembelajaran guru melakukan refleksi atas semua kekurangan dalam mengajar sebelumnya. Proses pembelajaran dapat dipengaruhi oleh perkembangan anak yang tidak sama itu disamping karakteristik lain yang melekat pada diri anak. . yaitu di kelas VII G. Dari gambaran tersebut dapat dikatakan bahwa tingginya kualitas guru dalam mengajar bukan berarti hasil belajar siswa menjadi maksimal.

CD pembelajaran dan lain-lain) yang dapat mendukung siswa dalam belajar. Sebagian besar siswa tinggal di perkotaan dengan tingkat sosial ekonomi menengah ke atas. unuk kelas VIIC memiliki siswa laki-laki 20 orang dan perempuan 22 orang dan kelas VIIG memiliki siswa laki-laki 19 orang dan perempuan 24 orang. Pada penelitian yang dilaksanakan di SMP N 27 Semarang.71 Aspek latar belakang meliputi jenis kelamin siswa. tempat tinggal siswa. VIIC dan VIIG cukup berimbang dimana kelas VIIB memiliki siswa laki-laki 26 orang dan perempuan 16 orang. Kemampuan dan kemauan siswa tiap kelas saat proses pembelajaran mengenai pengelolaan lingkungan dapat dilihat pada tabel hasil tanggapan siswa berikut: . Sedangkan faktor sifat yang dimiliki siswa antara lain pengetahuan dan sikap. keluarga dan lain-lain. Siswa yang memiliki kemampuan dan kemauan yang tinggi biasanya ditunjukkan dengan motivasi yang tinggi dalam belajar. Latar belakang yang baik tersebut perlu adanya daya dukung lain untuk mendukung proses belajar yaitu kemampuan siswa. keseriusan dalam mengikuti pelajaran. Sedangkan siswa yang memiliki kemampuan dan kemauan yang rendah ditandai dengan kurangnya motivasi belajar. tempat kelahiran. Berdasarkan latar belakang tersebut siswa memiliki motivasi belajar penuh karena tingginya tingkat persaingan yang ada di perkotaan serta lengkapnya sumber pelajaran (buku. tingkat sosial ekonomi siswa. jenis kelamin siswa kelas VIIB. perhatian. tidak adanya keseriusan dalam mengikuti pelajaran termasuk menyelesaikan tugas dan lain sebagainya.

Aktif b. Menyenangkan mudah dipahami b. Aktif b. Paham b. Ya b. Biasa-biasa saja c.9 74. Tidak Mampu mengkaitkan pengetahuan dengan fenomena alam a. Rekap Hasil Tanggapan Siswa Terhadap Proses Pembelajaran No 1 Pertanyaan Pemahaman materi a.9 Persentase Kelas VIIC 40 55 5 84 13 3 82 11 7 82 18 0 29 71 0 76 24 0 39 61 0 66 17 17 47 42 11 84 16 0 62. Sebagian c. Biasa-biasa saja Kegiatan eksplorasi dapat mengaktifkan keterampilan proses a. Becakap-cakap c. Dapat b. Menjemukan Kesan saat diskusi berlangsung a. Menyenangkan b. Diam c. Selalu b. Ragu-ragu c. tidak Kegiatan diskusi a. Tidak dapat Kesan saat kegiatan a. Menunggu teman bicara Sikap saat kegiatan berlangsung a.72 Tabel 11. Kadang-kadang c. Diam Menyimpulkan kegiatan a. Ragu-ragu c.6 Kelas VIIB 46 54 0 85 16 0 81 7 12 88 12 0 51 49 0 90 10 0 71 21 8 85 15 0 63 37 0 89 10 1 Kelas VIIG 56 44 0 78 20 2 90 7 3 90 4 6 66 34 0 83 17 0 59 39 2 73 17 10 66 34 0 85 12 3 2 3 4 5 6 7 8 9 10 . Ya b. Tidak paham Mengerjakan tugas pengamatan a. Menyenangkan kurang dipahami c. Kurang paham c. Tidak Rata-rata tanggapan positif (pilihan “a”) 74. Biasa-biasa saja c. Menyenangkan b. Menjemukan Kesan mengenai metode pembelajaran a.

73 Dari tabel tersebut di atas dapat diketahui mengapa hasil belajar siswa secara klasikal belum sesuai harapan. hal ini disebabkan siswa kurang paham terhadap materi yang diberikan melalui metode eksplorasi dimana hanya hampir separuh dari jumlah siswa per kelas yang memahami materi tersebut. Kemampuan dan kemauan tersebut ditunjukkan siswa kelas VII B yang selalu mengerjakan tugas pengamatan. Berdasarkan hal tersebut menyebabkan materi yang didapat oleh siswa lebih baik dan menghasilkan peningkatan pengetahuan yang lebih tinggi dibanding kelas VII C dan VII G. Kurangnya pemahaman siswa mengenai materi yang diajarkan berdampak juga pada kesulitan siswa dalam mengerjakan soal posttest.9 %. kesan saat kegiatan dan saat diskusi yang menyenangkan. Bedasarkan tabel tanggapan siswa tersebut diperlihatkan bahwa kelas VII B rata-rata memiliki kemampuan dan kemauan paling tinggi dibandingkan kedua kelas yang lain yaitu sebesar 74. Banyaknya kesukaran pada butir soal post-test yang berupa grafik maupun soal pemahaman memberikan kesulitan siswa untuk menjawab soal dengan betul. Kurang pahamnya siswa mengenai materi yang diajarkan berdampak pada kemampuan siswa dalam menyimpulkan pelajaran yang telah dilakukan dimana rendahnya angka persentase siswa yang dapat menyimpulkan pelajaran terutama di kelas VIIC hanya 29% yang mampu menyimpulkan materi pelajaran. serta mudahnya dalam memahami materi dan mengaitkan dengan fenomena nyata. .

Selain guru dan siswa ada hal lain yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran adalah sarana dan lingkungan. saat berlangsungnya diskusi sehingga siswa sangat senang dengan metode pembelajaran yang diterapkan tersebut. maupun kegiatan yang lain. siswa juga merasa senang saat melaksanakan kegiatan pembelajaran berlangsung seperti saat kegiatan pengamatan pada media. Lingkungan merupakan faktor yang mendukung proses belajar diantaranya faktor organisasi kelas.. Pada penelitian ini kelengkapan sarana yang mendukung untuk terciptanya susana belajar telah sesuai dengan pendekatan JAS yaitu dengan menggunakan alat simulasi yang dapat memberikan gambaran kepada siswa sesuai keadaan aslinya. Siswa sangat aktif dalam mengikuti berbagai macam kegiatan seperti melakukan pengamatan. Pada tabel tanggapan siswa di atas dapat diketahui bahwa media ilustrasi yang dipakai dalam pembelajaran pada konsep pengelolaan lingkungan dapat membantu siswa untuk mengamati sekaligus memahami gejala atau konsep yang terjadi. Oleh karena itu proses pembelajaran tersebut dapat membuat siswa merasa senang dan nyaman saat melaksanakan pembelajaran. Selain aktif dalam melaksanakan kegiatan. Maka proses pembelajaran yang telah dilakukan dalam penelitian ini sudah sesuai dengan karakter JAS antara lain adanya unsur joyful learning (belajar yang menyenangkan). diskusi. yang di dalamnya meliputi jumlah siswa dalam satu kelas .74 Walaupun demikian berdasarkan tabel tanggapan siswa di atas diketahui bahwa sebagian besar siswa sangat antusias dalam pelaksanaan proses pembelajaran pada konsep pengelolaan lingkungan dengan pendekatan JAS.

Kepuasan belajar setiap siswa akan cenderung menurun. karena pelayanan yang terbatas dari setiap guru. Sumber daya kelompok akan semakin luas sehingga waktu yang tersedia akan semakin sempit. b. VIIC dan VIIG karena pengorganisasian kelompok tiap kelas yang masih terlalu besar. Anggapan ini didasarkan pada tanggapan siswa mengenai . c. Organiasi siswa yang terlalu besar akan kurang efektif untuk mencapai tujuan belajar. Hal ini menunjukkan bahwa siswa yang unggul dalam segi kognitifnya belum tentu mau dan mampu dalam melaksanakan pembelajaran yang diberikan. Kelompok belajar yang besar dalam satu kelas berkecenderungan: a. bermain sendiri maupun dengan teman. Kecenderungan tersebut kiranya terjadi pada saat proses pembelajaran berlangsung baik di kelas VIIB. Semakin sukar mencapai kesepakatan kelompok. dimana siswa masih ada yang mendapatkan nilai kurang dari 65. bergurau dengan teman dan tugas belum seluruhnya diselesaikan. d. e.75 merupakan aspek penting yang bisa mempengaruhi proses pembelajaran. Anggota kelompok yang terlalu besar akan cenderung semakin banyak siswa yang enggan berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan. Pada hasil belajar diketiga kelas masih terdapat siswa yang belum tuntas. Ketidaktuntasan siswa terjadi juga di kelas VII G yang merupakan kelas unggulan. Akibat dari hal tersebut maka dalam pelaksanaan penelitian terlihat bahwa siswa cenderung tidak memperhatikan guru. Kelompok yang besar kurang memanfaatkan waktu.

c. Dengan demikian konsep-konsep yang telah dibangun siswa saat kegiatan pembelajaran selama empat kali pertemuan berlangsung bisa jadi hilang begitu saja. bermain. Ingatan tidak pernah dipakai. b.76 kesan terhadap metode pengajaran yang diberikan masih biasa-biasa saja. Siswa gagl merubah ingatan jangka pendek menjadi jangka panjang. Tidak adanya ingatan yang tersimpan. hal ini dikarenakan: a. Menurut Soekamto (1995) lupa adalah kebalikan dari ingat dan merupakan hilangnya informasi yang telah disimpan di dalam ingatan jangka panjang. d. f. . dan lain-lain. Sikap-sikap seperti itu dapat menyebabkan siswa tidak tahu mengenai materi yang diajarkan sehingga berakibat pada hasil belajar yang kurang baik. Adanya gangguan dalam bentuk informasi lain yang menghambatnya untuk mengingat kembali apa yang telah pernah dipelajari. Selain tersebut di atas karakteristik siswa yang sangat mempengaruhi dalam proses belajar adalah lupa. g. Kesan seperti ini dapat menyebabkan siswa cenderung tidak antusias dalam belajar. melamun diam tidak memperhatikan. Siswa kesulitan mencari kembali informasi yang telah disimpan. Materi tidak dikuasai sampai benar-benar dikuasai. e. Sebagian ingatan telah aus dimakan waktu. sehingga menimbulkan kegiatan-kegiatan yang negatif (tidak mendukung pembelajaran) seperti bergurau.

4 57.7 11.38 85.0 19.7 11.0 21.0 0.1 2.3 8 5.0 58.4 54.0 6.4 66.6 0.3 0.2 0.7 95.4 71. Rekapitulasi Hasil Observasi Keaktivan Siswa dalam Pembelajaran Pengelolaan Lingkungan dengan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar di SMP N 27 Semarang N o 1 Aspek yang diamati VII B 4 3 2 1 Kelas / sikap siswa (%) VII C 4 3 2 1 4 VII G 3 2 1 siswa responsif terhadap penjelasan guru 2 aktifitas siswa dalam kelompok 3 mengemu kakan pendapat 4 mengaitka n materi dengan kehidupan sehari-hari 5 memanfaa tkan waktu 6 membang un ide 7 menarik kesimpula n Total (%) Respon positif Konversi nilai skala 11 26.0 21.0 16.2 83.0 26. B.0 4.3 0.9 0.7 0.0 0.2 78.5 95.5 42.0 0.1 35.5 0.08 0.8 40.1 64.1 73.0 2.7 4.0 0.2 9.4 0.0 59.0 54.7 20.0 35.4 90.2 8 6.8 0.1 21.0 16.0 2.8 .0 9.0 47.0 5.8 0.5 0.7 0.0 71.0 21.3 66.9 7 4.5 64.2 94.77 Pada pembelajaran dengan pendekatan JAS selain penerapan paper and pen test perlu adanya penilaian mengenai sikap atau aktifitas siswa selama proses pembelajaran dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar.9 45.6 4.6 0.6 0.0 4.5 0.9 0.4 0.0 0.4 76.1 0.0 33.6 11.1 93.3 0.00 0.6 47.0 16.0 0.0 15.7 0.9 78.9 78.4 75.0 11.7 0.0 0.5 88. Aktifitas Siswa Analisis data tentang keaktifan siswa selama mengikuti proses pembelajaran dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 12.5 9.4 9.0 0.0 0.6 83.0 0.0 0.0 0.5 28.

Berdasarkan hasil observasi aktifitas siswa di .78 Belajar berdasarkan pendekatan JAS tidak mengutamakan hasil tetapi mengutamakan perubahan proses belajar yang dialami oleh siswa. Menurut Darsono. Aktifitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar diwujudkan dalam bentuk kegiatan seperti mendengarkan. Siswa dalam mengemukakan pendapat belum dapat runtut.6% kurang dapat membangun ide. berdiskusi. mudah dipahami serta memberikan contoh. memproduksi sesuatu. Sejumlah siswa sebesar 16. psikomotorik. maupun sikap. Siswa cenderung bergurau atau bermain sendiri dengan teman sekelompok maupun teman kelompok. Belajar adalah berbuat memperoleh pengalaman tertentu sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Berdasarkan tabel observasi aktifitas siswa pada kelas VIIB diketahui bahwa kurangnya aktifitas siswa terletak pada aktifitas siswa dalam kelompok dan aktifitas siswa mengemukakan pendapat masing-masing sebesar 11%. siswa hanya dapat memahami materi tetapi kurang dalam mengorganisasikan ide. dkk (2001) belajar merupakan perubahan tingkah laku atau kegiatan dalam rangka mengembangkan diri. menyampaikan ide serta belum dapat mengkaitkan dengan keseharian Secara klasikal aktifitas siswa di kelas VIIC lebih besar dibandingkan dengan kelas VIIB. memecahkan masalah dan lain sebagainya. oleh karena itu dalam proses pembelajaran harus dapat mendorong aktifitas fisik maupun mental siswa. baik dalam aspek kognitif. menyusun laporan. tetapi secara individual aktifitas siswa paling rendah dibanding dengan kelas lain. Sanjaya (2007) menambahkan bahwa belajar bukanlah menghafal sejumlah fakta atau informasi.

siswa hanya dapat memahami materi tetapi kurang dalam mengorganisasikan ide. Aktifitas siswa yang kurang mendukung terhadap proses pembelajaran di kelas ini antara lain 4. siswa cenderung gaduh atau bermain sendiri dengan teman. Siswa sering bergurau. Selain itu 9. Siswa cenderung gaduh atau bermain sendiri dengan teman yang lain. bermain sendiri maupun dengan teman yang ada didekatnya.3%. mudah dipahami serta memberikan contoh. siswa kurang memperhatikan. Walaupun secara individual aktifitas siswa di kelas VIIG paling tinggi dibandingkan kelas yang lain tetapi secara klasikal aktifitas siswa kelas VIIG paling rendah diantara kelas yang lain.79 dalam kelompok masih ada yang belum dapat bekerja sama antar anggota kelompok sebesar 2.5% siswa masih belum dapat mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari. 16. siswa tersebut belum bisa menjelaskan contohcontoh yang relevan sesuai materi yang telah diajarkan. 9.7% siswa kurang responsif terhadap penjelasan guru. menyampaikan ide serta belum dapat mengkaitkan dengan keseharian.5% siswa masih belum dapat mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari.6% siswa kurang dapat membangun ide.5 % aktifitas siswa di dalam kelompok masih ada yang belum dapat bekerja sama dengan anggota kelompok yang lain. siswa tersebut belum bisa menjelaskan contoh-contoh yang relevan sesuai materi yang telah diajarkan. mencatat maupun menyimak penjelasan yang diberikan oleh guru. 9.4 % siswa dalam mengemukakan pendapat belum dapat runtut.3% siswa belum . Dalam menarik kesimpulan 2. Sebesar 21.

siswa diajak untuk turut serta dalam seluruh proses pembelajaran. memecahkan persoalan. Dengan ini mereka secara aktif menggunakan otak. Selain hal-hal yang mempengaruhi . perolehan nilai aktifitas yang sangat minim terdapat di kelas VIIC. Aktifitas positif semacam ini dapat mendukung proses pembelajaran secara penuh.9% dan kelas VIIG 93. Dengan belajar aktif ini. berarti mereka yang mendominasi aktifitas pembelajaran. atau mengaplikasikan apa yang baru mereka pelajari ke dalam satu persoalan yang ada dalam kehidupannya. Berdasarkan asumsi di atas dapat disimpulkan bahwa tingginya aktifitas siswa yang responsif terhadap pembelajaran belum tentu dapat mendukung terciptanya hasil belajar yang maksimal. Berdasarkan tabel aktifitas siswa di atas dapat diketahui bahwa aktifitas siswa di kelas VIIB. kelas VIIC 95.2%. Menurut Sudjana (1996) ketika siswa belajar dengan aktif. tidak hanya mental tetapi juga melibatkan fisik. Dengan cara ini biasanya siswa akan merasa suasana yang lebih menyenangkan sehingga hasil belajar dapat dimaksimalkan. VIIC dan VIIG secara klasikal siswa memberikan respon positif terhadap proses pembelajaran yang berlangsung yang ditunjukkan dengan banyaknya persentase jumlah siswa yang beraktifitas positif di setiap kelas yakni di kelas VIIB 94.80 dapat menyimpulkan materi yang telah diajarkan dengan benar dan tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran. Demikian juga secara individual aktifitas siswa yang dikonversikan ke skala 11 menunjukkan hasil yang baik yang mana nilai rata-rata kelas ≥7. baik untuk menemukan ide pokok dari materi pelajaran.3%.

Berdasarkan data-data yang diperoleh didapatkan bahwa pengetahuan awal siswa sangat mendukung dalam proses pembelajaran yang akan berlangsung yaitu guru dapat mengetahui konsep apa yang belum diketahui atau belum dipahami oleh siswa. hal ini dikarenakan ada sebagian siswa yang tidak mampu mencapai hasil belajar minimal yang ditetapkan yaitu 65.81 penurunan hasil belajar yang telah dibahas ada hal lain yang belum dapat diketahui saat siswa melaksanakan proses belajar. Tidak adanya perubahan pengetahuan seseorang setelah mengalami proses belajar atau . Walupun angka peningkatan hasil belajar yang tidak sama di ketiga kelas teapi dari ketiga kelas tersebut memiliki pola peningkatan hasil belajar yang sama Akan tetapi pada penelitian ini ketuntasan belajar di ketiga kelas belum memuaskan. Walaupun tidak dapat melihat proses terjadinya perubahan tetapi dapat ditentukan apakah seseorang telah belajar atau belum yaitu dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah proses pembelajaran berlangsung Pada penelitian ini dapat ditentukan bahwa perubahan tingkah laku sebelum dan sesudah terjadinya proses pembelajaran adalah meningkatnya pemahaman siswa mengenai konsep pengelolaan lingkungan. menghasilkan peningkatan pemahaman siswa yang semula tidak tahu atau belum benar manjadi benar. Setelah diterapkannya pembelajaran dengan pendekatan JAS berbasis analisis pengetahuan siswa yang didukung dengan aktifitas siswa yang positif terhadap pembelajaran berlangsung. Oleh karena proses perubahan tingkah laku yang merupakan suatu misteri karena perubahan tersebut sulit dilihat dan diraba.

31 2.31 3.2 2.5 3. Walaupun demikian bukan berarti proses pembelajaran dengan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) hanya membantu siswa dalam belajar.71 2.28 3.69 2. justru dengan proses pembelajaran dengan Jelajah Alam Sekitar tersebut lebih mengajarkan siswa untuk mengembangkan keterampilan proses.61 3.28 2.33 2.88 berpendapat 3 Keterampilan 2.02 2. Seorang siswa yang sepertinya aktif belajar yang ditunjukkan dengan caranya memerhatikan guru dan rapinya ia membuat catatan.26 mengamati 4. belum tentu ia belajar dengan baik manakala ia tidak mampu menunjukkan adanya perubahan tingkah laku. tetapi hanya bisa dilihat dari adanya perubahan dari sebelum dan sesudah terjadi proses belajar.97 3.71 2. Hal ini sesuai pendapat Sanjaya (2007) bahwa efektifitas pembelajaran atau belajar dan tidaknya seseorang tidak dapat dilihat dari aktifitasnya selama terjadi proses pembelajaran.54 3 3.83 3. Keterampilan 2.42 3. Keterampilan membuat 3.31 .52 2.14 3.19 3.31 bertanya 2.45 3.83 3.11 2. Keterampilan 2.07 3.38 2. Keterampilan proses yang terjadi pada siswa dapat dilihat pada tabel beikut: Tabel 13.90 kesimpulan III 3.21 3.33 3.52 3 3.2 3.82 semakin turunnya pengetahuan seseorang setelah melakukan proses belajar dapat dikatakan proses pembelajaran tersebut gagal. dapat juga orang tersebut tidak belajar. Rekapitulasi Hasil Observasi Keterampilan Proses dalam Pembelajaran Pengelolaan Lingkungan dengan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar di SMP N 27 Semarang Kelas VII B Kelas VII C Kelas VII G No Rata-rata skor Keterampilan I II III I II III I II proses sains 1.26 3.

80 3.40 3.16 23.24 3.16 22.59 22.38 3.38 22.17 3.47 23.19 3.76 3.36 Cukup Baik Baik Cukup Baik Baik Baik Baik Baik Penerapan pendekatan JAS tidak hanya dilakukan sekali saja dalam proses pembelajaran tetapi perlu adanya penerapan yang intensif atau terus menerus di setiap proses pembelajaran agar didapatkan hasil yang maksimal sesuai tujuan belajar.47 22.23 3. 7.47 3.97 3.45 3.5 3.88 2. .77 3.28 6.07 2.24 3. 19.97 3.02 2. Keterampilan mempersiapkan alat dan bahan Keterampilan berkomunikasi Keterampilan memberi contoh Jumlah Rata-Rata Kualitas 3.15 2.16 3.38 3.35 3.14 3.4 21.52 2.45 3.26 3.43 3.83 5.83 2.40 3.0 19.31 3.06 3.45 2.57 3.97 3.42 3.

Penerapan pendekatan Jelajah Alam Sekitar dalam proses pembelajaran perlu diterapkan secara intensif dan berkesinambungan pada setiap materi Biologi karena untuk melihat hasilnya diperlukan waktu yang lama. 2. kelas VIIC 64. Aktifitas siswa dalam mendukung proses pembelajaran berlangsung baik.1% dan kelas VIIG 87. Sedangkan hasil belajar siswa secara klasikal di kelas VIIIB 73. Penerapan pendekatan Jelajah Alam Sekitar dalam proses penbelajaran perlu dimaksimalkan supaya mendapatkan hasil yang diinginkan.17%. B. maka saran yang dapat disampaikan adalah: 1.9%.84 BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Rata-rata hasil belajar siswa secara individual di kelas VIIB. dimana persentase respon positif siswa di kelas VIIB sebesar 95. Simpulan Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan tentang penerapan Jelajah Alam Sekitar berbasis analisis pengetahuan awal siswa pada konsep pengelolaan lingkungan (studi kasus di SMP N 27 Semarang). Saran Berdasarkan simpulan di atas.1% dan VIIG sebesar 93. . kelas VIIC 94. 2.2.2. kelas VIIC 68.8%. VIIC. dan VIIG telah mencapai ≥6. maka dapat disimpulkan bahwa: 1.5 yaitu kelas VIIB 69.1%.2 dan VIIG 78.

2005. Marianti. dan N. Inc. Meningkatkan Pemahaman dan Keaktifitan Siswa SMP N 8 Semarang Melalui Penerapan Strategi Bermain Pada Pembelajaran Konsep Sistem Pencernaan. 2005. S. Dipresentasikan pada seminar dan lokakarya Pengembangan Kurikulum Pendidikan Biologi dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar Jurusan Biologi FMIPA UNNES dalam rangka pelaksanaan program PHK A2 di Semarang tanggal 14-15 Februari 2005. Lim. M. Sutadi. 2002. Kurikulum Berbasis Kompetensi Mata Pelajaran Sains-Biologi Sekolah Menengah Pertama. Children’s Science. Sugandhi. Kasyati. . R.E. How to Assess Student Work. Belajar dan Pembelajaran. New Jersey. K. Kurikulum Pendidikan Visioner dan Lingkungan Sebagai sumber Belajar dan Prinsip Pengajarannya. Psikologi Pendidikan. Proses Belajar Mengajar. U. 1996. Martensi. 2004. O. S. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (edisi revisi). Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung: Remadja Karya. Victoria: Deakin University Press. 2005. Semarang: IKIP Semarang Press. Semarang . Purwanto. 2001. Makalah.dan Nugroho. Jakarta: Bumi Aksara. M. Diktat Kuliah Evaluasi Pembelajaran.85 DAFTAR PUSTAKA Anonimus. L. Darsono. Arikunto. Jakarta: Bumi Aksara. Wacana Pendidikan MIPA. Prentice Hall. Biologi FMIPA UNNES. Skripsi. Kartijono. Djohar. A. Semarang:Jurusan Biologi UNNES. Bell. Semarang: Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Semarang. Constructivism and Learning in Science. A. Dalyono. Hamalik. Dipresentasikan pada Seminar dan Lokakarya Pengembangan Kurikulum dan Desain Inovasi Pembelajaran Jurusan Biologi FMIPA UNNES dalam rangka pelaksanaan PHK A2. Ridlo. B. Jelajah Alam Sekitar (JAS). 2001. 1997. 2002. 1993. Jakarta: Puskur Balitbang. 1996. Jakarta: Rinka Cipta.

S Winataputra. Prenada Media Group. . 2007. Saptono. Bandung: Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pendidikan Indonesia. Pengembangan Kurikulum Program Studi Pendidikan Biologi FMIPA UNNES untuk Mewujudkan Link and Match Lulusan dengan Kebutuhan Stakeholder. 2005. Dipresentasikan pada seminar dan lokakarya Pengembangan Kurikulum Pendidikan Biologi dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar Jurusan Biologi FMIPA UNNES dalam rangka pelaksanaan program PHK A2 di Semarang tanggal 14-15 Februari 2005. Teori Belajar dan Model-Model Pembelajaran. Tuti Widianti. N.86 Ridlo. Bandung: Sinar Baru Algensindo. Wibowo. 2000. Wina. Cooperative Learning. 2 nd ed. Jakarta: Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas. 1995. T. Andin Irsyadi.. Strategi Belajar Mengajar Biologi. Pengembangan Model Conceptual Change pada Pembelajaran IPA. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Depdikbud. S. Slavin. N. Rustaman. Saptono. 2005.E. R. Pendekatan Alam Sekitar (JAS). Jakarta: SEQIP Depdiknas. Jakarta: Kencana. Massachusetts:Allyn & Bacon. Universitas Negeri Semarang _______ 2003b. Makalah. Yustinus Ulung Anggraito. Sanjaya. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Buletin Fasilitator edisi 3. 2002. 2003a. Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi. S. Soekamto. Sudjana. Theory. and Practice. Laporan Kegiatan Hibah Kemitraan LPTK. 1995. T dan U. Strategi Belajar Mengajar Biologi. 2006. Supriyanto. Research.

D Model Pembelajaran Pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS). B Kompetensi dasar Mendeskripsikan peran manusia dalam pengelolaan lingkungan untuk mengatasi pencemaran dan kerusakan lingkungan dan melaporkan dalam bentuk karya tulis. keanekaragaman hayati. udara. serta melakukan upaya pengelolaan lingkungan untuk mengatasi pencemaran dan kerusakan lingkungan. Menjelaskan pengaruh pencemaran air.87 Lampiran 1. C Indikator 1. . Mengusulkan penanggulangan pencemaran dan kerusakan lingkungan. dan lain-lain). Alokasi Waktu : 10 x 45 menit A Standar Kompetensi Mengidentifikasi komponen ekosistem dan saling ketergantungan antar komponen. dan tanah kaitannya dengan aktivitas manusia dan upaya mengatasinya 3. pengaruhnya terhadap kerusakan lingkungan (misalnya kondisi tanah. Rencana Pembelajaran (RP). RENCANA PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok : : : : SMP Sains (Biologi) VI/genap Pengelolaan Lingkungan untuk Mengatasi Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan. laporan pengamatan/percobaan. 2. Menjelaskan konsekuensi penebangan hutan. E Strategi Pembelajaran Analisis pengetahuan awal siswa.

Ikan 5. 2. Guru memberikan soal pre-test kepada siswa dan disuruh mengerjakan sesuai waktu yang ditentukan. Lembar Kerja Siswa (LKS) H Alat dan Bahan 1. Minyak rambut 9. pupuk dan tanaman hias 3. Kertas bingo 10. Sampah (kaleng bekas. kertas. Kertas karton dan spidol 7. Guru mengambil lembar jawab siswa setelah siswa selesai mengerjakan soal pre-test. Pot. . Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan mengenai materi pengelolaan lingkungan. Kotak berisi tanah dan tanaman 2.88 F Metode Pembelajaran 1. Guru menyampaikan meteri pelajaran dan indikatornya c. Metode demonstrasi 2. ranting. Gelas plasik 4. Jangkrik 8. Kegiatan Inti (60 menit) a. bungkus plastik dan lain-lain) I Kegiatan Pembelajaran Pertemuan I (2 x 45 menit) 1. b. Metode diskusi G Sumber Belajar 1. Guru memberikan salam pembuka b. Detergen dan pestisida 6. Buku Biologi kelas VI semester genap atau buku yang relevan 2. c. Kegiatan Pendahuluan (15 menit) a. Guru memantau siswa dalam mengerjakan soal pre-test.

b. b. Pertemuan II (2 x 45 menit) 1. Guru menyuruh tiap kelompok untuk melakukan unjuk kerja menanam pot yang telah disediakan untuk mengembangkan hand-on siswa. Guru membagikan LKS kepada setiap kelompok. Guru meminta setiap kelompok membuat 3 buah kotak dari papan/kayu yang telah diberi tanah dan kerapatan tanaman yang berbeda-beda tiap kotak. d. e. Guru memberitahukan sub materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya. Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan mengenai erosi tanah.89 3. Guru menyampaikan meteri pelajaran dan indikatornya c. 2. Guru memberikan salam pembuka b. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) a. proses sains dan konstruktivisme) c. d. air maupun gelas penampung. Guru memberikan penegasan atau tambahan konsep yang berhubungan dengan kegiatan yang telah dilakukan dan bersama siswa menyimpulkan hasil kegiatan. . f. Guru meminta beberapa kelompok untuk menyampaikan jawaban dan kesimpulan yang diperoleh dari hasil kegiatan yang telah dilakukan. penyiram. Guru memerintahkan kepada siswa untuk melakukan kegiatan sesuai petunjuk pada LKS (diharapkan adanya unsur enjoyful lerning dengan nuansa Bioedutainment. Guru membagi siswa ke dalam 10 kelompok c. Guru membimbing dan memantau jalannya kegiatan. guru memerintahkan kepada setiap kelompok untuk menyiapkan alat dan bahan yang akan dipakai dalam kegiatan belajar mengajar seperti kotak. dan gelas bejana. Kegiatan Inti (70 menit) a. eksplorasi. Guru memerintahkan siswa untuk berkumpul sesuai kelompoknya masing-masing. d. Kegiatan Penutup (15 menit) a. Guru memberikan salam penutup.

Guru membagikan LKS kepada setiap kelompok. Kegiatan Penutup (5 menit) a. Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan mengenai pencmaran air. Guru meminta setiap kelompok melakukan action/unjuk kerja menanam tanaman ke dalam pot yang telah disediakan sebagai contoh upaya menanggulangan kerusakan lingkungan dalam lingkup kecil. Guru memberikan tugas kepada setiap kelompok untuk mengamati mkeadaan lingkungan sungai yang ada di sekitar rumah masingmasing dan mengambil beberapa makhluk hidup yang ada di sungai (9 ekor ikan) dan gelas plastik 5 buah pada untuk dibawa pada pertemuan berikutnya. Guru membimbing dan memantau jalannya kegiatan. c. d. d. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) a. guru memerintahkan kepada setiap kelompok untuk menyiapkan alat dan bahan yang akan dipakai dalam kegiatan belajar mengajar seperti 9 ekor ikan. Guru memerintahkan siswa untuk berkumpul sesuai kelompoknya masing-masing. d. Guru memberikan salam penutup Pertemuan III (2 x 45 menit) 1. Guru memberikan salam pembuka b. Kegiatan Inti (70 menit) a.90 3. 2. eksplorasi. Guru memerintahkan kepada siswa untuk melakukan kegiatan sesuai petunjuk pada LKS (diharapkan adanya unsur enjoyful lerning dengan nuansa Bioedutainment. Guru meminta beberapa kelompok untuk menyampaikan jawaban dan kesimpulan yang diperoleh dari hasil kegiatan yang telah dilakukan. . Guru memberitahukan sub materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya. 5 buah gelas plastik. Guru menyampaikan meteri pelajaran dan indikatornya c.tentang pencemaran air. c. larutan detergen dan larutan pestisida b. b. proses sains dan konstruktivisme).

minyak rambut dan beberapa jenis sampah (kaleng bekas. Guru menyampaikan meteri pelajaran dan indikatornya c. Guru membagikan LKS kepada setiap kelompok. Kegiatan Penutup (10 menit) a. Guru memberikan tugas kepada setiap kelompok untuk membawa 12 ekor jangkrik. Guru memberitahukan sub materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya yaitu tentang pencemaran udara dan pencemaran tanah. Guru membimbing dan memantau jalannya kegiatan. 3. proses sains dan konstruktivisme). eksplorasi. guru memerintahkan kepada setiap kelompok untuk menyiapkan alat dan bahan yang akan dipakai dalam kegiatan belajar mengajar yaitu 12 ekor jangkrik. plastik. d.91 e. kantong plastik bening. ranting. Guru memberikan penegasan atau tambahan konsep yang berhubungan dengan kegiatan yang telah dilakukan dan bersama siswa menyimpulkan hasil kegiatan. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) a. bungkus makanan. Guru memerintahkan kepada siswa untuk melakukan kegiatan sesuai petunjuk pada LKS (diharapkan adanya unsur enjoyful lerning dengan nuansa Bioedutainment. Guru meminta beberapa kelompok untuk menyampaikan jawaban dan kesimpulan yang diperoleh dari hasil kegiatan yang telah dilakukan. . c. e. d. dan lain-lain) pada pertemuan berikutnya. Guru memerintahkan siswa untuk berkumpul sesuai kelompoknya masing-masing. 2. c. kantong plastik bening. b. Guru memberikan salam penutup Pertemuan IV (2 x 45 menit) 1. Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan mengenai pencemaran udara dan tanah. Kegiatan Inti (70 menit) a. Guru memberikan salam pembuka b. minyak rambut b.

g. proses sains dan konstruktivisme). Guru membagikan kertas karton dan spidol kepada masing-masing kelompok. i. Guru memberitahukan kepada siswa bahwa pada pertemuan berikutnya akan diadakan evaluasi mengenai pengelolaan ligkungan. Kegiatan Penutup (5 menit) a. Guru membimbing dan memantau jalannya kegiatan. Guru memberikan LKS kepada setiap kelompok. Guru memerintahkan setiap kelompok untuk menyiapkan jenis-jenis sampah yang telah dibawa.92 f. k. eksplorasi. pencemaran air. 3. b. Guru memberikan penegasan atau tambahan konsep yang berhubungan dengan kegiatan yang telah dilakukan dan bersama siswa menyimpulkan hasil kegiatan. Guru memberikan salam penutup. h. Guru meminta beberapa kelompok untuk menyampaikan jawaban dan kesimpulan yang diperoleh dari hasil kegiatan yang telah dilakukan. n. pencemaran udara dan pencemaran tanah). l. Guru memerintahkan kepada siswa untuk melakukan kegiatan sesuai petunjuk pada LKS (diharapkan adanya unsur enjoyful lerning dengan nuansa Bioedutainment. Guru menyampaikan kegiatan yang akan dilakukan berupa evaluasi tentang materi pengelolaan lingkungan. j. . Pertemuan V (2 x 45 menit) 1. Guru memberikan salam pembuka b. Guru memrintahkan kepada masing-masing kelompok untuk membuat poster/slogan yang berisi ajakan atau usulan penanggulangan pencemaran dan kerusakan lingkungan sesuai materi yang telah diajarkan (erosi tanah. m. Kegiatan Pendahuluan (15 menit) a. Guru memberikan penegasan atau tambahan konsep yang berhubungan dengan kegiatan yang telah dilakukan dan bersama siswa menyimpulkan hasil kegiatan.

Guru mengecek kelengkapan lembar jawab siswa. Guru memantau siswa dalam mengerjakan tes evaluasi. Guru memerintahkan siswa untuk mengerjakan soal sesuai waktu yang telah ditentukan. Kegiatan Penutup (15 menit) a. f. Guru memerintahkan siswa untuk mengecek jawabannya dan identitas siswa sebelum lembar jawab siswa dikumpulkan. Guru memerintahkan untuk mengecek kelengkapan soal dan lembar jawab. Guru meminta lembar jawab siswa setelah siswa selesai mengerjakan soal. Guru memberikan salam penutup. Guru menyampaikan materi yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya.93 2. Kegiatan Inti (60 menit) a. Guru membagikan lembar jawab dan lembar soal evaluasi kepada setiap siswa. 3. g. d. . b. c. e. b.

dampak apa yang diakibatkan dengan adanya pencemaran tanah? 5. Absen : Kelas : Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan singkat dan jelas! (50 menit) Pre-test materi erosi tanah 1. bagaimana cara mengurangi pencemaran tanah? Pre-test materi pencemaran udara 1. apa saja yang menyebabkan udara menjadi kotor? 3. Menurutmu apa fungsi hutan? Pre-test materi pencemaran air. dimana kalian menemukan tanah yang tercemar? 4. benda apa saja yang biasa mencemari tanah? 3. apa yang kalian ketahui tentang udara yang tercemar? 2.94 Lampiran 2. sungai. Soal-soal pre-test Soal Pre-test Nama : No. menurutmu apa yang dimaksud dengan efek rumah kaca? . Hal-hal apa yang menyebabkan erosi tanah? 4. dll)? 3. Bagaimana cara mencegah terjadinya pencemaran udara? 5. Apa yang kamu ketahui tentang erosi tanah? 3. apa yang kalian ketahui tentang tanah yang tercemar? 2. apa yang kalian rasakan jika udara kotor? 4. bagaimana cara kalian agar air pada danau atau sungai tidak tercemar? Pre-test materi pencemaran tanah 1. 1. Bagaimana ciri-ciri air yang belum tercemar dengan air yang sudah tercemar? 2. menurutmu benda apa yang sering mencemari air (danau. apa yang terjadi pada ikan dan makhluk hidup yang lain pada danau atau sungai jika airnya tercemar? 4. Menurutmu apa yang akan terjadi jika hutan menjadi gundul? 2.

Jawaban salah semua B K S 4 Menurutmu apa fungsi hutan? a. Jawaban betul lebih dari 3 b. Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. Tidak membandingkan.95 Lampiran 3. Jawaban salah semua atau tidak dijawab Apa yang kamu ketahui tentang erosi tanah? B K S 2 a. Jawaban betul dan lengkap (erosi tanah adalah proses pengikisan tanah oleh air) b.Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. jawaban kurang dari 3 dan atau jawaban ada yang salah c. Jawaban kurang lengkap dan kurang betul (erosi tanah adalah proses pengikisan tanah oleh udara c. Rubrik Analisis Pre-test No Materi erosi Tanah 1 Aspek yang dinilai Penilaian Menurutmu apa yang akan terjadi jika hutan menjadi gundul? a. jawaban salah semua atau tidak dijawab BL K S . Jawaban betul lebih dari 3 b. Membandingkan dan jawaban betul lebih dari 3 b. Jawaban salah semua atau tidak dijawab Materi Pencemaran Air Bagaimana ciri-ciri air yang belum tercemar dengan air yang B K S 1 sudah tercemar? a. Jawaban salah atau tidak dijawab B K S 3 Hal-hal apa yang menyebabkan erosi tanah? a. Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. Jawaban betul lebih dari 3 b.

Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. Jawaban betul lebih dari 3 b. Jawaban kurang betul. Jawaban betul lebih dari 3 b. Jawaban betul dan bervariasi (ikan dan makhluk hidup yang lain lama-lama akan mati dan tidak ada kehidupan lagi di sungai) b.Jawaban kurang betul. Jawaban betul dan bervariasi (tanah yang kotor banyak sampah sehingga tidak bisa untuk ditanami) b. kurang bervariasi (ikan dan makhluk hidup yang lain akan mati) c. Jawaban salah atau tidak dijawab S K B 4 Bagaimana cara kalian agar air pada danau atau sungai tidak tercemar? a. sungai. Jawaban salah semua atau tidak dijawab B K S 3 Dampak apa yang diakibatkan dengan adanya pencemaran tanah? . dll)? a. Jawaban salah atau tidak dijawab K S B 2 Benda apa saja yang biasa mencemari tanah? a. Jawaban salah semua atau tidak dijawab Materi Pencemaran Tanah BL K S 1 Apa yang kalian ketahui tentang tanah yang tercemar? a. Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c.96 2 Menurutmu benda apa yang sering mencemari air (danau. Jawaban betul lebih dari 3 b. kurang bervariasi (tanah yang kotor) c. Jawaban salah semua atau tidak dijawab B K S 3 Apa yang terjadi pada ikan dan makhluk hidup yang lain pada danau atau sungai jika airnya tercemar? a.Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c.

Jawaban betul lebih dari 3 b. Jawaban betul lebih dari 3 b.97 a. Jawaban salah semua atau tidak dijawab Materi Pencemaran Udara 1 Apa yang kalian ketahui tentang udara yang tercemar? a. Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. Jawaban betul dan lengkap (meningkatnya pemanasan global (suhu bumi) akibat banyaknya polusi) b. Jawaban salah atau tidak dijawab 2 Apa saja yang menyebabkan udara menjadi kotor? a. Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. Jawaban salah semua atau tidak dijawab 4 Bagaimana cara mencegah terjadinya pencemaran udara? a. kurang bervariasi (meningkatnya suhu bumi karena banyak gedung-gedung berkaca) c. Jawaban salah semua atau tidak dijawab 5 Menurutmu apa yang dimaksud dengan efek rumah kaca? a. Jawaban betul lebih dari 3 b. Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. Jawaban betul lebih dari 3 b. Jawaban salah semua atau tidak dijawab 4 Bagaimana cara mengurangi pencemaran tanah? a. Jawaban salah semua atau tidak dijawab 3 Apa yang kalian rasakan jika udara kotor? a. Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. Jawaban kurang betul. Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. Jawaban kurang betul. Jawaban betul lebih dari 3 b. Jawaban salah atau tidak dijawab B K S B K S B K S B K S B K S B K S BL K S . kurang bervariasi (udara yang kotor) c. Jawaban betul dan bervariasi (udara yang kotor sehingga tidak enak untuk bernafas) b.

11 S 0 0 0 0 38 20.63 % pencemaran tanah no 1 2 3 4 % keterangan B K S 9 1 0 0 24 38 35 35 7 1 5 5 32.13 No 1 2 3 4 % kelas VII C erosi tanah Keterangan B K S 7 13 15 11 33 22 16 30 1 6 10 0 kelas VII G erosi tanah No Keterangan B K S 1 2 3 4 % 14 2 11 23 24 32 19 15 0 4 8 0 28.05 61.89 pencemaran udara No Keterangan B 1 2 3 4 5 % 1 13 0 1 0 7.63 30 26 33 25 71.11 0.00 93.00 20.50 0.63 88.25 37 38 33 39 91.00 % pencemaran tanah no 1 2 3 4 % keterangan B K S 1 2 0 1 30 34 38 32 7 2 0 5 keterangan B K S 0 1 1 0 1.25 82.10 K 33 29 41 32 13 72. Tabel Analisis Hasil Pre-test kelas VII B erosi tanah No Keterangan B K S 1 2 3 4 % 9 5 4 15 20.20 S 0 0 0 0 28 13.98 Lampiran 4.89 67.16 9.0 pencemaran udara No Keterangan B 1 2 3 4 5 % 16 17 5 2 0 K 24 24 34 37 4 S 1 0 2 2 37 pencemaran udara No Keterangan B 1 2 3 4 5 % 8 12 0 9 0 14.25 pencemaran air no keterangan 1 2 3 4 B 7 25 0 3 K 33 15 39 37 S 0 0 1 0 pencemaran air no keterangan 1 2 3 4 B 22 20 1 7 K 16 18 37 31 S 0 0 0 0 5.89 59.37 32.75 % pencemaran tanah no 1 2 3 4 % 21.51 60.87 77.25 2.59 10.21 7.7 19.87 6.49 pencemaran air no keterangan 1 2 3 4 B 0 5 3 0 K 40 35 35 40 S 0 0 2 0 1.88 3 1 6 1 6.89 K 37 25 38 37 0 72.21 .50 11.25 1 9 3 0 8.

. kayu persegi panjang 3 buah (kotak A. Apa yang tejadi selanjutnya? Tanah akan mudah terkikis (erosi. Penebangan hutan yang dilakukan secara terus menerus akan menyebabkan hutan menjadi gundul. balok kayu atau batu bata.99 Lampiran 5. dan C) • • • kotak A diisi dengan tanah yang ditumbuhi banyak rumput. A PENDAHULUAN Aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhannya sering menimbulkan efek samping negatif. Lembar Kerja Siswa (LKS) LEMBAR KERJA SISWA I JANGAN TEBANGI TERUS HUTANKU. Kotak B diisi dengan tanah yang ditumbuhi sedikit rumput. longsor) dan jka HUJAN LEBAT. Mari kita lakukan kegiatan agar dapat memahami akibat negatif penggundulan hutan! B TUJUAN Mengetahui dampak penggundulan hutan. Hutan yang gundul akan menyebabkan tidak adanya akar-akar pohon yang mampu menyerap dan menahan air. . gelas kimia 1000 ml sebagai bejana penampung air. B.. 2. C METODE Eksperimen D ALAT DAN BAHAN 1. maka akan mudah banjir yang dapat merugikan manusia sendiri. alat penyiram tanaman 4. Kotak C diisi dengan tanah yang tidak ditumbuhi 3.

Susunlah perangkat percobaan seperti pada gambar di bawah! Dengan menggunakan kayu atau batu bata. 3. secara perlahan-lahan siramlah air ke tanah dan rumput pada kotak A. aturlah agar posisi kotak A. Samakah keadan air tampungan pada kotak A. 4. Tabel Hasil Pengamatan Kotak A B C F PERTANYAAN 1.100 E CARA KERJA 1. Dengan menggunakan gelas kimia. Samakah volume air tampungan pada kotak A. B dan C? Menurutmu apakah yang menyebabkannya? . B dan C agak miring. ukurlah volumenya kemudian catatlah hasilnya. 2. apakah yang Keadaan air Volume air Endapan air menyebabkannya? 2. Dengan alat penyiram tanaman. B dan C? Adakah endapan tanah pada ketiga air tampungan? Menurutmu. tampunglah air siraman masing-masing kotak. B dan C dengan volume air yang sama. Amatilah keadaan air tampungan.

A LANDASAN TEORI Pada umumnya. dan C dengan air dengan volume sama (500 ml). Air merupakan komponen yang sangat diperlukan bagi makhluk hidup.. Bila diumpamakan ke tiga kotak percobaan tersebut di atas sebagai lahan yang luas. Tapi bila keadaan air disekitar kita tercemar maka apa yang akan terjadi dengan organisme yang berada disekitar lingkungan tersebut? B TUJUAN Mengetahui dampak pencemaran air terhadap organisme. Kesimpulan apakah yang dapat diambil berdasarkan percobaan di atas! LEMBAR KEGIATAN SISWA II ADA APA DENGAN IKAN-IKAN KU………. B.Gelas 3 Buah berisi air yaitu Gelas A.Ikan 9 ekor . 2. C METODE Eksperimen D. B. CARA KERJA 1. Isilah gelas A. . ALAT DAN BAHAN . dan air penyiram sebagai hujan. dan C .101 3.Larutan detergen E. air yang ada dipermukaan bumi tidak selalu dalam keadaan murni dan bersih. Masukkan 3 ekor ikan ke dalam masing-masing gelas . maka lahan manakah yang akan mampu menampung air lebih banyak? Tuliskan alasanmu! 4.Larutan Pestisida . namun ada senyawa dan unsure lain yang terlarut didalamnya.

2. 3. dan C setelah diberi perlakuan diatas. Tabel Hasil Pengamatan Kondisi Ikan No. 4. Tetesan 5 Tetes pertama 5 Tetes kedua 5 Tetes ketiga 5 Tetes keempat 5 Tetes kelima Gelas A Gelas B Gelas C F. Berdasarkan kegiatan yang telah kamu lakukan. Teteskan secara bertahap masing-masing 5 tetes larutan detergen kedalam gelas B. Bandingkan hasil pengamatanmu dari ketiga buah stoples tersebut kemudian diskusikan hasilnya dengan teman-temanmu. mengapa demikian?\ 3. Adakah perbedaan kondisi ikan pada gelas A. bagaimana tindakan yang dilakukan untuk mengatasi terjadinya pencemaran air? 5. Jika terjadi pencemaran air. menurut kamu. B.102 3. 5. 5. Gelas A sebagai kontrol (air). larutan pestisida kedalam gelas C sampai tetesan yang ke 25. 1. . apa yang akan terjadi pada kehidupan organisme air? 4. 4. Berikan kesimpulan dari kegiatan diatas. PERTANYAAN 1. Bagaimana kondisi ikan sebelum ditetesi larutan detergen dan larutan pestisida? Apa yang akan terjadi pada ikan-ikan tersebut setelah ditetesi larutan detergen dan larutan pestisida?Kira-kira factor apa yang mempengaruhinya? 2. Amati kondisi ikan setelah melakukan tetesan.

Serangga (jangkrik @ kelompok 12 ekor) E CARA KERJA 1. Kantong plastik @ kelompok 4 buah yaitu plastik A. atau komponen lain yang merugikan kedalam lingkungan akibat aktivitas manusia atau proses alami. 10 detik. . B= 10 detik. B. 4. B TUJUAN Mengetahui dampak pencemaran udara terhadap organisme. Karet pengikat 3. Tampunglah asap dari kenalpot motor dengan lama waktu pengambilan knalpot 5 detik.103 LEMBAR KEGIATAN SISWA III PENCEMARAN UDARA A PENDAHULUAN Pencemaran lingkungan adalah peristiwa masuknya zat. dan D 2. Apabila udara yang kita hirup mengandung zat yang berbahaya . C METODE Eksperimen D ALAT DAN BAHAN 1. Plastik C=15 detik dan plastik D berisis udara biasa (sebagai kontrol). kemudian masing-masing plastik diikat dengan erat. dan 15 detik ke dalam plastik A. unsure. B. dan plastik D berisis udara biasa (sebagai kontrol). Asap knalpot dengan lama waktu memasukan knalpot kedalam plastik A= 5 detik. Oksigen sangat diperlukan bagi makhluk hidup untuk bernafas. Udara merupakan salah satu komponen lingkungan yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup. C. C. maka dapat mempengaruhi tubuh manusia khususnya organ pernafasan. energi.

Bagaimana pendapatmu apabila manusia dimasukkan ke dalam ruang tertutup yang penuh asap? 4. Adakah perbedaan? Apa yang menyebabkannya? 3. dengan cara mengendorkan ikatan plastik lalu kencangkan kembali ikatan tersebut dan biarkan. Bagaimana keadaan jangkrik sebelum dimasukkan kedalam plastik yang berisi penuh dengan asap? 2. atau komponen lain yang merugikan kedalam lingkungan akibat aktivitas manusia atau proses alami. 3. Apa yang terjadi setelah setelah serangga (jangkrik) dimasukkan kedalam plastik A. Catat hasil pengamatan dan diskusikan dengan teman-temanmu. energi. Masukkan @ 3 ekor jangkrik kedalam plastik A. A PENDAHULUAN Pencemaran lingkungan adalah peristiwa masuknya zat. Tuliskan kesimpulan dari percobaan yang telah kamu lakukan? LEMBAR KEGIATAN SISWA IV ADA APA DENGAN UDARA YANG KITA HIRUP………. B. dan C yang berisi penuh dengan asap.104 2. Tabel hasil pengamatan Plastik A B C D Keadaan jangkrik F PERTANYAAN 1. B. C. dan D tadi. Udara merupakan salah satu komponen lingkungan yang . lalu amati apa yang akan terjadi pada serangga tersebut. unsure.

B TUJUAN Mengetahui dampak pencemaran udara terhadap organisme. disekitar rumah. Tabel hasil pengamatan Kertas A B C D Keadaan Kertas . C METODE Eksperimen D ALAT DAN BAHAN 1. 3. maka dapat mempengaruhi tubuh manusia khususnya organ pernafasan.105 sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup. Apabila udara yang kita hirup mengandung zat yang berbahaya . Ambil kertas tersebut. Tempelkan kertas tersebut masing-masing ditempat yang dekat jalan raya. Vaselin/ minyak goring/ hand body lotion 2. 5. Kertas 3. 4. Oksigen sangat diperlukan bagi makhluk hidup untuk bernafas. Biarkan kertas tersebut selama dua hari. dan disekitar sekolahmu. Diskusikan dengan teman kelompokmu. Oleskan vaselin/minyak goring/ hand body lotion secukupnya pada kertas putih 2. lalu amati apa yang terjadi pada kertas tersebut. Alat perekat (double tip/ lem/ isolasi) E CARA KERJA 1.

karena jumlah sampah yang menumpuk sementara tempat pembuangan dan daur ulang belum sepadan. Reuse. dan D setelah dibiarkan ditempel dan dibiarkan selama dua hari? Apa yang menyebabkannya? 3. dan buangan bahan-bahan yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme. Reuse. Adakah perbedaan kondisi kertas A. polusi udara yang paling banyak itu terjadi dimana? Apa yang menyebabkannya? 4. pertanian. dan Recycle) Yaitu dengan mengurangi penggunaan barang yang dapat menjadi sampah (reduce). Apa yang akan terjadi bila lingkungan sekitar kita penuh dengan sampah? Kita dapat menangulangi sampah yang ada disekitar kita dengan melalui program 3 R (Reduce. Menurutmu dari kegiatan yang telah kamu lakukan. C. dan mengolah sampah (Recycle). Recycle). dan Action. B TUJUAN Mengetahui berbagai jenis sampah padat dan mengetahui cara pengolahan sampah tersebut melalui program 3 R (Reduce. C METODE Permainan Bingo. . Bagaimana kondisi kertas sebelum ditempel? 2. Penggunaan kembali atau pendaur ulangan sampah (Reuse). industri. B. Di kota-kota besar masalah sampah merupakan masalah yang serius.106 F PERTANYAAN 1. Berikan kesimpulan dari kegiatan diatas LEMBAR KEGIATAN SISWA V PENANGGULANGAN PENCEMARAN TANAH A LANDASAN TEORI Pencemaran tanah disebabkan aktivitas manusia yang menghasilkan berbagai limbah rumah tangga.

vertical. 8. 4. maka kelompok tersebut harus melingkari kotak bingo yang sesuai dengan undian yang telah diambil. Setelah selesai melakukan permainan Bingo tersebut. guru akan memberikan penjelasan tentang sampah tersebut dan bagaimana pemanfaatan sampah tersebut dengan program 3 R (reduce. . 4. 3. reuse. Apabila undian yang telah diambil sesuai dengan nama sampah yang dituliskan pada lembar bingo. Lakukan kegiatan tersebut sampai 5 kali kegiatan Bingo terundi. 2. Untuk setiap nama sampah padat yang terundi. Lembar bingo E CARA KERJA 1. Jika ada kelompok yang telah melingkari nama-nama sampah pada dua kotak lembar bingonya dan membentuk lajur horizontal. 6.107 D ALAT DAN BAHAN 1. Perwakilan dari tiap-tiap kelompok secara bergiliran maju untuk mengambil 2 undian bingo di dalam kotak kardus. recycle). 7. 10 jenis sampah padat yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Menuliskan 4 macam nama sampah padat pada tiap kotak pada lembar bingo. Masing-masing kelompok mengambil lembar bingo. kemudian ambillah benda disekitar kelas yang menurutmu sebagai pencemar. maupun diagonal maka kelompok tersebut harus membuat garis pada urutan kotak tersebut dan berkata “Bingo” sebagai tanda berhasil dan kelompok tersebut akan mendapatkan poin. 8 Kelompok yang paling banyak mendapatkan poin maka kelompok tersebut sebagai pemenangnya. Tabel benda 3 R (Reduce. Kumpulkan polutan tersebut dan diskusikan bersama kelompokmu. 5. Kotak kardus 5. 2. Kertas undian bingo 3. 10. Recycle). 9. lalu mencocokkan nama sampah padat yang tertulis pada kertas tersebut. Reuse.

Berdasarkan dari permainan yang kamu lakukan. sebutkan bahan atau zat yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran tanah? 2. sumber polutan dan sifat polutan tersebut. F PERTANYAAN 1. apakah ada sampah yang dapat di daur ulang?sebutkan dan bagaimana cara mendaur ulangnya? 4. jenis polutan. Berikan kesimpulan dari kegiatan diatas. Buatlah tabel yang menggambarkan tentang macam polutan yang didapat.108 11. beri contohnya! 3. Dari jenis sampah yang kamu temukan. Bedakan antara sampah organic dan anorganik. .

tidak melibatkan masyarakat setempat. tidak memperhitungkan jumlah pohon yang ditebang. b. c.. mengurangi penggunaan bahan bakar fosil seperti bensin. karena. dihuni banyak fauna Berikut ini yang termasuk usaha manusia mencegah pencemaran udara: 1. membangun bak penampungan di sekitar rumah usaha yang bertujuan untuk mencegah pencemaran udara oleh CO2 adalah a. tidak mempertimbangkan ukuran pohon yang ditebang. tidak membayar pajak pada pemerintah daerah. c.. c. 1 dan 2 b. airnya tidak berbau b. 3 dan 4 . air berbau dan berwarna d. Salah satu ciri bahwa air kolam atau danau telah tercemar adalah. meningkatkan gizi masyarakat 4. atau d pada jawaban yang paling benar 1. d. mengolah sampah menjadi kompos 5.. a. membangun taman kota 2. Soal Uji Coba Post-test SOAL ULANGAN HARIAN Konsep : Pengelolaan Lingkungan Kelas/Semester : VII/Gasal Waktu : 45 Menit Berilah Tanda silang (X) huruf a.109 Lampiran 7. batu bara. 2 dan 5 c. a.. 3. b. Penebangan hutan secara liar dianggap sebagai penyebab utama terjadinya bencana banjir. 2. tumbuh banyak enceng gondok 3. 2 dan 4 d.

c. a. mendatangkan pemangsanya yaitu ular d.. gas CO2. menjadi sumber mata air c. Cara menjaga pencemaran lingkungan oleh limbah pertanian yang paling aman adalah a. dibiarkan hancur oleh alam 6. meningkatnya gedung yang terbuat dari kaca d. menyebabkan pencemaran air b. a. mahalnya biaya untuk membeli pestisida. sebagai sarang nyamuk anopeles 5... Cara mencegah pencemaran lingkungan oleh limbah rumah tangga adalah. udara/atmosfer sangat kering 8. Penanggulangan hama tikus di sawah secara fisik yang tepat di bawah ini adalah. a.110 4. diolah menjadi pupuk kompos d.. diberi racun tikus 9. a. panenan dapat meningkat b... dan SOx b. NOx. menangkap dan membunuh hama c. Di bawah ini akibat yang ditimbulkan oleh limbah rumah tangga yang menggenang di bak atau selokan. membuang sampah ke sungai b.. membakar sampah plastik c. meningkatnya kekebalan tanaman 7. terbunuhnya hewan yang bermanfaat d. menyebabkan pencemaran udara (bau) d. dan NOx c. Kerugian besar yang diakibatkan oleh penggunaan pertisida untuk memberantas hama tanaman adalah a. pengaturan penggunaan pupuk dan pestisida . SOx. Efek rumah kaca terjadi karena naiknya suhu udara/atmosfer yang disebabkan oleh.. gas O2. menyemprot dengan pestisida b. kecuali.

dan SOx d. b.. Pengendalian hama tanaman budidaya secara biologis adalah pengendalian hama dengan a. meningkatkan penggunaan pupuk buatan c. dan Sox 14. asap. udara oleh CO2. menggunakan pestisida 13. NOx. air oleh air panas. Mengurangi penggunaan bahan bakar fosil seperti bensin. solar.111 b. penanaman tanaman yang kebal hama d.. CO. Peningkatan suhu global di bumi disebabkan oleh pencemaran. d. memanfaatkan organisme sejenis b. batu bara akan dapat mengurangi pencemaran. air oleh radiasi ultraviolet c. c.. menutup pabrik-pabrik yang menghasilkan limbah b. CFC. membuang limbah pabrik ke laut dalam d. mengalirkan limbah pabrik ke bak penampungan c. air oleh CO2. a. udara oleh CO. membasmi hama dengan pestisida 10. oksida logam. dan oksida logam c. dan SOx b. air oleh limbah kimia cair 12. menggunakan organisme pemangsa hama c. udara oleh CO2 d. mengolah limbah pabrik sebelum mengalirkannya ke sungai 11. a. menggunakan organisme makanan hama d... NOx. Cara menanggulangi pencemaran lingkungan oleh limbah industri adalah a. Erosi tanah disebabakan oleh………… a. udara oleh debu b. CO. hujan lebat pada tanah yang ada tanaman gelombang air laut yang besar naiknya permukaan air laut hujan lebat pada tanah yang tidak ada tanaman .

d. b.. pengikisan tanah d..112 Uraian di bawah ini untuk soal no 15 – 17. Volume air pada gelas penampung di kotak C lebih kecil dari pada volume air pada gelas penampung di kotak B . Endapan tanah pada gelas penampung di kotak C lebih kecil dari pada endapan tanah pada gelas penampung di kotak B.. b. Endapan tanah pada gelas penampung di kotak C lebih besar dari pada endapan tanah pada gelas penampung di kotak B. tumbuh tanaman 16. dan C. a. dan pada bagian bawah kotak diberi wadah untuk menampung air maupun tanah yang terbawa oleh air. pada kotak B diberi tanaman sedikit (jarang). B. Volume air pada penampung di kotak A lebih besar dari pada volume air pada gelas penampung di kotak B. dan pada kotak C tidak diberi tanaman. longsor banjir c. apa yang akan terjadi pada kotak A apabila turun hujan lebat? a. Pada kotak A diberi tanaman penuh (lebat). Pernyataan di bawah ini yang sesuai dengan kegiatan di atas adalah. Pada suatu percobaan menggunakan 3 kotak yaitu kotak A. c. Kotak-kotak di atas diibaratkan hutan. Percobaan di atas dapat digambarkan seperti di bawah ini: 15. Kemudian masing-masing kotak disiram dengan air melalui bagian atas kotak.

4 c. c. Menyerap air hujan Dari pernyataan di atas. mendatangkan pemangsa berupa ular mendatangkan pemangsa berupa burung menggunakan pestisida menggunakan insektisida 18. 1. manakah yang termasuk fungsi hutan adalah. pernyataan yang salah adalah………. b. c. a. Membuka hutan untuk permukiman 4.. 1. 3 1. 2.. 2. air yang disiram di kotak A terserap oleh tanaman terjadi erosi pada kotak A tidak ada tanaman yang menyerap air pada kotak C volume air pada kotak B lebih sedikit dari kotak C 19. 3.113 17. d. Sebagai tempat berlindung makhluk hidup 3. a. b. Menghasilkan oksigen 2. 3. 2. 4 d. Perhatikan diagram/grafik di bawah ini: volume air tampungan 150 ml 100 ml 70 ml 30 ml A B Kotak C Dari grafik di atas. 4 . d. Penanggulangan hama wereng secara biologis dapat dilakukan dengan cara… a. Perhatikan pernyataan di bawah ini dengan seksama: 1. b.

botol plastik b. naiknya permukaan tanah d. botol kaca d. batu c. ada asap pabrik ada asap kendaraan c. detergen.. banyak ikan yang mati d. mencairnya es di kutub c... 1 b. ikan. Yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran air adalah…….114 20. shampo eceng gondok. a. Akibat adanya pencemaran tanah adalah… a. semua jawaban benar . semua benar 23. b. ada asap rokok d... sampah keleng c. detregen 22. Perhatikan gambar di bawah ini: 1 2 3 4 Pada gambar di atas yang tidak menyebabkan terjadinya pencemaran udara adalah. rumput laut d. b. a. b. 4 21. a. Salah satu dampak atau akibat yang ditimbulkan dengan adanya pemanasan global adalah… a. Yang menyebabkan terjadinya pencemaran tanah adalah. shampo. a. tanah menjadi tandus tanah menjadi lebih subur c. detergen. Udara akan tercemar apabila……. tanaman tumbuh dengan baik 25. ikan. 3 d. menurunnya permukaan air laut b. pupuk.. 2 c. pestisida. cepatnya pertumbuhan flora dan fauna 24..

Reuse.115 26. Pada suatu percobaan menggunakan 3 buah gelas yaitu gelas A. pencemaran tanah d. dan C. dan Recycle) dapat dilakukan untuk menanggulangi…… a.5 %. dan pada gelas C ditetesi dengan pestisida. d. Program 3 R (Reduce. pada gelas B ditetesi dengan deterjen. Perhatikan gambar di bawah ini: 1 2 3 4 . pencemaran air dan tanah 27. b. pencemaran air b. dengan konsentrasi detergen dan pestisida sama yaitu 2. B . Pada semua gelas diberi ikan. c. Pada gelas A tidak ditetesi apa-apa. pencemaran udara c. Ternyata setiap ditetesi deterjen maupun pestisida menyebabkan perubahan pada ikan yang digambarkan pada grafik di bawah ini: Jumlah tetesan 40 tetes 50 tetes detergen 30 tetes pestisida 20 tetes sehat pingsan Keadaan Ikan mati Apa yang dapat kamu simpulkan dari grafik di atas a. Pestisida lebih berbahaya dari pada detergen Penggunaan pestisida dan detergen harus dihentikan detergen lebih berbahaya dari pestisida ikan mati pada penetesan detergen ke 30 28.

4 d. 3 b. 2 dan 4 d. plastik blanja 4. 3. gangguan pernafasan pada manusia c. 1 dan 2 c. Asap knalpot kendaraan yang mengandung gas carbon monoksida (CO) dapat mengakibatkan… a. 3.. Dari gambar diatas yang termasuk sampah anorganik adalah……… a. 3 dan 4 d. 2. a. 1. 4 c. terjadinya hujan asam b. Kaleng minuman 2. 1 dan 3 b. Perhatikan jenis-jenis sampah di bawah ini: 1.116 Dari gambar diatas yang termasuk sampah organik adalah……. 3 dan 4 b. 1. 2 dan 4 29. perhatikan tabel berikut: Tabel perhitungan luas arel hutan di beberapa kabupaten adalah sebagai berikut Nama Kabupaten Kabupaten A Kabupaten B Kabupaten C Kabupaten D Luas Areal Hutan 800 ha 300 ha 400 ha 600 ha Jumlah Pohon 5500 2000 5000 4000 . kertas bekas 3. korosi pada logam 31. 1 dan 3 30. 2. semua benar Untuk soal nomer 34-35. perubahan kelembaban udara d. botol plastik Dari jenis sampah diatas. 1 dan 2 c. yang dapat ditanggulangi dengan reuse (bisa digunakan kembali) adalah……… a.

117 32.. tidak terukur 35. kabupaten D 33. kabupaten yang tinggi kepadatan pohonnya adalah hutan kabupaten. a. a. kabupaten C d.. menurun c.. meningkat b. maka kabupaten yang paling tinggi cadangan airnya adalah kabupaten. kabupaten D Untuk soal nomer 34 – 35 perhatikan grafik di bawah ini: hubungan kebakaran hutan .. a.. menurun b. tetap d. meningkat c. melihat kecenderungan luas hutan yang terbakar. Dengan melihat data pada tabel di atas. maka bisa diperkirakan jumlah pasien ISPA akan. kabupaten B c. Dari grafik di atas. a. Bila ternyata luas hutan terbakar pada tahun 2006 menjadi 255 ha.. kabupaten A b. maka pada tahun 2005 jumlah pasien ISPA . tetap d. bila dianggap jumlah pohon berhubungan dengan kemampuan menahan air. kabupaten B c.. Berdasarkan tabel di atas. kabupaten A b. tidak terukur .. kabupaten C d..pasien ISPA jumlah pasien ISPA 100 80 60 40 20 0 251/2003 235/2004 222/2005 luas hutan terbakar/tahun jumlah pasien ISPA Garafik di atas menunjukkan jumlah pasien ISPA (Infeksi saluran Pernafasan Atas) yang dihubungkan dengan peristiwa kebakaran hutan 34.

c 17. b 9. a 28. c 6. c 7. b 13. d 32. b 19. d 14. a 10.118 Lampiran 8. d 11. a 29. d 15. c 27. d 21. b 20. a 4. c 3. b 24. d 22. a 25. b 35. c 30. a 8. b 18. d 23. a 34. Kunci Jawaban Soal Uji Coba Post-test Kunci Jawaban Soal Uji Coba Post-test 1. c 33. a 2. b 31. d 26. c 12. b . b 5. d 16.

Tabel Analisis Butir Soal Uji Coba (Pre-test) .119 Lampiran 9.

Penebangan hutan secara liar dianggap sebagai penyebab utama terjadinya bencana banjir. 2 dan 4 d. tumbuh banyak enceng gondok 3. c. c.120 Lampiran 10. airnya tidak berbau b. c. tidak membayar pajak pada pemerintah daerah. 2 dan 5 c. 1 dan 2 b. karena. Soal Ulangan Harian (Post-test) SOAL ULANGAN HARIAN Konsep : Pengelolaan Lingkungan Kelas/Semester : VII/Gasal Waktu : 45 Menit Berilah Tanda silang (X) huruf a.. b. Salah satu ciri bahwa air kolam atau danau telah tercemar adalah... tidak melibatkan masyarakat setempat. 2. mengolah sampah menjadi kompos 5. tidak memperhitungkan jumlah pohon yang ditebang. membangun taman kota 2. tidak mempertimbangkan ukuran pohon yang ditebang. mengurangi penggunaan bahan bakar fosil seperti bensin. 3. batu bara. dihuni banyak fauna Berikut ini yang termasuk usaha manusia mencegah pencemaran udara: 1. air berbau dan berwarna d.. meningkatkan gizi masyarakat 4. a. atau d pada jawaban yang paling benar 1. b. d. a. membangun bak penampungan di sekitar rumah usaha yang bertujuan untuk mencegah pencemaran udara oleh CO2 adalah a. 3 dan 4 .

121 4. membasmi hama dengan pestisida . panenan dapat meningkat b.. a. Cara menjaga pencemaran lingkungan oleh limbah pertanian yang paling aman adalah a. meningkatkan penggunaan pupuk buatan c. a. mendatangkan pemangsanya yaitu ular d. c. terbunuhnya hewan yang bermanfaat d. meningkatnya gedung yang terbuat dari kaca d. pengaturan penggunaan pupuk dan pestisida b. Efek rumah kaca terjadi karena naiknya suhu udara/atmosfer yang disebabkan oleh. penanaman tanaman yang kebal hama d. Menyebabkan pencemaran udara (bau) d.. Penanggulangan hama tikus di sawah secara fisik yang tepat di bawah ini adalah. mahalnya biaya untuk membeli pestisida. dan NOx c. a. udara/atmosfer sangat kering 7.. Menjadi sumber mata air c.. diberi racun tikus 8. gas O2. Di bawah ini akibat yang ditimbulkan oleh limbah rumah tangga yang menggenang di bak atau selokan. kecuali. SOx.. gas CO2.. menangkap dan membunuh hama c. Sebagai sarang nyamuk anopeles 5. Kerugian besar yang diakibatkan oleh penggunaan pertisida untuk memberantas hama tanaman adalah a. menyemprot dengan pestisida b. meningkatnya kekebalan tanaman 6. Menyebabkan pencemaran air b. dan SOx b. NOx.

air oleh limbah kimia cair 11. B. g. mengolah limbah pabrik sebelum mengalirkannya ke sungai 10. dan pada bagian bawah kotak diberi wadah untuk menampung air maupun tanah yang terbawa oleh air. a. Kemudian masing-masing kotak disiram dengan air melalui bagian atas kotak. menggunakan organisme pemangsa hama c. mengalirkan limbah pabrik ke bak penampungan c. menggunakan organisme makanan hama d. Pengendalian hama tanaman budidaya secara biologis adalah pengendalian hama dengan a. Pada suatu percobaan menggunakan 3 kotak yaitu kotak A. Pada kotak A diberi tanaman penuh (lebat). Cara menanggulangi pencemaran lingkungan oleh limbah industri adalah a. air oleh radiasi ultraviolet c. menggunakan pestisida 12.. memanfaatkan organisme sejenis b. f. dan pada kotak C tidak diberi tanaman. h. pada kotak B diberi tanaman sedikit (jarang).122 9. udara oleh CO2 d. Peningkatan suhu global di bumi disebabkan oleh pencemaran. hujan lebat pada tanah yang ada tanaman gelombang air laut yang besar naiknya permukaan air laut hujan lebat pada tanah yang tidak ada tanaman Uraian di bawah ini untuk soal no 15 – 17. Percobaan di atas dapat digambarkan seperti di bawah ini: .. dan C. udara oleh debu b. membuang limbah pabrik ke laut dalam d.. Erosi tanah disebabakan oleh………… e. menutup pabrik-pabrik yang menghasilkan limbah b.

tumbuh tanama 14. e. Endapan tanah pada gelas penampung di kotak C lebih besar dari pada endapan tanah pada gelas penampung di kotak B. mendatangkan pemangsa berupa ular mendatangkan pemangsa berupa burung menggunakan pestisida menggunakan insektisida . apa yang akan terjadi pada kotak A apabila turun hujan lebat? c. pengikisan tanah d.123 13.. longsor banjir c. f. Volume air pada penampung di kotak A lebih besar dari pada volume air pada gelas penampung di kotak B. Volume air pada gelas penampung di kotak C lebih kecil dari pada volume air pada gelas penampung di kotak B. h.. g.. Endapan tanah pada gelas penampung di kotak C lebih kecil dari pada endapan tanah pada gelas penampung di kotak B. h. 15. g. Penanggulangan hama wereng secara biologis dapat dilakukan dengan cara… e. Pernyataan di bawah ini yang sesuai dengan kegiatan di atas adalah. d. f. Kotak-kotak di atas diibaratkan hutan.

Perhatikan diagram/grafik di bawah ini: volume air tampungan 150 ml 100 ml 70 ml 30 ml A B Kotak C Dari grafik di atas. semua benar . detregen 19. rumput laut d.124 16. ikan. detergen. 1. h. a. shampo. pupuk. Membuka hutan untuk permukiman 4.. detergen. air yang disiram di kotak A terserap oleh tanaman terjadi erosi pada kotak A tidak ada tanaman yang menyerap air pada kotak C volume air pada kotak B lebih sedikit dari kotak C 17. f. 4 18. 2. batu c. pernyataan yang salah adalah………. e. 4 d... 1. Perhatikan pernyataan di bawah ini dengan seksama: 1.. shampo d.. 3. Menyerap air hujan Dari pernyataan di atas. 2. eceng gondok. 4 c. Sebagai tempat berlindung makhluk hidup 3. c. 3 1. sampah keleng c. d. botol plastik b. 3. c. pestisida. Menghasilkan oksigen 2. manakah yang termasuk fungsi hutan adalah. 2. ikan. Yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran air adalah……. g.. Yang menyebabkan terjadinya pencemaran tanah adalah. botol kaca d.

mati . d. Penggunaan pestisida dan detergen harus dihentikan. Detergen lebih berbahaya dari pestisida. dan Recycle) dapat dilakukan untuk menanggulangi…… a. dan C. dan pada gelas C ditetesi dengan pestisida. Pada suatu percobaan menggunakan 3 buah gelas yaitu gelas A.125 20. B . pada gelas B ditetesi dengan deterjen. Pada gelas A tidak ditetesi apaapa. Akibat adanya pencemaran tanah adalah… c.5 %. pencemaran udara c. g. f. Reuse. tanah menjadi tandus tanah menjadi lebih subur banyak ikan yang mati tanaman tumbuh dengan baik 21. pencemaran air b. Pestisida lebih berbahaya dari pada detergen. pencemaran air dan tanah 22. e. Ternyata setiap ditetesi deterjen maupun pestisida menyebabkan perubahan pada ikan yang digambarkan pada grafik di bawah ini: Jumlah tetesan 40 tetes 50 tetes detergen 30 tetes pestisida 20 tetes sehat pingsan Keadaan Ikan Apa yang dapat kamu simpulkan dari grafik di atas e. f. Program 3 R (Reduce. Pada semua gelas diberi ikan. dengan konsentrasi detergen dan pestisida sama yaitu 2. pencemaran tanah d.

126 h. Kaleng minuman 2. 3 dan 4 d. Asap knalpot kendaraan yang mengandung gas carbon monoksida (CO) dapat mengakibatkan… a. 1 dan 3 25. Dari gambar diatas yang termasuk sampah anorganik adalah……… c. 2. 3 dan 4 d. 2 dan 4 d. 2. perhatikan tabel berikut: . Perhatikan gambar di bawah ini: 1 2 3 4 Dari gambar diatas yang termasuk sampah organik adalah……. terjadinya hujan asam b. gangguan pernafasan pada manusia c. 3. 3. semua benar Untuk soal nomer 34-35. korosi pada logam 26.. botol plastik Dari jenis sampah diatas. plastik blanja 4. 3 d. kertas bekas 3. 1. 1. perubahan kelembaban udara d. 1 dan 2 c. 2 dan 4 24. yang dapat ditanggulangi dengan reuse (bisa digunakan kembali) adalah……… c. 4 c. a. 4 d. Ikan mati pada penetesan detergen ke 30 23. Perhatikan jenis-jenis sampah di bawah ini: 1. 1 dan 2 c. 1 dan 3 b.

a. a... Dari grafik di atas.. Kabupaten A b. Dengan melihat data pada tabel di atas. Kabupaten D Untuk soal nomer 34 – 35 perhatikan grafik di bawah ini: hubungan ke bakaran hutan . Kabupaten C d. Kabupaten B c..pasie n ISPA jum pasien ISPA lah 100 80 60 40 20 0 251/2003 235/2004 222/2005 luas hutan terbakar/tahun jumlah pasien ISPA Grafik di atas menunjukkan jumlah pasien ISPA (Infeksi saluran Pernafasan Atas) yang dihubungkan dengan peristiwa kebakaran hutan 29.. kabupaten C d. a. meningkat b. kabupaten B c. kabupaten yang tinggi kepadatan pohonnya adalah hutan kabupaten.. melihat kecenderungan luas hutan yang terbakar. kabupaten A b. tidak terukur . maka pada tahun 2005 jumlah pasien ISPA . maka kabupaten yang paling tinggi cadangan airnya adalah kabupaten. menurun c.. tetap d. Berdasarkan tabel di atas.127 Tabel perhitungan luas arel hutan di beberapa kabupaten adalah sebagai berikut Nama Kabupaten Kabupaten A Kabupaten B Kabupaten C Kabupaten D Luas Areal Hutan 800 ha 300 ha 400 ha 600 ha Jumlah Pohon 5500 2000 5000 4000 27. kabupaten D 28. bila dianggap jumlah pohon berhubungan dengan kemampuan menahan air.

menurun b. a. Bila ternyata luas hutan terbakar pada tahun 2006 menjadi 255 ha. tetap d. maka bisa diperkirakan jumlah pasien ISPA akan.128 30. tidak terukur ... meningkat c.

c 25.129 Lampiran 11. d 14. Kunci Jawaban Post-test 1. a 9. a 7. b 17. a 29. a 4. c 6. d 27. c 11. b 16. b . c 15. c 3. d 19. b 5. d 13. b 18. a 2. b 12. c 22. d 10. a 23 a 24. a 21. b 26. b 8. c 28. b 30. d 20.

Hasil Belajar (Post-test) Siswa Tabel Hasil Belajar Siswa Kelas VII C No. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Nama siswa Abda Alif CH Agista Isma Alan Didi Alfian Saefudin Annisa Rama W Aulia Ade Hanisa Banon Gede U Catur Widiyono Danang Puji Wiyono Deli Puspita Fascal Tri Eryanto Galang Eksel Habib Mustika Hafishil Ihsan Harita Niken Hilda Hermita Karno Khomsatun Anisa Marco Setiyaji Muh Nabil Muh Nisal Muh Tri Yulianto Murdiono Nika Arum S Novia Budiani Nurul Aastri Randy Yohendri Rendra Ghalia Risky Citraning Riskyana Septy Rustanti Shima Suara G Nilai post test 70 77 83 70 83 77 87 63 70 67 47 70 73 67 53 80 53 73 47 67 73 57 67 80 77 77 73 47 70 83 73 73 .130 Lampiran 12.

45 Hasil Belajar Siswa Kelas VII C No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Nama Siswa Abdul Rosid Ade Yogyanto Adi Kurniawan Anisa Kusuma Arditya V Benny haryadi Cici Apriliani Deny Suliststianto Devy Nurita Dwi rahyo K Edgar Ema Anika R Evin Oktarika P Febri Trisnawati Febriyanto F Fitri Rohma W Hening Tri K Heru Wibowo Ilfan Afiandi Indah Permata S Kholifah Ayu Nilai post test 80 70 40 73 77 73 63 83 70 63 80 53 57 73 60 90 63 70 70 67 70 .131 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 Siswindarti Steven Putra Tri afiebbawa E Ulin Nuha M Wahyu Eka Wahyu setia Yunita Triana Yusuf Dewantoro Yusuf HK Maulana jamianto 60 70 60 63 60 73 87 77 73 67 Nilai Tertinggi Nilai Terendah Rata-Rata 97 47 69.

55 Hasil Belajar Siswa Kelas VII G No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nama Siswa Ade Riski Agung Sugiarto Agus Santoso Akbar Salmani Ali Mubarok Anis Nurdyana Annisa Nurika Arifin Siddiq Ayyub Sunanajar Bayu Chirstian Nilai post test 60 87 80 73 80 70 70 63 70 70 .132 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 Lusi Setiyo Maulana Soba Mawar banondari Mela Fitri Mia Marcelina muh Saefudin Muji Lelono Nisfuan Dwi F Randa deski K Ratna Purnama S Saifudin Teguh Darsono Tri Setyo Wahyu Upik Nurkholifah Vena Vidiyanti Widiharto Widodo Widya Kusuma Winda Mareta Yantra Prasiwi Yodha Anandita 67 57 70 93 60 80 67 87 67 43 70 73 83 60 70 63 60 67 67 60 70 Nilai Tertinggi Nilai Terendah RATA-RATA 93 40 68.

A Reni febriyana H Senka Novier Sevia Septiyanti Silviani Sinta Aini P Siti fatmawati Sukma Hertoko Teguh Adi Putra Tri Yulianti Wahyu Winarningrum Yahya Al Abror Yudha Oktanoviana 77 77 67 77 67 77 80 60 70 87 70 87 70 73 77 90 63 77 93 77 77 87 67 67 77 87 70 47 73 87 73 80 Nilai Tertinggi Nilai Terendah Rata-rata 93 47 74.54 .133 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 Bonit Prawidyo Darwisata Denni pratama Devi Noviasari Ignu bayu P Imam Agus R Ina Anggraeni malinda Melati Kusuma Mila Ariska W Muh Saiful GL Naela Amalia Nova Nurdyanti Nur fauzi L Oni Kurnia Pranita Verk Probo dewi A Puji handayani rahayu Novia T Ravi Eno.

37 71.8 40-65 = 5 siswa 66-80 = 28 siswa 81-100 =8 siswa ketuntasan=87.10 17.51 75.57 25.21 62.88 .38 73.76 10.26 84.134 Lampiran 13.41 57.75 37.63 18.88 1.83 9.00 9.75 6.14 73.79 28.1% 24.81 VIIC Erosi Tanah Udara Tanah Air Rerata 28.75 56.32 7.63 60.31 70.50 11.07 18.25 10.03 VIIG Erosi Tanah Udara Tanah Air Rerata 32.88 67.00 74.69 Nilai = 74.19 25.6 40-65 = 14 siswa 66-80 = 19 siswa 81-100 = 6 siswa ketuntasan=64.89 67.08 2.21 Nilai = 68.69 Nilai = 69.88 13.61 11.12 19.31 23.86 26.50 57.69 29.25 5.13 11.24 63.38 1.50 32.00 8.49 24.82 13.2 40-65 = 11 siswa 66-80 = 25 siswa 81-100 = 5 siswa ketuntasan=73.56 48.8% 19.09 32.00 11.98 0.16 25.66 0.25 8.31 23.78 11.48 29.68 18.89 51.25 62.42 18.88 80.89 7.17% 9.77 68.00 11.39 6.83 68.06 79.42 9.13 76.90 63.23 31.89 76.13 23.59 23.05 51.17 31.52 70.17 9.21 0.97 32.32 22.91 67.50 67.25 18.61 10. Tabel Analisis Hasil Belajar Siswa Tabel Analisis Hasil Belajar Siswa Kelas Materi Betul lengkap Hasil Pre-tes t(%) Betul tidak lengkap Kurang betul Salah Hasil Post-test Betul (%) Salah (%) Keterangan VIIB Erosi Tanah Udara Tanah Air Rerata 20.76 13.

.... = ................ Lembar Observasi Aktivitas Siswa Lembar Observasi Aktivitas Siswa Nama sekolah Kelas Mata Pelajaran Materi Tanggal dan waktu = .... = ...................................135 Lampiran 14...................... = .......................................... Berilah tanda cek pada grafik skala yang sesuai dengan keadaan siswa yang diobservasi....... No 1 Keterangan Bagaimana perhatian siswa responsif terhadap penjelasan guru? 2 Bagaimana aktivitas siswa dalam kelompok? 3 Bagaimana kemampuan siswa mengemukakan pendapat ? 4 Bagaimana kemampuan siswa mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari ? 5 Bagaimana siswa memanfaatkan waktu ? 6 7 Bagaimana siswa membangun ide ? Bagaimana siswa menarik kesimpulan? Responsif 4 3 tidak responsif 2 1 .................................................................................. = ...........

runtut. mengemukakan ide. penjelasan contoh Relevan. menjawab pertanyaan teman. dan menghargai pendapat teman. mencatat Memperhatikan Kurang memperhatikan Tidak memperhatikan 2 Aktivitas Siswa dalam Kelompok Dapat bekerja sama. Responsif. siap mengikuti pelajaran. dapat menyelesaikan tugas tepat waktu 4 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 Skor . menyebutkan contoh Tidak dapat mengkaitkan 5 Kemampuan Siswa Memanfaatkan Waktu Datang tepat waktu. menyebutkan contoh. dan mengemukakan ide Kurang dapat bekerja sama Tidak beraktivitas 3 Kemempuan Siswa Mengemukakan Pendapat Responsif. runtut. runtut Tidak berpendapat 4 Kemempuan Siswa Mengkaitkan Materi dengan Kehidupan Sehari-hari Relevan. mudah dipahami Responsif.136 Lampiran 15. Dapat bekerja sama. Rubrik untuk Observasi Aktivitas Siswa Rubrik Observasi Aktivitas Siswa No 1 Kriteria Perhatian Siswa Terhadap Penjelasan Guru Memperhatikan. penjelasan contoh. menyebutkan contoh. mudah dipahami. disertai contoh. menyimak. memiliki iode pemecahan suatu masalah sehari-hari Relevan.

mengorganisasi ide. dapat menyelesaikan tugas tepat waktu Datang tepat waktu. logis. sesuai tujuan pembelajaran Kesimpulan benar. atau dapat menyelesaikan tugas tepat waktu Tidak dapat memanfaatkan waktu 6 Kemampuan Siswa Membangun Ide Memahami materi. sesuai tujuan pembelajaran Kesimpulan logis Kesimpulan masih kabur 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 . mengorganisasi ide Memahami materi Belum mampu membangun ide 7 Kemampuan Siswa Menarik Kesimpulan Kesimpulan benar. mengakaitkan dengan keseharian.137 Datang tepat waktu. menyampaikan ide Memahami materi.

3 66.5 0.3 0.5 0.0 16.0 47.0 0.1 8 6.3 0.4 57.0 59.0 0.0 6.0 0.9 0.1 73.7 11.7 11.5 95.2 83.2 9.9 78.0 0.7 0.0 16.4 71.4 54.6 11.1 8 5.5 64.9 45.9 0.6 0.1 93.0 26.0 2.5 9.4 66.6 0.0 4.0 19.2 0.6 0.7 0.0 0.0 0.6 83.0 16.00 0.9 78.5 0.0 2.0 58.6 4.0 35.1 64.0 0.7 0.7 35.0 4.0 0.2 94.3 0.0 26.0 71.0 11.8 40.5 42.1 2.4 76.0 20.08 15.0 9.1 21.0 0.4 0.0 0.38 85.7 95.08 0.8 0.0 54.5 88.7 0.4 75.8 0.7 4.1 0.9 7 4.0 21.2 78.4 0.138 Lampiran 16.0 21. Tabel Hasil Aktivitas Siswa Tabel Hasil Aktivitas Siswa Aspek yang diamati Kelas / sikap siswa (%) VII B 2 1 4 3 2 1 4 N o VII C 4 3 VII G 3 2 1 1 siswa responsif terhadap penjelasa n guru 2 aktivitas siswa dalam kelompok 3 mengemu kakan pendapat 4 mengaitk an materi dengan kehidupa n seharihari 5 memanfa atkan waktu 6 membang un ide 7 menarik kesimpul an Total (%) Respon positif Konversi nilai skala 11 33.8 .4 90.0 21.6 47.5 28.0 0.4 9.0 0.0 8.

Pilihlah salah satu jawaban sesuai dengan kondisi sebenarnya 2. aktif 5. Lembar Observasi Tanggapan Siswa ANGKET TANGGAPAN SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN Petunjuk : 1. Sebagian c. melakukan percobaan. Dapat 6. bercakap-cakap b. Biasa-biasa saja c.139 Lampiran 17. Selama ini apakah anda mengerjakan tugas pengamatan yang diberikan oleh guru? a. Anda dapat menyimpulkan hasilnya? a. tidak paham . Kadang 3. paham sebagian 2. Menjemukan c. Apakah yang anda lakukan saat percobaan berlangsung ? a. Diam saja 4. Diam c. Biasa-biasa saja 7. Menjemukan c. Aktif b. Menyenangkan b. Jawaban tidak mempengaruhi nilai Anda 1. Menyenangkan b. Menunggu teman yang lain bertanya c. diskusi. Tidak dapat b. Paham b. Kesan Anda pada saat melakukan tugas pengamatan? a. Apakah Anda memahami materi yang baru saja diajarkan? a. tidak c. Kesan Anda saat diskusi berlangsung? a. Apakah yang anda lakukan saat diskusi kelas berlangsung? a. Apakah setelah mengerjakan tugas. Selalu b.

menyenangkan dan mudah dipahami b. Apakah dengan guru menerapkan pendekatan JAS. Ragu-ragu c. keterampilan berhipotesis. Ia b. Apakah dengan penerapan pendekatan JAS. tidak . menyenangkan tapi kurang bisa dipahami 9. anda lebih aktif dalam mengembangkan keterampilan proses sains (keterampilan bertanya. Ragu-ragu 10. Anda akan lebih mampu mengkaitkan pengetahuan Anda dengan fenomena nyata? a. dsb)? a. Bagaimana materi yang diajarkan guru dengan menggunakan pendekatan jelajah alam sekitar (JAS)? a.140 8. Biasa-biasa saja keterampilan berkomunikasi. tidak c. c. Ia b. keterampilan menginterprestasi.

Diam Menyimpulkan kegiatan a. Selalu b. Tidak dapat Kesan saat kegiatan a. Ya b. Kurang paham c. Aktif b. Menyenangkan b. Becakap-cakap c. Sebagian c. Menyenangkan b. tidak Kegiatan diskusi a. Aktif b. Tidak paham Mengerjakan tugas pengamatan a. Ragu-ragu c. Tidak Mampu mengkaitkan pengetahuan dengan fenomena alam a. Dapat b. Diam c. Menjemukan Kesan saat diskusi berlangsung a. Hasil Observasi Tanggapan Siswa Tabel Hasil Observasi Tanggapan Siswa No 1 Pertanyaan Pemahaman materi a. Menjemukan Kesan mengenai metode pembelajaran a. Biasa-biasa saja c. Tidak Kelas VIIB 46 54 0 85 16 0 81 7 12 88 12 0 51 49 0 90 10 0 71 21 8 85 15 0 Persentase Kelas VIIC 40 55 5 84 13 3 82 11 7 82 18 0 29 71 0 76 24 0 39 61 0 66 17 17 Kelas VIIG 56 44 0 78 20 2 90 7 3 90 4 6 66 34 0 83 17 0 59 39 2 73 17 10 2 3 4 5 6 7 8 9 63 37 0 47 42 11 66 34 0 10 89 10 1 84 16 0 85 12 3 . Kadang-kadang c. Biasa-biasa saja c. Ragu-ragu c. Biasa-biasa saja Kegiatan eksplorasi dapat mengaktifkan keterampilan proses a. Menyenangkan kurang dipahami c. Paham b. Menyenangkan mudah dipahami b.141 Lampiran 18. Menunggu teman bicara Sikap saat kegiatan berlangsung a. Ya b.

142

Lampiran 19. Lembar Observasi Kinerja Guru dalam Pembelajaran

Lembar Observasi Kinerja Guru dalam Pembelajaran
No Aspek yang diamati Pelaksanaan Terlaksana (skor) 4 1 Pendahuluan a. memotivasi siswa b. menyempaikan tujuan pembelajaran c. menggali pengetahuan awal siswa 2 Kegiatan inti a. memberikan informasi tentang kegiatan b. membentuk kelompok c. membegai LKS dan memberi penjelasan d. membimbing diskusi kelompok e. memberi kesempatan kelompok presentasi f. memberi tanggapan kelompok presentasi g. membimbing siswa menarik simpulan h. memberi penegasan konsep-konsep esensial 3 Penutup a. membimbing siswa melakukan refleksi b. memberi kesempatansiswa mecatat c. melakukan feed back pertanyaan atau tes d. memberi tugas 3 2 1 Tidak

143

Lampiran 20. Rubrik Kinerja Guru dalam Pengajaran

Tabel Rubrik Kinerja Guru dalam Pembelajaran No 1. Aspek yang diamati Pendahuluan a. memotivasi siswa a.1. memberi contoh fenomena, demonstrasi fenomena, tanya 4 jawab, mudah dipahami a.2. memberi contoh fenomena, tanya jawab, mudah dipahami a.3. memberi contoh fenomena, mudah dipahami a.4. memberi contoh fenomena,kurang dapat dipahami b. menyampaikan tujuan pembelajaran b.1. pada awal pembelajaran, menyebutkan tujuan, jelas b.2. pada awal pembelajaran, menyebutkan tujuan b.3. menyebutkan tujuan b.4. menyebutkan tujuan, kurang jelas c. menggali pengetahuan awal siswa c.1. terorganisir dengan baik, pertanyaan individual, terkait 4 materi c.2. terorganisir dengan baik, pertanyaan klasikall, terkait 3 materi c.3. pertanyaan klasikall, terkait materi c.4. pertanyaan klasikal terbatas 2 Kegiatan Inti a. memberi informasi tentang kegiatan a.1. rinci, jelas, runtut, tepat waktu a.2. rinci, jelas, runtut a.3. rinci, jelas a.4. rinci, kurang jelas b. membentuk kelompok 4 3 2 1 2 1 4 3 2 1 3 2 1 Skor

144

b.1. tugas, pemberian nama kelompok, efisien waktu, tidak 4 gaduh b.2. tugas, pemberian nama kelompok, efisien waktu b.3. tugas, pemberian nama kelompok b.4. kurang tegas c. membagi LKS dan menberi penjelasan c.1. lengkap, efisien waktu, penjelasan isi, memberi siswa 4 bertanya, menjawab pertanyaan c.2. lengkap, efisien waktu, penjelasan isi c.3. lengkap, penjelasan isi c.4. lengkap, informasi kurang jelas d. membimbing diskusio kelompok d.1. efisien waktu, membantu kelompok, membentu individu, 4 menjawab pertanyaan siswa, dapat dipahami siswa d.2. efisien waktu, membantu kelompok, menjawab pertanyaan 3 siswa, dapat dipahami siswa d.3. efisien waktu, membantu kelompok, dapat dipahami siswa d.4. membantu kelompok, tidak efisien waktu e. memberi kesempatan kelompok presentasi e.1. tegas, bergilir, efisien waktu e.2. tegas, bergilir e.3. tegas, tidak bergilir e.3.tidak tegas, tidak bergilir f. memberi tanggapan kelompok presentasi f.1. obyektif, mudah dipahami, memberi penghargaan f.2. obyektif, mudah dipahami f.3. obyektif, kurang mudah dipahami f.4. tidak obyektif, kurang mudah dipahami g. membimbing siswa menarik kesimpulan g.1. mengarahkan siswa, sesuai tujuan, dapat dipahami siswa, 4 4 3 2 1 4 3 2 1 2 1 3 2 1 3 2 1

2. siswa mencatat sendiri b. sesuai tujuan. menuliskan pengalaman belajar. jelas.1. efisien 2 waktu a.2.3. memberi penegasab konsep-konsep esensial h. jelas h.2. tidak membimbing c. memberi kesempatan siswa memahami kembali. mengulangi konsep-konsep esensi.1. sesuai tujuan. mengulangi konsep-konsep tidak esensi 3 Penutup a. tidak 1 efisien waktu b.4. mengulangi konsep-konsep esensi. menjawab pertanyaan siswa b.. membimbing siswa melakukan refleksi a. menjawab 3 pertanyaan siswa b. efisien waktu a. efisien waktu. efisien waktu.145 efisien waktu g. mengarahkan siswa. menyuruh siswa menyimpulkan sendiri h. memberi kesempatan siswa memahami kembali.4. membimbing pemahaman yang harus 4 dicatat. membuat 4 hubungan antar konsep.3. memberi kesempatan siswa mencatat b. efisien waktu. kurang Jelas h. 3 3 2 1 1 menuliskan pengalaman belajar. efisien waktu a.2. siswa mencatat sendiri.3. dapat dipahami siswa 3 g. memberikan 4 contoh h. mengulangi konsep-konsep esensi. kurang dapat dipahami 2 siswa g. tidak efisien waktu. memberi kesempatan siswa memahami kembali.1.3. melakukan feed back pertanyaan dan tes 2 1 . mengarahkan siswa.4.4. memberi kesempatan siswa memahami kembali.

3. berkaitan dengan materi.2. jelas. jelas. berkaitan dengan materi. jelas. kurang jelas d.1. memberi tugas d. 4 pertanyaan individual c. 4 tugas individual d. berkaitan dengan materi. pertanyaan klasikal c. jelas.1.4. berkaitan dengan materi. pengembangan materi. jelas.4. berkaitan dengan materi. tugas klasikal/kelompok d. berkaitan dengan materi.2. kurang jelas 3 2 1 3 2 1 .3.146 c. pertanyaan individual c. pengembangan materi. berkaitan dengan materi. berkaitan dengan materi. jelas. tugas individual d.

Memberi penegasan konsep essensial Penutup a. Membimbing diskusi kelompok e. Memotivasi siswa b. Membimbing siswa melakukan refleksi b.147 Lampiran 21. Memberi tanggapan kelompok g. Memberi kesempatan siswa mencatat c. Membentuk kelompok c. Menggali pengetahuan siswa Kegiatan Inti a. Menyampaikan tujuan pembelajaran c. Membimbing siswa menarik kesimpulan h. Hasil Kinerja Guru Selama Pembelajaran Tabel Hasil Kinerja Guru Selama Pembelajaran\ No 1 Aspek yang diamati Pendahuluan a. Melakukan feedback pertanyaan d. Memberi kelompok presentasi f. Memberi informasi tentang kegiatan b. Memberi tugas Jumlah skor Konversi nilai skala 11 Kriteria VII B 2 4 4 4 4 4 3 3 4 3 1 2 3 3 3 47 8 Baik Kelas VII C 3 4 3 2 4 3 3 2 3 3 2 4 3 2 2 43 7 Baik VII G 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 2 3 4 4 51 9 Sangat baik 2 3 . Membagi LKS dan memberi pelajaran d.

.............................. Nama kelompok : ........................................................148 Lampiran 22..................... Berilah tanda cekl pada kolom yang tersedia sesuai dengan keadaan sebenarnya............................................... Lembar Observasi Kinerja Siswa Lembar Observasi Kinerja Siswa Menanam Tanaman Pada Pot Kelas : ................... Berilah tanda cekl pada kolom yang tersedia sesuai dengan keadaan sebenarnya..... No Aspek yang dinilai 10 1 2 3 Tulisan slogan Kelengkapan isi slogan Penampilan slogan Kesesuaian isi slogan dengan materi Jumlah Score Pelaksanan 9 8 ....................... No Aspek yang diamati Score Pelaksanaan 10 1 2 3 4 Pemberian tanah pada pot Keadaan Plastik pembungkus tanaman Letak tanaman pada pot Penyiraman tanaman Jumlah 9 8 Lembar Observasi Kinerja Siswa Membuat Slogan Kelas : ..................... Nama kelompok : ..................

Rubrik Asesmen Kinerja Menanam Tanaman Pada Pot dan Membuat Slogan Rubrik Asesmen Kinerja Menanam Tanaman Pada Pot No Aspek yang dinilai Pemberian tanah pada pot: a. Tanaman ditanam kurang kuat Penyiraman tanaman: 4 a. c. Tidak menyiram tanaman SMI 10 9 8 40 10 9 8 10 9 8 10 Skor 9 8 .149 Lampiran 23. penggunaan tanah seimbang. Tanaman ditanam cukup kuat. Tanaman ditanam dengan kuat b. Tidak memberikan tanah pada dasar pot. penggunakan tanah seimbang 1 b. c. b. penggunaan tanah kurang seimbang Plastik pembungkus tanaman: 2 a. Menyiram tanaman. c. penggunaan air berlebihan. penggunaan air tidak berlebihan. Tidak memberikan tanah pada dasar pot. Melubangi plastik pada tanaman sebelum ditanam c. Memberikan tanah pada dasar pot terlebih dahulu. Membuang plastik pembungkus tanaman b. Menyiram tanaman. Plastik tanaman tidak dibuang dan tidak dilubangi Letak tanaman pada pot : 3 a.

tapi sesuai dengan materi pelajaran c. bersih. Isi slogan menarik. b. Tulisan kurang rapi dan mudah dibaca c. Isi slogan tidak sesuai dengan materi yang diajarkan. Tulisan rapi dan mudah dibaca. Slogan menarik dan bersih c. Tulisan kurang rapi dan tidak mudah dibaca 2 Kelengkapan isi slogan: a. rapi b. b. Slogan menarik/bersih/rapi saja 10 9 8 4 Kesesuaian isi slogan dengan materi: a. kreatif dan sesuai dengan materi pelajaran. Slogan tidak diberi gambar 10 10 9 8 Skor 9 8 3 Penampilan slogan a. b. kurang kreatif. Slogan disertai gambar yang tidak sesuai dengan isi slogan b. Isi slogan kurang menarik. Slogan disertai dengan gambar yang sesuai dengan isi slogan.150 Rubrik Asesmen Kinerja Membuat Slogan No 1 Aspek yang dinilai Tulisan slogan: a. SMI 10 9 8 30 . Slogan menarik.

6 Nilai 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 .6 25.14 8.6 17.6 21.42 8.6 1.42 Keterangan: Tabel konversi nilai skala 11: No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Tingkat Penguasaan 95%-100% 85%-94% 75%-84% 65%-74% 55%-64% 45%-545 35%-44% 25%-34% 15%-24% 5%-14% 0%-4% Batas Bawah 38 34 30 26 22 18 14 10 6 2 0 Batas Atas 40 37.6 29.6 13.57 Assessment Kinerja Membuat Slogan Ket Kelompok kelas VIIB Kelompok kelas VIIC Kelompok kelas VIIG Kel 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 Score 33 34 35 29 30 35 34 28 33 34 33 35 30 37 37 35 33 29 34 32 34 Nilai 8 9 9 7 8 9 9 7 8 9 8 9 8 9 9 9 8 7 9 8 9 Rata2 8.6 5.28 8.151 Lampiran 24.57 8. Hasil Kinerja (Hand-Out)Siswa Assessment Kinerja Menanam Tanaman Pada Pot Ket Kelompok kelas VIIB Kelompok kelas VIIC Kelompok kelas VIIG Kel 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 Score 33 35 29 30 38 37 35 26 29 33 34 35 37 33 37 35 38 34 33 32 29 Nilai 8 9 7 8 10 9 9 7 7 8 9 9 9 8 9 9 10 9 8 8 7 Rata2 8.6 33.6 9.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful