P. 1
Doc

Doc

|Views: 576|Likes:
Published by Mochammad Tamam

More info:

Published by: Mochammad Tamam on Sep 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/11/2013

pdf

text

original

Sections

  • A. Latar Belakang
  • B. Masalah
  • C. Tujuan Penelitian
  • D. Manfaat Penelitian
  • E. Pembatasan Masalah
  • Bagan 1. Proses Perubahan Tingkah Laku
  • 4. Jelajah Alam Sekitar
  • 7. Penerapan Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa pada JAS
  • A. Subyek Penelitian
  • B. Data Penelitian
  • C. Rancangan Penelitian
  • D. Prosedur Penelitian
  • E. Data dan Cara Pengambilan Data
  • F. Instrumen
  • Tabel 4. Hasil Analisis Reliabilitas Soal Uji Coba
  • G. Metode Analisis Data
  • Tabel 6. Lembar Analisis Pre-test
  • Tabel 7. Lembar Analisis Post-test
  • H. Indikator Keberhasilan
  • A. Hasil Belajar Siswa
  • Tabel 11. Rekap Hasil Tanggapan Siswa Terhadap Proses Pembelajaran
  • A. Simpulan
  • B. Saran
  • DAFTAR PUSTAKA
  • Lampiran 4. Tabel Analisis Hasil Pre-test
  • LEMBAR KERJA SISWA I
  • Lampiran 8. Kunci Jawaban Soal Uji Coba Post-test
  • Kunci Jawaban Soal Uji Coba Post-test

HASIL BELAJAR DAN AKTIFITAS SISWA DENGAN PENDEKATAN JELAJAH ALAM SEKITAR BERBASIS ANALISIS PENGETAHUAN AWAL SISWA

PADA PEMBELAJARAN KONSEP PENGELOLAAN LINGKUNGAN (STUDI KASUS DI SMP NEGERI 27 SEMARANG)

SKRIPSI

Diajukan dalam rangka penyelesaian studi Strata 1 untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan

Oleh: Nama NIM : Dwi Apik Siyanto : 4401403076

Prodram Studi : Pendidikan Biologi Jurusan Fakultas : Biologi : MIPA

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2007

HALAMAN PENGESAHAN

Skripsi dengan judul: Judul Meningkatkan Hasil Belajar Dan Keaktifan Siswa Menggunakan Metode Permainan Pada Konsep Sistem Transportasi Di Kelas VIII SMP Negeri 2 Semarang Telah dipertahankan di hadapan sidang Panitia Ujian Skripsi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang, Pada: Hari :

Tanggal : Panitia Ujian, Ketua Sekretaris

Drs. Kasmadi Imam S., M.S. NIP. 130781015 Pembimbing I

Ir. Tuti Widianti, M.Biomed. NIP. 130781009 Penguji I

Dra. Nur Kusuma Dewi, M.Si. NIP. 130935362 Pembimbing II

Dra. Nur Rahayu Utami, M.Si. NIP. 131764022 Penguji II

Dra. Chasnah NIP. 131413201

Dra. Nur Kusuma Dewi, M.Si. NIP. 130935362 Penguji III

Dra. Chasnah NIP. 131413201

ii

AJA RUMANGSA BISA NAMGING SING BISA RUMANGSANI

iii

ALA TANPA RUPA YEN TUMANDANG AMUNG SADELO iv .

MAMAYU HAYUNING BAWANA v .

SAPA SING SUCI ADOH SAKA BEBAYA PATI vi .

SENAJANTO ILMUNE GUDANGAN YEN ORA TANPA LAKU ISIH GADUNGAN vii .

CILIK ORA KURANG BAKAL GEDHE ORA TURAH BAKAL viii .

SURA DIRA JAYA NINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI ix .

WATON ISIH KENA TAK INGETI AKU ORA BAKAL MUNDUR x .

M. Biomed NIP. Sigit Saptono. Si NIP 132231403 Penguji II Ir Kuntoro Budiyanto NIP 131876227 Drs. M. Pd NIP 131931631 Pembimbing II Drs.HALAMAN PENGESAHAN Skripsi dengan Judul “Hasil Belajar dan Aktifitas Siswa dengan Penerapan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar Berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa Pada Pembelajaran Konsep Pengelolaan Lingkungan (Studi Kasus di SMP Negeri 27 Semarang) Skripsi ini telah dipertahankan di depan Sidang Panitia Ujian Skripsi Jurusan Biologi FMIPA UNNES pada: Hari : Senin Tanggal : 27 Agustus 2007 Panitia Ujian Ketua Sekretaris Drs. M. Putut Martin HB. S NIP. Tuti Widianti. 130781011 Pembimbing I Ir. Sigit Saptono. 130781009 Penguji I Drs. M. Pd NIP 131931631 Penguji III Ir Kuntoro Budiyanto NIP 131876227 ii . Kasmadi Imam S. M.

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar dan aktifitas siswa dengan penerapan Jelajah Alam Sekitar berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa pada konsep Pengelolaan Lingkungan di SMP Negeri 27 Semarang. hasil belajar. Penelitian dilakukan di tiga kelas yaitu kelas VIIB. Gambaran mengenai kegiatan belajar mengajar biologi tersebut dapat dilihat di SMP 27 Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimen yang dilaksanakan selama lima kali pertemuan.2%.9% dan kelas VIIG 93. karena untuk melihat hasil yang sesuai dengan harapan diperlukan waktu yang lama. VIIC. Aktifitas siswa menunjukkan respon positif di kelas VIIB 94. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan Jelajah Alam Sekitar belum dapat dilaksanakan secara maksimal. Untuk itu perlu adanya kegiatan pembelajaran yang menarik. kelas VIIC 95. untuk kelas VIIB 69.2. tetapi secara klasikal hanya kelas VIIG yang persentasenya di atas 85% yaitu sebesar 87. menyenangkan dan memberikan kompetensi pada siswa.2 dan kelas VIIG 78. Data yang diperoleh diolah dan dianalisis dengan cara deskriptif.1% dan VIIC 64.ABSTRAK Mulai diberlakukannya kurikulum 2004 (Kurikulum berbasis Kompetensi) yang kemudian disempurnakan menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di sekolah membawa konsekuensi logis pada upaya peningkatan kualitas proses pembelajaran biologi di SMP yang disesuaikan dengan karakteristik dan lingkungan sekitar sekolah.1%. Secara individual rata-rata hasil belajar siswa di ketiga kelas lebih dari 65.8% sedangkan kelas VIIB 73. aktifitas siswa. Berdasarkan penelitian tersebut penerapan pendekatan Jelajah Alam Sekitar dalam proses pembelajaran perlu diterapkan secara intensif dan berkesinambungan pada setiap materi Biologi. pertemuan II sampai IV pelaksanaan pembelajaran dan pertemuan V post-test. dan VIIG. Oleh karena itu penerapan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa sangat cocok untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.3%.2. Pertemuan I pre-test. Selama ini pembelajaran biologi selalu dilakukan dengan cara ceramah tanpa memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekolah. kelas VIIC 68. iii . Data yang diambil meliputi data primer (hasil belajar dan aktifitas siswa) dan data sekunder (kinerja guru selama pembelajaran berlangsung). Kata kunci: Pendekatan Jelajah Alam Sekitar.

Gatot. Good Luck!!! ☯ Teman-temanku yang ada di Solo dan anak-anak GAM (Geng Anak Madangan) yang telah menemaniku dalam sedih maupun senang. Bu Kaesih. Dik Bagus. S Ad Duha: 5) “Kebenaran itu adalah dari Tuhan-Mu sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu” PERSEMBAHAN ☯ Ibu dan Ayahku yang dengan tulus ikhlas mendoakan dan mengalirkan keringatnya dalam samudera kasih yang tak pernah surut. Amin ☯ Terima kasih kepada Pak Sigit. Mas Sholikin. iv . Rachma. Bu Dewi Mustika. Mas Pahing (Alm). Dita.MOTTO “Allah akan meninggikan orang beriman dan orang berilmu diantara kalian beberapa derajat” (Q. Wisnu dan banyak lagi sehingga tidak dapat disebut satu persatu. Rio. yang selalu memberikan dukungannya dan membantuku atas segala kebutuhanku. Semoga masa depan kita cerah. ☯ “Bio-Hot” dan teman-teman sekampus semoga kalian masih semangat dalam mengarungi hidup ini. Asri atas kesempatan dan bantuannya selama pelaksanaan penelitian kolaborasi Hibah A2. Bu Alimah. S Al-Mujadillah: 11) Sungguh kelak Tuhanmu pasti akan memberikan kemudahan dan karunia-Nya kepadamu sehingga engkau menjadi puas” (Q. ☯ Kakak-adikku tercinta: Mas Yoyok. Sepupuku Adi. Anah.

KATA PENGANTAR Segala puja dan puji syukur hanya milik Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya. Drs. M. Sigit Saptono. Dekan FMIPA Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan izin penelitian 2. sehingga penulis diberikan izin dan kemudahan dalam menyelesaikan skripsi ini yang berjudul “Hasil Belajar dan Aktifitas Siswa dengan Penerapan Jelajah Alam Sekitar Berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa Pada Konsep Pengelolaan Lingkungan (Studi Kasus di SMP Negeri 27 Semarang). Kuntoro Budiyanto sebagai dosen pembimbing yang telah dengan sabar berkenan membimbing dan memberi petunjuk serta pengarahan selama penyusunan skripsi ini. v . Si dan Ir. Kepala Sekolah SMP Negeri 27 Semarang yang telah memberikan izin dan kemudahan serta kerjasamanya selama pelaksaan penelitian. Putut Martin. Penulis menyadari skripsi ini tidak dapat tersusun dengan baik tanpa bantuan dari berbagai pihak. 3. Drs. Si sebagai dosen penguji yang telah memberikan banyak masukan bagi penyempurnaan skripsi ini. 4. M. 5. oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Ketua Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan kemudahan administrasi dalam penyusunan skripsi.

Oleh karena itu dengan segala kerendahan hati penulis bersedia menerima berbagai saran ataupun kritik yang bersifat membangun demi sempurnanya skripsi ini.6. 7. semoga apa yang telah diberikan tercatat sebagai amal baik dan mendapat balasan dari Allah SWT. Semarang. memberikan masukan dan kerjasama selama penelitian. Semua pihak yang tidak mungkin penulis sebutkan satu per satu yang telah membantu dan memberikan motivasi selama pelaksanaan penelitian sampai selesainya penyususnan skripsi ini. Penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangan. Hanya ucapan terima kasih dan doa. Ibu Roil Umamah dan Ibu Sularmi selaku guru biologi SMP Negeri 27 Semarang yang telah meluangkan waktu untuk membimbing. 28 Agustus 2007 Penulis vi . Penulis berharap semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat dan kontribusi dalam kemajuan dunia pendidikan dan secara umum kaepada semua pihak.

.............................DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL .i HALAMAN PENGESAHAN................ TINJAUAN PUSTAKA 1.......................v DAFTAR ISI..........................................ix DAFTAR BAGAN ..................................8 BAB II....................................... Masalah ..............................21 vii ........................................................................................................................................ PENDAHULUAN A..................................iii MOTTO DAN PERSEMBAHAN .............................. TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS A.........................................................................xi BAB I.................................11 2.............. Tujuan Penelitian ..................................................................................................................................18 3....................... Manfaat Penelitian .............................................................. Belajar dan Proses Belajar Mengajar.................... Hasil Belajar Siswa ....................7 C....................................................... Latar Belakang ........................................................ii ABSTRAK ......................................................................................................................................................................................................................iv KATA PENGANTAR ............................................................1 B............... Aktifitas Siswa dalam Proses Pembelajaran ............................................................................x DAFTAR LAMPIRAN...................... Pembatasan Masalah ................vii DAFTAR TABEL..............................................................................................................8 E....................7 D.............

.........................................................84 DAFTAR PUSTAKA ....................................................... Data Penelitian ............................... HIPOTESIS......38 B.......................................23 5........................39 D.....................................28 6............................................ Rancangan Penelitian .....................................................................................................................................53 BAB IV.40 E................ HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A.......76 BAB V SIMPULAN DAN SARAN A....................................................................4.......... METODE PENELITIAN A......84 B............... Aktifitas Siswa ....... Strategi Pembelajaran dan Pengukuran Hasil Belajar Biologi Berbasis Jelajah Alam Sekitar .......................................................32 B...... Hasil Belajar Siswa ........................................................................... Data dan Cara Pengambilan Data ...37 BAB III.......................... Metode Analisis Data................................................................................. Prosedur Penelitian ............... Jelajah Alam Sekitar sebagai Pendekatan Pembelajaran Biologi ....................87 viii ..................................54 B..................... Indikator Keberhasilan ...........30 7................................49 H................................... Penerapan Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa pada JAS .....................38 C..............................................................................43 G.................................................................................................................................................................................................................................... Instrumen ...........................85 LAMPIRAN..................... Simpulan .................. Saran..... Subjek Penelitian...............42 F.................................................... Jelajah Alam Sekitar (JAS)..............................................................

................................................ Tabel rekap Hasil Belajar Siswa . Nomor soal yang Digunakan dan Tidak Digunakan .. 48 6....... Hasil Analisis Realibilitas Soal Uji Coba........ 45 2........... 50 7.... 55 10........................................DAFTAR TABEL Tabel Halaman 1... Rekap Hasil Tanggapan Siswa Terhadap Pembelajaran .............. Hasil Observasi Aktifitas Guru ........... 46 3...................................... 82 ix ............................................................... Tabel Lembar Analisis Pre-test................................ 48 5.......................................... Rekapitulasi Hasil Observasi Keaktifan Siswa ................................................. Hasil Analisis Validitas Butir Soal Uji Coba .................................. 52 9.............. Rekapitulasi Hasil Observasi Keterampilan Proses Siswa.................................................................................... Tabel Lembar Analisis Post-test .......... Hasil Analisis Taraf Kesukaran Butir Soal Uji Coba.......... 66 11................................................................ 51 8................................................. 77 13........... 72 12.. Hasil Analisis Daya Pembeda Butir Soal Uji Coba ...................... 47 4.............. Tabel Konversi Skala 11 ........

.. 15 2.............. Skema Perolehan Pengetahuan Sains ...... Proses Perubahan Tingkah Laku . 17 3.................... 35 5........................................................................................... Alur Metode Pre-test dan Post-test design................................................... 32 4.................................. 56 x ................................ Alur Tahap-Tahap Pembelajaran. Komponen Proses Pembelajaran ........ 39 6............................................. Skema Pembelajaran Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa ...........................DAFTAR BAGAN Bagan Halaman 1....

.... 138 14..............DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Halaman 1................ 87 2............................ Rancangan Pembelajaran .................. 94 3.................... 98 5...................................... Kunci Jawaban Soal Ulangan Harian (Post-Test)....... 118 8................ 133 12.......................................................... 139 15.............................................................................. Soal Ulangan Harian (Post-Test) . 121 10......................................... 109 7....................................................... 144 xi ........................................ 124 11............... Nilai Hasil Belajar (Post-test) Siswa..................... Tabel Hasil Aktifitas Siswa..................................... Soal Uji Coba Post-Test ........................................................................................................................... Soal-Soal Pre-Test ................................. 95 4......................... Lembar Kerja Siswa.............................................. Rubrik Analisis Pre-Test.... Tabel Analisis Butir Soal Uji Coba (Post-test) .......... Lembar Observasi Aktifitas Siswa........................................... Rubrik untuk Observasi Aktifitas Siswa ............................................................ Grafik Pola Rata-rata Peningkatan Hasil Belajar Siswa .......................... 141 16..................................................... 119 9.............. Tabel Analisis Hasil Pre-Test ............... 134 13...... Analisis Hasil Belajar (Post-Test) Siswa ...................................... 99 6............................... Kunci Jawaban Soal Uji Coba Post-Test .............................................................. 142 17........... Kisi-Kisi Soal uji Coba .............

.. Hasil Kinerja Guru Selama Pembelajaran............ 150 20.................................... Hasil Observasi Tanggapan Siswa ...... Lembar Observasi Kinerja Guru dalam Pembelajaran....18............. 148 19.................................................... Rubrik Asesment Kinerja Menanam Tanaman di Pot dan Membuat Slogan158 25....... 160 26............... 162 xii ..................... Rubrik Kinerja Guru dalam Pengajaran............................... 152 22.................. Dokumentasi Penelitian ................................................................................................................ 157 24. Lembar Observasi Tanggapan Siswa ........ Lembar Observasi Kinerja Siswa.. 156 23............................................................... Hasil Kinerja (Hand-On) Siswa ...... 151 21..........................................................................

serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut (Wibowo. 2004). serta kurangnya pemanfaatan fasilitasfasilitas yang ada di sekolah seperti laboratorium dan lingkungan sekolah sekitar yang seringkali pembelajaran biologi dilakukan di dalam kelas. melainkan menekankan pada pemberian pengalaman secara langsung kepada siswa untuk memahami gejala yang terjadi (Anonimus. Selama ini pembelajaran biologi selalu dilakukan secara konvensional yaitu hanya sebatas penguasaan konsep-konsep yang dibahas dalam buku-buku panduan pelajaran. Proses belajar yang diharapkan melalui kurikulum ini bukan sekedar membahas materi dalam buku-buku panduan pelajaran atau menginformasikan pengetahuan kepada siswa. Latar Belakang Mulai diberlakukannya kurikulum 2004 (Kurikulum berbasis Kompetensi) yang kemudian disempurnakan menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di sekolah membawa konsekuensi logis pada upaya peningkatan kualitas proses pembelajaran biologi di SMP yang disesuaikan dengan karakteristik dan lingkungan sekitar sekolah. Tujuan KTSP pendidikan menengah adalah meningkatkan kecerdasan. pengetahuan. kepribadian.1 BAB I PENDAHULUAN A. . Biologi adalah ilmu yang menjelaskan tentang konsep/teori berdasarkan kejadian di alam. 2006). akhlak mulia. Pelajaran biologi diperkenalkan mulai sekolah dasar sampai sekolah menengah.

2 Pembelajaran tersebut bagi guru merupakan suatu keterpaksaan yang harus dilakukan karena guru beranggapan bahwa kendala yang dihadapi dengan pembelajaran di luar kelas adalah tidak banyak materi yang dapat disampaikan. dari hasil observasi yang telah dilakukan bahwa usaha yang dilakukan guru untuk membelajarkan siswanya masih perlu dimaksimalkan. Kenyataan tersebut menunjukkan bahwa guru-guru biologi masih berorientasi pada materi belajar (bukan proses untuk mencapai tujuan belajar). Guru belum menunjukkan usaha memanfaatkan media dalam rangka menjelaskan dan memberikan contoh fenomena Biologi serta kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk beraktifitas dalam proses belajar seperti mengajukan pertanyaan. sehingga pembelajaran tersebut dapat membatasi peran siswa untuk mengembangkan penalaran dan kreativitasnya dalam rangka pengembangan dirinya serta meningkatkan aktifitas siswa dalam belajar. memakan waktu lama. Pembelajaran konvensional yang sering dilakukan tersebut memperlakukan siswa sebagai obyek dalam belajar yang berperan sebagai penerima informasi yang diberikan oleh gurunya. melakukan presentasi. dan mengambil kesimpulan mengenai konsep/materi yang dibahas. siswa tidak aktif. Kualitas proses pembelajaran masih . menggambar dan memberikan informasi tentang konsep-konsep yang dibahas. berdiskusi. Gambaran mengenai kegiatan belajar mengajar biologi seperti di atas dapat dilihat di SMP 27 Semarang. Guru lebih banyak menjelaskan. tenaga pengajar yang kurang untuk pengelolaan kelas dan sumber belajar di lingkungan tidak lengkap.

15. Salah satu imbas dari kondisi seperti ini adalah hasil tes sumatif semester gasal tahun pelajaran 2004/2005 menunjukkan bahwa rerata nilai Biologi untuk kelas unggulan 8.64.25. 10% materi kelas II dan 100% materi kelas III. Pada semester gasal tahun pelajaran 2005/2006 rerata nilai Biologi untuk kelas unggulan 8. Gambaran evaluasi hasil belajar siswa yang sering dilakukan guru Biologi SMP di Semarang adalah tes tertulis. Sesuai dengan kurikulum yang berlaku di SMP. Hasil kajian tentang kebutuhan para guru SMP di Semarang dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran biologi (Saptono dkk. yaitu 88% materi SMP kelas I.3 perlu ditingkatkan seperti memberikan kesempatan siswa untuk bereksplorasi dalam rangka menemukan sendiri gejala atau fenomena alam yang terjadi atau bila mungkin mengubah pemahamannya yang mungkin tidak benar. laboratorium maupun di luar kelas.21. sedangkan untuk kelas non unggulan 5. persentase materi yang memerlukan dukungan pembelajaran di luar kelas. Berdasarkan data-data di atas maka dapat ditemukenali bahwa beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran Biologi di SMP yang berkaitan dengan implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang disempurnakan menjadi KTSP adalah sebagai berikut: . 2005) bahwa 75% guru Biologi belum pernah mendesain pembelajaran sesuai tuntutan kurikulum 2004 (yang disempunakan menjadi KTSP) yaitu menuntut pemberian pengalaman langsung kepada siswa dalam belajar untuk memahami gejala yang terjadi baik yang dilaksanakan di dalam kelas. sedangkan kelas non unggulan 6.

2005). maka perlu adanya suatu pendekatan dalam membelajarkan biologi yang memberikan ruang gerak dan kesempatan kepada siswa untuk melakukan eksplorasi melalui kegiatan-kegiatan yang relevan sesuai dengan implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yaitu salah satunya dengan penerapan Jelajah Alam Sekitar (JAS) dengan Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa yang diharapkan dengan strategi ini dapat membantu guru pada kendala-kendala yang dialami selama pembelajaran biologi yang sering dilakukan. 2005). . Penerapan outdoor learning (termasuk pemanfaatan laboratorium) 4. sosial. Jelajah Alam Sekitar (JAS) merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pemanfaatan lingkungan alam di sekitar kehidupan siswa.4 1. Strategi pembelajaran Biologi berbasis kompetensi yang bervariasi 2. Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang berorientasi pada pencapaian kompetensi tertentu 3. Pengembangan instrumen evaluasi hasil belajar siswa (alternative assessment) Berdasarkan sifat Biologi yang mempelajari tentang konsep-konsep yang berhubungan dengan lingkungan. Obyek Biologi adalah fenomena nyata sehingga cara-cara eksploratif adalah cara yang tepat untuk mempelajarinya (Djohar. maupun budaya sebagai obyek belajar Biologi yang fenomenanya dipelajari melalui kerja ilmiah (Marianti dan Kartijono. baik lingkungan fisik.

dan penerapan alternative assessment. siswa diajak bersentuhan langsung dan mengenal obyek. disiplin. kerja keras dan bertanggung jawab. obyektif. ketelitian. memecahkan masalah. pengamatan dan penjelasan serta adanya laporan untuk dikomunikasikan baik secara lesan. menghargai pendapat orang lain. tulisan. berpusat pada siswa.5 Pembelajaran dengan penerapkan JAS. proses eksplorasi lingkungan alam sekitar. Epistemolgi pembelajaran dengan Pendekatan JAS mencakup hal-hal yang inovatif dalam penerapannya yaitu konstruktivisme. berpikir tingkat tinggi. proses inquiri. akan tetapi juga ditekankan melalui kegiatan ilmiah. penerapan proses sains. seperti mengamati. gejala dan permasalahan. tertanamnya sikap ilmiah yang berupa kejujuran. menanamkan sifat ilmiah dan ada sebagai cara dalam mengukur hasil belajar. Ciri-ciri pendekatan JAS adalah selalu dikaitkan dengan alam sekitar secara langsung maupun tidak langsung yaitu dengan menggunakan media. Konseptualisasi dan pemahaman diperoleh siswa tidak hanya secara langsung dari guru atau buku. Karakter Jelajah Alam Sekitar (JAS) antara lain adanya unsur joyful lerning (belajar yang menyenangkan) dengan nuansa Bioedutainment. selalu ada kegiatan berupa ramalan (prediksi). membandingkan. 2005). toleran. 2005). mengumpulkan data. bentuk kegiatan lebih utama dari pada hasil. gambar. foto atau audiovisual (Marianti dan Kartijono. terbentuknya masyarakat belajar. menelaahnya dan menentukan simpulan atau konsep tentang sesuatu yang dipelajarinya (Saiful Ridlo. . Jelajah Alam Sekitar secara ontologis dicirikan dengan siswa belajar melakukan secara nyata dan alamiah.

baik di kelas. what will you Learn. Pendekatan yang diterapkan dalam pembelajaran Biologi melalui penerapan Jelajah Alam Sekitar memberikan ruang gerak dan kesempatan kepada siswa untuk melakukan eksplorasi melalui kegiatan-kegiatan yang relevan. membuat hipotesis. yaitu what did you Know. sehingga memungkinkan siswa merekonstruksi kembali pemahaman konseptualnya.6 memprediksi. dan pengetahuan yang diperoleh dari pendidikan formal di sekolah. Pada saat siswa memperoleh kesempatan untuk menguji dan mencocokan gagasan baru dengan pengetahuan hasil interaksi dengan lingkungannya. maka secara psikologis siswa akan mengorganisasi kembali kerangka pengetahuannya. merancang kegiatan. kemudian menguji pemahaman siswa tersebut dengan pemberian kesempatan kepada siswa untuk melakukan eksplorasi. Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa dapat diterapkan untuk menggali pemahaman siswa tentang suatu konsep dan hubungan antar konsep biologi. laboratorium maupun di luar kelas. dan membuat laporan secara komprehensif. membuat pertanyaan. Strategi tersebut menitikberatkan pada skema pembelajaran K-W-L. Bell (1993) menerangkan bahwa pengetahuan siswa diperoleh dengan dua sumber yaitu pada saat siswa berinteraksi dengan lingkungan. what do you Want to know. dengan demikian siswa akan terlatih untuk selalu berupaya . Oleh karena itu akan lebih bijaksana jika guru menganalisis pengetahuan awal siswa terlebih dahulu sebelum membahas konsep tertentu Berdasarkan asumsi di atas maka analisis pengetahuan awal siswa dijadikan suatu strategi dalam penerapan pendekatan JAS.

2. Hasil belajar siswa SMP Negeri 27 Semarang dengan penerapan pendekatan JAS berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa. Penerapan pendekatan JAS dalam proses pembelajarannya mengajak siswa menemukenali masalah-masalah yang ada di lingkungan baik penyebab maupun dampaknya terhadap lingkungan. Aktifitas siswa SMP Negeri 27 Semarang dengan penerapan pendekatan JAS berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa. yaitu: 1. pencemaran udara. Tujuan Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran tentang: 1. maka dapat dirumuskan masalah dalam penelitian ini. Masalah Berdasarkan identifikasi masalah di atas. pencemaran air dan pencemaran tanah B.7 mengembangkan penalaran dan kreativitasnya yang nantinya dapat meningkatkan pemahamannya menjadi lebih baik Penerapan pendekatan JAS dapat diterapkan untuk mempelajari konsep biologi yang berkaitan dengan lingkungan seperti dalam materi konsep pengelolaan lingkungan. . Bagaimanakah aktifitas siswa selama pembelajaran dengan penerapan pendekatan JAS berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa? C. Bagaimanakah hasil belajar siswa tentang pengelolaan lingkungan dengan penerapan pendekatan JAS berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa? 2. Diharapkan siswa dapat menemukan konsep pelajaran dari hasil eksplorasinya dan dapat memecahkan masalah-masalah yang ditemukan selama proses pembelajaran mengenai konsep pengelolaan lingkungan seperti erosi.

maupun budaya sebagai obyek belajar Biologi yang fenomenanya dipelajari dengan kerja ilmiah (Marianti dan Kartijono. sehingga prestasi para siswanya akan lebih meningkat. mengemukakan pendapat.8 D. sosial. 2005). Pembatasan Masalah 1. terutama dalam hal bereksplorasi. Pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) Jelajah Alam Sekitar (JAS) merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pemanfaatan lingkungan alam di sekitar kehidupan siswa. dan mengembangkan kreativitasnya. Manfaat bagi siswa Siswa dapat mengembangkan kemampuannya secara maksimal. 3. E. selalu ada kegiatan berupa ramalan (prediksi). pengamatan dan penjelasan serta adanya laporan untuk dikomunikasikan . Manfaat bagi guru Menambah kemampuan menerapkan strategi pembelajaran Biologi sehingga dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dapat lebih bervariasi serta mampu memaksimalkan kualitasnya. Manfaat Penelitian 1. Manfaat bagi sekolah Memberi sumbangan bagi sekolah dalam rangka upaya perbaikan proses pembelajaran secara menyeluruh. baik lingkungan fisik. Ciri-ciri pendekatan JAS adalah selalu dikaitkan dengan alam sekitar secara langsung maupun tidak langsung yaitu degan menggunakan media. 2.

9

baik secara lesan, tulisan, gambar, foto atau audiovisual (Marianti dan Kartijono, 2005) dengan joyful lerning (belajar yang menyenangkan) 2. Penerapan KTSP Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan (Wibowo, 2006) merupakan pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Pada penelitian ini sekolah penelitian masih menggunakan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). 3. Pengetahuan Awal Pengetahuan awal merupakan pengetahuan atau konsepsi awal yang dimiliki oleh siswa melalui pengalaman yang telah dilakukan sebelum mendapatkan suatu hal baru (Rustaman, 2003). Dalam penelitian ini pengetahuan awal siswa diperoleh dengan cara melakukan pre-test sebelum dilakukan proses belajar mengajar. 4. Hasil Belajar Hasil belajar adalah hasil yang telah dicapai setelah melakukan belajar. Dalam hal ini hasil belajar ditunjukkan dengan adanya produk berupa hasil post-test dan hasil kerja dari lembar penugasan. 5. Aktifitas Siswa Aktifitas siswa adalah kegiatan yang dilakukan siswa selama

pembelajaran. Dalam penelitian ini aktifitas siswa yang dinilai antara lain meliputi aktifitas siswa dalam kelompok maupun kelas yang meliputi kemampuan siswa dalam bertanya, berdiskusi dalam kelompok,

10

mengemukakan pendapat, menarik kesimpulan dan aktifitas siswa dalam melakukan eksplorasi. 6. Konsep Pengelolaan Lingkungan Penelitian ini mengambil materi Pengelolaan Lingkungan yang mengkaji tentang sumber atau penyebab terjadinya pencemaran lingkungan, baik pencemaran air, pencemaran tanah, pencemaran udara, dan erosi tanah. Selain itu juga mengkaji tentang dampak yang ditimbulkan serta upaya penanggulangan pencemaran lingkungan tersebut.

11

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS TINDAKAN

A. Tinjauan Pustaka 1. Belajar dan Proses Pembelajaran Menurut Hamalik (2001) belajar merupakan suatu proses, suatu kegiatan dan bukan suatu hasil maupun tujuan. Belajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas dari itu yakni mengalami. Pengalaman diperoleh berkat interaksi antara individu dengan lingkungannya. Sedangkan belajar itu sendiri merupakan suatu kumpulan yang besifat individual, yang mengubah stimuli yang datang dari lingkungan seseorang ke dalam sejumlah informasi yang selanjutnya dapat menyebabkan adanya hasil belajar dalam bentuk ingatan jangka panjang. Hasil belajar ini memberikan kemampuan kepada siswa untuk melakukan berbagai penampilan. Secara umum belajar adalah terjadinya perubahan pada seseorang baik yang terlihat (Covert) maupun tidak terlihat (Convert), bertahan lama atau tidak, kearah positif atau negatif semuanya karena pengalaman. Menurut Sudjana (2000), belajar pada hakikatnya adalah suatu proses perubahan pada diri seseorang. Perubahan itu disebabkan karena suatu pengalaman. Pengalaman manusia dapat dijadikan dua jenis, yaitu pengalaman langsung dan tidak langsung. Pengalaman langsung yakni anak mengalami dan berbuat sendiri secara langsung. Anak melakukan sendiri perbuatan tersebut dalam situasi sebenarnya. Pengalaman demikian tentu akan

seperti rumus. foto dan lain sebagainya.12 membawa hasil yang lebih baik. misalnya mempelajari peta. c. Melalui bentuk grafik. uraian tertulis dan lain sebagainya. d. Melalui lambang. sehingga hasilnya akan lebih berarti padanya. e. orang yang sedang menari dan lain sebagainya. misalnya mengamati orang yang sedang menjahit. b. diagram dan lain sebagainya. Melalui bentuk verbal yaitu diperoleh dengan cara membaca. Pengalaman demikian erat dengan alat peraga. Pengalaman tidak langsung dapat diperoleh dengan beberapa cara sebagai berikut: a. Melalui bentuk gambar. Mengamati gejala atau situasi dengan menggunakan alat indera. grafik. Pengalaman langsung Dalam pengalaman ini anak mengalami sendiri dan berbuat sendiri. bahkan pada umumnya atau sebagian besar dipelajari melalui pengalaman tidak langsung. istilah dan lain-lain. Edgar Dale mengemukakan sepuluh jenis pengalaman. misalnya mempelajari lukisan. Kesepuluh jenis ini adalah: a. ini menunjukkan betapa pentingnya keperagaan dalam proses belajar. . Tetapi tidak semua persoalan dapat dipelajari melalui pengalaman secara langsung. Dengan cara ini akan memperoleh pengalaman secara langsung.

13 b. Pengalaman melalui karyawisata Karyawisata adalah kunjungan ke luar kelas dalam rangka belajar. dan memamerkan suatu peranan tertentu. Demonstrasi bertujuan untuk memperlihatkan suatu proses. Pengalaman melalui demonstrasi Pada demonstrasi anak kelihatan tidak seaktif pada ketiga jenis di atas. mengobservasi. . Pengalaman melalui televisi dan gambar hidup Alat ini berpengaruh pada anak melalui pendengaran dan penglihatan. Dalam karyawisata siswa menganalisis.yaitu dengan benda tiruan anak dapat mempelajarinya secara keseluruhan. g. menafsirkan. d. f. c. Pengalaman langsung melalui benda-benda tiruan Banyak hal yang dipelajari melalui benda tiruan. Pengalaman melalui dramatisasi Dengan dramatisasi anak berkesempatan melakukan. Jadi pengalaman yang diperolehnya tidak langsung tetapi membutuhkan penghayatan yang tinggi. Anak lebih banyak melihat dari pada berbuat. Pengalaman melalui pameran Dalam pameran diperlihatkan benda-benda yang realistik dengan maksud menyajikan ide atau gagasan. e. dan meneliti sesuatu di luar.

Proses perubahan tingkah laku tersebut dapat digambarkan sebagai berikut: . Walaupun tidak dapat melihat proses terjadinya perubahan tetapi dapat ditentukan apakah seseorang telah belajar atau belum yaitu dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah proses pembelajaran berlangsung. Kata-kata adalah abstraksi yang mutlak. sebab harus menerjemahkan lambang tadi untuk membentuk satu pengertian. maupun sikap. dkk (2001) belajar merupakan perubahan tingkah laku atau kegiatan dalam rangka mengembangkan diri. Jadi pengalaman melalui lambang visual memerlukan penghayatan dan pemikiran yang tajam. i. Lambang kata (verbal) Lambang kata merupakan pengganti hal-hal yang sifatnya konkret. j. psikomotorik. Pengalaman melalui lambang-lambang visual Pengalaman merupakan sebuah contoh dari lambang visual. baik dalam aspek kognitif. Tidak ada persamaan yang konkret dari lambang kata dengan ide atau benda dibalik kata tesebut.14 h. sehingga lebih sulit lagi dibandingkan dengan televisi dan gambar hidup. Sedangkan menurut Sanjaya (2007) belajar adalah proses perubahan tingkah laku yang merupakan suatu misteri karena perubahan tersebut sulit dilihat dan diraba. Ini hanya mungkin dimengeri kalau anak sudah berfikir abstrak. Menurut Darsono. Pengalaman melalui radio dan rekaman Pengalaman ini hanya membutuhkan pendengaran saja.

dengan demikian dapat dikatakan seseorang tersebut telah belajar. tetapi hanya bisa dilihat dari adanya perubahan dari sebelum dan sesudah terjadi proses belajar. Bagaimana suatu proses pembelajaran berhasil? Menurut Sanjaya (2007) faktor-faktor yang berpengaruh dalam sistem pembelajaran adalah . Misalkan sebelum sesorang mengalami proses belajar ia tidak tahu konsep tentang ‘X’ tapi setelah mengalami proses belajar ia jadi paham konsep ‘X’. Pembelajaran adalah proses interaksi antara siswa dengan lingkungannya. dan setelah mengalami proses pembelajaran ia masih tetap tidak tahu tentang ‘X’ maka dapat dikatakan bahwa ia tidak belajar atau proses pembelajarannya dianggap gagal. belum tentu ia belajar dengan baik manakala ia tidak mampu menunjukkan adanya perubahan tingkah laku. Sebaliknya sebelum terjadi proses pembelajaran ia tidak tahu tentang ‘X’ . Seorang siswa yang sepertinya aktif belajar yang ditunjukkan dengan caranya memerhatikan guru dan rapinya ia membuat catatan.15 S Proses S' Output Input Bagan 1. Proses Perubahan Tingkah Laku Berdasarkan bagan di atas dapat dilihat bahwa telah terjadi proses belajar pada diri seseorang (S) manakala terjadi perubahan dari S sebagai input menjadi S' sebagai output. Dengan demikian efektivitas pembelajaran atau belajar dan tidaknya seseorang tidak dapat dilihat dari aktifitasnya selama terjadi proses pembelajaran.

c. Faktor sarana dan prasarana Sarana adalah segala sesuatu yang mendukung secara langsung terhadap kelancaran proses pembelajaran. tempat kelahiran. Dengan demikian efektivitas proses pembelajaran terletak di pundak guru. Faktor guru Guru yang menganggap mengajar hanya sebatas menyampaikan materi pelajaran akan berbeda dengan guru yang menganggap mengajar adalah suatu proses pemberian bantuan kepada peserta didik. Sedangkan dilihat dari sifat yang dimiliki siswa meliputi kemampuan dasar. jika mengajar dipandang sebagai proses penyampaian materi maka dibutuhkan sarana pembelajaran berupa alat dan bahan yang dapat menyalurkan pesan secara efektif dan efisien. b. karena keberhasilan proses pembelajaran sangat ditentukan oleh kualitas dan kemampuan guru. Keuntungan lengkapnya sarana dan prasarana terhadap prsses pembelajaran adalah dapat menumbuhkan gairah dan motivasi guru dalam mengajar. dan lain-lain. pengetahuan dan sikap. Masing-masing perbedaan tersebut dapat mempengaruhi baik dalam penyusunan strategi atau implementasi pembelajaran. dapat memberikan pilihan pada siswa untuk belajar. sedangkan jika mengajaran dipandang sebagai proees mengatur lingkungan agar siswa .16 a. tempat tinggal siswa. Faktor siswa Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran yang dilihat dari aspek siswa meliputi latar belakang siswa yang terdiri dari jenis kelamin.

Komponen Proses Pembelajaran . Faktor lingkungan Faktor organisasi kelas merupakan faktor yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran.17 dapat belajar maka dibutuhkan sarana yang berkaitan dengan berbagai sumber belajar yang dapat medorong siswa untuk belajar. Faktor pengorganisasian kelas terdiri dari jumlah siswa dalam satu kelas. d. Proses pembelajaran merupakan suatu sistem yang terdiri dari beberapa komponen yang satu sama lain saling berinteraksi dan berinterelasi. Organisasi kelas yang terlalu besar akan kurang efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran. Komponen-komponen tersebut dapat dilihat pada bagan berikut: Proses S S' Input Tujuan Output Isi/Materi Metode Media Evaluasi Bagan 2.

melalui penggunaan sumber belajar diharapkan kualitas pembelajaran akan semakin meningkat. Hasil Belajar Siswa Menurut Purwanto (1986) bahwa hasil belajar biasanya dapat diketahui melaui kegiatan evaluasi yang bertujuan untuk mendapatkan data pembuktian yang akan menunjukkan sampai dimana tingkat kemampuan dan keberhasilan siswa dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Hasil belajar siswa banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor. semuanya tergantung pada tujuan yang ingin dicapai. . Evaluasi merupakan komponen terakhir dalam sistem proses pembelajaran. Isi/materi pelajaran merupakan inti dari proses pembelajaran karena sering diartikan proses pembelajaran sebagai proses penyampaian materi pelajaran. Mau dibawa kemana siswa.18 Tujuan merupakan komponen yang sangat penting dalam sistem pembelajaran. Strategi atau metode yang tepat merupakan komponen yang menentukan keberhasilan pencapaian tujuan. tugas. menurut Dalyono (1996) faktor-faktor tersebut meliputi: faktor internal dan faktor eksternal. namun setting pembelajaran yang berorientasi pada pencapaian tujuan atau kompetensi. evaluasi tidak hanya untuk melihat keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran tetapi juga sebagai umpan balik bagi guru atas kinerja dalam pengelolaan pembelajaran. 2. apa yang harus dimiliki oleh siswa. Alat dan sumber merupakan alat bantu yang berperan sebagai pengelola sumber belajar. tanggungjawab maka materi pelajaran dapat digunakan sebagai sumber belajar.

b. 3) Minat dan motivasi. Cara belajar seseorang mempengaruhi pencapaian hasil belajar mengajar tanpa memperhatikan faktor fisiologis. Upaya pendekatan hasil belajar siswa merupakan suatu bentuk yang tidak mudah untuk dilakukan oleh guru dan pihak sekolah. Hal itu dikarenakan adanya perbedaan karakteristik yang ada pada setiap siswa. Seseorang yang belajar dengan motivasi kuat akan melaksanakan kegiatan belajarnya dengan sungguh-sungguh. psikologis dan kesehatan akan memperoleh hasil yang kurang memuaskan. Faktor Eksternal (faktor dari luar) 1) 2) 3) 4) Keluarga Sekolah Masyarakat Lingkungan sekitar.19 a. Faktor Internal (faktor dari dalam) 1) 2) Kesehatan jasmani dan rohani Intelegensia dan bakat. Oleh karena itu . Seseorang yang mempunyai intelegensi baik umumnya mudah belajar dan hasilnya cenderung baik. Minat yang besar terhadap sesuatu merupakan modal yang besar artinya dalam mencapai tujuan belajar. 4) Cara belajar. penuh gairah dan semangat. Antara siswa satu dengan yang lainnya memiliki karakteristik yang jauh bebeda.

Kegiatan belajar siswa dapat tejadi apabila siswa ada perhatian dan dorongan terhadap stimulus belajar. Keterampilan intelektual atau pengetahuan prosedural yang mencakup belajar diskriminasi. Informasi verbal yaitu kemampuan untuk mendeskripsikan sesuatu dengan kata-kata dengan jalan mengatur informasi yang relevan. Menurut Gagne (1985) dalam Soekamto dan Winataputra (1995). Perhatian siswa terhadap stimulasi belajar . menyebutkan adanya lima hasil belajar sebagai berikut: a. yang kesemuanya diperoleh melalui materi yang disajikan di sekolah. Oleh karena itu maka guru harus berupaya menimbulkan dan mempertahankan perhatian dan dorongan siswa dalam melakukan kegiatan belajar. dan pemecahan masalah. c. pada saat berlangsungnya proses dan pada saat-saat kondisi belajar siswa mengalami kemunduran. kepercayaan-kepercayaan serta faktor intelektual. e. Upaya memberikan perhatian dan dorongan belajar kepada siswa dilakukan oleh guru sebelum mengajar dimulai.20 guru perlu mengetahui karakteristik setiap siswa sebelum melakukan proses pembelajaran. b. Sikap yaitu suatu kemampuan internal yang mempengaruhi tingkah laku seseorang dan didasari oleh emosi. prinsip. mengingat dan berfikir. konsep. d. Strategi kognitif yang kemampuannya untuk memecahakan masalahmasalah baru dengan jalan mengatur proses internal masing-masing individu dalam memperhatikan. Kemampuan motorik yaitu kemampuan untuk melaksanakan dan mengkoordinasikan gerakan-gerakan yang berhubungan dengan otot. belajar.

memberikan stimulus belajar dalam bentuk lain sehingga siswa tidak bosan (Sudjana. Ia harus mampu dan mau memotivasi siswa yang rendah motivasi belajarnya dan meningkatkan motivasi siswa yang sudah mempunyai motivasi belajar. memberikan pertanyaan kepada siswa. Motivasi belajar yang ada pada diri siswa dapat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. melakukan pengulangan informasi yang berbeda sifatnya dengan cara sebelumnya. harus ada motivasi yang disebut motivasi belajar. 3. Menurut Zaini dalam Kasyati (2005) belajar aktif adalah salah satu cara untuk mengikat informasi yang baru dan menyimpannya di dalam otak. 2000). guru sebagai orang yang membelajarkan siswa harus peduli dengan masalah motivasi ini. Belajar aktif ini sangat diperlukan oleh siswa untuk mendapatkan hasil belajar . Oleh kaena itu. Aktifitas Siswa dalam Proses Pembelajaran Aktifitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar diwujudkan dalam bentuk kegiatan seperti mendengarkan. sebaliknya belum tentu siswa yang secara fisik aktif memiliki kadar aktifitas mental yang tinggi pula. intelektual. memecahkan masalah dan lain sebagainya. Menurut Sanjaya (2007) aktifitas siswa tidak hanya ditentukan oleh aktifitas fisik semata. menyusun laporan. memproduksi sesuatu. Oleh karena itu sebetulnya aktif dan tidak aktifnya siswa hanya siswa sendiri yang tahu secara pasti. akan tetapi juga ditentukan aktifitas nonfisik seperti mental. berdiskusi. Agar kegiatan ini terwujud.21 dapat diwujudkan melalui beberapa upaya seperti penggunaan media pengajaran atau alat peraga. Siswa yang diam mendengarkan penjelasan bukan berarti tidak aktif. dan emosional.

Ketika siswa pasif. tidak hanya mental tetapi juga melibatkan fisik. . Dengan cara ini biasanya siswa akan merasa suasana yang lebih menyenangkan sehingga hasil belajar dapat dimaksimalkan. Oleh karena itu diperlukan perangkat tertentu untuk dapat mengikat informasi yang baru saja diterima dari guru. menjawab pertanyaan atau membuat pertanyaan. baik untuk menemukan ide pokok dari materi pelajaran. akan tetapi otak manusia akan memproses informasi tersebut sehingga dapat dicerna kemudian disimpan. maka otak mereka akan bekerja lebih baik sehingga proses belajarpun dapat terjadi dengan baik pula. Pembelajaran aktif adalah suatu pembelajaran yang mengajak siswa untuk belajar secara aktif (Sudjana.22 yang maksimum. Agar otak dapat memproses informasi dengan baik. Berdasarkan hal tersebut mereka secara aktif menggunakan otak. atau hanya menerima dari guru ada kecenderungan untuk cepat melupakan apa yang telah diberikan. siswa diajak untuk turut serta dalam seluruh proses pembelajaran. maka akan sangat membantu kalau terjadi proses refleksi secara internal. Belajar yang hanya mengandalkan indera pendengaran mempunyai beberapa kelemahan. memecahkan persoalan. Oleh karena itu dengan belajar aktif. otak manusia tidak hanya sekedar menerima dan menyimpan. Ketika siswa belajar dengan aktif. padahal hasil belajar seharusnya disimpan sampai waktu yang lama. 1996). Jika siswa diajak berdiskusi. Ketika ada informasi yang baru. atau mengaplikasikan apa yang baru mereka pelajari ke dalam satu persoalan yang ada dalam kehidupannya. berarti mereka yang mendominasi aktifitas pembelajaran.

keberanian menyampaikan gagasan dan minat. merumuskan hipotesis. karena dalam Biologi juga terdapat kumpulan proses dan nilai yang dapat diaplikasikan serta dikembangkan dalam kehidupan nyata (Saptono. maupun generalisasi yang menjelaskan tentang gejala kehidupan. 4. . 2003a). pengembangan penalaran induktif dan pengembangan penalaran deduktif (Karyadi. Biologi merupakan terminologi yang berasal dari kata yaitu bios. teori. Jelajah Alam Sekitar Biologi adalah bagian dari IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). Pengetahuan tersebut dapat berupa fakta. Pengetahuan ini termasuk yang sudah ditemukan sejak jaman dahulu. kesungguhan bekerja sesuai dengan prosedur. Pembelajaran Biologi yang berkaitan dengan gejala-gejala di alam atau fakta alam haruslah dilakukan suatu pengamatan langsung mengenai gejalagejala tersebut. yang dapat diartikan sebagai ilmu/pengetahuan. konsep. kemauan dan kreativitas dalam belajar. Dari pengertian tersebut Biologi mencakup ilmu-ilmu atau pengetahuan yang berhubungan dengan kehidupan di alam semesta. 1993). hingga penemuan pengetahuan yang paling baru. sikap kritis dan ingin tahu. yang berarti hidup dan logos.23 Variabel-variabel keaktifan siswa meliputi keikutsertaan mempersiapkan pelajaran. Dalam aktifitas pembelajaran Biologi tersebut perlu adanya suatu kerja ilmiah yang mencakup proses pengamatan gejala alam. Pengembangan pembelajaran Biologi adalah bahwa Biologi lebih dari sekedar kumpulan fakta ataupun konsep. kegembiraan dalam belajar. melakukan pengujian serta membuat generalisasi.

. yang berada di bawah satu pimpinan yaitu guru. tetapi tidak harus selalu di dalam suatu ruangan di lokasi sekolah. kelas menurut H. Untuk proses pembelajaran dapat dilakukan di tempat di luar ruangan kelas seperti pekarangan sekolah. penentu. atau kebun sekolah. Kelas: 1) Dalam arti sempit.24 Tanpa mengurangi hakikat pembelajaran Biologi. lapangan rumput dekat sekolah. Pembelajaran Ruang Kelas Pembelajaran ruang kelas adalah pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas. 2) Dalam arti luas kelas dapat diartikan sebagai kelompok atau pengelompokan di dalam masyarakat yang masing-masing mempunyai ciri khas. atau tingkatan. 4) Untuk guru Biologi. laboratorium serta di luar ruang kelas. dan sebagainya. 2002) merupakan suatu ruangan yang dibatasi oleh empat dinding. kelas merupakan sejumlah siswa yang berkumpul bersama mengikuti proses pembelajaran. 2002) kelas adalah suatu kelompok sosial yang pada hakikatnya suatu unit sosial yang mempunyai tujuan yang sama dan terbentuk secara formal. Nawawi (dalam Rustaman. dimana sejumlah siswa berkumpul untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar. pembelajarannya dapat dilakukan di ruang kelas. jenjang. yang semuanya dapat diuraikan seperti di bawah ini: a. 3) Menurut Hamalik (1986) (dalam Rustaman.

2002). mengukur secara akurat dengan alat ukur yang sederhana atau canggih. Pembelajaran Laboratorium Pemahaman bahwa Biologi dapat juga dikatakan sebagai suatu proses investigasi (penelusuran/penyelidikan) banyak diartikan dengan hal-hal yang selalu berhubungan dengan laboratorium beserta perlengkapannya (Saptono.25 5) Pembelajaran di ruang kelas dibutuhkan pengelolaan kelas yang dapat diartikan sebagai keterampilan guru untuk memelihara dan menciptakan kondisi belajar mengajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam PBM (Rustaman. Prinsip ini akan menunjang kegiatan praktikum dimana siswa menentukan pengetahuan melalui eksplorasi terhadap alam. 2002) mengemukakan empat hal yaitu: 1) Praktikum membangkitkan motivasi belajar IPA. 2003a). Menurut Rustaman (2002) dalam pendidikan IPA kegiatan laboratorium (praktikum) merupakan bagian integral dan kegiatan belajar mengajar khususnya Biologi. Berkaitan dengan hal tersebut. maka Woolnough dan Allsop (dalam Rustaman. . siswa diberi kesempatan untuk memenuhi dorongan rasa. 2) Praktikum mengembangkan keterampilan dasar melakukan eksperimen. b. Dengan kegiatan praktikum siswa dilatih untuk mengembangkan kemampuan bereksperimen dengan melatih kemampuan mereka dalam mengobservasi dengan cermat. ingin tahu dan ingin bisa. Melalui kegiatan praktikum.

dan membuktikan teori. Dalam hal ini guru harus jeli dalam memilih topik pelajaran yang cocok jika akan menggunakan strategi ini. merancang. serta mengkomunikasikannya. sehingga memungkinkan siswa belajar secara langsung fenomena alam berdasarkan pengamatannya sendiri. merakit alat. melalui laporan yang harus dibuatnya. Kelebihan strategi ini adalah: . Metode yang dilakukan antara lain dengan menggunakan metode inkuari. yaitu siswa dituntut untuk untuk merumuskan masalah. Kegiatan praktikum memberi kesempatan bagi siswa untuk menemukan teori. mengintepretasikan data perolehan. Strategi ini mempunyai kelebihan dan kekurangan. melakukan pengukuran secara cermat. merancang eksperimen. c.26 menggunakan dan menangani alat secara aman. melakukan dan mengintepretasikan eksperimen. 3) Praktikum menjadi wahana belajar pendekatan ilmiah. Dari kegiatan-kegiatan tersebut dapat disimpulkan bahwa praktikum dapat menunjang pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. 4) Praktikum menunjang materi pelajaran. Pembelajaran Luar Ruang Pembelajaran luar ruang merupakan strategi dalam pembelajaran yang mengutamakan pemanfaatan lahan di sekitar sekolah atau sumber belajar lain di luar sekolah.

jadi secara induktif siswa akan mengumpulkan fakta-fakta sehingga selanjutnya siswa akan membangun makna terhadap pengamatannya. Dalam pembelajaran luar ruang ini dikembangkan lebih lanjut menjadi pembelajaran Jelajah Alam Sekitar (JAS). Adapun kekurangan strategi ini adalah: a) Pengelolaan siswa yang cukup merepotkan guru. Konsep-konsep yang berkaitan dengan ekologi. Siswa dapat berinteraksi langsung dengan keadaan alam nyata. Strategi ini didasarkan pada learning by doing. sehingga seluruh indera yang dimilikinya akan difungsikan. tidak membosankan. 5. Istilah pendekatan merujuk pada suatu proses . sumber daya alam dapat disajikan dengan strategi ini (Saptono.27 1) 2) 3) Siswa belajar dalam kondisi menyenangkan. karena biasanya jika siswa belajar di luar ruang kelas. konservasi lingkungan. untuk kembali ke kelasnya mereka enggan. c) Membutuhkan manajemen waktu yang ketat dan hal ini tidak mudah dilakukan. b) Belum tentu setiap sekolahan memiliki lahan yang dijadikan sebagai sumber belajar. Pada topik-topik tertentu dalam Biologi dapat diimplementasikan strategi pembelajaran di luar ruang. sistematika tumbuhan. 2003a). 4) Siswa dapat melihat atau mengamati secara langsung fenomena alam di sekitar sekolahnya. Jelajah Alam Sekitar (JAS) sebagai Pendekatan Pembelajaran Biologi Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembalajaran. reproduksi tumbuhan.

sosial. pembelajaran deduktif atau pembelajaran ekspositori. Pendekatan JAS merupakan pendekatan kodrat manusia dalam upayanya mengenali alam lingkungannya. Roy Killen dalam Sanjaya (2007) mencatat ada dua pendekatan dalam pembelajaran. Sedangkan pendekatan yang berpusat pada siswa menurunkan strategi pembelajaran discovery dan inquiri serta strategi pembelajaran induktif. proses inquiri. baik lingkungan fisik. Pendekatan JAS menekankan pada kegiatan belajar yang dikaitkan dengan lingkungan alam sekitar kehidupan siswa dan dunia nyata. proses eksploitasi lingkungan alam sekitar. Pembelajaran melalui JAS memungkinkan siswa mengembangkan potensinya sebagai manusia yang memiliki akal budi. siswa juga dapat mempelajari berbagai konsep dan cara mengaitkannya dengan masalahmasalah kehidupan nyata. penerapan proses sains. Dengan demikian. maupun budaya sebagai obyek belajar Biologi yang fenomenanya dipelajari dengan kerja ilmiah (Marianti dan Kartijono. sehingga selain dapat membuka wawasan berpikir yang beragam. 2005). Pendekatan JAS mencakup hal-hal yang inovatif dalam penerapannya.28 yang sifatnya masih umum (Sanjaya. Pendekatan yang berpusat pada guru menurunkan strategi pembelajaran langsung (direct instruction). 2007). JAS merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pemanfaatan lingkungan alam sekitar kehidupan siswa. hasil belajar siswa lebih . yaitu konstruktivisme. yaitu pendekatan yang berpusat pada guru (teacher-centred approaches) dan pendekatan yang berpusat pada siswa (student-centered approaches). dan penerapan alternative assessment.

Konseptualisasi dan pemahaman diperoleh siswa tidak secara langsung dari guru atau buku. Pendekatan JAS dikembangkan berdasarkan pemikiran Piaget dan Vygotsky yang menekankan konstruktivisme kognitif dan sosial. merancang kegiatan. membuat hipotesis. akan tetapi melalui kegiatan ilmiah. Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam menerapkan hand-on dan mind-on adalah sebagai berikut: . sebagai makhluk Tuhan. siswa diajak mengenal obyek. Fenomena tersebut dapat ditemui di lingkungan sekeliling siswa atau fenomena alam (Biologi) akan sangat membantu siswa untuk mengamati sekaligus memahami gejala atau konsep yang terjadi. Diterapkannya JAS. Seseorang akan lebih efektif dalam proses belajar jika kognitifnya secara aktif mengalami rekonstruksi. menelaah dan menemukan simpulan atau konsep tentang sesuatu yang dipelajarinya. 2005). Secara langsung siswa melakukan eksplorasi terhadap fenomena alam yang terjadi. membuat pertanyaan. gejala dan permasalahan. merumuskan simpulan berdasarkan data dan membuat laporan secara komprehensif. seperti mengamati. memprediksi. pembelajaran seharusnya memperhatikan pengembangan hand-on dan mind-on siswa. Berdasarkan hal tersebut maka pembelajaran dengan pendekatan JAS dapat mengubah pengetahuan awal siswa yang semula salah ataupun ragu menjadi benar. baik ketika berbenturan dengan suatu fenomena maupun kondisi sosial.29 bermakna bagi kehidupannya. mengumpulkan data. Sebagai implikasinya. membandingkan. dan integritas dirinya (Ridlo. makhluk sosial.

afektif. Dilakukannya eksplorasi. b. baik melalui lisan. Pembelajaran memungkinkan siswa belajar dalam kelompok.30 a. Strategi pembelajaran merupakan hal penting dalam upaya membelajarkan siswa. siswa dapat memahami konsep dan menyusun . maupun tulisan. Senada dengan pendapat di atas strategi pembelajaran menurut Dick dan Carey dalam Sanjaya (2007) juga menyebutkan bahwa strategi pembelajaran itu adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa. Implementasi strategi berbasis pendekatan JAS dalam pembelajaran Biologi dapat dijabarkan sebagai berikut. Strategi pembelajaran dan pengukuran hasil belajar Biologi berbasis JAS Kemp dalam Sanjaya (2007) menjelaskan strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan oleh guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan efisien. Siswa diberi kesempatan untuk secara aktif melakukan eksplorasi ke lingkungan untuk mencapai kecakapan kognitif. dan psikomotorik. c. performance. Guru senantiasa memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengekspresikan kemampuan dan gagasannya. Strategi pembelajaran merupakan perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (Sanjaya. 2007). Guru bertindak sebagai fasilitator sekaligus motivator yang tercermin dalam kegiatan yang dikembangkan dalam pembelajaran. 6.

melakukan prediksi dan penjelasan. maupun memanfaatkan media dalam pembelajaran kelas. Alternative assessment sebagai alternatif penilaian komperehensif yang dapat menggambarkan proses dan hasil belajar siswa diperlukan untuk mengetahui kemajuan belajar siswa guna melengkapi tes “paper and pen”. dan berinteraksi sosial dengan lingkungannya. 4) Sasarannya pada dampak perorangan atau kelompok yang memungkinkan siswa memenuhi rasa keingintahuan dan minatnya. 5) Keterlibatan aktif siswa dalam menjangkau kondisi di luar sekolahnya. melalui gambar. Berdasarkan strategi pembelajaran Biologi berbasis JAS di atas. maka pengukuran hasil belajar siswa tidak cukup jika hanya berdasarkan hasil tes “paper and pen”. foto atau audiovisual.31 pengetahuannya sendiri. . Teknik observasi dapat diterapkan pada saat mengakses aktifitas siswa. Ada laporan yang dapat dikomunikasikan. Adapun untuk kemampuan prosedural atau kinerja (hand-on) dapat digunakan performance assessment sebagai salah satu alternative assessment (Lim. Pelaksanaan tes “paper and pen” dapat digunakan untuk mengungkap kemampuan kognitif siswa tentang pengetahuan konseptual dan prosedural. baik secara lisan. 1995). (Slavin. tulisan. 2) 3) Selalu ada kegiatan pengamatan. 1997). Kegiatan pembelajaran berbasis JAS meliputi: 1) Selalu dikaitkan dengan alam sekitar secara langsung. tidak langsung.

Pada akhir proses belajar. Penerapan Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa pada JAS Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa merupakan pengembangan dari pandangan yang menyatakan bahwa dalam proses belajar (perolehan pengetahuan) selalu diawali dengan terjadinya konflik kognitif (Saptono.32 Untuk mengetahui kemajuan belajar siswa. Konflik kognitif ini hanya dapat diatasi melalui pengaturan diri (self regulation) oleh siswa yang sedang belajar. 7. 2003b). Skema Perolehan Pengetahuan Sains . pengetahuan akan dibangun sendiri oleh siswa (konstruktivisme) melalui pengalamannya dari hasil interaksi dengan lingkungannya. maka portofolio merupakan alternative assessment yang dapat diimplementasikan. Terjadinya proses modifikasi struktur kognitif dapat digambarkan sebagai berikut: Hal Baru (hasil interaksi dengan lingkungan (pada saat siswa belajar) SKEMATA Dibandingkan dengan konsepsi awal Tidak cocok Ketidakseimbangan Akomodasi Cocok Keseimbangan Mengerti Cocok Belum memahami Perlu alternatif strategi lain Asimilasi Bagan 3.

33 Konflik kognitif terbentuk saat terjadi interaksi antara konsepsi awal (pengetahuan awal) yang telah dimiliki siswa dengan pengetahuan fenomena baru yang tidak dapat diintegrasikan begitu saja. Peristiwa ini akan terjadi secara berkelanjutan selama siswa menerima pengetahuan baru. Melalui proses akomodasi dalam kegiatan pembelajaran yang dikembangkan oleh guru. sehingga diperlukan perubahan atau modifikasi struktur kognitif (skemata) untuk mencapai keseimbangan. maka akan terjadi konflik kognitif yang mengakibatkan adanya ketidak keseimbangan (disequilibrium) dengan struktur kognisinya. Perolehan pengetahuan oleh siswa diawali dengan diadobsinya fenomena (pengetahuan) baru hasil interaksi dengan lingkungannya. Hal ini diperlukan kreatifitas guru dalam mengembangkan variasi dalam berbagai strategi agar siswa dapat memahami pengetahuan yang sedang dipelajari. Namun demikian. hal baru tersebut dibandingkan dengan konsepsi awal yang telah dimiliki siswa sebelumnya. tidak menutup kemungkinan siswa mengalami “jalan buntu” (tidak mampu mengetahui yang baru) karena struktur kognisinya tidak mampu berakomodasi secara positif. maka akan terjadi asimilasi atau penguatan dalam struktur kognisinya. sehingga terjadi proses asimilasi (pembentukan struktur kognisi yang sesuai). Jika hal baru tersebut sesuai dengan konsepsi awal siswa. Kemudian. Jika hal baru tersebut tidak sesuai dengan konsepsi awal siswa. struktur kognisi siswa dapat memodifikasi menuju keseimbangan (equilibrium). .

Dari pandangan ini kemudian muncul gagasan untuk mengembangkannya ke dalam model pembelajaran. d. c.34 Bertolak dari pandangan di atas. Mengetahui adanya konsepsi awal yang dimiliki siswa melalui pengalaman sebelumnya. Menekankan pengembangan kemampuan hand-on dan mind-on siswa. termasuk Biologi. e. Berdasarkan hal tersebut siswa akan terbiasa sekaligus mampu membangun pengetahuannya sendiri secara aktif tentang fenomena-fenimena alam yang ditemuinya dalam kehidupan seharihari. maka dapat disimpulkan bahwa pengetahuan tidak dapat dipindahkan maknanya dari seorang guru kepada siswanya melainkan siswa sendirilah yang akan membangun pengetahuannya. Gagasan tersebut antara lain menyebutkan bahwa dalam pengembangan pembelajaran Biologi hendaknya diperhatikan hal-hal sebagai berikut: a. Memperhatikan terjadinya interaksi sosial. Oleh karena itu dalam pembelajaran siswa harus dilibatkan secara langsung dengan fenomena-fenomena yang memungkinkan diperolehnya suatu pengetahuan. Mengetahui bahwa pengetahuan tidak dapat diperoleh secara pasif. b. Melalui penerapan model pembelajaran ini siswa diberi kesempatan sebanyak-banyaknya untuk memperoleh pengalaman nyata dan pengembangan gagasan-gagasannya. Menyadari bahwa dalam proses pembelajaran terjadi perubahan konseptual. .

Bila diperlukan guru bisa mengajukan pertanyaan problematik tentang fenomena yang sering ditemui siswa dalam kehidupan sehari-harinya tentang relevan dengan konsep/materi yang akan dibahas. Skema Pembelajaran Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa Tahap pertama dalam pembelajaran. tahap-tahap pembelajaran yang dikembangkan dalam Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa yang diintegrasikan dengan alternative assessment adalah sebagai berikut: Menggali pengetahuann awal siswa berkaitan Dengan materi yang akan dibahas Memberikan informasi yang akan dilakukan konstruktivi sme JAS Cooperative Bioedutain ment Siswa melakukan eksplorasi secara kelompok Siswa melaporkan hasil eksplorasi Penegasan konseptual oleh guru Tes tertulis Hasil karya/action (penugasan) Tes/penugasan Bagan 4. Siswa diberi kesempatan untuk mengkomunikasikan dan mengilustrasikan pemahamannya terhadap konsep tersebut.35 Dalam implementasinya. . siswa diberi motivasi agar menemukan pengetahuan awalnya tentang konsep/materi yang akan dibahas.

Tahap ketiga. Hal ini menjadikan siswa tidak ragu-ragu lagi tentang pemahamanya. Tes dan penugasan (berupa assesment kerja/action dari lembar penugasan) dilaksanakan setelah pembelajaran selesai. baik secara lisan maupun yang tertulis seperti penyajian data dengan tabel. Tahap keempat. Secara keseluruhan tahapan ini akan memenuhi rasa keingin tahuan siswa tentang fenomena alam di sekelilingnya. skema atau bentuk lainnya. siswa diberi kesempatan untuk menyelidiki dan menemukan konsep melalui pengumpulan. Alternative assessment diterapkan pada saat siswa melakukan eksplorasi dan laporan hasil eksplorasi. Hasil temuan kelompok didiskusikan dengan kelompok lain. . grafik. guru berusaha menciptakan iklim pembelajaran yang memungkinkan siswa dapat mengaplikasikan pemahaman konseptualnya. pengorganisasian dan penginterpretasian data dalam suatu kegiatan yang telah dirancang guru. saat siswa memberikan penjelasan dan solusi yang didasarkan pada hasil pengamatannya ditambah dengan penguatan guru. Secara berkelompok. siswa melakukan kegiatan eksperimen dan berdiskusi. baik melalui kegiatan atau pemunculan dan pemecahan masalah-masalah yang relevan dengan isu-isu dilingkungannya.36 Tahap ke dua. maka siswa akan membangun pemahaman baru tentang konsep yang sedang dipelajari.

2.5. . Hipotesis Penelitian Hipotesis dalam penelitian ini adalah: 1. Hasil belajar siswa SMP Negeri 27 Semarang dengan penerapan pendekatan JAS berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa minimal mencapai 6. Aktifitas siswa SMP Negeri 27 Semarang dengan penerapan pendekatan JAS berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa menunjukkan adanya respon positif (+).37 B.

Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling karena pihak sekolah (kepala sekolah dan guru) menghendaki penelitian ini dilaksanakan di 3 kelas yaitu kelas VII C. Hasil belajar yang diamati adalah perolehan nilai yang berhubungan dengan nilai tes dan nilai penugasan. VII B. Aktifitas yang diamati meliputi aktifitas siswa dalam kelompok dan dalam kelas. mengemukakan pendapat. Subyek Penelitian Penelitian dilaksanakan di SMP 27 Semarang yang saat penelitian dilakukan sekolah tersebut menerapkan KBK (Kurikulum 2004). Data primer Data primer meliputi data-data hasil belajar dan aktifitas siswa selama pembelajaran. hal ini dilakukan karena beberapa pertimbangan yaitu alasan keterbatasan waktu dan kesediaan tenaga pengajar B. Data Penelitian Data-data yang diambil dalam penelitian ini meliputi: 1. mengemukakan pendapat atau bertanya. menarik simpulan.38 BAB III METODE PENELITIAN A. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimen dengan pendekatan JAS sebagai treatment-nya. Aktifitas siswa dalam kelas meliputi memperhatikan penjelasan guru. mengerjakan tugas yang diberikan guru dan menjawab pertanyaan guru. . Aktifitas siswa dalam kelompok yang diamati meliputi aktifitas kerjasama. Subyek penelitian ditentukan secara sampling. presentasi kelompok. dan VII G.

Setelah dilakukan pre-test kemudian hasilnya dianalisis berdasarkan pemahaman awal siswa mengenai materi yang akan diajarkan sehingga dapat diketahui konsep-konsep apa yang belum dimengerti siswa. Alur Metode Pre-test and Post-test Design Pelaksanaan pre-test dilakukan sebelum diadakannya proses pembelajaran biologi dalam bentuk soal uraian sesuai dengan materi yang akan diterapkan. . Data sekunder Data sekunder meliputi kinerja/performance guru dalam KBM meliputi langkah-langkah proses pembelajaran yang seharusnya dilakukan guru secara keseluruhan dan potret secara diskripsi tentang kegiatan belajar mengajar C. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan sesuai dengan materi yang diajarkan yang lebih menekankan pada konsep-konsep yang belum dimengerti siswa/konsep yang salah berdasarkan hasil analisis pre-test. Rancangan Penelitian Penelitian Quasi Eksperimen ini dilakukan dengan metode pre-test and post-test design.39 2. Pelaksanaan penelitian dapat digambarkan seperti alur di bawah ini: Pelaksanaan Pretest Analisis hasil pre-test Persentase Keberhasilan Analisis hasil post-test Post-test (nilai tes dan nilai tugas) Treatment Pembelajaran JAS Bagan 5.

Rencana Pembelajaran (RP). D. Analisis post-test dilakukan setelah pelaksanaan post-test yang berupa nilai hasil tes dan nilai penugasan/assesment kerja. 2. LKS yang disusun mempertimbangkan student centered activities. Perencanaan Pada tahap perencanaan menyusun perangkat untuk melaksanakan proses pembelajaran yang telah ditentukan. Perangkat tersebut adalah: a. Persiapan Pada tahap awal penelitian dilakukan observasi awal terhadap pembelajaran Biologi di SMP 27 Semarang dengan teknik pengamatan dan wawancara.40 Post-test dilaksanakan setelah pelaksanaan treatment yang berupa evaluasi dalam bentuk pilihan ganda dan tugas/assesment kerja. serta pembuatan perangkat pelengkap lain seperti apron untuk nama kelompok. dengan menetapkan . Prosedur Penelitian 1. Penyususnan RP dilaksanakan sebelum dilakukan kegiatan belajar mengajar mengenai materi Pengelolaan Lingkungan dengan memperhatikan langkah-langkah strategis yang dapat diterapkan guru. media yang mungkin digunakan. Bersamaan dengan penyusunan RP tersebut juga dilakukan perencanaan tempat yang akan dijadikan sebagai sumber belajar. Lembar Kegiatan Siswa (LKS) LKS disusun untuk melengkapi RP. b.

Langkah-langkah penyusunan instrument dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Materi yang diberikan sesuai dengan konsep pengelolaan lingkungan . 2) Menentukan tipe soal untuk menguji kemampuan awal siswa berupa soal obyektif dan atau pilihan ganda. Membuat Lembar Penilaian (Rubrik) Lembar penilaian/rubrik dibuat berdasarkan lembar observasi yang diperlukan dalam penelitian seperti rubrik untuk aktifitas siswa. d. . Instrumen Instrumen adalah alat bantu yang digunakan dalam pengumpulan data dalam penelitian. lembar observasi kinerja guru dalam pembelajaran dan lembar observasi kinerja siswa (dalam lampiran). Instrumen yang digunakan adalah soal-soal yang dibuat untuk mengetahui daya tangkap atau pemahaman siswa tentang materi yang telah diberikan. Membuat Lembar Observasi Lembar observasi yang dibuat meliputi aktifitas siswa. e. c. rubrik kinerja guru dalam pembelajaran dan rubrik assesment kinerja siswa (dalam lampiran).41 langkah-langkah yang memungkinkan siswa menemukan sendiri konsep yang dibahas.

kemudian dilakukan uji coba: tujuan uji coba adalah untuk mengetahui apakah instrument layak digunakan sebagai alat pengambil data atau tidak. aspek pemahaman (C2). Lembar tanggapan siswa Lembar tanggapan yang diberikan siswa untuk mengemukakan tanggapan. Sumber data Sumber data penelitian eksperimen ini adalah siswa kelas VII SMP 27 Semarang. E. kesan maupun saran mengenai proses pembelajaran yang telah diterapkan dalam penelitian. dan reabilitasnya. tingkat kesukaran. Indikatornya adalah dengan menghitung validitas. Uji coba instrumen Setelah perangkat tes disusun. Tahap-tahap Penelitian Tahap-tahap penelitian dilaksanakan sesuai pembelajaran yang telah direncanakan melalui Rencana Pembelajaran (RP) (dalam lampiran). Menyusun soal sesuai dengan kisi-kisi yang telah ditentukan. daya pembeda. 4) f. Data yang diambil ada 2 yaitu data primer antara lain: nilai posttest dan aktifitas siswa. data sekunder yaitu data potret secara diskripsi tentang . g. dan aspek aplikasi (C3).42 3) Menyusun kisi-kisi soal beserta pengetahuan yang ingin dicapai antara lain: aspek ingatan (C1). Data dan Cara Pengambilan Data 1. 3.

1. Pengambilan data melalui tes obyektif ini dilakukan sesudah seluruh proses pembelajaran/seluruh materi dalam Pengelolaan Lingkungan selesai. Data nilai belajar diambil dengan memberikan tes kepada siswa. Instrumen tes Instrumen tes digunakan untuk mengetahui data tentang hasil belajar siswa dalam konsep pembelajaran Biologi pada materi Pengelolaan Lingkungan. Instrumen Instrumen penelitian yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian Quasi-eksperimen ini berupa instrumen tes dan instrumen non tes. yang terdiri dari 16 butir soal isian. Tes uraian digunakan untuk mengetahui pengetahuan awal siswa yang diberikan sebelum proses pembelajaran dimulai. Instumen tes yang digunakan adalah tes uraian. tes kinerja berupa assesmet kerja siswa yang dilaksanakan setelah setiap sub-materi pelajaran selesai dilaksanakan.43 kegiatan belajar mengajar (penerapan JAS dalam pembelajaran Biologi) dan kinerja guru dalam KBM. d. Cara pengambilan data a. e. Data tentang situasi belajar mengajar pada saat dilaksanakannya pembelajaran dengan pendekatan JAS secara diskriptif F. tes kinerja siswa dan tes obyektif. Tes obyektif berupa pilihan ganda dengan 4 pilihan jawaban (option) yang berjumlah 30 butir. Data aktifitas siswa diambil menggunakan lembar observasi Data tugas-tugas siswa dari guru setelah kegiatan belajar mengajar Data performance guru diambil dengan menggunakan lembar observasi. c. b. Alat . 2.

41 sampai dengan 0. Validitas butir soal Validitas dalam tes ini ditentukan dengan menghitung koefisien korelasi total dengan skor soal dengan rumus korelasi product moment angka kasar (Arikunto.00 = validitas sangat tinggi 0. reliabilitas soal. Apabila harga rxy lebih besar daripada harga r tabel maka butir soal tersebut valid.21 sampai dengan 0. Kriteria validitas soal menurut Arikunto (2002) yang dimodifikasi sebagai berikut: 0.44 evaluasi berupa tes obyektif yang terlebih dahulu telah diujicobakan di luar sampel penelitian digunakan dalam penelitian untuk mengetahui validitas tes.61 sampai dengan 0.40 = validitas rendah 0.20 = validitas sangat rendah . a.60 = validitas cukup 0. taraf kesukaran dan daya pembeda. 2002) yang sebagai berikut: rxy = (NΣx NΣxy − (Σx )(Σy ) 2 − (Σx ) 2 )(NΣy 2 − (Σy ) 2 ) Keterangan: rxy N ∑X ∑Y ∑X² ∑Y² = koefisien korelasi skor item dengan skor total = jumlah peserta = jumlah skor item = jumlah skor total = jumlah kuadrat skor item = jumlah kuadrat skor total ∑XY = jumlah perkalian skor item dengan skor total Setelah diperoleh harga rxy kemudian dikonsultasikan dengan harga r product moment.81 sampai dengan 1.00 sampai dengan 0.80 = validitas tinggi 0.

3.30.9.33.00 sampai dengan 0.6.12.70 = sedang 0.34.10.25 b. maka hasil analisisnya dapat disajikan pada tabel 1 berikut: Tabel 1.31.30 = sukar 0.16 17.29.15.11.20. Taraf kesukaran butir Menurut Arikunto (2002) taraf kesukaran butir soal dihitung dengan cara membangdingkan siswa yang menjawab betul dengan jumlah seluruh siswa peserta tes dengan rumus.27. p Keterangan: p B JS = b js = indeks kesukaran = banyaknya siswa yang menjawab soal dengan betul = jumlah seluruh siswa peserta tes Klasifikasi indeks kesukaran menurut Arikunto (2002) yang dimodifikasi sebagai berikut: 0.2.13.45 Dari 35 butir soal yang telah diujicobakan sebelum penelitian.19.32.24.31 sampai dengan 0. Hasil Analisis Validitas Butir Soal Uji Coba Keterangan Valid No Butir Soal 1.7.71 sampai dengan 1.23. maka hasil analisisnya dapat disajikan pada tabel berikut: .28.18.00 = mudah Dari 35 butir soal yang telah diujicobakan sebelum penelitian.21.4.14.35 Tidak Valid 5.22.26.8.

00 – 1. 2002).18. Hasil Analisis Taraf Kesukaran Butir Soal Uji Coba Keterangan Sukar Sedang 7.13.16.9.21 sampai dengan 0.00 sampai dengan 0.5. No Butir Soal 32.17.00.33 20. Mudah 4. 30. D = BA BB − = PA − PB JA JB keterangan: D = indeks diskriminasi JA JB = banyaknya peserta kelompok atas = banyaknya peserta kelompok bawah BA = banyaknya peserta kelompok atas menjawab betul BB = banyaknya peserta kelompok bawah menjawab betul PA = proporsi peserta kelompok atas yang menjawab betul PB = proporsi peserta kelompok bawah menjawab betul Klasifikasi daya pembeda sebagai berikut: 0.71 sampai dengan 1.00 = jelek = cukup = baik = baik sekali .31.3. Angka yang menunjukkan besarnya daya pembeda indeks diskriminasi (D).14.25.11.8.41 sampai dengan 0.12.28.27.35 c.21.19.46 Tabel 2.24. Daya pembeda soal Daya pembeda soal adalah kemampuan suatu soal untuk membedakan antara siswa yang pandai dengan siswa yang kurang pandai (Arikunto.26.22.34.4 0.29 1.2.23.20 0.5.10. indeks diskriminasi berkisar antara 0.71 0.15.

21.9.29.32. Hasil Analisis Daya Pembeda Butir Soal Uji Coba Keterangan Baik Sedang No Butir Soal 2.11.27.47 Dari 35 butir soal yang telah diujicobakan sebelum penelitian.8. Uji reabilitas atau keterhandalan Selain butir-butir soal diuji tingkat validitas.7.30.12.34 1.20.4. kemudian hasilnya dimasukkan ke dalam tabel distribusi.33.3. Menghitung harga reabilitas dengan rumus sebagai berikut: 2 ⎡ n ⎤ ⎡ S − Σpq ⎤ r11 = ⎢ ⎥ 2 ⎥⎢ ⎣ n − 1⎦ ⎣ S ⎦ Keterangan: R11 : Reliabilitas tes secara keseluruhan n p q S : Jumlah butir soal : Proporsi siswa yang menjawab benar : Proporsi siswa yang menjawab salah : Simpangan baku .35 Jelek 23 d.24.18.26.10.5. maka hasil analisisnya dapat disajikan pada tabel 1 berikut: Tabel 3.28.19. Penentu reabilitas alat ukur dalam penelitian ini digunakan dalam langkah kerja sebagai berikut: Setelah perangkat tes diujicobakan.17. Butir yang valid belum tentu reliabel maka butir yang baik harus memiliki kriteria reliabel.31.16.6. 15. juga perlu diuji tingkat reabilitasnya.22 25.14.13.

8. yang berarti soal tersebut dapat digunakan sebagai soal tes tertulis karena memiliki taraf kepercayaan tinggi.3.25 21.29.48 Harga r yang diperoleh kemudian dikonsultasikan dengan r tabel product moment dengan taraf signifikasi 5%. diketahui bahwa instrumen soal telah reliabel.00 0. Besarnya koefisien korelasi adalah: 0.7.10.18.60 0.20.32.4.26. Tabel 4.27.11.927 Kriteria Reliabel Koefisien korelasi Sangat tinggi Dari hasil analisis tingkat kesukaran.17.24.22.40 0.30.35 .298 r11 0. Jika harga r hitung > r tabel product moment maka item soal yang diuji bersifat reliabel.14.28.33.41 sampai 0.00 sampai 0.20 : : : : : sangat tinggi tinggi cukup rendah sangat rendah Berdasarkan hasil ujicoba soal.12. maka item yang digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut: Tabel 5. Hasil Analisis Reliabilitas Soal Uji Coba Σ Siswa (N) 42 r tabel 0.31. validitas san reliabilitas soal di atas.15. Nomor Soal yang Digunakan dan Tidak Digunakan (dibuang) Nomor Butir Soal / Kriteria Digunakan Dibuang 1.19. 5. daya beda.13.80 0.61 sampai 0.6.21 sampai 0.23.9.2.81 sampai1.16.4.

49

2. Instrumen non-test Instrumen non-test yang digunakan untuk mengumpulkan data aktifitas siswa maupun kinerja guru. a. Lembar observasi Lembar observasi ini digunakan untuk mengamati keaktifan siswa baik secara individu maupun kelompok dan kinerja guru pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. b. Lembar wawancara Lembar wawancara digunakan sebagai pedoman mendapatkan informasi tentang tanggapan siswa setelah pembelajaran. G. Metode Analisis Data Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif. Temuan yang berupa angka-angka dianalisis dan diberi makna berdasarkan catatan lapangan sehingga dapat digunakan untuk merumuskan simpulan. 1. Pengolahan data pre-test dilakukan secara diskriptif yaitu memberikan keterangan berdasarkan jumlah siswa yang menjawab betul lengkap, betul tidak lengkap, kurang betul, dan salah. Lembar penilaian post-test dapat ditunjukkan melalui tabel di bawah ini: LEMBAR ANALISIS PRE-TEST Materi pre-test Kelas = ............................................ = ............................................

50

Tabel 6. Lembar Analisis Pre-test No soal (Pre-test) 1 2 3 4 Rerata (%) Betul

Keterangan Jawaban Kurang Salah

Setelah dianalisis dan diketahui jumlah jawaban siswa yang menjawab betul lengkap, betul tidak lengkap, kurang lengkap, dan salah kemudian dijumlah dan dijadikan persentase (%) dengan cara sebagai berikut:

% betul lengkap =

jumlah siswa menjawab betul lengkap jumlah seluruh siswa

% kurang =

jumlah siswa menjawab kurang betul jumlah seluruh siswa

% salah =

jumlah siswa menjawab salah jumlah seluruh siswa

Analisis data post-test dilakukan dengan cara memberikan keterangan berdasarkan jumlah siswa yang menjawab betul atau salah pada setiap nomer soal post-test yang berkaitan dengan soal pre-test, yaitu dengan cara sebagai berikut:

51

LEMBAR ANALISIS POST-TEST

Tabel 7. Lembar Analisis Post-test Hasil Pre-test Kelas Materi
Betul Kurang Salah

Hasil Post-test
Betul Salah

Keterangan

2. Menentukan batas lulus individual, yaitu apabila telah mencapai nilai ≥ 6,5. Hal ini berdasarkan Standar Ketuntasan Belajar Mengajar (SKBM) yang ditetapkan pada mata pelajaran biologi SMP Negeri 27 Semarang. Untuk menghitung ketuntasan belajar secara individual dengan rumus:
NS = Σb × 10 Σn

Keterangan: NS : Nilai ketuntasan belajar secara individual ∑b ∑n : Jumlah skor jawaban benar setiap siswa : Jumlah seluruh item

3. Menentukan persentase kelulusan siswa secara klasikal dengan rumus:
P= ∑ ni × 100% ∑n

Keterangan: P

= Ketuntasan belajar klasikal

∑ ni = Jumlah siswa yang tuntas secara individual (nilai ≥ 6,5) ∑ n = Jumlah total siswa

untuk menentukan nilai hasil konversi.52 Penilaian kualitas hasil belajar dilakukan dengan mengkonfirmasikan persentase kelulusan klasikal dengan parameter sebagai berikut: 0% .20% 21% .60% 61% . Tabel Konversi Skala 11 No Tingkat Penguasaan Batas Bawah 1 2 3 4 5 6 95%-100% 85%-94% 75%-84% 65%-74% 55%-64% 45%-545 95% x SMI 85% x SMI 75% x SMI 65% x SMI 55% x SMI 45% x SMI Batas Atas 100% x SMI 94% x SMI 84% x SMI 74% x SMI 64% x SMI 545 x SMI Nilai 10 9 8 7 6 5 .100% = Sangat baik (Ridlo. 2002) 4. Pengolahan data pada item performance dengan cara mengubah score dalam bentuk nilai. Pengolahan data mengenai aktifitas siswa dianalisis secara deskriptif berdasarkan hasil observasi dengan menggunakan lembar observasi pada saat dilaksanakan kegiatan belajar mengajar. dan membuat pedoman konversi skala 11. maka langkah yang ditempuh adalah menentukan skor maksimal SMI) pada setiap pertemuan. Penentuan nilai untuk aktifitas siswa dan kinerja guru digunakan skala 11.80% = Jelek = Kurang = Cukup = Baik 81% . 5. Tabel 8.40% 41% .

53 7 8 9 10 11 35%-44% 25%-34% 15%-24% 5%-14% 0%-4% 35% x SMI 25% x SMI 15% x SMI 5% x SMI 0% x SMI 44% x SMI 34% x SMI 24% x SMI 14% x SMI 4% x SMI 4 3 2 1 0 H. b. 2. Indikator Keberhasilan Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah 1. . Hasil belajar yang diperoleh siswa pada nilai post-test lebih dari 65. Lebih dari 85% siswa mendapatkan nilai post-test lebih dari 65. Gambaran akivitas positif (+) siswa dalam mendukung pembelajaran biologi (pengelolaan lingkungan) yang telah dilakukan. a.

Dalam pelaksanaannya. pencemaran udara. pertemuan III membahas tentang pencemaran udara. Penelitian pada konsep materi tersebut dilaksanakan selama lima kali pertemuan. . Hasil Belajar Siswa Penelitian hasil belajar dan aktifitas siswa dengan penerapan JAS berbasis analisis pengetahuan awal siswa pada materi pengelolaan lingkungan meliputi konsep erosi tanah. Berikut adalah hasil penelitian beserta pembahasannya: A. pertemuan IV membahas tentang pencemaran air dan tanah dan pertemuan V dilaksanakan post test Hasil penelitian ini meliputi hasil belajar siswa yang terdiri dari hasil pre-test. pencemaran air. post-test. penelitian ini dibagi menjadi 5 pertemuan. pertemuan II membahas pengaruh penebangan hutan (erosi tanah).54 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Penelitian yang berjudul “Hasil Belajar dan Aktifitas Siswa dengan Penerapan Jelajah Alam Sekitar Berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa Pada Konsep Pengelolaan Lingkungan (Studi Kasus di SMP Negeri 27 Semarang) telah dilaksanakan dari tanggal 11 April sampai dengan 10 Mei 2006 di SMP Negeri 27 Semarang. yaitu Pertemuan I pelaksanaan pre-test. dan pencemaran tanah. dan nilai assesment kerja dan hasil observasi aktifitas siswa terhadap proses pembelajaran dengan pendekatan JAS berbasis analisis pengetahuan awal siswa pada materi pengelolaan lingkungan.

20 24. VIIC dan VIIG.80 78.55 Hasil belajar siswa diperoleh dari hasil analisis pengetahuan awal siswa melalui pre-test yang dilaksanakan sebelum proses pembelajaran dimulai (pertemuan I). VIIC dan VIIG yang meliputi pre-test dan post-test dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 9.17 Baik 18.36 75.2 73. Hasil penelitian tentang penerapan pendekatan JAS berbasis analisis pengetahuan awal siswa berupa hasil belajar siswa kelas VIIB. Ketuntasan belajar siswa secara individual adalah jika siswa sudah mencapai nilai ≥ 6.08 68.68 30.92 81.32 69. Rekap Hasil Belajar Siswa (pre-test dan post-test) pada Pembelajaran Pengelolaan Lingkungan dengan Pendekatan JAS Berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa SMP N 27 Semarang Kelas VIIB.70 68. Data Kelas VIIB VIIC VIIG Nilai Pre-test (%): Betul Salah Nilai Post-test (%) Betul Salah Nilai rata-rata Ketuntasan Klasikal (%) Kualitas Hasil Belajar 8.2 87.69 91.5 sesuai dengan standar ketuntasan sekolah SMP N 27 Semarang dan secara klasikal lebih dari 85% siswa mendapatkan nilai post-test lebih dari 65.1 Baik 20.31 69.8 Sangat baik .64 79.30 31.2 64. hasil evaluasi (post-test) dilaksanakan setelah proses pembelajaran pada materi pengelolaan lingkungan selesai dan nilai hasil unjuk kerja dilakukan setelah proses pembelajaran tiap pertemuan/submateri selesai.

Pada penelitian ini setiap pertemuan tahap-tahap pembelajaran yang dikembangkan dalam Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa adalah sebagai berikut: Menggali pengetahuann awal siswa berkaitan Dengan materi yang akan dibahas Memberikan informasi yang akan dilakukan konstruktivisme Siswa melakukan eksplorasi secara kelompok JAS Cooperative Bioedutainment Siswa melaporkan hasil eksplorasi Penegasan konseptual oleh guru Tes tertulis Hasil karya/action (penugasan) Tes/penugasan Bagan 6.56 Pada penelitian ini strategi yang digunakan adalah strategi pembelajaran yang berbasis analisis pengetahuan awal siswa. Alur Tahap-Tahap Pembelajaran . Menurut Dick dan Carey dalam Sanjaya (2007) juga menyebutkan bahwa strategi pembelajaran itu adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa. Strategi pembelajaran yang diungkapkan oleh Kemp dalam Sanjaya (2007) adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan oleh guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan efisien.

Berdasarkan rekap hasil belajar siswa di atas dapat diketahui bahwa pada hasil pre-test di ketiga kelas menunjukkan persentase yang berbeda-beda yaitu pemahaman siswa mengenai pengelolaan lingkungan untuk kelas VIIB sebesar 8. kelas VIIC 18. air dan tanah. Lembar Kerja Siswa.69%. Hasil pre- . soal-soal pre-test dan post-test. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa kurang dari 75% materi pada konsep mengenai pengelolaan lingkungan belum diketahui atau dipahami oleh siswa. Menurut Soekamto (1995) kemampuan awal penting untuk diketahui guru sebelum mulai pengajaran.64%. karena dengan demikian dapat diketahui apakah siswa telah mempunyai keterampilan atau pengetahuan yang merupakan prasyarat untuk mengikuti pengajaran dan sejauh mana siswa telah mengetahui materi yang akan disajikan.92%. Kegiatan pendahuluan yang dilakukan oleh guru berupa apersepsi yaitu memberikan pertanyaan awal tentang konsep pengelolaan lingkungan yang meliputi erosi. Pertanyaan awal yang berupa soal isian ini dimaksudkan untuk menggali atau mengetahui sejauh mana pengetahuan awal siswa tentang konsep pengelolaan lingkungan. guru terlebih dahulu mempersiapkan hal-hal yang diperlukan dalam mendukung proses pembelajaran seperti sarana dan prasarana yang meliputi penyusunan Rencana Pembelajaran mengenai materi pengelolaan lingkungan. pencemaran udara..57 Sebelum guru melaksanakan proses pembelajaran. media yang akan digunakan. dan kelas VIIG 20. Hal ini dapat meyakinkan guru dari mana pembelajaran akan dimulai agar siswa mampu memahami apa yang akan dipelajarinya.

Pada tiap-tiap pertemuan dalam kegiatan inti guru membentuk kelompok untuk . Selain bermanfaat untuk menggali pengetahuan awal siswa mengenai materi yang akan diajarkan. apersepsi atau pre-test berfungsi juga untuk menimbulkan dan mempertahankan perhatian dan dorongan terhadap stimulus belajar siswa dalam melakukan kegiatan belajar.58 test pada kelas VIIG menunjukkan persentase yang lebih besar karena siswa kelas VIIG merupakan satu-satunya kelas unggulan yang dimiliki sehingga kemampuan intelegensinya memang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kelas lain. Seperti yang dikemukakan oleh Dalyono (1996) bahwa seseorang yang mempunyai intelegensi baik umumnya mudah belajar dan hasilnya cenderung baik. Pengetahuan mengenai pengelolaan lingkungan tersebut mungkin didapatkannya pada pengalaman-pengelaman siswa sebelumnya baik di tingkat formal (sekolah) maupun di tingkat nonformal (lingkungan). Pada kegiatan inti guru memberikan informasi kegiatan yang akan dilakukan. Informasi kegiatan tersebut berupa kegiatan yang berhubungan dengan materi yang akan dipelajari pada petemuan yang bersangkutan. Setelah guru memberikan apersepsi. juga dapat dijadikan sebagai dasar/patokan guru untuk merancang bagaimana proses pembelajaran yang sesuai. kemudian guru memberikan tujuan pembelajaran serta motivasi untuk mendukung proses belajar yang akan berlangsung. hal ini dibuktikan juga dengan hasil nilai ulangan pada materi sebelumnya yang selalu lebih tinggi nilai rata-ratanya dibanding kelas lainnya. Kemampuan yang tinggi dapat mendukung siswa dalam proses belajar dan akan mendapatkan hasil yang maksimal.

baik ketika berbenturan dengan suatu fenomena maupun kondisi sosial. pembelajaran seharusnya memperhatikan pengembangan hand-on dan mind-on siswa Guru membagikan media tiruan beserta LKS (pada lampiran) yang sesuai dengan materi yang dipelajari Secara singkat proses pembelajaran kegiatan inti yang berlangsung di setiap pertemuan pada konsep pengelolaan lingkungan dengan penerapan JAS adalah sebagai berikut: . Berdasarkan analisis pre-test. menanamkan sifat ilmiah dan sebagai cara dalam mengukur hasil belajar Pendekatan JAS dikembangkan berdasarkan pemikiran Piaget dan Vygotsky yang menekankan konstruktivisme kognitif dan sosial.59 mendukung sistem pembelajaran yang akan berlangsung. memecahkan masalah. bentuk kegiatan lebih utama dari pada hasil. maka pendekatan yang diambil untuk mengubah pengetahuan awal siswa yang semula salah atau belum paham menjadi benar adalah pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS). Sebagai implikasinya. Seseorang akan lebih efektif dalam proses belajar jika kognitifnya secara aktif mengalami rekonstruksi. siswa cenderung belum menguasai materi mengenai pengelolaan lingkungan yaitu kurang dari 75%. Jelajah Alam Sekitar secara ontologis dicirikan dengan siswa belajar melakukan secara nyata dan alamiah. VIIC yang terdiri dari 42 siswa dan VIIG terdiri dari 42 siswa dibagi menjadi 7 kelompok sehingga tiap kelompok terdiri dari 6 siswa. terbentuknya masyarakat belajar. Oleh karena itu masing-masing kelas yaitu kelas VIIB yang terdiri dari 42 siswa. berpusat pada siswa. berpikir tingkat tinggi.

Pembelajaran pada pertemuan ketiga dilaksanakan di laboratorium. Siswa dibimbing membuat laporan mengenai kegiatan yang telah dilakukan. Alat bantu ini menggambarkan suatu keadan di sungai maupun di danau. Kegiatan yang pertama kali .60 Pada pertemuan kedua pembelajaran yang dilakukan di laboratorium dimulai dengan materi erosi tanah. Siswa diajak untuk mengeksplorasi dan mengamati kejadian alam mengenai penggundulan hutan yang disimulasikan dengan media tiruan berupa 3 buah kotak yang diisi dengan tanah dan ditanami rumput dengan kepadatan yang berbeda-beda tiap kotak. Guru membimbing siswa dalam membuat laporan kegiatan dan melaksanakan assesment kerja berupa menanam tanaman di pot sebagai assesment-nya. Dengan kegiatan ini diharapkan siswa mampu memahami ciri-ciri air yang tercemar. Dengan alat bantu ini diharapkan siswa dapat menemukan konsep tentang erosi tanah. Siswa diajak untuk mengeksplorasi bagaimana keadaan ikan maupun lingkungannya setelah tercemar dengan meneteskan beberapa tetes pertisida dan detergen. sebab dan akibat terjadinya erosi tanah dan dapat mengaplikasikan kejadian tersebut di alam nyata. Seperti pada pertemuan kedua. sebab dan akibat yang ditimbulkan. memahami pentingnya pelestarian alam dan upaya untuk menanggulanginya. pada pertemuan ini menggunakan alat simulasi berupa beberapa ekor ikan yang dimasukkan ke dalam gelas. Siswa diajarkan mengenai pencemaran air. Pada pertemuan keempat dilaksanakan dua kali kegiatan yaitu mengenai pencemaran udara dan pencemaran tanah.

61

dilakukan mengenai pencemaran udara. Pada kegiatan ini siswa diajak ke luar ruang untuk melaksanakan ekplorasi mengenai keadaan lingkungan di sekitar sekolah. Setelah itu siswa diajak untuk melakukan eksperimen dengan menggunakan jangkrik yang dibungkus dengan plastik. Hal ini

menggambarkan suatu lingkungan yang dihuni oleh makhluk hidup. Pada kegiatan ini siswa dihaapkan dan dapat mengetahui lingkungan dan (udara) memahami tercemar.

situasi/kejadian

sebelum

sesudah

Pencemaran dilakukan dengan menambahkan asap kendaraan di dalam plastik yang telah berisi jangkrik. Siswa melakukan kegiatan pengamatan terhadap hewan uji mengenai keadaannya sebelum dan sesudah udara tercemar. Selain itu siswa juga mengamati kertas karton yang telah dioleskan gel dipermukaanya setelah didekatkan di knalpot sepeda motor.. Dengan kegiatan ini diharapkan siswa mampu memahami ciri-ciri udara yang tercemar, sebab dan akibat yang ditimbulkan, memahami pentingnya pelestarian alam dan upaya untuk menanggulanginya. Setelah kegiatan mengenai materi pencemaran udara, siswa diajak ke dalam ruang (laboratorium) untuk melaksanakan pembelajaran mengenai pencemaran tanah. Pada kegiatan ini dilaksanakan metode permainan yaitu bingo. Siswa disuruh untuk mengumpulkan sampah yang ada di sekitar laboratorium. Dari sampah-sampah yang telah dikumpulkan siswa tersebut dijadikan bahan untuk permainan Bingo (pelaksanaan permainan dapat dilihat pada LKS Penanggulangan Pencemaran Tanah). Setelah permainan berakhir guru memberikan tambahan maupun penegasan konsep mengenai pencemaran

62

tanah. Pada akhir kegiatan di pertemuan keempat ini siswa disuruh membuat poster/slogan yang berisi ajakan atau usulan penanggulangan pencemaran dan kerusakan lingkungan sesuai materi yang telah diajarkan (erosi tanah, pencemaran air, pencemaran udara dan pencemaran tanah). Kegiatan guru pada kegiatan inti adalah sebagai pembimbing jalannya kegiatan pelajaran baik pada saat siswa melakukan eksplorasi, pengamatan maupun membuat laporan. Menurut Slavin (1995) pada pembelajaran siswa diberi kesempatan untuk secara aktif melakukan eksplorasi ke lingkungan untuk mencapai kecakapan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dilakukannya eksplorasi, siswa dapat memahami konsep dan menyusun pengetahuannya sendiri dan berinteraksi sosial dengan lingkungannya Berdasarkan pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan kedua sampai pertemuan keempat tersebut memperlihatkan bahwa pembelajaran tersebut sesuai dengan Pendekatan JAS yang mencakup hal-hal yang inovatif dalam penerapannya yaitu konstruktivisme, penerapan proses sains, proses inquiri, proses eksplorasi lingkungan alam sekitar, dan penerapan alternative assessment. Pada kegiatan inti guru berusaha menciptakan kegiatan yang menyenangkan antara lain mengajak belajar siswa ke luar kelas, menggunakan metode permainan maupun menggunakan metode simulasi/menggunakan media tiruan sebagai bentuk gambaran yang sesuai dengan keadaan alam. Menurut Sanjaya (2007) metode simulasi adalah cara penyajian pengalaman belajar dengan menggunakan situasi tiruan untuk memahami tentang konsep, prinsip, atau keterampilan tertentu. Dalam pelaksanaannya siswa sendiri yang

63

memperagakan/mengeksplorasi media yang telah ditentukan tersebut. Metode seperti ini digunakan dengan asumsi bahwa tidak semua proses pembelajaran dengan peneraan JAS dapat dilakukan secara langsung pada obyek sebenarnya. Selain menggunakan media dalam proses pembelajaran siswa sekali-kali diajak ke luar ruang kelas. Pembelajaran tersebut dilakukan agar siswa terbebas dari suasana takut, menegangkan dan rasa bosan. Hal ini sesuai dengan karakter Jelajah Alam Sekitar (JAS) antara lain adanya unsur joyful lerning (belajar yang menyenangkan) dengan nuansa Bioedutainment. Menurut Sanjaya (2007) proses pembelajaran adalah proses yang dapat mengembangkan seluruh potensi siswa, seluruh potensi tersebut dapat dikembangkan manakala siswa terbebas dari rasa takut dan menegangkan, oleh karena itu perlu diupayakan proses pembelajaran yang menyenangkan (joyful learning). Proses pembelajaran yang menyenangkan dapat dilakukan dengan menata ruangan yang apik dan menarik, dan melalui pengelolaan pembelajaran yang hidup dan bervariasi yakni dengan menggunakan pola dan model pembelajaran, media dan sumber belajar yang relevan serta gerakangerakan guru yang mampu membangkitkan motivasi belajar. Menurut Suwarna (2006) pengetahuan tumbuh dan berkembang melalui pengalaman. Pemahaman berkembang semakin dalam dan semakin kuat apabila selalu diuji dengan pengalaman baru. Pengalaman pada proses pembelajaran ini merupakan pengalaman tiruan karena pengalaman yang diperoleh melalui benda atau kejadian yang dimanipulasi agar mendekati keadaan yang sebenarnya. Pengalaman tiruan sudah bukan merupakan pengalaman langsung

dengan hasil tersebut maka dapat dikatakan bahwa unjuk kerja yang dilakukan siswa dapat mendukung efekifitas proses pembelajaran. Berdasarkan pemikiran Piaget dan Vygotsky bahwa pembelajaran seharusnya memperhatikan pengembangan hand-on siswa. Hal ini tampak pada hasil assesment yang menunjukkan bahwa setiap kelompok di ketiga kelas mendapatkan nilai ≥7. mengetahui tingkat keberhasilan siswa serta keberhasilan guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran. . Kegiatan tersebut dilakukan dengan maksud untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang apa yang telah dipelajari siswa serta keterkaitannya dengan pengalaman sebelumnya. Oleh karena itu pada akhir pembelajaran siswa diberikan tugas untuk melakukan unjuk kerja yang berupa menanam tanaman di pot (pada pertemuan ke dua materi erosi tanah) dan membuat slogan bertemakan lingkungan sesuai materi yang telah diberikan (pada pertemun ke empat). Hasil assesment kerja tiap kelompok mengenai kinerja menanam tanaman di pot dan kinerja membuat slogan sangat baik. Kegiatan selanjutnya guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyimpulkan hasil pembelajaran yang telah dilakukan. guru memberikan penegasan atau tambahan konsep yang berhubungan dengan kegiatan yang telah dilakukan. Setelah siswa menyimpulkan kegiatan yang telah dilakukan.64 sebab obyek yang dipelajari tidak asli. Tahap-tahap kegiatan guru dan siswa tiap pertemuan dapat dilihat pada lampiran Rencana Pembelajaran.

Setelah dianalisis hasil post-test dapat dilihat pada tabel 9.2 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 73. Menurut Ridlo (2002) ketuntasan belajar yang diperoleh pada ketiga kelas yaitu untuk kelas VIIB dan VII tergolong baik sedangkan untuk kelas VIIG ketuntasan belajar secara klasikal sangat baik. Berdasarkan tabel 9 tersebut diketahui bahwa persentase hasil post-test siswa yang menjawab betul pada kelas VIIB sebesar 69. VIIC.20%. walaupun demikian untuk ketuntasan belajar secara klasikal belum mencapai tujuan yang diharapkan yaitu minimal 85% siswa mendapatkan nilai lebih dari 65.2 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 64. kelas VIIC sebesar 49.68% untuk kelas VIIC sebesar 68.38% dan kelas VIIG sebesar 54. Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa adanya peningkatan pemahaman siswa dibandingkan dengan hasil pre-test. dan VIIG telah menunjukkan hasil dengan rata-rata lebih dari 65.2 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 87.8%.30% dan kelas VIIG sebesar 75.1% dan nilai rata-rata kelas VIIG 78. Berdasarkan hasil belajar siswa dengan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar dengan Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa pada penerapannya belum sesuai dengan harapan karena ketuntasan belajar yang diperoleh belum mencapai angka minimal yaitu 85%.68%. Nilai rata-rata kelas VIIB 69. .17%.65 Pada pertemuan terakhir (pertemuan ke lima) dilaksanakan evaluasi (posttest) yang bertujuan untuk mengtahui hasil belajar yang diperoleh siswa.99%. Kelas VIIB mengalami peningkatan sebesar 60. Hal ini dapat dianalisis lebih jauh mengenai jalannya proses pebelajaran tersebut berlangsung. nilai rata-rata kelas VIIC 68. Nilai rata-rata post-test di ketiga kelas yaitu VIIB.

Seperti yang dikemukakan oleh Sanjaya (2007) bahwa faktor-faktor yang berpengaruh dalam kegiatan proses sistem pembelajaran adalah guru. Membagi LKS dan memberi pelajaran d. Hasil Observasi Aktifitas Guru Selama Pembelajaran. Membimbing siswa menarik kesimpulan h. Menyampaikan tujuan pembelajaran c. Membimbing diskusi kelompok e. siswa. Membentuk kelompok c. No Aspek yang diamati VII B 2 4 4 4 4 4 3 3 4 3 1 2 3 3 3 47 8 Baik Kelas VII C VII G 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 2 3 4 4 51 9 Sangat baik 1 2 3 Pendahuluan a. Membimbing siswa melakukan refleksi b. Menggali pengetahuan siswa Kegiatan Inti a. Memotivasi siswa b. dan lingkungan. Memberi kesempatan siswa mencatat c. Memberi penegasan konsep essensial Penutup a.66 Pembelajaran adalah proses interaksi antara siswa dengan lingkungannya. Memberi kelompok presentasi f. Melakukan feedback pertanyaan d. Memberi informasi tentang kegiatan b. Adapun hasil aktifitas/kinerja guru selama proses belajar mengajar adalah sebagai berikut: Tabel 10. Memberi tanggapan kelompok g. Berdasarkan hal tersebut maka pada penelitian ini dilaksanakan observasi kinerja guru dan observasi aktifitas siswa yang didukung dengan sarana dan lingkungan selama pembelajaran berlangsung. Memberi tugas Jumlah skor Konversi nilai skala 11 Kriteria 3 4 3 2 4 3 3 2 3 3 2 4 3 2 2 43 7 Baik . sarana dan prasarana.

Namun demikian hal-hal yang paling mendasar untuk mendukung efektifitas proses pembelajaran belum dimaksimalkan oleh guru. Menurut Sanjaya (2007) motivasi merupakan salah satu aspek dinamis yang . Pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan JAS tersebut sebetulnya sangat merepotkan guru baik dalam mengatur waktu. Pada pendahuluan guru kurang memberikan motivasi kepada siswa. mengatur kegiatan. Guru berperan sebagai pengelola pembelajaran. Tanpa guru bagaimana bagus dan idealnya suatu strategi maka strategi itu tidak mungkin bisa diaplikasikan.67 Berdasarkan pelaksanaan proses pembelajaran pengelolaan lingkungan guru telah melakukan pembelajaran sesuai dengan silabus dan RP yang telah disusun. kurangnya sarana yang dibutuhkan maupun kesulitan dalam mengelola siswa. Berdasarkan tabel hasil observasi di atas dapat diketahui kinerja guru dalam mengelola pembelajaran. dengan demikian efektifitas proses pembelajaran terletak di pundak guru. Guru adalah komponen yang sangat menentukan dalam implementasi suatu strategi pembelajaran. Hal ini ditunjukkan dengan skor yang diberikan cukup rendah di ketiga kelas. Oleh karenanya keberhasilan suatu proses pembelajaran sangat ditentukan oleh kualitas atau kemampuan guru. Secara umum aktifitas guru selama proses pembelajaran berlangsung cukup baik dilihat dari nilai yang dihasilkan yaitu pada kelas VIIB 8 (baik). kelas VIIC 7 (baik) dan Kelas VIIG 9 (sangat baik). Dengan adanya kendala-kendala tersebut maka tahap-tahap pembelajaran yang akan dilakukan selanjutnya tidak dapat dilakukan secara maksimal.

bisa dikatakan juga siswa yang berprestasi rendah belum tentu disebabkan kemampuan yang rendah pula tetapi mungkin disebabkan oleh tidak adanya dorongan atau motivasi. 2007). Jika hal ini tidak sepenuhnya dilakukan akan berdampak pada siswa dimana siswa akan mengalami konflik kognitif secara terus menerus. Menurut Saptono (2003b) dalam proses belajar .68 sangat penting. bergurau dengan teman. Penegasan konsep sangat diperlukan karena dimaksudkan untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang apa yang telah dipelajari siswa serta keterkaitannya dengan pengalaman sebelumnya (Sanjaya. sering yang terjadi siswa yang kurang berprestasi bukan disebabkan oleh kemampuan yang kurang tetapi dikarenakan tidak adanya motivasi untuk belajar sehingga siswa tidak mengerahkan segala kemampuannya. Pada kelas VIIC guru kurang memberikan informasi tentang kegiatan yang akan dilakukan sehingga dapat mengakibatkan siswa cenderung bingung dan kurang tahu apa dan bagaimana kegiatan pembelajaran akan dilaksanakan sehingga berakibat pada tebuangnya waktu untuk menjawab petanyaan siswa mengenai kegiatan yang akan dilakukan. dapat juga kurang optimalnya siswa mengikuti pelajaran karena malas melaksanakan kegiatan. siswa sering melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan perintah baik oleh guru maupun pada lembar kegiatan. mengandalkan teman lain untuk melaksanakan kegiatan dan lain-lain. Guru kurang memberikan penegasan konsep essensial yang ditunjukkan dengan skor yang masih rendah di ketiga kelas. Pada akhirnya berdampak pada hasil belajar siswa tersebut.

2007). Menurut Sanjaya (2007) bertanya merupakan bagian yang tidak terpisahkan yang memiliki dampak positif sebagai berikut: a. Meningkatkan partisipasi siswa secara penuh dalam proses pembelajaran Meningkatkan kemampuan berfikir siswa. Di kelas VIIC guru kurang dalam memberikan pertanyaan sehingga belum terciptanya suasana pembelajaran yang lebih bermakna. sehingga diperlukan perubahan atau modifikasi struktur kognitif (skemata) untuk mencapai keseimbangan. Membangkitkan rasa ingin tahu siswa serta menuntun siswa dalam menemukan jawaban. b.69 (perolehan pengetahuan) selalu diawali dengan terjadinya konflik kognitif. c. Peran guru untuk siswa pada usia pendidikan dasar maupun menengah memerlukan bimbingan dan bantuan orang dewasa (Sanjaya. Guru dalam proses pembelajaran memegang peran yang sangat penting. Peristiwa ini akan terjadi secara berkelanjutan selama siswa menerima pengetahuan baru. d. Memusatkan siswa pada masalah yang sedang dibahas. . Skor rendah diperlihatkan di kelas VIIB dan VIIG dimana guru kurang memberikan bimbingan kepada siswa untuk melakukan refleksi yang berakibat pada kurangnya efektifitas proses pembelajaran. Konflik kognitif terbentuk saat terjadi interaksi antara konsepsi awal (pengetahuan awal) yang telah dimiliki siswa dengan pengetahuan fenomena baru yang tidak dapat diintegrasikan begitu saja.

Oleh karena itu. Dari gambaran tersebut dapat dikatakan bahwa tingginya kualitas guru dalam mengajar bukan berarti hasil belajar siswa menjadi maksimal. sebaliknya peningkatan hasil belajar di kelas VIIB paling tinggi walaupun akifitas kinerja guru di kelas tersebut lebih rendah dari pada di kelas VIIG. Proses pembelajaran dapat dipengaruhi oleh perkembangan anak yang tidak sama itu disamping karakteristik lain yang melekat pada diri anak. Menurut Dunkin dalam (Sanjaya 2007) faktor-faktor yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran dilihat aspek siswa meliputi aspek latar belakang dan aspek sifat yang dimiliki. aktifitas kinerja guru paling baik rata-rata diperolehnya di kelas paling akhir yang mendapatkan materi pelajaran. Hasil aktifitas kinerja guru yang baik di kelas VII G belum menghasilkan peningkatan hasil belajar siswa lebih maksimal (pre-test – post-test). sehingga pengajaran pada materi yang sama berikutnya di kelas yang lain akan berjalan lebih baik.70 Berdasarkan hasil pengamatan aktifitas guru selama mengajar diperlihatkan bahwa aktifitas kinerja guru di ketiga kelas berbeda-beda walaupun guru yang mengajar di ketiga kelas tersebut sama. . yaitu di kelas VII G. Hal ini dikarenakan selama pembelajaran guru melakukan refleksi atas semua kekurangan dalam mengajar sebelumnya. hal ini disebabkan oleh sikap siswa itu sendiri saat melaksanakan maupun dalam menerima pelajaran berlangsung. Siswa adalah organisme yang unik yang berkembang sesuai dengan tahap perkembangannya yang masing-masing anak pada setiap aspek tidak selalu sama.

tingkat sosial ekonomi siswa. Pada penelitian yang dilaksanakan di SMP N 27 Semarang. VIIC dan VIIG cukup berimbang dimana kelas VIIB memiliki siswa laki-laki 26 orang dan perempuan 16 orang. keseriusan dalam mengikuti pelajaran. perhatian.71 Aspek latar belakang meliputi jenis kelamin siswa. Sedangkan siswa yang memiliki kemampuan dan kemauan yang rendah ditandai dengan kurangnya motivasi belajar. tempat kelahiran. tidak adanya keseriusan dalam mengikuti pelajaran termasuk menyelesaikan tugas dan lain sebagainya. Sedangkan faktor sifat yang dimiliki siswa antara lain pengetahuan dan sikap. Sebagian besar siswa tinggal di perkotaan dengan tingkat sosial ekonomi menengah ke atas. keluarga dan lain-lain. Siswa yang memiliki kemampuan dan kemauan yang tinggi biasanya ditunjukkan dengan motivasi yang tinggi dalam belajar. Berdasarkan latar belakang tersebut siswa memiliki motivasi belajar penuh karena tingginya tingkat persaingan yang ada di perkotaan serta lengkapnya sumber pelajaran (buku. Latar belakang yang baik tersebut perlu adanya daya dukung lain untuk mendukung proses belajar yaitu kemampuan siswa. tempat tinggal siswa. CD pembelajaran dan lain-lain) yang dapat mendukung siswa dalam belajar. jenis kelamin siswa kelas VIIB. unuk kelas VIIC memiliki siswa laki-laki 20 orang dan perempuan 22 orang dan kelas VIIG memiliki siswa laki-laki 19 orang dan perempuan 24 orang. Kemampuan dan kemauan siswa tiap kelas saat proses pembelajaran mengenai pengelolaan lingkungan dapat dilihat pada tabel hasil tanggapan siswa berikut: .

Menyenangkan b.6 Kelas VIIB 46 54 0 85 16 0 81 7 12 88 12 0 51 49 0 90 10 0 71 21 8 85 15 0 63 37 0 89 10 1 Kelas VIIG 56 44 0 78 20 2 90 7 3 90 4 6 66 34 0 83 17 0 59 39 2 73 17 10 66 34 0 85 12 3 2 3 4 5 6 7 8 9 10 . tidak Kegiatan diskusi a.9 74. Tidak dapat Kesan saat kegiatan a. Biasa-biasa saja c. Paham b.72 Tabel 11. Tidak Mampu mengkaitkan pengetahuan dengan fenomena alam a. Aktif b. Ya b. Kurang paham c. Dapat b. Ya b. Menyenangkan mudah dipahami b. Biasa-biasa saja c. Diam Menyimpulkan kegiatan a. Ragu-ragu c. Sebagian c. Biasa-biasa saja Kegiatan eksplorasi dapat mengaktifkan keterampilan proses a. Kadang-kadang c. Becakap-cakap c.9 Persentase Kelas VIIC 40 55 5 84 13 3 82 11 7 82 18 0 29 71 0 76 24 0 39 61 0 66 17 17 47 42 11 84 16 0 62. Selalu b. Menyenangkan b. Menunggu teman bicara Sikap saat kegiatan berlangsung a. Tidak paham Mengerjakan tugas pengamatan a. Aktif b. Menyenangkan kurang dipahami c. Diam c. Rekap Hasil Tanggapan Siswa Terhadap Proses Pembelajaran No 1 Pertanyaan Pemahaman materi a. Menjemukan Kesan saat diskusi berlangsung a. Tidak Rata-rata tanggapan positif (pilihan “a”) 74. Ragu-ragu c. Menjemukan Kesan mengenai metode pembelajaran a.

Kurangnya pemahaman siswa mengenai materi yang diajarkan berdampak juga pada kesulitan siswa dalam mengerjakan soal posttest. serta mudahnya dalam memahami materi dan mengaitkan dengan fenomena nyata. . Kemampuan dan kemauan tersebut ditunjukkan siswa kelas VII B yang selalu mengerjakan tugas pengamatan. hal ini disebabkan siswa kurang paham terhadap materi yang diberikan melalui metode eksplorasi dimana hanya hampir separuh dari jumlah siswa per kelas yang memahami materi tersebut. kesan saat kegiatan dan saat diskusi yang menyenangkan.73 Dari tabel tersebut di atas dapat diketahui mengapa hasil belajar siswa secara klasikal belum sesuai harapan.9 %. Bedasarkan tabel tanggapan siswa tersebut diperlihatkan bahwa kelas VII B rata-rata memiliki kemampuan dan kemauan paling tinggi dibandingkan kedua kelas yang lain yaitu sebesar 74. Berdasarkan hal tersebut menyebabkan materi yang didapat oleh siswa lebih baik dan menghasilkan peningkatan pengetahuan yang lebih tinggi dibanding kelas VII C dan VII G. Kurang pahamnya siswa mengenai materi yang diajarkan berdampak pada kemampuan siswa dalam menyimpulkan pelajaran yang telah dilakukan dimana rendahnya angka persentase siswa yang dapat menyimpulkan pelajaran terutama di kelas VIIC hanya 29% yang mampu menyimpulkan materi pelajaran. Banyaknya kesukaran pada butir soal post-test yang berupa grafik maupun soal pemahaman memberikan kesulitan siswa untuk menjawab soal dengan betul.

Pada penelitian ini kelengkapan sarana yang mendukung untuk terciptanya susana belajar telah sesuai dengan pendekatan JAS yaitu dengan menggunakan alat simulasi yang dapat memberikan gambaran kepada siswa sesuai keadaan aslinya. Siswa sangat aktif dalam mengikuti berbagai macam kegiatan seperti melakukan pengamatan. Oleh karena itu proses pembelajaran tersebut dapat membuat siswa merasa senang dan nyaman saat melaksanakan pembelajaran. saat berlangsungnya diskusi sehingga siswa sangat senang dengan metode pembelajaran yang diterapkan tersebut. siswa juga merasa senang saat melaksanakan kegiatan pembelajaran berlangsung seperti saat kegiatan pengamatan pada media. Selain guru dan siswa ada hal lain yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran adalah sarana dan lingkungan. Pada tabel tanggapan siswa di atas dapat diketahui bahwa media ilustrasi yang dipakai dalam pembelajaran pada konsep pengelolaan lingkungan dapat membantu siswa untuk mengamati sekaligus memahami gejala atau konsep yang terjadi. Maka proses pembelajaran yang telah dilakukan dalam penelitian ini sudah sesuai dengan karakter JAS antara lain adanya unsur joyful learning (belajar yang menyenangkan). diskusi.. Selain aktif dalam melaksanakan kegiatan.74 Walaupun demikian berdasarkan tabel tanggapan siswa di atas diketahui bahwa sebagian besar siswa sangat antusias dalam pelaksanaan proses pembelajaran pada konsep pengelolaan lingkungan dengan pendekatan JAS. maupun kegiatan yang lain. Lingkungan merupakan faktor yang mendukung proses belajar diantaranya faktor organisasi kelas. yang di dalamnya meliputi jumlah siswa dalam satu kelas .

c. e. Kelompok yang besar kurang memanfaatkan waktu. Ketidaktuntasan siswa terjadi juga di kelas VII G yang merupakan kelas unggulan. Anggota kelompok yang terlalu besar akan cenderung semakin banyak siswa yang enggan berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan. Kecenderungan tersebut kiranya terjadi pada saat proses pembelajaran berlangsung baik di kelas VIIB. Akibat dari hal tersebut maka dalam pelaksanaan penelitian terlihat bahwa siswa cenderung tidak memperhatikan guru. d. Semakin sukar mencapai kesepakatan kelompok. Sumber daya kelompok akan semakin luas sehingga waktu yang tersedia akan semakin sempit. Kepuasan belajar setiap siswa akan cenderung menurun. Organiasi siswa yang terlalu besar akan kurang efektif untuk mencapai tujuan belajar. karena pelayanan yang terbatas dari setiap guru. bermain sendiri maupun dengan teman. VIIC dan VIIG karena pengorganisasian kelompok tiap kelas yang masih terlalu besar. b.75 merupakan aspek penting yang bisa mempengaruhi proses pembelajaran. dimana siswa masih ada yang mendapatkan nilai kurang dari 65. bergurau dengan teman dan tugas belum seluruhnya diselesaikan. Kelompok belajar yang besar dalam satu kelas berkecenderungan: a. Hal ini menunjukkan bahwa siswa yang unggul dalam segi kognitifnya belum tentu mau dan mampu dalam melaksanakan pembelajaran yang diberikan. Pada hasil belajar diketiga kelas masih terdapat siswa yang belum tuntas. Anggapan ini didasarkan pada tanggapan siswa mengenai .

Kesan seperti ini dapat menyebabkan siswa cenderung tidak antusias dalam belajar. . sehingga menimbulkan kegiatan-kegiatan yang negatif (tidak mendukung pembelajaran) seperti bergurau. dan lain-lain. Adanya gangguan dalam bentuk informasi lain yang menghambatnya untuk mengingat kembali apa yang telah pernah dipelajari. Sikap-sikap seperti itu dapat menyebabkan siswa tidak tahu mengenai materi yang diajarkan sehingga berakibat pada hasil belajar yang kurang baik. Menurut Soekamto (1995) lupa adalah kebalikan dari ingat dan merupakan hilangnya informasi yang telah disimpan di dalam ingatan jangka panjang. melamun diam tidak memperhatikan. Ingatan tidak pernah dipakai. bermain. Materi tidak dikuasai sampai benar-benar dikuasai. Siswa kesulitan mencari kembali informasi yang telah disimpan. b. Tidak adanya ingatan yang tersimpan. e. d.76 kesan terhadap metode pengajaran yang diberikan masih biasa-biasa saja. Selain tersebut di atas karakteristik siswa yang sangat mempengaruhi dalam proses belajar adalah lupa. Dengan demikian konsep-konsep yang telah dibangun siswa saat kegiatan pembelajaran selama empat kali pertemuan berlangsung bisa jadi hilang begitu saja. c. f. Siswa gagl merubah ingatan jangka pendek menjadi jangka panjang. g. Sebagian ingatan telah aus dimakan waktu. hal ini dikarenakan: a.

0 5.7 0.7 0.5 64.0 11.1 93.0 16.2 78.4 71.8 40.4 9.1 73.4 0.9 78.0 21.3 8 5.0 47.0 0.0 15.5 88.1 64.8 .7 0.6 83.5 0.0 0.8 0.7 20.0 9.4 57.6 11.6 0.0 0.38 85.5 28.5 95.0 0.1 35.0 33.0 0.0 19.4 0.7 0.9 78.0 16.4 54.9 0.2 9.0 0.4 90.3 0.8 0.3 0.5 9.0 4.9 7 4.0 4.9 0. Aktifitas Siswa Analisis data tentang keaktifan siswa selama mengikuti proses pembelajaran dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 12.0 0.5 0.3 0.0 59.1 2.6 0.0 6.08 0.0 0.0 21.7 11.4 66.1 0.9 45.3 66.7 95.1 21.0 16.0 26.6 4. B.0 54.0 35.4 76.0 58.2 0.5 42.00 0.2 8 6.6 0.7 4.0 21.2 83.0 0.5 0.0 0.77 Pada pembelajaran dengan pendekatan JAS selain penerapan paper and pen test perlu adanya penilaian mengenai sikap atau aktifitas siswa selama proses pembelajaran dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar.2 94.0 2. Rekapitulasi Hasil Observasi Keaktivan Siswa dalam Pembelajaran Pengelolaan Lingkungan dengan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar di SMP N 27 Semarang N o 1 Aspek yang diamati VII B 4 3 2 1 Kelas / sikap siswa (%) VII C 4 3 2 1 4 VII G 3 2 1 siswa responsif terhadap penjelasan guru 2 aktifitas siswa dalam kelompok 3 mengemu kakan pendapat 4 mengaitka n materi dengan kehidupan sehari-hari 5 memanfaa tkan waktu 6 membang un ide 7 menarik kesimpula n Total (%) Respon positif Konversi nilai skala 11 26.0 0.7 11.0 0.4 75.0 2.0 71.6 47.

6% kurang dapat membangun ide. Siswa cenderung bergurau atau bermain sendiri dengan teman sekelompok maupun teman kelompok. oleh karena itu dalam proses pembelajaran harus dapat mendorong aktifitas fisik maupun mental siswa. Berdasarkan hasil observasi aktifitas siswa di . psikomotorik. Menurut Darsono. memecahkan masalah dan lain sebagainya. menyusun laporan. Aktifitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar diwujudkan dalam bentuk kegiatan seperti mendengarkan. siswa hanya dapat memahami materi tetapi kurang dalam mengorganisasikan ide. mudah dipahami serta memberikan contoh. menyampaikan ide serta belum dapat mengkaitkan dengan keseharian Secara klasikal aktifitas siswa di kelas VIIC lebih besar dibandingkan dengan kelas VIIB. baik dalam aspek kognitif.78 Belajar berdasarkan pendekatan JAS tidak mengutamakan hasil tetapi mengutamakan perubahan proses belajar yang dialami oleh siswa. maupun sikap. Sejumlah siswa sebesar 16. Siswa dalam mengemukakan pendapat belum dapat runtut. berdiskusi. memproduksi sesuatu. tetapi secara individual aktifitas siswa paling rendah dibanding dengan kelas lain. Belajar adalah berbuat memperoleh pengalaman tertentu sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Sanjaya (2007) menambahkan bahwa belajar bukanlah menghafal sejumlah fakta atau informasi. dkk (2001) belajar merupakan perubahan tingkah laku atau kegiatan dalam rangka mengembangkan diri. Berdasarkan tabel observasi aktifitas siswa pada kelas VIIB diketahui bahwa kurangnya aktifitas siswa terletak pada aktifitas siswa dalam kelompok dan aktifitas siswa mengemukakan pendapat masing-masing sebesar 11%.

Aktifitas siswa yang kurang mendukung terhadap proses pembelajaran di kelas ini antara lain 4. siswa kurang memperhatikan. siswa cenderung gaduh atau bermain sendiri dengan teman. Dalam menarik kesimpulan 2. Walaupun secara individual aktifitas siswa di kelas VIIG paling tinggi dibandingkan kelas yang lain tetapi secara klasikal aktifitas siswa kelas VIIG paling rendah diantara kelas yang lain. siswa tersebut belum bisa menjelaskan contohcontoh yang relevan sesuai materi yang telah diajarkan. Siswa cenderung gaduh atau bermain sendiri dengan teman yang lain. siswa hanya dapat memahami materi tetapi kurang dalam mengorganisasikan ide. mencatat maupun menyimak penjelasan yang diberikan oleh guru. bermain sendiri maupun dengan teman yang ada didekatnya. menyampaikan ide serta belum dapat mengkaitkan dengan keseharian. siswa tersebut belum bisa menjelaskan contoh-contoh yang relevan sesuai materi yang telah diajarkan.79 dalam kelompok masih ada yang belum dapat bekerja sama antar anggota kelompok sebesar 2. 16.5 % aktifitas siswa di dalam kelompok masih ada yang belum dapat bekerja sama dengan anggota kelompok yang lain.3%. Sebesar 21.5% siswa masih belum dapat mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari.3% siswa belum .4 % siswa dalam mengemukakan pendapat belum dapat runtut.7% siswa kurang responsif terhadap penjelasan guru.6% siswa kurang dapat membangun ide. Siswa sering bergurau.5% siswa masih belum dapat mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu 9. mudah dipahami serta memberikan contoh. 9. 9.

3%. siswa diajak untuk turut serta dalam seluruh proses pembelajaran.2%. memecahkan persoalan. Berdasarkan asumsi di atas dapat disimpulkan bahwa tingginya aktifitas siswa yang responsif terhadap pembelajaran belum tentu dapat mendukung terciptanya hasil belajar yang maksimal. tidak hanya mental tetapi juga melibatkan fisik. atau mengaplikasikan apa yang baru mereka pelajari ke dalam satu persoalan yang ada dalam kehidupannya. VIIC dan VIIG secara klasikal siswa memberikan respon positif terhadap proses pembelajaran yang berlangsung yang ditunjukkan dengan banyaknya persentase jumlah siswa yang beraktifitas positif di setiap kelas yakni di kelas VIIB 94. Demikian juga secara individual aktifitas siswa yang dikonversikan ke skala 11 menunjukkan hasil yang baik yang mana nilai rata-rata kelas ≥7. Aktifitas positif semacam ini dapat mendukung proses pembelajaran secara penuh. Dengan belajar aktif ini. perolehan nilai aktifitas yang sangat minim terdapat di kelas VIIC. berarti mereka yang mendominasi aktifitas pembelajaran. Selain hal-hal yang mempengaruhi . Dengan ini mereka secara aktif menggunakan otak. Menurut Sudjana (1996) ketika siswa belajar dengan aktif. Berdasarkan tabel aktifitas siswa di atas dapat diketahui bahwa aktifitas siswa di kelas VIIB. baik untuk menemukan ide pokok dari materi pelajaran.9% dan kelas VIIG 93.80 dapat menyimpulkan materi yang telah diajarkan dengan benar dan tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran. Dengan cara ini biasanya siswa akan merasa suasana yang lebih menyenangkan sehingga hasil belajar dapat dimaksimalkan. kelas VIIC 95.

Walaupun tidak dapat melihat proses terjadinya perubahan tetapi dapat ditentukan apakah seseorang telah belajar atau belum yaitu dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah proses pembelajaran berlangsung Pada penelitian ini dapat ditentukan bahwa perubahan tingkah laku sebelum dan sesudah terjadinya proses pembelajaran adalah meningkatnya pemahaman siswa mengenai konsep pengelolaan lingkungan. Setelah diterapkannya pembelajaran dengan pendekatan JAS berbasis analisis pengetahuan siswa yang didukung dengan aktifitas siswa yang positif terhadap pembelajaran berlangsung. Walupun angka peningkatan hasil belajar yang tidak sama di ketiga kelas teapi dari ketiga kelas tersebut memiliki pola peningkatan hasil belajar yang sama Akan tetapi pada penelitian ini ketuntasan belajar di ketiga kelas belum memuaskan.81 penurunan hasil belajar yang telah dibahas ada hal lain yang belum dapat diketahui saat siswa melaksanakan proses belajar. Tidak adanya perubahan pengetahuan seseorang setelah mengalami proses belajar atau . Oleh karena proses perubahan tingkah laku yang merupakan suatu misteri karena perubahan tersebut sulit dilihat dan diraba. Berdasarkan data-data yang diperoleh didapatkan bahwa pengetahuan awal siswa sangat mendukung dalam proses pembelajaran yang akan berlangsung yaitu guru dapat mengetahui konsep apa yang belum diketahui atau belum dipahami oleh siswa. menghasilkan peningkatan pemahaman siswa yang semula tidak tahu atau belum benar manjadi benar. hal ini dikarenakan ada sebagian siswa yang tidak mampu mencapai hasil belajar minimal yang ditetapkan yaitu 65.

61 3. Keterampilan 2.11 2. tetapi hanya bisa dilihat dari adanya perubahan dari sebelum dan sesudah terjadi proses belajar.45 3.07 3.38 2.71 2.28 2. Seorang siswa yang sepertinya aktif belajar yang ditunjukkan dengan caranya memerhatikan guru dan rapinya ia membuat catatan.97 3.69 2. Keterampilan proses yang terjadi pada siswa dapat dilihat pada tabel beikut: Tabel 13. dapat juga orang tersebut tidak belajar.2 3.31 3.52 3 3.54 3 3.42 3.28 3.90 kesimpulan III 3.2 2. Keterampilan 2.26 3.31 2.21 3.14 3. belum tentu ia belajar dengan baik manakala ia tidak mampu menunjukkan adanya perubahan tingkah laku.33 3.83 3. justru dengan proses pembelajaran dengan Jelajah Alam Sekitar tersebut lebih mengajarkan siswa untuk mengembangkan keterampilan proses.19 3.02 2.31 .71 2.26 mengamati 4. Walaupun demikian bukan berarti proses pembelajaran dengan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) hanya membantu siswa dalam belajar.31 bertanya 2. Keterampilan membuat 3.88 berpendapat 3 Keterampilan 2. Rekapitulasi Hasil Observasi Keterampilan Proses dalam Pembelajaran Pengelolaan Lingkungan dengan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar di SMP N 27 Semarang Kelas VII B Kelas VII C Kelas VII G No Rata-rata skor Keterampilan I II III I II III I II proses sains 1.83 3.33 2. Hal ini sesuai pendapat Sanjaya (2007) bahwa efektifitas pembelajaran atau belajar dan tidaknya seseorang tidak dapat dilihat dari aktifitasnya selama terjadi proses pembelajaran.5 3.52 2.82 semakin turunnya pengetahuan seseorang setelah melakukan proses belajar dapat dikatakan proses pembelajaran tersebut gagal.

76 3.45 3.02 2.57 3.16 3.40 3.06 3.42 3.16 23.83 5.45 2.38 3.77 3.14 3.52 2.47 22.88 2.36 Cukup Baik Baik Cukup Baik Baik Baik Baik Baik Penerapan pendekatan JAS tidak hanya dilakukan sekali saja dalam proses pembelajaran tetapi perlu adanya penerapan yang intensif atau terus menerus di setiap proses pembelajaran agar didapatkan hasil yang maksimal sesuai tujuan belajar.0 19.24 3.97 3.59 22.38 3.97 3.35 3. Keterampilan mempersiapkan alat dan bahan Keterampilan berkomunikasi Keterampilan memberi contoh Jumlah Rata-Rata Kualitas 3.15 2.83 2.47 23.17 3.26 3.28 6.5 3.40 3.23 3.31 3.38 22.19 3.45 3. . 19.47 3.80 3.43 3.4 21. 7.97 3.07 2.24 3.16 22.

kelas VIIC 94.9%.1% dan VIIG sebesar 93. kelas VIIC 64. Penerapan pendekatan Jelajah Alam Sekitar dalam proses penbelajaran perlu dimaksimalkan supaya mendapatkan hasil yang diinginkan.2.5 yaitu kelas VIIB 69. VIIC. Saran Berdasarkan simpulan di atas. Aktifitas siswa dalam mendukung proses pembelajaran berlangsung baik. maka saran yang dapat disampaikan adalah: 1. Rata-rata hasil belajar siswa secara individual di kelas VIIB.8%.17%. Simpulan Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan tentang penerapan Jelajah Alam Sekitar berbasis analisis pengetahuan awal siswa pada konsep pengelolaan lingkungan (studi kasus di SMP N 27 Semarang). B. dan VIIG telah mencapai ≥6.1% dan kelas VIIG 87. 2. Penerapan pendekatan Jelajah Alam Sekitar dalam proses pembelajaran perlu diterapkan secara intensif dan berkesinambungan pada setiap materi Biologi karena untuk melihat hasilnya diperlukan waktu yang lama. 2.1%. Sedangkan hasil belajar siswa secara klasikal di kelas VIIIB 73. maka dapat disimpulkan bahwa: 1. . kelas VIIC 68.2.84 BAB V SIMPULAN DAN SARAN A.2 dan VIIG 78. dimana persentase respon positif siswa di kelas VIIB sebesar 95.

1996. How to Assess Student Work. 2001. 2005. Kurikulum Berbasis Kompetensi Mata Pelajaran Sains-Biologi Sekolah Menengah Pertama. Victoria: Deakin University Press. Arikunto. Dipresentasikan pada seminar dan lokakarya Pengembangan Kurikulum Pendidikan Biologi dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar Jurusan Biologi FMIPA UNNES dalam rangka pelaksanaan program PHK A2 di Semarang tanggal 14-15 Februari 2005. Psikologi Pendidikan. 2005. Jakarta: Rinka Cipta. L. Jelajah Alam Sekitar (JAS). Dipresentasikan pada Seminar dan Lokakarya Pengembangan Kurikulum dan Desain Inovasi Pembelajaran Jurusan Biologi FMIPA UNNES dalam rangka pelaksanaan PHK A2. 2002. Prentice Hall. A. 2005. S. Marianti. Djohar. 2002. S. U. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Puskur Balitbang. Bell. 1996. dan N. Semarang: IKIP Semarang Press. B. O. Semarang: Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Semarang. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. 1997. Kartijono. 2001. Proses Belajar Mengajar. Children’s Science. Wacana Pendidikan MIPA. M.dan Nugroho. M.85 DAFTAR PUSTAKA Anonimus. Biologi FMIPA UNNES. New Jersey. Purwanto. Semarang:Jurusan Biologi UNNES. Inc. . Kurikulum Pendidikan Visioner dan Lingkungan Sebagai sumber Belajar dan Prinsip Pengajarannya. 2004. A. Jakarta: Bumi Aksara. R. Sugandhi. Ridlo. Constructivism and Learning in Science. Martensi. 1993. Bandung: Remadja Karya. Darsono. Kasyati. Diktat Kuliah Evaluasi Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara. Skripsi. Dalyono. K. Hamalik.E. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (edisi revisi). Sutadi. Meningkatkan Pemahaman dan Keaktifitan Siswa SMP N 8 Semarang Melalui Penerapan Strategi Bermain Pada Pembelajaran Konsep Sistem Pencernaan. Lim. Makalah. Semarang .

. Wina. Dipresentasikan pada seminar dan lokakarya Pengembangan Kurikulum Pendidikan Biologi dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar Jurusan Biologi FMIPA UNNES dalam rangka pelaksanaan program PHK A2 di Semarang tanggal 14-15 Februari 2005. Makalah. Strategi Belajar Mengajar Biologi. 2005. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Strategi Belajar Mengajar Biologi. S. Jakarta: Kencana. T dan U. S. Sudjana. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. T. Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi. Laporan Kegiatan Hibah Kemitraan LPTK. 2007. Jakarta: SEQIP Depdiknas. Saptono. 2000. 2006. Wibowo. 2003a. Buletin Fasilitator edisi 3. 1995. Supriyanto. Bandung: Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pendidikan Indonesia. Jakarta: Depdikbud. Pengembangan Kurikulum Program Studi Pendidikan Biologi FMIPA UNNES untuk Mewujudkan Link and Match Lulusan dengan Kebutuhan Stakeholder. Saptono. and Practice. 2 nd ed. 1995. N. Bandung: Sinar Baru Algensindo.. Tuti Widianti. Slavin. Pengembangan Model Conceptual Change pada Pembelajaran IPA. Universitas Negeri Semarang _______ 2003b. Rustaman. Research. Teori Belajar dan Model-Model Pembelajaran. Soekamto. Yustinus Ulung Anggraito.86 Ridlo. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Prenada Media Group. S Winataputra. Cooperative Learning. R.E. N. Theory. Sanjaya. 2002. Pendekatan Alam Sekitar (JAS). Jakarta: Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas. Andin Irsyadi. 2005. Massachusetts:Allyn & Bacon.

E Strategi Pembelajaran Analisis pengetahuan awal siswa. Menjelaskan pengaruh pencemaran air. . dan tanah kaitannya dengan aktivitas manusia dan upaya mengatasinya 3. B Kompetensi dasar Mendeskripsikan peran manusia dalam pengelolaan lingkungan untuk mengatasi pencemaran dan kerusakan lingkungan dan melaporkan dalam bentuk karya tulis. Menjelaskan konsekuensi penebangan hutan. dan lain-lain). RENCANA PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok : : : : SMP Sains (Biologi) VI/genap Pengelolaan Lingkungan untuk Mengatasi Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan. serta melakukan upaya pengelolaan lingkungan untuk mengatasi pencemaran dan kerusakan lingkungan. 2. keanekaragaman hayati. pengaruhnya terhadap kerusakan lingkungan (misalnya kondisi tanah. laporan pengamatan/percobaan. Rencana Pembelajaran (RP). C Indikator 1.87 Lampiran 1. Alokasi Waktu : 10 x 45 menit A Standar Kompetensi Mengidentifikasi komponen ekosistem dan saling ketergantungan antar komponen. Mengusulkan penanggulangan pencemaran dan kerusakan lingkungan. udara. D Model Pembelajaran Pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS).

Guru mengambil lembar jawab siswa setelah siswa selesai mengerjakan soal pre-test. kertas. bungkus plastik dan lain-lain) I Kegiatan Pembelajaran Pertemuan I (2 x 45 menit) 1. Sampah (kaleng bekas. Guru memberikan soal pre-test kepada siswa dan disuruh mengerjakan sesuai waktu yang ditentukan.88 F Metode Pembelajaran 1. b. pupuk dan tanaman hias 3. Metode diskusi G Sumber Belajar 1. Ikan 5. Kertas bingo 10. Jangkrik 8. Detergen dan pestisida 6. Minyak rambut 9. . Guru memantau siswa dalam mengerjakan soal pre-test. Guru memberikan salam pembuka b. Kegiatan Inti (60 menit) a. Guru menyampaikan meteri pelajaran dan indikatornya c. Buku Biologi kelas VI semester genap atau buku yang relevan 2. Kegiatan Pendahuluan (15 menit) a. Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan mengenai materi pengelolaan lingkungan. c. Lembar Kerja Siswa (LKS) H Alat dan Bahan 1. Metode demonstrasi 2. ranting. Pot. Kotak berisi tanah dan tanaman 2. 2. Kertas karton dan spidol 7. Gelas plasik 4.

Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan mengenai erosi tanah. air maupun gelas penampung. Guru membimbing dan memantau jalannya kegiatan. Guru memberikan penegasan atau tambahan konsep yang berhubungan dengan kegiatan yang telah dilakukan dan bersama siswa menyimpulkan hasil kegiatan. Guru membagi siswa ke dalam 10 kelompok c. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) a. Kegiatan Inti (70 menit) a.89 3. 2. Guru memberitahukan sub materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya. guru memerintahkan kepada setiap kelompok untuk menyiapkan alat dan bahan yang akan dipakai dalam kegiatan belajar mengajar seperti kotak. eksplorasi. penyiram. d. proses sains dan konstruktivisme) c. Guru memberikan salam penutup. b. e. Guru meminta beberapa kelompok untuk menyampaikan jawaban dan kesimpulan yang diperoleh dari hasil kegiatan yang telah dilakukan. Guru menyampaikan meteri pelajaran dan indikatornya c. Guru memberikan salam pembuka b. f. Guru membagikan LKS kepada setiap kelompok. Guru memerintahkan siswa untuk berkumpul sesuai kelompoknya masing-masing. Guru meminta setiap kelompok membuat 3 buah kotak dari papan/kayu yang telah diberi tanah dan kerapatan tanaman yang berbeda-beda tiap kotak. d. . d. Kegiatan Penutup (15 menit) a. dan gelas bejana. Guru menyuruh tiap kelompok untuk melakukan unjuk kerja menanam pot yang telah disediakan untuk mengembangkan hand-on siswa. Guru memerintahkan kepada siswa untuk melakukan kegiatan sesuai petunjuk pada LKS (diharapkan adanya unsur enjoyful lerning dengan nuansa Bioedutainment. b. Pertemuan II (2 x 45 menit) 1.

. Guru membimbing dan memantau jalannya kegiatan. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) a. b. Guru memerintahkan kepada siswa untuk melakukan kegiatan sesuai petunjuk pada LKS (diharapkan adanya unsur enjoyful lerning dengan nuansa Bioedutainment. eksplorasi.tentang pencemaran air. Guru meminta beberapa kelompok untuk menyampaikan jawaban dan kesimpulan yang diperoleh dari hasil kegiatan yang telah dilakukan. proses sains dan konstruktivisme). d. Kegiatan Inti (70 menit) a.90 3. c. Guru meminta setiap kelompok melakukan action/unjuk kerja menanam tanaman ke dalam pot yang telah disediakan sebagai contoh upaya menanggulangan kerusakan lingkungan dalam lingkup kecil. Guru memberikan tugas kepada setiap kelompok untuk mengamati mkeadaan lingkungan sungai yang ada di sekitar rumah masingmasing dan mengambil beberapa makhluk hidup yang ada di sungai (9 ekor ikan) dan gelas plastik 5 buah pada untuk dibawa pada pertemuan berikutnya. Guru memerintahkan siswa untuk berkumpul sesuai kelompoknya masing-masing. Guru memberikan salam penutup Pertemuan III (2 x 45 menit) 1. d. Kegiatan Penutup (5 menit) a. d. Guru membagikan LKS kepada setiap kelompok. c. Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan mengenai pencmaran air. Guru menyampaikan meteri pelajaran dan indikatornya c. 5 buah gelas plastik. 2. guru memerintahkan kepada setiap kelompok untuk menyiapkan alat dan bahan yang akan dipakai dalam kegiatan belajar mengajar seperti 9 ekor ikan. larutan detergen dan larutan pestisida b. Guru memberikan salam pembuka b. Guru memberitahukan sub materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.

minyak rambut b. c. Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan mengenai pencemaran udara dan tanah. 3. ranting. bungkus makanan. Guru memberikan salam penutup Pertemuan IV (2 x 45 menit) 1. minyak rambut dan beberapa jenis sampah (kaleng bekas. Guru memberikan tugas kepada setiap kelompok untuk membawa 12 ekor jangkrik. kantong plastik bening. Guru memberikan penegasan atau tambahan konsep yang berhubungan dengan kegiatan yang telah dilakukan dan bersama siswa menyimpulkan hasil kegiatan. Guru memerintahkan kepada siswa untuk melakukan kegiatan sesuai petunjuk pada LKS (diharapkan adanya unsur enjoyful lerning dengan nuansa Bioedutainment. Kegiatan Inti (70 menit) a. plastik.91 e. kantong plastik bening. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) a. Guru membagikan LKS kepada setiap kelompok. eksplorasi. proses sains dan konstruktivisme). Guru membimbing dan memantau jalannya kegiatan. e. Guru meminta beberapa kelompok untuk menyampaikan jawaban dan kesimpulan yang diperoleh dari hasil kegiatan yang telah dilakukan. guru memerintahkan kepada setiap kelompok untuk menyiapkan alat dan bahan yang akan dipakai dalam kegiatan belajar mengajar yaitu 12 ekor jangkrik. d. Guru memberitahukan sub materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya yaitu tentang pencemaran udara dan pencemaran tanah. . b. Guru memerintahkan siswa untuk berkumpul sesuai kelompoknya masing-masing. d. Guru menyampaikan meteri pelajaran dan indikatornya c. Kegiatan Penutup (10 menit) a. Guru memberikan salam pembuka b. 2. dan lain-lain) pada pertemuan berikutnya. c.

Guru memberikan LKS kepada setiap kelompok. Guru membimbing dan memantau jalannya kegiatan. n. Guru memrintahkan kepada masing-masing kelompok untuk membuat poster/slogan yang berisi ajakan atau usulan penanggulangan pencemaran dan kerusakan lingkungan sesuai materi yang telah diajarkan (erosi tanah. Guru menyampaikan kegiatan yang akan dilakukan berupa evaluasi tentang materi pengelolaan lingkungan. Guru memberitahukan kepada siswa bahwa pada pertemuan berikutnya akan diadakan evaluasi mengenai pengelolaan ligkungan. h. b. proses sains dan konstruktivisme). Guru memberikan salam penutup. Guru memerintahkan setiap kelompok untuk menyiapkan jenis-jenis sampah yang telah dibawa. 3. pencemaran air.92 f. . eksplorasi. m. g. Guru meminta beberapa kelompok untuk menyampaikan jawaban dan kesimpulan yang diperoleh dari hasil kegiatan yang telah dilakukan. Guru memerintahkan kepada siswa untuk melakukan kegiatan sesuai petunjuk pada LKS (diharapkan adanya unsur enjoyful lerning dengan nuansa Bioedutainment. Kegiatan Penutup (5 menit) a. Guru membagikan kertas karton dan spidol kepada masing-masing kelompok. Guru memberikan salam pembuka b. l. pencemaran udara dan pencemaran tanah). Guru memberikan penegasan atau tambahan konsep yang berhubungan dengan kegiatan yang telah dilakukan dan bersama siswa menyimpulkan hasil kegiatan. Guru memberikan penegasan atau tambahan konsep yang berhubungan dengan kegiatan yang telah dilakukan dan bersama siswa menyimpulkan hasil kegiatan. Pertemuan V (2 x 45 menit) 1. j. i. Kegiatan Pendahuluan (15 menit) a. k.

Guru memberikan salam penutup. Guru memerintahkan siswa untuk mengecek jawabannya dan identitas siswa sebelum lembar jawab siswa dikumpulkan. b. Guru memantau siswa dalam mengerjakan tes evaluasi. Guru mengecek kelengkapan lembar jawab siswa. d. Guru meminta lembar jawab siswa setelah siswa selesai mengerjakan soal. c. Guru menyampaikan materi yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya. Kegiatan Inti (60 menit) a. g. Kegiatan Penutup (15 menit) a.93 2. Guru memerintahkan untuk mengecek kelengkapan soal dan lembar jawab. f. 3. e. . b. Guru memerintahkan siswa untuk mengerjakan soal sesuai waktu yang telah ditentukan. Guru membagikan lembar jawab dan lembar soal evaluasi kepada setiap siswa.

apa yang kalian ketahui tentang udara yang tercemar? 2. apa yang kalian ketahui tentang tanah yang tercemar? 2. menurutmu apa yang dimaksud dengan efek rumah kaca? . Soal-soal pre-test Soal Pre-test Nama : No. bagaimana cara mengurangi pencemaran tanah? Pre-test materi pencemaran udara 1. dimana kalian menemukan tanah yang tercemar? 4. dampak apa yang diakibatkan dengan adanya pencemaran tanah? 5. Apa yang kamu ketahui tentang erosi tanah? 3. apa yang kalian rasakan jika udara kotor? 4. Menurutmu apa fungsi hutan? Pre-test materi pencemaran air. Menurutmu apa yang akan terjadi jika hutan menjadi gundul? 2. Bagaimana ciri-ciri air yang belum tercemar dengan air yang sudah tercemar? 2. dll)? 3. bagaimana cara kalian agar air pada danau atau sungai tidak tercemar? Pre-test materi pencemaran tanah 1. 1. apa yang terjadi pada ikan dan makhluk hidup yang lain pada danau atau sungai jika airnya tercemar? 4. Absen : Kelas : Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan singkat dan jelas! (50 menit) Pre-test materi erosi tanah 1.94 Lampiran 2. menurutmu benda apa yang sering mencemari air (danau. Hal-hal apa yang menyebabkan erosi tanah? 4. sungai. apa saja yang menyebabkan udara menjadi kotor? 3. Bagaimana cara mencegah terjadinya pencemaran udara? 5. benda apa saja yang biasa mencemari tanah? 3.

Jawaban kurang lengkap dan kurang betul (erosi tanah adalah proses pengikisan tanah oleh udara c. Jawaban betul lebih dari 3 b. jawaban kurang dari 3 dan atau jawaban ada yang salah c. Tidak membandingkan. jawaban salah semua atau tidak dijawab BL K S . Jawaban salah atau tidak dijawab B K S 3 Hal-hal apa yang menyebabkan erosi tanah? a. Jawaban betul lebih dari 3 b. Jawaban betul dan lengkap (erosi tanah adalah proses pengikisan tanah oleh air) b. Jawaban salah semua atau tidak dijawab Materi Pencemaran Air Bagaimana ciri-ciri air yang belum tercemar dengan air yang B K S 1 sudah tercemar? a. Rubrik Analisis Pre-test No Materi erosi Tanah 1 Aspek yang dinilai Penilaian Menurutmu apa yang akan terjadi jika hutan menjadi gundul? a. Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. Jawaban betul lebih dari 3 b.95 Lampiran 3. Jawaban salah semua atau tidak dijawab Apa yang kamu ketahui tentang erosi tanah? B K S 2 a. Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c.Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. Jawaban salah semua B K S 4 Menurutmu apa fungsi hutan? a. Membandingkan dan jawaban betul lebih dari 3 b.

Jawaban kurang betul. Jawaban salah semua atau tidak dijawab B K S 3 Dampak apa yang diakibatkan dengan adanya pencemaran tanah? .Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. Jawaban salah semua atau tidak dijawab Materi Pencemaran Tanah BL K S 1 Apa yang kalian ketahui tentang tanah yang tercemar? a. Jawaban betul lebih dari 3 b. kurang bervariasi (ikan dan makhluk hidup yang lain akan mati) c.Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. Jawaban betul lebih dari 3 b. Jawaban betul lebih dari 3 b. Jawaban salah atau tidak dijawab S K B 4 Bagaimana cara kalian agar air pada danau atau sungai tidak tercemar? a. sungai. Jawaban salah atau tidak dijawab K S B 2 Benda apa saja yang biasa mencemari tanah? a. Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. Jawaban betul dan bervariasi (ikan dan makhluk hidup yang lain lama-lama akan mati dan tidak ada kehidupan lagi di sungai) b. kurang bervariasi (tanah yang kotor) c. Jawaban kurang betul. dll)? a.96 2 Menurutmu benda apa yang sering mencemari air (danau. Jawaban betul dan bervariasi (tanah yang kotor banyak sampah sehingga tidak bisa untuk ditanami) b. Jawaban salah semua atau tidak dijawab B K S 3 Apa yang terjadi pada ikan dan makhluk hidup yang lain pada danau atau sungai jika airnya tercemar? a.

Jawaban salah semua atau tidak dijawab Materi Pencemaran Udara 1 Apa yang kalian ketahui tentang udara yang tercemar? a. Jawaban betul dan bervariasi (udara yang kotor sehingga tidak enak untuk bernafas) b. Jawaban salah atau tidak dijawab 2 Apa saja yang menyebabkan udara menjadi kotor? a. Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. Jawaban betul lebih dari 3 b. Jawaban betul lebih dari 3 b. Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c.97 a. Jawaban salah semua atau tidak dijawab 3 Apa yang kalian rasakan jika udara kotor? a. Jawaban kurang betul. kurang bervariasi (meningkatnya suhu bumi karena banyak gedung-gedung berkaca) c. Jawaban kurang betul. Jawaban betul lebih dari 3 b. Jawaban betul lebih dari 3 b. Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. Jawaban salah semua atau tidak dijawab 4 Bagaimana cara mengurangi pencemaran tanah? a. Jawaban salah atau tidak dijawab B K S B K S B K S B K S B K S B K S BL K S . Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. Jawaban betul dan lengkap (meningkatnya pemanasan global (suhu bumi) akibat banyaknya polusi) b. Jawaban salah semua atau tidak dijawab 4 Bagaimana cara mencegah terjadinya pencemaran udara? a. Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. Jawaban betul lebih dari 3 b. Jawaban salah semua atau tidak dijawab 5 Menurutmu apa yang dimaksud dengan efek rumah kaca? a. kurang bervariasi (udara yang kotor) c.

89 59.00 % pencemaran tanah no 1 2 3 4 % keterangan B K S 1 2 0 1 30 34 38 32 7 2 0 5 keterangan B K S 0 1 1 0 1.89 K 37 25 38 37 0 72.51 60.87 77.89 67.10 K 33 29 41 32 13 72.13 No 1 2 3 4 % kelas VII C erosi tanah Keterangan B K S 7 13 15 11 33 22 16 30 1 6 10 0 kelas VII G erosi tanah No Keterangan B K S 1 2 3 4 % 14 2 11 23 24 32 19 15 0 4 8 0 28.11 0.75 % pencemaran tanah no 1 2 3 4 % 21.63 30 26 33 25 71. Tabel Analisis Hasil Pre-test kelas VII B erosi tanah No Keterangan B K S 1 2 3 4 % 9 5 4 15 20.25 82.88 3 1 6 1 6.50 11.20 S 0 0 0 0 28 13.63 % pencemaran tanah no 1 2 3 4 % keterangan B K S 9 1 0 0 24 38 35 35 7 1 5 5 32.00 20.37 32.49 pencemaran air no keterangan 1 2 3 4 B 0 5 3 0 K 40 35 35 40 S 0 0 2 0 1.11 S 0 0 0 0 38 20.0 pencemaran udara No Keterangan B 1 2 3 4 5 % 16 17 5 2 0 K 24 24 34 37 4 S 1 0 2 2 37 pencemaran udara No Keterangan B 1 2 3 4 5 % 8 12 0 9 0 14.50 0.25 37 38 33 39 91.59 10.7 19.21 .87 6.25 pencemaran air no keterangan 1 2 3 4 B 7 25 0 3 K 33 15 39 37 S 0 0 1 0 pencemaran air no keterangan 1 2 3 4 B 22 20 1 7 K 16 18 37 31 S 0 0 0 0 5.63 88.05 61.98 Lampiran 4.16 9.89 pencemaran udara No Keterangan B 1 2 3 4 5 % 1 13 0 1 0 7.25 1 9 3 0 8.00 93.21 7.25 2.

. 2. C METODE Eksperimen D ALAT DAN BAHAN 1. Kotak B diisi dengan tanah yang ditumbuhi sedikit rumput. Mari kita lakukan kegiatan agar dapat memahami akibat negatif penggundulan hutan! B TUJUAN Mengetahui dampak penggundulan hutan. alat penyiram tanaman 4. kayu persegi panjang 3 buah (kotak A. maka akan mudah banjir yang dapat merugikan manusia sendiri. dan C) • • • kotak A diisi dengan tanah yang ditumbuhi banyak rumput. B.. Apa yang tejadi selanjutnya? Tanah akan mudah terkikis (erosi. gelas kimia 1000 ml sebagai bejana penampung air. Kotak C diisi dengan tanah yang tidak ditumbuhi 3. A PENDAHULUAN Aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhannya sering menimbulkan efek samping negatif. longsor) dan jka HUJAN LEBAT.99 Lampiran 5. Hutan yang gundul akan menyebabkan tidak adanya akar-akar pohon yang mampu menyerap dan menahan air. Lembar Kerja Siswa (LKS) LEMBAR KERJA SISWA I JANGAN TEBANGI TERUS HUTANKU. Penebangan hutan yang dilakukan secara terus menerus akan menyebabkan hutan menjadi gundul. . balok kayu atau batu bata.

Amatilah keadaan air tampungan. 2. 3. ukurlah volumenya kemudian catatlah hasilnya. tampunglah air siraman masing-masing kotak. apakah yang Keadaan air Volume air Endapan air menyebabkannya? 2. B dan C? Menurutmu apakah yang menyebabkannya? . Samakah keadan air tampungan pada kotak A. B dan C dengan volume air yang sama. B dan C agak miring. Samakah volume air tampungan pada kotak A. B dan C? Adakah endapan tanah pada ketiga air tampungan? Menurutmu. Tabel Hasil Pengamatan Kotak A B C F PERTANYAAN 1. secara perlahan-lahan siramlah air ke tanah dan rumput pada kotak A. Dengan alat penyiram tanaman. aturlah agar posisi kotak A.100 E CARA KERJA 1. Susunlah perangkat percobaan seperti pada gambar di bawah! Dengan menggunakan kayu atau batu bata. 4. Dengan menggunakan gelas kimia.

Isilah gelas A. A LANDASAN TEORI Pada umumnya. ..Larutan detergen E. ALAT DAN BAHAN .101 3. Masukkan 3 ekor ikan ke dalam masing-masing gelas . air yang ada dipermukaan bumi tidak selalu dalam keadaan murni dan bersih. CARA KERJA 1. Tapi bila keadaan air disekitar kita tercemar maka apa yang akan terjadi dengan organisme yang berada disekitar lingkungan tersebut? B TUJUAN Mengetahui dampak pencemaran air terhadap organisme. namun ada senyawa dan unsure lain yang terlarut didalamnya.Gelas 3 Buah berisi air yaitu Gelas A. Air merupakan komponen yang sangat diperlukan bagi makhluk hidup. dan C dengan air dengan volume sama (500 ml). maka lahan manakah yang akan mampu menampung air lebih banyak? Tuliskan alasanmu! 4.Ikan 9 ekor . dan C . C METODE Eksperimen D. 2. Bila diumpamakan ke tiga kotak percobaan tersebut di atas sebagai lahan yang luas. dan air penyiram sebagai hujan. B. B.Larutan Pestisida . Kesimpulan apakah yang dapat diambil berdasarkan percobaan di atas! LEMBAR KEGIATAN SISWA II ADA APA DENGAN IKAN-IKAN KU……….

menurut kamu. 4. apa yang akan terjadi pada kehidupan organisme air? 4. Gelas A sebagai kontrol (air). 2. . dan C setelah diberi perlakuan diatas. B. bagaimana tindakan yang dilakukan untuk mengatasi terjadinya pencemaran air? 5. Berdasarkan kegiatan yang telah kamu lakukan. 1. Amati kondisi ikan setelah melakukan tetesan. Bagaimana kondisi ikan sebelum ditetesi larutan detergen dan larutan pestisida? Apa yang akan terjadi pada ikan-ikan tersebut setelah ditetesi larutan detergen dan larutan pestisida?Kira-kira factor apa yang mempengaruhinya? 2. 3. 5.102 3. mengapa demikian?\ 3. Adakah perbedaan kondisi ikan pada gelas A. larutan pestisida kedalam gelas C sampai tetesan yang ke 25. Jika terjadi pencemaran air. Tabel Hasil Pengamatan Kondisi Ikan No. PERTANYAAN 1. Bandingkan hasil pengamatanmu dari ketiga buah stoples tersebut kemudian diskusikan hasilnya dengan teman-temanmu. Berikan kesimpulan dari kegiatan diatas. Teteskan secara bertahap masing-masing 5 tetes larutan detergen kedalam gelas B. 5. 4. Tetesan 5 Tetes pertama 5 Tetes kedua 5 Tetes ketiga 5 Tetes keempat 5 Tetes kelima Gelas A Gelas B Gelas C F.

Karet pengikat 3.Serangga (jangkrik @ kelompok 12 ekor) E CARA KERJA 1. Oksigen sangat diperlukan bagi makhluk hidup untuk bernafas. dan plastik D berisis udara biasa (sebagai kontrol). 10 detik. Udara merupakan salah satu komponen lingkungan yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup. maka dapat mempengaruhi tubuh manusia khususnya organ pernafasan. dan 15 detik ke dalam plastik A. Kantong plastik @ kelompok 4 buah yaitu plastik A. C METODE Eksperimen D ALAT DAN BAHAN 1. Tampunglah asap dari kenalpot motor dengan lama waktu pengambilan knalpot 5 detik. dan D 2. B= 10 detik. kemudian masing-masing plastik diikat dengan erat. . B. Apabila udara yang kita hirup mengandung zat yang berbahaya . 4. energi. B TUJUAN Mengetahui dampak pencemaran udara terhadap organisme. C. C. Plastik C=15 detik dan plastik D berisis udara biasa (sebagai kontrol). B. Asap knalpot dengan lama waktu memasukan knalpot kedalam plastik A= 5 detik.103 LEMBAR KEGIATAN SISWA III PENCEMARAN UDARA A PENDAHULUAN Pencemaran lingkungan adalah peristiwa masuknya zat. atau komponen lain yang merugikan kedalam lingkungan akibat aktivitas manusia atau proses alami. unsure.

Masukkan @ 3 ekor jangkrik kedalam plastik A. 3. Catat hasil pengamatan dan diskusikan dengan teman-temanmu. unsure. atau komponen lain yang merugikan kedalam lingkungan akibat aktivitas manusia atau proses alami. Apa yang terjadi setelah setelah serangga (jangkrik) dimasukkan kedalam plastik A. dan D tadi. C. A PENDAHULUAN Pencemaran lingkungan adalah peristiwa masuknya zat. Tuliskan kesimpulan dari percobaan yang telah kamu lakukan? LEMBAR KEGIATAN SISWA IV ADA APA DENGAN UDARA YANG KITA HIRUP………. dan C yang berisi penuh dengan asap. B. Bagaimana pendapatmu apabila manusia dimasukkan ke dalam ruang tertutup yang penuh asap? 4. Bagaimana keadaan jangkrik sebelum dimasukkan kedalam plastik yang berisi penuh dengan asap? 2. dengan cara mengendorkan ikatan plastik lalu kencangkan kembali ikatan tersebut dan biarkan. lalu amati apa yang akan terjadi pada serangga tersebut. Udara merupakan salah satu komponen lingkungan yang . Adakah perbedaan? Apa yang menyebabkannya? 3. Tabel hasil pengamatan Plastik A B C D Keadaan jangkrik F PERTANYAAN 1. B.104 2. energi.

Biarkan kertas tersebut selama dua hari. disekitar rumah. dan disekitar sekolahmu. Tabel hasil pengamatan Kertas A B C D Keadaan Kertas . Oksigen sangat diperlukan bagi makhluk hidup untuk bernafas. C METODE Eksperimen D ALAT DAN BAHAN 1. maka dapat mempengaruhi tubuh manusia khususnya organ pernafasan. 5.105 sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup. Diskusikan dengan teman kelompokmu. Kertas 3. Tempelkan kertas tersebut masing-masing ditempat yang dekat jalan raya. Apabila udara yang kita hirup mengandung zat yang berbahaya . Ambil kertas tersebut. lalu amati apa yang terjadi pada kertas tersebut. 4. 3. Alat perekat (double tip/ lem/ isolasi) E CARA KERJA 1. Oleskan vaselin/minyak goring/ hand body lotion secukupnya pada kertas putih 2. B TUJUAN Mengetahui dampak pencemaran udara terhadap organisme. Vaselin/ minyak goring/ hand body lotion 2.

pertanian. B TUJUAN Mengetahui berbagai jenis sampah padat dan mengetahui cara pengolahan sampah tersebut melalui program 3 R (Reduce. Reuse. . dan Action. Bagaimana kondisi kertas sebelum ditempel? 2. polusi udara yang paling banyak itu terjadi dimana? Apa yang menyebabkannya? 4. Reuse. Di kota-kota besar masalah sampah merupakan masalah yang serius. Menurutmu dari kegiatan yang telah kamu lakukan. Apa yang akan terjadi bila lingkungan sekitar kita penuh dengan sampah? Kita dapat menangulangi sampah yang ada disekitar kita dengan melalui program 3 R (Reduce. Penggunaan kembali atau pendaur ulangan sampah (Reuse). dan buangan bahan-bahan yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme. C. industri. Recycle). C METODE Permainan Bingo. dan mengolah sampah (Recycle). Berikan kesimpulan dari kegiatan diatas LEMBAR KEGIATAN SISWA V PENANGGULANGAN PENCEMARAN TANAH A LANDASAN TEORI Pencemaran tanah disebabkan aktivitas manusia yang menghasilkan berbagai limbah rumah tangga. B. dan D setelah dibiarkan ditempel dan dibiarkan selama dua hari? Apa yang menyebabkannya? 3.106 F PERTANYAAN 1. dan Recycle) Yaitu dengan mengurangi penggunaan barang yang dapat menjadi sampah (reduce). Adakah perbedaan kondisi kertas A. karena jumlah sampah yang menumpuk sementara tempat pembuangan dan daur ulang belum sepadan.

10. 10 jenis sampah padat yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. 5. Kumpulkan polutan tersebut dan diskusikan bersama kelompokmu. . 6. Lakukan kegiatan tersebut sampai 5 kali kegiatan Bingo terundi. Kertas undian bingo 3. Perwakilan dari tiap-tiap kelompok secara bergiliran maju untuk mengambil 2 undian bingo di dalam kotak kardus. 8 Kelompok yang paling banyak mendapatkan poin maka kelompok tersebut sebagai pemenangnya. Lembar bingo E CARA KERJA 1. Kotak kardus 5. Masing-masing kelompok mengambil lembar bingo. 4. 2. Tabel benda 3 R (Reduce. vertical. Jika ada kelompok yang telah melingkari nama-nama sampah pada dua kotak lembar bingonya dan membentuk lajur horizontal. guru akan memberikan penjelasan tentang sampah tersebut dan bagaimana pemanfaatan sampah tersebut dengan program 3 R (reduce. maupun diagonal maka kelompok tersebut harus membuat garis pada urutan kotak tersebut dan berkata “Bingo” sebagai tanda berhasil dan kelompok tersebut akan mendapatkan poin. 4. 3. Menuliskan 4 macam nama sampah padat pada tiap kotak pada lembar bingo. Recycle). 7. Reuse. Setelah selesai melakukan permainan Bingo tersebut. lalu mencocokkan nama sampah padat yang tertulis pada kertas tersebut. reuse. recycle). 8.107 D ALAT DAN BAHAN 1. Untuk setiap nama sampah padat yang terundi. maka kelompok tersebut harus melingkari kotak bingo yang sesuai dengan undian yang telah diambil. kemudian ambillah benda disekitar kelas yang menurutmu sebagai pencemar. 2. Apabila undian yang telah diambil sesuai dengan nama sampah yang dituliskan pada lembar bingo. 9.

jenis polutan. Berdasarkan dari permainan yang kamu lakukan. Buatlah tabel yang menggambarkan tentang macam polutan yang didapat. Bedakan antara sampah organic dan anorganik. beri contohnya! 3. Berikan kesimpulan dari kegiatan diatas. F PERTANYAAN 1. .108 11. sebutkan bahan atau zat yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran tanah? 2. Dari jenis sampah yang kamu temukan. sumber polutan dan sifat polutan tersebut. apakah ada sampah yang dapat di daur ulang?sebutkan dan bagaimana cara mendaur ulangnya? 4.

2. 3 dan 4 . 3. atau d pada jawaban yang paling benar 1.109 Lampiran 7. batu bara. mengurangi penggunaan bahan bakar fosil seperti bensin. dihuni banyak fauna Berikut ini yang termasuk usaha manusia mencegah pencemaran udara: 1. tidak melibatkan masyarakat setempat. mengolah sampah menjadi kompos 5. c. Soal Uji Coba Post-test SOAL ULANGAN HARIAN Konsep : Pengelolaan Lingkungan Kelas/Semester : VII/Gasal Waktu : 45 Menit Berilah Tanda silang (X) huruf a. b. a. membangun taman kota 2. 2 dan 5 c.. d. Penebangan hutan secara liar dianggap sebagai penyebab utama terjadinya bencana banjir. tidak memperhitungkan jumlah pohon yang ditebang. c.. c. membangun bak penampungan di sekitar rumah usaha yang bertujuan untuk mencegah pencemaran udara oleh CO2 adalah a. tumbuh banyak enceng gondok 3. Salah satu ciri bahwa air kolam atau danau telah tercemar adalah. meningkatkan gizi masyarakat 4.. b. tidak mempertimbangkan ukuran pohon yang ditebang. tidak membayar pajak pada pemerintah daerah. airnya tidak berbau b. 1 dan 2 b. air berbau dan berwarna d. a. karena. 2 dan 4 d..

dibiarkan hancur oleh alam 6. c. gas O2.... NOx. Kerugian besar yang diakibatkan oleh penggunaan pertisida untuk memberantas hama tanaman adalah a. mendatangkan pemangsanya yaitu ular d. menyebabkan pencemaran air b. a. menyebabkan pencemaran udara (bau) d. mahalnya biaya untuk membeli pestisida. diolah menjadi pupuk kompos d. membakar sampah plastik c. a. membuang sampah ke sungai b..110 4.. Cara menjaga pencemaran lingkungan oleh limbah pertanian yang paling aman adalah a. udara/atmosfer sangat kering 8. kecuali. pengaturan penggunaan pupuk dan pestisida . dan SOx b. gas CO2. menjadi sumber mata air c. sebagai sarang nyamuk anopeles 5. Cara mencegah pencemaran lingkungan oleh limbah rumah tangga adalah. meningkatnya gedung yang terbuat dari kaca d. a. Di bawah ini akibat yang ditimbulkan oleh limbah rumah tangga yang menggenang di bak atau selokan. menyemprot dengan pestisida b. Efek rumah kaca terjadi karena naiknya suhu udara/atmosfer yang disebabkan oleh.. panenan dapat meningkat b... terbunuhnya hewan yang bermanfaat d. dan NOx c. a. SOx. diberi racun tikus 9. meningkatnya kekebalan tanaman 7. menangkap dan membunuh hama c. Penanggulangan hama tikus di sawah secara fisik yang tepat di bawah ini adalah.

oksida logam. meningkatkan penggunaan pupuk buatan c. a. Peningkatan suhu global di bumi disebabkan oleh pencemaran. udara oleh debu b. menggunakan organisme pemangsa hama c. asap. membasmi hama dengan pestisida 10. mengalirkan limbah pabrik ke bak penampungan c. Cara menanggulangi pencemaran lingkungan oleh limbah industri adalah a. c. b. air oleh air panas. solar. hujan lebat pada tanah yang ada tanaman gelombang air laut yang besar naiknya permukaan air laut hujan lebat pada tanah yang tidak ada tanaman .. CFC. air oleh radiasi ultraviolet c.. dan SOx b. Erosi tanah disebabakan oleh………… a.111 b. NOx. menutup pabrik-pabrik yang menghasilkan limbah b... menggunakan organisme makanan hama d. air oleh limbah kimia cair 12. memanfaatkan organisme sejenis b. NOx. batu bara akan dapat mengurangi pencemaran. udara oleh CO2 d. d. a. mengolah limbah pabrik sebelum mengalirkannya ke sungai 11. membuang limbah pabrik ke laut dalam d. penanaman tanaman yang kebal hama d. CO.. CO. udara oleh CO2. menggunakan pestisida 13. Pengendalian hama tanaman budidaya secara biologis adalah pengendalian hama dengan a. Mengurangi penggunaan bahan bakar fosil seperti bensin. dan oksida logam c. udara oleh CO. air oleh CO2. dan Sox 14. dan SOx d.

dan pada bagian bawah kotak diberi wadah untuk menampung air maupun tanah yang terbawa oleh air. B. pada kotak B diberi tanaman sedikit (jarang). Percobaan di atas dapat digambarkan seperti di bawah ini: 15.112 Uraian di bawah ini untuk soal no 15 – 17. c. dan pada kotak C tidak diberi tanaman. Kemudian masing-masing kotak disiram dengan air melalui bagian atas kotak. tumbuh tanaman 16. a.. Kotak-kotak di atas diibaratkan hutan. apa yang akan terjadi pada kotak A apabila turun hujan lebat? a. Pernyataan di bawah ini yang sesuai dengan kegiatan di atas adalah. b. Volume air pada gelas penampung di kotak C lebih kecil dari pada volume air pada gelas penampung di kotak B . pengikisan tanah d. longsor banjir c. d. b. Pada suatu percobaan menggunakan 3 kotak yaitu kotak A... Endapan tanah pada gelas penampung di kotak C lebih kecil dari pada endapan tanah pada gelas penampung di kotak B. Volume air pada penampung di kotak A lebih besar dari pada volume air pada gelas penampung di kotak B. Pada kotak A diberi tanaman penuh (lebat). dan C. Endapan tanah pada gelas penampung di kotak C lebih besar dari pada endapan tanah pada gelas penampung di kotak B.

Sebagai tempat berlindung makhluk hidup 3. d. Perhatikan diagram/grafik di bawah ini: volume air tampungan 150 ml 100 ml 70 ml 30 ml A B Kotak C Dari grafik di atas. 4 d. 2. b. 2. 4 c. pernyataan yang salah adalah………. 3. Menyerap air hujan Dari pernyataan di atas. air yang disiram di kotak A terserap oleh tanaman terjadi erosi pada kotak A tidak ada tanaman yang menyerap air pada kotak C volume air pada kotak B lebih sedikit dari kotak C 19. Perhatikan pernyataan di bawah ini dengan seksama: 1. Membuka hutan untuk permukiman 4.. c. Menghasilkan oksigen 2. b. a. a. 4 . d. 3 1. 2. b. Penanggulangan hama wereng secara biologis dapat dilakukan dengan cara… a. mendatangkan pemangsa berupa ular mendatangkan pemangsa berupa burung menggunakan pestisida menggunakan insektisida 18. 1.113 17. 1. manakah yang termasuk fungsi hutan adalah. c. 3..

2 c. Salah satu dampak atau akibat yang ditimbulkan dengan adanya pemanasan global adalah… a. menurunnya permukaan air laut b. ada asap rokok d. b. cepatnya pertumbuhan flora dan fauna 24. detergen. a. Akibat adanya pencemaran tanah adalah… a. batu c. Yang menyebabkan terjadinya pencemaran tanah adalah.. semua benar 23. botol kaca d. mencairnya es di kutub c. ada asap pabrik ada asap kendaraan c. Yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran air adalah……. pupuk. detergen.... pestisida. a. tanaman tumbuh dengan baik 25.. ikan.114 20. shampo eceng gondok.. semua jawaban benar . Udara akan tercemar apabila……. sampah keleng c. botol plastik b. a.. b. banyak ikan yang mati d. detregen 22. 1 b. rumput laut d. naiknya permukaan tanah d. a. 3 d. 4 21. Perhatikan gambar di bawah ini: 1 2 3 4 Pada gambar di atas yang tidak menyebabkan terjadinya pencemaran udara adalah. shampo. tanah menjadi tandus tanah menjadi lebih subur c. b. ikan.

Pada gelas A tidak ditetesi apa-apa. pencemaran air b.5 %. Pada semua gelas diberi ikan. dan C. pencemaran udara c. dengan konsentrasi detergen dan pestisida sama yaitu 2. d. Perhatikan gambar di bawah ini: 1 2 3 4 .115 26. b. dan pada gelas C ditetesi dengan pestisida. Program 3 R (Reduce. pencemaran air dan tanah 27. c. dan Recycle) dapat dilakukan untuk menanggulangi…… a. Pada suatu percobaan menggunakan 3 buah gelas yaitu gelas A. Reuse. B . pencemaran tanah d. pada gelas B ditetesi dengan deterjen. Pestisida lebih berbahaya dari pada detergen Penggunaan pestisida dan detergen harus dihentikan detergen lebih berbahaya dari pestisida ikan mati pada penetesan detergen ke 30 28. Ternyata setiap ditetesi deterjen maupun pestisida menyebabkan perubahan pada ikan yang digambarkan pada grafik di bawah ini: Jumlah tetesan 40 tetes 50 tetes detergen 30 tetes pestisida 20 tetes sehat pingsan Keadaan Ikan mati Apa yang dapat kamu simpulkan dari grafik di atas a.

3 dan 4 d. 2 dan 4 d. 1 dan 3 b. yang dapat ditanggulangi dengan reuse (bisa digunakan kembali) adalah……… a. Dari gambar diatas yang termasuk sampah anorganik adalah……… a. Perhatikan jenis-jenis sampah di bawah ini: 1. 1 dan 2 c. 4 d. 4 c.116 Dari gambar diatas yang termasuk sampah organik adalah……. 2. 2. 1. gangguan pernafasan pada manusia c. Asap knalpot kendaraan yang mengandung gas carbon monoksida (CO) dapat mengakibatkan… a. semua benar Untuk soal nomer 34-35. Kaleng minuman 2. perubahan kelembaban udara d. terjadinya hujan asam b. a. 1. 3 dan 4 b. 3. 3 b. 3. plastik blanja 4. 1 dan 2 c. botol plastik Dari jenis sampah diatas. 1 dan 3 30.. kertas bekas 3. perhatikan tabel berikut: Tabel perhitungan luas arel hutan di beberapa kabupaten adalah sebagai berikut Nama Kabupaten Kabupaten A Kabupaten B Kabupaten C Kabupaten D Luas Areal Hutan 800 ha 300 ha 400 ha 600 ha Jumlah Pohon 5500 2000 5000 4000 . 2 dan 4 29. korosi pada logam 31.

kabupaten D Untuk soal nomer 34 – 35 perhatikan grafik di bawah ini: hubungan kebakaran hutan .. a. kabupaten A b.. kabupaten B c. a. Dengan melihat data pada tabel di atas.. tetap d. Bila ternyata luas hutan terbakar pada tahun 2006 menjadi 255 ha.. tidak terukur 35. tidak terukur .. meningkat c. a. maka pada tahun 2005 jumlah pasien ISPA .. kabupaten B c. Berdasarkan tabel di atas. maka bisa diperkirakan jumlah pasien ISPA akan. kabupaten yang tinggi kepadatan pohonnya adalah hutan kabupaten. kabupaten D 33. kabupaten C d. meningkat b. melihat kecenderungan luas hutan yang terbakar. tetap d.. menurun c.117 32. bila dianggap jumlah pohon berhubungan dengan kemampuan menahan air. menurun b. kabupaten C d.pasien ISPA jumlah pasien ISPA 100 80 60 40 20 0 251/2003 235/2004 222/2005 luas hutan terbakar/tahun jumlah pasien ISPA Garafik di atas menunjukkan jumlah pasien ISPA (Infeksi saluran Pernafasan Atas) yang dihubungkan dengan peristiwa kebakaran hutan 34.. kabupaten A b. a. maka kabupaten yang paling tinggi cadangan airnya adalah kabupaten.. Dari grafik di atas.

c 3. b 13. a 29.118 Lampiran 8. d 11. d 14. b . a 34. d 23. b 35. c 7. c 12. d 21. c 6. d 15. a 2. b 5. a 10. d 26. a 25. c 17. b 31. b 19. c 27. d 22. c 30. a 8. d 32. d 16. c 33. b 9. b 20. a 4. b 18. b 24. Kunci Jawaban Soal Uji Coba Post-test Kunci Jawaban Soal Uji Coba Post-test 1. a 28.

Tabel Analisis Butir Soal Uji Coba (Pre-test) .119 Lampiran 9.

atau d pada jawaban yang paling benar 1. 3. a. tidak melibatkan masyarakat setempat. meningkatkan gizi masyarakat 4. mengolah sampah menjadi kompos 5. tidak memperhitungkan jumlah pohon yang ditebang. mengurangi penggunaan bahan bakar fosil seperti bensin. karena. tumbuh banyak enceng gondok 3. tidak mempertimbangkan ukuran pohon yang ditebang. dihuni banyak fauna Berikut ini yang termasuk usaha manusia mencegah pencemaran udara: 1.. 2 dan 5 c. membangun taman kota 2.. c. c. tidak membayar pajak pada pemerintah daerah. Soal Ulangan Harian (Post-test) SOAL ULANGAN HARIAN Konsep : Pengelolaan Lingkungan Kelas/Semester : VII/Gasal Waktu : 45 Menit Berilah Tanda silang (X) huruf a..120 Lampiran 10. airnya tidak berbau b. 1 dan 2 b. Salah satu ciri bahwa air kolam atau danau telah tercemar adalah. 3 dan 4 . air berbau dan berwarna d. d. 2. a. batu bara.. 2 dan 4 d. b. membangun bak penampungan di sekitar rumah usaha yang bertujuan untuk mencegah pencemaran udara oleh CO2 adalah a. b. Penebangan hutan secara liar dianggap sebagai penyebab utama terjadinya bencana banjir. c.

. kecuali.. Efek rumah kaca terjadi karena naiknya suhu udara/atmosfer yang disebabkan oleh. Penanggulangan hama tikus di sawah secara fisik yang tepat di bawah ini adalah. dan NOx c. NOx. udara/atmosfer sangat kering 7. menangkap dan membunuh hama c.. meningkatnya kekebalan tanaman 6.. diberi racun tikus 8. gas O2. a. penanaman tanaman yang kebal hama d.. Menyebabkan pencemaran air b. a. Di bawah ini akibat yang ditimbulkan oleh limbah rumah tangga yang menggenang di bak atau selokan. Cara menjaga pencemaran lingkungan oleh limbah pertanian yang paling aman adalah a. Kerugian besar yang diakibatkan oleh penggunaan pertisida untuk memberantas hama tanaman adalah a. Menyebabkan pencemaran udara (bau) d. terbunuhnya hewan yang bermanfaat d. SOx. Sebagai sarang nyamuk anopeles 5. panenan dapat meningkat b. menyemprot dengan pestisida b. dan SOx b.. mahalnya biaya untuk membeli pestisida. pengaturan penggunaan pupuk dan pestisida b.121 4. a. meningkatnya gedung yang terbuat dari kaca d. c. gas CO2. membasmi hama dengan pestisida . Menjadi sumber mata air c. meningkatkan penggunaan pupuk buatan c. mendatangkan pemangsanya yaitu ular d.

membuang limbah pabrik ke laut dalam d.. Pada kotak A diberi tanaman penuh (lebat). a. Cara menanggulangi pencemaran lingkungan oleh limbah industri adalah a. Kemudian masing-masing kotak disiram dengan air melalui bagian atas kotak. menutup pabrik-pabrik yang menghasilkan limbah b.. pada kotak B diberi tanaman sedikit (jarang). udara oleh CO2 d. g. menggunakan organisme makanan hama d. air oleh limbah kimia cair 11.. menggunakan organisme pemangsa hama c.122 9. Percobaan di atas dapat digambarkan seperti di bawah ini: . hujan lebat pada tanah yang ada tanaman gelombang air laut yang besar naiknya permukaan air laut hujan lebat pada tanah yang tidak ada tanaman Uraian di bawah ini untuk soal no 15 – 17. Erosi tanah disebabakan oleh………… e. dan pada bagian bawah kotak diberi wadah untuk menampung air maupun tanah yang terbawa oleh air. udara oleh debu b. memanfaatkan organisme sejenis b. B. Peningkatan suhu global di bumi disebabkan oleh pencemaran. h. air oleh radiasi ultraviolet c. mengolah limbah pabrik sebelum mengalirkannya ke sungai 10. mengalirkan limbah pabrik ke bak penampungan c. f. dan C. menggunakan pestisida 12. Pada suatu percobaan menggunakan 3 kotak yaitu kotak A. Pengendalian hama tanaman budidaya secara biologis adalah pengendalian hama dengan a. dan pada kotak C tidak diberi tanaman.

d. g. pengikisan tanah d. Volume air pada penampung di kotak A lebih besar dari pada volume air pada gelas penampung di kotak B.. 15. apa yang akan terjadi pada kotak A apabila turun hujan lebat? c. f. Kotak-kotak di atas diibaratkan hutan.123 13. mendatangkan pemangsa berupa ular mendatangkan pemangsa berupa burung menggunakan pestisida menggunakan insektisida . Endapan tanah pada gelas penampung di kotak C lebih kecil dari pada endapan tanah pada gelas penampung di kotak B. longsor banjir c. e. f.. Endapan tanah pada gelas penampung di kotak C lebih besar dari pada endapan tanah pada gelas penampung di kotak B. Volume air pada gelas penampung di kotak C lebih kecil dari pada volume air pada gelas penampung di kotak B.. Penanggulangan hama wereng secara biologis dapat dilakukan dengan cara… e. h. tumbuh tanama 14. h. Pernyataan di bawah ini yang sesuai dengan kegiatan di atas adalah. g.

semua benar . ikan.. c. botol kaca d. 1. 3. Yang menyebabkan terjadinya pencemaran tanah adalah. 4 d. Perhatikan pernyataan di bawah ini dengan seksama: 1. 3. detregen 19. Menyerap air hujan Dari pernyataan di atas. e. g. a. Menghasilkan oksigen 2. botol plastik b. rumput laut d. 4 18. detergen. 2. detergen.. c. pernyataan yang salah adalah………. Sebagai tempat berlindung makhluk hidup 3. shampo... pestisida. f. Perhatikan diagram/grafik di bawah ini: volume air tampungan 150 ml 100 ml 70 ml 30 ml A B Kotak C Dari grafik di atas. Yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran air adalah……. shampo d. 2. 4 c.. air yang disiram di kotak A terserap oleh tanaman terjadi erosi pada kotak A tidak ada tanaman yang menyerap air pada kotak C volume air pada kotak B lebih sedikit dari kotak C 17. 1. manakah yang termasuk fungsi hutan adalah. batu c. sampah keleng c.124 16. ikan. 2. pupuk. Membuka hutan untuk permukiman 4. h.. 3 1. eceng gondok. d.

Pada suatu percobaan menggunakan 3 buah gelas yaitu gelas A. Pada semua gelas diberi ikan.125 20. dan pada gelas C ditetesi dengan pestisida. pencemaran udara c. tanah menjadi tandus tanah menjadi lebih subur banyak ikan yang mati tanaman tumbuh dengan baik 21. pada gelas B ditetesi dengan deterjen. B . dengan konsentrasi detergen dan pestisida sama yaitu 2. Pestisida lebih berbahaya dari pada detergen. Pada gelas A tidak ditetesi apaapa. Ternyata setiap ditetesi deterjen maupun pestisida menyebabkan perubahan pada ikan yang digambarkan pada grafik di bawah ini: Jumlah tetesan 40 tetes 50 tetes detergen 30 tetes pestisida 20 tetes sehat pingsan Keadaan Ikan Apa yang dapat kamu simpulkan dari grafik di atas e. e. d. Reuse. pencemaran tanah d. Akibat adanya pencemaran tanah adalah… c. Detergen lebih berbahaya dari pestisida. pencemaran air b. pencemaran air dan tanah 22. g.5 %. dan Recycle) dapat dilakukan untuk menanggulangi…… a. dan C. Penggunaan pestisida dan detergen harus dihentikan. f. Program 3 R (Reduce. mati . f.

kertas bekas 3. 4 d. 1. 4 c. a. 1. Asap knalpot kendaraan yang mengandung gas carbon monoksida (CO) dapat mengakibatkan… a. terjadinya hujan asam b. 1 dan 3 25. 3 d. 1 dan 2 c. 1 dan 2 c. Perhatikan jenis-jenis sampah di bawah ini: 1. korosi pada logam 26.. 3. 2 dan 4 d.126 h. botol plastik Dari jenis sampah diatas. 2 dan 4 24. semua benar Untuk soal nomer 34-35. Dari gambar diatas yang termasuk sampah anorganik adalah……… c. 3. 3 dan 4 d. Kaleng minuman 2. Perhatikan gambar di bawah ini: 1 2 3 4 Dari gambar diatas yang termasuk sampah organik adalah……. 1 dan 3 b. perhatikan tabel berikut: . 3 dan 4 d. Ikan mati pada penetesan detergen ke 30 23. yang dapat ditanggulangi dengan reuse (bisa digunakan kembali) adalah……… c. 2. gangguan pernafasan pada manusia c. perubahan kelembaban udara d. 2. plastik blanja 4.

. Dari grafik di atas. kabupaten B c.pasie n ISPA jum pasien ISPA lah 100 80 60 40 20 0 251/2003 235/2004 222/2005 luas hutan terbakar/tahun jumlah pasien ISPA Grafik di atas menunjukkan jumlah pasien ISPA (Infeksi saluran Pernafasan Atas) yang dihubungkan dengan peristiwa kebakaran hutan 29. maka pada tahun 2005 jumlah pasien ISPA . Kabupaten B c.. kabupaten D 28. a. bila dianggap jumlah pohon berhubungan dengan kemampuan menahan air. a. Kabupaten A b. a. meningkat b. Berdasarkan tabel di atas. kabupaten C d... menurun c. Kabupaten C d.127 Tabel perhitungan luas arel hutan di beberapa kabupaten adalah sebagai berikut Nama Kabupaten Kabupaten A Kabupaten B Kabupaten C Kabupaten D Luas Areal Hutan 800 ha 300 ha 400 ha 600 ha Jumlah Pohon 5500 2000 5000 4000 27.. Dengan melihat data pada tabel di atas... kabupaten yang tinggi kepadatan pohonnya adalah hutan kabupaten. tetap d. maka kabupaten yang paling tinggi cadangan airnya adalah kabupaten. kabupaten A b. tidak terukur . Kabupaten D Untuk soal nomer 34 – 35 perhatikan grafik di bawah ini: hubungan ke bakaran hutan . melihat kecenderungan luas hutan yang terbakar.

128 30. a. tetap d. menurun b.. meningkat c. tidak terukur . Bila ternyata luas hutan terbakar pada tahun 2006 menjadi 255 ha.. maka bisa diperkirakan jumlah pasien ISPA akan.

c 28. Kunci Jawaban Post-test 1. b 26. c 11. c 3. b 8. a 29.129 Lampiran 11. c 22. b 17. a 7. b 30. a 2. b 16. c 15. b 18. a 21. d 13. d 27. a 4. c 25. a 9. b 12. a 23 a 24. d 20. d 19. c 6. b . d 10. d 14. b 5.

130 Lampiran 12. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Nama siswa Abda Alif CH Agista Isma Alan Didi Alfian Saefudin Annisa Rama W Aulia Ade Hanisa Banon Gede U Catur Widiyono Danang Puji Wiyono Deli Puspita Fascal Tri Eryanto Galang Eksel Habib Mustika Hafishil Ihsan Harita Niken Hilda Hermita Karno Khomsatun Anisa Marco Setiyaji Muh Nabil Muh Nisal Muh Tri Yulianto Murdiono Nika Arum S Novia Budiani Nurul Aastri Randy Yohendri Rendra Ghalia Risky Citraning Riskyana Septy Rustanti Shima Suara G Nilai post test 70 77 83 70 83 77 87 63 70 67 47 70 73 67 53 80 53 73 47 67 73 57 67 80 77 77 73 47 70 83 73 73 . Hasil Belajar (Post-test) Siswa Tabel Hasil Belajar Siswa Kelas VII C No.

45 Hasil Belajar Siswa Kelas VII C No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Nama Siswa Abdul Rosid Ade Yogyanto Adi Kurniawan Anisa Kusuma Arditya V Benny haryadi Cici Apriliani Deny Suliststianto Devy Nurita Dwi rahyo K Edgar Ema Anika R Evin Oktarika P Febri Trisnawati Febriyanto F Fitri Rohma W Hening Tri K Heru Wibowo Ilfan Afiandi Indah Permata S Kholifah Ayu Nilai post test 80 70 40 73 77 73 63 83 70 63 80 53 57 73 60 90 63 70 70 67 70 .131 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 Siswindarti Steven Putra Tri afiebbawa E Ulin Nuha M Wahyu Eka Wahyu setia Yunita Triana Yusuf Dewantoro Yusuf HK Maulana jamianto 60 70 60 63 60 73 87 77 73 67 Nilai Tertinggi Nilai Terendah Rata-Rata 97 47 69.

55 Hasil Belajar Siswa Kelas VII G No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nama Siswa Ade Riski Agung Sugiarto Agus Santoso Akbar Salmani Ali Mubarok Anis Nurdyana Annisa Nurika Arifin Siddiq Ayyub Sunanajar Bayu Chirstian Nilai post test 60 87 80 73 80 70 70 63 70 70 .132 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 Lusi Setiyo Maulana Soba Mawar banondari Mela Fitri Mia Marcelina muh Saefudin Muji Lelono Nisfuan Dwi F Randa deski K Ratna Purnama S Saifudin Teguh Darsono Tri Setyo Wahyu Upik Nurkholifah Vena Vidiyanti Widiharto Widodo Widya Kusuma Winda Mareta Yantra Prasiwi Yodha Anandita 67 57 70 93 60 80 67 87 67 43 70 73 83 60 70 63 60 67 67 60 70 Nilai Tertinggi Nilai Terendah RATA-RATA 93 40 68.

133 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 Bonit Prawidyo Darwisata Denni pratama Devi Noviasari Ignu bayu P Imam Agus R Ina Anggraeni malinda Melati Kusuma Mila Ariska W Muh Saiful GL Naela Amalia Nova Nurdyanti Nur fauzi L Oni Kurnia Pranita Verk Probo dewi A Puji handayani rahayu Novia T Ravi Eno. A Reni febriyana H Senka Novier Sevia Septiyanti Silviani Sinta Aini P Siti fatmawati Sukma Hertoko Teguh Adi Putra Tri Yulianti Wahyu Winarningrum Yahya Al Abror Yudha Oktanoviana 77 77 67 77 67 77 80 60 70 87 70 87 70 73 77 90 63 77 93 77 77 87 67 67 77 87 70 47 73 87 73 80 Nilai Tertinggi Nilai Terendah Rata-rata 93 47 74.54 .

89 67.37 71.39 6.25 10.98 0.69 Nilai = 74.76 13.8 40-65 = 5 siswa 66-80 = 28 siswa 81-100 =8 siswa ketuntasan=87.03 VIIG Erosi Tanah Udara Tanah Air Rerata 32.2 40-65 = 11 siswa 66-80 = 25 siswa 81-100 = 5 siswa ketuntasan=73.26 84.13 11.57 25.00 74.88 13.21 0.10 17.89 51.79 28.17% 9.56 48.50 57.88 67.17 31.13 76.86 26.00 9.38 73.90 63.16 25.75 56.69 29.66 0.83 68.08 2.63 18.41 57.38 1.21 62.24 63.00 8.63 60.82 13.09 32.49 24.42 18.31 70.21 Nilai = 68.83 9.25 5.48 29.59 23.77 68.88 .52 70.6 40-65 = 14 siswa 66-80 = 19 siswa 81-100 = 6 siswa ketuntasan=64.13 23.81 VIIC Erosi Tanah Udara Tanah Air Rerata 28.134 Lampiran 13.91 67.8% 19.19 25.12 19.88 1.88 80.07 18.42 9.31 23.25 62.17 9.75 37. Tabel Analisis Hasil Belajar Siswa Tabel Analisis Hasil Belajar Siswa Kelas Materi Betul lengkap Hasil Pre-tes t(%) Betul tidak lengkap Kurang betul Salah Hasil Post-test Betul (%) Salah (%) Keterangan VIIB Erosi Tanah Udara Tanah Air Rerata 20.32 7.89 7.06 79.76 10.51 75.78 11.50 32.97 32.61 10.00 11.23 31.31 23.25 18.00 11.14 73.25 8.61 11.1% 24.05 51.69 Nilai = 69.75 6.50 67.50 11.68 18.89 76.32 22.

............. = ........ Berilah tanda cek pada grafik skala yang sesuai dengan keadaan siswa yang diobservasi............................................................................. = ......................... = .......... = .............................................................. Lembar Observasi Aktivitas Siswa Lembar Observasi Aktivitas Siswa Nama sekolah Kelas Mata Pelajaran Materi Tanggal dan waktu = .................135 Lampiran 14...... No 1 Keterangan Bagaimana perhatian siswa responsif terhadap penjelasan guru? 2 Bagaimana aktivitas siswa dalam kelompok? 3 Bagaimana kemampuan siswa mengemukakan pendapat ? 4 Bagaimana kemampuan siswa mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari ? 5 Bagaimana siswa memanfaatkan waktu ? 6 7 Bagaimana siswa membangun ide ? Bagaimana siswa menarik kesimpulan? Responsif 4 3 tidak responsif 2 1 .....

siap mengikuti pelajaran. mudah dipahami. dan mengemukakan ide Kurang dapat bekerja sama Tidak beraktivitas 3 Kemempuan Siswa Mengemukakan Pendapat Responsif. runtut. mengemukakan ide. menyebutkan contoh. menyebutkan contoh. penjelasan contoh Relevan. memiliki iode pemecahan suatu masalah sehari-hari Relevan. Responsif. menyebutkan contoh Tidak dapat mengkaitkan 5 Kemampuan Siswa Memanfaatkan Waktu Datang tepat waktu. dan menghargai pendapat teman. Dapat bekerja sama. dapat menyelesaikan tugas tepat waktu 4 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 Skor . mencatat Memperhatikan Kurang memperhatikan Tidak memperhatikan 2 Aktivitas Siswa dalam Kelompok Dapat bekerja sama. runtut. Rubrik untuk Observasi Aktivitas Siswa Rubrik Observasi Aktivitas Siswa No 1 Kriteria Perhatian Siswa Terhadap Penjelasan Guru Memperhatikan. disertai contoh. mudah dipahami Responsif. runtut Tidak berpendapat 4 Kemempuan Siswa Mengkaitkan Materi dengan Kehidupan Sehari-hari Relevan. menjawab pertanyaan teman. penjelasan contoh. menyimak.136 Lampiran 15.

mengakaitkan dengan keseharian. mengorganisasi ide Memahami materi Belum mampu membangun ide 7 Kemampuan Siswa Menarik Kesimpulan Kesimpulan benar. sesuai tujuan pembelajaran Kesimpulan benar. logis. dapat menyelesaikan tugas tepat waktu Datang tepat waktu. atau dapat menyelesaikan tugas tepat waktu Tidak dapat memanfaatkan waktu 6 Kemampuan Siswa Membangun Ide Memahami materi. mengorganisasi ide. menyampaikan ide Memahami materi. sesuai tujuan pembelajaran Kesimpulan logis Kesimpulan masih kabur 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 .137 Datang tepat waktu.

2 0.0 8.0 16.2 94.7 0.9 78.7 95.7 35.1 0.0 9.3 0.8 40.4 0.7 11.4 76.2 9.08 0.9 0.6 0.0 0.9 0.1 8 5.6 4.1 64.0 11.1 21.5 9.6 83.0 0.0 4.5 64.1 73.0 59.5 0.1 2.6 0.0 21.4 57.0 6.0 26.0 21.138 Lampiran 16.6 11.0 0.0 58.8 0.3 0.0 16.4 9.4 90.6 47.9 7 4.0 16.0 0.5 88.8 .5 0.2 78.0 0.0 47.5 42.6 0.9 78.3 66.4 75.0 2.2 83.0 0.4 54.0 35.7 4.7 0.00 0.0 2.0 54.0 0.0 0.9 45.0 0.38 85.0 26.0 20.1 93.5 95.4 66.08 15.4 0.7 11.3 0.0 71.0 0.4 71.5 0.8 0.0 19.0 0.7 0.1 8 6.0 0.0 21.5 28. Tabel Hasil Aktivitas Siswa Tabel Hasil Aktivitas Siswa Aspek yang diamati Kelas / sikap siswa (%) VII B 2 1 4 3 2 1 4 N o VII C 4 3 VII G 3 2 1 1 siswa responsif terhadap penjelasa n guru 2 aktivitas siswa dalam kelompok 3 mengemu kakan pendapat 4 mengaitk an materi dengan kehidupa n seharihari 5 memanfa atkan waktu 6 membang un ide 7 menarik kesimpul an Total (%) Respon positif Konversi nilai skala 11 33.7 0.0 4.

Menunggu teman yang lain bertanya c. Jawaban tidak mempengaruhi nilai Anda 1. Apakah yang anda lakukan saat diskusi kelas berlangsung? a. paham sebagian 2. Biasa-biasa saja c. Kesan Anda saat diskusi berlangsung? a. Paham b. Apakah yang anda lakukan saat percobaan berlangsung ? a. melakukan percobaan. Lembar Observasi Tanggapan Siswa ANGKET TANGGAPAN SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN Petunjuk : 1. Menyenangkan b. Selama ini apakah anda mengerjakan tugas pengamatan yang diberikan oleh guru? a. Selalu b. Diam c. Anda dapat menyimpulkan hasilnya? a.139 Lampiran 17. Sebagian c. tidak paham . Tidak dapat b. Menjemukan c. Pilihlah salah satu jawaban sesuai dengan kondisi sebenarnya 2. Biasa-biasa saja 7. Apakah Anda memahami materi yang baru saja diajarkan? a. Diam saja 4. aktif 5. Menyenangkan b. Kadang 3. Dapat 6. Menjemukan c. tidak c. diskusi. Kesan Anda pada saat melakukan tugas pengamatan? a. bercakap-cakap b. Apakah setelah mengerjakan tugas. Aktif b.

Ragu-ragu 10. Apakah dengan penerapan pendekatan JAS. menyenangkan dan mudah dipahami b. keterampilan berhipotesis. tidak c. Ia b. anda lebih aktif dalam mengembangkan keterampilan proses sains (keterampilan bertanya. Bagaimana materi yang diajarkan guru dengan menggunakan pendekatan jelajah alam sekitar (JAS)? a. Apakah dengan guru menerapkan pendekatan JAS. c. tidak . Biasa-biasa saja keterampilan berkomunikasi. dsb)? a. Anda akan lebih mampu mengkaitkan pengetahuan Anda dengan fenomena nyata? a.140 8. Ia b. Ragu-ragu c. keterampilan menginterprestasi. menyenangkan tapi kurang bisa dipahami 9.

Tidak Mampu mengkaitkan pengetahuan dengan fenomena alam a. Menyenangkan b. Ragu-ragu c. Tidak Kelas VIIB 46 54 0 85 16 0 81 7 12 88 12 0 51 49 0 90 10 0 71 21 8 85 15 0 Persentase Kelas VIIC 40 55 5 84 13 3 82 11 7 82 18 0 29 71 0 76 24 0 39 61 0 66 17 17 Kelas VIIG 56 44 0 78 20 2 90 7 3 90 4 6 66 34 0 83 17 0 59 39 2 73 17 10 2 3 4 5 6 7 8 9 63 37 0 47 42 11 66 34 0 10 89 10 1 84 16 0 85 12 3 . Ragu-ragu c. Menjemukan Kesan mengenai metode pembelajaran a. Kadang-kadang c. Diam c. Tidak paham Mengerjakan tugas pengamatan a. Biasa-biasa saja c. Kurang paham c. Menjemukan Kesan saat diskusi berlangsung a. Biasa-biasa saja Kegiatan eksplorasi dapat mengaktifkan keterampilan proses a. Hasil Observasi Tanggapan Siswa Tabel Hasil Observasi Tanggapan Siswa No 1 Pertanyaan Pemahaman materi a. Sebagian c. Biasa-biasa saja c.141 Lampiran 18. Becakap-cakap c. Menunggu teman bicara Sikap saat kegiatan berlangsung a. Ya b. Tidak dapat Kesan saat kegiatan a. Selalu b. Menyenangkan kurang dipahami c. Aktif b. Menyenangkan mudah dipahami b. Aktif b. Dapat b. tidak Kegiatan diskusi a. Diam Menyimpulkan kegiatan a. Ya b. Paham b. Menyenangkan b.

142

Lampiran 19. Lembar Observasi Kinerja Guru dalam Pembelajaran

Lembar Observasi Kinerja Guru dalam Pembelajaran
No Aspek yang diamati Pelaksanaan Terlaksana (skor) 4 1 Pendahuluan a. memotivasi siswa b. menyempaikan tujuan pembelajaran c. menggali pengetahuan awal siswa 2 Kegiatan inti a. memberikan informasi tentang kegiatan b. membentuk kelompok c. membegai LKS dan memberi penjelasan d. membimbing diskusi kelompok e. memberi kesempatan kelompok presentasi f. memberi tanggapan kelompok presentasi g. membimbing siswa menarik simpulan h. memberi penegasan konsep-konsep esensial 3 Penutup a. membimbing siswa melakukan refleksi b. memberi kesempatansiswa mecatat c. melakukan feed back pertanyaan atau tes d. memberi tugas 3 2 1 Tidak

143

Lampiran 20. Rubrik Kinerja Guru dalam Pengajaran

Tabel Rubrik Kinerja Guru dalam Pembelajaran No 1. Aspek yang diamati Pendahuluan a. memotivasi siswa a.1. memberi contoh fenomena, demonstrasi fenomena, tanya 4 jawab, mudah dipahami a.2. memberi contoh fenomena, tanya jawab, mudah dipahami a.3. memberi contoh fenomena, mudah dipahami a.4. memberi contoh fenomena,kurang dapat dipahami b. menyampaikan tujuan pembelajaran b.1. pada awal pembelajaran, menyebutkan tujuan, jelas b.2. pada awal pembelajaran, menyebutkan tujuan b.3. menyebutkan tujuan b.4. menyebutkan tujuan, kurang jelas c. menggali pengetahuan awal siswa c.1. terorganisir dengan baik, pertanyaan individual, terkait 4 materi c.2. terorganisir dengan baik, pertanyaan klasikall, terkait 3 materi c.3. pertanyaan klasikall, terkait materi c.4. pertanyaan klasikal terbatas 2 Kegiatan Inti a. memberi informasi tentang kegiatan a.1. rinci, jelas, runtut, tepat waktu a.2. rinci, jelas, runtut a.3. rinci, jelas a.4. rinci, kurang jelas b. membentuk kelompok 4 3 2 1 2 1 4 3 2 1 3 2 1 Skor

144

b.1. tugas, pemberian nama kelompok, efisien waktu, tidak 4 gaduh b.2. tugas, pemberian nama kelompok, efisien waktu b.3. tugas, pemberian nama kelompok b.4. kurang tegas c. membagi LKS dan menberi penjelasan c.1. lengkap, efisien waktu, penjelasan isi, memberi siswa 4 bertanya, menjawab pertanyaan c.2. lengkap, efisien waktu, penjelasan isi c.3. lengkap, penjelasan isi c.4. lengkap, informasi kurang jelas d. membimbing diskusio kelompok d.1. efisien waktu, membantu kelompok, membentu individu, 4 menjawab pertanyaan siswa, dapat dipahami siswa d.2. efisien waktu, membantu kelompok, menjawab pertanyaan 3 siswa, dapat dipahami siswa d.3. efisien waktu, membantu kelompok, dapat dipahami siswa d.4. membantu kelompok, tidak efisien waktu e. memberi kesempatan kelompok presentasi e.1. tegas, bergilir, efisien waktu e.2. tegas, bergilir e.3. tegas, tidak bergilir e.3.tidak tegas, tidak bergilir f. memberi tanggapan kelompok presentasi f.1. obyektif, mudah dipahami, memberi penghargaan f.2. obyektif, mudah dipahami f.3. obyektif, kurang mudah dipahami f.4. tidak obyektif, kurang mudah dipahami g. membimbing siswa menarik kesimpulan g.1. mengarahkan siswa, sesuai tujuan, dapat dipahami siswa, 4 4 3 2 1 4 3 2 1 2 1 3 2 1 3 2 1

2. dapat dipahami siswa 3 g. mengulangi konsep-konsep tidak esensi 3 Penutup a.4. membuat 4 hubungan antar konsep.. memberi kesempatan siswa memahami kembali. efisien waktu a. memberikan 4 contoh h. memberi penegasab konsep-konsep esensial h. tidak efisien waktu. mengulangi konsep-konsep esensi. mengarahkan siswa. menjawab pertanyaan siswa b. jelas.4. menjawab 3 pertanyaan siswa b. menyuruh siswa menyimpulkan sendiri h. kurang dapat dipahami 2 siswa g. menuliskan pengalaman belajar. jelas h. kurang Jelas h.3. efisien 2 waktu a. siswa mencatat sendiri. memberi kesempatan siswa memahami kembali.1. membimbing pemahaman yang harus 4 dicatat.2. membimbing siswa melakukan refleksi a. sesuai tujuan.145 efisien waktu g.3. sesuai tujuan. memberi kesempatan siswa memahami kembali.4.2. tidak membimbing c. melakukan feed back pertanyaan dan tes 2 1 .1. mengulangi konsep-konsep esensi. memberi kesempatan siswa mencatat b. efisien waktu a.1. efisien waktu. mengulangi konsep-konsep esensi. mengarahkan siswa. siswa mencatat sendiri b.2. tidak 1 efisien waktu b.3. efisien waktu.3.4. memberi kesempatan siswa memahami kembali. 3 3 2 1 1 menuliskan pengalaman belajar. efisien waktu.

pertanyaan individual c.3.146 c.4. berkaitan dengan materi. tugas individual d. tugas klasikal/kelompok d.4. berkaitan dengan materi.1. berkaitan dengan materi. berkaitan dengan materi. pengembangan materi. berkaitan dengan materi. berkaitan dengan materi. berkaitan dengan materi. jelas. berkaitan dengan materi. jelas. pengembangan materi.2. jelas. jelas.3. jelas. jelas. 4 pertanyaan individual c. pertanyaan klasikal c. kurang jelas d. 4 tugas individual d. memberi tugas d.1. kurang jelas 3 2 1 3 2 1 .2.

Memberi penegasan konsep essensial Penutup a. Membimbing siswa menarik kesimpulan h. Membentuk kelompok c. Menyampaikan tujuan pembelajaran c. Memberi tanggapan kelompok g. Hasil Kinerja Guru Selama Pembelajaran Tabel Hasil Kinerja Guru Selama Pembelajaran\ No 1 Aspek yang diamati Pendahuluan a. Memberi tugas Jumlah skor Konversi nilai skala 11 Kriteria VII B 2 4 4 4 4 4 3 3 4 3 1 2 3 3 3 47 8 Baik Kelas VII C 3 4 3 2 4 3 3 2 3 3 2 4 3 2 2 43 7 Baik VII G 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 2 3 4 4 51 9 Sangat baik 2 3 .147 Lampiran 21. Membimbing siswa melakukan refleksi b. Membagi LKS dan memberi pelajaran d. Memotivasi siswa b. Memberi informasi tentang kegiatan b. Memberi kelompok presentasi f. Melakukan feedback pertanyaan d. Memberi kesempatan siswa mencatat c. Membimbing diskusi kelompok e. Menggali pengetahuan siswa Kegiatan Inti a.

....................................................... Lembar Observasi Kinerja Siswa Lembar Observasi Kinerja Siswa Menanam Tanaman Pada Pot Kelas : ........................ Berilah tanda cekl pada kolom yang tersedia sesuai dengan keadaan sebenarnya. Berilah tanda cekl pada kolom yang tersedia sesuai dengan keadaan sebenarnya............ No Aspek yang diamati Score Pelaksanaan 10 1 2 3 4 Pemberian tanah pada pot Keadaan Plastik pembungkus tanaman Letak tanaman pada pot Penyiraman tanaman Jumlah 9 8 Lembar Observasi Kinerja Siswa Membuat Slogan Kelas : ........................................................... No Aspek yang dinilai 10 1 2 3 Tulisan slogan Kelengkapan isi slogan Penampilan slogan Kesesuaian isi slogan dengan materi Jumlah Score Pelaksanan 9 8 ........................... Nama kelompok : ...148 Lampiran 22.................... Nama kelompok : .......................................

Tanaman ditanam dengan kuat b. c. penggunakan tanah seimbang 1 b. Tidak menyiram tanaman SMI 10 9 8 40 10 9 8 10 9 8 10 Skor 9 8 . Tidak memberikan tanah pada dasar pot. c.149 Lampiran 23. Membuang plastik pembungkus tanaman b. c. Melubangi plastik pada tanaman sebelum ditanam c. Tidak memberikan tanah pada dasar pot. Menyiram tanaman. Rubrik Asesmen Kinerja Menanam Tanaman Pada Pot dan Membuat Slogan Rubrik Asesmen Kinerja Menanam Tanaman Pada Pot No Aspek yang dinilai Pemberian tanah pada pot: a. Memberikan tanah pada dasar pot terlebih dahulu. Tanaman ditanam kurang kuat Penyiraman tanaman: 4 a. Plastik tanaman tidak dibuang dan tidak dilubangi Letak tanaman pada pot : 3 a. penggunaan air tidak berlebihan. penggunaan tanah seimbang. penggunaan tanah kurang seimbang Plastik pembungkus tanaman: 2 a. penggunaan air berlebihan. b. Menyiram tanaman. Tanaman ditanam cukup kuat.

Isi slogan menarik. Slogan disertai gambar yang tidak sesuai dengan isi slogan b. Tulisan kurang rapi dan mudah dibaca c. Tulisan kurang rapi dan tidak mudah dibaca 2 Kelengkapan isi slogan: a. bersih. Slogan disertai dengan gambar yang sesuai dengan isi slogan. rapi b. Slogan menarik dan bersih c. b. Isi slogan tidak sesuai dengan materi yang diajarkan. Slogan menarik. tapi sesuai dengan materi pelajaran c. Tulisan rapi dan mudah dibaca. b. b. kreatif dan sesuai dengan materi pelajaran.150 Rubrik Asesmen Kinerja Membuat Slogan No 1 Aspek yang dinilai Tulisan slogan: a. Slogan menarik/bersih/rapi saja 10 9 8 4 Kesesuaian isi slogan dengan materi: a. SMI 10 9 8 30 . kurang kreatif. Isi slogan kurang menarik. Slogan tidak diberi gambar 10 10 9 8 Skor 9 8 3 Penampilan slogan a.

Hasil Kinerja (Hand-Out)Siswa Assessment Kinerja Menanam Tanaman Pada Pot Ket Kelompok kelas VIIB Kelompok kelas VIIC Kelompok kelas VIIG Kel 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 Score 33 35 29 30 38 37 35 26 29 33 34 35 37 33 37 35 38 34 33 32 29 Nilai 8 9 7 8 10 9 9 7 7 8 9 9 9 8 9 9 10 9 8 8 7 Rata2 8.6 25.151 Lampiran 24.6 17.42 8.6 21.42 Keterangan: Tabel konversi nilai skala 11: No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Tingkat Penguasaan 95%-100% 85%-94% 75%-84% 65%-74% 55%-64% 45%-545 35%-44% 25%-34% 15%-24% 5%-14% 0%-4% Batas Bawah 38 34 30 26 22 18 14 10 6 2 0 Batas Atas 40 37.6 29.14 8.57 Assessment Kinerja Membuat Slogan Ket Kelompok kelas VIIB Kelompok kelas VIIC Kelompok kelas VIIG Kel 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 Score 33 34 35 29 30 35 34 28 33 34 33 35 30 37 37 35 33 29 34 32 34 Nilai 8 9 9 7 8 9 9 7 8 9 8 9 8 9 9 9 8 7 9 8 9 Rata2 8.6 33.6 1.6 Nilai 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 .6 13.6 9.6 5.57 8.28 8.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->