HASIL BELAJAR DAN AKTIFITAS SISWA DENGAN PENDEKATAN JELAJAH ALAM SEKITAR BERBASIS ANALISIS PENGETAHUAN AWAL SISWA

PADA PEMBELAJARAN KONSEP PENGELOLAAN LINGKUNGAN (STUDI KASUS DI SMP NEGERI 27 SEMARANG)

SKRIPSI

Diajukan dalam rangka penyelesaian studi Strata 1 untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan

Oleh: Nama NIM : Dwi Apik Siyanto : 4401403076

Prodram Studi : Pendidikan Biologi Jurusan Fakultas : Biologi : MIPA

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2007

HALAMAN PENGESAHAN

Skripsi dengan judul: Judul Meningkatkan Hasil Belajar Dan Keaktifan Siswa Menggunakan Metode Permainan Pada Konsep Sistem Transportasi Di Kelas VIII SMP Negeri 2 Semarang Telah dipertahankan di hadapan sidang Panitia Ujian Skripsi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang, Pada: Hari :

Tanggal : Panitia Ujian, Ketua Sekretaris

Drs. Kasmadi Imam S., M.S. NIP. 130781015 Pembimbing I

Ir. Tuti Widianti, M.Biomed. NIP. 130781009 Penguji I

Dra. Nur Kusuma Dewi, M.Si. NIP. 130935362 Pembimbing II

Dra. Nur Rahayu Utami, M.Si. NIP. 131764022 Penguji II

Dra. Chasnah NIP. 131413201

Dra. Nur Kusuma Dewi, M.Si. NIP. 130935362 Penguji III

Dra. Chasnah NIP. 131413201

ii

AJA RUMANGSA BISA NAMGING SING BISA RUMANGSANI

iii

ALA TANPA RUPA YEN TUMANDANG AMUNG SADELO iv .

MAMAYU HAYUNING BAWANA v .

SAPA SING SUCI ADOH SAKA BEBAYA PATI vi .

SENAJANTO ILMUNE GUDANGAN YEN ORA TANPA LAKU ISIH GADUNGAN vii .

CILIK ORA KURANG BAKAL GEDHE ORA TURAH BAKAL viii .

SURA DIRA JAYA NINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI ix .

WATON ISIH KENA TAK INGETI AKU ORA BAKAL MUNDUR x .

M. 130781009 Penguji I Drs. Si NIP 132231403 Penguji II Ir Kuntoro Budiyanto NIP 131876227 Drs. Biomed NIP. Putut Martin HB. Pd NIP 131931631 Penguji III Ir Kuntoro Budiyanto NIP 131876227 ii . Sigit Saptono. 130781011 Pembimbing I Ir. Sigit Saptono.HALAMAN PENGESAHAN Skripsi dengan Judul “Hasil Belajar dan Aktifitas Siswa dengan Penerapan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar Berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa Pada Pembelajaran Konsep Pengelolaan Lingkungan (Studi Kasus di SMP Negeri 27 Semarang) Skripsi ini telah dipertahankan di depan Sidang Panitia Ujian Skripsi Jurusan Biologi FMIPA UNNES pada: Hari : Senin Tanggal : 27 Agustus 2007 Panitia Ujian Ketua Sekretaris Drs. M. M. M. Pd NIP 131931631 Pembimbing II Drs. S NIP. Kasmadi Imam S. M. Tuti Widianti.

Selama ini pembelajaran biologi selalu dilakukan dengan cara ceramah tanpa memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekolah. Berdasarkan penelitian tersebut penerapan pendekatan Jelajah Alam Sekitar dalam proses pembelajaran perlu diterapkan secara intensif dan berkesinambungan pada setiap materi Biologi. Oleh karena itu penerapan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa sangat cocok untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. karena untuk melihat hasil yang sesuai dengan harapan diperlukan waktu yang lama.2 dan kelas VIIG 78. Untuk itu perlu adanya kegiatan pembelajaran yang menarik. Kata kunci: Pendekatan Jelajah Alam Sekitar. kelas VIIC 68. Secara individual rata-rata hasil belajar siswa di ketiga kelas lebih dari 65. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar dan aktifitas siswa dengan penerapan Jelajah Alam Sekitar berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa pada konsep Pengelolaan Lingkungan di SMP Negeri 27 Semarang. aktifitas siswa.9% dan kelas VIIG 93. Penelitian dilakukan di tiga kelas yaitu kelas VIIB.8% sedangkan kelas VIIB 73. hasil belajar.2.ABSTRAK Mulai diberlakukannya kurikulum 2004 (Kurikulum berbasis Kompetensi) yang kemudian disempurnakan menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di sekolah membawa konsekuensi logis pada upaya peningkatan kualitas proses pembelajaran biologi di SMP yang disesuaikan dengan karakteristik dan lingkungan sekitar sekolah. menyenangkan dan memberikan kompetensi pada siswa. pertemuan II sampai IV pelaksanaan pembelajaran dan pertemuan V post-test. dan VIIG.1%. Gambaran mengenai kegiatan belajar mengajar biologi tersebut dapat dilihat di SMP 27 Semarang.1% dan VIIC 64. VIIC. kelas VIIC 95. tetapi secara klasikal hanya kelas VIIG yang persentasenya di atas 85% yaitu sebesar 87. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan Jelajah Alam Sekitar belum dapat dilaksanakan secara maksimal.2. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimen yang dilaksanakan selama lima kali pertemuan.2%. Data yang diperoleh diolah dan dianalisis dengan cara deskriptif. untuk kelas VIIB 69. Data yang diambil meliputi data primer (hasil belajar dan aktifitas siswa) dan data sekunder (kinerja guru selama pembelajaran berlangsung). Pertemuan I pre-test. iii . Aktifitas siswa menunjukkan respon positif di kelas VIIB 94.3%.

Gatot. Dita. Bu Dewi Mustika. Amin ☯ Terima kasih kepada Pak Sigit.MOTTO “Allah akan meninggikan orang beriman dan orang berilmu diantara kalian beberapa derajat” (Q. Mas Sholikin. Bu Kaesih. S Al-Mujadillah: 11) Sungguh kelak Tuhanmu pasti akan memberikan kemudahan dan karunia-Nya kepadamu sehingga engkau menjadi puas” (Q. Sepupuku Adi. Good Luck!!! ☯ Teman-temanku yang ada di Solo dan anak-anak GAM (Geng Anak Madangan) yang telah menemaniku dalam sedih maupun senang. Mas Pahing (Alm). Asri atas kesempatan dan bantuannya selama pelaksanaan penelitian kolaborasi Hibah A2. Wisnu dan banyak lagi sehingga tidak dapat disebut satu persatu. Dik Bagus. Semoga masa depan kita cerah. Rio. ☯ “Bio-Hot” dan teman-teman sekampus semoga kalian masih semangat dalam mengarungi hidup ini. yang selalu memberikan dukungannya dan membantuku atas segala kebutuhanku. Bu Alimah. ☯ Kakak-adikku tercinta: Mas Yoyok. Anah. iv . S Ad Duha: 5) “Kebenaran itu adalah dari Tuhan-Mu sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu” PERSEMBAHAN ☯ Ibu dan Ayahku yang dengan tulus ikhlas mendoakan dan mengalirkan keringatnya dalam samudera kasih yang tak pernah surut. Rachma.

Drs. M. sehingga penulis diberikan izin dan kemudahan dalam menyelesaikan skripsi ini yang berjudul “Hasil Belajar dan Aktifitas Siswa dengan Penerapan Jelajah Alam Sekitar Berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa Pada Konsep Pengelolaan Lingkungan (Studi Kasus di SMP Negeri 27 Semarang). Kepala Sekolah SMP Negeri 27 Semarang yang telah memberikan izin dan kemudahan serta kerjasamanya selama pelaksaan penelitian. Si dan Ir. 3. 5. Kuntoro Budiyanto sebagai dosen pembimbing yang telah dengan sabar berkenan membimbing dan memberi petunjuk serta pengarahan selama penyusunan skripsi ini. Ketua Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan kemudahan administrasi dalam penyusunan skripsi. Dekan FMIPA Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan izin penelitian 2. M. Drs. Penulis menyadari skripsi ini tidak dapat tersusun dengan baik tanpa bantuan dari berbagai pihak. Sigit Saptono. v . 4.KATA PENGANTAR Segala puja dan puji syukur hanya milik Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya. oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Si sebagai dosen penguji yang telah memberikan banyak masukan bagi penyempurnaan skripsi ini. Putut Martin.

semoga apa yang telah diberikan tercatat sebagai amal baik dan mendapat balasan dari Allah SWT. Oleh karena itu dengan segala kerendahan hati penulis bersedia menerima berbagai saran ataupun kritik yang bersifat membangun demi sempurnanya skripsi ini. Penulis berharap semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat dan kontribusi dalam kemajuan dunia pendidikan dan secara umum kaepada semua pihak. 28 Agustus 2007 Penulis vi . Semarang. 7. memberikan masukan dan kerjasama selama penelitian. Hanya ucapan terima kasih dan doa. Semua pihak yang tidak mungkin penulis sebutkan satu per satu yang telah membantu dan memberikan motivasi selama pelaksanaan penelitian sampai selesainya penyususnan skripsi ini.6. Penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangan. Ibu Roil Umamah dan Ibu Sularmi selaku guru biologi SMP Negeri 27 Semarang yang telah meluangkan waktu untuk membimbing.

...............iii MOTTO DAN PERSEMBAHAN .....................................................1 B............................................................................................................................................................................................................................................ Hasil Belajar Siswa ......................................................21 vii ..............................................................................................................xi BAB I............................................................18 3.............. Belajar dan Proses Belajar Mengajar...............................................................................................v DAFTAR ISI....................7 D........ Tujuan Penelitian ............8 E............................... Aktifitas Siswa dalam Proses Pembelajaran .......................................................................... TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS A..................................11 2..........................DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ..............................................................ii ABSTRAK ......................... TINJAUAN PUSTAKA 1................................. PENDAHULUAN A.......................................7 C...vii DAFTAR TABEL.......iv KATA PENGANTAR ...................... Masalah ................................................. Pembatasan Masalah ...........................................................i HALAMAN PENGESAHAN....................................................ix DAFTAR BAGAN ........... Manfaat Penelitian .................................................................... Latar Belakang ..................x DAFTAR LAMPIRAN.......................................................................................8 BAB II.....................................................................

..................43 G................................................................................................ METODE PENELITIAN A.............85 LAMPIRAN..................76 BAB V SIMPULAN DAN SARAN A.......................... Instrumen ..........................................38 B........... HIPOTESIS...........................................37 BAB III.......................................................................................................... Penerapan Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa pada JAS ..................54 B....................................................................................................................................................................................................... Simpulan ...........4.......49 H........................................ Hasil Belajar Siswa ............................................................ Rancangan Penelitian ...................84 B..........................23 5.............87 viii ........ Jelajah Alam Sekitar (JAS)...........................................32 B........................................... Saran.. Metode Analisis Data.............. Strategi Pembelajaran dan Pengukuran Hasil Belajar Biologi Berbasis Jelajah Alam Sekitar .........................28 6...............................39 D....................................................................................................................... Prosedur Penelitian ..................... Indikator Keberhasilan .............. Data dan Cara Pengambilan Data . Subjek Penelitian.................................... HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A..........84 DAFTAR PUSTAKA ........................................................40 E................................30 7................................ Aktifitas Siswa ..........38 C.....................................................................................................................53 BAB IV................................................................. Jelajah Alam Sekitar sebagai Pendekatan Pembelajaran Biologi ..42 F............... Data Penelitian ...................................

.................................. Tabel Konversi Skala 11 .................................... Nomor soal yang Digunakan dan Tidak Digunakan .. 52 9..... 55 10................... Hasil Observasi Aktifitas Guru .............................................. Tabel Lembar Analisis Pre-test. 66 11............ Rekapitulasi Hasil Observasi Keterampilan Proses Siswa....... Tabel Lembar Analisis Post-test ...................DAFTAR TABEL Tabel Halaman 1.. 47 4......... Hasil Analisis Taraf Kesukaran Butir Soal Uji Coba..................................... Tabel rekap Hasil Belajar Siswa .................................................................................................................................................. 45 2.............. 82 ix ................. 51 8........................ 50 7............. 77 13............................................................. Hasil Analisis Realibilitas Soal Uji Coba......... Rekap Hasil Tanggapan Siswa Terhadap Pembelajaran .......... 72 12......... Hasil Analisis Daya Pembeda Butir Soal Uji Coba ............................................ 46 3.............................. Rekapitulasi Hasil Observasi Keaktifan Siswa .............................................. Hasil Analisis Validitas Butir Soal Uji Coba ........................... 48 6.... 48 5............

......... 35 5................................................ 15 2......... 17 3....DAFTAR BAGAN Bagan Halaman 1........................... 56 x ...................................................................... 39 6............................................................ 32 4...... Komponen Proses Pembelajaran .. Alur Metode Pre-test dan Post-test design................ Skema Perolehan Pengetahuan Sains ......... Proses Perubahan Tingkah Laku ................ Skema Pembelajaran Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa .................................. Alur Tahap-Tahap Pembelajaran..........................

............... Rancangan Pembelajaran ................................ 141 16...................................................................................... Kunci Jawaban Soal Uji Coba Post-Test ...................... Grafik Pola Rata-rata Peningkatan Hasil Belajar Siswa ................................ Tabel Hasil Aktifitas Siswa............................... Rubrik Analisis Pre-Test............................... 98 5............................ 87 2........... Rubrik untuk Observasi Aktifitas Siswa .......... 119 9........................ 133 12.............................................................. 138 14................. 99 6.......................... Lembar Observasi Aktifitas Siswa............................................... Nilai Hasil Belajar (Post-test) Siswa............................ Kisi-Kisi Soal uji Coba . Soal Uji Coba Post-Test ....................................... 139 15.................. 109 7..................................................................... Tabel Analisis Hasil Pre-Test ......... Tabel Analisis Butir Soal Uji Coba (Post-test) .............. Soal-Soal Pre-Test ................ 95 4............................................................. Lembar Kerja Siswa........... Kunci Jawaban Soal Ulangan Harian (Post-Test)........................... 121 10.......... 134 13............................................................................ 124 11.....DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Halaman 1.......................................................................................................................... Analisis Hasil Belajar (Post-Test) Siswa .............................. 94 3...... 144 xi .............................. Soal Ulangan Harian (Post-Test) .......... 142 17.................................................. 118 8..............

............... Lembar Observasi Kinerja Siswa.......................................... 156 23.......................................... Lembar Observasi Kinerja Guru dalam Pembelajaran.................................... 157 24................................................. 148 19.... Hasil Kinerja (Hand-On) Siswa .............. Rubrik Kinerja Guru dalam Pengajaran................... Hasil Kinerja Guru Selama Pembelajaran.................. Rubrik Asesment Kinerja Menanam Tanaman di Pot dan Membuat Slogan158 25..... 150 20......................... Dokumentasi Penelitian ................................................................ 162 xii .................................................18........ Hasil Observasi Tanggapan Siswa ............. Lembar Observasi Tanggapan Siswa ............. 160 26........................................ 152 22.......................... 151 21.

serta kurangnya pemanfaatan fasilitasfasilitas yang ada di sekolah seperti laboratorium dan lingkungan sekolah sekitar yang seringkali pembelajaran biologi dilakukan di dalam kelas. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut (Wibowo. Pelajaran biologi diperkenalkan mulai sekolah dasar sampai sekolah menengah. Biologi adalah ilmu yang menjelaskan tentang konsep/teori berdasarkan kejadian di alam. Selama ini pembelajaran biologi selalu dilakukan secara konvensional yaitu hanya sebatas penguasaan konsep-konsep yang dibahas dalam buku-buku panduan pelajaran. Proses belajar yang diharapkan melalui kurikulum ini bukan sekedar membahas materi dalam buku-buku panduan pelajaran atau menginformasikan pengetahuan kepada siswa. pengetahuan. melainkan menekankan pada pemberian pengalaman secara langsung kepada siswa untuk memahami gejala yang terjadi (Anonimus. 2006). kepribadian. . Tujuan KTSP pendidikan menengah adalah meningkatkan kecerdasan. 2004). akhlak mulia.1 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Mulai diberlakukannya kurikulum 2004 (Kurikulum berbasis Kompetensi) yang kemudian disempurnakan menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di sekolah membawa konsekuensi logis pada upaya peningkatan kualitas proses pembelajaran biologi di SMP yang disesuaikan dengan karakteristik dan lingkungan sekitar sekolah.

dan mengambil kesimpulan mengenai konsep/materi yang dibahas. sehingga pembelajaran tersebut dapat membatasi peran siswa untuk mengembangkan penalaran dan kreativitasnya dalam rangka pengembangan dirinya serta meningkatkan aktifitas siswa dalam belajar.2 Pembelajaran tersebut bagi guru merupakan suatu keterpaksaan yang harus dilakukan karena guru beranggapan bahwa kendala yang dihadapi dengan pembelajaran di luar kelas adalah tidak banyak materi yang dapat disampaikan. berdiskusi. siswa tidak aktif. dari hasil observasi yang telah dilakukan bahwa usaha yang dilakukan guru untuk membelajarkan siswanya masih perlu dimaksimalkan. Guru belum menunjukkan usaha memanfaatkan media dalam rangka menjelaskan dan memberikan contoh fenomena Biologi serta kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk beraktifitas dalam proses belajar seperti mengajukan pertanyaan. menggambar dan memberikan informasi tentang konsep-konsep yang dibahas. Gambaran mengenai kegiatan belajar mengajar biologi seperti di atas dapat dilihat di SMP 27 Semarang. tenaga pengajar yang kurang untuk pengelolaan kelas dan sumber belajar di lingkungan tidak lengkap. melakukan presentasi. Guru lebih banyak menjelaskan. Kenyataan tersebut menunjukkan bahwa guru-guru biologi masih berorientasi pada materi belajar (bukan proses untuk mencapai tujuan belajar). Pembelajaran konvensional yang sering dilakukan tersebut memperlakukan siswa sebagai obyek dalam belajar yang berperan sebagai penerima informasi yang diberikan oleh gurunya. Kualitas proses pembelajaran masih . memakan waktu lama.

Hasil kajian tentang kebutuhan para guru SMP di Semarang dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran biologi (Saptono dkk. 10% materi kelas II dan 100% materi kelas III. Salah satu imbas dari kondisi seperti ini adalah hasil tes sumatif semester gasal tahun pelajaran 2004/2005 menunjukkan bahwa rerata nilai Biologi untuk kelas unggulan 8. Berdasarkan data-data di atas maka dapat ditemukenali bahwa beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran Biologi di SMP yang berkaitan dengan implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang disempurnakan menjadi KTSP adalah sebagai berikut: . persentase materi yang memerlukan dukungan pembelajaran di luar kelas. sedangkan untuk kelas non unggulan 5. Pada semester gasal tahun pelajaran 2005/2006 rerata nilai Biologi untuk kelas unggulan 8.15. 2005) bahwa 75% guru Biologi belum pernah mendesain pembelajaran sesuai tuntutan kurikulum 2004 (yang disempunakan menjadi KTSP) yaitu menuntut pemberian pengalaman langsung kepada siswa dalam belajar untuk memahami gejala yang terjadi baik yang dilaksanakan di dalam kelas.3 perlu ditingkatkan seperti memberikan kesempatan siswa untuk bereksplorasi dalam rangka menemukan sendiri gejala atau fenomena alam yang terjadi atau bila mungkin mengubah pemahamannya yang mungkin tidak benar. laboratorium maupun di luar kelas.25. yaitu 88% materi SMP kelas I.21.64. Sesuai dengan kurikulum yang berlaku di SMP. sedangkan kelas non unggulan 6. Gambaran evaluasi hasil belajar siswa yang sering dilakukan guru Biologi SMP di Semarang adalah tes tertulis.

Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang berorientasi pada pencapaian kompetensi tertentu 3. Obyek Biologi adalah fenomena nyata sehingga cara-cara eksploratif adalah cara yang tepat untuk mempelajarinya (Djohar. Pengembangan instrumen evaluasi hasil belajar siswa (alternative assessment) Berdasarkan sifat Biologi yang mempelajari tentang konsep-konsep yang berhubungan dengan lingkungan.4 1. 2005). baik lingkungan fisik. . Strategi pembelajaran Biologi berbasis kompetensi yang bervariasi 2. maka perlu adanya suatu pendekatan dalam membelajarkan biologi yang memberikan ruang gerak dan kesempatan kepada siswa untuk melakukan eksplorasi melalui kegiatan-kegiatan yang relevan sesuai dengan implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yaitu salah satunya dengan penerapan Jelajah Alam Sekitar (JAS) dengan Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa yang diharapkan dengan strategi ini dapat membantu guru pada kendala-kendala yang dialami selama pembelajaran biologi yang sering dilakukan. 2005). maupun budaya sebagai obyek belajar Biologi yang fenomenanya dipelajari melalui kerja ilmiah (Marianti dan Kartijono. sosial. Jelajah Alam Sekitar (JAS) merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pemanfaatan lingkungan alam di sekitar kehidupan siswa. Penerapan outdoor learning (termasuk pemanfaatan laboratorium) 4.

selalu ada kegiatan berupa ramalan (prediksi). dan penerapan alternative assessment. terbentuknya masyarakat belajar. Epistemolgi pembelajaran dengan Pendekatan JAS mencakup hal-hal yang inovatif dalam penerapannya yaitu konstruktivisme. seperti mengamati. menelaahnya dan menentukan simpulan atau konsep tentang sesuatu yang dipelajarinya (Saiful Ridlo. Karakter Jelajah Alam Sekitar (JAS) antara lain adanya unsur joyful lerning (belajar yang menyenangkan) dengan nuansa Bioedutainment. berpikir tingkat tinggi. . foto atau audiovisual (Marianti dan Kartijono. tertanamnya sikap ilmiah yang berupa kejujuran. disiplin. akan tetapi juga ditekankan melalui kegiatan ilmiah. proses inquiri. gejala dan permasalahan. membandingkan. memecahkan masalah. gambar. tulisan. siswa diajak bersentuhan langsung dan mengenal obyek. 2005). ketelitian. mengumpulkan data. proses eksplorasi lingkungan alam sekitar. toleran. Jelajah Alam Sekitar secara ontologis dicirikan dengan siswa belajar melakukan secara nyata dan alamiah. berpusat pada siswa. bentuk kegiatan lebih utama dari pada hasil. menanamkan sifat ilmiah dan ada sebagai cara dalam mengukur hasil belajar. 2005). pengamatan dan penjelasan serta adanya laporan untuk dikomunikasikan baik secara lesan. Ciri-ciri pendekatan JAS adalah selalu dikaitkan dengan alam sekitar secara langsung maupun tidak langsung yaitu dengan menggunakan media.5 Pembelajaran dengan penerapkan JAS. obyektif. penerapan proses sains. kerja keras dan bertanggung jawab. Konseptualisasi dan pemahaman diperoleh siswa tidak hanya secara langsung dari guru atau buku. menghargai pendapat orang lain.

what do you Want to know. yaitu what did you Know. laboratorium maupun di luar kelas. Strategi tersebut menitikberatkan pada skema pembelajaran K-W-L. dengan demikian siswa akan terlatih untuk selalu berupaya . what will you Learn. Pada saat siswa memperoleh kesempatan untuk menguji dan mencocokan gagasan baru dengan pengetahuan hasil interaksi dengan lingkungannya. Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa dapat diterapkan untuk menggali pemahaman siswa tentang suatu konsep dan hubungan antar konsep biologi. maka secara psikologis siswa akan mengorganisasi kembali kerangka pengetahuannya. sehingga memungkinkan siswa merekonstruksi kembali pemahaman konseptualnya.6 memprediksi. merancang kegiatan. dan pengetahuan yang diperoleh dari pendidikan formal di sekolah. membuat pertanyaan. Pendekatan yang diterapkan dalam pembelajaran Biologi melalui penerapan Jelajah Alam Sekitar memberikan ruang gerak dan kesempatan kepada siswa untuk melakukan eksplorasi melalui kegiatan-kegiatan yang relevan. baik di kelas. dan membuat laporan secara komprehensif. kemudian menguji pemahaman siswa tersebut dengan pemberian kesempatan kepada siswa untuk melakukan eksplorasi. Oleh karena itu akan lebih bijaksana jika guru menganalisis pengetahuan awal siswa terlebih dahulu sebelum membahas konsep tertentu Berdasarkan asumsi di atas maka analisis pengetahuan awal siswa dijadikan suatu strategi dalam penerapan pendekatan JAS. Bell (1993) menerangkan bahwa pengetahuan siswa diperoleh dengan dua sumber yaitu pada saat siswa berinteraksi dengan lingkungan. membuat hipotesis.

7 mengembangkan penalaran dan kreativitasnya yang nantinya dapat meningkatkan pemahamannya menjadi lebih baik Penerapan pendekatan JAS dapat diterapkan untuk mempelajari konsep biologi yang berkaitan dengan lingkungan seperti dalam materi konsep pengelolaan lingkungan. Hasil belajar siswa SMP Negeri 27 Semarang dengan penerapan pendekatan JAS berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa. Bagaimanakah hasil belajar siswa tentang pengelolaan lingkungan dengan penerapan pendekatan JAS berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa? 2. maka dapat dirumuskan masalah dalam penelitian ini. Penerapan pendekatan JAS dalam proses pembelajarannya mengajak siswa menemukenali masalah-masalah yang ada di lingkungan baik penyebab maupun dampaknya terhadap lingkungan. Masalah Berdasarkan identifikasi masalah di atas. 2. yaitu: 1. pencemaran air dan pencemaran tanah B. pencemaran udara. Tujuan Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran tentang: 1. Diharapkan siswa dapat menemukan konsep pelajaran dari hasil eksplorasinya dan dapat memecahkan masalah-masalah yang ditemukan selama proses pembelajaran mengenai konsep pengelolaan lingkungan seperti erosi. . Aktifitas siswa SMP Negeri 27 Semarang dengan penerapan pendekatan JAS berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa. Bagaimanakah aktifitas siswa selama pembelajaran dengan penerapan pendekatan JAS berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa? C.

E. 3. Pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) Jelajah Alam Sekitar (JAS) merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pemanfaatan lingkungan alam di sekitar kehidupan siswa. 2. terutama dalam hal bereksplorasi. Manfaat bagi siswa Siswa dapat mengembangkan kemampuannya secara maksimal. sosial. 2005). mengemukakan pendapat.8 D. Manfaat bagi sekolah Memberi sumbangan bagi sekolah dalam rangka upaya perbaikan proses pembelajaran secara menyeluruh. dan mengembangkan kreativitasnya. Ciri-ciri pendekatan JAS adalah selalu dikaitkan dengan alam sekitar secara langsung maupun tidak langsung yaitu degan menggunakan media. pengamatan dan penjelasan serta adanya laporan untuk dikomunikasikan . Manfaat bagi guru Menambah kemampuan menerapkan strategi pembelajaran Biologi sehingga dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dapat lebih bervariasi serta mampu memaksimalkan kualitasnya. maupun budaya sebagai obyek belajar Biologi yang fenomenanya dipelajari dengan kerja ilmiah (Marianti dan Kartijono. selalu ada kegiatan berupa ramalan (prediksi). Pembatasan Masalah 1. Manfaat Penelitian 1. sehingga prestasi para siswanya akan lebih meningkat. baik lingkungan fisik.

9

baik secara lesan, tulisan, gambar, foto atau audiovisual (Marianti dan Kartijono, 2005) dengan joyful lerning (belajar yang menyenangkan) 2. Penerapan KTSP Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan (Wibowo, 2006) merupakan pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Pada penelitian ini sekolah penelitian masih menggunakan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). 3. Pengetahuan Awal Pengetahuan awal merupakan pengetahuan atau konsepsi awal yang dimiliki oleh siswa melalui pengalaman yang telah dilakukan sebelum mendapatkan suatu hal baru (Rustaman, 2003). Dalam penelitian ini pengetahuan awal siswa diperoleh dengan cara melakukan pre-test sebelum dilakukan proses belajar mengajar. 4. Hasil Belajar Hasil belajar adalah hasil yang telah dicapai setelah melakukan belajar. Dalam hal ini hasil belajar ditunjukkan dengan adanya produk berupa hasil post-test dan hasil kerja dari lembar penugasan. 5. Aktifitas Siswa Aktifitas siswa adalah kegiatan yang dilakukan siswa selama

pembelajaran. Dalam penelitian ini aktifitas siswa yang dinilai antara lain meliputi aktifitas siswa dalam kelompok maupun kelas yang meliputi kemampuan siswa dalam bertanya, berdiskusi dalam kelompok,

10

mengemukakan pendapat, menarik kesimpulan dan aktifitas siswa dalam melakukan eksplorasi. 6. Konsep Pengelolaan Lingkungan Penelitian ini mengambil materi Pengelolaan Lingkungan yang mengkaji tentang sumber atau penyebab terjadinya pencemaran lingkungan, baik pencemaran air, pencemaran tanah, pencemaran udara, dan erosi tanah. Selain itu juga mengkaji tentang dampak yang ditimbulkan serta upaya penanggulangan pencemaran lingkungan tersebut.

11

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS TINDAKAN

A. Tinjauan Pustaka 1. Belajar dan Proses Pembelajaran Menurut Hamalik (2001) belajar merupakan suatu proses, suatu kegiatan dan bukan suatu hasil maupun tujuan. Belajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas dari itu yakni mengalami. Pengalaman diperoleh berkat interaksi antara individu dengan lingkungannya. Sedangkan belajar itu sendiri merupakan suatu kumpulan yang besifat individual, yang mengubah stimuli yang datang dari lingkungan seseorang ke dalam sejumlah informasi yang selanjutnya dapat menyebabkan adanya hasil belajar dalam bentuk ingatan jangka panjang. Hasil belajar ini memberikan kemampuan kepada siswa untuk melakukan berbagai penampilan. Secara umum belajar adalah terjadinya perubahan pada seseorang baik yang terlihat (Covert) maupun tidak terlihat (Convert), bertahan lama atau tidak, kearah positif atau negatif semuanya karena pengalaman. Menurut Sudjana (2000), belajar pada hakikatnya adalah suatu proses perubahan pada diri seseorang. Perubahan itu disebabkan karena suatu pengalaman. Pengalaman manusia dapat dijadikan dua jenis, yaitu pengalaman langsung dan tidak langsung. Pengalaman langsung yakni anak mengalami dan berbuat sendiri secara langsung. Anak melakukan sendiri perbuatan tersebut dalam situasi sebenarnya. Pengalaman demikian tentu akan

foto dan lain sebagainya.12 membawa hasil yang lebih baik. grafik. b. sehingga hasilnya akan lebih berarti padanya. Tetapi tidak semua persoalan dapat dipelajari melalui pengalaman secara langsung. seperti rumus. istilah dan lain-lain. Melalui lambang. diagram dan lain sebagainya. ini menunjukkan betapa pentingnya keperagaan dalam proses belajar. d. uraian tertulis dan lain sebagainya. . bahkan pada umumnya atau sebagian besar dipelajari melalui pengalaman tidak langsung. misalnya mempelajari peta. misalnya mempelajari lukisan. Melalui bentuk grafik. Melalui bentuk gambar. Mengamati gejala atau situasi dengan menggunakan alat indera. Pengalaman demikian erat dengan alat peraga. orang yang sedang menari dan lain sebagainya. Edgar Dale mengemukakan sepuluh jenis pengalaman. misalnya mengamati orang yang sedang menjahit. c. Pengalaman tidak langsung dapat diperoleh dengan beberapa cara sebagai berikut: a. Kesepuluh jenis ini adalah: a. Dengan cara ini akan memperoleh pengalaman secara langsung. e. Pengalaman langsung Dalam pengalaman ini anak mengalami sendiri dan berbuat sendiri. Melalui bentuk verbal yaitu diperoleh dengan cara membaca.

yaitu dengan benda tiruan anak dapat mempelajarinya secara keseluruhan. Pengalaman langsung melalui benda-benda tiruan Banyak hal yang dipelajari melalui benda tiruan. Pengalaman melalui dramatisasi Dengan dramatisasi anak berkesempatan melakukan. Demonstrasi bertujuan untuk memperlihatkan suatu proses.13 b. Anak lebih banyak melihat dari pada berbuat. d. menafsirkan. Dalam karyawisata siswa menganalisis. Jadi pengalaman yang diperolehnya tidak langsung tetapi membutuhkan penghayatan yang tinggi. Pengalaman melalui televisi dan gambar hidup Alat ini berpengaruh pada anak melalui pendengaran dan penglihatan. Pengalaman melalui pameran Dalam pameran diperlihatkan benda-benda yang realistik dengan maksud menyajikan ide atau gagasan. g. . f. dan meneliti sesuatu di luar. Pengalaman melalui karyawisata Karyawisata adalah kunjungan ke luar kelas dalam rangka belajar. mengobservasi. dan memamerkan suatu peranan tertentu. Pengalaman melalui demonstrasi Pada demonstrasi anak kelihatan tidak seaktif pada ketiga jenis di atas. e. c.

Proses perubahan tingkah laku tersebut dapat digambarkan sebagai berikut: . maupun sikap. psikomotorik. sebab harus menerjemahkan lambang tadi untuk membentuk satu pengertian. Walaupun tidak dapat melihat proses terjadinya perubahan tetapi dapat ditentukan apakah seseorang telah belajar atau belum yaitu dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah proses pembelajaran berlangsung. Kata-kata adalah abstraksi yang mutlak. Ini hanya mungkin dimengeri kalau anak sudah berfikir abstrak. dkk (2001) belajar merupakan perubahan tingkah laku atau kegiatan dalam rangka mengembangkan diri. Lambang kata (verbal) Lambang kata merupakan pengganti hal-hal yang sifatnya konkret. Pengalaman melalui radio dan rekaman Pengalaman ini hanya membutuhkan pendengaran saja. Tidak ada persamaan yang konkret dari lambang kata dengan ide atau benda dibalik kata tesebut. Menurut Darsono. sehingga lebih sulit lagi dibandingkan dengan televisi dan gambar hidup. Pengalaman melalui lambang-lambang visual Pengalaman merupakan sebuah contoh dari lambang visual. baik dalam aspek kognitif. Sedangkan menurut Sanjaya (2007) belajar adalah proses perubahan tingkah laku yang merupakan suatu misteri karena perubahan tersebut sulit dilihat dan diraba.14 h. i. Jadi pengalaman melalui lambang visual memerlukan penghayatan dan pemikiran yang tajam. j.

belum tentu ia belajar dengan baik manakala ia tidak mampu menunjukkan adanya perubahan tingkah laku. Seorang siswa yang sepertinya aktif belajar yang ditunjukkan dengan caranya memerhatikan guru dan rapinya ia membuat catatan. dengan demikian dapat dikatakan seseorang tersebut telah belajar. tetapi hanya bisa dilihat dari adanya perubahan dari sebelum dan sesudah terjadi proses belajar. Pembelajaran adalah proses interaksi antara siswa dengan lingkungannya. Misalkan sebelum sesorang mengalami proses belajar ia tidak tahu konsep tentang ‘X’ tapi setelah mengalami proses belajar ia jadi paham konsep ‘X’. Sebaliknya sebelum terjadi proses pembelajaran ia tidak tahu tentang ‘X’ . Bagaimana suatu proses pembelajaran berhasil? Menurut Sanjaya (2007) faktor-faktor yang berpengaruh dalam sistem pembelajaran adalah . Proses Perubahan Tingkah Laku Berdasarkan bagan di atas dapat dilihat bahwa telah terjadi proses belajar pada diri seseorang (S) manakala terjadi perubahan dari S sebagai input menjadi S' sebagai output. dan setelah mengalami proses pembelajaran ia masih tetap tidak tahu tentang ‘X’ maka dapat dikatakan bahwa ia tidak belajar atau proses pembelajarannya dianggap gagal. Dengan demikian efektivitas pembelajaran atau belajar dan tidaknya seseorang tidak dapat dilihat dari aktifitasnya selama terjadi proses pembelajaran.15 S Proses S' Output Input Bagan 1.

tempat tinggal siswa. sedangkan jika mengajaran dipandang sebagai proees mengatur lingkungan agar siswa . Masing-masing perbedaan tersebut dapat mempengaruhi baik dalam penyusunan strategi atau implementasi pembelajaran. karena keberhasilan proses pembelajaran sangat ditentukan oleh kualitas dan kemampuan guru. Faktor sarana dan prasarana Sarana adalah segala sesuatu yang mendukung secara langsung terhadap kelancaran proses pembelajaran. Keuntungan lengkapnya sarana dan prasarana terhadap prsses pembelajaran adalah dapat menumbuhkan gairah dan motivasi guru dalam mengajar. c. dapat memberikan pilihan pada siswa untuk belajar. Faktor guru Guru yang menganggap mengajar hanya sebatas menyampaikan materi pelajaran akan berbeda dengan guru yang menganggap mengajar adalah suatu proses pemberian bantuan kepada peserta didik. Dengan demikian efektivitas proses pembelajaran terletak di pundak guru. Sedangkan dilihat dari sifat yang dimiliki siswa meliputi kemampuan dasar. Faktor siswa Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran yang dilihat dari aspek siswa meliputi latar belakang siswa yang terdiri dari jenis kelamin.16 a. tempat kelahiran. pengetahuan dan sikap. jika mengajar dipandang sebagai proses penyampaian materi maka dibutuhkan sarana pembelajaran berupa alat dan bahan yang dapat menyalurkan pesan secara efektif dan efisien. b. dan lain-lain.

Faktor pengorganisasian kelas terdiri dari jumlah siswa dalam satu kelas.17 dapat belajar maka dibutuhkan sarana yang berkaitan dengan berbagai sumber belajar yang dapat medorong siswa untuk belajar. d. Organisasi kelas yang terlalu besar akan kurang efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran. Proses pembelajaran merupakan suatu sistem yang terdiri dari beberapa komponen yang satu sama lain saling berinteraksi dan berinterelasi. Komponen-komponen tersebut dapat dilihat pada bagan berikut: Proses S S' Input Tujuan Output Isi/Materi Metode Media Evaluasi Bagan 2. Faktor lingkungan Faktor organisasi kelas merupakan faktor yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran. Komponen Proses Pembelajaran .

Alat dan sumber merupakan alat bantu yang berperan sebagai pengelola sumber belajar. Mau dibawa kemana siswa.18 Tujuan merupakan komponen yang sangat penting dalam sistem pembelajaran. apa yang harus dimiliki oleh siswa. Hasil belajar siswa banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor. Evaluasi merupakan komponen terakhir dalam sistem proses pembelajaran. 2. Strategi atau metode yang tepat merupakan komponen yang menentukan keberhasilan pencapaian tujuan. melalui penggunaan sumber belajar diharapkan kualitas pembelajaran akan semakin meningkat. evaluasi tidak hanya untuk melihat keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran tetapi juga sebagai umpan balik bagi guru atas kinerja dalam pengelolaan pembelajaran. Hasil Belajar Siswa Menurut Purwanto (1986) bahwa hasil belajar biasanya dapat diketahui melaui kegiatan evaluasi yang bertujuan untuk mendapatkan data pembuktian yang akan menunjukkan sampai dimana tingkat kemampuan dan keberhasilan siswa dalam pencapaian tujuan pembelajaran. Isi/materi pelajaran merupakan inti dari proses pembelajaran karena sering diartikan proses pembelajaran sebagai proses penyampaian materi pelajaran. namun setting pembelajaran yang berorientasi pada pencapaian tujuan atau kompetensi. menurut Dalyono (1996) faktor-faktor tersebut meliputi: faktor internal dan faktor eksternal. tugas. . tanggungjawab maka materi pelajaran dapat digunakan sebagai sumber belajar. semuanya tergantung pada tujuan yang ingin dicapai.

Hal itu dikarenakan adanya perbedaan karakteristik yang ada pada setiap siswa. Oleh karena itu . psikologis dan kesehatan akan memperoleh hasil yang kurang memuaskan.19 a. b. Upaya pendekatan hasil belajar siswa merupakan suatu bentuk yang tidak mudah untuk dilakukan oleh guru dan pihak sekolah. Seseorang yang belajar dengan motivasi kuat akan melaksanakan kegiatan belajarnya dengan sungguh-sungguh. Seseorang yang mempunyai intelegensi baik umumnya mudah belajar dan hasilnya cenderung baik. Antara siswa satu dengan yang lainnya memiliki karakteristik yang jauh bebeda. Cara belajar seseorang mempengaruhi pencapaian hasil belajar mengajar tanpa memperhatikan faktor fisiologis. Faktor Internal (faktor dari dalam) 1) 2) Kesehatan jasmani dan rohani Intelegensia dan bakat. penuh gairah dan semangat. Minat yang besar terhadap sesuatu merupakan modal yang besar artinya dalam mencapai tujuan belajar. Faktor Eksternal (faktor dari luar) 1) 2) 3) 4) Keluarga Sekolah Masyarakat Lingkungan sekitar. 3) Minat dan motivasi. 4) Cara belajar.

yang kesemuanya diperoleh melalui materi yang disajikan di sekolah. c. Menurut Gagne (1985) dalam Soekamto dan Winataputra (1995). Upaya memberikan perhatian dan dorongan belajar kepada siswa dilakukan oleh guru sebelum mengajar dimulai. dan pemecahan masalah. konsep. Sikap yaitu suatu kemampuan internal yang mempengaruhi tingkah laku seseorang dan didasari oleh emosi.20 guru perlu mengetahui karakteristik setiap siswa sebelum melakukan proses pembelajaran. Keterampilan intelektual atau pengetahuan prosedural yang mencakup belajar diskriminasi. kepercayaan-kepercayaan serta faktor intelektual. b. menyebutkan adanya lima hasil belajar sebagai berikut: a. Perhatian siswa terhadap stimulasi belajar . Strategi kognitif yang kemampuannya untuk memecahakan masalahmasalah baru dengan jalan mengatur proses internal masing-masing individu dalam memperhatikan. e. Kemampuan motorik yaitu kemampuan untuk melaksanakan dan mengkoordinasikan gerakan-gerakan yang berhubungan dengan otot. d. mengingat dan berfikir. Kegiatan belajar siswa dapat tejadi apabila siswa ada perhatian dan dorongan terhadap stimulus belajar. prinsip. Oleh karena itu maka guru harus berupaya menimbulkan dan mempertahankan perhatian dan dorongan siswa dalam melakukan kegiatan belajar. Informasi verbal yaitu kemampuan untuk mendeskripsikan sesuatu dengan kata-kata dengan jalan mengatur informasi yang relevan. pada saat berlangsungnya proses dan pada saat-saat kondisi belajar siswa mengalami kemunduran. belajar.

Belajar aktif ini sangat diperlukan oleh siswa untuk mendapatkan hasil belajar . memberikan pertanyaan kepada siswa. Menurut Sanjaya (2007) aktifitas siswa tidak hanya ditentukan oleh aktifitas fisik semata. Agar kegiatan ini terwujud. Motivasi belajar yang ada pada diri siswa dapat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. 2000). Ia harus mampu dan mau memotivasi siswa yang rendah motivasi belajarnya dan meningkatkan motivasi siswa yang sudah mempunyai motivasi belajar. menyusun laporan. sebaliknya belum tentu siswa yang secara fisik aktif memiliki kadar aktifitas mental yang tinggi pula. dan emosional. memberikan stimulus belajar dalam bentuk lain sehingga siswa tidak bosan (Sudjana. melakukan pengulangan informasi yang berbeda sifatnya dengan cara sebelumnya. Oleh karena itu sebetulnya aktif dan tidak aktifnya siswa hanya siswa sendiri yang tahu secara pasti.21 dapat diwujudkan melalui beberapa upaya seperti penggunaan media pengajaran atau alat peraga. memecahkan masalah dan lain sebagainya. Oleh kaena itu. Menurut Zaini dalam Kasyati (2005) belajar aktif adalah salah satu cara untuk mengikat informasi yang baru dan menyimpannya di dalam otak. harus ada motivasi yang disebut motivasi belajar. intelektual. berdiskusi. Aktifitas Siswa dalam Proses Pembelajaran Aktifitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar diwujudkan dalam bentuk kegiatan seperti mendengarkan. guru sebagai orang yang membelajarkan siswa harus peduli dengan masalah motivasi ini. akan tetapi juga ditentukan aktifitas nonfisik seperti mental. 3. memproduksi sesuatu. Siswa yang diam mendengarkan penjelasan bukan berarti tidak aktif.

akan tetapi otak manusia akan memproses informasi tersebut sehingga dapat dicerna kemudian disimpan. maka otak mereka akan bekerja lebih baik sehingga proses belajarpun dapat terjadi dengan baik pula. siswa diajak untuk turut serta dalam seluruh proses pembelajaran. 1996). Jika siswa diajak berdiskusi. Berdasarkan hal tersebut mereka secara aktif menggunakan otak. atau hanya menerima dari guru ada kecenderungan untuk cepat melupakan apa yang telah diberikan. menjawab pertanyaan atau membuat pertanyaan. . Dengan cara ini biasanya siswa akan merasa suasana yang lebih menyenangkan sehingga hasil belajar dapat dimaksimalkan. Oleh karena itu diperlukan perangkat tertentu untuk dapat mengikat informasi yang baru saja diterima dari guru.22 yang maksimum. atau mengaplikasikan apa yang baru mereka pelajari ke dalam satu persoalan yang ada dalam kehidupannya. berarti mereka yang mendominasi aktifitas pembelajaran. Ketika siswa belajar dengan aktif. baik untuk menemukan ide pokok dari materi pelajaran. Ketika siswa pasif. memecahkan persoalan. Agar otak dapat memproses informasi dengan baik. otak manusia tidak hanya sekedar menerima dan menyimpan. maka akan sangat membantu kalau terjadi proses refleksi secara internal. Oleh karena itu dengan belajar aktif. Pembelajaran aktif adalah suatu pembelajaran yang mengajak siswa untuk belajar secara aktif (Sudjana. Belajar yang hanya mengandalkan indera pendengaran mempunyai beberapa kelemahan. padahal hasil belajar seharusnya disimpan sampai waktu yang lama. Ketika ada informasi yang baru. tidak hanya mental tetapi juga melibatkan fisik.

1993).23 Variabel-variabel keaktifan siswa meliputi keikutsertaan mempersiapkan pelajaran. keberanian menyampaikan gagasan dan minat. maupun generalisasi yang menjelaskan tentang gejala kehidupan. Jelajah Alam Sekitar Biologi adalah bagian dari IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). yang berarti hidup dan logos. kemauan dan kreativitas dalam belajar. sikap kritis dan ingin tahu. kesungguhan bekerja sesuai dengan prosedur. Dalam aktifitas pembelajaran Biologi tersebut perlu adanya suatu kerja ilmiah yang mencakup proses pengamatan gejala alam. Pengetahuan tersebut dapat berupa fakta. kegembiraan dalam belajar. Dari pengertian tersebut Biologi mencakup ilmu-ilmu atau pengetahuan yang berhubungan dengan kehidupan di alam semesta. teori. konsep. 2003a). merumuskan hipotesis. hingga penemuan pengetahuan yang paling baru. 4. pengembangan penalaran induktif dan pengembangan penalaran deduktif (Karyadi. Pembelajaran Biologi yang berkaitan dengan gejala-gejala di alam atau fakta alam haruslah dilakukan suatu pengamatan langsung mengenai gejalagejala tersebut. Pengembangan pembelajaran Biologi adalah bahwa Biologi lebih dari sekedar kumpulan fakta ataupun konsep. Pengetahuan ini termasuk yang sudah ditemukan sejak jaman dahulu. melakukan pengujian serta membuat generalisasi. yang dapat diartikan sebagai ilmu/pengetahuan. . karena dalam Biologi juga terdapat kumpulan proses dan nilai yang dapat diaplikasikan serta dikembangkan dalam kehidupan nyata (Saptono. Biologi merupakan terminologi yang berasal dari kata yaitu bios.

Nawawi (dalam Rustaman. laboratorium serta di luar ruang kelas. kelas merupakan sejumlah siswa yang berkumpul bersama mengikuti proses pembelajaran. 4) Untuk guru Biologi. 2002) kelas adalah suatu kelompok sosial yang pada hakikatnya suatu unit sosial yang mempunyai tujuan yang sama dan terbentuk secara formal. 3) Menurut Hamalik (1986) (dalam Rustaman. 2) Dalam arti luas kelas dapat diartikan sebagai kelompok atau pengelompokan di dalam masyarakat yang masing-masing mempunyai ciri khas. kelas menurut H. yang berada di bawah satu pimpinan yaitu guru. pembelajarannya dapat dilakukan di ruang kelas. penentu. tetapi tidak harus selalu di dalam suatu ruangan di lokasi sekolah. dimana sejumlah siswa berkumpul untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar. atau tingkatan. Untuk proses pembelajaran dapat dilakukan di tempat di luar ruangan kelas seperti pekarangan sekolah. 2002) merupakan suatu ruangan yang dibatasi oleh empat dinding. Kelas: 1) Dalam arti sempit. yang semuanya dapat diuraikan seperti di bawah ini: a.24 Tanpa mengurangi hakikat pembelajaran Biologi. Pembelajaran Ruang Kelas Pembelajaran ruang kelas adalah pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas. . jenjang. dan sebagainya. atau kebun sekolah. lapangan rumput dekat sekolah.

maka Woolnough dan Allsop (dalam Rustaman. ingin tahu dan ingin bisa. Berkaitan dengan hal tersebut. mengukur secara akurat dengan alat ukur yang sederhana atau canggih. Dengan kegiatan praktikum siswa dilatih untuk mengembangkan kemampuan bereksperimen dengan melatih kemampuan mereka dalam mengobservasi dengan cermat. Prinsip ini akan menunjang kegiatan praktikum dimana siswa menentukan pengetahuan melalui eksplorasi terhadap alam. b. . 2003a). 2002) mengemukakan empat hal yaitu: 1) Praktikum membangkitkan motivasi belajar IPA. Pembelajaran Laboratorium Pemahaman bahwa Biologi dapat juga dikatakan sebagai suatu proses investigasi (penelusuran/penyelidikan) banyak diartikan dengan hal-hal yang selalu berhubungan dengan laboratorium beserta perlengkapannya (Saptono. siswa diberi kesempatan untuk memenuhi dorongan rasa. 2) Praktikum mengembangkan keterampilan dasar melakukan eksperimen. 2002). Menurut Rustaman (2002) dalam pendidikan IPA kegiatan laboratorium (praktikum) merupakan bagian integral dan kegiatan belajar mengajar khususnya Biologi.25 5) Pembelajaran di ruang kelas dibutuhkan pengelolaan kelas yang dapat diartikan sebagai keterampilan guru untuk memelihara dan menciptakan kondisi belajar mengajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam PBM (Rustaman. Melalui kegiatan praktikum.

melalui laporan yang harus dibuatnya. mengintepretasikan data perolehan.26 menggunakan dan menangani alat secara aman. Metode yang dilakukan antara lain dengan menggunakan metode inkuari. Dari kegiatan-kegiatan tersebut dapat disimpulkan bahwa praktikum dapat menunjang pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Strategi ini mempunyai kelebihan dan kekurangan. Pembelajaran Luar Ruang Pembelajaran luar ruang merupakan strategi dalam pembelajaran yang mengutamakan pemanfaatan lahan di sekitar sekolah atau sumber belajar lain di luar sekolah. melakukan pengukuran secara cermat. 3) Praktikum menjadi wahana belajar pendekatan ilmiah. yaitu siswa dituntut untuk untuk merumuskan masalah. melakukan dan mengintepretasikan eksperimen. dan membuktikan teori. merancang eksperimen. serta mengkomunikasikannya. c. Kelebihan strategi ini adalah: . sehingga memungkinkan siswa belajar secara langsung fenomena alam berdasarkan pengamatannya sendiri. Dalam hal ini guru harus jeli dalam memilih topik pelajaran yang cocok jika akan menggunakan strategi ini. 4) Praktikum menunjang materi pelajaran. Kegiatan praktikum memberi kesempatan bagi siswa untuk menemukan teori. merancang. merakit alat.

sumber daya alam dapat disajikan dengan strategi ini (Saptono. sehingga seluruh indera yang dimilikinya akan difungsikan. Istilah pendekatan merujuk pada suatu proses . Adapun kekurangan strategi ini adalah: a) Pengelolaan siswa yang cukup merepotkan guru. jadi secara induktif siswa akan mengumpulkan fakta-fakta sehingga selanjutnya siswa akan membangun makna terhadap pengamatannya. sistematika tumbuhan. karena biasanya jika siswa belajar di luar ruang kelas. 2003a). b) Belum tentu setiap sekolahan memiliki lahan yang dijadikan sebagai sumber belajar. Konsep-konsep yang berkaitan dengan ekologi. untuk kembali ke kelasnya mereka enggan. konservasi lingkungan. Pada topik-topik tertentu dalam Biologi dapat diimplementasikan strategi pembelajaran di luar ruang. Dalam pembelajaran luar ruang ini dikembangkan lebih lanjut menjadi pembelajaran Jelajah Alam Sekitar (JAS). Jelajah Alam Sekitar (JAS) sebagai Pendekatan Pembelajaran Biologi Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembalajaran. c) Membutuhkan manajemen waktu yang ketat dan hal ini tidak mudah dilakukan.27 1) 2) 3) Siswa belajar dalam kondisi menyenangkan. 5. 4) Siswa dapat melihat atau mengamati secara langsung fenomena alam di sekitar sekolahnya. Strategi ini didasarkan pada learning by doing. Siswa dapat berinteraksi langsung dengan keadaan alam nyata. reproduksi tumbuhan. tidak membosankan.

sosial. Pembelajaran melalui JAS memungkinkan siswa mengembangkan potensinya sebagai manusia yang memiliki akal budi. Pendekatan JAS merupakan pendekatan kodrat manusia dalam upayanya mengenali alam lingkungannya. Dengan demikian. maupun budaya sebagai obyek belajar Biologi yang fenomenanya dipelajari dengan kerja ilmiah (Marianti dan Kartijono. sehingga selain dapat membuka wawasan berpikir yang beragam. yaitu konstruktivisme. proses eksploitasi lingkungan alam sekitar. Roy Killen dalam Sanjaya (2007) mencatat ada dua pendekatan dalam pembelajaran. Pendekatan JAS mencakup hal-hal yang inovatif dalam penerapannya. Pendekatan JAS menekankan pada kegiatan belajar yang dikaitkan dengan lingkungan alam sekitar kehidupan siswa dan dunia nyata. penerapan proses sains. dan penerapan alternative assessment. siswa juga dapat mempelajari berbagai konsep dan cara mengaitkannya dengan masalahmasalah kehidupan nyata. proses inquiri. 2005). Pendekatan yang berpusat pada guru menurunkan strategi pembelajaran langsung (direct instruction). Sedangkan pendekatan yang berpusat pada siswa menurunkan strategi pembelajaran discovery dan inquiri serta strategi pembelajaran induktif. 2007). yaitu pendekatan yang berpusat pada guru (teacher-centred approaches) dan pendekatan yang berpusat pada siswa (student-centered approaches). baik lingkungan fisik. JAS merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pemanfaatan lingkungan alam sekitar kehidupan siswa.28 yang sifatnya masih umum (Sanjaya. pembelajaran deduktif atau pembelajaran ekspositori. hasil belajar siswa lebih .

membandingkan. Fenomena tersebut dapat ditemui di lingkungan sekeliling siswa atau fenomena alam (Biologi) akan sangat membantu siswa untuk mengamati sekaligus memahami gejala atau konsep yang terjadi. menelaah dan menemukan simpulan atau konsep tentang sesuatu yang dipelajarinya. Pendekatan JAS dikembangkan berdasarkan pemikiran Piaget dan Vygotsky yang menekankan konstruktivisme kognitif dan sosial. Diterapkannya JAS.29 bermakna bagi kehidupannya. merancang kegiatan. Secara langsung siswa melakukan eksplorasi terhadap fenomena alam yang terjadi. membuat pertanyaan. akan tetapi melalui kegiatan ilmiah. Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam menerapkan hand-on dan mind-on adalah sebagai berikut: . Seseorang akan lebih efektif dalam proses belajar jika kognitifnya secara aktif mengalami rekonstruksi. mengumpulkan data. baik ketika berbenturan dengan suatu fenomena maupun kondisi sosial. memprediksi. gejala dan permasalahan. sebagai makhluk Tuhan. Sebagai implikasinya. makhluk sosial. siswa diajak mengenal obyek. pembelajaran seharusnya memperhatikan pengembangan hand-on dan mind-on siswa. Berdasarkan hal tersebut maka pembelajaran dengan pendekatan JAS dapat mengubah pengetahuan awal siswa yang semula salah ataupun ragu menjadi benar. 2005). Konseptualisasi dan pemahaman diperoleh siswa tidak secara langsung dari guru atau buku. seperti mengamati. dan integritas dirinya (Ridlo. merumuskan simpulan berdasarkan data dan membuat laporan secara komprehensif. membuat hipotesis.

siswa dapat memahami konsep dan menyusun . Strategi pembelajaran merupakan hal penting dalam upaya membelajarkan siswa. Strategi pembelajaran merupakan perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (Sanjaya. 6. b. Strategi pembelajaran dan pengukuran hasil belajar Biologi berbasis JAS Kemp dalam Sanjaya (2007) menjelaskan strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan oleh guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan efisien. Implementasi strategi berbasis pendekatan JAS dalam pembelajaran Biologi dapat dijabarkan sebagai berikut.30 a. maupun tulisan. performance. 2007). Guru bertindak sebagai fasilitator sekaligus motivator yang tercermin dalam kegiatan yang dikembangkan dalam pembelajaran. baik melalui lisan. Senada dengan pendapat di atas strategi pembelajaran menurut Dick dan Carey dalam Sanjaya (2007) juga menyebutkan bahwa strategi pembelajaran itu adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa. dan psikomotorik. Siswa diberi kesempatan untuk secara aktif melakukan eksplorasi ke lingkungan untuk mencapai kecakapan kognitif. Guru senantiasa memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengekspresikan kemampuan dan gagasannya. Dilakukannya eksplorasi. afektif. c. Pembelajaran memungkinkan siswa belajar dalam kelompok.

dan berinteraksi sosial dengan lingkungannya. Berdasarkan strategi pembelajaran Biologi berbasis JAS di atas. baik secara lisan. 1997). tulisan. (Slavin. melakukan prediksi dan penjelasan. 4) Sasarannya pada dampak perorangan atau kelompok yang memungkinkan siswa memenuhi rasa keingintahuan dan minatnya. Alternative assessment sebagai alternatif penilaian komperehensif yang dapat menggambarkan proses dan hasil belajar siswa diperlukan untuk mengetahui kemajuan belajar siswa guna melengkapi tes “paper and pen”. melalui gambar. foto atau audiovisual. Ada laporan yang dapat dikomunikasikan. tidak langsung. Kegiatan pembelajaran berbasis JAS meliputi: 1) Selalu dikaitkan dengan alam sekitar secara langsung. 2) 3) Selalu ada kegiatan pengamatan.31 pengetahuannya sendiri. Adapun untuk kemampuan prosedural atau kinerja (hand-on) dapat digunakan performance assessment sebagai salah satu alternative assessment (Lim. maka pengukuran hasil belajar siswa tidak cukup jika hanya berdasarkan hasil tes “paper and pen”. 1995). maupun memanfaatkan media dalam pembelajaran kelas. Pelaksanaan tes “paper and pen” dapat digunakan untuk mengungkap kemampuan kognitif siswa tentang pengetahuan konseptual dan prosedural. Teknik observasi dapat diterapkan pada saat mengakses aktifitas siswa. . 5) Keterlibatan aktif siswa dalam menjangkau kondisi di luar sekolahnya.

pengetahuan akan dibangun sendiri oleh siswa (konstruktivisme) melalui pengalamannya dari hasil interaksi dengan lingkungannya. Skema Perolehan Pengetahuan Sains . Penerapan Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa pada JAS Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa merupakan pengembangan dari pandangan yang menyatakan bahwa dalam proses belajar (perolehan pengetahuan) selalu diawali dengan terjadinya konflik kognitif (Saptono. Pada akhir proses belajar.32 Untuk mengetahui kemajuan belajar siswa. 7. 2003b). Terjadinya proses modifikasi struktur kognitif dapat digambarkan sebagai berikut: Hal Baru (hasil interaksi dengan lingkungan (pada saat siswa belajar) SKEMATA Dibandingkan dengan konsepsi awal Tidak cocok Ketidakseimbangan Akomodasi Cocok Keseimbangan Mengerti Cocok Belum memahami Perlu alternatif strategi lain Asimilasi Bagan 3. maka portofolio merupakan alternative assessment yang dapat diimplementasikan. Konflik kognitif ini hanya dapat diatasi melalui pengaturan diri (self regulation) oleh siswa yang sedang belajar.

hal baru tersebut dibandingkan dengan konsepsi awal yang telah dimiliki siswa sebelumnya. maka akan terjadi asimilasi atau penguatan dalam struktur kognisinya. Kemudian. sehingga terjadi proses asimilasi (pembentukan struktur kognisi yang sesuai). Melalui proses akomodasi dalam kegiatan pembelajaran yang dikembangkan oleh guru. Jika hal baru tersebut tidak sesuai dengan konsepsi awal siswa. struktur kognisi siswa dapat memodifikasi menuju keseimbangan (equilibrium). sehingga diperlukan perubahan atau modifikasi struktur kognitif (skemata) untuk mencapai keseimbangan. Hal ini diperlukan kreatifitas guru dalam mengembangkan variasi dalam berbagai strategi agar siswa dapat memahami pengetahuan yang sedang dipelajari. maka akan terjadi konflik kognitif yang mengakibatkan adanya ketidak keseimbangan (disequilibrium) dengan struktur kognisinya. Peristiwa ini akan terjadi secara berkelanjutan selama siswa menerima pengetahuan baru. tidak menutup kemungkinan siswa mengalami “jalan buntu” (tidak mampu mengetahui yang baru) karena struktur kognisinya tidak mampu berakomodasi secara positif. Perolehan pengetahuan oleh siswa diawali dengan diadobsinya fenomena (pengetahuan) baru hasil interaksi dengan lingkungannya. . Namun demikian. Jika hal baru tersebut sesuai dengan konsepsi awal siswa.33 Konflik kognitif terbentuk saat terjadi interaksi antara konsepsi awal (pengetahuan awal) yang telah dimiliki siswa dengan pengetahuan fenomena baru yang tidak dapat diintegrasikan begitu saja.

Gagasan tersebut antara lain menyebutkan bahwa dalam pengembangan pembelajaran Biologi hendaknya diperhatikan hal-hal sebagai berikut: a. Berdasarkan hal tersebut siswa akan terbiasa sekaligus mampu membangun pengetahuannya sendiri secara aktif tentang fenomena-fenimena alam yang ditemuinya dalam kehidupan seharihari. e. maka dapat disimpulkan bahwa pengetahuan tidak dapat dipindahkan maknanya dari seorang guru kepada siswanya melainkan siswa sendirilah yang akan membangun pengetahuannya. d. c. Mengetahui adanya konsepsi awal yang dimiliki siswa melalui pengalaman sebelumnya. Menyadari bahwa dalam proses pembelajaran terjadi perubahan konseptual. b. Oleh karena itu dalam pembelajaran siswa harus dilibatkan secara langsung dengan fenomena-fenomena yang memungkinkan diperolehnya suatu pengetahuan. Memperhatikan terjadinya interaksi sosial.34 Bertolak dari pandangan di atas. Mengetahui bahwa pengetahuan tidak dapat diperoleh secara pasif. Dari pandangan ini kemudian muncul gagasan untuk mengembangkannya ke dalam model pembelajaran. termasuk Biologi. Menekankan pengembangan kemampuan hand-on dan mind-on siswa. Melalui penerapan model pembelajaran ini siswa diberi kesempatan sebanyak-banyaknya untuk memperoleh pengalaman nyata dan pengembangan gagasan-gagasannya. .

siswa diberi motivasi agar menemukan pengetahuan awalnya tentang konsep/materi yang akan dibahas. Bila diperlukan guru bisa mengajukan pertanyaan problematik tentang fenomena yang sering ditemui siswa dalam kehidupan sehari-harinya tentang relevan dengan konsep/materi yang akan dibahas.35 Dalam implementasinya. . Skema Pembelajaran Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa Tahap pertama dalam pembelajaran. Siswa diberi kesempatan untuk mengkomunikasikan dan mengilustrasikan pemahamannya terhadap konsep tersebut. tahap-tahap pembelajaran yang dikembangkan dalam Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa yang diintegrasikan dengan alternative assessment adalah sebagai berikut: Menggali pengetahuann awal siswa berkaitan Dengan materi yang akan dibahas Memberikan informasi yang akan dilakukan konstruktivi sme JAS Cooperative Bioedutain ment Siswa melakukan eksplorasi secara kelompok Siswa melaporkan hasil eksplorasi Penegasan konseptual oleh guru Tes tertulis Hasil karya/action (penugasan) Tes/penugasan Bagan 4.

Tahap keempat. baik secara lisan maupun yang tertulis seperti penyajian data dengan tabel.36 Tahap ke dua. Tahap ketiga. Secara berkelompok. guru berusaha menciptakan iklim pembelajaran yang memungkinkan siswa dapat mengaplikasikan pemahaman konseptualnya. Hasil temuan kelompok didiskusikan dengan kelompok lain. Secara keseluruhan tahapan ini akan memenuhi rasa keingin tahuan siswa tentang fenomena alam di sekelilingnya. baik melalui kegiatan atau pemunculan dan pemecahan masalah-masalah yang relevan dengan isu-isu dilingkungannya. siswa diberi kesempatan untuk menyelidiki dan menemukan konsep melalui pengumpulan. . pengorganisasian dan penginterpretasian data dalam suatu kegiatan yang telah dirancang guru. siswa melakukan kegiatan eksperimen dan berdiskusi. Hal ini menjadikan siswa tidak ragu-ragu lagi tentang pemahamanya. Alternative assessment diterapkan pada saat siswa melakukan eksplorasi dan laporan hasil eksplorasi. grafik. saat siswa memberikan penjelasan dan solusi yang didasarkan pada hasil pengamatannya ditambah dengan penguatan guru. maka siswa akan membangun pemahaman baru tentang konsep yang sedang dipelajari. skema atau bentuk lainnya. Tes dan penugasan (berupa assesment kerja/action dari lembar penugasan) dilaksanakan setelah pembelajaran selesai.

Aktifitas siswa SMP Negeri 27 Semarang dengan penerapan pendekatan JAS berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa menunjukkan adanya respon positif (+). Hipotesis Penelitian Hipotesis dalam penelitian ini adalah: 1. Hasil belajar siswa SMP Negeri 27 Semarang dengan penerapan pendekatan JAS berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa minimal mencapai 6.37 B. 2. .5.

VII B. Aktifitas siswa dalam kelas meliputi memperhatikan penjelasan guru. menarik simpulan. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimen dengan pendekatan JAS sebagai treatment-nya. mengemukakan pendapat atau bertanya. Hasil belajar yang diamati adalah perolehan nilai yang berhubungan dengan nilai tes dan nilai penugasan. presentasi kelompok.38 BAB III METODE PENELITIAN A. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling karena pihak sekolah (kepala sekolah dan guru) menghendaki penelitian ini dilaksanakan di 3 kelas yaitu kelas VII C. Data primer Data primer meliputi data-data hasil belajar dan aktifitas siswa selama pembelajaran. Data Penelitian Data-data yang diambil dalam penelitian ini meliputi: 1. Subyek Penelitian Penelitian dilaksanakan di SMP 27 Semarang yang saat penelitian dilakukan sekolah tersebut menerapkan KBK (Kurikulum 2004). Aktifitas yang diamati meliputi aktifitas siswa dalam kelompok dan dalam kelas. Aktifitas siswa dalam kelompok yang diamati meliputi aktifitas kerjasama. . Subyek penelitian ditentukan secara sampling. hal ini dilakukan karena beberapa pertimbangan yaitu alasan keterbatasan waktu dan kesediaan tenaga pengajar B. mengemukakan pendapat. dan VII G. mengerjakan tugas yang diberikan guru dan menjawab pertanyaan guru.

Pelaksanaan penelitian dapat digambarkan seperti alur di bawah ini: Pelaksanaan Pretest Analisis hasil pre-test Persentase Keberhasilan Analisis hasil post-test Post-test (nilai tes dan nilai tugas) Treatment Pembelajaran JAS Bagan 5. . Data sekunder Data sekunder meliputi kinerja/performance guru dalam KBM meliputi langkah-langkah proses pembelajaran yang seharusnya dilakukan guru secara keseluruhan dan potret secara diskripsi tentang kegiatan belajar mengajar C. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan sesuai dengan materi yang diajarkan yang lebih menekankan pada konsep-konsep yang belum dimengerti siswa/konsep yang salah berdasarkan hasil analisis pre-test. Alur Metode Pre-test and Post-test Design Pelaksanaan pre-test dilakukan sebelum diadakannya proses pembelajaran biologi dalam bentuk soal uraian sesuai dengan materi yang akan diterapkan. Rancangan Penelitian Penelitian Quasi Eksperimen ini dilakukan dengan metode pre-test and post-test design.39 2. Setelah dilakukan pre-test kemudian hasilnya dianalisis berdasarkan pemahaman awal siswa mengenai materi yang akan diajarkan sehingga dapat diketahui konsep-konsep apa yang belum dimengerti siswa.

Penyususnan RP dilaksanakan sebelum dilakukan kegiatan belajar mengajar mengenai materi Pengelolaan Lingkungan dengan memperhatikan langkah-langkah strategis yang dapat diterapkan guru. dengan menetapkan . Rencana Pembelajaran (RP). D. Bersamaan dengan penyusunan RP tersebut juga dilakukan perencanaan tempat yang akan dijadikan sebagai sumber belajar. Prosedur Penelitian 1. 2. Lembar Kegiatan Siswa (LKS) LKS disusun untuk melengkapi RP. serta pembuatan perangkat pelengkap lain seperti apron untuk nama kelompok. Perencanaan Pada tahap perencanaan menyusun perangkat untuk melaksanakan proses pembelajaran yang telah ditentukan. Persiapan Pada tahap awal penelitian dilakukan observasi awal terhadap pembelajaran Biologi di SMP 27 Semarang dengan teknik pengamatan dan wawancara.40 Post-test dilaksanakan setelah pelaksanaan treatment yang berupa evaluasi dalam bentuk pilihan ganda dan tugas/assesment kerja. media yang mungkin digunakan. Perangkat tersebut adalah: a. b. Analisis post-test dilakukan setelah pelaksanaan post-test yang berupa nilai hasil tes dan nilai penugasan/assesment kerja. LKS yang disusun mempertimbangkan student centered activities.

Langkah-langkah penyusunan instrument dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Materi yang diberikan sesuai dengan konsep pengelolaan lingkungan . . Instrumen Instrumen adalah alat bantu yang digunakan dalam pengumpulan data dalam penelitian. Membuat Lembar Observasi Lembar observasi yang dibuat meliputi aktifitas siswa. d. Instrumen yang digunakan adalah soal-soal yang dibuat untuk mengetahui daya tangkap atau pemahaman siswa tentang materi yang telah diberikan. rubrik kinerja guru dalam pembelajaran dan rubrik assesment kinerja siswa (dalam lampiran).41 langkah-langkah yang memungkinkan siswa menemukan sendiri konsep yang dibahas. lembar observasi kinerja guru dalam pembelajaran dan lembar observasi kinerja siswa (dalam lampiran). c. e. Membuat Lembar Penilaian (Rubrik) Lembar penilaian/rubrik dibuat berdasarkan lembar observasi yang diperlukan dalam penelitian seperti rubrik untuk aktifitas siswa. 2) Menentukan tipe soal untuk menguji kemampuan awal siswa berupa soal obyektif dan atau pilihan ganda.

4) f. aspek pemahaman (C2). kemudian dilakukan uji coba: tujuan uji coba adalah untuk mengetahui apakah instrument layak digunakan sebagai alat pengambil data atau tidak. Uji coba instrumen Setelah perangkat tes disusun. Tahap-tahap Penelitian Tahap-tahap penelitian dilaksanakan sesuai pembelajaran yang telah direncanakan melalui Rencana Pembelajaran (RP) (dalam lampiran). g. dan reabilitasnya. Sumber data Sumber data penelitian eksperimen ini adalah siswa kelas VII SMP 27 Semarang. data sekunder yaitu data potret secara diskripsi tentang . Menyusun soal sesuai dengan kisi-kisi yang telah ditentukan. Data dan Cara Pengambilan Data 1. Indikatornya adalah dengan menghitung validitas. 3. dan aspek aplikasi (C3). Data yang diambil ada 2 yaitu data primer antara lain: nilai posttest dan aktifitas siswa. tingkat kesukaran.42 3) Menyusun kisi-kisi soal beserta pengetahuan yang ingin dicapai antara lain: aspek ingatan (C1). daya pembeda. Lembar tanggapan siswa Lembar tanggapan yang diberikan siswa untuk mengemukakan tanggapan. E. kesan maupun saran mengenai proses pembelajaran yang telah diterapkan dalam penelitian.

Tes obyektif berupa pilihan ganda dengan 4 pilihan jawaban (option) yang berjumlah 30 butir. Cara pengambilan data a. Instumen tes yang digunakan adalah tes uraian. e.43 kegiatan belajar mengajar (penerapan JAS dalam pembelajaran Biologi) dan kinerja guru dalam KBM. Instrumen Instrumen penelitian yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian Quasi-eksperimen ini berupa instrumen tes dan instrumen non tes. tes kinerja berupa assesmet kerja siswa yang dilaksanakan setelah setiap sub-materi pelajaran selesai dilaksanakan. tes kinerja siswa dan tes obyektif. 1. Alat . Data nilai belajar diambil dengan memberikan tes kepada siswa. c. yang terdiri dari 16 butir soal isian. 2. Pengambilan data melalui tes obyektif ini dilakukan sesudah seluruh proses pembelajaran/seluruh materi dalam Pengelolaan Lingkungan selesai. Data aktifitas siswa diambil menggunakan lembar observasi Data tugas-tugas siswa dari guru setelah kegiatan belajar mengajar Data performance guru diambil dengan menggunakan lembar observasi. d. Data tentang situasi belajar mengajar pada saat dilaksanakannya pembelajaran dengan pendekatan JAS secara diskriptif F. b. Tes uraian digunakan untuk mengetahui pengetahuan awal siswa yang diberikan sebelum proses pembelajaran dimulai. Instrumen tes Instrumen tes digunakan untuk mengetahui data tentang hasil belajar siswa dalam konsep pembelajaran Biologi pada materi Pengelolaan Lingkungan.

80 = validitas tinggi 0.60 = validitas cukup 0. Validitas butir soal Validitas dalam tes ini ditentukan dengan menghitung koefisien korelasi total dengan skor soal dengan rumus korelasi product moment angka kasar (Arikunto.44 evaluasi berupa tes obyektif yang terlebih dahulu telah diujicobakan di luar sampel penelitian digunakan dalam penelitian untuk mengetahui validitas tes. Apabila harga rxy lebih besar daripada harga r tabel maka butir soal tersebut valid. 2002) yang sebagai berikut: rxy = (NΣx NΣxy − (Σx )(Σy ) 2 − (Σx ) 2 )(NΣy 2 − (Σy ) 2 ) Keterangan: rxy N ∑X ∑Y ∑X² ∑Y² = koefisien korelasi skor item dengan skor total = jumlah peserta = jumlah skor item = jumlah skor total = jumlah kuadrat skor item = jumlah kuadrat skor total ∑XY = jumlah perkalian skor item dengan skor total Setelah diperoleh harga rxy kemudian dikonsultasikan dengan harga r product moment. reliabilitas soal.20 = validitas sangat rendah .40 = validitas rendah 0.00 sampai dengan 0. taraf kesukaran dan daya pembeda.61 sampai dengan 0.00 = validitas sangat tinggi 0. a.21 sampai dengan 0. Kriteria validitas soal menurut Arikunto (2002) yang dimodifikasi sebagai berikut: 0.81 sampai dengan 1.41 sampai dengan 0.

29.70 = sedang 0. Taraf kesukaran butir Menurut Arikunto (2002) taraf kesukaran butir soal dihitung dengan cara membangdingkan siswa yang menjawab betul dengan jumlah seluruh siswa peserta tes dengan rumus.34.32.31 sampai dengan 0.2.00 sampai dengan 0.00 = mudah Dari 35 butir soal yang telah diujicobakan sebelum penelitian.15.30 = sukar 0.23.19.30.7.31.10.20.6.33.45 Dari 35 butir soal yang telah diujicobakan sebelum penelitian. Hasil Analisis Validitas Butir Soal Uji Coba Keterangan Valid No Butir Soal 1.14.4.11.22.3.9.25 b.71 sampai dengan 1.16 17.35 Tidak Valid 5.26.28.8. p Keterangan: p B JS = b js = indeks kesukaran = banyaknya siswa yang menjawab soal dengan betul = jumlah seluruh siswa peserta tes Klasifikasi indeks kesukaran menurut Arikunto (2002) yang dimodifikasi sebagai berikut: 0. maka hasil analisisnya dapat disajikan pada tabel 1 berikut: Tabel 1.24.12.27.21. maka hasil analisisnya dapat disajikan pada tabel berikut: .13.18.

00.28.35 c.41 sampai dengan 0.27.25.24.31.23.00 sampai dengan 0. indeks diskriminasi berkisar antara 0. Mudah 4.5.19.21.18.14.21 sampai dengan 0. D = BA BB − = PA − PB JA JB keterangan: D = indeks diskriminasi JA JB = banyaknya peserta kelompok atas = banyaknya peserta kelompok bawah BA = banyaknya peserta kelompok atas menjawab betul BB = banyaknya peserta kelompok bawah menjawab betul PA = proporsi peserta kelompok atas yang menjawab betul PB = proporsi peserta kelompok bawah menjawab betul Klasifikasi daya pembeda sebagai berikut: 0.2.26. 30. 2002).00 = jelek = cukup = baik = baik sekali .29 1.5.22.10. Angka yang menunjukkan besarnya daya pembeda indeks diskriminasi (D). Hasil Analisis Taraf Kesukaran Butir Soal Uji Coba Keterangan Sukar Sedang 7. No Butir Soal 32.46 Tabel 2.9.4 0.11.3.12.20 0.13.33 20.17.15.71 0. Daya pembeda soal Daya pembeda soal adalah kemampuan suatu soal untuk membedakan antara siswa yang pandai dengan siswa yang kurang pandai (Arikunto.34.16.00 – 1.71 sampai dengan 1.8.

Menghitung harga reabilitas dengan rumus sebagai berikut: 2 ⎡ n ⎤ ⎡ S − Σpq ⎤ r11 = ⎢ ⎥ 2 ⎥⎢ ⎣ n − 1⎦ ⎣ S ⎦ Keterangan: R11 : Reliabilitas tes secara keseluruhan n p q S : Jumlah butir soal : Proporsi siswa yang menjawab benar : Proporsi siswa yang menjawab salah : Simpangan baku .19.12.26.33.13. Butir yang valid belum tentu reliabel maka butir yang baik harus memiliki kriteria reliabel. Uji reabilitas atau keterhandalan Selain butir-butir soal diuji tingkat validitas.10. juga perlu diuji tingkat reabilitasnya.16.9. kemudian hasilnya dimasukkan ke dalam tabel distribusi.7.17.11.47 Dari 35 butir soal yang telah diujicobakan sebelum penelitian.30.4.20.6.14.34 1.5.8.28.29.22 25.32.3. maka hasil analisisnya dapat disajikan pada tabel 1 berikut: Tabel 3.18.35 Jelek 23 d.24.21.31. Hasil Analisis Daya Pembeda Butir Soal Uji Coba Keterangan Baik Sedang No Butir Soal 2. Penentu reabilitas alat ukur dalam penelitian ini digunakan dalam langkah kerja sebagai berikut: Setelah perangkat tes diujicobakan.27. 15.

21 sampai 0.33.19. Hasil Analisis Reliabilitas Soal Uji Coba Σ Siswa (N) 42 r tabel 0.15.2.9.25 21. Nomor Soal yang Digunakan dan Tidak Digunakan (dibuang) Nomor Butir Soal / Kriteria Digunakan Dibuang 1.11.8. Besarnya koefisien korelasi adalah: 0.18.10.28.40 0. Jika harga r hitung > r tabel product moment maka item soal yang diuji bersifat reliabel.4.20 : : : : : sangat tinggi tinggi cukup rendah sangat rendah Berdasarkan hasil ujicoba soal.927 Kriteria Reliabel Koefisien korelasi Sangat tinggi Dari hasil analisis tingkat kesukaran.81 sampai1.24.3.4. daya beda.23.12.298 r11 0.26.16.14.6. diketahui bahwa instrumen soal telah reliabel.00 sampai 0.61 sampai 0.35 . 5. yang berarti soal tersebut dapat digunakan sebagai soal tes tertulis karena memiliki taraf kepercayaan tinggi. maka item yang digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut: Tabel 5.80 0.22.20.48 Harga r yang diperoleh kemudian dikonsultasikan dengan r tabel product moment dengan taraf signifikasi 5%.27.41 sampai 0.31.60 0. Tabel 4.00 0.32.30.29. validitas san reliabilitas soal di atas.7.13.17.

49

2. Instrumen non-test Instrumen non-test yang digunakan untuk mengumpulkan data aktifitas siswa maupun kinerja guru. a. Lembar observasi Lembar observasi ini digunakan untuk mengamati keaktifan siswa baik secara individu maupun kelompok dan kinerja guru pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. b. Lembar wawancara Lembar wawancara digunakan sebagai pedoman mendapatkan informasi tentang tanggapan siswa setelah pembelajaran. G. Metode Analisis Data Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif. Temuan yang berupa angka-angka dianalisis dan diberi makna berdasarkan catatan lapangan sehingga dapat digunakan untuk merumuskan simpulan. 1. Pengolahan data pre-test dilakukan secara diskriptif yaitu memberikan keterangan berdasarkan jumlah siswa yang menjawab betul lengkap, betul tidak lengkap, kurang betul, dan salah. Lembar penilaian post-test dapat ditunjukkan melalui tabel di bawah ini: LEMBAR ANALISIS PRE-TEST Materi pre-test Kelas = ............................................ = ............................................

50

Tabel 6. Lembar Analisis Pre-test No soal (Pre-test) 1 2 3 4 Rerata (%) Betul

Keterangan Jawaban Kurang Salah

Setelah dianalisis dan diketahui jumlah jawaban siswa yang menjawab betul lengkap, betul tidak lengkap, kurang lengkap, dan salah kemudian dijumlah dan dijadikan persentase (%) dengan cara sebagai berikut:

% betul lengkap =

jumlah siswa menjawab betul lengkap jumlah seluruh siswa

% kurang =

jumlah siswa menjawab kurang betul jumlah seluruh siswa

% salah =

jumlah siswa menjawab salah jumlah seluruh siswa

Analisis data post-test dilakukan dengan cara memberikan keterangan berdasarkan jumlah siswa yang menjawab betul atau salah pada setiap nomer soal post-test yang berkaitan dengan soal pre-test, yaitu dengan cara sebagai berikut:

51

LEMBAR ANALISIS POST-TEST

Tabel 7. Lembar Analisis Post-test Hasil Pre-test Kelas Materi
Betul Kurang Salah

Hasil Post-test
Betul Salah

Keterangan

2. Menentukan batas lulus individual, yaitu apabila telah mencapai nilai ≥ 6,5. Hal ini berdasarkan Standar Ketuntasan Belajar Mengajar (SKBM) yang ditetapkan pada mata pelajaran biologi SMP Negeri 27 Semarang. Untuk menghitung ketuntasan belajar secara individual dengan rumus:
NS = Σb × 10 Σn

Keterangan: NS : Nilai ketuntasan belajar secara individual ∑b ∑n : Jumlah skor jawaban benar setiap siswa : Jumlah seluruh item

3. Menentukan persentase kelulusan siswa secara klasikal dengan rumus:
P= ∑ ni × 100% ∑n

Keterangan: P

= Ketuntasan belajar klasikal

∑ ni = Jumlah siswa yang tuntas secara individual (nilai ≥ 6,5) ∑ n = Jumlah total siswa

60% 61% . Pengolahan data pada item performance dengan cara mengubah score dalam bentuk nilai. untuk menentukan nilai hasil konversi. 2002) 4.20% 21% .80% = Jelek = Kurang = Cukup = Baik 81% .52 Penilaian kualitas hasil belajar dilakukan dengan mengkonfirmasikan persentase kelulusan klasikal dengan parameter sebagai berikut: 0% . Tabel 8. dan membuat pedoman konversi skala 11. 5. Tabel Konversi Skala 11 No Tingkat Penguasaan Batas Bawah 1 2 3 4 5 6 95%-100% 85%-94% 75%-84% 65%-74% 55%-64% 45%-545 95% x SMI 85% x SMI 75% x SMI 65% x SMI 55% x SMI 45% x SMI Batas Atas 100% x SMI 94% x SMI 84% x SMI 74% x SMI 64% x SMI 545 x SMI Nilai 10 9 8 7 6 5 . Pengolahan data mengenai aktifitas siswa dianalisis secara deskriptif berdasarkan hasil observasi dengan menggunakan lembar observasi pada saat dilaksanakan kegiatan belajar mengajar.100% = Sangat baik (Ridlo.40% 41% . maka langkah yang ditempuh adalah menentukan skor maksimal SMI) pada setiap pertemuan. Penentuan nilai untuk aktifitas siswa dan kinerja guru digunakan skala 11.

a. 2. Indikator Keberhasilan Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah 1.53 7 8 9 10 11 35%-44% 25%-34% 15%-24% 5%-14% 0%-4% 35% x SMI 25% x SMI 15% x SMI 5% x SMI 0% x SMI 44% x SMI 34% x SMI 24% x SMI 14% x SMI 4% x SMI 4 3 2 1 0 H. Lebih dari 85% siswa mendapatkan nilai post-test lebih dari 65. Gambaran akivitas positif (+) siswa dalam mendukung pembelajaran biologi (pengelolaan lingkungan) yang telah dilakukan. . b. Hasil belajar yang diperoleh siswa pada nilai post-test lebih dari 65.

54 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Penelitian yang berjudul “Hasil Belajar dan Aktifitas Siswa dengan Penerapan Jelajah Alam Sekitar Berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa Pada Konsep Pengelolaan Lingkungan (Studi Kasus di SMP Negeri 27 Semarang) telah dilaksanakan dari tanggal 11 April sampai dengan 10 Mei 2006 di SMP Negeri 27 Semarang. pertemuan IV membahas tentang pencemaran air dan tanah dan pertemuan V dilaksanakan post test Hasil penelitian ini meliputi hasil belajar siswa yang terdiri dari hasil pre-test. Berikut adalah hasil penelitian beserta pembahasannya: A. yaitu Pertemuan I pelaksanaan pre-test. pencemaran air. penelitian ini dibagi menjadi 5 pertemuan. pencemaran udara. post-test. dan pencemaran tanah. dan nilai assesment kerja dan hasil observasi aktifitas siswa terhadap proses pembelajaran dengan pendekatan JAS berbasis analisis pengetahuan awal siswa pada materi pengelolaan lingkungan. pertemuan II membahas pengaruh penebangan hutan (erosi tanah). Hasil Belajar Siswa Penelitian hasil belajar dan aktifitas siswa dengan penerapan JAS berbasis analisis pengetahuan awal siswa pada materi pengelolaan lingkungan meliputi konsep erosi tanah. Penelitian pada konsep materi tersebut dilaksanakan selama lima kali pertemuan. pertemuan III membahas tentang pencemaran udara. Dalam pelaksanaannya. .

2 73.5 sesuai dengan standar ketuntasan sekolah SMP N 27 Semarang dan secara klasikal lebih dari 85% siswa mendapatkan nilai post-test lebih dari 65.55 Hasil belajar siswa diperoleh dari hasil analisis pengetahuan awal siswa melalui pre-test yang dilaksanakan sebelum proses pembelajaran dimulai (pertemuan I).64 79.32 69.92 81. VIIC dan VIIG.31 69.2 87. hasil evaluasi (post-test) dilaksanakan setelah proses pembelajaran pada materi pengelolaan lingkungan selesai dan nilai hasil unjuk kerja dilakukan setelah proses pembelajaran tiap pertemuan/submateri selesai. Rekap Hasil Belajar Siswa (pre-test dan post-test) pada Pembelajaran Pengelolaan Lingkungan dengan Pendekatan JAS Berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa SMP N 27 Semarang Kelas VIIB. Ketuntasan belajar siswa secara individual adalah jika siswa sudah mencapai nilai ≥ 6.08 68. Hasil penelitian tentang penerapan pendekatan JAS berbasis analisis pengetahuan awal siswa berupa hasil belajar siswa kelas VIIB.70 68.69 91. Data Kelas VIIB VIIC VIIG Nilai Pre-test (%): Betul Salah Nilai Post-test (%) Betul Salah Nilai rata-rata Ketuntasan Klasikal (%) Kualitas Hasil Belajar 8.8 Sangat baik .68 30.30 31.1 Baik 20.20 24.36 75.80 78.17 Baik 18. VIIC dan VIIG yang meliputi pre-test dan post-test dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 9.2 64.

Menurut Dick dan Carey dalam Sanjaya (2007) juga menyebutkan bahwa strategi pembelajaran itu adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa. Strategi pembelajaran yang diungkapkan oleh Kemp dalam Sanjaya (2007) adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan oleh guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan efisien.56 Pada penelitian ini strategi yang digunakan adalah strategi pembelajaran yang berbasis analisis pengetahuan awal siswa. Alur Tahap-Tahap Pembelajaran . Pada penelitian ini setiap pertemuan tahap-tahap pembelajaran yang dikembangkan dalam Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa adalah sebagai berikut: Menggali pengetahuann awal siswa berkaitan Dengan materi yang akan dibahas Memberikan informasi yang akan dilakukan konstruktivisme Siswa melakukan eksplorasi secara kelompok JAS Cooperative Bioedutainment Siswa melaporkan hasil eksplorasi Penegasan konseptual oleh guru Tes tertulis Hasil karya/action (penugasan) Tes/penugasan Bagan 6.

92%.57 Sebelum guru melaksanakan proses pembelajaran. Pertanyaan awal yang berupa soal isian ini dimaksudkan untuk menggali atau mengetahui sejauh mana pengetahuan awal siswa tentang konsep pengelolaan lingkungan. dan kelas VIIG 20. Lembar Kerja Siswa.. Kegiatan pendahuluan yang dilakukan oleh guru berupa apersepsi yaitu memberikan pertanyaan awal tentang konsep pengelolaan lingkungan yang meliputi erosi. Hal ini dapat meyakinkan guru dari mana pembelajaran akan dimulai agar siswa mampu memahami apa yang akan dipelajarinya. Berdasarkan rekap hasil belajar siswa di atas dapat diketahui bahwa pada hasil pre-test di ketiga kelas menunjukkan persentase yang berbeda-beda yaitu pemahaman siswa mengenai pengelolaan lingkungan untuk kelas VIIB sebesar 8. guru terlebih dahulu mempersiapkan hal-hal yang diperlukan dalam mendukung proses pembelajaran seperti sarana dan prasarana yang meliputi penyusunan Rencana Pembelajaran mengenai materi pengelolaan lingkungan. karena dengan demikian dapat diketahui apakah siswa telah mempunyai keterampilan atau pengetahuan yang merupakan prasyarat untuk mengikuti pengajaran dan sejauh mana siswa telah mengetahui materi yang akan disajikan. Hasil pre- . Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa kurang dari 75% materi pada konsep mengenai pengelolaan lingkungan belum diketahui atau dipahami oleh siswa. Menurut Soekamto (1995) kemampuan awal penting untuk diketahui guru sebelum mulai pengajaran. kelas VIIC 18.69%. pencemaran udara. soal-soal pre-test dan post-test. air dan tanah. media yang akan digunakan.64%.

Seperti yang dikemukakan oleh Dalyono (1996) bahwa seseorang yang mempunyai intelegensi baik umumnya mudah belajar dan hasilnya cenderung baik. Pada kegiatan inti guru memberikan informasi kegiatan yang akan dilakukan. Informasi kegiatan tersebut berupa kegiatan yang berhubungan dengan materi yang akan dipelajari pada petemuan yang bersangkutan. Setelah guru memberikan apersepsi.58 test pada kelas VIIG menunjukkan persentase yang lebih besar karena siswa kelas VIIG merupakan satu-satunya kelas unggulan yang dimiliki sehingga kemampuan intelegensinya memang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kelas lain. juga dapat dijadikan sebagai dasar/patokan guru untuk merancang bagaimana proses pembelajaran yang sesuai. Kemampuan yang tinggi dapat mendukung siswa dalam proses belajar dan akan mendapatkan hasil yang maksimal. Pengetahuan mengenai pengelolaan lingkungan tersebut mungkin didapatkannya pada pengalaman-pengelaman siswa sebelumnya baik di tingkat formal (sekolah) maupun di tingkat nonformal (lingkungan). Pada tiap-tiap pertemuan dalam kegiatan inti guru membentuk kelompok untuk . apersepsi atau pre-test berfungsi juga untuk menimbulkan dan mempertahankan perhatian dan dorongan terhadap stimulus belajar siswa dalam melakukan kegiatan belajar. hal ini dibuktikan juga dengan hasil nilai ulangan pada materi sebelumnya yang selalu lebih tinggi nilai rata-ratanya dibanding kelas lainnya. kemudian guru memberikan tujuan pembelajaran serta motivasi untuk mendukung proses belajar yang akan berlangsung. Selain bermanfaat untuk menggali pengetahuan awal siswa mengenai materi yang akan diajarkan.

berpikir tingkat tinggi. terbentuknya masyarakat belajar. bentuk kegiatan lebih utama dari pada hasil. maka pendekatan yang diambil untuk mengubah pengetahuan awal siswa yang semula salah atau belum paham menjadi benar adalah pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS). menanamkan sifat ilmiah dan sebagai cara dalam mengukur hasil belajar Pendekatan JAS dikembangkan berdasarkan pemikiran Piaget dan Vygotsky yang menekankan konstruktivisme kognitif dan sosial. siswa cenderung belum menguasai materi mengenai pengelolaan lingkungan yaitu kurang dari 75%. Jelajah Alam Sekitar secara ontologis dicirikan dengan siswa belajar melakukan secara nyata dan alamiah. pembelajaran seharusnya memperhatikan pengembangan hand-on dan mind-on siswa Guru membagikan media tiruan beserta LKS (pada lampiran) yang sesuai dengan materi yang dipelajari Secara singkat proses pembelajaran kegiatan inti yang berlangsung di setiap pertemuan pada konsep pengelolaan lingkungan dengan penerapan JAS adalah sebagai berikut: .59 mendukung sistem pembelajaran yang akan berlangsung. Oleh karena itu masing-masing kelas yaitu kelas VIIB yang terdiri dari 42 siswa. berpusat pada siswa. Berdasarkan analisis pre-test. baik ketika berbenturan dengan suatu fenomena maupun kondisi sosial. memecahkan masalah. Seseorang akan lebih efektif dalam proses belajar jika kognitifnya secara aktif mengalami rekonstruksi. VIIC yang terdiri dari 42 siswa dan VIIG terdiri dari 42 siswa dibagi menjadi 7 kelompok sehingga tiap kelompok terdiri dari 6 siswa. Sebagai implikasinya.

Dengan alat bantu ini diharapkan siswa dapat menemukan konsep tentang erosi tanah. pada pertemuan ini menggunakan alat simulasi berupa beberapa ekor ikan yang dimasukkan ke dalam gelas. Siswa dibimbing membuat laporan mengenai kegiatan yang telah dilakukan.60 Pada pertemuan kedua pembelajaran yang dilakukan di laboratorium dimulai dengan materi erosi tanah. sebab dan akibat yang ditimbulkan. Pembelajaran pada pertemuan ketiga dilaksanakan di laboratorium. Siswa diajak untuk mengeksplorasi dan mengamati kejadian alam mengenai penggundulan hutan yang disimulasikan dengan media tiruan berupa 3 buah kotak yang diisi dengan tanah dan ditanami rumput dengan kepadatan yang berbeda-beda tiap kotak. Alat bantu ini menggambarkan suatu keadan di sungai maupun di danau. Seperti pada pertemuan kedua. sebab dan akibat terjadinya erosi tanah dan dapat mengaplikasikan kejadian tersebut di alam nyata. Kegiatan yang pertama kali . Siswa diajarkan mengenai pencemaran air. Guru membimbing siswa dalam membuat laporan kegiatan dan melaksanakan assesment kerja berupa menanam tanaman di pot sebagai assesment-nya. Pada pertemuan keempat dilaksanakan dua kali kegiatan yaitu mengenai pencemaran udara dan pencemaran tanah. Dengan kegiatan ini diharapkan siswa mampu memahami ciri-ciri air yang tercemar. memahami pentingnya pelestarian alam dan upaya untuk menanggulanginya. Siswa diajak untuk mengeksplorasi bagaimana keadaan ikan maupun lingkungannya setelah tercemar dengan meneteskan beberapa tetes pertisida dan detergen.

61

dilakukan mengenai pencemaran udara. Pada kegiatan ini siswa diajak ke luar ruang untuk melaksanakan ekplorasi mengenai keadaan lingkungan di sekitar sekolah. Setelah itu siswa diajak untuk melakukan eksperimen dengan menggunakan jangkrik yang dibungkus dengan plastik. Hal ini

menggambarkan suatu lingkungan yang dihuni oleh makhluk hidup. Pada kegiatan ini siswa dihaapkan dan dapat mengetahui lingkungan dan (udara) memahami tercemar.

situasi/kejadian

sebelum

sesudah

Pencemaran dilakukan dengan menambahkan asap kendaraan di dalam plastik yang telah berisi jangkrik. Siswa melakukan kegiatan pengamatan terhadap hewan uji mengenai keadaannya sebelum dan sesudah udara tercemar. Selain itu siswa juga mengamati kertas karton yang telah dioleskan gel dipermukaanya setelah didekatkan di knalpot sepeda motor.. Dengan kegiatan ini diharapkan siswa mampu memahami ciri-ciri udara yang tercemar, sebab dan akibat yang ditimbulkan, memahami pentingnya pelestarian alam dan upaya untuk menanggulanginya. Setelah kegiatan mengenai materi pencemaran udara, siswa diajak ke dalam ruang (laboratorium) untuk melaksanakan pembelajaran mengenai pencemaran tanah. Pada kegiatan ini dilaksanakan metode permainan yaitu bingo. Siswa disuruh untuk mengumpulkan sampah yang ada di sekitar laboratorium. Dari sampah-sampah yang telah dikumpulkan siswa tersebut dijadikan bahan untuk permainan Bingo (pelaksanaan permainan dapat dilihat pada LKS Penanggulangan Pencemaran Tanah). Setelah permainan berakhir guru memberikan tambahan maupun penegasan konsep mengenai pencemaran

62

tanah. Pada akhir kegiatan di pertemuan keempat ini siswa disuruh membuat poster/slogan yang berisi ajakan atau usulan penanggulangan pencemaran dan kerusakan lingkungan sesuai materi yang telah diajarkan (erosi tanah, pencemaran air, pencemaran udara dan pencemaran tanah). Kegiatan guru pada kegiatan inti adalah sebagai pembimbing jalannya kegiatan pelajaran baik pada saat siswa melakukan eksplorasi, pengamatan maupun membuat laporan. Menurut Slavin (1995) pada pembelajaran siswa diberi kesempatan untuk secara aktif melakukan eksplorasi ke lingkungan untuk mencapai kecakapan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dilakukannya eksplorasi, siswa dapat memahami konsep dan menyusun pengetahuannya sendiri dan berinteraksi sosial dengan lingkungannya Berdasarkan pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan kedua sampai pertemuan keempat tersebut memperlihatkan bahwa pembelajaran tersebut sesuai dengan Pendekatan JAS yang mencakup hal-hal yang inovatif dalam penerapannya yaitu konstruktivisme, penerapan proses sains, proses inquiri, proses eksplorasi lingkungan alam sekitar, dan penerapan alternative assessment. Pada kegiatan inti guru berusaha menciptakan kegiatan yang menyenangkan antara lain mengajak belajar siswa ke luar kelas, menggunakan metode permainan maupun menggunakan metode simulasi/menggunakan media tiruan sebagai bentuk gambaran yang sesuai dengan keadaan alam. Menurut Sanjaya (2007) metode simulasi adalah cara penyajian pengalaman belajar dengan menggunakan situasi tiruan untuk memahami tentang konsep, prinsip, atau keterampilan tertentu. Dalam pelaksanaannya siswa sendiri yang

63

memperagakan/mengeksplorasi media yang telah ditentukan tersebut. Metode seperti ini digunakan dengan asumsi bahwa tidak semua proses pembelajaran dengan peneraan JAS dapat dilakukan secara langsung pada obyek sebenarnya. Selain menggunakan media dalam proses pembelajaran siswa sekali-kali diajak ke luar ruang kelas. Pembelajaran tersebut dilakukan agar siswa terbebas dari suasana takut, menegangkan dan rasa bosan. Hal ini sesuai dengan karakter Jelajah Alam Sekitar (JAS) antara lain adanya unsur joyful lerning (belajar yang menyenangkan) dengan nuansa Bioedutainment. Menurut Sanjaya (2007) proses pembelajaran adalah proses yang dapat mengembangkan seluruh potensi siswa, seluruh potensi tersebut dapat dikembangkan manakala siswa terbebas dari rasa takut dan menegangkan, oleh karena itu perlu diupayakan proses pembelajaran yang menyenangkan (joyful learning). Proses pembelajaran yang menyenangkan dapat dilakukan dengan menata ruangan yang apik dan menarik, dan melalui pengelolaan pembelajaran yang hidup dan bervariasi yakni dengan menggunakan pola dan model pembelajaran, media dan sumber belajar yang relevan serta gerakangerakan guru yang mampu membangkitkan motivasi belajar. Menurut Suwarna (2006) pengetahuan tumbuh dan berkembang melalui pengalaman. Pemahaman berkembang semakin dalam dan semakin kuat apabila selalu diuji dengan pengalaman baru. Pengalaman pada proses pembelajaran ini merupakan pengalaman tiruan karena pengalaman yang diperoleh melalui benda atau kejadian yang dimanipulasi agar mendekati keadaan yang sebenarnya. Pengalaman tiruan sudah bukan merupakan pengalaman langsung

. dengan hasil tersebut maka dapat dikatakan bahwa unjuk kerja yang dilakukan siswa dapat mendukung efekifitas proses pembelajaran. Oleh karena itu pada akhir pembelajaran siswa diberikan tugas untuk melakukan unjuk kerja yang berupa menanam tanaman di pot (pada pertemuan ke dua materi erosi tanah) dan membuat slogan bertemakan lingkungan sesuai materi yang telah diberikan (pada pertemun ke empat). guru memberikan penegasan atau tambahan konsep yang berhubungan dengan kegiatan yang telah dilakukan. Hal ini tampak pada hasil assesment yang menunjukkan bahwa setiap kelompok di ketiga kelas mendapatkan nilai ≥7. mengetahui tingkat keberhasilan siswa serta keberhasilan guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Kegiatan tersebut dilakukan dengan maksud untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang apa yang telah dipelajari siswa serta keterkaitannya dengan pengalaman sebelumnya. Hasil assesment kerja tiap kelompok mengenai kinerja menanam tanaman di pot dan kinerja membuat slogan sangat baik. Tahap-tahap kegiatan guru dan siswa tiap pertemuan dapat dilihat pada lampiran Rencana Pembelajaran.64 sebab obyek yang dipelajari tidak asli. Berdasarkan pemikiran Piaget dan Vygotsky bahwa pembelajaran seharusnya memperhatikan pengembangan hand-on siswa. Setelah siswa menyimpulkan kegiatan yang telah dilakukan. Kegiatan selanjutnya guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyimpulkan hasil pembelajaran yang telah dilakukan.

65 Pada pertemuan terakhir (pertemuan ke lima) dilaksanakan evaluasi (posttest) yang bertujuan untuk mengtahui hasil belajar yang diperoleh siswa. VIIC. Berdasarkan tabel 9 tersebut diketahui bahwa persentase hasil post-test siswa yang menjawab betul pada kelas VIIB sebesar 69.17%. kelas VIIC sebesar 49. Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa adanya peningkatan pemahaman siswa dibandingkan dengan hasil pre-test. nilai rata-rata kelas VIIC 68.2 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 87.8%.38% dan kelas VIIG sebesar 54.1% dan nilai rata-rata kelas VIIG 78.99%. Hal ini dapat dianalisis lebih jauh mengenai jalannya proses pebelajaran tersebut berlangsung. walaupun demikian untuk ketuntasan belajar secara klasikal belum mencapai tujuan yang diharapkan yaitu minimal 85% siswa mendapatkan nilai lebih dari 65.2 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 73.68% untuk kelas VIIC sebesar 68. Menurut Ridlo (2002) ketuntasan belajar yang diperoleh pada ketiga kelas yaitu untuk kelas VIIB dan VII tergolong baik sedangkan untuk kelas VIIG ketuntasan belajar secara klasikal sangat baik.20%. Nilai rata-rata post-test di ketiga kelas yaitu VIIB. .30% dan kelas VIIG sebesar 75. Nilai rata-rata kelas VIIB 69.2 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 64. dan VIIG telah menunjukkan hasil dengan rata-rata lebih dari 65. Kelas VIIB mengalami peningkatan sebesar 60. Setelah dianalisis hasil post-test dapat dilihat pada tabel 9.68%. Berdasarkan hasil belajar siswa dengan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar dengan Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa pada penerapannya belum sesuai dengan harapan karena ketuntasan belajar yang diperoleh belum mencapai angka minimal yaitu 85%.

Membimbing siswa menarik kesimpulan h. Berdasarkan hal tersebut maka pada penelitian ini dilaksanakan observasi kinerja guru dan observasi aktifitas siswa yang didukung dengan sarana dan lingkungan selama pembelajaran berlangsung. Melakukan feedback pertanyaan d. Memberi kesempatan siswa mencatat c. Seperti yang dikemukakan oleh Sanjaya (2007) bahwa faktor-faktor yang berpengaruh dalam kegiatan proses sistem pembelajaran adalah guru. siswa. sarana dan prasarana. Membimbing diskusi kelompok e. dan lingkungan. Membagi LKS dan memberi pelajaran d. Memberi informasi tentang kegiatan b. Adapun hasil aktifitas/kinerja guru selama proses belajar mengajar adalah sebagai berikut: Tabel 10.66 Pembelajaran adalah proses interaksi antara siswa dengan lingkungannya. Memberi tugas Jumlah skor Konversi nilai skala 11 Kriteria 3 4 3 2 4 3 3 2 3 3 2 4 3 2 2 43 7 Baik . Menyampaikan tujuan pembelajaran c. Memotivasi siswa b. Memberi kelompok presentasi f. No Aspek yang diamati VII B 2 4 4 4 4 4 3 3 4 3 1 2 3 3 3 47 8 Baik Kelas VII C VII G 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 2 3 4 4 51 9 Sangat baik 1 2 3 Pendahuluan a. Hasil Observasi Aktifitas Guru Selama Pembelajaran. Membimbing siswa melakukan refleksi b. Membentuk kelompok c. Memberi tanggapan kelompok g. Menggali pengetahuan siswa Kegiatan Inti a. Memberi penegasan konsep essensial Penutup a.

Namun demikian hal-hal yang paling mendasar untuk mendukung efektifitas proses pembelajaran belum dimaksimalkan oleh guru. Berdasarkan tabel hasil observasi di atas dapat diketahui kinerja guru dalam mengelola pembelajaran. Secara umum aktifitas guru selama proses pembelajaran berlangsung cukup baik dilihat dari nilai yang dihasilkan yaitu pada kelas VIIB 8 (baik). kurangnya sarana yang dibutuhkan maupun kesulitan dalam mengelola siswa. dengan demikian efektifitas proses pembelajaran terletak di pundak guru. Hal ini ditunjukkan dengan skor yang diberikan cukup rendah di ketiga kelas. Oleh karenanya keberhasilan suatu proses pembelajaran sangat ditentukan oleh kualitas atau kemampuan guru. Tanpa guru bagaimana bagus dan idealnya suatu strategi maka strategi itu tidak mungkin bisa diaplikasikan. Pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan JAS tersebut sebetulnya sangat merepotkan guru baik dalam mengatur waktu. Menurut Sanjaya (2007) motivasi merupakan salah satu aspek dinamis yang . Guru berperan sebagai pengelola pembelajaran. Dengan adanya kendala-kendala tersebut maka tahap-tahap pembelajaran yang akan dilakukan selanjutnya tidak dapat dilakukan secara maksimal. kelas VIIC 7 (baik) dan Kelas VIIG 9 (sangat baik). Guru adalah komponen yang sangat menentukan dalam implementasi suatu strategi pembelajaran.67 Berdasarkan pelaksanaan proses pembelajaran pengelolaan lingkungan guru telah melakukan pembelajaran sesuai dengan silabus dan RP yang telah disusun. mengatur kegiatan. Pada pendahuluan guru kurang memberikan motivasi kepada siswa.

68 sangat penting. siswa sering melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan perintah baik oleh guru maupun pada lembar kegiatan. bergurau dengan teman. bisa dikatakan juga siswa yang berprestasi rendah belum tentu disebabkan kemampuan yang rendah pula tetapi mungkin disebabkan oleh tidak adanya dorongan atau motivasi. Pada akhirnya berdampak pada hasil belajar siswa tersebut. 2007). Jika hal ini tidak sepenuhnya dilakukan akan berdampak pada siswa dimana siswa akan mengalami konflik kognitif secara terus menerus. Penegasan konsep sangat diperlukan karena dimaksudkan untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang apa yang telah dipelajari siswa serta keterkaitannya dengan pengalaman sebelumnya (Sanjaya. sering yang terjadi siswa yang kurang berprestasi bukan disebabkan oleh kemampuan yang kurang tetapi dikarenakan tidak adanya motivasi untuk belajar sehingga siswa tidak mengerahkan segala kemampuannya. mengandalkan teman lain untuk melaksanakan kegiatan dan lain-lain. Menurut Saptono (2003b) dalam proses belajar . Pada kelas VIIC guru kurang memberikan informasi tentang kegiatan yang akan dilakukan sehingga dapat mengakibatkan siswa cenderung bingung dan kurang tahu apa dan bagaimana kegiatan pembelajaran akan dilaksanakan sehingga berakibat pada tebuangnya waktu untuk menjawab petanyaan siswa mengenai kegiatan yang akan dilakukan. Guru kurang memberikan penegasan konsep essensial yang ditunjukkan dengan skor yang masih rendah di ketiga kelas. dapat juga kurang optimalnya siswa mengikuti pelajaran karena malas melaksanakan kegiatan.

b. Membangkitkan rasa ingin tahu siswa serta menuntun siswa dalam menemukan jawaban. Peristiwa ini akan terjadi secara berkelanjutan selama siswa menerima pengetahuan baru.69 (perolehan pengetahuan) selalu diawali dengan terjadinya konflik kognitif. 2007). Memusatkan siswa pada masalah yang sedang dibahas. Di kelas VIIC guru kurang dalam memberikan pertanyaan sehingga belum terciptanya suasana pembelajaran yang lebih bermakna. Guru dalam proses pembelajaran memegang peran yang sangat penting. sehingga diperlukan perubahan atau modifikasi struktur kognitif (skemata) untuk mencapai keseimbangan. . Konflik kognitif terbentuk saat terjadi interaksi antara konsepsi awal (pengetahuan awal) yang telah dimiliki siswa dengan pengetahuan fenomena baru yang tidak dapat diintegrasikan begitu saja. d. Menurut Sanjaya (2007) bertanya merupakan bagian yang tidak terpisahkan yang memiliki dampak positif sebagai berikut: a. Meningkatkan partisipasi siswa secara penuh dalam proses pembelajaran Meningkatkan kemampuan berfikir siswa. Skor rendah diperlihatkan di kelas VIIB dan VIIG dimana guru kurang memberikan bimbingan kepada siswa untuk melakukan refleksi yang berakibat pada kurangnya efektifitas proses pembelajaran. c. Peran guru untuk siswa pada usia pendidikan dasar maupun menengah memerlukan bimbingan dan bantuan orang dewasa (Sanjaya.

70 Berdasarkan hasil pengamatan aktifitas guru selama mengajar diperlihatkan bahwa aktifitas kinerja guru di ketiga kelas berbeda-beda walaupun guru yang mengajar di ketiga kelas tersebut sama. Siswa adalah organisme yang unik yang berkembang sesuai dengan tahap perkembangannya yang masing-masing anak pada setiap aspek tidak selalu sama. Proses pembelajaran dapat dipengaruhi oleh perkembangan anak yang tidak sama itu disamping karakteristik lain yang melekat pada diri anak. yaitu di kelas VII G. sebaliknya peningkatan hasil belajar di kelas VIIB paling tinggi walaupun akifitas kinerja guru di kelas tersebut lebih rendah dari pada di kelas VIIG. . Dari gambaran tersebut dapat dikatakan bahwa tingginya kualitas guru dalam mengajar bukan berarti hasil belajar siswa menjadi maksimal. Hasil aktifitas kinerja guru yang baik di kelas VII G belum menghasilkan peningkatan hasil belajar siswa lebih maksimal (pre-test – post-test). Hal ini dikarenakan selama pembelajaran guru melakukan refleksi atas semua kekurangan dalam mengajar sebelumnya. Oleh karena itu. sehingga pengajaran pada materi yang sama berikutnya di kelas yang lain akan berjalan lebih baik. hal ini disebabkan oleh sikap siswa itu sendiri saat melaksanakan maupun dalam menerima pelajaran berlangsung. Menurut Dunkin dalam (Sanjaya 2007) faktor-faktor yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran dilihat aspek siswa meliputi aspek latar belakang dan aspek sifat yang dimiliki. aktifitas kinerja guru paling baik rata-rata diperolehnya di kelas paling akhir yang mendapatkan materi pelajaran.

71 Aspek latar belakang meliputi jenis kelamin siswa. Berdasarkan latar belakang tersebut siswa memiliki motivasi belajar penuh karena tingginya tingkat persaingan yang ada di perkotaan serta lengkapnya sumber pelajaran (buku. keluarga dan lain-lain. Kemampuan dan kemauan siswa tiap kelas saat proses pembelajaran mengenai pengelolaan lingkungan dapat dilihat pada tabel hasil tanggapan siswa berikut: . Sedangkan siswa yang memiliki kemampuan dan kemauan yang rendah ditandai dengan kurangnya motivasi belajar. unuk kelas VIIC memiliki siswa laki-laki 20 orang dan perempuan 22 orang dan kelas VIIG memiliki siswa laki-laki 19 orang dan perempuan 24 orang. tidak adanya keseriusan dalam mengikuti pelajaran termasuk menyelesaikan tugas dan lain sebagainya. tempat tinggal siswa. Latar belakang yang baik tersebut perlu adanya daya dukung lain untuk mendukung proses belajar yaitu kemampuan siswa. Siswa yang memiliki kemampuan dan kemauan yang tinggi biasanya ditunjukkan dengan motivasi yang tinggi dalam belajar. perhatian. tempat kelahiran. Pada penelitian yang dilaksanakan di SMP N 27 Semarang. Sedangkan faktor sifat yang dimiliki siswa antara lain pengetahuan dan sikap. CD pembelajaran dan lain-lain) yang dapat mendukung siswa dalam belajar. VIIC dan VIIG cukup berimbang dimana kelas VIIB memiliki siswa laki-laki 26 orang dan perempuan 16 orang. Sebagian besar siswa tinggal di perkotaan dengan tingkat sosial ekonomi menengah ke atas. jenis kelamin siswa kelas VIIB. keseriusan dalam mengikuti pelajaran. tingkat sosial ekonomi siswa.

Kadang-kadang c. Menjemukan Kesan saat diskusi berlangsung a. Ya b. Menyenangkan b. Menyenangkan kurang dipahami c. Menyenangkan b. Kurang paham c. Becakap-cakap c.72 Tabel 11. Ya b. tidak Kegiatan diskusi a. Tidak dapat Kesan saat kegiatan a.6 Kelas VIIB 46 54 0 85 16 0 81 7 12 88 12 0 51 49 0 90 10 0 71 21 8 85 15 0 63 37 0 89 10 1 Kelas VIIG 56 44 0 78 20 2 90 7 3 90 4 6 66 34 0 83 17 0 59 39 2 73 17 10 66 34 0 85 12 3 2 3 4 5 6 7 8 9 10 . Ragu-ragu c. Rekap Hasil Tanggapan Siswa Terhadap Proses Pembelajaran No 1 Pertanyaan Pemahaman materi a. Tidak Rata-rata tanggapan positif (pilihan “a”) 74. Menyenangkan mudah dipahami b. Dapat b. Diam c. Menunggu teman bicara Sikap saat kegiatan berlangsung a. Biasa-biasa saja c. Diam Menyimpulkan kegiatan a.9 74. Paham b. Tidak Mampu mengkaitkan pengetahuan dengan fenomena alam a. Tidak paham Mengerjakan tugas pengamatan a. Sebagian c. Aktif b. Ragu-ragu c. Biasa-biasa saja Kegiatan eksplorasi dapat mengaktifkan keterampilan proses a. Biasa-biasa saja c. Selalu b. Aktif b.9 Persentase Kelas VIIC 40 55 5 84 13 3 82 11 7 82 18 0 29 71 0 76 24 0 39 61 0 66 17 17 47 42 11 84 16 0 62. Menjemukan Kesan mengenai metode pembelajaran a.

Berdasarkan hal tersebut menyebabkan materi yang didapat oleh siswa lebih baik dan menghasilkan peningkatan pengetahuan yang lebih tinggi dibanding kelas VII C dan VII G. serta mudahnya dalam memahami materi dan mengaitkan dengan fenomena nyata. Kemampuan dan kemauan tersebut ditunjukkan siswa kelas VII B yang selalu mengerjakan tugas pengamatan.9 %. kesan saat kegiatan dan saat diskusi yang menyenangkan.73 Dari tabel tersebut di atas dapat diketahui mengapa hasil belajar siswa secara klasikal belum sesuai harapan. Bedasarkan tabel tanggapan siswa tersebut diperlihatkan bahwa kelas VII B rata-rata memiliki kemampuan dan kemauan paling tinggi dibandingkan kedua kelas yang lain yaitu sebesar 74. . hal ini disebabkan siswa kurang paham terhadap materi yang diberikan melalui metode eksplorasi dimana hanya hampir separuh dari jumlah siswa per kelas yang memahami materi tersebut. Kurangnya pemahaman siswa mengenai materi yang diajarkan berdampak juga pada kesulitan siswa dalam mengerjakan soal posttest. Kurang pahamnya siswa mengenai materi yang diajarkan berdampak pada kemampuan siswa dalam menyimpulkan pelajaran yang telah dilakukan dimana rendahnya angka persentase siswa yang dapat menyimpulkan pelajaran terutama di kelas VIIC hanya 29% yang mampu menyimpulkan materi pelajaran. Banyaknya kesukaran pada butir soal post-test yang berupa grafik maupun soal pemahaman memberikan kesulitan siswa untuk menjawab soal dengan betul.

Siswa sangat aktif dalam mengikuti berbagai macam kegiatan seperti melakukan pengamatan. Lingkungan merupakan faktor yang mendukung proses belajar diantaranya faktor organisasi kelas. Pada penelitian ini kelengkapan sarana yang mendukung untuk terciptanya susana belajar telah sesuai dengan pendekatan JAS yaitu dengan menggunakan alat simulasi yang dapat memberikan gambaran kepada siswa sesuai keadaan aslinya. diskusi. Pada tabel tanggapan siswa di atas dapat diketahui bahwa media ilustrasi yang dipakai dalam pembelajaran pada konsep pengelolaan lingkungan dapat membantu siswa untuk mengamati sekaligus memahami gejala atau konsep yang terjadi. Selain aktif dalam melaksanakan kegiatan. Maka proses pembelajaran yang telah dilakukan dalam penelitian ini sudah sesuai dengan karakter JAS antara lain adanya unsur joyful learning (belajar yang menyenangkan). Selain guru dan siswa ada hal lain yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran adalah sarana dan lingkungan. maupun kegiatan yang lain. yang di dalamnya meliputi jumlah siswa dalam satu kelas .. Oleh karena itu proses pembelajaran tersebut dapat membuat siswa merasa senang dan nyaman saat melaksanakan pembelajaran. siswa juga merasa senang saat melaksanakan kegiatan pembelajaran berlangsung seperti saat kegiatan pengamatan pada media. saat berlangsungnya diskusi sehingga siswa sangat senang dengan metode pembelajaran yang diterapkan tersebut.74 Walaupun demikian berdasarkan tabel tanggapan siswa di atas diketahui bahwa sebagian besar siswa sangat antusias dalam pelaksanaan proses pembelajaran pada konsep pengelolaan lingkungan dengan pendekatan JAS.

Kelompok yang besar kurang memanfaatkan waktu. Semakin sukar mencapai kesepakatan kelompok. Anggapan ini didasarkan pada tanggapan siswa mengenai . b. Kepuasan belajar setiap siswa akan cenderung menurun. d. dimana siswa masih ada yang mendapatkan nilai kurang dari 65. bergurau dengan teman dan tugas belum seluruhnya diselesaikan. bermain sendiri maupun dengan teman. Kecenderungan tersebut kiranya terjadi pada saat proses pembelajaran berlangsung baik di kelas VIIB. karena pelayanan yang terbatas dari setiap guru. Pada hasil belajar diketiga kelas masih terdapat siswa yang belum tuntas. Kelompok belajar yang besar dalam satu kelas berkecenderungan: a. Akibat dari hal tersebut maka dalam pelaksanaan penelitian terlihat bahwa siswa cenderung tidak memperhatikan guru. Ketidaktuntasan siswa terjadi juga di kelas VII G yang merupakan kelas unggulan. c. Sumber daya kelompok akan semakin luas sehingga waktu yang tersedia akan semakin sempit. VIIC dan VIIG karena pengorganisasian kelompok tiap kelas yang masih terlalu besar. Hal ini menunjukkan bahwa siswa yang unggul dalam segi kognitifnya belum tentu mau dan mampu dalam melaksanakan pembelajaran yang diberikan. Organiasi siswa yang terlalu besar akan kurang efektif untuk mencapai tujuan belajar. Anggota kelompok yang terlalu besar akan cenderung semakin banyak siswa yang enggan berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan.75 merupakan aspek penting yang bisa mempengaruhi proses pembelajaran. e.

76 kesan terhadap metode pengajaran yang diberikan masih biasa-biasa saja. hal ini dikarenakan: a. f. d. melamun diam tidak memperhatikan. dan lain-lain. Siswa gagl merubah ingatan jangka pendek menjadi jangka panjang. Siswa kesulitan mencari kembali informasi yang telah disimpan. . Kesan seperti ini dapat menyebabkan siswa cenderung tidak antusias dalam belajar. g. Dengan demikian konsep-konsep yang telah dibangun siswa saat kegiatan pembelajaran selama empat kali pertemuan berlangsung bisa jadi hilang begitu saja. Ingatan tidak pernah dipakai. Tidak adanya ingatan yang tersimpan. c. sehingga menimbulkan kegiatan-kegiatan yang negatif (tidak mendukung pembelajaran) seperti bergurau. Adanya gangguan dalam bentuk informasi lain yang menghambatnya untuk mengingat kembali apa yang telah pernah dipelajari. Sebagian ingatan telah aus dimakan waktu. Materi tidak dikuasai sampai benar-benar dikuasai. e. b. Selain tersebut di atas karakteristik siswa yang sangat mempengaruhi dalam proses belajar adalah lupa. Sikap-sikap seperti itu dapat menyebabkan siswa tidak tahu mengenai materi yang diajarkan sehingga berakibat pada hasil belajar yang kurang baik. Menurut Soekamto (1995) lupa adalah kebalikan dari ingat dan merupakan hilangnya informasi yang telah disimpan di dalam ingatan jangka panjang. bermain.

6 83.0 47.0 0.9 0.5 42.0 35.5 95.3 0.9 78.4 75.7 0.1 73.1 35.0 4.6 0.0 2.0 16.0 26.6 11.9 7 4.0 0. B.7 0. Aktifitas Siswa Analisis data tentang keaktifan siswa selama mengikuti proses pembelajaran dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 12.0 21.8 .4 66.4 76.8 0.1 21.0 2.7 11.0 0.6 47.5 0.9 0.1 93.3 0.0 0.0 71.5 88.2 78.0 6.0 16.0 11.0 0.0 4.7 4.4 9.6 0.6 4.1 0.1 2.0 15.0 0.9 45.0 0.0 21.77 Pada pembelajaran dengan pendekatan JAS selain penerapan paper and pen test perlu adanya penilaian mengenai sikap atau aktifitas siswa selama proses pembelajaran dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar.7 95.0 58.7 11.0 16.0 0.2 94.5 9.0 33.8 0.0 9.5 64.7 0.2 9.4 57.1 64.2 0.4 54.4 71.0 0.3 8 5.0 5.0 54.0 59.4 0.0 0.0 19.0 21.38 85.08 0.4 90.2 83.7 20.5 0.5 28.0 0. Rekapitulasi Hasil Observasi Keaktivan Siswa dalam Pembelajaran Pengelolaan Lingkungan dengan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar di SMP N 27 Semarang N o 1 Aspek yang diamati VII B 4 3 2 1 Kelas / sikap siswa (%) VII C 4 3 2 1 4 VII G 3 2 1 siswa responsif terhadap penjelasan guru 2 aktifitas siswa dalam kelompok 3 mengemu kakan pendapat 4 mengaitka n materi dengan kehidupan sehari-hari 5 memanfaa tkan waktu 6 membang un ide 7 menarik kesimpula n Total (%) Respon positif Konversi nilai skala 11 26.6 0.00 0.4 0.8 40.5 0.7 0.3 66.9 78.3 0.0 0.2 8 6.

Aktifitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar diwujudkan dalam bentuk kegiatan seperti mendengarkan. Sejumlah siswa sebesar 16.6% kurang dapat membangun ide. Sanjaya (2007) menambahkan bahwa belajar bukanlah menghafal sejumlah fakta atau informasi. Belajar adalah berbuat memperoleh pengalaman tertentu sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Menurut Darsono. memproduksi sesuatu. maupun sikap.78 Belajar berdasarkan pendekatan JAS tidak mengutamakan hasil tetapi mengutamakan perubahan proses belajar yang dialami oleh siswa. Siswa cenderung bergurau atau bermain sendiri dengan teman sekelompok maupun teman kelompok. dkk (2001) belajar merupakan perubahan tingkah laku atau kegiatan dalam rangka mengembangkan diri. mudah dipahami serta memberikan contoh. baik dalam aspek kognitif. berdiskusi. Siswa dalam mengemukakan pendapat belum dapat runtut. oleh karena itu dalam proses pembelajaran harus dapat mendorong aktifitas fisik maupun mental siswa. Berdasarkan hasil observasi aktifitas siswa di . memecahkan masalah dan lain sebagainya. psikomotorik. tetapi secara individual aktifitas siswa paling rendah dibanding dengan kelas lain. Berdasarkan tabel observasi aktifitas siswa pada kelas VIIB diketahui bahwa kurangnya aktifitas siswa terletak pada aktifitas siswa dalam kelompok dan aktifitas siswa mengemukakan pendapat masing-masing sebesar 11%. menyusun laporan. siswa hanya dapat memahami materi tetapi kurang dalam mengorganisasikan ide. menyampaikan ide serta belum dapat mengkaitkan dengan keseharian Secara klasikal aktifitas siswa di kelas VIIC lebih besar dibandingkan dengan kelas VIIB.

menyampaikan ide serta belum dapat mengkaitkan dengan keseharian. 9.3% siswa belum . siswa cenderung gaduh atau bermain sendiri dengan teman.4 % siswa dalam mengemukakan pendapat belum dapat runtut.5 % aktifitas siswa di dalam kelompok masih ada yang belum dapat bekerja sama dengan anggota kelompok yang lain. Aktifitas siswa yang kurang mendukung terhadap proses pembelajaran di kelas ini antara lain 4.3%. siswa hanya dapat memahami materi tetapi kurang dalam mengorganisasikan ide. Siswa cenderung gaduh atau bermain sendiri dengan teman yang lain.5% siswa masih belum dapat mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari. Siswa sering bergurau.7% siswa kurang responsif terhadap penjelasan guru.79 dalam kelompok masih ada yang belum dapat bekerja sama antar anggota kelompok sebesar 2. siswa kurang memperhatikan. siswa tersebut belum bisa menjelaskan contoh-contoh yang relevan sesuai materi yang telah diajarkan. Dalam menarik kesimpulan 2. Walaupun secara individual aktifitas siswa di kelas VIIG paling tinggi dibandingkan kelas yang lain tetapi secara klasikal aktifitas siswa kelas VIIG paling rendah diantara kelas yang lain.5% siswa masih belum dapat mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari. bermain sendiri maupun dengan teman yang ada didekatnya. mudah dipahami serta memberikan contoh. Selain itu 9. Sebesar 21. 16. mencatat maupun menyimak penjelasan yang diberikan oleh guru. 9.6% siswa kurang dapat membangun ide. siswa tersebut belum bisa menjelaskan contohcontoh yang relevan sesuai materi yang telah diajarkan.

VIIC dan VIIG secara klasikal siswa memberikan respon positif terhadap proses pembelajaran yang berlangsung yang ditunjukkan dengan banyaknya persentase jumlah siswa yang beraktifitas positif di setiap kelas yakni di kelas VIIB 94. memecahkan persoalan. Berdasarkan tabel aktifitas siswa di atas dapat diketahui bahwa aktifitas siswa di kelas VIIB. Berdasarkan asumsi di atas dapat disimpulkan bahwa tingginya aktifitas siswa yang responsif terhadap pembelajaran belum tentu dapat mendukung terciptanya hasil belajar yang maksimal. berarti mereka yang mendominasi aktifitas pembelajaran. kelas VIIC 95.80 dapat menyimpulkan materi yang telah diajarkan dengan benar dan tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran. Selain hal-hal yang mempengaruhi . Dengan cara ini biasanya siswa akan merasa suasana yang lebih menyenangkan sehingga hasil belajar dapat dimaksimalkan.3%. baik untuk menemukan ide pokok dari materi pelajaran. perolehan nilai aktifitas yang sangat minim terdapat di kelas VIIC. siswa diajak untuk turut serta dalam seluruh proses pembelajaran. Demikian juga secara individual aktifitas siswa yang dikonversikan ke skala 11 menunjukkan hasil yang baik yang mana nilai rata-rata kelas ≥7. tidak hanya mental tetapi juga melibatkan fisik. Menurut Sudjana (1996) ketika siswa belajar dengan aktif.9% dan kelas VIIG 93. Dengan ini mereka secara aktif menggunakan otak.2%. Dengan belajar aktif ini. atau mengaplikasikan apa yang baru mereka pelajari ke dalam satu persoalan yang ada dalam kehidupannya. Aktifitas positif semacam ini dapat mendukung proses pembelajaran secara penuh.

Oleh karena proses perubahan tingkah laku yang merupakan suatu misteri karena perubahan tersebut sulit dilihat dan diraba.81 penurunan hasil belajar yang telah dibahas ada hal lain yang belum dapat diketahui saat siswa melaksanakan proses belajar. Walaupun tidak dapat melihat proses terjadinya perubahan tetapi dapat ditentukan apakah seseorang telah belajar atau belum yaitu dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah proses pembelajaran berlangsung Pada penelitian ini dapat ditentukan bahwa perubahan tingkah laku sebelum dan sesudah terjadinya proses pembelajaran adalah meningkatnya pemahaman siswa mengenai konsep pengelolaan lingkungan. hal ini dikarenakan ada sebagian siswa yang tidak mampu mencapai hasil belajar minimal yang ditetapkan yaitu 65. menghasilkan peningkatan pemahaman siswa yang semula tidak tahu atau belum benar manjadi benar. Tidak adanya perubahan pengetahuan seseorang setelah mengalami proses belajar atau . Berdasarkan data-data yang diperoleh didapatkan bahwa pengetahuan awal siswa sangat mendukung dalam proses pembelajaran yang akan berlangsung yaitu guru dapat mengetahui konsep apa yang belum diketahui atau belum dipahami oleh siswa. Walupun angka peningkatan hasil belajar yang tidak sama di ketiga kelas teapi dari ketiga kelas tersebut memiliki pola peningkatan hasil belajar yang sama Akan tetapi pada penelitian ini ketuntasan belajar di ketiga kelas belum memuaskan. Setelah diterapkannya pembelajaran dengan pendekatan JAS berbasis analisis pengetahuan siswa yang didukung dengan aktifitas siswa yang positif terhadap pembelajaran berlangsung.

Rekapitulasi Hasil Observasi Keterampilan Proses dalam Pembelajaran Pengelolaan Lingkungan dengan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar di SMP N 27 Semarang Kelas VII B Kelas VII C Kelas VII G No Rata-rata skor Keterampilan I II III I II III I II proses sains 1. Keterampilan proses yang terjadi pada siswa dapat dilihat pada tabel beikut: Tabel 13. justru dengan proses pembelajaran dengan Jelajah Alam Sekitar tersebut lebih mengajarkan siswa untuk mengembangkan keterampilan proses.83 3.07 3.21 3. dapat juga orang tersebut tidak belajar.26 mengamati 4.28 2.52 3 3.31 .31 2.83 3.33 3. Keterampilan membuat 3. Keterampilan 2.5 3. Seorang siswa yang sepertinya aktif belajar yang ditunjukkan dengan caranya memerhatikan guru dan rapinya ia membuat catatan.82 semakin turunnya pengetahuan seseorang setelah melakukan proses belajar dapat dikatakan proses pembelajaran tersebut gagal.02 2.14 3.71 2.97 3. Hal ini sesuai pendapat Sanjaya (2007) bahwa efektifitas pembelajaran atau belajar dan tidaknya seseorang tidak dapat dilihat dari aktifitasnya selama terjadi proses pembelajaran.54 3 3.69 2.31 3. tetapi hanya bisa dilihat dari adanya perubahan dari sebelum dan sesudah terjadi proses belajar.38 2.26 3.88 berpendapat 3 Keterampilan 2.45 3.2 2.11 2.28 3. belum tentu ia belajar dengan baik manakala ia tidak mampu menunjukkan adanya perubahan tingkah laku.2 3.42 3.31 bertanya 2.33 2.90 kesimpulan III 3. Keterampilan 2.71 2. Walaupun demikian bukan berarti proses pembelajaran dengan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) hanya membantu siswa dalam belajar.19 3.52 2.61 3.

23 3.77 3.07 2.43 3.28 6.15 2.59 22.38 3.02 2.47 22. 19.16 3.42 3.35 3.80 3.19 3.52 2.36 Cukup Baik Baik Cukup Baik Baik Baik Baik Baik Penerapan pendekatan JAS tidak hanya dilakukan sekali saja dalam proses pembelajaran tetapi perlu adanya penerapan yang intensif atau terus menerus di setiap proses pembelajaran agar didapatkan hasil yang maksimal sesuai tujuan belajar.45 3. Keterampilan mempersiapkan alat dan bahan Keterampilan berkomunikasi Keterampilan memberi contoh Jumlah Rata-Rata Kualitas 3.24 3.26 3.0 19.16 22.38 22.40 3.38 3.06 3.40 3.97 3.17 3.47 3.4 21.97 3.57 3.83 5. 7.31 3.24 3.14 3.5 3.76 3.97 3.16 23.45 2.83 2. .45 3.47 23.88 2.

1%.8%. . kelas VIIC 68.1% dan kelas VIIG 87.2 dan VIIG 78. B. 2. Penerapan pendekatan Jelajah Alam Sekitar dalam proses pembelajaran perlu diterapkan secara intensif dan berkesinambungan pada setiap materi Biologi karena untuk melihat hasilnya diperlukan waktu yang lama. maka dapat disimpulkan bahwa: 1.84 BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. Rata-rata hasil belajar siswa secara individual di kelas VIIB. VIIC. dimana persentase respon positif siswa di kelas VIIB sebesar 95. kelas VIIC 64. Penerapan pendekatan Jelajah Alam Sekitar dalam proses penbelajaran perlu dimaksimalkan supaya mendapatkan hasil yang diinginkan. dan VIIG telah mencapai ≥6. 2. Simpulan Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan tentang penerapan Jelajah Alam Sekitar berbasis analisis pengetahuan awal siswa pada konsep pengelolaan lingkungan (studi kasus di SMP N 27 Semarang).1% dan VIIG sebesar 93. Aktifitas siswa dalam mendukung proses pembelajaran berlangsung baik. Saran Berdasarkan simpulan di atas.2. Sedangkan hasil belajar siswa secara klasikal di kelas VIIIB 73. maka saran yang dapat disampaikan adalah: 1.17%.9%.5 yaitu kelas VIIB 69. kelas VIIC 94.2.

Proses Belajar Mengajar. Diktat Kuliah Evaluasi Pembelajaran. Kartijono. A. 1993. Dalyono. Dipresentasikan pada seminar dan lokakarya Pengembangan Kurikulum Pendidikan Biologi dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar Jurusan Biologi FMIPA UNNES dalam rangka pelaksanaan program PHK A2 di Semarang tanggal 14-15 Februari 2005. 2001. Sutadi. Bell. Dipresentasikan pada Seminar dan Lokakarya Pengembangan Kurikulum dan Desain Inovasi Pembelajaran Jurusan Biologi FMIPA UNNES dalam rangka pelaksanaan PHK A2. Kurikulum Pendidikan Visioner dan Lingkungan Sebagai sumber Belajar dan Prinsip Pengajarannya. Jakarta: Bumi Aksara. Constructivism and Learning in Science. Bandung: Remadja Karya. Psikologi Pendidikan. How to Assess Student Work. Jakarta: Rinka Cipta. K. Purwanto. Martensi. Lim. S. 2004. Kurikulum Berbasis Kompetensi Mata Pelajaran Sains-Biologi Sekolah Menengah Pertama. 2005. Darsono. 2002. Prentice Hall. Skripsi. Semarang:Jurusan Biologi UNNES. O. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (edisi revisi). B. Makalah. Wacana Pendidikan MIPA. Kasyati. 2001. A. 2005. S. 1997. Hamalik. Ridlo. . L. Jakarta: Puskur Balitbang. Djohar. 1996. M. Semarang: IKIP Semarang Press. Semarang . Jelajah Alam Sekitar (JAS).dan Nugroho. Arikunto. Belajar dan Pembelajaran. U. 1996. 2005. dan N. New Jersey. M. Meningkatkan Pemahaman dan Keaktifitan Siswa SMP N 8 Semarang Melalui Penerapan Strategi Bermain Pada Pembelajaran Konsep Sistem Pencernaan. Inc.E. R.85 DAFTAR PUSTAKA Anonimus. Semarang: Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Semarang. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Victoria: Deakin University Press. Marianti. Jakarta: Bumi Aksara. 2002. Children’s Science. Biologi FMIPA UNNES. Sugandhi.

S. 1995. Pendekatan Alam Sekitar (JAS). Laporan Kegiatan Hibah Kemitraan LPTK. Strategi Belajar Mengajar Biologi. 1995. Slavin. Yustinus Ulung Anggraito. T dan U. Saptono. Wibowo.E. Strategi Belajar Mengajar Biologi. 2002. Theory. Teori Belajar dan Model-Model Pembelajaran. 2006. Sanjaya. Makalah. and Practice. Supriyanto. Jakarta: Depdikbud. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Sudjana. Pengembangan Model Conceptual Change pada Pembelajaran IPA. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. N. Buletin Fasilitator edisi 3. Research.. R. Rustaman. Prenada Media Group. S Winataputra. Massachusetts:Allyn & Bacon. Cooperative Learning. 2005. Saptono. Jakarta: Kencana. 2007. Soekamto. S. Tuti Widianti. T. Dipresentasikan pada seminar dan lokakarya Pengembangan Kurikulum Pendidikan Biologi dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar Jurusan Biologi FMIPA UNNES dalam rangka pelaksanaan program PHK A2 di Semarang tanggal 14-15 Februari 2005. .86 Ridlo. Andin Irsyadi. 2 nd ed. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. 2000. 2005. 2003a. Bandung: Sinar Baru Algensindo. Jakarta: SEQIP Depdiknas. Universitas Negeri Semarang _______ 2003b. Bandung: Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pendidikan Indonesia. Wina. N. Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi. Jakarta: Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas. Pengembangan Kurikulum Program Studi Pendidikan Biologi FMIPA UNNES untuk Mewujudkan Link and Match Lulusan dengan Kebutuhan Stakeholder.

87 Lampiran 1. . Mengusulkan penanggulangan pencemaran dan kerusakan lingkungan. Alokasi Waktu : 10 x 45 menit A Standar Kompetensi Mengidentifikasi komponen ekosistem dan saling ketergantungan antar komponen. D Model Pembelajaran Pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS). dan lain-lain). RENCANA PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok : : : : SMP Sains (Biologi) VI/genap Pengelolaan Lingkungan untuk Mengatasi Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan. E Strategi Pembelajaran Analisis pengetahuan awal siswa. 2. Rencana Pembelajaran (RP). serta melakukan upaya pengelolaan lingkungan untuk mengatasi pencemaran dan kerusakan lingkungan. keanekaragaman hayati. udara. Menjelaskan pengaruh pencemaran air. dan tanah kaitannya dengan aktivitas manusia dan upaya mengatasinya 3. pengaruhnya terhadap kerusakan lingkungan (misalnya kondisi tanah. B Kompetensi dasar Mendeskripsikan peran manusia dalam pengelolaan lingkungan untuk mengatasi pencemaran dan kerusakan lingkungan dan melaporkan dalam bentuk karya tulis. laporan pengamatan/percobaan. C Indikator 1. Menjelaskan konsekuensi penebangan hutan.

Kotak berisi tanah dan tanaman 2. Kertas karton dan spidol 7. Guru menyampaikan meteri pelajaran dan indikatornya c. Kegiatan Pendahuluan (15 menit) a. Minyak rambut 9. c. bungkus plastik dan lain-lain) I Kegiatan Pembelajaran Pertemuan I (2 x 45 menit) 1. Kegiatan Inti (60 menit) a. Buku Biologi kelas VI semester genap atau buku yang relevan 2. Metode demonstrasi 2. Lembar Kerja Siswa (LKS) H Alat dan Bahan 1. Jangkrik 8. Metode diskusi G Sumber Belajar 1. Guru memberikan soal pre-test kepada siswa dan disuruh mengerjakan sesuai waktu yang ditentukan. Guru mengambil lembar jawab siswa setelah siswa selesai mengerjakan soal pre-test. Pot. Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan mengenai materi pengelolaan lingkungan. 2. kertas. Detergen dan pestisida 6. Sampah (kaleng bekas. Gelas plasik 4. Guru memantau siswa dalam mengerjakan soal pre-test. Ikan 5.88 F Metode Pembelajaran 1. Kertas bingo 10. Guru memberikan salam pembuka b. ranting. b. pupuk dan tanaman hias 3. .

89 3. guru memerintahkan kepada setiap kelompok untuk menyiapkan alat dan bahan yang akan dipakai dalam kegiatan belajar mengajar seperti kotak. Guru meminta setiap kelompok membuat 3 buah kotak dari papan/kayu yang telah diberi tanah dan kerapatan tanaman yang berbeda-beda tiap kotak. b. proses sains dan konstruktivisme) c. . penyiram. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) a. Guru memberitahukan sub materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya. b. Pertemuan II (2 x 45 menit) 1. eksplorasi. Guru membagikan LKS kepada setiap kelompok. d. air maupun gelas penampung. Guru memberikan salam penutup. d. d. Guru memberikan penegasan atau tambahan konsep yang berhubungan dengan kegiatan yang telah dilakukan dan bersama siswa menyimpulkan hasil kegiatan. Guru memerintahkan kepada siswa untuk melakukan kegiatan sesuai petunjuk pada LKS (diharapkan adanya unsur enjoyful lerning dengan nuansa Bioedutainment. Guru membagi siswa ke dalam 10 kelompok c. Guru membimbing dan memantau jalannya kegiatan. dan gelas bejana. Guru menyuruh tiap kelompok untuk melakukan unjuk kerja menanam pot yang telah disediakan untuk mengembangkan hand-on siswa. Guru memberikan salam pembuka b. Kegiatan Penutup (15 menit) a. e. f. Guru memerintahkan siswa untuk berkumpul sesuai kelompoknya masing-masing. Guru menyampaikan meteri pelajaran dan indikatornya c. Kegiatan Inti (70 menit) a. 2. Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan mengenai erosi tanah. Guru meminta beberapa kelompok untuk menyampaikan jawaban dan kesimpulan yang diperoleh dari hasil kegiatan yang telah dilakukan.

. Guru meminta beberapa kelompok untuk menyampaikan jawaban dan kesimpulan yang diperoleh dari hasil kegiatan yang telah dilakukan. d. guru memerintahkan kepada setiap kelompok untuk menyiapkan alat dan bahan yang akan dipakai dalam kegiatan belajar mengajar seperti 9 ekor ikan. b. Guru memberikan salam penutup Pertemuan III (2 x 45 menit) 1. Guru menyampaikan meteri pelajaran dan indikatornya c. 5 buah gelas plastik. Guru meminta setiap kelompok melakukan action/unjuk kerja menanam tanaman ke dalam pot yang telah disediakan sebagai contoh upaya menanggulangan kerusakan lingkungan dalam lingkup kecil. Guru membagikan LKS kepada setiap kelompok. 2.90 3. eksplorasi. Guru memberikan tugas kepada setiap kelompok untuk mengamati mkeadaan lingkungan sungai yang ada di sekitar rumah masingmasing dan mengambil beberapa makhluk hidup yang ada di sungai (9 ekor ikan) dan gelas plastik 5 buah pada untuk dibawa pada pertemuan berikutnya. c.tentang pencemaran air. proses sains dan konstruktivisme). Kegiatan Penutup (5 menit) a. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) a. Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan mengenai pencmaran air. d. Guru memerintahkan siswa untuk berkumpul sesuai kelompoknya masing-masing. Guru memberitahukan sub materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya. Guru memerintahkan kepada siswa untuk melakukan kegiatan sesuai petunjuk pada LKS (diharapkan adanya unsur enjoyful lerning dengan nuansa Bioedutainment. Guru membimbing dan memantau jalannya kegiatan. c. Kegiatan Inti (70 menit) a. Guru memberikan salam pembuka b. d. larutan detergen dan larutan pestisida b.

minyak rambut b. eksplorasi. e.91 e. Guru memberitahukan sub materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya yaitu tentang pencemaran udara dan pencemaran tanah. . 2. ranting. Guru memerintahkan kepada siswa untuk melakukan kegiatan sesuai petunjuk pada LKS (diharapkan adanya unsur enjoyful lerning dengan nuansa Bioedutainment. c. Guru membagikan LKS kepada setiap kelompok. c. Guru memberikan penegasan atau tambahan konsep yang berhubungan dengan kegiatan yang telah dilakukan dan bersama siswa menyimpulkan hasil kegiatan. dan lain-lain) pada pertemuan berikutnya. guru memerintahkan kepada setiap kelompok untuk menyiapkan alat dan bahan yang akan dipakai dalam kegiatan belajar mengajar yaitu 12 ekor jangkrik. Guru memerintahkan siswa untuk berkumpul sesuai kelompoknya masing-masing. Guru memberikan salam pembuka b. Guru meminta beberapa kelompok untuk menyampaikan jawaban dan kesimpulan yang diperoleh dari hasil kegiatan yang telah dilakukan. Guru membimbing dan memantau jalannya kegiatan. 3. Kegiatan Inti (70 menit) a. kantong plastik bening. minyak rambut dan beberapa jenis sampah (kaleng bekas. b. d. plastik. proses sains dan konstruktivisme). kantong plastik bening. d. bungkus makanan. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) a. Guru memberikan tugas kepada setiap kelompok untuk membawa 12 ekor jangkrik. Guru menyampaikan meteri pelajaran dan indikatornya c. Kegiatan Penutup (10 menit) a. Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan mengenai pencemaran udara dan tanah. Guru memberikan salam penutup Pertemuan IV (2 x 45 menit) 1.

Guru memberikan LKS kepada setiap kelompok. g. eksplorasi. l. k. i. Guru memberikan penegasan atau tambahan konsep yang berhubungan dengan kegiatan yang telah dilakukan dan bersama siswa menyimpulkan hasil kegiatan. m. b. Pertemuan V (2 x 45 menit) 1. n. Guru memberitahukan kepada siswa bahwa pada pertemuan berikutnya akan diadakan evaluasi mengenai pengelolaan ligkungan. Kegiatan Pendahuluan (15 menit) a. Guru memberikan salam pembuka b. 3. Guru memrintahkan kepada masing-masing kelompok untuk membuat poster/slogan yang berisi ajakan atau usulan penanggulangan pencemaran dan kerusakan lingkungan sesuai materi yang telah diajarkan (erosi tanah. h. Guru meminta beberapa kelompok untuk menyampaikan jawaban dan kesimpulan yang diperoleh dari hasil kegiatan yang telah dilakukan. Kegiatan Penutup (5 menit) a.92 f. Guru memberikan salam penutup. Guru memerintahkan kepada siswa untuk melakukan kegiatan sesuai petunjuk pada LKS (diharapkan adanya unsur enjoyful lerning dengan nuansa Bioedutainment. pencemaran udara dan pencemaran tanah). . pencemaran air. j. Guru membagikan kertas karton dan spidol kepada masing-masing kelompok. proses sains dan konstruktivisme). Guru membimbing dan memantau jalannya kegiatan. Guru memerintahkan setiap kelompok untuk menyiapkan jenis-jenis sampah yang telah dibawa. Guru memberikan penegasan atau tambahan konsep yang berhubungan dengan kegiatan yang telah dilakukan dan bersama siswa menyimpulkan hasil kegiatan. Guru menyampaikan kegiatan yang akan dilakukan berupa evaluasi tentang materi pengelolaan lingkungan.

Guru memerintahkan siswa untuk mengecek jawabannya dan identitas siswa sebelum lembar jawab siswa dikumpulkan. c. . f. Guru membagikan lembar jawab dan lembar soal evaluasi kepada setiap siswa. d. Guru mengecek kelengkapan lembar jawab siswa. 3. Guru memerintahkan siswa untuk mengerjakan soal sesuai waktu yang telah ditentukan. e. g. b. Guru memberikan salam penutup. Guru memantau siswa dalam mengerjakan tes evaluasi. Guru meminta lembar jawab siswa setelah siswa selesai mengerjakan soal. Guru memerintahkan untuk mengecek kelengkapan soal dan lembar jawab. Kegiatan Inti (60 menit) a. Kegiatan Penutup (15 menit) a.93 2. b. Guru menyampaikan materi yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya.

dimana kalian menemukan tanah yang tercemar? 4. bagaimana cara mengurangi pencemaran tanah? Pre-test materi pencemaran udara 1. dampak apa yang diakibatkan dengan adanya pencemaran tanah? 5. menurutmu apa yang dimaksud dengan efek rumah kaca? . benda apa saja yang biasa mencemari tanah? 3. Bagaimana ciri-ciri air yang belum tercemar dengan air yang sudah tercemar? 2. dll)? 3. bagaimana cara kalian agar air pada danau atau sungai tidak tercemar? Pre-test materi pencemaran tanah 1. 1. Soal-soal pre-test Soal Pre-test Nama : No. Hal-hal apa yang menyebabkan erosi tanah? 4. Apa yang kamu ketahui tentang erosi tanah? 3. Absen : Kelas : Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan singkat dan jelas! (50 menit) Pre-test materi erosi tanah 1. apa saja yang menyebabkan udara menjadi kotor? 3. Bagaimana cara mencegah terjadinya pencemaran udara? 5. Menurutmu apa yang akan terjadi jika hutan menjadi gundul? 2. apa yang kalian ketahui tentang udara yang tercemar? 2. menurutmu benda apa yang sering mencemari air (danau. Menurutmu apa fungsi hutan? Pre-test materi pencemaran air. apa yang kalian rasakan jika udara kotor? 4. apa yang terjadi pada ikan dan makhluk hidup yang lain pada danau atau sungai jika airnya tercemar? 4. apa yang kalian ketahui tentang tanah yang tercemar? 2.94 Lampiran 2. sungai.

jawaban kurang dari 3 dan atau jawaban ada yang salah c. Jawaban betul lebih dari 3 b. jawaban salah semua atau tidak dijawab BL K S . Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. Membandingkan dan jawaban betul lebih dari 3 b. Jawaban salah semua atau tidak dijawab Apa yang kamu ketahui tentang erosi tanah? B K S 2 a. Jawaban betul lebih dari 3 b. Jawaban betul lebih dari 3 b.95 Lampiran 3. Jawaban salah atau tidak dijawab B K S 3 Hal-hal apa yang menyebabkan erosi tanah? a. Jawaban kurang lengkap dan kurang betul (erosi tanah adalah proses pengikisan tanah oleh udara c. Jawaban betul dan lengkap (erosi tanah adalah proses pengikisan tanah oleh air) b. Jawaban salah semua B K S 4 Menurutmu apa fungsi hutan? a.Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. Jawaban salah semua atau tidak dijawab Materi Pencemaran Air Bagaimana ciri-ciri air yang belum tercemar dengan air yang B K S 1 sudah tercemar? a. Tidak membandingkan. Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. Rubrik Analisis Pre-test No Materi erosi Tanah 1 Aspek yang dinilai Penilaian Menurutmu apa yang akan terjadi jika hutan menjadi gundul? a.

Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. Jawaban betul dan bervariasi (ikan dan makhluk hidup yang lain lama-lama akan mati dan tidak ada kehidupan lagi di sungai) b. Jawaban salah semua atau tidak dijawab B K S 3 Apa yang terjadi pada ikan dan makhluk hidup yang lain pada danau atau sungai jika airnya tercemar? a.Jawaban kurang betul. sungai.Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. Jawaban betul dan bervariasi (tanah yang kotor banyak sampah sehingga tidak bisa untuk ditanami) b.Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. Jawaban salah atau tidak dijawab K S B 2 Benda apa saja yang biasa mencemari tanah? a. Jawaban betul lebih dari 3 b. Jawaban betul lebih dari 3 b. Jawaban betul lebih dari 3 b. Jawaban salah atau tidak dijawab S K B 4 Bagaimana cara kalian agar air pada danau atau sungai tidak tercemar? a. Jawaban salah semua atau tidak dijawab Materi Pencemaran Tanah BL K S 1 Apa yang kalian ketahui tentang tanah yang tercemar? a. Jawaban kurang betul.96 2 Menurutmu benda apa yang sering mencemari air (danau. Jawaban salah semua atau tidak dijawab B K S 3 Dampak apa yang diakibatkan dengan adanya pencemaran tanah? . dll)? a. kurang bervariasi (ikan dan makhluk hidup yang lain akan mati) c. kurang bervariasi (tanah yang kotor) c.

Jawaban salah semua atau tidak dijawab 3 Apa yang kalian rasakan jika udara kotor? a. Jawaban salah semua atau tidak dijawab Materi Pencemaran Udara 1 Apa yang kalian ketahui tentang udara yang tercemar? a. Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. kurang bervariasi (udara yang kotor) c. Jawaban kurang betul. Jawaban betul dan lengkap (meningkatnya pemanasan global (suhu bumi) akibat banyaknya polusi) b. Jawaban salah atau tidak dijawab B K S B K S B K S B K S B K S B K S BL K S . Jawaban betul lebih dari 3 b. Jawaban salah atau tidak dijawab 2 Apa saja yang menyebabkan udara menjadi kotor? a. Jawaban betul lebih dari 3 b. Jawaban salah semua atau tidak dijawab 5 Menurutmu apa yang dimaksud dengan efek rumah kaca? a. Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. Jawaban betul lebih dari 3 b. Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. Jawaban betul lebih dari 3 b. kurang bervariasi (meningkatnya suhu bumi karena banyak gedung-gedung berkaca) c. Jawaban betul dan bervariasi (udara yang kotor sehingga tidak enak untuk bernafas) b. Jawaban kurang betul.97 a. Jawaban betul lebih dari 3 b. Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. Jawaban salah semua atau tidak dijawab 4 Bagaimana cara mengurangi pencemaran tanah? a. Jawaban salah semua atau tidak dijawab 4 Bagaimana cara mencegah terjadinya pencemaran udara? a.

25 1 9 3 0 8.16 9.00 20.87 6.7 19.50 11.10 K 33 29 41 32 13 72.25 82.98 Lampiran 4.00 93.89 pencemaran udara No Keterangan B 1 2 3 4 5 % 1 13 0 1 0 7.21 .11 0.75 % pencemaran tanah no 1 2 3 4 % 21.49 pencemaran air no keterangan 1 2 3 4 B 0 5 3 0 K 40 35 35 40 S 0 0 2 0 1.89 67.50 0.51 60.89 59.00 % pencemaran tanah no 1 2 3 4 % keterangan B K S 1 2 0 1 30 34 38 32 7 2 0 5 keterangan B K S 0 1 1 0 1.13 No 1 2 3 4 % kelas VII C erosi tanah Keterangan B K S 7 13 15 11 33 22 16 30 1 6 10 0 kelas VII G erosi tanah No Keterangan B K S 1 2 3 4 % 14 2 11 23 24 32 19 15 0 4 8 0 28.25 pencemaran air no keterangan 1 2 3 4 B 7 25 0 3 K 33 15 39 37 S 0 0 1 0 pencemaran air no keterangan 1 2 3 4 B 22 20 1 7 K 16 18 37 31 S 0 0 0 0 5.63 88. Tabel Analisis Hasil Pre-test kelas VII B erosi tanah No Keterangan B K S 1 2 3 4 % 9 5 4 15 20.25 37 38 33 39 91.88 3 1 6 1 6.59 10.11 S 0 0 0 0 38 20.25 2.05 61.63 30 26 33 25 71.20 S 0 0 0 0 28 13.0 pencemaran udara No Keterangan B 1 2 3 4 5 % 16 17 5 2 0 K 24 24 34 37 4 S 1 0 2 2 37 pencemaran udara No Keterangan B 1 2 3 4 5 % 8 12 0 9 0 14.63 % pencemaran tanah no 1 2 3 4 % keterangan B K S 9 1 0 0 24 38 35 35 7 1 5 5 32.37 32.89 K 37 25 38 37 0 72.21 7.87 77.

. Kotak C diisi dengan tanah yang tidak ditumbuhi 3. alat penyiram tanaman 4. A PENDAHULUAN Aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhannya sering menimbulkan efek samping negatif.. gelas kimia 1000 ml sebagai bejana penampung air. Lembar Kerja Siswa (LKS) LEMBAR KERJA SISWA I JANGAN TEBANGI TERUS HUTANKU. B. maka akan mudah banjir yang dapat merugikan manusia sendiri. longsor) dan jka HUJAN LEBAT. Mari kita lakukan kegiatan agar dapat memahami akibat negatif penggundulan hutan! B TUJUAN Mengetahui dampak penggundulan hutan. Hutan yang gundul akan menyebabkan tidak adanya akar-akar pohon yang mampu menyerap dan menahan air. Kotak B diisi dengan tanah yang ditumbuhi sedikit rumput. Apa yang tejadi selanjutnya? Tanah akan mudah terkikis (erosi. 2. balok kayu atau batu bata.99 Lampiran 5. C METODE Eksperimen D ALAT DAN BAHAN 1. Penebangan hutan yang dilakukan secara terus menerus akan menyebabkan hutan menjadi gundul. dan C) • • • kotak A diisi dengan tanah yang ditumbuhi banyak rumput.. kayu persegi panjang 3 buah (kotak A.

ukurlah volumenya kemudian catatlah hasilnya.100 E CARA KERJA 1. secara perlahan-lahan siramlah air ke tanah dan rumput pada kotak A. B dan C dengan volume air yang sama. Amatilah keadaan air tampungan. Dengan menggunakan gelas kimia. Samakah keadan air tampungan pada kotak A. Samakah volume air tampungan pada kotak A. Tabel Hasil Pengamatan Kotak A B C F PERTANYAAN 1. B dan C? Adakah endapan tanah pada ketiga air tampungan? Menurutmu. aturlah agar posisi kotak A. B dan C agak miring. 4. Susunlah perangkat percobaan seperti pada gambar di bawah! Dengan menggunakan kayu atau batu bata. 3. B dan C? Menurutmu apakah yang menyebabkannya? . apakah yang Keadaan air Volume air Endapan air menyebabkannya? 2. 2. tampunglah air siraman masing-masing kotak. Dengan alat penyiram tanaman.

Bila diumpamakan ke tiga kotak percobaan tersebut di atas sebagai lahan yang luas. Tapi bila keadaan air disekitar kita tercemar maka apa yang akan terjadi dengan organisme yang berada disekitar lingkungan tersebut? B TUJUAN Mengetahui dampak pencemaran air terhadap organisme.Ikan 9 ekor . A LANDASAN TEORI Pada umumnya. maka lahan manakah yang akan mampu menampung air lebih banyak? Tuliskan alasanmu! 4. B..101 3. dan C . ALAT DAN BAHAN . dan C dengan air dengan volume sama (500 ml). C METODE Eksperimen D. dan air penyiram sebagai hujan.Larutan detergen E. B. Air merupakan komponen yang sangat diperlukan bagi makhluk hidup. Isilah gelas A.Larutan Pestisida . 2. Masukkan 3 ekor ikan ke dalam masing-masing gelas . CARA KERJA 1. Kesimpulan apakah yang dapat diambil berdasarkan percobaan di atas! LEMBAR KEGIATAN SISWA II ADA APA DENGAN IKAN-IKAN KU………. namun ada senyawa dan unsure lain yang terlarut didalamnya. air yang ada dipermukaan bumi tidak selalu dalam keadaan murni dan bersih.Gelas 3 Buah berisi air yaitu Gelas A. .

Tetesan 5 Tetes pertama 5 Tetes kedua 5 Tetes ketiga 5 Tetes keempat 5 Tetes kelima Gelas A Gelas B Gelas C F. Teteskan secara bertahap masing-masing 5 tetes larutan detergen kedalam gelas B. Berikan kesimpulan dari kegiatan diatas. Amati kondisi ikan setelah melakukan tetesan. Bandingkan hasil pengamatanmu dari ketiga buah stoples tersebut kemudian diskusikan hasilnya dengan teman-temanmu. Bagaimana kondisi ikan sebelum ditetesi larutan detergen dan larutan pestisida? Apa yang akan terjadi pada ikan-ikan tersebut setelah ditetesi larutan detergen dan larutan pestisida?Kira-kira factor apa yang mempengaruhinya? 2. 4. dan C setelah diberi perlakuan diatas. 2. 1.102 3. . bagaimana tindakan yang dilakukan untuk mengatasi terjadinya pencemaran air? 5. B. Jika terjadi pencemaran air. 3. apa yang akan terjadi pada kehidupan organisme air? 4. Berdasarkan kegiatan yang telah kamu lakukan. Tabel Hasil Pengamatan Kondisi Ikan No. Gelas A sebagai kontrol (air). 4. menurut kamu. mengapa demikian?\ 3. larutan pestisida kedalam gelas C sampai tetesan yang ke 25. Adakah perbedaan kondisi ikan pada gelas A. 5. 5. PERTANYAAN 1.

10 detik.Serangga (jangkrik @ kelompok 12 ekor) E CARA KERJA 1. 4. B. B. C METODE Eksperimen D ALAT DAN BAHAN 1. atau komponen lain yang merugikan kedalam lingkungan akibat aktivitas manusia atau proses alami. dan 15 detik ke dalam plastik A. Oksigen sangat diperlukan bagi makhluk hidup untuk bernafas.103 LEMBAR KEGIATAN SISWA III PENCEMARAN UDARA A PENDAHULUAN Pencemaran lingkungan adalah peristiwa masuknya zat. unsure. Apabila udara yang kita hirup mengandung zat yang berbahaya . Asap knalpot dengan lama waktu memasukan knalpot kedalam plastik A= 5 detik. B= 10 detik. . C. maka dapat mempengaruhi tubuh manusia khususnya organ pernafasan. kemudian masing-masing plastik diikat dengan erat. dan D 2. Plastik C=15 detik dan plastik D berisis udara biasa (sebagai kontrol). dan plastik D berisis udara biasa (sebagai kontrol). Tampunglah asap dari kenalpot motor dengan lama waktu pengambilan knalpot 5 detik. B TUJUAN Mengetahui dampak pencemaran udara terhadap organisme. Karet pengikat 3. C. energi. Kantong plastik @ kelompok 4 buah yaitu plastik A. Udara merupakan salah satu komponen lingkungan yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup.

B. Tuliskan kesimpulan dari percobaan yang telah kamu lakukan? LEMBAR KEGIATAN SISWA IV ADA APA DENGAN UDARA YANG KITA HIRUP………. Udara merupakan salah satu komponen lingkungan yang . lalu amati apa yang akan terjadi pada serangga tersebut. A PENDAHULUAN Pencemaran lingkungan adalah peristiwa masuknya zat. dengan cara mengendorkan ikatan plastik lalu kencangkan kembali ikatan tersebut dan biarkan. C. Apa yang terjadi setelah setelah serangga (jangkrik) dimasukkan kedalam plastik A. dan D tadi. Adakah perbedaan? Apa yang menyebabkannya? 3. unsure. Tabel hasil pengamatan Plastik A B C D Keadaan jangkrik F PERTANYAAN 1. atau komponen lain yang merugikan kedalam lingkungan akibat aktivitas manusia atau proses alami. Catat hasil pengamatan dan diskusikan dengan teman-temanmu. Bagaimana keadaan jangkrik sebelum dimasukkan kedalam plastik yang berisi penuh dengan asap? 2. energi. B. 3. Masukkan @ 3 ekor jangkrik kedalam plastik A.104 2. Bagaimana pendapatmu apabila manusia dimasukkan ke dalam ruang tertutup yang penuh asap? 4. dan C yang berisi penuh dengan asap.

Ambil kertas tersebut. C METODE Eksperimen D ALAT DAN BAHAN 1. Vaselin/ minyak goring/ hand body lotion 2. Apabila udara yang kita hirup mengandung zat yang berbahaya . disekitar rumah. dan disekitar sekolahmu. 4. Diskusikan dengan teman kelompokmu. Tempelkan kertas tersebut masing-masing ditempat yang dekat jalan raya. Kertas 3. 5. Tabel hasil pengamatan Kertas A B C D Keadaan Kertas . 3. Oleskan vaselin/minyak goring/ hand body lotion secukupnya pada kertas putih 2. lalu amati apa yang terjadi pada kertas tersebut. Oksigen sangat diperlukan bagi makhluk hidup untuk bernafas. B TUJUAN Mengetahui dampak pencemaran udara terhadap organisme. Alat perekat (double tip/ lem/ isolasi) E CARA KERJA 1. maka dapat mempengaruhi tubuh manusia khususnya organ pernafasan. Biarkan kertas tersebut selama dua hari.105 sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup.

106 F PERTANYAAN 1. Bagaimana kondisi kertas sebelum ditempel? 2. polusi udara yang paling banyak itu terjadi dimana? Apa yang menyebabkannya? 4. C. Recycle). Reuse. dan buangan bahan-bahan yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme. karena jumlah sampah yang menumpuk sementara tempat pembuangan dan daur ulang belum sepadan. dan mengolah sampah (Recycle). B TUJUAN Mengetahui berbagai jenis sampah padat dan mengetahui cara pengolahan sampah tersebut melalui program 3 R (Reduce. B. C METODE Permainan Bingo. dan D setelah dibiarkan ditempel dan dibiarkan selama dua hari? Apa yang menyebabkannya? 3. dan Action. Reuse. Di kota-kota besar masalah sampah merupakan masalah yang serius. Penggunaan kembali atau pendaur ulangan sampah (Reuse). . industri. Adakah perbedaan kondisi kertas A. Apa yang akan terjadi bila lingkungan sekitar kita penuh dengan sampah? Kita dapat menangulangi sampah yang ada disekitar kita dengan melalui program 3 R (Reduce. dan Recycle) Yaitu dengan mengurangi penggunaan barang yang dapat menjadi sampah (reduce). Berikan kesimpulan dari kegiatan diatas LEMBAR KEGIATAN SISWA V PENANGGULANGAN PENCEMARAN TANAH A LANDASAN TEORI Pencemaran tanah disebabkan aktivitas manusia yang menghasilkan berbagai limbah rumah tangga. pertanian. Menurutmu dari kegiatan yang telah kamu lakukan.

3. Lakukan kegiatan tersebut sampai 5 kali kegiatan Bingo terundi. Kertas undian bingo 3. 5. Menuliskan 4 macam nama sampah padat pada tiap kotak pada lembar bingo. maupun diagonal maka kelompok tersebut harus membuat garis pada urutan kotak tersebut dan berkata “Bingo” sebagai tanda berhasil dan kelompok tersebut akan mendapatkan poin. Lembar bingo E CARA KERJA 1. Kumpulkan polutan tersebut dan diskusikan bersama kelompokmu. Kotak kardus 5. 7. 9. kemudian ambillah benda disekitar kelas yang menurutmu sebagai pencemar. 10 jenis sampah padat yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. reuse. Masing-masing kelompok mengambil lembar bingo. 4. Reuse. lalu mencocokkan nama sampah padat yang tertulis pada kertas tersebut.107 D ALAT DAN BAHAN 1. maka kelompok tersebut harus melingkari kotak bingo yang sesuai dengan undian yang telah diambil. Tabel benda 3 R (Reduce. Recycle). 6. Untuk setiap nama sampah padat yang terundi. Perwakilan dari tiap-tiap kelompok secara bergiliran maju untuk mengambil 2 undian bingo di dalam kotak kardus. Apabila undian yang telah diambil sesuai dengan nama sampah yang dituliskan pada lembar bingo. 8 Kelompok yang paling banyak mendapatkan poin maka kelompok tersebut sebagai pemenangnya. Jika ada kelompok yang telah melingkari nama-nama sampah pada dua kotak lembar bingonya dan membentuk lajur horizontal. 10. . 2. guru akan memberikan penjelasan tentang sampah tersebut dan bagaimana pemanfaatan sampah tersebut dengan program 3 R (reduce. 2. 4. vertical. recycle). Setelah selesai melakukan permainan Bingo tersebut. 8.

. Buatlah tabel yang menggambarkan tentang macam polutan yang didapat. Bedakan antara sampah organic dan anorganik. jenis polutan. F PERTANYAAN 1. sebutkan bahan atau zat yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran tanah? 2.108 11. sumber polutan dan sifat polutan tersebut. Berikan kesimpulan dari kegiatan diatas. Berdasarkan dari permainan yang kamu lakukan. beri contohnya! 3. Dari jenis sampah yang kamu temukan. apakah ada sampah yang dapat di daur ulang?sebutkan dan bagaimana cara mendaur ulangnya? 4.

3. a. mengurangi penggunaan bahan bakar fosil seperti bensin. 2 dan 4 d. b. dihuni banyak fauna Berikut ini yang termasuk usaha manusia mencegah pencemaran udara: 1. airnya tidak berbau b.109 Lampiran 7. tidak membayar pajak pada pemerintah daerah. 3 dan 4 . batu bara. tumbuh banyak enceng gondok 3. c.. tidak mempertimbangkan ukuran pohon yang ditebang. tidak melibatkan masyarakat setempat. Salah satu ciri bahwa air kolam atau danau telah tercemar adalah. c.. a. air berbau dan berwarna d. c.. meningkatkan gizi masyarakat 4. 2 dan 5 c. mengolah sampah menjadi kompos 5. Soal Uji Coba Post-test SOAL ULANGAN HARIAN Konsep : Pengelolaan Lingkungan Kelas/Semester : VII/Gasal Waktu : 45 Menit Berilah Tanda silang (X) huruf a. Penebangan hutan secara liar dianggap sebagai penyebab utama terjadinya bencana banjir.. d. karena. atau d pada jawaban yang paling benar 1. tidak memperhitungkan jumlah pohon yang ditebang. b. 2. 1 dan 2 b. membangun taman kota 2. membangun bak penampungan di sekitar rumah usaha yang bertujuan untuk mencegah pencemaran udara oleh CO2 adalah a.

menyemprot dengan pestisida b.. dibiarkan hancur oleh alam 6. menyebabkan pencemaran air b. sebagai sarang nyamuk anopeles 5. a. meningkatnya kekebalan tanaman 7. Di bawah ini akibat yang ditimbulkan oleh limbah rumah tangga yang menggenang di bak atau selokan. mendatangkan pemangsanya yaitu ular d. dan NOx c.. Cara mencegah pencemaran lingkungan oleh limbah rumah tangga adalah.. SOx.. pengaturan penggunaan pupuk dan pestisida . c.110 4. a. dan SOx b... diberi racun tikus 9. menjadi sumber mata air c.. membakar sampah plastik c. kecuali. Penanggulangan hama tikus di sawah secara fisik yang tepat di bawah ini adalah. menangkap dan membunuh hama c. a. membuang sampah ke sungai b. terbunuhnya hewan yang bermanfaat d. menyebabkan pencemaran udara (bau) d. Kerugian besar yang diakibatkan oleh penggunaan pertisida untuk memberantas hama tanaman adalah a. meningkatnya gedung yang terbuat dari kaca d. gas O2. mahalnya biaya untuk membeli pestisida.. udara/atmosfer sangat kering 8. gas CO2. diolah menjadi pupuk kompos d. a. Efek rumah kaca terjadi karena naiknya suhu udara/atmosfer yang disebabkan oleh. panenan dapat meningkat b. NOx. Cara menjaga pencemaran lingkungan oleh limbah pertanian yang paling aman adalah a.

air oleh CO2. menutup pabrik-pabrik yang menghasilkan limbah b. mengolah limbah pabrik sebelum mengalirkannya ke sungai 11. air oleh limbah kimia cair 12. oksida logam. membasmi hama dengan pestisida 10. Pengendalian hama tanaman budidaya secara biologis adalah pengendalian hama dengan a. c. memanfaatkan organisme sejenis b. Mengurangi penggunaan bahan bakar fosil seperti bensin. hujan lebat pada tanah yang ada tanaman gelombang air laut yang besar naiknya permukaan air laut hujan lebat pada tanah yang tidak ada tanaman .. NOx. udara oleh debu b. CFC. b. meningkatkan penggunaan pupuk buatan c. udara oleh CO.. CO. a..111 b. udara oleh CO2. d. air oleh air panas. penanaman tanaman yang kebal hama d. solar. batu bara akan dapat mengurangi pencemaran. membuang limbah pabrik ke laut dalam d.. CO. dan SOx d. Erosi tanah disebabakan oleh………… a. menggunakan organisme makanan hama d. Cara menanggulangi pencemaran lingkungan oleh limbah industri adalah a. air oleh radiasi ultraviolet c. asap. a. menggunakan pestisida 13.. dan oksida logam c. udara oleh CO2 d. mengalirkan limbah pabrik ke bak penampungan c. dan SOx b. menggunakan organisme pemangsa hama c. dan Sox 14. NOx. Peningkatan suhu global di bumi disebabkan oleh pencemaran.

apa yang akan terjadi pada kotak A apabila turun hujan lebat? a. Pada suatu percobaan menggunakan 3 kotak yaitu kotak A. c.112 Uraian di bawah ini untuk soal no 15 – 17. longsor banjir c. B. Pada kotak A diberi tanaman penuh (lebat). Pernyataan di bawah ini yang sesuai dengan kegiatan di atas adalah.. dan pada kotak C tidak diberi tanaman. Endapan tanah pada gelas penampung di kotak C lebih kecil dari pada endapan tanah pada gelas penampung di kotak B. Volume air pada gelas penampung di kotak C lebih kecil dari pada volume air pada gelas penampung di kotak B . Endapan tanah pada gelas penampung di kotak C lebih besar dari pada endapan tanah pada gelas penampung di kotak B.. d. dan pada bagian bawah kotak diberi wadah untuk menampung air maupun tanah yang terbawa oleh air. tumbuh tanaman 16. Kotak-kotak di atas diibaratkan hutan. a. Percobaan di atas dapat digambarkan seperti di bawah ini: 15. pengikisan tanah d. pada kotak B diberi tanaman sedikit (jarang). Volume air pada penampung di kotak A lebih besar dari pada volume air pada gelas penampung di kotak B. b. dan C. Kemudian masing-masing kotak disiram dengan air melalui bagian atas kotak. b..

a. Sebagai tempat berlindung makhluk hidup 3. Penanggulangan hama wereng secara biologis dapat dilakukan dengan cara… a. Membuka hutan untuk permukiman 4.. d. Perhatikan diagram/grafik di bawah ini: volume air tampungan 150 ml 100 ml 70 ml 30 ml A B Kotak C Dari grafik di atas. 4 d. d. c. pernyataan yang salah adalah………. b. Perhatikan pernyataan di bawah ini dengan seksama: 1. manakah yang termasuk fungsi hutan adalah. Menyerap air hujan Dari pernyataan di atas.113 17. 4 c. 1. 3 1. air yang disiram di kotak A terserap oleh tanaman terjadi erosi pada kotak A tidak ada tanaman yang menyerap air pada kotak C volume air pada kotak B lebih sedikit dari kotak C 19. 2. 2. Menghasilkan oksigen 2. 1. 3. c. 3. 4 . a. b. b.. 2. mendatangkan pemangsa berupa ular mendatangkan pemangsa berupa burung menggunakan pestisida menggunakan insektisida 18.

mencairnya es di kutub c. ada asap rokok d. naiknya permukaan tanah d.114 20.. pestisida. Udara akan tercemar apabila……. rumput laut d. ikan. a.. semua jawaban benar . a. 1 b. 2 c. 3 d.. detergen. Salah satu dampak atau akibat yang ditimbulkan dengan adanya pemanasan global adalah… a. menurunnya permukaan air laut b. shampo.. banyak ikan yang mati d. botol kaca d. botol plastik b. b. ikan. Akibat adanya pencemaran tanah adalah… a. detergen. sampah keleng c. Yang menyebabkan terjadinya pencemaran tanah adalah. b. tanaman tumbuh dengan baik 25. ada asap pabrik ada asap kendaraan c. tanah menjadi tandus tanah menjadi lebih subur c.. detregen 22.. Yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran air adalah……. semua benar 23. a. cepatnya pertumbuhan flora dan fauna 24. Perhatikan gambar di bawah ini: 1 2 3 4 Pada gambar di atas yang tidak menyebabkan terjadinya pencemaran udara adalah. shampo eceng gondok. batu c.. pupuk. 4 21. a. b.

Pada suatu percobaan menggunakan 3 buah gelas yaitu gelas A. dan Recycle) dapat dilakukan untuk menanggulangi…… a. pada gelas B ditetesi dengan deterjen. Ternyata setiap ditetesi deterjen maupun pestisida menyebabkan perubahan pada ikan yang digambarkan pada grafik di bawah ini: Jumlah tetesan 40 tetes 50 tetes detergen 30 tetes pestisida 20 tetes sehat pingsan Keadaan Ikan mati Apa yang dapat kamu simpulkan dari grafik di atas a. Perhatikan gambar di bawah ini: 1 2 3 4 . d.115 26. dengan konsentrasi detergen dan pestisida sama yaitu 2. Pada gelas A tidak ditetesi apa-apa. pencemaran tanah d. b. pencemaran air dan tanah 27.5 %. dan pada gelas C ditetesi dengan pestisida. Pada semua gelas diberi ikan. dan C. Reuse. pencemaran udara c. Program 3 R (Reduce. c. Pestisida lebih berbahaya dari pada detergen Penggunaan pestisida dan detergen harus dihentikan detergen lebih berbahaya dari pestisida ikan mati pada penetesan detergen ke 30 28. pencemaran air b. B .

perhatikan tabel berikut: Tabel perhitungan luas arel hutan di beberapa kabupaten adalah sebagai berikut Nama Kabupaten Kabupaten A Kabupaten B Kabupaten C Kabupaten D Luas Areal Hutan 800 ha 300 ha 400 ha 600 ha Jumlah Pohon 5500 2000 5000 4000 . 1 dan 3 b. plastik blanja 4. semua benar Untuk soal nomer 34-35. 1 dan 2 c. yang dapat ditanggulangi dengan reuse (bisa digunakan kembali) adalah……… a. 2. 1. 2 dan 4 d.116 Dari gambar diatas yang termasuk sampah organik adalah……. perubahan kelembaban udara d. 2. Perhatikan jenis-jenis sampah di bawah ini: 1. 1 dan 3 30. 3 dan 4 b. 1 dan 2 c. a. 3. 4 c. gangguan pernafasan pada manusia c. kertas bekas 3. Dari gambar diatas yang termasuk sampah anorganik adalah……… a. korosi pada logam 31. 1.. Asap knalpot kendaraan yang mengandung gas carbon monoksida (CO) dapat mengakibatkan… a. 3 dan 4 d. 2 dan 4 29. 3. 3 b. 4 d. botol plastik Dari jenis sampah diatas. Kaleng minuman 2. terjadinya hujan asam b.

a... kabupaten B c. menurun b. kabupaten D 33. tetap d. kabupaten C d. meningkat c. bila dianggap jumlah pohon berhubungan dengan kemampuan menahan air. melihat kecenderungan luas hutan yang terbakar. a. kabupaten C d. maka kabupaten yang paling tinggi cadangan airnya adalah kabupaten. tetap d. Dari grafik di atas.. kabupaten A b. kabupaten D Untuk soal nomer 34 – 35 perhatikan grafik di bawah ini: hubungan kebakaran hutan . menurun c. maka pada tahun 2005 jumlah pasien ISPA . kabupaten B c.pasien ISPA jumlah pasien ISPA 100 80 60 40 20 0 251/2003 235/2004 222/2005 luas hutan terbakar/tahun jumlah pasien ISPA Garafik di atas menunjukkan jumlah pasien ISPA (Infeksi saluran Pernafasan Atas) yang dihubungkan dengan peristiwa kebakaran hutan 34..117 32. kabupaten yang tinggi kepadatan pohonnya adalah hutan kabupaten. kabupaten A b. tidak terukur 35. a.. meningkat b... a.. Bila ternyata luas hutan terbakar pada tahun 2006 menjadi 255 ha. Dengan melihat data pada tabel di atas. tidak terukur . Berdasarkan tabel di atas. maka bisa diperkirakan jumlah pasien ISPA akan..

a 28. a 34. a 10.118 Lampiran 8. c 27. d 16. d 26. d 22. c 12. c 3. b 13. a 8. c 6. Kunci Jawaban Soal Uji Coba Post-test Kunci Jawaban Soal Uji Coba Post-test 1. d 21. d 15. a 25. b 9. b . b 24. c 7. b 19. d 11. d 23. c 30. b 18. b 5. b 35. b 20. a 4. c 33. b 31. c 17. a 2. d 32. a 29. d 14.

Tabel Analisis Butir Soal Uji Coba (Pre-test) .119 Lampiran 9.

3. mengurangi penggunaan bahan bakar fosil seperti bensin. membangun taman kota 2. air berbau dan berwarna d. tidak memperhitungkan jumlah pohon yang ditebang. a.. Soal Ulangan Harian (Post-test) SOAL ULANGAN HARIAN Konsep : Pengelolaan Lingkungan Kelas/Semester : VII/Gasal Waktu : 45 Menit Berilah Tanda silang (X) huruf a.. c. 2 dan 4 d. meningkatkan gizi masyarakat 4. mengolah sampah menjadi kompos 5. dihuni banyak fauna Berikut ini yang termasuk usaha manusia mencegah pencemaran udara: 1. tumbuh banyak enceng gondok 3. airnya tidak berbau b. atau d pada jawaban yang paling benar 1. Salah satu ciri bahwa air kolam atau danau telah tercemar adalah. c.. 1 dan 2 b. a. tidak mempertimbangkan ukuran pohon yang ditebang.. tidak melibatkan masyarakat setempat. 2. karena. 2 dan 5 c.120 Lampiran 10. 3 dan 4 . c. b. Penebangan hutan secara liar dianggap sebagai penyebab utama terjadinya bencana banjir. b. d. tidak membayar pajak pada pemerintah daerah. membangun bak penampungan di sekitar rumah usaha yang bertujuan untuk mencegah pencemaran udara oleh CO2 adalah a. batu bara.

membasmi hama dengan pestisida . menyemprot dengan pestisida b. Di bawah ini akibat yang ditimbulkan oleh limbah rumah tangga yang menggenang di bak atau selokan. NOx. Menyebabkan pencemaran udara (bau) d.. kecuali. mahalnya biaya untuk membeli pestisida.. a. dan NOx c. Penanggulangan hama tikus di sawah secara fisik yang tepat di bawah ini adalah. dan SOx b. panenan dapat meningkat b. Kerugian besar yang diakibatkan oleh penggunaan pertisida untuk memberantas hama tanaman adalah a. Menyebabkan pencemaran air b. Cara menjaga pencemaran lingkungan oleh limbah pertanian yang paling aman adalah a..121 4. meningkatkan penggunaan pupuk buatan c.. pengaturan penggunaan pupuk dan pestisida b. penanaman tanaman yang kebal hama d.. Sebagai sarang nyamuk anopeles 5. Menjadi sumber mata air c. meningkatnya gedung yang terbuat dari kaca d. a. Efek rumah kaca terjadi karena naiknya suhu udara/atmosfer yang disebabkan oleh. meningkatnya kekebalan tanaman 6. mendatangkan pemangsanya yaitu ular d. a. udara/atmosfer sangat kering 7.. c. diberi racun tikus 8. terbunuhnya hewan yang bermanfaat d. gas O2. menangkap dan membunuh hama c. SOx. gas CO2.

Cara menanggulangi pencemaran lingkungan oleh limbah industri adalah a.122 9. Pada suatu percobaan menggunakan 3 kotak yaitu kotak A. Erosi tanah disebabakan oleh………… e. g. Percobaan di atas dapat digambarkan seperti di bawah ini: . udara oleh debu b. mengalirkan limbah pabrik ke bak penampungan c. menggunakan organisme makanan hama d. menggunakan pestisida 12.. Peningkatan suhu global di bumi disebabkan oleh pencemaran. Kemudian masing-masing kotak disiram dengan air melalui bagian atas kotak. pada kotak B diberi tanaman sedikit (jarang). air oleh radiasi ultraviolet c. menggunakan organisme pemangsa hama c. Pada kotak A diberi tanaman penuh (lebat). hujan lebat pada tanah yang ada tanaman gelombang air laut yang besar naiknya permukaan air laut hujan lebat pada tanah yang tidak ada tanaman Uraian di bawah ini untuk soal no 15 – 17. air oleh limbah kimia cair 11. a. dan C. dan pada kotak C tidak diberi tanaman.. udara oleh CO2 d. f. mengolah limbah pabrik sebelum mengalirkannya ke sungai 10. Pengendalian hama tanaman budidaya secara biologis adalah pengendalian hama dengan a. B. menutup pabrik-pabrik yang menghasilkan limbah b. dan pada bagian bawah kotak diberi wadah untuk menampung air maupun tanah yang terbawa oleh air. h.. membuang limbah pabrik ke laut dalam d. memanfaatkan organisme sejenis b.

15. f. Volume air pada penampung di kotak A lebih besar dari pada volume air pada gelas penampung di kotak B. Penanggulangan hama wereng secara biologis dapat dilakukan dengan cara… e. d.. h. apa yang akan terjadi pada kotak A apabila turun hujan lebat? c. Endapan tanah pada gelas penampung di kotak C lebih besar dari pada endapan tanah pada gelas penampung di kotak B. Volume air pada gelas penampung di kotak C lebih kecil dari pada volume air pada gelas penampung di kotak B. e. g. pengikisan tanah d. Kotak-kotak di atas diibaratkan hutan. Endapan tanah pada gelas penampung di kotak C lebih kecil dari pada endapan tanah pada gelas penampung di kotak B. h.. tumbuh tanama 14. longsor banjir c.123 13.. mendatangkan pemangsa berupa ular mendatangkan pemangsa berupa burung menggunakan pestisida menggunakan insektisida . g. Pernyataan di bawah ini yang sesuai dengan kegiatan di atas adalah. f.

pernyataan yang salah adalah………. eceng gondok. Yang menyebabkan terjadinya pencemaran tanah adalah. c. Yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran air adalah……. batu c. g.. detergen. pestisida.. 4 c. h. a. ikan. manakah yang termasuk fungsi hutan adalah. shampo. 3. botol kaca d. pupuk. semua benar . ikan. Menyerap air hujan Dari pernyataan di atas. Perhatikan diagram/grafik di bawah ini: volume air tampungan 150 ml 100 ml 70 ml 30 ml A B Kotak C Dari grafik di atas. e. 3. shampo d.124 16.. c. detergen. 1. detregen 19. 2. sampah keleng c.. 4 18. Membuka hutan untuk permukiman 4. Sebagai tempat berlindung makhluk hidup 3. Menghasilkan oksigen 2. 2. air yang disiram di kotak A terserap oleh tanaman terjadi erosi pada kotak A tidak ada tanaman yang menyerap air pada kotak C volume air pada kotak B lebih sedikit dari kotak C 17. f. botol plastik b. 4 d. 2.. Perhatikan pernyataan di bawah ini dengan seksama: 1. d.. 3 1. 1. rumput laut d.

d. dengan konsentrasi detergen dan pestisida sama yaitu 2. pencemaran air dan tanah 22. f. pencemaran udara c. Detergen lebih berbahaya dari pestisida.125 20. f. pada gelas B ditetesi dengan deterjen. g. e. Akibat adanya pencemaran tanah adalah… c. pencemaran tanah d. Pada gelas A tidak ditetesi apaapa. Pada semua gelas diberi ikan. pencemaran air b.5 %. mati . B . Pada suatu percobaan menggunakan 3 buah gelas yaitu gelas A. dan C. Program 3 R (Reduce. dan pada gelas C ditetesi dengan pestisida. Penggunaan pestisida dan detergen harus dihentikan. Pestisida lebih berbahaya dari pada detergen. Reuse. dan Recycle) dapat dilakukan untuk menanggulangi…… a. Ternyata setiap ditetesi deterjen maupun pestisida menyebabkan perubahan pada ikan yang digambarkan pada grafik di bawah ini: Jumlah tetesan 40 tetes 50 tetes detergen 30 tetes pestisida 20 tetes sehat pingsan Keadaan Ikan Apa yang dapat kamu simpulkan dari grafik di atas e. tanah menjadi tandus tanah menjadi lebih subur banyak ikan yang mati tanaman tumbuh dengan baik 21.

terjadinya hujan asam b.126 h. 1 dan 3 25. yang dapat ditanggulangi dengan reuse (bisa digunakan kembali) adalah……… c. gangguan pernafasan pada manusia c. Kaleng minuman 2. Ikan mati pada penetesan detergen ke 30 23. 4 c. Perhatikan jenis-jenis sampah di bawah ini: 1. korosi pada logam 26. perubahan kelembaban udara d. 2. Dari gambar diatas yang termasuk sampah anorganik adalah……… c. 3 dan 4 d. 3. 1. plastik blanja 4. 3 dan 4 d. Asap knalpot kendaraan yang mengandung gas carbon monoksida (CO) dapat mengakibatkan… a.. 2. 4 d. kertas bekas 3. 1 dan 2 c. 3. 1. a. 3 d. botol plastik Dari jenis sampah diatas. 2 dan 4 d. 1 dan 3 b. 2 dan 4 24. 1 dan 2 c. perhatikan tabel berikut: . Perhatikan gambar di bawah ini: 1 2 3 4 Dari gambar diatas yang termasuk sampah organik adalah……. semua benar Untuk soal nomer 34-35.

Kabupaten B c. tidak terukur . a. bila dianggap jumlah pohon berhubungan dengan kemampuan menahan air. Kabupaten A b. melihat kecenderungan luas hutan yang terbakar.. a.. maka kabupaten yang paling tinggi cadangan airnya adalah kabupaten. Dengan melihat data pada tabel di atas..pasie n ISPA jum pasien ISPA lah 100 80 60 40 20 0 251/2003 235/2004 222/2005 luas hutan terbakar/tahun jumlah pasien ISPA Grafik di atas menunjukkan jumlah pasien ISPA (Infeksi saluran Pernafasan Atas) yang dihubungkan dengan peristiwa kebakaran hutan 29. kabupaten B c. Kabupaten D Untuk soal nomer 34 – 35 perhatikan grafik di bawah ini: hubungan ke bakaran hutan . meningkat b. kabupaten yang tinggi kepadatan pohonnya adalah hutan kabupaten.. kabupaten D 28.127 Tabel perhitungan luas arel hutan di beberapa kabupaten adalah sebagai berikut Nama Kabupaten Kabupaten A Kabupaten B Kabupaten C Kabupaten D Luas Areal Hutan 800 ha 300 ha 400 ha 600 ha Jumlah Pohon 5500 2000 5000 4000 27.. maka pada tahun 2005 jumlah pasien ISPA . kabupaten C d. tetap d. kabupaten A b. Kabupaten C d. Dari grafik di atas. Berdasarkan tabel di atas. a... menurun c.

128 30. a... Bila ternyata luas hutan terbakar pada tahun 2006 menjadi 255 ha. meningkat c. tetap d. maka bisa diperkirakan jumlah pasien ISPA akan. menurun b. tidak terukur .

a 29. d 19. d 20. b 18. b 5. b 8. c 11. d 10. b 26. b 12.129 Lampiran 11. c 6. b 30. c 25. a 7. Kunci Jawaban Post-test 1. a 21. c 22. d 27. a 9. b 16. c 15. d 14. d 13. c 3. c 28. b . a 2. a 23 a 24. a 4. b 17.

130 Lampiran 12. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Nama siswa Abda Alif CH Agista Isma Alan Didi Alfian Saefudin Annisa Rama W Aulia Ade Hanisa Banon Gede U Catur Widiyono Danang Puji Wiyono Deli Puspita Fascal Tri Eryanto Galang Eksel Habib Mustika Hafishil Ihsan Harita Niken Hilda Hermita Karno Khomsatun Anisa Marco Setiyaji Muh Nabil Muh Nisal Muh Tri Yulianto Murdiono Nika Arum S Novia Budiani Nurul Aastri Randy Yohendri Rendra Ghalia Risky Citraning Riskyana Septy Rustanti Shima Suara G Nilai post test 70 77 83 70 83 77 87 63 70 67 47 70 73 67 53 80 53 73 47 67 73 57 67 80 77 77 73 47 70 83 73 73 . Hasil Belajar (Post-test) Siswa Tabel Hasil Belajar Siswa Kelas VII C No.

45 Hasil Belajar Siswa Kelas VII C No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Nama Siswa Abdul Rosid Ade Yogyanto Adi Kurniawan Anisa Kusuma Arditya V Benny haryadi Cici Apriliani Deny Suliststianto Devy Nurita Dwi rahyo K Edgar Ema Anika R Evin Oktarika P Febri Trisnawati Febriyanto F Fitri Rohma W Hening Tri K Heru Wibowo Ilfan Afiandi Indah Permata S Kholifah Ayu Nilai post test 80 70 40 73 77 73 63 83 70 63 80 53 57 73 60 90 63 70 70 67 70 .131 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 Siswindarti Steven Putra Tri afiebbawa E Ulin Nuha M Wahyu Eka Wahyu setia Yunita Triana Yusuf Dewantoro Yusuf HK Maulana jamianto 60 70 60 63 60 73 87 77 73 67 Nilai Tertinggi Nilai Terendah Rata-Rata 97 47 69.

55 Hasil Belajar Siswa Kelas VII G No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nama Siswa Ade Riski Agung Sugiarto Agus Santoso Akbar Salmani Ali Mubarok Anis Nurdyana Annisa Nurika Arifin Siddiq Ayyub Sunanajar Bayu Chirstian Nilai post test 60 87 80 73 80 70 70 63 70 70 .132 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 Lusi Setiyo Maulana Soba Mawar banondari Mela Fitri Mia Marcelina muh Saefudin Muji Lelono Nisfuan Dwi F Randa deski K Ratna Purnama S Saifudin Teguh Darsono Tri Setyo Wahyu Upik Nurkholifah Vena Vidiyanti Widiharto Widodo Widya Kusuma Winda Mareta Yantra Prasiwi Yodha Anandita 67 57 70 93 60 80 67 87 67 43 70 73 83 60 70 63 60 67 67 60 70 Nilai Tertinggi Nilai Terendah RATA-RATA 93 40 68.

A Reni febriyana H Senka Novier Sevia Septiyanti Silviani Sinta Aini P Siti fatmawati Sukma Hertoko Teguh Adi Putra Tri Yulianti Wahyu Winarningrum Yahya Al Abror Yudha Oktanoviana 77 77 67 77 67 77 80 60 70 87 70 87 70 73 77 90 63 77 93 77 77 87 67 67 77 87 70 47 73 87 73 80 Nilai Tertinggi Nilai Terendah Rata-rata 93 47 74.54 .133 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 Bonit Prawidyo Darwisata Denni pratama Devi Noviasari Ignu bayu P Imam Agus R Ina Anggraeni malinda Melati Kusuma Mila Ariska W Muh Saiful GL Naela Amalia Nova Nurdyanti Nur fauzi L Oni Kurnia Pranita Verk Probo dewi A Puji handayani rahayu Novia T Ravi Eno.

21 62.89 7.63 18.39 6.10 17.31 70.82 13.88 .78 11.25 18.13 11.14 73.00 11.17% 9.134 Lampiran 13.81 VIIC Erosi Tanah Udara Tanah Air Rerata 28.09 32.12 19.8% 19.50 32.86 26.00 9.79 28.69 Nilai = 69.25 62.76 10.38 1.69 29.76 13.42 18.03 VIIG Erosi Tanah Udara Tanah Air Rerata 32.49 24.31 23.52 70.61 11.66 0.42 9.17 31.75 6.68 18.00 11.21 0.32 7.63 60.56 48.25 10.13 76.57 25.48 29.00 8.98 0.24 63.75 56.21 Nilai = 68.26 84.13 23.25 8.89 76.61 10.1% 24.83 9.2 40-65 = 11 siswa 66-80 = 25 siswa 81-100 = 5 siswa ketuntasan=73.88 67.38 73.31 23.23 31.17 9.19 25.8 40-65 = 5 siswa 66-80 = 28 siswa 81-100 =8 siswa ketuntasan=87.6 40-65 = 14 siswa 66-80 = 19 siswa 81-100 = 6 siswa ketuntasan=64.05 51.90 63.97 32.51 75.91 67.89 67.75 37.37 71.07 18.32 22.69 Nilai = 74.88 1.83 68.06 79.88 13.16 25.50 57.08 2.00 74.41 57.77 68.50 11.88 80. Tabel Analisis Hasil Belajar Siswa Tabel Analisis Hasil Belajar Siswa Kelas Materi Betul lengkap Hasil Pre-tes t(%) Betul tidak lengkap Kurang betul Salah Hasil Post-test Betul (%) Salah (%) Keterangan VIIB Erosi Tanah Udara Tanah Air Rerata 20.59 23.50 67.89 51.25 5.

................. Lembar Observasi Aktivitas Siswa Lembar Observasi Aktivitas Siswa Nama sekolah Kelas Mata Pelajaran Materi Tanggal dan waktu = .................................................... Berilah tanda cek pada grafik skala yang sesuai dengan keadaan siswa yang diobservasi.............135 Lampiran 14....... = ................................................ = ............... No 1 Keterangan Bagaimana perhatian siswa responsif terhadap penjelasan guru? 2 Bagaimana aktivitas siswa dalam kelompok? 3 Bagaimana kemampuan siswa mengemukakan pendapat ? 4 Bagaimana kemampuan siswa mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari ? 5 Bagaimana siswa memanfaatkan waktu ? 6 7 Bagaimana siswa membangun ide ? Bagaimana siswa menarik kesimpulan? Responsif 4 3 tidak responsif 2 1 ............ = .............. = .............................................

runtut Tidak berpendapat 4 Kemempuan Siswa Mengkaitkan Materi dengan Kehidupan Sehari-hari Relevan. runtut. penjelasan contoh Relevan. menyebutkan contoh. mengemukakan ide. Rubrik untuk Observasi Aktivitas Siswa Rubrik Observasi Aktivitas Siswa No 1 Kriteria Perhatian Siswa Terhadap Penjelasan Guru Memperhatikan. mudah dipahami. dan mengemukakan ide Kurang dapat bekerja sama Tidak beraktivitas 3 Kemempuan Siswa Mengemukakan Pendapat Responsif. menjawab pertanyaan teman. disertai contoh. dan menghargai pendapat teman. memiliki iode pemecahan suatu masalah sehari-hari Relevan. mencatat Memperhatikan Kurang memperhatikan Tidak memperhatikan 2 Aktivitas Siswa dalam Kelompok Dapat bekerja sama. menyebutkan contoh. siap mengikuti pelajaran. dapat menyelesaikan tugas tepat waktu 4 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 Skor . Responsif. penjelasan contoh. runtut. menyebutkan contoh Tidak dapat mengkaitkan 5 Kemampuan Siswa Memanfaatkan Waktu Datang tepat waktu. menyimak. Dapat bekerja sama. mudah dipahami Responsif.136 Lampiran 15.

logis.137 Datang tepat waktu. atau dapat menyelesaikan tugas tepat waktu Tidak dapat memanfaatkan waktu 6 Kemampuan Siswa Membangun Ide Memahami materi. sesuai tujuan pembelajaran Kesimpulan logis Kesimpulan masih kabur 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 . mengorganisasi ide. mengakaitkan dengan keseharian. dapat menyelesaikan tugas tepat waktu Datang tepat waktu. menyampaikan ide Memahami materi. sesuai tujuan pembelajaran Kesimpulan benar. mengorganisasi ide Memahami materi Belum mampu membangun ide 7 Kemampuan Siswa Menarik Kesimpulan Kesimpulan benar.

0 4.0 59.0 47.0 20.6 0.5 64.0 16.0 0.6 4.6 83.0 2.5 0.0 58.4 0.1 21.5 88.7 0.6 0.2 0.1 93.2 83.9 78.0 19.9 0.0 35.0 0.0 21.5 95.0 0.4 0.0 11.7 0.0 0.0 54.0 21.4 66.4 54.5 9.0 4.9 45.3 0.5 42.1 64.8 0.1 8 6.0 0.4 71.9 7 4.7 0.0 0.0 16.0 6.2 94.0 0.0 2.38 85.1 0. Tabel Hasil Aktivitas Siswa Tabel Hasil Aktivitas Siswa Aspek yang diamati Kelas / sikap siswa (%) VII B 2 1 4 3 2 1 4 N o VII C 4 3 VII G 3 2 1 1 siswa responsif terhadap penjelasa n guru 2 aktivitas siswa dalam kelompok 3 mengemu kakan pendapat 4 mengaitk an materi dengan kehidupa n seharihari 5 memanfa atkan waktu 6 membang un ide 7 menarik kesimpul an Total (%) Respon positif Konversi nilai skala 11 33.4 90.5 0.00 0.7 11.1 73.0 0.8 40.2 9.0 0.7 35.6 11.0 71.138 Lampiran 16.8 0.7 4.8 .5 0.0 26.0 8.1 8 5.0 9.4 76.08 0.9 0.4 75.7 95.7 0.4 57.08 15.6 0.0 21.0 16.4 9.0 0.9 78.3 66.5 28.1 2.3 0.0 0.0 0.0 26.7 11.2 78.6 47.3 0.

Menyenangkan b. Diam saja 4. diskusi. Menjemukan c. melakukan percobaan. Jawaban tidak mempengaruhi nilai Anda 1. Tidak dapat b. tidak paham . Menunggu teman yang lain bertanya c. Lembar Observasi Tanggapan Siswa ANGKET TANGGAPAN SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN Petunjuk : 1. Biasa-biasa saja c. Kadang 3.139 Lampiran 17. Apakah Anda memahami materi yang baru saja diajarkan? a. Selalu b. Menyenangkan b. Menjemukan c. Apakah setelah mengerjakan tugas. Selama ini apakah anda mengerjakan tugas pengamatan yang diberikan oleh guru? a. Pilihlah salah satu jawaban sesuai dengan kondisi sebenarnya 2. Apakah yang anda lakukan saat diskusi kelas berlangsung? a. Aktif b. Paham b. Anda dapat menyimpulkan hasilnya? a. Biasa-biasa saja 7. Apakah yang anda lakukan saat percobaan berlangsung ? a. Kesan Anda pada saat melakukan tugas pengamatan? a. bercakap-cakap b. Dapat 6. aktif 5. Diam c. Sebagian c. tidak c. Kesan Anda saat diskusi berlangsung? a. paham sebagian 2.

Anda akan lebih mampu mengkaitkan pengetahuan Anda dengan fenomena nyata? a. menyenangkan dan mudah dipahami b. menyenangkan tapi kurang bisa dipahami 9. Biasa-biasa saja keterampilan berkomunikasi. c. Ragu-ragu c. Ragu-ragu 10. Ia b. Apakah dengan penerapan pendekatan JAS. keterampilan menginterprestasi. tidak c. Bagaimana materi yang diajarkan guru dengan menggunakan pendekatan jelajah alam sekitar (JAS)? a. tidak .140 8. anda lebih aktif dalam mengembangkan keterampilan proses sains (keterampilan bertanya. keterampilan berhipotesis. Apakah dengan guru menerapkan pendekatan JAS. Ia b. dsb)? a.

Menyenangkan b. Diam c. Menyenangkan kurang dipahami c. Paham b.141 Lampiran 18. Menyenangkan mudah dipahami b. Tidak paham Mengerjakan tugas pengamatan a. Biasa-biasa saja Kegiatan eksplorasi dapat mengaktifkan keterampilan proses a. Aktif b. Tidak Kelas VIIB 46 54 0 85 16 0 81 7 12 88 12 0 51 49 0 90 10 0 71 21 8 85 15 0 Persentase Kelas VIIC 40 55 5 84 13 3 82 11 7 82 18 0 29 71 0 76 24 0 39 61 0 66 17 17 Kelas VIIG 56 44 0 78 20 2 90 7 3 90 4 6 66 34 0 83 17 0 59 39 2 73 17 10 2 3 4 5 6 7 8 9 63 37 0 47 42 11 66 34 0 10 89 10 1 84 16 0 85 12 3 . Menyenangkan b. Menjemukan Kesan saat diskusi berlangsung a. Ragu-ragu c. Tidak Mampu mengkaitkan pengetahuan dengan fenomena alam a. Kadang-kadang c. Menunggu teman bicara Sikap saat kegiatan berlangsung a. Becakap-cakap c. Selalu b. Diam Menyimpulkan kegiatan a. Sebagian c. Ya b. tidak Kegiatan diskusi a. Hasil Observasi Tanggapan Siswa Tabel Hasil Observasi Tanggapan Siswa No 1 Pertanyaan Pemahaman materi a. Ragu-ragu c. Aktif b. Dapat b. Menjemukan Kesan mengenai metode pembelajaran a. Ya b. Kurang paham c. Tidak dapat Kesan saat kegiatan a. Biasa-biasa saja c. Biasa-biasa saja c.

142

Lampiran 19. Lembar Observasi Kinerja Guru dalam Pembelajaran

Lembar Observasi Kinerja Guru dalam Pembelajaran
No Aspek yang diamati Pelaksanaan Terlaksana (skor) 4 1 Pendahuluan a. memotivasi siswa b. menyempaikan tujuan pembelajaran c. menggali pengetahuan awal siswa 2 Kegiatan inti a. memberikan informasi tentang kegiatan b. membentuk kelompok c. membegai LKS dan memberi penjelasan d. membimbing diskusi kelompok e. memberi kesempatan kelompok presentasi f. memberi tanggapan kelompok presentasi g. membimbing siswa menarik simpulan h. memberi penegasan konsep-konsep esensial 3 Penutup a. membimbing siswa melakukan refleksi b. memberi kesempatansiswa mecatat c. melakukan feed back pertanyaan atau tes d. memberi tugas 3 2 1 Tidak

143

Lampiran 20. Rubrik Kinerja Guru dalam Pengajaran

Tabel Rubrik Kinerja Guru dalam Pembelajaran No 1. Aspek yang diamati Pendahuluan a. memotivasi siswa a.1. memberi contoh fenomena, demonstrasi fenomena, tanya 4 jawab, mudah dipahami a.2. memberi contoh fenomena, tanya jawab, mudah dipahami a.3. memberi contoh fenomena, mudah dipahami a.4. memberi contoh fenomena,kurang dapat dipahami b. menyampaikan tujuan pembelajaran b.1. pada awal pembelajaran, menyebutkan tujuan, jelas b.2. pada awal pembelajaran, menyebutkan tujuan b.3. menyebutkan tujuan b.4. menyebutkan tujuan, kurang jelas c. menggali pengetahuan awal siswa c.1. terorganisir dengan baik, pertanyaan individual, terkait 4 materi c.2. terorganisir dengan baik, pertanyaan klasikall, terkait 3 materi c.3. pertanyaan klasikall, terkait materi c.4. pertanyaan klasikal terbatas 2 Kegiatan Inti a. memberi informasi tentang kegiatan a.1. rinci, jelas, runtut, tepat waktu a.2. rinci, jelas, runtut a.3. rinci, jelas a.4. rinci, kurang jelas b. membentuk kelompok 4 3 2 1 2 1 4 3 2 1 3 2 1 Skor

144

b.1. tugas, pemberian nama kelompok, efisien waktu, tidak 4 gaduh b.2. tugas, pemberian nama kelompok, efisien waktu b.3. tugas, pemberian nama kelompok b.4. kurang tegas c. membagi LKS dan menberi penjelasan c.1. lengkap, efisien waktu, penjelasan isi, memberi siswa 4 bertanya, menjawab pertanyaan c.2. lengkap, efisien waktu, penjelasan isi c.3. lengkap, penjelasan isi c.4. lengkap, informasi kurang jelas d. membimbing diskusio kelompok d.1. efisien waktu, membantu kelompok, membentu individu, 4 menjawab pertanyaan siswa, dapat dipahami siswa d.2. efisien waktu, membantu kelompok, menjawab pertanyaan 3 siswa, dapat dipahami siswa d.3. efisien waktu, membantu kelompok, dapat dipahami siswa d.4. membantu kelompok, tidak efisien waktu e. memberi kesempatan kelompok presentasi e.1. tegas, bergilir, efisien waktu e.2. tegas, bergilir e.3. tegas, tidak bergilir e.3.tidak tegas, tidak bergilir f. memberi tanggapan kelompok presentasi f.1. obyektif, mudah dipahami, memberi penghargaan f.2. obyektif, mudah dipahami f.3. obyektif, kurang mudah dipahami f.4. tidak obyektif, kurang mudah dipahami g. membimbing siswa menarik kesimpulan g.1. mengarahkan siswa, sesuai tujuan, dapat dipahami siswa, 4 4 3 2 1 4 3 2 1 2 1 3 2 1 3 2 1

sesuai tujuan. efisien waktu. jelas h. tidak efisien waktu. melakukan feed back pertanyaan dan tes 2 1 .4. memberi penegasab konsep-konsep esensial h.2. menuliskan pengalaman belajar. efisien waktu a. tidak membimbing c. menyuruh siswa menyimpulkan sendiri h. mengulangi konsep-konsep esensi. 3 3 2 1 1 menuliskan pengalaman belajar. kurang dapat dipahami 2 siswa g. tidak 1 efisien waktu b.2. mengulangi konsep-konsep esensi. membuat 4 hubungan antar konsep. memberi kesempatan siswa memahami kembali..3.4.2. siswa mencatat sendiri b. menjawab 3 pertanyaan siswa b. efisien waktu.2. efisien 2 waktu a. sesuai tujuan.1.1. menjawab pertanyaan siswa b.3.3. memberi kesempatan siswa memahami kembali. mengulangi konsep-konsep tidak esensi 3 Penutup a.3. kurang Jelas h.145 efisien waktu g. jelas. memberi kesempatan siswa memahami kembali. memberikan 4 contoh h. membimbing pemahaman yang harus 4 dicatat. mengarahkan siswa.4. efisien waktu a. dapat dipahami siswa 3 g. mengulangi konsep-konsep esensi. siswa mencatat sendiri.1. membimbing siswa melakukan refleksi a. mengarahkan siswa. memberi kesempatan siswa mencatat b.4. memberi kesempatan siswa memahami kembali. efisien waktu.

berkaitan dengan materi. memberi tugas d. pengembangan materi. berkaitan dengan materi. tugas individual d. berkaitan dengan materi. berkaitan dengan materi. jelas. jelas. 4 pertanyaan individual c. berkaitan dengan materi. jelas. pengembangan materi.4. tugas klasikal/kelompok d.1.3.3. berkaitan dengan materi.2. berkaitan dengan materi.146 c. pertanyaan individual c. kurang jelas 3 2 1 3 2 1 . pertanyaan klasikal c. 4 tugas individual d. jelas. kurang jelas d.1.4. jelas. berkaitan dengan materi. jelas.2.

Memberi tanggapan kelompok g.147 Lampiran 21. Membagi LKS dan memberi pelajaran d. Hasil Kinerja Guru Selama Pembelajaran Tabel Hasil Kinerja Guru Selama Pembelajaran\ No 1 Aspek yang diamati Pendahuluan a. Memotivasi siswa b. Melakukan feedback pertanyaan d. Memberi informasi tentang kegiatan b. Membimbing diskusi kelompok e. Menggali pengetahuan siswa Kegiatan Inti a. Membimbing siswa menarik kesimpulan h. Memberi penegasan konsep essensial Penutup a. Membentuk kelompok c. Memberi kesempatan siswa mencatat c. Memberi tugas Jumlah skor Konversi nilai skala 11 Kriteria VII B 2 4 4 4 4 4 3 3 4 3 1 2 3 3 3 47 8 Baik Kelas VII C 3 4 3 2 4 3 3 2 3 3 2 4 3 2 2 43 7 Baik VII G 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 2 3 4 4 51 9 Sangat baik 2 3 . Menyampaikan tujuan pembelajaran c. Membimbing siswa melakukan refleksi b. Memberi kelompok presentasi f.

................................................ Berilah tanda cekl pada kolom yang tersedia sesuai dengan keadaan sebenarnya........................................ No Aspek yang diamati Score Pelaksanaan 10 1 2 3 4 Pemberian tanah pada pot Keadaan Plastik pembungkus tanaman Letak tanaman pada pot Penyiraman tanaman Jumlah 9 8 Lembar Observasi Kinerja Siswa Membuat Slogan Kelas : ...........148 Lampiran 22....... Berilah tanda cekl pada kolom yang tersedia sesuai dengan keadaan sebenarnya........................................................ Lembar Observasi Kinerja Siswa Lembar Observasi Kinerja Siswa Menanam Tanaman Pada Pot Kelas : ...... Nama kelompok : ............ No Aspek yang dinilai 10 1 2 3 Tulisan slogan Kelengkapan isi slogan Penampilan slogan Kesesuaian isi slogan dengan materi Jumlah Score Pelaksanan 9 8 ............................... Nama kelompok : .............................

Plastik tanaman tidak dibuang dan tidak dilubangi Letak tanaman pada pot : 3 a. Menyiram tanaman. Tidak memberikan tanah pada dasar pot. Membuang plastik pembungkus tanaman b. penggunaan tanah seimbang. Tanaman ditanam kurang kuat Penyiraman tanaman: 4 a. penggunaan air berlebihan.149 Lampiran 23. Rubrik Asesmen Kinerja Menanam Tanaman Pada Pot dan Membuat Slogan Rubrik Asesmen Kinerja Menanam Tanaman Pada Pot No Aspek yang dinilai Pemberian tanah pada pot: a. c. c. c. Tanaman ditanam cukup kuat. penggunaan tanah kurang seimbang Plastik pembungkus tanaman: 2 a. Menyiram tanaman. penggunakan tanah seimbang 1 b. penggunaan air tidak berlebihan. Tanaman ditanam dengan kuat b. Melubangi plastik pada tanaman sebelum ditanam c. Tidak menyiram tanaman SMI 10 9 8 40 10 9 8 10 9 8 10 Skor 9 8 . b. Memberikan tanah pada dasar pot terlebih dahulu. Tidak memberikan tanah pada dasar pot.

Tulisan kurang rapi dan mudah dibaca c. Slogan disertai gambar yang tidak sesuai dengan isi slogan b. kreatif dan sesuai dengan materi pelajaran. Slogan disertai dengan gambar yang sesuai dengan isi slogan. Isi slogan tidak sesuai dengan materi yang diajarkan. bersih. Tulisan kurang rapi dan tidak mudah dibaca 2 Kelengkapan isi slogan: a. rapi b. kurang kreatif. Isi slogan kurang menarik. Slogan menarik. Slogan menarik dan bersih c. tapi sesuai dengan materi pelajaran c. Slogan menarik/bersih/rapi saja 10 9 8 4 Kesesuaian isi slogan dengan materi: a. b. b. b. Slogan tidak diberi gambar 10 10 9 8 Skor 9 8 3 Penampilan slogan a. Tulisan rapi dan mudah dibaca. Isi slogan menarik. SMI 10 9 8 30 .150 Rubrik Asesmen Kinerja Membuat Slogan No 1 Aspek yang dinilai Tulisan slogan: a.

6 13.57 8. Hasil Kinerja (Hand-Out)Siswa Assessment Kinerja Menanam Tanaman Pada Pot Ket Kelompok kelas VIIB Kelompok kelas VIIC Kelompok kelas VIIG Kel 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 Score 33 35 29 30 38 37 35 26 29 33 34 35 37 33 37 35 38 34 33 32 29 Nilai 8 9 7 8 10 9 9 7 7 8 9 9 9 8 9 9 10 9 8 8 7 Rata2 8.57 Assessment Kinerja Membuat Slogan Ket Kelompok kelas VIIB Kelompok kelas VIIC Kelompok kelas VIIG Kel 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 Score 33 34 35 29 30 35 34 28 33 34 33 35 30 37 37 35 33 29 34 32 34 Nilai 8 9 9 7 8 9 9 7 8 9 8 9 8 9 9 9 8 7 9 8 9 Rata2 8.6 9.6 17.6 1.42 Keterangan: Tabel konversi nilai skala 11: No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Tingkat Penguasaan 95%-100% 85%-94% 75%-84% 65%-74% 55%-64% 45%-545 35%-44% 25%-34% 15%-24% 5%-14% 0%-4% Batas Bawah 38 34 30 26 22 18 14 10 6 2 0 Batas Atas 40 37.6 33.6 25.6 21.28 8.6 29.6 5.6 Nilai 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 .14 8.151 Lampiran 24.42 8.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful