HASIL BELAJAR DAN AKTIFITAS SISWA DENGAN PENDEKATAN JELAJAH ALAM SEKITAR BERBASIS ANALISIS PENGETAHUAN AWAL SISWA

PADA PEMBELAJARAN KONSEP PENGELOLAAN LINGKUNGAN (STUDI KASUS DI SMP NEGERI 27 SEMARANG)

SKRIPSI

Diajukan dalam rangka penyelesaian studi Strata 1 untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan

Oleh: Nama NIM : Dwi Apik Siyanto : 4401403076

Prodram Studi : Pendidikan Biologi Jurusan Fakultas : Biologi : MIPA

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2007

HALAMAN PENGESAHAN

Skripsi dengan judul: Judul Meningkatkan Hasil Belajar Dan Keaktifan Siswa Menggunakan Metode Permainan Pada Konsep Sistem Transportasi Di Kelas VIII SMP Negeri 2 Semarang Telah dipertahankan di hadapan sidang Panitia Ujian Skripsi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang, Pada: Hari :

Tanggal : Panitia Ujian, Ketua Sekretaris

Drs. Kasmadi Imam S., M.S. NIP. 130781015 Pembimbing I

Ir. Tuti Widianti, M.Biomed. NIP. 130781009 Penguji I

Dra. Nur Kusuma Dewi, M.Si. NIP. 130935362 Pembimbing II

Dra. Nur Rahayu Utami, M.Si. NIP. 131764022 Penguji II

Dra. Chasnah NIP. 131413201

Dra. Nur Kusuma Dewi, M.Si. NIP. 130935362 Penguji III

Dra. Chasnah NIP. 131413201

ii

AJA RUMANGSA BISA NAMGING SING BISA RUMANGSANI

iii

ALA TANPA RUPA YEN TUMANDANG AMUNG SADELO iv .

MAMAYU HAYUNING BAWANA v .

SAPA SING SUCI ADOH SAKA BEBAYA PATI vi .

SENAJANTO ILMUNE GUDANGAN YEN ORA TANPA LAKU ISIH GADUNGAN vii .

CILIK ORA KURANG BAKAL GEDHE ORA TURAH BAKAL viii .

SURA DIRA JAYA NINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI ix .

WATON ISIH KENA TAK INGETI AKU ORA BAKAL MUNDUR x .

M. Tuti Widianti. 130781011 Pembimbing I Ir.HALAMAN PENGESAHAN Skripsi dengan Judul “Hasil Belajar dan Aktifitas Siswa dengan Penerapan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar Berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa Pada Pembelajaran Konsep Pengelolaan Lingkungan (Studi Kasus di SMP Negeri 27 Semarang) Skripsi ini telah dipertahankan di depan Sidang Panitia Ujian Skripsi Jurusan Biologi FMIPA UNNES pada: Hari : Senin Tanggal : 27 Agustus 2007 Panitia Ujian Ketua Sekretaris Drs. S NIP. Kasmadi Imam S. M. Si NIP 132231403 Penguji II Ir Kuntoro Budiyanto NIP 131876227 Drs. Pd NIP 131931631 Penguji III Ir Kuntoro Budiyanto NIP 131876227 ii . Putut Martin HB. Biomed NIP. M. 130781009 Penguji I Drs. M. Sigit Saptono. Pd NIP 131931631 Pembimbing II Drs. Sigit Saptono. M.

Penelitian dilakukan di tiga kelas yaitu kelas VIIB. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimen yang dilaksanakan selama lima kali pertemuan.1% dan VIIC 64. pertemuan II sampai IV pelaksanaan pembelajaran dan pertemuan V post-test. hasil belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar dan aktifitas siswa dengan penerapan Jelajah Alam Sekitar berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa pada konsep Pengelolaan Lingkungan di SMP Negeri 27 Semarang. Selama ini pembelajaran biologi selalu dilakukan dengan cara ceramah tanpa memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekolah.2%. untuk kelas VIIB 69. Secara individual rata-rata hasil belajar siswa di ketiga kelas lebih dari 65. Gambaran mengenai kegiatan belajar mengajar biologi tersebut dapat dilihat di SMP 27 Semarang.1%. iii . Berdasarkan penelitian tersebut penerapan pendekatan Jelajah Alam Sekitar dalam proses pembelajaran perlu diterapkan secara intensif dan berkesinambungan pada setiap materi Biologi.ABSTRAK Mulai diberlakukannya kurikulum 2004 (Kurikulum berbasis Kompetensi) yang kemudian disempurnakan menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di sekolah membawa konsekuensi logis pada upaya peningkatan kualitas proses pembelajaran biologi di SMP yang disesuaikan dengan karakteristik dan lingkungan sekitar sekolah. dan VIIG. tetapi secara klasikal hanya kelas VIIG yang persentasenya di atas 85% yaitu sebesar 87.9% dan kelas VIIG 93. Kata kunci: Pendekatan Jelajah Alam Sekitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan Jelajah Alam Sekitar belum dapat dilaksanakan secara maksimal.8% sedangkan kelas VIIB 73. aktifitas siswa. Aktifitas siswa menunjukkan respon positif di kelas VIIB 94. Oleh karena itu penerapan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa sangat cocok untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. kelas VIIC 68. VIIC. Data yang diperoleh diolah dan dianalisis dengan cara deskriptif. karena untuk melihat hasil yang sesuai dengan harapan diperlukan waktu yang lama. Untuk itu perlu adanya kegiatan pembelajaran yang menarik.2. kelas VIIC 95. Data yang diambil meliputi data primer (hasil belajar dan aktifitas siswa) dan data sekunder (kinerja guru selama pembelajaran berlangsung).3%. Pertemuan I pre-test.2 dan kelas VIIG 78.2. menyenangkan dan memberikan kompetensi pada siswa.

Rachma. Semoga masa depan kita cerah. ☯ “Bio-Hot” dan teman-teman sekampus semoga kalian masih semangat dalam mengarungi hidup ini. iv . Good Luck!!! ☯ Teman-temanku yang ada di Solo dan anak-anak GAM (Geng Anak Madangan) yang telah menemaniku dalam sedih maupun senang. ☯ Kakak-adikku tercinta: Mas Yoyok. Sepupuku Adi. Bu Dewi Mustika. Asri atas kesempatan dan bantuannya selama pelaksanaan penelitian kolaborasi Hibah A2. Wisnu dan banyak lagi sehingga tidak dapat disebut satu persatu. Dita. Rio. Mas Sholikin.MOTTO “Allah akan meninggikan orang beriman dan orang berilmu diantara kalian beberapa derajat” (Q. yang selalu memberikan dukungannya dan membantuku atas segala kebutuhanku. Bu Kaesih. Gatot. Bu Alimah. Dik Bagus. Anah. S Ad Duha: 5) “Kebenaran itu adalah dari Tuhan-Mu sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu” PERSEMBAHAN ☯ Ibu dan Ayahku yang dengan tulus ikhlas mendoakan dan mengalirkan keringatnya dalam samudera kasih yang tak pernah surut. S Al-Mujadillah: 11) Sungguh kelak Tuhanmu pasti akan memberikan kemudahan dan karunia-Nya kepadamu sehingga engkau menjadi puas” (Q. Amin ☯ Terima kasih kepada Pak Sigit. Mas Pahing (Alm).

5. 4. Penulis menyadari skripsi ini tidak dapat tersusun dengan baik tanpa bantuan dari berbagai pihak. sehingga penulis diberikan izin dan kemudahan dalam menyelesaikan skripsi ini yang berjudul “Hasil Belajar dan Aktifitas Siswa dengan Penerapan Jelajah Alam Sekitar Berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa Pada Konsep Pengelolaan Lingkungan (Studi Kasus di SMP Negeri 27 Semarang). Sigit Saptono. Dekan FMIPA Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan izin penelitian 2. 3.KATA PENGANTAR Segala puja dan puji syukur hanya milik Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya. Kuntoro Budiyanto sebagai dosen pembimbing yang telah dengan sabar berkenan membimbing dan memberi petunjuk serta pengarahan selama penyusunan skripsi ini. Kepala Sekolah SMP Negeri 27 Semarang yang telah memberikan izin dan kemudahan serta kerjasamanya selama pelaksaan penelitian. Putut Martin. Drs. v . M. oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Si dan Ir. M. Drs. Ketua Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan kemudahan administrasi dalam penyusunan skripsi. Si sebagai dosen penguji yang telah memberikan banyak masukan bagi penyempurnaan skripsi ini.

Penulis berharap semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat dan kontribusi dalam kemajuan dunia pendidikan dan secara umum kaepada semua pihak. 28 Agustus 2007 Penulis vi . 7. memberikan masukan dan kerjasama selama penelitian. Semua pihak yang tidak mungkin penulis sebutkan satu per satu yang telah membantu dan memberikan motivasi selama pelaksanaan penelitian sampai selesainya penyususnan skripsi ini. Semarang. Oleh karena itu dengan segala kerendahan hati penulis bersedia menerima berbagai saran ataupun kritik yang bersifat membangun demi sempurnanya skripsi ini. semoga apa yang telah diberikan tercatat sebagai amal baik dan mendapat balasan dari Allah SWT. Ibu Roil Umamah dan Ibu Sularmi selaku guru biologi SMP Negeri 27 Semarang yang telah meluangkan waktu untuk membimbing.6. Hanya ucapan terima kasih dan doa. Penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangan.

.................................................................................................................................................................................. Pembatasan Masalah ........................................................................................... TINJAUAN PUSTAKA 1...................xi BAB I.......... Manfaat Penelitian ...............................1 B.............................................................................................................................................................................................................................................................i HALAMAN PENGESAHAN.................... Tujuan Penelitian ....................................... PENDAHULUAN A................................11 2...8 E..........................................................................ix DAFTAR BAGAN .x DAFTAR LAMPIRAN........... Latar Belakang ....18 3...........................................................................................................v DAFTAR ISI......... Belajar dan Proses Belajar Mengajar.......................................................................................................................................................... Masalah ............................ii ABSTRAK ............................................. Hasil Belajar Siswa ............. TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS A................................................ Aktifitas Siswa dalam Proses Pembelajaran .21 vii ................................................7 C.................iii MOTTO DAN PERSEMBAHAN ...............................iv KATA PENGANTAR ........................................7 D................vii DAFTAR TABEL...............DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ....................................................8 BAB II........................................................

............................. Strategi Pembelajaran dan Pengukuran Hasil Belajar Biologi Berbasis Jelajah Alam Sekitar ................................................................. Penerapan Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa pada JAS ..................38 C..........49 H.. Indikator Keberhasilan ......................................84 DAFTAR PUSTAKA ......54 B........................................................................................................................................... Hasil Belajar Siswa .................................................40 E..........28 6...38 B.. HIPOTESIS....................................37 BAB III................. Saran............................................. Jelajah Alam Sekitar sebagai Pendekatan Pembelajaran Biologi .......................................................32 B.............. Prosedur Penelitian ... Rancangan Penelitian ....................................................... Metode Analisis Data. METODE PENELITIAN A.................23 5............................................... Simpulan ..................................................................................................................................................................4.......42 F.................................................................43 G.................... Jelajah Alam Sekitar (JAS)............................... Subjek Penelitian...........................................................53 BAB IV..............84 B............................................76 BAB V SIMPULAN DAN SARAN A...............87 viii .......................................................................................................... Data dan Cara Pengambilan Data ............................. Data Penelitian ............................................................39 D.............85 LAMPIRAN....................................................................30 7.................. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A............. Aktifitas Siswa ............................................................................................................... Instrumen .

.... 45 2........... 48 6........................................................................................ 52 9.................................. Hasil Analisis Validitas Butir Soal Uji Coba .. 77 13............ 66 11........................................ 50 7........................... 47 4............................................DAFTAR TABEL Tabel Halaman 1.................. Tabel Lembar Analisis Pre-test......... Tabel Lembar Analisis Post-test ............................................... 72 12............ Hasil Observasi Aktifitas Guru .. Hasil Analisis Taraf Kesukaran Butir Soal Uji Coba.... 51 8................................ Rekap Hasil Tanggapan Siswa Terhadap Pembelajaran ................. Hasil Analisis Realibilitas Soal Uji Coba...... Tabel Konversi Skala 11 ..... Hasil Analisis Daya Pembeda Butir Soal Uji Coba ........ Rekapitulasi Hasil Observasi Keaktifan Siswa ................... Nomor soal yang Digunakan dan Tidak Digunakan ....................... 48 5............ 46 3...................................................... Tabel rekap Hasil Belajar Siswa .................... 55 10......... 82 ix ..... Rekapitulasi Hasil Observasi Keterampilan Proses Siswa...................................................................................................................................

............ Alur Tahap-Tahap Pembelajaran..................................................................................................................................... 17 3.......DAFTAR BAGAN Bagan Halaman 1..... Skema Perolehan Pengetahuan Sains ..... Proses Perubahan Tingkah Laku ................................... 56 x ............. Skema Pembelajaran Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa ................ 35 5.... Alur Metode Pre-test dan Post-test design............... 15 2............................ 39 6................. Komponen Proses Pembelajaran ....................................... 32 4.......

............................................................................................................... Soal Ulangan Harian (Post-Test) ...................................................................... 118 8........... 87 2..................................................................... 95 4............................................. Kunci Jawaban Soal Uji Coba Post-Test ...............DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Halaman 1............... 98 5... 94 3............ Soal Uji Coba Post-Test .......................................................................................... Rubrik Analisis Pre-Test........ Grafik Pola Rata-rata Peningkatan Hasil Belajar Siswa . 139 15...................... 124 11......................... Nilai Hasil Belajar (Post-test) Siswa... 141 16............. Kisi-Kisi Soal uji Coba .......... 99 6......... Lembar Kerja Siswa................................ Tabel Analisis Butir Soal Uji Coba (Post-test) .............................................................................................................. Lembar Observasi Aktifitas Siswa............................................................ Tabel Hasil Aktifitas Siswa...................................... 144 xi . Analisis Hasil Belajar (Post-Test) Siswa ............. Tabel Analisis Hasil Pre-Test ....... Rancangan Pembelajaran ....... Soal-Soal Pre-Test ..................................... 142 17.... 121 10. 134 13.......... Rubrik untuk Observasi Aktifitas Siswa ....................................................... 138 14.................................. Kunci Jawaban Soal Ulangan Harian (Post-Test)...................................................................... 133 12.. 119 9................................................................. 109 7..........................................

. Rubrik Asesment Kinerja Menanam Tanaman di Pot dan Membuat Slogan158 25............. Hasil Kinerja (Hand-On) Siswa ........... Lembar Observasi Tanggapan Siswa ............................................................................ 148 19..........18.......... 151 21........................................................... 152 22. 160 26...... 157 24.......... Hasil Kinerja Guru Selama Pembelajaran........ Rubrik Kinerja Guru dalam Pengajaran.............................................................. 162 xii .................. Lembar Observasi Kinerja Siswa........ Dokumentasi Penelitian ................................................................................... Hasil Observasi Tanggapan Siswa ............................. 156 23............ 150 20..................... Lembar Observasi Kinerja Guru dalam Pembelajaran.............................................

Selama ini pembelajaran biologi selalu dilakukan secara konvensional yaitu hanya sebatas penguasaan konsep-konsep yang dibahas dalam buku-buku panduan pelajaran. Latar Belakang Mulai diberlakukannya kurikulum 2004 (Kurikulum berbasis Kompetensi) yang kemudian disempurnakan menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di sekolah membawa konsekuensi logis pada upaya peningkatan kualitas proses pembelajaran biologi di SMP yang disesuaikan dengan karakteristik dan lingkungan sekitar sekolah. pengetahuan. Biologi adalah ilmu yang menjelaskan tentang konsep/teori berdasarkan kejadian di alam. Pelajaran biologi diperkenalkan mulai sekolah dasar sampai sekolah menengah. 2006). kepribadian. Proses belajar yang diharapkan melalui kurikulum ini bukan sekedar membahas materi dalam buku-buku panduan pelajaran atau menginformasikan pengetahuan kepada siswa. serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut (Wibowo.1 BAB I PENDAHULUAN A. akhlak mulia. Tujuan KTSP pendidikan menengah adalah meningkatkan kecerdasan. 2004). . melainkan menekankan pada pemberian pengalaman secara langsung kepada siswa untuk memahami gejala yang terjadi (Anonimus. serta kurangnya pemanfaatan fasilitasfasilitas yang ada di sekolah seperti laboratorium dan lingkungan sekolah sekitar yang seringkali pembelajaran biologi dilakukan di dalam kelas.

sehingga pembelajaran tersebut dapat membatasi peran siswa untuk mengembangkan penalaran dan kreativitasnya dalam rangka pengembangan dirinya serta meningkatkan aktifitas siswa dalam belajar. Gambaran mengenai kegiatan belajar mengajar biologi seperti di atas dapat dilihat di SMP 27 Semarang. Pembelajaran konvensional yang sering dilakukan tersebut memperlakukan siswa sebagai obyek dalam belajar yang berperan sebagai penerima informasi yang diberikan oleh gurunya.2 Pembelajaran tersebut bagi guru merupakan suatu keterpaksaan yang harus dilakukan karena guru beranggapan bahwa kendala yang dihadapi dengan pembelajaran di luar kelas adalah tidak banyak materi yang dapat disampaikan. memakan waktu lama. berdiskusi. Kualitas proses pembelajaran masih . Guru lebih banyak menjelaskan. Guru belum menunjukkan usaha memanfaatkan media dalam rangka menjelaskan dan memberikan contoh fenomena Biologi serta kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk beraktifitas dalam proses belajar seperti mengajukan pertanyaan. Kenyataan tersebut menunjukkan bahwa guru-guru biologi masih berorientasi pada materi belajar (bukan proses untuk mencapai tujuan belajar). siswa tidak aktif. tenaga pengajar yang kurang untuk pengelolaan kelas dan sumber belajar di lingkungan tidak lengkap. menggambar dan memberikan informasi tentang konsep-konsep yang dibahas. melakukan presentasi. dan mengambil kesimpulan mengenai konsep/materi yang dibahas. dari hasil observasi yang telah dilakukan bahwa usaha yang dilakukan guru untuk membelajarkan siswanya masih perlu dimaksimalkan.

Berdasarkan data-data di atas maka dapat ditemukenali bahwa beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran Biologi di SMP yang berkaitan dengan implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang disempurnakan menjadi KTSP adalah sebagai berikut: . Sesuai dengan kurikulum yang berlaku di SMP.25. sedangkan kelas non unggulan 6.15.3 perlu ditingkatkan seperti memberikan kesempatan siswa untuk bereksplorasi dalam rangka menemukan sendiri gejala atau fenomena alam yang terjadi atau bila mungkin mengubah pemahamannya yang mungkin tidak benar. Gambaran evaluasi hasil belajar siswa yang sering dilakukan guru Biologi SMP di Semarang adalah tes tertulis. sedangkan untuk kelas non unggulan 5. persentase materi yang memerlukan dukungan pembelajaran di luar kelas. 10% materi kelas II dan 100% materi kelas III. Hasil kajian tentang kebutuhan para guru SMP di Semarang dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran biologi (Saptono dkk.64. yaitu 88% materi SMP kelas I. laboratorium maupun di luar kelas. Pada semester gasal tahun pelajaran 2005/2006 rerata nilai Biologi untuk kelas unggulan 8.21. Salah satu imbas dari kondisi seperti ini adalah hasil tes sumatif semester gasal tahun pelajaran 2004/2005 menunjukkan bahwa rerata nilai Biologi untuk kelas unggulan 8. 2005) bahwa 75% guru Biologi belum pernah mendesain pembelajaran sesuai tuntutan kurikulum 2004 (yang disempunakan menjadi KTSP) yaitu menuntut pemberian pengalaman langsung kepada siswa dalam belajar untuk memahami gejala yang terjadi baik yang dilaksanakan di dalam kelas.

maka perlu adanya suatu pendekatan dalam membelajarkan biologi yang memberikan ruang gerak dan kesempatan kepada siswa untuk melakukan eksplorasi melalui kegiatan-kegiatan yang relevan sesuai dengan implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yaitu salah satunya dengan penerapan Jelajah Alam Sekitar (JAS) dengan Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa yang diharapkan dengan strategi ini dapat membantu guru pada kendala-kendala yang dialami selama pembelajaran biologi yang sering dilakukan. baik lingkungan fisik.4 1. 2005). Pengembangan instrumen evaluasi hasil belajar siswa (alternative assessment) Berdasarkan sifat Biologi yang mempelajari tentang konsep-konsep yang berhubungan dengan lingkungan. Strategi pembelajaran Biologi berbasis kompetensi yang bervariasi 2. Jelajah Alam Sekitar (JAS) merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pemanfaatan lingkungan alam di sekitar kehidupan siswa. Obyek Biologi adalah fenomena nyata sehingga cara-cara eksploratif adalah cara yang tepat untuk mempelajarinya (Djohar. Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang berorientasi pada pencapaian kompetensi tertentu 3. 2005). maupun budaya sebagai obyek belajar Biologi yang fenomenanya dipelajari melalui kerja ilmiah (Marianti dan Kartijono. Penerapan outdoor learning (termasuk pemanfaatan laboratorium) 4. sosial. .

2005). tulisan. tertanamnya sikap ilmiah yang berupa kejujuran. selalu ada kegiatan berupa ramalan (prediksi). gejala dan permasalahan. menanamkan sifat ilmiah dan ada sebagai cara dalam mengukur hasil belajar. ketelitian. Jelajah Alam Sekitar secara ontologis dicirikan dengan siswa belajar melakukan secara nyata dan alamiah. menghargai pendapat orang lain. membandingkan. mengumpulkan data. memecahkan masalah. Epistemolgi pembelajaran dengan Pendekatan JAS mencakup hal-hal yang inovatif dalam penerapannya yaitu konstruktivisme. seperti mengamati. akan tetapi juga ditekankan melalui kegiatan ilmiah. . menelaahnya dan menentukan simpulan atau konsep tentang sesuatu yang dipelajarinya (Saiful Ridlo. obyektif. dan penerapan alternative assessment. berpusat pada siswa. pengamatan dan penjelasan serta adanya laporan untuk dikomunikasikan baik secara lesan. Karakter Jelajah Alam Sekitar (JAS) antara lain adanya unsur joyful lerning (belajar yang menyenangkan) dengan nuansa Bioedutainment. bentuk kegiatan lebih utama dari pada hasil. proses eksplorasi lingkungan alam sekitar. disiplin. Ciri-ciri pendekatan JAS adalah selalu dikaitkan dengan alam sekitar secara langsung maupun tidak langsung yaitu dengan menggunakan media. penerapan proses sains. siswa diajak bersentuhan langsung dan mengenal obyek. 2005). kerja keras dan bertanggung jawab.5 Pembelajaran dengan penerapkan JAS. gambar. proses inquiri. toleran. Konseptualisasi dan pemahaman diperoleh siswa tidak hanya secara langsung dari guru atau buku. berpikir tingkat tinggi. foto atau audiovisual (Marianti dan Kartijono. terbentuknya masyarakat belajar.

Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa dapat diterapkan untuk menggali pemahaman siswa tentang suatu konsep dan hubungan antar konsep biologi. Bell (1993) menerangkan bahwa pengetahuan siswa diperoleh dengan dua sumber yaitu pada saat siswa berinteraksi dengan lingkungan. yaitu what did you Know. dan pengetahuan yang diperoleh dari pendidikan formal di sekolah. laboratorium maupun di luar kelas. merancang kegiatan. Oleh karena itu akan lebih bijaksana jika guru menganalisis pengetahuan awal siswa terlebih dahulu sebelum membahas konsep tertentu Berdasarkan asumsi di atas maka analisis pengetahuan awal siswa dijadikan suatu strategi dalam penerapan pendekatan JAS.6 memprediksi. baik di kelas. kemudian menguji pemahaman siswa tersebut dengan pemberian kesempatan kepada siswa untuk melakukan eksplorasi. membuat hipotesis. membuat pertanyaan. Strategi tersebut menitikberatkan pada skema pembelajaran K-W-L. what do you Want to know. dengan demikian siswa akan terlatih untuk selalu berupaya . maka secara psikologis siswa akan mengorganisasi kembali kerangka pengetahuannya. Pendekatan yang diterapkan dalam pembelajaran Biologi melalui penerapan Jelajah Alam Sekitar memberikan ruang gerak dan kesempatan kepada siswa untuk melakukan eksplorasi melalui kegiatan-kegiatan yang relevan. Pada saat siswa memperoleh kesempatan untuk menguji dan mencocokan gagasan baru dengan pengetahuan hasil interaksi dengan lingkungannya. dan membuat laporan secara komprehensif. sehingga memungkinkan siswa merekonstruksi kembali pemahaman konseptualnya. what will you Learn.

Aktifitas siswa SMP Negeri 27 Semarang dengan penerapan pendekatan JAS berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa. Tujuan Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran tentang: 1. . Bagaimanakah aktifitas siswa selama pembelajaran dengan penerapan pendekatan JAS berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa? C. yaitu: 1.7 mengembangkan penalaran dan kreativitasnya yang nantinya dapat meningkatkan pemahamannya menjadi lebih baik Penerapan pendekatan JAS dapat diterapkan untuk mempelajari konsep biologi yang berkaitan dengan lingkungan seperti dalam materi konsep pengelolaan lingkungan. Masalah Berdasarkan identifikasi masalah di atas. Diharapkan siswa dapat menemukan konsep pelajaran dari hasil eksplorasinya dan dapat memecahkan masalah-masalah yang ditemukan selama proses pembelajaran mengenai konsep pengelolaan lingkungan seperti erosi. pencemaran udara. Penerapan pendekatan JAS dalam proses pembelajarannya mengajak siswa menemukenali masalah-masalah yang ada di lingkungan baik penyebab maupun dampaknya terhadap lingkungan. 2. maka dapat dirumuskan masalah dalam penelitian ini. Hasil belajar siswa SMP Negeri 27 Semarang dengan penerapan pendekatan JAS berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa. pencemaran air dan pencemaran tanah B. Bagaimanakah hasil belajar siswa tentang pengelolaan lingkungan dengan penerapan pendekatan JAS berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa? 2.

mengemukakan pendapat. sehingga prestasi para siswanya akan lebih meningkat. Ciri-ciri pendekatan JAS adalah selalu dikaitkan dengan alam sekitar secara langsung maupun tidak langsung yaitu degan menggunakan media. selalu ada kegiatan berupa ramalan (prediksi). dan mengembangkan kreativitasnya.8 D. Manfaat bagi sekolah Memberi sumbangan bagi sekolah dalam rangka upaya perbaikan proses pembelajaran secara menyeluruh. 2005). baik lingkungan fisik. terutama dalam hal bereksplorasi. Manfaat bagi guru Menambah kemampuan menerapkan strategi pembelajaran Biologi sehingga dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dapat lebih bervariasi serta mampu memaksimalkan kualitasnya. 2. maupun budaya sebagai obyek belajar Biologi yang fenomenanya dipelajari dengan kerja ilmiah (Marianti dan Kartijono. Pembatasan Masalah 1. 3. Manfaat Penelitian 1. pengamatan dan penjelasan serta adanya laporan untuk dikomunikasikan . Pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) Jelajah Alam Sekitar (JAS) merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pemanfaatan lingkungan alam di sekitar kehidupan siswa. sosial. E. Manfaat bagi siswa Siswa dapat mengembangkan kemampuannya secara maksimal.

9

baik secara lesan, tulisan, gambar, foto atau audiovisual (Marianti dan Kartijono, 2005) dengan joyful lerning (belajar yang menyenangkan) 2. Penerapan KTSP Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan (Wibowo, 2006) merupakan pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Pada penelitian ini sekolah penelitian masih menggunakan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). 3. Pengetahuan Awal Pengetahuan awal merupakan pengetahuan atau konsepsi awal yang dimiliki oleh siswa melalui pengalaman yang telah dilakukan sebelum mendapatkan suatu hal baru (Rustaman, 2003). Dalam penelitian ini pengetahuan awal siswa diperoleh dengan cara melakukan pre-test sebelum dilakukan proses belajar mengajar. 4. Hasil Belajar Hasil belajar adalah hasil yang telah dicapai setelah melakukan belajar. Dalam hal ini hasil belajar ditunjukkan dengan adanya produk berupa hasil post-test dan hasil kerja dari lembar penugasan. 5. Aktifitas Siswa Aktifitas siswa adalah kegiatan yang dilakukan siswa selama

pembelajaran. Dalam penelitian ini aktifitas siswa yang dinilai antara lain meliputi aktifitas siswa dalam kelompok maupun kelas yang meliputi kemampuan siswa dalam bertanya, berdiskusi dalam kelompok,

10

mengemukakan pendapat, menarik kesimpulan dan aktifitas siswa dalam melakukan eksplorasi. 6. Konsep Pengelolaan Lingkungan Penelitian ini mengambil materi Pengelolaan Lingkungan yang mengkaji tentang sumber atau penyebab terjadinya pencemaran lingkungan, baik pencemaran air, pencemaran tanah, pencemaran udara, dan erosi tanah. Selain itu juga mengkaji tentang dampak yang ditimbulkan serta upaya penanggulangan pencemaran lingkungan tersebut.

11

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS TINDAKAN

A. Tinjauan Pustaka 1. Belajar dan Proses Pembelajaran Menurut Hamalik (2001) belajar merupakan suatu proses, suatu kegiatan dan bukan suatu hasil maupun tujuan. Belajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas dari itu yakni mengalami. Pengalaman diperoleh berkat interaksi antara individu dengan lingkungannya. Sedangkan belajar itu sendiri merupakan suatu kumpulan yang besifat individual, yang mengubah stimuli yang datang dari lingkungan seseorang ke dalam sejumlah informasi yang selanjutnya dapat menyebabkan adanya hasil belajar dalam bentuk ingatan jangka panjang. Hasil belajar ini memberikan kemampuan kepada siswa untuk melakukan berbagai penampilan. Secara umum belajar adalah terjadinya perubahan pada seseorang baik yang terlihat (Covert) maupun tidak terlihat (Convert), bertahan lama atau tidak, kearah positif atau negatif semuanya karena pengalaman. Menurut Sudjana (2000), belajar pada hakikatnya adalah suatu proses perubahan pada diri seseorang. Perubahan itu disebabkan karena suatu pengalaman. Pengalaman manusia dapat dijadikan dua jenis, yaitu pengalaman langsung dan tidak langsung. Pengalaman langsung yakni anak mengalami dan berbuat sendiri secara langsung. Anak melakukan sendiri perbuatan tersebut dalam situasi sebenarnya. Pengalaman demikian tentu akan

Melalui bentuk gambar.12 membawa hasil yang lebih baik. Mengamati gejala atau situasi dengan menggunakan alat indera. Melalui bentuk verbal yaitu diperoleh dengan cara membaca. ini menunjukkan betapa pentingnya keperagaan dalam proses belajar. . e. Dengan cara ini akan memperoleh pengalaman secara langsung. foto dan lain sebagainya. misalnya mempelajari peta. Kesepuluh jenis ini adalah: a. b. Edgar Dale mengemukakan sepuluh jenis pengalaman. bahkan pada umumnya atau sebagian besar dipelajari melalui pengalaman tidak langsung. seperti rumus. diagram dan lain sebagainya. grafik. d. Pengalaman langsung Dalam pengalaman ini anak mengalami sendiri dan berbuat sendiri. istilah dan lain-lain. misalnya mempelajari lukisan. Pengalaman demikian erat dengan alat peraga. orang yang sedang menari dan lain sebagainya. misalnya mengamati orang yang sedang menjahit. Pengalaman tidak langsung dapat diperoleh dengan beberapa cara sebagai berikut: a. Melalui bentuk grafik. c. sehingga hasilnya akan lebih berarti padanya. Tetapi tidak semua persoalan dapat dipelajari melalui pengalaman secara langsung. Melalui lambang. uraian tertulis dan lain sebagainya.

Pengalaman melalui demonstrasi Pada demonstrasi anak kelihatan tidak seaktif pada ketiga jenis di atas. g. Anak lebih banyak melihat dari pada berbuat. f. mengobservasi.yaitu dengan benda tiruan anak dapat mempelajarinya secara keseluruhan. dan meneliti sesuatu di luar. d. e. Demonstrasi bertujuan untuk memperlihatkan suatu proses. Pengalaman melalui pameran Dalam pameran diperlihatkan benda-benda yang realistik dengan maksud menyajikan ide atau gagasan. Jadi pengalaman yang diperolehnya tidak langsung tetapi membutuhkan penghayatan yang tinggi. Pengalaman melalui televisi dan gambar hidup Alat ini berpengaruh pada anak melalui pendengaran dan penglihatan. Pengalaman melalui karyawisata Karyawisata adalah kunjungan ke luar kelas dalam rangka belajar. Dalam karyawisata siswa menganalisis. menafsirkan. Pengalaman langsung melalui benda-benda tiruan Banyak hal yang dipelajari melalui benda tiruan. c. dan memamerkan suatu peranan tertentu. Pengalaman melalui dramatisasi Dengan dramatisasi anak berkesempatan melakukan.13 b. .

Sedangkan menurut Sanjaya (2007) belajar adalah proses perubahan tingkah laku yang merupakan suatu misteri karena perubahan tersebut sulit dilihat dan diraba. Ini hanya mungkin dimengeri kalau anak sudah berfikir abstrak. Proses perubahan tingkah laku tersebut dapat digambarkan sebagai berikut: . baik dalam aspek kognitif.14 h. j. sebab harus menerjemahkan lambang tadi untuk membentuk satu pengertian. Menurut Darsono. Pengalaman melalui lambang-lambang visual Pengalaman merupakan sebuah contoh dari lambang visual. Walaupun tidak dapat melihat proses terjadinya perubahan tetapi dapat ditentukan apakah seseorang telah belajar atau belum yaitu dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah proses pembelajaran berlangsung. psikomotorik. maupun sikap. dkk (2001) belajar merupakan perubahan tingkah laku atau kegiatan dalam rangka mengembangkan diri. Jadi pengalaman melalui lambang visual memerlukan penghayatan dan pemikiran yang tajam. Lambang kata (verbal) Lambang kata merupakan pengganti hal-hal yang sifatnya konkret. Tidak ada persamaan yang konkret dari lambang kata dengan ide atau benda dibalik kata tesebut. Pengalaman melalui radio dan rekaman Pengalaman ini hanya membutuhkan pendengaran saja. i. sehingga lebih sulit lagi dibandingkan dengan televisi dan gambar hidup. Kata-kata adalah abstraksi yang mutlak.

Sebaliknya sebelum terjadi proses pembelajaran ia tidak tahu tentang ‘X’ .15 S Proses S' Output Input Bagan 1. belum tentu ia belajar dengan baik manakala ia tidak mampu menunjukkan adanya perubahan tingkah laku. Misalkan sebelum sesorang mengalami proses belajar ia tidak tahu konsep tentang ‘X’ tapi setelah mengalami proses belajar ia jadi paham konsep ‘X’. dan setelah mengalami proses pembelajaran ia masih tetap tidak tahu tentang ‘X’ maka dapat dikatakan bahwa ia tidak belajar atau proses pembelajarannya dianggap gagal. Seorang siswa yang sepertinya aktif belajar yang ditunjukkan dengan caranya memerhatikan guru dan rapinya ia membuat catatan. Bagaimana suatu proses pembelajaran berhasil? Menurut Sanjaya (2007) faktor-faktor yang berpengaruh dalam sistem pembelajaran adalah . Proses Perubahan Tingkah Laku Berdasarkan bagan di atas dapat dilihat bahwa telah terjadi proses belajar pada diri seseorang (S) manakala terjadi perubahan dari S sebagai input menjadi S' sebagai output. Dengan demikian efektivitas pembelajaran atau belajar dan tidaknya seseorang tidak dapat dilihat dari aktifitasnya selama terjadi proses pembelajaran. dengan demikian dapat dikatakan seseorang tersebut telah belajar. Pembelajaran adalah proses interaksi antara siswa dengan lingkungannya. tetapi hanya bisa dilihat dari adanya perubahan dari sebelum dan sesudah terjadi proses belajar.

pengetahuan dan sikap.16 a. b. Masing-masing perbedaan tersebut dapat mempengaruhi baik dalam penyusunan strategi atau implementasi pembelajaran. Keuntungan lengkapnya sarana dan prasarana terhadap prsses pembelajaran adalah dapat menumbuhkan gairah dan motivasi guru dalam mengajar. dan lain-lain. dapat memberikan pilihan pada siswa untuk belajar. tempat kelahiran. Sedangkan dilihat dari sifat yang dimiliki siswa meliputi kemampuan dasar. Faktor siswa Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran yang dilihat dari aspek siswa meliputi latar belakang siswa yang terdiri dari jenis kelamin. Faktor guru Guru yang menganggap mengajar hanya sebatas menyampaikan materi pelajaran akan berbeda dengan guru yang menganggap mengajar adalah suatu proses pemberian bantuan kepada peserta didik. c. karena keberhasilan proses pembelajaran sangat ditentukan oleh kualitas dan kemampuan guru. jika mengajar dipandang sebagai proses penyampaian materi maka dibutuhkan sarana pembelajaran berupa alat dan bahan yang dapat menyalurkan pesan secara efektif dan efisien. tempat tinggal siswa. Faktor sarana dan prasarana Sarana adalah segala sesuatu yang mendukung secara langsung terhadap kelancaran proses pembelajaran. sedangkan jika mengajaran dipandang sebagai proees mengatur lingkungan agar siswa . Dengan demikian efektivitas proses pembelajaran terletak di pundak guru.

Organisasi kelas yang terlalu besar akan kurang efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran. Proses pembelajaran merupakan suatu sistem yang terdiri dari beberapa komponen yang satu sama lain saling berinteraksi dan berinterelasi.17 dapat belajar maka dibutuhkan sarana yang berkaitan dengan berbagai sumber belajar yang dapat medorong siswa untuk belajar. d. Faktor lingkungan Faktor organisasi kelas merupakan faktor yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran. Komponen Proses Pembelajaran . Komponen-komponen tersebut dapat dilihat pada bagan berikut: Proses S S' Input Tujuan Output Isi/Materi Metode Media Evaluasi Bagan 2. Faktor pengorganisasian kelas terdiri dari jumlah siswa dalam satu kelas.

. Evaluasi merupakan komponen terakhir dalam sistem proses pembelajaran. Isi/materi pelajaran merupakan inti dari proses pembelajaran karena sering diartikan proses pembelajaran sebagai proses penyampaian materi pelajaran. Hasil belajar siswa banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor. semuanya tergantung pada tujuan yang ingin dicapai. Mau dibawa kemana siswa.18 Tujuan merupakan komponen yang sangat penting dalam sistem pembelajaran. melalui penggunaan sumber belajar diharapkan kualitas pembelajaran akan semakin meningkat. evaluasi tidak hanya untuk melihat keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran tetapi juga sebagai umpan balik bagi guru atas kinerja dalam pengelolaan pembelajaran. Strategi atau metode yang tepat merupakan komponen yang menentukan keberhasilan pencapaian tujuan. namun setting pembelajaran yang berorientasi pada pencapaian tujuan atau kompetensi. menurut Dalyono (1996) faktor-faktor tersebut meliputi: faktor internal dan faktor eksternal. Alat dan sumber merupakan alat bantu yang berperan sebagai pengelola sumber belajar. apa yang harus dimiliki oleh siswa. tugas. 2. Hasil Belajar Siswa Menurut Purwanto (1986) bahwa hasil belajar biasanya dapat diketahui melaui kegiatan evaluasi yang bertujuan untuk mendapatkan data pembuktian yang akan menunjukkan sampai dimana tingkat kemampuan dan keberhasilan siswa dalam pencapaian tujuan pembelajaran. tanggungjawab maka materi pelajaran dapat digunakan sebagai sumber belajar.

Oleh karena itu . Minat yang besar terhadap sesuatu merupakan modal yang besar artinya dalam mencapai tujuan belajar. Cara belajar seseorang mempengaruhi pencapaian hasil belajar mengajar tanpa memperhatikan faktor fisiologis. psikologis dan kesehatan akan memperoleh hasil yang kurang memuaskan. Seseorang yang belajar dengan motivasi kuat akan melaksanakan kegiatan belajarnya dengan sungguh-sungguh. penuh gairah dan semangat. Hal itu dikarenakan adanya perbedaan karakteristik yang ada pada setiap siswa. b. Faktor Internal (faktor dari dalam) 1) 2) Kesehatan jasmani dan rohani Intelegensia dan bakat. 3) Minat dan motivasi. Upaya pendekatan hasil belajar siswa merupakan suatu bentuk yang tidak mudah untuk dilakukan oleh guru dan pihak sekolah. 4) Cara belajar. Faktor Eksternal (faktor dari luar) 1) 2) 3) 4) Keluarga Sekolah Masyarakat Lingkungan sekitar. Seseorang yang mempunyai intelegensi baik umumnya mudah belajar dan hasilnya cenderung baik. Antara siswa satu dengan yang lainnya memiliki karakteristik yang jauh bebeda.19 a.

yang kesemuanya diperoleh melalui materi yang disajikan di sekolah. Menurut Gagne (1985) dalam Soekamto dan Winataputra (1995). c. b. Informasi verbal yaitu kemampuan untuk mendeskripsikan sesuatu dengan kata-kata dengan jalan mengatur informasi yang relevan.20 guru perlu mengetahui karakteristik setiap siswa sebelum melakukan proses pembelajaran. Kemampuan motorik yaitu kemampuan untuk melaksanakan dan mengkoordinasikan gerakan-gerakan yang berhubungan dengan otot. mengingat dan berfikir. dan pemecahan masalah. Kegiatan belajar siswa dapat tejadi apabila siswa ada perhatian dan dorongan terhadap stimulus belajar. Strategi kognitif yang kemampuannya untuk memecahakan masalahmasalah baru dengan jalan mengatur proses internal masing-masing individu dalam memperhatikan. pada saat berlangsungnya proses dan pada saat-saat kondisi belajar siswa mengalami kemunduran. Oleh karena itu maka guru harus berupaya menimbulkan dan mempertahankan perhatian dan dorongan siswa dalam melakukan kegiatan belajar. Keterampilan intelektual atau pengetahuan prosedural yang mencakup belajar diskriminasi. e. Perhatian siswa terhadap stimulasi belajar . prinsip. menyebutkan adanya lima hasil belajar sebagai berikut: a. konsep. kepercayaan-kepercayaan serta faktor intelektual. Sikap yaitu suatu kemampuan internal yang mempengaruhi tingkah laku seseorang dan didasari oleh emosi. belajar. Upaya memberikan perhatian dan dorongan belajar kepada siswa dilakukan oleh guru sebelum mengajar dimulai. d.

2000). Motivasi belajar yang ada pada diri siswa dapat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Menurut Sanjaya (2007) aktifitas siswa tidak hanya ditentukan oleh aktifitas fisik semata.21 dapat diwujudkan melalui beberapa upaya seperti penggunaan media pengajaran atau alat peraga. Ia harus mampu dan mau memotivasi siswa yang rendah motivasi belajarnya dan meningkatkan motivasi siswa yang sudah mempunyai motivasi belajar. memberikan stimulus belajar dalam bentuk lain sehingga siswa tidak bosan (Sudjana. dan emosional. guru sebagai orang yang membelajarkan siswa harus peduli dengan masalah motivasi ini. berdiskusi. 3. akan tetapi juga ditentukan aktifitas nonfisik seperti mental. memberikan pertanyaan kepada siswa. Oleh karena itu sebetulnya aktif dan tidak aktifnya siswa hanya siswa sendiri yang tahu secara pasti. Belajar aktif ini sangat diperlukan oleh siswa untuk mendapatkan hasil belajar . harus ada motivasi yang disebut motivasi belajar. Oleh kaena itu. sebaliknya belum tentu siswa yang secara fisik aktif memiliki kadar aktifitas mental yang tinggi pula. Aktifitas Siswa dalam Proses Pembelajaran Aktifitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar diwujudkan dalam bentuk kegiatan seperti mendengarkan. intelektual. memecahkan masalah dan lain sebagainya. menyusun laporan. Menurut Zaini dalam Kasyati (2005) belajar aktif adalah salah satu cara untuk mengikat informasi yang baru dan menyimpannya di dalam otak. melakukan pengulangan informasi yang berbeda sifatnya dengan cara sebelumnya. Agar kegiatan ini terwujud. Siswa yang diam mendengarkan penjelasan bukan berarti tidak aktif. memproduksi sesuatu.

1996). akan tetapi otak manusia akan memproses informasi tersebut sehingga dapat dicerna kemudian disimpan. Oleh karena itu dengan belajar aktif. maka otak mereka akan bekerja lebih baik sehingga proses belajarpun dapat terjadi dengan baik pula. atau mengaplikasikan apa yang baru mereka pelajari ke dalam satu persoalan yang ada dalam kehidupannya. berarti mereka yang mendominasi aktifitas pembelajaran. Oleh karena itu diperlukan perangkat tertentu untuk dapat mengikat informasi yang baru saja diterima dari guru. atau hanya menerima dari guru ada kecenderungan untuk cepat melupakan apa yang telah diberikan. Belajar yang hanya mengandalkan indera pendengaran mempunyai beberapa kelemahan. tidak hanya mental tetapi juga melibatkan fisik. Ketika ada informasi yang baru. Jika siswa diajak berdiskusi. Ketika siswa belajar dengan aktif. Berdasarkan hal tersebut mereka secara aktif menggunakan otak. baik untuk menemukan ide pokok dari materi pelajaran. otak manusia tidak hanya sekedar menerima dan menyimpan.22 yang maksimum. Pembelajaran aktif adalah suatu pembelajaran yang mengajak siswa untuk belajar secara aktif (Sudjana. padahal hasil belajar seharusnya disimpan sampai waktu yang lama. menjawab pertanyaan atau membuat pertanyaan. Dengan cara ini biasanya siswa akan merasa suasana yang lebih menyenangkan sehingga hasil belajar dapat dimaksimalkan. memecahkan persoalan. maka akan sangat membantu kalau terjadi proses refleksi secara internal. . Agar otak dapat memproses informasi dengan baik. Ketika siswa pasif. siswa diajak untuk turut serta dalam seluruh proses pembelajaran.

4. kesungguhan bekerja sesuai dengan prosedur. yang berarti hidup dan logos. Biologi merupakan terminologi yang berasal dari kata yaitu bios. yang dapat diartikan sebagai ilmu/pengetahuan. Pembelajaran Biologi yang berkaitan dengan gejala-gejala di alam atau fakta alam haruslah dilakukan suatu pengamatan langsung mengenai gejalagejala tersebut. 2003a). pengembangan penalaran induktif dan pengembangan penalaran deduktif (Karyadi. merumuskan hipotesis. Dari pengertian tersebut Biologi mencakup ilmu-ilmu atau pengetahuan yang berhubungan dengan kehidupan di alam semesta. teori. Pengembangan pembelajaran Biologi adalah bahwa Biologi lebih dari sekedar kumpulan fakta ataupun konsep. 1993). konsep. keberanian menyampaikan gagasan dan minat. melakukan pengujian serta membuat generalisasi. kegembiraan dalam belajar. Dalam aktifitas pembelajaran Biologi tersebut perlu adanya suatu kerja ilmiah yang mencakup proses pengamatan gejala alam.23 Variabel-variabel keaktifan siswa meliputi keikutsertaan mempersiapkan pelajaran. kemauan dan kreativitas dalam belajar. Jelajah Alam Sekitar Biologi adalah bagian dari IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). hingga penemuan pengetahuan yang paling baru. karena dalam Biologi juga terdapat kumpulan proses dan nilai yang dapat diaplikasikan serta dikembangkan dalam kehidupan nyata (Saptono. Pengetahuan tersebut dapat berupa fakta. maupun generalisasi yang menjelaskan tentang gejala kehidupan. Pengetahuan ini termasuk yang sudah ditemukan sejak jaman dahulu. sikap kritis dan ingin tahu. .

24 Tanpa mengurangi hakikat pembelajaran Biologi. penentu. tetapi tidak harus selalu di dalam suatu ruangan di lokasi sekolah. Pembelajaran Ruang Kelas Pembelajaran ruang kelas adalah pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas. jenjang. Nawawi (dalam Rustaman. Untuk proses pembelajaran dapat dilakukan di tempat di luar ruangan kelas seperti pekarangan sekolah. 2002) merupakan suatu ruangan yang dibatasi oleh empat dinding. 2002) kelas adalah suatu kelompok sosial yang pada hakikatnya suatu unit sosial yang mempunyai tujuan yang sama dan terbentuk secara formal. laboratorium serta di luar ruang kelas. dan sebagainya. yang semuanya dapat diuraikan seperti di bawah ini: a. pembelajarannya dapat dilakukan di ruang kelas. atau tingkatan. 2) Dalam arti luas kelas dapat diartikan sebagai kelompok atau pengelompokan di dalam masyarakat yang masing-masing mempunyai ciri khas. atau kebun sekolah. yang berada di bawah satu pimpinan yaitu guru. kelas merupakan sejumlah siswa yang berkumpul bersama mengikuti proses pembelajaran. 4) Untuk guru Biologi. Kelas: 1) Dalam arti sempit. 3) Menurut Hamalik (1986) (dalam Rustaman. dimana sejumlah siswa berkumpul untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar. . lapangan rumput dekat sekolah. kelas menurut H.

2002). 2003a). ingin tahu dan ingin bisa. siswa diberi kesempatan untuk memenuhi dorongan rasa.25 5) Pembelajaran di ruang kelas dibutuhkan pengelolaan kelas yang dapat diartikan sebagai keterampilan guru untuk memelihara dan menciptakan kondisi belajar mengajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam PBM (Rustaman. Menurut Rustaman (2002) dalam pendidikan IPA kegiatan laboratorium (praktikum) merupakan bagian integral dan kegiatan belajar mengajar khususnya Biologi. Prinsip ini akan menunjang kegiatan praktikum dimana siswa menentukan pengetahuan melalui eksplorasi terhadap alam. Pembelajaran Laboratorium Pemahaman bahwa Biologi dapat juga dikatakan sebagai suatu proses investigasi (penelusuran/penyelidikan) banyak diartikan dengan hal-hal yang selalu berhubungan dengan laboratorium beserta perlengkapannya (Saptono. mengukur secara akurat dengan alat ukur yang sederhana atau canggih. Dengan kegiatan praktikum siswa dilatih untuk mengembangkan kemampuan bereksperimen dengan melatih kemampuan mereka dalam mengobservasi dengan cermat. 2002) mengemukakan empat hal yaitu: 1) Praktikum membangkitkan motivasi belajar IPA. Berkaitan dengan hal tersebut. maka Woolnough dan Allsop (dalam Rustaman. Melalui kegiatan praktikum. . b. 2) Praktikum mengembangkan keterampilan dasar melakukan eksperimen.

Dari kegiatan-kegiatan tersebut dapat disimpulkan bahwa praktikum dapat menunjang pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Kegiatan praktikum memberi kesempatan bagi siswa untuk menemukan teori. Strategi ini mempunyai kelebihan dan kekurangan. c. mengintepretasikan data perolehan. melakukan dan mengintepretasikan eksperimen. melakukan pengukuran secara cermat. melalui laporan yang harus dibuatnya. yaitu siswa dituntut untuk untuk merumuskan masalah. sehingga memungkinkan siswa belajar secara langsung fenomena alam berdasarkan pengamatannya sendiri. serta mengkomunikasikannya. Kelebihan strategi ini adalah: . merancang eksperimen. merakit alat. 4) Praktikum menunjang materi pelajaran. merancang. dan membuktikan teori.26 menggunakan dan menangani alat secara aman. Dalam hal ini guru harus jeli dalam memilih topik pelajaran yang cocok jika akan menggunakan strategi ini. Metode yang dilakukan antara lain dengan menggunakan metode inkuari. Pembelajaran Luar Ruang Pembelajaran luar ruang merupakan strategi dalam pembelajaran yang mengutamakan pemanfaatan lahan di sekitar sekolah atau sumber belajar lain di luar sekolah. 3) Praktikum menjadi wahana belajar pendekatan ilmiah.

Siswa dapat berinteraksi langsung dengan keadaan alam nyata. c) Membutuhkan manajemen waktu yang ketat dan hal ini tidak mudah dilakukan. sistematika tumbuhan. konservasi lingkungan. Pada topik-topik tertentu dalam Biologi dapat diimplementasikan strategi pembelajaran di luar ruang. 2003a). Konsep-konsep yang berkaitan dengan ekologi. 4) Siswa dapat melihat atau mengamati secara langsung fenomena alam di sekitar sekolahnya. Strategi ini didasarkan pada learning by doing. untuk kembali ke kelasnya mereka enggan. Istilah pendekatan merujuk pada suatu proses .27 1) 2) 3) Siswa belajar dalam kondisi menyenangkan. jadi secara induktif siswa akan mengumpulkan fakta-fakta sehingga selanjutnya siswa akan membangun makna terhadap pengamatannya. sumber daya alam dapat disajikan dengan strategi ini (Saptono. Adapun kekurangan strategi ini adalah: a) Pengelolaan siswa yang cukup merepotkan guru. Dalam pembelajaran luar ruang ini dikembangkan lebih lanjut menjadi pembelajaran Jelajah Alam Sekitar (JAS). 5. tidak membosankan. Jelajah Alam Sekitar (JAS) sebagai Pendekatan Pembelajaran Biologi Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembalajaran. b) Belum tentu setiap sekolahan memiliki lahan yang dijadikan sebagai sumber belajar. sehingga seluruh indera yang dimilikinya akan difungsikan. reproduksi tumbuhan. karena biasanya jika siswa belajar di luar ruang kelas.

Pembelajaran melalui JAS memungkinkan siswa mengembangkan potensinya sebagai manusia yang memiliki akal budi. Roy Killen dalam Sanjaya (2007) mencatat ada dua pendekatan dalam pembelajaran. yaitu pendekatan yang berpusat pada guru (teacher-centred approaches) dan pendekatan yang berpusat pada siswa (student-centered approaches). sosial. Pendekatan JAS merupakan pendekatan kodrat manusia dalam upayanya mengenali alam lingkungannya. Sedangkan pendekatan yang berpusat pada siswa menurunkan strategi pembelajaran discovery dan inquiri serta strategi pembelajaran induktif. 2005). penerapan proses sains.28 yang sifatnya masih umum (Sanjaya. dan penerapan alternative assessment. yaitu konstruktivisme. proses eksploitasi lingkungan alam sekitar. maupun budaya sebagai obyek belajar Biologi yang fenomenanya dipelajari dengan kerja ilmiah (Marianti dan Kartijono. JAS merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pemanfaatan lingkungan alam sekitar kehidupan siswa. pembelajaran deduktif atau pembelajaran ekspositori. Pendekatan yang berpusat pada guru menurunkan strategi pembelajaran langsung (direct instruction). Pendekatan JAS mencakup hal-hal yang inovatif dalam penerapannya. Pendekatan JAS menekankan pada kegiatan belajar yang dikaitkan dengan lingkungan alam sekitar kehidupan siswa dan dunia nyata. Dengan demikian. hasil belajar siswa lebih . baik lingkungan fisik. 2007). proses inquiri. siswa juga dapat mempelajari berbagai konsep dan cara mengaitkannya dengan masalahmasalah kehidupan nyata. sehingga selain dapat membuka wawasan berpikir yang beragam.

Fenomena tersebut dapat ditemui di lingkungan sekeliling siswa atau fenomena alam (Biologi) akan sangat membantu siswa untuk mengamati sekaligus memahami gejala atau konsep yang terjadi. merumuskan simpulan berdasarkan data dan membuat laporan secara komprehensif. Seseorang akan lebih efektif dalam proses belajar jika kognitifnya secara aktif mengalami rekonstruksi. akan tetapi melalui kegiatan ilmiah. 2005). membuat pertanyaan. Sebagai implikasinya.29 bermakna bagi kehidupannya. memprediksi. gejala dan permasalahan. merancang kegiatan. Secara langsung siswa melakukan eksplorasi terhadap fenomena alam yang terjadi. siswa diajak mengenal obyek. membuat hipotesis. membandingkan. mengumpulkan data. Berdasarkan hal tersebut maka pembelajaran dengan pendekatan JAS dapat mengubah pengetahuan awal siswa yang semula salah ataupun ragu menjadi benar. Konseptualisasi dan pemahaman diperoleh siswa tidak secara langsung dari guru atau buku. makhluk sosial. dan integritas dirinya (Ridlo. sebagai makhluk Tuhan. Diterapkannya JAS. menelaah dan menemukan simpulan atau konsep tentang sesuatu yang dipelajarinya. pembelajaran seharusnya memperhatikan pengembangan hand-on dan mind-on siswa. baik ketika berbenturan dengan suatu fenomena maupun kondisi sosial. Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam menerapkan hand-on dan mind-on adalah sebagai berikut: . Pendekatan JAS dikembangkan berdasarkan pemikiran Piaget dan Vygotsky yang menekankan konstruktivisme kognitif dan sosial. seperti mengamati.

maupun tulisan. b. baik melalui lisan. Strategi pembelajaran merupakan perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (Sanjaya. Strategi pembelajaran dan pengukuran hasil belajar Biologi berbasis JAS Kemp dalam Sanjaya (2007) menjelaskan strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan oleh guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan efisien. 2007). Pembelajaran memungkinkan siswa belajar dalam kelompok. Siswa diberi kesempatan untuk secara aktif melakukan eksplorasi ke lingkungan untuk mencapai kecakapan kognitif. Senada dengan pendapat di atas strategi pembelajaran menurut Dick dan Carey dalam Sanjaya (2007) juga menyebutkan bahwa strategi pembelajaran itu adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa. siswa dapat memahami konsep dan menyusun . Guru senantiasa memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengekspresikan kemampuan dan gagasannya. Dilakukannya eksplorasi. Guru bertindak sebagai fasilitator sekaligus motivator yang tercermin dalam kegiatan yang dikembangkan dalam pembelajaran. 6. c.30 a. Implementasi strategi berbasis pendekatan JAS dalam pembelajaran Biologi dapat dijabarkan sebagai berikut. afektif. dan psikomotorik. Strategi pembelajaran merupakan hal penting dalam upaya membelajarkan siswa. performance.

Berdasarkan strategi pembelajaran Biologi berbasis JAS di atas. baik secara lisan.31 pengetahuannya sendiri. 4) Sasarannya pada dampak perorangan atau kelompok yang memungkinkan siswa memenuhi rasa keingintahuan dan minatnya. . maupun memanfaatkan media dalam pembelajaran kelas. Teknik observasi dapat diterapkan pada saat mengakses aktifitas siswa. 1995). Alternative assessment sebagai alternatif penilaian komperehensif yang dapat menggambarkan proses dan hasil belajar siswa diperlukan untuk mengetahui kemajuan belajar siswa guna melengkapi tes “paper and pen”. tulisan. dan berinteraksi sosial dengan lingkungannya. tidak langsung. Pelaksanaan tes “paper and pen” dapat digunakan untuk mengungkap kemampuan kognitif siswa tentang pengetahuan konseptual dan prosedural. melalui gambar. Kegiatan pembelajaran berbasis JAS meliputi: 1) Selalu dikaitkan dengan alam sekitar secara langsung. 1997). Ada laporan yang dapat dikomunikasikan. melakukan prediksi dan penjelasan. foto atau audiovisual. (Slavin. 2) 3) Selalu ada kegiatan pengamatan. maka pengukuran hasil belajar siswa tidak cukup jika hanya berdasarkan hasil tes “paper and pen”. 5) Keterlibatan aktif siswa dalam menjangkau kondisi di luar sekolahnya. Adapun untuk kemampuan prosedural atau kinerja (hand-on) dapat digunakan performance assessment sebagai salah satu alternative assessment (Lim.

Penerapan Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa pada JAS Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa merupakan pengembangan dari pandangan yang menyatakan bahwa dalam proses belajar (perolehan pengetahuan) selalu diawali dengan terjadinya konflik kognitif (Saptono. Skema Perolehan Pengetahuan Sains . 7.32 Untuk mengetahui kemajuan belajar siswa. Terjadinya proses modifikasi struktur kognitif dapat digambarkan sebagai berikut: Hal Baru (hasil interaksi dengan lingkungan (pada saat siswa belajar) SKEMATA Dibandingkan dengan konsepsi awal Tidak cocok Ketidakseimbangan Akomodasi Cocok Keseimbangan Mengerti Cocok Belum memahami Perlu alternatif strategi lain Asimilasi Bagan 3. Pada akhir proses belajar. 2003b). pengetahuan akan dibangun sendiri oleh siswa (konstruktivisme) melalui pengalamannya dari hasil interaksi dengan lingkungannya. Konflik kognitif ini hanya dapat diatasi melalui pengaturan diri (self regulation) oleh siswa yang sedang belajar. maka portofolio merupakan alternative assessment yang dapat diimplementasikan.

maka akan terjadi asimilasi atau penguatan dalam struktur kognisinya. Jika hal baru tersebut tidak sesuai dengan konsepsi awal siswa. Hal ini diperlukan kreatifitas guru dalam mengembangkan variasi dalam berbagai strategi agar siswa dapat memahami pengetahuan yang sedang dipelajari. .33 Konflik kognitif terbentuk saat terjadi interaksi antara konsepsi awal (pengetahuan awal) yang telah dimiliki siswa dengan pengetahuan fenomena baru yang tidak dapat diintegrasikan begitu saja. Kemudian. sehingga terjadi proses asimilasi (pembentukan struktur kognisi yang sesuai). maka akan terjadi konflik kognitif yang mengakibatkan adanya ketidak keseimbangan (disequilibrium) dengan struktur kognisinya. Jika hal baru tersebut sesuai dengan konsepsi awal siswa. sehingga diperlukan perubahan atau modifikasi struktur kognitif (skemata) untuk mencapai keseimbangan. Peristiwa ini akan terjadi secara berkelanjutan selama siswa menerima pengetahuan baru. Namun demikian. Perolehan pengetahuan oleh siswa diawali dengan diadobsinya fenomena (pengetahuan) baru hasil interaksi dengan lingkungannya. tidak menutup kemungkinan siswa mengalami “jalan buntu” (tidak mampu mengetahui yang baru) karena struktur kognisinya tidak mampu berakomodasi secara positif. Melalui proses akomodasi dalam kegiatan pembelajaran yang dikembangkan oleh guru. struktur kognisi siswa dapat memodifikasi menuju keseimbangan (equilibrium). hal baru tersebut dibandingkan dengan konsepsi awal yang telah dimiliki siswa sebelumnya.

Melalui penerapan model pembelajaran ini siswa diberi kesempatan sebanyak-banyaknya untuk memperoleh pengalaman nyata dan pengembangan gagasan-gagasannya. maka dapat disimpulkan bahwa pengetahuan tidak dapat dipindahkan maknanya dari seorang guru kepada siswanya melainkan siswa sendirilah yang akan membangun pengetahuannya. Berdasarkan hal tersebut siswa akan terbiasa sekaligus mampu membangun pengetahuannya sendiri secara aktif tentang fenomena-fenimena alam yang ditemuinya dalam kehidupan seharihari. e. Menekankan pengembangan kemampuan hand-on dan mind-on siswa. d. b.34 Bertolak dari pandangan di atas. Menyadari bahwa dalam proses pembelajaran terjadi perubahan konseptual. Mengetahui adanya konsepsi awal yang dimiliki siswa melalui pengalaman sebelumnya. . Memperhatikan terjadinya interaksi sosial. Dari pandangan ini kemudian muncul gagasan untuk mengembangkannya ke dalam model pembelajaran. termasuk Biologi. Gagasan tersebut antara lain menyebutkan bahwa dalam pengembangan pembelajaran Biologi hendaknya diperhatikan hal-hal sebagai berikut: a. c. Mengetahui bahwa pengetahuan tidak dapat diperoleh secara pasif. Oleh karena itu dalam pembelajaran siswa harus dilibatkan secara langsung dengan fenomena-fenomena yang memungkinkan diperolehnya suatu pengetahuan.

siswa diberi motivasi agar menemukan pengetahuan awalnya tentang konsep/materi yang akan dibahas. Bila diperlukan guru bisa mengajukan pertanyaan problematik tentang fenomena yang sering ditemui siswa dalam kehidupan sehari-harinya tentang relevan dengan konsep/materi yang akan dibahas. tahap-tahap pembelajaran yang dikembangkan dalam Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa yang diintegrasikan dengan alternative assessment adalah sebagai berikut: Menggali pengetahuann awal siswa berkaitan Dengan materi yang akan dibahas Memberikan informasi yang akan dilakukan konstruktivi sme JAS Cooperative Bioedutain ment Siswa melakukan eksplorasi secara kelompok Siswa melaporkan hasil eksplorasi Penegasan konseptual oleh guru Tes tertulis Hasil karya/action (penugasan) Tes/penugasan Bagan 4. Skema Pembelajaran Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa Tahap pertama dalam pembelajaran.35 Dalam implementasinya. Siswa diberi kesempatan untuk mengkomunikasikan dan mengilustrasikan pemahamannya terhadap konsep tersebut. .

Hal ini menjadikan siswa tidak ragu-ragu lagi tentang pemahamanya.36 Tahap ke dua. saat siswa memberikan penjelasan dan solusi yang didasarkan pada hasil pengamatannya ditambah dengan penguatan guru. Secara berkelompok. Alternative assessment diterapkan pada saat siswa melakukan eksplorasi dan laporan hasil eksplorasi. skema atau bentuk lainnya. pengorganisasian dan penginterpretasian data dalam suatu kegiatan yang telah dirancang guru. guru berusaha menciptakan iklim pembelajaran yang memungkinkan siswa dapat mengaplikasikan pemahaman konseptualnya. Hasil temuan kelompok didiskusikan dengan kelompok lain. Secara keseluruhan tahapan ini akan memenuhi rasa keingin tahuan siswa tentang fenomena alam di sekelilingnya. siswa melakukan kegiatan eksperimen dan berdiskusi. baik melalui kegiatan atau pemunculan dan pemecahan masalah-masalah yang relevan dengan isu-isu dilingkungannya. Tahap keempat. maka siswa akan membangun pemahaman baru tentang konsep yang sedang dipelajari. . Tes dan penugasan (berupa assesment kerja/action dari lembar penugasan) dilaksanakan setelah pembelajaran selesai. Tahap ketiga. siswa diberi kesempatan untuk menyelidiki dan menemukan konsep melalui pengumpulan. baik secara lisan maupun yang tertulis seperti penyajian data dengan tabel. grafik.

2. Hasil belajar siswa SMP Negeri 27 Semarang dengan penerapan pendekatan JAS berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa minimal mencapai 6.37 B. Hipotesis Penelitian Hipotesis dalam penelitian ini adalah: 1.5. . Aktifitas siswa SMP Negeri 27 Semarang dengan penerapan pendekatan JAS berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa menunjukkan adanya respon positif (+).

Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling karena pihak sekolah (kepala sekolah dan guru) menghendaki penelitian ini dilaksanakan di 3 kelas yaitu kelas VII C. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimen dengan pendekatan JAS sebagai treatment-nya. Subyek penelitian ditentukan secara sampling. mengerjakan tugas yang diberikan guru dan menjawab pertanyaan guru. Hasil belajar yang diamati adalah perolehan nilai yang berhubungan dengan nilai tes dan nilai penugasan. Data Penelitian Data-data yang diambil dalam penelitian ini meliputi: 1. Data primer Data primer meliputi data-data hasil belajar dan aktifitas siswa selama pembelajaran. Aktifitas siswa dalam kelas meliputi memperhatikan penjelasan guru. VII B. menarik simpulan. Aktifitas yang diamati meliputi aktifitas siswa dalam kelompok dan dalam kelas. Subyek Penelitian Penelitian dilaksanakan di SMP 27 Semarang yang saat penelitian dilakukan sekolah tersebut menerapkan KBK (Kurikulum 2004). mengemukakan pendapat atau bertanya. . presentasi kelompok. mengemukakan pendapat. dan VII G.38 BAB III METODE PENELITIAN A. Aktifitas siswa dalam kelompok yang diamati meliputi aktifitas kerjasama. hal ini dilakukan karena beberapa pertimbangan yaitu alasan keterbatasan waktu dan kesediaan tenaga pengajar B.

Pelaksanaan pembelajaran dilakukan sesuai dengan materi yang diajarkan yang lebih menekankan pada konsep-konsep yang belum dimengerti siswa/konsep yang salah berdasarkan hasil analisis pre-test. . Data sekunder Data sekunder meliputi kinerja/performance guru dalam KBM meliputi langkah-langkah proses pembelajaran yang seharusnya dilakukan guru secara keseluruhan dan potret secara diskripsi tentang kegiatan belajar mengajar C. Alur Metode Pre-test and Post-test Design Pelaksanaan pre-test dilakukan sebelum diadakannya proses pembelajaran biologi dalam bentuk soal uraian sesuai dengan materi yang akan diterapkan. Pelaksanaan penelitian dapat digambarkan seperti alur di bawah ini: Pelaksanaan Pretest Analisis hasil pre-test Persentase Keberhasilan Analisis hasil post-test Post-test (nilai tes dan nilai tugas) Treatment Pembelajaran JAS Bagan 5. Setelah dilakukan pre-test kemudian hasilnya dianalisis berdasarkan pemahaman awal siswa mengenai materi yang akan diajarkan sehingga dapat diketahui konsep-konsep apa yang belum dimengerti siswa. Rancangan Penelitian Penelitian Quasi Eksperimen ini dilakukan dengan metode pre-test and post-test design.39 2.

Persiapan Pada tahap awal penelitian dilakukan observasi awal terhadap pembelajaran Biologi di SMP 27 Semarang dengan teknik pengamatan dan wawancara. Rencana Pembelajaran (RP). Lembar Kegiatan Siswa (LKS) LKS disusun untuk melengkapi RP. serta pembuatan perangkat pelengkap lain seperti apron untuk nama kelompok. 2. Perencanaan Pada tahap perencanaan menyusun perangkat untuk melaksanakan proses pembelajaran yang telah ditentukan.40 Post-test dilaksanakan setelah pelaksanaan treatment yang berupa evaluasi dalam bentuk pilihan ganda dan tugas/assesment kerja. Bersamaan dengan penyusunan RP tersebut juga dilakukan perencanaan tempat yang akan dijadikan sebagai sumber belajar. Analisis post-test dilakukan setelah pelaksanaan post-test yang berupa nilai hasil tes dan nilai penugasan/assesment kerja. LKS yang disusun mempertimbangkan student centered activities. Prosedur Penelitian 1. Perangkat tersebut adalah: a. media yang mungkin digunakan. Penyususnan RP dilaksanakan sebelum dilakukan kegiatan belajar mengajar mengenai materi Pengelolaan Lingkungan dengan memperhatikan langkah-langkah strategis yang dapat diterapkan guru. dengan menetapkan . D. b.

d. 2) Menentukan tipe soal untuk menguji kemampuan awal siswa berupa soal obyektif dan atau pilihan ganda. e. Membuat Lembar Penilaian (Rubrik) Lembar penilaian/rubrik dibuat berdasarkan lembar observasi yang diperlukan dalam penelitian seperti rubrik untuk aktifitas siswa. . c.41 langkah-langkah yang memungkinkan siswa menemukan sendiri konsep yang dibahas. rubrik kinerja guru dalam pembelajaran dan rubrik assesment kinerja siswa (dalam lampiran). Membuat Lembar Observasi Lembar observasi yang dibuat meliputi aktifitas siswa. Instrumen yang digunakan adalah soal-soal yang dibuat untuk mengetahui daya tangkap atau pemahaman siswa tentang materi yang telah diberikan. Langkah-langkah penyusunan instrument dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Materi yang diberikan sesuai dengan konsep pengelolaan lingkungan . Instrumen Instrumen adalah alat bantu yang digunakan dalam pengumpulan data dalam penelitian. lembar observasi kinerja guru dalam pembelajaran dan lembar observasi kinerja siswa (dalam lampiran).

dan reabilitasnya. Indikatornya adalah dengan menghitung validitas. Data yang diambil ada 2 yaitu data primer antara lain: nilai posttest dan aktifitas siswa. tingkat kesukaran. Menyusun soal sesuai dengan kisi-kisi yang telah ditentukan. kesan maupun saran mengenai proses pembelajaran yang telah diterapkan dalam penelitian. g. Tahap-tahap Penelitian Tahap-tahap penelitian dilaksanakan sesuai pembelajaran yang telah direncanakan melalui Rencana Pembelajaran (RP) (dalam lampiran). Lembar tanggapan siswa Lembar tanggapan yang diberikan siswa untuk mengemukakan tanggapan. E. kemudian dilakukan uji coba: tujuan uji coba adalah untuk mengetahui apakah instrument layak digunakan sebagai alat pengambil data atau tidak. Data dan Cara Pengambilan Data 1. dan aspek aplikasi (C3). daya pembeda.42 3) Menyusun kisi-kisi soal beserta pengetahuan yang ingin dicapai antara lain: aspek ingatan (C1). Sumber data Sumber data penelitian eksperimen ini adalah siswa kelas VII SMP 27 Semarang. 3. 4) f. data sekunder yaitu data potret secara diskripsi tentang . aspek pemahaman (C2). Uji coba instrumen Setelah perangkat tes disusun.

Data tentang situasi belajar mengajar pada saat dilaksanakannya pembelajaran dengan pendekatan JAS secara diskriptif F.43 kegiatan belajar mengajar (penerapan JAS dalam pembelajaran Biologi) dan kinerja guru dalam KBM. Cara pengambilan data a. Instumen tes yang digunakan adalah tes uraian. Pengambilan data melalui tes obyektif ini dilakukan sesudah seluruh proses pembelajaran/seluruh materi dalam Pengelolaan Lingkungan selesai. Alat . b. tes kinerja berupa assesmet kerja siswa yang dilaksanakan setelah setiap sub-materi pelajaran selesai dilaksanakan. 1. Instrumen Instrumen penelitian yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian Quasi-eksperimen ini berupa instrumen tes dan instrumen non tes. e. 2. Tes obyektif berupa pilihan ganda dengan 4 pilihan jawaban (option) yang berjumlah 30 butir. Data nilai belajar diambil dengan memberikan tes kepada siswa. c. Tes uraian digunakan untuk mengetahui pengetahuan awal siswa yang diberikan sebelum proses pembelajaran dimulai. d. tes kinerja siswa dan tes obyektif. Instrumen tes Instrumen tes digunakan untuk mengetahui data tentang hasil belajar siswa dalam konsep pembelajaran Biologi pada materi Pengelolaan Lingkungan. yang terdiri dari 16 butir soal isian. Data aktifitas siswa diambil menggunakan lembar observasi Data tugas-tugas siswa dari guru setelah kegiatan belajar mengajar Data performance guru diambil dengan menggunakan lembar observasi.

a.61 sampai dengan 0.20 = validitas sangat rendah . 2002) yang sebagai berikut: rxy = (NΣx NΣxy − (Σx )(Σy ) 2 − (Σx ) 2 )(NΣy 2 − (Σy ) 2 ) Keterangan: rxy N ∑X ∑Y ∑X² ∑Y² = koefisien korelasi skor item dengan skor total = jumlah peserta = jumlah skor item = jumlah skor total = jumlah kuadrat skor item = jumlah kuadrat skor total ∑XY = jumlah perkalian skor item dengan skor total Setelah diperoleh harga rxy kemudian dikonsultasikan dengan harga r product moment.00 = validitas sangat tinggi 0. Kriteria validitas soal menurut Arikunto (2002) yang dimodifikasi sebagai berikut: 0.60 = validitas cukup 0.81 sampai dengan 1. Apabila harga rxy lebih besar daripada harga r tabel maka butir soal tersebut valid.80 = validitas tinggi 0. reliabilitas soal.41 sampai dengan 0.21 sampai dengan 0.00 sampai dengan 0.44 evaluasi berupa tes obyektif yang terlebih dahulu telah diujicobakan di luar sampel penelitian digunakan dalam penelitian untuk mengetahui validitas tes. Validitas butir soal Validitas dalam tes ini ditentukan dengan menghitung koefisien korelasi total dengan skor soal dengan rumus korelasi product moment angka kasar (Arikunto. taraf kesukaran dan daya pembeda.40 = validitas rendah 0.

23.15.31.3.30. Hasil Analisis Validitas Butir Soal Uji Coba Keterangan Valid No Butir Soal 1. maka hasil analisisnya dapat disajikan pada tabel 1 berikut: Tabel 1.10.29. Taraf kesukaran butir Menurut Arikunto (2002) taraf kesukaran butir soal dihitung dengan cara membangdingkan siswa yang menjawab betul dengan jumlah seluruh siswa peserta tes dengan rumus.30 = sukar 0.24.00 sampai dengan 0.35 Tidak Valid 5.8.19.71 sampai dengan 1.2.33.70 = sedang 0.12.20.9.31 sampai dengan 0.34. maka hasil analisisnya dapat disajikan pada tabel berikut: .00 = mudah Dari 35 butir soal yang telah diujicobakan sebelum penelitian.7.11.27.45 Dari 35 butir soal yang telah diujicobakan sebelum penelitian.18.22.32.4.16 17.6.25 b.21.14.28.26.13. p Keterangan: p B JS = b js = indeks kesukaran = banyaknya siswa yang menjawab soal dengan betul = jumlah seluruh siswa peserta tes Klasifikasi indeks kesukaran menurut Arikunto (2002) yang dimodifikasi sebagai berikut: 0.

35 c. Hasil Analisis Taraf Kesukaran Butir Soal Uji Coba Keterangan Sukar Sedang 7.2.19. No Butir Soal 32.33 20.5.00 = jelek = cukup = baik = baik sekali .31.00.8.71 sampai dengan 1. Mudah 4.14.28.3.12.22.5. indeks diskriminasi berkisar antara 0. 2002). D = BA BB − = PA − PB JA JB keterangan: D = indeks diskriminasi JA JB = banyaknya peserta kelompok atas = banyaknya peserta kelompok bawah BA = banyaknya peserta kelompok atas menjawab betul BB = banyaknya peserta kelompok bawah menjawab betul PA = proporsi peserta kelompok atas yang menjawab betul PB = proporsi peserta kelompok bawah menjawab betul Klasifikasi daya pembeda sebagai berikut: 0.24.11.10.29 1.17.46 Tabel 2.34.18. Angka yang menunjukkan besarnya daya pembeda indeks diskriminasi (D).23.41 sampai dengan 0.20 0.71 0.16. 30.27.26.9.25.4 0.00 sampai dengan 0.15.00 – 1.21.21 sampai dengan 0.13. Daya pembeda soal Daya pembeda soal adalah kemampuan suatu soal untuk membedakan antara siswa yang pandai dengan siswa yang kurang pandai (Arikunto.

juga perlu diuji tingkat reabilitasnya.31.30.13. Uji reabilitas atau keterhandalan Selain butir-butir soal diuji tingkat validitas. Penentu reabilitas alat ukur dalam penelitian ini digunakan dalam langkah kerja sebagai berikut: Setelah perangkat tes diujicobakan.22 25.26.16.20.4.47 Dari 35 butir soal yang telah diujicobakan sebelum penelitian.3.28.9.6.34 1. Menghitung harga reabilitas dengan rumus sebagai berikut: 2 ⎡ n ⎤ ⎡ S − Σpq ⎤ r11 = ⎢ ⎥ 2 ⎥⎢ ⎣ n − 1⎦ ⎣ S ⎦ Keterangan: R11 : Reliabilitas tes secara keseluruhan n p q S : Jumlah butir soal : Proporsi siswa yang menjawab benar : Proporsi siswa yang menjawab salah : Simpangan baku .11. Butir yang valid belum tentu reliabel maka butir yang baik harus memiliki kriteria reliabel.12.8. 15.17.14. kemudian hasilnya dimasukkan ke dalam tabel distribusi.10.32.35 Jelek 23 d. maka hasil analisisnya dapat disajikan pada tabel 1 berikut: Tabel 3.27.24.21.18.29.5.33.7.19. Hasil Analisis Daya Pembeda Butir Soal Uji Coba Keterangan Baik Sedang No Butir Soal 2.

24.80 0.19.27. Besarnya koefisien korelasi adalah: 0. daya beda.31.12.7.17.20 : : : : : sangat tinggi tinggi cukup rendah sangat rendah Berdasarkan hasil ujicoba soal.20.33.30. Hasil Analisis Reliabilitas Soal Uji Coba Σ Siswa (N) 42 r tabel 0.60 0.16.4. 5.32.11. validitas san reliabilitas soal di atas. Nomor Soal yang Digunakan dan Tidak Digunakan (dibuang) Nomor Butir Soal / Kriteria Digunakan Dibuang 1. yang berarti soal tersebut dapat digunakan sebagai soal tes tertulis karena memiliki taraf kepercayaan tinggi.22.00 sampai 0.14.61 sampai 0.298 r11 0.6.21 sampai 0.4.40 0.2.3.9. maka item yang digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut: Tabel 5.00 0.18.927 Kriteria Reliabel Koefisien korelasi Sangat tinggi Dari hasil analisis tingkat kesukaran.10.81 sampai1.26.29.28. Jika harga r hitung > r tabel product moment maka item soal yang diuji bersifat reliabel.23.48 Harga r yang diperoleh kemudian dikonsultasikan dengan r tabel product moment dengan taraf signifikasi 5%. diketahui bahwa instrumen soal telah reliabel.8.25 21.41 sampai 0.15. Tabel 4.13.35 .

49

2. Instrumen non-test Instrumen non-test yang digunakan untuk mengumpulkan data aktifitas siswa maupun kinerja guru. a. Lembar observasi Lembar observasi ini digunakan untuk mengamati keaktifan siswa baik secara individu maupun kelompok dan kinerja guru pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. b. Lembar wawancara Lembar wawancara digunakan sebagai pedoman mendapatkan informasi tentang tanggapan siswa setelah pembelajaran. G. Metode Analisis Data Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif. Temuan yang berupa angka-angka dianalisis dan diberi makna berdasarkan catatan lapangan sehingga dapat digunakan untuk merumuskan simpulan. 1. Pengolahan data pre-test dilakukan secara diskriptif yaitu memberikan keterangan berdasarkan jumlah siswa yang menjawab betul lengkap, betul tidak lengkap, kurang betul, dan salah. Lembar penilaian post-test dapat ditunjukkan melalui tabel di bawah ini: LEMBAR ANALISIS PRE-TEST Materi pre-test Kelas = ............................................ = ............................................

50

Tabel 6. Lembar Analisis Pre-test No soal (Pre-test) 1 2 3 4 Rerata (%) Betul

Keterangan Jawaban Kurang Salah

Setelah dianalisis dan diketahui jumlah jawaban siswa yang menjawab betul lengkap, betul tidak lengkap, kurang lengkap, dan salah kemudian dijumlah dan dijadikan persentase (%) dengan cara sebagai berikut:

% betul lengkap =

jumlah siswa menjawab betul lengkap jumlah seluruh siswa

% kurang =

jumlah siswa menjawab kurang betul jumlah seluruh siswa

% salah =

jumlah siswa menjawab salah jumlah seluruh siswa

Analisis data post-test dilakukan dengan cara memberikan keterangan berdasarkan jumlah siswa yang menjawab betul atau salah pada setiap nomer soal post-test yang berkaitan dengan soal pre-test, yaitu dengan cara sebagai berikut:

51

LEMBAR ANALISIS POST-TEST

Tabel 7. Lembar Analisis Post-test Hasil Pre-test Kelas Materi
Betul Kurang Salah

Hasil Post-test
Betul Salah

Keterangan

2. Menentukan batas lulus individual, yaitu apabila telah mencapai nilai ≥ 6,5. Hal ini berdasarkan Standar Ketuntasan Belajar Mengajar (SKBM) yang ditetapkan pada mata pelajaran biologi SMP Negeri 27 Semarang. Untuk menghitung ketuntasan belajar secara individual dengan rumus:
NS = Σb × 10 Σn

Keterangan: NS : Nilai ketuntasan belajar secara individual ∑b ∑n : Jumlah skor jawaban benar setiap siswa : Jumlah seluruh item

3. Menentukan persentase kelulusan siswa secara klasikal dengan rumus:
P= ∑ ni × 100% ∑n

Keterangan: P

= Ketuntasan belajar klasikal

∑ ni = Jumlah siswa yang tuntas secara individual (nilai ≥ 6,5) ∑ n = Jumlah total siswa

Tabel 8.20% 21% . 2002) 4.80% = Jelek = Kurang = Cukup = Baik 81% .100% = Sangat baik (Ridlo. Penentuan nilai untuk aktifitas siswa dan kinerja guru digunakan skala 11. 5. maka langkah yang ditempuh adalah menentukan skor maksimal SMI) pada setiap pertemuan. Tabel Konversi Skala 11 No Tingkat Penguasaan Batas Bawah 1 2 3 4 5 6 95%-100% 85%-94% 75%-84% 65%-74% 55%-64% 45%-545 95% x SMI 85% x SMI 75% x SMI 65% x SMI 55% x SMI 45% x SMI Batas Atas 100% x SMI 94% x SMI 84% x SMI 74% x SMI 64% x SMI 545 x SMI Nilai 10 9 8 7 6 5 . dan membuat pedoman konversi skala 11. Pengolahan data mengenai aktifitas siswa dianalisis secara deskriptif berdasarkan hasil observasi dengan menggunakan lembar observasi pada saat dilaksanakan kegiatan belajar mengajar.60% 61% .40% 41% . Pengolahan data pada item performance dengan cara mengubah score dalam bentuk nilai.52 Penilaian kualitas hasil belajar dilakukan dengan mengkonfirmasikan persentase kelulusan klasikal dengan parameter sebagai berikut: 0% . untuk menentukan nilai hasil konversi.

Hasil belajar yang diperoleh siswa pada nilai post-test lebih dari 65. Lebih dari 85% siswa mendapatkan nilai post-test lebih dari 65. Gambaran akivitas positif (+) siswa dalam mendukung pembelajaran biologi (pengelolaan lingkungan) yang telah dilakukan. b. . Indikator Keberhasilan Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah 1.53 7 8 9 10 11 35%-44% 25%-34% 15%-24% 5%-14% 0%-4% 35% x SMI 25% x SMI 15% x SMI 5% x SMI 0% x SMI 44% x SMI 34% x SMI 24% x SMI 14% x SMI 4% x SMI 4 3 2 1 0 H. 2. a.

Penelitian pada konsep materi tersebut dilaksanakan selama lima kali pertemuan. dan pencemaran tanah. Dalam pelaksanaannya.54 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Penelitian yang berjudul “Hasil Belajar dan Aktifitas Siswa dengan Penerapan Jelajah Alam Sekitar Berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa Pada Konsep Pengelolaan Lingkungan (Studi Kasus di SMP Negeri 27 Semarang) telah dilaksanakan dari tanggal 11 April sampai dengan 10 Mei 2006 di SMP Negeri 27 Semarang. pertemuan II membahas pengaruh penebangan hutan (erosi tanah). . dan nilai assesment kerja dan hasil observasi aktifitas siswa terhadap proses pembelajaran dengan pendekatan JAS berbasis analisis pengetahuan awal siswa pada materi pengelolaan lingkungan. pencemaran udara. Berikut adalah hasil penelitian beserta pembahasannya: A. pertemuan IV membahas tentang pencemaran air dan tanah dan pertemuan V dilaksanakan post test Hasil penelitian ini meliputi hasil belajar siswa yang terdiri dari hasil pre-test. yaitu Pertemuan I pelaksanaan pre-test. post-test. penelitian ini dibagi menjadi 5 pertemuan. pencemaran air. Hasil Belajar Siswa Penelitian hasil belajar dan aktifitas siswa dengan penerapan JAS berbasis analisis pengetahuan awal siswa pada materi pengelolaan lingkungan meliputi konsep erosi tanah. pertemuan III membahas tentang pencemaran udara.

69 91. Data Kelas VIIB VIIC VIIG Nilai Pre-test (%): Betul Salah Nilai Post-test (%) Betul Salah Nilai rata-rata Ketuntasan Klasikal (%) Kualitas Hasil Belajar 8.8 Sangat baik .2 87.1 Baik 20.30 31.2 64. hasil evaluasi (post-test) dilaksanakan setelah proses pembelajaran pada materi pengelolaan lingkungan selesai dan nilai hasil unjuk kerja dilakukan setelah proses pembelajaran tiap pertemuan/submateri selesai.31 69. VIIC dan VIIG yang meliputi pre-test dan post-test dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 9.32 69. Hasil penelitian tentang penerapan pendekatan JAS berbasis analisis pengetahuan awal siswa berupa hasil belajar siswa kelas VIIB.80 78.2 73.70 68. VIIC dan VIIG.20 24.08 68.64 79.55 Hasil belajar siswa diperoleh dari hasil analisis pengetahuan awal siswa melalui pre-test yang dilaksanakan sebelum proses pembelajaran dimulai (pertemuan I).68 30.5 sesuai dengan standar ketuntasan sekolah SMP N 27 Semarang dan secara klasikal lebih dari 85% siswa mendapatkan nilai post-test lebih dari 65.36 75.92 81. Rekap Hasil Belajar Siswa (pre-test dan post-test) pada Pembelajaran Pengelolaan Lingkungan dengan Pendekatan JAS Berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa SMP N 27 Semarang Kelas VIIB.17 Baik 18. Ketuntasan belajar siswa secara individual adalah jika siswa sudah mencapai nilai ≥ 6.

Alur Tahap-Tahap Pembelajaran . Strategi pembelajaran yang diungkapkan oleh Kemp dalam Sanjaya (2007) adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan oleh guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan efisien.56 Pada penelitian ini strategi yang digunakan adalah strategi pembelajaran yang berbasis analisis pengetahuan awal siswa. Menurut Dick dan Carey dalam Sanjaya (2007) juga menyebutkan bahwa strategi pembelajaran itu adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa. Pada penelitian ini setiap pertemuan tahap-tahap pembelajaran yang dikembangkan dalam Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa adalah sebagai berikut: Menggali pengetahuann awal siswa berkaitan Dengan materi yang akan dibahas Memberikan informasi yang akan dilakukan konstruktivisme Siswa melakukan eksplorasi secara kelompok JAS Cooperative Bioedutainment Siswa melaporkan hasil eksplorasi Penegasan konseptual oleh guru Tes tertulis Hasil karya/action (penugasan) Tes/penugasan Bagan 6.

64%. media yang akan digunakan. Kegiatan pendahuluan yang dilakukan oleh guru berupa apersepsi yaitu memberikan pertanyaan awal tentang konsep pengelolaan lingkungan yang meliputi erosi. Hasil pre- . Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa kurang dari 75% materi pada konsep mengenai pengelolaan lingkungan belum diketahui atau dipahami oleh siswa. Menurut Soekamto (1995) kemampuan awal penting untuk diketahui guru sebelum mulai pengajaran. kelas VIIC 18. guru terlebih dahulu mempersiapkan hal-hal yang diperlukan dalam mendukung proses pembelajaran seperti sarana dan prasarana yang meliputi penyusunan Rencana Pembelajaran mengenai materi pengelolaan lingkungan.92%. dan kelas VIIG 20. Hal ini dapat meyakinkan guru dari mana pembelajaran akan dimulai agar siswa mampu memahami apa yang akan dipelajarinya.69%. air dan tanah.57 Sebelum guru melaksanakan proses pembelajaran. pencemaran udara. Lembar Kerja Siswa. Berdasarkan rekap hasil belajar siswa di atas dapat diketahui bahwa pada hasil pre-test di ketiga kelas menunjukkan persentase yang berbeda-beda yaitu pemahaman siswa mengenai pengelolaan lingkungan untuk kelas VIIB sebesar 8.. Pertanyaan awal yang berupa soal isian ini dimaksudkan untuk menggali atau mengetahui sejauh mana pengetahuan awal siswa tentang konsep pengelolaan lingkungan. karena dengan demikian dapat diketahui apakah siswa telah mempunyai keterampilan atau pengetahuan yang merupakan prasyarat untuk mengikuti pengajaran dan sejauh mana siswa telah mengetahui materi yang akan disajikan. soal-soal pre-test dan post-test.

Informasi kegiatan tersebut berupa kegiatan yang berhubungan dengan materi yang akan dipelajari pada petemuan yang bersangkutan. Pada kegiatan inti guru memberikan informasi kegiatan yang akan dilakukan. juga dapat dijadikan sebagai dasar/patokan guru untuk merancang bagaimana proses pembelajaran yang sesuai. Selain bermanfaat untuk menggali pengetahuan awal siswa mengenai materi yang akan diajarkan. Pengetahuan mengenai pengelolaan lingkungan tersebut mungkin didapatkannya pada pengalaman-pengelaman siswa sebelumnya baik di tingkat formal (sekolah) maupun di tingkat nonformal (lingkungan). Seperti yang dikemukakan oleh Dalyono (1996) bahwa seseorang yang mempunyai intelegensi baik umumnya mudah belajar dan hasilnya cenderung baik. Kemampuan yang tinggi dapat mendukung siswa dalam proses belajar dan akan mendapatkan hasil yang maksimal. Setelah guru memberikan apersepsi. apersepsi atau pre-test berfungsi juga untuk menimbulkan dan mempertahankan perhatian dan dorongan terhadap stimulus belajar siswa dalam melakukan kegiatan belajar. Pada tiap-tiap pertemuan dalam kegiatan inti guru membentuk kelompok untuk . hal ini dibuktikan juga dengan hasil nilai ulangan pada materi sebelumnya yang selalu lebih tinggi nilai rata-ratanya dibanding kelas lainnya. kemudian guru memberikan tujuan pembelajaran serta motivasi untuk mendukung proses belajar yang akan berlangsung.58 test pada kelas VIIG menunjukkan persentase yang lebih besar karena siswa kelas VIIG merupakan satu-satunya kelas unggulan yang dimiliki sehingga kemampuan intelegensinya memang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kelas lain.

maka pendekatan yang diambil untuk mengubah pengetahuan awal siswa yang semula salah atau belum paham menjadi benar adalah pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS). berpikir tingkat tinggi. memecahkan masalah.59 mendukung sistem pembelajaran yang akan berlangsung. berpusat pada siswa. pembelajaran seharusnya memperhatikan pengembangan hand-on dan mind-on siswa Guru membagikan media tiruan beserta LKS (pada lampiran) yang sesuai dengan materi yang dipelajari Secara singkat proses pembelajaran kegiatan inti yang berlangsung di setiap pertemuan pada konsep pengelolaan lingkungan dengan penerapan JAS adalah sebagai berikut: . Berdasarkan analisis pre-test. Sebagai implikasinya. terbentuknya masyarakat belajar. siswa cenderung belum menguasai materi mengenai pengelolaan lingkungan yaitu kurang dari 75%. VIIC yang terdiri dari 42 siswa dan VIIG terdiri dari 42 siswa dibagi menjadi 7 kelompok sehingga tiap kelompok terdiri dari 6 siswa. Seseorang akan lebih efektif dalam proses belajar jika kognitifnya secara aktif mengalami rekonstruksi. Oleh karena itu masing-masing kelas yaitu kelas VIIB yang terdiri dari 42 siswa. bentuk kegiatan lebih utama dari pada hasil. Jelajah Alam Sekitar secara ontologis dicirikan dengan siswa belajar melakukan secara nyata dan alamiah. baik ketika berbenturan dengan suatu fenomena maupun kondisi sosial. menanamkan sifat ilmiah dan sebagai cara dalam mengukur hasil belajar Pendekatan JAS dikembangkan berdasarkan pemikiran Piaget dan Vygotsky yang menekankan konstruktivisme kognitif dan sosial.

pada pertemuan ini menggunakan alat simulasi berupa beberapa ekor ikan yang dimasukkan ke dalam gelas. Kegiatan yang pertama kali . sebab dan akibat yang ditimbulkan. Dengan alat bantu ini diharapkan siswa dapat menemukan konsep tentang erosi tanah. Siswa diajak untuk mengeksplorasi bagaimana keadaan ikan maupun lingkungannya setelah tercemar dengan meneteskan beberapa tetes pertisida dan detergen. Dengan kegiatan ini diharapkan siswa mampu memahami ciri-ciri air yang tercemar. Siswa diajak untuk mengeksplorasi dan mengamati kejadian alam mengenai penggundulan hutan yang disimulasikan dengan media tiruan berupa 3 buah kotak yang diisi dengan tanah dan ditanami rumput dengan kepadatan yang berbeda-beda tiap kotak. Guru membimbing siswa dalam membuat laporan kegiatan dan melaksanakan assesment kerja berupa menanam tanaman di pot sebagai assesment-nya.60 Pada pertemuan kedua pembelajaran yang dilakukan di laboratorium dimulai dengan materi erosi tanah. Pada pertemuan keempat dilaksanakan dua kali kegiatan yaitu mengenai pencemaran udara dan pencemaran tanah. Alat bantu ini menggambarkan suatu keadan di sungai maupun di danau. Siswa diajarkan mengenai pencemaran air. Pembelajaran pada pertemuan ketiga dilaksanakan di laboratorium. sebab dan akibat terjadinya erosi tanah dan dapat mengaplikasikan kejadian tersebut di alam nyata. Seperti pada pertemuan kedua. Siswa dibimbing membuat laporan mengenai kegiatan yang telah dilakukan. memahami pentingnya pelestarian alam dan upaya untuk menanggulanginya.

61

dilakukan mengenai pencemaran udara. Pada kegiatan ini siswa diajak ke luar ruang untuk melaksanakan ekplorasi mengenai keadaan lingkungan di sekitar sekolah. Setelah itu siswa diajak untuk melakukan eksperimen dengan menggunakan jangkrik yang dibungkus dengan plastik. Hal ini

menggambarkan suatu lingkungan yang dihuni oleh makhluk hidup. Pada kegiatan ini siswa dihaapkan dan dapat mengetahui lingkungan dan (udara) memahami tercemar.

situasi/kejadian

sebelum

sesudah

Pencemaran dilakukan dengan menambahkan asap kendaraan di dalam plastik yang telah berisi jangkrik. Siswa melakukan kegiatan pengamatan terhadap hewan uji mengenai keadaannya sebelum dan sesudah udara tercemar. Selain itu siswa juga mengamati kertas karton yang telah dioleskan gel dipermukaanya setelah didekatkan di knalpot sepeda motor.. Dengan kegiatan ini diharapkan siswa mampu memahami ciri-ciri udara yang tercemar, sebab dan akibat yang ditimbulkan, memahami pentingnya pelestarian alam dan upaya untuk menanggulanginya. Setelah kegiatan mengenai materi pencemaran udara, siswa diajak ke dalam ruang (laboratorium) untuk melaksanakan pembelajaran mengenai pencemaran tanah. Pada kegiatan ini dilaksanakan metode permainan yaitu bingo. Siswa disuruh untuk mengumpulkan sampah yang ada di sekitar laboratorium. Dari sampah-sampah yang telah dikumpulkan siswa tersebut dijadikan bahan untuk permainan Bingo (pelaksanaan permainan dapat dilihat pada LKS Penanggulangan Pencemaran Tanah). Setelah permainan berakhir guru memberikan tambahan maupun penegasan konsep mengenai pencemaran

62

tanah. Pada akhir kegiatan di pertemuan keempat ini siswa disuruh membuat poster/slogan yang berisi ajakan atau usulan penanggulangan pencemaran dan kerusakan lingkungan sesuai materi yang telah diajarkan (erosi tanah, pencemaran air, pencemaran udara dan pencemaran tanah). Kegiatan guru pada kegiatan inti adalah sebagai pembimbing jalannya kegiatan pelajaran baik pada saat siswa melakukan eksplorasi, pengamatan maupun membuat laporan. Menurut Slavin (1995) pada pembelajaran siswa diberi kesempatan untuk secara aktif melakukan eksplorasi ke lingkungan untuk mencapai kecakapan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dilakukannya eksplorasi, siswa dapat memahami konsep dan menyusun pengetahuannya sendiri dan berinteraksi sosial dengan lingkungannya Berdasarkan pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan kedua sampai pertemuan keempat tersebut memperlihatkan bahwa pembelajaran tersebut sesuai dengan Pendekatan JAS yang mencakup hal-hal yang inovatif dalam penerapannya yaitu konstruktivisme, penerapan proses sains, proses inquiri, proses eksplorasi lingkungan alam sekitar, dan penerapan alternative assessment. Pada kegiatan inti guru berusaha menciptakan kegiatan yang menyenangkan antara lain mengajak belajar siswa ke luar kelas, menggunakan metode permainan maupun menggunakan metode simulasi/menggunakan media tiruan sebagai bentuk gambaran yang sesuai dengan keadaan alam. Menurut Sanjaya (2007) metode simulasi adalah cara penyajian pengalaman belajar dengan menggunakan situasi tiruan untuk memahami tentang konsep, prinsip, atau keterampilan tertentu. Dalam pelaksanaannya siswa sendiri yang

63

memperagakan/mengeksplorasi media yang telah ditentukan tersebut. Metode seperti ini digunakan dengan asumsi bahwa tidak semua proses pembelajaran dengan peneraan JAS dapat dilakukan secara langsung pada obyek sebenarnya. Selain menggunakan media dalam proses pembelajaran siswa sekali-kali diajak ke luar ruang kelas. Pembelajaran tersebut dilakukan agar siswa terbebas dari suasana takut, menegangkan dan rasa bosan. Hal ini sesuai dengan karakter Jelajah Alam Sekitar (JAS) antara lain adanya unsur joyful lerning (belajar yang menyenangkan) dengan nuansa Bioedutainment. Menurut Sanjaya (2007) proses pembelajaran adalah proses yang dapat mengembangkan seluruh potensi siswa, seluruh potensi tersebut dapat dikembangkan manakala siswa terbebas dari rasa takut dan menegangkan, oleh karena itu perlu diupayakan proses pembelajaran yang menyenangkan (joyful learning). Proses pembelajaran yang menyenangkan dapat dilakukan dengan menata ruangan yang apik dan menarik, dan melalui pengelolaan pembelajaran yang hidup dan bervariasi yakni dengan menggunakan pola dan model pembelajaran, media dan sumber belajar yang relevan serta gerakangerakan guru yang mampu membangkitkan motivasi belajar. Menurut Suwarna (2006) pengetahuan tumbuh dan berkembang melalui pengalaman. Pemahaman berkembang semakin dalam dan semakin kuat apabila selalu diuji dengan pengalaman baru. Pengalaman pada proses pembelajaran ini merupakan pengalaman tiruan karena pengalaman yang diperoleh melalui benda atau kejadian yang dimanipulasi agar mendekati keadaan yang sebenarnya. Pengalaman tiruan sudah bukan merupakan pengalaman langsung

Oleh karena itu pada akhir pembelajaran siswa diberikan tugas untuk melakukan unjuk kerja yang berupa menanam tanaman di pot (pada pertemuan ke dua materi erosi tanah) dan membuat slogan bertemakan lingkungan sesuai materi yang telah diberikan (pada pertemun ke empat). Berdasarkan pemikiran Piaget dan Vygotsky bahwa pembelajaran seharusnya memperhatikan pengembangan hand-on siswa. . guru memberikan penegasan atau tambahan konsep yang berhubungan dengan kegiatan yang telah dilakukan. Tahap-tahap kegiatan guru dan siswa tiap pertemuan dapat dilihat pada lampiran Rencana Pembelajaran. Kegiatan selanjutnya guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyimpulkan hasil pembelajaran yang telah dilakukan. Hal ini tampak pada hasil assesment yang menunjukkan bahwa setiap kelompok di ketiga kelas mendapatkan nilai ≥7. dengan hasil tersebut maka dapat dikatakan bahwa unjuk kerja yang dilakukan siswa dapat mendukung efekifitas proses pembelajaran. Setelah siswa menyimpulkan kegiatan yang telah dilakukan. Kegiatan tersebut dilakukan dengan maksud untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang apa yang telah dipelajari siswa serta keterkaitannya dengan pengalaman sebelumnya. mengetahui tingkat keberhasilan siswa serta keberhasilan guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran.64 sebab obyek yang dipelajari tidak asli. Hasil assesment kerja tiap kelompok mengenai kinerja menanam tanaman di pot dan kinerja membuat slogan sangat baik.

68%. Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa adanya peningkatan pemahaman siswa dibandingkan dengan hasil pre-test. Hal ini dapat dianalisis lebih jauh mengenai jalannya proses pebelajaran tersebut berlangsung.20%.99%. walaupun demikian untuk ketuntasan belajar secara klasikal belum mencapai tujuan yang diharapkan yaitu minimal 85% siswa mendapatkan nilai lebih dari 65.8%.2 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 87. Kelas VIIB mengalami peningkatan sebesar 60. nilai rata-rata kelas VIIC 68. Setelah dianalisis hasil post-test dapat dilihat pada tabel 9.68% untuk kelas VIIC sebesar 68. dan VIIG telah menunjukkan hasil dengan rata-rata lebih dari 65.1% dan nilai rata-rata kelas VIIG 78.2 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 64. Berdasarkan tabel 9 tersebut diketahui bahwa persentase hasil post-test siswa yang menjawab betul pada kelas VIIB sebesar 69. Nilai rata-rata kelas VIIB 69.17%.65 Pada pertemuan terakhir (pertemuan ke lima) dilaksanakan evaluasi (posttest) yang bertujuan untuk mengtahui hasil belajar yang diperoleh siswa.38% dan kelas VIIG sebesar 54. . Menurut Ridlo (2002) ketuntasan belajar yang diperoleh pada ketiga kelas yaitu untuk kelas VIIB dan VII tergolong baik sedangkan untuk kelas VIIG ketuntasan belajar secara klasikal sangat baik.2 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 73. Berdasarkan hasil belajar siswa dengan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar dengan Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa pada penerapannya belum sesuai dengan harapan karena ketuntasan belajar yang diperoleh belum mencapai angka minimal yaitu 85%. kelas VIIC sebesar 49.30% dan kelas VIIG sebesar 75. VIIC. Nilai rata-rata post-test di ketiga kelas yaitu VIIB.

Memberi kelompok presentasi f. sarana dan prasarana. Hasil Observasi Aktifitas Guru Selama Pembelajaran. Membentuk kelompok c. Seperti yang dikemukakan oleh Sanjaya (2007) bahwa faktor-faktor yang berpengaruh dalam kegiatan proses sistem pembelajaran adalah guru. Memberi tugas Jumlah skor Konversi nilai skala 11 Kriteria 3 4 3 2 4 3 3 2 3 3 2 4 3 2 2 43 7 Baik . Memberi tanggapan kelompok g. Menyampaikan tujuan pembelajaran c. Memberi informasi tentang kegiatan b. Membimbing siswa melakukan refleksi b. Membagi LKS dan memberi pelajaran d. No Aspek yang diamati VII B 2 4 4 4 4 4 3 3 4 3 1 2 3 3 3 47 8 Baik Kelas VII C VII G 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 2 3 4 4 51 9 Sangat baik 1 2 3 Pendahuluan a. Membimbing siswa menarik kesimpulan h. Memberi penegasan konsep essensial Penutup a. siswa. Adapun hasil aktifitas/kinerja guru selama proses belajar mengajar adalah sebagai berikut: Tabel 10. Memotivasi siswa b.66 Pembelajaran adalah proses interaksi antara siswa dengan lingkungannya. dan lingkungan. Membimbing diskusi kelompok e. Menggali pengetahuan siswa Kegiatan Inti a. Berdasarkan hal tersebut maka pada penelitian ini dilaksanakan observasi kinerja guru dan observasi aktifitas siswa yang didukung dengan sarana dan lingkungan selama pembelajaran berlangsung. Memberi kesempatan siswa mencatat c. Melakukan feedback pertanyaan d.

kurangnya sarana yang dibutuhkan maupun kesulitan dalam mengelola siswa. Oleh karenanya keberhasilan suatu proses pembelajaran sangat ditentukan oleh kualitas atau kemampuan guru. Tanpa guru bagaimana bagus dan idealnya suatu strategi maka strategi itu tidak mungkin bisa diaplikasikan. Guru adalah komponen yang sangat menentukan dalam implementasi suatu strategi pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan JAS tersebut sebetulnya sangat merepotkan guru baik dalam mengatur waktu. Berdasarkan tabel hasil observasi di atas dapat diketahui kinerja guru dalam mengelola pembelajaran. Guru berperan sebagai pengelola pembelajaran. Hal ini ditunjukkan dengan skor yang diberikan cukup rendah di ketiga kelas. Menurut Sanjaya (2007) motivasi merupakan salah satu aspek dinamis yang . mengatur kegiatan. Pada pendahuluan guru kurang memberikan motivasi kepada siswa. Secara umum aktifitas guru selama proses pembelajaran berlangsung cukup baik dilihat dari nilai yang dihasilkan yaitu pada kelas VIIB 8 (baik). dengan demikian efektifitas proses pembelajaran terletak di pundak guru. kelas VIIC 7 (baik) dan Kelas VIIG 9 (sangat baik).67 Berdasarkan pelaksanaan proses pembelajaran pengelolaan lingkungan guru telah melakukan pembelajaran sesuai dengan silabus dan RP yang telah disusun. Dengan adanya kendala-kendala tersebut maka tahap-tahap pembelajaran yang akan dilakukan selanjutnya tidak dapat dilakukan secara maksimal. Namun demikian hal-hal yang paling mendasar untuk mendukung efektifitas proses pembelajaran belum dimaksimalkan oleh guru.

Menurut Saptono (2003b) dalam proses belajar . sering yang terjadi siswa yang kurang berprestasi bukan disebabkan oleh kemampuan yang kurang tetapi dikarenakan tidak adanya motivasi untuk belajar sehingga siswa tidak mengerahkan segala kemampuannya.68 sangat penting. bisa dikatakan juga siswa yang berprestasi rendah belum tentu disebabkan kemampuan yang rendah pula tetapi mungkin disebabkan oleh tidak adanya dorongan atau motivasi. mengandalkan teman lain untuk melaksanakan kegiatan dan lain-lain. Penegasan konsep sangat diperlukan karena dimaksudkan untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang apa yang telah dipelajari siswa serta keterkaitannya dengan pengalaman sebelumnya (Sanjaya. Pada kelas VIIC guru kurang memberikan informasi tentang kegiatan yang akan dilakukan sehingga dapat mengakibatkan siswa cenderung bingung dan kurang tahu apa dan bagaimana kegiatan pembelajaran akan dilaksanakan sehingga berakibat pada tebuangnya waktu untuk menjawab petanyaan siswa mengenai kegiatan yang akan dilakukan. 2007). Guru kurang memberikan penegasan konsep essensial yang ditunjukkan dengan skor yang masih rendah di ketiga kelas. siswa sering melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan perintah baik oleh guru maupun pada lembar kegiatan. bergurau dengan teman. Pada akhirnya berdampak pada hasil belajar siswa tersebut. Jika hal ini tidak sepenuhnya dilakukan akan berdampak pada siswa dimana siswa akan mengalami konflik kognitif secara terus menerus. dapat juga kurang optimalnya siswa mengikuti pelajaran karena malas melaksanakan kegiatan.

Memusatkan siswa pada masalah yang sedang dibahas. Menurut Sanjaya (2007) bertanya merupakan bagian yang tidak terpisahkan yang memiliki dampak positif sebagai berikut: a. Membangkitkan rasa ingin tahu siswa serta menuntun siswa dalam menemukan jawaban. Konflik kognitif terbentuk saat terjadi interaksi antara konsepsi awal (pengetahuan awal) yang telah dimiliki siswa dengan pengetahuan fenomena baru yang tidak dapat diintegrasikan begitu saja. Peristiwa ini akan terjadi secara berkelanjutan selama siswa menerima pengetahuan baru. Skor rendah diperlihatkan di kelas VIIB dan VIIG dimana guru kurang memberikan bimbingan kepada siswa untuk melakukan refleksi yang berakibat pada kurangnya efektifitas proses pembelajaran. . Di kelas VIIC guru kurang dalam memberikan pertanyaan sehingga belum terciptanya suasana pembelajaran yang lebih bermakna. Guru dalam proses pembelajaran memegang peran yang sangat penting. 2007). b. Meningkatkan partisipasi siswa secara penuh dalam proses pembelajaran Meningkatkan kemampuan berfikir siswa. Peran guru untuk siswa pada usia pendidikan dasar maupun menengah memerlukan bimbingan dan bantuan orang dewasa (Sanjaya.69 (perolehan pengetahuan) selalu diawali dengan terjadinya konflik kognitif. c. d. sehingga diperlukan perubahan atau modifikasi struktur kognitif (skemata) untuk mencapai keseimbangan.

sebaliknya peningkatan hasil belajar di kelas VIIB paling tinggi walaupun akifitas kinerja guru di kelas tersebut lebih rendah dari pada di kelas VIIG. yaitu di kelas VII G. Dari gambaran tersebut dapat dikatakan bahwa tingginya kualitas guru dalam mengajar bukan berarti hasil belajar siswa menjadi maksimal. Siswa adalah organisme yang unik yang berkembang sesuai dengan tahap perkembangannya yang masing-masing anak pada setiap aspek tidak selalu sama. Hasil aktifitas kinerja guru yang baik di kelas VII G belum menghasilkan peningkatan hasil belajar siswa lebih maksimal (pre-test – post-test). sehingga pengajaran pada materi yang sama berikutnya di kelas yang lain akan berjalan lebih baik. Proses pembelajaran dapat dipengaruhi oleh perkembangan anak yang tidak sama itu disamping karakteristik lain yang melekat pada diri anak. Oleh karena itu. . Hal ini dikarenakan selama pembelajaran guru melakukan refleksi atas semua kekurangan dalam mengajar sebelumnya. aktifitas kinerja guru paling baik rata-rata diperolehnya di kelas paling akhir yang mendapatkan materi pelajaran.70 Berdasarkan hasil pengamatan aktifitas guru selama mengajar diperlihatkan bahwa aktifitas kinerja guru di ketiga kelas berbeda-beda walaupun guru yang mengajar di ketiga kelas tersebut sama. hal ini disebabkan oleh sikap siswa itu sendiri saat melaksanakan maupun dalam menerima pelajaran berlangsung. Menurut Dunkin dalam (Sanjaya 2007) faktor-faktor yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran dilihat aspek siswa meliputi aspek latar belakang dan aspek sifat yang dimiliki.

Kemampuan dan kemauan siswa tiap kelas saat proses pembelajaran mengenai pengelolaan lingkungan dapat dilihat pada tabel hasil tanggapan siswa berikut: . jenis kelamin siswa kelas VIIB. Sebagian besar siswa tinggal di perkotaan dengan tingkat sosial ekonomi menengah ke atas. CD pembelajaran dan lain-lain) yang dapat mendukung siswa dalam belajar. Berdasarkan latar belakang tersebut siswa memiliki motivasi belajar penuh karena tingginya tingkat persaingan yang ada di perkotaan serta lengkapnya sumber pelajaran (buku. Pada penelitian yang dilaksanakan di SMP N 27 Semarang.71 Aspek latar belakang meliputi jenis kelamin siswa. unuk kelas VIIC memiliki siswa laki-laki 20 orang dan perempuan 22 orang dan kelas VIIG memiliki siswa laki-laki 19 orang dan perempuan 24 orang. Latar belakang yang baik tersebut perlu adanya daya dukung lain untuk mendukung proses belajar yaitu kemampuan siswa. Sedangkan siswa yang memiliki kemampuan dan kemauan yang rendah ditandai dengan kurangnya motivasi belajar. Sedangkan faktor sifat yang dimiliki siswa antara lain pengetahuan dan sikap. tingkat sosial ekonomi siswa. tempat kelahiran. keseriusan dalam mengikuti pelajaran. tempat tinggal siswa. Siswa yang memiliki kemampuan dan kemauan yang tinggi biasanya ditunjukkan dengan motivasi yang tinggi dalam belajar. tidak adanya keseriusan dalam mengikuti pelajaran termasuk menyelesaikan tugas dan lain sebagainya. VIIC dan VIIG cukup berimbang dimana kelas VIIB memiliki siswa laki-laki 26 orang dan perempuan 16 orang. keluarga dan lain-lain. perhatian.

Menyenangkan kurang dipahami c. Ya b. Ragu-ragu c. Diam c. Biasa-biasa saja c. Kadang-kadang c. Tidak paham Mengerjakan tugas pengamatan a. Biasa-biasa saja Kegiatan eksplorasi dapat mengaktifkan keterampilan proses a. Aktif b. Menyenangkan b. Ya b.9 74. Becakap-cakap c. Tidak Mampu mengkaitkan pengetahuan dengan fenomena alam a.72 Tabel 11. Menunggu teman bicara Sikap saat kegiatan berlangsung a. Menyenangkan b. Selalu b. Sebagian c. Diam Menyimpulkan kegiatan a. Biasa-biasa saja c.6 Kelas VIIB 46 54 0 85 16 0 81 7 12 88 12 0 51 49 0 90 10 0 71 21 8 85 15 0 63 37 0 89 10 1 Kelas VIIG 56 44 0 78 20 2 90 7 3 90 4 6 66 34 0 83 17 0 59 39 2 73 17 10 66 34 0 85 12 3 2 3 4 5 6 7 8 9 10 . Menjemukan Kesan mengenai metode pembelajaran a. Menjemukan Kesan saat diskusi berlangsung a.9 Persentase Kelas VIIC 40 55 5 84 13 3 82 11 7 82 18 0 29 71 0 76 24 0 39 61 0 66 17 17 47 42 11 84 16 0 62. Paham b. Tidak Rata-rata tanggapan positif (pilihan “a”) 74. Aktif b. Ragu-ragu c. Menyenangkan mudah dipahami b. tidak Kegiatan diskusi a. Dapat b. Kurang paham c. Rekap Hasil Tanggapan Siswa Terhadap Proses Pembelajaran No 1 Pertanyaan Pemahaman materi a. Tidak dapat Kesan saat kegiatan a.

Berdasarkan hal tersebut menyebabkan materi yang didapat oleh siswa lebih baik dan menghasilkan peningkatan pengetahuan yang lebih tinggi dibanding kelas VII C dan VII G. Banyaknya kesukaran pada butir soal post-test yang berupa grafik maupun soal pemahaman memberikan kesulitan siswa untuk menjawab soal dengan betul.73 Dari tabel tersebut di atas dapat diketahui mengapa hasil belajar siswa secara klasikal belum sesuai harapan. Bedasarkan tabel tanggapan siswa tersebut diperlihatkan bahwa kelas VII B rata-rata memiliki kemampuan dan kemauan paling tinggi dibandingkan kedua kelas yang lain yaitu sebesar 74. Kemampuan dan kemauan tersebut ditunjukkan siswa kelas VII B yang selalu mengerjakan tugas pengamatan. hal ini disebabkan siswa kurang paham terhadap materi yang diberikan melalui metode eksplorasi dimana hanya hampir separuh dari jumlah siswa per kelas yang memahami materi tersebut. serta mudahnya dalam memahami materi dan mengaitkan dengan fenomena nyata. Kurang pahamnya siswa mengenai materi yang diajarkan berdampak pada kemampuan siswa dalam menyimpulkan pelajaran yang telah dilakukan dimana rendahnya angka persentase siswa yang dapat menyimpulkan pelajaran terutama di kelas VIIC hanya 29% yang mampu menyimpulkan materi pelajaran.9 %. . Kurangnya pemahaman siswa mengenai materi yang diajarkan berdampak juga pada kesulitan siswa dalam mengerjakan soal posttest. kesan saat kegiatan dan saat diskusi yang menyenangkan.

siswa juga merasa senang saat melaksanakan kegiatan pembelajaran berlangsung seperti saat kegiatan pengamatan pada media.. Pada penelitian ini kelengkapan sarana yang mendukung untuk terciptanya susana belajar telah sesuai dengan pendekatan JAS yaitu dengan menggunakan alat simulasi yang dapat memberikan gambaran kepada siswa sesuai keadaan aslinya.74 Walaupun demikian berdasarkan tabel tanggapan siswa di atas diketahui bahwa sebagian besar siswa sangat antusias dalam pelaksanaan proses pembelajaran pada konsep pengelolaan lingkungan dengan pendekatan JAS. Selain guru dan siswa ada hal lain yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran adalah sarana dan lingkungan. saat berlangsungnya diskusi sehingga siswa sangat senang dengan metode pembelajaran yang diterapkan tersebut. Oleh karena itu proses pembelajaran tersebut dapat membuat siswa merasa senang dan nyaman saat melaksanakan pembelajaran. Lingkungan merupakan faktor yang mendukung proses belajar diantaranya faktor organisasi kelas. diskusi. Maka proses pembelajaran yang telah dilakukan dalam penelitian ini sudah sesuai dengan karakter JAS antara lain adanya unsur joyful learning (belajar yang menyenangkan). Selain aktif dalam melaksanakan kegiatan. Pada tabel tanggapan siswa di atas dapat diketahui bahwa media ilustrasi yang dipakai dalam pembelajaran pada konsep pengelolaan lingkungan dapat membantu siswa untuk mengamati sekaligus memahami gejala atau konsep yang terjadi. yang di dalamnya meliputi jumlah siswa dalam satu kelas . Siswa sangat aktif dalam mengikuti berbagai macam kegiatan seperti melakukan pengamatan. maupun kegiatan yang lain.

Anggapan ini didasarkan pada tanggapan siswa mengenai . VIIC dan VIIG karena pengorganisasian kelompok tiap kelas yang masih terlalu besar. Kelompok belajar yang besar dalam satu kelas berkecenderungan: a. Hal ini menunjukkan bahwa siswa yang unggul dalam segi kognitifnya belum tentu mau dan mampu dalam melaksanakan pembelajaran yang diberikan. Pada hasil belajar diketiga kelas masih terdapat siswa yang belum tuntas. c. b. Kepuasan belajar setiap siswa akan cenderung menurun. Ketidaktuntasan siswa terjadi juga di kelas VII G yang merupakan kelas unggulan. bermain sendiri maupun dengan teman. Anggota kelompok yang terlalu besar akan cenderung semakin banyak siswa yang enggan berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan. Organiasi siswa yang terlalu besar akan kurang efektif untuk mencapai tujuan belajar.75 merupakan aspek penting yang bisa mempengaruhi proses pembelajaran. dimana siswa masih ada yang mendapatkan nilai kurang dari 65. Akibat dari hal tersebut maka dalam pelaksanaan penelitian terlihat bahwa siswa cenderung tidak memperhatikan guru. d. Semakin sukar mencapai kesepakatan kelompok. Kelompok yang besar kurang memanfaatkan waktu. e. bergurau dengan teman dan tugas belum seluruhnya diselesaikan. karena pelayanan yang terbatas dari setiap guru. Sumber daya kelompok akan semakin luas sehingga waktu yang tersedia akan semakin sempit. Kecenderungan tersebut kiranya terjadi pada saat proses pembelajaran berlangsung baik di kelas VIIB.

Kesan seperti ini dapat menyebabkan siswa cenderung tidak antusias dalam belajar. b. Dengan demikian konsep-konsep yang telah dibangun siswa saat kegiatan pembelajaran selama empat kali pertemuan berlangsung bisa jadi hilang begitu saja. dan lain-lain. melamun diam tidak memperhatikan.76 kesan terhadap metode pengajaran yang diberikan masih biasa-biasa saja. Sikap-sikap seperti itu dapat menyebabkan siswa tidak tahu mengenai materi yang diajarkan sehingga berakibat pada hasil belajar yang kurang baik. Tidak adanya ingatan yang tersimpan. Adanya gangguan dalam bentuk informasi lain yang menghambatnya untuk mengingat kembali apa yang telah pernah dipelajari. d. Menurut Soekamto (1995) lupa adalah kebalikan dari ingat dan merupakan hilangnya informasi yang telah disimpan di dalam ingatan jangka panjang. f. hal ini dikarenakan: a. sehingga menimbulkan kegiatan-kegiatan yang negatif (tidak mendukung pembelajaran) seperti bergurau. Materi tidak dikuasai sampai benar-benar dikuasai. g. Selain tersebut di atas karakteristik siswa yang sangat mempengaruhi dalam proses belajar adalah lupa. c. Sebagian ingatan telah aus dimakan waktu. . Siswa kesulitan mencari kembali informasi yang telah disimpan. Ingatan tidak pernah dipakai. bermain. e. Siswa gagl merubah ingatan jangka pendek menjadi jangka panjang.

1 0.7 0.0 4.4 66.0 0.0 16.0 2.7 0.9 45.0 0.0 5.0 21.9 78.77 Pada pembelajaran dengan pendekatan JAS selain penerapan paper and pen test perlu adanya penilaian mengenai sikap atau aktifitas siswa selama proses pembelajaran dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar.2 0.0 58.2 94.4 0.6 0.0 11.6 83.7 0.8 .7 4.0 26.5 0.0 0.1 35.9 78.4 54.6 11. Rekapitulasi Hasil Observasi Keaktivan Siswa dalam Pembelajaran Pengelolaan Lingkungan dengan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar di SMP N 27 Semarang N o 1 Aspek yang diamati VII B 4 3 2 1 Kelas / sikap siswa (%) VII C 4 3 2 1 4 VII G 3 2 1 siswa responsif terhadap penjelasan guru 2 aktifitas siswa dalam kelompok 3 mengemu kakan pendapat 4 mengaitka n materi dengan kehidupan sehari-hari 5 memanfaa tkan waktu 6 membang un ide 7 menarik kesimpula n Total (%) Respon positif Konversi nilai skala 11 26.4 76.1 2.5 28.0 33.5 95.2 83.2 78.0 15.9 0.5 0.4 75.4 90.4 0.5 42.0 0.0 16. Aktifitas Siswa Analisis data tentang keaktifan siswa selama mengikuti proses pembelajaran dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 12.0 16.3 8 5.0 2.7 95.0 47.0 59.4 71. B.5 88.0 0.0 71.5 9.4 57.0 35.1 93.9 7 4.0 19.0 0.1 73.7 20.6 4.0 0.5 64.7 11.6 0.2 9.9 0.3 0.0 4.8 0.08 0.7 0.5 0.0 0.8 0.0 21.0 0.8 40.0 21.0 0.6 47.0 0.00 0.3 0.3 0.3 66.7 11.6 0.1 64.0 54.38 85.4 9.2 8 6.0 0.0 9.0 6.1 21.

Siswa cenderung bergurau atau bermain sendiri dengan teman sekelompok maupun teman kelompok. menyampaikan ide serta belum dapat mengkaitkan dengan keseharian Secara klasikal aktifitas siswa di kelas VIIC lebih besar dibandingkan dengan kelas VIIB. Aktifitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar diwujudkan dalam bentuk kegiatan seperti mendengarkan. maupun sikap. tetapi secara individual aktifitas siswa paling rendah dibanding dengan kelas lain. siswa hanya dapat memahami materi tetapi kurang dalam mengorganisasikan ide. berdiskusi. psikomotorik. memproduksi sesuatu. Sejumlah siswa sebesar 16. Sanjaya (2007) menambahkan bahwa belajar bukanlah menghafal sejumlah fakta atau informasi. baik dalam aspek kognitif. mudah dipahami serta memberikan contoh.6% kurang dapat membangun ide. Siswa dalam mengemukakan pendapat belum dapat runtut. dkk (2001) belajar merupakan perubahan tingkah laku atau kegiatan dalam rangka mengembangkan diri. memecahkan masalah dan lain sebagainya. menyusun laporan. Menurut Darsono. Berdasarkan hasil observasi aktifitas siswa di .78 Belajar berdasarkan pendekatan JAS tidak mengutamakan hasil tetapi mengutamakan perubahan proses belajar yang dialami oleh siswa. Belajar adalah berbuat memperoleh pengalaman tertentu sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Berdasarkan tabel observasi aktifitas siswa pada kelas VIIB diketahui bahwa kurangnya aktifitas siswa terletak pada aktifitas siswa dalam kelompok dan aktifitas siswa mengemukakan pendapat masing-masing sebesar 11%. oleh karena itu dalam proses pembelajaran harus dapat mendorong aktifitas fisik maupun mental siswa.

Siswa cenderung gaduh atau bermain sendiri dengan teman yang lain. 9.7% siswa kurang responsif terhadap penjelasan guru. Siswa sering bergurau. Aktifitas siswa yang kurang mendukung terhadap proses pembelajaran di kelas ini antara lain 4. Walaupun secara individual aktifitas siswa di kelas VIIG paling tinggi dibandingkan kelas yang lain tetapi secara klasikal aktifitas siswa kelas VIIG paling rendah diantara kelas yang lain. 9. bermain sendiri maupun dengan teman yang ada didekatnya.3%.79 dalam kelompok masih ada yang belum dapat bekerja sama antar anggota kelompok sebesar 2. mudah dipahami serta memberikan contoh.5% siswa masih belum dapat mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari. siswa hanya dapat memahami materi tetapi kurang dalam mengorganisasikan ide. siswa tersebut belum bisa menjelaskan contoh-contoh yang relevan sesuai materi yang telah diajarkan. siswa kurang memperhatikan. siswa tersebut belum bisa menjelaskan contohcontoh yang relevan sesuai materi yang telah diajarkan.6% siswa kurang dapat membangun ide. Sebesar 21. siswa cenderung gaduh atau bermain sendiri dengan teman. menyampaikan ide serta belum dapat mengkaitkan dengan keseharian. mencatat maupun menyimak penjelasan yang diberikan oleh guru. 16.3% siswa belum .5 % aktifitas siswa di dalam kelompok masih ada yang belum dapat bekerja sama dengan anggota kelompok yang lain. Dalam menarik kesimpulan 2.5% siswa masih belum dapat mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari. Selain itu 9.4 % siswa dalam mengemukakan pendapat belum dapat runtut.

3%. Berdasarkan asumsi di atas dapat disimpulkan bahwa tingginya aktifitas siswa yang responsif terhadap pembelajaran belum tentu dapat mendukung terciptanya hasil belajar yang maksimal. Menurut Sudjana (1996) ketika siswa belajar dengan aktif. siswa diajak untuk turut serta dalam seluruh proses pembelajaran. atau mengaplikasikan apa yang baru mereka pelajari ke dalam satu persoalan yang ada dalam kehidupannya. Dengan belajar aktif ini. Berdasarkan tabel aktifitas siswa di atas dapat diketahui bahwa aktifitas siswa di kelas VIIB. Dengan ini mereka secara aktif menggunakan otak. memecahkan persoalan. tidak hanya mental tetapi juga melibatkan fisik. Selain hal-hal yang mempengaruhi . perolehan nilai aktifitas yang sangat minim terdapat di kelas VIIC.9% dan kelas VIIG 93.80 dapat menyimpulkan materi yang telah diajarkan dengan benar dan tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran. baik untuk menemukan ide pokok dari materi pelajaran. berarti mereka yang mendominasi aktifitas pembelajaran. Aktifitas positif semacam ini dapat mendukung proses pembelajaran secara penuh. Demikian juga secara individual aktifitas siswa yang dikonversikan ke skala 11 menunjukkan hasil yang baik yang mana nilai rata-rata kelas ≥7. kelas VIIC 95.2%. VIIC dan VIIG secara klasikal siswa memberikan respon positif terhadap proses pembelajaran yang berlangsung yang ditunjukkan dengan banyaknya persentase jumlah siswa yang beraktifitas positif di setiap kelas yakni di kelas VIIB 94. Dengan cara ini biasanya siswa akan merasa suasana yang lebih menyenangkan sehingga hasil belajar dapat dimaksimalkan.

menghasilkan peningkatan pemahaman siswa yang semula tidak tahu atau belum benar manjadi benar. Tidak adanya perubahan pengetahuan seseorang setelah mengalami proses belajar atau . Berdasarkan data-data yang diperoleh didapatkan bahwa pengetahuan awal siswa sangat mendukung dalam proses pembelajaran yang akan berlangsung yaitu guru dapat mengetahui konsep apa yang belum diketahui atau belum dipahami oleh siswa. Setelah diterapkannya pembelajaran dengan pendekatan JAS berbasis analisis pengetahuan siswa yang didukung dengan aktifitas siswa yang positif terhadap pembelajaran berlangsung.81 penurunan hasil belajar yang telah dibahas ada hal lain yang belum dapat diketahui saat siswa melaksanakan proses belajar. Walupun angka peningkatan hasil belajar yang tidak sama di ketiga kelas teapi dari ketiga kelas tersebut memiliki pola peningkatan hasil belajar yang sama Akan tetapi pada penelitian ini ketuntasan belajar di ketiga kelas belum memuaskan. Walaupun tidak dapat melihat proses terjadinya perubahan tetapi dapat ditentukan apakah seseorang telah belajar atau belum yaitu dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah proses pembelajaran berlangsung Pada penelitian ini dapat ditentukan bahwa perubahan tingkah laku sebelum dan sesudah terjadinya proses pembelajaran adalah meningkatnya pemahaman siswa mengenai konsep pengelolaan lingkungan. hal ini dikarenakan ada sebagian siswa yang tidak mampu mencapai hasil belajar minimal yang ditetapkan yaitu 65. Oleh karena proses perubahan tingkah laku yang merupakan suatu misteri karena perubahan tersebut sulit dilihat dan diraba.

38 2.31 .42 3.19 3.71 2.45 3.21 3.2 2.82 semakin turunnya pengetahuan seseorang setelah melakukan proses belajar dapat dikatakan proses pembelajaran tersebut gagal.14 3.26 3.5 3.83 3. justru dengan proses pembelajaran dengan Jelajah Alam Sekitar tersebut lebih mengajarkan siswa untuk mengembangkan keterampilan proses.31 3.26 mengamati 4.52 2.07 3.31 bertanya 2. tetapi hanya bisa dilihat dari adanya perubahan dari sebelum dan sesudah terjadi proses belajar.52 3 3. Rekapitulasi Hasil Observasi Keterampilan Proses dalam Pembelajaran Pengelolaan Lingkungan dengan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar di SMP N 27 Semarang Kelas VII B Kelas VII C Kelas VII G No Rata-rata skor Keterampilan I II III I II III I II proses sains 1. Seorang siswa yang sepertinya aktif belajar yang ditunjukkan dengan caranya memerhatikan guru dan rapinya ia membuat catatan.02 2.97 3. Keterampilan 2.88 berpendapat 3 Keterampilan 2. Keterampilan proses yang terjadi pada siswa dapat dilihat pada tabel beikut: Tabel 13. Keterampilan membuat 3.31 2. Keterampilan 2. dapat juga orang tersebut tidak belajar.90 kesimpulan III 3.33 2. Hal ini sesuai pendapat Sanjaya (2007) bahwa efektifitas pembelajaran atau belajar dan tidaknya seseorang tidak dapat dilihat dari aktifitasnya selama terjadi proses pembelajaran.69 2. Walaupun demikian bukan berarti proses pembelajaran dengan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) hanya membantu siswa dalam belajar.11 2.28 3.71 2.54 3 3.61 3.28 2. belum tentu ia belajar dengan baik manakala ia tidak mampu menunjukkan adanya perubahan tingkah laku.2 3.83 3.33 3.

57 3.47 22.02 2.06 3.31 3.0 19.40 3.47 23.45 2.16 23.80 3.38 3.83 2.28 6.77 3.83 5.88 2.40 3. 19.97 3. Keterampilan mempersiapkan alat dan bahan Keterampilan berkomunikasi Keterampilan memberi contoh Jumlah Rata-Rata Kualitas 3.59 22.19 3.97 3.26 3.23 3.38 22.52 2.38 3.42 3.5 3.24 3.43 3.17 3.76 3.36 Cukup Baik Baik Cukup Baik Baik Baik Baik Baik Penerapan pendekatan JAS tidak hanya dilakukan sekali saja dalam proses pembelajaran tetapi perlu adanya penerapan yang intensif atau terus menerus di setiap proses pembelajaran agar didapatkan hasil yang maksimal sesuai tujuan belajar.47 3. .97 3.45 3.16 22.24 3.45 3.16 3.35 3.4 21.14 3.15 2.07 2. 7.

Sedangkan hasil belajar siswa secara klasikal di kelas VIIIB 73.8%.9%. maka saran yang dapat disampaikan adalah: 1. Aktifitas siswa dalam mendukung proses pembelajaran berlangsung baik.84 BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. kelas VIIC 64.5 yaitu kelas VIIB 69. dimana persentase respon positif siswa di kelas VIIB sebesar 95.2 dan VIIG 78. kelas VIIC 68.2.1%. Penerapan pendekatan Jelajah Alam Sekitar dalam proses penbelajaran perlu dimaksimalkan supaya mendapatkan hasil yang diinginkan. 2. VIIC.1% dan kelas VIIG 87. .1% dan VIIG sebesar 93. kelas VIIC 94. Rata-rata hasil belajar siswa secara individual di kelas VIIB. Saran Berdasarkan simpulan di atas. B. Penerapan pendekatan Jelajah Alam Sekitar dalam proses pembelajaran perlu diterapkan secara intensif dan berkesinambungan pada setiap materi Biologi karena untuk melihat hasilnya diperlukan waktu yang lama.17%. Simpulan Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan tentang penerapan Jelajah Alam Sekitar berbasis analisis pengetahuan awal siswa pada konsep pengelolaan lingkungan (studi kasus di SMP N 27 Semarang).2. dan VIIG telah mencapai ≥6. 2. maka dapat disimpulkan bahwa: 1.

85 DAFTAR PUSTAKA Anonimus. Martensi. O. Djohar. 2001. . Hamalik. M. Diktat Kuliah Evaluasi Pembelajaran. 1996. Purwanto. 1997. Jakarta: Rinka Cipta. Kurikulum Pendidikan Visioner dan Lingkungan Sebagai sumber Belajar dan Prinsip Pengajarannya. Sugandhi. 2002. Jakarta: Puskur Balitbang. K. Arikunto. R. Sutadi. Jelajah Alam Sekitar (JAS).dan Nugroho. Jakarta: Bumi Aksara. M.E. A. Marianti. Bell. 2005. Victoria: Deakin University Press. 2005. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Ridlo. Skripsi. Biologi FMIPA UNNES. Kasyati. 2005. Constructivism and Learning in Science. S. Lim. How to Assess Student Work. Semarang: IKIP Semarang Press. Semarang:Jurusan Biologi UNNES. Prentice Hall. B. Children’s Science. U. Dipresentasikan pada Seminar dan Lokakarya Pengembangan Kurikulum dan Desain Inovasi Pembelajaran Jurusan Biologi FMIPA UNNES dalam rangka pelaksanaan PHK A2. 1996. Psikologi Pendidikan. Bandung: Remadja Karya. 1993. Makalah. 2002. Kurikulum Berbasis Kompetensi Mata Pelajaran Sains-Biologi Sekolah Menengah Pertama. S. Jakarta: Bumi Aksara. New Jersey. 2001. L. Kartijono. Proses Belajar Mengajar. dan N. Dipresentasikan pada seminar dan lokakarya Pengembangan Kurikulum Pendidikan Biologi dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar Jurusan Biologi FMIPA UNNES dalam rangka pelaksanaan program PHK A2 di Semarang tanggal 14-15 Februari 2005. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (edisi revisi). Darsono. A. Semarang . Dalyono. Inc. Belajar dan Pembelajaran. Meningkatkan Pemahaman dan Keaktifitan Siswa SMP N 8 Semarang Melalui Penerapan Strategi Bermain Pada Pembelajaran Konsep Sistem Pencernaan. Semarang: Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Semarang. Wacana Pendidikan MIPA. 2004.

. Bandung: Sinar Baru Algensindo. 1995. 2000. 2007. Dipresentasikan pada seminar dan lokakarya Pengembangan Kurikulum Pendidikan Biologi dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar Jurusan Biologi FMIPA UNNES dalam rangka pelaksanaan program PHK A2 di Semarang tanggal 14-15 Februari 2005. Jakarta: Depdikbud. Pengembangan Model Conceptual Change pada Pembelajaran IPA. S.E. N. 2005. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung: Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pendidikan Indonesia. Rustaman. Wina. Saptono. 2 nd ed. T. Strategi Belajar Mengajar Biologi. Wibowo. Pengembangan Kurikulum Program Studi Pendidikan Biologi FMIPA UNNES untuk Mewujudkan Link and Match Lulusan dengan Kebutuhan Stakeholder. Research. Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi. 2003a. 2005. Tuti Widianti. Universitas Negeri Semarang _______ 2003b. Theory. Pendekatan Alam Sekitar (JAS). Supriyanto. S. 2006. Cooperative Learning. Saptono. Jakarta: Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas. T dan U. Teori Belajar dan Model-Model Pembelajaran. 1995. Soekamto. Jakarta: Kencana. Jakarta: SEQIP Depdiknas. Yustinus Ulung Anggraito. N. Makalah. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. . Buletin Fasilitator edisi 3. Sanjaya. 2002. R. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Strategi Belajar Mengajar Biologi. and Practice. Massachusetts:Allyn & Bacon. Laporan Kegiatan Hibah Kemitraan LPTK. S Winataputra.86 Ridlo. Prenada Media Group. Slavin. Andin Irsyadi. Sudjana.

C Indikator 1. udara. Mengusulkan penanggulangan pencemaran dan kerusakan lingkungan. keanekaragaman hayati. laporan pengamatan/percobaan. . E Strategi Pembelajaran Analisis pengetahuan awal siswa. serta melakukan upaya pengelolaan lingkungan untuk mengatasi pencemaran dan kerusakan lingkungan. Rencana Pembelajaran (RP). D Model Pembelajaran Pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS). Menjelaskan pengaruh pencemaran air. RENCANA PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok : : : : SMP Sains (Biologi) VI/genap Pengelolaan Lingkungan untuk Mengatasi Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan. dan tanah kaitannya dengan aktivitas manusia dan upaya mengatasinya 3. 2. B Kompetensi dasar Mendeskripsikan peran manusia dalam pengelolaan lingkungan untuk mengatasi pencemaran dan kerusakan lingkungan dan melaporkan dalam bentuk karya tulis. Alokasi Waktu : 10 x 45 menit A Standar Kompetensi Mengidentifikasi komponen ekosistem dan saling ketergantungan antar komponen.87 Lampiran 1. Menjelaskan konsekuensi penebangan hutan. pengaruhnya terhadap kerusakan lingkungan (misalnya kondisi tanah. dan lain-lain).

Gelas plasik 4. Metode diskusi G Sumber Belajar 1. 2. kertas. pupuk dan tanaman hias 3. Guru memantau siswa dalam mengerjakan soal pre-test. Kotak berisi tanah dan tanaman 2. Buku Biologi kelas VI semester genap atau buku yang relevan 2. Guru memberikan soal pre-test kepada siswa dan disuruh mengerjakan sesuai waktu yang ditentukan. Metode demonstrasi 2. Ikan 5. Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan mengenai materi pengelolaan lingkungan. . Jangkrik 8. b.88 F Metode Pembelajaran 1. Guru menyampaikan meteri pelajaran dan indikatornya c. bungkus plastik dan lain-lain) I Kegiatan Pembelajaran Pertemuan I (2 x 45 menit) 1. c. Detergen dan pestisida 6. Sampah (kaleng bekas. Minyak rambut 9. Kegiatan Inti (60 menit) a. Guru memberikan salam pembuka b. Lembar Kerja Siswa (LKS) H Alat dan Bahan 1. Kertas karton dan spidol 7. Guru mengambil lembar jawab siswa setelah siswa selesai mengerjakan soal pre-test. ranting. Kegiatan Pendahuluan (15 menit) a. Pot. Kertas bingo 10.

guru memerintahkan kepada setiap kelompok untuk menyiapkan alat dan bahan yang akan dipakai dalam kegiatan belajar mengajar seperti kotak. d. f. proses sains dan konstruktivisme) c. Kegiatan Penutup (15 menit) a. Guru menyuruh tiap kelompok untuk melakukan unjuk kerja menanam pot yang telah disediakan untuk mengembangkan hand-on siswa. Pertemuan II (2 x 45 menit) 1. Guru memberikan penegasan atau tambahan konsep yang berhubungan dengan kegiatan yang telah dilakukan dan bersama siswa menyimpulkan hasil kegiatan. eksplorasi. d. b. Guru meminta beberapa kelompok untuk menyampaikan jawaban dan kesimpulan yang diperoleh dari hasil kegiatan yang telah dilakukan. dan gelas bejana.89 3. . Guru memerintahkan siswa untuk berkumpul sesuai kelompoknya masing-masing. e. Guru membimbing dan memantau jalannya kegiatan. Guru memberikan salam penutup. Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan mengenai erosi tanah. penyiram. Kegiatan Inti (70 menit) a. d. Guru membagikan LKS kepada setiap kelompok. 2. Guru meminta setiap kelompok membuat 3 buah kotak dari papan/kayu yang telah diberi tanah dan kerapatan tanaman yang berbeda-beda tiap kotak. b. air maupun gelas penampung. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) a. Guru memerintahkan kepada siswa untuk melakukan kegiatan sesuai petunjuk pada LKS (diharapkan adanya unsur enjoyful lerning dengan nuansa Bioedutainment. Guru memberikan salam pembuka b. Guru membagi siswa ke dalam 10 kelompok c. Guru menyampaikan meteri pelajaran dan indikatornya c. Guru memberitahukan sub materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya.

Guru membagikan LKS kepada setiap kelompok. Kegiatan Penutup (5 menit) a. c.tentang pencemaran air. 2. d. eksplorasi. Guru memberitahukan sub materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya. Guru membimbing dan memantau jalannya kegiatan. larutan detergen dan larutan pestisida b. c. Guru memberikan tugas kepada setiap kelompok untuk mengamati mkeadaan lingkungan sungai yang ada di sekitar rumah masingmasing dan mengambil beberapa makhluk hidup yang ada di sungai (9 ekor ikan) dan gelas plastik 5 buah pada untuk dibawa pada pertemuan berikutnya. Guru memerintahkan siswa untuk berkumpul sesuai kelompoknya masing-masing. d. Guru menyampaikan meteri pelajaran dan indikatornya c. Guru memberikan salam pembuka b. 5 buah gelas plastik. d.90 3. Guru meminta beberapa kelompok untuk menyampaikan jawaban dan kesimpulan yang diperoleh dari hasil kegiatan yang telah dilakukan. Guru memerintahkan kepada siswa untuk melakukan kegiatan sesuai petunjuk pada LKS (diharapkan adanya unsur enjoyful lerning dengan nuansa Bioedutainment. Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan mengenai pencmaran air. guru memerintahkan kepada setiap kelompok untuk menyiapkan alat dan bahan yang akan dipakai dalam kegiatan belajar mengajar seperti 9 ekor ikan. Kegiatan Inti (70 menit) a. proses sains dan konstruktivisme). Kegiatan Pendahuluan (10 menit) a. . Guru meminta setiap kelompok melakukan action/unjuk kerja menanam tanaman ke dalam pot yang telah disediakan sebagai contoh upaya menanggulangan kerusakan lingkungan dalam lingkup kecil. Guru memberikan salam penutup Pertemuan III (2 x 45 menit) 1. b.

Guru memberikan tugas kepada setiap kelompok untuk membawa 12 ekor jangkrik. minyak rambut dan beberapa jenis sampah (kaleng bekas. 2. minyak rambut b. dan lain-lain) pada pertemuan berikutnya. Guru memberikan penegasan atau tambahan konsep yang berhubungan dengan kegiatan yang telah dilakukan dan bersama siswa menyimpulkan hasil kegiatan. c. Guru memberikan salam pembuka b. Guru memerintahkan siswa untuk berkumpul sesuai kelompoknya masing-masing. kantong plastik bening. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) a. e. plastik. Guru membagikan LKS kepada setiap kelompok. c. Guru memerintahkan kepada siswa untuk melakukan kegiatan sesuai petunjuk pada LKS (diharapkan adanya unsur enjoyful lerning dengan nuansa Bioedutainment. d.91 e. Guru membimbing dan memantau jalannya kegiatan. d. . proses sains dan konstruktivisme). Guru menyampaikan meteri pelajaran dan indikatornya c. Kegiatan Penutup (10 menit) a. Guru meminta beberapa kelompok untuk menyampaikan jawaban dan kesimpulan yang diperoleh dari hasil kegiatan yang telah dilakukan. eksplorasi. guru memerintahkan kepada setiap kelompok untuk menyiapkan alat dan bahan yang akan dipakai dalam kegiatan belajar mengajar yaitu 12 ekor jangkrik. ranting. Guru memberikan salam penutup Pertemuan IV (2 x 45 menit) 1. Guru memberitahukan sub materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya yaitu tentang pencemaran udara dan pencemaran tanah. kantong plastik bening. 3. bungkus makanan. Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan mengenai pencemaran udara dan tanah. b. Kegiatan Inti (70 menit) a.

Guru memberikan salam pembuka b. j. Guru memrintahkan kepada masing-masing kelompok untuk membuat poster/slogan yang berisi ajakan atau usulan penanggulangan pencemaran dan kerusakan lingkungan sesuai materi yang telah diajarkan (erosi tanah. Guru membimbing dan memantau jalannya kegiatan. Guru menyampaikan kegiatan yang akan dilakukan berupa evaluasi tentang materi pengelolaan lingkungan. Guru meminta beberapa kelompok untuk menyampaikan jawaban dan kesimpulan yang diperoleh dari hasil kegiatan yang telah dilakukan. n. Guru memberikan salam penutup. Guru memerintahkan kepada siswa untuk melakukan kegiatan sesuai petunjuk pada LKS (diharapkan adanya unsur enjoyful lerning dengan nuansa Bioedutainment. l. Guru memberikan LKS kepada setiap kelompok. pencemaran udara dan pencemaran tanah). Kegiatan Penutup (5 menit) a. i. Guru memberitahukan kepada siswa bahwa pada pertemuan berikutnya akan diadakan evaluasi mengenai pengelolaan ligkungan. b. 3. Guru memberikan penegasan atau tambahan konsep yang berhubungan dengan kegiatan yang telah dilakukan dan bersama siswa menyimpulkan hasil kegiatan. Kegiatan Pendahuluan (15 menit) a. eksplorasi. k. g. Pertemuan V (2 x 45 menit) 1. Guru memberikan penegasan atau tambahan konsep yang berhubungan dengan kegiatan yang telah dilakukan dan bersama siswa menyimpulkan hasil kegiatan. . proses sains dan konstruktivisme). Guru membagikan kertas karton dan spidol kepada masing-masing kelompok. m. pencemaran air. h. Guru memerintahkan setiap kelompok untuk menyiapkan jenis-jenis sampah yang telah dibawa.92 f.

g. b. Guru memerintahkan siswa untuk mengecek jawabannya dan identitas siswa sebelum lembar jawab siswa dikumpulkan. c. Guru meminta lembar jawab siswa setelah siswa selesai mengerjakan soal. Guru memantau siswa dalam mengerjakan tes evaluasi. Kegiatan Penutup (15 menit) a. d. b. f. Guru memberikan salam penutup. e. Kegiatan Inti (60 menit) a. 3. Guru mengecek kelengkapan lembar jawab siswa. Guru memerintahkan siswa untuk mengerjakan soal sesuai waktu yang telah ditentukan. Guru memerintahkan untuk mengecek kelengkapan soal dan lembar jawab. . Guru membagikan lembar jawab dan lembar soal evaluasi kepada setiap siswa. Guru menyampaikan materi yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya.93 2.

94 Lampiran 2. Menurutmu apa fungsi hutan? Pre-test materi pencemaran air. 1. menurutmu apa yang dimaksud dengan efek rumah kaca? . bagaimana cara kalian agar air pada danau atau sungai tidak tercemar? Pre-test materi pencemaran tanah 1. Hal-hal apa yang menyebabkan erosi tanah? 4. bagaimana cara mengurangi pencemaran tanah? Pre-test materi pencemaran udara 1. Bagaimana cara mencegah terjadinya pencemaran udara? 5. Soal-soal pre-test Soal Pre-test Nama : No. dimana kalian menemukan tanah yang tercemar? 4. sungai. menurutmu benda apa yang sering mencemari air (danau. apa yang kalian rasakan jika udara kotor? 4. Menurutmu apa yang akan terjadi jika hutan menjadi gundul? 2. apa yang kalian ketahui tentang udara yang tercemar? 2. benda apa saja yang biasa mencemari tanah? 3. Apa yang kamu ketahui tentang erosi tanah? 3. Bagaimana ciri-ciri air yang belum tercemar dengan air yang sudah tercemar? 2. apa yang kalian ketahui tentang tanah yang tercemar? 2. Absen : Kelas : Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan singkat dan jelas! (50 menit) Pre-test materi erosi tanah 1. dampak apa yang diakibatkan dengan adanya pencemaran tanah? 5. apa saja yang menyebabkan udara menjadi kotor? 3. apa yang terjadi pada ikan dan makhluk hidup yang lain pada danau atau sungai jika airnya tercemar? 4. dll)? 3.

Jawaban betul lebih dari 3 b. Membandingkan dan jawaban betul lebih dari 3 b. Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. Jawaban salah semua B K S 4 Menurutmu apa fungsi hutan? a. Jawaban salah atau tidak dijawab B K S 3 Hal-hal apa yang menyebabkan erosi tanah? a. Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. Tidak membandingkan.95 Lampiran 3. jawaban salah semua atau tidak dijawab BL K S . Jawaban salah semua atau tidak dijawab Materi Pencemaran Air Bagaimana ciri-ciri air yang belum tercemar dengan air yang B K S 1 sudah tercemar? a. Jawaban betul lebih dari 3 b.Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. Jawaban salah semua atau tidak dijawab Apa yang kamu ketahui tentang erosi tanah? B K S 2 a. Jawaban betul lebih dari 3 b. Jawaban kurang lengkap dan kurang betul (erosi tanah adalah proses pengikisan tanah oleh udara c. Rubrik Analisis Pre-test No Materi erosi Tanah 1 Aspek yang dinilai Penilaian Menurutmu apa yang akan terjadi jika hutan menjadi gundul? a. jawaban kurang dari 3 dan atau jawaban ada yang salah c. Jawaban betul dan lengkap (erosi tanah adalah proses pengikisan tanah oleh air) b.

Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. Jawaban betul dan bervariasi (tanah yang kotor banyak sampah sehingga tidak bisa untuk ditanami) b. Jawaban salah semua atau tidak dijawab Materi Pencemaran Tanah BL K S 1 Apa yang kalian ketahui tentang tanah yang tercemar? a. Jawaban kurang betul. Jawaban betul lebih dari 3 b.96 2 Menurutmu benda apa yang sering mencemari air (danau. Jawaban salah atau tidak dijawab K S B 2 Benda apa saja yang biasa mencemari tanah? a. Jawaban salah semua atau tidak dijawab B K S 3 Apa yang terjadi pada ikan dan makhluk hidup yang lain pada danau atau sungai jika airnya tercemar? a. kurang bervariasi (tanah yang kotor) c.Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. dll)? a. Jawaban salah semua atau tidak dijawab B K S 3 Dampak apa yang diakibatkan dengan adanya pencemaran tanah? . Jawaban betul lebih dari 3 b. sungai.Jawaban kurang betul. kurang bervariasi (ikan dan makhluk hidup yang lain akan mati) c. Jawaban betul lebih dari 3 b. Jawaban betul dan bervariasi (ikan dan makhluk hidup yang lain lama-lama akan mati dan tidak ada kehidupan lagi di sungai) b. Jawaban salah atau tidak dijawab S K B 4 Bagaimana cara kalian agar air pada danau atau sungai tidak tercemar? a.

Jawaban kurang betul. Jawaban salah atau tidak dijawab 2 Apa saja yang menyebabkan udara menjadi kotor? a. Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. Jawaban salah semua atau tidak dijawab 5 Menurutmu apa yang dimaksud dengan efek rumah kaca? a. kurang bervariasi (meningkatnya suhu bumi karena banyak gedung-gedung berkaca) c. Jawaban betul lebih dari 3 b. Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. Jawaban betul lebih dari 3 b. Jawaban salah semua atau tidak dijawab 4 Bagaimana cara mengurangi pencemaran tanah? a. Jawaban betul dan lengkap (meningkatnya pemanasan global (suhu bumi) akibat banyaknya polusi) b. Jawaban salah semua atau tidak dijawab Materi Pencemaran Udara 1 Apa yang kalian ketahui tentang udara yang tercemar? a. Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. Jawaban betul lebih dari 3 b. Jawaban kurang betul. Jawaban salah atau tidak dijawab B K S B K S B K S B K S B K S B K S BL K S . Jawaban betul lebih dari 3 b. Jawaban betul lebih dari 3 b. Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. Jawaban betul dan bervariasi (udara yang kotor sehingga tidak enak untuk bernafas) b.97 a. Jawaban salah semua atau tidak dijawab 3 Apa yang kalian rasakan jika udara kotor? a. kurang bervariasi (udara yang kotor) c. Jawaban salah semua atau tidak dijawab 4 Bagaimana cara mencegah terjadinya pencemaran udara? a.

05 61.25 1 9 3 0 8.89 pencemaran udara No Keterangan B 1 2 3 4 5 % 1 13 0 1 0 7.25 2.13 No 1 2 3 4 % kelas VII C erosi tanah Keterangan B K S 7 13 15 11 33 22 16 30 1 6 10 0 kelas VII G erosi tanah No Keterangan B K S 1 2 3 4 % 14 2 11 23 24 32 19 15 0 4 8 0 28.25 37 38 33 39 91.87 77.51 60.50 0.63 % pencemaran tanah no 1 2 3 4 % keterangan B K S 9 1 0 0 24 38 35 35 7 1 5 5 32.59 10.49 pencemaran air no keterangan 1 2 3 4 B 0 5 3 0 K 40 35 35 40 S 0 0 2 0 1.87 6.7 19.00 93.0 pencemaran udara No Keterangan B 1 2 3 4 5 % 16 17 5 2 0 K 24 24 34 37 4 S 1 0 2 2 37 pencemaran udara No Keterangan B 1 2 3 4 5 % 8 12 0 9 0 14.11 S 0 0 0 0 38 20.20 S 0 0 0 0 28 13.25 pencemaran air no keterangan 1 2 3 4 B 7 25 0 3 K 33 15 39 37 S 0 0 1 0 pencemaran air no keterangan 1 2 3 4 B 22 20 1 7 K 16 18 37 31 S 0 0 0 0 5.63 30 26 33 25 71.98 Lampiran 4.88 3 1 6 1 6.16 9.63 88.89 59.21 .75 % pencemaran tanah no 1 2 3 4 % 21.89 K 37 25 38 37 0 72.89 67.37 32. Tabel Analisis Hasil Pre-test kelas VII B erosi tanah No Keterangan B K S 1 2 3 4 % 9 5 4 15 20.50 11.11 0.00 % pencemaran tanah no 1 2 3 4 % keterangan B K S 1 2 0 1 30 34 38 32 7 2 0 5 keterangan B K S 0 1 1 0 1.10 K 33 29 41 32 13 72.21 7.00 20.25 82.

kayu persegi panjang 3 buah (kotak A. dan C) • • • kotak A diisi dengan tanah yang ditumbuhi banyak rumput. . maka akan mudah banjir yang dapat merugikan manusia sendiri. A PENDAHULUAN Aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhannya sering menimbulkan efek samping negatif. balok kayu atau batu bata. Apa yang tejadi selanjutnya? Tanah akan mudah terkikis (erosi. Penebangan hutan yang dilakukan secara terus menerus akan menyebabkan hutan menjadi gundul.99 Lampiran 5. longsor) dan jka HUJAN LEBAT. 2.. Kotak B diisi dengan tanah yang ditumbuhi sedikit rumput. Hutan yang gundul akan menyebabkan tidak adanya akar-akar pohon yang mampu menyerap dan menahan air. gelas kimia 1000 ml sebagai bejana penampung air. Kotak C diisi dengan tanah yang tidak ditumbuhi 3. Lembar Kerja Siswa (LKS) LEMBAR KERJA SISWA I JANGAN TEBANGI TERUS HUTANKU. alat penyiram tanaman 4.. B. Mari kita lakukan kegiatan agar dapat memahami akibat negatif penggundulan hutan! B TUJUAN Mengetahui dampak penggundulan hutan. C METODE Eksperimen D ALAT DAN BAHAN 1.

apakah yang Keadaan air Volume air Endapan air menyebabkannya? 2. Amatilah keadaan air tampungan.100 E CARA KERJA 1. 4. Samakah volume air tampungan pada kotak A. tampunglah air siraman masing-masing kotak. Susunlah perangkat percobaan seperti pada gambar di bawah! Dengan menggunakan kayu atau batu bata. secara perlahan-lahan siramlah air ke tanah dan rumput pada kotak A. aturlah agar posisi kotak A. B dan C dengan volume air yang sama. Tabel Hasil Pengamatan Kotak A B C F PERTANYAAN 1. B dan C? Adakah endapan tanah pada ketiga air tampungan? Menurutmu. Samakah keadan air tampungan pada kotak A. 2. 3. Dengan alat penyiram tanaman. Dengan menggunakan gelas kimia. B dan C? Menurutmu apakah yang menyebabkannya? . ukurlah volumenya kemudian catatlah hasilnya. B dan C agak miring.

dan air penyiram sebagai hujan. Masukkan 3 ekor ikan ke dalam masing-masing gelas . B. air yang ada dipermukaan bumi tidak selalu dalam keadaan murni dan bersih. B. C METODE Eksperimen D. namun ada senyawa dan unsure lain yang terlarut didalamnya. dan C . dan C dengan air dengan volume sama (500 ml). ALAT DAN BAHAN . CARA KERJA 1. Isilah gelas A. A LANDASAN TEORI Pada umumnya. Kesimpulan apakah yang dapat diambil berdasarkan percobaan di atas! LEMBAR KEGIATAN SISWA II ADA APA DENGAN IKAN-IKAN KU………. .Larutan detergen E.Ikan 9 ekor . Bila diumpamakan ke tiga kotak percobaan tersebut di atas sebagai lahan yang luas. Air merupakan komponen yang sangat diperlukan bagi makhluk hidup. 2..Gelas 3 Buah berisi air yaitu Gelas A.101 3. Tapi bila keadaan air disekitar kita tercemar maka apa yang akan terjadi dengan organisme yang berada disekitar lingkungan tersebut? B TUJUAN Mengetahui dampak pencemaran air terhadap organisme.Larutan Pestisida . maka lahan manakah yang akan mampu menampung air lebih banyak? Tuliskan alasanmu! 4.

B. Adakah perbedaan kondisi ikan pada gelas A. Berdasarkan kegiatan yang telah kamu lakukan. Teteskan secara bertahap masing-masing 5 tetes larutan detergen kedalam gelas B. Tetesan 5 Tetes pertama 5 Tetes kedua 5 Tetes ketiga 5 Tetes keempat 5 Tetes kelima Gelas A Gelas B Gelas C F. dan C setelah diberi perlakuan diatas. 5. larutan pestisida kedalam gelas C sampai tetesan yang ke 25. Jika terjadi pencemaran air. PERTANYAAN 1. menurut kamu.102 3. 5. 4. Bagaimana kondisi ikan sebelum ditetesi larutan detergen dan larutan pestisida? Apa yang akan terjadi pada ikan-ikan tersebut setelah ditetesi larutan detergen dan larutan pestisida?Kira-kira factor apa yang mempengaruhinya? 2. . 2. 4. 1. Tabel Hasil Pengamatan Kondisi Ikan No. Bandingkan hasil pengamatanmu dari ketiga buah stoples tersebut kemudian diskusikan hasilnya dengan teman-temanmu. Amati kondisi ikan setelah melakukan tetesan. mengapa demikian?\ 3. Gelas A sebagai kontrol (air). apa yang akan terjadi pada kehidupan organisme air? 4. bagaimana tindakan yang dilakukan untuk mengatasi terjadinya pencemaran air? 5. 3. Berikan kesimpulan dari kegiatan diatas.

atau komponen lain yang merugikan kedalam lingkungan akibat aktivitas manusia atau proses alami. C METODE Eksperimen D ALAT DAN BAHAN 1. C. B= 10 detik. 4.Serangga (jangkrik @ kelompok 12 ekor) E CARA KERJA 1. dan D 2. Udara merupakan salah satu komponen lingkungan yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup.103 LEMBAR KEGIATAN SISWA III PENCEMARAN UDARA A PENDAHULUAN Pencemaran lingkungan adalah peristiwa masuknya zat. dan 15 detik ke dalam plastik A. C. dan plastik D berisis udara biasa (sebagai kontrol). Tampunglah asap dari kenalpot motor dengan lama waktu pengambilan knalpot 5 detik. kemudian masing-masing plastik diikat dengan erat. B. Kantong plastik @ kelompok 4 buah yaitu plastik A. Asap knalpot dengan lama waktu memasukan knalpot kedalam plastik A= 5 detik. Plastik C=15 detik dan plastik D berisis udara biasa (sebagai kontrol). unsure. Oksigen sangat diperlukan bagi makhluk hidup untuk bernafas. Apabila udara yang kita hirup mengandung zat yang berbahaya . . Karet pengikat 3. B. B TUJUAN Mengetahui dampak pencemaran udara terhadap organisme. energi. maka dapat mempengaruhi tubuh manusia khususnya organ pernafasan. 10 detik.

Bagaimana pendapatmu apabila manusia dimasukkan ke dalam ruang tertutup yang penuh asap? 4. dan D tadi. 3.104 2. B. A PENDAHULUAN Pencemaran lingkungan adalah peristiwa masuknya zat. Masukkan @ 3 ekor jangkrik kedalam plastik A. Tabel hasil pengamatan Plastik A B C D Keadaan jangkrik F PERTANYAAN 1. C. B. lalu amati apa yang akan terjadi pada serangga tersebut. Udara merupakan salah satu komponen lingkungan yang . dengan cara mengendorkan ikatan plastik lalu kencangkan kembali ikatan tersebut dan biarkan. Tuliskan kesimpulan dari percobaan yang telah kamu lakukan? LEMBAR KEGIATAN SISWA IV ADA APA DENGAN UDARA YANG KITA HIRUP………. energi. unsure. dan C yang berisi penuh dengan asap. atau komponen lain yang merugikan kedalam lingkungan akibat aktivitas manusia atau proses alami. Bagaimana keadaan jangkrik sebelum dimasukkan kedalam plastik yang berisi penuh dengan asap? 2. Adakah perbedaan? Apa yang menyebabkannya? 3. Catat hasil pengamatan dan diskusikan dengan teman-temanmu. Apa yang terjadi setelah setelah serangga (jangkrik) dimasukkan kedalam plastik A.

disekitar rumah. dan disekitar sekolahmu. Ambil kertas tersebut. Oksigen sangat diperlukan bagi makhluk hidup untuk bernafas. Tempelkan kertas tersebut masing-masing ditempat yang dekat jalan raya. Tabel hasil pengamatan Kertas A B C D Keadaan Kertas . Diskusikan dengan teman kelompokmu. Oleskan vaselin/minyak goring/ hand body lotion secukupnya pada kertas putih 2.105 sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup. C METODE Eksperimen D ALAT DAN BAHAN 1. Kertas 3. B TUJUAN Mengetahui dampak pencemaran udara terhadap organisme. lalu amati apa yang terjadi pada kertas tersebut. Apabila udara yang kita hirup mengandung zat yang berbahaya . 3. Biarkan kertas tersebut selama dua hari. 4. Vaselin/ minyak goring/ hand body lotion 2. 5. maka dapat mempengaruhi tubuh manusia khususnya organ pernafasan. Alat perekat (double tip/ lem/ isolasi) E CARA KERJA 1.

B.106 F PERTANYAAN 1. C. dan D setelah dibiarkan ditempel dan dibiarkan selama dua hari? Apa yang menyebabkannya? 3. dan buangan bahan-bahan yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme. pertanian. dan Action. Reuse. Penggunaan kembali atau pendaur ulangan sampah (Reuse). Berikan kesimpulan dari kegiatan diatas LEMBAR KEGIATAN SISWA V PENANGGULANGAN PENCEMARAN TANAH A LANDASAN TEORI Pencemaran tanah disebabkan aktivitas manusia yang menghasilkan berbagai limbah rumah tangga. dan Recycle) Yaitu dengan mengurangi penggunaan barang yang dapat menjadi sampah (reduce). Di kota-kota besar masalah sampah merupakan masalah yang serius. polusi udara yang paling banyak itu terjadi dimana? Apa yang menyebabkannya? 4. Bagaimana kondisi kertas sebelum ditempel? 2. Reuse. industri. Menurutmu dari kegiatan yang telah kamu lakukan. C METODE Permainan Bingo. karena jumlah sampah yang menumpuk sementara tempat pembuangan dan daur ulang belum sepadan. . Adakah perbedaan kondisi kertas A. Apa yang akan terjadi bila lingkungan sekitar kita penuh dengan sampah? Kita dapat menangulangi sampah yang ada disekitar kita dengan melalui program 3 R (Reduce. B TUJUAN Mengetahui berbagai jenis sampah padat dan mengetahui cara pengolahan sampah tersebut melalui program 3 R (Reduce. dan mengolah sampah (Recycle). Recycle).

Kotak kardus 5. 8. guru akan memberikan penjelasan tentang sampah tersebut dan bagaimana pemanfaatan sampah tersebut dengan program 3 R (reduce. Lakukan kegiatan tersebut sampai 5 kali kegiatan Bingo terundi. 8 Kelompok yang paling banyak mendapatkan poin maka kelompok tersebut sebagai pemenangnya. kemudian ambillah benda disekitar kelas yang menurutmu sebagai pencemar. Jika ada kelompok yang telah melingkari nama-nama sampah pada dua kotak lembar bingonya dan membentuk lajur horizontal. Lembar bingo E CARA KERJA 1. 9. 2. 3. 10 jenis sampah padat yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Tabel benda 3 R (Reduce. 5. 2. Setelah selesai melakukan permainan Bingo tersebut. Untuk setiap nama sampah padat yang terundi. reuse. Kumpulkan polutan tersebut dan diskusikan bersama kelompokmu. Menuliskan 4 macam nama sampah padat pada tiap kotak pada lembar bingo. Kertas undian bingo 3. recycle). lalu mencocokkan nama sampah padat yang tertulis pada kertas tersebut. maupun diagonal maka kelompok tersebut harus membuat garis pada urutan kotak tersebut dan berkata “Bingo” sebagai tanda berhasil dan kelompok tersebut akan mendapatkan poin. maka kelompok tersebut harus melingkari kotak bingo yang sesuai dengan undian yang telah diambil. 7. vertical. Perwakilan dari tiap-tiap kelompok secara bergiliran maju untuk mengambil 2 undian bingo di dalam kotak kardus. Recycle). 4. Apabila undian yang telah diambil sesuai dengan nama sampah yang dituliskan pada lembar bingo. 10. Reuse. 4. . Masing-masing kelompok mengambil lembar bingo. 6.107 D ALAT DAN BAHAN 1.

108 11. sebutkan bahan atau zat yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran tanah? 2. jenis polutan. Berdasarkan dari permainan yang kamu lakukan. beri contohnya! 3. F PERTANYAAN 1. Bedakan antara sampah organic dan anorganik. apakah ada sampah yang dapat di daur ulang?sebutkan dan bagaimana cara mendaur ulangnya? 4. Dari jenis sampah yang kamu temukan. sumber polutan dan sifat polutan tersebut. Berikan kesimpulan dari kegiatan diatas. Buatlah tabel yang menggambarkan tentang macam polutan yang didapat. .

air berbau dan berwarna d. tidak membayar pajak pada pemerintah daerah. batu bara. c. 3. c. tumbuh banyak enceng gondok 3. 2 dan 4 d.109 Lampiran 7. tidak memperhitungkan jumlah pohon yang ditebang. meningkatkan gizi masyarakat 4.. atau d pada jawaban yang paling benar 1. b. a. b. karena. c.. membangun taman kota 2. 2. 2 dan 5 c. membangun bak penampungan di sekitar rumah usaha yang bertujuan untuk mencegah pencemaran udara oleh CO2 adalah a. dihuni banyak fauna Berikut ini yang termasuk usaha manusia mencegah pencemaran udara: 1. 1 dan 2 b. Penebangan hutan secara liar dianggap sebagai penyebab utama terjadinya bencana banjir. d. a. Salah satu ciri bahwa air kolam atau danau telah tercemar adalah. 3 dan 4 . airnya tidak berbau b... mengurangi penggunaan bahan bakar fosil seperti bensin. tidak mempertimbangkan ukuran pohon yang ditebang. mengolah sampah menjadi kompos 5. tidak melibatkan masyarakat setempat. Soal Uji Coba Post-test SOAL ULANGAN HARIAN Konsep : Pengelolaan Lingkungan Kelas/Semester : VII/Gasal Waktu : 45 Menit Berilah Tanda silang (X) huruf a.

. dan SOx b.. terbunuhnya hewan yang bermanfaat d. diberi racun tikus 9. kecuali. menyebabkan pencemaran air b. gas O2. udara/atmosfer sangat kering 8.110 4. NOx. Di bawah ini akibat yang ditimbulkan oleh limbah rumah tangga yang menggenang di bak atau selokan. dan NOx c.. a. menyebabkan pencemaran udara (bau) d. panenan dapat meningkat b. sebagai sarang nyamuk anopeles 5. mendatangkan pemangsanya yaitu ular d. a. Penanggulangan hama tikus di sawah secara fisik yang tepat di bawah ini adalah. menyemprot dengan pestisida b. SOx. membuang sampah ke sungai b. meningkatnya gedung yang terbuat dari kaca d. membakar sampah plastik c. Cara mencegah pencemaran lingkungan oleh limbah rumah tangga adalah. menjadi sumber mata air c. Cara menjaga pencemaran lingkungan oleh limbah pertanian yang paling aman adalah a.. mahalnya biaya untuk membeli pestisida.. pengaturan penggunaan pupuk dan pestisida . a. meningkatnya kekebalan tanaman 7. a.. diolah menjadi pupuk kompos d. Kerugian besar yang diakibatkan oleh penggunaan pertisida untuk memberantas hama tanaman adalah a.. menangkap dan membunuh hama c.. c. gas CO2. dibiarkan hancur oleh alam 6. Efek rumah kaca terjadi karena naiknya suhu udara/atmosfer yang disebabkan oleh.

c. CO.. udara oleh CO2. udara oleh CO2 d. air oleh air panas. NOx. b. air oleh radiasi ultraviolet c.. udara oleh debu b. menggunakan organisme makanan hama d. membuang limbah pabrik ke laut dalam d. Erosi tanah disebabakan oleh………… a. a. dan SOx d. Cara menanggulangi pencemaran lingkungan oleh limbah industri adalah a. Mengurangi penggunaan bahan bakar fosil seperti bensin. menggunakan pestisida 13.. air oleh limbah kimia cair 12.111 b. CFC. dan Sox 14. asap. air oleh CO2. meningkatkan penggunaan pupuk buatan c. oksida logam. solar.. Pengendalian hama tanaman budidaya secara biologis adalah pengendalian hama dengan a. NOx. menggunakan organisme pemangsa hama c. a. mengalirkan limbah pabrik ke bak penampungan c. dan oksida logam c. Peningkatan suhu global di bumi disebabkan oleh pencemaran.. dan SOx b. mengolah limbah pabrik sebelum mengalirkannya ke sungai 11. udara oleh CO. memanfaatkan organisme sejenis b. CO. hujan lebat pada tanah yang ada tanaman gelombang air laut yang besar naiknya permukaan air laut hujan lebat pada tanah yang tidak ada tanaman . batu bara akan dapat mengurangi pencemaran. membasmi hama dengan pestisida 10. d. menutup pabrik-pabrik yang menghasilkan limbah b. penanaman tanaman yang kebal hama d.

Volume air pada penampung di kotak A lebih besar dari pada volume air pada gelas penampung di kotak B. b. apa yang akan terjadi pada kotak A apabila turun hujan lebat? a.. d. B.. Volume air pada gelas penampung di kotak C lebih kecil dari pada volume air pada gelas penampung di kotak B . dan pada kotak C tidak diberi tanaman. dan C. Endapan tanah pada gelas penampung di kotak C lebih kecil dari pada endapan tanah pada gelas penampung di kotak B. Endapan tanah pada gelas penampung di kotak C lebih besar dari pada endapan tanah pada gelas penampung di kotak B.112 Uraian di bawah ini untuk soal no 15 – 17. pada kotak B diberi tanaman sedikit (jarang).. pengikisan tanah d. Kotak-kotak di atas diibaratkan hutan. b. Kemudian masing-masing kotak disiram dengan air melalui bagian atas kotak. tumbuh tanaman 16. dan pada bagian bawah kotak diberi wadah untuk menampung air maupun tanah yang terbawa oleh air. Pada kotak A diberi tanaman penuh (lebat). longsor banjir c. Percobaan di atas dapat digambarkan seperti di bawah ini: 15. a. c. Pada suatu percobaan menggunakan 3 kotak yaitu kotak A. Pernyataan di bawah ini yang sesuai dengan kegiatan di atas adalah.

4 d. Perhatikan diagram/grafik di bawah ini: volume air tampungan 150 ml 100 ml 70 ml 30 ml A B Kotak C Dari grafik di atas. d. pernyataan yang salah adalah………. 4 . 1. Perhatikan pernyataan di bawah ini dengan seksama: 1. Penanggulangan hama wereng secara biologis dapat dilakukan dengan cara… a.113 17.. Menyerap air hujan Dari pernyataan di atas. b. Membuka hutan untuk permukiman 4. air yang disiram di kotak A terserap oleh tanaman terjadi erosi pada kotak A tidak ada tanaman yang menyerap air pada kotak C volume air pada kotak B lebih sedikit dari kotak C 19. a. 1. 2. 3. c. d. 3 1. manakah yang termasuk fungsi hutan adalah. b. c. 2. b. 2. mendatangkan pemangsa berupa ular mendatangkan pemangsa berupa burung menggunakan pestisida menggunakan insektisida 18. 4 c. Menghasilkan oksigen 2. 3. Sebagai tempat berlindung makhluk hidup 3. a..

114 20. pupuk. ikan. Yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran air adalah……. Yang menyebabkan terjadinya pencemaran tanah adalah. mencairnya es di kutub c. naiknya permukaan tanah d. shampo eceng gondok. sampah keleng c. rumput laut d. semua jawaban benar . Udara akan tercemar apabila……. a. detergen. 3 d. ada asap pabrik ada asap kendaraan c. Perhatikan gambar di bawah ini: 1 2 3 4 Pada gambar di atas yang tidak menyebabkan terjadinya pencemaran udara adalah. detregen 22. ada asap rokok d. b. 1 b.. pestisida. cepatnya pertumbuhan flora dan fauna 24. batu c.. ikan. b. 2 c.. botol kaca d. detergen. Akibat adanya pencemaran tanah adalah… a... Salah satu dampak atau akibat yang ditimbulkan dengan adanya pemanasan global adalah… a. 4 21. a. b. shampo. a.. botol plastik b.. semua benar 23. menurunnya permukaan air laut b. a. tanaman tumbuh dengan baik 25. tanah menjadi tandus tanah menjadi lebih subur c. banyak ikan yang mati d.

b. B . pencemaran udara c. Ternyata setiap ditetesi deterjen maupun pestisida menyebabkan perubahan pada ikan yang digambarkan pada grafik di bawah ini: Jumlah tetesan 40 tetes 50 tetes detergen 30 tetes pestisida 20 tetes sehat pingsan Keadaan Ikan mati Apa yang dapat kamu simpulkan dari grafik di atas a. Program 3 R (Reduce. d. dan C. pencemaran tanah d. Pada semua gelas diberi ikan. Pada gelas A tidak ditetesi apa-apa. dan pada gelas C ditetesi dengan pestisida. pada gelas B ditetesi dengan deterjen.115 26. pencemaran air b. Reuse.5 %. Pada suatu percobaan menggunakan 3 buah gelas yaitu gelas A. Pestisida lebih berbahaya dari pada detergen Penggunaan pestisida dan detergen harus dihentikan detergen lebih berbahaya dari pestisida ikan mati pada penetesan detergen ke 30 28. c. dan Recycle) dapat dilakukan untuk menanggulangi…… a. dengan konsentrasi detergen dan pestisida sama yaitu 2. Perhatikan gambar di bawah ini: 1 2 3 4 . pencemaran air dan tanah 27.

terjadinya hujan asam b. korosi pada logam 31. 1 dan 3 30. Kaleng minuman 2. 3 dan 4 b. Asap knalpot kendaraan yang mengandung gas carbon monoksida (CO) dapat mengakibatkan… a. 1 dan 3 b.. gangguan pernafasan pada manusia c. perubahan kelembaban udara d. 3. Dari gambar diatas yang termasuk sampah anorganik adalah……… a. 3. 4 d. a. 3 dan 4 d. perhatikan tabel berikut: Tabel perhitungan luas arel hutan di beberapa kabupaten adalah sebagai berikut Nama Kabupaten Kabupaten A Kabupaten B Kabupaten C Kabupaten D Luas Areal Hutan 800 ha 300 ha 400 ha 600 ha Jumlah Pohon 5500 2000 5000 4000 . semua benar Untuk soal nomer 34-35. kertas bekas 3. 4 c. 2 dan 4 29. 1 dan 2 c. 3 b. yang dapat ditanggulangi dengan reuse (bisa digunakan kembali) adalah……… a. 2. 1. 2 dan 4 d. 1 dan 2 c. plastik blanja 4. botol plastik Dari jenis sampah diatas. 1. Perhatikan jenis-jenis sampah di bawah ini: 1. 2.116 Dari gambar diatas yang termasuk sampah organik adalah…….

. tidak terukur . kabupaten B c.117 32.. maka pada tahun 2005 jumlah pasien ISPA . kabupaten D Untuk soal nomer 34 – 35 perhatikan grafik di bawah ini: hubungan kebakaran hutan . maka kabupaten yang paling tinggi cadangan airnya adalah kabupaten. kabupaten B c... tetap d. a.pasien ISPA jumlah pasien ISPA 100 80 60 40 20 0 251/2003 235/2004 222/2005 luas hutan terbakar/tahun jumlah pasien ISPA Garafik di atas menunjukkan jumlah pasien ISPA (Infeksi saluran Pernafasan Atas) yang dihubungkan dengan peristiwa kebakaran hutan 34. a. menurun b.. bila dianggap jumlah pohon berhubungan dengan kemampuan menahan air. maka bisa diperkirakan jumlah pasien ISPA akan.. Bila ternyata luas hutan terbakar pada tahun 2006 menjadi 255 ha. kabupaten A b. kabupaten A b. tidak terukur 35. menurun c. kabupaten C d. Dengan melihat data pada tabel di atas. kabupaten C d. meningkat b.. tetap d. Berdasarkan tabel di atas. kabupaten D 33. Dari grafik di atas. a. melihat kecenderungan luas hutan yang terbakar. a.. kabupaten yang tinggi kepadatan pohonnya adalah hutan kabupaten. meningkat c..

c 30. a 34. c 6. b 5. d 14. a 10. b 20. a 28. a 2. d 26. d 32. Kunci Jawaban Soal Uji Coba Post-test Kunci Jawaban Soal Uji Coba Post-test 1. b 19. b 31. c 3. d 22. c 7. b 18. d 11. b 13. c 33. a 4. d 21. c 12. c 17. b 24. d 15. a 8. b 35. b . c 27. d 23. b 9. d 16.118 Lampiran 8. a 29. a 25.

119 Lampiran 9. Tabel Analisis Butir Soal Uji Coba (Pre-test) .

120 Lampiran 10. 2. mengolah sampah menjadi kompos 5. tidak melibatkan masyarakat setempat. b. mengurangi penggunaan bahan bakar fosil seperti bensin. b. karena. dihuni banyak fauna Berikut ini yang termasuk usaha manusia mencegah pencemaran udara: 1. Soal Ulangan Harian (Post-test) SOAL ULANGAN HARIAN Konsep : Pengelolaan Lingkungan Kelas/Semester : VII/Gasal Waktu : 45 Menit Berilah Tanda silang (X) huruf a. air berbau dan berwarna d. 3. c. c. tidak memperhitungkan jumlah pohon yang ditebang. tidak mempertimbangkan ukuran pohon yang ditebang. a.. 1 dan 2 b. atau d pada jawaban yang paling benar 1. meningkatkan gizi masyarakat 4. batu bara. Salah satu ciri bahwa air kolam atau danau telah tercemar adalah. 3 dan 4 . d. airnya tidak berbau b. 2 dan 5 c. 2 dan 4 d. c. membangun taman kota 2. tidak membayar pajak pada pemerintah daerah. Penebangan hutan secara liar dianggap sebagai penyebab utama terjadinya bencana banjir. tumbuh banyak enceng gondok 3.... a. membangun bak penampungan di sekitar rumah usaha yang bertujuan untuk mencegah pencemaran udara oleh CO2 adalah a.

Penanggulangan hama tikus di sawah secara fisik yang tepat di bawah ini adalah. dan NOx c. diberi racun tikus 8. menyemprot dengan pestisida b. meningkatnya gedung yang terbuat dari kaca d.. pengaturan penggunaan pupuk dan pestisida b.. SOx. Cara menjaga pencemaran lingkungan oleh limbah pertanian yang paling aman adalah a. panenan dapat meningkat b. gas CO2.121 4. membasmi hama dengan pestisida .. gas O2.. a. mendatangkan pemangsanya yaitu ular d. Menyebabkan pencemaran air b. c. a. mahalnya biaya untuk membeli pestisida. dan SOx b. NOx. Kerugian besar yang diakibatkan oleh penggunaan pertisida untuk memberantas hama tanaman adalah a. a. udara/atmosfer sangat kering 7. Efek rumah kaca terjadi karena naiknya suhu udara/atmosfer yang disebabkan oleh.. kecuali. meningkatkan penggunaan pupuk buatan c.. terbunuhnya hewan yang bermanfaat d. meningkatnya kekebalan tanaman 6. Sebagai sarang nyamuk anopeles 5. Di bawah ini akibat yang ditimbulkan oleh limbah rumah tangga yang menggenang di bak atau selokan. menangkap dan membunuh hama c. Menjadi sumber mata air c. penanaman tanaman yang kebal hama d. Menyebabkan pencemaran udara (bau) d.

Kemudian masing-masing kotak disiram dengan air melalui bagian atas kotak. Percobaan di atas dapat digambarkan seperti di bawah ini: . memanfaatkan organisme sejenis b. menggunakan pestisida 12. air oleh radiasi ultraviolet c. menutup pabrik-pabrik yang menghasilkan limbah b. dan pada kotak C tidak diberi tanaman. udara oleh CO2 d. Peningkatan suhu global di bumi disebabkan oleh pencemaran. menggunakan organisme makanan hama d. Pengendalian hama tanaman budidaya secara biologis adalah pengendalian hama dengan a.. hujan lebat pada tanah yang ada tanaman gelombang air laut yang besar naiknya permukaan air laut hujan lebat pada tanah yang tidak ada tanaman Uraian di bawah ini untuk soal no 15 – 17. a. air oleh limbah kimia cair 11. Pada suatu percobaan menggunakan 3 kotak yaitu kotak A. dan pada bagian bawah kotak diberi wadah untuk menampung air maupun tanah yang terbawa oleh air. Erosi tanah disebabakan oleh………… e. h. udara oleh debu b.. f. B. Pada kotak A diberi tanaman penuh (lebat). mengalirkan limbah pabrik ke bak penampungan c. mengolah limbah pabrik sebelum mengalirkannya ke sungai 10. g. dan C..122 9. pada kotak B diberi tanaman sedikit (jarang). menggunakan organisme pemangsa hama c. Cara menanggulangi pencemaran lingkungan oleh limbah industri adalah a. membuang limbah pabrik ke laut dalam d.

apa yang akan terjadi pada kotak A apabila turun hujan lebat? c. f. e.. f. g. longsor banjir c. Volume air pada gelas penampung di kotak C lebih kecil dari pada volume air pada gelas penampung di kotak B.123 13. Kotak-kotak di atas diibaratkan hutan. Pernyataan di bawah ini yang sesuai dengan kegiatan di atas adalah. Endapan tanah pada gelas penampung di kotak C lebih besar dari pada endapan tanah pada gelas penampung di kotak B. mendatangkan pemangsa berupa ular mendatangkan pemangsa berupa burung menggunakan pestisida menggunakan insektisida . Volume air pada penampung di kotak A lebih besar dari pada volume air pada gelas penampung di kotak B. tumbuh tanama 14. pengikisan tanah d. 15.. h. g. d.. Penanggulangan hama wereng secara biologis dapat dilakukan dengan cara… e. Endapan tanah pada gelas penampung di kotak C lebih kecil dari pada endapan tanah pada gelas penampung di kotak B. h.

sampah keleng c. ikan. 3.. botol plastik b. detergen. botol kaca d. batu c. rumput laut d. 4 18. 2. pestisida. 2. 2. pernyataan yang salah adalah………. 3... Yang menyebabkan terjadinya pencemaran tanah adalah. pupuk. a. 1.. f. Menghasilkan oksigen 2. semua benar . ikan. 3 1. h. manakah yang termasuk fungsi hutan adalah. Menyerap air hujan Dari pernyataan di atas. 4 c. air yang disiram di kotak A terserap oleh tanaman terjadi erosi pada kotak A tidak ada tanaman yang menyerap air pada kotak C volume air pada kotak B lebih sedikit dari kotak C 17. shampo d. detergen. Yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran air adalah……. 4 d. Perhatikan pernyataan di bawah ini dengan seksama: 1. c. eceng gondok. shampo.. c. Perhatikan diagram/grafik di bawah ini: volume air tampungan 150 ml 100 ml 70 ml 30 ml A B Kotak C Dari grafik di atas.124 16. Sebagai tempat berlindung makhluk hidup 3. e. Membuka hutan untuk permukiman 4. g. detregen 19.. d. 1.

Pestisida lebih berbahaya dari pada detergen. B . tanah menjadi tandus tanah menjadi lebih subur banyak ikan yang mati tanaman tumbuh dengan baik 21. pada gelas B ditetesi dengan deterjen. g. e. pencemaran air dan tanah 22. pencemaran tanah d. dan Recycle) dapat dilakukan untuk menanggulangi…… a. Pada gelas A tidak ditetesi apaapa. f. dan C. pencemaran air b. dengan konsentrasi detergen dan pestisida sama yaitu 2. pencemaran udara c. Program 3 R (Reduce. mati . d. Reuse. Akibat adanya pencemaran tanah adalah… c. Ternyata setiap ditetesi deterjen maupun pestisida menyebabkan perubahan pada ikan yang digambarkan pada grafik di bawah ini: Jumlah tetesan 40 tetes 50 tetes detergen 30 tetes pestisida 20 tetes sehat pingsan Keadaan Ikan Apa yang dapat kamu simpulkan dari grafik di atas e. dan pada gelas C ditetesi dengan pestisida. Penggunaan pestisida dan detergen harus dihentikan. Detergen lebih berbahaya dari pestisida. Pada suatu percobaan menggunakan 3 buah gelas yaitu gelas A. f. Pada semua gelas diberi ikan.125 20.5 %.

1 dan 3 b. botol plastik Dari jenis sampah diatas. 1. 4 c. 2. 4 d. 3 dan 4 d. 2. Perhatikan jenis-jenis sampah di bawah ini: 1. plastik blanja 4. perhatikan tabel berikut: . yang dapat ditanggulangi dengan reuse (bisa digunakan kembali) adalah……… c. gangguan pernafasan pada manusia c. kertas bekas 3. Asap knalpot kendaraan yang mengandung gas carbon monoksida (CO) dapat mengakibatkan… a. a. 3. terjadinya hujan asam b. 1. 3. 3 dan 4 d. 3 d. 2 dan 4 d. 1 dan 3 25. Perhatikan gambar di bawah ini: 1 2 3 4 Dari gambar diatas yang termasuk sampah organik adalah……. Kaleng minuman 2. korosi pada logam 26. perubahan kelembaban udara d. 1 dan 2 c. 2 dan 4 24. Ikan mati pada penetesan detergen ke 30 23. semua benar Untuk soal nomer 34-35.126 h. Dari gambar diatas yang termasuk sampah anorganik adalah……… c.. 1 dan 2 c.

maka kabupaten yang paling tinggi cadangan airnya adalah kabupaten. maka pada tahun 2005 jumlah pasien ISPA . Dengan melihat data pada tabel di atas. kabupaten A b. Kabupaten A b. a. Kabupaten B c. kabupaten D 28. menurun c. a. kabupaten B c.127 Tabel perhitungan luas arel hutan di beberapa kabupaten adalah sebagai berikut Nama Kabupaten Kabupaten A Kabupaten B Kabupaten C Kabupaten D Luas Areal Hutan 800 ha 300 ha 400 ha 600 ha Jumlah Pohon 5500 2000 5000 4000 27. bila dianggap jumlah pohon berhubungan dengan kemampuan menahan air.pasie n ISPA jum pasien ISPA lah 100 80 60 40 20 0 251/2003 235/2004 222/2005 luas hutan terbakar/tahun jumlah pasien ISPA Grafik di atas menunjukkan jumlah pasien ISPA (Infeksi saluran Pernafasan Atas) yang dihubungkan dengan peristiwa kebakaran hutan 29. tetap d.. Dari grafik di atas... Berdasarkan tabel di atas. tidak terukur . kabupaten yang tinggi kepadatan pohonnya adalah hutan kabupaten.. Kabupaten C d... meningkat b. a. melihat kecenderungan luas hutan yang terbakar.. Kabupaten D Untuk soal nomer 34 – 35 perhatikan grafik di bawah ini: hubungan ke bakaran hutan . kabupaten C d.

tetap d. menurun b. a. maka bisa diperkirakan jumlah pasien ISPA akan. meningkat c.128 30.. tidak terukur .. Bila ternyata luas hutan terbakar pada tahun 2006 menjadi 255 ha.

a 2. d 13. a 9. c 22. d 20. a 23 a 24. b 12. b 30. c 3. c 25. c 28. c 11. b 17. c 6. b 16. b 26. d 19. a 4. d 27. b .129 Lampiran 11. a 29. d 14. a 21. b 8. c 15. d 10. b 5. b 18. a 7. Kunci Jawaban Post-test 1.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Nama siswa Abda Alif CH Agista Isma Alan Didi Alfian Saefudin Annisa Rama W Aulia Ade Hanisa Banon Gede U Catur Widiyono Danang Puji Wiyono Deli Puspita Fascal Tri Eryanto Galang Eksel Habib Mustika Hafishil Ihsan Harita Niken Hilda Hermita Karno Khomsatun Anisa Marco Setiyaji Muh Nabil Muh Nisal Muh Tri Yulianto Murdiono Nika Arum S Novia Budiani Nurul Aastri Randy Yohendri Rendra Ghalia Risky Citraning Riskyana Septy Rustanti Shima Suara G Nilai post test 70 77 83 70 83 77 87 63 70 67 47 70 73 67 53 80 53 73 47 67 73 57 67 80 77 77 73 47 70 83 73 73 .130 Lampiran 12. Hasil Belajar (Post-test) Siswa Tabel Hasil Belajar Siswa Kelas VII C No.

131 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 Siswindarti Steven Putra Tri afiebbawa E Ulin Nuha M Wahyu Eka Wahyu setia Yunita Triana Yusuf Dewantoro Yusuf HK Maulana jamianto 60 70 60 63 60 73 87 77 73 67 Nilai Tertinggi Nilai Terendah Rata-Rata 97 47 69.45 Hasil Belajar Siswa Kelas VII C No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Nama Siswa Abdul Rosid Ade Yogyanto Adi Kurniawan Anisa Kusuma Arditya V Benny haryadi Cici Apriliani Deny Suliststianto Devy Nurita Dwi rahyo K Edgar Ema Anika R Evin Oktarika P Febri Trisnawati Febriyanto F Fitri Rohma W Hening Tri K Heru Wibowo Ilfan Afiandi Indah Permata S Kholifah Ayu Nilai post test 80 70 40 73 77 73 63 83 70 63 80 53 57 73 60 90 63 70 70 67 70 .

55 Hasil Belajar Siswa Kelas VII G No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nama Siswa Ade Riski Agung Sugiarto Agus Santoso Akbar Salmani Ali Mubarok Anis Nurdyana Annisa Nurika Arifin Siddiq Ayyub Sunanajar Bayu Chirstian Nilai post test 60 87 80 73 80 70 70 63 70 70 .132 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 Lusi Setiyo Maulana Soba Mawar banondari Mela Fitri Mia Marcelina muh Saefudin Muji Lelono Nisfuan Dwi F Randa deski K Ratna Purnama S Saifudin Teguh Darsono Tri Setyo Wahyu Upik Nurkholifah Vena Vidiyanti Widiharto Widodo Widya Kusuma Winda Mareta Yantra Prasiwi Yodha Anandita 67 57 70 93 60 80 67 87 67 43 70 73 83 60 70 63 60 67 67 60 70 Nilai Tertinggi Nilai Terendah RATA-RATA 93 40 68.

A Reni febriyana H Senka Novier Sevia Septiyanti Silviani Sinta Aini P Siti fatmawati Sukma Hertoko Teguh Adi Putra Tri Yulianti Wahyu Winarningrum Yahya Al Abror Yudha Oktanoviana 77 77 67 77 67 77 80 60 70 87 70 87 70 73 77 90 63 77 93 77 77 87 67 67 77 87 70 47 73 87 73 80 Nilai Tertinggi Nilai Terendah Rata-rata 93 47 74.133 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 Bonit Prawidyo Darwisata Denni pratama Devi Noviasari Ignu bayu P Imam Agus R Ina Anggraeni malinda Melati Kusuma Mila Ariska W Muh Saiful GL Naela Amalia Nova Nurdyanti Nur fauzi L Oni Kurnia Pranita Verk Probo dewi A Puji handayani rahayu Novia T Ravi Eno.54 .

24 63.00 11.88 .38 73.31 23.21 Nilai = 68.2 40-65 = 11 siswa 66-80 = 25 siswa 81-100 = 5 siswa ketuntasan=73.50 67.17% 9.05 51.66 0.25 18.89 51.41 57.17 9.75 37.57 25.88 67.88 13.50 32. Tabel Analisis Hasil Belajar Siswa Tabel Analisis Hasil Belajar Siswa Kelas Materi Betul lengkap Hasil Pre-tes t(%) Betul tidak lengkap Kurang betul Salah Hasil Post-test Betul (%) Salah (%) Keterangan VIIB Erosi Tanah Udara Tanah Air Rerata 20.51 75.31 23.03 VIIG Erosi Tanah Udara Tanah Air Rerata 32.88 1.12 19.78 11.42 9.134 Lampiran 13.59 23.63 18.49 24.16 25.63 60.77 68.42 18.25 10.69 Nilai = 74.68 18.69 29.48 29.50 57.89 7.69 Nilai = 69.75 56.83 68.25 8.13 23.61 10.89 67.13 11.97 32.83 9.8 40-65 = 5 siswa 66-80 = 28 siswa 81-100 =8 siswa ketuntasan=87.32 22.25 5.00 74.61 11.09 32.00 8.06 79.6 40-65 = 14 siswa 66-80 = 19 siswa 81-100 = 6 siswa ketuntasan=64.86 26.17 31.26 84.25 62.14 73.79 28.52 70.82 13.76 10.23 31.75 6.00 11.32 7.37 71.21 62.00 9.10 17.08 2.13 76.38 1.91 67.39 6.31 70.90 63.89 76.81 VIIC Erosi Tanah Udara Tanah Air Rerata 28.88 80.98 0.76 13.8% 19.56 48.21 0.07 18.19 25.50 11.1% 24.

. Berilah tanda cek pada grafik skala yang sesuai dengan keadaan siswa yang diobservasi....................... = ..... = .......... Lembar Observasi Aktivitas Siswa Lembar Observasi Aktivitas Siswa Nama sekolah Kelas Mata Pelajaran Materi Tanggal dan waktu = . No 1 Keterangan Bagaimana perhatian siswa responsif terhadap penjelasan guru? 2 Bagaimana aktivitas siswa dalam kelompok? 3 Bagaimana kemampuan siswa mengemukakan pendapat ? 4 Bagaimana kemampuan siswa mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari ? 5 Bagaimana siswa memanfaatkan waktu ? 6 7 Bagaimana siswa membangun ide ? Bagaimana siswa menarik kesimpulan? Responsif 4 3 tidak responsif 2 1 ...................................................................... = ................ = .....................................135 Lampiran 14............................................................

penjelasan contoh. menyebutkan contoh Tidak dapat mengkaitkan 5 Kemampuan Siswa Memanfaatkan Waktu Datang tepat waktu. runtut. disertai contoh. runtut. menyebutkan contoh. Rubrik untuk Observasi Aktivitas Siswa Rubrik Observasi Aktivitas Siswa No 1 Kriteria Perhatian Siswa Terhadap Penjelasan Guru Memperhatikan. mudah dipahami Responsif. dapat menyelesaikan tugas tepat waktu 4 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 Skor . Responsif. penjelasan contoh Relevan. mengemukakan ide. memiliki iode pemecahan suatu masalah sehari-hari Relevan. menyebutkan contoh. dan mengemukakan ide Kurang dapat bekerja sama Tidak beraktivitas 3 Kemempuan Siswa Mengemukakan Pendapat Responsif. menyimak. Dapat bekerja sama. dan menghargai pendapat teman. mudah dipahami. siap mengikuti pelajaran.136 Lampiran 15. mencatat Memperhatikan Kurang memperhatikan Tidak memperhatikan 2 Aktivitas Siswa dalam Kelompok Dapat bekerja sama. runtut Tidak berpendapat 4 Kemempuan Siswa Mengkaitkan Materi dengan Kehidupan Sehari-hari Relevan. menjawab pertanyaan teman.

logis. sesuai tujuan pembelajaran Kesimpulan benar.137 Datang tepat waktu. mengorganisasi ide. sesuai tujuan pembelajaran Kesimpulan logis Kesimpulan masih kabur 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 . mengakaitkan dengan keseharian. dapat menyelesaikan tugas tepat waktu Datang tepat waktu. mengorganisasi ide Memahami materi Belum mampu membangun ide 7 Kemampuan Siswa Menarik Kesimpulan Kesimpulan benar. menyampaikan ide Memahami materi. atau dapat menyelesaikan tugas tepat waktu Tidak dapat memanfaatkan waktu 6 Kemampuan Siswa Membangun Ide Memahami materi.

0 16.08 0.0 11.00 0.5 95.2 0.7 11.0 4.9 45.2 94.0 0.0 71.0 0.2 78.0 4.4 9.7 0.7 4.0 8.2 9.3 66.5 9.1 0.9 0.0 0.0 0.5 64.4 71.0 0.0 0.7 95.1 73.4 54.0 21.9 78.1 8 6.3 0.0 19.0 6.0 2.5 28.8 40.0 16.0 26.0 47.0 0.4 0.7 0.3 0.1 21.08 15.6 0.0 0.4 76.0 0.6 11.0 35.0 59.1 8 5.5 42.0 58.6 4.9 78.5 0.4 0.3 0.0 21.5 0.4 75.0 21.6 0.0 54.4 90.138 Lampiran 16.9 0.6 47.38 85.8 .5 88.0 2.0 20.0 26.7 0.7 0.0 0.7 35.1 64.0 0.2 83.4 66.0 9.9 7 4.5 0.7 11.8 0.0 16. Tabel Hasil Aktivitas Siswa Tabel Hasil Aktivitas Siswa Aspek yang diamati Kelas / sikap siswa (%) VII B 2 1 4 3 2 1 4 N o VII C 4 3 VII G 3 2 1 1 siswa responsif terhadap penjelasa n guru 2 aktivitas siswa dalam kelompok 3 mengemu kakan pendapat 4 mengaitk an materi dengan kehidupa n seharihari 5 memanfa atkan waktu 6 membang un ide 7 menarik kesimpul an Total (%) Respon positif Konversi nilai skala 11 33.4 57.6 83.6 0.1 93.8 0.1 2.0 0.

melakukan percobaan. paham sebagian 2. Lembar Observasi Tanggapan Siswa ANGKET TANGGAPAN SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN Petunjuk : 1. Biasa-biasa saja c. Tidak dapat b. Menunggu teman yang lain bertanya c. Pilihlah salah satu jawaban sesuai dengan kondisi sebenarnya 2.139 Lampiran 17. Menyenangkan b. Aktif b. Dapat 6. Anda dapat menyimpulkan hasilnya? a. Diam c. tidak c. Selama ini apakah anda mengerjakan tugas pengamatan yang diberikan oleh guru? a. Kesan Anda saat diskusi berlangsung? a. Kadang 3. Diam saja 4. Menjemukan c. Selalu b. Apakah Anda memahami materi yang baru saja diajarkan? a. Kesan Anda pada saat melakukan tugas pengamatan? a. Paham b. Biasa-biasa saja 7. bercakap-cakap b. Sebagian c. Apakah yang anda lakukan saat diskusi kelas berlangsung? a. Menjemukan c. aktif 5. diskusi. Menyenangkan b. Apakah setelah mengerjakan tugas. tidak paham . Jawaban tidak mempengaruhi nilai Anda 1. Apakah yang anda lakukan saat percobaan berlangsung ? a.

Ia b. Apakah dengan guru menerapkan pendekatan JAS. Bagaimana materi yang diajarkan guru dengan menggunakan pendekatan jelajah alam sekitar (JAS)? a. Biasa-biasa saja keterampilan berkomunikasi. menyenangkan dan mudah dipahami b. Ragu-ragu 10.140 8. tidak . Ragu-ragu c. keterampilan berhipotesis. keterampilan menginterprestasi. dsb)? a. Ia b. Anda akan lebih mampu mengkaitkan pengetahuan Anda dengan fenomena nyata? a. menyenangkan tapi kurang bisa dipahami 9. anda lebih aktif dalam mengembangkan keterampilan proses sains (keterampilan bertanya. c. Apakah dengan penerapan pendekatan JAS. tidak c.

Becakap-cakap c. Menjemukan Kesan saat diskusi berlangsung a. Paham b. Hasil Observasi Tanggapan Siswa Tabel Hasil Observasi Tanggapan Siswa No 1 Pertanyaan Pemahaman materi a. tidak Kegiatan diskusi a. Tidak paham Mengerjakan tugas pengamatan a.141 Lampiran 18. Tidak dapat Kesan saat kegiatan a. Ragu-ragu c. Biasa-biasa saja Kegiatan eksplorasi dapat mengaktifkan keterampilan proses a. Menjemukan Kesan mengenai metode pembelajaran a. Biasa-biasa saja c. Selalu b. Ya b. Dapat b. Kurang paham c. Menyenangkan mudah dipahami b. Menunggu teman bicara Sikap saat kegiatan berlangsung a. Menyenangkan b. Aktif b. Menyenangkan b. Aktif b. Kadang-kadang c. Tidak Kelas VIIB 46 54 0 85 16 0 81 7 12 88 12 0 51 49 0 90 10 0 71 21 8 85 15 0 Persentase Kelas VIIC 40 55 5 84 13 3 82 11 7 82 18 0 29 71 0 76 24 0 39 61 0 66 17 17 Kelas VIIG 56 44 0 78 20 2 90 7 3 90 4 6 66 34 0 83 17 0 59 39 2 73 17 10 2 3 4 5 6 7 8 9 63 37 0 47 42 11 66 34 0 10 89 10 1 84 16 0 85 12 3 . Ragu-ragu c. Diam c. Sebagian c. Menyenangkan kurang dipahami c. Diam Menyimpulkan kegiatan a. Tidak Mampu mengkaitkan pengetahuan dengan fenomena alam a. Ya b. Biasa-biasa saja c.

142

Lampiran 19. Lembar Observasi Kinerja Guru dalam Pembelajaran

Lembar Observasi Kinerja Guru dalam Pembelajaran
No Aspek yang diamati Pelaksanaan Terlaksana (skor) 4 1 Pendahuluan a. memotivasi siswa b. menyempaikan tujuan pembelajaran c. menggali pengetahuan awal siswa 2 Kegiatan inti a. memberikan informasi tentang kegiatan b. membentuk kelompok c. membegai LKS dan memberi penjelasan d. membimbing diskusi kelompok e. memberi kesempatan kelompok presentasi f. memberi tanggapan kelompok presentasi g. membimbing siswa menarik simpulan h. memberi penegasan konsep-konsep esensial 3 Penutup a. membimbing siswa melakukan refleksi b. memberi kesempatansiswa mecatat c. melakukan feed back pertanyaan atau tes d. memberi tugas 3 2 1 Tidak

143

Lampiran 20. Rubrik Kinerja Guru dalam Pengajaran

Tabel Rubrik Kinerja Guru dalam Pembelajaran No 1. Aspek yang diamati Pendahuluan a. memotivasi siswa a.1. memberi contoh fenomena, demonstrasi fenomena, tanya 4 jawab, mudah dipahami a.2. memberi contoh fenomena, tanya jawab, mudah dipahami a.3. memberi contoh fenomena, mudah dipahami a.4. memberi contoh fenomena,kurang dapat dipahami b. menyampaikan tujuan pembelajaran b.1. pada awal pembelajaran, menyebutkan tujuan, jelas b.2. pada awal pembelajaran, menyebutkan tujuan b.3. menyebutkan tujuan b.4. menyebutkan tujuan, kurang jelas c. menggali pengetahuan awal siswa c.1. terorganisir dengan baik, pertanyaan individual, terkait 4 materi c.2. terorganisir dengan baik, pertanyaan klasikall, terkait 3 materi c.3. pertanyaan klasikall, terkait materi c.4. pertanyaan klasikal terbatas 2 Kegiatan Inti a. memberi informasi tentang kegiatan a.1. rinci, jelas, runtut, tepat waktu a.2. rinci, jelas, runtut a.3. rinci, jelas a.4. rinci, kurang jelas b. membentuk kelompok 4 3 2 1 2 1 4 3 2 1 3 2 1 Skor

144

b.1. tugas, pemberian nama kelompok, efisien waktu, tidak 4 gaduh b.2. tugas, pemberian nama kelompok, efisien waktu b.3. tugas, pemberian nama kelompok b.4. kurang tegas c. membagi LKS dan menberi penjelasan c.1. lengkap, efisien waktu, penjelasan isi, memberi siswa 4 bertanya, menjawab pertanyaan c.2. lengkap, efisien waktu, penjelasan isi c.3. lengkap, penjelasan isi c.4. lengkap, informasi kurang jelas d. membimbing diskusio kelompok d.1. efisien waktu, membantu kelompok, membentu individu, 4 menjawab pertanyaan siswa, dapat dipahami siswa d.2. efisien waktu, membantu kelompok, menjawab pertanyaan 3 siswa, dapat dipahami siswa d.3. efisien waktu, membantu kelompok, dapat dipahami siswa d.4. membantu kelompok, tidak efisien waktu e. memberi kesempatan kelompok presentasi e.1. tegas, bergilir, efisien waktu e.2. tegas, bergilir e.3. tegas, tidak bergilir e.3.tidak tegas, tidak bergilir f. memberi tanggapan kelompok presentasi f.1. obyektif, mudah dipahami, memberi penghargaan f.2. obyektif, mudah dipahami f.3. obyektif, kurang mudah dipahami f.4. tidak obyektif, kurang mudah dipahami g. membimbing siswa menarik kesimpulan g.1. mengarahkan siswa, sesuai tujuan, dapat dipahami siswa, 4 4 3 2 1 4 3 2 1 2 1 3 2 1 3 2 1

mengarahkan siswa.4.2. melakukan feed back pertanyaan dan tes 2 1 . mengulangi konsep-konsep tidak esensi 3 Penutup a. membimbing siswa melakukan refleksi a. menjawab 3 pertanyaan siswa b.145 efisien waktu g. memberi kesempatan siswa memahami kembali. 3 3 2 1 1 menuliskan pengalaman belajar. siswa mencatat sendiri. mengulangi konsep-konsep esensi.1. memberi kesempatan siswa memahami kembali.1. memberi kesempatan siswa mencatat b. mengulangi konsep-konsep esensi. memberikan 4 contoh h. menjawab pertanyaan siswa b. membimbing pemahaman yang harus 4 dicatat.4. kurang Jelas h. tidak efisien waktu.2.3.3. mengarahkan siswa. mengulangi konsep-konsep esensi. sesuai tujuan.2.4. tidak membimbing c. tidak 1 efisien waktu b. efisien waktu a.3. efisien waktu.2. memberi penegasab konsep-konsep esensial h. efisien 2 waktu a. jelas. membuat 4 hubungan antar konsep.. efisien waktu.1.4. memberi kesempatan siswa memahami kembali. menuliskan pengalaman belajar. sesuai tujuan. jelas h. menyuruh siswa menyimpulkan sendiri h. memberi kesempatan siswa memahami kembali. efisien waktu a. dapat dipahami siswa 3 g. kurang dapat dipahami 2 siswa g. siswa mencatat sendiri b.3. efisien waktu.

jelas. berkaitan dengan materi.3. jelas. berkaitan dengan materi. berkaitan dengan materi. jelas. tugas klasikal/kelompok d. berkaitan dengan materi. pertanyaan individual c. kurang jelas 3 2 1 3 2 1 . jelas.3. berkaitan dengan materi. jelas. pengembangan materi.1. tugas individual d. pengembangan materi. pertanyaan klasikal c. berkaitan dengan materi. jelas. berkaitan dengan materi.4.4.2.146 c. berkaitan dengan materi.2. memberi tugas d. 4 tugas individual d. 4 pertanyaan individual c. kurang jelas d.1.

Memberi informasi tentang kegiatan b. Menyampaikan tujuan pembelajaran c. Membimbing siswa menarik kesimpulan h. Memberi tanggapan kelompok g. Membagi LKS dan memberi pelajaran d. Memberi kelompok presentasi f. Membimbing diskusi kelompok e. Hasil Kinerja Guru Selama Pembelajaran Tabel Hasil Kinerja Guru Selama Pembelajaran\ No 1 Aspek yang diamati Pendahuluan a. Melakukan feedback pertanyaan d. Memotivasi siswa b. Memberi kesempatan siswa mencatat c. Membentuk kelompok c. Membimbing siswa melakukan refleksi b. Menggali pengetahuan siswa Kegiatan Inti a. Memberi penegasan konsep essensial Penutup a.147 Lampiran 21. Memberi tugas Jumlah skor Konversi nilai skala 11 Kriteria VII B 2 4 4 4 4 4 3 3 4 3 1 2 3 3 3 47 8 Baik Kelas VII C 3 4 3 2 4 3 3 2 3 3 2 4 3 2 2 43 7 Baik VII G 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 2 3 4 4 51 9 Sangat baik 2 3 .

......148 Lampiran 22..... Nama kelompok : ................. Berilah tanda cekl pada kolom yang tersedia sesuai dengan keadaan sebenarnya.................. Berilah tanda cekl pada kolom yang tersedia sesuai dengan keadaan sebenarnya.... No Aspek yang dinilai 10 1 2 3 Tulisan slogan Kelengkapan isi slogan Penampilan slogan Kesesuaian isi slogan dengan materi Jumlah Score Pelaksanan 9 8 .......................... Lembar Observasi Kinerja Siswa Lembar Observasi Kinerja Siswa Menanam Tanaman Pada Pot Kelas : ................................................................................................ No Aspek yang diamati Score Pelaksanaan 10 1 2 3 4 Pemberian tanah pada pot Keadaan Plastik pembungkus tanaman Letak tanaman pada pot Penyiraman tanaman Jumlah 9 8 Lembar Observasi Kinerja Siswa Membuat Slogan Kelas : ........... Nama kelompok : .........................................................

Membuang plastik pembungkus tanaman b. penggunaan tanah kurang seimbang Plastik pembungkus tanaman: 2 a. Rubrik Asesmen Kinerja Menanam Tanaman Pada Pot dan Membuat Slogan Rubrik Asesmen Kinerja Menanam Tanaman Pada Pot No Aspek yang dinilai Pemberian tanah pada pot: a. Tidak memberikan tanah pada dasar pot. Tidak menyiram tanaman SMI 10 9 8 40 10 9 8 10 9 8 10 Skor 9 8 . penggunaan tanah seimbang. Tidak memberikan tanah pada dasar pot. Tanaman ditanam kurang kuat Penyiraman tanaman: 4 a.149 Lampiran 23. Memberikan tanah pada dasar pot terlebih dahulu. c. b. Menyiram tanaman. penggunaan air berlebihan. Melubangi plastik pada tanaman sebelum ditanam c. c. Tanaman ditanam dengan kuat b. penggunaan air tidak berlebihan. c. penggunakan tanah seimbang 1 b. Tanaman ditanam cukup kuat. Plastik tanaman tidak dibuang dan tidak dilubangi Letak tanaman pada pot : 3 a. Menyiram tanaman.

Isi slogan kurang menarik. Slogan disertai gambar yang tidak sesuai dengan isi slogan b. SMI 10 9 8 30 . bersih. rapi b. Slogan disertai dengan gambar yang sesuai dengan isi slogan. Tulisan kurang rapi dan mudah dibaca c. Tulisan kurang rapi dan tidak mudah dibaca 2 Kelengkapan isi slogan: a. b. Slogan menarik/bersih/rapi saja 10 9 8 4 Kesesuaian isi slogan dengan materi: a. Isi slogan menarik. Slogan tidak diberi gambar 10 10 9 8 Skor 9 8 3 Penampilan slogan a. kreatif dan sesuai dengan materi pelajaran. kurang kreatif. b. Slogan menarik dan bersih c. tapi sesuai dengan materi pelajaran c.150 Rubrik Asesmen Kinerja Membuat Slogan No 1 Aspek yang dinilai Tulisan slogan: a. b. Isi slogan tidak sesuai dengan materi yang diajarkan. Slogan menarik. Tulisan rapi dan mudah dibaca.

6 33.14 8.6 25. Hasil Kinerja (Hand-Out)Siswa Assessment Kinerja Menanam Tanaman Pada Pot Ket Kelompok kelas VIIB Kelompok kelas VIIC Kelompok kelas VIIG Kel 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 Score 33 35 29 30 38 37 35 26 29 33 34 35 37 33 37 35 38 34 33 32 29 Nilai 8 9 7 8 10 9 9 7 7 8 9 9 9 8 9 9 10 9 8 8 7 Rata2 8.151 Lampiran 24.42 Keterangan: Tabel konversi nilai skala 11: No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Tingkat Penguasaan 95%-100% 85%-94% 75%-84% 65%-74% 55%-64% 45%-545 35%-44% 25%-34% 15%-24% 5%-14% 0%-4% Batas Bawah 38 34 30 26 22 18 14 10 6 2 0 Batas Atas 40 37.6 21.6 13.57 8.6 29.6 17.6 9.28 8.57 Assessment Kinerja Membuat Slogan Ket Kelompok kelas VIIB Kelompok kelas VIIC Kelompok kelas VIIG Kel 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 Score 33 34 35 29 30 35 34 28 33 34 33 35 30 37 37 35 33 29 34 32 34 Nilai 8 9 9 7 8 9 9 7 8 9 8 9 8 9 9 9 8 7 9 8 9 Rata2 8.42 8.6 5.6 Nilai 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 .6 1.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful