HASIL BELAJAR DAN AKTIFITAS SISWA DENGAN PENDEKATAN JELAJAH ALAM SEKITAR BERBASIS ANALISIS PENGETAHUAN AWAL SISWA

PADA PEMBELAJARAN KONSEP PENGELOLAAN LINGKUNGAN (STUDI KASUS DI SMP NEGERI 27 SEMARANG)

SKRIPSI

Diajukan dalam rangka penyelesaian studi Strata 1 untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan

Oleh: Nama NIM : Dwi Apik Siyanto : 4401403076

Prodram Studi : Pendidikan Biologi Jurusan Fakultas : Biologi : MIPA

UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2007

HALAMAN PENGESAHAN

Skripsi dengan judul: Judul Meningkatkan Hasil Belajar Dan Keaktifan Siswa Menggunakan Metode Permainan Pada Konsep Sistem Transportasi Di Kelas VIII SMP Negeri 2 Semarang Telah dipertahankan di hadapan sidang Panitia Ujian Skripsi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang, Pada: Hari :

Tanggal : Panitia Ujian, Ketua Sekretaris

Drs. Kasmadi Imam S., M.S. NIP. 130781015 Pembimbing I

Ir. Tuti Widianti, M.Biomed. NIP. 130781009 Penguji I

Dra. Nur Kusuma Dewi, M.Si. NIP. 130935362 Pembimbing II

Dra. Nur Rahayu Utami, M.Si. NIP. 131764022 Penguji II

Dra. Chasnah NIP. 131413201

Dra. Nur Kusuma Dewi, M.Si. NIP. 130935362 Penguji III

Dra. Chasnah NIP. 131413201

ii

AJA RUMANGSA BISA NAMGING SING BISA RUMANGSANI

iii

ALA TANPA RUPA YEN TUMANDANG AMUNG SADELO iv .

MAMAYU HAYUNING BAWANA v .

SAPA SING SUCI ADOH SAKA BEBAYA PATI vi .

SENAJANTO ILMUNE GUDANGAN YEN ORA TANPA LAKU ISIH GADUNGAN vii .

CILIK ORA KURANG BAKAL GEDHE ORA TURAH BAKAL viii .

SURA DIRA JAYA NINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI ix .

WATON ISIH KENA TAK INGETI AKU ORA BAKAL MUNDUR x .

Kasmadi Imam S. M. Sigit Saptono. Si NIP 132231403 Penguji II Ir Kuntoro Budiyanto NIP 131876227 Drs. Pd NIP 131931631 Penguji III Ir Kuntoro Budiyanto NIP 131876227 ii . Biomed NIP. M. S NIP. M. M. 130781011 Pembimbing I Ir.HALAMAN PENGESAHAN Skripsi dengan Judul “Hasil Belajar dan Aktifitas Siswa dengan Penerapan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar Berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa Pada Pembelajaran Konsep Pengelolaan Lingkungan (Studi Kasus di SMP Negeri 27 Semarang) Skripsi ini telah dipertahankan di depan Sidang Panitia Ujian Skripsi Jurusan Biologi FMIPA UNNES pada: Hari : Senin Tanggal : 27 Agustus 2007 Panitia Ujian Ketua Sekretaris Drs. Pd NIP 131931631 Pembimbing II Drs. Tuti Widianti. Putut Martin HB. Sigit Saptono. M. 130781009 Penguji I Drs.

Untuk itu perlu adanya kegiatan pembelajaran yang menarik. iii . Pertemuan I pre-test. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimen yang dilaksanakan selama lima kali pertemuan.9% dan kelas VIIG 93. untuk kelas VIIB 69. kelas VIIC 68.2%. Penelitian dilakukan di tiga kelas yaitu kelas VIIB. Data yang diperoleh diolah dan dianalisis dengan cara deskriptif. Selama ini pembelajaran biologi selalu dilakukan dengan cara ceramah tanpa memanfaatkan potensi yang ada di lingkungan sekolah.3%. Berdasarkan penelitian tersebut penerapan pendekatan Jelajah Alam Sekitar dalam proses pembelajaran perlu diterapkan secara intensif dan berkesinambungan pada setiap materi Biologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan Jelajah Alam Sekitar belum dapat dilaksanakan secara maksimal.2. Kata kunci: Pendekatan Jelajah Alam Sekitar. pertemuan II sampai IV pelaksanaan pembelajaran dan pertemuan V post-test. Aktifitas siswa menunjukkan respon positif di kelas VIIB 94. karena untuk melihat hasil yang sesuai dengan harapan diperlukan waktu yang lama. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar dan aktifitas siswa dengan penerapan Jelajah Alam Sekitar berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa pada konsep Pengelolaan Lingkungan di SMP Negeri 27 Semarang. VIIC. dan VIIG. Data yang diambil meliputi data primer (hasil belajar dan aktifitas siswa) dan data sekunder (kinerja guru selama pembelajaran berlangsung). Gambaran mengenai kegiatan belajar mengajar biologi tersebut dapat dilihat di SMP 27 Semarang.ABSTRAK Mulai diberlakukannya kurikulum 2004 (Kurikulum berbasis Kompetensi) yang kemudian disempurnakan menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di sekolah membawa konsekuensi logis pada upaya peningkatan kualitas proses pembelajaran biologi di SMP yang disesuaikan dengan karakteristik dan lingkungan sekitar sekolah.1%.2.8% sedangkan kelas VIIB 73. tetapi secara klasikal hanya kelas VIIG yang persentasenya di atas 85% yaitu sebesar 87. kelas VIIC 95.2 dan kelas VIIG 78. menyenangkan dan memberikan kompetensi pada siswa.1% dan VIIC 64. Secara individual rata-rata hasil belajar siswa di ketiga kelas lebih dari 65. aktifitas siswa. hasil belajar. Oleh karena itu penerapan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa sangat cocok untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

☯ “Bio-Hot” dan teman-teman sekampus semoga kalian masih semangat dalam mengarungi hidup ini. ☯ Kakak-adikku tercinta: Mas Yoyok. Semoga masa depan kita cerah. Anah. Dik Bagus. yang selalu memberikan dukungannya dan membantuku atas segala kebutuhanku. Sepupuku Adi. Dita. Mas Sholikin. Mas Pahing (Alm). S Ad Duha: 5) “Kebenaran itu adalah dari Tuhan-Mu sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu” PERSEMBAHAN ☯ Ibu dan Ayahku yang dengan tulus ikhlas mendoakan dan mengalirkan keringatnya dalam samudera kasih yang tak pernah surut. Bu Kaesih. Asri atas kesempatan dan bantuannya selama pelaksanaan penelitian kolaborasi Hibah A2. Good Luck!!! ☯ Teman-temanku yang ada di Solo dan anak-anak GAM (Geng Anak Madangan) yang telah menemaniku dalam sedih maupun senang. Rachma. Bu Dewi Mustika. iv . Wisnu dan banyak lagi sehingga tidak dapat disebut satu persatu.MOTTO “Allah akan meninggikan orang beriman dan orang berilmu diantara kalian beberapa derajat” (Q. Rio. S Al-Mujadillah: 11) Sungguh kelak Tuhanmu pasti akan memberikan kemudahan dan karunia-Nya kepadamu sehingga engkau menjadi puas” (Q. Bu Alimah. Gatot. Amin ☯ Terima kasih kepada Pak Sigit.

Si dan Ir. Kepala Sekolah SMP Negeri 27 Semarang yang telah memberikan izin dan kemudahan serta kerjasamanya selama pelaksaan penelitian. Drs. v . Putut Martin. Penulis menyadari skripsi ini tidak dapat tersusun dengan baik tanpa bantuan dari berbagai pihak. Drs. Sigit Saptono. M.KATA PENGANTAR Segala puja dan puji syukur hanya milik Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya. 5. Dekan FMIPA Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan izin penelitian 2. Si sebagai dosen penguji yang telah memberikan banyak masukan bagi penyempurnaan skripsi ini. sehingga penulis diberikan izin dan kemudahan dalam menyelesaikan skripsi ini yang berjudul “Hasil Belajar dan Aktifitas Siswa dengan Penerapan Jelajah Alam Sekitar Berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa Pada Konsep Pengelolaan Lingkungan (Studi Kasus di SMP Negeri 27 Semarang). Kuntoro Budiyanto sebagai dosen pembimbing yang telah dengan sabar berkenan membimbing dan memberi petunjuk serta pengarahan selama penyusunan skripsi ini. oleh karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Ketua Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan kemudahan administrasi dalam penyusunan skripsi. 4. 3. M.

Penulis berharap semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat dan kontribusi dalam kemajuan dunia pendidikan dan secara umum kaepada semua pihak. Semua pihak yang tidak mungkin penulis sebutkan satu per satu yang telah membantu dan memberikan motivasi selama pelaksanaan penelitian sampai selesainya penyususnan skripsi ini. Ibu Roil Umamah dan Ibu Sularmi selaku guru biologi SMP Negeri 27 Semarang yang telah meluangkan waktu untuk membimbing. Oleh karena itu dengan segala kerendahan hati penulis bersedia menerima berbagai saran ataupun kritik yang bersifat membangun demi sempurnanya skripsi ini. Penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari sempurna dan masih banyak kekurangan.6. 28 Agustus 2007 Penulis vi . 7. semoga apa yang telah diberikan tercatat sebagai amal baik dan mendapat balasan dari Allah SWT. Semarang. Hanya ucapan terima kasih dan doa. memberikan masukan dan kerjasama selama penelitian.

...........................7 D.......................................... Aktifitas Siswa dalam Proses Pembelajaran ...........................................................................................................................vii DAFTAR TABEL.............................................................x DAFTAR LAMPIRAN................11 2.................................... PENDAHULUAN A........................................................................................................................................................iii MOTTO DAN PERSEMBAHAN ........................ Manfaat Penelitian .........................DAFTAR ISI Halaman HALAMAN JUDUL ............................................................................... Masalah .. Pembatasan Masalah ..................... Belajar dan Proses Belajar Mengajar......... Tujuan Penelitian ...............................8 BAB II.......................v DAFTAR ISI...............................................................21 vii ................................................................................18 3.... Hasil Belajar Siswa ............................................................. Latar Belakang .................................iv KATA PENGANTAR ....8 E.....................................7 C.........i HALAMAN PENGESAHAN......................................................ix DAFTAR BAGAN ............................................................................... TINJAUAN PUSTAKA 1....................................................................1 B................................................................................... TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS A.....................ii ABSTRAK .....................................................................................................................................................................xi BAB I..............

.......... Saran................................................................................. Data dan Cara Pengambilan Data ......................................42 F...... Data Penelitian ..... Strategi Pembelajaran dan Pengukuran Hasil Belajar Biologi Berbasis Jelajah Alam Sekitar .................................23 5..................................28 6..........................................................87 viii .................................................................................................32 B.................54 B.... Aktifitas Siswa .............43 G............................................ HIPOTESIS...........40 E................... Prosedur Penelitian ....................................76 BAB V SIMPULAN DAN SARAN A........................................................... Instrumen ............... METODE PENELITIAN A................49 H......................................................................................................... Subjek Penelitian..........37 BAB III................................................................................................................................................53 BAB IV.......85 LAMPIRAN...................................................38 B............................... Penerapan Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa pada JAS .................................................... Jelajah Alam Sekitar (JAS).........30 7...................... Indikator Keberhasilan .........84 B............................ Metode Analisis Data...............4........... Hasil Belajar Siswa ............................................................................................... Rancangan Penelitian ...................... Simpulan ..................................................................................... Jelajah Alam Sekitar sebagai Pendekatan Pembelajaran Biologi .39 D.........................................................................38 C................................................................................................ HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A....84 DAFTAR PUSTAKA ...............................

............. Hasil Analisis Validitas Butir Soal Uji Coba ........ 72 12....... Tabel Lembar Analisis Post-test ............... Hasil Analisis Realibilitas Soal Uji Coba................................................. 82 ix ..... Tabel rekap Hasil Belajar Siswa ..................................................... 51 8...................... Hasil Analisis Daya Pembeda Butir Soal Uji Coba . 45 2.................................................... 47 4. Nomor soal yang Digunakan dan Tidak Digunakan .............................................................................................. Tabel Lembar Analisis Pre-test..... 48 5................ Rekap Hasil Tanggapan Siswa Terhadap Pembelajaran ........... 77 13..................................................... 55 10...................................................................................................... 66 11....... Tabel Konversi Skala 11 ... Rekapitulasi Hasil Observasi Keterampilan Proses Siswa..................... Hasil Analisis Taraf Kesukaran Butir Soal Uji Coba... 52 9.... Rekapitulasi Hasil Observasi Keaktifan Siswa ............................... 50 7.....................................................DAFTAR TABEL Tabel Halaman 1.. 48 6.......... 46 3........................................ Hasil Observasi Aktifitas Guru ..............

.......................................................... Komponen Proses Pembelajaran .......... 39 6................... Proses Perubahan Tingkah Laku .........DAFTAR BAGAN Bagan Halaman 1............. Alur Tahap-Tahap Pembelajaran....................................................................................... 56 x .................... Alur Metode Pre-test dan Post-test design. Skema Perolehan Pengetahuan Sains ........................... 35 5..... Skema Pembelajaran Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa ................................................................ 17 3........ 15 2....... 32 4........

.................................................... 119 9................................................. Kunci Jawaban Soal Ulangan Harian (Post-Test)...................... Kunci Jawaban Soal Uji Coba Post-Test .... 121 10....................... 141 16....................................................................... Lembar Kerja Siswa................ 124 11......... Lembar Observasi Aktifitas Siswa................. Grafik Pola Rata-rata Peningkatan Hasil Belajar Siswa ..................................................................... Soal Uji Coba Post-Test .. 109 7.... Soal Ulangan Harian (Post-Test) ......................................................... Analisis Hasil Belajar (Post-Test) Siswa ............................................................................................................. 95 4... 138 14... Nilai Hasil Belajar (Post-test) Siswa............................................................ Rubrik Analisis Pre-Test........................................... 139 15.... Tabel Analisis Butir Soal Uji Coba (Post-test) ..............................................................................................DAFTAR LAMPIRAN Lampiran Halaman 1........................................................... 118 8... 94 3.......... 134 13........... Kisi-Kisi Soal uji Coba .......................................................... Soal-Soal Pre-Test .......... 99 6................. 98 5........................ 133 12.............................................. Rancangan Pembelajaran .................... Rubrik untuk Observasi Aktifitas Siswa ........ 87 2... 142 17........................... Tabel Hasil Aktifitas Siswa................................................................................................ 144 xi .............. Tabel Analisis Hasil Pre-Test ...

.............. Rubrik Asesment Kinerja Menanam Tanaman di Pot dan Membuat Slogan158 25...... Dokumentasi Penelitian .......... 162 xii ............ Rubrik Kinerja Guru dalam Pengajaran....... 152 22................................. Lembar Observasi Tanggapan Siswa .......................................... 148 19. 151 21. Hasil Kinerja (Hand-On) Siswa .......................................................................... Lembar Observasi Kinerja Siswa........... 150 20.................................................................... 157 24.................................. 160 26...................................................18.................................................................. Hasil Kinerja Guru Selama Pembelajaran.............. Hasil Observasi Tanggapan Siswa ...... 156 23.......... Lembar Observasi Kinerja Guru dalam Pembelajaran.......................

serta kurangnya pemanfaatan fasilitasfasilitas yang ada di sekolah seperti laboratorium dan lingkungan sekolah sekitar yang seringkali pembelajaran biologi dilakukan di dalam kelas. Proses belajar yang diharapkan melalui kurikulum ini bukan sekedar membahas materi dalam buku-buku panduan pelajaran atau menginformasikan pengetahuan kepada siswa.1 BAB I PENDAHULUAN A. Tujuan KTSP pendidikan menengah adalah meningkatkan kecerdasan. Latar Belakang Mulai diberlakukannya kurikulum 2004 (Kurikulum berbasis Kompetensi) yang kemudian disempurnakan menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) di sekolah membawa konsekuensi logis pada upaya peningkatan kualitas proses pembelajaran biologi di SMP yang disesuaikan dengan karakteristik dan lingkungan sekitar sekolah. melainkan menekankan pada pemberian pengalaman secara langsung kepada siswa untuk memahami gejala yang terjadi (Anonimus. Biologi adalah ilmu yang menjelaskan tentang konsep/teori berdasarkan kejadian di alam. Pelajaran biologi diperkenalkan mulai sekolah dasar sampai sekolah menengah. akhlak mulia. . 2006). pengetahuan. 2004). serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut (Wibowo. kepribadian. Selama ini pembelajaran biologi selalu dilakukan secara konvensional yaitu hanya sebatas penguasaan konsep-konsep yang dibahas dalam buku-buku panduan pelajaran.

Guru belum menunjukkan usaha memanfaatkan media dalam rangka menjelaskan dan memberikan contoh fenomena Biologi serta kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk beraktifitas dalam proses belajar seperti mengajukan pertanyaan. tenaga pengajar yang kurang untuk pengelolaan kelas dan sumber belajar di lingkungan tidak lengkap. dari hasil observasi yang telah dilakukan bahwa usaha yang dilakukan guru untuk membelajarkan siswanya masih perlu dimaksimalkan. menggambar dan memberikan informasi tentang konsep-konsep yang dibahas. siswa tidak aktif. Gambaran mengenai kegiatan belajar mengajar biologi seperti di atas dapat dilihat di SMP 27 Semarang. Kualitas proses pembelajaran masih . sehingga pembelajaran tersebut dapat membatasi peran siswa untuk mengembangkan penalaran dan kreativitasnya dalam rangka pengembangan dirinya serta meningkatkan aktifitas siswa dalam belajar. Guru lebih banyak menjelaskan.2 Pembelajaran tersebut bagi guru merupakan suatu keterpaksaan yang harus dilakukan karena guru beranggapan bahwa kendala yang dihadapi dengan pembelajaran di luar kelas adalah tidak banyak materi yang dapat disampaikan. Kenyataan tersebut menunjukkan bahwa guru-guru biologi masih berorientasi pada materi belajar (bukan proses untuk mencapai tujuan belajar). dan mengambil kesimpulan mengenai konsep/materi yang dibahas. berdiskusi. melakukan presentasi. memakan waktu lama. Pembelajaran konvensional yang sering dilakukan tersebut memperlakukan siswa sebagai obyek dalam belajar yang berperan sebagai penerima informasi yang diberikan oleh gurunya.

3 perlu ditingkatkan seperti memberikan kesempatan siswa untuk bereksplorasi dalam rangka menemukan sendiri gejala atau fenomena alam yang terjadi atau bila mungkin mengubah pemahamannya yang mungkin tidak benar. 2005) bahwa 75% guru Biologi belum pernah mendesain pembelajaran sesuai tuntutan kurikulum 2004 (yang disempunakan menjadi KTSP) yaitu menuntut pemberian pengalaman langsung kepada siswa dalam belajar untuk memahami gejala yang terjadi baik yang dilaksanakan di dalam kelas. sedangkan untuk kelas non unggulan 5. Pada semester gasal tahun pelajaran 2005/2006 rerata nilai Biologi untuk kelas unggulan 8. Hasil kajian tentang kebutuhan para guru SMP di Semarang dalam upaya meningkatkan kualitas pembelajaran biologi (Saptono dkk. Gambaran evaluasi hasil belajar siswa yang sering dilakukan guru Biologi SMP di Semarang adalah tes tertulis. laboratorium maupun di luar kelas. yaitu 88% materi SMP kelas I.15. Berdasarkan data-data di atas maka dapat ditemukenali bahwa beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran Biologi di SMP yang berkaitan dengan implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang disempurnakan menjadi KTSP adalah sebagai berikut: .25. 10% materi kelas II dan 100% materi kelas III. Sesuai dengan kurikulum yang berlaku di SMP. Salah satu imbas dari kondisi seperti ini adalah hasil tes sumatif semester gasal tahun pelajaran 2004/2005 menunjukkan bahwa rerata nilai Biologi untuk kelas unggulan 8. persentase materi yang memerlukan dukungan pembelajaran di luar kelas. sedangkan kelas non unggulan 6.21.64.

2005). maupun budaya sebagai obyek belajar Biologi yang fenomenanya dipelajari melalui kerja ilmiah (Marianti dan Kartijono. 2005). baik lingkungan fisik. maka perlu adanya suatu pendekatan dalam membelajarkan biologi yang memberikan ruang gerak dan kesempatan kepada siswa untuk melakukan eksplorasi melalui kegiatan-kegiatan yang relevan sesuai dengan implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) yaitu salah satunya dengan penerapan Jelajah Alam Sekitar (JAS) dengan Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa yang diharapkan dengan strategi ini dapat membantu guru pada kendala-kendala yang dialami selama pembelajaran biologi yang sering dilakukan. Pengembangan instrumen evaluasi hasil belajar siswa (alternative assessment) Berdasarkan sifat Biologi yang mempelajari tentang konsep-konsep yang berhubungan dengan lingkungan. sosial. Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) yang berorientasi pada pencapaian kompetensi tertentu 3. Penerapan outdoor learning (termasuk pemanfaatan laboratorium) 4. . Strategi pembelajaran Biologi berbasis kompetensi yang bervariasi 2. Jelajah Alam Sekitar (JAS) merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pemanfaatan lingkungan alam di sekitar kehidupan siswa. Obyek Biologi adalah fenomena nyata sehingga cara-cara eksploratif adalah cara yang tepat untuk mempelajarinya (Djohar.4 1.

pengamatan dan penjelasan serta adanya laporan untuk dikomunikasikan baik secara lesan. terbentuknya masyarakat belajar. penerapan proses sains. berpusat pada siswa. membandingkan. menanamkan sifat ilmiah dan ada sebagai cara dalam mengukur hasil belajar. tertanamnya sikap ilmiah yang berupa kejujuran. obyektif. dan penerapan alternative assessment. menghargai pendapat orang lain. gambar. proses inquiri. 2005). Karakter Jelajah Alam Sekitar (JAS) antara lain adanya unsur joyful lerning (belajar yang menyenangkan) dengan nuansa Bioedutainment. foto atau audiovisual (Marianti dan Kartijono. selalu ada kegiatan berupa ramalan (prediksi). . gejala dan permasalahan. akan tetapi juga ditekankan melalui kegiatan ilmiah. menelaahnya dan menentukan simpulan atau konsep tentang sesuatu yang dipelajarinya (Saiful Ridlo. siswa diajak bersentuhan langsung dan mengenal obyek. memecahkan masalah. Ciri-ciri pendekatan JAS adalah selalu dikaitkan dengan alam sekitar secara langsung maupun tidak langsung yaitu dengan menggunakan media. disiplin. berpikir tingkat tinggi. bentuk kegiatan lebih utama dari pada hasil. toleran. 2005). Jelajah Alam Sekitar secara ontologis dicirikan dengan siswa belajar melakukan secara nyata dan alamiah.5 Pembelajaran dengan penerapkan JAS. mengumpulkan data. ketelitian. tulisan. proses eksplorasi lingkungan alam sekitar. Konseptualisasi dan pemahaman diperoleh siswa tidak hanya secara langsung dari guru atau buku. Epistemolgi pembelajaran dengan Pendekatan JAS mencakup hal-hal yang inovatif dalam penerapannya yaitu konstruktivisme. kerja keras dan bertanggung jawab. seperti mengamati.

Oleh karena itu akan lebih bijaksana jika guru menganalisis pengetahuan awal siswa terlebih dahulu sebelum membahas konsep tertentu Berdasarkan asumsi di atas maka analisis pengetahuan awal siswa dijadikan suatu strategi dalam penerapan pendekatan JAS. dan membuat laporan secara komprehensif. what do you Want to know. what will you Learn. laboratorium maupun di luar kelas.6 memprediksi. Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa dapat diterapkan untuk menggali pemahaman siswa tentang suatu konsep dan hubungan antar konsep biologi. maka secara psikologis siswa akan mengorganisasi kembali kerangka pengetahuannya. yaitu what did you Know. membuat pertanyaan. merancang kegiatan. Pendekatan yang diterapkan dalam pembelajaran Biologi melalui penerapan Jelajah Alam Sekitar memberikan ruang gerak dan kesempatan kepada siswa untuk melakukan eksplorasi melalui kegiatan-kegiatan yang relevan. Bell (1993) menerangkan bahwa pengetahuan siswa diperoleh dengan dua sumber yaitu pada saat siswa berinteraksi dengan lingkungan. membuat hipotesis. sehingga memungkinkan siswa merekonstruksi kembali pemahaman konseptualnya. Strategi tersebut menitikberatkan pada skema pembelajaran K-W-L. Pada saat siswa memperoleh kesempatan untuk menguji dan mencocokan gagasan baru dengan pengetahuan hasil interaksi dengan lingkungannya. kemudian menguji pemahaman siswa tersebut dengan pemberian kesempatan kepada siswa untuk melakukan eksplorasi. baik di kelas. dengan demikian siswa akan terlatih untuk selalu berupaya . dan pengetahuan yang diperoleh dari pendidikan formal di sekolah.

Bagaimanakah hasil belajar siswa tentang pengelolaan lingkungan dengan penerapan pendekatan JAS berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa? 2. Masalah Berdasarkan identifikasi masalah di atas. Aktifitas siswa SMP Negeri 27 Semarang dengan penerapan pendekatan JAS berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa. yaitu: 1. pencemaran air dan pencemaran tanah B. pencemaran udara.7 mengembangkan penalaran dan kreativitasnya yang nantinya dapat meningkatkan pemahamannya menjadi lebih baik Penerapan pendekatan JAS dapat diterapkan untuk mempelajari konsep biologi yang berkaitan dengan lingkungan seperti dalam materi konsep pengelolaan lingkungan. Hasil belajar siswa SMP Negeri 27 Semarang dengan penerapan pendekatan JAS berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa. 2. maka dapat dirumuskan masalah dalam penelitian ini. Diharapkan siswa dapat menemukan konsep pelajaran dari hasil eksplorasinya dan dapat memecahkan masalah-masalah yang ditemukan selama proses pembelajaran mengenai konsep pengelolaan lingkungan seperti erosi. Tujuan Penelitian Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran tentang: 1. Bagaimanakah aktifitas siswa selama pembelajaran dengan penerapan pendekatan JAS berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa? C. Penerapan pendekatan JAS dalam proses pembelajarannya mengajak siswa menemukenali masalah-masalah yang ada di lingkungan baik penyebab maupun dampaknya terhadap lingkungan. .

sehingga prestasi para siswanya akan lebih meningkat. baik lingkungan fisik. sosial. Manfaat Penelitian 1. terutama dalam hal bereksplorasi. E. mengemukakan pendapat. dan mengembangkan kreativitasnya. selalu ada kegiatan berupa ramalan (prediksi). 2. Pembatasan Masalah 1. Ciri-ciri pendekatan JAS adalah selalu dikaitkan dengan alam sekitar secara langsung maupun tidak langsung yaitu degan menggunakan media. Manfaat bagi sekolah Memberi sumbangan bagi sekolah dalam rangka upaya perbaikan proses pembelajaran secara menyeluruh. Manfaat bagi guru Menambah kemampuan menerapkan strategi pembelajaran Biologi sehingga dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran dapat lebih bervariasi serta mampu memaksimalkan kualitasnya. Pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) Jelajah Alam Sekitar (JAS) merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pemanfaatan lingkungan alam di sekitar kehidupan siswa. maupun budaya sebagai obyek belajar Biologi yang fenomenanya dipelajari dengan kerja ilmiah (Marianti dan Kartijono. 2005). 3. Manfaat bagi siswa Siswa dapat mengembangkan kemampuannya secara maksimal. pengamatan dan penjelasan serta adanya laporan untuk dikomunikasikan .8 D.

9

baik secara lesan, tulisan, gambar, foto atau audiovisual (Marianti dan Kartijono, 2005) dengan joyful lerning (belajar yang menyenangkan) 2. Penerapan KTSP Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan (Wibowo, 2006) merupakan pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Pada penelitian ini sekolah penelitian masih menggunakan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). 3. Pengetahuan Awal Pengetahuan awal merupakan pengetahuan atau konsepsi awal yang dimiliki oleh siswa melalui pengalaman yang telah dilakukan sebelum mendapatkan suatu hal baru (Rustaman, 2003). Dalam penelitian ini pengetahuan awal siswa diperoleh dengan cara melakukan pre-test sebelum dilakukan proses belajar mengajar. 4. Hasil Belajar Hasil belajar adalah hasil yang telah dicapai setelah melakukan belajar. Dalam hal ini hasil belajar ditunjukkan dengan adanya produk berupa hasil post-test dan hasil kerja dari lembar penugasan. 5. Aktifitas Siswa Aktifitas siswa adalah kegiatan yang dilakukan siswa selama

pembelajaran. Dalam penelitian ini aktifitas siswa yang dinilai antara lain meliputi aktifitas siswa dalam kelompok maupun kelas yang meliputi kemampuan siswa dalam bertanya, berdiskusi dalam kelompok,

10

mengemukakan pendapat, menarik kesimpulan dan aktifitas siswa dalam melakukan eksplorasi. 6. Konsep Pengelolaan Lingkungan Penelitian ini mengambil materi Pengelolaan Lingkungan yang mengkaji tentang sumber atau penyebab terjadinya pencemaran lingkungan, baik pencemaran air, pencemaran tanah, pencemaran udara, dan erosi tanah. Selain itu juga mengkaji tentang dampak yang ditimbulkan serta upaya penanggulangan pencemaran lingkungan tersebut.

11

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS TINDAKAN

A. Tinjauan Pustaka 1. Belajar dan Proses Pembelajaran Menurut Hamalik (2001) belajar merupakan suatu proses, suatu kegiatan dan bukan suatu hasil maupun tujuan. Belajar bukan hanya mengingat, akan tetapi lebih luas dari itu yakni mengalami. Pengalaman diperoleh berkat interaksi antara individu dengan lingkungannya. Sedangkan belajar itu sendiri merupakan suatu kumpulan yang besifat individual, yang mengubah stimuli yang datang dari lingkungan seseorang ke dalam sejumlah informasi yang selanjutnya dapat menyebabkan adanya hasil belajar dalam bentuk ingatan jangka panjang. Hasil belajar ini memberikan kemampuan kepada siswa untuk melakukan berbagai penampilan. Secara umum belajar adalah terjadinya perubahan pada seseorang baik yang terlihat (Covert) maupun tidak terlihat (Convert), bertahan lama atau tidak, kearah positif atau negatif semuanya karena pengalaman. Menurut Sudjana (2000), belajar pada hakikatnya adalah suatu proses perubahan pada diri seseorang. Perubahan itu disebabkan karena suatu pengalaman. Pengalaman manusia dapat dijadikan dua jenis, yaitu pengalaman langsung dan tidak langsung. Pengalaman langsung yakni anak mengalami dan berbuat sendiri secara langsung. Anak melakukan sendiri perbuatan tersebut dalam situasi sebenarnya. Pengalaman demikian tentu akan

Kesepuluh jenis ini adalah: a. Melalui lambang. foto dan lain sebagainya. diagram dan lain sebagainya. e. Dengan cara ini akan memperoleh pengalaman secara langsung. bahkan pada umumnya atau sebagian besar dipelajari melalui pengalaman tidak langsung. sehingga hasilnya akan lebih berarti padanya. misalnya mengamati orang yang sedang menjahit. ini menunjukkan betapa pentingnya keperagaan dalam proses belajar. d. grafik. . Pengalaman tidak langsung dapat diperoleh dengan beberapa cara sebagai berikut: a. b. seperti rumus. istilah dan lain-lain. misalnya mempelajari peta. uraian tertulis dan lain sebagainya.12 membawa hasil yang lebih baik. Pengalaman demikian erat dengan alat peraga. Melalui bentuk gambar. misalnya mempelajari lukisan. Pengalaman langsung Dalam pengalaman ini anak mengalami sendiri dan berbuat sendiri. c. orang yang sedang menari dan lain sebagainya. Tetapi tidak semua persoalan dapat dipelajari melalui pengalaman secara langsung. Melalui bentuk verbal yaitu diperoleh dengan cara membaca. Edgar Dale mengemukakan sepuluh jenis pengalaman. Mengamati gejala atau situasi dengan menggunakan alat indera. Melalui bentuk grafik.

. Demonstrasi bertujuan untuk memperlihatkan suatu proses. Pengalaman melalui karyawisata Karyawisata adalah kunjungan ke luar kelas dalam rangka belajar. Dalam karyawisata siswa menganalisis. e. Pengalaman melalui pameran Dalam pameran diperlihatkan benda-benda yang realistik dengan maksud menyajikan ide atau gagasan. d.yaitu dengan benda tiruan anak dapat mempelajarinya secara keseluruhan. Jadi pengalaman yang diperolehnya tidak langsung tetapi membutuhkan penghayatan yang tinggi. c. f. Pengalaman melalui demonstrasi Pada demonstrasi anak kelihatan tidak seaktif pada ketiga jenis di atas. Anak lebih banyak melihat dari pada berbuat. Pengalaman melalui televisi dan gambar hidup Alat ini berpengaruh pada anak melalui pendengaran dan penglihatan. Pengalaman melalui dramatisasi Dengan dramatisasi anak berkesempatan melakukan. dan meneliti sesuatu di luar. dan memamerkan suatu peranan tertentu.13 b. g. Pengalaman langsung melalui benda-benda tiruan Banyak hal yang dipelajari melalui benda tiruan. mengobservasi. menafsirkan.

Pengalaman melalui lambang-lambang visual Pengalaman merupakan sebuah contoh dari lambang visual.14 h. Jadi pengalaman melalui lambang visual memerlukan penghayatan dan pemikiran yang tajam. Walaupun tidak dapat melihat proses terjadinya perubahan tetapi dapat ditentukan apakah seseorang telah belajar atau belum yaitu dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah proses pembelajaran berlangsung. Ini hanya mungkin dimengeri kalau anak sudah berfikir abstrak. Tidak ada persamaan yang konkret dari lambang kata dengan ide atau benda dibalik kata tesebut. Pengalaman melalui radio dan rekaman Pengalaman ini hanya membutuhkan pendengaran saja. dkk (2001) belajar merupakan perubahan tingkah laku atau kegiatan dalam rangka mengembangkan diri. sebab harus menerjemahkan lambang tadi untuk membentuk satu pengertian. j. maupun sikap. i. Kata-kata adalah abstraksi yang mutlak. sehingga lebih sulit lagi dibandingkan dengan televisi dan gambar hidup. Sedangkan menurut Sanjaya (2007) belajar adalah proses perubahan tingkah laku yang merupakan suatu misteri karena perubahan tersebut sulit dilihat dan diraba. baik dalam aspek kognitif. Proses perubahan tingkah laku tersebut dapat digambarkan sebagai berikut: . Lambang kata (verbal) Lambang kata merupakan pengganti hal-hal yang sifatnya konkret. psikomotorik. Menurut Darsono.

Proses Perubahan Tingkah Laku Berdasarkan bagan di atas dapat dilihat bahwa telah terjadi proses belajar pada diri seseorang (S) manakala terjadi perubahan dari S sebagai input menjadi S' sebagai output. dan setelah mengalami proses pembelajaran ia masih tetap tidak tahu tentang ‘X’ maka dapat dikatakan bahwa ia tidak belajar atau proses pembelajarannya dianggap gagal. tetapi hanya bisa dilihat dari adanya perubahan dari sebelum dan sesudah terjadi proses belajar.15 S Proses S' Output Input Bagan 1. Pembelajaran adalah proses interaksi antara siswa dengan lingkungannya. Misalkan sebelum sesorang mengalami proses belajar ia tidak tahu konsep tentang ‘X’ tapi setelah mengalami proses belajar ia jadi paham konsep ‘X’. belum tentu ia belajar dengan baik manakala ia tidak mampu menunjukkan adanya perubahan tingkah laku. Sebaliknya sebelum terjadi proses pembelajaran ia tidak tahu tentang ‘X’ . Bagaimana suatu proses pembelajaran berhasil? Menurut Sanjaya (2007) faktor-faktor yang berpengaruh dalam sistem pembelajaran adalah . dengan demikian dapat dikatakan seseorang tersebut telah belajar. Dengan demikian efektivitas pembelajaran atau belajar dan tidaknya seseorang tidak dapat dilihat dari aktifitasnya selama terjadi proses pembelajaran. Seorang siswa yang sepertinya aktif belajar yang ditunjukkan dengan caranya memerhatikan guru dan rapinya ia membuat catatan.

b. Faktor sarana dan prasarana Sarana adalah segala sesuatu yang mendukung secara langsung terhadap kelancaran proses pembelajaran. dapat memberikan pilihan pada siswa untuk belajar. c. pengetahuan dan sikap. tempat tinggal siswa. Faktor guru Guru yang menganggap mengajar hanya sebatas menyampaikan materi pelajaran akan berbeda dengan guru yang menganggap mengajar adalah suatu proses pemberian bantuan kepada peserta didik.16 a. dan lain-lain. Masing-masing perbedaan tersebut dapat mempengaruhi baik dalam penyusunan strategi atau implementasi pembelajaran. Keuntungan lengkapnya sarana dan prasarana terhadap prsses pembelajaran adalah dapat menumbuhkan gairah dan motivasi guru dalam mengajar. sedangkan jika mengajaran dipandang sebagai proees mengatur lingkungan agar siswa . karena keberhasilan proses pembelajaran sangat ditentukan oleh kualitas dan kemampuan guru. Faktor siswa Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran yang dilihat dari aspek siswa meliputi latar belakang siswa yang terdiri dari jenis kelamin. tempat kelahiran. Dengan demikian efektivitas proses pembelajaran terletak di pundak guru. jika mengajar dipandang sebagai proses penyampaian materi maka dibutuhkan sarana pembelajaran berupa alat dan bahan yang dapat menyalurkan pesan secara efektif dan efisien. Sedangkan dilihat dari sifat yang dimiliki siswa meliputi kemampuan dasar.

17 dapat belajar maka dibutuhkan sarana yang berkaitan dengan berbagai sumber belajar yang dapat medorong siswa untuk belajar. Komponen-komponen tersebut dapat dilihat pada bagan berikut: Proses S S' Input Tujuan Output Isi/Materi Metode Media Evaluasi Bagan 2. Faktor lingkungan Faktor organisasi kelas merupakan faktor yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran. Faktor pengorganisasian kelas terdiri dari jumlah siswa dalam satu kelas. Proses pembelajaran merupakan suatu sistem yang terdiri dari beberapa komponen yang satu sama lain saling berinteraksi dan berinterelasi. Organisasi kelas yang terlalu besar akan kurang efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran. d. Komponen Proses Pembelajaran .

namun setting pembelajaran yang berorientasi pada pencapaian tujuan atau kompetensi. Alat dan sumber merupakan alat bantu yang berperan sebagai pengelola sumber belajar. 2. menurut Dalyono (1996) faktor-faktor tersebut meliputi: faktor internal dan faktor eksternal. tugas. Hasil belajar siswa banyak dipengaruhi oleh berbagai faktor. Isi/materi pelajaran merupakan inti dari proses pembelajaran karena sering diartikan proses pembelajaran sebagai proses penyampaian materi pelajaran. tanggungjawab maka materi pelajaran dapat digunakan sebagai sumber belajar. melalui penggunaan sumber belajar diharapkan kualitas pembelajaran akan semakin meningkat. Hasil Belajar Siswa Menurut Purwanto (1986) bahwa hasil belajar biasanya dapat diketahui melaui kegiatan evaluasi yang bertujuan untuk mendapatkan data pembuktian yang akan menunjukkan sampai dimana tingkat kemampuan dan keberhasilan siswa dalam pencapaian tujuan pembelajaran. . Strategi atau metode yang tepat merupakan komponen yang menentukan keberhasilan pencapaian tujuan. evaluasi tidak hanya untuk melihat keberhasilan siswa dalam proses pembelajaran tetapi juga sebagai umpan balik bagi guru atas kinerja dalam pengelolaan pembelajaran. Mau dibawa kemana siswa. Evaluasi merupakan komponen terakhir dalam sistem proses pembelajaran. semuanya tergantung pada tujuan yang ingin dicapai.18 Tujuan merupakan komponen yang sangat penting dalam sistem pembelajaran. apa yang harus dimiliki oleh siswa.

Hal itu dikarenakan adanya perbedaan karakteristik yang ada pada setiap siswa. psikologis dan kesehatan akan memperoleh hasil yang kurang memuaskan. Seseorang yang belajar dengan motivasi kuat akan melaksanakan kegiatan belajarnya dengan sungguh-sungguh. Antara siswa satu dengan yang lainnya memiliki karakteristik yang jauh bebeda. b. Minat yang besar terhadap sesuatu merupakan modal yang besar artinya dalam mencapai tujuan belajar. 4) Cara belajar. Faktor Internal (faktor dari dalam) 1) 2) Kesehatan jasmani dan rohani Intelegensia dan bakat. Seseorang yang mempunyai intelegensi baik umumnya mudah belajar dan hasilnya cenderung baik. Oleh karena itu . penuh gairah dan semangat. Faktor Eksternal (faktor dari luar) 1) 2) 3) 4) Keluarga Sekolah Masyarakat Lingkungan sekitar.19 a. Cara belajar seseorang mempengaruhi pencapaian hasil belajar mengajar tanpa memperhatikan faktor fisiologis. Upaya pendekatan hasil belajar siswa merupakan suatu bentuk yang tidak mudah untuk dilakukan oleh guru dan pihak sekolah. 3) Minat dan motivasi.

kepercayaan-kepercayaan serta faktor intelektual. menyebutkan adanya lima hasil belajar sebagai berikut: a. e. d. Kegiatan belajar siswa dapat tejadi apabila siswa ada perhatian dan dorongan terhadap stimulus belajar. dan pemecahan masalah. prinsip. Perhatian siswa terhadap stimulasi belajar . Sikap yaitu suatu kemampuan internal yang mempengaruhi tingkah laku seseorang dan didasari oleh emosi. Keterampilan intelektual atau pengetahuan prosedural yang mencakup belajar diskriminasi. Kemampuan motorik yaitu kemampuan untuk melaksanakan dan mengkoordinasikan gerakan-gerakan yang berhubungan dengan otot. Strategi kognitif yang kemampuannya untuk memecahakan masalahmasalah baru dengan jalan mengatur proses internal masing-masing individu dalam memperhatikan. mengingat dan berfikir. yang kesemuanya diperoleh melalui materi yang disajikan di sekolah. b.20 guru perlu mengetahui karakteristik setiap siswa sebelum melakukan proses pembelajaran. Oleh karena itu maka guru harus berupaya menimbulkan dan mempertahankan perhatian dan dorongan siswa dalam melakukan kegiatan belajar. konsep. belajar. Informasi verbal yaitu kemampuan untuk mendeskripsikan sesuatu dengan kata-kata dengan jalan mengatur informasi yang relevan. Menurut Gagne (1985) dalam Soekamto dan Winataputra (1995). pada saat berlangsungnya proses dan pada saat-saat kondisi belajar siswa mengalami kemunduran. Upaya memberikan perhatian dan dorongan belajar kepada siswa dilakukan oleh guru sebelum mengajar dimulai. c.

menyusun laporan. Aktifitas Siswa dalam Proses Pembelajaran Aktifitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar diwujudkan dalam bentuk kegiatan seperti mendengarkan. Siswa yang diam mendengarkan penjelasan bukan berarti tidak aktif. 2000). guru sebagai orang yang membelajarkan siswa harus peduli dengan masalah motivasi ini. Menurut Sanjaya (2007) aktifitas siswa tidak hanya ditentukan oleh aktifitas fisik semata. Oleh karena itu sebetulnya aktif dan tidak aktifnya siswa hanya siswa sendiri yang tahu secara pasti. Belajar aktif ini sangat diperlukan oleh siswa untuk mendapatkan hasil belajar . berdiskusi. memberikan pertanyaan kepada siswa. Oleh kaena itu. 3. memberikan stimulus belajar dalam bentuk lain sehingga siswa tidak bosan (Sudjana. sebaliknya belum tentu siswa yang secara fisik aktif memiliki kadar aktifitas mental yang tinggi pula. memproduksi sesuatu. Ia harus mampu dan mau memotivasi siswa yang rendah motivasi belajarnya dan meningkatkan motivasi siswa yang sudah mempunyai motivasi belajar. Menurut Zaini dalam Kasyati (2005) belajar aktif adalah salah satu cara untuk mengikat informasi yang baru dan menyimpannya di dalam otak. melakukan pengulangan informasi yang berbeda sifatnya dengan cara sebelumnya. memecahkan masalah dan lain sebagainya. harus ada motivasi yang disebut motivasi belajar.21 dapat diwujudkan melalui beberapa upaya seperti penggunaan media pengajaran atau alat peraga. akan tetapi juga ditentukan aktifitas nonfisik seperti mental. dan emosional. Motivasi belajar yang ada pada diri siswa dapat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. intelektual. Agar kegiatan ini terwujud.

Belajar yang hanya mengandalkan indera pendengaran mempunyai beberapa kelemahan. baik untuk menemukan ide pokok dari materi pelajaran. Ketika siswa belajar dengan aktif. Berdasarkan hal tersebut mereka secara aktif menggunakan otak. Dengan cara ini biasanya siswa akan merasa suasana yang lebih menyenangkan sehingga hasil belajar dapat dimaksimalkan. Jika siswa diajak berdiskusi. tidak hanya mental tetapi juga melibatkan fisik. Oleh karena itu diperlukan perangkat tertentu untuk dapat mengikat informasi yang baru saja diterima dari guru. padahal hasil belajar seharusnya disimpan sampai waktu yang lama. Pembelajaran aktif adalah suatu pembelajaran yang mengajak siswa untuk belajar secara aktif (Sudjana. Agar otak dapat memproses informasi dengan baik. akan tetapi otak manusia akan memproses informasi tersebut sehingga dapat dicerna kemudian disimpan. maka otak mereka akan bekerja lebih baik sehingga proses belajarpun dapat terjadi dengan baik pula. siswa diajak untuk turut serta dalam seluruh proses pembelajaran. 1996). otak manusia tidak hanya sekedar menerima dan menyimpan.22 yang maksimum. atau mengaplikasikan apa yang baru mereka pelajari ke dalam satu persoalan yang ada dalam kehidupannya. atau hanya menerima dari guru ada kecenderungan untuk cepat melupakan apa yang telah diberikan. maka akan sangat membantu kalau terjadi proses refleksi secara internal. Ketika siswa pasif. Ketika ada informasi yang baru. berarti mereka yang mendominasi aktifitas pembelajaran. Oleh karena itu dengan belajar aktif. menjawab pertanyaan atau membuat pertanyaan. . memecahkan persoalan.

Pengembangan pembelajaran Biologi adalah bahwa Biologi lebih dari sekedar kumpulan fakta ataupun konsep. kemauan dan kreativitas dalam belajar. melakukan pengujian serta membuat generalisasi. sikap kritis dan ingin tahu. konsep. Jelajah Alam Sekitar Biologi adalah bagian dari IPA (Ilmu Pengetahuan Alam). 2003a). maupun generalisasi yang menjelaskan tentang gejala kehidupan. Dalam aktifitas pembelajaran Biologi tersebut perlu adanya suatu kerja ilmiah yang mencakup proses pengamatan gejala alam. merumuskan hipotesis. Pengetahuan ini termasuk yang sudah ditemukan sejak jaman dahulu. . teori. kegembiraan dalam belajar. Biologi merupakan terminologi yang berasal dari kata yaitu bios. Pembelajaran Biologi yang berkaitan dengan gejala-gejala di alam atau fakta alam haruslah dilakukan suatu pengamatan langsung mengenai gejalagejala tersebut. Dari pengertian tersebut Biologi mencakup ilmu-ilmu atau pengetahuan yang berhubungan dengan kehidupan di alam semesta. 4. yang dapat diartikan sebagai ilmu/pengetahuan. kesungguhan bekerja sesuai dengan prosedur. yang berarti hidup dan logos. karena dalam Biologi juga terdapat kumpulan proses dan nilai yang dapat diaplikasikan serta dikembangkan dalam kehidupan nyata (Saptono. 1993). Pengetahuan tersebut dapat berupa fakta. hingga penemuan pengetahuan yang paling baru.23 Variabel-variabel keaktifan siswa meliputi keikutsertaan mempersiapkan pelajaran. keberanian menyampaikan gagasan dan minat. pengembangan penalaran induktif dan pengembangan penalaran deduktif (Karyadi.

jenjang. . kelas merupakan sejumlah siswa yang berkumpul bersama mengikuti proses pembelajaran. yang berada di bawah satu pimpinan yaitu guru. 3) Menurut Hamalik (1986) (dalam Rustaman. kelas menurut H. 2002) kelas adalah suatu kelompok sosial yang pada hakikatnya suatu unit sosial yang mempunyai tujuan yang sama dan terbentuk secara formal. 2002) merupakan suatu ruangan yang dibatasi oleh empat dinding. yang semuanya dapat diuraikan seperti di bawah ini: a. 2) Dalam arti luas kelas dapat diartikan sebagai kelompok atau pengelompokan di dalam masyarakat yang masing-masing mempunyai ciri khas. Kelas: 1) Dalam arti sempit. dan sebagainya. 4) Untuk guru Biologi. Pembelajaran Ruang Kelas Pembelajaran ruang kelas adalah pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas. pembelajarannya dapat dilakukan di ruang kelas. laboratorium serta di luar ruang kelas.24 Tanpa mengurangi hakikat pembelajaran Biologi. dimana sejumlah siswa berkumpul untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar. tetapi tidak harus selalu di dalam suatu ruangan di lokasi sekolah. lapangan rumput dekat sekolah. atau kebun sekolah. Nawawi (dalam Rustaman. Untuk proses pembelajaran dapat dilakukan di tempat di luar ruangan kelas seperti pekarangan sekolah. atau tingkatan. penentu.

maka Woolnough dan Allsop (dalam Rustaman. Melalui kegiatan praktikum. Dengan kegiatan praktikum siswa dilatih untuk mengembangkan kemampuan bereksperimen dengan melatih kemampuan mereka dalam mengobservasi dengan cermat. Prinsip ini akan menunjang kegiatan praktikum dimana siswa menentukan pengetahuan melalui eksplorasi terhadap alam. .25 5) Pembelajaran di ruang kelas dibutuhkan pengelolaan kelas yang dapat diartikan sebagai keterampilan guru untuk memelihara dan menciptakan kondisi belajar mengajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam PBM (Rustaman. b. 2) Praktikum mengembangkan keterampilan dasar melakukan eksperimen. Menurut Rustaman (2002) dalam pendidikan IPA kegiatan laboratorium (praktikum) merupakan bagian integral dan kegiatan belajar mengajar khususnya Biologi. Berkaitan dengan hal tersebut. 2002) mengemukakan empat hal yaitu: 1) Praktikum membangkitkan motivasi belajar IPA. siswa diberi kesempatan untuk memenuhi dorongan rasa. Pembelajaran Laboratorium Pemahaman bahwa Biologi dapat juga dikatakan sebagai suatu proses investigasi (penelusuran/penyelidikan) banyak diartikan dengan hal-hal yang selalu berhubungan dengan laboratorium beserta perlengkapannya (Saptono. 2003a). mengukur secara akurat dengan alat ukur yang sederhana atau canggih. 2002). ingin tahu dan ingin bisa.

sehingga memungkinkan siswa belajar secara langsung fenomena alam berdasarkan pengamatannya sendiri. merakit alat. melakukan dan mengintepretasikan eksperimen. dan membuktikan teori. melalui laporan yang harus dibuatnya. melakukan pengukuran secara cermat. Pembelajaran Luar Ruang Pembelajaran luar ruang merupakan strategi dalam pembelajaran yang mengutamakan pemanfaatan lahan di sekitar sekolah atau sumber belajar lain di luar sekolah. Strategi ini mempunyai kelebihan dan kekurangan. yaitu siswa dituntut untuk untuk merumuskan masalah. Dari kegiatan-kegiatan tersebut dapat disimpulkan bahwa praktikum dapat menunjang pemahaman siswa terhadap materi pelajaran.26 menggunakan dan menangani alat secara aman. 3) Praktikum menjadi wahana belajar pendekatan ilmiah. serta mengkomunikasikannya. Dalam hal ini guru harus jeli dalam memilih topik pelajaran yang cocok jika akan menggunakan strategi ini. Kelebihan strategi ini adalah: . 4) Praktikum menunjang materi pelajaran. mengintepretasikan data perolehan. c. Metode yang dilakukan antara lain dengan menggunakan metode inkuari. merancang. merancang eksperimen. Kegiatan praktikum memberi kesempatan bagi siswa untuk menemukan teori.

Siswa dapat berinteraksi langsung dengan keadaan alam nyata. sehingga seluruh indera yang dimilikinya akan difungsikan. Strategi ini didasarkan pada learning by doing. 5. karena biasanya jika siswa belajar di luar ruang kelas. konservasi lingkungan.27 1) 2) 3) Siswa belajar dalam kondisi menyenangkan. reproduksi tumbuhan. Adapun kekurangan strategi ini adalah: a) Pengelolaan siswa yang cukup merepotkan guru. tidak membosankan. sumber daya alam dapat disajikan dengan strategi ini (Saptono. Jelajah Alam Sekitar (JAS) sebagai Pendekatan Pembelajaran Biologi Pendekatan dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembalajaran. Pada topik-topik tertentu dalam Biologi dapat diimplementasikan strategi pembelajaran di luar ruang. 4) Siswa dapat melihat atau mengamati secara langsung fenomena alam di sekitar sekolahnya. Dalam pembelajaran luar ruang ini dikembangkan lebih lanjut menjadi pembelajaran Jelajah Alam Sekitar (JAS). untuk kembali ke kelasnya mereka enggan. b) Belum tentu setiap sekolahan memiliki lahan yang dijadikan sebagai sumber belajar. jadi secara induktif siswa akan mengumpulkan fakta-fakta sehingga selanjutnya siswa akan membangun makna terhadap pengamatannya. 2003a). sistematika tumbuhan. Konsep-konsep yang berkaitan dengan ekologi. Istilah pendekatan merujuk pada suatu proses . c) Membutuhkan manajemen waktu yang ketat dan hal ini tidak mudah dilakukan.

sosial. yaitu pendekatan yang berpusat pada guru (teacher-centred approaches) dan pendekatan yang berpusat pada siswa (student-centered approaches). dan penerapan alternative assessment. Pendekatan JAS menekankan pada kegiatan belajar yang dikaitkan dengan lingkungan alam sekitar kehidupan siswa dan dunia nyata. hasil belajar siswa lebih . pembelajaran deduktif atau pembelajaran ekspositori. Pembelajaran melalui JAS memungkinkan siswa mengembangkan potensinya sebagai manusia yang memiliki akal budi. Sedangkan pendekatan yang berpusat pada siswa menurunkan strategi pembelajaran discovery dan inquiri serta strategi pembelajaran induktif. proses inquiri. sehingga selain dapat membuka wawasan berpikir yang beragam. yaitu konstruktivisme. Pendekatan JAS merupakan pendekatan kodrat manusia dalam upayanya mengenali alam lingkungannya. 2005). JAS merupakan pendekatan pembelajaran yang menekankan pada pemanfaatan lingkungan alam sekitar kehidupan siswa. Dengan demikian. penerapan proses sains. Pendekatan JAS mencakup hal-hal yang inovatif dalam penerapannya. siswa juga dapat mempelajari berbagai konsep dan cara mengaitkannya dengan masalahmasalah kehidupan nyata. baik lingkungan fisik. maupun budaya sebagai obyek belajar Biologi yang fenomenanya dipelajari dengan kerja ilmiah (Marianti dan Kartijono. Roy Killen dalam Sanjaya (2007) mencatat ada dua pendekatan dalam pembelajaran.28 yang sifatnya masih umum (Sanjaya. Pendekatan yang berpusat pada guru menurunkan strategi pembelajaran langsung (direct instruction). proses eksploitasi lingkungan alam sekitar. 2007).

Konseptualisasi dan pemahaman diperoleh siswa tidak secara langsung dari guru atau buku. mengumpulkan data. dan integritas dirinya (Ridlo. akan tetapi melalui kegiatan ilmiah. gejala dan permasalahan. seperti mengamati. baik ketika berbenturan dengan suatu fenomena maupun kondisi sosial. makhluk sosial. siswa diajak mengenal obyek. menelaah dan menemukan simpulan atau konsep tentang sesuatu yang dipelajarinya. Fenomena tersebut dapat ditemui di lingkungan sekeliling siswa atau fenomena alam (Biologi) akan sangat membantu siswa untuk mengamati sekaligus memahami gejala atau konsep yang terjadi. Diterapkannya JAS. 2005). membandingkan. memprediksi. membuat hipotesis. Seseorang akan lebih efektif dalam proses belajar jika kognitifnya secara aktif mengalami rekonstruksi. Pendekatan JAS dikembangkan berdasarkan pemikiran Piaget dan Vygotsky yang menekankan konstruktivisme kognitif dan sosial. pembelajaran seharusnya memperhatikan pengembangan hand-on dan mind-on siswa. Secara langsung siswa melakukan eksplorasi terhadap fenomena alam yang terjadi. Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam menerapkan hand-on dan mind-on adalah sebagai berikut: . Sebagai implikasinya.29 bermakna bagi kehidupannya. sebagai makhluk Tuhan. merumuskan simpulan berdasarkan data dan membuat laporan secara komprehensif. Berdasarkan hal tersebut maka pembelajaran dengan pendekatan JAS dapat mengubah pengetahuan awal siswa yang semula salah ataupun ragu menjadi benar. membuat pertanyaan. merancang kegiatan.

6. Guru senantiasa memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengekspresikan kemampuan dan gagasannya. Strategi pembelajaran dan pengukuran hasil belajar Biologi berbasis JAS Kemp dalam Sanjaya (2007) menjelaskan strategi pembelajaran adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan oleh guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan efisien. c. Strategi pembelajaran merupakan perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (Sanjaya. performance. maupun tulisan. Senada dengan pendapat di atas strategi pembelajaran menurut Dick dan Carey dalam Sanjaya (2007) juga menyebutkan bahwa strategi pembelajaran itu adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa.30 a. 2007). Siswa diberi kesempatan untuk secara aktif melakukan eksplorasi ke lingkungan untuk mencapai kecakapan kognitif. b. Dilakukannya eksplorasi. afektif. Implementasi strategi berbasis pendekatan JAS dalam pembelajaran Biologi dapat dijabarkan sebagai berikut. Pembelajaran memungkinkan siswa belajar dalam kelompok. Strategi pembelajaran merupakan hal penting dalam upaya membelajarkan siswa. siswa dapat memahami konsep dan menyusun . dan psikomotorik. Guru bertindak sebagai fasilitator sekaligus motivator yang tercermin dalam kegiatan yang dikembangkan dalam pembelajaran. baik melalui lisan.

Alternative assessment sebagai alternatif penilaian komperehensif yang dapat menggambarkan proses dan hasil belajar siswa diperlukan untuk mengetahui kemajuan belajar siswa guna melengkapi tes “paper and pen”. 5) Keterlibatan aktif siswa dalam menjangkau kondisi di luar sekolahnya. dan berinteraksi sosial dengan lingkungannya. Ada laporan yang dapat dikomunikasikan. tulisan.31 pengetahuannya sendiri. maupun memanfaatkan media dalam pembelajaran kelas. Pelaksanaan tes “paper and pen” dapat digunakan untuk mengungkap kemampuan kognitif siswa tentang pengetahuan konseptual dan prosedural. 4) Sasarannya pada dampak perorangan atau kelompok yang memungkinkan siswa memenuhi rasa keingintahuan dan minatnya. foto atau audiovisual. Berdasarkan strategi pembelajaran Biologi berbasis JAS di atas. melakukan prediksi dan penjelasan. Kegiatan pembelajaran berbasis JAS meliputi: 1) Selalu dikaitkan dengan alam sekitar secara langsung. baik secara lisan. . tidak langsung. (Slavin. melalui gambar. 2) 3) Selalu ada kegiatan pengamatan. 1995). Adapun untuk kemampuan prosedural atau kinerja (hand-on) dapat digunakan performance assessment sebagai salah satu alternative assessment (Lim. 1997). maka pengukuran hasil belajar siswa tidak cukup jika hanya berdasarkan hasil tes “paper and pen”. Teknik observasi dapat diterapkan pada saat mengakses aktifitas siswa.

2003b). Konflik kognitif ini hanya dapat diatasi melalui pengaturan diri (self regulation) oleh siswa yang sedang belajar.32 Untuk mengetahui kemajuan belajar siswa. Terjadinya proses modifikasi struktur kognitif dapat digambarkan sebagai berikut: Hal Baru (hasil interaksi dengan lingkungan (pada saat siswa belajar) SKEMATA Dibandingkan dengan konsepsi awal Tidak cocok Ketidakseimbangan Akomodasi Cocok Keseimbangan Mengerti Cocok Belum memahami Perlu alternatif strategi lain Asimilasi Bagan 3. maka portofolio merupakan alternative assessment yang dapat diimplementasikan. Pada akhir proses belajar. pengetahuan akan dibangun sendiri oleh siswa (konstruktivisme) melalui pengalamannya dari hasil interaksi dengan lingkungannya. Skema Perolehan Pengetahuan Sains . 7. Penerapan Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa pada JAS Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa merupakan pengembangan dari pandangan yang menyatakan bahwa dalam proses belajar (perolehan pengetahuan) selalu diawali dengan terjadinya konflik kognitif (Saptono.

tidak menutup kemungkinan siswa mengalami “jalan buntu” (tidak mampu mengetahui yang baru) karena struktur kognisinya tidak mampu berakomodasi secara positif. Perolehan pengetahuan oleh siswa diawali dengan diadobsinya fenomena (pengetahuan) baru hasil interaksi dengan lingkungannya. Jika hal baru tersebut tidak sesuai dengan konsepsi awal siswa.33 Konflik kognitif terbentuk saat terjadi interaksi antara konsepsi awal (pengetahuan awal) yang telah dimiliki siswa dengan pengetahuan fenomena baru yang tidak dapat diintegrasikan begitu saja. maka akan terjadi asimilasi atau penguatan dalam struktur kognisinya. struktur kognisi siswa dapat memodifikasi menuju keseimbangan (equilibrium). hal baru tersebut dibandingkan dengan konsepsi awal yang telah dimiliki siswa sebelumnya. Jika hal baru tersebut sesuai dengan konsepsi awal siswa. maka akan terjadi konflik kognitif yang mengakibatkan adanya ketidak keseimbangan (disequilibrium) dengan struktur kognisinya. Namun demikian. Hal ini diperlukan kreatifitas guru dalam mengembangkan variasi dalam berbagai strategi agar siswa dapat memahami pengetahuan yang sedang dipelajari. Kemudian. Peristiwa ini akan terjadi secara berkelanjutan selama siswa menerima pengetahuan baru. sehingga terjadi proses asimilasi (pembentukan struktur kognisi yang sesuai). . sehingga diperlukan perubahan atau modifikasi struktur kognitif (skemata) untuk mencapai keseimbangan. Melalui proses akomodasi dalam kegiatan pembelajaran yang dikembangkan oleh guru.

Mengetahui adanya konsepsi awal yang dimiliki siswa melalui pengalaman sebelumnya. Berdasarkan hal tersebut siswa akan terbiasa sekaligus mampu membangun pengetahuannya sendiri secara aktif tentang fenomena-fenimena alam yang ditemuinya dalam kehidupan seharihari. maka dapat disimpulkan bahwa pengetahuan tidak dapat dipindahkan maknanya dari seorang guru kepada siswanya melainkan siswa sendirilah yang akan membangun pengetahuannya. Mengetahui bahwa pengetahuan tidak dapat diperoleh secara pasif. .34 Bertolak dari pandangan di atas. c. Menyadari bahwa dalam proses pembelajaran terjadi perubahan konseptual. termasuk Biologi. Melalui penerapan model pembelajaran ini siswa diberi kesempatan sebanyak-banyaknya untuk memperoleh pengalaman nyata dan pengembangan gagasan-gagasannya. Gagasan tersebut antara lain menyebutkan bahwa dalam pengembangan pembelajaran Biologi hendaknya diperhatikan hal-hal sebagai berikut: a. Memperhatikan terjadinya interaksi sosial. d. e. b. Oleh karena itu dalam pembelajaran siswa harus dilibatkan secara langsung dengan fenomena-fenomena yang memungkinkan diperolehnya suatu pengetahuan. Dari pandangan ini kemudian muncul gagasan untuk mengembangkannya ke dalam model pembelajaran. Menekankan pengembangan kemampuan hand-on dan mind-on siswa.

35 Dalam implementasinya. Bila diperlukan guru bisa mengajukan pertanyaan problematik tentang fenomena yang sering ditemui siswa dalam kehidupan sehari-harinya tentang relevan dengan konsep/materi yang akan dibahas. Siswa diberi kesempatan untuk mengkomunikasikan dan mengilustrasikan pemahamannya terhadap konsep tersebut. Skema Pembelajaran Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa Tahap pertama dalam pembelajaran. tahap-tahap pembelajaran yang dikembangkan dalam Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa yang diintegrasikan dengan alternative assessment adalah sebagai berikut: Menggali pengetahuann awal siswa berkaitan Dengan materi yang akan dibahas Memberikan informasi yang akan dilakukan konstruktivi sme JAS Cooperative Bioedutain ment Siswa melakukan eksplorasi secara kelompok Siswa melaporkan hasil eksplorasi Penegasan konseptual oleh guru Tes tertulis Hasil karya/action (penugasan) Tes/penugasan Bagan 4. . siswa diberi motivasi agar menemukan pengetahuan awalnya tentang konsep/materi yang akan dibahas.

Secara keseluruhan tahapan ini akan memenuhi rasa keingin tahuan siswa tentang fenomena alam di sekelilingnya. baik secara lisan maupun yang tertulis seperti penyajian data dengan tabel. Hasil temuan kelompok didiskusikan dengan kelompok lain. Alternative assessment diterapkan pada saat siswa melakukan eksplorasi dan laporan hasil eksplorasi. . Tahap ketiga. baik melalui kegiatan atau pemunculan dan pemecahan masalah-masalah yang relevan dengan isu-isu dilingkungannya. siswa diberi kesempatan untuk menyelidiki dan menemukan konsep melalui pengumpulan. Secara berkelompok. skema atau bentuk lainnya. maka siswa akan membangun pemahaman baru tentang konsep yang sedang dipelajari. Hal ini menjadikan siswa tidak ragu-ragu lagi tentang pemahamanya. saat siswa memberikan penjelasan dan solusi yang didasarkan pada hasil pengamatannya ditambah dengan penguatan guru. grafik. pengorganisasian dan penginterpretasian data dalam suatu kegiatan yang telah dirancang guru. Tes dan penugasan (berupa assesment kerja/action dari lembar penugasan) dilaksanakan setelah pembelajaran selesai.36 Tahap ke dua. guru berusaha menciptakan iklim pembelajaran yang memungkinkan siswa dapat mengaplikasikan pemahaman konseptualnya. Tahap keempat. siswa melakukan kegiatan eksperimen dan berdiskusi.

Hipotesis Penelitian Hipotesis dalam penelitian ini adalah: 1.5. Hasil belajar siswa SMP Negeri 27 Semarang dengan penerapan pendekatan JAS berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa minimal mencapai 6. Aktifitas siswa SMP Negeri 27 Semarang dengan penerapan pendekatan JAS berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa menunjukkan adanya respon positif (+). 2. .37 B.

mengemukakan pendapat. presentasi kelompok. mengerjakan tugas yang diberikan guru dan menjawab pertanyaan guru. menarik simpulan. Aktifitas siswa dalam kelas meliputi memperhatikan penjelasan guru. dan VII G. VII B. mengemukakan pendapat atau bertanya. Hasil belajar yang diamati adalah perolehan nilai yang berhubungan dengan nilai tes dan nilai penugasan.38 BAB III METODE PENELITIAN A. Data Penelitian Data-data yang diambil dalam penelitian ini meliputi: 1. Subyek penelitian ditentukan secara sampling. . Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling karena pihak sekolah (kepala sekolah dan guru) menghendaki penelitian ini dilaksanakan di 3 kelas yaitu kelas VII C. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi Eksperimen dengan pendekatan JAS sebagai treatment-nya. hal ini dilakukan karena beberapa pertimbangan yaitu alasan keterbatasan waktu dan kesediaan tenaga pengajar B. Data primer Data primer meliputi data-data hasil belajar dan aktifitas siswa selama pembelajaran. Aktifitas yang diamati meliputi aktifitas siswa dalam kelompok dan dalam kelas. Aktifitas siswa dalam kelompok yang diamati meliputi aktifitas kerjasama. Subyek Penelitian Penelitian dilaksanakan di SMP 27 Semarang yang saat penelitian dilakukan sekolah tersebut menerapkan KBK (Kurikulum 2004).

Pelaksanaan pembelajaran dilakukan sesuai dengan materi yang diajarkan yang lebih menekankan pada konsep-konsep yang belum dimengerti siswa/konsep yang salah berdasarkan hasil analisis pre-test. Data sekunder Data sekunder meliputi kinerja/performance guru dalam KBM meliputi langkah-langkah proses pembelajaran yang seharusnya dilakukan guru secara keseluruhan dan potret secara diskripsi tentang kegiatan belajar mengajar C. Alur Metode Pre-test and Post-test Design Pelaksanaan pre-test dilakukan sebelum diadakannya proses pembelajaran biologi dalam bentuk soal uraian sesuai dengan materi yang akan diterapkan.39 2. Rancangan Penelitian Penelitian Quasi Eksperimen ini dilakukan dengan metode pre-test and post-test design. Setelah dilakukan pre-test kemudian hasilnya dianalisis berdasarkan pemahaman awal siswa mengenai materi yang akan diajarkan sehingga dapat diketahui konsep-konsep apa yang belum dimengerti siswa. Pelaksanaan penelitian dapat digambarkan seperti alur di bawah ini: Pelaksanaan Pretest Analisis hasil pre-test Persentase Keberhasilan Analisis hasil post-test Post-test (nilai tes dan nilai tugas) Treatment Pembelajaran JAS Bagan 5. .

2. Perencanaan Pada tahap perencanaan menyusun perangkat untuk melaksanakan proses pembelajaran yang telah ditentukan. dengan menetapkan . Bersamaan dengan penyusunan RP tersebut juga dilakukan perencanaan tempat yang akan dijadikan sebagai sumber belajar. serta pembuatan perangkat pelengkap lain seperti apron untuk nama kelompok. Perangkat tersebut adalah: a. D. Persiapan Pada tahap awal penelitian dilakukan observasi awal terhadap pembelajaran Biologi di SMP 27 Semarang dengan teknik pengamatan dan wawancara. LKS yang disusun mempertimbangkan student centered activities. media yang mungkin digunakan. Prosedur Penelitian 1. Analisis post-test dilakukan setelah pelaksanaan post-test yang berupa nilai hasil tes dan nilai penugasan/assesment kerja. Lembar Kegiatan Siswa (LKS) LKS disusun untuk melengkapi RP. Penyususnan RP dilaksanakan sebelum dilakukan kegiatan belajar mengajar mengenai materi Pengelolaan Lingkungan dengan memperhatikan langkah-langkah strategis yang dapat diterapkan guru. Rencana Pembelajaran (RP). b.40 Post-test dilaksanakan setelah pelaksanaan treatment yang berupa evaluasi dalam bentuk pilihan ganda dan tugas/assesment kerja.

Langkah-langkah penyusunan instrument dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Materi yang diberikan sesuai dengan konsep pengelolaan lingkungan . d. e. lembar observasi kinerja guru dalam pembelajaran dan lembar observasi kinerja siswa (dalam lampiran). Instrumen Instrumen adalah alat bantu yang digunakan dalam pengumpulan data dalam penelitian. Instrumen yang digunakan adalah soal-soal yang dibuat untuk mengetahui daya tangkap atau pemahaman siswa tentang materi yang telah diberikan. Membuat Lembar Observasi Lembar observasi yang dibuat meliputi aktifitas siswa. 2) Menentukan tipe soal untuk menguji kemampuan awal siswa berupa soal obyektif dan atau pilihan ganda. c. . rubrik kinerja guru dalam pembelajaran dan rubrik assesment kinerja siswa (dalam lampiran).41 langkah-langkah yang memungkinkan siswa menemukan sendiri konsep yang dibahas. Membuat Lembar Penilaian (Rubrik) Lembar penilaian/rubrik dibuat berdasarkan lembar observasi yang diperlukan dalam penelitian seperti rubrik untuk aktifitas siswa.

42 3) Menyusun kisi-kisi soal beserta pengetahuan yang ingin dicapai antara lain: aspek ingatan (C1). Indikatornya adalah dengan menghitung validitas. 3. data sekunder yaitu data potret secara diskripsi tentang . kesan maupun saran mengenai proses pembelajaran yang telah diterapkan dalam penelitian. Data dan Cara Pengambilan Data 1. E. kemudian dilakukan uji coba: tujuan uji coba adalah untuk mengetahui apakah instrument layak digunakan sebagai alat pengambil data atau tidak. Tahap-tahap Penelitian Tahap-tahap penelitian dilaksanakan sesuai pembelajaran yang telah direncanakan melalui Rencana Pembelajaran (RP) (dalam lampiran). tingkat kesukaran. Lembar tanggapan siswa Lembar tanggapan yang diberikan siswa untuk mengemukakan tanggapan. daya pembeda. Data yang diambil ada 2 yaitu data primer antara lain: nilai posttest dan aktifitas siswa. Menyusun soal sesuai dengan kisi-kisi yang telah ditentukan. aspek pemahaman (C2). Uji coba instrumen Setelah perangkat tes disusun. g. 4) f. dan reabilitasnya. Sumber data Sumber data penelitian eksperimen ini adalah siswa kelas VII SMP 27 Semarang. dan aspek aplikasi (C3).

Data aktifitas siswa diambil menggunakan lembar observasi Data tugas-tugas siswa dari guru setelah kegiatan belajar mengajar Data performance guru diambil dengan menggunakan lembar observasi. Pengambilan data melalui tes obyektif ini dilakukan sesudah seluruh proses pembelajaran/seluruh materi dalam Pengelolaan Lingkungan selesai. Cara pengambilan data a. e. yang terdiri dari 16 butir soal isian. 2. Instumen tes yang digunakan adalah tes uraian. 1. b. Data tentang situasi belajar mengajar pada saat dilaksanakannya pembelajaran dengan pendekatan JAS secara diskriptif F. d. tes kinerja siswa dan tes obyektif. Instrumen Instrumen penelitian yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian Quasi-eksperimen ini berupa instrumen tes dan instrumen non tes. Instrumen tes Instrumen tes digunakan untuk mengetahui data tentang hasil belajar siswa dalam konsep pembelajaran Biologi pada materi Pengelolaan Lingkungan. Tes uraian digunakan untuk mengetahui pengetahuan awal siswa yang diberikan sebelum proses pembelajaran dimulai.43 kegiatan belajar mengajar (penerapan JAS dalam pembelajaran Biologi) dan kinerja guru dalam KBM. c. Alat . Tes obyektif berupa pilihan ganda dengan 4 pilihan jawaban (option) yang berjumlah 30 butir. Data nilai belajar diambil dengan memberikan tes kepada siswa. tes kinerja berupa assesmet kerja siswa yang dilaksanakan setelah setiap sub-materi pelajaran selesai dilaksanakan.

80 = validitas tinggi 0. Kriteria validitas soal menurut Arikunto (2002) yang dimodifikasi sebagai berikut: 0. reliabilitas soal.61 sampai dengan 0.44 evaluasi berupa tes obyektif yang terlebih dahulu telah diujicobakan di luar sampel penelitian digunakan dalam penelitian untuk mengetahui validitas tes.40 = validitas rendah 0.00 sampai dengan 0.41 sampai dengan 0.60 = validitas cukup 0. Validitas butir soal Validitas dalam tes ini ditentukan dengan menghitung koefisien korelasi total dengan skor soal dengan rumus korelasi product moment angka kasar (Arikunto. a.81 sampai dengan 1.00 = validitas sangat tinggi 0. Apabila harga rxy lebih besar daripada harga r tabel maka butir soal tersebut valid.21 sampai dengan 0.20 = validitas sangat rendah . taraf kesukaran dan daya pembeda. 2002) yang sebagai berikut: rxy = (NΣx NΣxy − (Σx )(Σy ) 2 − (Σx ) 2 )(NΣy 2 − (Σy ) 2 ) Keterangan: rxy N ∑X ∑Y ∑X² ∑Y² = koefisien korelasi skor item dengan skor total = jumlah peserta = jumlah skor item = jumlah skor total = jumlah kuadrat skor item = jumlah kuadrat skor total ∑XY = jumlah perkalian skor item dengan skor total Setelah diperoleh harga rxy kemudian dikonsultasikan dengan harga r product moment.

00 sampai dengan 0.26.8.12.14.71 sampai dengan 1.13.6. maka hasil analisisnya dapat disajikan pada tabel berikut: .30 = sukar 0.23.18.10. Hasil Analisis Validitas Butir Soal Uji Coba Keterangan Valid No Butir Soal 1.9. p Keterangan: p B JS = b js = indeks kesukaran = banyaknya siswa yang menjawab soal dengan betul = jumlah seluruh siswa peserta tes Klasifikasi indeks kesukaran menurut Arikunto (2002) yang dimodifikasi sebagai berikut: 0.00 = mudah Dari 35 butir soal yang telah diujicobakan sebelum penelitian.16 17.4.25 b.19.70 = sedang 0.28.32.3. Taraf kesukaran butir Menurut Arikunto (2002) taraf kesukaran butir soal dihitung dengan cara membangdingkan siswa yang menjawab betul dengan jumlah seluruh siswa peserta tes dengan rumus.2.29.20.22.15.31 sampai dengan 0. maka hasil analisisnya dapat disajikan pada tabel 1 berikut: Tabel 1.24.33.34.27.45 Dari 35 butir soal yang telah diujicobakan sebelum penelitian.35 Tidak Valid 5.11.30.7.21.31.

24.27.00 = jelek = cukup = baik = baik sekali .10.13.12.2.16.00 – 1.21.14.23.15.20 0. Daya pembeda soal Daya pembeda soal adalah kemampuan suatu soal untuk membedakan antara siswa yang pandai dengan siswa yang kurang pandai (Arikunto. Hasil Analisis Taraf Kesukaran Butir Soal Uji Coba Keterangan Sukar Sedang 7.41 sampai dengan 0.71 sampai dengan 1.8.29 1. indeks diskriminasi berkisar antara 0.00.26.31. No Butir Soal 32.00 sampai dengan 0. D = BA BB − = PA − PB JA JB keterangan: D = indeks diskriminasi JA JB = banyaknya peserta kelompok atas = banyaknya peserta kelompok bawah BA = banyaknya peserta kelompok atas menjawab betul BB = banyaknya peserta kelompok bawah menjawab betul PA = proporsi peserta kelompok atas yang menjawab betul PB = proporsi peserta kelompok bawah menjawab betul Klasifikasi daya pembeda sebagai berikut: 0.11. Mudah 4.18.35 c.21 sampai dengan 0.17.3.4 0.9. 2002).5. 30. Angka yang menunjukkan besarnya daya pembeda indeks diskriminasi (D).28.22.71 0.19.25.34.46 Tabel 2.5.33 20.

5.10.21.31.47 Dari 35 butir soal yang telah diujicobakan sebelum penelitian.13. kemudian hasilnya dimasukkan ke dalam tabel distribusi.9. Butir yang valid belum tentu reliabel maka butir yang baik harus memiliki kriteria reliabel.24.35 Jelek 23 d.14.22 25.17.20.7. 15. Penentu reabilitas alat ukur dalam penelitian ini digunakan dalam langkah kerja sebagai berikut: Setelah perangkat tes diujicobakan. juga perlu diuji tingkat reabilitasnya.28.18. maka hasil analisisnya dapat disajikan pada tabel 1 berikut: Tabel 3.16.11.8.33.26.30.34 1.29. Hasil Analisis Daya Pembeda Butir Soal Uji Coba Keterangan Baik Sedang No Butir Soal 2.27.32.6.19.3. Uji reabilitas atau keterhandalan Selain butir-butir soal diuji tingkat validitas.4. Menghitung harga reabilitas dengan rumus sebagai berikut: 2 ⎡ n ⎤ ⎡ S − Σpq ⎤ r11 = ⎢ ⎥ 2 ⎥⎢ ⎣ n − 1⎦ ⎣ S ⎦ Keterangan: R11 : Reliabilitas tes secara keseluruhan n p q S : Jumlah butir soal : Proporsi siswa yang menjawab benar : Proporsi siswa yang menjawab salah : Simpangan baku .12.

Tabel 4.40 0.3.20 : : : : : sangat tinggi tinggi cukup rendah sangat rendah Berdasarkan hasil ujicoba soal.20.4.26. Nomor Soal yang Digunakan dan Tidak Digunakan (dibuang) Nomor Butir Soal / Kriteria Digunakan Dibuang 1.30. maka item yang digunakan dalam penelitian adalah sebagai berikut: Tabel 5.33. diketahui bahwa instrumen soal telah reliabel.60 0.00 sampai 0. 5.12. daya beda.17.10.81 sampai1.25 21.4. Hasil Analisis Reliabilitas Soal Uji Coba Σ Siswa (N) 42 r tabel 0.298 r11 0.48 Harga r yang diperoleh kemudian dikonsultasikan dengan r tabel product moment dengan taraf signifikasi 5%.29.8.14.61 sampai 0. Besarnya koefisien korelasi adalah: 0.6.00 0.11.80 0. validitas san reliabilitas soal di atas.9.22.35 .18.16.27.13. yang berarti soal tersebut dapat digunakan sebagai soal tes tertulis karena memiliki taraf kepercayaan tinggi.19.31.28. Jika harga r hitung > r tabel product moment maka item soal yang diuji bersifat reliabel.7.21 sampai 0.24.2.32.41 sampai 0.927 Kriteria Reliabel Koefisien korelasi Sangat tinggi Dari hasil analisis tingkat kesukaran.23.15.

49

2. Instrumen non-test Instrumen non-test yang digunakan untuk mengumpulkan data aktifitas siswa maupun kinerja guru. a. Lembar observasi Lembar observasi ini digunakan untuk mengamati keaktifan siswa baik secara individu maupun kelompok dan kinerja guru pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. b. Lembar wawancara Lembar wawancara digunakan sebagai pedoman mendapatkan informasi tentang tanggapan siswa setelah pembelajaran. G. Metode Analisis Data Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif. Temuan yang berupa angka-angka dianalisis dan diberi makna berdasarkan catatan lapangan sehingga dapat digunakan untuk merumuskan simpulan. 1. Pengolahan data pre-test dilakukan secara diskriptif yaitu memberikan keterangan berdasarkan jumlah siswa yang menjawab betul lengkap, betul tidak lengkap, kurang betul, dan salah. Lembar penilaian post-test dapat ditunjukkan melalui tabel di bawah ini: LEMBAR ANALISIS PRE-TEST Materi pre-test Kelas = ............................................ = ............................................

50

Tabel 6. Lembar Analisis Pre-test No soal (Pre-test) 1 2 3 4 Rerata (%) Betul

Keterangan Jawaban Kurang Salah

Setelah dianalisis dan diketahui jumlah jawaban siswa yang menjawab betul lengkap, betul tidak lengkap, kurang lengkap, dan salah kemudian dijumlah dan dijadikan persentase (%) dengan cara sebagai berikut:

% betul lengkap =

jumlah siswa menjawab betul lengkap jumlah seluruh siswa

% kurang =

jumlah siswa menjawab kurang betul jumlah seluruh siswa

% salah =

jumlah siswa menjawab salah jumlah seluruh siswa

Analisis data post-test dilakukan dengan cara memberikan keterangan berdasarkan jumlah siswa yang menjawab betul atau salah pada setiap nomer soal post-test yang berkaitan dengan soal pre-test, yaitu dengan cara sebagai berikut:

51

LEMBAR ANALISIS POST-TEST

Tabel 7. Lembar Analisis Post-test Hasil Pre-test Kelas Materi
Betul Kurang Salah

Hasil Post-test
Betul Salah

Keterangan

2. Menentukan batas lulus individual, yaitu apabila telah mencapai nilai ≥ 6,5. Hal ini berdasarkan Standar Ketuntasan Belajar Mengajar (SKBM) yang ditetapkan pada mata pelajaran biologi SMP Negeri 27 Semarang. Untuk menghitung ketuntasan belajar secara individual dengan rumus:
NS = Σb × 10 Σn

Keterangan: NS : Nilai ketuntasan belajar secara individual ∑b ∑n : Jumlah skor jawaban benar setiap siswa : Jumlah seluruh item

3. Menentukan persentase kelulusan siswa secara klasikal dengan rumus:
P= ∑ ni × 100% ∑n

Keterangan: P

= Ketuntasan belajar klasikal

∑ ni = Jumlah siswa yang tuntas secara individual (nilai ≥ 6,5) ∑ n = Jumlah total siswa

2002) 4. Penentuan nilai untuk aktifitas siswa dan kinerja guru digunakan skala 11.40% 41% . 5. maka langkah yang ditempuh adalah menentukan skor maksimal SMI) pada setiap pertemuan. Pengolahan data mengenai aktifitas siswa dianalisis secara deskriptif berdasarkan hasil observasi dengan menggunakan lembar observasi pada saat dilaksanakan kegiatan belajar mengajar. Tabel 8. Tabel Konversi Skala 11 No Tingkat Penguasaan Batas Bawah 1 2 3 4 5 6 95%-100% 85%-94% 75%-84% 65%-74% 55%-64% 45%-545 95% x SMI 85% x SMI 75% x SMI 65% x SMI 55% x SMI 45% x SMI Batas Atas 100% x SMI 94% x SMI 84% x SMI 74% x SMI 64% x SMI 545 x SMI Nilai 10 9 8 7 6 5 .52 Penilaian kualitas hasil belajar dilakukan dengan mengkonfirmasikan persentase kelulusan klasikal dengan parameter sebagai berikut: 0% .80% = Jelek = Kurang = Cukup = Baik 81% . dan membuat pedoman konversi skala 11.60% 61% .20% 21% . untuk menentukan nilai hasil konversi. Pengolahan data pada item performance dengan cara mengubah score dalam bentuk nilai.100% = Sangat baik (Ridlo.

Lebih dari 85% siswa mendapatkan nilai post-test lebih dari 65.53 7 8 9 10 11 35%-44% 25%-34% 15%-24% 5%-14% 0%-4% 35% x SMI 25% x SMI 15% x SMI 5% x SMI 0% x SMI 44% x SMI 34% x SMI 24% x SMI 14% x SMI 4% x SMI 4 3 2 1 0 H. Indikator Keberhasilan Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah 1. Gambaran akivitas positif (+) siswa dalam mendukung pembelajaran biologi (pengelolaan lingkungan) yang telah dilakukan. Hasil belajar yang diperoleh siswa pada nilai post-test lebih dari 65. b. . 2. a.

dan nilai assesment kerja dan hasil observasi aktifitas siswa terhadap proses pembelajaran dengan pendekatan JAS berbasis analisis pengetahuan awal siswa pada materi pengelolaan lingkungan. pencemaran udara. Dalam pelaksanaannya. yaitu Pertemuan I pelaksanaan pre-test.54 BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Penelitian yang berjudul “Hasil Belajar dan Aktifitas Siswa dengan Penerapan Jelajah Alam Sekitar Berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa Pada Konsep Pengelolaan Lingkungan (Studi Kasus di SMP Negeri 27 Semarang) telah dilaksanakan dari tanggal 11 April sampai dengan 10 Mei 2006 di SMP Negeri 27 Semarang. dan pencemaran tanah. Hasil Belajar Siswa Penelitian hasil belajar dan aktifitas siswa dengan penerapan JAS berbasis analisis pengetahuan awal siswa pada materi pengelolaan lingkungan meliputi konsep erosi tanah. Penelitian pada konsep materi tersebut dilaksanakan selama lima kali pertemuan. pertemuan III membahas tentang pencemaran udara. . pencemaran air. pertemuan II membahas pengaruh penebangan hutan (erosi tanah). penelitian ini dibagi menjadi 5 pertemuan. Berikut adalah hasil penelitian beserta pembahasannya: A. post-test. pertemuan IV membahas tentang pencemaran air dan tanah dan pertemuan V dilaksanakan post test Hasil penelitian ini meliputi hasil belajar siswa yang terdiri dari hasil pre-test.

2 87.8 Sangat baik .80 78. Data Kelas VIIB VIIC VIIG Nilai Pre-test (%): Betul Salah Nilai Post-test (%) Betul Salah Nilai rata-rata Ketuntasan Klasikal (%) Kualitas Hasil Belajar 8.2 64.55 Hasil belajar siswa diperoleh dari hasil analisis pengetahuan awal siswa melalui pre-test yang dilaksanakan sebelum proses pembelajaran dimulai (pertemuan I).2 73.20 24. VIIC dan VIIG yang meliputi pre-test dan post-test dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 9.68 30.70 68.92 81.1 Baik 20.30 31.69 91.36 75. Ketuntasan belajar siswa secara individual adalah jika siswa sudah mencapai nilai ≥ 6.5 sesuai dengan standar ketuntasan sekolah SMP N 27 Semarang dan secara klasikal lebih dari 85% siswa mendapatkan nilai post-test lebih dari 65.31 69.64 79. Hasil penelitian tentang penerapan pendekatan JAS berbasis analisis pengetahuan awal siswa berupa hasil belajar siswa kelas VIIB. VIIC dan VIIG.08 68. hasil evaluasi (post-test) dilaksanakan setelah proses pembelajaran pada materi pengelolaan lingkungan selesai dan nilai hasil unjuk kerja dilakukan setelah proses pembelajaran tiap pertemuan/submateri selesai.17 Baik 18.32 69. Rekap Hasil Belajar Siswa (pre-test dan post-test) pada Pembelajaran Pengelolaan Lingkungan dengan Pendekatan JAS Berbasis Analisis Pengetahuan Awal Siswa SMP N 27 Semarang Kelas VIIB.

56 Pada penelitian ini strategi yang digunakan adalah strategi pembelajaran yang berbasis analisis pengetahuan awal siswa. Strategi pembelajaran yang diungkapkan oleh Kemp dalam Sanjaya (2007) adalah suatu kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan oleh guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif dan efisien. Alur Tahap-Tahap Pembelajaran . Menurut Dick dan Carey dalam Sanjaya (2007) juga menyebutkan bahwa strategi pembelajaran itu adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasil belajar pada siswa. Pada penelitian ini setiap pertemuan tahap-tahap pembelajaran yang dikembangkan dalam Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa adalah sebagai berikut: Menggali pengetahuann awal siswa berkaitan Dengan materi yang akan dibahas Memberikan informasi yang akan dilakukan konstruktivisme Siswa melakukan eksplorasi secara kelompok JAS Cooperative Bioedutainment Siswa melaporkan hasil eksplorasi Penegasan konseptual oleh guru Tes tertulis Hasil karya/action (penugasan) Tes/penugasan Bagan 6.

57 Sebelum guru melaksanakan proses pembelajaran. air dan tanah. Berdasarkan rekap hasil belajar siswa di atas dapat diketahui bahwa pada hasil pre-test di ketiga kelas menunjukkan persentase yang berbeda-beda yaitu pemahaman siswa mengenai pengelolaan lingkungan untuk kelas VIIB sebesar 8.69%. Hal ini dapat meyakinkan guru dari mana pembelajaran akan dimulai agar siswa mampu memahami apa yang akan dipelajarinya. kelas VIIC 18. Hasil pre- . Lembar Kerja Siswa. Pertanyaan awal yang berupa soal isian ini dimaksudkan untuk menggali atau mengetahui sejauh mana pengetahuan awal siswa tentang konsep pengelolaan lingkungan.64%. dan kelas VIIG 20.92%. Dari hasil tersebut dapat diketahui bahwa kurang dari 75% materi pada konsep mengenai pengelolaan lingkungan belum diketahui atau dipahami oleh siswa. Kegiatan pendahuluan yang dilakukan oleh guru berupa apersepsi yaitu memberikan pertanyaan awal tentang konsep pengelolaan lingkungan yang meliputi erosi. guru terlebih dahulu mempersiapkan hal-hal yang diperlukan dalam mendukung proses pembelajaran seperti sarana dan prasarana yang meliputi penyusunan Rencana Pembelajaran mengenai materi pengelolaan lingkungan. soal-soal pre-test dan post-test.. media yang akan digunakan. karena dengan demikian dapat diketahui apakah siswa telah mempunyai keterampilan atau pengetahuan yang merupakan prasyarat untuk mengikuti pengajaran dan sejauh mana siswa telah mengetahui materi yang akan disajikan. pencemaran udara. Menurut Soekamto (1995) kemampuan awal penting untuk diketahui guru sebelum mulai pengajaran.

58 test pada kelas VIIG menunjukkan persentase yang lebih besar karena siswa kelas VIIG merupakan satu-satunya kelas unggulan yang dimiliki sehingga kemampuan intelegensinya memang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kelas lain. Selain bermanfaat untuk menggali pengetahuan awal siswa mengenai materi yang akan diajarkan. apersepsi atau pre-test berfungsi juga untuk menimbulkan dan mempertahankan perhatian dan dorongan terhadap stimulus belajar siswa dalam melakukan kegiatan belajar. Setelah guru memberikan apersepsi. Informasi kegiatan tersebut berupa kegiatan yang berhubungan dengan materi yang akan dipelajari pada petemuan yang bersangkutan. kemudian guru memberikan tujuan pembelajaran serta motivasi untuk mendukung proses belajar yang akan berlangsung. Pada kegiatan inti guru memberikan informasi kegiatan yang akan dilakukan. Kemampuan yang tinggi dapat mendukung siswa dalam proses belajar dan akan mendapatkan hasil yang maksimal. Pada tiap-tiap pertemuan dalam kegiatan inti guru membentuk kelompok untuk . juga dapat dijadikan sebagai dasar/patokan guru untuk merancang bagaimana proses pembelajaran yang sesuai. Seperti yang dikemukakan oleh Dalyono (1996) bahwa seseorang yang mempunyai intelegensi baik umumnya mudah belajar dan hasilnya cenderung baik. Pengetahuan mengenai pengelolaan lingkungan tersebut mungkin didapatkannya pada pengalaman-pengelaman siswa sebelumnya baik di tingkat formal (sekolah) maupun di tingkat nonformal (lingkungan). hal ini dibuktikan juga dengan hasil nilai ulangan pada materi sebelumnya yang selalu lebih tinggi nilai rata-ratanya dibanding kelas lainnya.

maka pendekatan yang diambil untuk mengubah pengetahuan awal siswa yang semula salah atau belum paham menjadi benar adalah pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS). VIIC yang terdiri dari 42 siswa dan VIIG terdiri dari 42 siswa dibagi menjadi 7 kelompok sehingga tiap kelompok terdiri dari 6 siswa. Jelajah Alam Sekitar secara ontologis dicirikan dengan siswa belajar melakukan secara nyata dan alamiah. siswa cenderung belum menguasai materi mengenai pengelolaan lingkungan yaitu kurang dari 75%. bentuk kegiatan lebih utama dari pada hasil. berpikir tingkat tinggi. memecahkan masalah. menanamkan sifat ilmiah dan sebagai cara dalam mengukur hasil belajar Pendekatan JAS dikembangkan berdasarkan pemikiran Piaget dan Vygotsky yang menekankan konstruktivisme kognitif dan sosial. pembelajaran seharusnya memperhatikan pengembangan hand-on dan mind-on siswa Guru membagikan media tiruan beserta LKS (pada lampiran) yang sesuai dengan materi yang dipelajari Secara singkat proses pembelajaran kegiatan inti yang berlangsung di setiap pertemuan pada konsep pengelolaan lingkungan dengan penerapan JAS adalah sebagai berikut: . Sebagai implikasinya. Oleh karena itu masing-masing kelas yaitu kelas VIIB yang terdiri dari 42 siswa. baik ketika berbenturan dengan suatu fenomena maupun kondisi sosial. Seseorang akan lebih efektif dalam proses belajar jika kognitifnya secara aktif mengalami rekonstruksi.59 mendukung sistem pembelajaran yang akan berlangsung. terbentuknya masyarakat belajar. Berdasarkan analisis pre-test. berpusat pada siswa.

Dengan alat bantu ini diharapkan siswa dapat menemukan konsep tentang erosi tanah. memahami pentingnya pelestarian alam dan upaya untuk menanggulanginya. Siswa diajak untuk mengeksplorasi dan mengamati kejadian alam mengenai penggundulan hutan yang disimulasikan dengan media tiruan berupa 3 buah kotak yang diisi dengan tanah dan ditanami rumput dengan kepadatan yang berbeda-beda tiap kotak. Siswa dibimbing membuat laporan mengenai kegiatan yang telah dilakukan. sebab dan akibat terjadinya erosi tanah dan dapat mengaplikasikan kejadian tersebut di alam nyata. Siswa diajak untuk mengeksplorasi bagaimana keadaan ikan maupun lingkungannya setelah tercemar dengan meneteskan beberapa tetes pertisida dan detergen. Alat bantu ini menggambarkan suatu keadan di sungai maupun di danau. Siswa diajarkan mengenai pencemaran air. Seperti pada pertemuan kedua. Pembelajaran pada pertemuan ketiga dilaksanakan di laboratorium. Pada pertemuan keempat dilaksanakan dua kali kegiatan yaitu mengenai pencemaran udara dan pencemaran tanah. Guru membimbing siswa dalam membuat laporan kegiatan dan melaksanakan assesment kerja berupa menanam tanaman di pot sebagai assesment-nya. Dengan kegiatan ini diharapkan siswa mampu memahami ciri-ciri air yang tercemar. sebab dan akibat yang ditimbulkan.60 Pada pertemuan kedua pembelajaran yang dilakukan di laboratorium dimulai dengan materi erosi tanah. pada pertemuan ini menggunakan alat simulasi berupa beberapa ekor ikan yang dimasukkan ke dalam gelas. Kegiatan yang pertama kali .

61

dilakukan mengenai pencemaran udara. Pada kegiatan ini siswa diajak ke luar ruang untuk melaksanakan ekplorasi mengenai keadaan lingkungan di sekitar sekolah. Setelah itu siswa diajak untuk melakukan eksperimen dengan menggunakan jangkrik yang dibungkus dengan plastik. Hal ini

menggambarkan suatu lingkungan yang dihuni oleh makhluk hidup. Pada kegiatan ini siswa dihaapkan dan dapat mengetahui lingkungan dan (udara) memahami tercemar.

situasi/kejadian

sebelum

sesudah

Pencemaran dilakukan dengan menambahkan asap kendaraan di dalam plastik yang telah berisi jangkrik. Siswa melakukan kegiatan pengamatan terhadap hewan uji mengenai keadaannya sebelum dan sesudah udara tercemar. Selain itu siswa juga mengamati kertas karton yang telah dioleskan gel dipermukaanya setelah didekatkan di knalpot sepeda motor.. Dengan kegiatan ini diharapkan siswa mampu memahami ciri-ciri udara yang tercemar, sebab dan akibat yang ditimbulkan, memahami pentingnya pelestarian alam dan upaya untuk menanggulanginya. Setelah kegiatan mengenai materi pencemaran udara, siswa diajak ke dalam ruang (laboratorium) untuk melaksanakan pembelajaran mengenai pencemaran tanah. Pada kegiatan ini dilaksanakan metode permainan yaitu bingo. Siswa disuruh untuk mengumpulkan sampah yang ada di sekitar laboratorium. Dari sampah-sampah yang telah dikumpulkan siswa tersebut dijadikan bahan untuk permainan Bingo (pelaksanaan permainan dapat dilihat pada LKS Penanggulangan Pencemaran Tanah). Setelah permainan berakhir guru memberikan tambahan maupun penegasan konsep mengenai pencemaran

62

tanah. Pada akhir kegiatan di pertemuan keempat ini siswa disuruh membuat poster/slogan yang berisi ajakan atau usulan penanggulangan pencemaran dan kerusakan lingkungan sesuai materi yang telah diajarkan (erosi tanah, pencemaran air, pencemaran udara dan pencemaran tanah). Kegiatan guru pada kegiatan inti adalah sebagai pembimbing jalannya kegiatan pelajaran baik pada saat siswa melakukan eksplorasi, pengamatan maupun membuat laporan. Menurut Slavin (1995) pada pembelajaran siswa diberi kesempatan untuk secara aktif melakukan eksplorasi ke lingkungan untuk mencapai kecakapan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Dilakukannya eksplorasi, siswa dapat memahami konsep dan menyusun pengetahuannya sendiri dan berinteraksi sosial dengan lingkungannya Berdasarkan pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan kedua sampai pertemuan keempat tersebut memperlihatkan bahwa pembelajaran tersebut sesuai dengan Pendekatan JAS yang mencakup hal-hal yang inovatif dalam penerapannya yaitu konstruktivisme, penerapan proses sains, proses inquiri, proses eksplorasi lingkungan alam sekitar, dan penerapan alternative assessment. Pada kegiatan inti guru berusaha menciptakan kegiatan yang menyenangkan antara lain mengajak belajar siswa ke luar kelas, menggunakan metode permainan maupun menggunakan metode simulasi/menggunakan media tiruan sebagai bentuk gambaran yang sesuai dengan keadaan alam. Menurut Sanjaya (2007) metode simulasi adalah cara penyajian pengalaman belajar dengan menggunakan situasi tiruan untuk memahami tentang konsep, prinsip, atau keterampilan tertentu. Dalam pelaksanaannya siswa sendiri yang

63

memperagakan/mengeksplorasi media yang telah ditentukan tersebut. Metode seperti ini digunakan dengan asumsi bahwa tidak semua proses pembelajaran dengan peneraan JAS dapat dilakukan secara langsung pada obyek sebenarnya. Selain menggunakan media dalam proses pembelajaran siswa sekali-kali diajak ke luar ruang kelas. Pembelajaran tersebut dilakukan agar siswa terbebas dari suasana takut, menegangkan dan rasa bosan. Hal ini sesuai dengan karakter Jelajah Alam Sekitar (JAS) antara lain adanya unsur joyful lerning (belajar yang menyenangkan) dengan nuansa Bioedutainment. Menurut Sanjaya (2007) proses pembelajaran adalah proses yang dapat mengembangkan seluruh potensi siswa, seluruh potensi tersebut dapat dikembangkan manakala siswa terbebas dari rasa takut dan menegangkan, oleh karena itu perlu diupayakan proses pembelajaran yang menyenangkan (joyful learning). Proses pembelajaran yang menyenangkan dapat dilakukan dengan menata ruangan yang apik dan menarik, dan melalui pengelolaan pembelajaran yang hidup dan bervariasi yakni dengan menggunakan pola dan model pembelajaran, media dan sumber belajar yang relevan serta gerakangerakan guru yang mampu membangkitkan motivasi belajar. Menurut Suwarna (2006) pengetahuan tumbuh dan berkembang melalui pengalaman. Pemahaman berkembang semakin dalam dan semakin kuat apabila selalu diuji dengan pengalaman baru. Pengalaman pada proses pembelajaran ini merupakan pengalaman tiruan karena pengalaman yang diperoleh melalui benda atau kejadian yang dimanipulasi agar mendekati keadaan yang sebenarnya. Pengalaman tiruan sudah bukan merupakan pengalaman langsung

Oleh karena itu pada akhir pembelajaran siswa diberikan tugas untuk melakukan unjuk kerja yang berupa menanam tanaman di pot (pada pertemuan ke dua materi erosi tanah) dan membuat slogan bertemakan lingkungan sesuai materi yang telah diberikan (pada pertemun ke empat). Tahap-tahap kegiatan guru dan siswa tiap pertemuan dapat dilihat pada lampiran Rencana Pembelajaran. dengan hasil tersebut maka dapat dikatakan bahwa unjuk kerja yang dilakukan siswa dapat mendukung efekifitas proses pembelajaran. Hasil assesment kerja tiap kelompok mengenai kinerja menanam tanaman di pot dan kinerja membuat slogan sangat baik. Berdasarkan pemikiran Piaget dan Vygotsky bahwa pembelajaran seharusnya memperhatikan pengembangan hand-on siswa. Kegiatan tersebut dilakukan dengan maksud untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang apa yang telah dipelajari siswa serta keterkaitannya dengan pengalaman sebelumnya. Setelah siswa menyimpulkan kegiatan yang telah dilakukan.64 sebab obyek yang dipelajari tidak asli. mengetahui tingkat keberhasilan siswa serta keberhasilan guru dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Kegiatan selanjutnya guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menyimpulkan hasil pembelajaran yang telah dilakukan. . Hal ini tampak pada hasil assesment yang menunjukkan bahwa setiap kelompok di ketiga kelas mendapatkan nilai ≥7. guru memberikan penegasan atau tambahan konsep yang berhubungan dengan kegiatan yang telah dilakukan.

30% dan kelas VIIG sebesar 75.68% untuk kelas VIIC sebesar 68.99%. nilai rata-rata kelas VIIC 68. Berdasarkan hasil tersebut diketahui bahwa adanya peningkatan pemahaman siswa dibandingkan dengan hasil pre-test. Menurut Ridlo (2002) ketuntasan belajar yang diperoleh pada ketiga kelas yaitu untuk kelas VIIB dan VII tergolong baik sedangkan untuk kelas VIIG ketuntasan belajar secara klasikal sangat baik.17%.2 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 87. Kelas VIIB mengalami peningkatan sebesar 60. VIIC. dan VIIG telah menunjukkan hasil dengan rata-rata lebih dari 65. Berdasarkan hasil belajar siswa dengan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar dengan Strategi Analisis Pengetahuan Awal Siswa pada penerapannya belum sesuai dengan harapan karena ketuntasan belajar yang diperoleh belum mencapai angka minimal yaitu 85%.1% dan nilai rata-rata kelas VIIG 78.38% dan kelas VIIG sebesar 54. Nilai rata-rata post-test di ketiga kelas yaitu VIIB.68%. walaupun demikian untuk ketuntasan belajar secara klasikal belum mencapai tujuan yang diharapkan yaitu minimal 85% siswa mendapatkan nilai lebih dari 65.8%.2 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 73. Nilai rata-rata kelas VIIB 69. Setelah dianalisis hasil post-test dapat dilihat pada tabel 9. Berdasarkan tabel 9 tersebut diketahui bahwa persentase hasil post-test siswa yang menjawab betul pada kelas VIIB sebesar 69.65 Pada pertemuan terakhir (pertemuan ke lima) dilaksanakan evaluasi (posttest) yang bertujuan untuk mengtahui hasil belajar yang diperoleh siswa.20%. Hal ini dapat dianalisis lebih jauh mengenai jalannya proses pebelajaran tersebut berlangsung. . kelas VIIC sebesar 49.2 dengan ketuntasan belajar klasikal sebesar 64.

Memberi kesempatan siswa mencatat c. Memberi tanggapan kelompok g. Melakukan feedback pertanyaan d. Membimbing diskusi kelompok e. Berdasarkan hal tersebut maka pada penelitian ini dilaksanakan observasi kinerja guru dan observasi aktifitas siswa yang didukung dengan sarana dan lingkungan selama pembelajaran berlangsung. sarana dan prasarana. Hasil Observasi Aktifitas Guru Selama Pembelajaran. Membimbing siswa melakukan refleksi b. Memberi tugas Jumlah skor Konversi nilai skala 11 Kriteria 3 4 3 2 4 3 3 2 3 3 2 4 3 2 2 43 7 Baik . Memberi informasi tentang kegiatan b. Memberi kelompok presentasi f. Seperti yang dikemukakan oleh Sanjaya (2007) bahwa faktor-faktor yang berpengaruh dalam kegiatan proses sistem pembelajaran adalah guru. Memotivasi siswa b. siswa. Membentuk kelompok c. Menggali pengetahuan siswa Kegiatan Inti a. Membimbing siswa menarik kesimpulan h. Adapun hasil aktifitas/kinerja guru selama proses belajar mengajar adalah sebagai berikut: Tabel 10.66 Pembelajaran adalah proses interaksi antara siswa dengan lingkungannya. Menyampaikan tujuan pembelajaran c. Membagi LKS dan memberi pelajaran d. Memberi penegasan konsep essensial Penutup a. No Aspek yang diamati VII B 2 4 4 4 4 4 3 3 4 3 1 2 3 3 3 47 8 Baik Kelas VII C VII G 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 2 3 4 4 51 9 Sangat baik 1 2 3 Pendahuluan a. dan lingkungan.

mengatur kegiatan. Tanpa guru bagaimana bagus dan idealnya suatu strategi maka strategi itu tidak mungkin bisa diaplikasikan. kurangnya sarana yang dibutuhkan maupun kesulitan dalam mengelola siswa. Berdasarkan tabel hasil observasi di atas dapat diketahui kinerja guru dalam mengelola pembelajaran. Secara umum aktifitas guru selama proses pembelajaran berlangsung cukup baik dilihat dari nilai yang dihasilkan yaitu pada kelas VIIB 8 (baik). Menurut Sanjaya (2007) motivasi merupakan salah satu aspek dinamis yang . Pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan JAS tersebut sebetulnya sangat merepotkan guru baik dalam mengatur waktu. dengan demikian efektifitas proses pembelajaran terletak di pundak guru. Oleh karenanya keberhasilan suatu proses pembelajaran sangat ditentukan oleh kualitas atau kemampuan guru. Namun demikian hal-hal yang paling mendasar untuk mendukung efektifitas proses pembelajaran belum dimaksimalkan oleh guru. kelas VIIC 7 (baik) dan Kelas VIIG 9 (sangat baik). Dengan adanya kendala-kendala tersebut maka tahap-tahap pembelajaran yang akan dilakukan selanjutnya tidak dapat dilakukan secara maksimal. Hal ini ditunjukkan dengan skor yang diberikan cukup rendah di ketiga kelas.67 Berdasarkan pelaksanaan proses pembelajaran pengelolaan lingkungan guru telah melakukan pembelajaran sesuai dengan silabus dan RP yang telah disusun. Pada pendahuluan guru kurang memberikan motivasi kepada siswa. Guru berperan sebagai pengelola pembelajaran. Guru adalah komponen yang sangat menentukan dalam implementasi suatu strategi pembelajaran.

2007). Pada akhirnya berdampak pada hasil belajar siswa tersebut. bergurau dengan teman.68 sangat penting. Jika hal ini tidak sepenuhnya dilakukan akan berdampak pada siswa dimana siswa akan mengalami konflik kognitif secara terus menerus. Menurut Saptono (2003b) dalam proses belajar . Guru kurang memberikan penegasan konsep essensial yang ditunjukkan dengan skor yang masih rendah di ketiga kelas. Pada kelas VIIC guru kurang memberikan informasi tentang kegiatan yang akan dilakukan sehingga dapat mengakibatkan siswa cenderung bingung dan kurang tahu apa dan bagaimana kegiatan pembelajaran akan dilaksanakan sehingga berakibat pada tebuangnya waktu untuk menjawab petanyaan siswa mengenai kegiatan yang akan dilakukan. siswa sering melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan perintah baik oleh guru maupun pada lembar kegiatan. Penegasan konsep sangat diperlukan karena dimaksudkan untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang apa yang telah dipelajari siswa serta keterkaitannya dengan pengalaman sebelumnya (Sanjaya. dapat juga kurang optimalnya siswa mengikuti pelajaran karena malas melaksanakan kegiatan. mengandalkan teman lain untuk melaksanakan kegiatan dan lain-lain. sering yang terjadi siswa yang kurang berprestasi bukan disebabkan oleh kemampuan yang kurang tetapi dikarenakan tidak adanya motivasi untuk belajar sehingga siswa tidak mengerahkan segala kemampuannya. bisa dikatakan juga siswa yang berprestasi rendah belum tentu disebabkan kemampuan yang rendah pula tetapi mungkin disebabkan oleh tidak adanya dorongan atau motivasi.

c. Peran guru untuk siswa pada usia pendidikan dasar maupun menengah memerlukan bimbingan dan bantuan orang dewasa (Sanjaya.69 (perolehan pengetahuan) selalu diawali dengan terjadinya konflik kognitif. Konflik kognitif terbentuk saat terjadi interaksi antara konsepsi awal (pengetahuan awal) yang telah dimiliki siswa dengan pengetahuan fenomena baru yang tidak dapat diintegrasikan begitu saja. . Guru dalam proses pembelajaran memegang peran yang sangat penting. sehingga diperlukan perubahan atau modifikasi struktur kognitif (skemata) untuk mencapai keseimbangan. 2007). d. Peristiwa ini akan terjadi secara berkelanjutan selama siswa menerima pengetahuan baru. Di kelas VIIC guru kurang dalam memberikan pertanyaan sehingga belum terciptanya suasana pembelajaran yang lebih bermakna. Membangkitkan rasa ingin tahu siswa serta menuntun siswa dalam menemukan jawaban. b. Memusatkan siswa pada masalah yang sedang dibahas. Meningkatkan partisipasi siswa secara penuh dalam proses pembelajaran Meningkatkan kemampuan berfikir siswa. Skor rendah diperlihatkan di kelas VIIB dan VIIG dimana guru kurang memberikan bimbingan kepada siswa untuk melakukan refleksi yang berakibat pada kurangnya efektifitas proses pembelajaran. Menurut Sanjaya (2007) bertanya merupakan bagian yang tidak terpisahkan yang memiliki dampak positif sebagai berikut: a.

Siswa adalah organisme yang unik yang berkembang sesuai dengan tahap perkembangannya yang masing-masing anak pada setiap aspek tidak selalu sama. Proses pembelajaran dapat dipengaruhi oleh perkembangan anak yang tidak sama itu disamping karakteristik lain yang melekat pada diri anak.70 Berdasarkan hasil pengamatan aktifitas guru selama mengajar diperlihatkan bahwa aktifitas kinerja guru di ketiga kelas berbeda-beda walaupun guru yang mengajar di ketiga kelas tersebut sama. hal ini disebabkan oleh sikap siswa itu sendiri saat melaksanakan maupun dalam menerima pelajaran berlangsung. Hasil aktifitas kinerja guru yang baik di kelas VII G belum menghasilkan peningkatan hasil belajar siswa lebih maksimal (pre-test – post-test). Hal ini dikarenakan selama pembelajaran guru melakukan refleksi atas semua kekurangan dalam mengajar sebelumnya. Oleh karena itu. sehingga pengajaran pada materi yang sama berikutnya di kelas yang lain akan berjalan lebih baik. Menurut Dunkin dalam (Sanjaya 2007) faktor-faktor yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran dilihat aspek siswa meliputi aspek latar belakang dan aspek sifat yang dimiliki. aktifitas kinerja guru paling baik rata-rata diperolehnya di kelas paling akhir yang mendapatkan materi pelajaran. Dari gambaran tersebut dapat dikatakan bahwa tingginya kualitas guru dalam mengajar bukan berarti hasil belajar siswa menjadi maksimal. yaitu di kelas VII G. sebaliknya peningkatan hasil belajar di kelas VIIB paling tinggi walaupun akifitas kinerja guru di kelas tersebut lebih rendah dari pada di kelas VIIG. .

tidak adanya keseriusan dalam mengikuti pelajaran termasuk menyelesaikan tugas dan lain sebagainya. Sedangkan siswa yang memiliki kemampuan dan kemauan yang rendah ditandai dengan kurangnya motivasi belajar.71 Aspek latar belakang meliputi jenis kelamin siswa. Berdasarkan latar belakang tersebut siswa memiliki motivasi belajar penuh karena tingginya tingkat persaingan yang ada di perkotaan serta lengkapnya sumber pelajaran (buku. unuk kelas VIIC memiliki siswa laki-laki 20 orang dan perempuan 22 orang dan kelas VIIG memiliki siswa laki-laki 19 orang dan perempuan 24 orang. keseriusan dalam mengikuti pelajaran. Pada penelitian yang dilaksanakan di SMP N 27 Semarang. Kemampuan dan kemauan siswa tiap kelas saat proses pembelajaran mengenai pengelolaan lingkungan dapat dilihat pada tabel hasil tanggapan siswa berikut: . Sebagian besar siswa tinggal di perkotaan dengan tingkat sosial ekonomi menengah ke atas. CD pembelajaran dan lain-lain) yang dapat mendukung siswa dalam belajar. jenis kelamin siswa kelas VIIB. Sedangkan faktor sifat yang dimiliki siswa antara lain pengetahuan dan sikap. tingkat sosial ekonomi siswa. tempat tinggal siswa. tempat kelahiran. keluarga dan lain-lain. perhatian. VIIC dan VIIG cukup berimbang dimana kelas VIIB memiliki siswa laki-laki 26 orang dan perempuan 16 orang. Siswa yang memiliki kemampuan dan kemauan yang tinggi biasanya ditunjukkan dengan motivasi yang tinggi dalam belajar. Latar belakang yang baik tersebut perlu adanya daya dukung lain untuk mendukung proses belajar yaitu kemampuan siswa.

Kurang paham c.9 74. Diam Menyimpulkan kegiatan a. Menjemukan Kesan saat diskusi berlangsung a. Ya b. Aktif b. Biasa-biasa saja c. Kadang-kadang c. Tidak paham Mengerjakan tugas pengamatan a. Diam c. Dapat b. Ragu-ragu c. Menyenangkan mudah dipahami b.9 Persentase Kelas VIIC 40 55 5 84 13 3 82 11 7 82 18 0 29 71 0 76 24 0 39 61 0 66 17 17 47 42 11 84 16 0 62. Ya b. Sebagian c. Menunggu teman bicara Sikap saat kegiatan berlangsung a. Tidak dapat Kesan saat kegiatan a. tidak Kegiatan diskusi a. Rekap Hasil Tanggapan Siswa Terhadap Proses Pembelajaran No 1 Pertanyaan Pemahaman materi a. Aktif b.6 Kelas VIIB 46 54 0 85 16 0 81 7 12 88 12 0 51 49 0 90 10 0 71 21 8 85 15 0 63 37 0 89 10 1 Kelas VIIG 56 44 0 78 20 2 90 7 3 90 4 6 66 34 0 83 17 0 59 39 2 73 17 10 66 34 0 85 12 3 2 3 4 5 6 7 8 9 10 . Becakap-cakap c. Biasa-biasa saja c.72 Tabel 11. Biasa-biasa saja Kegiatan eksplorasi dapat mengaktifkan keterampilan proses a. Menjemukan Kesan mengenai metode pembelajaran a. Tidak Rata-rata tanggapan positif (pilihan “a”) 74. Selalu b. Menyenangkan kurang dipahami c. Paham b. Tidak Mampu mengkaitkan pengetahuan dengan fenomena alam a. Ragu-ragu c. Menyenangkan b. Menyenangkan b.

Bedasarkan tabel tanggapan siswa tersebut diperlihatkan bahwa kelas VII B rata-rata memiliki kemampuan dan kemauan paling tinggi dibandingkan kedua kelas yang lain yaitu sebesar 74. Kurangnya pemahaman siswa mengenai materi yang diajarkan berdampak juga pada kesulitan siswa dalam mengerjakan soal posttest. hal ini disebabkan siswa kurang paham terhadap materi yang diberikan melalui metode eksplorasi dimana hanya hampir separuh dari jumlah siswa per kelas yang memahami materi tersebut.9 %. . Berdasarkan hal tersebut menyebabkan materi yang didapat oleh siswa lebih baik dan menghasilkan peningkatan pengetahuan yang lebih tinggi dibanding kelas VII C dan VII G. Kemampuan dan kemauan tersebut ditunjukkan siswa kelas VII B yang selalu mengerjakan tugas pengamatan.73 Dari tabel tersebut di atas dapat diketahui mengapa hasil belajar siswa secara klasikal belum sesuai harapan. Banyaknya kesukaran pada butir soal post-test yang berupa grafik maupun soal pemahaman memberikan kesulitan siswa untuk menjawab soal dengan betul. Kurang pahamnya siswa mengenai materi yang diajarkan berdampak pada kemampuan siswa dalam menyimpulkan pelajaran yang telah dilakukan dimana rendahnya angka persentase siswa yang dapat menyimpulkan pelajaran terutama di kelas VIIC hanya 29% yang mampu menyimpulkan materi pelajaran. serta mudahnya dalam memahami materi dan mengaitkan dengan fenomena nyata. kesan saat kegiatan dan saat diskusi yang menyenangkan.

. diskusi. Selain guru dan siswa ada hal lain yang dapat mempengaruhi proses pembelajaran adalah sarana dan lingkungan. Maka proses pembelajaran yang telah dilakukan dalam penelitian ini sudah sesuai dengan karakter JAS antara lain adanya unsur joyful learning (belajar yang menyenangkan). yang di dalamnya meliputi jumlah siswa dalam satu kelas . Selain aktif dalam melaksanakan kegiatan. saat berlangsungnya diskusi sehingga siswa sangat senang dengan metode pembelajaran yang diterapkan tersebut. Lingkungan merupakan faktor yang mendukung proses belajar diantaranya faktor organisasi kelas. Pada penelitian ini kelengkapan sarana yang mendukung untuk terciptanya susana belajar telah sesuai dengan pendekatan JAS yaitu dengan menggunakan alat simulasi yang dapat memberikan gambaran kepada siswa sesuai keadaan aslinya. maupun kegiatan yang lain. Oleh karena itu proses pembelajaran tersebut dapat membuat siswa merasa senang dan nyaman saat melaksanakan pembelajaran.74 Walaupun demikian berdasarkan tabel tanggapan siswa di atas diketahui bahwa sebagian besar siswa sangat antusias dalam pelaksanaan proses pembelajaran pada konsep pengelolaan lingkungan dengan pendekatan JAS. Pada tabel tanggapan siswa di atas dapat diketahui bahwa media ilustrasi yang dipakai dalam pembelajaran pada konsep pengelolaan lingkungan dapat membantu siswa untuk mengamati sekaligus memahami gejala atau konsep yang terjadi. siswa juga merasa senang saat melaksanakan kegiatan pembelajaran berlangsung seperti saat kegiatan pengamatan pada media. Siswa sangat aktif dalam mengikuti berbagai macam kegiatan seperti melakukan pengamatan.

d.75 merupakan aspek penting yang bisa mempengaruhi proses pembelajaran. Akibat dari hal tersebut maka dalam pelaksanaan penelitian terlihat bahwa siswa cenderung tidak memperhatikan guru. Anggota kelompok yang terlalu besar akan cenderung semakin banyak siswa yang enggan berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan. e. VIIC dan VIIG karena pengorganisasian kelompok tiap kelas yang masih terlalu besar. Kelompok belajar yang besar dalam satu kelas berkecenderungan: a. b. Sumber daya kelompok akan semakin luas sehingga waktu yang tersedia akan semakin sempit. Kelompok yang besar kurang memanfaatkan waktu. c. bergurau dengan teman dan tugas belum seluruhnya diselesaikan. dimana siswa masih ada yang mendapatkan nilai kurang dari 65. Hal ini menunjukkan bahwa siswa yang unggul dalam segi kognitifnya belum tentu mau dan mampu dalam melaksanakan pembelajaran yang diberikan. Organiasi siswa yang terlalu besar akan kurang efektif untuk mencapai tujuan belajar. Semakin sukar mencapai kesepakatan kelompok. Kecenderungan tersebut kiranya terjadi pada saat proses pembelajaran berlangsung baik di kelas VIIB. Anggapan ini didasarkan pada tanggapan siswa mengenai . Kepuasan belajar setiap siswa akan cenderung menurun. karena pelayanan yang terbatas dari setiap guru. Ketidaktuntasan siswa terjadi juga di kelas VII G yang merupakan kelas unggulan. bermain sendiri maupun dengan teman. Pada hasil belajar diketiga kelas masih terdapat siswa yang belum tuntas.

bermain. c. Dengan demikian konsep-konsep yang telah dibangun siswa saat kegiatan pembelajaran selama empat kali pertemuan berlangsung bisa jadi hilang begitu saja. Sikap-sikap seperti itu dapat menyebabkan siswa tidak tahu mengenai materi yang diajarkan sehingga berakibat pada hasil belajar yang kurang baik. Siswa gagl merubah ingatan jangka pendek menjadi jangka panjang. Ingatan tidak pernah dipakai. melamun diam tidak memperhatikan. Kesan seperti ini dapat menyebabkan siswa cenderung tidak antusias dalam belajar. Sebagian ingatan telah aus dimakan waktu. e. Materi tidak dikuasai sampai benar-benar dikuasai. Adanya gangguan dalam bentuk informasi lain yang menghambatnya untuk mengingat kembali apa yang telah pernah dipelajari. d. . Siswa kesulitan mencari kembali informasi yang telah disimpan. sehingga menimbulkan kegiatan-kegiatan yang negatif (tidak mendukung pembelajaran) seperti bergurau. dan lain-lain.76 kesan terhadap metode pengajaran yang diberikan masih biasa-biasa saja. Menurut Soekamto (1995) lupa adalah kebalikan dari ingat dan merupakan hilangnya informasi yang telah disimpan di dalam ingatan jangka panjang. Tidak adanya ingatan yang tersimpan. g. f. hal ini dikarenakan: a. Selain tersebut di atas karakteristik siswa yang sangat mempengaruhi dalam proses belajar adalah lupa. b.

5 0.6 47.5 95.6 4.7 0.0 0.9 78.38 85.4 0.2 0.5 28.5 9.4 57.1 35.0 0.0 54.0 26.5 0.6 0.0 16.5 0.0 0.0 21.0 11.7 11.1 64.3 66.8 .8 0.0 21.0 16.1 93.5 88.0 15.3 0.6 0.0 35.7 20.0 21.3 8 5.8 0. Rekapitulasi Hasil Observasi Keaktivan Siswa dalam Pembelajaran Pengelolaan Lingkungan dengan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar di SMP N 27 Semarang N o 1 Aspek yang diamati VII B 4 3 2 1 Kelas / sikap siswa (%) VII C 4 3 2 1 4 VII G 3 2 1 siswa responsif terhadap penjelasan guru 2 aktifitas siswa dalam kelompok 3 mengemu kakan pendapat 4 mengaitka n materi dengan kehidupan sehari-hari 5 memanfaa tkan waktu 6 membang un ide 7 menarik kesimpula n Total (%) Respon positif Konversi nilai skala 11 26.2 94.7 0.8 40.0 6.6 83.4 54.0 2.0 58.0 4. B.00 0.1 2.0 0.4 75.9 7 4.4 66.0 0.77 Pada pembelajaran dengan pendekatan JAS selain penerapan paper and pen test perlu adanya penilaian mengenai sikap atau aktifitas siswa selama proses pembelajaran dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar.9 0.0 0.5 42.0 47.4 0.0 59.0 4.2 8 6.1 73.6 0.0 0.9 78.0 33.7 0. Aktifitas Siswa Analisis data tentang keaktifan siswa selama mengikuti proses pembelajaran dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 12.7 11.2 78.7 95.5 64.0 0.4 76.0 0.2 9.08 0.0 2.3 0.4 71.0 71.3 0.2 83.0 0.1 21.0 19.0 0.0 16.0 9.6 11.0 5.9 0.4 90.7 0.1 0.0 0.4 9.9 45.7 4.

Berdasarkan hasil observasi aktifitas siswa di . maupun sikap. Belajar adalah berbuat memperoleh pengalaman tertentu sesuai dengan tujuan yang diharapkan. psikomotorik. memecahkan masalah dan lain sebagainya. menyusun laporan.78 Belajar berdasarkan pendekatan JAS tidak mengutamakan hasil tetapi mengutamakan perubahan proses belajar yang dialami oleh siswa. dkk (2001) belajar merupakan perubahan tingkah laku atau kegiatan dalam rangka mengembangkan diri. Sanjaya (2007) menambahkan bahwa belajar bukanlah menghafal sejumlah fakta atau informasi. Sejumlah siswa sebesar 16.6% kurang dapat membangun ide. Siswa dalam mengemukakan pendapat belum dapat runtut. menyampaikan ide serta belum dapat mengkaitkan dengan keseharian Secara klasikal aktifitas siswa di kelas VIIC lebih besar dibandingkan dengan kelas VIIB. Siswa cenderung bergurau atau bermain sendiri dengan teman sekelompok maupun teman kelompok. Menurut Darsono. baik dalam aspek kognitif. oleh karena itu dalam proses pembelajaran harus dapat mendorong aktifitas fisik maupun mental siswa. Aktifitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar diwujudkan dalam bentuk kegiatan seperti mendengarkan. memproduksi sesuatu. siswa hanya dapat memahami materi tetapi kurang dalam mengorganisasikan ide. berdiskusi. mudah dipahami serta memberikan contoh. tetapi secara individual aktifitas siswa paling rendah dibanding dengan kelas lain. Berdasarkan tabel observasi aktifitas siswa pada kelas VIIB diketahui bahwa kurangnya aktifitas siswa terletak pada aktifitas siswa dalam kelompok dan aktifitas siswa mengemukakan pendapat masing-masing sebesar 11%.

Walaupun secara individual aktifitas siswa di kelas VIIG paling tinggi dibandingkan kelas yang lain tetapi secara klasikal aktifitas siswa kelas VIIG paling rendah diantara kelas yang lain.5% siswa masih belum dapat mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari. mudah dipahami serta memberikan contoh. mencatat maupun menyimak penjelasan yang diberikan oleh guru. 9.79 dalam kelompok masih ada yang belum dapat bekerja sama antar anggota kelompok sebesar 2. Siswa sering bergurau. 16.7% siswa kurang responsif terhadap penjelasan guru.5 % aktifitas siswa di dalam kelompok masih ada yang belum dapat bekerja sama dengan anggota kelompok yang lain.5% siswa masih belum dapat mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari. siswa tersebut belum bisa menjelaskan contohcontoh yang relevan sesuai materi yang telah diajarkan. Siswa cenderung gaduh atau bermain sendiri dengan teman yang lain.4 % siswa dalam mengemukakan pendapat belum dapat runtut.6% siswa kurang dapat membangun ide. Sebesar 21. Aktifitas siswa yang kurang mendukung terhadap proses pembelajaran di kelas ini antara lain 4. siswa kurang memperhatikan. siswa hanya dapat memahami materi tetapi kurang dalam mengorganisasikan ide. 9.3%. bermain sendiri maupun dengan teman yang ada didekatnya. Dalam menarik kesimpulan 2. Selain itu 9. menyampaikan ide serta belum dapat mengkaitkan dengan keseharian. siswa tersebut belum bisa menjelaskan contoh-contoh yang relevan sesuai materi yang telah diajarkan. siswa cenderung gaduh atau bermain sendiri dengan teman.3% siswa belum .

Dengan ini mereka secara aktif menggunakan otak. Selain hal-hal yang mempengaruhi . Aktifitas positif semacam ini dapat mendukung proses pembelajaran secara penuh. Berdasarkan asumsi di atas dapat disimpulkan bahwa tingginya aktifitas siswa yang responsif terhadap pembelajaran belum tentu dapat mendukung terciptanya hasil belajar yang maksimal. kelas VIIC 95.80 dapat menyimpulkan materi yang telah diajarkan dengan benar dan tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran. baik untuk menemukan ide pokok dari materi pelajaran. Demikian juga secara individual aktifitas siswa yang dikonversikan ke skala 11 menunjukkan hasil yang baik yang mana nilai rata-rata kelas ≥7.9% dan kelas VIIG 93. Menurut Sudjana (1996) ketika siswa belajar dengan aktif.2%. atau mengaplikasikan apa yang baru mereka pelajari ke dalam satu persoalan yang ada dalam kehidupannya. Dengan belajar aktif ini. VIIC dan VIIG secara klasikal siswa memberikan respon positif terhadap proses pembelajaran yang berlangsung yang ditunjukkan dengan banyaknya persentase jumlah siswa yang beraktifitas positif di setiap kelas yakni di kelas VIIB 94. berarti mereka yang mendominasi aktifitas pembelajaran. Dengan cara ini biasanya siswa akan merasa suasana yang lebih menyenangkan sehingga hasil belajar dapat dimaksimalkan. siswa diajak untuk turut serta dalam seluruh proses pembelajaran. Berdasarkan tabel aktifitas siswa di atas dapat diketahui bahwa aktifitas siswa di kelas VIIB.3%. tidak hanya mental tetapi juga melibatkan fisik. memecahkan persoalan. perolehan nilai aktifitas yang sangat minim terdapat di kelas VIIC.

Oleh karena proses perubahan tingkah laku yang merupakan suatu misteri karena perubahan tersebut sulit dilihat dan diraba. Setelah diterapkannya pembelajaran dengan pendekatan JAS berbasis analisis pengetahuan siswa yang didukung dengan aktifitas siswa yang positif terhadap pembelajaran berlangsung. hal ini dikarenakan ada sebagian siswa yang tidak mampu mencapai hasil belajar minimal yang ditetapkan yaitu 65.81 penurunan hasil belajar yang telah dibahas ada hal lain yang belum dapat diketahui saat siswa melaksanakan proses belajar. Tidak adanya perubahan pengetahuan seseorang setelah mengalami proses belajar atau . Walaupun tidak dapat melihat proses terjadinya perubahan tetapi dapat ditentukan apakah seseorang telah belajar atau belum yaitu dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah proses pembelajaran berlangsung Pada penelitian ini dapat ditentukan bahwa perubahan tingkah laku sebelum dan sesudah terjadinya proses pembelajaran adalah meningkatnya pemahaman siswa mengenai konsep pengelolaan lingkungan. Walupun angka peningkatan hasil belajar yang tidak sama di ketiga kelas teapi dari ketiga kelas tersebut memiliki pola peningkatan hasil belajar yang sama Akan tetapi pada penelitian ini ketuntasan belajar di ketiga kelas belum memuaskan. menghasilkan peningkatan pemahaman siswa yang semula tidak tahu atau belum benar manjadi benar. Berdasarkan data-data yang diperoleh didapatkan bahwa pengetahuan awal siswa sangat mendukung dalam proses pembelajaran yang akan berlangsung yaitu guru dapat mengetahui konsep apa yang belum diketahui atau belum dipahami oleh siswa.

14 3.31 3.54 3 3. Hal ini sesuai pendapat Sanjaya (2007) bahwa efektifitas pembelajaran atau belajar dan tidaknya seseorang tidak dapat dilihat dari aktifitasnya selama terjadi proses pembelajaran. Rekapitulasi Hasil Observasi Keterampilan Proses dalam Pembelajaran Pengelolaan Lingkungan dengan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar di SMP N 27 Semarang Kelas VII B Kelas VII C Kelas VII G No Rata-rata skor Keterampilan I II III I II III I II proses sains 1.19 3.88 berpendapat 3 Keterampilan 2.11 2.02 2.26 mengamati 4.61 3.38 2. Keterampilan 2.71 2.2 2.83 3. Keterampilan membuat 3.52 3 3.26 3.42 3.31 bertanya 2.71 2.45 3.69 2.07 3. justru dengan proses pembelajaran dengan Jelajah Alam Sekitar tersebut lebih mengajarkan siswa untuk mengembangkan keterampilan proses. Keterampilan 2. belum tentu ia belajar dengan baik manakala ia tidak mampu menunjukkan adanya perubahan tingkah laku.90 kesimpulan III 3. Walaupun demikian bukan berarti proses pembelajaran dengan Pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS) hanya membantu siswa dalam belajar. dapat juga orang tersebut tidak belajar.21 3.82 semakin turunnya pengetahuan seseorang setelah melakukan proses belajar dapat dikatakan proses pembelajaran tersebut gagal.33 2.2 3.83 3.31 . tetapi hanya bisa dilihat dari adanya perubahan dari sebelum dan sesudah terjadi proses belajar.5 3.33 3. Keterampilan proses yang terjadi pada siswa dapat dilihat pada tabel beikut: Tabel 13.28 3.31 2.52 2.28 2. Seorang siswa yang sepertinya aktif belajar yang ditunjukkan dengan caranya memerhatikan guru dan rapinya ia membuat catatan.97 3.

16 3.40 3.24 3.77 3.28 6.45 3.47 3.31 3.4 21. .15 2.42 3.47 23.97 3.88 2.45 2.52 2.36 Cukup Baik Baik Cukup Baik Baik Baik Baik Baik Penerapan pendekatan JAS tidak hanya dilakukan sekali saja dalam proses pembelajaran tetapi perlu adanya penerapan yang intensif atau terus menerus di setiap proses pembelajaran agar didapatkan hasil yang maksimal sesuai tujuan belajar.43 3.26 3.38 3. 7.0 19.38 22.5 3.35 3.07 2.40 3.97 3.38 3.76 3.83 5.80 3.47 22.19 3.97 3.17 3.06 3.16 22.83 2.59 22. 19.24 3.45 3.14 3.02 2.57 3.23 3. Keterampilan mempersiapkan alat dan bahan Keterampilan berkomunikasi Keterampilan memberi contoh Jumlah Rata-Rata Kualitas 3.16 23.

Simpulan Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan tentang penerapan Jelajah Alam Sekitar berbasis analisis pengetahuan awal siswa pada konsep pengelolaan lingkungan (studi kasus di SMP N 27 Semarang). Penerapan pendekatan Jelajah Alam Sekitar dalam proses pembelajaran perlu diterapkan secara intensif dan berkesinambungan pada setiap materi Biologi karena untuk melihat hasilnya diperlukan waktu yang lama.8%.5 yaitu kelas VIIB 69. 2. .9%. maka dapat disimpulkan bahwa: 1. dan VIIG telah mencapai ≥6.1% dan VIIG sebesar 93.1%. VIIC.17%. Aktifitas siswa dalam mendukung proses pembelajaran berlangsung baik. kelas VIIC 68. Sedangkan hasil belajar siswa secara klasikal di kelas VIIIB 73. B.2. Rata-rata hasil belajar siswa secara individual di kelas VIIB. Penerapan pendekatan Jelajah Alam Sekitar dalam proses penbelajaran perlu dimaksimalkan supaya mendapatkan hasil yang diinginkan.84 BAB V SIMPULAN DAN SARAN A. dimana persentase respon positif siswa di kelas VIIB sebesar 95.1% dan kelas VIIG 87.2. maka saran yang dapat disampaikan adalah: 1. kelas VIIC 64. Saran Berdasarkan simpulan di atas.2 dan VIIG 78. 2. kelas VIIC 94.

Lim. Semarang:Jurusan Biologi UNNES. 2005. 2001. Semarang: Jurusan Biologi FMIPA Universitas Negeri Semarang. Djohar. A. 2001. M. Dalyono.dan Nugroho. 2005. Martensi. Kurikulum Berbasis Kompetensi Mata Pelajaran Sains-Biologi Sekolah Menengah Pertama. Meningkatkan Pemahaman dan Keaktifitan Siswa SMP N 8 Semarang Melalui Penerapan Strategi Bermain Pada Pembelajaran Konsep Sistem Pencernaan. Bandung: Remadja Karya. Diktat Kuliah Evaluasi Pembelajaran. K. Prinsip-Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. . Ridlo. M. Jelajah Alam Sekitar (JAS). 1996. Makalah. S. Arikunto. Jakarta: Bumi Aksara.85 DAFTAR PUSTAKA Anonimus. Biologi FMIPA UNNES. 2004. Kasyati.E. 2002. Semarang . 2002. Constructivism and Learning in Science. Marianti. Kurikulum Pendidikan Visioner dan Lingkungan Sebagai sumber Belajar dan Prinsip Pengajarannya. Sugandhi. Jakarta: Bumi Aksara. 1996. Inc. Children’s Science. Victoria: Deakin University Press. Dipresentasikan pada Seminar dan Lokakarya Pengembangan Kurikulum dan Desain Inovasi Pembelajaran Jurusan Biologi FMIPA UNNES dalam rangka pelaksanaan PHK A2. Dipresentasikan pada seminar dan lokakarya Pengembangan Kurikulum Pendidikan Biologi dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar Jurusan Biologi FMIPA UNNES dalam rangka pelaksanaan program PHK A2 di Semarang tanggal 14-15 Februari 2005. Wacana Pendidikan MIPA. Hamalik. New Jersey. Darsono. dan N. Kartijono. U. Prentice Hall. Skripsi. R. Sutadi. Bell. O. Belajar dan Pembelajaran. 1993. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (edisi revisi). 2005. How to Assess Student Work. S. Psikologi Pendidikan. A. L. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Rinka Cipta. Jakarta: Puskur Balitbang. B. Purwanto. 1997. Semarang: IKIP Semarang Press.

Rustaman. 2003a. Buletin Fasilitator edisi 3.. Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Pembinaan Pendidikan Tenaga Kependidikan dan Ketenagaan Perguruan Tinggi. S. Strategi Belajar Mengajar Biologi. . Makalah. Andin Irsyadi. 2006. Jakarta: Depdikbud. Sudjana. Pengembangan Model Conceptual Change pada Pembelajaran IPA. Pengembangan Kurikulum Program Studi Pendidikan Biologi FMIPA UNNES untuk Mewujudkan Link and Match Lulusan dengan Kebutuhan Stakeholder. Saptono. Prenada Media Group. 2007. R. Slavin. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Research. Wibowo. Jakarta: SEQIP Depdiknas. 2005. Soekamto. Cooperative Learning. S. 2000.86 Ridlo. Dipresentasikan pada seminar dan lokakarya Pengembangan Kurikulum Pendidikan Biologi dengan pendekatan Jelajah Alam Sekitar Jurusan Biologi FMIPA UNNES dalam rangka pelaksanaan program PHK A2 di Semarang tanggal 14-15 Februari 2005. Strategi Belajar Mengajar Biologi. Supriyanto. 1995. T. N.E. Bandung: Sinar Baru Algensindo. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Laporan Kegiatan Hibah Kemitraan LPTK. Teori Belajar dan Model-Model Pembelajaran. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. N. S Winataputra. Saptono. Wina. 2005. Theory. Pendekatan Alam Sekitar (JAS). Sanjaya. 2 nd ed. Jakarta: Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas. Universitas Negeri Semarang _______ 2003b. Jakarta: Kencana. Tuti Widianti. Bandung: Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Pendidikan Indonesia. T dan U. Yustinus Ulung Anggraito. and Practice. Massachusetts:Allyn & Bacon. 2002. 1995.

Alokasi Waktu : 10 x 45 menit A Standar Kompetensi Mengidentifikasi komponen ekosistem dan saling ketergantungan antar komponen. E Strategi Pembelajaran Analisis pengetahuan awal siswa. 2. Menjelaskan konsekuensi penebangan hutan. Mengusulkan penanggulangan pencemaran dan kerusakan lingkungan. D Model Pembelajaran Pendekatan Jelajah Alam Sekitar (JAS). Rencana Pembelajaran (RP). Menjelaskan pengaruh pencemaran air. . serta melakukan upaya pengelolaan lingkungan untuk mengatasi pencemaran dan kerusakan lingkungan. pengaruhnya terhadap kerusakan lingkungan (misalnya kondisi tanah. keanekaragaman hayati.87 Lampiran 1. B Kompetensi dasar Mendeskripsikan peran manusia dalam pengelolaan lingkungan untuk mengatasi pencemaran dan kerusakan lingkungan dan melaporkan dalam bentuk karya tulis. udara. C Indikator 1. RENCANA PEMBELAJARAN Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas/Semester Materi Pokok : : : : SMP Sains (Biologi) VI/genap Pengelolaan Lingkungan untuk Mengatasi Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan. dan tanah kaitannya dengan aktivitas manusia dan upaya mengatasinya 3. laporan pengamatan/percobaan. dan lain-lain).

88 F Metode Pembelajaran 1. kertas. bungkus plastik dan lain-lain) I Kegiatan Pembelajaran Pertemuan I (2 x 45 menit) 1. . Kegiatan Pendahuluan (15 menit) a. Pot. Minyak rambut 9. Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan mengenai materi pengelolaan lingkungan. pupuk dan tanaman hias 3. Ikan 5. Guru memantau siswa dalam mengerjakan soal pre-test. Sampah (kaleng bekas. Guru memberikan salam pembuka b. Gelas plasik 4. Kertas karton dan spidol 7. b. Lembar Kerja Siswa (LKS) H Alat dan Bahan 1. Buku Biologi kelas VI semester genap atau buku yang relevan 2. Metode demonstrasi 2. Detergen dan pestisida 6. Metode diskusi G Sumber Belajar 1. 2. ranting. Guru memberikan soal pre-test kepada siswa dan disuruh mengerjakan sesuai waktu yang ditentukan. Kotak berisi tanah dan tanaman 2. Guru menyampaikan meteri pelajaran dan indikatornya c. Jangkrik 8. Guru mengambil lembar jawab siswa setelah siswa selesai mengerjakan soal pre-test. Kegiatan Inti (60 menit) a. Kertas bingo 10. c.

Kegiatan Pendahuluan (10 menit) a. Guru memerintahkan siswa untuk berkumpul sesuai kelompoknya masing-masing. e. proses sains dan konstruktivisme) c. d. Guru menyampaikan meteri pelajaran dan indikatornya c. . Guru memberikan salam pembuka b. d. air maupun gelas penampung. 2. Kegiatan Inti (70 menit) a. Guru meminta beberapa kelompok untuk menyampaikan jawaban dan kesimpulan yang diperoleh dari hasil kegiatan yang telah dilakukan. Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan mengenai erosi tanah. Guru meminta setiap kelompok membuat 3 buah kotak dari papan/kayu yang telah diberi tanah dan kerapatan tanaman yang berbeda-beda tiap kotak. Guru membimbing dan memantau jalannya kegiatan. penyiram. Guru memberikan salam penutup. Kegiatan Penutup (15 menit) a. Guru memberikan penegasan atau tambahan konsep yang berhubungan dengan kegiatan yang telah dilakukan dan bersama siswa menyimpulkan hasil kegiatan. eksplorasi.89 3. Guru menyuruh tiap kelompok untuk melakukan unjuk kerja menanam pot yang telah disediakan untuk mengembangkan hand-on siswa. Guru memberitahukan sub materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya. Guru membagikan LKS kepada setiap kelompok. Guru membagi siswa ke dalam 10 kelompok c. b. guru memerintahkan kepada setiap kelompok untuk menyiapkan alat dan bahan yang akan dipakai dalam kegiatan belajar mengajar seperti kotak. b. Pertemuan II (2 x 45 menit) 1. f. dan gelas bejana. d. Guru memerintahkan kepada siswa untuk melakukan kegiatan sesuai petunjuk pada LKS (diharapkan adanya unsur enjoyful lerning dengan nuansa Bioedutainment.

Guru memberikan salam pembuka b. 2. d. proses sains dan konstruktivisme). Guru memberikan tugas kepada setiap kelompok untuk mengamati mkeadaan lingkungan sungai yang ada di sekitar rumah masingmasing dan mengambil beberapa makhluk hidup yang ada di sungai (9 ekor ikan) dan gelas plastik 5 buah pada untuk dibawa pada pertemuan berikutnya. Guru menyampaikan meteri pelajaran dan indikatornya c. Guru memberitahukan sub materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya. 5 buah gelas plastik. c. Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan mengenai pencmaran air. Guru memberikan salam penutup Pertemuan III (2 x 45 menit) 1. d. Guru membimbing dan memantau jalannya kegiatan. c. Guru memerintahkan siswa untuk berkumpul sesuai kelompoknya masing-masing. guru memerintahkan kepada setiap kelompok untuk menyiapkan alat dan bahan yang akan dipakai dalam kegiatan belajar mengajar seperti 9 ekor ikan. Kegiatan Inti (70 menit) a. Guru meminta beberapa kelompok untuk menyampaikan jawaban dan kesimpulan yang diperoleh dari hasil kegiatan yang telah dilakukan. . eksplorasi. Kegiatan Penutup (5 menit) a.tentang pencemaran air. Guru membagikan LKS kepada setiap kelompok. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) a. larutan detergen dan larutan pestisida b. Guru memerintahkan kepada siswa untuk melakukan kegiatan sesuai petunjuk pada LKS (diharapkan adanya unsur enjoyful lerning dengan nuansa Bioedutainment. b. Guru meminta setiap kelompok melakukan action/unjuk kerja menanam tanaman ke dalam pot yang telah disediakan sebagai contoh upaya menanggulangan kerusakan lingkungan dalam lingkup kecil. d.90 3.

2. Guru memberitahukan sub materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya yaitu tentang pencemaran udara dan pencemaran tanah. Kegiatan Inti (70 menit) a. kantong plastik bening. 3. d. Guru meminta beberapa kelompok untuk menyampaikan jawaban dan kesimpulan yang diperoleh dari hasil kegiatan yang telah dilakukan. eksplorasi. Guru memberikan salam penutup Pertemuan IV (2 x 45 menit) 1. guru memerintahkan kepada setiap kelompok untuk menyiapkan alat dan bahan yang akan dipakai dalam kegiatan belajar mengajar yaitu 12 ekor jangkrik. bungkus makanan. c. Guru menjelaskan kegiatan yang akan dilakukan mengenai pencemaran udara dan tanah. Kegiatan Pendahuluan (10 menit) a. e.91 e. proses sains dan konstruktivisme). b. kantong plastik bening. Guru memberikan tugas kepada setiap kelompok untuk membawa 12 ekor jangkrik. plastik. Kegiatan Penutup (10 menit) a. Guru memerintahkan kepada siswa untuk melakukan kegiatan sesuai petunjuk pada LKS (diharapkan adanya unsur enjoyful lerning dengan nuansa Bioedutainment. minyak rambut b. minyak rambut dan beberapa jenis sampah (kaleng bekas. Guru memberikan penegasan atau tambahan konsep yang berhubungan dengan kegiatan yang telah dilakukan dan bersama siswa menyimpulkan hasil kegiatan. ranting. dan lain-lain) pada pertemuan berikutnya. Guru memberikan salam pembuka b. c. Guru menyampaikan meteri pelajaran dan indikatornya c. Guru memerintahkan siswa untuk berkumpul sesuai kelompoknya masing-masing. d. Guru membagikan LKS kepada setiap kelompok. Guru membimbing dan memantau jalannya kegiatan. .

eksplorasi. Guru memberikan penegasan atau tambahan konsep yang berhubungan dengan kegiatan yang telah dilakukan dan bersama siswa menyimpulkan hasil kegiatan. Guru membagikan kertas karton dan spidol kepada masing-masing kelompok. Pertemuan V (2 x 45 menit) 1. i. g. h. Kegiatan Pendahuluan (15 menit) a. proses sains dan konstruktivisme). pencemaran udara dan pencemaran tanah). Guru memrintahkan kepada masing-masing kelompok untuk membuat poster/slogan yang berisi ajakan atau usulan penanggulangan pencemaran dan kerusakan lingkungan sesuai materi yang telah diajarkan (erosi tanah. l. Guru memerintahkan setiap kelompok untuk menyiapkan jenis-jenis sampah yang telah dibawa. n. Guru meminta beberapa kelompok untuk menyampaikan jawaban dan kesimpulan yang diperoleh dari hasil kegiatan yang telah dilakukan. Guru menyampaikan kegiatan yang akan dilakukan berupa evaluasi tentang materi pengelolaan lingkungan. pencemaran air. Guru memberikan salam pembuka b. 3. Guru memerintahkan kepada siswa untuk melakukan kegiatan sesuai petunjuk pada LKS (diharapkan adanya unsur enjoyful lerning dengan nuansa Bioedutainment. . b. Guru memberitahukan kepada siswa bahwa pada pertemuan berikutnya akan diadakan evaluasi mengenai pengelolaan ligkungan. k. Guru memberikan LKS kepada setiap kelompok. j.92 f. Guru memberikan salam penutup. Kegiatan Penutup (5 menit) a. Guru memberikan penegasan atau tambahan konsep yang berhubungan dengan kegiatan yang telah dilakukan dan bersama siswa menyimpulkan hasil kegiatan. m. Guru membimbing dan memantau jalannya kegiatan.

Guru memerintahkan siswa untuk mengerjakan soal sesuai waktu yang telah ditentukan. . Kegiatan Penutup (15 menit) a. g. Guru memerintahkan untuk mengecek kelengkapan soal dan lembar jawab. Kegiatan Inti (60 menit) a. Guru menyampaikan materi yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya. Guru membagikan lembar jawab dan lembar soal evaluasi kepada setiap siswa. Guru memerintahkan siswa untuk mengecek jawabannya dan identitas siswa sebelum lembar jawab siswa dikumpulkan. Guru mengecek kelengkapan lembar jawab siswa. Guru meminta lembar jawab siswa setelah siswa selesai mengerjakan soal. b. e. 3. c. f. Guru memantau siswa dalam mengerjakan tes evaluasi.93 2. d. b. Guru memberikan salam penutup.

apa saja yang menyebabkan udara menjadi kotor? 3. Hal-hal apa yang menyebabkan erosi tanah? 4.94 Lampiran 2. menurutmu benda apa yang sering mencemari air (danau. sungai. Absen : Kelas : Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan singkat dan jelas! (50 menit) Pre-test materi erosi tanah 1. bagaimana cara kalian agar air pada danau atau sungai tidak tercemar? Pre-test materi pencemaran tanah 1. 1. Menurutmu apa fungsi hutan? Pre-test materi pencemaran air. menurutmu apa yang dimaksud dengan efek rumah kaca? . Bagaimana cara mencegah terjadinya pencemaran udara? 5. benda apa saja yang biasa mencemari tanah? 3. dll)? 3. apa yang kalian rasakan jika udara kotor? 4. apa yang terjadi pada ikan dan makhluk hidup yang lain pada danau atau sungai jika airnya tercemar? 4. dampak apa yang diakibatkan dengan adanya pencemaran tanah? 5. Bagaimana ciri-ciri air yang belum tercemar dengan air yang sudah tercemar? 2. dimana kalian menemukan tanah yang tercemar? 4. Apa yang kamu ketahui tentang erosi tanah? 3. apa yang kalian ketahui tentang tanah yang tercemar? 2. bagaimana cara mengurangi pencemaran tanah? Pre-test materi pencemaran udara 1. Menurutmu apa yang akan terjadi jika hutan menjadi gundul? 2. apa yang kalian ketahui tentang udara yang tercemar? 2. Soal-soal pre-test Soal Pre-test Nama : No.

Tidak membandingkan. Jawaban salah atau tidak dijawab B K S 3 Hal-hal apa yang menyebabkan erosi tanah? a. Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. jawaban kurang dari 3 dan atau jawaban ada yang salah c. Jawaban betul lebih dari 3 b. Membandingkan dan jawaban betul lebih dari 3 b. Jawaban kurang lengkap dan kurang betul (erosi tanah adalah proses pengikisan tanah oleh udara c.95 Lampiran 3. jawaban salah semua atau tidak dijawab BL K S . Jawaban salah semua atau tidak dijawab Materi Pencemaran Air Bagaimana ciri-ciri air yang belum tercemar dengan air yang B K S 1 sudah tercemar? a. Jawaban salah semua atau tidak dijawab Apa yang kamu ketahui tentang erosi tanah? B K S 2 a. Jawaban betul lebih dari 3 b. Rubrik Analisis Pre-test No Materi erosi Tanah 1 Aspek yang dinilai Penilaian Menurutmu apa yang akan terjadi jika hutan menjadi gundul? a. Jawaban salah semua B K S 4 Menurutmu apa fungsi hutan? a. Jawaban betul dan lengkap (erosi tanah adalah proses pengikisan tanah oleh air) b.Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. Jawaban betul lebih dari 3 b.

kurang bervariasi (ikan dan makhluk hidup yang lain akan mati) c. Jawaban betul dan bervariasi (ikan dan makhluk hidup yang lain lama-lama akan mati dan tidak ada kehidupan lagi di sungai) b. Jawaban salah semua atau tidak dijawab B K S 3 Dampak apa yang diakibatkan dengan adanya pencemaran tanah? . Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. Jawaban kurang betul. Jawaban salah semua atau tidak dijawab B K S 3 Apa yang terjadi pada ikan dan makhluk hidup yang lain pada danau atau sungai jika airnya tercemar? a. Jawaban betul dan bervariasi (tanah yang kotor banyak sampah sehingga tidak bisa untuk ditanami) b. Jawaban betul lebih dari 3 b. Jawaban salah atau tidak dijawab S K B 4 Bagaimana cara kalian agar air pada danau atau sungai tidak tercemar? a.Jawaban kurang betul. sungai. Jawaban salah semua atau tidak dijawab Materi Pencemaran Tanah BL K S 1 Apa yang kalian ketahui tentang tanah yang tercemar? a.96 2 Menurutmu benda apa yang sering mencemari air (danau. Jawaban salah atau tidak dijawab K S B 2 Benda apa saja yang biasa mencemari tanah? a.Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. Jawaban betul lebih dari 3 b. Jawaban betul lebih dari 3 b.Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. dll)? a. kurang bervariasi (tanah yang kotor) c.

Jawaban betul dan bervariasi (udara yang kotor sehingga tidak enak untuk bernafas) b. kurang bervariasi (udara yang kotor) c. Jawaban salah semua atau tidak dijawab 4 Bagaimana cara mencegah terjadinya pencemaran udara? a. kurang bervariasi (meningkatnya suhu bumi karena banyak gedung-gedung berkaca) c. Jawaban betul lebih dari 3 b. Jawaban betul lebih dari 3 b. Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. Jawaban salah semua atau tidak dijawab 4 Bagaimana cara mengurangi pencemaran tanah? a. Jawaban betul dan lengkap (meningkatnya pemanasan global (suhu bumi) akibat banyaknya polusi) b. Jawaban betul lebih dari 3 b. Jawaban salah semua atau tidak dijawab 5 Menurutmu apa yang dimaksud dengan efek rumah kaca? a. Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c.97 a. Jawaban betul lebih dari 3 b. Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. Jawaban betul lebih dari 3 b. Jawaban kurang betul. Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. Jawaban salah semua atau tidak dijawab 3 Apa yang kalian rasakan jika udara kotor? a. Jawaban salah atau tidak dijawab B K S B K S B K S B K S B K S B K S BL K S . Jawaban kurang dari 3 dan ada yang salah c. Jawaban salah atau tidak dijawab 2 Apa saja yang menyebabkan udara menjadi kotor? a. Jawaban salah semua atau tidak dijawab Materi Pencemaran Udara 1 Apa yang kalian ketahui tentang udara yang tercemar? a. Jawaban kurang betul.

25 2.11 S 0 0 0 0 38 20.49 pencemaran air no keterangan 1 2 3 4 B 0 5 3 0 K 40 35 35 40 S 0 0 2 0 1.88 3 1 6 1 6.63 % pencemaran tanah no 1 2 3 4 % keterangan B K S 9 1 0 0 24 38 35 35 7 1 5 5 32.0 pencemaran udara No Keterangan B 1 2 3 4 5 % 16 17 5 2 0 K 24 24 34 37 4 S 1 0 2 2 37 pencemaran udara No Keterangan B 1 2 3 4 5 % 8 12 0 9 0 14.63 30 26 33 25 71. Tabel Analisis Hasil Pre-test kelas VII B erosi tanah No Keterangan B K S 1 2 3 4 % 9 5 4 15 20.89 59.89 67.00 % pencemaran tanah no 1 2 3 4 % keterangan B K S 1 2 0 1 30 34 38 32 7 2 0 5 keterangan B K S 0 1 1 0 1.21 7.89 pencemaran udara No Keterangan B 1 2 3 4 5 % 1 13 0 1 0 7.25 1 9 3 0 8.7 19.51 60.13 No 1 2 3 4 % kelas VII C erosi tanah Keterangan B K S 7 13 15 11 33 22 16 30 1 6 10 0 kelas VII G erosi tanah No Keterangan B K S 1 2 3 4 % 14 2 11 23 24 32 19 15 0 4 8 0 28.11 0.21 .89 K 37 25 38 37 0 72.87 6.50 0.25 82.00 93.98 Lampiran 4.87 77.16 9.63 88.37 32.10 K 33 29 41 32 13 72.00 20.25 37 38 33 39 91.75 % pencemaran tanah no 1 2 3 4 % 21.50 11.25 pencemaran air no keterangan 1 2 3 4 B 7 25 0 3 K 33 15 39 37 S 0 0 1 0 pencemaran air no keterangan 1 2 3 4 B 22 20 1 7 K 16 18 37 31 S 0 0 0 0 5.59 10.20 S 0 0 0 0 28 13.05 61.

longsor) dan jka HUJAN LEBAT. Lembar Kerja Siswa (LKS) LEMBAR KERJA SISWA I JANGAN TEBANGI TERUS HUTANKU. Kotak C diisi dengan tanah yang tidak ditumbuhi 3. 2. kayu persegi panjang 3 buah (kotak A.. Hutan yang gundul akan menyebabkan tidak adanya akar-akar pohon yang mampu menyerap dan menahan air. gelas kimia 1000 ml sebagai bejana penampung air. C METODE Eksperimen D ALAT DAN BAHAN 1. A PENDAHULUAN Aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhannya sering menimbulkan efek samping negatif..99 Lampiran 5. Mari kita lakukan kegiatan agar dapat memahami akibat negatif penggundulan hutan! B TUJUAN Mengetahui dampak penggundulan hutan. alat penyiram tanaman 4. Apa yang tejadi selanjutnya? Tanah akan mudah terkikis (erosi. Kotak B diisi dengan tanah yang ditumbuhi sedikit rumput. balok kayu atau batu bata. . maka akan mudah banjir yang dapat merugikan manusia sendiri. B. Penebangan hutan yang dilakukan secara terus menerus akan menyebabkan hutan menjadi gundul. dan C) • • • kotak A diisi dengan tanah yang ditumbuhi banyak rumput.

100 E CARA KERJA 1. Samakah keadan air tampungan pada kotak A. 3. Samakah volume air tampungan pada kotak A. tampunglah air siraman masing-masing kotak. ukurlah volumenya kemudian catatlah hasilnya. aturlah agar posisi kotak A. apakah yang Keadaan air Volume air Endapan air menyebabkannya? 2. B dan C? Menurutmu apakah yang menyebabkannya? . B dan C dengan volume air yang sama. Amatilah keadaan air tampungan. secara perlahan-lahan siramlah air ke tanah dan rumput pada kotak A. B dan C? Adakah endapan tanah pada ketiga air tampungan? Menurutmu. Dengan alat penyiram tanaman. Tabel Hasil Pengamatan Kotak A B C F PERTANYAAN 1. 4. Susunlah perangkat percobaan seperti pada gambar di bawah! Dengan menggunakan kayu atau batu bata. Dengan menggunakan gelas kimia. B dan C agak miring. 2.

Ikan 9 ekor .Larutan Pestisida . maka lahan manakah yang akan mampu menampung air lebih banyak? Tuliskan alasanmu! 4. Tapi bila keadaan air disekitar kita tercemar maka apa yang akan terjadi dengan organisme yang berada disekitar lingkungan tersebut? B TUJUAN Mengetahui dampak pencemaran air terhadap organisme. Bila diumpamakan ke tiga kotak percobaan tersebut di atas sebagai lahan yang luas. Kesimpulan apakah yang dapat diambil berdasarkan percobaan di atas! LEMBAR KEGIATAN SISWA II ADA APA DENGAN IKAN-IKAN KU………. A LANDASAN TEORI Pada umumnya. B. dan C dengan air dengan volume sama (500 ml). ALAT DAN BAHAN .Larutan detergen E.101 3.Gelas 3 Buah berisi air yaitu Gelas A. CARA KERJA 1. dan air penyiram sebagai hujan. dan C . Air merupakan komponen yang sangat diperlukan bagi makhluk hidup. namun ada senyawa dan unsure lain yang terlarut didalamnya. C METODE Eksperimen D. Isilah gelas A. B. . air yang ada dipermukaan bumi tidak selalu dalam keadaan murni dan bersih. 2.. Masukkan 3 ekor ikan ke dalam masing-masing gelas .

PERTANYAAN 1. Berikan kesimpulan dari kegiatan diatas. Adakah perbedaan kondisi ikan pada gelas A. 5. Berdasarkan kegiatan yang telah kamu lakukan. 4. 1. Tabel Hasil Pengamatan Kondisi Ikan No. bagaimana tindakan yang dilakukan untuk mengatasi terjadinya pencemaran air? 5. . Bandingkan hasil pengamatanmu dari ketiga buah stoples tersebut kemudian diskusikan hasilnya dengan teman-temanmu. dan C setelah diberi perlakuan diatas. 4. Teteskan secara bertahap masing-masing 5 tetes larutan detergen kedalam gelas B. Amati kondisi ikan setelah melakukan tetesan. 5. mengapa demikian?\ 3. Bagaimana kondisi ikan sebelum ditetesi larutan detergen dan larutan pestisida? Apa yang akan terjadi pada ikan-ikan tersebut setelah ditetesi larutan detergen dan larutan pestisida?Kira-kira factor apa yang mempengaruhinya? 2. Tetesan 5 Tetes pertama 5 Tetes kedua 5 Tetes ketiga 5 Tetes keempat 5 Tetes kelima Gelas A Gelas B Gelas C F. larutan pestisida kedalam gelas C sampai tetesan yang ke 25. 3. apa yang akan terjadi pada kehidupan organisme air? 4. Gelas A sebagai kontrol (air). Jika terjadi pencemaran air. B. 2. menurut kamu.102 3.

Serangga (jangkrik @ kelompok 12 ekor) E CARA KERJA 1. atau komponen lain yang merugikan kedalam lingkungan akibat aktivitas manusia atau proses alami. dan 15 detik ke dalam plastik A. Plastik C=15 detik dan plastik D berisis udara biasa (sebagai kontrol). . energi. kemudian masing-masing plastik diikat dengan erat. dan plastik D berisis udara biasa (sebagai kontrol). Asap knalpot dengan lama waktu memasukan knalpot kedalam plastik A= 5 detik. C. unsure. C. Kantong plastik @ kelompok 4 buah yaitu plastik A. B. Oksigen sangat diperlukan bagi makhluk hidup untuk bernafas. Tampunglah asap dari kenalpot motor dengan lama waktu pengambilan knalpot 5 detik. Apabila udara yang kita hirup mengandung zat yang berbahaya . B= 10 detik. 4. Karet pengikat 3. B TUJUAN Mengetahui dampak pencemaran udara terhadap organisme. 10 detik.103 LEMBAR KEGIATAN SISWA III PENCEMARAN UDARA A PENDAHULUAN Pencemaran lingkungan adalah peristiwa masuknya zat. C METODE Eksperimen D ALAT DAN BAHAN 1. B. maka dapat mempengaruhi tubuh manusia khususnya organ pernafasan. dan D 2. Udara merupakan salah satu komponen lingkungan yang sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup.

C. dan C yang berisi penuh dengan asap. atau komponen lain yang merugikan kedalam lingkungan akibat aktivitas manusia atau proses alami. Catat hasil pengamatan dan diskusikan dengan teman-temanmu. dan D tadi. Bagaimana keadaan jangkrik sebelum dimasukkan kedalam plastik yang berisi penuh dengan asap? 2. Tabel hasil pengamatan Plastik A B C D Keadaan jangkrik F PERTANYAAN 1. B. Adakah perbedaan? Apa yang menyebabkannya? 3. lalu amati apa yang akan terjadi pada serangga tersebut. B. 3. Tuliskan kesimpulan dari percobaan yang telah kamu lakukan? LEMBAR KEGIATAN SISWA IV ADA APA DENGAN UDARA YANG KITA HIRUP………. Udara merupakan salah satu komponen lingkungan yang . unsure. dengan cara mengendorkan ikatan plastik lalu kencangkan kembali ikatan tersebut dan biarkan. Apa yang terjadi setelah setelah serangga (jangkrik) dimasukkan kedalam plastik A. A PENDAHULUAN Pencemaran lingkungan adalah peristiwa masuknya zat.104 2. energi. Bagaimana pendapatmu apabila manusia dimasukkan ke dalam ruang tertutup yang penuh asap? 4. Masukkan @ 3 ekor jangkrik kedalam plastik A.

4. 5. Diskusikan dengan teman kelompokmu. Alat perekat (double tip/ lem/ isolasi) E CARA KERJA 1. disekitar rumah. Kertas 3. dan disekitar sekolahmu. 3. Oleskan vaselin/minyak goring/ hand body lotion secukupnya pada kertas putih 2. Ambil kertas tersebut. Tabel hasil pengamatan Kertas A B C D Keadaan Kertas . Tempelkan kertas tersebut masing-masing ditempat yang dekat jalan raya. Apabila udara yang kita hirup mengandung zat yang berbahaya . C METODE Eksperimen D ALAT DAN BAHAN 1. maka dapat mempengaruhi tubuh manusia khususnya organ pernafasan. Oksigen sangat diperlukan bagi makhluk hidup untuk bernafas.105 sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup. B TUJUAN Mengetahui dampak pencemaran udara terhadap organisme. Vaselin/ minyak goring/ hand body lotion 2. lalu amati apa yang terjadi pada kertas tersebut. Biarkan kertas tersebut selama dua hari.

industri. Penggunaan kembali atau pendaur ulangan sampah (Reuse). Reuse. pertanian. B TUJUAN Mengetahui berbagai jenis sampah padat dan mengetahui cara pengolahan sampah tersebut melalui program 3 R (Reduce. C. dan Recycle) Yaitu dengan mengurangi penggunaan barang yang dapat menjadi sampah (reduce). Bagaimana kondisi kertas sebelum ditempel? 2. dan buangan bahan-bahan yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme.106 F PERTANYAAN 1. dan D setelah dibiarkan ditempel dan dibiarkan selama dua hari? Apa yang menyebabkannya? 3. Di kota-kota besar masalah sampah merupakan masalah yang serius. . Apa yang akan terjadi bila lingkungan sekitar kita penuh dengan sampah? Kita dapat menangulangi sampah yang ada disekitar kita dengan melalui program 3 R (Reduce. dan Action. Recycle). Menurutmu dari kegiatan yang telah kamu lakukan. dan mengolah sampah (Recycle). Reuse. Adakah perbedaan kondisi kertas A. karena jumlah sampah yang menumpuk sementara tempat pembuangan dan daur ulang belum sepadan. Berikan kesimpulan dari kegiatan diatas LEMBAR KEGIATAN SISWA V PENANGGULANGAN PENCEMARAN TANAH A LANDASAN TEORI Pencemaran tanah disebabkan aktivitas manusia yang menghasilkan berbagai limbah rumah tangga. C METODE Permainan Bingo. B. polusi udara yang paling banyak itu terjadi dimana? Apa yang menyebabkannya? 4.

Masing-masing kelompok mengambil lembar bingo. Jika ada kelompok yang telah melingkari nama-nama sampah pada dua kotak lembar bingonya dan membentuk lajur horizontal. Kumpulkan polutan tersebut dan diskusikan bersama kelompokmu. Perwakilan dari tiap-tiap kelompok secara bergiliran maju untuk mengambil 2 undian bingo di dalam kotak kardus. Tabel benda 3 R (Reduce. recycle). reuse. maka kelompok tersebut harus melingkari kotak bingo yang sesuai dengan undian yang telah diambil. 5. Kotak kardus 5. 10. Reuse. guru akan memberikan penjelasan tentang sampah tersebut dan bagaimana pemanfaatan sampah tersebut dengan program 3 R (reduce. 6. 10 jenis sampah padat yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. 3. Lembar bingo E CARA KERJA 1. Lakukan kegiatan tersebut sampai 5 kali kegiatan Bingo terundi. 4. kemudian ambillah benda disekitar kelas yang menurutmu sebagai pencemar. Menuliskan 4 macam nama sampah padat pada tiap kotak pada lembar bingo. lalu mencocokkan nama sampah padat yang tertulis pada kertas tersebut. 4. Kertas undian bingo 3. vertical. 9.107 D ALAT DAN BAHAN 1. . Recycle). 8. Untuk setiap nama sampah padat yang terundi. 8 Kelompok yang paling banyak mendapatkan poin maka kelompok tersebut sebagai pemenangnya. 7. Apabila undian yang telah diambil sesuai dengan nama sampah yang dituliskan pada lembar bingo. 2. Setelah selesai melakukan permainan Bingo tersebut. 2. maupun diagonal maka kelompok tersebut harus membuat garis pada urutan kotak tersebut dan berkata “Bingo” sebagai tanda berhasil dan kelompok tersebut akan mendapatkan poin.

beri contohnya! 3. jenis polutan. Berikan kesimpulan dari kegiatan diatas. F PERTANYAAN 1. apakah ada sampah yang dapat di daur ulang?sebutkan dan bagaimana cara mendaur ulangnya? 4. sumber polutan dan sifat polutan tersebut. . Dari jenis sampah yang kamu temukan. sebutkan bahan atau zat yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran tanah? 2. Berdasarkan dari permainan yang kamu lakukan.108 11. Bedakan antara sampah organic dan anorganik. Buatlah tabel yang menggambarkan tentang macam polutan yang didapat.

tidak melibatkan masyarakat setempat. batu bara. mengolah sampah menjadi kompos 5.. membangun taman kota 2. dihuni banyak fauna Berikut ini yang termasuk usaha manusia mencegah pencemaran udara: 1. karena. 3 dan 4 . tidak membayar pajak pada pemerintah daerah. 2 dan 4 d. tidak memperhitungkan jumlah pohon yang ditebang. c. d. Salah satu ciri bahwa air kolam atau danau telah tercemar adalah. atau d pada jawaban yang paling benar 1.. a. b. membangun bak penampungan di sekitar rumah usaha yang bertujuan untuk mencegah pencemaran udara oleh CO2 adalah a. meningkatkan gizi masyarakat 4. 1 dan 2 b.109 Lampiran 7. mengurangi penggunaan bahan bakar fosil seperti bensin. airnya tidak berbau b. Soal Uji Coba Post-test SOAL ULANGAN HARIAN Konsep : Pengelolaan Lingkungan Kelas/Semester : VII/Gasal Waktu : 45 Menit Berilah Tanda silang (X) huruf a.. c. c. a. 2 dan 5 c. air berbau dan berwarna d. b.. tidak mempertimbangkan ukuran pohon yang ditebang. Penebangan hutan secara liar dianggap sebagai penyebab utama terjadinya bencana banjir. 2. tumbuh banyak enceng gondok 3. 3.

diolah menjadi pupuk kompos d. menangkap dan membunuh hama c. pengaturan penggunaan pupuk dan pestisida . menyebabkan pencemaran udara (bau) d. Penanggulangan hama tikus di sawah secara fisik yang tepat di bawah ini adalah. menjadi sumber mata air c. a. gas CO2. membakar sampah plastik c. mahalnya biaya untuk membeli pestisida. terbunuhnya hewan yang bermanfaat d. panenan dapat meningkat b.. dibiarkan hancur oleh alam 6.. a. kecuali. NOx. Di bawah ini akibat yang ditimbulkan oleh limbah rumah tangga yang menggenang di bak atau selokan. menyebabkan pencemaran air b. gas O2.. Cara mencegah pencemaran lingkungan oleh limbah rumah tangga adalah. c.. Cara menjaga pencemaran lingkungan oleh limbah pertanian yang paling aman adalah a. meningkatnya gedung yang terbuat dari kaca d. SOx. meningkatnya kekebalan tanaman 7. Kerugian besar yang diakibatkan oleh penggunaan pertisida untuk memberantas hama tanaman adalah a. a. a. diberi racun tikus 9. Efek rumah kaca terjadi karena naiknya suhu udara/atmosfer yang disebabkan oleh. dan SOx b... menyemprot dengan pestisida b. mendatangkan pemangsanya yaitu ular d. sebagai sarang nyamuk anopeles 5... udara/atmosfer sangat kering 8. membuang sampah ke sungai b.110 4. dan NOx c.

CO.. solar. b. CFC. memanfaatkan organisme sejenis b. udara oleh debu b. menutup pabrik-pabrik yang menghasilkan limbah b. udara oleh CO2 d. NOx. membuang limbah pabrik ke laut dalam d. NOx. CO. meningkatkan penggunaan pupuk buatan c. dan SOx b. Cara menanggulangi pencemaran lingkungan oleh limbah industri adalah a. Pengendalian hama tanaman budidaya secara biologis adalah pengendalian hama dengan a. udara oleh CO2. c. a.. air oleh air panas. Peningkatan suhu global di bumi disebabkan oleh pencemaran. Mengurangi penggunaan bahan bakar fosil seperti bensin. Erosi tanah disebabakan oleh………… a. asap. batu bara akan dapat mengurangi pencemaran. d. dan Sox 14. hujan lebat pada tanah yang ada tanaman gelombang air laut yang besar naiknya permukaan air laut hujan lebat pada tanah yang tidak ada tanaman . air oleh CO2.. menggunakan organisme makanan hama d.111 b. menggunakan pestisida 13. dan oksida logam c. a. air oleh radiasi ultraviolet c. udara oleh CO. dan SOx d. membasmi hama dengan pestisida 10.. penanaman tanaman yang kebal hama d. air oleh limbah kimia cair 12. mengolah limbah pabrik sebelum mengalirkannya ke sungai 11. mengalirkan limbah pabrik ke bak penampungan c. menggunakan organisme pemangsa hama c.. oksida logam.

c.112 Uraian di bawah ini untuk soal no 15 – 17.. apa yang akan terjadi pada kotak A apabila turun hujan lebat? a. Percobaan di atas dapat digambarkan seperti di bawah ini: 15.. tumbuh tanaman 16. Volume air pada penampung di kotak A lebih besar dari pada volume air pada gelas penampung di kotak B. Endapan tanah pada gelas penampung di kotak C lebih kecil dari pada endapan tanah pada gelas penampung di kotak B. Volume air pada gelas penampung di kotak C lebih kecil dari pada volume air pada gelas penampung di kotak B . Kotak-kotak di atas diibaratkan hutan. pengikisan tanah d. pada kotak B diberi tanaman sedikit (jarang). a. Pernyataan di bawah ini yang sesuai dengan kegiatan di atas adalah. d. dan C. dan pada bagian bawah kotak diberi wadah untuk menampung air maupun tanah yang terbawa oleh air. Pada kotak A diberi tanaman penuh (lebat). b. longsor banjir c. Pada suatu percobaan menggunakan 3 kotak yaitu kotak A. Endapan tanah pada gelas penampung di kotak C lebih besar dari pada endapan tanah pada gelas penampung di kotak B.. Kemudian masing-masing kotak disiram dengan air melalui bagian atas kotak. B. b. dan pada kotak C tidak diberi tanaman.

4 d. Menghasilkan oksigen 2. d. a.113 17. Menyerap air hujan Dari pernyataan di atas. b. 1. 3. air yang disiram di kotak A terserap oleh tanaman terjadi erosi pada kotak A tidak ada tanaman yang menyerap air pada kotak C volume air pada kotak B lebih sedikit dari kotak C 19. c. 1. b. Perhatikan diagram/grafik di bawah ini: volume air tampungan 150 ml 100 ml 70 ml 30 ml A B Kotak C Dari grafik di atas. manakah yang termasuk fungsi hutan adalah. 2. a. 4 . d. Penanggulangan hama wereng secara biologis dapat dilakukan dengan cara… a. b.. Perhatikan pernyataan di bawah ini dengan seksama: 1. pernyataan yang salah adalah………. 4 c. Sebagai tempat berlindung makhluk hidup 3.. 2. mendatangkan pemangsa berupa ular mendatangkan pemangsa berupa burung menggunakan pestisida menggunakan insektisida 18. Membuka hutan untuk permukiman 4. 2. 3 1. 3. c.

batu c.. b. botol kaca d. ada asap pabrik ada asap kendaraan c. detergen. 2 c. cepatnya pertumbuhan flora dan fauna 24. a. banyak ikan yang mati d.. b. Yang menyebabkan terjadinya pencemaran tanah adalah. sampah keleng c. shampo eceng gondok. rumput laut d. ikan. b. Udara akan tercemar apabila……. ada asap rokok d. tanaman tumbuh dengan baik 25...114 20... semua benar 23. detregen 22. Yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran air adalah……. botol plastik b. tanah menjadi tandus tanah menjadi lebih subur c.. menurunnya permukaan air laut b. a. mencairnya es di kutub c. pestisida. 4 21. Salah satu dampak atau akibat yang ditimbulkan dengan adanya pemanasan global adalah… a. shampo. detergen. naiknya permukaan tanah d. a. a. Akibat adanya pencemaran tanah adalah… a. Perhatikan gambar di bawah ini: 1 2 3 4 Pada gambar di atas yang tidak menyebabkan terjadinya pencemaran udara adalah. 3 d. ikan. 1 b. pupuk. semua jawaban benar .

Pada suatu percobaan menggunakan 3 buah gelas yaitu gelas A. dengan konsentrasi detergen dan pestisida sama yaitu 2. d.115 26.5 %. pencemaran air dan tanah 27. dan C. B . Ternyata setiap ditetesi deterjen maupun pestisida menyebabkan perubahan pada ikan yang digambarkan pada grafik di bawah ini: Jumlah tetesan 40 tetes 50 tetes detergen 30 tetes pestisida 20 tetes sehat pingsan Keadaan Ikan mati Apa yang dapat kamu simpulkan dari grafik di atas a. Pada semua gelas diberi ikan. dan pada gelas C ditetesi dengan pestisida. pada gelas B ditetesi dengan deterjen. Pestisida lebih berbahaya dari pada detergen Penggunaan pestisida dan detergen harus dihentikan detergen lebih berbahaya dari pestisida ikan mati pada penetesan detergen ke 30 28. pencemaran tanah d. c. b. pencemaran air b. pencemaran udara c. dan Recycle) dapat dilakukan untuk menanggulangi…… a. Pada gelas A tidak ditetesi apa-apa. Perhatikan gambar di bawah ini: 1 2 3 4 . Program 3 R (Reduce. Reuse.

1. semua benar Untuk soal nomer 34-35. terjadinya hujan asam b. 1 dan 2 c. 2. 2. 1. korosi pada logam 31. 3. 4 c. 4 d. 3 b. 2 dan 4 d. Kaleng minuman 2. perhatikan tabel berikut: Tabel perhitungan luas arel hutan di beberapa kabupaten adalah sebagai berikut Nama Kabupaten Kabupaten A Kabupaten B Kabupaten C Kabupaten D Luas Areal Hutan 800 ha 300 ha 400 ha 600 ha Jumlah Pohon 5500 2000 5000 4000 . 2 dan 4 29. 3. perubahan kelembaban udara d. 3 dan 4 d. 3 dan 4 b.. 1 dan 3 30.116 Dari gambar diatas yang termasuk sampah organik adalah……. plastik blanja 4. 1 dan 3 b. Asap knalpot kendaraan yang mengandung gas carbon monoksida (CO) dapat mengakibatkan… a. kertas bekas 3. yang dapat ditanggulangi dengan reuse (bisa digunakan kembali) adalah……… a. a. gangguan pernafasan pada manusia c. Dari gambar diatas yang termasuk sampah anorganik adalah……… a. 1 dan 2 c. botol plastik Dari jenis sampah diatas. Perhatikan jenis-jenis sampah di bawah ini: 1.

. maka pada tahun 2005 jumlah pasien ISPA .. menurun c. kabupaten D Untuk soal nomer 34 – 35 perhatikan grafik di bawah ini: hubungan kebakaran hutan ... kabupaten B c.. meningkat b.pasien ISPA jumlah pasien ISPA 100 80 60 40 20 0 251/2003 235/2004 222/2005 luas hutan terbakar/tahun jumlah pasien ISPA Garafik di atas menunjukkan jumlah pasien ISPA (Infeksi saluran Pernafasan Atas) yang dihubungkan dengan peristiwa kebakaran hutan 34. a. maka kabupaten yang paling tinggi cadangan airnya adalah kabupaten. tetap d. maka bisa diperkirakan jumlah pasien ISPA akan. bila dianggap jumlah pohon berhubungan dengan kemampuan menahan air. Dari grafik di atas. kabupaten A b. kabupaten yang tinggi kepadatan pohonnya adalah hutan kabupaten. tidak terukur 35..117 32. a. kabupaten D 33.. a. a. tidak terukur . Bila ternyata luas hutan terbakar pada tahun 2006 menjadi 255 ha. tetap d.. kabupaten C d. meningkat c. kabupaten A b. kabupaten B c. Dengan melihat data pada tabel di atas. melihat kecenderungan luas hutan yang terbakar. Berdasarkan tabel di atas.. menurun b. kabupaten C d.

c 33. b 5. a 29. b 18. a 28. a 2. b 35. b 24. c 30. a 4.118 Lampiran 8. d 11. d 22. c 3. d 23. d 26. Kunci Jawaban Soal Uji Coba Post-test Kunci Jawaban Soal Uji Coba Post-test 1. c 17. d 16. c 27. d 15. b 9. a 10. d 32. a 34. c 7. a 8. b 31. c 6. b 20. b . b 13. d 14. b 19. d 21. c 12. a 25.

119 Lampiran 9. Tabel Analisis Butir Soal Uji Coba (Pre-test) .

b. 1 dan 2 b. Penebangan hutan secara liar dianggap sebagai penyebab utama terjadinya bencana banjir. a. karena. airnya tidak berbau b. meningkatkan gizi masyarakat 4. batu bara. Soal Ulangan Harian (Post-test) SOAL ULANGAN HARIAN Konsep : Pengelolaan Lingkungan Kelas/Semester : VII/Gasal Waktu : 45 Menit Berilah Tanda silang (X) huruf a. d. tidak mempertimbangkan ukuran pohon yang ditebang. membangun taman kota 2. tidak melibatkan masyarakat setempat. tumbuh banyak enceng gondok 3. c. dihuni banyak fauna Berikut ini yang termasuk usaha manusia mencegah pencemaran udara: 1.. tidak membayar pajak pada pemerintah daerah. tidak memperhitungkan jumlah pohon yang ditebang..120 Lampiran 10. 2 dan 4 d. a. Salah satu ciri bahwa air kolam atau danau telah tercemar adalah. c. c. 2. 2 dan 5 c. 3 dan 4 . b. 3. membangun bak penampungan di sekitar rumah usaha yang bertujuan untuk mencegah pencemaran udara oleh CO2 adalah a... mengurangi penggunaan bahan bakar fosil seperti bensin. atau d pada jawaban yang paling benar 1. air berbau dan berwarna d. mengolah sampah menjadi kompos 5.

gas CO2. dan NOx c. Menjadi sumber mata air c. c. terbunuhnya hewan yang bermanfaat d. Kerugian besar yang diakibatkan oleh penggunaan pertisida untuk memberantas hama tanaman adalah a.. mendatangkan pemangsanya yaitu ular d. Di bawah ini akibat yang ditimbulkan oleh limbah rumah tangga yang menggenang di bak atau selokan. Menyebabkan pencemaran udara (bau) d. Efek rumah kaca terjadi karena naiknya suhu udara/atmosfer yang disebabkan oleh. meningkatkan penggunaan pupuk buatan c.. panenan dapat meningkat b. Sebagai sarang nyamuk anopeles 5. a. membasmi hama dengan pestisida . pengaturan penggunaan pupuk dan pestisida b. penanaman tanaman yang kebal hama d.. dan SOx b.121 4. diberi racun tikus 8. mahalnya biaya untuk membeli pestisida. menangkap dan membunuh hama c. udara/atmosfer sangat kering 7. meningkatnya kekebalan tanaman 6. Penanggulangan hama tikus di sawah secara fisik yang tepat di bawah ini adalah. menyemprot dengan pestisida b.. Menyebabkan pencemaran air b. NOx. a. gas O2. SOx. meningkatnya gedung yang terbuat dari kaca d. Cara menjaga pencemaran lingkungan oleh limbah pertanian yang paling aman adalah a.. a. kecuali..

122 9. air oleh radiasi ultraviolet c. mengalirkan limbah pabrik ke bak penampungan c. air oleh limbah kimia cair 11. Kemudian masing-masing kotak disiram dengan air melalui bagian atas kotak. dan C. f. memanfaatkan organisme sejenis b.. dan pada kotak C tidak diberi tanaman. Erosi tanah disebabakan oleh………… e.. hujan lebat pada tanah yang ada tanaman gelombang air laut yang besar naiknya permukaan air laut hujan lebat pada tanah yang tidak ada tanaman Uraian di bawah ini untuk soal no 15 – 17. menutup pabrik-pabrik yang menghasilkan limbah b. dan pada bagian bawah kotak diberi wadah untuk menampung air maupun tanah yang terbawa oleh air. Pada kotak A diberi tanaman penuh (lebat). Pengendalian hama tanaman budidaya secara biologis adalah pengendalian hama dengan a. g. Cara menanggulangi pencemaran lingkungan oleh limbah industri adalah a. udara oleh CO2 d. pada kotak B diberi tanaman sedikit (jarang). h. a. menggunakan organisme makanan hama d. Percobaan di atas dapat digambarkan seperti di bawah ini: . Pada suatu percobaan menggunakan 3 kotak yaitu kotak A. membuang limbah pabrik ke laut dalam d.. udara oleh debu b. Peningkatan suhu global di bumi disebabkan oleh pencemaran. mengolah limbah pabrik sebelum mengalirkannya ke sungai 10. menggunakan organisme pemangsa hama c. B. menggunakan pestisida 12.

15. Kotak-kotak di atas diibaratkan hutan. d. g. Penanggulangan hama wereng secara biologis dapat dilakukan dengan cara… e. e. Endapan tanah pada gelas penampung di kotak C lebih besar dari pada endapan tanah pada gelas penampung di kotak B.. pengikisan tanah d. Volume air pada penampung di kotak A lebih besar dari pada volume air pada gelas penampung di kotak B. h. apa yang akan terjadi pada kotak A apabila turun hujan lebat? c.. f. g. Volume air pada gelas penampung di kotak C lebih kecil dari pada volume air pada gelas penampung di kotak B.. longsor banjir c. f. tumbuh tanama 14. h.123 13. Endapan tanah pada gelas penampung di kotak C lebih kecil dari pada endapan tanah pada gelas penampung di kotak B. Pernyataan di bawah ini yang sesuai dengan kegiatan di atas adalah. mendatangkan pemangsa berupa ular mendatangkan pemangsa berupa burung menggunakan pestisida menggunakan insektisida .

shampo. ikan.. 2. Perhatikan diagram/grafik di bawah ini: volume air tampungan 150 ml 100 ml 70 ml 30 ml A B Kotak C Dari grafik di atas.. 3. ikan. Yang menyebabkan terjadinya pencemaran tanah adalah. semua benar . d. 4 18. detregen 19. 1.. c. 4 c. 2. pestisida. air yang disiram di kotak A terserap oleh tanaman terjadi erosi pada kotak A tidak ada tanaman yang menyerap air pada kotak C volume air pada kotak B lebih sedikit dari kotak C 17. e. Perhatikan pernyataan di bawah ini dengan seksama: 1. f. Menghasilkan oksigen 2. Yang dapat menyebabkan terjadinya pencemaran air adalah……. manakah yang termasuk fungsi hutan adalah. botol plastik b. detergen. Membuka hutan untuk permukiman 4. pernyataan yang salah adalah………. sampah keleng c. Menyerap air hujan Dari pernyataan di atas. botol kaca d. detergen.. pupuk. 3.124 16. c. 4 d. shampo d. 2.. batu c. 3 1. g. 1. h. a.. rumput laut d. eceng gondok. Sebagai tempat berlindung makhluk hidup 3.

Pada gelas A tidak ditetesi apaapa. f. g. Pestisida lebih berbahaya dari pada detergen. Pada suatu percobaan menggunakan 3 buah gelas yaitu gelas A. Detergen lebih berbahaya dari pestisida. pencemaran air b. pencemaran tanah d. pencemaran udara c. e. dengan konsentrasi detergen dan pestisida sama yaitu 2. Penggunaan pestisida dan detergen harus dihentikan. Akibat adanya pencemaran tanah adalah… c.5 %. d. dan Recycle) dapat dilakukan untuk menanggulangi…… a.125 20. pencemaran air dan tanah 22. Ternyata setiap ditetesi deterjen maupun pestisida menyebabkan perubahan pada ikan yang digambarkan pada grafik di bawah ini: Jumlah tetesan 40 tetes 50 tetes detergen 30 tetes pestisida 20 tetes sehat pingsan Keadaan Ikan Apa yang dapat kamu simpulkan dari grafik di atas e. f. Reuse. tanah menjadi tandus tanah menjadi lebih subur banyak ikan yang mati tanaman tumbuh dengan baik 21. Pada semua gelas diberi ikan. dan pada gelas C ditetesi dengan pestisida. Program 3 R (Reduce. dan C. B . pada gelas B ditetesi dengan deterjen. mati .

Asap knalpot kendaraan yang mengandung gas carbon monoksida (CO) dapat mengakibatkan… a. Ikan mati pada penetesan detergen ke 30 23. 3. terjadinya hujan asam b. 1 dan 2 c. gangguan pernafasan pada manusia c. a. yang dapat ditanggulangi dengan reuse (bisa digunakan kembali) adalah……… c. 1. perhatikan tabel berikut: . 3 dan 4 d. Perhatikan gambar di bawah ini: 1 2 3 4 Dari gambar diatas yang termasuk sampah organik adalah…….126 h. kertas bekas 3. 2. plastik blanja 4. 3. 1 dan 3 25. 2. 1. 3 d. 4 d. Kaleng minuman 2. korosi pada logam 26. semua benar Untuk soal nomer 34-35. 1 dan 2 c. Perhatikan jenis-jenis sampah di bawah ini: 1. 2 dan 4 24. Dari gambar diatas yang termasuk sampah anorganik adalah……… c. perubahan kelembaban udara d.. 2 dan 4 d. 4 c. 1 dan 3 b. botol plastik Dari jenis sampah diatas. 3 dan 4 d.

kabupaten B c. Kabupaten D Untuk soal nomer 34 – 35 perhatikan grafik di bawah ini: hubungan ke bakaran hutan ..pasie n ISPA jum pasien ISPA lah 100 80 60 40 20 0 251/2003 235/2004 222/2005 luas hutan terbakar/tahun jumlah pasien ISPA Grafik di atas menunjukkan jumlah pasien ISPA (Infeksi saluran Pernafasan Atas) yang dihubungkan dengan peristiwa kebakaran hutan 29. menurun c. meningkat b. Kabupaten C d. maka pada tahun 2005 jumlah pasien ISPA . bila dianggap jumlah pohon berhubungan dengan kemampuan menahan air. a... kabupaten D 28. kabupaten yang tinggi kepadatan pohonnya adalah hutan kabupaten. Dengan melihat data pada tabel di atas. tidak terukur . Berdasarkan tabel di atas. a. Dari grafik di atas. tetap d. melihat kecenderungan luas hutan yang terbakar.... maka kabupaten yang paling tinggi cadangan airnya adalah kabupaten. kabupaten C d. Kabupaten B c. a.127 Tabel perhitungan luas arel hutan di beberapa kabupaten adalah sebagai berikut Nama Kabupaten Kabupaten A Kabupaten B Kabupaten C Kabupaten D Luas Areal Hutan 800 ha 300 ha 400 ha 600 ha Jumlah Pohon 5500 2000 5000 4000 27. Kabupaten A b.. kabupaten A b.

a. meningkat c... maka bisa diperkirakan jumlah pasien ISPA akan. menurun b. tetap d.128 30. tidak terukur . Bila ternyata luas hutan terbakar pada tahun 2006 menjadi 255 ha.

b 18.129 Lampiran 11. c 3. Kunci Jawaban Post-test 1. b 30. a 4. d 10. b 8. b 5. d 20. a 9. d 13. c 11. b 12. a 23 a 24. a 7. a 2. c 22. c 6. b 16. b 26. c 25. b 17. c 15. a 21. a 29. d 14. d 19. d 27. c 28. b .

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 Nama siswa Abda Alif CH Agista Isma Alan Didi Alfian Saefudin Annisa Rama W Aulia Ade Hanisa Banon Gede U Catur Widiyono Danang Puji Wiyono Deli Puspita Fascal Tri Eryanto Galang Eksel Habib Mustika Hafishil Ihsan Harita Niken Hilda Hermita Karno Khomsatun Anisa Marco Setiyaji Muh Nabil Muh Nisal Muh Tri Yulianto Murdiono Nika Arum S Novia Budiani Nurul Aastri Randy Yohendri Rendra Ghalia Risky Citraning Riskyana Septy Rustanti Shima Suara G Nilai post test 70 77 83 70 83 77 87 63 70 67 47 70 73 67 53 80 53 73 47 67 73 57 67 80 77 77 73 47 70 83 73 73 .130 Lampiran 12. Hasil Belajar (Post-test) Siswa Tabel Hasil Belajar Siswa Kelas VII C No.

131 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 Siswindarti Steven Putra Tri afiebbawa E Ulin Nuha M Wahyu Eka Wahyu setia Yunita Triana Yusuf Dewantoro Yusuf HK Maulana jamianto 60 70 60 63 60 73 87 77 73 67 Nilai Tertinggi Nilai Terendah Rata-Rata 97 47 69.45 Hasil Belajar Siswa Kelas VII C No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 Nama Siswa Abdul Rosid Ade Yogyanto Adi Kurniawan Anisa Kusuma Arditya V Benny haryadi Cici Apriliani Deny Suliststianto Devy Nurita Dwi rahyo K Edgar Ema Anika R Evin Oktarika P Febri Trisnawati Febriyanto F Fitri Rohma W Hening Tri K Heru Wibowo Ilfan Afiandi Indah Permata S Kholifah Ayu Nilai post test 80 70 40 73 77 73 63 83 70 63 80 53 57 73 60 90 63 70 70 67 70 .

132 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 Lusi Setiyo Maulana Soba Mawar banondari Mela Fitri Mia Marcelina muh Saefudin Muji Lelono Nisfuan Dwi F Randa deski K Ratna Purnama S Saifudin Teguh Darsono Tri Setyo Wahyu Upik Nurkholifah Vena Vidiyanti Widiharto Widodo Widya Kusuma Winda Mareta Yantra Prasiwi Yodha Anandita 67 57 70 93 60 80 67 87 67 43 70 73 83 60 70 63 60 67 67 60 70 Nilai Tertinggi Nilai Terendah RATA-RATA 93 40 68.55 Hasil Belajar Siswa Kelas VII G No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nama Siswa Ade Riski Agung Sugiarto Agus Santoso Akbar Salmani Ali Mubarok Anis Nurdyana Annisa Nurika Arifin Siddiq Ayyub Sunanajar Bayu Chirstian Nilai post test 60 87 80 73 80 70 70 63 70 70 .

133 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 Bonit Prawidyo Darwisata Denni pratama Devi Noviasari Ignu bayu P Imam Agus R Ina Anggraeni malinda Melati Kusuma Mila Ariska W Muh Saiful GL Naela Amalia Nova Nurdyanti Nur fauzi L Oni Kurnia Pranita Verk Probo dewi A Puji handayani rahayu Novia T Ravi Eno.54 . A Reni febriyana H Senka Novier Sevia Septiyanti Silviani Sinta Aini P Siti fatmawati Sukma Hertoko Teguh Adi Putra Tri Yulianti Wahyu Winarningrum Yahya Al Abror Yudha Oktanoviana 77 77 67 77 67 77 80 60 70 87 70 87 70 73 77 90 63 77 93 77 77 87 67 67 77 87 70 47 73 87 73 80 Nilai Tertinggi Nilai Terendah Rata-rata 93 47 74.

21 Nilai = 68.13 11.31 23.06 79.83 9.41 57.68 18.8% 19.32 22.52 70.17 31.08 2.76 10.88 1.56 48.50 11.14 73.69 Nilai = 74.05 51.00 9.00 11.66 0.37 71.25 5.89 67.89 51.77 68.57 25.42 9.00 11.19 25.81 VIIC Erosi Tanah Udara Tanah Air Rerata 28.50 67. Tabel Analisis Hasil Belajar Siswa Tabel Analisis Hasil Belajar Siswa Kelas Materi Betul lengkap Hasil Pre-tes t(%) Betul tidak lengkap Kurang betul Salah Hasil Post-test Betul (%) Salah (%) Keterangan VIIB Erosi Tanah Udara Tanah Air Rerata 20.13 76.21 0.89 7.1% 24.61 11.50 32.00 74.8 40-65 = 5 siswa 66-80 = 28 siswa 81-100 =8 siswa ketuntasan=87.134 Lampiran 13.12 19.26 84.10 17.98 0.07 18.61 10.00 8.24 63.78 11.86 26.25 62.21 62.83 68.75 6.75 37.59 23.25 8.90 63.63 18.88 67.13 23.31 23.25 18.88 .16 25.49 24.69 29.79 28.89 76.31 70.23 31.38 1.6 40-65 = 14 siswa 66-80 = 19 siswa 81-100 = 6 siswa ketuntasan=64.48 29.2 40-65 = 11 siswa 66-80 = 25 siswa 81-100 = 5 siswa ketuntasan=73.63 60.82 13.88 13.03 VIIG Erosi Tanah Udara Tanah Air Rerata 32.42 18.88 80.17 9.25 10.50 57.09 32.17% 9.51 75.32 7.39 6.75 56.69 Nilai = 69.38 73.91 67.97 32.76 13.

................................................................... No 1 Keterangan Bagaimana perhatian siswa responsif terhadap penjelasan guru? 2 Bagaimana aktivitas siswa dalam kelompok? 3 Bagaimana kemampuan siswa mengemukakan pendapat ? 4 Bagaimana kemampuan siswa mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari ? 5 Bagaimana siswa memanfaatkan waktu ? 6 7 Bagaimana siswa membangun ide ? Bagaimana siswa menarik kesimpulan? Responsif 4 3 tidak responsif 2 1 ..... = ...... Lembar Observasi Aktivitas Siswa Lembar Observasi Aktivitas Siswa Nama sekolah Kelas Mata Pelajaran Materi Tanggal dan waktu = ............................ = ....... = ......................... = ............135 Lampiran 14............................ Berilah tanda cek pada grafik skala yang sesuai dengan keadaan siswa yang diobservasi.............................................

menyebutkan contoh. dan menghargai pendapat teman. penjelasan contoh. mengemukakan ide. penjelasan contoh Relevan. dapat menyelesaikan tugas tepat waktu 4 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 Skor . menjawab pertanyaan teman. menyebutkan contoh. Rubrik untuk Observasi Aktivitas Siswa Rubrik Observasi Aktivitas Siswa No 1 Kriteria Perhatian Siswa Terhadap Penjelasan Guru Memperhatikan. runtut. dan mengemukakan ide Kurang dapat bekerja sama Tidak beraktivitas 3 Kemempuan Siswa Mengemukakan Pendapat Responsif. siap mengikuti pelajaran. memiliki iode pemecahan suatu masalah sehari-hari Relevan. Responsif. menyebutkan contoh Tidak dapat mengkaitkan 5 Kemampuan Siswa Memanfaatkan Waktu Datang tepat waktu. mudah dipahami Responsif. runtut Tidak berpendapat 4 Kemempuan Siswa Mengkaitkan Materi dengan Kehidupan Sehari-hari Relevan. menyimak. Dapat bekerja sama. mudah dipahami. runtut.136 Lampiran 15. disertai contoh. mencatat Memperhatikan Kurang memperhatikan Tidak memperhatikan 2 Aktivitas Siswa dalam Kelompok Dapat bekerja sama.

mengorganisasi ide. sesuai tujuan pembelajaran Kesimpulan benar. atau dapat menyelesaikan tugas tepat waktu Tidak dapat memanfaatkan waktu 6 Kemampuan Siswa Membangun Ide Memahami materi. menyampaikan ide Memahami materi. dapat menyelesaikan tugas tepat waktu Datang tepat waktu.137 Datang tepat waktu. sesuai tujuan pembelajaran Kesimpulan logis Kesimpulan masih kabur 3 2 1 4 3 2 1 4 3 2 1 . logis. mengakaitkan dengan keseharian. mengorganisasi ide Memahami materi Belum mampu membangun ide 7 Kemampuan Siswa Menarik Kesimpulan Kesimpulan benar.

7 95.08 15.0 0.0 6.4 0.1 8 6.8 0.4 9.0 54.2 9.1 8 5.138 Lampiran 16.0 59.5 64.4 90.0 0.0 0.6 0.7 4.1 64.7 0.8 0.1 21.7 0.8 .5 95.00 0.0 0.0 0.6 4.0 4.0 4.5 0.0 21.0 26.1 93.0 19.1 2.9 7 4.3 0.3 0.0 8.0 0.0 20.7 0.0 35.4 75.0 2.5 0.0 16.0 2.9 78.5 42.6 0.0 71.7 11.7 11.0 16.4 71.7 35.6 83.0 0.0 21.4 0.0 47.08 0.0 16.7 0.0 0.4 54.38 85.4 66.5 9.0 0.9 0.0 26.6 47.2 0.9 0.1 0.6 0.8 40.5 28.0 21.0 0.3 0.0 0.1 73.5 88.2 83.3 66.0 58.0 0.9 78.2 94.4 57.0 9.5 0.0 11.6 11. Tabel Hasil Aktivitas Siswa Tabel Hasil Aktivitas Siswa Aspek yang diamati Kelas / sikap siswa (%) VII B 2 1 4 3 2 1 4 N o VII C 4 3 VII G 3 2 1 1 siswa responsif terhadap penjelasa n guru 2 aktivitas siswa dalam kelompok 3 mengemu kakan pendapat 4 mengaitk an materi dengan kehidupa n seharihari 5 memanfa atkan waktu 6 membang un ide 7 menarik kesimpul an Total (%) Respon positif Konversi nilai skala 11 33.9 45.4 76.2 78.

aktif 5. tidak c. tidak paham . Kesan Anda pada saat melakukan tugas pengamatan? a. bercakap-cakap b. Diam saja 4. Kadang 3. melakukan percobaan. Kesan Anda saat diskusi berlangsung? a. Apakah Anda memahami materi yang baru saja diajarkan? a. Jawaban tidak mempengaruhi nilai Anda 1. Biasa-biasa saja 7. Tidak dapat b. Dapat 6. Apakah setelah mengerjakan tugas. Menyenangkan b. Biasa-biasa saja c. paham sebagian 2. Menjemukan c. Diam c. Paham b. Pilihlah salah satu jawaban sesuai dengan kondisi sebenarnya 2. Selama ini apakah anda mengerjakan tugas pengamatan yang diberikan oleh guru? a. Anda dapat menyimpulkan hasilnya? a. Menyenangkan b. diskusi. Menunggu teman yang lain bertanya c. Selalu b. Apakah yang anda lakukan saat percobaan berlangsung ? a. Aktif b.139 Lampiran 17. Lembar Observasi Tanggapan Siswa ANGKET TANGGAPAN SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN Petunjuk : 1. Sebagian c. Menjemukan c. Apakah yang anda lakukan saat diskusi kelas berlangsung? a.

Apakah dengan guru menerapkan pendekatan JAS. Bagaimana materi yang diajarkan guru dengan menggunakan pendekatan jelajah alam sekitar (JAS)? a. Ragu-ragu 10. keterampilan menginterprestasi. Ia b. Anda akan lebih mampu mengkaitkan pengetahuan Anda dengan fenomena nyata? a.140 8. anda lebih aktif dalam mengembangkan keterampilan proses sains (keterampilan bertanya. Ragu-ragu c. menyenangkan dan mudah dipahami b. Biasa-biasa saja keterampilan berkomunikasi. menyenangkan tapi kurang bisa dipahami 9. Apakah dengan penerapan pendekatan JAS. dsb)? a. c. keterampilan berhipotesis. tidak c. Ia b. tidak .

Menyenangkan b. Tidak paham Mengerjakan tugas pengamatan a. Becakap-cakap c. Menyenangkan kurang dipahami c. tidak Kegiatan diskusi a. Ragu-ragu c. Selalu b. Menjemukan Kesan saat diskusi berlangsung a. Hasil Observasi Tanggapan Siswa Tabel Hasil Observasi Tanggapan Siswa No 1 Pertanyaan Pemahaman materi a. Menyenangkan mudah dipahami b. Menyenangkan b. Aktif b. Ya b. Diam Menyimpulkan kegiatan a. Menjemukan Kesan mengenai metode pembelajaran a. Biasa-biasa saja Kegiatan eksplorasi dapat mengaktifkan keterampilan proses a.141 Lampiran 18. Aktif b. Ragu-ragu c. Kadang-kadang c. Sebagian c. Kurang paham c. Tidak Kelas VIIB 46 54 0 85 16 0 81 7 12 88 12 0 51 49 0 90 10 0 71 21 8 85 15 0 Persentase Kelas VIIC 40 55 5 84 13 3 82 11 7 82 18 0 29 71 0 76 24 0 39 61 0 66 17 17 Kelas VIIG 56 44 0 78 20 2 90 7 3 90 4 6 66 34 0 83 17 0 59 39 2 73 17 10 2 3 4 5 6 7 8 9 63 37 0 47 42 11 66 34 0 10 89 10 1 84 16 0 85 12 3 . Menunggu teman bicara Sikap saat kegiatan berlangsung a. Diam c. Tidak Mampu mengkaitkan pengetahuan dengan fenomena alam a. Dapat b. Biasa-biasa saja c. Tidak dapat Kesan saat kegiatan a. Ya b. Biasa-biasa saja c. Paham b.

142

Lampiran 19. Lembar Observasi Kinerja Guru dalam Pembelajaran

Lembar Observasi Kinerja Guru dalam Pembelajaran
No Aspek yang diamati Pelaksanaan Terlaksana (skor) 4 1 Pendahuluan a. memotivasi siswa b. menyempaikan tujuan pembelajaran c. menggali pengetahuan awal siswa 2 Kegiatan inti a. memberikan informasi tentang kegiatan b. membentuk kelompok c. membegai LKS dan memberi penjelasan d. membimbing diskusi kelompok e. memberi kesempatan kelompok presentasi f. memberi tanggapan kelompok presentasi g. membimbing siswa menarik simpulan h. memberi penegasan konsep-konsep esensial 3 Penutup a. membimbing siswa melakukan refleksi b. memberi kesempatansiswa mecatat c. melakukan feed back pertanyaan atau tes d. memberi tugas 3 2 1 Tidak

143

Lampiran 20. Rubrik Kinerja Guru dalam Pengajaran

Tabel Rubrik Kinerja Guru dalam Pembelajaran No 1. Aspek yang diamati Pendahuluan a. memotivasi siswa a.1. memberi contoh fenomena, demonstrasi fenomena, tanya 4 jawab, mudah dipahami a.2. memberi contoh fenomena, tanya jawab, mudah dipahami a.3. memberi contoh fenomena, mudah dipahami a.4. memberi contoh fenomena,kurang dapat dipahami b. menyampaikan tujuan pembelajaran b.1. pada awal pembelajaran, menyebutkan tujuan, jelas b.2. pada awal pembelajaran, menyebutkan tujuan b.3. menyebutkan tujuan b.4. menyebutkan tujuan, kurang jelas c. menggali pengetahuan awal siswa c.1. terorganisir dengan baik, pertanyaan individual, terkait 4 materi c.2. terorganisir dengan baik, pertanyaan klasikall, terkait 3 materi c.3. pertanyaan klasikall, terkait materi c.4. pertanyaan klasikal terbatas 2 Kegiatan Inti a. memberi informasi tentang kegiatan a.1. rinci, jelas, runtut, tepat waktu a.2. rinci, jelas, runtut a.3. rinci, jelas a.4. rinci, kurang jelas b. membentuk kelompok 4 3 2 1 2 1 4 3 2 1 3 2 1 Skor

144

b.1. tugas, pemberian nama kelompok, efisien waktu, tidak 4 gaduh b.2. tugas, pemberian nama kelompok, efisien waktu b.3. tugas, pemberian nama kelompok b.4. kurang tegas c. membagi LKS dan menberi penjelasan c.1. lengkap, efisien waktu, penjelasan isi, memberi siswa 4 bertanya, menjawab pertanyaan c.2. lengkap, efisien waktu, penjelasan isi c.3. lengkap, penjelasan isi c.4. lengkap, informasi kurang jelas d. membimbing diskusio kelompok d.1. efisien waktu, membantu kelompok, membentu individu, 4 menjawab pertanyaan siswa, dapat dipahami siswa d.2. efisien waktu, membantu kelompok, menjawab pertanyaan 3 siswa, dapat dipahami siswa d.3. efisien waktu, membantu kelompok, dapat dipahami siswa d.4. membantu kelompok, tidak efisien waktu e. memberi kesempatan kelompok presentasi e.1. tegas, bergilir, efisien waktu e.2. tegas, bergilir e.3. tegas, tidak bergilir e.3.tidak tegas, tidak bergilir f. memberi tanggapan kelompok presentasi f.1. obyektif, mudah dipahami, memberi penghargaan f.2. obyektif, mudah dipahami f.3. obyektif, kurang mudah dipahami f.4. tidak obyektif, kurang mudah dipahami g. membimbing siswa menarik kesimpulan g.1. mengarahkan siswa, sesuai tujuan, dapat dipahami siswa, 4 4 3 2 1 4 3 2 1 2 1 3 2 1 3 2 1

jelas h. efisien waktu. efisien waktu. mengulangi konsep-konsep esensi. menjawab 3 pertanyaan siswa b. efisien waktu. memberi kesempatan siswa memahami kembali. memberi penegasab konsep-konsep esensial h.1.145 efisien waktu g.4. efisien waktu a. jelas.3.3.. efisien 2 waktu a.2. mengulangi konsep-konsep esensi. sesuai tujuan.4. membuat 4 hubungan antar konsep.1. mengarahkan siswa. memberi kesempatan siswa memahami kembali. mengulangi konsep-konsep tidak esensi 3 Penutup a. memberi kesempatan siswa mencatat b.2.2. mengarahkan siswa.4. kurang Jelas h. membimbing pemahaman yang harus 4 dicatat. memberi kesempatan siswa memahami kembali. sesuai tujuan.1. kurang dapat dipahami 2 siswa g. menjawab pertanyaan siswa b. siswa mencatat sendiri b. memberi kesempatan siswa memahami kembali.3. tidak efisien waktu. menyuruh siswa menyimpulkan sendiri h.4. efisien waktu a.3.2. menuliskan pengalaman belajar. 3 3 2 1 1 menuliskan pengalaman belajar. melakukan feed back pertanyaan dan tes 2 1 . membimbing siswa melakukan refleksi a. tidak 1 efisien waktu b. mengulangi konsep-konsep esensi. memberikan 4 contoh h. dapat dipahami siswa 3 g. siswa mencatat sendiri. tidak membimbing c.

berkaitan dengan materi. kurang jelas 3 2 1 3 2 1 . pengembangan materi.4. berkaitan dengan materi. 4 tugas individual d.146 c.3. pengembangan materi. tugas individual d. pertanyaan klasikal c.3. berkaitan dengan materi. berkaitan dengan materi.2. jelas. jelas. jelas. jelas.4. berkaitan dengan materi. tugas klasikal/kelompok d. berkaitan dengan materi.2. kurang jelas d.1. jelas. berkaitan dengan materi. jelas. memberi tugas d.1. berkaitan dengan materi. 4 pertanyaan individual c. pertanyaan individual c.

Memberi penegasan konsep essensial Penutup a. Membimbing siswa melakukan refleksi b. Menggali pengetahuan siswa Kegiatan Inti a. Membimbing siswa menarik kesimpulan h. Membagi LKS dan memberi pelajaran d. Membentuk kelompok c. Memberi kelompok presentasi f. Memberi informasi tentang kegiatan b.147 Lampiran 21. Memberi tugas Jumlah skor Konversi nilai skala 11 Kriteria VII B 2 4 4 4 4 4 3 3 4 3 1 2 3 3 3 47 8 Baik Kelas VII C 3 4 3 2 4 3 3 2 3 3 2 4 3 2 2 43 7 Baik VII G 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 2 3 4 4 51 9 Sangat baik 2 3 . Memberi kesempatan siswa mencatat c. Melakukan feedback pertanyaan d. Memotivasi siswa b. Hasil Kinerja Guru Selama Pembelajaran Tabel Hasil Kinerja Guru Selama Pembelajaran\ No 1 Aspek yang diamati Pendahuluan a. Menyampaikan tujuan pembelajaran c. Membimbing diskusi kelompok e. Memberi tanggapan kelompok g.

........... Lembar Observasi Kinerja Siswa Lembar Observasi Kinerja Siswa Menanam Tanaman Pada Pot Kelas : . Berilah tanda cekl pada kolom yang tersedia sesuai dengan keadaan sebenarnya.......................................... Berilah tanda cekl pada kolom yang tersedia sesuai dengan keadaan sebenarnya.................................................................................. Nama kelompok : ... No Aspek yang dinilai 10 1 2 3 Tulisan slogan Kelengkapan isi slogan Penampilan slogan Kesesuaian isi slogan dengan materi Jumlah Score Pelaksanan 9 8 ................................148 Lampiran 22..................... Nama kelompok : ..... No Aspek yang diamati Score Pelaksanaan 10 1 2 3 4 Pemberian tanah pada pot Keadaan Plastik pembungkus tanaman Letak tanaman pada pot Penyiraman tanaman Jumlah 9 8 Lembar Observasi Kinerja Siswa Membuat Slogan Kelas : ...........................................

Menyiram tanaman. c. b. c. Plastik tanaman tidak dibuang dan tidak dilubangi Letak tanaman pada pot : 3 a. Membuang plastik pembungkus tanaman b. Tanaman ditanam cukup kuat. Tidak memberikan tanah pada dasar pot. Tidak memberikan tanah pada dasar pot. Melubangi plastik pada tanaman sebelum ditanam c.149 Lampiran 23. penggunaan air berlebihan. penggunaan tanah kurang seimbang Plastik pembungkus tanaman: 2 a. penggunakan tanah seimbang 1 b. penggunaan air tidak berlebihan. Menyiram tanaman. Tidak menyiram tanaman SMI 10 9 8 40 10 9 8 10 9 8 10 Skor 9 8 . Tanaman ditanam dengan kuat b. Rubrik Asesmen Kinerja Menanam Tanaman Pada Pot dan Membuat Slogan Rubrik Asesmen Kinerja Menanam Tanaman Pada Pot No Aspek yang dinilai Pemberian tanah pada pot: a. Tanaman ditanam kurang kuat Penyiraman tanaman: 4 a. penggunaan tanah seimbang. Memberikan tanah pada dasar pot terlebih dahulu. c.

b. b. SMI 10 9 8 30 . Tulisan kurang rapi dan mudah dibaca c. Slogan menarik dan bersih c. kreatif dan sesuai dengan materi pelajaran. Tulisan kurang rapi dan tidak mudah dibaca 2 Kelengkapan isi slogan: a. Slogan disertai dengan gambar yang sesuai dengan isi slogan. tapi sesuai dengan materi pelajaran c. Slogan disertai gambar yang tidak sesuai dengan isi slogan b. Tulisan rapi dan mudah dibaca. kurang kreatif. b. Isi slogan tidak sesuai dengan materi yang diajarkan. Slogan menarik/bersih/rapi saja 10 9 8 4 Kesesuaian isi slogan dengan materi: a. Slogan tidak diberi gambar 10 10 9 8 Skor 9 8 3 Penampilan slogan a. Isi slogan menarik.150 Rubrik Asesmen Kinerja Membuat Slogan No 1 Aspek yang dinilai Tulisan slogan: a. Slogan menarik. bersih. Isi slogan kurang menarik. rapi b.

6 25.6 29.14 8.6 13.28 8.151 Lampiran 24.6 1.6 9. Hasil Kinerja (Hand-Out)Siswa Assessment Kinerja Menanam Tanaman Pada Pot Ket Kelompok kelas VIIB Kelompok kelas VIIC Kelompok kelas VIIG Kel 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 Score 33 35 29 30 38 37 35 26 29 33 34 35 37 33 37 35 38 34 33 32 29 Nilai 8 9 7 8 10 9 9 7 7 8 9 9 9 8 9 9 10 9 8 8 7 Rata2 8.6 Nilai 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 .42 8.6 17.42 Keterangan: Tabel konversi nilai skala 11: No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Tingkat Penguasaan 95%-100% 85%-94% 75%-84% 65%-74% 55%-64% 45%-545 35%-44% 25%-34% 15%-24% 5%-14% 0%-4% Batas Bawah 38 34 30 26 22 18 14 10 6 2 0 Batas Atas 40 37.57 8.57 Assessment Kinerja Membuat Slogan Ket Kelompok kelas VIIB Kelompok kelas VIIC Kelompok kelas VIIG Kel 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 Score 33 34 35 29 30 35 34 28 33 34 33 35 30 37 37 35 33 29 34 32 34 Nilai 8 9 9 7 8 9 9 7 8 9 8 9 8 9 9 9 8 7 9 8 9 Rata2 8.6 21.6 5.6 33.