P. 1
Peta Kurikulum

Peta Kurikulum

|Views: 648|Likes:
Published by 1n03n6

More info:

Published by: 1n03n6 on Sep 28, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/27/2013

pdf

text

original

i UNUD-BPMU-05-01-09

MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK
PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI
UNIVERSITAS UDAYANA
UNUD-BPMU-05-01-09
Revisi : -
Tanggal : 9 Maret 2010
Dikaji ulang oleh : Pembantu Rektor Bidang Akademik
Dikendalikan oleh : Ketua BPMU
Disetujui oleh : Rektor Unud
©Universitas Udayana, 2009 All Right Reserved
Universitas Udayana
Manual Prosedur
Penyusunan
Spesifikasi Program
Studi dan Perogram
Pemberlajaran
Disetujui oleh
Revisi
ke
-
Tanggal
9-3-2010
UNUD-BPMU-05.01.09 Rektor
BUKIT JIMBARAN
TAHUN 2010
ii
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
iii UNUD-BPMU-05-01-09
SAMBUTAN REKTOR
Kami mengucapkan puji dan syukur kehadapan Tuhan YME,
karena BPMU telah berhasil merumuskan sebuah dokumen mutu.
Dokumen ini berisi tentang format Spesifikasi Program Studi, SAP,
Silabus, Kontrak Perkuliahan dan Sistem Penilaian. Di samping
itu, buku ini berisi Standar Prosedur Operasional (SPO) Dosen.
Dengan demikian, seluruh isi dokumen ini dapat dimanfaatkan
sebagai referensi oleh fakultas dan program studi dalam membuat
berbagai dokumen yang terkait. Sementara itu, SPO Dosen dapat
dimanfaatkan untuk memonitor pelaksanaan tugas dosen dalam
menjalankan dharma profesinya.
Semua dokumen ini juga sangat penting artinya dalam
pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) sehingga
dapat memenuhi jaminan tentang kualitas yang akan dicapai oleh
peserta didik setelah mereka mengikuti pendidikan di Unud.
Dalam berbagai kesempatan, kami selalu menyampaikan
bahwa Unud telah menegaskan sikapnya untuk secara terus menerus
meningkatkan kualitas atau mutu akademiknya. Sehingga prestasi
yang kini telah dicapai oleh Unud dapat semakin dimantapkan
dan ditingkatkan. Berbagai dokumen yang kini sudah dihasilkan
oleh BPMU dalam bidang akademik, diharapkan akan dapat
dimanfaatkan sebagai sarana bagi peningkatan kualitas akademik
tersebut.
Oleh karenanya, kami mengucapkan terima kasih kepada
Pengurus BPMU yang telah berusaha sekuat tenaga mewujudkan
buku Manual Prosedur ini. Dengan selesainya buku manual ini,
iv
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
diharapkan sivitas akademika Unud memiliki referensi yang baku
dalam proses implementasi KBK.
Demikian harapan kami, dan kiranya buku manual dapat
sebagai bahan acuan untuk memperkaya proses pematangan,
dan juga sebagai penuntun bagi sivitas akademika Unud, dalam
pelaksanaan tugas masing-masing.
Bukit Jimbaran, Maret 2010
Rektor Universitas Udayana,
Prof.Dr.dr. I Made Bakta, Sp.PD (KHOM)
v UNUD-BPMU-05-01-09
KATA PENGANTAR
Rektor Universitas Udayana pada setiap kesempatan selalu
menekankan agar Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dapat
segera dilaksanakan di Unud. Kebijakan itu perlu didukung dengan
penyiapan dokumen yang terkait, agar sivitas akademika memiliki
referensi, sebagai sarana dalam pelaksanaan penerapan KBK
tersebut.
Pelaksanaan KBK memerlukan adanya sarana/prasarana
tertentu, yakni dalam bentuk berbagai dokumen yang berkait.
Dokumen yang diperlukan adalah (1) format spesifikasi program
studi; (2) format proses pendidikan (SAP, Silabus, dan kontrak
perkuliahan); dan (3) format sistem penilaian. Dalam konteks
penilaian menyangkut tentang penilaian soft skill, proporsi antara
penilaian proses dan hasil, dll. Sementara itu, dalam buku Manual
Prosedur ini, juga diselipkan tentang “Standar Presedur Operasional”
(SPO) Dosen. Karena dosen merupakan inti yang penting dalam
proses pelaksanaan KBK. SPO Dosen, dapat dimanfaatkan untuk
memonitor kinerja dosen dalam pelaksanaan tugasnya sebagai
pendidik dalam proses pembelajaran. Manual Prosedur ini telah
didiskusikan dengan Unit Penjaminan Mutu (UPM) Fakultas.
Manual Prosedur ini merupakan penyempurnaan dan
penggabungan dari berbagai elemen yang ada dalam Manual
Prosedur Implementasi Penjaminan Mutu Akademik Internal
Program Sarjana Unud (Unud-BPMU-04.01.02) dan Manual Proses
Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Universitas Udayana
(Unud-BPMU-05.01.02). Dengan demikian, berbagai elemen terkait
yang diperlukan dalam proses pelaksanaan KBK, bisa terdapat
vi
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
dalam satu buku manual. Sementara itu, dalam buku manual
seperti ini, tidak ada lagi muncul istilah-istilah yang tidak dipakai
lagi dalam proses KBK, seperti misalnya istilah GBPP.
Demikian berbagai hal yang dapat disampaikan, dan
diharapkan dapat bermanfaat bagi kemajauan proses pembelajaran
di Unud. Akhirnya, terima kasih kami sampaikan kepada semua
pengurus BPMU yang telah bekerja keras untuk membuat buku ini.
Mohon maaf, apabila ada berbagai hal yang tidak berkenan, dan
mohon kritik dan sarannya bagi penyempurnaan buku ini lebih
lanjut. Semoga Tuhan Yang Maha Esa dapat selalu memberikan
bimbingan-NYA.
Bukit Jimbaran, Maret 2010
Ketua BPMU
Prof. Dr. Wayan Windia
vii UNUD-BPMU-05-01-09
DAFTAR ISI
SAMBUTAN REKTOR ................................................................................... iii
KATA PENGANTAR ....................................................................................... v
DAFTAR ISI ....................................................................................................... vii
DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................... viii
I. PENDAHULUAN ................................................................................... 1
II. PEDOMAN PENYUSUNAN SPESIFIKASI
PROGRAM STUDI ................................................................................ 3
III. PEDOMAN PENYUSUNAN SILABUS DAN SAP ........................ 8
IV. PEDOMAN PENYUSUNAN KONTRAK
PERKULIAHAN ..................................................................................... 17
V. STANDAR PERAN DOSEN DAN PROSEDUR
OPRASIONAL DALAM PELAKSANAAN
PEMBELAJARAN KURIKULUM BERBASIS
KOMPETENSI (KBK) .......................................................................... 20
VI. PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS
KOMPETENSI ........................................................................................ 23
DAFTAR RUJUKAN ........................................................................................ 36
LAMPIRAN / CONTOH ................................................................................ 37
viii
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Contoh Rubrik, Check List, dan Format
Penilaian dalam KBK .................................................. 39
Lampiran 2 Contoh Spesifikasi Program Studi/Jurusan ...... 47
Lampiran 3 Contoh Kompetensi Lulusan ................................... 53
Lampiran 4 Contoh Kurikulum ....................................................... 58
Lampiran 5 Contoh Peta Kurikulum ............................................. 69
Lampiran 6 Contoh Silabus ............................................................... 73
Lampiran 7 Contoh Satuan Acara Perkuliahan ........................ 77
Lampiran 8 Contoh Kontrak Perkuliahan................................... 79
1 UNUD-BPMU-05-01-09
I. PENDAHULUAN
Universitas Udayana (Unud) sebagai lembaga pendidikan
tinggi menyelenggarakan kegiatan pendidikan tinggi dengan tujuan
menyiapkan perserta didik menjadi anggota masyarakat yang
cerdas, beriman dan bertaqwa. Disamping itu memiliki kemampuan
akademik dan/atau professional yang dapat mengembangkan,
menciptakan dan menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi dan
seni, berintegrasi tinggi, mandiri, serta berwawasan budaya
dan kebangsaan Indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut,
Unud membangun sistem dan melaksanakan penjaminan mutu
akademik.
Pelaksanaan penjaminan mutu didasarkan atas dua dokumen
pokok, yaitu dokumen akademik dan dokumen mutu. Dokumen
akademik sebagai rencana atau standar, memuat tentang arah/
kebijakan, visi-misi, standar pendidikan, penelitian, dan pengabdian
pada masyarakat, serta peraturan akademik. Sedangkan dokumen
mutu sebagai instrumen untuk mencapai dan memenuhi standar
yang telah ditetapkan terdiri dari manual mutu, manual prosedur,
instruksi kerja, dokumen pendukung, dan borang.
Pada tingkat Perguruan Tinggi dan Fakultas, jenis dokumen
penjaminan mutu yang disiapkan adalah Kebijakan Akademik,
Standar Akademik, Peraturan Akademik, Manual Mutu, dan Manual
Prosedur, sedangkan di tingkat Program Studi (PS)/Jurusan/Bagian
meliputi dokumen Spesifikasi Program Studi, Kompetensi Lulusan
dan Program Pembelajaran (Panduan Pelaksanaan SPM-PT Dikti,
2008). Program pembelajaran antara lain meliputi silabus, Satuan
Acara Perkuliahan (SAP), dan kontrak perkuliahan.
Dalam Manual Prosedur Implementasi Penjaminan Mutu
Akademik Internal Program Sarjana Unud (BPMU, 2008) disebutkan
2
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
bahwa salah satu butir prosedur implementasi sistem penjaminan
mutu di Unud adalah Penyusunan Spesifikasi Program Studi oleh
Ketua Jurusan dan Ketua Program Studi. Untuk itu, PS hendaknya
menyusun Spesifikasi Program Studi untuk ruang lingkup tugas dan
fungsinya. Di samping itu, dalam manual mutu akademik Universitas
Udayana (BPMU, 2008) disebutkan bahwa Ketua Jurusan/Kepala
Bagian/Ketua Program Studi bertanggungjawab atas terlaksananya
proses pembelajaran yang bermutu, evaluasi terhadap pelaksanaan
dan hasil proses pembelajaran dan melakukan tindakan perbaikan
proses pembelajaran. Pedoman ini disusun dengan harapan dapat
membantu pengelola kegiatan akademik di tingkat Jurusan/
Bagian/Program Studi dalam menyusun spesifikasi Program Studi
dan program pembelajaran (silabus, SAP, kontrak perkuliahan)
dalam rangka pelaksanaan kegiatan penjaminan mutu kurikulum.
Setiap PS memiliki fleksibilitas dan kebebasan untuk melakukan
penyesuaian dan pengembangan dengan tetap mengacu kepada
kebijakan akademik, standar akademik dan manual mutu akademik
yang berlaku.
3 UNUD-BPMU-05-01-09
II. PEDOMAN PENYUSUNAN SPESIFIKASI
PROGRAM STUDI
2.1 PEDOMAN PENYUSUNAN
Pedoman ini berisi tentang butir-butir yang hendaknya
dimuat dalam spesifikasi Program Studi di Lingkungan Universitas
Udayana sebagai berikut:
1. Identitas PS meliputi Nama PS, Pelaksana Proses Pembelajaran
(Fakultas, Jurusan), Gelar Lulusan, dan Akreditasi yang
diperoleh.
2. Visi, Misi dan Tujuan Pendidikan. Visi dan Misi PS
menunjang Visi dan Misi Fakultas serta Visi dan Misi Unud. Di
samping itu, hendaknya ada pernyataan tentang kaitan antara
kurikulum dengan Visi dan Misi PS. Tujuan Pendidikan juga
dinyatakan dengan jelas pada spesifikasi program studi.
Contoh panduan penyusunan visi pendidikan:
a. Visi seharusnya merupakan cita-cita yang dapat
memberikan inspirasi bagi segenap pihak yang
berkepentingan untuk bertindak.
b. Visi seharusnya memuat tujuan, jangka waktu, dan ruang
lingkup kerja yang khas dari unit kerja.
c. Visi seharusnya dirumuskan bersama oleh pimpinan
dengan memperhatikan masukan dari stakeholders dan
disahkan oleh senat fakultas/rapat jurusan.
d. Visi seharusnya ditinjau dan dirumuskan kembali
secara berkala sesuai dengan perkembangan ipteks dan
masyarakat.
4
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
Contoh panduan penyusunan misi pendidikan :
a. Misi seharusnya memberikan arahan dalam mewujudkan
visi dan dinyatakan dalam tujuan-tujuan yang dapat
dicapai dalam kurun waktu tertentu.
b. Misi seharusnya mengandung pokok pokok bentuk
kegiatan utama yang dapat menjadi landasan hubungan
kerja serta pengalokasian sumberdaya ke segenap pihak
yang berkepentingan.
c. Misi seharusnya menunjukkan ruang lingkup pasar dan
geografis yang menjadi sasaran.
d. Misi seharusnya memuat pernyataan yang berkaitan
dengan kebijakan unit kerja.
e. Misi seharusnya memberi keluwesan ruang gerak
pengembangan kegiatan satuan satuan lembaga yang
terlibat.
f. Misi seharusnya menjadi tolok ukur dalam evaluasi di
seluruh unit kerja.
g. Misi seluruh unit kerja seharusnya direvisi secara berkala
sesuai dengan perkembangan ipteks dan kebutuhan
masyarakat.
Contoh Panduan Penyusunan Tujuan Pendidikan:
a. Tujuan pendidikan seharusnya disusun selaras dengan
visi dan misi dan relevan dengan kebutuhan masyarakat
sehingga dapat menghasilkan lulusan yang memilki
kompetensi sesuai dengan jenjang pendidikan.
b. Tujuan pendidikan seharusnya disosialisasikan kepada
dosen, mahasiswa dan stakeholders.
c. Tujuan pendidikan seharusnya disusun bersama oleh
pimpinan dengan memperhatikan masukan-masukan
stakeholders.
d. Tujuan pendidikan seharusnya dievaluasi secara berkala
di seluruh unit kerja.
5 UNUD-BPMU-05-01-09
e. Tujuan pendidikan seluruh unit kerja seharusnya direvisi
secara berkala sesuai dengan perkembangan ipteks dan
kebutuhan masyarakat.
3. Standar Kompetensi Lulusan. Kompetensi lulusan
dinyatakan dalam butir-butir pernyataan yang menggambar-
kan tentang kompetensi yang harus dicapai oleh lulusan PS,
yang meliputi perpaduan dari pengetahuan, keterampilan,
nilai dan sikap yang direflesikan dalam kebiasaan berpikir dan
bertindak. Kompetensi lulusan dibuat mengacu pada (a) Visi
dan Misi Unud, (b) kebutuhan masyarakat dan pengembangan
ipteks, budaya dan seni, (c) tuntutan pembangunan bangsa dan
permintaan stakeholders (market signals), dan (d) tuntutan
belajar sepanjang hayat.
4. Kurikulum dan Peta Kurikulum. PS seharusnya mempunyai
struktur kurikulum yang jelas, dibuat secara sistematik per
semester dan terlihat dengan jelas keterkaitan antara satu
mata kuliah dengan yang lain. Dalam Spesifikasi Program
Studi, kurikulum ditampilkan dalam bentuk Nama Mata Kuliah,
Kode Mata Kuliah, Semester diajarkan, Kelompok Mata Kuliah
(MPK, MKK, MKB, MPB, MBB), dan jumlah SKS. Di samping itu,
ditampilkan pula Peta Kurikulum yang menggambarkan kaitan
mata kuliah dengan kompetensi lulusan Program Studi.
5. Dukungan untuk Mahasiswa dan Proses Pembelajaran.
Di sini perlu dijelaskan dukungan untuk proses pembelajaran
seperti tersedianya bimbingan akademik dan nonakademik,
bimbingan praktikum, bimbingan penyelesaian tugas
akhir, tersedianya berbagai sumber belajar, perpustakaan,
laboratorium, dan lain-lain.
6
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
6. Kriteria Pendaftaran Masuk PT. Dalam kriteria pendaftaran
disebutkan lulusan yang diterima seperti lulus Seleksi
Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB), melalui Penelusuran
Minat dan Kemampuan (PMDK), atau model penerimaan lain
dan apakah menerima mahasiswa pindahan atau tidak.
7. Metode Evaluasi dan Peningkatan Kualitas dan Standar
Proses Pembelajaran. Dalam hal ini disebutkan metode
evaluasi proses pembelajaran dalam rangka peningkatan
kualitas dan standar proses pembelajaran, pengembangan
kemampuan mengajar staf dosen, dan adanya penjaminan
mutu akademik internal.
8. Kriteria Kelulusan dan Metode Penilaian. Kriteria
kelulusan menggambarkan persyaratan mimimum untuk
dinyatakan lulus pada Program Studi yang bersangkutan,
seperti jumlah minimum SKS yang harus ditempuh, Indeks
Prestasi Kumulatif Minimum, Mata kuliah tertentu yang harus
diambil, dan lain sebagainya. Sedangkan metode penilaian
menjelaskan tentang cara dan kriteria penilaian dalam proses
pembelajaran untuk mengetahui perubahan kemampuan
(knowledge), keterampilan (skill), dan perilaku (behaviour)
perserta didik dari suatu proses pembelajaran.
9. Indikator Kualitas dan Standar. Dalam indikator kualitas
dan standar ini diuraikan tentang pengakuan penilaian oleh
pihak eksternal seperti akreditasi oleh BAN PT atau akreditasi
dari pihak lain secara nasional maupun internasional, jenis-
jenis hibah kompetitif yang dimenangkan oleh PS/Jurusan,
jenis-jenis layanan yang mampu disediakan/diberikan dan
kerjasama yang mampu dijalin dengan pihak luar.
7 UNUD-BPMU-05-01-09
2.2 CONTOH FORMAT
Contoh Format Rumusan Spesifikasi Program Studi seperti
berikut.
1. Perguruan Tinggi : Universitas Udayana
2. Pelaksana Proses Pembelajaran : ...........................................
Fakultas : ...........................................
Jurusan/Program Studi : ...........................................
3. Program Diakreditas oleh : ...........................................
4. Gelar Lulusan : .......................................
5. Nama Program Studi : ...........................................
6. Tanggal Penyusunan/Perbaikan : ...........................................
7. Visi, Misi dan Tujuan Pendidikan : ...........................................
8. Kompetensi Lulusan (learning outcome) : .....................................
9. Kurikulum : ...........................................
10. Peta Kurikulum : ...........................................
11. Dukungan untuk Mahasiswa dan
Proses Pembelajaran : ...........................................
12. Kriteria Pendaftaran : ...........................................
13. Metode Evaluasi dan Peningkatan
Kualitas dan Standar Proses Pembelajaran: ....................................
14. Kriteria Lulusan dan Metode Penilaian : ........................................
15. Indikator Kualitas dan Standar : ...........................................
8
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
III. PEDOMAN PENYUSUNAN
SILABUS DAN SAP
3.1 TUJUAN
Pedoman penyusunan Silabus dan SAP ini disusun dengan
maksud untuk dapat membantu dosen dalam menyusun silabus
dan SAP bagi setiap Mata Kuliah yang diampu, agar pelaksanaan
proses belajar mengajar di kelas dapat terlaksana dengan efektif.
Pedoman ini disusun dengan tujuan untuk dapat mendorong
dosen dalam mendesain pembelajaran berbasis pada silabus dan
SAP sesuai dengan format yang telah ditentukan, dan mendorong
dosen untuk mendukung perencanaan dan pengembangan
kurikulum yang berkelanjutan. Dasar Penyusunan Silabus dan SAP
adalah Spesifikasi Program Studi, Kompetensi Lulusan, dan Peta
Kurikulum.
Dosen perlu didorong untuk menyusun silabus dan SAP
yang baik mengingat ketersediaan silabus dan SAP dalam proses
pembelajaran pada kurikulum berbasis kompetensi sangat penting,
yaitu : (a) sebagai pedoman dosen pengampu dalam memprogram
acara perkuliahannya pada setiap tatap muka dengan mahasiswa,
dan (b) sebagai pedoman dosen pengampu dalam menyiapkan
bahan ajar sesuai dengan referensi dan acara perkuliahannya setiap
kali melakukan tatap muka dengan mahasiswa.
Komponen Silabus terdiri atas : (1) standar kompetensi,
(2) kompetensi dasar, (3) indikator pencapaian kompetensi, (4)
materi pokok/pembelajaran, (5) Kegiatan/Pengalaman Belajar, (6)
Penilaian, (7) Alokasi Waktu, dan (8) Sumber Belajar. Sedangkan
komponen SAP terdiri atas : (1) Indikator Pencapaian, (2) Materi
Pokok, (3) Pengalaman Belajar, dan (4) Strategi Pembelajaran.
9 UNUD-BPMU-05-01-09
Pedoman Penyusunan Silabus dan SAP ini bersisi tentang
langkah-langkah penyusunan silabus dan SAP serta contoh Format
Silabus dan Contoh Format SAP.
3.2 LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN SILABUS
Langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan dalam
penyusunan silabus suatu mata kuliah adalah sebagai berikut.
1. Mengisi Form Identitas Mata Kuliah, yang terdiri atas:
a. Program Studi: diisi sesuai dengan jurusan/program
studi di mana suatu mata kuliah diajarkan.
b. Nama Mata Kuliah: diisi nama mata kuliah sesuai dengan
nama yang ada dalam struktur kurikulum.
c. Kode Mata Kuliah: diisi kode mata kuliah sesuai dengan
kode yang ada dalam struktur kurikulum.
d. Jumlah SKS: diisi jumlah SKS Mata Kuliah sesuai dengan
jumlah yang ada dalam struktur kurikulum.
e. Semester: diisi sesuai dengan waktu suatu mata kuliah
diajarkan.
f. Mata Kuliah Prasyarat: diisi nama mata kuliah yang
harus ditempuh sebelum mengikuti mata kuliah yang
bersangkutan (bisa ada, bisa tidak ada, dan mungkin
lebih dari satu mata kuliah).
2. Perumusan Standar Kompetensi (SK). Rumuskan standar
kompetensi dari mata kuliah yang didasarkan pada tujuan
akhir dari mata kuliah tersebut. Standar Kompetensi diisi
dengan kemampuan mahasiswa yang diharapkan setelah satu
semester mengikuti pembelajaran suatu mata kuliah dalam hal
kognitif, afektif, dan psikomotor yang harus menjadi bagian
hidup dalam berfikir dan bertindak.
10
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
3. Perumusan Kompetensi Dasar (KD). Kompetensi dasar
adalah rincian kompetensi dalam setiap aspek materi
pokok yang harus dilatihkan kepada peserta didik sehingga
kompetensi dapat diukur dan diamati. Kompetensi dasar
sebaiknya selalu dilakukan perbaikan dan pengayaan guna
memenuhi keinginan pasar. Jabarkan standar kompetensi
yang telah dirumuskan menjadi beberapa kompetensi dasar
untuk memudahkan pencapaian dan pengukurannya. Tuliskan
dengan kata kerja operasional yang meliputi aspek kognitif,
afektif, dan psikomotorik.
4. Perumusan Indikator Pencapaian Kompetensi. Indikator
merupakan wujud dari KD yang lebih spesifik, yang merupakan
cerminan dari kemampuan peserta didik dalam suatu tahapan
pencapaian pengalaman belajar yang telah dilalui. Bila
serangkaian indikator dalam suatu kompetensi dasar sudah
dapat dicapai peserta didik, berarti target KD tersebut sudah
terpenuhi. Tuliskan indikator dengan kata kerja operasional,
yang merupakan penjabaran dari KD. Kata kerja operasional
pada rumusan indikator dapat dirinci sesuai dengan kegiatan
yang dilakukan dan dapat ditulis secara terpisah antara aspek
kognitif, afektif, dan psikomotorik.
5. Penentuan Materi Pokok. Materi pokok merupakan bagian
struktur keilmuan suatu bahan kajian yang dapat berupa
pengertian, konsep, gugus isi atau konteks, proses, bidang ajar,
dan keterampilan. Materi pokok adalah sub pokok bahasan,
merupakan materi bahan ajar yang dibutuhkan peserta didik
untuk mencapai KD yang telah ditentukan dengan berdasarkan
prinsip-prinsip sebagai berikut.
a. Prinsip relevansi, ada kesesuaian antara uraian materi
pokok dengan KD yang ingin dicapai.
11 UNUD-BPMU-05-01-09
b. Prinsip konsistensi, ada keajegan dan keterkaitan antara
materi pokok dan uraian materi pokok dengan KD dan
SK.
c. Prinsip edukasi, adanya kecukupan materi yang diberikan
untuk mencapai KD.
6. Pemilihan Kegiatan/Pengalaman Belajar. Pengalaman
belajar merupakan kegiatan fisik maupun mental yang
dilakukan oleh peserta didik dalam berinteraksi dengan bahan
ajar. Pengalaman belajar dikembangkan untuk mencapai
kompetensi dasar melalui strategi pembelajaran. Dengan
memberikan materi (content) pengalaman belajar yang tepat
mahasiswa diharapkan dapat mencapai dan mempunyai
kemampuan kognitif, psikomotorik, dan afektif yang sekaligus
telah mengintegrasikan kecakapan hidup (life skill). Oleh
karenanya yang membedakan antara perguruan tinggi satu
dengan yang lain tercermin pada perbedaan pengalaman
belajar yang diperoleh mahasiswa.
7. Penilaian. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk
memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan proses dan
hasil belajar perserta didik yang dilakukan secara sistematis
dan berkesinambungan sehingga menjadi informasi yang
bermakna dalam pengambilan keputusan. Teknik penilaian
adalah cara-cara yang ditempuh untuk memperoleh informasi
mengenai proses dan produk yang dihasilkan dari proses
pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik. Sebaiknya,
teknik dan instrumen penilaian didasarkan pada indikator
yang telah dirumuskan, sehingga alat penilaian tersebut betul-
betul mengukur apa yang seharusnya diukur. Alat penilaian
dapat berupa tes lisan atau tertulis, chek list, tagihan yang
dapat berupa laporan, resume materi, dan lain-lain.
12
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
8. Alokasi Waktu. Alokasi waktu mempertimbangkan
lama waktu dalam menit yang dibutuhkan peserta didik
untuk mampu menguasi KD yang telah ditetapkan, dengan
memperhatikan: a. minggu efektif per semester, dan b.
alokasi waktu mata pelajaran. Alokasi waktu hendaknya
juga mempertimbangkan tingkat kesukaran materi, cakupan
materi, frekuensi penggunaan materi, tingkat pentingnya
materi yang dipelajari, dan cara penyampaian materi, meliputi
tatap muka, praktikum dan kerja lapangan/klinis.
9. Sumber belajar. Sumber belajar meliputi pustaka termasuk
e-journals dan e-books, peralatan dan bahan-bahan yang
digunakan untuk membelajarkan peserta didik agar SK,
KD, indikator pencapaian, dan pengalaman belajar yang
telah direncanakan dapat berhasil dicapai, penggunaannya
didasarkan pada prinsip 3E, yaitu ekonomis, efisien, dan
efektif. Sumber pustaka adalah kumpulan dari referensi yang
dirujuk atau yang dianjurkan, sebagai sumber informasi yang
harus dikuasai oleh peserta didik. Penulisan sumber pustaka
berdasarkan kaidah atau aturan yang telah diakui secara
umum. Sumber belajar yang berupa buku dan jurnal harus
menyebutkan nama penulis, judul buku/jurnal/artikel, dan
halaman, sedangkan sumber belajar yang berupa internet
harus menyebutkan nama penulis, judul artikel, dan alamat
web-nya.
13 UNUD-BPMU-05-01-09
3.3 CONTOH FORMAT SILABUS
Jurusan/Program Studi : ……………………….
Nama Mata Kuliah : ……………………….
Kode Mata Kuliah : ……………………….
Jumah SKS : ……………………….
Semester : ……………………….
Mata Kuliah Prasyarat : ……………………….
No
Standar
Kompetensi
Kompe-
tensi
Dasar
Indikator
Pencapaian
Materi
Pokok
Penga-
laman
Belajar
Alokasi
Waktu
Media/
Sumber
Belajar
Penilaian
Catatan: Penilaian dalam KBK terdiri atas:
a. Penilaian proses : 60%
b. Penilaian produk : 40%
3.4 LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN SAP
Langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan dalam
penyusunan SAP suatu mata kuliah adalah sebagai berikut.
1. Mengisi Form Identitas Mata Kuliah yang terdiri atas Nama
Mata Kuliah, Kode Mata Kuliah, dan Jumlah SKS Mata Kuliah.
2. Waktu Pertemuan. Yang dimaksud dengan waktu pertemuan
dalam SAP adalah lama waktu pertemuan (misalnya 2 x
50 menit, 2 x 100 menit, minggu ke-1, minggu ke-2, dan
sebagainya) untuk menuntaskan 1 (satu) indikator pencapaian
kompetensi yang telah ditentukan dalam silabus.
14
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
3. Indikator Pencapaian Kompetensi. Tulislah satu indikator
pencapaian kompetensi yang telah ditentukan dalam silabus
untuk setiap satu satuan waktu pertemuan, di mana dengan
lama waktu pertemuan yang ditentukan tersebut maka
indikator pencapaian kompetensi yang bersangkutan sudah
dapat dicapai. Berdasarkan atas pengertian ini maka jumlah
SAP yang harus dibuat untuk satu mata kuliah tertentu
adalah sejumlah indikator pencapaian kompetensi yang telah
ditetapkan dalam silabus.
4. Materi Pokok. Materi pokok yang ditulis dalam SAP disesuaikan
dengan materi bahan ajar yang dibutuhkan peserta didik
untuk mencapai indikator pencapaian kompetensi dalam satu
satuan waktu pertemuan yang ditentukan.
5. Pengalaman Belajar. Pengalaman belajar dalam stiap
SAP menguraikan tentang kegiatan fisik maupun mental
yang dilakukan oleh peserta didik dalam kaitannya dengan
pemenuhan indikator pencapaian kompetansi yang telah
ditetapkan. Dengan memberikan materi (content) pengalaman
belajar yang tepat mahasiswa diharapkan dapat mencapai dan
mempunyai kemampuan kognitif, psikomotorik, dan afektif
yang sekaligus telah mengintegrasikan kecakapan hidup (life
skill).
6. Strategi Pembelajaran. Strategi pembelajaran dalam
SAP berisi uraian tentang (1) tahapan-tahapan kegiatan
pembelajaran, (2) kegiatan dosen, (3) kegiatan mahasiswa, (4)
penilaian, (5), media dan alat pembelajaran, dan (6) sumber
belajar.
15 UNUD-BPMU-05-01-09
Tahapan-tahapan kegiatan pembelajaran untuk setiap
pertemuan bisa dikelompokkan menjadi kegiatan awal /
pembukaan / pendahuluan, kegiatan inti / penyajian, dan
kegiatan akhir/penutup. Dalam setiap tahapan tersebut
diuraikan kegiatan yang dilakukan oleh dosen, kegiatan yang
dilakukan oleh mahasiswa, penilaian yang dilakukan, media atau
alat pembelajaran yang digunakan, dan sumber belajar untuk
mencapai indikator pencapaian kompetensi. Sebagai contoh, pada
kegiatan awal/pembukaan kegiatan dosen adalah memberikan
uraian untuk mengantarkan topik/tema yang akan dibahas dalam
pembelajaran sedangkan kegiatan mahasiswa misalnya melihat,
mendengarkan penjelasan dan mencatat. Pada tahap kegiatan
inti/penyajian kegiatan dosen adalah menjelaskan materi (tema,
pokok bahasan, konsep), memberikan contoh, dan lain-lain
sedangkan kegiatan mahasiswa misalnya menyimak, mengajukan
pertanyaan dan memberikan pendapat dalam diskusi. Sedangkan
pada kegiatan akhir kegiatan dosen adalah merangkum uraian
kegiatan pembelajaran, melakukan penilaian dan penjelasan tindak
lanjut sedangkan kegiatan mahasiswa adalah mengerjakan latihan,
menyusun laporan kegiatan selama kuliah, dan lain-lain.
Media dan alat pembelajaran serta sumber belajar yang
digunakan disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai indikator
pencapaian kompetensi untuk satu satuan waktu pertemuan yang
telah ditentukan.
16
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
3.5. CONTOH FORMAT SAP
1. Nama Mata Kuliah : ………………………….
Kode Mata Kuliah : ………………………….
Jumah SKS : ………………………….
2. Waktu Pertemuan : 2 x 100 menit
Pertemuan minggu ke : 1 dan 2
3. Indikator pencapaian : …………………………
4. Materi Pokok : …………………………
5. Pengalaman Belajar : …………………………
6. Strategia Pembelajaran :
TAHAPAN KEGIATAN DOSEN
KEGIATAN
MAHASISWA
PENILAIAN
Pembukaan .................................... .................................... ........................
Penyajian .................................... .................................... ........................
Penutup .................................... .................................... ........................
Media dan Alat Pembelajaran : ....................................................................
Sumber Belajar : ....................................................................
17 UNUD-BPMU-05-01-09
IV. PEDOMAN PENYUSUNAN
KONTRAK PERKULIAHAN
4.1 TUJUAN
Pedoman penyusunan kontrak perkuliahan ini disusun
dengan maksud untuk dapat membantu dosen dalam menyusun
kontrak perkuliahan/kontrak belajar bagi setiap mata kuliah yang
diampu, agar pelaksanaan proses belajar mengajar di kelas dapat
terlaksana dengan baik, efektif dan efisien. Kontrak perkuliahan
merupakan kesepakatan antara dosen dan mahasiswa mengenai
berbagai aspek perkuliahan, termasuk didalamnya mengenai bentuk
dan isi program belajar, yang dilakukan pada awal perkuliahan.
Fungsi kontrak perkuliahan adalah menjelaskan peranan dan
tanggungjawab mahasiswa dan dosen dalam rangka meningkatkan
efisiensi belajar.
4.2 PEDOMAN PENYUSUNAN
Kontrak perkuliahan disusun dengan menjelaskan komponen-
komponen kontrak perkuliahan yang terdiri atas:
1. Manfaat Mata Kuliah. Diisi dengan menjelaskan tentang
manfaat dan kompetensi yang diperoleh oleh perserta didik
setelah menyelesaikan mata kuliah yang diajarkan.
2. Deskripsi Mata Kuliah. Diisi dengan menguraikan ruang
lingkup mata kuliah, kaitannya dengan mata kuliah lain dan
kompetensi lulusan program studi yang telah ditetapkan.
3. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Diisi rumusan
standar kompetensi dari mata kuliah yang didasarkan
pada tujuan akhir dari mata kuliah yang menggambarkan
kemampuan mahasiswa yang diharapkan setelah satu
18
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
semester mengikuti pembelajaran. Di samping itu disebutkan
pula kompetensi dasar sebagai rincian kompetensi dalam
setiap aspek materi pokok yang harus dilatihkan kepada
peserta didik.
4. Strategi Perkuliahan. Diisi dengan menguraikan strategi
yang ditempuh dalam perkuliahan agar proses pembelajaran
berjalan dalam suasana kondusif.
5. Materi Pokok. Diisi dengan menguraikan subpokok bahasan
sebagai materi bahan ajar yang dibutuhkan peserta didik
untuk mencapai kompetensi dasar yang telah ditentukan.
6. Bahan Bacaan. Diisi dengan sumber belajar yang dipakai
sebagai acuan dalam proses pembelajaran.
7. Tugas-Tugas. Diisi dengan tugas-tugas yang diberikan seperti
pembuatan paper, mereview jurnal, dan pendalaman materi,
praktikum, dan lain-lain.
8. Kriteria Penilaian. Diisi dengan dengan teknik dan instrumen
penilaian yang akan digunakan.
9. Jadual Kuliah. Diisi dengan menyebutkan tanggal perkuliahan,
pokok bahasan yang diberikan dan bahan bacaan yang
digunakan.
Oleh karena kontrak perkuliahan merupakan kesepakatan
antara dosen dan mahasiswa mengenai berbagai aspek perkuliahan,
maka isi kontrak perkuliahan ini harus dijelaskan kepada peserta
didik pada awal perkuliahan. Setelah ada kesepakatan, kontrak
perkuliahan ditandatangani oleh dosen pengasuh dan wakil
mahasiswa kemudian diketahui oleh Ketua Program Studi.
19 UNUD-BPMU-05-01-09
4.3 CONTOH FORMAT KONTRAK PERKULIAHAN
1. Identitas Mata Kuliah
Nama Mata Kuliah : …………………………..
Jumlah SKS : …………………………..
Semester : …………………………..
Hari Pertemuan/Jam : …………………………..
Tempat Pertemuan : …………………………..
2. Manfaat Mata Kuliah : ……………………………
3. Deskripsi Mata Kuliah : ……………………………
4. Standar Kompetensi : ……………………………
5. Kompetensi Dasar : ……………………………
6. Strategi Perkuliahan : ……………………………
7. Materi Pokok : ……………………………
8. Bahan Bacaan : ……………………………
9. Tugas-Tugas : ……………………………
10. Kriteria Penilaian : ……………………………
10. Jadwal Kuliah : ……………………………
Denpasar, ……………………
Wakil Mahasiswa Koordinator Mata Kuliah
……………………….. …………………………..
Mengetahuai,
Ketua PS. ………………….
…………………………………..
NIP.: …………………………….
20
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
V. STANDAR PERAN DAN PROSEDUR
OPERASIONAL DOSEN
DALAM PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK)
5.1. STANDAR PERAN DOSEN
Sebelum membahas berbagai hal yang berkait dengan Standar
Prosedur Operasional (SPO) Dosen UNUD dalam pelaksanaan
pembelajaran Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), maka perlu
dipahami terlebih dahulu tentang Standar Peran Dosen dalam
pelaksanaan KBK. Adapun peran dosen yang paling hakiki dalam
KBK adalah sebagai (i) penuntun; (ii) fasilitator; dan (iii) motivator,
dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran
tersebut.
5.2 STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL DOSEN
Adapun Standar Prosedur Operasional Dosen dalam
pelaksanaan pembelajaran KBK adalah sebagai berikut.
1. Menyiapkan Silabus, SAP dan Kontrak Perkuliahan sebelum
proses pembelajaran dimulai.
2. Menyiapkan media pembelajaran.
3. Menyiapkan sumber pembelajaran dan menginformasikan
sumber pembelajaran yang dimaksud (buku ajar, bahan
ajar, jurnal ilmiah, dan berbagai referensi lainnya) kepada
mahasiswa.
4. Menyampaikan salam, ketika memasuki ruang kelas, demikian
juga ketika akan meninggalkan ruang kelas.
5. Memulai perkuliahan pada minggu pertama, dengan : (i)
melakukan perkenalan diri; (ii) menyampaikan guideline
21 UNUD-BPMU-05-01-09
materi perkuliahan sesuai SAP; (iii) menyampaikan Standar
Kompetensi (SK) atau tujuan pembelajaran dari mata
kuliah; (iv) memotivasi kemandirian belajar mahasiswa; (iii)
membimbing mahasiswa untuk mengetahui berbagai prinsip
budi-pekerti, etika/moral sebagai insan akademik; dan (iv)
membimbing mahasiswa untuk melakukan doa.
6. Memfasilitasi pembentukan Small Group Discusion (SGD),
Problem Based Learning (PBL), dll, sesuai strategi
pembelajaran yang akan diterapkan, yang berlandaskan
Student Centered Learning (SCL)
7. Membimbing praktikum atau praktek lapangan.
8. Mencari solusi bila muncul permasalahan dalam proses
pembelajaran.
9. Memberikan tugas-tugas kepada mahasiswa dan
mengembalikan seluruh tugas-tugas yang diberikan (termasuk
quiz, PR,UTS, dan UAS) dengan memberikan feedback atau
nilai.
10. Memberikan kuliah (tatap muka) sebanyak 14 kali dalam
satu semester, tetapi belum termasuk untuk pelaksanaan
UTS dan UAS. Dalam memberikan kuliah, agar sebelumnya
menyebutkan materi pembelajaran yang harus diselesaikan
hari itu (sesuai SAP).
11. Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk melakukan
tanya-jawab / diskusi.
12. Menyampaikan kesimpulan/summary materi perkuliahan
menjelang akhir jam kuliah.
13. Melakukan penilaian terhadap soft skills mahasiswa, pada
proses/pelaksanaan pembelajaran (materi pembelajaran soft
skills dapat merujuk pada Buku Manual Akademik Indikator
Penerapan Pola Ilmiah Pokok (PIP) UNUD, atau referensi
lainnya yang relevan).
14. Mengabsen mahasiswa, sebelum akhir proses pembelajaran.
15. Menyampaikan closing statement.
22
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
16. Menghubungi anggota team teaching, bila berhalangan hadir,
atau memberikan tugas-tugas tertentu kepada mahasiswa,
agar tetap ada aktivitas pembelajaran pada hari tsb.
Catatan:
Adapun yang dimaksudkan dengan dosen dalam manual ini
adalah : (i) seorang dosen, yang secara mandiri mengasuh
suatu mata kuliah tertentu dalam satu semester; (ii) tim dosen,
yang secara bersama-sama mengasuh mata kuliah tertentu
dalam satu semester; (iii) tim dosen yang secara bersama-
sama mengasuh mata kuliah dalam satu blok tertentu (bagi
PS yang menggunakan sistem blok), yang pelaksanaan
pembelajarannya dianggap setara dengan satu semester.
23 UNUD-BPMU-05-01-09
VI. PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS
KOMPETENSI
1. Pendahuluan
Dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), penilaian
merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh seorang
pendidik yang dilakukan secara terencana dan terarah sesuai
dengan tujuan pencapaian kompetensi meliputi ranah kognitif,
psikomotor dan afektif. Penilaian dalam KBK disusun dan
dilaksanakan berdasarkan standar kompetensi (SK), yaitu suatu
proses penilaian dengan cara membandingkan kompetensi yang
dicapai oleh peserta didik dengan SK yang telah ditetapkan pada
suatu mata kuliah.
Penilaian merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara
terintegrasi dalam suatu proses pembelajaran. Maksudnya kegiatan
penilaian ditempatkan sebagai kegiatan yang tidak terpisahkan
dalam proses pembelajaran. Sebab penilaian dalam konteks KBK
tidak hanya berorientasi pada hasil (product oriented) akan tetapi
juga pada proses pembelajaran (process oriented). Dengan demikian,
melalui kegiatan penilaian dapat diupayakan pemantauan terhadap
perkembangan peserta didik baik menyangkut perkembangan
kemampuan intelektual dan ketrampilan maupun perkembangan
mental dan kejiwaan.
Dalam KBK, secara umum, penilaian berfungsi untuk mengukur
tingkat keberhasilan peserta didik dalam pencapaian kompetensi
(sumatif) dan sekaligus sebagai umpan balik bagi perbaikan proses
pembelajaran (formatif). Dalam implementasi KBK, pendidik perlu
secara terus-menerus mengikuti perkembangan kemampuan
peserta didik dalam menguasai kompetensi sesuai dengan tuntutan
24
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
kurikulum dan secara terus-menerus perlu memperbaiki proses
pembelajaran yang dilakukannya.
Mengingat cakupan penilaian yang dilaksanakan sangat
kompleks, meliputi ranah kognitif, psikomotor dan afektif, serta
memperhatikan proses dan hasil pembelajaran, maka pendidik
dituntut untuk mampu menggunakan teknik dan instrumen
penilaian yang relevan dengan rumusan standar kompetensi,
kompetensi dasar, indikator yang ditetapkan untuk suatu mata
kuliah sehingga setiap aspek perkembangan dapat diukur.
2. Jenis Penilaian
Penilaian dalam konteks KBK merupakan kegiatan
terstruktur seorang pendidik yang dilakukan secara komprehensif
dan terintegrasi dengan proses pembelajaran dengan tujuan untuk
menentukan tingkat pencapaian kompetensi peserta didik serta
sebagai umpan balik bagi perbaikan proses pembelajaran yang
dilaksanakan dengan menggunakan instrumen yang relevan.
Untuk dapat menghasilkan penilaian yang merepresentasikan
kompetensi peserta didik secara objektif, pelaksanaan kegiatan ini
mesti dilakukan dengan menggunakan instrumen penilaian yang
sesuai dengan aspek yang dinilai (kognitif, psikomotor dan afektif).
Penilaian kognitif pada dasarnya adalah dalam bentuk hardskill.
Sedangkan penilaian prikomotorik dan afektif pada dasarnya
adalah dalam bentuk softskill. Penilaian softskill adalah penilaian
dalam bentuk kemampuan interpersonal dan intrapersonal.
Dengan demikian pendidik perlu menguasai berbagai teknik dan
alat penilaian agar setiap aspek perkembangan peserta didik dapat
dipantau dengan tepat.
Untuk mendapatkan data dan informasi sebagai dasar
penentuan tingkat keberhasilan peserta didik dalam penguasaan
rumusan kompetensi dari mata kuliah yang diajarkan diperlukan
adanya berbagai jenis tagihan. Jenis tagihan yang dapat digunakan
25 UNUD-BPMU-05-01-09
dalam sistem penilaian KBK antara lain sebagai berikut.
• Kuis
• Pertanyaan lisan
• Tugas individu
• Tugas kelompok
• Presentasi tugas dan diskusi
• Laporan praktikum atau laporan kerja praktik
• Ujian praktek
• Ujian tengah semester
• Ujian akhir semester
Berdasarkan aspek yang dinilai, secara umum, penilaian
dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis : tes dan non-tes. Setiap
jenis memiliki karakter dan tujuan yang berbeda.
2.1 Tes
Tes merupakan teknik penilaian yang biasa digunakan untuk
mengukur kemampuan peserta didik dalam pencapaian suatu
kompetensi. Hasil tes diolah secara kuantitatif sehingga hasil tes
berupa angka. Berdasarkan angka tersebut selanjutnya ditafsirkan
tingkat penguasaan kompetensi peserta didik.
Pelaksanaan tes dapat dilakukan setelah berakhirnya
pembahasan satu pokok bahasan atau pada akhir semester. Dilihat
dari fungsinya, tes yang dilaksanakan setelah selesai satu pokok
bahasan disebut dengan tes formatif. Tes formatif, selain dapat
dimanfaatkan untuk mengukur kemampuan peserta didik juga
digunakan sebagai umpan balik bagi perbaikan proses pembelajaran
yang dilaksanakan. Sedangkan tes yang dilaksanakan pada akhir
semester disebut tes sumatif. Tes ini dimaksudkan untuk menilai
tingkat keberhasilan peserta didik terhadap kompetensi yang
ditetapkan untuk suatu mata kuliah tertentu.
26
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
2.1.1 Kriteria Tes
Sebagai suatu alat ukur dalam kegiatan penilaian, tes mesti
memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut.
1. Valid
Tes dikatakan memiliki tingkat validitas bila soal-soal yang
diberikan dalam tes mampu mengukur penguasaan peserta
didik terhadap materi yang hendak diukur dan sesuai dengan
aspek yang hendak dinilai.
2. Reliabel
Tes yang disusun dapat digunakan untuk menghasilkan
informasi yang konsisten. Misalnya, jika suatu tes diberikan
kepada sekelompok peserta didik, kemudian diberikan lagi
kepada kelompok yang sama pada waktu yang berbeda, maka
hasilnya relatif sama.
3. Relevan
Soal-soal yang diberikan dalam tes disesuaikan dengan tingkat
kemampuan peserta didik. Artinya soal-soal disusun sesuai
dengan pokok bahasan yang telah disampaikan.
4. Spesifik
Kalimat yang digunakan di dalam pertanyaan dalam tes agar
disusun sedemikian rupa sehingga menimbulkan ambivalensi
jawaban. Dengan demikian pertanyaan dalam tes mesti
disusun dengan menggunakan kalimat yang sederhana namun
jelas dan tegas.
5. Representatif
Diupayakan agar soal-soal yang diberikan dalam tes
merepresentasikan seluruh pokok bahasan yang akan
dimanfaatkan untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi
peserta didik.
27 UNUD-BPMU-05-01-09
6. Proporsional
Yang ditanyakan dalam tes mesti dibuat secara proportional,
namun lebih banyak menanyakan hal-hal yang penting dari
pokok bahasan mata kuliah.
2.1.2 Jenis-Jenis Tes
Ditinjau dari cara pelaksanaannya, tes dapat dibedakan
menjadi: tes tulis, tes lisan dan tes kinerja. Tes tulis merupakan
tes yang dilakukan dimana peserta didik diminta untuk menjawab
sejumlah soal dengan cara tertulis. Terdapat dua jenis tes yang
masuk dalam katagori tes tulis yaitu tes esai dan tes obyektif.
Tes esai merupakan bentuk tes yang dilaksanakan dimana
peserta didik diminta menjawab pertanyaan dengan cara
menjelaskan/menguraikan dengan menggunakan kalimat yang
disusun sendiri. Jenis tes ini dapat digunakan untuk mengukur
kemampuan peserta didik dalam menyusun jawaban secara
sistematis, kemampuan menggunakan bahasa dan sebagainya.
Untuk menghindari subjektivitas dalam penskoran, pelaksanaan
tes esai mesti memperhatikan hal-hal sebagai berikut.
• Jawaban tiap soal tidak panjang
• Siapkan pedoman penskoran
• Periksa tiap butir soal secara keseluruhan
Tes objektif merupakan bentuk tes yang meminta peserta
didik untuk memilih jawaban dari soal yang sudah disediakan.
Yang termasuk katagori tes objektif misalnya: tes pilihan ganda,
melengkapi dan menjodohkan. Dalam membuat soal untuk tes
obyektif perlu dicermati ketentuan berikut.
• Soal harus sesuai dengan indikator
• Hanya ada satu jawaban benar
• Rumusan soal harus komunikatif
28
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
• Menggunakan bahasa baku
• Tidak menggunakan istilah lokal
• Alternatif jawaban lebih banyak dari premis (menjodohkan)
Tes lisan adalah bentuk tes di mana dalam pelaksanaannya
peserta didik diminta untuk menjawab pertanyaan secara lisan.
Jenis tes ini dapat dimanfaatkan untuk menilai secara mendalam
pemahaman peserta didik tentang permasalahan yang dinilai.
Pemahaman tidak hanya menyangkut tentang konsep tetapi juga
bagaimana aplikasi dan hubungannya dengan konsep yang lain.
Dalam batas-batas tertentu, penilai juga dapat menggali informasi
tentang pendapat maupun pandangan peserta didik terhadap
sesuatu yang dinilai. Tes lisan umumnya dilaksanakan untuk
menilai permasalahan yang tidak terlalu luas tetapi mendalam dan
dengan jumlah peserta tes yang tidak banyak.
Tes kinerja merupakan tes dalam bentuk peragaan kinerja
dari peserta didik. Tes ini cocok digunakan untuk mengetahui
kemampuan dan ketrampilan peserta didik dalam mengerjakan
suatu kegiatan atau tugas tertentu. Penilaian untuk tes jenis ini
dilaksanakan dengan menggunakan kriteria menyeluruh (Rubrik).
Beberapa bentuk tes kinerja, adalah sebagai berikut.
• Demonstrasi
• Presentasi
• Simulasi
• Tes terstruktur (latihan), penyelesaian tugas menggunakan
alat dan sumber-sumber
• Tes tindakan khusus, amati cara pemecahan masalah
2.2 Non-Tes
Non-tes adalah instrumen penilaian yang dapat digunakan
untuk menilai aspek sikap termasuk tingkah laku, motivasi dan
minat dari peserta didik. Terdapat beberapa jenis non-tes sebagai
29 UNUD-BPMU-05-01-09
instrumen penilaian, antara lain : wawancara, observasi, penilaian
produk, penilaian portofolio.
2.2.1 Wawancara
Wawancara adalah komunikasi langsung antara pewawancara
dengan yang diwawancarai. Ditinjau dari sifatnya, terdapat dua jenis
wawancara : wawancara langsung dan tidak langsung. Wawancara
langsung di mana pewawancara melakukan komunikasi langsung
dengan subyek yang ingin dinilai, sedangkan wawancara tidak
langsung bilamana pewawancara memperoleh data dari subyek
yang dinilai melalui perantara. Misalnya ketika ingin memperoleh
informasi tentang minat peserta didik terhadap suatu mata kuliah,
dinamakan wawancara langsung bila wawancara dilaksanakan
dengan peserta didik yang bersangkutan. Bila wawancara dilakukan
dengan orang lain, misalnya dengan orang tua peserta didik, disebut
dengan wawancara tidak langsung.
2.2.2 Observasi
Observasi merupakan teknik penilaian yang dilaksanakan
dengan cara mengamati tingkah laku dari subyek yang dinilai.
Observasi dapat dilaksanakan secara perorangan atau terhadap
kelompok peserta didik, disesuaikan dengan tujuan observasi yang
akan dilakukan. Untuk memudahkan dalam pelaksanaan observasi,
perlu disiapkan pedoman observasi misalnya berupa ceklist atau
skala penilaian.
Ceklist merupakan pedoman observasi yang berisi daftar dari
semua indikator yang akan diobservasi. Dalam pelaksanaannya,
observer hanya memberi tanda ada atau tidak adanya indikator
yang diobservasi dengan tanda cek (9). Ada dua jenis ceklist, yaitu
perorangan dan kelompok. Ceklist perorangan dimaksudkan untuk
menentukan ada tidaknya indikator yang dinilai pada seseorang,
sedangkan ceklist kelompok ditujukan untuk mencatat kegiatan
seseorang dalam suatu kelompok.
30
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
Skala penilaian prinsipnya mirip dengan ceklist, hanya saja
indikator yang dinilai dijabarkan dalam bentuk skala atau kriteria
tertentu. Dengan demikian hasil penilaian akan lebih halus, karena
dengan skala penilaian tidak hanya mencatat ada atau tidak adanya
indikator pada subjek yang dinilai seperti halnya pada ceklist, tetapi
mencatat sejauh mana indikator tersebut muncul. Dengan demikian
observer perlu memahami secara mendalam indikator yang
akan diobservasi sehingga tidak ragu-ragu dalam melaksanakan
penilaian. Skala penilaian untuk tiap indikator dapat ditetapkan
dalam bentuk katagori atau numerik. Untuk skala penilaian bentuk
katagori, kriteria penilaian indikator dijabarkan dalam bentuk
kualitatif : selalu, sering, ada kalanya, jarang, tidak pernah. Dalam
bentuk numerik, kriteria penilaian indikator dinyatakan dalam
bentuk angka sebagai berikut.
• Skor 5 jika suatu indikator selalu dilaksanakan
• Skor 4 jika suatu indikator sering dilaksanakan
• Skor 3 jika suatu indikator ada kalanya dilaksanakan
• Skor 2 jika jarang
• Skor 1 jika tidak pernah
2.2.3 Penilaian Produk
Penilaian produk merupakan bentuk penilaian yang
digunakan untuk menilai kemampuan peserta didik dalam
menghasilkan suatu karya tertentu. Penilaian produk dilaksanakan
pada berbagai tahapan.
Dimulai dari tahap penilaian perencanaan terkait dengan
pemilihan ide untuk membuat suatu produk, dilanjutkan dengan
tahap penilaian pelaksanaan berhubungan dengan pemilihan
bahan maupun peralatan yang diperlukan untuk menghasilkan
produk dan tahap penilaian hasil yang merupakan tahap akhir
dengan menilai produk peserta didik yang telah selesai dikerjakan
yang dapat meliputi bentuk, estetika, kekuatan.
31 UNUD-BPMU-05-01-09
2.2.4 Penilaian Portofolio
Penilaian terhadap kumpulan hasil karya seorang peserta
didik selama proses pembelajaran yang digunakan untuk
memantau perkembangan kompetensinya dalam suatu mata
kuliah tertentu. Perkembangan kompetensi yang dipantau meliputi
pengetahuan, ketrampilan maupun sikap peserta didik terhadap
mata kuliah yang bersangkutan.
Rancangan isi dan seleksi portofolio ditentukan oleh tujuan
atau kegunaan portofolio itu sendiri. Empat langkah yang perlu
dilaksanakan dalam penyusunan portofolio adalah sebagai
berikut.
1. Koleksi: mengumpulkan hasil kerja peserta didik yang
menggambarkan perkembangan, kemajuan dan hasil
belajarnya.
2. Organisasi : mengorganisasikan berbagai hasil kerja peserta
didik.
3. Refleksi : merenungkan dan mengevaluasi kembali apa yang
telah dikoleksi dan diorganisasi.
4. Presentasi : menampilkan atau menyajikan hasil kerja peserta
didik.
Portofolio disusun secara sistematis dan terorganisasi dalam
suatu folder yang dikumpulkan selama periode tertentu. Secara
umum, format folder dari suatu portofolio mencakup hal-hal
berikut.
1. Cover yang berisi identitas penyusun portofolio dan lingkup
waktu penyusunan.
2. Daftar Isi.
3. Hasil karya peserta didik dilengkapai dengan tanggal
penyelesaian dan riwayat pengerjaannya.
4. Refleksi dan evaluasi diri peserta didik.
32
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
Hal-hal atau dokumen yang dapat dikumpulkan dalam suatu
portofolio antara lain sebagai berikut.
1. Penghargaan tertulis (sertifikat dll).
2. Penghargaan lisan.
3. Hasil kerja dan hasil pelaksanaan tugas-tugas (buku tugas, PR,
buku kerja, clipping, foto, gambar).
4. Daftar ringkasan hasil pekerjaan.
5. Catatan sebagai peserta dalam kerja kelompok.
6. Contoh terbaik hasil pekerjaan (menurut pendapat pendidik
dan peserta didik).
7. Catatan laporan dari pihak lain yang relevan (orang tua,
teman).
8. Hasil rekapitulasi daftar kehadiran.
9. Hasil ujian harian/semesteran.
10. Persentase tugas-tugas yang belum selesai dikerjakan.
11. Catatan pribadi.
12. Daftar kehadiran.
13. Persentase tugas-tugas yang telah selesai dikerjakan.
14. Catatan tentang peringatan yang diberikan pendidiki.
15. Audio visual dan Disket/CD
3. Penetapan Tingkat Kompetensi
Hasil dari pengukuran baik melalui tes maupun non-tes
menghasilkan data kuantitatif berupa skor. Data dan informasi
berupa skor tersebut diperoleh dari berbagai jenis tagihan
mencakup ranah kognitif, psikomotor dan afektif yang mampu
ditampilkan oleh peserta didik, baik dalam proses maupun hasil
belajarnya.
Data dan informasi tersebut perlu dianalisis untuk menjadi
suatu nilai akhir sehingga dapat digunakan untu menetapkan tingkat
capaian kompetensi dari peserta didik setelah mengikuti suatu mata
kuliah. Pendekatan yang dapat dilakukan secara sederhana adalah
33 UNUD-BPMU-05-01-09
masing-masing jenis tagihan diberi bobot terhadap keseluruhan
jenis tagihan. Selanjutnya nilai akhir merupakan jumlah dari
perkalian bobot terhadap skor yang diperoleh untuk masing-
masing jenis tagihan.
Dalam KBK, acuan yang lebih sesuai untuk menafsirkan
tingkat capaian kompetensi adalah acuan kriteria/patokan.
Artinya nilai akhir yang dihasilkan yang mencerminkan tingkat
penguasaan kompetensi dibandingkan dengan kriteria yang telah
ditetapkan terlebih dahulu. Kriteria dalam proses pembelajaran
KBK mengacu pada Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan
Indikator. Dengan demikian kelulusan peserta didik ditentukan
dari tingkat penguasaan terhadap rumusan kompetensi yang
telah ditetapkan sebelumnya. Nilai akhir diklasifikasikan sebagai
lulus atau tidak. Lulus berarti telah mencapai kompetensi yang
ditetapkan, tidak lulus berarti belum mencapai kompetensi. Bagi
yang belum mencapai kompetensi yang ditetapkan perlu diberikan
program remidi.
Di Universitas Udayana digunakan acuan kriteria skala lima
dimana peserta didik dinyatakan lulus bila minimal mencapai
persentase penguasaan 55. Tabel 1 berikut memberikan hubungan
antara tingkat penguasaan dari suatu maka kuliah dengan nilai
angka, nilai huruf dan predikat kelulusannya yang diberlakukan di
Unud.
34
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
Tabel 1 Acuan Kriteria Skala Lima di Universitas Udayana
Tingkat Penguasaan Nilai Angka Nilai Huruf Predikat
80 - 100 4 A Sangat baik
65 - 79 3 B Baik
55 - 64 2 C Cukup
40 - 54 1 D Kurang
0 - 39 0 E Sangat kurang
Sebagai contoh, misalnya suatu mata kuliah mempunyai lima
jenis tagihan untuk mengukur kompetensi peserta didik pada akhir
proses pembelajaran. Dengan memperhatikan bobot serta skor dari
masing-masing tagihan, penentuan nilai akhirnya adalah seperti
diberikan pada Tabel 2.
Tabel 2 Contoh Implementasi Penentuan Tingkat Penguasaan
Jenis
Tagihan
Bobot
(%)
Skor
Bobot x
Skor
Keterangan
T1 5 60 3
Tingkat Penguasaan = 81
Nilai angka = 4
Nilai huruf = A
Predikat = sangat baik
T2 15 60 9
T3 20 90 18
T4 30 80 24
T5 30 90 27
Tingkat Penguasaan 81
Untuk suatu mata kuliah dengan karakter yang spesifik,
dapat diberikan ketentuan tambahan, misalnya analisis baru akan
dikerjakan bila peserta didik memperoleh skor minimal 55 untuk
setiap jenis tagihan yang ditetapkan.
35 UNUD-BPMU-05-01-09
4. Penutup
Penilaian merupakan suatu kegiatan yang penting dari
suatu proses pembelajaran karena melalui penilaian dapat diukur
efektifitas dan efisiensi dari suatu proses pembelajaran menyangkut
isi (kurikulum) dan metode penyampaiannya dikaitkan dengan
tujuan yang telah ditetapkan. Melalui kegiatan penilaian dapat
ditentukan tingkat keberhasilan peserta didik dalam mencapai
tujuan pembelajaran (kompetensi) serta dapat diketahui bagian-
bagian dari proses pembelajaran yang perlu disempurnakan.
Untuk dapat menentukan tingkat capaian kompetensi
dari peserta didik secara obyektif, adil dan terbuka, yang perlu
diperhatikan dalam penerapan sistem penilaian KBK sebagai
berikut.
1. Sosialisasikan di awal tatap muka jenis tagihan yang akan
dibebankan kepada peserta didik termasuk jenis instrumen
penilaian yang akan digunakan untuk mengukur tingkat
capaian kompetensi.
2. Lakukan pengukuran secara berkesinambungan baik di dalam
maupun di luar kelas mencakup proses dan hasil belajar.
3. Rancang jenis tagihan sehingga dapat mengukur perkembangan
ranah kognitif, psikomotor dan afektif sesuai dengan
karakteristik dari mata kuliah serta rumusan kompetensi yang
ditetapkan.
4. Pilih dan gunakan instrumen penilaian yang relevan dengan
ranah dan tingkat kompetensi yang diukur.
5. Berikan bobot yang proporsional terhadap jenis tagihan
dikaitkan dengan ranah yang diukur dan karakteristik dari
mata kuliah.
Akhirnya, perlu dipahami bahwa apa yang disampaikan
dalam dokumen penilaian ini hanyalah merupakan suatu pedoman
untuk melaksanakan penilaian dalam KBK. Hal-hal lain yang dapat
36
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
meningkatkan kualitas penilaian dapat saja dikembangkan, sesuai
situasi dan kondisi setempat. Kemudian hal lainnya yang perlu
menjadi bahan pertimbangan adalah agar dalam melaksanakan
penilaian harus menggunakan lebih dari satu instrument, sesuai
dengan ketentuan pada standard akademik Unud.
Daftar Pustaka
Badan Penjaminan Mutu UNUD.. 2008. Standard Akademik Unud,
BPMU-02.01.01.
Dantes, N. 2008. Penyusunan dan Pengembangan Kurikulum Berbasis
Kompetensi (KBK) di Perguruan Tinggi, Universitas
Pendidikan Ganesha, Singaraja.
Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia. 2005.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.19 Th.2005
Tentang Standar Nasional Pendidikan, Jakarta.
Koyan, I W. 2008. Asesmen Berbasis Kompetensi, Universitas
Pendidikan Ganesha, Singaraja
Mardapi D. 2008. Teknik Penyusunan Instrumen Tes dan Nontes,
Mitra Cendikia, Yogyakarta.
Muslich, M. 2007. KTSP Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan
Kontekstual, Seri Standar Nasional Pendidikan, PT Bumi
Aksara, Jakarta.
Sanjaya, W., 2005, Pembelajaran Dalam Implementasi Kurikulum
Berbasis Kompetensi, Kencana Jakarta
Universitas Udayana. 2007. Panduan Akademik Universitas Udayana
2007, Program S0 dan S1, Bukit Jimbaran
37 UNUD-BPMU-05-01-09
LAMPIRAN
38
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
39 UNUD-BPMU-05-01-09
Lampiran 1
Contoh Rubrik, Check List, dan Format Penilaian dalam KBK
Skor
(1 -5)
1 Ketepatan penggunaan tanda
baca, huruf besar, ejaan
Penggunaan
e jaan/tandabaca
5
2 Keluasan kosakata, ke tepatan
penggunaan kata, idiom, bentuk
kata
Penggunaan
tatabahasa
4
2 Kompleksitas, efektifitas kalimat,
a kurasi penggunaan bahasa
Penggunaan
kosakata
3
2 Susunan dan pengungkapan
ide -ide
Organisasi ide 2
3 Relevansi topik dengan
substansi tugas
Isi karangan 1
Total
BxS
Bobot Indikator No
-
Komponen
Ceklist Perorangan
Jenis Kegiatan : Diskusi Kelompok
Tempat Observasi :
Waktu Observasi :
Observer :
No.
Indikator yang diobservasi
Nama Peserta
A B C D E
1. Bertanya ü ü ü ü
2. Menjawab pertanyaan ü ü ü ü ü
3. Mengemukakan pendapat ü ü ü
4. Menghargai pendapat ü ü ü
5. ………
Rubrik Penilaian Kemampuan Menulis
40
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
Ceklist Kelompok
Jenis Kegiatan : Diskusi Kelompok
Tempat Observasi :
Waktu Observasi :
Observer :
No. Indikator yang diobservasi
Nama Peserta
A B C D E
1. Bertanya ü ü ü ü
2. Menjawab pertanyaan ü ü ü ü ü
3. Mengemukakan pendapat ü ü ü
4. Menghargai pendapat ü ü ü
5. ………
Skala Penilaian
Nama Mahasiswa :
NIM :
Topik Observasi : Aktivitas peserta didik dalam kegiatan diskusi
kelompok
Tempat Observasi :
Waktu Observasi :
Observer :
No. Indikator yang diobservasi
Skala Penilaian
1 2 3 4 5
1. Bertanya ü
2. Menjawab pertanyaan ü
3. Mengemukakan pendapat ü
4. Menghargai pendapat ü
5. ………
41 UNUD-BPMU-05-01-09
Format Penilaian Substansi

No Uraian Substansi Skala Bobot Total
1 2 3 4 5
1 Langkah analisis diikuti
secara sistematis
5
2 Rumusan Hipotesis 10
3 Penyusunan Tabel Kerja 10
4 Kecermatan perhitungan
dalam penyusunan tabel
kerja
20
5 Langkah-langkah dan
kecermatan perhitungan
dalam substitusi data
25
6 Uji signifikansi 15
7 Menarik simpulan analisis 10
8 Kecermatan penggunaan
simbul-simbul statistik
5
T o t a l
No Uraian Substansi Skala Bobot Total
1 2 3 4 5
1 Langkah analisis diikuti
secara sistematis
5
2 Rumusan Hipotesis 10
3 Penyusunan Tabel Kerja 10
4 Kecermatan perhitungan
dalam penyusunan tabel
kerja
20
5 Langkah-langkah dan
kecermatan perhitungan
dalam substitusi data
25
6 Uji signifikansi 15
7 Menarik simpulan analisis 10
8 Kecermatan penggunaan
simbul-simbul statistik
5
T o t a l
No Uraian Kinerja Skala Bobot Total
1 2 3 4 5
1 Kelengkapan setiap tugas
sesuai dengan asignment yang
diberikan
20
2 Kelengkapan setiap tugas
di atas harapan (out-standing)
10
3 Kerapian dan tampilan tugas 5
4 Respon terhadap preskriptif/
balikan tugasnya, dalam rangka
menyusun karya terbaik
20
5 Respon/ partisipasi pada
conference terhadap permasalahan
yang terkait dengan tugas
20
6 Presentasi Portofolio 10
7 Kelengkapan Isi Folder 15
T o t a l
No Uraian Kinerja Skala Bobot Total
1 2 3 4 5
1 Kelengkapan setiap tugas
sesuai dengan asignment yang
diberikan
20
2 Kelengkapan setiap tugas
di atas harapan (out-standing)
10
3 Kerapian dan tampilan tugas 5
4 Respon terhadap preskriptif/
balikan tugasnya, dalam rangka
menyusun karya terbaik
20
5 Respon/ partisipasi pada
conference terhadap permasalahan
yang terkait dengan tugas
20
6 Presentasi Portofolio 10
7 Kelengkapan Isi Folder 15
T o t a l
Format Penilaian Kinerja
42
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
Ceklist Evaluasi Diri Untuk Pemantauan Kinerja
No Kegiatan Pantauan Ya Ragu-ragu Tidak
1 Langkah analisis diikuti secara sistematis
2 Rumusan Hipotesis
3 Penyusunan Tabel Kerja
4 Kecermatan perhitungan dalam penyusunan tabel kerja
5 Langkah-langkah dan kecermatan perhitungan dalam substitusi data
6 Uji signifikansi
7 Menarik simpulan analisis
8 Kecermatan penggunaan simbul-simbul statistik
9 Kelengkapan setiap tugas sesuai dengan asignment yang diberikan
10 Kelengkapan setiap tugas di atas harapan (out-standing)
11 Kerapian dan tampilan tugas
12 Respon terhadap preskriptif/balikan tugasnya, dalam rangka
menyusun karya terbaik
13 Respon/ partisipasi pada conference terhadap permasalahan yang
terkait dengan tugas
14 Kelengkapan Isi Folder
No Kegiatan Pantauan Ya Ragu-ragu Tidak
1 Langkah analisis diikuti secara sistematis
2 Rumusan Hipotesis
3 Penyusunan Tabel Kerja
4 Kecermatan perhitungan dalam penyusunan tabel kerja
5 Langkah-langkah dan kecermatan perhitungan dalam substitusi data
6 Uji signifikansi
7 Menarik simpulan analisis
8 Kecermatan penggunaan simbul-simbul statistik
9 Kelengkapan setiap tugas sesuai dengan asignment yang diberikan
10 Kelengkapan setiap tugas di atas harapan (out-standing)
11 Kerapian dan tampilan tugas
12 Respon terhadap preskriptif/balikan tugasnya, dalam rangka
menyusun karya terbaik
13 Respon/ partisipasi pada conference terhadap permasalahan yang
terkait dengan tugas
14 Kelengkapan Isi Folder
Penilaian Diri
‰ Nama : ---------------------------------------------------------
‰ Anggota Kelompok : ---------------------------------------------------------
‰ Kegiatan Kelompok : --------------------------------------------------------
‰ Untuk pertanyaan 1 sampai dengan 5 tulis masing-masing huruf sesuai dengan
pendapatmu ! (A) = selalu; (B) = jarang; (C) = jarang sekali; (D) = tidak pernah
1. ----- Selama diskusi saya memberikan saran kepada kelompok untuk didiskusikan
2. ----- Ketika kami berdiskusi, setiap anggota memberikan masukan untuk
didiskusikan
3. ----- Semua anggota kelompok semestinya melakukan sesuatu dalam kegiatan
kelompok
4. ----- Setiap anggota kelompok mengerjakan kegiatannya sendiri dalam kegiatan
kelompok
5. Selama kegiatan kelompok, saya ……
------ mendengarkan ----- mengendalikan kelompok
------ bertanya ----- mengganggu kelompok
------ merancang gagasan ----- tidur
6. Selama kegiatan kelompok, tugas apa yang kamu lakukan ?
………………………………
43 UNUD-BPMU-05-01-09
Penilaian Diri : Partisipasi Dalam Kelompok
Komponen Yang Dinilai 1 2 3
Sikap (interaksi dan partisipasi dalam kelompok)
Bekerja sama
Sharing (mencoba memberi kontribusi gagasan)
Mengajukan pertanyaan (membangkitkan anggota lain)
Berani mengambil resiko (percaya kpd kemampuan diri)
Bertahan pada pendapatnya sendiri
Komponen Yang Dinilai 1 2 3
Sikap (interaksi dan partisipasi dalam kelompok)
Bekerja sama
Sharing (mencoba memberi kontribusi gagasan)
Mengajukan pertanyaan (membangkitkan anggota lain)
Berani mengambil resiko (percaya kpd kemampuan diri)
Bertahan pada pendapatnya sendiri
Penilaian Portofolio Hasil Belajar
Kompetensi Dasar :
Menentukan jenis dan kualitas agregat
sebagai bahan pembentuk beton
Nama Peserta Didik : Maksin
Mata Kuliah : Teknologi Beton
Tanggal : 9 Juni 2008
Indikator Penilaian
• Membedakan jenis agregat
• Menentukan kadar lumpur
• Menentukan gradasi
• Menghitung modulus kehalusan
Keterangan : Komentar pendidik :
Maksin sudah bagus dalam hal membedakan
jenis agregat dan menentukan kadar lumpur,
namun masih perlu ditingkatkan dalam
menentukan gradasi dan menghitung
modulus kehalusan
Kompetensi Dasar :
Menentukan jenis dan kualitas agregat
sebagai bahan pembentuk beton
Nama Peserta Didik : Maksin
Mata Kuliah : Teknologi Beton
Tanggal : 9 Juni 2008
Indikator Penilaian
• Membedakan jenis agregat
• Menentukan kadar lumpur
• Menentukan gradasi
• Menghitung modulus kehalusan
Keterangan : Komentar pendidik :
Maksin sudah bagus dalam hal membedakan
jenis agregat dan menentukan kadar lumpur,
namun masih perlu ditingkatkan dalam
menentukan gradasi dan menghitung
modulus kehalusan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
ü
ü
ü
ü
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
ü
ü
ü
ü
44
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
Penilaian Portofolio Hasil Belajar
No
Aspek Psikomotor
Skor
1 2 3 4 5
1 Cara mengukur larutan dengan gelas
ukur
2 Cara mentitrasi
3 Cara mengamati perubahan warna
4 Cara membersihkan buret
5 Kebersihan dan kerapian tempat kerja
No
Aspek Psikomotor
Skor
1 2 3 4 5
1 Cara mengukur larutan dengan gelas
ukur
2 Cara mentitrasi
3 Cara mengamati perubahan warna
4 Cara membersihkan buret
5 Kebersihan dan kerapian tempat kerja
Keterangan :
1 : Sangat tidak tepat 2 : Kurang tepat 3 : Agak tepat
4 : Tepat 5 : Sangat tepat
Penilaian Portofolio Proses Belajar
Aspek yang Dinilai :
Motivasi Belajar
Nama :
Mata Kuliah:
Tanggal :
Indikator
Kriteria
1 2 3 4 5
1. Keantusiasan dalam belajar
2. Partisipasi dalam kegiatan diskusi
3. Keseriusan dalam penyelesaian
tugas
Keterangan : Komentar Pendidik :
Aspek yang Dinilai :
Motivasi Belajar
Nama :
Mata Kuliah:
Tanggal :
Indikator
Kriteria
1 2 3 4 5
1. Keantusiasan dalam belajar
2. Partisipasi dalam kegiatan diskusi
3. Keseriusan dalam penyelesaian
tugas
Keterangan : Komentar Pendidik :
45 UNUD-BPMU-05-01-09
Penilaian Portofolio Hasil Karya
Kompetensi Dasar :
Membuat karangan singkat sesuai dengan
pengalaman masing -masing
Nama :
Mata Kuliah :
Tanggal :
Indikator
Kriteria
1 2 3 4 5
1. Pengembangan ide atau gagasan V
2. Penyusunan alur cerita V
3. Sistematika Penulisan V
4. Pemilihan kata V
5. Penggunaan EYD V
Keterangan : Komentar Pendidik :
Berhasil menyusun cerita sesuai dengan
pengalaman. Hanya saja dalam
penempatan kata yang sesuai dan
penggunaan ejaan dengan kaidah bahasa
Indonesia perlu ditingkatkan, ayo berlatih
terus.......!
Kompetensi Dasar :
Membuat karangan singkat sesuai dengan
pengalaman masing -masing
Nama :
Mata Kuliah :
Tanggal :
Indikator
Kriteria
1 2 3 4 5
1. Pengembangan ide atau gagasan V
2. Penyusunan alur cerita V
3. Sistematika Penulisan V
4. Pemilihan kata V
5. Penggunaan EYD V
Keterangan : Komentar Pendidik :
Berhasil menyusun cerita sesuai dengan
pengalaman. Hanya saja dalam
penempatan kata yang sesuai dan
penggunaan ejaan dengan kaidah bahasa
Indonesia perlu ditingkatkan, ayo berlatih
terus.......!
DAFTAR RUJUKAN
1. UU No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
2. Peraturan Pemerintah RI No. 60 tahun 1999 tentang Pendidikan
Tinggi.
3. Peraturan Pemerintah RI No. 19 tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan.
4. Panduan Pelaksanaan SPM-PT Bidang Akademik, DIKTI tahun
2006.
5. Pedoman Penjaminan Mutu Akademik Universitas Indonesia
tentang Kurikulum dan Mahasiswa. Tahun 2007.
6. Manual Mutu Akademik Universitas Udayana. UNUD-BPMU-
04.01.01. Tahun 2008.
7. Manual Prosedur Implementasi Penjaminan Mutu Akademik
Internal Program Sarjana Universitas Udayana. UNUD-BPMU-
04.01.02. Tahun 2008.
46
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
47 UNUD-BPMU-05-01-09
Lampiran 2
Contoh Spesifikasi Program Studi
SPESIFIKASI JURUSAN SIPIL
Program Sarjana Fakultas Teknik
Universitas Udayana
SI-FT-UNUD-UPM-06.03.01
U P M F
Uni t
Penj ami nan
48
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
Spesifikasi Program Studi Teknik Sipil
Fakultas Teknik Universitas Udayana
SI-FT-UNUD-UPM-06.03.01
Revisi : -
Tanggal :
Dikaji ulang oleh : Ketua TPPM
Dikendalikan oleh : Unit Penjaminan Mutu Fakultas
Disetujui oleh : Pembantu Dekan Bidang Akademik
© Fakultas Teknik Universitas Udayana, 2008 – All Rights Reserved
Fakultas Teknik
Manual Prosedur
FT-UNUD-UPMF-
06.03.02.01
Disetujui
oleh
Pembantu
Dekan I
Revisi
ke
-
Tanggal
……….
49 UNUD-BPMU-05-01-09
SPESIFIKASI PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANA
1. Perguruan Tinggi : Universitas Udayana
2. Pelaksana Proses Pembelajaran :
Fakultas : Teknik
Jurusan : Teknik Sipil
3. Program Diakreditasi oleh : BAN 2003, dengan nilai A
4. Gelar Lulusan : Sarjana Teknik (ST)
5. Nama Program Studi : Teknik Sipil
6. Tanggal Penyusunan/Perbaikan : 11 Oktober 2008
7. Visi, Misi dan Tujuan pendidikan:
a. Visi
Terwujudnya Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik
Universitas Udayana yang berkualitas, mampu mengelola
pendidikan secara profesional, mandiri dan diakui di
tingkat regional maupun internasional serta dapat
mendukung pembangunan yang berkelanjutan
b. Misi
o Menyelenggarakan pendidikan teknik sipil yang
unggul dengan menerapkan sistem dan metode
pembelajaran yang efektif.
o Mengembangkan kemandirian jurusan teknik sipil
dengan melibatkan stakeholders.
o Mengembangkan dan mengimplementasikan ilmu-
ilmu ketekniksipil an yang mendukung prinsip-
prinsip pembangunan yang berkelanjutan
50
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
c. Tujuan Pendidikan
o Menghasilkan lulusan yang menguasai dasar-dasar
keilmuan dan keterampilan dalam bidang teknik sipil,
mampu mengenali, memahami, menjelaskan serta
merumuskan cara penyelesaian masalah-masalah
yang berkaitan dengan bidang ketekniksipilan dan
mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan keahlian
dalam praktek ketekniksipilan
o Menghasilkan lulusan yang mampu mengikuti
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
dalam bidang teknik sipil dan mempunyai bekal
yang cukup untuk melanjutkan pendidikan ke
jenjang yang lebih tinggi, mampu menerapkan
teknologi mutahir sehingga dapat bersaing di
tingkat nasional, regional maupun internasional
o Menghasilkan lulusan yang mampu bersikap dan
berperilaku yang didasari atas etika dan moral
dalam berkarya di bidang teknik sipil maupun
berkehidupan bersama di masyarakat
o Mewujudkan Jurusan Teknik Sipil yang mampu
menghasilkan penelitian dan melaksanakan
pengabdian kepada masyarakat yang bermanfaat
bagi peningkatan kualitas hidup dan pengembangan
ilmu pengetahuan
o Mewujudkan kerjasama dengan dengan berbagai
pihak untuk meningkatkan kualitas Tri Dharma
Perguruan Tinggi, memacu kemandirian Jurusan
Teknik Sipil dan meningkatkan atmosfir akademik
yang kondusif
8. Kompetensi Lulusan : Lampiran 3
9. Kurikulum : Lampiran 4
10. Peta Kurikulum : Lampiran 5
51 UNUD-BPMU-05-01-09
11. Dukungan untuk Mahasiswa dalam Proses Pembelajaran
1. Bimbingan kepada Mahasiswa baru, bimbingan akademik,
pengisian KRS, bimbingan pratikum, bimbingan kerja
praktek dan bimbingan penyelesain Tugas Akhir.
2. Tersedianya perpustakaan/ruang baca, laboratorium
serta sistem teknologi informasi.
12. Kriteria Pendaftaran :
Lulusan SMA/SMK dan lulus seleksi salah satu jalur Ujian
masuk (SPMB atau PMDK)
13. Metode Evaluasi dan peningkatan kualitas dan standar
proses pembelajaran:
1. Evaluasi proses pembelajaran oleh Dosen pengajar
2. Mekanisme umpan balik Mahasiswa
3. Pengembangan staf dalam bidang ilmu kemampuan
mengajar
4. Penjaminan mutu akademik internal
14. Kriteria Kelulusan
1. Menyelesaikan beban studi minimum 144 SKS
2. Indek Prestasi Komulatif ≥ 2,00
3. Tidak ada nilai E
4. Jumlah nilai D tidak lebih dari 10 SKS dari jumlah total
SKS, dengan ketentuan nilai MK Agama, Pancasila dan
Kewarganegaraan, Kerja Praktek dan Tugas Akhir
minimal C.
5. Tidak melampaui batas waktu studi yaitu selama 14
semester (7 tahun) terhitung tanggal 31 Juli tahun ke 7.
Metode Penilaian
1. Metode evaluasi meliputi penilaian terhadap
pekerjaan rumah, kuis, tugas-tugas, tugas pratikum,
ujian sisipan dan ujian akhir semester.
52
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
2. Indeks prestasi dihitung berdasarkan bobot nilai
A=4, B=3, C=2, D=1. dan E=0.
15. Indikator kualitas dan standar
1. Program studi Teknik Sipil terakreditasi A oleh BAN pada
tahun 2003
2. Program Studi Teknik Sipil memenangkan Program Hibah
Kompetitif (PHK) Semi Que V pada tahun 2002 dan 2003,
SP4 tahun 2003 dan 2004
3. Program studi Teknik Sipil memberikan konsultasi
dan menjalin kerja sama dengan Departemen, Dinas,
perusahaan Nasional dan perusahaan Internasional
Bukit Jimbaran, 11 Oktober 2008
Program Studi Teknik Sipil
Jurusan Teknik Sipil FT Unud
Ketua
Dr. Ir. I Made Alit Karyawan Salain, DEA
NIP. 131964621
53 UNUD-BPMU-05-01-09
Lampiran 3
Kompetensi Lulusan
KOMPETENSI LULUSAN
SI-FT-UNUD-UPM-06.03.02
U P M F
Uni t
Penj ami nan
Mut u
FT-Unud
54
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman
penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan
pendidikan dimana:
o Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan tinggi
bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik menjadi
anggota berakhlak mulia, memiliki pengetahuan, keterampilan,
kemandirian, dan sikap untuk menemukan, mengembangkan,
serta menerapkan ilmu, teknologi, dan seni, yang bermanfaat
bagi kemanusiaan
o Standar kompetensi lulusan ditetapkan masing-masing P.T.
sesuai dengan karakteristik program studi akademik, vokasi
dan profesi.
Proses pembelajaran harus diarahkan pada pendekatan
kompetensi yang bertujuan untuk dapat menghasilkan lulusan
yang: mudah beradapatasi, memiliki motivasi, kreatif, mandiri,
mempunyai etos kerja yang tinggi, memahami belajar seumur hidup,
berpikir logis dalam menyelesaikan masalah yang merupakan
cerminan adanya perubahan dalam proses pembelajaran
menyangkut: pengetahuan (cognitive), perasaan (affective),
keterampilan (psychomotoric) dan kerjasama (cooperative) seperti
yang telah disinggung sebelumnya.
Sebagai bahan perbandingan, penyusunan standar
kompetensi lulusan Teknik Sipil Udayana juga diambil dari ABET
(Accreditation Board for Engineering and Technology). ABET
merupakan organisasi non-profit di US yang diakui sebagai badan
akreditor untuk program-program college dan universitas di bidang
applied science, computing, engineering, and technology.
Dalam kriteria Program Outcome and Assessment ABET
mensyaratkan bahwa program pengajaran keteknikan harus
mencerminkan kualitas bahwa lulusan yang dihasilkan harus:
a) Mampu menerapkan pengetahuan matematik, sains dan
teknik
55 UNUD-BPMU-05-01-09
b) Mampu merancang dan menyelenggarakan eksperimen,
menganalisis dan menginterpretasi data
c) Mampu merancang suatu sistim, komponen, atau proses untuk
memenuhi kebutuhan yang diharapkan
d) Mampu berfungsi dalam team yang terdiri dari multi disiplin
e) Mampu mengidentifikasi, merumuskan dan memecahkan
persoalan keteknikan
f) Mampu berkomunikasi secara efektif
g) Bersikap profesional dan bertanggung jawab secara etika
h) Berpandangan luas yang diperlukan untuk mengerti dampak
suatu solusi teknik dalam konteks sosial dan global
i) Mengenali kebutuhan dan kemampuan mencapai dalam
proses belajar selama hidup
j) Pengetahuan tentang isu-isu terkini
k) Mampu menggunakan teknik, ketrampilan, dan alat bantu
teknik modern yang perlu dalam praktek keteknikan.
Berdasarkan hal-hal diatas maka ditetapkan jenis kompetensi-
kompetensi yang akan dicapai dalam setiap mata kuliah untuk
membentuk kompetensi lulusan Program Studi Teknik Sipil
Universitas Udayana seperti berikut:
A. Pengetahuan dan Pemahaman (Knowledge and
Understanding) (A1-A2)
1. Mengerti dan memahami sains dasar yaitu matematika,
fisika dan statistika
2. Mengerti dan memahami pendekatan, metode dan kaidah
ilmiah dalam bidang teknik sipil
B. Ketrampilan Intelektual (Intellectual Skill) (B1-B3)
1. Menguasai dan mampu menerapkan pengetahuan
matematika, sains dan teknologi dalam aplikasinya di
bidang Teknik Sipil (a)
56
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
2. Mampu, menguasai, merancang dan menjalankan
eksperimen serta menganalisis dan mengintepretasikan
data (b)
3. Kemampuan untuk mengidentifikasi, memformulasi dan
menyelesaikan masalah-masalah ketekniksipilan (e)
C. Ketrampilan Praktis (Practical Skill) (C1-C3)
1. Menguasai teknologi yang berhubungan dengan teknik
sipil dan memanfaatkan dengan efektif dan efisien
2. Menguasai teknik, keahlian dan piranti modern yang
diperlukan untuk mendukung proses-proses penyelesaian
bidang teknik sipil (k)
3. Merancang sistem, komponen atau proses untuk
memenuhi kebutuhan yang diharapkan (c)
D. Ketrampilan Manajerial dan Sikap (Managerial Skill and
Attitude) (D1-D8)
1. Menjunjung tinggi norma, tata nilai, moral, agama, etika
dan tanggung jawab profesional sebagai sarjana teknik
sipil (f)
2. Mampu berkomunikasi secara efektif dalam bidang
teknik sipil khususnya dan masyarakat luas dalam bahasa
Indonesia dan bahasa Inggris (g)
3. Mengerti dampak penyelesaian teknik sipil yang
diambilnya terhadap masyarakat, lingkungan dan global
(h)
4. Mampu berpikir secara logis dan analitis untuk
menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi secara
profesional
5. Mempunyai motivasi untuk mengikuti perkembangan
teknologi dan ilmu pengetahuan secara intelektual dan
kultural
57 UNUD-BPMU-05-01-09
6. Kesadaran untuk mengembangkan diri seumur hidup
dan kemampuan untuk menjalankannya (i)
7. Mampu bekerjasama dalam team (multidisiplin) dan
menyesuaikan diri dengan cepat di lingkungan kerja. (d)
8. Pengetahuan tentang isu-isu terkini (j)
Standar kompetensi lulusan di atas kemudian dipetakan
ke masing-masing mata kuliah yang ada di Jurusan Teknik Sipil
Universitas Udayana baik dalam bentuk matrik Peta Kurikulum
maupun dalam bentuk tabel berupa Peta Kurikulum dan
Kompetensinya. Peta kurikulum menggambarkan peran masing-
masing mata kuliah dan kegiatan akademik dalam pencapaian
kompetensi lulusan. Melalui peta kurikulum pengisian substansi
dan metoda pembelajaran dapat dibuat lebih mudah.
58
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
Lampiran 4
Contoh Kurikulum
Sesuai dengan Kepmen Diknas RI No. 232/U/2000 dan
Kepmen Diknas RI No. 045/U/2000. format kurikulum kurikulum
terdiri dari 5 kelompok mata kuliah yaitu: kelompok Mata Kuliah
Pengembangan Kepribadian (MPK), kelompok Mata Kuliah
Keilmuan dan Ketrampilan (MKK), kelompok Mata Kuliah Keahlian
Berkarya (MKB), kelompok Mata Kuliah Prilaku Berkarya (MPB)
dan kelompok Mata Kuliah Berkehidupan Bersama (MBB).
Dalam ketentuan Kepmen Diknas RI No. 232/U/2000
dinyatakan, bahwa yang dimaksud dengan:
1. Kelompok MPK adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran
untuk mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan
bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti
luhur, berkepribadian mantap, dan mandiri serta mempunyai
rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan
2. Kelompok MKK adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran
yang ditujukan terutama untuk memberikan landasan
penguasaan ilmu dan ketrampilan tertentu.
3. Kelompok MKB adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran
yang bertujuan menghasilkan tenaga ahli dengan kekaryaan
berdasarkan ilmu dan ketrampilan yang dikuasai
4. Kelompok MPB adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran
yang bertujuan untuk membentuk sikap dan perilaku yang
diperlukan seseorang dalam berkarya menurut tingkat
keahlian berdasarkan ilmu dan ketrampilan yang dikuasai.
5. Kelompok MBB adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran
yang diperlukan seseorang untuk dapat memahami kaidah
berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian
dalam berkarya
59 UNUD-BPMU-05-01-09
Dalam ketentuan Kepmen Diknas RI No. 045/U/2002
disebutkan, bahwa kelima kelompok mata kuliah tersebut dibagi
Kurikulum Inti (yang terdiri dari mata kuliah bersifat kompetensi
utama) dan Kurikulum Institusional (yang terdiri dari mata kuliah
bersifat kompetensi pendukung dan kompetensi lainnya). Muatan
Kurikulum Inti ditentukan berkisar antara 40% s/d 80% dari
jumlah SKS minimum kurikulum program sarjana. Sedangkan
muatan Kurikulum Institusional ditentukan terdiri dari mata kuliah
bersifat kompetensi pendukung berkisar antara 20% s/d 40% dan
mata kuliah bersifat kompetensi lainnya berkisar antara 0% s/d
30%, seperti ditunjukkan oleh Tabel 1.
Tabel 1: Pengelompokan Mata Kuliah menurut Kepmen
Diknas RI No. 232/U/2002 dan 045/U/2002
ELEMEN KOMPETENSI
KELOMPOK MATA
KULIAH
KURIKULUM
INTI
KURIKULUM INSTITUSIONAL
KOMPETENSI
UTAMA
KOMPETENSI
PENDUKUNG
KOMPETENSI
LAINNYA
1. MPK: KMK
PENGEMBANGAN
KEPRIBADIAN
40% - 80% 20% - 40% 0% - 30%
2. MKK: KMK
KEILMUAN DAN
KETRAMPILAN
3. MKB: KMK
KEAHLIAN
BERKARYA
4. MPB: KMK PRILAKU
BERKARYA
5. MBB: KMK
BERKEHIDUPAN
BERSAMA
60
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
Tabel 2 menunjukkan sebaran kelompok mata kuliah pada
kurikulum inti (semuanya mata kuliah kompetensi utama) dan
pada kurikulum institusional (mata kuliah kompetensi pendukung
dan kompetensi lainnya). Dalam hal ini tidak ada pedoman resmi
yang mengatur sebaran kelompok-kelompok mata kuliah ke dalam
kurikulum inti dan institusional.
Tabel 2: Prosentase SKS pada Kelompok Mata Kuliah dalam
Kurikulum Inti dan Institusional
KOMPETENSI MATA
KULIAH DALAM
KELOMPOK KURIKULUM
Jumlah SKS
%
Kur Inti
Kur
Insitusional
Total
KELOMPOK MATA KULIAH
Komp.
Utama
Komp.
Pendukung
dan Komp.
Lainnya
MPK (MK Pengembangan
Kepribadian) =
6 5 11 7.64
MKK (MK Keilmuan dan
Ketrampilan) =
44 10 54 37.50
MKB (MK Keahlian
Berkarya) =
48 22 70 48.61
MPB (MK Prilaku Berkarya)
=
2 0 2 1.39
MBB (MK Berkehidupan
Bersama) =
7 0 7 4.86
Total SKS minimum untuk
Sarjana =
107 37 144 100.00
Sedangkan Tabel 3 menunjukkan SKS minimum dan
maksimum yang harus dicapai seorang sarjana pada kelompok
mata kuliah yang diwajibkan dan mata kuliah pilihan. Jumlah SKS
minimum yang harus dicapai seorang sarjana adalah 144 SKS yang
terdiri dari 138 SKS wajib dan 6 SKS pilihan wajib. Sedangkan
seorang sarjana juga dibolehkan mencapai maksimum 160 SKS
61 UNUD-BPMU-05-01-09
yang terdiri dari 138 SKS wajib, 6 SKS pilihan wajib dan 22 SKS
pilihan bebas. Dalam struktur kurikulum disediakan 46 SKS dari
23 jenis mata kuliah pilihan yang membebaskan mahasiswa untuk
mengambilnya baik dijadikan SKS pilihan wajib maupun SKS pilihan
bebas.
Tabel 3: Jumlah SKS Wajib dan Pilihan Bebas Minimum dan
Maksimum untuk Sarjana
KOMPETENSI MATA
KULIAH DALAM KELOMPOK
KURIKULUM
Jumlah SKS
Kur Inti Kur Insitusional
Total

JUMLAH SKS WAJIB DAN
PILIHAN
Komp.
Utama
Komp.
Pendukung dan
Komp. Lainnya
Jumlah SKS Wajib = 107 31 138
Jumlah SKS Pilihan Bebas
Minimum =
6 6
Jumlah SKS Wajib dan Pilihan
Bebas Minimum =
107 37 144
Proporsi Kurikulum Inti dan
Institusional (dalam %) =
74.31 25.69 100.00
Jumlah SKS MKB Pilihan Bebas
Maksimal =
22 22
Jumlah SKS Wajib dan Pilihan
Bebas Maksimal =
107 53 160
Proporsi Kurikulum Inti dan
Institusional (dalam %) =
66.88 33.13 100.00
Selanjutnya informasi mata kuliah secara rinci ditunjukkan
oleh tabel-tabel berikut. Tabel 4 menunjukkan susunan mata kuliah
per semester, sedangkan Tabel 5 menunjukkan kelompok mata
kuliah .
62
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
T
a
b
e
l

Ͷ
Ǥ

S
u
s
u
n
a
n

a
t
a
u

F
o
r
m
a
s
i

M
a
t
a

K
u
l
i
a
b

P
e
r

S
e
m
e
s
t
e
r


T
e
r
m

N
o
Ǥ

K
o
d
e

M
a
t
a

K
u
l
i
a
b

M
a
t
a

K
u
l
i
a
b

S
K
S

K
l
p

M
K


K
u
r
i
k
u
l
u
m

I
n
t
i

Ȁ

I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

P
r
a
s
y
a
r
a
t

K
o
m
p
e
t
e
n
s
i



ͳ

N
A
Ǧ
ͳ
ͳ
Ͳ
͸

K
A
L
K
0
L
0
S

ͳ

͵
N
K
K
K
u
i
Ǥ

I
n
t
i
N
ǤA
A
ͳ
ǡ

B
ͳ


ʹ

F
I
Ǧ
ͳ
ͳ
ͳ
Ͷ

F
I
S
I
K
A

B
A
S
A
R

I

ʹ

N
K
K

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

N
ǤA

A
ͳ
ǡ

B
ͳ

S
M
T


͵

K
I
Ǧ
ͳ
ͳ
ͳ
͵

K
I
N
I
A

B
A
S
A
R

͵

N
K
K

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

N
ǤA

A
ͳ
ǡ

A
ʹ
ǡ

B
ͳ
ǡ

B
ʹ

I

Ͷ

K
0
Ǧ
ͳ
ͳ
Ͳ
Ͷ

B
A
B
A
S
A

I
N
B
0
N
E
S
I
A

ʹ

N
P
K

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

N
ǤA

B
ʹ
ǡ

B
ͷ



ͷ

K
0
Ǧ
ͳ
ͳ
Ͳ
ͷ

B
A
B
A
S
A

I
N
u
u
R
I
S

͵

N
P
K

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

N
ǤA

B
ʹ
ǡ

B
ͷ
ǡ
B
͸



͸

N
A
Ǧ
ͳ
ͳ
ͳ
ʹ

P
E
N
R
0
u
R
A
N
A
N

K
0
N
P
0
T
E
R
ǡ

L

ʹ
N
K
B
K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

N
ǤA
A
ͳ
ǡ
C
ͳ
ǡ
C
ʹ


͹

T
S
Ǧ
ͳ
ͳ
ͳ
͹

N
E
N
u
u
A
N
B
A
R

T
E
K
N
I
K
ǡ
T

͵

N
K
B

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

N
ǤA

A
ʹ
ǡ
C
ʹ







T
U
T
A
L

ͳ
ͺ











ͳ

K
0
Ǧ
ͳ
ʹ
Ͳ
͵

P
E
N
B
I
B
I
K
A
N

K
E
W
A
R
u
A
N
E
u
A
R
A
A
N
ʹ
N
P
K
K
u
i
Ǥ

I
n
t
i
N
ǤA
B
ͳ


ʹ

N
A
Ǧ
ͳ
ʹ
Ͳ
͹

K
A
L
K
0
L
0
S

ʹ

͵

N
K
K

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

N
ǤA

A
ͳ
ǡ

B
ͳ



͵

F
I
Ǧ
ͳ
ʹ
ͳ
ͷ

F
I
S
I
K
A

B
A
S
A
R

I
I

͵

N
K
K

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

N
ǤA

A
ͳ
ǡ

B
ͳ
ǡ
B
ʹ

S
M
T


Ͷ

T
S
Ǧ
ͳ
ʹ
ͳ
ͺ

S
T
A
T
I
K
A

͵

N
K
K

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

N
ǤA

A
ͳ

I
I

ͷ

T
S
Ǧ
ͳ
ʹ
͵
͸

N
E
K
A
N
I
K
A

F
L
0
I
B
A
ʹ
N
K
K
K
u
i
Ǥ

I
n
t
i
N
ǤA
A
ʹ
ǡ

B
ͳ


͸

T
S
Ǧ
ͳ
ʹ
ͷ
͵

u
E
0
L
0
u
I

T
E
K
N
I
K

ʹ

N
K
K

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

N
ǤA

A
ͳ



͹

N
A
Ǧ
ͳ
ʹ
ͳ
ͳ

S
T
A
T
I
S
T
I
K
A

͵
N
K
K
K
u
i
Ǥ

I
n
t
i
N
ǤA
A
ͳ
ǡ

B
ʹ
ǡB
͵
ǡ
C
ʹ






T
U
T
A
L
ͳ
ͺ

























ͳ

N
A
Ǧ
ʹ
ͳ
Ͳ
ͺ

A
L
}
A
B
A
R

L
I
N
I
E
R

͵
N
K
K
K
u
i
Ǥ

I
n
t
i
K
a
l
k
u
l
u
s

I
I
A
ͳ
ǡ

B
ͳ
ǡ
C
ʹ


ʹ

T
S
Ǧ
ʹ
ͳ
ʹ
͵

N
E
K
A
N
I
K
A

B
A
B
A
N
͵
N
K
B
K
u
i
Ǥ

I
n
t
i
S
t
a
t
i
k
a
ǡ

K
a
l
k
u
l
u
s

I
I
A
ʹ


͵

T
S
Ǧ
ʹ
ͳ
ʹ
ͳ

T
E
K
N
0
L
0
u
I

B
A
B
A
N

ʹ

N
K
B

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

S
t
a
t
i
s
t
i
k
a

A
ʹ
ǡ

B
͵

S
N
T


Ͷ

T
S
Ǧ
ʹ
ͳ
͵
͹

B
I
B
R
0
L
I
K
A

͵

N
K
K

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

N
e
k
a
n
i
k
a

F
l
u
i
u
a

A
ʹ
ǡ

B
ʹ
ǡ
C
ʹ

I
I
I

ͷ

T
S
Ǧ
ʹ
ͳ
Ͷ
Ͷ

I
L
N
0

0
K
0
R

T
A
N
A
B
ǡ

L
͵
N
K
B
K
u
i
Ǥ

I
n
t
i
N
ǤA
A
ʹ
ǡ

B
ʹ
ǡ
B
ͷ
ǡ
B
ͺ


͸

T
S
Ǧ
ʹ
ͳ
ͷ
Ͷ

N
E
K
A
N
I
K
A

T
A
N
A
B

I

ʹ

N
K
K

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

u
e
o
l
o
g
i

T
e
k
n
i
k

A
ʹ



͹

T
S
Ǧ
ʹ
ͳ
͵
ͺ

B
I
B
R
0
L
0
u
I

ʹ

N
K
K

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

S
t
a
t
i
s
t
i
k
a

A
ʹ
ǡ

B
ʹ
ǡ
C
ʹ







T
U
T
A
L
ͳ
ͺ





63 UNUD-BPMU-05-01-09
T
e
r
m

N
o
Ǥ

K
o
d
e

M
a
t
a

K
u
l
i
a
b

M
a
t
a

K
u
l
i
a
b

S
K
S

K
l
p

M
K


K
u
r
i
k
u
l
u
m

I
n
t
i

Ȁ

I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

P
r
a
s
y
a
r
a
t

K
o
m
p
e
t
e
n
s
i



ͳ

N
A
Ǧ
ʹ
ʹ
Ͳ
ͻ

P
E
R
S
A
N
A
A
N

B
I
F
E
R
E
N
S
I
A
L

͵

N
K
K

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

K
a
l
k
u
l
u
s

I
I


A
ͳ
ǡ

A
ʹ
ǡ

B
ͳ
ǡ

C
ʹ



ʹ

T
S
Ǧ
ʹ
ʹ
ͳ
ͻ

A
N
A
L
I
S
I
S

S
T
R
0
K
T
0
R

I
͵
N
K
K
K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

N
e
k
a
n
i
k
a

B
a
h
a
n

A
ʹ
ǡ

B
ͳ


͵

T
S
Ǧ
ʹ
ʹ
ͷ
͸

T
E
K
N
I
K

P
0
N
B
A
S
I

I
ʹ
N
K
B
K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

N
e
k
a
n
i
k
a

B
a
h
a
n
ǡ

N
e
k
a
n
i
k
a

T
a
n
a
h

A
ʹ
ǡ

B
ͳ
ǡ

B
͵


Ͷ

T
S
Ǧ
ʹ
ʹ
Ͷ
ͷ

S
I
S
T
I
N

T
R
A
N
S
P
0
R
T
A
S
I

ʹ

N
K
K

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

N
Ǥ
A

A
ʹ


S
N
T


ͷ

T
S
Ǧ
ʹ
ʹ
Ͷ
͸

u
E
0
N
E
T
R
I
K

}
A
L
A
N
ʹ
N
K
K
K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

I
l
m
u

0
k
u
i

T
a
n
a
h
A
ʹ
ǡ

B
ͳ
ǡ

B
͵
ǡ

C
ͳ
ǡ

B
͵
I
v

͸

T
S
Ǧ
ʹ
ʹ
͹
ͳ

E
K
0
N
0
N
I

T
E
K
N
I
K
ʹ
N
K
B
K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

N
e
n
g
g
a
m
b
a
i

T
e
k
n
i
k

A
ʹ
ǡ

C
ʹ


͹

T
S
Ǧ
ʹ
ʹ
Ͷ
ͻ

P
R
A
K
T
E
K

B
A
B
A
N

P
E
R
K
E
R
A
S
A
N

}
A
L
A
N

ͳ

N
K
B

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

T
e
k
n
o
l
o
g
i

B
a
h
a
n

B
ʹ
ǡ

C
͵
ǡ

B
ͳ



ͺ

T
S
Ǧ
ʹ
ʹ
ʹ
ʹ

P
R
A
K
T
E
K

T
E
K
N
0
L
0
u
I

B
A
B
A
N

ͳ

N
K
B

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

T
e
k
n
o
l
o
g
i

B
a
h
a
n

B
ʹ
ǡ

C
͵
ǡ

B
ͳ



ͻ

T
S
Ǧ
ʹ
ʹ
ͷ
ͷ

N
E
K
A
N
I
K
A


T
A
N
A
B

I
I
ʹ
N
K
B
K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

N
e
k
a
n
i
k
a

T
a
n
a
h

I
B
ʹ
ǡ

C
͵
ǡ

B
ͳ






T
U
T
A
L

ͳ
ͺ











ͳ

N
A
Ǧ
͵
ͳ
ͳ
Ͳ

N
A
T
E
N
A
T
I
K
A

N
0
N
E
R
I
K

͵

N
K
K

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

K
a
l
k
u
l
u
s

I
I

A
ͳ
ǡ

A
ʹ
ǡ

B
ͳ
ǡ

C
ʹ



ʹ

T
S
Ǧ
͵
ͳ
ʹ
Ͳ

A
N
A
L
I
S
I
S

S
T
R
0
K
T
0
R

I
I
͵
N
K
K
K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

A
n
a
l
i
s
i
s

S
t
i
u
k
t
u
i

I
A
ʹ
ǡ

C
ʹ


͵

T
S
Ǧ
͵
ͳ
ʹ
Ͷ

S
T
R
0
K
T
0
R

B
E
T
0
N

B
E
R
T
0
L
A
N
u


͵

N
K
B

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

N
e
k
a
n
i
k
a

B
a
h
a
n

A
ʹ
ǡ

B
ͳ

S
N
T


Ͷ

T
S
Ǧ
͵
ͳ
ʹ
ͺ

S
T
R
0
K
T
0
R

K
A
Y
0
ǡ

T

͵

N
K
B

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

A
n
a
l
i
s
i
s

S
t
i
u
k
t
u
i

I

A
ʹ
ǡ

B
ͳ

v

ͷ

T
S
Ǧ
͵
ͳ
Ͷ
Ͳ

I
R
I
u
A
S
I

B
A
N

B
A
N
u
0
N
A
N

A
I
R

ʹ
N
K
B
K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

B
i
u
i
o
l
o
g
i
ǡ

B
i
u
i
o
l
i
k
a

A
ʹ
ǡ

B
ͳ
ǡ

B
ʹ
ǡ

C
ʹ


͸

T
S
Ǧ
͵
ͳ
Ͷ
ʹ

T
E
K
N
I
K

P
A
N
T
A
I
ʹ
N
K
K
K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

N
e
k
a
n
i
k
a

B
a
h
a
n

A
ͳ
ǡ

A
ʹ
ǡ

C
ʹ


͹

T
S
Ǧ
͵
ͳ
Ͷ
͹

P
E
R
A
N
C
A
N
u
A
N

u
E
0
N
E
T
R
I
K

}
A
L
A
N

ͳ

N
K
B

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

u
e
o
m
e
t
i
i
k

}
a
l
a
n

B
ʹ
ǡ

C
ʹ
ǡ

C
͵
ǡ

B
ʹ
ǡ

B
Ͷ



ͺ

T
S
Ǧ
͵
ͳ
ͷ
͹

T
E
K
N
I
K

P
0
N
B
A
S
I


I
I

ʹ
N
K
B
K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

T
e
k
n
i
k

P
o
n
u
a
s
i

I

B
ʹ
ǡ

C
ʹ
ǡ

C
͵
ǡ

B
ʹ
ǡ

B
Ͷ






T
0
T
A
L

ͳ
ͻ








ͳ

T
S
Ǧ
͵
ʹ
ʹ
͸

S
T
R
0
K
T
0
R

B
A
}
A

͵

N
K
B

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

A
n
a
l
i
s
i
s

S
t
i
u
k
t
u
i

I

A
ʹ
ǡ

B
ͳ
ǡ

C
ʹ
ǡ

C
͵
ǡ

B
ͺ



ʹ

T
S
Ǧ
͵
ʹ
ͷ
ͳ

T
E
K
N
I
K

P
E
L
A
B
0
B
A
N

ʹ

N
K
B

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

T
e
k
n
i
k

P
o
n
u
a
s
i
ǡ

T
e
k
n
i
k

P
a
n
t
a
i

A
ʹ
ǡ

B
ͳ
ǡ

C
ͳ
ǡ

B
͵
ǡ

B
ͺ

S
N
T


͵

T
S
Ǧ
͵
ʹ
͵
ͻ

B
R
A
I
N
A
S
E

ʹ
N
K
B
K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

B
i
u
i
o
l
o
g
i
ǡ

B
i
u
i
o
l
i
k
a

A
ʹ
ǡ

B
ͳ
ǡ

C
ͳ
ǡ

C
ʹ
ǡ

B
͵
ǡ

B
ͺ
v
I

Ͷ

T
S
Ǧ
͵
ʹ
ͷ
Ͳ

T
E
K
N
I
K

L
A
L
0

L
I
N
T
A
S

ʹ

N
K
B

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

N
Ǥ
A

A
ʹ
ǡ

B
ͳ
ǡ

C
ͳ
ǡ

C
ʹ
ǡ

B
͵
ǡ

B
ͺ



ͷ

T
S
Ǧ
͵
ʹ
Ͷ
ͺ

P
E
R
K
E
R
A
S
A
N

}
A
L
A
N

ʹ

N
K
B

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

T
e
k
n
o
l
o
g
i

B
a
h
a
n
ǡ

N
e
k
a
n
i
k
a

t
a
n
a
h

A
ʹ
ǡ

B
ͳ
ǡ

C
ͳ
ǡ

C
ʹ
ǡ

B
͵
ǡ

B
ͺ



͸

T
S
Ǧ
͵
ʹ
͵
Ͳ

T
E
K
N
I
K

u
E
N
P
A
͵
N
K
B
K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

A
l
j
a
b
a
i

L
i
n
i
e
i
ǡ
A
n
a
l
i
s
i
s

S
t
i
u
k
t
u
i

I

A
ʹ
ǡ

B
ͳ
ǡ

C
ͳ
ǡ

C
ʹ
ǡ

B
ͺ


͹

T
S
Ǧ
͵
ʹ
ͷ
ʹ

B
A
N
B
A
R

0
B
A
R
A

ʹ

N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

S
i
s
t
i
m

T
i
a
n
s
p
o
i
t
a
s
i

A
ʹ
ǡ

B
ͳ
ǡ

C
ͳ
ǡ

B
͵
ǡ

B
ͺ



ͺ

T
S
Ǧ
͵
ʹ
ʹ
ͷ

P
E
R
A
N
C
A
N
u
A
N

S
T
R
0
K
T
0
R

B
E
T
0
N

B
E
R
T
0
L
A
N
u

ʹ
N
K
B
K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

S
t
i
u
k
t
u
i

B
e
t
o
n

B
e
i
t
u
l
a
n
g
B
ʹ
ǡ

C
ʹ
ǡ

C
͵
ǡ

B
ʹ
ǡ

B
Ͷ


ͻ

T
S
Ǧ
͵
ʹ
Ͷ
ͳ

P
E
R
A
N
C
A
N
u
A
N

I
R
I
u
A
S
I

B
A
N

B
A
N
u
0
N
A
N

A
I
R

ͳ
N
K
B
K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

I
i
i
g
a
s
i

u
a
n

B
a
n
g
u
n
a
n

A
i
i

B
ʹ
ǡ

C
ʹ
ǡ

C
͵
ǡ

B
ʹ
ǡ

B
Ͷ






T
U
T
A
L

ͳ
ͻ









64
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA

T
e
r
m

N
o
Ǥ

K
o
d
e

M
a
t
a

K
u
l
i
a
b

M
a
t
a

K
u
l
i
a
b

S
K
S

K
l
p

M
K


K
u
r
i
k
u
l
u
m

I
n
t
i

Ȁ

I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

P
r
a
s
y
a
r
a
t

K
o
m
p
e
t
e
n
s
i



ͳ

T
S
Ǧ
Ͷ
ͳ
͹
ͻ

I
L
N
0

L
I
N
u
K
0
N
u
A
N

ʹ

N
K
K

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

N
Ǥ
A

A
ͳ
ǡ

A
ʹ
ǡ

B
ʹ
ǡ

B
͵
ǡ

B
ͺ

S
N
T


ʹ

T
S
Ǧ
Ͷ
ͳ
ͺ
Ͳ

T
E
K
N
I
K

P
E
N
Y
E
B
A
T
A
N

L
I
N
u
K
0
N
u
A
N

ʹ

N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

N
Ǥ
A

A
ʹ
ǡ

B
ͳ
ǡ

C
ͳ
ǡ

C
ʹ
ǡ

B
ʹ
ǡ

B
͵
ǡ

B
ͺ

v
I
I

͵

T
S
Ǧ
Ͷ
ͳ
͹
ʹ

N
A
N
A
}
E
N
E
N

K
0
N
S
T
R
0
K
S
I

ʹ

N
K
B

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

E
k
o
n
o
m
i

T
e
k
n
i
k

A
ʹ
ǡ

B
ͳ
ǡ

C
ͳ
ǡ

C
ʹ
ǡ

B
ʹ
Ǧ
Ͷ
ǡ

B
͹
Ǧ
ͺ


Ͷ

T
S
Ǧ
Ͷ
ͳ
͹
Ͳ

N
E
T
0
B
E

P
E
L
A
K
S
A
N
A
A
N

B
A
N

P
E
N
E
L
I
B
A
R
A
A
N

K
0
N
S
T
R
0
K
S
I

ʹ

N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

N
e
k
a
n
i
k
a

T
a
n
a
h
ǡ

T
e
k
n
o
l
o
g
i

B
a
h
a
n

A
ͳ
ǡ

A
ʹ
ǡ
C
ͳ
ǡ
C
ʹ
ǡ
B
͵
ǡ
B
ͺ



ͷ

T
S
Ǧ
Ͷ
ͳ
ʹ
ͻ

T
E
K
N
I
K

}
E
N
B
A
T
A
N

ʹ

N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

A
n
a
l
i
s
i
s

S
t
i
u
k
t
u
i

I
ǡ

S
t
i
u
k
t
u
i

B
e
t
o
n

B
e
i
t
u
l
a
n
g
ǡ

S
t
i
u
k
t
u
i

B
a
j
a

B
ͳ
ǡ

C
ͳ
ǡ
C
ʹ
ǡ
B
ʹ



͸

T
S
Ǧ
Ͷ
ͳ
Ͷ
͵

T
E
K
N
I
K

P
E
N
u
A
N
A
N
A
N

P
A
N
T
A
I

ʹ

N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

T
e
k
n
o
l
o
g
i

B
a
h
a
n
ǡ

T
e
k
n
i
k

P
a
n
t
a
i

A
ʹ
ǡ
B
ͳ
ǡ
C
ͳ
ǡ
C
ʹ
ǡ
B
ʹ
ǡ
B
͵
ǡ
B
ͺ



͹

T
S
Ǧ
Ͷ
ͳ
ͳ
͸

N
E
T
0
B
E

P
E
N
E
L
I
T
I
A
N

ʹ

N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

B
a
h
a
s
a

I
n
u
o
n
e
s
i
a
ǡ

S
t
a
t
i
s
t
i
k
a
ǡ

ͻ
Ͳ

S
K
S

A
ʹ
ǡ
B
ͳ
ǡ
B
ʹ
ǡ
B
͵
ǡ
B
ʹ
Ǧ
Ͷ
ǡ
B
ͺ



ͺ

T
S
Ǧ
Ͷ
ͳ
ʹ
͹

P
E
R
A
N
C
A
N
u
A
N

S
T
R
0
K
T
0
R

B
A
}
A

ͳ

N
K
B

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

S
t
i
u
k
t
u
i

B
a
j
a

B
ʹ
ǡ
C
ʹ
ǡ
C
͵
ǡ
B
ʹ
ǡ
B
Ͷ



ͻ

T
S
Ǧ
Ͷ
ͳ
ͺ
ʹ

K
E
R
}
A

P
R
A
K
T
E
K

͵

N
B
B

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

L
i
h
a
t

P
e
u
o
m
a
n

K
P

C
ͳ
ǡ
C
ʹ
ǡ
C
͵
ǡ
B
ͳ
Ǧ
ͺ







T
U
T
A
L

ͳ
ͺ





























ͳ

K
0
Ǧ
Ͷ
ʹ
Ͳ
ͳ

P
E
N
B
I
B
I
K
A
N

A
u
A
N
A

ʹ

N
P
K

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

N
Ǥ
A

B
ͳ

S
N
T


ʹ

K
0
Ǧ
Ͷ
ʹ
Ͳ
ʹ

P
E
N
B
I
B
I
K
A
N

P
A
N
C
A
S
I
L
A

ʹ

N
P
K

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

N
Ǥ
A

B
ͳ

v
I
I
I

͵

T
S
Ǧ
Ͷ
ʹ
͹
ͺ

A
S
P
E
K

B
0
K
0
N

P
E
N
B
A
N
u
0
N
A
N

ʹ

N
P
B

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

N
Ǥ
A

A
ʹ
ǡ
B
͵
ǡ
B
ͳ
ǡ
B
͵
ǡ
B
Ͷ
ǡ
B
ͺ



Ͷ



P
I
L
I
B
A
N

ͳ

ʹ

N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

N
a
t
a

K
u
l
i
a
h

P
i
l
i
h
a
n
ǡ

m
i
n
i
m
a
l

u
i
p
i
l
i
h

ʹ

m
a
t
a

k
u
l
i
a
h

u
a
l
a
m

s
a
t
u

b
i
u
a
n
g





ͷ



P
I
L
I
B
A
N

ʹ

ʹ

N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l





͸



P
I
L
I
B
A
N

͵

ʹ

N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l





͹

T
S
Ǧ
Ͷ
ʹ
ͻ
ͻ

T
0
u
A
S

A
K
B
I
R

Ͷ

N
B
B

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

L
i
h
a
t

P
e
u
o
m
a
n

T
A

B
ͳ
Ǧ
͵
ǡ

C
ͳ
Ǧ
͵
ǡ
B
ͳ
Ǧ
ͺ







T
U
T
A
L

ͳ
͸

































T
U
T
A
L

S
K
S

ͳ
Ͷ
Ͷ









65 UNUD-BPMU-05-01-09
M
a
t
a

K
u
l
i
a
b

P
i
l
i
b
a
n

T
e
r
m

N
o
Ǥ

K
o
d
e

M
a
t
a

K
u
l
i
a
b

M
a
t
a

K
u
l
i
a
b

S
K
S

K
l
p

M
K


S
K

ʹ
͵
ʹ
Ȁ
0
Ȁ
̵
Ͳ
Ͳ

Ƭ

Ͳ
Ͷ
ͷ
Ȁ
0
Ȁ
Ͳ
ͷ

K
u
r
i
k
u
l
u
m

I
n
t
i

Ȁ

I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

P
r
a
s
y
a
r
a
t
K
o
m
p
e
t
e
n
s
i







B
I
D
A
N
C

S
T
R
U
K
T
U
R










ͳ

T
S
Ǧ
ͷ
Ͳ
ͳ
ͳ

A
N
A
L
I
S
I
S

S
T
R
0
K
T
0
R

L
A
N
}
0
T

ʹ
N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

A
n
a
l
i
s
i
s

S
t
i
u
k
t
u
i

I
I

A
ʹ
ǡ
C
͵
ǡ
B
ʹ
ǡB
ͺ


ʹ

T
S
Ǧ
ͷ
Ͳ
ͳ
ʹ

P
E
N
u
A
N
T
A
R

N
E
T
0
B
E

E
L
E
N
E
N

B
I
N
u
u
A


ʹ
N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

A
n
a
l
i
s
i
s

S
t
i
u
k
t
u
i

I
I

A
ʹ
ǡ
C
͵
ǡ
B
ʹ
ǡB
ͺ



͵

T
S
Ǧ
ͷ
Ͳ
ͳ
͵

P
E
R
A
N
C
A
N
u
A
N

S
T
R
0
K
T
0
R

ʹ
N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

S
t
i
u
k
t
u
i

B
e
t
o
n

B
e
i
t
u
l
a
n
g
ǡ
S
t
i
u
k
t
u
i

B
a
j
a

A
ʹ
ǡ
B
ͳ
ǡC
ͳ
ǡC
ʹ
ǡ
B
ͺ


Ͷ

T
S
Ǧ
ͷ
Ͳ
ͳ
Ͷ

S
T
R
0
K
T
0
R

K
0
N
P
0
S
I
T


ʹ
N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

S
t
i
u
k
t
u
i

B
e
t
o
n

B
e
i
t
u
l
a
n
g
ǡ
S
t
i
u
k
t
u
i

B
a
j
a

A
ʹ
ǡ
B
ͳ
ǡC
ͳ
ǡC
ʹ
ǡ
B
ͺ


ͷ

T
S
Ǧ
ͷ
Ͳ
ͳ
ͷ

B
E
T
0
N

P
R
A
T
E
K
A
N


ʹ
N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

S
t
i
u
k
t
u
i

B
e
t
o
n

B
e
i
t
u
l
a
n
g


A
ʹ
ǡ
B
ͳ
ǡC
ͳ
ǡC
ʹ
ǡ
B
ͺ






B
I
D
A
N
C

T
R
A
N
S
P
U
R
T









͸

T
S
Ǧ
ͷ
Ͳ
ʹ
ͳ

N
A
N
A
}
E
N
E
N

L
A
L
0

L
I
N
T
A
S


ʹ
N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

T
e
k
n
i
k

L
a
l
u

L
i
n
t
a
s

A
ʹ
ǡ
B
ͳ
ǡC
ͳ
ǡC
ʹ
ǡ
B
ͺ


͹

T
S
Ǧ
ͷ
Ͳ
ʹ
ʹ

P
E
R
A
N
C
A
N
u
A
N

T
R
A
N
S
P
0
R
T
A
S
I

K
0
T
A


ʹ
N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

S
i
s
t
i
m

T
i
a
n
s
p
o
i
t
a
s
i
A
ʹ
ǡ
B
ͳ
ǡB
͵
ǡC
ͳ
ǡC
ʹ
ǡB
ͺ


ͺ

T
S
Ǧ
ͷ
Ͳ
ʹ
͵

T
E
K
N
0
L
0
u
I

P
E
R
K
E
R
A
S
A
N

B
A
N

P
E
N
E
L
I
B
A
R
A
A
N

}
A
L
A
N


ʹ
N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

P
i
a
k
t
e
k

B
a
h
a
n

P
e
i
k
e
i
a
s
a
n

}
a
l
a
n
ǡ

P
e
i
k
e
i
a
s
a
n

}
a
l
a
n

A
ʹ
ǡ
B
ͳ
ǡC
ͳ
ǡC
ʹ
ǡ
B
ͺ


ͻ

T
S
Ǧ
ͷ
Ͳ
ʹ
Ͷ

S
I
S
T
E
N

T
R
A
N
S
P
0
R
T
A
S
I

L
A
N
}
0
T

ʹ
N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

S
i
s
t
i
m

T
i
a
n
s
p
o
i
t
a
s
i
A
ʹ
ǡ
B
ͳ
ǡC
ͳ
ǡC
ʹ
ǡ
B
ͺ




B
I
D
A
N
C

S
U
M
B
E
R

D
A
Y
A

A
I
R







ͳ
Ͳ

T
S
Ǧ
ͷ
Ͳ
͵
ͳ

T
E
K
N
I
K

B
E
N
B
0
N
u
A
N


ʹ
N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

I
i
i
g
a
s
i

Ƭ
B
a
n
g
u
n
a
n

A
i
i
ǡ

N
e
k
a
n
i
k
a

T
a
n
a
h

I

Ƭ

I
I

A
ʹ
ǡ
B
ͳ
ǡC
ͳ
ǡC
ʹ
ǡ
B
ͺ


ͳ
ͳ

T
S
Ǧ
ͷ
Ͳ
͵
ʹ

P
E
N
u
E
N
B
A
N
u
A
N

S
0
N
B
E
R

B
A
Y
A

A
I
R

ʹ
N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

I
i
i
g
a
s
i

u
a
n

B
a
n
g
u
n
a
n

A
i
i

A
ʹ
ǡ
B
ͳ
ǡC
ͳ
ǡC
ʹ
ǡ
B
ʹ
ǡB
ͺ


ͳ
ʹ

T
S
Ǧ
ͷ
Ͳ
͵
͵

T
R
A
N
S
P
0
R
T
A
S
I

S
E
B
I
N
E
N

ʹ
N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

B
i
u
i
o
l
i
k
a

A
ʹ
ǡ
B
ͳ
ǡC
ͳ
ǡC
ʹ
ǡ
B
ͺ


ͳ
͵

T
S
Ǧ
ͷ
Ͳ
͵
Ͷ

N
0
B
E
L

B
I
B
R
A
0
L
I
K


ʹ
N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

I
i
i
g
a
s
i

u
a
n

B
a
n
g
u
n
a
n

A
i
i

A
ʹ
ǡ
B
ͳ
ǡC
ͳ
ǡC
ʹ
ǡ
B
ͺ



B
I
D
A
N
C

C
E
U
L
U
C
I

T
E
K
N
I
K








ͳ
Ͷ

T
S
Ǧ
ͷ
Ͳ
Ͷ
ͳ

u
E
0
L
0
u
I

T
E
K
N
I
K

L
A
N
}
0
T

ʹ
N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

u
e
o
l
o
g
i

T
e
k
n
i
k

A
ʹ
ǡ
B
ͳ
ǡC
ͳ
ǡC
ʹ
ǡ
B
ͺ


ͳ
ͷ

T
S
Ǧ
ͷ
Ͳ
Ͷ
ʹ

N
E
K
A
N
I
K
A

T
A
N
A
B

L
A
N
}
0
T

ʹ
N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

N
e
k
a
n
i
k
a

T
a
n
a
h

I

u
a
n

I
I

A
ʹ
ǡ
B
ͳ
ǡC
ͳ
ǡC
ʹ
ǡ
B
ͺ


ͳ
͸

T
S
Ǧ
ͷ
Ͳ
Ͷ
͵

T
E
K
N
I
K

P
0
N
B
A
S
I

L
A
N
}
0
T


ʹ
N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

T
e
k
n
i
k

P
o
n
u
a
s
i

I

u
a
n

I
I

A
ʹ
ǡ
B
ͳ
ǡC
ͳ
ǡC
ʹ
ǡ
B
ͺ


ͳ
͹

T
S
Ǧ
ͷ
Ͳ
Ͷ
Ͷ

N
E
T
0
B
E

P
E
R
B
A
I
K
A
N

T
A
N
A
B

ʹ
N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

N
e
k
a
n
i
k
a

T
a
n
a
h

I

u
a
n

I
I

A
ʹ
ǡ
B
ͳ
ǡC
ͳ
ǡC
ʹ
ǡ
B
ͺ



B
I
D
A
N
C

M
A
N
A
)
E
M
E
N

K
U
N
S
T
R
U
K
S
I








ͳ
ͺ

T
S
Ǧ
ͷ
Ͳ
ͷ
ͳ

N
A
N
A
}
E
N
E
N

K
0
N
S
T
R
0
K
S
I

L
A
N
}
0
T

ʹ
N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

N
a
n
a
j
e
m
e
n

K
o
n
s
t
i
u
k
s
i
A
ʹ
ǡ
B
ͳ
ǡC
ͳ
ǡC
ʹ
ǡ
B
ͺ


ͳ
ͻ

T
S
Ǧ
ͷ
Ͳ
ͷ
ʹ

A
N
A
L
I
S
I
S

S
I
S
T
I
N


ʹ
N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

K
o
m
p
u
t
e
i
A
ʹ
ǡ
B
ͳ
ǡC
ͳ
ǡC
ʹ
ǡ
B
ͺ


ʹ
Ͳ

T
S
Ǧ
ͷ
Ͳ
ͷ
͵

N
A
N
A
}
E
N
E
N

N
0
T
0

T
E
R
P
A
B
0


ʹ
N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

N
Ǥ
A

A
ʹ
ǡ
B
ͳ
ǡC
ͳ
ǡC
ʹ
ǡ
B
ͺ


ʹ
ͳ

T
S
Ǧ
ͷ
Ͳ
ͷ
Ͷ

N
A
N
A
}
E
N
E
N

S
0
N
B
E
R

B
A
Y
A

N
A
N
0
S
I
A


ʹ
N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

N
Ǥ
A

A
ʹ
ǡ
B
ͳ
ǡC
ͳ
ǡC
ʹ
ǡ
B
ͺ


ʹ
ʹ

T
S
Ǧ
ͷ
Ͳ
ͷ
ͷ

A
K
0
N
T
A
N
S
I

B
I
A
Y
A

P
R
0
Y
E
K


ʹ
N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

E
k
o
n
o
m
i

T
e
k
n
i
k

A
ʹ
ǡ
B
ͳ
ǡC
ͳ
ǡC
ʹ
ǡ
B
ͺ


ʹ
͵

T
S
Ǧ
ͷ
Ͳ
͸
Ͳ

T
0
P
I
K

K
B
0
S
0
S

ȋ
I
N
B
I
v
I
B
0
A
L

S
T
0
B
Y
Ȍ


ʹ
N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

S
y
a
i
a
t

k
h
u
s
u
s

A
ʹ
ǡ
B
ͳ
ǡC
ͳ
ǡC
ʹ
ǡ
B
ͺ
66
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
Tabel ͷǤ Kurikulum Inti Dan Kurikulum Institusional

KelomǦpok
Mata
Kuliab
No


Kode Mata
Kuliab



Mata Kuliab

)umlab SKS
KurǤ Inti KurǤ Instǯl Total

KompǤ
Utama
KompǤ P Ƭ
Lainnya
AǤ ͳ K0ǦͶʹͲͳ PENBIBIKAN AuANA ʹ ʹ
NPK ʹ K0ǦͶʹͲʹ PENBIBIKAN PANCASILA ʹ ʹ
͵ K0ǦͳʹͲ͵ PENBǤ KEWARuANEuARAAN ʹ ʹ
Ͷ K0ǦͳͳͲͶ BABASA INB0NESIA ʹ ʹ
ͷ K0ǦͳͳͲͷ BABASA INuuRIS ͵ ͵
}umlah SKS NPKǣ ͸ ͷ ͳͳ
BǤ ͳ NAǦͳͳͲ͸ KALK0L0S I ͵ ͵
NKK ʹ NAǦͳʹͲ͹ KALK0L0S II ͵ ͵
͵ NAǦʹͳͲͺ AL}ABAR LINEAR ͵ ͵
Ͷ NAǦʹʹͲͻ PERSANAAN BIFERENSIAL ͵ ͵
ͷ NAǦ͵ͳͳͲ NATENATIKAN0NERIK ͵ ͵
͸ FIǦͳͳͳͶ FISIKA BASAR I ʹ ʹ
͹ FIǦͳʹͳͷ FISIKA BASAR II ͵ ͵
ͺ KIǦͳͳͳ͵ KINIA BASAR ͵ ͵
ͻ NAǦͳʹͳͳ STATISTIKA ͵ ͵
ͳͲ TSǦͳʹͳͺ STATIKA ͵ ͵
ͳͳ TSǦʹʹͳͻ ANALISIS STR0KT0R I ͵ ͵
ͳʹ TSǦ͵ͳʹͲ ANALISIS STR0KT0R II ͵ ͵
ͳ͵ TSǦͳʹ͵͸ NEKANIKA FL0IBA ʹ ʹ
ͳͶ TSǦʹͳ͵͹ BIBR0LIKA ͵ ͵
ͳͷ TSǦʹͳ͵ͺ BIBR0L0uI ʹ ʹ
ͳ͸ TSǦͳʹͷ͵ uE0L0uI TEKNIK ʹ ʹ
ͳ͹ TSǦͳʹͷ͵ NEKANIKA TANAB I ʹ ͵
ͳͺ TSǦ͵ͳͶʹ TEKNIK PANTAI ʹ ʹ
ͳͻ TSǦʹʹͶͷ SISTIN TRANSP0RTASI ʹ ʹ
ʹͲ TSǦʹʹͶ͸ uE0NETRIK }ALAN ʹ ʹ
ʹͳ TSǦͶͳ͹ͻ ILN0LINuK0NuAN ʹ ʹ
}umlah SKS NKKǣ ͶͶ ͳͲ ͷͶ
67 UNUD-BPMU-05-01-09
Kelompok
Mata
Kuliab
No


Kode Mata
Kuliab



Mata Kuliab

)umlab SKS
KurǤ Inti KurǤ Instǯl
Total

KompǤ
Utama
KompǤ P Ƭ
Lainnya
CǤ ͳ TSǦͳͳͳʹ
PENR0uRANAN K0NP0TER Ϊ
PRAKTEK LAB ʹ ʹ
NKB ʹ TSǦʹͳͶͶ ILN00K0R TANAB Ϊ PRAKTEK ͵ ͵
Wajib ͵ TSǦͳͳͳ͹ NENuuANBAR TEKNIK Ϊ PRAKTEK ͵ ͵
Ͷ TSǦ͵ʹ͵Ͳ TEKNIK uENPA ͵ ͵
ͷ TSǦʹͳʹͳ TEKN0L0uI BABAN ʹ ʹ
͸ TSǦʹʹͷ͸ TEKNIK F0NBASI I ʹ ͵
͹ TSǦʹͳʹ͵ NEKANIKA BABAN ͵ ͵
ͺ TSǦ͵ͳʹͶ STR0KT0R BET0N BERT0LANu ͵ ͵
ͻ TSǦ͵ʹʹ͸ STR0KT0R BA}A ͵ ͵
ͳͲ TSǦ͵ͳʹͺ STR0KT0R KAY0 Ϊ PERANC ͵ ͵
ͳͳ TSǦ͵ʹ͵ͻ BRAINASE ʹ ʹ
ͳʹ TSǦͶͳͺͲ TEKNIK PENYEBATAN LINuK0NuAN ʹ ʹ
ͳ͵ TSǦ͵ͳͶͲ IRIuASI BAN BANu0NAN AIR ʹ ʹ
ͳͶ TSǦͶͳ͹Ͳ
NET0BE PELAKSANAAN BAN
PENELIBARAAN K0NSTR0KSI ʹ ʹ
ͳͷ TSǦ͵ʹͶͺ PERKERASAN }ALAN ʹ ʹ
ͳ͸ TSǦ͵ʹͷͲ TEKNIK LAL0 LINTAS ʹ ʹ
ͳ͹ TSǦʹʹ͹ͳ EK0N0NI TEKNIK ʹ ʹ
ͳͺ TSǦͶͳ͹ʹ NANA}ENEN K0NSTR0KSI ʹ ʹ
ͳͻ TSǦ͵ʹͷͳ TEKNIK PELAB0BAN ʹ ʹ
ʹͲ TSǦ͵ʹͷʹ BANBAR 0BARA ʹ ʹ
ʹͳ TSǦͶͳͶ͵ TEKNIK PENuANANAN PANTAI ʹ ʹ
ʹʹ TSǦͶͳʹͻ TEKNIK }ENBATAN ʹ ʹ
ʹ͵ TSǦͶͳͳ͸ NET0BE PENELITIAN ʹ ʹ
ʹͶ TSǦ͵ʹʹͷ
PERANCANuAN STR0KT0R BET0N
BERT0LANu ʹ ʹ
ʹͷ TSǦͶͳʹ͹ PERANCǤ STR0KT0R BA}A ͳ ͳ
ʹ͸ TSǦ͵ʹͶͳ
PERANCANuAN IRIuASI BAN
BANu0NAN AIR ͳ ͳ
ʹ͹ TSǦ͵ͳͶ͹ PERANC uE0NETRIK }ALAN ͳ ͳ
ʹͺ TSǦ͵ͳͷ͹ TEKNIK P0NBASI II ʹ ͳ
ʹͻ TSǦʹʹͷͷ NEKANIKA TANAB II ͳ ͳ
͵Ͳ TSǦʹʹʹʹ PRAKTǤ TEKN0L0uI BABAN ͳ ͳ
͵ͳ TSǦʹʹͶͻ
PRAKTEK BABAN PERKERASAN
}ALAN ͳ ͳ
}umlah SKS NKB Wajibǣ Ͷͺ ͳ͸ ͸Ͷ
68
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
KelomǦpok
Mata
Kuliab

No


Kode Mata
Kuliab

Mata Kuliab

)umlab SKS
KurǤ Inti KurǤ Instǯl Total

KompǤ
Utama
KompǤ P Ƭ
Lainnya
CǤ ͳ TSǦͷͲͳͳ ANALISIS STR0KT0R LAN}0T ʹ ʹ
NKB ʹ TSǦͷͲͳʹ PENuANTAR NET0BE ELENEN
BINuuA
ʹ ʹ
Pilihan ͵ TSǦͷͲͳ͵ PERANCANuAN STR0KT0R ʹ ʹ
Ͷ TSǦͷͲͳͶ STR0KT0R K0NP0SIT ʹ ʹ
ͷ TSǦͷͲͳͷ BET0N PRATEKAN ʹ ʹ
͸ TSǦͷͲʹͳ NANA}ENEN LAL0 LINTAS ʹ ʹ
͹ TSǦͷͲʹʹ PERANCǤ TRANSP0RTASI K0TA ʹ ʹ
ͺ TSǦͷͲʹ͵ TEKN0L0uI PERKERASAN BAN
PENELIBARAAN }ALAN
ʹ ʹ
ͻ TSǦͷͲʹͶ SISTIN TRANSP0RTASI LAN}0T ʹ ʹ
ͳͲ TSǦͷͲ͵ͳ TEKNIK BENB0NuAN ʹ ʹ
ͳͳ TSǦͷͲ͵ʹ PENuENBANuAN S0NBER BAYA
AIR
ʹ ʹ
ͳʹ TSǦͷͲ͵͵ TRANSP0RTASI SEBINEN ʹ ʹ
ͳ͵ TSǦͷͲ͵Ͷ N0BEL BIBRA0LIK ʹ ʹ
ͳͶ TSǦͷͲͶͳ uE0L0uI TEKNIK LAN}0T ʹ ʹ
ͳͷ TSǦͷͲͶʹ NEKANIKA TANAB LAN}0T ʹ ʹ
ͳ͸ TSǦͷͲͶ͵ TEKNIK P0NBASI LAN}0T ʹ ʹ
ͳ͹ TSǦͷͲͶͶ NET0BE PERBAIKAN TANAB ʹ ʹ
ͳͺ TSǦͷͲͷͳ NANA}ENEN K0NSTR0KSI LAN}0T ʹ ʹ
ͳͻ TSǦͷͲͷʹ ANALISIS SISTIN ʹ ʹ
ʹͲ TSǦͷͲͷ͵ NANA}ENEN N0T0 TERPAB0 ʹ ʹ
ʹͳ TSǦͷͲͷͶ NANA}ENEN S0NBER BAYA
NAN0SIA
ʹ ʹ
ʹʹ TSǦͷͲͷͷ AK0NTANSI BIAYA PR0YEK ʹ ʹ
ʹ͵ TSǦ͸Ͳ͸Ͳ T0PIK KB0S0S ȋINBIvIB0AL
ST0BYȌ
ʹ ʹ
}umlah SKS NKB Pilihan Teiseuiaǣ Ͷ͸ Ͷ͸
}umlah SKS NKB Pilihan Bebas
Ninimalǣ
͸ ͸
BǤ ͳ TSǦͶʹ͹ͺ ASPEK B0K0N PENBANu0NAN ʹ ʹ
NPB }umlah SKS NPBǣ ʹ Ͳ ʹ
EǤ ͳ TSǦͶͳͺʹ KER}A PRAKTEK ͵ ͵
NBB ʹ TSǦͶʹͻͻ T0uAS AKBIR Ͷ Ͷ
}umlah SKS NBB ͹ Ͳ ͹
69 UNUD-BPMU-05-01-09
N
o
Ǥ

N
A
T
A

K
0
L
I
A
B

s
k
s
)
E
N
I
S

K
U
M
P
E
T
E
N
S
I







A
ͳ

A
ʹ

B
ͳ

B
ʹ

B
͵

C
ͳ

C
ʹ

C
͵

B
ͳ

B
ʹ

B
͵

B
Ͷ

B
ͷ

B
͸

B
͹

B
ͺ


S
E
N
E
S
T
E
R

ͳ



ͳ

K
A
L
K
0
L
0
S

I

͵

































ʹ

F
I
S
I
K
A

B
A
S
A
R

I

ʹ

































͵

K
I
N
I
A

B
A
S
A
R

͵

































Ͷ

B
A
B
A
S
A

I
N
B
0
N
E
S
I
A

ʹ

































ͷ

B
A
B
A
S
A

I
N
u
u
R
I
S

͵

































͸

P
E
N
R
0
u
R
A
N
A
N

K
0
N
P
0
T
E
R
Ϊ
L
A
B

ʹ

































͹

N
E
N
u
u
A
N
B
A
R

T
E
K
N
I
K
Ϊ
P
R
A
K
T
E
K

͵


































T
0
T
A
L


ͳ
ͺ




S
E
N
E
S
T
E
R

ʹ



ͳ

P
E
N
B
I
B
I
K
A
N

K
E
W
A
R
u
A
N
E
u
A
R
A
A
N

ʹ

































ʹ

K
A
L
K
0
L
0
S

ʹ

͵

































͵

F
I
S
I
K
A

B
A
S
A
R

I
I

͵

































Ͷ

S
T
A
T
I
K
A

͵

































ͷ

N
E
K
A
N
I
K
A

F
L
0
I
B
A

ʹ

































͸

u
E
0
L
0
u
I

T
E
K
N
I
K

ʹ

































͹

S
T
A
T
I
S
T
I
K
A

͵


































T
0
T
A
L


ͳ
ͺ


































S
E
N
E
S
T
E
R

͵



ͳ

A
L
}
A
B
A
R

L
I
N
I
E
R

͵

































ʹ

N
E
K
A
N
I
K
A

B
A
B
A
N

͵

































͵

T
E
K
N
0
L
0
u
I

B
A
B
A
N

ʹ

































Ͷ

B
I
B
R
0
L
I
K
A

͵

































L
a
m
p
i
r
a
n

5
C
o
n
t
o
h

P
e
t
a

K
u
r
i
k
u
l
u
m
70
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
ͷ

I
L
N
0

0
K
0
R

T
A
N
A
B

Ϊ

P
R
A
K
T
E
K

͵

































͸

N
E
K
A
N
I
K
A

T
A
N
A
B

I

͵

































͹

B
I
B
R
0
L
0
u
I

ʹ


































T
0
T
A
L

ͳ
ͻ

S
E
N
E
S
T
E
R

Ͷ



ͳ

P
E
R
S
A
N
A
A
N

B
I
F
E
R
E
N
S
I
A
L

͵

































ʹ

A
N
A
L
I
S
I
S

S
T
R
0
K
T
0
R

I

͵

































͵

T
E
K
N
I
K

P
0
N
B
A
S
I

I

͵

































Ͷ

S
I
S
T
I
N

T
R
A
N
S
P
0
R
T
A
S
I

ʹ

































ͷ

u
E
0
N
E
T
R
I
K

}
A
L
A
N

ʹ

































͸

E
K
0
N
0
N
I

T
E
K
N
I
K

ʹ

































͹

P
R
A
K
T
E
K

B
A
B
A
N

P
E
R
K
R
S
N

}
A
L
A
N

ͳ

































ͺ

P
R
A
K
T
E
K

T
E
K
N
0
L
0
u
I

B
A
B
A
N

ͳ

































ͻ

N
E
K
A
N
I
K
A

T
A
N
A
B

I
I

ͳ


































T
0
T
A
L

ͳ
ͺ

S
E
N
E
S
T
E
R

ͷ



ͳ

N
A
T
E
N
A
T
I
K
A

N
0
N
E
R
I
K

͵

































ʹ

A
N
A
L
I
S
I
S

S
T
R
0
K
T
0
R

I
I

͵

































͵

S
T
R
0
K
T
0
R

B
E
T
0
N

B
E
R
T
0
L
A
N
u


͵

































Ͷ

S
T
R
0
K
T
0
R

K
A
Y
0
ǡ

T

͵

































ͷ

I
R
I
u
A
S
I

B
A
N

B
A
N
u
0
N
A
N

A
I
R

ʹ

































͸

T
E
K
N
I
K

P
A
N
T
A
I

ʹ

































͹

P
E
R
A
N
C
A
N
u
A
N

u
E
0
N
E
T
R
I
K

}
A
L
A
N

ͳ

































ͺ

T
E
K
N
I
K

F
0
N
B
A
S
I

I
I

ͳ


































T
0
T
A
L

ͳ
ͺ

71 UNUD-BPMU-05-01-09
N
o
Ǥ

M
A
T
A

K
U
L
I
A
H

s
k
s

)
E
N
I
S

K
U
M
P
E
T
E
N
S
I







A
ͳ
A
ʹ

B
ͳ
B
ʹ

B
͵
C
ͳ

C
ʹ
C
͵

B
ͳ
B
ʹ

B
͵
B
Ͷ
B
ͷ

B
͸
B
͹
B
ͺ


S
E
M
E
S
T
E
R

͸



ͳ

S
T
R
0
K
T
0
R

B
A
}
A

͵

































ʹ

T
E
K
N
I
K

P
E
L
A
B
0
B
A
N

ʹ

































͵

B
R
A
I
N
A
S
E

ʹ

































Ͷ

T
E
K
N
I
K

L
A
L
0

L
I
N
T
A
S

ʹ

































ͷ

P
E
R
K
E
R
A
S
A
N

}
A
L
A
N

ʹ

































͸

T
E
K
N
I
K

u
E
N
P
A

͵

































͹

B
A
N
B
A
R

0
B
A
R
A

ʹ

































ͺ

P
E
R
A
N
C

S
T
R
0
K

B
E
T
0
N

B
E
R
T
0
L
A
N
u

ʹ

































ͻ

P
E
R
A
N
C

I
R
I
u
A
S
I

B
A
N

B
A
N
u
Ǥ

A
I
R

ͳ


































T
U
T
A
L
ͳ
ͻ




S
E
M
E
S
T
E
R

͹


















ͳ

I
L
N
0

L
I
N
u
K
0
N
u
A
N

ʹ

































ʹ

T
E
K
N
I
K

P
E
N
Y
E
B
A
T
A
N

L
I
N
u
K

ʹ

































͵

N
A
N
A
}
E
N
E
N

K
0
N
S
T
R
0
K
S
I

ʹ

































Ͷ

N
E
T

P
E
L
A
K
̵
N

B
A
N

P
E
N
E
L
̵
N

K
0
N
S
T
R
Ǥ

ʹ

































ͷ

T
E
K
N
I
K

}
E
N
B
A
T
A
N

ʹ

































͸

T
E
K
N
I
K

P
E
N
u
A
N
A
N
A
N

P
A
N
T
A
I

ʹ

































͹

N
E
T
0
B
E

P
E
N
E
L
I
T
I
A
N

ʹ

































ͺ

P
E
R
A
N
C
A
N
u
A
N

S
T
R
0
K
T
0
R

B
A
}
A

ͳ

































ͻ

K
E
R
}
A

P
R
A
K
T
E
K

͵


































T
U
T
A
L
ͳ
ͺ




S
E
M
E
S
T
E
R

ͺ


















ͳ

P
E
N
B
I
B
I
K
A
N

A
u
A
N
A

ʹ

































ʹ

P
E
N
B
I
B
I
K
A
N

P
A
N
C
A
S
I
L
A

ʹ

































72
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
͵

A
S
P
E
K

B
0
K
0
N

P
E
N
B
A
N
u
0
N
A
N

ʹ

































Ͷ

N
A
T
A

K
0
L
I
A
B

P
I
L
I
B
A
N

ͳ

ʹ

































ͷ

N
A
T
A

K
0
L
I
A
B

P
I
L
I
B
A
N

ʹ

ʹ

































͸

N
A
T
A

K
0
L
I
A
B

P
I
L
I
B
A
N

͵

ʹ

































͹

T
0
u
A
S

A
K
B
I
R

Ͷ


































T
U
T
A
L

ͳ
͸




T
U
T
A
L

S
E
L
U
R
U
H
N
Y
A

ͳ
Ͷ
Ͷ

M
A
T
A

K
U
L
I
A
H

P
I
L
I
H
A
N


















ͳ

A
N
A
L
I
S
I
S

S
T
R
0
K
T
0
R

L
A
N
}
0
T

ʹ

































ʹ

P
E
N
u
A
N
T
Ǥ

N
E
T
0
B
E

E
L
E
N
E
N

B
I
N
u
u
A

ʹ

































͵

P
E
R
A
N
C
A
N
u
A
N

S
T
R
0
K
T
0
R

ʹ

































Ͷ

S
T
R
0
K
T
0
R

K
0
N
P
0
S
I
T

ʹ

































ͷ

B
E
T
0
N

P
R
A
T
E
K
A
N

ʹ

































͸

N
A
N
A
}
E
N
E
N

L
A
L
0

L
I
N
T
A
S

ʹ

































͹

P
E
R
A
N
C
Ǥ

T
R
A
N
S
P
0
R
T
A
S
I

K
0
T
A

ʹ

































ͺ

T
E
K
Ǥ

P
E
R
K
E
R
S
N

Ƭ

P
E
N
E
L
I
B
R

}
A
L
A
N

ʹ

































ͻ

S
I
S
T
I
N

T
R
A
N
S
P
0
R
T
A
S
I

L
A
N
}
0
T
A
N

ʹ

































ͳ
Ͳ

T
E
K
N
I
K

B
E
N
B
0
N
u
A
N

ʹ

































ͳ
ͳ

P
E
N
u
E
N
B
Ǥ

S
0
N
B
E
R

B
A
Y
A

A
I
R

ʹ

































ͳ
ʹ

T
R
A
N
S
P
0
R
T
A
S
I

S
E
B
I
N
E
N

ʹ

































ͳ
͵

N
0
B
E
L

B
I
B
R
A
0
L
I
K

ʹ

































ͳ
Ͷ

u
E
0
L
0
u
I

T
E
K
N
I
K

L
A
N
}
0
T
A
N

ʹ

































ͳ
ͷ

N
E
K
A
N
I
K
A

T
A
N
A
B

L
A
N
}
0
T
A
N

ʹ

































ͳ
͸

T
E
K
N
I
K

P
0
N
B
A
S
I

L
A
N
}
0
T
A
N

ʹ

































ͳ
͹

N
E
T
0
B
E

P
E
R
B
A
I
K
A
N

T
A
N
A
B

ʹ

































ͳ
ͺ

N
A
N
A
}
E
N
E
N

K
0
N
S
T
Ǥ

L
A
N
}
0
T
A
N

ʹ

































ͳ
ͻ

A
N
A
L
I
S
I
S

S
I
S
T
I
N

ʹ

































ʹ
Ͳ

N
A
N
A
}
E
N
E
N

N
0
T
0

T
E
R
P
A
B
0

ʹ

































ʹ
ͳ

N
A
N
A
}
Ǥ

S
0
N
B
E
R

B
A
Y
A

N
A
N
0
S
I
A

ʹ

































ʹ
ʹ

A
K
0
N
T
A
N
S
I

B
I
A
Y
A

P
R
0
Y
E
K

ʹ

































ʹ
͵

T
0
P
I
K

K
B
0
S
0
S

ȋ
I
N
B
I
v
I
B
0
A
L

S
T
0
B
Y
Ȍ

ʹ

































73 UNUD-BPMU-05-01-09
P
i
o
g
i
a
m

S
t
u
u
i


ǣ

P
e
t
e
i
n
a
k
a
n










N
a
m
a

B
o
s
e
n
ǣ

N
a
t
a

K
u
l
i
a
h

ȋ
N
K
Ȍ


ǣ


K
i
m
i
a


B
i
o
f
i
s
i
k
a












































































ͳ
Ǥ


I
i

I

K
e
t
u
t

R
a
m
i
a
ǡ

N
S

K
o
u
e

N
K


ǣ


N
K
K

ͳ
Ͳ
ʹ
Ͷ




















































































ʹ
Ǥ


I
i
Ǥ

C
o
k

u
e
u
e

B
e
l
a
w
a

Y
a
u
n
y
a
ǡ

N
Ǥ
S
i
Ǥ

S
e
m
e
s
t
e
i


ǣ


ͳ

ȋ
S
a
t
u
Ȍ























































































͵
Ǥ


I

P
u
t
u

A
i
i

A
s
t
a
w
a
ǡ

N
Ǥ
S
i

S
K
S


ǣ

͵

ȋ
ʹ

Ȃ

ͳ
Ȍ




















































































Ͷ



A
Ǥ
A
Ǥ
P
t

P
u
t
i
a

W
i
b
a
w
a
ǡ

S
Ǥ
P
t
Ǥ
ǡ
N
Ǥ
S
i



ͷ
Ǥ

N
i

N
a
u
e

S
u
c
i

S
u
k
m
a
w
a
t
i
ǡ

S
Ǥ
P
T

S
t
a
n
u
a
i

K
o
m
p
e
t
e
n
s
i


ǣ


B
e
n
g
a
n

b
e
i
b
e
k
a
l

p
e
n
g
e
t
a
h
u
a
n

u
a
n

k
e
t
i
a
m
p
i
l
a
n

t
e
n
t
a
n
g

K
i
m
i
a

B
i
o
f
i
s
i
k
a

u
i
h
a
i
a
p
k
a
n

p
a
i
a

l
u
l
u
s
a
n


m
a
m
p
u

ǣ

a
Ǥ
B
e
i
p
i
k
i
i

i
a
s
i
o
n
a
l
ǡ

s
i
s
t
i
m
a
t
i
s

u
a
n

b
e
i
w
a
w
a
s
a
n

l
u
a
s

u
a
l
a
m

u
a
s
a
i
Ǧ
u
a
s
a
i

k
i
m
i
a

b
i
o
f
i
s
i
k
a
Ǥ

b
Ǥ
B
e
i
s
i
k
a
p

p
i
o
f
e
s
s
i
o
n
a
l
ǡ

u
i
n
a
m
i
s
ǡ

m
a
m
p
u

m
e
n
g
e
n
a
l
i

b
e
i
b
a
g
a
i

m
a
s
a
l
a
h

a
k
t
u
a
l

s
e
i
t
a

m
a
m
p
u

m
e
n
g
a
m
b
i
l

k
e
p
u
t
u
s
a
n

u
a
n

b
e
i
t
a
n
g
g
u
n
g

j
a
w
a
b

u
a
l
a
m

m
e
m
a
n
f
a
a
t
k
a
n

t
e
k
n
o
l
o
g
i

k
i
m
i
a

b
i
o
f
i
s
i
k
a
Ǥ



N
o
Ǥ

K
o
m
p
e
t
e
n
s
i

B
a
s
a
i

N
a
t
e
i
i

P
o
k
o
k

P
e
n
g
a
l
a
m
a
n

B
e
l
a
j
a
i

I
n
u
i
k
a
t
o
i

P
e
n
c
a
p
a
i
a
n

P
e
n
i
l
a
i
a
n

A
l
o
k
a
s
i

W
a
k
t
u

S
u
m
b
e
i
Ȁ

B
a
h
a
n
Ȁ
A
l
a
t

T
0
K
0
S
T
N
P
L
ͳ
Ǥ

N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
i
h
a
i
a
p
k
a
n

u
a
p
a
t

m
e
n
g
e
t
a
h
u
i

a
i
t
i
ǡ

k
o
n
s
e
p

u
a
n

i
u
a
n
g

l
i
n
g
k
u
p

k
i
m
i
a

b
i
o
f
i
s
i
k
a

P
e
n
g
e
i
t
i
a
n

k
o
n
s
e
p

u
a
n

i
u
a
n
g

l
i
n
g
k
u
p

k
i
m
i
a

b
i
o
f
i
s
i
k
a

N
e
m
p
e
l
a
j
a
i
i

t
e
n
t
a
n
g

a
i
t
i
ǡ

k
o
n
s
e
p

u
a
n

i
u
a
n
g

l
i
n
g
k
u
p

k
i
m
i
a

b
i
o
f
i
s
i
k
a
ǡ

f
e
n
o
m
e
n
a

k
e
h
i
u
u
p
a
n
ǡ

k
o
n
s
e
p

p
e
n
g
a
m
a
t
a
n
ǡ

p
e
n
g
u
k
u
i
a
n

u
a
n

s
y
s
t
e
m

s
a
t
u
a
n

u
a
n

p
e
n
g
u
k
u
i
a
n

N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
a
p
a
t

m
e
n
y
e
b
u
t
k
a
n

k
e
m
b
a
l
i

a
i
t
i
ǡ

k
o
n
s
e
p

u
a
n

i
u
a
n
g

l
i
n
g
k
u
p

k
i
m
i
a

b
i
o
f
i
s
i
k
a







ͷ
Ͳ
Ǧ
ͷ
Ͳ
S
t
u
u
i

g
u
i
u
e
T
u
g
a
s

t
e
i
s
t
i
u
k
t
u
i

B
i
k
t
a
t

k
u
l
i
a
h

T
e
x
b
o
o
k

T
i
a
n
s
p
a
i
a
n

ʹ
Ǥ

N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
i
h
a
i
a
p
k
a
n

u
a
p
a
t

m
e
n
g
e
i
t
i

t
e
n
t
a
n
g

c
a
i
i
a
n

h
a
y
a
t
i
ǡ

k
a
i
a
k
t
e
i

u
a
n

f
e
n
o
m
e
n
a

f
i
s
i
k

c
a
i
i
a
n

h
a
y
a
t
i
Ǥ


C
a
i
i
a
n

h
a
y
a
t
i

N
e
m
p
e
l
a
j
a
i
i

t
e
n
t
a
n
g

ǣ

ͳ
Ǥ
C
a
i
i
a
n

u
i

u
a
l
a
m

t
u
b
u
h

ʹ
Ǥ
A
i
i

u
a
n

o
i
g
a
n
i
s
a
s
i
n
y
a

͵
Ǥ
S
i
f
a
t

f
i
s
i
k
a
k
i
m
i
a

c
a
i
i
a
n

h
a
y
a
t
i

Ͷ
Ǥ
}
e
n
i
s

l
a
i
u
t
a
n

u
a
n

s
i
f
a
t

k
o
l
i
g
a
t
i
f
n
y
a

ͷ
Ǥ
E
m
u
l
s
i

͸
Ǥ
K
o
l
o
i
u

͹
Ǥ
P
i
o
t
e
i
n

u
a
n

f
u
n
g
s
i
n
y
a

u
a
l
a
m

c
a
i
i
a
n

h
a
y
a
t
i
N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
a
p
a
t

m
e
n
y
e
b
u
t
k
a
n

k
e
m
b
a
l
i

c
a
i
i
a
n

u
a
l
a
m

t
u
b
u
h
ǡ

a
i
i
ǡ

s
i
f
a
t
Ǧ
s
i
f
a
t
n
y
a
ǡ
j
e
n
i
s

l
a
i
u
t
a
n
ǡ

e
m
u
l
s
i
ǡ

k
o
l
o
i
u

p
i
o
t
e
i
n

u
a
n

f
u
n
g
s
i
n
y
a
Ǥ







ͷ
Ͳ

Ǧ

ͷ
Ͳ

I
u
e
m

L
a
m
p
i
r
a
n

6
C
o
n
t
o
h

S
i
l
a
b
u
s

ʹ
Ǥ


I
i
Ǥ

C
o
k

u
e
u
e

B
e
l
a
w
a

Y
a
u
n
y
a
ǡ

N
Ǥ
S
i
Ǥ

74
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
͵
Ǥ

N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
i
h
a
i
a
p
k
a
n

u
a
p
a
t

m
e
n
g
e
i
t
i

t
e
n
t
a
n
g

k
e
s
e
i
m
b
a
n
g
a
n

a
s
a
m

b
a
s
a
ǡ

p
B
ǡ

s
y
s
t
e
m

b
u
f
f
e
i

u
a
n

g
a
i
a
m

S
i
f
a
t

K
i
m
i
a

u
a
i
i

S
i
s
t
e
m

B
i
o
l
o
g
i

͵
Ǥ
ͳ
Ǥ

P
e
n
g
e
i
t
i
a
n

a
s
a
m

b
a
s
a
͵
Ǥ
ʹ
Ǥ

S
i
s
t
e
m

b
u
f
f
e
i

͵
Ǥ
͵
Ǥ

P
B

͵
Ǥ
Ͷ
Ǥ

u
a
i
a
m

͵
Ǥ
ͷ
Ǥ

A
l
k
a
l
o
s
i
s

u
a
n

A
s
i
u
o
s
i
s

N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
a
p
a
t

m
e
n
y
e
b
u
t
k
a
n

k
e
m
b
a
l
i

p
e
n
g
e
i
t
i
a
n

a
s
a
m

b
a
s
a
ǡ

b
u
f
f
e
i
ǡ

p
B
ǡ

g
a
i
a
m
ǡ

a
l
k
a
l
o
s
i
s

u
a
n

a
s
i
u
o
s
i
s







ͷ
Ͳ
ͳ
Ͳ
Ͳ
ͷ
Ͳ
I
u
e
m
Ͷ
Ǥ

N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
i
h
a
i
a
p
k
a
n

ǣ

B
a
p
a
t

m
e
n
g
e
i
t
i

t
e
n
t
a
n
g

g
a
s

u
a
n

s
i
f
a
t
Ǧ
s
i
f
a
t
n
y
a

u
a
s

u
a
l
a
m

s
y
s
t
e
m

B
i
o
l
o
g
i
s

Ͷ
Ǥ
ͳ
Ǥ

B
u
k
u
m
Ǧ
h
u
k
u
m

g
a
s

Ͷ
Ǥ
ʹ
Ǥ

S
e
n
y
a
w
a
Ǧ
s
e
n
y
a
w
a

y
a
n
g

b
e
i
s
i
f
a
t

g
a
s

Ͷ
Ǥ
͵
Ǥ

K
e
l
a
i
u
t
a
n

g
a
s

Ͷ
Ǥ
Ͷ
Ǥ

P
e
i
a
n

g
a
s

u
l
m

s
y
s
t
e
m

b
i
o
l
o
g
i
s

N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
a
p
a
t

m
e
n
y
e
b
u
t
k
a
n

k
e
m
b
a
l
i

h
o
k
u
m
Ǧ
h
u
k
u
m

g
a
s
ǡ

s
i
f
a
t

u
a
n

f
u
n
g
s
i
n
y
a

u
l
m

s
y
s
t
e
m

b
i
o
l
o
g
i
s







ͷ
Ͳ

ͳ
Ͳ
Ͳ

ͷ
Ͳ

I
u
e
m

ͷ
Ǥ

N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
i
h
a
i
a
p
k
a
n

ǣ

B
a
p
a
t

m
e
n
g
e
i
t
i

s
y
s
t
e
m

p
a
n
a
s

u
a
l
a
m

s
y
s
t
e
m

b
i
l
o
g
i

S
i
s
t
e
m

P
a
n
a
s

ͷ
Ǥ
ͳ
Ǥ

B
a
s
a
i

F
i
s
i
k

P
a
n
a
s
ͷ
Ǥ
ʹ
Ǥ

E
f
e
k

p
a
n
a
s

ͷ
Ǥ
͵
Ǥ

F
u
n
g
s
i

p
a
n
a
s

u
l
m

s
y
s
t
e
m

b
i
o
l
o
g
i

N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
a
p
a
t

m
e
n
y
e
b
u
t
k
a
n

k
e
m
b
a
l
i

u
a
s
a
i

f
i
s
i
k

p
a
n
a
s
ǡ

e
f
e
k

p
a
n
a
s

u
a
n

f
u
n
g
s
i
n
y
a







ͷ
Ͳ
ͳ
Ͳ
Ͳ
ͷ
Ͳ
I
u
e
m
͸
Ǥ

N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
i
h
a
i
a
p
k
a
n

ǣ

B
a
p
a
t

m
e
n
g
e
i
t
i

t
e
n
t
a
n
g

s
y
s
t
e
m

k
e
l
i
s
t
i
i
k
a
n

u
i

u
a
l
a
m

t
u
b
u
h

B
i
o
l
i
s
t
i
i
k

T
u
b
u
h

͸
Ǥ
ͳ
Ǥ

p
e
n
g
e
i
t
i
a
n

b
i
o
f
i
s
i
k

t
u
b
u
h

͸
Ǥ
ʹ
Ǥ

K
e
l
i
s
t
i
i
k
a
n

y
a
n
g

t
i
m
b
u
l

u
l
m

t
u
b
u
h

͸
Ǥ
͵
Ǥ

k
e
g
u
n
a
a
n

b
i
o
l
i
s
t
i
i
k

t
u
b
u
h

u
l
m

b
i
u
a
n
g

p
e
t
e
i
n
a
k
a
n

N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
a
p
a
t

m
e
n
y
e
b
u
t
k
a
n

k
e
m
b
a
l
i

p
e
n
g
e
i
t
i
a
n
ǡ

p
e
i
a
n

u
a
n

f
u
n
g
s
i

b
i
o
l
i
s
t
i
i
k

u
l
m

t
u
b
u
h







ͷ
Ͳ

ͳ
Ͳ
Ͳ

ͷ
Ͳ

I
u
e
m

͹
Ǥ

N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
i
h
a
i
a
p
k
a
n

ǣ

B
a
p
a
t

m
e
n
g
e
t
a
h
u
i

t
e
n
t
a
n
g

P
e
n
g
e
n
a
l
a
n

N
i
k
i
o
s
k
o
p

͹
Ǥ
ͳ
Ǥ
P
e
n
g
e
i
t
i
a
n

m
i
k
i
o
s
k
o
p
͹
Ǥ
ʹ
Ǥ
Ǥ

}
e
n
i
s
Ǧ
j
e
n
i
s

m
i
k
i
o
s
k
o
p

͹
Ǥ
͵
Ǥ

K
o
m
p
o
n
e
n

u
a
n

k
e
g
u
n
a
a
n

m
i
k
i
o
s
k
o
p

N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
a
p
a
t

m
e
n
y
e
b
u
t
k
a
n

k
e
m
b
a
l
i

p
e
n
g
e
i
t
i
a
n
ǡ

j
e
n
i
s

u
a
n

f
u
n
g
s
i







ͷ
Ͳ
ͳ
Ͳ
Ͳ
ͷ
Ͳ
I
u
e
m
75 UNUD-BPMU-05-01-09
m
i
k
i
o
s
k
o
p
ǡ

k
o
m
p
o
n
e
n

u
a
n

k
e
g
u
n
a
a
n
n
y
a

m
i
k
i
o
s
k
o
p

ͺ
Ǥ

N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
i
h
a
i
a
p
k
a
n

ǣ

B
a
p
a
t

m
e
n
j
e
l
a
s
k
a
n

t
e
n
t
a
n
g

s
e
l
ǡ

m
e
m
b
i
a
n
e

s
e
l
ǡ

f
u
n
g
s
i

u
a
n

s
t
i
u
k
t
u
i
n
y
a

S
e
l

u
a
n

B
i
o
m
e
m
b
i
a
n

ͺ
Ǥ
ͳ
Ǥ

P
e
n
g
e
i
t
i
a
n

s
e
l

ͺ
Ǥ
ʹ
Ǥ

P
e
n
g
e
i
t
i
a
n

m
e
m
b
i
a
n
e

s
e
l

ͺ
Ǥ
͵
Ǥ

F
u
n
g
s
i

m
e
m
b
i
a
n
e

s
e
l

ͺ
Ǥ
Ͷ
Ǥ

S
t
i
u
k
t
u
i

m
e
m
b
i
a
n
e

s
e
l

ͺ
Ǥ
ͷ
Ǥ

N
e
k
a
n
i
s
m
e

b
i
o
s
i
n
t
e
s
i
s

m
e
m
b
i
a
n

N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
a
p
a
t

m
e
n
y
e
b
u
t
k
a
n

k
e
m
b
a
l
i

P
e
n
g
e
i
t
i
a
n
ǡ

f
u
n
g
s
i
ǡ

s
t
i
u
k
t
u
i
ǡ

m
e
k
a
n
i
s
m
e

k
e
i
j
a
ǡ

f
e
n
o
m
e
n
a
Ǥ







ͷ
Ͳ

ͳ
Ͳ
Ͳ

ͷ
Ͳ

I
u
e
m

ͻ
Ǥ

N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
i
h
a
i
a
p
k
a
n

ǣ

B
a
p
a
t

m
e
n
j
e
l
a
s
k
a
n

t
e
n
t
a
n
g

s
e
l
ǡ

m
e
m
b
i
a
n
e

s
e
l
ǡ

f
u
n
g
s
i

u
a
n

s
t
i
u
k
t
u
i
n
y
a

B
i
o
m
e
m
b
i
a
n

s
e
l

l
a
n
j
u
t
a
n

ͺ
Ǥ
͸
Ǥ

F
e
n
o
m
e
n
a

m
e
m
b
i
a
n

ͺ
Ǥ
͹
Ǥ

p
e
n
g
g
u
n
a
a
n

m
e
m
b
i
a
n
e

u
i
l
a
b
o
i
a
t
o
i
i
u
m

ͺ
Ǥ
ͺ
Ǥ

u
a
n
g
g
u
a
n

f
u
n
g
s
i

m
e
m
b
i
a
n

K
e
g
u
n
a
a
n

m
e
m
b
i
a
n
e

u
a
l
a
m

l
a
b

s
e
i
t
a

g
a
n
g
g
u
a
n

f
u
n
g
s
i

m
e
m
b
i
a
n







ͷ
Ͳ

ͳ
Ͳ
Ͳ

ͷ
Ͳ

I
u
e
m

ͳ
Ͳ
Ǥ

N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
i
h
a
i
a
p
k
a
n

ǣ

B
a
p
a
t

m
e
n
j
e
l
a
s
k
a
n

m
e
k
a
n
i
s
m
e

t
i
a
n
s
p
o
i
t
a
s
i

m
e
l
a
l
u
i

m
e
m
b
i
a
n
e

s
e
l

T
i
a
n
s
p
o
i
t
a
s
i

m
e
l
a
l
u
i

m
e
m
b
i
a
n
e

ͻ
Ǥ
ͳ
Ǥ

P
e
n
g
e
i
t
i
a
n

t
i
a
n
s
p
o
t
a
s
i

m
e
l
a
l
u
i

m
e
m
b
i
a
n
e

s
e
l

ͻ
Ǥ
ʹ
Ǥ

}
e
n
i
s
Ǧ
j
e
n
i
s

t
i
a
n
s
p
o
t
a
s
i

m
e
l
a
l
u
i

m
e
m
b
i
a
n
e

s
e
l

ͻ
Ǥ
͵
Ǥ

N
e
k
a
n
i
s
m
e

t
i
a
n
s
p
o
i
t
a
s
i

b
i
o
m
o
l
e
k
u
l

m
e
l
a
l
u
i

m
e
m
b
i
a
n
e

s
e
l

N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
a
p
a
t

m
e
n
y
e
b
u
t
k
a
n

k
e
m
b
a
l
i

p
e
n
g
e
i
t
i
a
n
ǡ

j
e
n
i
s
Ǧ
j
e
n
i
s

u
a
n

m
e
k
a
n
i
s
m
e

t
i
a
n
s
p
o
i
t
a
s
i

m
e
l
a
l
u
i

m
e
m
b
i
a
n
e

s
e
l







ͷ
Ͳ

ͳ
Ͳ
Ͳ

ͷ
Ͳ

I
u
e
m

ͳ
ͳ
Ǥ

N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
i
h
a
i
a
p
k
a
n

ǣ

F
i
a
k
s
i
n
a
s
i

s
e
l

ͳ
Ͳ
Ǥ
ͳ
Ǥ

T
u
j
u
a
n

f
i
a
k
s
i
n
a
s
i

s
e
l

ͳ
Ͳ
Ǥ
ʹ
Ǥ

N
e
t
o
u
e

f
i
a
k
s
i
n
a
s
i

s
e
l

N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
a
p
a
t

m
e
n
y
e
b
u
t
k
a
n







ͷ
Ͳ

ͳ
Ͳ
Ͳ

ͷ
Ͳ

I
u
e
m

76
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
B
a
p
a
t

m
e
n
j
e
l
a
s
k
a
n

c
a
i
a

f
i
a
k
s
i
n
a
s
i

s
e
l

u
a
n

s
u
b

o
i
g
a
n
e
l

ͳ
Ͳ
Ǥ
͵
Ǥ

S
e
n
t
i
i
f
u
g
a
s
i

ͳ
Ͳ
Ǥ
Ͷ
Ǥ

N
o
n
i
t
o
i
i
n
g

h
a
s
i
l

k
e
m
b
a
l
i

t
u
j
u
a
n
ǡ

m
e
t
o
u
e

f
i
a
k
s
i
n
a
s
i

u
a
n

t
i
a
n
s
p
o
i
t
a
s
i

u
a
n

S
e
n
t
i
i
f
u
g
a
s
i

ͳ
ʹ
Ǥ

N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
i
h
a
i
a
p
k
a
n

ǣ

B
a
p
a
t

m
e
n
g
e
t
a
h
u
i

j
e
n
i
s

u
a
n

s
i
f
a
t

g
u
g
u
s

f
u
n
g
s
i
o
n
a
l

b
i
o
m
o
l
e
k
u
l



ͳ
ͳ
Ǥ
ͳ
Ǥ

P
e
n
g
e
i
t
i
a
n

g
u
g
u
s

f
u
n
g
s
i
o
n
a
l

ͳ
ͳ
Ǥ
ʹ
Ǥ

}
e
n
i
s
Ǧ
j
e
n
i
s

g
u
g
u
s

f
u
n
g
s
i
o
n
a
l

ͳ
ͳ
Ǥ
͵
Ǥ

S
i
f
a
t
Ǧ
s
i
f
a
t

g
u
g
u
s

f
u
n
g
s
i
o
n
a
l

N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
a
p
a
t

m
e
n
y
e
b
u
t
k
a
n

k
e
m
b
a
l
i

p
e
n
g
e
i
t
i
a
n
ǡ

j
e
n
i
s

u
a
n

s
i
f
a
t
Ǧ
s
i
f
a
t

g
u
g
u
s

f
u
n
g
s
i
o
n
a
l







ͷ
Ͳ

ͳ
Ͳ
Ͳ
ͷ
Ͳ
I
u
e
m
ͳ
͵
Ǥ

N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
i
h
a
i
a
p
k
a
n

ǣ

B
a
p
a
t

m
e
n
g
e
t
a
h
u
i

k
o
m
u
n
i
k
a
s
i

u
a
n

i
m
f
o
i
m
a
s
i

u
a
l
a
m

j
a
i
i
n
g
a
n

t
u
b
u
h


ͳ
ʹ
Ǥ
ͳ
Ǥ

P
e
n
g
a
n
t
a
i

i
m
f
o
i
m
a
s
i

u
l
m

s
y
s
t
e
m

j
a
i
i
n
g
a
n

ͳ
ʹ
Ǥ
ʹ
Ǥ
B
i
o
i
m
f
o
i
m
a
t
i
k
a

u
l
m

j
a
i
i
n
g
a
n
ͳ
ʹ
Ǥ
͵
Ǥ

B
a
t
a

a
s
a
m

n
u
l
e
a
t

ͳ
ʹ
Ǥ
Ͷ
Ǥ

K
e
m
a
j
u
a
n

u
l
m

b
i
o
i
m
f
o
i
m
a
t
i
k
a

u
a
n

k
o
m
p
u
t
e
i
i
s
a
s
i

N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
a
p
a
t

m
e
n
y
e
b
u
t
k
a
n

k
e
m
b
a
l
i

p
e
n
g
e
i
t
i
a
n
ǡ

m
a
n
f
a
a
t
ǡ

k
e
m
a
j
u
a
n
Ǧ
k
e
m
a
j
u
a
n

b
i
o
i
m
f
o
i
m
a
t
i
k
a

u
l
m

j
a
i
i
n
g
a
n







ͷ
Ͳ

ͳ
Ͳ
Ͳ

ͷ
Ͳ

I
u
e
m

ͳ
Ͷ
Ǥ

N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
i
h
a
i
a
p
k
a
n

ǣ

B
a
p
a
t

m
e
n
g
e
i
t
i

u
a
s
a
i
Ǧ
u
a
s
a
i

i
a
u
i
a
s
i
ǡ

f
u
n
g
s
i

u
a
n

e
f
e
k

y
a
n
g

u
i
m
i
l
i
k
i
n
y
a


ͳ
͵
Ǥ
ͳ
Ǥ

P
e
n
g
e
i
t
i
a
n

i
a
u
i
o
b
i
o
l
o
g
i

ͳ
͵
Ǥ
ʹ
Ǥ

B
a
s
a
i

f
i
s
i
k

k
i
m
i
a

i
a
u
i
o
l
o
g
y

ͳ
͵
Ǥ
͵
Ǥ

F
u
n
g
s
i

i
a
u
i
a
s
i

ͳ
͵
Ǥ
Ͷ
Ǥ

}
e
n
i
s
Ǧ
j
e
n
i
s

i
a
u
i
a
s
i

ͳ
͵
Ǥ
ͷ
Ǥ

E
f
e
k

i
a
u
i
a
s
i

t
h
u

o
i
g
a
n
i
s
m
e

ͳ
͵
Ǥ
͸
Ǥ

P
i
o
t
e
k
s
i

i
a
u
i
a
s
i

N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
a
p
a
t

m
e
n
y
e
b
u
t
k
a
n

k
e
m
b
a
l
i

p
e
n
g
e
i
t
i
a
n
ǡ

f
u
n
g
s
i
ǡ

e
f
e
k

u
a
n

p
i
o
t
e
k
s
i

i
a
u
i
a
s
i
Ǥ







ͷ
Ͳ

ͳ
Ͳ
Ͳ

ͷ
Ͳ

I
u
e
m


K
e
t
e
i
a
n
g
a
n

ǣ

T

α


t
e
i
t
u
l
i
s
ǡ

0
K

α


0
n
j
u
k

k
e
i
j
a
ǡ

0
S

α


0
n
j
u
k

s
i
k
a
p
ǡ

T
m

α


T
a
t
a
p

m
u
k
a
ǡ

P

α


P
i
a
k
t
i
k
u
m
ǡ

L

α



L
a
t
i
h
a
n

77 UNUD-BPMU-05-01-09
ͳǤ NATA K0LIAB EK0FISI0L0uI TANANAN PAKAN
ʹǤ K0BE NATA K0LIAB NKK͵Ͳ͵ʹ
͵Ǥ WAKT0 PERTEN0AN ʹ x ͳͲͲ menit α ʹͲͲ menit
ͶǤ PERTEN0AN KEǦ ͳ uan ʹ
ͷǤ INBIKAT0R
PENCAPAIAN
Nahasiswa uapat menyebutkan posisi ekofisiologi tanaman
sebagai bagian uaii ilmu peteinakanǤ
Nahasiswa uapat menyebutkan kembali kaiakteisitikǡ
komponen lingkunganǡ Biuiosfeiǡ Atmosfeiǡ Litosfei uan
tanah seita ekosfei ualam hubungannya uengan tanamanǤ
͸Ǥ NATERI P0K0K Penuahuluan uan Lingkungan Tanaman
͹Ǥ PENuALANAN
BELA}AR
ͳǤ Nempelajaii tentang keuuuukan uan hubungan
ekofisiologi ualam ilmu peteinakan
ʹǤ Nempelajaii tentang kaiakteiistik komponen lingkungan
yang saling teikait uan meiupakan bagian uaii sebuah
system
STRATEuI PENBELA}ARAN
TABAPAN KEuIATAN B0SEN KEuIATAN NABASISWA NEBIA BAN ALAT
PENBELA}ARAN
ȋͳȌ ȋʹȌ ȋ͵Ȍ ȋͶȌ
Pembukaan Nembeiikan ulasan
umum tentang
ekofisiologi uan
kontiak keija
Nelihatǡ menuengaikan
penjelasanǡ seita
mencatat
SAPǡ Silabusǡ
Rencana uan }auwal
stuuy guiueǡ
Texbookǡ Tugas
Teistiuktuiǡ Biktatǡ
Sliue Piesentasi
Penyajian Nengulas tentang
pentingnya ilmu bagi
uunia peteinakan uan
menjelaskan tentang
tanaman makanan
teinak uengan
lingkungannya
Nelihatǡ menuengaikan
penjelasanǡ seita
mencatat
Iuem
Penutup Neiangkum uiaian
tentang ekofisiologi
uan lingkungan
tanaman
Nenyimakǡ mengajukan
peitanyaan uan penuapat
ualam uiskusi uan
menyusun lapoian
kegiatan selama kuliah
Iuem
Post Test 0jian teitulisǡ lisanǡ piaktikkumǡ evaluasi teihauap pioses pembelajaianǡ
misalnya membuat iesume atau lapoian piaktikum
Refeiensi uiasslanu Ecology ȋSpeuuingǡ CǤRǤWǤǡ ͳͻͺ͹Ȍ Ǣ Nineial Nutiition of Bighei
Plants ȋNaischneiǡ BǤǡ ͳͻͺ͸Ȍ Ǣ Plan Physiology ȋSalisbuiyǡ FǤBǤ anu CǤWǤ
RossǤǡ ͳͻͻʹȌ Ǣ Physiological Plant Ecology ȋLaiceiǡ WǤǡ ͳͻͺ͵Ȍ

Bosen ǣ BiǤ IiǤ I Wayan Suainaǡ NS



Tanua tangan
Lampiran 7
Contoh Satuan Acara Perkuliahan
78
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
ͳǤ NATA K0LIAB EK0FISI0L0uI TANANAN PAKAN
ʹǤ K0BE NATA K0LIAB NKK͵Ͳ͵ʹ
͵Ǥ WAKT0 PERTEN0AN ʹ x ͳͲͲ menit α ʹͲͲ menit
ͶǤ PERTEN0AN KEǦ ͵ uan Ͷ

ͷǤ INBIKAT0R PENCAPAIAN
Nahasiswa uapat menyebutkan uan menjelaskan
kembali tentang mekanisme fisiologis iauiasi uan
tempeiatui paua tanaman hijauan makanan teinak
͸Ǥ NATERI P0K0K Rauiasi uan Tempeiatui


͹Ǥ PENuALANAN BELA}AR
ͳǤ Nempelajaii tentang iauiasi uan mekanisme iauiasi
sebagai factoi fisiologi tanaman
ʹǤ Nempelajaii tentang pengaiuh tempeiatuie sebagai
faktoi fisiologis tanaman
S18A1LCl ÞLM8LLA!A8An
TABAPAN KEuIATAN B0SEN KEuIATAN
NABASISWA
NEBIA BAN ALAT
PENBELA}ARAN
ȋͳȌ ȋʹȌ ȋ͵Ȍ ȋͶȌ
Pembukaan Nembeiikan ulasan
umum tentang Rauiasi
uan Tempeiatui
Nelihatǡ
menuengaikan
penjelasanǡ seita
mencatat
SAPǡ Silabusǡ Rencana
uan }auwal stuuy guiueǡ
Texbookǡ Tugas
Teistiuktuiǡ Biktatǡ
Sliue Piesentasi
Penyajian Nengulas tentang
pioses uan mekanisme
fisiologi iauiasi uan
Tempeiatui paua
tanaman makanan
teinak
Nelihatǡ
menuengaikan
penjelasanǡ seita
mencatat
Iuem
Penutup Neiangkum uiaian
tentang Rauiasi uan
Tempeiatui Tanaman
Nenyimakǡ
mengajukan
peitanyaan uan
penuapat ualam
uiskusi
Iuem
Post Test 0jian teitulisǡ lisanǡ piaktikkumǡ evaluasi teihauap pioses
pembelajaianǡ misalnya membuat iesume tentang pengaiuh iauiasi uan
tempeiatuie paua tanaman
Refeiensi uiasslanu Ecology ȋSpeuuingǡ CǤRǤWǤǡ ͳͻͺ͹Ȍ Ǣ Nineial Nutiition of
Bighei Plants ȋNaischneiǡ BǤǡ ͳͻͺ͸Ȍ Ǣ Plan Physiology ȋSalisbuiyǡ FǤBǤ
anu CǤWǤ RossǤǡ ͳͻͻʹȌ Ǣ Physiological Plant Ecology ȋLaiceiǡ WǤǡ ͳͻͺ͵Ȍ
Bosenǣ BiǤ IiǤ I Wayan Suainaǡ NS
Tanua tangan
ƒ–ƒ–ƒǣ Ǧ uan seteiusnya SAP uibuat untuk peitemuan minggu keǦͷ sampai minggu
teiakhii ualam semestei yang beisangkutanǤ

Ǧ Setiap satu inuikatoi pencapaian yang muncul paua Silabus uibuatkan
satu SAPǤ
79 UNUD-BPMU-05-01-09
Lampiran 8
Contoh Kontrak Perkuliahan
KONTRAK PERKULIAHAN
Nama Mata Kuliah : Teknologi Budidaya Tanaman
Kode Mata Kuliah : ……
Bobot sks : 3 sks (2:1)
Semester : ……
Tempat Pertemuan : …..
Koordinator MK : Prof. Dr. Ir. I Nyoman Rai, M.S.
1. Manfaat Mata Kuliah
Manfaat yang diperoleh setelah menempuh mata kuliah ini,
mahasiswa mampu menjelaskan dan menganalisis kebutuhan dan
perkembangan teknologi budidaya tanaman sehingga nantinya
mahasiswa kompeten dalam menerapkan teknologi budidaya
tanaman dengan baik dan benar dalam mengelola usaha tani
tanaman semusim, tanaman tahunan dan tanaman hortikultura.
Untuk memperoleh manfaat tersebut, pelaksanaan kuliah diadakan
dalam bentuk tatap muka berupa pertemuan di kelas, diskusi,
pemberian tugas terstruktur dan tugas mandiri, serta praktikum di
laboratorium dan lapangan.
2. Deskripsi Mata Kuliah
Ruang Lingkup Mata kuliah Teknologi Budidaya Tanaman
membahas berbagai hal terkait dengan teknologi budidaya, yaitu
sejarah perkembangan teknologi budidaya tanaman, jenis-jenis
tanaman budidaya dan kebutuhan teknologi budidaya tanaman
80
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
dalam pembangunan pertanian, UU RI No.12 Tahun 1992 tentang
Sistem Budidaya Tanaman, Teknologi Budidaya yang baik dan
benar (Good Agriculture Practices/GAP) dan Standar Operasional
Prosedur (SOP), Konsep pewilayahan dan nilai ekonomi tanaman
semusim, tanaman tahunan dan tanaman hortikultura, teknologi
budidaya tanaman dalam mengelola usaha tani tanaman semusim,
tanaman tahunan dan tanaman hortukultura unggulan, serta
teknologi Budidaya dalam wadah (Plant Growing Structure) dan
sistem hidroponik.
Mata kuliah ini merupakan pendalaman lebih lanjut dari mata
Kuliah Dasar-Dasar Agronomi. Di samping itu, peran mata kuliah ini
sangat penting apabila mahasiswa mengambil mata kuliah pilihan
seperti manajemen produksi tanaman, kapita selekta tanaman
semusim, kapita selekta tanaman tahunan, kapita selekta tanaman
hortikultura dan teknologi produksi di luar musim.
Kaitannya dengan kopetensi lulusan PS yang telah ditetapkan,
mata kuliah ini mendukung kompetensi lulusan: mengerti dan
memahami Ipteks dibidang Agroekoteknologi berdasarkan
prinsip pertanian berkelanjutan, baik secara modern maupun
yang mengangkat kearifan local dan mampu menerapkan Ipteks
dibidang Agroekoteknologi (pelaku di bidang pertanian), mampu
merencanakan dan merancang sistem produksi tanaman secara
efektif dan produktif dan mampu melaksanakan perencanaan
sistem produksi secara tepat sesuai kaidah pertanian berkelanjutan
(manajer), serta berani memulai, melaksanakan dan pengembangkan
usaha inovatif di bidang agroekoteknologi (pengusaha).
3. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
Standar Kompetensi Mata Kuliah ini adalah mahasiswa
mampu menjelaskan dan menganalisis kebutuhan dan
perkembangan teknologi budidaya tanaman serta mahasiswa
dapat menerapkan teknologi budidaya tanaman dengan baik dan
81 UNUD-BPMU-05-01-09
benar dalam mengelola usaha tani tanaman semusim, tanaman
tahunan dan tanaman hortikultura. Sedangkan kompetensi
dasarnya adalah mampu menjelaskan perkembangan teknologi
budidaya tanaman, Memahami jenis-jenis tanaman budidaya dan
arti penting teknologi budidaya tanaman dalam pembangunan
pertanian, dapat menjelaskan kaitan UU Sistem Budidaya Tanaman
dan teknologi budidaya tanaman, mengetahui Teknologi Budidaya
yang baik dan benar (Good Agriculture Practices/GAP) dan dapat
menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP), mengerti
konsep pewilayahan dan nilai ekonomi tanaman semusim,
tanaman tahunan dan tanaman hortikultura, mampu menganalisis
teknologi budidaya dan mengelola usaha tani tanaman semusim,
tanaman tahunan dan tanaman hortikultura unggulan, dan dapat
menerapkan Teknologi Budidaya dalam wadah (Plant Growing
Structure) dan sistem hidroponik
4. Strategi Perkuliahan
Strategi perkuliahan pada mata kuiah ini banyak
menggunakan diskusi dan pemecahan masalah (problem solving
learning). Perkuliahan dilaksanakan dengan tatap muka, diskusi,
dan pemecahan masalah. Materi kuliah dan bahan bacaan
wajib diiformasikan pada awal perkuliahan. Untuk menambah
pemahaman materi kuliah, mahasiswa di berikan tugas-tugas
berupa tugas tugas terstrurktur, tugas mandiri dan praktikum.
Praktikum dilengkapi dengan Buku Penuntun Praktikum.
5. Materi Pokok
Materi pokok terdiri atas sejarah perkembangan teknologi
budidaya tanaman, jenis-jenis tanaman budidaya dan kebutuhan
teknologi budidaya tanaman dalam pembangunan pertanian, UU
RI No.12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman, Teknologi
82
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
Budidaya yang baik dan benar (Good Agriculture Practices/GAP)
dan Standar Operasional Prosedur (SOP), Konsep pewilayahan dan
nilai ekonomi tanaman semusim, tanaman tahunan dan tanaman
hortikultura, teknologi budidaya tanaman dalam mengelola usaha
tani tanaman semusim, tanaman tahunan dan tanaman hortukultura
unggulan, serta Teknologi Budidaya dalam wadah (Plant Growing
Structure) dan sistem hidroponik.
6. Bahan Bacaan
Buku/bahan bacaan dalam perkuliahan ini adalah sebagai
berikut:
1. Anonimous. 2004. Perkembangan Teknologi Pertanian dari
Jaman ke Jaman. Http://lablink.or.id./Agro/agr_sejarah/htm.
(15 Agustus 2005)
2. Reijntjes, C., B. Haverkort dan A. W. Waters-Bayer. 1999.
Pertanian masa depan. Pengantar untuk pertanian
berkelanjutan dengan input luar rendah. Penerbit Kanisius.
3. Verheij dan Coronel (1997). Prosea. Sumberdaya Nabati.
4. UU RI No.12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman.
5. Padi. Buku 1 dan Buku 2. Balitbang Pertanian, Paslitbangtan
Pangan, Bogor. Tahun 1988 dan Tahun 1999.
6. Jagung. Buletin Teknik No. 3. Balitbang Pertanian, Paslitbangtan
Pangan, Bogor. Tahun 1991.
7. Kedelai. Balitbang Pertanian, Paslitbangtan Pangan, Bogor.
Tahun 1985.
8. Yahmadi, M.(2007). Rangkaian Perkembangan dan
Permasalahan Budidaya & Pengolahan Kopi di Indonesia.
9. Wilson, K. C. 1985. Climate and Soil. P97-107. In: M. N. Cliford &
K. C. Wilsons (eds). Coffe; Botany,Biochemestry and Production
of Beans and Beverage,The AVI Publishing Company Inc;
Westport, Connecticut.
10. Rosenburg, N.J. 1974. Microclimate, the biological envirenment.
83 UNUD-BPMU-05-01-09
John wiley & Sons, New York.
11. Soenaryo, 1978. Naungan tanaman kopi. Balai Penelitian
Jember.
12. Hartobudoyo, S. 1975. Pemngkasan kopi. B.P.PB. Sub B.P.B
Jember.
13. Soule, J. 1985. Glossary for Horticultural Crops. American
Sociaty for Horticultral Science. John Wilay & Sons. New
York.
14. Janick, J. 1972. Horticulture Science. W.H. Freeman and
Company. San Fransico.
15. Lakitan, B. 1995. Hortikultura. Teori, Budidaya, dan pasca
panen. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
16. Nurhayati Ansori. 1982. Tanaman hias dalam taman. Diktat
Kuliah Tanaman Hias. Faperta IPB.
17. Soekartawi. 1996. Manajemen Agribisnis Bunga Potong. UI-
Press Jakarta.
18. Salunkhe, D. K. dan S. S. Kadam. 1995. Handbook of Fruit
Science and Technology. Marcel Dekker Inch. New York.
19. Rai, I.N. dan R. Poerwanto. 2008. Memproduksi buah-buahan
di luar musim. Andy Publisher Yogyakarta.
20. Wibowo, A.S. 2002. Greenhouse Alternatif Budidaya Tanaman
secara Modern. PT. Tanindo Subur Prima. Surabaya
21. Nurhayati, M. 1997. Rumah Kaca. Bahan Ajar PS. Arsitektur
Pertamanan, Jurusan Budidaya Pertanian Faperta IPB.
22. Nicholls, R.E. 1993. Hidroponik Tanaman Tanpa Tanah.
Terjemahan “Beginning Hydroponics Soilless Gardening.
Dahara Prize. Semarang.
23. CREATA (Pusat Pengkajian dan Penerapan Ilimu dan Teknologi
untuk Pertanian Tropika. 2001. Aplikasi Teknologi Hidroponik
untuk Pengembangan Agribisnis Perkotaan.
84
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
7. Tugas-Tugas.
7.1 Tugas Website
(Tugas kelompok maksimum 5 orang) mengumpulkan dan
membahas online journal yang terkait dengan pokok-pokok
bahasan.
7.2 Tugas paper dan presentasi
(Tugas paper kelopok maksimum 5 orang) pilih satu judul
dari topik yang diterima, buatlah paper singkat berdasarkan
minimal 3 artikel yang sesuai dan saling melengkapi, tidak
berupa re-write dari artikel, tapi berupa hasil pemikiran,
analisis dan sistesis dari artikel-artikel yang dibaca. Panjang
paper 5 halaman, 1,5 spasi dan mengikuti aturan penulisan
tulisan ilmiah. Paper dipresentasikan pada hari tertentu
menurut kesepakatan.
7.4 Tugas Praktikum
Kerjakan praktikum sesuai dengan Buku Pedoman Praktikum
(dijelaskan pada asistensi praktikum). Praktikum harus
dikerjakan dengan baik, disiplin dan bertanggungjawab.
Laporan praktikum dibuat dalam bentuk laporan mandiri
(tidak berkelompok).
8. Kreteria dan Standar Penilaian
Penilaian dilakukan berdasarkan Ujian tertulis, lisan,
penilaian/evaluasi terhadap proses pembelajaran, unjuk kerja dan
unjuk sikap dengan komponen sebagai berikut:
Tugas paper : 10%
Tugas praktikum : 20%
Tugas web dan tugas tersrtuktur : 5%
Presensi : 5%
85 UNUD-BPMU-05-01-09
Presentasi kelompok : 10%
Keaktifan dikelas : 10%
UTS : 20%
UAS : 20%
Terkait dengan Standar Penilaian digunakan sistem Penilaian
Acuan Patokan (PAP). Hasil evaluasi dikategorikan sebagai
berikut:
Angka Mutu
(skala 0-10)
Angka Mutu
(skala 0-4)
Huruf Mutu
(Skala Kualitatif)
8,0 - 10,0 4 A
6,5 - 7,9 3 B
5,6 - 6,4 2 C
4,5 - 5,4 1 D
0,0 - 4,4 0 E
9. Tata Tertib Siswa dan Dosen
1. Mahasiswa diwajibkan menggunakan pakaian (tidak oblong)
dan pantas pada waktu mengikuti perkuliahan di kelas.
2. Mahasiswa tidak diperkenankan memakai sandal jepit, baik
waktu mengikuti perkuliahan maupun pada waktu praktikum,
atau menghadap dosen untuk bimbingan maupun konsultasi
akademik.
3. Pada waktu perkuliahan semua handphone harus dalam
keadaan mati/silent.
4. Keterlambatan masuk di kelas hanya diijinkan maksimal 15
menit dari jadwal. Lewat dari batas tersebut mahasiswa boleh
masuk tapi tidak mendapat presensi.
86
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
5. Tidak diperkenakan melakukan keributan di kelas dalam
bentuk apapun selama perkuliahan berlangsung, kecuali pada
saat diskusi.
6. Mahasiswa wajib hadir minimal 75 % dari jumlah tatap muka.
7. Tidak ada ujian susulan untuk UTS dan UAS, kecuali dengan
alasan jelas.
8. Hasil evaluasi mahasiswa wajib dikembalikan pada mahasiswa
2 minggu setelah ujian berakhir.
9. Protes nilai dilayani paling lama 1 minggu setelah nilai keluar
10. Jadwal Kuliah
No. Pokok Bahasan
Minggu
Ke.
Dosen Pengajar
1
Sejarah perkembangan
teknologi budidaya tanaman
I I. N. Rai
2
Jenis-jenis tanaman budidaya
dan kebutuhan teknologi
budidaya tanaman dalam
pembangunan pertanian
II I. N. Rai
3
UU RI No.12 Tahun 1992
tentang Sistem Budidaya
Tanaman
III C.G.A. Semarajaya
4
Good Agriculture Practices dan
Standar Operasional Prosedur
(SOP)
IV C.G.A. Semarajaya
5
Konsep pewilayahan tanaman
semusim dan nilai ekonomi
tanaman semusim
V K. Kartha Dinata
6
Morfologi dan syarat tumbuh
tanaman semusim
VI K. Kartha Dinata
87 UNUD-BPMU-05-01-09
7
Teknologi tanaman semusim
andalan dan unggulan (padi,
jagung, kacang-kacangan)
VII K. Kartha Dinata
8
Kesesuaian lahan (iklim dan
lahan) dan arti ekonomi
tanaman tahunan
VIII I. N. Suteja
9
Bagian-bagian vegetatif
tanaman tahunan
IX I. N. Suteja
10
Teknologi budidaya dan
mengelola usaha tani tanaman
tahunan unggulan
X I. N. Suteja
11
Teknologi budidaya komoditas
sayuran andalan dan unggulan
XI N.G. Astawa
12
Teknologi budidaya komoditas
tanaman hias andalan dan
unggulan
XII N.G. Astawa
13
Teknologi budidaya komoditas
buah-buahan andalan dan
unggulan
XIII I. N. Rai
14
Plant Growing Structure dan
sistem hidroponik
XIV I. N. Rai
88
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
11. Lain-lain
Apabila ada hal-hal yang diluar kesepakatan ini untuk perlu
disepakati, dapat dibicarakan pada acara perkuliahan. Apabila
ada perubahan isi kontrak perkuliahan, akan ada pemberitahuan
terlebih dahulu. Kontrak perkuliahan ini dapat dilaksanakan, mulai
dari disampaikan kesepakatan ini.
Pihak I Pihak II
Dosen Pengampu, a.n. Mahasiswa yang menempuh
( Prof. Dr. Ir. I Nyoman Rai, M.S) ( Korti MK Tek. Budidaya Tan.)
Mengetahui
Ketua PS. Agroekoteknologi
(Ir. A.A. Gede Suastika, MP)
89 UNUD-BPMU-05-01-09
Tim Penyusun Manual Prosedur

Pengaiah ǣ I Naue Bakta
Penanggungjawab ǣ I Komang uue Benuesa
Ketua ǣ Wayan Winuia
Anggota ǣ I Nengah Sujaya
ǣ I Nyoman Noiken
ǣ I Nyoman Rai
ǣ I Nyoman Semaui
ǣ I Ketut Suuibia
ǣ I Wayan Buuiaisa Suyasa
ǣ Ni Ketut Suwiti
ǣ I Naue Alit Kaiyawan Salain
ǣ I Wayan Sayang Yupaiui
ǣ Iua Bagus Wayan uunam
ǣ I Naue Subawa
ǣ I Naue Suyana 0tama
ǣ I Wayan Simpen
ǣ Bwi Putia Bhaimawan
ǣ Bapsaii Nahatmi
ǣ I Wayan Suaiuana

90
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA

SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA

MANUAL PROSEDUR

UNUD-BPMU-05-01-09

Revisi Tanggal Dikaji ulang oleh Dikendalikan oleh Disetujui oleh

:: 9 Maret 2010 : Pembantu Rektor Bidang Akademik : Ketua BPMU : Rektor Unud

©Universitas Udayana, 2009 All Right Reserved

Universitas Udayana

Manual Prosedur Penyusunan Spesifikasi Program Studi dan Perogram Pemberlajaran

Disetujui oleh

Revisi ke -

Tanggal 9-3-2010

UNUD-BPMU-05.01.09

Rektor

BUKIT JIMBARAN TAHUN 2010
UNUD-BPMU-05-01-09

i

ii

MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA

SAMBUTAN REKTOR Kami mengucapkan puji dan syukur kehadapan Tuhan YME. Semua dokumen ini juga sangat penting artinya dalam pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) sehingga dapat memenuhi jaminan tentang kualitas yang akan dicapai oleh peserta didik setelah mereka mengikuti pendidikan di Unud. Dengan demikian. Dalam berbagai kesempatan. kami mengucapkan terima kasih kepada Pengurus BPMU yang telah berusaha sekuat tenaga mewujudkan buku Manual Prosedur ini. Dokumen ini berisi tentang format Spesifikasi Program Studi. UNUD-BPMU-05-01-09 iii . Oleh karenanya. Dengan selesainya buku manual ini. Sementara itu. kami selalu menyampaikan bahwa Unud telah menegaskan sikapnya untuk secara terus menerus meningkatkan kualitas atau mutu akademiknya. Di samping itu. diharapkan akan dapat dimanfaatkan sebagai sarana bagi peningkatan kualitas akademik tersebut. karena BPMU telah berhasil merumuskan sebuah dokumen mutu. Kontrak Perkuliahan dan Sistem Penilaian. Sehingga prestasi yang kini telah dicapai oleh Unud dapat semakin dimantapkan dan ditingkatkan. SPO Dosen dapat dimanfaatkan untuk memonitor pelaksanaan tugas dosen dalam menjalankan dharma profesinya. buku ini berisi Standar Prosedur Operasional (SPO) Dosen. Berbagai dokumen yang kini sudah dihasilkan oleh BPMU dalam bidang akademik. Silabus. seluruh isi dokumen ini dapat dimanfaatkan sebagai referensi oleh fakultas dan program studi dalam membuat berbagai dokumen yang terkait. SAP.

diharapkan sivitas akademika Unud memiliki referensi yang baku dalam proses implementasi KBK. Demikian harapan kami, dan kiranya buku manual dapat sebagai bahan acuan untuk memperkaya proses pematangan, dan juga sebagai penuntun bagi sivitas akademika Unud, dalam pelaksanaan tugas masing-masing.

Bukit Jimbaran, Maret 2010 Rektor Universitas Udayana,

Prof.Dr.dr. I Made Bakta, Sp.PD (KHOM)

iv

MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA

KATA PENGANTAR

Rektor Universitas Udayana pada setiap kesempatan selalu menekankan agar Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dapat segera dilaksanakan di Unud. Kebijakan itu perlu didukung dengan penyiapan dokumen yang terkait, agar sivitas akademika memiliki referensi, sebagai sarana dalam pelaksanaan penerapan KBK tersebut. Pelaksanaan KBK memerlukan adanya sarana/prasarana tertentu, yakni dalam bentuk berbagai dokumen yang berkait. Dokumen yang diperlukan adalah (1) format spesifikasi program studi; (2) format proses pendidikan (SAP, Silabus, dan kontrak perkuliahan); dan (3) format sistem penilaian. Dalam konteks penilaian menyangkut tentang penilaian soft skill, proporsi antara penilaian proses dan hasil, dll. Sementara itu, dalam buku Manual Prosedur ini, juga diselipkan tentang “Standar Presedur Operasional” (SPO) Dosen. Karena dosen merupakan inti yang penting dalam proses pelaksanaan KBK. SPO Dosen, dapat dimanfaatkan untuk memonitor kinerja dosen dalam pelaksanaan tugasnya sebagai pendidik dalam proses pembelajaran. Manual Prosedur ini telah didiskusikan dengan Unit Penjaminan Mutu (UPM) Fakultas. Manual Prosedur ini merupakan penyempurnaan dan penggabungan dari berbagai elemen yang ada dalam Manual Prosedur Implementasi Penjaminan Mutu Akademik Internal Program Sarjana Unud (Unud-BPMU-04.01.02) dan Manual Proses Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Universitas Udayana (Unud-BPMU-05.01.02). Dengan demikian, berbagai elemen terkait yang diperlukan dalam proses pelaksanaan KBK, bisa terdapat
UNUD-BPMU-05-01-09

v

dalam satu buku manual. Sementara itu, dalam buku manual seperti ini, tidak ada lagi muncul istilah-istilah yang tidak dipakai lagi dalam proses KBK, seperti misalnya istilah GBPP. Demikian berbagai hal yang dapat disampaikan, dan diharapkan dapat bermanfaat bagi kemajauan proses pembelajaran di Unud. Akhirnya, terima kasih kami sampaikan kepada semua pengurus BPMU yang telah bekerja keras untuk membuat buku ini. Mohon maaf, apabila ada berbagai hal yang tidak berkenan, dan mohon kritik dan sarannya bagi penyempurnaan buku ini lebih lanjut. Semoga Tuhan Yang Maha Esa dapat selalu memberikan bimbingan-NYA.

Bukit Jimbaran, Maret 2010 Ketua BPMU Prof. Dr. Wayan Windia

vi

MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA

...................................................... PENDAHULUAN .................................................................. PEDOMAN PENYUSUNAN KONTRAK PERKULIAHAN......... viii I........................... LAMPIRAN / CONTOH ...............................................................DAFTAR ISI SAMBUTAN REKTOR ............................................................................................................. KATA PENGANTAR ................ PEDOMAN PENYUSUNAN SILABUS DAN SAP ..................................................................................... IV........................ V.............. DAFTAR ISI.................................................. 23 36 37 20 17 3 8 1 UNUD-BPMU-05-01-09 vii .............................. II............................... VI............................................................................... PEDOMAN PENYUSUNAN SPESIFIKASI PROGRAM STUDI ................................... iii v vii DAFTAR LAMPIRAN ....................................................................................................... III.............................. PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI ..................... STANDAR PERAN DOSEN DAN PROSEDUR OPRASIONAL DALAM PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK) .............................................................................................. DAFTAR RUJUKAN ...........................

......... Check List...................................... Contoh Kontrak Perkuliahan. 39 47 53 58 69 73 77 79 viii MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI..........DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8 Contoh Rubrik..... SILABUS............. Contoh Spesifikasi Program Studi/Jurusan ... dan Format Penilaian dalam KBK ................... Contoh Kurikulum .......................... Contoh Kompetensi Lulusan ..................................................... SAP................................................ SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA ...... Contoh Silabus............................... Contoh Satuan Acara Perkuliahan .................................... Contoh Peta Kurikulum .............. KONTRAK PERKULIAHAN........

2008). Standar Akademik. dan borang. Pada tingkat Perguruan Tinggi dan Fakultas. Untuk mencapai tujuan tersebut. menciptakan dan menerapkan ilmu pengetahuan. 2008) disebutkan UNUD-BPMU-05-01-09 1 . PENDAHULUAN Universitas Udayana (Unud) sebagai lembaga pendidikan tinggi menyelenggarakan kegiatan pendidikan tinggi dengan tujuan menyiapkan perserta didik menjadi anggota masyarakat yang cerdas. yaitu dokumen akademik dan dokumen mutu. serta peraturan akademik. dan kontrak perkuliahan. teknologi dan seni. instruksi kerja. jenis dokumen penjaminan mutu yang disiapkan adalah Kebijakan Akademik. Dokumen akademik sebagai rencana atau standar. Manual Mutu. dan pengabdian pada masyarakat. visi-misi. Peraturan Akademik. serta berwawasan budaya dan kebangsaan Indonesia. standar pendidikan. Program pembelajaran antara lain meliputi silabus. beriman dan bertaqwa. manual prosedur. Disamping itu memiliki kemampuan akademik dan/atau professional yang dapat mengembangkan. penelitian. Satuan Acara Perkuliahan (SAP). Kompetensi Lulusan dan Program Pembelajaran (Panduan Pelaksanaan SPM-PT Dikti. dokumen pendukung. mandiri. berintegrasi tinggi. memuat tentang arah/ kebijakan.I. dan Manual Prosedur. Unud membangun sistem dan melaksanakan penjaminan mutu akademik. Dalam Manual Prosedur Implementasi Penjaminan Mutu Akademik Internal Program Sarjana Unud (BPMU. Sedangkan dokumen mutu sebagai instrumen untuk mencapai dan memenuhi standar yang telah ditetapkan terdiri dari manual mutu. sedangkan di tingkat Program Studi (PS)/Jurusan/Bagian meliputi dokumen Spesifikasi Program Studi. Pelaksanaan penjaminan mutu didasarkan atas dua dokumen pokok.

SILABUS. kontrak perkuliahan) dalam rangka pelaksanaan kegiatan penjaminan mutu kurikulum. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . SAP. standar akademik dan manual mutu akademik yang berlaku. Di samping itu. KONTRAK PERKULIAHAN. PS hendaknya menyusun Spesifikasi Program Studi untuk ruang lingkup tugas dan fungsinya. SAP. Setiap PS memiliki fleksibilitas dan kebebasan untuk melakukan penyesuaian dan pengembangan dengan tetap mengacu kepada kebijakan akademik.bahwa salah satu butir prosedur implementasi sistem penjaminan mutu di Unud adalah Penyusunan Spesifikasi Program Studi oleh Ketua Jurusan dan Ketua Program Studi. 2 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. evaluasi terhadap pelaksanaan dan hasil proses pembelajaran dan melakukan tindakan perbaikan proses pembelajaran. dalam manual mutu akademik Universitas Udayana (BPMU. Pedoman ini disusun dengan harapan dapat membantu pengelola kegiatan akademik di tingkat Jurusan/ Bagian/Program Studi dalam menyusun spesifikasi Program Studi dan program pembelajaran (silabus. 2008) disebutkan bahwa Ketua Jurusan/Kepala Bagian/Ketua Program Studi bertanggungjawab atas terlaksananya proses pembelajaran yang bermutu. Untuk itu.

Misi dan Tujuan Pendidikan.1 PEDOMAN PENYUSUNAN Pedoman ini berisi tentang butir-butir yang hendaknya dimuat dalam spesifikasi Program Studi di Lingkungan Universitas Udayana sebagai berikut: 1. Visi seharusnya merupakan cita-cita yang dapat memberikan inspirasi bagi segenap pihak yang berkepentingan untuk bertindak. Identitas PS meliputi Nama PS. Jurusan). Di samping itu. UNUD-BPMU-05-01-09 3 . dan ruang lingkup kerja yang khas dari unit kerja. Visi. hendaknya ada pernyataan tentang kaitan antara kurikulum dengan Visi dan Misi PS. 2. Visi dan Misi PS menunjang Visi dan Misi Fakultas serta Visi dan Misi Unud. d. PEDOMAN PENYUSUNAN SPESIFIKASI PROGRAM STUDI 2. c.II. Visi seharusnya dirumuskan bersama oleh pimpinan dengan memperhatikan masukan dari stakeholders dan disahkan oleh senat fakultas/rapat jurusan. dan Akreditasi yang diperoleh. Gelar Lulusan. Pelaksana Proses Pembelajaran (Fakultas. Visi seharusnya ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan ipteks dan masyarakat. jangka waktu. Visi seharusnya memuat tujuan. Tujuan Pendidikan juga dinyatakan dengan jelas pada spesifikasi program studi. b. Contoh panduan penyusunan visi pendidikan: a.

Misi seharusnya menunjukkan ruang lingkup pasar dan geografis yang menjadi sasaran. KONTRAK PERKULIAHAN. Misi seharusnya memberi keluwesan ruang gerak pengembangan kegiatan satuan satuan lembaga yang terlibat. c. Contoh Panduan Penyusunan Tujuan Pendidikan: a. Tujuan pendidikan seharusnya disusun bersama oleh pimpinan dengan memperhatikan masukan-masukan stakeholders. e. b. Misi seluruh unit kerja seharusnya direvisi secara berkala sesuai dengan perkembangan ipteks dan kebutuhan masyarakat. Misi seharusnya memuat pernyataan yang berkaitan dengan kebijakan unit kerja. Tujuan pendidikan seharusnya dievaluasi secara berkala di seluruh unit kerja. mahasiswa dan stakeholders. Tujuan pendidikan seharusnya disusun selaras dengan visi dan misi dan relevan dengan kebutuhan masyarakat sehingga dapat menghasilkan lulusan yang memilki kompetensi sesuai dengan jenjang pendidikan. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . Misi seharusnya menjadi tolok ukur dalam evaluasi di seluruh unit kerja. 4 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. c. Misi seharusnya memberikan arahan dalam mewujudkan visi dan dinyatakan dalam tujuan-tujuan yang dapat dicapai dalam kurun waktu tertentu. SAP. d. g. Misi seharusnya mengandung pokok pokok bentuk kegiatan utama yang dapat menjadi landasan hubungan kerja serta pengalokasian sumberdaya ke segenap pihak yang berkepentingan. f.Contoh panduan penyusunan misi pendidikan : a. b. Tujuan pendidikan seharusnya disosialisasikan kepada dosen. d. SILABUS.

Kompetensi lulusan dinyatakan dalam butir-butir pernyataan yang menggambarkan tentang kompetensi yang harus dicapai oleh lulusan PS. PS seharusnya mempunyai struktur kurikulum yang jelas. keterampilan. Kompetensi lulusan dibuat mengacu pada (a) Visi dan Misi Unud. Kurikulum dan Peta Kurikulum. dan lain-lain. 5. laboratorium. ditampilkan pula Peta Kurikulum yang menggambarkan kaitan mata kuliah dengan kompetensi lulusan Program Studi. MPB. Di samping itu. perpustakaan. dan jumlah SKS. bimbingan praktikum. Standar Kompetensi Lulusan. budaya dan seni. Tujuan pendidikan seluruh unit kerja seharusnya direvisi secara berkala sesuai dengan perkembangan ipteks dan kebutuhan masyarakat. nilai dan sikap yang direflesikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Di sini perlu dijelaskan dukungan untuk proses pembelajaran seperti tersedianya bimbingan akademik dan nonakademik. kurikulum ditampilkan dalam bentuk Nama Mata Kuliah. Kode Mata Kuliah. yang meliputi perpaduan dari pengetahuan. 4. tersedianya berbagai sumber belajar. 3. dibuat secara sistematik per semester dan terlihat dengan jelas keterkaitan antara satu mata kuliah dengan yang lain. UNUD-BPMU-05-01-09 5 . Dalam Spesifikasi Program Studi.e. Semester diajarkan. MKK. (b) kebutuhan masyarakat dan pengembangan ipteks. MBB). bimbingan penyelesaian tugas akhir. Kelompok Mata Kuliah (MPK. Dukungan untuk Mahasiswa dan Proses Pembelajaran. dan (d) tuntutan belajar sepanjang hayat. MKB. (c) tuntutan pembangunan bangsa dan permintaan stakeholders (market signals).

dan adanya penjaminan mutu akademik internal. dan perilaku (behaviour) perserta didik dari suatu proses pembelajaran. pengembangan kemampuan mengajar staf dosen. Indeks Prestasi Kumulatif Minimum. Indikator Kualitas dan Standar. KONTRAK PERKULIAHAN. seperti jumlah minimum SKS yang harus ditempuh. Kriteria Pendaftaran Masuk PT.6. Sedangkan metode penilaian menjelaskan tentang cara dan kriteria penilaian dalam proses pembelajaran untuk mengetahui perubahan kemampuan (knowledge). Dalam indikator kualitas dan standar ini diuraikan tentang pengakuan penilaian oleh pihak eksternal seperti akreditasi oleh BAN PT atau akreditasi dari pihak lain secara nasional maupun internasional. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . keterampilan (skill). Metode Evaluasi dan Peningkatan Kualitas dan Standar Proses Pembelajaran. Kriteria kelulusan menggambarkan persyaratan mimimum untuk dinyatakan lulus pada Program Studi yang bersangkutan. jenis-jenis layanan yang mampu disediakan/diberikan dan kerjasama yang mampu dijalin dengan pihak luar. melalui Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK). 7. SILABUS. atau model penerimaan lain dan apakah menerima mahasiswa pindahan atau tidak. 8. Kriteria Kelulusan dan Metode Penilaian. Dalam kriteria pendaftaran disebutkan lulusan yang diterima seperti lulus Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). jenisjenis hibah kompetitif yang dimenangkan oleh PS/Jurusan. dan lain sebagainya. Dalam hal ini disebutkan metode evaluasi proses pembelajaran dalam rangka peningkatan kualitas dan standar proses pembelajaran. Mata kuliah tertentu yang harus diambil. SAP. 9. 6 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI.

................ Kurikulum : ... Visi........................ 1.................................................................. Jurusan/Program Studi : ....................................... 2.................................... 10......... Kriteria Pendaftaran : .........................2 CONTOH FORMAT Contoh Format Rumusan Spesifikasi Program Studi seperti berikut.............. Misi dan Tujuan Pendidikan : .................... 12.............................. Indikator Kualitas dan Standar : ........ Nama Program Studi : ... Kompetensi Lulusan (learning outcome) : .............................. 3......................... 7..... Tanggal Penyusunan/Perbaikan : ...... Gelar Lulusan : ................. 15....... 13................................................... 9.......... 6............................. Dukungan untuk Mahasiswa dan Proses Pembelajaran : ....... 4.......2....................... Peta Kurikulum : . 14........ 8......... 11........................................ Perguruan Tinggi : Universitas Udayana Pelaksana Proses Pembelajaran : . Fakultas : ............... UNUD-BPMU-05-01-09 7 ...................... Metode Evaluasi dan Peningkatan Kualitas dan Standar Proses Pembelajaran: ... 5............................... Kriteria Lulusan dan Metode Penilaian : .... Program Diakreditas oleh : ...........................................

agar pelaksanaan proses belajar mengajar di kelas dapat terlaksana dengan efektif. 8 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. Kompetensi Lulusan. KONTRAK PERKULIAHAN. Dosen perlu didorong untuk menyusun silabus dan SAP yang baik mengingat ketersediaan silabus dan SAP dalam proses pembelajaran pada kurikulum berbasis kompetensi sangat penting. dan (4) Strategi Pembelajaran. (6) Penilaian. Dasar Penyusunan Silabus dan SAP adalah Spesifikasi Program Studi. yaitu : (a) sebagai pedoman dosen pengampu dalam memprogram acara perkuliahannya pada setiap tatap muka dengan mahasiswa. (3) indikator pencapaian kompetensi.1 TUJUAN Pedoman penyusunan Silabus dan SAP ini disusun dengan maksud untuk dapat membantu dosen dalam menyusun silabus dan SAP bagi setiap Mata Kuliah yang diampu. Sedangkan komponen SAP terdiri atas : (1) Indikator Pencapaian. dan (8) Sumber Belajar. (2) Materi Pokok. (3) Pengalaman Belajar. SAP. (5) Kegiatan/Pengalaman Belajar. (2) kompetensi dasar. SILABUS. (7) Alokasi Waktu. PEDOMAN PENYUSUNAN SILABUS DAN SAP 3. Pedoman ini disusun dengan tujuan untuk dapat mendorong dosen dalam mendesain pembelajaran berbasis pada silabus dan SAP sesuai dengan format yang telah ditentukan. dan Peta Kurikulum.III. (4) materi pokok/pembelajaran. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . Komponen Silabus terdiri atas : (1) standar kompetensi. dan (b) sebagai pedoman dosen pengampu dalam menyiapkan bahan ajar sesuai dengan referensi dan acara perkuliahannya setiap kali melakukan tatap muka dengan mahasiswa. dan mendorong dosen untuk mendukung perencanaan dan pengembangan kurikulum yang berkelanjutan.

Jumlah SKS: diisi jumlah SKS Mata Kuliah sesuai dengan jumlah yang ada dalam struktur kurikulum. Mata Kuliah Prasyarat: diisi nama mata kuliah yang harus ditempuh sebelum mengikuti mata kuliah yang bersangkutan (bisa ada. c. dan psikomotor yang harus menjadi bagian hidup dalam berfikir dan bertindak. 2. dan mungkin lebih dari satu mata kuliah).Pedoman Penyusunan Silabus dan SAP ini bersisi tentang langkah-langkah penyusunan silabus dan SAP serta contoh Format Silabus dan Contoh Format SAP. 1. Rumuskan standar kompetensi dari mata kuliah yang didasarkan pada tujuan akhir dari mata kuliah tersebut. UNUD-BPMU-05-01-09 9 . d. Standar Kompetensi diisi dengan kemampuan mahasiswa yang diharapkan setelah satu semester mengikuti pembelajaran suatu mata kuliah dalam hal kognitif. f. 3. bisa tidak ada. afektif. e. Program Studi: diisi sesuai dengan jurusan/program studi di mana suatu mata kuliah diajarkan. Nama Mata Kuliah: diisi nama mata kuliah sesuai dengan nama yang ada dalam struktur kurikulum. Kode Mata Kuliah: diisi kode mata kuliah sesuai dengan kode yang ada dalam struktur kurikulum. Perumusan Standar Kompetensi (SK). yang terdiri atas: a.2 LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN SILABUS Langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan dalam penyusunan silabus suatu mata kuliah adalah sebagai berikut. Semester: diisi sesuai dengan waktu suatu mata kuliah diajarkan. b. Mengisi Form Identitas Mata Kuliah.

afektif. Penentuan Materi Pokok. dan psikomotorik. Kompetensi dasar adalah rincian kompetensi dalam setiap aspek materi pokok yang harus dilatihkan kepada peserta didik sehingga kompetensi dapat diukur dan diamati. KONTRAK PERKULIAHAN. Prinsip relevansi. a. Materi pokok merupakan bagian struktur keilmuan suatu bahan kajian yang dapat berupa pengertian. Perumusan Indikator Pencapaian Kompetensi. gugus isi atau konteks. Jabarkan standar kompetensi yang telah dirumuskan menjadi beberapa kompetensi dasar untuk memudahkan pencapaian dan pengukurannya. Indikator merupakan wujud dari KD yang lebih spesifik. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . merupakan materi bahan ajar yang dibutuhkan peserta didik untuk mencapai KD yang telah ditentukan dengan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut. dan keterampilan. afektif. konsep. Perumusan Kompetensi Dasar (KD). Tuliskan dengan kata kerja operasional yang meliputi aspek kognitif. SAP.3. 4. Kompetensi dasar sebaiknya selalu dilakukan perbaikan dan pengayaan guna memenuhi keinginan pasar. berarti target KD tersebut sudah terpenuhi. 5. SILABUS. Kata kerja operasional pada rumusan indikator dapat dirinci sesuai dengan kegiatan yang dilakukan dan dapat ditulis secara terpisah antara aspek kognitif. yang merupakan cerminan dari kemampuan peserta didik dalam suatu tahapan pencapaian pengalaman belajar yang telah dilalui. Materi pokok adalah sub pokok bahasan. yang merupakan penjabaran dari KD. 10 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. dan psikomotorik. ada kesesuaian antara uraian materi pokok dengan KD yang ingin dicapai. Tuliskan indikator dengan kata kerja operasional. bidang ajar. Bila serangkaian indikator dalam suatu kompetensi dasar sudah dapat dicapai peserta didik. proses.

7. Prinsip edukasi. ada keajegan dan keterkaitan antara materi pokok dan uraian materi pokok dengan KD dan SK. menganalisis. Pengalaman belajar dikembangkan untuk mencapai kompetensi dasar melalui strategi pembelajaran. Pemilihan Kegiatan/Pengalaman Belajar. Prinsip konsistensi. psikomotorik. resume materi. adanya kecukupan materi yang diberikan untuk mencapai KD. Teknik penilaian adalah cara-cara yang ditempuh untuk memperoleh informasi mengenai proses dan produk yang dihasilkan dari proses pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik. dan menafsirkan proses dan hasil belajar perserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. Oleh karenanya yang membedakan antara perguruan tinggi satu dengan yang lain tercermin pada perbedaan pengalaman belajar yang diperoleh mahasiswa. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. 6.b. Dengan memberikan materi (content) pengalaman belajar yang tepat mahasiswa diharapkan dapat mencapai dan mempunyai kemampuan kognitif. tagihan yang dapat berupa laporan. Sebaiknya. Penilaian. UNUD-BPMU-05-01-09 11 . dan afektif yang sekaligus telah mengintegrasikan kecakapan hidup (life skill). c. chek list. Pengalaman belajar merupakan kegiatan fisik maupun mental yang dilakukan oleh peserta didik dalam berinteraksi dengan bahan ajar. sehingga alat penilaian tersebut betulbetul mengukur apa yang seharusnya diukur. teknik dan instrumen penilaian didasarkan pada indikator yang telah dirumuskan. Alat penilaian dapat berupa tes lisan atau tertulis. dan lain-lain.

9. dan b. indikator pencapaian. SAP. frekuensi penggunaan materi. Sumber pustaka adalah kumpulan dari referensi yang dirujuk atau yang dianjurkan. sedangkan sumber belajar yang berupa internet harus menyebutkan nama penulis. dan alamat web-nya. alokasi waktu mata pelajaran. peralatan dan bahan-bahan yang digunakan untuk membelajarkan peserta didik agar SK. minggu efektif per semester. judul buku/jurnal/artikel. Penulisan sumber pustaka berdasarkan kaidah atau aturan yang telah diakui secara umum. dan pengalaman belajar yang telah direncanakan dapat berhasil dicapai. Alokasi waktu mempertimbangkan lama waktu dalam menit yang dibutuhkan peserta didik untuk mampu menguasi KD yang telah ditetapkan. tingkat pentingnya materi yang dipelajari. Alokasi waktu hendaknya juga mempertimbangkan tingkat kesukaran materi. dan cara penyampaian materi. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . dengan memperhatikan: a. efisien. KONTRAK PERKULIAHAN. yaitu ekonomis. penggunaannya didasarkan pada prinsip 3E. KD. dan efektif. SILABUS. sebagai sumber informasi yang harus dikuasai oleh peserta didik. 12 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI.8. Sumber belajar yang berupa buku dan jurnal harus menyebutkan nama penulis. Alokasi Waktu. judul artikel. dan halaman. praktikum dan kerja lapangan/klinis. Sumber belajar. meliputi tatap muka. cakupan materi. Sumber belajar meliputi pustaka termasuk e-journals dan e-books.

Kode Mata Kuliah. UNUD-BPMU-05-01-09 13 . minggu ke-1. Materi Pokok Pengalaman Belajar Alokasi Waktu Media/ Sumber Belajar Penilaian Indikator Pencapaian Catatan: Penilaian dalam KBK terdiri atas: a. Waktu Pertemuan.4 LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN SAP Langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan dalam penyusunan SAP suatu mata kuliah adalah sebagai berikut. 1. : ………………………. Yang dimaksud dengan waktu pertemuan dalam SAP adalah lama waktu pertemuan (misalnya 2 x 50 menit. : ………………………. minggu ke-2. 2. dan Jumlah SKS Mata Kuliah. dan sebagainya) untuk menuntaskan 1 (satu) indikator pencapaian kompetensi yang telah ditentukan dalam silabus. : ………………………. Penilaian produk : 40% 3. Mengisi Form Identitas Mata Kuliah yang terdiri atas Nama Mata Kuliah. : ……………………….3 CONTOH FORMAT SILABUS Jurusan/Program Studi Nama Mata Kuliah Kode Mata Kuliah Jumah SKS Semester Mata Kuliah Prasyarat No Standar Kompetensi Kompetensi Dasar : ……………………….3. Penilaian proses : 60% b. : ………………………. 2 x 100 menit.

SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . (5). dan (6) sumber belajar. SILABUS. 6. Strategi pembelajaran dalam SAP berisi uraian tentang (1) tahapan-tahapan kegiatan pembelajaran. Dengan memberikan materi (content) pengalaman belajar yang tepat mahasiswa diharapkan dapat mencapai dan mempunyai kemampuan kognitif. 4. (4) penilaian. di mana dengan lama waktu pertemuan yang ditentukan tersebut maka indikator pencapaian kompetensi yang bersangkutan sudah dapat dicapai. Tulislah satu indikator pencapaian kompetensi yang telah ditentukan dalam silabus untuk setiap satu satuan waktu pertemuan. (3) kegiatan mahasiswa.3. Pengalaman belajar dalam stiap SAP menguraikan tentang kegiatan fisik maupun mental yang dilakukan oleh peserta didik dalam kaitannya dengan pemenuhan indikator pencapaian kompetansi yang telah ditetapkan. media dan alat pembelajaran. Indikator Pencapaian Kompetensi. Berdasarkan atas pengertian ini maka jumlah SAP yang harus dibuat untuk satu mata kuliah tertentu adalah sejumlah indikator pencapaian kompetensi yang telah ditetapkan dalam silabus. dan afektif yang sekaligus telah mengintegrasikan kecakapan hidup (life skill). Materi Pokok. 5. (2) kegiatan dosen. 14 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. Materi pokok yang ditulis dalam SAP disesuaikan dengan materi bahan ajar yang dibutuhkan peserta didik untuk mencapai indikator pencapaian kompetensi dalam satu satuan waktu pertemuan yang ditentukan. Strategi Pembelajaran. psikomotorik. Pengalaman Belajar. KONTRAK PERKULIAHAN. SAP.

kegiatan inti / penyajian. Media dan alat pembelajaran serta sumber belajar yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai indikator pencapaian kompetensi untuk satu satuan waktu pertemuan yang telah ditentukan. pokok bahasan. konsep). dan sumber belajar untuk mencapai indikator pencapaian kompetensi. UNUD-BPMU-05-01-09 15 . menyusun laporan kegiatan selama kuliah.Tahapan-tahapan kegiatan pembelajaran untuk setiap pertemuan bisa dikelompokkan menjadi kegiatan awal / pembukaan / pendahuluan. Sedangkan pada kegiatan akhir kegiatan dosen adalah merangkum uraian kegiatan pembelajaran. penilaian yang dilakukan. dan kegiatan akhir/penutup. dan lain-lain. dan lain-lain sedangkan kegiatan mahasiswa misalnya menyimak. Pada tahap kegiatan inti/penyajian kegiatan dosen adalah menjelaskan materi (tema. Dalam setiap tahapan tersebut diuraikan kegiatan yang dilakukan oleh dosen. memberikan contoh. media atau alat pembelajaran yang digunakan. mendengarkan penjelasan dan mencatat. kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa. mengajukan pertanyaan dan memberikan pendapat dalam diskusi. melakukan penilaian dan penjelasan tindak lanjut sedangkan kegiatan mahasiswa adalah mengerjakan latihan. pada kegiatan awal/pembukaan kegiatan dosen adalah memberikan uraian untuk mengantarkan topik/tema yang akan dibahas dalam pembelajaran sedangkan kegiatan mahasiswa misalnya melihat. Sebagai contoh.

............ 4........ .......................................... CONTOH FORMAT SAP 1..... SILABUS.. 5....... …………………………................... ...................... ......... PENILAIAN ........................5..... SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA .. KEGIATAN MAHASISWA ............ Pembukaan Penyajian Penutup Media dan Alat Pembelajaran : ........ 16 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI...... ...................... 2 x 100 menit 1 dan 2 ………………………… ………………………… ………………………… 2............................ Sumber Belajar : .................................. .......... KONTRAK PERKULIAHAN..........3......... Strategia Pembelajaran : TAHAPAN KEGIATAN DOSEN ...................... 6.................................. Nama Mata Kuliah Kode Mata Kuliah Jumah SKS Waktu Pertemuan Pertemuan minggu ke Indikator pencapaian Materi Pokok Pengalaman Belajar : : : : : : : : …………………………..................... SAP. ............................. …………………………................. 3....................

2. agar pelaksanaan proses belajar mengajar di kelas dapat terlaksana dengan baik.1 TUJUAN Pedoman penyusunan kontrak perkuliahan ini disusun dengan maksud untuk dapat membantu dosen dalam menyusun kontrak perkuliahan/kontrak belajar bagi setiap mata kuliah yang diampu. yang dilakukan pada awal perkuliahan. 3.2 PEDOMAN PENYUSUNAN Kontrak perkuliahan disusun dengan menjelaskan komponenkomponen kontrak perkuliahan yang terdiri atas: 1. kaitannya dengan mata kuliah lain dan kompetensi lulusan program studi yang telah ditetapkan. 4. termasuk didalamnya mengenai bentuk dan isi program belajar. Manfaat Mata Kuliah. Deskripsi Mata Kuliah. PEDOMAN PENYUSUNAN KONTRAK PERKULIAHAN 4.IV. Diisi dengan menguraikan ruang lingkup mata kuliah. efektif dan efisien. Fungsi kontrak perkuliahan adalah menjelaskan peranan dan tanggungjawab mahasiswa dan dosen dalam rangka meningkatkan efisiensi belajar. Diisi dengan menjelaskan tentang manfaat dan kompetensi yang diperoleh oleh perserta didik setelah menyelesaikan mata kuliah yang diajarkan. Diisi rumusan standar kompetensi dari mata kuliah yang didasarkan pada tujuan akhir dari mata kuliah yang menggambarkan kemampuan mahasiswa yang diharapkan setelah satu UNUD-BPMU-05-01-09 17 . Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Kontrak perkuliahan merupakan kesepakatan antara dosen dan mahasiswa mengenai berbagai aspek perkuliahan.

Diisi dengan menguraikan subpokok bahasan sebagai materi bahan ajar yang dibutuhkan peserta didik untuk mencapai kompetensi dasar yang telah ditentukan. mereview jurnal. 6. Tugas-Tugas. SAP. Diisi dengan tugas-tugas yang diberikan seperti pembuatan paper. Diisi dengan menguraikan strategi yang ditempuh dalam perkuliahan agar proses pembelajaran berjalan dalam suasana kondusif. Strategi Perkuliahan.4. 18 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. 9. Oleh karena kontrak perkuliahan merupakan kesepakatan antara dosen dan mahasiswa mengenai berbagai aspek perkuliahan. Diisi dengan sumber belajar yang dipakai sebagai acuan dalam proses pembelajaran. dan pendalaman materi. Materi Pokok. SILABUS. Jadual Kuliah. 7. Kriteria Penilaian. pokok bahasan yang diberikan dan bahan bacaan yang digunakan. Diisi dengan menyebutkan tanggal perkuliahan. KONTRAK PERKULIAHAN. maka isi kontrak perkuliahan ini harus dijelaskan kepada peserta didik pada awal perkuliahan. Di samping itu disebutkan pula kompetensi dasar sebagai rincian kompetensi dalam setiap aspek materi pokok yang harus dilatihkan kepada peserta didik. Setelah ada kesepakatan. Bahan Bacaan. Diisi dengan dengan teknik dan instrumen penilaian yang akan digunakan. dan lain-lain. 5. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . semester mengikuti pembelajaran. praktikum. 8. kontrak perkuliahan ditandatangani oleh dosen pengasuh dan wakil mahasiswa kemudian diketahui oleh Ketua Program Studi.

Bahan Bacaan 9.. …………………………. : …………………………... UNUD-BPMU-05-01-09 19 . Strategi Perkuliahan 7.. : …………………………. Kriteria Penilaian 10. Ketua PS. Kompetensi Dasar 6. Mengetahuai. Deskripsi Mata Kuliah 4. Materi Pokok 8.. …………………………………. NIP.: ……………………………. : ………………………….. Standar Kompetensi 5. Tugas-Tugas 10. : ………………………….. : …………………………. Jadwal Kuliah 1. …………………. …………………… Koordinator Mata Kuliah ……………………….4. Manfaat Mata Kuliah 3. : …………………………… : …………………………… : …………………………… : …………………………… : …………………………… : …………………………… : …………………………… : …………………………… : …………………………… : …………………………… Wakil Mahasiswa Denpasar.3 CONTOH FORMAT KONTRAK PERKULIAHAN Identitas Mata Kuliah Nama Mata Kuliah Jumlah SKS Semester Hari Pertemuan/Jam Tempat Pertemuan 2..

STANDAR PERAN DOSEN Sebelum membahas berbagai hal yang berkait dengan Standar Prosedur Operasional (SPO) Dosen UNUD dalam pelaksanaan pembelajaran Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). 5. 2. SAP. (ii) fasilitator. KONTRAK PERKULIAHAN. ketika memasuki ruang kelas.1. dan (iii) motivator. 1. dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut. demikian juga ketika akan meninggalkan ruang kelas. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . SAP dan Kontrak Perkuliahan sebelum proses pembelajaran dimulai. Menyiapkan sumber pembelajaran dan menginformasikan sumber pembelajaran yang dimaksud (buku ajar. bahan ajar. Adapun peran dosen yang paling hakiki dalam KBK adalah sebagai (i) penuntun. 3. maka perlu dipahami terlebih dahulu tentang Standar Peran Dosen dalam pelaksanaan KBK. (ii) menyampaikan guideline 20 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. 5.V. Memulai perkuliahan pada minggu pertama. Menyiapkan media pembelajaran. 4. jurnal ilmiah.2 STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL DOSEN Adapun Standar Prosedur Operasional Dosen dalam pelaksanaan pembelajaran KBK adalah sebagai berikut. dan berbagai referensi lainnya) kepada mahasiswa. STANDAR PERAN DAN PROSEDUR OPERASIONAL DOSEN DALAM PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK) 5. SILABUS. dengan : (i) melakukan perkenalan diri. Menyiapkan Silabus. Menyampaikan salam.

10. 14. Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk melakukan tanya-jawab / diskusi. 11. sebelum akhir proses pembelajaran. (iv) memotivasi kemandirian belajar mahasiswa. 7. etika/moral sebagai insan akademik. Menyampaikan closing statement. Dalam memberikan kuliah. Memberikan tugas-tugas kepada mahasiswa dan mengembalikan seluruh tugas-tugas yang diberikan (termasuk quiz. Melakukan penilaian terhadap soft skills mahasiswa. PR. Memfasilitasi pembentukan Small Group Discusion (SGD). sesuai strategi pembelajaran yang akan diterapkan. dan (iv) membimbing mahasiswa untuk melakukan doa. Mengabsen mahasiswa. pada proses/pelaksanaan pembelajaran (materi pembelajaran soft skills dapat merujuk pada Buku Manual Akademik Indikator Penerapan Pola Ilmiah Pokok (PIP) UNUD. 13. 8. Mencari solusi bila muncul permasalahan dalam proses pembelajaran. (iii) menyampaikan Standar Kompetensi (SK) atau tujuan pembelajaran dari mata kuliah. 9. dll. atau referensi lainnya yang relevan). materi perkuliahan sesuai SAP. UNUD-BPMU-05-01-09 21 . Problem Based Learning (PBL). dan UAS) dengan memberikan feedback atau nilai. Menyampaikan kesimpulan/summary materi perkuliahan menjelang akhir jam kuliah. agar sebelumnya menyebutkan materi pembelajaran yang harus diselesaikan hari itu (sesuai SAP). 15. (iii) membimbing mahasiswa untuk mengetahui berbagai prinsip budi-pekerti. Memberikan kuliah (tatap muka) sebanyak 14 kali dalam satu semester.UTS. tetapi belum termasuk untuk pelaksanaan UTS dan UAS.6. 12. yang berlandaskan Student Centered Learning (SCL) Membimbing praktikum atau praktek lapangan.

(ii) tim dosen. SILABUS. yang secara mandiri mengasuh suatu mata kuliah tertentu dalam satu semester. Menghubungi anggota team teaching. yang secara bersama-sama mengasuh mata kuliah tertentu dalam satu semester. agar tetap ada aktivitas pembelajaran pada hari tsb. 22 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. bila berhalangan hadir. atau memberikan tugas-tugas tertentu kepada mahasiswa. yang pelaksanaan pembelajarannya dianggap setara dengan satu semester. KONTRAK PERKULIAHAN.16. (iii) tim dosen yang secara bersamasama mengasuh mata kuliah dalam satu blok tertentu (bagi PS yang menggunakan sistem blok). SAP. Catatan: Adapun yang dimaksudkan dengan dosen dalam manual ini adalah : (i) seorang dosen. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA .

psikomotor dan afektif. PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI 1. Maksudnya kegiatan penilaian ditempatkan sebagai kegiatan yang tidak terpisahkan dalam proses pembelajaran. pendidik perlu secara terus-menerus mengikuti perkembangan kemampuan peserta didik dalam menguasai kompetensi sesuai dengan tuntutan UNUD-BPMU-05-01-09 23 . yaitu suatu proses penilaian dengan cara membandingkan kompetensi yang dicapai oleh peserta didik dengan SK yang telah ditetapkan pada suatu mata kuliah. penilaian merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh seorang pendidik yang dilakukan secara terencana dan terarah sesuai dengan tujuan pencapaian kompetensi meliputi ranah kognitif. Penilaian merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara terintegrasi dalam suatu proses pembelajaran. melalui kegiatan penilaian dapat diupayakan pemantauan terhadap perkembangan peserta didik baik menyangkut perkembangan kemampuan intelektual dan ketrampilan maupun perkembangan mental dan kejiwaan. Sebab penilaian dalam konteks KBK tidak hanya berorientasi pada hasil (product oriented) akan tetapi juga pada proses pembelajaran (process oriented). Dengan demikian. Dalam KBK. Pendahuluan Dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). penilaian berfungsi untuk mengukur tingkat keberhasilan peserta didik dalam pencapaian kompetensi (sumatif) dan sekaligus sebagai umpan balik bagi perbaikan proses pembelajaran (formatif). secara umum. Dalam implementasi KBK.VI. Penilaian dalam KBK disusun dan dilaksanakan berdasarkan standar kompetensi (SK).

meliputi ranah kognitif. indikator yang ditetapkan untuk suatu mata kuliah sehingga setiap aspek perkembangan dapat diukur. maka pendidik dituntut untuk mampu menggunakan teknik dan instrumen penilaian yang relevan dengan rumusan standar kompetensi. 2. Dengan demikian pendidik perlu menguasai berbagai teknik dan alat penilaian agar setiap aspek perkembangan peserta didik dapat dipantau dengan tepat. Jenis tagihan yang dapat digunakan 24 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. Untuk mendapatkan data dan informasi sebagai dasar penentuan tingkat keberhasilan peserta didik dalam penguasaan rumusan kompetensi dari mata kuliah yang diajarkan diperlukan adanya berbagai jenis tagihan. pelaksanaan kegiatan ini mesti dilakukan dengan menggunakan instrumen penilaian yang sesuai dengan aspek yang dinilai (kognitif. psikomotor dan afektif). Jenis Penilaian Penilaian dalam konteks KBK merupakan kegiatan terstruktur seorang pendidik yang dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi dengan proses pembelajaran dengan tujuan untuk menentukan tingkat pencapaian kompetensi peserta didik serta sebagai umpan balik bagi perbaikan proses pembelajaran yang dilaksanakan dengan menggunakan instrumen yang relevan. SILABUS. SAP. Penilaian kognitif pada dasarnya adalah dalam bentuk hardskill. Mengingat cakupan penilaian yang dilaksanakan sangat kompleks. psikomotor dan afektif. KONTRAK PERKULIAHAN. Sedangkan penilaian prikomotorik dan afektif pada dasarnya adalah dalam bentuk softskill. Untuk dapat menghasilkan penilaian yang merepresentasikan kompetensi peserta didik secara objektif.kurikulum dan secara terus-menerus perlu memperbaiki proses pembelajaran yang dilakukannya. kompetensi dasar. Penilaian softskill adalah penilaian dalam bentuk kemampuan interpersonal dan intrapersonal. serta memperhatikan proses dan hasil pembelajaran. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA .

2. • Kuis • Pertanyaan lisan • Tugas individu • Tugas kelompok • Presentasi tugas dan diskusi • Laporan praktikum atau laporan kerja praktik • Ujian praktek • Ujian tengah semester • Ujian akhir semester Berdasarkan aspek yang dinilai. selain dapat dimanfaatkan untuk mengukur kemampuan peserta didik juga digunakan sebagai umpan balik bagi perbaikan proses pembelajaran yang dilaksanakan. secara umum. Hasil tes diolah secara kuantitatif sehingga hasil tes berupa angka. Setiap jenis memiliki karakter dan tujuan yang berbeda.1 Tes Tes merupakan teknik penilaian yang biasa digunakan untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam pencapaian suatu kompetensi. Dilihat dari fungsinya. Tes ini dimaksudkan untuk menilai tingkat keberhasilan peserta didik terhadap kompetensi yang ditetapkan untuk suatu mata kuliah tertentu. Pelaksanaan tes dapat dilakukan setelah berakhirnya pembahasan satu pokok bahasan atau pada akhir semester. Sedangkan tes yang dilaksanakan pada akhir semester disebut tes sumatif.dalam sistem penilaian KBK antara lain sebagai berikut. Tes formatif. penilaian dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis : tes dan non-tes. Berdasarkan angka tersebut selanjutnya ditafsirkan tingkat penguasaan kompetensi peserta didik. UNUD-BPMU-05-01-09 25 . tes yang dilaksanakan setelah selesai satu pokok bahasan disebut dengan tes formatif.

Dengan demikian pertanyaan dalam tes mesti disusun dengan menggunakan kalimat yang sederhana namun jelas dan tegas. 4. 2. Spesifik Kalimat yang digunakan di dalam pertanyaan dalam tes agar disusun sedemikian rupa sehingga menimbulkan ambivalensi jawaban. kemudian diberikan lagi kepada kelompok yang sama pada waktu yang berbeda. 3. Artinya soal-soal disusun sesuai dengan pokok bahasan yang telah disampaikan. maka hasilnya relatif sama.1 Kriteria Tes Sebagai suatu alat ukur dalam kegiatan penilaian. jika suatu tes diberikan kepada sekelompok peserta didik. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . Representatif Diupayakan agar soal-soal yang diberikan dalam tes merepresentasikan seluruh pokok bahasan yang akan dimanfaatkan untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik. Misalnya. SILABUS.1. SAP. KONTRAK PERKULIAHAN. Reliabel Tes yang disusun dapat digunakan untuk menghasilkan informasi yang konsisten. 26 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. tes mesti memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut. 1. Relevan Soal-soal yang diberikan dalam tes disesuaikan dengan tingkat kemampuan peserta didik. 5. Valid Tes dikatakan memiliki tingkat validitas bila soal-soal yang diberikan dalam tes mampu mengukur penguasaan peserta didik terhadap materi yang hendak diukur dan sesuai dengan aspek yang hendak dinilai.2.

Terdapat dua jenis tes yang masuk dalam katagori tes tulis yaitu tes esai dan tes obyektif. Untuk menghindari subjektivitas dalam penskoran. Dalam membuat soal untuk tes obyektif perlu dicermati ketentuan berikut. • • • Soal harus sesuai dengan indikator Hanya ada satu jawaban benar Rumusan soal harus komunikatif UNUD-BPMU-05-01-09 27 . pelaksanaan tes esai mesti memperhatikan hal-hal sebagai berikut. 2. namun lebih banyak menanyakan hal-hal yang penting dari pokok bahasan mata kuliah.6. Proporsional Yang ditanyakan dalam tes mesti dibuat secara proportional. Tes esai merupakan bentuk tes yang dilaksanakan dimana peserta didik diminta menjawab pertanyaan dengan cara menjelaskan/menguraikan dengan menggunakan kalimat yang disusun sendiri. tes lisan dan tes kinerja. Yang termasuk katagori tes objektif misalnya: tes pilihan ganda. kemampuan menggunakan bahasa dan sebagainya.2 Jenis-Jenis Tes Ditinjau dari cara pelaksanaannya. Jenis tes ini dapat digunakan untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam menyusun jawaban secara sistematis.1. melengkapi dan menjodohkan. Tes tulis merupakan tes yang dilakukan dimana peserta didik diminta untuk menjawab sejumlah soal dengan cara tertulis. tes dapat dibedakan menjadi: tes tulis. • • • Jawaban tiap soal tidak panjang Siapkan pedoman penskoran Periksa tiap butir soal secara keseluruhan Tes objektif merupakan bentuk tes yang meminta peserta didik untuk memilih jawaban dari soal yang sudah disediakan.

penyelesaian tugas menggunakan alat dan sumber-sumber Tes tindakan khusus.• • • Menggunakan bahasa baku Tidak menggunakan istilah lokal Alternatif jawaban lebih banyak dari premis (menjodohkan) Tes lisan adalah bentuk tes di mana dalam pelaksanaannya peserta didik diminta untuk menjawab pertanyaan secara lisan. amati cara pemecahan masalah Non-Tes Non-tes adalah instrumen penilaian yang dapat digunakan untuk menilai aspek sikap termasuk tingkah laku. KONTRAK PERKULIAHAN. Jenis tes ini dapat dimanfaatkan untuk menilai secara mendalam pemahaman peserta didik tentang permasalahan yang dinilai. • • • • • 2. SILABUS. adalah sebagai berikut. Tes ini cocok digunakan untuk mengetahui kemampuan dan ketrampilan peserta didik dalam mengerjakan suatu kegiatan atau tugas tertentu. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . Tes lisan umumnya dilaksanakan untuk menilai permasalahan yang tidak terlalu luas tetapi mendalam dan dengan jumlah peserta tes yang tidak banyak. Beberapa bentuk tes kinerja. penilai juga dapat menggali informasi tentang pendapat maupun pandangan peserta didik terhadap sesuatu yang dinilai. SAP. motivasi dan minat dari peserta didik. Tes kinerja merupakan tes dalam bentuk peragaan kinerja dari peserta didik. Dalam batas-batas tertentu. Pemahaman tidak hanya menyangkut tentang konsep tetapi juga bagaimana aplikasi dan hubungannya dengan konsep yang lain.2 Demonstrasi Presentasi Simulasi Tes terstruktur (latihan). Terdapat beberapa jenis non-tes sebagai 28 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. Penilaian untuk tes jenis ini dilaksanakan dengan menggunakan kriteria menyeluruh (Rubrik).

2. terdapat dua jenis wawancara : wawancara langsung dan tidak langsung. Bila wawancara dilakukan dengan orang lain. UNUD-BPMU-05-01-09 29 .1 Wawancara Wawancara adalah komunikasi langsung antara pewawancara dengan yang diwawancarai. 2. Misalnya ketika ingin memperoleh informasi tentang minat peserta didik terhadap suatu mata kuliah. dinamakan wawancara langsung bila wawancara dilaksanakan dengan peserta didik yang bersangkutan. penilaian produk. perlu disiapkan pedoman observasi misalnya berupa ceklist atau skala penilaian. Wawancara langsung di mana pewawancara melakukan komunikasi langsung dengan subyek yang ingin dinilai. Ceklist perorangan dimaksudkan untuk menentukan ada tidaknya indikator yang dinilai pada seseorang.2. Ada dua jenis ceklist. Untuk memudahkan dalam pelaksanaan observasi. disebut dengan wawancara tidak langsung. Dalam pelaksanaannya. yaitu perorangan dan kelompok. Ditinjau dari sifatnya.instrumen penilaian.2. observasi. observer hanya memberi tanda ada atau tidak adanya indikator yang diobservasi dengan tanda cek ( ).2 Observasi Observasi merupakan teknik penilaian yang dilaksanakan dengan cara mengamati tingkah laku dari subyek yang dinilai. Ceklist merupakan pedoman observasi yang berisi daftar dari semua indikator yang akan diobservasi. misalnya dengan orang tua peserta didik. disesuaikan dengan tujuan observasi yang akan dilakukan. sedangkan wawancara tidak langsung bilamana pewawancara memperoleh data dari subyek yang dinilai melalui perantara. Observasi dapat dilaksanakan secara perorangan atau terhadap kelompok peserta didik. penilaian portofolio. sedangkan ceklist kelompok ditujukan untuk mencatat kegiatan seseorang dalam suatu kelompok. antara lain : wawancara.

Skala penilaian prinsipnya mirip dengan ceklist, hanya saja indikator yang dinilai dijabarkan dalam bentuk skala atau kriteria tertentu. Dengan demikian hasil penilaian akan lebih halus, karena dengan skala penilaian tidak hanya mencatat ada atau tidak adanya indikator pada subjek yang dinilai seperti halnya pada ceklist, tetapi mencatat sejauh mana indikator tersebut muncul. Dengan demikian observer perlu memahami secara mendalam indikator yang akan diobservasi sehingga tidak ragu-ragu dalam melaksanakan penilaian. Skala penilaian untuk tiap indikator dapat ditetapkan dalam bentuk katagori atau numerik. Untuk skala penilaian bentuk katagori, kriteria penilaian indikator dijabarkan dalam bentuk kualitatif : selalu, sering, ada kalanya, jarang, tidak pernah. Dalam bentuk numerik, kriteria penilaian indikator dinyatakan dalam bentuk angka sebagai berikut. • • • • • Skor 5 jika suatu indikator selalu dilaksanakan Skor 4 jika suatu indikator sering dilaksanakan Skor 3 jika suatu indikator ada kalanya dilaksanakan Skor 2 jika jarang Skor 1 jika tidak pernah

2.2.3 Penilaian Produk Penilaian produk merupakan bentuk penilaian yang digunakan untuk menilai kemampuan peserta didik dalam menghasilkan suatu karya tertentu. Penilaian produk dilaksanakan pada berbagai tahapan. Dimulai dari tahap penilaian perencanaan terkait dengan pemilihan ide untuk membuat suatu produk, dilanjutkan dengan tahap penilaian pelaksanaan berhubungan dengan pemilihan bahan maupun peralatan yang diperlukan untuk menghasilkan produk dan tahap penilaian hasil yang merupakan tahap akhir dengan menilai produk peserta didik yang telah selesai dikerjakan yang dapat meliputi bentuk, estetika, kekuatan.

30

MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA

2.2.4 Penilaian Portofolio Penilaian terhadap kumpulan hasil karya seorang peserta didik selama proses pembelajaran yang digunakan untuk memantau perkembangan kompetensinya dalam suatu mata kuliah tertentu. Perkembangan kompetensi yang dipantau meliputi pengetahuan, ketrampilan maupun sikap peserta didik terhadap mata kuliah yang bersangkutan. Rancangan isi dan seleksi portofolio ditentukan oleh tujuan atau kegunaan portofolio itu sendiri. Empat langkah yang perlu dilaksanakan dalam penyusunan portofolio adalah sebagai berikut. 1. Koleksi: mengumpulkan hasil kerja peserta didik yang menggambarkan perkembangan, kemajuan dan hasil belajarnya. 2. Organisasi : mengorganisasikan berbagai hasil kerja peserta didik. 3. Refleksi : merenungkan dan mengevaluasi kembali apa yang telah dikoleksi dan diorganisasi. 4. Presentasi : menampilkan atau menyajikan hasil kerja peserta didik. Portofolio disusun secara sistematis dan terorganisasi dalam suatu folder yang dikumpulkan selama periode tertentu. Secara umum, format folder dari suatu portofolio mencakup hal-hal berikut. 1. Cover yang berisi identitas penyusun portofolio dan lingkup waktu penyusunan. 2. Daftar Isi. 3. Hasil karya peserta didik dilengkapai dengan tanggal penyelesaian dan riwayat pengerjaannya. 4. Refleksi dan evaluasi diri peserta didik.

UNUD-BPMU-05-01-09

31

Hal-hal atau dokumen yang dapat dikumpulkan dalam suatu portofolio antara lain sebagai berikut. 1. Penghargaan tertulis (sertifikat dll). 2. Penghargaan lisan. 3. Hasil kerja dan hasil pelaksanaan tugas-tugas (buku tugas, PR, buku kerja, clipping, foto, gambar). 4. Daftar ringkasan hasil pekerjaan. 5. Catatan sebagai peserta dalam kerja kelompok. 6. Contoh terbaik hasil pekerjaan (menurut pendapat pendidik dan peserta didik). 7. Catatan laporan dari pihak lain yang relevan (orang tua, teman). 8. Hasil rekapitulasi daftar kehadiran. 9. Hasil ujian harian/semesteran. 10. Persentase tugas-tugas yang belum selesai dikerjakan. 11. Catatan pribadi. 12. Daftar kehadiran. 13. Persentase tugas-tugas yang telah selesai dikerjakan. 14. Catatan tentang peringatan yang diberikan pendidiki. 15. Audio visual dan Disket/CD 3. Penetapan Tingkat Kompetensi

Hasil dari pengukuran baik melalui tes maupun non-tes menghasilkan data kuantitatif berupa skor. Data dan informasi berupa skor tersebut diperoleh dari berbagai jenis tagihan mencakup ranah kognitif, psikomotor dan afektif yang mampu ditampilkan oleh peserta didik, baik dalam proses maupun hasil belajarnya. Data dan informasi tersebut perlu dianalisis untuk menjadi suatu nilai akhir sehingga dapat digunakan untu menetapkan tingkat capaian kompetensi dari peserta didik setelah mengikuti suatu mata kuliah. Pendekatan yang dapat dilakukan secara sederhana adalah

32

MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA

Kriteria dalam proses pembelajaran KBK mengacu pada Standar Kompetensi. Dalam KBK. nilai huruf dan predikat kelulusannya yang diberlakukan di Unud. UNUD-BPMU-05-01-09 33 . tidak lulus berarti belum mencapai kompetensi. Tabel 1 berikut memberikan hubungan antara tingkat penguasaan dari suatu maka kuliah dengan nilai angka. acuan yang lebih sesuai untuk menafsirkan tingkat capaian kompetensi adalah acuan kriteria/patokan. Di Universitas Udayana digunakan acuan kriteria skala lima dimana peserta didik dinyatakan lulus bila minimal mencapai persentase penguasaan 55. Kompetensi Dasar dan Indikator. Bagi yang belum mencapai kompetensi yang ditetapkan perlu diberikan program remidi.masing-masing jenis tagihan diberi bobot terhadap keseluruhan jenis tagihan. Artinya nilai akhir yang dihasilkan yang mencerminkan tingkat penguasaan kompetensi dibandingkan dengan kriteria yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Nilai akhir diklasifikasikan sebagai lulus atau tidak. Dengan demikian kelulusan peserta didik ditentukan dari tingkat penguasaan terhadap rumusan kompetensi yang telah ditetapkan sebelumnya. Selanjutnya nilai akhir merupakan jumlah dari perkalian bobot terhadap skor yang diperoleh untuk masingmasing jenis tagihan. Lulus berarti telah mencapai kompetensi yang ditetapkan.

100 65 . dapat diberikan ketentuan tambahan.39 Nilai Angka 4 3 2 1 0 Nilai Huruf A B C D E Predikat Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Sebagai contoh. Tabel 2 Contoh Implementasi Penentuan Tingkat Penguasaan Jenis Tagihan T1 T2 T3 T4 T5 Bobot (%) 5 15 20 30 30 Skor 60 60 90 80 90 Bobot x Skor 3 9 18 24 27 81 Keterangan Tingkat Penguasaan = 81 Nilai angka = 4 Nilai huruf = A Predikat = sangat baik Tingkat Penguasaan Untuk suatu mata kuliah dengan karakter yang spesifik.Tabel 1 Acuan Kriteria Skala Lima di Universitas Udayana Tingkat Penguasaan 80 . SILABUS. misalnya suatu mata kuliah mempunyai lima jenis tagihan untuk mengukur kompetensi peserta didik pada akhir proses pembelajaran. SAP.64 40 .54 0 . Dengan memperhatikan bobot serta skor dari masing-masing tagihan. penentuan nilai akhirnya adalah seperti diberikan pada Tabel 2. misalnya analisis baru akan dikerjakan bila peserta didik memperoleh skor minimal 55 untuk setiap jenis tagihan yang ditetapkan.79 55 . 34 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. KONTRAK PERKULIAHAN. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA .

Berikan bobot yang proporsional terhadap jenis tagihan dikaitkan dengan ranah yang diukur dan karakteristik dari mata kuliah. 2. 5.4. Sosialisasikan di awal tatap muka jenis tagihan yang akan dibebankan kepada peserta didik termasuk jenis instrumen penilaian yang akan digunakan untuk mengukur tingkat capaian kompetensi. Rancang jenis tagihan sehingga dapat mengukur perkembangan ranah kognitif. 1. Hal-hal lain yang dapat UNUD-BPMU-05-01-09 35 . Pilih dan gunakan instrumen penilaian yang relevan dengan ranah dan tingkat kompetensi yang diukur. yang perlu diperhatikan dalam penerapan sistem penilaian KBK sebagai berikut. 4. perlu dipahami bahwa apa yang disampaikan dalam dokumen penilaian ini hanyalah merupakan suatu pedoman untuk melaksanakan penilaian dalam KBK. Lakukan pengukuran secara berkesinambungan baik di dalam maupun di luar kelas mencakup proses dan hasil belajar. Akhirnya. psikomotor dan afektif sesuai dengan karakteristik dari mata kuliah serta rumusan kompetensi yang ditetapkan. Melalui kegiatan penilaian dapat ditentukan tingkat keberhasilan peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran (kompetensi) serta dapat diketahui bagianbagian dari proses pembelajaran yang perlu disempurnakan. 3. Penutup Penilaian merupakan suatu kegiatan yang penting dari suatu proses pembelajaran karena melalui penilaian dapat diukur efektifitas dan efisiensi dari suatu proses pembelajaran menyangkut isi (kurikulum) dan metode penyampaiannya dikaitkan dengan tujuan yang telah ditetapkan. Untuk dapat menentukan tingkat capaian kompetensi dari peserta didik secara obyektif. adil dan terbuka.

2008.2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. 2007. 2007. SILABUS. 2008.01. PT Bumi Aksara. Jakarta. Kemudian hal lainnya yang perlu menjadi bahan pertimbangan adalah agar dalam melaksanakan penilaian harus menggunakan lebih dari satu instrument. Teknik Penyusunan Instrumen Tes dan Nontes. Penyusunan dan Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) di Perguruan Tinggi. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . Seri Standar Nasional Pendidikan. Asesmen Berbasis Kompetensi. SAP. sesuai situasi dan kondisi setempat.01. sesuai dengan ketentuan pada standard akademik Unud. Jakarta. Bukit Jimbaran 36 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia. Sanjaya. 2005. Daftar Pustaka Badan Penjaminan Mutu UNUD. KTSP Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual. Program S0 dan S1. N. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.19 Th. BPMU-02. Singaraja Mardapi D.. 2005. Standard Akademik Unud. KONTRAK PERKULIAHAN. I W. W. Universitas Pendidikan Ganesha. Singaraja.meningkatkan kualitas penilaian dapat saja dikembangkan. Universitas Pendidikan Ganesha. M. Dantes. Kencana Jakarta Universitas Udayana.. Panduan Akademik Universitas Udayana 2007. Muslich. Pembelajaran Dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Mitra Cendikia. Koyan. Yogyakarta. 2008. 2008.

LAMPIRAN UNUD-BPMU-05-01-09 37 .

SAP. SILABUS. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . KONTRAK PERKULIAHAN.38 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI.

a kurasi penggunaan bahasa Keluasan kosakata. dan Format Penilaian dalam KBK Rubrik Penilaian Kemampuan Menulis No 1 2 3 4 Komponen Isi karangan Organisasi ide Penggunaan kosakata Penggunaan tatabahasa Penggunaan e jaan/tandabaca Indikator Relevansi topik dengan substansi tugas Susunan dan pengungkapan ide -ide Kompleksitas. bentuk kata Ketepatan penggunaan tanda baca. Indikator yang diobservasi Bertanya Menjawab pertanyaan Mengemukakan pendapat Menghargai pendapat ……… A ü ü ü ü B ü ü ü ü ü ü ü C D ü ü E ü ü UNUD-BPMU-05-01-09 39 . huruf besar. efektifitas kalimat. 3. 1. 2. 4. 5. ejaan Bobot 3 2 2 2 Skor (1 -5) Total BxS 5 1 Ceklist Perorangan Jenis Kegiatan Tempat Observasi Waktu Observasi Observer : Diskusi Kelompok : : : Nama Peserta No. Check List. ke tepatan penggunaan kata. idiom.Lampiran 1 Contoh Rubrik.

1.Ceklist Kelompok Jenis Kegiatan Tempat Observasi Waktu Observasi Observer : Diskusi Kelompok : : : Nama Peserta No. Indikator yang diobservasi Bertanya Menjawab pertanyaan Mengemukakan pendapat Menghargai pendapat ……… A ü ü ü ü B ü ü ü C D ü E ü ü ü ü ü ü ü Skala Penilaian Nama Mahasiswa NIM Topik Observasi kelompok Tempat Observasi Waktu Observasi Observer : : : Aktivitas peserta didik dalam kegiatan diskusi : : : Skala Penilaian No. 1. KONTRAK PERKULIAHAN. 3. 2. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . 4. 3. 4. Indikator yang diobservasi Bertanya Menjawab pertanyaan Mengemukakan pendapat Menghargai pendapat ……… ü ü ü 1 2 3 4 5 ü 40 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. 5. 2. 5. SAP. SILABUS.

Format Penilaian Substansi No 1 2 3 4 Uraian Substansi 1 Langkah analisis diikuti secara sistematis Rumusan Hipotesis Penyusunan Tabel Kerja Kecermatan perhitungan dalam penyusunan tabel kerja Langkah-langkah dan kecermatan perhitungan dalam substitusi data Uji signifikansi Menarik simpulan analisis Kecermatan penggunaan simbul-simbul statistik T o t a l 2 Skala 3 4 5 5 10 10 20 Bobot Total 5 25 6 7 8 15 10 5 Format Penilaian Kinerja No 1 Uraian Kinerja 1 Kelengkapan setiap tugas sesuai dengan asignment yang diberikan Kelengkapan setiap tugas di atas harapan (out-standing) Kerapian dan tampilan tugas Respon terhadap preskriptif/ balikan tugasnya. dalam rangka menyusun karya terbaik Respon/ partisipasi pada conference terhadap permasalahan yang terkait dengan tugas Presentasi Portofolio Kelengkapan Isi Folder T o t a l 2 Skala 3 4 5 20 Bobot Total 2 3 4 10 5 20 5 20 6 7 10 15 UNUD-BPMU-05-01-09 41 .

----. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . dalam rangka menyusun karya terbaik Respon/ partisipasi pada conference terhadap permasalahan yang terkait dengan tugas Kelengkapan Isi Folder Ya Ragu-ragu Tidak Penilaian Diri Nama : --------------------------------------------------------Anggota Kelompok : --------------------------------------------------------Kegiatan Kelompok : -------------------------------------------------------Untuk pertanyaan 1 sampai dengan 5 tulis masing-masing huruf sesuai dengan pendapatmu ! (A) = selalu.mendengarkan ----. SAP.mengganggu kelompok -----. (C) = jarang sekali. ----. ----.Setiap anggota kelompok mengerjakan kegiatannya sendiri dalam kegiatan kelompok 5. (B) = jarang. KONTRAK PERKULIAHAN. tugas apa yang kamu lakukan ? ……………………………… 42 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI.Ceklist Evaluasi Diri Untuk Pemantauan Kinerja No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Kegiatan Pantauan Langkah analisis diikuti secara sistematis Rumusan Hipotesis Penyusunan Tabel Kerja Kecermatan perhitungan dalam penyusunan tabel kerja Langkah-langkah dan kecermatan perhitungan dalam substitusi data Uji signifikansi Menarik simpulan analisis Kecermatan penggunaan simbul-simbul statistik Kelengkapan setiap tugas sesuai dengan asignment yang diberikan Kelengkapan setiap tugas di atas harapan (out-standing) Kerapian dan tampilan tugas Respon terhadap preskriptif/balikan tugasnya.tidur 6. setiap anggota memberikan masukan untuk didiskusikan 3.bertanya ----. Selama kegiatan kelompok.Ketika kami berdiskusi. SILABUS.merancang gagasan ----. Selama kegiatan kelompok. (D) = tidak pernah 1.Selama diskusi saya memberikan saran kepada kelompok untuk didiskusikan 2.Semua anggota kelompok semestinya melakukan sesuatu dalam kegiatan kelompok 4. saya …… -----. ----.mengendalikan kelompok -----.

Penilaian Diri : Partisipasi Dalam Kelompok Komponen Yang Dinilai Sikap (interaksi dan partisipasi dalam kelompok) Bekerja sama Sharing (mencoba memberi kontribusi gagasan) Mengajukan pertanyaan (membangkitkan anggota lain) Berani mengambil resiko (percaya kpd kemampuan diri) Bertahan pada pendapatnya sendiri 1 2 3 Penilaian Portofolio Hasil Belajar Kompetensi Dasar : Menentukan jenis dan kualitas agregat sebagai bahan pembentuk beton Indikator 1 2 3 4 Nama Peserta Didik : Maksin Mata Kuliah : Teknologi Beton Tanggal : 9 Juni 2008 Penilaian 5 6 7 8 9 10 • • • • Membedakan jenis agregat Menentukan kadar lumpur Menentukan gradasi Menghitung modulus kehalusan Komentar pendidik : ü ü ü ü Keterangan : Maksin sudah bagus dalam hal membedakan jenis agregat dan menentukan kadar lumpur. namun masih perlu ditingkatkan dalam menentukan gradasi dan menghitung modulus kehalusan UNUD-BPMU-05-01-09 43 .

Keseriusan dalam penyelesaian tugas Keterangan : Komentar Pendidik : 44 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. KONTRAK PERKULIAHAN. SILABUS.Penilaian Portofolio Hasil Belajar No 1 2 3 4 5 Aspek Psikomotor Cara mengukur larutan dengan gelas ukur Cara mentitrasi Cara mengamati perubahan warna Cara membersihkan buret Kebersihan dan kerapian tempat kerja Skor 1 2 3 4 5 Keterangan : 1 : Sangat tidak tepat 4 : Tepat 2 : Kurang tepat 5 : Sangat tepat 3 : Agak tepat Penilaian Portofolio Proses Belajar Aspek yang Dinilai : Motivasi Belajar Nama : Mata Kuliah : Tanggal : Kriteria 1 2 3 4 5 Indikator 1. SAP. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . Keantusiasan dalam belajar 2. Partisipasi dalam kegiatan diskusi 3.

. UNUD-BPMU04. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.. 4.02.01. 60 tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi. Manual Mutu Akademik Universitas Udayana. Tahun 2008.01. UNUD-BPMU04. 5. Hanya saja dalam penempatan kata yang sesuai dan penggunaan ejaan dengan kaidah bahasa Indonesia perlu ditingkatkan. Panduan Pelaksanaan SPM-PT Bidang Akademik. ayo berlatih terus. 2. 6. Penggunaan EYD Keterangan : V V Komentar Pendidik : Berhasil menyusun cerita sesuai dengan pengalaman...Penilaian Portofolio Hasil Karya Kompetensi Dasar : Membuat karangan singkat sesuai dengan pengalaman masing -masing Indikator 1. Tahun 2008. Pedoman Penjaminan Mutu Akademik Universitas Indonesia tentang Kurikulum dan Mahasiswa. Peraturan Pemerintah RI No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Peraturan Pemerintah RI No. Penyusunan alur cerita 3. UNUD-BPMU-05-01-09 45 . 3. Pengembangan ide atau gagasan 2. Sistematika Penulisan 4.01. DIKTI tahun 2006. 7. UU No.. Pemilihan kata 5.. Tahun 2007. Manual Prosedur Implementasi Penjaminan Mutu Akademik Internal Program Sarjana Universitas Udayana.! Nama : Mata Kuliah : Tanggal : Kriteria 1 2 3 4 V V V 5 DAFTAR RUJUKAN 1.

46 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. SAP. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . KONTRAK PERKULIAHAN. SILABUS.

01 UPMF Unit Penjaminan UNUD-BPMU-05-01-09 47 .03.Lampiran 2 Contoh Spesifikasi Program Studi SPESIFIKASI JURUSAN SIPIL Program Sarjana Fakultas Teknik Universitas Udayana SI-FT-UNUD-UPM-06.

03.03. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . KONTRAK PERKULIAHAN. 2008 – All Rights Reserved Fakultas Teknik Revisi ke Tanggal ……….Spesifikasi Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Udayana SI-FT-UNUD-UPM-06. SILABUS.01 Revisi Tanggal Dikaji ulang oleh Dikendalikan oleh Disetujui oleh : : : : : Ketua TPPM Unit Penjaminan Mutu Fakultas Pembantu Dekan Bidang Akademik © Fakultas Teknik Universitas Udayana.01 Disetujui oleh Pembantu Dekan I 48 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. SAP. Manual Prosedur FT-UNUD-UPMF06.02.

mandiri dan diakui di tingkat regional maupun internasional serta dapat mendukung pembangunan yang berkelanjutan Misi o Menyelenggarakan pendidikan teknik sipil yang unggul dengan menerapkan sistem dan metode pembelajaran yang efektif. 4.SPESIFIKASI PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANA 1. o Mengembangkan kemandirian jurusan teknik sipil dengan melibatkan stakeholders. 2. Visi Terwujudnya Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Udayana yang berkualitas. 7. mampu mengelola pendidikan secara profesional. UNUD-BPMU-05-01-09 49 . dengan nilai A Gelar Lulusan : Sarjana Teknik (ST) Nama Program Studi : Teknik Sipil Tanggal Penyusunan/Perbaikan : 11 Oktober 2008 Visi. 5. Perguruan Tinggi : Universitas Udayana Pelaksana Proses Pembelajaran : Fakultas : Teknik Jurusan : Teknik Sipil Program Diakreditasi oleh : BAN 2003. 6. Misi dan Tujuan pendidikan: a. 3. o Mengembangkan dan mengimplementasikan ilmuilmu ketekniksipil an yang mendukung prinsipprinsip pembangunan yang berkelanjutan b.

Kompetensi Lulusan 9. mampu menerapkan teknologi mutahir sehingga dapat bersaing di tingkat nasional. mampu mengenali. memacu kemandirian Jurusan Teknik Sipil dan meningkatkan atmosfir akademik yang kondusif : Lampiran 3 : Lampiran 4 : Lampiran 5 8.c. KONTRAK PERKULIAHAN. SILABUS. memahami. Kurikulum 10. regional maupun internasional o Menghasilkan lulusan yang mampu bersikap dan berperilaku yang didasari atas etika dan moral dalam berkarya di bidang teknik sipil maupun berkehidupan bersama di masyarakat o Mewujudkan Jurusan Teknik Sipil yang mampu menghasilkan penelitian dan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat yang bermanfaat bagi peningkatan kualitas hidup dan pengembangan ilmu pengetahuan o Mewujudkan kerjasama dengan dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi. Peta Kurikulum 50 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . Tujuan Pendidikan o Menghasilkan lulusan yang menguasai dasar-dasar keilmuan dan keterampilan dalam bidang teknik sipil. menjelaskan serta merumuskan cara penyelesaian masalah-masalah yang berkaitan dengan bidang ketekniksipilan dan mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan keahlian dalam praktek ketekniksipilan o Menghasilkan lulusan yang mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang teknik sipil dan mempunyai bekal yang cukup untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. SAP.

Tidak melampaui batas waktu studi yaitu selama 14 semester (7 tahun) terhitung tanggal 31 Juli tahun ke 7. 5. 2. kuis. 12. bimbingan akademik.00 3. Penjaminan mutu akademik internal 13. Metode Penilaian 1. bimbingan kerja praktek dan bimbingan penyelesain Tugas Akhir. Jumlah nilai D tidak lebih dari 10 SKS dari jumlah total SKS. Kriteria Pendaftaran : Lulusan SMA/SMK dan lulus seleksi salah satu jalur Ujian masuk (SPMB atau PMDK) Metode Evaluasi dan peningkatan kualitas dan standar proses pembelajaran: 1. Indek Prestasi Komulatif ≥ 2. Bimbingan kepada Mahasiswa baru. pengisian KRS. Kerja Praktek dan Tugas Akhir minimal C. Dukungan untuk Mahasiswa dalam Proses Pembelajaran 1. ujian sisipan dan ujian akhir semester. Pancasila dan Kewarganegaraan. Metode evaluasi meliputi penilaian terhadap pekerjaan rumah. Mekanisme umpan balik Mahasiswa 3. tugas-tugas. 14. Tidak ada nilai E 4. Kriteria Kelulusan 1. bimbingan pratikum. laboratorium serta sistem teknologi informasi. Evaluasi proses pembelajaran oleh Dosen pengajar 2.11. tugas pratikum. Menyelesaikan beban studi minimum 144 SKS 2. Pengembangan staf dalam bidang ilmu kemampuan mengajar 4. UNUD-BPMU-05-01-09 51 . Tersedianya perpustakaan/ruang baca. dengan ketentuan nilai MK Agama.

Indeks prestasi dihitung berdasarkan bobot nilai A=4. I Made Alit Karyawan Salain. Program Studi Teknik Sipil memenangkan Program Hibah Kompetitif (PHK) Semi Que V pada tahun 2002 dan 2003.2. 131964621 52 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. DEA NIP. Ir. 11 Oktober 2008 Program Studi Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil FT Unud Ketua Dr. Dinas. Program studi Teknik Sipil memberikan konsultasi dan menjalin kerja sama dengan Departemen. perusahaan Nasional dan perusahaan Internasional Bukit Jimbaran. SILABUS. Indikator kualitas dan standar 1. Program studi Teknik Sipil terakreditasi A oleh BAN pada tahun 2003 2. SP4 tahun 2003 dan 2004 3. C=2. SAP. KONTRAK PERKULIAHAN. D=1. B=3. 15. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . dan E=0.

Lampiran 3 Kompetensi Lulusan KOMPETENSI LULUSAN SI-FT-UNUD-UPM-06.03.02 Unit Penjaminan Mutu FT-Unud UPMF UNUD-BPMU-05-01-09 53 .

teknologi. penyusunan standar kompetensi lulusan Teknik Sipil Udayana juga diambil dari ABET (Accreditation Board for Engineering and Technology). sesuai dengan karakteristik program studi akademik. computing. mengembangkan. memiliki pengetahuan. memiliki motivasi. Dalam kriteria Program Outcome and Assessment ABET mensyaratkan bahwa program pengajaran keteknikan harus mencerminkan kualitas bahwa lulusan yang dihasilkan harus: a) Mampu menerapkan pengetahuan matematik. ABET merupakan organisasi non-profit di US yang diakui sebagai badan akreditor untuk program-program college dan universitas di bidang applied science. perasaan (affective). mandiri. mempunyai etos kerja yang tinggi. keterampilan (psychomotoric) dan kerjasama (cooperative) seperti yang telah disinggung sebelumnya. SILABUS. and technology. dan sikap untuk menemukan. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . memahami belajar seumur hidup. vokasi dan profesi. Proses pembelajaran harus diarahkan pada pendekatan kompetensi yang bertujuan untuk dapat menghasilkan lulusan yang: mudah beradapatasi. SAP.Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan dimana: o Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan tinggi bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik menjadi anggota berakhlak mulia. Sebagai bahan perbandingan. kemandirian. yang bermanfaat bagi kemanusiaan o Standar kompetensi lulusan ditetapkan masing-masing P. sains dan teknik 54 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI.T. KONTRAK PERKULIAHAN. engineering. serta menerapkan ilmu. berpikir logis dalam menyelesaikan masalah yang merupakan cerminan adanya perubahan dalam proses pembelajaran menyangkut: pengetahuan (cognitive). kreatif. dan seni. keterampilan.

Menguasai dan mampu menerapkan pengetahuan matematika. fisika dan statistika 2. menganalisis dan menginterpretasi data Mampu merancang suatu sistim.b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) Mampu merancang dan menyelenggarakan eksperimen. sains dan teknologi dalam aplikasinya di bidang Teknik Sipil (a) B. dan alat bantu teknik modern yang perlu dalam praktek keteknikan. UNUD-BPMU-05-01-09 55 . atau proses untuk memenuhi kebutuhan yang diharapkan Mampu berfungsi dalam team yang terdiri dari multi disiplin Mampu mengidentifikasi. komponen. merumuskan dan memecahkan persoalan keteknikan Mampu berkomunikasi secara efektif Bersikap profesional dan bertanggung jawab secara etika Berpandangan luas yang diperlukan untuk mengerti dampak suatu solusi teknik dalam konteks sosial dan global Mengenali kebutuhan dan kemampuan mencapai dalam proses belajar selama hidup Pengetahuan tentang isu-isu terkini Mampu menggunakan teknik. Pengetahuan dan Pemahaman (Knowledge and Understanding) (A1-A2) 1. Berdasarkan hal-hal diatas maka ditetapkan jenis kompetensikompetensi yang akan dicapai dalam setiap mata kuliah untuk membentuk kompetensi lulusan Program Studi Teknik Sipil Universitas Udayana seperti berikut: A. Mengerti dan memahami sains dasar yaitu matematika. Mengerti dan memahami pendekatan. metode dan kaidah ilmiah dalam bidang teknik sipil Ketrampilan Intelektual (Intellectual Skill) (B1-B3) 1. ketrampilan.

Mampu berpikir secara logis dan analitis untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi secara profesional 5. Mengerti dampak penyelesaian teknik sipil yang diambilnya terhadap masyarakat. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . Mampu berkomunikasi secara efektif dalam bidang teknik sipil khususnya dan masyarakat luas dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris (g) 3. agama. SILABUS. Mempunyai motivasi untuk mengikuti perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan secara intelektual dan kultural D. KONTRAK PERKULIAHAN. merancang dan menjalankan eksperimen serta menganalisis dan mengintepretasikan data (b) Kemampuan untuk mengidentifikasi. SAP. Menjunjung tinggi norma. Ketrampilan Praktis (Practical Skill) (C1-C3) 1. tata nilai. 3. memformulasi dan menyelesaikan masalah-masalah ketekniksipilan (e) C. Merancang sistem.2. Mampu. keahlian dan piranti modern yang diperlukan untuk mendukung proses-proses penyelesaian bidang teknik sipil (k) 3. lingkungan dan global (h) 4. menguasai. moral. komponen atau proses untuk memenuhi kebutuhan yang diharapkan (c) Ketrampilan Manajerial dan Sikap (Managerial Skill and Attitude) (D1-D8) 1. Menguasai teknik. 56 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. etika dan tanggung jawab profesional sebagai sarjana teknik sipil (f) 2. Menguasai teknologi yang berhubungan dengan teknik sipil dan memanfaatkan dengan efektif dan efisien 2.

UNUD-BPMU-05-01-09 57 . 7. Melalui peta kurikulum pengisian substansi dan metoda pembelajaran dapat dibuat lebih mudah. Peta kurikulum menggambarkan peran masingmasing mata kuliah dan kegiatan akademik dalam pencapaian kompetensi lulusan. 8.6. (d) Pengetahuan tentang isu-isu terkini (j) Standar kompetensi lulusan di atas kemudian dipetakan ke masing-masing mata kuliah yang ada di Jurusan Teknik Sipil Universitas Udayana baik dalam bentuk matrik Peta Kurikulum maupun dalam bentuk tabel berupa Peta Kurikulum dan Kompetensinya. Kesadaran untuk mengembangkan diri seumur hidup dan kemampuan untuk menjalankannya (i) Mampu bekerjasama dalam team (multidisiplin) dan menyesuaikan diri dengan cepat di lingkungan kerja.

232/U/2000 dan Kepmen Diknas RI No. Kelompok MKB adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang bertujuan menghasilkan tenaga ahli dengan kekaryaan berdasarkan ilmu dan ketrampilan yang dikuasai Kelompok MPB adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang bertujuan untuk membentuk sikap dan perilaku yang diperlukan seseorang dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan ilmu dan ketrampilan yang dikuasai. Kelompok MBB adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang diperlukan seseorang untuk dapat memahami kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya 2. kelompok Mata Kuliah Keahlian Berkarya (MKB). 5. SILABUS. kelompok Mata Kuliah Keilmuan dan Ketrampilan (MKK). berkepribadian mantap. Kelompok MPK adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran untuk mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur. 232/U/2000 dinyatakan. Dalam ketentuan Kepmen Diknas RI No. 58 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. 3. format kurikulum kurikulum terdiri dari 5 kelompok mata kuliah yaitu: kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK). SAP. bahwa yang dimaksud dengan: 1. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . kelompok Mata Kuliah Prilaku Berkarya (MPB) dan kelompok Mata Kuliah Berkehidupan Bersama (MBB).Lampiran 4 Contoh Kurikulum Sesuai dengan Kepmen Diknas RI No. 4. KONTRAK PERKULIAHAN. 045/U/2000. dan mandiri serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan Kelompok MKK adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang ditujukan terutama untuk memberikan landasan penguasaan ilmu dan ketrampilan tertentu.

MKB: KMK KEAHLIAN BERKARYA 4.Dalam ketentuan Kepmen Diknas RI No.30% KURIKULUM INTI KOMPETENSI UTAMA KURIKULUM INSTITUSIONAL KOMPETENSI PENDUKUNG KOMPETENSI LAINNYA UNUD-BPMU-05-01-09 59 . MBB: KMK BERKEHIDUPAN BERSAMA 40% . MPK: KMK PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN 2. Tabel 1: Pengelompokan Mata Kuliah menurut Kepmen Diknas RI No. MPB: KMK PRILAKU BERKARYA 5. 232/U/2002 dan 045/U/2002 ELEMEN KOMPETENSI KELOMPOK MATA KULIAH 1. MKK: KMK KEILMUAN DAN KETRAMPILAN 3. Sedangkan muatan Kurikulum Institusional ditentukan terdiri dari mata kuliah bersifat kompetensi pendukung berkisar antara 20% s/d 40% dan mata kuliah bersifat kompetensi lainnya berkisar antara 0% s/d 30%. Muatan Kurikulum Inti ditentukan berkisar antara 40% s/d 80% dari jumlah SKS minimum kurikulum program sarjana.40% 0% . 045/U/2002 disebutkan. seperti ditunjukkan oleh Tabel 1. bahwa kelima kelompok mata kuliah tersebut dibagi Kurikulum Inti (yang terdiri dari mata kuliah bersifat kompetensi utama) dan Kurikulum Institusional (yang terdiri dari mata kuliah bersifat kompetensi pendukung dan kompetensi lainnya).80% 20% .

Jumlah SKS minimum yang harus dicapai seorang sarjana adalah 144 SKS yang terdiri dari 138 SKS wajib dan 6 SKS pilihan wajib. KONTRAK PERKULIAHAN. Utama 6 44 48 2 7 107 Total % 11 54 70 2 7 144 7.00 Sedangkan Tabel 3 menunjukkan SKS minimum dan maksimum yang harus dicapai seorang sarjana pada kelompok mata kuliah yang diwajibkan dan mata kuliah pilihan.Tabel 2 menunjukkan sebaran kelompok mata kuliah pada kurikulum inti (semuanya mata kuliah kompetensi utama) dan pada kurikulum institusional (mata kuliah kompetensi pendukung dan kompetensi lainnya).39 4. Pendukung dan Komp. Sedangkan seorang sarjana juga dibolehkan mencapai maksimum 160 SKS 60 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. SILABUS.50 48.61 1. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . Dalam hal ini tidak ada pedoman resmi yang mengatur sebaran kelompok-kelompok mata kuliah ke dalam kurikulum inti dan institusional.86 100. SAP. Lainnya 5 10 22 0 0 37 Kur Inti Komp. Tabel 2: Prosentase SKS pada Kelompok Mata Kuliah dalam Kurikulum Inti dan Institusional KOMPETENSI MATA KULIAH DALAM KELOMPOK KURIKULUM KELOMPOK MATA KULIAH MPK (MK Pengembangan Kepribadian) = MKK (MK Keilmuan dan Ketrampilan) = MKB (MK Keahlian Berkarya) = MPB (MK Prilaku Berkarya) = MBB (MK Berkehidupan Bersama) = Total SKS minimum untuk Sarjana = Jumlah SKS Kur Insitusional Komp.64 37.

Dalam struktur kurikulum disediakan 46 SKS dari 23 jenis mata kuliah pilihan yang membebaskan mahasiswa untuk mengambilnya baik dijadikan SKS pilihan wajib maupun SKS pilihan bebas. 6 SKS pilihan wajib dan 22 SKS pilihan bebas.00 22 160 100.yang terdiri dari 138 SKS wajib.31 Jumlah SKS Kur Inti Komp.88 107 74. Lainnya 31 6 37 25.13 Total 138 6 144 100. Pendukung dan Komp.69 22 53 33. Tabel 4 menunjukkan susunan mata kuliah per semester.00 Selanjutnya informasi mata kuliah secara rinci ditunjukkan oleh tabel-tabel berikut. UNUD-BPMU-05-01-09 61 . Tabel 3: Jumlah SKS Wajib dan Pilihan Bebas Minimum dan Maksimum untuk Sarjana KOMPETENSI MATA KULIAH DALAM KELOMPOK KURIKULUM JUMLAH SKS WAJIB DAN PILIHAN Jumlah SKS Wajib = Jumlah SKS Pilihan Bebas Minimum = Jumlah SKS Wajib dan Pilihan Bebas Minimum = Proporsi Kurikulum Inti dan Institusional (dalam %) = Jumlah SKS MKB Pilihan Bebas Maksimal = Jumlah SKS Wajib dan Pilihan Bebas Maksimal = Proporsi Kurikulum Inti dan Institusional (dalam %) = 107 66. sedangkan Tabel 5 menunjukkan kelompok mata kuliah . Utama 107 Kur Insitusional Komp.

SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA .62 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. KONTRAK PERKULIAHAN. SILABUS. SAP.

UNUD-BPMU-05-01-09 63 .

64 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. SILABUS. SAP. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . KONTRAK PERKULIAHAN.

UNUD-BPMU-05-01-09 65 .

66 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. SILABUS. KONTRAK PERKULIAHAN. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . SAP.

UNUD-BPMU-05-01-09 67 .

SILABUS. SAP. KONTRAK PERKULIAHAN. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA .68 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI.

Lampiran 5 Contoh Peta Kurikulum UNUD-BPMU-05-01-09 69 .

SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA .70 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. KONTRAK PERKULIAHAN. SILABUS. SAP.

UNUD-BPMU-05-01-09 71 .

SILABUS. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA .72 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. KONTRAK PERKULIAHAN. SAP.

Lampiran 6 Contoh Silabus √ √ √ UNUD-BPMU-05-01-09 √ √ √ 73 .

KONTRAK PERKULIAHAN.√ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 74 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. SAP. SILABUS. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA √ √ √ .

√ √ √ √ √ √ √ √ √ UNUD-BPMU-05-01-09 √ √ √ 75 .

SILABUS. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA √ √ √ √ √ .√ √ √ √ 76 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. SAP. KONTRAK PERKULIAHAN.

Lampiran 7 Contoh Satuan Acara Perkuliahan UNUD-BPMU-05-01-09 77 .

KONTRAK PERKULIAHAN. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . SAP. SILABUS.78 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI.

. pelaksanaan kuliah diadakan dalam bentuk tatap muka berupa pertemuan di kelas. pemberian tugas terstruktur dan tugas mandiri. M. : Prof. diskusi. Deskripsi Mata Kuliah Ruang Lingkup Mata kuliah Teknologi Budidaya Tanaman membahas berbagai hal terkait dengan teknologi budidaya. 1. I Nyoman Rai. Manfaat Mata Kuliah Manfaat yang diperoleh setelah menempuh mata kuliah ini. Untuk memperoleh manfaat tersebut. yaitu sejarah perkembangan teknologi budidaya tanaman. 2. serta praktikum di laboratorium dan lapangan. jenis-jenis tanaman budidaya dan kebutuhan teknologi budidaya tanaman UNUD-BPMU-05-01-09 79 . mahasiswa mampu menjelaskan dan menganalisis kebutuhan dan perkembangan teknologi budidaya tanaman sehingga nantinya mahasiswa kompeten dalam menerapkan teknologi budidaya tanaman dengan baik dan benar dalam mengelola usaha tani tanaman semusim. tanaman tahunan dan tanaman hortikultura. Ir.Lampiran 8 Contoh Kontrak Perkuliahan KONTRAK PERKULIAHAN Nama Mata Kuliah Kode Mata Kuliah Bobot sks Semester Tempat Pertemuan Koordinator MK : Teknologi Budidaya Tanaman : …… : 3 sks (2:1) : …… : …. Dr.S.

Mata kuliah ini merupakan pendalaman lebih lanjut dari mata Kuliah Dasar-Dasar Agronomi. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . KONTRAK PERKULIAHAN. peran mata kuliah ini sangat penting apabila mahasiswa mengambil mata kuliah pilihan seperti manajemen produksi tanaman. Di samping itu. tanaman tahunan dan tanaman hortikultura. mampu merencanakan dan merancang sistem produksi tanaman secara efektif dan produktif dan mampu melaksanakan perencanaan sistem produksi secara tepat sesuai kaidah pertanian berkelanjutan (manajer). melaksanakan dan pengembangkan usaha inovatif di bidang agroekoteknologi (pengusaha). SILABUS. UU RI No.12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman. teknologi budidaya tanaman dalam mengelola usaha tani tanaman semusim. kapita selekta tanaman hortikultura dan teknologi produksi di luar musim. mata kuliah ini mendukung kompetensi lulusan: mengerti dan memahami Ipteks dibidang Agroekoteknologi berdasarkan prinsip pertanian berkelanjutan. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Standar Kompetensi Mata Kuliah ini adalah mahasiswa mampu menjelaskan dan menganalisis kebutuhan dan perkembangan teknologi budidaya tanaman serta mahasiswa dapat menerapkan teknologi budidaya tanaman dengan baik dan 80 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. kapita selekta tanaman tahunan. baik secara modern maupun yang mengangkat kearifan local dan mampu menerapkan Ipteks dibidang Agroekoteknologi (pelaku di bidang pertanian). serta berani memulai.dalam pembangunan pertanian. Konsep pewilayahan dan nilai ekonomi tanaman semusim. tanaman tahunan dan tanaman hortukultura unggulan. SAP. Teknologi Budidaya yang baik dan benar (Good Agriculture Practices/GAP) dan Standar Operasional Prosedur (SOP). Kaitannya dengan kopetensi lulusan PS yang telah ditetapkan. kapita selekta tanaman semusim. serta teknologi Budidaya dalam wadah (Plant Growing Structure) dan sistem hidroponik. 3.

benar dalam mengelola usaha tani tanaman semusim. Sedangkan kompetensi dasarnya adalah mampu menjelaskan perkembangan teknologi budidaya tanaman. Strategi Perkuliahan Strategi perkuliahan pada mata kuiah ini banyak menggunakan diskusi dan pemecahan masalah (problem solving learning). Materi Pokok Materi pokok terdiri atas sejarah perkembangan teknologi budidaya tanaman. diskusi. Teknologi UNUD-BPMU-05-01-09 81 . Memahami jenis-jenis tanaman budidaya dan arti penting teknologi budidaya tanaman dalam pembangunan pertanian. Untuk menambah pemahaman materi kuliah. mengetahui Teknologi Budidaya yang baik dan benar (Good Agriculture Practices/GAP) dan dapat menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP). tugas mandiri dan praktikum. mampu menganalisis teknologi budidaya dan mengelola usaha tani tanaman semusim. jenis-jenis tanaman budidaya dan kebutuhan teknologi budidaya tanaman dalam pembangunan pertanian. dan pemecahan masalah. Materi kuliah dan bahan bacaan wajib diiformasikan pada awal perkuliahan.12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman. mengerti konsep pewilayahan dan nilai ekonomi tanaman semusim. tanaman tahunan dan tanaman hortikultura unggulan. dan dapat menerapkan Teknologi Budidaya dalam wadah (Plant Growing Structure) dan sistem hidroponik 4. mahasiswa di berikan tugas-tugas berupa tugas tugas terstrurktur. dapat menjelaskan kaitan UU Sistem Budidaya Tanaman dan teknologi budidaya tanaman. tanaman tahunan dan tanaman hortikultura. 5. Perkuliahan dilaksanakan dengan tatap muka. Praktikum dilengkapi dengan Buku Penuntun Praktikum. UU RI No. tanaman tahunan dan tanaman hortikultura.

B. Cliford & K. Buku 1 dan Buku 2. 9. Wilsons (eds). N. Penerbit Kanisius.Biochemestry and Production of Beans and Beverage. Wilson. 4. Rosenburg. Westport. Paslitbangtan Pangan. 6. Tahun 1988 dan Tahun 1999. Botany. Pertanian masa depan. 1974. 7. Microclimate. Pengantar untuk pertanian berkelanjutan dengan input luar rendah. Sumberdaya Nabati. Paslitbangtan Pangan. Prosea. 5. Http://lablink. Coffe. Verheij dan Coronel (1997). K. W. UU RI No. Balitbang Pertanian. Tahun 1985. Perkembangan Teknologi Pertanian dari Jaman ke Jaman.or. (15 Agustus 2005) 2. Jagung. SILABUS. Tahun 1991.J. M. 1985. Kedelai. 3.. the biological envirenment. Bahan Bacaan Buku/bahan bacaan dalam perkuliahan ini adalah sebagai berikut: 1. SAP.id./Agro/agr_sejarah/htm. Reijntjes. Balitbang Pertanian. 1999. Bogor. Rangkaian Perkembangan dan Permasalahan Budidaya & Pengolahan Kopi di Indonesia. Climate and Soil. 3. Anonimous. 10. C.Budidaya yang baik dan benar (Good Agriculture Practices/GAP) dan Standar Operasional Prosedur (SOP). Connecticut. C.The AVI Publishing Company Inc. Balitbang Pertanian. Buletin Teknik No.(2007). In: M. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . 2004. Haverkort dan A. Bogor. serta Teknologi Budidaya dalam wadah (Plant Growing Structure) dan sistem hidroponik. 6. Bogor. P97-107. C. 82 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. N.12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman. tanaman tahunan dan tanaman hortukultura unggulan. teknologi budidaya tanaman dalam mengelola usaha tani tanaman semusim. tanaman tahunan dan tanaman hortikultura. Konsep pewilayahan dan nilai ekonomi tanaman semusim. Paslitbangtan Pangan. Padi. Yahmadi. KONTRAK PERKULIAHAN. Waters-Bayer. 8.

Handbook of Fruit Science and Technology. B. 1975.E. Surabaya 21. Nurhayati. S. Soenaryo. San Fransico. UNUD-BPMU-05-01-09 83 .N. New York. Dahara Prize. Diktat Kuliah Tanaman Hias. B. 1972. Hortikultura. Wibowo. Tanaman hias dalam taman.P.S. R. Salunkhe. Hidroponik Tanaman Tanpa Tanah. PT. Semarang.John wiley & Sons. Terjemahan “Beginning Hydroponics Soilless Gardening. John Wilay & Sons. 1995. 2002. I. Teori. Kadam. Budidaya. Poerwanto. Arsitektur Pertamanan.B Jember. dan R. Marcel Dekker Inch. D. W. Andy Publisher Yogyakarta. Jakarta. 1993. 18. 16. S. Sub B. Greenhouse Alternatif Budidaya Tanaman secara Modern. 12. New York. 1997. Janick. 1982. A. dan S. Jurusan Budidaya Pertanian Faperta IPB. Glossary for Horticultural Crops. New York. Freeman and Company.H. Soule. 2001. 1985. Hartobudoyo. 17. Aplikasi Teknologi Hidroponik untuk Pengembangan Agribisnis Perkotaan. Balai Penelitian Jember. 1978. M.P. Manajemen Agribisnis Bunga Potong. 2008. J. 23. PT. J. 20. Rumah Kaca. Pemngkasan kopi. American Sociaty for Horticultral Science. Rai. Lakitan. 19. Horticulture Science. UIPress Jakarta. 22. Naungan tanaman kopi. Tanindo Subur Prima. Raja Grafindo Persada. CREATA (Pusat Pengkajian dan Penerapan Ilimu dan Teknologi untuk Pertanian Tropika.PB. 1996. 11. Soekartawi. Nurhayati Ansori. Faperta IPB. dan pasca panen. 13. K. 14. 15. Bahan Ajar PS. Memproduksi buah-buahan di luar musim. 1995. Nicholls.

8.7.2 Tugas paper dan presentasi (Tugas paper kelopok maksimum 5 orang) pilih satu judul dari topik yang diterima. analisis dan sistesis dari artikel-artikel yang dibaca.4 Tugas Praktikum Kerjakan praktikum sesuai dengan Buku Pedoman Praktikum (dijelaskan pada asistensi praktikum). SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA .1 Tugas Website (Tugas kelompok maksimum 5 orang) mengumpulkan dan membahas online journal yang terkait dengan pokok-pokok bahasan. 7. lisan. SAP. 7. Paper dipresentasikan pada hari tertentu menurut kesepakatan. Kreteria dan Standar Penilaian Penilaian dilakukan berdasarkan Ujian tertulis. buatlah paper singkat berdasarkan minimal 3 artikel yang sesuai dan saling melengkapi. Laporan praktikum dibuat dalam bentuk laporan mandiri (tidak berkelompok). tapi berupa hasil pemikiran. unjuk kerja dan unjuk sikap dengan komponen sebagai berikut: Tugas paper : 10% Tugas praktikum : 20% Tugas web dan tugas tersrtuktur : 5% Presensi : 5% 84 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. 1.5 spasi dan mengikuti aturan penulisan tulisan ilmiah. KONTRAK PERKULIAHAN. 7. disiplin dan bertanggungjawab. penilaian/evaluasi terhadap proses pembelajaran. Tugas-Tugas. Panjang paper 5 halaman. Praktikum harus dikerjakan dengan baik. tidak berupa re-write dari artikel. SILABUS.

4. 3. Lewat dari batas tersebut mahasiswa boleh masuk tapi tidak mendapat presensi.4 0.6 .0 . Hasil evaluasi dikategorikan sebagai berikut: Angka Mutu (skala 0-10) 8.6. Keterlambatan masuk di kelas hanya diijinkan maksimal 15 menit dari jadwal. 2.0 . Tata Tertib Siswa dan Dosen 1. baik waktu mengikuti perkuliahan maupun pada waktu praktikum. UNUD-BPMU-05-01-09 85 . Mahasiswa diwajibkan menggunakan pakaian (tidak oblong) dan pantas pada waktu mengikuti perkuliahan di kelas. 4.Presentasi kelompok Keaktifan dikelas UTS UAS : 10% : 10% : 20% : 20% Terkait dengan Standar Penilaian digunakan sistem Penilaian Acuan Patokan (PAP).5 . Pada waktu perkuliahan semua handphone harus dalam keadaan mati/silent.7.4 4. Mahasiswa tidak diperkenankan memakai sandal jepit.5 .10.4 Angka Mutu (skala 0-4) 4 3 2 1 0 Huruf Mutu (Skala Kualitatif) A B C D E 9.0 6.5.9 5. atau menghadap dosen untuk bimbingan maupun konsultasi akademik.

Jadwal Kuliah No. Tidak diperkenakan melakukan keributan di kelas dalam bentuk apapun selama perkuliahan berlangsung. Rai 2 II I. kecuali pada saat diskusi.A.G. Hasil evaluasi mahasiswa wajib dikembalikan pada mahasiswa 2 minggu setelah ujian berakhir. Rai 3 III C. kecuali dengan alasan jelas. 7.A. 9. Tidak ada ujian susulan untuk UTS dan UAS. 8. N.G. SILABUS. Kartha Dinata 86 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. Protes nilai dilayani paling lama 1 minggu setelah nilai keluar 10. I Dosen Pengajar I. Kartha Dinata 6 VI K. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . Semarajaya 4 IV C. 1 Pokok Bahasan Sejarah perkembangan teknologi budidaya tanaman Jenis-jenis tanaman budidaya dan kebutuhan teknologi budidaya tanaman dalam pembangunan pertanian UU RI No.12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman Good Agriculture Practices dan Standar Operasional Prosedur (SOP) Konsep pewilayahan tanaman semusim dan nilai ekonomi tanaman semusim Morfologi dan syarat tumbuh tanaman semusim Minggu Ke. SAP. 6.5. Mahasiswa wajib hadir minimal 75 % dari jumlah tatap muka. KONTRAK PERKULIAHAN. N. Semarajaya 5 V K.

Astawa 12 XII N.7 Teknologi tanaman semusim andalan dan unggulan (padi. Suteja 11 Teknologi budidaya komoditas sayuran andalan dan unggulan Teknologi budidaya komoditas tanaman hias andalan dan unggulan Teknologi budidaya komoditas buah-buahan andalan dan unggulan Plant Growing Structure dan sistem hidroponik XI N. Kartha Dinata 8 VIII I. N. N. N.G.G. Rai UNUD-BPMU-05-01-09 87 . Rai 14 XIV I. Suteja 10 X I. N. N. Astawa 13 XIII I. Suteja 9 IX I. jagung. kacang-kacangan) Kesesuaian lahan (iklim dan lahan) dan arti ekonomi tanaman tahunan Bagian-bagian vegetatif tanaman tahunan Teknologi budidaya dan mengelola usaha tani tanaman tahunan unggulan VII K.

SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA .n. mulai dari disampaikan kesepakatan ini. SILABUS. dapat dibicarakan pada acara perkuliahan. MP) 88 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. Gede Suastika. Kontrak perkuliahan ini dapat dilaksanakan. M. Pihak II a. KONTRAK PERKULIAHAN. Lain-lain Apabila ada hal-hal yang diluar kesepakatan ini untuk perlu disepakati. Agroekoteknologi (Ir. A. Dr. Budidaya Tan. akan ada pemberitahuan terlebih dahulu. SAP.11. Apabila ada perubahan isi kontrak perkuliahan. Ir.S) ( Korti MK Tek.) Mengetahui Ketua PS.A. Pihak I Dosen Pengampu. Mahasiswa yang menempuh ( Prof. I Nyoman Rai.

UNUD-BPMU-05-01-09 89 .

KONTRAK PERKULIAHAN. SILABUS. SAP. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA .90 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->