i UNUD-BPMU-05-01-09

MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK
PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI
UNIVERSITAS UDAYANA
UNUD-BPMU-05-01-09
Revisi : -
Tanggal : 9 Maret 2010
Dikaji ulang oleh : Pembantu Rektor Bidang Akademik
Dikendalikan oleh : Ketua BPMU
Disetujui oleh : Rektor Unud
©Universitas Udayana, 2009 All Right Reserved
Universitas Udayana
Manual Prosedur
Penyusunan
Spesifikasi Program
Studi dan Perogram
Pemberlajaran
Disetujui oleh
Revisi
ke
-
Tanggal
9-3-2010
UNUD-BPMU-05.01.09 Rektor
BUKIT JIMBARAN
TAHUN 2010
ii
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
iii UNUD-BPMU-05-01-09
SAMBUTAN REKTOR
Kami mengucapkan puji dan syukur kehadapan Tuhan YME,
karena BPMU telah berhasil merumuskan sebuah dokumen mutu.
Dokumen ini berisi tentang format Spesifikasi Program Studi, SAP,
Silabus, Kontrak Perkuliahan dan Sistem Penilaian. Di samping
itu, buku ini berisi Standar Prosedur Operasional (SPO) Dosen.
Dengan demikian, seluruh isi dokumen ini dapat dimanfaatkan
sebagai referensi oleh fakultas dan program studi dalam membuat
berbagai dokumen yang terkait. Sementara itu, SPO Dosen dapat
dimanfaatkan untuk memonitor pelaksanaan tugas dosen dalam
menjalankan dharma profesinya.
Semua dokumen ini juga sangat penting artinya dalam
pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) sehingga
dapat memenuhi jaminan tentang kualitas yang akan dicapai oleh
peserta didik setelah mereka mengikuti pendidikan di Unud.
Dalam berbagai kesempatan, kami selalu menyampaikan
bahwa Unud telah menegaskan sikapnya untuk secara terus menerus
meningkatkan kualitas atau mutu akademiknya. Sehingga prestasi
yang kini telah dicapai oleh Unud dapat semakin dimantapkan
dan ditingkatkan. Berbagai dokumen yang kini sudah dihasilkan
oleh BPMU dalam bidang akademik, diharapkan akan dapat
dimanfaatkan sebagai sarana bagi peningkatan kualitas akademik
tersebut.
Oleh karenanya, kami mengucapkan terima kasih kepada
Pengurus BPMU yang telah berusaha sekuat tenaga mewujudkan
buku Manual Prosedur ini. Dengan selesainya buku manual ini,
iv
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
diharapkan sivitas akademika Unud memiliki referensi yang baku
dalam proses implementasi KBK.
Demikian harapan kami, dan kiranya buku manual dapat
sebagai bahan acuan untuk memperkaya proses pematangan,
dan juga sebagai penuntun bagi sivitas akademika Unud, dalam
pelaksanaan tugas masing-masing.
Bukit Jimbaran, Maret 2010
Rektor Universitas Udayana,
Prof.Dr.dr. I Made Bakta, Sp.PD (KHOM)
v UNUD-BPMU-05-01-09
KATA PENGANTAR
Rektor Universitas Udayana pada setiap kesempatan selalu
menekankan agar Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dapat
segera dilaksanakan di Unud. Kebijakan itu perlu didukung dengan
penyiapan dokumen yang terkait, agar sivitas akademika memiliki
referensi, sebagai sarana dalam pelaksanaan penerapan KBK
tersebut.
Pelaksanaan KBK memerlukan adanya sarana/prasarana
tertentu, yakni dalam bentuk berbagai dokumen yang berkait.
Dokumen yang diperlukan adalah (1) format spesifikasi program
studi; (2) format proses pendidikan (SAP, Silabus, dan kontrak
perkuliahan); dan (3) format sistem penilaian. Dalam konteks
penilaian menyangkut tentang penilaian soft skill, proporsi antara
penilaian proses dan hasil, dll. Sementara itu, dalam buku Manual
Prosedur ini, juga diselipkan tentang “Standar Presedur Operasional”
(SPO) Dosen. Karena dosen merupakan inti yang penting dalam
proses pelaksanaan KBK. SPO Dosen, dapat dimanfaatkan untuk
memonitor kinerja dosen dalam pelaksanaan tugasnya sebagai
pendidik dalam proses pembelajaran. Manual Prosedur ini telah
didiskusikan dengan Unit Penjaminan Mutu (UPM) Fakultas.
Manual Prosedur ini merupakan penyempurnaan dan
penggabungan dari berbagai elemen yang ada dalam Manual
Prosedur Implementasi Penjaminan Mutu Akademik Internal
Program Sarjana Unud (Unud-BPMU-04.01.02) dan Manual Proses
Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Universitas Udayana
(Unud-BPMU-05.01.02). Dengan demikian, berbagai elemen terkait
yang diperlukan dalam proses pelaksanaan KBK, bisa terdapat
vi
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
dalam satu buku manual. Sementara itu, dalam buku manual
seperti ini, tidak ada lagi muncul istilah-istilah yang tidak dipakai
lagi dalam proses KBK, seperti misalnya istilah GBPP.
Demikian berbagai hal yang dapat disampaikan, dan
diharapkan dapat bermanfaat bagi kemajauan proses pembelajaran
di Unud. Akhirnya, terima kasih kami sampaikan kepada semua
pengurus BPMU yang telah bekerja keras untuk membuat buku ini.
Mohon maaf, apabila ada berbagai hal yang tidak berkenan, dan
mohon kritik dan sarannya bagi penyempurnaan buku ini lebih
lanjut. Semoga Tuhan Yang Maha Esa dapat selalu memberikan
bimbingan-NYA.
Bukit Jimbaran, Maret 2010
Ketua BPMU
Prof. Dr. Wayan Windia
vii UNUD-BPMU-05-01-09
DAFTAR ISI
SAMBUTAN REKTOR ................................................................................... iii
KATA PENGANTAR ....................................................................................... v
DAFTAR ISI ....................................................................................................... vii
DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................... viii
I. PENDAHULUAN ................................................................................... 1
II. PEDOMAN PENYUSUNAN SPESIFIKASI
PROGRAM STUDI ................................................................................ 3
III. PEDOMAN PENYUSUNAN SILABUS DAN SAP ........................ 8
IV. PEDOMAN PENYUSUNAN KONTRAK
PERKULIAHAN ..................................................................................... 17
V. STANDAR PERAN DOSEN DAN PROSEDUR
OPRASIONAL DALAM PELAKSANAAN
PEMBELAJARAN KURIKULUM BERBASIS
KOMPETENSI (KBK) .......................................................................... 20
VI. PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS
KOMPETENSI ........................................................................................ 23
DAFTAR RUJUKAN ........................................................................................ 36
LAMPIRAN / CONTOH ................................................................................ 37
viii
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Contoh Rubrik, Check List, dan Format
Penilaian dalam KBK .................................................. 39
Lampiran 2 Contoh Spesifikasi Program Studi/Jurusan ...... 47
Lampiran 3 Contoh Kompetensi Lulusan ................................... 53
Lampiran 4 Contoh Kurikulum ....................................................... 58
Lampiran 5 Contoh Peta Kurikulum ............................................. 69
Lampiran 6 Contoh Silabus ............................................................... 73
Lampiran 7 Contoh Satuan Acara Perkuliahan ........................ 77
Lampiran 8 Contoh Kontrak Perkuliahan................................... 79
1 UNUD-BPMU-05-01-09
I. PENDAHULUAN
Universitas Udayana (Unud) sebagai lembaga pendidikan
tinggi menyelenggarakan kegiatan pendidikan tinggi dengan tujuan
menyiapkan perserta didik menjadi anggota masyarakat yang
cerdas, beriman dan bertaqwa. Disamping itu memiliki kemampuan
akademik dan/atau professional yang dapat mengembangkan,
menciptakan dan menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi dan
seni, berintegrasi tinggi, mandiri, serta berwawasan budaya
dan kebangsaan Indonesia. Untuk mencapai tujuan tersebut,
Unud membangun sistem dan melaksanakan penjaminan mutu
akademik.
Pelaksanaan penjaminan mutu didasarkan atas dua dokumen
pokok, yaitu dokumen akademik dan dokumen mutu. Dokumen
akademik sebagai rencana atau standar, memuat tentang arah/
kebijakan, visi-misi, standar pendidikan, penelitian, dan pengabdian
pada masyarakat, serta peraturan akademik. Sedangkan dokumen
mutu sebagai instrumen untuk mencapai dan memenuhi standar
yang telah ditetapkan terdiri dari manual mutu, manual prosedur,
instruksi kerja, dokumen pendukung, dan borang.
Pada tingkat Perguruan Tinggi dan Fakultas, jenis dokumen
penjaminan mutu yang disiapkan adalah Kebijakan Akademik,
Standar Akademik, Peraturan Akademik, Manual Mutu, dan Manual
Prosedur, sedangkan di tingkat Program Studi (PS)/Jurusan/Bagian
meliputi dokumen Spesifikasi Program Studi, Kompetensi Lulusan
dan Program Pembelajaran (Panduan Pelaksanaan SPM-PT Dikti,
2008). Program pembelajaran antara lain meliputi silabus, Satuan
Acara Perkuliahan (SAP), dan kontrak perkuliahan.
Dalam Manual Prosedur Implementasi Penjaminan Mutu
Akademik Internal Program Sarjana Unud (BPMU, 2008) disebutkan
2
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
bahwa salah satu butir prosedur implementasi sistem penjaminan
mutu di Unud adalah Penyusunan Spesifikasi Program Studi oleh
Ketua Jurusan dan Ketua Program Studi. Untuk itu, PS hendaknya
menyusun Spesifikasi Program Studi untuk ruang lingkup tugas dan
fungsinya. Di samping itu, dalam manual mutu akademik Universitas
Udayana (BPMU, 2008) disebutkan bahwa Ketua Jurusan/Kepala
Bagian/Ketua Program Studi bertanggungjawab atas terlaksananya
proses pembelajaran yang bermutu, evaluasi terhadap pelaksanaan
dan hasil proses pembelajaran dan melakukan tindakan perbaikan
proses pembelajaran. Pedoman ini disusun dengan harapan dapat
membantu pengelola kegiatan akademik di tingkat Jurusan/
Bagian/Program Studi dalam menyusun spesifikasi Program Studi
dan program pembelajaran (silabus, SAP, kontrak perkuliahan)
dalam rangka pelaksanaan kegiatan penjaminan mutu kurikulum.
Setiap PS memiliki fleksibilitas dan kebebasan untuk melakukan
penyesuaian dan pengembangan dengan tetap mengacu kepada
kebijakan akademik, standar akademik dan manual mutu akademik
yang berlaku.
3 UNUD-BPMU-05-01-09
II. PEDOMAN PENYUSUNAN SPESIFIKASI
PROGRAM STUDI
2.1 PEDOMAN PENYUSUNAN
Pedoman ini berisi tentang butir-butir yang hendaknya
dimuat dalam spesifikasi Program Studi di Lingkungan Universitas
Udayana sebagai berikut:
1. Identitas PS meliputi Nama PS, Pelaksana Proses Pembelajaran
(Fakultas, Jurusan), Gelar Lulusan, dan Akreditasi yang
diperoleh.
2. Visi, Misi dan Tujuan Pendidikan. Visi dan Misi PS
menunjang Visi dan Misi Fakultas serta Visi dan Misi Unud. Di
samping itu, hendaknya ada pernyataan tentang kaitan antara
kurikulum dengan Visi dan Misi PS. Tujuan Pendidikan juga
dinyatakan dengan jelas pada spesifikasi program studi.
Contoh panduan penyusunan visi pendidikan:
a. Visi seharusnya merupakan cita-cita yang dapat
memberikan inspirasi bagi segenap pihak yang
berkepentingan untuk bertindak.
b. Visi seharusnya memuat tujuan, jangka waktu, dan ruang
lingkup kerja yang khas dari unit kerja.
c. Visi seharusnya dirumuskan bersama oleh pimpinan
dengan memperhatikan masukan dari stakeholders dan
disahkan oleh senat fakultas/rapat jurusan.
d. Visi seharusnya ditinjau dan dirumuskan kembali
secara berkala sesuai dengan perkembangan ipteks dan
masyarakat.
4
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
Contoh panduan penyusunan misi pendidikan :
a. Misi seharusnya memberikan arahan dalam mewujudkan
visi dan dinyatakan dalam tujuan-tujuan yang dapat
dicapai dalam kurun waktu tertentu.
b. Misi seharusnya mengandung pokok pokok bentuk
kegiatan utama yang dapat menjadi landasan hubungan
kerja serta pengalokasian sumberdaya ke segenap pihak
yang berkepentingan.
c. Misi seharusnya menunjukkan ruang lingkup pasar dan
geografis yang menjadi sasaran.
d. Misi seharusnya memuat pernyataan yang berkaitan
dengan kebijakan unit kerja.
e. Misi seharusnya memberi keluwesan ruang gerak
pengembangan kegiatan satuan satuan lembaga yang
terlibat.
f. Misi seharusnya menjadi tolok ukur dalam evaluasi di
seluruh unit kerja.
g. Misi seluruh unit kerja seharusnya direvisi secara berkala
sesuai dengan perkembangan ipteks dan kebutuhan
masyarakat.
Contoh Panduan Penyusunan Tujuan Pendidikan:
a. Tujuan pendidikan seharusnya disusun selaras dengan
visi dan misi dan relevan dengan kebutuhan masyarakat
sehingga dapat menghasilkan lulusan yang memilki
kompetensi sesuai dengan jenjang pendidikan.
b. Tujuan pendidikan seharusnya disosialisasikan kepada
dosen, mahasiswa dan stakeholders.
c. Tujuan pendidikan seharusnya disusun bersama oleh
pimpinan dengan memperhatikan masukan-masukan
stakeholders.
d. Tujuan pendidikan seharusnya dievaluasi secara berkala
di seluruh unit kerja.
5 UNUD-BPMU-05-01-09
e. Tujuan pendidikan seluruh unit kerja seharusnya direvisi
secara berkala sesuai dengan perkembangan ipteks dan
kebutuhan masyarakat.
3. Standar Kompetensi Lulusan. Kompetensi lulusan
dinyatakan dalam butir-butir pernyataan yang menggambar-
kan tentang kompetensi yang harus dicapai oleh lulusan PS,
yang meliputi perpaduan dari pengetahuan, keterampilan,
nilai dan sikap yang direflesikan dalam kebiasaan berpikir dan
bertindak. Kompetensi lulusan dibuat mengacu pada (a) Visi
dan Misi Unud, (b) kebutuhan masyarakat dan pengembangan
ipteks, budaya dan seni, (c) tuntutan pembangunan bangsa dan
permintaan stakeholders (market signals), dan (d) tuntutan
belajar sepanjang hayat.
4. Kurikulum dan Peta Kurikulum. PS seharusnya mempunyai
struktur kurikulum yang jelas, dibuat secara sistematik per
semester dan terlihat dengan jelas keterkaitan antara satu
mata kuliah dengan yang lain. Dalam Spesifikasi Program
Studi, kurikulum ditampilkan dalam bentuk Nama Mata Kuliah,
Kode Mata Kuliah, Semester diajarkan, Kelompok Mata Kuliah
(MPK, MKK, MKB, MPB, MBB), dan jumlah SKS. Di samping itu,
ditampilkan pula Peta Kurikulum yang menggambarkan kaitan
mata kuliah dengan kompetensi lulusan Program Studi.
5. Dukungan untuk Mahasiswa dan Proses Pembelajaran.
Di sini perlu dijelaskan dukungan untuk proses pembelajaran
seperti tersedianya bimbingan akademik dan nonakademik,
bimbingan praktikum, bimbingan penyelesaian tugas
akhir, tersedianya berbagai sumber belajar, perpustakaan,
laboratorium, dan lain-lain.
6
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
6. Kriteria Pendaftaran Masuk PT. Dalam kriteria pendaftaran
disebutkan lulusan yang diterima seperti lulus Seleksi
Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB), melalui Penelusuran
Minat dan Kemampuan (PMDK), atau model penerimaan lain
dan apakah menerima mahasiswa pindahan atau tidak.
7. Metode Evaluasi dan Peningkatan Kualitas dan Standar
Proses Pembelajaran. Dalam hal ini disebutkan metode
evaluasi proses pembelajaran dalam rangka peningkatan
kualitas dan standar proses pembelajaran, pengembangan
kemampuan mengajar staf dosen, dan adanya penjaminan
mutu akademik internal.
8. Kriteria Kelulusan dan Metode Penilaian. Kriteria
kelulusan menggambarkan persyaratan mimimum untuk
dinyatakan lulus pada Program Studi yang bersangkutan,
seperti jumlah minimum SKS yang harus ditempuh, Indeks
Prestasi Kumulatif Minimum, Mata kuliah tertentu yang harus
diambil, dan lain sebagainya. Sedangkan metode penilaian
menjelaskan tentang cara dan kriteria penilaian dalam proses
pembelajaran untuk mengetahui perubahan kemampuan
(knowledge), keterampilan (skill), dan perilaku (behaviour)
perserta didik dari suatu proses pembelajaran.
9. Indikator Kualitas dan Standar. Dalam indikator kualitas
dan standar ini diuraikan tentang pengakuan penilaian oleh
pihak eksternal seperti akreditasi oleh BAN PT atau akreditasi
dari pihak lain secara nasional maupun internasional, jenis-
jenis hibah kompetitif yang dimenangkan oleh PS/Jurusan,
jenis-jenis layanan yang mampu disediakan/diberikan dan
kerjasama yang mampu dijalin dengan pihak luar.
7 UNUD-BPMU-05-01-09
2.2 CONTOH FORMAT
Contoh Format Rumusan Spesifikasi Program Studi seperti
berikut.
1. Perguruan Tinggi : Universitas Udayana
2. Pelaksana Proses Pembelajaran : ...........................................
Fakultas : ...........................................
Jurusan/Program Studi : ...........................................
3. Program Diakreditas oleh : ...........................................
4. Gelar Lulusan : .......................................
5. Nama Program Studi : ...........................................
6. Tanggal Penyusunan/Perbaikan : ...........................................
7. Visi, Misi dan Tujuan Pendidikan : ...........................................
8. Kompetensi Lulusan (learning outcome) : .....................................
9. Kurikulum : ...........................................
10. Peta Kurikulum : ...........................................
11. Dukungan untuk Mahasiswa dan
Proses Pembelajaran : ...........................................
12. Kriteria Pendaftaran : ...........................................
13. Metode Evaluasi dan Peningkatan
Kualitas dan Standar Proses Pembelajaran: ....................................
14. Kriteria Lulusan dan Metode Penilaian : ........................................
15. Indikator Kualitas dan Standar : ...........................................
8
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
III. PEDOMAN PENYUSUNAN
SILABUS DAN SAP
3.1 TUJUAN
Pedoman penyusunan Silabus dan SAP ini disusun dengan
maksud untuk dapat membantu dosen dalam menyusun silabus
dan SAP bagi setiap Mata Kuliah yang diampu, agar pelaksanaan
proses belajar mengajar di kelas dapat terlaksana dengan efektif.
Pedoman ini disusun dengan tujuan untuk dapat mendorong
dosen dalam mendesain pembelajaran berbasis pada silabus dan
SAP sesuai dengan format yang telah ditentukan, dan mendorong
dosen untuk mendukung perencanaan dan pengembangan
kurikulum yang berkelanjutan. Dasar Penyusunan Silabus dan SAP
adalah Spesifikasi Program Studi, Kompetensi Lulusan, dan Peta
Kurikulum.
Dosen perlu didorong untuk menyusun silabus dan SAP
yang baik mengingat ketersediaan silabus dan SAP dalam proses
pembelajaran pada kurikulum berbasis kompetensi sangat penting,
yaitu : (a) sebagai pedoman dosen pengampu dalam memprogram
acara perkuliahannya pada setiap tatap muka dengan mahasiswa,
dan (b) sebagai pedoman dosen pengampu dalam menyiapkan
bahan ajar sesuai dengan referensi dan acara perkuliahannya setiap
kali melakukan tatap muka dengan mahasiswa.
Komponen Silabus terdiri atas : (1) standar kompetensi,
(2) kompetensi dasar, (3) indikator pencapaian kompetensi, (4)
materi pokok/pembelajaran, (5) Kegiatan/Pengalaman Belajar, (6)
Penilaian, (7) Alokasi Waktu, dan (8) Sumber Belajar. Sedangkan
komponen SAP terdiri atas : (1) Indikator Pencapaian, (2) Materi
Pokok, (3) Pengalaman Belajar, dan (4) Strategi Pembelajaran.
9 UNUD-BPMU-05-01-09
Pedoman Penyusunan Silabus dan SAP ini bersisi tentang
langkah-langkah penyusunan silabus dan SAP serta contoh Format
Silabus dan Contoh Format SAP.
3.2 LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN SILABUS
Langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan dalam
penyusunan silabus suatu mata kuliah adalah sebagai berikut.
1. Mengisi Form Identitas Mata Kuliah, yang terdiri atas:
a. Program Studi: diisi sesuai dengan jurusan/program
studi di mana suatu mata kuliah diajarkan.
b. Nama Mata Kuliah: diisi nama mata kuliah sesuai dengan
nama yang ada dalam struktur kurikulum.
c. Kode Mata Kuliah: diisi kode mata kuliah sesuai dengan
kode yang ada dalam struktur kurikulum.
d. Jumlah SKS: diisi jumlah SKS Mata Kuliah sesuai dengan
jumlah yang ada dalam struktur kurikulum.
e. Semester: diisi sesuai dengan waktu suatu mata kuliah
diajarkan.
f. Mata Kuliah Prasyarat: diisi nama mata kuliah yang
harus ditempuh sebelum mengikuti mata kuliah yang
bersangkutan (bisa ada, bisa tidak ada, dan mungkin
lebih dari satu mata kuliah).
2. Perumusan Standar Kompetensi (SK). Rumuskan standar
kompetensi dari mata kuliah yang didasarkan pada tujuan
akhir dari mata kuliah tersebut. Standar Kompetensi diisi
dengan kemampuan mahasiswa yang diharapkan setelah satu
semester mengikuti pembelajaran suatu mata kuliah dalam hal
kognitif, afektif, dan psikomotor yang harus menjadi bagian
hidup dalam berfikir dan bertindak.
10
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
3. Perumusan Kompetensi Dasar (KD). Kompetensi dasar
adalah rincian kompetensi dalam setiap aspek materi
pokok yang harus dilatihkan kepada peserta didik sehingga
kompetensi dapat diukur dan diamati. Kompetensi dasar
sebaiknya selalu dilakukan perbaikan dan pengayaan guna
memenuhi keinginan pasar. Jabarkan standar kompetensi
yang telah dirumuskan menjadi beberapa kompetensi dasar
untuk memudahkan pencapaian dan pengukurannya. Tuliskan
dengan kata kerja operasional yang meliputi aspek kognitif,
afektif, dan psikomotorik.
4. Perumusan Indikator Pencapaian Kompetensi. Indikator
merupakan wujud dari KD yang lebih spesifik, yang merupakan
cerminan dari kemampuan peserta didik dalam suatu tahapan
pencapaian pengalaman belajar yang telah dilalui. Bila
serangkaian indikator dalam suatu kompetensi dasar sudah
dapat dicapai peserta didik, berarti target KD tersebut sudah
terpenuhi. Tuliskan indikator dengan kata kerja operasional,
yang merupakan penjabaran dari KD. Kata kerja operasional
pada rumusan indikator dapat dirinci sesuai dengan kegiatan
yang dilakukan dan dapat ditulis secara terpisah antara aspek
kognitif, afektif, dan psikomotorik.
5. Penentuan Materi Pokok. Materi pokok merupakan bagian
struktur keilmuan suatu bahan kajian yang dapat berupa
pengertian, konsep, gugus isi atau konteks, proses, bidang ajar,
dan keterampilan. Materi pokok adalah sub pokok bahasan,
merupakan materi bahan ajar yang dibutuhkan peserta didik
untuk mencapai KD yang telah ditentukan dengan berdasarkan
prinsip-prinsip sebagai berikut.
a. Prinsip relevansi, ada kesesuaian antara uraian materi
pokok dengan KD yang ingin dicapai.
11 UNUD-BPMU-05-01-09
b. Prinsip konsistensi, ada keajegan dan keterkaitan antara
materi pokok dan uraian materi pokok dengan KD dan
SK.
c. Prinsip edukasi, adanya kecukupan materi yang diberikan
untuk mencapai KD.
6. Pemilihan Kegiatan/Pengalaman Belajar. Pengalaman
belajar merupakan kegiatan fisik maupun mental yang
dilakukan oleh peserta didik dalam berinteraksi dengan bahan
ajar. Pengalaman belajar dikembangkan untuk mencapai
kompetensi dasar melalui strategi pembelajaran. Dengan
memberikan materi (content) pengalaman belajar yang tepat
mahasiswa diharapkan dapat mencapai dan mempunyai
kemampuan kognitif, psikomotorik, dan afektif yang sekaligus
telah mengintegrasikan kecakapan hidup (life skill). Oleh
karenanya yang membedakan antara perguruan tinggi satu
dengan yang lain tercermin pada perbedaan pengalaman
belajar yang diperoleh mahasiswa.
7. Penilaian. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk
memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan proses dan
hasil belajar perserta didik yang dilakukan secara sistematis
dan berkesinambungan sehingga menjadi informasi yang
bermakna dalam pengambilan keputusan. Teknik penilaian
adalah cara-cara yang ditempuh untuk memperoleh informasi
mengenai proses dan produk yang dihasilkan dari proses
pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik. Sebaiknya,
teknik dan instrumen penilaian didasarkan pada indikator
yang telah dirumuskan, sehingga alat penilaian tersebut betul-
betul mengukur apa yang seharusnya diukur. Alat penilaian
dapat berupa tes lisan atau tertulis, chek list, tagihan yang
dapat berupa laporan, resume materi, dan lain-lain.
12
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
8. Alokasi Waktu. Alokasi waktu mempertimbangkan
lama waktu dalam menit yang dibutuhkan peserta didik
untuk mampu menguasi KD yang telah ditetapkan, dengan
memperhatikan: a. minggu efektif per semester, dan b.
alokasi waktu mata pelajaran. Alokasi waktu hendaknya
juga mempertimbangkan tingkat kesukaran materi, cakupan
materi, frekuensi penggunaan materi, tingkat pentingnya
materi yang dipelajari, dan cara penyampaian materi, meliputi
tatap muka, praktikum dan kerja lapangan/klinis.
9. Sumber belajar. Sumber belajar meliputi pustaka termasuk
e-journals dan e-books, peralatan dan bahan-bahan yang
digunakan untuk membelajarkan peserta didik agar SK,
KD, indikator pencapaian, dan pengalaman belajar yang
telah direncanakan dapat berhasil dicapai, penggunaannya
didasarkan pada prinsip 3E, yaitu ekonomis, efisien, dan
efektif. Sumber pustaka adalah kumpulan dari referensi yang
dirujuk atau yang dianjurkan, sebagai sumber informasi yang
harus dikuasai oleh peserta didik. Penulisan sumber pustaka
berdasarkan kaidah atau aturan yang telah diakui secara
umum. Sumber belajar yang berupa buku dan jurnal harus
menyebutkan nama penulis, judul buku/jurnal/artikel, dan
halaman, sedangkan sumber belajar yang berupa internet
harus menyebutkan nama penulis, judul artikel, dan alamat
web-nya.
13 UNUD-BPMU-05-01-09
3.3 CONTOH FORMAT SILABUS
Jurusan/Program Studi : ……………………….
Nama Mata Kuliah : ……………………….
Kode Mata Kuliah : ……………………….
Jumah SKS : ……………………….
Semester : ……………………….
Mata Kuliah Prasyarat : ……………………….
No
Standar
Kompetensi
Kompe-
tensi
Dasar
Indikator
Pencapaian
Materi
Pokok
Penga-
laman
Belajar
Alokasi
Waktu
Media/
Sumber
Belajar
Penilaian
Catatan: Penilaian dalam KBK terdiri atas:
a. Penilaian proses : 60%
b. Penilaian produk : 40%
3.4 LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN SAP
Langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan dalam
penyusunan SAP suatu mata kuliah adalah sebagai berikut.
1. Mengisi Form Identitas Mata Kuliah yang terdiri atas Nama
Mata Kuliah, Kode Mata Kuliah, dan Jumlah SKS Mata Kuliah.
2. Waktu Pertemuan. Yang dimaksud dengan waktu pertemuan
dalam SAP adalah lama waktu pertemuan (misalnya 2 x
50 menit, 2 x 100 menit, minggu ke-1, minggu ke-2, dan
sebagainya) untuk menuntaskan 1 (satu) indikator pencapaian
kompetensi yang telah ditentukan dalam silabus.
14
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
3. Indikator Pencapaian Kompetensi. Tulislah satu indikator
pencapaian kompetensi yang telah ditentukan dalam silabus
untuk setiap satu satuan waktu pertemuan, di mana dengan
lama waktu pertemuan yang ditentukan tersebut maka
indikator pencapaian kompetensi yang bersangkutan sudah
dapat dicapai. Berdasarkan atas pengertian ini maka jumlah
SAP yang harus dibuat untuk satu mata kuliah tertentu
adalah sejumlah indikator pencapaian kompetensi yang telah
ditetapkan dalam silabus.
4. Materi Pokok. Materi pokok yang ditulis dalam SAP disesuaikan
dengan materi bahan ajar yang dibutuhkan peserta didik
untuk mencapai indikator pencapaian kompetensi dalam satu
satuan waktu pertemuan yang ditentukan.
5. Pengalaman Belajar. Pengalaman belajar dalam stiap
SAP menguraikan tentang kegiatan fisik maupun mental
yang dilakukan oleh peserta didik dalam kaitannya dengan
pemenuhan indikator pencapaian kompetansi yang telah
ditetapkan. Dengan memberikan materi (content) pengalaman
belajar yang tepat mahasiswa diharapkan dapat mencapai dan
mempunyai kemampuan kognitif, psikomotorik, dan afektif
yang sekaligus telah mengintegrasikan kecakapan hidup (life
skill).
6. Strategi Pembelajaran. Strategi pembelajaran dalam
SAP berisi uraian tentang (1) tahapan-tahapan kegiatan
pembelajaran, (2) kegiatan dosen, (3) kegiatan mahasiswa, (4)
penilaian, (5), media dan alat pembelajaran, dan (6) sumber
belajar.
15 UNUD-BPMU-05-01-09
Tahapan-tahapan kegiatan pembelajaran untuk setiap
pertemuan bisa dikelompokkan menjadi kegiatan awal /
pembukaan / pendahuluan, kegiatan inti / penyajian, dan
kegiatan akhir/penutup. Dalam setiap tahapan tersebut
diuraikan kegiatan yang dilakukan oleh dosen, kegiatan yang
dilakukan oleh mahasiswa, penilaian yang dilakukan, media atau
alat pembelajaran yang digunakan, dan sumber belajar untuk
mencapai indikator pencapaian kompetensi. Sebagai contoh, pada
kegiatan awal/pembukaan kegiatan dosen adalah memberikan
uraian untuk mengantarkan topik/tema yang akan dibahas dalam
pembelajaran sedangkan kegiatan mahasiswa misalnya melihat,
mendengarkan penjelasan dan mencatat. Pada tahap kegiatan
inti/penyajian kegiatan dosen adalah menjelaskan materi (tema,
pokok bahasan, konsep), memberikan contoh, dan lain-lain
sedangkan kegiatan mahasiswa misalnya menyimak, mengajukan
pertanyaan dan memberikan pendapat dalam diskusi. Sedangkan
pada kegiatan akhir kegiatan dosen adalah merangkum uraian
kegiatan pembelajaran, melakukan penilaian dan penjelasan tindak
lanjut sedangkan kegiatan mahasiswa adalah mengerjakan latihan,
menyusun laporan kegiatan selama kuliah, dan lain-lain.
Media dan alat pembelajaran serta sumber belajar yang
digunakan disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai indikator
pencapaian kompetensi untuk satu satuan waktu pertemuan yang
telah ditentukan.
16
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
3.5. CONTOH FORMAT SAP
1. Nama Mata Kuliah : ………………………….
Kode Mata Kuliah : ………………………….
Jumah SKS : ………………………….
2. Waktu Pertemuan : 2 x 100 menit
Pertemuan minggu ke : 1 dan 2
3. Indikator pencapaian : …………………………
4. Materi Pokok : …………………………
5. Pengalaman Belajar : …………………………
6. Strategia Pembelajaran :
TAHAPAN KEGIATAN DOSEN
KEGIATAN
MAHASISWA
PENILAIAN
Pembukaan .................................... .................................... ........................
Penyajian .................................... .................................... ........................
Penutup .................................... .................................... ........................
Media dan Alat Pembelajaran : ....................................................................
Sumber Belajar : ....................................................................
17 UNUD-BPMU-05-01-09
IV. PEDOMAN PENYUSUNAN
KONTRAK PERKULIAHAN
4.1 TUJUAN
Pedoman penyusunan kontrak perkuliahan ini disusun
dengan maksud untuk dapat membantu dosen dalam menyusun
kontrak perkuliahan/kontrak belajar bagi setiap mata kuliah yang
diampu, agar pelaksanaan proses belajar mengajar di kelas dapat
terlaksana dengan baik, efektif dan efisien. Kontrak perkuliahan
merupakan kesepakatan antara dosen dan mahasiswa mengenai
berbagai aspek perkuliahan, termasuk didalamnya mengenai bentuk
dan isi program belajar, yang dilakukan pada awal perkuliahan.
Fungsi kontrak perkuliahan adalah menjelaskan peranan dan
tanggungjawab mahasiswa dan dosen dalam rangka meningkatkan
efisiensi belajar.
4.2 PEDOMAN PENYUSUNAN
Kontrak perkuliahan disusun dengan menjelaskan komponen-
komponen kontrak perkuliahan yang terdiri atas:
1. Manfaat Mata Kuliah. Diisi dengan menjelaskan tentang
manfaat dan kompetensi yang diperoleh oleh perserta didik
setelah menyelesaikan mata kuliah yang diajarkan.
2. Deskripsi Mata Kuliah. Diisi dengan menguraikan ruang
lingkup mata kuliah, kaitannya dengan mata kuliah lain dan
kompetensi lulusan program studi yang telah ditetapkan.
3. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. Diisi rumusan
standar kompetensi dari mata kuliah yang didasarkan
pada tujuan akhir dari mata kuliah yang menggambarkan
kemampuan mahasiswa yang diharapkan setelah satu
18
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
semester mengikuti pembelajaran. Di samping itu disebutkan
pula kompetensi dasar sebagai rincian kompetensi dalam
setiap aspek materi pokok yang harus dilatihkan kepada
peserta didik.
4. Strategi Perkuliahan. Diisi dengan menguraikan strategi
yang ditempuh dalam perkuliahan agar proses pembelajaran
berjalan dalam suasana kondusif.
5. Materi Pokok. Diisi dengan menguraikan subpokok bahasan
sebagai materi bahan ajar yang dibutuhkan peserta didik
untuk mencapai kompetensi dasar yang telah ditentukan.
6. Bahan Bacaan. Diisi dengan sumber belajar yang dipakai
sebagai acuan dalam proses pembelajaran.
7. Tugas-Tugas. Diisi dengan tugas-tugas yang diberikan seperti
pembuatan paper, mereview jurnal, dan pendalaman materi,
praktikum, dan lain-lain.
8. Kriteria Penilaian. Diisi dengan dengan teknik dan instrumen
penilaian yang akan digunakan.
9. Jadual Kuliah. Diisi dengan menyebutkan tanggal perkuliahan,
pokok bahasan yang diberikan dan bahan bacaan yang
digunakan.
Oleh karena kontrak perkuliahan merupakan kesepakatan
antara dosen dan mahasiswa mengenai berbagai aspek perkuliahan,
maka isi kontrak perkuliahan ini harus dijelaskan kepada peserta
didik pada awal perkuliahan. Setelah ada kesepakatan, kontrak
perkuliahan ditandatangani oleh dosen pengasuh dan wakil
mahasiswa kemudian diketahui oleh Ketua Program Studi.
19 UNUD-BPMU-05-01-09
4.3 CONTOH FORMAT KONTRAK PERKULIAHAN
1. Identitas Mata Kuliah
Nama Mata Kuliah : …………………………..
Jumlah SKS : …………………………..
Semester : …………………………..
Hari Pertemuan/Jam : …………………………..
Tempat Pertemuan : …………………………..
2. Manfaat Mata Kuliah : ……………………………
3. Deskripsi Mata Kuliah : ……………………………
4. Standar Kompetensi : ……………………………
5. Kompetensi Dasar : ……………………………
6. Strategi Perkuliahan : ……………………………
7. Materi Pokok : ……………………………
8. Bahan Bacaan : ……………………………
9. Tugas-Tugas : ……………………………
10. Kriteria Penilaian : ……………………………
10. Jadwal Kuliah : ……………………………
Denpasar, ……………………
Wakil Mahasiswa Koordinator Mata Kuliah
……………………….. …………………………..
Mengetahuai,
Ketua PS. ………………….
…………………………………..
NIP.: …………………………….
20
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
V. STANDAR PERAN DAN PROSEDUR
OPERASIONAL DOSEN
DALAM PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK)
5.1. STANDAR PERAN DOSEN
Sebelum membahas berbagai hal yang berkait dengan Standar
Prosedur Operasional (SPO) Dosen UNUD dalam pelaksanaan
pembelajaran Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), maka perlu
dipahami terlebih dahulu tentang Standar Peran Dosen dalam
pelaksanaan KBK. Adapun peran dosen yang paling hakiki dalam
KBK adalah sebagai (i) penuntun; (ii) fasilitator; dan (iii) motivator,
dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran
tersebut.
5.2 STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL DOSEN
Adapun Standar Prosedur Operasional Dosen dalam
pelaksanaan pembelajaran KBK adalah sebagai berikut.
1. Menyiapkan Silabus, SAP dan Kontrak Perkuliahan sebelum
proses pembelajaran dimulai.
2. Menyiapkan media pembelajaran.
3. Menyiapkan sumber pembelajaran dan menginformasikan
sumber pembelajaran yang dimaksud (buku ajar, bahan
ajar, jurnal ilmiah, dan berbagai referensi lainnya) kepada
mahasiswa.
4. Menyampaikan salam, ketika memasuki ruang kelas, demikian
juga ketika akan meninggalkan ruang kelas.
5. Memulai perkuliahan pada minggu pertama, dengan : (i)
melakukan perkenalan diri; (ii) menyampaikan guideline
21 UNUD-BPMU-05-01-09
materi perkuliahan sesuai SAP; (iii) menyampaikan Standar
Kompetensi (SK) atau tujuan pembelajaran dari mata
kuliah; (iv) memotivasi kemandirian belajar mahasiswa; (iii)
membimbing mahasiswa untuk mengetahui berbagai prinsip
budi-pekerti, etika/moral sebagai insan akademik; dan (iv)
membimbing mahasiswa untuk melakukan doa.
6. Memfasilitasi pembentukan Small Group Discusion (SGD),
Problem Based Learning (PBL), dll, sesuai strategi
pembelajaran yang akan diterapkan, yang berlandaskan
Student Centered Learning (SCL)
7. Membimbing praktikum atau praktek lapangan.
8. Mencari solusi bila muncul permasalahan dalam proses
pembelajaran.
9. Memberikan tugas-tugas kepada mahasiswa dan
mengembalikan seluruh tugas-tugas yang diberikan (termasuk
quiz, PR,UTS, dan UAS) dengan memberikan feedback atau
nilai.
10. Memberikan kuliah (tatap muka) sebanyak 14 kali dalam
satu semester, tetapi belum termasuk untuk pelaksanaan
UTS dan UAS. Dalam memberikan kuliah, agar sebelumnya
menyebutkan materi pembelajaran yang harus diselesaikan
hari itu (sesuai SAP).
11. Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk melakukan
tanya-jawab / diskusi.
12. Menyampaikan kesimpulan/summary materi perkuliahan
menjelang akhir jam kuliah.
13. Melakukan penilaian terhadap soft skills mahasiswa, pada
proses/pelaksanaan pembelajaran (materi pembelajaran soft
skills dapat merujuk pada Buku Manual Akademik Indikator
Penerapan Pola Ilmiah Pokok (PIP) UNUD, atau referensi
lainnya yang relevan).
14. Mengabsen mahasiswa, sebelum akhir proses pembelajaran.
15. Menyampaikan closing statement.
22
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
16. Menghubungi anggota team teaching, bila berhalangan hadir,
atau memberikan tugas-tugas tertentu kepada mahasiswa,
agar tetap ada aktivitas pembelajaran pada hari tsb.
Catatan:
Adapun yang dimaksudkan dengan dosen dalam manual ini
adalah : (i) seorang dosen, yang secara mandiri mengasuh
suatu mata kuliah tertentu dalam satu semester; (ii) tim dosen,
yang secara bersama-sama mengasuh mata kuliah tertentu
dalam satu semester; (iii) tim dosen yang secara bersama-
sama mengasuh mata kuliah dalam satu blok tertentu (bagi
PS yang menggunakan sistem blok), yang pelaksanaan
pembelajarannya dianggap setara dengan satu semester.
23 UNUD-BPMU-05-01-09
VI. PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS
KOMPETENSI
1. Pendahuluan
Dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), penilaian
merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh seorang
pendidik yang dilakukan secara terencana dan terarah sesuai
dengan tujuan pencapaian kompetensi meliputi ranah kognitif,
psikomotor dan afektif. Penilaian dalam KBK disusun dan
dilaksanakan berdasarkan standar kompetensi (SK), yaitu suatu
proses penilaian dengan cara membandingkan kompetensi yang
dicapai oleh peserta didik dengan SK yang telah ditetapkan pada
suatu mata kuliah.
Penilaian merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara
terintegrasi dalam suatu proses pembelajaran. Maksudnya kegiatan
penilaian ditempatkan sebagai kegiatan yang tidak terpisahkan
dalam proses pembelajaran. Sebab penilaian dalam konteks KBK
tidak hanya berorientasi pada hasil (product oriented) akan tetapi
juga pada proses pembelajaran (process oriented). Dengan demikian,
melalui kegiatan penilaian dapat diupayakan pemantauan terhadap
perkembangan peserta didik baik menyangkut perkembangan
kemampuan intelektual dan ketrampilan maupun perkembangan
mental dan kejiwaan.
Dalam KBK, secara umum, penilaian berfungsi untuk mengukur
tingkat keberhasilan peserta didik dalam pencapaian kompetensi
(sumatif) dan sekaligus sebagai umpan balik bagi perbaikan proses
pembelajaran (formatif). Dalam implementasi KBK, pendidik perlu
secara terus-menerus mengikuti perkembangan kemampuan
peserta didik dalam menguasai kompetensi sesuai dengan tuntutan
24
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
kurikulum dan secara terus-menerus perlu memperbaiki proses
pembelajaran yang dilakukannya.
Mengingat cakupan penilaian yang dilaksanakan sangat
kompleks, meliputi ranah kognitif, psikomotor dan afektif, serta
memperhatikan proses dan hasil pembelajaran, maka pendidik
dituntut untuk mampu menggunakan teknik dan instrumen
penilaian yang relevan dengan rumusan standar kompetensi,
kompetensi dasar, indikator yang ditetapkan untuk suatu mata
kuliah sehingga setiap aspek perkembangan dapat diukur.
2. Jenis Penilaian
Penilaian dalam konteks KBK merupakan kegiatan
terstruktur seorang pendidik yang dilakukan secara komprehensif
dan terintegrasi dengan proses pembelajaran dengan tujuan untuk
menentukan tingkat pencapaian kompetensi peserta didik serta
sebagai umpan balik bagi perbaikan proses pembelajaran yang
dilaksanakan dengan menggunakan instrumen yang relevan.
Untuk dapat menghasilkan penilaian yang merepresentasikan
kompetensi peserta didik secara objektif, pelaksanaan kegiatan ini
mesti dilakukan dengan menggunakan instrumen penilaian yang
sesuai dengan aspek yang dinilai (kognitif, psikomotor dan afektif).
Penilaian kognitif pada dasarnya adalah dalam bentuk hardskill.
Sedangkan penilaian prikomotorik dan afektif pada dasarnya
adalah dalam bentuk softskill. Penilaian softskill adalah penilaian
dalam bentuk kemampuan interpersonal dan intrapersonal.
Dengan demikian pendidik perlu menguasai berbagai teknik dan
alat penilaian agar setiap aspek perkembangan peserta didik dapat
dipantau dengan tepat.
Untuk mendapatkan data dan informasi sebagai dasar
penentuan tingkat keberhasilan peserta didik dalam penguasaan
rumusan kompetensi dari mata kuliah yang diajarkan diperlukan
adanya berbagai jenis tagihan. Jenis tagihan yang dapat digunakan
25 UNUD-BPMU-05-01-09
dalam sistem penilaian KBK antara lain sebagai berikut.
• Kuis
• Pertanyaan lisan
• Tugas individu
• Tugas kelompok
• Presentasi tugas dan diskusi
• Laporan praktikum atau laporan kerja praktik
• Ujian praktek
• Ujian tengah semester
• Ujian akhir semester
Berdasarkan aspek yang dinilai, secara umum, penilaian
dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis : tes dan non-tes. Setiap
jenis memiliki karakter dan tujuan yang berbeda.
2.1 Tes
Tes merupakan teknik penilaian yang biasa digunakan untuk
mengukur kemampuan peserta didik dalam pencapaian suatu
kompetensi. Hasil tes diolah secara kuantitatif sehingga hasil tes
berupa angka. Berdasarkan angka tersebut selanjutnya ditafsirkan
tingkat penguasaan kompetensi peserta didik.
Pelaksanaan tes dapat dilakukan setelah berakhirnya
pembahasan satu pokok bahasan atau pada akhir semester. Dilihat
dari fungsinya, tes yang dilaksanakan setelah selesai satu pokok
bahasan disebut dengan tes formatif. Tes formatif, selain dapat
dimanfaatkan untuk mengukur kemampuan peserta didik juga
digunakan sebagai umpan balik bagi perbaikan proses pembelajaran
yang dilaksanakan. Sedangkan tes yang dilaksanakan pada akhir
semester disebut tes sumatif. Tes ini dimaksudkan untuk menilai
tingkat keberhasilan peserta didik terhadap kompetensi yang
ditetapkan untuk suatu mata kuliah tertentu.
26
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
2.1.1 Kriteria Tes
Sebagai suatu alat ukur dalam kegiatan penilaian, tes mesti
memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut.
1. Valid
Tes dikatakan memiliki tingkat validitas bila soal-soal yang
diberikan dalam tes mampu mengukur penguasaan peserta
didik terhadap materi yang hendak diukur dan sesuai dengan
aspek yang hendak dinilai.
2. Reliabel
Tes yang disusun dapat digunakan untuk menghasilkan
informasi yang konsisten. Misalnya, jika suatu tes diberikan
kepada sekelompok peserta didik, kemudian diberikan lagi
kepada kelompok yang sama pada waktu yang berbeda, maka
hasilnya relatif sama.
3. Relevan
Soal-soal yang diberikan dalam tes disesuaikan dengan tingkat
kemampuan peserta didik. Artinya soal-soal disusun sesuai
dengan pokok bahasan yang telah disampaikan.
4. Spesifik
Kalimat yang digunakan di dalam pertanyaan dalam tes agar
disusun sedemikian rupa sehingga menimbulkan ambivalensi
jawaban. Dengan demikian pertanyaan dalam tes mesti
disusun dengan menggunakan kalimat yang sederhana namun
jelas dan tegas.
5. Representatif
Diupayakan agar soal-soal yang diberikan dalam tes
merepresentasikan seluruh pokok bahasan yang akan
dimanfaatkan untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi
peserta didik.
27 UNUD-BPMU-05-01-09
6. Proporsional
Yang ditanyakan dalam tes mesti dibuat secara proportional,
namun lebih banyak menanyakan hal-hal yang penting dari
pokok bahasan mata kuliah.
2.1.2 Jenis-Jenis Tes
Ditinjau dari cara pelaksanaannya, tes dapat dibedakan
menjadi: tes tulis, tes lisan dan tes kinerja. Tes tulis merupakan
tes yang dilakukan dimana peserta didik diminta untuk menjawab
sejumlah soal dengan cara tertulis. Terdapat dua jenis tes yang
masuk dalam katagori tes tulis yaitu tes esai dan tes obyektif.
Tes esai merupakan bentuk tes yang dilaksanakan dimana
peserta didik diminta menjawab pertanyaan dengan cara
menjelaskan/menguraikan dengan menggunakan kalimat yang
disusun sendiri. Jenis tes ini dapat digunakan untuk mengukur
kemampuan peserta didik dalam menyusun jawaban secara
sistematis, kemampuan menggunakan bahasa dan sebagainya.
Untuk menghindari subjektivitas dalam penskoran, pelaksanaan
tes esai mesti memperhatikan hal-hal sebagai berikut.
• Jawaban tiap soal tidak panjang
• Siapkan pedoman penskoran
• Periksa tiap butir soal secara keseluruhan
Tes objektif merupakan bentuk tes yang meminta peserta
didik untuk memilih jawaban dari soal yang sudah disediakan.
Yang termasuk katagori tes objektif misalnya: tes pilihan ganda,
melengkapi dan menjodohkan. Dalam membuat soal untuk tes
obyektif perlu dicermati ketentuan berikut.
• Soal harus sesuai dengan indikator
• Hanya ada satu jawaban benar
• Rumusan soal harus komunikatif
28
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
• Menggunakan bahasa baku
• Tidak menggunakan istilah lokal
• Alternatif jawaban lebih banyak dari premis (menjodohkan)
Tes lisan adalah bentuk tes di mana dalam pelaksanaannya
peserta didik diminta untuk menjawab pertanyaan secara lisan.
Jenis tes ini dapat dimanfaatkan untuk menilai secara mendalam
pemahaman peserta didik tentang permasalahan yang dinilai.
Pemahaman tidak hanya menyangkut tentang konsep tetapi juga
bagaimana aplikasi dan hubungannya dengan konsep yang lain.
Dalam batas-batas tertentu, penilai juga dapat menggali informasi
tentang pendapat maupun pandangan peserta didik terhadap
sesuatu yang dinilai. Tes lisan umumnya dilaksanakan untuk
menilai permasalahan yang tidak terlalu luas tetapi mendalam dan
dengan jumlah peserta tes yang tidak banyak.
Tes kinerja merupakan tes dalam bentuk peragaan kinerja
dari peserta didik. Tes ini cocok digunakan untuk mengetahui
kemampuan dan ketrampilan peserta didik dalam mengerjakan
suatu kegiatan atau tugas tertentu. Penilaian untuk tes jenis ini
dilaksanakan dengan menggunakan kriteria menyeluruh (Rubrik).
Beberapa bentuk tes kinerja, adalah sebagai berikut.
• Demonstrasi
• Presentasi
• Simulasi
• Tes terstruktur (latihan), penyelesaian tugas menggunakan
alat dan sumber-sumber
• Tes tindakan khusus, amati cara pemecahan masalah
2.2 Non-Tes
Non-tes adalah instrumen penilaian yang dapat digunakan
untuk menilai aspek sikap termasuk tingkah laku, motivasi dan
minat dari peserta didik. Terdapat beberapa jenis non-tes sebagai
29 UNUD-BPMU-05-01-09
instrumen penilaian, antara lain : wawancara, observasi, penilaian
produk, penilaian portofolio.
2.2.1 Wawancara
Wawancara adalah komunikasi langsung antara pewawancara
dengan yang diwawancarai. Ditinjau dari sifatnya, terdapat dua jenis
wawancara : wawancara langsung dan tidak langsung. Wawancara
langsung di mana pewawancara melakukan komunikasi langsung
dengan subyek yang ingin dinilai, sedangkan wawancara tidak
langsung bilamana pewawancara memperoleh data dari subyek
yang dinilai melalui perantara. Misalnya ketika ingin memperoleh
informasi tentang minat peserta didik terhadap suatu mata kuliah,
dinamakan wawancara langsung bila wawancara dilaksanakan
dengan peserta didik yang bersangkutan. Bila wawancara dilakukan
dengan orang lain, misalnya dengan orang tua peserta didik, disebut
dengan wawancara tidak langsung.
2.2.2 Observasi
Observasi merupakan teknik penilaian yang dilaksanakan
dengan cara mengamati tingkah laku dari subyek yang dinilai.
Observasi dapat dilaksanakan secara perorangan atau terhadap
kelompok peserta didik, disesuaikan dengan tujuan observasi yang
akan dilakukan. Untuk memudahkan dalam pelaksanaan observasi,
perlu disiapkan pedoman observasi misalnya berupa ceklist atau
skala penilaian.
Ceklist merupakan pedoman observasi yang berisi daftar dari
semua indikator yang akan diobservasi. Dalam pelaksanaannya,
observer hanya memberi tanda ada atau tidak adanya indikator
yang diobservasi dengan tanda cek (9). Ada dua jenis ceklist, yaitu
perorangan dan kelompok. Ceklist perorangan dimaksudkan untuk
menentukan ada tidaknya indikator yang dinilai pada seseorang,
sedangkan ceklist kelompok ditujukan untuk mencatat kegiatan
seseorang dalam suatu kelompok.
30
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
Skala penilaian prinsipnya mirip dengan ceklist, hanya saja
indikator yang dinilai dijabarkan dalam bentuk skala atau kriteria
tertentu. Dengan demikian hasil penilaian akan lebih halus, karena
dengan skala penilaian tidak hanya mencatat ada atau tidak adanya
indikator pada subjek yang dinilai seperti halnya pada ceklist, tetapi
mencatat sejauh mana indikator tersebut muncul. Dengan demikian
observer perlu memahami secara mendalam indikator yang
akan diobservasi sehingga tidak ragu-ragu dalam melaksanakan
penilaian. Skala penilaian untuk tiap indikator dapat ditetapkan
dalam bentuk katagori atau numerik. Untuk skala penilaian bentuk
katagori, kriteria penilaian indikator dijabarkan dalam bentuk
kualitatif : selalu, sering, ada kalanya, jarang, tidak pernah. Dalam
bentuk numerik, kriteria penilaian indikator dinyatakan dalam
bentuk angka sebagai berikut.
• Skor 5 jika suatu indikator selalu dilaksanakan
• Skor 4 jika suatu indikator sering dilaksanakan
• Skor 3 jika suatu indikator ada kalanya dilaksanakan
• Skor 2 jika jarang
• Skor 1 jika tidak pernah
2.2.3 Penilaian Produk
Penilaian produk merupakan bentuk penilaian yang
digunakan untuk menilai kemampuan peserta didik dalam
menghasilkan suatu karya tertentu. Penilaian produk dilaksanakan
pada berbagai tahapan.
Dimulai dari tahap penilaian perencanaan terkait dengan
pemilihan ide untuk membuat suatu produk, dilanjutkan dengan
tahap penilaian pelaksanaan berhubungan dengan pemilihan
bahan maupun peralatan yang diperlukan untuk menghasilkan
produk dan tahap penilaian hasil yang merupakan tahap akhir
dengan menilai produk peserta didik yang telah selesai dikerjakan
yang dapat meliputi bentuk, estetika, kekuatan.
31 UNUD-BPMU-05-01-09
2.2.4 Penilaian Portofolio
Penilaian terhadap kumpulan hasil karya seorang peserta
didik selama proses pembelajaran yang digunakan untuk
memantau perkembangan kompetensinya dalam suatu mata
kuliah tertentu. Perkembangan kompetensi yang dipantau meliputi
pengetahuan, ketrampilan maupun sikap peserta didik terhadap
mata kuliah yang bersangkutan.
Rancangan isi dan seleksi portofolio ditentukan oleh tujuan
atau kegunaan portofolio itu sendiri. Empat langkah yang perlu
dilaksanakan dalam penyusunan portofolio adalah sebagai
berikut.
1. Koleksi: mengumpulkan hasil kerja peserta didik yang
menggambarkan perkembangan, kemajuan dan hasil
belajarnya.
2. Organisasi : mengorganisasikan berbagai hasil kerja peserta
didik.
3. Refleksi : merenungkan dan mengevaluasi kembali apa yang
telah dikoleksi dan diorganisasi.
4. Presentasi : menampilkan atau menyajikan hasil kerja peserta
didik.
Portofolio disusun secara sistematis dan terorganisasi dalam
suatu folder yang dikumpulkan selama periode tertentu. Secara
umum, format folder dari suatu portofolio mencakup hal-hal
berikut.
1. Cover yang berisi identitas penyusun portofolio dan lingkup
waktu penyusunan.
2. Daftar Isi.
3. Hasil karya peserta didik dilengkapai dengan tanggal
penyelesaian dan riwayat pengerjaannya.
4. Refleksi dan evaluasi diri peserta didik.
32
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
Hal-hal atau dokumen yang dapat dikumpulkan dalam suatu
portofolio antara lain sebagai berikut.
1. Penghargaan tertulis (sertifikat dll).
2. Penghargaan lisan.
3. Hasil kerja dan hasil pelaksanaan tugas-tugas (buku tugas, PR,
buku kerja, clipping, foto, gambar).
4. Daftar ringkasan hasil pekerjaan.
5. Catatan sebagai peserta dalam kerja kelompok.
6. Contoh terbaik hasil pekerjaan (menurut pendapat pendidik
dan peserta didik).
7. Catatan laporan dari pihak lain yang relevan (orang tua,
teman).
8. Hasil rekapitulasi daftar kehadiran.
9. Hasil ujian harian/semesteran.
10. Persentase tugas-tugas yang belum selesai dikerjakan.
11. Catatan pribadi.
12. Daftar kehadiran.
13. Persentase tugas-tugas yang telah selesai dikerjakan.
14. Catatan tentang peringatan yang diberikan pendidiki.
15. Audio visual dan Disket/CD
3. Penetapan Tingkat Kompetensi
Hasil dari pengukuran baik melalui tes maupun non-tes
menghasilkan data kuantitatif berupa skor. Data dan informasi
berupa skor tersebut diperoleh dari berbagai jenis tagihan
mencakup ranah kognitif, psikomotor dan afektif yang mampu
ditampilkan oleh peserta didik, baik dalam proses maupun hasil
belajarnya.
Data dan informasi tersebut perlu dianalisis untuk menjadi
suatu nilai akhir sehingga dapat digunakan untu menetapkan tingkat
capaian kompetensi dari peserta didik setelah mengikuti suatu mata
kuliah. Pendekatan yang dapat dilakukan secara sederhana adalah
33 UNUD-BPMU-05-01-09
masing-masing jenis tagihan diberi bobot terhadap keseluruhan
jenis tagihan. Selanjutnya nilai akhir merupakan jumlah dari
perkalian bobot terhadap skor yang diperoleh untuk masing-
masing jenis tagihan.
Dalam KBK, acuan yang lebih sesuai untuk menafsirkan
tingkat capaian kompetensi adalah acuan kriteria/patokan.
Artinya nilai akhir yang dihasilkan yang mencerminkan tingkat
penguasaan kompetensi dibandingkan dengan kriteria yang telah
ditetapkan terlebih dahulu. Kriteria dalam proses pembelajaran
KBK mengacu pada Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar dan
Indikator. Dengan demikian kelulusan peserta didik ditentukan
dari tingkat penguasaan terhadap rumusan kompetensi yang
telah ditetapkan sebelumnya. Nilai akhir diklasifikasikan sebagai
lulus atau tidak. Lulus berarti telah mencapai kompetensi yang
ditetapkan, tidak lulus berarti belum mencapai kompetensi. Bagi
yang belum mencapai kompetensi yang ditetapkan perlu diberikan
program remidi.
Di Universitas Udayana digunakan acuan kriteria skala lima
dimana peserta didik dinyatakan lulus bila minimal mencapai
persentase penguasaan 55. Tabel 1 berikut memberikan hubungan
antara tingkat penguasaan dari suatu maka kuliah dengan nilai
angka, nilai huruf dan predikat kelulusannya yang diberlakukan di
Unud.
34
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
Tabel 1 Acuan Kriteria Skala Lima di Universitas Udayana
Tingkat Penguasaan Nilai Angka Nilai Huruf Predikat
80 - 100 4 A Sangat baik
65 - 79 3 B Baik
55 - 64 2 C Cukup
40 - 54 1 D Kurang
0 - 39 0 E Sangat kurang
Sebagai contoh, misalnya suatu mata kuliah mempunyai lima
jenis tagihan untuk mengukur kompetensi peserta didik pada akhir
proses pembelajaran. Dengan memperhatikan bobot serta skor dari
masing-masing tagihan, penentuan nilai akhirnya adalah seperti
diberikan pada Tabel 2.
Tabel 2 Contoh Implementasi Penentuan Tingkat Penguasaan
Jenis
Tagihan
Bobot
(%)
Skor
Bobot x
Skor
Keterangan
T1 5 60 3
Tingkat Penguasaan = 81
Nilai angka = 4
Nilai huruf = A
Predikat = sangat baik
T2 15 60 9
T3 20 90 18
T4 30 80 24
T5 30 90 27
Tingkat Penguasaan 81
Untuk suatu mata kuliah dengan karakter yang spesifik,
dapat diberikan ketentuan tambahan, misalnya analisis baru akan
dikerjakan bila peserta didik memperoleh skor minimal 55 untuk
setiap jenis tagihan yang ditetapkan.
35 UNUD-BPMU-05-01-09
4. Penutup
Penilaian merupakan suatu kegiatan yang penting dari
suatu proses pembelajaran karena melalui penilaian dapat diukur
efektifitas dan efisiensi dari suatu proses pembelajaran menyangkut
isi (kurikulum) dan metode penyampaiannya dikaitkan dengan
tujuan yang telah ditetapkan. Melalui kegiatan penilaian dapat
ditentukan tingkat keberhasilan peserta didik dalam mencapai
tujuan pembelajaran (kompetensi) serta dapat diketahui bagian-
bagian dari proses pembelajaran yang perlu disempurnakan.
Untuk dapat menentukan tingkat capaian kompetensi
dari peserta didik secara obyektif, adil dan terbuka, yang perlu
diperhatikan dalam penerapan sistem penilaian KBK sebagai
berikut.
1. Sosialisasikan di awal tatap muka jenis tagihan yang akan
dibebankan kepada peserta didik termasuk jenis instrumen
penilaian yang akan digunakan untuk mengukur tingkat
capaian kompetensi.
2. Lakukan pengukuran secara berkesinambungan baik di dalam
maupun di luar kelas mencakup proses dan hasil belajar.
3. Rancang jenis tagihan sehingga dapat mengukur perkembangan
ranah kognitif, psikomotor dan afektif sesuai dengan
karakteristik dari mata kuliah serta rumusan kompetensi yang
ditetapkan.
4. Pilih dan gunakan instrumen penilaian yang relevan dengan
ranah dan tingkat kompetensi yang diukur.
5. Berikan bobot yang proporsional terhadap jenis tagihan
dikaitkan dengan ranah yang diukur dan karakteristik dari
mata kuliah.
Akhirnya, perlu dipahami bahwa apa yang disampaikan
dalam dokumen penilaian ini hanyalah merupakan suatu pedoman
untuk melaksanakan penilaian dalam KBK. Hal-hal lain yang dapat
36
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
meningkatkan kualitas penilaian dapat saja dikembangkan, sesuai
situasi dan kondisi setempat. Kemudian hal lainnya yang perlu
menjadi bahan pertimbangan adalah agar dalam melaksanakan
penilaian harus menggunakan lebih dari satu instrument, sesuai
dengan ketentuan pada standard akademik Unud.
Daftar Pustaka
Badan Penjaminan Mutu UNUD.. 2008. Standard Akademik Unud,
BPMU-02.01.01.
Dantes, N. 2008. Penyusunan dan Pengembangan Kurikulum Berbasis
Kompetensi (KBK) di Perguruan Tinggi, Universitas
Pendidikan Ganesha, Singaraja.
Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia. 2005.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.19 Th.2005
Tentang Standar Nasional Pendidikan, Jakarta.
Koyan, I W. 2008. Asesmen Berbasis Kompetensi, Universitas
Pendidikan Ganesha, Singaraja
Mardapi D. 2008. Teknik Penyusunan Instrumen Tes dan Nontes,
Mitra Cendikia, Yogyakarta.
Muslich, M. 2007. KTSP Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan
Kontekstual, Seri Standar Nasional Pendidikan, PT Bumi
Aksara, Jakarta.
Sanjaya, W., 2005, Pembelajaran Dalam Implementasi Kurikulum
Berbasis Kompetensi, Kencana Jakarta
Universitas Udayana. 2007. Panduan Akademik Universitas Udayana
2007, Program S0 dan S1, Bukit Jimbaran
37 UNUD-BPMU-05-01-09
LAMPIRAN
38
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
39 UNUD-BPMU-05-01-09
Lampiran 1
Contoh Rubrik, Check List, dan Format Penilaian dalam KBK
Skor
(1 -5)
1 Ketepatan penggunaan tanda
baca, huruf besar, ejaan
Penggunaan
e jaan/tandabaca
5
2 Keluasan kosakata, ke tepatan
penggunaan kata, idiom, bentuk
kata
Penggunaan
tatabahasa
4
2 Kompleksitas, efektifitas kalimat,
a kurasi penggunaan bahasa
Penggunaan
kosakata
3
2 Susunan dan pengungkapan
ide -ide
Organisasi ide 2
3 Relevansi topik dengan
substansi tugas
Isi karangan 1
Total
BxS
Bobot Indikator No
-
Komponen
Ceklist Perorangan
Jenis Kegiatan : Diskusi Kelompok
Tempat Observasi :
Waktu Observasi :
Observer :
No.
Indikator yang diobservasi
Nama Peserta
A B C D E
1. Bertanya ü ü ü ü
2. Menjawab pertanyaan ü ü ü ü ü
3. Mengemukakan pendapat ü ü ü
4. Menghargai pendapat ü ü ü
5. ………
Rubrik Penilaian Kemampuan Menulis
40
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
Ceklist Kelompok
Jenis Kegiatan : Diskusi Kelompok
Tempat Observasi :
Waktu Observasi :
Observer :
No. Indikator yang diobservasi
Nama Peserta
A B C D E
1. Bertanya ü ü ü ü
2. Menjawab pertanyaan ü ü ü ü ü
3. Mengemukakan pendapat ü ü ü
4. Menghargai pendapat ü ü ü
5. ………
Skala Penilaian
Nama Mahasiswa :
NIM :
Topik Observasi : Aktivitas peserta didik dalam kegiatan diskusi
kelompok
Tempat Observasi :
Waktu Observasi :
Observer :
No. Indikator yang diobservasi
Skala Penilaian
1 2 3 4 5
1. Bertanya ü
2. Menjawab pertanyaan ü
3. Mengemukakan pendapat ü
4. Menghargai pendapat ü
5. ………
41 UNUD-BPMU-05-01-09
Format Penilaian Substansi

No Uraian Substansi Skala Bobot Total
1 2 3 4 5
1 Langkah analisis diikuti
secara sistematis
5
2 Rumusan Hipotesis 10
3 Penyusunan Tabel Kerja 10
4 Kecermatan perhitungan
dalam penyusunan tabel
kerja
20
5 Langkah-langkah dan
kecermatan perhitungan
dalam substitusi data
25
6 Uji signifikansi 15
7 Menarik simpulan analisis 10
8 Kecermatan penggunaan
simbul-simbul statistik
5
T o t a l
No Uraian Substansi Skala Bobot Total
1 2 3 4 5
1 Langkah analisis diikuti
secara sistematis
5
2 Rumusan Hipotesis 10
3 Penyusunan Tabel Kerja 10
4 Kecermatan perhitungan
dalam penyusunan tabel
kerja
20
5 Langkah-langkah dan
kecermatan perhitungan
dalam substitusi data
25
6 Uji signifikansi 15
7 Menarik simpulan analisis 10
8 Kecermatan penggunaan
simbul-simbul statistik
5
T o t a l
No Uraian Kinerja Skala Bobot Total
1 2 3 4 5
1 Kelengkapan setiap tugas
sesuai dengan asignment yang
diberikan
20
2 Kelengkapan setiap tugas
di atas harapan (out-standing)
10
3 Kerapian dan tampilan tugas 5
4 Respon terhadap preskriptif/
balikan tugasnya, dalam rangka
menyusun karya terbaik
20
5 Respon/ partisipasi pada
conference terhadap permasalahan
yang terkait dengan tugas
20
6 Presentasi Portofolio 10
7 Kelengkapan Isi Folder 15
T o t a l
No Uraian Kinerja Skala Bobot Total
1 2 3 4 5
1 Kelengkapan setiap tugas
sesuai dengan asignment yang
diberikan
20
2 Kelengkapan setiap tugas
di atas harapan (out-standing)
10
3 Kerapian dan tampilan tugas 5
4 Respon terhadap preskriptif/
balikan tugasnya, dalam rangka
menyusun karya terbaik
20
5 Respon/ partisipasi pada
conference terhadap permasalahan
yang terkait dengan tugas
20
6 Presentasi Portofolio 10
7 Kelengkapan Isi Folder 15
T o t a l
Format Penilaian Kinerja
42
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
Ceklist Evaluasi Diri Untuk Pemantauan Kinerja
No Kegiatan Pantauan Ya Ragu-ragu Tidak
1 Langkah analisis diikuti secara sistematis
2 Rumusan Hipotesis
3 Penyusunan Tabel Kerja
4 Kecermatan perhitungan dalam penyusunan tabel kerja
5 Langkah-langkah dan kecermatan perhitungan dalam substitusi data
6 Uji signifikansi
7 Menarik simpulan analisis
8 Kecermatan penggunaan simbul-simbul statistik
9 Kelengkapan setiap tugas sesuai dengan asignment yang diberikan
10 Kelengkapan setiap tugas di atas harapan (out-standing)
11 Kerapian dan tampilan tugas
12 Respon terhadap preskriptif/balikan tugasnya, dalam rangka
menyusun karya terbaik
13 Respon/ partisipasi pada conference terhadap permasalahan yang
terkait dengan tugas
14 Kelengkapan Isi Folder
No Kegiatan Pantauan Ya Ragu-ragu Tidak
1 Langkah analisis diikuti secara sistematis
2 Rumusan Hipotesis
3 Penyusunan Tabel Kerja
4 Kecermatan perhitungan dalam penyusunan tabel kerja
5 Langkah-langkah dan kecermatan perhitungan dalam substitusi data
6 Uji signifikansi
7 Menarik simpulan analisis
8 Kecermatan penggunaan simbul-simbul statistik
9 Kelengkapan setiap tugas sesuai dengan asignment yang diberikan
10 Kelengkapan setiap tugas di atas harapan (out-standing)
11 Kerapian dan tampilan tugas
12 Respon terhadap preskriptif/balikan tugasnya, dalam rangka
menyusun karya terbaik
13 Respon/ partisipasi pada conference terhadap permasalahan yang
terkait dengan tugas
14 Kelengkapan Isi Folder
Penilaian Diri
‰ Nama : ---------------------------------------------------------
‰ Anggota Kelompok : ---------------------------------------------------------
‰ Kegiatan Kelompok : --------------------------------------------------------
‰ Untuk pertanyaan 1 sampai dengan 5 tulis masing-masing huruf sesuai dengan
pendapatmu ! (A) = selalu; (B) = jarang; (C) = jarang sekali; (D) = tidak pernah
1. ----- Selama diskusi saya memberikan saran kepada kelompok untuk didiskusikan
2. ----- Ketika kami berdiskusi, setiap anggota memberikan masukan untuk
didiskusikan
3. ----- Semua anggota kelompok semestinya melakukan sesuatu dalam kegiatan
kelompok
4. ----- Setiap anggota kelompok mengerjakan kegiatannya sendiri dalam kegiatan
kelompok
5. Selama kegiatan kelompok, saya ……
------ mendengarkan ----- mengendalikan kelompok
------ bertanya ----- mengganggu kelompok
------ merancang gagasan ----- tidur
6. Selama kegiatan kelompok, tugas apa yang kamu lakukan ?
………………………………
43 UNUD-BPMU-05-01-09
Penilaian Diri : Partisipasi Dalam Kelompok
Komponen Yang Dinilai 1 2 3
Sikap (interaksi dan partisipasi dalam kelompok)
Bekerja sama
Sharing (mencoba memberi kontribusi gagasan)
Mengajukan pertanyaan (membangkitkan anggota lain)
Berani mengambil resiko (percaya kpd kemampuan diri)
Bertahan pada pendapatnya sendiri
Komponen Yang Dinilai 1 2 3
Sikap (interaksi dan partisipasi dalam kelompok)
Bekerja sama
Sharing (mencoba memberi kontribusi gagasan)
Mengajukan pertanyaan (membangkitkan anggota lain)
Berani mengambil resiko (percaya kpd kemampuan diri)
Bertahan pada pendapatnya sendiri
Penilaian Portofolio Hasil Belajar
Kompetensi Dasar :
Menentukan jenis dan kualitas agregat
sebagai bahan pembentuk beton
Nama Peserta Didik : Maksin
Mata Kuliah : Teknologi Beton
Tanggal : 9 Juni 2008
Indikator Penilaian
• Membedakan jenis agregat
• Menentukan kadar lumpur
• Menentukan gradasi
• Menghitung modulus kehalusan
Keterangan : Komentar pendidik :
Maksin sudah bagus dalam hal membedakan
jenis agregat dan menentukan kadar lumpur,
namun masih perlu ditingkatkan dalam
menentukan gradasi dan menghitung
modulus kehalusan
Kompetensi Dasar :
Menentukan jenis dan kualitas agregat
sebagai bahan pembentuk beton
Nama Peserta Didik : Maksin
Mata Kuliah : Teknologi Beton
Tanggal : 9 Juni 2008
Indikator Penilaian
• Membedakan jenis agregat
• Menentukan kadar lumpur
• Menentukan gradasi
• Menghitung modulus kehalusan
Keterangan : Komentar pendidik :
Maksin sudah bagus dalam hal membedakan
jenis agregat dan menentukan kadar lumpur,
namun masih perlu ditingkatkan dalam
menentukan gradasi dan menghitung
modulus kehalusan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
ü
ü
ü
ü
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
ü
ü
ü
ü
44
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
Penilaian Portofolio Hasil Belajar
No
Aspek Psikomotor
Skor
1 2 3 4 5
1 Cara mengukur larutan dengan gelas
ukur
2 Cara mentitrasi
3 Cara mengamati perubahan warna
4 Cara membersihkan buret
5 Kebersihan dan kerapian tempat kerja
No
Aspek Psikomotor
Skor
1 2 3 4 5
1 Cara mengukur larutan dengan gelas
ukur
2 Cara mentitrasi
3 Cara mengamati perubahan warna
4 Cara membersihkan buret
5 Kebersihan dan kerapian tempat kerja
Keterangan :
1 : Sangat tidak tepat 2 : Kurang tepat 3 : Agak tepat
4 : Tepat 5 : Sangat tepat
Penilaian Portofolio Proses Belajar
Aspek yang Dinilai :
Motivasi Belajar
Nama :
Mata Kuliah:
Tanggal :
Indikator
Kriteria
1 2 3 4 5
1. Keantusiasan dalam belajar
2. Partisipasi dalam kegiatan diskusi
3. Keseriusan dalam penyelesaian
tugas
Keterangan : Komentar Pendidik :
Aspek yang Dinilai :
Motivasi Belajar
Nama :
Mata Kuliah:
Tanggal :
Indikator
Kriteria
1 2 3 4 5
1. Keantusiasan dalam belajar
2. Partisipasi dalam kegiatan diskusi
3. Keseriusan dalam penyelesaian
tugas
Keterangan : Komentar Pendidik :
45 UNUD-BPMU-05-01-09
Penilaian Portofolio Hasil Karya
Kompetensi Dasar :
Membuat karangan singkat sesuai dengan
pengalaman masing -masing
Nama :
Mata Kuliah :
Tanggal :
Indikator
Kriteria
1 2 3 4 5
1. Pengembangan ide atau gagasan V
2. Penyusunan alur cerita V
3. Sistematika Penulisan V
4. Pemilihan kata V
5. Penggunaan EYD V
Keterangan : Komentar Pendidik :
Berhasil menyusun cerita sesuai dengan
pengalaman. Hanya saja dalam
penempatan kata yang sesuai dan
penggunaan ejaan dengan kaidah bahasa
Indonesia perlu ditingkatkan, ayo berlatih
terus.......!
Kompetensi Dasar :
Membuat karangan singkat sesuai dengan
pengalaman masing -masing
Nama :
Mata Kuliah :
Tanggal :
Indikator
Kriteria
1 2 3 4 5
1. Pengembangan ide atau gagasan V
2. Penyusunan alur cerita V
3. Sistematika Penulisan V
4. Pemilihan kata V
5. Penggunaan EYD V
Keterangan : Komentar Pendidik :
Berhasil menyusun cerita sesuai dengan
pengalaman. Hanya saja dalam
penempatan kata yang sesuai dan
penggunaan ejaan dengan kaidah bahasa
Indonesia perlu ditingkatkan, ayo berlatih
terus.......!
DAFTAR RUJUKAN
1. UU No. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional
2. Peraturan Pemerintah RI No. 60 tahun 1999 tentang Pendidikan
Tinggi.
3. Peraturan Pemerintah RI No. 19 tahun 2005 tentang Standar
Nasional Pendidikan.
4. Panduan Pelaksanaan SPM-PT Bidang Akademik, DIKTI tahun
2006.
5. Pedoman Penjaminan Mutu Akademik Universitas Indonesia
tentang Kurikulum dan Mahasiswa. Tahun 2007.
6. Manual Mutu Akademik Universitas Udayana. UNUD-BPMU-
04.01.01. Tahun 2008.
7. Manual Prosedur Implementasi Penjaminan Mutu Akademik
Internal Program Sarjana Universitas Udayana. UNUD-BPMU-
04.01.02. Tahun 2008.
46
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
47 UNUD-BPMU-05-01-09
Lampiran 2
Contoh Spesifikasi Program Studi
SPESIFIKASI JURUSAN SIPIL
Program Sarjana Fakultas Teknik
Universitas Udayana
SI-FT-UNUD-UPM-06.03.01
U P M F
Uni t
Penj ami nan
48
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
Spesifikasi Program Studi Teknik Sipil
Fakultas Teknik Universitas Udayana
SI-FT-UNUD-UPM-06.03.01
Revisi : -
Tanggal :
Dikaji ulang oleh : Ketua TPPM
Dikendalikan oleh : Unit Penjaminan Mutu Fakultas
Disetujui oleh : Pembantu Dekan Bidang Akademik
© Fakultas Teknik Universitas Udayana, 2008 – All Rights Reserved
Fakultas Teknik
Manual Prosedur
FT-UNUD-UPMF-
06.03.02.01
Disetujui
oleh
Pembantu
Dekan I
Revisi
ke
-
Tanggal
……….
49 UNUD-BPMU-05-01-09
SPESIFIKASI PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANA
1. Perguruan Tinggi : Universitas Udayana
2. Pelaksana Proses Pembelajaran :
Fakultas : Teknik
Jurusan : Teknik Sipil
3. Program Diakreditasi oleh : BAN 2003, dengan nilai A
4. Gelar Lulusan : Sarjana Teknik (ST)
5. Nama Program Studi : Teknik Sipil
6. Tanggal Penyusunan/Perbaikan : 11 Oktober 2008
7. Visi, Misi dan Tujuan pendidikan:
a. Visi
Terwujudnya Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik
Universitas Udayana yang berkualitas, mampu mengelola
pendidikan secara profesional, mandiri dan diakui di
tingkat regional maupun internasional serta dapat
mendukung pembangunan yang berkelanjutan
b. Misi
o Menyelenggarakan pendidikan teknik sipil yang
unggul dengan menerapkan sistem dan metode
pembelajaran yang efektif.
o Mengembangkan kemandirian jurusan teknik sipil
dengan melibatkan stakeholders.
o Mengembangkan dan mengimplementasikan ilmu-
ilmu ketekniksipil an yang mendukung prinsip-
prinsip pembangunan yang berkelanjutan
50
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
c. Tujuan Pendidikan
o Menghasilkan lulusan yang menguasai dasar-dasar
keilmuan dan keterampilan dalam bidang teknik sipil,
mampu mengenali, memahami, menjelaskan serta
merumuskan cara penyelesaian masalah-masalah
yang berkaitan dengan bidang ketekniksipilan dan
mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan keahlian
dalam praktek ketekniksipilan
o Menghasilkan lulusan yang mampu mengikuti
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
dalam bidang teknik sipil dan mempunyai bekal
yang cukup untuk melanjutkan pendidikan ke
jenjang yang lebih tinggi, mampu menerapkan
teknologi mutahir sehingga dapat bersaing di
tingkat nasional, regional maupun internasional
o Menghasilkan lulusan yang mampu bersikap dan
berperilaku yang didasari atas etika dan moral
dalam berkarya di bidang teknik sipil maupun
berkehidupan bersama di masyarakat
o Mewujudkan Jurusan Teknik Sipil yang mampu
menghasilkan penelitian dan melaksanakan
pengabdian kepada masyarakat yang bermanfaat
bagi peningkatan kualitas hidup dan pengembangan
ilmu pengetahuan
o Mewujudkan kerjasama dengan dengan berbagai
pihak untuk meningkatkan kualitas Tri Dharma
Perguruan Tinggi, memacu kemandirian Jurusan
Teknik Sipil dan meningkatkan atmosfir akademik
yang kondusif
8. Kompetensi Lulusan : Lampiran 3
9. Kurikulum : Lampiran 4
10. Peta Kurikulum : Lampiran 5
51 UNUD-BPMU-05-01-09
11. Dukungan untuk Mahasiswa dalam Proses Pembelajaran
1. Bimbingan kepada Mahasiswa baru, bimbingan akademik,
pengisian KRS, bimbingan pratikum, bimbingan kerja
praktek dan bimbingan penyelesain Tugas Akhir.
2. Tersedianya perpustakaan/ruang baca, laboratorium
serta sistem teknologi informasi.
12. Kriteria Pendaftaran :
Lulusan SMA/SMK dan lulus seleksi salah satu jalur Ujian
masuk (SPMB atau PMDK)
13. Metode Evaluasi dan peningkatan kualitas dan standar
proses pembelajaran:
1. Evaluasi proses pembelajaran oleh Dosen pengajar
2. Mekanisme umpan balik Mahasiswa
3. Pengembangan staf dalam bidang ilmu kemampuan
mengajar
4. Penjaminan mutu akademik internal
14. Kriteria Kelulusan
1. Menyelesaikan beban studi minimum 144 SKS
2. Indek Prestasi Komulatif ≥ 2,00
3. Tidak ada nilai E
4. Jumlah nilai D tidak lebih dari 10 SKS dari jumlah total
SKS, dengan ketentuan nilai MK Agama, Pancasila dan
Kewarganegaraan, Kerja Praktek dan Tugas Akhir
minimal C.
5. Tidak melampaui batas waktu studi yaitu selama 14
semester (7 tahun) terhitung tanggal 31 Juli tahun ke 7.
Metode Penilaian
1. Metode evaluasi meliputi penilaian terhadap
pekerjaan rumah, kuis, tugas-tugas, tugas pratikum,
ujian sisipan dan ujian akhir semester.
52
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
2. Indeks prestasi dihitung berdasarkan bobot nilai
A=4, B=3, C=2, D=1. dan E=0.
15. Indikator kualitas dan standar
1. Program studi Teknik Sipil terakreditasi A oleh BAN pada
tahun 2003
2. Program Studi Teknik Sipil memenangkan Program Hibah
Kompetitif (PHK) Semi Que V pada tahun 2002 dan 2003,
SP4 tahun 2003 dan 2004
3. Program studi Teknik Sipil memberikan konsultasi
dan menjalin kerja sama dengan Departemen, Dinas,
perusahaan Nasional dan perusahaan Internasional
Bukit Jimbaran, 11 Oktober 2008
Program Studi Teknik Sipil
Jurusan Teknik Sipil FT Unud
Ketua
Dr. Ir. I Made Alit Karyawan Salain, DEA
NIP. 131964621
53 UNUD-BPMU-05-01-09
Lampiran 3
Kompetensi Lulusan
KOMPETENSI LULUSAN
SI-FT-UNUD-UPM-06.03.02
U P M F
Uni t
Penj ami nan
Mut u
FT-Unud
54
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman
penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan
pendidikan dimana:
o Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan tinggi
bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik menjadi
anggota berakhlak mulia, memiliki pengetahuan, keterampilan,
kemandirian, dan sikap untuk menemukan, mengembangkan,
serta menerapkan ilmu, teknologi, dan seni, yang bermanfaat
bagi kemanusiaan
o Standar kompetensi lulusan ditetapkan masing-masing P.T.
sesuai dengan karakteristik program studi akademik, vokasi
dan profesi.
Proses pembelajaran harus diarahkan pada pendekatan
kompetensi yang bertujuan untuk dapat menghasilkan lulusan
yang: mudah beradapatasi, memiliki motivasi, kreatif, mandiri,
mempunyai etos kerja yang tinggi, memahami belajar seumur hidup,
berpikir logis dalam menyelesaikan masalah yang merupakan
cerminan adanya perubahan dalam proses pembelajaran
menyangkut: pengetahuan (cognitive), perasaan (affective),
keterampilan (psychomotoric) dan kerjasama (cooperative) seperti
yang telah disinggung sebelumnya.
Sebagai bahan perbandingan, penyusunan standar
kompetensi lulusan Teknik Sipil Udayana juga diambil dari ABET
(Accreditation Board for Engineering and Technology). ABET
merupakan organisasi non-profit di US yang diakui sebagai badan
akreditor untuk program-program college dan universitas di bidang
applied science, computing, engineering, and technology.
Dalam kriteria Program Outcome and Assessment ABET
mensyaratkan bahwa program pengajaran keteknikan harus
mencerminkan kualitas bahwa lulusan yang dihasilkan harus:
a) Mampu menerapkan pengetahuan matematik, sains dan
teknik
55 UNUD-BPMU-05-01-09
b) Mampu merancang dan menyelenggarakan eksperimen,
menganalisis dan menginterpretasi data
c) Mampu merancang suatu sistim, komponen, atau proses untuk
memenuhi kebutuhan yang diharapkan
d) Mampu berfungsi dalam team yang terdiri dari multi disiplin
e) Mampu mengidentifikasi, merumuskan dan memecahkan
persoalan keteknikan
f) Mampu berkomunikasi secara efektif
g) Bersikap profesional dan bertanggung jawab secara etika
h) Berpandangan luas yang diperlukan untuk mengerti dampak
suatu solusi teknik dalam konteks sosial dan global
i) Mengenali kebutuhan dan kemampuan mencapai dalam
proses belajar selama hidup
j) Pengetahuan tentang isu-isu terkini
k) Mampu menggunakan teknik, ketrampilan, dan alat bantu
teknik modern yang perlu dalam praktek keteknikan.
Berdasarkan hal-hal diatas maka ditetapkan jenis kompetensi-
kompetensi yang akan dicapai dalam setiap mata kuliah untuk
membentuk kompetensi lulusan Program Studi Teknik Sipil
Universitas Udayana seperti berikut:
A. Pengetahuan dan Pemahaman (Knowledge and
Understanding) (A1-A2)
1. Mengerti dan memahami sains dasar yaitu matematika,
fisika dan statistika
2. Mengerti dan memahami pendekatan, metode dan kaidah
ilmiah dalam bidang teknik sipil
B. Ketrampilan Intelektual (Intellectual Skill) (B1-B3)
1. Menguasai dan mampu menerapkan pengetahuan
matematika, sains dan teknologi dalam aplikasinya di
bidang Teknik Sipil (a)
56
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
2. Mampu, menguasai, merancang dan menjalankan
eksperimen serta menganalisis dan mengintepretasikan
data (b)
3. Kemampuan untuk mengidentifikasi, memformulasi dan
menyelesaikan masalah-masalah ketekniksipilan (e)
C. Ketrampilan Praktis (Practical Skill) (C1-C3)
1. Menguasai teknologi yang berhubungan dengan teknik
sipil dan memanfaatkan dengan efektif dan efisien
2. Menguasai teknik, keahlian dan piranti modern yang
diperlukan untuk mendukung proses-proses penyelesaian
bidang teknik sipil (k)
3. Merancang sistem, komponen atau proses untuk
memenuhi kebutuhan yang diharapkan (c)
D. Ketrampilan Manajerial dan Sikap (Managerial Skill and
Attitude) (D1-D8)
1. Menjunjung tinggi norma, tata nilai, moral, agama, etika
dan tanggung jawab profesional sebagai sarjana teknik
sipil (f)
2. Mampu berkomunikasi secara efektif dalam bidang
teknik sipil khususnya dan masyarakat luas dalam bahasa
Indonesia dan bahasa Inggris (g)
3. Mengerti dampak penyelesaian teknik sipil yang
diambilnya terhadap masyarakat, lingkungan dan global
(h)
4. Mampu berpikir secara logis dan analitis untuk
menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi secara
profesional
5. Mempunyai motivasi untuk mengikuti perkembangan
teknologi dan ilmu pengetahuan secara intelektual dan
kultural
57 UNUD-BPMU-05-01-09
6. Kesadaran untuk mengembangkan diri seumur hidup
dan kemampuan untuk menjalankannya (i)
7. Mampu bekerjasama dalam team (multidisiplin) dan
menyesuaikan diri dengan cepat di lingkungan kerja. (d)
8. Pengetahuan tentang isu-isu terkini (j)
Standar kompetensi lulusan di atas kemudian dipetakan
ke masing-masing mata kuliah yang ada di Jurusan Teknik Sipil
Universitas Udayana baik dalam bentuk matrik Peta Kurikulum
maupun dalam bentuk tabel berupa Peta Kurikulum dan
Kompetensinya. Peta kurikulum menggambarkan peran masing-
masing mata kuliah dan kegiatan akademik dalam pencapaian
kompetensi lulusan. Melalui peta kurikulum pengisian substansi
dan metoda pembelajaran dapat dibuat lebih mudah.
58
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
Lampiran 4
Contoh Kurikulum
Sesuai dengan Kepmen Diknas RI No. 232/U/2000 dan
Kepmen Diknas RI No. 045/U/2000. format kurikulum kurikulum
terdiri dari 5 kelompok mata kuliah yaitu: kelompok Mata Kuliah
Pengembangan Kepribadian (MPK), kelompok Mata Kuliah
Keilmuan dan Ketrampilan (MKK), kelompok Mata Kuliah Keahlian
Berkarya (MKB), kelompok Mata Kuliah Prilaku Berkarya (MPB)
dan kelompok Mata Kuliah Berkehidupan Bersama (MBB).
Dalam ketentuan Kepmen Diknas RI No. 232/U/2000
dinyatakan, bahwa yang dimaksud dengan:
1. Kelompok MPK adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran
untuk mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan
bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti
luhur, berkepribadian mantap, dan mandiri serta mempunyai
rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan
2. Kelompok MKK adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran
yang ditujukan terutama untuk memberikan landasan
penguasaan ilmu dan ketrampilan tertentu.
3. Kelompok MKB adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran
yang bertujuan menghasilkan tenaga ahli dengan kekaryaan
berdasarkan ilmu dan ketrampilan yang dikuasai
4. Kelompok MPB adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran
yang bertujuan untuk membentuk sikap dan perilaku yang
diperlukan seseorang dalam berkarya menurut tingkat
keahlian berdasarkan ilmu dan ketrampilan yang dikuasai.
5. Kelompok MBB adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran
yang diperlukan seseorang untuk dapat memahami kaidah
berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian
dalam berkarya
59 UNUD-BPMU-05-01-09
Dalam ketentuan Kepmen Diknas RI No. 045/U/2002
disebutkan, bahwa kelima kelompok mata kuliah tersebut dibagi
Kurikulum Inti (yang terdiri dari mata kuliah bersifat kompetensi
utama) dan Kurikulum Institusional (yang terdiri dari mata kuliah
bersifat kompetensi pendukung dan kompetensi lainnya). Muatan
Kurikulum Inti ditentukan berkisar antara 40% s/d 80% dari
jumlah SKS minimum kurikulum program sarjana. Sedangkan
muatan Kurikulum Institusional ditentukan terdiri dari mata kuliah
bersifat kompetensi pendukung berkisar antara 20% s/d 40% dan
mata kuliah bersifat kompetensi lainnya berkisar antara 0% s/d
30%, seperti ditunjukkan oleh Tabel 1.
Tabel 1: Pengelompokan Mata Kuliah menurut Kepmen
Diknas RI No. 232/U/2002 dan 045/U/2002
ELEMEN KOMPETENSI
KELOMPOK MATA
KULIAH
KURIKULUM
INTI
KURIKULUM INSTITUSIONAL
KOMPETENSI
UTAMA
KOMPETENSI
PENDUKUNG
KOMPETENSI
LAINNYA
1. MPK: KMK
PENGEMBANGAN
KEPRIBADIAN
40% - 80% 20% - 40% 0% - 30%
2. MKK: KMK
KEILMUAN DAN
KETRAMPILAN
3. MKB: KMK
KEAHLIAN
BERKARYA
4. MPB: KMK PRILAKU
BERKARYA
5. MBB: KMK
BERKEHIDUPAN
BERSAMA
60
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
Tabel 2 menunjukkan sebaran kelompok mata kuliah pada
kurikulum inti (semuanya mata kuliah kompetensi utama) dan
pada kurikulum institusional (mata kuliah kompetensi pendukung
dan kompetensi lainnya). Dalam hal ini tidak ada pedoman resmi
yang mengatur sebaran kelompok-kelompok mata kuliah ke dalam
kurikulum inti dan institusional.
Tabel 2: Prosentase SKS pada Kelompok Mata Kuliah dalam
Kurikulum Inti dan Institusional
KOMPETENSI MATA
KULIAH DALAM
KELOMPOK KURIKULUM
Jumlah SKS
%
Kur Inti
Kur
Insitusional
Total
KELOMPOK MATA KULIAH
Komp.
Utama
Komp.
Pendukung
dan Komp.
Lainnya
MPK (MK Pengembangan
Kepribadian) =
6 5 11 7.64
MKK (MK Keilmuan dan
Ketrampilan) =
44 10 54 37.50
MKB (MK Keahlian
Berkarya) =
48 22 70 48.61
MPB (MK Prilaku Berkarya)
=
2 0 2 1.39
MBB (MK Berkehidupan
Bersama) =
7 0 7 4.86
Total SKS minimum untuk
Sarjana =
107 37 144 100.00
Sedangkan Tabel 3 menunjukkan SKS minimum dan
maksimum yang harus dicapai seorang sarjana pada kelompok
mata kuliah yang diwajibkan dan mata kuliah pilihan. Jumlah SKS
minimum yang harus dicapai seorang sarjana adalah 144 SKS yang
terdiri dari 138 SKS wajib dan 6 SKS pilihan wajib. Sedangkan
seorang sarjana juga dibolehkan mencapai maksimum 160 SKS
61 UNUD-BPMU-05-01-09
yang terdiri dari 138 SKS wajib, 6 SKS pilihan wajib dan 22 SKS
pilihan bebas. Dalam struktur kurikulum disediakan 46 SKS dari
23 jenis mata kuliah pilihan yang membebaskan mahasiswa untuk
mengambilnya baik dijadikan SKS pilihan wajib maupun SKS pilihan
bebas.
Tabel 3: Jumlah SKS Wajib dan Pilihan Bebas Minimum dan
Maksimum untuk Sarjana
KOMPETENSI MATA
KULIAH DALAM KELOMPOK
KURIKULUM
Jumlah SKS
Kur Inti Kur Insitusional
Total

JUMLAH SKS WAJIB DAN
PILIHAN
Komp.
Utama
Komp.
Pendukung dan
Komp. Lainnya
Jumlah SKS Wajib = 107 31 138
Jumlah SKS Pilihan Bebas
Minimum =
6 6
Jumlah SKS Wajib dan Pilihan
Bebas Minimum =
107 37 144
Proporsi Kurikulum Inti dan
Institusional (dalam %) =
74.31 25.69 100.00
Jumlah SKS MKB Pilihan Bebas
Maksimal =
22 22
Jumlah SKS Wajib dan Pilihan
Bebas Maksimal =
107 53 160
Proporsi Kurikulum Inti dan
Institusional (dalam %) =
66.88 33.13 100.00
Selanjutnya informasi mata kuliah secara rinci ditunjukkan
oleh tabel-tabel berikut. Tabel 4 menunjukkan susunan mata kuliah
per semester, sedangkan Tabel 5 menunjukkan kelompok mata
kuliah .
62
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
T
a
b
e
l

Ͷ
Ǥ

S
u
s
u
n
a
n

a
t
a
u

F
o
r
m
a
s
i

M
a
t
a

K
u
l
i
a
b

P
e
r

S
e
m
e
s
t
e
r


T
e
r
m

N
o
Ǥ

K
o
d
e

M
a
t
a

K
u
l
i
a
b

M
a
t
a

K
u
l
i
a
b

S
K
S

K
l
p

M
K


K
u
r
i
k
u
l
u
m

I
n
t
i

Ȁ

I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

P
r
a
s
y
a
r
a
t

K
o
m
p
e
t
e
n
s
i



ͳ

N
A
Ǧ
ͳ
ͳ
Ͳ
͸

K
A
L
K
0
L
0
S

ͳ

͵
N
K
K
K
u
i
Ǥ

I
n
t
i
N
ǤA
A
ͳ
ǡ

B
ͳ


ʹ

F
I
Ǧ
ͳ
ͳ
ͳ
Ͷ

F
I
S
I
K
A

B
A
S
A
R

I

ʹ

N
K
K

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

N
ǤA

A
ͳ
ǡ

B
ͳ

S
M
T


͵

K
I
Ǧ
ͳ
ͳ
ͳ
͵

K
I
N
I
A

B
A
S
A
R

͵

N
K
K

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

N
ǤA

A
ͳ
ǡ

A
ʹ
ǡ

B
ͳ
ǡ

B
ʹ

I

Ͷ

K
0
Ǧ
ͳ
ͳ
Ͳ
Ͷ

B
A
B
A
S
A

I
N
B
0
N
E
S
I
A

ʹ

N
P
K

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

N
ǤA

B
ʹ
ǡ

B
ͷ



ͷ

K
0
Ǧ
ͳ
ͳ
Ͳ
ͷ

B
A
B
A
S
A

I
N
u
u
R
I
S

͵

N
P
K

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

N
ǤA

B
ʹ
ǡ

B
ͷ
ǡ
B
͸



͸

N
A
Ǧ
ͳ
ͳ
ͳ
ʹ

P
E
N
R
0
u
R
A
N
A
N

K
0
N
P
0
T
E
R
ǡ

L

ʹ
N
K
B
K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

N
ǤA
A
ͳ
ǡ
C
ͳ
ǡ
C
ʹ


͹

T
S
Ǧ
ͳ
ͳ
ͳ
͹

N
E
N
u
u
A
N
B
A
R

T
E
K
N
I
K
ǡ
T

͵

N
K
B

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

N
ǤA

A
ʹ
ǡ
C
ʹ







T
U
T
A
L

ͳ
ͺ











ͳ

K
0
Ǧ
ͳ
ʹ
Ͳ
͵

P
E
N
B
I
B
I
K
A
N

K
E
W
A
R
u
A
N
E
u
A
R
A
A
N
ʹ
N
P
K
K
u
i
Ǥ

I
n
t
i
N
ǤA
B
ͳ


ʹ

N
A
Ǧ
ͳ
ʹ
Ͳ
͹

K
A
L
K
0
L
0
S

ʹ

͵

N
K
K

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

N
ǤA

A
ͳ
ǡ

B
ͳ



͵

F
I
Ǧ
ͳ
ʹ
ͳ
ͷ

F
I
S
I
K
A

B
A
S
A
R

I
I

͵

N
K
K

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

N
ǤA

A
ͳ
ǡ

B
ͳ
ǡ
B
ʹ

S
M
T


Ͷ

T
S
Ǧ
ͳ
ʹ
ͳ
ͺ

S
T
A
T
I
K
A

͵

N
K
K

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

N
ǤA

A
ͳ

I
I

ͷ

T
S
Ǧ
ͳ
ʹ
͵
͸

N
E
K
A
N
I
K
A

F
L
0
I
B
A
ʹ
N
K
K
K
u
i
Ǥ

I
n
t
i
N
ǤA
A
ʹ
ǡ

B
ͳ


͸

T
S
Ǧ
ͳ
ʹ
ͷ
͵

u
E
0
L
0
u
I

T
E
K
N
I
K

ʹ

N
K
K

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

N
ǤA

A
ͳ



͹

N
A
Ǧ
ͳ
ʹ
ͳ
ͳ

S
T
A
T
I
S
T
I
K
A

͵
N
K
K
K
u
i
Ǥ

I
n
t
i
N
ǤA
A
ͳ
ǡ

B
ʹ
ǡB
͵
ǡ
C
ʹ






T
U
T
A
L
ͳ
ͺ

























ͳ

N
A
Ǧ
ʹ
ͳ
Ͳ
ͺ

A
L
}
A
B
A
R

L
I
N
I
E
R

͵
N
K
K
K
u
i
Ǥ

I
n
t
i
K
a
l
k
u
l
u
s

I
I
A
ͳ
ǡ

B
ͳ
ǡ
C
ʹ


ʹ

T
S
Ǧ
ʹ
ͳ
ʹ
͵

N
E
K
A
N
I
K
A

B
A
B
A
N
͵
N
K
B
K
u
i
Ǥ

I
n
t
i
S
t
a
t
i
k
a
ǡ

K
a
l
k
u
l
u
s

I
I
A
ʹ


͵

T
S
Ǧ
ʹ
ͳ
ʹ
ͳ

T
E
K
N
0
L
0
u
I

B
A
B
A
N

ʹ

N
K
B

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

S
t
a
t
i
s
t
i
k
a

A
ʹ
ǡ

B
͵

S
N
T


Ͷ

T
S
Ǧ
ʹ
ͳ
͵
͹

B
I
B
R
0
L
I
K
A

͵

N
K
K

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

N
e
k
a
n
i
k
a

F
l
u
i
u
a

A
ʹ
ǡ

B
ʹ
ǡ
C
ʹ

I
I
I

ͷ

T
S
Ǧ
ʹ
ͳ
Ͷ
Ͷ

I
L
N
0

0
K
0
R

T
A
N
A
B
ǡ

L
͵
N
K
B
K
u
i
Ǥ

I
n
t
i
N
ǤA
A
ʹ
ǡ

B
ʹ
ǡ
B
ͷ
ǡ
B
ͺ


͸

T
S
Ǧ
ʹ
ͳ
ͷ
Ͷ

N
E
K
A
N
I
K
A

T
A
N
A
B

I

ʹ

N
K
K

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

u
e
o
l
o
g
i

T
e
k
n
i
k

A
ʹ



͹

T
S
Ǧ
ʹ
ͳ
͵
ͺ

B
I
B
R
0
L
0
u
I

ʹ

N
K
K

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

S
t
a
t
i
s
t
i
k
a

A
ʹ
ǡ

B
ʹ
ǡ
C
ʹ







T
U
T
A
L
ͳ
ͺ





63 UNUD-BPMU-05-01-09
T
e
r
m

N
o
Ǥ

K
o
d
e

M
a
t
a

K
u
l
i
a
b

M
a
t
a

K
u
l
i
a
b

S
K
S

K
l
p

M
K


K
u
r
i
k
u
l
u
m

I
n
t
i

Ȁ

I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

P
r
a
s
y
a
r
a
t

K
o
m
p
e
t
e
n
s
i



ͳ

N
A
Ǧ
ʹ
ʹ
Ͳ
ͻ

P
E
R
S
A
N
A
A
N

B
I
F
E
R
E
N
S
I
A
L

͵

N
K
K

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

K
a
l
k
u
l
u
s

I
I


A
ͳ
ǡ

A
ʹ
ǡ

B
ͳ
ǡ

C
ʹ



ʹ

T
S
Ǧ
ʹ
ʹ
ͳ
ͻ

A
N
A
L
I
S
I
S

S
T
R
0
K
T
0
R

I
͵
N
K
K
K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

N
e
k
a
n
i
k
a

B
a
h
a
n

A
ʹ
ǡ

B
ͳ


͵

T
S
Ǧ
ʹ
ʹ
ͷ
͸

T
E
K
N
I
K

P
0
N
B
A
S
I

I
ʹ
N
K
B
K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

N
e
k
a
n
i
k
a

B
a
h
a
n
ǡ

N
e
k
a
n
i
k
a

T
a
n
a
h

A
ʹ
ǡ

B
ͳ
ǡ

B
͵


Ͷ

T
S
Ǧ
ʹ
ʹ
Ͷ
ͷ

S
I
S
T
I
N

T
R
A
N
S
P
0
R
T
A
S
I

ʹ

N
K
K

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

N
Ǥ
A

A
ʹ


S
N
T


ͷ

T
S
Ǧ
ʹ
ʹ
Ͷ
͸

u
E
0
N
E
T
R
I
K

}
A
L
A
N
ʹ
N
K
K
K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

I
l
m
u

0
k
u
i

T
a
n
a
h
A
ʹ
ǡ

B
ͳ
ǡ

B
͵
ǡ

C
ͳ
ǡ

B
͵
I
v

͸

T
S
Ǧ
ʹ
ʹ
͹
ͳ

E
K
0
N
0
N
I

T
E
K
N
I
K
ʹ
N
K
B
K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

N
e
n
g
g
a
m
b
a
i

T
e
k
n
i
k

A
ʹ
ǡ

C
ʹ


͹

T
S
Ǧ
ʹ
ʹ
Ͷ
ͻ

P
R
A
K
T
E
K

B
A
B
A
N

P
E
R
K
E
R
A
S
A
N

}
A
L
A
N

ͳ

N
K
B

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

T
e
k
n
o
l
o
g
i

B
a
h
a
n

B
ʹ
ǡ

C
͵
ǡ

B
ͳ



ͺ

T
S
Ǧ
ʹ
ʹ
ʹ
ʹ

P
R
A
K
T
E
K

T
E
K
N
0
L
0
u
I

B
A
B
A
N

ͳ

N
K
B

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

T
e
k
n
o
l
o
g
i

B
a
h
a
n

B
ʹ
ǡ

C
͵
ǡ

B
ͳ



ͻ

T
S
Ǧ
ʹ
ʹ
ͷ
ͷ

N
E
K
A
N
I
K
A


T
A
N
A
B

I
I
ʹ
N
K
B
K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

N
e
k
a
n
i
k
a

T
a
n
a
h

I
B
ʹ
ǡ

C
͵
ǡ

B
ͳ






T
U
T
A
L

ͳ
ͺ











ͳ

N
A
Ǧ
͵
ͳ
ͳ
Ͳ

N
A
T
E
N
A
T
I
K
A

N
0
N
E
R
I
K

͵

N
K
K

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

K
a
l
k
u
l
u
s

I
I

A
ͳ
ǡ

A
ʹ
ǡ

B
ͳ
ǡ

C
ʹ



ʹ

T
S
Ǧ
͵
ͳ
ʹ
Ͳ

A
N
A
L
I
S
I
S

S
T
R
0
K
T
0
R

I
I
͵
N
K
K
K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

A
n
a
l
i
s
i
s

S
t
i
u
k
t
u
i

I
A
ʹ
ǡ

C
ʹ


͵

T
S
Ǧ
͵
ͳ
ʹ
Ͷ

S
T
R
0
K
T
0
R

B
E
T
0
N

B
E
R
T
0
L
A
N
u


͵

N
K
B

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

N
e
k
a
n
i
k
a

B
a
h
a
n

A
ʹ
ǡ

B
ͳ

S
N
T


Ͷ

T
S
Ǧ
͵
ͳ
ʹ
ͺ

S
T
R
0
K
T
0
R

K
A
Y
0
ǡ

T

͵

N
K
B

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

A
n
a
l
i
s
i
s

S
t
i
u
k
t
u
i

I

A
ʹ
ǡ

B
ͳ

v

ͷ

T
S
Ǧ
͵
ͳ
Ͷ
Ͳ

I
R
I
u
A
S
I

B
A
N

B
A
N
u
0
N
A
N

A
I
R

ʹ
N
K
B
K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

B
i
u
i
o
l
o
g
i
ǡ

B
i
u
i
o
l
i
k
a

A
ʹ
ǡ

B
ͳ
ǡ

B
ʹ
ǡ

C
ʹ


͸

T
S
Ǧ
͵
ͳ
Ͷ
ʹ

T
E
K
N
I
K

P
A
N
T
A
I
ʹ
N
K
K
K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

N
e
k
a
n
i
k
a

B
a
h
a
n

A
ͳ
ǡ

A
ʹ
ǡ

C
ʹ


͹

T
S
Ǧ
͵
ͳ
Ͷ
͹

P
E
R
A
N
C
A
N
u
A
N

u
E
0
N
E
T
R
I
K

}
A
L
A
N

ͳ

N
K
B

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

u
e
o
m
e
t
i
i
k

}
a
l
a
n

B
ʹ
ǡ

C
ʹ
ǡ

C
͵
ǡ

B
ʹ
ǡ

B
Ͷ



ͺ

T
S
Ǧ
͵
ͳ
ͷ
͹

T
E
K
N
I
K

P
0
N
B
A
S
I


I
I

ʹ
N
K
B
K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

T
e
k
n
i
k

P
o
n
u
a
s
i

I

B
ʹ
ǡ

C
ʹ
ǡ

C
͵
ǡ

B
ʹ
ǡ

B
Ͷ






T
0
T
A
L

ͳ
ͻ








ͳ

T
S
Ǧ
͵
ʹ
ʹ
͸

S
T
R
0
K
T
0
R

B
A
}
A

͵

N
K
B

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

A
n
a
l
i
s
i
s

S
t
i
u
k
t
u
i

I

A
ʹ
ǡ

B
ͳ
ǡ

C
ʹ
ǡ

C
͵
ǡ

B
ͺ



ʹ

T
S
Ǧ
͵
ʹ
ͷ
ͳ

T
E
K
N
I
K

P
E
L
A
B
0
B
A
N

ʹ

N
K
B

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

T
e
k
n
i
k

P
o
n
u
a
s
i
ǡ

T
e
k
n
i
k

P
a
n
t
a
i

A
ʹ
ǡ

B
ͳ
ǡ

C
ͳ
ǡ

B
͵
ǡ

B
ͺ

S
N
T


͵

T
S
Ǧ
͵
ʹ
͵
ͻ

B
R
A
I
N
A
S
E

ʹ
N
K
B
K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

B
i
u
i
o
l
o
g
i
ǡ

B
i
u
i
o
l
i
k
a

A
ʹ
ǡ

B
ͳ
ǡ

C
ͳ
ǡ

C
ʹ
ǡ

B
͵
ǡ

B
ͺ
v
I

Ͷ

T
S
Ǧ
͵
ʹ
ͷ
Ͳ

T
E
K
N
I
K

L
A
L
0

L
I
N
T
A
S

ʹ

N
K
B

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

N
Ǥ
A

A
ʹ
ǡ

B
ͳ
ǡ

C
ͳ
ǡ

C
ʹ
ǡ

B
͵
ǡ

B
ͺ



ͷ

T
S
Ǧ
͵
ʹ
Ͷ
ͺ

P
E
R
K
E
R
A
S
A
N

}
A
L
A
N

ʹ

N
K
B

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

T
e
k
n
o
l
o
g
i

B
a
h
a
n
ǡ

N
e
k
a
n
i
k
a

t
a
n
a
h

A
ʹ
ǡ

B
ͳ
ǡ

C
ͳ
ǡ

C
ʹ
ǡ

B
͵
ǡ

B
ͺ



͸

T
S
Ǧ
͵
ʹ
͵
Ͳ

T
E
K
N
I
K

u
E
N
P
A
͵
N
K
B
K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

A
l
j
a
b
a
i

L
i
n
i
e
i
ǡ
A
n
a
l
i
s
i
s

S
t
i
u
k
t
u
i

I

A
ʹ
ǡ

B
ͳ
ǡ

C
ͳ
ǡ

C
ʹ
ǡ

B
ͺ


͹

T
S
Ǧ
͵
ʹ
ͷ
ʹ

B
A
N
B
A
R

0
B
A
R
A

ʹ

N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

S
i
s
t
i
m

T
i
a
n
s
p
o
i
t
a
s
i

A
ʹ
ǡ

B
ͳ
ǡ

C
ͳ
ǡ

B
͵
ǡ

B
ͺ



ͺ

T
S
Ǧ
͵
ʹ
ʹ
ͷ

P
E
R
A
N
C
A
N
u
A
N

S
T
R
0
K
T
0
R

B
E
T
0
N

B
E
R
T
0
L
A
N
u

ʹ
N
K
B
K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

S
t
i
u
k
t
u
i

B
e
t
o
n

B
e
i
t
u
l
a
n
g
B
ʹ
ǡ

C
ʹ
ǡ

C
͵
ǡ

B
ʹ
ǡ

B
Ͷ


ͻ

T
S
Ǧ
͵
ʹ
Ͷ
ͳ

P
E
R
A
N
C
A
N
u
A
N

I
R
I
u
A
S
I

B
A
N

B
A
N
u
0
N
A
N

A
I
R

ͳ
N
K
B
K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

I
i
i
g
a
s
i

u
a
n

B
a
n
g
u
n
a
n

A
i
i

B
ʹ
ǡ

C
ʹ
ǡ

C
͵
ǡ

B
ʹ
ǡ

B
Ͷ






T
U
T
A
L

ͳ
ͻ









64
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA

T
e
r
m

N
o
Ǥ

K
o
d
e

M
a
t
a

K
u
l
i
a
b

M
a
t
a

K
u
l
i
a
b

S
K
S

K
l
p

M
K


K
u
r
i
k
u
l
u
m

I
n
t
i

Ȁ

I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

P
r
a
s
y
a
r
a
t

K
o
m
p
e
t
e
n
s
i



ͳ

T
S
Ǧ
Ͷ
ͳ
͹
ͻ

I
L
N
0

L
I
N
u
K
0
N
u
A
N

ʹ

N
K
K

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

N
Ǥ
A

A
ͳ
ǡ

A
ʹ
ǡ

B
ʹ
ǡ

B
͵
ǡ

B
ͺ

S
N
T


ʹ

T
S
Ǧ
Ͷ
ͳ
ͺ
Ͳ

T
E
K
N
I
K

P
E
N
Y
E
B
A
T
A
N

L
I
N
u
K
0
N
u
A
N

ʹ

N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

N
Ǥ
A

A
ʹ
ǡ

B
ͳ
ǡ

C
ͳ
ǡ

C
ʹ
ǡ

B
ʹ
ǡ

B
͵
ǡ

B
ͺ

v
I
I

͵

T
S
Ǧ
Ͷ
ͳ
͹
ʹ

N
A
N
A
}
E
N
E
N

K
0
N
S
T
R
0
K
S
I

ʹ

N
K
B

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

E
k
o
n
o
m
i

T
e
k
n
i
k

A
ʹ
ǡ

B
ͳ
ǡ

C
ͳ
ǡ

C
ʹ
ǡ

B
ʹ
Ǧ
Ͷ
ǡ

B
͹
Ǧ
ͺ


Ͷ

T
S
Ǧ
Ͷ
ͳ
͹
Ͳ

N
E
T
0
B
E

P
E
L
A
K
S
A
N
A
A
N

B
A
N

P
E
N
E
L
I
B
A
R
A
A
N

K
0
N
S
T
R
0
K
S
I

ʹ

N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

N
e
k
a
n
i
k
a

T
a
n
a
h
ǡ

T
e
k
n
o
l
o
g
i

B
a
h
a
n

A
ͳ
ǡ

A
ʹ
ǡ
C
ͳ
ǡ
C
ʹ
ǡ
B
͵
ǡ
B
ͺ



ͷ

T
S
Ǧ
Ͷ
ͳ
ʹ
ͻ

T
E
K
N
I
K

}
E
N
B
A
T
A
N

ʹ

N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

A
n
a
l
i
s
i
s

S
t
i
u
k
t
u
i

I
ǡ

S
t
i
u
k
t
u
i

B
e
t
o
n

B
e
i
t
u
l
a
n
g
ǡ

S
t
i
u
k
t
u
i

B
a
j
a

B
ͳ
ǡ

C
ͳ
ǡ
C
ʹ
ǡ
B
ʹ



͸

T
S
Ǧ
Ͷ
ͳ
Ͷ
͵

T
E
K
N
I
K

P
E
N
u
A
N
A
N
A
N

P
A
N
T
A
I

ʹ

N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

T
e
k
n
o
l
o
g
i

B
a
h
a
n
ǡ

T
e
k
n
i
k

P
a
n
t
a
i

A
ʹ
ǡ
B
ͳ
ǡ
C
ͳ
ǡ
C
ʹ
ǡ
B
ʹ
ǡ
B
͵
ǡ
B
ͺ



͹

T
S
Ǧ
Ͷ
ͳ
ͳ
͸

N
E
T
0
B
E

P
E
N
E
L
I
T
I
A
N

ʹ

N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

B
a
h
a
s
a

I
n
u
o
n
e
s
i
a
ǡ

S
t
a
t
i
s
t
i
k
a
ǡ

ͻ
Ͳ

S
K
S

A
ʹ
ǡ
B
ͳ
ǡ
B
ʹ
ǡ
B
͵
ǡ
B
ʹ
Ǧ
Ͷ
ǡ
B
ͺ



ͺ

T
S
Ǧ
Ͷ
ͳ
ʹ
͹

P
E
R
A
N
C
A
N
u
A
N

S
T
R
0
K
T
0
R

B
A
}
A

ͳ

N
K
B

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

S
t
i
u
k
t
u
i

B
a
j
a

B
ʹ
ǡ
C
ʹ
ǡ
C
͵
ǡ
B
ʹ
ǡ
B
Ͷ



ͻ

T
S
Ǧ
Ͷ
ͳ
ͺ
ʹ

K
E
R
}
A

P
R
A
K
T
E
K

͵

N
B
B

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

L
i
h
a
t

P
e
u
o
m
a
n

K
P

C
ͳ
ǡ
C
ʹ
ǡ
C
͵
ǡ
B
ͳ
Ǧ
ͺ







T
U
T
A
L

ͳ
ͺ





























ͳ

K
0
Ǧ
Ͷ
ʹ
Ͳ
ͳ

P
E
N
B
I
B
I
K
A
N

A
u
A
N
A

ʹ

N
P
K

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

N
Ǥ
A

B
ͳ

S
N
T


ʹ

K
0
Ǧ
Ͷ
ʹ
Ͳ
ʹ

P
E
N
B
I
B
I
K
A
N

P
A
N
C
A
S
I
L
A

ʹ

N
P
K

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

N
Ǥ
A

B
ͳ

v
I
I
I

͵

T
S
Ǧ
Ͷ
ʹ
͹
ͺ

A
S
P
E
K

B
0
K
0
N

P
E
N
B
A
N
u
0
N
A
N

ʹ

N
P
B

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

N
Ǥ
A

A
ʹ
ǡ
B
͵
ǡ
B
ͳ
ǡ
B
͵
ǡ
B
Ͷ
ǡ
B
ͺ



Ͷ



P
I
L
I
B
A
N

ͳ

ʹ

N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

N
a
t
a

K
u
l
i
a
h

P
i
l
i
h
a
n
ǡ

m
i
n
i
m
a
l

u
i
p
i
l
i
h

ʹ

m
a
t
a

k
u
l
i
a
h

u
a
l
a
m

s
a
t
u

b
i
u
a
n
g





ͷ



P
I
L
I
B
A
N

ʹ

ʹ

N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l





͸



P
I
L
I
B
A
N

͵

ʹ

N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l





͹

T
S
Ǧ
Ͷ
ʹ
ͻ
ͻ

T
0
u
A
S

A
K
B
I
R

Ͷ

N
B
B

K
u
i
Ǥ

I
n
t
i

L
i
h
a
t

P
e
u
o
m
a
n

T
A

B
ͳ
Ǧ
͵
ǡ

C
ͳ
Ǧ
͵
ǡ
B
ͳ
Ǧ
ͺ







T
U
T
A
L

ͳ
͸

































T
U
T
A
L

S
K
S

ͳ
Ͷ
Ͷ









65 UNUD-BPMU-05-01-09
M
a
t
a

K
u
l
i
a
b

P
i
l
i
b
a
n

T
e
r
m

N
o
Ǥ

K
o
d
e

M
a
t
a

K
u
l
i
a
b

M
a
t
a

K
u
l
i
a
b

S
K
S

K
l
p

M
K


S
K

ʹ
͵
ʹ
Ȁ
0
Ȁ
̵
Ͳ
Ͳ

Ƭ

Ͳ
Ͷ
ͷ
Ȁ
0
Ȁ
Ͳ
ͷ

K
u
r
i
k
u
l
u
m

I
n
t
i

Ȁ

I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

P
r
a
s
y
a
r
a
t
K
o
m
p
e
t
e
n
s
i







B
I
D
A
N
C

S
T
R
U
K
T
U
R










ͳ

T
S
Ǧ
ͷ
Ͳ
ͳ
ͳ

A
N
A
L
I
S
I
S

S
T
R
0
K
T
0
R

L
A
N
}
0
T

ʹ
N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

A
n
a
l
i
s
i
s

S
t
i
u
k
t
u
i

I
I

A
ʹ
ǡ
C
͵
ǡ
B
ʹ
ǡB
ͺ


ʹ

T
S
Ǧ
ͷ
Ͳ
ͳ
ʹ

P
E
N
u
A
N
T
A
R

N
E
T
0
B
E

E
L
E
N
E
N

B
I
N
u
u
A


ʹ
N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

A
n
a
l
i
s
i
s

S
t
i
u
k
t
u
i

I
I

A
ʹ
ǡ
C
͵
ǡ
B
ʹ
ǡB
ͺ



͵

T
S
Ǧ
ͷ
Ͳ
ͳ
͵

P
E
R
A
N
C
A
N
u
A
N

S
T
R
0
K
T
0
R

ʹ
N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

S
t
i
u
k
t
u
i

B
e
t
o
n

B
e
i
t
u
l
a
n
g
ǡ
S
t
i
u
k
t
u
i

B
a
j
a

A
ʹ
ǡ
B
ͳ
ǡC
ͳ
ǡC
ʹ
ǡ
B
ͺ


Ͷ

T
S
Ǧ
ͷ
Ͳ
ͳ
Ͷ

S
T
R
0
K
T
0
R

K
0
N
P
0
S
I
T


ʹ
N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

S
t
i
u
k
t
u
i

B
e
t
o
n

B
e
i
t
u
l
a
n
g
ǡ
S
t
i
u
k
t
u
i

B
a
j
a

A
ʹ
ǡ
B
ͳ
ǡC
ͳ
ǡC
ʹ
ǡ
B
ͺ


ͷ

T
S
Ǧ
ͷ
Ͳ
ͳ
ͷ

B
E
T
0
N

P
R
A
T
E
K
A
N


ʹ
N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

S
t
i
u
k
t
u
i

B
e
t
o
n

B
e
i
t
u
l
a
n
g


A
ʹ
ǡ
B
ͳ
ǡC
ͳ
ǡC
ʹ
ǡ
B
ͺ






B
I
D
A
N
C

T
R
A
N
S
P
U
R
T









͸

T
S
Ǧ
ͷ
Ͳ
ʹ
ͳ

N
A
N
A
}
E
N
E
N

L
A
L
0

L
I
N
T
A
S


ʹ
N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

T
e
k
n
i
k

L
a
l
u

L
i
n
t
a
s

A
ʹ
ǡ
B
ͳ
ǡC
ͳ
ǡC
ʹ
ǡ
B
ͺ


͹

T
S
Ǧ
ͷ
Ͳ
ʹ
ʹ

P
E
R
A
N
C
A
N
u
A
N

T
R
A
N
S
P
0
R
T
A
S
I

K
0
T
A


ʹ
N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

S
i
s
t
i
m

T
i
a
n
s
p
o
i
t
a
s
i
A
ʹ
ǡ
B
ͳ
ǡB
͵
ǡC
ͳ
ǡC
ʹ
ǡB
ͺ


ͺ

T
S
Ǧ
ͷ
Ͳ
ʹ
͵

T
E
K
N
0
L
0
u
I

P
E
R
K
E
R
A
S
A
N

B
A
N

P
E
N
E
L
I
B
A
R
A
A
N

}
A
L
A
N


ʹ
N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

P
i
a
k
t
e
k

B
a
h
a
n

P
e
i
k
e
i
a
s
a
n

}
a
l
a
n
ǡ

P
e
i
k
e
i
a
s
a
n

}
a
l
a
n

A
ʹ
ǡ
B
ͳ
ǡC
ͳ
ǡC
ʹ
ǡ
B
ͺ


ͻ

T
S
Ǧ
ͷ
Ͳ
ʹ
Ͷ

S
I
S
T
E
N

T
R
A
N
S
P
0
R
T
A
S
I

L
A
N
}
0
T

ʹ
N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

S
i
s
t
i
m

T
i
a
n
s
p
o
i
t
a
s
i
A
ʹ
ǡ
B
ͳ
ǡC
ͳ
ǡC
ʹ
ǡ
B
ͺ




B
I
D
A
N
C

S
U
M
B
E
R

D
A
Y
A

A
I
R







ͳ
Ͳ

T
S
Ǧ
ͷ
Ͳ
͵
ͳ

T
E
K
N
I
K

B
E
N
B
0
N
u
A
N


ʹ
N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

I
i
i
g
a
s
i

Ƭ
B
a
n
g
u
n
a
n

A
i
i
ǡ

N
e
k
a
n
i
k
a

T
a
n
a
h

I

Ƭ

I
I

A
ʹ
ǡ
B
ͳ
ǡC
ͳ
ǡC
ʹ
ǡ
B
ͺ


ͳ
ͳ

T
S
Ǧ
ͷ
Ͳ
͵
ʹ

P
E
N
u
E
N
B
A
N
u
A
N

S
0
N
B
E
R

B
A
Y
A

A
I
R

ʹ
N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

I
i
i
g
a
s
i

u
a
n

B
a
n
g
u
n
a
n

A
i
i

A
ʹ
ǡ
B
ͳ
ǡC
ͳ
ǡC
ʹ
ǡ
B
ʹ
ǡB
ͺ


ͳ
ʹ

T
S
Ǧ
ͷ
Ͳ
͵
͵

T
R
A
N
S
P
0
R
T
A
S
I

S
E
B
I
N
E
N

ʹ
N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

B
i
u
i
o
l
i
k
a

A
ʹ
ǡ
B
ͳ
ǡC
ͳ
ǡC
ʹ
ǡ
B
ͺ


ͳ
͵

T
S
Ǧ
ͷ
Ͳ
͵
Ͷ

N
0
B
E
L

B
I
B
R
A
0
L
I
K


ʹ
N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

I
i
i
g
a
s
i

u
a
n

B
a
n
g
u
n
a
n

A
i
i

A
ʹ
ǡ
B
ͳ
ǡC
ͳ
ǡC
ʹ
ǡ
B
ͺ



B
I
D
A
N
C

C
E
U
L
U
C
I

T
E
K
N
I
K








ͳ
Ͷ

T
S
Ǧ
ͷ
Ͳ
Ͷ
ͳ

u
E
0
L
0
u
I

T
E
K
N
I
K

L
A
N
}
0
T

ʹ
N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

u
e
o
l
o
g
i

T
e
k
n
i
k

A
ʹ
ǡ
B
ͳ
ǡC
ͳ
ǡC
ʹ
ǡ
B
ͺ


ͳ
ͷ

T
S
Ǧ
ͷ
Ͳ
Ͷ
ʹ

N
E
K
A
N
I
K
A

T
A
N
A
B

L
A
N
}
0
T

ʹ
N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

N
e
k
a
n
i
k
a

T
a
n
a
h

I

u
a
n

I
I

A
ʹ
ǡ
B
ͳ
ǡC
ͳ
ǡC
ʹ
ǡ
B
ͺ


ͳ
͸

T
S
Ǧ
ͷ
Ͳ
Ͷ
͵

T
E
K
N
I
K

P
0
N
B
A
S
I

L
A
N
}
0
T


ʹ
N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

T
e
k
n
i
k

P
o
n
u
a
s
i

I

u
a
n

I
I

A
ʹ
ǡ
B
ͳ
ǡC
ͳ
ǡC
ʹ
ǡ
B
ͺ


ͳ
͹

T
S
Ǧ
ͷ
Ͳ
Ͷ
Ͷ

N
E
T
0
B
E

P
E
R
B
A
I
K
A
N

T
A
N
A
B

ʹ
N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

N
e
k
a
n
i
k
a

T
a
n
a
h

I

u
a
n

I
I

A
ʹ
ǡ
B
ͳ
ǡC
ͳ
ǡC
ʹ
ǡ
B
ͺ



B
I
D
A
N
C

M
A
N
A
)
E
M
E
N

K
U
N
S
T
R
U
K
S
I








ͳ
ͺ

T
S
Ǧ
ͷ
Ͳ
ͷ
ͳ

N
A
N
A
}
E
N
E
N

K
0
N
S
T
R
0
K
S
I

L
A
N
}
0
T

ʹ
N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

N
a
n
a
j
e
m
e
n

K
o
n
s
t
i
u
k
s
i
A
ʹ
ǡ
B
ͳ
ǡC
ͳ
ǡC
ʹ
ǡ
B
ͺ


ͳ
ͻ

T
S
Ǧ
ͷ
Ͳ
ͷ
ʹ

A
N
A
L
I
S
I
S

S
I
S
T
I
N


ʹ
N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

K
o
m
p
u
t
e
i
A
ʹ
ǡ
B
ͳ
ǡC
ͳ
ǡC
ʹ
ǡ
B
ͺ


ʹ
Ͳ

T
S
Ǧ
ͷ
Ͳ
ͷ
͵

N
A
N
A
}
E
N
E
N

N
0
T
0

T
E
R
P
A
B
0


ʹ
N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

N
Ǥ
A

A
ʹ
ǡ
B
ͳ
ǡC
ͳ
ǡC
ʹ
ǡ
B
ͺ


ʹ
ͳ

T
S
Ǧ
ͷ
Ͳ
ͷ
Ͷ

N
A
N
A
}
E
N
E
N

S
0
N
B
E
R

B
A
Y
A

N
A
N
0
S
I
A


ʹ
N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

N
Ǥ
A

A
ʹ
ǡ
B
ͳ
ǡC
ͳ
ǡC
ʹ
ǡ
B
ͺ


ʹ
ʹ

T
S
Ǧ
ͷ
Ͳ
ͷ
ͷ

A
K
0
N
T
A
N
S
I

B
I
A
Y
A

P
R
0
Y
E
K


ʹ
N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

E
k
o
n
o
m
i

T
e
k
n
i
k

A
ʹ
ǡ
B
ͳ
ǡC
ͳ
ǡC
ʹ
ǡ
B
ͺ


ʹ
͵

T
S
Ǧ
ͷ
Ͳ
͸
Ͳ

T
0
P
I
K

K
B
0
S
0
S

ȋ
I
N
B
I
v
I
B
0
A
L

S
T
0
B
Y
Ȍ


ʹ
N
K
B

K
u
i
Ǥ
I
n
s
t
i
t
u
s
i
o
n
a
l

S
y
a
i
a
t

k
h
u
s
u
s

A
ʹ
ǡ
B
ͳ
ǡC
ͳ
ǡC
ʹ
ǡ
B
ͺ
66
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
Tabel ͷǤ Kurikulum Inti Dan Kurikulum Institusional

KelomǦpok
Mata
Kuliab
No


Kode Mata
Kuliab



Mata Kuliab

)umlab SKS
KurǤ Inti KurǤ Instǯl Total

KompǤ
Utama
KompǤ P Ƭ
Lainnya
AǤ ͳ K0ǦͶʹͲͳ PENBIBIKAN AuANA ʹ ʹ
NPK ʹ K0ǦͶʹͲʹ PENBIBIKAN PANCASILA ʹ ʹ
͵ K0ǦͳʹͲ͵ PENBǤ KEWARuANEuARAAN ʹ ʹ
Ͷ K0ǦͳͳͲͶ BABASA INB0NESIA ʹ ʹ
ͷ K0ǦͳͳͲͷ BABASA INuuRIS ͵ ͵
}umlah SKS NPKǣ ͸ ͷ ͳͳ
BǤ ͳ NAǦͳͳͲ͸ KALK0L0S I ͵ ͵
NKK ʹ NAǦͳʹͲ͹ KALK0L0S II ͵ ͵
͵ NAǦʹͳͲͺ AL}ABAR LINEAR ͵ ͵
Ͷ NAǦʹʹͲͻ PERSANAAN BIFERENSIAL ͵ ͵
ͷ NAǦ͵ͳͳͲ NATENATIKAN0NERIK ͵ ͵
͸ FIǦͳͳͳͶ FISIKA BASAR I ʹ ʹ
͹ FIǦͳʹͳͷ FISIKA BASAR II ͵ ͵
ͺ KIǦͳͳͳ͵ KINIA BASAR ͵ ͵
ͻ NAǦͳʹͳͳ STATISTIKA ͵ ͵
ͳͲ TSǦͳʹͳͺ STATIKA ͵ ͵
ͳͳ TSǦʹʹͳͻ ANALISIS STR0KT0R I ͵ ͵
ͳʹ TSǦ͵ͳʹͲ ANALISIS STR0KT0R II ͵ ͵
ͳ͵ TSǦͳʹ͵͸ NEKANIKA FL0IBA ʹ ʹ
ͳͶ TSǦʹͳ͵͹ BIBR0LIKA ͵ ͵
ͳͷ TSǦʹͳ͵ͺ BIBR0L0uI ʹ ʹ
ͳ͸ TSǦͳʹͷ͵ uE0L0uI TEKNIK ʹ ʹ
ͳ͹ TSǦͳʹͷ͵ NEKANIKA TANAB I ʹ ͵
ͳͺ TSǦ͵ͳͶʹ TEKNIK PANTAI ʹ ʹ
ͳͻ TSǦʹʹͶͷ SISTIN TRANSP0RTASI ʹ ʹ
ʹͲ TSǦʹʹͶ͸ uE0NETRIK }ALAN ʹ ʹ
ʹͳ TSǦͶͳ͹ͻ ILN0LINuK0NuAN ʹ ʹ
}umlah SKS NKKǣ ͶͶ ͳͲ ͷͶ
67 UNUD-BPMU-05-01-09
Kelompok
Mata
Kuliab
No


Kode Mata
Kuliab



Mata Kuliab

)umlab SKS
KurǤ Inti KurǤ Instǯl
Total

KompǤ
Utama
KompǤ P Ƭ
Lainnya
CǤ ͳ TSǦͳͳͳʹ
PENR0uRANAN K0NP0TER Ϊ
PRAKTEK LAB ʹ ʹ
NKB ʹ TSǦʹͳͶͶ ILN00K0R TANAB Ϊ PRAKTEK ͵ ͵
Wajib ͵ TSǦͳͳͳ͹ NENuuANBAR TEKNIK Ϊ PRAKTEK ͵ ͵
Ͷ TSǦ͵ʹ͵Ͳ TEKNIK uENPA ͵ ͵
ͷ TSǦʹͳʹͳ TEKN0L0uI BABAN ʹ ʹ
͸ TSǦʹʹͷ͸ TEKNIK F0NBASI I ʹ ͵
͹ TSǦʹͳʹ͵ NEKANIKA BABAN ͵ ͵
ͺ TSǦ͵ͳʹͶ STR0KT0R BET0N BERT0LANu ͵ ͵
ͻ TSǦ͵ʹʹ͸ STR0KT0R BA}A ͵ ͵
ͳͲ TSǦ͵ͳʹͺ STR0KT0R KAY0 Ϊ PERANC ͵ ͵
ͳͳ TSǦ͵ʹ͵ͻ BRAINASE ʹ ʹ
ͳʹ TSǦͶͳͺͲ TEKNIK PENYEBATAN LINuK0NuAN ʹ ʹ
ͳ͵ TSǦ͵ͳͶͲ IRIuASI BAN BANu0NAN AIR ʹ ʹ
ͳͶ TSǦͶͳ͹Ͳ
NET0BE PELAKSANAAN BAN
PENELIBARAAN K0NSTR0KSI ʹ ʹ
ͳͷ TSǦ͵ʹͶͺ PERKERASAN }ALAN ʹ ʹ
ͳ͸ TSǦ͵ʹͷͲ TEKNIK LAL0 LINTAS ʹ ʹ
ͳ͹ TSǦʹʹ͹ͳ EK0N0NI TEKNIK ʹ ʹ
ͳͺ TSǦͶͳ͹ʹ NANA}ENEN K0NSTR0KSI ʹ ʹ
ͳͻ TSǦ͵ʹͷͳ TEKNIK PELAB0BAN ʹ ʹ
ʹͲ TSǦ͵ʹͷʹ BANBAR 0BARA ʹ ʹ
ʹͳ TSǦͶͳͶ͵ TEKNIK PENuANANAN PANTAI ʹ ʹ
ʹʹ TSǦͶͳʹͻ TEKNIK }ENBATAN ʹ ʹ
ʹ͵ TSǦͶͳͳ͸ NET0BE PENELITIAN ʹ ʹ
ʹͶ TSǦ͵ʹʹͷ
PERANCANuAN STR0KT0R BET0N
BERT0LANu ʹ ʹ
ʹͷ TSǦͶͳʹ͹ PERANCǤ STR0KT0R BA}A ͳ ͳ
ʹ͸ TSǦ͵ʹͶͳ
PERANCANuAN IRIuASI BAN
BANu0NAN AIR ͳ ͳ
ʹ͹ TSǦ͵ͳͶ͹ PERANC uE0NETRIK }ALAN ͳ ͳ
ʹͺ TSǦ͵ͳͷ͹ TEKNIK P0NBASI II ʹ ͳ
ʹͻ TSǦʹʹͷͷ NEKANIKA TANAB II ͳ ͳ
͵Ͳ TSǦʹʹʹʹ PRAKTǤ TEKN0L0uI BABAN ͳ ͳ
͵ͳ TSǦʹʹͶͻ
PRAKTEK BABAN PERKERASAN
}ALAN ͳ ͳ
}umlah SKS NKB Wajibǣ Ͷͺ ͳ͸ ͸Ͷ
68
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
KelomǦpok
Mata
Kuliab

No


Kode Mata
Kuliab

Mata Kuliab

)umlab SKS
KurǤ Inti KurǤ Instǯl Total

KompǤ
Utama
KompǤ P Ƭ
Lainnya
CǤ ͳ TSǦͷͲͳͳ ANALISIS STR0KT0R LAN}0T ʹ ʹ
NKB ʹ TSǦͷͲͳʹ PENuANTAR NET0BE ELENEN
BINuuA
ʹ ʹ
Pilihan ͵ TSǦͷͲͳ͵ PERANCANuAN STR0KT0R ʹ ʹ
Ͷ TSǦͷͲͳͶ STR0KT0R K0NP0SIT ʹ ʹ
ͷ TSǦͷͲͳͷ BET0N PRATEKAN ʹ ʹ
͸ TSǦͷͲʹͳ NANA}ENEN LAL0 LINTAS ʹ ʹ
͹ TSǦͷͲʹʹ PERANCǤ TRANSP0RTASI K0TA ʹ ʹ
ͺ TSǦͷͲʹ͵ TEKN0L0uI PERKERASAN BAN
PENELIBARAAN }ALAN
ʹ ʹ
ͻ TSǦͷͲʹͶ SISTIN TRANSP0RTASI LAN}0T ʹ ʹ
ͳͲ TSǦͷͲ͵ͳ TEKNIK BENB0NuAN ʹ ʹ
ͳͳ TSǦͷͲ͵ʹ PENuENBANuAN S0NBER BAYA
AIR
ʹ ʹ
ͳʹ TSǦͷͲ͵͵ TRANSP0RTASI SEBINEN ʹ ʹ
ͳ͵ TSǦͷͲ͵Ͷ N0BEL BIBRA0LIK ʹ ʹ
ͳͶ TSǦͷͲͶͳ uE0L0uI TEKNIK LAN}0T ʹ ʹ
ͳͷ TSǦͷͲͶʹ NEKANIKA TANAB LAN}0T ʹ ʹ
ͳ͸ TSǦͷͲͶ͵ TEKNIK P0NBASI LAN}0T ʹ ʹ
ͳ͹ TSǦͷͲͶͶ NET0BE PERBAIKAN TANAB ʹ ʹ
ͳͺ TSǦͷͲͷͳ NANA}ENEN K0NSTR0KSI LAN}0T ʹ ʹ
ͳͻ TSǦͷͲͷʹ ANALISIS SISTIN ʹ ʹ
ʹͲ TSǦͷͲͷ͵ NANA}ENEN N0T0 TERPAB0 ʹ ʹ
ʹͳ TSǦͷͲͷͶ NANA}ENEN S0NBER BAYA
NAN0SIA
ʹ ʹ
ʹʹ TSǦͷͲͷͷ AK0NTANSI BIAYA PR0YEK ʹ ʹ
ʹ͵ TSǦ͸Ͳ͸Ͳ T0PIK KB0S0S ȋINBIvIB0AL
ST0BYȌ
ʹ ʹ
}umlah SKS NKB Pilihan Teiseuiaǣ Ͷ͸ Ͷ͸
}umlah SKS NKB Pilihan Bebas
Ninimalǣ
͸ ͸
BǤ ͳ TSǦͶʹ͹ͺ ASPEK B0K0N PENBANu0NAN ʹ ʹ
NPB }umlah SKS NPBǣ ʹ Ͳ ʹ
EǤ ͳ TSǦͶͳͺʹ KER}A PRAKTEK ͵ ͵
NBB ʹ TSǦͶʹͻͻ T0uAS AKBIR Ͷ Ͷ
}umlah SKS NBB ͹ Ͳ ͹
69 UNUD-BPMU-05-01-09
N
o
Ǥ

N
A
T
A

K
0
L
I
A
B

s
k
s
)
E
N
I
S

K
U
M
P
E
T
E
N
S
I







A
ͳ

A
ʹ

B
ͳ

B
ʹ

B
͵

C
ͳ

C
ʹ

C
͵

B
ͳ

B
ʹ

B
͵

B
Ͷ

B
ͷ

B
͸

B
͹

B
ͺ


S
E
N
E
S
T
E
R

ͳ



ͳ

K
A
L
K
0
L
0
S

I

͵

































ʹ

F
I
S
I
K
A

B
A
S
A
R

I

ʹ

































͵

K
I
N
I
A

B
A
S
A
R

͵

































Ͷ

B
A
B
A
S
A

I
N
B
0
N
E
S
I
A

ʹ

































ͷ

B
A
B
A
S
A

I
N
u
u
R
I
S

͵

































͸

P
E
N
R
0
u
R
A
N
A
N

K
0
N
P
0
T
E
R
Ϊ
L
A
B

ʹ

































͹

N
E
N
u
u
A
N
B
A
R

T
E
K
N
I
K
Ϊ
P
R
A
K
T
E
K

͵


































T
0
T
A
L


ͳ
ͺ




S
E
N
E
S
T
E
R

ʹ



ͳ

P
E
N
B
I
B
I
K
A
N

K
E
W
A
R
u
A
N
E
u
A
R
A
A
N

ʹ

































ʹ

K
A
L
K
0
L
0
S

ʹ

͵

































͵

F
I
S
I
K
A

B
A
S
A
R

I
I

͵

































Ͷ

S
T
A
T
I
K
A

͵

































ͷ

N
E
K
A
N
I
K
A

F
L
0
I
B
A

ʹ

































͸

u
E
0
L
0
u
I

T
E
K
N
I
K

ʹ

































͹

S
T
A
T
I
S
T
I
K
A

͵


































T
0
T
A
L


ͳ
ͺ


































S
E
N
E
S
T
E
R

͵



ͳ

A
L
}
A
B
A
R

L
I
N
I
E
R

͵

































ʹ

N
E
K
A
N
I
K
A

B
A
B
A
N

͵

































͵

T
E
K
N
0
L
0
u
I

B
A
B
A
N

ʹ

































Ͷ

B
I
B
R
0
L
I
K
A

͵

































L
a
m
p
i
r
a
n

5
C
o
n
t
o
h

P
e
t
a

K
u
r
i
k
u
l
u
m
70
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
ͷ

I
L
N
0

0
K
0
R

T
A
N
A
B

Ϊ

P
R
A
K
T
E
K

͵

































͸

N
E
K
A
N
I
K
A

T
A
N
A
B

I

͵

































͹

B
I
B
R
0
L
0
u
I

ʹ


































T
0
T
A
L

ͳ
ͻ

S
E
N
E
S
T
E
R

Ͷ



ͳ

P
E
R
S
A
N
A
A
N

B
I
F
E
R
E
N
S
I
A
L

͵

































ʹ

A
N
A
L
I
S
I
S

S
T
R
0
K
T
0
R

I

͵

































͵

T
E
K
N
I
K

P
0
N
B
A
S
I

I

͵

































Ͷ

S
I
S
T
I
N

T
R
A
N
S
P
0
R
T
A
S
I

ʹ

































ͷ

u
E
0
N
E
T
R
I
K

}
A
L
A
N

ʹ

































͸

E
K
0
N
0
N
I

T
E
K
N
I
K

ʹ

































͹

P
R
A
K
T
E
K

B
A
B
A
N

P
E
R
K
R
S
N

}
A
L
A
N

ͳ

































ͺ

P
R
A
K
T
E
K

T
E
K
N
0
L
0
u
I

B
A
B
A
N

ͳ

































ͻ

N
E
K
A
N
I
K
A

T
A
N
A
B

I
I

ͳ


































T
0
T
A
L

ͳ
ͺ

S
E
N
E
S
T
E
R

ͷ



ͳ

N
A
T
E
N
A
T
I
K
A

N
0
N
E
R
I
K

͵

































ʹ

A
N
A
L
I
S
I
S

S
T
R
0
K
T
0
R

I
I

͵

































͵

S
T
R
0
K
T
0
R

B
E
T
0
N

B
E
R
T
0
L
A
N
u


͵

































Ͷ

S
T
R
0
K
T
0
R

K
A
Y
0
ǡ

T

͵

































ͷ

I
R
I
u
A
S
I

B
A
N

B
A
N
u
0
N
A
N

A
I
R

ʹ

































͸

T
E
K
N
I
K

P
A
N
T
A
I

ʹ

































͹

P
E
R
A
N
C
A
N
u
A
N

u
E
0
N
E
T
R
I
K

}
A
L
A
N

ͳ

































ͺ

T
E
K
N
I
K

F
0
N
B
A
S
I

I
I

ͳ


































T
0
T
A
L

ͳ
ͺ

71 UNUD-BPMU-05-01-09
N
o
Ǥ

M
A
T
A

K
U
L
I
A
H

s
k
s

)
E
N
I
S

K
U
M
P
E
T
E
N
S
I







A
ͳ
A
ʹ

B
ͳ
B
ʹ

B
͵
C
ͳ

C
ʹ
C
͵

B
ͳ
B
ʹ

B
͵
B
Ͷ
B
ͷ

B
͸
B
͹
B
ͺ


S
E
M
E
S
T
E
R

͸



ͳ

S
T
R
0
K
T
0
R

B
A
}
A

͵

































ʹ

T
E
K
N
I
K

P
E
L
A
B
0
B
A
N

ʹ

































͵

B
R
A
I
N
A
S
E

ʹ

































Ͷ

T
E
K
N
I
K

L
A
L
0

L
I
N
T
A
S

ʹ

































ͷ

P
E
R
K
E
R
A
S
A
N

}
A
L
A
N

ʹ

































͸

T
E
K
N
I
K

u
E
N
P
A

͵

































͹

B
A
N
B
A
R

0
B
A
R
A

ʹ

































ͺ

P
E
R
A
N
C

S
T
R
0
K

B
E
T
0
N

B
E
R
T
0
L
A
N
u

ʹ

































ͻ

P
E
R
A
N
C

I
R
I
u
A
S
I

B
A
N

B
A
N
u
Ǥ

A
I
R

ͳ


































T
U
T
A
L
ͳ
ͻ




S
E
M
E
S
T
E
R

͹


















ͳ

I
L
N
0

L
I
N
u
K
0
N
u
A
N

ʹ

































ʹ

T
E
K
N
I
K

P
E
N
Y
E
B
A
T
A
N

L
I
N
u
K

ʹ

































͵

N
A
N
A
}
E
N
E
N

K
0
N
S
T
R
0
K
S
I

ʹ

































Ͷ

N
E
T

P
E
L
A
K
̵
N

B
A
N

P
E
N
E
L
̵
N

K
0
N
S
T
R
Ǥ

ʹ

































ͷ

T
E
K
N
I
K

}
E
N
B
A
T
A
N

ʹ

































͸

T
E
K
N
I
K

P
E
N
u
A
N
A
N
A
N

P
A
N
T
A
I

ʹ

































͹

N
E
T
0
B
E

P
E
N
E
L
I
T
I
A
N

ʹ

































ͺ

P
E
R
A
N
C
A
N
u
A
N

S
T
R
0
K
T
0
R

B
A
}
A

ͳ

































ͻ

K
E
R
}
A

P
R
A
K
T
E
K

͵


































T
U
T
A
L
ͳ
ͺ




S
E
M
E
S
T
E
R

ͺ


















ͳ

P
E
N
B
I
B
I
K
A
N

A
u
A
N
A

ʹ

































ʹ

P
E
N
B
I
B
I
K
A
N

P
A
N
C
A
S
I
L
A

ʹ

































72
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
͵

A
S
P
E
K

B
0
K
0
N

P
E
N
B
A
N
u
0
N
A
N

ʹ

































Ͷ

N
A
T
A

K
0
L
I
A
B

P
I
L
I
B
A
N

ͳ

ʹ

































ͷ

N
A
T
A

K
0
L
I
A
B

P
I
L
I
B
A
N

ʹ

ʹ

































͸

N
A
T
A

K
0
L
I
A
B

P
I
L
I
B
A
N

͵

ʹ

































͹

T
0
u
A
S

A
K
B
I
R

Ͷ


































T
U
T
A
L

ͳ
͸




T
U
T
A
L

S
E
L
U
R
U
H
N
Y
A

ͳ
Ͷ
Ͷ

M
A
T
A

K
U
L
I
A
H

P
I
L
I
H
A
N


















ͳ

A
N
A
L
I
S
I
S

S
T
R
0
K
T
0
R

L
A
N
}
0
T

ʹ

































ʹ

P
E
N
u
A
N
T
Ǥ

N
E
T
0
B
E

E
L
E
N
E
N

B
I
N
u
u
A

ʹ

































͵

P
E
R
A
N
C
A
N
u
A
N

S
T
R
0
K
T
0
R

ʹ

































Ͷ

S
T
R
0
K
T
0
R

K
0
N
P
0
S
I
T

ʹ

































ͷ

B
E
T
0
N

P
R
A
T
E
K
A
N

ʹ

































͸

N
A
N
A
}
E
N
E
N

L
A
L
0

L
I
N
T
A
S

ʹ

































͹

P
E
R
A
N
C
Ǥ

T
R
A
N
S
P
0
R
T
A
S
I

K
0
T
A

ʹ

































ͺ

T
E
K
Ǥ

P
E
R
K
E
R
S
N

Ƭ

P
E
N
E
L
I
B
R

}
A
L
A
N

ʹ

































ͻ

S
I
S
T
I
N

T
R
A
N
S
P
0
R
T
A
S
I

L
A
N
}
0
T
A
N

ʹ

































ͳ
Ͳ

T
E
K
N
I
K

B
E
N
B
0
N
u
A
N

ʹ

































ͳ
ͳ

P
E
N
u
E
N
B
Ǥ

S
0
N
B
E
R

B
A
Y
A

A
I
R

ʹ

































ͳ
ʹ

T
R
A
N
S
P
0
R
T
A
S
I

S
E
B
I
N
E
N

ʹ

































ͳ
͵

N
0
B
E
L

B
I
B
R
A
0
L
I
K

ʹ

































ͳ
Ͷ

u
E
0
L
0
u
I

T
E
K
N
I
K

L
A
N
}
0
T
A
N

ʹ

































ͳ
ͷ

N
E
K
A
N
I
K
A

T
A
N
A
B

L
A
N
}
0
T
A
N

ʹ

































ͳ
͸

T
E
K
N
I
K

P
0
N
B
A
S
I

L
A
N
}
0
T
A
N

ʹ

































ͳ
͹

N
E
T
0
B
E

P
E
R
B
A
I
K
A
N

T
A
N
A
B

ʹ

































ͳ
ͺ

N
A
N
A
}
E
N
E
N

K
0
N
S
T
Ǥ

L
A
N
}
0
T
A
N

ʹ

































ͳ
ͻ

A
N
A
L
I
S
I
S

S
I
S
T
I
N

ʹ

































ʹ
Ͳ

N
A
N
A
}
E
N
E
N

N
0
T
0

T
E
R
P
A
B
0

ʹ

































ʹ
ͳ

N
A
N
A
}
Ǥ

S
0
N
B
E
R

B
A
Y
A

N
A
N
0
S
I
A

ʹ

































ʹ
ʹ

A
K
0
N
T
A
N
S
I

B
I
A
Y
A

P
R
0
Y
E
K

ʹ

































ʹ
͵

T
0
P
I
K

K
B
0
S
0
S

ȋ
I
N
B
I
v
I
B
0
A
L

S
T
0
B
Y
Ȍ

ʹ

































73 UNUD-BPMU-05-01-09
P
i
o
g
i
a
m

S
t
u
u
i


ǣ

P
e
t
e
i
n
a
k
a
n










N
a
m
a

B
o
s
e
n
ǣ

N
a
t
a

K
u
l
i
a
h

ȋ
N
K
Ȍ


ǣ


K
i
m
i
a


B
i
o
f
i
s
i
k
a












































































ͳ
Ǥ


I
i

I

K
e
t
u
t

R
a
m
i
a
ǡ

N
S

K
o
u
e

N
K


ǣ


N
K
K

ͳ
Ͳ
ʹ
Ͷ




















































































ʹ
Ǥ


I
i
Ǥ

C
o
k

u
e
u
e

B
e
l
a
w
a

Y
a
u
n
y
a
ǡ

N
Ǥ
S
i
Ǥ

S
e
m
e
s
t
e
i


ǣ


ͳ

ȋ
S
a
t
u
Ȍ























































































͵
Ǥ


I

P
u
t
u

A
i
i

A
s
t
a
w
a
ǡ

N
Ǥ
S
i

S
K
S


ǣ

͵

ȋ
ʹ

Ȃ

ͳ
Ȍ




















































































Ͷ



A
Ǥ
A
Ǥ
P
t

P
u
t
i
a

W
i
b
a
w
a
ǡ

S
Ǥ
P
t
Ǥ
ǡ
N
Ǥ
S
i



ͷ
Ǥ

N
i

N
a
u
e

S
u
c
i

S
u
k
m
a
w
a
t
i
ǡ

S
Ǥ
P
T

S
t
a
n
u
a
i

K
o
m
p
e
t
e
n
s
i


ǣ


B
e
n
g
a
n

b
e
i
b
e
k
a
l

p
e
n
g
e
t
a
h
u
a
n

u
a
n

k
e
t
i
a
m
p
i
l
a
n

t
e
n
t
a
n
g

K
i
m
i
a

B
i
o
f
i
s
i
k
a

u
i
h
a
i
a
p
k
a
n

p
a
i
a

l
u
l
u
s
a
n


m
a
m
p
u

ǣ

a
Ǥ
B
e
i
p
i
k
i
i

i
a
s
i
o
n
a
l
ǡ

s
i
s
t
i
m
a
t
i
s

u
a
n

b
e
i
w
a
w
a
s
a
n

l
u
a
s

u
a
l
a
m

u
a
s
a
i
Ǧ
u
a
s
a
i

k
i
m
i
a

b
i
o
f
i
s
i
k
a
Ǥ

b
Ǥ
B
e
i
s
i
k
a
p

p
i
o
f
e
s
s
i
o
n
a
l
ǡ

u
i
n
a
m
i
s
ǡ

m
a
m
p
u

m
e
n
g
e
n
a
l
i

b
e
i
b
a
g
a
i

m
a
s
a
l
a
h

a
k
t
u
a
l

s
e
i
t
a

m
a
m
p
u

m
e
n
g
a
m
b
i
l

k
e
p
u
t
u
s
a
n

u
a
n

b
e
i
t
a
n
g
g
u
n
g

j
a
w
a
b

u
a
l
a
m

m
e
m
a
n
f
a
a
t
k
a
n

t
e
k
n
o
l
o
g
i

k
i
m
i
a

b
i
o
f
i
s
i
k
a
Ǥ



N
o
Ǥ

K
o
m
p
e
t
e
n
s
i

B
a
s
a
i

N
a
t
e
i
i

P
o
k
o
k

P
e
n
g
a
l
a
m
a
n

B
e
l
a
j
a
i

I
n
u
i
k
a
t
o
i

P
e
n
c
a
p
a
i
a
n

P
e
n
i
l
a
i
a
n

A
l
o
k
a
s
i

W
a
k
t
u

S
u
m
b
e
i
Ȁ

B
a
h
a
n
Ȁ
A
l
a
t

T
0
K
0
S
T
N
P
L
ͳ
Ǥ

N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
i
h
a
i
a
p
k
a
n

u
a
p
a
t

m
e
n
g
e
t
a
h
u
i

a
i
t
i
ǡ

k
o
n
s
e
p

u
a
n

i
u
a
n
g

l
i
n
g
k
u
p

k
i
m
i
a

b
i
o
f
i
s
i
k
a

P
e
n
g
e
i
t
i
a
n

k
o
n
s
e
p

u
a
n

i
u
a
n
g

l
i
n
g
k
u
p

k
i
m
i
a

b
i
o
f
i
s
i
k
a

N
e
m
p
e
l
a
j
a
i
i

t
e
n
t
a
n
g

a
i
t
i
ǡ

k
o
n
s
e
p

u
a
n

i
u
a
n
g

l
i
n
g
k
u
p

k
i
m
i
a

b
i
o
f
i
s
i
k
a
ǡ

f
e
n
o
m
e
n
a

k
e
h
i
u
u
p
a
n
ǡ

k
o
n
s
e
p

p
e
n
g
a
m
a
t
a
n
ǡ

p
e
n
g
u
k
u
i
a
n

u
a
n

s
y
s
t
e
m

s
a
t
u
a
n

u
a
n

p
e
n
g
u
k
u
i
a
n

N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
a
p
a
t

m
e
n
y
e
b
u
t
k
a
n

k
e
m
b
a
l
i

a
i
t
i
ǡ

k
o
n
s
e
p

u
a
n

i
u
a
n
g

l
i
n
g
k
u
p

k
i
m
i
a

b
i
o
f
i
s
i
k
a







ͷ
Ͳ
Ǧ
ͷ
Ͳ
S
t
u
u
i

g
u
i
u
e
T
u
g
a
s

t
e
i
s
t
i
u
k
t
u
i

B
i
k
t
a
t

k
u
l
i
a
h

T
e
x
b
o
o
k

T
i
a
n
s
p
a
i
a
n

ʹ
Ǥ

N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
i
h
a
i
a
p
k
a
n

u
a
p
a
t

m
e
n
g
e
i
t
i

t
e
n
t
a
n
g

c
a
i
i
a
n

h
a
y
a
t
i
ǡ

k
a
i
a
k
t
e
i

u
a
n

f
e
n
o
m
e
n
a

f
i
s
i
k

c
a
i
i
a
n

h
a
y
a
t
i
Ǥ


C
a
i
i
a
n

h
a
y
a
t
i

N
e
m
p
e
l
a
j
a
i
i

t
e
n
t
a
n
g

ǣ

ͳ
Ǥ
C
a
i
i
a
n

u
i

u
a
l
a
m

t
u
b
u
h

ʹ
Ǥ
A
i
i

u
a
n

o
i
g
a
n
i
s
a
s
i
n
y
a

͵
Ǥ
S
i
f
a
t

f
i
s
i
k
a
k
i
m
i
a

c
a
i
i
a
n

h
a
y
a
t
i

Ͷ
Ǥ
}
e
n
i
s

l
a
i
u
t
a
n

u
a
n

s
i
f
a
t

k
o
l
i
g
a
t
i
f
n
y
a

ͷ
Ǥ
E
m
u
l
s
i

͸
Ǥ
K
o
l
o
i
u

͹
Ǥ
P
i
o
t
e
i
n

u
a
n

f
u
n
g
s
i
n
y
a

u
a
l
a
m

c
a
i
i
a
n

h
a
y
a
t
i
N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
a
p
a
t

m
e
n
y
e
b
u
t
k
a
n

k
e
m
b
a
l
i

c
a
i
i
a
n

u
a
l
a
m

t
u
b
u
h
ǡ

a
i
i
ǡ

s
i
f
a
t
Ǧ
s
i
f
a
t
n
y
a
ǡ
j
e
n
i
s

l
a
i
u
t
a
n
ǡ

e
m
u
l
s
i
ǡ

k
o
l
o
i
u

p
i
o
t
e
i
n

u
a
n

f
u
n
g
s
i
n
y
a
Ǥ







ͷ
Ͳ

Ǧ

ͷ
Ͳ

I
u
e
m

L
a
m
p
i
r
a
n

6
C
o
n
t
o
h

S
i
l
a
b
u
s

ʹ
Ǥ


I
i
Ǥ

C
o
k

u
e
u
e

B
e
l
a
w
a

Y
a
u
n
y
a
ǡ

N
Ǥ
S
i
Ǥ

74
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
͵
Ǥ

N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
i
h
a
i
a
p
k
a
n

u
a
p
a
t

m
e
n
g
e
i
t
i

t
e
n
t
a
n
g

k
e
s
e
i
m
b
a
n
g
a
n

a
s
a
m

b
a
s
a
ǡ

p
B
ǡ

s
y
s
t
e
m

b
u
f
f
e
i

u
a
n

g
a
i
a
m

S
i
f
a
t

K
i
m
i
a

u
a
i
i

S
i
s
t
e
m

B
i
o
l
o
g
i

͵
Ǥ
ͳ
Ǥ

P
e
n
g
e
i
t
i
a
n

a
s
a
m

b
a
s
a
͵
Ǥ
ʹ
Ǥ

S
i
s
t
e
m

b
u
f
f
e
i

͵
Ǥ
͵
Ǥ

P
B

͵
Ǥ
Ͷ
Ǥ

u
a
i
a
m

͵
Ǥ
ͷ
Ǥ

A
l
k
a
l
o
s
i
s

u
a
n

A
s
i
u
o
s
i
s

N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
a
p
a
t

m
e
n
y
e
b
u
t
k
a
n

k
e
m
b
a
l
i

p
e
n
g
e
i
t
i
a
n

a
s
a
m

b
a
s
a
ǡ

b
u
f
f
e
i
ǡ

p
B
ǡ

g
a
i
a
m
ǡ

a
l
k
a
l
o
s
i
s

u
a
n

a
s
i
u
o
s
i
s







ͷ
Ͳ
ͳ
Ͳ
Ͳ
ͷ
Ͳ
I
u
e
m
Ͷ
Ǥ

N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
i
h
a
i
a
p
k
a
n

ǣ

B
a
p
a
t

m
e
n
g
e
i
t
i

t
e
n
t
a
n
g

g
a
s

u
a
n

s
i
f
a
t
Ǧ
s
i
f
a
t
n
y
a

u
a
s

u
a
l
a
m

s
y
s
t
e
m

B
i
o
l
o
g
i
s

Ͷ
Ǥ
ͳ
Ǥ

B
u
k
u
m
Ǧ
h
u
k
u
m

g
a
s

Ͷ
Ǥ
ʹ
Ǥ

S
e
n
y
a
w
a
Ǧ
s
e
n
y
a
w
a

y
a
n
g

b
e
i
s
i
f
a
t

g
a
s

Ͷ
Ǥ
͵
Ǥ

K
e
l
a
i
u
t
a
n

g
a
s

Ͷ
Ǥ
Ͷ
Ǥ

P
e
i
a
n

g
a
s

u
l
m

s
y
s
t
e
m

b
i
o
l
o
g
i
s

N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
a
p
a
t

m
e
n
y
e
b
u
t
k
a
n

k
e
m
b
a
l
i

h
o
k
u
m
Ǧ
h
u
k
u
m

g
a
s
ǡ

s
i
f
a
t

u
a
n

f
u
n
g
s
i
n
y
a

u
l
m

s
y
s
t
e
m

b
i
o
l
o
g
i
s







ͷ
Ͳ

ͳ
Ͳ
Ͳ

ͷ
Ͳ

I
u
e
m

ͷ
Ǥ

N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
i
h
a
i
a
p
k
a
n

ǣ

B
a
p
a
t

m
e
n
g
e
i
t
i

s
y
s
t
e
m

p
a
n
a
s

u
a
l
a
m

s
y
s
t
e
m

b
i
l
o
g
i

S
i
s
t
e
m

P
a
n
a
s

ͷ
Ǥ
ͳ
Ǥ

B
a
s
a
i

F
i
s
i
k

P
a
n
a
s
ͷ
Ǥ
ʹ
Ǥ

E
f
e
k

p
a
n
a
s

ͷ
Ǥ
͵
Ǥ

F
u
n
g
s
i

p
a
n
a
s

u
l
m

s
y
s
t
e
m

b
i
o
l
o
g
i

N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
a
p
a
t

m
e
n
y
e
b
u
t
k
a
n

k
e
m
b
a
l
i

u
a
s
a
i

f
i
s
i
k

p
a
n
a
s
ǡ

e
f
e
k

p
a
n
a
s

u
a
n

f
u
n
g
s
i
n
y
a







ͷ
Ͳ
ͳ
Ͳ
Ͳ
ͷ
Ͳ
I
u
e
m
͸
Ǥ

N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
i
h
a
i
a
p
k
a
n

ǣ

B
a
p
a
t

m
e
n
g
e
i
t
i

t
e
n
t
a
n
g

s
y
s
t
e
m

k
e
l
i
s
t
i
i
k
a
n

u
i

u
a
l
a
m

t
u
b
u
h

B
i
o
l
i
s
t
i
i
k

T
u
b
u
h

͸
Ǥ
ͳ
Ǥ

p
e
n
g
e
i
t
i
a
n

b
i
o
f
i
s
i
k

t
u
b
u
h

͸
Ǥ
ʹ
Ǥ

K
e
l
i
s
t
i
i
k
a
n

y
a
n
g

t
i
m
b
u
l

u
l
m

t
u
b
u
h

͸
Ǥ
͵
Ǥ

k
e
g
u
n
a
a
n

b
i
o
l
i
s
t
i
i
k

t
u
b
u
h

u
l
m

b
i
u
a
n
g

p
e
t
e
i
n
a
k
a
n

N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
a
p
a
t

m
e
n
y
e
b
u
t
k
a
n

k
e
m
b
a
l
i

p
e
n
g
e
i
t
i
a
n
ǡ

p
e
i
a
n

u
a
n

f
u
n
g
s
i

b
i
o
l
i
s
t
i
i
k

u
l
m

t
u
b
u
h







ͷ
Ͳ

ͳ
Ͳ
Ͳ

ͷ
Ͳ

I
u
e
m

͹
Ǥ

N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
i
h
a
i
a
p
k
a
n

ǣ

B
a
p
a
t

m
e
n
g
e
t
a
h
u
i

t
e
n
t
a
n
g

P
e
n
g
e
n
a
l
a
n

N
i
k
i
o
s
k
o
p

͹
Ǥ
ͳ
Ǥ
P
e
n
g
e
i
t
i
a
n

m
i
k
i
o
s
k
o
p
͹
Ǥ
ʹ
Ǥ
Ǥ

}
e
n
i
s
Ǧ
j
e
n
i
s

m
i
k
i
o
s
k
o
p

͹
Ǥ
͵
Ǥ

K
o
m
p
o
n
e
n

u
a
n

k
e
g
u
n
a
a
n

m
i
k
i
o
s
k
o
p

N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
a
p
a
t

m
e
n
y
e
b
u
t
k
a
n

k
e
m
b
a
l
i

p
e
n
g
e
i
t
i
a
n
ǡ

j
e
n
i
s

u
a
n

f
u
n
g
s
i







ͷ
Ͳ
ͳ
Ͳ
Ͳ
ͷ
Ͳ
I
u
e
m
75 UNUD-BPMU-05-01-09
m
i
k
i
o
s
k
o
p
ǡ

k
o
m
p
o
n
e
n

u
a
n

k
e
g
u
n
a
a
n
n
y
a

m
i
k
i
o
s
k
o
p

ͺ
Ǥ

N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
i
h
a
i
a
p
k
a
n

ǣ

B
a
p
a
t

m
e
n
j
e
l
a
s
k
a
n

t
e
n
t
a
n
g

s
e
l
ǡ

m
e
m
b
i
a
n
e

s
e
l
ǡ

f
u
n
g
s
i

u
a
n

s
t
i
u
k
t
u
i
n
y
a

S
e
l

u
a
n

B
i
o
m
e
m
b
i
a
n

ͺ
Ǥ
ͳ
Ǥ

P
e
n
g
e
i
t
i
a
n

s
e
l

ͺ
Ǥ
ʹ
Ǥ

P
e
n
g
e
i
t
i
a
n

m
e
m
b
i
a
n
e

s
e
l

ͺ
Ǥ
͵
Ǥ

F
u
n
g
s
i

m
e
m
b
i
a
n
e

s
e
l

ͺ
Ǥ
Ͷ
Ǥ

S
t
i
u
k
t
u
i

m
e
m
b
i
a
n
e

s
e
l

ͺ
Ǥ
ͷ
Ǥ

N
e
k
a
n
i
s
m
e

b
i
o
s
i
n
t
e
s
i
s

m
e
m
b
i
a
n

N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
a
p
a
t

m
e
n
y
e
b
u
t
k
a
n

k
e
m
b
a
l
i

P
e
n
g
e
i
t
i
a
n
ǡ

f
u
n
g
s
i
ǡ

s
t
i
u
k
t
u
i
ǡ

m
e
k
a
n
i
s
m
e

k
e
i
j
a
ǡ

f
e
n
o
m
e
n
a
Ǥ







ͷ
Ͳ

ͳ
Ͳ
Ͳ

ͷ
Ͳ

I
u
e
m

ͻ
Ǥ

N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
i
h
a
i
a
p
k
a
n

ǣ

B
a
p
a
t

m
e
n
j
e
l
a
s
k
a
n

t
e
n
t
a
n
g

s
e
l
ǡ

m
e
m
b
i
a
n
e

s
e
l
ǡ

f
u
n
g
s
i

u
a
n

s
t
i
u
k
t
u
i
n
y
a

B
i
o
m
e
m
b
i
a
n

s
e
l

l
a
n
j
u
t
a
n

ͺ
Ǥ
͸
Ǥ

F
e
n
o
m
e
n
a

m
e
m
b
i
a
n

ͺ
Ǥ
͹
Ǥ

p
e
n
g
g
u
n
a
a
n

m
e
m
b
i
a
n
e

u
i
l
a
b
o
i
a
t
o
i
i
u
m

ͺ
Ǥ
ͺ
Ǥ

u
a
n
g
g
u
a
n

f
u
n
g
s
i

m
e
m
b
i
a
n

K
e
g
u
n
a
a
n

m
e
m
b
i
a
n
e

u
a
l
a
m

l
a
b

s
e
i
t
a

g
a
n
g
g
u
a
n

f
u
n
g
s
i

m
e
m
b
i
a
n







ͷ
Ͳ

ͳ
Ͳ
Ͳ

ͷ
Ͳ

I
u
e
m

ͳ
Ͳ
Ǥ

N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
i
h
a
i
a
p
k
a
n

ǣ

B
a
p
a
t

m
e
n
j
e
l
a
s
k
a
n

m
e
k
a
n
i
s
m
e

t
i
a
n
s
p
o
i
t
a
s
i

m
e
l
a
l
u
i

m
e
m
b
i
a
n
e

s
e
l

T
i
a
n
s
p
o
i
t
a
s
i

m
e
l
a
l
u
i

m
e
m
b
i
a
n
e

ͻ
Ǥ
ͳ
Ǥ

P
e
n
g
e
i
t
i
a
n

t
i
a
n
s
p
o
t
a
s
i

m
e
l
a
l
u
i

m
e
m
b
i
a
n
e

s
e
l

ͻ
Ǥ
ʹ
Ǥ

}
e
n
i
s
Ǧ
j
e
n
i
s

t
i
a
n
s
p
o
t
a
s
i

m
e
l
a
l
u
i

m
e
m
b
i
a
n
e

s
e
l

ͻ
Ǥ
͵
Ǥ

N
e
k
a
n
i
s
m
e

t
i
a
n
s
p
o
i
t
a
s
i

b
i
o
m
o
l
e
k
u
l

m
e
l
a
l
u
i

m
e
m
b
i
a
n
e

s
e
l

N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
a
p
a
t

m
e
n
y
e
b
u
t
k
a
n

k
e
m
b
a
l
i

p
e
n
g
e
i
t
i
a
n
ǡ

j
e
n
i
s
Ǧ
j
e
n
i
s

u
a
n

m
e
k
a
n
i
s
m
e

t
i
a
n
s
p
o
i
t
a
s
i

m
e
l
a
l
u
i

m
e
m
b
i
a
n
e

s
e
l







ͷ
Ͳ

ͳ
Ͳ
Ͳ

ͷ
Ͳ

I
u
e
m

ͳ
ͳ
Ǥ

N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
i
h
a
i
a
p
k
a
n

ǣ

F
i
a
k
s
i
n
a
s
i

s
e
l

ͳ
Ͳ
Ǥ
ͳ
Ǥ

T
u
j
u
a
n

f
i
a
k
s
i
n
a
s
i

s
e
l

ͳ
Ͳ
Ǥ
ʹ
Ǥ

N
e
t
o
u
e

f
i
a
k
s
i
n
a
s
i

s
e
l

N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
a
p
a
t

m
e
n
y
e
b
u
t
k
a
n







ͷ
Ͳ

ͳ
Ͳ
Ͳ

ͷ
Ͳ

I
u
e
m

76
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
B
a
p
a
t

m
e
n
j
e
l
a
s
k
a
n

c
a
i
a

f
i
a
k
s
i
n
a
s
i

s
e
l

u
a
n

s
u
b

o
i
g
a
n
e
l

ͳ
Ͳ
Ǥ
͵
Ǥ

S
e
n
t
i
i
f
u
g
a
s
i

ͳ
Ͳ
Ǥ
Ͷ
Ǥ

N
o
n
i
t
o
i
i
n
g

h
a
s
i
l

k
e
m
b
a
l
i

t
u
j
u
a
n
ǡ

m
e
t
o
u
e

f
i
a
k
s
i
n
a
s
i

u
a
n

t
i
a
n
s
p
o
i
t
a
s
i

u
a
n

S
e
n
t
i
i
f
u
g
a
s
i

ͳ
ʹ
Ǥ

N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
i
h
a
i
a
p
k
a
n

ǣ

B
a
p
a
t

m
e
n
g
e
t
a
h
u
i

j
e
n
i
s

u
a
n

s
i
f
a
t

g
u
g
u
s

f
u
n
g
s
i
o
n
a
l

b
i
o
m
o
l
e
k
u
l



ͳ
ͳ
Ǥ
ͳ
Ǥ

P
e
n
g
e
i
t
i
a
n

g
u
g
u
s

f
u
n
g
s
i
o
n
a
l

ͳ
ͳ
Ǥ
ʹ
Ǥ

}
e
n
i
s
Ǧ
j
e
n
i
s

g
u
g
u
s

f
u
n
g
s
i
o
n
a
l

ͳ
ͳ
Ǥ
͵
Ǥ

S
i
f
a
t
Ǧ
s
i
f
a
t

g
u
g
u
s

f
u
n
g
s
i
o
n
a
l

N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
a
p
a
t

m
e
n
y
e
b
u
t
k
a
n

k
e
m
b
a
l
i

p
e
n
g
e
i
t
i
a
n
ǡ

j
e
n
i
s

u
a
n

s
i
f
a
t
Ǧ
s
i
f
a
t

g
u
g
u
s

f
u
n
g
s
i
o
n
a
l







ͷ
Ͳ

ͳ
Ͳ
Ͳ
ͷ
Ͳ
I
u
e
m
ͳ
͵
Ǥ

N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
i
h
a
i
a
p
k
a
n

ǣ

B
a
p
a
t

m
e
n
g
e
t
a
h
u
i

k
o
m
u
n
i
k
a
s
i

u
a
n

i
m
f
o
i
m
a
s
i

u
a
l
a
m

j
a
i
i
n
g
a
n

t
u
b
u
h


ͳ
ʹ
Ǥ
ͳ
Ǥ

P
e
n
g
a
n
t
a
i

i
m
f
o
i
m
a
s
i

u
l
m

s
y
s
t
e
m

j
a
i
i
n
g
a
n

ͳ
ʹ
Ǥ
ʹ
Ǥ
B
i
o
i
m
f
o
i
m
a
t
i
k
a

u
l
m

j
a
i
i
n
g
a
n
ͳ
ʹ
Ǥ
͵
Ǥ

B
a
t
a

a
s
a
m

n
u
l
e
a
t

ͳ
ʹ
Ǥ
Ͷ
Ǥ

K
e
m
a
j
u
a
n

u
l
m

b
i
o
i
m
f
o
i
m
a
t
i
k
a

u
a
n

k
o
m
p
u
t
e
i
i
s
a
s
i

N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
a
p
a
t

m
e
n
y
e
b
u
t
k
a
n

k
e
m
b
a
l
i

p
e
n
g
e
i
t
i
a
n
ǡ

m
a
n
f
a
a
t
ǡ

k
e
m
a
j
u
a
n
Ǧ
k
e
m
a
j
u
a
n

b
i
o
i
m
f
o
i
m
a
t
i
k
a

u
l
m

j
a
i
i
n
g
a
n







ͷ
Ͳ

ͳ
Ͳ
Ͳ

ͷ
Ͳ

I
u
e
m

ͳ
Ͷ
Ǥ

N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
i
h
a
i
a
p
k
a
n

ǣ

B
a
p
a
t

m
e
n
g
e
i
t
i

u
a
s
a
i
Ǧ
u
a
s
a
i

i
a
u
i
a
s
i
ǡ

f
u
n
g
s
i

u
a
n

e
f
e
k

y
a
n
g

u
i
m
i
l
i
k
i
n
y
a


ͳ
͵
Ǥ
ͳ
Ǥ

P
e
n
g
e
i
t
i
a
n

i
a
u
i
o
b
i
o
l
o
g
i

ͳ
͵
Ǥ
ʹ
Ǥ

B
a
s
a
i

f
i
s
i
k

k
i
m
i
a

i
a
u
i
o
l
o
g
y

ͳ
͵
Ǥ
͵
Ǥ

F
u
n
g
s
i

i
a
u
i
a
s
i

ͳ
͵
Ǥ
Ͷ
Ǥ

}
e
n
i
s
Ǧ
j
e
n
i
s

i
a
u
i
a
s
i

ͳ
͵
Ǥ
ͷ
Ǥ

E
f
e
k

i
a
u
i
a
s
i

t
h
u

o
i
g
a
n
i
s
m
e

ͳ
͵
Ǥ
͸
Ǥ

P
i
o
t
e
k
s
i

i
a
u
i
a
s
i

N
a
h
a
s
i
s
w
a

u
a
p
a
t

m
e
n
y
e
b
u
t
k
a
n

k
e
m
b
a
l
i

p
e
n
g
e
i
t
i
a
n
ǡ

f
u
n
g
s
i
ǡ

e
f
e
k

u
a
n

p
i
o
t
e
k
s
i

i
a
u
i
a
s
i
Ǥ







ͷ
Ͳ

ͳ
Ͳ
Ͳ

ͷ
Ͳ

I
u
e
m


K
e
t
e
i
a
n
g
a
n

ǣ

T

α


t
e
i
t
u
l
i
s
ǡ

0
K

α


0
n
j
u
k

k
e
i
j
a
ǡ

0
S

α


0
n
j
u
k

s
i
k
a
p
ǡ

T
m

α


T
a
t
a
p

m
u
k
a
ǡ

P

α


P
i
a
k
t
i
k
u
m
ǡ

L

α



L
a
t
i
h
a
n

77 UNUD-BPMU-05-01-09
ͳǤ NATA K0LIAB EK0FISI0L0uI TANANAN PAKAN
ʹǤ K0BE NATA K0LIAB NKK͵Ͳ͵ʹ
͵Ǥ WAKT0 PERTEN0AN ʹ x ͳͲͲ menit α ʹͲͲ menit
ͶǤ PERTEN0AN KEǦ ͳ uan ʹ
ͷǤ INBIKAT0R
PENCAPAIAN
Nahasiswa uapat menyebutkan posisi ekofisiologi tanaman
sebagai bagian uaii ilmu peteinakanǤ
Nahasiswa uapat menyebutkan kembali kaiakteisitikǡ
komponen lingkunganǡ Biuiosfeiǡ Atmosfeiǡ Litosfei uan
tanah seita ekosfei ualam hubungannya uengan tanamanǤ
͸Ǥ NATERI P0K0K Penuahuluan uan Lingkungan Tanaman
͹Ǥ PENuALANAN
BELA}AR
ͳǤ Nempelajaii tentang keuuuukan uan hubungan
ekofisiologi ualam ilmu peteinakan
ʹǤ Nempelajaii tentang kaiakteiistik komponen lingkungan
yang saling teikait uan meiupakan bagian uaii sebuah
system
STRATEuI PENBELA}ARAN
TABAPAN KEuIATAN B0SEN KEuIATAN NABASISWA NEBIA BAN ALAT
PENBELA}ARAN
ȋͳȌ ȋʹȌ ȋ͵Ȍ ȋͶȌ
Pembukaan Nembeiikan ulasan
umum tentang
ekofisiologi uan
kontiak keija
Nelihatǡ menuengaikan
penjelasanǡ seita
mencatat
SAPǡ Silabusǡ
Rencana uan }auwal
stuuy guiueǡ
Texbookǡ Tugas
Teistiuktuiǡ Biktatǡ
Sliue Piesentasi
Penyajian Nengulas tentang
pentingnya ilmu bagi
uunia peteinakan uan
menjelaskan tentang
tanaman makanan
teinak uengan
lingkungannya
Nelihatǡ menuengaikan
penjelasanǡ seita
mencatat
Iuem
Penutup Neiangkum uiaian
tentang ekofisiologi
uan lingkungan
tanaman
Nenyimakǡ mengajukan
peitanyaan uan penuapat
ualam uiskusi uan
menyusun lapoian
kegiatan selama kuliah
Iuem
Post Test 0jian teitulisǡ lisanǡ piaktikkumǡ evaluasi teihauap pioses pembelajaianǡ
misalnya membuat iesume atau lapoian piaktikum
Refeiensi uiasslanu Ecology ȋSpeuuingǡ CǤRǤWǤǡ ͳͻͺ͹Ȍ Ǣ Nineial Nutiition of Bighei
Plants ȋNaischneiǡ BǤǡ ͳͻͺ͸Ȍ Ǣ Plan Physiology ȋSalisbuiyǡ FǤBǤ anu CǤWǤ
RossǤǡ ͳͻͻʹȌ Ǣ Physiological Plant Ecology ȋLaiceiǡ WǤǡ ͳͻͺ͵Ȍ

Bosen ǣ BiǤ IiǤ I Wayan Suainaǡ NS



Tanua tangan
Lampiran 7
Contoh Satuan Acara Perkuliahan
78
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
ͳǤ NATA K0LIAB EK0FISI0L0uI TANANAN PAKAN
ʹǤ K0BE NATA K0LIAB NKK͵Ͳ͵ʹ
͵Ǥ WAKT0 PERTEN0AN ʹ x ͳͲͲ menit α ʹͲͲ menit
ͶǤ PERTEN0AN KEǦ ͵ uan Ͷ

ͷǤ INBIKAT0R PENCAPAIAN
Nahasiswa uapat menyebutkan uan menjelaskan
kembali tentang mekanisme fisiologis iauiasi uan
tempeiatui paua tanaman hijauan makanan teinak
͸Ǥ NATERI P0K0K Rauiasi uan Tempeiatui


͹Ǥ PENuALANAN BELA}AR
ͳǤ Nempelajaii tentang iauiasi uan mekanisme iauiasi
sebagai factoi fisiologi tanaman
ʹǤ Nempelajaii tentang pengaiuh tempeiatuie sebagai
faktoi fisiologis tanaman
S18A1LCl ÞLM8LLA!A8An
TABAPAN KEuIATAN B0SEN KEuIATAN
NABASISWA
NEBIA BAN ALAT
PENBELA}ARAN
ȋͳȌ ȋʹȌ ȋ͵Ȍ ȋͶȌ
Pembukaan Nembeiikan ulasan
umum tentang Rauiasi
uan Tempeiatui
Nelihatǡ
menuengaikan
penjelasanǡ seita
mencatat
SAPǡ Silabusǡ Rencana
uan }auwal stuuy guiueǡ
Texbookǡ Tugas
Teistiuktuiǡ Biktatǡ
Sliue Piesentasi
Penyajian Nengulas tentang
pioses uan mekanisme
fisiologi iauiasi uan
Tempeiatui paua
tanaman makanan
teinak
Nelihatǡ
menuengaikan
penjelasanǡ seita
mencatat
Iuem
Penutup Neiangkum uiaian
tentang Rauiasi uan
Tempeiatui Tanaman
Nenyimakǡ
mengajukan
peitanyaan uan
penuapat ualam
uiskusi
Iuem
Post Test 0jian teitulisǡ lisanǡ piaktikkumǡ evaluasi teihauap pioses
pembelajaianǡ misalnya membuat iesume tentang pengaiuh iauiasi uan
tempeiatuie paua tanaman
Refeiensi uiasslanu Ecology ȋSpeuuingǡ CǤRǤWǤǡ ͳͻͺ͹Ȍ Ǣ Nineial Nutiition of
Bighei Plants ȋNaischneiǡ BǤǡ ͳͻͺ͸Ȍ Ǣ Plan Physiology ȋSalisbuiyǡ FǤBǤ
anu CǤWǤ RossǤǡ ͳͻͻʹȌ Ǣ Physiological Plant Ecology ȋLaiceiǡ WǤǡ ͳͻͺ͵Ȍ
Bosenǣ BiǤ IiǤ I Wayan Suainaǡ NS
Tanua tangan
ƒ–ƒ–ƒǣ Ǧ uan seteiusnya SAP uibuat untuk peitemuan minggu keǦͷ sampai minggu
teiakhii ualam semestei yang beisangkutanǤ

Ǧ Setiap satu inuikatoi pencapaian yang muncul paua Silabus uibuatkan
satu SAPǤ
79 UNUD-BPMU-05-01-09
Lampiran 8
Contoh Kontrak Perkuliahan
KONTRAK PERKULIAHAN
Nama Mata Kuliah : Teknologi Budidaya Tanaman
Kode Mata Kuliah : ……
Bobot sks : 3 sks (2:1)
Semester : ……
Tempat Pertemuan : …..
Koordinator MK : Prof. Dr. Ir. I Nyoman Rai, M.S.
1. Manfaat Mata Kuliah
Manfaat yang diperoleh setelah menempuh mata kuliah ini,
mahasiswa mampu menjelaskan dan menganalisis kebutuhan dan
perkembangan teknologi budidaya tanaman sehingga nantinya
mahasiswa kompeten dalam menerapkan teknologi budidaya
tanaman dengan baik dan benar dalam mengelola usaha tani
tanaman semusim, tanaman tahunan dan tanaman hortikultura.
Untuk memperoleh manfaat tersebut, pelaksanaan kuliah diadakan
dalam bentuk tatap muka berupa pertemuan di kelas, diskusi,
pemberian tugas terstruktur dan tugas mandiri, serta praktikum di
laboratorium dan lapangan.
2. Deskripsi Mata Kuliah
Ruang Lingkup Mata kuliah Teknologi Budidaya Tanaman
membahas berbagai hal terkait dengan teknologi budidaya, yaitu
sejarah perkembangan teknologi budidaya tanaman, jenis-jenis
tanaman budidaya dan kebutuhan teknologi budidaya tanaman
80
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
dalam pembangunan pertanian, UU RI No.12 Tahun 1992 tentang
Sistem Budidaya Tanaman, Teknologi Budidaya yang baik dan
benar (Good Agriculture Practices/GAP) dan Standar Operasional
Prosedur (SOP), Konsep pewilayahan dan nilai ekonomi tanaman
semusim, tanaman tahunan dan tanaman hortikultura, teknologi
budidaya tanaman dalam mengelola usaha tani tanaman semusim,
tanaman tahunan dan tanaman hortukultura unggulan, serta
teknologi Budidaya dalam wadah (Plant Growing Structure) dan
sistem hidroponik.
Mata kuliah ini merupakan pendalaman lebih lanjut dari mata
Kuliah Dasar-Dasar Agronomi. Di samping itu, peran mata kuliah ini
sangat penting apabila mahasiswa mengambil mata kuliah pilihan
seperti manajemen produksi tanaman, kapita selekta tanaman
semusim, kapita selekta tanaman tahunan, kapita selekta tanaman
hortikultura dan teknologi produksi di luar musim.
Kaitannya dengan kopetensi lulusan PS yang telah ditetapkan,
mata kuliah ini mendukung kompetensi lulusan: mengerti dan
memahami Ipteks dibidang Agroekoteknologi berdasarkan
prinsip pertanian berkelanjutan, baik secara modern maupun
yang mengangkat kearifan local dan mampu menerapkan Ipteks
dibidang Agroekoteknologi (pelaku di bidang pertanian), mampu
merencanakan dan merancang sistem produksi tanaman secara
efektif dan produktif dan mampu melaksanakan perencanaan
sistem produksi secara tepat sesuai kaidah pertanian berkelanjutan
(manajer), serta berani memulai, melaksanakan dan pengembangkan
usaha inovatif di bidang agroekoteknologi (pengusaha).
3. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
Standar Kompetensi Mata Kuliah ini adalah mahasiswa
mampu menjelaskan dan menganalisis kebutuhan dan
perkembangan teknologi budidaya tanaman serta mahasiswa
dapat menerapkan teknologi budidaya tanaman dengan baik dan
81 UNUD-BPMU-05-01-09
benar dalam mengelola usaha tani tanaman semusim, tanaman
tahunan dan tanaman hortikultura. Sedangkan kompetensi
dasarnya adalah mampu menjelaskan perkembangan teknologi
budidaya tanaman, Memahami jenis-jenis tanaman budidaya dan
arti penting teknologi budidaya tanaman dalam pembangunan
pertanian, dapat menjelaskan kaitan UU Sistem Budidaya Tanaman
dan teknologi budidaya tanaman, mengetahui Teknologi Budidaya
yang baik dan benar (Good Agriculture Practices/GAP) dan dapat
menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP), mengerti
konsep pewilayahan dan nilai ekonomi tanaman semusim,
tanaman tahunan dan tanaman hortikultura, mampu menganalisis
teknologi budidaya dan mengelola usaha tani tanaman semusim,
tanaman tahunan dan tanaman hortikultura unggulan, dan dapat
menerapkan Teknologi Budidaya dalam wadah (Plant Growing
Structure) dan sistem hidroponik
4. Strategi Perkuliahan
Strategi perkuliahan pada mata kuiah ini banyak
menggunakan diskusi dan pemecahan masalah (problem solving
learning). Perkuliahan dilaksanakan dengan tatap muka, diskusi,
dan pemecahan masalah. Materi kuliah dan bahan bacaan
wajib diiformasikan pada awal perkuliahan. Untuk menambah
pemahaman materi kuliah, mahasiswa di berikan tugas-tugas
berupa tugas tugas terstrurktur, tugas mandiri dan praktikum.
Praktikum dilengkapi dengan Buku Penuntun Praktikum.
5. Materi Pokok
Materi pokok terdiri atas sejarah perkembangan teknologi
budidaya tanaman, jenis-jenis tanaman budidaya dan kebutuhan
teknologi budidaya tanaman dalam pembangunan pertanian, UU
RI No.12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman, Teknologi
82
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
Budidaya yang baik dan benar (Good Agriculture Practices/GAP)
dan Standar Operasional Prosedur (SOP), Konsep pewilayahan dan
nilai ekonomi tanaman semusim, tanaman tahunan dan tanaman
hortikultura, teknologi budidaya tanaman dalam mengelola usaha
tani tanaman semusim, tanaman tahunan dan tanaman hortukultura
unggulan, serta Teknologi Budidaya dalam wadah (Plant Growing
Structure) dan sistem hidroponik.
6. Bahan Bacaan
Buku/bahan bacaan dalam perkuliahan ini adalah sebagai
berikut:
1. Anonimous. 2004. Perkembangan Teknologi Pertanian dari
Jaman ke Jaman. Http://lablink.or.id./Agro/agr_sejarah/htm.
(15 Agustus 2005)
2. Reijntjes, C., B. Haverkort dan A. W. Waters-Bayer. 1999.
Pertanian masa depan. Pengantar untuk pertanian
berkelanjutan dengan input luar rendah. Penerbit Kanisius.
3. Verheij dan Coronel (1997). Prosea. Sumberdaya Nabati.
4. UU RI No.12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman.
5. Padi. Buku 1 dan Buku 2. Balitbang Pertanian, Paslitbangtan
Pangan, Bogor. Tahun 1988 dan Tahun 1999.
6. Jagung. Buletin Teknik No. 3. Balitbang Pertanian, Paslitbangtan
Pangan, Bogor. Tahun 1991.
7. Kedelai. Balitbang Pertanian, Paslitbangtan Pangan, Bogor.
Tahun 1985.
8. Yahmadi, M.(2007). Rangkaian Perkembangan dan
Permasalahan Budidaya & Pengolahan Kopi di Indonesia.
9. Wilson, K. C. 1985. Climate and Soil. P97-107. In: M. N. Cliford &
K. C. Wilsons (eds). Coffe; Botany,Biochemestry and Production
of Beans and Beverage,The AVI Publishing Company Inc;
Westport, Connecticut.
10. Rosenburg, N.J. 1974. Microclimate, the biological envirenment.
83 UNUD-BPMU-05-01-09
John wiley & Sons, New York.
11. Soenaryo, 1978. Naungan tanaman kopi. Balai Penelitian
Jember.
12. Hartobudoyo, S. 1975. Pemngkasan kopi. B.P.PB. Sub B.P.B
Jember.
13. Soule, J. 1985. Glossary for Horticultural Crops. American
Sociaty for Horticultral Science. John Wilay & Sons. New
York.
14. Janick, J. 1972. Horticulture Science. W.H. Freeman and
Company. San Fransico.
15. Lakitan, B. 1995. Hortikultura. Teori, Budidaya, dan pasca
panen. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
16. Nurhayati Ansori. 1982. Tanaman hias dalam taman. Diktat
Kuliah Tanaman Hias. Faperta IPB.
17. Soekartawi. 1996. Manajemen Agribisnis Bunga Potong. UI-
Press Jakarta.
18. Salunkhe, D. K. dan S. S. Kadam. 1995. Handbook of Fruit
Science and Technology. Marcel Dekker Inch. New York.
19. Rai, I.N. dan R. Poerwanto. 2008. Memproduksi buah-buahan
di luar musim. Andy Publisher Yogyakarta.
20. Wibowo, A.S. 2002. Greenhouse Alternatif Budidaya Tanaman
secara Modern. PT. Tanindo Subur Prima. Surabaya
21. Nurhayati, M. 1997. Rumah Kaca. Bahan Ajar PS. Arsitektur
Pertamanan, Jurusan Budidaya Pertanian Faperta IPB.
22. Nicholls, R.E. 1993. Hidroponik Tanaman Tanpa Tanah.
Terjemahan “Beginning Hydroponics Soilless Gardening.
Dahara Prize. Semarang.
23. CREATA (Pusat Pengkajian dan Penerapan Ilimu dan Teknologi
untuk Pertanian Tropika. 2001. Aplikasi Teknologi Hidroponik
untuk Pengembangan Agribisnis Perkotaan.
84
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
7. Tugas-Tugas.
7.1 Tugas Website
(Tugas kelompok maksimum 5 orang) mengumpulkan dan
membahas online journal yang terkait dengan pokok-pokok
bahasan.
7.2 Tugas paper dan presentasi
(Tugas paper kelopok maksimum 5 orang) pilih satu judul
dari topik yang diterima, buatlah paper singkat berdasarkan
minimal 3 artikel yang sesuai dan saling melengkapi, tidak
berupa re-write dari artikel, tapi berupa hasil pemikiran,
analisis dan sistesis dari artikel-artikel yang dibaca. Panjang
paper 5 halaman, 1,5 spasi dan mengikuti aturan penulisan
tulisan ilmiah. Paper dipresentasikan pada hari tertentu
menurut kesepakatan.
7.4 Tugas Praktikum
Kerjakan praktikum sesuai dengan Buku Pedoman Praktikum
(dijelaskan pada asistensi praktikum). Praktikum harus
dikerjakan dengan baik, disiplin dan bertanggungjawab.
Laporan praktikum dibuat dalam bentuk laporan mandiri
(tidak berkelompok).
8. Kreteria dan Standar Penilaian
Penilaian dilakukan berdasarkan Ujian tertulis, lisan,
penilaian/evaluasi terhadap proses pembelajaran, unjuk kerja dan
unjuk sikap dengan komponen sebagai berikut:
Tugas paper : 10%
Tugas praktikum : 20%
Tugas web dan tugas tersrtuktur : 5%
Presensi : 5%
85 UNUD-BPMU-05-01-09
Presentasi kelompok : 10%
Keaktifan dikelas : 10%
UTS : 20%
UAS : 20%
Terkait dengan Standar Penilaian digunakan sistem Penilaian
Acuan Patokan (PAP). Hasil evaluasi dikategorikan sebagai
berikut:
Angka Mutu
(skala 0-10)
Angka Mutu
(skala 0-4)
Huruf Mutu
(Skala Kualitatif)
8,0 - 10,0 4 A
6,5 - 7,9 3 B
5,6 - 6,4 2 C
4,5 - 5,4 1 D
0,0 - 4,4 0 E
9. Tata Tertib Siswa dan Dosen
1. Mahasiswa diwajibkan menggunakan pakaian (tidak oblong)
dan pantas pada waktu mengikuti perkuliahan di kelas.
2. Mahasiswa tidak diperkenankan memakai sandal jepit, baik
waktu mengikuti perkuliahan maupun pada waktu praktikum,
atau menghadap dosen untuk bimbingan maupun konsultasi
akademik.
3. Pada waktu perkuliahan semua handphone harus dalam
keadaan mati/silent.
4. Keterlambatan masuk di kelas hanya diijinkan maksimal 15
menit dari jadwal. Lewat dari batas tersebut mahasiswa boleh
masuk tapi tidak mendapat presensi.
86
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
5. Tidak diperkenakan melakukan keributan di kelas dalam
bentuk apapun selama perkuliahan berlangsung, kecuali pada
saat diskusi.
6. Mahasiswa wajib hadir minimal 75 % dari jumlah tatap muka.
7. Tidak ada ujian susulan untuk UTS dan UAS, kecuali dengan
alasan jelas.
8. Hasil evaluasi mahasiswa wajib dikembalikan pada mahasiswa
2 minggu setelah ujian berakhir.
9. Protes nilai dilayani paling lama 1 minggu setelah nilai keluar
10. Jadwal Kuliah
No. Pokok Bahasan
Minggu
Ke.
Dosen Pengajar
1
Sejarah perkembangan
teknologi budidaya tanaman
I I. N. Rai
2
Jenis-jenis tanaman budidaya
dan kebutuhan teknologi
budidaya tanaman dalam
pembangunan pertanian
II I. N. Rai
3
UU RI No.12 Tahun 1992
tentang Sistem Budidaya
Tanaman
III C.G.A. Semarajaya
4
Good Agriculture Practices dan
Standar Operasional Prosedur
(SOP)
IV C.G.A. Semarajaya
5
Konsep pewilayahan tanaman
semusim dan nilai ekonomi
tanaman semusim
V K. Kartha Dinata
6
Morfologi dan syarat tumbuh
tanaman semusim
VI K. Kartha Dinata
87 UNUD-BPMU-05-01-09
7
Teknologi tanaman semusim
andalan dan unggulan (padi,
jagung, kacang-kacangan)
VII K. Kartha Dinata
8
Kesesuaian lahan (iklim dan
lahan) dan arti ekonomi
tanaman tahunan
VIII I. N. Suteja
9
Bagian-bagian vegetatif
tanaman tahunan
IX I. N. Suteja
10
Teknologi budidaya dan
mengelola usaha tani tanaman
tahunan unggulan
X I. N. Suteja
11
Teknologi budidaya komoditas
sayuran andalan dan unggulan
XI N.G. Astawa
12
Teknologi budidaya komoditas
tanaman hias andalan dan
unggulan
XII N.G. Astawa
13
Teknologi budidaya komoditas
buah-buahan andalan dan
unggulan
XIII I. N. Rai
14
Plant Growing Structure dan
sistem hidroponik
XIV I. N. Rai
88
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA
11. Lain-lain
Apabila ada hal-hal yang diluar kesepakatan ini untuk perlu
disepakati, dapat dibicarakan pada acara perkuliahan. Apabila
ada perubahan isi kontrak perkuliahan, akan ada pemberitahuan
terlebih dahulu. Kontrak perkuliahan ini dapat dilaksanakan, mulai
dari disampaikan kesepakatan ini.
Pihak I Pihak II
Dosen Pengampu, a.n. Mahasiswa yang menempuh
( Prof. Dr. Ir. I Nyoman Rai, M.S) ( Korti MK Tek. Budidaya Tan.)
Mengetahui
Ketua PS. Agroekoteknologi
(Ir. A.A. Gede Suastika, MP)
89 UNUD-BPMU-05-01-09
Tim Penyusun Manual Prosedur

Pengaiah ǣ I Naue Bakta
Penanggungjawab ǣ I Komang uue Benuesa
Ketua ǣ Wayan Winuia
Anggota ǣ I Nengah Sujaya
ǣ I Nyoman Noiken
ǣ I Nyoman Rai
ǣ I Nyoman Semaui
ǣ I Ketut Suuibia
ǣ I Wayan Buuiaisa Suyasa
ǣ Ni Ketut Suwiti
ǣ I Naue Alit Kaiyawan Salain
ǣ I Wayan Sayang Yupaiui
ǣ Iua Bagus Wayan uunam
ǣ I Naue Subawa
ǣ I Naue Suyana 0tama
ǣ I Wayan Simpen
ǣ Bwi Putia Bhaimawan
ǣ Bapsaii Nahatmi
ǣ I Wayan Suaiuana

90
MANUAL PROSEDUR
SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN
DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA

SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA

MANUAL PROSEDUR

UNUD-BPMU-05-01-09

Revisi Tanggal Dikaji ulang oleh Dikendalikan oleh Disetujui oleh

:: 9 Maret 2010 : Pembantu Rektor Bidang Akademik : Ketua BPMU : Rektor Unud

©Universitas Udayana, 2009 All Right Reserved

Universitas Udayana

Manual Prosedur Penyusunan Spesifikasi Program Studi dan Perogram Pemberlajaran

Disetujui oleh

Revisi ke -

Tanggal 9-3-2010

UNUD-BPMU-05.01.09

Rektor

BUKIT JIMBARAN TAHUN 2010
UNUD-BPMU-05-01-09

i

ii

MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA

Berbagai dokumen yang kini sudah dihasilkan oleh BPMU dalam bidang akademik. buku ini berisi Standar Prosedur Operasional (SPO) Dosen. Sehingga prestasi yang kini telah dicapai oleh Unud dapat semakin dimantapkan dan ditingkatkan. Oleh karenanya. UNUD-BPMU-05-01-09 iii . Dalam berbagai kesempatan. seluruh isi dokumen ini dapat dimanfaatkan sebagai referensi oleh fakultas dan program studi dalam membuat berbagai dokumen yang terkait. Semua dokumen ini juga sangat penting artinya dalam pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) sehingga dapat memenuhi jaminan tentang kualitas yang akan dicapai oleh peserta didik setelah mereka mengikuti pendidikan di Unud. Dokumen ini berisi tentang format Spesifikasi Program Studi. SPO Dosen dapat dimanfaatkan untuk memonitor pelaksanaan tugas dosen dalam menjalankan dharma profesinya.SAMBUTAN REKTOR Kami mengucapkan puji dan syukur kehadapan Tuhan YME. Sementara itu. kami selalu menyampaikan bahwa Unud telah menegaskan sikapnya untuk secara terus menerus meningkatkan kualitas atau mutu akademiknya. Dengan demikian. diharapkan akan dapat dimanfaatkan sebagai sarana bagi peningkatan kualitas akademik tersebut. Dengan selesainya buku manual ini. Silabus. Di samping itu. kami mengucapkan terima kasih kepada Pengurus BPMU yang telah berusaha sekuat tenaga mewujudkan buku Manual Prosedur ini. karena BPMU telah berhasil merumuskan sebuah dokumen mutu. Kontrak Perkuliahan dan Sistem Penilaian. SAP.

diharapkan sivitas akademika Unud memiliki referensi yang baku dalam proses implementasi KBK. Demikian harapan kami, dan kiranya buku manual dapat sebagai bahan acuan untuk memperkaya proses pematangan, dan juga sebagai penuntun bagi sivitas akademika Unud, dalam pelaksanaan tugas masing-masing.

Bukit Jimbaran, Maret 2010 Rektor Universitas Udayana,

Prof.Dr.dr. I Made Bakta, Sp.PD (KHOM)

iv

MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA

KATA PENGANTAR

Rektor Universitas Udayana pada setiap kesempatan selalu menekankan agar Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dapat segera dilaksanakan di Unud. Kebijakan itu perlu didukung dengan penyiapan dokumen yang terkait, agar sivitas akademika memiliki referensi, sebagai sarana dalam pelaksanaan penerapan KBK tersebut. Pelaksanaan KBK memerlukan adanya sarana/prasarana tertentu, yakni dalam bentuk berbagai dokumen yang berkait. Dokumen yang diperlukan adalah (1) format spesifikasi program studi; (2) format proses pendidikan (SAP, Silabus, dan kontrak perkuliahan); dan (3) format sistem penilaian. Dalam konteks penilaian menyangkut tentang penilaian soft skill, proporsi antara penilaian proses dan hasil, dll. Sementara itu, dalam buku Manual Prosedur ini, juga diselipkan tentang “Standar Presedur Operasional” (SPO) Dosen. Karena dosen merupakan inti yang penting dalam proses pelaksanaan KBK. SPO Dosen, dapat dimanfaatkan untuk memonitor kinerja dosen dalam pelaksanaan tugasnya sebagai pendidik dalam proses pembelajaran. Manual Prosedur ini telah didiskusikan dengan Unit Penjaminan Mutu (UPM) Fakultas. Manual Prosedur ini merupakan penyempurnaan dan penggabungan dari berbagai elemen yang ada dalam Manual Prosedur Implementasi Penjaminan Mutu Akademik Internal Program Sarjana Unud (Unud-BPMU-04.01.02) dan Manual Proses Pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di Universitas Udayana (Unud-BPMU-05.01.02). Dengan demikian, berbagai elemen terkait yang diperlukan dalam proses pelaksanaan KBK, bisa terdapat
UNUD-BPMU-05-01-09

v

dalam satu buku manual. Sementara itu, dalam buku manual seperti ini, tidak ada lagi muncul istilah-istilah yang tidak dipakai lagi dalam proses KBK, seperti misalnya istilah GBPP. Demikian berbagai hal yang dapat disampaikan, dan diharapkan dapat bermanfaat bagi kemajauan proses pembelajaran di Unud. Akhirnya, terima kasih kami sampaikan kepada semua pengurus BPMU yang telah bekerja keras untuk membuat buku ini. Mohon maaf, apabila ada berbagai hal yang tidak berkenan, dan mohon kritik dan sarannya bagi penyempurnaan buku ini lebih lanjut. Semoga Tuhan Yang Maha Esa dapat selalu memberikan bimbingan-NYA.

Bukit Jimbaran, Maret 2010 Ketua BPMU Prof. Dr. Wayan Windia

vi

MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA

.................... IV... PEDOMAN PENYUSUNAN SPESIFIKASI PROGRAM STUDI .. LAMPIRAN / CONTOH ............................................................................... PENDAHULUAN ........................................................... KATA PENGANTAR ...................................... DAFTAR RUJUKAN .............................................................. III.................................. DAFTAR ISI.............. PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI ........................DAFTAR ISI SAMBUTAN REKTOR ....................................... PEDOMAN PENYUSUNAN SILABUS DAN SAP ........................................................... viii I................................................... iii v vii DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................. STANDAR PERAN DOSEN DAN PROSEDUR OPRASIONAL DALAM PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK) ............................................................................................... 23 36 37 20 17 3 8 1 UNUD-BPMU-05-01-09 vii ......................................................... II............................ PEDOMAN PENYUSUNAN KONTRAK PERKULIAHAN................................................................................. V....................................................................................................................... VI......................

........ SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . SAP............. 39 47 53 58 69 73 77 79 viii MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI................................ SILABUS... Contoh Silabus................. Check List.............................................................. Contoh Kompetensi Lulusan ..................... Contoh Kontrak Perkuliahan........ Contoh Peta Kurikulum ................................ Contoh Spesifikasi Program Studi/Jurusan ..... Contoh Kurikulum .... Contoh Satuan Acara Perkuliahan ...................................................... dan Format Penilaian dalam KBK .................................DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8 Contoh Rubrik.................. KONTRAK PERKULIAHAN.........

serta peraturan akademik. dan pengabdian pada masyarakat. dokumen pendukung. Unud membangun sistem dan melaksanakan penjaminan mutu akademik. manual prosedur. sedangkan di tingkat Program Studi (PS)/Jurusan/Bagian meliputi dokumen Spesifikasi Program Studi. Dalam Manual Prosedur Implementasi Penjaminan Mutu Akademik Internal Program Sarjana Unud (BPMU. mandiri. jenis dokumen penjaminan mutu yang disiapkan adalah Kebijakan Akademik. Kompetensi Lulusan dan Program Pembelajaran (Panduan Pelaksanaan SPM-PT Dikti. dan Manual Prosedur. dan kontrak perkuliahan. Disamping itu memiliki kemampuan akademik dan/atau professional yang dapat mengembangkan. Manual Mutu. 2008). yaitu dokumen akademik dan dokumen mutu. penelitian. Satuan Acara Perkuliahan (SAP). beriman dan bertaqwa. menciptakan dan menerapkan ilmu pengetahuan. Standar Akademik. instruksi kerja. standar pendidikan. Pelaksanaan penjaminan mutu didasarkan atas dua dokumen pokok. 2008) disebutkan UNUD-BPMU-05-01-09 1 . teknologi dan seni. Program pembelajaran antara lain meliputi silabus.I. PENDAHULUAN Universitas Udayana (Unud) sebagai lembaga pendidikan tinggi menyelenggarakan kegiatan pendidikan tinggi dengan tujuan menyiapkan perserta didik menjadi anggota masyarakat yang cerdas. Pada tingkat Perguruan Tinggi dan Fakultas. Sedangkan dokumen mutu sebagai instrumen untuk mencapai dan memenuhi standar yang telah ditetapkan terdiri dari manual mutu. visi-misi. dan borang. memuat tentang arah/ kebijakan. Peraturan Akademik. Dokumen akademik sebagai rencana atau standar. Untuk mencapai tujuan tersebut. berintegrasi tinggi. serta berwawasan budaya dan kebangsaan Indonesia.

bahwa salah satu butir prosedur implementasi sistem penjaminan mutu di Unud adalah Penyusunan Spesifikasi Program Studi oleh Ketua Jurusan dan Ketua Program Studi. 2 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. SAP. Pedoman ini disusun dengan harapan dapat membantu pengelola kegiatan akademik di tingkat Jurusan/ Bagian/Program Studi dalam menyusun spesifikasi Program Studi dan program pembelajaran (silabus. KONTRAK PERKULIAHAN. dalam manual mutu akademik Universitas Udayana (BPMU. Di samping itu. PS hendaknya menyusun Spesifikasi Program Studi untuk ruang lingkup tugas dan fungsinya. standar akademik dan manual mutu akademik yang berlaku. kontrak perkuliahan) dalam rangka pelaksanaan kegiatan penjaminan mutu kurikulum. 2008) disebutkan bahwa Ketua Jurusan/Kepala Bagian/Ketua Program Studi bertanggungjawab atas terlaksananya proses pembelajaran yang bermutu. Untuk itu. SILABUS. evaluasi terhadap pelaksanaan dan hasil proses pembelajaran dan melakukan tindakan perbaikan proses pembelajaran. SAP. Setiap PS memiliki fleksibilitas dan kebebasan untuk melakukan penyesuaian dan pengembangan dengan tetap mengacu kepada kebijakan akademik. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA .

dan ruang lingkup kerja yang khas dari unit kerja. Pelaksana Proses Pembelajaran (Fakultas. d. jangka waktu. b. Identitas PS meliputi Nama PS. Gelar Lulusan. UNUD-BPMU-05-01-09 3 . Visi seharusnya memuat tujuan. hendaknya ada pernyataan tentang kaitan antara kurikulum dengan Visi dan Misi PS.II. c. dan Akreditasi yang diperoleh.1 PEDOMAN PENYUSUNAN Pedoman ini berisi tentang butir-butir yang hendaknya dimuat dalam spesifikasi Program Studi di Lingkungan Universitas Udayana sebagai berikut: 1. Visi dan Misi PS menunjang Visi dan Misi Fakultas serta Visi dan Misi Unud. Misi dan Tujuan Pendidikan. Visi seharusnya ditinjau dan dirumuskan kembali secara berkala sesuai dengan perkembangan ipteks dan masyarakat. PEDOMAN PENYUSUNAN SPESIFIKASI PROGRAM STUDI 2. Di samping itu. Visi seharusnya dirumuskan bersama oleh pimpinan dengan memperhatikan masukan dari stakeholders dan disahkan oleh senat fakultas/rapat jurusan. 2. Contoh panduan penyusunan visi pendidikan: a. Visi seharusnya merupakan cita-cita yang dapat memberikan inspirasi bagi segenap pihak yang berkepentingan untuk bertindak. Visi. Tujuan Pendidikan juga dinyatakan dengan jelas pada spesifikasi program studi. Jurusan).

Tujuan pendidikan seharusnya disosialisasikan kepada dosen. e. g. Misi seluruh unit kerja seharusnya direvisi secara berkala sesuai dengan perkembangan ipteks dan kebutuhan masyarakat. Tujuan pendidikan seharusnya disusun bersama oleh pimpinan dengan memperhatikan masukan-masukan stakeholders. Misi seharusnya menjadi tolok ukur dalam evaluasi di seluruh unit kerja. Misi seharusnya memberi keluwesan ruang gerak pengembangan kegiatan satuan satuan lembaga yang terlibat. mahasiswa dan stakeholders. Misi seharusnya menunjukkan ruang lingkup pasar dan geografis yang menjadi sasaran. Misi seharusnya mengandung pokok pokok bentuk kegiatan utama yang dapat menjadi landasan hubungan kerja serta pengalokasian sumberdaya ke segenap pihak yang berkepentingan. b. d. 4 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. c. Tujuan pendidikan seharusnya dievaluasi secara berkala di seluruh unit kerja. Misi seharusnya memuat pernyataan yang berkaitan dengan kebijakan unit kerja. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . SILABUS.Contoh panduan penyusunan misi pendidikan : a. SAP. f. d. b. Tujuan pendidikan seharusnya disusun selaras dengan visi dan misi dan relevan dengan kebutuhan masyarakat sehingga dapat menghasilkan lulusan yang memilki kompetensi sesuai dengan jenjang pendidikan. KONTRAK PERKULIAHAN. c. Misi seharusnya memberikan arahan dalam mewujudkan visi dan dinyatakan dalam tujuan-tujuan yang dapat dicapai dalam kurun waktu tertentu. Contoh Panduan Penyusunan Tujuan Pendidikan: a.

Kurikulum dan Peta Kurikulum. yang meliputi perpaduan dari pengetahuan. kurikulum ditampilkan dalam bentuk Nama Mata Kuliah. Kode Mata Kuliah. laboratorium. nilai dan sikap yang direflesikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak. Di sini perlu dijelaskan dukungan untuk proses pembelajaran seperti tersedianya bimbingan akademik dan nonakademik. Semester diajarkan. UNUD-BPMU-05-01-09 5 . MKK. perpustakaan. 3. (b) kebutuhan masyarakat dan pengembangan ipteks. PS seharusnya mempunyai struktur kurikulum yang jelas. Dukungan untuk Mahasiswa dan Proses Pembelajaran. MBB). dan lain-lain. Kompetensi lulusan dibuat mengacu pada (a) Visi dan Misi Unud. Standar Kompetensi Lulusan. Tujuan pendidikan seluruh unit kerja seharusnya direvisi secara berkala sesuai dengan perkembangan ipteks dan kebutuhan masyarakat.e. MPB. dibuat secara sistematik per semester dan terlihat dengan jelas keterkaitan antara satu mata kuliah dengan yang lain. Dalam Spesifikasi Program Studi. (c) tuntutan pembangunan bangsa dan permintaan stakeholders (market signals). bimbingan penyelesaian tugas akhir. bimbingan praktikum. 4. Kelompok Mata Kuliah (MPK. dan (d) tuntutan belajar sepanjang hayat. tersedianya berbagai sumber belajar. keterampilan. 5. budaya dan seni. Kompetensi lulusan dinyatakan dalam butir-butir pernyataan yang menggambarkan tentang kompetensi yang harus dicapai oleh lulusan PS. dan jumlah SKS. ditampilkan pula Peta Kurikulum yang menggambarkan kaitan mata kuliah dengan kompetensi lulusan Program Studi. MKB. Di samping itu.

dan adanya penjaminan mutu akademik internal. keterampilan (skill). 6 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. melalui Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK).6. Kriteria Kelulusan dan Metode Penilaian. SILABUS. jenisjenis hibah kompetitif yang dimenangkan oleh PS/Jurusan. Sedangkan metode penilaian menjelaskan tentang cara dan kriteria penilaian dalam proses pembelajaran untuk mengetahui perubahan kemampuan (knowledge). 7. Mata kuliah tertentu yang harus diambil. dan lain sebagainya. Indikator Kualitas dan Standar. Dalam indikator kualitas dan standar ini diuraikan tentang pengakuan penilaian oleh pihak eksternal seperti akreditasi oleh BAN PT atau akreditasi dari pihak lain secara nasional maupun internasional. SAP. 9. pengembangan kemampuan mengajar staf dosen. 8. Indeks Prestasi Kumulatif Minimum. Dalam hal ini disebutkan metode evaluasi proses pembelajaran dalam rangka peningkatan kualitas dan standar proses pembelajaran. Metode Evaluasi dan Peningkatan Kualitas dan Standar Proses Pembelajaran. dan perilaku (behaviour) perserta didik dari suatu proses pembelajaran. jenis-jenis layanan yang mampu disediakan/diberikan dan kerjasama yang mampu dijalin dengan pihak luar. Kriteria Pendaftaran Masuk PT. Dalam kriteria pendaftaran disebutkan lulusan yang diterima seperti lulus Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). atau model penerimaan lain dan apakah menerima mahasiswa pindahan atau tidak. KONTRAK PERKULIAHAN. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . seperti jumlah minimum SKS yang harus ditempuh. Kriteria kelulusan menggambarkan persyaratan mimimum untuk dinyatakan lulus pada Program Studi yang bersangkutan.

.............................. Gelar Lulusan : ............................ 15.......2 CONTOH FORMAT Contoh Format Rumusan Spesifikasi Program Studi seperti berikut........ 4............................ Program Diakreditas oleh : ....................... 6............................ 5................ Kompetensi Lulusan (learning outcome) : ................... UNUD-BPMU-05-01-09 7 ........ Jurusan/Program Studi : ............ Tanggal Penyusunan/Perbaikan : ..... Peta Kurikulum : ... Kriteria Pendaftaran : .................................... 10.................. Dukungan untuk Mahasiswa dan Proses Pembelajaran : ................................ 14... 13................ 1............................ Indikator Kualitas dan Standar : .2......... 3....................................................... Kurikulum : ............... 2............... Visi.. 12........... Kriteria Lulusan dan Metode Penilaian : ....................... 9............. 7... 8................ Fakultas : ................................................................. Misi dan Tujuan Pendidikan : .... Nama Program Studi : ................ Metode Evaluasi dan Peningkatan Kualitas dan Standar Proses Pembelajaran: ............................... 11....................................... Perguruan Tinggi : Universitas Udayana Pelaksana Proses Pembelajaran : .....................

(7) Alokasi Waktu. (4) materi pokok/pembelajaran.III. (6) Penilaian. yaitu : (a) sebagai pedoman dosen pengampu dalam memprogram acara perkuliahannya pada setiap tatap muka dengan mahasiswa. dan (4) Strategi Pembelajaran. dan (8) Sumber Belajar. Kompetensi Lulusan. (2) kompetensi dasar. (2) Materi Pokok.1 TUJUAN Pedoman penyusunan Silabus dan SAP ini disusun dengan maksud untuk dapat membantu dosen dalam menyusun silabus dan SAP bagi setiap Mata Kuliah yang diampu. SILABUS. Dosen perlu didorong untuk menyusun silabus dan SAP yang baik mengingat ketersediaan silabus dan SAP dalam proses pembelajaran pada kurikulum berbasis kompetensi sangat penting. KONTRAK PERKULIAHAN. (5) Kegiatan/Pengalaman Belajar. Pedoman ini disusun dengan tujuan untuk dapat mendorong dosen dalam mendesain pembelajaran berbasis pada silabus dan SAP sesuai dengan format yang telah ditentukan. 8 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. (3) indikator pencapaian kompetensi. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . agar pelaksanaan proses belajar mengajar di kelas dapat terlaksana dengan efektif. dan Peta Kurikulum. PEDOMAN PENYUSUNAN SILABUS DAN SAP 3. Dasar Penyusunan Silabus dan SAP adalah Spesifikasi Program Studi. SAP. (3) Pengalaman Belajar. Sedangkan komponen SAP terdiri atas : (1) Indikator Pencapaian. dan mendorong dosen untuk mendukung perencanaan dan pengembangan kurikulum yang berkelanjutan. Komponen Silabus terdiri atas : (1) standar kompetensi. dan (b) sebagai pedoman dosen pengampu dalam menyiapkan bahan ajar sesuai dengan referensi dan acara perkuliahannya setiap kali melakukan tatap muka dengan mahasiswa.

dan psikomotor yang harus menjadi bagian hidup dalam berfikir dan bertindak. yang terdiri atas: a. Kode Mata Kuliah: diisi kode mata kuliah sesuai dengan kode yang ada dalam struktur kurikulum. Perumusan Standar Kompetensi (SK). 2. f. Mata Kuliah Prasyarat: diisi nama mata kuliah yang harus ditempuh sebelum mengikuti mata kuliah yang bersangkutan (bisa ada. Standar Kompetensi diisi dengan kemampuan mahasiswa yang diharapkan setelah satu semester mengikuti pembelajaran suatu mata kuliah dalam hal kognitif. Rumuskan standar kompetensi dari mata kuliah yang didasarkan pada tujuan akhir dari mata kuliah tersebut.2 LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN SILABUS Langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan dalam penyusunan silabus suatu mata kuliah adalah sebagai berikut. dan mungkin lebih dari satu mata kuliah). Semester: diisi sesuai dengan waktu suatu mata kuliah diajarkan. Nama Mata Kuliah: diisi nama mata kuliah sesuai dengan nama yang ada dalam struktur kurikulum. UNUD-BPMU-05-01-09 9 . bisa tidak ada.Pedoman Penyusunan Silabus dan SAP ini bersisi tentang langkah-langkah penyusunan silabus dan SAP serta contoh Format Silabus dan Contoh Format SAP. c. d. Mengisi Form Identitas Mata Kuliah. afektif. 3. 1. b. Program Studi: diisi sesuai dengan jurusan/program studi di mana suatu mata kuliah diajarkan. e. Jumlah SKS: diisi jumlah SKS Mata Kuliah sesuai dengan jumlah yang ada dalam struktur kurikulum.

a. Perumusan Indikator Pencapaian Kompetensi. SAP. KONTRAK PERKULIAHAN.3. Kompetensi dasar adalah rincian kompetensi dalam setiap aspek materi pokok yang harus dilatihkan kepada peserta didik sehingga kompetensi dapat diukur dan diamati. bidang ajar. Penentuan Materi Pokok. Indikator merupakan wujud dari KD yang lebih spesifik. yang merupakan penjabaran dari KD. dan keterampilan. Jabarkan standar kompetensi yang telah dirumuskan menjadi beberapa kompetensi dasar untuk memudahkan pencapaian dan pengukurannya. konsep. proses. Kata kerja operasional pada rumusan indikator dapat dirinci sesuai dengan kegiatan yang dilakukan dan dapat ditulis secara terpisah antara aspek kognitif. merupakan materi bahan ajar yang dibutuhkan peserta didik untuk mencapai KD yang telah ditentukan dengan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut. Perumusan Kompetensi Dasar (KD). berarti target KD tersebut sudah terpenuhi. 4. Materi pokok merupakan bagian struktur keilmuan suatu bahan kajian yang dapat berupa pengertian. 10 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. Kompetensi dasar sebaiknya selalu dilakukan perbaikan dan pengayaan guna memenuhi keinginan pasar. dan psikomotorik. dan psikomotorik. Prinsip relevansi. Bila serangkaian indikator dalam suatu kompetensi dasar sudah dapat dicapai peserta didik. 5. afektif. yang merupakan cerminan dari kemampuan peserta didik dalam suatu tahapan pencapaian pengalaman belajar yang telah dilalui. ada kesesuaian antara uraian materi pokok dengan KD yang ingin dicapai. gugus isi atau konteks. Tuliskan indikator dengan kata kerja operasional. Materi pokok adalah sub pokok bahasan. SILABUS. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . afektif. Tuliskan dengan kata kerja operasional yang meliputi aspek kognitif.

Pengalaman belajar dikembangkan untuk mencapai kompetensi dasar melalui strategi pembelajaran. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh. dan lain-lain.b. Pemilihan Kegiatan/Pengalaman Belajar. adanya kecukupan materi yang diberikan untuk mencapai KD. resume materi. psikomotorik. UNUD-BPMU-05-01-09 11 . Sebaiknya. teknik dan instrumen penilaian didasarkan pada indikator yang telah dirumuskan. Dengan memberikan materi (content) pengalaman belajar yang tepat mahasiswa diharapkan dapat mencapai dan mempunyai kemampuan kognitif. dan menafsirkan proses dan hasil belajar perserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. dan afektif yang sekaligus telah mengintegrasikan kecakapan hidup (life skill). Alat penilaian dapat berupa tes lisan atau tertulis. Prinsip konsistensi. menganalisis. chek list. c. 7. Pengalaman belajar merupakan kegiatan fisik maupun mental yang dilakukan oleh peserta didik dalam berinteraksi dengan bahan ajar. Oleh karenanya yang membedakan antara perguruan tinggi satu dengan yang lain tercermin pada perbedaan pengalaman belajar yang diperoleh mahasiswa. tagihan yang dapat berupa laporan. Prinsip edukasi. 6. ada keajegan dan keterkaitan antara materi pokok dan uraian materi pokok dengan KD dan SK. Penilaian. sehingga alat penilaian tersebut betulbetul mengukur apa yang seharusnya diukur. Teknik penilaian adalah cara-cara yang ditempuh untuk memperoleh informasi mengenai proses dan produk yang dihasilkan dari proses pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik.

dan b. Sumber belajar. sebagai sumber informasi yang harus dikuasai oleh peserta didik. judul buku/jurnal/artikel. Alokasi waktu hendaknya juga mempertimbangkan tingkat kesukaran materi. dan alamat web-nya. praktikum dan kerja lapangan/klinis. judul artikel. meliputi tatap muka. sedangkan sumber belajar yang berupa internet harus menyebutkan nama penulis. Alokasi Waktu. cakupan materi. SILABUS. dengan memperhatikan: a. yaitu ekonomis. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . 9. minggu efektif per semester. tingkat pentingnya materi yang dipelajari. Penulisan sumber pustaka berdasarkan kaidah atau aturan yang telah diakui secara umum. KONTRAK PERKULIAHAN. Alokasi waktu mempertimbangkan lama waktu dalam menit yang dibutuhkan peserta didik untuk mampu menguasi KD yang telah ditetapkan. Sumber pustaka adalah kumpulan dari referensi yang dirujuk atau yang dianjurkan. efisien. penggunaannya didasarkan pada prinsip 3E. alokasi waktu mata pelajaran. indikator pencapaian. dan efektif. dan cara penyampaian materi. Sumber belajar meliputi pustaka termasuk e-journals dan e-books. frekuensi penggunaan materi. dan halaman. 12 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. peralatan dan bahan-bahan yang digunakan untuk membelajarkan peserta didik agar SK. Sumber belajar yang berupa buku dan jurnal harus menyebutkan nama penulis. dan pengalaman belajar yang telah direncanakan dapat berhasil dicapai. SAP. KD.8.

: ………………………. : ……………………….4 LANGKAH-LANGKAH PENYUSUNAN SAP Langkah-langkah yang sebaiknya dilakukan dalam penyusunan SAP suatu mata kuliah adalah sebagai berikut. : ………………………. : ………………………. Waktu Pertemuan. : ………………………. minggu ke-2. dan sebagainya) untuk menuntaskan 1 (satu) indikator pencapaian kompetensi yang telah ditentukan dalam silabus. Yang dimaksud dengan waktu pertemuan dalam SAP adalah lama waktu pertemuan (misalnya 2 x 50 menit. UNUD-BPMU-05-01-09 13 .3 CONTOH FORMAT SILABUS Jurusan/Program Studi Nama Mata Kuliah Kode Mata Kuliah Jumah SKS Semester Mata Kuliah Prasyarat No Standar Kompetensi Kompetensi Dasar : ………………………. Kode Mata Kuliah. Penilaian produk : 40% 3. 2. dan Jumlah SKS Mata Kuliah. 2 x 100 menit. Materi Pokok Pengalaman Belajar Alokasi Waktu Media/ Sumber Belajar Penilaian Indikator Pencapaian Catatan: Penilaian dalam KBK terdiri atas: a. Penilaian proses : 60% b.3. Mengisi Form Identitas Mata Kuliah yang terdiri atas Nama Mata Kuliah. minggu ke-1. 1.

Pengalaman belajar dalam stiap SAP menguraikan tentang kegiatan fisik maupun mental yang dilakukan oleh peserta didik dalam kaitannya dengan pemenuhan indikator pencapaian kompetansi yang telah ditetapkan. media dan alat pembelajaran. (4) penilaian. KONTRAK PERKULIAHAN. SAP. (5).3. Indikator Pencapaian Kompetensi. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . 14 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. dan afektif yang sekaligus telah mengintegrasikan kecakapan hidup (life skill). 4. Materi pokok yang ditulis dalam SAP disesuaikan dengan materi bahan ajar yang dibutuhkan peserta didik untuk mencapai indikator pencapaian kompetensi dalam satu satuan waktu pertemuan yang ditentukan. Tulislah satu indikator pencapaian kompetensi yang telah ditentukan dalam silabus untuk setiap satu satuan waktu pertemuan. 6. Pengalaman Belajar. dan (6) sumber belajar. SILABUS. Strategi Pembelajaran. Dengan memberikan materi (content) pengalaman belajar yang tepat mahasiswa diharapkan dapat mencapai dan mempunyai kemampuan kognitif. Berdasarkan atas pengertian ini maka jumlah SAP yang harus dibuat untuk satu mata kuliah tertentu adalah sejumlah indikator pencapaian kompetensi yang telah ditetapkan dalam silabus. 5. (2) kegiatan dosen. Materi Pokok. (3) kegiatan mahasiswa. Strategi pembelajaran dalam SAP berisi uraian tentang (1) tahapan-tahapan kegiatan pembelajaran. di mana dengan lama waktu pertemuan yang ditentukan tersebut maka indikator pencapaian kompetensi yang bersangkutan sudah dapat dicapai. psikomotorik.

kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa. Sebagai contoh. dan lain-lain. media atau alat pembelajaran yang digunakan. Pada tahap kegiatan inti/penyajian kegiatan dosen adalah menjelaskan materi (tema. Sedangkan pada kegiatan akhir kegiatan dosen adalah merangkum uraian kegiatan pembelajaran. konsep). penilaian yang dilakukan.Tahapan-tahapan kegiatan pembelajaran untuk setiap pertemuan bisa dikelompokkan menjadi kegiatan awal / pembukaan / pendahuluan. pada kegiatan awal/pembukaan kegiatan dosen adalah memberikan uraian untuk mengantarkan topik/tema yang akan dibahas dalam pembelajaran sedangkan kegiatan mahasiswa misalnya melihat. UNUD-BPMU-05-01-09 15 . mengajukan pertanyaan dan memberikan pendapat dalam diskusi. memberikan contoh. Dalam setiap tahapan tersebut diuraikan kegiatan yang dilakukan oleh dosen. dan sumber belajar untuk mencapai indikator pencapaian kompetensi. mendengarkan penjelasan dan mencatat. Media dan alat pembelajaran serta sumber belajar yang digunakan disesuaikan dengan kebutuhan untuk mencapai indikator pencapaian kompetensi untuk satu satuan waktu pertemuan yang telah ditentukan. dan kegiatan akhir/penutup. pokok bahasan. kegiatan inti / penyajian. menyusun laporan kegiatan selama kuliah. dan lain-lain sedangkan kegiatan mahasiswa misalnya menyimak. melakukan penilaian dan penjelasan tindak lanjut sedangkan kegiatan mahasiswa adalah mengerjakan latihan.

.......... ... 4....... ………………………….......... SILABUS......................................... ... ...................... …………………………............................ KEGIATAN MAHASISWA .............................. 3...................... Pembukaan Penyajian Penutup Media dan Alat Pembelajaran : ..... Nama Mata Kuliah Kode Mata Kuliah Jumah SKS Waktu Pertemuan Pertemuan minggu ke Indikator pencapaian Materi Pokok Pengalaman Belajar : : : : : : : : …………………………..... Strategia Pembelajaran : TAHAPAN KEGIATAN DOSEN .................. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA ........... CONTOH FORMAT SAP 1......................................... 2 x 100 menit 1 dan 2 ………………………… ………………………… ………………………… 2....... .............................. 5....................... Sumber Belajar : ............................... ............... SAP.......... .......................... KONTRAK PERKULIAHAN...............5....3..... 16 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI... 6.............. PENILAIAN .

yang dilakukan pada awal perkuliahan. Diisi rumusan standar kompetensi dari mata kuliah yang didasarkan pada tujuan akhir dari mata kuliah yang menggambarkan kemampuan mahasiswa yang diharapkan setelah satu UNUD-BPMU-05-01-09 17 . kaitannya dengan mata kuliah lain dan kompetensi lulusan program studi yang telah ditetapkan. 3. Deskripsi Mata Kuliah. Fungsi kontrak perkuliahan adalah menjelaskan peranan dan tanggungjawab mahasiswa dan dosen dalam rangka meningkatkan efisiensi belajar. Manfaat Mata Kuliah. PEDOMAN PENYUSUNAN KONTRAK PERKULIAHAN 4. Kontrak perkuliahan merupakan kesepakatan antara dosen dan mahasiswa mengenai berbagai aspek perkuliahan.1 TUJUAN Pedoman penyusunan kontrak perkuliahan ini disusun dengan maksud untuk dapat membantu dosen dalam menyusun kontrak perkuliahan/kontrak belajar bagi setiap mata kuliah yang diampu. 4. agar pelaksanaan proses belajar mengajar di kelas dapat terlaksana dengan baik.2 PEDOMAN PENYUSUNAN Kontrak perkuliahan disusun dengan menjelaskan komponenkomponen kontrak perkuliahan yang terdiri atas: 1. Diisi dengan menguraikan ruang lingkup mata kuliah. efektif dan efisien. Diisi dengan menjelaskan tentang manfaat dan kompetensi yang diperoleh oleh perserta didik setelah menyelesaikan mata kuliah yang diajarkan. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar. termasuk didalamnya mengenai bentuk dan isi program belajar. 2.IV.

SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . semester mengikuti pembelajaran. SILABUS. pokok bahasan yang diberikan dan bahan bacaan yang digunakan. Diisi dengan menguraikan strategi yang ditempuh dalam perkuliahan agar proses pembelajaran berjalan dalam suasana kondusif. Diisi dengan sumber belajar yang dipakai sebagai acuan dalam proses pembelajaran. Di samping itu disebutkan pula kompetensi dasar sebagai rincian kompetensi dalam setiap aspek materi pokok yang harus dilatihkan kepada peserta didik. Kriteria Penilaian. Materi Pokok. 5. Diisi dengan tugas-tugas yang diberikan seperti pembuatan paper. 7. Tugas-Tugas. 8. Diisi dengan menyebutkan tanggal perkuliahan. praktikum. Diisi dengan menguraikan subpokok bahasan sebagai materi bahan ajar yang dibutuhkan peserta didik untuk mencapai kompetensi dasar yang telah ditentukan. Setelah ada kesepakatan.4. Jadual Kuliah. dan lain-lain. Bahan Bacaan. 6. 9. Oleh karena kontrak perkuliahan merupakan kesepakatan antara dosen dan mahasiswa mengenai berbagai aspek perkuliahan. KONTRAK PERKULIAHAN. SAP. Diisi dengan dengan teknik dan instrumen penilaian yang akan digunakan. maka isi kontrak perkuliahan ini harus dijelaskan kepada peserta didik pada awal perkuliahan. mereview jurnal. 18 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. kontrak perkuliahan ditandatangani oleh dosen pengasuh dan wakil mahasiswa kemudian diketahui oleh Ketua Program Studi. dan pendalaman materi. Strategi Perkuliahan.

Kriteria Penilaian 10. ………………………….4.. Standar Kompetensi 5..: ……………………………... NIP. …………………… Koordinator Mata Kuliah ………………………. Ketua PS.. : ………………………….. Jadwal Kuliah 1. : …………………………. Mengetahuai.. Bahan Bacaan 9. : …………………………. Strategi Perkuliahan 7. : …………………………. …………………………………. UNUD-BPMU-05-01-09 19 . Manfaat Mata Kuliah 3. : …………………………. Deskripsi Mata Kuliah 4.3 CONTOH FORMAT KONTRAK PERKULIAHAN Identitas Mata Kuliah Nama Mata Kuliah Jumlah SKS Semester Hari Pertemuan/Jam Tempat Pertemuan 2.. Tugas-Tugas 10. : …………………………… : …………………………… : …………………………… : …………………………… : …………………………… : …………………………… : …………………………… : …………………………… : …………………………… : …………………………… Wakil Mahasiswa Denpasar. …………………. Materi Pokok 8. Kompetensi Dasar 6.

1.V. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . dengan : (i) melakukan perkenalan diri. Menyampaikan salam. Adapun peran dosen yang paling hakiki dalam KBK adalah sebagai (i) penuntun. demikian juga ketika akan meninggalkan ruang kelas. (ii) fasilitator. SAP. bahan ajar. STANDAR PERAN DAN PROSEDUR OPERASIONAL DOSEN DALAM PELAKSANAAN PEMBELAJARAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI (KBK) 5. dan (iii) motivator. 2. dan berbagai referensi lainnya) kepada mahasiswa. SAP dan Kontrak Perkuliahan sebelum proses pembelajaran dimulai. STANDAR PERAN DOSEN Sebelum membahas berbagai hal yang berkait dengan Standar Prosedur Operasional (SPO) Dosen UNUD dalam pelaksanaan pembelajaran Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). 3. 4. dalam proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut. Menyiapkan sumber pembelajaran dan menginformasikan sumber pembelajaran yang dimaksud (buku ajar.1. 5. maka perlu dipahami terlebih dahulu tentang Standar Peran Dosen dalam pelaksanaan KBK. (ii) menyampaikan guideline 20 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. 5. Menyiapkan media pembelajaran. ketika memasuki ruang kelas. jurnal ilmiah.2 STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL DOSEN Adapun Standar Prosedur Operasional Dosen dalam pelaksanaan pembelajaran KBK adalah sebagai berikut. Menyiapkan Silabus. KONTRAK PERKULIAHAN. SILABUS. Memulai perkuliahan pada minggu pertama.

Mengabsen mahasiswa. 9. 13. (iii) membimbing mahasiswa untuk mengetahui berbagai prinsip budi-pekerti. pada proses/pelaksanaan pembelajaran (materi pembelajaran soft skills dapat merujuk pada Buku Manual Akademik Indikator Penerapan Pola Ilmiah Pokok (PIP) UNUD. Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk melakukan tanya-jawab / diskusi. etika/moral sebagai insan akademik. Memfasilitasi pembentukan Small Group Discusion (SGD). Dalam memberikan kuliah. 11. 12. Memberikan kuliah (tatap muka) sebanyak 14 kali dalam satu semester. materi perkuliahan sesuai SAP. 8. yang berlandaskan Student Centered Learning (SCL) Membimbing praktikum atau praktek lapangan. (iii) menyampaikan Standar Kompetensi (SK) atau tujuan pembelajaran dari mata kuliah. Menyampaikan kesimpulan/summary materi perkuliahan menjelang akhir jam kuliah. dan UAS) dengan memberikan feedback atau nilai.UTS. UNUD-BPMU-05-01-09 21 . (iv) memotivasi kemandirian belajar mahasiswa. sebelum akhir proses pembelajaran. Mencari solusi bila muncul permasalahan dalam proses pembelajaran. dll. tetapi belum termasuk untuk pelaksanaan UTS dan UAS. Menyampaikan closing statement. sesuai strategi pembelajaran yang akan diterapkan. Melakukan penilaian terhadap soft skills mahasiswa. agar sebelumnya menyebutkan materi pembelajaran yang harus diselesaikan hari itu (sesuai SAP). 10.6. 7. dan (iv) membimbing mahasiswa untuk melakukan doa. PR. Memberikan tugas-tugas kepada mahasiswa dan mengembalikan seluruh tugas-tugas yang diberikan (termasuk quiz. 15. Problem Based Learning (PBL). 14. atau referensi lainnya yang relevan).

yang secara mandiri mengasuh suatu mata kuliah tertentu dalam satu semester. 22 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. Menghubungi anggota team teaching. atau memberikan tugas-tugas tertentu kepada mahasiswa. bila berhalangan hadir. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . KONTRAK PERKULIAHAN. agar tetap ada aktivitas pembelajaran pada hari tsb. (ii) tim dosen. (iii) tim dosen yang secara bersamasama mengasuh mata kuliah dalam satu blok tertentu (bagi PS yang menggunakan sistem blok). Catatan: Adapun yang dimaksudkan dengan dosen dalam manual ini adalah : (i) seorang dosen. SAP. yang secara bersama-sama mengasuh mata kuliah tertentu dalam satu semester. yang pelaksanaan pembelajarannya dianggap setara dengan satu semester. SILABUS.16.

Sebab penilaian dalam konteks KBK tidak hanya berorientasi pada hasil (product oriented) akan tetapi juga pada proses pembelajaran (process oriented). Dengan demikian. psikomotor dan afektif. penilaian berfungsi untuk mengukur tingkat keberhasilan peserta didik dalam pencapaian kompetensi (sumatif) dan sekaligus sebagai umpan balik bagi perbaikan proses pembelajaran (formatif). penilaian merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh seorang pendidik yang dilakukan secara terencana dan terarah sesuai dengan tujuan pencapaian kompetensi meliputi ranah kognitif. melalui kegiatan penilaian dapat diupayakan pemantauan terhadap perkembangan peserta didik baik menyangkut perkembangan kemampuan intelektual dan ketrampilan maupun perkembangan mental dan kejiwaan. yaitu suatu proses penilaian dengan cara membandingkan kompetensi yang dicapai oleh peserta didik dengan SK yang telah ditetapkan pada suatu mata kuliah. Dalam implementasi KBK. pendidik perlu secara terus-menerus mengikuti perkembangan kemampuan peserta didik dalam menguasai kompetensi sesuai dengan tuntutan UNUD-BPMU-05-01-09 23 . secara umum. PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI 1. Penilaian merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara terintegrasi dalam suatu proses pembelajaran. Pendahuluan Dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK).VI. Maksudnya kegiatan penilaian ditempatkan sebagai kegiatan yang tidak terpisahkan dalam proses pembelajaran. Dalam KBK. Penilaian dalam KBK disusun dan dilaksanakan berdasarkan standar kompetensi (SK).

maka pendidik dituntut untuk mampu menggunakan teknik dan instrumen penilaian yang relevan dengan rumusan standar kompetensi. Untuk dapat menghasilkan penilaian yang merepresentasikan kompetensi peserta didik secara objektif. KONTRAK PERKULIAHAN.kurikulum dan secara terus-menerus perlu memperbaiki proses pembelajaran yang dilakukannya. SAP. psikomotor dan afektif). indikator yang ditetapkan untuk suatu mata kuliah sehingga setiap aspek perkembangan dapat diukur. Dengan demikian pendidik perlu menguasai berbagai teknik dan alat penilaian agar setiap aspek perkembangan peserta didik dapat dipantau dengan tepat. 2. Penilaian kognitif pada dasarnya adalah dalam bentuk hardskill. Sedangkan penilaian prikomotorik dan afektif pada dasarnya adalah dalam bentuk softskill. serta memperhatikan proses dan hasil pembelajaran. Untuk mendapatkan data dan informasi sebagai dasar penentuan tingkat keberhasilan peserta didik dalam penguasaan rumusan kompetensi dari mata kuliah yang diajarkan diperlukan adanya berbagai jenis tagihan. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . SILABUS. Mengingat cakupan penilaian yang dilaksanakan sangat kompleks. meliputi ranah kognitif. Jenis Penilaian Penilaian dalam konteks KBK merupakan kegiatan terstruktur seorang pendidik yang dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi dengan proses pembelajaran dengan tujuan untuk menentukan tingkat pencapaian kompetensi peserta didik serta sebagai umpan balik bagi perbaikan proses pembelajaran yang dilaksanakan dengan menggunakan instrumen yang relevan. Penilaian softskill adalah penilaian dalam bentuk kemampuan interpersonal dan intrapersonal. pelaksanaan kegiatan ini mesti dilakukan dengan menggunakan instrumen penilaian yang sesuai dengan aspek yang dinilai (kognitif. kompetensi dasar. Jenis tagihan yang dapat digunakan 24 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. psikomotor dan afektif.

Pelaksanaan tes dapat dilakukan setelah berakhirnya pembahasan satu pokok bahasan atau pada akhir semester. Setiap jenis memiliki karakter dan tujuan yang berbeda.dalam sistem penilaian KBK antara lain sebagai berikut. Hasil tes diolah secara kuantitatif sehingga hasil tes berupa angka.1 Tes Tes merupakan teknik penilaian yang biasa digunakan untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam pencapaian suatu kompetensi. selain dapat dimanfaatkan untuk mengukur kemampuan peserta didik juga digunakan sebagai umpan balik bagi perbaikan proses pembelajaran yang dilaksanakan. secara umum. Tes ini dimaksudkan untuk menilai tingkat keberhasilan peserta didik terhadap kompetensi yang ditetapkan untuk suatu mata kuliah tertentu. 2. tes yang dilaksanakan setelah selesai satu pokok bahasan disebut dengan tes formatif. penilaian dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis : tes dan non-tes. • Kuis • Pertanyaan lisan • Tugas individu • Tugas kelompok • Presentasi tugas dan diskusi • Laporan praktikum atau laporan kerja praktik • Ujian praktek • Ujian tengah semester • Ujian akhir semester Berdasarkan aspek yang dinilai. UNUD-BPMU-05-01-09 25 . Sedangkan tes yang dilaksanakan pada akhir semester disebut tes sumatif. Berdasarkan angka tersebut selanjutnya ditafsirkan tingkat penguasaan kompetensi peserta didik. Tes formatif. Dilihat dari fungsinya.

5. 1.2. SILABUS. Relevan Soal-soal yang diberikan dalam tes disesuaikan dengan tingkat kemampuan peserta didik. 4. Valid Tes dikatakan memiliki tingkat validitas bila soal-soal yang diberikan dalam tes mampu mengukur penguasaan peserta didik terhadap materi yang hendak diukur dan sesuai dengan aspek yang hendak dinilai. tes mesti memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut.1. jika suatu tes diberikan kepada sekelompok peserta didik. 3. SAP. maka hasilnya relatif sama. Artinya soal-soal disusun sesuai dengan pokok bahasan yang telah disampaikan. KONTRAK PERKULIAHAN. Dengan demikian pertanyaan dalam tes mesti disusun dengan menggunakan kalimat yang sederhana namun jelas dan tegas. Misalnya. Representatif Diupayakan agar soal-soal yang diberikan dalam tes merepresentasikan seluruh pokok bahasan yang akan dimanfaatkan untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik. 26 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. Spesifik Kalimat yang digunakan di dalam pertanyaan dalam tes agar disusun sedemikian rupa sehingga menimbulkan ambivalensi jawaban. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . kemudian diberikan lagi kepada kelompok yang sama pada waktu yang berbeda.1 Kriteria Tes Sebagai suatu alat ukur dalam kegiatan penilaian. 2. Reliabel Tes yang disusun dapat digunakan untuk menghasilkan informasi yang konsisten.

namun lebih banyak menanyakan hal-hal yang penting dari pokok bahasan mata kuliah. Terdapat dua jenis tes yang masuk dalam katagori tes tulis yaitu tes esai dan tes obyektif.6. • • • Jawaban tiap soal tidak panjang Siapkan pedoman penskoran Periksa tiap butir soal secara keseluruhan Tes objektif merupakan bentuk tes yang meminta peserta didik untuk memilih jawaban dari soal yang sudah disediakan. tes dapat dibedakan menjadi: tes tulis. Tes tulis merupakan tes yang dilakukan dimana peserta didik diminta untuk menjawab sejumlah soal dengan cara tertulis. pelaksanaan tes esai mesti memperhatikan hal-hal sebagai berikut. Proporsional Yang ditanyakan dalam tes mesti dibuat secara proportional. melengkapi dan menjodohkan. • • • Soal harus sesuai dengan indikator Hanya ada satu jawaban benar Rumusan soal harus komunikatif UNUD-BPMU-05-01-09 27 . Untuk menghindari subjektivitas dalam penskoran. Yang termasuk katagori tes objektif misalnya: tes pilihan ganda.1. kemampuan menggunakan bahasa dan sebagainya. Tes esai merupakan bentuk tes yang dilaksanakan dimana peserta didik diminta menjawab pertanyaan dengan cara menjelaskan/menguraikan dengan menggunakan kalimat yang disusun sendiri. 2.2 Jenis-Jenis Tes Ditinjau dari cara pelaksanaannya. Jenis tes ini dapat digunakan untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam menyusun jawaban secara sistematis. tes lisan dan tes kinerja. Dalam membuat soal untuk tes obyektif perlu dicermati ketentuan berikut.

KONTRAK PERKULIAHAN. Penilaian untuk tes jenis ini dilaksanakan dengan menggunakan kriteria menyeluruh (Rubrik). SILABUS. Tes ini cocok digunakan untuk mengetahui kemampuan dan ketrampilan peserta didik dalam mengerjakan suatu kegiatan atau tugas tertentu. Tes lisan umumnya dilaksanakan untuk menilai permasalahan yang tidak terlalu luas tetapi mendalam dan dengan jumlah peserta tes yang tidak banyak. • • • • • 2. Jenis tes ini dapat dimanfaatkan untuk menilai secara mendalam pemahaman peserta didik tentang permasalahan yang dinilai. SAP. adalah sebagai berikut. Terdapat beberapa jenis non-tes sebagai 28 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. motivasi dan minat dari peserta didik. Dalam batas-batas tertentu. Beberapa bentuk tes kinerja. penyelesaian tugas menggunakan alat dan sumber-sumber Tes tindakan khusus. Tes kinerja merupakan tes dalam bentuk peragaan kinerja dari peserta didik. penilai juga dapat menggali informasi tentang pendapat maupun pandangan peserta didik terhadap sesuatu yang dinilai. amati cara pemecahan masalah Non-Tes Non-tes adalah instrumen penilaian yang dapat digunakan untuk menilai aspek sikap termasuk tingkah laku. Pemahaman tidak hanya menyangkut tentang konsep tetapi juga bagaimana aplikasi dan hubungannya dengan konsep yang lain.• • • Menggunakan bahasa baku Tidak menggunakan istilah lokal Alternatif jawaban lebih banyak dari premis (menjodohkan) Tes lisan adalah bentuk tes di mana dalam pelaksanaannya peserta didik diminta untuk menjawab pertanyaan secara lisan.2 Demonstrasi Presentasi Simulasi Tes terstruktur (latihan). SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA .

observasi.2. UNUD-BPMU-05-01-09 29 . dinamakan wawancara langsung bila wawancara dilaksanakan dengan peserta didik yang bersangkutan. Ada dua jenis ceklist. Bila wawancara dilakukan dengan orang lain. Ceklist perorangan dimaksudkan untuk menentukan ada tidaknya indikator yang dinilai pada seseorang. Wawancara langsung di mana pewawancara melakukan komunikasi langsung dengan subyek yang ingin dinilai. 2. misalnya dengan orang tua peserta didik. sedangkan ceklist kelompok ditujukan untuk mencatat kegiatan seseorang dalam suatu kelompok. Untuk memudahkan dalam pelaksanaan observasi.2 Observasi Observasi merupakan teknik penilaian yang dilaksanakan dengan cara mengamati tingkah laku dari subyek yang dinilai. perlu disiapkan pedoman observasi misalnya berupa ceklist atau skala penilaian.instrumen penilaian. penilaian produk. Misalnya ketika ingin memperoleh informasi tentang minat peserta didik terhadap suatu mata kuliah. Dalam pelaksanaannya. yaitu perorangan dan kelompok. Observasi dapat dilaksanakan secara perorangan atau terhadap kelompok peserta didik. penilaian portofolio. antara lain : wawancara. terdapat dua jenis wawancara : wawancara langsung dan tidak langsung. 2. observer hanya memberi tanda ada atau tidak adanya indikator yang diobservasi dengan tanda cek ( ). Ceklist merupakan pedoman observasi yang berisi daftar dari semua indikator yang akan diobservasi. disebut dengan wawancara tidak langsung.2. disesuaikan dengan tujuan observasi yang akan dilakukan. Ditinjau dari sifatnya. sedangkan wawancara tidak langsung bilamana pewawancara memperoleh data dari subyek yang dinilai melalui perantara.1 Wawancara Wawancara adalah komunikasi langsung antara pewawancara dengan yang diwawancarai.

Skala penilaian prinsipnya mirip dengan ceklist, hanya saja indikator yang dinilai dijabarkan dalam bentuk skala atau kriteria tertentu. Dengan demikian hasil penilaian akan lebih halus, karena dengan skala penilaian tidak hanya mencatat ada atau tidak adanya indikator pada subjek yang dinilai seperti halnya pada ceklist, tetapi mencatat sejauh mana indikator tersebut muncul. Dengan demikian observer perlu memahami secara mendalam indikator yang akan diobservasi sehingga tidak ragu-ragu dalam melaksanakan penilaian. Skala penilaian untuk tiap indikator dapat ditetapkan dalam bentuk katagori atau numerik. Untuk skala penilaian bentuk katagori, kriteria penilaian indikator dijabarkan dalam bentuk kualitatif : selalu, sering, ada kalanya, jarang, tidak pernah. Dalam bentuk numerik, kriteria penilaian indikator dinyatakan dalam bentuk angka sebagai berikut. • • • • • Skor 5 jika suatu indikator selalu dilaksanakan Skor 4 jika suatu indikator sering dilaksanakan Skor 3 jika suatu indikator ada kalanya dilaksanakan Skor 2 jika jarang Skor 1 jika tidak pernah

2.2.3 Penilaian Produk Penilaian produk merupakan bentuk penilaian yang digunakan untuk menilai kemampuan peserta didik dalam menghasilkan suatu karya tertentu. Penilaian produk dilaksanakan pada berbagai tahapan. Dimulai dari tahap penilaian perencanaan terkait dengan pemilihan ide untuk membuat suatu produk, dilanjutkan dengan tahap penilaian pelaksanaan berhubungan dengan pemilihan bahan maupun peralatan yang diperlukan untuk menghasilkan produk dan tahap penilaian hasil yang merupakan tahap akhir dengan menilai produk peserta didik yang telah selesai dikerjakan yang dapat meliputi bentuk, estetika, kekuatan.

30

MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA

2.2.4 Penilaian Portofolio Penilaian terhadap kumpulan hasil karya seorang peserta didik selama proses pembelajaran yang digunakan untuk memantau perkembangan kompetensinya dalam suatu mata kuliah tertentu. Perkembangan kompetensi yang dipantau meliputi pengetahuan, ketrampilan maupun sikap peserta didik terhadap mata kuliah yang bersangkutan. Rancangan isi dan seleksi portofolio ditentukan oleh tujuan atau kegunaan portofolio itu sendiri. Empat langkah yang perlu dilaksanakan dalam penyusunan portofolio adalah sebagai berikut. 1. Koleksi: mengumpulkan hasil kerja peserta didik yang menggambarkan perkembangan, kemajuan dan hasil belajarnya. 2. Organisasi : mengorganisasikan berbagai hasil kerja peserta didik. 3. Refleksi : merenungkan dan mengevaluasi kembali apa yang telah dikoleksi dan diorganisasi. 4. Presentasi : menampilkan atau menyajikan hasil kerja peserta didik. Portofolio disusun secara sistematis dan terorganisasi dalam suatu folder yang dikumpulkan selama periode tertentu. Secara umum, format folder dari suatu portofolio mencakup hal-hal berikut. 1. Cover yang berisi identitas penyusun portofolio dan lingkup waktu penyusunan. 2. Daftar Isi. 3. Hasil karya peserta didik dilengkapai dengan tanggal penyelesaian dan riwayat pengerjaannya. 4. Refleksi dan evaluasi diri peserta didik.

UNUD-BPMU-05-01-09

31

Hal-hal atau dokumen yang dapat dikumpulkan dalam suatu portofolio antara lain sebagai berikut. 1. Penghargaan tertulis (sertifikat dll). 2. Penghargaan lisan. 3. Hasil kerja dan hasil pelaksanaan tugas-tugas (buku tugas, PR, buku kerja, clipping, foto, gambar). 4. Daftar ringkasan hasil pekerjaan. 5. Catatan sebagai peserta dalam kerja kelompok. 6. Contoh terbaik hasil pekerjaan (menurut pendapat pendidik dan peserta didik). 7. Catatan laporan dari pihak lain yang relevan (orang tua, teman). 8. Hasil rekapitulasi daftar kehadiran. 9. Hasil ujian harian/semesteran. 10. Persentase tugas-tugas yang belum selesai dikerjakan. 11. Catatan pribadi. 12. Daftar kehadiran. 13. Persentase tugas-tugas yang telah selesai dikerjakan. 14. Catatan tentang peringatan yang diberikan pendidiki. 15. Audio visual dan Disket/CD 3. Penetapan Tingkat Kompetensi

Hasil dari pengukuran baik melalui tes maupun non-tes menghasilkan data kuantitatif berupa skor. Data dan informasi berupa skor tersebut diperoleh dari berbagai jenis tagihan mencakup ranah kognitif, psikomotor dan afektif yang mampu ditampilkan oleh peserta didik, baik dalam proses maupun hasil belajarnya. Data dan informasi tersebut perlu dianalisis untuk menjadi suatu nilai akhir sehingga dapat digunakan untu menetapkan tingkat capaian kompetensi dari peserta didik setelah mengikuti suatu mata kuliah. Pendekatan yang dapat dilakukan secara sederhana adalah

32

MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI, SILABUS, SAP, KONTRAK PERKULIAHAN, SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA

nilai huruf dan predikat kelulusannya yang diberlakukan di Unud.masing-masing jenis tagihan diberi bobot terhadap keseluruhan jenis tagihan. acuan yang lebih sesuai untuk menafsirkan tingkat capaian kompetensi adalah acuan kriteria/patokan. Artinya nilai akhir yang dihasilkan yang mencerminkan tingkat penguasaan kompetensi dibandingkan dengan kriteria yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Nilai akhir diklasifikasikan sebagai lulus atau tidak. Dalam KBK. tidak lulus berarti belum mencapai kompetensi. Selanjutnya nilai akhir merupakan jumlah dari perkalian bobot terhadap skor yang diperoleh untuk masingmasing jenis tagihan. Kriteria dalam proses pembelajaran KBK mengacu pada Standar Kompetensi. UNUD-BPMU-05-01-09 33 . Kompetensi Dasar dan Indikator. Lulus berarti telah mencapai kompetensi yang ditetapkan. Bagi yang belum mencapai kompetensi yang ditetapkan perlu diberikan program remidi. Tabel 1 berikut memberikan hubungan antara tingkat penguasaan dari suatu maka kuliah dengan nilai angka. Dengan demikian kelulusan peserta didik ditentukan dari tingkat penguasaan terhadap rumusan kompetensi yang telah ditetapkan sebelumnya. Di Universitas Udayana digunakan acuan kriteria skala lima dimana peserta didik dinyatakan lulus bila minimal mencapai persentase penguasaan 55.

64 40 . SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . Tabel 2 Contoh Implementasi Penentuan Tingkat Penguasaan Jenis Tagihan T1 T2 T3 T4 T5 Bobot (%) 5 15 20 30 30 Skor 60 60 90 80 90 Bobot x Skor 3 9 18 24 27 81 Keterangan Tingkat Penguasaan = 81 Nilai angka = 4 Nilai huruf = A Predikat = sangat baik Tingkat Penguasaan Untuk suatu mata kuliah dengan karakter yang spesifik.39 Nilai Angka 4 3 2 1 0 Nilai Huruf A B C D E Predikat Sangat baik Baik Cukup Kurang Sangat kurang Sebagai contoh. 34 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. penentuan nilai akhirnya adalah seperti diberikan pada Tabel 2.54 0 . SAP. Dengan memperhatikan bobot serta skor dari masing-masing tagihan.79 55 . SILABUS. dapat diberikan ketentuan tambahan. misalnya analisis baru akan dikerjakan bila peserta didik memperoleh skor minimal 55 untuk setiap jenis tagihan yang ditetapkan. misalnya suatu mata kuliah mempunyai lima jenis tagihan untuk mengukur kompetensi peserta didik pada akhir proses pembelajaran.Tabel 1 Acuan Kriteria Skala Lima di Universitas Udayana Tingkat Penguasaan 80 .100 65 . KONTRAK PERKULIAHAN.

4. adil dan terbuka. Penutup Penilaian merupakan suatu kegiatan yang penting dari suatu proses pembelajaran karena melalui penilaian dapat diukur efektifitas dan efisiensi dari suatu proses pembelajaran menyangkut isi (kurikulum) dan metode penyampaiannya dikaitkan dengan tujuan yang telah ditetapkan. Hal-hal lain yang dapat UNUD-BPMU-05-01-09 35 . Pilih dan gunakan instrumen penilaian yang relevan dengan ranah dan tingkat kompetensi yang diukur. 5. 3. Rancang jenis tagihan sehingga dapat mengukur perkembangan ranah kognitif. psikomotor dan afektif sesuai dengan karakteristik dari mata kuliah serta rumusan kompetensi yang ditetapkan.4. Berikan bobot yang proporsional terhadap jenis tagihan dikaitkan dengan ranah yang diukur dan karakteristik dari mata kuliah. yang perlu diperhatikan dalam penerapan sistem penilaian KBK sebagai berikut. Melalui kegiatan penilaian dapat ditentukan tingkat keberhasilan peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran (kompetensi) serta dapat diketahui bagianbagian dari proses pembelajaran yang perlu disempurnakan. perlu dipahami bahwa apa yang disampaikan dalam dokumen penilaian ini hanyalah merupakan suatu pedoman untuk melaksanakan penilaian dalam KBK. 2. Sosialisasikan di awal tatap muka jenis tagihan yang akan dibebankan kepada peserta didik termasuk jenis instrumen penilaian yang akan digunakan untuk mengukur tingkat capaian kompetensi. 1. Akhirnya. Lakukan pengukuran secara berkesinambungan baik di dalam maupun di luar kelas mencakup proses dan hasil belajar. Untuk dapat menentukan tingkat capaian kompetensi dari peserta didik secara obyektif.

Mitra Cendikia.meningkatkan kualitas penilaian dapat saja dikembangkan. Muslich. SILABUS. Program S0 dan S1. Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia..19 Th. 2007. Universitas Pendidikan Ganesha. Koyan.2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan. KONTRAK PERKULIAHAN. Standard Akademik Unud.. Singaraja Mardapi D. W. Penyusunan dan Pengembangan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) di Perguruan Tinggi. Seri Standar Nasional Pendidikan. SAP. Jakarta. Pembelajaran Dalam Implementasi Kurikulum Berbasis Kompetensi. Teknik Penyusunan Instrumen Tes dan Nontes. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. Kemudian hal lainnya yang perlu menjadi bahan pertimbangan adalah agar dalam melaksanakan penilaian harus menggunakan lebih dari satu instrument.01. 2008. 2007. Kencana Jakarta Universitas Udayana. Daftar Pustaka Badan Penjaminan Mutu UNUD. M. Dantes. 2005. 2008. 2008. Panduan Akademik Universitas Udayana 2007. Yogyakarta. BPMU-02. N. 2008. 2005. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . sesuai situasi dan kondisi setempat. Bukit Jimbaran 36 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. Universitas Pendidikan Ganesha. Sanjaya. PT Bumi Aksara. KTSP Pembelajaran Berbasis Kompetensi dan Kontekstual. I W. Singaraja.01. Jakarta. Asesmen Berbasis Kompetensi. sesuai dengan ketentuan pada standard akademik Unud.

LAMPIRAN UNUD-BPMU-05-01-09 37 .

SILABUS. KONTRAK PERKULIAHAN. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . SAP.38 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI.

3. 4. a kurasi penggunaan bahasa Keluasan kosakata. Check List.Lampiran 1 Contoh Rubrik. huruf besar. 1. idiom. bentuk kata Ketepatan penggunaan tanda baca. efektifitas kalimat. ke tepatan penggunaan kata. 2. 5. ejaan Bobot 3 2 2 2 Skor (1 -5) Total BxS 5 1 Ceklist Perorangan Jenis Kegiatan Tempat Observasi Waktu Observasi Observer : Diskusi Kelompok : : : Nama Peserta No. dan Format Penilaian dalam KBK Rubrik Penilaian Kemampuan Menulis No 1 2 3 4 Komponen Isi karangan Organisasi ide Penggunaan kosakata Penggunaan tatabahasa Penggunaan e jaan/tandabaca Indikator Relevansi topik dengan substansi tugas Susunan dan pengungkapan ide -ide Kompleksitas. Indikator yang diobservasi Bertanya Menjawab pertanyaan Mengemukakan pendapat Menghargai pendapat ……… A ü ü ü ü B ü ü ü ü ü ü ü C D ü ü E ü ü UNUD-BPMU-05-01-09 39 .

SAP. 1.Ceklist Kelompok Jenis Kegiatan Tempat Observasi Waktu Observasi Observer : Diskusi Kelompok : : : Nama Peserta No. 5. 5. Indikator yang diobservasi Bertanya Menjawab pertanyaan Mengemukakan pendapat Menghargai pendapat ……… A ü ü ü ü B ü ü ü C D ü E ü ü ü ü ü ü ü Skala Penilaian Nama Mahasiswa NIM Topik Observasi kelompok Tempat Observasi Waktu Observasi Observer : : : Aktivitas peserta didik dalam kegiatan diskusi : : : Skala Penilaian No. Indikator yang diobservasi Bertanya Menjawab pertanyaan Mengemukakan pendapat Menghargai pendapat ……… ü ü ü 1 2 3 4 5 ü 40 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. 4. 4. 1. 3. 3. 2. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . KONTRAK PERKULIAHAN. 2. SILABUS.

Format Penilaian Substansi No 1 2 3 4 Uraian Substansi 1 Langkah analisis diikuti secara sistematis Rumusan Hipotesis Penyusunan Tabel Kerja Kecermatan perhitungan dalam penyusunan tabel kerja Langkah-langkah dan kecermatan perhitungan dalam substitusi data Uji signifikansi Menarik simpulan analisis Kecermatan penggunaan simbul-simbul statistik T o t a l 2 Skala 3 4 5 5 10 10 20 Bobot Total 5 25 6 7 8 15 10 5 Format Penilaian Kinerja No 1 Uraian Kinerja 1 Kelengkapan setiap tugas sesuai dengan asignment yang diberikan Kelengkapan setiap tugas di atas harapan (out-standing) Kerapian dan tampilan tugas Respon terhadap preskriptif/ balikan tugasnya. dalam rangka menyusun karya terbaik Respon/ partisipasi pada conference terhadap permasalahan yang terkait dengan tugas Presentasi Portofolio Kelengkapan Isi Folder T o t a l 2 Skala 3 4 5 20 Bobot Total 2 3 4 10 5 20 5 20 6 7 10 15 UNUD-BPMU-05-01-09 41 .

mendengarkan ----. KONTRAK PERKULIAHAN. tugas apa yang kamu lakukan ? ……………………………… 42 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. (B) = jarang. (D) = tidak pernah 1.Selama diskusi saya memberikan saran kepada kelompok untuk didiskusikan 2.bertanya ----. ----. ----. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . ----. dalam rangka menyusun karya terbaik Respon/ partisipasi pada conference terhadap permasalahan yang terkait dengan tugas Kelengkapan Isi Folder Ya Ragu-ragu Tidak Penilaian Diri Nama : --------------------------------------------------------Anggota Kelompok : --------------------------------------------------------Kegiatan Kelompok : -------------------------------------------------------Untuk pertanyaan 1 sampai dengan 5 tulis masing-masing huruf sesuai dengan pendapatmu ! (A) = selalu. Selama kegiatan kelompok. saya …… -----.Ceklist Evaluasi Diri Untuk Pemantauan Kinerja No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Kegiatan Pantauan Langkah analisis diikuti secara sistematis Rumusan Hipotesis Penyusunan Tabel Kerja Kecermatan perhitungan dalam penyusunan tabel kerja Langkah-langkah dan kecermatan perhitungan dalam substitusi data Uji signifikansi Menarik simpulan analisis Kecermatan penggunaan simbul-simbul statistik Kelengkapan setiap tugas sesuai dengan asignment yang diberikan Kelengkapan setiap tugas di atas harapan (out-standing) Kerapian dan tampilan tugas Respon terhadap preskriptif/balikan tugasnya.Ketika kami berdiskusi.mengendalikan kelompok -----.Setiap anggota kelompok mengerjakan kegiatannya sendiri dalam kegiatan kelompok 5.Semua anggota kelompok semestinya melakukan sesuatu dalam kegiatan kelompok 4.mengganggu kelompok -----. SILABUS. SAP.merancang gagasan ----. setiap anggota memberikan masukan untuk didiskusikan 3. ----. (C) = jarang sekali.tidur 6. Selama kegiatan kelompok.

namun masih perlu ditingkatkan dalam menentukan gradasi dan menghitung modulus kehalusan UNUD-BPMU-05-01-09 43 .Penilaian Diri : Partisipasi Dalam Kelompok Komponen Yang Dinilai Sikap (interaksi dan partisipasi dalam kelompok) Bekerja sama Sharing (mencoba memberi kontribusi gagasan) Mengajukan pertanyaan (membangkitkan anggota lain) Berani mengambil resiko (percaya kpd kemampuan diri) Bertahan pada pendapatnya sendiri 1 2 3 Penilaian Portofolio Hasil Belajar Kompetensi Dasar : Menentukan jenis dan kualitas agregat sebagai bahan pembentuk beton Indikator 1 2 3 4 Nama Peserta Didik : Maksin Mata Kuliah : Teknologi Beton Tanggal : 9 Juni 2008 Penilaian 5 6 7 8 9 10 • • • • Membedakan jenis agregat Menentukan kadar lumpur Menentukan gradasi Menghitung modulus kehalusan Komentar pendidik : ü ü ü ü Keterangan : Maksin sudah bagus dalam hal membedakan jenis agregat dan menentukan kadar lumpur.

KONTRAK PERKULIAHAN. SILABUS. Partisipasi dalam kegiatan diskusi 3. Keantusiasan dalam belajar 2. SAP.Penilaian Portofolio Hasil Belajar No 1 2 3 4 5 Aspek Psikomotor Cara mengukur larutan dengan gelas ukur Cara mentitrasi Cara mengamati perubahan warna Cara membersihkan buret Kebersihan dan kerapian tempat kerja Skor 1 2 3 4 5 Keterangan : 1 : Sangat tidak tepat 4 : Tepat 2 : Kurang tepat 5 : Sangat tepat 3 : Agak tepat Penilaian Portofolio Proses Belajar Aspek yang Dinilai : Motivasi Belajar Nama : Mata Kuliah : Tanggal : Kriteria 1 2 3 4 5 Indikator 1. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . Keseriusan dalam penyelesaian tugas Keterangan : Komentar Pendidik : 44 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI.

Penyusunan alur cerita 3. 60 tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi. 5. Manual Prosedur Implementasi Penjaminan Mutu Akademik Internal Program Sarjana Universitas Udayana.. UU No. 7. ayo berlatih terus. UNUD-BPMU-05-01-09 45 .02. Pedoman Penjaminan Mutu Akademik Universitas Indonesia tentang Kurikulum dan Mahasiswa. Manual Mutu Akademik Universitas Udayana. Panduan Pelaksanaan SPM-PT Bidang Akademik. 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Tahun 2008.01. Pengembangan ide atau gagasan 2. Peraturan Pemerintah RI No. UNUD-BPMU04. Pemilihan kata 5. Hanya saja dalam penempatan kata yang sesuai dan penggunaan ejaan dengan kaidah bahasa Indonesia perlu ditingkatkan.Penilaian Portofolio Hasil Karya Kompetensi Dasar : Membuat karangan singkat sesuai dengan pengalaman masing -masing Indikator 1. Tahun 2008. Tahun 2007. Sistematika Penulisan 4. 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Peraturan Pemerintah RI No. 4...01..! Nama : Mata Kuliah : Tanggal : Kriteria 1 2 3 4 V V V 5 DAFTAR RUJUKAN 1. 6. UNUD-BPMU04. 2. Penggunaan EYD Keterangan : V V Komentar Pendidik : Berhasil menyusun cerita sesuai dengan pengalaman. 3.. DIKTI tahun 2006.01..

SILABUS. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . SAP. KONTRAK PERKULIAHAN.46 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI.

01 UPMF Unit Penjaminan UNUD-BPMU-05-01-09 47 .03.Lampiran 2 Contoh Spesifikasi Program Studi SPESIFIKASI JURUSAN SIPIL Program Sarjana Fakultas Teknik Universitas Udayana SI-FT-UNUD-UPM-06.

Manual Prosedur FT-UNUD-UPMF06.01 Revisi Tanggal Dikaji ulang oleh Dikendalikan oleh Disetujui oleh : : : : : Ketua TPPM Unit Penjaminan Mutu Fakultas Pembantu Dekan Bidang Akademik © Fakultas Teknik Universitas Udayana.03.01 Disetujui oleh Pembantu Dekan I 48 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI.Spesifikasi Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Udayana SI-FT-UNUD-UPM-06. 2008 – All Rights Reserved Fakultas Teknik Revisi ke Tanggal ………. KONTRAK PERKULIAHAN. SILABUS.03. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA .02. SAP.

6. 7. Perguruan Tinggi : Universitas Udayana Pelaksana Proses Pembelajaran : Fakultas : Teknik Jurusan : Teknik Sipil Program Diakreditasi oleh : BAN 2003. 2. mampu mengelola pendidikan secara profesional. 5. UNUD-BPMU-05-01-09 49 . Misi dan Tujuan pendidikan: a.SPESIFIKASI PROGRAM STUDI TEKNIK SIPIL FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANA 1. Visi Terwujudnya Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Udayana yang berkualitas. o Mengembangkan kemandirian jurusan teknik sipil dengan melibatkan stakeholders. 4. mandiri dan diakui di tingkat regional maupun internasional serta dapat mendukung pembangunan yang berkelanjutan Misi o Menyelenggarakan pendidikan teknik sipil yang unggul dengan menerapkan sistem dan metode pembelajaran yang efektif. o Mengembangkan dan mengimplementasikan ilmuilmu ketekniksipil an yang mendukung prinsipprinsip pembangunan yang berkelanjutan b. dengan nilai A Gelar Lulusan : Sarjana Teknik (ST) Nama Program Studi : Teknik Sipil Tanggal Penyusunan/Perbaikan : 11 Oktober 2008 Visi. 3.

c. Peta Kurikulum 50 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. regional maupun internasional o Menghasilkan lulusan yang mampu bersikap dan berperilaku yang didasari atas etika dan moral dalam berkarya di bidang teknik sipil maupun berkehidupan bersama di masyarakat o Mewujudkan Jurusan Teknik Sipil yang mampu menghasilkan penelitian dan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat yang bermanfaat bagi peningkatan kualitas hidup dan pengembangan ilmu pengetahuan o Mewujudkan kerjasama dengan dengan berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi. SILABUS. menjelaskan serta merumuskan cara penyelesaian masalah-masalah yang berkaitan dengan bidang ketekniksipilan dan mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan keahlian dalam praktek ketekniksipilan o Menghasilkan lulusan yang mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang teknik sipil dan mempunyai bekal yang cukup untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. memahami. Kompetensi Lulusan 9. memacu kemandirian Jurusan Teknik Sipil dan meningkatkan atmosfir akademik yang kondusif : Lampiran 3 : Lampiran 4 : Lampiran 5 8. KONTRAK PERKULIAHAN. mampu mengenali. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . Kurikulum 10. SAP. mampu menerapkan teknologi mutahir sehingga dapat bersaing di tingkat nasional. Tujuan Pendidikan o Menghasilkan lulusan yang menguasai dasar-dasar keilmuan dan keterampilan dalam bidang teknik sipil.

Tidak ada nilai E 4. 12. Jumlah nilai D tidak lebih dari 10 SKS dari jumlah total SKS. tugas-tugas. Kriteria Pendaftaran : Lulusan SMA/SMK dan lulus seleksi salah satu jalur Ujian masuk (SPMB atau PMDK) Metode Evaluasi dan peningkatan kualitas dan standar proses pembelajaran: 1. Bimbingan kepada Mahasiswa baru. pengisian KRS. Kerja Praktek dan Tugas Akhir minimal C. laboratorium serta sistem teknologi informasi. bimbingan akademik. Pancasila dan Kewarganegaraan. Tidak melampaui batas waktu studi yaitu selama 14 semester (7 tahun) terhitung tanggal 31 Juli tahun ke 7. bimbingan kerja praktek dan bimbingan penyelesain Tugas Akhir. Dukungan untuk Mahasiswa dalam Proses Pembelajaran 1. 14. Mekanisme umpan balik Mahasiswa 3. UNUD-BPMU-05-01-09 51 . 5. Metode Penilaian 1. dengan ketentuan nilai MK Agama. Pengembangan staf dalam bidang ilmu kemampuan mengajar 4. kuis. Tersedianya perpustakaan/ruang baca. 2. Indek Prestasi Komulatif ≥ 2. Evaluasi proses pembelajaran oleh Dosen pengajar 2. bimbingan pratikum.00 3. ujian sisipan dan ujian akhir semester.11. Menyelesaikan beban studi minimum 144 SKS 2. Kriteria Kelulusan 1. Penjaminan mutu akademik internal 13. tugas pratikum. Metode evaluasi meliputi penilaian terhadap pekerjaan rumah.

Indeks prestasi dihitung berdasarkan bobot nilai A=4. Indikator kualitas dan standar 1. Dinas. DEA NIP.2. Program studi Teknik Sipil terakreditasi A oleh BAN pada tahun 2003 2. B=3. Ir. dan E=0. SILABUS. SP4 tahun 2003 dan 2004 3. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . Program Studi Teknik Sipil memenangkan Program Hibah Kompetitif (PHK) Semi Que V pada tahun 2002 dan 2003. Program studi Teknik Sipil memberikan konsultasi dan menjalin kerja sama dengan Departemen. D=1. C=2. 15. perusahaan Nasional dan perusahaan Internasional Bukit Jimbaran. KONTRAK PERKULIAHAN. 131964621 52 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. SAP. 11 Oktober 2008 Program Studi Teknik Sipil Jurusan Teknik Sipil FT Unud Ketua Dr. I Made Alit Karyawan Salain.

Lampiran 3 Kompetensi Lulusan KOMPETENSI LULUSAN SI-FT-UNUD-UPM-06.03.02 Unit Penjaminan Mutu FT-Unud UPMF UNUD-BPMU-05-01-09 53 .

sesuai dengan karakteristik program studi akademik. kemandirian. computing. memiliki motivasi. and technology. memiliki pengetahuan. vokasi dan profesi. yang bermanfaat bagi kemanusiaan o Standar kompetensi lulusan ditetapkan masing-masing P. Sebagai bahan perbandingan. berpikir logis dalam menyelesaikan masalah yang merupakan cerminan adanya perubahan dalam proses pembelajaran menyangkut: pengetahuan (cognitive). SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA .Standar kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam penentuan kelulusan peserta didik dari satuan pendidikan dimana: o Standar kompetensi lulusan pada jenjang pendidikan tinggi bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik menjadi anggota berakhlak mulia. mandiri. Proses pembelajaran harus diarahkan pada pendekatan kompetensi yang bertujuan untuk dapat menghasilkan lulusan yang: mudah beradapatasi. mempunyai etos kerja yang tinggi. dan sikap untuk menemukan. ABET merupakan organisasi non-profit di US yang diakui sebagai badan akreditor untuk program-program college dan universitas di bidang applied science. KONTRAK PERKULIAHAN. serta menerapkan ilmu. teknologi. perasaan (affective). keterampilan. engineering. SAP. keterampilan (psychomotoric) dan kerjasama (cooperative) seperti yang telah disinggung sebelumnya. Dalam kriteria Program Outcome and Assessment ABET mensyaratkan bahwa program pengajaran keteknikan harus mencerminkan kualitas bahwa lulusan yang dihasilkan harus: a) Mampu menerapkan pengetahuan matematik.T. sains dan teknik 54 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. memahami belajar seumur hidup. kreatif. mengembangkan. penyusunan standar kompetensi lulusan Teknik Sipil Udayana juga diambil dari ABET (Accreditation Board for Engineering and Technology). SILABUS. dan seni.

Pengetahuan dan Pemahaman (Knowledge and Understanding) (A1-A2) 1. Berdasarkan hal-hal diatas maka ditetapkan jenis kompetensikompetensi yang akan dicapai dalam setiap mata kuliah untuk membentuk kompetensi lulusan Program Studi Teknik Sipil Universitas Udayana seperti berikut: A. dan alat bantu teknik modern yang perlu dalam praktek keteknikan. atau proses untuk memenuhi kebutuhan yang diharapkan Mampu berfungsi dalam team yang terdiri dari multi disiplin Mampu mengidentifikasi. fisika dan statistika 2. Mengerti dan memahami sains dasar yaitu matematika. Menguasai dan mampu menerapkan pengetahuan matematika.b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) Mampu merancang dan menyelenggarakan eksperimen. menganalisis dan menginterpretasi data Mampu merancang suatu sistim. ketrampilan. UNUD-BPMU-05-01-09 55 . komponen. merumuskan dan memecahkan persoalan keteknikan Mampu berkomunikasi secara efektif Bersikap profesional dan bertanggung jawab secara etika Berpandangan luas yang diperlukan untuk mengerti dampak suatu solusi teknik dalam konteks sosial dan global Mengenali kebutuhan dan kemampuan mencapai dalam proses belajar selama hidup Pengetahuan tentang isu-isu terkini Mampu menggunakan teknik. metode dan kaidah ilmiah dalam bidang teknik sipil Ketrampilan Intelektual (Intellectual Skill) (B1-B3) 1. Mengerti dan memahami pendekatan. sains dan teknologi dalam aplikasinya di bidang Teknik Sipil (a) B.

Ketrampilan Praktis (Practical Skill) (C1-C3) 1. Menguasai teknik. Menjunjung tinggi norma. 56 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. keahlian dan piranti modern yang diperlukan untuk mendukung proses-proses penyelesaian bidang teknik sipil (k) 3. etika dan tanggung jawab profesional sebagai sarjana teknik sipil (f) 2. merancang dan menjalankan eksperimen serta menganalisis dan mengintepretasikan data (b) Kemampuan untuk mengidentifikasi. menguasai. memformulasi dan menyelesaikan masalah-masalah ketekniksipilan (e) C. Mampu berpikir secara logis dan analitis untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi secara profesional 5. Mampu. moral. SILABUS. lingkungan dan global (h) 4. tata nilai. Menguasai teknologi yang berhubungan dengan teknik sipil dan memanfaatkan dengan efektif dan efisien 2. agama.2. komponen atau proses untuk memenuhi kebutuhan yang diharapkan (c) Ketrampilan Manajerial dan Sikap (Managerial Skill and Attitude) (D1-D8) 1. Mengerti dampak penyelesaian teknik sipil yang diambilnya terhadap masyarakat. SAP. KONTRAK PERKULIAHAN. Merancang sistem. 3. Mempunyai motivasi untuk mengikuti perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan secara intelektual dan kultural D. Mampu berkomunikasi secara efektif dalam bidang teknik sipil khususnya dan masyarakat luas dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris (g) 3. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA .

8. UNUD-BPMU-05-01-09 57 . 7.6. Peta kurikulum menggambarkan peran masingmasing mata kuliah dan kegiatan akademik dalam pencapaian kompetensi lulusan. Kesadaran untuk mengembangkan diri seumur hidup dan kemampuan untuk menjalankannya (i) Mampu bekerjasama dalam team (multidisiplin) dan menyesuaikan diri dengan cepat di lingkungan kerja. Melalui peta kurikulum pengisian substansi dan metoda pembelajaran dapat dibuat lebih mudah. (d) Pengetahuan tentang isu-isu terkini (j) Standar kompetensi lulusan di atas kemudian dipetakan ke masing-masing mata kuliah yang ada di Jurusan Teknik Sipil Universitas Udayana baik dalam bentuk matrik Peta Kurikulum maupun dalam bentuk tabel berupa Peta Kurikulum dan Kompetensinya.

kelompok Mata Kuliah Keilmuan dan Ketrampilan (MKK). 3. 4. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . 045/U/2000. SAP. bahwa yang dimaksud dengan: 1. Kelompok MPK adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran untuk mengembangkan manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur. KONTRAK PERKULIAHAN. format kurikulum kurikulum terdiri dari 5 kelompok mata kuliah yaitu: kelompok Mata Kuliah Pengembangan Kepribadian (MPK). kelompok Mata Kuliah Prilaku Berkarya (MPB) dan kelompok Mata Kuliah Berkehidupan Bersama (MBB). berkepribadian mantap. Dalam ketentuan Kepmen Diknas RI No.Lampiran 4 Contoh Kurikulum Sesuai dengan Kepmen Diknas RI No. kelompok Mata Kuliah Keahlian Berkarya (MKB). 232/U/2000 dinyatakan. 232/U/2000 dan Kepmen Diknas RI No. SILABUS. Kelompok MKB adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang bertujuan menghasilkan tenaga ahli dengan kekaryaan berdasarkan ilmu dan ketrampilan yang dikuasai Kelompok MPB adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang bertujuan untuk membentuk sikap dan perilaku yang diperlukan seseorang dalam berkarya menurut tingkat keahlian berdasarkan ilmu dan ketrampilan yang dikuasai. 5. 58 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. dan mandiri serta mempunyai rasa tanggung jawab kemasyarakatan dan kebangsaan Kelompok MKK adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang ditujukan terutama untuk memberikan landasan penguasaan ilmu dan ketrampilan tertentu. Kelompok MBB adalah kelompok bahan kajian dan pelajaran yang diperlukan seseorang untuk dapat memahami kaidah berkehidupan bermasyarakat sesuai dengan pilihan keahlian dalam berkarya 2.

Tabel 1: Pengelompokan Mata Kuliah menurut Kepmen Diknas RI No. seperti ditunjukkan oleh Tabel 1.80% 20% . bahwa kelima kelompok mata kuliah tersebut dibagi Kurikulum Inti (yang terdiri dari mata kuliah bersifat kompetensi utama) dan Kurikulum Institusional (yang terdiri dari mata kuliah bersifat kompetensi pendukung dan kompetensi lainnya). MBB: KMK BERKEHIDUPAN BERSAMA 40% . Sedangkan muatan Kurikulum Institusional ditentukan terdiri dari mata kuliah bersifat kompetensi pendukung berkisar antara 20% s/d 40% dan mata kuliah bersifat kompetensi lainnya berkisar antara 0% s/d 30%. 232/U/2002 dan 045/U/2002 ELEMEN KOMPETENSI KELOMPOK MATA KULIAH 1.40% 0% . 045/U/2002 disebutkan. MPB: KMK PRILAKU BERKARYA 5. MPK: KMK PENGEMBANGAN KEPRIBADIAN 2.Dalam ketentuan Kepmen Diknas RI No. MKK: KMK KEILMUAN DAN KETRAMPILAN 3. MKB: KMK KEAHLIAN BERKARYA 4. Muatan Kurikulum Inti ditentukan berkisar antara 40% s/d 80% dari jumlah SKS minimum kurikulum program sarjana.30% KURIKULUM INTI KOMPETENSI UTAMA KURIKULUM INSTITUSIONAL KOMPETENSI PENDUKUNG KOMPETENSI LAINNYA UNUD-BPMU-05-01-09 59 .

50 48.64 37. Jumlah SKS minimum yang harus dicapai seorang sarjana adalah 144 SKS yang terdiri dari 138 SKS wajib dan 6 SKS pilihan wajib.39 4. Sedangkan seorang sarjana juga dibolehkan mencapai maksimum 160 SKS 60 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. Utama 6 44 48 2 7 107 Total % 11 54 70 2 7 144 7. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA .Tabel 2 menunjukkan sebaran kelompok mata kuliah pada kurikulum inti (semuanya mata kuliah kompetensi utama) dan pada kurikulum institusional (mata kuliah kompetensi pendukung dan kompetensi lainnya). Tabel 2: Prosentase SKS pada Kelompok Mata Kuliah dalam Kurikulum Inti dan Institusional KOMPETENSI MATA KULIAH DALAM KELOMPOK KURIKULUM KELOMPOK MATA KULIAH MPK (MK Pengembangan Kepribadian) = MKK (MK Keilmuan dan Ketrampilan) = MKB (MK Keahlian Berkarya) = MPB (MK Prilaku Berkarya) = MBB (MK Berkehidupan Bersama) = Total SKS minimum untuk Sarjana = Jumlah SKS Kur Insitusional Komp. SILABUS. Lainnya 5 10 22 0 0 37 Kur Inti Komp.61 1. Pendukung dan Komp. SAP. Dalam hal ini tidak ada pedoman resmi yang mengatur sebaran kelompok-kelompok mata kuliah ke dalam kurikulum inti dan institusional. KONTRAK PERKULIAHAN.86 100.00 Sedangkan Tabel 3 menunjukkan SKS minimum dan maksimum yang harus dicapai seorang sarjana pada kelompok mata kuliah yang diwajibkan dan mata kuliah pilihan.

Tabel 3: Jumlah SKS Wajib dan Pilihan Bebas Minimum dan Maksimum untuk Sarjana KOMPETENSI MATA KULIAH DALAM KELOMPOK KURIKULUM JUMLAH SKS WAJIB DAN PILIHAN Jumlah SKS Wajib = Jumlah SKS Pilihan Bebas Minimum = Jumlah SKS Wajib dan Pilihan Bebas Minimum = Proporsi Kurikulum Inti dan Institusional (dalam %) = Jumlah SKS MKB Pilihan Bebas Maksimal = Jumlah SKS Wajib dan Pilihan Bebas Maksimal = Proporsi Kurikulum Inti dan Institusional (dalam %) = 107 66. Pendukung dan Komp.31 Jumlah SKS Kur Inti Komp. UNUD-BPMU-05-01-09 61 .69 22 53 33. Dalam struktur kurikulum disediakan 46 SKS dari 23 jenis mata kuliah pilihan yang membebaskan mahasiswa untuk mengambilnya baik dijadikan SKS pilihan wajib maupun SKS pilihan bebas.13 Total 138 6 144 100. Utama 107 Kur Insitusional Komp.yang terdiri dari 138 SKS wajib. Lainnya 31 6 37 25.00 22 160 100.88 107 74. Tabel 4 menunjukkan susunan mata kuliah per semester. 6 SKS pilihan wajib dan 22 SKS pilihan bebas.00 Selanjutnya informasi mata kuliah secara rinci ditunjukkan oleh tabel-tabel berikut. sedangkan Tabel 5 menunjukkan kelompok mata kuliah .

SILABUS. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA .62 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. SAP. KONTRAK PERKULIAHAN.

UNUD-BPMU-05-01-09 63 .

SAP. SILABUS.64 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. KONTRAK PERKULIAHAN. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA .

UNUD-BPMU-05-01-09 65 .

SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . SILABUS. KONTRAK PERKULIAHAN.66 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. SAP.

UNUD-BPMU-05-01-09 67 .

SILABUS. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA .68 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. SAP. KONTRAK PERKULIAHAN.

Lampiran 5 Contoh Peta Kurikulum UNUD-BPMU-05-01-09 69 .

70 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. SILABUS. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . SAP. KONTRAK PERKULIAHAN.

UNUD-BPMU-05-01-09 71 .

SAP. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA .72 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. KONTRAK PERKULIAHAN. SILABUS.

Lampiran 6 Contoh Silabus √ √ √ UNUD-BPMU-05-01-09 √ √ √ 73 .

SAP. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA √ √ √ . SILABUS. KONTRAK PERKULIAHAN.√ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ 74 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI.

√ √ √ √ √ √ √ √ √ UNUD-BPMU-05-01-09 √ √ √ 75 .

√ √ √ √ 76 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. KONTRAK PERKULIAHAN. SAP. SILABUS. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA √ √ √ √ √ .

Lampiran 7 Contoh Satuan Acara Perkuliahan UNUD-BPMU-05-01-09 77 .

SAP. SILABUS. KONTRAK PERKULIAHAN. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA .78 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI.

Ir. yaitu sejarah perkembangan teknologi budidaya tanaman. Dr. M. Manfaat Mata Kuliah Manfaat yang diperoleh setelah menempuh mata kuliah ini.Lampiran 8 Contoh Kontrak Perkuliahan KONTRAK PERKULIAHAN Nama Mata Kuliah Kode Mata Kuliah Bobot sks Semester Tempat Pertemuan Koordinator MK : Teknologi Budidaya Tanaman : …… : 3 sks (2:1) : …… : …. pemberian tugas terstruktur dan tugas mandiri. diskusi. I Nyoman Rai. 1. Untuk memperoleh manfaat tersebut. pelaksanaan kuliah diadakan dalam bentuk tatap muka berupa pertemuan di kelas. serta praktikum di laboratorium dan lapangan. jenis-jenis tanaman budidaya dan kebutuhan teknologi budidaya tanaman UNUD-BPMU-05-01-09 79 .. mahasiswa mampu menjelaskan dan menganalisis kebutuhan dan perkembangan teknologi budidaya tanaman sehingga nantinya mahasiswa kompeten dalam menerapkan teknologi budidaya tanaman dengan baik dan benar dalam mengelola usaha tani tanaman semusim. 2. Deskripsi Mata Kuliah Ruang Lingkup Mata kuliah Teknologi Budidaya Tanaman membahas berbagai hal terkait dengan teknologi budidaya. : Prof.S. tanaman tahunan dan tanaman hortikultura.

Kaitannya dengan kopetensi lulusan PS yang telah ditetapkan. KONTRAK PERKULIAHAN.12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman. Di samping itu. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . 3. kapita selekta tanaman hortikultura dan teknologi produksi di luar musim. Mata kuliah ini merupakan pendalaman lebih lanjut dari mata Kuliah Dasar-Dasar Agronomi. melaksanakan dan pengembangkan usaha inovatif di bidang agroekoteknologi (pengusaha). mata kuliah ini mendukung kompetensi lulusan: mengerti dan memahami Ipteks dibidang Agroekoteknologi berdasarkan prinsip pertanian berkelanjutan. peran mata kuliah ini sangat penting apabila mahasiswa mengambil mata kuliah pilihan seperti manajemen produksi tanaman. UU RI No. Teknologi Budidaya yang baik dan benar (Good Agriculture Practices/GAP) dan Standar Operasional Prosedur (SOP). kapita selekta tanaman tahunan.dalam pembangunan pertanian. teknologi budidaya tanaman dalam mengelola usaha tani tanaman semusim. kapita selekta tanaman semusim. tanaman tahunan dan tanaman hortikultura. baik secara modern maupun yang mengangkat kearifan local dan mampu menerapkan Ipteks dibidang Agroekoteknologi (pelaku di bidang pertanian). Konsep pewilayahan dan nilai ekonomi tanaman semusim. serta berani memulai. SILABUS. SAP. tanaman tahunan dan tanaman hortukultura unggulan. mampu merencanakan dan merancang sistem produksi tanaman secara efektif dan produktif dan mampu melaksanakan perencanaan sistem produksi secara tepat sesuai kaidah pertanian berkelanjutan (manajer). Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Standar Kompetensi Mata Kuliah ini adalah mahasiswa mampu menjelaskan dan menganalisis kebutuhan dan perkembangan teknologi budidaya tanaman serta mahasiswa dapat menerapkan teknologi budidaya tanaman dengan baik dan 80 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. serta teknologi Budidaya dalam wadah (Plant Growing Structure) dan sistem hidroponik.

mengetahui Teknologi Budidaya yang baik dan benar (Good Agriculture Practices/GAP) dan dapat menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP). Materi kuliah dan bahan bacaan wajib diiformasikan pada awal perkuliahan. tanaman tahunan dan tanaman hortikultura unggulan. mampu menganalisis teknologi budidaya dan mengelola usaha tani tanaman semusim. Untuk menambah pemahaman materi kuliah. dan dapat menerapkan Teknologi Budidaya dalam wadah (Plant Growing Structure) dan sistem hidroponik 4. Praktikum dilengkapi dengan Buku Penuntun Praktikum. 5. Memahami jenis-jenis tanaman budidaya dan arti penting teknologi budidaya tanaman dalam pembangunan pertanian. mengerti konsep pewilayahan dan nilai ekonomi tanaman semusim. dapat menjelaskan kaitan UU Sistem Budidaya Tanaman dan teknologi budidaya tanaman. tanaman tahunan dan tanaman hortikultura.benar dalam mengelola usaha tani tanaman semusim. UU RI No. Perkuliahan dilaksanakan dengan tatap muka. Teknologi UNUD-BPMU-05-01-09 81 . jenis-jenis tanaman budidaya dan kebutuhan teknologi budidaya tanaman dalam pembangunan pertanian. tanaman tahunan dan tanaman hortikultura. Sedangkan kompetensi dasarnya adalah mampu menjelaskan perkembangan teknologi budidaya tanaman. mahasiswa di berikan tugas-tugas berupa tugas tugas terstrurktur. Materi Pokok Materi pokok terdiri atas sejarah perkembangan teknologi budidaya tanaman.12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman. Strategi Perkuliahan Strategi perkuliahan pada mata kuiah ini banyak menggunakan diskusi dan pemecahan masalah (problem solving learning). tugas mandiri dan praktikum. diskusi. dan pemecahan masalah.

B. Bogor. Bahan Bacaan Buku/bahan bacaan dalam perkuliahan ini adalah sebagai berikut: 1.or. (15 Agustus 2005) 2. Balitbang Pertanian. Botany.J. Kedelai. Yahmadi. Paslitbangtan Pangan. 7./Agro/agr_sejarah/htm. Rosenburg.. Pengantar untuk pertanian berkelanjutan dengan input luar rendah. Sumberdaya Nabati. Konsep pewilayahan dan nilai ekonomi tanaman semusim. Verheij dan Coronel (1997).id. In: M. KONTRAK PERKULIAHAN. C. Jagung. 9. tanaman tahunan dan tanaman hortikultura.The AVI Publishing Company Inc. 1985. 8. Bogor. 5. Buletin Teknik No. Buku 1 dan Buku 2. 3.Budidaya yang baik dan benar (Good Agriculture Practices/GAP) dan Standar Operasional Prosedur (SOP). Cliford & K. Padi. K. Climate and Soil. Perkembangan Teknologi Pertanian dari Jaman ke Jaman.(2007). teknologi budidaya tanaman dalam mengelola usaha tani tanaman semusim. Rangkaian Perkembangan dan Permasalahan Budidaya & Pengolahan Kopi di Indonesia. SILABUS. Tahun 1985. P97-107. C. Reijntjes. the biological envirenment. 1999. Anonimous. Pertanian masa depan. Http://lablink. N. Paslitbangtan Pangan. Coffe. SAP. Microclimate. 1974. Waters-Bayer. 2004. Tahun 1991. Wilson. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . tanaman tahunan dan tanaman hortukultura unggulan.Biochemestry and Production of Beans and Beverage. Connecticut. serta Teknologi Budidaya dalam wadah (Plant Growing Structure) dan sistem hidroponik. Balitbang Pertanian. Paslitbangtan Pangan. N. Prosea. 6. Tahun 1988 dan Tahun 1999. W. Wilsons (eds). C. 6. UU RI No. Haverkort dan A.12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman. 10. 4. 3. Balitbang Pertanian. Bogor. Penerbit Kanisius. 82 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. M. Westport.

2001. Handbook of Fruit Science and Technology. Tanaman hias dalam taman. Balai Penelitian Jember. 1996. 15. 1975. 1995. Memproduksi buah-buahan di luar musim. Arsitektur Pertamanan.P. New York. John Wilay & Sons. Hartobudoyo. Lakitan. Raja Grafindo Persada.H. Hortikultura. 2008. UIPress Jakarta. I. K. Manajemen Agribisnis Bunga Potong. Semarang. New York. Kadam. Soule. Marcel Dekker Inch. Nurhayati Ansori.E. CREATA (Pusat Pengkajian dan Penerapan Ilimu dan Teknologi untuk Pertanian Tropika. B. Rai. Terjemahan “Beginning Hydroponics Soilless Gardening. 11. J. Wibowo. Jakarta. dan pasca panen. Dahara Prize. Rumah Kaca. American Sociaty for Horticultral Science. 1995.P. R. 1997. B. dan R. 1978. Bahan Ajar PS. Faperta IPB. Aplikasi Teknologi Hidroponik untuk Pengembangan Agribisnis Perkotaan. Poerwanto. Teori. Salunkhe. New York.B Jember. 23. S. W. 1982. D. S. Naungan tanaman kopi. Surabaya 21. 20. Glossary for Horticultural Crops. PT. Soekartawi. M. 2002. 12. Tanindo Subur Prima. Pemngkasan kopi. Hidroponik Tanaman Tanpa Tanah. dan S. 14. Nicholls. Soenaryo. A.N. 19. J. 13.John wiley & Sons.S. Horticulture Science. 17. Diktat Kuliah Tanaman Hias. Sub B. UNUD-BPMU-05-01-09 83 . 16. Jurusan Budidaya Pertanian Faperta IPB. Freeman and Company.PB. 1972. Greenhouse Alternatif Budidaya Tanaman secara Modern. PT. Budidaya. 22. Andy Publisher Yogyakarta. 1993. San Fransico. 18. Janick. Nurhayati. 1985.

Paper dipresentasikan pada hari tertentu menurut kesepakatan. Panjang paper 5 halaman. 1. Laporan praktikum dibuat dalam bentuk laporan mandiri (tidak berkelompok).2 Tugas paper dan presentasi (Tugas paper kelopok maksimum 5 orang) pilih satu judul dari topik yang diterima. Tugas-Tugas. 7. lisan. KONTRAK PERKULIAHAN. unjuk kerja dan unjuk sikap dengan komponen sebagai berikut: Tugas paper : 10% Tugas praktikum : 20% Tugas web dan tugas tersrtuktur : 5% Presensi : 5% 84 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. 7. disiplin dan bertanggungjawab. penilaian/evaluasi terhadap proses pembelajaran. SILABUS. SAP. 8. tidak berupa re-write dari artikel. Kreteria dan Standar Penilaian Penilaian dilakukan berdasarkan Ujian tertulis. analisis dan sistesis dari artikel-artikel yang dibaca.1 Tugas Website (Tugas kelompok maksimum 5 orang) mengumpulkan dan membahas online journal yang terkait dengan pokok-pokok bahasan. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . buatlah paper singkat berdasarkan minimal 3 artikel yang sesuai dan saling melengkapi.5 spasi dan mengikuti aturan penulisan tulisan ilmiah. tapi berupa hasil pemikiran.4 Tugas Praktikum Kerjakan praktikum sesuai dengan Buku Pedoman Praktikum (dijelaskan pada asistensi praktikum). Praktikum harus dikerjakan dengan baik. 7.7.

3. Lewat dari batas tersebut mahasiswa boleh masuk tapi tidak mendapat presensi. Tata Tertib Siswa dan Dosen 1.9 5.10. Keterlambatan masuk di kelas hanya diijinkan maksimal 15 menit dari jadwal.6.Presentasi kelompok Keaktifan dikelas UTS UAS : 10% : 10% : 20% : 20% Terkait dengan Standar Penilaian digunakan sistem Penilaian Acuan Patokan (PAP). baik waktu mengikuti perkuliahan maupun pada waktu praktikum. Hasil evaluasi dikategorikan sebagai berikut: Angka Mutu (skala 0-10) 8. 4. atau menghadap dosen untuk bimbingan maupun konsultasi akademik.5.4.5 .0 . 2. Pada waktu perkuliahan semua handphone harus dalam keadaan mati/silent. Mahasiswa diwajibkan menggunakan pakaian (tidak oblong) dan pantas pada waktu mengikuti perkuliahan di kelas.4 4. UNUD-BPMU-05-01-09 85 .6 .4 0.5 .0 6.0 . Mahasiswa tidak diperkenankan memakai sandal jepit.7.4 Angka Mutu (skala 0-4) 4 3 2 1 0 Huruf Mutu (Skala Kualitatif) A B C D E 9.

Jadwal Kuliah No. I Dosen Pengajar I. Mahasiswa wajib hadir minimal 75 % dari jumlah tatap muka. N. Rai 3 III C. N. SILABUS.G. Protes nilai dilayani paling lama 1 minggu setelah nilai keluar 10. kecuali pada saat diskusi. Semarajaya 5 V K. Rai 2 II I. 7. Kartha Dinata 86 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. Hasil evaluasi mahasiswa wajib dikembalikan pada mahasiswa 2 minggu setelah ujian berakhir. Tidak ada ujian susulan untuk UTS dan UAS. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . 1 Pokok Bahasan Sejarah perkembangan teknologi budidaya tanaman Jenis-jenis tanaman budidaya dan kebutuhan teknologi budidaya tanaman dalam pembangunan pertanian UU RI No.A. Semarajaya 4 IV C.5.12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman Good Agriculture Practices dan Standar Operasional Prosedur (SOP) Konsep pewilayahan tanaman semusim dan nilai ekonomi tanaman semusim Morfologi dan syarat tumbuh tanaman semusim Minggu Ke. Kartha Dinata 6 VI K.G. SAP. Tidak diperkenakan melakukan keributan di kelas dalam bentuk apapun selama perkuliahan berlangsung. kecuali dengan alasan jelas. 9. KONTRAK PERKULIAHAN. 8. 6.A.

N. kacang-kacangan) Kesesuaian lahan (iklim dan lahan) dan arti ekonomi tanaman tahunan Bagian-bagian vegetatif tanaman tahunan Teknologi budidaya dan mengelola usaha tani tanaman tahunan unggulan VII K. N.G. Suteja 11 Teknologi budidaya komoditas sayuran andalan dan unggulan Teknologi budidaya komoditas tanaman hias andalan dan unggulan Teknologi budidaya komoditas buah-buahan andalan dan unggulan Plant Growing Structure dan sistem hidroponik XI N. Kartha Dinata 8 VIII I. Astawa 13 XIII I. N. Rai 14 XIV I. Suteja 9 IX I. Suteja 10 X I. N. Rai UNUD-BPMU-05-01-09 87 .G. Astawa 12 XII N.7 Teknologi tanaman semusim andalan dan unggulan (padi. jagung. N.

Kontrak perkuliahan ini dapat dilaksanakan. Mahasiswa yang menempuh ( Prof. A. mulai dari disampaikan kesepakatan ini.) Mengetahui Ketua PS. akan ada pemberitahuan terlebih dahulu.n. Lain-lain Apabila ada hal-hal yang diluar kesepakatan ini untuk perlu disepakati. Ir. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA . I Nyoman Rai.S) ( Korti MK Tek. Gede Suastika. Pihak II a.11. Apabila ada perubahan isi kontrak perkuliahan. M. SAP. MP) 88 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. SILABUS.A. Dr. KONTRAK PERKULIAHAN. Agroekoteknologi (Ir. Pihak I Dosen Pengampu. Budidaya Tan. dapat dibicarakan pada acara perkuliahan.

UNUD-BPMU-05-01-09 89 .

SAP. KONTRAK PERKULIAHAN.90 MANUAL PROSEDUR SPESIFIKASI PROGRM STUDI. SILABUS. SOP DOSEN DAN PENILAIAN DALAM KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI UNIVERSITAS UDAYANA .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful