SEJARAH TES INTELIGENSI Pada awalnya telah dipraktekan oleh negara cina sejak sebelum dinasti Han, yang

dilakukan oleh jenderal cina, untuk menguji rakyat sipil yang ingin menjadi legislatif berdasarkan pengetahuan menulis klasik, persoalan administratif dan manajerial. Kemudian dilanjutkan sampai pada masa dinasti Han (200 SM- 200 M), namun seleksi ini tidak lagi untuk legislatif saja, tetapi mulai merambah pada bidang militer, perpajakan, pertanian, dan geografi. Meskipun diawali dengan sedikit mencontoh pada seleksi militer perancis dan Inggris. Sistem ujian telah disusun dan berisi aktivitas yang berbeda, seperti tinggal dalam sehari semalam dalam kabin untuk menulis artikel atau puisi, hanya 1 % sampai dengan 7 % yang diijinkan ikut ambil bagian pada ujian tahap kedua yang berakhir dalam tiga hari tiga malam. Menurut Gregory (1992), seleksi ini keras namun dapat memilih orang yang mewakili karakter orang Cina yang kompleks. Tugas-tugas militer yang berat cukup dapat dilakukan dengan baik oleh para pegawai yang diterima dalam seleksi fisik dan psikologi yang intensif Tokoh-tokoh yang berperan antara lain adalah Wundt. Beliau merupakan psikolog pertama yang menggunakan laboratorium dengan penelitiannya mengukur kecepatan berpikir. Wundt mengembangkan sebuah alat untuk menilai perbedaan dalam kecepatan berpikir. Sedangkan Cattel (1890) menemukan tes mental pertama kali. Yang memfokuskan pada tidak dapatnya membedakan antara energi mental dan energi jasmani. Meskipun Pada dasarnya tes mental temuan Cattel ini hampir sama dengan temuan Galton. Tokoh yang tak kalah pentingnya adalah Alfred Binet. Selain kontribusi nyata pribadi beliau dengan menciptakan tes intelegensi, beliau juga bekerja sama dengan Simon (1904) untuk membuat instrumen pengukur intelegensi dengan skala pengukuran level umum pada soal- soal mengenai kehidupan sehari- hari. Perkembangan selanjutnya dua tokoh ini mengembangkan penggunaan tes intelegensi dengan tiga puluh items berfungsi

Tahun 1912. praktis. Goddard pada tahun 1946 mendefinisikan inteligensi sebagai tingkat kemampuan pengalaman seseorang untuk menyelesaikan masalahmasalah yang dihadapi dan untuk mengantisipasi masalah-masalah yang akan datang. inteligensi terdiri dari tiga komponen. Lewis Madison Terman pada tahun 1916 mendefinisikan inteligensi sebagai kemampuan seseorang untuk berpikir secara abstrak. Kini tes psikologi semakin mudah. Henmon mengatakan bahwa inteligensi terdiri atas dua faktor. . Baldwin pada tahun 1901 mendefinisikan inteligensi sebagai daya atau kemampuan untuk memahami.A.mengidentifikasikan kemampuan sekolah anak. yaitu kemampuan untuk mengarahkan pikiran atau tindakan.C. Tokoh selanjutnya yang cukup berperan adalah Spearman dan Persun. PENGERTIAN INTELIGENSI Menurut Alfred Binet (1857-1911) & Theodore Simon. Stres membagi mental age dengan cronological age sehingga muncul konsep IQ. yaitu kemampuan untuk memperoleh pengetahuan dan pengetahuan yang telah diperoleh. H. dan matematis dengan berbagai macam variasinya namun tanpa meninggalkan pedoman klasiknya. V. dan kemampuan untuk mengritik diri sendiri (autocriticism). H. Perkembangan selanjutnya dibuatlah suatu standar internasional yang dibuat di Amerika Serikat berjudul “Standards for Psychological and Educational Test” yang digunakan sampai sekarang. Psikodiagnostik adalah sejarah utama dari tes psikologi atau yang juga disebut psikometri. kemampuan untuk mengubah arah tindakan bila tindakan itu telah dilaksanakan. dengan menemukan perhitungan korelasi statistik.

IQ mereka berkorelasi antara 0. pada tahun mendefinisikan inteligensi kemampuan untuk berpikir secara abstrak dan kesiapan untuk belajar adari .90. diarahkan pada suatu tujuan.50. atau produk sebagai sebagai konsekuensi eksistensi suatu budaya tertentu. mempunyai nilai sosial. korelasi nilai tes Iqnya sangat tinggi. dan hanya 0. Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa intelegensi adalah suatu kemampuan mental yang melibatkan proses berpikir secara rasional. abstrak.Edward Lee Thorndike (1874-1949) pada tahun 1913 mendefinisikan inteligensi sebagai kemampuan dalam memberikan respon yang baik dari pandangan kebenaran atau fakta. sedangkan di antara 2 anak kembar. intelegensi tidak dapat diamati secara langsung. Walters dan Gardber pada tahun 1986 mendefinisikan inteligensi sebagai suatu kemampuan atau serangkaian kemampuan-kemampuan yang memungkinkan Flynn pengalaman.40 – 0. ekonomis. Stoddard pada tahun 1941 mendefinisikan inteligensi sebagai kemampuan untuk memahami masalah-masalah yang bercirikan mengandung kesukaran. Selanjutnya bukti pada anak kembar yang dibesarkan secara terpisah. David Wechsler.20 dengan ayah dan ibu angkatnya. sekitar 0. Bukti lainnya adalah pada anak yang di adopsi. dan menghadapi lingkungannya secara efektif. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi intelegensi adalah:  faktor bawaan atau keturunan Penelitian membuktikan bahwa korelasi nilai tes IQ dari satu keluarga sekitar 0. George D. IQ individu memecahkan 1987 masalah.10 – 0. kompleks. intelegensi adalah kemampuan untuk bertindak secara terarah. melainkan harus disimpulkan dari berbagai tindakan nyata yang merupakan manifestasi dari proses berpikir rasional itu. Oleh karena itu. dan berasal dari sumbernya. berpikir secara rasional.50 dengan ayah dan ibu yang sebenarnya.

Pengukuran Intelegensi . Perkembangan otak sangat dipengaruhi oleh gizi yang dikonsumsi. IQ hanya memberikan sedikit indikasi mengenai kecerdasan taraf kecerdasan seseorang dan tidak Skor menggambarkan IQ mula-mula seseorang secara keseluruhan.  faktor Lingkungan Walaupun ada ciri-ciri yang pada dasarnya sudah dibawa sejak lahir. Tetapi kemudian timbul masalah karena setelah otak mengalami kemasakan. skor ini kemudian dikalikan 100 dan dipakai sebagai dasar perhitungan IQ. Dengan demikian. rangsanganrangsangan yang bersifat kognitif emosional dari lingkungan juga memegang peranan yang amat penting. Intelegensi tentunya tidak bisa terlepas dari otak. bahkan pada titik tertentu akan terjadi penurunan kemampuan. tidak terjadi perkembangan lagi. Selain gizi. Arti intelegensi sudah dijelaskan di depan. adalah skor yang diperoleh dari sebuah alat tes kecerdasan. walaupun mereka tidak pernah saling kenal. maka akan diperoleh skor 1.mereka tetap berkorelasi sangat tinggi. ternyata lingkungan sanggup menimbulkan perubahan-perubahan yang berarti. Bila kemampuan individu dalam memecahkan persoalan-persoalan yang disajikan dalam tes kecerdasan (umur mental) tersebut sama dengan kemampuan yang seharusnya ada pada individu seumur dia pada saat itu (umur kronologis). padahal kedua istilah ini mempunyai perbedaan arti yang sangat mendasar. sedangkan IQ atau tingkatan dari Intelligence Quotient. Intelegensi dan IQ Orang seringkali menyamakan arti intelegensi dengan IQ. diperhitungkan dengan membandingkan umur mental (mental age) dengan umur kronologik (chronological age).

seorang psikolog dari Amerika mengadakan banyak perbaikan dari Tes Binet-Simon. Tes ini kemudian direvisi pada tahun 1911. Sumbangan utamanya adalah menetapkan indeks numerik yang menyatakan kecerdasan sebagai rasio (perbandingan) antara mental age dan chronological age. Charles Spearman mengemukakan bahwa inteligensi tidak hanya terdiri dari satu faktor yang umum saja (General factor). Intelligensi dan Bakat Inteligensi merupakan suatu konsep mengenai kemampuan individu dalam menyesuaikan diri dengan lingkkungannya. terdapat kemampuan-kemampuan yang amat spesifik. Alfred Binet dan Theodor Simon. sesuai dengan tujuan dan kultur di mana alat tes tersebut dibuat. Dalam kemampuan yang umum ini. tetapi juga terdiri dari faktor-faktor yang lebih spesifik. Tahun 1916. banyak dikembangkan alat tes dengan tujuan yang lebih spesifik. Seorang tokoh dalam bidang ini. Tes Stanford_Binet ini banyak digunakan untuk mengukur kecerdasan anak-anak samapai usia 13 tahun. Disamping alat-alat tes di atas. Kemampuan-kemampuan yang spesifik ini memberikan pada individu suatu . Teori ini disebut teori faktor (Factor Theory of Intelligence). Hasil perbaikan ini disebut Tes Stanford_binet.Pada tahun 1904. Lewis Terman. Indeks seperti ini sebetulnya telah diperkenalkan oleh psikolog Jerman yang bernama William Stern. Alat tes itu dinamakan Tes Binnet-Simon. Salah satu reaksi atas Tes Binet-Simon atau Tes Stanford-Binet adalah bahwa tes itu terlalu umum. 2 orang psikolog Perancis merancang suatu alat evaluasi yang dapat dipakai untuk mengidentifikasi siswa-siswa yang memerlukan kelas-kelas khusus (anakanak yang kurang pandai). dan WISC (Wechsler Intelligence Scale for Children) untuk anak-anak. Alat tes yang dikembangkan menurut teori faktor ini adalah WAIS (Wechsler Adult Intelligence Scale) untuk orang dewasa. yang kemudian dikenal dengan Intelligence Quotient atau IQ.

kondisi yang memungkinkan tercapainya pengetahuan. Walau ada anggapan bahwa kreativitas mempunyai hubungan yang bersifat kurva linear dengan inteligensi. Sedangkan contoh dari Vocational Aptitude Test atau Interest Inventory adalah Differential Aptitude Test (DAT) dan Kuder Occupational Interest Survey. Tetapi lebih tinggi lagi. Karena suatu tes Inteligensi tidak dirancang untuk menyingkap kemampuan-kemampuan khusus ini. tes inteligensi hanya dirancang untuk mengukur proses berpikir yang bersifat konvergen. masih terdapat korelasi yangcukup berarti. hubungan antara kreativitas dan inteligensi tidak selalu menunjukkan bukti-bukti yang memuaskan. Sebaliknya. yaitu kemampuan untuk memberikan berbagai alternatif jawaban berdasarkan informasi yang diberikan. tapi bukti-bukti yang diperoleh dari berbagai penelitian tidak mendukung hal itu. kecakapan. atau keterampilan tertentu setelah melalui suatu latihan. Alat yang digunakan untuk menyingkap kemampuan khusus ini disebut tes bakat atau aptitude test. J. Guilford menjelaskan bahwa kreativitas adalah suatu proses berpikir yang bersifat divergen. maka bakat tidak dapat segera diketahui lewat tes inteligensi. Sampai pada skor IQ tertentu. Skor IQ yang rendah memang diikuti oleh tingkat kreativitas yang rendah pula. tidak selalu diikuti tingkat kreativitas yang tinggi pula. Meskipun demikian. Tes bakat yang dirancang untuk mengungkap prestasi belajar pada bidang tertentu dinamakan Scholastic Aptitude Test dan yang dipakai di bidang pekerjaan adalah Vocational Aptitude Test dan Interest Inventory. Namun semakin tinggi skor IQ. Inilah yang disebut Bakat atau Aptitude. . Para ahli telah berusaha mencari tahu mengapa hal ini terjadi. ternyata tidak ditemukan adanya hubungan antara IQ dengan tingkat kreativitas. Contoh dari Scholastic aptitude Test adalah Tes Potensi Akademik (TPA) dan Graduate Record Examination (GRE). Intelligensi dan Kreativitas Kreativitas merupakan salah satu ciri dari perilaku yang inteligen karena kreativitas juga merupakan manifestasi dari suatu proses kognitif.P.

Pengukuran intelligensi termaksud dilakukan dengan cara mengukur lingkaran tempurung kepala anak-anak (kraniometri). ia meninggalkan sama sekali pendekatan kraniometri dan berpaling ke metoda yang lebih psikologis. Alfred Binet (1875-1911) memulai suatu usaha pengukuran intelligensi dengan mengikuti metoda Paul Broca yang saat itu sangat popular di kalangan ilmuwan. Ketika di tahun 1904 Binet kembali menekuni usaha pengukuran inteligensi. Pada skala kedua yang dikenal sakala 1908. Dalam skala 1905 itu tidak terdapat petunjuk yang pasti mengenai bagaimana cara menghitung skor yang diperoleh seorang anak.yaitu kemampuan untuk memberikan satu jawaban atau kesimpulan yang logis berdasarkan informasi yang diberikan. Skala itu dikenal juga sebagai Skala 1905. terdiri dari 30 soal yang disusun berdasarkan tingkat kesukaran yang semakin meningkat. Sejarah menggariskan bahwa Binet menjadi seorang pemancang tonggak awal perkembangan tes-tes inteligensi modern di seluruh dunia. Untuk itu diperlukan suatu alat ukur yangmampu membedakan mana anak yang lemah mental dan mana yang tidak. jumlah tesnya diperbanyak dan beberapa tes pada skala pertama yang terbukti tidak begitu baik dibuang. Seorang dokter bernama Theodore Simon bersama binet membuat skala inteligensi yang dikenal sebagai Skala Binet-Simon. kualitas penilaian moral dan estetika. ingatan. Ini merupakan akibat dari pola pendidikan tradisional yang memang kurang memperhatikan pengembangan proses berpikir divergen walau kemampuan ini terbukti sangat berperan dalam berbagai kemajuan yang dicapai oleh ilmu pengetahuan. Kemdian skor anak dalam tes dinyatakan dalam bentuk usia mental yang sama dengan usia kronologis anak normal yang berhasil . Pada oktober 1904 Binet diberi tugas oleh menteri pengajaran Prancis untuk meneliti masalah anak-anak lemah mental di sekolah-sekolah Prancis. Binet mulai membuat alat baru yang dirancang untuk mengukur ketajaman bayangan ketahanan dan kualitas perhatian. dan kecakapan menemukan kesalahan logika serta memahami kalimat-kalimat.

Dalam masing-masing tes untuk setiap level usia terisi soal-soal dengan taraf kesukaran yang tidak jauh berbeda.mengerjakan tes pada level tersebut. Pengertian usia mental adalah sama dengan level mental yang merupakan istilah yang lebih disukai oleh Binet. skala Sanford-Binet menjadi skala standar dalam psikologi klinis. Sejak itu. dan mengenal betul isi berbagai tes dalam skala tersebut. dan konseling pendidikan. Yaitu (a) konsep IQ deviasi dari Wechsler mulai digunakan pada skala ini dengan cakupan angka mulai dari 30 sampai dengan 170. psikiatri. sehingga apabila suatu tes pada level usia tertentu tidak dapat digunakan karena sesuatu hal maka tes penggantipun dapat dimanfaatkan. Stanford-Binet Intelligence Scale Revisi terhadap Skala Stanford-Binet yang diterbitkan pada tahun 1972.Skala ini tidak cocok untuk . Bagi setiap level usia terdapat pula tes pengganti yang setara. Pada tahun 1960. mengalami revisi penting. yaitu norma penilaiannya yang diperbaharui. sangat terlatih dalam penyajian tesnya. Beberapa tes baru ditambahkan pada level-level usia tertentu dan dilakukan pula perluasan soal sampai mencakup pada level usia mental dewasa. Terakhir. Skala Stanford-Binet dikenakan secara individual dan soal-soalnya diberikan secara lisan oleh pemberi tes. versi terbaru skala Stanford-Binet terbit tahun 1986 memuat 4 kelompok penalaran dan berisi berbagai mecam tes baron. Tes-tes dalam skala ini dikelompokkan menurut berbgai level usia mulai dari Usia II sampai dengan Usia Dewasa-Superior. Revisi Amerika yang paling terkenal dilakukan oleh Lewis Madison Terman di Stanford University tahun 1916. Oleh karena itu pemberi tes haruslah orang yang mempunyai latar belakang pendidikan yang cukup di bidang psikologi.(b) Skala Stanford-Binet yang semula terdiri atas dua bentuk parallel yaitu Form L dan Form M dijadikan satu Form L-M. dan (c) Tabel konversi IQ diperluas sehingga mencakup pula usia 17 dan 18. Skala Binet-Simon yang terakhir terbit pada 1911 (tahun kematian Binet).

Terbit pada tahun 1939 dan dinamai Wechsler-Bellevue Intelligence Scale (WBIS). Skala diperluas dan distandardisasi ulang berdasar sampel masyarakat AS. Dalam revisi terakhir ini konsep inteligensi dikelompokkan menjadi empat tipe penalaran yang masing-masing diwakili oleh beberapa tes. flip-over soal tes. memori jangka pendek. serta pedoman penyelenggaraan dan pen-skoran skala. apalagi jika peserta tes masih muda. Pada tahun 1949 Wechsler menerbitkan pula skala inteligensi untuk digunakan pada anak-anak yang dikembangkan berdasar isi skala W-B. buku kecil untuk tester. Perubahan benar-benar dilakukan sehingga menampilkan suatu tes baru. karena level tersebut merupakan level intelektual dan dimaksudkan hanya sebagai batas-batas usia mental yang mungkin dicapai oleh anak-anak. Penyelenggaraan tes dan Penentuan Skor menggunakan buku-buku kecil berisi kartu-kartu tercetak untuk presentasi. Versi terbaru skala Stanford-Binet diterbitkan pada tahun 1986.dikenakan pada orang dewasa. Revisi kedua di tahun 1937. disebut juga skala W-B. Ragu-ragu dan gugup bisa menghancurkan rapport. Revisi ketiga dilakukan di tahun 1960. objek tes misal balok. tes ini di-restandardisasi. Revisi skala Binet Dilakukan pertama kali di tahun 1916. David Wechsler memperkenalkan versi pertama tes inteligensi yang dirancang khusus untuk digunakan bagi orang dewasa. Skala . sebuah gambar besar boneka yang uniseks dan multietnik. Untuk pertama kalinya digunakan istilah IQ. papan bentuk. penalaran visual abstrak. menyediakan satu bentuk tunggal yang memuat soal-soal terbaik dari bentuk 1937. Yaitu penalaran verbal. penalaran kuantitatif. manik. Di tahun 1972. kita membutuhkan penguji yang amat terlatih. Dalam penyelenggaraan tes Stanford-Binet.

WISC (Wechsler Intelligence Scale for Children) di tahun 1949. Revisi terhadap WAIS telah dilakukan dan diterbitkan pada tahun 1981 dengan nama WAIS-R. Di tahun 1955. 3. Masing-masing skala terdiri dari minimum lima subtes dan maksimum tujuh subtes. Tes ini untuk rentang usia 3-7 tahun 3 bulan. WISC third edition Untuk usia 6-16 tahun 11 bulan. The Wechsler Inteligence Scale for Children-Revised (WISC-R) Skala Wechsler pertama terbit tahun 1939. Isinya terdiri dari dua sub bagian Verbal (V) dan sub bagian Performance (P). Selain itu juga komposisi skala-skala ini tampak menganggap bahwa domain kemampuan yang dipilih oleh subtesnya dalam semua tuingkat umur sama. Wechsler menyusun sakala lain untuk orang dewasa dengan memperluas isi tes WISC. 2. . Kekurangan skala Wechsler: kurangnya pendasaran teoritis yang menyulitkan penemuan basis interpretasi yang koheren. WAIS (Wechsler Adult Intelligence Scale) di tahun 1955. Wechsler Preeschool and Primary Scale of Intelligence-Revised tahun 1989. Revisi skala WISC yang dinamai WISC-R diterbitkan tahun 1974 dan dimaksudkan untuk mengukur inteligensi anak-anak usia 6 sampai dengan 16 tahun. Skala ini bernama Wechsler Adult Intelligence Scale (WAIS). Ada tiga macam skala Wechsler: 1. WISC-R terdiri atas 12 subtes yang dua diantaranya digunakan hanya sebagai persediaan apabila diperlukan penggantian subtes. Untuk usia 1674 tahun.ini diberi nama Wechsler Intelligence Scale for Children (WISC). penerjemahan tersebut dilakukan pada WAIS versi 1955 dan belum disertai dengan pengujian empiris yang seksama terhadap kualitas aitem yang selesai dialihbahasakan. Di fakultas Psikologi UGM. Banyak soal diambil langsung dari tes orang dewasa. Pada tahun 1974 suatu revisi terhadap tes WISC dilakukan kembali dengan nama WISC-R (R adalah revised).

4. Hitungan Berupa problem hitungan yang setaraf dengan soal hitungan di sekolah dasar. Kosa Kata Berisi 40 kata-kata yang disajikan dari yang paling mudah didefinisikan sampai kepada yang paling sulit. Informasi Berisi 29 pertanyaan mengenai pengetahuan umum yang dianggap dapat diperoleh oleh setiap orang dari lingkungan sosial dan budaya sehari-hari dimana ia berada. Rentang Angka Berupa rangkaian angka antara 3 sampai 9 angka yang disebutkan secara lisan dan subjek diminta untuk mengulangnya dengan urutan yang benar. . Skala Verbal terdiri dari: 1. satu angka IQ-deviasi untuk keseluruhan skala. 2. 3. The Wechsler Adult Intelligence Scale-Revised (WAIS-R) WAIS-R terdiri dari skala verbal dan skala performansi. Skor tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam bentuk angka standar melalui table norma sehingga akhirnya diperoleh satu angka IQ-deviasi untuk skala verbal.Skala Verbal : Information Comprehension Arithmetic Similarities Vocabulary Digit Span Skala Performansi : Picture Picture Arrangement Block Design Object Assembly Coding Mazes Pemberian skor pada subtes WISC-R didasarkan atas kebenaran jawaban dan waktu yang diperlukan oleh subjek dalam memberikan jawaban yang benar tersebut.

WPPSI-R Yaitu Wechsler Preschool and Primary Scale. Simbol Angka Berupa Sembilan angka yang masing-masing mempunyai simbolnya sendiri-sendiri. Subjek diminta menulis symbol untuk masing-masing angka di bawah deretan angka yang tersedia sebanyak yang dapat dia lakukan selama 90 detik. Kesamaan Berupa 13 soal yang menghendaki subjek untuk menyatakan pada hal apakah dua benda memiliki kesamaan. Advance Progressive Matrices Disusun oleh J. 5.C Raven pada tahun 1943 . Pemahaman Isi subtes ini dirancang untuk mengungkap pemahaman umum. Setiap macam pola diberikan di atas kartu sebagai soal. Perakitan Objek Terdiri dari potongan-potongan langkap bentuk benda yang dikenal sehari-hariyang disajikan dalam susunan tertentu. Rancangan Balok Terdiri atas suatu seri pola yang masing-masing tersusun atas pola merah-putih. Untuk usia 3 tahun sampai 7 tahun 3 bulan. 3. 2. Susunan Gambar Berupa delapan seri gambar yang masing-masing terdiri dari beberapa kartu yang disajikan dalam urutan yang tidak teratur. 6.5. Kelengkapan Gambar Subjek diminta menyebutkan bagian yang hilang dari gambar dalam kartu yang jumlahnya 21 kartu. 4. Untuk skala performansi adalah sebagai berikut: 1.

Tujuan Untuk mengatur tingkat intelegensi. Tugas testi adalah memilih salah satu diantara gambar ini yang tepat untuk menutupi kekosongan pada gambar besar. berpikir logis . 1974) Aspek yang diukur Raven berpendapat bahwa tes CPM dimaksudkan untuk mengungkap aspek: 1. Tes APM ini sesungguhnya untuk membedakan secara jelas antara individu-individu yang berkemampuan intelektual lebih dari normal bahkan yang berkemampuan intelektual superior. Tiap item terdiri dari sebuah gambar besar yang berlubang dan dibawahnya terdapat 6 gambar penutup. Item ini dikelompokkan menjadi 3 kelompok atau 3 set yaitu set A. 1974) Kedua bentuk tes CPM dicetak berwarna. Set 1 disajikan dalam buku tes yang berisikan 12 butir soal. Aspek yang diukur Tes APM dimaksudkan untuk mengungkap kemampuam efisiensi intelektual. Set II berisikan 36 butir soal tes. Pada dasarnya kedua bentuk tersebut dalam pelaksanaan tes memberikan hasil yang sama. set Ab dan set B. (Raven. Colours Progressive Matrices Bentuk yang tersedia Bentuk tes CPM ada dua macam yaitu berbentuk cetakan buku dan yang lainnya berbentuk papan dan gamabr-gambarnya tidak berbeda dengan yang di buku cetak. di samping untuk tujuan analisis klinis.Bentuk yang tersedia Tes APM terdiri dari 2 set dan bentuknya non-verbal. (Raven. dimaksudkan untuk menarik dan memikat perhatian anak-anak kecil. item disusun bertingkat dari item yang mudah ke item yang sukar. Materi tes terdiri dari 36 item/gambar.

C. Skala 2 untuk anak-anak usia 8-14 tahun dan untuk orang dewasa yang memiliki kecerdasan di bawah normal. Raven dan terbit pada tahun 1960. Tujuan Tes CPM dapat digunakan untuk mengungkap taraf kecerdasan bagi anak-anak yang berusia 5 samapai 1 tahun. Raven sendiri . SPM merupakan tes yang bersifat nonverbal. The Standard Progressive Matrices (SPM) Merupakan salah satu contoh bentuk skala inteligensi yang dapat diberikan secara individual ataupun kelompok. Di samping itu juga digunakan untuk orang-orang yang lanjut usia dan bahkan utnuk anak-anak defective Culture Fair Intelligence Test (CFIT). Scale 2 and 3 From A and From B Bentuk yang tersedia Buku soal dan lembar jawaban yang terpisah. Skala ini dirancang oleh J. kemampuan untuk mencari dan mengerti hubungan antara keseluruhan dan bagian-bagian. artinya materi soal-soalnya diberikan tidak dalam bentuk tulisan ataupun bacaan melainkan dalam bentuk gambar-gambar. Aspek yang diukur Tes ini mengukur factor kemampuan mental umum (g-factor) Tujuan Tes ini dipergunakan untuk keperluan yang berkaitan dengan factor kemampuan mental umum atau kecerdasan. kemapuan berpikir secara analogi. Skala 3 untuk usia sekolah lanjutan atas dan orang dewasa dengan kecerdasan tinggi.2. kecakapan pengamatan ruang 3. jadi termasuk kemampuan analisa dan kemampuan integrasi 4.

5 sampai 12. Tes ini diciptakan oleh Alan S. SPM tidak memberikan suatu angka IQ akan tetapi menyatakan hasilnya dalam tingkat atau level intelektualitas dalam beberapa kategori. : Kapasitas intelektual Terhambat. dan Pemrosesan Mental. Skala-skala inteligensi dalam baterai ini adalah:  Sequential Processing Scale .menyebut skala ini sebagai tes kejelasan pengamatan dan kejelasan berfikir. bukan tes inteligensi umum. : Kapasitas intelektual Di bawah rata-rata. Komposit. Karena kurang mengandalkan kemampuan verbal. Pemrosesan Simultan dipresentasikan tujuh subtes sementara Pemrosesan Berurutan dipresentasikan oleh tiga subtes. menurut besarnya skor dan usia subjek yang dites. KABC bisa merupakan pengukuran pilihan untuk anak-anak yang kemahiran bahasa inggrisnya terbatas atau pendengarannya rusak. K-ABC merupakan rangkaian tes yang relatif baru yang diperuntukkan bagi anak-anak usia 2. yaitu: Grade I Grade II Grade III Grade IV Grade V : Kapasitas intelektual Superior. Terfokus pada pengolahan informasi. Kaufman dan Nadeen L. : Kapasitas intelektual Di atas rata-rata : Kapasitas intelektual Rata-rata. Kaufman dari University of Alabama. dan untuk membantu diagnosis ketidakmampuan belajar. K-ABC dimaksudkan untuk mengakomodasi kebutuhan pengetesan bagi kelompok-kelompok khusus. The Kauffman Assesment Battery for Children (K-ABC) Kumpulan tes ini menghasilkan empat skor global: Pemrosesan Berurutan.5 tahun. seperti anak-anak cacat dan anak-anak dari kelompok minoritas kultural dan bahasa. Simultan.

Baterai dalam skala ini juga menyajikan kombinasi Sequential dan Simultaneous Processing yang masing-masing disebut Mental Processing Composite Scale. Tes ini menampilkan upaya untuk mengintegrasikan teori tentang inteligensi cair dan kristal. Kaufman Addolesent And Adult Inteligence Test (KAIT) Tes ini dirancang untuk usia 11 hingga 85 tahun atau lebih. Skala yang dikristalisasikan mengukur konsep-konsep yang didapat dari proses sekolah dan akulturasi. PENGGUNAAN TES INTELIGENSI Tes-tes inteligensi umum yang dirancang untuk digunakan anak-anak usia sekolah atau orang dewasa biasanya untuk mengukur kemampuan verbal untuk kadar lebih rendah. Kaufman Brief Inteligence Test (K-BIT) Tes ini mencakup usia 4 hingga 90 tahun. dan Non-verbal Scale. Achievement Scale. Tes ini dirancang sebagai instrumen penyaringan yang cepat untuk memperkirakan tingkat fungsi intelektual.  Simultaneous Processing Scale Skala yang bertujuan mengungkap kemampuan anak memecahkan permasalahan dengan cara mengorganisasikan dan memadukan banyak stimuli sekaligus dalam waktu yang sama. Soal-soal dalam tes ini cenderung menuntut semacam penyelesaian masalah dari pikiran operasional formal Piaget dan fungsi-fungsi evaluatif perencanaan yang menjadi ciri pemikiran orang dewasa. Skala cairan mengukur kemampuan untuk menyelesaikan problem-problem baru.Yaitu skala yang mengungkap kemampuan memecahkan permasalahan secara bertahap dengan penekanan pada hubungan serial atau hubungan temporal di antara stimulus. tes-tes ini mencakup kemampuan- .

Karena fungsi-fungsi yang diajarkan dalam sistem pendidikan merupakan hal yang penting yang mendasar dalam budaya yang modern dan maju secara teknologis. Tetapi skor tersebut hanya merupakan bagian . KETERBATASAN TES INTELIGENSI Skor tes IQ sering dijadikan sebagai ukuran kecerdasan seorang anak di Indonesia. Pengukuran mental tidaklah dapat dilakukan secermat pengukuran terhadap aspek fisik atau terhadap materi konkret. namun intelegensi dapat diketahui dengan skor-skor tertentu. pola belajar. interaksi antara anak dengan orang tua. Variabel-variabel motivasi. motorik. Tes Intelegensi adalah alat ukur kecerdasan yang hasilnya berupa skor. intelegensi tidak dapat diamati secara langsung. Seperti yang kita pahami. Ada banyak fungsi psikologis yang tidak pernah diukur oleh tes-tes inteligensi. IQ adalah cerminan dari prestasi pendidikan sebelumnya dan alat prediksi kinerja pendidikan selanjutnya. dan faktor lingkungan. Kemampuan-kemampuan ini dianggap dominan dalam proses belajar di sekolah. skor pada tes inteligensi akademik juga merupakan alat prediksi kinerja yang efektif dalam banyak bidang pekerjaan serta aktivitas-aktivitas lain dalam hidup sehari-hari. dan sikap adalah penentu penting prestasi di semua bidang. Contohnya kemampuan mekanik. musik. emosi. artistik.kemampuan yang berhubungan dengan simbol numerik dan simbol-simbol abstrak lainnya. Padahal skor tersebut tidak berdiri sendiri melainkan saling berhubungan dengan pola asuh. dll. Intelegensi meurut para ahli adalah kemampuan mental dalam berpikir logis dengan melibatkan rasio. dan untuk memperoleh skor ini kemudian diadakan tes-tes yang berupa sample perilaku yang merupakan manisfetasi dari proses mental. Kebanyak tes inteligensi dapar dipandang sebagai ukuran kemampuan belajar atau inteligensi akademik.

Kecerdasan-kecerdasan itu antara lain bahasa. yaitu apakah alat yang dipakai sesuai dengan norma masyarakat sekitars Oleh karena itu penggunaan tes IQ harus dilakukan dengan bijaksana. Namun alat ukur kecerdasan ganda tersebut masih dikembangkan oleh Gardner. yaitu sejauh mana hasil tes tersebut dapat dipercaya. yaitu sejauh mana alat ini mampu mengukur apa yang hendak diukur 3. visual. Standarisasi. dan gerak. Yang patut dicemaskan saat ini adalah banyak lembaga pendidikan yang mewajibkan calon siswanya untuk mengikuti tes IQ terlebih dahulu sebagai persyaratan mutlak penerimaan siswa baru. 2. Bahkan ada beberapa sekolah yang mensyaratkan tes IQ minimal 120 skala Weschler. Setidaknya ada tiga faktor yang berhubungan dengan tes IQ: 1. berpikir logis. musik. begitu juga sebaliknya. Tes IQ jangan dijadikan sebagai tolak ukur satu-satunya dalam menentukan potensi seseorang. Reliabilitas. Howard Gardner.kecil mengenai tingkat kecerdasan seseorang dan merupakan gambaran kecerdasan secara keseluruhan Skor bukan satu-satunya hal mutlak untuk memutuskan tingkat kecerdasan seseorang. psikolog pendidikan asal Amerika yang terkenal dengan teori multiple inttelligencenya menyatakan bahwa kecerdasan intelektual merupakan satu dari beberapa kecerdasan yang dimiliki seseorang. Validitas. matematis. Hasil tes inteligensi yang tinggi sebenarnya tidak menjanjikan apa-apa selama tidak ditopang oleh faktor-faktor lain yang kondusif. Bahkan ada beberapa anak yang disarankan untuk masuk ke Sekolah Luar Biasa karena skor mereka kurang dari 120 skala Weschler tanpa mempertimbangkan latar belakang anak terlebih dahulu. TUGAS PSIKODIAGNOSTIKA .

RIRIS SETYA RINI IWAN BUDI SANTOSO NISA ULIL ARMINA PS/O5584 PS/05585 PS/05586 PS/05587 PS/05588 FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS GADJAH MADA 2009 .PENGENALAN TES INTELIGENSI DI SUSUN OLEH: NADIA RAHMAWATI AJENG SEPTIANA W.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful