Bagian I Probabilitas

KONSEP DASAR

Pemyataan-pemyataan yang berkaitandengan probabilitas, kesempatan, tingkatkepastian, atau tingkat ketidakpastian sering muncul pada tulisan-tu-lisan dan pembicaraan-pembicaraan. Teori probabilitas menyajikan metode-metode yang berkaitan dengan ketidakpastian merupakan suatu bagian yang tak terpisahkan dari proses pengambilan keputusan manajemen. Sebagai contoh, suatu keputusan untuk mendirikan perusahaan baru secara tidak langsung memiliki anggapan bahwa perusahaan dapat menjual sejumlah produk tertentu dan pada harga tertentu yang memberikan keuntungan atas dana yang ditanarnkan atau diinvestasikan. Akan tetapi pengambil keputusan tidak dapat memastikan bahwa tindakannya akan membuahkan hasil yang sempuma. Manajer yang memiliki pre stasi yang konsisten tentang pengarnbilan keputusan-keputusan yang tepat dapat dikatakan merniliki kemampuan untuk mengambil keputusan yang baik. Bagian yang penting dari keputusan yang baik adalah kemampuan untuk menaksir atau memperkirakan probabilitas-probabilitas dengan tepat atau setidak-tidaknya mendekati tepat. Konsep-konsep probabilitas tidak hanya penting oleh karena terapan-terapannya yang langsung pada masalah-masalah bisnis akan tetapi juga karena probabilitas adalah dasar dari sampel-sampel dan inferences tentang populasi yang dapat dibuat dari suatu sampel. Ada tiga pendekatan konsep untuk mendefinisikan probabilitas dan menentukan nilai-nilai probabilitas, yaitu: pendekatan-pendekatan klasik, frekuensi relatip, dan subyektip. Pendekatan Klasik Pendekatan klasik didasarkan pada banyaknya kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi pada suatu kejadian. Jika ada a banyaknya kemungkinan yang dapat terjadi pada kejadian A dan b banyaknya kemungkinan yang tidak dapat terjadi pada kejadian A, serta masing-rnasing kejadian rnempunyai kesempatan yang sarna dan saling asing, probabilitas bahwa akan terjadi A adalah
1

a peA) = a + b Contoh 1 Suatu perusahaan memiliki tiga puluh lima karyawan pria (B) dan lima belas karyawan wanita (A). Masing-masing karyawan memiliki kartu presensi. Pro-babilitas kartu presensi yang diambil secara acak milik karyawan wanita adalah P(A)= 15 =030 15 + 35 '

Contoh 2 Pelamar pekerjaan terdiri dari sepuluh pria (A) dan lima bel as wanita (B). Jika yang diterima hanya satu, probabilitas bahwa ia seorang pria adalah peA) = _!Q_ = 0 40 25 ' Contoh 3 Jika kita percaya bahwa kesempatan kejadian A dua kali lebih besar diban-dingkan dengan kejadian B, probabilitas kejadian A adalah peA) = kesempatan kejadian A kesempatan kejadian A + kesempatan kejadian B

=

2 3

Dengan dasar anggapan bahwa masing-masing kejadian mempunyai ke-sempatan yang sama,jika pendekatan klasik (dalam penerapan) penentuan nilai probabilitas dapat dilakukan sebelum dilakukan observasi, pendekatan ini sering disebut a priori approach. Pendekatan Frekuensi Relatip Dengan pendekatan ini, nilai probabilitas ditentukan atas dasarproporsi dari kemungkinan yang dapat terjadi dalam suatu observasi atau percobaan. Tidak ada asumsi awal tentang kesamaan kesempatan, karena penentuan nilai-nilai probabilitas didasarkan pada hasil observasi dan pengumpulan data. Pendekatan ini juga sering disebut emperical approach. Misalkan berdasarkan pengalaman pengambilan data sebanyak N terda-pat a kejadian yang bersifat A. Dengan demikian probabilitas akan terjadi A untuk N data adalah P(A)=a N

Contoh 4 Sebelum diadakan training terhadap seratus karyawan, diedarkan angket. Dari angket tersebut didapat informasi bahwa lima karyawan sakit gigi pada cuaca dingin. Apabila training diadakan pada lokasi yang bercuaca dingin probabilitas akan terjadi seorang mengalami sakit gigi adalah . peA) =-=005 100
2
L

5

'

000.000. Nilai probabilitas terkecil adalah 0 (ini rnenyatakan suatu kejadian tidak rnungkin terjadi) dan nilai probabilitas tertinggi adalah 1 (ini rnenyatakan bahwa suatu kejadian pasti terjadi). nilai probabilitas dari suatu kejadian ditentukan berdasarkan tingkat kepercayaan yang bersifat individual dengan berlandaskan pada semua petunjuk yang dimilikinya. Jurniah probabilitas: P(A) + P(A') = 1.300 kaleng susu. sebuah supermarket menjuaI225 . pendekatan ini sering disebut personalistic approach.500. Dengan pendekatan ini. Gambar 1. Dengan demikian jumlah probabilitas terjadi dan tidak terjadi seialu sarna dengan 1. kemungkinan kejadian ada dua yaitu terjadi atau tidak terjadi.OO. Dengan demikian P(A) menyatakan probabilitas bahwa kejadian A akan terjadi dalam observasi atau percobaan tunggal. Contoh 1.Contoh 5 Suatu catatan memperlihatkan bahwa dalam seratus delapan puIuh hari dari dua ratus hari. Secara matematis batasan nilai probabilitas dapat dinyatakan: o s P(A) s 1 Dalam suatu observasi atau percobaan. PENYAJIAN PROBABILITAS Simbol P digunakan untuk melambangkan nilai probabilitas dari suatu kejadian.00. Probabilitas terjadi penjualan susu kaleng sebanyak 225 .000.300 (A) adalah P(A) = 180 = 0 90 200 ' Pendekatan Subyektip Pendekatan subyektip dalam penentuan nilai probabilitas adalah tepat atau. Berdasarkan informasi tentang pengalaman tersebut Abas memutuskan untuk menawar Rp 17 . Karena nilai probabilitas merupakan keputusan pribadi atau individual.cocok apabila hanya ada satu kemungkinan kejadian terj adi dalam satu kejadian. Harga beli mobil pada saat bam Rp36. Contoh 6 Berdasarkan pengalaman harga mobil setelah berumur lima tahun atau Iebih turun lebih dari 50 persen. Ada seseorang menawarkan mobil yang sudah berumur 5 tahun pada Abas.1 3 . Gambar 1rnenunjukkan kondisi kejadian A dan A' (bukan A).

l berikut ini rnerupakan hasil penelitan terhadap empat ratus karyawan tentang hasil tes dan hasil kerja. seorang analis mengklasifikasi-kan pengunjung sebuah toko radio dan tape berdasarkan dua jenis kelamin. Dua kejadian A dan kejadian B merupakan kejadian-kejadian yang saling meniadakan (mutually exclusive). laki-laki (A) dan perempuan (B). serta umur. Contoh 1 Dalam suatu studi tentang perilaku konsumen. di bawah 30 tahun (C) dan 30 tahun atau lebih (D). Tingi (II) Bagus(Q) 150 40 Sedang . (A) 90 Rendah 60 30 300 100 400 Sedang Total 4 (F) 30 120 190 90 . Pengertian ini tidak berarti bahwa kejadian-kejadian harus selalu terjadi bersama-sama. Contoh 2 Seorang analis kredit sebuah bank mengambil sebuah berkas secara acak (random) dari sepuluh berkas yang diajukan oleh enam perusahaan obat-obatan (A) dan empat perusahaan tekstil (B). Demikian pulakejadian C dan kejadian D merupakankejadian-kejadian yang saling meniadakan. Misalnya ada seorang pengunjung berjenis kelamin laki-laki berumur 25 tahun. apabila kejadian-kejadian tersebut dapat terjadi bersamaan.. Tabell. sebab dapat terjadi berkas yang terambil dari perusahaan tekstil yang sudah go public. Sedangkan kejadian-kejadian B dan C disebut kejadian-kejadian yang tidak saling meniadakan. kejadian jenis kelamin laki -laki meniadakan kejadian jenis kelamin perernpuan dan sebaliknya..l Hasil Tes dan Hasil Kerja 400 Karyawan HasDTes . Sedangkan dua atau lebih kejadian dikatakan tidak saling meniadakan atau non-mutually exclusive. Empat dari perusahaan obat -obatan dan dua dari perusahaan tekstil telah go public (C). Contoh 3 Tabell. kejadian perusahaan obatobatan rneniadakan kejadian perusahaan tekstil dan sebaliknya.KEJADIAN-KEJADIAN SALING MENIADAKAN DAN TIDAK SALING MENIADAKAN Dua atau lebih kejadian disebut saling meniadakan atau mutually exclusive jika kejadiankejadian tersebut tidak dapat terjadi bersama-sama. Suatu kejadian tertentu akan menghalangi atau meniadakan satu atau lebih kejadian yang lain. Dua kejadian A dan kejadian B disebut saling meniadakan. artinya kejadian-kejadian tersebut dapat terjadi bersamasarna. BasBKerja· Total. .. Akan tetapi kejadian A dan kejadian C merupakan kejadian-kejadian yang tidak saling meniadakan (not mutually exclusive).

5 .peA n B). Dua Kejadian peA atau B) = Pt A) + PCB) . yang dalam teori himpunan disebut probabilitas gabungan A dan B dengan lambang peA u B). Secara simbolis kita dapat menyatakan probabilitas kejadian A atau kejadian B yang muncul atau terjadi dengan lambang peA atau B). Probabilitas gabungan kejadian F dan H adalah P(F (J H) = P(H r.PCB dan C) + peA dan B dan C) atau peA u B u C) = peA) + PCB) + P(C) .l. F) = = 0. tentukan probabilitas kejadian seorang karyawan memiliki hasil kerja yang tinggi atau sedang! lawab: Karena kejadian seorang karyawan memiliki hasil kerja tinggi dan kejadian seorang karyawan memiliki hasil kerja sedang merupakan kejadian-kejadian yang saling meniadakan. Tiga Kejadian peA atau B atau C) = peA) + PCB) + P(C) . Kejadian hasil tes bagus danhasil tes sedang merupakan kejadian yang saling meniadakan. 2.peA n B) peA (J C) .10 c.peA dan B).peA dan B)peA dan C) .a.PCB (J C) + peA (J B (J C) Contoh 1 Dengan menggunakan informasi pada Tabell. Probabilitas bahwa pengambilan secararandom adalah seorang karyawan yang memiliki hasil tes bagus sebesar P(Q) = 300 400 = 0 75 ' 40 400 b. Rumus penjumlahan untuk kejadian-kejadian saling meniadakan: peA atau B) = peA u~) = peA) + PCB) Rumus penjumlahan untuk kejadian-kejadian yang tidak saling meniadakan: 1. atau peA u B) = peA) + PCB) . Oleh karena itu probabilitas seorang karyawan memiliki hasil tes bagus dan hasil tes sedang adalah P(Q (J F) =0 PENJUMLAHAN HUKUM-HUKUM Hukum-hukum penjumlahan digunakan jika kita akan menghitung probabilitas suatu kejadian tertentu atau yang lain (atau keduanya) yang terjadi dalam suatu percobaan/kejadian tunggal. Hukum penjumlahan tergantung dari apakah dua kejadian saling meniadakan atau tidak saling rneniadakan.

000.20 6 .000.000. kurang dari Rp20. A h.00. c..39. kurang dari RplO.00 atau Rp40.000.999 30. P(perusahaan yang memiliki laba per tahun di antara Rp1O.000.OO): peA atau B) = peA) + PCB) = + ~~~ = 0.000.999 lawab: a.000. berapakah probabilitas bahwa pengambilan data perusahaan secara random akan terpilih perusahaan yang memiliki laba per tahun: a.- -- ------------------- nilai probabilitas kejadian seorang karyawan memiliki hasil kerja yang tinggi atau sedang adalah P(HatauA)= 190+ 120-0 400 = 310 =0775 400' Contoh 2 Berdasarkan Tabel 1.00 sampai dengan RpI9.999 20.000.000.~~ " ' 'Oata rupiah) .000.OO ~p40.OO sampai dengan Rp 19.19.000. kurang dari 10 1Aba per Talnm PerusaIJaan .32 5: 500 c.00..000.000.2 Laba per Tahun 500 Perusahaan C' . = 0 ' 20 P(perusahaan yang memiliki laba per tahun kurang dari Rp20. ~ e .999 40 -4~. P(perusahaan yang memiliki laba per tahun salah satu dari kelompok ekstrem.000.000. di antara Rpl0.OOO.29.2.000.000.OOO.i -. 60 100 160 140 40 500 JumJah B C D E Total 10 .00 atau lebih)? Tabel1.000..00): atau peA atau E) = peA) + peE) = _§Q_ +~ 500 = 0. b.00): PCB) = 100 200 b. salah satu dari kelompok ekstrim (kurang dari Rp 10.

c.2 b. dan C) mengadakan penelitian pada dua ratus pengunjung toko swalayan.20 = 0. Dari penelitian tersebut diperoleh informasi: 52 53 40 25 12 13 5 a.30 .50 PcP atau M. c. tidak keduanya) = PcP atau M) .PcP dan M) = 0. = PCP) + P(M) . Buatlah diagram yen untuk menggambarkan kondisi di atas! Berapa probabilitas bahwa pengambilan secara random akan terjadi sebuah perusahaan menggunakan personal computer atau mini computer? Berapa probabilitas bahwa pengambilan secara random akan terjadi sebuah perusahaan hanya menggunakan salah satu dari personal computer atau mini computer? lawab: a.Contoh 3 Dari seratus perusahaan.PCP dan M) 0. empat puluh di antaranya menggunakanpersonal computer(P) dan tiga puluh perusahaan menggunakan mini computer (M).0. a. dan C Berapa probabilitas seorang pengunjung tidak menggunakan sabun produk perusahaan tersebut? Berapa probabilitas seorang pengunjung hanya menggunakan satu jenis sabun produk prusahaan tersebut? 7 . B. B.0. b. Gambar 1. b.20 0.50 . orang orang orang orang orang orang orang menggunakan menggunakan menggunakan menggunakan menggunakan menggunakan menggunakan sabun sabun sabun sabun sabun sabun sabun A B C A dan B A dan C B dan C A. Dari tujuh puluh perusahaan di atas dua puluh di antaranya menggunakan personal computer maupun mini computer.30 PcP atau M) = = Contoh 4 Sebuah perusahaan yang memproduksi tiga jenis sabun (A.40 + 0.

maupun C) = 1 .50 P(seorang pengunjung hanya menggunakan satu jenis sabun produk perusahaan tersebut) peA. saja) = 0. kita lempar dua kali secara random.200 . Lambang tersebut menyatakan probabilitas kejadian A. Lambang untuk probabilitas bersyarat adalah peA I B).peA n C) . kejadian-kejadian dibedakan menjadi dua. Contoh 1 Sebuah uang logarn. dapat ditemukan bahwa peA I B) = peA). lemparan pertama tidak akan mempengaruhi atas sisi A atau sisi B. konsep probabilitas bersy~rat digunakan untuk menentukan probabilitas dari kejadian yang berkaitan.50 a.peA n B) . B. dengan ketentuan kejadian B terlebih dahulu terjadi. Dua kejadian disebut independen apabila terjadi atau tidaknya suatu kejadian tidak berpengaruh pada probabilitas kejadian yang lain.peA u B u C) = 0.peA n C) . KEJADIAN-KEJADIAN Berdasarkan berpengaruh atau tidaknya suatu kejadian terhadap kejadian yang lain. Contoh2 Seorang manajer mengatakan bahwa 10 % produk dikategorikan rusak dan sisanya baik (layak dipasarkan). Kejadian-kejadian tergantung).PCB n 200 o 50-~-_n_-_J. b P(tidak menggunakan A. Apabila dua kejadian dependen.PCB n C) + peA n B n C) = 52 53 40 25 12 13 5 200 + 200 + 200 .l_+2 . Dua kejadian disebut dependen apabila terjadi atau tidaknya suatu kejadian berpengaruh pada probabilitas kejadian yang lain. atau C. DAN INDEPENDEN. yaitu kejadian-kejadian independen (bebas atau tidak tergantung) dan dependen (tak bebas atau tergantung). B.50 .peA n C) .200 + 200 + 200 = 0.lawab: P (A u B u C) = peA) + PCB) + P(C) . Besarnya probabilitas tersebut dapat dinyatakan dengan menggunakan rumus: peA I B) = peA dan B) PCB) Apabila dua kejadian independen. 200 KEJADIAN-KEJADIAN BERSYARAT 200 200 (_L) C) + 2(PA n B n C») = =030 ' DEPENDEN. rnisalkan salah satu sisi B. Kejadian produk rusak pada proses produksi tergantung dari prosentase sisi kita sebut sisi A dan sisi yang lain kita sebut Kejadian sisi A maupun kejadian sisi B pada hasillemparan kedua. apakah yang di bagian seperti ini disebut independen (tidak saling 8 .

Tentukan probabilitas bahwa produk 0 akan memberikan keuntungan marginal sekurangkurangnya 10 % dengan syarat produk M memberikan keuntungan marginal sekurangkurangnya 10 %. Probabilitas bahwa produk M akan memberikan keuntungan marginal (Profit margin) sekurang-kurangnya 10% pada tahun fiskal ini diperkirakan 0. Probabilitas bahwa kedua prod uk secara bersama-sama akan memberikan keuntungan marginal sekurangkurangnya 10 % diperkirakan 0. a. empat puluh di antaranya menggunakan personal computer (P) dan tiga puluh perusahaan menggunakan mini computer (M). Buktikan bahwa pencapaian keuntungan marginal sekurang-kurangnya 10 % kedua produk tersebut adalah independen. Untuk menentukan P dan M independen atau dependen dapat dijelaskan sebagai berikut: P(M) = 0. Dari tujuh puluh perusahaan di atas dua puluh di antaranya menggunakan personal computer maupun mini computer.30 ' b. lawab: "* P(M I P) berarti kejadian-kejadian P dan M dependen. 10 % dengan 10 %): .produk baik.30 dan P(M I P) = 0. P(produk 0 akan memberikan keuntungan marginal sekurang-kurangnya syarat produk M memberikan keuntungan marginal sekurang-kurangnya P(O I M) =P(O dan M):::0. M dan O. 9 b. lawab: a. Dengan demikian kejadian-kejadian dependen (saling tergantung).20 pencapaian keuntungan marginal sekurang-kurangnya 10 % kedua produk tersebut adalah independen. a.20 = 0 50 PCP) 0.20.50 karena P(M) Contoh 4 Sebuah perusahaan besar memproduksi duajenis barang. Karena P(O) :::P(O IM) = 0. Tentukan probabilitas bahwa pengambilan secara random akan terjadi perusahaan yang menggunakan mini computer dengan syarat bahwa perusahaan tersebut menggunakan personal computer! Buktikan kejadian-kejadian P dan M independen atau dependen. a.06. Contoh 3 tersebut dinamakan Dati seratus perusahaan. Probabilitas bahwa produk 0 akan memberikan keuntungan marginal sekurang-kurangnya 10 % diperkirakan 0.30.06 = 0 20 P(M) 0. dan sebaliknya.40 ' b. P(perusahaan menggunakan mini computer dengan syarat bahwa perusahaan tersebut menggunakan personal computer): P(M I P) = P(M dan P)= 0. b.

terlambat tidak lebih dari lima menit.l~'" . terlambat lebih dari lima menit? lawab: Tabell.09. -" ... Jllmlah Karyawan 70 20 10 (%) PrObabmtas 0.~~:.60.3.Contoh 5 Sebuah perusahaan melakukan penelitian tentang kedisiplinan karyawan sebuah kantor dalam menepati jam masuk kantor. P(O IB) =0. 10 .4 Kedisiplinan Karyawan Dalam Menepati Jam Masuk Kantor '~i' <.20 0.". Hasil penelitian tersebut terlihat pada Tabel 1.. P(O IA) =0. berapakah probabilitas bahwa ia: a. b. dan dari yang terlambat lebih dati lima menit terdapat 50 % dati bagian yang sarna (produksi). Jika dari bagian produksi dipanggil seorang secara acak. . dan dari yang terlambat kurang dari lima menit terdapat 9 % karyawan bagian yang sarna (produksi). ..~~."<\ ':~> "" . "" <. tidak terlambat.<..10 >< Tidak terlarnbat (A) Terlambat paling lama 5 menit (B) Terlambat lebih dari 5 menit (C) Di antara yang tidak terlambat (A) terdapat 60 % karyawan dari bagian produksi (D).70 0.3 Kedisiplinan Karyawan Dalam Menepati Jam Masuk Kantor KetenmpD " Jumlab Karyawan (%) 70 20 10 Tidak terlambat Terlambat paling lama 5 menit Terlambat lebih dari 5 menit Di antara yang tidak terlambat terdapat 60 % karyawan dari bagian produksi. c. Dari yang terlambat kurang dari lima menit terdapat 9 % karyawan bagian produksi. Tabell..'.

peA I D) 0.488 Rumah sakit Kasing Sayang yang telah bertahun-tahun praktek.488 Jika dari bagian produksi dipanggil secara acak. Diantara yang menderita enyakit demam berdarah.018 = 0.42 = 0.Dari yang terlambat lebih dari lima menit terdapat 50 % dari bagian produksi.70 0.10 0.enyampaikan keluhan yang sarna (sakit perut) sebesar 50 %.488 = 0.09 x 0. Tidak terlambat: peA I D) P(D) _ peD I A) x peA) P(D) = peA dan D) = b. sebenamya sehat? 11 .50 x 0.10 = 0.20 0.488 = = Contoh 6 = 0. P(D) = 0.60 x 0.09 x 0. P(D IC) Dengan demikian dapat diperoleh nilai peD) sebagai berikut.05 = 0.60 + P(D I B). Sedangkan yang sehat ienyampaikan keluhan sakit perut sebesar 5 %. menyimpulkan bahwa ) % dari seluruh pasien yang datang menderita penyakit demam berdarah. 0.P(A) = 0.50. Apabila ada seorang pasien datang dan ia iengeluh sakit perut.102 0. menderita penyakit hepatisis.P(D) x 0. dan yang lain sebenarnya dalam keadaan sehat. dan yang menderita hipatitis .488 = 0. 90 % menyatakan sakit perut.488' ° 861 Terlambat tidak lebih dari lima menit: peA I D) = PCB dan D) P(D) = P(D I B) x P(B) P(D) = c. berapa probabilitas pasien tersebut: menderita penyakit demam berdarah.P(B) + P(D I C). = P(D I A). probabilitas bahwa ia: a.50 x 0. 20 % menderita snyakit hepatitis.20 + 0.488' ° 037 Terlambat lebih dari lima menit: P(C dan D) P(D) = P(D I B) x P(C) P(D) 0.70 + 0.

50. P(P IH) =0.225 0. Di antara yang. 50 % menyatakan sakit perut (P). P(A I D) = = P(S dan P) P(P) P(P I S) x P(S) P(P) = 0.20 + 0. P(sakit perut) + P(P I H).225' c.05 x 0.225 0.70 = 0. P(demam berdarah) P(sehat) P(hepatitis) = P(H) = 0. Apabila ada seorang pasien datang dan ia mengeluh sakit perut.70 Di antara yang menderita penyakit demam berdarah (D).20 = 0.P(S) = 0. probabilitas pasien tersebut menderita penyakit hepatitis: P(H I P) = P(H dan P) P(P) = P(P I H) x P(H) P(P) = 0. Di antara yang sehat (S). P(P I S) = 0.20 = P(D) = 0.: 0.50 x 0.50 x 0. probabilitas pasien tersebut menderita penyakit demam berdarah: P(D I P) = P(P) = P(P I D).70 = 0.09 = 0 40 0.225 a.10 + 0.10 = P(S) = 0.225 0.90. 90 % menyatakan sakit perut (P).90 x 0.P(D) = P(D dan P) P(P) = P(P I D) x P(D) P(P) = 0. P(P I D) .225' 12 .70 = 0.Iawab: Rumah sakit Kasing Sayang. Apabila ada seorang pasien datang dan ia mengeluh sakit perut.035 = 016 0. Apabila ada seorang pasien datang dan ia mengeluh sakit perut. probabilitas pasien tersebut sebenarnya sehat: '.10 = 0 44 0.05 x 0.05. 5% menyatakan sakit perut (P).90 x 0. menderita penyakit hepatitis (H).P(H) + P(P I S).225' b.

peA atau 5). P(F I M). d. Dengan informasi di atas hitunglah probabilitas-probabilitas berikut: a. Kelompok industri kecil (A) sebanyak 25 % dari totallembar formulir. mengisi salah (5) dua puluh perusahaan. c. dan sisanya rneragukan (M). seorang karyawan yang memiliki hasil tes bagus dengan syarat dari karyawan yang memiliki hasil kerja tinggi! P(seorang karyawan yang memiliki hasil kerja tinggi akibat dari hasil tes yang bagus): P(H I Q) b. tentukan probabilitas a.1. peA atau M). peA atau D atau F).Contoh 7 Dengan menggunakan informasi pada Tabel 1. mengisi salah (5) sebanyak tiga puluh perusahaan. e. Jawab: Informasi di atas dapat kita ringkas ke dalam Tabel 1. PCB I A). sedangkan sisanya meragukan (M). isiannya salah (5) sebanyak lima puluh perusahaan. h. g. PCB I F). b seorang karyawan yang memiliki hasil kerja tinggi akibat dari hasil tes yang bagus. Dari kelompok industri sedang. Kelompok industri besar (F). sedangkan industri sedang (D) dan industri besar (F) yang rnemasukkan formulir pengisian jurnlahnya sarna besar. P(F dan A). Jawab: a. f. dan sisanya mengisi dengan benar (B). yang isiannya meragukan (M) sebanyak dua puluh perusahaan. 13 . P(D dan 5). Dari kelompok industri kecil yang mengisi dengan benar (B) sebanyak tiga puluh perusahaan.5. yang mengisi dengan benar (B) riga puluh perusahaan. = 150 300 = 0 50 ' P(seorang karyawan yang memiliki hasil tes bagus dengan syarat dari karyawan yang memiliki hasil kerja tinggi): P(Q I H) = 150 190 = 0 789 ' Dari hasil-hasil hitung an di atas terlihat bahwa P(H I Q) * P(Q I H) Contoh 8 Dari dua ratus empat puluh lembar pengisian 5PT untuk kelompok yang diterima oleh kantor inspeksi wilayah Y diperoleh data sebagai berikut. b.

' t .3. c.~. 30 h. peA atau M) = peA) + P(M) ...:~ :'.. g.>:. = PCBdan A) == 240 = 0 500 peA) 40' 240 peA atau D atau F) :::peA) + P(D) + P(F) PCB I A) _ 60 .""'..' " Keeil (A) Sedang(D) 30 40 20 Besar (F) Total b.125 240 =0 _ P(P dan M) P(M) 10 = 240 =0250 40 ' 240 30 e. P(D dan S) P(F dan A) PCFI M) 30 100 30 50 100 10 20 10 60 90 90 240 40 =-=0.~1i+~r:" '..~:.~.~:~·.'L:'~:"'~1t. PCB IF) ::: PCBdan F) = P(F) 240 == 0 3333 90' 240 14 .. d.peA dan M) ::: _§Q_ + .Tabell.' ~.240 +.Q_ 240 240 = _!Q_ = 0 375 240 ' 10 f.5 Pengisian SPT dari 240 Perusahaan ". '.' ~.'.>L. 90 + 90 -10000 240 240 .

dan 3 pada huruf S menunjukkan urutan kejadian ke 1. Jawab: a. Misalkan kejadian-kejadian salah dalam proses posting dilambangkan dengan S dan 'kejadian-kejadian tidak salah dalam proses posting dilambangkan dengan S_.HUKUM-HUKUM PERKALIAN Hukum perkalian untuk kejadian independen: P(A dan B) =peA n B) =peA) PCB) Sedangkan hukum perkalian untuk kejadian dependen: peA dan B) P(A)P(B I A) atau peA dan B) PCB) peA I B) = = Contoli 1 Dari dua belas laporan keuangan yang ada di dalam suatuJile. Kejadian-kejadian pada kasus seperti ini merupakan kejadian-kejadian dependen. Jika seorang pemeriksa mengambil dua laporan secara random berturut-turut tanpa pengembalian. Oleh karena itu b. 1. dan 3. =-x-=042 12 11 ' 3/11 8 7 /SJ S2 ~ 4112 -> S~ I 8/10 8/11 S' 2 SJ' SJ S3' S3 <3/10 7/10 3/10 7/11 S' 2 < 6/10 4110 SJ S3' 15 . berapa probabilitas bahwa tidak terjadi kesalahan dalam proses posting pada kedua laporan terse but? Jika seorang pemeriksa mengambil tiga laporan secara random berturut-turut tanpa pengembalian.2. empat di antaranya terjadi kesalahan dalam proses posting. berapa probabilitas bahwa sekurang-kurangnya dua laporan tidak terjadi kesalahan dalam proses posting. c. berapa probabilitas bahwa tidak terjadi kesalahan dalam proses posting pada ketiga laporan tersebut? Jika seorang pemeriksa mengambil tiga laporan secara random berturut-turut tanpa pengembalian. 2. karena kejadian-kejadian terdahulu mempengaruhi kejadian-kejadian sesudahnya. a.

Persoalan C dapat diselesaikan dengan menggunakan formulasi PC c) sekurang. sebuah produk susu kaleng lulus uji dalam hal berat bersih sebesar 0.2.05 0.kurangnya dua tidak salah) peS]' dan S2' dan S3') + peS]' dan S2' dan S3) + peS]' dan S2 dan S3') + peS] dan S2' dan S3') = = C~ a.05 95 K3 K' 3 095~ . Berapa probabilitas bahwa ketiga-tiganya lulus uji? Berapa probabilitas bahwa hanya dua yang lulus uji? Berapa probabilitas bahwa tidak ada yang lulus uji? Kasus-kasus tersebut dapat diselesaikan dengan menggunakan rumus perka-lian.05 16 0.95 K 0. Lembaga konsumen membuktikan pemyataan tersebut dengan cara mengukur tiga buah kaleng dengan sebuah alat ukur tertentu. Agar kasus mudah dipahami. c._52V 3 . Persoalan (b) dapat diselesaikan dengan menggunakan formulasi P(SI' dan S'2 dan S'3) = P(S\) 876 P(S'2 IS']) P(S'3 I S\ dan S'2) = 12 x IT x 10 = 0. Jawab: 7 xl 1 xl~) (I~ XI~) +U2 7 xl 1 xtl X170) (I~ 1 x 8 x70) =0.25 c. K melambangkan kondisi lulus uji dan K' melambangkan kon-disi tidak lulus uji.05 ~K' 0. atau 3. K.05 x.95. < 0.05 x. K'~ z _52VK3 ~'95 ------K) 0. b.b. <: 0.76 1 Contoh 2 Berdasarkan pengalaman. K3' K3 ~. Angka pada suku menunjukkan kaleng ke 1. kita jabarkan dahulu dalam bentuk dia-gram pohon.05 K2 <: 0.

ia karyawan pria.95 x 0.05 x 0.09 wanita dari bagian akuntansi = 20 % x 25 % = 0.95"" 0. Sebelum terjadi karyawan pria atau karyawan wanita.95) ""0.14 ' b.95 x 0. Jika sebuah nama terpilih secara random dari bagian akuntansi.05 + dari bagian akuntansi = 0. P: karyawan pria.14 ' 17 .95 x 0. PA: karyawan pria dari bagian akuntansi.05) + (0. b. P(3 lulus uji) = P(K. ia karyawan wanita? Jawab: Kasus ini merupakan kasus probabiIitas bersyarat.05 x 0.86 c. P(2 lulus) = P(K.3 Catatan: W: karyawan wanita.05 =036 0. berapa probabilitas bahwa: a.14 dari bagian akuntansi) = PcP I A) = peA n P) = 0.05 x 0. dan K2 dan K3') + P(KJ dan K2' dan K3) + P(KJ' dan K2 dan K3) = (0.95 x 0.95) + (0. P(pria pria dari bagian akuntansi = 12 % x 75 % = 0.09 = 0 64 peA) 0.) = 0. dan K2 dan K. WA: karyawan wanita dari bagian akuntansi.a.14 P(tidak ada yang lulus uji) = P(KJ' dan K2' dan K3') = 0. Yang ada di bagian akuntansi 12 % dari karyawan pria dan 20 %dari karyawan wanita. hams dipenuhi syarat terlebih dahulu ia karyawan dari bagian akuntansi. Gambar 1.95 x 0. b. P(wanita dari bagian akuntansi) = P(PIA)=P(AnW)= peA) 0. Karyawan Karyawan Karyawan a.05 ""0 Contoh 3 Sebuah perusahaan memiliki tujuh puluh lima karyawan pria dan dua puluh lima karyawan wanita.95 x 0.05 x 0.

kesalahan dengan B. Dengan demikian masalah di atas dapat kita formulasikan ke dalam bentuk persamaan berikut P(B dan S) Jawab: a. = P(B) P(S I B) Sisi kanan dari persamaan di atas menunjukkan probabilitas bahwa berkas pertama tidak memiliki kesalahan dikalikan dengan probabilitas bahwa berkas kedua memiliki kesalahan dengan sayarat bahwa kejadian pertama merupakan berkas yang tidak memiliki kesalahan. Berapa probabilitas bahwa berkas pertama tidak memiliki kesalahan dan berkas kedua memiliki kesalahan? Diambil tiga berkas berurutan secara random: Berapa probabilitas bahwa ketiga-tiganya tidak memiliki kesalahan? Kita lambangkan kejadian berkas memiliki kesalahan dengan S dan tidak memiliki . Dikurangi satu karena ada satu kejadian yang mendahului. tiga di antaranya memiliki kesalahan dan tujuh sisanya tidak memiliki kesalahan. Contoh 1 Berdasarkan informasi yang ada pada Tabel 1.292 GABUNGAN TABEL PROBABILITAS Suatu tabel kontingansi adalah suatu tabel yang memuat semua kemungkinan kejadian suatu variabel (atau observasi) didaftardengan ketentuan padakolom dan semuakemungkinan kejadian didaftar dengan ketentuan baris.Contoh4 Sebuah map berisi sepuluh berkas laporan keuangan. Tabel ini digunakan sebagai dasar untuk menyusun tabel probabilitas gabungan. Diambil dua berkas berurutan secara random.233 Dengan jalan pikiran sarna kita dapatkan P(B dan B dan B) 7 65 = 10 x "9 x "8 = 0. Nilai probabilitas bahwa berkas pertama tidak memiliki kesalahan adalah 7/10 dan nilai probabilitas bahwa berkas kedua memiliki kesalahan dengan syarat bahwa kejadian pertama merupakan berkas yang tidak memiliki kesalahan adalah 3/9. b.1. buatlah tabel probabilitas gabungan! Jawab: 18 . = 170x ~ = 0. Dengan dernikian probabilitas bahwa berkas pertama tidak memiliki kesalahan dan berkas kedua memiliki kesalahan adalah P(B dan S) b. a. Angka 9 didapat dari (10 -1). Tabel ini didasarkan pada frekuensi observasi.

150 0.6.100 = 0 211 0.075 0.6.250 + 0.100 0.250 1.225 .375 0.225 0.P(F u L) = 0.300 0.7 memberikan informasi tentang pengelompokan 150 perusahaan berdasarkan kategori industri (dinyatakan pada baris) dan berdasarkan perolehan laba (dinyatakan pada kolom). nilai probabilitas seorang karyawan memiIiki hasil tes sedang atau hasil kerja yang rendah adalah P(F atau L) = P(F u L) = P(F) + peL) .475 0.075 = 0.225 0. tentukan probabilitas seorang karyawan memiliki hasil tes sedang dengan syarat memiliki hasil kerja yang tinggi! lawab: P(F I H) :: P(F n H) P(H) = 0.0.000 Contoh 2 Dengan menggunakan informasi yang ada pada Tabell.075 0. 19 .475 ' Contoh 4 Tabel1.6 Probabilitas Gabungan Hasil Tes dan Hasil Kerja 400 Karyawan HMil Tes· Bagus (Q) Sedang (F) Marginal 0.Tabel1.750 0. tentukan probabilitas seorang karyawan memiIiki hasil tes sedang atau hasil kerja yang rendah! lawab: Karena kejadian seorang karyawan memiliki hasil tes sedang dan kejadian memiliki hasil kerja yang rendah dapat terjadi bersama-sama.400 Contoh 3 Dengan menggunakan informasi yang ada pada Tabell.

.' " '. .50 0.....PerolehanLaba Rata .40 0..." . . . Tabel1.50 Dibawu Rata"rata (B) 0.53 = = 20 .Tabell.Rata-rata (A) 0.13 0.27 1. P(I) 0. c.067 0.57 P(I atau II) == P(I) + P(II) == 0.7 Perolehan Laba Berdasarkan Kategori Industri (Tabel Kontingensi) "!' '. I Diatas ' . e.00 IV II ill .8 Perolehan Laba Berdasarkan Kategori Industri (Tabel Probabilitas Gabungan) Katepri In lIustri Perolehan Laba Total .13 0.07 0.. " I II ill 10 10 15 75 IV Total a.rata (A) 20 10 20 25 75 Diaw " " r. Total b. Dfatas Dibawab Rata-rata (B) 40 60 20 30 40 150 ~". d.p(n dan B) == 0.ri ..267 0. .067 0..100 0.40 PCB) 0.13 Ptll atau B) == P(II) + PCB) .13 020 . f.:~>: .17 0. 0...50 P(I dan A) == 0. ~1 =".

21 .. Yang memiliki lulusan SI saja (B) ada lima puluh orang. . Tabell.. d.. c. P(merniliki lulusan SI saja dengan syarat harus laki-laki): PCB I P) = 0. Yang memiliki lulusan S2atau master (A) ada sepuluh orang.20 = 0 43 0.50' Contoh 5 Sebuah bank cabang rnemiliki seratus staf. (2)x(l). = peA dan I) = 0.. enam orang di antaranya pria.04 peA dan B dan C) = 0 6 4 10 ~6 54 100 50 b. Catatan: O! = 1. Sedangkan yang merniliki lulusan sarjana muda atau SLT A saja (C) ada empat puluh orang.. P(perolehan laba di atas rata-rata tetapi harus dari kategori industri I): peA I I) h.46 ' DAN KOMBINASI PERMUTASI Jumlah perrnutasi dari n obyek adalah jurnlah cara urutan obyek di dalam bentuk dari order: Perrnutasi n obyek = n! = (n)x(n-))x(n-2) .9 Jenis Kelamin dan Lulusan (Tabel Kontingensi) lems .40' P(kategori industri III tetapi harus rnerniliki perolehan laba di atas rata-rata): P(I1l I A) = p(m dan peA) A) = 0. enarn puluh orang pria (P) dan ernpat puluh orang wanita (W). dengan jumlah pria dan wanita sarna. Kelapl'~ .13 = 0 27 0.13 = 033 pel) 0.. Lulusan·· .A B 20 30 Total P W Total peA dan W) = 0. tiga puluh di antaranya wanita. a.g.

r)! Contoh 1 Enam karyawan sebuah perusahaan yang lulus masa percobaan tiga di antaranya akan ditugaskan di tiga kota. Karena duakelompok kemungkinan (dua priadan tiga pria) tidak mungkin terjadi bersamaan.r)! n! Susunan pada kombinasi tidak memperhatikan urutan. Sekurang-kurangnya dua karyawan pria berarti dua atau tiga karyawan pria akan ditempatkan di bagian pemasaran. Oleh karena itu jumlah kombinasi n obyek yang diambil r adalah C= n r n! r!(n . n c =C= 6 3 r 3!(6-3)! 6! =20 Contoh S Enam karyawan (dua wanita dan empat pria) sebuah perusahaan yang lulus masa percobaan. rumus penjumlahan manjadi: 22 . karena perbedaan urutan atau susunan .asalkan orang-orangnya sama .tidak akan menambah bentuk susunan. Dengan demikian susunan yang terjadi dapat ditentukan sebagai berikut. karena perbedaan penempatan merupakan susunan yang berbeda. lawab: Jumlah keseluruhan susunan yang mungkin terjadi adalah 20. nr P= P= 63 (6 _3)! 6! = 120 Contoh 2 Enam karyawan sebuah perusahaan yang lulus masa percobaan. Dengan demikian kemungkinan susunan yang terjadi dapat ditentukan dengan formulasi di bawah ini. Berapa probabilitas bahwa sekurang-kurangnya dua karyawan pria akan ditempatkan di bagian pemasaran. tiga di antaranya akan ditempatkan di bagian pemasaran.Permutasi dari n obyek yang diambil r dapat dihitung dengan menggunakan rumus: P= nr (n . seperti pada permutasi. Berapa kemungkinan susunan yang dapat terjadi? lawab: Persoalan di atas harus diselesaikan dengan kombinasi. Berapa kemungkinan susunan yang dapat terjadi berdasarkan tiga kota tersebut? lawab: Persoalan di atas harus diselesaikan dengan permutasi. tiga di antaranya akan ditempatkan di bagian pemasaran.

A dan B. Di dalam suatu kotak terdapat delapan kelereng merah. Sebuah perusahaan akan memberikan hadiah ekstra akhirtahun kepada seorang karyawan dengan cara mengambil kartu presensi kerja secara acak.05 3. A' dan B' 6. C oC • I = SOAL-SOAL 12 4 20 + 20 6 3 = 0.P(2 atau 3 pria) = P(2 pria) + P(3 pria). Jawab: 0. A dan B'. Tentukan nilai probabilitas pengambilan secara random sebuah laporan keuangan yang lalai membayar pajak. x 2CO = 4.60 2. dan lima kelereng putih. Jumlah karyawan ada seratus orang yang terbagi dalam dua kelompok. Jawab: subyektip 4. x = 4Co. Berapa probabilitas bahwa yang mendapat hadiah ekstra akhir tahun adalah karyawan bagian kantor? Jawab: 0. Dengan menggunakan informasi tersebut tunjukkan dengan lambang kejadian-kejadian: a.995 5. A danA'. Berkeyakinan mendapat nilai B lebih dari 50 % merupakan sikap obyektip atau subyektip?' .005. tujuh kelereng hijau. b. 4C2 4C3 Jumlah kejadian dua karyawan pria terpilih: Jumlah kejadian tiga karyawan pria terpilih: Dengan demikian: P(2 atau 3 pria) x 2CI = 12. mutually exclusive. Dalam suatu bagian sebuah perusahaan terdapat lima orang yang terampil mengoperasikan komputer (A). b. Sebelum ujian mata kuliah statistika seorang mahasiswa berkeyakinan mendapat nilai B lebih dari 50 %. Berapa probabilitas bahwa sekurang-kurangnya satu alat tidak dapat bekerja dengan baik apabila ada asap? Jawab: 0.80 1. Berapa probabilitas pengambilan secara random sebuah kelereng dari kotak akan: 23 . Probabilitas bahwa keempat alat tersebut bekerja dengan baik apabila ada asap adalah 0. non-mutually exclusive! Jawab: a. tiga di antaranya sarjana di bidang komputer (B). Kelompok pertama bagian kantor sebanyak en am puluh orang dan sisanya kelompok kedua bagian lapangan. B dan B'. Ditentukan bahwa 5 % dari laporan keuangan lalai membayar pajak. Suatu ruangan tertutup memiliki empat alat penyerap asap.

tetap (F). a.80 8.09 11. Probabilitas bahwa keduanya akan rneningkat harganya adalah 0.49.50. Seorang investor berpikir tentang probabilitas bahwa stok barang A akan rneningkat harganya adalah 0. Ada sebuah perielitian tentang kebiasaan rnembaca koran pada dua ratus satu karyawan di suatu perusahaan.30. Berapa probabilitas bahwa salah satu dari stok barang A dan B rneningkat harganya? lawab: 0.50. Berapa probabilitas bahwa stok barang akan rnengalami peningkatan harga atau tetap? b. Jika pengarnbilan dua buah produk dilakukan secara berturut-turut dan random tanpa pengembalian.70 dan barang B adalah 0.80 10. b. 0. b.147 12.80 9. Berapakah probabilitas bahwasekurangkurangnya satu dari kedua metode di atas rnenyebabkan keberhasilan? Jawab: 0. 0.40. b.30. b. Berapa probabilitas bahwa stok barang akan rnengalami perubahan harga? lawab: a.60 7. keduanya produk B! lawab: a. b. tentukan probabilitas: a. b. 0.60. keduanya berukuran 45 watt. keduanya berukuran 60 watt? lawab: a. 0. Di dalam kotak terdapat dua bel as produk A dan rlr 1=nan produk B dengan ukuran yang sarna.30. Probabilitas bahwa suatu metode pendekatan pemasaran baru akan berhasil (S) adalah 0. hijau atau putih? lawab: a. rnerah atau hijau.75.50. 24 . dan 0. berapa probabilitas bahwa: a. Ringkasan penelitian tersebut terlihat pada Tabel 1. 0. Di dalarn kotak terdapat empat belas bolam ukuran 45 watt dan enam bolam ukuran 60 watt. 0.20. keduanya produk A. 0. Jika pengambilan bolam secara random dilakukan dua kali dengan pengembalian. Selarna peri ode rninggu tertentu probabilitas bahwa stok barang akan rnengalarni peningkatan harga (I). 0. Probabilitas bahwa metode pendekatan pengeluaran pengembangan dalam anggaran semula akan berhasil (B) adalah 0. penurunan harga (D) diperkirakan berturut-turut 0.a. 0.347. b. Sedangkan probabilitas bahwa dengan kedua metode tersebut akan berhasil diperkirakan 0.

0. .!W1a". Probabilitas memenangkan tender A adalah 0.30.40.Tabell. dependen 15. Namun demikian untuk memenangkan keduanya ia hanya memiliki probabilitas 0.T .95 untuk dapat beroperasi secara sukses (S) apabila terjadi kebakaran.33. Berapa probabilitas bahwa pemanggilan seorang karyawan secara random ternyata wanita yang membaca koran? Jawab: a. 0. . 0.19 13. b. ~. Tentukan probabilitas bahwa kontraktor memenangkan tender A dengan syarat ia memenangkan tender B! b.20.'~'M_baca 65 38 100 TkIak .. .. a. Berapa probabilitas bahwa penjualan peralatan mobil meningkat akibat peningkatan penjualan mobil? Jawab: a.90. Berapa probabilitas bahwa penjualan mobil pada bulan depan meningkat dengan syarat bahwa penjualan peralatan mobil terlebih dahulu meningkat? b.50. b. Kejadian non-mutually exclusive di atas independen ataukah dependen? Iawab: a. b.. Masing-masing dari tiga alat tanda kebakaran yang beroperasi secara independen memiliki probabilitas 0. b. Probabilitas bahwa penjualan peralatan mobil pada bulan depan akan meningkat diperkirakan 0. .25 14. . Pria Wanita Total a. 0. Probabilitas bahwa penjualan mobil akan meningkat pada bulan depan (A) diperkirakan 0. .23..60 dan probabilitas memenangkan tender B adalah 0. Sebuah kontraktor jalan mengikuti tender A dan B.. Tulislah lambang untuk suatu kejadian bahwa ketiga alat tanda kebakaran beroperasi dengan sukses! kan probabilitas kejadian (a)! 25 a.1 0. " 46 52 98 111 90 201 Berapa probabilitas bahwa pemanggilan seorang karyawan secara random ternyata pria yang tidak membaca koran? b.10 Kebiasaan Membaca Koran . 0.. a. Sedangkan probabilitas bahwa keduanya akan meningkat diperkirakan 0.

0. peRI E)! 26 . b.24 18. P(S dan S dan S) = P(S (\ S n S). Seorang geolog menetapkan bahwa probabilitas ada struktur dome adalah 0. b. c. Dengan ketentuan (b). 0. 0. tentukan probabilitas bahwa sekurang-kurangnya duajenis barang mengalami peningkatan harga pasar selama peri ode itu! Jawab: a. 0. 20 % lulus dengan pujian dan mendapatkan pekerjaan yang baik.80 17. 80 % stok barang-barang suatu industri perusahaan .mengalami peningkatan nilai pasar. Dengan menggunakan data pada Tabel 2 tentukan: a. c.30. jika A dan B merupakan kejadian-kejadian yang independen! Iawab: a.07.875 16. peEI P). Diketahui Pt A) = 0.·c. 25 % lulusan suatu perguruan tinggi lulus dengan pujian. c. 0. = 0. terdiri dari sepuluh Jika seorang investor memilih secara random dua jenis barang. Tabel probabilitas gabungan.857.80. tentukan probabilitas bahwa hanya satu jenis barang yang mengalami peningkatan harga pasar selama periode itu! c. Berapa probabilitas bahwa ada struktur dome dan didapatkan minyak? Jawab: 0. 0.58 20.70. Berapa probabilitas bahwa seorang lulusan dari perguruan tinggi tersebut yang mendapat pekerjaan baik lulus dengan pujian? Jawab: 0. Jika seorang investor memilih tiga jenis barang secara random. Probabilitas untuk mendapatkan min yak di lokasi yang berbatuan dengan struktur dome adalah 0. Hitunglah probabilitas bahwa sekurang-kurangnya satu alat dapat beroperasi dengan sukses! Jawab: a. b. b.93 19. Selama peri ode tertentu. 0.30 dan P(B) a. P(Q atau R).40.62. Tentukan P(A atau B) jika A dan B merupakan kejadian-kejadian yang saling meniadakan (mutually exclusive). a. berapa probabilitas bahwa kedua jenis barang tersebut mengalami peningkatan harga pasar selama periode itu? b. d. b.

12 Hubungan Antara Acara Hiburan dengan Kelompok Umur (Tabel Probabilitas Gabungan) Kelompok Umur y M E Total b.15 0.05 0. Ada proyek yang membutuhkan tenaga lima orang yang diambil dari empat belas orang tersebut secara random tanpa memperhatikan sarjana teknik ataupun pelaksana. d.10 21. 0. Tentukan probabilitas bahwa dari lima orang terse but: a.40 0.167.30 0.42. c. tidak ada pelaksana! Jawab: a. R " " p 20 30 10 60 10 30 40 ° 60 80 60 200 Jawab: a.20 0. tidak ada sarjana teknik.50 Aeara Hiburan p 0. 0.11 Hubungan Antara Acara Hiburan dengan Kelompok Umur (Tabel Kontingensi) Kelompok Umur y M E Total .50 0.0005 27 .30 0. 0. c.Tabel1.30 Total R Q 0.05 0. 0.70. Tabell. b. c.10 0. 0.20 ° 0.15 0.20 0. Suatu kelompok kerja terdiri dari lima orang sarjana teknik dan sembilan orang pelaksana. 0. dua orang sarjana teknik.06.10 0. Acara Hiburan Q 40 40 20 100 ToW. b.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful