Mulai Tahun 2011, Bea Tanah Bangunan Dialihkan ke Daerah

09 Oct 2010
 

Ekonomi Pikiran Rakyat

JAKARTA, (PR).Mulai tahun depan, pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) Perkotaan dan Perdesaan (P2) akan dialihkan ke pemerintah daerah. Pengalihan itu sesuai dengan amanah Undang-Undang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) No. 28 Tahun 2009. Kasubdit Penilaian I Dit. Ekstensifikasi dan Penilaian Ditjen Pajak Pestamen Situmorang menjelaskan, berdasarkan UU tersebut, pengalihan BPHTB akan dilakukan pada 2011. Sementara PBB P2 wajib diberlakukan pada tahun 2014. "Sekitar tiga bulan lagi proses pengalihan BPHTB yang akan dialihkan ke pemda per 1 Januari 2011. PBB, paling lambat 2013 proses pengalihan. Jadi, per 1 Januari 2014, PBB akan dialihkan ke kab./kota atau daerah. Kalau ingin lebih cepat, mulaitahun depan juga bisa mengelola, asal sudah memenuhi syarat," ujarnya di Jakarta, Jumat (8/10). Pestamen memaparkan, pengalihan tersebut ditujukan untuk memperbaiki sistem pemungutan pajak dengan mengubah sistem pajak dan retribusi daerah. Selain itu, juga untuk meningkatkan local taxing power dalam memperluas objek pajak daerah dan retribusi, menambah jenis pajak daerah, dan memberikan diskresi kebijakan kepada daerah untuk menentukan tarif. Pengalihan itu, menurut dia, juga dimaksudkan untuk meningkatkan efektivitas sistem pengawasan, sistem pengelolaan serta bagi hasil provinsi, ear-marking, dan insentif pemungutan. "Rencana penerimaan yang masuk itu sekitar Rp 7 triliun dari PBB, BPHTB juga sekitar Rp 7 triKun. Jadi, sekitar Rp 14 triliun yang akan dialihkan ke pemda," katanya. Pengamat ekonomi, Acuviar-ta Kartabi mengatakan, sebelum pajak pusat dikembalikan ke daerah, instrumen pengawasan harus dipersiapkan dengan saksama. Ia khawatir jika pengawasan tidak diperketat, bukan tidak mungkin, penerimaan kedua pajak akan menjadi ladang baru praktik korupsi dan kolusi. "Indikasi bisa dilihat dari tidak optimalnya penerimaan pajak daerah selama ini. Karena itu, instrumen pengawasan harus disiapkan dulu, baru dilakukan pengalihan," ucapnya.

ungkap Acu-viarta.Jangan sampai. Ia berharap pengalihan itu justru akan semakin meningkatkan kemandirian dan kemajuan daerah. (Dtc/A-188)1?** . pengalihan menyebabkan pemda terlena dalam menggenjot pajak lainnya.

97. $0.9.9/02-.503072..2-.2.9.3 80-0:25.2202507:.35407/.07...-203.8574.:.3203:-.7! !%:.904342 ..39/.9 -:.9.3:39:2033./2././.07.3  #03..305. :..3.3/.7#597:3/.7 2.88902502:3:9.:39:203039:. /./ 809.7#597:3..5:8..5..390780-:9/9::.35.3/03..38.37097-:8/..888902 503..8:/.3../50709.503072.39: :. /.203202.9.2.3 503..9/.3503.8.3/:: -.3 9/..3.-.7:/...84-05.5.38 0.:39:2033.3-./.39.703...7: 57.07.3. 3897:203503.07.9:  3897:203503.0385.71  !03.8.9.07.3 8890250304.947:58/.8..07..5...3203.8-8.503./.3.79/.30502/.7 9. .38079.3 5.30109.4592..3/87080-.3 ..34:8  3/././...3 :.  !089..37097-:8 203./.7:8/8./.2..5.80.8.30/:.7 #597:3 .73 /..7.30 /.3202-07.  !03.79.3380391502:3:9./03.39: 203:7:9/.7:8/5078.32.  .9.8.8:9:809.:.3 4..809..2:33 503072.3:39:202507-. .3..3.53.889025../.

32033.79.25.90703.302.33. .07.39::897:.38.5503.3/..9./..  9.3/7.. :3..32030-. 503...5.:.3802.3.3/.3502/.-07.: ..22030349 5..3 02.-.7.

     .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful