JURNAL SISTEM INFORMASI MANAJEMEN “SOLUSI PEMGEMBANGAN SISTIM INFORMASI SUMBER DAYA INFORMASI” )I

(

)I( )I( )I( )I( Oleh :

WAKHID KHUSAINI NMP : 0811322023081
JURUSAN MANAJEMEN SEMESTER VI SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI PANCASETIA BANJARMASIN Dosen Pengajar : Drs. Akhmad Rivai, MM
Wakhid Khusaini . NPM: 0811322023081

bagaimana.SISTEM INFORMASI MANAJEMEN CRITICAL REVIEW JURNAL Outsourcing : Suatu solusi Pengembangan Sistem Informasi Sumber Daya Informasi di Masa Depan I. Sistem ini merupakan bagian dari sistem informasi yang bertanggung jawab untuk mengidentifikasi kebutuhan informasi. Proses ini harus dapat menentukan data yang dibutuhkan. pengelolaan sumber daya informasi biasanya disebut dengan Sistem Informasi Sumber daya Informasi (Information Resources Information System). Faktor yang paling penting didalam pengelolaan sumberdaya informasi adalah bagaimana mengembangkan Sistem Informasi Sumber daya Informasi yang akan dipergunakan. memproses. diantaranya : Wakhid Khusaini . pengelolaan sumber daya informasi memegang peranan yang sangat penting untuk mjenunjang suksesnya sebuah bisnis. diamna. Terkait dengan hal ini. Proses mengidentifikasi berarti sisitem harus dapat menentukan masalah yang dihadapi perusahaan. dan dengan metode apa data tersebut diperoleh serta bagaimana menentukan proses dan metode yang paling tepat yang akakn dipergunakan dan berapa lama proses harus diselesaikan. keputusan yang akan dibuat oleh oleh para pengambil keputusan dan informasi apa yang harius disediakan untuk memecahkan masalah tersubut. NPM: 0811322023081 . Latar Belakang Pemanfaatan teknologi informasi manjadi suatu keharusan yang tidak dapat dihindarkan oleh setiap perusahaan yang ingin menempatkan dirinya pada posisi paling depan dalam suatu industri. Dalam sebuah perusahaan. perangkat lunak dan pelaksana serta SOP (Standard Operating Procedures) yang akan dipergunakan. serta menyediakan informasi dalam format tepat yang akan dipergunakan dalam proses pengambilan keputusan. hal ini berarti kita menetukan bagaimana bentuk sistem yang dibutuhkan. Ada berbagai pendekatan yang dapat dipergunakan dalam proses pengembangan sistem informasi ini. dalam arti kata kebutuhann akan perangkat keras.

Kelemahannya. Alternatif apa yang paling sesuai untuk diterapkan sebuah organisasi dalam mengembangkan sistem informasinya dan pertimbangan-pertimbangan apa saja yang mendorong penulis untuk memilih alternatif tersebut ? Wakhid Khusaini . melakukan analisis terhadap rencana sistem yang akan dibuat. 3. Object Oriented Analysis and Development Integrasi data dan pemrosesan selama dalam proses desain sistem akan menghasilkan sistem yang memiliki kualitas yang lebih baik serta mudah untuk dimodifikasi. Permasalahan dan tantangan apa saja yang dihadapi dalam pengembangan Sistem Informasi Sumberdaya Informasi ? 2. Rapid Application Development Pendekatan ini memerlukan keikutsertaan user dalam proses desain sehingga mudah untuk melakukan implementasi.1. metode ini sulit untuk mendidik analis dan programmer sistem dengan menggunakan pendekatan object oriented serta penggunaan modul yang sangat terbatas. II. dan mengimplementasikan sistem yang telah disusun serta melakukan evaluasi terhadap jalannya sistem yang telah disusun (Bodnar. Namun. mendesain sistem. NPM: 0811322023081 . 2. Proses pengembangan suatu sistem informasi dimualia dari proses pembuatan rencana kerja yang akan dilakukan. 4. 2002). System Development Life Cycle (SDLC) Digunakan untuk menjelaskan siklus kehidupan suatu system informasi (Hoffer and Valavicich. sistem mungkin terlalu sulit untuk dibuat dalam waktu yang singkat yang pada akhirnya akan mengakibatkan kualitas sistem yang dihasilkan menjadi rendah. 2001). Prototyping Sistem dapat dikembangkan lebih sempurna karena adanya hubungan kerjasama yang erat antara analis dengan pemakai sedangkan kelemahan tekkik ini adalah tidak begitu mudah untuk dilaksanakan pada sistem yang relatif besar. Rumusan Masalah Rumusan masalah dalam jurnal yang kami bahas adalah : 1.

III. Merancang/membuat sendiri sistem informasi yang dibutuhkan dan menentukan pelaksana sistem informasi. permasalahn dan tantangan yang sering muncul adalah siapa yang akan melaksanakan proses pengembangan tersebut. dan perencanaan sistem • Analis sistem • Mengembangkan permohonan suatu proposal • Evaluasi proposal • Pemilihan vendor 2. pemilihan. 1995) : 1. Dalam mengembangkan sebuah sistem informasi. NPM: 0811322023081 . Perusahaan membeli paket sistem informasi yang sudah jadi Pihak perusahaan cukup membeli beberapa paket sistem aplikasi yang siap pakai. Meminta orang lain untuk melaksanakan proses pengembangan sistem informasi (outsourcing) termasuk pelaksana sistem informasi. karena paket aplikasi tersebut dibuat oleh vendor yang memiliki spesialisasi dibidang sistem aplikasi. Permasalahan dan tantangan yang dihadapi dalam pengembangan Sistem Informasi Sumberdaya Informasi. Pembahasan Oleh Penulis Jurnal 1. pihak perusahaan dihadapkan pada beberapa alternatif yaitu (Kaplan. Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam alternatif ini adalah : • Terbatasnya pelaksana sistem informasi • Kemampuan dan penguasaan pelaksana sistem informasi • Beban kerja pelaksana sistem informasi • Masalah yang mungkin akan timbul dengan kinerja pelaksana sistem informasi. 2. Adapun tahapan yang harus dilakukan dengan alternatif ini adalah : • Identifikasi kebutuhan. Pihak perusahaan menyerahkan tugas pengembangan dan pelaksanaan serta maintanance sistem kepada pihak ketiga. Beberapa faktor yang menyebabkan perlunya outsourcing diantaranya : • Masalah biaya dan kualitas sistem informasi yang akan dipergunakan • Masalah kinerja sistem informasi Wakhid Khusaini . Di sini.

2. dan rekayasa sistem informasi • Masalah keuangan perusahaan • Budaya perusahaan • Tekanan dari pelaksana sistem informasi.• Tekanan dari para vendor yang menawarkan produk mereka • Penyederhanaan. Alternatif apa yang paling sesuai untuk diterapkan sebuah organisasi dalam mengembangkan sistem informasinya dan pertimbangan-pertimbangan apa saja yang mendorong penulis untuk memilih alternatif tersebut ? Pemilihan alternatif pengembangan sistem informasi yang tepat merupakan suatu keharusan bagi suatu organisasi. NPM: 0811322023081 . Masalah mengenai hardware. End User Development Faktor yang harus diperhatikan dalam pemilihan alternatif ini adalah kemampuan yang harus dimiliki pelaksana sistem informasi. sebagai salah satu alternatif pengembangan sistem informasi sumber daya informasi dipilih sebagai alternatif yang paling sesuai untuk diterapkan perusahaan. Manfaat yang dapat diperoleh dari alternatif ini adalah : • Penghematan biaya • Waktu pengembangan sistem informasi yang singkat • Mudah untuk melakukan modifikasi • Tanggung jawab pelaksana sistem informasi yang lebih besar • Mengurangi beban kerja pelaksana sistem informasi. Pilihan dilakukannya outsourcing oleh suatu perusahaan pada intinya desebabkan semakin meningkatnya kegiatan bisnis suatu perusahaan pada satu sisi dan adanya keterbatasan SDM Wakhid Khusaini . 2. sofware. Outsourcing. dan maintenance sistem merupakan tanggung jawab pihak vendor. Perusahaan hanya bertanggung jawab untuk menyediakan dana yang dibutuhkan. Kesalahan di dalam pemilihan alternatif akan menyebabkan investasi yang telah dilakukan serta waktu yang terpakai akan menjadi sia-sia. Pelaksana harus mengembangkan sendiri aplikasi yang mereka butuhkan seperti menggunakan Microsoft Excell dan Microsoft Access. perampingan. Kekuatan alternatif ini adalah pihak perusahaan tidak usah terlalu dipusingkan dengan masalah sistem informasi mereka.

sehingga pihak manajemen perlu mengkomunikasikannya secara baik dan berterus terang atas apa yang sedang dihadapi perusahaa dan kenapa diambil langkah-langkah outsourcing.internal dari segi kuantitas maupun knowledge untuk mengatasi secara baik (efektif dan efisien) meningkatnya kegiatan bisnis tersebut. misalnya jauh sebelum outsourcing diputuskan maka secara rinci dikomunikasikan dalam beberapa pertemuan untuk staff di bagian IT. Biaya pengembangan sistem sangat tinggi 2. Ketidakpastian untuk mendapatkan sistem yang tepat sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan 4. NPM: 0811322023081 . Berdasarkan hal tersebut. Kunci utama dalam kesuksesan outsourcing adalah pemilihan vendor yang tepat (choose the right vendor) karena outsourcing merupakan kerjasama jangka panjang sehingga penunjukkan vendor yang tepat sebagai mitra perusahaan menjadi sangat krusial baik dari pertimbangan aspek teknologi. Faktor waktu/kecepatan 5. Untuk menjaga terjadinya keresahan karyawan. mereka di dorong untuk memperoleh keahlian baru dibawah inisiatif perusahaaan yang dikenal dengan moto ”Know IT Now or No It” Berbagai pertimbangan yang mendorong penulis untuk memilih Outsourcing sebagai alternatif terbaik dalam mengembangkan Sistem Informasi Sumberdaya Informasi adalah sebagai berikut : 1. khususnya adanya rasa takut kehilangan pekerjaan yang dihadapai oleh karyawan yang sering memicu terjadinya kemarahan yang pada akhirnya akan mengganggu moral bekerja mereka. perusahaan dituntut untuk dapat memahami Wakhid Khusaini . Resiko tidak kembalinya investasi yang dilkukan sangat tinggi 3. maupun tujuan finansial. Tidak adanya jaminan loyalitas pekerja setelah bekerja cukup lama dan terampil. Beberapa permasalahan yang sering timbul dengan dipilihnya outsourcing adalah perusahaan menghadapi keresahan terhadap karyawan. proses outsourcing beberapa perusahaan membuat langkah transisi untuk menolong karyawan. Proses pembelajaran pelaksana sistem informasi membutuhkan jangka waktu yang cukup lama 6. sehingga ketika outsourcing diberlakukan para staff mengerti benar betapa pentingnya keahlian dan teknologi baru bagi perusahaan. bisnis.

NPM: 0811322023081 . dan manajemen tidak bisa diselidiki dengan memakai model yang digunakan dalam pendekatan teknis. kultur. IV. Faktor-faktor yang harus diperhatikan antar lain : • Pengetahuan/kemampuan dalam industri yang dibidanginya (Industry Knowledge) • Kemampuan teknis • Kemampuan keuangan • Kemampuan dalam menyampaikan infrastruktur jasa yang dikelolanya. Definisi teknis dan behavioral dalam organisasi sebenarnya tidaklah saling kontradiksi. yaitu struktur organisasi. Sistem informasi tidak bisa sukses merancang sistem baru atau memahami sistem yang sudah ada tanpa memahami organisasi. Para manajer perlu memutuskan sistem apa yang akan dibangun. implementasi. masing-masing saling melengkapi. dan keputusan manajemen. organisasi harus waspada dan terbuka terhadap pengaruh sistem informasi supaya mendapat keuntungan dari teknologi baru. pemanfaatan. SOP (Standard Operating Procedures). studi tentang sistem informasi dapat dibagi kedalam dua pendekatan. Pada saat yang sama. Sedangkan pendekatan behavioral lebih menekankan pada isu perilaku yang muncul dalam pengembangan pemeliharaan sistem informasi jangka panjang. Interaksi antara teknologi informasi dan organisasi sangat kompleks dan dipengaruhi oleh banyak faktor mediasi yang besar. serta bagaimana pengimplementasiaannya. Sebaliknya. Wakhid Khusaini . yakni pendekatan teknis dan pendekatan behavioral. lingkungan sekitar.dasar pertimbangan dalam pemilihan vendor. Para manajer harus waspada karena sistem informasi mampu mengubah kehidupan organisasi. seperti halnya teknologi fisik dan kemampuan formal dari sistem ini. Secara umum. apa yang akan dikerjakannya. Sistem informasi harus disesuaikan dengan organisasi agar dapat menyediakan informasi yang dibutuhkan pada suatu bagian tertentu yang penting pada organisasi. politik. desain. Disebut pendekatan teknis ketika sistem informasi menekankan model berbasis matematika untuk mempelajari sistem informasi. Rekomendasi Sistem informasi dan organisasi merupakan dua hal yang saling mempengaruhi. Isu-isu seperti strategi pengintegrasian bisnis.

dan psikologi. penggunaan. tenaga kerja. NPM: 0811322023081 . dan operasi riset dengan suatu orientasi praktis ke arah pengembangan solusi sistem atas permasalahan nyata dan mengelola sumber-sumber teknologi informasi. akan tetapi pengguna dari informasi itu sendiri juga merupakan faktor signifikan dalam pemilihan sistem informasi. Para manajer tidak bisa mengabaikan sistem informasi sebab sistem informasi memainkan peran penting dalam organisasi kontemporer. Mengadaptasi sudut pandang sistem sosioteknis membantu mencegah pendekatan dilakukan hanya semata-mata dari sisi pendekatan teknis atas sistem informasi. Satu hal yang perlu diperhatikan ketika kita memilih alternatif terbaik adalah pengimplementasian suatu sistem informasi tidak hanya tergantung pada biaya dan waktu. baik komponen teknis maupun komponen perilaku perlu diperhatikan. Wakhid Khusaini . pengetahuan manajemen. Mengoptimalkan kinerja sistem secara keseluruhan. yaitu sistem yang mengkombinasikan teori-teori pengetahuan komputer. Sebagai contoh fakta bahwa teknologi informasi dengan cepat menekan biaya dan meningkatkan kekuatan perusahaan tidak perlu diartikan sebagai peningkatan produktivitas dan keuntungan akhir. serta isu-isu perilaku yanng melingkupi pengembangan. merencanakan. Hal ini berarti teknologi harus diubah dan dirancang sedemikian rupa agar sesuai dengan kebutuhan individu dan organisasi. ekonomi. Oleh karena itu. dan menngatur karyawan mereka. dan teknologi informasi. dan dampak sistem informasi yamg disebabkan oleh sosiologi. Dewasa ini sistem secara langsung mempengaruhi bagaiman para manajer membuat keputusan. alternatif yang sesuai untuk diterapkan bagi tiap perusahaan tentunya berbedabeda.Definisi teknis menjelaskan kepada kita bagaiman beribu-ribu perusahaan dalam pasar kompetitif mengkombinasi modal. Sistem informasi itu sendiri pada dasarnya adalah sistem sosioteknis. sementara model behavioral membawa kita masuk ke dalam masing-masing perusahaan untuk melihat bagaimana teknologi itu mempengaruhi kinerja internal perusahaan.

hal ini tidak kita dapatkan ketika kita menggunakan outsourcing dalam pengelolaan sistem informasi. karena pengelola informasi adalah pihak eksternal yang kurang bahkan tidak peka terhadadap kondisi terkini perusahaan. dan membuat posisi tawar buruh semakin lemah. sistem informasi dapat dikembangkan sendiri oleh pihak internal perusahaan sesuai dengan tuntutan perkembangan organisasi. tangguing jawab terhadap sistem tidak bisa didelegasikan oleh para manajer ke orang lain yang hanya bertugas membuat keputusan teknis. yang dilakukan di Jawa Barat. dimana. Hasil Penelitian Praktik outsourcing buruh mengakibatkan diskriminasi di tempat kerja. End User Development.Disamping itu. Selasa (9/11). Oleh karena itu. selain itu mereka juga memahami permasalahan-permasalahan yang terkait dengan organisasi dan dapat menyediakan informasi apa saja yang dibutuhkan untuk memberikan solusi dari permasalah tersebut. Kekuatan alternatif ini adalah loyalitas dan pengetahuan pelaksana benar-benar dapat dipertanggungjawabkan sedangkan manfaat yang dapat diperoleh dari alternatif ini adalah : • Penghematan biaya • Waktu pengembangan sistem informasi yang singkat • Mudah untuk melakukan modifikasi • Tanggung jawab pelaksana sistem informasi yang lebih besar • Mengurangi beban kerja pelaksana sistem informasi. Diperlukan aturan yang tegas dan tidak multi interpretasi untuk mengurangi praktik outsourcing di perusahan-perusahaan. bilamana. Jawa Timur. Hal itu terungkap di dalam diskusi tentang praktik outsourcing di industri metal. dan bagaimana produk diproduksi. dapat menjadi alternatif yang paling sesuai dalam pengembangan sistem informasi. Wakhid Khusaini . dan Riau pada Februari-Agustus 2010. NPM: 0811322023081 . Dengan End User Development. V. Diskusi itu berdasarkan pada penelitian Yayasan Akatiga yang bekerja sama dengan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) dan Federich Ebert Stiftung (FES). kesejahteraan menurun. sistem juga terus membentuk apa.

Karena memang perusahaan yang menyewanya meminta di dalam kontraknya. Di mengatakan. sebenarnya di dalam UU 13/2004 tidak ada aturan tentang buruh outsourcing. Padahal di dalam UU 13/2004. Sedangkan buruh tetap. Dan lebih sialnya lagi. bahwa rat-rata buruh kontrak dan outsourcing dikontrak rata-rata 2. Artinya. Pengusaha dan pemerintah memiliki interpretasi yang berbeda dengan buruh. buruh kontrak mendapatkan 16. NPM: 0811322023081 . persoalan mendasar dari maraknya praktik outsourcing adalah pasal-pasal di dalam UU 13/2004 yang multi interpretasi. hanya 39. Misalnya. masa kerja buruh pun menjadi sangat pendek.6 persen buruh kontrak yang ikut Jamsostek.6 persen diikutkan dalam Jamsostek. dari sisi upah. Sedangkan jika dilihat dari upah total. Akibatnya.4 kali. 1 Wakhid Khusaini . dan buruh kontrak mendapat upah lebih tinggi dari buruh outsource.7 persen terdiri dari pekerja kontrak dan outsourcing. upah pokok buruh kontrak hanya 74 persen dari buruh tetap. Dalam keikutsertaan di Jamsostek. maksimal kontrak itu dua kali. Juga ditemukan. Buruh yang sudah mencapai usia 25 tahun ke atas1 tidak akan dipekerjakan lagi. Yang ada. Menurut Rina. tidak ada sanksi yang bisa dijatuhkan terkait dengan masalah hubungan kerja di undang-undang itu. Praktik kontrak dan outsourcing juga menciptakan diskriminasi. Rata-rata. dan 89.45 persen dari buruh tetap. “Buruh outsourcing juga tidak diijinkan untuk ikut di dalam serikat buruh. dan berusia antara 18 sampai 24 tahun. dan buruh outsourcing mendapatkan upah total 26 persen lebih rendah dari buruh tetap. sebanyak 60. Misalnya. dari 598 orang buruh industri metal yang disurvey. sebanyak 96.Diungkapkan di dalam diskusi itu. dan buruh outsourcing hanya mendapatkan upah pokok sebesar 17.3 persen yang merupakan buruh tetap. buruh tetap selalu mendapatkan upah yang lebih tingging dari buruh kontrak. Rina Herawati. Tetapi ada juga kasus-kasus buruh yang dikontrak sampai dengan 15 kali. Karenanya tidak heran keikutsertaan buruh outsourcing di serikat buruh 0 persen. Dari penelitian itu juga ditemukan berbagai persoalan buruh akibat praktik praktik outsourcing dan kontrak. hanya 86.” kata peneliti Akatiga.5 persen buruh outsourcing yang diikutkan. terdapat kecenderungan perusahaan pengguna jasa outsourcing untuk menggunakan buruh yang lajang.71 peren lebih rendah dari buruh tetap. agar mereka tidak ikut di dalam serikat buruh.

NPM: 0811322023081 .blogspot. jika memang ditemukan ada pelanggaran.html http://www. bahwa jumlah pengawas di Disnaker setempat sangat sedikit. alasannya klasik dan selalu diulangulang. Misalnya. tetapi buruhnya. Pemerintah sendiri mengaku kesulitan melakukan pengawasan.com/node/126768 Wakhid Khusaini . Artinya. jika ada satu pekerjaan yang bukan core business perusahaan itu. kata Rina. tidak ada sanksi yang bisa dijatuhkan kepada perusahaan yang menggunakan buruh outsourcing di pekerjaan inti perusahaan itu. Hal itu terlihat dari banyaknya buruh outsource yang bekerja di bagian yang sama dengan buruh tetap. “Tetapi yang terjadi adalah bukan pekerjaannya yang dioutsource.com/2008/03/telaah-jurnal-sistem-informasi. Kedua.” kata Rina. tapi dikerjakan oleh buruh outsource. (A-132/kur)*** Sumber : http://insidewinme. untuk pekerjaan yang seharusnya dikerjakan oleh buruh tetap.hanyalah aturan mengenai outsource pekerjaan.pikiran-rakyat. Pertama. maka perusahaan tersebut boleh mengalihkan pekerjaan itu untuk dikerjakan oleh perusahaan lain.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful