Jurnal

Kesehatan

"'MetroSai Wawai' Volume II No.2 Edisi Desember2009,

ISSN: 19779-469X

PROMOSI KESEHATAN DALAM RANGKA PERUBAHAN PERILAKU M. Ridwan*) Abstrak. Oi era milenium ini, setiap hari bahkan setiap saat, kepada kita disajikan ..... pelbagai macam iklan atau upaya pemasaran pelbagai macam produk dan jasa. Iklaniklan itu dengan gencarnya menyapa kita melalui berbagai media, TV dan radio, melalui internet, melalui telepon seluler, surat kabar dan majalah, film layar lebar, melalui billboard, spanduk, umbul-umbul, poster, leaflet atau brosur. Iklan melalui selebaran yang secara berdesakan nongol di tembok-tembok, tiang listrik/telepon, pagar rumah, dll. Ada juga iklan yang disabarkan melalui tulisan ilmiah atau tulisan populer, Iklan atau pemasaran produk atau jasa yang dikemas secara sangat professional dalam bentuk pameran, seminar atau perternuan. Iklan/upaya pemasaran yang dilakukan secara agresif melalui tatap mula langsung secara berantai (multy level marketing). Upaya yang dilakukan melalui loby kepada pengambil kebijakan agar produk atau jasanya dapat dipergunakan oleh khalayak luas dan masih banyak lagi cara-cara kreatif yang dilakukan dalam rangka menjajakan suatu produk atau jasa. Upaya-upaya itu mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap Jakunya suatu produk atau jasa, termasuk produk atau jasa di bidang kesehatan serta produk dan jasa yang merugikan kesehatan. Pada zaman dulu istilah itu disebut propaganda. Istilah Promosi Kesehatan sendiri juga mengalami perkembangan. Mula-mula dicetuskan di Ottawa, Canada pada tahun 1986 (dikenal dengan "Ottawa Charter"), oleh WHO promosi kesehatan didefinisikan sebagai: "the process of enabling people to control over and improve their health". Definisi tersebut diaplikasikan ke dalam bahasa Indonesia menjadi : "Proses pemberdayaan masyarakat untuk memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatannya". Definisi ini tetap dipergunakan, sampai kemudian mengalami revisi pada konferensi dunia di Bangkok pada bulan Agustus 2005, menjadi: "Health promotion is the process of enabling people

to increase control over their health and its determinants, and thereby improve their health" (dimuat dalam The Bangkok Charter). Sebenarnya juga beredar istilah lain yang
mempunyai kemiripan makna, atau setidaknya satu nuansa dengan istilah promosi kesehatan, seperti : Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE), Pemasaran sosial, Mobilisasi sosial, Pemberdayaan masyarakat, dll. Kata kunci : Promosi Kesehatan, Perubahan Perilaku. *) Dosen Pad a Program Studi Kebidanan Metro Poltekkes Tanjungkarang

PENDAHULUAN
A. SEJARAH PERKEMBANGAN PROMOSI KESEHATAN DI INDONESIA Sejarah perkembangan Kesehatan dengan pentahapan RI, 2008), sbb : Promosi (Depkes

1. Era propaganda dan pendidikan kesehatan rakyat (Masa Penjajahan dan Awal Kemerdekaan sampal sekitar Tahun 1960 an) Istilah propaganda sering dikaitkan dengan bidang politik, masalah sosial, termasuk kesehatan. Di zaman pra dan awal kemerdekaan propaganda masalah 71

M.Ridw(Jn ; Promosi Kesehatan Dalam Rangka Perubahan Perilaku

Mengembangkan kemampuan untuk berkontribusi dalam peningkatan kesehatan mereka sendiri dan masyarakat sehingga termotivasi untuk memecahkan berbagai masalah 72 M. Ditjen Binkesmas Depkes. dan sekitar tahun 1951. didasarkan pada kesadaran bahwa tidak mungkin pembangunan hanya dilakukan dan ditanggung oleh pemerintah saja. Oleh karena itu area pendidikan kesehatan adalah pada Knowledge (Pengetahuan). Attitude (Sikap) dan Practice (Perilaku). di luar Depdiknas nomenklatur yang dipergunakan adalah Penyuluhan Kesehatan.1995) Peran serta masyarakat (PSM) yang merupakan komponen utama PKMD dalam pembangunan di bidang kesehatan.A. Masyarakat bukan hanya sebagai obyek. yang disingkat K. Penyuluhan Kesehatan Masyarakat diberi pengertian sebagai "suatu proses peru bahan. poster dan melalui film layar taneap. Posyandu dan penyuluhan kesehatan melalui media elektronika (Kurun Waktu 1975 .Ju'rnal Kesehatan "MetroSai Wawai' Volume II No. rohani dan sosial dari manusia tersebut terhadap lingkungannya. pertumbuhan dan perkembangan diri manusia menuju kepada keselarasan dan keseimbangan jasmani.P. masalah dan potensi setempat. 3. Patah diperkenalkan "Konsep Bandung" atau "Bandung Plan". 1976). Kebijakan Pemerintah tahun 1975 dalam penggunaan nomenklatur (istilah/nama institusi). tetapi juga sebagai subyek pembangunan. yang menggambarkan perpaduan antara upaya preventif dan kuratif. sesuai dengan keadaan. J. Pengertian atau konsep Penyuluhan Kesehatan Masyarakat sebenamya tidak berbeda dengan Pendidikan Kesehatan. Era pendidikan dan penyuluhan kesehatan (Kurun Waktu 1960-] 980) Berbagai definisi dapat disimpulkan bahwa pendidikan kesehatan (Health Education) merupakan upaya yang ditekankan pacta terjadinya perubahan perilaku.Ridwan . bukan hanya pada peningkatan pengetahuan saja. Cara propaganda dilakukan untuk memberi penerangan kepada masyarakat tentang kesehatan. oleh. 1982) adalah proses dimana individu dan keluarga serta lembaga swadaya masyarakat termasuk swasta: Mengambil tanggung jawab atas kesehatan dan kesejahteraan dirinya sendiri. Promosi Kesehatan Dalam Rangka Perubahan Perilaku . Pemerintah memberikan perhatian pacta kesehatan rakyat. Definisi PSM (SKN. Namun metode tersebut harus dikembangkan : dari. Propaganda dilakukan dalam bentuk sederhana melalui pengeras suara atau dalam bentuk gam bar. ISSN: 19779-469X kesehatan sudah dilakukan. yaitu bahwa istilah Pendidikan hanya boleh dipergunakan di lingkungan Departemen Pendidikan Nasional. untuk dan bersama m asyarakat. 2. sehingga mampu dan bertanggung jawab untuk mengatasi masalah-masalah kesehatannya sendiri serta masyarakat lingkungannya" (Direktorat Penyuiuhan Kesehatan Masyarakat. Dalam hal ini. kondisi kesehatan di Indonesia sangat buruk. Leimena dan Dr. Mengenai metode yang dipergunakan dalam pendidikan kesehatan dapat bervariasi. yang bermula dari Ruskin bahwa fokus Health Education adalah pada perubahan periiaku itu. Masyarakat harus berperanserta di dalamnya.2 Edisi Desember 2009. baik pada individu maupun masyarakat. keluarga serta masyarakat. Diperkenalkanlah semboyan I pesan : "Empat Sehat Lima Sempurna". Bahkan dalam salah satu jargonnya. Era PKMD. Pacta waktu itu. oleh Dr. Dengan sendirinya istilah pendidikan kesehatan masyarakat berubah menjadi penyuluhan kesehatan masyarakat. hingga pada sekitar tahun 1950-an dengan masalah gizi cukup menonjol.

2) Pengembangan aliansi yang kuat dan sistem dukungan sosial (social support). dan penaggulangan diare.2 Edisi Desember 2009. Posyandu merupakan wadah partsipasi masyarakat. M.Ridwan . 4) Mengembangkan kemampuan perorangan tpersonnal skills). Pos KB Desa. Era promosi kesehatan paradigm a sehat (Kurun 1995-2005) dan waktu Istilah Promosi Kesehatan (Health Promotion) mulai dicetuskan pada Konferensi International Pertama tentang Health Promotion di Ottawa (Canada. ibu menyusui. dengan menekankan 4 bidang prioritas. dan untuk pelayanan mereka sendiri. muncullah berbagai kegiatan sawadaya masyarakat untuk pelayanan kesehatan antara lain: Pos Penimbangan Balita (posyandu). . dibidang kesehatan dan dalam perkembangnya dilebur menjadi satu bentuk pelayanan kesehatan terpadu disebut Posyandu. yakni ibu hamil. Wadah PSM di Indonesia dalam wujud Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD). yaitu : 1) Mengembangkan kebijakan yang berwawasan kesehatan (healthy public policy). Perilaku 73 . 3) Memperkuat gerakan masyarakat (community action). Dana Sehat. ] 986) dengan istilah "the Ottawa Charter' memuat 5 strategi pokok. Sebagian besar kader adalah wanita. maupun ibu hamil dan menyusui dengan sasaran utama pelayanan Posyandu adalah kelompok-kelompok rentan. Istilah lain yg muncul yaitu: empowerment. dan 5) Menata kembali arah pelayanan kesehatan (reorient health services). Dalam pertemuan ini ditekankan bahwa 3 strategi pokok promosi kesehatan untuk pembangunan kesehatan: 1) Advokasi Kebijakan (advocacy).! PKK (Pembinaan Kesejahteraan Keluarga) yang merupakan sumber penggerak Posyandu. ang~ol. tanpa dibayar. sebagai seruan untuk bertindak (A call for action).Jurnai Kesehatan =Metro Sui Wawai" Volume II No. Australia (1988). gizt. Di Indonesia istilah itu menjadi "pemberdayaan masyarakat". Promosi Kesehatan Dalam Rangka Perubahan karena Posyandu paling banyak menggunakan tenaga kader. yaitu: (1) Mendukung kesehatan wanita.Dalam perkembangannya PSM dipandang kurang dinamis dan kurang sesuai dgn isi pcngertian yg dicakupnya. imunisasi. Pos Kesehatan. ISSN: 19779-469X kesehatan yang dihadapi dan menjadi agen/perintis/penggerok pembangunan kesehatan dan pemimpin gerakan PSM di bidang kesehatan yang dilandasi semangat gotong royong. Kegiatan-kegiatan tersebut murni muncul dari masyarakat sendiri. dan (4) Menciptakan lingkungan sehat. bayi dan anak balita. (3) Rokok dan alkohol. Posyandu melaksanakan 5 program kesehatan dasar yakni: KB. dengan tujuan utama adalah menurunkan angka kematian bayi dan memperbaiki status kesehatan dan gizi balita. Pada tahun 1989 diadakan pertemuan Kelompok Promosi Kesehatan negaranegara berkembang di Geneva. 2) Menciptakan lingkungan yang mendukung (supportive environment). sebenarnya merupakan perwujudan "primary he lath care (PRe)". Kader merupakan tenaga relawan mumi. Pos lmunisasi. atau community empowerment. (2) Makanan dan gizi. PKMD yang telah dikembangkan di Indonesia sejak tahun 1996. namun merupakan tenaga inti di Posyandu. Konferensi II di Adelaide. membahas lebih lanjut tentang pengembangan kebijakan yang berwawasan kesehatan. kesehatan ibu dan anak. Maka kemudian dalam kebijakan nasional dikatakan bahwa "PKMD merupakan bentuk kegiatan Primary Health Care" di Indonesia Dengan berkem bangnya PKMD dalam implementasinya menggunakan pendekatan edukatif. 4.

\till gizr seimbang dan masalah merokok). Peningkatan Gizi Keluarga dan Masyarakat (termasuk GAKY). Kesehatan Lingkungan (khususnya penggunaan air bersih. Karena keterbatasan sumberdaya secara nasional. Konferensi ke IV di Jakarta (2000). Perceived susceptibility 2). ISSN: 19779-469X dan (3) Pemberdayaan masyarakat (empowerment). Penanggulangan Penyakit Tidak Menular (khususnya Aktivitas fisik. dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM). Bertolak dari prinsip-prinsip Promosi Kesehatan dan wujud pelaksanaan "Paradigma sehat" dikembangkanlah Strategi atau Upaya Peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (disingkat PHBS). Mengembangkan infra struktur promosi kesehatan. Rosenstock & Hocbaum (I950-an) mengemukakan inti teori HBM adalah Belief (keyakinan I Kepercayaan). 2. penggunaan toilet/jamban. perilaku beberapa Model Kepercayaan Kesehatan (Health Belief ModelIHBM). Kesehatan Meningkatkan tanggungjawab sosial dalam kesehatan. teori yang popuIer. masalah dan potensi daerah. Teori HBM tergolong Expectancy Value Model dengan kondusifnya variabel keyakinan yang ada dalam model ini. Di indonesia istilah promosi kesehatan (Health Promotion). Komoponen-Komponen BeliefSemua variabel yang bersifat "Perceved dan Self Efficacy" antara lain :1).Ridwall: Promosi Kcschatan Dalam Rangka Perubahan Perilaku 74 . antara lain: 1. yakni: I) Memperkuat advokasi diseluruh lapisan masyarakat. mencuci tangan dengan sabun). Meningkatkan kemitraan untuk kesehatan. MODEL DAN NILAI DALAM PROMOSI KESEHATAN Berbagai teori perubahan dikemukakan oleh para ahli. Perceived threat 4). menegaskan bahwa komunikasi dapat dipergunakan utk Komunikasi I Persuasi (Communication/Persuasion M. 2). Perceived benefit 5). menghasilkan Deklarasi Jakarta. Perceived barier dan 5). Pemasaran Sosial (Social Marketing).2 Edisi Desember 2009. baru berkembang sekitar akhir tahun 1994 karena masih populer istilah-istilah lain seperti: KIE (Komunikasi. kemungkinan perilaku akan menjadi lebih besar tapi tidak mutlak. Menegaskan pesepsi seseorang bahwa kerentanan dan kemujaraban pengobatan mempengaruhi keputusan seseorang dalam perilaku kesehatan. Self Afficacy. sebagai bentuk operasional atau sebagai embrio promosi kesehatan di Indonesia untuk menyongsong Indonesia Sehat 20] O. dll. Penanggulangan penyalahgunaan NAPZA. Bayi dan Anak (Khususnya Pertolongan persalinan dan Penggunaan ASI Eklusif). prioritas program tersebut disesuaikan dengan keadaan. Mobilisasi Sosial. 3). 2) Memberdayakan masyarakat dan individu agar mampu menjaga kesehatan dan lingkungannya melalui pendidikan dan pemberdayaan. B. m<:. Perceived seriousness 3). maka upaya promosi kesehatan terbatas pada beberapa program prioritas saja. McGuire (1964). Meningkatkan investasi untuk pembangunan kesehatan. dan 4) Menjadi penengah diantara berbagai konflik kepentingan di tengah masyarakat. 3) Membangun aliansi. 4). Program tersebut adalah: Kesehatan Ibu. Model Model). Informasi dan Edukasi). Untuk dukungan ini diperlukan 4 strategi kunci.Jurnai Kesehatan "Metro Sui Wnwai' Volume II No. Oi daerah. yang diberi nama: "The Jakarta Declaration on Health Promotion into the 21st memuat pnontas Promosi Century" abad 21 adalah I). Meningkatkan kemampuan perorangan dan memberdayakan masyarakat.

-..Ridwan : Prornosi Keschatan Dalam Rangka Perubahan Perilaku . sikap (attitude) dan keyakinan (belie}). I 3. .I . Ternyata aplikasinya teori TRA perlu adanya kontrol.antai kausal yang sama... Perubahan pengetahuan & sikap merupakan prekondisi bagi perubahan perilaku kesehatan. . I . pengembangan dari TRA. yaitu : faktor predisposisi.Jurnai Kesehatan =Metro Sat Wawai" Volume II No. Diagnosis sosial 2). dan faktor reinforcing. Diagnosis perilaku 4). Diagnosis administrasi/kebijakan._. .-'-'-'-'-'-. Berdasarkan analisis penyebab masalah kesehatan. sehingga menjadi TPB (Theory of Planned Behavior) : yang merupakan Direct (Iangsung) model. Dalam tahap aksi dan pemeliharaan seseorang dapat kembali ke pola perilaku sebelumnya.. Efektivitas upaya komunikasi yang diberikan tergantung dari berbagai input (stimulus) serta ._.butput (tanggapan terhadap stimulus)._. Model PRECEDEIPROCEED Lawrence Green (1980..-. . fase diagnosis pendidikan menekankan pada ke 3 faktor. 1. · I · I · .etal(l979) mengidentifikasi 4 tahap in-dependen. Fishbein & Ajzen (1975. Model Transteoritik iTranstheoretical Mode!).. faktor enabling. Hal ini karena individu mempertimbangkan untung dan rugi pengubahan suatu perilaku sebelum melangkah dari tahap 1 ke tahap berikutnya. .. Diagnosis pendidikandan 5). ISSN: 19779·469X mengubah sikap dan perilaku kesehatan Yang secara langsung tcrkait dengan .---'-. Theory 0/ Reasoned . I . Model PRECEDE lebih mengarahkan pada upaya pragmatis mengubah perilaku kesehatan. Aksi dan 4). Kontemplasi 3). Pre-kontemplasi 2).2 Edisi Desember 2009. Objek & perilaku terhadap objek harus spesiftk.. Teori ini juga menemukan bahwa sikap terhadap perilaku spesifik merupakan prediktor yang lebih baik dan membedakan sikap terhadap objek & sikap terhadap perilaku yang berkaitan dengan objek. Pemeriharaan. I ._.~ I Action . mis: objek (pil KB) dan perilaku (minum pil KB). Teori Aksi Beralasan (Theory of Reasoned Action).. Mencoba menerangkan dan mengukur perilaku kesehatan dengan tidak bergantung pada perangkat teoritik tertentu. PROCHASKA. 1)._. __ · I Model (TRA1: . antara lain: . I . 75 M. 1980) : menerangkan teori ini berangkat dari pandangan umum tentang dasar perilaku dengan memberikan perhatian pada niat (intention). 5. 199 I) : teori ini di dasarkan pada model kepercayaan kesehatan dan model-model lain. ada 2 determinan penyebab perilaku yaitu : faktor perilaku dan faktor non perilaku sedangkan berdasarkan perspektif perilaku. I I I I Perilaku Moijvasi Utk Patuh 4. Model ini juga menganalisa kebutuhan kesehatan komunitas dgn cara menetapkan 5 tahapan diagnosis perilaku (Green). Selain itu mengolongkan model 101 dalam upaya untuk mencari hubungan antara sikap dengan perilaku._. Model Theory of Planned Behavior (TPB) : '-'-.._.. I.-'-'~'~ Keyaklnan Perilaku Evaluasl Kevaklnan Keyaklnan NormatiJ . dengan konsep utama : keyakinan (dari TRA) dan pengendalian (kontrol). Diagnosis epidemiologi 3). yaitu : 1)... .I~ LI_p_en_·IB_kU.

Adoption sering disingkat AlETA. Adanya dukungan dari masyarakat sekitarnya (social support). konsep. Model Difusi Inovasi (Diffusion of inovationsy. interest. 1954: Bandura. dan tahapan evaluasi bukan hanya terjadi setelah tahap interest saja tapi juga pada berbagai tahap lain. PREDISPOSING FACTORS: KNOWLEDGE AmTIJDES VALUES PERCEPTION - . Prornosi Kesehatan Dalam Rangka Perubahan Perilaku 76 . ISSN: 19779-469X Diagram model PRECEDE I PROCEED.. 2). menganalisis adanya 5 deterrninan perilaku yang berhubungan dengan prornosi kesehatan. Teori Perubahan Perilaku Karr Snehandu B. Sosial (Social Teori ini menekankan pada buhungan segitiga antara ORANG (rnenyangkut proses-proses kognisi). Adanya otonomi atau kebebasan pribadi (personnal autonomy) dan 5). Teori Pemahaman Learning Theory). mengambarkan perilaku ditentukan oleh 3 faktor utama. 2). 4). prod uk. Hubungan promosi kesehatan dengan determinan perilaku. 3). Late majority dan 5). 4). _- -_ - AVAJLA8IUTY DF RESCURCES ACCESS/8IUTY REVERRALS SKILLS ENABLING FACTORS: . 4). ] 977) Mengemukakan bahwa kalau M. Formulasin a: 6. 8EHAVIORAL CAUSES REINFORCING FACTORS: A TTlTUDES AND BEHAVlOROF HEALTH AND OTHER I'ERSONEl PEERS PARENTS EMPLOYERS. Ss. yaitu : l).. Tahapan proses adopsi menurut Roger (1983) meliputi I). teknologi yg dianggap baru pada kelompok itu (Rogers. 3). Terjangkaunya informasi (accessibility of information).2 Edisi Desember 2009. As) 8. Confirmation (konfirrnasi). Iii .. Adanya niat (intention). Inovasi berbentuk gagasan/ide. Awereness. 1973).. dan UNGKUNGAN. Decision (keputusan) dan 4). Persuasion (persuasi). Dikoreksi dengan alasan : tdk seluruh proses akan berakhir dengan adopsi. ETC r-- waktu singkat mengadopsi inovasi. Early majority. Ai. 2). Pa. yakni . Secara akumulasi distribusi ke 5 kategori adopter yaitu : inovator & early adopter kelompok yang dalam B = F (Bi. early majority & late majority merupakan kelompok dengan jumlah terbanyak / terbesar dan laggard merupakan kelompok yang paling akhir mengadopsi inovasi. Inovator. Evaluation. seperti digambarkan sbb : 7.. Trial end Error dan 5). Knowledge (pengetahuan). Difusi Inovasi adalah proses dimana sebuah inovasi difusi di komunikasikan melalui beberapa saluran selama periode waktu tertentu kepada anggota dari suatu sistem sosial. Tahapan tsb merupakan koreksi konsep sebelumnya yaitu : I). Proses hubungan disebut : deterministik resiprokal atau kausalitas resiprokal (Rotter. 3). Terdapat 5 karakteristik adopter: t). 3). Adanya situasi dan kondisi yang rnemungkinkan (action situation). Early adapter.Jurnal Kesehatan "MetroSlli Wawai" Volume II No. Karr.. Laggard. PERILAKU.Ridwan .

3). Mengingat apa yang telah diobservasi. 19779-469X lingkungan menentukan/menyebabkan terjadi perilaku kebanyakan maka sese orang menggunakan kognitifnya utk mengiterpretasikan lingkungan maupun perilaku yang dijalankannya. antara lain : 1). Teori Perubahan Perilaku WHO Menurut WHO. 1993) mengemukakan.0 • R 9. self confidence dan harapan hasil dari orang.Teori ini melihat perilaku sebagai self efficacy. Sumber daya (resources) yg tersedia dan 4. Teori Perubahan Perilaku Sadli. .Ridwan: Promosi Kesehatan Dalarn Rangka Perubahan Perilaku 77 .Pengertlan -Penerimaan Teori . Adanya acuan/referensi dari seseorang/pribadi yang dipercayai (personnal reference). 2). Respondent response adalah respon rangsangan menimbulkan relatif tetap.(stimulus) & respons. 11.2 Edisi Desember 2009.Jurnal Keschatan "'Metro Sal Wawai" Volume II No. ada 4 alasan pokok (determinant dari perilaku. Pemikiran dan perasaan (thought dan feeling). R. perilaku merupakan hasil hubungan antara rasangan . Reinforcement perilaku. Memperhatikan model. S . Pr. sermg. 2). adalah sbb : 10. Operant response dan instrumental adalah respon yg timbul & berkembang diikuti oleh perangsang tertentu muncul memperkuat respon yg sudah ada atau memperkuat suatu perilaku tertentu yg telah dilakukan. respon jenis kedua merupakan jenis perilaku yang paling . 3). yaitu : 1). artinya : bila melihat orang lainmenjalankan suatu perilaku maka kemampuan meniru (reproduce) perilaku tersebut menjadi bertambah. Skinner membedakan dua res pons yakni: I). Teori Perubahan Perilaku Skinner. Gambaran model teori pemahaman sosial. ISSN. Fokus teori Skinner ini pada dasamya adalah pada respon jenis kedua dimana hubungan yang pasti antara stimulus dan respon sang at memungkinkan untuk memodifikasinya bahkan tidak terbatas. Skinner (Notoatrnodjo. a/all reflexive yg ditimbulkan oleh tertentu dapat respon yg bersifat 2). C ) M. menggambarkan hubungan individu dgn lingkungan sosial yg saling mempengaruhi dalam pembentukan perilaku : : F ( Tf. Saparinan Sadli (1982). Formulasinya B = Kedua respon tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Terdapat 4 tahap menyelami orang lain (vicarious learning). Sosial budaya (culture) setempat. Seseorang merasa yakin perilakunya berdasarkan observasi pada orang lain. ORGANISME: -PerMtian . Meniru perilaku dan 4).

Teori Perubahan Perilaku 1. Artinya nilai-nilai yg dianut oleh seseorang bukan saja berdasarkan apa yg dialami dan dianggap baik oleh dirinya tetapi juga nilai tersebut oleh kelompoknya atau masyarakatnya. Selain itu . tokoh panutan atau tokoh yang dikagumi. Notoatmodjo (2003) menyatakan bahwa merubah I memotivasi seseorang untuk mau menerima suatu kebiasaan baru bukanlah hal yg mudah. Cara ini dapat ditempuh misalnya dengan adanya peraturan-peraturan atau undang-undang yg harus dipatuhi oleh anggota masyarakat. adatistiadat dan kepercayaan masyarakat sehubungan dengan kesehatan. 3. Perubahan perilaku dilatarbelakangi oleh manfaatnya masyarakat kebutuhan 78 M. mengbayati (internalization ). • Lingkungan umum kebijakan pemerintah di bidang kesehatan. Hal ini berkaitan dengan proses intra personal.. Perubahan perilaku karena ingin meniru (identification) Adalah upaya perubahan perilaku yang didasarkan kerena ingin meniru pada obyek yg dianggap idola. Tidak didasari pemahaman dan kesadaran. karena Adalah upaya promosi kesehatan dalam rangka perubahan perilaku dipaksakan kepada sasaranl masyarakat sehingga mau melakukan (berperilaku) seperti yang diharapkan.Jurnal Kesehatan "Metro Sal Wawai" Volume II No.lingkungan merupakan penentu/menyebabkan terjadi perilaku kebanyakan maka seseorang menggunakan kognitifnya untuk mengiterpretasikan lingkungan maupun perilaku yg dijalankannya (Notoatmodjo.2 Edisi Descmber 2009. 12. PRINSIP PERU BAHAN PERILAKU Perubahan perilaku seseorang umumnya memenuhi prinsip-prinsip. programprogram kesehatan.ISSN: 19779-469X Garubar: Hubungun lndividu dcngan Lingkungan Gambar: Sosial Pengulaman Fasilitas Soslal Perubahan Persepsi Pengeranuan .sbb : Hubungan individu dengan lingkungan sosial. dan sebagainya. 2003).Ridwan : Promosi Kesehatan Dalam Rangka Perubahan Pcrilaku . Tidak Langgeng dan 3). Sifat-sifat perubahannya : 1). 2. 2). undang-undang kesehatan. yaitu apa keuntungan yang akan diperoleh bila menerima gagasan baru dan tidak tersisih dari kelompoknya. Keyaklnan • Kelnginan • Motivasi • Niat • Sikap Perilaku Ungkungan HOlum • • Lingkungan Terbatas lndividu C. Cepat. Perubahan perilaku terpaksa (complience). Perubahan perilaku karen a Notoatmodjo. mengambarkan bahwa : • Perilaku kesehatan individu : sikap dan kebiasaan individu yang erat kaitannya dengan lingkungan o Lingkungan keluarga : kebiasaankebiasaan tiap anggota keluarga mengenai kesehatan • Lingkungan terbatas : tradisi.

tabloid. flipchart. Tujuan media promosi kesehatan adalah dapat rnempermudah penyarnpaian informasi. 2005). antara lain: o Berdasarkan bentuk umum penggunaannya : 1). lelas dan dapat diukur. buku rujukan / bacaan.. bahan bacaan meliputi: modul. Perubahan terse but didorong olch kesediaan untuk berubah ireaddiness to change) dan perubahan dilakukan terencana (planned change). dapat menampilkan objek yg tidak bisa ditangkap mata dan memperiancar komunikasi. didengar. Setiap bentuk media tersebut memiliki karakteristik masing-masing termasuk keunggulan dan kelernahannya. Apa yg diukur. ISSN. Promosi Kcsehatan Dalam Rangka Perubahan Perilaku . buletin. yg dpt dimanipulasi. menghindari kesalahan persepsi. Menetapkan tujuan Suatu tujuan harus : Realistis. individu yg bersangkutan.2 Edisi Desember 2009. film. Merancang media promosi kesehatan perlu dipertimbangkan : 1). 79 M.. Menetapkan segmentasi sasaran Segmentasi sasaran adalah suatu kegiatan memilih kelompok sasaran yg tepat dan dianggap sangat menentukan keberhasilan promosi kesehatan. Media luar ruang. Media Cetak. 2). Pengolongan media promosi kesehatan. transparansi. MEDIA PROMOSI KESEHAT Al~ UNTUK PERUBAHAN PERILAKU Adalah sarana atau upaya utk menampilkan pesan atau informasi yg ingin disampaikan oleh komunikator. sosial budaya dan ekonomi. Media (latin) -7 bent uk jamak dr medium. shg sasaran dpt meningkatkan pengetahuannya yang akhirnya dpt berubah perilaku ke arah positif terhadap kesehatan (Soekidjo. . Siapa sasaran yg akan diukur. maka anggota masyarakat didalamnya juga akan mengalami perubahan. 19779-469X . dll. bahan peragaan. baik itu melalui media cetak. dll. dibaca atau dibincangkan beserta instrumen yg digunakan utk kegiatan tsb. elektronika dan media luar ruang. Apabila dalam masyarakat sekitar terjadi suatu perubahan Iingkungan : fisik.. Fungsi Media menurut Edgar Dale dapat di artinya semakin banyak panca indra terlibat dalam proses kegiatan promosi kesehatan bagi sasaran maka semakin tinggi prosentase penerimaan yang didapatkan oleh penerima pesan. Perubahan perilaku yg dimulai dari pemahaman secara kognitif dan sikap yg kuat untuk berubah scrta rnerniliki informasi yg cukup terhadap inovasi. o Berdasarkan cara produksinya : 1). Media elektronika dan 3). majalah. mempermudah pengertian. . 2). leaflet. dilihat. sehingga pemilihan media promosi kesehatan yang tepat merupakan syarat mutlak sehingga pesan dapat diterima oleh penerima pesan. Penetapan tujuan merupakan dasar untuk merancang media promosi dan merancang evaluasi 2).Ridwan. Hal yang mendasari suatu perubahan perilaku tersebut adalah merupakan sesuatu perubahan alamiah (natural Change) setiap individuJkelompok atau masyarakat. Sedangkan menurut NEA (national education association) media sebagai segala benda .Jurnal Kesehatan "Metro Sai Wawai" Volume II No. D. slide. poster seri. Seberapa banyak perubahan akan diukur dan Berapa lama dan dimana pengukuran dilakukan. mengurangi komunikasi yg verbal istik. Menurut AECT (Association for education and communication tehnologis bahwa media sebagai segala bentuk yg dimanfaatkan dIm proses penyaluran informasi. meliputi: poster tunggal. J .imemperjelas informasi.

2009. j dan Suryani. sehingga dengan semakin banyak M. W Grece et al. Yogyakarta. E. Graeff.Jurnal Kesehatan "Metro Sal W(1Wai" Volume II No. Media Promosi Kesehatan. 2003. Kepmenkes RI No. 2008. Kumiasih. Hal yang perlu dipertimbangkan dalam memilih media adalah . Jakarta. Propaganda. Promosi Kesehatan dan Ilmu Prilaku. Jakarta. Memilih media promosi kesehatan. maka pada akhimya dengan kemampuanya dapat memutuskan menerima perilaku baru yang diharaokan. NotoatmodJo. Akses: 25 oktober 2009. Rineka Cipta. S. hams memberikan dampak yg luas.com. Rincka Cipta. Pendidikan Kesehatan Bagian Dari Promosi Kesehatan. Lawrence.promosikeschatan.p~rilaku yang didasarkan pengetahuan dan pemahaman yang cukup akan menumbuhkan sikap yang mernadai dan lebih langgeng sifatnya pada pembentukan perilaku seseorang. Akses: 12-2-2009. F. http://www. Pusat Promosi Kesehatan. Tahun 1990. ISSN.Ridwan': Promosi Kesehatan Dalam Rangka Perubahan diagnostik. John P. Menentukan strategi posisioning Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mengidentifikasi para pesaing. Komunikasi Untuk Kesehatan dan Perubahan Perilaku. Purwanto.com. Expord Universing. 2005.promosikesehatan. pengetahuan dan pemahaman yang d idapat dari pancaindera saat proses perubahan perilaku berlangsung. 19779-469X Tujuannya : Memberikan pelayanan yg sebaik-baiknya. Elder. DAFTARRUJUKAN: DepkesRI. Machfocdz. 2007. Perencanaan pendidikan kesehatan sebuah pendekatan E. Penggunaan beberapa media secara serempak dan terpadu akan meningkatkan cakupan.com. Depkes RI. Kebijakan Promosi Kesehatan. Heri. 1993. A. 2007. Notoatmodjo. Depkes R]. Jakarta. Difusi Inovasi. Gadjah Mada University Press. Jakarta. PPFKM-UI Depdikbud RI Jakarta. Membcrikan kepuasan pada masing2 segrnen. 5). Yogyakarta. menganalisis preferensi khalayak sasaran. menentukan posisi pesaing. S. menentukan posisi merek produk sendiri dan mengikuti perkembangan posisi. Akses: 12-2-2009. S. Jakarta. 4). Ilmu Kesehatan Masyarakat. Sasongko. Seorang promotor kesehatan perlu memahami teori-teori yang mendasari perubahan perilaku seseorang. Notoatmodjo. 1998. Rineka Cipta. promoting the Health of Adolescent. Menentukan ketersediaan jumlah & jangkauan produk dan Menghitung jenis dan penetapan media 3). S. 1980. Notoatmodjo. Teori dan Aplikasi Promosi Kesehatan. KESIMPULAN DAN SARAN Dari serangkaian telaah pustaka jelas bahwa pembahan perilaku seseorang tidak sernudah yang dibanyangkan. 2005. Mengembangkan posisioning pesan Posisioning adalah proses atau upaya untuk menetapkan suatu produk perusahan. frekuensi dan efektifitas pesan. Fitramaya. harus didasarkan pada selera khalayak sasaran. Pengantar Perilaku Manusia Untuk Keperawatan . Perilaku 80 . Media Promosi Kesehatan. 2008.wordprcss. 2008. Susan G Millstein Phd. Elizabeth Mills Booth. Setiap media akan memberikan peranan yg berbedabeda. Pendidikan dan Penyuluhan Sampai Promosi Kesehatan.1 193/Menkcs/SKIXl2004.2 Edisi Desember 2009. Posisioning dilakukan dalam rangka membentuk citra. 2003. http://www. EGC Jakarta. Zulazmi Mamdy alih Bahasa PPFKM-Ul Depdikbud RI. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. individu atau apa saja dalam alam pikiran mereka yg dianggap sebagai sasaran atau konsumennya. persepsl konsumen. Perubahar. perlu pula ketarampilan dalam perancangan promosi kesehatan yang baik termasuk pemilihan dan penggunaan media yang tepat. Jakarta. http://kumiasih. Rineka Cipta. Judith A. Diterjemahkan oleh Mubasyir Hasanbasri. Modul Materi Perkuliahan Pengorganisasian dan Pcngcmbangan Masyarakat.