P. 1
Aplikasi Ekstraksi Cair Cair

Aplikasi Ekstraksi Cair Cair

|Views: 564|Likes:
Published by Muflih Arisa Adnan

More info:

Published by: Muflih Arisa Adnan on Sep 29, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/15/2013

pdf

text

original

UPDATE EKSTRAKSI CAIR-CAIR Trigonelin, alkaloid yang terkandung dalam biji kelebet, sebelumnya telah diteliti mempunyai

efek antidiabetes. Dalam penelitian ini dibandingkan dua cara fraksinasi untuk mengisolasi alkaloid tersebut yaitu metode ekstraksi cair-cair dan metode ekstraksi cair-cair yang dilanjutkan dengan kromatografi kolom. Dari ekstrak etanol diisolasi satu senyawa yang memberikan reaksi positif dengan pereaksi Dragendorff pada lempeng kromatografi lapis tipis (KLT). Berdasarkan data KLT, titik leleh, spektrofotometri ultraviolet-sinar tampak, dan spektrofotometri inframerah, isolat dinyatakan sebagai trigonelin. Isolasi alkaloid tersebt dari ekstrak etanol secara ekstraksi cair-cair (ECC) dengan larutan asam tartrat 2% dan etil asetat menghasilkan rendemen 0,08%, sedangkan secara ECC yang dilanjutkan dengan kromatografi kolom menggunakan eluen etanol-metanolair (3:1:1) menghasilkan rendemen 0,10%. http://bahan-alam.fa.itb.ac.id/detail.php?id=30

Limbah cair pabrik asam sitrat pada umumnya mengandung asam sitrat, asam oksalat, cukup tinggi akibat proses pengendapan calsium sitrat yang kurang sempurna. Proses ekstraksi cair-cair adalah salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk pengambilan kembali asam sitrat dan asam oksalat, baik pada proses pemisahan produk yang keluar dari fermentor maupun pada proses pengolahan limbah cairnya. Untuk mengetahui apakah proses ekstraksi dapat diterapkan secara teknis, maka perlu dilakukan pengkajian lebih mendalam parameter-parameter ekstraksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa solven campuran (yang terdiri dari 15% trioctylamine, 70% dodecane dan 15% hexanol) menghasilkan koefisien distribusi dan persentase pemisahan solute berturut-turut untuk asam sitrat 1,15 dan 74,22% pada perbandingan solven dan diluen 2,5:1; sedang untuk ekstraksi asam oksalat sebesar 3,78 dan 88,31% pada perbandingan solven dan diluen 2:1. http://eprints.undip.ac.id/1522/1/Artikel_Mega_K_UNTAG_8.pdf

Minyak daun cengkeh merupakan salah satu komoditi ekspor Indonesia dan memegang peranan penting dalam kehidupan sosial ekonomi masyarakat produsen minyak daun cengkeh. Minyak cengkeh mengandung beberapa komponen, tetapi yang paling penting adalah eugenol. Eugenol inilah yang memberikan aroma khas yang banyak dibutuhkan oleh berbagai industri, antara lain industry kosmetika, farmasi, dan pestisida nabati Pemurnian eugenol dari minyak daun cengkeh digunakan cara ekstraksi . Pemilihan cara ekstraksi cair-cair kontinyu untuk isolasi eugenol dari minyak daun cengkeh lebih ditekankan untuk mengatasi kendala yang ada pada ekstraksi cair-cair tak kontinyu yang antara lain : pengocokan yang berulang-ulang , terjadinya kenaikan tekanan internal dan emulsi dalam corong pemisah serta kehilangan pelarut yang relatif besar. Pada ekstrasi cair-cair kontinyu proses ekstarksi tidak dilakukan pengocokan yang berulang-ulang, tidak terjadi kenaikan tekanan internal dan emulsi dalamekstraktor, kehilangan pelarut yang relatif kecil dan waktu total ekstraksi singkat (Vogel,1989 : 161). Dengan keadaan seperti tersebut maka ekstraksi cair-cair kontinyu dapat digunakan sebagai pengganti ekstraksi cair-cair tak kontinyu dalam pemurnian eugenol dari minyak daun cengkeh. http://mudjijonops2sain.wordpress.com/ekstraksi-cair-cair-kontinyu-untuk-pemurnianeugenol-dari-minyak-daun-cengkeh/

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->