P. 1
Agama Islam Memiliki Aturan

Agama Islam Memiliki Aturan

|Views: 134|Likes:
Published by Rizki Amelia

More info:

Published by: Rizki Amelia on Sep 30, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/02/2012

pdf

text

original

Agama Islam memiliki aturan–aturan sebagai tuntunan hidup kita baik dalam berhubungan sosial dengan manusia (hablu

minannas) (hablu minawallah) dan tuntunan itu kita kenal dengan hukum islam atau syariat islam atau hukum Allah SWT. Sebelum kita lebih jauh membahas mengenai sumber-sumber syariat islam, terlebih dahulu kita harus mengetahui definisi dari hukum dan hukum islam atau syariat islam. Hukum artinya menetapkan sesuatu atas sesuatu atau meniadakannya. Menurut ulama usul fikih, hukum adalah tuntunan Allah SWT (Alquran dan hadist) yang berkaitan dengan perbuatan mukallaf (orang yang sudah balig dan berakal sehat), baik berupa tuntutan, pemilihan, atau menjadikan sesuatu sebagai syarat, penghalang, sah, batal, rukhsah( kemudahan ) atau azimah. Sedangkan menurut ulama fikih, hukum adalah akibat yang ditimbulkan oleh syariat (Alquran dan hadist) berupa al-wujub, al-almandub, al-hurmah, al- karahah, dan al-ibahah. Perbuatan yang dituntut tersebut disebut wajib, sunah (mandub), haram, makruh, dan mubah. Ulama usul fikih membagi hukum islam menjadi dua bagian, yaitu hukum taklifiy dan hukum wadh‟iy dan penjelasannya sebagai berikut : 1. Hukum Taklifiy Adalah tuntunan Allah yang berkaitan dengan perintah untuk melakukan suatu perbuatan atau meninggalkannya. Hukum taklifiy dibagi menjadi lima macam, yaitu a. Al-ijab, yaitu tuntutan secara pasti dari syariat untuk dilaksanakan dan dilarang ditinggalkan, karena orang yang meninggalkannya dikenai hukuman b. An-nadh, yaitu tuntutan dari syariat untuk melaksanakan suatu perbuatan, tetapi tuntutan itu tidak secara pasti. Jika tuntutan itu dikerjakan maka pelakunya mendapatkan pahala, tetapi jika tidak dikerjakan tidak hukuman (dosa) c. Al-ibahah, yaitu firman Allah yang mengandung pilihan untuk melakukan suatu perbuatan atau meninggalkannya d. Al-karahah, yaitu tuntutan untuk meninggalkan suatu perbuatan, tetapi tuntutan itu diungkapkan melalui untaian kata yang tidak pasti sehingga kalau dikerjakan pelakunya tidak dikenai hukuman e. Al-tahrim, yaitu tuntutan untuk tidak mengerjakan suatu perbuatan dengan tuntutan yang pasti sehingga tuntutan untuk meninggalkan perbuatan itu wajib, dan jika dikerjakan pelakunya mendapatkan hukuman (berdosa). Menurut ulama fikih pebuatan mukallaf itu jika ditinjau dari syariat islam dibagi menjadi lima macam, yaitu : a. Fardu (wajib), yaitu perbuatan yang apabila dikerjakan pelakunya mendapatkan pahala, tetapi apabila ditinggalkan pelakunya mendapatkan hukuman (berdosa) perbuatan wajib ditinjau dari segi orang melakukannya dibagi menjadi dua, yaitu:

Fardu ain, yaitu perbuatan wajib yang harus dikerjakan oleh setiap mukallaf, seperti shalat lima waktu Fardu kifayah, yaitu perbuatan wajib yang harus dikerjakan oleh salah seorang anggota masyarakat, dan jika telah dikerjakan oleh salah seorang anggota masyarakat, maka gugur kewajiban anggota masyarakat lainnya, seperti memandikan, mengafani, menshalatkan, dan menguburkan jenazah muslim b. sunnah (mandub), yaitu perbuatan yang apabila dikerjakan pelakunya mendapatkan pahala, tetapi apabila ditinggalkan pelakunya tidak mendapatkan hukuman (dosa) perbuatan sunnah dibagi menjadi dua, yaitu: Sunnah ain, yaitu perbuatan sunnah yang dianjurkan untuk dikerjakan oleh setiap individu, seperti shalat sunnah rawatib Sunnah kifayah, yaitu perbuatan sunnah yang dianjurkan dikerjakan oleh salah seorang atau beberapa orang dari golongan masyarakat, seperti memberi salam, mendoakan muslim atau muslimat c. Haram, yaitu perbuatan yang apabila dikerjakan pelakunya berdosa dan akan dihukum, tetapi apabila ditinggalkan pelakunya mendapatkan pahala, seperti: bezina, mencuri, membunuh d. Makruh, yaitu perbuatan yang apabila dikerjakan pelakunya tidak berdosa, tetapi apabila ditinggalkan pelakunya mendapat pahala, seperti: meninggalkan shalat Dhuha e. Mubah, yaitu perbuatan yang boleh dikerjakan dan boleh ditinggalkan, seperti: memilih warna pakaian penutup auratnya. 1. Hukum Wa‟iy Adalah perintah Allah SWT, yang mengandung pengertian, bahwa terjadinya sesuatu merupakan sebab, syarat atau penghalang bagi adanya sesuatu (hukum). Ulama usul fikih berpendapat bahwa hukum waid‟iy itu terdiri dari tiga macam, yaitu: a. Sebab, yaitu sifat yang nyata dan dapat diukur yang dijelaskan dalam nas (Alquran dan hadist), bahwa keberadaannya menjadi sebab tidak adanya hukum. Seperti: tergelincirnya matahari menjadi sebab wajibnya shalat zhuhur, jika

Pada umumnya para ulama fikih sependapat bahwa sumber utama hukum islam adalah Alquran dan hadist. Ketiga sumber ajaran ini merupakan satu rangkaian kesatuan dengan urutan yang tidak boleh dibalik. Seperti: najis yang ada di badan atau pakaian orang yang sedang melaksanakan shalat menyebabkan shalatnya tidak sah atau menghalangi sahnya shalat. Syarat.matahari belum tergelincir maka shalat zhuhur belum wajib dilakukan b. yaitu kitabullah (Alquran). Sumber-Sumber Ajaran Islam Primer 1. Dalam sabdanya Rasulullah SAW bersabda. tetapi keberadaan hukum syara‟ tergantung padanya. setelah Alquran dan hadist. “ Aku tinggalkan bagi kalian dua hal yang karenanya kalian tidak akan tersesat selamanya. Alqur‟an . Dengan demikian sumber hukum islam ialah segala sesuatu yang dijadikan dasar. Melalui penjelasan singkat mengenai pengertian hukum islam atau syariat islam tadi barulah kita mengerti pengertian hukum islam. yaitu sesuatu yang keberadaannya menyebabkan tidak adanya hukum atau tidak adanya sebab hukum. yaitu Kitab Allah dan sunnahku. jika syarat tidak ada maka hukum pun tidak ada. yakni terdiri dari tiga sumber. selama kalian berpegang pada keduanya. Seperti: genap satu tahun (haul) adalah syarat wajibnya harta perniagaan. 1992:1). sedangkan hukum Allah SWT adalah peraturan yang lengkap dan sempurna serta sejalan dengan fitrah manusia. jika tidak haul maka tidak wajib zakat perniagaan c. Sumber ajaran islam dirumuskan dengan jelas oleh Rasulullah SAW. Sumber-sumber ajaran islam ini dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu sumber ajaran islam yang primer (Alquran dan hadist) dan sumber ajaran islam sekunder (ijtihad). acuan. Yang dimaksud sebagai sumber hukum islam adalah segala sesuatu yang melahirkan atau menimbulkan aturan yang mempunyai kekuatan yang bersifat mengikat yang apabila dilanggar akan menimbulkan sanksi yang tegas dan nyata (Sudarsono. Pembahasan mengenai karakteristik masing-masing sumber ajaran islam tersebut adalah sebagai berikut: 1.sunnah (hadist).1. yaitu sesuatu yang berada diluar hukum syara‟. dan ra‟yu atau akal pikiran manusia yang memenuhi syarat untuk berijtihad. atau pedoman syariat islam.” Dan disamping itu pula para ulama fikih menjadikan ijtihad sebagai salah satu dasar hukum islam. as. serta menguntungkan penguasa pada saat pembuatan hukum tersebut. Penghalang (mani). hal ini karena keterbatasan manusia dalam ilmu pengetahuan yang diberikan Allah SWT mengenai kehidupan dunia dan kecenderungan untuk menyimpang. Seluruh hukum produk manusia adalah bersifat subjektif.

Alquran adalah Kalamulllah yang diturunkan pada rasulullah dengan bahasa arab. Alquran adalah Kalam Allah ta‟ala yang diturunkan kepada Rasul dan penutup para Nabi-Nya. yakni hukum yang berkaitan dengan perilaku normal manusia dalam kehidupan. Hukum ini tercermin dalam konsep Ihsan. seperti para Nabi dan Rasul dalam menyiaran syariat Allah SWT maupun kisah orang-orang saleh ataupun kisah orang yang mengingkari kebenaran Alquran agar dapat dijadikan pembelajaran. atau qur‟anan yang berarti mengumpulkan (al-jam‟u) dan menghimpun (al-dlammu). yaitu janji pahala bagi orang yang percaya dan mau mengamalkan isi Alquran dan ancaman siksa bagi orang yang mengingkari Kisah umat terdahulu. antara manusia dengan sesama manusia. Dan menurut para ulama klasik. Ilmu Ushuluddin. diawali dengan surat al-Fatihah dan diakhiri dengan surat an-Naas. Hukum amaliah ini tercermin dalam Rukun Islam dan disebut hukum syara/syariat. yaitu semua bentuk perbuatan sebagai manifestasi dari kepercayaan ajaran tauhid Janji dan ancaman. yaitu kepercayaan ke-esaann Allah SWT dan semua kepercayaan yang berhubungan dengan-Nya Ibadah. Adapun ilmu yang mempelajarinya disebut Ilmu Fikih. sebagai berikut: Hukum I‟tiqadiah. Amaliah. Hukum ini tercermin dalam Rukun Iman. Hukum Hukum . atau Ilmu Kalam. yakni hukum yang mengatur secara lahiriah hubungan manusia dengan Allah SWT. Al-Quran mengandung tiga komponen dasar hukum. Adapun ilmu yang mempelajarinya disebut Ilmu Akhlaq atau Tasawuf. yakni hukum yang mengatur hubungan rohaniah manusia dengan Allah SWT dan hal-hal yang berkaitan dengan akidah/keimanan. baik sebagai makhluk individual atau makhluk sosial. Sedangkan secara terminologi (syariat). Khuluqiah. Muhammad shallallaahu „alaihi wasallam. merupakan mukjizat dan diriwayatkan secara mutawatir serta membacanya adalah ibadah Pokok-pokok kandungan dalam Alquran antara lain: Tauhid. qiraa‟atan. yaqra‟u.Secara etimologi Alquran berasal dari kata qara‟a. serta manusia dengan lingkungan sekitar. Ilmu yang mempelajarinya disebut Ilmu Tauhid.

yaitu penetapan dan pengakuan Rasulullah terhadap pernyataan ataupun perbuatan orang lain . zakat. yaitu semua perbuatan Rasulullah Sunnah taqririyah. dan penetapan pengakuan. tata Negara/kepemerintahan makanan dan penyembelihan. jual-beli dan perjanjian. hudud (hukuman). Sunnah dibagi menjadi empat macam. Hadist Sunnah menurut syar‟i adalah segala sesuatu yang berasal dari Rasulullah SAW baik perbuatan. yaitu semua perkataan Rasulullah Sunnah fi‟liyah. yaitu: Sunnah qauliyah.2. Termasuk ke dalam hukum muamalat adalah sebagai berikut: Hukum Hukum Hukum Hukum Hukum Hukum Hukum Hukum Hukum Hukum Hukum munakahat (pernikahan). perkataan. 1. jihad (peperangan). faraid (waris). misalnya salat. yaitu hukum yang mengatur manusia dengan sesama manusia dan alam sekitarnya. jinayat (pidana). aqdiyah (pengadilan). yaitu hukum yang mengatur hubungan manusia dengan Allah SWT. Sunnah berfungsi sebagai penjelas ayat-ayat Alquran yang kurang jelas atau sebagai penentu hukum yang tidak terdapat dalam Alquran. puasa. dauliyah (antarbangsa). dan haji muamalat. yakni: Hukum ibadah.Sedangkan khusus hukum syara dapat dibagi menjadi dua kelompok.

maka dapat dilakukan ijtihad dengan menggunakan akal pikiran dengan tetap mengacu pada Alquran dan hadist.1. Contohnya adalah pada surat Al isra ayat 23 dikatakan bahwa perkataan „ah‟. yaitu keputusan bersama para ulama dan ahli agama yang berwenang untuk diikuti seluruh umat. tentang hukum suatu perkara dengan cara musyawarah.Sunnah hammiyah. yaitu menurut bahasa berarti kesejahteraan umum. Sedangkan menurut istilah adalah kebulatan pendapat ahli ijtihad umat Nabi Muhammad SAW sesudah beliau wafat pada suatu masa. sedangkan barangnya dikirim kemudian. apalagi sampai memukul karena sama-sama menyakiti hati orang tua. Ijtihad Ijtihad berasal dari kata ijtihada yang berarti mencurahkan tenaga dan pikiran atau bekerja semaksimal mungkin. kita dilarang mengadakan jual beli yang barangnya belum ada saat terjadi akad.  Istihsan. Sumber-Sumber Ajaran Islam Sekunder 2. „cis‟. yaitu sesuatu yang telah direncanakan akan dikerjakan tapi tidak sampai dikerjakan 2. atau „hus‟ kepada orang tua tidak diperbolehkan karena dianggap meremehkan atau menghina. Hasil dari ijtihad merupakan sumber hukum ketiga setelah Alquran dan hadist. yaitu berarti mengukur sesuatu dengan yang lain dan menyamakannya.  Mushalat Murshalah. Akan tetapi menurut Istihsan. yaitu Alquran dan hadist.  Qiyas. syarak memberikan rukhsah (kemudahan atau keringanan) bahwa jual beli diperbolehkan dengan system pembayaran di awal. menurut aturan syarak. Macam-macam ijtidah yang dikenal dalam syariat islam. yaitu  Ijma‟. yaitu menurut bahasa artinya sepakat. Hasil dari Ijma‟ adalah fatwa. Sedangkan ijtihad sendiri berarti mencurahkan segala kemampuan berfikir untuk mengeluarkan hukum syar‟i dari dalil-dalil syara. yaitu suatu proses perpindahan dari suatu Qiyas kepada Qiyas lainnya yang lebih kuat atau mengganti argumen dengan fakta yang dapat diterima untuk mencegah kemudharatan atau dapat diartikan pula menetapkan hukum suatu perkara yang menurut logika dapat dibenarkan. Ijtihad dapat dilakukan apabila ada suatu masalah yang hukumnya tidak terdapat di dalam Alquran maupun hadist. Adapun menurut istilah adalah perkara-perkara yang . Contohnya. atau sependapat. setuju. Dengan kata lain Qiyas dapat diartikan pula sebagai suatu upaya untuk membandingkan suatu perkara dengan perkara lain yang mempunyai pokok masalah atau sebab akibat yang sama.

 Istishab. ia harus berpegang atau yakin kepada keadaan sebelum berwudhu sehingga ia harus berwudhu kembali karena shalat tidak sah bila tidak berwudhu. Contohnya adalah adanya larangan meminum minuman keras walaupun hanya seteguk. Contohnya. Contohnya. baik berupa perkataan maupun perbuatan. Contohnya adalah dalam hal jual beli. Larangan seperti ini untuk menjaga agar jangan sampai orang tersebut minum banyak hingga mabuk bahkan menjadi kebiasaan. seseorang yang ragu-ragu apakah ia sudah berwudhu atau belum. hal ini dilakukan oleh umat Islam demi kemaslahatan umat. dalam Al Quran maupun Hadist tidak terdapat dalil yang memerintahkan untuk membukukan ayat-ayat Al Quran.  Urf. yaitu menurut bahasa berarti menutup jalan. yaitu berupa perbuatan yang dilakukan terus-menerus (adat). Di saat seperti ini. sedangkan menurut istilah adalah tindakan memutuskan suatu yang mubah menjadi makruh atau haram demi kepentingan umat. . Akan tetapi. yaitu melanjutkan berlakunya hukum yang telah ada dan telah ditetapkan di masa lalu hingga ada dalil yang mengubah kedudukan hukum tersebut. padahal minum seteguk tidak memabukan.perlu dilakukan demi kemaslahatan manusia. Si pembeli menyerahkan uang sebagai pembayaran atas barang yang telah diambilnya tanpa mengadakan ijab kabul karena harga telah dimaklumi bersama antara penjual dan pembeli.  Sududz Dzariah.

      Home PROFIL o Program & Services  Core Program  Unit Pelaksana o Legalitas o Sejarah o Visi dan Misi o Struktur Organisasi o Laporan Keuangan o Shelter Iqro o JEJARING DD o Donasi & Bantuan BUKU TAMU DATA HONG KONG o Sejarah o Data & Fakta o Bea Cukai o Objek Wisata & Taman Terbuka o Hotel & Penginapan o Transportasi  Tram  Taksi  MTR  Bus  Ferry o Panduan BMI  Bekerja di Hong Kong  Panduan BMI/PRT  Imigrasi & Kependudukan AGENDA o Program Ramadhan DDHK 2011 o Jadwal Puasa 2011 HK ISLAM DI HONG KONG o Sejarah Islam o Masjid o Organisasi Islam .

Syariat Islam) itu ada tiga. As-Sunnah. Al-Quran Secara harfiyah. 1. Sedangkan yang ketiga merupakan hasil pemikiran umat Islam. Quran artinya “bacaan” (qoroa. . quranan). yakni para ulama mujtahid (yang berijtihad). yaqrou.S.    Halal Food Sekolah Islam Jadwal Waktu Shalat GALERI o Redaksi DDHK News o Rekomendasi o Kirim Tulisan DOWNLOAD o PANDUAN ZAKAT o KALENDER 2011/1432 o PANDUAN PUASA RAMADHAN o KUMPULAN DOA o KUMPULAN DZIKIR o Kumpulan Hadits o Jadwal Shalat HP (1) o Jadwal Shalat HP (2) o Buku La Tahzan o Hadits Arba‟in Nawawi o Jadwal Shalat HK o Buku Panduan Hong Kong QURAN ONLINE KABAR JAWA o o o Depan > Inilah Islam > Sumber Ajaran Islam Sumber Ajaran Islam SUMBER ajaran Islam (Hukum Islam. 75:17-18. yakni Al-Quran. dan Ijtihad. sebagaimana firman Allah dalam Q. dengan tetap mengacu kepada Al-Quran dan AsSunnah. Yang pertama dan kedua asalnya langsung dari Allah SWT dan Nabi Muhammad Saw.

Akan tetapi ia membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang ditetapkannya. 35:31). Al-Quran membenarkan Kitab-Kitab sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkan sebelumnya. Secara definitif dapat dikatakan.236 ayat. yakni selama 12 tahun 13 hari. Tidak ada keraguan di dalamnya dari Tuhan semesta alam” (Q.S. 1. Allah SWT memberikan mukjizat Al-Quran yang kekal abadi sepanjang zaman sehingga dapat disaksikan oleh semua umat manusia dari semua zaman dan tempat sampai akhir nanti[1]. Di Madinah pula ayat terakhir turun. ayat-ayatnya disebut Ayat Madaniyah.“Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya dan „membacanya‟. ketika Nabi Saw tengah menunaikan ibadah haji Wada di Arafah (9 Dzulhijjah 10 H/Maret 632 M). bahkan terbesar pula dibandingkan mukjizat para nabi sebelumnya. 74. Al-‟Alaq:1-5. Kepada Nabi Muhammad Saw. ditujukan kepada kaum beriman (diawali dengan “Ya Ayuhal Ladzina Amanu”. Al-Quran tersusun dalam 114 surat dengan 6. Al-Quran adalah kumpulan wahyu atau firman Allah yang disampaikan kepada Nabi Muhammad Saw. dengan ciri khas: umumnya panjang-panjang. yakni wahyu-wahyu yang diterima para Nabi/Rasul Allah. untuk menampilkan rasa takjub terhadap kaumnya. “Dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu yaitu Al-Quran itulah yang benar. serta sejarah bangsa-bangsa terdahulu. dan berisi hal-hal yang berhubungan dengan tauhid. 10:37). Al-Quran adalah mukjizat terbesar Nabi Muhammad Saw. membenarkan kitab-kitab sebelumnya…” (Q.345 huruf[2]. yakni Q. berisi ajaran tentang keimanan.S. 2. Ayat-ayat yang turun di Makkah disebut “Ayat-Ayat Makiyah” dengan ciri khas: ayatnya pendek-pendek. peribadahan. Periode Makkah. Wahai Manusia). Al-Quran merupakan salah satu Kitabullah atau Kitab-Kitab Allah. dan 325.437 kalimat. AlQuran diturunkan Allah dalam dua periode: 1. keimanan. Ayat pertama turun adalah Q. . ancaman dan pahala. 5:3.S. Ayat-ayat yang turun di Madinah disebut “Ayat-Ayat Madaniyah”. Ayat-ayatnya disebut Ayat Makiyah.S. “Tidak mungkin Al-Quran ini dibuat oleh selain Allah. dan budi pekerti. ketika Nabi Muhammad berkhalwat di Gua Hira tanggal 17 Ramadhan atau 6 Agustus 610 M yang dikenal sebagai “Malam Qadar” (Lailatul Qadr). yakni bisa diamati dan dilihat langsung oleh indera penglihatan atau lainnya. Periode Madinah. ditujukan kepada umat manusia (diawali kalimat “Ya Ayuhan Naas”. Jika Kami telah selesai membacakannya. Mukjizat para nabi terdahulu lebih bersifat inderawi. maka ikutilah „bacaan‟ itu”.

niscaya tidak mereka akan dapat membuatnya. “Katakanlah: Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk mengadakan yang serupa dengan Al-Quran ini. mengenal dirinya. Allah SWT sendiri menantangnya. tanpa sedikit pun perubahan. takutilah api neraka yang kayu bakarnya manusia dan bantu yang disediakan bagi orang-orang kafir (yang menentang kebenaran al-Quran)” (Q. dan berisi ajaran tentang hukum-hukum.S. Karenanya. ayat. Itulah sebabnya Allah sendiri yang menjamin keaslian Al-Quran sejak pertamakali diturunkan. . Jika kamu tidak sanggup membuatnya dan sekali-kali kamu tidak akan sanggup. Tidak tercampur di dalamnya ucapan Nabi Muhammad Saw atau perkataan para sahabat. silakan kamu membuat satu surat saja yang sama dengannya (al-Quran). 2:23-24). Al-Quran dalam wujud sekarang merupakan kodifikasi atau pembukuan yang dilakukan para sahabat. baik dalam jumlah surat. Melalui Al-Quranlah Allah SWT menyatakan kehendak-Nya.Wahai Orang-Orang Beriman). 17:88). baik dengan pancaindera maupun mata hati. serta hukum antaragama dan lain-lain. “Sesungguhnya Kami telah menurunkan al-Quran dan sesungguhnya Kami tetap memeliharanya” (Q. kenegaraan. Dengan ilmu itu manusia bisa mengenal baik dan buruk menurut Allah SWT. perang. Rahasia alam akan tersingkap denan membaca. Mengikuti tuntunan dan tuntutan Al-Quran berarti mengikuti kehendak-Nya. sekiranya kamu benar (bisa melakukan hal itu). Pertama kali dilakukan oleh shabat Zaid bin Tsabit pada masa Khalifah Abu Bakar. Panggilah saksi-saksi (pemuka dan para ahli) kamu (untuk membantumu) selain Allah. biarpun sebagian mereka membantu sebagian yang lain” (Q. “Jika kamu masih ragu-ragu tentang kebenaran apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad).S. mushaf Al-Quran yang sekarang disebut pula Mushhaf Utsmany. hukum internasional. Salah satu indikasi keaslian al-Quran adalah tidak adanya “Quran tandingan” karena manusia yang paling cerdas sekaligus paling membenci al-Quran pun tidak akan sanggup membuatnya. bahkan huruf. Dari ayat pertama itu saja. Ayat pertama yang diturunkan adalah Iqra‟ (bacalah!) yang mengindikasikan kewajiban pertama manusia adalah membaca. lalu pada masa Khalifah Utsman bin Affan dibentuk panitia ad hoc penyusunan mushaf Al-Quran yang diketuai Zaid. 15:9). juga mengenal Tuhannya. hingga kini apa yang ada dalam Al-Quran. kemasyarakatan. Al-Quran sudah menunjukkan bahwa ia rahmat dan bimbingan bagi manusia. juga pembentukan kebudayaan termasuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk “menaklukkan” alam. Al-Quran yang merupakan sumber utama ajaran Islam ini benar-benar merupakan kebenaran sejati sebagai pedoman hidup (way of life) manusia. itu pula yang diterima dan dicatat para sahabat Nabi Saw. Hingga kini isinya masih dalam teks asli. Membaca adalah jalan untuk memperoleh ilmu.S. Makanya.

tentang ruang hampa di angkasa luar (Q. Para sahabat bahkan berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan (fastabiqul khairat) sebagai pengamalan ajaran Al-Quran (Islam). An-Naml:88) dan sebagainya[3]. Membacanya saja sudah berpahala. gaya berat atau gravitasi (Q.S. 17:36). Allah SWT mengingatkan dalam Al-Quran tentang terbaginya umat Islam kedalam tiga golongan dalam menyikapi Al-Quran (Q. Al-Anbiya: 104. Az-Zumar:6).S. gerak rotasi. sehingga tercipta ketentraman. mendorong manusia melakukan penelitian untuk menyibak tabir alam (Q. keharmonisan. 2. dan kebahagiaan hidup. Golongan saabiqun bil-khairi (cepat berbuat kebajikan). Golongan muqtashid (pertengahan). dan golongan “pertengahan” adalah mereka yang kebaikannya berbanding dengan kesalahannya. . Faathir [35]:32). Golongan zhalimu linafsih (menganiaya diri sendiri). dan revolusi planet bumi (Q. AdzDzariyat:47. “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian harta dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diamdiam dan terang-terangan. manusia akan menjalani kehidupan ini dengan baik dan benar. Jika kita memang benar-benar beriman kepada Allah SWT atau mengaku Muslim. Kewajiban manusia untuk mengimani. Isi Al-Quran meliputi segala hal.S. Golongan sabiqun bil-khair adalah mereka yang cepat mengamalkan Al-Quran begitu mereka baca dan pahami. Dewan Penerjemah Al-Quran Depag RI (Al-Quran dan Terjemahannya. golongan kedua adalah “orang yang kebaikannya amat banyak dan amat jarang berbuat kesalahan.S. Al-‟Ashr:1-3). Ar-Rahman:7). 55:33).S. apalagi jika mengamalkannya.Allah SWT mewahyukan Al-Quran tidak lain agar menjadi pedoman bagi hidup umat manusia. mulai soal keimanan atau akidah hingga fenomena alam. menghayati.S. Mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi” (Q. Dapat dikatakan. dunia dan akhirat. serta mendakwahkannya (Q. Disebut “menganiaya diri sendiri” karena dengan mengabaikan ajaran Allah ia sesat dalam hidupnya. Dengan pedoman itu. 10:101). pemuaian alam semesta atau expanding universe (Q.S. 35:29). AlQuran mengajari manusia bersikap ilmiah atau berdasarkan ilmu (Q. dan mengamalkan ajaran Al-Quran secara keseluruhan. 1. tentang geologi. menaklukkan angkasa luar (Q. Depag RI) memaknai ketiga golongan tersebut sebagai berikut: golongan pertama adalah “orang yang lebih banyak kesalahannya daripada kebaikannya”.S.S. Persis sebagaimana dicontohkan Nabi Saw dan para sahabat. 3. Yasin:38). bahkan kata Nabi Saw satu huruf mengandung 10 pahala. AlAn‟am:125). menelaah.S.S. membaca. mengabarkan prediksi ilmiah tentang rahim ibu (Q. Ia menolak untuk mengikuti aturan yang sudah jelas akan menyelamatkannya dunia-akhirat. golongan zhalimu linafsih adalah orang yang mengabaikan Al-Quran sebagai pedoman dalam hidupnya.

Karenanya. . Kebijakan itu dilakukan agar ucapan-ucapannya tidak bercampur-baur dengan wahyu (Al-Quran).R. “Demi Tuhanmu. Penetapan (taqrir) adalah persetujuan atau diamnya Nabi Saw terhadap perkataan dan perilaku sahabat. Kalian tidak akan tersesat selama-lamanya. “Kutinggalkan untuk kaliam dua perkara. Mereka tentu termasuk orang yang merugi karena Allah memerintahkan agar kita berislam secara totalitas (kaffah). Sebagai contoh. lalu disempurnakan sistematikanya pada masa Khalifah Al-Mansur (136 H/174 M). ajaran Al-Quran dan ajaran di luar Al-Quran. sujud.Sedangkan golongan muqtashid dapat dikatakan parsial dalam pengamalan Al-Quran. Al-Um. As-Sunnah As-Sunnah disebut juga Al-Hadits. gerakan ruku. Sunnah adalah segala perkataan. “Berpegangteguhlah kalian kepada Sunnahku dan kepada Sunnah Khulafaur Rasyidin setelahku” (H. Sunnah atau Hadits Rasulullah-lah yang memberikan contoh langsung bagaimana shalat itu dijalankan. dan As-Sunnah.S. hak dan batil. selama kalian berpegang kepada keduanya. dan penetapan Nabi Muhammad Saw. Abu Daud). bacaan Al-Fatihah. yakni Kitabullah (Quran) dan Sunnah Rasul-Nya”. Secara maknawi (terminologis). serta Imam Syafi‟i menulis Ikhtilaful Hadits. seluruh Hadits waktu itu hanya berada dalam ingatan atau hapalan para sahabat. Secara harfiyah (etimologis). mereka pada hakikatnya tidak beriman sehingga mereka menjadikanmu (Muhammad) sebagai hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan. Kedudukan As-Sunnah sebagai sumber hukum Islam dijelaskan Al-Quran dan sabda Nabi Muhammad Saw. Imam Abu Hanifah menulis Al-Fqhi. mulai takbiratul ihram (bacaan “Allahu Akbar” sebagai pembuka shalat). di antaranya Imam Malik di Madinah dengan kitabnya Al-Mutwaththa. Ketika Nabi Muhammad Saw masih hidup. hingga bacaan tahiyat dan salam. 2. ia melarang para sahabatnya menuliskan apa yang dikatakannya. Mereka mencampuradukkan antara ibadah dan maksiat.S. Kodifikasi Hadits Rasulullah dilakukan pada masa Khalifah Umar bin Abdul Aziz (100 H/718 M). 59:7). Sunnah merupakan “juru tafsir” sekaligus “juklak” (petunjuk pelaksanaan) Al-Quran. “Apa yang diberikan Rasul (Muhammad) kepadamu maka terimalah dan apa yang dilarangnya maka tinggalkanlah” (Q. 4:65). Para ulama waktu itu mulai menyusun kitab Hadits. perbuatan. lalu mereka tidak merasa berat hati terhadap putusan yang kamu berikan dan mereka menerima sepenuh hati” (Q. doa iftitah. Al-Quran menegaskan tentang kewajiban shalat dan berbicara tentang ruku‟ dan sujud. Sunnah berarti adat-istiadat (traditions).

berusaha keras. Ia adalah “semangat rasionalitas Islam” dalam rangka hidup dan kehidupan modern yang kian kompleks permasalahannya. dan Imam Daruquthni dalam Sunan Daruquthni. Ijtihad Ijtihad berasal dari kata ijtahada.000 Hadits. memeras pikiran. Imam Tirmidzi dalam Shahih Tirmidzi.000 hadits yang kemudian diseleksinya.000 hadits yang kemudian diseleksinya. Secara terminologis. Ijtihad diperlukan untuk merealisasikan ajaran Islam dalam segala situasi dan kondisi. Ijtihad merupakan dinamika Islam untuk menjawab tantangan zaman. Imam Muslim mengumpulkan 300. hamba akan memutuskannya menurut Sunnah Rasulillah. Banyak masalah baru yang muncul dan tidak pernah ada semasa hayat Nabi Muhammad Saw. artinya mencurahkan tenaga. Ijtihad adalah berpikir keras untuk menghasilkan pendapat hukum atas suatu masalah yang tidak secara jelas disebutkan dalam AlQuran dan As-Sunnah. bekerja semaksimal mungkin. Imam Ibnu Majah dalam Kitab Ibnu Majah. Ulama Hadits terkenal yang diakui kebenarannya hingga kini adalah Imam Bukhari (194 H/256 M) dengan kitabnya Shahih Bukhari dan Imam Muslim (206 H/261 M) dengan kitabnya Shahih Muslim. diindikasikan oleh sebuah Hadits (Riwayat Tirmidzi dan Abu Daud) yang berisi dialog atau tanya jawab antara Nabi Muhammad Saw dan Mu‟adz bin Jabal yang diangkat sebagai Gubernur Yaman. Pelakunya disebut Mujtahid. Imam Bukhari berhasil mengumpulkan sebanyak 600.” “Segala puji bagi Allah yang telah menyebabkan utusan Rasulnya menyenangkan hati Rasulullah!” . “Bagaimana memutuskan perkara yang dibawa orang kepada Anda?” “Hamba akan memutuskan menurut Kitabullah (Al-Quran. Imam Baihaqi dalam Sunan Baihaqi dan Syu‟bul Imam.” “Dan jika Anda tidak menemukan sesuatu mengenai hal itu dalam Sunnah Rasulullah?” “Hamba akan mempergunakan pertimbangan akal pikiran sendiri (Ijtihadu bi ra‟yi) tanpa bimbang sedikit pun.” “Dan jika di dalam Kitabullah Anda tidak menemukan sesuatu mengenai soal itu?” “Jika begitu.Berikutnya muncul Imam Ahmad dengan Musnad-nya yang berisi 40. Ulama Hadits lainnya yang terkenal adalah Imam Nasa‟i yang menuangkan koleksi haditsnya dalam Kitab Nasa‟i. Kedudukan Ijtihad sebagai sumber hukum atau ajaran Islam ketiga setelah Al-Quran dan AsSunnah. 3. Kedua kitab Hadits itu menjadi rujukan utama umat Islam hingga kini. Imam Abu Daud dalam Sunan Abu Daud.

semua umat Islam berhak melakukan Ijtihad. Anda mungkin akan wafat. Mujtahid merupakan tingkatan tertinggi. dan membandingkannya dengan fatwa lain. Mujtahid adalah para ulama yang integritas keilmuan dan akhlaknya diakui umat Islam. menimbang-nimbang. dengan tidak menggunakan pertimbangan rasio dan tidak berusaha mengetahui sumber fatwa itu dikeluarkan. Pekerjaan Muttabi‟ disebut Ittiba‟. Dalam hal penggunaan potensi akal dalam kehidupan beragama. Pekerjaan demikian tercela dalam ajaran Islam karena Islam mengajarkan penggunaan potensi akal seoptimal mungkin. apa yang harus kami lakukan dan apa yang harus dilakukan orang-orang sesudah kami?” “Allah telah memberikan kesadaran kepada setiap manusia sebagai alat setiap orang dan akal sebagai petunjuk. Ya Rasulallah. sering kami harus meminta nasihat. Imam Malik (714 H/798 M). dan ajaran. lalu memilih mana yang dianggap paling benar. yakni Imam Abu Hanifah (699 H/767 M). sejarah Islam. As-Sunnah. siapakah yang akan menjadi petunjuk kami?” “Berbuatlah seperti aku berbuat dan seperti aku katakan!” “Tetapi Rasulullah. juga berakhlak baik dan menguasai berbagai disiplin ilmu pengetahuan. Jika Ijtihad dilakukan secara bersama-sama atau kolektif. Hasil Ijtihad mereka dikenal sebagai fatwa. “Ya Rasulallah! Anda sakit. petunjuk. setelah Anda pergi peristiwa-peristiwa baru mungkin timbul yang tidak dapat timbul selama hidup Anda. yakni berusaha memikirkan. . Bagaimana kami jadinya?” “Kamu punya Al-Quran!” “Ya Rasulallah! Tetapi walaupun dengan Kitab yang membawa penerangan dan petunjuk tidak menyesatkan itu di hadapan kami. Imam Syafi‟i (767 H/854 M). Pekerjaan Muqallid disebut Taklid. Maka gunakanlah keduanya dan tinjaulah sesuatu dan rahmat Allah akan selalu membimbing kamu ke jalan yang lurus!”[4] Dari kedua keterangan di atas. maka hasilnya disebut Ijma‟ atau kesepakatan. Muqallid artinya mengikuti sebuah fatwa apa adanya sebagai hal yang wajib ditaati atau diikuti.Hadits tersebut diperkuat sebuah fragmen peristiwa yang terjadi saat-saat Nabi Muhammad Saw menghadapi akhir hayatnya. Persoalannya sekarang. Ketika itu terjadi dialog antara seorang sahabat dengan Nabi Muhammad Saw. Lazimnya. Muttabi‟ artinya mengikuti fatwa atau ijma‟ secara kritis. di bawahnya adalah Muttabi‟ dan Muqallid. maka dapat dikatakan bahwa Ijtihad adalah “sarana ilmiah” untuk menetapkan hukum sebuah perkara yang tidak secara tegas ditetapkan Al-Quran dan As-Sunnah. Kalau demikian. Para ulama Madzhab yang terkenal dan terbanyak pengikutnya di antara ulama-ulama lain. sepanjang ia menguasai Al-Quran. dan jika Anda telah pergi dari kami. siapa yang berhak melakukan Ijtihad? Pada dasarnya.

“Hukum itu berputar menurut „illah-nya”. membukukan dan mencetak Al-Quran dan AlHadits. Segala yang sesuai dengan Quran dan Sunnah. C. 2:219) dan riba diharamkan karena mengandung unsur penganiayaan (Q. Kaidah Ushul Fiqih menyatakan. imam. dan guru agama. Kalau pinjaman itu konsumtif. Maka. Tidak ada ilat penganiayaan dalam bunga pinjaman itu karena pinjaman yang diberikan adalah bukan pinjaman-konsumtif. Istinbath Istinbath yaitu menghukumi suatu perkara setelah mempertimbangkan permasalahannya. dan segala yang tidak sesuai dengan Quran dan Sunnah. harta. dan Istihsan[6]. Misalnya. 2:275). yakni untuk . arak (khamr) diharamkan karena memabukkan (Q. benda dan hal lain pun jika ternyata memabukkan atau mengandung unsur penganiayaan menjadi haram juga. Mashalih Mursalah. tetapi sangat diperlukan untuk memelihara kelestarian dan keselamatan agama. tetapi untuk modal usaha atau memperbesar modal perusahaan yang telah berjalan. serta mengadakan perayaan peringatan Hari-Hari Besar Islam. jangan kepada Syafi‟i. Maka koreksilah pendapatku. Mashalih Mursalah. Qiyas Qiyas artinya mengukur atau mempersamakan. maka apa yang sahih dari Nabi itulah yang lebih patut kamu ikuti. Istinbath. dan jangan kepada Ats-Tsauri! Ambillah dari sumber mana mereka itu mengambil!” (Ahmad bin Hambal). dan keturunan. Ijma‟. menggaji muadzin. diri. Misalnya soal riba (pembayaran berlebih atas utang atau pinjaman yang disyaratkan pemberi pinjaman). melarang umat Islam bertaklid buta kepada mereka: “Tidak halal bagi seseorang berpendapat dengan pendapat kami sehingga ia mengetahui darimana sumber pendapat kami itu” (Abu Hanifah). secara Qiyas.S. Janganlah kamu taklid kepadaku (La Tuqalliduni)!” “Jangan kamu taklid kepadaku (La Tuqallid ni)! Jangan pula kepada Malik. akal. Mashalih Mursalah adalah melakukan hal-hal yang tidak melanggar hukum. tidak dianjurkan Quran dan Sunnah. Misalnya. yakni memperbandingkan atau mempersamakan hukum suatu perkara dengan perkara lain berdasarkan persamaan „illah (sebab yang mendasari ketetapan hukum).[5] Ada sejumlah metode dalam pelaksanaan Ijtihad. khotib. yakni Qiyas. B.dan Imam Ahmad bin Hambal (780 H/855 M) yang dikenal dengan Madzahibul Arba‟ah (Aliran Empat). “Apa yang telah kukatakan padahal bertentangan dengan perkataan Nabi. A.S. “Aku ini hanyalah seorang manusia yang mungkin salah dan mungkin benar. Bunga pinjaman bank secara istinbath dibolehkan karena pinjaman yang diberikan bersifar pinjaman-produktif. ambillah. tinggalkanlah!” (Imam Malik).

Al-Quran merupakan kitab suci terakhir yang turun dari serangkaian kitab suci lainnya yang pernah diturunkan ke dunia Dalam upaya memahami isi Al Quran dari waktu ke waktu telah berkembang tafsiran tentang isi-isi Al-Qur'an namun tidak ada yang saling bertentangan. meliputi:       Ijma‟ Qauli. ditetapkan batal wudhunya. yaitu para ulama berijtihad bersama-sama atau sendiri-sendiri tentang suatu masalah lalu memutuskan hukum yang sama. Ulama tertentu mengetapkan hukum atas suatu perkara dan ulama lain tidak membantahnya. E. yaitu kesepakatan yang tidak diucapkan namun tercermin dalam kesamaan sikap dan pengamalan. orang yang berbuat demikian dianjurkan meneruskan puasanya. Ijma‟ „Amali.n Al-Qur'an sebagai kitab suci umat Islam adalah firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia hingga akhir zaman (Saba' QS 34:28). tanpa penjelasan batal-tidaknya puasa orang tersebut. Istihsan Istihsan adalah penetapan hukum dengan penyimpangan dari hukum umum kepada hukum khusus untuk mencapai kemanfaatan. Misalnya.mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Ijma‟ Sukuti. Ijma’ Ijma‟ adalah kesepakatan para ulama tentang suatu perkara. D. ada pula pendapat yang tetap mengharamkan bunga pinjaman-produktif karena tetap mengandung unsur penganiayaan –bank tidak mau tahu apakah usaha seseorang itu untung atau rugi. yakni “menyetujui dengan cara mendiamkan”. Hasilnya dijual dan disediakan untuk biaya pembangunan masjid. Namun demikian. Hadits menyebutkan. . Namun orang yang berwudhu lalu lupa atau tanpa sengaja mengeluarkan angin. Sebagai sumber Ajaran Islam juga disebut sumber pertama atau Asas Pertama Syara'. Contoh lain adalah lupa makan dan minum selagi berpuasa. maka haram hukumnya bunga yang ada dalam pinjaman itu. menanami tanah wakaf yang diwakafkan untuk pendirian masjid sambil menunggu biaya pembangunan.

sejak kerasulan Nabi Muhammad saw hingga akhir zaman. pada dasarnya mengikat umat Islam seluruh dunia di manapun berada. yaitu apa yang disebut sebagai perkara yang termasuk dalam kategori Asas Syara' dan perkara yang masuk dalam kategori Furu' Syara'.  Asas Syara' Yaitu perkara yang sudah ada dan jelas ketentuannya dalam Al Quran atau Al Hadits. Dengan demikian perkara yang dihadapi umat Islam dalam menjalani hidup beribadahnya kepada Allah itu dapat disederhanakan dalam dua kategori. Oleh sebab itu secara implisit dapat dipahami bahwa jika terdapat suatu perkara yang Allah dan RasulNya belum menetapkan ketentuannya. Maka oleh sebagian penganut Islam. Jika keadaan darurat itu berakhir maka segera kembali kepada ketentuan syariat yang berlaku.Al-Qur'an sebagai kitab suci umat Islam adalah firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW untuk disampaikan kepada seluruh umat manusia hingga akhir zaman (Saba' QS 34:28). demikian pula dalam memanfaatkan keadaan tersebut tidak berlebihan. Sebagai sumber Ajaran Islam juga disebut sumber pertama atau Asas Pertama Syara'. Al'quran surat Al Ahzab ayat 36 mengajarkan bahwa sekiranya Allah dan RasulNya sudah memutuskan suatu perkara. kecuali dalam keadaan darurat. Syariat Islam adalah hukum dan aturan Islam yang mengatur seluruh sendi kehidupan umat Muslim. Kedudukannya sebagai Pokok Syari'at Islam di mana Al Quran itu Asas Pertama Syara' dan Al Hadits itu Asas Kedua Syara'. Terkait dengan susunan tertib Syariat. Al-Quran merupakan kitab suci terakhir yang turun dari serangkaian kitab suci lainnya yang pernah diturunkan ke dunia Dalam upaya memahami isi Al Quran dari waktu ke waktu telah berkembang tafsiran tentang isiisi Al-Qur'an namun tidak ada yang saling bertentangan. maka umat Islam dapat menentukan sendiri ketetapannya itu. . Sifatnya. dan keadaan tersebut tidak diduga sebelumnya atau tidak diinginkan sebelumnya. Keadaan darurat dalam istilah agama Islam diartikan sebagai suatu keadaan yang memungkinkan umat Islam tidak mentaati Syariat Islam. Pemahaman makna ini didukung oleh ayat dalam Surat Al Maidah QS 5:101 yang menyatakan bahwa hal-hal yang tidak dijelaskan ketentuannya sudah dimaafkan Allah. maka umat Islam tidak diperkenankan mengambil ketentuan lain. Selain berisi hukum dan aturan. Syariat Islam merupakan panduan menyeluruh dan sempurna seluruh permasalahan hidup manusia dan kehidupan dunia ini. ialah keadaan yang terpaksa atau dalam keadaan yang membahayakan diri secara lahir dan batin. Syariat Islam juga berisi penyelesaian masalah seluruh kehidupan ini.

. Sifatnya pada dasarnya tidak mengikat seluruh umat Islam di dunia kecuali diterima Ulil Amri setempat menerima sebagai peraturan / perundangan yang berlaku dalam wilayah kekuasaanya. Kedudukannya sebagai cabang Syariat Islam. Furu' Syara' Yaitu perkara yang tidak ada atau tidak jelas ketentuannya dalam Al'quran dan Al Hadist.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->