MAKALAH PENYALAHGUNAAN NAPZA

Thursday, June 4, 2009 7:13:26 AM

I. PENDAHULUAN Narkoba atau NAPZA adalah bahan / zat yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan / psikologi seseorang ( pikiran, perasaan dan perilaku ) serta dapat menimbulkan ketergantungan fisik dan psikologi. Yang termasuk dalam NAPZA adalah : Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya. Narkotika adalah suatu obat atau zat alami, sintetis maupun non sintetis yang dapat menyebabkan turunnya kesadaran, menghilangkan atau mengurangi hilang rasa atau nyeri dan perubahan kesadaran yang menimbulkan ketergantungna akan zat tersebut secara terus menerus. Contoh narkotika yang terkenal adalah seperti ganja, heroin, kokain, morfin, amfetamin, dan lain-lain. Sebetulnya penggunaan narkotik, obat-obatan, psikotropika dan zat adiktif lainnya (NAPZA) untuk berbagai tujuan telah ada sejak jaman dahulu kala. Masalah timbul bila narkotik dan obat-obatan digunakan secara berlebihan sehingga cenderung kepada penyalahgunaan dan menimbulkan kecanduan (dalam bahasa Inggris disebut “substance abuse”). Dengan adanya penyakit-penyakit yang dapat ditularkan melalui pola hidup para pecandu, maka masalah penyalahgunaan NAPZA menjadi semakin serius. Lebih memprihatinkan lagi bila yang kecanduan adalah remaja yang merupakan masa depan bangsa, karena penyalahgunaan NAPZA ini sangat berpengaruh terhadap kesehatan, sosial dan Ekonomi suatu bangsa. Dalam istilah sederhana NAPZA berarti zat apapun juga apabila dimasukkan keda1am tubuh manusia, dapat mengubah fungsi fisik dan/atau psikologis. NAPZA psikotropika berpengaruh terhadap system pusat syaraf (otak dan tulang belakang) yang dapat mempengaruhi perasaan, persepsi dan kesadaran seseorang .

NARKOTIKA : Menurut UU RI No 22 / 1997, Narkotika adalah: zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan. Narkotika terdiri dari 3 golongan : 1. Golongan I : Narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contoh : Heroin, Kokain, Ganja. 2. Golongan II : Narkotika yang berkhasiat pengobatan, digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contoh : Morfin, Petidin. 3. Golongan III : Narkotika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan / atau

Halusinogen = dapat membuat si pemakai jadi berhalusinasi yang mengubah perasaan serta pikiran.tujuan pengebangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan. . 2. c. Narkotika Alami Zat dan obat yang langsung bisa dipakai sebagai narkotik tanpa perlu adanya proses fermentasi. Narkotika Semi Sintesis / Semi Sintetis yaitu zat / obat yang diproduksi dengan cara isolasi. Contoh : Amphetamine. 2. Contoh : Ekstasi. b. isolasi dan proses lainnya terlebih dahulu karena bisa langsung dipakai dengan sedikit proses sederhana. kodein. Contohnya yaitu seperti amfetamin. ekstraksi. dan lain sebagainya seperti heroin. Depresan = membuat pemakai tertidur atau tidak sadarkan diri. yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku. Contoh : Codein. deksamfetamin. baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika. dan lain-lain. serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. PSIKOTROPIKA : Menurut UU RI No 5 / 1997. Golongan II : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan dapat digunakan dalan terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. Bahan alami tersebut umumnya tidak boleh digunakan untuk terapi pengobatan secara langsung karena terlalu beresiko. dekstropropakasifen. Stimulan = membuat pemakai bersemangat dalam berkativitas kerja dan merasa badan lebih segar. Narkotika sintetis dapat menimbulkan dampak sebagai berikut : a. morfin. 3. Psikotropika terdiri dari 4 golongan : 1. dan sebagainya. Contoh narkotika alami yaitu seperti ganja dan daun koka. Golongan I : Psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi. Golongan narkotik berdasarkan bahan pembuatannya : 1. Psikotropika adalah : zat atau obat. Narkotika Sintetis / Semi Sintesis Narkotika jenis ini memerlukan proses yang bersifat sintesis untuk keperluan medis dan penelitian sebagai penghilang rasa sakit / analgesik. metadon.

Golongan Depresan ( Downer ). dan sering menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari . pengaruh analgesia (mengurangi rasa sakit). Golongan III : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi sedang mengakibatkan sindroma ketergantungan. Obat anti depresan memberikan perasaan melambung tinggi. Tembakau : pemakaian tembakau yang mengandung nikotin sangat luas di masyarakat. obat tidur .Dalam upaya penanggulangan NAPZA di masyarakat. Johny Walker ). alkohol. Contoh : Phenobarbital. meliputi : 1. Jika digunakan bersamaan dengan Narkotika atau Psikotropika akan memperkuat pengaruh obat / zat itu dalam tubuh manusia. Tiner. Inhalasi ( gas yang dihirup ) dan solven ( zat pelarut ) mudah menguap berupa senyawa organik. memperlambat detak jantung dan pernafasan serta dapat berfungsi sebagai obat penenang dan obat tidur. pemakaian rokok dan alkohol terutama pada remaja. 4. Golongan C : kadar etanol 20 – 45 % ( Whisky. Contoh : Diazepam. Manson House. yaitu sejenis obat yang mempunyai kemampuan untuk memperIambat fungsi sistem syaraf pusat dan otonom. DUM ). harus menjadi bagian dari upaya pencegahan. Golongan A : kadar etanol 1 – 5 % ( Bir ). Golongan IV : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan sangat luas digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan sindroma ketergantungan.3. Yang sering disalahgunakan adalah : Lem. dan sebagai pelumas mesin. Vodca. yang terdapat pada berbagai barang keperluan rumah tangga. pengaruh anastesia (kehilangan indera perasa). Penghapus Cat Kuku. karena rokok dan alkohol sering menjadi pintu masuk penyalahgunaan NAPZA lain yang berbahaya. 3. 2. Nitrazepam ( BK. Golongan B : kadar etanol 5 – 20 % ( Berbagai minuman anggur ) c. Berdasarkan efeknya terhadap perilaku yang ditimbulkan dari NAPZA dapat digolongkan menjadi 3 golongan : 1. ZAT ADIKTIF LAINNYA : Yang termasuk Zat Adiktif lainnya adalah : bahan / zat yang berpengaruh psikoaktif diluar Narkotika dan Psikotropika. yang berpengaruh menekan susunan saraf pusat. Obat anti depresan yang sering dipakai meliputi: obat penenang hipnotis. benzodiazepines. b. Minuman Alkohol : mengandung etanol etil alkohol. Bensin. kantor. penghilang rasa tegang dan kepanikan.hari dalam kebudayaan tertentu. Ada 3 golongan minuman beralkohol : a. memberikan rasa bahagia semu.

tekanan darah dan pemapasan. dan crack (kristalisasi bentuk dasar kokain). neurotransmitter itu diyakini mempengaruhi emosi. serta anastesia umum seperti ether. jamur (juga dikenal sebagai jamur sakti). Efek samping morfina antara lain adalah penurunan kesadaran. Adalah jenis NAPZA yang merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan kerja. parasetamol). b. terdapat 3 golonagan besar : a. Akibat yang disebabkan oleh halusinogen dan reaksi subyektif terhadap pengaruh-pengaruh tersebut bisa bebeda jauh antara satu pemakai dengan pemakai yang ragamnya mulai dari perasaan gembira yang luar biasa sampai perasaan ngeri yang luar biasa. Hipnotik (obat tidur) dan Tranquilizer (anti cemas ). Golongan Stimulan ( Upper ). analgesik narkotika (opium. II. serta mengerutkan urat nadi. rasa kantuk. Obat perangsang yang paling banyak dipakai adalah: nikotin (dari nikotin tembakau). Morfina juga mengurangi rasa lapar. Jenis-jenis obat yang tidak berpengaruh secara langsung terhadap sistem syaraf pusat dan otonom. membesarkan biji mata. Ketika sedang aktif. 3. Opioda semisintetik : Heroin / putauw. Opioda alamiah ( Opiat ) : Morfin. Opioda sintetik : Metadon. Codein ). Golongan Halusinogen. dan DMD atau detura yang berasal dari bunga terompet. Obat jenis ini meningkatkan aktifitas dalam sistem syaraf pusat dan otonom. Codein. Morfina bekerja langsung pada sistem saraf pusat untuk menghilangkan sakit. kodein). Opioda ( Morfin. c. Contohnya: LSD. merangsang batuk. minuman ringan). Opium. oksida nitrus. Struktur kimia Morfin Morfina adalah alkaloid analgesik yang sangat kuat dan merupakan agen aktif utama yang ditemukan pada opium. mengurangi waktu makan dan menghasilkan insomnia. namun jenis-jenis obat tersebut berpengaruh langsung terhadap bahan-bahan kimia otak yang spesifik (neurotransmitter).(dengan nama dagang seperti Valium dan Rohypnol). psilocybin. analgesik non-narkotika (aspirin. kokain (dari erythroxylum pohon koka). sedative ( penenang ). Morfina . kafein (terdapat dalam kopi. lesu. coklat. teh. daya ingat dan keterampilan motorik. 2. Sejenis obat yang memiliki kemampuan untuk memproduksi spektrum pengubah rangsangan indera yang jelas dan pengubah perasaan serta pikiran. PENYALAHGUNAAN NAPZA Di dalam masyarakat NAPZA / NARKOBA yang sering disalahgunakan adalah : 1. dan penglihatan kabur. Heroin. mempercepat detak jantung. amfetanium. 4. heroin. morfin. rasa sakit. Klasifikasi NAPZA yang lain. OPIODA. euforia. Obat perangsang bekerja mengurangi kantuk karena kelelahan. dan meyebabkan konstipasi. Hidromorfin.

penderita cancer. grass. mereka merasa bahwa lingkungannya menjadi musuh. black heroin. srepet. Penggunaan dengan cara dihirup akan beresiko kering dan luka pada sekitar lubang hidung bagian dalam. happy dust. sedangkan yang tidak murni berwarna putih keabuan. 3. bicara cadel. Efek pemakain kokain : pemakai akan merasa segar. 2. brown sugar. Methadon adalah zat yang digunakan oleh dokter sebagai penghilang sakit yang sangat kuat. Dihasilkan dari getah Opium poppy diolah menjadi morfin dengan proses tertentu dihasilkan putauw. chalie.Sedangkan opioda sintetik mempunyai kekuatan 400 kali lebih kuat dari morfin.KOKAIN : Kokain berupa kristal putih. bhang. marijuana. misalnya pada opreasi.KANABIS : Nama jalanan : cimeng. rasanya sedikit pahit dan lebih mudah larut Nama jalanan : koka. yaitu mengantuk atau koma. yang kekuatannya 10 kali melebihi morfin. Reaksi dari pemakaian ini sangat cepat yang kemudian menimbulkan perasaan ingin menyendiri untuk menikmati efek rasanya dan pada taraf kecanduan pemakai akan kehilangan percaya diri hingga tak mempunyai keinginan untuk bersosialisasi. ganja.menimbulkan ketergantungan tinggi dibandingkan zat-zat lainnya. Pemakai akan membentuk dunianya sendiri. dan dapat menghilangkan rasa sakit dan lelah. Berasal dari tanaman kanabis sativa atau kanabis indica. menambah percaya diri. yang berkembang selama. Cara pemakainnya : membagi setumpuk kokain menjadi beberapa bagian berbaris lurus diatas permukaan kaca atau alas yang permukaannya datar kemudian dihirup dengan menggunakan penyedot seperti sedotan atau dengan cara dibakar bersama dengan tembakau. Heroin yang murni berbentuk bubuk putih. Codein. atau segera setelah pemakaian opioid. coke. gelek. gangguan atensi atau daya ingat. snow / salju. kehilangan nafsu makan. Morfin. Pasien ketergantungan morfina juga dilaporkan menderita insomnia dan mimpi buruk. . Gejala Intoksitasi (Keracunan) Opioid: Konstraksi pupil (dilatasi pupil karena anoksia akibat overdosis berat) dan satu (atau lebih) tanda berikut. dewa mimpi dalam mitologi Yunani Nama jalanan dari Putauw : ptw. hasish. Kata "morfina" berasal dari Morpheus.

AMPHETAMINE : Nama jalanan : seed. Metamphetamine ice Nama jalanan : SHABU. 4. Sedangkan yang berbentuk tablet diminum dengan air. selera makan tinggi. bahkan seringkali para pengguna ganja akan mencari obat-obatan yang lebih keras dan lebih mematikan Ganja mengandung sejenis bahan kimia yang disebut delta-9-tetrahydrocannabinol (THC) yang bisa mempengaruhi suasana hati dan mempengaruhi cara orang tersebut melihat dan mendengar hal-hal disekitarnya. pemakai cenderung merasa lebih santai. dipotong kecil . MDMA ( methylene dioxy methamphetamine ) Nama jalanan : Inex. sensitive. dikeringkan. Cara pengunaan dibakar dengan mengunakan alumunium foil dan asapnya dihisap atau dibakar dengan menggunakan botol kaca yang dirancang khusus ( boong ). rasa gembira berlebihan ( euphoria ). ice. Termasuk dalam golongan halusinogen. Dari semua jenis narkoba. aktif berkomunikasi. ganja dianggap sebagai narkotika yang aman dibandingkan dengan putaw atau sabu. SS. Akan mengikat pikiran dan dapat membuat pengguna ketagihan. Dikemas dalam bentuk tablet dan capsul. Ganja mempengaruhi konsentrasi dan ingatan. crystal. Namun pada kenyataanya sebagian besar pecandu narkoba bermula dengan mencoba ganja. Bentuknya ada yang berbentuk bubuk warna putih dan keabuan dan juga tablet. 5. Tanaman canabis biasanya dipotong.Semua bagian dari tanaman mengandung kanabioid psikoaktif Cara penggunaan : dihisap dengan cara dipadatkan menyerupai rokok atau dengan menggunakan pipa rokok. Ada 2 jenis Amphetamine : a. kering pada mulut dan tenggorokan. Cara penggunaan : dengan cara dihirup. . meth. b. LSD ( Lysergic Acid ). whiz. xtc. Efek rasa dari kanabis tergolong cepat. sering berfantasi / menghayal.kecil dan digulung menjadi rokok disebut joints.

Dum. Nama jalanan : Benzodiazepin : BK. menghilang setelah 8 – 12 jam. kepala berputar. warna. Biasanya digunakan dengan cara coba – coba oleh anak di bawah umur. Lem. MG.60 menit kemudian. Efek yang ditimbulkan : pusing. Lexo. Cara pemakaian : dengan diminum. setelah itu dilakukan proses penyulingan sehingga dihasilkan kadar alkohol yang lebih tinggi. muntah gangguan fungsi paru. dan bereaksi setelah 30 . stress. Cara penggunaan : meletakan LSD pada permukaan lidah. atau dimasukan lewat anus. serta sebagai obat tidur. SEDATIF – HIPNOTIK ( BENZODIAZEPIN ) : Termasuk golongan zat sedative ( obat penenang ) dan hipnotika ( obat tidur ). trips. halusinasi ringan. bahkan 100 %. Efek rasa : terjadi halusinasi tempat. tabs. mual. Ada juga yang berbentuk pil dan kapsul. Isi korek api gas. Digunakan di bidang medis untuk pengobatan pada pasien yang mengalami kecemasan. Uap bensin. dan waktu sehingga timbul obsesi yang sangat indah dan bahkan menyeramkan dan lama – lama menjadikan penggunaanya paranoid. jantung dan hati. 6. Cairan untuk dry cleaning. pada golongan yang kurang mampu. SOLVENT / INHALASI : Adalah uap gas yang digunakan dengan cara dihirup. Tiner. gula. Rohyp. ALKOHOL : Merupakan zat psikoaktif yang sering digunakan manusia Diperoleh dari proses fermentasi madu. disuntikan. 8. . 7. sari buah dan umbi – umbian yang mengahasilkan kadar alkohol tidak lebih dari 15 %. kertas. Bentuk : biasa didapatkan dalam bentuk kertas berukuran kotak kecil sebesar seperempat perangko dalam banyak warna dan gambar. kejang. Contohnya : Aerosol.Nama jalanan : acid.

sehingga tubuh memerlukan jumlah NAPZA yang makin bertambah ( toleransi ).ciri remaja yang mempunyai resiko lebih besar menggunakan NAPZA : a. Putus sekolah m.Faktor individual : Kebanyakan dimulai pada saat remaja. drink. Kurang menghayati iman dan kepercayaan. apabila pemakaiannya dikurangi atau diberhentikan akan timbul gejala putus obat ( withdrawal symptom ) # PENYEBAB PENYALAHGUNAAN NAPZA Penyebabnya sangatlah kompleks akibat interaksi berbagai faktor : 1. Kurang percaya diri e. cemas. 2. Keinginan untuk bersenang – senang yang berlebihan i. psikis dan gangguan fungsi sosial. PENYALAHGUNAAN DAN KETERGANTUNGAN Penyalahguanaan adalah : penggunaan salah satu atau beberapa jenis NAPZA secara berkala atau teratur diluar indikasi medis. misalnya : depresi. bahkan penurunan kesadaran III. Efek yang ditimbulkan : euphoria. Mudah kecewa. pendiam g. agresif dan destruktif f.Nama jalanan : booze. Ciri . Kemampuan komunikasi yang rendah l. psikologi maupun sosial yang pesat. Faktor Lingkungan : . pemalu. Identitas diri kabur k. Memiliki gangguan jiwa lain. Keinginan untuk mencaoba yang sedang mode j. Cenderung memberontak b. sebab pada remaja sedang mengalami perubahan biologi. Merasa bosan dan jenuh h. Perilaku yang menyimpang dari aturan atau norma yang ada d. Murung. sehingga menimbulkan gangguan kesehatan fisik. c. Ketergatungan adalah : keadaan dimana telah terjadi ketergantungan fisik dan psikis.

. Lingkungan Teman Sebaya : a. . Lingkungan Masyrakat / Sosial : a.Bila terjadi kelebihan dosis ( Overdosis ) : nafas sesak. Hubungan kurang harmonis c. kejang. # GEJALA KLINIS PENYALAHGUNAAN NAPZA : 1. apatis ( acuh tak acuh ). kesadaran menurun. bahkan meninggal. maupun masyarakat. Tekanan atau ancaman dari teman. Sekolah yang kurang disiplin b. Sekolah yang kurang memberi kesempatan pada siswa untuk mengembangkan diri secara kreatif dan positif d. denyut jantung dan nadi lambat. acuh e. Kurangnya kehidupan beragama.Pada saat menggunakan NAPZA : jalan sempoyongan. Faktor – faktor tersebut diatas memang tidak selalu membuat seseorang kelak menjadi penyalahguna NAPZA. Lingkungan Keluarga : a. hidung berair. teman sebaya. sosial dan ekonomi yang kurang mendukung. bicara pelo ( cadel ). semakin besar kemungkinan seseorang menjadi penyalahguna NAPZA. malas mandi. Orang tua terlampau sibuk. diare. Orang tua yang bercerai. Lingkungan Sekolah : a. Lemahnya penegak hukum b. Situasi politik. rasa sakit seluruh tubuh. Perubahan Fisik : . Berteman dengan penyalahguna b. kulit teraba dingin. menguap terus.Saat sedang ketagihan ( Sakau ) : mata merah. sekolah. Adanya murid pengguna NAPZA. mengantuk. Akan tetapi makin banyak faktor – faktor diatas. Sekolah terletak dekat tempat hiburan c. Kurangnya orang yang menjadi teladan dalam hidupnya g. kawin lagi d.Faktor lingkungan meliputi faktor keluarga dan lingkungan pergaulan baik sekitar rumah. . Orang tua otoriter f. agresif. Komunikasi orang tua dan anak kurang baik b.

tidak perduli terhadap kesehatan dan kebersihan. d. tertutup dan penuh rahasia.Sering mengurung diri. Komplikasi Medik biasanya digunakan dalam jumlah yang banyak dan cukup lama.Prestasi di sekolah menurun. penyempitan pembuluh darah jantung.Sering berbohong. sulit dibangunkan pagi hari. . hubungan seksual. sehingga sulit membedakan baik / buruk. Otak dan susunan saraf pusat : gangguan daya ingat gangguan perhatian / konsentrasi gangguan bertindak rasional gagguan perserpsi sehingga menimbulkan halusinasi gangguan motivasi. pemarah. kurang bertanggung jawab. tidak mengerjakan tugas sekolah. b. mudah tersinggung. gigi keropos. berlama – lama di kamar mandi. pemalas.Pola tidur berubah. . . . mencuri. Jantung : peradangan otot jantung. pembengkakan paru ( Oedema Paru ) c.Sering mendapat telpon dan didatangi orang yang tidak dikenal oleh anggota keluarga yang lain. sering membolos. kasar. menghidar bertemu dengan anggota keluarga yang lain. Hati : terjadi Hepatitis B dan C yang menular melalui jarum suntik.. mengantuk di kelas atau tempat kerja. sehingga malas sekolah atau bekerja gangguan pengendalian diri. 2. Pengaruhnya pada : a. Perubahan sikap dan perilaku : . mengambil dan menjual barang berharga milik sendiri atau keluarga.Sering berpergian sampai larut malam.Pengaruh jangka panjang : penampilan tidak sehat.Sering bersikap emosional. . . terkadang tidak pulang tanpa ijin. . # PENGARUH PENYALAHGUNAAN NAPZA NAPZA berpengaruh pada tubuh manusia dan lingkungannya : 1. minta banyak uang dengan berbagai alasan tapi tidak jelas penggunaannya. bekas suntikan pada lengan. bermusuhan pencurigaan. terlibat kekerasan dan sering berurusan dengan polisi. Pada saluran napas : dapat terjadi radang paru ( Bronchopnemonia ). begadang.

keracunan kehamilan. selain melalui tranfusi darah dan penularan dari ibu ke janin.Ibu : anemia. Kulit : terdapat bekas suntikan bagi pengguna yang menggunakan jarum suntik. Penyakit Menular Seksual ( PMS ) dan HIV / AIDS. mencuri. Para pengguna NAPZA dikenal dengan perilaku seks resiko tinggi.Kandungan : abortus. membolos. Di Lingkungan Sekolah : • Merusak disiplin dan motivasi belajar. Dan juga pengguna NAPZA yang mengunakan jarum suntik secara bersama . g. sehingga mereka sering menggunakan baju lengan panjang.sama membuat angka penularan HIV / AIDS semakin meningkat. • Orang tua resah karena barang berharga sering hilang. Penyakit HIV / AIDS menular melalui jarum suntik dan hubungan seksual. b. Di Lingkungan Keluarga : • Suasana nyaman dan tentram dalam keluarga terganggu. bayi lahir mati . pembunuhan sehingga masyarkat . c. Di Lingkungan Masyarakat : • Tercipta pasar gelap antara pengedar dan bandar yang mencari pengguna / mangsanya. Penyakit Menular Seksual yang terjadi adalah : kencing nanah ( GO ). tawuran pelajar. • Pengedar atau bandar menggunakan perantara remaja atau siswa yang telah menjadi ketergantungan. • Mempengaruhi peningkatan penyalahguanaan diantara sesama teman sebaya. pencurian. mudah tersinggung. Sistem Reproduksi : sering terjadi kemandulan. • Meningkatnya tindak kenakalan. 2. AIDS. Dampak Sosial : a. mereka mau melakukan hubungan seksual demi mendapatkan zat atau uang untuk membeli zat. • Orang tua menjadi putus asa karena pengeluaran uang meningkat untuk biaya pengobatan dan rehabilitasi.Janin : pertumbuhan terhambat. • Meningkatnya kejahatan di masyarakat : perampokan. premature. • Perilaku menyimpang / asosial anak ( berbohong. karena dikeluarkan dari sekolah atau pekerjaan. hidup bebas) dan menjadi aib keluarga. hepatitis. . sering terjadi pertengkaran. berat bayi rendah. raja singa ( Siphilis ) dll. Komplikasi pada kehamilan : . • Putus sekolah atau menganggur. f. kesulitan keuangan. sehingga merusak kehidupan keluarga. infeksi vagina. tidak tertib.e. h.

2. 4. 2. . Upaya pencegahan ini dilakukan sejak anak berusia dini. • Meningkatnya kecelakaan. Kembangkan komunikasi yang baik Komunikasi dua arah. # UPAYA PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN NAPZA : Upaya pencegahan meliputi 3 hal : 1. melainkan memperkuat nilai moral yang terkandung dalam agama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari . Orang tua yang merokok akan menjadi contoh yang tidak baik bagi anak. menghargai jika berbuat baik atau mencapai prestasi tertentu.penanaman disiplin yang baik . . memberi kebebasan bertanggung jawab .mengembangkan kemandirian. Upaya ini terutama dilakukan untuk mengenali remaja yang mempunyai resiko tinggi untuk menyalahgunakan NAPZA. Memperkuat kehidupan beragama. mendengarkan dan menghormati pendapat anak.hari. Ciptakan suasana yang hangat dan bersahabat Hal ini membuat anak rindu untuk pulang ke rumah. 5. Orang tua menjadi contoh yang baik. Mengasuh anak dengan baik. Yang dapat dilakukan di lingkungan keluarga untuk mencegah penyalahgunaan NAPZA : 1. Meluangkan waktu untuk kebersamaan. 3. agar faktor yang dapat menghabat proses tumbuh kembang anak dapat diatasi dengan baik. Pencegahan Sekunder : mengobati dan intervensi agar tidak lagi menggunakan NAPZA. Pencegahan Tersier : merehabilitasi penyalahgunaan NAPZA.menjadi resah.ajarkan membedakan yang baik dan buruk . 3. Pencegahan primer : mengenali remaja resiko tinggi penyalahgunaan NAPZA dan melakukan intervensi. Yang diutamakan bukan hanya ritual keagamaan. bersikap terbuka dan jujur. 6. setelah itu melakukan intervensi terhadap mereka agar tidak menggunakan NAPZA.mengembangkan harga diri anak.penuh kasih sayang .

Memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang penyalahguanaan NAPZA sehingga masyarakat dapat menyadarinya. Upaya terhadap siswa : • Memberikan pendidikan kepada siswa tentang bahaya dan akibat penyalahgunaan NAPZA.7. . • Mengupayakan kehadiran guru secara teratur di sekolah • Sikap keteladanan guru amat penting • Meningkatkan pengawasan anak sejak masuk sampai pulang sekolah.Membantu siswa yang telah menyalahgunakan NAPZA untuk bisa menghentikannya. Meningkatkan pengawasan sejak anak itu datang sampai dengan pulang sekolah.sama. • Melibatkan siswa dalam perencanaan pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan NAPZA di sekolah. 5. 2. 2. • Membentuk citra diri yang positif dan mengembangkan ketrampilan yang positif untuk tetap menghidari dari pemakaian NAPZA dan merokok. • Menyediakan pilihan kegiatan yang bermakna bagi siswa ( ekstrakurikuler ). 3. Menumbuhkan perasaan kebersamaan di daerah tempat tinggal. • Penerapan kehidupan beragama dalam kegiatan sehari – hari. Upaya untuk membina lingkungan sekolah : • Menciptakan suasana lingkungan sekolah yang sehat dengan membina huibungan yang harmonis antara pendidik dan anak didik. Upaya untuk mencegah peredaran NAPZA di sekolah : • • • • • Razia dengan cara sidak Melarang orang yang tidak berkepentingan untuk masuk lingkungan sekolah Melarang siswa ke luar sekolah pada jam pelajaran tanpa ijin guru Membina kerjasama yang baik dengan berbagai pihak. Memberikan penyuluhan tentang hukum yang berkaitan dengan NAPZA. sehingga masalah yang terjadi di lingkungan dapat diselesaikan secara bersama. Yang dilakukan di lingkungan masyarakat untuk mencegah penyalahguanaan NAPZA: 1. • Meningkatkan kegiatan bimbingan konseling. Orang tua memahami masalah penyalahgunaan NAPZA agar dapat berdiskusi dengan anak Yang dilakukan di lingkungan sekolah untuk pencegahan penyalahgunaan NAPZA : 1.

4. . Melibatkan semua unsur dalam masyarakat dalam melaksanakan pencegahan dan penanggulangan penyalahguanaan NAPZA.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful