P. 1
Model Pembelajaran Diskusi Kelas

Model Pembelajaran Diskusi Kelas

|Views: 85|Likes:
Published by Fianii Biam

More info:

Published by: Fianii Biam on Sep 30, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/20/2012

pdf

text

original

NUR RIZQI AKHFIANI (093204028) PENDIDIKAN BIOLOGI INTERNASIONAL 2009

MODEL PEMBELAJARAN SYNDICATE GROUP  Definisi: Syndicate group adalah suatu model pembelajaran diskusi kelas dimana suatu kelas dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang terdiri dari 3-6 orang. Guru menjelaskan garis besar masalah dengan aspek-aspeknya. Kemudian tiap kelompok bertugas membahas suatu aspek tertentu dan membuat kesimpulan untuk dilaporkan dalam sidang pleno serta didiskusikan lebih lanjut. (Hasibuan dan Moedjiono)

Menurut saya, syndicate group adalah metode pembelajaran diskusi kelas yang sesuai dengan ciri khas masyarakat Indonesia. Ciri khas masyarakat Indonesia yaitu ingin selalu dituntun terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu, seperti pada model pembelajaran syndicate group guru berperan untuk memulai pokok permasalahan, menjelaskan garis besar materi serta aspeknya. Beberapa proses pelaksanaan metode diskusi syndicate group adalah guru bertugas menjelaskan garis besarnya problema kepada kelas, guru menggambarkan aspek-aspek masalah. Guru juga menyediakan referensi atau sumber-sumber lain. Nantinya masing-masing syndicate (kelompok kecil) bersidang sendiri-sendiri atau membaca bahan, berdiskusi dan menyusun laporan yang berupa kesimpulan sindikat. Setiap laporan dibawa ke sidang pleno untuk didiskusikan lebih lanjut. Sehingga siswa sudah terfasilitasi dan dapat lebih berkonsentrasi terhadap aspek permasalahan yang akan didiskusikan dan di floor kan saat sidang pleno. Selain itu, masyarakat Indonesia juga menyukai perdebatan dan kerjasama, dalam model pembelajaran ini terdapat sidang pleno dalam proses berkelanjutan dari diskusi kelompok. Ketika sidang pleno, tiap kelompok akan bekerjasama dengan anggotanya untuk menghadapi sidang tersebut. Kelemahan dari model pembelajaran ini menurut saya, siswa terlalu difasilitasi oleh guru sehingga siswa tidak diberi kesempatan untuk menentukan aspek yang diinginkan. Model ini menghabiskan waktu yang banyak karena merupakan diskusi ilmiah sedangkan waktu yang tersedia tidak selalu cukup. mengakibatkan ketidakmaksimalan dalam diskusi. Kelebihan dari model ini, tingkat kerjasama yang tinggi antar anggota tim karena diadakannya sidang pleno serta pembuatan laporan. Sehingga mendesak setiap anggota berfikir kritis untuk berpartisipasi dalam kelompok. Dan pada akhir proses, ada pembuatan kesimpulan dari semua aspek sehingga penyerapan siswa terhadap asensi materi yang diajarkan akan semakin mantap. Dengan adanya sidang pleno, seluruh siswa dapat memahami materi yang diajarkan dari semua aspek pembahasan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->