P. 1
Teknik Radiografi Ossa Cruris

Teknik Radiografi Ossa Cruris

|Views: 56|Likes:
Published by Ketut Adi Suartama

More info:

Published by: Ketut Adi Suartama on Sep 30, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/20/2012

pdf

text

original

Teknik radiografi Ossa Cruris

Diposkan oleh cafe-radiologi , Label: Teknik Radiografi Konvensional , Jumat, 11 Februari 2011 14:13

OSSA CRURIS ( 2 Proyeksi )
Ossa cruris biasa disebut tungkai bawah, didalam tungkai bawah terdapat 2 tulang yaitu os tibia dan os fibula, tibia ini akrab dikenal sebagai tulang kering. "Tibia" adalah kata Latin yang berarti baik tulang kering dan seruling. Diperkirakan bahwa "tibia" mengacu pada baik tulang dan alat musik karena seruling pernah kuno dari tibia (hewan). fibula ini berjalan bersama tibia. Kata "fibula" adalah kata Latin yang menunjuk jepit atau bros. fibula itu disamakan dengan orang dahulu ke gesper memasangnya ke tibia membentuk bros. Proyeksi AP Ukuran kaset : 30 x 40 cm atau 35 x 43 cm memanjang dibagi 2 (Proyeksi AP dan Proyeksi Lateral) FFD : 90 cm CR : Tegak lurus bidang kaset CP : Pertengahan Os Cruris dengan batas atas knee joint dan batas bawah angkle joint Posisi pasien : - posisikan supine diatas meja pemeriksaan. - Atur tubuh pasien sehingga pelvis tidak rotasi. - Atur kaki sehingga condyles femoralis searah dengan kaset atau film dan vertical terhadap kaki. - Fleksikan pergelangan kaki sampai kaki berada dalam posisi vertical - Untuk tambahan, gunakan spon atau sandbag agar mencegah pergerakan pada objek - Lindungi gonat dengan menggunakan apron atau gonad shield

Kriteria gambaran - Gambaran memperlihatkan kedua persendian dalam satu film. (batas atas knee joint dan batas bawah angkle joint) - Kedua persendian tidak mengalami rotasi ( knee joint dan angkel joint ) - Artikulo tibia dan fibula tampak overleping sedang. - Detail dan softissue baik ( gambaran organ baik ) - Tampak marker R atau L pada sisi bawah film sebagai penanda objek sebelah kiri atau kanan - Tampak label sebagai penanda identitas pasien

Proyeksi Lateral Ukuran kaset : 30 x 40 cm atau 35 x 43 cm memanjang dibagi 2 (Proyeksi AP dan Proyeksi Lateral) FFD : 90 cm CR : Tegak lurus bidang kaset CP : Pertengahan Os Cruris dengan batas atas knee joint dan batas bawah angkle joint Posisi pasien : . .Gambaran memperlihatkan kedua persendian dalam satu film.Pasien posisikan supine diatas meja pemeriksaan lalu perlahan posisikan tubuh pasien pada posisi lateral atau sedikit oblique dengan kaki yang tidak diperiksa melangkahi kaki yang diperiksa.Lindungi area gonad pasien dengan menggunakan apron atau gonad shield. (batas atas knee joint dan batas bawah angkle joint) .Untuk tambahan.Tampak Artikulo tibia dan fibula pada posisi lateral dan sedikit overlaping . gunakan spon atau sandbag agar mencegah pergerakan pada objek . Kriteria gambar : .kedua sendi tercangkup dalam 1 film (knee joint dan angkle joint) .Detail dan softissue baik ( gambaran organ baik ) . dengan tujuan untuk mendapatkan os cruris yang true lateral dan kenyamanan pasien.

. Radiasi hambur yang dihasilkan akan tampak dalam fosfor imajing plate. Sehingga akan menyebabkan artefak pada kedua sisi film atau kaset.Tampak label sebagai penanda identitas pasien Catatan : jika dalam satu kaset digunakan dua gambaran. Agar tidak terkena radiasi hambur..Tampak marker R atau L pada sisi bawah film sebagai penanda objek sebelah kiri atau kanan . Sisi yang tidak terekspos harus ditutup dengan Pb. Contoh gambaran klinis fraktur dua gambar satu film.

com/2011/02/pemeriksaan-os-cruris-proyeksi-ap.blogspot.http://cafe-radiologi.html .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->