P. 1
makalah belajar dan pembelajaran

makalah belajar dan pembelajaran

|Views: 117|Likes:
Published by Ranty Fia Monisa

More info:

Published by: Ranty Fia Monisa on Sep 30, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/13/2012

pdf

text

original

B. EVALUASI HASIL BELAJAR 1.

Fungsi dan Tujuan Evaluasi Belajar Dari pengertian evaluasi kita dapat mengetahui bahwa evaluasi hasil belajar merupakan proses untuk menentukan nilai belajar siswa melalui kegiatan penilaian dan atau pengukuran hasil belajar. Tujuan utamanya adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan yang dicapai oleh siswa setelah mengikuti suatu kegiatan pembelajaran, dimana tingkat keberhasilan tersebut kemudian ditandai dengan skala nilai berupa huruf atau kata atau simbol. Hasil dari kegiatan evaluasi hasil belajar pada akhirnya difungsikan dan ditujukan untuk keperluan berikut : i. Untuk diagnostik dan pengembangan, maksudnya penggunaan hasil dari kegiatan evaluasi hasil belajar sebagai dasar pendiagnosisan kelemahan dan keunggulan siswa beserta sebab-sebabnya (Arikunto, 1990: 10; Nurkancana, 1986: 4) ii. Untuk seleksi, maksudnya untuk menentukan siswa-siswa yang paling cocok untuk jenis jabatan atau jenis pendidikan tertentu (Arikunto, 1990: 10; Nurkancana, 1986: 56) iii. Untuk kenaikan kelas, menentukan apakah seorang siswa dapat dinaikkan ke kelas yang lebih tinggi atau tidak. iv. Untuk penempatan, maksudnya agar siswa dapat berkembang sesuai dengan tingkat kemampuan dan potensi yang mereka miliki. 2. Sasaran Evaluasi Hasil Belajar Evaluasi belajar memiliki sasaran berupa ranah-ranah yang terkandung dalam tujuan. Ranah tujuan berdasarkan hasil belajar siswa dapat diklasifikasikan menjadi tiga, yakni : 1) Ranah Kognitif Tujuan ranah kognitif berhubungan dengan ingatan atau pengenalan terhadap pengetahuan dan informasi, serta pengembangan keterampilan intelektual (Jarolimek dan Foster, 1981: 148). Taksonomi tujuan ranah kognitif digolongkan menjadi 6 oleh Bloom, yaitu : i) Pengetahuan, yaitu berupa pengenalan dan pengingatan kembali terhadap pengetahuan tentang fakta, istilah dan prinsip-prinsip dalam bentuk seperti dipelajari (Davies, 1986: 99) ii) Pemahaman, yaitu berupa kemampuan memahami/mengerti tentang isi pelajaran yang dipelajari tanpa perlu menghubungkannya dengan isi pelajaran lainnya. (Davies, 1986: 100) iii) Penggunaan atau penerapan, merupakan kemampuan menggunakan generalisasi atau abstraksi lainnya sesuai dalam situasi konkret dan atau situasi baru. (Davies, 1986: 100) iv) Analisis, merupakan kemampuan menjabarkan isi pelajaran ke bagian-bagian yang menjadi unsur pokok. v) Sintesis, merupakan kemampuan menggabungkan unsur-unsur pokok ke dalam struktur yang baru. (Davies, 1986: 100)

vi) Evaluasi. nilai. dan emosi (Davies. 3) Ranah Psikomotorik Tujuan ranah psikomotorik berhubungan dengan keterampilan motorik. 1984: 59) ii) Ketepatan gerakan yang dikoordinasikan. . 1986: 100) 2) Ranah Afektif Tujuan ranah afektif berhubungan dengan hierarki perhatian. merupakan kemampuan gerakan tubuh yang menekankan kepada kekuatan. dan ketepatan tubuh yang mencolok (Gage dan Berliner. 1986: 97. Taksonomi ranah afektif adalah sebagai berikut: i) Menerima. 1986: 97) taksonomi ranah psikomotorik sebagai berikut : i) Gerakan tubuh yang mencolok. merupakan kemampuan yang berhubungan dengan komunikasi secara lisan (Gage dan Berliner. 1984: 59) iv) Kemampuan berbicara. merupakan kemampuan untuk membentuk suatu sistem nilai bagi dirinya berdasarkan nilai-nilai yang dipercaya (Davies. perasaan. iv) Mengorganisasi. 1986: 99). 1981: 148). Tahapan prosedur evaluasi belajar yang perlu dilalui seorang penilai meliputi: persiapan. yaitu berupa kesengajaan untuk menanggapi stimulan dan merasa terikat serta aktif memperhatikan (Davies. kecepatan. penyusunan alat ukur. 1986: 99). Jarolimek dan Foster. 1986: 99) v) Karakterisasi. 1986: 99). merupakan kemampuan mengadakan komunikasi tanpa kata (Gage dan Berliner. Prosedur Evaluasi Hasil Belajar Evaluasi hasil belajar merupakan suatu proses yang sistematis. 1984: 59) iii) Perangkat komunikasi nonverbal. ii) Merespon. iii) Menilai. (Davies. yaitu berupa perhatian terhadap stimulasi secara pasif yang meningkat secara lebih aktif (Davies. merupakan kemampuan menilai gejala atau kegiatan sehingga dengan sengaja merespon lebih lanjut untuk mencari jalan bagaimana dapat mengambil bagian atas apa yang terjadi (Davies. sikap. telinga dan badan (Gage dan Berliner. penghargaan. merupakan kemampuan untuk mengkonseptualisasikan masingmasing nilai waktu merespon dengan jalan mengidentifikasikan karateristik nilai atau membuat pertimbangan-pertimbangan (Davies. merupakan kemampuan menilai isi pelajaran untuk suatu maksud atau tujuan tertentu. merupakan keterampilan yang berhubungan dengan urutan atau pola dari gerakan yang dikoordinasikan. biasanya berhubungan dengan gerakan mata. manipulasi benda atau kegiatan yang memerlukan koordinasi syaraf dan kondisi badan (Davies. 1986: 99). 1984: 59) 3.

Menggambarkan informasi yang dibutuhkan merupakan kegiatan yang berikutnya dalam persiapan evaluasi hasil belajar. Langkah terakhir adalah menetapkan informasi yang sudah tersedia. Bentuk. tentunya kita memerlukan instrument atau alat yang akan kita gunakan untuk mengumpulkan informasi atau data yang kita butuhkan. maka evaluasi belajar juga di awali dengan persiapan. Pada tahap ini. yakni: i) Menetapkan pertimbangan dan keputusan yang dibutuhkan ii) Menggambarkan informasi yang dibutuhkan iii) Menetapkan informasi yang sudah tersedia Menetapkan pertimbangan dan keputusan yang akan dibuat yakni suatu kegiatan yang dilakukan oleh seorang evaluator untuk mendeskripsikan pertimbangan dan keputusan yang sekiranya akan dibuat dari hasil evaluasi. b. dan penggunaan hasil evaluasi. yakni menetapkan informasi yang sudah tersedia pada sumber-sumber informasi yang digunakan. Prosedur yang perlu ditempuh untuk menyusun alat penilaian tes adalah sebagai berikut: i) Menentukan bentuk tes yang akan disusun. Terdapat tiga kegiatan yang harus dilakukan evaluator. bentuknya ada 2 yakni tes objektif dan tes essai. pengolahan hasil pengukuran.pelaksanaan pengukuran. Penyusunan Instrumen Evaluasi Untuk melaksanakan evaluasi hasil belajar. penafsiran hasil pengukuran dan pelaporan. Persiapan Setiap kegiatan atau tindakan kependidikan selalu diawali dengan perencanaan atau persiapan. a.bentuk tes objektif antara lain: . yakni kegiatan yang dilaksanakan evaluator untuk memilih dan menentukan bentuk tes yang akan disusun dan digunakan sesuai dengan kebutuhan. evaluator mendeskripsikan segala informasi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan atau sasaran evaluasi hasil belajar. Yang dimaksud tes objektif adalah tes yang terdiri dari butir-butir soal yang dapat di jawab dengan memilih salah satu alternative yang benar dari sejumlah alternative yang tersedia atau dengan mengisi jawaban yang benar dengan beberapa perkataan atau symbol.

. yakni kegiatan yang dilaksanakan evaluator untuk membuat suatu table yang memuat tentang perincian aspek isi dan aspek perilaku beserta imbangan atau proporsi yang dikehendakinya. ii) Membuat kisi-kisi butir soal.1) Tes benar-salah (pertimbangan pernyataan benar atau salah) 2) Tes pilihan ganda (pilihan yang satu benar sedangkan yang lainnya salah) 3) Tes menjodohkan (satu premis terhadap satu daftar jawaban yang sesuai) 4) Tes melengkapi (kalimat pernyataan yang belum sempurna) Sedangkan tes subjektif atau esai merupakan bentuk tes yang terdiri dari suatu pertanyaan atau perintah yang memerlukan jawaban bersifat pembahasan atau uraian kata-kata yang relative panjang.

atau supervisor menilai guru. dan jenis pendidikan sebagai bentuk pertanggungjawaban penyelenggaraan pendidikan. seperti konsultan yang .evaluasi itu adalah menilai.20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab I Pasal 1 ayat 21 dijelaskan bahwa evaluasi pendidikan adalah kegiatan pengendalian. Dalam PP.19/2005 tentang Standar Nasional Pendidikan Bab I pasal 1 ayat 17 dikemukakan bahwa “penilaian adalah proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik”. jenjang. Dalam UU No.jadi bagaimNA dalam proses belajar mengajar.seperti yang kita ketahui. Adapun perbedaannya terletak pada konteks penggunaannya. Baik guru maupun supervisor adalah orang-orang yang menjadi bagian dari sistem pendidikan. penjaminan. 3. Penilaian (assessment) digunakan dalam konteks yang lebih sempit dan biasanya dilaksanakan secara internal.apakah ada perbedaan atw persamaan dalam penilaian pengertian evaluasi dan penilaian?? Evaluasi 1. dan penetapan mutu pendidikan terhadap berbagai komponen pendidikan pada setiap jalur. seperti guru menilai hasil belajar murid. 2. Ditjen Dikdasmen Depdiknas (2003 : 1) secara eksplisit mengemukakan bahwa antara evaluasi dan penilaian mempunyai persamaan dan perbedaan. Persamaannya adalah keduanya mempunyai pengertian menilai atau menentukan nilai sesuatu. Adapun evaluasi digunakan dalam konteks yang lebih luas dan biasanya dilaksanakan secara eksternal.1. yakni oleh orang-orang yang menjadi bagian atau terlibat dalam sistem yang bersangkutan.

1991). komprehensif. 5. Prinsip-prinsip Pelaksanaan Evaluasi Prinsip-prinsip umum evaluasi adalah : kontinuitas. akuntabilitas. Di samping itu. Dengan demikian. mendidik. Ruang Lingkup Evaluasi Pembelajaran . evaluasi juga harus memperhatikan prinsip keterpaduan. dan prinsip diskriminalitas. evaluasi dan penilaian berkenaan dengan kualitas daripada sesuatu. prinsip berorientasi kepada kompetensi dan kecakapan hidup. evaluasi pembelajaran hendaknya (a) dirancang sedemikian rupa. dan praktis. (c) agar hasilnya objektif. Tes adalah alat atau cara yang sistematis untuk mengukur suatu sampel perilaku. Hopkins dan Antes (1990) mengartikan pengukuran sebagai “suatu proses yang menghasilkan gambaran berupa angka-angka berdasarkan hasil pengamatan mengenai beberapa ciri (atribute) tentang suatu objek. objektivitas. maka di dalam tes terdapat berbagai item atau serangkaian tugas yang harus dikerjakan atau dijawab oleh peserta didik. baik pada level terbatas maupun pada level yang luas. orang atau peristiwa”.disewa untuk mengevaluasi suatu program. D. (d) diikuti dengan tindak lanjut. Tes yang baik adalah tes yang memenuhi persyaratan validitas (ketepatan/kesahihan) dan reliabilitas(ketetapan/keajegan). alat evaluasi dan interpretasi hasil evaluasi. materi yang akan dievaluasi. Dengan demikian. Istilah pengukuran (measurement) mengandung arti “the act or process of ascertaining the extent or quantity of something” (Wand and Brown dalam Zainal Arifin. kooperatif. 4. prinsip koherensi. sedangkan pengukuran berkenaan dengan kuantitas (yang menunjukkan angka-angka) daripada sesuatu. (b) menjadi bagian integral dari proses pembelajaran. Sebagai suatu alat ukur. sehingga jelas abilitas yang harus dievaluasi. baik dalam tes maupun nontes. prinsip belajar aktif. dalam proses pengukuran diperlukan alat ukur yang standar. evaluasi harus menggunakan berbagai alat (instrumen) dan sifatnya komprehensif. Oleh karena itu.

Jenis-jenis kecakapan hidup yang perlu dinilai antara lain : . keterampilan. Kompetensi dasar pada hakikatnya adalah pengetahuan. kompetensi rumpun pelajaran pada hakikatnya merupakan pengetahuan. Kompetensi lintas kurikulum pada hakikatnya merupakan pengetahuan. sikap dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak setelah peserta didik menyelesaikan suatu aspek atau subjek mata pelajaran tertentu. sikap dan nilai-nilai yang direfeksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak yang seharusnya dicapai oleh peserta didik setelah menyelesaikan rumpun pelajaran tersebut. Kecakapan hidup yang dimiliki peserta didik melalui berbagai pengalaman belajar ini. Penilaian ketercapaian kompetensi lintas kurikulum ini dilakukan terhadap hasil belajar dari setiap rumpun pelajaran dalam kurikulum. kompetensi rumpun pelajaran dan kompetensi tamatan melalui berbagai pengalaman belajar juga memberikan efek positif (nurturan effects) dalam bentuk kecakapan hidup (life skills). sikap dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak setelah peserta didik menyelesaikan jenjang tertentu. Kompetensi tamatan merupakan pengetahuan. Penilaian Kompetensi Rumpun Pelajaran. 3. 5. keterampilan. sekolah dan masyarakat. sikap dan nilai-nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak yang mencakup kecakapan belajar sepanjang hayat dan kecakapan hidup yang harus dicapai oleh peserta didik melalui pengalaman belajar secara berkesinambungan. Kompetensi lintas kurikulum merupakan kompetensi yang harus dicapai melalui seluruh rumpun pelajaran dalam kurikulum. 2. Penilaian Terhadap Pencapaian Keterampilan Hidup. ruang lingkup evaluasi pembelajaran dalam perspektif penilaian berbasis kelas adalah : 1. Penguasaan berbagai kompetensi dasar. Rumpun pelajaran merupakan kumpulan dari mata pelajaran atau disiplin ilmu yang lebih spesifik. keterampilan. juga perlu dinilai sejauhmana kesesuaiannya dengan kebutuhan mereka untuk dapat bertahan dan berkembang dalam kehidupannya di lingkungan keluarga. kompetensi lintas kurikulum.Sesuai dengan petunjuk pengembangan kurikulum berbasis kompetensi yang dikeluarkan oleh Departemen Pendidikan Nasional. keterampilan. Penilaian Kompetensi Lintas Kurikulum. Penilaian kompetensi dasar mata pelajaran. 4. Penilaian Kompetensi Tamatan. Dengan demikian.

Laporan kepada orang tua / wali siswa. penyembuhan atau penyelesaian berbagai kesulitan belajar siswa). prosedur untuk mengerjakan suatu tugas. yang pada gilirannya dapat digunakan untuk memperbaiki proses belajar mengajar dan program remdial bagi siswa. 4. placement .. Evaluasi mempunyai fungsi : Kurikuler (alat pengukur ketercapaian tujuan mata pelajaran). yakni berfungsi sebagai masukan bagi tugas Bimbingan dan Penyuluhan (BP). Keterampilan berpikir rasional : berpikir kritis dan logis. keterampilan mencipta produk dengan menggunakan konsep. Keterampilan diri (keterampilan personal) : penghayatan diri sebagai makhluk Tuhan YME. berpikir sistematis. fisik dan lingkungan) yang berguna baik bagi penempatan maupun penentuan sebab-sebab kesulitan belajar para siswa. 2. motivasi berprestasi. dan melaporkan hasil penelitian ilmiah. baik berupa proses maupun produk. kolaborasi. model. Berfungsi sebagai : a. Keterampilan sosial : keterampilan berkomunikasi lisan dan tertulis. b. minat dan berbagai karakteristik yang dimiliki. dan mandiri. Penentuan kelulusan siswa. keterampilan mentransfer dan mengaplikasikan hasil-hasil penelitian untuk memecahkan masalah. prinsip. b. keterampilan bekerjasama. Keterampilan vokasional : keterampilan menemukan algoritma. d. 3. keterampilan mempengaruhi orang lain. Menentukan angka kemajuan atau hasil belajar pada siswa. Penempatan siswa ke dalam situasi belajar mengajar yang tepat dan serasi dengan tingkat kemampuan. bahan dan alat yang telah dipelajari. Keterampilan akademik : keterampilan merancang. percaya diri. diagnostik (mengetahui kelemahan siswa. keterampilan melaksanakan prosedur. lobi. evaluasi pembelajaran memilki berbagai tujuan diantaranya adalah untuk : 1.a. instruksional (alat ukur ketercapaian tujuan proses belajar mengajar). c. komitmen. Sebagai umpan balik bagi guru. terampil menyusun rencana dan memecahkan masalah secara sistematis. melaksanakan. Penentuan kenaikan kelas c. e. keterampilan membuat karya tulis ilmiah. Mengenal latar belakang siswa (psikologis. keterampilan mengelola konflik. keterampilan berpartisipasi.

guru hendaknya menjadi seorang evaluator yang baik. serta kemampuannya) dan administratif BP (pendataan berbagai permasalahan yang dihadapi siswa dan alternatif bimbingan dan penyuluhanya). dan ada juga pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Dalam fungsinya sebagai penilai hasil belajar siswa. Informasi yang diperoleh melalui evaluasi ini merupakan umpan balik (feed back) terhadap proses belajar mengajar. Kadang-kadang hasil yang dicapai dibawah standar atau di bawah rata-rata.(penempatan siswa sesuai dengan bakat dan minatnya. karena keterbatasan waktu. guru dapat mengetahui apakah proses belajar yang dilakukan cukup efektif memberikan hasil yang baik dan memuaskan atau sebaliknya. kita akan mengetahui bahwa setiap jenis atau bentuk pendidikan pada waktu-waktu tertentu selama satu periode pendidikan. menurut mereka lebih baik menjelaskan semua materi pelajaran sampai tuntas untuk satu . Dengan menelaah pencapaian tujuan pengajaran. karena dengan penilaian guru dapat mengetahui prestasi yang dicapai oleh siswa setelah ia melaksanakan proses belajar. guru hendaknya terus menerus mengikuti hasil belajar yang telah dicapai oleh siswa dari waktu ke waktu. KEGAGALAN GURU DALAM MELAKUKAN EVALUASI SETIAP AKHIR PROSES PEMBELAJARAN DALAM KELAS Kalau kita perhatikan dunia pendidikan. Pada mata pelajaran yang lainnya kadang dilaksanakan pada akhir pelajaran. Semua pertanyaan tersebut akan dapat dijawab melalui kegiatan evaluasi atau penilaian. Dengan demikian proses belajar mengajar akan terus dapat ditingkatkan untuk memperoleh hasil yang optimal. Artinya pada waktu-waktu tertentu selama satu periode pendidikan. Jadi jelaslah bahwa guru hendaknya mampu dan terampil melaksanakan penilaian. Demikian pula dalam satu kali proses pembelajaran. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah tujuan yang telah dirumuskan itu tercapai atau belum. Namun hasil yang diperoleh kadang-kadang kurang memuaskan. selalu mengadakan penilaian terhadap hasil yang telah dicapai. dan apakah materi pelajaran yang diajarkan sudah tepat. Umpan balik ini akan dijadikan titik tolak untuk memperbaiki dan meningkatkan proses belajar mengajar selanjutnya. Khusus untuk mata pelajaran matematika hampir semua guru telah melaksanakan evaluasi di akhir proses belajar mengajar di dalam kelas. Tetapi ada juga guru yang enggan melaksanakan evaluasi di akhir pelajaran. selalu mengadakan evaluasi. Kapan waktu pelaksanaan evaluasi tersebut tidak menjadi masalah bagi guru yang penting dalam satu kali pertemuan ia telah melaksanakan penilaian terhadap siswa di kelas. baik oleh pihak terdidik maupun oleh pendidik.

Kegiatan dirasakan lebih praktis bagi guru. Ada juga guru yang berpendapat. mengajar. karena guru tidak usah bersusah payah mengoreksi hasil evaluasi anak. mau ia laksanakan evaluasi di akhir pelajaran atau tidak itu urusannya. . Yang jelas pada akhir semester ia telah mencapai target kurikulum. yang jelas setiap guru yang paham dengan tujuan dan manfaat dari evaluasi atau penialaian tersebut. dan pada pertemuan berikutnya di awal pelajaran siswa diberi tugas atau soal-soal yang berhubungan dengan materi tersebut. anak yang kurang dan beberapa orang anak yang sedang kemampuannya utnuk menjawab beberapa pertanyaan atau soal yang berhubungan dengan materi pelajaran itu. ia tidak bisa menjawab dengan tepat karena rasa gugupnya itu. Tetapi kegiatan ini mempunyai kelemahan yaitu anak yang suka gugup walaupun ia mengetahui jawaban dari soal tersebut.kali pertemuan. bahwa penilaian di akhir pelajaran tidak mutlak dengan tes tertulis. Cara mana yang akan digunakan oleh guru untuk evaluasi tidak usah dipermasalahkan. Dan kelemahan lain tes lisan terlalu banyak memakan waktu dan guru harus punya banyak persediaan soal. Karena ada juga guru yang tidak mengiraukan tentang kegiatan ini. Tetapi ada juga guru yang mewakilkan beberapa orang anak yang pandai. yang penting ia masuk kelas. Bisa juga dengan tes lisan atau tanya jawab.

Tentu saja di akhir pelajaran mareka kewalahan menjawab pertanyaan atau tidak mampu mengerjakan tugas yang diberikan. Guru kurang mampu memotivasi anak dalam belajar sehingga dalam menyampaikan materi pelajaran. Guru menyamaratkan kemampuan anak di dalam menyerap pelajaran. Guru yang kurang tangkap tidak mengetahui bahwa ada anak didinya yang daya serapnya di bawah rata-rata mengalami kesulitan dalam belajar. hal ini dikarenakan suasana kelas yang tidak menunjang membuat anak yang betul-betul ingin belajar menjadi terganggu. Setiap anak didik mempunyai kemampuan yang berbeda dalam menyerap materi pelajaran. Dan akhirnya nilai yang diperoleh jauh dari apa yang diharapkan. 5. Kebiasaan guru yang tidak mempergunakan alat peraga memaksa anak untuk berpikir verbal sehingga membuat anak sulit dalam memahami pelajaran dan otomatis dalam evaluasi di akhir pelajaran nilai anak menjadi jatuh. anak kurang menaruh perhatian terhadap materi yang disampaikan oleh guru. Sehingga dalam menyampaikan materi pelajaran kepada anak kalimatnya sering terputus-putus ataupun berbelit-belit yang menyebabkan anak menjadi bingung dan sukar mencerna apa yang disampaikan oleh guru tersebut. 4. Waktu yang tertulis dalam jadwal pelajaran. Kalau anak yang memperoleh nilai dibawah 6 mencapai 50% dari jumlah anak. tidak sesuai dengan praktek . 6. sehingga sukar dipahami oleh anak. sehingga ilmu yang terkandung di dalam materi yang disampaikan itu berlalu begitu saja tanpa ada perhatian khusus dari anak didik. Guru enggan mempergunakan alat peraga dalam mengajar. Selama ini guru mengadakan penilaian hanya untuk mencari angka atau nilai untuk anak didik. Apa penyebab hal ini bisa terjadi ? Jwb: Guru kurang menguasi materi pelajaran. hal ini sudah merupakan kegagalan guru dalam melaksanakan evaluasi di akhir pelajaran. Guru kurang menguasai kelas. maka guru menganggap bahwa anak didiklah yang gagal dalam menyerap materi pelajaran atau materi pelajaran terlalu berat. Guru kurang disiplin dalam mengatur waktu. Guru yang kurang mampu menguasai kelas mendapat hambatan dalam menyampaikan materi pelajaran. 3.3. 2. Apabila anak banyak memperoleh nilai dibawah 6 (enam).

Program ini dilakukan setelah peserta didik setelah peserta didik mengikuti tes atau ujian kompetensi tertentu. waktu untuk kegiatan proses dan ketentuan waktu untuk akhir pelajaran. antara lain: . 7. tetapi waktu istirahat dan jam pulang selalu tepat atau tidak pernah telat. Adapun langkah-langkah yang dapat dilakuakan dalam melaksanakan pembelajaran remedi. Dalam tes lisan di akhir pelajaran.. apabila peserta yang sudah melakukan program remedial sebanyak dua kali namun nilainya masih di bawah standart nimimum. 10. Guru tidak mempunyai kemajuan untuk nemambah atau menimba ilmu misalnya membaca buku atau bertukar pikiran dengan rekan guru yang lebih senior dan profesional guna menambah wawasannya. yang disertai dengan ketentuan-ketentuan waktu untuk mengawali pelajaran.pelaksanaannya. Guru enggan membuat persiapan mengajar atau setidaknya menyusun langkahlangkah dalam mengajar. 9. Waktu untuk memulai pelajaran selalu telat. maka penanganannya harus melibatkan orang tua atau wali murid. Bagaimaan dengan sisiwa yang gagal dalam melaksanakan evaluasi hasil belajar yang dilakukan olh guru? Merancang program pembelajaran remidi (perbaikan). sehingga murid kurang memahami tentang apa yang dimaksud oleh guru. 8. guru kurang trampil mengajukan pertanyaan kepada murid. Prigram pembelajaran remidi diberikan hanya untuk kompetensi tertentu yang belum dikuasai oleh peserta didik. Dan program ini hanya dilakukan maksimal dua kali. Guru selalu mengutamakan pencapaian target kurikulum. Guru jarang memperhatikan atau menganalisa berapa persen daya serap anak terhadap materi pelajaran tersebut 4. tetapi peserta didik tersebut mendapatkan sekor nilai di bawah standar minimal yang telah ditetapkan.

Merancang motivasi belajar siswa dan lainnya. f. Kemudian model pembelajaran remedi itu ada tiga. memilih pendekatan. c. d. yaitu dengan memperbaiki rencana pembelajaran yang telah ada dan beberapa komponen perlu disesuaikan dengan hasil analisis kebutuhan siswa. b. metode/teknik dan bahan. Melakukan pepembelajaran. Menyusun rencana pembelajaran. c. Dilaksanakan dengan melibatkan beberapa guru (team). Melaksanakan pembelajaran. Menyiapkan perangkat. misalkan berbagai soal LKS.a. Analisis kebutuhan. Dilaksanakan sebelum atau sesudah jam pelajaran sekolah. yaitu dengan merancang rencana pembelajaran dengan kegiatan merancang belajar bermakna. yaitu: a. yaitu dengan memberikan arahan jelas serta meningkatkanilaian. kegiatan yang dilakukan adalah dengan identifikasi kesulitan dan kebutuhan siswa. e. . Dilaksanakan dengan jalan mengambil beberapa siswa yang membutuhkan remidi darin kelas biasa (regular) ke kelas remedial. b.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->