AKADEMI TEKNIK SOROAKO

MAKALAH KEWARGANEGARAAN

HUMANIORA

OLEH
NAMA NIM KELAS SPESIALISASI : RIDWAN : 210018 :IA : PERAWATAN MEKANIK

Tahun Akademik 2010/2011
Jl. Soemantri Brojonegoro No. 1 Soroako Sulawesi Selatan - Indonesia Tlp. (021) 5249100 Ext. 3803

HUMANIORA

KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kepada Allah SWT karena atas karunia-Nya makalah ini dapat penulis selesaikan. Adapun judul makalah ini adalah, “Humaniora”.

Penulis menyadari bahwa untuk menyelesaikan makalah ini diperlukan proses perjuangan dan ketekunan. Dalam proses penyusunan makalah ini penulis tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak lain. Untuk itulah perkenankan penulis pada kesempatan ini untuk mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat Bapak Haryo Wijayanto selaku dosen yang telah membimbing penulis, kepada teman-teman, dan kepada berbaga pihak yang terkait.

Doa penulis semoga segala bantuan dari semua pihak yang telah membantu penulis mendapatkan berkat dari Tuhan Yang Maha Esa.Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan karena keterbatasan penulis. Untuk itu penulis menerima kritik dan saran yang bersifat membangun untuk penyempurnaan makalah ini. Akhir kata semoga makalah ini memberi manfaat bagi yang membacanya.

Sorowako, 13 Juli 2011 Penulis

Ridwan

ii

................................. I...................................................................................................................5 Metode Pengumpulan Data ...................2 Sejarah Humniora ............................ 22 IV...........HUMANIORA DAFTAR ISI COVER ....................................................................................................................................... 20 BAB IV PENUTUP .............................................................................................................. II.......................1 Etika ......................................... 11 III.......................................................................................................................................1 Defenisi Umum .....6 Sistematika Penulisan ................1 Latar Belakang ..................................................................................................................................... I................................................................................................................................................................................ 1 1 2 2 2 2 3 4 4 6 7 BAB III PEMBAHASAN ...........................................2 Retorika .......................... BAB II TINJAUAN PUSTAKA ..............................................4 Logika .................................................... 16 III.............................................................................. I.................3 Kegunaan Penulisan .................................. II.............. I......................................... KATA PENGANTAR ...........2 Saran ... I..............................1 Kesimpulan ................................................. II.................................................................................................................................. iii BAB I PENDAHULUAN .................................................................................................... 11 III..4 Cakupan Masalah ................................................................................................................................................... 24 iii .................................3 Estetika ........................... 22 IV.........................................................................................................................................3 Bidang – bidang Humaniora ............................. I.............................................................................................................................. 19 III.................................................................................................... i ii DAFTAR ISI..... 23 DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................2 Tujuan Penulisan .........................................................................................

aritmatika. (J. dan peningkatan martabat kemanusiaan dan lebih berfungsi normatif dari pada deskriptif. Nano. Ilmu Humaniora akan menghasilkan interpretasi-interpretasi yang memungkinkan adanya suatu orientasi bagi tindakan manusia dalam kehidupan bersama Mahasiswa harus memiliki kematangan baik intelektual maupun emosional (J. handphone. teknologi kloning yang memanipulasi Gen. Dari trivium berkembang menjadi quadrivium : geometri. kedua tujuan pendidikan liberal (pengembangan intelektual & keterampilan). (M.Drost 2002 : 2).T. Penomorduaan terhadap ilmu humaniora dalam berbagai aktivitas ilmiah bahkan dalam bentuk pengakuan atau opini masyarakat (IPA Vs IPS).Ilmuwan mampu mengatur kedudukan atom-atom yang membentuk molekul-molekul dan penjajagan manusia untuk membuat struktur kehidupan baru diruang angkasa (planet Mars). perasaan. Gellius mengidentikkan humanitas dengan Paideia (bahasa yunani yaitu pendidikan yang bertujuan mempersiapkan orang menjadi manusia dan warga negara bebas). Hasil perkembangan ilmu humaniora tidak optimal disebabkan karena beberapa faktor. & retorika. bioteknologi. pertama mengacu kepada perasaan kemanusiaan & tingkah laku. dan Terraformasi. Pada zaman modern pengertian humanitas berkembang menjadi dua makna khusus. pertanaian. Awal abad ke-21 ini dunia dikuasai 4 bidang teknologi yaitu : Informasi. musik & astronomi. yang memudahkan penyampaian dan penerimaan informasi dlm akselerasi yang luar biasa. dan bermanfaat. antara lain masih kuatnya pengaruh positivistik dalam dunia akademik. terkait dengan pemanfaatan di bidang peternakan.Drost).HUMANIORA BAB I PENDAHULUAN I. logika. terkait dengan kemajuan dibidang pertelevisian. Bioteknologi. terukur. internet. sehingga ukuran ilmiah selalu diperlakukan seragam yakni eksak. Gagap teknologi (Gatek) 1 .Informasi.1 Latar Belakang Humaniora berasal dari program pendidikan Cicero yaitu “Humanitas” yang bertujuan menjadikan orator yang andal (Woodhouse 2002:1) humanitas berarti kualitas. Zen pakar teknologi Indonesia). kedokteran. Humaniora menjadikan manusia (humanus) lebih manusia (humanior) terdiri dari 3 bidang (trivium) : gramatika.

I. agar data-data yang didapat lebih komplit dan sesuai dengan informasi yang di inginkan 2 .HUMANIORA dipandang lebih memalukan dari pada gagap budaya (Gaya) & Gagap Kemanusiaan. SDM yang menggeluti Ilmu Humaniora kurang serius dan hanya dijadikan aktivitas sambilan. Rendah diri yang menghinggapi kalangan ilmuwan di bidang humaniora.2 Tujuan Penulisan Dalam pembuatan makalah ini tentunya penulis mempunyai beberapa tujuan. beberapa tujuan penulis adalah :  Mengetahui cara beretika  Mengetahui cara berestetika  Mengetahui cara berlogika  Mengetahui cara berretorika dengan baik dan benar. I. berlogika. Ilmu humaniora kurang dilibatkan sebagai mitra dialog/mitra riset iptek.4 Cakupan Masalah Karena dalam pembuatan makalah ini penulis hanya mendapatkan sedikit informasi dan tentunya karena keterbatasan penulis dalam makalah ini penulis membatasi masalah yaitu hanya membahas tentang cara – cara beretika.3 Kegunaan Penulisan Kegunaan dari makalah ini adalah untuk menjadi pedoman pembelajaran tentang kewarganegaraan khususnya humaniora sehingga dapat menambah pengetahuan pembaca dan penulis tentang humaniora. I. Rendahnya dukungan pemerintah terhadap riset ilmu humaniora dibandingkan ilmu eksak.5 Metode Pengumpulan Data Dalam penyusunan makalah ini penulis menggunakan metode pengumpulan data. berretorika dalam humaniora. Lemahnya aspek metodologi yang dikuasai para empu ilmu humaniora sehingga kurang kena sasaran. berestetika. I.

metode pengumpulan data serta sistematika penulisan. dan logika BAB IV PENUTUP.HUMANIORA pembaca. dan bidang – bidang humaniora BAB III PEMBAHASAN. dalam bab ini berisi tentang latar belakang . metode yang digunakan adalah metode pustaka. BAB II TINJAUAN PUSTAKA. estetika. pembatasan masalah. 3 . berisi tentang defenisi umum. retorika. I. sejarah humaniora. dalam bab ini berisi tentang kesimpulan dan saran. tujuan dan kegunaan. yaitu metode pengumpulan data dengan melakukan pengambilan data dari situs internet.6 Sistematika Penulisan Dalam penulisan karya tulis ini penulis menggunakan sistematika sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN. berisi tentang etika.

Agama/kepercayaan kepada Tuhan. humanisme. misalnya oleh Riyadi DS. Bahasa Indonesia. (2005). sejak William Caxton (1422-1491) tidak dimasukkan dalam kajian humaniora (Morris. Yunani dan Romawi kuno. budaya. humanis. maka humanitas (Latin) berarti bahasa dan literatur (termasuk filsafat. Sedang kata humanitas (kb) diartikan sebagai kodrat manusia atau perikemanusiaan (Fajri dan Senja). sejarah. humanitarian. juga kemudian. Encycl Brit 1973) 4 . cenderung lebih menggunakan kata humaniora daripada humanitas. yang membangkitkan minat kepada manusia. sastra. makhluk dengan derajat tertinggi. faculty. dengan …tas. Perlu dicatat juga terdapat penggunaan kata humaniora sebagai padanan dari humanisme. humaniora bangkit berbarengan dengan renaisans. Humaniora maupun humanitas. tidak termasuk di dalamnya ilmu (science) seperti biologi dan ilmu politik. dan sastra). yang berarti mankind. ilmu pidato. kita mengenal istilah humaniora (Latin). manusia. yang menerjemahkan kata-kata Inggris dengan suku kata akhir ty. tetapi dari bahasa Latin humaniores. yang menjadi universitas dan fakultas. seperti filsafat.HUMANIORA BAB II TINJAUAN PUSTAKA II. atau Literae Humaniores. misalnya university. Studi tentang bahasa-bahasa dan sastra klasik Yunani dan Romawi 2. Selanjutnya dalam tulisan ini dipakai kata humaniora dan bukan humanitas. 1981. humanitarianisme. Sebagai gerakan. Hal ini menunjukkan bahwa humaniora bukan terjemahan dari humanity (Inggris). Humaniora dapat berarti : 1. kebijaksanaan dan ekspresi. dan seni. misalnya dalam Literae Humanitates. sesudah ditemukannya kembali pustaka dan peradaban Yunani/Romawi kuno. dan lain-lain. yang semuanya berasal dari kata human. kedua-duanya dipergunakan dalam bahasa Latin/Yunani. Oleh karena literatur Yunani/Latin adalah sumber utama dari pengetahuan. humanities (Inggris). Cabang pengetahuan yang mempelajari manusia dan budayanya. dan karyanya.1 Defenisi Umum Secara bahasa.

makhluk berderajat tinggi Filsafat atau sikap yang menaruh perhatian terhadap manusia. proses yang menghasilkan kualifikasi tersebut. ajaran tentang kesopanan dan budaya Gerakan/budaya dan intelektual yang terjadi pada masa renaisans Humanis o Orang yang mengkaji humaniora. filantropis  Humanitarianisme o o Pandangan. Humaniora juga mempunyai konotasi budaya intelektual. bahwa satu-satunya kewajiban moral manusia adalah bekerja untuk kesejahteraan kemanusiaan yang lebih baik (berdekatan dengan pengertian etik) o Keyakinan bahwa kondisi manusia dapat mencapai kesempurnaan dengan upayanya sendiri. terutama mahasiswa tentang masalah-masalah klasik o Orang yang menaruh perhatian kepada kajian tentang upaya dan kemampuan/pencapaian manusia 5 . perasaan dan kecenderungan. atau bar-bar. adalah sebagai berikut:  Humanitarian (kata sifat) o Memfokuskan pada kebutuhan manusia dan menghilangkan/mengangkat penderitaan manusia o Berkaitan dengan pengabdian pada usaha-usaha kesejahteraan manusia dan dorongan untuk perubahan masyarakat (social reform) = phylantopist. dasar-dasar. Istilah inhumanitas diartikan sebagai not civilized.HUMANIORA 3. bukan saja deskriptif tetapi juga normatif. pelatihan. Dalam kaitan ini humaniora mempunyai konotasi perasaan dan perilaku manusia sebagai gentleman. tidak berbudaya. humaniora adalah kualitas. orang yang berbudi luhur dan sifat-sifat luhur yang melekat dengannya. Kata-kata yang berdekatan dengan humaniora. Dalam arti yang paling umum. tanpa Tuhan  Humanisme o o Keadaan atau kondisi atau kualitas sebagai manusia. bahkan sering disama artikan. perhatian dan pencapaiannya o o  Studi humaniora. metoda dari humanitarian = filantropi Keyakinan. Humaniora dimaksudkan juga studi.

Karya al Makdisi (2005). 6 . and of conduct or behaviour (Huges. Subjek-subjek ini membentuk curahan pendidikan pertengahan. istilah Indonesia yang merupakan serapan dari bahasa Arab. Adab dapat berarti antara lain discipline of mind and manners. II. dengan penekanan pada humaniora sebagai keterampilan atau “cara melakukan sesuatu”. tidak berperilaku baik. ilmu kritik sastra.HUMANIORA o  Pengkaji/mahasiswa tentang renaisans. termasuk grammar. sejarah sastra. atau pengikut dari paham humanisme Humanistik (ks) Berhubungan dengan humanisme atau humaniora Dari uraian diatas. Pada abad ke 20. yang dapat mewadahi humaniora ialah adab. Dalam ilmu al adab terkandung ilmu sastra. filologi. pandangan ini ditantang oleh pergerakan paska-modernisasi. Adab juga berarti budaya yang baik. dapat lebih memastikan bahwa ilmu adab adalah Humaniora. sebagai basis pendidikan yang besar bagi masyarakat. Selama masa Romawi. Tidak beradab berarti tidak berbudaya. konsep tujuh seni liberal bertingkat. sebagaimana Cicero (filsuf Yunani) mengartikan inhumanitas dengan barbar. studi humaniora dapat dilacak hingga ke Yunani Kuno. 2004). dengan penyesuaian bergeser dari bidang tradisional kepada area seperti literatur dan sejarah. astronomi dan musik (quadrivium).2 Sejarah Humaniora Di dunia Barat. geometri. bersama dengan aritmatika. retorika dan logika (trivium). yang dicari untuk menggambarkan kembali humaniora dalam istilah yang lebih menganut persamaan untuk masyarakat demokratis. Sebuah pergeseran utama selama masa Renaissance. ketika humaniora mulai dihargai sebagai subyek untuk lebih dipelajari daripada dipraktekkan.

3 Bidang – Bidang Humaniora Sebagai sebuah bidang studi. Pendekatan Historis. 2. Pembagian bidang humaniora :              Sastra Klasik Sejarah Bahasa Hukum Literatur Seni Drama Musik Teater Dansa Filosofi Agama Seni visual Melukis 7 . Yurisprudensi menguji nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang menginformasikan hukum kita. Kritis. 1. politik dan budaya manusia. Sejarah.HUMANIORA II. Filosofi. dan bagaimana ide dan pengalaman kita akan pengalaman kemanusiaan diekspresikan dan diinterpretasikan. 5. Etika. Bahasa dan Linguistik mempelajari bagaimana kita berkomunikasi satu sama lain. Antropologi. dan Teoritis terhadap Seni merefleksikan dan menganalisa proses kreatif. 4. 3. dan Arkeologi mempelajari perkembangan sosial. humaniora menekankan pada analisa dan pertukaran ide-ide dibandingkan ekspresi kreatif seni atau penjelasan kuantitatif ilmu pengetahuan. Literatur. dan Perbandingan Agama mempertimbangkan ide tentang makna hidup dan alasan bagi pemikiran dan tindakan kita.

dikoridori oleh nilai-nilai budaya.2004). mengawal. 8 . Nilai-nilai religius seharusnya merupakan nilai-nilai yang paling dasar dari segala tata nilai dan karena itu ada titik temu dengan nilia-nilai budaya yang dikembangkan manusia (Muljohardjono. ajaran.HUMANIORA Humaniora dan etika Bila humaniora memusatkan perhatian kepada manusia. tetapi kemudian. dan menghasilkan fatwa-fatwa kontemporer yang menjadi dasar yang dapat dipertanggungjawabkan bagi pemanfaatan hasil pengembangan serta rancangan pengembangan selanjutnya. perbaikan dan kesejahteraan manusia (Moris (ed). dalam mengantar. benar-salah. Para agamawan/ruhaniawan tidak seharusnya terpaku pada kaidah-kaidah klasik dan baku. perlu hal tersebut dijaga. Penguasaan ilmu dan pengembangan teknologi adalah upaya pemenuhan kebutuhan manusia. Agama (Islam) membuka pintu kajian-kajian terhadap rancangan. Humaniora dan Agama Semula humaniora mencakup didalamnya juga agama/kepercayaan. perkembangan ilmu dan teknologi agar benar-benar bermanfaat bagi manusia. etika sebagai ilmu merupakan bagian dari filsafat yang mempelajari nilai baik-buruk. sejak William Caxton (1422-1491) (Encycl Britt. yang dibawakan oleh utusanNya. Dengan persyaratan-persyaratan tertentu agamawan/ruhaniawan dapat mengkaji masalahmasalah kemajuan iptek. dan nilai-nilai agama. Pintu tersebut adalah ijtihad. hasil. 1981). 2005). yakni faham. pantastidak pantas dalam kehidupan manusia dalam berinteraksi dengan manusia dan lingkungannya (Hariadi. 1973) agama dipisahkan dari humaniora mempercayai adanya kekuatan supranatural merupakan naluri manusia. Humanisme atau humanitarianisme dapat berarti juga etika. Tampak ada bidang tumpang tindih antara humaniora dan etika. Untuk menjaga tercapainya tujuan tersebut. bahwa satu-satunya kewajiban moral manusia adalah bekerja untuk kebaikan. Nilai-nilai agama diturunkan kepada manusia melalui wahyu. dan pemanfaatan dari pengembangan iptek.

banyak pasien. konsep mati. yang berlanjut pada umunya. imaginasi. Menurunnya studi kedokteran cenderung memfokuskan mindset pada ujian. 9 . Seorang spesialis cenderung memahami hanya bidang spesialisasinya saja. Humaniora dan Ilmu Kedokteran Lebih khusus dalam kaitan dengan pengembangan ilmu dan teknologi. Pengembangan profesi cenderung mengkotak-kotakkan pada bidang spesialisasi. dan lain-lain. kurang dapat menempatkan diri sebagai penderita. dan penggalian nilai-nilai yang berlaku didalam ilmu kedokteran. Clauser (1990) berpendapat bahwa mempelajari humaniora – sastra. hasil laboratorium. filsafat. perspektif yang lentur. Humaniora membebaskan kita dari terkunci dalam satu mindset. Pengembangan/ perkembangan yang banyak disusupi nilai-nilai bisnis menimbulkan hedonisme yang bermula di masyarakat bisnis. tetapi ditingkatkan dalam hal kemampuan kritik. Tanpa humaniora pengembangan ilmu dan teknologi tidak lagi bermanfaat bagi manusia.HUMANIORA Humaniora dan Perkembangan Ilmu dan Teknologi Penguasaan dan pengembangan ilmu dan teknologi adalah amanat kemanusiaan. keyakinan yang berbeda. Hubungan dokter-pasien menjadi kurang manusiawi. selain ilmu-ilmu dasar. perhitungan cost-benefit cenderung menghapus nilai empati. Kita perlu kelenturan dalam mengubah perspektif. tidak terpaku pada dogma. seseorang (mahasiswa kedokteran) dapat mengembangkan empati dan toleransi. seni yang paling indah. Dengan sastra. dan mengubah interpretasi bila diperlukan. Kedokteran adalah ilmu yang paling manusiawi. Kualitas pikir tidak lagi terfokus pada hal-hal hafalan. Humaniora memperbaiki kondisi tersebut. Nilai-nilai tersebut adalah universal. insiden. 1970). adalah juga profesi. oleh karena itu harus memberi manfaat bagi kesejahteraan manusia. ialah Iptek Kedokteran. Ilmu kedokteran. dan humaniora yang paling ilmiah (Pellegrino. Tuntutan efektif-efisien. diskusi yang monoton tentang pasien. materi baku. sejarah – dapat meningkatkan kualitas pikir (qualities of mind) yang diperlukan dalam ilmu kedokteran. mencoba menempatkan diri dalam gaya hidup. Humaniora membawa nilai-nilai budaya manusia.

Humaniora dan seni memberikan pengertian yang dalam tentang kondisi manusia. empati dan refleksi-diri – kemampuan yang penting bagi pengobatan medis manusia. film dan seni visual) dan aplikasinya terhadap edukasi dan praktek medis. kemanusiaan dan tanggung jawab kita satu sama lain. etika. filosofi. teater. Ilmu sosial membantu kita memahami bagaimana biologi dan medis menempatkan diri dalam konteks sosial dan budaya dan juga bagaimana budaya berinteraksi dengan pengalaman individual akan kesakitan dan cara ilmu medis dipraktekkan. 10 . sejarah dan bahasa). penderitaan. Perhatian terhadap literatur dan seni membantu dalam membangun dan memelihara kemampuan observasi. sosiologi). psikologi.HUMANIORA Humaniora medis Humaniora medis merupakan bidang interdisipliner medis dimana termasuk humaniora (literatur. analisis. dan seni (literatur. studi budaya. dan menawarkan perspektif sejarah dalam praktek medis. ilmu sosial (antropologi.

Hal itulah yang mendasari tumbuh kembangnya etika di masyarakat kita. Maksud pedoman pergaulan tidak lain untuk menjaga kepentingan masing-masing yang terlibat agar mereka senang. bernegara hingga pergaulan hidup tingkat internasional di perlukan suatu system yang mengatur bagaimana seharusnya manusia bergaul. seperti yang dirumuskan oleh beberapa ahli berikut ini : o o Drs. adat kebiasaan manusia dalam pergaulan antara sesamanya dan menegaskan mana yang benar dan mana yang buruk. o Drs. H. Menurut para ahli maka etika tidak lain adalah aturan prilaku. 11 . SIMORANGKIR : etika atau etik sebagai pandangan manusia dalam berprilaku menurut ukuran dan nilai yang baik.P. Sistem pengaturan pergaulan tersebut menjadi saling menghormati dan dikenal dengan sebutan sopan santun.HUMANIORA BAB III PEMBAHASAN III. nilai-nilai.1 Etika Dalam pergaulan hidup bermasyarakat. terlindung tanpa merugikan kepentingannya serta terjamin agar perbuatannya yang tengah dijalankan sesuai dengan adat kebiasaan yang berlaku dan tidak bertentangan dengan hak-hak asasi umumnya. tata krama. Sidi Gajalba dalam sistematika filsafat : etika adalah teori tentang tingkah laku perbuatan manusia dipandang dari segi baik dan buruk. Perkataan etika atau lazim juga disebut etik. protokoler dan lain-lain. Burhanudin Salam : etika adalah cabang filsafat yang berbicara mengenai nilai dan norma moral yang menentukan prilaku manusia dalam hidupnya. tenang. O. tentram. berasal dari kata Yunani ETHOS yang berarti norma-norma. sejauh yang dapat ditentukan oleh akal. Drs. kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku manusia yang baik.

Itu berarti etika membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup ini. sebagai berikut:  Terminius Techicus. yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan (custom). aturan hidup (sila) yang lebih baik (su). Filsuf Aristoteles.1.Etika dan moral lebih kurang sama pengertiannya. Etika pada akhirnya membantu kitauntuk mengambil keputusan tentang tindakan apa yang perlu kita lakukan dan yangpelru kita pahami bersama bahwa etika ini dapat diterapkan dalam segala aspek atau sisi kehidupan kita. 12 .  Akhlak (Arab). lebih menunjukkan kepada dasar-dasar. dengan demikian etika ini dapat dibagi menjadi beberapa bagian sesuai dengan aspek atau sisi kehidupan manusianya. Istilah lain yang identik dengan etika. berasal dari bahasa Yunani adalah “Ethos”. sedangkan etika adalah untuk pengkajian sistem nilai-nilai yang berlaku. menjelaskan tentang pembahasan Etika. Etika biasanya berkaitan erat dengan perkataan moral yang merupakan istilah dari bahasa Latin.1 Pengertian Etika Pengertian Etika (Etimologi).HUMANIORA Etika dalam perkembangannya sangat mempengaruhi kehidupan manusia. yaitu:  Susila (Sanskerta). prinsip. tetapi dalam kegiatan sehari-hari terdapat perbedaan. Etika memberi manusia orientasi bagaimana ia menjalani hidupnya melalui rangkaian tindakan sehari-hari. yaitu “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”. dalam bukunya Etika Nikomacheia. yang berarti juga adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan). etika dipelajari untuk ilmu pengetahuan yang mempelajari masalah perbuatan atau tindakan manusia. berarti moral. III. dan etika berarti ilmu akhlak. dan menghindari hal-hal tindakan yang buruk. yaitu moral atau moralitas untuk penilaian perbuatan yang dilakukan. Pengertian etika dalam hal ini adalah.

Pedoman perilaku. Pengertian dan definisi Etika dari para filsuf atau ahli berbeda dalam pokok perhatiannya. antara lain: 1. Termasuk di dalamnya membahas nilai-nilai atau norma-norma yang dikaitkan dengan etika.HUMANIORA  Manner dan Custom. Artinya Etika deskriptif tersebut berbicara mengenai fakta secara apa adanya. serta apa yang dikejar oleh setiap orang dalam hidupnya sebagai sesuatu yang bernilai. Manusia disebut etis. including the science of good and the nature of the right) 2. sebagai berikut: Etika Deskriptif Etika yang menelaah secara kritis dan rasional tentang sikap dan perilaku manusia. Merupakan ilmu mengenai suatu kewajiban (The science of duty) III. antara rohani dengan jasmaninya. recognize in respect to a particular class of human actions) 3. dan prinsip-prinsip moral sebagai individual. (The science of human character in its ideal state. yakni mengenai nilai dan perilaku manusia sebagai suatu fakta yang 13 . Membahas etika yang berkaitan dengan tata cara dan kebiasaan (adat) yang melekat dalam kodrat manusia (In herent in human nature) yang terikat dengan pengertian “baik dan buruk” suatu tingkah laku atau perbuatan manusia. Merupakan prinsip-prinsip moral yang termasuk ilmu tentang kebaikan dan sifat dari hak (The principles of morality. Ilmu watak manusia yang ideal.1. ialah manusia secara utuh dan menyeluruh mampu memenuhi hajat hidupnya dalam rangka asas keseimbangan antara kepentingan pribadi dengan pihak yang lainnya.2 Macam – macam etika Dalam membahas Etika sebagai ilmu yang menyelidiki tentang tanggapan kesusilaan atau etis. yang diakui berkaitan dengan memperhatikan bagian utama dari kegiatan manusia. dan antara sebagai makhluk berdiri sendiri dengan penciptanya. (The rules of conduct. yaitu sama halnya dengan berbicara moral (mores). and moral principles as of an individual) 4. terdapat dua macam etika (Keraf: 1991: 23).

 Jenis ketiga.HUMANIORA terkait dengan situasi dan realitas yang membudaya. karena adanya ketidaksamaan waktu dan tempat. direktif dan reflektif. Definisi tersebut tidak melihat kenyataan bahwa ada keragaman norma. menganjurkan dan merefleksikan. 14 . etika dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang bersifat normatif. akhirnya etika menjadi ilmu yang deskriptif dan lebih bersifat sosiologik. Da-pat disimpulkan bahwa tentang kenyataan dalam penghayatan nilai atau tanpa nilai dalam suatu masyarakat yang dikaitkan dengan kondisi tertentu memungkinkan manusia dapat bertindak secara etis. Dalam hal ini tidak perlu menunjukkan adanya fakta. yaitu sebagai berikut:  Jenis pertama. dan evaluatif yang hanya memberikan nilai baik buruknya terhadap perilaku manusia. sesuai dengan kaidah atau norma yang disepakati dan berlaku di masyarakat.  Jenis kedua. etika dipandang sebagai ilmu pengetahuan yang membicarakan baik buruknya perilaku manusia dalam kehidupan bersama. etika dipandang sebagai cabang filsafat yang khusus membicarakan tentang nilai baik dan buruk dari perilaku manusia. Definisi etika ini lebih bersifat informatif. Jadi Etika Normatif merupakan norma-norma yang dapat menuntun agar manusia bertindak secara baik dan menghindarkan hal-hal yang buruk. Etika Normatif Etika yang menetapkan berbagai sikap dan perilaku yang ideal dan seharusnya dimiliki oleh manusia atau apa yang seharusnya dijalankan oleh manusia dan tindakan apa yang bernilai dalam hidup ini. cukup informasi. Dari berbagai pembahasan definisi tentang etika tersebut di atas dapat diklasifikasikan menjadi tiga (3) jenis definisi.

akan tetapi kepentingan bersama itu mengharuskan adanya ketertiban dan keamanan dalam kehidupan sehari-hari dalam bentuk peraturan yang disepakati bersama. Perintah.Artinya norma adalah untuk memberikan petunjuk kepada manusia bagaimana seseorang hams bertindak dalam masyarakat serta perbuatan-perbuatan mana yang harus dijalankannya. yang merupakan keharusan bagi seseorang untuk berbuat sesuatu oleh karena akibatnya dipandang baik. dan perbuatan-perbuatan mana yang harus dihindari (Kansil. yang disebut peraturan hidup. Setiap anggota masyarakat mengetahui “hak dan kewajibannya masing-masing sesuai dengan tata peraturan”. Kehidupan masyarakat terdapat berbagai golongan dan aliran yang beraneka ragam. norma-norma tersebut mempunyai dua macam menurut isinya. 15 . dan berperilaku sesuai dengan peraturan-peraturan yang telah disepakati bersama. masing-masing mempunyai kepentingan sendiri.HUMANIORA III. yang merupakan keharusan bagi seseorang untuk tidak berbuat sesuatu oleh karena akibatnya dipandang tidak baik. yaitu biasanya suatu nilai yang mengatur dan memberikan pedoman atau patokan tertentu bagi setiap orang atau masyarakat untuk bersikap tindak. 1989:81).3 Norma dan kaidah Di dalam kehidupan sehari-hari sering dikenal dengan istilah norma-norma atau kaidah. dan tata itu lazim disebut “kaedah” (bahasa Arab). yaitu: 1. dan “norma” (bahasa Latin) atau ukuran-ukuran yang menjadi pedoman. 2. dan tata itu diwujudkan dalam “aturan main” yang menjadi pedoman bagi segala pergaulan kehidupan sehari-hari.1. yang mengatur tingkah laku dalam masyarakat.Untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan kehidupan dengan aman. tertib dan damai tanpa gangguan tersebut. Patokan atau pedoman tersebut sebagai norma (norm) atau kaidah yang merupakan standar yang harus ditaati atau dipatuhi (Soekanto: 1989:7). maka diperlukan suatu tata (orde=ordnung). Larangan. sehingga kepentingan masing-masing anggota masyarakat terpelihara dan terjamin.

2 Retorika Retorika (rethoric) secara harfiyah artinya berpidato atau kepandaian berbicara. Glittering Generalities (kebalikan dari name calling. 6. abstrak dan tidak secara langsung menunjuk kepada tema. Labelling (penjulukan. jawaban normatif-diplomatis). biasanya si subjek yang berbicara). 3. Gobbledygook (menggunakan kata berbelit-belit. 5. tamsil). Metafora (menerangkan sesuatu yang sebelumnya tidak dikenal dengan mengidentifikasikannya dengan sesuatu yang dapat disadari secara langsung. Fantasy Themes (tema-tema yang dimunculkan oleh penggunaan kata/istilah bisa memukau khalayak) 4. labelling theory). yakni penjulukan dengan label asosiatif bercitra baik). 8.HUMANIORA III. dan Eufemism (penghalusan kata untuk menghindari kesan buruk atau menyembunyikan fakta sesungguhnya). 7.2. audiens diarahkan untuk menyalahkan orang lain) Kreasi Citra (mencitrakan positif pada satu pihak. jelas dan dikenal. Kata Topeng (kosakata untuk mengaburkan makna harfiahnya/realitas sesungguhnya). 9. Teknik propaganda “Words Games” terdiri dari Name Calling (pemberian julukan buruk. juga bermakna propaganda (memengaruhi atau mengendalikan pemikiran-perilaku orang lain).1 Gaya bahasa retorika 1. Monopoli Semantik (penafsir tunggal yang memaksakan kehendak atas teks yang multi-interpretatif). dengan memecah-belah kelompok lawan). Dewasa ini retorika cenderung dipahami sebagai “omong kosong” atau “permainan kata-kata” (“words games”). III. Kategorisasi (menyudutkan pihak lain atau skenario menghadapi musuh yang terlalu kuat. Apostrof (pengalihan amanat dengan menggunakan proses/kondisi/pihak lain yang tidak hadir sebagai kambing hitam yang bertanggung jawab kepada suatu masalah). 2. Kini lebih dikenal dengan nama Public Speaking. 16 .

2 Retorika dakwah Retorika Dakwah dapat dimaknai sebagai pidato atau ceramah yang berisikan pesan dakwah. yang baik-baik. 17 . umat yang dihadapi seorang da’i (objek dakwah) dapat dibagi atas tiga golongan.2. guna mendorong supaya berpikir secara sehat. Mereka ini harus dihadapi dengan hikmah. nasihat yang baik. ayat tersebut menunjukkan. dalil dan hujjah yang dapat diterima oleh kekuatan akan mereka.HUMANIORA III. yang masing-masingnya dihadapi dengan cara yang berbedabeda sesuai hadits: “Berbicaralah kepada manusia sesuai dengan kadar (takaran kemampuan) akal mereka”. Menurut Syaikh Muhammad Abduh. dan cepat tanggap.  Ada golongan yang tingkat kecerdasannya diantara kedua golongan tersebut. Mereka ini dipanggil dengan mau’idzatul hasanah. dengan ajaran-ajaran yang mudah dipahami. dalam garis besarnya. berpikir kritis. dan berdebatlah dengan mereka secara baik-baik…” Ayat tersebut juga merupakan acuan bagi pelaksanaan retorika dakwah.  Ada golongan awam. dengan ajaran dan didikan. orang kebanyakan yang belum dapat berpikir kritis dan mendalam. Mereka ini dipanggil dengan mujadalah billati hiya ahsan. yakni dengan bertukar pikiran. yakni dengan alasan-alasan.  Ada golongan cerdik-cendekiawan yang cinta kebenaran. belum dapat menangkap pengertian tinggi-tinggi. yakni ajakan ke jalan Tuhan (sabili rabbi) mengacu pada pengertian dakwah dalam QS. An-Nahl:125: “Serulah oleh kalian (umat manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah.

4.4 Dasar – dasar percakapan yang berhasil     Kejujuran Sikap yang benar Minat terhadap orang lain Keterbukaan terhadap diri sendiri 18 . 2004). Menolak aksi teror yang terlarang dan mendukung jihad yang disyariatkan. Yusuf Al-Qaradhawi. dan tidak melupakan istirahat dan berhibur. menyebutkan prinsip-prinsip retorika Islam sebagai berikut: 1. Retorika Islam (Khalifa. 2. Berorientasi futuristik dan tidak memungkiri masa lalu. ramah. Yusuf Al-Qaradhawi dalam bukunya. memperhatikan tingkatan pekerjaan dan kedudukan.romeltea. 4. 6.2. berbicara kepada seseorang sesuai dengan bahasanya.com). 5. Dakwah Rabbaniyah ke Jalan Allah. (www. masih menurut Dr. Secara ideal. Menyeru kepada spiritual dan tidak meremehkan material. Dalam hal ini. Dr. Mengajak pada keseriusan dan konsistensi. karakteristik retorika Islam antara lain : 1.* III. serta gerakan bertahap.HUMANIORA III. Memikat dengan Idealisme dan Mempedulikan Realita.3 Retorika Islam Retorika dakwah sendiri berarti berbicara soal ajaran Islam. Cara hikmah a. 2. Mengajak manusia dengan cara hikmah dan pelajaran yang baik. Dakwah Islam adalah kewajiban setiap Muslim. Memudahkan dalam berfatwa dan menggembirakan dalam berdakwah. 3.2.l. 3.

budaya dan alam. Etimologi Berasal dari bahasa Yunani (aisthetikos. cabang filsafat.HUMANIORA III. kadang-kadang disebut penilaian terhadap sentimen dan rasa. "Jika ia menyatakan sesuatu yang harus indah. yang melarikan diri dari seluruh umat manusia. yang berarti " Saya melihat." karena "Setiap orang memiliki sendiri rasa ". makhluk"). Immanuel Kant. mengamati seorang pria "Jika ia mengatakan bahwa anggur kenari adalah menyenangkan dia cukup puas jika orang lain mengoreksi syarat dan mengingatkan dia untuk berkata sebaliknya: Sangat menyenangkan bagi saya. maka ia memerlukan keinginan yang sama dari orang lain. dan rasa. ia kemudian hakim tidak hanya untuk dirinya sendiri tetapi untuk semua orang. sarjana di lapangan mendefinisikan estetika sebagai "refleksi kritis pada seni. yang pada gilirannya berasal dari (aisthanomai. tetapi juga kepekaan kami "untuk sakit serta kesenangan. dan berbicara tentang keindahan seolah-olah itu adalah milik sesuatu. menulis pada tahun 1790. Lebih luas. rasa "). " Estetika penilaian biasanya melampaui diskriminasi sensoris." (Esai Moral Politik dan Sastra. merasa. Bagi Kant "kenikmatan" adalah hasil ketika kenikmatan muncul dari 19 . Bagi David Hume. diskriminasi sensorik ini terkait dengan kapasitas untuk kesenangan. Indianapolis. 1987. untuk melihat dan mengamati dunia.) Demikian."Estetika berkaitan dengan aksiologi. Kasus "keindahan" berbeda dari sekedar "keramahan" karena. Hal ini lebih ilmiah didefinisikan sebagai studi tentang sensor atau sensori nilai emosional. yang berarti "estetis.3 Estetika Estetika (sthetics juga dieja atau estetika) adalah cabang filsafat yang berhubungan dengan sifat keindahan. kelezatan rasa bukan hanya "kemampuan untuk mendeteksi semua bahan dalam komposisi". sensitif. Istilah" estetika "adalah disesuaikan dan diciptakan dengan makna baru dalam bentuk Jerman sthetik (ejaan modern sthetik) oleh Alexander Baumgarten pada tahun 1735 Estetika penghakiman Hukum nilai estetika bergantung pada kemampuan kita melakukan diskriminasi pada tingkat sensorik. dan dengan penciptaan dan apresiasi terhadap keindahan . seni. dan erat terkait dengan filosofi seni studi Estetika cara-cara baru. Sastra Klasik 5. Estetika memeriksa domain afektif kita respon terhadap suatu obyek atau fenomena.

Sebagai ilmu. mengenai kata. banyak definisi dikemukakan oleh para ahli. Rasa bervariasi menurut kelas. latar belakang budaya. Taste adalah hasil dari pendidikan dan kesadaran nilai-nilai budaya elit [klarifikasi diperlukan] [rujukan?]. kecantikan adalah objektif dan universal. mengenai percakapan atau yang berkenaan dengan ungkapan lewat bahasa. dan pendidikan [rujukan?]. Kata logikos berarti mengenai sesuatu yang diutarakan. tapi menilai sesuatu yang harus "indah" memiliki persyaratan ketiga: sensasi harus menimbulkan kesenangan dengan melibatkan kapasitas kita kontemplasi reflektif. logika adalah istilah yang dibentuk dari kata logikos yang berasal dari kata benda logos. namun sekarang lazim disebut dengan logika saja. Sehingga rasa bisa dipelajari [rujukan?]. Kata logos berarti: sesuatu yang diutarakan. 20 . kata. sehingga hal-hal tertentu yang indah untuk semua orang [rujukan?] Pandangan kontemporer keindahan tidak didasarkan pada kualitas bawaan. suatu pertimbangan akal (fikiran).HUMANIORA sensasi. Hukum keindahan yang sensori. mengenai suatu pertimbangan akal. Viewer interpretasi keindahan memiliki dua konsep nilai: estetika dan rasa. emosional dan intelektual sekaligus. Beberapa pendapat tersebut antara lain: The Liang Gie dalam bukunya Dictionary of Logic (Kamus Logika) menyebutkan: Logika adalah bidang pengetahuan dalam lingkungan filsafat yang mempelajari secara teratur asas-asas dan aturan-aturan penalaran yang betul (correct reasoning).4 Logika Dalam sejarah perkembangan logika. Secara etimologis. Dengan demikian. atau ungkapan lewat bahasa. logika disebut logike episteme atau dalam bahasa latin disebut logica scientia yang berarti ilmu logika. melainkan di spesifik budaya dan interpretasi individu. Menurut Kant. Estetika adalah gagasan filosofis keindahan. III. dapatlah dikatakan bahwa logika adalah suatu pertimbangan akal atau pikiran yang diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. yang secara umum memiliki banyak persamaan. Menurut Mundiri dalam bukunya tersebut Logika didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari metode dan hukum-hukum yang digunakan untuk membedakan penalaran yang betul dari penalaran yang salah.

mempunyai keluasan. Logika sebagai teori penyimpulan. yang secara terminologis logika didefinisikan: Teori tentang penyimpulan yang sah. Dengan fungsi sebagai dasar filsafat dan sarana ilmu karena logika merupakan “jembatan penghubung” antara filsafat dan ilmu. Berdasarkan proses penalarannya dan juga sifat kesimpulan yang dihasilkannya. yang berarti dituntut kebenaran bentuk sesuai dengan isi. 21 . Penyimpulan yang sah. Dengan dasar himpunan karena semua unsur penalaran dalam logika pembuktiannya menggunakan diagram himpunan. yang kemudian ditarik suatu kesimpulan. dan ini merupakan pembuktian secara formal jika diungkapkan dengan diagram himpunan sah dan tepat karena sah dan tepat pula penalaran tersebut. berlandaskan pada suatu konsep yang dinyatakan dalam bentuk kata atau istilah. dan dapat diungkapkan dalam bentuk himpunan sehingga setiap konsep mempunyai himpunan. artinya sesuai dengan pertimbangan akal dan runtut sehingga dapat dilacak kembali yang sekaligus juga benar. Logika deduktif karena berbicara tentang hubungan bentuk-bentuk pernyataan saja yang utama terlepas isi apa yang diuraikan karena logika deduktif disebut pula logika formal. Logika deduktif adalah sistem penalaran yang menelaah prinsip-prinsip penyimpulan yang sah berdasarkan bentuknya serta kesimpulan yang dihasilkan sebagai kemestian diturunkan dari pangkal pikirnya. Dalam logika ini yang terutama ditelaah adalah bentuk dari kerjanya akal jika telah runtut dan sesuai dengan pertimbangan akal yang dapat dibuktikan tidak ada kesimpulan lain karena proses penyimpulannya adalah tepat dan sah.HUMANIORA Definisi umumnya logika adalah cabang filsafat yang bersifat praktis berpangkal pada penalaran. Penyimpulan pada dasarnya bertitik tolak dari suatu pangkal-pikir tertentu. dan sekaligus juga sebagai dasar filsafat dan sebagai sarana ilmu. logika dibedakan antara logika deduktif dan logika induktif.

tidak terpaku pada dogma. 22 . agar terjamin kemanfaatannya untuk manusia. kritikal. tanggap terhadap nilai-nilai. 4. atau spekulatif. yang ditengarai sebagai sifat kritis. nilai-nilai kejujuran. kelembutan. lentur dalam perspektif. dan sifat empati. Tanpa nilai-nilai tersebut. tidak manusiawi.1 Kesimpulan Dari penulisan makalah di atas penulis dapat menyimpulkan bahwa : 1. Humaniora terdiri atas unsur-unsur seni. namun hal ini sering dilupakan. kebenaran. Nilai-nilai agama diharapkan dapat dikembangkan oleh agamawan/ruhaniawan untuk memandu pengembangan ilmu/teknologi dan penerapannya. memanusiakan manusia. 2. menggunakan metode yang terutama analitik. etika. manusia atau perilakunya dapat dikategorikan tidak human.HUMANIORA BAB IV PENUTUP IV. Oleh karena itu humaniora perlu diberikan untuk membuat profesi medik lebih sensitif terhadap adanya nilai-nilai tersebut dan pengetrapannya dalam praktek. 3. 5. Agama seharusnya merupakan nilai yang paling azasi dari seluruh nilai-nilai humaniora. Oleh karena itu perlu dipandu oleh nilai-nilai humaniora. Pengembangan ilmu dan teknologi adalah amanat kemanusiaan. tidak berbudaya atau barbar. definisi humaniora adalah disiplin akademik yang mempelajari kondisi manusia. 6. sebagaimana dicirikan dari sebagian besar pendekatan empiris alami dan ilmu sosial. untuk kesejahteraan manusia. Humaniora diharapkan dapat meningkatkan kualitas berfikir. menyingkirkan beban dari dan berbuat baik bagi manusia. kearifan. Ilmu kedokteran adalah ilmu yang sarat dengan nilai-nilai. Secara umum.

dan logika. retorika.HUMANIORA IV. 23 .2 Saran Dengan adanya penulisan makalah ini diharapkan dapat menjadi pedoman penulis dan pembaca khususnya dalam humaniora dan yang paling penting adalah etika. estetika.

shvoong.Jakarta.com/collections/3057823/humaniora 24 .com/humanities/philosophy/2095571-pengertianestetika/#ixzz1RcMY3v00 http://www.com/humanities/philosophy/2095571-pengertian-estetika/ http://www.di mana saja.HUMANIORA DAFTAR PUSTAKA Gilbert.com/berita/index.co.asp?Berita=Opini&id=47548 http://id.radarsulteng.2008.PT Gramedia Pustaka Utama WEB : http://www.olx.shvoong.wordpress.shvoong.id/q/estetika/c-199 http://ningrumwahyuni.com/humanities/religion-studies/2181396-ikhlas-dalam-beramal/ http://www.com http://id.com/2010/01/07/humaniora/ http://id.Bill.Seni Berbicara kepada siapa saja.scribd.kapan saja.scribd.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful