FISIKA KELAS X

Page 1 of 20
Copyright © 2011 by Harlan, S.Pd
PAKET 1
PENGUKURAN DAN VEKTOR
A. Besaran dan Satuan
Besaran adalah sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan angka-angka. Satuan adalah ukuran suatu
besaran. Besaran berdasarkan satuannya dibedakan menjadi besaran pokok dan besaran turunan. Dimensi merupakan
suatu simbol untuk menunjukkan cara suatu besaran itu tersusun dari besaran-besaran pokok.
Tabel Besaran Pokok, Satuan, dan Dimensi
No. Besaran Pokok (SI)
Satuan
Dimensi
Nama Lambang
1. Panjang meter m L
2. Massa kilogram kg M
3. Waktu sekon s T
4. Suhu kelvin K θ
5. Kuat arus listrik ampere A I
6. Intensitas cahaya candela cd J
7. Jumlah zat mol mol N
8. Sudut datar radian rad -
9. Sudut ruang steradian sr -
B. Pengukuran
1. Pengukuran Panjang
No. Alat ukur panjang Skala Skala terkecil Ketidakpastian
1. Mistar centimeter 0,1 cm 0,05 cm
2. Jangka sorong centimeter 0,01 cm 0,005 cm
3. Mikrometer sekrup milimeter 0,01 mm 0,005 mm
Penulisan hasil pengukuran:
Pengukuran tunggal : x = x
û
+ ∆x
Pengukuran berulang : x = x + x
x

x = nilai pendekatan terhadap nilai benar x0; ∆x = ketidakpastiannya; x = nilai rata-rata; dan sx = standar
deviasi
x
x
=
1
N
_
N∑x
2
− (∑x)
2
N− 1

a. Pembacaan jangka sorong

x = skala utama + skala nonius = 2,5 cm + 0,08 cm = 2,58 cm (3 angka penting)
jika ketelitiannya/ketidakpastiannya dimasukkan, maka:
x = (2,58 ± 0,005) cm (4 angka penting)
b. Pembacaan mikrometer sekrup

x = skala utama + skala nonius = 3,0 mm + 0,25 mm = 3,25 mm (3 angka penting)
jika ketelitiannya/ketidakpastiannya dimasukkan, maka:
x = (3,25 ± 0,005) mm (4 angka penting)
ket|dakpaxt|an re|at|¡ =
∆x
x
û
× 1ûû% =
x
x
x
× 1ûû%
FISIKA KELAS X
Page 2 of 20
Copyright © 2011 by Harlan, S.Pd
2. Angka Penting
a. Aturan angka penting :
1) semua angka bukan 0 adalah angka penting
2) angka 0 yang terletak di antara 2 angka bukan 0 termasuk angka penting
3) untuk bilangan desimal kurang dari 1, angka 0 yang terletak di kiri angka bukan 0, baik di kiri maupun
di kanan koma desimal, tidak termasuk angka penting.
b. Aturan pembulatan :
1) angka > 5 → dibulatkan ke atas : 6,427 menjadi 6,43
2) angka < 5 → dibulatkan ke bawah : 6,424 menjadi 6,42
3) angka = 5 :
- jika angka sebelumnya ganjil → dibulatkan ke atas : 5,475 menjadi 5,48
- jika angka sebelumnya genap → dibulatkan ke bawah : 5,465 menjadi 5,46
c. Hasil penjumlahan atau pengurangan memiliki angka dibelakang koma sebanyak bilangan yang paling
sedikit angka dibelakang komanya.
d. Hasil perkalian atau pembagian memiliki angka penting sebanyak bilangan yang paling sedikit angka
pentingnya
e. Hasil kuadrat atau akar memiliki angka penting sebanyak bilangan pentingnya.

C. Vektor
Besaran berdasarkan ada tidaknya arah dibedakan menjadi besaran vektor dan besaran skalar. Vektor adalah
suatu besaran yang memiliki nilai dan arah. Skalar adalah besaran yang memiliki nilai saja. Contoh besaran vektor:
perpindahan, gaya, kecepatan, momentum, dan lain-lain. Sedangkan contoh skalar: jumlah siswa dalam kelas, waktu,
massa, laju, tekanan, dan lain-lain.
1. Resultan vektor

Besar resultan: F
R
= ¸F
1
2
+F
2
2
+2F
1
F
2
¢us u
Arah resultan:
F1
stnu
2
=
F2
stn u
1
=
FR
stnu


2. Selisih vektor
F
S
= |F
2

− F
1

|_F
1
2
+ F
2
2
− 2F
1
F
2
¢us u
3. Resultan tiga vektor (metode analitis)
a. Hitung komponen x dan y dari tiap-tiap vektor (F1x, F2x, F3x, F1y, F2y, dan F3y).

F
x
= F ¢us 6
F
y
= F stn 6
θ = sudut apit antara F dengan sumbu x.
Fx = positif, jika ke kanan.
= negatif, jika ke kiri.
Fy = positif, jika ke atas.
= negatif, jika ke bawah.
b. Jumlahkan : ∑Fx = F1x – F2x – F3x = F
1
¢us 6
1
−F
2
¢us 6
2
− F
3
¢us 6
3

: ∑Fy = F1y + F2y – F3y = F
1
stn 6
1
+F
2
stn 6
2
− F
3
stn6
3

c. Besar Resultan : F
R
= _∑F
x
2
+∑F
y
2
Arah resultan : tan 0 =
F
y
F
x

F1
y
F3
F1y
F1x
F2y
F2x
F3y
F3x θ3
θ2
θ1
x
F2
FISIKA KELAS X
Page 3 of 20

Copyright © 2011 by Harlan, S.Pd
4. Perkalian vektor
a. Perkalian Titik (Dot Product) → Hasilnya adalah skalar
F
1

∙ F
2

= |F
1

| ∙ |F
2

| ¢us u
Α = sudut apit terkecil kedua vektor.
i ∙ i = ] ∙ ] = k ∙ k = 1
i ∙ ] = ] ∙ k = k ∙ i = i ∙ k = k ∙ ] = ] ∙ i = 0
Misal : F1 = x1i + y1j + z1k dan F2 = x2i + y2j + z2k
F
1
∙ F
2
= (x
1
i + y
1
j + z
1
k) ∙ (x
2
i + y
2
j + z
2
k) = x
1
x
2
+ y
1
y
2
+ z
1
z
2

Catatan: F
1

∙ F
2

= F
2

∙ F
1


b. Perkalian Silang (Cross Product) → Hasilnya adalah vektor
F
1

× F
2

= |F
1

| × |F
2

| stn u
Arahnya =

F
1

dan

F
2

sesuai dengan aturan sekrup.
i × ] = ] × k = k × i = 1
i × k = k × ] = ] × i = −1
i × i = ] × ] = k × k = 0
Misal : F1 = x1i + y1j + z1k dan F2 = x2i + y2j + z2k
F
1
× F
2
= (x
1
i + y
1
] + z
1
k) × (x
2
i + y
2
] + z
2
k) = _
i ] k
x
1
y
1
z
1
x
2
y
2
z
2
_ _
i ]
x
1
y
1
x
2
y
2
_
= (y
1
z
2
−z
1
y
2
)i + (z
1
x
2
−x
1
z
2
)] + (x
1
y
2
− y
1
x
2
)k
Catatan: F
1

× F
2

≠ F
2

× F
1








F
1

× F
2

= +j F
1

× F
2

= −j
F
1


F2


u
i
j
k
F
2

+j
F
1

u
u
F2


+j
F
1

–j
FISIKA KELAS X
Page 4 of 20
Copyright © 2011 by Harlan, S.Pd
1. Yang termasuk besaran vektor adalah....
A. waktu C. percepatan E. Volume
B. kelajuan D. tekanan
2. Besaran berikut memiliki dimensi yang sama dengan
usaha adalah....
A. tekanan C. daya E. energi
B. gaya D. massa jenis
3. Dimensi dari energi kinetik adalah....
A. ML
2
T
-2
D. MLT
-1

B. MLT
-2
E. ML
-2
T
-2

C. ML
-2
T
2

4. Perhatikan tabel berikut ini!
No. Besaran Satuan Dimensi
1. Momentum Kg.ms
-1
MLT
-1

2. Gaya Kg.ms
-2
MLT
-2

3. Daya Kg.ms
-3
MLT
-3

Dari tabel di atas yang mempunyai satuan dan
dimensi yang benar adalah....
A. 1 saja D. 1 dan 3 saja
B. 1 dan 2 saja E. 2 dan 3 saja
C. 1, 2, dan 3
5. Jika E, v, dan x masing-masing menyatakan energi,
kecepatan, dan jarak, maka persamaan:
E = Av
2
+ Bx
2
. Jika k = A.B. k mempunyai
dimensi....
A. M
2
L
-2
D. M
2
L
2
T
-2

B. L
2
T
2
E. M
2
L
-2
T
-2

C. M
2
T
-2

6. Besar tetapan Planck adalah 6,6 x 10
-34
Js. Dimensi
dari tetapan Planck adalah....
A. ML
-1
T
-1
D. ML
2
T
1

B. ML
-1
T
2
E.

ML
2
T
-1

C. ML
-2
T
2

7. Jarak tempuh partikel yang sedang bergerak
dirumuskan: x = bt + ct
2
, x dalam meter dan t
dalam sekon, berturut-turut satuan b dan c
adalah....
A. m dan s D. m/s dan m/s
B. m/s dan m/s
2
E. m
2
/s dan m/s
2

C. m/s
2
dan m/s
2

8. Periode sebuah bandul sederhana bergantung pada
massa bandul m, panjang tali l, dan percepatan
gravitasi g. Hubungan ini dapat dinyatakan dengan:
periode = km
x
l
y
g
z

dengan k adalah tetapan tak berdimensi dan x, y,
dan z adalah eksponen. Nilai x, y, dan z berturut-
turut adalah....
A. 1, 1, 1 C. ½, ½, ½ E. 0, ½, –½
B. 1, ½, ½ D. 0, ½, ½
9. Periode getaran T, dari tetesan kecil cairan akibat
tegangan permukaan cairan adalah bergantung
pada massa jenis ρ, jari-jari r, dan tegangan
permukaan s. hubungan ini dapat dinyatakan
dengan: T = k ρ
a
r
b
s
c
. dengan k adalah konstanta
tanpa dimensi. Tegangan permukaan s adalah gaya
persatuan panjang. Nilai-nilai a, b, dan c berturut-
turut adalah....
A. ½, ½,
5
/2 C. ½,
3
/2, ½ E.
3
/2, ½, –½
B. ½, –½,
3
/2 D. –½, ½,
3
/2
10. Pembacaan jangka sorong di bawah ini yang benar
adalah.... cm.

A. 1,47 B. 1,57 C. 1,67 D. 2,43 E. 2,90
11. Hasil pengukuran dari jangka sorong berikut : ....

A. 5,4 cm C. 4,55 cm E. 4,33 cm
B. 5,1 cm D. 4,35 cm
12. Pembacaan alat ukur dibawah ini yang benar
adalah.... mm.

A. 4,45 B. 4,66 C. 4,75 D. 4,96 E. 5,29
13. Perhatikan pengukuran dengan mikrometer
sekrup berikut ini.

Hasil pengukurannya menunjukkan....
A. 51,0 mm D. 1,50 mm
B. 5,10 mm E. 10,5 mm
C. 15,0 mm
14. Amir melakukan pengukuran tebal suatu papan
dengan menggunakan jangka sorong. Penyajian
data yang benar dari data yang diperoleh Amir
adalah....
A. (4,32 ± 0,1) cm
B. (4,32 ± 0,01) cm
C. (4,32 ± 0,001) cm
D. (4,32 ± 0,05) cm
E. (4,32 ± 0,005) cm
15. Suatu pengukuran jari-jari kelengkungan permukaan
dari sebuah lensa cembung dengan spectrometer
memberikan bacaan 15,25 cm, 15, 42 cm, 15,30
cm, 15,20 cm, 15,35 cm, dan 15,40 cm. Hasil
pengukuran jari-jari kelengkungan ini lengkap
dengan ketidakpastiannya adalah....
A. (15,23 ± 0,04) cm
B. (15,230 ± 0,035) cm
C. (15,2300 ± 0,0351) cm
D. (15,32 ± 0,04) cm
E. (15,320 ± 0,035) cm
16. Massa suatu benda M = (234,1±0,1) g dan
volumenya V = (41,55±0,05) m
3
. Hasil pengukuran
massa jenis ini lengkap dengan ketidakpastiannya
adalah....
A. (8,31 ± 0,01) gcm
-3

FISIKA KELAS X
Page 5 of 20

Copyright © 2011 by Harlan, S.Pd
B. (8,306 ± 0,012) gcm
-3

C. (8,3057 ± 0,0125) gcm
-3

D. (8,03 ± 0,01) gcm
-3

E. (8,036 ± 0,012) gcm
-3

17. Hasil dari penjumlahan angka 6,213 dan angka 2,12
menurut aturan angka penting akan memiliki
banyak angka dibelakang koma sejumlah.... angka.
A. 5 B. 4 C. 3 D. 2 E. 1
18. Sebuah benda massanya 16,30 gram dan volumenya
1,15 cm
3
, maka kerapatan benda tersebut....
A. 14,174 gcm
-3
D. 14,1739 gcm
-3

B. 14,117 gcm
-3
E. 14 gcm
-3

C. 14,2 gcm
-3

19. Diberikan data angka-angka sebagai berikut:
(1) 0,0203
(2) 0,23
(3) 2,03
(4) 20,3
Dari data di atas yang terdiri dari 3 angka penting
adalah.....
A. 1, 2 dan 4 D. 2, 3 dan 4
B. 1, 3 dan 4 E. 1, 2, 3 dan 4
C. 1, 2 dan 3
20. Hasil dari 1,23 x 4,5 menurut aturan angka penting
akan memiliki hasil sebanyak.... angka penting.
A. 2 B. 3 C. 4 D. 5 E. 6
21. Sebuah kubus mempunyai sisi 16,5 cm. Volume
kubus tersebut adalah....
A. 4492,125 cm
3
D. 4,49 x 10
3
cm
3

B. 4492,12 cm
3
E. 4,5 x 10
3
cm
3

C. 4492,13 cm
3

22. Massa jenis suatu zat cair adalah 0,8 g/cm
3
. Jika
satuan diubah menjadi kg/m
3
maka massa jenis zat
cair adalah....
A. 8 C. 800 E. 80.000
B. 80 D. 8.000
23. Diberikan vektor-vektor sebagai berikut:
a = ( 12 i − 2 j ) satuan
b = ( −7 i + 14 j ) satuan.
Besar dari | a + b | adalah.... satuan.
A. 3 B. 5 C. 7 D. 13 E. 18
24. Dua buah vektor memiliki besar yang sama masing-
masing 10 N. Jika kedua vektor membentuk sudut
60
o
, maka besar resultan kedua vektor tersebut
adalah.... N.
A. 10 C. 10√3 E. 100√3
B. 10√2 D. 100√2
25. Jika besar vektor V = 8 satuan, membentuk sudut
60
o
dengan sumbu x positif, maka besar vektor
tersebut dalam sumbu x dan y adalah....
A. Vx = 8 satuan, Vy = 8 satuan
B. Vx = 8 satuan, Vy = 8√3 satuan
C. Vx = 4 satuan, Vy = 5 satuan
D. Vx = 4 satuan, Vy = 4√3 satuan
E. Vx = 4√3 satuan, Vy = 4 satuan
26. Sebuah vektor sebesar 25 satuan membentuk sudut
53
o
terhadap sumbu x positif. Besar penguraian
vektor tersebut pada sumbu x adalah.... satuan.
A. 5 B. 10 C. 15 D. 20 E. 25
27. Andi berjalan ke arah utara sejauh 100 m kemudian
belok 90
o
kearah timur sejauh 32 m dan belok lagi
90
o
ke arah selatan sejauh 124 m. Perpindahan
yang terjadi pada Andi adalah.... m.
A. 40 B. 60 C. 100 D. 120 E. 160
28. Dua gaya masing-masing 10 N bekerja pada
suatu benda. Sudut diantara kedua gaya itu
adalah 120
o
. Besar resultannya adalah....
A. 10 N C. 17 N E. 25 N
B. 14 N D. 20 N
29. Dua vektor A dan B besarnya 40 dan 20 satuan. Jika
sudut antara kedua vektor itu = 60° , maka besar
dari A – B adalah....
A. 20 B. 20√3 C. 30 D. 40√3 E. 60
30. Vektor p = 60 satuan, q = 80 satuan, apabila | p +
q | = 100 satuan, maka besar sudut yang terbentuk
antara kedua vektor tersebut adalah....
A. 180
o
B. 150
o
C. 120
o
D. 90
o
E. 60
o

31. Dua buah vektor masing-masing adalah F1
= 10
satuan dan F2
= 16 satuan. Resultan kedua
vektor pada sumbu-X dan sumbu-Y adalah....





A. 2 satuan dan 8 satuan
B. 2 satuan dan 8√3 satuan
C. 2√3 satuan dan 8 satuan
D. 18 satuan dan 8 satuan
E. 18 satuan dan 8√3 satuan
32. Vektor p dengan besar 16 N membentuk sudut 0
o

terhadap sumbu x positif, dan vektor q sebesar 12 N
membentuk sudut 90
o
terhadap sumbu x positif.
Sudut yang terbentuk antara resultan kedua vektor
dengan sumbu x adalah....
A. 30
o
B. 37
o
C. 45
o
D. 53
o
E. 60
o

33. Resultan ketiga gaya pada gambar di bawah ini
adalah....
A. 25 N
B. 50 N
C. 75 N
D. 100 N
E. 125 N
34. Diberikan tiga buah vektor seperti gambar berikut.
Nilai resultan antara ketiga vektor adalah....
A. 10 N
B. 15 N
C. 20 N
D. 25 N
E. 30 N
35. Besar resultan ketiga gaya berikut ini adalah....
A. 19 N
B. 15 N
C. 13 N
D. 12 N
E. 10 N
60
o

F2 = 50 N
60
o

F3 = 50 N
F1 = 100 N
F1
F2
X
Y
60
o

60
o

F1 = 10 N
60
o

F3 = 25 N
F2 = 10 N
10 N
6 N
3 N
53
o

F2y . F2x. baik di kiri maupun di kanan koma desimal. Fx = positif. d. Aturan pembulatan : 1) angka > 5 → dibulatkan ke atas : 6. Selisih vektor = ⃗− ⃗ + − 3. gaya.43 2) angka < 5 → dibulatkan ke bawah : 6. tidak termasuk angka penting.42 3) angka = 5 : .jika angka sebelumnya genap → dibulatkan ke bawah : 5. Vektor adalah suatu besaran yang memiliki nilai dan arah.465 menjadi 5. Hitung komponen x dan y dari tiap-tiap vektor (F1 x. momentum. Skalar adalah besaran yang memiliki nilai saja. 1. kecepatan.48 . Hasil kuadrat atau akar memiliki angka penting sebanyak bilangan pentingnya. dan lain-lain.475 menjadi 5. Resultan vektor Besar resultan: Arah resultan: = = + = + 2. Resultan tiga vektor (metode analitis) a. Jumlahkan : ∑Fx = F1x – F2x – F3x = : ∑Fy = F1y + F2y – F3y = : = ∑ +∑ − + − − Arah resultan : = c. Hasil perkalian atau pembagian memiliki angka penting sebanyak bilangan yang paling sedikit angka pentingnya e. jika ke kanan. dan lain-lain. b. Sedangkan contoh skalar: jumlah siswa dalam kelas. S. jika ke atas. C. waktu. angka 0 yang terletak di kiri angka bukan 0. y F2 F 2y F2x F3x F3y F3 θ2 θ3 θ1 F1 F 1y x F1x = = θ = sudut apit antara F dengan sumbu x. Contoh besaran vektor: perpindahan. = negatif.FISIKA KELAS X 2.46 c.jika angka sebelumnya ganjil → dibulatkan ke atas : 5. massa. F1y.424 menjadi 6. jika ke kiri. F3 x. Angka Penting a.Pd Page 2 of 20 . Besar Resultan Copyright © 2011 by Harlan. tekanan. laju. b. jika ke bawah. Hasil penjumlahan atau pengurangan memiliki angka dibelakang koma sebanyak bilangan yang paling sedikit angka dibelakang komanya. Fy = positif. Vektor Besaran berdasarkan ada tidaknya arah dibedakan menjadi besaran vektor dan besaran skalar. = negatif.427 menjadi 6. dan F3y). Aturan angka penting : 1) semua angka bukan 0 adalah angka penting 2) angka 0 yang terletak di antara 2 angka bukan 0 termasuk angka penting 3) untuk bilangan desimal kurang dari 1.

S. ∙ = ∙ = ∙ =1 ∙ = ∙ = ∙ = ∙ = ∙ = ∙ =0 Misal : F1 = x1i + y1j + z1k dan F2 = x2 i + y2j + z2k ∙ = (x i + y j + z k) ∙ (x i + y j + z k) = x x + y y + z z Catatan: ⃗∙ ⃗ = ⃗∙ ⃗ k b.FISIKA KELAS X 4. Perkalian vektor a. Perkalian Titik (Dot Product) → Hasilnya adalah skalar ⃗∙ ⃗= ⃗ ∙ ⃗ ⃗ ⃗ Α = sudut apit terkecil kedua vektor. Perkalian Silang (Cross Product) → Hasilnya adalah vektor ⃗× ⃗= Arahnya = × = × × = ⃗ × ┴ = ⃗ ┴ ⃗ sesuai dengan aturan sekrup. j ⃗ dan × =1 × = × = −1 × =0 i × = × = Misal : F1 = x1i + y1j + z1k dan F2 = x2 i + y2j + z2k × =( =( Catatan: + − + ) × ( − + + ) +( )= − ) ) +( ⃗× ⃗ ⃗× ⃗ ≠ ⃗ ⃗ +j –j +j ⃗ ⃗ ⃗× ⃗ = + ⃗× ⃗=− Copyright © 2011 by Harlan.Pd Page 3 of 20 .

005) cm 15. Penyajian data yang benar dari data yang diperoleh Amir adalah. 4.05) m3 .32 ± 0.. 2.32 ± 0.96 dengan E.5 mm B.23 ± 0. m/s dan m/s Periode sebuah bandul sederhana bergantung pada massa bandul m.. 2.66 C. jari-jari r..0351) cm D. 10.. (4. 6. A.035) cm C.75 D. m dan s D. 10... ½. percepatan E. 5. Perhatikan pengukuran sekrup berikut ini.32 ± 0. Volume B.. 1. –½. M 2L-2 D. waktu C.33 cm Dari tabel di atas yang mempunyai satuan dan dimensi yang benar adalah.47 B. 1.. dan z adalah eksponen. 51. A. 2. y.. S. tekanan Besaran berikut memiliki dimensi yang sama dengan usaha adalah. Hasil pengukuran massa jenis ini lengkap dengan ketidakpastiannya adalah. 1. cm. Besaran Momentum Gaya Daya Satuan Kg. 1.4 cm B. 1 dan 3 saja B. 5. Nilai-nilai a. A. Massa suatu benda M = (234. tekanan C. M 2T-2 Besar tetapan Planck adalah 6. energi B.320 ± 0. dengan k adalah konstanta tanpa dimensi.035) cm 16. Pembacaan alat ukur dibawah ini yang benar adalah..20 cm.1) cm B.40 cm. ½. 4.. Hasil pengukuran jari-jari kelengkungan ini lengkap dengan ketidakpastiannya adalah. A. gaya D. 2 dan 3 saja C... kecepatan.57 C. berturut-turut satuan b dan c adalah. 1 dan 2 saja E. ML-2T2 Jarak tempuh partikel yang sedang bergerak dirumuskan: x = bt + ct2. dan x masing-masing menyatakan energi. dan jarak. Pembacaan jangka sorong di bawah ini yang benar adalah. A.001) cm D..35 cm E. A.Pd Page 4 of 20 .05) cm E. mm. ½.. daya E. (4. 15. Amir melakukan pengukuran tebal suatu papan dengan menggunakan jangka sorong. Dimensi dari tetapan Planck adalah.. ½. (4.1±0. dan z berturutturut adalah.. v.... (4.01) gcm -3 8. 1 C. hubungan ini dapat dinyatakan dengan: T = k ρa rbsc. m/s dan m/s B. –½ B. 0. –½ 3 3 B. /2 D.. 2.. A. A.. 5.31 ± 0. 7.B. 42 cm.. D. Jika E.35 cm. M 2L2T-2 B.10 mm C. 11.04) cm E. Suatu pengukuran jari-jari kelengkungan permukaan dari sebuah lensa cembung dengan spectrometer memberikan bacaan 15. L2T2 E. (4. –½.. dari tetesan kecil cairan akibat tegangan permukaan cairan adalah bergantung pada massa jenis ρ.. 9. Copyright © 2011 by Harlan. ½. (15. ML T E.45 B... A. ML-1T-1 D. A.32 ± 0. 4.. ½ D.1 cm C.. A.55 cm D.30 cm. 1. ½ E. A. /2 12. m2/s dan m/s2 2 2 C.ms -2 Kg..2300 ± 0.. 4.90 2. 4. ½. ½.6 x 10 -34 Js. 4. Hasil pengukurannya menunjukkan. (15.29 mikrometer 13. m/s dan m/s2 E..ms -1 Kg. 1. (15. ML2T1 -1 2 B.67 D. (8.FISIKA KELAS X 1.32 ± 0. ½ E. Nilai x. A. 1 saja D.. 15. 15. y. 0. 1.. MLT-1 B.55±0. ML-2T-2 C. ½.ms -3 Dimensi MLT-1 MLT-2 MLT-3 A. dan 15.32 ± 0. MLT-2 E... 4. Hubungan ini dapat dinyatakan dengan: periode = kmxlygz dengan k adalah tetapan tak berdimensi dan x... 3 /2.1) g dan volumenya V = (41. maka persamaan: E = Av2 + Bx2 .230 ± 0. ML2T-1 C.. M2L-2T-2 C.25 cm.. dan 3 5. dan percepatan gravitasi g. ML-2T2 Perhatikan tabel berikut ini! No. massa jenis Dimensi dari energi kinetik adalah. 4. dan c berturutturut adalah.43 E. (15. k mempunyai dimensi.. 3. A. 15. dan tegangan permukaan s.0 mm 14. panjang tali l. 5/2 C. b.. ½. kelajuan D.0 mm E. ML2T-2 D. Tegangan permukaan s adalah gaya persatuan panjang. (15. x dalam meter dan t dalam sekon. ½.. 1.. Hasil pengukuran dari jangka sorong berikut : .04) cm B. ½. 3.01) cm C.. 15.50 mm A. 1. 3/2 . Yang termasuk besaran vektor adalah.. ½ Periode getaran T. Jika k = A.. 5.

213 dan angka 2. satuan.. A. 19 N 10 N B. 18 24. Vy = 4√3 satuan E. 4 D.2 gcm-3 19. 10√3 E. 14. A. 4.012) gcm-3 27. 4. 2 B. 3 D. maka besar vektor tersebut dalam sumbu x dan y adalah. 10 C.. 3 C.. 2 E. Vektor p = 60 satuan. Dua buah vektor masing-masing adalah F1 = 10 satuan dan F2 = 16 satuan. Jika besar vektor V = 8 satuan. 1.. 40 B. 14. Dua vektor A dan B besarnya 40 dan 20 satuan. 2. Vx = 4 satuan. 25 N 60 B. 120 E. Vy = 8√3 satuan C.01) gcm -3 (8. maka kerapatan benda tersebut.306 ± 0. A. 20√3 C. 5 E..FISIKA KELAS X B.. 5 B. Dua buah vektor memiliki besar yang sama masingmasing 10 N. angka penting. A. 100√3 B. 50 N F = 100 N C.. 60o 33. Sebuah benda massanya 16... 25 N E. N. 60o 31..5 menurut aturan angka penting akan memiliki hasil sebanyak.174 gcm -3 D. Vx = 8 satuan. Besar dari | a + b | adalah.. Resultan kedua vektor pada sumbu-X dan sumbu-Y adalah. 20 N 29. A.. Vx = 8 satuan. Dua gaya masing-masing 10 N bekerja pada suatu benda.. A. Jika sudut antara kedua vektor itu = 60° . 10 N B. Vektor p dengan besar 16 N membentuk sudut 0o terhadap sumbu x positif. Sudut diantara kedua gaya itu adalah 120o . 1 18. 60 30.. angka. 6 21. S. A. 14 N D..49 x 103 cm3 B..23 x 4. q = 80 satuan. maka besar resultan kedua vektor tersebut adalah.. A.1739 gcm -3 B. 180o B. 125 N F = 50 N 2 o 1 o 3 E.117 gcm -3 E.. 20 E. 10 N o Copyright © 2011 by Harlan. Hasil dari penjumlahan angka 6. 5 B... 3 dan 4 B.13 cm 22.. Diberikan vektor-vektor sebagai berikut: a = ( 12 i − 2 j ) satuan b = ( −7 i + 14 j ) satuan.12 menurut aturan angka penting akan memiliki banyak angka dibelakang koma sejumlah.. Hasil dari 1. 800 E. Vy = 4 satuan 26. membentuk sudut 60o dengan sumbu x positif. E.036 ± 0. Vy = 8 satuan B.. Nilai resultan antara ketiga vektor adalah. 8 C. Sebuah vektor sebesar 25 satuan membentuk sudut 53o terhadap sumbu x positif. 15 N C. 10 C. Volume kubus tersebut adalah. 53o E.... 15 D.23 (3) 2.. A. 1..15 cm3 .. apabila | p + q | = 100 satuan... Resultan ketiga gaya pada gambar di bawah ini adalah. satuan. 80. 4492.000 B. D. Sebuah kubus mempunyai sisi 16..8 g/cm3 . 17 N E. Besar resultannya adalah.. Sudut yang terbentuk antara resultan kedua vektor dengan sumbu x adalah. 15 N F = 25 N 60 C.. 160 28. Massa jenis suatu zat cair adalah 0.12 cm 3 E.. A. 4 C.0203 (2) 0.3057 ± 0. A. dan vektor q sebesar 12 N membentuk sudut 90o terhadap sumbu x positif. 30 N 1 3 o o F2 = 10 N 35. A. 4492.. 14. Vx = 4 satuan. A. A. 60 C. maka besar sudut yang terbentuk antara kedua vektor tersebut adalah. 5 C. 14 gcm-3 C.. Besar penguraian vektor tersebut pada sumbu x adalah.125 cm 3 D.. 30 D.. 2 dan 4 D. 10 N C. 25 N B.. 17.... 120o D.... 40√3 E. F = 10 N A. Vy = 5 satuan D. 1.5 cm.. 45o D. 25 34. Jika kedua vektor membentuk sudut 60o. m.012) gcm-3 (8.... Andi berjalan ke arah utara sejauh 100 m kemudian belok 90o kearah timur sejauh 32 m dan belok lagi 90o ke arah selatan sejauh 124 m. 8. Y F2 60o F1 A.30 gram dan volumenya 1. Perpindahan yang terjadi pada Andi adalah.0125) gcm-3 (8.. A. 10√2 D.000 23. 13 X 2 satuan dan 8 satuan 2 satuan dan 8√3 satuan 2√3 satuan dan 8 satuan 18 satuan dan 8 satuan 18 satuan dan 8√3 satuan 32. maka besar dari A – B adalah... 14. A. 7 D. 37o C. 4492.03 (4) 20. 30o B..3 Dari data di atas yang terdiri dari 3 angka penting adalah. 3 B. 3 dan 4 C. 100 N E. Vx = 4√3 satuan. 1. 80 D. 2. 20 N 60 D. Diberikan data angka-angka sebagai berikut: (1) 0. Diberikan tiga buah vektor seperti gambar berikut. (8. 12 N 3N E. C. B. Jika satuan diubah menjadi kg/m 3 maka massa jenis zat cair adalah.03 ± 0. 20 B... C. 75 N 60 D. 150 o C. Besar resultan ketiga gaya berikut ini adalah. D. 13 N 53 6N D. F = 50 N A.. 100√2 25. 3 dan 4 E.. 100 D. 90o E.5 x 103 cm3 3 C. E. 2 dan 3 20.Pd Page 5 of 20 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful