LAPORAN TETAP PRAKTIKUM BIOKIMIA

I. NOMOR PERCOBAAN : IV II. JUDUL PERCOBAAN : UJI PROTEIN III. TUJUAN : Untuk mempelajari beberapa reaksi uji terhadap asam amino dan protein

IV. LANDASAN TEORI

:

Protein adalah makromolekul yang berlimpah di dalam sel hidup dan merupakan 50 persen atau lebih berat kering sel. Protein ditemukan di dalam semua sel dan semua bagian sel. Protein juga amat bervariasi; ratusan jenis yang berbeda dapat ditemukan dalam satu sel. Protein juga meiliki sifat yang sensitif terhadap lingkungannya misalnya: suhu, tekanan, dll. Dalam hubungannya dengan asam amino, protein merupakan polimer dari sekitar asam amino yang berlainan disambungkan dengan ikatan peptida, yaitu rantai pendek. Karena keragaman rantai samping yang terbentuk jika asam-asam amino tersebut disambung-sambungkan, protein yang berbeda dapat mempunyai sifat kimia yang berbeda dan struktur sekunder dan tersier yang sangat berbeda. Rantai samping itu dapat bersifat polar atau nonpolar. Kandungan bagian asam amino polar yang tinggi dalam protein meningkatkan kelarutannya dalam air. Rantai samping yang paling polar ialah rantai samping amino basa dan asam amino asam. Asam-asam amino ini terdapat dalam albumin dan globulin yang larut dalam air dengan aras yang tinggi. Fungsi Biologi Protein  Enzim Protein yang paling bervariasi dan mempunyai kekhususan tinggi adalah protein yang mempunyai aktivitas katalisa, yakni enzim. Hampir semua reaksi kimia biomolekul organik di dalam sel dikatalisa oleh enzim. Lebih dari 2000 jenis enzim, masing-masing dapat mengkatalisa reaksi kimia yang berbeda, telah ditemukan di dalam berbagai bentuk kehidupan.  Protein Transport

atau lembaran penyanggah untuk memberikan struktur biologi kekuatan atau proteksi.  Protein Kontraktil atau Motil Beberapa protein memberikan kemampuan kepada sel dan organisme untuk berkontraksi.  Protein Pertahanan Banyak protein mempertahankan organisme dalam melawan serangan oleh spesies lain atau melindungi organisme tersebut dari luka. Aktin dan miosin adalah protein filamen yang berfungsi di dalam sistem kontraktil otot kerangka dan juga di dalam banyak sel bukan otot. Plasma darah mengandung lipoprotein. dan kasein protein utama susu merupakan contoh lain dari protein nutrien Ferritin jaringan hewan merupakan protein penyimpan besi.  Protein Nutrien dan Penyimpan Biji berbagai tumbuhan menyimpan protein nutrien yang dibutuhkan untuk pertumbuhan embrio tanaman. Ovalbumin protein utama putih telur. dan nutrien lain membran menuju ke dalam sel. yang mempunyai daya tenggang yang amat tinggi. Protein transpor lain terdapat di dalam membran sel dan menyesuaikan strukturnya untuk mengikat dan membawa glukosa. atau protein . Terutama. mengubah bentuk. Komponen utama dari urat dan tulang rawan adalah protein serabut kolagen.Protein transpor di dalam plasma darah mengikat dan membawa molekul atau ion spesifik dari satu organ ke organ lain Disini oksigen dilepaskan untuk melangsungkan oksidasi nutrien yang menghasilkan energi. jagung. kabel. virus. protein pembentuk mikrotubul. Immunoglobulin atau anti-bodi pada vertebrata adalah protein khusus yang dibuat oleh limposit yang dapat mengenali dan mengendapkan atau menetralkan serangan bakteri. Mikrotubul merupakan komponen penting dari flagella dan silia yang dapat menggerakkan sel. atau bergerak. contoh yang telah dikenal adalah protein biji dari gandum. Contoh lain adalah tubulin.  Protein Struktural Banyak protein yang berperan sebagai filamen. dan beras. yang membawa lipid dari hati ke organ yang lain. asam amino.

protein globular dan protein serabut. 1. dan tidak berlipat menjadi bentuk globular. juga berfungsi di dalam pertahanan tubuh. anti-bodi. o Protein dapat dibagi menjadi dua golongan utama berdasarkan bentuk dan sifatsifat fisik tertentu. Ciri-ciri utama molekul protein yaitu . membentuk suatu rantai polipeptida. 1. fibroin dari sutera dan kolagen dari urat. dan protein tumbuhan beracun. merupakan protein penggumpal darah yang menjaga kehilangan darah jika sistem pembuluh terluka. Diantara jenis ini terdapat sejumlah hormon seperti insulin. Fibrinogen dan trombin. seperti protein transpor pada darah. yang disebut repressor mengatur biosintesa enzim oleh sel bakteri. seperti risin. Bisa ular. Umumnya terjadi atas 20 macam asam amino. Protein serabut yang khas adalah α-keratin pada rambut dan wol. dan protein penyimpan nutrien. suatu protein tanaman dari afrika yang mempunyai rasa yang amat manis. yang mengatur transport Ca2+ dan fosfat. Hampir semua protein serabut memberikan peranan struktural atau pelindung. toksin bakteri. Monelin.  Protein Pengatur Beberapa protein membantu aktivitas seluler. yang mengatur metabolisme gula dan kekurangannya menyebabkan penyakit diabetes. Pada protein globular rantai atau rantai-rantai polipeptida berlipat rapat-rapat menjadi bentuk globular atau bulat yang padat. Asam amino berikatan secara kovalen satu dengan yang lain dalam variasi urutan yang bermacam-macam. Protein serabut bersifat tidak larut di dalam air. merupakan molekul serabut panjang.  Protein lain Terdapat banyak protein yang fungsinya agak eksotik dan tidak mudah diklasifikasikan.asing dari spesies lain. Protein globular biasanya larut di dalam sistem larutan (air) dan segera berdifusi . . hampir semua mempunyai fungsi gerak atau dinamik. Hampir semua enzim merupakan protein globular. Protein pengatur lain. dengan rantai polipeptida yang memanjang pada satu sumbu. Hormon pertumbuhan dari pituari dan hormon paratiroid.

yang mengikat empat gugus substituen yang berbeda. 4. Semua asam amino (20) yang ditemukan pada protein mempunyai ciri yang sama. Warna hitam menunjukkan bagian yang umum pada semua asam  -amino pada protein (kecuali prolin). yakni. . Ke-20 asam amino pada protein seringkali dipandang sebagai asam amino baku.  karbon. dan atom Hidrogen. Atom  karbon asimetrik karenanya. utama. Hal ini akan mempengaruhi secara bermakna sifat-sifat fungsiu protein makanan dan perilakuknya selama pemrosesan. Asam amino dapat pula terdapat dalam protein. Asam amino baku dapat dinyatakan dengan singkatan tiga huruf atau lambang satu huruf yang digunakan secara ringkas untuk menunjukkan komposisi dan urutan asam amino di dalam rantai polipeptida. gugus R. gugus amino. Pada umumnya. gugus karboksil dan gugus amino diikat pada atom karbon yang sama. umumnya reaktis sangat speifik hal ini disebabkan karena adanya gugus samping yang reaktif dan susunan khas struktur makromolekulnya. tetapi tidak terdapat di dalam protein. keculai satu mempunyai atom karbon asimetrik. atau gugus R. strukturnya tidak stabil terhadap beberapa faktor seperti pH. atau normal. Dari 20 asam amino. Hampir semua asam amino baku. Protein tumbuhan dapat ditingkatkan mutu gizinya dengan pencampuran secara bijaksana atau dengan modifikasi genetik melalui persilangan. 3. Struktur asam amino yang terdapat dalam protein ditemukan dalam bentuk ionik. Terdapat ikatan kimia lain yang menyebabkan terbentuknya lengkunganlengkungan rantai polipeptida menjadi struktur tiga dimensi protein. hanya 8 asam amino yang merupakan asam amino esensial yang terdapat dalam protein dan ketersediaannya menentukan kualitas gizi protein. Asam amino satu dengan yang lainnya akan bersambung membenrtuk struktur primer protein oleh ikatan peptida. Masing-masing berbeda satu dengan yang lainnya pada rantai sampingnya.2. gugus karboksil. yang bervariasi dalam struktur. untuk membedakan molekul-molekul ini dari jenis-jenis asam amino lain yang ada pada organisme hidup. kualitas protein hewan lebih tinggi daripada kualitas protein tumbuhan. dll. ukuran muatan listrik dan kelarutan di dalam air. Susunan asam amino menentukan sifat struktur sekunder dan tersier.

Dan bila protein dilarutkan ke dalam larutan asam atau basa kuat. enensiomer. Asam amino yang bebas yang terbentuk merupakan molekul yang relatif kecil. Sifat asam amino dalam larutan. Karena susunan tetrahedral ikatan valensi disekitar atom  karbon pada asam amino. maka unit pembangun asam amino dibebaskan dari ikatan kovalen yang menghubungkan molekulmolekul ini menjadi rantai. senyawa dengan pusat khiral terdapat dua bentuk isomer yang berbeda. identifikasi. umumnya kurang larut dalam air tetapi larut dalam pelarut organik. Sifat asam amino ini berbeda dengan asam karboksilat maupun dengan sifat amina. Hal ini sangat penting diterapkan dalam seni pemisahan. keempat gugus substituen yang berbeda ini dapat menempati dua susunan yang berbeda dalam ruang. yang merupakan bayanngan cermin yang tidak saling menutupi sesamanya. pada umumnya tidak larut dalam air. asam amino larut dalam air dan tidak larut dalam pelarut organik non polar seperti eter. dan kuatifikasi asam amino yang berbeda. kecuali satu. yang didasarkan atas tingkah laku asam basa yang khas. . Demikian pula amina. atau stereoisomer.merupakan pusat khiral. maka ia akam terionisasi dan dapat bersifat sebagai asam atau basa. Kesemua dari 20 asam amino yang diperoleh dari hidrolisa protein dengan kondisi yang cukup ringan. yaitu dalam hal menentukan komposisi dan urutan asam amino dari molekul protein. aseton dan kloroform. Pada umumnya. 2. Sifat-Sifat Asam Amino 1. yakni arah perputaran sinar terpolarisasi didalam polarimeter. Kedua bentuk ini dinamakan isomer optik. tetapi larut dalam pelarut organik. yang bersifat identik dalam semua sifat kimia dan fisiknya. Seperti yang telah diketahui. Asam karboksilat alifatik maupun aromatik yang terdiri dari beberapa atom karbon. Asam amino mempunyai titik lebur yang lebih tinggi dibandingkan dengan asam karboksilat atau amina (lebih besar dari 200ºC). bersifat optik aktif. dan struktur masing-masing telah diketahui. 2. yakni senyawa-senyawa ini dapat memutar sinar bidang polarisasi meuju ke suatu arah atau kebalikannya. Sifat-sifat asam dan basa ini sangat penting didalam pengertian pengetahuan mengenai sifat protein.

 Dengan rantai samping yang mengandung atom sulfur (asam amino polar) : Sistein dan metionin. fenilalanin. Treonin. yaitu asam amino esensial dan asam amino non esensial. Keadaan ion ini sangat tergantung pada pH larutan. hormon. Tirosin. lisin. Klasifikasi Asam Amino Terdapat 2 jenis asam amino berdasarkan kemampuan tubuh dalam sintesisnya. Isoleusin. Fungsi Biologis Asam Amino  Penyusun protein. Histidin  Yang mengandung cincin aromatic : Histidin. termasuk enzim. Klasifikasi asam amino dapat dilakukan berdasarkan rantai samping (gugus –R) dan sifat kelarutannya didalam air. 4.3. leusin. . treonin. Asam glutamate. Fenilalanin. dan arginin). tetapi diperoleh dari luar misalnya melalui makanan( lisin.  Dengan rantai samping yang mengandung gugus basa (gugus R bermuatan positif): Arginin. Tirosin. Bersifat sebagai elektrolit.  Kerangka dasar sejumlah senyawa penting dalam metabolisme (terutama vitamin. histidin. Asam amino non esensial adalah asam amino yang dapat disintesis didalam tubuh melalui perombakan senyawa lain. Leusin. Berdasarkan kelarutan didalam air dibagi atas asam amino hidrofobik dan hidrofilik (klasifikasi dapat dilihat pada bagian struktur asam amino). 3. dan asam nukleat). Valin. asam amino dapat membentuk ion yang bermuatan positif dan juga bermuatan negative (zwitterion) atau ion amfoter.  Dengan rantai samping yang mengandung gugus hidroksil (OH). Alanin.  Dengan rantai samping yang mengandung gugus asam atau amidanya(gugus R bermuatan negative) : Asam aspartat. Glutamin. metionin. Aspargin. Asam amino esensial adalah asam amino yang tidak dapat disintesis didalam tubuh. Triptofan. isoleusin. Berdasarkan rantai sampingnya dapat diklasifikasikan sebagai berikut :  Dengan rantai samping alifatik (asam amino non polar) : Glisin.  Asam imino : Prolin. Dalam larutan kondisi netral (pH isoelektrik). valin. (asam amino polar) : Serin.

6. Menyebabkan retardasi mental. (3) golongan dengan gugus R bermuatan negatif. Penyakit Yang Berkaitan Dengan Metabolisme Asam Amino  FENILKETONURIA Adalah kelainan metabolism sejak lahir yang ditandai dengan ketidakmampuan mengubah fenilalanin menjadi tirosin. (4) golongan dengan gugus R bermuatan positif. Kesemuanya dapat dicegah dengan restriksi awal diet fenilalanin. Pengikat ion logam penting yang diperlukan dalam reaksi enzimatik (kofaktor). COOH H2N C CH3 H H2N H3C COOH C CH CH3 H COOH H2N C CH 2 CH H3C CH3 H H2N H COOH C C CH 2 CH3 H CH3 Alanin Valin . yaitu: (1) golongan dengan gugus R nonpolar atau hidrofobik. sehingga menyebabkan akumulasi fenilalanin dan hasil metaboliknya didalam tubuh. manifestasi neurologic. karena adanya cacat pada enzim α -keto dekarboksilase. Asam amino dengan gugus samping R non polar atau hidrofobik. tetapi tidak bermuatan. Golongan-Golongan Asam Amino Struktur ke-20 asam amino dibagi menjadi 4 golongan. 7. Karena defek pada transportasi ini secara khas mengakibatkan eksresi satu atau lebih asam amino dalam jumlah yang meningkat.  AMINOASIDURIA Penyakit yang timbul akibat gangguan pada transportasi asam amino tertentu ke dalam sel. eczema dan bau kesturi. pigmentasi ringan. 5. valin dan isoleusin.  MAPLE SYRUP URINE DISEASE Terjadinya akumulasi asam keto dari leusin. 1. (2) golongan dengan gugus R polar. Dapat menyebabkan gangguan susunan saraf pusat. ikan gabus dan produk susu. Sumber-Sumber Asam Amino  Asam amino dapat diperoleh melalui asupan makanan seperti pada kacangkacangan(misalnya kedelai).

Asam amino dengan gugus samping R polar tak bermuatan COOH H2N C H H COOH H2N C H H2N H COOH C C CH3 H OH H2N COOH C CH 2 SH H CH 2OH Glisin Serin Treonin COOH H 2N C CH 2 H Sistein COOH H2N C CH 2 C H2N O H COOH H2N C CH 2 CH 2 C H2N O H Asparagin OH Glutamin Tirosin .Leusin COOH H2N NH CH 2 Isoleusin COOH COOH COOH CH H2C H2C C CH 2 CH 2 S CH3 H H 2N C CH 2 H H2N C CH 2 C H CH NH Prolin Metionin Fenilalanin Triptofan 2.

3. Asam amino dengan gugus samping R bermuatan positif COOH H2N C CH 2 C NH CH HC N H COOH H2N CH 2 CH 2 CH 2 NH C NH H COOH H2N C CH 2 CH 2 CH 2 CH 2 NH2 H Histidin NH2 Arginin Lisin 4. Beker gelas 4. Pipet tetes 2. Alat : 1. Tabung reaksi . Asam amino dengan gugus samping R bermuatan nrgatif COOH H2N C CH 2 CH 2 COOH H H2N COOH C CH 2 COOH H Asam Aspartat Asam Glutamat V. Gelas ukur 3. Neraca analitik 5. ALAT DAN BAHAN a.

5 ml larutan protein dan NaOH 0.1 M 4. HCl 0. Rak tabung reaksi 7. Aquades 5.1 M.7.5 ml larutan protein dan buffer asetat pH = 4.7 8. Telur mentah diambil kuning telur dan putih telurnya 2. buffer asetat pH = 4. HCl 0. Denaturasi Protein Isi tabung 1 dengan 4. Dan isi tabung 3 dengan 3 ml larutan protein. Etil Alkohol 95% VI. NaOH 0. Isi tabung 2 dengan 3 ml larutan protein .1 M dan etil alkohol 95%. buffer asetat pH = 4. Penjepit tabung b.1 M. Corong 10. Pengaduk 8. PROSEDUR PERCOBAAN 1. Kertas saring 9. Albumin 5% 7. Bahan 1. dan isi tabung 3 dengan 4.1 M 3.6. Susu Bubuk 6. Dalam tabung mana yang kelihatan mengendap.1 M dan etil alkohol 95%. . Untuk tabung-tabung (1) dan (2) tambahkan 10 ml buffer asetat pH 4. Isi tabung 2 dengan 4.5 ml larutan protein dan HCl 0. Pengendapan dengan Alkohol Isi tabung 1 dengan larutan protein 3 ml.7 dan etil alkohol 95%. NaOH 0. Tempatkan ketiga tabung dalam air mendidih selama 15 menit dan dinginkan pada temperatur kamar.7 (1 M). 2.

bagian tengah tengah putih keruh tengah putih keruh > putih keruh + endapan dan bagian bawah Tabung I dan bagian dan bagian bawah putih bening)  bawah bening)  bening) tetap Etanol  tetap menjadi putih keruh. bawah putih bening) dari tabung I. . bagian bawah dan endapan. bagian bawah putih bening > tabung I) HCl kuning NaOH +  Kuning Buffer  Kuning Etanol bening + Etanol  2 bening + Etanol  putih lapisan (bagian atas Larutan Putih keruh 2 Albumin Sintetik bening larutan keruh bening.VII. . bagian bening. Pengendapan dengan Alkohol No Bahan HCl + Etanol (Tabung I) HCl NaOH + Etanol (Tabung II)  Buffer + Etanol (Tabung III)  Kuning kuning NaOH Kuning Buffer bening + Etanol  2 bening + Etanol  2 bening + Etanol  lapisan ( bagian atas lapisan (bagian atas Larutan 1 Kuning Telur Putih keruh putih keruh. HCl putih keruh + NaOH  putih keruh Buffer  putih keruh + Etanol 4 Susu Bubuk tetap + Etanol menjadi putih keruh menjadi putih keruh. lapisan sedikit di bagian bawah. bagian putih bening. bagian endapan putih keruh > dan endapan. HASIL PENGAMATAN a. putih keruh)   HCl putih bening NaOH + Etanol  Kuning Buffer Kuning 3 bening + Etanol  3 bening + Etanol  3 lapisan ( bagian atas lapisan ( bagian atas lapisan ( bagian atas 3 Putih Telur putih bening.

kuning. Buffer keruh.        NaOH  Buffer  (Tabung II)  Buffer   (Tabung III)  kuning   Putih kuning NaOH kuning Buffer keruh   kuning keruh bening + bening + Buffer  keruh. putih Buffer keruh. menjadi putih. HCl  putih keruh NaOH  putih keruh Buffer   keruh dan   larutan coklat keruh  putih   Putih 4 Susu Bubuk endapan putih + dan endapan  + keruh + endapan Buffer  bening + Buffer endapan. putih putih keruh. . HCl bening kuning NaOH   kuning Buffer kuning   bening   kuning bening gumpalan putih + pekat + Buffer  Menggumpal Putih.b. 2 Albumin Sintetik Buffer  3 lapisan endapan putih yang ( bagian atas menggumpal dan enadapan . Denaturasi No Bahan HCl  Buffer  (Tabung I) HCl keruh 1 Kuning Telur kuning Buffer keruh. tengah keruh dan bagian  bawah   endapan putih ) HCl 3 Putih Telur   keruh NaOH +   keruh Buffer keruh bening  bening +  putih   Putih keruh. bagian larutan putih.

Denaturasi Protein R HN O NH R' O HOOC H R asam amino H2O . Pengendapan dengan Alkohol R' HN O NH R H3 N + R O OH + H3 N + O OH R R 2 H3 N + O OH 2. REAKSI KIMIA 1. H kalor + R H2 N O OH R' + H2 N O OH COOH3N + + H + H3N + H R asam COOH3N + COOH + OHbasa H2N R H + H2O R .VIII.

Pada uji yang pertama yaitu ke dalam larutan protein ditambahkan dengan larutan HCl. Pada uji yang kedua ditambahkan larutan NaOH ke dalam larutan protein. putih telur.7 dan NaOH ketiganya menghasilkan . Pada albumin sintetik dan susu bubuk penambahan HCl. Penambahan buffer asetat ini menyebabkan protein mengendap. pH larutan protein berada di bawah titik isoelektrik. sehingga molekul protein tidak mengalami pengendap dan larutan tetap tidak berubah. sehingga dengan penambahan asam kuat membuat larutan protein semakin cepat mengendap karena kelarutannya dalam air sangat berkurang. Pada uji yang ketiga. Ketika ditambahkan dengan etanol. larutan protein ditambahkan dengan buffer asetat. larutan protein yang diujikan adalah kuning telur. putih telur. Pengendapan protein oleh alkohol. Hal ini terjadi karena gugus –OH dari etanol lebih mudah terhidrasi dari pada molekul protein. Pada keadaan ini kelarutan protein berada pada titik minimumnya. larutan protein semakin banyak yang mengendap. Ketika ditambahkan dengan etanol. Hal ini dikarenakan kondisi larutan berada di bawah pH isoelektrik. hal ini disebabkan karena pH buffer asetat yang sedikit asam. sehingga molekul protein akan mengendap. sehingga protein akan mengendap. larutan tetap tidak berubah. Penambahan larutan HCl ini menyebabkan larutan protein mengendap. albumin sintetik dan susu bubuk. larutan buffer 4. larutan yang diuji adalah kuning telut.IX. Dengan penambahan alkohol menyebabkan protein semakin banyak yang mengendap. Mengendapnya larutan protein ini disebabkan karena setelah ditambahkan dengan larutan HCl. sehingga kelarutan protein dalam air berkurang. albumin sintetik dan susu bubuk. PEMBAHASAN Pada uji pengendapan protein oleh alkohol dan uji denaturasi yang bertujuan Untuk mempelajari beberapa reaksi uji terhadap asam amino dan larutan protein. Pada uji denaturasi protein oleh asam-basa (pH). Pada kondisi ini kelarutan protein berada pada titik minimum. Penambahan NaOH ke dalam larutan protein menyebabkan pH larutan di atas pH isoelektrik sehingga kelarutan protein dalam air meningkat dan larutan tetap seperti semula. Ini disebabkan karena molekul protein kalah bersaing dengan gugus –OH dari etanol untuk mengikat air. Hal ini terjadi karena molekul-molekul protein yang kelarutanya telah meningkat akibat penambahan basa tidak kalah bersaing dengan gugus –OH dari etanol untuk mengikat air.

90).7 . Dimana semakin banyak buffer asetat yang ditambahkan maka molekul dari buffer asetat akan menekan molekul dari HCL dan Naoh sehingga akan terbentuk endapan. dan pada penambahan HCL dan NaOH tidak terbentuk endapan setelah penambahan larutan Buffer Asetat 4.7 . Titik isoelektrik pada albumin adalah pada pH 4. Ini disebabkan karena kurangnya pemanasaan serta larutan buffer asetat yang ditambahkan kurang banyak atau tidak dalam volume berlebih. Pada Putih telur.7 tetapi hanya saja larutan berubah menjadi putih keruh.55-4. Seharusnya setelah pemanasaan dan penambahan larutan buffer asetat pada tabung I dan Tabung II terbentuk endapan. Sedangkan pada kuning telur . Buffer asetat menghasilkan endapan paling banyak karena memiliki pH 4. sedangkan di bawah titik isoelektrik.endapan pada larutannya. . Setiap protein mempunyai titik isoelektrik yang berbeda-beda. Pada pH di atas titik isoelektrik protein bermuatan negatif. Denaturasi terjadi karena terpecahnya ikatan hidrogen. interaksi hidrofobik. dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada protein albumin sintetik dan susu bubuk . 1994). Berdasarkan percobaan.55-4.7 yang sama dengan pH isoelektrik albumin (4. asam amino yang mendominasi adalah asam amino yang bersifat asam. Denaturasi protein dapat diartikan sebagai suatu perubahan terhadap struktur sekunder. protein bermuatan positif. Titik isoelektrik protein mempunyai arti penting karena pada umumnya sifat fisika dan kimia erat hubungannya dengan pH isoelektrik ini. penambahan larutan buffer asetat 4.7 dihasilkan endapan dan larutan menjadi berwarna keruh. albumin sintetik dan susu bubuk terdenaturasi lebih banyak pada penambahan larutan buffer 4. diikuti dengan HCL dan yang paling sedikit pada NaOH. Endapan yang paling banyak dihasilkan oleh larutan buffer 4. dan kuartener molekul protein tanpa terjadinya pemecahan ikatan-ikatan kovalen.90 (Poedjiadi. penambahan buffer asetat 4. tanpa menyebabkan pemutusan atau kerusakan lipatan antar asam amino dan struktur primer protein. tersier.7 . Denaturasi protein adalah suatu keadaan telah terjadinya perubahan struktur protein yang mencakup perubahan bentuk dan lipatan molekul. ikatan garam dan terbukanya lipatan molekul protein. HCL dan NaOH tidak terbentuk endapan hanya saja larutan berubah menjadi putih keruh setelah penambahan larutan buffer Asetat.

4. yaitu pH dimana jumlah muatan positif sama dengan jumlah muatan negatifnya. 2. 3. Pada pengendapan dengan alcohol. hanya tabung-tabung yang mengandung asam (ber-pH rendah) yang menunjukkan pengendapan protein. yang paling banyak menghasilkan endapan adalah percobaan ketiga dimana larutan protein ditambahkan dengan larutan buffer. 6. 5. Pada uji pengendapan oleh alkohol. Pada pengendapan dengan alkohol. KESIMPULAN 1. . gugus hidroksi dari alkohol lebih mudah terhidrasi sehingga protein mengendap.X. Denaturasi protein terjadi karena adanya perubahan pH atau suhu yang tidak terlalu extrem. Protein akan terdenaturasi atau mengendap bila berada pada titik isoelektriknya. Pada pengendapan dengan alcohol . larutan protein yang ditambahkan dengan larutan yang bersifat asam akan menyebabkan terbentuknya endapan.

Dasar-dasar Biokimia. Anna dkk. Kimia Makanan. 2006. 1997.DAFTAR PUSTAKA Arbianto.John. M. Bandung : ITB Lehninger.Dasar. Jakarta : Erlangga Poedjiyadi. Bandung : ITB Deman. purwo. 1982. 1993. Jakarta : UI-Press. Biokimia Konsep-Konsep Dasar.Dasar Biokimia. .

.2:.7:9.3 40 .8574903907..3 /03.3.2-.9.9:7.3 .5    !.3 /03.3 ./. $!&   !.3 /03.44  ./../03.3 907/03.3.3907-039:3. : 50303/.9.7:9.5.3574903/9.3.9./.03/.3 /9..507.8./.5..3548918.9.5.3 -.3 203.913.3./.2.3-0781.: 20303/.2 -07 5703/. 203.9.2:.330.. 50303/.3. 5.350303/.3 03/.3 .3:2.3.7 ...3203:3:.8.3                   .2-.44  .44  ::8 /748 /.. 907/7..8.5 -./.4-.3574903    !.703. 50303/.5.-.5.    !.3./.2.3 /03.3 5.507:-.44 0- 2:/.: 09702    !74903 . . 99 8400973.:2.8803.9:5/2.9:7.907.5.3 .3 574903 .44  .5.-:3 9.35.57490320303/.7:9.8 .-:3 .3/:3 .3-:1107    03.32030-.39/.3 .3/03. -07../.309.:8::./2. 9.  ./.7:9. 50303/.

79.8.742.8..742../ 33.8./   .7. !40/. .3/:3% 03307  .3.8.394 5:74  42.7 .7 . .8.%#!&$% 7-.3.3 .43805 43805.& !7088    ..3  43  2.3/:3% 02.79.7 /..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful