PERBEDAAN ILMU DENGAN PENGETAHUAN

1. Perkembangan Ilmu Pengetahuan Pada awalnya yang pertama muncul adalah filsafat dan ilmu-ilmu khusus merupakan bagian dari filsafat. Sehingga dikatakan bahwa filsafat merupakan induk atau ibu dari semua ilmu (mater scientiarum). Karena objek material filsafat bersifat umum yaitu seluruh kenyataan, pada hal ilmu-ilmu membutuhkan objek khusus. Hal ini menyebabkan berpisahnya ilmu dari filsafat. Meskipun pada perkembangannya masing-masing ilmu memisahkan diri dari filsafat, ini tidak berarti hubungan filsafat dengan ilmu-ilmu khusus menjadi terputus. Dengan ciri kekhususan yang dimiliki setiap ilmu, hal ini menimbulkan batas-batas yang tegas di antara masing-masing ilmu. Dengan kata lain tidak ada bidang pengetahuan yang menjadi penghubung ilmu-ilmu yang terpisah. Di sinilah filsafat berusaha untuk menyatu padukan masing-masing ilmu. Tugas filsafat adalah mengatasi spesialisasi dan merumuskan suatu pandangan hidup yang didasarkan atas pengalaman kemanusian yang luas. Ada hubungan timbal balik antara ilmu dengan filsafat. Banyak masalah filsafat yang memerlukan landasan pada pengetahuan ilmiah apabila pembahasannya tidak ingin dikatakan dangkal dan keliru. Ilmu dewasa ini dapat menyediakan bagi filsafat sejumlah besar bahan yang berupa fakta-fakta yang sangat penting bagi perkembangan ide-ide filsafati yang tepat sehingga sejalan dengan pengetahuan ilmiah. Dalam perkembangan berikutnya, filsafat tidak saja dipandang sebagai induk dan sumber ilmu, tetapi sudah merupakan bagian dari ilmu itu sendiri, yang juga mengalami spesialisasi. Dalam taraf peralihan ini filsafat tidak mencakup keseluruhan, tetapi sudah menjadi sektoral. Contohnya filsafat agama, filsafat hukum, dan filsafat ilmu adalah bagian dari perkembangan filsafat yang sudah menjadi sektoral dan terkotak dalam satu bidang tertentu. Dalam konteks inilah kemudian ilmu sebagai kajian filsafat sangat relevan untuk dikaji dan didalami .

studi dan percobaan untuk menentukan hakikat prinsip tentang hal yang sedang dikaji.  Karl Pearson. mendefinisikan ilmu adalah pengetahuan yang teratur tentang pekerjaan hukum kausal dalam suatu golongan masalah yang sama tabiatnya. Adanya berbagai definisi tentang ilmu pengetahuan ternyata belum dapat menolong untuk memahami hakikat ilmu pengetahuan itu. Sekarang orang lebih berkepentingan dengan mengadakan penggolongan (klasifikasi) sehingga garis demarkasi antara (cabang) ilmu yang satu dengan yang lainnya menjadi lebih diperhatikan. mengatakan ilmu adalah yang empiris. umum dan sistematik. 1998). terutama sebelum abad ke-19.  Ralph Ross dan Ernest Van Den Haag. Adapun beberapa definisi ilmu menurut para ahli diantaranya adalah :  Mohamad Hatta.  Ashley Montagu. Pengertian ilmu yang terdapat dalam kamus Bahasa Indonesia adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu. Mulyadhi Kartanegara mengatakan ilmu adalah any organized knowledge. tetapi setelah itu sains lebih terbatas pada bidang-bidang fisik atau inderawi. menyimpulkan bahwa ilmu adalah pengetahuan yang disusun dalam satu sistem yang berasal dari pengamatan. maupun menurut kedudukannya tampak dari luar. maupun menurut bangunannya dari dalam. mengatakan ilmu adalah lukisan atau keterangan yang komprehensif dan konsisten tentang fakta pengalaman dengan istilah yang sederhana. sedangkan ilmu melampauinya pada bidang-bidang non fisik. Definisi Ilmu Pengetahuan Membicarakan masalah ilmu pengetahuan beserta definisinya ternyata tidak semudah dengan yang diperkirakan. dan ke empatnya serentak. seperti metafisika. Ilmu dan sains menurutnya tidak berbeda.2. rasional.  Harsojo menerangkan bahwa ilmu merupakan akumulasi pengetahuan yang disistemasikan dan suatu pendekatan atau metode pendekatan terhadap seluruh dunia empiris yaitu dunia yang terikat oleh faktor ruang dan waktu. Lebih lanjut ilmu didefinisikan sebagai suatu . yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu (Admojo. dunia yang pada prinsipnya dapat diamati oleh panca indera manusia.

Namun bukan sebaliknya kumpulan ilmu adalah pengetahuan. yakni sebagian lidi yang sudah diraut dan dipotong ujung dan pangkalnya kemudian diikat. Ia mencerminkan alam dan konsep-konsep. Secara lebih jelas ilmu seperti sapu lidi. katagori dan hukum-hukum. menyatakan ilmu adalah manusia tentang alam. dan mekanisme tertentu.  Afanasyef. Pengetahuan adalah keseluruhan pengetahuan yang belum tersusun. Objek Ilmu Pengetahuan Ilmu adalah kumpulan pengetahuan. Setiap bidang ilmu baik itu ilmu khusus maupun ilmu filsafat harus memenuhi ke dua objek tersebut.cara menganalisis yang mengijinkan kepada ahli-ahlinya untuk menyatakan suatu proposisi dalam bentuk : “ jika …. Objek material adalah sesuatu hal yang dijadikan sasaran pemikiran (Gegenstand). masyarakat dan pikiran. Pengetahuan tidak teruji karena kesimpulan ditarik berdasarkan asumsi yang tidak teruji lebih dahulu. Dapat juga dikatakan pengetahuan adalah informasi yang berupa common sense. sesuatu hal yang diselidiki atau sesuatu hal yang dipelajari. dan tempat lainnya yang belum tersusun dengan baik. tanpa memiliki metode. sehingga menjadi sapu lidi. Kelemahan logika deduktif ini sering pengetahuan yang diperoleh tidak sesuai dengan fakta. 3. di pasar. Dalam hal ini landasan pengetahuan kurang kuat cenderung kabur dan samar-samar. yang ketetapannya dan kebenarannya diuji dengan pengalaman praktis. Kumpulan pengetahuan agar dapat dikatakan ilmu harus memenuhi syarat-syarat tertentu. baik mengenai matafisik maupun fisik. Pencarian pengetahuan lebih cendrung trial and error dan berdasarkan pengalaman belaka Pembuktian kebenaran pengetahuan berdasarkan penalaran akal atau rasional atau menggunakan logika deduktif. Premis dan proposisi sebelumnya menjadi acuan berpikir rasionalisme. maka “. Berdasarkan definisi di atas terlihat jelas ada hal prinsip yang berbeda antara ilmu dengan pengetahuan. Syarat-syarat yang dimaksudkan adalah objek material dan objek formal. Objek material mencakup hal konkrit misalnya . Sedangkan pengetahuan adalah lidi-lidi yang masih berserakan di pohon kelapa. Pengetahuan berakar pada adat dan tradisi yang menjadi kebiasaan dan pengulangan-pengulangan.

Asumsi ketiga yaitu determinasi artinya ilmu menganut pola tertentu atau tidak terjadi secara kebetulan. Satu objek material dapat ditinjau dari berbagai sudut pandangan sehingga menimbulkan ilmu yang berbeda-beda. pengandaian-pengandaian dan dasar-dasarnya serta pertanggung jawaban atas pertanyaan mengenai pengetahuan yang dimiliki. Asumsi kedua adalah kelestarian relatif artinya ilmu tidak mengalami perubahan dalam periode tertentu (dalam waktu singkat). Ontologi merupakan salah satu objek lapangan penelitian kefilsafatan yang paling kuno.tumbuhan. yaitu bahwa ilmu pengetahuan sempurna tak boleh mencari untung. tumbuhan. namun harus bersikap kontemplatif. batu ataupun hal-hal yang abstrak seperti ide-ide. . Untuk memberi arti tentang suatu objek ilmu ada beberapa asumsi yang perlu diperhatikan yaitu asumsi pertama adalah suatu objek bisa dikelompokkan berdasarkan kesamaan bentuk. dan kerohanian. nilai-nilai. Pandangan itu merupakan kritik terhadap pandangan Aristoteles. sifat (substansi). nilai-nilai. batu-batuan dan manusia itu sendiri. tetapi pada saat yang sama membedakannya dari bidangbidang yang lain. Sebagian ciri yang patut mendapat perhatian dalam epistemologi perkembangan ilmu pada masa modern adalah munculnya pandangan baru mengenai ilmu pengetahuan. struktur atau komparasi dan kuantitatif asumsi. epistemologi dan aksiologi. Epistemologi atau teori pengetahuan yaitu cabang filsafat yang berurusan dengan hakikat dan ruang lingkup pengetahuan. Dasar Ilmu Ada tiga dasar ilmu yaitu ontologi. Objek formal dari suatu ilmu tidak hanya memberi keutuhan suatu ilmu. diganti dengan pandangan bahwa ilmu pengetahuan justru harus mencari untung. Jadi masih dalam jangkauan pengalaman manusia atau bersifat empiris. cara meninjau yang dilakukan oleh peneliti terhadap objek materialnya serta prinsip-prinsip yang digunakannya. 4. Dasar ontologi ilmu mencakup seluruh aspek kehidupan yang dapat diuji oleh panca indera manusia.manusia. Objek formal adalah cara memandang. Dasar aksiologi berarti sebagai teori nilai yang berkaitan dengan kegunaan dari pengetahuan yang diperoleh. Objek empiris dapat berupa objek material seperti ide-ide. artinya dipakai untuk memperkuat kemampuan manusia di bumi ini . binatang. seberapa besar sumbangan ilmu bagi kebutuhan umat manusia.

Teori tentang nilai dalam filsafat mengacu pada permasalahan etika dan estetika. Etika mengandung dua arti yaitu kumpulan pengetahuan mengenai penilaian terhadap perbuatan manusia dan merupakan suatu predikat yang dipakai untuk membedakan hal-hal. dan mengarah pada tujuan-tujuan tertentu. Dalam hal ini ilmu dapat diartikan sebagai kumpulan pengetahuan yang merupakan hasil berpikir manusia. Berdasarkan aksiologi. dan tata langkah untuk memperoleh pengetahuan baru atau mengembangkan pengetahuan yang telah ada. cara teknis. Sedangkan estetika berkaitan dengan nilai tentang pengalaman keindahan yang dimiliki oleh manusia terhadap lingkungan dan fenomena disekelilingnya. ilmu terlihat jelas bahwa permasalahan yang utama adalah mengenai nilai. Nilai yang dimaksud adalah sesuatu yang dimiliki manusia untuk melakukan berbagai pertimbangan tentang apa yang dinilai. perbuatan-perbuatan atau manusia-manusia lainnya. Proses dalam rangkaian aktivitas ini bersifat intelektual. Eksperimentasi ilmu kealaman mampu menjangkau objek potensi-potensi alam yang semula sulit diamati. sehingga dengan demikian merupakan suatu proses. Perkembangan ilmu sekarang ini dilakukan dalam ujud eksperimen.Dasar aksiologi ini merupakan sesuatu yang paling penting bagi manusia karena dengan ilmu segala keperluan dan kebutuhan manusia menjadi terpenuhi secara lebih cepat dan lebih mudah. yaitu sebagai suatu kegiatan yang dilakukan secara sadar oleh manusia. Prosedur Pencarian Ilmu Salah satu ciri khas ilmu pengetahuan adalah sebagai suatu aktivitas. Ke dua ciri dasar ilmu yaitu ujud aktivitas manusia dan hasil aktivitas tersebut. Metode ilmiah merupakan suatu prosedur yang mencakup berbagai tindakan pikiran. Disamping ilmu sebagai suatu aktivitas. pola kerja. ilmu juga sebagai suatu produk. 5. Ilmu tidak saja melibatkan aktivitas tunggal. melainkan suatu rangkaian aktivitas. . Ilmu menganut pola tertentu dan tidak terjadi secara kebetulan. merupakan sisi yang tidak terpisahkan dari ciri ketiga yang dimiliki ilmu yaitu sebagai suatu metode.

Ini menunjukkan pada dua hal yang pokok. deduksi. Sifat ilmiahnya terletak pada kelangsungan proses yang runut dari segenap tahapan prosedur ilmiah tersebut. Sedangkan secara terminologi definisi pengetahuan ada beberapa definisi. sadar. meskipun pada prakteknya tahap-tahap kerja tersebut sering kali dilakukan secara bersamaan. Pembahasan Sebelum penjabaran tentang perbedaan pengetahuan dan ilmu pengetahuan. insaf. dan empirik menunjukkan pada sifat bahan yang diselidiki.Pada umumnya metodologi yang digunakan dalam ilmu kealaman disebut siklus-empirik. Metode siklusempirik mencakup lima tahapan yang disebut observasi. Dengan demikian pengetahuan merupakan hasil proses dari usaha manusia untuk tahu. yaitu hal-hal yang dalam tingkatan pertama dapat diregistrasi secara indrawi. . dan evaluasi. induksi. mengerti dan pandai. Dalam Encyclopedia of Philosophy dijelaskan bahwa difinisi pengetahuan adalah kepercayaan yang benar (knowledge is justified true belief). Dalam hal ini yang mengetahui (subjek) memiliki yang diketahui (objek) di dalam dirinya sendiri sedemikian aktif sehingga yang mengetahui itu menyusun yang diketahui pada dirinya sendiri dalam kesatuan aktif. Pekerjaan tahu tersebut adalah hasil dari kenal. 1. Pengetahuan Secara etimologi pengetahuan berasal dari kata dalam bahasa Inggris yaitu knowledge. Pengetahuan adalah proses kehidupan yang diketahui manusia secara langsung dari kesadarannya sendiri. eksperimen. 2. Pengetahuan adalah apa yang diketahui atau hasil pekerjaan tahu. Tujuannya adalah untuk memudahkan dalam mendalami perbedaan antara pengetahuan dan ilmu pengetahuan. Pengetahuan itu adalah semua milik atau isi pikiran. perlu diuraikan tentang pengertian pengetahuan dan ilmu pengetahuan. yaitu siklus yang mengandaikan adanya suatu kegiatan yang dilaksanakan berulang-ulang.

Dalam hal ini landasan pengetahuan kurang kuat cenderung kabur dan samar-samar. Pengetahuan tidak teruji karena kesimpulan ditarik berdasarkan asumsi yang tidak teruji lebih dahulu. Pengetahuan adalah keseluruhan pengetahuan yang belum tersusun. dan mekanisme tertentu. tanpa memiliki metode. Ruang Lingkup pengetahuan secara ontologi. seni dan agama. Pada dasarnya pengetahuan merupakan hasil tahu manusia terhadap sesuatu. epistomologi dan aksiologi ada tiga yaitu Ilmu. Pengetahuan berakar pada adat dan tradisi yang menjadi kebiasaan dan pengulangan-pengulangan. dapat pula objek yang dipahami oleh manusia berbentuk ideal. Pencarian pengetahuan lebih cendrung trial and error dan berdasarkan pengalaman belaka. Pengetahuan ini merupakan khasanah kekayaan mental yang secara langsung dan tak langsung memperkaya kehidupan kita. Pengetahuan dapat berwujud barangbarang baik lewat indera maupun lewat akal. baik mengenai matafisik maupun fisik. Dapat juga dikatakan pengetahuan adalah informasi yang berupa common sense. atau yang bersangkutan dengan masalah kejiwaan. termasuk didalamnya ilmu. atau segala perbuatan manusia untuk memahami suatu objek tertentu. Agama dan Seni pada skema berikut : Ilmu .3. Pengetahuan adalah segenap apa yang kita ketahui tentang suatu objek tertentu.

Namun bukan sebaliknya kumpulan ilmu adalah pengetahuan. dan evaluasi. Ini menunjukkan pada dua macam hal yang pokok. binatang. Sesuatu tersebut dapat diperoleh dari pengalaman dan pengamatan dalam kehidupan sehari-hari. Ini diperoleh melalui observasi. Ada tiga dasar ilmu yaitu ontologi. yaitu hal-hal yang dalam tingkatan pertama dapat diregistrasi secara indrawi. dan empirik yang menunjukkan pada sifat bahan yang diselidiki. Namun sesuatu itu dilanjutkan dengan pemikiran secara cermat dan teliti dengan menggunakan berbagai metode. nilai-nilai. induksi. Syarat-syarat yang dimaksudkan adalah objek material dan objek formal. Objek empiris dapat berupa objek material seperti ide-ide. tumbuhan. Ilmu sebagai milik manusia secara komprehensif yang merupakan lukisan dan keterangan yang lengkap dan konsisten mengenai hal-hal yang dipelajarinya dalam ruang dan waktu sejauh jangkauan logika dan dapat diamati panca indera manusia. netral (tidak dipengaruhi oleh kedirian atau subjektif). Analisisnya merupakan hal yang objektif dengan menyampingkan unsur pribadi.Pada prinsipnya ilmu merupakan usaha untuk mengorganisir dan mensitematisasikan sesuatu. deduksi. Pada umumnya metodologi yang digunakan dalam ilmu kealaman disebut siklus-empirik. Ilmu adalah kumpulan pengetahuan. Kumpulan pengetahuan agar dapat dikatakan ilmu harus memenuhi syarat-syarat tertentu. batu-batuan dan manusia itu sendiri. eksperimen. yaitu siklus yang mengandaikan adanya suatu kegiatan yang dilaksanakan berulang-ulang. eksperimen. mengedepankan pemikiran logika. Ilmu merupakan suatu bentuk aktiva yang dengan melakukannya umat manusia memperoleh suatu lebih lengkap dan lebih cermat tentang alam di masa lampau. tujuannya untuk menggambarkan dan memberi makna terhadap dunia faktual. sekarang dan kemudian serta suatu kemampuan yang meningkat untuk menyesuaikan dirinya. Metode siklus-empirik mencakup lima tahapan yang disebut observasi. Setiap bidang ilmu baik itu ilmu khusus maupun ilmu filsafat harus memenuhi ke dua objek tersebut. Dasar ontologi ilmu mencakup seluruh aspek kehidupan yang dapat diuji oleh panca indera manusia. dan klasifikasi. Sifat ilmiahnya terletak pada kelangsungan proses yang runut dari . epistemologi dan aksiologi. Jadi masih dalam jangkauan pengalaman manusia atau bersifat empiris. Ilmu dapat merupakan suatu metode berfikir secara objektif (objective thinking).

Temuan-temuan yang diperoleh selangkah demi selangkah disusun kembali dalam satu kesatuan sistem. teori. komunalisme. Dalam dimensi fenomenal ilmu menampakkan diri pada hal-hal berikut : 1. Ilmu Pengetahuan Alam dan Ilmu Pengetahuan Humanis. maupun non fisik. komparasi. Objek sasaran yang ingin diketahui 2. eksperimentasi. Dimensi Struktural Dalam dimensi struktural ilmu tersusun atas komponen-komponen berikut 1. Ilmu dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu Ilmu Pengetahuan Abstrak. kontemplasi. Produk yaitu hasil dari aktivitas tadi berupa dalil-dalil. Penegasan ilmu diletakkan pada tolok ukur dari sisi fenomenal dan struktural. imajinasi. 2003). baik yang bersifat fisik. observasi.segenap tahapan prosedur ilmiah tersebut. Proses yaitu olah krida aktivitas masyarakat elit yang melalui refleksi. disinterestedness. Ada alasan dan dengan sarana dan cara tertentu objek sasaran tadi terus menerus dipertanyakan 4. dan paradigma-paradigma beserta hasil penerapannya. meskipun pada prakteknya tahap-tahap kerja tersebut sering kali dilakukan secara bersamaan (Soeprapto. dan skeptisme yang terarah dan teratur 2. Masyarakat yaitu suatu masyarakat yang elit yang dalam hidup kesehariannya sangat konsern pada kaidah-kaidah universaI. Dimensi Fenomenal. 3. Objek sasaran terus menerus dipertanyakan tanpa mengenal titik henti 3. . Ilmu dalam usahanya untuk menyingkap rahasia-rahasia alam haruslah mengetahui anggapananggapan kefilsafatan mengenai alam tersebut. dan sebagainya tidak pernah mengenal titik henti untuk mencari dan menemukan kebenaran ilmiah.

dan klasifikasi. baik mengenai matafisik maupun fisik. Kesimpulan Berdasarkan uaraian di atas dapat dibuat kesimpulan sebagai berikut : 1. eksperimen. Ilmu pengetahuan abstrak meliputi metafisika. Analisisnya bersifat objektif dengan menyampingkan unsur pribadi. kedokteran. Pengetahuan berakar pada adat dan tradisi yang menjadi kebiasaan dan pengulangan-pengulangan. dan matematika. dan kumpulan pengetahuan dapat dikatakan ilmu setelah memenuhi syarat-syarat objek material dan objek formal 2. sosiologi. Pengetahuan tidak teruji karena kesimpulan ditarik berdasarkan asumsi yang tidak teruji lebih dahulu. Ada perbedaan prinsip antara ilmu dengan pengetahuan. mengedepankan pemikiran logika. pengetahuan merupakan informasi yang berupa common sense. Ilmu merupakan kumpulan dari berbagai pengetahuan. Ilmu pengetahuan humanis meliputi psikologi. objektif dan diperoleh dengan metode tertentu seperti observasi. tanpa memiliki metode. logika. Berdasarkan skema di atas terlihat bahwa ilmu melingkupi tiga bidang poko yaitu ilmu pengetahuan abstrak. Dalam hal ini landasan pengetahuan kurang kuat cenderung kabur dan samar-samar. dan lain sebagainya. netral (tidak dipengaruhi oleh kedirian atau subjektif). dan mekanisme tertentu. Ilmu pengetahuan alam meliputi Fisika. ilmu pengetahuan alam dan ilmu pengetahuan humanis. antropologi. kimia. Pengetahuan adalah keseluruhan pengetahuan yang belum tersusun. 3. geografi.Secara rinci seperti skema di bawah ini. hukum dan lain sebagainya. Pencarian pengetahuan lebih cendrung trial and error dan berdasarkan pengalaman belaka . Ilmu bersifat sistematis. biologi.

2. sehingga dalam penulisannya cukup dipakai salah satu kata sesuai dengan maknanya. Dalam penulisan karangan ilmiah atau penulisan lainnya harus dibedakan antara ilmu dengan pengetahuan. agar kekaburan makna dari kata tersebut tidak terjadi. sehingga dalam penulisannya cukup dipakai salah satu kata sesuai dengan maknanya. Penggabungan kata ilmu dengan pengetahuan menjadi ilmu pengetahuan berkonotasi ganda. . Dalam penulisan karangan ilmiah atau penulisan lainnya harus dibedakan antara ilmu dengan pengetahuan. 5.4. Saran 1. agar kekaburan makna dari kata tersebut tidak terjadi. Penggabungan kata ilmu dengan pengetahuan menjadi ilmu pengetahuan berkonotasi ganda.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful