P. 1
BAB I - V

BAB I - V

|Views: 896|Likes:
Published by Mansur Amriatul

More info:

Published by: Mansur Amriatul on Oct 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/17/2013

pdf

text

original

Berikut ini adalah salah satu hasil penelitian yang relavan yang

telah menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe pair checks

terhadap hasil belajar siswa yaitu :

“Nanik Irawati (2009) “metode pembelajaran kooperatif tipe pair
checks, dapat meningkatkan aktivitas dan kreatifitas siswa,
sedangkan prestasi belajar menggunakan ketuntasan belajar
berdasarkan SKBM yang telah ditetapkan sekolah dan
DEPDIKNAS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pembelajaran dengan metode pembelajaran kooperatif tipe Pair
Checks dapat meningkatkan aktivitas dan kreativitas, serta
prestasi belajar matematika siswa, dimana (a) persentase rata-rata
aktivitas belajar siswa pada siklus tindakan I sebesar 58.84%
dengan kualitas 32.46% dan pada siklus tindakan II sebesar
96.04% dengan kualitas 75.51%, (b) tingkat kreativitas siswa
dalam satu kelas pada siklus tindakan I sebesar 60.22% dan pada
siklus tindakan II mencapai 70.73%, (c) ketuntasan belajar
klasikal pada siklus tindakan I yaitu 60.71% dan pada siklus

tindakan II mengalami peningkatan menjadi 85.71%”.

Hasil penelitian yang relevan diatas merupakan hasil penelitian dengan

menggunakan metode pembelajaran pair checks pada mata pelajaran

matematika. Sehingga dalam hal ini peneliti berinisiatif untuk meneliti

kembali tentang pengaruh metode pembelajaran pair checks (kelompok

20

sebangku) dalam mata pelajaran fisika terhadap hasil belajar fisika pada siswa

kelas VII di MTs NW Mataram tahun pelajaran 2011/2012.

C. Kerangka Berpikir

Menurut Uma Sekaran dalam Sugiyono (2009:91) kerangka berfikir

merupakan “model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan

berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting”.

Oleh karena itu, pembelajaran fisika berkaitan dengan cara mencari tahu

dan memahami alam semesta secara sistematis, dalam pembelajaran fisika

siswa tidak hanya diharapkan mampu menguasai fakta-fakta, konsep-konsep

maupun prinsip-prinsip saja melainkan merupakan suatu proses penemuan,

sehingga dalam mengembangkan pembelajaran fisika dikelas hendaknya ada

keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran untuk menemukan sendiri

pengetahuan melalui interaksinya dalam lingkungan.

Sehingga untuk hal itu dalam proses pembelajaran seorang guru harus

dapat mengembangkan berbagai kemampuan siswa, seperti dengan

menerapkan proses belajar pair checks. Pembelajaran pair checks merupakan

proses pembelajaran yang menekankan kepada siswa untuk belajar

berpasangan dengan teman sebangkunya.

Dengan menerapkan pendekatan pembelajaran kooperatif (cooperative

learning) dalam proses pembelajaran di kelas, siswa diberi kesempatan

bersama dengan teman-teman sekelompoknya untuk saling belajar secara

berkelanjutan, mereka dibiasakan saling bekerjasama dalam proses belajar.

Pada pendekatan pembelajaran kooperatif dengan metode pair checks

pada penelitian ini siswa lebih diberi kesempatan untuk menemukan ide

21

pokok, untuk saling berpikir kemudian dibahas bersama kelompok sebangku,

siswa juga diberi kesempatan untuk saling berbagi mengajarkan kepada teman

kelompok sebangku lainya dan untuk saling mentransfer ilmu

pengetahuannya. Sedangkan pada metode yang tidak diberi perlakuan sebagai

kelas kontrolnya yaitu metode konvensinal atau metode yang sering di

gunakan pada saat proses belajar seperti, ceramah, diskusi, tanya jawab,

memberikan tugas, siswa diberi kesempatan untuk menemukan ide dan

gagasanya untuk belajar seperti biasa, tetapi pada materi yang sama antara

kelas eksperimen dan kelas kontrol. Sedangkan peran guru pada kedua metode

ini disamping sebagai pengajar, guru sebagai fasilitator, katalisator, motivator,

memberi penguatan dan bimbingan pada siswa dalam berdiskusi, sehingga

siswa tidak hanya berpikir sendiri dan mempertanggung jawabkannya tapi

juga berbagi dalam pengetahuannya.

Dengan demikian diprediksi bahwa antara hasil pembelajaran dengan

menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe pair checks dan dengan

menggunakan metode konvensional memiliki perbedaan pengaruh terhadap

hasil belajar fisika siswa.

D. Hipotesis Penelitian

Hipotesis adalah “suatu jawaban sementara terhadap rumusan masalah

penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk

kalimat pernyataan” (Sugiyono, 2009:96).

Jadi berdasarkan deskripsi teoritis dan kerangka berfikir yang

diajukan dalam penelitian ini maka hipotesis penelitiannya dirumuskan

sebagai berikut :

22

Ha : Ada pengaruh metode pembelajaran pair checks (kelompok sebangku)

terhadap hasil belajar fisika siswa kelas VII pada pokok bahasan

besaran dan satuan di MTs NW Mataram.

Ho : Tidak ada pengaruh metode pembelajaran pair checks (kelompok

sebangku) terhadap hasil belajar fisika siswa kelas VII pada pokok

bahasan Besaran dan Satuan di MTs NW Mataram.

23

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Metode dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Metode

penelitian eksperimen dapat diartikan ”sebagai metode penelitian yang

digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain

dalam kondisi yang terkendalikan” (Sugiyono, 2009:107). Dengan demikian

peneliti membagi kelompok dalam penelitian ini menjadi dua kelompok

eksperimen, yaitu kelompok pertama adalah kelompok eksperimen yang

belajar dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe pair checks

dan kelompok kedua adalah kelompok eksperimen yang belajar dengan

metode ceramah.

B. Variabel Penelitian

Variabel adalah objek penelitian, atau apa yang menjadi titik perhatian

suatu penelitian. Variabel yang diamati terdiri dari dua yaitu variabel yang

mempengaruhi disebut variabel penyebab atau variabel bebas, sedangkan

variabel akibat disebut variabel tidak bebas atau variabel terikat

Jadi variabel yang di gunakan dalam penelitian ini oleh peneliti dibagi

menjadi dua yaitu variabel bebas dan variabel terikat. Adapun variabel-

variabel itu yaitu :

1. Variabel bebas

Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi

sebab timbulnya variabel terikat. Dalam penelitian ini, yang menjadi

23

24

variabel bebas adalah metode pembelajaran yang diterapkan di kelas

eksperimen dan kelas kontrol yang menjadi variable bebas dalam

penelitian ini adalah metode pair checks dan metode ceramah yang

digunakan dalam pembelajaran físika.

2. Variabel terikat

Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau menjadi akibat

adanya variabel bebas. Variabel terikat di dalam penelitian ini adalah hasil

belajar fisika siswa.

3. Variabel yang di Kontrol

Variabel kontrol adalah variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan

sehingga hubungan variabel bebas dan variabel terikat tidak dipengaruhi

oleh faktor luar yang tidak diteliti. Variabel kontrol di dalam penelitian ini

berupa kemampuan awal kelas eksperimen dan kelas kontrol dianggap

sama, guru, materi, tujuan pembelajaran, instrumen yang digunakan, dan

cara penilaian.

C. Tempat dan Waktu Penelitan

1. Tempat Penelitan

Penelitian ini telah dilaksanakan di MTs NW Mataram tahun

pelajaran 2011/2012.

2. Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 4 Agustus s/d 24 Agustus

pada semester I tahun pelajaran 2011/2012.

25

D. Rancangan Penelitian

Rancangan penelitian ini merupakan suatu cara untuk mencari

jawaban dari rumusan masalah. Rancangan penelitian tergantung dari gejala

yang akan diteliti. Apakah gejala itu dirancang secara khusus untuk diselidiki

atau telah ada secara wajar. Oleh karena itu, di dalam penelitian eksperimen

ini terdapat kelas eksperimen dan kelas kontrol. Pretest-Posttest Control

Group Design merupakan desain penelitian yang akan digunakan oleh

peneliti di dalam penelitian ini.

Tabel 3.1

Perlakuan Terhadap Kelompok Eksperimen dan Kelompok Kontrol

Kelas

Pre-test

Perlakuan

Pos-test

Eksperimen

T-1

X

T-2

Kontrol

T-1

-

T-2

Keterangan:

X = Perlakuan eksperimen

T-1 = Hasil belajar fisika fre-test

T-2 = Hasil belajar fisika post-test

Kelompok eksperimen dan kelompok kontrol masing-masing akan

diberikan pre-test (T-1) dan post-test (T-2) secara bersamaan. Kelas

eksperimen dan kelas kontrol umumnya menggunakan metode ceramah.

Yang membedakan dalam penelitian ini adalah kelompok eksperimen diberi

perlakuan (X) yaitu pembelajaran dengan metode pair checks, sedangkan

kelompok kontrol tidak diberi perlakuan atau tetap menggunakan metode

konvensional atau biasa. Hasil tes pada kelas eksperimen dan kontrol akan

dibandingkan. Untuk mengetahui pengaruh peningkatan dan perbedaan hasil

belajar dengan menggunakan uji t.

26

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->