P. 1
BAB I - V

BAB I - V

|Views: 898|Likes:
Published by Mansur Amriatul

More info:

Published by: Mansur Amriatul on Oct 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/17/2013

pdf

text

original

Data hasil belajar siswa dalam penelitian ini untuk mengukur data

mengenai hasil belajar siswa menggunakan pembelajaran kooperatif. Adapun

bentuk tes yang maksud adalah berupa tes pilihan ganda berjumlah 30 item

soal.

28

Tabel 3.3

Kisi-Kisi Soal Uji Instrumen

Keterangan :
C1 = Soal Ingatan

C4 = Soal Analisa

C2 = Soal Pemahaman

C5 = Soal Sintesis

C3 = Soal aplikasi

C6 = Soal Evaluasi

Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa uji instrumen yang akan

digunakan adalah tes hasil belajar fisika siswa yaitu tes, yang digunakan

untuk mengukur sejauh mana siswa menguasai materi yang telah diberikan.

Tes hasil belajar ini dalam bentuk tes objektif atau dalam bentuk pilihan

ganda sebanyak 30 soal dengan 4 option (pilihan). Sebelum tes diberikan

kepada siswa terlebih dahulu dilakukan uji validitas, realibilitas, indeks

kesukaran, dan daya beda soal. Selanjutnya, dilakukan uji coba terhadap tes

Aspek Yang
Dinilai

Materi
Pokok & Indikator

(C1)

(C2)

(C3)

(C4)

(C5)

(C6)

Besaran (50%)
- Mengidentifikasi besaran-
besaran fisika dalam
kehidupan sehari-hari
kemudian mengelompokkan
dalam besaran pokok dan
turunan

5 soal
(1, 2, 3,
4, 5)

8 soal
(6, 7, 8,
9, 10,
11, 12,
13)

2
soal
(14,
15)

_

_

_

15

soal

Satuan (50%)
- Menggunakan satuan
internasional dalam
pengukuran
- Mengkonvensi satuan
panjang, massa, dan waktu
secara sederhana.
- Mengkonvensi satuan
besaran turunan

7 soal
(16, 17,
18, 19)

(20,21)

(22)

5 soal
(23,
24)

(25,26)

(27)

3
soal
(28)

(29)

(30)

_

_

_

15

soal

29

yang akan digunakan. Uji coba ini dilakukan di MTs NW Mataram pada

kelas VIIIA. Uji coba ini bertujuan untuk mengetahui apakah tes yang akan

digunakan dapat dikatakan baik atau tidak, maka perlu dilakukan analisis

meliputi :

1. Uji Validitas

Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat

kevalidan dan kesahihan instrument. Untuk menghitung koefisien

korelasi antara skor item digunakan rumus korelasi product moment

dengan angka kasar (Arikunto, 2009:73).

2

2

2

2

Y

Y

N

X

X

N

Y

X

XY

N

RXY

..............................................(3.1)

Keterangan:

RXY

= Koofisien korelasi antar variable X dan Y

X

= Skor item

Y

= Jumlah skor

N

= Jumlah sample

2. Uji Reliabilitas

Untuk mengetahui reliabel atau tidaknya suatu soal maka dapat

menggunakan rumus KR- 20 (Arikunto, 2009:100). Adapun rumusnya

adalah sebagai berikut :





2

2

11

1

s

pq

s

n

n

r

….............................................................................................(3. 2)

Dimana:

r11 = Realibilitas tes secara keseluruhan

n

= Banyaknya item

S

= Standar deviasi dari tes (standar deviasi adalah akar

varians).

30

p = Proporsi subjek yang menjawab item dengan benar.

q

= Proporsi subjek yang menjawab item dengan salah

(q= 1- p).

Σpq = Jumlah hasil perkalian antara p dan q.

3. Indeks Kesukaran

Persamaan yang digunakan dalam indeks kesukaran adalah

(Arikunto, 2009:208).

JS

……………………………………………...………….…(3. 3)

Dengan:

P = Indeks kesukaran

B = Banyaknya siswa yang menjawab soal itu dengan betul

JS = Jumlah seluruh siswa peserta tes

Kriteria indeks kesukaran:

P = 1,00 – 0,30 = Sukar

P = 0,30 – 0,70 = Sedang

P = 0,70 - 1,00 = Mudah

4. Daya Beda

Uji daya beda dimaksudkan untuk menyisihkan butir tes yang

mempunyai daya beda rendah. Rumus yang digunakan adalah (Arikunto,

2009:213).

B

A

B

B

A

A

P

P

J

B

J

B

D

………………………………….…………(3. 4)

Di mana:

J

= Jumlah peserta tes.

JA

= Banyak peserta kelompok atas.

JB = Banyak peserta kelompok bawah.

31

BA

= Banyaknya peserta kelompok atas yang menjawab soal

itu dengan benar.

BB = Banyaknya peserta kelompok bawah yang menjawab soal

itu dengan benar.

PA = Proporsi peserta kelompok atas yang menjawab benar.

PB = Proporsi peserta kelompok atas yang menjawab benar.

Kriteria daya pembeda:

D : 0,00 – 0,20 : Jelek (poor)

D : 0,20 – 0,40 : Cukup (satisfactory)

D : 0,40 – 0,70 : Baik (good)

D : 0,70 – 1,00 : Baik sekali (excellent)

Instrumen tes hasil belajar fisika yang disusun peneliti untuk

meneliti tingkat keberhasilan sampel setelah diberi perlakuan. Instrumen

tes hasil belajar fisika diberikan setelah kedua kelompok mendapat

perlakuan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->