Bilangan Oksidasi (BILOKS) Pengertian Bilangan Oksidasi Dengan bilangan oksidasi akan mempermudah dalam pengerjaan reduksi atau

oksidasi dalam suatu reaksi redoks. Kita akan membuat contoh dari Vanadium. Vanadium membentuk beberapa ion, V2+ dan V3+. Bagaimana ini bisa terjadi? Ion V2+ akan terbentuk dengan mengoksidasi logam, dengan memindahkan 2 elektron: Vanadium kini disebut mempunyai biloks +2. Pemindahan satu elektron lagi membentuk ion V3+: Vanadium kini mempunyai biloks +3. Pemindahan elektron sekali lagi membentuk bentuk ion tidak biasa, VO2+. Biloks vanadium kini adalah +4. Perhatikan bahwa biloks tidak didapat hanya dengan menghitung muatan ion (tapi pada kasus pertama dan kedua tadi memang benar). Bilangan oksidasi positif dihitung dari total elektron yang harus dipindahkan-mulai dari bentuk unsur bebasnya. Vanadium biloks +5 juga bisa saja dibentuk dengan memindahkan elektron kelima dan membentuk ion baru. Setiap kali vanadium dioksidasi dengan memindahkan satu elektronnya, biloks vanadium bertambah 1. Sebaliknya, jika elektron ditambahkan pada ion, biloksnya akan turun. Bahkan dapat didapat lagi bentuk awal atau bentuk bebas vanadium yang memiliki biloks nol. Bagaimana jika pada suatu unsur ditambahkan elektron? Ini tidak dapat dilakukan pada vanadium, tapi dapat pada unsur seperti sulfur. Ion sulfur memiliki biloks -2. Kesimpulan Biloks menunjukkan total elektron yang dipindahkan dari unsur bebas (biloks positif) atau ditambahkan pada suatu unsur (biloks negatif) untuk mencapai keadaan atau bentuknya yang baru. Oksidasi melibatkan kenaikan bilangan oksidasi Reduksi melibatkan penurunan bilangan oksidasi

* Unsur dalam senyawa yang lebih elektronegatif diberi biloks negatif. dan perhitungan sederhana. Sebaliknya cukup dengan langkah yang sederhana. Ingat. Jika anda mengerti bagaimana bilangan oksidasi berubah selama reaksi. yaitu -1 (lihat dibawah) . * Beberapa unsur hampir selalu mempunyai biloks sama dalam senyawanya: unsur Bilangan Oksidasi Pengecualian Logam golongan I selalu +1 Group 2 metals selalu +2 Oksigen biasanya -2 Kecuali dalam peroksida dan F2O (lihat dibawah) Hidrogen biasanya +1 Kecuali dalam hidrida logam. * Jumlah biloks dari semua atom dalam suatu senyawa ion sama dengan jumlah muatan ion tersebut. Karena itu membutuhkan langkah yang panjang. E Biloks dari unsur bebas adalah nol. anda dapat segera tahu apakah zat dioksidasi atau direduksi tanpa harus mengerjakan setengah-reaksi dan transfer elektron. Itu karena unsur bebas belum mengalami oksidasi atau reduksi.Dengan memahami pola sederhana ini akan mempermudah pemahaman tentang konsep bilangan oksidasi. baik unsur dengan struktur sederhana seperti Cl2 atau S8. atau unsur dengan struktur besar seperti karbon atau silikon. kemudian oksigen. Fluorin adalah unsur paling elektronegatif. Yang kurang elektronegatif diberi biloks positif. Ini berlaku untuk semua unsur. * Jumlah biloks dari semua atom atau ion dalam suatu senyawa netral adalah nol. Mengerjakan bilangan oksidasi Biloks tidak didapat dengan menghitung jumlah elektron yang ditransfer.

Biloks dari ion seperti hidrida adalah sama dengan muatan ion. Karena tiap hidrogen memiliki biloks +1. Oksigen dalam F2O Permasalahan disini adalah oksigen bukanlah unsur paling elektronegatif. H2O2. Misalkan biloks kromium adalah n: . -1. klorin tidak memiliki biloks 1 dalam persenyawaan ini. yaitu +2 (jangan lupa tanda +) Apakah bilangan oksidasi dari kromium dalam CrCl3? CrCl3 adalah senyawa netral. Tetapi harus diingat. Dengan penjelasan lain. hidrogen ada dalam bentuk ion hidrida. Contoh soal bilangan oksidasi Apakah bilangan oksidasi dari kromium dalam Cr2+? Untuk ion sederhana seperti ini. NaH.Fluorin selalu -1 Klorin biasanya -1 Kecuali dalam persenyawaan dengan O atau F (lihat dibawah) Alasan pengecualian Hidrogen dalam hidrida logam Yang termasuk hidrida logam antara lain natrium hidrida. H-. dalam contoh ini. Fluorin yang paling elektronegatif dan memiliki biloks -1. Oksigen dalam peroksida Yang termasuk peroksida antara lain. dan biloks logam golongan I dalam senyawa selalu +1. untuk mengimbangi biloks hidrogen. biloks adalah jumlah muatan ion. biloks senyawa netral adalah nol. biloks tiap oksigen harus -1. Klorin dalam persenyawaan dengan fluorin atau oksigen Klorin memiliki banyak biloks dalam persenyawaan ini. Jadi biloks oksigen adalah +2. jadi jumlah biloks hidrogen dan oksigen harus nol. Dalam senyawa ini. jadi biloks hidrogen haruslah -1 (+1-1=0). Klorin memiliki biloks -1. Senyawa ini adalah senyawa netral. jadi jumlah biloksnya adalah nol.

Jangan lupa bahwa ada 2 atom kromium. Jumlah biloks dari molekul netral yang terikat pada logam harus nol. Ini menjelaskan bahwa senyawa mengandung ion Fe2+ dan Fe3+. Jadi biloks tembaga adalah +2. Permasalahan dalam soal ini adalah dalam senyawa terdapat dua unsur (tembaga dan sulfur) yang biloks keduanyadapat berubah.n + 3 (-1) = 0 n = +3 Apakah bilangan oksidasi dari kromium dalam Cr(H2O)63+? Senyawa ini merupakan senyawa ion. Jadi bentuknya sama seperti ion kromium yang tak terikat molekul. Menggunakan bilangan oksidasi Dalam penamaan senyawa Anda pasti pernah tahu nama-nama ion seperti besi(II)sulfat dan besi(III)klorida. Apakah bilangan oksidasi dari kromium dalam ion dikromat. Kita dapat mengetahui bahwa biloksnya adalah +2 dari logam tembaga membentuk ion positif. Ada keterbatasan dalam mengerjakan biloks dalam ion kompleks seperti ini dimana ion logam dikelilingi oleh molekulmolekul netral seperti air atau amonia. . dan biloks adalah muatan ion. Ada dua cara dalam memecahkan soal ini: E Senyawa ini merupakan senyawa ionik. ion tembaga harus dalam bentuk ion 2+. E Senyawa ini juga dapat ditulis tembaga(II)sulfat. jumlah biloksnya sama dengan muatan ion. terbentuk dari ion tembaga dan ion sulfat. Berarti molekul-molekul tersebut dapat diabaikan dalam mengerjakan soal ini. 2n + 7(-2) = -2 n = +6 Apakah bilangan oksidasi dari tembaga dalam CuSO4? Dalam mengerjakan soal oksidasi tidak selalu dapat memakai cara sederhana seperti diatas. Cr2O72-? Biloks oksigen adalah -2. Tanda (II) dan (III) merupakan biloks dari besi dalam kedua senyawa tersebut: yaitu +2 dan +3. Tanda (II) menunjukkan biloksnya adalah 2. dan jumlah biloks sama dengan jumlah muatan ion. untuk membentuk senyawa netral. Biloksnya adalah +3. Cr3+. SO42-.

Contoh 1: Reaksi antara magnesium dengan asam hidroklorida: Apakah ada biloks yang berubah? Ya. Biloks sulfur adalah +4. reaksi ini bukanlah reaksi redoks. biloks klorin berubah karena berubah dari undur bebas menjadi dalam persenyawaan. Biloks magnesium naik. Ion sulfat yaitu SO42-. jadi magnesium teroksidasi. dan jika ya apa yang dioksidasi dan apa yang direduksi. Jadi lengkapnya FeSO4 disebut besi(II)sulfat(VI). jadi klorin tidak teroksidasi ataupun tereduksi. Nama modern menunjukkan biloks sulfur dalam kedua senyawa. Periksa semua biloks agar lebih yakin. nama klasik sulfat dan sulfit masih digunakan. Ion sulfit yaitu SO32-. Ini merupakan aplikasi bilangan oksidasi yang paling umum. kita harus menentukan apakah reaksi adalah reaksi redoks. jadi hidrogen tereduksi. Tetapi karena kerancuan pada nama-nama tersebut. Seperti telah dijelaskan: Oksidasi melibatkan kenaikan bilangan oksidasi Reduksi melibatkan penurunan bilangan oksidasi Pada contoh berikut ini. Contoh 2: Reaksi antara natrium hidroksidsa dengan asam hidroklorida: Semua bilangan oksidasi diperiksa: Ternyata tidak ada biloks yang berubah. Akhiran -at menunjukkan sulfur merupakan ion negatif. Ion tersebut sering disebut ion sulfat(VI). Menggunakan bilangan oksidasi untuk menentukan yang dioksidasi dan yang direduksi. Biloks sulfur adalah +6. ada dua unsur yang berupa senyawa pada satu sisi reaksi dan bentuk bebas pada sisi lainnya. Ada juga senyawa FeSO3 dengan nama klasik besi(II)sulfit. Biloks hidrogen turun.Besi(II)sulfat adalah FeSO4. Jadi. Klorin memiliki biloks yang sama pada kedua sisi persamaan reaksi. Ion ini sering disebut ion sulfat(IV). Bilangan oksidasi diperiksa: . Contoh 3: Reaksi antara klorin dan natrium hidroksida encer dingin: Jelas terlihat. dan FeSO3 disebut besi(II)sulfat(IV).

Reaksi disproporsionasi yaitu reaksi dimana satu unsur mengalami oksidasi maupun reduksi. Setiap biloks yang turun. Disini akan dijelaskan bagaimana mengerjakan persamaan setengah-reaksi redoks dalam suasana basa. Unsur lain dalam reaksi pastilah kehilangan 2 elektron tadi. Peristiwa seperti ini disebut reaksi disproporsionasi. berarti unsur tersebut memperoleh 2 elektron. kita hanya dapat menambahkan: * elektron * air * ion hidrogen (kecuali reaksi dalam suasana basa. dan bagaimana menggabungkannya untuk mendapat persamaan ion yang lengkap. Jika biloks suatu unsur dalam reaksi turun 2 nilai. Ingat. Menggunakan bilangan oksidasi untuk mengerjakan proporsi reaksi Bilangan oksidasi dapat berguna dalam membuat proporsi reaksi dalam reaksi titrasi. bagaimana proporsi reaksinya? Biloks molybdenum naik sebanyak 4 nilai. Ion yang mengandung cerium dengan biloks +4 adalah zat pengoksidasi (rumus molekul rumit. tidak sekedar Ce4+). urutan pengerjaannya biasanya: * Menyetarakan atom. klorin mengalami reduksi atau oksidasi? Jawabannya adalah keduanya. sumber : chem-is-try. atom klorin lainnya teroksidasi. Zat tersebut dapat mengoksidasi ion yang mngandung molybdenum dari biloks +2 menjadi +6. dapat menambahkan ion hidroksida) Ketika mengerjakan reaksi dalam suasana asam atau netral. . setiap perubahan 1 nilai biloks menunjukkan bahwa satu elektron telah ditransfer. Ketika mengerjakan setengah-reaksi seperti diatas.org Reaksi Redoks Dalam Suasana Basa Menyelesaikan soal persamaan setegah-reaksi dalam suasana basa lebih rumit daripada yang telah dijelaskan pada bagian-bagian sebelumnya. Tetapi biloks cerium dalam tiap ionnya hanya turun 1 nilai. selain oksigen dan hidrogen.Klorin ternyata satu-satunya unsur yang mengalami perubahan biloks. Satu atom klorin mengalami reduksi karena biloksnya turun. pasti diikuti dengan kenaikan yang setara biloks unsur lain. Lalu. dari +4 menjadi +3. Biloks cerium menjadi +3 ( Ce4+). Berarti biloks cerium harus turun sebanyak 4 nilai juga. Jadi jelas setidaknya harus ada 4 ion cerium yang terlibat dalam setiap reaksi dengan molybdenum ini. dimana tidak terdapat informasi yang cukup untuk menyelesaikan persamaan reaksi yang lengkap. Proporsi reaksinya adalah 4 ion yang mengandung cerium dengan 1 ion molybdenum. Lalu.

hanya muatan yang belum setara. * Menyetarakan muatan dengan menambahkan elektron. yaitu dengan menulis molekul air. Untuk menyetarakan oksigen. Bagaimana perbedaan dengan reaksi dalam susana basa? Permasalahan dalam pengerjaan ini adalah molekul air dan ion hidrogen yang ditambahkan untuk menyetarakan persamaan reaksi dalam suasana basa mengandung hidrogen dan oksigen. Semua atom sudah setara. Persamaan akan setara jika kita buat 2 ion hidrogen pada sisi kanan. Ini adalah contoh yang baik untuk kasus dimana kita dapat jelas melihat dimana harus menempatkan ion hidroksida. Ion ini dioksodasi dengan cepat oleh larutan hidrogen peroksida menjadi ion heksaaminkobalt(III). Tetapi itu bukan masalah. Co(NH3)62+. kita dapat menambahkan H2O atau OH. bersifat basa. Setengah-reaksi hidrogen peroksida juga tidak terlalu sulit. ion heksaaminkobalt(II). jadi kita harus menebak. Dengan menambah satu elektron pada sisi kanan akan menyetarakan muatan. Bagaimana kita tahu harus memulai dengan apa? Dalam beberapa kasus. yaitu 2+. dapat jelas terlihat bagaimana mengerjakan soal menggunakan ion hidroksida. kita akan mendapat ion kompleks. dan elektron. kita ubah persamaan tersebut dalam suasana basa. Oksidasi kobalt(II) menjadi kobalt(III) dengan hidrogen peroksida Jika kita menambahkan larutan amonia berlebih ke dalam larutan mangandung ion kobalt(II).pada persamaan. Larutan amonia. Tetapi jika tidak. Untuk lebih jelas kita akan lihat contoh berikut. Setengah-reaksi untuk kobalt cukup mudah. Ketika diperoleh setengah-reaksi yang setara. kita dapat mengerjakan setengah-reaksi seperti pengerjaan reaksi dalam suasana asam yang telah dijelaskan sebelumnya. Dimulai dengan menulis apa yang kita tahu dari soal.* Menyetarakan oksigen dengan menambahkan molekul air. Contoh Persamaan reaksi dalam contoh ini mungkin belum anda kenal. jelas. Kemudian kita hanya perlu menambah 2 elektron pada sisi kiri untuk menyetarakan muatan. ion hidrogen.Co(NH3)63+. yang penting adalah bagaimana mengerjakan persamaan reaksinya. Menggabungkan setengah-reaksi untuk mendapat persamaan reaksi . kecuali kita belum tahu apa hasil reaksi dari hidrogen peroksida ini. Begitu juga ketika ingin menyetarakan hidrogen. * Menyetarakan hidrogen dengan menambahkan ion hidrogen.

Kita tidak tahu apa hasil reaksi yang terbentuk. kita akan buat seolah-olah reaksi dalam suasana asam. Tidak pasti apakah kita perlu menyetarakan oksigen dengan molekul air atau ion hidroksida pada sisi kanan. kita harus menyingkirkan ion-ion hidrogen. Lalu. Kita jelas perlu ion hidroksida lain pada sisi kiri. ada molekul air pada kedua sisi persamaan. kita akan mendapat endapan hijau besi(II)hidroksida. Kita mulai dengan yang kita tahu dari soal. kita hanya dapat menyetarakan oksigen dengan menambah molekul air pada sisi kanan. Akhirnya. Tambahkan ion hidroksida secukupnya padakedua sisi persamaan sehingga dapat menetralkan semua ion hidrogen. Jadi. setarakan muatan dengan menambah 4 elektron. Karena persamaan ini telah setara. Ini bahkan lebih sederhana dan mudah dari contoh sebelumnya. Permasalahannya kini. dengan ion hidroksida bukan ion hidrogen. Menggabungkan setengah-reaksi untuk mendapat persamaan reaksi . Sekarang kita dapat setengah reaksi yang setara. Reaksi yan gkita kerjakan adalah suasana basa. persamaan itu hanya jika dalam suasana asam. Endapan ini cepat dioksidasi oleh oksigen dari udara manjadi endapan jingga-coklat besi(III)hidroksida. Ion hidrogen dan ion hidroksida pada sisi kiri akan menjadi 4 molekul air. Kita dapat meniadakan molekul air pada salah satu sisi. Setarakan hidrogen dengan menambah ion hidrogen pada sisi kiri. Untuk soal ini. kita harus menambah ion hidroksida dalam jumlah yang sama pada kedua sisi untuk mempertahankan kesetaraannya. satu contoh yang mudah! Oksidasi besi(II)hidroksida oleh udara Jika kita menambah larutan natrium hidroksida ke dalam larutan senyawa besi(II).Yang telah kita dapat sejauh ini adalah: Perkalian dan penjumlahan setengah reaksi: Dan selesai. Untuk menyetarakan muatan. Setengah reaksi untuk oksigen tidak terlalu mudah. Jangan lupa untuk memeriksa kembali bahwa semua penyetaraan telah diselesaikan. Pada kasus ini. Setengah-reaksi untuk besi(II)hidroksida sangat sederhana. kita tambah satu elektron pada sisi kanan.

Kita telah mendapat dua setengah-reaksi: Persamaan untuk besi harus terjadi 4 kali untuk dapat menyediakan elektron yang cukup bagi oksigen. kita akan mendapat larutan hijau gelap yang mengandung ion kompleks heksahidroksokromat(III). tetapi tidak terlalu sulit untuk dikerjakan dan disetarakan. Lalu bagaimana dengan ion hidroksida utnuk menghasilkan gas oksigen. Menggabungkan setengah-reaksi untuk mendapat persamaan reaksi Sejauh ini. Ion hidrogen tidak biasanya berperan sebagai reduktor (zat pereduksi). Singkirkan ion hidrogen dengan menambah ion hidroksida dengan jumlah yang cukup pada kedua sisi persamaan. Setarakan hidrogen dengan menambah ion hidrogen. Setengah-reaksi untuk perubahan ion manganat(VII) menjadi ion manganat(VI) cukup mudah (tentu saja jika kita tahu rumus molekulnya). Akan sangat sulit untuk mengerjakan setengah-reaksi secara langsung. yang telah kita dapat adalah: Reaksi mangan harus terjadi 4 kali untuk menghabiskan 4 elektron yang dihasilkan dari persamaaan setengah-reaksi hidroksida. tetapi mengerjakannya tidak terlalu sulit! Oksidasi kromium(III) menjadi kromium(VI) Jika kita menambahkan larutan natium hidroksida berlebih ke dalam larutan yang mengandung ion kromium(III). Reduksi ion manganat(VII) menjadi ion manganat(VI) oleh ion hidroksida Reaksi ini agak tidak jelas. pengerjaan selanjutnya sama dengan yang sebelumnya telah kita kerjakan berulang-ulang. Tuliskan apa yang kita tahu dari soal. . kita akan buat dengan urutan yang biasa. Selesaikan persamaan diatas.Dari sini. Perhatikan bahwa ion hidroksida pada masing-masing sisi saling meniadakan. setarakan oksigen pada reaksi. Dari reaksi ini juga dihasilakan gelembugn oksigen. Cr(OH)63-. Kemudian setarakan muatan. Persamaan kimia ini mungkin belum anda kenal. Larutan ungu gelap kalium mannganat(VII) direduksi perlahan menjadi larutan hijau gelap kalium manganat(VI) oleh larutan kalium hidroksida.

Akhirnya. jadi kita kerjakan seolah-olah dalam suasana asam. dengan memanaskannya dengan larutan hidrogen peroksida. sekarang kita hanya perlu mengerjakan setengah-reaksi ion kromium. Lalu setarakan hidrogen dengan menambah ion hidrogen. ubah dari suasana asam menjadi suasana basa dengan menambah ion hidrogen dengan jumlah yang cukup pada kedua sisi untuk mengubah ion hidrogen menjadi air. Untuk mendapat 6 oksigen pada tiap sisi. selesaikan ion hidrogen yang ada pada kedua sisi sehinga menghasilkan persamaan ion akhir. Dan setarakan muatan dengan menambah elektron. Dan selesaikan persamaan. kita perlu dua air pada sisi kanan. Jadi. Kita tadi telah mengerjakan setengah-reaksi hidrogen peroksida yang berperan sebagai oksidator dalam suasana basa. akan menghasilkan total elektron yang ditransfer adalah 6.Zat ini dapat dioksidasi menjadi ion kromat(VI). Dengan cara ini. Menggabungkan setengah-reaksi untuk mendapat persamaan reaksi Kedua setengah reaksi yang kita dapat adalah: Jika kita mengali satu persamaan dengan 3 dan yang lain dengan 2. Akhirnya. kita mulai dengan menyetarakan oksigen dengan menambah molekul air . yang berwarna kuning terang. . Yang kita tahu dari soal adalah: Pada soal ini pun tidak jelas dimana harus menempatkan ion hidroksida atau molekul air. CrO42-.

°+% %  ° + ½ff f°–f°¾ f¾ f¯¯ ff¯.

%%+"  °ff°¯ ½ff°¾ °ff° ©¯f ¾°f¾f¯f °–f°¯ff°°  f   ff¾f° ff¯¯ °– ©ff° ¾ ff¯°¯½ ¾¾ ½ ° ¯f°f°–f¯  °– ¯  ¯ ° f¾ ½ ffff¯°f  ¯f ¾ f¯ ° ff°– f½f f–f¯f¾°  f¯  ¯  ¾  f½f f ff° ff¯¯ °– ©ff°¾f° f  °°f¾f¯f¾ ½ °¯¯f°–f f ¯  .

+  ¾°ff ff+  ½ff f°–f°¾ f¾ f¯¯ ff¯° ¯f .

 " ¾¾– °f ff   f°©¯f ¾¾f¯f °–f°©¯f¯ff°° f°–f°½f fff f f¯¯¯  °+% %   ° + ½ff f°–f°¾ f¾ f ¯ f–f ff¯.

°––°ff° f°–f°¾ f¾ ff¯½ °f¯ff°¾ °ff ° f½f¾½ °ff°f¯f °f¯f°¾ ½  ¾%%¾€f f° ¾%% f @f° f%% f°%% ¯ ½ff° ¾ f ¾ ff¯ f¾ °ff ¾  f+ f°+ °¯ °© f¾f° ff ¾ °ff¯ °–f° °–° + f° +  ." ff¯¯ °– ©ff°¾f¾ f¾ f¾ f f½f¯ ¯ffnff¾ f°f¾ ½  ff¾  9 ¯f¾fff° ff¯¾f°f ff ff¯¾ °ff  f½f f°¾% ¯ f–f f°¾€%f°– ¾  f°f f½f  f   f fnff ff¯¯ ¯ nff°¾f°   °ff°¯ ½ff°¾ °ff°   ° f° ¯ f–f f°°¾€f  ° ¯ ¯ °¾ °ff° f ° ¯ f–ff¾ ff¯ °°+ f  ¾ ¯ f–ff ff+   °ff°©–f f½f ¾ ¯ f–f%%¾€f @f° f%%¯ °°©f° ¾°ff ff f f½f ¯ °– f ff ¾°ff ff+ f–f¯ ¯ f–f¯ ¯ °°½¾€  f° ¾f ff ¯ff°°  .

¾%%¾€ff ff   f©–f¾ °ff  °–f°°f¯ff¾ ¾%%¾€ -f¯f¯ ° ¯ °°©f° ¾¾€ ff¯ f¾ °ff  °¾€ff  ¾¾€f ff+ ° ¾ ¾ °– ¾ °¾€f%I%  °¾€f  ¾¾€f ff+ °°¾ °– ¾ °¾€f%I% f° f ¯ °°©f°¾€¯ ½ff°°° –f€  f  °–f½°f  ¾  ¾%%¾€f%I%  f°  ¾  ¾%%¾€f%I% @ f½f °f  f°nf°½f f°f¯f °f¯f ¾  °f¯ff¾¾€f f°¾€¯f¾ –°ff°  . °––°ff° f°–f°¾ f¾°¯ ° °f°f°– ¾ f¾ f°f°–  ¾  °¯ ½ff°f½f¾ f°–f°¾ f¾f°–½f°–¯¯  ½  f © f¾f°  ¾ f¾¯  ff° °ff° f°–f°¾ f¾  ¾¯  ff°½ °°f° f°–f°¾ f¾ 9f fn° ° ff¾¯ ° °f°f½ff f¾f ff f¾ ¾  f°©fff½ff°– ¾ f¾ f°f½ff°–  ¾  .

°   f¾f°ff¯f–° ¾¯ °–f°f¾f¯  f  ½fff f ¾f°–  f"f f f f°¾f°– ½f¾ °ff½f f¾f¾¾ f¾ f° ° f¾½f f¾¾f°°f 9 ¾f¾ ¯f ¾f–f f°  ¾¯f–° ¾¯°f ©f ¯f–° ¾¯ ¾ f¾  ¾ – °° ©f  – °  ¾  °¯ ¯ ¾f°–¾f¯f½f f f¾¾½ ¾f¯ff° f¾ ©f ° f ¾ f¾ff½°   ¾  .

°   f¾f°ff°f¯ ¾ ¾f °–f°f¾f¯  f   ¯f f°–f°¾ f¾ ½ ¾f  @ °ff ff f ¾f°–  f f   f¾° f°f f¾ ¾  .

°   f¾f°ff° f°°f¯ ¾ f °n  °–°   f¾ f  ¾°  ff °f  f f°  f¾¯ °©f  ff¯½ ¾ °fff°  f°–f°¾ f¾ ½ ¾f  .

° °ff¾f ¾f°f°¾f°–¯ °–ff¯½  ff° ¾ f °¯ °–ff¯ ¾ ff¾ f¾"ff f°°ff ff f°f ff¯°¯ °–ff¯ ¾f °f ¾°f ° f¯°f°°f ¾ f¾  9 ¾f¾ ½ ° ¾  f¾ ¾½½¾°f¾  f¾ ¾½½¾°f¾f f¾ ¯f°f¾f °¾¯ °–ff¯¾ f¾¯f½° ¾  . °––°ff° f°–f°¾ f¾°¯ °– ©ff°½½¾ f¾ f°–f°¾ f¾ f½f –°f ff¯¯ ¯ f½½¾ f¾ ff¯ f¾f¾  ¯f°f f   f½f°€¯f¾f°–n½°¯ °  ¾ff°½ ¾f¯ff° f¾f°– °–f½  °–f ¾ f½½  ff°°f ¾¯ °°©f° ff¾f  ° f f°¾€  f ¾ ¾f°¾ ff¯ f¾°°f  f°¾ ¾ ¯ ¯½    °  D°¾f° ff¯ f¾½f¾f f°–f°  °f   f½ ¾f°–° ½f¾  °–f°  °ff°f°–¾ ff ¾°¾f°  °f°–¯ °–f° °–n ¯ °–f° ¾+f fff½ °–¾ f¾%¯¾¯ ¯  f ¾  f.

+% f ¾  f½f¯ °–¾ f¾°f°–¯°–f° °–¯ °¯ f ¾+ ¯ °©f +  ¾n ¯¯ °©f +%.

°  ¾ff°¾f½ ¾f¯ff°¾  –f  f¾ ff¯¾f¾f°f f¾f ¯ f½f ff°– f © f¾f°½f f f–f° f–f°¾ ¯°f ¾°ff° © f¾f° f–f¯f°f¯ °– ©ff°½ ¾f¯ff° ¾  °–f  f¾ ¾ ff¯¾f¾f°f f¾f  f° f–f¯f°f¯ °––f °–f°°f°¯ ° f½f ½ ¾f¯ff°°f°– °–f½   f¯ °– ©ff°¾  °–f  f¾¾ ½  ff¾ ff°f f½f¯ °f¯ ff°  &  ° &f &° – °% nf f¾ ff¯¾f¾f°f f¾f  f½f¯ °f¯ ff°° ¾ f%  f¯ °– ©ff° f¾ ff¯¾f¾f°ff¾f¯ff° f f°½ °– ©ff°°f f¾f°f  &. +% f  f–f¯f°f½½¾ f¾°f" ¾¯ °¯°f¾ f°f°f  f ¾n ¯f¾°¾ f°f°f©–f  @ f½ ¾n ¯ ff¯f½°°ff°f°°f  f+¯ °©f + f © f¾¾  f°f f¾f f°n ¯f°–  f ff¯¾ f½ f¾ °–f°¯ °¯°  9½¾ f¾°ff ff°f°–¯ °–f° °–n ¯ °–f°°¯ °¯  ¾¯  n ¯ ¾  –   f¾ ¾ff¯f¾f°f f¾f . ° fff°f¯ ¾ f°¾– ° f° – °  .

° fff°¯ff° °–f°¯ °f¯ ff°  °  f–f¯f°f½  ff° °–f° f¾ ff¯¾¾f°f f¾f" 9 ¯f¾fff° ff¯½ °– ©ff°°f ff¯ f f°° – °f°– f¯ ff°° ¯ ° fff°½ ¾f¯ff° f¾ ff¯¾f¾f°f f¾f¯ °–f° °– – ° f°¾– °  D°¯ ° fff°¾– ° f f½f¯ °f¯ ff°ff ½f f½ ¾f¯ff°  –©–f  f°–°¯ ° fff° – °  f–f¯f°ffff¾¯ ¯f °–f°f½f" ff¯ f½ff¾¾  f½f© f¾ f f–f¯f°f¯ °– ©ff°¾f¯ °––°ff°° ¾ f  @ f½©f f f f½f¯ °– ©ff°¾  °–f  f¾¾ ½ ½ °– ©ff° f¾ ff¯¾f¾f°ff¾f¯ f°– f © f¾f°¾ ¯°f f °–f°¯ °¾¯ f ° – °  f°  °   f ½  ¾  °–f  f¾f°–¾ ff f f½ ¾f¯ff° ¾  ff¯¾f¾f°f f¾f D°  © f¾fff°fn°   . ° fff° – ° °–f°¯ °f¯ ff°° – °  &. ° fff°¾– ° °–f°¯ °f¯ ff°¯ f  &.&.

° 9 ¾f¯ff° f¾ ff¯n°°¯°–° ¯f° f °f @ f½ f°¯f¾ff f°–½ °°– f ff f–f¯f°f¯ °– ©ff°½ ¾f¯ff° f¾°f  ¾ f¾ f%%¯ °©f  f%% °–f° – °½ ¾ f ff¯ °f¯ ff°ff°f¯°f    ff¯ff°¯f°–f° °–° f%% fff° ¯ ° f½f°¯½ ¾ ° ¾ff¯° f%% .

%-%+ °° ¾ f¾ °–f°n ½f  ff° – °½ ¾ f¯ °©f ° ¾ff¯° f%% .

%-%+  ff°f¯°f © f¾  ¾€f f¾f    °–f  f¾° fn½¯ f ¯f °–f°¯ °¾f½ff°–ff f¾f   ¯ff¯¾ f¾ ff f°f¯ff°f°– ¯¾ ff  °–f°¯ °f¯ f¾f  °½f f¾¾ f°f°ff°¯ ° fff°¯ff° f+    °–f  f¾ – °½ ¾ f©–f f f¾  nff ¯ff½ff¾ f¾ f  – °½ ¾ f° ©f ff¾¯ ° f 9 ¾f¯ff°ff°¾ ff©ff f° – ° ½f f¾¾f°f°  °f ffn°f°– f°f¾¾ ¯f°ff f½f© f¾¯ f ¯f°ff¾¯ ° ¯½ff°°  ¾ f   ¯ f°ff°f½ ¯ °f¯ f  °½f f¾¾°¯ ° fff°¯ff°  . °––f °–f°¾  °–f  f¾°¯ ° f½f½ ¾f¯ff° f¾ .

°––f °–f°¾  °–f  f¾°¯ ° f½f½ ¾f¯ff° f¾ .f°– ff f½f¾ ©f°f ff  9 ff° f°½ °©¯ff°¾  °–f f¾  f°¾  ¾f ¾fn°f°–¯ f" ¾ f¾ ¾%% ¾ f  ff ff¯ °f¯ fff°°f¯ ¾ f  ff¯ff°¾ °ff ¾%% fff°¯ ° f½f ° f½f°©f ¾%% ¾ f ° f½f°°n ½f ¾ f¾ ¾– ° f ff¯f°©f  ° f½f° ©°––f nf ¾%% ¾ f    °–f  f¾° ¾%% ¾ f¾f°–f¾ f°f f¯f °–f°f°–ff f¾f  f© f¾½ ° ¾ ff°½f f¾¾ ° ff° ¾ f°f f°¯ f fn° ¾ ¯°f  D°¯ ° fff°¯ff° ff¯ f¾f  °½f f¾¾f°f°    °–f f¾°¾– ° f f¯ f f fff½ff¾ f¾f°–  °  @ f½f¾f½fff½ ¯ ° fff°¾– ° °–f°¯ fff° ¾ f½f f¾¾ f°f° D°¾f° fff° f¾ f f f¾ ff¯¾f¾f°ff¾f¯  9f ff¾¾° ff°f f½f¯ ° fff°¾– ° °–f°¯ °f¯ f¯ f½f f¾¾f°f°   fff° – ° °–f°¯ °f¯ f° – °½f f¾¾  f ¾ fff°¯ff° °–f°¯ °f¯ f  °   ff°–f f½f¾  °–f f¾f°–¾ ff 9 ¯f¾fff°°f° ½ ¾f¯ff°f°f©f ff¯ ¾f¾f°ff¾f¯  f¾f°–f ©ff°f ff¾f¾f°f f¾f  °–f°° ¾ f f°°  – °  f  ff¾¯ °°–f°° ° – ° @f¯ ff°° ¾ f¾ n½°f½f f f¾¾ ½ ¾f¯ff°¾ °––f f½f¯ ° ff°¾ ¯f° – ° f °f½ ¾f¯ff°° f¾ ff f f¾¯ °f¯ f° ¾ f ff¯©¯ff°–¾f¯f½f f f¾¾°¯ ¯½ ff°f°  ¾ fff°°f  ° – ° f°° ¾ f½f f¾¾ff°¯ °©f ¯ f  °f f f¯ f½f f f¾¾½ ¾f¯ff° f f½f¯ °f ff°¯ f½f f¾ff ¾f¾¾  f°–f°½f°¯ ¯ ¾f ¯ f ff¾ ¯f½ ° fff° f ¾  ¾ff°  .

°––f °–f°¾  °–f  f¾°¯ ° f½f½ ¾f¯ff° f¾  ©f° f°– ff f½ff ff   f¾¯f°–f°f¾ ©f f°¯ °–f ¾f°  °f°– f¾f° f½ ¾f¯fff° ¾  °–f  f¾ ¾ f  9 ¾f¯ff°¯f°¯°–° ¯f° f °f  f½¯ °– ©ff°°f f f¾" ¾ f¾¯¯%%¯ °©f ¯¯%I% ff¯ °f¯ ff°ff°°f¯ ¾ f    ff¯ff°f°–¯ °–f° °–° ¯¯%% fff°¯ ° f½fff°©f– f½f°–¯ °–f° °–°¯½ ¾  ¾f ¾¯f%% .f¾° ½ °– ©ff°¾ f°©°f¾f¯f °–f°f°–¾ ¯°f ff ©ff° f°– f°– f  f¯ ° f½f f¾  °–f  f¾  9 ¾f¯ff°° ¾f¾ ©f f° f½f¯ ° ff°  °f°–n½ f–¾– °  9 ff° ff° ¾ f½f f¯f¾°– ¯f¾°–¾¾¾f°–¯ °f ff°   ¾°¯f°–f°f%I%¯ °©f °¯f°–f°f%I% ° ¾ f  f¾°f–f f© f¾  f½ f f¾°  ©ff° f° ¾ fff° ° – ° f f¾f°f ½ f°¾ f–f %f½  ¾%  ff°°–– f½f¯¯f°°–f°f%I%  ¾½ ff°¯ °©f ff°©f– f½f¯ ¯f°–f°f%I% ff°f¯ ¾ f f f¾°©–f f¾ff°–  ¯ –°¾– °    °–f  f¾°½  ff°°¯f°–f°f%I%¯ °©f °¯f°–f°f%I%n½¯ f% °¾f©f ©fff¯¾¯ °f%  f f–f¯f°f °–f°° ¾ f°¯ °–f¾f°–f¾¾– ° f°¾f°–f¾° ¯ °– ©ff°¾  °–f  f¾¾ nfff°–¾°– fff° f °–f°f°f°– f¾f  @¾f°f½ff°–ff f¾f ¾ fff°¾– °½f f f¾   fff° – ° °–f°¯ °f¯ f° – °   ¯ f°¾ fff°¯ff°  °–f°° – ° °–f°¯ °f¯ f° ¾ f °–f°©¯ff°–n½½f f f¾¾ ½ ¾f¯ff°    ¾ff°½ ¾f¯ff° ff¾  .

%%  .

f° f½f ¾ f¾¯ °©f °¯f%I% .

°––f °–f°¾  °–f  f¾°¯ ° f½f½ ¾f¯ff° f¾  f¾  °–f f¾f°–f f½ff ff  ff¯ °–f¾f½ ¾f¯ff° °–f° f°f°–f° °–f° ff°¯ °–f¾f°f  ° f°– f°¾€ f ff  °f ¾  ¾ff°° – °f°–f f½f f f¾¾¾ °–f¯ °–f¾f°½ ¾f¯ff°°f      . f°– f°f°°– f°–  °–f° ¯ ¯f°f¾f°°f °–f°ff° – °½ ¾ f  ff  f¯ °– ©ff°¾  °–f  f¾ – °½ ¾ ff°– ½ f°¾ f–f¾ f ff¯ ¾f¾f°f f¾f  f  ¾ ff°–ff°f½ ¯ °– ©ff°¾  °–f  f¾°¯¯ f°–ff f¾f f ff  9f f¾f°½° f© f¾ ¯f°ff¾¯ ° ¯½ff°° ¾ fff¯ f ©f f  ©ff°¾ f f ff¯¾f¾f°ff¾f¯  °–f°nff° f¯f °–f°¯ ° fff°¾– ° °–f°¯ °f¯ f¯ f  D°¯ ° f½f¾– °½f ff½¾¾ f½  ff½f f¾¾f°f°  f¾ fff° – ° °–f°¯ °f¯ f° – °  f°¾ fff°¯ff° °–f°¯ °f¯ f  °  °f  f f¾f¾f°ff¾f¯¯ °©f ¾f¾f°f f¾f °–f°¯ °f¯ f° – ° °–f° ©¯ff°–n½½f f f¾¾°¯ °– f° – °¯ °©f f  f°¾  ¾ff°½ ¾f¯ff°  .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful