P. 1
Interaksi Genetik Dan Lingkungan

Interaksi Genetik Dan Lingkungan

|Views: 2,827|Likes:
Published by Mira Arianti

More info:

Published by: Mira Arianti on Oct 01, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/16/2014

pdf

text

original

dr.

Mira Arianti

“Apakah penyakit ini menurun?”

Sebaiknya pertanyaan tersebut diungkapkan sebagai berikut “Sampai seberapa jauhkah pentingnya faktor keturunan pada penyakit ini?” Walaupun pada penyakit infeksi yang jelas penyebabnya eksogen. faktor genetik dapat dan mempengaruhi kepekaan agen yang menular tersebut dan terhadap pola penyakit yang ditimbulkannya. .

.

secara analitis bersifat kompleks dan secara konseptual sering tampak sulit. Tetapi masalah penguraian peran hereditas dan lingkungan dalam keadaan di mana keduanya tampak merupakan penyebab penting.Penting sekali untuk memahami bagaimana konstitusi genetik individu bisa terungkap secara berlainan pada keadaan lingkungan yang berbeda. .

. terdapat spektrum yang lebar. Pada ujung yang satu terdapat penyakit yang terutama ditentukan oleh beberapa agen lingkungan terlepas dari latar belakang keturunan individu. sedangkan pada ujung yang lain terdapat penyakit yang merupakan akibat susunan genetik yang salah.Dengan memperhatikan keseimbangan relatif antara keturunan dan lingkungan sebagai penyebab timbulnya penyakit.

saling mempengaruhi secara bermakna. .Hampir semua penyakit pada manusia berada diantara kedua ujung spektrum ini dan kedua faktor tersebut. baik faktor genetik maupun faktor ekstrinsik.

jadi harus dipertimbangkan mekanisme respon intrinsik dari individu dan semua proses biologis yang terpengaruh oleh agen ekstrinsik tersebut.  Penyakit merupakan bagian dari individu. Faktor ekstrinsik merupakan penyebab penting penyakit pada manusia. namun pandangan ttg penyakit yang hanya memperhitungkan faktorfaktor ini tidaklah lengkap. .

ras) patogenesa penyakit. . Anatomi. jenis kelamin.  Keadaan genetik merupakan bagian esensial penyebab penyakit. dan termasuk cara memberikan respon terhadap cedera ditentukan oleh informasi genetik. fisiologi. Faktor intrinsik (umur.

Skizofrenia 6. 3. Keadaan poligenik merupakan hasil interaksi dari beberapa gen terpisah dengan berbagai faktor lingkungan. 4. Labiopalatoschizis. 5. Spina bifida.  Contohnya 1. Kelainan jantung bawaan. . Hipertensi. 2. Diabetes mellitus.

 Sebagian besar anomali kongenital terjadi tanpa pola penurunan yang jelas. pengaruh fisik. Malformasi kongenital umumnya merupakan hasil interaksi dari gen majemuk dengan beberapa keadaan lingkungan tertentu. ada faktor lingkungan seperti zat kimia toksik.  Pada segi lain. obat-obatan. . dan virus yang mengakibatkan anomali kongenital.

. minum alkohol. pil KB. minum kopi. mengkonsumsi garam berlebih. merokok. dan stress emosional. Faktor resiko yang dapat dikendalikan atau dikontrol yaitu obesitas. kurang olah raga. menderita DM. diet.

.

 Faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan atau tidak dapat dikontrol yaitu umur. . jenis kelamin. dan genetik.

Umur. Usia >45 tahun harus dilakukan pemeriksaan DM.Faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi : 1. Riwayat lahir dengan berat badan rendah <2500 gram. Ras dan etnik. 2. 4. 5. . Riwayat melahirkan bayi dengan BB lahir >4000 gram atau riwayat pernah menderita DM gestasional (DMG). 3. Resiko untuk menderita intoleransi glukosa meningkat seiring dengan meningkatnya usia. Riwayat keluarga dengan diabetes .

Hipertensi 4. 3. Berat badan lebih (IMT >23 kg/m2) 2. . Dislipidemia (HDL < 35 mg/dL atau trigliserida > 250 mg/dL) dengan diet tidak sehat. Diet dengan tinggi gula dan rendah serat akan meningkatkan risiko menderita prediabetes dan DM tipe 2.Faktor risiko yang dapat dimodifikasi : 1. Kurangnya aktivitas fisik. 5.

amniocentesis. Metode yg digunakan meliputi USG. Carrier testing Merupakan tes untuk mengetahui apakah seseorang menyimpan gen yang membawa kelainan genetik. dan chorionic virus sampling.Tindakan yang dapat disarankan oleh konselor dapat meliputi tes sebagai berikut : 1. Prenatal diagnosis Merupakan tindakan untuk melihat kondisi kesehatan fetus yang belum dilahirkan. maternal serum. 2. .

Newborn screening Merupakan pemeriksaan bayi baru lahir.3. Tes ini dilakukan setelah kelahiran. Predictive testing Merupakan tes yang digunakan untuk menguji apabila seseorang menderita kelainan genetik dengan melihat riwayat genetik keluarga sebelumnya. 4. . 5. dan biasa juga disebut sebagai presymptomatic testing. Preimplantasi diagnosis Merupakan uji yang melibatkan pembuahan in vitro untuk mengetahui kadar kelainan genetik embrio implantasi.

maka koonselor dapat menyarankan  Agar tidak memiliki anak  Mengadopsi  Kehamilan dengan donor sperma atau ovum  Keputusan untuk tidak mempunyai anak lagi  Tindakan operasi  Menterminasi kehamilan  Membiarkan anak lahir. Namun pilihan apapun yang disarankan oleh konselor harus didiskusikan dulu dengan pasien.Apabila hasil diagnosis menunjukkan adanya kelainan genetik. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->