Model – Model Komunikasi Dosen Pengampu : Drs. Setio Budi, HH. M.

Si

BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG Melihat latar belakang ilmu komunikasi yang bersifat dinamis, model komunikasi tidaklah mudah untuk digambarkan. Sejauh ini telah terdapat ratusan model yang dibuat para ahli komunikasi, yang masing-masing mempunyai kekhasan yang dipengaruhi oleh latar belakang pembuat model, baik latar belakang keilmuan, paradigma yang digunakan, kondisi teknologis, dan zaman. Pada umumnya tidak ada suatu model yang berhasil dan muncul tiba-tiba. Suatu model yang baik hendaknya melewati banyak tahap ujian, yang mungkin memakan waktu puluhan tahun. Perlu ditegaskan lagi, tidak ada model yang sempurna atau final decision. Bahkan ketika model sudah diterima secara luas, ada saja nuansa baru yang muncul dari fenomena yang telah dimodelkan, sehingga dikembangkan lagi suatu model baru untuk mengakomodasikan nuansa baru tersebut. Begitu seterusnya, hal ini juga berlaku untuk pembuatan model dalam ilmu-ilmu sosial termasuk ilmu komunikasi. Suatu model sering menunjukkan kekurangan-kekurangan mengenai karateristik fenomena yang dimodelkan. Model suatu fenomena bisa diperbaiki berdasarkan model pertama tadi yang dari waktu ke waktu dihadapkan dengan data yang lebih baru yang ditemukan dilapangan. Berikut menurut para ahli yang mengemukakan definisi dari model tersebut yaitu :

Om Sereno dan Mortensen Suatu model komunikasi merupakan deskripsi ideal mengenai apa yang dibutuhkan untuk terjadinya komunikasi. Suatu model merepresentasikan secara abstrak ciri-ciri penting dan menghilangkan rincian komunikasi yang tidak perlu dalam “dunia nyata”.

1 Tugas Pengantar Ilmu Komunikasi

Model – Model Komunikasi Dosen Pengampu : Drs. Setio Budi, HH. M.Si

B. Aubrey Fisher Model adalah analogi yang mengabstraksikan dan memilih bagian dari fenomena yang dijadikan model. Ada empat pendekatan psikologi pada komunikasi yang meliputi 4 tahapan yaitu : • • • • Penerimaan stimuli secara inderawi (sensory reception of stimuli) Proses yang mengantarai stimulus dan respon (internal mediation of stimuli) Prediksi respon (predictions of respon) Peneguhan respon (reinforcement of response)

Werner J. Severin dan James W. Tankard, Jr. Model membantu merumuskan suatu teori dan menyarankan hubungan. Oleh karena hubungan antara model dengan teori begitu erat, model sering dicampuradukkan dengan teori.

B. PENGERTIAN DAN MODEL KOMUNIKASI Model adalah representasi simbolik dari suatu benda, proses, sistem, atau gagasan. Model dapat berbentuk gambar-gambar grafis, verbal, atau matematikal. Perbedaan pokok antara teori dan model adalah : teori merupakan penjelasan, sementara model hanya merupakan representasi. Yang dimaksud model komunikasi adalah gambaran yang sederhana dari proses komunikasi yang memperlihatkan kaitan antara satu komponen komunikasi dengan komponen lainnya. Menurut Littlejohn, dalam pengertian luas model menunjuk pada setiap representasi simbolis dari suatu benda, proses atau gagasan ide. Biasanya model di pandang sebagai analogi dari beberapa fenomena. Dengan demikian model dapat berbentuk gambar-gambar grafis, verbal atau matematika. Perbedaan teori dan model menurut Littlejohn dan Hawes (1983) adalah teori merupakan penjelasan (explanation) sedangkan model hanya merupakan representasi. Dengan demikian model dapat diartikan sebagai representasi dari suatu peristiwa komunikasi. Melalui model-model komunikasi dapat terlihat faktor-faktor yang terlibat dalm proses komunikasi. Akan tetapi, model tidak berisikan penjelasan mengenai hubungan dan interaksi
2 Tugas Pengantar Ilmu Komunikasi

Model – Model Komunikasi Dosen Pengampu : Drs. Setio Budi, HH. M.Si

antara faktor - faktor atau unsur - unsur yang menjadi bagian dari model, dimana penjelasannya didapatkan pada teori. Model membantu merumuskan teori dan menyarankan hubungan. Suatu model mengimplikasikan teori mengenai fenomena yang diteorikan. Dalam ilmu komunikasi, biasanya model-model komunikasi dirancang dengan menggunakan serangkaian blok, segi empat, lingkaran, panah, garis, spiral, dan lain-lain. Model menguji suatu temuan dalam dunia nyata, walaupun tidak pernah final karena selalu diuji dengan penemuan model terbaru. C. FUNGSI DAN MANFAAT MODEL KOMUNIKASI Model dapat berfungsi sebagai basis bagi teori yang lebih kompleks, alat untuk menjelaskan teori dan menyarankan cara-cara untuk memperbaiki konsep. Sebagai alat dapat dipakai kata-kata, angka,simbol, dan gambar untuk melukiskan model suatu objek, teori, atau proses. Suatu Model memberi teoretikus suatu struktur untuk menguji temuan-temuan dalam dunia nyata. Sehubungan dengan Model Komunikasi para ahli mengemukakan bahwa Model Komunikasi mempunyai fungsi-fungsi yaitu menurut : Gordon Wiseman dan Larry Barker 1. Melukiskan Proses Komunikasi 2. Menunjukkan hubungan visual 3. Membantu dalam menemukan dan memperbaiki kemacetan komunikasi Deutsch 1. Mengorganisasikan ( kemiripan data dan hubungan ) yang tadinya tidak teramati. 2. Bersifat Heuristik yaitu menunjukkan fakta-fakta dan metode baru yang tidak diketahui. 3. Prediktif, memungkinkan peramalan dari sekedar tipe ya atau tidak hingga kuantitatif yang berkenaan dengan kapan dan seberapa banyak.
3 Tugas Pengantar Ilmu Komunikasi

Model – Model Komunikasi Dosen Pengampu : Drs. Setio Budi, HH. M.Si

4. Pengukuran, mengukur fenomena yang diprediksi. Irwin D.J Bross 1. Menyediakan kerangka rujukan untuk memikirkan masalah. 2. Dapat menyarankan kesenjangan informasional yang akan menganalisa suatu model diuji dengan keberhasilan atau kegagalan. 3. Terbukanya problem abstraksi yaitu digunakan untuk mengambil suatu keputusan dimana dari adanya fenomena komunikasi yang terjadi diimplementasikan ke dalam sebuah model. Raymond S. Ross 1. Memberikan penglihatan yang lain, berbeda dan lebih dekat. 2. Model menyediakan kerangka rujukan. 3. Menyarankan kesenjangan informasional. 4. Menyoroti problem abstraksi. 5. Menyatakan suatu problem dalam bahasa simbolik yaitu menggunakan gambar atau simbol. Harold Laswell Adapaun fungsi komunikasi menurut Lasswell adalah sebagi berikut: 1. The surveillance of the invironment (pengamatan lingkungan). 2. The correlation of the parts of society in responding to the environment (koreksi kelompok kelompok dalam masyarakat ketika menanggapi ligkungan). 3. The transmission of the social heritage from one generation to the next (transmisi warisan sosial dari generasi yang satu ke generasi yang lain). Yang dimaksud dengan surveillance oleh Lasswell adalah kegiatan mengumpulkan dan menyebarkan informasi mengenai peristiwa-peristiwa dalam suatu lingkungan, dengan kata lain penggarapan berita.
4 Tugas Pengantar Ilmu Komunikasi

Model – Model Komunikasi Dosen Pengampu : Drs. Setio Budi, HH. M.Si

Kegiatan yang disebut correlation adalah interpretasi terhadap informasi mengenai peristiwa yang terjadi di lingkungan. Dalam beberapa hal, ini dapat didefinisikan sebagai tajuk rencana atau propaganda. Kegiatan transmission of culture difokuskan kepada kegiatan mengkomunikasikan informasi, nilai, dan norma sosial dari generasi yang satu ke generasi yang lain atau dari anggota suatu kelompok kepada pendatang baru. Ini sama dengan kegiatan pendidikan. Kegunaan model jelas memberikan manfaat, terutama kepada ilmuwan, untuk memperjelas teori yang mereka kemukakan. Model juga memberikan kerangka rujukan untuk memikirkan masalah yang mungkin timbul, memberi peluang akan terbukanya problem abstraksi, dan memberi penglihatan berbeda atau lebih dekat. Model-model komunikasi memberikan gambaran tentang struktur dan hubungan fungsional dari unsur atau faktor yang ada dalam suatu sistem. Melalui model kita akan dapat memahami dengan lebih mudah dan komprehensif mengenai struktur dan fungsi dari unsur/faktor yang terlibat dalam proses komunikasi, baik dalam konteks individu, di antara dua orang atau lebih, kelompok atau organisasi maupun dalam konteks komunikasi dengan masyarakat secara luas. 1. Bagi diri manusia sendiri : • • • Mengembangkan kreativitas imaji Mengendalikan diri Kematangan berpikir

2. Bagi diri manusia lain : • • • Meningkatkan human relations Mengatasi konflik Berbagi pengalaman dan pengetahuan

3. Bagi Publik : Semangat solidaritas 4. Bagi Massa :
5 Tugas Pengantar Ilmu Komunikasi

Model – Model Komunikasi Dosen Pengampu : Drs. Setio Budi, HH. M.Si

• • •

Memberi Informasi Mendidik Menghibur

BAB II ISI
A. TIPOLOGI MODEL Gerhard J. Hanneman dan William J. McEwen menggambarkan taksonomi model yang mudah dipahami, dalam suatu grafik, yang melukiskan derajat abstraksi yang berlainan.

Penjelasan Bagan 1. Model Simbolik Arti Manfaat Contoh Tokoh : suatu model yang dinyatakan berupa bentuk angka, simbol, dan rumus. : untuk memudahkan memaknai suatu objek tertentu yang disimbolkan. : simbol lalu lintas, traffic lights, pemaknaan warna, rumus fisika. : para ahli, pembuat simbol

2. Model Fisik Arti Manfaat : suatu model yang dinyatakan dalam bentuk-bentuk fisik. : untuk tujuan pengajaran, melukiskan suatu fenomena sosial, dan menyajikan

suatu proses abstraksi.

6 Tugas Pengantar Ilmu Komunikasi

Model – Model Komunikasi Dosen Pengampu : Drs. Setio Budi, HH. M.Si

Contoh surya. Tokoh

: globe, model manusia beserta organ-organnya untuk penelitian, model tata

: Gudykanst dan Kim

3. Model Mental Arti Manfaat kita. : suatu model yang mempresentasikan proses mental internal pada manusia. : untuk mengetahui gambaran pola realitas kehidupan yang ada dalam pikiran

4. Model Matematik Arti Manfaat Contoh Tokoh : model yang dinyatakan atau diwujudkan berdasar rumusan matematik. : membantu mengembangkan ilmu eksak dan ilmu alam. : E = mc2, model Quantum. : Albert Einstein, Pytagoras, Isaac Newton.

5. Model Verbal Arti : model atau teori yang dinyatakan dengan kata-kata, kalimat-kalimat dan

dibantu dengan grafik, diagram atau gambar. Manfaat Contoh Tokoh : berguna untuk menyatakan suatu hipotesis atau menyajikan hasil penelitian. : model struktur organisasi, peta, kalender, dsbgnya. : Harold Laswell, Pearson dan Nelson, Stewart L. Tubbs, Moss, George

Gerbner, David Berlo, Raymond S. Ross.

6. Model Ikonik Arti : model yang dinyatakan dalam bentuk rupa atau tanda-tanda yang

menyerupai objek yang dimodelkan. Manfaat : memudahkan kita untuk melihat suatu objek secara menyeluruh dan

menyederhanakan objek – objek yang tampak rumit. Contoh Tokoh : model pesawat terbang, boneka, mannequin, dan maket sebuah gedung. : dikemukakan oleh Irwin DJ. Bross

7. Model Analog
7 Tugas Pengantar Ilmu Komunikasi

Model – Model Komunikasi Dosen Pengampu : Drs. Setio Budi, HH. M.Si

Arti

: model yang mempunyai fungsi serupa sebagai perbandingan dengan objek

yang dimodelkan. Meskipun bentuk fisiknya tidak serupa. Keadaan berubah menurut waktu. Manfaat Contoh alir Sementara itu, Denis McQuail dan Svan Windahl (1981) dalam buku mereka telah menginventariskan dan menjelaskan 28 model komunikasi. Keduapuluh delapan model ini dapat dibagi dalam lima kelompok, yaitu: 1) Kelompok pertama disebut sebagai model-model dasar. 2) Kelompok kedua menyangkut pengaruh personal, penyebaran dan dampak komunikasi massa terhadap perorangan. 3) Kelompok ketiga meliputi model-model tentang efek komunikasi massa terhadap kebudayaan dan masyarakat. 4) Kelompok keempat berisikan model-model yang memusatkan perhatian pada khalayak. 5) Kelompok kelima mencangkup model-model komunikasi tentang sistem, produksi, seleksi dan alur dari media massa. B. MODEL DASAR KOMUNIKASI Model linear : memberikan informasi tentang perbandingan suatu objek yang dimodelkan. : komputer yang fungsinya menyerupai fungsi otak manusia, kurva, diagram

Model komunikasi linear dikembangkan oleh Shannon and Weaver (1949) melalui bukunya: The Mathematical Theory of Communication. Menurut pandangan linier, komunikasi adalah kegiatan penyampaian informasi dari sumber kepada komunikan melalui sarana tertentu, yang menimbulkan efek.
Model komunikasi linier (one-way communication), dalam model ini komunikator memberikan suatu stimuli dan komunikan melakukan respon yang diharapkan tanpa mengadakan seleksi dan interpretasi. Komunikasinya bersifat monolog.

Komunikasi dianggap sebagai suatu fungsi linear, karena seseorang mengomunikasikan pesan-pesannya melalui saluran kepada seorang penerima, yang kemudian memberikan
8 Tugas Pengantar Ilmu Komunikasi

Model – Model Komunikasi Dosen Pengampu : Drs. Setio Budi, HH. M.Si

umpan balik kepada pengirim. Model linear ini dikembangkan oleh claude Shannon dan waren weaver (1949) atas dasar suatu model mekanis telepon. Dengan demikian, komunikasi bersifat satu arah (dari komunikator ke komunikan), dan efek selalu didapatkan oleh komunikan.

Model Sirkuler

Komunikasi merupakan sebuah proses, orientasi pengertian komunikasi sebagai suatu proses adalah bahwa komunikasi itu proses yang kompleks, berlanjut/continue dan tidak bisa berubah dengan sendirinya. Itulah yang menyebabkan bahwa komunikasi selalu berkembang dari waktu ke waktu.

Model Konvergen

Kritik terhadap model linear terutama berisi pandangan kritis bahwa dalam setiap komunikasi komunikator dan komunikan adalah 2 pihak yang aktif, dan melakukan tukarmenukar informasi untuk tujuan saling pengertian bersama. Kesamaan pada satu tujuan bersama ini disebut konvergensi. Ada satu daerah ‘tumpang-tindih’ antara komunikator dan komunikan dalam proses komunikasi atau penggunaan informasi bersama. Konvergensi antara satu orang dengan orang lain tidak pernah lengkap dan sempurna, dan di sanalah terjadinya proses konvergensi yang bersifat dinamis.

C. MODEL – MODEL KOMUNIKASI Model S – R

Stimulus
Gambar 1. Model S - R

Respon

9 Tugas Pengantar Ilmu Komunikasi

Model – Model Komunikasi Dosen Pengampu : Drs. Setio Budi, HH. M.Si

Model Stimulus – Respons (S - R) adalah model komunikasi paling dasar. Model ini dipengaruhi oleh disiplin psikologi behavioristik. Model ini menunjukkan bahwa komunikasi itu sebagai suatu proses “aksi - reaksi” yang sangat sederhana. Jadi model ini mengasumsikan bahwa kata-kata verbal, isyarat non verbal, gambar dan tindakan tertentu akan merangsang orang lain untuk memberikan respon dengan cara tertentu. Pertukaran informasi ini bersifat timbal balik dan mempunyai banyak efek dan setiap efek dapat mengubah tindakan komunikasi ( communication act ). Kelebihan • Memberikan respon ( pertukaran informasi ) terhadap orang lain sebagai timbal balik aksi – reaksi. • Dapat di terapkan pada system pengendalian suhu udara alih-alih pada perilaku manusia. • Model yang paling sederhana sehingga mudah di ingat atau mudah dipahami. Kekurangan • Komunikasi yang bersifat satu arah dimana tidak dijelaskan adanya feedback dari pendengar / komunikan. • Mengabaikan komunikasi sebagai suatu proses khususnya yang berkenaan dengan faktor manusia. • Komunikasi dianggap statis. • Komunikasi dianggap berperilaku karena kekuatan dari luar dan bukan karena kehendak atau kemauan bebasnya. • Terlalu sederhana sehingga belum dapat menjelaskan sepenuhnya atau arti sebenarnya dalam hubungan komunikasi.

Model Aristoteles Model yang disuguhkan oleh Aristoteles pada dasarnya adalah model komunikasi paling klasik, model ini disebut model retoris (rhetorical model). Inti dari model komunikasi ini adalah persuasi, yaitu komunikasi yang terjadi ketika seorang pembicara menyampaikan pembicaraannya kepada khlayak dalam upaya mengubah sikap mereka.

10 Tugas Pengantar Ilmu Komunikasi

Model – Model Komunikasi Dosen Pengampu : Drs. Setio Budi, HH. M.Si

Gambar 2. Model Aristoteles

Aristoteles menerangkan tentang model komunikasi dalam bukunya Rhetorica, bahwa setiap komunikasi akan berjalan jika terdapat 3 unsur utama : 1. Pembicara ( Speaker ), yaitu orang yang menyampaikan pesan 2. Pesan ( Message ), yaitu apa yang akan dibicarakan (menyangkut pesan nya itu sendiri) 3. Penerima ( Pendengar ), orang yang menerima pesan tersebut. Aristoteles memfokuskan komunikasi pada komunikasi retoris atau yang saat ini dikenal dengan komunikasi publik (public speaking) atau pidato. Sebab pada masa itu seni berpidato merupakan suatu keterampilan penting yang digunakan di pengadilan dan di majelis legislatilatur dan pertemuan-pertemuan masyarakat. Kelebihan • Komunikasi publik melibatkan persuasi, yang dapat dicapai oleh siapa anda ( etos kepercayaan anda ), argument anda ( logos-logika dalam pendapat anda ), dan dengan emosi khalayak ( phatos emosi khalayak ). Misalnya ; model ini digunakan sebagai pedoman seni berpidato. • Dapat merangsang beberapa pertanyaan yang dapat menyempurnakan proses komunikasi. Kekurangan • Komunikasi dianggap sebagai fenomena yang statis. • Model ini berfokus pada komunikasi yang bertujuan (disengaja) yang terjadi ketika seseorang berusaha membujuk orang lain untuk menerima pendapatnya. • Tidak memuat unsur-unsur lainnya yang dikenal dalam model komunikasi (seperti: saluran, umpan balik, efek, dan kendala atau gangguan komunikasi).

11 Tugas Pengantar Ilmu Komunikasi

Model – Model Komunikasi Dosen Pengampu : Drs. Setio Budi, HH. M.Si

Model Laswell Model teori dari Harold Laswell ini dianggap oleh para pakar komunikasi sebagai salah satu teori komunikasi yang paling awal dalam perkembangan teori komunikasi (1948). Lasswell menyatakan bahwa cara yang terbaik untuk menerangkan proses komunikasi adalah menjawab pertanyaan : Who Says What In Wich Channel To Whom With What Effect (siapa mengatakan apa melalui saluran apa kepada siapa dengan efek apa).

GAMBAR 3 . Model Komunikasi Lasswell ( Ruben , 1988 )

Analisis 5 unsur menurut Lasswell (1960):
1. Who? (siapa/sumber).

Sumber/komunikator adalah pelaku utama/pihak yang mempunyai kebutuhan untuk berkomunikasi atau yang memulai suatu komunikasi,bisa seorang

individu,kelompok,organisasi,maupun suatu negara sebagai komunikator.
2. Says What? (pesan).

Apa yang akan disampaikan/dikomunikasikan kepada penerima(komunikan),dari sumber(komunikator)atau isi informasi.Merupakan seperangkat symbol verbal/non verbal yang mewakili perasaan,nilai,gagasan/maksud sumber tadi. Ada 3 komponen pesan yaitu makna,symbol untuk menyampaikan makna,dan bentuk/organisasi pesan.
3. In Which Channel? (saluran/media).

12 Tugas Pengantar Ilmu Komunikasi

Model – Model Komunikasi Dosen Pengampu : Drs. Setio Budi, HH. M.Si

Wahana/alat untuk menyampaikan pesan dari komunikator(sumber) kepada komunikan(penerima) baik secara langsung(tatap muka),maupun tidak

langsung(melalui media cetak/elektronik dll).
4. To Whom? (untuk siapa/penerima).

Orang / kelompok / organisasi suatu negara yang disebut tujuan ( destination ) / pendengar ( listener ) / khalayak ( audience ) / komunikan / penafsir / penyandi menerima pesan dari sumber balik ( decoder ).
5. With What Effect? (dampak/efek).

Dampak/efek yang terjadi pada komunikan(penerima) setelah menerima pesan dari sumber,seperti perubahan sikap,bertambahnya pengetahuan, dll. Bila dilihat lebih lanjut maksud dari model Lasswell ini akan kelihatan bahwa yang dimaksud dengan pertanyaan who tersebut adalah menunjuk kepada siapa orang yang mengambil inisiatif untuk memulai komunikasi. Yang memulai komunikasi ini dapat berupa seseorang dan dapat juga sekelompok orang seperti organisasi persatuan.

Pertanyaan kedua adalah says what atau apa yang dikatakan. Pertanyaan ini adalah berhubungan dengan isi komunikasi atau apa pesan yang disampaikan dlam komunikasi tersebut. Pertanyaan ketiga adalah to whom. Pertanyaan ini maksudnya menanyakan siapa yang menjadi audience atau penerima dari komunikasi.

Pertanyaan keempat adalah through what atau melalui media apa. Yang dimaksudkan dengan media adalah alat komunikasi, seperti berbicara, gerakan badan, kontak mata, sentuhan, radio, televisi, surat, buku, dan gambar. Yang perlu diperhatikan dalam hal ini adalah tidak semua media cocok untuk maksud tertentu.

Pertanyaan terakhir dari model Lasswell ini adalah what effect atau apa efeknya dari komunikasi tersebut. Pertanyaan mengenai efek komunikasi ini dapat menanyakan 2 hal yaitu apa yang ingin dicapai dengan hasil komunikasi tersebut dan kedua, apa yang dilakukan orang sebagai hasil dari komunikasi. Akan tetapi perlu diingat, bahwa kadang-kadang tingkah
13 Tugas Pengantar Ilmu Komunikasi

Model – Model Komunikasi Dosen Pengampu : Drs. Setio Budi, HH. M.Si

laku seseorang tidak hanya disebabkan oleh faktor hasil komunikasi tetapi juga dipengaruhi faktor lain.

Kelebihan

• Komunikasi bersifat dua arah yaitu melibatkan feedback dari komunikan • Membantu mengkorelasikan atau mengumpulkan respons orang-orang terhadap informasi baru. • Memfokuskan perhatian pada aspek-aspek penting komunikasi • Membantu masyarakat menemukan dan mengendalikan faktor-faktor yang mungkin mengganggu komunikasi yang efisien. • Diterapkan dalam komunikasi massa.

Kekurangan

• Model ini juga terlalu menyederhanakan masalah. • Model ini mengisyaratkan kehadiran komunikator dan pesan yang bertujuan.

Model Shannon dan Weaver Model komunikasi lain yang banyak digunakan adalah model komunikasi dari Claude Shannon atau lebih dikenal dengan model Shannon Weaver. Model ini berbeda dengan model Lasswell mengenai istilah yang digunakan bagi masing-masing komponen seperti dapat dilihat pada gambar 4.

Penyandian Pesan

Signal

Penerimaan Signal

Penginterpretasikan Pesan

Sumber Gangguan

GAMBAR 4. Model Komunikasi Shannon dan Weaver ( Forsdale, 1981 )

a. Sumber Informasi ( Information Source )

14 Tugas Pengantar Ilmu Komunikasi

Model – Model Komunikasi Dosen Pengampu : Drs. Setio Budi, HH. M.Si

Dalam komunikasi manusia menjadi sumber informasi adalah otak. Pada otak ini terdapat kemungkinan message / pesan yang tidak terbatas jumlahnya. Tugas utama dari otak adalah menghasilkan suatu pesan atau suatu set kecil pesan dari berjuta-juta pesan yang ada. b. Transmitter

Langkah kedua dari model Shannon adalah memilih transmitter. Pemilihan transmitter ini tergantung pada jenis komunikasi yang digunakan. Kita dapat membedakan dua macam komunikasi yaitu komunikasi tatap muka dan komunikasi mesin. Pada komunikasi tatap muka yang menjadi transmitternya adalah alat-alat pembentuk suara dan dihubungkan dengan otot-otot serta organ tubuh lainnya yang terlibat dalam penggunaan bahasa nonverbal , sedangkan pada komunikasi yang menggunakan mesin-mesin alat komunikasi yang berfungsi sebagai transmitter adalah alat itu sendiri seperti, telepon, radio, televisi, foto, dan film.

c. Penyandingan (Encoding ) Pesan

Penyandingan ( encoding ) pesan diperlukan untuk mengubah ide dalam otak kedalam suatu sandi yang cocok dengan Transmitter. Dalam komunikasi tatap muka signal yang cocok dengan alat-alat suara adalah berbicara. Signal yang cocok dengan otot-otot tubuh dan indera adalah anggukan kepala, sentuhan dan kontak mata. Pada komunikasi yang menggunakan mesin, di mana alat-alat yang digunakan sebagai perluasan dari indera, penyandian pesan juga berasal dari tubuh tetapi diperluas melalui jarak jauh dengan transmitter. Misalnya radio adalah perluasan dari suara manusia, televisi perluasan dari mata dan begitu juga dengan alat komunikasi lainnya.

d. Penerima dan Decoding

Istilah Shannon mengenai penerima dan decoding atau penginterpretasian pesan seperti berlawanan dengan istilah penyandian pesan. Pada komunikasi tatap muka kemungkinan transmitter menyandikan pesan dengan menggunakan alat-alat suara dan otototot tubuh. Penerima dalam hal ini adalah alat-alat tubuh yang sederhana yang sanggup mengamati signal. Misalnya telinga menerima dan menguraikan sandi pembicaraan, mata
15 Tugas Pengantar Ilmu Komunikasi

Model – Model Komunikasi Dosen Pengampu : Drs. Setio Budi, HH. M.Si

menerima dan menguraikan sandi gerakan badan dan kepala, kilatan mata dan signal lainnya yang dapat dilihat mata. Jelaslah jika seorang individu pada komunikasi tatap muka kekurangan satu atau lebih organ tubuh maka penerimaan pesan akan menjadi macet.

e. Tujuan (Destination)

Komponen terakhir dari Shanon adalah destination (tujuan) yang dimaksud oleh si komunikator. Destination ini adalah otak manusia yang menerima pesan yang berisi bermacam-macam hal, ingatan atau pemikiran mengenai kemungkinan dari arti pesan. Penerima pesan telah menerima signal mungkin melalui pendengaran, penglihatan, penciuman dan sebagainya kemudian signal itu diuraikan dan diinterpretasikan dalam otak.

f. Sumber Gangguan (Noise)

Dalam model komunikasi Shannon ini terlihat adanya faktor sumber gangguan pada waktu memindahkan signal dari transmitter kepada si penerima. Misalnya pada waktu anda berbicara dengan teman di jalan kedengarannya suara mobil lewat anak-anak berteriak yang semuanya itu mengganggu pembicaraan anda sesaat dan gangguan itu dinamakan noise. Gangguan ini selalu ada dalam tiap-tiap komunikasi. Oleh sebab itu kita harus siap menetralkan gangguan dan tidak terkejut dengan kehadirannya. Untuk menetralkan gangguan ini Shannon mengemukakan empat cara seperti berikut : • Menambah kekuatan ( power ) dari signal. Misalnya kalau kita berbicara dengan seseorang di jalan yang suasananya hiruk pikuk, kita perlu memperkeras suara kita dalam berbicara supaya tidak diteln suara hiruk pikuk dan agar dapat didengar oleh lawan kita berbicara. • Mengarahkan signal dengan persis. Seperti halnya dalam pembicaraan diatas, taktik lain yang bisa dipakai untuk mengatasi gangguan adalah berbicara dekat sekali dengan lawan berbicara sehingga suara kita itu dapat menetralkan gangguan suara lain. • Menggunakan signal lain. Sebagai tambahan terhadap dasar pertama, dapat digunakan taktik lain untuk menetralisir gangguan yaitu dengan memperkuat

16 Tugas Pengantar Ilmu Komunikasi

Model – Model Komunikasi Dosen Pengampu : Drs. Setio Budi, HH. M.Si

pesan dengan signal lain misalnya, dengan gerakan kepala, gerakan badan, sentuhan, dan sebagainya. • Redudansi. Redudansi dalam situasi yang normal kurang baik digunakan., tetapi dalam suasana yang hiruk pikuk pengulangan kata-kata kunci dalam pembicaraan perlu dilakukan untuk membantu memperjelas pesn yang disampaikan.

Kelebihan

• Menitikberatkan

perhatiannya

langsung

kepada

saluran

yang

menghubungkan pengirim (sender) dan penerima (receiver) atau dengan kata lain, komunikator dan komunikan. • Membedakan source dengan transmitter dan antara receiver dengan destination. Dengan kata lain, dua fungsi dipenuhi pada sisi pengiriman (transmitting) dan pada sisi penerimaan (receiving) dari proses. • Digunakan dalam konteks-konteks komunikasi yaitu komunikasi antar pribadi, komunikasi publik dan komunikasi massa. • Menyoroti problem penyampaian pesan berdasarkan tingkat

kecermatannya. • Memiliki konsep penting yang tidak dimiliki oleh model komunikasi lain yaitu : Noise (gangguan), yakni setiap rangsangan tambahan dan tidak dikehendaki yang dapat mengganggu kecermatan pesan yang disampaikan. Kekurangan • Komunikasi dipandang sebagai fenomena yang statis. • Komunikasi bersifat satu arah dengan tidak memiliki konsep feedback. • Model ini memberikan gambaran yang parsial mengenai proses komunikasi. • Tidak ada konsep umpan balik atau transaksi yang terjadi dalam penyandian dan penyadian balik dalam model tersebut. • Tulisan-tulisan Weaver sangat sulit dipahami, misalnya formula yang dikemukakannya.

Model Schramm
17 Tugas Pengantar Ilmu Komunikasi

Model – Model Komunikasi Dosen Pengampu : Drs. Setio Budi, HH. M.Si

Dalam sebuah artikel “How Communication Works” yang dipublikasikan tahun 1954, Wilbur Schramm membuat 3 model yang dimulai dari komunikasi manusia yang sederhana, kemudian mengembangkan dengan memperhitungkan pengalaman dua individu hingga model komunikasi yang interaktif. Menurut Schramm komunikasi senantiasa membutuhkan setidaknya 3 unsur : sumber bisa berupa : - seorang individual berbicara, menulis , menggambar, bergerak. - sebuah organisasi komunikasi (koran, rumah produksi, televisi). pesan dapat berupa tinta dalam kertas, gelombang suara dalam udara, lambaian tangan, atau sinyal-sinyal lain yang memiliki makna. Sasaran dapat berupa individu yang mendengarkan, melihat, membaca, anggota dari sebuah kelompok seperti diskusi kelompok, mahasiswa dalam perkuliahan, khalayak massa, pembaca surat kabar, penonton televisi,dll.

Schramm melihat komunikasi sebagai usaha yang bertujuan untuk menciptakan commonness antara komunikator dan komunikan. Hal ini karena komunikasi berasal dari kata latin communis yang artinya common (sama). Model pertama yang dibuat oleh Wilbur Schraumn dimulai pada tahun 1954 ini merupakan komunikasi yang sederhana yang dianggap interaksi dua individu.

Wilbur Schramm (1)

source encoder

signal

destination decoder

GAMBAR 5. Model Komunikasi Wilbur Schramm ( Model I )

18 Tugas Pengantar Ilmu Komunikasi

Model – Model Komunikasi Dosen Pengampu : Drs. Setio Budi, HH. M.Si

Wilbur Schramm (2)

Field of Experience source

Field of Experience destination

encoder

signal

decoder

GAMBAR 6. Model Komunikasi Wilbur Schramm ( Model II )

Schramm mengenalkan konsep field of experience, yang menurut Schramm sangat berperan dalam menentukan apakah komunikasi diterima sebagaimana yang diinginkan oleh komunikan. Schramm menekankan bahwa tanpa adanya field of experience yang sama (bahasa yang sama, latar belakang yang sama, kebudayaan yang sama, dll) hanya ada sedikit kesempatan bahwa suatu pesan akan diinterpretasikan dengan tepat. Dalam hal ini model schramm diatas adalh pengembangan dari model Shannon dan Weaver. Schramm mengatakan bahwa pentingnya feedback adalah suatu cara untuk mengatasi masalah noise. Menurut Schramm feedback membantu kita untuk mengetahui bagaimana pesan kita diinterpretasikan. • • Sumber dapat menyandi dan sasaran dapat menyandi balik pesan berdasarkan pengalaman yang dimilikinya masing - masing. Jika wilayah irisan semakin besar, maka komunikasi lebih mudah dilakukan, efektif.

19 Tugas Pengantar Ilmu Komunikasi

Model – Model Komunikasi Dosen Pengampu : Drs. Setio Budi, HH. M.Si

Wilbur Schramm (3)
message Encoder Decoder

Interpreter

Interpreter

Decoder message

Encoder

GAMBAR 7. Model Komunikasi Wilbur Schramm ( Model III )

Pada model ini Schramm percaya bahwa ketika komunikan memberikan umban balik maka ia akan berada pada posisi komunikator (source). Setiap individu dilihat sebagai sumber sekaligus penerima pesan dan komunikasi dilihat sebagai suatu proses sirkular daripada suatu proses satu arah seperti pada dua model Shramm sebelumnya. Model yang ketiga ini disebut juga model Osgood dan Schramm. Wilbur Schraumn memberikan model proses komunikasi yang agak berbeda sedikit dengan dua model sebelumnya. Dia memperlihatkan pentingnya peranan pengalaman dalam proses komunikasi. Bidang pengalaman akan menentukan apakah pesan dikirimkan diterima oleh si penerima sesuai dengan apa yang dimaksudkan oleh si pengirim pesan. Schraumn mengatakan jika tidak ada kesamaan dalam bidang pengalaman, bahasa yang sama, latar belakang yang sama, kebudayaan yang sama, maka sedikit kemungkinan pesan yang

diterima diinterpretasikan dengan benar.

20 Tugas Pengantar Ilmu Komunikasi

Model – Model Komunikasi Dosen Pengampu : Drs. Setio Budi, HH. M.Si

Model ini sama dengan model-model sebelumnya yaitu memperlihatkan proses komunikasi yang satu arah dan tidak dua arah. Oleh karena Schraumn menyadari pentingnya balikan dalam komunikasi, akhirnya menyempurnakan model ini menjadi model dua arah. Balikan adalah penting dalam proses komunikasi karena akan menceritakan kepada kita bagaimana pesan yang dikirimkan diinterpretasikan oleh yang menerima pesan. Bila penerima pesan memberikan balikan kepada si pengirim maka si penerima berubah menjadi si pengirim atau sumber sehingga komunikasi tidak satu arah lagi tetapi satu lingkaran. Seorang individu dapat dipandang sebagai pengirim atau penerima pesan.

Pada model ketiga ini, Schramm bekerjasama dengan Osgood sehingga dikenal sebagai model sirkular Osgood dan Schramm (The Osgood and Schramm Circular Model). Jika model Shannon dan Weaver merupakan proses yang linear, model ini dinilai sebagai sirkular dalam derajat yang tinggi. Perbedaan lainnya ialah apabila Shannon dan Weaver menitikberatkan perhatiannya langsung kepada saluran yang menghubungkan pengirim (sender) dan penerima (receiver) atau dengan kata lain, komunikator dan komunikan. Schramm dan Osgood menitikberatkan pembahasannya pada perilaku pelaku-pelaku utama dalam proses komunikasi. Shannon dan Weaver membedakan source dengan transmitter dan antara receiver dengan destination. Dengan kata lain, dua fungsi dipenuhi pada sisi pengiriman (transmitting) dan pada sisi penerimaan (receiving) dari proses. Pada Schramm dan Osgood ditunjukkan fungsinya yang hampir sama. Digambarkan dua pihak berperilaku sama, yaitu encoding (menyandi), decoding (menyandi-balik) dan interpreting (menafsirkan).

Kelebihan

• Memperkenalkan gagasan bahwa kesamaan dalam bidang pengalaman sumber dan sasaran-lah yang sebenarnya dikomunikasikan, karena bagian sinyal itulah yang dianut sama oleh sumber dan sasaran. • Menganggap komunikasi sebagai interaksi dengan kedua pihak yang menyandi, menafsirkan, menyendi-balik, mentransmisikan dan menerima sinyal. Di sini kita melihat umpan balik dan ”lingkaran” yang berkelanjutan untuk berbagi informasi. • Model ini memiliki unsur “Field Of Experience” yang tidak dimiliki oleh model lain.

Kekurangan

• Di dalam setiap konsep model yang ia buat selalu menunjukkan
21 Tugas Pengantar Ilmu Komunikasi

Model – Model Komunikasi Dosen Pengampu : Drs. Setio Budi, HH. M.Si

perubahan dan perkembangan yang relevan terhadap fenomena yang terjadi dalam masyarakat.

Model Newcomb Model Komunikasi yang dikembangkan oleh Newcomb merupakan model komunikasi antar pribadi. Melalui modelnya ini Newcomb menggambarkan tentang dinamika hubungan komunikasi antara dua individu tentang suatu objek yang dipersoalkan. Menurut Newcomb, yang kemudian dikenal dengan sebutan Model Keseimbangan, pola komunikasi yang terjadi antara dua individu mempunyai dua bentuk atau situasi yaitu : seimbang dan tidak seimbang. Menurut Severin dan Tankard (1992) pada model newcomb ini komunikasi merupakan cara yang biasa dan efektif dimana orang-orang mengorientasikan dirinya terhadap lingkungannya. Situasi Komunikasi seimbang akan terjadi apabila dua orang yang berkomunikasi tentang suatu hal/objek sama-sama mempunyai sikap menyukai atau selera yang sama terhadap hal/objek yang dibicarakan. Sedangkan keadaan seimbang terjadi apabila terdapat perbedaan sikap diantara kedua orang tersebut. Namun, apabila keadaan tidak seimbang ini terjadi, umumnya masing-masing pihak berupaya untuk mengurangi perbedaan sehingga keadaan relative seimbang bisa tercapai. Menjaga keseimbangan merupakan hakikat utama dari komunikasi antar pribadi. Model ini memiliki pendekatan pada psikologi sosial mengenai interaksi antar manusia. Interaksi manusia sederhana yang melibatkan dua orang yang membicarakan satu topik, maka diantara ketiga unsur tersebut akan membentuk suatu korelasi dan menbentuk empat orientasi (sikap) yaitu: 1. orientasi A terhadap X 2. orientasi A terhadap B 3. orientasi B terhadap X 4. orientasi B terhadap A
22 Tugas Pengantar Ilmu Komunikasi

Model – Model Komunikasi Dosen Pengampu : Drs. Setio Budi, HH. M.Si

Menurut Newcomb bentuk situasi komunikasi yang paling sederhana digambarkan oleh situasi dimana Mr. A berbicara dengan Mr.B tentang sesuatu hal yang dilabeli X atau dikenal juga dengan “AtoBreX situation”. Model ini juga dikenal sebagai teori keseimbangan (Bettinghaus, 1968:67).

A= Source B = Receiver X = Object / concept

Ada 6 situasi yang mungkin muncul dalam “AtoBreX situation” : 1. Hal ini terjadi pada situasi dimana A dan B saling suka satu sama lain dan mereka memiliki sikap yang sama terhadap X.

+ +

+ Balance 2. Hal ini terjadi pada situasi komunikasi dimana A dan B saling suka
23 Tugas Pengantar Ilmu Komunikasi

Model – Model Komunikasi Dosen Pengampu : Drs. Setio Budi, HH. M.Si

satu sama lain tetapi mereka tidak sependapat tentang X.

+ - + imbalance 3. Hal ini terjadi pada situasi komunikasi dimana A dan B saling suka satu sama lain dan mereka sama-sama tidak suka terhadap X. -+balance

4. Ini terjadi pada situasi komunikasi dimana A dan B tidak memiliki positive attitudde (tidak saling suka) tetapi mereka sama- sama menyukai X.

+ + -

imbalance

5. Ini terjadi pada situasi komunikasi dimana A dan B sama-sama

24 Tugas Pengantar Ilmu Komunikasi

Model – Model Komunikasi Dosen Pengampu : Drs. Setio Budi, HH. M.Si

memiliki negative attitute dan mereka memiliki pandangan yang terhadap X.

berbeda

+ - - balance

6. Ini terjadi pada situasi komunikasi dimana A dan B sama-sama suka terhadap X. Tidak suka satu sama lain tetapi mereka juga sama-sama tidak. - imbalance

Kelebihan

• Model ini mengisyaratkan bahwa setiap sistem ditandai oleh suatu keseimbangan atau simetri,karena ketidakkeseimbangan atau kekurangan simetri secara psikologis tidak menyenangkan dan menimbulkan tekanan internal untuk memulihkan keseimbangan. • Memandang komunikasi dari prespektif psikologi-sosial.

Kekurangan

• Suatu keseimbangan yang asimetris akan menimbulkan tekanan internal secara psikologis terhadap pihak lainnya.

Model Westley dan Maclean Westley dan Maclean merumuskan suatu model dan mencakup komunikasi antar pribadi dan komunikasi massa dan memasukkan umpan balik sebagai bagian integral dari proses komunikasi. Menurut kedua pakar ini, perbedaan dalam umpan balik inilah yang membedakan komunikasi antar pribadi dengan komunikasi massa. Umpan balik dalam komunikasi antar pribadi bersifat segera kepada si penerima sedangkan dalam komunikasi massa bersifat minimal dan atau tertunda.
25 Tugas Pengantar Ilmu Komunikasi

Model – Model Komunikasi Dosen Pengampu : Drs. Setio Budi, HH. M.Si

GAMBAR 8. Model Komunikasi Westley dan MacLean

Dalam komunikasi antar pribadi sumber dapat langsung memanfaatkan umpan balik dari penerima untuk mengetahui apakah pesannya mencapai sasaran dan sesuai dengan tujuan komunikasinya atau tidak. Dalam komunikasi massa, sumber, misalnya calon presiden yang berdebat dalam kampanye politik atau pemasangan iklan, yang disiarkan televisi tidak dapat secara langsung mengetahui bagaimana penerimaan pesannya oleh khalayak pemirsa. Umpan balik dapat saja diterima pengirim pesan, namun mungkin beberapa hari atau beberapa minggu kemudian. Kelebihan • Model ini mencakup Model antarpribadi dan antar massa. • Pesan ini juga membedakan pesan yang bertujuan dan pesan yang tidak bertujuan. • Memasukan umpan balik sebagai bagian integral dari proses komunikasi. • Membedakan pesan yang bertujuan (purposive) dan yang tidak bertujuan (nonpurposif). Kekurangan • Menambahkan “penjaga gerbang” dalam model ini, sehingga terjadi sistem penyaringan karena penerima tidak memperoleh informasi langsung dari sumbernya melainkan dari orang yang memilih informasi dari berbagai sumber.

Model Gerbner

26 Tugas Pengantar Ilmu Komunikasi

Model – Model Komunikasi Dosen Pengampu : Drs. Setio Budi, HH. M.Si

Model Gerbner menjelaskan bahwa proses komunikasi diawali dengan suatu tindakan pemahaman (persepsi). Dimensi pendekatan Gerbner terhadap persepsi ini dilukiskan melalui dua pendekatan : pendekatan transaksional dan pendekatan psycophysical ( psikologi fisik ).

RECEIVER SOURCE E M3

S SE’ M2

S

E

SE’

S SSE

DESTINATION

GAMBAR 9. Model Komunikasi Diagramatik

Model Gerbner merupakan perluasan dari model Laswell. Model ini terdiri dari model verbal dan model diagramatik. Model Komunikasi verbal yang dikembangkan Gerbner mencakup sepuluh ( 11 ) unsur sbb : Someone ………………………………….. komunikator dengan komunikan Object………………………………….. … objek peristiwa Perceives an event ………………………… persepsi And reacts ………………………………… reaksi In a situation ……………………………… situasi fisik / psikologis / sosial Trough some means ……………………… saluran / media To make available materials……………… distribusi / administrasi
27 Tugas Pengantar Ilmu Komunikasi

Model – Model Komunikasi Dosen Pengampu : Drs. Setio Budi, HH. M.Si

In some from …………………………….. bentuk, struktur, pola And context ……………………………… konteks, setting And content ………………………………yang mengandung isi If some consequence …………………….. akibat, hasil Dengan demikian, komunikasi menurut Gerbner adalah suatu proses di mana seseorang ( komunikator atau komunikan ) mempersepsikan suatu objek peristiwa, dan bereaksi dalam suatu situasi, dengan menggunakan alat atau saluran tertentu agar sesuatu yang disampaikan itu menjadi ada , dalam bentuk dan konteks tertentu, dengan makna atau arti tertentu, dan dengan tujuan memperoleh suatu akibat atau hasil tertentu. Kelebihan • Terdiri dari model verbal dan model diagramatik (perluasan dari model Lasswell). Kekurangan • Dalam transmisi, sinyal bisa saja mengalami gangguan.

Model Berlo Model-model komunikasi makin hari makin dikembangkan di antaranya yang paling terkenal model yang dikembangkan oleh David Berlo pada tahun 1960. Modelnya hanya memperlihatkan proses komunikasi satu arah dan hanya terdiri dari empat komponen yaitu sumber ( source ), pesan ( message), saluran ( channel ) dan penerima ( receiver ). Akan tetapi pada masing-masing komponen tersebut ada sejumlah faktor kontrol.

28 Tugas Pengantar Ilmu Komunikasi

Model – Model Komunikasi Dosen Pengampu : Drs. Setio Budi, HH. M.Si

GAMBAR 10. Model Komunikasi Berlo ( Ruben, 1988 )

Dalam model komunikasi David K.Berlo, diketahui bahwa komunikasi terdiri dari 4 Proses Utama yaitu SMRC (Source, Message, Channel, dan Receiver) lalu ditambah 3 Proses sekunder, yaitu Feedback, Efek, dan Lingkungan. 1. Source (Sumber), Sumber adalah seseorang yang memberikan pesan atau dalam komunikasi dapat disebut sebagai komunikator. Walaupun sumber biasanya melibatkan individu, namun dalam hal ini sumberjuga melibatkan banyak individu. Misalnya, dalam organisasi, Partai, atau lembaga tertentu. Sumber juga sering dikatakan sebagai source, sender, atau encoder. 2. Message (Pesan), pesan adalah isi dari komunikasi yang memiliki nilai dan disampaikan oleh seseorang (komunikator). Pesan bersifat menghibur, informatif, edukatif, persuasif, dan juga bisa bersifat propaganda. Pesan disampaikan melalui 2 cara, yaitu Verbal dan Nonverbal. Bisa melalui tatap muka atau melalui sebuah media komunikasi. Pesan bisa dikatakan sebagai Message, Content, atau Information. 3. Channel (Media dan saluran komunikasi), Sebuah saluran komunikasi terdiri atas 3 bagian yaitu Lisan, Tertulis, dan Elektronik. Media disini adalah sebuah alat untuk mengirimkan pesan tersebut. Misal secara personal (komunikasi interpersonal), maka media komunikasi yang digunakan adalah panca indra atau bisa memakai media telepon, telegram, handphone, yang bersifat pribadi. Sedangkan komunikasi yang bersifat massa (komunikasi massa), dapat menggunakan media cetak (koran, surat kabar, majalah, dll) , dan media elektornik(TV, Radio). Untuk Internet, termasuk
29 Tugas Pengantar Ilmu Komunikasi

Model – Model Komunikasi Dosen Pengampu : Drs. Setio Budi, HH. M.Si

media yang fleksibel, karena bisa bersifat pribadi dan bisa bersifat massa. Karena, internet mencakup segalanya. Jika anda membuka www.kuliahkomunikasi.com maka media ini bersifat massal, namun jika anda chattingh melalui yahoo messenger, maka media ini bersifat interpersonal, dan jika anda menuliskan Blog (blogging atau menulis diary), media ini bisa berubah menjadi media yang bersifat Intrapersonal (kepada diri sendiri). 4. Receiver (Penerima Pesan), Penerima adalah orang yang mendapatkan pesan dari komunikator melalui media. Penerima adalah elemen yang penting dalam menjalankan sebuah proses komunikasi. Karena, penerima menjadi sasaran dari komunikasi tersebut. Penerima dapat juga disebut sebagai public, khalayak, masyarakat, dll. Khusus mengenai istilah Channel yang disingkat C pada rumus S-M-C-R itu yang berarti saluran atau media, komponen tersebut . Menurut Edward Sappir mengandung dua pengertian, yakni primer dan sekunder. Media sebagai saluran primer adalah lambang, misalnya bahasa, kial (gesture), gambar atau warna, yaitu lambang-lambang yang dieprgunakan khusus dalam komunikasi tatap muka (face-to-face communication), sedangkan media sekunder adalah media yang berwujud, baik media massa, misalnya surat kabar, televisi atau radio, maupun media nir-massa, misalnya, surat, telepon atau poster. Jadi, komunikator pada komunikasi tatap muka hanya menggunakan satu media saja, misalnya bahasa, sedangkan pada komunikasi bemedia seorang komunikator, misalnya wartawan, penyiar atau reporter menggunakan dua media, yakni media primer dan media sekunder, jelasnya bahasa dan sarana yang ia operasikan. Elemen Tambahan : 1. Feedback (Umpan Balik), Umpan balik adalah suatu respon yang diberikan oleh penerima. Penerima disini bukan dimaksudkan kepada penerima sasaran (khalayak), namun juga bisa didapatkan dari media itu sendiri. Misal, kita sebagai seorang penulis mengirimkan sebuah artikel kepada suatu media massa. Lalu, bisa saja kita artikel kita ternyata bagus, namun ada beberapa hal yang harus di edit. Sehingga, pihak media mengembalikan artikel kita untuk di edit ulang.

30 Tugas Pengantar Ilmu Komunikasi

Model – Model Komunikasi Dosen Pengampu : Drs. Setio Budi, HH. M.Si

2. Efek, sebuah komunikasi dapat menyebabkan efek tertentu. Efek komunikasi adalah sebuah respon pada diri sendiri yang bisa dirasakan ketika kita mengalami perubahan (baik itu negatif atau positif) setelah menerima pesan. Efek ini adalah sebuah pengaruh yang dapat mengubah pengetahuan, perasaan, dan perilaku (Kognitif, afektif, dan konatif) 3. Lingkungan, adalah sebuah situasi yang dapat mempengaruhi terjadinya suatu komunikasi. Situasi Lingkungan terjadi karena adanya 4 faktor :
• • • •

Lingkungan Fisik (Letak Geografis dan Jarak). Lingkungan Sosial Budaya (Adat istiadat, bahasa, budaya, status sosial). Lingkungan Psikologis ( Pertimbangan Kejiwaan seseorang ketika menerima pesan). Dimensi Waktu (Musim, Pagi, Siang, dan Malam).

Menurut Model Berlo sumber dan penerima pesan dipengaruhi oleh :

1. Keterampilan komunikasi 2. Sikap 3. Pengetahuan 4. Sistem Sosial 5. Budaya

Faktor ketrampilan, sikap, pengetahuan, kebudayaan, dan sistem sosial dari sumber atau orang yang mengirim pesan merupakan faktor penting dalam menentukan isi pesan, perlakuan atau treatment dan penyandian pesan. Faktor-faktor ini juga berpengaruh kepada penerima pesan dalam menginterpretasikan isi pesan yang dikirimkan. Saluran yang dapat digunakan dalam komunikasi adalah penglihatan, pendengaran, penciuman, perasaan, dan alat peraba.

Model komunikasi Berlo di samping menekankan ide bahwa meaning are in the people atau arti pesan yang dikirimkan pada orang yang menerima pesan bukan pada katakata pesan itu sendiri. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa interpretasi pesan terutama
31 Tugas Pengantar Ilmu Komunikasi

Model – Model Komunikasi Dosen Pengampu : Drs. Setio Budi, HH. M.Si

tergantung kepada arti dari kata atau pesan yang di tafsirkan oleh si pengirim atau si penerima pesan.

Kelebihan

• Menggambarkan kebutuhan penyandi dan penyandi balik dalam proses komunikasi. • Menghubungkan sumber dan penerima pesan dengan panca indera. • Tidak terbatas pada komunikasi public dan komunikasi massa, namun juga komunikasi antar pribadi dan berbagai bentuk komunikasi tertulis. • Bersifat heuristik (merangsang penelitian), karena merinci unsur-unsur penting dalam proses komunikasi.

Kekurangan

• Lebih bersifat organisasional daripada mendeskripsikan proses karena tidak menjelaskan umpan balik. • Menyajikan komunikasi sebagai fenomena yang statis ketimbang fenomena yang dinamis dan terus berubah. • Umpan balik yang diterima pembicara dari khalayak tidak dimasukkan dalam model grafiknya. • Komunikasi nonverbal tidak dianggap penting dalam mempengaruhi orang lain.

Model DeFleur Menurut DeFleur komunikasi adalah terjadi lewat suatu operasi perangkat komponen dalam suatu sistem teoretis, yang konsekuensinya adalah isomorfisme diantara respons internal terhadap seperangkat simbol tertentu pada pihak pengirim dan penerima.

32 Tugas Pengantar Ilmu Komunikasi

Model – Model Komunikasi Dosen Pengampu : Drs. Setio Budi, HH. M.Si

Gambar 11. Model DeFleur

Source dan Transmitter adalah dua fase yang berbeda yang dilakukan seseorang, fungsi receiver dalam model ini adalah menerima informasi dan menyandi baliknya mengubah peristiwa fisik informasi menjadi pesan. Kelebihan • Model ini merupakan perluasan dari model-model yang dikemukakan para ahli. • Memasukkan perangkat media massa dan perangkat umpan balik. Kekurangan • Menggambarkan antarpribadi. komunikasi massa ketimbang komunikasi

33 Tugas Pengantar Ilmu Komunikasi

Model – Model Komunikasi Dosen Pengampu : Drs. Setio Budi, HH. M.Si

Model Tubbs Model ini menggambarkan komunikasi yang paling mendasar, yaitu komunikasi antar dua orang. Komunikasi pada model ini diasumsikan sebagai transaksi antara kedua pelaku komunikasi sebagai sumber merangkup sebagai sasaran dari sebuah pesan, kedua proses ini bersifat timbal balik. Tanpa kita sadari bila kita melakukan sebuah aktifitas komunikasi maka sebenarnya dalam proses mengamati lawan bicara dan memberikan respon tertentu terhadap apa yang dilakukan oleh lawan bicara. Stewart L. Tubbs menerangkan bahwa komunikasi merupakan transaksi yang berkesinambungan, komunikasi bisa saja dimulai dari satu orang yang bisa sementara di sebut sebagai sumber akan tetapi pada kenyataannya diantara kedua pelaku komunikasi akan terjadi pengiriman dan penerimaan pesan secara terus menerus. Bisa disimpulkan bahwa komunikasi yang terjadi di kehidupan nyaris tidak memiliki struktur utuh karena setiap komunikasi yang terjadi merupakan sambungan dari komunikasi yang terjadi sebelumnya, dan sesutu yang dianggap akhir dari komunikasi merupakan awal dari terjalinnya komunikasi selanjutnya.
Saluran

Pesan

Gangguan

Penerima Masukan Pengirim

Penerima Masukan Pengirim

Gangguan

Pesan

Saluran

Gambar 12. Model Tubbs

Selain itu Tubss juga menambahkan adanya dua macam gangguan yang bisa saja terjadi dalam proses komunikasi baik verbal maupun nonverbal, yang pertama adalah gangguan teknis dan yang kedua adalah gangguan sematik. Gangguan teknis dalam proses ini berupa
34 Tugas Pengantar Ilmu Komunikasi

Model – Model Komunikasi Dosen Pengampu : Drs. Setio Budi, HH. M.Si

gangguan yang menyebabkan sumber merasakan ada suatu perubahan dalam informasi atau rangsangan yang tiba, misalnya kesulitan mengucapkan atau kesalahan dalam mengucapkan suatu kata. Sedangkan gangguan sematik adalah kekeliruan dalam memaknai pesan yang diberikan, bisa dikatakan gangguan sematik berupa “salah persepsi”.

Kelebihan

• Menggambarkan komunikasi paling mendasar yaitu komunikasi dua orang (diadik). • Kekeliruan dalam memaknai pesan yang diberikan, bisa dikatakan gangguan sematik berupa “salah persepsi”.

Kekurangan

Model Gudykunst dan Kim Merupakan model antar budaya, yakni komunikasi antara budaya yang berlainan, atau komunikasi dengan orang asing. Menurut Gudykunst dan Kim, penyandian pesan dan penyandian balik pesan merupakan suatu proses interaktif yang dipengaruhi oleh filter-filter konseptual yang dikategprikan menjadi faktor-faktor budaya, sosial budaya, psikobudaya, dan faktor lingkungan.

Gambar 13. Model Gudykunts dan Kim

35 Tugas Pengantar Ilmu Komunikasi

Model – Model Komunikasi Dosen Pengampu : Drs. Setio Budi, HH. M.Si

Pengaruh budaya dalam model ini meliputi faktor – faktor yang menjelaskan kemiripan dan perbedaan budaya, misalnya agama, bahasa, sikap kita terhadap manusia. Pengaruh social budaya adalah pengaruh yang menyangkut proses penataan sosial. Penataan sosial berkembang berdasarkan interaksi dengan orang lain ketika pola – pola perilaku menjadi konsisten dengan berjalannya waktu. Salah satu unsur yang melengkapi model Gudykunst dan Kim adalah lingkungan. Lingkungan mempengaruhi kita dalam menyandi dan menyandi balik pesan. Lokasi geografis, iklim, situasi arsitektural ( lingkungan fisik ), dan persepsi kita atas lingkungan dapat mempengaruhi cara kita menafsirkan rangsangan yang datang dan prediksi yang kita buat mengenai perilaku orang lain. Kelebihan • Model komunikasi antar budaya. • Sesuai untuk komunikasi tatap muka. • Dapat merepresentasikan komunikasi antar siapa saja. • Dapat menimbulkan kemungkinan kesalahpahaman karena memiliki unsur persepsi dan orientasi. Kekurangan • Jika terjadi pengaruh budaya yang tidak relevan dengan lingkungan maka akan menciptakan budaya komunikasi yang tidak seimbang.

Model Interaksional
Model komunikasi interaksional. Sebagai kelanjutan dari model yang pertama, pada tahap ini sudah terjadi feedback atau umpan balik. Komunikasi yang berlangsung bersifat dua arah dan ada dialog, di mana setiap partisipan memiliki peran ganda, dalam arti pada satu saat bertindak sebagai komunikator, pada saat yang lain bertindak sebagai komunikan.

Model interaksional merujuk pada model komunikasi yang dikembangkan oleh para ilmuwan sosial yang menggunakan perspektif interaksi simbolik. Perspektif interaksi simbolik lebih dikenal dalam sosiologi. Menurut model ini para peserta komunikasi adalah orang-orang yang

mengembangkan potensi manusiawinya melalui interaksi sosial, tepatnya melalui apa yang disebut pengambilan peran orang lain. Diri berkembang lewat interaksi dengan orang lain, dimulai dengan orang terdekatnya seperti keluarga dalam suatu tahap yang disebut tahap
36 Tugas Pengantar Ilmu Komunikasi

Model – Model Komunikasi Dosen Pengampu : Drs. Setio Budi, HH. M.Si

permainan dan terus berlanjut hingga kelingkungan luas dalam suatu tahap yang disebut tahap pertandingan. Dalam konteks ini Blumer mengemukakan tiga premis yang menjadi dasar model ini : 1. Manusia bertindak berdasarkan makna yang diberikan individu terhadap lingkungan sosialnya ( symbol verbal, symbol nonverbal, lingkungan fisik ). 2. Makna berhubungan langsung dengan interaksi sosial yang dilakukan individu dengan lingkungan sosialnya. 3. Makna diciptakan, dipertahankan, dan diubah lewat proses penafsiran yang dilakukan individu dalam berhubungan dengan lingkungan sosialnya. Kelebihan • Komunikasi yang berlangsung bersifat dua arah dan ada dialog, di
mana setiap partisipan memiliki peran ganda, dalam arti pada satu saat bertindak sebagai komunikator, pada saat yang lain bertindak sebagai komunikan.

• Menggunakan perspektif interaksi simbolik Kekurangan • Makna diciptakan, dipertahankan, dan diubah lewat proses penafsiran yang dilakukan individu dalam berhubungan dengan lingkungan sosialnya. Makna yang salah dalam penafsiran maka akan menjadikan salah persepsi

Model Bardock Model ini merupakan pembaharuan dari Model Laswell

Who

Say What

Through Which Medium

To Whom

37 Tugas Pengantar Ilmu Komunikasi

Model – Model Komunikasi Dosen Pengampu : Drs. Setio Budi, HH. M.Si

Model Seiler William J. Seiler (1988) memberikan model komunikasi dua arah dan bersifat lebih universal. Model tersebut adalah seperti terdapat pada gambar

GAMBAR 6. Model Komunikasi Dua arah ( Seiler, 1988)

Model Barnlund Seorang ahli komunikasi dari Amerika Serikat, Dean C. Barnlund, membuat dua model komunikasi, yaitu : Model komunikasi antar intra-personal (intra-pribadi) dan model komunikasi antar pribadi. a. Model Komunikasi Intra-Pribadi adalah komunikasi yang terjadi dalam diri seseorang. Komunikasi disini merujuk pada proses pengolahan dan pembentukan informasi melalui system syaraf dan otak manusia sehubungan dengan adanya stimulus yang ditangkap melalui panca indera. Jalannya proses komunikasi intra pribadi menurut Barnlund dapat digambarkan dengan menjelaskan bahwa pada dasarnya tingkah laku nonverbal seseorang, apakah bervalensi positif, netral, negative, dipengaruhi oleh isyarat-isyarat dan publik yang dialami atau yang sampai pada dirinya. Dalam kenyataannya, seseorang tentu saja akan mengalami berbagai isyarat ( baik pribadi ataupun publik ) yang bervalensi positif, netral, ataupun negative. Namun menurut
38 Tugas Pengantar Ilmu Komunikasi

Model – Model Komunikasi Dosen Pengampu : Drs. Setio Budi, HH. M.Si

model ini, semua isyarat ini setelah didecode, atau membentuk ( encode ) suatu isyarat tingkah laku nonverbal tertentu ( positif, netral, atau negative ). b. Model Komunikasi Antar Pribadi Proses komunikasi antar pribadi pada dasarnya merupakan kelanjutan dari proses komunikasi intra-pribadi sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya. Ada dua elemen tambahan, yakni pesan dan isyarat tingkah laku verbal. Dengan demikian pola dan bentuk komunikasi yang terjadi antara dua orang dipengaruhi oleh hasil proses komunikasi intrapribadi yang terjadi dalam dirinya masingmasing. Pendekatan komunikasi terdiri dari 3 asumsi yang meliputi : a. Asumsi pertama : subjektivitas manusia berada secara bebas dalam bidang stimulus yang mereka terima maupun yang mereka hasilkan. Titik berat asumsi ini menekankan bahwa perilaku manusia dalam berkomunikasi merupakan hasil dari penerimaan suatu stimulus. Teori ini menekankan pada rumusan sederhana S – R (stimulus respon )

b. Asumi yang kedua bahwa setiap orang dapat memodifikasi setiap stimulus yang diterimanya. Perilaku manusia dalam komunikasi semula dilukiskan sebagai sesuatu yang sederhana S – R, namun respon sesungguhnya juga dimodifikasi oleh organisme ( O ) yang bersifat aktif mengolah stimulus yang datang. Rumusan asumsi disini adalah S – O – R

c. Asumsi ke tiga bahwa persepsi yang datang bersama stimulus diterima secara selektif karena organisme membuat pilihan terhadap apa yang perlu direspon akibat pilihannya terhadap stimulus yang dipersepsi. Ini terjadi karena kmanusia sadar akan perbedaan konsekuensi yang diterimamnya apabila memberikan respon yang

berbeda-beda pula. Penekanan pada asumsi ke tiga di sini adalah berorientasi pada S – O – R – C (consequence)

39 Tugas Pengantar Ilmu Komunikasi

Model – Model Komunikasi Dosen Pengampu : Drs. Setio Budi, HH. M.Si

Model S – O – R Teori S-O-R singkatan dari Stimulus-Organism-Response ini semua berasal dari psikologi. Objek material dari psikologi dan ilmu komunikasi adalah sama yaitu manusia yang jiwanya meliputi komponen-komponen : sikap, opini, perilaku, kognisi afeksi dan konasi. Menurut stimulus response ini efek yang ditimbulkan adalah reaksi khusus terhadap stimulus khusus sehingga seseorang dapat mengharapkan dan memperkirakan kesesuaian antara pesan dan reaksi komunikan. Jadi unsur-unsur dalam model ini adalah ; Pesan (stimulus, S) Komunikan (organism, O) Efek (Response, R ) Dalam proses perubahan sikap tampak bahwa sikap dapat berubah, hanya jika stimulus yang menerpa benar-benar melebihi semula. Mengutip pendapat Hovland, Janis dan Kelley yang menyatakan bahwa dalam menelaah sikap yang baru ada tiga variabel penting yaitu : (a) perhatian, (b) pengertian, dan (c) penerimaan. Stimulus atau pesan yang disampaikan kepada komunikan mungkin diterima atau mungkin ditolak. Komunikasi akan berlangsung jika ada perhatian dari komunikan. Proses berikutnya komunikan mengerti. Kemampuan komunikan inilah yang melanjutkan proses berikutnya. Setelah komunikan mengolahnya dan menerimanya, maka terjadilah kesediaan untuk mengubah sikap.

Model Helical Dance Model komunkasi helical ini dapat dikaji sebagai pengembangan dari model sirkular dari Osggod dan Schramm. Ketika membandingkan model komunikasi linier dan sirkular, Dance mengatakan bahwa dewasa ini kebanyakan orang menganggap bahwa pendekatan sirkular adalah paling tepat dalam menjelaskan proses komunikasi.
40 Tugas Pengantar Ilmu Komunikasi

Model – Model Komunikasi Dosen Pengampu : Drs. Setio Budi, HH. M.Si

Heliks (helix), yakni suatu bentuk melingkar yang semakin membesar menunjukkan perhatian kepada suatu fakta bahwa proses komunikasi bergerak maju dan apa yang dikomunikasikan kini akan mempengaruhi struktur dan isi komunikasi yang datang menyusul. Dance menggarisbawahi sifat dinamik dari komunikasi. Proses komunikasi, seperti halnya semua proses sosial, terdiri dari unsur-unsur, hubunganhubungan dan lingkungan-lingkungan yang terus menerus berubah. Heliks menggambarkan bagaimana aspek-aspek dri proses berubah dari waktu ke waktu. Dalam percakapan ,misalnya bidang kognitif secara tetap membesar pada mereka yang terlibat. Para aktor komunikasi secara sinambung memperoleh informasi mengenai topik termasa tentang pandangan orang lain, pengetahuan dan sebagainya. Model Bovee dan Thill Bovee dan Thill dalam bukunya Bussiness Communication Today, menjelaskan bahwa proses komunikasi merupakan tahapan dari kegiatan. Terdapat 5 tahapan : 1. Pengirim memiliki sebuah Ide/Gagasan. Komunikasi diawali dengan adanya gagasan dari seorang pengirim, yang ingin disampaikan pada penerima pesan tersebut. 2. Ide Dirubah Menjadi Pesan. Ide bersifat abstrak dan tidak terstruktur, sehingga tidak dapat dibaca oleh oraglain. Maka dari itu, pengirim harus mengubah idenya tersebut menjadi sebuah pesan agar dapat dimengerti oleh orang lain. Perubahan ide menjadi suatu pesan dinamakan ENCODING. 3. Pemindahan Pesan. Setelah sebuah ide diubah menjadi pesan, maka pesan teresebut harus dipidahkan kepada penerima dengan berbagai bentuk komunikasi (Verbal, Nonverbal, Lisan atau Tertulis), dan media komunikasinya (Tatap muka, telepon, surat, laporan, dll) 4. Penerima menerima pesan. Penerima pesan menginterpretasikan pesan yang diterima. 5. Penerima pesan mengirimkan umpan balik. Umpan balik merupakan sebuah elemen perantai pesan. Sebagai pengirim pesan, kita harus mengevaluasi apa yang sebenarnya dipikirkan oleh penerima pesan. Apakah pesan kita efektif apa tidak. Jika pesan kita ternyata tidak efektif, maka pesan harus diulang. Model Komunikasi Riley & Riley
41 Tugas Pengantar Ilmu Komunikasi

Model – Model Komunikasi Dosen Pengampu : Drs. Setio Budi, HH. M.Si

Proses komunikasi pada model-model yang terdahulu sepertinya mengasumsikan terjadinya suatu kevakuman sosial dimana penaruh lingkungan tidak perlu dipersoalkan. Hal ini dikritik olej John W. Riley dan mathilda W. Riley ( 1959 ) dalam tulisannya tentang Mass Communication and the Socisl System. Manusia, menurut mereka, sebagai Homo Comunicas sebenarnya merupakan bagian dari suatu lingkungan atau system dengan struktur yang berbeda-beda. Oleh karena itu pengamatan terhadap tingkah laku komunikasi manusia perlu dipandang secara sosiologis. Riley dan Riley mengatakan bahwa komunikan dalam menerima pesan yang disampaikan oleh komunikator tidak langsung bereaksi begitu saja. Ada faktor – faktor diluar dirinya yang turut mempengaruhi dan bahkan mengendalikan aksi dan reaksinya terhadap suatu pesan yang diterimanya. Faktor – faktor yang dimaksud terutama berkaitan dengan pesan dari kelompok primer ( misalnya keluarga ) dan kelompok lainnya yang menjadi rujukan ( referensi ) dari si komunikasi. Nilai – nilai yang berlaku pada kelompok primer dan kelompok rujukan inilah yang lazimnya mempengaruhi komunikan dalam menentukan sikap dan tindakannya. Hal ini terjadi karena umumnya orang akan selalu berusaha agar sikap dan tindakannya tidak terlalu menyimpang dari nilai – nilai kelompok di lingkungannya.

( gambar )

Keterangan gambar sbb : C R Message Primary Larger : communicator ( komunikator ) : receiver ( penerima/komunikator ) : pesan : kelompok primer seperti keluarga : struktur sosial yang lebih besar

42 Tugas Pengantar Ilmu Komunikasi

Model – Model Komunikasi Dosen Pengampu : Drs. Setio Budi, HH. M.Si

Model Komunikasi Ritual Seperti yang sudah dijelaskan pada model-model awal komunikasi bahwa proses komunikasi bersifat linear (satu arah ). Proses dari sumber ke tujuan. Perkembangan terbaru dari model komunikasi menawarkan adanya interaksi, umpan balik, dan paradigma interpretative dalam komunikasi antar manusia. James Carey (1975) yang mulai mengkritisi model “transmisi” . Dia memberikan pandangan alternatif yaitu model ritual. Karena komunikasi berhubungan dengan berbagi (sharing), partisipasi, asosiasi, kenggotaan dan kepercayaan yang sama. Model Ritual tidak diarahkan untuk perluasan pesan tetapi kepada pemeliharaan masyarakat dan bukan pada tindakan dalam memberikan/menyampaikan informasi tetapi pada terciptanya kepercayaan bersama. Ritual atau model komunikasi ekspresif bergantung pada berbagi makna / pemahaman. Pesan dalam model komunikasi ritual biasanya bersifat laten dan ambigu tergantung pada asosiasi-asosiasi pesan yang tidak dipilih oleh partisipan tetapi sudah tersedia / dikondisikan oleh kebudayaan. Saluran dan pesan biasanya susah untuk dipisahkan. Komunikasi ritual juga relatif tidak lekang dimakan waktu dan tidak berubah. Model pohon natal dari komunikasi ritual menggambarkan hal tersebut, di dalam satu kebudayaan sedikitnya, menandakan gagasan dan nilai-nilai keramahtamahan,

persahabatan/beasiswa dan perayaan yang (mana) secara luas dipahami bersama, sekalipun hanya samar-samar dan dengan berbagai cara. Model ini diterapkan pada periklanan dan politik. Prinsip-prinsip model ritual seringkali dieksploitasi (penggunaaan simbol-simbol tertentu, tampilan-tampilan laten untuk nilai-nilai budaya dan tradisi )

43 Tugas Pengantar Ilmu Komunikasi

Model – Model Komunikasi Dosen Pengampu : Drs. Setio Budi, HH. M.Si

BAB III PENUTUP
A. MODEL KOMUNIKASI SEBAGAI IDENTIFIKASI SEBUAH PROSES KOMUNIKASI

Komunikasi (communication) berasal dari perkataan latin communis, yang berarti sama (common). Jika kita melakukan komunikasi, kita sedang berusaha mengadakan kesamaan (commonness) dengan orang lain. Ini berarti kita sedang berusaha memberikan informasi, gagasan atau sikap. Komunikasi selalu menghendaki adanya paling sedikit tiga unsur yaitu sumber (source), pesan (message), dan sasaran (destination). Sumber dapat merupakan perorangan atau sebuah organisasi komunikasi. Pesan atau message dapat berwujud tinta di atas kertas, gelombang radio di udara, lambaian tangan, atau tanda-tanda lain, yang apabila diinterprestasikan mempunyai arti tertentu. Sasaran dapat merupakan seseorang yang sedang mendengarkan, memperhatikan atau membaca atau anggota suatu kelompok, seperti kelompok diskusi atau seseorang anggota gerombolan (mob) atau seseorang anggota kelompok khusus yang kita sebut massa (massa audience) seperti pembaca suratkabar atau penonton televisi. Pertama-tama sumber meng-encode pesannya, yaitu ia mengambil informasi yang akan ia berikan, lalu ia tuangkan dalam bentuk yang dapat dikirimkan. “Gambaran dalam otak kita” (pictures in our heads) tak mungkin dapat dioperkan atau disiarkan, kecuali kalau sudah “dicode”. Sekali sebuah pesan di code dan dikirimkan, maka iaakan bebas dari sumbernya,dan apa yang terjadi berada diluar kekuasaan sumbernya untuk merobahnya. Sebenarnya dengan berbicara mengenai sesuatu yang menyerupai lingkaran (circuit) radio atau telepon adalah sistem komunikasi antar manusia. Dalam istilah tekhnis, pada suatu tahap akan “terdapat penyaringan” (“filtering”) atau “perobahan” (“distortion”). Dalam istilah mengenai manusia, jika sumber tidak mempunyai informasi yag setala dengan terang, jika pesan tidak diencode dengan sempurna, teliti dan efektif kedalam isyarat yang dapat dioperkan, jika pesan itu tidak dioperkan dengan cukup cepat dan teliti kendati menghadapi interferensi dan kompetisi, kepada sasaran yang dituju, jika pesan tidak dicode kedalam pola yang sesuai, dan akhirnya jika sasarannya tidak dapat
44 Tugas Pengantar Ilmu Komunikasi

Model – Model Komunikasi Dosen Pengampu : Drs. Setio Budi, HH. M.Si

men-decode pesan sehingga tidak dapat menimbulkan tanggapan yang diinginkan, maka jelaslah bahwa sistem itu tidak bekerja dengan cukup efisien. Dalam system seperti itu akan terdapat kapasitas yang maksimal untuk melangsungkan informasi, dan ini akan tergantung kepada kapasitas yang terpisah dari setiap unit suatu rangkaian, umpamanya kapasitas dari saluran (channel) atau kapasitas dari encoder. Jika mengcodenya baik, maka kapasitas saluran akan dapat didekati, tetapi tidak mungkin dilampaui. Dan sebagaian ditentukan oleh sifat dari bahasa. Bahasa inggris, seperti bahasa lainnya., meliputi rangkaian kata-kata dan suara yang dikontrol oleh kemungkinankemungkinan tertentu. Sesungguhnya kita dapat memperhitungkan sejauh mana kebebasan kita dalam menuliskan suatu bahasa. Para teoritis komunikasi menjelaskan mengenai redundancy (kemubaziran) bahasa, yang bererti persentase dari pesan yang tidak terbuka bagi pilihan yang bebas. Akan tetapi selain itu ada juga redundancy pada komunikator, dan ini merupakan aspek yang penting untuk menyusun suatu pesan. Dengan kata lain kita selalu dapat melakukan pilihan antara memberikan atau menyiarkan informasi yang lebih banyak pada waktu tertentu, atau

memberikan informasi yang kurang tetapi diulang berulangkali dengan harapan akan dimengertilebih baik. Mungkin hal yang terpenting dalam sistem tersebut ialah yang telah kita bicarakan terlalu tergesa-gesa yaitu fakta, bahwa pihak penerima(receiver) dan pihak pengirim (sender) harus berada dalam kesetalaan (in tune). Kita melihat model schrman yang kedua. Kita bayangkan ada lingkaran-lingkaran sebagai himpunan pengalaman dari dua orang yang sedang melakukan komunikasi. Sumber dapat mengencode dan sasaran dapat mendecode semata-mata dalam istilah –istilah yang pernah diketahuinya dalam pengalaman masing-masing. Jika lingkaran-lingkran tadi mempunyai “daerah” yang sama luasnya, maka komunikasi akan berlangsung dengan mudah. Jika lingkaran-lingkaran itu tidak bertemu dan tidak mempunyai pengalaman yang sama maka komunikasi tidak mungkin berlangsung. Bila area yang sama pada lingkaran kecil yaitu bila pengalaman-pengalaman dari sumber dan sasaran sangat berlainan, maka akan terdapat kesukaran untuk mengerti satu sama lain.

45 Tugas Pengantar Ilmu Komunikasi

Model – Model Komunikasi Dosen Pengampu : Drs. Setio Budi, HH. M.Si

Lalu sumber berusaha mengencode dengan cara agar sasarannya mudah memperoleh kesesuaian dengan pesan yang dioperkan yakni menghubungkannya dengan bagian-bagian pengalamannya yang mungkin banyak persamaan dengan pengalaman sumber. Pesan diwujudkan dalam bentu tanda, tanda adalah isyarat yang mewakili sesuatu dari pengalaman. Tetapi antara tanda dan objek terdapat perbedaan yang penting, tanda selamanya mewakili objeknya dalam isyaratnya kadarnya kurang. Untuk mudahnya ini berarti bahwa tanda tidak akan dapat menampilkan tanggapan-tanggapan yang ditimbulkan oleh objeknya sendiri. Ini adalah nilai dari bahasa yand dapat dibawa-bawa. Kita mempunyai sistem tanda yang dapat kita gunakan sebgai alat untuk pola yang tak dapat dibawa-bawa dengan mudah. Akan tetapi system tanda itu hanyalah semacam tulisan cepat (shorthand). Si coder harus mampu menulis cepat, dan si decoder harus mampu membacanya. Dan tidak ada dua orang yang pernah belajar system yang benar-benar sama. Sampailah kita pada suatu hal yang meminta sedikit lebih banyak perhatian kepada diagram kita mengenai proses komunikasi. Adalah jelas bahwa dalam proses komunikasi, setiap orang selain encoder, juga sebagai decoder. Dia menerima dan melontarkan kembali. Daia harus mampu menulis tulisan cepat dan dapat dibaca dan mampu membaca tulisan cepat orang lain. Ingatlah bahwa isyarat itu datang dalam bentuk tanda. Jika anda pernah

mengetahui tanda tersebut, maka anda pernah mengetahui tanggapan-tanggapan (responses) tertentu yang ada hubungannya dengan tanda itu. Kita dapat menamakannya tanggapan perantara, sebab dalam system persyaratan ia bertindak sebagai perantara antara pesan dan apa yang terjadi. Tanggapan perantara lalu akan menentukan apa yang anda perbuat dengan tanda tersebut. Sebab anda telah mengetahui segi-segi lainnya dari reaksi yang berhubungan dengan tanggapan perantara. Sebuah tanda yang bagi anda menimbulkan arti tertentu akan menimbulakan proses-proses tertentu lainnya pada syaraf dan otot-otot anda. Dengan perkataan alin, arti yang dari decoding anda itu menimbulkan sebuah tanda, akan membuat anda encoding. Sesungguhnya, apa yang anda encode akan tergantung kepada pilihan tanggapan yang terdapat pada suatu situasi dan yang berhubungan dengan arti dari tanda yang anda terima. Sesungguhnya menyesatkan, kalau orang beranggapan bahwa proses komunikasi dimulai di suatu tempat dan berakhir di tempat lain. Sebenarnya tidak ada

46 Tugas Pengantar Ilmu Komunikasi

Model – Model Komunikasi Dosen Pengampu : Drs. Setio Budi, HH. M.Si

akhirnya, kita adalah pusat pengatur hubungan (switchboard centers) yang mengatur arus komunikasi yang tidak ada habis-habisnya. Sekarang perlu kita tambahkan unsur lain pada gambaran proses komunikasi itu. Bayangkan apa yang terjadi antara dua orang. Yang satu selalu melakukan komunikasi kembali kepada yang seorang lainnya. Proses kembalinya dinamakan feedback (umpan balik) yang memegang peranan penting dalam komunikasi, sebab ia menerangkan kepada kita bagaimana pesan-pesan dinterprestasikan. Komunikator yang berpengalaman akan selalu menaruh perhatian terhadap feedback dan selalu merobah pesannya sesuai dengan apa yang ia lihat pada hadirin dan apa yang ia dengar dari padanya. Kita memperoleh feedback daripesan kita sendiri. Kita akan mendengar suara kita sendiri dan akan memperbaiki ucapanucapan kita yang salah. Jelaslah bahwa dalam suatu komunikasi jaranglah kita mengirimkan pesan melalui saluran tunggal. Jika anda berbicara pada saya, gelombang suara dari suara anda adalah pesan yang pertama (primary message).pesan yang pertama membawa informasi dari berbagai taraf. Jadi terhadap suatu saluran komunikasi kita dapat menggambarkan (visualize) tidak sebagai circuit telegrap, diman arusnya berjalan atau tidak berjalan, melainkan lebih mendekati sebagai kabel coaxial, dimana terdapat isyarat-isyarat yang berlaku secara paralel dari sumber kepada sasarannya. Seorang komunikator dapat memberikan tekanan kepada sebuah hal dengan menambahkan pesan-pesan secara parallel yang menurut perasaanya cukup memadai. Hal yang sama dapat dilakukan dengan proses tercetak, dengan siaran radio, televisi, atau film. Semua hal diatas adalah proses komunikasi,apakahkomunikasi massa, komunikasi kelompok, atau komunikasi antar pribadi.
B. RELEVANSI MODEL KOMUNIKASI TERHADAP EFEK KOMUNIKASI

Alasan yang utama mengapa kita pelajari proses ini, ialah untuk mengetahui bagaiman komunikasi itu mendapat efek. Terhadap suatu isi pesan (message content) yang kita kirimkan, kita ingin dapat meramalkan efek apa yang akan timbul pada pihak penerimanya. Yang dimaksudkan dengan Komunikasi efektif menurut Steward L Tubbs dan Sylvia Moss meliputi :
47 Tugas Pengantar Ilmu Komunikasi

Model – Model Komunikasi Dosen Pengampu : Drs. Setio Budi, HH. M.Si

a. Pengertian : adalah penerimaan yang cermat dari isi stimuli seperti yang dimaksudkan oleh komunikator. b. Kesenangan pada dasarnya komunikasi bukan sekedar penyampaian informasi saja dan membentuk adanya saling pengertian, namun komunikasi juga ditujukan untuk mendapatkan kehangatan dalam interaksi dengan informasi atau pesan yang menyenangkan orang lain. c. Mempengaruhi sikap : domain utama proses komunikasi sesungguhnya adalah mempengarhi sikap orang lain, untuk dapat mempengaruhi orang lain maka diperlukan suatu pendekatan psikologis berupa emotional appeals, ini bisa dilakukan apabila dalam komunikasi melakukan pendekatan psikologis. d. Hubungan sosial yg baik : komunikasi ditujukan untuk mencipatakan hubungan sosial yang terbina dengan baik. Pada konteks berserikat dan berasosiasi (inclusion) maka diperlukan komunikasi untuk bisa meneguhkan hubungan antar anggota kelompok. Pada konteks ingin menguasai dan dikuasai (control) maka dinbutuhkan pula komunikasi anak ingin dikontrol dan dikendalikan oleh orang tuannya dan orang tua ingin mengenadlikan ankanya ini bida terwujud melalui komunikasi. Sementara itu pada konteks affection yaitu ingin dicintai dan mencintai perlu mutlak komunikasi agar kebutuhan tersebut dapat terungkapkan. e. Tindakan : mempengaruhi orang lain dapat berhasil apabila orang tersebut melakukan tindakan nyata seperti apa yang di inginkan dan ini merupakan indikator terkahir selain empat item terurai di atas. Tindakan merupakan akumulasi dari rsoses komunikasi dan ini memerlukan pengetahuan mekanisme faktor-faktor psikologi yang mempengaruhi tindakan seseorang.

Mungkin kita dapat menggambarkan secara sederhana apa yang kita namakan “the condition of success in communication” (kondisi suksesnya komunikasi), yakni kondisikondisi yang harus dipenuhi jika kita menginginkan agar suatu pesan membangkitkan tanggapan yang kita kehendaki, yaitu; Pesan harus dirancangkan dan disampaikan sedemikian rupa, sehingga dapat menarik perhatian sasaran yang dimaksud.

48 Tugas Pengantar Ilmu Komunikasi

Model – Model Komunikasi Dosen Pengampu : Drs. Setio Budi, HH. M.Si

Pada kenyataannya tidaklah mudah semudah mengatakannya. Suatu hal ialah bahwa pesan harus dapat disampaikan. Komunikasi tidak akan terjadi, apabila kita tidak berkata cukup keras didengar, atau kalau surat kita tidak dikirimkan, atau bila kita tersenyum kepada seseorang tetapi ia tidak melihat kepada kita. Kita masing-masing dapat menyediakan komunikasi lebih banyak daripada apa yang mungkin kita terima atau decode. Kita melakukan pilihan terhadap pesan-pesan yang sesuai dengan karakteistik kesan-kesan kita secara umum, apakah ia sesuai dengan keperluan dan kepentingan kita atau tidak. Biasanya kita melakukan pilihan berdasarkan kesan yang kita peroleh dari isyarat suatu pesan. Apabila isyarat itu tidak merangsang kita, indera kita tidak mungkin tersentuh oleh sesuatu pesan. Sudah tentu dalam situasi-situasi yang berbeda-beda, kita mengadakan pilihan yang berbeda pula di antara isyarat-isyarat itu. Maka dari itu, perancangan suatu pesan agar memperoleh perhatian, harus memperhitungkan waktu (timing) dan tempat (placing) yang diperlengkapi dengan isyarat yang dapat merangsang perhatian si penerima. Pesan harus menggunakan tanda-tanda yang tertuju kepada pengalaman yang sama antara sumber dan sasaran, sehingga sama-sama dapat mengerti.

Marilah kita tambahkan bahwa sejalan dengan perkembangan pengalaman kita dengan lingkungan, kita cenderung untuk mengadakan klasifikasi dan pencatatan pengalaman kita, yakni bagaimana hubungannya dengan pengalaman-pengalaman lain dan dengan kebutuhan-kebutuhan serta kepentingan-kepentingan kita. Sejalan dengan usia kita yang semakin bertambah, sistem pencatatan tersebut semakin tegar dan kuat. Cenderung untuk menolak pesan-pesan yang tidak sesuai dengan strukturnya, atau merobahnya sehingga menjadi tidak sesuai. Oleh karena itu dalam merancangkan suatu pesan kita harus merasa pasti bahwa kita berbicara dengan bahasa yang sama, dengan pihak penerima dan mengemukakan hal-hal yang ”tidak melebihi otaknya”, dan juga antara kita dengan cara menelaah dunia sekelilingnya tidak terdapat pertentangan yang langsung.

49 Tugas Pengantar Ilmu Komunikasi

Model – Model Komunikasi Dosen Pengampu : Drs. Setio Budi, HH. M.Si

Pesan harus membangkitkan kebutuhan pribadi pihak sasaran dan menyarankan beberapa cara untuk memperoleh kebutuhannya itu.

Kita melakukan sesuatu kegiatan, karena kita melakukan sesuatu dan karena kita mempunyai suatu tujuan (goal). Dalam situasi-situasi yang lebih rumit, biasanya kita mempunyai kebebasan memilih yang lebih banyak dan dalam situasi yang kita hadapi, kita akan memikih kegiatan yang lebih dekat kepada kebutuhan dan tujuan kita. Oleh karena itu syarat pertama bagi pesan yang efektif ialah adanya hubungan dengan kebutuhan pribadi kita yakni kebutuhan akan keamanan, status, pengakuan (belongingness), pengertian, kebebasan dari paksaan, kebebasan dari rasa cemas, cinta, dan sebagainya. Harus membangkitkan suatu dorongan dan dapat membuat perasan pribadi kita jadi kebutuhan, atau ketegangan yang dengan suatu kegiatan dapat menimbulkan kepuasan. Kemudian pesan dapat mengontrol kegiatan yang dihasilkan dengan memberikan saran-saran kegiatan apa yang harus dilaksanakan. Jika ternyata ada kegiatan yang lebih mudah, lebih murah, dan lebih leluasa untuk dilakukan untuk tujuan yang sama, maka mungkin itulah yang dipilih. Pesan harus menyarankan suatu jalan untuk memperoleh kebutuhan tadi, yang layak bagi situasi kelompok di mana sasaran berada pada saat ia digerakkan untuk memberikan tanggapan yang dikehendaki.

Kita hidup secara berkelompok. Kita memperoleh pendidikan yang pertama dalam kelompok yang primer, keluarga kita. Kita mempelajari kebanyakan dari standar-standar dan nilai-nilai kita dari kelompok kita. Kita melakukan berbagai peranan dalam kelompokkelompok, karena peranan-peranan itu memberikan kepada kita kebiasan-kebiasan hidup kita yang teratur dan memuaskan. Kita membuat tanggapan-tanggapan komunikasi kita dalam kelompok-kelompok. Dan jika komunikasi melakukan perubahan dalam tingkah laku kita, tempat pertama yang kita cari untuk persetujuan terhadap tingkah laku yang baru itu ialah kelompok. Ada dua hal yang dapat kita nyatakan secara meyakinkan mengenai ramalan efek komunikasi itu. Yang pertama ialah bahwa sebuah pesan lebih besar kemungkinannya akan berhasil, apabila ia sesuai dengan pola-pola pengertian, sikap, nilai dan tujuan yang terdapat pada
50 Tugas Pengantar Ilmu Komunikasi

Model – Model Komunikasi Dosen Pengampu : Drs. Setio Budi, HH. M.Si

pihak penerima atau setidak-tidaknya jika ia memulai dengan pola tersebut dan berusaha merobahnya sedikit demi sedikit. Para ahli penelitian komunikasi menamakan yang terakhir ini proses ”canalizing” (melakukan penyaluran), yang berarti si penyampai (sender) menyediakan saluran untuk mengarahkan motif-motif yang sudah ada kepada pihak penerima. Kalau kita mengambil manfaat dari adanya pola pengertian, dorongan-dorongan, dan sikapsikap untuk menerima pesan kita maka kita dapat mempunyai harapan akan dapat mengalihkan pola tadi ke arah yang kita inginkan. Yang kedua ialah yang dapat kita katakan secara meyakinkan mengenai efek komunikasi tersebut ialah bahwa ia adalah paduan sejumlah kekuatan, dari kekuatan mana komunikator hanya dapat mengontrol satu kekuatan saja; ia selaku pihak penyampai (sender) dapat membentuk pesannya, dan dapat menentukan bilamana serta dimana pesannya itu disampaikan, pesan tersebut hanyalah salah satu dari paling sedikit 4 unsur penting yang menentukan tanggapan yang timbul. Ketiga unsur lainnya ialah situasi dimana pesan diterima dan dimana tanggapan akan muncul, keadaaan pribadi si penerima, serta hubungan dan taraf kelompoknya. Dengan lain perkataan komunikasi tidak akan mendapat efek kalau situasi, kepribadian, dan norma-norma kelompok tidak mengizinkan. Jika situasi menjadi buruk, pengaruh kelompok akan tergeser dan agresi pribadi akan hilang, maka disitu pesan akan menimbulkan efek. C. KESIMPULAN Dalam ilmu komunikasi sebenarnya terdapat ratusan model komunikasi. Penyusun tidak mungkin membahas model – model tersebut satu persatu. Setiap model mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing – masing. Penyusun dapat mengkaji model – model lain yang tidak kami bahas disini melalui buku – buku lain yang tersedia. Dalam diskusi kelompok kami bahwa kami memilih Model Komunikasi DeFLeur sebagai Model Komunikasi yang relevan dikarenakan Model DeFleur mengkomunikasikan sesuatu hal kepada penerima pertama-tama akan terlibat dalam proses pengolahan atau pembentukan pesan melalui transmitter sehingga menimbulkan suatu symbol yang bermakna, diketahui bahwa dimana pun kita berkomunikasi maka terjadi setiap gangguan di sekeliling

51 Tugas Pengantar Ilmu Komunikasi

Model – Model Komunikasi Dosen Pengampu : Drs. Setio Budi, HH. M.Si

kita tapi kita sebagai komunkator menyampaikan ke komunikan agar lebih efektif dan mendapat efek yang baik pula. Tidak ada model yang benar atau salah. Setiap model hanya dapat diukur berdasarkan kemanfaatannya ketika dihadapkan dengan dunia nyata, khususnya ketika digunakan untuk menjaring data dalam penelitian. Selain itu, model yang dirancang, unsure-unsur model dan hubungan antara berbagai unsur tersebut, bergantung pada perspektif yang digunakan si pembuat model. Pandangan dari suatu perspektif akan menampilkan dimensi – dimensi tertentu, sementara pengamatan dari sudut pandang berbeda akan menyoroti aspek – aspek komunikasi yang berbeda pula.

52 Tugas Pengantar Ilmu Komunikasi

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful