Morfologi sungai adalah ilmu yang mempelajari tentang geometri (bentuk dan ukuran), jenis, sifat dan perilaku

sungai dengan segala aspek dan perubahannya dalam dimensi ruang dan waktu. Dengan demikian, morfologi sungai ini akan menyangkut juga sifat dinamik sungai dan lingkungannya yang saling terkait. Dua proses penting dalam sungai adalah erosi dan pengendapan, yang dipengaruhi oleh jenis aliran air dalam sungai yaitu:
 

aliran laminer: jika air mengalir dengan lambat, partikel akan bergerak ke dalam arah paralel terhadap saluran. aliran turbulen: jika kecepatan aliran berbeda pada bagian atas, tengah, bawah, depan dan belakang dalam saluran, sebagai akibat adanya perubahan friksi, yang mengakibatkan perubahan gradien kecepatan. Kecepatan maksimum pada aliran turbulen umunya terjadi pada kedalaman 1/3 dari permukaan air terhadap kedalaman sungai.

Sungai
Sungai dicirikan oleh arus yang searah dan relatif kencang, dengan kecepatan berkisar antar 0,1–1,0 m/detik, serta sangat dipengaruhi oleh waktu, iklim, dan pola drainase. Pada perairan sungai, biasanya terjadi pencampuran massa air secara menyeluruh dan tidak terbentuk stratifikasi kolom air seperti pada perairan lentik. Kecepatan arus, erosi, dan sedimentasi merupakan fenomena yang biasa terjadi di sungai sehingga kehidupan flora dan fauna sangat dipengaruhi oleh ketiga variabel tersebut.

Klasifikasi perairan sungai sangat dipengaruhi oleh intensitas cahaya dan perbedaan suhu air, sedangkan klasifikasi perairan lotik justru dipengaruhi oleh kecepatan arus atau pergerakan air, jenis sedimen dasar, erosi dan sedimentasi (Haslam, 1995). Dalam pembahasan masalah sungai, terlebih dahulu perlu diperdalam

pengetahuan tentang komponen–komponen

sungai. Komponen tersebut dalam

realitasnya berpengaruh terhadap segala sistem, mekanisme, dan proses yang berjalan di sungai yang bersangkutan. Komponen–komponen tersebut dalam perkembangan sungai saling berpengaruh dan saling terikat satu dengan yang lain membentuk sungai yang bersangkutan. Komponen–komponen yang berpengaruh baik langsung maupun tidak langsung terhadap sungai adalah diantaranya komponen hidrolik, komponen sedimen dan morfologi, komponen ekologi dan komponen sosial sungai.

Komponen Hidrolik Sungai
Komponen hidrolik sungai meiputi berbagai hal yang berhubungan dengan aliran air dan sedimen. Komponen hidrolik sungai yang dominan misalnya

debit aliran, kecepatan aliran, tinggi muka air, tekanan air,

turbulensi aliran makro memanjang sungai maupun melintang sungai, distribusi kecepatan mikro pada lokasi–lokasi tertentu, gelombang sungai, dan lain–lain. Komponen hidrolik ini tidak hanya aliran air yang mengalir pada
badan atau palung sungai dan bantaran banjir, namun juga aliran yang mengalir di lapisan bawah dasar sungai. Aliran air di sungai tidak diartikan hanya sebatas besarnya debit dan tinggi muka air secara fisik saja, namun diartikan lebih luas menyangkut keterkaitan antara debit dan tinggi muka air dan distribusi time series tinggi muka air. Perubahan tinggi muka air sepanjang tahun sangat berpengaruh terhadap keberadaan flora dan fauna terhadap habitat sungai berupa formasi sedimen yang terangkut maupun yang terendapkan, hal ini selanjutnya akan berpengaruh terhadap ekosistem sungai yang bersangkutan.

Komponen hidrolik yang sangat penting di daerah muara termasuk daerah– daerah yang masih terpengaruh air laut adalah pasang surut. Pengaruh hidrolik air asin dan sekaligus pasang atau surut dapat menyediakan diversifikasi hidrolik sepanjang sungai. Di samping itu juga berpengaruh terhadap diversifikasi kadar garam (salinitas) yang tentu saja akan berpengaruh terhadap habitat di sekitar muara sungai tersebut. Komposisi pasang surut dan komposisi salinitas sangat berperan dalam pembentukan jenis dan jumlah flora dan fauna di sungai yang bersangkutan. Komponen hidrolik lainnya yang penting sebagai base flow air sungai adalah mata air sepanjang sungai. Mata air sepanjang sungai ini pada umumnya jumahnya sangat banyak, baik yang berukuran mikro (Q < 1 l/dt), meso (1 l/dt < Q < 10 l/dt), maupun makro (Q > 10 l/dt). Pemahaman masyarakat bahwa sumber air sungai berasal dari sumber mata air tertentu di daerah hulu perlu dikoreksi. Sebetulnya debit air sungai selain berasal dari run off dari kedua sisi daerah aliran sungai, juga berasal dari mata air di kedua sisi sungai baik di hulu, tengah , maupun di hilir (Maryono, 2005).

Komponen Sedimen dan Morfologi Sungai Komponen sedimen yang dimaksud adalah sedimen dasar (bed load) dan sedimen tersuspensi (suspended load), namun dalam eko–hidrolik yang dimaksud dengan sedimen tidak hanya sedimen anorganik, namun juga sedimen organik, karena sebenarnya semua yang terlarut dan mengalir dalam aliran air sungai terkait langsung dengan penyediaan substrat makanan untuk ekologi sungai. Sedimen anorganik misalnya lumpur, pasir, kerikil, dan batu. Dan sedimen organik adalah serasah daun yang sedang dan telah membusuk, kayu–kayuan yang ikut terbawa hanyut, humus yang terlarut, serta mikroorganisme, benthos, dan plankton yang terbawa aliran air. Sedimen terlarut ini akan berpengaruh besar pada hidrolika aliran air. Karena dengan sedimen ini dimungkinkan tumbuh dan berkembangnya sebagai jenis flora dan fauna disepanjang sungai, sedang flora dan fauna sepanjang sungai tersebut dapat mempengaruhi morfologi dan aliran sungai. Sedimen anorganik berupa batu–batu besar akan bergerak sangat pelan ke arah hilir. Sedimen berupa batuan besar dengan ukuran lebih dari 20 cm akan menjadi tempat kehidupan yang baik bagi flora dan fauna. Batuan kecil berukuran kurang dari 20 cm akan menjadi tempat persembunyian ikan dan fauna akuatik lainnya jika ada banjir, peningkatan kecepatan air, atau kenaikan suhu udara.

Komponen sedimen berinteraksi langsung dengan komponen morfologi sungai. Sedimen yang terangkut akan mengalir menyusuri sungai dari hulu hingga hilir. Sedimen akan mengendap di berbagai tempat sesuai dengan kondisi dan situasi hidrolik, geologi, geografi, dan ekologi setempat. Pengendapan sedimen anorganik sungai akan membentuk berbagai komponen morfologi sungai, misalnya riffle, dune, antidune, bar, pulau, meander, dan lain–lain. Sedang sedimen organik berupa dedaunan akan terbawa aliran dan akan terendapkan di berbagai tempat, membusuk setelah mencapai jarak dan lama tertentu, menjadi makanan bagi fauna sungai. Sedimen terangkut berupa biji–bijian, spora, tunas, dan lain–lain akan menyebar ke sepanjang sungai dan tumbuh sesuai dengan lokasi dan kondisi masing–masing. Kayu– kayuan yang tersangkut dipinggir sungai dapat menjadi tempat hidup fauna dan tempat bertelur berbagai macam hewan air atau sekedar lapuk menjadi makanan fauna air (Maryono, 2005).

2.3 Komponen Ekologi Sungai Komponen ekologi sungai adalah segala komponen biotik yang hidup di sungai, baik makhluk hidup yang bergerak secara aktif contohnya ikan, maupun makhluk hidup yang tidak dapat bergerak atau berpindah contohnya tumbuhan. Komponen ekologi sungai (sebagai contoh di Jawa adalah Sungai Gajahwong di Yogyakarta) dapat dilihat pada Tabel 2.1. Flora dan fauna yang disebutkan dalam tabel tersebut kehidupannya sangat tergantung dengan keberadaan sungai yang menjadi habitatnya. Berbagai organisme tersebut hidup pada berbagai tempat atau bagian dari sungai. Misalnya berbagai jenis pohon bambu hidup di pinggir sungai, namun pohon mahoni lebih banyak ditemukan di bagian luar sempadan sungai.

Menurut Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air. Hal ini terjadi karena dengan meningkatnya kesadaran dan cara berpikir masyarakat tentang sungai. serta bantaran keamanan. bantaran ekologi. DAS merupakan ekosistem. Jika persepsi masyarakat tentang vegetasi pinggir sungai baik. wilayah sungai merupakan gabungan dari beberapa Daerah Aliran Sungai (DAS). baik hidrolik. Sebagai contoh yang paling mudah dipahami adalah bahwa kualitas air sungai dipengaruhi oleh sejauh mana kesadaran dan persepsi masyarakat terhadap sungai.Komponen Sosial Sungai Komponen sosial sangat berpengaruh terhadap sungai. sedimen dan unsur hara serta mengalirkannya melalui anak-anak sungai dan keluar pada sungai utama ke laut atau danau. dan ekologi flora dan fauna sungai. maka masyarakat tidak akan membuang sampah dan limbah begitu saja ke sungai. Daerah Aliran Sungai (DAS) Daerah Aliran Sungai (DAS) secara umum didefinisikan sebagai suatu hamparan wilayah/kawasan yang dibatasi oleh pembatas topografi (punggung bukit) yang menerima. kualitas air sungai. maka masyarakat akan dapat menangguhkan pembangunan talud sungai dan memelihara vegetasi sungai tersebut. Alur sempadan sungai didefinisikan sebagai alur pinggir kanan dan kiri sungai yang terdiri dari bantaran banjir. Oleh karenanya segala perubahan yang terjadi di DAS akan berakibat pada alur sungai. Sedangkan sistem alur sungai (gabungan antara alur badan sungai dan alur sempadan sungai) merupakan sistem river basin yang membagi DAS menjadi beberapa subDAS yang lebih kecil. sedimen. bantaran longsor. . dimana unsur organisme dan lingkungan biofisik serta unsur kimia berinteraksi secara dinamis dan di dalamnya terdapat keseimbangan inflow dan outflow dari material dan energi . Jika kesadaran masyarakat akan fungsi sungai secara komprehensif cukup tinggi. Jika kesadaran dan pengeetahuan masyarakat tentang sungai rendah maka pembangunan talud akan berjalan cepat. maka kualitas air sungai akan membaik. dan morfologi sungai. mengumpulkan air hujan. Areal DAS meliputi seluruh alur sungai ditambah areal dimana setiap hujan yang akan jatuh di areal tersebut mengalir ke sungai yang bersangkutan. dalam arti masyarakat mengerti manfaat vegetasi untuk sungai sendiri maupun untuk berbagai fauna yang hidup di sepanjang sungai. sehingga morfologi sungai berubah total.

Daerah penyaluran air dapat dibagi menjadi dua daerah. sedang daerah penyaluran air berfungsi untuk menyalurkan air turah (excess water) dari sumber air ke daerah penampungan air. tujuan pengelolaan adalah mencegah pemborosan. maupun jika ketersediaannya melimpah. DAS merupakan suatu kesatuan hidrologi yang bulat atau utuh. yang berada di sebelah bawah DAS. Pada pengelolaannya. Pengelolaan sumberdaya berpokok pada hubungan antara kebutuhan manusia dan ketersediaan sumberdaya untuk memenuhi kebutuhan itu.Suatu DAS terdiri atas dua bagian utama. baik apabila ketersediaan sumberdaya tidak mencukupi untuk memenuhi seluruh kebutuhan. Pengelolaan diperlukan. Dilihat dari segi hidrologi. Harga imbalan dapat dipertimbangkan menurut ukuran fisik. Daerah penampungan air dapat berupa danau atau laut. sosialbudaya maupun keamanan-kemantapan nasional. Daerah tadahan merupakan daerah sumber air bagi DAS yang bersangkutan. ekonomi. yaitu daerah tadahan (catchment area) yang membentuk daerah hulu atau daerah kepala sungai. memilih peruntukan yang dapat memberikan imbalan yang paling berharga. yaitu daerah tengah dan daerah hilir. Pada kejadian pertama. Hal ini disesuaikan dengan garis kebijakan nasional. tujuan pengelolaan ialah mendapatkan manfaat sebaik-baiknya. DAS dipandang sebagai suatu kesatuan sumber daya darat. teknik. . DAS menjadi bagian dari sistem darat. yang dengan kata lain. dan daerah penyaluran air yang berada di bawah daerah tadahan. Pada kejadian kedua.

2005). Penghijauan beserta tindakantindakan penunjang atau pelengkapnya pada asasnya bertujuan mengatur atau mengendalikan “status quo’’ DAS ke arah yang dikehendaki.3 Klasifikasi sungai menurut Heinrich & Hergt Nama Kali kecil dari suatu mata air Kali kecil Sungai kecil Sungai besar Luas DAS 0-2 km² 2-50 km² 50-300 km² >300 km² 0-1 m 1-3 m 3-10 m >10 m Lebar Sungai .3) : Tabel 2. atau untuk mencegah “status quo” beralih ke arah yang tidak dikehendaki (Maryono.Penghijauan merupakan salah satu tindakan dalam pengelolaan DAS sebagai sumberdaya darat. Penghijauan perlu dikaitkan dengan tindakan-tindakan lain yang relevan untuk memperoleh hasil yang memadai. Klasifikasi sungai menurut Kern Klasifikasi Sungai Nama Sungai Kecil Kali kecil dari suatu mata air Kali kecil Sungai Menengah Sungai kecil Sungai Sungai besar menengah Sungai besar Sungai Bengawan Lebar Sungai <1m 1-10 m 10-20 20-40 40-80 80-220 m >220 m Klasifikasi Menurut Heinrich & Hergt (1999) Meurut Heinrich & Hergt sungai dapat diklasifikasikan sebagai berikut (Tabel 2.

forks. (dalam Heinrich & Hergt. tergantung bahasa lokal masing-masing daerah yang ada. dan runs. 1998) Sungai kecil disebut juga dalam bahasa inggris brooks. Selanjutnya sungai kecil didefinisikan sebagai air dangkal yang mengalir di suatu daerah dengan lebar aliran tidak lebih dari 40 m pada muka air normal. Klasifikasi Menurut Leopold et al. creeks. Sedangkan sebaliknya jika lebar sungai tidak terlalu besar namun debitnya besar maka biasanya disebut sebagai sungai atau sungai besar. Semuanya berarti sungai kecil. (1964) ini sangat cocok. Ini terlihat jika lebar sungai cukup besar tapi debit air kecil maka sungai tersebut merupakan sungai kecil. . dan debit sungai. Selanjutnya dapat diperdetail dengan klasifikasi menurut Kern (1994). Untuk penggunaan di Indonesia. (1964) Leopold et al. Sedang kondisi yang lebih besar dari sungai kecil ini disebut sungai atau sungai besar. maka klasifikasi menurut Leopold et al. Sedang terminology yang membedakan antara sungai kecil (stream) dan sungai besar (river) hanya tergantung kepada pemberi nama pada pertama kalinya. branceches. dimana ditemukan jenis sungai dengan berbagai variasi lebar dan kedalaman serta debit alirannya. tinggi sungai. kecepatan aliran sungai. karena kedalaman maupun kecepatan aliran sungai tersebut besar.Klasifikasi Menurut Helfrich et al. (1964) mengklasifikasikan sungai kecil dan sungai atau sungai besar berdasarkan lebar sungai.

Pertemuan sungai orde 1 menghasilkan sungai orde 2. Berdasarkan siklus hidrologi. Sementara pertemuan antara sungai dengan orde yang berbeda tidak menghasilkan orde sungai berikutnya. Perkembangan terakhir dalam teknik sungai kaitannya dengan ekologi. dan presipitasi.Disamping klasifikasi tersebut ada klasifikasi berdasarkan orde sungai. misalnya sungai paling kecil di hulu dalam suatu DAS disebut sungai orde 1. sedang. dimana 50% dari jumlah tersebut berada di danau dan 2. namun tetap menjadi sungai orde terbesar dari kedua sungai yang bertemu tersebut. Klasifikasi ini tidak selalu dikaitkan dengan besar-kecilnya. 1992) .75 juta km3 berada di sungai (Haslam. tetapi yang tersedia untuk kehidupan hanya 0. Sungai sebagai komponen utama DAS mempunyai beberapa definisi yaitu: a) Sungai atau aliran sungai adalah suatu jumlah air yang mengalir sepanjang lintasan di darat menuju ke laut sehingga sungai merupakan suatu lintasan di mana air yang berasal dari hulu bergabung dan menuju ke satu arah yaitu hilir (muara). Sungai merupakan bagian siklus hidrologi yang terdiri dari beberapa proses yaitu evaporasi/penguapan air. kondensasi. b) Sungai merupakan suatu tempat kehidupan perairan yang membelah daratan. semakin banyak ahli sungai yang memfokuskan penelitian pada sungai-sungai kecil. atau dalam-dangkalnya suatu sungai Pengertian pembagian sungai menjadi besar.000 km3.120. Sungai-sungai kecil akan mempunyai karakteristik yang hampir sama. diketahui bahwa jumlah air tawar yang ada di bumi mencapai 1. demikian juga sungai sedang dan sungai besar. lebar-sempitnya. selanjutnya pertemuan antara sungai orde 2 menghasilkan sungai orde 3.384.14% atau ± 193 juta km3. dan kecil ini penting kaitannya dengan penelaahan sifat-sifat sungai pada umumnya. dan seterusnya.

dimonitor dan dikenakan peraturan-peraturan. yaitu : 1. tempat-tempat pengolahan limbah cair (yang menghilangkan sebagian tapi tidak seluruh zat pencemar). berakumulasi (khususnya pada endapan) dan suatu saat dapat juga terjadi pencuciaan atau pengenceran. Oleh kerena itu. Contohnya adalah limpasan air dari ladang-ladang pertanian. tempat parkir dan jalan raya. 1991 Menurut Miller (1991) terdapat 2 bentuk pencemar. Pencegahan tersebut dapat dilakukan salah satunya melalui penataan ruang yang baik. tempat-tempat penambangan yang aktif dan lain-lain. sumber-sumber ini relatif lebih mudah diidentifikasi. Senyawa tersebut (utamanya yang beracun) berakumulasi dan menjadi suatu konsentrasi tertentu yang berbahaya bagi mata rantai kehidupan (Miller. terdiri dari banyak sumber yang tersebar yang membuang efluen. 2. Non-point sources. selokan atau saluran air kotor ke dalam badan air pada lokasi tertentu. Pencemaran sungai didefinisikan sebagai perubahan kualitas suatu perairan akibat kegiatan manusia. Perubahan tersebut dapat disebabkan oleh senyawa yang masuk ke aliran sungai yang bergerak ke hilir bersama aliran air atau tersimpan di dasar.Pengaruh Kegiatan Manusia Terhadap Kualitas Sungai. peternakan. Misalnya pabrik. Pengendaliaan sumber pencemar ini cukup sulit dan membutuhkan biaya yang tinggi untuk mengidentifikasi dan mengendalikan sumber-sumber pencemar yang tersebar tersebut. baik ke dalam badan air maupun air tanah pada suatu daerah yang luas. Kualitas sungai merupakan indikator kondisi sungai apakah masih dalam keadaan baik atau tercemar. Karena lokasinya yang spesifik. lokasi pembangunan. yang pada gilirannya akan mengganggu kehidupan manusia itu sendiri ataupun makhluk hidup lainnya. dibutuhkan suatu pendekatan terpadu dengan penekanan pada pencegahan pencemar. merupakan sumber pencemar yang membuang efluen (limbah cair) melalui pipa. . Point Sources.

tetapi justru aktif pada konsentrasi rendah. Efluen yang biasa dibuang biasanya berupa pencemar organik. Selain itu. logam. Yang lebih memprihatinkan lagi.Beberapa jenis kegiatan utama yang menimbulkan pencemaran sungai antara lain : 1. banyak masyarakat di sepanjang sungai mendirikan bangunan di atas tanah bantaran sungai maupun di atas sepadan (tanah setelah bantaran sungai). termasuk didalamnya kegiatan kesehatan (rumah sakit) dan food additivies (seperti bahan pengawet makanan) serta kegiatan-kegiatan yang berasal dari lingkungan pemukiman baik di daerah perkotaan maupun pedesaan. garam-garaman (seperti deterjen) yang cukup berbahaya karena bersifat patogen. bisa berupa efluen organik (dari pabrik makanan dan dapat juga dari industri minyak dan pertrokimia). mempunyai banyak sekali variasi. efluen organik yang dihasilkan oleh peternakan dapat menyebabkan pencemaran yang cukup serius. perambahan hutan dan lain-lain. Selain itu. tapi juga dapat berupa senyawa anorganik. mereka bisa menunjukkan sertifikat. misalnya dari pembangkit tenaga listrik. pembuatan parit-parit. . 3. juga terjadi pada para pengembang yang membangun perumahan di bantaran sungai. Bisa juga berupa pencemaran panas. Kegiatan industri. dimana senyawa-senyawa yang terdapat di dalamnya tidak mudah terurai walaupun dalam jumlah yang sedikit. terutama akibat penambahan pupuk dan pembasmi hama. 2. mobil atau industri berat lainnya. Maka untuk menata kawasan sungai diperlukan peraturan yang jelas dan permanen. sedimen termasuk pencemaran yang cukup besar ketika terjadi penebangan pohon-pohonan. Kegiatan pertanian. Kondisi demikian ini menyebabkan kondisi sungai sudah tidak alami dan sering menimbulkan bencana tanah longsor. Anehnya lagi setiap ditegur. Belum lagi. partikel dan debu dapat dihasilkan oleh kegiatan industri pertambangan. Sedangkan efluen anorganik dihasilkan oleh pabrik-pabrik baja. Sehingga tidak bisa berbuat apa-apa. Kegiatan domestik.

perlu dipertimbangkan besarnya debit suplai air di sungai. Sejauh mungkin tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kehidupan flora dan fauna sungai yang air bersangkutan. Jika pada pengambilan dengan menggunakan bendung. sungai yang ada dapat dipakai sebagai saluran irigasi teknis. . 2005).Fungsi Sebagai Saluran Irigasi Dalam perencanaan pembangunan irigasi teknis. karena pada umumnya porositas sungai relatif rendah mengingat adanya kandungan lumpur dan sedimen gradasi relatif kecil. jika dari segi teknis memungkinkan Kehilangan air disaluran dengan menggunakan sungai kecil lebih kecil daripada menggunakan saluran tanah buatan.hasil penelitian ini belum banyak dilaporkan (“Debit dalam temu ilmiah. harus diperhitungkan jumlah debit air minimum yang harus tersedia di sungai bagian hilir bendung agar kehidupan ekologi sungai masih dapat berlangsung. Kaitannya dengan ekologi. Penelitian tentang debit air minimum dan debit air maksimum di suatu sungai kaitannya dengan ekologi sungai dewasa ini sedang berjalan relatif intensif. demikian pula pada penggunaan sungai untuk saluran irigasi harus dipertimbangkan besarnya debit tambahan maksimum yang masih dapat ditolelir. Penelitian yang dilakukan oleh Schera (1999) mengenai “mindess Wassermenge” Air Minum”) dapat dijadikan sebagai langkah awal penelitian-penelitian selanjutnya (Maryono. Hasil. baik bagi hidrolik maupun bagi ekologi sungai tersebut.

Fungsi Ekologi Sungai mempunyai fungsi vital kaitannya dengan ekologi. Pada sungai sering juga ditemui sisa-sisa vegetasi misalnya kayu mati yang posisinya melintang atau miring di sungai. dan bantaran sungai. 1999. tebing. sekaligus berfungsi sebagai retensi aliran air. Kern. Disamping itu juga terjadi terjunan-terjunan kecil yang dapat meningkatkan kandungan oksigen dalam air. Kayu mati ini pada sungai kecil dan menengah menunjukkan fungsi hidrolik maupun ekologi yang berarti (Scherle. Sungai yang masih alamiah dapat berfungsi sebagai aerasi alamiah yang akan meningkatkan atau menjaga kandungan oksigen air sungai. 1994) . Kondisi fisik yang demikian ini merupakan habitat yang cocok untuk flora dan fauna suatu sungai. Komponen ekologi sungai adalah vegetasi daerah badan. Sungai dan bantarannya biasanya merupakan habitat yang sangat kaya akan flora dan fauna sekaligus sebagai barometer kondisi ekologi daerah tersebut. .

. Sungai perlu dipelihara agar keasliannya tetap terjaga karena tidak hanya untuk memberdayakan bagi generasi saat ini saja. Tidak hanya untuk diberdayakan bagi generasi saat ini. meliputi misalnya penggerukan dasar sungai atau muara sungai sebagi akibat dari pendangkalan sungai karena pembuangan sampah ke sungai dan juga pemeliharaan bangunan – bangunan dalam rangka perbaikan dan pengaturan sungai seperti tanggul/talut dan perkuatan tebing sungai. Mengingat hal tersebut. Yang dimaksud dengan pemeliharaan sungai adalah segala usaha yang bertujuan untuk menjaga kelestarian fungsi sungai. tapi juga untuk dapat terus dinikmati oleh generasi yang akan datang. Pemeliharaan pemeliharaan sungai itu tersebut sendiri.Pemeliharaan Sungai Sungai dan ekosistem yang ada disekitarnya merupakan sebuah kekayaaan hayati yang tidak ternilai harganya. tapi juga untuk dapat terus dinikmati oleh generasi yang akan datang. pemeliharaan sungai merupakan suatu aktivitas yang mutlak mendapat perhatian dari berbagai pihak.

pelestarian dan . Pemberian izin atas pemanfaatan air sungai.Pengelolaan Sungai Pengelolaan sungai yang dimaksudkan disini adalah segala usaha yang dilaksanakan untuk memanfaaatkan potensi sungai. Pengendalian administratif seperti pembatasan atau pelarangan atas kegiatan. Pengoperasian bangunan-bangunan sungai 3. 4. langkah-langkah yang tepat perlu dilaksanakan sehingga dicapai fungsi dan manfaat sungai sebagai milik umum. 5. Perbaikan dan pengaturan sungai 2. Dalam melaksanakan pengelolaan sungai.kegiatan yang dapat memberikan dampak negatif terhadap fungsi sungai. Dengan demikian pengelolaan sungai luas sekali dan diantaranya dapat disebutkan : 1. menjamin kesejahteraan umum. Pemberian tanda batas-batas daerah sepanjang sungai. memelihara fungsi sungai dan mencegah terjadi bencana yang dapat ditimbulkan oleh sungai.

lebat dan tidaknya tumbuh-tubuhan di daerah tersebut 4. Aliran periodik ini pada musimkemarau kering dan pada musim penghujan kadang-kadang banjir. Contoh sungai-sungai di Jawa dan Nusa Tenggara.Jenis sungai menurut alirannya dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu : 1) Aliran Permanen Aliran permanen yaitu aliran sungai yang tetap sepanjang tahun. Hal ini disebabkan sebagai berikut : (1) hujan yang turun sepanjang tahun di daerah hulu (2) hutan yang masih lebat di daerah hulu (3) mata airnya berasal dari salju abadi. . Adanya banjir tersebut dipengaruhi juga oleh hal-hal sebagai berikut : 1. Kalimantan dan Irian Jaya 2) Aliran Periodik Aliran periodik yaitu aliran sungai yan tidak tetap sepanjang tahun. Contoh : sungai-sungai di Sumatera. lebat dan lamanya turun hujan di daerah aliran sungai 2. morfologi daerah/bentuk permukaan tanah 3. ada atau tidaknya daun-daun sebagai akumulasi air.

11)Sungai anaklinal. 8. ialah sungai yang alirannya menuruni lerenglereng asli dari permukaan tanah seperti dome block mountain atau dataran yang baru terangkat. Sungai konsekuen lateral. ialah sungai yang mempunyai arah aliran berlawanan dengan sungai konsekuen. tetapi mengalir dengan arah yan tidak tentu. 11. Sungai obsekuen. Sungai gabungan (compound river).Tipe-tipe Sungai 1. Sungai resekuen. Sungai subsekuen (strike river). . 9. 10. 6. ialah sungai yang mengangkut air dari daerah yang berlainan struktur geologinya. ialah sungai yang kekuatan erosi ke dalamnya dapat mengimbangi pengangkatan daerah. 7. ialah sungai yang kekuatan erosi ke dalamya tidak mampu mengimbangi pengangkatan daerah. 12. ialah sungai yang tegak lrus dengan sungai konsekuen. Sungai komposit. Sungai konsekuen longitudinal. 4. 3. ialah sungai yang alirannya sejajar dengan antiklinal. Sungai insekuen. 5. sehingga terjadi pola aliran yang dendritik (menyebar). sehingga arah alran sungai ini berbelok menuju ke tempat lain yang lebih rendah. 12)Sungai superimposed. ialah sungai yang mengalir pada permukaa yang secara lambat terangkat dan arah pengangkatan itu berlawanan dengan arah arus sungai. ialah sungai yang mengalir mengikuti batuan. Sungai ini mengalirnya tidak mengikuti batuan atau lereng. ialah sungai yan gterjadinya tidak ditentukan oleh sebab-sebab yang nyata. 2. 10)Sungai reserved. ialah sungai yang membawa air dari daerah yang berlawanan geomorfologinya. ialah sungai yang mengalir pada lapisan sedimen yang datar yang menutupi lapisan batuan bawahnya. Sungai anteseden. tetapi arahnya sesuai dengan sungai konsekuen yang asli.

pola aliran sungai yang arah alirannya hampir sejajar antara sungai yang satu dengan yang lain. Pola aliran ini terdapat di daerah cekungan. pola aliran sungai yang terdapat di daerah yang terstruktur patahan. pola aliran sungai yang anak-anak sungainya bermuara pada sungai induk secara tidak teratur. 4. Pola aliran ini terdapat di daerah perbukitan dengan lereng yang terjal. Pola paralel. Tempat pertemuan anak-anak sungai dengan induk ada yang berbentuk sudut lancip dan tumpul. Pola radial sentripetal. 2. 5. . Pola rectanguler. 6. Pola aliran ini terdapat di kerucut gunung berapi atau dome yang berstadium muda. pola aliran sungai yang sungai-sungai induknya hampir sejajar dan anak-anak sungainya juga hampir sejajar.Pola aliran sungai 1. Pola dendritik. Pola radial sentrifugal. Aliran air pada pola ini membentuk sudut sikusiku. Pola trelis. Pola aliran ini umumnya menuruni lereng-lereng pegununungan. Anak-anak sungai ini hampir membentuk sudut 900 dengan sungai induknya. Pola aliran ini terdapat di daerah yang batuannya homogen dan lerengnya tidak begitu terjal. pola aliran sungai yang arah alirannya menuju pusat. Tempat pertemuan anakanak sungai dengan sungai induknya berbentuk sudut lancip. 3. suatu pola aliran sungai yang arahnya menyebar.

bentuknya seperti akar pohon. biasa terdapat di daerah pegunungan lipatan pola aliran menyirip seperti daun dan anak-anak sungainya membentuk sudut siku-siku terhadap induk sungai. terdapat didaerah cekungan pola aliran melingkar didaerah dome atau perbukitan GAMBAR Trelis Rectangular Pinnate Radial Sentrifugal Radial Sentripetal Anular . terdapat juga di dataran tinggi atau plateau. biasa terdapat di daerah pegunungan patahan poal aliran sungai yang anak-anak sungainya membentuk sudut lancip l pola aliran yang menyebar meninggalkan pusat. terdapat di daerah gunung yang berbentuk kerucut. pola aliran yang mengumpul menuju pusat. biasa terdapat di daerah dataran atau dataran pantai.POLA ALIRAN Dendritik KETERANGAN pola aliran yang tidak teratur. pola aliran menyirip seperti daun dan anak-anak sungainya membentuk sudut siku-siku terhadap induk sungai.

Arti pentingnya sungai bagi kehidupan 1) Irigasi/pengairan sawah 2) Penangkapan ikan air tawar 3) Pembangkit tenaga listrik 4) Hubungan lalu lintas 5) Olah raga .

.

.

F = vegetasi riparian . C = badan sungai. Bentuk Morfologi Sungai (dimodifikasi) Keterangan : Keterangan : A = Bantaran sungai. dan (3) spesifik vegetasinya. dalam kaitannya dengan peranan fungsi jasa bio-hidrologis. morfologi pada hakekatnya merupakan bentuk luar. Bentuk Struktur dan Karakteristik Lingkungan Sungai A. D = batas tinggi air semu.Bentuk Komponen Bio-fisik Sungai meliputi: (1) bentuk struktur sungai. (2) lingkungan fisik sungai. E = dasar sungai. sedangkan telaah lebih jauh (analisis dan pembahasan) dititik bertakan untuk mengungkap peranan fungsi bantaran sungai. B A C B A F D D E E Gambar-1. yang secara rinci digambarkan sebagai berikut. Struktur Sungai Menurut Forman dan Gordon (1983). B = tebing/jering sungai.

menyebutkan bahwa bagian dari bentuk luar sungai secara rinci dapat dipelajari melalui bagian-bagian dari sungai. 1985). . kadangkala bentuknya bergelombang. adalah bagian dari muka bumi yang selalu berisi air yang mengalir yang bersumber dari aliran limpasan. Dasar sungai dari hulu ke hilir memperlihatkan perbedaan tinggi (elevasi). yang secara rinci diuraikan sebagai berikut: 1. aliran sub surface run-off. landai atau dari bentuk keduanya. menyebutkan bahwa dasar sungai sangat bervariasi. Lebih jauh Sandy (1985) menyatakan bahwa alur sungai dibatasi oleh bantuan keras. sering terendapkan matrial yang terbawa oleh aliran sungai (endapan lumpur). yang sering disebut dengan istilah struktur sungai. dan pada jarak tertentu atau keseluruhan sering disebut dengan istilah “gradien sungai” yang memberikan gambaran berapa presen rataan kelerengan sungai dari bagian hulu kebagian hilir. bantaran sungai dan tebing sungai. Tebal tipisnya dasar sungai sangat dipengaruhi oleh batuan dasarnya. Struktur sungai dapat dilihat dari tepian aliran sungai (tanggul sungai). 1983. Alur dan Tanggul Sungai Alur sungai (Forman & Gordon.Lebih jauh Forman (1983). alur sungai. Besaran nilai gradien berpengaruh besar terhadap laju aliran air. dan Let. mata air dan air bawah tanah (base flow). 2. Jarang ditemukan bagian yang rata. Dasar dan Gradien sungai Forman dan Gordon (1983). dan berfungsi sebagai tanggul sungai. dan sering mencerminkan batuan dasar yang keras.

Bantaran sungai merupakan habitat tetumbuhan yang spesifik (vegetasi riparian). Tebing sungai Bentang alam yang menghubungkan antara dasar sungai dengan tanggul sungai disebut dengan “tebing sungai”. Tebing sungai umumnya membentuk lereng atau sudut lereng. Terletak antara badan sungai dengan tanggul sungai. Bantaran sungai Forman dan Gordon (1983) menyebutkan bahwa bantaran sungai merupakan bagian dari struktur sungai yang sangat rawan. 4. menghambat aliran permukaan dan pengendali besaran laju erosi. yaitu tetumbuhan yang komunitasnya tertentu mampu mengendalikan air pada saat musim penghujan dan kemarau.3. Semakin terjal akan semakin besar sudut lereng yang terbentuk. menyebutkan apabila ditelusuri secara cermat maka akan dapat diketahui hubungan antara lereng tebing dengan pola aliran sungai . kadangkala sangat rawan longsor karena batuan dasarnya sering berbentuk cadas. yang sangat tergantung dari bentuk medannya. Sandy (1985). mulai dari tebing sungai hingga bagian yang datar. Tebing sungai merupakan habitat dari komunitas vegetasi riparian. Peranan fungsinya cukup efektif sebagai penyaring (filter) nutrien.

1. Sedangkan kerapan sungai yang dimaksudkan adalah ratio (perbandingan) jumlah panjang sungai dalam (km) terhadap luas Daerah Aliran Sungai. Kerapatan sungai Daerah Aliran Sungai (DAS). Erosi tegak sering dijumpai. dan keluar pada satu outlet. Pannekoek. dan daya angkut semakin berkurang. . karena ketinggian relief yang berkurang. dijumpai di bagian tengah sungai. Periode dewasa. 1939. Karakteristik sungai Karakteristik sungai memberikan gambaran atas profil sungai. seperti yang dikemukan Sandy (1985) adalah bagian dari muka bumi yang dibatasi oleh topografi dan semua air yang jatuh mengalir kedalam sungai. dalam proses pengembangnnya mengalami tiga taraf yaitu: Periode muda. arus akan berbelok-belok. Tekanan air laut di bagian muara sungai sering menyebabkan delta. karena endapan yang mengeras. terdapat di daerah hulu sungai.B. 1985). sehingga lebah curam berbentuk huruf (V) sering juga ditemukan. Daya angkut berkurang. Ciri spesifiknya terdapatnya sayatan sungai yang dalam. di daerah hilir dengan ketinggian rendah. yang dicirikan dengan pengurangan kecepatan aliran air. C. dan di tempat endapan inilah yang sering terjadi meander. disebabkan oleh penorehan air yang kuat dari air yang mengalir cepat dan daya angku yang besar. Periode tua. Profil sungai Berdasarkan perkembangan profil sungai (Lobeck. yang dicirikan tidak terjadi erosi tegak. Contoh yang jelas di hulu Sungai Cipeles sekitar Cadas Pangeran. Keseimbangan antara kikisan dan pengendapat mulai tampak. sehingga di beberapa tempat mulai terjadi akumulasi material. sehingga merupakan pusat-pusat pengendapan. yang secara rinci diuraikan sebagai berikut. yang mempunyai ketinggian relief yang cukup besar. pola aliran sungai dan genetis sungai. 1957 dan Sandy. dan mulai timbul pengendapan di beberapa tempat yang relatif datar.

1939. merupakan faktor-faktor yang menyebabkan perbedaan bentuk genetik dan pola sungai. yang dapat menggambarkan keadaan profil dan genetik sungainya (Lobeck. pola ini berbentuk kuat mengikuti lipatan batuan sedimen. Pola denditrik. dan Sandy. bentuk dan arah aliran sungai. bentuknya menyerupai garis-garis pada penampang daun. yaitu sungai yang mengalir pada lapisan batuan yang lunak. (2). 1985). (d). pada pengunungan dewasa. struktur jenis batuan. (4). Katili (1950). Genetik Sungai Menurut Lobeck (1939). Sungai Cacaban. adalah sungai yang mengalir berlawanan dengan kemiringan lapisan batuan. Pada pola ini terpadapt perpaduan sungai konsekwen dan subsekwen. yaitu sungai yang bagian tubuhnya mengalir mengikuti kemiringan lapisan batuan yang dilaluinya. (c). biasanya lurus mengikuti struktur patahan. . dengan adanya teras. 3. Pola Aliran Cotton (1949). Sungai antiseden. Lebih jauh dikemukakan bahwa ada empat pola aliran sungai yaitu: (1). Sungai konsekwen.2. Pola sungai adalah kumpulan dari sungai yang mempunyai bentuk yang sama. Pola trellis. Sungai Subsekwen. Pola retangular. atau sungai yang mengalir dan berlawanan dengan sungai konsekwen. dipengaruhi antara lain oleh lereng dan ketinggian. klasifikasi genetik sungai dibedakan menjadi empat yaitu: (a). menyatakan bahwa letak. terdapat di struktur batuan beku. pola ini berbentuk mengikuti suatu bentukan muka bumi yang cembung. umumnya terdapat di struktur batuan beku. perbedaan erosi. Cipanas. dimana sungainya saling tegak lurus (3). Sungai Obsekwen. dan biasanya merupakan sungai yang tegak lurus terhadap sungai konsekwen. sungai yang mengalir melalui patahan. Contoh S. Pola radial. (b). patahan dan lipatan. yang merupakan asal mula sungai konsekwen.

. Pterospernum javanicum dan Erytrina variegata (Waryono. renghas (Gluta veluntino). Vitex pubescens. Pithecelobium sp. membedakan nama bagian sungai menjadi empat yaitu (a) induk sungai. B. (c) alur anak cabang sungai. Syzygium polianthum. Hisbiscus tiliaceus.4. cangkring (Erytrina sp). Lingkungan Bio-fisik Sungai 1. yang merupakan tumbuh sungai terpajang dan lebar mulai dari hulu sungai sampai ke hilir sungai: (b) anak sungai adalah cabangcabang sungai yang menyatu dengan induk sungai. adalah cabang-cabang sungai yang menyatu dengan anak sungai. Mahakan Kalimantan Timur meliputi: waru (Hisbiscus tiliaceus). kempas (Koompasia malacensis). Cimanuk. dan menurut Sandy (1985) sangat dipengaruhi oleh batuan dasar dan ketinggian tempat. Waryono (1985) menyebutkan bahwa jenis vegetasi asli riparian yang dominan dijumpai di S. dan bungur (Lagerstromea filamentosa). Jenis vegetasi riparian di DKI Jakarta. Sterculia foetida. dan pada waktu tidak ada hujan maka akan kering. tercatat 10 jenis dan nampaknya sama seperti yang dijumpai di bantaran Citandui. Alstonia scholaris. keciat (Spatodea campanulata). Tata Nama Sungai Sandy (1985). Lagerstromea indica. Jenis-jenis dimaksud adalah: Gluta renghas. 2002). dan (d) alur mati (creek). adalah alur-alur di bagian teratas yang kadang kala berair apabila hujan. dan Citarum bagian tengah. Vegetasi Spesifik Bantaran Sungai Jenis vegetasi riparian di Indonesia dari bagian hilir sampai dengan bagian hulu cukup bervariasi.

yang dibedakan menjadi air sub surface runof. Level rataan dasar sungai pengukurannya dirata-ratakan minimal dari tiga titik yang berbeda yaitu di bagian tengah dan kanan kirinya. Air perkolasi menuju ke lapisan air tanah dalam (ground water). Sumber lainnya berasal dari aliran bawah tanah. aliran bawah tanah bersumber dari air hujan. Air aliran samping ini sering keluar pada waktu musim hujan dan atau musim kemarau. Sumber air sungai terbesar berasal dari curah hujan. . mata air dan air bawah tanah (base flow). kedalaman sungai sangat tergantung dari jumlah air yang tertampung pada alur sungai yang diukur dari penampang dasar sungai sampai ke permukaan air. Lingkungan Fisik Sungai Kedalam sungai Menurut Sandy (1985). Pada musim penghujan. Volume air dihitung berdasarkan luas penampang dikalikan dengan tinggi air. Debit sungai Debit sungai adalah besaran volume air yang mengalir per satuan waktu. yang berbeda dengan aliran bawah tanah yang akan keluar pada waktu musim kemarau. dibanding di daerah tengah dan hilir. yang masuk melalui peristiwa infiltrasi perkolasi. di bagian hulu umumnya curah hujannya lebih tinggi.2.. namun sering ada yang keluar kesamping (sub-surface runof).

. suhu air sungai juga sering bersumber dari batuan kapur dan atau panas bumi. Sandy (1985). menyatakan bahwa salinitas air baik di bagian hulu. Tinggi rendahnya temperatur air sungai. disebabkan oleh pengaruh pasang surut air laut. Akan tetapi Cole (1979). Pada cwaktu musim penghujan kadungan lumpur relatif lebih tinggi karena besaran laju erosi yang terjadi. temperatur air sungai secara horizontal dipengaruhi oleh ketinggian tempat (elevasi). Salinitas Salinitas air sungai. akan berpengaruh terhadap kehidupan (biota) perairan sungai. sedangkan di bagian tengah dan hilir semakin tinggi suhunya. berbeda dengan di daerah hilir. di bagian hulu dan tengah hampir jarang dipengaruhi oleh salinitas. tengah dan hilir selain dipengaruhi oleh pengaruh air laut. Namun demikian Lebeck (1939). menurut Sandy (1985) sangat dipengaruhi oleh musim. Tingginya salinitas air sungai di daerah hilir. sedangkan pada musim kemarau tingkat kekeruhan air sungai dipengaruhi oleh laju aliran air yang terbatas menoreh hasil-hasil endapan sungai. mengemukakan bahwa di daerah-daerah hulu air sungai relatif dingin. juga dipengaruhi oleh kandungan unsur hara yang bersifat basa.Suhu air Secara umum. menyatakan bahwa selain pemanasan bersumber dari matahari. Padatan Tersuspensi Muatan padatan tersuspensi dan kekeruhan.

baik dalam sekala besar maupun kecil yang memungkinkan terjadinya aliran dari hulu ke hilir. dan tingkat kekeruhannya. nampaknya apabila ditelusuri lebih jauh. yang meliputi badan sungai. dapat ditelusuri bahwa struktur sungai pada hakekatnya merupakan komponen (elemen) atau bagian dari morfologi sungai. Curah hujan sebagai sumber air sungai. salinitas.C. Struktur Sungai Mencermati atas Gambar-I (Profil Sungai). Bagian dari badan sungai dapat diketahui gradien sungainya. dan gerusan dasar sungai lebih cenderung terjadi di gradien yang lebih besar presentase kelerengannya. Permukaan bumi menunjukkan adanya relief. jenis batuan dan ketinggian tempat sangat berpengaruh terhadap bentuk komunitas vegetasi bantaran sungai. dimana ada tiga taraf dalam proses pengembangnnya (periode muda.ANALISIS SUNGAI 1. Demikian halnya terhadap pola aliran air yang nampaknya secara spesifik juga akan memperlihatkan struktur yang berbeda antara pola yang satu dengan lainnya. Hal ini terlihat dari kenampakan seperti mengapa meader terjadi di bagian tengah atau dekat ke hilir. . Mencermati atas uraian profil sungai. dan ketinggian tepat. akan memperlihatkan bentuk struktur yang berbeda antara periode yang satu dengan lainnya. dewasa dan tua). bantaran sungai dan tanggul sungai. tebing sungai. delta selalu berada di daerah hilir. Air merupakan salah satu di antara faktor-faktor penyebab terbentuknya sungai yang dipengaruhi oleh besaran curah hujan. Bentuk dan lingkungan fisik sungai secara alamiah terlihat sejak munculnya bumi keper mukaan. serta berpengaruh terhadap temperatur air sungai. jenis batuan. Hal ini mengingat bahwa terbentuknya pola aliran sungai sangat dipengaruhi oleh dominansi batuan pembentunya (batuan beku dan atau batuan sedimen).

2. Demikian halnya akibat tertahannya air limpasasn maka besaran sedimen yang terangkut oleh air limpasan menjadi terhambat dan diendapkan. yang erat kaitannya dengan kenyamanan lingkungan hidup. Namun demikian secara spesifik bahwa vegetasi riparian lebih mampu dalam pengaturan tata air baik pada waktu musim penghujan dan kemarau. Dengan demikian menelaah peranan fungsi bantaran sungai. serta mampu mengendalikan iklim mikro. Peranan fungsi jasa hidrologis vegetasi riparian. . hingga nutrien akan tersaring dan masuk kedalam tanah. Nutrien yang terbawa oleh aliran permukaan bersumber baik dari air hujan maupun tanah yang tererosi. maka infiltrasi menjadi besar. bukan terbatas pada peranan fungsi fisiknya. bahwa bantaran sungai pada dasarnya merupakan habitat dari vegetasi riparian. Dengan demikian daerah riparian umumnya kaya akan hara mineral tanah. Dihambatnya aliran permukaan oleh tetumbuhan. Selain jasa biologis pepohonan bantaran sungai di wilayah perkotaan juga berperan sebagai pelerai dan atau penghalau kecepatan angin. juga mampu mengendalikan erosi. Di sisi lain peranan fungsi jasa biologis vegetasi riparian juga mampu menyediakan berbagai sumber pakan satwa liar. vegetasi riparian yaitu kemampuan vegetasi dalam merubahan besaran unsur-unsur hara mineral dan atau sifat fisik-kimia baik air maupun tanahnya. seperti halnya peranan fungsi vegetasi secara umum telah banyak diungkap oleh beberapa akhli hidrologi. Peranan fungsi jasa biologis vegetasi riparian. dan atau kehidupan lainnya. seperti burung. disamping berfungsi sebagai penyaring (filter) nutrien yang diangkut oleh aliran permukaan. menyerap berbagai bentuk polutan. Peranan fungsi Bantaran sungai Seperti diungkapkan oleh Forman dan Gordon (1985). dan merupakan habitat (tempat) tumbuh dari berbagai jenis vegetasi yang mampu beradaptasi. Jasa lain. namun demikian peranan fungsi vegetasi riparian juga memberikan informasi yang cukup berperan dalam mengungkap peranan fungsi jasa biologis dan hidrologisnya. mamalia terbang.

 03:7:9472.3.3.907893:3.5 507.3502-..3.347/43  2471445.31:38..3.7.2 .3 8:3.93.3 ..8   0907.: .380-..-4 /7448   039:$97:9:7/.7.80/.8.390.3.3-039::.7  039:47144$:3.7.3.73.  /. /24/1.39.88/...  /.3  /99 -079.009.             °¯½° °  €¾°–f 205:9   -039: 897:9:7 8:3./.7 .3507.38:3.39.7.-07:9                                    .2-.  $97:9:7$:3.0-./.3/.207: 5.3 0907.7.8.83..3 1:38 -./03.3.380.33..0.3   85081.3$:3.2-. 90-3.3 18 8:3.9.    3:3.3 :39: 203:3.

893 .0738:3.7802:  /.8.38:3.78:3. -. -.875.9.009.3  ./.7. .

3.:7 8:3.7.: 472.7    .: -078 ...3 8073/80-:9 /03.9.7.80 14  0- .3. .7  ./03 -07503.. :78:3.3 -078:2-07 /.7.7 8:3./:7. /.7./038:3.3 3.9.. .3 80.9.5. 40 . 9583. /.97.7.7. /..3 . 8..3 47/43   2030-:9./.3 47/43 /.7 8:3. 897:9:7 8:3.                         0- ..3.3 5.8 /.5.9 /503.3 93 00.7:40-.8.3 -.7 8:3.3 8:3.7907.380-./. /.37.7 -.9/.3 8073/80-:9 /03.8.7905.. .3 507-0/.3.7 :: 0 7 202507.-.3 203.5.3 -..7.807390703/../.8 /.3 07. .7 8:3.: $.307.3.39:.38:3.:.7..: 080:7:.9/..  .  ..7 /.07:3 411  2. 9079039: .:78:3.37. -.7 .3   2030-:9. 8. 9.309  .8.3 7  08.3 -./.9. /-.  $97:9:7 8:3.9.78:3. 570803 7.9.7 . 7. ..3202-07..3 /.9.3/.7.9. . 9.8.3/   203.-039:3. .3  .380.7..3 /.8.7/.3 .7 -. 03/..8. -07042-.072 3..80.9.3 :: 0-.3.7..7 2:.840-.:-.7.8.39.3 -..7 -039::. -.7.3 8073 203.3:$:3. -.325.3 -..9:.3907-. /.3 8:3./.720.5.3 /.    .3 -07.3 89.3%.8  /.3 8:3.8  .32.3.390-38:3../.389.-07:9   :7/.73.3 :25:7  %0-.3-071:3880-./038:3..3 -.3 ..5.2-.38:-8:71.9 -07.:/..3 /.3:8:3.3...7-039:0/:.3/.3/.9/50..73. 7.5.7:-08.3 00703.3:8:3. 472.9:.73. 472.7.3 /902:. -:2 .

.39..  /.                          .3/  2030-:9.3:8:3./..::5 01091 80-.3..7  !07.9 7.3/. -.38:3..9: 909:2-:. 207:5.7.:0748  .:    %0-38:3.92:82503:.790-38:3.7897:9:78:3.3 /.3907.3.7..070390-3/03.2-.8.354.9.39.39.3 203:-:3.7..8..3 /..9:.7. 9079039: 2.7.33.-08.-.3 907-039:  %0-3 8:3.3.73 1907  3:9703  203. 207:5..3 .3 .7.3 90-38:3.3 /. %0-38:3.38.3 42:39.3  .3/.38.73.8 75./90:8:780.202-039:0703.7..3802.3 .39.7 42:39.39.39.9 /09./..::-:3.009.3  . 503.3 43847.7.3 1:383. /03. ..3/..9.7.3 9.7.3-.7 8:3.3.38:3.8.3  .9 /. 2:.9.2 . ./80-:9/03.3 47/43   2030-:9.. :2:23.3-08.7..302.3 %0709. 039.350303/.3 . 207:5.25: 20303/.3 .009.072..-9.3.5.78:/:90703.3  .7-039:20/.3/.39.3.3 8:3.97.:8:/:90703 .39:3 /.3 85081 .3.5.3. 8./.3.35072:. 8073 -07-039:.8  $.83.7.92.75.703.3 8:3... $02. 472.9907. -...3 -..-9.3: 8:3./03.8 .38:3.-./.7.8 75./..3. -...9 909:2-:.

9.3/   .80732030-.1 .7 5. .  //.7:8 .3  4394 . .3 .3.857418:3.9: 203.7  0802-.07. 0-.3 .3 8:3. 203.  /.. 907/.3 /./..7 .3 7001 .7  748 90.3 ./ .-.   . /. 907/.7 .3 /.3  !074/0 /0..3 07.3 0.2 /80-.7  7 850813. . 093.3703/.7.5. / -0-07.  . / -.93.7.  .5.1 /.333. 07/. .. .25.:9 / -.3 5:8.  8073 /:25.5.2 2  907.  .907.3  :2 5.3 / 9025.3.39.3 5741 8:3.3 -07:7..8 40 94547.8  /..:7.3 903.9 /.9.3/..3093. 9025. 8:3. 7.3 3.7 .3 50303/.3 2:.9:!074/0 2:/.3030988:3.3:9 802.380.3 .9: 4:909  $0/..3:..3  %0.3 $:3. 03/.8 2.3.9.7.703. . -.                           07.5.3 20307.9 2:. 54.07.3 /-./.9 2:.37001 .3 .73.9 50303/..8 .3/3.3/    /.3/07  !074/0 9:..3 8073 907./ 0748 90.7.3 -07-04 -04  .07.3-07:7.8 !..5.3:.3/ -0-07.3 40 503470.2 -07-039: :7:1 '  8073 :. 9..7 . /.7.380-.8.3 0:.7.-.33040   /.  803.7 2:.7.9/.9 .5.3 .3  803..3 8:3.3  802:.. /902:.3 . 8:3. 8.3 /.  /:25.9 03/. 9025.9 5:8.7.5 :.7.9. 8.907898:3.8:/.3 /2.3.3. $  805079 ./:7.92-:50303/.3 .     !.::8:3.8 / :: $:3..05.3 50702-.32:.5.3.8.3 /. 907.2-..38:3./.5.  803.3.3$:3.3503:7.3 /02:.7 . 907.7.9.3 /.3. .3 /...94 507-./ 20.7.07.::5 -08.3 9/.5.3 $.9//..3 2025:3.7.:2:.91 /.05./.907898:3.5.38:3.3 . 7.. . 5008 809. 9.3/03.3 $.2 8:3. 4-0.703.7.3 /. 8.   .2 9. .3/09.7 /03.5. -:2 . .3 8:3. 207:5.9. .202-07.-07:9   !7418:3.3 70.3 -08.3.307./.3 203.093. 7.30. .7 0/.7.7.3:9-07:7.2 574808 50302-./.

9:.8   ..3.3 5741 /. 4394$  5.9.2:.9:.9:.8.3 -..:5.81.3-.3.-039: .3 .8:3.3.8:3./. 203.3507-0/.3 :3.3-039:0309/. :7:8 203:9897:9:75...3203.  /...:3.3 9:-:3./. .3/.3 /.9.7-07.3 49943   203. 4-0..9.39. -8003 .30748  897:9:7 038 -./.3 02 73.././. 54.3 /03.7.75.3207:5.    !4.3 507-0/. $:-8003  .595075. 09..7. 907.954.38:3.9:.947 .3203.3 -.9 /897:9:7-.3.9: 8:3.   .3 0.3.:3  907/.3 . 709.3-07.947 1.354.3-0: 5. 39075.3 8:3.3 1.390.-.3  207:5.38:3.3.2./.3980/03 8:3.3 203.3 80/203  !..3.8:3.8. .38:3.9 203:9 5..:25:.02-:3 ..7 203:9 02 73....9.9:.3203.         !4.5...9./-0/.3  . 907/.3.8:3.9:.3-07-039:203:98:.7.9 / 897:9:7 -.9:./.3093..3 -0:  -.  .9...3 8:-8003   !4.38:3.3.3400703/./ 025. .3 .7:..:7:8  !4.5.5 8:3.3.-:2  ..9 203.9:               .3 2030-.3 /2.58.438003  / $:3.7.3 2025:3.3 /.  $:3.2-.7  :2:23.3/0.3-.720..3-.3 -./. 54.7/./.78:3.503:3:3.8...3.8.3.9.3/03. .3/    0- .               !4.9.25.5.3 -.78 5. 503.: /02:.58./:.8.438003/.3  5.. /03/97  -039:3.803098:3. 3 -07-039: :.3203. /503.025.3 8. 438003  .  .3 $.8:3.3-.438003    0309$:3..9   /.:8:3.  -039: /.3.9:  !4. $:3.. .3:.3/. 9708  54.3.-.438003  .7.8 $:3.9:-039:..32:.9: 8:3.3 0309 8:3.7.7../.. 03:7:94-0.3 90.207:5.:7:8907.3 /03.3 /.3 5./. 20307:5.3..  $:3.58./..78 .

..3093..70.8.038 !90.7::8:3.009.3.5. 703..  /.39. 3/:8:3..2.7: 8-8..3/: 2.39:2-:8:3.7.3..:2/.8 .3907.8./.7:40-.  $.4. 8.:7 ../.3/.25..203948...9 ..:8 9.. / $  .3 /:25.3 .8   /.7434   2030-:9.3:.  .078:3.   '009.9: /03.04-:2 85  8-8.  038 .3..8 75.8:3..8:3.9   038 /.78  !907485073:2 .9.3./.  .8 4425. :9. .9 . -07.....3 -:3:7 .3 9.2. ..3 8:3.7..30-..3.7.3  203:7:9  $.. 85  025.3 /42 3. -.07897420..8.:8 9.79./.::5  -07.35..9 $5..34 18$:3.2. .-.3.7..3/   202-0/.3 .7 /.  8943.8  .9075.3/:25.9/503.9.39:2'905:-08.:72.3$:3.7.-.0:3934  .7.  907.07897420.3/.3 203... . 038 .. .3 / ..7434                  .-./.3 203.3/3/4308..39.3 8:3.3.9.0388  0.8 75. $:254..3 %2:7 205:9 .0:8  $907.9:/03./.3.37973./.3/.8.373 7973.3 3.33/:8:3./.$:3.39.2.:7 .009.38:3.:.  038 038 /2../ 025.7.3 3.3073     3:3. 203..:.  ..3  -.875.3 /.3  :: .9:9/.../-.8:/ . 2.805079.-. /03.9: .37 8.3/    8.9.3: /.8...3.25. .3 903.32. . 1409/.0:8  703.25..009.9.  /.8 :9.7 2:.39025.9:.7-.3 8:3.700 ...-..39.3  -.:.3 .9 .8$5081.25. 038..              %.3207:5.7:2 -.1.. .:7/-.-.3 /  ./.94/0.3 ..

78:3.7.58. /.. 9.99.3. 9.7 08.3 8:3.3.8  5074. .9:/-.3 /03.3 .9.9: 2:82 :.:   ...8014  !.:7.7.  .79./.39079.3  /.3.7. .25:35.78:3. :.30:.3 /..8 75074..7 :2 .3.7 .39:3 /./...        0/./.8  503. /.907-08.79. .8.373..:  .9.3 7  $:2-07 ...9.3/  0/.33.3.253 8:- 8:71.../.3 203.7 :././. 903.3. -07.9:.2:38073.3-07-0/.7..8:20..07.38.7  8:- 8:71.38$:3.8./.30:.7 0.:78:3..3903.9..7 -.78:3.  03:7:9 $.05072:.: 2:82 02.3 . 0-98:3. 0- 93  /-..3.7./.7 $:2-07.3 -.7/9:3-07/..503::7. -078:2-07 /.9. . /.07:341 7 . 9.3/.2.32 32.3 / -../.9:2:8202.9.3..7.07.7.7.    3:3.:7.3-. /.7 .3..3/::7/..7 5. 2:82 503:.33.2 8:3.3.3  :.3203.7 .7.25.7-07.3 -07-0/. /03.8 203::0./ .25.4:20.3.7.3 .. 8.9907.3 -.8.2 74:3/.393. 7.3197.25338073 0:.3 .75.3 .25.7503.3 /-0/.8.                     0-98:3.907 3.33.:50789.:.7 /./7.8.9: '4:20.3 .-08.3.. -.32.3 :: :2:23.8.3/3 / /.0 7:341  2.75078.3  .

 80.50/:5.5.3903.8  -07-0/.07./503.7 .8 $.3./503. .7:40..78:3.3 -49.: .8./.3 909.8.3.9 00. :.07..9:7.91/33 80/. 507.9:7.: 93.3 -078:2-07 /.9.39.902507.8 $.:2:2 902507..8.3.8-:2  %3703/./80/.2:3 /02 .:0748.9.39078:85038/.3 203:7:9$.//.3-.703.9.3 502.3.8 .7 /80-.8 .7: 40 ./.3.7 .7. .3.910-93./:3.9.3/-.70.3.3%078:85038 :.:9  .39025.78:3.7.:: .   203.7: 907.9. 8..9.3 ::  903.:9 :.5 40   203.   .  .3 7 802.80.3-07503.9...3:38:7.. / /.3/:3. 2:82 02.38:7:9 .7. / -.3.38:3.5:7/.3/   20302:. /.8203470.7: ..7 8:3.3 0-0.9/503.3.78:3.39..3 /503.-08.3 ./.39.3-0781.7.7 -..38:3.7.8.7 8:3.   $.7: 40 503..47439.8.07.35. /03.9-.7.   !. /.7 8:3..                           $::./. 7  %33.9.3 /503..7:  40 8.3..7.3 :25:770.9 007:.9:.7:40 2:82  !.3907-.39.3907.3 93 8::3.7  8:: .3. 8073-078:2-07/. 8.39.3 -.:5.78:3./.3903.257.7:5.3 7 80.3 5.3::/.7..3007:.7  2.7 $0.3 40503.7-.. /.3 / /.07.9: 2:82503:.3/   8.-. /503.7: 40093.7.  /-.803/..3 -.

 -.39.7 247144 8:3. 90-38:3.  /2.3.//-.39./.380/203  ./. -08.9  .333.25.2 .3.: -./. .39.7 5708039.: 7. 54.7:40/42 3.8.3903.:  .39.-.7:40-08.3.9 -.: /0.80.3 . 907-039:3..5.7 8:3...3 205:9-./.7.3 897:9:7 .5.9.7 2. /.-:2 0507 2:.80 00703.3 8.  /0.:7.9:.2:3.9 07 /09. . .38:3.7.3-0:/./.7. . /90:8:7 0- .  /.7: 907.7.072. -07503. :..1 /.33.9:.3 805079 203.39.  . .7.80.072..93./.9 . 20.38:3.3 57418:3.9/503.                            $$$&   $97:9:7$:3.3 /.3 0- -08. 907./07907./ / 7.3/.2 574808 50302-.33.8 -..947 1.7.7.3 8:3.03/07:3 907..  . 80. 3 907.3  /.7 03. 5074/0 .3 8:3.33.. .  !072:.3 8..78:3. .2-.33. 8.9:.3.9 -07503.9.9.3/.947 5030-.3 4254303 00203  .9.3093.5.9.8 :7.3.3 . .0. 1.3 -07-0/.  8.9.9: / .3 -039: 897:9:7 .3 3.7.  . .5 -039: 42:39.0- .:-07.8 .. 038-.9 /90:8:7 -.907.9: /03.9:. 5074/0 2:/.980.8  .. 8. /.3  7 207:5.3.009.3 9:.9007:.3././/./.- 907-039:3.9./03 8:3.:-..5 54. 54.7 -.38-. .3 907.. 85081 :.25.8:3.3 ..3 -:2 203:3:.3.  .7 .78:3.07.8:2-07.3  093.7  !741 $:3.3 .7 /.  02 .3 038 -.39.9.2 80.7.3 8.3 8:3.3 9025.3188:3. 897:9:7 8:3.  03.3 202507.:.3 93.39../3.3502-039:3. 3 2 033.380-.  .  8079.7.8..9: /03..7. 207:5.25.9.  3.3.3 /. 7001   -.7 :: 0 7  039: /.8  /.3 -07-0/.:3..307:8....9 /. .3 /.5.3/503.3 202:33./03 .3 .9:7 .5.7: 907. 03. -.3:8:3.9 /09. /././.3 3:3.3 202507..5 902507.7.:5:3 0.9 :7.9:.3 ..3 905.9 8.

.8 203./.-.2 307.2.93.3.3  31472. 2.8.7./..3.2-.3  1:38 .73 /.3 1:38 .3 .875..  -:.31:38 ..8  .39.3 40 909:2-:.009.7..3 907.9.8  75.7. / .8: 0/./ 907.39.25:-07.  74 /03.7.9/.5507.3  03.05.5./ -08.875.3.7 .3 /.3   :..38:3.-448..3  2030.009.                             !07..3/02 .7 2 5.3  /.3 5072:.3 07.33. -448 505443.-448.3 907-.3.207:5.39. -07507.3  .  !07.2 9.3 ...3.8...5.9..7.7.8.9.07. .  3.7-07-.3 1:38 183.-9.  202-07. -039: 54:9.3/:5  !07.31:38.3.7  3.3 5072:./.  2.3  03. $05079 /:3.3 .3  :.7.3 /03/.39.3..  02 .2203:3.  $0.3 2.3 47/43   -.3 /8.  507..009.3  2.8.7 805079-:7:3  2.9 /.2:3 /02 .3 907-.7.::5  -07507.25:  20303/.3.-448/.3  /02 .: 0/:5.3 8:3.73.3 5072:.875.7.253-071:38 80-.59. -08..3.73 1907 3:9703.3 ..7..3  805079 .33.5 -07-..3.3 ..83 2.3 /..3 9078.2..3  8079.25:2030/.2. 40 .3 9070748  .9 9025.9..3/.3 2.3 507..38:3. 50749.99079.9. 507.3 :.3 -.-9.33.31:38.3.3 .3.3.. /.3 80-..8 88.3 1:38 -.3 :.3   203.2-.9 .8 75.303..3 -078:2-07 -.3:9 40 .7.3 80/203 .3 40 472...9.7 25. 3197. .9.3 8:3.3507.009. 3:9703 .8.: 0.009.3/74483.3-07-.33:3.: 503..75.503.3.25: 20303/. 907-.3.33  20307.3.8.8..3:9  40  .009.7. /./.3 2.9  9:2-: /.3:2:23.7.7.:5:3 9.038.. -.7 :.8.3 2 2  .7.3 207:5. 5007.3  0748  :9703 ...8 5..8:2-075.3/.3.  /.5.38.8.31:38. /7448 .7.

                           .

                           .

                         .

                         .

                         .

                         .

                         .

                         .

                         .

                         .

                         .

                         .

                         .

                         .

                       .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful