P. 1
i Putu Gde Sosiantara

i Putu Gde Sosiantara

|Views: 47|Likes:

More info:

Published by: Ibnu Setiadi Setiadibnu on Oct 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/21/2012

pdf

text

original

ANALISIS PENGARUH TINGKAT KESUKSESAN PRODUK BARU DALAM MENINGKATKAN KINERJA OUTLET PADA PT.

TELKOMSEL WILAYAH KOTA SEMARANG

TESIS
Diajukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Pascasarjana pada program Magister Manajemen Pascasarjana Universitas Diponegoro

Oleh : I PUTU GDE SOSIANTARA NIM. C4A004158

PROGRAM STUDI MAGISTER MANAJEMEN PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2007

PENGESAHAN TESIS

Yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan bahwa tesis berjudul :

ANALISIS PENGARUH TINGKAT KESUKSESAN PRODUK BARU DALAM MENINGKATKAN KINERJA OUTLET PADA PT. TELKOMSEL WILAYAH KOTA SEMARANG

Yang disusun oleh I Putu Gde Sosiantara , NIM. C4A004158 Telah dipertahankan di depan Dewan Penguji pada tanggal 15 Desember 2007 dan dinyatakan telah memenuhi syarat untuk diterima

Pembimbing Utama

Pembimbing Anggota

Drs J. Sugiarto PH, SU

Dr. Dwisetia Poerwono, MSc

Semarang, 18 Desember 2007 Universitas Diponogoro Program Studi Magister Managemen Ketua Program

Prof. Dr. Suyudi Mangunwihardjo

Tesis ini di persembahkan buat anak saya yang tersayang, isteri saya yang tercinta dan ibu dan bapak saya yang paling saya hormati , terimakasih

Sertifikasi Saya yang bertanda tangan di bawah ini nama . Semarang. Karya ini adalah milik saya. karena itu pertanggungjawabannya sepenuhnya berada dipundak saya. menyatakan bahwa tesis yang saya ajukan ini adalah hasil karya saya sendiri yang belum pernah disampaikan untuk mendapatkan gelar pada program magister manajemen ini ataupun pada program lainnya. 15 Desember 2007 ( Ir. I Putu Gde Sosiantara. I Putu Gde Sosiantara ) .

Based on this fact research will be taken to analyzed successfully level effect of new product to increased outlet performance Telkomsel Semarang area. Overall strategy will be prepare consist of several ways: services leadership. Marketing synergy. . Telkomsel had 35. outlet performance. promotion.Abstract Straightly competitive of Cellular Telecommunication Business in Indonesia. merk.Various ways will be taken Telkomsel for the market leader. Telecommunication Cellular outlet. Keyword: characteristics product. innovation and price of new product. market share decrease until 4 %. one of the way is concern on innovation despite follow the market trend. correctly new product event. It means that the new product important to managed for the business strategy with object research for telecommunication cellular outlet. Technology synergy. but mapping of market share Cellular Telecommunication Business had decreasing trend from 2004 until 2007. by pay attention from several factors. In this research. caused each operator have prepared suitable strategy for the leading operator of cellular telecommunications market share. merk and successfully effect will be verified had positive correlation level of significance with outlet performance object research. technology leadership. 2006). strategy of market competency. Although at central Java area and DIY market leadership hold by Telkomsel. new product. Telkomsel is the one of GSM Cellular operator service Indonesia since the commercial launch of its services on May 26th 1995. brand reputation and Consumer quality performance. By the end of 2006. strategy of market competitiveness. End of July 2007 Telkomsel had 42.79 million customers in Indonesia ( 54 % market share). With Market share until 56 % it mean that Telkomsel is the leading of operator cellular telecommunications services in Indonesia. coverage leadership and feature leadership unfortunately some operator offer price leadership with cheapest pricing. successfully level effect of new product have significance correlation to influenced outlet performance. Furthermore will be answered problem analysis for this research.597 million customers and which based on data industry statistical review Telkomsel had 56% of customers Market share Cellular (Telkomsel Directors Reporting to Commissioner. merk. Market leadership predicate had been hold until now.

Kata Kunci : karakteristik produk. disamping tetap terus mengikuti trend pasar saat ini .79 juta di seluruh Indonesia (54 % pangsa pasar). Telkomsel.ABSTRAKSI Ketatnya persaingan bisnis dunia telekomunikasi selular di Indonesia. leading di caverage. promosi. dan kesuksesan produk baru secara positip berpengaruh signifikan terhadap kinerja outlet dengan obyek penelitian pada outlet telekomunikasi selular. Berbagai strategi yang disiapkan diantaranya. sinergi pemasaran. Jumlah pelanggan PT Telkomsel sampai dengan akhir 2006 mencapai 35. merek. leading di Teknologi. dan harga produk baru. Berbagai cara dilakukan Telkomsel untuk dapat tetap leading menguasai pangsa pasar. Ini berarti bahwa produk baru menjadi sangat penting untuk dikelola dalam strategi bisnis dengan obyek penelitian pada outlet industri telekomunikasi selular. leading di service. . bahwa tingkat kesuksesan produk baru akan memberikan pengaruh yang sangat signifikan pada kinerja outlet. inovasi.597 juta. merek. reputasi merek. tepat waktu dalam mengeluarkan produk baru.dan kinerja outlet. diantaranya melakukan inovasi secara terus menerus. sinergi teknologi. Dengan penguasaan pangsa pasar mencapai lebih dari 56 % artinya Telkomsel sampai saat ini adalah pemimpin pasar Telekomunikasi selular di Indonesia. menyebabkan masing-masing operator harus menyiapkan berbagai strategi untuk dapat tetap leading memimpin pangsa pasar. mutu yang dirasakan oleh konsumen. merek. Dengan dasar terjadinya penurunan share market Telkomsel pada regional Jateng dan DIY. (laporan direksi ke komisaris PT. dengan memperhatikan faktor-faktor. dan berdasarkan data statistik menguasai sekitar 56 % pasar selular di Indonesia. tapi peta market share bisnis telekomunikasi selular di regional Jawa tengah dan DIY ini terus mengalami penurunan dari tahun 2004 sampai tahun 2007 sebanyak 4 %. PT Telkomsel adalah salah satu perusahaan telekomunikasi selular GSM di Indonesia yang telah beroperasi sejak 26 Mei 1995. 2006). leading di fitur bahkan sampai menawarkan harga paling murah. strategi kompetensi pasar. Dengan demikian rumusan masalah dalam penelitian ini telah terjawab. produk baru. Predikat sebagai pemimpin pasar itu mampu dipertahankannya hingga saat ini. Dalam penelitian ini membuktikan bahwa strategi kompetensi pasar. Pada akhir bulan Juli 2007 Telkomsel berhasil mendapatkan pelanggan sebanyak 42. Walaupun di regional Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta predikat pemimpin pasar masih dapat dipertahankan oleh Telkomsel. dilakukanlah penelitian tentang analisa pengaruh tingkat kesuksesan produk baru dalam meningkatkan kinerja outlet pada Telkomsel kota Semarang.

Penelitian yang saya ajukan ini merupaka salah satu syarat guna mencapai gelar sarjana strata 2 (S-2) dalam Program Studi Magister Manajemen Universitas Diponogoro Semarang. SU. khususnya bagi manajemen pemasaran. karena atas limpahan ridho dan kasihnya maka saya dapat menyelesaikan tesis ini dengan baik. dengan mengambil obyek penelitian pada PT. Saya menyadari bahwa selesainya tesis ini juga atas bimbingan. Suyudi Mangunwihardjo. Prof. Telkomsel area kota Semarang. Drs J.KATA PENGANTAR Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa. Dengan selesainya penyusunan tesis ini. selaku Direktur Program Studi Magister Manajemen Universitas Diponogoro Semarang. selaku dosen pembimbing utama yang telah memberikan bimbingannya secara jelas dan terarah sehingga sangat membantu mempercepat penyelesaian tesis ini. . Dr. Tesis yang saya selesaikan ini mengambil topik mengenai analisa pengaruh tingkat kesuksesan produk baru dalam meningkatkan kinerja outlet perusahaan telekomunikasi selular. untuk itu dalam kesempatan ini saya ingin sampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. bantuan dan doa dari berbagai pihak. Judul yang saya pilih adalah ANALISA PENGARUH TINGKAT KESUKSESAN PRODUK BARU DALAM MENINGKATKAN KINERJA OUTLET PADA WILAYAH KOTA SEMARANG. Sugiarto PH. 2. saya harapkan dapat memberikan sumbangan ilmu manajemen.

15 Desember 2007 Penulis. Saya menyadari bahwa tesis ini masih mempunyai banyak kekurangan dan kesalahan. Ni Putu Aniek Mahayani yang telah rela waktunya saya pakai untuk kuliah S2. keuletan. untuk itu saya mengharapkan adanya saran yang membangun demi pengembangan dan pengetahuan. 5. (Ir. Semarang. Dwisetia Poerwono. Anak saya yang tersayang Ni Putu Ratih Cahaya Dewi. selaku dosen pembimbing kedua yang telah memberikan bimbingan dan arahan serta berkenan membagikan ilmunya dalam mempercepat penyelesaiannya tesis ini. cintai dan kagumi yang selalu mengajarkan kepada saya kedisiplinan. Rekan-rekan para responden dan pemilik outlet yang tidak bisa saya sebutkan namanya satu per-satu. Manager Graphari Telkomsel Semarang dan staff yang telah memberikan waktu luangnya untuk membantu memberikan rekomendasi outlet yang akan di survey. dan isteri saya yang tercinta dr. MSc. Ibu saya dan almarhum bapak saya yang sangat saya hormati.3. kesopanan dan segala hal yang saya butuhkan untuk dapat bertahan hidup di dunia ini. 6. I Putu Gde Sosiantara) . Dr. Para dosen Program Studi Magister Manajemen Universitas Diponogoro Semarang. 7. yang telah memberikan masukan dan arahan dalam pembuatan dan penyelesaian tesis ini. 8. 4.

.1........2........... Perumusan Masalah .......................................................................................ii Halaman Persembahan .........iv Abstract .............. 8 1.................................................................................................. 2 1..... Latar Belakang .................................................................. Tujuan dan Kegunaan Penelitian ...........3........................ 10 1............................vi Kata Pengantar ...................................xiv BAB I PENDAHULUAN 1......................................................................iii Surat Pernyataan Keaslian Tesis .........................................................2 1...1.7 1....................................................................................11 1.....................................2.xiii Daftar Gambar ...........................................................................Gambaran Umum Telkomsel Regional Semarang ................... i Halaman Pengesahan .......3.....................vii Daftar Tabel ................................................................. Kegunaan Penelitian ................................ 10 1..................... Ruang Lingkup Penelitian ...................3...................................................1................................................................2.5......1.............................................v Abstaksi ...............................................................4.............................11 ...........10 1...................... Pembatasan Penelitian .......DAFTAR ISI Halaman Halaman Judul .............................. Tujuan Penelitian ........1.................................................................................................. Sistimatika Bab I ……………………………………………………………1 1..........................................................................................................Gambaran Umum Perkembangan Produk Baru Telkomsel .....................................................................................................

.............4.............28 2.6.........................4.............. Strategi Kompetitif Pasar.....5... 47 BAB IV ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN 4..................……....................................... Karakteristik Produk.................7.........13 2........... 43 3...3...............................1..........1......... Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kesuksesan Produk Baru...............................................................BAB II TELAAH PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN MODEL 2.... Gambaran Umum Obyek Penelitian ………………………………………62 4.................................3....................38 2..... Jenis dan Sumber Data ...................40 BAB III METODE PENELITIAN 3.........…………....................……….......... Merek .. Jenis Penelitian ................................. 44 3....... 43 3................................................................ Profil Telkomsel grhaPARI Semarang ………………………………..................2.................... Pengembangan Model Kerangka Pemikiran Penelitian .................1.....................22 2................................ Populasi dan Sampel ................28 2...1....16 2.........................................62 ... Sistimatika Bab II...................................…………………........................................................... Teknik Analisis Data .... Metode Pengumpulan Data ..... Kepercayaan Pada Merek ...................1..............5.........2.. 45 3. ...31 2...........................................12 2............................4............. Penelitian Terdahulu ……………………………………………….........1......... K inerja Outlet .........….

.....2......90 4...............................................2........................79 4......92 BAB V KESIMPULAN DAN IMPLIKASI KEBIJAKSANAAN 5..............1..3................ Implikasi Teoritis .87 4... Pengujian Hipotesis 2 ......3.......................102 DAFTAR PUSTAKA .......................... Uji Reliabilitas dan Variance Extracted ........................................... Implikasi ................................................4............................... Pengujian Hipotesis 3 ........................................2.........2....1.2...........2.4.............................................................................69 4..............................................93 5............1...108 ..... Agenda Penelitian Mendatang ................................................69 4.................................... Pengujian Hipotesis 1 .............................. Implikasi Manajerial ..3.3..............64 4. Keterbatasan Penelitian ... Kesimpulan atas Masalah Penelitian .....3............94 5...... Analisa Asumsi SEM ..................3.....................................3..............1........................................1....2..2....... Proses Analisa Data dan Pengujian Model Penelitian ……………………..................................................2..........90 4.............2.............................................................................101 5.........2................ Pengujian Hipotesis .................................................98 5.......................................................94 5...........89 4...... Profil Obyek Penelitian ………………………………………………...103 Surat Permohonan Pengisian Kuisioner Penelitian Tesis ........ Analisa Faktor Konfirmatori .......................... Pengujian Hipotesis 4 ..........4.................................................91 4.........3...

...............................................................115 Daftar Riwayat Hidup ................................................................................................................109 LAMPIRAN ............160 ...........................................Daftar Pertanyaan Penelitian .................................................

..........74 .2............ Distribusi Usia Responden ……………………………………….... Jenis Kelamin Responden …………………………………………….............66 Tabel 4.1.. Distribusi Waktu / Lama Responden Menjadi Distributor Produk Telkomsel ........6 Tabel 2....................................7... Penyebaran Wilayah Bagian Responden Penelitian ………………….. Ringkasan Penelitian Terdahulu . Presentase Sample Penyebaran Outlet di Wilayah Kota Semarang Yang Menjadi Obyek Penelitian …………………………………….……... Tabel Variabel dan Indikator Obyek Penelitian ...71 Tabel 4......50 Tabel 3.66 Tabel 4. Tingkat Pendidikan Responden Penelitian …………………………..10....................5.38 Tabel 2............. Model Persamaan Struktural ..1...........…. Customer Base Nasional dan Regional Jateng & DIY........67 Tabel 4.1..72 Tabel 4..........1........................................51 Tabel 3....... Wilayah Kerja GraPHARI Telkomsel ……………………………....3........68 Tabel 4..........................6............... Model Pengukuran ..........…63 Tabel 4. Tingkat Pengembalian Pengisian Kuisioner …………………….22 Tabel 3.. Hasil Pengujian kelayakan Model Confirmatory Factor Analysis-1 ….4... Standarisasi Regression Weights Confirmatory Factor Analysis Konstruk Eksogen …………………………………………………...69 Tabel 4................... Goodness of Index …………………………………………………..............2..........2.....67 Tabel 4..................Hasil Pengujian Kelayakan Model Confirmatori Factor Analysis-2 .........9.......…57 Tabel 4.......3...65 Tabel 4..11.........8.......DAFTAR TABEL Tabel 1.........

.....Standarisasi Regression Weights Confirmatory Factor Analysis Konstruk Endogen …………………………………………………...12..Uji Normalisasi Data ………………………………………………. Uji Hipotesis ……………………………………………………….Uji Univariate Outliers . 88 Tabel 4.95 ...1.......89 Tabel 5...13.....Standarisasi Regression Weights ……………………………………78 Tabel 4...75 Tabel 4......80 Tabel 4..14.Tabel 4. Hasil Pengujian Kelayakan Model Confirmatory Factor Analysis …77 Tabel 4. Observations Farthest from the centroid (Mahalanobis distance) ….....15.. Implikasi Teoritis …………………………………………………..20.........81 Tabel 4...19......... Variance Extracted dan Construct Reliability …………………… .. Standardized Residual Covarian ……………………………………86 Tabel 4.......17.......16.....82 Tabel 4...18...

.............................1...42 Gambar 3.................................. Indikator dari Dimensi Variabel Brand Merek ........... Sistimatika Bab.. Analisis Faktor Konfirmatori Konstruk Eksogen .. Analisa Faktor Konfirmatori Konstruk Endogen ..............5.............................................DAFTAR GAMBAR Gambar 1..........3.. Sistimatika Bab III.....1.6........................1 Gambar 2........1.....1......76 Gambar 5......... Indikator dari Dimensi Variabel Karakteristik Produk ...............2.......26 Gambar 2..12 Gambar 2...........I ......... Sistimatikan Bab............... Indikator dari Dimensi Variabel Kinerja Outlet ......... Indikator dari Dimensi Variabel Strategi Kompetensi Pasar ........1..................... Sistimatika Bab V ...........35 Gambar 2........................70 Gambar 4................................1.......................61 Gambar 4..... Hasil Analisis Structural Equation Model (SEM) ........28 Gambar 2........4.........................................13 Gambar 2..40 Gambar 3.....................49 Gambar 4...... Sistimatika Bab IV ..7.... Indikator dari Dimensi Variabel Tingkat Kesuksesan Produk Baru...........1..73 Gambar 4....3...............22 Gambar 2................................................................................. Diagram Alur Penelitian ............................2.............93 ....................II ................. Pengembangan Model Kerangka Pemikiran Penelitian .....

manfaat penelitian. tujuan penelitian. perkembangan produk baru Telkomsel. pertanyaan penelitian. perumusan masalah. Semarang Perumusan Masalah Masalah Penelitian Tujuan Penelitian Manfaat Penelitian Ruang Lingkup Penelitian Pembatasan Penelitian Pertanyaan Penelitian . masalah penelitian.1. gambaran umum Telkomsel. Sistimatika Bab I Latar Belakang (Gambaran Umum Telkomsel) Perkembangan Produk Baru Telkomsel Telkomsel Reg.BAB I PENDAHULUAN Secara rinci dalam bab I ini akan dijelaskan mengenai. ruang lingkup penelitian dan pembatasan penelitian. Sistimatika dari bab I dapat digambarkan sebagai berikut: Gambar 1. gambaran umum Telkomsel regional jateng dan DIY.

dan berdasarkan data statistik menguasai sekitar 56 % pasar selular di Indonesia. mengakibatkan semakin ketatnya persaingan antar operator selular GSM maupun CDMA pada akhir tahun 2007. Jumlah pelanggan PT Telkomsel sampai dengan akhir 2006 mencapai 35.1. 2006).1. Pangsa pasar Telkomsel di regional Jawa Tengah dan DIY mengalami penurunan dari 52% pada akhir tahun 2004 menjadi 49% di akhir tahun 2006 (laporan direksi ke komisaris 2006). Indosat.1. terlebih lagi sejak akhir tahun 2004. Indosat dengan StarOne. operator selular Satelindo melakukan merger dengan operator selular IM3 dengan bendera PT. Selain itu. Gambaran Umum Perkembangan Produk Baru Telkomsel Persaingan bisnis dunia telekomunikasi selular semakin ramai di Indonesia. maka Telkomsel harus selalu berupaya . PT Telkomsel adalah salah satu perusahaan telekomunikasi selular GSM di Indonesia yang telah beroperasi sejak 26 Mei 1995.597 juta. M8. munculnya operator selular lain yang berbasis teknologi CDMA. (laporan direksi ke komisaris PT. Dalam menghadapi kondisi persaingan tersebut agar posisi Telkomsel sebagai pemimpin pasar tidak tergantikan. Telkomsel. Latar Belakang 1. Banyaknya operator baru telekomunikasi selular yang bermunculan akhir-akhir ini mengakibatnya semakin ketatnya persaingan didalam merebut pangsa pasar. seperti Telkom Flexi.1. Dengan begitu besarnya jumlah pelanggan Telkomsel yang tersebar merata di seluruh pelosok Indonesia maka perlu kiranya perusahaan selalu memperhatikan inovasi produknya sehingga keunggulan bersaing perusahaan dapat terjaga. Persaingan antar operator selular semakin ketat.

Pada 1997. PT. 1) Persaingan yang terjadi antar operator. kemampuan PT Telkomsel dalam mempertahankan pasarnya sangat baik. Telkomsel terus mengembangkan kreatifitas dan inovasi dalam memberikan layanan dan fasilitas (content) yang ditawarkan dari setiap produk yang dijualnya sehingga tetap bisa memimpin pasar selular. . apalagi pada tahun 1997 krisis ekonomi melanda Indonesia dan berdampak bagi masyarakat tak terkecuali pengguna layanan telekomunikasi selular. hal. untuk pertama kali Telkomsel menjadi pelopor dalam memperkenalkan produk kartu prabayar isi ulang. tidak hanya di Indonesia tetapi juga di Asia. apalagi dalam kondisi persaingan pasar yang semakin ketat (Suara Merdeka. dengan peluncuran produk Simpati. 14 juni 2004. seperti menciptakan pasar baru dan inovasi produk dan teknologi. Untuk mengansisipasi persaingan pasar tersebut disamping mengandalkan kecanggihan teknologi yang dimilikinya.meningkatkan keunggulan bersaing dibandingkan dengan kompetitor. Dengan produk Simpati ini Telkomsel menawarkan produk yang dapat melakukan kontrol biaya. Telkomsel dari sejak awal berdiri hingga sekarang selalu menunjukkan diri sebagai pelopor dalam segala hal. Sebagai pemimpin pasar. Salah satunya yang perlu mendapatkan perhatian adalah efektifitas dan efisiensi produk baru. tidak lagi hanya berkaitan dengan adu kecanggihan teknologi dan keunggulan produk yang mereka miliki tetapi sudah mengarah ''perang harga''.

Strategi yang diterapkan Telkomsel itu terbukti dapat menjaring pelanggan dengan cepat. yaitu di kota-kota provinsi dan kabupaten. Telkomsel pada 1998 mencanangkan diri sebagai world class operator (operator kelas dunia) sebagai tolok ukur standar pelayanan. Setelah mencanangkan diri sebagai operator kelas dunia. Dengan strategi ”obat nyamuk tersebut”.000 (pangsa pasar 32%).Pada tahun 1995 awal kelahirannya. dan tahun ketiga (1997) melonjak hingga 393.000 pelanggan (pangsa pasar 37%). jauh melebihi para pesaingnya.000 pelanggan dengan pangsa pasar 12%. Tahun kedua (1996) meningkat menjadi 189. Inovasi yang dilakukan itu ternyata membuat Telkomsel makin berkembang. yaitu 491. Telkomsel memposisikan kembali produk kartu prabayarnya dengan nama Simpati Nusantara seiring dengan perkembangan fasilitas pelayanannya dari semula hanya bisa digunakan di area registrasinya (satu zona area). khususnya ibu kota Jakarta. Hanya dalam setahun.000 dengan pangsa pasar 46%. Kemudian pada . Telkomsel lebih banyak bergerilya di daerah pinggiran. dan tidak mengherankan apabila pada 1998 secara nasional pelanggan Telkomsel naik hingga 50% dibandingkan tahun sebelumnya. ia telah mampu menjaring 26. Pada waktu yang bersamaan. Telkomsel sudah melakukan terobosan dengan menggunakan strategi ''obat nyamuk'' untuk menggebrak pasar seluler di Indonesia yang oleh kompetitornya lebih banyak mengincar pasar di kota-kota besar. Tidak cukup puas dengan jumlah pelanggan yang diraihnya. kemudian dapat digunakan di seluruh wilayah Indonesia. pada 1999 perusahaan tersebut kembali membuat terobosan dengan mengimplementasikan teknologi billing and customer care (bianca) untuk menggantikan teknologi billing yang lama.

tapi peta market share bisnis telekomunikasi selular di regional Jawa tengah dan DIY ini terus mengalami penurunan dari tahun 2004 sampai tahun 2007. yaitu pelayanan GSM 900 dan 1. Gebrakan terakhir saat memasuki 2004 adalah memelopori pelayanan generasi ketiga (3G) dengan mengimplementasikan teknologi enhanced data rate GSM evolution (EDGE). yang berarti menjadikan perusahaan tersebut sebagai pemimpin pasar di bisnis seluler nasional. Walaupun di regional Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta predikat pemimpin pasar masih dapat dipertahankan oleh Telkomsel. Predikat sebagai pemimpin pasar itu mampu dipertahankannya hingga saat ini.800 sekaligus. Pada akhir bulan Juli 2007 Telkomsel berhasil mendapatkan pelanggan sebanyak 42. Tak ketinggalan dengan pesaingnya.252 juta pelanggan). Pangsa pasarnya itu mampu dipertahankannya hingga tahun 2000.2000. Satu tahun kemudian Telkomsel menyatakan diri sebagai operator pertama yang memberikan layanan dualband.79 juta di seluruh Indonesia (54 % pangsa pasar).5 G dengan meluncurkan layanan berbasis GPRS. Dengan teknologi 3G tersebut. Memasuki 2001. kecepatan pengiriman data yang ditawarkan Telkomsel meningkat hingga 150 kilo bite per second (KBPS) dan maksimum 478. Pada akhir . Telkomsel mempelopori layanan mobile banking di Indonesia yang memungkinkan pelanggannya bertransaksi perbankan melalui handphone. Telkomsel mendongkrak pangsa pasarnya hingga 50% (3. pada 2002 Telkomsel mengimplementasikan teknologi generasi 2.3 KBPS.5 atau dikenal dengan 2.

seperti Halo Bebas.360. Secara tabel dapat kita lihat sbb.1.606.625 pelanggan (dengan market share 48%).000 1.000 16.538. Direktur Utama PT. Tabel 1. Telkomsel.784 pelanggan (dengan market share 50%).792. Telkomsel telah membuat berbagai terobosan baru dengan meluncurkan produk-produk baru.291. dan terakhir Kartu As. Telkomsel.589.000 35.579.161 2.000 42.784 3.579.360. Laporan Direksi ke Komisaris Perusahaan PT.625 Market Share 51% 52% 50% 49% 48% Sumber : Kiskenda. Halo Bebas merupakan terobosan produk kartu Halo yang memberikan . 2006 Dari sisi produk dan penjualan.269. pada akhir tahun 2006 jumlah pelanggan Telkomsel 3. 640 pelanggan (dengan market share 49 %).640 4.538.000 24.606. dan pada akhir bulan Juli 2007 jumlah pelanggan 4.349 Market Share 51% 54% 52% 56% 54% Customer Base Regional Jateng & DIY No 1 2 3 4 5 Tahun 2003 2004 2005 2006 2007 Subscriber 958.597. Simpati Hoki. Customer Base Nasional dan Regional Jateng & DIY Customer Base Nasional No 1 2 3 4 5 Tahun 2003 2004 2005 2006 2007 Subscriber 9. pada akhir tahun 2005 jumlah pelanggan Telkomsel 2.tahun 2004 jumlah pelanggan Telkomsel di regional Jateng dan DIY adalah sebanyak 1.161 pelanggan (dengan market share 52%).

2. Solo. Berdasarkan data yang diperoleh dari manager graPARI Telkomsel Area Semarang.24 % atau 1. Kemudian untuk pelanggan Simpati. tidak berlebihan jika Telkomsel sampai saat ini masih tetap dapat memimpin pasar selular Indonesia. Adapun Kartu As. Sebanyak 39. 1. Selain itu Telkomsel juga bekerja sama dengan dealer. yakni mendirikan geraiHALO sebagai representasi penjualan dan pelayanan Telkomsel pada tingkat Kota atau Kabupaten. Ada tiga pilihan yang ditawarkan. yaitu Halo Bebas Roaming.000. Halo Bebas 140 SMS. jumlah pelanggan di Jateng dan DIY sampai dengan bulan Juli 2007 mencapai 4.1. Gambaran Umum Telkomsel Regional Semarang Saluran distribusi Telkomsel Regional Jateng dan DIY untuk penjualan dilakukan melalui dealer. dan Halo Bebas Abonemen.625 pelanggan.Dengan berbagai produk barunya itu.109 pelanggan merupakan pelanggan yang harus dilayani oleh graPARI Semarang meliputi wilayah kerja Semarang kota.000. yaitu Rp 25. Yogyakarta dan Purwokerto. Telkomsel telah meluncurkan Simpati Hoki dan Kartu As. juga memberikan bonus pulsa Rp 10. perdana Simpati yang memberikan nomor dan kartu secara cuma-cuma karena harga paket perdana dengan isi pulsanya sama.360. distributor ataupun outlet yang tersebar merata sampai ke pinggiran kota. Simpati Hoki selain memberikan program berhadiah jalan-jalan ke luar negeri.peluang bagi pelanggannya untuk memilih layanan yang paling pas bagi dirinya. .711. Sedangkan untuk pelaksanaan program layanan pada pelanggan dilakukan melalui graPARI di Semarang.

1.Perumusan Masalah Sebagai salah satu perusahaan operator selular yang telah beroperasi 12 tahun di Indonesia. Jepara. Sebanyak 94. Melihat volume pelanggan pra-bayar yang sangat dominan.59 % atau 1. Blora. ungaran.618. Demak. Dengan kinerja inovasi produk-produk baru yang lebih inovatif sesuai dengan harapan pelanggan. Pati. Salatiga. Tetapi yang terjadi adalah pangsa pasar Telkomsel Regional Jateng & DIY turun 4% dari 52 % pada akhir tahun 2004 menjadi 48% pada Juli tahun 2007. pihak Telkomsel selain terus meningkatkan pelanggan pasca-bayar juga harus memperhatikan inovasi produk-produk baru yang lebih inovatif pada kartu pra bayar dan pasca bayar.2. dan Rembang. seharusnya semua sumber daya pembentuk keunggulan bersaing perusahaan sudah teridentifikasi untuk kemudian dimaksimalkan memenangkan persaingan. diharapkan pelanggan Telkomsel dapat lebih loyal sehingga akan terjadi peningkatan penjualan produk Telkomsel. Dari penomena bisnis telekomunikasi selular di atas dapat kita lihat adanya pengaruh yang cukup besar terhadap penguasaan pangsa pasar apabila inovasi dan fiturfitur dari produk telekomunikasi selular selalu dapat diperbaharui sesuai dengan trend masyarakat saat itu. Kudus.213.Kabupaten Semarang.903 pelanggan dan Kartu As sebanyak 404. Kendal. sehingga sesuai dengan harapan pelanggan.635 pelanggan).538 pelanggan yang ada di Wilayah graPARI Semarang merupakan pelanggan produk pra-bayar (kartu Simpati sebanyak 1. Kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlangsung lebih lama sehingga diperlukan identifikasi ulang segenap sumber .

dan karakteristik pengembangan produk. bukan outlet. terutama berkaitan dengan inovasi produk baru. Henard dan David M. Agustus 2001). Hal ini penting untuk melihat perilaku konsumen membeli barang dan jasa.daya yang dapat membentuk keunggulan bersaing. karena disesuaikan dengan tujuan dari penelitian. Oleh karena itu perumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pengaruh hubungan kinerja karakteristik produk. dan brand name dengan tingkat kesuksesan produk baru dan bagaimana pengaruh hubungan tingkat kesuksesan produk baru dalam meningkatkan kinerja outlet. .Juga dalam penelitian ini karakteristik pengembangan produk tidak disebutkan dalam penelitian karena yang melakukan pengembangan produk adalah Telkomsel. mengenai produk baru dengan Why Some New Products are more successful Than Others (Journal of Marketing Research. strategi kompetensi pasar. Szymanski. Untuk tujuan penelitian ini karakteristik pengembangan produk diganti dengan Brand Name dari produk. memperkuat hubungan kausal secara berurutan antara kesuksesan produk baru dengan karakteristik produk. karakteristik strategi perusahaan. Penelitian yang dilakukan oleh David H. Dalam penelitian ini karakteristik strategi tidak disebutkan dan diganti dengan strategi kompetensi perusahaan. karena nama besar perusahaan atau manfaat atau fungsi dari produk tersebut.

Tujuan Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menganalisa faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kesuksesan produk baru dalam meningkatkan kinerja outlet dan kinerja bersaing yang berkelanjutan dengan tujuan sebagai berikut: • Menganalisis pengaruh karakteristik produk terhadap tingkat kesuksesan produk baru • Menganalisis pengaruh strategi kompetensi pasar terhadap tingkat kesuksesan produk baru • Menganalisis pengaruh merek terhadap tingkat kesuksesan produk baru • Menganalisis pengaruh karakteristik strategi perusahaan terhadap tingkat kesuksesan produk baru • Menganalisis pengaruh tingkat kesuksesan produk baru terhadap kinerja outlet 1. Kegunaan Penelitian Manfaat atau kegunaan yang diharapkan dari penelitian ini adalah: 1.Tujuan dan Kegunaan Penelitian 1.3.1. Memberikan implikasi manajerial bagi perusahaan untuk meningkatkan kinerja inovasi produk baru sebagai upaya untuk menciptakan keunggulan bersaing yang berkelanjutan. inovatif dan sesuai harapan pelanggan. 2.3.3.1.2. Mendapatkan masukan secara langsung dari para outlet sebagai responden mengenai harapan dalam mengeluarkan produk-produk layanan baru kebutuhan outlet sehingga menjadi lebih efektif. .

3. Sebagai tambahan referensi untuk mengembangkan pengetahuan mengenai besarnya pengaruh tingkat kesuksesan produk baru pada kinerja outlet dalam

mempertahankan keunggulan bersaing dalam pasar global.

1.4. Ruang Lingkup Penelitian

Karena dalam penelitian ini yang dipelajari adalah analisa pengaruh tingkat kesuksesan produk baru dalam meningkatkan kinerja outlet khususnya di perusahaan PT. Telkomsel, maka ruang lingkup dalam penelitian ini adalah pemaparan dengan hasil penelitian seberapa jauh dampak produk-produk baru Telkomsel terhadap peningkatan kinerja outlet.

1.5. Pembatasan Penelitian

Dalam penelitian ini pembahasan akan dibatasi pada sejauh mana dampak pengaruh produk-produk baru di dunia telekomunikasi selular (khususnya Telkomsel wilayah kota Semarang), dalam meningkatkan kinerja outlet.

BAB II TELAAH PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN MODEL
Secara rinci dalam bab II ini akan dijelaskan telaah pustaka mengenai kinerja outlet, tingkat kesuksesan produk baru, karakteristik produk, strategi kompetitif pasar, dan merek. Sistimatika dari bab II dapat digambarkan sebagai berikut : Gambar 2.1 Sistimatika Bab. II Kinerja Outlet
1. Efektifitas Pemasaran 2. Pertumbuhan Laba 3. Pertumbuhan Aset

Tingkat Kesuksesan Produk Baru
1. Promosi 2. Inovasi 3. Harga Produk Baru

Karakteristik Produk

Strategi Kompetitif Pasar
1. Fokus Pelanggan 2. Fokus Pesaing 3. Koordinasi Pemasaran

Merek

1. Keunggulan Produk 2. Produk Sesuai dengan Kebutuhan Pembeli 3. Produk mengikuti perkembangan teknologi

1. Reputasi Merek 2. Mutu Yang Dirasakan 3. Pengenalan Merek

2.1. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kesuksesan Produk Baru Inovasi produk semakin bertambah dihargai sebagai komponen kunci sukses berkelanjutan dalam operasi bisnis. David H. Henard and David M. Szymanski (Agustus 2001), dalam penelitiannya mengatakan; keunggulan produk, potensial pasar, pemenuhan kebutuhan pelanggan, prapengembangan kecakapan tugas, dan pemakaian sumber daya, pada umumnya merupakan sebagian besar yang memberikan dampak signifikan pada performa produk baru. Dimensi kinerja ’’Tingkat Kesuksesan Produk Baru’’ diukur dari 3 indikator yaitu; promosi, inovasi, dan harga produk baru. Hubungan dimensi dan indikatornya dapat digambarkan dalam gambar dibawah ini :

Gambar 2.1 Indikator dari Dimensi Variabel Tingkat Kesuksesan Produk Baru

X10 Tingkat Kesuksesan Produk Baru

X11 X12
X10: Promosi (2001), X11 : Inovasi

X12 : Harga produk baru

Sumber : Kopalle dan Lehmann ( 1995, p.238), Sethi, (2001;p.75), Henard dan Szymmanski,

Menurut Sridar Samu (1999;p.60) ciri atau karakteristik tentang produk baru yang dijual di pasar akan menentukan tingkat kesuksesan produk tersebut. Keputusan konsumen untuk membeli kembali produk tersebut merupakan bentuk kesuksesan produk

1999. Komponen. Pertumbuhan aset/porsi (Growth/Share) c. oleh karena itu dimensi minat pembelian adalah besarnya minat atau seberapa besar kemungkinan terjadinya pembelian (Mittal. Bila manfaat yang dirasakan lebih besar dari pada pengorbanan untuk mendapatkannya maka dorongan konsumen untuk membeli produk tersebut akan semakin tinggi dan berpengaruh pula untuk kembali membeli produk tersebut di waktu lain (Sridar Samu.58) diharapkan dapat meningkatkan kinerja pemasaran seperti : a.p. Nilai merupakan perbandingan antara kualitas dan keunggulan produk terhadap pengorbanan dalam memperoleh suatu produk atau layanan.p. Menurut Dodds (1991. Efektivitas perusahaan (firm Effectiveness) b. Sukses tidaknya suatu produk dengan salah satu indikasinya yaitu minat beli konsumen (seberapa besar minat seseorang untuk membeli suatu produk).baru.11) minat membeli dipengaruhi oleh nilai dari produk yang dievaluasi.50).60). Dengan demikian menurut Pelham (1997. Kemampulabaan / pertumbuhan laba (Profitability) . ciri dan karakteristik produk tersebut merupakan suatu hal yang penting yang harus diperhatikan untuk meningkatkan kinerja pemasaran. Dapat dikatakan minat ini akan melahirkan frekuensi pembelian atau pembelian ulang. p. Dengan menekankan pada faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kesuksesan produk baru maka peluang pasar yang ada seharusnya dapat dimanfaatkan oleh perusahaan sebaik mungkin sehingga dapat meningkatkan kinerja pemasaran . p. 1999.

maka diharapkan produk tersebut sukses sehingga dapat meningkatkan kinerja pemasaran. p. Konsep ini merupakan suatu pemahaman tentang tahapan –tahapan yang berbeda dari setiap produk dan dengan mengetahui tahap dimana suatu produk berada. apakah produk sedang berada dalam posisi pengenalan.Perusahaan juga harus selalu memperhatikan dan mempertimbangkan program promosi agar produk baru yang dikeluarkan dapat diterima oleh pasar. Hamel & Prahalad. 1997. p. Selain itu dapat pula dikatakan bahwa pengelolaan pengetahuan konsumen dapat dijadikan salah satu faktor yang menentukan perusahaan guna meningkatkan kesuksesan produk baru.90).p. pertumbuhan. p. Li dan Calantone (1998.35). Selain itu diperlukan pengelolaan pengetahuan konsumen guna menangkap keinginan . guna mempertahankan keunggulan produknya dalam dinamika bersaing suatu produk (Cravens. 1995. 2001. kematangan atau penurunan. 1994. 95-100). 2000. . dengan promosi yang intensif.244).13) mengatakan bahwa kesuksesan produk baru antara lain terkait dengan keunikan dan kekinian produk merupakan suatu keunggulan dari produk-produk lain. dan megintegrasikan pengetahuan konsumen (Sinkula. 1996. Perusahaan dalam memasarkan produknya juga tergantung pada keinginan pelanggan (Sashittal. jangkauan yang luas. Dilain pihak perusahaan juga harus mampu mengantisipasi siklus hidup produk (product life cycle). p. Keinginan pelanggan tersebut berpengaruh terhadap kebutuhan dari konsumen pada produk yang ditawarkan (Ferrel. dan penuh daya tarik. menginterprestasikan. 82).238). p. Hal ini bila dibandingkan dengan produk lainnya menjadi salah satu faktor yang menentukan sukses tidaknya produk tersebut. Dengan demikian perusahan dapat mempertahankan keunggulan produk atau standar yang lebih baik dengan fitur yang unik (Bergreen. p. Menurut Kopalle dan Lehmann (Kopalle.

18-29). p. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Cooper dab Kleinschmidt (1996.p. 2001. p.p.75). p. 47 – 54) yang menelaah tentang keunggulan produk baru yang kompetitif menyatakan tentang perlunya penelitian lebih lanjut tentang strategi produk yang meningkatkan kinerja pemasaran. Daya tarik yang cukup efektif misalnya dengan pemberian hadiah langsung seperti bonus dan discount (potongan harga) (Cavusgil. Promosi yang dilakukan perusahaan akan menciptakan suatu penilaian tersendiri dalam pikiran konsumen. jangkauan serta frekuensi promosi (Sethi. 19) dalam jurnalnya berjudul: Winning Bussiness and Product Development : The Critical Success Factor pada bagian akhir jurnal penelitiannya menyatakan beberapa hal mengenai agenda penelitian yang penting untuk dilakukan . sehingga penilaian konsumen terhadap promosi produk secara langsung maupun tidak langsung akan menciptakan image terhadap suatu produk. Program promosi seperti promosi yang mendukung pemasaran produk menghasilkan tanggapan yang lebih cepat dari pada iklan. Promosi adalah bentuk persuasi langsung melalui penggunaan berbagai insentif yang dapat diukur untuk merangsang pembelian produk dengan daya tarik. Dimana penelitian yang perlu dilakukan adalah untuk meneliti tentang kinerja pemasaran produk dan faktorfaktor yang mempengaruhinya (Cooper. 64-76) bahwa untuk mengetahui kesuksesan produk baru dapat dilihat dari kinerja pemasaran. 1993. 1996. 1996. Sementara itu dalam penelitian yang dilakukan Song dan Parry (1997. 479-502). p.3). Kemudian dalam penelitian yang dilakukan Delene (1997. p. Hal ini juga berkaitan dengan daya tarik program promosi yang digunakan untuk mempengaruhi konsumen dalam pembelian. .(Cooper.

Jelas dan tajam untuk sebuah definisi produk awal 3. p. dinyatakan bahwa pengaruh promosi dapat menarik minat beli konsumen. Cooper mengidentifikasi enam faktor sukses untuk menciptakan produk leadership: 1. p. teknikal.283) menyimpulkan pula bahwa promosi dapat diukur melalui : 1. pasar. Tim cross-functional yang benar . Memiliki respon yang kuat terhadap persaingan. Dalam studinya hampir 2000 produk baru dalam ratusan perusahaan di seluruh dunia dan di dalam banyak industri. Jangkauan promosi 3. lalu ia melaksanakan penelitian terhadap faktor-faktor yang membedakan pemenang dari pecundang. Cooper (1993) heran mengapa hal itu terjadi. 283) tentang pengaruh promosi terhadap kesuksesan produk baru. produk superior 2. Aksi teknologi yang berjalan baik 6.Dalam penelitian Kapalle dan Lehman (1995. Differensiasi. Frekuensi promosi Banyak produk baru. ternyata gagal menghasilkan profit di dalam pasar. dan finansial 4. Selain itu Kopalle dan Lehman (1995. serta menumbuhkan prioritas membeli konsumen dan pembelian ulang dari konsumen. Aksi pemasaran yang berjalan baik 5. Daya tarik konsumen 2. yang kelihatannya menjadi gagasan-gagasan yang sangat bagus.

perusahaan harus mengerahkan sumber daya manusianya untuk menggali kreasi-kreasi baru. Harga produk juga dirasakan pelanggan sesuai dengan value yang dimiliki produk. produk dengan teknologi yang sempurna. Produk unggul merupakan produk yang superior dan memiliki differensiasi di atas produk yang ditawarkan kompetitor. Dan untuk memiliki keunggulan kompetitif maka diperlukan produk-produk yang unggul pula. Henard dan Szymanski (2001) dalam penelitiannya menguraikan apa yang disebut sebagai produk leadership. Sedangkan keinovatifan produk meliputi kebaharuan produk. produk yang dapat mempertemukan kebutuhan konsumen. 2001). inovasi produk yang akhirnya dapat mengendalikan pasar (market driving). Pada saat awal merk memang membutuhkan konsep yang unik untuk bertahan. Produk juga meluas dimana produk dirasakan dapat memuaskan kebutuhan pelanggan. harga produk yang tepat. perusahaan yang meluncurkan produk harus memperhitungkan resiko tidak diterima pasar. Dan keempat.Inovasi produk merupakan cara meningkatkan nilai sebagai sebuah komponen kunci kesuksesan sebuah operasi bisnis yang dapat membawa perusahaan memiliki keunggulan kompetitif dan menjadi pemimpin pasar (Henard dan Szymmanski. Ketiga. Ia harus menjadi yang pertama dalam katagori produknya dan memiliki nama yang . keaslian. Produk leadership adalah satu dari trilogi konsep disciplines of market leader yang dipopulerkan Treacy dan Wiersema (1995). keunikan dan keradikalan produk. dan keinovatifan produk itu sendiri. Kedua. perusahaan harus memahami kebutuhan dan mampu mengedukasi pasar. Produk leadership bertumpu pada prinsip-prinsip: pertama. Product leadership memiliki karakteristik : produk unggul. Kesempurnaan teknologi produk dapat ditinjau dari apakah produk memakai high-tech atau low tech.

merancang produk dan proses-proses. dan mendukung produk-produk barunya. 2000) menemukan bahwa konsumen ingin mengetahui nama merk lebih sering daripada informasi lain dari suatu produk ketika menilai mutu suatu produk. bagian atau komponen yang dibutuhkan dalam produk-produk barunya dan kemampuan proses baru apapun yang dibutuhkan untuk menghasilkan. 2. Studi yang dilakukan oleh Gardner dkk (Brucks. produk sesuai dengan kebutuhan pembeli. Contohnya adalah mesin fotocopy. dan mengembangkan material. mengirimkan.2. Karakteristik Produk Penciptaan produk termasuk semua aktivitas yang melaluinya dalam sebuah organisasi menentukan penawaran produk baru yang akan di bawa ke pasar. Dimensi kinerja karakteristik produk diukur dari 3 indikator yaitu.menancap di benak konsumen. dan harga produk. apalagi jika ada dua atau tiga merk dalam katagori yang sama. Hampir semua mesin fotocopy memiliki kualitas yang sebanding dalam hal hasil fotocopy-an. Satu-satunya yang membedakan adalah nama merk mesinnya. Mazursky dan Jacoby (Brucks. keunggulan produk. maka yang tinggal hanyalah perbedaan nama merk suatu perusahaan dengan pesaingnya. Hubungan dimensi dan indikatornya dapat digambarkan dalam gambar dibawah ini : .2000) menunjukkan bahwa nama merek dapat menjadi petunjuk yang kuat dari pada harga untuk menilai kualitas keseluruhan suatu produk. Tetapi dalam jangka panjang konsep unik akan dilupakan pelanggan.

Dalam menciptakan suatu produk baru. produk mengikuti perkembangan teknologi. untuk meningkatkan keunggulan produk barunya.p.364) Pada semua kasus.364 Di pasar produk yang dinamik. David M Szymanski. Munculnya .p.Gambar 2. perusahaan menghasilkan pengetahuan pasar tentang pelanggan atau pesaing. (David H. keunggulan produk. Apapun tingkat perubahan dalam teknologi dan referensi pasar. 2001. proses kreasi produk sebuah organisasi mungkin berkala.2 Indikator dari Dimensi Variabel Karakteristik Produk X1 Karakteristik Produk X2 X3 X1: Keunggulan produk X2 : Produk sesuai dengan kebutuhan pembeli X3 : Produk mengikuti perkembangan teknologi Sumber : David H. Henard. Henard. Di pasar dengan teknologi dan referensi pelanggan yang lebih stabil. dimana pelanggan menyukai perubahan dan teknologi untuk melayani kebutuhan pelanggan berubah dengan cepat. David M Szymanski. 2001. dan perubahan yang dihasilkan dalam produk mungkin cukup menyeluruh. permasalahan utama bagi para manager strategi adalah bahwa laju penciptaan produk dalam organisasi mereka harus selalu paling tidak sejalan dengan tingkat perubahan dalam selera dan teknologi yang diinginkan oleh pasar. yang mana karakteristik produk dipengaruhi oleh 3 indikator yaitu. produk sesuai dengan kebutuhan pembeli.

Walaupun pandangan sumber daya kompetensi pengetahuan pasar menunjukkan peningkatan pengembangan teori. kultur organisasional. sumber daya yang paling penting bagi produksi adalah tenaga kerja. Dalam teori Neoklasik. definisi operasi dari konsep ini penting bagi pengujian empiris sebab istilah “sumber daya” sendiri merupakan payung yang melingkupi aset tampak dan . Day (1994). p.trend dalam pengembangan produk baru ini tidak tiba-tiba ada. ketika digunakan mungkin menghasilkan keunggulan kompetitif. Glazer. dan mobil) untuk memasukkan hal yang tidak tampak (intangible) sebagai kompetensi pengetahuan pasar. Hamel dan Prahalad (1994) dan Sinkula (1994) mengharapkan kompetensi pengetahuan pasar sebagai inti kompetensi organisasi.8). Dalam penelitiannya mengenai pengetahuan pasar dan implikasi strategisnya. tanah. Hunt dan Morgan 1995). Griffin. Pengungkapan kompetensi pengetahuan sebagai sumber daya “tingkat lebih tinggi “ dan . dan Hauser (1992) menggunakan kompetensi pengetahuan pasar untuk meningkatkan keunggulan produk baru. yang mengembangkan jenis-jenis sumber daya (dari pekerja. Namun seiring informasi dan pengetahuan menggantikan barang dan energi sebagai sumber daya utama produksi (Bell 1973). Razhi (1991) mempertimbangkan kompetensi pengetahuan pasar sebagai aset strategis dari sebuah organisasi. Cooper (1992). teori Neoklasik menjadi kurang dapat dipertahankan dan digantikan oleh teori bebasis sumber daya dari perusahaan (Berney 1991. tetapi terjadi bersamaan dengan gelombang arus yang tumbuh dalam marketing yang berpusat pada topik kompetensi pengetahuan pasar. dan ketrampilan management. Conner 1991. tanah dan modal. Day 1994. (Hunt dan Morgan 1995.

tidak tampak dan dimaksudkan untuk menyampaikan properti kompetensi pengetahuan pasar sendiri. Strategi Kompetitif Pasar Dimensi strategi kompetitif pasar diukur dari 3 indikator yaitu. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah: H1: Tingkat kesuksesan karakteristik produk mempunyai pengaruh positip terhadap tingkat kesuksesan produk baru. Produk baru yang diluncurkan ke pelanggan diharapkan mempunyai keunikan dan keunggulan produk yang juga sesuai dengan keinginan pembeli. Harga produk itupun diharapkan dapat terjangkau oleh pelanggan dan inovasi dari produk tersebut mengikuti perkembangan teknologi saat itu dan akan datang. Drucker (1985) mencatat kompetitive perusahaan dalam mengembangkan produk baru pada prosesnya memakai pengetahuan mengenai pelanggan dan pesaing dan mengintegrasikan pelanggan itu dengan teknologi. fokus pelanggan. Lebih lanjut. 2. sebagian penyelidikan mengenai hal-hal kunci dalam inovasi produk.3. Hubungan dimensi dan indikatornya dapat digambarkan dalam gambar dibawah ini : . fokus pesaing dan koordinasi pemasaran.

1992. Nerver dan Slater.468). 1994). 2000).21): Kholi dan Juworski (1993. penyebaran informasi. Narver dan Slater. pada umumnya filosofi yang terkandung didalamnya adalah mengenai pengembangan pasar. dan adaptasi terhadap perubahan yang terjadi di pasar (Jaworski. Meskipun terdapat perbedaan mengenai definisi yang tepat dari kompetensi pasar. Li dan Sejak tahun 1990 ada sejumlah penelitian yang cukup signifikan mengenai kompetitif pasar. dkk.Gambar 2. Jadi sebenarnya kompetitif pasar telah mengambil peran sentral dalam diskusi masalah strategi dan managemen pemasaran (Slater dan Narver. Joworski dan Kohli. p. 1990. 1994).14) X5 : Fokus Pesaing X6 : Koordinasi Pemasaran Sumber : Nerver dan Slater (1990. 1993. 1993). Slater dan Nerver. 1990) serta disamping itu juga telah dikembangkan riset yang menggambarkan hubungan antara strategi kompetitif pasar dengan kinerja (Deshpande.. dkk.1990.3 Indikator dari Dimensi Variabel Strategi Kompetitif Pasar X4 Strategi Kompetitif Pasar X5 X6 X4 : Fokus Pelanggan Cantone (1998. Ruekert. Dikembangkan teori yang konprehensif mengenai strategi kompetitif pasar dan konsekuensi-konsekuensi yang mungkin timbul dari strategi kompetitif pasar (Kholi dan Joworski.p.p. Strategi kompetitif pasar merupakan sesuatu yang penting bagi perusahaan sejalan dengan meningkatnya persaingan global dan perubahan dalam pertumbuhan pelanggan .

dan terstruktur. Li dan Calantone. berarti hasil dari proses sistimatik (lawan dari pengambilan secara random). Walaupun pandangan sumber daya kompetensi pengetahuan pasar menunjukkan peningkatan pengembangan teori. 1998) Pengetahuan pasar dan kompetensi pengetahuan pasar adalah dua konsep yang berkaitan. Karena kebutuhan dan harapan pelanggan berkembang terus sepanjang waktu. oleh karena itu harus diikuti dan ditanggapi dengan menghasilkan produk dan pelayanan berkualitas tinggi secara terus menerus untuk mengubah kebutuhan pasar menjadi strategi kompetitif pasar.dimana perusahaan menyadari bahwa mereka harus selalu dekat dengan pasarnya. Pengungkapan kompetensi pengetahuan pasar sebagai sumber daya ”tingkat lebih tinggi” dan ketika digunakan mungkin menghasilkan keunggulan kompetitif (Hunt dan Morgan. (1998) mendefinisikan kompetensi pengetahuan . sebab istilah ”sumber daya” sendiri merupakan payung yang melingkupi aset tampak dan tidak tampak dan dimaksudkan untuk menyampaikan properti kompetensi pengetahuan pasar sendiri (Li dan Calantone. namun terpisah. definisi operasi dari konsep ini penting bagi pengujian empiris. Perusahaan harus beradaptasi serta berinovasi secara terus menerus. menunjukkan bahwa hal itu mempunyai makna yang berguna. Li dan Cantone. Mempertimbangkan pentingnya kompetensi pengetahuan pasar merupakan fenomena pengembangan teori saat ini.(1998) mendefinisikan pengetahuan pasar sebagai informasi yang terorganisir. Nerver dan Slater (1990) mendefinisikan strategi kompetitif pasar sebagai budaya organisasi yang paling efektif dalam menciptakan prilaku penting untuk menciptakan nilai unggul bagi pembeli serta kinerja dalam bisnis. 1995).

ketidakbisaan uintuk ditiru. kompetensi pengetahuan pasar menunjukkan beberapa karakteristik diantaranya: (1). 1998). (2) Inmobolitas. dan Li dan Calantone (1998)). Prahalad dan Hamel. Sebagai serangkaian proses. sebab proses menjalankan pengetahuan pasar tertanam dalam aktivitas pemikiran organisasional dan tidak bisa langsung dilihat dari luar (Day. 1994: Prahaladdan dan Hammel 1990. Sebagai rangkaian proses. sebab proses menjalankan pengetahuan pasar tertanam dalam aktivitas pemikiran organisasional dan tidak bisa langsung dilihat dari luar (Day. Disini proses menunjukkan hal itu merupakan serangkaian aktivitas (pesaing).pasar sebagai proses yang menggerakkan dan mengintegrasikan pengetahuan pasar. mencatat bahwa kompetensi perusahaan dalam pengembangan produk baru pada prosesnya memakai pengetahuan pelanggan dan pesaing dan mengintergrasikan pengetahuan itu dengan teknologi. Li dan Calantone (1998). termasuk (1) ketidakbiasaan untuk ditiru. Dalam penelitiannya mengenai organisasi yang dikendalikan pasar. Li dan Calantone. karena proses ini diciptakan dalam perusahaan dan tidak dapat dibeli di pasar (Day (1994). (3) tidak dapat dihilangkan. 1990. mengidentifikasikan proses perusahaan dalam mengembangkan produk baru pada prosesnya memakai pengetahuan mengenai pelanggan dan pesaing dan mengintegrasikan pengetahuan itu dengan teknologi. Li dan Calantone (1998). 1994) mendefinisikan kompetensi pasar sebagai sekumpulan ketrampilan dan pembelajaran bersama yang komplek yang dipraktekkan melalui proses organisasional. 1994. Dalam penelitian mereka mengenai kompetensi-kompetensi inti dari perusahaan. kegunaan . (Day. Prahalad dan Hamel (1990). karena tidak seperti mesin yang nilainya terdepresiasi oleh waktu. kompetensi pengetahuan pasar menunjukkan beberapa karakteristik.

1998). dan koordinasi interfungsional. menyarankan kompetisi pengetahuan pasar dari pengembangan produk baru terdiri dari 3 proses yaitu: (1) proses pengetahuan pelanggan. Proses pengetahuan kompetensi melibatkan set aktivitas perilaku yang menggerakkan pengetahuan mengenai produk dan strategi pesaing. . customer focus. Proses pengetahuan pelanggan mengacu pada set aktivitas perilaku yang menggerakkan pengetahuan pelanggan menanggung kebutuhan saat ini dan kebutuhan potensial produk baru. orientasi pesaing. coordinate marketing. dan profitability. Interface marketing riset dan pengembangan mengacu pada proses dimana fungsi marketing riset dan pengembangan berkomunikasi dan bekerjasama satu dengan yang lainnya. (2) proses pengetahuan kompetitor.dari proses ini tidak hilang bersama penggunaannya (Prahaladdan Hamel 1990: Li dan Calantone. Berdasarkan pernyataan Nerver dan Slater (1990) strategi kompetensi pasar sebagai setrategi kompetitif terdiri dari tiga komponen perilaku yaitu. Secara tegas Kholi dan Jaworski (1993) mendefinisikan strategi kompetitif pasar ke dalam tiga jenis yaitu. karena 3 hal tersebut sangat terkait dengan proses pengambilan keputusan organisasi berdasarkan informasi yang diperoleh dan telah mengalami proses penyatuan akan nilai- . Dengan demikian orientasi pelanggan dan orientasi pesaing termasuk semua aktivitasnya dilibatkan dalam memperoleh informasi tentang pembeli dan pesaing pada pasar yang sedang dituju dan menyebarkan melalui bisnis. (3) interface marketing riset dan pengembangan. Dalam penelitian Li dan Calantone (1998). Sedangkan koordinasi interfungsional didasarkan pada informasi pelanggan serta pesaing dan terdiri dari usaha bisnis yang terkoordinasi. orientasi pelanggan.

dan koordinasi interfungsional. oleh karena itu harus diikuti dan ditanggapi dengan menghasilkan produk dan pelayanan berkualitas tinggi secara terus menerus untuk mengubah kebutuhan pasar menjadi strategi kompetitif pasar. Sedangkan koordinasi interfungsional didasarkan pada informasi pelanggan serta pesaing yang terdiri dari usaha bisnis yang terkoordinasi. Kohli dan Jaworski (1990) membantu dalam pengembangan pemahaman akan konsep strategi kompetensi pasar dan perilaku-perilaku yang menerapkan konsep pemasaran. Orientasi pelanggan dan orientasi pesaing termasuk semua aktivitasnya dilibatkan dalam memperoleh informasi tentang pembeli dan pesaing pada pasar yang dituju dan menyebarkannya melalui bisnis. orientasi pelanggan. Berdasarkan pernyataan Nerver dan Slater (1990) strategi kompetitif pasar terdiri dari 3 komponen perilaku yaitu. Day (1994).nilai prilaku yang dianut (budaya) yang dimiliki perusahaan. orientasi pesaing. strategi kompetitif pasar ini seharusnya membawa pada kinerja perusahaan yang lebih tinggi. Gatignon dan Xuereb (1997) menyatakan yang termasuk dalam strategi kompetitif pasar tidak hanya konsep orientasi pelanggan tetapi juga konsep orientasi persaingan. Mereka memberikan sebuah pondasi teoritis harapan bahwa. Jaworski dan Kohli (1993) juga mendokumentasikan keterkaitan antara strategi kompetitif pasar dengan kinerja pemasaran secara keseluruhan dari perusahaan – . Sementara itu Nerver dan Slater (1990) memberikan bukti empirik yang pertama mengenai keterkaitan antara strategi kompetitif pasar dengan keuntungan dalam unit bisnis strategi dari perusahaan besar. Jaworski dan Kohli (1993) menyatakan bahwa kebutuhan dan harapan pelanggan berkembang terus sepanjang waktu.

adalah fokus pelanggan.perusahaan besar. Li dan Cantone (1998). Narver dan Slater (1994). Oleh karena itu hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah: Hipotesa 2: Strategi kompetitif pasar berpengaruh positip terhadap tingkat kesuksesan produk baru. termasuk menunjukkan kekuatan dan kelemahan pesaing. Merek Mengapa bisnis dan juga konsumen mau membayar sebegitu besar demi nama merek? Secara umum nama merek memberikan penambahan nilai.4. menginternalisasi kekuatan pesaing dengan meniru atau meniadakan kekuatan pesaing dengan keunggulan produk. Nilai tambah yang brand merek beri pada produk lain secara umum ditujukan pada “brand image” (Aaker 1991). Nerver dan Slater (1994) bahwa mereka menegaskan strategi kompetitif pasar merupakan bagian dari market intelegent. fokus pesaing dan koordinasi pemasaran. proses pengetahuan pesaing memainkan peranan signifikan dalam benchmarking diagnostik. dimana didalamnya mengandung pemahaman akan kebutuhan dan harapan konsumen pada saat ini atau dimasa datang. 2. Indikator yang diangkat untuk mengukur konstruk inovasi produk bersumber dari penelitian Kholi Jaworsi (1993). Perusahaan dengan informasi yang lebih kompetitif dapat menggunakan pengetahuannya dalam beberapa cara. Menurut literatur informasi kompetitif (Li dan Cantone (1998)). . Menurut Kholi dan Jaworski (1990).

dan pengenalan merek. atau konsumen. Tak berarti apa-apa. 1995 Brand image bisa didiskusikan dari persfektif investor. Crimmins 1992).Dimensi merek diukur dari 3 indikator yaitu. manufakturer. Bloemer dan Kosper. memastikan volume konsisten. . jika brand itu tidak bermakna bagi konsumen.4 Indikator dari Dimensi Variabel Merek X7 Merek X8 X9 X1 : Reputasi Merek X : Mutu Yang Dirasakan X3 : Pengenalan Merek Sumber : Creed dan Miles (1996). riteler. dan menurunkan resiko dalam mengalokasikan ruang. Dengan demikian. mutu yang dirasakan. Ini membangun lalu lintas toko. adalah penting untuk memahami bagaimana nilai brand diciptakan dalam pikiran konsumen dan bagaimana itu memperkenalkan kedalam perilaku pilihan. manufakturer. Hubungan dimensi dan indikatornya dapat digambarkan dalam gambar dibawah ini : Gambar 2. ada nilai bagi investor. dan riteler hanya jika ada nilai bagi konsumen (Farguher1989. Dengan kata lain. reputasi merek. Dari perspektif perdagangan. Investor mempunyai motivasi finansial untuk mengekstrakkan nilai brand merek dari nilai aset lain perusahaan. Jelasnya brand merek menambah nilai untuk masing-masing kelompok ini. brand image berkontribusi pada keseluruhan citra outlet ritel.

Rao and Srivastava (1991) menggunakan nilai potensial brand pada perusahaan pencapai sebagai indikator brand image. Sejumlah metode alternatif telah dipaparkan untuk mengukur brand image. brand association. Sebagaimana observasi Crimmins (1992). karena nama suatu brand kerap merupakan indikator pokoknya (Louviere and Johnson 1988). memperlakukan brand image sebagai kepentingan brand merek. satu teknik menggunakan rating preferensi konsumen untuk produk merek versus produk ekuivalen yang tidak di-brand-kan (Aaker. operasionalisasi brand image biasanya jatuh dalam dua kelompok: yaitu yang melibatkan persepsi konsumen. Dalam literatur marketing. digunakan oleh beberapa penulis.Banyak tulisan mengenai brand image berkutat pada persoalan definisional. kualitas persepsi. kemauan untuk membayar harga tinggi. Ukuran finansial lain (bisa diterapkan hanya saat peluncuran produk baru) didasarkan pada penggantian brand. Mahajan. Di antara ukuran-ukuran perseptual. Simmon and Sullivan (1993) menggunakan pergerakkan harga saham untuk mencakupkan ciri dinamis brand image. dengan teori bahwa pasar saham merefleksikan prospek masa depan brand dengan menetapkan harga perusahaan. Teknik-teknik itu cenderung finansial. . misalnya: awareness. atau keperluan dana untuk menetapkan brand baru. pengukuran akurat brand image harus mendahului manajemen ekuitas yang efektif. Pendekatan lain. dan yang melibatkan perilaku konsumen misalnya: loyalitas brand. Adalah sulit untuk mengatur “nilai tambah” tanpa mengetahui nilai nyata yang brand merek imbuhkan pada suatu produk. beserta propabilitas keberhasilan ( Simon and Sullivan 1993). 1991).

nilai yang dipercaya bukan manusianya. Ukuran ketiganya-nilai intangible-dioperasionalisasikan sebagai utilitas yang dirasa (perceived) untuk brand minus ukuran utilitas objektif. simbol atau desain bermaksud untuk mendefinisikan barang atau jasa yang dijual.2). pp. association. Di antara metode-metode yang lebih bersandar pada perilaku konsumen. tetapi simbol. menawarkan definisi perseptual berikut: “efek diferensial pengetahuan brand pada respons konsumen terhadap pemasaran brand itu. RC 7-RC8) mengamati. Ukuran keduanya-rasio dominan brand-memberikan nilai objektif kemampuan brand untuk bersaing harga. kekuatan. P. dan kekhasan brand association). Dari . Biel (1992. istilah.4. 2.“ Pengetahuan brand didekomposisikan menjadi brand awareness (ingat dan kenal) dan brand image (gabungan kesukaan. Dia memaparkan dengan menggunakan multiplier perolehan brand yang didasarkan pada rata-rata weighted brand pada lima komponen kunci brand image (awareness. Kepercayaan pada merek Merek adalah sebuah nama. Aaker (1991) merupakan seorang dari sedikit penulis yang memadukan dimensi sikap dan perilaku dalam definisinya. Kepercayaan pada merek.1. dan untuk membedakan merek dari pesaing. Kamakura and Russel (1993) menggunakan data scanner untuk membersamakan tiga ukuran brand image.Keller (1993. loyalitas dan aset propieter seperti paten dan merek dagang). tanda. Ukuran pertamanya-perceived value-ditentukan sebagai nilai brand yang tidak bisa dijelaskan dengan harga dan promosi. “Perilaku konsumen pada dasarnya dikendalikan oleh persepsi brand. perceived quality.

Setelah penggunaan. konsumen akan lebih curiga. Sebaliknya jika suatu merek tidak punya reputasi yang cukup bagus. konsumen itu akan merasa cukup percaya untuk membeli merek itu. namun hal itu juga dipengaruhi oleh kualitas produk dan kinerja. Jika konsumen menerima pendapat dari orang lain bahwa suatu merek itu bagus. Kepercayaan pada merek akan membawa pada loyalitas merek. Sebagai akibat kepedulian yang tinggi mereka mungkin lebih sensitif . kesediaanya memilih . maka merek itu mempunyai reputasi bagus.pembahasan mengenai kepercayaan pada awal tulisan ini didefinisikan kepercayan pada merek sebagai kemauan konsumen untuk mendasarkan dirinya pada merek dengan harapan bahwa merek itu akan mendatangkan hasil yang positif. maka reputasi bagus itu menguatkan kepercayaan konsumen yaitu. Reputasi merek dapat dibangun melalui iklan dan public relation. Seperti seseorang yang menentukan lebih dulu sebelum memutuskan siapa yang akan menjadi temannya. dan konsumen yang tertarik dengan merek. Tiga set faktor yang mempengaruhi kepercayaan pada merk sesuai dengan tiga nilai yang terdapat dalam hubungan merek konsumen. Merek itu sendiri. Creed dan Miles (1996) menemukan bahwa reputasi suatu pihak dapat membawa harapan positif yang berakibat pada terbangunnya saling pengertian diantara pihak-pihak yang ada. jika merek itu memenuhi harapan konsumen. konsumen juga menetukan merek sebelum memutuskan apakah ada hubungan dengan barang atau jasa itu. Karakteristik memainkan peranan vital dalam menentukan apakah konsumen memutuskan untuk mempercayainya. perusahaan dibelakang merek. Reputasi merek mengacu pada pendapat orang-orang lain bahwa merek itu bagus dan dapat diandalkan.

Karena merek itu memenuhi janjinya. semua kemampuan yang dipertimbangkan sebagai elemen penting yang mempengaruhi kepercayaan. Dalam pemasaran industrial. Merek yang kompeten merupakan merek yang punya kemampuan untuk meyelesaikan problem konsumen dan memenuhi kebutuhannya. 1995). situasi ini serupa dengan pemenuhan janji.pada cacat yang dipunyai barang. Hal ini membuat merek tersebut lebih sulit untuk dipercayai. Butler (1991) juga mengidentifikasikan pemenuhan janji sebagai anteseden kepercayaan dalam hubungan pemasaran industrial. maka kepuasaan dengan suatu merek berhubungan positif terhadap kepercayaan konsumen pada merek itu . Swan dkk (1985) menemukan bahwa tenaga penjualan industrial yang disenangi konsumen sebagai merek yang kompeten atau lebih dipercayai. maka konsumen lebih percaya padanya. Ketika konsumen puas dengan suatu merek setelah menggunakannya. konsumen mungkin mau memilih merek itu. Konsumen mungkin menemukan kompetensi merek melalui penggunaan langsung atau komunikasi lisan saat meyakinkan bahwa merek dapat memecahkan problemnya. Kompetensi Merek. Kemampuan mengacu pada ketrampilan-ketrampilan dan karakteristik yang memungkinkan bagian baru punya pengaruh dalam sebuah domain (Sitkin dan Roth.1993 ). . Kepuasaan Merek Kepuasan merek dapat didefinisikan sebagai hasil evaluasi subyektif bahwa alternatif merek yang dipilih memenuhi harapan (Bloemer dan Kosper.

efektifitas pemasaran. Dimensi kinerja outlet diukur dari 3 indikator yaitu. yang tentunya akan berpengaruh positip pada kesuksesan penjualan akan produk tersebut. maka produk lain akan menjadi alternatif. Kepercayaan konsumen pada merek akan membawa pada loyalitas merek. Sebaliknya meskipun konsumen memiliki brand loyalitas namun jika produk sulit diperoleh. sehingga kepuasaan konsumen berhubungan positip dengan kepercayaan pada suatu merek. Hubungan dimensi dan indikatornya dapat digambarkan dalam gambar dibawah ini : . Telah dijelaskan bahwa persepsi brand dan reputasi merek.5. Kinerja Outlet Kinerja outlet merupakan ukuran prestasi yang diperoleh dari proses aktivitas outlet secara menyeluruh dari sebuah organisasi. Begitu juga dengan kepuasan yang dirasakan konsumen pada suatu produk setelah menggunakannya akan menimbulkan kepercayaan. dan pertumbuhan aset. dengan demikian dapat dimunculkan hipotesa sebagai berikut: H3: Merek mempunyai pengaruh yang positip terhadap tingkat kesuksesan produk baru. mempunyai pengaruh positip pada konsumen didalam menentukan pilihannya. 2.Brand awareness produk hanya dapat tercipta jika produk selalu tersedia dan mudah didapatkan. sementara kebutuhan makin mendesak. Berdasarkan pernyataan di atas. pertumbuhan laba.

Pelhan Alfred M. . (1997. pertumbuhan/porsi (growth share). Sementara itu efektifitas outlet tersebut meliputi tiga hal yaitu.Gambar 2. Dengan demikian setiap perusahaan harus mengembangkan kegiatan pemasarannya agar tujuan dan sasaran yang diinginkan dapat tercapai dengan baik. kesuksesan dari produk baru (new product success). p. p. kualitas dari suatu produk (relative product quality).5 Indikator dari Dimensi Variabel Kinerja Outlet X13 Kinerja Outlet X14 X15 X13: Efektifitas Pemasaran X14 : Pertumbuhan Laba X15 : Pertumbuhan Aset Sumber : Pelhan Alfred M (1997. Dengan menekankan pada faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kesuksesan produk baru maka peluang pasar yang ada seharusnya dapat dimanfaatkan oleh perusahaan sebaik mungkin sehingga dapat meningkatkan kinerja pemasaran oleh outlet. selalu mempertahankan pelanggan (customer retention). dan kemampulabaan (profitability).58) mengemukakan kinerja pemasaran dipengaruhi oleh tiga hal yaitu firm effectiveness.58) Meningkatnya persaingan pemasaran jasa telekomunikasi selular menjadikan setiap perusahaan berusaha untuk mengembangkan dan mempertahankan posisi perusahaan dan peluang pasar agar lebih baik. Namun untuk dapat meningkatkan kinerja pemasaran sesuai dengan yang diharapkan. perusahaan harus memperhatikan bagaimana memilih strategi yang tepat digunakan guna mencapai tujuan tersebut.

Nilai penjualan menunjukkan berapa rupiah atau berapa unit produk yang terjual. mengolah lagi produk yang rusak. meningkatnya jumlah penjualan yang baik dari unit produk maupun dalam satuan . Pertumbuhan pelanggan menunjukkan seberapa besar kontibusi produk yang ditangani menguasai pelanggan pada produk sejenis dibandingkan para kompetitor. Ferdinand Agusty (2000) menyatakan bahwa kinerja pemasaran yang baik dinyatakan dalam tiga besaran nilai. pada akhirnya dapat meningkatkan reputasi perusahaan. hasil pengembalian atas equitas (return on equity). sedangkan pertumbuhan penjualan menunjukkan berapa besar kenaikan penjualan produk yang sama dibandingkan satuan waktu tertentu. Dan kinerja perusahaan terakhir adalah kemampulabaan yang meliputi tiga hal yaitu. yaitu. kemampuan menangani return. -Penjualan -Pertumbuhan penjualan -Pertumbuhan pelanggan Ketiga besaran nilai di atas bermuara pada keuntungan perusahaan. keuntungan kotor (gross margin).Sedangkan pertumbuhan/porsi juga terdiri dari tiga hal meliputi. tingkat pengembalian dalam investasi (return on invesment). rata-rata pertumbuhan (growth rate). kemampuan menangani dan manajemen komplain. target porsi pasar (market share target). kenaikan penjualan (sales level) . Meningkatkan kemampulabaan perusahaan karena sumber daya yang ada mampu mengkoreksi kesalahan yang ada. Kinerja outlet yang baik menunjukkan tingkat penjualan yang tinggi.

moneter. Membaiknya kinerja outlet ditandai pula dengan pertumbuhan penjualan yang baik dari tahun ke tahun dan pertumbuhan yang lebih tinggi dari pesaing sejenis serta memiliki pelanggan yang luas dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dari keterangan di atas, ada 3 faktor yang sangat mempengaruhi kinerja outlet yaitu; kualitas dari produk yang ditawarkan (dijual), kesuksesan dari produk baru, selalu mempertahankan pelanggan (customer retention) yang tentunya dilakukan melalui pelayanan terhadap pelanggan. Berdasarkan pernyataan di atas dapat dimunculkan hipotesa sebagai berikut:

H4

: Semakin tinggi

tingkat

kesuksesan produk baru, maka kinerja Outlet

semakin meningkat, jadi tingkat kesuksesan produk baru mempunyai pengaruh yang positip terhadap kinerja outlet.

2.6. Penelitian Terdahulu Berikut disampaikan ringkasan penelitian terdahulu;

Tabel 2.1. Ringkasan Penelitian Terdahulu

No 1

Judul-jurnal, pengarang & Tahun Why Some New Products Are More Soccessful Than Others David H. Henards (2001)

Studi Menguji keunggulan produk, potensial pasar, pemenuhan kebutuhan pelanggan, pra-pengembangan kecakapan tugas, dan pemakaian Sumber daya, pada umumnya merupakan sebagian yang memberikan dampak signifikan pada performa produk baru Menguji indikatorindikator dari brand produk seperti reputasi merek, berpengaruh signifikan positip terhadap kesuksesan produk baru di pasar dan juga berpengaruh positip terhadap kinerja outlet

Alat analisis Regresi

Hasil penelitian Pencocokan produk, strategi, dan proses pada konteks lingkungan menjadi penting untuk menambah performa produk baru, dalam menjual barang dan jasa dalam pasar teknologi tinggi.

2

Brand Equity, Brand Preference, and Purchase Intent, Cathy J, Cobb Wallgreen, Cynthia A. dan Neveen Donthu, 1995

SEM

Brand dengan equitas yang lebih tinggi dalam tiap katagori menghasilkan preferensi dan intensi pembelian yang jauh lebih besar, disampaikan pula pada hasil penelitiannya indikator pelayanan dan resiko dari penggunaan merek yang sudah punya nama (sudah dikenal di masyarakat juga sangat menentukan tingkat kesuksesan produk tersebut di pasar. Kepercayaan dalam

3

Consumers Trust a Brand and

menguji factor-faktor

Regresi

the Link to Brand Loyality, Geok Theng Lau, Sook Han Lee, oktober 1999

yang dihipotesiskan pengaruhi kepercayaan pada merek meliputi jumlah karakteristik merek, karakteristik perusahaan dan karakteristik merek konsumen

merek berhubungan positip pada loyalitas merek , sehingga ara pemasar harus mempertimbangkan dengan cermat factor-faktor merek dalam membangun kepercayaan pada merek SEM Tingkat perubahan teknologi akan mempengaruhi intensitas proses pengetahuan pelanggan dalam pengembangan produk baru, sehingga semakin sering dilakukan promosi, maka tingkat pengetahuan akan semakin baik mengenal produk tersebut dan akan berpengaruh positip terhadap tingkat kesuksesan produk baru Semakin besar keunggulan produk baru, maka semakin baik kinerja pasar produk

4

The Impact Of Market Knowlegde Competence on New Product Advantage; Conceptualization and Empirical Examination, Tiger Li & Roger J. Calantone, Oktober 1998

Menguji indikatorindikator seperti promosi, inovasi, dan harga produk baru berpengaruh positip terhadap tingkat kesuksesan produk baru

5

The Impact of market Knowlegde Competence of on New Product Advantages, Tiger Li & Roger J. Calantone

Menguji hubungan antara keunggulan produk baru dan kinerja pasar produk, menguji hubungan antara kompetensi pengetahuan pasar dengan unggulan produk baru.

SEM

karena nama besar perusahaan atau manfaat atau fungsi dari produk tersebut. karena disesuaikan dengan obyek lokasi dari penelitian. . karakteristik strategi.7. Gambar 2. Szymanski. Sedangkan dalam penelitian ini karakteristik pengembangan produk tidak disebutkan dalam penelitian (karena yang melakukan Telkomsel dan bukan outlet) dan sebagai gantinya memasukkan “Merek” Hal ini penting untuk melihat perilaku konsumen membeli barang atau jasa. yang mana pada penelitian tersebut terdapat 3 variabel yang mempengaruhi tingkat kesuksesan pemasaran produk baru yaitu. Henard dan David M.Pengembangan Model Kerangka Pemikiran Penelitian KPP ini dikembangkan dari penelitian David H.7 Pengembangan Model Kerangka Pemikiran Penelitian Karakteristik Produk H1 H2 Strategi Kompetitif Pasar H4 Tingkat kesuksesan produk baru H4 Kinerja Outlet H3 Merek Sumber: Pengembangan dari penelitian David H. karakteristik pengembangan. (Agustus 2001). Szymanski (Agustus 2001).2. Henard and David M. karakteristik produk. Sedangkan karakteristik strategi perusahaan diganti dengan strategi kompetitif pasar.

Variabel Karakteristik produk Indikator 1. Strategi Kompetitif Pasar 1. Promosi X10 X9 X4 X5 X6 X7 X8 X3 Nomor Pertanyaan X1 X2 .2. Harga produk baru 5. Mutu yang dirasakan (perceived quality) 3. Produk sesuai dengan perkembangan teknologi 2. Merek 1. Produk sesuai dengan kebutuhan pembeli. Inovasi 3. Pengenalan merek (brand awareness) 4 Tingkat kesuksesan produk baru 2. Efektivitas pemasaran 2. Fokus Pesaing 3. 3. Pertumbuhan laba 3. Keunggulan produk 2. Kinerja Outlet 1. Koordinasi Pemasaran 3. Pertumbuhan aset X11 X12 X13 X14 X15 1. Reputasi merek 2. Tabel Variabel dan Indikator Obyek Penelitian No 1.Tabel 2. Fokus Pelanggan 2.

Analisis Data Kualitatif 2. jenis dan sumber data. Analisis Data Kuantitatif .1 Sistimatika Bab. III Metode Penelitian Jenis Penelitian Jenis dan Sumber Data 1. metode pengumpulan data. Kuisoner 1. populasi dan sampel. Data Primer 2. Wawancara 2. Data Sekunder Populasi dan Sampel Metode Pengumpulan Data Teknik Analisa Data 1. dan teknik analisa data Sistimatika dari bab III dapat digambarkan sebagai berikut : Gambar 3.BAB III METODE PENELITIAN Secara rinci dalam bab III ini akan dijelasan mengenai jenis penelitian.

yaitu : a. Data sekunder dalam penelitian ini antara lain . Dalam proses pengambilan data dibedakan juga berdasarkan lokasi outlet dan waktu atau lama menjadi distributor Telkomsel serta diutamakan outlet yang minimal 60% dibranding oleh identitas Telkomsel. literatur. William Emory.1. Donald R. studi kepustakaan. Sedangkan responden yang menjawab kuisioner tersebut adalah para distributor atau outlet produk Telkomsel. b. Data primer yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data yang didapat dari jawaban para responden terhadap rangkaian pertanyaan yang diajukan oleh peneliti. 1998).Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan melakukan studi empirik pada outlet PT Telkomsel di Regional Jawa Tengah dan DIY terutama di wilayah kota Semarang.3.2. Data Primer Data primer yaitu data yang berasal langsung dari sumber data yang dikumpulkan secara khusus dan berhubungan langsung dengan permasalahan yang diteliti (Cooper. C. Jenis dan Sumber Data Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini dibagi dalam dua bagian. Data sekunder Data sekunder merupakan data yang tidak didapatkan secara langsung oleh peneliti tetapi diperoleh dari data yang dimiliki oleh perusahaan. 3. jurnal penelitian terdahulu dan majalah-majalah yang berhubungan dengan permasalahan yang sedang diteliti.

Kota Semarang. Demak. Berdasarkan kualitas dan ciri-ciri tersebut. Kendal. Kab. Pati. Kudus. Sampel adalah sebagian populasi yang memiliki karakteristik relatif sama dan dianggap bisa mewakili populasi. populasi dapat dipahami sebagai sekelompok individu atau objek pengamatan yang minimal memiliki satu persamaan karakteristik (Cooper. Data yang diperoleh dari sales supervisor Telkomsel grhaPARI Semarang meninjukkan bahwa 150 outlet tersebut merupakan bagian dari 1600 outlet yang berada di wilayah kerja grhaPARI Semarang yaitu Salatiga. Donald R. Rembang.informasi mengenai daftar outlet-outlet Telkomsel di Wilayah kota Semarang. Selain itu dibedakan pula tempat usaha dan outlet yang telah dibranding oleh identitas Telkomsel. Grobogan dan Blora. Semarang. Metode pemilihan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. 3.3. William Emory. yaitu mereka yang telah menjadi distributor Telkomsel lebih dari 1 tahun dan produk Telkomsel sebagai produk utama penjualan dibanding produk lain yang sejenis. Populasi dan Sampel Populasi adalah kumpulan individu atau objek penelitian yang memiliki kualitaskualitas serta ciri-ciri yang telah ditetapkan. C. Jepara. Populasi dalam penelitian ini adalah sebagian distributor atau outlet Telkomsel di wilayah kota yang berjumlah 150 outlet. 1998). quota pembelian produk Telkomsel tiap outlet serta informasi tentang segala jenis dan keunggulan produk yang ditawarkan oleh Telkomsel. Sesuai dengan alat analisis yang akan digunakan yaitu Structural Equation Modelling (SEM) maka penentuan jumlah sampel yang representatif menurut Hair (1995) .

Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode wawancara dan penyebaran kuisioner secara random dalam wilayah kota Semarang. yaitu metode pengumpulan yang langsung diperoleh dari jawaban responden dengan cara melakukan tanya jawab. . Wawancara Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan wawancara.adalah tergantung pada jumlah indikator dikalikan lima. Dengan demikian jumlah sampel minimal untuk penelitian ini adalah: Sampel minimal = Jumlah indikator x 5………………….… (1) = 15 x 5 = 75 responden Sedangkan Jumlah Kuisoner yang disebar adalah sebanyak 150 kuisoner. yang diterima kembali sebanyak 150 dan yang diisi lengkap dan bisa diolah adalah sebanyak 104 kuisoner 2. sehingga pernyataan subjek yang diberikan ke peneliti adalah benar dan dapat dipercaya.. Anggapan yang dipegang peneliti dalam menggunakan metode wawancara ini bahwa subjek penelitian merupakan orang yang paling tahu tentang dirinya dan proses usaha outlet tersebut. i.

ii. Pertanyaan terbuka adalah pertanyaan yang tidak menggiring ke jawaban yang telah ditentukan dan tinggal dipilih dari alternatif yang ditawarkan. Sedangkan pertanyaan tertutup adalah pertanyaan yang sudah menggiring ke jawaban yang alternatifnya sudah ditemukan. peneliti dapat berhubungan langsung dengan responden dan dapat memberikan penjelasan seperlunya. Sedangkan kelemahan dari metode pengumpulan data ini adalah dibutuhkannya biaya yang relatif besar dan waktu yang relatif lama. Data dalam penelitian ini didapatkan langsung dari pengisian kuesioner (angket) oleh supervisor-supervisor yang menjadi sampel. khususnya bilamana letak geografisnya terpencar. Kuesioner Pengumpulan data akan dilakukan melalui kuesioner yang diserahkan kepada masing-masing responden terpilih. Pengumpulan data dengan menggunakan kombinasi pertanyaan terbuka dan tertutup. 1 2 3 4 5 Sangat tidak setuju Sangat setuju . Untuk kategori pertanyaan dengan jawaban sangat tidak setuju atau sangat setuju. yang diberikan kepada responden secara langsung sehingga ke objektifan terjaga serta cepat. Pertanyaan-pertanyaan pada angket tertutup dibuat dengan skala 1-5 untuk memperoleh data yang bersifat numerical dan diberi skor atau nilai. Dengan kuisioner secara personal.

4. 2000) . Analisis ini meliputi pengolahan data. pengorganisasian data dan penemuan hasil. sedangkan angka 5 (lima) menunjukan sangat setuju. 3.Analisis Data Kuantitatif Adalah suatu pengukuran yang digunakan dalam suatu penelitian yang dapat diuntungkan dengan jumlah satuan tertentu atau dinyatakan dengan angka-angka.Angka 1 (satu) menunjukan bahwa responden memberikan tanggapan yang sangat tidak setuju terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. Sesuai dengan model multidimensi dan berjenjang yang sedang dikembangkan dalam penelitian ini maka alat analisis data yang dipakai adalah Structural Equation Model (SEM) dari paket statistik AMOS. 2000).Teknik Analisa Data Berdasarkan hipotesis dalam penelitian ini maka teknik analisis data yang digunakan adalah : 1. Model persamaan struktural (SEM) adalah sekumpulan teknik-teknik statistical yang memungkinkan pengujian sebuah rangkaian hubungan relatif “rumit” secara simultan (Ferdinand. Menganalisis model penelitian dengan SEM dapat mengidentifikasi dimensi-dimensi sebuah konstruk dan pada saat yang sama mengukur pengaruh atau derajat hubungan antar faktor yang telah diidentifikasikan dimensi-dimensinya itu (Ferdinand.Analisis kualitatif Merupakan analisis data berbentuk penjabaran non statistik dengan menggunakan penalaran berdasarkan teori-teori yang ada yang berhubungan dengan masalah yang dianalisis. 2.

1995). yaitu konsep-konsep yang memiliki pijakan teoritis yang cukup untuk menjelaskan berbagai bentuk hubungan. dkk. 2002 dan Hair. Path diagram akan mempermudah peneliti melihat hubungan-hubungan kausalitas yang ingin diuji. Konstruk-konstruk yang dibangun dalam diagram alur dapat dibagi menjadi dua kelompok. terdapat beberapa langkah-langkah yang harus diikuti sebagai berikut (Ferdinand. Konstruk eksogen dikenal sebagai source variabel atau independent variabel yang tidak diprediksi oleh variabel lain dalam model. Dalam membuat pemodelan yang lengkap. Seorang peneliti harus melakukan serangkaian telaah pustaka yang intens guna mendapatkan justifikasi atas model teoritis yang dikembangkan. Konstruk endogen adalah faktor-faktor yang diprediksi oleh satu atau beberapa konstruk endogen lainnya. yaitu konstruk eksogen dan konstruk endogen. Pengembangan model berbasis teori Langkah pertama dalam pengembangan model SEM adalah pencarian atau pengembangan model yang mempunyai justifikasi teoritis yang kuat.Keunggulan aplikasi SEM dalam penelitian manajemen adalah karena kemampuannya untuk mengkonfirmasi dimensi-dimensi dari sebuah konsep atau faktor yang sangat lazim digunakan dalam manajemen serta kemampuannya untuk mengukur hubungan-hubungan yang secara teoritis (Ferdinand. Peneliti biasanya bekerja dengan construct atau factor. yaitu : 1. 2000). 2. Pengembangan diagram alur (path diagram) untuk menunjukan hubungan kausalitas. tetapi konstruk eksogen hanya dapat berhubungan kausal .

Persamaan yang dibuat dari diagram alur yang dikonversi terdiri dari : a. Gambar 3. Konversi diagram alur ke dalam serangkaian persamaan struktural dan spesifikasi model pengukuran Menurut Ferdinand (2000). Pada gambar 3. Persamaan struktural 2. Persamaan model pengukuran Pada langkah ketiga ini pengukuran yang spesifik siap untuk dibuat yaitu dengan mengubah diagram alur ke model pengukuran.dengan konstruk endogen. ada dua persamaan yang akan dibentuk yaitu : 1.1 disajikan variabel dan indikatornya .1 Diagram Alur Penelitian Sumber : David H. Henard . Persamaan-persamaan struktural (strucural equation) .1. David M. Szymanski. disajikan diagram alur dari penelitian ini dan tabel 3. 2007 3. August 2001 Dikembangkan untuk penelitian ini.

2000).1. Persamaan struktural dibangun dengan pedoman sebagai berikut : V endogen = V eksogen + V endogen + Error .. August 2001. dikembangkan untuk penelitian ini. Persamaan-persamaan struktural yang dibangun atas pedoman sebagai berikut: Variabel endogen = variabel eksogen + variabel endogen + error …(2) ..…………………. David M. 2007 b.(1) Tabel 3. serta menentukan serangkaian matriks yang menunjukan korelasi yang dihipotesiskan antar konstruk atau variabel (Ferdinand. Henard . Model Persamaan Struktural Tingkat kesuksesan produk baru = β1 Karakteristik produk + β2 Strategi Kompetitif Pasar + β3 Merek + δ Kinerja Outlet = χ1 Tingkat kesuksesan produk baru + δ Sumber : David H. Persamaan spesifikasi model pengukuran (measurement model) Pada spesifikasi ini peneliti menemukan variabel mana mengukur konstruk mana.Persamaan ini dirumuskan untuk menyatakan hubungan kausalitas antar berbagai konstruk. Szymanski.

Model pengukuran Konsep eksogen X1 = λ1 karakteristik produk + e1 X2 = λ2 Karakteristik produk + e2 X3 = λ3 Karakteristik produk + e3 X4 = λ4 Strategi kompetitif pasar + e4 X5 = λ5 Strategi kompetitif pasar + e5 X6 = λ6 Strategi kompetitif pasar + e6 X7 = λ7 Merek + e7 X8 = λ6 Merek + e8 X9 = λ9 Merek + e9 Sumber : David H. Pemilihan matriks input dan teknik estimasi atas model yang dibangun Pada penelitian ini dalam pengujian teori. 2007 Konsep endogen X110= λ10 Tingkat kesuksesan produk baru+ e10 X11 = λ11 Tingkat kesuksesan produk baru+ e11 X12 = λ12 Tingkat kesuksesan produk baru+ e12 X13 = λ13 Kinerja pemasaran (outlet) + e13 X14 = λ14 Kinerja pemasaran (outlet) + e14 X15 = λ15 Kinerja pemasaran (outlet) + e15 4. August 2001 Dikembangkan untuk penelitian ini. matriks inputnya adalah matriks kovarians atau varians. 2002).Persamaan spesifikasi model pengukuran yaitu menentukan variabel mana. mengukur konstruk mana. Szymanski. Henard . Sedangkan ukuran sampel yang sesuai untuk SEM adalah 100-200 responden. Program komputer yang digunakan sebagai alat estimasi dalam pengukuran ini . serta menentukan serangkaian matriks yang menunjukan korelasi yang dihipotesakan antar konstruk atau variabel. dimana standard error yang dilaporkan akan menunjukan angka yang lebih akurat dibandingkan dengan menggunakan matriks korelasi (Ferdinand. Tabel 3. David M. sebab lebih memenuhi asumsi dan metodologi.2.

adalah program AMOS. Untuk itu tindakan pertama yang dilakukan adalah mengevaluasi apakah data yang digunakan dapat memenuhi asumsi-asumsi SEM. Program tidak mampu menghasilkan matriks informasi yang seharusnya disajikan. Munculnya angka-angka yang aneh seperti adanya variance error yang negatif. Standard error untuk satu atau beberapa koefisien yang sangat besar. 5. maka model dapat diuji melalui berbagai cara uji yang akan diuraikan pada bagian ini. Bila asumsi ini sudah dipenuhi. Program AMOS dipandang sebagai program yang tercanggih dan mudah untuk digunakan. 3. Munculnya korelasi yang sangat tinggi antar koefisien estimasi yang didapat. Evaluasi kriteria goodness of fit (uji kesesuaian) Pada langkah ini kesesuaian model dievaluasi. ada beberapa penyebab masalah identifikasi yang perlu diantisipasi dalam penggunaan AMOS. melalui telaah terhadap berbagai kriteria goodness-of-fit. Antisipasi munculnya masalah identifikasi Menurut Ferdinand (2000). 6. . 4. Masalah dalam indikasi pada prinsipnya adalah pada problem ketidakmampuan dari model yang dikembangkan tersebut untuk menghasilkan estimasi yang unik. Pertama-tama akan diuraikan disini mengenai evaluasi atas asumsi-asumsi SEM yang harus dipenuhi. 2. seperti : 1.

Normalitas dan Linearitas Sebaran data harus dianalisa untuk melihat apakah asumsi normalitas dipenuhi sehingga data dapat diolah lebih lanjut untuk pemodelan SEM ini. uji normalitas ini perlu dilakukan baik untuk normalitas terhadap data tunggal maupun normalitas multivariat dimana beberapa variabel digunakan sekaligus dalam analisa akhir. Outliers Outliers adalah observasi yang muncul dengan nilai-nilai ekstrim baik secara univariat maupun multivariat yaitu yang muncul karena kombinasi . 51). 3. Ukuran Sampel Ukuran sampel yang harus dipenuhi dalam pemodelan ini adalah minimum berjumlah 75 dan selanjutnya menggunakan perbandingan 5 observasi untuk setiap estimated parameter (Augusty Ferdinand. Asumsi-Asumsi SEM Asumsi-asumsi yang harus dipenuhi dalam prosudur pengumpulan dan pengolahan data yang dianalisis dengan pemodelan SEM adalah sebagai berikut: 1. 2. Normalitas dapat diuji dengan melihat gambar histogram data atau dapat diuji dengan metode-metode statistik.1.6. Karena itu bila kita mengembangkan model dengan 15 parameter. Uji linearitas dapat dilakukan dengan mengamati scatterplot dari data yaitu dengan memilih pasangan data dan dilihat pola penyebarannya untuk menduga ada tidaknya linearitas. maka minimum sampel yang harus digunakan adalah sebanyak 75 sampel.

outlier muncul karena kesalahan prosudur. Inilah yang disebut dengan multivariate outliers. Misalnya nilai 5 diketik 50 sehingga jauh berbeda dengan nilai-nilai lainnya dala sebuah rentang jawaban responden antarab 1 – 5. tetapi peneliti mempunyai penjelasan mengenai apa penyebab munculnya nilai ekstrim itu. seperti kesalahan dalam memasukkan data atau kesalahan dalam mengkoding data. Dapat diadakan treatment khusus pada outliers ini asal diketahui bagaimana munculnya outliers itu. Outlier dapat muncul dalam range nilai yang ada. tetapi bila dikombinasi dengan variabel lainnya. kombinasinya menjadi tidak lazim. ● Ketiga. outlier dapat muncul karena adanya sesuatu alasan tetapi peneliti tidak dapat mengetahui apa penyebabnya atau tidak ada penjelasan mengenai sebabsebab munculnya nilai ekstrim itu.karakteristik unik yang dimilikinya dan terlihat sangat jauh berbeda dari observasiobservasi lainnya. Outlier empat katagori. Nilai determinan matriks kovarians yang sangat kecil (extremely small) memberi . ● Kedua outlier dapat saja muncul karena keadaan yang benar-benar khusus yang memungkinkan profil datanya lain dari pada yang lain. atau sangat ekstrim. Multicollinearity dan singularity Multikolinearitas dapat dideteksi dari determinan matriks kovarians. maka angka 50 dapat menjadi sebuah nilai ekstrim. Bila hal semacam ini lolos dapat supervisi pengetikan data untuk pengolahan melalui komputer. ● Pertama. pada dasarnya dapat muncul dalam 4. ● Keempat.

2. Pengukuran yang paling mendasar adalah likelihood ratio chi-square statistic (χ2 ) . salah satu treatment yang dapat diambil adalah dengan menciptakan ”composite variables”. 1996 dalam Ferdinand. lalu gunakan composite variables itu dalam analisa selanjutnya. Tindakan yang dapat diambil adalah mengeluarkan variabel yang menyebabkan singularitas tu. Pada umumnya program-program komputer SEM telah menyediakan fasilitas ”warning”. 2002). RMSEA (The Root Mean Square Error of Appoximation) yang menunjukan goodness of fit yang didapat diharapkan bila model diestimasi dalam populasi (Hair.05 atau p>0.indikasi adanya problem multikolinearitas. dkk. 1995). dkk.08 merupakan indeks untuk . setiap kali terdapat indikasi multikoloniaritas atau singularitas. Bila singularitas dan Multikolinearitas ditemukan dalam data yang dikeluarkan itu. Bila muncul pesan itu data data yang digunakan harus diteliti lagi untuk mengetahui apakah terdapat kombinasi linear dari variabel yang dianalisis. Adapun beberapa pengukuran yang penting dalam mengevaluasi kriteria goodness of fit tersebut adalah : Chi Square Statistic (χ2 ). 6. Uji Kesesuaian dan Uji Statistik Pada langkah ini dilakukan evaluasi terhadap kesesuaian model melalui telaah terhadap berbagai kriteria goodness of fit.50 (Hulland. Nilai RMSEA yang lebih kecil atau sama dengan 0. Nilai χ2 yang semakin rendah menandakan bahwa model yang digunakan dalam penelitian tersebut semakin baik dan dapat diterima berdasarkan probabilitas dengan cut of value sebesar p > 0.

2000). TLI (Truck Lewis Index). CFI (Competitive Fit Index). adalah ukuran non statistical yang mempunyai rentang nilai antara 0 (poor fit) sampai dengan 1. GFI (Goodness of Index). 1996 dalam Ferdinand.0 (perfect fit).90 (Hair. χ2 dibagi Df nya disebut χ2 relatif. CMIN/DF.05 AGFI (Adjust Goodness of Fit Indeks). mengindikasi tingkat fit yang paling tinggi (Arbuckle.95. . 1995) dan nilai yang mendekati 1 menunjukan a very good fit (Arbuckle. dimana tingkat penerimaan yang direkomendasikan adalah bila AGFI mempunyai nilai sama dengan atau lebih besar dari 0. dkk. dkk. Nilai yang direkomendasikan adalah CFI ≥ 0. Bila χ2 relatif kurang dari 2.dapat diterimanya model yang menunjukan sebuah close fit dari model itu berdasarkan degrees of freedom (Browne dan Cudeck. dimana bila mendekati 1. 1995 dan Hulland. 1997 dalam Ferdinand.0 atau 3. 1997 dalam Ferdinand. Nilai yang tinggi dalam indeks ini menunjukkan sebuah better fit. Nilai significant probability yang dapat diterima adalah p ≥ 0. 2000).0 adalah indikasi dari acceptable fit antara model dan data (Arbuckle. 1993 dalam Ferdinand. dimana nilai yang direkomendasikan sebagai acuan untuk diterimanya sebuah model adalah ≥ 0. merupakan incremental index yang membandingkan sebuah model yang diuji terhadap sebuah base line model. adalah the minimum sample discrepancy function yang dibagi dengan degree of freedom. 1997 dalam Ferdinand. CMIN/DF tidak lain adalah statistik chi-square. 2000). 2000). 2000).95 (Hair.

2000 Cut of Value Diharapkan lebih kecil ≥ 0. tidak mengukur unidimensionalitas. Undimensionalitas adalah sebuah asumsi yang digunakan dalam menghitung reliabilitas dari model yang menunjukkan bahwa dalam sebuah model satu dimensi. melainkan mengansumsikan bahwa unidimensionalitas itu sudah ada pada waktu α – Cronbach dihitung.05 ≤ 0.3: Tabel 3. .Secara ringkas indeks-indeks yang dapat digunakan untuk menguji kelayakan sebuah model disajikan dalam Tabel 3. sebelum menilai reliabilitasnya. Uji Reliabilitas Setelah kesesuaian model diuji (model fit). Karena itu peneliti melakukan uji undimensionalitas terhadap semua konstruk konstruk multi indikator. Goodness Of Index Goodness of fit index χ2 – Chi square Significance probability RMSEA GFI AGFI CMIN/DF TLI CFI Sumber : Ferdinand. indikator-indikator yang digunakan memiliki derajad kesesuaian yang baik.90 ≤ 2. evaluasi lain yang harus dilakukan adalah penilaian unidimensionalitas dan reliabilitas.90 ≥ 0. Penggunaan ukuran –ukuran reliabilitas seperti α – Cronbach.08 ≥ 0.3.95 ≥ 0.95 7.0 ≥ 0.

Nilai batas yang digunakan untukm menilai sebuah tingkat reliabilitas yang dapat diterima adalah 0. ● ∑∈ j adalah measurement error dari tiap indikator. ● Measurement error didapat dari 1 – reliabilitas dari indikator. ● Tingkat reliabilitas yang dapat diterima adalah ≥ 0.7. maka nilai di . dkk (1995) Construct-reliability = ______(∑standard loading)²______ (∑standard loading)² + ∑∈ j Keterangan : Standard loading diperoleh dari standardize loading untuk tiap-tiap indikator yang didapat dari hasil perhitungan komputer.70. Reliabilitas adalah ukuran mengenai konsistensi internal dari indikator dari indikator-indikator sebuah konstruk yang menunukkan derajad sampai dimana masingmasing indikator itu mengindikasikan sebuah konstruk / faktor laten yang umum. Uji reliabilitas dalam SEM diperoleh melalui rumus Hair. walaupun angka itu bukanlah sebuah ukuran yang “mati”. Artinya bila penelitian yang dilakukan bersifat eksploratori.Pendekatan yang dianjurkan dalam menilai sebuah model pengukuran adalah menilai besaran composite reliability serta variance extracted dari masing-masing konstruk. Dengan kata lain bagaimana hal-hal yang spesifik salaing membantu dalam menjelaskan fenomena yang umum. Pada dasarnya uji reliabilitas menunjukan sejauh mana suatu alat ukur dapat memberikan hasil yang relatif sama bila dilakukan pengukuran kembali pada subyek yang sama.

bawah 0. variabel terikat dan variabel bebas keduanya memiliki distribusi normal atau tidak. Ukuran reliabilitas yang kedua adalah variance extracted. AMOS misalnya) ■ ∑∈ j adalah measurement error dari tiap indikator. 2001 dalam Akbar. 2003). 8.70 pun masih dapat diterima sepanjang disertai dengan alasan-alasan empirik yang terlihat dalam proses eksplorasi. Nilai variance extracted ini direkomendasikan pada tingkat paling sedikit 0. Variance extracted dapat diperoleh melalui rumus berikut ini: Variance Extracted = ______(∑standard loading)²______ (∑standard loading)² + ∑∈ j dimana: ■ Standard loading diperoleh langsung dari standariszed loading untuk tiaptiap indikator (diambil dari perhitungan komputer . yang menunjukkan jumlah variancs yang dari indikator-indikator yang diekstraksi oleh konstruk laten yang dikembangkan. Nilai variance extracted yang tinggi menunjukan bahwa indikatorindikator itu telah mewakili secra baik kontrak laten yang dikembangkan. Model regresi yang baik adalah memiliki distribusi data normal atau mendekati normal (Ghozali. Uji Normalitas Data Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi. .50 (Agusty Ferdinand :63).

58 pada tingkat signifikansi 0. Uji yang paling mudah adalah dengan skewness value dari data yang digunakan.Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan kriteria critical ratio sebesar ± 2.Untuk menguji normalitas distribusi data dapat digunakan uji-uji statistik. . sehingga dapat disimpulkan bahwa ada data yang menyimpang.01 (1%).

Analisa Asumsi SEM 3. dan Pengujian hipotesis Sistimatika dari bab IV dapat digambarkan sebagai berikut : Gambar 4. profil obyek penelitian. Analisa faktor konfirmatori konstruk Endogen 2.BAB IV ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN Secara rinci dalam bab IV ini akan dijelasan mengenai gambaran umum obyek penelitian. profil Telkomsel Graphari Semarang. Profil Telkomsel Graphari Semarang 2. proses analisa data dan pengujian model penelitian. Profil Obyek Penelitian Profil Analisa Data dan Pengujian Model Penelitian: 1. Analisa Faktor Konfirmatori a.1 Sistimatika Bab. Analisa factor konfirmatori konstruk Eksogen b. Uji Reliabilitas dan Variance Extracted Pengujian Hipotesis . IV Gambaran Umum Obyek Penelitian 1.

Gambaran Umum Obyek Penelitian 4. Jasa layanan telekomunikasi selular produk telkomsel selain dapat dioperasikan di Indonesia juga dapat dioperasikan di 200 negara lain dengan status international roaming.1.792 juta atau menguasai market share sebesar 54%. Telkomsel mengoperasikan layanan telekomunikasi pasca bayar. 4. Profil PT Telkomsel grhaPARI Semarang Telkomsel merupakan operator telekomunikasi selular berbasis pada teknologi jaringan GSM dual band 900/1800 MHz yang telah beroperasi di Indonesia sejak tanggal 26 Mei 1995. Pada awal operasinya.1. data penelitian dan proses menganalisis data-data tersebut untuk menjawab pertanyaan penelitian dan hipotesis yang telah diajukan pada BAB II dan BAB III.1.Dalam BAB ini akan disajikan profil dari responden. Telkomsel menjadi operator telekomunikasi pertama di Asia yang mengembangkan layanan telekomunikasi selular GSM pra-bayar Telkomsel merupakan pemimpin pasar operator selular di Indonesia dengan jumlah pelanggan sampai bulan Maret 1997 mencapai 42. Selanjutnya pada bulan Agustus 1997. Produk telkomsel yang dipasarkan sampai saat ini terdiri dari produk pasca bayar “kartu HALO” dan dua jenis produk pra bayar yaitu kartu simPATI dan kartu As. Untuk memperlancar operasional perusahaan di Regional Jateng & DIY baik dari divisi Network Operation maupun Sales & Customer Service membagi wilayah kerjanya menjadi 4 Wilayah grhaPARI yaitu : .

Slawi. Rembang. Banjarnegara Sumber : Data primer yang diolah.1. Tegal. Wilayah kerja grhaPARI Telkomsel GrhaPARI GrhaPARI Semarang Wilayah Kabupaten Kota Semarang.1. Selain itu manajemen grhaPARI Semarang juga harus melakukan pengawasan terhadap kelancaran penjualan dan saluran distribusi produk telkomsel sehingga pelanggan sebagai end user tidak pernah mengalami kesulitan mendapatkan produk – produk Telkomsel. . Blora. Purworejo GrhaPARI Purwokerto Banyumas. GrhaPARI Yogyakarta Seluruh Wilayah D I Yogyakarta. Purbalingga. Demak. Sragen. Bumiayu. Kebumen. memiliki kantor operasional di Jl Pandanaran No 56 Semarang. Jepara. Wonosobo.Tabel 4. Kab. Temanggung. Pekalongan. . 2007 GrhaPARI Semarang sebagai pusat layanan kepada pelanggan telkomsel untuk daerah kabupaten seperti yang disebutkan dalam tabel 4. Kartasura. Klaten.Batang GrhaPARI Solo Kota Surakarta. Pemalang. Salatiga. Semarang. Cilacap. Brebes. Boyolali. Grobogan. Magelang. Kudus. Wonogiri. Pati. Tanggung jawab utama grhaPARI Semarang adalah untuk memberikan dan menjamin kualitas layanan terbaik kepada pelanggan telkomsel. Untuk mempercepat dan menjamin penyebaran produk telkomsel kepada pelanggan maka Telkomsel grhaPARI Semarang bekerja sama dengan outlet-outlet yang tersebar merata ke seluruh wilayah kerjanya.

2. 1995). Untuk distribusi sampel dibagi menjadi 5 wilayah bagian seperti ditunjukan oleh tabel 4.1.2 dibawah ini. Data deskriptif penelitian hendaknya juga disajikan. . Profil Obyek Penelitian Populasi yang dipakai dalam penelitian ini sebanyak 150 outlet yang tersebar di seluruh wilayah kota semarang. Pada bagian ini akan dijelaskan profil atau gambaran obyek penelitian secara deskriptif serta data kualitatif. al. Selanjutnya akan diuraikan data deskriptif responden penelitian pada penulisan tesis ini. Data deskriptif yang menggambarkan keadaan atau kondisi responden perlu diperhatikan sebagai informasi tambahan untuk memahami hasil-hasil penelitian. et. agar dapat dilihat profil dari data dan hubungan yang ada antar variabel yang digunakan dalam penelitian tersebut (Hair.4.

Semarang utara Sumber : Data primer yang diolah. 2007 Pada masing-masing bagian wilayah tersebut memiliki komposisi responden yang menjadi sampel dalam penelitian ini yang dapat dilihat pada Tabel 4. Semarang Timur 5 Semarang bagian Utara Kec.Tabel 4.2. pengelola ataupun staff administrasi dari outlet yang menjadi distributor produk telkomsel . Kecamatan Tembalang 3 4 Semarang bagian Barat Semarang bagian Timur Kec. Penyebaran Wilayah Bagian Responden Penelitian N o 1 Bagian Wilayah Komposisi kecamatan Semarang bagian Tengah Kec. Semarang Selatan 2 Semarang bagian Selatan Kec. Kec.3. Gayamsari. Gajah Mungkur.Kecamatan Candi Sari. Kec. Semarang Barat Kec. Semarang tengah . Responden dalam penelitian ini adalah mereka yang menjadi perwakilan dalam pengisian data kuisioner dari outlet yaitu para pemilik.

23% 23. Jenis Kelamin Responden Jenis kelamin Pria Perempuan Total Sumber : Data primer yang diolah.58%) dari pada wanita (14. 2007 Jumlah sampel 23 Prosentase (%) 22. Prosentase sampel Penyebaran Outlet di Wilayah Kota Semarang yang menjadi obyek penelitian Area Semarang bagian Tengah Semarang bagian Selatan Semarang bagian Barat Semarang bagian Timur Semarang bagian Utara Jumlah Sumber : Data primer yang diolah. dapat dilihat pada tabel 4.Tabel 4.07% 13 12.4.42% 100% .50% 104 100% Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa komposisi responden Pria lebih besar (85. berikut ini.42%).12% 20 24 24 19.3.58% 14.07% 23. Tabel 4. 2007 Frekuensi 89 15 104 Prosentase (%) 85.4.

ditunjukan oleh tabel 4.5.23% 7.50%). Pada data tersebut menunjukan sebagian besar responden penelitian berpendidikan Strata 1 dan Diploma (62. 2007 Jumlah responden 53 23 20 8 Prosentase (%) 50.16% 19.69% 104 100% . Tabel 4.5.96% 22. distribusi usia yang menjadi responden dan melakukan pengisian secara lengkap didapakan usia 18 sampai 25 tahun memiliki prosentase paling besar sebanyak 50. Distribusi usia responden Usia (tahun) 18 – 25 26 – 30 31 – 35 35 – keatas Total Sumber : Data primer yang diolah. berikut ini: Tabel 4.6.50% 37.00 104 100% Dari data penelitian yang dapat diolah.6. Tingkat pendidikan responden penelitian Tingkat pendidikan S2 S1/D3 SMA SMP Jumlah Sumber : Data primer yang diolah.50% 0.00% 62. 2007 Jumlah responden 0 65 39 0 Prosentase (%) 0.Selanjutnya data deskriptif distribusi tingkat pendidikan responden seperti pada Tabel 4.96 %.

00% 30.33% 6. Tabel 4. . outlet-outlet tersebut telah menjadi distributor produk telkomsel lebih dari 1 tahun.67% 150 100% Berdasarkan data yang diolah. tetapi yang diisi lengkap dan dapat diolah hanya sebanyak 104 responden.8 berikut ini. Tingkat pengembalian pengisian kuisioner Status pengisian Diisi lengkap dan dapat diolah Diisi tidak lengkap tetapi data dapat diolah Diisi kurang lengkap/Tidak diisi dan tidak bisa diolah Jumlah kuisioner yang disebar Sumber : Data primer yang telah diolah (2007) Ju mlah 95 9 46 Prosentase (%) 63.Jumlah kuisioner yang kita sebarkan kepada responden adalah sebanyak 150. Sedangkan 46 responden tidak diisi lengkap sehingga tidak bisa diolah. Selengkapnya dapat dilihat pada tabel 4.7. yang dikembalikan adalah 150.

Distribusi waktu/lama responden menjadi distributor produk telkomsel Lama menjadi distributor (tahun) 1≤ X <2 2≤ X <3 X≥3 Jumlah Sumber : Data primer yang telah diolah (2007) Jumlah 62 51 37 150 Prosentase 41. Tahap pertama (confirmatory factor analysis-1) mengukur dimensi- dimensi yang membentuk 3 konstruk eksogen dengan 9 observed variable.8. Hasil pengolahan data untuk masing-masing tahap analisis faktor konfirmatori adalah sebagaimana disajikan pada gambar-gambar berikut : .00% 24. Analisis faktor konfirmatori ini dilakukan dalam 3 tahap.Tabel 4. Tahap selanjutnya adalah analisis Structural Equation Modeling (SEM) model keseluruhan. Tahap kedua (confirmatory factor analysis-2) mengukur 2 konstruk endogen dengan 6 observed variable.67% 100% 4.33% 34.2. Tujuan dari analisis faktor konfirmatori adalah untuk menguji validitas dari dimensi-dimensi pembentuk masing-masing variabel laten. Proses Analisis Data dan Pengujian Model Penelitian 4. Analisis Faktor Konfirmatori (Confirmatory Factor Analysis) Analisis faktor konfirmatori ini merupakan tahap pengukuran terhadap dimensidimensi yang membentuk variabel laten/konstruk dalam model penelitian.1.2.

000 GFI=.71 .69 e7 e8 e9 x7 x8 x9 .53 e3 x3 . Analisis Faktor Konfirmatori konstruk Eksogen Hasil analisis faktor konfirmatori ini adalah pengukuran terhadap dimensidimensi yang membentuk variabel laten dalam model penelitian.83 .82 KP .9.51 Chi Square=22.507 df=24 CMIN/df=.1.67 .74 M Sumber : data primer yang telah diolah.71 e4 e5 e6 x4 x5 x6 .000 Keterangan .32 .77 SKP KP = Karakteristik Produk SKP = Strategi Kompetitif Pasar M = Merek .1 Analisis Faktor Konfirmatori Konstruk Eksogen .74 .36 .73 .953 AGFI=.54 .49 .008 RMSEA=.24 e1 e2 x1 x2 .75 . Hasil pengolahan data untuk analisis faktor konfirmatori konstruk eksogen ini terlihat pada Gambar 4.1 berikut. 2007 Ringkasan uji kelayakan model confirmatory factor analysis konstruk eksogen tersebut terlihat pada Tabel 4.55 . .938 Probabilitas=.549 CFI=1. Gambar 4.56 . yang terdiri dari 3 konstruk eksogen dengan 9 observed variable.60 .912 TLI=1.

000 0.953). . nilai ini menunjukkan bahwa hipotesa nol yang menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan antara matriks kovarians sample dan matriks kovarians populasi yang diestimasi tidak dapat ditolak.912 1.507 Baik Cut-off value Hasil Analisis Evaluasi Model Sumber : data primer yang telah diolah.95 ≥ 0.000 0. atau diatas 0.008 1.00 0.90 ≥ 0.000).Tabel 4.953 0.08 ≥ 0. RMSEA (0.9 Hasil pengujian kelayakan Model Confirmatory Factor Analysis – 1 Goodness of Fit Indeks Chi-square Probability RMSEA GFI AGFI TLI CFI CMIN/DF < 36.912) memberikan konfirmasi yang cukup untuk dapat diterimanya hipotesis unidimensionalitas bahwa ketiga variabel diatas dapat mencerminkan variabel laten yang dianalisis.008). Hal ini berarti.415 (5%.549 0.24) ≥ 0.05 ≤ 0.05. CFI (1.549.90 ≥ 0.000).95 ≤ 2. Indeks-indeks kesesuaian model lainnya seperti GFI (0.938 Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik 22. Nilai probability pada analisis ini menunjukkan nilai diatas batas signifikansi yaitu sebesar 0. 2007 Hasil analisis pengolahan data terlihat bahwa semua konstruk yang digunakan untuk membentuk sebuah model penelitian. TLI (1. AGFI (0. pada proses analisis faktor konfirmatori telah memenuhi kriteria goodness of fit yang telah ditetapkan. tidak terdapat perbedaan antara matriks kovarian sampel dengan matriks kovarian populasi yang diestimasi dan karena itu model ini dapat diterima.

05.E.KP 1.169 5.10 Standarisasi Regression Weights Confirmatory Factor Analysis Konstruk Eksogen Regression Weights: (Group number 1 .974 . P x3 <--. C.Hasil pengujian terhadap nilai-nilai muatan faktor (loading factor) untuk masingmasing indikator diperoleh sebagai berikut : Tabel 4.KP . . yaitu nilai CR diatas 1.989 .171 *** x6 <--.000 x8 <--.683 *** x7 <--.633 .087 *** x4 <--. maka model penelitian ini dapat digunakan untuk analisis selanjutnya tanpa modifikasi atau penyesuaian-penyesuaian. 2007 Dari pengolahan data diatas dapat juga terlihat.M .SKP .KP 1. Semua nilai probabilitas untuk masingmasing indikator lebih kecil dari 0. Dengan hasil ini.157 7.160 6.155 . bahwa setiap indikator atau dimensi pembentuk masing-masing variabel laten menunjukkan hasil yang baik.145 6.SKP .850 *** x9 <--.Default model) Estimate S. maka dapat dikatakan bahwa indikator-indikator pembentuk variabel laten konstruk telah menunjukkan sebagai indikator yang kuat dalam pengukuran varibel laten.150 .204 5.SKP 1.M 1.96 untuk seluruh indikator.M 1.000 x2 <--.000 x5 <--.R.152 4.335 *** Label par_1 par_2 par_3 par_4 par_5 par_6 Sumber : data primer yang telah diolah.972 .629 *** x1 <--. Selanjutnya berdasarkan analisis faktor konformatori ini.

94.65 .896 Probabilitas=.70 x12 TKPB .59 .64 x11 .2 Analisis Faktor Konfirmatori Konstruk Endogen Chi Square=7.977 AGFI=.000 Keterangan TKPB = Tingkat Kesuksesan Produk Baru KO = Kinerja Outlet e10 .2.83 .77 .69 .2 berikut.88 e12 .42 x13 e13 x14 e14 x15 e15 Sumber : data primer yang telah diolah.000 GFI=.170 df=8 CMIN/df=. .939 TLI=1. Hasil pengolahan data untuk analisis faktor konfirmatori konstruk eksogen ini terlihat pada Gambar 4.41 e11 . Analisis Faktor Konfirmatori konstruk Endogen Tahap analisis fakor konfirmatori konstruk endogen ini sama dengan tahap analisis faktor konfirmatori konstruk eksogen.74 KPO .518 CFI=1. Gambar 4.18. 2007 Ringkasan uji kelayakan model confirmatory factor analysis konstruk endogen tersebut terlihat pada Tabel 4. Variabel laten/konstruk endogen yang digunakan terdiri dari 2 konstruk endogen dengan 6 observed variable.006 RMSEA=.49 x10 .

Nilai probability pada analisis ini menunjukkan nilai diatas batas signifikansi yaitu sebesar 0. pada proses analisis faktor konfirmatori telah memenuhi kriteria goodness of fit yang telah ditetapkan.90 ≥ 0. RMSEA (0.939) memberikan konfirmasi yang cukup .977 0. atau diatas 0.000 0.95 ≤ 2.507 (5%.05 ≤ 0.05.006).000).8) ≥ 0.710.896 Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik 7. TLI (1.518 0.000). CFI (1.11 Hasil pengujian kelayakan Model Confirmatory Factor Analysis – 2 Goodness of Fit Indeks Chi-square Probability RMSEA GFI AGFI TLI CFI CMIN/DF < 15.95 ≥ 0.000 0.00 0. tidak terdapat perbedaan antara matriks kovarian sampel dengan matriks kovarian populasi yang diestimasi dan karena itu model ini dapat diterima. Hal ini berarti. 2007 Hasil analisis pengolahan data terlihat bahwa semua konstruk yang digunakan untuk membentuk sebuah model penelitian. nilai ini menunjukkan bahwa hipotesa nol yang menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan antara matriks kovarians sample dan matriks kovarians populasi yang diestimasi tidak dapat ditolak.939 1.Tabel 4.90 ≥ 0. AGFI (0.977).170 Baik Cut-off value Hasil Analisis Evaluasi Model Sumber : data primer yang telah diolah.08 ≥ 0.006 1. Indeks-indeks kesesuaian model lainnya seperti GFI (0.

201 6.095 *** x15 <--.996 .269 .000 x14 <--. bahwa setiap indikator atau dimensi pembentuk masing-masing variabel laten menunjukkan hasil yang baik. Hasil pengujian terhadap nilai-nilai muatan faktor (loading faktor) untuk masingmasing indikator diperoleh sebagai berikut : Tabel 4.163 6.435 *** x12 <--.KO 1. 2007 Label par_1 par_2 par_3 par_4 Dari pengolahan data diatas dapat juga terlihat.231 6.TKPB . P x10 <--. Dengan hasil ini.12 Standarisasi Regression Weights Confirmatory Factor Analysis Konstruk Endogen Regression Weights: (Group number 1 . maka dapat dikatakan bahwa indikator-indikator pembentuk variabel laten konstruk telah menunjukkan sebagai indikator yang kuat dalam pengukuran varibel laten.R.KO 1.05.333 *** Sumber : data primer yang telah diolah. Semua nilai probabilitas untuk masing-masing indikator lebih kecil dari 0.460 .220 6. .Default model) Estimate S.417 .96.TKPB 1.TKPB 1. maka model penelitian ini dapat digunakan untuk analisis selanjutnya tanpa modifikasi atau penyesuaian-penyesuaian. yaitu nilai CR diatas 1. Selanjutnya berdasarkan analisis faktor konformatori ini.328 *** x13 <--.000 x11 <--.KO 1.untuk dapat diterimanya hipotesis unidimensionalitas bahwa kedua variabel diatas dapat mencerminkan variabel laten yang dianalisis. C.E.

69 . 2007 .81 z2 .68 .183 Probabilitas=.969 RMSEA=.975 GFI=.65 e4 e5 e6 x4 x5 x6 .63 .31 .31 .48 x10 .122 CFI=.83 .53 .76 e12 .42 x13 z1 e13 x14 e14 x15 e15 e7 e8 e9 x7 x8 x9 .66 .73 .042 .22 e10 .48 .46 e11 .85 KP .23 e1 e2 x1 x2 .59 .51 .74 M Keterangan: KP = Karakteristik Produk SKP= Strategi Kompetitif Pasar M = Merek TKPB=Tingkat Kesuksesan Produk Baru KO=Kinerja Outlet Sumber : data primer yang telah diolah. Gambar 4.840 TLI=.35 .87 .889 AGFI=.44 .85 . Structural Equation Model (SEM) Uji kelayakan model keseluruhan dilakukan dengan menggunakan analisis Structural Equation Model (SEM).3 Hasil Analisis Structural Equation Model (SEM) Chi Square=98. Hasil pengujian model melalui SEM adalah seperti yang ditampilkan dalam Gambar 4.52 .72 .69 .72 .77 .70 .57 x12 .71 . yang sekaligus digunakan untuk menganalisis hipotesis yang diajukan.159 df=83 CMIN/df=1.79 SKP TKPB KO .3.54 .49 e3 x3 .72 .3.69 x11 .

889 0.90 ≥ 0.08 ≥ 0.90 ≥ 0. 2007 Hasil analisis pengolahan data terlihat bahwa hamper semua konstruk yang digunakan untuk membentuk sebuah model penelitian.042 0.969 0. Ukuran goodness of fit yang menunjukkan kondisi yang fit hal ini disebabkan oleh angka Chi-square sebesar 98.122 0. 83) Probability RMSEA GFI AGFI TLI CFI CMIN/DF ≥ 0.122 atau diatas 0.840 0.267 (5%.05 ≤ 0.267) dengan nilai probability 0. pada proses analisis full model SEM memenuhi kriteria goodness of fit yang telah ditetapkan.159 yang lebih kecil dari cut-off value yang ditetapkan (105.05.95 ≥ 0. nilai ini .183 BAIK BAIK MARGINAL MARGINAL BAIK BAIK BAIK 98.00 0.159 BAIK Cut-off value Hasil Analisis Evaluasi Model Sumber : data primer yang diolah.975 1.Ringkasan uji kelayakan model confirmatory factor analysis tersebut adalah sebagai berikut : Tabel 4.95 ≤ 2.13 Hasil pengujian kelayakan Model Confirmatory Factor Analysis Goodness of Fit Indeks Chi-Square < 105.

394 .194 6.940 .TKPB .234 .000 x5 <--.185 .000 x14 <--.008 KO <--.223 5.E.000 x2 <--.KP 1.197 *** x15 <--.100 2.TKPB . RMSEA (0.042).399 .165 5.M .SKP 1.221 6.14 Standarisasi Regression Weights Regression Weights: (Group number 1 .183).000 x11 <--.506 *** Sumber : data primer yang telah diolah.246 .840) masih berada dalam batas toleransi sehingga dapat diterima Hasil pengujian terhadap nilai-nilai muatan fakor (loading factor) untuk masing-masing indicator diperoleh sebagai berikut : Tabel 4.140 6.171 7.659 .KP .524 *** x1 <--.155 1.KO 1. P TKPB <--.R.235 *** x12 <--.889) memenuhi kriteria goodness of fit.KO 1.836 *** x9 <--.124 5.005 TKPB <--.279 .638 . CFI (0. GFI (0.965 .148 2. Ukuran goodness of fit lain juga menunjukkan pada kondisi yang baik yaitu TLI (0.158 7.M 1.438 . 2007 Label par_11 par_12 par_14 par_13 par_1 par_2 par_3 par_4 par_5 par_6 par_7 par_8 par_9 par_10 .Default model) Estimate S.097 *** x6 <--.417 *** x13 <--.142 *** x3 <--.M 1. Sedangkan nilai AGFI (0.155 4.969).menunjukkan tidak adanya perbedaan antara matriks kovarian sample dengan matriks kovarian populasi yang diestimasi.928 .SKP .927 .162 TKPB <--.792 .695 *** x7 <--.SKP . C.233 .156 *** x4 <--.000 x8 <--.KO 1.150 6.KP .M .151 6.KP 1. CMIN/DF (1.637 .217 .TKPB 1.975).TKPB 1.SKP .500 *** x10 <--.

05. Namun demikian untuk mendapatkan model yang baik. maka model penelitian ini dapat digunakan untuk analisis selanjutnya tanpa modifikasi atau penyesuaianpenyesuaian. estimate) untuk masing-masing indikator lebih besar dari 0. maka dapat dikatakan bahwa indikator-indikator pembentuk variabel laten konstruk telah menunjukkan sebagai indikator yang kuat dalam pengukuran varibel laten.58. Selanjutnya berdasarkan analisis faktor konformatori ini.Dari pengolahan data diatas dapat juga terlihat. Analisis Asumsi SEM 1. .05.15.01 (Ferdinand. bahwa setiap indikator atau dimensi pembentuk masing-masing variabel laten menunjukkan hasil yang baik. 2006). Semua nilai loading factor (std. Probabilitas masing-masing indikator juga dibawah 0.96. terlebih dahulu akan diuji masalah penyimpangan terhadap asumsi SEM. Dengan hasil ini. Hasil pengujian normalitas data ditampilkan pada Tabel 4.2. Uji statistik hasil pengolahan dengan SEM dilakukan melalui nilai probability (P) dan Critical Ratio (CR) masing-masing hubungan antar variabel. Evaluasi Normalitas Data Asumsi normalitas data diuji dengan melihat nilai skewness dan kurtosis dari data yang digunakan. yaitu nilai CR diatas 1. Apabila nilai CR pada skewness maupun kurtosis data berada pada rentang antara + 2. maka data masih dapat dinyatakan berdistribusi normal pada tingkat signifikansi 0. Selanjutnya perlu dilakukan uji statistik terhadap hubungan antar variabel yang nantinya digunakan sebagai dasar untuk menjawab hipotesis penelitian yang telah diajukan. 4.2.

058 -2. 2.445 .253 -.000 skew .000 1.790 .000 1.000 1.000 5.000 1.r.000 max 5.000 5.198 -1. .172 .493 -2.000 5.000 1.000 1.540 -2.269 1.893 -2.220 -1.190 -1.896 -.58.855 1.Tabel 4.714 Sumber : data primer yang telah diolah.190 .478 -2.000 5.000 1.000 5.164 c.389 .000 5.000 5.716 .080 .019 .000 5.269 .134 .535 -.148 .000 1.000 5.989 -1.556 . -2.000 5.139 -1.467 1.15 terlihat bahwa tidak terdapat nilai CR untuk skewness dan kurtosis untuk univariate maupun multivariate yang berada diluar rentang + 2.000 5.215 -.909 -1.864 -1.082 -.000 5.000 1.000 5. Evaluasi atas Outlier Evaluasi atas outlier univariat dan outlier multivariat disajikan pada bagian berikut ini : .000 1.053 -.103 -.000 1.305 .033 -1.032 -.895 -.r.129 -.000 1.296 -1.121 1.148 3.112 .588 .581 kurtosis -1.000 5.512 -2.449 .134 -.798 -1.157 -.493 -2.150 -2.000 1.618 2.207 -1.139 c.372 -2.000 1.660 -2.253 -1.15 Uji Normalitas Data Variable x13 x14 x15 x12 x11 x10 x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 Multivariate min 1.198 -1. 2007 Dari hasil pengolahan data yang ditampilkan pada Tabel 4.409 -2.

00000000 1. Apabila terdapat nilai Zscore yang berada diluar rentang < 3.00000000 Sumber : data primer yang telah diolah.0000000 .75890 1.10712 1.02346 -1.72455 1.41079 1.64862 1.0000000 .16. 2007 Sebaran data untuk setiap observed variable menunjukkan tidak adanya indikasi outlier.0000000 .52365 -1.0000000 .0000000 .54327 1.22209 -1.50608 1.35230 -1. Univariate Outliers Pengujian ada tidaknya outlier univariate dilakukan dengan menganalisis nilai Zscore dari data penelitian yang digunakan.07784 -1.0000000 .35473 -1. .00000000 1.00000000 1.0000000 Std.00000000 1.55588 1.00. Deviation 1.47461 1. Hasil pengolahan data untuk pengujian ada tidaknya outlier ada pada Tabel 4.16 Uji Univariate Outliers Descriptive Statistics N Zscore(X1) Zscore(X2) Zscore(X3) Zscore(X4) Zscore(X5) Zscore(X6) Zscore(X7) Zscore(X8) Zscore(X9) Zscore(X10) Zscore(X11) Zscore(X12) Zscore(X13) Zscore(X14) Zscore(X15) Valid N (listwise) 104 104 104 104 104 104 104 104 104 104 104 104 104 104 104 104 Minimum -1.16 diatas.0000000 .00000000 1.45183 -1. maka akan dikategorikan sebagai outlier.0000000 . Hal ini ditunjukkan dengan nilai Zscore dari data penelitian yang nilainya berada pada rentang < 3.00000000 1.a.00000000 1.0000000 .00000000 1.00000000 1.00 seperti tampak pada Tabel 4.00000000 1.34842 Mean .00000000 1.0000000 .13570 Maximum 2.43429 -1.65017 1.55131 -1.55295 1.49277 1.50495 1.0000000 .33323 -1.00000000 1.0000000 .36498 1.0000000 .87977 -2.00000000 1.33566 -1. Tabel 4.24605 -1.0000000 .00000000 1.46325 -1.

070 93 20.045 .471 .529 . tetapi observasiobservasi itu dapat menjadi outliers bila sudah dikombinasikan.132 .659 .631 .695 52 22.024 .543 .015 .190 p2 .138 .789 17 19.557 p1 .498 .509 .409 53 24. Multivariate Outliers Evaluasi terhadap multivariate outliers perlu dilakukan karena walaupun data yang dianalisis menunjukkan tidak ada outliers pada tingkat univariate.010 .926 89 25.161 .513 .123 .074 .091 .610 .614 62 29.013 .230 .481 24 29.17.622 33 20. 2006).149 .474 .039 .407 . Tabel 4.131 54 21.180 .104 .058 .305 48 19.491 . et al 1995 dalam Ferdinand.321 .958 47 20.17 Observations farthest from the centroid (Mahalanobis distance) Observation number Mahalanobis d-squared 65 30.240 51 27.135 .443 99 21.141 46 21.b.083 .485 77 23.614 .057 22 22.701 32 25.205 .407 .641 .407 39 23. Adapun hasil uji Mahalanobis distance dari tiap observed variable dapat dilihat pada Tabel 4. Jarak Mahalanobis (Mahalanobis Distance) untuk tiap-tiap observasi dapat dihitung dan akan menunjukkan jarak sebuah observasi dari rata-rata semua variabel dalam sebuah ruang multidimensional (Hair.378 .

529 .699 .747 .210 .768 101 14.373 .382 .975 83 13.666 .414 .779 .347 .479 .572 .136 67 13.338 .616 .627 .986 95 13.838 16 14.682 82 16.803 90 13.675 50 18.363 31 17.608 .515 .223 .690 38 17.769 .584 .279 .696 .496 .512 .Observation number Mahalanobis d-squared 55 19.994 76 14.137 19 14.300 .783 p1 .134 91 16.533 .799 92 18.641 .317 .294 .088 68 18.759 .389 .615 .262 71 17.034 45 16.366 34 17.286 .452 .687 .244 .563 9 17.478 .869 41 15.228 .869 97 13.675 .229 .313 .190 23 17.727 .672 .551 .379 .515 .544 100 15.042 26 15.674 44 16.180 30 14.542 27 16.492 .522 .891 64 15.542 p2 .498 .605 42 14.540 .433 .429 .468 .449 .463 .527 .339 .659 .535 .955 49 13.541 .470 .285 12 19.297 .605 .308 .611 .648 .527 .201 .536 .684 60 18.413 .680 81 16.520 .338 .303 .392 .622 37 14.516 .391 .263 11 14.102 4 17.419 86 17.314 98 17.480 .

483 21 10.072 40 8.405 .413 p1 .744 .061 15 10.230 63 13.663 .567 .270 .786 .291 .699 .601 57 10.435 .605 .611 .801 3 11.906 p2 .710 78 13.539 85 10.229 .588 7 13.210 35 12.654 .399 .358 .607 .609 .880 13 10.686 .900 .863 94 11.785 .691 .557 .593 .872 .574 .698 .676 .762 88 12.536 .795 .441 .621 .382 .391 .689 .369 .242 56 9.532 .379 .652 .548 .579 .665 .828 .518 .538 .475 103 9.Observation number Mahalanobis d-squared 87 13.252 .171 .404 .521 80 10.278 .427 .797 .355 5 10.786 .788 .890 .728 1 11.724 .347 .520 8 8.996 72 8.102 96 9.513 14 10.215 84 11.297 58 13.549 74 8.737 .585 .038 36 11.539 6 10.944 43 12.588 .639 .910 28 11.579 .874 .847 61 11.659 .780 .371 .761 .874 2 9.901 .184 70 12.745 73 8.483 .408 .190 .785 .123 20 12.297 102 13.804 .381 18 10.440 .399 25 11.116 79 11.851 .748 .478 .694 .878 .

Berdasarkan dari output SEM yang dianalisis dengan menggunakan AMOS 6.793 . peneliti perlu mengamati determinan matriks kovarians. karenanya data ini layak untuk digunakan. determinan dari matriks kovarians sampel adalah sebesar 4.910 . Determinan yang benar-benar kecil mengindikasikan adanya multikolinearitas atau singularitas (Tabachnick & Fidell.Observation number Mahalanobis d-squared p1 p2 59 8.413 . 2007 Berdasarkan hasil uji Mahalanobis Distance pada Tabel 4. Evaluasi Multicollinearity dan Singularity Untuk melihat apakah terdapat multicollinearity atau singularity dalam sebuah kombinasi variable.682. terlihat bahwa nilai Mahalanobis Distance observed variable adalah lebih kecil dari χ2(15. yang berarti nilainya lebih dari nol.133 29 8. Interpretasi dan Modifikasi Model Interpretasi dan modifikasi dimaksudkan untuk melihat apakah model yang dikembangkan dalam penelitian ini.932 .326 . yang berarti bahwa tampilan data yang dianalisis ini menyimpulkan bahwa tidak terdapat outlier multivariate.17 diatas. 1998 dalam Ferdinand.001).0. Oleh karena itu.0.085 69 7. 3. 4. perlu dimodifikasi atau dirubah sehingga . dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat multikolinearitas atau singularitas. 2006) sehingga data tidak dapat digunakan untuk analisis yang sedang dilakukan.906 .155 Sumber : data primer yang telah diolah.

551 .555 -.719 -.221 .000 -.000 .893 .494 .804 .076 -.182 .141 -.066 -.411 .592 -.072 .000 .145 .281 .924 .136 .220 -.000 -.270 .786 . Nilai standardized residual covariance terbesar adalah 1.980 1.436 .535 .032 .281 .798 .720 .58.164 -.000 -.155 1.000 .000 -.773 -.000 -.705 .356 .466 x15 x12 x11 x10 x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 x13 x14 x15 x12 x11 x10 x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 .007 .295 x14 .148 -1.000 -1.817 .038 .687 .18 di bawah ini.092 1.467 .000 -.467 -.447 .310 -.551 .58).014 -.243 . Sebuah model penelitian dikatakan baik jika memiliki nilai Standardized Residual Covarian yang diluar standar yang ditetapkan (≤ ± 2.260 -. Dengan melihat pada hasil tersebut maka tidak perlu dilakukan modifikasi model penelitian ini.445 .mendapatkan model yang lebih baik lagi.000 .871 .051 .729 1.288 -.273 -.780 -.837 .848 .420 1.448 . .58.242 -.128 -.000 -1.193 .010 -.459 .000 .405 . 2007 Hasil analisis pada penelitian ini tidak menunjukkan adanya nilai standardized residual covariance yang melebihi ± 2.142 -.502 -.300 .232 .842 . Tabel 4.153 .083 -.225 .403 -1.060 .713 .661 .821 .463 -.525 -.404 .013 .508 .934 .705 .689 -.294 1.455 -1.373 . Hasil Standardized Residual Covarian model penelitian ini ditampilkan pada tabel 4.286 .484 -.000 Sumber : data primer yang telah diolah.102 .000 -1.558 -.050 .376 .729 (pada kolom X15 dan baris X2) yang lebih kecil dari 2.069 .494 -1.061 .265 -.075 -.155 1.18 Standardized Residual Covarian x13 .069 -.492 -.545 -.

Variance Extracted Pengukuran variance extracted menunjukkan jumlah varians dari indikator yang diekstraksi oleh konstruk/variabel laten yang dikembangkan. Uji Reliability Uji reliabilitas menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur yang dapat memberikan hasil yang relative sama apabila dilakukan pengukuran kembali pada obyek yang sama.3.2. Persamaan untuk mendapatkan nilai variance extracted adalah : ∫ VarianceExtracted = ∑ S tan dardLoading + ∑ εj 2 ∑ S tan dardLoading 2 Hasil pengolahan data dari rumus persamaan construct reliability dan variance extracted untuk penelitian ini dapat dilihat pada . Untuk mendapatkan nilai tingkat reliabilitas dimensi pembentuk variabel laten digunakan rumus : ∫ Construct Re liability = (∑ S tan dardLoading ) 2 + ∑ εj (∑ S tan dardLoading ) 2 2. Nilai variance extracted yang dapat diterima adalah minimum 0.50.70. Nilai reliabilitas minimum dari dimensi pembentuk variabel laten yang dapat diterima adalah sebesar 0. Uji Reliabilitas dan Variance Extracted 1.4.

246 STD.726 0.230 STD.477 0.796 0.570 VARIANCE EXTRACTED 0.695 2.766 0.413 0.473 0.556 CONSTRUCT RELIABILITY 0.726 0. 2007 VARIABEL KO x13 x14 x15 ERROR .679 0.798 VARIANCE EXTRACTED 0.306 STD.736 2. LOADING 0.852 0.718 0.217 CONSTRUCT RELIABILITY 0.660 0.703 2.255 1.539 0.339 CONSTRUCT RELIABILITY 0.788 0.030 STD.484 0.481 VARIABEL KP x1 x2 x3 ERROR VARIABEL SKP x4 x5 x6 ERROR VARIABEL M x7 x8 x9 ERROR VARIABEL TKPB x10 x11 x12 ERROR 0.Tabel 4.594 VARIANCE EXTRACTED 0.850 0. LOADING 0.458 1.712 0.564 2.872 0.373 1. LOADING 0.517 1.814 0.792 2.290 Sumber : data primer yang telah diolah.772 0.296 CONSTRUCT RELIABILITY 0.568 VARIANCE EXTRACTED 0. LOADING 0.274 0. LOADING CONSTRUCT RELIABILITY 0.493 0.554 VARIANCE EXTRACTED 0.313 0.278 0. Variance Extracted dan Construct Reliability STD.240 0.506 1.829 0.19.

Berdasarkan model fit ini dapat dilakukan pengujian terhadap 4 hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini. TLI = 0.142 P 0.638 Sumber : data primer yang telah diolah.042 sesuai tabel 4.840.005 0.394 KO <--TPKB 0.279 TKPB <--M 0. Hal ini berarti bahwa pengukuran model SEM ini sudah memenuhi syarat ekstraksi faktor yang baik.969.124 C.159 Probabilitas = 0. Demikian juga untuk nilai variance extracted.975.01 menunjukkan bahwa analisis konfirmatori dan Structural Equation Modeling dalam penelitian ini dapat diterima sesuai model fit dengan nilai Chi-square = 98. CFI = 0. GFI = 0.122. dan RMSEA = 0.1 0.217 TKPB <--SKP 0. AGFI = 0. Ini berarti bahwa pengukuran model SEM ini sudah memenuhi syarat reliabilitas pengukur.3. 0. . Pengujian Hipotesis Hasil analisis SEM sebagai langkah pengujian hipotesis adalah sebagai berikut : Tabel 4.Hasil pengujian di atas menunjukkan semua nilai reliability berada di atas 0.792 2.R. semua berada di atas 0.162 0.5.659 5.889.7. 1.20.399 2.155 0.E. 4.20 Uji Hipotesis Estimate TKPB <--KP 0. 2007 S.008 *** Hasil perhitungan terhadap kriteria goodness of fit dalam program AMOS 4.148 0.

Dengan demikian H2 dalam penelitian ini dapat diterima. fitur lengkap dan harga murah. akan semakin berpengaruh positif terhadap tingkat kesuksesan produk baru.00 dengan probabilitas = 0.00 dengan probabilitas = 0. akan berpengaruh positip terhadap tingkat kesuksesan produk baru tersebut di pasar. sehingga tidak sesuai dengan harapan konsumen yang selalu menginginkan produk dengan keunggulan teknologi. Dengan demikian H1 dalam penelitian ini ditolak. jawaban yang di dapat dari responden terhadap harga produk ternyata tidak sesuai dengan harapan pada hipotesa 1.3. 4.05.005 yang memenuhi syarat probabilitas pengujian berada dibawah 0.1 Pengujian Hipotesis 1 H1: Semakin tepat didalam pemilihan karakteristik produk baru yang akan diproduksi oleh perusahaan. Dari analisa data didapat bahwa.3. Pengujian menunjukkan nilai CR = 1.2 Pengujian Hipotesis 2 H2: Semakin tepat strategi kompetitif pasar yang diterapkan oleh perusahaan.4.792 yang memenuhi syarat >2. Parameter estimasi hubungan kedua variabel tersebut diperoleh sebesar 0.162 yang memenuhi syarat probabilitas pengujian berada dibawah 0. .05.399 yang memenuhi syarat >2.279. yang mana pada saat dilakukan kuisoner responden masih merasakan harga produk Telkomsel masih sangat mahal dan teknologi yang diaplikasikan relatif sama dengan operator selualar lainnya. Pengujian menunjukkan hasil yang signifikan dengan nilai CR = 2.

Hasil penelitian ini .3. sangat dibutuhkan dalam memasarkan produk baru sehingga harapan produk baru dapat sukses dipasar dapat diperoleh dan kinerja outlet dapat ditingkatkan. fokus pada pesaing dan koordinasi pemasaran.3 Pengujian Hipotesis 3 H3: Semakin popular merek.Hal ini menunjukkan bahwa.00 dengan probabilitas = 0. dan inovasi produk berpengaruh signifikan positip terhadap tingkat kesuksesan pemasaran produk baru. Hal ini menunjukkan bahwa indikator-indikator dari merek seperti reputasi merek. mutu yang dirasakan konsumen dan pengenalan terhadap merek sangat dibutuhkan dalam mencapai kesuksesan dalam memasarkan produk baru.008 yang memenuhi syarat probabilitas pengujian berada dibawah 0.05. fokus pesaing. 2001). indikator-indikator dari strategi kompetitif pasar seperti fokus pelanggan. 4.659 yang memenuhi syarat >2. akan semakin berpengaruh positip terhadap tingkat kesuksesan produk baru Parameter estimasi hubungan kedua variabel tersebut diperoleh sebesar 0.394. Henard dan David M. Pengujian menunjukkan hasil yang signifikan dengan nilai CR = 2. oktober 1998. dan juga hasil penelitian David H. proses kompetitif pengetahuan pasar menghasilkan pengaruh positip pada keunggulan produk baru. Dengan demikian H3 dalam penelitian ini dapat diterima. yang menyatakan bahwa. Szymanski (agustus. yang menyatakan bahwa. mutu yang dirasakan konsumen. Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Tiger Li & Roger J. indikator-indikator dari kompetitif pasar seperti fokus pada pelanggan.

dan Sook Han Lee.638 Pengujian menunjukkan hasil yang signifikan dengan nilai CR = 5. . Szymanski (agustus. fokus pesaing. inovasi dan harga produk baru sangat berpengaruh positip dan berperan penting dalam mencapai tingkat kesuksesan terhadap produk baru tersebut. Parameter estimasi hubungan kedua variabel tersebut diperoleh sebesar 0.juga memperkuat hasil penelitian Geok Theng Lau. Henard dan David M. indikator-indikator dari strategi kompetensi pasar seperti fokus pelanggan. maka kinerja outlet semakin meningkat. yang menyatakan bahwa. Dengan demikian hasil penelitian ini menguatkan hasil penelitian dari David H. Dengan demikian H4 dalam penelitian ini dapat diterima. sehingga para pemasar harus mempertimbangkan dengan cermat faktor-faktor merek dalam membangun kepercayaan pada merek. promosi.4 Pengujian Hipotesis 4 H4: Semakin tinggi tingkat kesuksesan produk baru.00 dengan probabilitas signifikan. oktober 17 1999. yang menyatakan bahwa kepercayaan pada merek berhubungan positip pada loyalitas merek. 4. dan inovasi produk berpengaruh signifikan positip terhadap tingkat kesuksesan pemasaran produk baru.3. jadi tingkat kesuksesan produk baru mempunyai pengaruh yang positip terhadap kinerja outlet.142 yang memenuhi syarat >2. 2001). indikator-indikator dari tingkat kesuksesan produk baru seperti. Hal ini menunjukkan bahwa. mutu yang dirasakan konsumen.

.

1 Sistimatika Bab. Sistimatika dari bab V dapat digambarkan sebagai berikut : Gambar 5. Implikasi teoritis.BAB V KESIMPULAN DAN IMPLIKASI KEBIJAKAN Secara rinci dalam bab V ini akan dijelasan mengenai kesimpulan dari masalah penelitian. Implikasi Teoritis 2. Implikasi manajerial. Kesimpulan masalah penelitian Penelitian ini membuktikan bahwa strategi kompetitif. . merek. dan agenda penelitian mendatang. dan kesuksesan produk baru secara positip berpengaruh signifikan terhadap kinerja outlet dengan obyek penelitian pada outlet telekomunikasi selular. Implikasi Manajerial Keterbatasan Penelitian Agenda Penelitian Mendatang 5. keterbatasan penelitian.1. V Kesimpulan atas Masalah Penelitian IMPLIKASI 1.

dan harga produk baru. tepat waktu dalam mengeluarkan produk baru. Dengan demikian rumusan masalah dalam penelitian ini telah terjawab. David M Szymanski (agustus 2001) yang mengatakan pencocokan produk. bahwa tingkat kesuksesan produk baru akan memberikan pengaruh yang sangat signifikan pada kinerja outlet. baik itu rujukan permasalahan. reputasi merek. Henard. . strategi dan proses pada konteks lingkungan menjadi penting untuk menambah performa produk baru. dimana implikasi teoritis memberikan gambaran mengenai rujukan-rujukan yang dipergunakan dalam penelitian ini. dengan memperhatikan faktor-faktor.2. sinergi pemasaran. Telkomsel sebagai representasi subyek penelitian. Dari hasil analisis full SEM didapatkan implikasi teoritis bahwa pada saat perusahaan ingin meningkatkan kinerja outlet perlu mempertimbangkan inovasi produk-produk baru yang akan diluncurkan ke pasar sebagai faktor utama. mutu yang dirasakan oleh konsumen.1 Implikasi Teoritis Implikasi teoritis merupakan sebuah cerminan bagi setiap peneilitian. bagaimana strategi pemasaran produkproduk baru dapat disusun dan diaplikasikan secara lebih efektif dengan basis data output dari penelitian ini.Hal tersebut menjawab hasil penelitiaan yang telah dilakukan oleh David H. Untuk selanjutnya penelitian ini memberikan implikasi manajerial kepada PT. promosi.2. sinergi teknologi. Implikasi 5. hasil-hasil dan agenda penelitian terdahulu. dalam menjual barang dan jasa dalam pasar teknologi tinggi. pengenalan merek. inovasi. permodelan. Ini berarti bahwa produk baru menjadi sangat penting untuk dikelola dalam strategi bisnis dengan obyek penelitian pada outlet industri telekomunikasi selular. 5.

reputasi merek.1 Tabel 5. mutu David H. kecanggihan teknologi produk. 2001) yang berpengaruh menyatakan bahwa. kebutuhan kecakapan produk cutomer . ketepatan baru. dan Szymanski Inovasi produk (Agustus.Dengan demikian penelitian ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh David H. Indikator-indikator mutu yang dari kebutuhan teknologi. dan ketepatam waktu peluncuran produk konsumen. fokus pesaing.1 Implikasi Teoritis No Temuan Indikator-indikator dari Implikasi Teoritis strategi Hasil penelitian ini diperkuat dengan 1 kompetensi pasar seperti fokus hasil penelitian yang dilakukan oleh pelanggan. Cobboleh Wallgreen. potensial pasar. Cynthia A. dalam menjual barang dan jasa dalam pasar teknologi tinggi. terhadap produk baru adalah. yang mengatakan pencocokan produk. 2. sepuluh indikator signifikan positip terhadap tingkat yang menjadi penggerak kesuksesan kesuksesan pemasaran produk baru. dan Naveen produk seperti . Henard dan David M. brand Hasil penelitian ini diperkuat oleh hasil dari Cathy J. marketing. strategi dan proses pada konteks lingkungan menjadi penting untuk menambah performa produk baru. petugas memenuhi keunggulan produk. sumber daya manusia yang digunakan. Henard. prapengembangan kecakapan tugas. penggunaan sumber riset dan pengembangan. 2001). Konfirmasi dan dukungan atas hasil-hasil penelitian terdahulu kami tampilkan dalam tabel 5. penelitian dirasakan . yang dirasakan konsumen. David M Szymanski (Agustus.

konsumen dan pengenalan merek Donthu. menyatakan bahwa. yang dalam kompetisi pasar mempunyai penelitiannya berjudul: The Impact of pengaruh yang positip pada tingkat Market Knowledge Competence on . October 17. Sook Han Lee. Diperkuat juga oleh hasil penelitian Geok Theng Lau. oktober 1998. koordinasi pemasaran pada strategi Calantone. brand dengan equitas yang lebih tinggi dalam tiap katagori menghasilkan preferensi dan intensi pembelian yang jauh lebih besar. fokus pada pesaing dan penelitian Tiger Li & Roger J. Purchase Brand Intent. dalam penelitiannya berpengaruh signifikan positip berjudul Brand and Equity. Indikator-indikator . terhadap kinerja outlet pasar dan juga berpengaruh positip menyatakan bahwa. 1999 dalam penelitiannya berjudul Consumers Trust in a Brand and the Link to Brand Loyality. disampaikan pula pada hasil penelitiannya indikator pelayanan dan resiko dari penggunaan merek yang sudah punya nama (sudah di kenal di masyarakat) dengan yang belum dikenal di masyarakat juga sangat menentukan tingkat kesuksesan produk tersebut di pasar. kepercayaan dalam merek berhubungan positip pada loyalitas merek. sehingga para pemasar harus cermat 3 mempertimbangkan faktor-faktor merek dengan dalam membangun kepercayaan pada merek. terhadap kesuksesan produk baru di Preference. 1995. fokus pada Hasil penelitian ini diperkuat oleh hasil pelanggan.

dan Conceptualization Examination. berpengaruh posiitip terhadap Calantone. maka tingkat pengetahuan pelanggan akan semakin baik mengenal produk tersebut dan akan berpengaruh positip terhadap tingkat kesuksesan produk baru. pengetahuan marketing-R&D produk baru. 6 Proses pasar baru kompetensi menghasilkan pengetahuan Hasil penelitian ini diperkuat oleh hasil pengaruh penelitian Tiger Li & Roger J. Hasil penelitian ini diperkuat oleh hasil inovasi dan harga produk baru penelitian Tiger Li & Roger J. oktober 1998. yang dalam penelitiannya berjudul: The Impact of Market Knowledge Competence on . 4 menyatakan competitor. sehingga semakin sering dilakukan promosi. akan proses dalam tingkat kesuksesan produk baru Conceptualization Examination.kesuksesan produk baru New Product and Advantage: Empirical bahwa. proses menghasilkan pengaruh positip pada keunggulan Indikator-indikator seperti promosi. positip pada keunggulan produk Calantone. oktober 1998. yang dalam penelitiannya berjudul: The Impact of Market Knowledge Competence on New Product and Advantage: Empirical bahwa. tingkat mempengaruhi pengetahuan perubahan menyatakan teknologi intensitas pelanggan pengembangan produk baru. proses pengetahuan pelanggan.

New

Product and

Advantage: Empirical bahwa,

Conceptualization Examination,

menyatakan

semakin besar keunggulan produk baru, maka semakin baik kinerja pasar produk

5.4.2 Implikasi Manajerial

Dari hasil penelitian dan implikasi teoritis dapat dikembangkan menjadi sebuah strategi yang dapat meningkatkan kinerja outlet PT. Telkomsel di pasar industri telekomunikasi selular Indonesia. Pihak manajemen hendaknya memperhatikan faktor – faktor yang dapat mempengaruhi tingkat kesuksesan produk baru dalam meningkatkan kinerja outlet, seperti karakteristik produk, strategi kompetitif pasar, dan merek. Implikasi manajerial yang didapat adalah sebagai berikut:

1. Berdasarkan hasil penelitian, variabel strategi kompetensi pasar berpengaruh positip terhadap tingkat kesuksesan produk baru dengan nilai 0.31. Tingkat kesuksesan produk baru dapat ditingkatkan melalui strategi kompetitif pasar dengan indikator-indikator yaitu; fokus pada pelanggan, fokus pada pesaing dan koordinasi pemasaran. Dari ketiga indikator tersebut koordinasi pemasaran yang paling berpengaruh dengan nilai 0,79. Tingkat kesuksesan strategi kompetensi pasar dapat ditingkatkan dengan lebih intensif melakukan koordinasi pemasaran dengan outlet. Hal ini disebabkan karena pelanggan sudah merasakan keyamanan didalam mempergunakan semua fitur yang ada didalam produk-produk Telkomsel, karena selalu mendapatkan pelayanan dan penjelasan dari

outlet secara detail. Telkomsel selalu mengupdate pengetahuan outlet baik pada saat peluncuran produk baru maupun pada saat outlet mengalami kesusahan menjelaskan tentang fitur produk ke pelanggan, sehingga pelanggan tidak mengalami kesulitan di dalam menikmati aplikasi –aplikasi yang ada dalam produk yang dibeli. Dalam hal ini disarankan pada manajemen Telkomsel untuk lebih meningkatkan koordinasi pemasaran yang sudah ada saat ini dan bila memungkinkan lebih ditingkatkan frekuensi dalam mengupdate pengetahuan penjaga outlet tentang produk-produk dan fitur-fitur baru Telkomsel.

2. Variabel merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kesuksesan produk baru dengan nilai paling tinggi yaitu 0,42. Tingkat kesuksesan produk dapat ditingkatkan melalui mempertahankan brand produk dengan indikator-indikator yaitu reputasi merek, mutu yang dirasakan pelanggan, dan pengenalan merek. Dari ketiga indikator tersebut reputasi merek yang paling berpengaruh dengan nilai 0,85. Dengan demikian brand produk dapat ditingkatkan melaui peningkatan terhadap reputasi merek dengan promosi yang lebih intesif pada saat mengeluarkan produk-produk baru dan fitur-fitur baru dalam produknya. Hal disebabkan karena konsumen sudah merasakan kenyamanan didalam memakai produk dan fitur-fitur Telkomsel. Telkomsel dapat dipercaya. Dalam hal ini disarankan manajemen Telkomsel selalu melakukan promosi yang lebih baik untuk produk-produk, maupun fitur-fitur baru Telkomsel sehingga brand produk Telkomsel selalu melekat di ingatan konsumen.

3. Variabel tingkat kesuksesan produk baru berpengaruh positip terhadap kinerja outlet dengan nilai 0,81. Tingkat kesuksesan kinerja outlet dapat ditingkatkan dengan mempertahankan tingkat kesuksesan produk baru dengan indikator-indikator yaitu; promosi, inovasi dan harga produk baru. Dari ketiga indikator tersebut inovasi yang paling berpengaruh dengan nilai 0.87. Dengan demikian tingkat kesuksesan produk baru dapat ditingkatkan dengan; Telkomsel selalu muncul sebagai pioner didalam melakukan inovasi-inovasi di dalam produk barunya. Hal ini disebabkan karena konsumen merasakan manfaat yang positip dari inovasi-inovasi produk yang dikeluarkan oleh Telkomsel. Dalam hal ini di sarankan kepada manajemen Telkomsel untuk tetap selalu sebagai pioner dalam mengeluarkan inovasi-inovasi dan fitur-fitur baru dalam setiap produk barunya, yang tentunya mudah dipahami konsumen dalam penggunaannya. Juga disarankan pada manajemen Telkomsel untuk selalu melakukan survey kebutuhan konsumen akan teknologi atau fitur-fitur yang diharapkan oleh konsumen pada produk-produk baru yang akan dikeluarkan.

4. Variabel karakteristik produk berpengaruh positip terhadap tingkat kesuksesan produk baru dengan nilai paling kecil 0,22. Dari ketiga Indikator yang ada pada karakteristik produk nilai yang paling kecil adalah keunggulan produk, kemudian diikuti dengan harga produk. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa hipotesa ini ditolak. Dilihat dari tiga indikator yang mempengaruhi variabel karakteristik produk ternyata indikator keunggulan produk mempunyai nilai yang paling kecil kemudian diikuti oleh indikator harga produk. Dalam hal dari hasil responden konsumen tidak setuju dengan pernyataan bahwa Telkomsel mempunyai teknologi yang lebih unggul dari operator

sedangkan dari sisi harga produk Telkomsel. minimum 300 sampel (sesuai pendapat Tabacknik. Indikator pada X1 mempunyai loading faktor faktor yang rendah. Jumlah sampel perlu diperbanyak. Keterbatasan Penelitian Dari hasil pembahasan tesis ini maka dapat disampaikan beberapa keterbatasan penelitian sebagai berikut : 1. kemungkinan disebabkan karena pemilihan indikator yang tidak tepat. Disamping itu juga disarankan kepada manajemen Telkomsel untuk melakukan evaluasi ulang terhadap harga produk-produk dan fitur-fitur yang ada saat ini yang tentunya masih dirasakan mahal oleh pelanggan. Diharapkan dalam penelitian selanjutnya menggunakan jumlah sample yang lebih banyak . sehingga perlu adanya penyempurnaan indikator dalam penelitian ini khususnya pada indikator (X1). 5.lainya. pelanggan masih merasakan harga produk Telkomsel masih lebih mahal dari harga produk yang sama dari operator lainnya. . pada variabel karakteristik produk. 1996).5. 2. Dalam hal ini disarankan pada manajemen Telkomsel untuk lebih cepat didalam mengeluarkan produk-produk baru dan mempunyai teknologi yang lebih canggih dan lebih maju dari operator lain. minimal 300.

Yang mana dalam kondisi saat ini harga produk dari obyek yang diteliti paling mahal diantara operator lain yang mempunyai bisnis yang sama. karena banyak sekali produk-produk dan fitur-fitur baru yang dikeluarkan oleh perusahaan rokok saat ini untuk meningkatkan kinerja outletnya. 1996) .indikator yang ada dalam variabel karakteristik produk seperti keunggulan produk dan harga produk. Agenda Penelitian Mendatang Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan melihat keterbatasan-keterbatasan pada penelitian ini yaitu perlunya mengganti indikator. juga yang perlu mendapat perhatian adalah jumlah sample minimal 300 (sesuai pendapat Tabacknik. .5.6. juga pada keunggulan produk. Peneliti selanjutnya juga dapat meneliti kembali kasus yang sama dengan obyek yang berbeda misalnya dengan mengambil obyek perusahaan rokok. untuk kasus yang sama lebih baik indikator keunggulan produk bisa diganti dengan indikator lainnya karena teknologi yang diaplikasikan pada operator selular saat ini sebagai obyek yang diteliti hampir sama.

Cooper (1992). Cavusgil. Volume XXIV. 479-502. . P.. J. Cathy J.” Journal of International Marketing . 1998. Vol.”The New Product System: The Industri Experience. David W. Number 3 Fall 1995. Cobb-Walgren. dan C William Emory. Cooper. pp. USA. Vol. 9 (2). “ Brand Equity. and Kasper. 113-27. 1993. The Coming of Post-Industrial Society. H. Butler. Cynthia Hardy. Vol.D. 16. Craven. p. Bloemer.” keynot address to the Third Advertising Research Foundation Advertising and promotion workshop . Jay (1991). S Tamer. No. 2001.311-329.” The Complex RelationshipBetween Consumer Satisfaction and Brand Loyalty. (1991). (1991). European Management Journal. Brand Preference.M.(1991). Coping with Recession: Why Budget-cutting May Not Be the Answer.M.” Toward Understanding and Measuring Conditions of Trust: Evolution of a Condition of Trust Inventory.”Firm Resources and Sustained Competitive Advantage.K. David A.92-101.3.1997. February 6. Alexander L. and Purchase Intent.” Introduction New Product can be Hazard ous to Your Company: Use the Right New-Solution Delivery tool. 15 No. Donald R. Free Press. Donald R. 1998. ”Strategic Marketing Texas Christian University. Erlangga. Jakarta.” Journal of Economic Psychology.1996. New York. “ Powering Product Innovation” . pp. Metode Penelitian Bisnis. Eric dan Thomas Nacher. Cynthia A. Metode Penelitian Bisnis. J.643663. Journal of Advertising. Erlangga. Deborah Dougherty. 15. Jakarta. 1.”Journal of Product Innovation Management.P (1995). 1995. New York: Basic Book. dan C William Emory. 17. Bell. Managing Brand Equity. Journal of Management. Ruble and Naveen Donthu. Cooper. 99-120 Berggren.” Academy of Manahement Executive. Daniel (1973). Vol. February 1997. 17 (1).” Journal of Management. Barney.DAFTAR REFERENSI Aeker. Biel. “ Product and Promotion Adaptation In Export Ventures : An Empirical Investigation.

Creed W. ‘’In Search of value : How Price and Store Name Information Influence Buyer’s Product Perceptions “. Number 1.” Journal of Marketing. George S (1994)..2. (1995).” Vol. Webster Jr (1993). Badan Penerbit Universitas Diponogoro. James C.” In R. Ferdinand.The Journal of Service Marketing.”Trush in Organizations: A Conceptual Frame Work Linking Organization Forms. Farley and Fredrick E. (1992). Hal.Conner. Seri Penelitian Manajemen. 37-52. Crimmins. OC dan Bryan A. Dodds. Kramer and T.”Journal of Marketing. Deshpande.D. and the Oppourtunity cost of controls. Vol. 2002.E. No. January.” Journal of Academy Marketing Science. Kathleen (1991). Frank . Agusty T.R. Inc..”Corporate Culture. and Miles.p.”Irish Marketing Review. Ferrel . 1997. Managerial Philosophics. ” International Product Strategy : Building Standardisation-Modification Decision . Drucker. pp.E.2930.” A Historical Comparison of Resource Base Theory and Five Schools of Thought Within Industrial Organization Economic: Do We Have a New Theory the Firm?” Journal of Management.”The Capabilities of Market – Driven Organization . Hodkins. Lukas.” Better Measurement and management of Brand Value. Delene. 2000. Customer Orientation and Innovativeness in Japanese Firm : A Quadrad Analysis. Vol (January 1993). R.”Brand choice as Probability Process.. Journal of Marketing Research.. . William B. Aplikasi Model-model Rumit Dalam Penelitian Untuk Tesis Magister dan Disertasi Doktor. “The Effect of Market Orientationon Product Innovation . John U. Agusty T. 28. No. Meloche dan John S. 58 (October). “ Manajemen Pemasaran : Sebuah Pendekatan Stratejik. Linda M. 1991. Peter F. 17 (March).’’ Why Some New Product are more successfull Than Others’’.” Research Paper Series. Vol XXXVIII (August 2001).35..”Jurnal of Adverting research. Volume 10. Innovation and Entrepreneurship: Practice and Principles. 2000. 239-247. (1962).p. Structural Equation Modeling dalam Penelitian Manajemen. Henard dan David D. Tyler (eds). 11-19. 2002.M. Day.32 (July/August). Szymznski (2001).43-56. Rohit. Martin S. Sage Publications. 121-54. Ferdinand. R.(1996).” Journal of Bisniss . Trust in organizations: Frontiers of Theory and Research. David H. 01/Mark/01/2000. New York : Harper & Row.E.

1999. Journal of Marketing Research. (September). Abbie and John R. and Ajay K Kohli (1990).” Journal of Marketing.”Customers’ Trush in a Brand and The Link to Brand Loyalty. KK.Farquhar.” Market Orientation : The Construct. Glazer. . Prentice Hall. 1995. Prahalad (1994). Research Proporsitions.” Journal of Marketing. Competing for the Future. and Jean-Marc Xuereb (1997). 10 (March). Vol. “The Marketing and R&D Interface. Vol.” Marketing in an Information _Intensive Environment: Strategic Inplication of knowledge in a asset. Vol. Keller. Griffin. 55 (october).K.”Journal of Marketing.341-370 (1999) Gatignon. Vol. P.” Managing Brand Equity. 59 (April). “The Effect of Advertised and Observed Quality on Expectation About New Product Quality”. p. Jaworski. Morgan (1995). Joseph.1-18. Journal of the Academy of Marketing Sciences.280-290. 57. Rolpe Anderson.77-90.” Journal of Marketing Research. Hair. Praven dan Lahman Donald. Bernard J.54 (April).”Market Orientation: Antecedents and Consequences.2000: Market Driven Versus Driven Markets. 9-22.” Journal of Marketing 57 (January). Peter H.1-19. and Robert M. Ajay K Kohli and Arvind Sahay.” Strategy Orientation of The Firm and New Product Performance. William C. Kamakura. Black (1995).4.p. Jaworski.” The Comparative Advantage Theory of Competition. Hamel. Vol. and Managing Customer – Base Brand Equity. 1-15. Jaworski. Wagner and Garry Russel (1993).23. (February). Bernard. Hunt.” working paper. Boston: Harvard Business School Press.” International Journal of Researchin Marketing .” Marketing Research .” Journal of Marketing . Journal of Market Focused Management. Measuring. Shelby D. Fourth Edition.53-70. Sook Han Lee. Hauser (1992). Geok Theng Lau. 1-22. University of Chicago. and Managerial Implications. Kavin Lane (1993). Gary and C. XXXIV. Bernard J. and Ajay K Kohli (1993). Koppale. Multivariate data Analysis With Readings. (1989). p. (July). XXXII. Hubert. Rashi (1991). 24-33.” Measuring Brand Value With Scanner Data .”Conceptualizing.

Mahajan. and Validation of Brand Equity Under Conditions of Acquisition and Divestment. Pelharm. C. Prahalad. Baldasare.” Journal of Marketing. ‘’Mediating Influences on the Relationship Between Market Orientation and Profitability in small Industrial Firms. Ruekert.’’ Journal of Marketing Theory and Practice.9 (August). (1992). Slater. Slater. Cambridge . (October 1990). Cambridge. dan Patrick M. ed.” International Journal of Research in Marketing . (1994). ed. “Does Copetitive Environment Moderate The Market Orientation-Performance Relationship?. John C. Vol. Testing. MA : Marketing Science Institute. Vol. 14-15.”Journal of Marketing. Vol. Vijay. and Stanley F. Naver. Direktur Utama PT.” in Managing Brand Equity : Aconference summary . and Stanley F.20-35.p.58 (January). Jordan and Richard Johnson (1988). Hal. Li . and Gary Hamel (1990).55-76. and Rajendra Srivastava (1990). Mittal.”The Assymetric Impact of Level Performance on Overall Satisfaction and Repurchase Intention’’.” Developing a Market Orientation : An Organizational Strategy Perspective. Louviere. 1997.” Harvard Business Review. Telkomsel. MA: Marketing Science Institute. 91-110. Calantone. 88 – 104. Journal of Marketing. .K.” in Defining.”The Effect of a Market Orientation on Business Profitability.” Measuring Brand Image with Conjoint Analysis and Choice Models.p. 2006. ”Telkomsel pelopor solusi Telekomunikasi Nirkabel”. Ross Jr. Report No. 14 Juni 2004. Suara Merdeka Ekonomi.45-55. 13-29. (1990). John C. lance Leutheasser. Eliot Maltz . Alfred M.p. . Telkomsel. Naver. Vithala Rao..”Development. 20-22. William T. 1998. Vikas.225-245.” The Core Competence of the Corporation. Norman Wijaya. 68 (May/June). Robert W. Tiger dan Roger J. . Measuring and Managing Brand Equity: A Conference Summary. 1998. 79-91. Summer. 62. Laporan Direksi ke Komisaris Perusahaan PT.Kiskenda. M. report No. “ The Impact of Market Knowledge Competence on New Product advantage : Conceptualization and Empirical Examination . p.” Journal of Marketing.

3678-392. and Roth. I. 1999. J. Song. PP. Sinkula.64-76. Vol. p:57-74. P.” Market Information Processing and Organizational Learning. 58 January. Vol.Sridar Samu.”Industrial Marketing Management. Fokused issue : The Legalistic Organisation . 12 (Winter).F.Sullivan (1993). 28-52. Carol J. D. Rober. S. X dan Michael Perry.” Journal of Marketing 58. Hemant dan Clint Tankersly. Whan Park. Deniel C.” Journal Of Marketing Theory and Practice. 73 – 95.. “ for trush / distrust. . Vol.341-370. . Geok Theng Lau. 2001.”Journal of Marketing. Using Advertising Alliances for New Product Introduction .pp. Simon. Hal: 35-45.” Explanning the effectiveness of legalistic . N. 2003. January.B.W. (1993). Smith dan C. “ The Determinants of Japanesse New Product Success. (1985). Interactions Between Product Complementary and Promotional Strategies”. “The Strategic Market Planning Implementation Interface In Small Midsized Industrial Firm : An Exploration Study. Sook Han Lee. “ Consumers’ Trust in a Brand and The Link to Brand Loyalty. Creativity. Rajesh. Sitkin. Vol 4..77-92. Journal of Marketing. C. Sanker.. 1997. P. and the Innovativenness of New Consumer Products. Journal of Market Focused Management.3. James M (1994). Krisnan H.” How Industrial Sales People Gain Customer Trush.” Remedies. NO.” Journal of Marketing Research . 1999 Sinkula. Smith E. 1999.E.p. Trawick.” Organizational Science . Cross Functional Product Teams..L.” Market Information Processing and organization Learning.14.” Marketing Science.” Journal of Marketing Research. Swan. XXXIV . Sethi.4. February. 1994. and Silva . Sashittal.1997. XXXVIII hal. The Meaurement and Determinants of Brand Equity: A Finanancial approach.pp.35-45. and Marry W.

Telkomsel Wilayah Kota Semarang”. Responden penelitian Tesis U.p. Pemilik / Pengelola / Administrasi outlet yang menjual produk Telkomsel Di tempat Perihal : Permohonan Pengisian Kuisioner Penelitian Tesis Dengan hormat. Untuk keakuratan dan validitas data kami mohon para responden untuk mengisi sesuai dengan realitas yang terjadi dilapangan karena hasil penelitian ini akan ‘dikirim’ kepada manajemen Telkomsel supaya dijadikan sebagai salah satu dasar penentuan kebijakan peningkatan efektifitas dan efisiensi dalam hal pengelolaan outlet (saluran distribusi) produk Telkomsel ke depan. maka kami bermaksud melakukan survey melalui kuisioner kepada outlet yang memasarkan produk Telkomsel baik dalam bentuk kartu perdana Simpati. 15 Juni 2007 Kepada Yth. Kartu As maupun kartu Halo. I Putu Gde Sosiantara NIM. C4A004158 . atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terimakasih.Semarang. Sehubungan dengan akan disusunnya penulisan tesis di Magister Manajemen UNDIP dengan judul “Analisis Pengaruh Tingkat Kesuksesan Produk Baru Dalam Meningkatka Kinerja Outlet Pada PT. Demikian permohonan dari kami. Hormat kami.

Nama outlet : ........ Rata-rata quota dan penjualan : Rp.................................................. 7...........Tahun Mulai kerja : ……………… Jenis kelamin : L / P )* 4.................................. ...........DAFTAR PERTANYAAN PENELITIAN KESUKSESAN PRODUK BARU DALAM MENINGKATKAN KINERJA OUTLET PADA TELKOMSEL REGIONAL JATENG & DIY IDENTITAS RESPONDEN 1........ Nilai aset perusahaan / outlet saat sekarang ini Nilai Toko beserta perlengkapan Rp......................... Pendidikan terakhir : SD / SLTP / SLTA / Akedemi / S1 / S2 / S3 Telp.... 5...............................- ..... 6.........................................Jumlah Nilai 9........................................../HP...... Tlp........................................................... .............................. Lama jadi disributor ............................................. Alamat outlet : ..................................... Nama responden .................................. 8........................................................................................................................ : 2.....Nilai Kartu yang dijual di Outlet Rp............ .... : ………….................................... Umur : …………………………................... Jabatan 3.................

PRODUK Perdana Simpati As Simpati Jitu HaloBebas HALOhybrid HaloN@vigat or64 Citibank Telkomsel Card PENJUALA N KEMARIN Jawaban kuisioner berdasarkan skala 1 – 5 dengan angka 1 (satu) menunjukan bahwa responden memberikan tanggapan yang sangat tidak setuju terhadap pertanyaanpertanyaan yang diajukan. dan kartu Simpati GSM yang lain. PERTANYAAN – PERTANYAAN VARIABLE PENELITIAN I. Kartu Halo. VARIABEL KARAKTERISTIK PRODUK 1. 1 Sangat tidak setuju 2 3 yang dijual Telkomsel mempunyai keunggulan teknologi dibandingkan dengan produk yang dikeluarkan oleh operator 4 5 sangat setuju . sedangkan angka 5 (lima) menunjukan sangat setuju terhadap pertanyaan-pertanyaan yang diajukan. kartu AS.

Telkomsel selalu mengupdate pengetahuan outlet. pada saat produk baru diluncurkan 1 Sangat tidak setuju 2 3 4 5 sangat setuju . Kartu Halo. Produk mengiuti perkembangan teknologi 1 Sangat tidak setuju 2 3 4 5 sangat setuju Menurut anda. 1 Sangat tidak setuju 2 3 4 5 sangat setuju 3. kartu AS. inovasi produk seperti apa yang sekarang paling diharapkan outlet dan pelanggan pada manajemen Telkomsel? . VARIABEL STRATEGI KOMPETITIF PASAR 4. Telkomsel di dalam meluncurkan suatu produknya selalu lebih awal dari kompetitornya 1 Sangat tidak setuju 2 3 4 5 sangat setuju 6.2. Produk dari Telkomsel sudah memenuhi harapan dan keinginan dari pelanggan 1 Sangat tidak setuju 2 3 4 5 sangat setuju 5. …………………………………………………………………………………… II. dan kartu Simpati yang dijual Telkomsel lebih mudah dimengerti dan dipahami petunjuk-petunjuknya didalam mencoba menggunakannya.

... ....... Rata-rata produk Telkomsel (katu Halo......... VARIABEL MEREK 7.......................... 1 Sangat tidak setuju 2 3 4 5 sangat setuju 9........ . Produk baru (kartu) yang di keluarkan oleh Telkomsel sangat ditunggu kehadirannya oleh masyarakat 1 Sangat tidak setuju 2 3 4 5 sangat setuju Produk baru apa yang paling diminati oleh konsumen? ............................ yang paling banyak dicari adalah kartu Simpati........III. .. 1 Sangat tidak setuju 2 3 4 5 sangat setuju 8............................... Simpati Jitu dan Kartu As) yang paling diminati oleh pelanggan pada saat pertama kalinya menggunakan layanan selular. Saat pelanggan membutuhkan kartu selular.................. saya mau beli Simpati-nya Satelindo atau saya mau beli karu Halo-nya Satelindo........ dan kartu AS 1 Sangat tidak setuju 2 3 4 5 sangat setuju IV........ kartu Halo. (pada saat pertama kali membeli kartu)......................... Misalnya........... Pelanggan seringkali ketika mau membeli produk selular yang bukan produk Telkomsel dengan menyebut nama salah satu produk Telkomsel dulu kemudian diikuti dengan nama produk yang dimaksud............ kartu Simpati.......................... TINGKAT KESUKSESAN PRODUK BARU 10...............

.. V.................... ................... fitur layanan teknologi mana yang paling disukai konsumen? …………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………… …… 12.. 1 Sangat tidak setuju 2 3 4 5 sangat setuju a........................ karena produk yang kami jual produk Telkomsel.............. Produk Baru yang dikeluarkan Telkomsel ( kartu Halo............ .. kartu Simpati............................. Simpat jitu dan kartu AS).................. Penjualan outlet kami meningkat lebih baik dibandingkan dengan pesaing kami........11. masih terjangkau harganya oleh pelanggan 1 Sangat tidak setuju 2 3 4 5 sangat setuju Produk baru mana yang dianggap paling murah oleh konsumen? a.............. Berapa prosen peningkatan penjualannya ? ………………………………………………………………………… .............. KINERJA OUTLET 13...... 1 Sangat tidak setuju 2 3 4 5 sangat setuju Menurut anda.............................. ..... Produk baru Telkomsel (future) yang diluncurkan oleh Telkomsel sangat sesuai dengan kebutuhan pelanggan...........................

.......... 15..... 1 2 3 4 5 Sangat tidak setuju sangat setuju a................. karena produk yang kami jual produk Telkomsel....... Keuntungan Outlet kami meningkat lebih baik dibandingkan dengan pesaing kami.... Berapa prosen peningkatan asetnya ? ......... Aset outlet kami meningkat lebih baik dibandingkan dengan pesaing kami karena produk yang kami jual adalah produk Telkomsel.................... Berapa prosen kenaikan keuntungannya ? ……………………………………………………………….............. TERIMAKASIH ATAS PARTISIPASINYA DALAM KUISIONER INI .........14......... 1 Sangat tidak setuju 2 3 4 5 sangat setuju a............

LAMPIRAN .

71 .51 .57 x12 .53 .83 .49 e3 x3 .81 z2 .44 .66 .63 .74 M Keterangan: KP = Karakteristik Produk SKP= Strategi Kompetitif Pasar M = Merek TKPB=Tingkat Kesuksesan Produk Baru KO=Kinerja Outlet .31 .76 e12 .42 x13 z1 e13 x14 e14 x15 e15 e7 e8 e9 x7 x8 x9 .72 .52 .159 df=83 CMIN/df=1.85 .72 .975 GFI=.31 .22 Chi Square=98.70 .48 .68 .85 KP .59 .72 .69 x11 .87 .23 e1 e2 x1 x2 .042 e10 .46 e11 ..969 RMSEA=.69 .65 e4 e5 e6 x4 x5 x6 .889 AGFI=.79 SKP TKPB KO .77 .69 .840 TLI=.122 CFI=.35 .183 Probabilitas=.54 .48 x10 .73 .

321 .057 22.134 . -2.139 c.207 -1.180 .296 -1.000 1.485 23.220 -1.660 -2.000 skew .798 -1.631 .498 .000 1.389 .129 -.198 -1.714 bservations farthest from the centroid (Mahalanobis distance) (Group number 1) Observation number 65 24 62 51 32 89 53 39 77 22 52 54 99 46 93 47 33 48 17 55 Mahalanobis d-squared 30.000 1.045 .138 .478 -2.000 1.201 p2 .015 .481 29.230 .000 1.000 5.253 -1.000 5.641 .467 1.083 .695 22.378 .058 -2.039 .449 .305 .000 1.000 1.190 -1.474 .000 5.622 20.148 3.058 .513 .443 21.895 -.556 .000 1.000 1.627 .104 .896 -.149 .372 -2.000 5.493 -2.716 .131 21.000 5.958 20.790 .512 -2.019 .445 .103 -.080 .864 -1.r.000 1.139 -1.789 19.164 c.471 .091 .000 1.407 23.305 19.132 .000 max 5.557 19.614 29.855 1. .032 -.Assessment of normality (Group number 1) Variable x13 x14 x15 x12 x11 x10 x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 Multivariate min 1.198 -1.407 .618 2.033 -1.190 .150 -2.000 5.285 p1 .161 .909 -1.053 -.000 1.491 .269 1.070 20.000 5.893 -2.157 -.121 1.141 21.529 .540 -2.509 .000 5.112 .000 5.000 5.543 .989 -1.409 -2.610 .024 .240 27.588 .409 24.123 .701 25.000 1.269 .135 .010 .082 -.000 5.205 .659 .407 .926 25.000 1.000 5.134 -.000 5.493 -2.215 -.581 kurtosis -1.190 .535 -.000 5.253 -.614 .r.148 .172 .074 .013 .

230 13.244 .527 .986 13.279 .452 .747 .699 .674 16.516 .593 .180 14.102 17.522 .696 .297 .542 .470 .710 13.313 .414 .572 .779 .429 .605 14.338 .616 .672 .392 .605 .478 .190 17.557 .263 14.308 .286 .869 13.229 .317 .042 15.419 17.483 .838 14.727 .535 .515 .492 .373 .563 17.648 .994 14.358 .607 .463 .527 .449 .768 14.339 .369 .641 .955 13.611 .769 .759 .515 .297 13.479 .382 .034 16.480 .529 .799 18.540 .379 .297 13.675 18.433 .520 .542 16.210 .366 17.496 .944 .585 .12 68 92 60 50 31 38 9 86 34 98 71 23 4 45 82 81 44 27 91 26 64 41 100 11 76 16 101 37 42 30 19 67 95 83 49 97 90 87 78 7 58 102 63 20 19.608 .223 .548 .382 .783 13.803 13.413 .687 .588 13.136 13.314 17.622 14.391 .533 .347 .512 .682 16.262 17.684 18.088 18.975 13.579 .869 15.659 .468 .584 .541 .551 .690 17.137 14.303 .338 .536 .680 16.579 .666 .134 16.544 15.228 .391 .615 .675 .891 15.294 .123 12.300 .379 .404 .363 17.389 .498 .

242 9.910 11.797 .699 .102 9.371 .901 .155 .609 .611 .863 11.728 11.910 .399 11.43 88 35 70 36 28 94 61 3 1 25 84 79 15 13 57 6 85 80 14 21 18 5 56 2 103 96 40 72 73 74 8 59 29 69 12.483 10.801 11.744 .906 .761 .278 .435 .229 .116 11.880 10.996 8.872 .906 .686 .061 10.405 .085 .639 .795 .413 8.171 .536 .399 .698 .659 .326 7.676 .567 .133 .588 .355 10.427 .793 .440 .408 .513 10.745 8.654 .874 .270 .900 .381 10.748 .038 11.539 10.478 .539 10.847 11.538 .210 12.520 8.601 10.724 .184 12.737 .532 .874 9.762 12.072 8.878 .788 .518 .252 .804 .785 .521 10.441 .851 .190 .786 .413 8.291 .574 .694 .652 .663 .215 11.347 .932 .689 .691 .780 .890 .475 9.605 .785 .828 .549 8.665 .621 .786 .

088 .615 .380 .816 .586 .000 x11 .311 .017 1.845 .198 1.000 x12 .249 .233 .635 x11 1.000 .061 .321 .194 .201 .100 .018 x5 .190 2.283 .676 .331 .600 .439 1.358 .705 1.269 .000 x7 .459 .376 .436 .782 x9 .871 .683 Eigenvalues 5.817 1.000 .834 x10 .276 .592 1.619 .561 .347 .449 .515 .291 .751 1.634 1.000 x14 .439 .528 .387 1.159 .181 1.540 .309 .315 .660 .536 1.640 .401 .786 .654 .229 .353 .508 .265 .636 1.285 .104 .000 .544 .840 Condition number = 28.127 .367 2.790 .437 .248 .443 1.422 .574 .923 1.439 .121 1.397 .331 .588 1.432 1.600 .298 .079 x2 .322 x1 .000 .861 .506 .361 .451 .626 .729 Eigenvalues 10.464 .218 .522 .709 .921 x4 .169 .309 .644 .853 .316 .142 .323 1.795 .811 .244 .129 .797 x6 .389 .099 .912 x3 .755 x1 .332 x4 .647 1.206 .502 .615 .680 .227 .425 .615 .978 .614 .326 .280 1.338 x9 .444 .340 .595 .014 1.322 x5 .514 .014 .910 1.179 .124 .370 .406 .568 .659 1.552 3.781 .305 .387 .701 .305 x12 .423 .367 .516 .517 1.317 .536 .000 x15 .000 .417 x8 .415 .112 .536 .362 .361 .382 .436 .558 .472 .586 .459 .184 1.983 x7 .432 1.700 .403 x3 .327 .159 .743 .203 .842 .391 .309 .676 1.207 .966 1.367 Determinant of sample covariance matrix = 4.222 .269 .416 .301 .219 .510 .623 .259 .027 1.723 .683 .415 .000 Condition number = 28.245 .581 .547 .197 1.180 .098 .699 .431 .741 .575 1.280 x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 1.274 .505 x15 .220 .737 .182 .401 .382 .399 .485 .178 .617 x2 .539 .193 .352 .352 .176 .000 x10 .441 .000 .524 .042 1.304 x6 .193 1.737 .794 1.804 .454 .266 .953 .415 .452 1.942 .078 1.186 .Sample Covariances (Group number 1) x13 x14 x15 x12 x11 x10 x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 x13 1.682 Sample Correlations (Group number 1) x13 x14 x15 x12 x11 x10 x13 1.331 1.723 .578 .166 1.265 1.018 x8 .000 .415 .235 .384 .529 .416 .141 1.655 .388 .710 x14 1.835 2.343 .000 .237 .768 .781 .

TKPB .399 TKPB <--.155 4.850 .TKPB x3 <--.SKP 1.718 .Default model) TKPB <--.KO 1.124 5.851 .Default model) Estimate S.140 6.217 .KP 1.394 .M .703 .151 6.221 6.197 x15 <--.SKP x9 <--.235 x12 <--.940 .809 .KP .695 x7 <--.008 *** Label par_11 par_12 par_14 par_13 *** par_1 *** par_2 *** par_3 *** par_4 *** par_5 *** par_6 *** par_7 *** par_8 *** par_9 *** par_10 Standardized Regression Weights: (Group number 1 . C.TKPB Estimate .155 1.KO 1.792 .097 x6 <--.306 . TKPB <--.233 .000 x14 <--.712 .KP x6 <--.736 .726 .M x10 <--.000 x8 <--.928 .SKP x4 <--.TKPB .TKPB 1.792 TKPB <--.156 x4 <--.420 .185 .SKP .165 5.965 .638 .659 KO <--.162 .000 x5 <--.SKP x5 <--.KP .KP TKPB <--.R.SKP .000 x2 <--.679 .637 .KP x2 <--.524 x1 <--.234 .417 x13 <--.142 x3 <--.M 1.836 x9 <--.000 x11 <--.217 .E.695 .SKP .100 2.500 x10 <--.M x8 <--.M 1.SKP TKPB <--.Regression Weights: (Group number 1 .005 .223 5.279 .171 7.158 7.150 6.194 6.246 .506 P .872 .477 .TKPB x12 <--.KP 1.M KO <--.TKPB x11 <--.TKPB 1.KO 1.M .438 .KP x1 <--.927 .148 2.M x7 <--.

001 par_21 z2 .197 5.201 *** par_36 .655 .030 SKP <--> M .007 par_22 e3 .068 .035 *** par_28 e9 .KO <--. P KP <--> SKP .R.149 5.863 .158 5.E.187 6.R.Default model) Estimate S.766 .558 .142 2.148 3.196 .307 .103 *** par_34 e15 .932 .026 *** par_27 e4 .679 *** par_25 e6 .171 3.KO <--.203 .122 3.090 *** par_19 M 1.124 3. P Label KP .Default model) Estimate KP <--> SKP .908 .258 4.038 *** par_20 z1 .Default model) Estimate S.846 .119 *** par_35 e14 .880 .148 2.120 5.011 par_24 e1 1.390 .851 .262 3.556 .560 .759 *** par_31 e10 1.249 .307 SKP <--> M .232 *** par_32 e11 .100 .120 6. C.139 6.379 .994 .557 *** par_33 e12 .169 5.864 *** par_23 e2 .073 2.465 *** par_18 SKP 1.690 Variances: (Group number 1 .580 *** par_29 e8 .041 .671 .660 .208 2.719 *** Label par_15 par_16 par_17 Correlations: (Group number 1 .269 4.830 *** par_26 e5 .E.171 6.622 .010 KP <--> M . C.167 .192 4.180 3.KO Estimate .701 .829 Covariances: (Group number 1 .354 KP <--> M .531 .793 *** par_30 e7 .737 .441 .x15 x14 x13 <--.

516 x9 .228 x2 .627 x1 .Estimate S.127 4.527 x6 . C.574 KO .587 x15 .E. e13 .494 .534 .198 P Label *** par_37 Squared Multiple Correlations: (Group number 1 .655 x13 .482 x11 .R.508 x5 .722 x3 .760 x10 .542 x4 .Default model) Estimate TKPB .688 x14 .461 x7 .724 x8 .436 x12 .

020 1.584 .727 .584 .621 .351 1.713 1.349 .307 .627 .912 .296 .983 .782 .607 x4 .523 .433 .494 .422 .784 .062 1.779 1.233 .619 0 x3 .305 .523 .71 x13 .349 .542 .427 2.526 .598 .645 .607 .675 .777 .485 .908 .479 x1 .614 .307 .277 .415 .195 1.827 .631 .396 .570 x9 1.333 .978 .978 .623 .365 .463 x5 .062 .129 .351 .985 1.795 .195 .449 .709 9 x15 .01 x14 .614 .727 .755 .422 .833 .401 .849 .351 .898 .921 .041 SKP .671 .915 .967 .379 1.018 1.416 .502 x14 x15 x12 x11 x10 x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 1.577 .671 .296 .048 1.50 5 .449 .523 .445 x6 .450 .320 1.Default model) M SKP KP TKPB KO x13 M 1.980 .504 .569 1.508 .671 .502 .348 2.485 .430 .233 .379 .435 .818 x12 .020 .908 TKPB .816 .500 .849 .322 .676 1.349 .309 .547 .365 1.816 .720 1.415 .129 .547 .385 .430 .401 1.430 1.307 .500 .508 .840 .818 0 1.285 .504 .333 .333 .720 6 x10 .584 .784 .915 KO .100 KP .542 1.523 .222 .379 .427 .485 .661 .675 .839 x7 1.719 x8 .396 .661 .365 .661 .422 .Implied (for all variables) Covariances (Group number 1 .12 x2 .709 1.834 .03 x11 .348 .181 .485 .547 .379 .827 .727 .356 .285 .379 .323 1.621 .435 .676 .795 .159 1.307 .622 .041 .468 .635 .356 .322 .309 .349 .661 .578 .100 .617 .343 .631 .645 .379 1.547 .526 .018 .569 .120 1.422 .671 .839 .536 .222 .675 .333 .767 .189 .330 .578 1.506 1.797 1.584 .479 .

331 .718 x9 .695 .329 .726 .349 .000 .302 .342 .258 .257 .178 .547 .597 1.256 .104 .405 1.323 .000 .306 .249 .357 .207 .257 x6 .417 .435 .260 .272 .510 .000 .000 .171 .335 .000 .372 .506 1.809 1.202 .348 .550 .371 1.620 .368 .000 .000 .286 .225 .280 x1 .266 .206 .460 x7 .357 .254 .420 x15 .394 .308 .534 .300 .562 .575 1.413 .387 .147 .181 .000 .278 .219 .223 .215 .587 .703 .487 .600 1.354 KP .201 .000 .378 .195 .192 .592 1.486 .293 .591 x10 .243 .283 .499 .424 .000 .116 1.499 .354 .671 .529 1.000 .496 .252 x5 .329 x2 .432 .242 .766 .456 .564 .626 .232 .850 .422 .678 KO .523 .280 .354 .000 .323 .485 SKP 1.471 x11 .316 .261 .301 .261 .153 .Implied (for all variables) Correlations (Group number 1 .189 .198 .189 .635 1.Default model) M M 1.363 .335 .000 .585 .327 .362 .000 SKP .000 .587 x3 .236 .421 .106 .250 .000 .472 .872 .000 .220 .262 .287 .503 .467 .346 .339 .403 .199 .321 .404 .277 .362 x12 .216 KP TKPB KO x13 x14 x15 x12 x11 x10 x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 1.454 .280 .392 1.252 .238 .851 x8 .430 .341 .465 .254 .605 1.000 .413 .421 .186 .408 .445 .261 .679 .517 1.736 x4 .338 .230 .477 .309 .347 .540 .421 .000 .712 .000 .705 .401 .829 1.154 .611 1.307 .184 .334 .371 .157 .219 .508 .660 .286 .792 .466 .548 x13 .690 TKPB .577 .412 .455 x14 .521 .234 .359 .186 1.

018 1.818 .523 .222 .536 .415 .129 .351 .898 .619 .779 1.661 .623 .401 .827 .416 .277 .675 .505 .795 1.671 2.577 .348 .675 .502 x14 1.305 .430 .433 .833 .710 1.343 .985 1.645 .709 .614 .849 .351 .506 .159 1.834 1.578 1.Default model) x13 x14 x15 x12 x11 x10 x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 x13 1.983 .967 .500 .019 .349 1.485 .468 .607 .320 .048 .494 .767 .365 .356 .627 .195 1.322 .181 .777 .365 .285 1.713 1.036 .430 .621 .547 2.233 .120 1.631 1.542 .450 .912 .449 .720 .062 .427 .622 .435 x15 x12 x11 x10 x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 1.727 .379 .727 .485 .189 .307 .396 .018 .617 .323 .584 .598 .296 1.379 .839 .Implied Covariances (Group number 1 .385 .840 .816 .504 .309 .508 1.401 .422 .463 .676 1.782 .333 .719 .980 .020 .570 .445 .797 1.784 .635 1.755 .526 .921 .479 .330 .978 .

401 .585 .082 .250 .000 .163 .152 .052 .277 .144 .278 -.392 .088 -.077 -.096 -.238 .054 -.088 -.000 -.186 .179 .000 .070 -.279 .144 .547 .085 -.006 .140 .081 .280 .184 .424 .028 .635 .219 .022 -.000 .013 -.220 .154 1.000 .090 .503 .466 .014 .181 .198 .028 -.224 .465 .256 .079 x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 .027 -.327 .371 .015 -.057 -.000 .359 .238 .095 .097 .000 -.000 .192 .517 .456 .012 .199 .000 .027 .106 .302 .111 -.042 -.000 .249 .189 .190 .276 -.348 1.053 -.575 .342 .043 .000 .086 .155 -.093 .322 .025 -.293 1.230 .000 .010 .387 .086 -.329 .000 .026 -.430 .261 x15 x12 x11 x10 x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 1.000 .499 .540 .338 .073 .266 .189 .085 .435 .058 .592 .014 .000 .564 .112 -.014 -.254 .159 -.101 .140 .283 x14 1.157 1.116 1.000 .118 .000 .016 .432 .000 -.186 .045 -.529 .045 -.028 .626 .215 .131 -.421 .280 .357 1.152 .Default model) x13 x14 x15 x12 x11 x10 x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 x13 .286 .405 1.054 .262 .273 .012 .039 -.001 -.087 -.028 .044 -.000 .000 -.252 .042 .003 -.335 .339 .011 -.308 .104 .121 -.357 .178 .000 .201 .130 .202 .008 .000 .335 .140 .316 .000 .158 .136 .171 .605 .115 .257 .287 1.302 .472 .000 .260 .061 -.258 .421 .053 -.174 .000 -.354 .445 .068 .014 -.016 .106 .002 .048 .090 -.184 .347 .Default model) x13 x14 x15 x12 x11 x10 x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 x13 1.153 .212 .206 .000 Residual Covariances (Group number 1 .207 .331 .346 .235 x14 x15 x12 x11 x10 .125 .234 .236 .Implied Correlations (Group number 1 .272 .028 .225 1.323 .242 .261 -.165 .195 .611 .051 .000 .206 .413 1.000 .506 .597 1.363 .000 .309 .028 .000 .071 .368 1.

300 .000 .Default model) x13 x14 x15 x12 x11 x10 x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 x13 .467 .155 1.171 x15 .773 -.366 x11 .270 .000 .123 .062 .142 -.000 .020 .026 .220 -.000 .066 -.019 .786 .486 x10 .230 x14 .007 .005 x6 .780 -.155 1.019 .719 -.193 .002 .000 KP TKPB KO .006 .164 -.848 .002 x2 .256 .000 -.003 .014 -.076 -.Standardized Residual Covariances (Group number 1 .003 .020 .000 .484 -.463 -.222 .005 x9 .720 .012 SKP .420 1.007 x3 .821 .051 .713 .003 Total Effects (Group number 1 .185 SKP .310 -.009 TKPB .014 .558 -.871 .202 .002 .545 -.017 .116 x12 .525 -.148 -1.279 .141 -.003 .535 .Default model) M TKPB .455 -1.032 .000 -.014 .661 .009 .105 .281 .000 -.010 x8 .000 .153 .494 -1.170 .102 .171 .139 .361 x14 .447 .017 .009 .798 .092 1.006 .000 Factor Score Weights (Group number 1 .459 .036 .217 1.243 .729 1.013 .016 .178 .000 .295 x14 .014 .242 -.508 .003 .029 .000 .029 .004 x5 .268 1.051 .313 x15 .057 .403 -1.467 -.136 .251 x13 .178 .411 .000 .006 .005 x4 .265 -.448 .000 -.494 .012 .279 .057 .000 .246 .000 -1.466 x15 x12 x11 x10 x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 .012 KP .817 .221 .234 .551 .404 .356 .139 .327 .001 .007 x1 .980 1.370 .294 1.005 .376 .638 .445 .592 -.010 -.075 -.027 x7 .031 x11 .260 -.000 .080 x10 .000 .837 .502 -.000 .394 x7 1.128 -.001 .039 .928 .000 -1.917 1.273 -.163 .003 .083 -.286 .705 .438 .000 .182 .002 .288 -.072 .006 .038 .315 .069 .048 .689 -.795 1.405 .Default model) x13 M .061 .492 -.029 .225 .259 .394 KO .000 .687 .173 .551 .436 .000 .081 .208 .705 .069 -.039 .050 .232 .000 -.004 .373 .804 .281 .060 .030 .555 -.893 .319 .021 .234 .251 x12 .842 .000 -.934 .006 .145 .077 KO .344 .638 1.000 -1.217 .924 .200 .

695 .282 x14 .000 .394 KO .000 .292 x11 .000 .000 .809 .000 .000 .000 x12 .000 .000 x6 .000 .000 SKP .000 .000 1.279 .000 .000 .000 .233 .000 .420 KO .285 x7 .147 .306 .000 .000 .246 .000 Standardized Total Effects (Group number 1 .000 .Default model) M TKPB .000 .189 .000 .000 .000 .000 x15 .638 .000 .000 .965 .000 .189 .000 .000 x14 .000 x1 .000 .247 .000 .703 .000 .000 .000 .872 .940 1.000 x5 .928 .134 .000 .000 .175 .792 .000 .000 KP TKPB KO .000 x13 .208 .000 .163 .660 .000 1.000 .766 .000 .438 .150 .000 .000 .116 .000 .340 x13 .000 .000 .927 1.718 x9 .000 .000 .850 .000 1.829 .000 x2 .736 x4 .000 .000 Direct Effects (Group number 1 .000 .217 .000 1.000 .000 .000 .000 .x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 M .000 .145 .000 .000 .000 .000 SKP .671 .000 .000 .260 x15 .851 x8 .000 x11 .000 .000 x3 .726 .000 .234 .000 .000 .477 .Default model) M TKPB .000 .679 .000 1.637 .000 .000 .000 .000 .000 .000 KP TKPB KO .000 .620 .266 .000 SKP .000 .534 .000 .000 KP TKPB KO .000 .000 .205 .000 .366 x10 .000 .000 .212 .000 .224 x12 .000 .000 .000 .712 .000 1.217 .000 .000 .000 .000 .

712 .000 .000 .000 .000 .000 .809 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .306 .000 .000 .000 KP TKPB KO .000 .000 .000 .000 1.000 .000 .000 .850 .000 .000 .000 .000 SKP .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .965 .000 .000 .000 .000 Standardized Direct Effects (Group number 1 .000 .000 .000 .000 .637 .000 .000 .000 .000 .217 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .872 .000 .927 1.000 .000 .000 .660 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .792 .000 .000 .000 .000 KP TKPB KO .000 .000 .695 .000 .477 .000 .940 1.000 .000 .000 .000 .233 .000 .679 .000 .000 .185 .726 .x10 x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 M .000 .736 .000 .718 .829 .000 .703 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .851 .000 .Default model) TKPB KO x13 x14 x15 x12 x11 x10 x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 M .000 SKP .000 .000 .000 .000 .420 .000 1.000 1.000 .000 .000 .766 .000 1.000 .000 .

000 x5 .000 .000 .000 .000 x3 .000 .266 .247 .000 .795 .000 .173 .000 .620 .200 .000 .000 .000 .000 .366 x10 .917 .000 Standardized Indirect Effects (Group number 1 .260 x15 .Default model) M TKPB .000 x4 .000 x3 .000 .217 .000 .000 x2 .534 .000 .000 .000 x5 .000 .000 .000 x6 .163 .000 x9 .000 .000 .134 .394 x7 .000 .000 .000 .000 .000 .000 SKP .000 .000 .366 x11 .000 .178 .000 .000 .212 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .344 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .139 .147 .000 x4 .000 KP TKPB KO .000 .251 x13 .000 .000 .000 .000 x2 .000 .224 x12 .000 .000 .175 .189 .000 .000 .268 .292 x11 .000 .000 .000 .Indirect Effects (Group number 1 .000 .000 .000 x8 .000 .145 .000 .000 .000 .189 .000 .000 .000 .000 .000 KO .000 .000 .000 .205 .000 .150 .000 .671 .000 .282 x14 .638 .000 .000 .000 SKP .000 .000 .000 KP TKPB KO .000 .000 .000 x6 .000 .178 .486 x10 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 KO .000 .000 .000 .340 x13 .000 .116 .000 x1 .256 .259 .000 .000 x9 .Default model) M TKPB .361 x14 .285 x7 .279 .000 .000 .222 .139 .000 .202 .000 x8 .000 .000 .251 x12 .000 x1 .208 .000 .313 x15 .000 .000 .

008 RMSEA=.49 .71 ..000 GFI=.56 .36 .53 e3 x3 .83 .24 e1 e2 x1 x2 .69 e7 e8 e9 x7 x8 x9 .938 Probabilitas=.67 .000 Keterangan .73 .51 Chi Square=22.549 CFI=1.55 .82 KP .953 AGFI=.507 df=24 CMIN/df=.71 e4 e5 e6 x4 x5 x6 .32 .54 .74 .74 M .75 .77 SKP KP = Karakteristik Produk SKP = Strategi Kompetitif Pasar M = Merek .60 .912 TLI=1.

044 .798 31 11.r.093 .253 -.478 -2.000 1.059 .875 52 11.231 .002 .449 .409 -2.669 50 15.172 c.581 kurtosis -1.140 17 11.540 -2.026 .216 .380 .000 5.225 .884 .000 5.552 .000 1.421 .022 .000 5.085 93 14.512 -2.441 .079 .000 1.000 1.000 1.302 .220 .956 46 11.269 1.157 -.455 77 15.000 1.502 82 13.000 5.911 62 19.145 .318 65 25.244 p2 .058 -2.385 12 15.296 -1.084 .121 1.080 .022 89 17.288 54 16.106 .172 98 12.198 -1.018 .204 .510 .487 p1 .535 -.000 5.074 .053 -.000 skew .445 .618 2.019 .000 max 5.148 .198 .660 -2.989 -1.000 5.089 .819 .149 Observations farthest from the centroid (Mahalanobis distance) (Group number 1) Observation number Mahalanobis d-squared 24 28.220 -1.798 -1.000 5.298 .406 48 12.910 9 14.035 .883 .689 99 11.302 .588 .316 .000 1.000 5.509 .782 39 14.206 .000 1.809 .921 .132 .207 -1.139 c. -2.853 .148 3.190 -1.795 .855 1. 1.393 53 18.001 .Assessment of normality (Group number 1) Variable x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 Multivariate min 1.269 .103 -.442 .129 -.493 -2.389 1.580 22 19.097 .744 95 13.309 .r.305 .

338 44 9.274 .864 .863 .361 55 11.344 .926 37 7.799 .525 34 9.522 .766 28 8.341 .651 49 7.492 102 9.413 .173 60 10.112 19 10.808 .630 25 7.542 .967 7 7.864 .579 .434 .905 .575 36 8.264 81 9.566 .393 .817 97 7.470 .887 .482 .572 .048 30 7.861 .759 .546 .453 .801 .199 71 11.529 .300 .896 .063 11 9.829 43 8.039 14 8.407 .351 91 8.362 .578 .856 .775 .784 .888 .516 .030 23 10.337 .866 .891 .871 .807 .312 .890 .530 42 8.123 47 8.570 .857 51 9.483 p1 .896 .862 .477 .181 20 8.841 .707 .556 .652 .500 92 10.299 .818 .671 70 7.572 .262 .829 .537 .137 21 8.821 .903 .877 .077 45 10.920 .499 .796 .542 .390 .563 86 7.661 100 10.850 .459 .894 .872 .587 p2 .131 27 9.568 .553 .684 18 7.650 78 8.345 .632 76 7.665 41 10.425 .252 .520 .Observation number Mahalanobis d-squared 32 11.936 101 9.356 .914 .926 58 7.

657 .747 .177 59 5.012 .502 .656 .019 88 5.929 80 5.970 26 4.335 .980 16 6.845 83 4.837 .796 .115 .715 .370 3 4.689 .881 .677 .333 .634 .385 79 6.638 57 6.775 .716 .390 .435 .819 .986 73 4.314 .577 .738 .169 69 5.895 p2 .839 .430 84 4.681 .640 90 5.070 61 4.427 72 5.171 .633 .029 .574 .704 .029 .885 .357 38 6.695 .967 2 4.658 .848 .540 .254 15 7.742 29 4.675 .286 .191 8 5.Observation number Mahalanobis d-squared 33 7.828 .275 .075 35 6.044 63 7.500 4 6.817 .069 .819 .428 .866 .238 75 6.689 .267 .354 .682 .701 .620 6 6.473 .035 .500 1 6.042 .377 .240 p1 .177 96 5.173 74 5.618 .635 .192 .016 .399 .611 .446 94 6.519 .819 .828 .070 66 5.025 68 6.165 103 7.569 13 6.030 40 7.943 67 5.732 .025 .533 .856 .837 .746 .620 .616 87 4.677 .370 .819 .659 .544 .836 .620 56 6.639 .946 64 4.

197 .186 1.840 Condition number = 11.KP .691 1.416 .578 1.280 1.000 x4 .415 .754 3.801 .194 .321 .000 x5 <--.KP 1.078 1.124 .112 .436 .018 x5 .235 .510 .795 .575 1.358 .237 .201 .227 .791 Eigenvalues 6.573 Determinant of sample covariance matrix = 9.953 .204 5.539 .285 .082 .592 1.382 .547 1.522 1.301 Regression Weights: (Group number 1 .612 1.536 .361 .193 1.343 .768 .515 .018 x8 1.220 .042 1.094 .000 x3 .794 1.432 .372 .291 .SKP 1.443 .229 .027 1.842 .160 6.448 .Sample Covariances (Group number 1) x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 x7 2.000 Condition number = 12.755 x1 .000 x8 .912 x3 .452 1.853 .150 .327 .382 .198 .439 .R.171 *** x6 <--.218 .422 .Default model) Estimate S.811 .633 .598 .305 .619 .367 2.244 .617 x2 .152 4.921 x4 .000 x9 .832 .159 .439 .104 . C.000 x1 .219 .629 *** x1 <--.129 .399 .166 1.856 .782 x9 1.485 .000 x6 .797 x6 .681 .902 1.907 Sample Correlations (Group number 1) x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 x7 1.432 1.207 .966 1.KP 1.021 Eigenvalues 3.178 .000 x2 .180 .181 1.E. P x3 <--.SKP .087 *** Label par_1 par_2 par_3 .974 .014 1.475 .127 .168 1.000 x2 <--.000 x5 .623 1.283 .

R.872 .490 .611 *** SKP 1.006 *** e3 .SKP .169 5.632 .818 .745 .582 *** e6 .743 .335 *** Label par_4 par_5 par_6 Standardized Regression Weights: (Group number 1 .Default model) Estimate S.Estimate S.002 e1 1.KP x1 <--.182 3.268 3.703 .052 .KP x2 <--.189 4.SKP x5 <--.709 .122 .M x7 <--.062 *** Label par_10 par_11 par_12 par_13 par_14 par_15 par_16 .850 *** x9 <--.M 1.Default model) Estimate S.619 *** e2 .Default model) x3 <--.040 .R.M Estimate .024 SKP <--> M .552 .146 2. C.322 .187 6.011 KP <--> M .736 . C.725 .714 .KP x6 <--.829 Covariances: (Group number 1 .M x8 <--.145 6.229 .R.252 .Default model) Estimate KP <--> SKP .972 .143 2.968 .707 Variances: (Group number 1 .E. C.356 KP <--> M .266 3.M 1.000 x8 <--.989 .683 *** x7 <--.SKP x4 <--.173 4.SKP x9 <--.319 SKP <--> M .155 . P KP . P KP <--> SKP .E.E.M .157 7.260 4.774 .203 3.901 *** Label par_7 par_8 par_9 Correlations: (Group number 1 . P x4 <--.960 *** M 1.372 .

016 P *** *** *** *** *** Label par_17 par_18 par_19 par_20 par_21 Squared Multiple Correlations: (Group number 1 .669 x3 .880 .793 .052 .204 1.371 .599 x1 . C.199 .319 .322 .799 .430 .358 .519 .942 .161 5.799 .704 1.314 1.782 1.367 .613 1.202 .425 .555 x6 .168 1.202 .510 x5 .149 5.041 1.688 x8 .362 .449 x2 .371 .797 1.436 .755 .542 x4 .654 .815 .202 x8 1.709 2.R.172 4.E.113 1.014 1.025 .372 1.709 x7 1.968 .041 .Default model) Estimate x7 .372 KP .430 .815 x3 .157 4.018 1.197 5.e5 e4 e9 e8 e7 Estimate S.912 .011 .613 1.617 .322 .526 Implied (for all variables) Covariances (Group number 1 .240 x2 .352 .968 2.011 x9 1.025 1.989 .204 .Default model) M M 1.709 .319 1.368 .362 .052 .372 .819 1.322 KP x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 .449 .419 .362 .040 x4 .368 x5 .322 .921 .372 x1 .840 .690 1.709 SKP 1.819 .113 .018 1.361 .031 .040 SKP .314 .630 .467 .552 x9 .690 . .374 .362 x6 .

202 .429 .480 .358 .381 1.829 x8 .000 Implied Covariances (Group number 1 .025 .265 x6 .532 .426 .195 .195 .179 .204 1.815 .818 .Default model) x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 x7 2.586 .774 .112 .401 1.704 1.578 x3 .355 .736 x4 .000 .203 .610 .Default model) M M 1.617 .179 .295 .287 .121 1.220 .616 .189 .211 .480 .743 x9 .436 .368 .228 .553 .Default model) x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 x7 1.000 SKP .Implied (for all variables) Correlations (Group number 1 .257 .275 x1 .187 .220 .204 .199 .197 .014 1.921 .238 .165 1.113 1.195 .168 1.610 .000 .426 .532 .000 .000 .912 .189 .425 1.187 .000 .319 .314 1.346 x2 .257 .513 SKP 1.202 .255 .793 .000 .613 1.000 .782 1.262 .000 .165 1.593 1.018 1.709 2.000 .000 .000 .211 .553 .000 .371 .381 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 1.425 x8 1.018 1.000 .264 .490 .520 .547 .377 1.797 1.449 .112 .204 .319 1.156 .755 .121 1.401 1.322 .187 .577 .430 .745 .117 .197 .616 .355 .367 .187 .714 .202 .261 .287 .372 .228 .577 .000 .352 .173 1.000 .254 x5 .725 1.011 .203 .819 x8 1.117 .041 .255 .356 KP .247 .000 .000 .195 .202 .362 .377 1.547 .525 .942 .707 x7 .000 .362 .593 1.840 Implied Correlations (Group number 1 .425 .000 .519 .232 KP x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 1.429 .361 .228 .690 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 1.173 1.419 .

000 .076 .001 -.000 -.046 .214 .302 .016 .072 -.046 .000 .162 x8 .011 .000 .021 .096 x2 .220 .161 .013 .116 -.000 .000 .127 .000 -.324 -.106 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 .000 -.011 .073 .049 x9 .002 .064 .000 .187 .013 .016 .560 -1.011 .028 -.200 .906 .000 .021 .000 .000 .860 -.010 .723 .129 -.974 1.104 -.467 .044 .000 .261 .057 .Default model) x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 M 1.027 .035 .131 -.512 -.000 .457 .025 .102 .021 -.182 .000 KP .Default model) x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 x7 .049 .084 .Default model) M SKP KP x7 .011 x6 .000 Standardized Residual Covariances (Group number 1 .276 .515 .304 .000 .758 -.000 .090 .014 .214 Total Effects (Group number 1 .825 .000 Factor Score Weights (Group number 1 .155 .015 .033 x8 .012 x1 .007 -.000 .947 .074 x8 .000 .000 .000 .000 .000 .153 -.076 .132 -.127 1.059 .Default model) x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 x7 .000 .000 .000 -.014 .046 x4 .309 .483 .050 .330 .106 -.009 x5 .Residual Covariances (Group number 1 .000 .214 -.169 .989 .026 .290 .300 .000 -.060 -.340 x3 .633 .238 .000 -.972 1.044 .242 .566 .016 -.039 -.000 .004 .000 SKP .154 .022 -.000 .553 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 .127 .

Default model) x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 M .000 .000 .000 .000 .000 .x2 x3 .000 .000 .000 1.000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 SKP .745 .818 .743 .000 .000 .774 .490 .000 .000 .000 .000 KP .000 .000 .714 .000 SKP .000 .633 1.989 .490 .000 .000 .000 Standardized Total Effects (Group number 1 .725 .Default model) x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 M .000 .000 .150 1.000 .155 .000 Standardized Direct Effects (Group number 1 .Default model) x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 M 1.000 .000 .000 .000 .774 .000 SKP .725 Direct Effects (Group number 1 .829 .000 .000 .000 .974 1.000 .818 .000 .000 .000 .000 .000 KP .000 .829 .000 .000 .000 .972 1.714 .000 .743 .000 .150 1.000 KP .000 .745 .000 .000 .736 .000 .000 .736 .

000 .000 KP .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 SKP .000 .000 .000 .000 .000 .Indirect Effects (Group number 1 .000 .000 .000 .000 .000 .Default model) x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 M .000 .000 .000 .000 Standardized Indirect Effects (Group number 1 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 .Default model) x7 x8 x9 x4 x5 x6 x1 x2 x3 M .000 KP .000 .000 .000 .000 .000 .000 .000 SKP .000 .000 .000 .

939 TLI=1.77 .896 Probabilitas=.518 CFI=1.170 df=8 CMIN/df=.000 GFI=.006 RMSEA=.65 .83 .Keterangan TKPB = Tingkat Kesuksesan Produk Baru KO = Kinerja Outlet Chi Square=7.94.70 x12 TKPB .74 KPO .69 .88 e12 .49 x10 .41 e11 .42 x13 e13 x14 e14 x15 e15 .000 e10 .59 .64 x11 .977 AGFI=.

973 8.556 .152 .896 -.000 1.927 .880 7.017 8.563 c.264 .259 .032 -.897 .493 -1.725 7.r.268 .000 5.000 max 5.033 -1.920 .652 .000 5.000 1.300 11.926 .612 7.864 -1.021 .113 .253 -1.173 .252 9.134 -.041 .642 8.002 9.932 .895 -.216 .869 .172 .231 .020 14.833 .720 .890 .857 .247 .883 .000 5.215 -.350 .000 1.505 7.281 p2 .125 .213 .420 8.279 .334 Observations farthest from the centroid (Mahalanobis distance) (Group number 1) Observation number 51 32 99 47 26 64 92 39 62 60 4 93 55 77 90 3 34 52 17 33 83 30 68 85 65 46 63 Mahalanobis d-squared 19.871 13.187 .883 .372 -2.082 -.134 .467 kurtosis -1.209 .410 9.899 .829 .150 -2.662 7.805 .702 9.956 .359 8.716 .808 11.190 .175 .000 5.779 .309 8.825 .836 .000 1.056 .934 9.893 -2.768 8.921 . .300 10.127 .909 -1. -2.891 .780 .Assessment of normality (Group number 1) Variable x13 x14 x15 x12 x11 x10 Multivariate min 1.474 7.066 .277 .r.138 .160 .453 p1 .000 1.198 -2.000 skew .955 .828 .790 .537 10.865 .092 7.139 -1.112 c.126 12.073 .004 .195 .000 5.

43 54 49 91 16 5 89 45 86 98 94 23 71 44 37 61 2 38 31 67 53 81 87 76 41 20 101 19 18 36 100 28 35 48 12 84 88 72 11 27 70 22 8 59

7.373 7.332 7.267 7.235 7.128 6.773 6.704 6.697 6.605 6.592 6.573 6.573 6.553 6.463 6.345 6.271 6.225 6.208 5.984 5.933 5.867 5.729 5.720 5.630 5.486 5.412 5.361 5.361 5.332 5.332 5.154 4.869 4.745 4.745 4.720 4.709 4.670 4.646 4.581 4.496 4.490 4.474 4.462 4.462

.288 .291 .297 .300 .309 .342 .349 .350 .359 .360 .362 .362 .364 .373 .386 .394 .398 .400 .425 .431 .438 .454 .455 .466 .483 .492 .498 .498 .502 .502 .524 .561 .577 .577 .580 .582 .587 .590 .599 .610 .611 .613 .614 .614

.696 .646 .611 .551 .550 .737 .716 .647 .642 .574 .510 .429 .367 .365 .387 .374 .338 .282 .396 .367 .351 .401 .335 .343 .403 .398 .372 .301 .259 .200 .280 .487 .542 .463 .411 .347 .313 .266 .260 .270 .212 .169 .129 .091

50 80 9 56 66 75 102 97 21 78 73 1 7 58 42 79 29 15 25 74 69 24 82 14 10 13 96 57 6
Sample Covariances (Group number 1)

4.459 4.406 4.296 4.232 4.068 4.068 4.003 3.988 3.985 3.979 3.979 3.979 3.963 3.963 3.879 3.875 3.860 3.819 3.815 3.532 3.280 2.932 2.886 2.855 2.571 2.370 2.167 1.894 1.894

.615 .622 .637 .645 .668 .668 .676 .678 .679 .680 .680 .680 .682 .682 .693 .694 .696 .701 .702 .740 .773 .817 .823 .827 .860 .883 .904 .929 .929

.062 .055 .067 .063 .101 .068 .064 .045 .028 .017 .010 .005 .003 .001 .001 .001 .000 .000 .000 .001 .003 .023 .016 .009 .037 .069 .117 .246 .133

x13 x14 x15 x12 x11 x10 x13 1.710 x14 1.017 1.505 x15 .790 .751 1.305 x12 .654 .544 .387 1.635 x11 1.088 .871 .676 1.141 1.834 x10 .676 .701 .568 .910 1.121 1.983 Condition number = 12.563 Eigenvalues 5.728 1.547 .984 .667 .591 .456 Determinant of sample covariance matrix = 1.566

Sample Correlations (Group number 1)

x13 x14 x15 x13 1.000 x14 .634 1.000 x15 .529 .536 1.000 x12 .391 .347 .265 x11 .615 .524 .437 x10 .367 .406 .353 Condition number = 13.252 Eigenvalues 3.405 .955 .554 .461 .367 .257

x12

x11

x10

1.000 .659 .506

1.000 .588

1.000

Regression Weights: (Group number 1 - Default model)

Estimate S.E. C.R. P x10 <--- TKPB 1.000 x11 <--- TKPB 1.417 .220 6.435 *** x12 <--- TKPB .996 .163 6.095 *** x15 <--- KPO 1.000 x14 <--- KPO 1.269 .201 6.328 *** x13 <--- KPO 1.460 .231 6.333 ***

Label par_1 par_2 par_3 par_4

Standardized Regression Weights: (Group number 1 - Default model)

x10 x11 x12 x15 x14 x13

<--<--<--<--<--<---

TKPB TKPB TKPB KPO KPO KPO

Estimate .638 .940 .700 .652 .770 .831

Covariances: (Group number 1 - Default model)

Estimate S.E. C.R. P Label TKPB <--> KPO .497 .128 3.884 *** par_5

554 .027 .134 C.214 .128par_9 ***par_10 ***par_11 ***par_12 ***par_13 Squared Multiple Correlations: (Group number 1 .522 6.139 .Default model) KPO TKPB x13 x14 x15 x12 x11 x10 KPO .952 PLabel ***par_6 ***par_7 ***par_8 .883 .E.497 .807 .497 TKPB .Default model) TKPB KPO e10 e11 e12 e15 e14 e13 Estimate .631 .809 .123 .123 .137 .143 1.751 .894 .631 1.703 .141 .807 x13 1.143 .629 .505 .809 .983 .490 .119 4.703 .246 1.305 .029 .R.Default model) x13 x14 x15 x12 x11 x10 Estimate .743 Variances: (Group number 1 .612 .497 .421 6.834 .407 Implied (for all variables) Covariances (Group number 1 .710 1.188 .241 .495 .834 1.162 . .635 1.726 .691 .975 3.704 .593 .528 S.Default model) Estimate TKPB <--> KPO .425 .495 .497 1. 3.554 1.347 3.097 6.804 1.807 .554 .723 1.Correlations: (Group number 1 .176 .726 x14 x15 x12 x11 x10 1.804 1.704 .

365 1.022 .000 .629 .000 .538 .106 .640 .000 .831 .029 .047 -.474 TKPB 1.Default model) x13 x14 x15 x12 x11 x10 x13 1.502 .Default model) KPO TKPB x13 x14 x15 x12 x11 x10 KPO 1.542 .497 x12 x11 x10 1.894 .658 .809 .505 .446 1.542 .599 1.000 .060 -.394 x14 x15 x12 x11 x10 1.520 .652 .365 x15 1.085 -.000 .000 -.000 .599 1.495 .071 x12 x11 x10 .433 .433 .339 .704 .309 1.983 Implied Correlations (Group number 1 .581 .638 x13 1.394 x14 1.000 .699 .Default model) x13 x14 x15 x12 x11 x10 x13 .339 .305 .618 .023 .000 .743 .Default model) x13 x14 x15 x12 x11 x10 x13 1.538 .070 x15 .631 x15 1.011 -.Implied (for all variables) Correlations (Group number 1 .455 .446 1.700 .635 1.000 .027 .049 x14 .029 .401 .069 .484 .000 .710 1.834 1.019 -.000 .502 .000 .658 .703 .000 Residual Covariances (Group number 1 .581 .002 .572 .000 .139 .640 .726 x14 1.000 .804 1.000 -.309 x12 x11 x10 1.455 .143 1.723 1.000 .109 -.401 .000 Implied Covariances (Group number 1 .000 -.770 .940 .

269 1.460 1.Default model) x13 x14 KPO 1.700 .000 Factor Score Weights (Group number 1 .013 TKPB .770 .000 .000 .056 -.000 -.000 .114 -.000 .548 .000 .652 .000 Standardized Total Effects (Group number 1 .940 .484 .179 .018 .031 .115 .638 Direct Effects (Group number 1 .102 .000 TKPB .000 -.307 -.417 1.100 .000 .000 .Standardized Residual Covariances (Group number 1 .000 -.000 .296 -.087 .000 .000 .Default model) x13 x14 x15 x12 x11 x10 KPO 1.123 .254 x14 .000 .000 .996 1.427 x12 x11 x10 .020 .385 .011 .Default model) x13 x14 x15 x12 x11 x10 x13 .000 .460 1.715 -.000 .238 .Default model) x13 x14 x15 x12 x11 x10 KPO TKPB .042 .385 x15 .Default model) x13 x14 x15 x12 x11 x10 KPO .000 .062 Total Effects (Group number 1 .269 TKPB .508 -.172 .000 .831 .

001 .000 .000 .024 .002 par_2 par_3 par_4 par_5 par_6 par_7 par_8 par_9 par_10 par_11 par_12 par_13 .027 .009 .018 .000 .000 -.000 .007 .030 -.048 .001 .000 .012 -.015 -.001 .000 .Default model) x13 x14 x15 x12 x11 x10 KPO TKPB .001 .000 .000 Standardized Indirect Effects (Group number 1 .002 -.000 .044 -.019 -.000 .002 -.000 .001 .002 .001 .015 -.002 .000 .000 .000 .000 .000 -.003 .002 -.014 -.000 .001 .001 .000 .000 .035 -.000 -.008 -.004 -.000 .000 .002 .016 .001 .058 .000 .000 Indirect Effects (Group number 1 .000 .009 -.Default model) x13 x14 x15 x12 x11 x10 KPO TKPB .000 .004 -.003 .001 -.001 -.001 .001 .000 .001 .000 .000 .001 -.000 .000 .009 .000 -.000 .001 .004 -.001 -.053 -.013 -.000 -.000 .005 -.011 .002 .001 -.005 .020 -.000 .026 .015 .000 .023 .002 -.004 -.005 .007 .000 .000 .000 .001 .417 1.000 Variance-covariance Matrix of Estimates (Default model) par_1 par_2 par_3 par_4 par_5 par_6 par_7 par_8 par_9 par_10 par_11 par_12 par_13 par_1 .023 .040 .010 .x15 x12 x11 x10 1.001 .000 .000 .996 1.003 .003 -.026 .000 .000 .006 .028 .017 .000 .

756 .479 -.056 1.011 -.000 -.012 -.715 -2.022 .026 -.568 -1.042 -.093 1.172 -.445 -3.487 .396 -.136 -.885 -1.000 .024 1.330 -4.439 -1.639 -.979 .789 -2.576 2.887 -2.139 1.044 1.106 -.076 -.012 .000 -.278 -.000 Critical Ratios for Differences between Parameters (Default model) par_1 par_2 par_3 par_4 par_5 par_6 par_7 par_8 par_9 par_1 par_2 par_3 par_4 par_5 par_6 par_7 par_8 par_9 par_1 0 par_1 1 par_1 2 par_1 3 .000 .761 -.033 .340 1.000 -2.816 .003 -.034 .248 -.023 .494 -1.737 1.019 1.000 -1.000 -3.105 -.014 .000 .451 .025 -.031 .Correlations of Estimates (Default model) par_1 par_2 par_3 par_4 par_5 par_6 par_7 par_8 par_9 par_10 par_11 par_12 par_13 par_1 1.031 -.071 par_2 par_3 par_4 par_5 par_6 par_7 par_8 par_9 par_10 par_11 par_12 par_13 1.712 -1.000 .552 2.803 1.000 -2.000 .000 .654 -.575 -3.078 -.033 -.111 -3.907 2.513 -1.262 -1.204 -3.044 -2.443 -.000 -3.731 .361 1.000 .006 .658 -.496 1.014 -.131 -1.134 .078 .709 .004 .282 -.051 -.008 -.929 .832 -.485 -.221 -.000 .651 1.245 .359 -.040 -.148 -.916 -2.970 2.313 -1.354 1.007 .115 1.935 1.132 -2.384 -.779 -3.783 -3.000 -.668 -1.729 par_1 par_1 par_1 par_1 0 1 2 3 .033 .000 -2.137 -2.178 -1.000 -.534 .061 .204 -2.808 .732 .535 .006 .458 .477 -1.700 -.348 -2.041 1.061 .000 -.039 -.006 .149 -.409 .114 .054 .207 -.017 .498 -4.043 1.110 2.000 -.134 -.746 -1.000 -2.054 -1.113 1.356 .397 .011 1.000 -.394 -3.605 -3.103 -.000 -.646 -.012 -.030 .693 -.049 .196 .337 -.989 -2.295 1.530 -.000 .000 .112 -.830 -.508 .000 .018 .196 .198 -3.190 .282 -2.143 .

000 .533 .000 .223 15 P .534 Saturated model .000 9.000 2.533 .372 .000 PCFI .000 IFI Delta2 1.000 2.385 303.000 .926 HI 90 .000 CMIN/DF .000 1.093 .519 .000 CFI 1.235 PGFI .000 .324 Model Default model Saturated model Independence model Parsimony-Adjusted Measures NFI Delta1 .006 .000 0 262.051 .546 F0 .000 1.070 .170 8 .973 1.003 1.947 .977 .000 2.223 198.896 17.000 .000 Model NCP LO 90 HI 90 Default model .000 .000 TLI rho2 1.000 .000 .000 RFI rho1 .000 Model Default model Saturated model Independence model NCP PRATIO .CMIN Model Default model Saturated model Independence model RMR.498 FMIN Model Default model Saturated model Independence model FMIN .000 .000 .695 GFI AGFI .000 .000 1.000 Independence model 247. GFI NPAR 13 21 6 CMIN DF 7.400 LO 90 .454 .949 .000 .482 Model Default model Saturated model Independence model Baseline Comparisons RMR .518 .939 1.000 PNFI .

423 .000 .532 296.687 Independence model .098 BIC 67.01 Default model 223 289 Independence model 10 13 Model .438 3.05 .089 CAIC 80.408 2.330 .322 .443 .000 AIC Model Default model Saturated model Independence model ECVI AIC 33.547 118.532 290.108 .063 275.547 97.340 .223 BCC 35.671 HOELTER HOELTER .066 45.RMSEA Model RMSEA LO 90 HI 90 PCLOSE Default model .000 274.400 .209 2.000 .408 .408 2.662 LO 90 .358 .188 HI 90 MECVI .089 Model Default model Saturated model Independence model HOELTER ECVI .170 42.

ITS Surabaya.1981 S-1. Denpasar SDN 9 Mengwi. sebagai Manager Network Operation PT. Tahun 1993-1994. . sebagai Supervisor di PT. Denpasar sebagai Direktur Utama PT. Fakultas Teknik Elektro. Regional Jawa Tengah & DIY Januari 1995 . I PUTU GDE SOSIANTARA : Laki-laki : Denpasar / 12 April 1968 : Hindu : Akhir 2004 – sekarang. 1988 – 1993 1987 – 1988 1984 – 1987 1981 – 1984 1975 . SCTV sebagai engineer di Nasional Panasonic Gobel. Fakultas Hukum Universitas Udayana Bali SMAN 1 Denpasar SMPN 1 Mengwi. S-2 Magister Manajemen Universitas Diponogoro. PENGALAMAN KERJA : 2005 – sekarang. Sebagai assisten praktikum Gelombang Elektro Magnetik II di ITS Surabaya. Telkomsel. Tahun 1994 – 1995. Cahaya Putrasakti Mandiri Januari 1997–sekarang.DAFTAR RIWAYAT HIDUP NAMA JENIS KELAMIN TEMPAT / TANGGAL LAHIR AGAMA PENDIDIKAN FORMAL : Ir.1996.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->