METODE PENYELIDIKAN GEOLOGI TEKNIK

Geologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang masa sekarang atau masa lampau dari bentuk-bentuk morfologi, struktur bumi, lingkungan dan kehidupan fosil yang terdapat pada batuan. Bidang utama yang dipelajari adalah semua jenis batuan, tanah dan air dalam tanah/batuan yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Sedankan Geologi teknik adalah salah satu cabang ilmu geologi yang mempelajari tentang batuan yang berhubungan dengan bangunan atau rekayasa bidang teknik sipil dan di definisikan sebagai berikut : 1. Geologi teknik adalah suatu cabang geologi sebagai ilmu terapan dalam teknik sipil yang mempergunakan data-data geologi untuk memecahkan persoalan yang berhubungan dengan konstruksi teknik. 2. Geologi Teknik adalah penerapan ilmu geologi pada praktek rekayasa dengan tujuan agar faktor-faktor geologis yang mempengaruhi lokasi, desain, konstruksi, pengoperasian dan pemeliharaan pekerjaan

pekerjaan rekayasa telah benar-benar dikenali dan disediakan dengan cukup.(The American Geological Institute). Penyelidikan geologi teknik adalah untuk mengetahui kondisi geologi secara umum berdasarkan satuan tanah permukaan dan batuan. Penyusunan satuan tersebut dengan cara pengelompokan berdasarkan sifat-sifat fisik dan keteknikan yang hampir sama tentang jenis litologi, cara terjadinya, sifat fisik tanah secara umum, sehingga macam tanah dan batuan dapat dikelompokkan menjadi beberapa satuan tanah dan satuan batuan. Urutan penyelidikan geologi teknik yaitu : 1. Persiapan 2. Penyelidikan Pendahuluan 3. Penyelidikan detail 4. Maintanance Dalam penelitian lapangan biasanya digunakan berbagai teknik dan cara seperti pemetaan geologi dan geologi teknik, pengunkapan batuan, pemboran inti & pengunkapan inti pemboran, pengukuran geofisis, pengambilan contoh untuk
1

Adapun perbedaan pengertian dalam bidang geologi dan teknik sipil antara lain tentang tanah dan batuan.1 : Istilah Geologi Teknik dan Teknik Sipil ISTILAH TANAH (SOIL) TEKNIK SIPIL TEKNIK GEOLOGI pelapukan batuan yang Semua bagian dari bumi Hasil yang dapat digali tanpa alat menghasilkan material dengan sifat peledak sesuai dengan batuan induknya BATUAN (ROCK) Bagian dari kulit bumi Susunan kulit bumi yang terdiri dari yang hanya diambil dengan satu atau beberapa jenis mineral bahan peledak BATU (STONE) Masa fragmen yang lepas Merupakan bagian dari batu dari batuan aslinya untuk kontruksi Tanah yang terisi oleh Sama dengan batu PADAS emen sehingga menjadi atu keatuan 2 . galian-galian percobaan.penelitian di laboratorium. oleh karena itu sebagai konsultan bidang geologi teknik harus memahami istilah-istilah atau batasanbatasan yang benar menurut bidang teknik sipil. permeabilitas. percobaan di lapangan. elastisitas. Peristilahan material bangunan sering terjadi masalah. Data yang dikumpulkan dalam batuan antara lain berat jenis. Fondasi OBYEK mekanika tanah mekanika batuan Gambar 1.1 : Obyek pembagian pekerjaan dan pondasi Tabel 1. porositas. gaya tekan dan lain-lain.

Dalam Keteknikan a. prosedur pengerjaan dan metode yang digunakan). cakupan. perencanaan & konstruksi Dalam pembangunan bangunan Teknik Sipil. Batuan merupakan kumpulan alamiah butiran dihubungkan dengan tenaga kohesif kuat dan tetap Peran ahli geologi dan teknik sipil dapat digambarkan sbb: mineral yang GEOLOGI : Pengunkapan jenis-jenis batuan. seorang ahli geologi harus dapat memberikan analisa geologi mengenai suatu tempat. 3 . eksogen yang dapat berpengaruh terhadap bangunan. Menentukan sejauh mana bawah-tanah (underground) akan bereaksi terhadap suatu bangunan. Ini sangat penting karena mengingat bangunan yang akan dibangun pada suatu daerah harus memperhitungkan faktor daya dukung tanah. Secara umum seorang ahli geologi dalam suatu proyek Teknik Sipil hendaknya dapat : 1. ataupun aspek geologis lainnya (daerah gempa. sifat mekanik & perkiraan pada struktur bawah tanah. GEOLOGI TEKNIK : interpretasi TEKNIK SIPIL : penyusunan konsep. Menerangkan dengan tepat situasi teknik geologis 2. bentuk lapangan dan hidrologi juga proses endogen. dan sebagainya). Dalam standar internasional (British) kita mengenal kode etik mengenai investigasi lapangan. daerah patahan. Tanah merupakan kumpulan alamiah butiran mineral yang dapat dipisahkan dengan mekanika dengan mudah. misal: agitasi air b. yakni BS 5930 : 1981 dimana di dalamnya berisi definisi serta aturan investigasi lapangan (tujuan. Untuk dapat melakukan hal tersebut dibutuhkan adanya suatu Penyelidikan Geologi Teknik.

yaitu:  Morfologi merupakan survey permukaan yang mempelajari bentuk permukaan bumi. Mengaplikasi survey geologi tersebut sebagai gambaran permukaan suatu lapangan d.Suatu eksplorasi lapangan minimal haruslah mengikuti prosedur lapangan berikut : a. Penyelidikan di permukaan – Survey permukaan sendiri meliputi 2 bagian. yakni : 1. Drilling dan Excavation untuk mendapatkan hasil secara detail pada suatu titik e. Penyelidikan Geologi Teknik dapat dibedakan menjadi 2 (dua). Penyelidikan Geologi Teknik Laboratorium 4 . mempelajari roman muka bumi lautan.  Hidrologi merupakan survey permukaan bumi yang mempelajari tentang aliran air bumi dan juga siklus air. Survey Geologi Lapangan secara mendetail c. dimana dibagi menjadi :   Topografi. Investigasi awal. Survey Bawah Permukaan – Survey bawah permukaan merupakan survey yang meliputi beberapa hal berikut:    Hand Boring Sondir (DCPT) Coring 2. mempelajari roman muka bumi daratan. dengan menggunakan informasi dan data yang ada. Boring. Batimetri. B. Penyelidikan Geologi Teknik Lapangan Penyelidikan Geologi Lapangan (Site Investigation) meliputi : A. Uji Tanah dan batuan. b. terutama mengenai sifat mekanisnya.

000) atau disesuaikan dengan luas rencana bangunan konstruksi . Peta Geologi. luas perihal percobaan di lapangan. Penyelidikan batuan / tanah b. umur dll). posisi stratigrafi. sintesa Kompilasi dengan rencana pembangunan konstruksi. berdasarkan data -data geologi permukaan dan disertai laporan secara umum dan lengkap. Peta geomorfologi 5 . Penyelidikan detil: a. Interpretasi peta topografi b. Pendugaan lapisan bawah permukaan penyebaran Pemboran dan pengambilan contoh batuan/tanah Analisis laboratorium.Pemetaan skala kecil (1 : 2. Studi awal/pendahuluan a. geomorfologi. e. Tahapan penelitian bidang pekerjaan geologi teknik yang umum adalah sebagai berikut: 1.1. pengukuran geofisis maupun pemboran. foto udara dan informasi bawah permukaan dari interpretasi struktur geologi (dip batuan. alat geofisika membantu penentuan sifat2 fissik Kualitas hasil penelitian lapangan ditentukan oleh penggunaan secara optimal berbagai teknik penelitian dalam lingkup anggaran biaya yang tersedia untuk kegiatan penelitian tersebut. sehingga dapat meramalkan kondisi geologi bawah permukaan. laporan. 3.1 Tahapan Penelitian Tujuan penelitian adalah untuk menentukan seekonomis mungkin dari sebuah proyek. perhitungan.Peta geologi teknik (mencakup pula kondisi air tanah). Pengumpulan data lapangan: . c. Interpretai peta geologi regional c. Interpretasi foto udara 2. d. Metode penelitian lapangan yang memberikan informasi data permukaan adalah berupa peta geologi. adalah sebuah gambaran dua demensi mengenahi sebuah daerah dan biasanya dibuat berdasarkan suatu tujuan. 1 : 10. 1.000).

sifat fisik tanah/batuan. 6 . 2. Metode Geofisis. Adapun lingkup pemetaan meliputi : jenis tanah. adalah melakukan pengukuran terhadap variasi dalam medan gaya berat. antara lain : a. Gravimeter. yang diperoleh berdasarkan perbedaan sifat–sifat fissis dari berbagai macam batuan. e. melakukan pengukuran terhadap reflaksi gelombang radio yang terinduksi.2 Peta Geologi Teknik Peta geologi teknik merupakan peta yang menyajikan informasi tentang data karakteristik dan sifat keteknikan tanah/batuan disuatu daerah/wilayah. c.dan foto udara dapat memberi informasi tentang selisih ketinggian. d. b. Metode magnetik adalah berdasarkan pada sifat-sifat magnetis pada batuan. Contoh suatu daerah sembulan batugamping (sayap antiklin yang terpotong) dikelilingi batuan yang lebih yang lunak akan nampak sebuah tebing yang curam dan landai yang berlawanan arah lereng. Metode georadar. didasarkan pada kecepatan rambat getaran suara yang tergantung dari kerapatan material dan massa. ciri-ciri topografi yang semuanya ini akan memberikan informasi perihal geologi bawah permukaan. sifat keteknikan (daya dukung. Metode elektro magnetik. adalah perlu untuk mengontrol gambaran 3 demansi sebuah peta. melakukan pengukuran terhadap hantaran sebuah medan elektro magnetik yang terinduksi. Metoda seismik. Metoda ketahanan elektrik adalah pengukuran terhadap hantaran elektrik terhadap berbagai macam batuan. perosokan dan tanah mengembang). Refraksi seismik Rrefleksi seismik Metode hambatan elektrik Metode magnetik Metode elektro magnetik 1. Beberapa metode geofisis di permukaan bumi. Sebuah alur erosi sepanjang arah patahan dan akan membentuk sebuah gawir patahan yang membentuk tangga. kondisi keairan dan bahaya lingkungan beraspek geologi. pola sungai.

Analisis Besar Butir Tanah Sifat-sifat suatu tanah tertentu banyak tergantung kepada ukuran butirnya. D = Diameter butir. 200(200 kawat/inci) yang hampir sama dengan ukuran pasir hingga lanau. yaitu tanah dicampur dengan air dan diaduk kemudian dibiarkan berdiri supayabutir-butir mengendap. Tanah yang ukuran butirnya dibagi rata antara yang besar sampai yang kecil dikatakan bergradasi baik. adalah sebanding dengan pangkat dua dari ukuran butirnya. Berat jenis suatu campuran air dan tanah tergantung konsentrasi butiran yang tergantung di dalamnya. bilamana terdapat kekurangan atau kelebihan salah satu ukuran butir tertentu maka tanah itu disebut bergradasi buruk. Dengan cara mengukur berat jenis suspensi berarti dapat menghitung banyaknya tanah yang ada dalam campuran tersebut. Kecepatan ini menurut hukum Stokes. Butiran-butiran dalam suatu suspensi akan menurun dengan kecepatan yang tergantung pada ukurannya.3.1. yaitu tanah dikeringkan dan disaring pada serangkaian saringan dengan ukuran lubang 3 inci sampai dengan no. M = Konstanta Butir-butir sebesar D akan turun sejarak H dalam jangka waktu t. sedangkan apabila besar butir hampir sama disebut bergradasi seragam. V = ( D/M)2 dimana : V = Kecepatan turun butir. Karena itu pengukuran besarnya butir tanah merupakan suatu percobaan yang sangat sering dilakukan dalam bidang mekanika tanah. sedangkan untuk ukuran butir yang lebih kecil dari pasir halus dipakai cara pengendapan. 7 . Besarnya butir juga merupakan dasar untuk klasifikasi atau pemberian nama pada macam-macam tanah tertentu. Besarnya butir tanah digambarkan dalam grafik lengkung gradasi atau grafik lengkung pembagian butir. Biasanya pengukuran dimulai setelah satu menit dan diteruskan pada jangka waktu tertentu selama 24 jam. Penentuan ukuran butir tanah dilakukan dengan dua cara yaitu untuk ukuran butir yang kasar dipakai saringan.

3. Istilah-istilah yang dipakai untuk pembatasan seperti sketsa dibawah ini: Basah Keadaan plastic semi-plastic Batas Plastis Kering solid Batas pengerutan cair (Liquid) Batas cair Gambar 1.4. 3. Batas-Batas Atterberg Batas atterberg adalah batas cair dan batas plastis. ini menyebabkan terjadinya usaha untuk menyeimbangkan muatan ini dengan tarikan kation. Tanah yang batas cairnya(LL) tinggi biasanya menpunyai sifat teknik buruk yaitu kekuatan rendah. Keaktifan Tepi-tepi mineral lempung mempunyai muatan negatif neto.2 Batas-batas aterberg Kegunaan batas-batas atterberg adalah suatu gambaran secara garis besar akan sifat-sifat tanah. Rh = pembacaan hidrometer. Sifat tanah tersebut dipakai untuk misalnya pembuatan jalan dan Indeks plastis juga biasanya dipakai sebagai salah satu syarat untuk bahan yang akan dipakai untuk pembuatan jalan.B = G/(G-1) (Rh – 1 ) P = 1000B/W x 100 Dimana : B = berat tanah/cm3. compresibility tinggi dan sulit memadatkannya. P = prosentase . 8 . G = berat jenis. Tarikan ini akan sebanding dengan kekurangan muatan neto dan dapat dihubungkan dengan aktivitas lempung. W = Jumlah berat tanah dalam suspensi 3.

25 < 0. Pengembangan ini 9 . meq/100g 3 – 15 10 – 40 10 – 40 100 – 40 80 . Makin tinggi kapasitas penggantian berarti banyak kation yang dibutuhkan untuk dapat mengubah suatu aktivitas.75 <A<1. bahwa Ca akan lebih mudah menggantikan Na atau Mg dibandingkan dengan Mg atau Na untuk menggantikan Na. Tabel 1.Skempton(1953) telah menngartikan secara kwantitatif disebut aktivitas dari lempung adalah perbandingan antara indeks plastis dengan prosen fraksi lempung berukuran < 2 m dan dikelompokan menjadi 3 kelas yaitiu Tabel 1.150 Kaolinit Haloisit(4H2O) Illit Vermikulit Montmorilonit Aktivitas lempung dapat ditentukan dalam karakteristik plastisitasnya yang berubah oleh substitusi ion-ion logam dari tingkat yang lebih tinggi seperti terlihat pada skala substitusi: Li<Na<NH4<K<Mg<Rb<Ca<Co<Al Sesuai dengan skala tersebut diatas.2 Klasifikasikan aktivitas lempung Aktivitas(A) 0.75 > 1.25 Klas Sedang Tidak aktif Aktif Aktivitas dalam kaitannya dengan perubahan volume merupakan pertimbangan utama dalam mengevaluasi tanah yang akan dipakai dalam pekerjaan pondasi.3 Kapasitas penggantian mineral lempung Lempung Kapasitas penggantian. Sebagian besar lempung cenderung mengembang apabila menjadi jenuh. Kapasitas penggantian kation dalam milliekivalen (meq)/100g lempung juga digunakan sebagai indikasi suatu aktivitas.

Sistim pemboran mesin ini batang bor diputar secara mekanis dan putarannya diteruskan ke mata bor pada dasar lubang bor. sedangkan contoh asli harus masih menunjukkan sifat-sifat asli dari tanah dengan teknik pelaksanan sebagaimana mestinya dan cara pengamatan yang tepat. meliputi dari jenis batuan. Pemboran geologi teknik. Tabung contoh dimasukkan kedalam dasar lubang bor. Untuk jenis tanah dapat diambil contoh tanah tidak terganggu (US) untuk diketahui sifat mekanika tanahnya. 1. yang biasa digunakan adalah kalsium(Ca) yang terdapat pada batugamping. Pengambilan Contoh Tanah Contoh-contoh ini ada dua macam yaitu contoh tidak asli dan contoh asli. maka kerusakankerusakan terhadap contoh bisa diusahakan sekecil mungkin dan segera dibawa ke laboratorium. abu batubara (Ca & Al). Pemboran Inti atau Pemboran Mesin Maksud dari pemboran inti dalam kepentingan penyelidikan geologi khususnya geologi teknik adalah untuk mengetahui kondisi bawah tanah. selanjutnya putar dan angkat tabung dengan hatihati kemudian tutup dengan parafin. dan kemudian ditekan (Bor mesin) atau dipukul(bor tangan) kedalam tanah asli yang akan diambil contohnya pada dasar lubang sampai masuk ± 60 cm. 3. sifat fisik.6. Dasar teori pemboran geologi teknik ada 2 jenis yaitu pemboran mesin dan bukan mesin. semen dengan cara mencampur dengan lempung. Secara komprehensip data tersebut dapat digambarkan dalam log bor geologi. daya dukung (SPT) dan tingkat permeabilitasnya (K). Contoh tidak asli diambil tanpa adanya usaha-usaha yang dilakukan untuk melindungi struktur asli dari tanah. 3.dapat dikurangi dengan cara penggantian kation .5. Inti batuan yang terpotong akan tertinggal dalam 10 . Pemboran mesin adalah semua jenis pemboran yang menggunakan penggerak dari tenaga mesin.Cara pengambilan contoh asli dengan tabung silinder berdinding tipis dari bahan tembaga/besi di bagian atas disambung kepala tabung untuk dapat disambung dengan setang bor. Sebelumnya bersihkan lubang bor sampai dasar.

Kegunaannya yaitu: a. Mata bor ada bermacam-macam penggunaanya tergantung jenis tanah/batuan. d. seluruh inti bor dapat terambil dan pengujian setempat juga dapat dilaksanakan. f. penyelidikan bahan tambang/endapan mineral mengetahui struktur geologi suatu daerah penyelidikan tanah dasar(bangunan sipil) pembuatan sumur eksplorasi & eksploitasi air tanah Pembuatan lubang pengeringan air dalam tambang bawah tanah Pembuatan lubang peledakan batuan 11 . c. e. alat bor dan kapasitas pemboran yang dikehendaki. diuji dan di simpan dalam kotak contoh Secara umum penggunaan pemboran mesin ini adalah metode yang umum dilakukan dalam penyelidikkan tanah/batuan. Dalam teknik pemboran yang benar.tabung inti dan diangkat kepermukaan untuk dianalisa. b.

1987.H. Geoteknik dan Mekanika Tanah . Sigit. L. Buku Pengantar Geologi Teknik. 2010.DAFTAR PUSTAKA Sherley. Bandung. Penyelidikan Lapangan & Laboratorium . Nova. 12 . Sekolah Tinggi Teknologi Nasional – Yogyakarta. Agung.

.-.7.3.3-07. 20302-..3:3.850044     .3  43/8 0.3-.9:. /::3  507484.3 81.9 0903.3 9.3/.3 /.3 /..

: 00-.3::7.8 807. 9: /80-:9 -077.4-.3 .25.3 -:973. 907/. /80-:9 -077.9079039: 08.8..3..9.9: ::7..2.3 8./03.8808. .39:3 05..7 :39: .3 -:979.1 03:3 7.3/.7.3.3.73. 7.:..3 .3.3 8.:.9..7 8..3.703.33.  -./. -:97 9.3 8:.3 .807.8 .81.2-.-:979..5..3 . .9 8073 /.3 ./. /.3.73./.9. 9.2  !03039:..3 -077.3.8 -:7:  80/.3. 9..  08.3.9: 9.8.9. .73.257 8.3 8.9::39: ::7.3.29.9 0:7. -08.8.3/03.3 -:97 9079039: 2.3 -08.3 /03.-.: 502-07. ././.2. 907.9 8:.2 7./.73..3 ::7.2 -/.73.9:9.3.  3.3 -:97  %. 207:5.39.3.3 20.9.2.7/5.3:-. /. ::7..3.3 -:97 .3 0.7.2 2. -:97:.7:97%..7..8.3 /.3 -:973.3 /:.. $1.3.9.9: 507.9 81.8 -. 9079039: -.3/8.25.2..: 7.3.3 3.  ..3 -08.8. . 9: 503::7./. .3/.735.3 ::7.334   .3 /.5. /-./.1 03:3 502-.7 -:97 . 207:5. 5.3.3. 8./073.

9.30..30-0. 80-.9/:.33.3-:973.3.9.::7.87.5  :97.:8/5.3/3 /03.3 -07/7 8:5.3-:97.:   80/.05.25:7 /03.3.3 5.2.3 3 203:7:9 ::2 $9408  . /03./.3.  .75../: 02:/. . /.3 ...3 /-.3 203:7:3/03.7.7.3..3 /.3 :39: ::7./.39:35.5.87 3.50303/./.-:97 -:97 20303/.9: 9.3 /.257 8.3 -:97.2 8:.3.7::7..3.05.7 /.3 .  ' .  0.3 5.3 ..9: 8:85038 .3907./.3 ::7..

8090.390780-:9    .3 9:7:3 80.05.7...8.2  07.39:3 4380397..25:7.3.9: . .3 .8 -:97. .9: 9079039: 80../. /2. :97 -:97 80-08..39:3 / /.3.3 /2:./.25:7.20907-:97  4389.23.3 5.3 /907:8.3.3 .8.39.9 2039:3 -.9. 203::7 -07. 503::7.2.7./.2 . 9.79 /.  03.5. .3 .  .3.9: 9  .3 907. .39:7:3-:97  .3.3.9 038 8:. '0.7  .2.3 9.3.3.  /.7 /...9: 2039 /.9 038 8:85038 -07. 907.3.

.

   #   ! .

3.3. -07.  2..99.

91 3094  3 2030-. 89.3.38050798098.9.3 3 .3 703/.9.8 .8 .3 8:9 202.3 907.89907-07 ..3. . :8.9. .3/3 /03.3...9 9.8.3 /5..9.78 -08.3 -.9.2-. 2035:3.7..7.425708-9 93 /. 81.3 .7 .7 .9..80 :2.:39:502-:.3 /.9..8025:3     . /5.898 :.3 0:7.9: .3.943  %.3 2:./3.8 .9.-07..-.  ...3. 8.  $1.9.5.3.3.3 9. 90780-:9 /5.9.9.9038 #502-.3.9: 0:.7. -..3 . -.7.8..9.9 81.3 -.9.3.3/03./.9.3 3/08 5.9.99.3/.3 -..3 81. ..3 %05 905 2307.2 -07.9907-07 .898  89.3.73.7.80-.3 80.91.3/5./..2-. 2:.9907-07 .3./-.9.8 ...3 3094 /.3 2:.3. :39: 28.:39:502-.9.8 .9.9 9.9: 8.9 903 -:7: .3    0. :39: 20302-.9:39:-. 8:.8.907-07 0:3.7 /..   93 -.33.9. 025:3 2025:3.  %.9.28:85038   .3 3 /03./.3   f¾f °–  f ff°½f¾n¾ ¯ ½f¾n¾  nf% % ff¾nf ff¾9f¾¾ ff¾½ °– f° . 502-:.3.8 5....8 -...9/:-:3.3/7420907 !5748039.. 8.8.3 30.8 -.3 80-../.

. .3.91 /80-:9 .3/085.03 206 .2.3 . .3.357480317./..9.898/03.2 2030.3 .9..8 503.8.3 543/..399..2 20. 2033.8 $0/.3 /5.8 025:3-07::7.9.3 507:-.8 /.3/3.8  .3 80.79..-0 ...8025:3 9.8          .3.91 91 9..9.507-.$025943   90.9.33.4:20 207:5. /03.9..3 %/.332/.3 50792-.81.39..2 ../0.7.89.9.7.3. /.3 :9. /.:.39.8 9.3203.2 5007...5.9: %.8.3/04254.8 /.3 .7025:3.943 /.

3  206..9:.89.-0 . 025:3:.5.89.380-.025:3 025:3 .88:.3/.5.39.8  %.8 503.9.39.8503.32307.9../:3.

3 :39: /.439 .  . 203.8.#-.3 /-:9:.3. /03. ..3 8.9 203:-.33   .8503..8  -.9.. .9.39.8:-899:8.393.79-.. 8:./.5.3  .7 025:3.5.: .90789 5.5.9: .8 025:3 /.39.2 ..3 /03.9 /9039:.7 93.8989.8  $0-.7.3 /.3 -07:-.9.83.95..489  9 '072:9 439247439                     9.:  /-.9.3 .203. :39: 203.3.3 0- 2:/. .9 .4 $08:.3.03/07:320302-.-.39.3 -08. .5. 40 8:-899:8 43 43 4. 90780-:9 /.943 .89.3.9. .3-07.3 0- 93 805079907./03: !0302-.3/3.2 /.9..

.3.34394%.2-.3 ../.7 9..8:2 .. ..4394 9/. .3.2-.8.8 /03.79.3 .3. .:. .8/. /:3.9 5.9:-.3025:3    !03.3 903 50.3 8007. /03.3 /03.25:7/03.3 9.3.7. 503.-:3 83/07 -07/3/3958 /.3./. -.-47.3. 07:8.. :8.947:2 .4394 -8.3.2./.9.8 /. /:8.3 .7 -.. /:.3 907/./.5..3 :39:203/:3897:9:7.9 /:7.3 907.. :8.8 203:3:.35. 20893. /.39.3 ..8 /.9: .8.4394.3 /. /-.7.3 ..203...3. .3.2 ..8  4394 9/..7.3 800.8.  .3902-. 503.3 905.   80203/03.2.-: -.3 .3 80-./..9 81. 2.4394 3 .7. 2:33 /.8 /..3 .5 .7.3 -. 4394 .9:.3 07:8.9  2. . 80/..253  ./. 503.2- 9.. 0 .5.4394 .7:82.3 81.943  .9 .4394 .

38/.7  %.8.9 /8. 5:9.3 90754943 .9 18  /..7.3 90793. 20.3 02:/.902:/.3 .3.29.3083 .2-:3 /03. /.7.3 0/.: 43/8 -.8.339./.25.2  80.3 5030/. 038 502-47.7 /.2- .9.3. 9..-47 5.3 .3 044 :8:83.-08 / -.3.3/.4394 9.3 0/.3.:!02-47.7 502-47.3 8.7.8:.2-.   &39: 038 9... 9/.3 -47  39 -.7:-.3.3044903.2 050393. /.3 50307.3 .3 47 2083  . 802:.13    !02-47.8.8.3 :-..3 93.2-.-:3 .4394 /2.3/.3. 044 903 ...3..25.  205:9 /.7 038 -.35:9.39:9:5/03.7.9 9.3:93. 425700385/.5./. 9.-:3 :39: /.9.9/.8.. 9.3 -:./..79047502-47./.3 /90.5.35.83.3.9 /.33.780...3 -47 8.2-:3 05.7 :-.8:/ /.3 2083 3 -.3: &$  :39: /09.3 -47  /..3.038. 2083  $892 502-47.90780-:9/.9.  $0.3.9.5.9 .: /5:: -47 9.8 /8.3044903  ..24-47044   !02-47.7 903./907:8.43943...30 2.3..5.3 .9. /.3 2083 .9 50720.9:502-47.9:. /.9 20.9. :39: 20309.8: ]   .-:3 /03. -078. 907..3 39 /.8.32083 /.3-47/5:9.3 809./. 2.3  81. /::3 $!%  /.9:.: 81.7 :-.3 203:3.3 2083  !02-47.3 -47  $0-0:23.-9.2   . /.7./.2 /.

3/825.905072:..3 2083 3 .3:39:/./.2 5030/..3 /.3/.249..9..3.3 9..3 502-47.7. 2094/0 .3. /:/.3 :2:2 /.-:339/.3 /.8..4394 $0..:. :2:2 503:3.3..

3. -072.39:3 038 9.-.3  ..2 2.2 503:3.9. 907..3.... -47 ./.9:..

3..9:.8502-47.3 .7  80:7: 39 -47 /.  5030/.33.9 907.2- /.3..3..3503:.-.3-.9 -47 /.2 903 502-47./.3  .3 0:3.5.9: .3.39.2-.3 -03.9/.89..3809025.5.9:.3/003/.8...  .5.

9.39.:897:9:70448:.07. 0  !02-:.5.2-.3.7 -.3:3.03/.3.3                    .3-. 1  !02-:.9:.3.9:/.3500/.32307.7/. .38:2:708547.  5030/. -  20309..385  /  502-:.3503073.9.8 08549.8.3:-.29.79..3-.3.3:-../.8.9.9.

3  .     .3.3/:3  :3  $9     :: !03.79. 4. %3 %0344 .3.7 044 %03  $04.3 0.39.%.5..3. . !030/.947:2 4.%#!&$%  $070      04903 /.-47..3.843.