METODE PENYELIDIKAN GEOLOGI TEKNIK

Geologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang masa sekarang atau masa lampau dari bentuk-bentuk morfologi, struktur bumi, lingkungan dan kehidupan fosil yang terdapat pada batuan. Bidang utama yang dipelajari adalah semua jenis batuan, tanah dan air dalam tanah/batuan yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Sedankan Geologi teknik adalah salah satu cabang ilmu geologi yang mempelajari tentang batuan yang berhubungan dengan bangunan atau rekayasa bidang teknik sipil dan di definisikan sebagai berikut : 1. Geologi teknik adalah suatu cabang geologi sebagai ilmu terapan dalam teknik sipil yang mempergunakan data-data geologi untuk memecahkan persoalan yang berhubungan dengan konstruksi teknik. 2. Geologi Teknik adalah penerapan ilmu geologi pada praktek rekayasa dengan tujuan agar faktor-faktor geologis yang mempengaruhi lokasi, desain, konstruksi, pengoperasian dan pemeliharaan pekerjaan

pekerjaan rekayasa telah benar-benar dikenali dan disediakan dengan cukup.(The American Geological Institute). Penyelidikan geologi teknik adalah untuk mengetahui kondisi geologi secara umum berdasarkan satuan tanah permukaan dan batuan. Penyusunan satuan tersebut dengan cara pengelompokan berdasarkan sifat-sifat fisik dan keteknikan yang hampir sama tentang jenis litologi, cara terjadinya, sifat fisik tanah secara umum, sehingga macam tanah dan batuan dapat dikelompokkan menjadi beberapa satuan tanah dan satuan batuan. Urutan penyelidikan geologi teknik yaitu : 1. Persiapan 2. Penyelidikan Pendahuluan 3. Penyelidikan detail 4. Maintanance Dalam penelitian lapangan biasanya digunakan berbagai teknik dan cara seperti pemetaan geologi dan geologi teknik, pengunkapan batuan, pemboran inti & pengunkapan inti pemboran, pengukuran geofisis, pengambilan contoh untuk
1

permeabilitas. percobaan di lapangan. oleh karena itu sebagai konsultan bidang geologi teknik harus memahami istilah-istilah atau batasanbatasan yang benar menurut bidang teknik sipil. Adapun perbedaan pengertian dalam bidang geologi dan teknik sipil antara lain tentang tanah dan batuan. porositas. gaya tekan dan lain-lain.1 : Obyek pembagian pekerjaan dan pondasi Tabel 1. elastisitas. Data yang dikumpulkan dalam batuan antara lain berat jenis.1 : Istilah Geologi Teknik dan Teknik Sipil ISTILAH TANAH (SOIL) TEKNIK SIPIL TEKNIK GEOLOGI pelapukan batuan yang Semua bagian dari bumi Hasil yang dapat digali tanpa alat menghasilkan material dengan sifat peledak sesuai dengan batuan induknya BATUAN (ROCK) Bagian dari kulit bumi Susunan kulit bumi yang terdiri dari yang hanya diambil dengan satu atau beberapa jenis mineral bahan peledak BATU (STONE) Masa fragmen yang lepas Merupakan bagian dari batu dari batuan aslinya untuk kontruksi Tanah yang terisi oleh Sama dengan batu PADAS emen sehingga menjadi atu keatuan 2 . Fondasi OBYEK mekanika tanah mekanika batuan Gambar 1. Peristilahan material bangunan sering terjadi masalah. galian-galian percobaan.penelitian di laboratorium.

daerah patahan.Dalam Keteknikan a. Untuk dapat melakukan hal tersebut dibutuhkan adanya suatu Penyelidikan Geologi Teknik. sifat mekanik & perkiraan pada struktur bawah tanah. perencanaan & konstruksi Dalam pembangunan bangunan Teknik Sipil. yakni BS 5930 : 1981 dimana di dalamnya berisi definisi serta aturan investigasi lapangan (tujuan. Tanah merupakan kumpulan alamiah butiran mineral yang dapat dipisahkan dengan mekanika dengan mudah. bentuk lapangan dan hidrologi juga proses endogen. Dalam standar internasional (British) kita mengenal kode etik mengenai investigasi lapangan. seorang ahli geologi harus dapat memberikan analisa geologi mengenai suatu tempat. GEOLOGI TEKNIK : interpretasi TEKNIK SIPIL : penyusunan konsep. Menentukan sejauh mana bawah-tanah (underground) akan bereaksi terhadap suatu bangunan. Batuan merupakan kumpulan alamiah butiran dihubungkan dengan tenaga kohesif kuat dan tetap Peran ahli geologi dan teknik sipil dapat digambarkan sbb: mineral yang GEOLOGI : Pengunkapan jenis-jenis batuan. Ini sangat penting karena mengingat bangunan yang akan dibangun pada suatu daerah harus memperhitungkan faktor daya dukung tanah. misal: agitasi air b. dan sebagainya). 3 . prosedur pengerjaan dan metode yang digunakan). Menerangkan dengan tepat situasi teknik geologis 2. cakupan. ataupun aspek geologis lainnya (daerah gempa. Secara umum seorang ahli geologi dalam suatu proyek Teknik Sipil hendaknya dapat : 1. eksogen yang dapat berpengaruh terhadap bangunan.

Penyelidikan Geologi Teknik dapat dibedakan menjadi 2 (dua). mempelajari roman muka bumi lautan. Penyelidikan Geologi Teknik Laboratorium 4 . dengan menggunakan informasi dan data yang ada. Investigasi awal. yakni : 1. dimana dibagi menjadi :   Topografi. b. Mengaplikasi survey geologi tersebut sebagai gambaran permukaan suatu lapangan d. Penyelidikan di permukaan – Survey permukaan sendiri meliputi 2 bagian. Survey Bawah Permukaan – Survey bawah permukaan merupakan survey yang meliputi beberapa hal berikut:    Hand Boring Sondir (DCPT) Coring 2. terutama mengenai sifat mekanisnya. Penyelidikan Geologi Teknik Lapangan Penyelidikan Geologi Lapangan (Site Investigation) meliputi : A. Survey Geologi Lapangan secara mendetail c. mempelajari roman muka bumi daratan. B. Boring.Suatu eksplorasi lapangan minimal haruslah mengikuti prosedur lapangan berikut : a. Uji Tanah dan batuan. Drilling dan Excavation untuk mendapatkan hasil secara detail pada suatu titik e. Batimetri.  Hidrologi merupakan survey permukaan bumi yang mempelajari tentang aliran air bumi dan juga siklus air. yaitu:  Morfologi merupakan survey permukaan yang mempelajari bentuk permukaan bumi.

Penyelidikan detil: a. Metode penelitian lapangan yang memberikan informasi data permukaan adalah berupa peta geologi. alat geofisika membantu penentuan sifat2 fissik Kualitas hasil penelitian lapangan ditentukan oleh penggunaan secara optimal berbagai teknik penelitian dalam lingkup anggaran biaya yang tersedia untuk kegiatan penelitian tersebut. laporan. adalah sebuah gambaran dua demensi mengenahi sebuah daerah dan biasanya dibuat berdasarkan suatu tujuan. sintesa Kompilasi dengan rencana pembangunan konstruksi.000).1. geomorfologi. Pengumpulan data lapangan: .000) atau disesuaikan dengan luas rencana bangunan konstruksi . Studi awal/pendahuluan a. 1. 1 : 10. pengukuran geofisis maupun pemboran. e. foto udara dan informasi bawah permukaan dari interpretasi struktur geologi (dip batuan.Peta geologi teknik (mencakup pula kondisi air tanah). Interpretai peta geologi regional c. c. umur dll). berdasarkan data -data geologi permukaan dan disertai laporan secara umum dan lengkap. Interpretasi peta topografi b. posisi stratigrafi.1 Tahapan Penelitian Tujuan penelitian adalah untuk menentukan seekonomis mungkin dari sebuah proyek. perhitungan. Peta Geologi. luas perihal percobaan di lapangan. sehingga dapat meramalkan kondisi geologi bawah permukaan. Interpretasi foto udara 2. Peta geomorfologi 5 . d. Tahapan penelitian bidang pekerjaan geologi teknik yang umum adalah sebagai berikut: 1. Penyelidikan batuan / tanah b.Pemetaan skala kecil (1 : 2. Pendugaan lapisan bawah permukaan penyebaran Pemboran dan pengambilan contoh batuan/tanah Analisis laboratorium. 3.

2. perosokan dan tanah mengembang). Beberapa metode geofisis di permukaan bumi. Contoh suatu daerah sembulan batugamping (sayap antiklin yang terpotong) dikelilingi batuan yang lebih yang lunak akan nampak sebuah tebing yang curam dan landai yang berlawanan arah lereng. c. Adapun lingkup pemetaan meliputi : jenis tanah. Metode magnetik adalah berdasarkan pada sifat-sifat magnetis pada batuan. adalah perlu untuk mengontrol gambaran 3 demansi sebuah peta. Metoda ketahanan elektrik adalah pengukuran terhadap hantaran elektrik terhadap berbagai macam batuan. Metoda seismik. melakukan pengukuran terhadap hantaran sebuah medan elektro magnetik yang terinduksi. Metode elektro magnetik. e. Refraksi seismik Rrefleksi seismik Metode hambatan elektrik Metode magnetik Metode elektro magnetik 1. melakukan pengukuran terhadap reflaksi gelombang radio yang terinduksi.dan foto udara dapat memberi informasi tentang selisih ketinggian. sifat fisik tanah/batuan. yang diperoleh berdasarkan perbedaan sifat–sifat fissis dari berbagai macam batuan. Metode Geofisis.2 Peta Geologi Teknik Peta geologi teknik merupakan peta yang menyajikan informasi tentang data karakteristik dan sifat keteknikan tanah/batuan disuatu daerah/wilayah. kondisi keairan dan bahaya lingkungan beraspek geologi. pola sungai. Gravimeter. antara lain : a. ciri-ciri topografi yang semuanya ini akan memberikan informasi perihal geologi bawah permukaan. didasarkan pada kecepatan rambat getaran suara yang tergantung dari kerapatan material dan massa. adalah melakukan pengukuran terhadap variasi dalam medan gaya berat. 6 . Sebuah alur erosi sepanjang arah patahan dan akan membentuk sebuah gawir patahan yang membentuk tangga. sifat keteknikan (daya dukung. d. b. Metode georadar.

7 . Biasanya pengukuran dimulai setelah satu menit dan diteruskan pada jangka waktu tertentu selama 24 jam. Karena itu pengukuran besarnya butir tanah merupakan suatu percobaan yang sangat sering dilakukan dalam bidang mekanika tanah. Analisis Besar Butir Tanah Sifat-sifat suatu tanah tertentu banyak tergantung kepada ukuran butirnya.1. V = ( D/M)2 dimana : V = Kecepatan turun butir. D = Diameter butir. Berat jenis suatu campuran air dan tanah tergantung konsentrasi butiran yang tergantung di dalamnya. Tanah yang ukuran butirnya dibagi rata antara yang besar sampai yang kecil dikatakan bergradasi baik. sedangkan untuk ukuran butir yang lebih kecil dari pasir halus dipakai cara pengendapan. bilamana terdapat kekurangan atau kelebihan salah satu ukuran butir tertentu maka tanah itu disebut bergradasi buruk. Penentuan ukuran butir tanah dilakukan dengan dua cara yaitu untuk ukuran butir yang kasar dipakai saringan. Kecepatan ini menurut hukum Stokes. 200(200 kawat/inci) yang hampir sama dengan ukuran pasir hingga lanau. Besarnya butir juga merupakan dasar untuk klasifikasi atau pemberian nama pada macam-macam tanah tertentu. Butiran-butiran dalam suatu suspensi akan menurun dengan kecepatan yang tergantung pada ukurannya. Dengan cara mengukur berat jenis suspensi berarti dapat menghitung banyaknya tanah yang ada dalam campuran tersebut. M = Konstanta Butir-butir sebesar D akan turun sejarak H dalam jangka waktu t. sedangkan apabila besar butir hampir sama disebut bergradasi seragam. Besarnya butir tanah digambarkan dalam grafik lengkung gradasi atau grafik lengkung pembagian butir. yaitu tanah dikeringkan dan disaring pada serangkaian saringan dengan ukuran lubang 3 inci sampai dengan no. yaitu tanah dicampur dengan air dan diaduk kemudian dibiarkan berdiri supayabutir-butir mengendap.3. adalah sebanding dengan pangkat dua dari ukuran butirnya.

Istilah-istilah yang dipakai untuk pembatasan seperti sketsa dibawah ini: Basah Keadaan plastic semi-plastic Batas Plastis Kering solid Batas pengerutan cair (Liquid) Batas cair Gambar 1. Tarikan ini akan sebanding dengan kekurangan muatan neto dan dapat dihubungkan dengan aktivitas lempung. G = berat jenis. Tanah yang batas cairnya(LL) tinggi biasanya menpunyai sifat teknik buruk yaitu kekuatan rendah. Rh = pembacaan hidrometer. compresibility tinggi dan sulit memadatkannya. W = Jumlah berat tanah dalam suspensi 3. Sifat tanah tersebut dipakai untuk misalnya pembuatan jalan dan Indeks plastis juga biasanya dipakai sebagai salah satu syarat untuk bahan yang akan dipakai untuk pembuatan jalan.4.2 Batas-batas aterberg Kegunaan batas-batas atterberg adalah suatu gambaran secara garis besar akan sifat-sifat tanah.B = G/(G-1) (Rh – 1 ) P = 1000B/W x 100 Dimana : B = berat tanah/cm3. 8 . P = prosentase . ini menyebabkan terjadinya usaha untuk menyeimbangkan muatan ini dengan tarikan kation. Batas-Batas Atterberg Batas atterberg adalah batas cair dan batas plastis. 3.3. Keaktifan Tepi-tepi mineral lempung mempunyai muatan negatif neto.

meq/100g 3 – 15 10 – 40 10 – 40 100 – 40 80 .2 Klasifikasikan aktivitas lempung Aktivitas(A) 0. Tabel 1.3 Kapasitas penggantian mineral lempung Lempung Kapasitas penggantian. Sebagian besar lempung cenderung mengembang apabila menjadi jenuh.150 Kaolinit Haloisit(4H2O) Illit Vermikulit Montmorilonit Aktivitas lempung dapat ditentukan dalam karakteristik plastisitasnya yang berubah oleh substitusi ion-ion logam dari tingkat yang lebih tinggi seperti terlihat pada skala substitusi: Li<Na<NH4<K<Mg<Rb<Ca<Co<Al Sesuai dengan skala tersebut diatas.25 < 0. Makin tinggi kapasitas penggantian berarti banyak kation yang dibutuhkan untuk dapat mengubah suatu aktivitas.75 > 1.25 Klas Sedang Tidak aktif Aktif Aktivitas dalam kaitannya dengan perubahan volume merupakan pertimbangan utama dalam mengevaluasi tanah yang akan dipakai dalam pekerjaan pondasi. bahwa Ca akan lebih mudah menggantikan Na atau Mg dibandingkan dengan Mg atau Na untuk menggantikan Na. Pengembangan ini 9 .75 <A<1.Skempton(1953) telah menngartikan secara kwantitatif disebut aktivitas dari lempung adalah perbandingan antara indeks plastis dengan prosen fraksi lempung berukuran < 2 m dan dikelompokan menjadi 3 kelas yaitiu Tabel 1. Kapasitas penggantian kation dalam milliekivalen (meq)/100g lempung juga digunakan sebagai indikasi suatu aktivitas.

dan kemudian ditekan (Bor mesin) atau dipukul(bor tangan) kedalam tanah asli yang akan diambil contohnya pada dasar lubang sampai masuk ± 60 cm. Pemboran geologi teknik. maka kerusakankerusakan terhadap contoh bisa diusahakan sekecil mungkin dan segera dibawa ke laboratorium. Tabung contoh dimasukkan kedalam dasar lubang bor. selanjutnya putar dan angkat tabung dengan hatihati kemudian tutup dengan parafin. meliputi dari jenis batuan. Secara komprehensip data tersebut dapat digambarkan dalam log bor geologi. Contoh tidak asli diambil tanpa adanya usaha-usaha yang dilakukan untuk melindungi struktur asli dari tanah. Pemboran Inti atau Pemboran Mesin Maksud dari pemboran inti dalam kepentingan penyelidikan geologi khususnya geologi teknik adalah untuk mengetahui kondisi bawah tanah. Pemboran mesin adalah semua jenis pemboran yang menggunakan penggerak dari tenaga mesin. semen dengan cara mencampur dengan lempung. daya dukung (SPT) dan tingkat permeabilitasnya (K).6. Untuk jenis tanah dapat diambil contoh tanah tidak terganggu (US) untuk diketahui sifat mekanika tanahnya. sedangkan contoh asli harus masih menunjukkan sifat-sifat asli dari tanah dengan teknik pelaksanan sebagaimana mestinya dan cara pengamatan yang tepat. sifat fisik.5. Sistim pemboran mesin ini batang bor diputar secara mekanis dan putarannya diteruskan ke mata bor pada dasar lubang bor. 3. abu batubara (Ca & Al).Cara pengambilan contoh asli dengan tabung silinder berdinding tipis dari bahan tembaga/besi di bagian atas disambung kepala tabung untuk dapat disambung dengan setang bor. Sebelumnya bersihkan lubang bor sampai dasar. yang biasa digunakan adalah kalsium(Ca) yang terdapat pada batugamping. Pengambilan Contoh Tanah Contoh-contoh ini ada dua macam yaitu contoh tidak asli dan contoh asli. Inti batuan yang terpotong akan tertinggal dalam 10 . Dasar teori pemboran geologi teknik ada 2 jenis yaitu pemboran mesin dan bukan mesin. 3. 1.dapat dikurangi dengan cara penggantian kation .

Kegunaannya yaitu: a. e. diuji dan di simpan dalam kotak contoh Secara umum penggunaan pemboran mesin ini adalah metode yang umum dilakukan dalam penyelidikkan tanah/batuan. Dalam teknik pemboran yang benar. c. b. f.tabung inti dan diangkat kepermukaan untuk dianalisa. seluruh inti bor dapat terambil dan pengujian setempat juga dapat dilaksanakan. d. Mata bor ada bermacam-macam penggunaanya tergantung jenis tanah/batuan. alat bor dan kapasitas pemboran yang dikehendaki. penyelidikan bahan tambang/endapan mineral mengetahui struktur geologi suatu daerah penyelidikan tanah dasar(bangunan sipil) pembuatan sumur eksplorasi & eksploitasi air tanah Pembuatan lubang pengeringan air dalam tambang bawah tanah Pembuatan lubang peledakan batuan 11 .

Penyelidikan Lapangan & Laboratorium . Geoteknik dan Mekanika Tanah . 1987. Nova. Agung. Bandung. 2010. Buku Pengantar Geologi Teknik. L. 12 .DAFTAR PUSTAKA Sherley. Sigit.H. Sekolah Tinggi Teknologi Nasional – Yogyakarta.

-.3 /..3  43/8 0. /::3  507484. 20302-.9:.3-..850044     .3.3 81.3-07.7..9 0903.3:3.3/.3 9.3 /.

3 8./073..735./.3./.2.9079039: 08.1 03:3 502-..8..3/.703.807.3 /.3 .1 03:3 7.7 :39: .3../. .9 0:7.9: ::7. /./.2-. -:97 9.25.73.25. 207:5. /80-:9 -077.3.2 2.3 -08.3.3/.4-. 907. -:97:.3:-.3.9: 507.3/8.3 -:97  %.:.3 8.3 -:973.3 -08.29.9.3 -:97 9079039: 2./..5.8 . 9079039: -.. . .9....-. /-.3 0.3.3 -:97 .8. 9: 503::7.39.3 -077.73.3 ::7. .. 9.3.3. 5. -08.3.3 8:.3.-:979./. .3 -:979.8 -.81.33.9 8:.8808.  -.  3./03. .8.7.  .3 20.8 807.3 3.73.3.2.: 00-.2 7.3.7/5. ::7.:.3.334   ..3 -:973.9.9.3 8. 907/.. 9. 9: /80-:9 -077..9 81.257 8.5. /.9: 9.2.3.3.3/03.7:97%.. 7.7.7 -:97 .2..  08.39:3 05.7.. 207:5.3 /:./.73.8.3 .2 -/.9 8073 /.3 ::7.3 . $1.: 7.3 /.3 .3 /03.9.9.3.8 -:7:  80/./.9::39: ::7. 8.: 502-07.8.3::7.3 .73.7 8..2  !03039:..3.9:9.

33.3-:973. /03.7.87 3.3 5.3 203:7:3/03.9.3.:   80/.:8/5...9: 8:85038 ..05.  ' .3 -07/7 8:5./.3-:97.9.5  :97.3 5././: 02:/. /.3.3 -:97.25:7 /03. 80-.257 8./...3 /-.5.3/3 /03.7 /.3 .3 3 203:7:9 ::2 $9408  .30.7::7.3.30-0..3.05.3 :39: ::7.2 8:.3907.9/:.3..87.3 .39:35.3 /.  0.3./.9: 9.75.  .3 /.3 ..-:97 -:97 20303/.3 ::7.::7.2.7. .50303/.

390780-:9    ..7.9: .  /.79 /.3.3.3.25:7.05. 907.9: 9079039: 80. /2.7  .23..25:7..9 038 8:.2 .8 -:97.3.39:3 4380397../. .3 9.20907-:97  4389. . .3 907.7.9 038 8:85038 -07.3. '0.9 2039:3 -./.3 .3 /907:8.7 /.  03.3 .2.8. 203::7 -07..9.2  07.3.39:3 / /.8.5.3..3 . :97 -:97 80-08.9: 2039 /.3 /2:.3. ./.3 9:7:3 80.2.39.8090.39:7:3-:97  .  .9: 9  .3. 9.. 503::7.3 5.

.

   #   ! .

 -07.  2.99.3.3..

.3..3 2:.. .-07.9..9.. 025:3 2025:3.9.3 -. /5.3.80-..9: 0:.425708-9 93 /.3.3 3094 /. :39: 20302-.3 .3/7420907 !5748039.99./.   93 -..  %.9 9./3. 89.3.9: .80 :2.3 0:7.3 81.. :39: 28.898 :.9.89907-07 .7 /.8 .73.9.8.3/3 /03.3    0.9 903 -:7: .28:85038   .7. 2035:3.3 80-.9907-07 ..  .7 .9:39:-.3 3 /03.9.91 3094  3 2030-..9: 8.3.9.9.8. 2:.5.2-.3/.3./-.9.8 .3 2:..8 .9.8 .:39:502-. ..3..9.898  89.9./. .:39:502-:.9.9.78 -08.3/03.9.8 5.9 9.8 -.3 907..9.. :8.. 8:.33.7 .8025:3     .9.38050798098. -.3 9.2 -07.943  %.3/5.3.3 -.9907-07 .8.7.3.91.-.9.3 /.3 3/08 5..3..9038 #502-.. -..2-.9. 8.3 30..9 81.7.3 3 .9./.7. 90780-:9 /5. 502-:.8 .3 -.907-07 0:3.3 703/. 81.3   f¾f °–  f ff°½f¾n¾ ¯ ½f¾n¾  nf% % ff¾nf ff¾9f¾¾ ff¾½ °– f° .8.7.. 8.8 -../.3 80.3 %05 905 2307.9/:-:3.3.3 8:9 202.3 /5.3..3.  $1..3 .

8..943 /.3 %/..:. /03..399.332/.3/3.8  ..91 91 9.3/085.3.9: %.3203.8 /.3 543/.3 .4:20 207:5.9.3/04254.8 9.-0 .2 5007.2 .7.2.3 80. /.507-.5.3 50792-.3 :9.9.9.2 2030.8 /.91 /80-:9 .3.39.39.7.898/03. .357480317. 2033../.89.8 503.9.33.3 ..2 20.8025:3 9.$025943   90..8 025:3-07::7. /.8          .3 507:-.9.3 .3 /5.81.03 206 ./0.9..79....8 $0/.. ..9.8.3.7025:3.3..

9.380-.39.-0 .8 503.9.89..3  206.5.32307..39. 025:3:.89.3/./:3.5.8  %.025:3 025:3 .9:.88:.8503.

9. /03.3 0- 93 805079907.8  -.39.8  $0-.:  /-.3/3.9: .7 025:3. 90780-:9 /. .439 .203.3-07.5.9.8:-899:8.5.5.9.5.9.3 /03.33   .: . .4 $08:.3 .7 93. .8.3  .393. 203.2 /.3 /-:9:..7.489  9 '072:9 439247439                     9.3 8.3 /..-.3.3.943 .8 025:3 /.3..9 .  .3.. :39: 203...79-. 8:.3 0- 2:/. .83.3 -08./03: !0302-.39.2 .03/07:320302-.9./.3 -07:-.8503.39. .90789 5..#-.9.8989.89.9 203:-.9 /9039:.95.3 :39: /. 40 8:-899:8 43 43 4.

2. 80/. .9:-.253  . ./.9  2..3 .3 .7.3 .3 ..8.4394 3 ..3.34394%..4394.7 9.2- 9.8 /03.8 /.3..3 -.3 800./.3 07:8.3 903 50. /.3.9 /:7.3 907/. :8.25:7/03.8:2 .2 .-:3 83/07 -07/3/3958 /. 503.35.947:2 .3902-..4394 .9 81. 2.3.3 ... :8. /:8.2-.3 9.  ..8  4394 9/.3 .7.3 905. /-.3 . 0 .3.7. .4394 9/.3 81. 07:8.5 .3./.3 8007.2-.-: -.3 /.4394 -8. /:3. 2:33 /.4394 .   80203/03.2.8 203:3:.3 /03.3 907.3.7.8. .9. /:..7.39.8.9 ..3. -.. /03.8 /.9:.3 80-.3 :39:203/:3897:9:7.-47.7 -./. 503./..3..5. 20893.:.. 4394 .8 /...9: . 503..9 5. .203. ../.3025:3    !03.943  .79.7:82.5.8/.

3 044 :8:83. 2083  $892 502-47.3/.3.8. /::3 $!%  /.3 39 /.9 /.038.3 0/.3 90793.35:9. 5:9. /.9 .90780-:9/.780.24-47044   !02-47.-08 / -.3.7 :-.2-:3 /03.7 502-47.: 81.8 /8.3 :-.3 50307.7.7:-.43943.3 ..  $0.-:3 . 9.7  %.-:3 :39: /.2-. /./.9 /8.5.2-:3 05.5. /.3.3044903  .902:/./.8.3 2083  !02-47.3 0/.83. /.8.7.7.9:..29.2- ./907:8.3083 .33.   &39: 038 9. 038 502-47.3  81..9.2   . /.: 43/8 -.9 50720.3 -47 8.3 . :39: 20309. 802:.79047502-47.5.3 ..3-47/5:9.2 /.3 90754943 .8. 20.9.9.3 2083 3 -. 2.8: ]   .7.3 02:/.7 038 -..9 20.3.9.3 93.9:502-47.25.339..3 -47  $0-0:23.2-.7.3. -078..: /5:: -47 9.3 8. 9...3 5030/.3 -:..38/.3044903.7 :-. 9.8.3 -47  /.3 47 2083  .8:/ /.. 425700385/. 907.3 2083 .9:.3.25../.3.8..-47 5...9/.-:3 /03./..13    !02-47.9.4394 9.7 /.39:9:5/03.  205:9 /..3 809.3 .9 18  /.3.7 903.3/.. 9/.3 -47  39 -./.3:93.5.3 203:3.2 050393.8:.30 2.32083 /.3 /90.9 9.3. 044 903 .4394 /2.3.-9.35.3: &$  :39: /09.3./.2  80.9.:!02-47.

-:339/.7.... :2:2 503:3.3/825..9..3 9.3 :2:2 /.8.3 /.3.3.:.249...3 502-47.3:39:/./.3/..3 2083 3 .3 /.3.4394 $0. /:/. 2094/0 .905072:.2 5030/.

2 2..-..9:.39:3 038 9... -072.9. 907..3..3  .2 503:3./. -47 .3.

.3-./.3  .2 903 502-47.39.3.8502-47.2-.5.3503:..8.33.3809025.7  80:7: 39 -47 /.  5030/.3 0:3.2- /.9:.3 -03.3.3/003/..9/.9 907.3 ..  .89.3..5.9:.9: ..9 -47 /.5.-.3.

 5030/.3-.3:-..3.385  /  502-:.3.38:2:708547.9.07..39.3503073.7/.8 08549.7 -.3.3.3                    .03/.9:/.9.5.32307. -  20309.:897:9:70448:. 1  !02-:.8.9./.8.29.3-.3500/.2-. 0  !02-:..3:-.79. .9.3:3.9:.

.3  .     .3 0. %3 %0344 .843. !030/.5.3/:3  :3  $9     :: !03.3.79.%.39.7 044 %03  $04. .3.3.947:2 4.-47. 4..%#!&$%  $070      04903 /.3.