P. 1
Pengertian Partai Politik

Pengertian Partai Politik

|Views: 452|Likes:
Published by Ramadhani Apri

More info:

Published by: Ramadhani Apri on Oct 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/18/2013

pdf

text

original

Pengertian Partai Politik

berikut inilah Pengertian Partai Politik definisi Pengertian Partai Politik - Pengertian Partai Politik partai politik adalah organisasi politik yang menjalani ideologi tertentu atau dibentuk dengan tujuan khusus. Definisi lainnya adalah kelompok yang terorganisir yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi, nilai-nilai, dan cita-cita yang sama. Tujuan kelompok ini ialah untuk memperoleh kekuasaan politik dan merebut kedudukan politik - (biasanya) dengan cara konstitusionil untuk melaksanakan kebijakan-kebijakan mereka. Partai politik adalah sarana politik yang menjembatani elit-elit politik dalam upaya mencapai kekuasaan politik dalam suatu negara yang bercirikan mandiri dalam hal finansial, memiliki platform atau haluan politik tersendiri, mengusung kepentingan-kepentingan kelompok dalam urusan politik, dan turut menyumbang political development sebagai suprastruktur politik. (Pengertian Partai Politik) Fungsi dan peranan Partai politik 1. Representasi 2. Rekrutmen dan Pembentukan elit 3. Perumusan tujuan 4. Artikulasi dan agregasi kepentingan 5. Sosialisasi dan mobilisasi politik; dan 6. Pengorganisasian Pemerintah. 1. Representasi Representasi kadang dilihat sebagai fungsi utama sebuah partai politik. Representasi menunjukkan kapasitas partai untuk merespon dan mengartikulasikan pandangan-pandangan baik pandangan para anggota maupun para pemilihnya. Dalam bahasa teori sistem, partai politik adalah alat “pemasok” utama yang memastikan bahwa pemerintah akan melaksanakan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat luas. Jelasnya, ini adalah fungsi untuk dilaksanakan sebaik-baiknya di dalam suatu sistem terbuka dan kompetitif yang memaksa partai untuk merespon pilihan-pilihan rakyat. Teoritisi Pilihanrasional, semisal Anthony Downs (1957) menjelaskan proses ini dengan menyarankan bahwa pasar politik paralel dengan pasar ekonomi, di dalam mana para politisi bertindak yang intinya sebagai wiraswastawan yang memburu suara, berarti bahwa partai bertindak seperti berbisnis. Kekuasaan, dengan demikian, utamanya terletak pada konsumennya, yakni para pemilih. Tetapi “model ekonomi” ini mendapatkan kritikan dengan dasar bahwa partai itu tidak semata-mata mencari suara tetapi juga “membentuk” atau memobilisasi pendapat umum sebagaimana dia meresponnya, dan bahwa citra para pemilih sebagai orang yang sangat tahu, rasional, dan seperti konsumen yang berorientasi masalah (isu) patut dipertanyakan, dan bahwa bentangan pilihan para pemilih (atau elektorat) seringkali sempit. 2. Pembentukan elit dan rekrutmen Partai-partai politik dalam semua jenisnya bertanggung jawab menyediakan bagi negara para pemimpin politiknya. Salah satu kekecualian yang jarang ada dalam aturan ini adalah Jenderal de Gaulle, yang menawarkan dirinya untuk memimpin Prancis tahun 1944 sebagai seorang “juru selamat” yang berada di atas semua perbedaan partai-partai. Partai seperti Union for the New Republic (UNR) adalah ciptaannya.

Lebih-lebih. melengkapi mereka dengan ketrampilan. agama. buruh. dan pengalaman. Perumusan tujuan Partai-partai politik secara tradisional merupakan cara melalui mana masyarakat menata tujuan-tujuan kolektif dan. Partai lain secara efektif memiliki kemampuan . Fungsi ini secara sangat jelas dibawakan oleh partai dalam sistem parlementer yang dapat mengklaim membawa amanat untuk melaksanakan kebijakannya jika terpilih untuk berkuasa. di sisi lain. kontestan dalam pemilihan presiden biasanya pemimpin puncak partai. Kabinet dan pos-pos kementerian lainnya biasanya diisi oleh figur-figur senior partai. dan menawari mereka sejumlah bentuk struktur karir. etnik. Namun demikian. tetapi partai politik juga berperan mendorong rakyat untuk merumuskan tatanan koheren dari pilihan-pilihan kebijakan yang akan memberi para pemilih suatu pilihan terbaik yang realistik dan tujuan yang dapat dicapai. di Amerika Serikat sifat monopoli itu sangat berkurang karena adanya penggunaan luas dari pemilihan di tingat primary. Di sebagian besar kasus. diciptakan oleh gerakan serikat dagang untuk tujuan mendapatkan representasi politik klas pekerja. sementara di dalam sistem parlementer pemimpin partai terbesar di majelis biasanya menjadi perdana menteri. partai sering berkembang sebagai kendaraan melalui mana kelompok-kelompok bisnis. mereka merumuskan program pemerintah (melalui konperensi. monopoli partai di dalam pemerintahan mendapatkan kritikan karena para pemimpin politiknya diambil dari tempat yang sangat sempit: tokoh-tokoh senior partai besar. Partaipartai memainkan peran ini sebab di dalam proses pemerolehan kekuasaan. Tetapi. partai-partai dengan demikian menyediakan basis pelatihan dan pengalaman politik bagi para politisi. Memang. politisi mendapatkan jabatan dengan memanfaatkan kedudukan di partainya. di mana partai “berkuasa” mengawasi aparatur negara pada level mana pun. dan juga keadaan domestik dan internasional. kecuali di dalam sistem ekapartai (partai tunggal) seperti di negara-negara komunis ortodoks.Lebih lazim lagi. di beberapa kasus. yang mengurangi kendali partai dalam menyeleksi dan menominasikan kandidatnya. program partai biasanya juga mengalami modifikasi oleh adanya tekanan dari rakyat sipil dan kelompok kepentingan. Tetapi hal itu juga bisa terjadi di dalam siste presidensial yang biasanya partai-partai nonprogram semisal dalam kasus partai Republik di Amerika Serikat yang menyerukan “kontrak dengan Amerika!” dalam pemilihan Kongres tahun 1994. Di sisi lain. memperluas atau mempertahankan beragam kepentingannya. konvensi. Contohnya. meskipun kekecualian dapat ditemukan di dalam sistem presidensial di Amerika Serikat yang dapat menunjuk menteri-menteri dari tokoh-tokoh non-partai. telah secara umum mereduksi peran partai-partai sebagai perumus kebijakan. atau kelompok lainnya. biasanya lebih dilaksanakan oleh birokrasi ketimbang partai. partai-partai juga membantu mengartikulasikan dan mengagregasikan berbagai kepentingan masyarakat. Artikulasi dan agregasi kepentingan Dalam proses pengembangan tujuan-tujuan kolektif. Partai Buruh di Inggris. dan sebagainya) dengan suatu pandangan untuk menarik dukungan rakyat. 3. Implementasi kebijakan. Hal ini bukan berarti bahwa partai politik adalah satu-satunya sumber inisiatif kebijakan. pengetahuan. manifesto pemilihan umum. kecuali orang yang hanya mengharapkan keberuntungan dari partai. tendensi de-ideologisasi partai catch-all dan fakta bahwa kampanye pemilihan umum semakin menekankan pada figur dan citra kandidat ketimbang kebijakan dan isu. 4. memastikan bahwa hal itu dilaksanakan.

Partai-partai konstitusional secara jelas dipaksa untuk melakukan hal ini di bawah tekanan kompetisi pemilihan umum. kapasitas partai untuk mobilisasi dan sosialisasi kemudian diragukan karena terdapat bukti-bukti di banyak negara adanya para partisan yang keluar dari partai dan semakin tidak menariknya partai-partai pro-sistem konvensional. Namun demikian. yang relatif miskin dan secara politik tak terorganisir menjadi sangat rentan untuk dikucilkan dari proses artikulasi kepentingan. di dalam sistem parlementer sampai dengan yang dapat disebut sebagai “pemerintahan oleh partai. sebagaimana yang dilakukan partai-partai di Amerika Serikat di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 kepada kelompok-kelompok imigran. bahkan di dalam sistem partai kompetitif pun tidak semua kepentingan diartikulasikan dan apalagi diagregasikan. Marxisme-Leninisme. Dalam sistem parlementer. Partai-partai utama dalam sistem kompetitif memainkan peran yang tak kalah pentingnya dalam mendorong kelompok-kelompok untuk bermain dalam koridor aturan main demokrasi. sampai batas tertentu. tetapi bahkan partaipartai monopolistik pun mengartikulasikan dan mengagregasikan kepentingan melalui hubungan dekatnya dengan negara dan ekonomi. Kelompok-kelompok kecil. 6. Masalah yag disandang oleh partai-partai adalah. dengan demikian mengerahkan dukungan bagi rezim itu sendiri. jika bukan fungsi utama. khususnya jika anggota pemerintahan itu diambil dari satu partai dan dengan demikian dipersatukan oleh simpati dan keterikatan bersama. 5. Contohnya. sehingga membuatnya kurang efektif dalam meraih simpati dan gagal menarik perhatian dan perasaan para partisan. Pada awalnya partai membantu pembentukan pemerintahan. Sosialisasi dan mobilisasi Melalui debat dan diskusi internal. yakni majelis (dewan) dan eksekutif. kebangkitan partai-partai sosialis di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 merupakan cara yang penting untuk mengintegrasikan klas pekerja ke dalam masyarakat industri. partai-partai menjadi agen penting pendidikan dan sosialisasi politik. Lebih jauh lagi. partai-partai memberi fasilitas bagi kerja sama antara dua cabang utama pemerintahan. Sosialisme Nasional. atau seadar gagasan-gagasan pemimpin karismatik) secara sadar diakui sebagai fungsi yang sentral. Dalam kasus partai monopolistik. dan tata nilai serta sikap yang ditunjukkannya menjadi bagian dari budaya politik yang lebih luas. Tetapi. mereka sendiri korup.” Partai juga memberi pemerintah sebentuk stabilitas dan keberlangsungan. propaganda ideologi “resmi” (misal. Pengorganisasian pemerintah Sering dilontarkan pendapat yang menyatakan bahwa dalam masyarakat modern yang rumit akan menjadi nirpemerintahan apabila tidak ada partai politik. Isu-isu yang dipilih oleh partai untuk memusatkan perhatian pada agenda politik tertentu. dan juga berkampanye serta berkompetisi dalam pemilihan umum. Bahkan jika pemerintah itu dibentuk dari suatu koalisi partai-partai itupun akan membantu persatuan dan persetujuan dari pihak-pihak yang masingmasing berbeda prioritasnya. hal ini secara efektif dijamin oleh fakta bahwa pemerintah dibentuk dari partai atau partai-partai yang . khususnya di dalam sistem ekonomi yang terencana secara terpusat.untuk merekrut kepentingan dan kelompok tertentu untuk memperluas basis pemilihnya. Fakta bahwa partai-partai nasional sedemikian mengartikulasikan tuntutan dari beragam kekuatan memaksa partai-partai itu untuk mengagregasikan kepentingan ini dengan membawanya ke dalam kesatuan kepentingan yang koheren dan menyeimbangkan kepentingan-kepentingan yang berlawanan.

Dalam hal ini. partai politik mempunyai tugas untuk menyalurkan berbagai pendapat dan aspirasi masyarakat dan mengaturnya sedemikian rupa sehingga dapat mengurangi kesimpangsiuran pendapat dalam masyarakat. partai politik berfungsi sebagai: . melalui daya tarik kebersatuan partai. .Sarana komunikasi politik Sebagai sarana komunikasi politik. Tetapi bahkan di dalam sistem presidensial pun. baik di dalam maupun di luar pemerintah.Sarana pengangkatan anggota politik Sarana pengangkatan anggota politik yaitu partai politik berfungsi untuk mencari dan mengajak orang yang berbakat untuk turut aktif dalam kegiatan politik sebagai anggota partai. jika bukan kendali. partai-partai menyediakan. Dan juga dengan memperluas debat politik dan mendidik para pemilih.memiliki kursi mayoritas di majelis (dewan). hal ini membantu memastikan bahwa kebijakan pemerintah akan lebih dapat diawasi dengan baik dan dengan demikian dapat dilaksanakan dengan baik pula. .Sarana sosialisasi politik Sosialisasi politik diartikan sebagai suatu proses seseorang memperoleh sikap dan orientasi terhadap gejala politik yang berlaku dalam masyarakatnya. proses sosialisasi tersebut berjalan secara berangsur-angsur dari masa kanak-kanak sampai dewasa. sumber vital dari oposisi dan kritik. Manfaat partai politik Dalam negara-negara demokratis. bagi pemerintah. setidaknya di dalam sistem yang kompetitif. partai politik berperan sebagai penghubung antara pemerintah dengan warga masyarakat. seni budaya. kepala eksekutif dapat memberikan sebentuk pengaruh. KELOMPOK 4 Linda Eli Kurniati Leni Fitria Sahara Liya Oktaviani Iffah Sofihah Evi Nur Indah Sari Izka Rizki Nur Amalia Afifah . Umumnya. Akhirnya. . kursus kader. Di pihak lain. sedangkan bagi masyarakat bertindak sebagai pengeras suara. dan sebagainya.Sarana pengatur konflik Sarana pengatur konflik yaitu mengatasi persaingan dan perbedaan pendapat yang mengakibatkan terjadinya konflik dalam masyarakat. partai politik sering dikatakan sebagai alat pendengar. penataran. yang penyelenggaraannya dapat dilakukan melalui ceramah.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->