BANGKIT SUPRAYOGI/2A/0901100007/PRODI KEPOERAWATAN MALANG

Askep Kebutaan BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Kebutaan adalah berkurangnya penglihatan sehingga seseorang tidak mampu mandiri dalam pekerjaan, menyebabkan seseorang bergantungan pada orang lain, badan atau alat bantu agar dapat bertahan hidup (Johnp, Whitcher, Md, Mpd) B. Tujuan 1. Tujuan Umum Mendapat gambaran lansung tentang asuhan keperawatan pada pasien dengan kebutaan. 2. Tujuan Khusus
• •

Mendapat gambaran lansung tentang proses keperawatan pada pasien dengan kebutaan. Mendapat gambaran secara teoritis diagnosa pada pasien dengan kebutaan.

onkonserkahasis. Retinopati diabetes Gangguan degenerasi retina herediter Defisiensi Vitamin A C. dan xeroftalmia (keadaan selaput ikat mata yang kering karena kekurangan vitamin A kadang-kadang sampai selaput bening rusak). • • • • Ketuaan (Umur).BAB II KONSEP DASAR KEBUTAAN A. Tajam penglihatan kurang dari 3/60 2. Lapang pandangan kurang dari 20 3. lepra. Etiologi • Cataract adalah penyebab utama dari kebutaan. Tajam penglihatan dapat lebih baik dari 3/60 . Kriteria Kebutaan WHO menggolongkan buta : 1. • • Lepra = Kusta Trakoma adalah radang selaput ikat mata yang bersifat menular yang disebabkan oleh mikroorganisme chylamidia dan juga ditandai dengan butir-butir kecil sehingga selaput ikat tampak kasar. dengan trakoma. proses penuaan. Pengertian Buta adalah suatu keadaan dimana seorang tidak dapat menjalankan pekerjaanpekerjaan yang memerlukan penglihatannya sebagai hal esensial sebagai mana orang sehat (WHO dan UNICEF) B.

yang mana dapat diakibatkan karena glaukoma dan diabetes melitus (DM). seperti lensa atau gabungan lensa untuk membuat pembesaran seperti : o Lensa kontak. Terdapatnya cacat penglihatan dilihat dari segi sosial.00 . kekeruhan pada kornea. E. penyakit retina (selaput jala). biasanya kekuatan lensa konveks-konveks atau plano konveks yang berkekuatan +4 -+20. pupil distrosi. dan aniridia. Dimana seseorang tidak dapat lagi menerima cahaya untuk maksud yang legal kebutaan di defenisikan secara tepat untuk menentukan macam-macam bantuan yang diperlukan • Pada pasien dengan kebutaan. sistem lensa kontak dapat diubah menjadi sistem teleskopik (sistem lensa kontak teleskopik). Glaukoma dapat diturunkan atau dapat merupakan penyulit • Kalainan utama adalah akibat kelainan makula (bintik kuning). Patofisiologi • Gangguan penglihatan terdiri dari kesalahan refraksi dengan lensa sampai dengan kebutaan total. namun terdapat 2 tipe alat bantu yang memperbaiki penglihatan untuk dapat melakukan pekerjaan yaitu optikal dan nonoptikal. berguna pada ieregular. yang merupakan bagian dalam mata yang menerima rangsangan sinar untuk dapat dilihat mengalami degenerasi yang akan mengakibatkan kerusakan penglihatan sentral. Masih mengenal warna yang dilihat 6. pupil yang melebar terus (iridiolegia).4. Alat optik. Penatalaksanaan Kebutaan adalah suatu hal yang tidak dapat diperbaiki secara medis. koloboma iris. o Lensa kontak dengan lubang kecil (pinhole). untuk gangguan penglihatan akibat kornea yang ireguler. D. o Kacamata pembesar. o Lensa kontak teleskopik. Masih mengenal warna 5.

sehingga terjadi memperbesar penglihatan. Pembesaran sistem jauh dengan sistem optik o Kacamata teleskopik. tidak akan merusak mata. lensa yang dijepitkan atau clip on merupakan kacamata teleskopik atau pin hole yang dijepit pada kacamata biasa. Pembesaran melihat dekat dengan sistem nonoptik o Mendekatkan mata o Huruf diperbesar Sistem Proyeksi o Closed-circuid televisi (CCTV). o Penerangan yang benar adlah perlu pada penglihatan lemah (low vision). Meletakkan dekat sekali (1 meter) pada layar Televisi. loupe memakai lensa sferis o Lensa pembesar binocular o Kacamata berlubang kecil.o Loupe. o Teknik nonoptik yang paling sederhana adalah dengan mendekatkan benda yang akan dilihat. . Pada keadaan ini sinar dengan intensitas tinggi dengan tangan yang dapat diatur den berguna. bentuk kombinasi lensa konveks dan lensa konkaf yang terpisah akan terjadi penyebaran sinar. o Sclip on. memperbaiki penglihatan pada mata dengan fungsi mecula masih baik. memperbayangan pada layar Televisi Alat penolong lain o Membaca dan steno dengan huruf Braile. Lensa obsertif berguna untuk mengurangi silau.

Riwayat obat-obatan Alergi atau atopi penggunaan obat. Riwayat penyakit lalu Pasien mengalami DM. katarak d. Keluhan utama Pasien mengatakan tidak dapat melihat b. Antibiotik. Riwayat Kesehatan a. Asetazolamit .60 tahun Jenis Kalamin : Pendidikan : Pekerjaan : Biasanya terjadi pada pekerja-pekerja industri Status : Agama : Alamat : Suku : 2. Riwayat penyakit sekarang Penglihatan yang tidak dapat dikoreksi dengan kacamata dan tidak nampak sama sekali c. steroid.BAB III ASUHAN KEPERAWATAN KEBUTAAN A. degenerasi retina. Identitas terdiri dari Nama : Umur : Biasanya sering terjadi pada umur 40 . PENGKAJIAN 1.

Data Psikologis Pasien mengalami gangguan citra diri 5. Genogram keluarga 3. Pola nutrisi Pemenuhan nutrisi pasien tidak terganggu b. Pola aktifitas Pola aktifitsnya sangat terganggu 4. Riwayat Spritual Pada keadaan tertentu mengalami keterbatasan /perubahan dengan masalah spritual 7. Pola istirahat Pola istirahat tidak terganggu d.e. Pengkajian Fisik 1. Data Sosial Pasien mengalami keterbatasan/perubahan dalam hubungan sosial 6. Riwayat keluarga Hipertensi dan DM f. Pola eliminasi Biasanya pola eliminasi buang air besar dan buang air kecil (bab bak) teratur dan tidak terganggu c. Pola Kebiasaan a. Keadaan umum (k/u) : lemah Vital sign o Tekanan darah : 120/90 mmHg .

Pemeriksaan penunjang Diagnosa Medik : Lapang pandang Ketajaman penglihatan menurun B.5 celcius 2. Gangguan sensori perseptual penglihatan bhd status organ indra mata/kebutaan Tujuan : Mengenal gangguan sensori dan berkompensasi terhadap perubahan Intevensi : o Orientasikan pasien terhadap lingkungan. DIAGNOSA KEPERAWATAN 1. Pemeriksaan fisik Inpeksi Auskultsi Palpasi Perkusi 8. staf. orang lain di areanya o Lakuakan tindakan untu membantu pasien menangani keterbatasan penglihatan o Dororng mengekspresikan perasaan tentang kehilangan/kemungkinan kehilangan penglihatan o Pastikan derajat/tipe kehilangan penglihatan .o Nadi : 93 x / menit o Pernafasan : 23 x / menit o Temperatur : 36.

bantu dengan jalan berdiri disamping tempat tidur Rasional : o Dipergunakan untuk melindungi dari cedera kecelakaan dan menurunkan gerakan mata o Memberikan peningkatan kenyamanan dan menurunkan kecemasan o Untuk mencegah resiko cedera pada pasien o Menurunkan resiko jatuh bila pasien bingung/tidak kenal ukuran tempat tidur 3.Rasional : o Memberikan peningkatan kenyamanan dan kekeluargaan o Menurunkan bahaya keamanan sehubungan dengan perubahan lapang pandang/kehilangan penglihatan dan akomudasi pupil terhadap sinar lingkungan o Sementara intervensi dini mencegah kebutaan. Risiko cedera bhd kerusakan penglihatan Tujuan : Melindungi dari cedera Intervensi : o Pertahankan perlindungan mata sesuai indikasi o Tempatkan seluruh peralatan makan dan barang-barang pribadi dalam jangkauan yang mudah diraih o Perhatikan keamanan lingkungan o Dorong untuk memanggil perawat sebelum ambulas. pengobatan dan pembatasan aktifitas . pasien menghadapi kemungkinan/mengalami pengalaman kehilangan penglihatan sebagian/total o Memepengaruhi harapan masa depan pasien dan pilihan intervensi 2. perawatan. Ansietas bhd ketidak cukupan pengetahuan tentang kondisi.

Informasi dapat menghilangkan ansietas o Faktor ini mempengaruhi persepsi pasien terhadap ancaman dini. derajat pengalaman nyeri/timbulnya gejala tiba-tiba dan pengetahuan kondisi saat ini o Dorong pasien untuk mengakui masalah dan mengekspresikan perasaan o Identifikasi sumber/orang yang menolong Rasional : . potensial siklus ansietas. mengklasifikasi salah konsepsi dan pemecahan masalah o Memberikan keyakinan bahwa pasien untuk sendiri dalam menghadapi masalah .Tujuan : Menurunkan atau menglhilangkan ansietas serta penerimaan pemahaman intruksi Intervensi : o Dorong percakapan untuk mengetahui perasaan dan tingkat pemahaman pasien o Kaji tingkat ansietas. dan dapat mempengaruhi upaya medik untuk mengontrol TIO o Memberikan kesempatan untuk pasien menerima situasi nyata.

onkonserkahasis. Kesimpulan Buta adalah suatu keadaan dimana seorang tidak dapat menjalankan pekerjaanpekerjaan yang memerlukan penglihatannya sebagai hal esensial sebagai mana orang sehat. Kebutaan disebabkan oleh cataract adalah penyebab utama dari kebutaan.BAB IV PENUTUP 1. dengan trakoma. dan xeroftalmia dimana keadaan selaput ikat mata yang kering karena kekurangan vitamin A kadang-kadang sampai selaput bening rusak. . Kebutaan adalah suatu hal yang tidak dapat diperbaiki secara medis. Diharapkan kepada seluruh masyarakat umum agar dapat menerapkan pola hidup sehat sejak dini dimulai dari Individu itu sendiri. Saran Diharapkan kepada mahasiswa/i agar dapat meningkatkan ilmu pengetahuan dan wawasan tentang kesehatan mata. lepra. Diharapkan kepada seluruh instansi kesehatan dapat memberikan penyuluhan tentang kesehatan mata atau kebutaan. kepada seluruh lapisan masyarakat. namun terdapat 2 tipe alat bantu yang memperbaiki penglihatan untuk dapat melakukan pekerjaan yaitu optikal dan nonoptikal 2.

2006. Jakarta.com/news/2004 . 2004 Kebutaan Dasar Manusia EGC. Penerbit Buku Kedoteran EGC Jakarta. Doengus. http//www. 5. Penerbit Buku Kedokteran EGC. 3.Emedicine. General Oftamology. Azis Alimun. Dorlana. Hidayat. 2000.DAFTAR PUSTAKA 1. 2. Kamus Kedokteran. 1999. Jakarta. Vaughan. Jakarta 4. A. Marilyne E.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful