UNITED NATIONS DEVELOPMENT PROGRAMME Emergency Response and Transitional Recovery Aceh and Nias

APPENDIX III B
SPESIFIKASI UMUM DAN TEKNIS A. SPESIFIKASI UMUM 4.1 1. URAIAN PEKERJAAN Nama Pekerjaan Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah pekerjaan pembangunan jalan 160 m dan lahan parkir dilingkungan kantor baru di Kantor Bupati Nias Selatan. 2. Lingkup Pekerjaan Pekerjaan yang akan dilaksanakan meliputi pekerjaan persiapan, pembersihan lokasi pekerjaan, pembentukan badan jalan dan lahan parkir, pemadatan tanah, pemasangan Lapisan Pondasi Bawah (Telford), pekerjaan Lapisan Pondasi Atas Kelas B, dan Penetrasi Macadam (lapen). 3. Sarana Kerja Untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan harus tersedia : a. Tenaga kerja terampil dan tenaga ahli yang cukup memadai dengan jenis dan volume pekerjaan yang akan dilaksanakan. b. Alat-alat bantu seperti seperti compactor, grader, excavator, bulldozer, ceret penyiraman manual, pengukur elevasi, atau peralatan lainnya yang benarbenar diperlukan dan dipergunakan dalam pelaksanaan. 4. Cara Pelaksanaan Semua jenis pekerjaan harus dilaksanakan/mengikuti ketentuan-ketntuan dalam Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS), Gambar Bestek, Berita Acara Aanwijzing dan petunjuk-petunjuk pelaksanaan dari Konsultan Pengawas. 5. Jenis dan Mutu Bahan Jenis dan mutu bahan yang dipakai diutamakan produksi dalam negeri, sesuai dengan Keputusan MENPAN Nomor : 472/KPB/XII/1980, Nomor : 813/MENPAN/1980 tanggal 23 Desember 1980.

Rencana Kerja dan Syarat

1

UNITED NATIONS DEVELOPMENT PROGRAMME Emergency Response and Transitional Recovery Aceh and Nias

B. SPESIFIKASI TEKNIS

4.2

PEKERJAAN PERSIAPAN

4.2.1 Lingkup Pekerjaan 1. Pekerjaan ini meliputi penyediaan, pendayagunaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantunya yang dibutuhkan dalam melaksanakan pembangunan pada proyek ini. 2. Bagian ini meliputi pembersihan lokasi, pembuatan Direksi Keet dan Gudang Material, penyediaan air kerja dan penerangan kerja, serta mobilisasi dan demobilisasi. 4.2.2 Pembuatan Papan Nama Proyek Papan nama proyek diletakkan pada tempat yang mudah dilihat umum. Papan nama proyek memuat : 1. Nama Proyek 2. Pemilik Proyek 3. Lokasi Proyek 4. Jumlah Biaya (Kontrak) 5. Sumber Dana 6. Nama Pelaksana (Kontraktor) 7. Proyek dimulai bulan, tanggal dan tahun 4.2.3 Pembongkaran Konstruksi Lama dan Pembersihan Lokasi Pembongkaran konstruksi lama dilaksanakan dengan tidak mengganggu/ merusak bangunan lain yang telah ada. Sebelum memulai pekerjaan, Pemborong wajib membersihkan lokasi dari puing-puing, tumbuh-tumbuhan, batu-batuan serta benda lainnya yang dianggap dapat mengganggu pelaksanaan pekerjaan. 4.2.4 Peralatan Kerja dan Mobilisasi 1. Pemborong harus mempersiapkan dan mengadakan peralatan-peralatan kerja dan perlatan bantu yang akan digunakan di lokasi proyek sesuai dengan lingkup pekerjaan serta memperhitungkan segala biaya pengangkutan. 2. Pemborong harus menjaga ketertiban dan kelancaran selama perjalanan alatalat berat yang menggunakan jalanan umum agar tidak mengganggu lalu-lintas.

Rencana Kerja dan Syarat

2

memperbaiki kerusakan yang diakibatkannya dan membersihkan bekas-bekasnya. 4. 3. maka hal ini harus ditanyakan kepada Pengawas. Jika pada saat pengukuran terjadi keraguan. 4. kebutuhan direksi keet dan penerangan proyek pada malam hari sebagai keamanan selama proyek berlangsung selama 24 jam penuh dalam sehari. 4. pemborong harus menyediakan alat-alat bantu sehingga dapat bekerja pada kondisi apapun. Pengukuran harus diketahui dan disetujui oleh Direksi teknis. 5. Pengawas atau pemberi tugas berhak memerintahkan untuk menambah peralatan atau menolak peralatan yang tidak sesuai atau tidak memenuhi persyaratan. 2. Rencana Kerja dan Syarat 3 . kamar mandi/WC atau tempat-tempat lain yang dianggap perlu.5 Pengukuran 1. Bila pekerjaan telah selesai. pemborong harus memperhitungkan biaya penyediaan air bersih guna keperluan air kerja. baik yang berasal dari PAM atau sumber air. Pemborong Pengukuran harus harus sudah memperhitungkan oleh tenaga biaya ahli untuk pengukuran. air minum untuk pekerja dan air kamar mandi.Air harus memenuhi syarat yang tercantum dalam PBI NI-2. Pemborong juga harus menyediakan sumber tenaga listrik untuk keperluan pelaksanaan pekerjaan.6 Sarana Air Kerja dan Penerangan 1. kantor pemborong.2.2. 4. Disamping untuk menyediakan alat-alat yang diperlukan seperti dimaksudkan pada ayat (1). dan dilakukan dalam bidangnya berpengalaman. Air yang dimaksud adalah bersih.UNITED NATIONS DEVELOPMENT PROGRAMME Emergency Response and Transitional Recovery Aceh and Nias 3. serta pengadaan dan pemasangan pipa distribusi air tersebut bagi keperluan pelaksanaan pekerjaan dan untuk keperluan direksi keet. seperti : tenda-tenda untuk bekerja pada waktu hari hujan. serta peralatan lainnya. 2. pemborong diwajibkan untuk segera menyingkirkan alat-alat tersebut. Hasil pengukuran harus dilaporkan kepada pengawas agar dapat ditentukan sebagai pedoman atau referensi dalam melaksanakan pekerjaan sesuai dengan gambar rencana dan persyaratan teknis. perancah (scafolding) pada sisi luar bangunan atau tempat lain yang memerlukan. Untuk kepentingan pelaksanaan pekerjaan selama proyek berlangsung. 3.

dan harus selalu mengadakan pemeriksaan pengamanan setiap hari setelah selesai pekerjaan. 4. Pemborong harus membuat los kerja dan bangunan tempat untuk istirahat dan tempat shalat bagi pekerja pemborong. 2.9 Kantor Proyek (Direksi Keet ) dan Perlengkapannya 1. Pengadaan penerangan dapat diperoleh dari sambungan PLN atau dengan pengadaan Generator Set. 4. 3.2. serta menjaga keutuhan bangunan-bangunan yang ada dari gangguan para pekerja pemborong ataupun kerusakan akibat pelaksanaan pekerjaan. setiap pekerja pemborong diharuskan mengenakan tanda pengenal khusus yang harus dipakai pada bagian badan yang mudah terlihat oleh petugas keamanan. Pemborong harus menjamin keamanan proyek baik untuk barang-barang milik pemborong. stop kontak serta saklar/panel. 2. Los kerja merupakan bangunan dengan luas yang cukup untuk tempat bekerja bagi tukang/pekerja pemborong dan mempunyai kondisi yang cukup baik. Pekerja pemborong tidak diijinkan menginap di lokasi kecuali petugas keamanan yang sedang bertugas pada malam hari. Pengadaan fasilitas penerangan tersebut termasuk pengadaan dan pemasangan instalasi dan armatur.2. Untuk menguasai dan menjaga ketertiban bekerja para pekerjanya. yang dibagi dalam 3 (tiga) shift. Bangunan ini harus dibongkar setelah pekerjaan selesai dilaksanakan.8 Keamanan Proyek 1. 4.UNITED NATIONS DEVELOPMENT PROGRAMME Emergency Response and Transitional Recovery Aceh and Nias 4. terlindung dari pengaruh cuaca yang dapat menghambat kelancaran pekerjaan. Pemborong harus menempatkan petugas-petugas keamanan selama 24 jam penuh setiap hari. 3.7 Pembuatan Los Kerja dan Bangunan Istirahat 1. dan semua perijinan untuk pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawab pemborong. pengawas atau pengelola proyek. Pemborong harus menyediakan kantor pengelola proyek lengkap dengan peralatan / perabotan serta fasilitas-fasilitas kerja lainnya yang dibutuhkan untuk pelaksanaan proyek sebagai berikut : 3 (tiga) set meja kerja lengkap dengan kursinya Meja rapat untuk kapasitas 20 orang Rencana Kerja dan Syarat 4 . 4.2.

Pemborong harus membuat kantor di lokasi proyek untuk tempat bagi wakil pemborong bekerja. Direksi keet/kantor pengelola proyek.2. 2. 2. kantor dan gudang pemborong. agar mudah dijangkau dan tidak menghalangi pelaksanaan pekerjaan.11 Penyedian Fasilitas Proyek 1. 4. Pemborong juga harus menyediakan alat-alat kerja pengelola proyek di lapangan.2. pompa air kerja adalah merupakan sarana penunjang dalam pelaksanaan proyek dan merupakan yang dipakai habis pada saat selesai pekerjaan. Rencana Kerja dan Syarat 5 . Pemborong juga harus menyediakan gudang dengan luas yang cukup untuk menyimpan bahan-bahan bangunan dan peralatan-peralatan agar terhindar dari gangguan cuaca dan pencurian. memori 4 MB. Penempatan kantor dan gedung pemborong harus diatur sedemikian rupa.10 Kantor dan Gudang Pemborong 1. dilengkapi dengan peralatan kantor yang dibutuhkan. sebagai berikut : Sepatu lapangan yang tahan terhadap paku. 4. Pemborong juga harus memperhitungkan biaya-biaya konsumsi untuk rapatrapat/ pertemuan dengan pemberi tugas atau wakilnya dan tamu-tamu pemberi tugas yang berkepentingan dengan proyek.UNITED NATIONS DEVELOPMENT PROGRAMME Emergency Response and Transitional Recovery Aceh and Nias - 1 (satu) unit Personal Computer 486DX. Unit tabung pemadam kebakaran harus ditempatkan pada setiap lantai bangunan dengan radius kurang lebih 50 meter. lengkap dengan hard disk dan printer (Kertas A3) Calculator sebanyak 2 Buah (Minimal 12 digit) 1 (satu) lemari arsip metal terkunci 1 (satu) set meja gambar 2. 3.Caliper/schuifmaat dan penyiku besi 3. di dalam direksi keet dan tempat-tempat lain yang memerlukan. helm pengaman dan jas hujan masing-masing 5 set 2 (Dua) buah roll meter tape ukuran 5 meter .

Kerusakan pada jalan atau benda-benda lain yang diakibatkan oleh pekerjaan pemborong. mobilisasi peralatan serta pemasukan bahan akan menjadi tanggung jawab pemborong dan harus segera diperbaiki. 4. izin trayek dan pemakaian jalan.14 Keselamatan Kerja 1. Pembuatan jalan masuk atau jembatan sementara harus mengikuti peraturan dan semua perijinan sehubungan dengan pekerjaan tersebut menjadi tanggung jawab pemborong. pemborong harus sudah memperhitungkan pembuatan jalan masuk sementara dan/atau jembatan kerja sementara yang disetujui oleh pengawas. minyak dan gas dengan kapasitas 7 kg. Unit tabung pemadam kebakaran harus ditempatkan pada setiap lantai bangunan dengan radius kurang lebih 50 meter. Di dalam lokasi harus tersedia kotak obat pelengkap untuk pertolongan pertama pada kecelakaan (PPPK). 4. di dalam direksi keet dan tempat-tempat lain yang memerlukan. Pemborong harus mengurus dan memperhitungkan biaya untuk membuat izinizin yang diperlukan dan berhubungan dengan pelaksanaan pekerjaan. pemborong harus menyediakan alat pemadam kebakaran berupa tabung pemadam kebakaran yang dapat digunakan untuk memadamkan api akibat listrik. izin pengambilan material. antara lain: izin penerangan. izin penggunaan bangunan serta Rencana Kerja dan Syarat 6 . Apabila dianggap perlu.UNITED NATIONS DEVELOPMENT PROGRAMME Emergency Response and Transitional Recovery Aceh and Nias 4. 2. Pemborong harus menghindari kerusakan pada fasilitas jalan masuk yang ada dengan mengatur trayek kendaraan yang digunakan serta membatasi/membagi beban muatan.2. Selama pelaksanaan pekerjaan. 2. 3. Pemborong harus menjamin keselamatan kerja sesuai dengan persyaratan yang ditentukan dalam peraturan perburuhan atau persyaratan yang diwajibkan untuk setiap bidang pekerjaan. 4. sesuai dengan kondisi dan situasi lokasi. izin pengurugan. izin pembuangan.2. 4. Jalan Sementara 1.12 Pemadam Kebakaran 1.15 Izin-Izin 1.13 Jalan Masuk.2.2. 2.

2.3 PEKERJAAN TANAH 4. Kontraktor dalam melaksanakan pekerjaan diawasi oleh Konsultan Pengawas. Pemborong harus menjamin terjaganya keutuhan barang/benda atau bangunan yang telah selesai dikerjakan dari segala macam kerusakan dan berhati-hati untuk tidak mengganggu patok pengukuran atau tanda-tanda yang lainnya. berwarna. 4. Keterlambatan pelaksanaan pekerjaan yang diakibatkan oleh hal tersebut ayat (1) di atas menjadi tanggung jawab pemborong. 2. pemborong harus membersihkan daerah yang akan dikerjakan dari sisa-sisa bongkaran. akar pohon maupun semaksemak serta segala perintang yang ada dalam daerah kerja. Pemborong harus memperhitungkan biaya pembuatan dokumentasi serta pengirimannya ke pemberi tugas serta pihak-pihak lain yang diperlukan. keadaan cuaca dan lain-lain. 2. kecuali ditentukan lain oleh pengawas. Rencana Kerja dan Syarat 7 . Kontraktor wajib menyediakan buku harian di lapangan sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas.16 Dokumentasi 1. untuk keperluan laporan bulanan yang dibuat oleh konsultan pengawas. 4. 4. 2. 4. dan 3 (tiga) set album yang harus diserahkan pada serah terima pekerjaan untuk pertama kalinya.2.1 Ketentuan Umum 1.3. minimal ukuran postcard. Kontraktor wajib membuat laporan harian yang menyebutkan pekerjaan yang dilaksanakan setiap hari. 2. bahan-bahan dan alat-alat yang didatangkan. besarnya prestasi pekerjaan yang telah diselesaikan.UNITED NATIONS DEVELOPMENT PROGRAMME Emergency Response and Transitional Recovery Aceh and Nias izin-izin lain yang diperlukan sesuai dengan ketentuan/peraturan daerah setempat.17 Pengawasan 1. Perintah dan penugasan dari Konsultan Pengawas ditulis di dalam buku harian/surat dan dibubuhi tanda tangan dan nama jelas petugas Konsultan Pengawas. 3. Yang dimaksudkan dengan pekerjaan dokumentasi adalah : Foto-foto proyek. Sebelum melakukan pekerjaan tanah. jumlah pekerjaan.

3 Penggalian Tanah dan Pembentukan Badan Jalan 1.2 Lingkup Pekerjaan Pekerjaan ini meliputi penyediaan dan pendaya gunaan semua tenaga kerja. Untuk dapat melaksanakan pekerjaan selanjutnya. 5. Pembentukan badan jalan harus memperhatikan tingkat elevasi lahan. Pemborong harus melakukan pengukuran dan pematokan terlebih dahulu dan melaporkannya pekerjaan. Semua sampah-sampah. maka kontraktor harus segera memberitahukan kepada pengawas dan mengganti semua kerusakan-kerusakan tersebut atas biaya sendiri. bahan-bahan. dan pengisian/pengurugan untuk peninggian lantai bangunan sesuai dengan peil/elevasi yang telah ditentukan. 2. 4. Semua galian harus diperiksa terlebih dahulu oleh pengawas sebelum pelaksanaan pekerjaan selanjutnya. tumbuh-tumbuhan dan bekas urugan harus dibuang. 4. kepada pengawas. 3.3. 4. Pada saat penggalian badan jalan dan pemadatan. Apabila pada waktu penggalian ditemukan benda-benda purbakala. kontraktor harus mendapat persetujuan/ijin tertulis pengawas. posisi badan jalan terhadap bangunan disekitarnya dan elevasi badan jalan pada gambar rencana. dan perlengkapan-perlengkapan untuk semua pekerjaan penggalian.3. air bersih dan kabel-kabel yang masih berfungsi harus diamankan dan dijaga agar jangan sampai rusak atau cacat. serta meminta ijin untuk memulai Rencana Kerja dan Syarat 8 . Penggalian harus dilaksanakan sampai kedalaman sebagaimana ditentukan dalam gambar-gambar. Sebelum pekerjaan selanjutnya dilanjutkan. 5. Perbaikan kerusakan pada barang/benda atau bangunan yang harus dijaga akibat pelaksanaan pekerjaan akan menjadi tanggung jawab pemborong. Apabila hal tersebut dijumpai. 4. pipa-pipa drainase. penimbunan kembali. Pemindahan material akibat pembongkaran puing-puing dan semua yang merintangi pekerjaan harus dilakukan menurut peraturan. maka kontraktor wajib melaporkannya kepada Pemerintah Daerah setempat. maka semua pekerjaan penggalian harus disetujui pengawas.UNITED NATIONS DEVELOPMENT PROGRAMME Emergency Response and Transitional Recovery Aceh and Nias 3. ukuran badan jalan.

Sistem pemompaan harus memperhitungkan rencana detail dalam menghadapi bahaya longsor pada pekerjaan dan daerah sekitarnya pada saat hujan besar. Pemadatan badan jalan harus dilaksanakan dengan alat-alat yang telah disetujui. Penggalian harus dilakukan dalam keadaan kering. seperti mesin penggilas getar. c. 5. Terhadap hasil pemadatan yang dilaksanakan. 2. Semua biaya seluruh pengujian tersebut menjadi beban Pemborong. maka bahan tersebut harus Rencana Kerja dan Syarat 9 . 4. d. Sistem yang digunakan tidak boleh mengakibatkan penaikan/penurunan tanah dasar galian secara berlebihan. Kontraktor wajib melaksanakan pengurugan dengan semua bahan urugan yang keras atau mutu bahan yang terbaik dan mengajukan contoh bahan yang akan digunakan untuk mendapat persetujuan pengawas. b. Kontraktor harus mengadakan “density test” di lapangan. Pemompaan dilakukan dengan memompa sumur-sumur bor atau cara lain yang disetujui oleh pengawas dengan memenuhi persyaratan-persyarataan berikut: a. Bila bahan urugan apapun yang digunakan menjadi lapuk/rusak atau bila urugan yang telah dipadatkan menjadi terganggu. 2. 4. Harus menyediakan filter-filter secukupnya yang dipasang disekeliling sumur yang dipompa untuk mencegah kehilangan butir-butir tanah akibat pemompaan.3. atau alat tumbuk dimana standar kepadatannya dicapai pada kepadatan dimana kadar airnya 95 % dari kadar air optimal.4 Penggalian di Bawah Muka Air Tanah 1.3. 3. Pemadatan dengan penghamparan bahan urugan harus dilaksanakan lapis-per lapis yang tidak lebih tebal dari 15 cm (gembur). sesuai dengan petunjuk pengawas.5 Pengurugan dan Pemadatan 1. Air yang dipompa harus dibuang sehingga tidak mengganggu penggalian atau daerah sekitarnya.UNITED NATIONS DEVELOPMENT PROGRAMME Emergency Response and Transitional Recovery Aceh and Nias 4. atau “dry density” nya mencapai 95 % dari dry density optimal. Permukaan air tanah yang diturunkan harus dalam keadaan terkontrol penuh setiap waktu untuk menghindari fluktuasi yang dapat mempengaruhi kestabilan penggalian tanah. Kontraktor bertanggung jawab untuk merencanakan sistem pemompaan air tanah dan sudah memperhitungkan biayanya. e.

pondasi bawah agregat mempunyai nilai konstruksi 4.3.4. 3. maka bagian atas tersebut harus digaruk sebelum material timbunan tambahan dihamparkan.4. Kontraktor bertanggung jawab atas stabilitas urugan tanah dan Kontraktor harus mengganti bagian-bagian yang rusak akibat dari kesalahan dan kelalaian Kontraktor atau akibat dari aliran air.2 Lingkup Pekerjaan Pemasangan LPB telford pada seluruh bagian badan jalan dan area parkir. Lapis pondasi bawah agregat adalah bagian konstruksi perkerasan yang terletak tanah dasar dan pondasi atas. 4. Seluruh lapisan akhir. baik selama ataupun sesudah pekerjaan selesai. Bila diakibatkan oleh penurunan. 2.3 Persyaratan Bahan Rencana Kerja dan Syarat 10 . timbunan memerlukan tambahan meterial yang tidak lebih dari 30 cm. untuk selanjutnya dipadatkan sampai mencapai elevasi dan sesuai dengan persyaratan. Seluruh daerah kerja termasuk penggalian. pemadatan dan penimbunan harus merupakan daerah dari yang betul-betul seragam dan bebas permukaan yang tidak merata. seluruh puing-puing. yang terdiri dari LPB dari Telford (batu pecah). Seluruh sisa penggalian yang tidak memenuhi syarat untuk bahan pengisi/urugan. 4.4. tidak dibenarkan adanya genangan air di atas tanah atau sekitar lapangan pekerjaan. Selama dan sesudah pekerjaan pengurugan dan pemadatan.1 Ketentuan Umum 1. harus benar-benar memenuhi piel yang dinyatakan dalam gambar. 7. 6. tanpa adanya biaya tambahan. Dalam kedudukannya sebagai bahan konstruksi pekerjaan jalan. 2. Kontraktor harus mengatur pembuangan air sedemikian rupa agar aliran air hujan atau dari sumur lain dapat berjalan lancar.6 Pekerjaan Penyelesaian 1.4 PEKERJAAN LAPIS PONDASI BAWAH (TELFORD) 4.UNITED NATIONS DEVELOPMENT PROGRAMME Emergency Response and Transitional Recovery Aceh and Nias digali keluar dan diganti dengan bahan yang memenuhi syarat serta dipadatkan kembali. sesuai dengan petunjuk Pengawas. reruntuhan dan sampah-sampah harus segera disingkirkan dari lokasi. 4.

5.UNITED NATIONS DEVELOPMENT PROGRAMME Emergency Response and Transitional Recovery Aceh and Nias 1. pada tempat tersebut harus dilakukan pembongkaran dan penggantian dan tempat tersebut harus dilakukan pembongkaran dan penggantian dan penambahan bahan atas biaya kontraktor dan dipadatkan kembali sampai mencapai kepadatan yang seragam dan rata dengan permukaan yang telah sesuai dipadatkan disekitarnya. terlebih dahulu permukaan dasar harus dipadatkan sesuai ketentuan pemadatan dengan tingkat kepadatan yang disetujui oleh direksi teknis. Kontraktor diwajibkan untuk memperbaiki dan menyempurnakan pekerjaan sesuai dengan spesifikasi dan biaya akan menjadi tanggung jawab kontraktor. 3. Setelah pemasangan lapis pondasi bawah selesai dikerjakan lalu dipadatkan atau diratakan dengan menggunakan mesin gilas roda besi. Sebelum pemasangan dan penyusunan lapis pondasi bawah dimulai. Bila terjadi ketidaksesuaian dengan persyaratan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan. 2.4. Bahan pondasi bawah yang terdiri dari LPB – B batu pecah (20-25 cm) 4. pemadatan dimulai dari bagian yang rendah dan bergeser kearah bagian yang tinggi. bahan organic dan bahan-bahan lainnya. 7. 2. Pemasangan lapisan pondasi bawah yang terdiri dari batu belah yang dikerjakan setelah pasir dihampar diatas lapisan dasar setebal 5 cm kemudian batu belah ukuran 20-25 cm disusun berdiri dan rapat.4 Pedoman Pelaksanaan 1. Pemasangan yang berongga disini dengan batu pecah ukuran 5-7 cm dan pasir urug. 4. Pada bagian yang harus dilakukan pemadatan dimulai dari bagian tepi seterusnya bergeser kebagian tengah sejajar dengan sumbu jalan dan di usahakan berlangsung terus sampai seluruh permukaan terpadatkan secara merata. Rencana Kerja dan Syarat 11 . Pengawas dapat memberikan petunjuk tambahan begitu juga dengan mutu dan jumlah. Mutu pekerjaan juga harus diperiksa kembali oleh pengawas. Bahan yang digunakan untuk pondai bawah harus memenuhi persyaratan sebagimana yang tercantum dalam gambar rencana. Bahan pondasi harus bebas dari kotoran. Pada tikungan. Bagian-bagian pasangan yang tak beraturan disisip kembali agar permukaan menjadi rata. 6. sehingga dapat memberikan lapisan kuat dan mantap. Apabila pada suatu tempat terjadi ketidakwajaran atau penurunan.

Bahan agregat lapis pondasi atas harus dipasang sampai ketebalan padat atau ketebalan yang kurang sebagaimana diperlukan untuk memenuhi persyaratan desain seperti yang ditunjukan gambar. pemprosesan. kelandaian punggung dan kemiringan melintang jalan sesuai gambar rencana dan arahan direksi teknis.3 Persyaratan Bahan 1. tidak menyatu atau Rencana Kerja dan Syarat 12 . 4. penyebaran. dan bersih tanpa potongan-potongan yang terlalu tipis atau memanjang dan bebas dari batu-batu yang lunak.5. pengangkutan. seluruhnya lolos 75 mm dan gradasi sebagai fraksi kasar dan fraksi halus untuk disatukan pada waktu pemasangan kedalam satu lapisan lapis pondasi atas.5. Pembangunan lapis pondasi atas terdiri dari pengadaan.1.5 PEKERJAAN LAPISAN PONDASI ATAS AGREGAT 4. b. 3. Penyimpangan maksimum dalam kehalusan permukaan jika di uji dengan satu penggaris panjang 3 cm yang diletakkan sejajar atau melintang terhadap garis sumbu jalan yang tidak boleh melebihi 1. Kelandaian dan ketinggian akhir sesudah pemadatan tidak boleh lebih dari 1 cm. Contoh bahan yang digunakan untuk lapis pondasi atas harus diserahkan untuk mendapatkan persetujuan paling sedikit 14 hari sebelum pekerjaan dimulai beserta hasil-hasil test laboratorium sesuai dengan persyaratan spesifikasi untuk kualitas dan bahan sebagaimana di uraikan dalam spesifikasi berikut ini: a. Ketentuan Umum 1. penyiraman dengan air dan pemadatan agregat batu atau kerikil. awet. Permukaan lapis pondasi atas harus diselesaikan mencapai lebar.2 Lingkup Pekerjaan Pemasangan LPA Kelas B pada seluruh bagian badan jalan dan area parkir.5 cm 4.5.UNITED NATIONS DEVELOPMENT PROGRAMME Emergency Response and Transitional Recovery Aceh and Nias 4. c. 4. Lapis pondasi atas kelas B. 5. Semua lapisan lapis pondasi harus memenuhi persyaratan spesifikasi ini dan harus sesuai dengan gambar kontrak dan seperti yang diuraikan dalam penawaran. 2. Lapis pondasi atas jalan merupakan lapisan struktur utama diatas yang dilapis pondasi bawah. macadam ikat basah terdiri dari kerikil pasir lempung alami kualitas baik. Bahan lapisan pondasi atas terdiri dari potongan batu bersudut tajam yang keras.

Agregat harus lolos saringan 4.75 mm bilamana dihasilkan dari kerikil tidak kurang dari 50% terhadap berat.075 Ukuran Saringan mm Agregat Kasar 75.425 0.18 0.425 0.75 2. Makadam ikat basah Bahan lapis pondasi atas kelas B meliputi a.5 50.5 4.36 1. Gradasi lapis pondasi atas Ukuran Saringan mm 37. Agregat kasar yang tertahan pada saringan 4.0 Agregat Halus 9.0 19.5 25. Pengujian lebih luas dapat diminta untuk menentukan kekerasan dan kebagusan kualitas dan bagian yang halus Rencana Kerja dan Syarat 13 .075 Lolos Atas berat % 100 95-100 35-70 0-15 0-5 100 70-95 45-65 33-60 22-45 - Lolos Atas berat % 100 65-81 42-60 27-45 18-33 11-25 6-16 0-8 3. kerikil-kerikil tersebut harus disaring sebelum dipecahkan.5 19.0 9.5 4. Syarat-syarat Kualitas Jenis Pengujian Batas Cair Indeks Plastisitas Ekivalensi Pasir California Bearing Ratio (direndam) Penyerapan Air Kehilangan Berat karena abrasi (500 putaran) Batas Ujian Kelas B Kelas B Maksimum 25% Maksimum 35% Maksimum 8% 4-12% Minimum 30% Minimum 30% Minimum 60% Tidak perlu Maksimum 40% Minimum 55% Maksimum 3% Maksimum 45% Catatan : pengujian diatas adalah jumlah minimum penguji kualitas yang diperlukan.0 37.36 1.18 0. b.60 0. kotor mengandung organic atau zat-zat lain yang harus dibuang. 2.0 62.UNITED NATIONS DEVELOPMENT PROGRAMME Emergency Response and Transitional Recovery Aceh and Nias bercerai-berai.75 2. Bahan yang bercerai-berai secara alternative dibasahi dan dikeringkan tidak boleh digunakan. merupakan partikelpartikel yang memiliki paling sedikit satu bidang retak-retak dan jika perlu untuk memenuhi persyaratan atau menghilangkan pengisi yang berlebihan.75 mm dan terdiri dari pasir bagian halus alami atau pecah 3.

Pada bagian super elevasi. dengan ukuran nominal 25 mm dan 50 mm. dan di airi masuk kedalam lapisan-lapisan tersebut. pertama bahan-bahan tersebut harus disusun dalam lapisan fraksi batu tunggal. menambah atau membuang bahan pondasi. Setiap ketidakteraturan atau penurunan setempat yang mungkin terjadi harus diperbaiki dengan membongkar permukaan yang sudah dipadatkan. Karena setiap lapisan dipasang dan disebarkan dengan tangan oleh pekerja dan dengan grader. Penggilasan untuk pembentukan dan pemadatan harus maju sedikit demi sedikit dari pinggir ketengah dari perkerasan. untuk menghasilkan bahan-bahan yang padat. c. Tebal masing-masing lapisan yang dipadatkan tidak boleh melebihi 10 cm atau dua kali ukuran batu maksimum. b. Permukaan lapis pondasi bawah harus disesuaikan dengan pekerjaan yang ditentukan dan harus diatus serta dibersihkan dari kotoran-kotoran dan setiap bahan lain yang merugikan untuk penghamparan lapis pondasi atas. Kadar air untuk pemasangan harus dijaga didalam batas-batas 3% lebih rendah dari kadar air optimum sampai 1% lebih tinggi dari kadar optimum dengan penyiraman air atau pengeringan bila perlu dan bahan LPA Rencana Kerja dan Syarat 14 . Segera setelah penghamparan dan pembentukan akhir setiap lapisan LPA. digilas.4 Pedoman Pelaksanaan 1. Penghamparan dan Pemadatan a. dipecah. sejajar dengan sumbu jalan dan harus dilaksanakan dalam operasi yang terus menerus untuk membuat pemadatan matang yang merata. Pencampuran dan penghamparan dan Lapis pondasi atas Kelas B: Untuk LPA macadam ikat basah. miring melintang atau kemiringan yang terjal penggilasan harus berjalan dari bagian jalan yang rendah menuju kebagian atas. 2. Bagian-bagian yang sempit disekitar perkerasan sampai batu tepi atau dinding-dinding yang tidak dapat dimasukkan mesih gilas harus dipadatkan dengan compactor. membentuk kembali dan memadatkan sampai permukaan akhir kemiringan melintang yang betul. Agregat harus disebarkan. d. Penghamparan akhir sampai ketebalan dan kemiringan melintang yang diperlukan harus dilaksanakan dengan cadangan sekitar 10% pengurangan ketebalan untuk pemadatan bahan LPA.UNITED NATIONS DEVELOPMENT PROGRAMME Emergency Response and Transitional Recovery Aceh and Nias 4.5. bahan tersebut harus dipadatkan dengan baik dengan alat pemadat yang sesuai meliputi mesin gilas jenis pneumatic. 3.

6 LAPIS PERMUKAAN PENETRASI MACADAM (LAPEN) 4. satu lapisan permukaan perkerasan yang tebalnya antara 5-7 cm dari penetrasi batu pecah yang bersih dengan pemakaian aspal pengikat panas. harus ditolak dan diletakkan disamping untuk digunakan sebagai bahan penimbun atau dengan cara lain dibuang. Permukaan akhir harus mematuhi garis. 4. Tebal rata-rata yang sebenarnya dipasang harus sama dengan atau lebih tebal dari nominal rencana. Lapis permukaan penetrasi macadam terdiri dari pembangunan diatas lapis pondasi atas atau dengan permukaan penutup yang ada sebelumnya sudah siapkan.6. apakah dipasang atau belum.5.5 Perbaikan pekerjaan yang tidak memuaskan 1. Tidak ada satu titikpun akan memiliki tebal lapis padat yang lebih dari 5 mm dibawah tebal nominal tebal rencana. Kontraktor harus menyerahkan contoh bahan sedikitnya 14 hari sebelum pekerjaan dimulai yang di usulkan digunakan dalam pekerjaan beserta datadata berikut : Rencana Kerja dan Syarat 15 . 4. Asal penetrasi macadam terpasang pada ketebalalan baru yang keras dalam semua arah. 4. Bila di uji dengan batu mal dan batang lurus permukaan akhir tidak boleh menunjukkan variasi terhadap permukaan akhir yang diperlukan lebih besar dari 6 mm untuk panjang 3 m. Setiap bahan pondasi atas yang tidak memenuhi spesifikasi ini. Setiap bagian pekerjaan lapis pondasi atas yang menunjukkan ketidakteraturan atau kerusakan dikarenakan penganan jelek atau kegagalan kontraktor untuk memenuhi peraturan spesifikasi dan gambar rencana harus dibetulkan dengan perbaikan atas beban biaya kontraktor.1 Ketentuan Umum 1. ketinggian dan penampang melintang tipikal sebagaimana ditunjukkan dalam gambar rencana. 4. 2. 2. 3. Metoda Pelaksanaan Persyaratan Pemadatan Bila saran pengujian tidak dapat diperoleh untuk pemerikasaan kerapatan pemadatan atau dimana penggunaan bahan LPA kelas B (ukuran agregat > 50 mm) membatasi penerapan pengujian kerapatan setempat.UNITED NATIONS DEVELOPMENT PROGRAMME Emergency Response and Transitional Recovery Aceh and Nias tersebut harus dipadatkan sampai menghasilan kepadatan kering yang diperlukan.

• • Agregat kunci untuk lapisan utama harus lolos saringan 25 mm tetap tidak boleh lebih dari 5% akan lolos dari saringan 9.5 mm menggunakan c. 5.5 mm Bila diserahkan dalam daftar penawaran. Campuran beraspal hanya akan dipasang bilamana permukaan agregat kering.25 cm yang tergantung kepada ketebalan lapisan dengan ukuran lebih /3 cm tebal rencana.3 Persyaratan Bahan 1. Gradasi Agregat Tabel. 35-70 Persentasi Lolos95-100 0-15 5. Rincian sumber pengadaan dan produksi agregat yang harus digunakan beserta hasil-hasil pengujian yang menunjukkan kesesuaian dengan persyaratan kualitas dan gradasi spesifikasi ini yang diberikan. 4. b.2 Lingkup Pekerjaan Pemasangan penetrasi Macadam pada seluruh bagian badan jalan dan area parkir.5 cm – 6. keras dengan kualitas seragam dan bebas dari kotoran lempung.6. Agregat terdiri dari batu pecah berupa agregat kunci dan agregat penutup yang bersih. Sertifikat pabrik pembuat mengenai bahan pengikat aspal bersama-sama dengan data uji yang menunjukkan kesesuaian dengan persyaratan kualitas spesifikasi. Agregat a. b.6. bahan-bahan tumbuh-tumbuhan atau bahan lainnya yang harus dibuang.5 19 50 Rencana Kerja dan Syarat agregat ukuran sebagaimana ditetapkan dalam spesifikasi ini. satu lapisan penutup aspal harus diletakkan diatas permukaan tunggal penetrasi nominal macadam 12.5-7 Tebal Lapisan 4-5 Tebal Lapisan 0-5 0-5 cm cm 100 100 95-100 95-100 100 95-100 100 16 . 4. hujan tidak menghantui dan bila dasar jalan yang disiapkan dalam kondisi yang memuaskan.UNITED NATIONS DEVELOPMENT PROGRAMME Emergency Response and Transitional Recovery Aceh and Nias a. Gradasi Agregat untuk Lapis Permukaan Penetrasi Macadam 40 Ukuran25 Saringan mm 19 Agregat Kunci Agregat Pokok 25 62. Batas perbedaan agregat • Agregat kasar berupa lapisan utama yang berada dalam batas-batas agregat ukuran nominal 2.

20 ( 80 . AC -10. jika diminta demikian untuk kontraktor khusus dan digunakan menurut pengawas • • Aspal semen. AC – 20 Tabel. AC -20 (ekivalen dengan pen 60/70 Aspal keras yang diencerkan (cut back). Penahanan aspal setelah pelapisan dan Minimum 95% pengelupasan 3.syarat Kualitas Agregat Pokok URAIAN BATANG BESI 1. AC – 10 (ekivalen dengan pen 80/100). Syarat-Syarat Kualitas Agregat Agregat yang digunakan untuk lapis permukaan penetrasi macadam harus mematuhi syarat kualitas berikut. Syarat.5 4.100) (60 . Tabel .36 0-5 100 85-100 10 . Kehilangan berat karena abrasi 500 Maksimum 40% 2.75 2.UNITED NATIONS DEVELOPMENT PROGRAMME Emergency Response and Transitional Recovery Aceh and Nias 9.10 AC . Indeks serpihan (brithish standart) Maksimum 25% 3.30 0-10 0-5 2.5 Lapis penutup 12. Aspal yang digunakan harus aspal semen gradasi kekentalan atau aspal yang di encerkan. Bahan pengikat beraspal a.5 9. Rencana Bahan Pengikat untuk Aspal cut back Suhu Udara Terlindung celcius 20 25 30 35 Rencana Kerja dan Syarat Perbandingan Kerosin terhadap 100 Bagian Aspal Semen AC .70) 11 13 7 9 3 5 6 2 Maksimum suhu penyempotan celcius 140 135 133 190 17 .

tergantung kepada persetujuan pengawas atas sumber pengadaan dan kualitas. Volume bahan yang digunakan Tingkat perkiraan pemakaian dan volume bahan-bahan parameter persegi luas permukaan untuk lapisan penetrasi macadam diberikan dalam table berikut.5 7 Tingkat Penaburan Agregat kasar Kg/m 50 mm 64 (25) 72 (22) 80 (20) 62.4 4.5 4. Ketebalan sebenarnya serta tingkat pemakaian akhir harus sesuai dengan daftar penawaran.5 1.6.5 1.2 Tingkat Penaburan Agregat Kunci Kg/m 25 25 25 25 25 25 25 Penggunaan Aspal ke Dua Kg/m 1. Tabel. b.5 5 5. Penggunaan Penetrasi Macadam Tebal Total Lapen (cm) 4 4. Jenis alat dan metoda pengoprasian harus sesuai dengan daftar units produksi dan peralatan kerja serta program kerja yang disetujui dan menurut petunjuk pengawas.5 1.5 Tingkat Penaburan Agregat Penutup Kg/m 14 14 14 14 14 14 14 Rencana Kerja dan Syarat 18 . 4.0 4.UNITED NATIONS DEVELOPMENT PROGRAMME Emergency Response and Transitional Recovery Aceh and Nias b.4 Pedoman Pelaksanaan 1.0 2. Peralatan pelaksanaan a. Pada umumnya akan dipilih jenis peralatan berikut : • • • • • • Penyemprot aspal Alat untuk pemanas aspal Mesin gilas Excavator Graider Compactor 2. Aspal emulsi dapat digunakan sebagai alternative terhadap aspal cut back.5 1.8 5.5 1.5 1.3 2.5 6 6.5 mm 99 (18) 100 (12) 117 (14) 128 (14) Penggunaan aspal pertama Kg/m 2. Tingkat pemakaian berdasarkan keperluan tebal lapisan.

Penaburan dan Pemadatan a. kemudian akan menuju ke tengah perkerasan. harus digunakan untuk memperoleh keseragaman permukaan akhir.UNITED NATIONS DEVELOPMENT PROGRAMME Emergency Response and Transitional Recovery Aceh and Nias 3. Semua ketidakrataan permukaan yang melebihi batas harus dibenarkan dengan membuang atau menambah agregat. Agregat segregasi atau agregat bercampur dengan tanah atau bahan asing lainnya harus disingkirkan dan diganti dengan agregat bergradasi yang benar. Rencana Kerja dan Syarat 19 . Sebuah mal kemiringan menurut kemiringan melintang rencana perkerasan selesai. Penaburan Agregat kasar dalam lapisan pokok • Agregat kasar akan ditaburkan dengan tangan atau dengan mesin dan dipadatkan sampai kedalaman yang seragam hingga mencapai garis. Penggilasan dan pemadatan lapisan pokok • Lapisan agregat kasar pokok harus digilas kering dengan mesin gilas roda baja 6-8 ton sampai terpadatkan seluruhnya. Diletakkan diatas permukaan lapis penutup yang ada permukaan tersebut harus dilapisi aspal pelekat pada suatu tingkat pemakaian tidak melebihi 0. Sebelum pemasangan agregat kasar dan agregat kunci harus ditumpuk secara terpisah dilapangan untuk mencegah pencampuran dan harus selalu bersih 4. b. Permukaan perkerasan harus kering dan bebas dari batu-batu lepas atau suatu bahan lain yang harus dibuang c. profil dan kemiringan yang dikehendaki. Penggilasan awal akan dimulai dari sebelah pinggir. Persiapan Lapangan Penetrasi macadam akan dipasang diatas pondasi yang telah dibangun diatas permukaan dengan lapis penutup yang akan meliputi: a. Pinggiran roda mesin gilas akan melapis tindih hamparan sebelumnya dengan sekitar 2/3 lebar roda • Setelah penggilasan awal permukaan tersebut harus diperiksa dengan mal punggung dan batang lurus 3m dan harus mematuhi toleransi ukuran dengan cadangan yang diberikan untuk kebutuhan pemadatan berikutnya. • Penaburan tidak boleh dilakukan lebih lanjut melebihi dari operasi penggilasan dan penebaran panjang yang dapat diselesaikan dalam rata-rata satu hari kerja.51/m2 b.

Tingkat pemakaian harus sesuai table. Bahan aspal akan disemprotkan secara lebih baik dengan distributor bertekanan merata ketas permukaan pada tingkat yang sudah ditetapkan. dibersihkan dengan sapu serat untuk menjamin distribusi yang merata dan di gilas lagi. Sebuah ceret curah hanya dapat digunakan bilamana diberikan persetujuan.UNITED NATIONS DEVELOPMENT PROGRAMME Emergency Response and Transitional Recovery Aceh and Nias • Penggilasan akan berhenti sebelum rongga-rongga tertutup sedemikian jauh sehingga mencegah penetrasi yang bebas merata dari aspal dan agregat kunci. agregat kunci akan ditaburkan merata diatas permukaan dengan alat mesin penabur atau dengan cara manual. • • Sebelum penyemprotan bahan pengikat aspal.300 : batas benda 77o-115o : batas benda 60o-100o : batas benda 125o-180o : batas benda 135o-185o Setiap bahan pengikat aspla yang telah dipanaskan sampai suhu penyemprotan lebih dari 10 jam atau telah dipanaskan sampai satu panas yang melebihi suhu maksimum yang diberikan dalam item diatas. bahan pengikat aspal akan disemprotkan pada suatu suhu yang cocok pada jenis dan mutu bahan pengikat aspla sebagaimana ditetapkan dalam item berikut. d. Penggunaan agregat kunci Secepatnya setelah pemakaian aspal. Diatas luas yang kecil. bahan tersebut akan disemprotkan dengan selang tangan. Pemakaian bahan aspal (sebelum agregat kunci) • Setengah agregat kasar digilas dan diperikas. Agregat kunci extra akan ditambahkan dengan Rencana Kerja dan Syarat 20 . c. dimana pemakaian batang penyemprotan tidak praktis. • Suhu pemanasan yang diperlukan untuk bahan pengikat aspal harus berada dalam batas berikut: • Aspal Keras AC – 10 (pen 80/100) AC – 20 (pen 60/70) Aspal cair MC – 800 MC . Dan harus mematuhi kekentalan yang diperlukan. bahan harus kering permukaan sampai seluruh kedalamannya.

Agregat kunci extra akan ditambahkan dengan tangan bilamana diperlukan sert penggilasan dan pembersihan akan berlanjut sehingga agregat tersebut tertanam dengan baik.6. bahan aspal harus diterapkan sesuai yang ditentukan. Setiap batu lebih harus disingkirkan dengan sapu. Penggunaan agregat penutup Secepatnya setelah pemakaian aspal. 4.UNITED NATIONS DEVELOPMENT PROGRAMME Emergency Response and Transitional Recovery Aceh and Nias tangan bilamana diperlukan sert penggilasan dan pembersihan akan berlanjut sehingga agregat tersebut tertanam dengan baik. h. Meliputi pembuangan dan penggantian dengan penetrasi macadam yang baru. pekerjaan pembangunan jalan dan pembersihan lokasi harus sudah diselesaikan secara keseluruhan. Perbaikan penetrasi macadam yang tidak memuaskan harus dilaksanakan sesuai dengan anjuran pengawas. Rencana Kerja dan Syarat 21 .5 Perbaikan Pekerjaan yang tidak memuaskan Lapisan akhir permukaan harus diselesaikan sesuai persyaratan spesifikasi ini. e. Dimana permukaan baru berbatas dengan permukaan lama dan dipotong kembali agar membentuk. menambahkan lapisan tambahan atau suatu kelengkapan lain yang oleh pengawas dianggap perlu untuk memberikan penyelesaian yang memuaskan. dibersihkan dengan sapu serat untuk menjamin distribusi yang merata dan di gilas lagi. agregat kunci akan ditaburkan merata diatas permukaan dengan alat mesin penabur atau dengan cara manual. f. Penggunaan bahan aspal (setengah agregat kunci) Setelah agregat kunci selesai digilas dan diperiksa. Tebal lapisan dan permukaan selesai Tebal terpadatkan lapisan permukaan penetrasi macadam tidak boleh kurang dari yang telah ditetapkan berada dalam toleransi 4. Sambungan-sambungan Sambungan memanjang dan melintang harus diakhiri dengan potongan tegak serta digaruk kembali secukupnya bila diperlukan untuk lapis tindih.7 PEKERJAAN PENYELESAIAN AKHIR (FINISHING) • Pada saat serah terima pertama dilaksanakan. g.

Banda Aceh. United Nations Development Programme Rencana Kerja dan Syarat 22 . • Kontraktor harus menyerahkan pada Pemilik as built drawing dalam bentuk kalkir dan 2 examplar dalam bentuk kopian yang telah dibukukan. Agustus 2007 Direksi Teknis.UNITED NATIONS DEVELOPMENT PROGRAMME Emergency Response and Transitional Recovery Aceh and Nias • Segala laporan atau catatan. dibuat dalam bentuk buku harian rangkap 5 (lima) diisi pada formulir yang telah disetujui oleh Direksi Pekerjaan/Pemilik dan harus selalu berada di tempat pekerjaan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful