P. 1
Makalah Tentang Puasa Ramadhan

Makalah Tentang Puasa Ramadhan

|Views: 503|Likes:
Published by Palu Mara Uta Kelo

More info:

Published by: Palu Mara Uta Kelo on Oct 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/14/2013

pdf

text

original

MAKALAH TENTANG PUASA RAMADHAN

O L E H

MARATUN SOLEHA
GURU PEMBIMBING; Ibu,Hapsa.S,ag Ibu,Risni .s,pdi

SMA N 9 PALU

Amin. segala kritik dan saran membangun dari Bapak Dosen dan teman-teman.9 september 2011 penyusun MOH. Sekali lagi kami mohon maaf apabila terdapat kekurangan dalam makalah ini. mudah-mudahan kita selalu dalam lindungan-Nya. Kami sadar bahwa isi dari makalah ini masih jauh dari sempurna maka. kami terima dengan tangan terbuka demi sempurnanya makalah ini.KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahNya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah kami dengan baik.IKHWAN . Makalah ini kami buat untuk memenuhi tugas mata kuliah pengantar manajeman. Kiranya hanya kepada Allah SWT kami memohon rahmat dan hidayah. pantoloan.

................ 5 ........................................................................................................... 2 2.........................................................................................................................................................................1 Latar Belakang.........................................................2 Bentuk Puasa.............................3 Hikmah Puasa.......................... 4 2............................................................................ 1 BAB II PEMBAHASAN ..............................2 Tujuan............................ i DAFTAR ISI...........4 Beberapa faedah Puasa........................................................................ ii BAB I PENDAHULUAN..................... 3 2.......... 1 1.DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.................................. 2 2.................................................................................... 1 1...............................................................................................................................................1 Pengertian Puasa....................................

Sebagian ulama mendefinisikan. baik menahan makan. bicara dan perbuatan. maka genapkanlah Sya’ban menjadi 30 hari”. 1. puasa berarti menahan. Puasa Ramadhan wajib dilakukan. Maryam : 26) Sedangkan secara terminologi. perut dan alat kelamin sehari penuh. dan berbukalah dengan berdasar ru’yat pula. (Q.2 Tujuan pembuatan makalah Di dalam penulisan makalah ini ada beberapa tujuan yang kami ingin capai diantaranya adalah: Memahami lebih dalam tentang puasa ramadhan Membagi ilmu yang kita dapat tentang puasa ramadhan . “Berpuasalah dengan karena kamu telah melihat bulan (ru’yat). puasa adalah menahan dari hal-hal yang membatalkan puasa dengan disertai niat berpuasa.1 Latar belakang Secara etimologi. minum. puasa adalah menahan nafsu dua anggota badan. bahwasanya aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini”. Jika bulan tertutup mendung. Seperti yang ditunjukkan oleh firman Allah. Sesuai dengan hadits Nabi SAW.BAB I PENDAHULUAN 1. adakalanya karena telah melihat hitungan Sya’ban telah sempurna 30 hari penuh atau dengan melihat bulan pada malam tanggal 30 Sya’ban.S. surat Maryam ayat 26 : “Sesungguhnya aku telah bernadzar berpuasa demi Tuhan yang Maha Pemurah. sejak terbitnya fajar kedua sampai terbenamnya matahari dengan memakai niat tertentu.

BAB II Pembahasan 2. puasa adalah menjaga dari pekerjaan-pekerjaan yang dapat membatalkan puasa seperti makan. berakal. Detailnya. menahan untuk tidak berbuka. Puasa diwajibkan atas seorang muslim yang baligh. minum. Adapun rukunnya adalah menahan diri dari makan dan minum. yaitu fajar”. disertai niat ikhlas semata-mata karena Allah ta’aala.S. sejak terbitnya ufuk kemerahmerahan (fajar subuh) di sebelah timur hingga tenggelamnya matahari. “Sesungguhnya Bilal biasa azan pada malam hari.2 Bentuk Puasa Puasa merupakan salah satu rukun Islam yang dilaksanakan oleh kaum muslimin di seluruh dunia. maka makan dan minumlah kamu sampai terdengarnya azan Ibn Ummi Maktum”. 2. (Q. Puasa merupakan amal ibadah klasik yang telah diwajibkan atas setiap umat-umat terdahulu. Ada empat bentuk puasa yang telah dilakukan oleh umat terdahulu. Firman Allah SWT : “Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam. Al-Baqarah : 187) Ibn’ Abdul Bar dalam hadits Rasulullah SAW. Allah SWT telah mewajibkannya kepada kaum yang beriman. adalah menahan diri pada siang hari dari berbuka dengan disertai niat berpuasa bagi orang yang telah diwajibkan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. sebagaimana telah diwajibkan atas kaum sebelum Muhammad SAW. dan bersenggama pada sepanjang hari tersebut (sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari. bersih dari haid dan nifas. Sedangkan secara terminologi. menjaga kemaluannya (tidak bersenggama).1 Pengertian Puasa Puasa secara bahasa adalah menahan diri dari sesuatu. yaitu : . menyatakan bahwa benang putih adalah waktu subuh dan sahur hanya dikerjakan sebelum waktu fajar.

Sebagaimana yang telah dikisahkan dalam Al-Qur’an surat Maryam ayat 26 : “Jika kamu (Maryam) melihat seorang manusia. Ayat ini menjelaskan alasan yang melatarbelakangi mengapa puasa diwajibkan di bulan Ramadhan. � Puasa bicara. Yakni merealisasikan ketaqwaan kepada Allah SWT.3 Hikmah Puasa Diwajibkannya puasa atas umat Islam mempunyai hikmah yang dalam. sesungguhnya aku bernadzar berpuasa untuk Tuhan yang Maha Pemurah. tidak di bulan yang lain. (Q. juga tidak terlalu longgar sehingga mengabaikan aspek kejiwaan. yakni praktek puasa setiap hari dengan maksud menambah pahala. Misalnya puasanya para pendeta. bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasanpenjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang haq dan bathil). Hal mana telah menunjukkan keluwesan Islam 2.S. Al-Baqarah ayat 185 : “(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan. orang akan tahu bahwa ia mempunyai aturan yang tengah-tengah yang berbeda dari puasa kaum sebelumnya baik dalam tata cara dan waktu pelaksanaan. Allah mengisyaratkan hikmah puasa bulan Ramadhan. maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu”. Maryam : 26) � Puasa dari seluruh atau sebagian perbuatan (bertapa). � Sedang kewajiban puasa dalam Islam. Dan puasa-puasa lainnya yang mempunyai cara dan kriteria yang telah ditentukan oleh masing-masing kaum tersebut.� Puasanya orang-orang sufi. yaitu Al- . barang siapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) bulan tersebut. yakni melaksanakan perintah dan menjauhi larangan. yakni praktek puasa kaum Yahudi. maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusiapun pada hari ini”. Tidak terlalu ketat sehingga memberatkan kaum muslimin. maka katakanlah. Kadar taqwa tersebut terefleksi dalam tingkah laku. Karena itu. seperti puasa yang dilakukan oleh pemeluk agama Budha dan sebagian Yahudi. sebagaimana yang terkandung dalam surat Al-Baqarah ayat 183 : “Hai orang-orang yang beriman telah diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kalian bertaqwa”. yaitu karena Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan yang diistimewakan Allah dengan menurunkan kenikmatan terbesar di dalamnya.

maka adakah puasa yang diwajibkan atas umat Islam sebelum Ramadhan? Jumhur ulama dan sebagian pengikut Imam Syafi’i berpendapat bahwa tidak ada puasa yang pernah diwajibkan atas umat Islam sebelum bulan Ramadhan. rahmat bagi orang-orang yang beriman.R. Bila puasa telah diwajibkan kepada umat terdahulu. beliau pun ikut berpuasa seperti mereka dan menyerukan ke umatnya untuk melakukan puasa itu. Bukhari dan Muslim) Pada masa-masa sebelumnya. jika tidak juga tidak apa-apa”. hari dimana Allah SWT . bahwa orang-orang Quraisy biasa melakukan puasa Asyura’ pada masa jahiliyah. beliau melihat orang-orang Yahudi sedang melakukan puasa Asyura’. telah berpuasa hari Asyura’ dan memerintahkannya (kepada umatnya) untuk berpuasa pada hari itu. dan sebagai pembersih hati serta penenang jiwa raga. Madzhab ini mengambil dalil haditsnya Ibn Umar dan Aisyah ra. barang siapa ingin berpuasa Asyura’ silahkan berpuasa. : “Diriwayatkan dari Ibn ‘Amr ra. Setelah datang Ramadhan Asyura’ dirombak (mansukh). bahwa Nabi SAW. Ibn Abbas ra. lalu beliau bertanya : (puasa) apa ini? Mereka menjawab : ini adalah hari Nabi Saleh as.Qur’an al-Karim yang akan menunjukkan manusia ke jalan yang lurus. dan Allah tidak mewajibkannya atas kalian.. Dan Rasul berkata. Pendapat ini dilandaskan pada hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Mu’awiyah : “Hari ini adalah hari Asyura’. Inilah nikmat terbesar dan teragung.R. meriwayatkan : “Ketika Nabi SAW sampai di Madinah. Ketika hijrah ke Madinah beliau mendapati orang-orang Yahudi sedang berpuasa (Asyura’). Maka wajib bagi orang-orang yang mendapat petunjuk untuk bersyukur kepada Sang Pemberi Nikmat tiap pagi dan sore. Sedangkan madzhab Hanafi mempunyai pendapat lain : bahwa puasa yang diwajibkan pertama kali atas umat Islam adalah puasa Asyura’. Dan ketika datang Ramadhan maka lantas puasa Asyura’ beliau tinggalkan. Hal ini sesuai dengan wahyu secara mutawattir (berkesinambungan) dan ijtihad yang tidak hanya berdasar hadits Ahaad (hadits yang diriwayatkan oleh tidak lebih dari satu orang). (H.. Rasulullah biasa melakukan puasa Asyura’ sejak sebelum hijrah dan terus berlanjut sampai usai hijrah. (H. Ramadhan juga merupakan pengobat hati. Abdullah (Ibnu ‘Amr) juga tidak berpuasa”. yang tidak juga boleh meninggalkannya”. Siapa yang mau silahkan berpuasa. Bukhari) “Diriwayatkan dari Aisyah ra. Kemudian Rasulullah memerintahkan untuk berpuasa hari Asyura’ sampai diwajibkannya puasa Ramadhan.

Kewajiban puasa Ramadhan berlandaskan Al-Qur’an. Sebagaimana yang terdapat pada surat Al-Baqarah : 183. karena kewajiban puasa lebih merata (bisa dilaksanakan oleh mayoritas umat Islam) dari pada haji. Kata ‘al-haj’ (haji) didahulukan sebelum kata ‘al-shaum’ (puasa). Patuh kepada Allah SWT berarti meyakini dimudahkan dari segala urusannya karena dengan puasa secara tidak langsung kita dituntun untuk bertaqwa. mengeluarkan zakat. “Hai orang-orang yang beriman diwajibkan bagi kamu untuk berpuasa sebagaimana orang-orang sebelum kamu. maka lantas Musa as. maka tiada balasan bagi orang yang mengerjakannya kecuali pahala yang berlimpah ruah dan baginya hak masuk surga melalui pintu khusus bernama ‘Ar-Rayyan’. Sedang menurut madzhab lainnya. dan Ijma. maka lantas. haji ke Baitullah (Makkah) dan berpuasa di bulan Ramadhan”.4 Beberapa Faedah Puasa Puasa mempunyai banyak faedah bagi rohani dan jasmani kita. Barang siapa yang mengingkari atau mengabaikan keberadaannya dia termasuk orang kafir. Kewajiban puasa Ramadhan sangat terang. . kewajiban puasa Ramadhan itu hanya merombak kesunatan puasa Asyura’. Orang yang berpuasa juga dijauhkan dari azab pedih serta dihapuskan seluruh dosa-dosanya yang terdahulu. mendirikan salat. 2. “Diriwayatkan dari Abdullah Ibn Umar. (H. Lalu Nabi SAW berkata : aku lebih berhak atas Musa dari pada kalian. Bukhari) Puasa Ramadhan diwajibkan pada bulan Sya’ban tahun kedua hijriyah. Sunnah. kecuali mereka yang hidup pada zaman Islam masih baru atau orang yang hidup jauh dari ulama. kesaksian tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. melakukan puasa pada hari itu. yaitu mengerjakan segala perintahnya dan menjauhi larangannya. Lantas beliau melaksanakan puasa tersebut dan memerintahkan (kepada sahabat-sahabatnya) berpuasa”. kata ‘al-shaum’ didahulukan. supaya kamu bertaqwa”. itu menunjukkan pelaksanaan haji lebih banyak menuntut pengorbanan waktu dan harta.R. Sedang dalam riwayat lain. sebagaimana madzhab Abi Hanifah. yang berbunyi. kepatuhan. antara lain : � Puasa adalah ketundukan. dan ketaatan kepada Allah SWT. bahwasanya dia mendengar Rasulullah SAW bersabda : Islam berdiri atas lima pilar.memenangkan Bani Israel atas musuh-musuhnya. kewajiban puasa Asyura’ terombak (mansukh).

Sebagaimana Kamal bin Hamman berkata. sesungguhnya itu adalah penangkalnya”. Disamping itu mengistirahatkan lambung agar terlepas dari bahaya penyakit menular misalnya. Seorang tabib Arab yang terkenal pada zamannya yaitu Harist bin Kalda mengatakan bahwa lambung merupakan sumber timbulnya penyakit dan sumber obat penyembuh. lahir dan batin. Karenanya bersyukurlah orang-orang yang dapat mengerjakan puasa. Dari uraian diatas dapat kita simpulkan bahwa puasa mempunyai manfaat-manfaat yang tidak bisa kita ukur. “Berpuasalah kamu supaya sehat”. Seperti yang dikatakan Rasulullah SAW : “Wahai pemuda/i. Tiada diragukan kita dapati jihad nafsi. apabila lambung penuh. bersabar atas malapetaka yang menimpa. Seluruh umat muslim sahur dan berbuka pada waktu yang telah ditentukan karena agama dan Tuhan yang satu. disyariatkan Allah SWT karena keistimewaan dan . sesungguhnya itu dapat menahan dari penglihatan dan menjaga kemaluan. Lukman berwasiat kepada anaknya : “Wahai anakku. Bahwa berpuasa hanya dirasakan oleh umat Islam dari munculnya warna kemerah-merahan di ufuk timur hingga lenyapnya di sebelah barat. bersegeralah kawin. “Puasa adalah rukun Islam yang ketiga setelah syahadat dan salat. otak akan diam maka seluruh anggota badan akan malas beribadah”. Adapun puasa melatih menahan dari berbagai gemerlapnya surga duniawi. dahaga dan sakit. Bila mencium aroma masakan yang mengundang nafsu atau melihat air segar yang menggiurkan kita harus menahan diri sampai waktu berbuka. � Begitupun juga menumbuhkan bagi setiap individu rasa persaudaraan serta menimbulkan perasaan untuk saling menolong antar sesama. mengajarkan sifat sabar dalam menghadapi segala sesuatu. Saling membahu dalam menghadapi rasa lapar. Dan barang siapa belum memenuhi maka berpuasalah. karena tiada seorang pun yang sanggup mengawasi kita kecuali Ilahi Rabbi.� Berpuasa juga merupakan sarana untuk melatih diri dalam berbagai masalah seperti jihad nafsi. mengarahkan cara berfikir sehat serta menajamkan pikiran (cerdas) karena secara otomatis mengistirahatkan roda perjalanan anggota tubuh. barang siapa yang telah memenuhi bekal. melawan gangguan setan. Rasulullah SAW bersabda. Kita juga diajarkan untuk memegang teguh amanah Allah SWT. � Dengan puasa kita diajarkan untuk hidup teratur. menyelamatkan kita dari segala aroma keduniaan dalam menahan hawa nafsu. karena menuntun kapan waktu buat menghidangkan sahur dan berbuka.

persamaan derajat baik itu fakir atau kaya”.manfaatnya seperti : ketenangan jiwa dari menahan hawa nafsu. menolong dan menimbulkan sifat menyayangi orang miskin. .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->