MAKNA MASYARAKAT MADANI Dalam mendefenisikan tema masyarakat madani sangat bergantung pada kondisi sosio kultural suatu

bangsa, karena bagaimanapun konsep masyarakat madani merupakan bangunan konsep yang lahir dari sejarah pergaulan bangsa Eropa Barat. Zbiqniew Ran mendefenisikan masyarakat madani, dengan latar belakang kaitannya pada kawasan Eropa Timur dan Uni Soviet, ia mengatakan bahwa yang dimakud dengan masyarakat madani adalah merupakan suatu masyarakat yang berkembang dari sejarah, yang mengendalikan ruang dimana individu dan perkumpulan tempat mereka bergabung, bersaing satu sama lain guna mencapai nilai – nilai yang mereka yakini. Ruang ini timbul diantara hubungan – hubungan yang merupakan hasil komitmen keluarga dan hubungan – hubungan yang menyangkut kewajiban mereka terhadap negara. Oleh karenanya, maka yang dimaksud masyarakat madani adalah sebuah ruang yang bebas dari pengaruh keluarga dan kekuasaan negara, dan pengaruh kekuasaan keluarga dan negara dalam masyarakat madani ini diekspresikan dalam gambar ciri – cirinya, yakni individualisme, pasar (market) dan pluralisme. Batasan yang dikemukakan oleh RAU ini menekankan pada adanya ruang hidup dalma kehidupan sehari – hari serta memberikan integrasi sistem nilai yang harus ada dalam masyarakat madani, yakni individualisme pasar (market) dan pluralisme. Dan ada juga konsep yang dikemukakan oleh Kim Sunhuhyuk dalam konteks Korea Selatan, ia menyatakan bahwa yang dimaksud dengan masyarakat madani adalah suatu satuan yang terdiri dari kelompok – kelompok yang secara mandiri menghimpun dirinya dan gerakan – gerakan dalam masyarakat yang secara relatif otonom dari negara, yang merupakan satuan – satuan dasar dari (re) produksi dan masyarakat politik yang mampu melakukan kegiatan politik dalam suatu ruang publik, guna menyatakan kepedulian mereka dan memajukan kepentingan – kepentingan mereka menurut prinsip – prinsip pluralisme dan pengelolaan yang mandiri. Pada makna diatas menggambarkan adanya organisasi masyarakat yang secara tidak langsung mempunyai polusi yang otonom dari pengaruh dan kekuasaan negara. Eksistensi, organisasi – organisasi ini mengisyaratkan adanya ruang publik (publik sphere) yang memungkinkan untuk menuangkan kepentingan – kepentingan tertentu dengan maksud – maksud tertentu pula. Di Indonesia, terma masayarakat madani di terjemahkan secara berbeda-beda seperti masyarakat madani sendiri, masyarkat sipil, masyarakat kewargaan, masyarakat warga dan civil sosiety (tanpa diterjemahkan). Masyarakat madani, sebagai terjemahan istilah civil society, pertama kali digunakna oleh Pato Seri Anwar Ibrahim dalam Ceramahnya pada Simposium National dalam rangka forum Ilmiah pada acara festifal Isiqlal, 26 September 1995 di Jakara. Konsep ini hendak menunjukkan bahwa masyarakat memiliki peradaban maju.

Apabila ingin membangun suatu tatanan masyarakat yang demokratis maka setiap warga negara haruslah melalui karakter atau jiwa yang demokratis pula. Demokrasi merupakan satu entitas yang menajdi penegak wacana masyarakat madani. agama. Selain itu. dan agama.Upaya untuk mengaktualisasikan demokrasi dan masyarakat madani di Indonesia melalui pendidikan kelihatannya masih harus menempuh jalan panjang. Karakteristik Mayarakat Madani Adapun karakteristiknya pertama. adil dan jujur. dan ideologi politik. Warga negara berhak melakukan kegiatan secara merdeka dalam menyampaikan pendapat berserikat. Demokrasi berarti masyarakat dapat berlaku santun dalam pola hubungan berinteraksi dengan masyarakat sekitarnya dengan tidak mempertimbangkan suku. Persyarat ini dikemukakan oleh Arendit dan Habermal lebih lanjut dikatakan bahwa ruang publik secara teoritis bisa diartikan sebagai wilayah dimana masyarakat sebagai warga negara memiliki akses penuh terhadap setiap kegiatan publik. warga negara memiliki kebebasan penuh untuk meyakinkan aktifitas kesehariannya. termasuk berinteraksi dengan lingkungannya. Pada ruang publik yang bebaslah individu dalam posisinya yang setara mampu melakukan transaksi – transaksi wacana dan praksis politik tanpa mengalami distorsi dan kehawatiran. Ketiga. rakyat bukanlah subordinat negara melainkan partner yang setara masyarakat mempunyai peranan yang dalam segala hal. diaman dalam menjalani kehidupan. hendaknya memiliki rasa hormat terhadap sesama warga negara terutama dalam konteks adanya Pluralitas masyarakat Indonesia yang terdiri dari berbagai etnis. suku. toleransi meupakan sikap yang dikembangkan dalam masyarakat madani untuk menunjukkan sikap saling menghargai dan menghormati aktivitas yang dikemukakan orang lain. seorang warga negara juga dituntut untuk turut bertanggungjawab menjaga keharmonisan hubungan antar etnis serta keteraturan dan keertiban negara yang berdiri diatas pluralitas tersebut. Pendidikan haruslah melakukan reorientasi dan berusaha menerapkan paradigma baru pendidikan nasional. Free Public Sphere adalah adanya ruang publik yang bebas sebagai sarana dalam mengemukakan pendapat. Prasarat demokratis ini banyak di kemukakan oleh para pakar yang mengkaji fenomena masyarakat madani. Kedua. Dalam paham civil society. berkumpul serta mempublikasikan informasi kepada publik. Setiap warga negara yang demokrat harus bersikap kritis terhadap kenyataan membuka diskusi dan dialog. ras. Toleransi ini memungkinkan akan adanya kesadaran masing – masing individu untuk menghargai dan menghormati pendapat serta aktifitas yang . Sebagai warga negara yang demokratis. yang tujuan akhirnya adalah pembentukan masyarakat Indonesia yang demokratis dan berpegang teguh pada nilai – nilai civilitty (Keadaan). rasional. ras. keyakinan. bersikap terbuka. sebagai warga negara yang demokrat. Bahkan demokrasi merupakan salah satu syarat mutlak bagi penegakan masyarakat madani.

Masyarakat madani dapat juga dikatakan sebagai sebuah “revolusi”.Lebih lanjut Nurcholish mengatakan bahwa sikap penuh pengertian kepada orang lain itu diperlukan dalam masyarakat yang majemuk. hak asasi dan martabat manusia. keadilan sosial merupakan keadilan yang menyebutkan kesimbangan dan pembagian yang proposional terhadap hak dan kewajiban setiap warga negara yang mencakup seluruh aspek kehidupan. Menurut Ayatullah Khomuni. Dalam pemikiran mengenai format bernegara menuju Indonesia Baru Pasca Orde Baru (era reformasi ) teridentifikasi konsep masyarakat madani yang telah berkembang sebagai alternatif pendekatan. Civilitas meniscayakan ideransi. Jika toleransi menghasilkan adanya tata cara pergaulan yang “enak” anatra berbagai kelompok yang berbeda – beda. Menurut Nurcholis Madjid. Toleransi menurut Nurcholish Madjid merupakan persoalan ajaran dan kewajiban melaksanakan ajaran itu. persatuan dan kesatuan. . Masyarakat madani juga mengacu ke hidupan yang berkualitas dan tamaadun (civil). maka pluralisme harus dipahami secara mengakar dengan menciptakan sebuah tatacara kehidupan yang menghargai dan menerima kemajemukan dalam konteks kehidupan sehari – hari pluralisme tidak bisa dipahami hanya dengan sikap mengakui dan menerima kenyataan masyarakat yang majemuk. Azyumardi Azra pun menyebutkan bahwa masyarakat madani (civil society) lebih dari sekedar gerakan – gerakan pro demokrasi. Bahkan pluralisme adalah juga suatu keharusan bagi keselamatan umat manusia antara lain melalui mekanisme pengawasan dan pengembangan. Menciptakan masyarakat madani merupakan peluang bagi agama. tetapi harus disertai dengan sikap yang tulus untuk menerima kenyataan pluralisme itu sebagai bernilai positifdan merupakan rahmat Tuhan. Pluralisme menurutnya adalah pertalian sejati kebhinekaan dalam ikatan – ikatan keadaan. konsep pluralisme ini merupakan prasyarat bagi tegaknya masyarakat madani. dan sebagainya.dilakukan oleh kelompok masyarakat yang lain berbeda. yakni kesediaan individu – individu untuk menerasi pandangan – pandangan politik dan sikap sosial yang berbeda. Kelima. ada keterkaitan erat antara agama dan politik. maka hasil itu harus dipahami sebagai “hikmah” atau “manfaat” dari pelaksanaan ajaran yang benar. karena masyarakat madani berisikan nilai – nilai dan konsep – konsep dasar tetentu yang berguna dalam rangka pemberdayaan masyarakat atau lebih menyeimbangkan posisi dan peran penentuan yang tetap terasa pada perwujudan cita – cita berbangsa dan bernegara sebagaimana di amanatkan UUD 1945. kemerdekaan. Pluralisme merupakan satuan prasarat penegakan masyarakat madani. Adapun nilai – nilai dasar masyarakat madani antara lain adalah kebutuhan. kebangsaan. kebersamaan. demokrasi. kesejahteraan. yakni masyarakat yang tidak menolitik. kemajemukan. Empat. keadilan dan supermasi hukum.

3. Memiliki perencanaan yang matang dalam memenuhi basic needs yang sesuai dengan cara – cara demokratis. 4. Pentingnya Kesadaran kemajuan atau pluralisme Berpegang teguh pada prinsip musawarah. Dalam masyarakat madani. 9. Menghindari bentuk – bentuk monolitisme dan absolutisme kekuasaan. Kerjasama dan sikap antar warga masyarakat yang saling mempercayai iikad baik masing – masing. 6. warga negara bekerja sama membangun ikatan sosial. 3. Pandangan – pandangan tersebut diringkas sebagai berikut : 1. 7. civil society. peran pemerintah dapat ditingkatkan antara melalui : tanggung jawab 1. Dari sinilah kemudian masyarakat madani dipahami sebagai akar dan awal keterkaitannya dengan demokrasi dan demokratisasi masyarakat madani juga dipahami sebagai sebuah tatanan kehidupan yang menginginkan kesejahteraan hubungan . Dalam kaitan ini dengan mengutip beberapa sumber kontemporer Nurcholis mewujudkan beberapa titik penting pandangan demokratis yang harus menjadi pandangan hidup bagi masyarakat yang ingin mewujudkan cita – cita demokrasi dalam wadah yang disebut masyarakat madani. untuk menata kembali kehidupan berbangsa dan bernegara menuju peradaban baru Indonesia. pelayanan untuk menunjang berbagai kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat. 5. maka demokrasi tersebut harus dibangun dengan seefektif mungkin. Demokrasi merupakan proses trial and error yang akan menghantarkanh pada kedewasaan dan kematangan. Masyarakat Madani Dan Demokrasai Nurcholis mengatakan bahwa tantangan masa depan demokrasi di negera Indonesia ini adalah bagaimana mendorong berlangsungnya proses – proses yang diperlukan untuk mewujudkan nilai – nilai madani. Dengan demikian. 8. Cara harus sesuai dengan tujuan sebagai lewan dan tujuan mengahalalkan segala cara. Pendidikan demokrasi yang lived ini dalam sistem pendidikan. guna meningkatkan kesejahteraan mereka.Dalam rangka memberdayakan masyarakat untuk memikul pembangunan. Meyakini dengan tulus bahwa kemufakatan merupakan hasil akhir musyawarah.. negeri adil terbuka. 2. Penghargaan program untuk lebih meningkatkan kemampuan dan memberikan kesempatan kepada masyarakat berperan aktif dalam memanfaatkan dan mendayagunakan sumber daya produktif yang tersedia sehingga memiliki nilai tambah tinggi. Perluasan akses. Pengurangan hambatan dan landasan – landasan bagi kreatifikasi dan partisipasi masyarakat. 2. jaringan produkstif dan solidaritas kemanusiaan yang bersifat non-gover mental untuk mencapai kebaikan bersama (public good) karena pada indepensinya terhadap negara (vis a vis the state).

sebagai bagian dari strategi demokratisasi . ikut menjaga stabilitas negara. keduanya bersifat ko – eksistensi. memperkaya partisipasi politik dan meningkatkan kesadaran kewarganegaraan. ekonomi. melainkan bergantung pada situasi dan kondisinya. Menyikapi keterkaitan masyarakat madani dengan demokratisasi ini. bila di organisir akan menjadi dasar yang penting bagi persaingan demokratis. Ada saatnya demokratisasi melalui masyarakat madani harus garang dan keras terhadap pemerintah. tempat menggembleng pimpinan politik. Masyarakat Madani dan Penegakan Hak – Hak Sipil Keagamaan di Indonesia Menuju masyarakat madani melalui penegakan hak – hak sipil keagamaan dimana negara Indonesia adalah negara hukum yang diartikan sebagai negara dimana tindakan pemerintah maupun rakyatnya didasarkan atas hukum untuk mencegah adanya tindakan kesewenang – wenangan dari pihak penguasa dan tindakan rakyat menurut kehendak sendiri. Pertama. Sebagai unsur – unsur yang klasik yang dipakai dalam negara yaitu diakuinya adanya hak – hak asasi yang harus dilindungi oleh pihak penguasa dan sebagai jaminannya ialah diadakan pembagian kekuasaan. Dalam masyarakat madani terdapat nilai – nilai yang universal tentang pluralisme yang kemudian menghilangkan segala bentuk kecendrungan partikularisme dan sektrarianisme. Ketiga. masyarakat madani memiliki perspektif sendiri dalam perjuangan demokrasi dan memiliki spekttrum yang luas dan berjangka panjang. Keempat. Kelima. Hanya dalam masyarakat madani yang kuatlah demokrasi dapat ditegakkan dengan baik dan hanya dalam suasana – suasana demokratislah civil society dapat berkembang dengan wajar. Hal ini dalam proses demokrasi menjadi elemen yang sangat signifikan yang mana masing – masing individu. ia menyediakan wacana sumber daya politik. Masyarakat madani berkeinginan membangun hubungan yang konsultatif bukan konfrontatif antara warga negara dan negara. Kedua. Keenam. Selain itu. Pluralisme dalam masyrakat madani.antara warga negara dengan negara atas prinsip saling menghormati. . kebudayaan dan moral untuk mengawasi dan menjaga keseimbangan pejabat negara. namun ada saatnya juga masyarakat madani juga harus ramah dan lunak. Hubungan antara masyarakat madani dengan demokrasi. larry Diamond secara sistematis mneyebutkan ada 6 ( enam ) konstitusi masyarakat madani terhadap proses demokrasi. menghalangi dominasi rezim. menurut Dawam Bagaikar dua sisi mata uang. Dalam perspektif masyarakat madani demokratisasi tidak hanya dimaknai sebagai posisi diametral dan antitesa negara. etnis dan golongan mampu mengahrgai kebhinekaan dan menghormati setiap kebutuhan yang diambil satu golongan atau individu.

Adanya undang – undang bagi tindakan pemerintah. Pengendalian ini berdasarkan sistem hukum dan dengan peraturan pemerintah serta segala alat – alat perlengkapan. Negara adalah alat dari masyarakat yang mempunyai kekuasaan untuk mengatur hubungan – hubungan manusia dalam masyarakat dan mentertibkan gejala – gejala kekusaan manusia dalam masyarakat dan gejala – gejala kekuasaan dalam masyrakat.Negara hukum mempunyai 4 unsur : 1. Bangsa Indonesia telah hidup dengan keserbagandan ini sejak zaman leluhur. Untuk mencapai tujuan bersama dan mencegah bentrokan – bentrokan dalam masyarakat negara harus melaksanakan penertiban. Dengan . Dari bisa di telusuri kembali sejarah bangsa Indonesia sejak zaman leluhur itu. Untuk itu maka nilai – nilai agama mendapat tempat interprestasi dan implementasi dalam pancasila sebagai dasar filsafah dan ideologi ngara. Hal ini mengingat bahwa agama adalah dasar dan asas moral bangsa dan masyarakat yang berfilsafah pancasila. 4. Mereka yang beragama Kristen menyembah Tuhan menurut petunjuk Isa Al – Masih. perlu dipikirkan terutama terhadap generasi penerus. Negara menetapkan cara. Dapat dikatakan bahwa negara bertindak sebagai stabilisator. 3.cara dan batas – batas sampai dimana kekuasaan dapat digunakan dalma kehidupan. Dalam membangun dan membina masyarakat dan bangsa dengan totalitasnya. Indonesia adalah negara serba ganda (plural stabe). Persatuan Indonesia dan Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan. umat Hindu menjalankan ibadahnya menurut kitab – kitab yang ada padanya. Bangsa Indonesia diakui sebagai bangsa yang beragama. Peradilan administrasi yang berdiri sendiri. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. Nilai – nilai ketuhanan menuntut tumbuhnya sikap dan perbuatan yang sesuai dengan norma – norma dan moral yang diajarkan oleh agama – agama yang bersumber dari Tuhan. tidak terdapat fakta tentang adanya usaha – usaha untuk mempermasalahkan keserbagandaan ini. agar keberagaman yang telah interen dengan alam dan kondisi Indonesia ini dipahami dan diterima oleh mereka. 2. serta dengan mewujudkan Suatu Keadilan Sosial Bagi Sleuruh Rakyat Indonesia”. Hak – hak asasi Pembagian kekuasaan. yang beragama Islam menjalankan ibadahnya menurut petunjuk Nabi Muhammad SAW. begitu pula umat Budha. Prinsip Ketuhanan ini menegaskan bahwa masing – masing orang Indonesia hendaknya bertuhan . Untuk menegaskan kedudukan agama ini maka telah disebutkan bahwa neagara Republik Indonesia berkedaulatan rakyat dengan berdasarkan kepada “Ketuhaan Yang Maha Esa.

Namun kebebasan disini tidak dapat ditafsirkan dengan kebebasan tanpa batas dan harus didasarkan kepada prinsip pancasila dan UUD 1945 dengan berorientasi kepada pemeliharaan persatuan dan rasa kebangsaan. Dalam masyarakat madani. Hal ini diberlakukan ketika negara sebagai penguasa dan pemerintah tidak bisa menegakkan demokrasi dan hak asasi mansusia dalam menjalankan roda pemerintahannya. Masyarakat Madani Indonesia Masyarakat madani jika dipahami secara sepintas merupakan format kehidupan alternatif yang mengedepankan semangat demokrasi dan menjunjung tinggi nilai – nilai hak asasi manusia. Sosok masyarakat madani bagaikan barang antik yang memiliki daya tarik amat mempesona. mendapatkan pendidikan dan pengajaran. Tiap Undang – Undang atau peraturan yang dibuat pemerintah atau oleh lembaga negara tidak bertentangan dengan agama yang dianut oleh warganya. Hak – hak atau hak asasi dalam masyarakat dan bangsa meliputi. setiap manusia mempunyai hak sama dan dipandang sebagai kenyataan. yaitu agama.pengertian tidak menjadikan keberagaman ini sebagai topik permasalahan terutama yang sifatnya sensitif sekali. bila dimana bentuk ekstrim bahkan dapat berbahaya. masalah suku tumbuh lagi. baik secara pribadi ataupun secara bergolongan. Pluralitas agama atau masalah agama. termasuk untuk menyiarkan agama itu sendiri. kebebasan mengeluarkan pikiran baik denganh lisan atau tulisan. dengan pemberdayaan dan pengembangan daya kontak masyarakat terhadap kebijakan – kebijakan pemerintah yang pada dasarnya nanti terwujud kekuatan masyrakat sipil yang mampu merealisasikan dan menegakkan konsep hidup yang demokratis dan menghargai hak – hak asasi manusia. konsep masyarakat madani menjadi alternatif pemecahan. Negara dan pemerintah tidak menghalangi setiap golongan agama untuk menyiarkan dan menyebarkan agamanya. Kebabasan beragama. pejabat ataupun sebagai penguasa. Kehadirannya yang mampu menyemarakkan wacana politik kontemporer dan meniupkan arah baru pemikiran politik. mendapatkan tempat atau rumah dan sebagainya. artinya bila masalah agama tidak menjadi perhatian yang layak sehingga tidak terciptanya kerukunan umat beragama maka integritas bangsa dan negara akan tergoyahkan. Disinilah kemudian. tiap penganut atau tiap golongan agama mempunyai kebebasan dan perlindungan yang sama dalam menganut agama dan melaksanakan ibadat agamanya. kemerdekaan beragama. bahwa ia mempunyai hak dan kewajiban yang sama. karyawan. bukan dikarenakan kondisi barangnya yang . dalam penganutan agama prinsip kebebasan di junjung tinggi. Setiap anggota masyarakat menyadari posisi masing – masing baik ia sebagai anggota masyarakat biasa. Dalam kebebasan atau kemerdekaan terkandung kebebasan beragama dan kebebasan mengeluarkan pendapat. Indonesia sebagai negara pancasila.

Melihat itu semua. sudah terjadi manipulasi peran serta masyarakat untuk kepentingan politisi dan terhegemoni sebagai alat legitimasi politik. hal ini salah satu indikasi bahwa di Indonesia pada saat itu tidak dan belum menyadari pentingnya toleransi dan semangat Pluralisme. Fenomena ini meruapkan sebuah fragmentasi kehidupan yang mengekang kebebasan warga negara dalam menyalurkan aspirasinya di muka umum. Fenomena tersebut merupakan salah satu indikasi bahwa di Indonesia pada masa Soekarno pun mengalami kecendrungan untuk membatasi gerak dan kebebasan publik dalam mengeluarkan pendapat. maka secara esensial Indonesia memang membutuhkan pemberdayaan dan penguatan masyarakat. Misalnya kasus pemberedakan lembaga pers. DETIK dan TEMPO. berserikat dan kebebasan untuk mengemukakan pendapat dimuka umum kemudian dilanjutkan dengan munculnya berbagai lembaga – lembaga non pemerintah yang mempunyai kekuatan dan bagian dari social control. Untuk itu. apalagi pada lembaga pers yangnota bene memiliki fungsi sebagai bagian dari social control dalam menganalisa dan. Dipaksa dan diambil alih oleh penguasa haknya karena alasan pembanguan yang sebenarnya bersifat semu. Disisi lain. Selain itu banyak terjadi pengambilan hak – hak tanah rakyat oleh penguasa dengan alasan pembangunan. melainkan disebabkan tersedianya momentum kondusif bagi pengembangan masyarakat yang lebih baik. Berbicara mengenai kemungkinan berlembaganya masyarakat madani di Indonesia diawali dengan kasus – kasus pelenggaraan HAM dan pengecangan kebebasan berpendapat. Hal ini pada akhirnya mengelibatkan kegiatan dan usaha yang dilakukan oleh anggota masyarakat diwarnai sebagai kontra – revolusi. seperti AJI. Hal ini dapat dilihat dari berabgai contoh kasus pada masa orde baru berkembang.sama sekali baru. mensosialisasikan berbagai kebijakan yang betul – betul merugikan masyarakat. Sampai pada masa Orde Baru pun tekanan demokrasi dan penindasan hak asasi manusia tersebut luas bahkan seakan menjadi tontonan gratis yang bisa dinikmati oleh siapapun bahkan untuk segala usia. juga merupakan bagian dari penyelewengan dan penindasan hak asasi manusia karena hak atas nama yang secara sah memang dimiliki oleh rakyat. pada era orde baru banyak terjadi tindakan – tindakan anarkisme yang dilakukan oleh masyarakat sendiri. secara komprehensif agar memiliki wawasan dan kesadaran demokrasi yang baik serta mampu menjunjung tinggi nilai – nilai Hak Asasi Manusia. Sejak zaman orde lama dengan rezim demokrasi terpimpinnya Soekarno. maka diperlukan pengembangan masyarakat madani dengan menerapkan strategi pemberdayaan sekaligus agar proses pembinaan dan pemberdayaan itu mencapai hasilnya secara optimal. .

1. Dengan begitu strategi ini lebih mengutamakan pendidikan dan penyadaran politik. atau negara intergralistik sebagai kompromi dari konflik antara sekularisme dan teokrasi. Ketiga model strategi pemberdayaan masyarakat madani tersebut dipertegas oleh hikmah bahwa di era tradisi ini harus dipikirkan prioritas – prioritas pemberdayaan dengan cara memahami target – target grup yang paling strategis serta penciptaan pendekatan – pendekatan yang tepat di dalam proses tersebut. Sebagai dampaknya. dan karena itu menjadi sumber instabilitas politik. dari arti mencakup masyarakat politik maupun ekonomi. Saat ini yang diperlukan adalah stablitas politik sebagai landasan pembangunan karena pembangunan lebih – lebih yang terbuka terhadap perekonomian global membutuhkan resiko politik yang minim. Sejak awal dan secara bersama – sama diperlukan proses demokratis yang pada esensinya adalah memperkuat partisipasi politik. Agama di Indonesia mengambil peranan penting dalam pembentukan masyarakat sipil. LSM. Perkembangan masyarakat sipil ini ternyata lebih cepat dari pada perkembangan masyarakat ekonomi. terutama pada golongan menengah yang makin luas. Strategi ini muncul akibat kekecewaan terhadap realisasi dari strategi pertama dan kedua. Kecendrungan yang dominan di Indonesia adalah idealisasi negara. Strategi yang lebih mengutamakan reformasi sistem politik demokrasi strategi ini berpandangan bahwa untuk membangun demokrasi tidak usah menunggu rampungnya tahap pembangunan ekonomi. maka keterlibatan kaum cendikiawan. sebagai wadah nilai – nilai tertinggi. Bagi penganut paham ini pelaksanaan demokrasi liberal hanya akan menimbulkan konflik. Jika kerangka kelembagaan ini diciptakan . peranan negara lain menonjol dan justru mengambil peran sebagai agen perubahan sosial yang berdampak terbentunya masyarakat sipil. 2. Karena itu nilai – nilai keagamaan perlu dikembangkan dengan memperkuat masyarakat sipil. 3. Strategi ini berpandangan bahwa sistem demokrasi tidak mungkin berlangsung dalam masyarakat yang belum memiliki kesadaran bangsa dan bernegara yang kuat. Khusunya sebagai masyarakat politik. Perjuangan organisasi – organisasi keagamaan ikut mendorong terbentunya negara ideal. keagamaan dan Mahasiswa adalah mutlak adanya karena merekalah yang memiliki kemampuan dan sekaligus aktor pemberdayaan tersebut. Untuk keperluan itu. ormas sosial. maka akan dengan sendirinya timbul masyarakat madani yang mampu mengontrol terhadap negara. Strategi yang lebih mementingkan integrasi nasional dan politik. Dengan demikian persatuan dan kesatuan bangsa lebih diutamanakan dari demokrasi.Dalam hal ini menurut Dewan ada 3 (tiga) strategi yang salah satunya dapat digunakan sebagai strategi dalam meberdayakan masyarakat madani di Indonesia. sebagai benteng (bastion) kepentingan – kepentingan dan aspirasi masyarakat dimana agama kedudukannya cukup dominan dalam masyarakat indonesia . Strategi yang memilih membangun masyarakat madani sebagai basis yang kuat ke arah demokratisasi.

negara dipandang sebagai wadah dan sekaligus perwujudan nilai – nilai luhur yang bersumber pada agama. demokrasi di beri predikat pancasila. Nurcholis Majid sebagai masyarakat madani. Disini. Karena demokrasi yang dikehendaki berlaku di Indonesia adalah demokrasi untuk merealisasikan nilai – nilai luhur tujuannya seluruh agama melalui pancasila .Peranan agama yang kuat di Indonesia. sangat mendukung terwujudnya masyarakat Indonesia baru yang populer diistilahkan Prof. Itulah yang menjelaskan mengapa di Indonesia.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful