Modul Praktikum Elektronika 2010

PRAKTIKUM I
1.1. Tujuan 1. Mengetahui fungsi komponen elektronika dasar dan lambang masing-masing komponen. 2. Mengetahui cara membaca nilai komponen elektronika dengan membaca kode yang tertera pada badan komponen. 3. Mengetahui cara membaca nilai komponen elektronika dengan mengukur menggunakan alat ukur. 1.2 Teori Komponen pasif adalah komponen elektronika yang bekerja tanpa membutuhkan catu daya. Contoh komponen ini adalah Resistor, Kapasitor dan Induktor. Kebalikan dari komponen pasif adalah komponen aktif, yang membutuhkan catu daya agar bisa bekerja. Contoh komponen aktif adalah Transistor. 1.2.1. Resistor Resistor adalah komponen pasif elektronika yang digunakan untuk membatasi jumlah arus yang mengalir dalam satu rangkaian. Satuan resistansi (hambatan) dari suatu resistor disebut Ohm atau dilambangkan dengan simbol Ω. 1.2.1.1 Fix Resistor Cincin 1 : angka pertama Cincin 2 : angka kedua Cincin 3 : faktor pengali Cincin 4 : toleransi (%)

- Tabel nilai warna transistor

1|Page Laboratorium Workshop Ilmu Komputer UNPAK

Modul Praktikum Elektronika 2010
Contoh membaca nilai resistor : Jingga Kuning Hijau Emas 3 4 5 5%

= 34 * 105 ± 5% = 3400 k Nilai toleransinya = 3400 * 5% = 170 3400-170 = 3230 k 3400+170 = 3570 k Jadi, batas toleransinya adalah 3230 kΩ – 3570 kΩ Maka nilainya

1.2.1.2. Variabel Resistor Yaitu tahanan yang nilainya bisa diatur sesuai dengan yang dibutuhkan, contoh penggunaannya adalah sebagai pengatur volume suara, bass atau treble.

1.2.1. 3. Tahanan Tak Linear Yaitu tahanan yang nilai hambatannya berubah tak linier. Perubahan ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor. Adapun faktor yang dimaksud adalah suhu dan cahaya, yang terdiri dari: Tahanan berubah-ubah akibat pengaruh cahaya Salah satu contoh tahanan yang tergantung pada intensitas cahaya adalah LDR (Light Dependent Resistor) atau biasa disebut photo resistor. LDR terbuat dari bahan campuran cadmium selenida, Calmium sulfida, Indium Autimonide dan Lead Sulfida.

Tahanan berubah-ubah akibat pengaruh suhu Tahanan yang nilai resistansinya tergantung pada suhu disebut Thermistor atau kepanjangan dari thermal resistor. Thermistor terbuat dari bahan semikonduktor yang akan memiliki nilai resistansi tinggi seiring dengan kenaikan suhu komponen ini disebut PTC (positif temperatur coefesien dan sebaliknya nilai resistansinya turun akibat kenaikan suhu disebut NTC (negatif temperatur coefisien). 1.2.2. Dioda Dioda berfungsi menjadi katode. atau diode adalah sambungan bahan p-n yang akan terutama sisi anode sebagai penyearah. Bahan tipe-p sedangkan bahan tipe-n

akan menjadi

Bergantung pada polaritas

tegangan yang diberikan

kepadanya, diode bisa berlaku sebagai sebuah saklar tertutup (apabila bagian anode mendapatkan tegangan positif sedangkan katodenya mendapatkan tegangan negatif) dan berlaku sebagi saklar terbuka (apabila bagian anode mendapatkan tegangan negatif sedangkan katode mendapatkan tegangan positif). Kondisi tersebut terjadi hanya pada diode ideal-konseptual. Pada diode faktual (riil), perlu tegangan lebih besar dari 0,7V (untuk diode yang terbuat dari bahan silikon) pada 2|Page Laboratorium Workshop Ilmu Komputer UNPAK

namun Dioda Zener dibuat sedemikian rupa sehingga arus dapat mengalir ke arah yang berlawanan jika tegangan yang diberikan melampaui batas "tegangan rusak" (breakdown voltage) atau "tegangan Zener".Modul Praktikum Elektronika 2010 anode terhadap katode agar diode dapat menghantarkan arus listrik.2. Tegangan sebesar 0. Diode yang terbuat dari bahan Germanium memiliki tegangan halang kira-kira 0. Light Emmiting Dioda atau lebih dikenal dengan sebutan LED (light-emitting diode) adalah suatu semikonduktor yang memancarkan cahaya monokromatik. Kapasitor (Kondensator) Kondensator (Capasitor) adalah suatu alat yang dapat menyimpan energi di dalam medan listrik. Sebuah dioda biasanya dianggap sebagai alat yang menyalurkan listrik ke satu arah. 1.7V ini disebut sebagai tegangan halang (barrier voltage).3V. Satu Farad = 9 x 1011 cm² yang artinya luas permukaan kepingan tersebut menjadi 1 Farad sama dengan 106 mikroFarad (µF). jadi 1 µF = 9 x 105cm². Satuan dalam kondensator disebut Farad. 3|Page Laboratorium Workshop Ilmu Komputer UNPAK . dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik. Kondensator memiliki satuan yang disebut Farad.3.

Selain nilai nilai kapasistansi yang ditentukan berdasarkan warna nilai kapasitansi suatu kapasitor seringkali di tuliskan di badanya dalam bentuk kode-kode huruf dan angka. ada yang persegi empat berwarna merah.1 Kapasitor Tetap Kondensator tetap ialah suatu kondensator yang nilainya konstan dan tidak berubah-ubah.1 µF=100 n= p 1. Dalam pemasangan di papan rangkaian (PCB). Kondensator tetap ada tiga macam bentuk: a.9 n=0. Pada Tabel berikut merupakan kode warna dari Kapasitor.2.3.1 1n5 22nK Arti Kode Angka 10x10³ p=10 n =0.Modul Praktikum Elektronika 2010 Seperti halnya resistor.0015µF 22n dengan Toleransi 10% 1. Kondensator keramik (Ceramic Capacitor) Bentuknya ada yang bulat tipis. Berikut adalah arti dari kode-kode tersebut : Arti Kode Huruf Kode Huruf MFD uF µF n p F G J K M Arti Kode Huruf Satuan mikro Farad Satuan mikro Farad Satuan mikro Farad Satuan nano Farad Satuan piko Farad Toleransi 2% Toleransi 3% Toleransi 5% Toleransi 10% Toleransi 20% Arti Kode Angka Kode Angka 103 392 . kapasitor mempunyai kode warna untuk menentukan besarnya kapasitansi.5 n=1500 p=0. boleh dibolak-balik karena tidak mempunyai 4|Page Laboratorium Workshop Ilmu Komputer UNPAK . hijau.0039µF 0. coklat dan lain-lain.01µF 39x10² p=3.

3. Mempunyai kapasitas mulai dari beberapa piko Farad sampai dengan ratusan Kilopiko Farad (KpF).2.Sebagai penyearah 3. Transistor PNP Transistor dapat dipergunakan antara lain untuk: 1.Modul Praktikum Elektronika 2010 kaki positif dan negatif.2.005 µF b. Dengan tegangan kerja maksimal 25 volt sampai 100 volt. c. tetapi ada juga yang sampai ribuan volt.000 pF = 20 KpF = 0. tegangan dan daya (AC dan DC) 2. hijau. coklat dan sebagainya. Transistor mempunyai tiga kaki yang disebut dengan Emitor (E).02 µF. Transistor Transistor merupakan terdiri dari tiga komponen elektronika yang sebagai lapisan semikonduktor contoh NPN dan PNP. mempunyai dua kutub kaki berpolaritas positif dan negatif. nilai kapasitasnya = 20.4. 1. Bentuknya persegi empat seperti permen.) adalah kaki negatif.Sebagai penguat arus. nilai kapasitasnya = 5. 1. ditandai oleh kaki yang panjang positif sedangkan yang pendek negatif atau yang dekat tanda minus ( . Basis/Base (B) dan Kolektor/collector (C).000 pF = 5 KpF = 0. Kondensator polyester Pada dasarnya sama saja dengan kondensator keramik begitu juga cara menghitung nilainya. Kondensator kertas Kondensator kertas ini sering disebut juga kondensator padder. Biasanya mempunyai warna merah.47 µF (mikroFarad) sampai ribuan mikroFarad dengan voltase kerja dari beberapa volt hingga ribuan volt. Misal pada radio dipasang seri dari spul osilator ke variabel condensator.2 Kondensator elektrolit (Electrolite Condenser = Elco) Kondensator elektrolit atau Electrolytic Condenser (sering disingkat Elco) adalah kondensator yang biasanya berbentuk tabung.Sebagai mixer Transistor NPN 5|Page Laboratorium Workshop Ilmu Komputer UNPAK . Nilai kapasitasnya dari 0. Jika pada badannya tertulis = 502. Contoh misal pada badannya tertulis = 203.

Jenis-jenis transformator 1. Sehingga didapatkan hubungan bahwa: Transformator bekerja berdasarkan prinsip induksi elektromagnetik. Pada bagian primer.2.2.2 Step-Down 6|Page Laboratorium Workshop Ilmu Komputer UNPAK . tegangan yang masuk disebut dengan tegangan primer (Vp) dengan lilitannya disebut dengan lilitan primer (Np). sedangkan pada bagian sekunder tegangan yang masuk disebut dengan tegangan sekunder (Vs) dengan lilitannya disebut dengan lilitan sekunder (Ns). Fluks bolak-balik ini menginduksikan GGL dalam lilitan sekunder.5 Transformator (TRAFO) Transormator (atau yang lebih dikenal dengan nama trafo) adalah suatu alat elektronik yang memindahkan energi dari satu sirkuit elektronik ke sirkuit lainnya melalui pasangan magnet.Modul Praktikum Elektronika 2010 4.5. Jika efisiensi sempurna. semua daya pada lilitan primer akan dilimpahkan ke lilitan sekunder.Sebagai osilator 5. Trafo mempunyai dua bagian diantaranya yaitu bagian input (primer) dan bagian output (sekunder).2.1 Step-Up Transformator step-up adalah transformator yang memiliki lilitan sekunder lebih banyak daripada lilitan primer. Transformator ini biasa ditemui pada pembangkit tenaga listrik sebagai penaik tegangan yang dihasilkan generator menjadi tegangan tinggi yang digunakan dalam transmisi jarak jauh.5. Pada bagian primer atau pun bagian sekunder terdiri dari lilitan-lilitan tembaga.Sebagai switch 1. 1. Tegangan masukan bolak-balik yang membentangi primer menimbulkan fluks magnet yang idealnya semua bersambung dengan lilitan sekunder. sehingga berfungsi sebagai penaik tegangan.

5. Fasa arus dalam lilitan sekunder selalu berlawanan dengan sehingga untuk tarif daya yang sama lilitan sekunder bisa dibuat yang lebih tipis dibandingkan transformator biasa. Tetapi transformator jenis ini tidak dapat memberikan isolasi secara listrik antara lilitan primer dengan lilitan sekunder. tengah. Nama dan Simbol Komponen Rangkaian Elektronika 7|Page Laboratorium Workshop Ilmu Komputer UNPAK . sebagian lilitan primer juga sekunder. Transformator jenis ini sangat mudah ditemui.5 kali). autotransformator tidak dapat digunakan sebagai penaik tegangan lebih dari beberapa kali lipat (biasanya tidak lebih dari 1.3 Autotransformator Transformator dengan sadapan jenis ini hanya terdiri dari satu lilitan yang berlanjut secara listrik.2. terutama dalam adaptor AC-DC 1.Modul Praktikum Elektronika 2010 Transformator step-down memiliki lilitan sekunder lebih sedikit daripada lilitan primer. Keuntungan dari merupakan lilitan arus dengan primer. Dalam transformator ini. kawat autotransformator adalah ukuran fisiknya yang kecil dan kerugian yang lebih rendah daripada jenis dua lilitan. Selain itu. sehingga berfungsi sebagai penurun tegangan.

Modul Praktikum Elektronika 2010 8|Page Laboratorium Workshop Ilmu Komputer UNPAK .

Aturlah saklar pada posisi A untuk melepaskan muatan kapasitor. Susunlah rangkaian seperti pada gambar berikut. Aturlah saklar agar berada pada posisi B dan perhatikan multimeter seiring dengan terisinya muatan kapasitor.1 . Kapankah terlihar bahwa tidak ada lagi arus yang mengalir dari atau ke kapasitor? B 9|Page Laboratorium Workshop Ilmu Komputer UNPAK . c. d. e. Kapankah arus terbesar menuju kapasitor? 2.3.3.3. Membaca nilai resistor Kode Warna Nilai Hitung Nilai Terukur Kondisi (Baik/Rusak) 1. Hasil Pengamatan 1. Kapankah arus terbesar mengalir meninggalkan kapasitor? 3. Aturlah saklar pada posisi A perhatikan multimeter ketika kapasitor melepaskan muatan. Ulangi langkah b dan c. jawablah pertanyaan berikut: 1. b.Modul Praktikum Elektronika 2010 1.2 Mengamati pengisian dan pelepasan muatan Kapasitor a.

3. walaupun input sinyal berada di bawah sumbu horizontal. 15 + 15V Secondary 50VA Mains transformer Male Mains plug SPST Mains switch 2. Kapasitor ini berfungsi sebagai filter atau perata gelombang. 2. Dengan demikian diperoleh tegangan keluaran yang konstan. Penyearah gelombang setengah penuh Penyearah gelombang setengah penuh berfungsi melewatkan sinyal ketika diode dibias maju dan memblok sinyal ketika dioda dibias mundur.2 Penyerah gelombang penuh Penyearah gelombang penuh menghasilkan sinyal keluaran yang selalu berada di atas sumbu horizontal.1.3.Modul Praktikum Elektronika 2010 PRAKTIKUM II 2. Untuk membuat tegangan keluaran DC yang nilainya konstan digunakan kapasitor yang dirangkai secara paralel dengan output (RL). Nilai tegangan keluaran dapat berubah dengan perubahan yang diberikan pada output (RL). 2.1 Tujuan Mempelajari dan merancang rangkaian penyearah arus listrik bolak-balik (AC) pada Protoboard.yaitu dengan menggunkan sadapan tengah (center tap) dan dengan mengunakan jembatan diode (dioda bridge). Akibatnya pada setengah periode pertama ketika diode dibias maju sinyal akan dilewatkan. Sehingga. Untuk mengatasi masalah ini digunakan dioda sebagai regulator tegangan.2 Bahan dan Alat R9 = 2k2 C7. Red LED 220V Primary.3 Teori Penyearah arus listrik ini menyearahkan sinyal masukan berupa arus bolak-balik (AC) menjadi sinyal keluaran berupa arus searah (DC).terbentuk sinyal gelombang setengah penuh.C8 = 4700µF D2 D3 T1 PL1 SW1 ¼ W Resistor 25V Electrolytic Capacitors 100V 4A Diode bridge 5mm.dan setengah periode kedua ketika diode dibias mundur dinyal akan diblok. Terdapat dua jenis penyearah gelombang penuh. V AB V AB 10 | P a g e Laboratorium Workshop Ilmu Komputer UNPAK . Ada dua macam penyearah arus listrik bolak-balik yaitu: 2.

apakah tegangan yang terukur sama dengan 0V? 2. 4. 11 | P a g e Laboratorium Workshop Ilmu Komputer UNPAK . Tugas Akhir . apakah tegangan terukur sama dengan 22V? . Sebutkan fungsi dari LED pada rangkaian tersebut. Ukur tegangan pada titik D2.4 Skema Rangkaian Gambar 1a 2.1 Tugas Pendahuluan Rancanglah skema rangkaian pada gambar 1a menggunakan softwere EWB kemudian uji skema tersebut.2. 3.Buatlah laporan sementara kemudian jawablah pertanyaan berikut: 1. 2.5. Jelaskan fungsi kapasitor C7 dan C8 pada rangkaian tersebut.5. Jelaskan fungsi resistor R9 pada rangkaian tersebut.5 Tugas 2. 2. Jelaskan secara konseptual mengenai rangkaian dioda pada titik D2.Modul Praktikum Elektronika 2010 Rangkaian penyearah setengah gelombang Rangkaian penyearah gelombang penuh 2. Ukur tegangan output rangkaian.Buatlah laporan praktikum dan kumpulkan pada praktikum berikutnya dengan menjawab pertnyaan berikut: 1.

2 Skema Rangkaian Gambar 1b 3. 12 | P a g e Laboratorium Workshop Ilmu Komputer UNPAK .3 Tugas Rancanglah rancangan rangkaian penyearah arus listrik bolak-balik (AC) pada media PCB.1 Tujuan Mengimplementasikan rancangan rangkaian penyearah arus listrik bolak-balik (AC) pada PCB. 3.Modul Praktikum Elektronika 2010 PRAKTIKUM III 3.

Dalam bidang audio.Tunggal Basis (Common Base). 4.Modul Praktikum Elektronika 2010 PRAKTIKUM IV 4.C2 = 10µF C3 = 100µF C4 = 470µF Q1 = BC560C SW1 Log.2 Bahan dan Alat P1 = 10K R1.4 Skema Rangkaian 1 2 3 4 13 | P a g e Laboratorium Workshop Ilmu Komputer UNPAK . Tunggal Kolektor (Common Collector).R2 = 33K R3 = 33R R4 = 15K R5 = 1K C1. yaitu :Tunggal Emitor (Common Emiter). Ukuran dari gain. Besarnya penguatan ini sering dikenal dengan istilah gain. 4. amplifier akan menguatkan signal suara pada bagian inputnya menjadi arus listrik yang lebih kuat di bagian outputnya. Masing-masing pola diatas mempunyai karakteristik yang berbeda. Penguat paling sederhana terdiri dari satu buah transistor. Ada tiga kemungkinan pemasangan transistor sebagai penguat.Potentiometer 1/4W Resistors 1/4W Resistor 1/4W Resistor 1/4W Resistors 63V Electrolytic Capacitors 25V Electrolytic Capacitor 25V Electrolytic Capacitors 45V 100mA PNP Low noise High gain Transistor SPST switch 4. Nilai dari gain yang dinyatakan sebagai fungsi frekuensi disebut sebagai fungsi transfer. Gain merupakan hasil bagi dari daya di bagian output (Pout) dengan daya di bagian inputnya (Pin) dalam bentuk fungsi frekuensi.1 Tujuan Mempelajari dan merancang rangkaian Mini-box 2W Amplifier Bagian 1 pada Protoboard. (G) ini biasanya memakai decibel (dB). Maisng-masing memanfaatkan fungsi pada kaki-kaki transistor.3 Teori Amplifier adalah komponen elektronika yang dipakai untuk menguatkan daya.

Jelaskan fungsi resistor R2 dan R3 pada rangkaian tersebut. Buatlah tabel hasil pengukuran tersebut. 2. Tugas Akhir .Buatlah laporan praktikum dan kumpulkan pada praktikum berikutnya dengan menjawab pertnyaan berikut: 1.5. 14 | P a g e Laboratorium Workshop Ilmu Komputer UNPAK . Buatlah kurva berdasarkan tabel tersebut. 3.5. 3. 4.1 Tugas Pendahuluan 5 Gambar 2a Rancanglah skema rangkaian pada gambar 2a menggunakan softwere EWB. Jelaskan fungsi kapasitor C3 dan C4 pada rangkaian tersebut.5 Tugas 4.2.Buatlah laporan sementara kemudian jawablah pertanyaan berikut: Untuk memahami prinsip kerja transisitor ubahlah nilai R pada P1 kemudian : 1. Apa kesimpulan anda? . 2. Ukurlah arus pada kolektor dan arus pada basis pada transistor Q1.Modul Praktikum Elektronika 2010 4. Jelaskan fungsi Transistor Q1 pada rangkaian tersebut.

3 Tugas Rancanglah rancangan rangkaian Mini-box 2W Amplifier Bagian 1 pada media PCB.Modul Praktikum Elektronika 2010 PRAKTIKUM V 5. 5.2 Skema Rangkaian 1 2 3 4 5 Gambar 2b 5. 15 | P a g e Laboratorium Workshop Ilmu Komputer UNPAK .1 Tujuan Mengimplementasikan rancangan rangkaian Mini-box 2W Amplifier Bagian 1 pada PCB.

6. 8.Modul Praktikum Elektronika 2010 PRAKTIKUM VI 6. 4 or 2 Ohm impedance 6.3 Skema Rangkaian 1 2 3 4 5 Gambar 3a 16 | P a g e Laboratorium Workshop Ilmu Komputer UNPAK .1 Tujuan Mempelajari dan merancang rangkaian Mini-box 2W Amplifier Bagian 2 pada Protoboard.2 Bahan dan Alat R6 = 1K R7 = 680R R8 = 120R R9 = 100R C7 = 470µF C5 = 47pF C6 = 220nF C8 = 1000µF D1 = 1N4148 8 = 1000µF Q2 = BC337 Q3 = TIP31A Q4 = TIP32A SPKR 1/4W Resistors 1/4W Resistor 1/4W Resistor 1/2W Trimmer Cermet 25V Electrolytic Capacitors 63V Ceramic Capacitor 63V Polyester Capacitor 25V Electrolytic Capacitor 75V 150mA Diode 45V 800mA NPN Transistor 60V 4A NPN Transistor 60V 4A PNP Transistor 3-5 Watt Loudspeaker.

apakah yang dapat anda simpulkan? .4. Ukur arus Ic dan Ib pada Q3 kemudian hitung hfe (hfe = Ic / Ib). bandingkan nilai hfe pada langkah 1 dan pada langkah 2. 4. 6.Modul Praktikum Elektronika 2010 6. 2. Lakukan langkah yang sama (langkah 3) pada Transistor Q4. 17 | P a g e Laboratorium Workshop Ilmu Komputer UNPAK .Buatlah laporan sementara kemudian jawablah pertanyaan berikut: 1.2.Buatlah laporan praktikum dan kumpulkan pada praktikum berikutnya dengan menjawab pertnyaan berikut: 1. Hitunglah nilai hfe pada Q3 dengan menggunakan multimeter.4. 3. Tugas Akhir . Jelaskan fungsi dioda D1 pada rangkaian tersebut.1 Tugas Pendahuluan Rancanglah skema rangkaian pada gambar 3a menggunakan softwere EWB. Jelaskan fungsi kapasitor C7 pada rangkaian tersebut.4 Tugas 6. Ukurlah arus pada kolektor dan arus pada basis pada Q3 kemudian buatlah tabel hasil pengukuran tersebut. apakah yang terjadi jika posisi dioda dibalik? 2.

Modul Praktikum Elektronika 2010 PRAKTIKUM VII 7.1 Tujuan Mengimplementasikan rancangan rangkaian Mini-box 2W Amplifier Bagian 2 pada PCB. 18 | P a g e Laboratorium Workshop Ilmu Komputer UNPAK .2 Skema Rangkaian 1 2 3 4 5 Gambar 3b 7.3 Tugas Rancanglah rancangan rangkaian Mini-box 2W Amplifier Bagian 2 pada media PCB. 7.

3. Gunakan layout tersebut untuk mencetak layout pada PCB. 4. 2.3 Tugas 1.2 Skema Rangkaian Keseluruhan Gambar 4 8.Modul Praktikum Elektronika 2010 PRAKTIKUM VIII 8. Buatlah layout rangkaian gambar 4 menggunakan softwere EAGLE. identifikasikan kesalahan pada rangkaian anda dan lakukan perbaikan pada kesalahan tersebut. Uji hasil rangkaian anda Mini-box 2W Amplifier. Rangkailah rangkaian gambar 4 pada PCB tersebut.1 Tujuan Mengimplementasikan hasil rancangan keseluruhan rangkaian Mini-box 2W Amplifier pada PCB. 8. apakah berfungsi dengan baik? Jika tidak. 19 | P a g e Laboratorium Workshop Ilmu Komputer UNPAK .

Modul Praktikum Elektronika 2010 20 | P a g e Laboratorium Workshop Ilmu Komputer UNPAK .

 :.::.547.3.      %:..7...25738507.02:/.35.8947/.7.40947/.802.8.357.3./.3.-50793...7.3  #.7.35.3.!02:/.7:85.7:85..8...7.3.-.3-07:9     &39:202.9./././.3203.388947:-.31:38.203:3.8./.3 -07:9  0.3.7./03.8.547.97.3802039./.8503::7.-07/.9:209743.:7.388947"   :.35.3:25:.388947"5.9.3/.-0.390780-:9   0.2-.3  &:7.885.3.7.    %:...3#5.31:38%7./.8!03/.38419070   .9:2/.2-.0825:.57.39.97.87 :...4/:!7.-090780-:9 5..8   %:.31:387088947#/.3.9./.#5.390780-:9               $9 f –  f f¯J¾½¯¯½ D-9 .390780-:9   0.5079.-..3.9.9:2-07:93.7.390780-:9   :.3.9./...3.5..

33 -425107.35.3.!    $9 f –  f f¯J¾½¯¯½ D-9 .!   $02.3.3.3..3 032502039.9:209743.3.37./..3.3                  .7.37.3.8..4/:!7.35.3..20/.3.2-.8        #.7-  %:.33 -425107.37.....#./.     !#%&'  %::.

3.#.2-.3 0250.3                  .4/:!7./..7.     !#%&'  %::.7/   .7/..9 # # # # # # #  a 5  3  a  a " "%! "%! $!#   $02.9:209743.33 -425107.3..!7494-4.3/.35...3.37.3.3207. $9 f –  f f¯J¾½¯¯½ D-9  ..

#0889478 .

#088947 .

#088947 .

.994:/850.5...9749.9749.388947  '!!%7..947 '!408907.9478 '07.5.947 '0.3..5.0 .%7220707209 '0...388947  '!%7.07  47 2250/.2.947 ' 24/0 ' 2!%7.5.388947  .

9.8   %:.3./.547."/03./.4/:!7.7.7.-.3.3.2-../..3.3203:3.3..203:3.02:/.802.8!03/./.3-5.3....::..3  #.9:209743.35.105.5079.      %:.3802039.3-07:9  9:3.7.39:310 10..32:920907   &:7."02:/..7:8.38419070     %:.87 :.

5.-50793.."02:/.7.8.9.3.390780-:9               $9 f –  f f¯J¾½¯¯½ D-9  ./.3907..-.%7..  0.388947" ./...-. 5.3:25:./.9:2/.9..9.357...31:38/4/.390780-:9 .3 90780-:9   .31:38.89475.885.9.547.3..5.:.3.3 -07:9  0.35.3/.5.3 :.3/.3/3./-./... .57.9:2-07:93./.3-:.7:85.. /.2.5.40947/..38.3./..-0.5488/4/.35.3./.3.8./03.3203./.8503::7././.825:.3.   &:7.7.105.33.3.5.7:85.

../.8       #.2-.!   $02.     !#%&'  %::.3                   .3..3.3.33 -425107.35..3.3.35.37.8..3.!    $9 f –  f f¯J¾½¯¯½ D-9 ..4/:!7.3.20/.3..9:209743.3 032502039./.3.37.#..33 -425107.7.7-  %:.37.

3 08.3/. 9/.3 5. 08.     !#%&'  %::.2-..3./.3 -.4/:!7..3.3.3.3.8     :. 3 -4  25107  .3 032502039..3..3080:7:.3 . .87.3080:7:.7.3.2-..8.8 7. -071:38 /03.  /0391. /./.5..3.390780-:9    $9 f –  f f¯J¾½¯¯½ D-9   ./.3 5.9:209743.3..#.4:95.9...3 .7203:3.!90780-:9    & .4:97..!   #...33 -4251075.:.../.3.37.3.3.09..3.7  %:.3 .38419070   :3.2-. 7./.!   $02..75.4:990780-:9:39:203.8.3/.3 507-.3              ...

9:209743.4/:!7.     $9 f –  f f¯J¾½¯¯½ D-9 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful