P. 1
Kriteria Guru Berkualitas

Kriteria Guru Berkualitas

|Views: 307|Likes:
Published by Endra DeKa Pti

More info:

Published by: Endra DeKa Pti on Oct 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/25/2015

pdf

text

original

Kriteria Guru Berkualitas Guru yang berkualitas harus memiliki persyaratan, yang meliputi: 1) Memiliki bakat sebagai guru

, 2) Memiliki keahlian sebagai guru, 3) Memiliki keahlian yang baik dan terintegrasi, 4) Memiliki mental yang sehat, 5) Berbadan sehat, 6) Memiliki pengalaman dan pengetahuan yang luas, 7) Guru adalah manusia berjiwa Pancasila, 8) Guru adalah seorang warga negara yang baik, 9) Memiliki kepribadian yang matang dan berkembang, 10) Pengembangan profesi secara berkesinambungan. Faktor-Faktor Penghambat Peningkatan Kualitas Guru Ada beberapa faktor yang menjadi penghambat dalam usaha pengembangan danpeningkatan kualitas guru di Indonesia, di antaranya adalah: 1) Faktor personal, berupa rendahnya kesadaran guru untuk mengutamakan mutu dalampengembangan diri, kurang termotivasinya guru untuk memiliki program terbaik bagipemberdayaan diri, tertanamnya rasa tidak berdaya dan tidak mampu untuk mengembangkan profesi. 2) Faktor ekonomis, berupa terbatasnya kemampuan finansial guru untuk secaraberkelanjutan mengembangkan diri, amat rendahnya penghasilan sebagai gurusehingga memaksa mereka bekerja bermacam-macam, dan banyaknya pungutan dan pembiayaan kepada mereka sehingga mengurangi kemampuan ekonomis untuk mengembangkan profesi. 3) Faktor struktural, berupa banyaknya pihak yang mengatur dan mengawasi gurusehingga mereka tidak bisa bekerja dengan tenang, rumitnya jenjang dan jalurpengembangan profesi atau karier yang membuat mereka merasa tidak berdaya,terlalu ketat dan kakunya berbagai birokrasi yang mengikat para guru, sehingga tidak mampu mengembangkan kreativitas. 4) Faktor sosial, berupa rendahnya penghargaan masyarakat terhadap profesi guru,kurangnya partisipasi masyarakat dalam upaya pengembangan profesi guru, dankurangnya fasilitas sosial bagi pengembangan profesi guru. 5) Faktor budaya, berupa rendahnya budaya kerja berorientasi mutu sehingga para gurubekerja seadanya

Upaya-Upaya Untuk Meningkatkan Kualitas Guru Jalan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kualitas guru antara lain: 1) Menaikan upah dan gaji guru, Dengan mendapatkan gaji yang lebih memadai maka akan meningkatkan kesejahteraanguru sehingga guru lebih serius dan bertanggung jawab dalam menjalankan profesinya. Perluditata ulang sistem penggajian guru agar gaji yang diterimanya setiap bulan dapat mencukupikebutuhan hidup dirinya dan keluarganya dan pendidikan putra-putrinya. Dengan penghasilanyang mencukupi, tidak perlu guru bersusah payah untuk mencari nafkah tambahan di luar jamkerjanya. Guru akan lebih berkonsentrasi pada profesinya, tanpa harus mengkhawatirkankehidupan rumah tangganya serta khawatirakan pendidikan putra-putrinya. Guru mempunyaiwaktu yang cukup untuk mempersiapkan diri tampil prima di depan kelas. Jika mungkin,seorang guru dapat meningkatkan profesinya dengan menulis buku materi pelajaran yangdapat dipergunakan diri

5) Mengikuti program sertifikasi. 2) Kurangi beban guru dari tugas-tugas administrasi yang sangat menyita waktu.pengetahuan. penekanan diberikan pada kemampuan guru agardapat meningkatkan efektifitas mengajar. yaitu terampil berkomunikasi. Upaya Guru Untuk Meningkatkan Kemampuan Mengajar dan MenguasaiBahan Ajar Kenyataan menunjukkan bahwa masih sebagian besar guru underqualified. baik secara mandiri maupun secara bersama-sama dengan pihak lain yang relevan. Guru akan lebih dihormati dan dikagumi oleh anak didiknya. dan sistem social budaya. Dalam upaya peningkatan mutu guru. kreatif.Salah satu usaha untuk meningkatkan profesionalitas guru adalah pendalaman materipelajaran melalui pelatihan-pelatihan. Disamping itu guru senantiasa mengembangkan diri dengan pengetahuan yang mendukung profesionalitasnya dengan ilmu pendidikan. untuk meningkatkan kualitas guru sebaiknya guru memiliki pengetahuanyang luas dan berbagai keterampilan. dikemukakan bahwasertifikasi adalah proses pemberian sertifikat guru dan dosen. Kesadaran ini akan timbul dan berkembang sejalan dengan kemungkinanpengembangan karir mereka. 4) Pendidikan dalam jabatan. dibuatoleh suatu tim di Diknas atau Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) yang disesuaikandengan kondisi daerah dan bersifat fleksibel (bukan harga mati) lalu disosialisasikan kepadaguru melalui sekolah-sekolah. Beri kesempatan guru untuk mengikuti pelatihan-pelatihan tanpa beban biaya atau melengkapi sarana dan kesempatan agar guru dapat banyak membaca bukubuku materi pelajaran yang dibutuhkan guru untuk memperdalampengetahuannya. Pengetahuan dan keterampilan bagi seorang guru merupakan suatu hal yang mutlak.menguasai secara penuh materi yang diajar serta selalu mengembangkan modelpembelajaran. 14 Tahun 2005 tentang guru dan dosen. gurusebagai seorang komunitator harus memiliki syarat. Oleh . 9) Memberikan penghargaan dan sanksi hukuman (reward and punishment). Jadi. 10) Menghapus diskriminasi status guru yang saat ini beragam. Sertifikasi guru dapat diartikansebagai suatu proses pemberian pengakuan bahwa seseorang telah memiliki kompetensiuntuk melaksanakan pelayanan pendidikan pada satuan pendidikan tertentu. Sehingga kinerja guru terpantau dengan baik. Hal ini dapat lebih menyejahterakan kehidupan guru dan akan lebihmeningkatkan status sosial guru. Hal ini dapat dijadikan sebagai pegangan guru mengajar dalam mengajar dan membantu guru-guru pemula untuk mengajar tanpa membebani tugas-tugasrutin guru. 6) Memperluas pengetahuan dan keterampilan. Secara bertahap guru diawasi oleh kepala sekolah dan kepala sekolah diawasi olehpengawas sekolah. dan meningkatkan kepekaan guru terhadap perbedaan individu para siswayang dihadapinya. Dalam UUD RI No. Jika anak didik mengagumi gurunya maka motivasi belajar siswa akan meningkatdan pendidikan pasti akan lebih berhasil. 8) Memiliki kesatuan atau organisasi Suatu profesi perlu memiliki kesatuan atau organisasi profesi yang berfungsi sebagailembaga pengendali keseluruhan profesi itu. 3) Pelatihan dan sarana. mengatasi persoalanpersoalan praktis danpengelolaan PBM. sikap.Pada dasarnya peningkatan kualitas diri seseorang harus menjadi tanggung jawab diripribadi. setelah lulus ujikompetensi oleh lembaga sertifikasi. 7) Mengutamakan layanan Guru sebagai tenaga profesional akan melayani siswanya untuk mengembangkan dirilebih maju. Lembaga-lembaga Diklat (PPG dan BPG) di lingkungan Depdiknas perlu lebihdioptimalkan peranannya sesuai dengan tugas dan fungsinya. Sebaiknya tugastugas administrasi yang selama ini harus dikerjakan seorang guru. berpikir kritis. mengambil keputusan dan memecahkan masalah sertatidak membedakan antara satu siswa dengan lainnya. tingkatpenguasaan bahan ajar dan keterampilan dalam menggunakan metode pembelajaran yanginovatif masih kurang.sendiri untuk mengajar dan membantu guru-guru lain yang belummencapai tingkatnya.

.Kegiatan yang dilaksanakan antara lain : a) Diskusi tentang satuan pelajaran.Secara terperinci kegiatan kelompok ditujukan untuk: 1.Kalau ada anggota memiliki kepangkatan yang sama. Oleh karena itu kelompok yang beranggotakan para guru suatu bidang studi sejenis harusmenitik-beratkan pada aktifitas profesional. guru harus memperbanyak tukar pikiran tentang hal-hal yangberkaitan dengan pengalaman mengembangkan materi pelajaran dan berinteraksi denganpeserta didik. Asuh berarti di antara anggota kesejawatan saling membimbing dengan tulus dan ikhlas untuk peningkatan kemampuan profesional dan asihberarti di antara anggota kesejawatan terdapat hubungan kekeluargaan yang akrab.Wadah ini dikembangkan berdasarkan bidang studi atau rumpun bidang studi padamasing-masing sekolah.Kelompok yang dibentuk merupakan wadah kegiatan di mana antara anggota sejawatbisa saling asah. hasil pertemuan bisa digunakan secara langsung untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Tukar pikiran tersebut bisa dilaksanakan dalam perternuan guru sejenis disanggar kerja guru.Wadah dan kelembagaan untuk pengembangan ini adalah kelompok yang merupakanorganisasi bersifat non-struktural dan lebih bersifat informal.karena itu pengembangan kualitas guru harus dikaitkandengan perkembangan karir guru sebagai pegawai. Anggota yang memiliki kepangkatan tertinggi dalam setiap rumpundiharapkan bisa berfungsi sebagai pembimbing. asuh dan asih untuk meningkatkan kualitas diri masing-masing khususnyadan mencapai kualitas sekolah serta pendidikan pada urnumnya. termasuk guru. e) Mengembangkan evaluasi penampilan guru oleh peserta didik. Kegiatan ini hendaknya selalu mengangkat topik pembicaraan yangbersifat aplikatif. d) Melaksanakan observasi aktivitas rekan sejawat di kelas.Keberadaan kelompok akan memungkinkan para guru untuk bisa tukar pikiran denganrekan sejawat mengenai hal ikhwal yang berkaitan interaksi guru dengan para siswa. Namun sayangnya. Artinya. c) Diskusi pelaksanaan proses belajar mengajar termasuk evaluasi pengajaran. Dengan bentuk wadahdan kelembagaan semacam ini maka di setiap sekolah akan terdapat lebih dari satu kelompok. Bagiseorang pekerja profesional. justru komunikasi kesejawatan inilah yangbelum ada di kalangan profesi guru di tanah air kita. dalam hal ini jenjang jabatan dan kepangkatanmerupakan hasil dari peningkatan kualitas seseorang selaku guru. Gambaranyang ideal adalah bahwa pendapatan dan karir. komunikasi kesejawatan tentang profesi yangditekuni sangatlah penting. maka diharapkan secara bergiliransalah satu darinya berfungsi sebagai pembimbing anggota yang lain.Untuk bisa meningkatkan kualitasnya sehingga bisa terus menanjak pangkatnya sampaijenjang kepangkatan tertinggi. baik negeri maupun swasta. f)Mengkaji hasil evaluasi penampilan guru oleh peserta didik sebagai feedback bagi anggota kelompok. b) Diskusi tentang substansi meteri pelajaran.Asah artinya satu dengan anggota sejawat yang lain saling membantu untuk meningkatkan kemampuan profesionalnya.Meningkatkan kualitas dan kemampuan dalam pelaksanaan proses belajar mengajar.

2. asuh dan asih. .2. sesuai bidang tugas dan jenjang pendidikannya. wewenang. Persyaratan dimaksudadalah penguasaan proses belajar mengajar dan penguasaan pengetahuan. b) Mengikuti jalur pendidikan formal yang lebih tinggi. sehingga anggota yang diobservasi bisa memperoleh input tertulis di samping juga input lisan. b) Menyusun laporan penelitian. komentar dan saran-saran sejawat atas penampilan salah seoranganggota kelompok kesejawatan diberikan baik secara tertulis maupun secara lisan sesuaidengan kebutuhan. Sebagaimanakonsep asah. saran. Kegiatan yang dilaksanakan antara lain : a) Kajian jurnal dan buku baru. yangmerupakan kebijakan untuk intervensi langsung meningkatakan kualitas kompetensi guru lewat kebijakan keharusan guru untuk memiliki kualifikasi strata 1 atau D4 dan memilikisertifikasi profesi. observasi.Aktifitas yang dimaksudkan ini tidak bersifat searah.Kegiatan yang dilaksanakan antara lain: a) Menulis artikel. jabatan FungsionalGuru adalah kedudukan yang menunjukkan tugas. melainkan bersifat multiarah. d) Menyampaikan pengalaman penataran dan seminar kepada anggota kelompok. Undang-undang Guru dan Dosen Indonesia pada tahun 2005 telah memiliki Undang-undang guru dan dosen. Input. Kegiatan kelompok dilaksanakan secara rutin dan berkesinambungan. dan bimbingan. 3. tanggapan. penilaian. maka setiap anggota kelompok memiliki hak. Untuk hasil observasi kelas.Artinya. Dengan sertifikat profesi ini guru berhak mendapatkan tunjangan 1 bulangaji pokok guru. Kebijakan Pemerintah dalam Peningkatan Kualitas Guru Kebijakan pemerintah dalam upaya peningkatan kualitas guru antara lain melalui: 1. kewajiban dankesempatan yang sama dalam setiap kegiatan tanpa memandang jenjang kepangkatan. feedback. misalnya kelompok kesejawatan mungkinbisa mengembangkan format observasi bisa dilaksanakan secara sistematis. Meningkatkan penguasaan dan pengembangan keilmuan. aktifitas yang dilaksanakan bersifat komprehensif dan total yang mencakuppresentasi. objektif danrasional. khususnya bidang studiyang menjadi tanggung jawabnya. c) Mengikuti seminar-seminar dan penataran-penataran. Standardisasi Kompetensi Guru Standardisasi Kompetensi Guru adalah suatu ukuran yang ditetapkan bagi seorang gurudalam menguasai seperangkat kemampuan agar berkelayakan menduduki salah satu jabatanfungsional Guru. c) Menyusun makalah. kritik. Meningkatkan kemampuan untuk mengkomunikasikan masalah akademis. d) Menyusun laporan dan review buku. e) Melaksanakan penelitian. tanggungjawab. dan hak seseorang guru yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada keahlian dan/atauketerampilan tertentu serta bersifat mandiri. jabatandan gelar akademik yang disandangnya.

Kuantitas. danpengembangan karir. Dari aspek kuantitas. Masih dirasakanbelum terdapat keseimbangan dan kesinambungan antara kebutuhan dan pengadaan guru. dsb. kualitas. sebagian besar guru-guru dewasa ini masih belum memilikipendidikan minimal yang dituntut. Pembinaan dansupervisi dalam jabatan guru belum mendukung terwujudnya pengembangan pribadi danprofesi guru secara proporsional. Kekurangan guru diberbagai jenis dan jenjang khususnya di sekolah dasar.321orang guru yang terdiri atas 1. serta dengan para birokratnya. kondisi kerja. f) Kesenjangan antara guru yang bertugas di kota-kota dengan guru-guru yang berada dipedesaan atau daerah terpencil. politik. jumlah guru yang ada masih dirasakan belum cukup untuk menghadapi pertambahan siswa serta tuntutan pembangunan sekarang. dan pembinaan guru. Kesejahteraanmencakup aspek imbal jasa. pengangkatan. hubungan antar pribadi.rekrutmen.528. Kendala-Kendala Yang Dihadapi Guru Saat Ini Hingga saat ini masih banyak masalah dan kendala yang berkaitan dengan gurusebagai satu kenyataan yang harus diatasi dengan segera. masih terdapatketidak sepadanan guru berdasarkan mata pelajaran yang harus diajarkan. baru sekitar 40% yang sudah memiliki kualifikasi S-1/D-IV dan di atasnya. Berbagai upaya pembaharuanpendidikan telah banyak dilakukan antara lain melalui perbaikan sarana. c) Kesenjangan guru menurut jenjang dan jenis pendidikan. peraturan. b) Kesenjangan antara guru dengan dosen.kurikulum. guru masih berada dalam pengelolaanyang lebih bersifat birokratis-administratif yang kurang berlandaskan paradigma pendidikan(antara lain manajemen pemerintahan.783. merupakan masalah besar terutama didaerah pedesaan dan daerah terpencil. tapi belum mempriotitaskan guru sebagai pelaksana di tingkat instruksionalterutama dari aspek kesejahteraannya. 1. Dari aspek kesesuaiannya. kualitas.254.). masih terdapat ketidak seimbangan penyebaran guru antarsekolah dan antar daerah. Kesejahteraan.Dari aspek kualitas. penempatan.I. Di antaranya adalah: a) Kesenjangan antara guru dengan PNS lainnya. dan distribusi. g) Kesenjangan karena beban tugas.472 orang guru PNS dan sisanya (1. dsb. di SLTP dan SM. masih dirasakan terdapat kekurang-terpaduan antara sistem pendidikan.849 orang) non-PNS. Manajemen guru Dari sudut pandang manajemen SDM guru. yaitu ada guru yang beban mengajarnya ringantetapi di lain pihak ada yang beban tugasnya banyak (misalnya di sekolah yangkekurangan guru) akan tetapi imbalannya sama saja atau lebih sedikit. d) Kesenjangan antara guru pegawai negeri yang digaji oleh negara. masih ada beberapa kesenjangan yangdirasakan sebagai perlakuan diskriminatif para guru. 3.. Data di lampiran 1 menunjukkan bahwa dari 2. Dari aspek unsur danprosesnya. Sisanyamasih di bawah D-3 atau lebih rendah. 2.Dari aspek penyebarannya.Rerkrutmen dan pengangkatan guru masih selalu diliputi berbagai masalah dan kendalaterutama dilihat dari aspek kebutuhan kuantitas. supervisi. dan distribusi. Dari segi keadilan kesejahteraan guru. kekuasaan. rasa aman. misalnya antara guru SDdengan guru SLTP dan Sekolah Menengah. Mobilitas mutasi guru baik vertikal maupun horisontalmasih terbentur pada berbagai peraturan yang terlalu birokratis dan “arogansi dan egoisme”sektoral. Pelaksanaan otonomi daerah yang “kebablasan” cenderung membuat manajemen guru menjadi makin semrawut. e) Kesenjangan antara guru pegawai tetap dengan guru tidak tetap atau honorer. . Beberapa masalah dan kendala yang berkaitan dengankondisi guru antara lain sebagai berikut. dengan guru swastayang digaji oleh pihak swasta.

meskipun belum memberikan motivasi bagi para guru. Pola pendidikan guru hingga saat ini masih terlalu menekankanpada sisi akademik dan kurang memperhatikan pengembangan kepribadian disampingkurangnya keterkaitan dengan tuntutan perkembangan lingkungan. Pendidikan guru yang adasekarang ini masih bertopang pada paradigma guru sebagai penyampai pengetahuan sehinggadiasumsikan bahwa guru yang baik adalah yang menguasai pengetahuan dan cakapmenyampaikannya. Pada hakekatnyapendidikan guru itu adalah pembentukan kepribadian disamping penguasaan materi ajar. guru berprestasi. Hal ini mengabaikan azas guru sebagai fasilitator dalam pembelajarandan sumber keteladanan dalam pengembangan kepribadian peserta didik. non-diskriminatif. dan demokratisdengan melibatkan semua unsur yang terkait dengan pendidikan terutama para pengguna jasaguru itu sendiri. peningkatan kualitas LPTKpenghasil guru. sehingga masalah pendidikandi Indonesia dapat terselesaikan dengan baik. penataran /pelatihan guru. guru-guru yang dihasilkan oleh LPTK tidak terkait dengankondisi kebutuhan lapangan baik kuantitas. dan lain-lain. tingkat penguasaan bahan ajar dan keterampilan dalammenggunakan metode pembelajaran yang inovatif masih kurang. 5.4. maupun kesepadannya dengankebutuhan nyata.Sebagai akibat dari hal itu semua. penilaian kinerja guru. terbuka. kualitas. Untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional yakni dengan menciptakan guru yangprofesional dalam upaya peningkatan mutu dan kualitas guru. Pemberian penghargaan terhadap guru harus bersifat adil. lomba kreatiivitas guru. Kenyataan menunjukkan bahwa masihsebagian besar guru underqualified.uji kompetensi dan sertifikasi guru. studi lanjut. Sebutan “pahlawan tanpa tanda jasa” lebih banyak dipersepsi sebagai pelecehan ketimbang penghargaan. maka dibutuhkan peran serta dan keterlibatanlangsung dari guru itu sendiri dan pemerintah. Pendidikan guru Sistem pendidikan guru baik pra-jabatan maupun dalam jabatan masih belummemberikan jaminan dihasilkannya guru yang berkewenangan dan bermutu disamping belumterkait dengan sistem lainnya. Untuk itu perlu upayapeningkatan kualitas guru melalui berbagai cara antara lain : penentuan standar kompetensi.peningkatan kesejahteraan dan profesionalisme guru. sementara pemerintah lebih banyak berperan sebagai fasilitator. Selama ini pemerintah telah berupaya memberikan penghargaankepada guru dalam bentuk pemilihan guru teladan. Penghargaan terhadap guru Seperti telah dikemukakan di atas. . dsb. hingga saat ini guru belum memperolehpenghargaan yang memadai.

8.7800.39:..:7:50.3:7: $%!/.73.3 /.:.0203$:7: :7:2.3:7:-07/.3 0-.8.2.74. 0803.399..5.3/.3907.7.3.03/07:3202-:.3 8:507.39.9.8907-039:75. 405.3/8723.9.7.7.8./03.8/49.32.703.3080.3:7:203:7:903.. 507.3.38027.328. 4-9.35748083.7.7.3909.0-:9:.850:38:7/. :-:3.3 43/807.757-. /$%!/.39.7.9..3-079:.32. 8079..5. .0203:7: .8/..907./.3./.33.39..0303. /.5.907.8.7.3/.079.    0803..907:9. 49.3.3503.39.3.88902 503//./.7..:/.3$ 2./.3:7: .33.7.0203:7:203.2.3 5.3 57-.9.8505030-.3/.7.9-747.907503.35030-.3.-747.39:.:-747. /03.8 907/.3.8 .3/7..3!$.907.3/.3  .:/5:9-07-.3.3.07..83.7..39.5/.83.3907/.:5.:7: .880.:0-703/.909/. 7.39.4030.3:7..304820 80947.3503.8 /.38:507.39..5.3    080./.30:7.3.5.90:7. ..07.  /  0803.89.39.3 9075.9.:7:.8.3$04.3.3494342/.:0-80/9 080.2-:3.9.3..9:.3..7.:9  .3574108:7:80.3-07.3-0:2907/.91.3/...7.3-0-.350302-.3..7./2.8:7:-.805./.39.3:7: 2.3  .8 /.7.8/-..3.7./03.5 2-.3 707:9203 503.3:7:8..:7:$/03.  0803.3/.8.9.38/.574547843.2./.-.8500-:9:./804.3 .7:8/.3:.30--0781.2 50304..-0-.3:7:2.8/7.39.3:7: .73.8 :.9.7/.8.3.3 549 /8-  .5/03.7.3/897-:8  !02-3.3.3.-0-07.8.909.39./.3:7:  .7.3.  .3/.35.3:7:9/.3203../ /.3909.3. $8. .8500808:.7./..3007.9/.:434707  1  0803.909.02035020739.3.39..909/.3.3.3. 2..78:/:95.93.2.507.7.33.3.9:7.8../.3083..9..3.82:9...:7:/03.3./50/08.7.//. 28.3/4803  .3 .07.3:7:-0:2203/::3907::/3.3.7..7804./:./.:7:50.92.2.8502-.2.98/.3502-3.3.2./.3.3..3.-07-.8.77    . '/.  .5.8.3 0:.3.:7:.8..3.50.380-..3203.8. 2./2./..3:7: :7:.303/./23897.98 .3.8/7..3.9.  0  0803.802-.:5:3478439.89.3.7..0803. 2.3:7: #077:9203/.8.503//.9.32.3038503//..3 503025.90802-.3..3.:7:/03.33.50302-.8.7.3 5..3/.3.8-07.3-0-..-.  0803.3.-.915.3..3 -07.8907/..39. !0.3..

./.7..9 503:../.33.5.7.32.3249.9../2..9/03.8.98/03.3092-.-.9.3203.2 :5.3/3/4308.:7:80-.8.350302-.:7:  503.9.32:9:/.3.33.30907-....-.70.3. .5:7:..3/03.343/80-:9:.35.1.35./-:9:..3.3./. 503:3. 50309.57.9./02:.3.3-.33.38:2-07090..80.332.3507.3-.3202..3:7:$8902503//..7.25.5033.350702-./.5.30-:9:.3203.9.7:8-0781./ 907-:.89.947/..5.3:7:3.. 03.3..10/93.3/.503//.8.5.8 :.253503:.7...33.8.9.3.3803.:7: /.8-.8 2.9.7/.3503.:7:.3/.9.0.      &39:20::/.3-.5203.7.9..742509038 :42509038/.7.3057-.32.0--..9./02/.59.3.3.:7:. $0.:.3-07003.32094/0502-0.253-0:2907.5020739.947   !03//..-07507.3802:..2203:3./.: 2030.9...7.500./../.3:7:90..:38:7.1.:7:9:803/7 802039.. 2./. .0907.-.30907.9 9078008.-..3 .91 2.8:7:80-.7:7:9: 803/7/. 907.3.7.7 $0-.8.8:7.3203:3:..8./507805880-.3503//.9..202-07.3508079..3.// !.3.3/..33.3.305.8:7: :7:-0757089.250302-.7.:..2..3057-.8:7:20../.8:7: 503.2.2.3 &39:9:507::5.8./.3/.3:.3/.:-07-..253:7.503//.3:7:-.2.3907:9.9.3 5.8 3.7. 0--.3:7. :7: :7:..3907.8-07945.340!%9/.3503.7.39.389.38079.3307.39..32.502-039:.  !03.503//.388902.23.9:802:.25.3/.9.3-...:7: $0-:9.:5:3/.3 !03//.3  !02-07.33:3.9/03.3.9.3-..33.8..3-.3 42-.3-072:9: /8./.3/03.9.2-039:502... ..50309.380-.3057-.9.3/./.35.3/.8 -0:2202-07.25.357410843./.7:7::3/076:.3:.3/0247.3-08..334.3503.3907.38:3/./.3202507./..88.7.39::. 9.-07:5.399...90..503.33../..5033.9/03..7.7. 343 /8723.89..8.3/.3:7:.843.3..5. !4./.3907.8 /8-  2085:3-0:2202-07.39:39:9.3.320-.93.8.3 /..0.880-.:5:30805.3./.7.93:7:-0:220250740503.2.7.3503//.:.3 503039:...5:7: $0507990.3.3 /8.35020739.9.907 .3/03..2 502-0.3:7: .3/8.380791.8:28.35020739./.3203:..8907..3:7:9:./.8:7: 803.932.9/.91  /. /03..

.9.8:7: /.3:9  5033.9.3080.3   .3.3:7: 5033.907.820:7: 89:/.9.3:.9.3 .8!%503.50.357410843.3/.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->