P. 1
Dasar Negara Dan Konstitusi

Dasar Negara Dan Konstitusi

|Views: 3,955|Likes:
Published by Khodijah Sukmayati

More info:

Published by: Khodijah Sukmayati on Oct 02, 2011
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/27/2013

pdf

text

original

Sections

  • Hak Asasi Manusia (Universal Declaration of Human Rights 1948)
  • Sistem Politik Indonesia

DASAR NEGARA DAN KONSTITUSI
A.MATERI KOMPETENSI DASAR 1.HUBUNGAN DASAR NEGARA DENGAN
KONSTITUSIa.Pengertian Konstitusi sebagai Dasar Negara
Perkataan konstitusi berasal dari kata kerja
constituer
(Prancis), yang berarti “membentuk”di negara Barat, konstitusi(
constitution) berasal dari bahasa Latin. Zaman dahulu, istilah konstitusi dipergunakan untuk
perintah-perintah kaisar Romawi(Constitutiones Principum). Kemudian, di Italia
digunakan untuk menunjukan undang-undang dasar (
Diritto Constitutionale).Berawal dari hal tersebut, kata konstitusi0 kemudian menyebar di
berbagai negara Eropa.Kata konstitusi dalam bahasa Inggris dan Prancis
Constitution , dan bahasa latin Constitutio, yang berarti “dasar susunan badan”.
Dengan demikian, konstitusi mempunyai sifat yang sama dengan badan manusia. Konstitusi
mempunyai bagian-bagianatau organ-organ yang masing-masing mempunyai
kedudukan dan fungsinya sendiri-sendiri. Organ atau badan tersebutmerupakan
satu rangkaian kerjasama yang harmonis.Selain itu, dalam bahasa Belanda undang-
undang dikenal dengan istilah groundwet, yang terdiri atas kata ground
berarti“dasar”, dan kata wet berarti “undang-undang”. Dengan demikian, perkataan
groundwet dapat diartikan sebagai undang-undangdasar.Bagi negara Indonesia untuk
pengertian konstitusi, ditemukan istilah hukum yang lain, yaitu undang-undang
dasar atauhukum dasar. Istilah konstitusi pada umumnya dipergunakan paling
sedikit dalam dua pengertian. Pertama, menggambarkankeseluruhan sistem
ketatanegaraan suatu negara, berupa kumpulan peraturan yang membentuk,
mengatur, atau memerintahnegara. Peraturan tersebut ada yang tertulis sebagai
keputusan badan yang berwenang dan ada yang tidak tertulis yang berupa
usages, understanding, customs, atau conventions
. Kedua, konstitusi diberi arti yang sempit. Dengan pengertian sempit, konstitusitidak
menggambarkan keseluruhan kumpulan peraturan, baik yang tertulis maupun
yang tidak tertulis ( legal dan nonlegal ),melainkan dituangkan dalam suatu dokumen
tertentu seperti di Amerika Serikat.
Usep Ranawidjaya
mengemukakan bahwa ada dua arti konstitusi, yaitu konstitusi dalam arti luas dan konstitusi
dalam artisempit. Konstitusi dalam arti luas mencakup segala ketentuan yang
berhubungan dengan keorganisasian negara, baik yangterdapat didalam undang-
undang dasar, undang-undang organik, peraturan perundangan lainnya, maupun kebiasaan
atau konvensi Sebaliknya, konstitusi dalam arti sempit menurut sejarah dimaksudkan untuk
memberi nama kepada dokumen pokok yang berisiaturan mengenai susunan organisasi.
Pengertian tersebut dapat digambarkan dalam bentuk bagan berikut ini.Berdasarkan hal
tersebut, pengertian konstitusi lebih luas dari undang-undang dasar.
Pengertian tersebut sesuai dengan yang dikemukakan oleh Heramn Heller dalam bukunya
Verfassunglehre (ajaran tentang konstitusi ) dengan membagi konstitusi dalamdua tingkat,
sebagai berikut.1)Konstitusi sebagai Pengertian Sosial Politik Artinya,
mencerminkan keadaan sosial politik bangsa itu sendiri. Pengertian hukum
adalah political decision. Artinya,merupakan keputusan masyarakat sendiri.2)Konstitusi
sebagai Pengertian HukumPada pengertian kedua ini, keputusan masyarakat
dijadikan suatu perumusan normatif yang harus berlaku. Pengertian politik diartikan sebagai

eine seine. Artinya, suatu kenyataan yang harus berlaku dan diberikan suatu sanksi kalau
dilanggar. Hukumada yang tertulis dan tidak tertulis. Hukum tertulis timbul sebagai
pengaruh dari aliran kodifikasi, yaitu yang menghendakisebagaian hukum ditulis dengan
maksud mencapai kesatuan hukum, kesederhanan hukum, dan kepastian hukum.
Adapunhukum tidak tertulis, misalnya hukum adat.3)Konstitusi sebagai Suatu
Peraturan HukumPengertian ketiga ini adalah suatu peraturan hukum yang tertulis.
Dengan demikian, undang-undang dasar adalah salah satu bagian dari konstitusi dan bukan
sebagai persamaan pengertian menurut pengertian sebelumnya. Kesamaan pengertian
adalah pendapat yang keliru dan jika ada kesamaan pengertian, tidak lain akibat
pengaruh dari aliran
kodifikasi (aliran modern).Arti KonstitusiArti LuasArti SempitMencakup segala ketentuan yang
berhubungan dengan keorganisasian
Memberi nama kepada dokumen pokok yang berisi aturan mengenai susunanorganisasi
negara beserta cara kerjanya organisasi itu
• Undang-undang Dasar
• Undang-undang Organik
• Peraturan Perundang-undangan Lainnya
• Kebiasaan atau KonvensiUndang-undang Dasar Yang terdapat dalamSama dengan

HUBUNGAN DASAR NEGARA
DENGAN KONSTITUSI

Februari 17, 2009 oleh handayani8

FILE : hubungan-dasar-negara

PENGERTIAN DASAR NEGARA
Adalah pandangan filsafat mengenai negara.
Ajaran ini sering disebut dengan idiologi.
Idiologi adalah nilai-nilai dasar (hasil konsensus) yang ingin diwujudkan di dalam negara tsb.

Idiologi selalu berupa gagasan-gagasan yang memiliki sifat-sifat pokok :
Gagasan-gagasan dalam idiologi bersifat sistematis
Gagasan-gagasan itu berfungsi atau dipergunakan oleh penganutnya sebagai pedoman dalam
kehidupan bernegara.
Gagasan-gagasan yang ada dalam sebuah idiologi masih berupa gagasan dasar atau umum,
sehingga memerlukan penjabaran agar bisa dilaksanakan.

SUBSTANSI DASAR NEGARA
Liberalisme, Sosialisme, Marxisme, Pancasila.

LIBERALISME
Kebebasan manusia adalah nilai utama dalam ajaran Liberalisme.
Ajaran moral Liberalisme adalah pengakuan atas hak-hak asasi manusia seperti kebebasan,
hak kemuliaan, dan hak hidup manusia. Ajaran politik Liberalisme adalah pengakuan atas
hak-hak asasi politik, seperti hak berserikat, berkumpul, hak mengeluarkan pendapat secara

lisan maupun tertulis, hak partisipasi. Ajaran ekonomi Liberalisme adalah kebebasan
semaksimal mungkin bagi perjuangan kepentingan masing-masing individu.
SOSIALISME
Ajaran moral Sosialisme adalah bahwa manusia pada dasarnya adalah mahluk kreatif dan
dapat memperoleh kebahagiaan serta kepuasan melalui kerjasama.
Ajaran ekonomi sosialisme adalah:
Penghapusan atau pembatasan hak milik pribadi atas alat-alat produksi, pengambilalihan alat-
alat produksi oleh negara.
Perlindungan bagi kaum buruh terhadap penghisapan, kemiskinan.
Pengawasan negara terhadap perusahaan-perusahaan monopoli, pengembangan perusahaan-
perusahaan milik negara.
Ajaran politik sosialisme adalah bahwa demokrasi dengan sistem satu partai masih berlaku
karena ajaran ini memang menerima kemungkinan terwujudnya masyarakat tanpa kelas.
Ada 2 aliran sosialime yaitu sosialisme yang dipengaruhi Marxisme dan sosialisme non
Marxis (sosialisme demokratis)
MARXISME/KOMUNISME
Nilai-nilai yang terkandung dalam komunisme adalah :
Monisme, yaitu pandangan yang menolak adanya golongan- golongan atau keanekaragaman
dalam masyarakat. Kekerasan merupakan alat yang sah untuk mencapai tujuan negara, yaitu
terwujudnya masyarakat tanpa kelas. Negara merupakan alat untuk mencapai komunisme
sehingga semua alat negara dipergunakan untuk mewujudkan komunisme.
Prinsip moral utama komunisme adalah bahwa segala jalan dianggap halal, asal membantu
mencapai tujuan. Setiap bentuk asli komunisme pasti atheis, karena komunisme berdasarkan
materialisme, yang menyangkal adanya jiwa rohani dan Tuhan.
PANCASILA
Pada hakikatnya manusia sebagai mahluk individu maupun mahluk sosial. Yang artinya
kebebasan individu tidak merusak semangat kerjasama antarwarga, namun kerjasama
antarwarga juga tidak boleh mematikan kebebasan individu. Sistem demokrasi tidak langsung
atau demokrasi perwakilan. Sistem ekonomi kerakyatan, dimana kesejahteraan
rakyat menjadi tujuan utama.

FUNGSI DASAR NEGARA
Dasar berdiri dan tegaknya negara
Dasar kegiatan penyelenggaraan negara
Dasar partisipasi warga negara
Dasar pergaulan antarwarga negara
Dasar dan sumber hukum nasional
PENGERTIAN KONSTITUSI
Dalam arti yang luas : konstitusi adalah hukum tata negara, yaitu keseluruhan aturan dan
ketentuan (hukum) yang menggambarkan sistem ketatanegaraan suatu negara.
Dalam arti tengah : konstitusi adalah hukum dasar, yaitu keseluruhan aturan dasar, baik yang
tertulis maupun yang tidak tertulis
Dalam arti sempit : konstitusi adalah Undang-Undang Dasar, yaitu satu atau beberapa
dokumen yang memuat aturan-aturan yang bersifat pokok.
KEDUDUKAN KONSTITUSI
Konstitusi sebagai dasar negara
Konstitusi sebagai hukum tertinggi

SIFAT KONSTITUSI
Kaku, apabila konstitusi hanya dapat diubah melalui prosedur yang berbeda dengan prosedur

pembuatan undang-undang biasa.
2. Supel, jika dapat diubah dengan prosedur yang sama dengan prosedur pembuatan undang-
undang

FUNGSI KONSTITUSI
Menentukan dan membatasi kekuasaan pemerintah
Menjamin hak-hak asasi warga negara
SUBSTANSI/ISI KONSTITUSI
Pernyataan tentang gagasan-gagasan politik, moral, dan keagamaan.
Ketentuan tentang struktur organisasi negara
Ketentuan tentang perlindungan hak-hak asasi manusia
Ketentuan tentang prosedur mengubah undang-undang dasar
Larangan mengubah sifat tertentu dari undang-undang dasar
HUBUNGAN DASAR NEGARA
DAN KONSTITUSI
Prinsip-prinsip dasar yang ada di negara agar menjadi operasional maka harus dijabarkan ke
dalam berbagai aturan hukum di negara yang bersangkutan. Penjabaran dasar negara itu
dilakukan melalui konstitusi.
HUBUNGAN DASAR NEGARA DENGAN KONSTITUSI DI INDONESIA
Pasal-pasal dalam UUD 1945 adalah penjabaran dari pokok-pokok pikiran yang ada dalam
Pembukaan UUD 1945.
Contoh :
Sila pertama, dijabarkan di pasal 29 UUD 1945, pasal 28 (UUD 1945 amandemen)
Sila kedua, dijabarkan di pasal-pasal yang memuat mengenai hak asasi manusia.
Sila ketiga, dijabarkan di pasal 18, pasal 35, pasal 36 UUD 1945
Sila keempat dijabarkan pada pasal 2 s.d 24 UUD 1945.
Sila kelima dijabarkan pada pasal 33 dan 34 UUD 1945
ISI DAN KEDUDUKAN
PEMBUKAAN UUD 1945
Pembukaan UUD 1945 memuat pokok-pokok pikiran sebagai berikut :
Kemerdekaan adalah hak segala bangsa, segala bentuk penjajahan harus dihapuskan, dan
bangsa Indonesia perlu membantu bangsa-bangsa lain yang ingin merdeka.
Perjuangan bangsa Indonesia telah sampai kepada saat yang tepat untuk memproklamasikan
kemerdekaan, kemerdekaan bukanlah akhir perjuangan, perlu upaya mengisi kemerdekaan.
Kemerdekaan yang yang diperoleh oleh bangsa Indonesia diyakini sebagai Rahmat Allah
YMK, bahwa kemerdekaan Indonesia dimotivasi juga oleh keinginan luhur untuk menjadi
bangsa yang bebas dari penjajahan.
Terdapat tujuan negara, mengatur kehidupan negara, bentuk pemerintahan dan dasar negara.
KEDUDUKAN PEMBUKAAN UUD 1945
Pembukaan UUD 1945 memuat pokok-pokok kaidah fundamental sehingga Pembukaan tsb
merupakan sumber tertib hukum Indonesia.
Karena muatannya yang begitu penting itulah maka kedudukan Pembukaan UUD 1945 lebih
tinggi dari batang tubuhnya. Dalam proses amandemen UUD 1945 MPR sepakat tidak
merubah Pembukaan UUD 1945 yang tertuang dalam kesepakatan dasar sbb :
Tidak merubah Pembukaan UUD 1945
Tetap mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia
Mempertegas sistem pemerintahan presidensial
Penjelasan UUD 1945 ditiadakan serta hal-hal normatif dalam penjelasan dimasukkan
kedalam pasal-pasal
Perubahan UUD 1945 dilakukan dengan cara adendum (mempertahankan naskah aslinya)

TANGGUNG JAWAB WARGA NEGARA TERHADAP KONSTITUSI DAN DASAR
NEGARA
Sebagai warga negara, kita, seluruh rakyat Indonesia bertanggung jawab untuk membangun
kesadaran hidup berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dengan melalui hal-hal sbb :
Memahami Pancasila dan UUD 1945
Berperan serta aktif dalam menegakkan dasar negara dan konstitusi
Mengembangkan pola hidup taat pada aturan yang berlaku

HUBUNGAN DASAR NEGARA DENGAN KONSTITUSI

Dasar Negara
Pengertian
Asal kata dari : dasar : fondamen/pondasi

berdasarkan : memakai sebagai dasar,bersumber pada …..

Jadi Dasar negara berarti : pondasi bagi berdirinya suatu negara, sumber pelaksanaan kehidupan
ketatanegaraan atau sumber segala peraturan yang ada dalam suatu negara

• Apa dasar negara kita? Pancasila

Proses pembuatan Pancasila sebagai dasar negara
*.BPUPKI (sidang I 29 Mei – 1 Juni 1945)
Tuj : merumuskan dasar negara
Tanggapan /usulan:
29 Mei Muh. Yamin usul 5 ranc dasar negara
31 Mei Soepomo usul 5 rancangan dasar negara
1 Juni Soekarno usul:
5 rancangan dasar Negara, usulannya bernama Pancasila
3 rancangan dasar Negara,usulannya bernama Trisila
1 rancangan dasar Negara,usulan bernama Ekasila

Dibentuk Panitia Kecil (Panitia 9) bertugas merumuskan rancangan dasar negara menjadi dasar
negara. Hasil dari panitia kecil , adalah Piagam jakarta(22 Juni 1945)diberi nama Pancasila.
Disyahkan menjadi dasar negara oleh PPKI : Tgl 18 Agustus 1945 (Terdapat pd alinea IV Pemb UUD
45)

Kedudukan Pancasila sebagai dasar negara Sebagai ideologi negara
patokan berperilaku, jiwa dan kepribadian bangsa Sumber dari segala sumber hukum
Setiap produk hukum harus bersumber dan tidak boleh bertentangan dengan Pancasila Sebagai
pandangan hidup bangsa , pegangan dalam berpikir dan memutuskan sesuatu

Konstitusi Negara
Asal kata Konstitusi
Bhs Latin (Constituere) menetapkan dan menentukan Bhs Bld (grondwet) undang-undang

• Konstitusi Diartikan sebagai:

Peraturan yang mengatur suatu negara, baik yang tertulis maupun tidak tertulis
Konstitusi,dalam perkembangan dipahami identik dengan UUD.

Kapan UUD 45 Dibuat?
Pada sidang II BPUPKI (10 – 16 Juli 1945). Disyahkan oleh PPKI resmi 18 Agustus 1945
Tujuan dibuat konstitusi
Untuk mengatur organisasi negara dan lembaga-lembaga pemerintahan
Untuk membatasi dan mengontrol tindakanpemerintahan agar tidak berlaku
sewenang-wenang.
Konstitusi Indonesia merupakan alat untuk melaksanakan nilai-nilai yang
terkandung dalam Pancasila dalam kehidupan kenegaraan

Konstitusi Negara
Nilai konstitusi
Dimaksud nilai adalah : sesuatu yang dianggap baik untk dilaksanakan.
Dilihat dari sejauh mana tanggapan masyarakat terhadap konstitusi yang dibuat oleh Negara maka
ada 3nilai yang bisa dikemukakan di sini yaitu
1. Normatif
Bila pelaksanaan konstitusi ini memperoleh dukungan rakyat dan Dilaksanakan secara sempurna
2. Nominal
Bila pelaksanaan konstitusi ini dalam batas tertentu berlaku walau Tidak sempurna
3. Semantik
Bila konstitusi ini berlaku hanya formalitas Dipergunakan untuk kepentingan Penguasa

Hubungan Dasar negara Dengan Konstitusi
Berhubungan sangat erat, konstitusi lahir merupakan usaha untuk melaksanakan dasar negara.
Dasar negara memuat norma-norma ideal, yang penjabarannya dirumuskan dalam pasal-pasal
oleh UUD (Konstitusi) Merupakan satu kesatuan utuh, dimana dalam Pembukaan UUD 45
tercantum dasar negara Pancasila, melaksanakan konstitusi pada dasarnya juga melaksanakan
dasar negara

UUD 45
•Sistematika UUD 45 terdiri dari
a. Pembukaan
b. Batang Tubuh
c. Penjelasan

• Sifatnya singkat (kalimat tiap pasalnya tidak panjang)dan luwes (mengikuti jaman)
• Batang Tubuh Bisa dirubah asal syarat terpenuhi : diusulkan ≥ 2/3 anggota MPR
putusan disetujui ≥2/3 anggota yang hadir
• Kenyataan Batang Tubuh UUD 45, skr sudah diamandeman 4x

Amandemen I (14-21 Okt 1999)
Amandemen II ( 7-8 Agust 2000)
Amandemen III (1-9 Nov 2001)
Amandemen IV (1-11 Agust 2002)

Kedudukan dan Hub Pembukaan UUD 45 Dgn Batang Tubuh UUD 45

• Pembukaan UUD 45 mempunyai kedudukan Lebih tinggi dibanding BT, alasannya

Dalam Pembukaan terdapat :
1. dasar negara (Pancasila)
2. Fungsi dan tujuan bangsa Indonesia
3. Bentuk negara Indonesia (republik)
• Pembukaan tidak bisa diubah, mengubah sama saja membubarkan negara, sedangkan BT
bisa diubah(diamandeman)

• Dalam sistem tata hukum RI, Pembukaan UUD 45 memenuhi kedudukan sebagai pokok

kaidah negara yang fundamental, alasan:
1. dibuat oleh pendiri negara (PPKI)
2. pernyataan lahirnya sebagai bangsa yang mandiri
3. memuat asas rohani (Pancasila), asas politik negara (republik berkedaulatan
rakyat), dan tujuan negara (jadi negara adil makmur)
4. memuat ketentuan yang menetapkan adanya suatu UUD.

abtu, 01 Mei 2010

Konstitusi

Konstitusi berasal dari kata constitution (Bhs. Inggris) – constitutie (Bhs. Belanda) – constituer (Bhs.
Perancis), yang berarti membentuk, menyusun, menyatakan. Dalam bahasa Indonesia, konstitusi
diterjemahkan atau disamakan artinya dengan UUD. Konstitusi menurut makna katanya berarti
dasar susunan suatu badan politik yang disebut negara. Konstitusi menggambarkan keseluruhan
sistem ketatanegaraan suatu negara, yaitu berupa kumpulan peraturan untuk membentuk,
mengatur, atau memerintah negara. Peraturan-peraturan tersebut ada yang tertulis sebagai
keputusan badan yang berwenang, dan ada yang tidak tertulis berupa konvensi.
Dalam perkembangannya, istilah konstitusi mempunyai dua pengertian, yaitu:

1. Dalam pengertian luas (dikemukakan oleh Bolingbroke), konstitusi berarti keseluruhan dari
ketentuan-ketentuan dasar atau hukum dasar. Seperti halnya hukum pada umumnya, hukum dasar
tidak selalu merupakan dokumen tertulis atau tidak tertulis atau dapat pula campuran dari dua

unsur tersebut.

2. Dalam arti sempit (dikemukakan oleh Lord Bryce), konstitusi berarti piagam dasar atau UUD, yaitu
suatu dokumen lengkap mengenai peraturan-peraturan dasar negara. Contohnya adalah UUD 1945.
Sesungguhnya pengertian konstitusi berbeda dengan Undang Undang Dasar, hal tersebut dapat
dikaji dari pendapat L.J. Apeldorn dan Herman Heller. Menurut Apeldorn, konstitusi tidaklah sama
dengan UUD. Undang-Undang Dasar hanyalah sebatas hukum yang tertulis, sedangkan konstitusi di
samping memuat hukum dasar yang tertulis juga mencakup hukum dasar yang tidak tertulis. Adapun
menurut Herman Heller, konstitusi mencakup tiga pengertian, yaitu:
1. Die politische verfassung als gesselchaffliche wirklichkeit, yaitu konstitusi yang mencerminkan
kehidupan politik di dalam masyarakat sebagai suatu kewajiban.
2. Die verselbstandigte rechtverfassung, yaitu mencari unsur-unsur hukum dari konstitusi yang hidup
dalam masyarakat tersebut untuk dihadirkan sebagai suatu kaidah hukum.
3. Die geschriebene verfassung, yaitu menuliskan konstitusi dalam suatu naskah sebagai peraturan
perundangan yang tertinggi derajatnya dan berlaku dalam suatu negara.
Konstitusi sebagai hukum dasar berisi aturan-aturan dasar atau pokok-pokok penyelenggaraan
negara. Aturan-aturan itu masih bersifat umum. Aturan pokoknya perlu dijabarkan lebih lanjut
dalam norma hukum di bawahnya, seperti:

• Ketetapan MPR,
• Undang-Undang,
• Perpu (peraturan pemerintah pengganti undang-undang),
• Peraturan Pemerintah,
• Keputusan Presiden,
• Peraturan Daerah.

1. Periode Berlakunya UUD 1945 [ 18 Agust 1945-27 Desember 1949 ]
Penyimpangan Konstutional dalam kurun waktu ini, antara lain sebagai berikut:
a. Komite Nasional Indonesia Pusat berubah fungsi dari pembantu pemerintah menjadi badan yang
diserahi kekuasaan legislatif dan ikut menetapkan Garis-garis Besar Haluan Negara berdasarkan
maklumat Wakil Presiden No. X tanggal 16 Oktober 1945. Seharusnya tugas-tugas itu dikerjakan oleh
DPR dan MPR.
b. Sistem cabinet presidensial berubah menjadi cabinet parlementer berdasarkan usul Badan Pekerja
Komite Nasional Pusat [ BP-KNIP] pada tanggal 11 November 1945 kemudian disetujui oleh presiden.

2. Periode berlakunya Konstitusi RIS [ 27 Desember 1949-17 Agustus 1950]
Penyimpangan konstusional dalam kurun waktu ini, antara lain sebagai berikut:
a. Negara Kesatuan Republik Indonesia berubah menjadi Negara Federasi Republik Indonesia Serikat
[ RIS ]. Perubahan tersebut berdasarkan pada Konstitusi RIS.
b. Kekuasaan legislative yang seharusnya dilaksanakan presiden dan DPR dilaksanakan DPR dan
Senat.

3. Periode Berlakunya UUDS 1950 [ 17 agustus 1950-5 Juli 1959 ]
Akibat dari perubahan yang berbeda dengan UUD 1945 adalah tidak tercapainya stabilitas politik
dan pemerintahan yang akibatnya sering bergantinya cabinet.

4. Periode Berlakunya kembali UUd 1945 [ 5 Juli 1959-19 Oktober 1999 ]
Indonesia berhasih mengadakan pemilu untuk memilih anggota DPR pada tahun 1955. Tugasnya
adalah untuk membuat rancangan Undang-undang untuk mengganti UUDS 1950.
Pada tanggal 10 November 1956, Konstituante bersidang di Bandung. Namun sudah lebih dari 2
tahun tidak ada hasilnya.
Akhirnya pada tanggal 5 Juli 1959 dikeluarkanlah Dekret Presiden yang isinya, antara lain berlakunya
kembali UUD 1945.

a. Pemerintahan Orde Lama
1. Presiden telah mengeluarkan produk legislative yang pada hakikatnya adalah undang-undang
dalam bentuk penetapan presiden tanpa persetujuan DPR.
2. MPRS dengan ketetapan No. I/MPRS/1960 telah mengambil keputusan menetapkan pidato
presiden tanggal 17 Agustus 1959 yang berjudul “ Penemuan Kembali Revolusi Kita”.
3. Konsepsi Pancasila berubah menjadi Konsepsi Nasakom.
4. Presiden membubarkan DPR hasil Pemilu 1955, dan membentuk DPRGR
5. Presiden membentuk MPRS, dan seluruh anggota MPRS diangkat dan diberhentikan oleh
presiden.
6. residen diangkat seumur hidup melalui Ketetapan MPRS Nomor III/MPRS/1963

b. Pemerintahan Orde Baru

1. Penyelenggaraan Negara yang bersifat otoriter
2. Presiden menjabat selama 32 tahun sehingga tidak sesuai dengan semangat demokrasi.

NEGARA DAN KONSTITUSI

A. KONSTITUSIONALISME

1. Gagasan tentang kontitusionalisme

Negara adalah suatu organisasi kekuasaan yang terdiri atas unsur rakyat (penduduk), wilayah dan
pemerintah. Pemerintahlah yang menyelenggarakan dan melaksanakan tugas-tugas demi
terwujudnya tujuan negara.Upaya mewujudkan pemerintahan yang menjamin hak dasar rakyat
serta kekuasaan yang terbatas itu dituangkan dalam suatu aturan bernegara yang umumnya disebut

kostitusi(hukum dasar atau undang-undang dasar negara). Konstitusi atau undang-undang dasar
negara mengatur dan menetapkan kekuasaan negara sedemikian rupa sehingga kekuasaan
pemerintahan negara efektif untuk kepentingan rakyat serta tercegah dari penyalahgunaan
kekuasaan.
Carl J. Friedrich berpendapat “ Konstitusionalisme adalah gagasan bahwa pemerintah merupakan
suatu kumpulan aktivitas yang diselenggarakan atas nama rakyat, tetapi yang tunduk pada beberapa
pembatasan yang dimaksud untuk memberi jaminan bahwa kekuasaan yang diperlukan untuk
pemerintahan tidak disalahgunakan oleh mereka yang mendapat tugas untuk memerintah.
Pembatasan yang dimaksud termaktub dalam konstitusi. (Taufiqurrohman Syahuri,2004)
Di dalam gagasan konstitusionalisme, isi daripada konstitusi negara bercirikan dua hal pokok, yaitu
sebagai berikut :
1. Konstitusi itu membatasi kekuasaan pemerintah atau penguasa agar tidak bertindak sewenang-
wenang terhadap warganya.
2. Konstitusi itu menjamin hak-hak dasar dan kebebasan warga Negara.

2. Negara Konstitusional

Setiap Negara memiliki konstitusi sebagai hukum dasar. Namun tidak setiap Negara memiliki
undang-undang dasar.
Negara konstitusional tidak cukup hanya memiliki konstitusi, tetapi Negara tersebut juga harus
menganut gagasan tentang konstitusionalisme. Konstitusionalisme merupakan gagasan bahwa
konstitusi suatu Negara harus mampu memberi batasan kekuasaan pemerintahan serta memberi
perlindungan pada hak-hak dasar warga Negara.
Negara yang menganut gagasan konstitusionalisme inilah yang disebut Negara konstitusional
(Constitutional state).
B. KONSTITUSI NEGARA

1. Pengertian Konstitusi

Konstitusi berasal dari istilah bahasa Prancis “constituer” yang artinya membentuk. Konstitusi bisa

berarti pula peraturan dasar (awal) mengenai pembentukan Negara. Kata konstitusi dalam kamus
besar bahasa Indonesia diartikan sebagai berikut : 1) segala ketentuan dan aturan mengenai
ketatanegaraan; 2) undang-undang dasar suatu Negara.
Pengertian konstitusi dalam praktik dapat berarti lebih luas dari pengertian undang-undang dasar ,
tetapi ada juga yang menyamakan dengan pengertian undang-undang dasar.
Undang-undang dasar ialah hukum dasar yang tertulis , sedang disamping Undang-Undang Dasar
tersebut berlaku juga hukum dasar yang tidak tertulis, yaitu aturan-aturan dasar yang timbul dan
terpelihara dalam praktik penyelenggaraan Negara, meskipun tidak tertulis. Hukum dasar tidak
tertulis disebut Konvensi
Terdapat beberapa defenisi konstitusi dari para ahli, yaitu :
• Herman heller, membagi pengertian konstitusi menjadi tiga :
1. Konstitusi dalam pengertian politik sosiologis. Konstitusi mencerminkan kehidupan politik di
dalam masyarakat sebagai suatu kenyataan.
2. Konstitusi merupakan satu kesatuan kaidah yang hidup dalam masyarakat yang selanjutnya
dijadikan suatu kesatuan kaidah hukum. Konstitusi dalam hal ini sudah mengandung pengertian
yuridis.
3. Konstitusi yang ditulis dalam suatu naskah sebagai undang-undang yang tinggi yang berlaku dalam
suatu Negara.

• K.C.Wheare mengartikan konstitusi sebagai “keseluruhan system ketatanegaraan dari suatu

Negara, berupa kumpulan peraturan yang membentuk, mengatur atau memerintah dalam

pemerintahan suatu negara”.

Konstitusi dapat diartikan secara luas dan sempit, sebagai berikut :

Konstitusi (hukum dasar) dalam arti luas meliputi hukum dasar tertulis dan tidak tertulis.
Konstitusi (hukum dasar) dalam arti sempit adalah hukum dasar tertulis, yaitu undang-undang
dasar. Dalam pengertian ini undang-undang dasar merupakan konstitusi atau hukum dasar yang
tertulis.
Di Negara-negara yang mendasarkan dirinya atas demokrasi konstitusional undang-undang dasar
mempunyai khas, yaitu membatasi kekuasaan pemerintah sedemikian rupa sehingga
penyelenggaraan kekuasaan tidak bersifat semena-mena. Hak-hak warga Negara akan lebih
dilindungi. Pada prinsipnya, tujuan konstitusi adalah untuk membatasi kesewenangan tindakan
pemerintah, untuk menjamin hak-hak yang diperintah dan merumuskan pelaksanaan yang
berdaulat.

2. Kedudukan Konstitusi

Konstitusi menempati kedudukan yang sangat penting dalam kehidupan ketatanegaraan suatu
Negara karena konstitusi menjadi barometer kehidupan bernegara dan berbangsa yang sarat dengan
bukti sejarah perjuangan para pendahulu. Konstitusi secara umum berisi hal-hal yang mendasar dari
suatu Negara. Hal-hal mendasar itu adalah aturan-aturan atau norma-norma dasar yang dipakai
sebagai pedoman pokok bernegara. Meskipun konstitusi yang ada di dunia ini berbeda-beda baik
dalam hal tujuan, bentuk dan isinya, tetapi umumnya mereka mempunyai kedudukan formal yang
sama, yaitu sebagai :

• Konstitusi sebagai Hukum Dasar
• Konstitusi sebagai Hukum Tertinggi

3. Isi, Tujuan dan Fungsi Konstitusi Negara

Konstitusi merupakan tonggak atau awal terbentuknya suatu Negara. Hal-hal yang diatur dalam
konstitusi Negara umumnya berisi tentang pembagian kekuasaan Negara, hubungan antarlembaga
Negara dan hubungan Negara dengan warga Negara.

Menurut Mirriam Budiarjo dalam bukunya Dasar-Dasar Ilmu Politik, konstitusi atau undang-undang
dasar memuat ketentuan-ketentuan sebagai berikut :
1. Organisasi Negara, misalnya pembagian kekuasaan antara badan eksekutif , legislative dan
yudikatif. Dalam Negara federal , yaitu masalah pembagian kekuasaan antara pemerintah federal
dengan pemerintah Negara bagian, prosedur penyelesaian masalah pelanggaran yurisdiksi lembaga
Negara.

2. Hak-hak asasi manusia
3. Prosedur mengubah undang-undang dasar
4. Adakalanya memuat larangan untuk mengubah sifat-sifat tertentu dari undang-undang dasar. Hal
ini untuk mrnghindari terulangnya hal-hal yang telah diatasi dan tidak dikehendaki lagi. Misalnya
undang-undang dasar Jerman melarang untuk mengubah sifat federalism sebab bila menjadi
unitarisme dikhawatirkan dapat mengembalikan munculnya seorang Hitler.
Gagasan konstitusinalisme menyatakan bahwa konstitusi di suatu Negara memiliki sifat membatasi
kekuasaan pemerintah dan menjamin hak-hak dasar warga Negara. Sejalan dengan sifat membatasi
kekuasaan pemerintahan maka konstitusi secara ringkas memiliki 3 tujuan, yaitu :
1. Memberi pembatasan sekaligus pengawasan terhadap kekuasaan politik;
2. Melepaskan control kekuasaan dari penguasa itu sendiri;

3. Memberi batasan-batasan ketetapan bagi para penguasa dalam menjalankan kekuasaanya (ICCE
UIN,2000)
Selain itu, konstitusi Negara bertujuan menjamin pemenuhan hak-hak daasar warga Negara.
Konstitusi Negara memiliki fungsi-fungsi sebagai berikut (Jimly Asshiddiqie, 2002).
a. Fungsi penentu atau pembatas kekuasaan Negara
b. Fungsi pengatur hubungan kekuasaan antarorgan Negara.
c. Fungsi pengatur hubungan kekuasaan antara organ dengan warga Negara.
d. Fungsi pemberi atau sumber legitimasi terhadap kekuasaan ataupun kegiatan penyelnggaraan
kekuasaan Negara.
e. Fungsi penyalur atau pengalih kewenangan dari sumber kekuasaan yang asli (dalam demokrasi
adalah rakyat) kepada organ Negara.
f. Fungsi simbolik yaitu sebagai sarana pemersatu (symbol of unity), sebagai rujukan identitas dan
keagungan kebangsaan (identitu of nation) serta sebagai center of ceremony.
g. Fungsi sebagai sarana pengendalian masyarakat (social control), baik dalam arti sempit yaitu
bidang politik dan dalam arti luas mencakup bidang social ekonomi.
h. Fungsi sebagai sarana perekayasaan dan pembaruan masyarakat.

C. UUD 1945 SEBAGAI KONSTITUSI NEGARA REPUBLIK INDONESIA

1. Konstitusi yang Pernah Berlaku di Indonesia
Dalam sejarahnya, sejak proklamasi 17 Agustus 1945 hingga sekarang di Indonesia telah berlaku tiga
macam undang-undang dasar daalam empat periode, yaitu sebagai berikut :
a. Periode 18 Agustus 1945 – 27 Desember 1949 berlaku UUD 1945. UUD 1945 terdiri dari bagian
pembukaan, batang tubuh (16 bab), 37 pasal, 4 pasal Aturan Peralihan, 2 ayat Aturan Tambahan dan
bagian penjelasan.
b. Periode 27 Desember 1949 - 17 Agustus 1950 berlaku UUD RIS. UUD RIS terdiri atas 6 bab, 197
pasal dan beberapa bagian.
c. Periode 17 Agustus 1950 – 5 Juli 1959 berlaku UUDS 1950 yang terdiri atas 6 bab, 146 pasal dan
beberapa bagian.
d. Periode 5 Juli 1959 – sekarang kembali berlaku UUD 1945.

Konstitusi RIS tau UUD RIS 1945 terdiri atas :

a. Mukadimah yang tediri atas 4 alinea
b. Bagian batang tubuh yang terdiri atas 6 bab, 197 pasal dan lampiran.
Beberapa ketentuan pokok dalam UUD RIS 1949 antara lain :
a. Bentuk Negara adalah serikat, sedang bentuk pemerintahan adalah republic.
b. System pemerintahan adalah parlementer . Dalam sisitem pemerintahan ini, kepala pemerintahan
dijabat oleh seorang perdana menterei. Perdana Menteri RIS saat itu adalah Moh.Hatta.
2. Proses Amandemen UUD 1945
Amandemen artinya perubahan.
a. Amandemen pertama terjadi pada Sidang Umum MPR Tahun 1999, Disahkan 19 Oktober 1999
b. Amandemen kedua terjadi pada Sidang Tahunan MPR, Disahkan 18 Agustus 2000
c. Amandemen ketiga terjadi pada Sidang Tahunan MPR, Disahkan 10 November 2001
d. Amandemen keempat terjadi pada Sidang Tahunan MPR, Disahkan 10 Agustus 2002
3. Isi Undang-Undang Dasar Negara Indonesia Tahun 1945
o Pembukaan UUD 1945 merupakan bagian yang penting dalam konstitusi Negara Indonesia.
Pembukaan UUD 1945 berisi 4 alinea sebagai pernyataan luhur bangsa Indonesia.

o Alinea pertama berisi pernyataan objektif adanya penjajahan terhadap Indonesia. Selanjutnya
mengandung pernyataan subjektif bangsa Indonesia bahwa penjajahan harus dihapuskan karena
tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
o Alinea kedua berisi pernyataan bahwa perjuangan yang dilakukan bangsa Indonesia selama ini
telah mampu menghasilkan kemerdekaan.
o Alinea ketiga mengandung makna adanya motivasi spiritual bangsa Indonesia
o Alinea keempat berisi langkah-langkah sebagai kelanjutan dalam bernegara.

Sabtu, 09 Januari 2010

Dasar Negara dan Konstitusi

A. DASAR NEGARA
Dasar Negara memiliki padanan kata Philosophische Grondslag (Belanda) yang berarti norma
dasar dan Weltanschauung (Jerman) yang berarti pandangan mendasar tentang dunia.
Dasar Negara adalah... fondasi pokok untuk menyelenggarakan Negara, yang berfungsi
sebagai falsafah, pedoman hidup, pandangan hidup dan tujuan suatu Negara.

a). Kedudukan Dasar Negara
1. Yuridis Konstitusional yaitu mempunyai nilai dari suatu Negara
2. Imperatif, yaitu mengikat dan memaksa semua yang ada di dalam wilayah kekuasaan
hukum suatu Negara.
b). Fungsi Dasar Negara
1). Dasar berdiri dan tegaknya suatu Negara
2). Dasar kegiatan penyelenggaraan Negara
3). Dasar partisipasi warga Negara
4). Dasar pergaulan antar warga Negara
5). Dasar dan sumber hukum nasional

Quiz!
Apa yang akan terjadi apabila suatu negara memiliki dasar negara akan tetapi negara tersebut
tidak melaksanakan negara tersebut?

c). Pancasila
Dasar Negara Republik Indonesia adalah Pancasila adalah lima dasar, aturan atau norma yang
dijadikan sebagai dasar Negara, cita hukum, pandangan hidup, pedoman dan tujuan hidup
bangsa Indonesia.
Fungsi Dasar Pancasila, ada 2 yaitu:
1). Fungsi Regulatif
2). Fungsi Konstitutif

d). Sejarah Pancasila
Dasar Negara Indonesia yang kemudian dikenal dengan nama Pancasila, lahir pada tanggal 1
Juni 1945, dimana sebelumnya tanggal 29 Mei - 1 Juni BPUPKI yang merupakan lembaga
yang dibentuk oleh pemerintah Pendudukan Jepang melakukan rapat tentang dasar Negara
yang akan dipakai oleh Indonesia jika kelak telah mendapatkan kemerdekaan.
Tokoh-tokoh yang menyumbangkan pemikiran tentang dasar Negara yaitu:
1). Prof. Moh Yamin
2). DR. Soepomo
3). Ir. Soekarno

B. KONSTITUSI

Berasal dari bahasa Inggris “Constitution”, Bahasa Belandaa “Constitue” dan di Indonesia

disebut dengan istilah Undang-Undang Dasar (UUD).
a). Miriam Budiardjo
Konstitusi adalah peraturan baik yang tertulis dan tidak tertulis yang mengatur secara
mengikat tentang cara-cara bagaimana suatu pemerintahan diselenggarakan dalam suatu
masyarakat.
b). Paula B. Barthollomew
Konstitusi adalah seperangkat hukum-hukum fundamental dan prinsip-prinsip yang mengatur
bagaimana sebuah pemerintahan politis dijalankan
c). K.C. Wheare
Konstitusi adalah keseluruhan system ketatanegaraan suatu Negara, berupa kumpulan
peraturan yang mengatur atau memerintah dalam pemerintahan suatu Negara.

• Tujuan Konstitusi

1). Membatasi kekuasaan penguasa agar tidak bertindak sewenang-wenang
2). Melindungi HAM
3). Sebagai pedoman dalam penyelenggaraan Negara

• Kedudukan Konstitusi

1). Sebagai hukum dasar
2). Sebagai hukum tertinggi

• Nilai Konstitusi

1). Nilai Normatif
2). Nilai Nominal
3). Nilai Semantik

• Fungsi Konstitusi
1). Memabatasi perilaku pemerintahan secara efektif
2). Membagi kekuasaan dalam berbagai lembaga Negara
3). Menentukan lembaga Negara yang satu bekerjasama dengan lembaga lainnya
4). Menentukan hubungan diantara lembaga Negara

5). Menentukan pembagian hukum dalam Negara

• Macam-macam Konstitusi
1). Tertulis yaitu semua aturan dalam suatu Negara yang tertulis
2). Tidak tertulis, yaitu semua kebiasaan ketatanegaraan yang tidak tertulis

• Isi Konstitusi

Menurut Mirriam Budiardjo, Konstitusi memuat:
a. Organisasi Negara
b. HAM
c. Prosedur penyelesaian masalah pelanggaran hukum
d. Cara perubahan konstitusi dan larangan mengubah konstitusi
C. UUD 1945
Konstitusi Negara Indonesia adalah UUD 1945. Pokok-pokok pikiran pembukaan UUD 1945
yaitu:
1). Pokok pikiran persatuan
2). Pokok pikiran keadilan sosial
3). Pokok pikiran kedaulatan rakyat
4). Pokok pikiran Ketuhanan YME menurut dasar kemanusiaan yang adil dan beradab.

• Kedudukan Pembukaan UUD 1945

1). Tertib hukum tertinggi dan terpisah dari batang tubuh UUD 1945
2). Pokok kaidah hukum yang fundamental yang menentukan adanya UUD tersebut
3). Pokok kaidah negara yang fundamental
• Periode berlakunya Konstitusi di Indonesia
1. 18 Agustus 1945 – 27 Des 1949 ( UUD 1945 )
2. 27 Desember 1949 – 17 Agustus 1950 ( UUD RIS 1949 )
3. 17 Agustus 1950 – 5 Juli 1959 ( UUD 1950 )
4. 5 Juli 1959 – 21 Mei 1998 ( UUD 1945 )
5. 21 Mei 1998 – sekarang ( UUD 1945 yang diamandemen)

D. Amandemen UUD 1945

• Perubahan Konstitusi ada 2 macam yaitu:

1). Renewal (pembaharuan), yaitu UUD yang lama diganti dengan UUD yang baru
2). Amandemen (perubahan), yaitu UUD yang lama diubah tetapi UUD yang asli (terdahulu)
masih tetap berlaku
• Landasan amandemen UUD 1945 yaitu:
a). Pasal 3 UUD 1945 ”MPR menetapkan UUD dan GBHN”

b). Pasal 37 UUD 1945
c). Tap MPT RI No. IV/MPR/1983 tentang referendum
d). UU No. 5 Tahun 1985 tentang referendum

• Hasil Amandemen UUD 1945

Ditinjau dari aspek sistematika UUD 1945 terdiri atas 3 yaitu:
a. Pembukaan
b. Batang Tubuh
c. Penjelasan
Setelah diadakan pembukaan UUD 1945 terdiri dari 2 bagian yaitu:
a. Pembukaan
b. Pasal-pasal (sebagai pengganti istilah batang tubuh)

• Latar Belakang Amandemen UUD 1945

Perubahan UUD 1945 dimulai ketika Reformasi 1998. Reformasi tersebut membawa
perubahan yang besar dalam kehidupan bangsa Indonesia.
6 Visi Reformasi:
1. Amandemen UUD 1945
2. Penghapusan Dwi Fungsi ABRI
3. Otonomi yang luas
4. Penegakan supremasi hukum
5. Masyarakat demokratis (Madani)
6. Kebebasan berbicara
Tujuan amandemen adalah untuk menyempurnakan UUD 1945 bukan mengganti UUD 1945.
Kesepakatan MPR dalam melakukan amandemen UUD 1945 yaitu:
1). Tidak mengubah Pembukaan UUD 1945
2). Tetap mempertahankan NKRI
3). Mempertegas sistem presidensial
4). Penjelasan UUD 1945 yang memuat hal-hal normatif akan dimasukkan ke dalam pasal-
pasal (batang tubuh)

5). Perubahan UUD dilakukan dengan cara ”adendum”

Adendum adalah perubahan UUD 1945 dimana naskah asli UUD 1945 tetap dibiarkan utuh
sementara naskah perubahan diletakkan setelah naskah asli.

Naskah diolah dari berbagai sumber

Administrasi Negara

yang dikeluarkan lembaga survei tertentu. ”Keperluan melakukan akselerasi
perubahan adalah faktor utamanya. Kata kuncinya adalah akselerasi. Yang dilakukan bukan hanya
menggeser atau menggusur orang, namun juga membawa serta cara pandang baru, komitmen baru,

semangat baru, dan orientasi baru,” kata Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel

Sparingga kepada para wartawan melalui pesan singkat, Minggu (18/9/2011). Daniel mengatakan,
kesuksesan akselerasi ditentukan oleh tindakan cepat dan sigap. Karena itu, Presiden berharap
semua jajaran kementerian, lembaga negara, dan pemerintah daerah melakukan peningkatan

kinerja. ”Apa yang dicanangkan dalam tiga tahun ke depan adalah semata untuk bangsa ini. Tidak

untuk pencitraan atau legacy sekalipun. Tidak ada yang personal karena semuanya berurusan
dengan publik, dengan masa depan republik,” kata Daniel. Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia
(LSI) yang dirilis Minggu ini menyebutkan, kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono-Boediono kembali merosot. Saat ini hanya 37,7 persen publik yang puas
terhadap kinerja pemerintahan. Sebanyak 44,7 persen publik menyatakan tidak puas dan 17,7
persen tidak menjawab. ”Ini angka kecil untuk suatu kepuasan publik terhadap kebijakan atau
pemerintahan. Turun jauh di bawah 50 persen. Bisa dibilang (angka kepuasan) terjun bebas,” kata

Adjie mengawali pemaparan hasil survei. Sebelumnya, LSI sudah melakukan survei ketika 100 hari
pemerintahan pada Januari 2010. Saat itu mayoritas publik masih puas dengan angka 52,3 persen.

Survei kembali dilakukan saat satu tahun pemerintahan. Hasilnya, kepuasan turun menjadi 46,5
persen. ”Jadi dalam dua tahun, kepuasan publik turun 15 persen,” ujar Adjie. Dikatakan Adjie,
mayoritas responden di perkotaan menyatakan tidak puas terhadap kinerja pemerintahan dengan

angka 29,6 persen. Sebanyak 43,9 persen responden di desa masih menilai puas. ”Warga di kota
lebih punya akses informasi untuk mengikuti perkembangan kinerja pemerintahan,” katanya

03 November 2010

DASAR NEGARA DAN KONSTITUSI

A. HUBUNGAN DASAR NEGARA DENGAN KONSTITUSI

Dasar negara Indonesia adalah Pancasila. Pancasila merupakan ketetapan dasar atau pokok yang
mengatur kehidupan negara.
Latar belakang diputuskannya Pancasila sebagai dasar negara Indonesia adalah karena Pancasila
memuat nilai-nilai karakter dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.
Pancasila diresmikan menjadi dasar negara pada tanggal 1 Juni 1945 yang ditegaskan oleh Soekarno
dalam sidang BPUPKI.
Konstitusi merupakan ketentuan hukum dasar pokok yang sifatnya tertulis memuat watak dan
sebagai sumber berlakunya ketetapan hukum dan perundang-undangan lainnya dan konstitusi
negara Indonesia adalah UUD 1945.

Tinjauan terhadap pancasila :
** sebagai dasar negara, mengatur penyelenggaraan ketatanegaraan meliputi
IPOLEKSOSBUDHANKAM.
** sebagai pandangan hidup, pedoman tingkah laku bagi setiap warga negara.

1. Keterkaitan secara filosofis
Nilai filosofis adalah nilai-nilai yang sifatnya mendasar. Nilai filosofis UUD 1945 adalah sebagai
berikut.
Ditentukannya rumusan dasar negara Indonesia, yaitu Pancasila dalam Pembukaan UUD 1945.

2. Ditentukan tujuan nasional Indonesia merdeka dalam Pembukaan UUD 1945 alinea keempat,
yaitu:
melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia;
memajukan kesejahteraan umum;
mencerdaskan kehidupan bangsa; dan
ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan
keadilan sosial.
3. Pengakuan bahwa kemerdekaan yang dicapai berkat karunia Tuhan dan perjuangan seluruh
bangsa Indonesia.
2. Keterkaitan secara yuridis
Nilai yuridis adalah nilai mengenai hukum. UUD 1945 mempunyai nilai yuridis bagi negara Indonesia
yang akan mengatur kehidupan Indonesia dari segi: bentuk negara;
bentuk dan susunan pemerintahan;
hak dan kewajiban warga negara;
perekonomian nasional; dan
lambang identitas nasional, seperti bendera dan bahasa nasional.
Selain itu, UUD 1945 merupakan aturan hukum yang tertinggi tata urutan peraturan perundangan di
Indonesia. Segala aturan harus bersumber dan tidak boleh bertentangan dengan UUD.

3. Keterkaitan secara sosiologis
Nilai sosiologis adalah nilai yang menyangkut kehidupan sosial masyarakat. UUD 1945 menjadikan
kehidupan negara Indonesia mendapat dukungan dari segenap warga negara Indonesia.

B. SUBSTANSI KONSTITUSI NEGARA
Substansi konstitusi negara Indonesia adalah naskah yang merupakan rangka dan tugas-tugas pokok
dari badan-badan pemerintahan suatu negara Indonesia dan menentukan pokok-pokok kerja
tersebut berdasarkan pancasila.

Sejarah berlakunya konstitusi di Indonesia :
a). UUD 1945 : Bentuk negara kesatuan , Bentuk pemerintahan republik , Sitem pemerintahan
presidensil dan parlementer

b). Konstitusi RIS : Bentuk negara serikat , Bentuk pemerintahan uni , Sitem pemerintahan
parlementer
c). UUDS ‘50 : Bentuk negara kesatuan . Bentuk pemerintahan republik . Sitem pemerintahan
parlementer
c). UUD 1945 : Bentuk negara kesatuan , Bentuk pemerintahan republik ; Sitem pemerintahan
presidensil

C. KEDUDUKAN PEMBUKAAN UUD 1945
Pembukaan UUD 1945 mengandung unsur-unsur yang sifatnya mutlak dari pokok kaidah yang
fundamental menyangkut dasar dan tujuan negara, bentuk negara, dan falsafah negara.

a. Sumber Kekuasaan

1. Dalam alinea ketiga disebutkan bahwa pernyataan kemerdekaan itu adalah atas berkat rahmat
Allah Yang Maha Kuasa, hal ini bermakna bahwa kemerdekaan yang dinyatakan oleh rakyat
Indonesia itu semata-mata karena mendapatkan rahmat dan ridho Allah Yang Maha Kuasa. Suatu
pengakuan adanya suatu kekuasaan di atas kekuasaan manusia yang mengatur segala hal yang
terjadi di alam semesta ini. Dengan kata lain bahwa kekuasaan yang diperoleh rakyat Indonesia
dalam menyatakan kemerdekaan dan dalam mengatur kehidupan kenegaraan bersumber dari Allah
Yang Maha Kuasa.
2. Sementara itu dalam alinea keempat disebutkan bahwa negara Republik Indonesia tersusun
dalam bentuk kedaulatan rakyat, yang berarti bahwa sumber kekuasaan terletak di tangan rakyat.
Hal ini ditegaskan lebih lanjut dalam Bab I, pasal 1 ayat (2) yang menyatakan bahwa “kemerdekaan
adalah di tangan rakyat,…..”.

3. Dengan demikian terdapat dua sumber kekuasaan sekaligus, yakni bersumber pada Tuhan dan
bersumber pada rakyat.
4. Sebagai akibat maka perlu adanya suatu pola sistem penyelenggaraan pemerintahan sebagai
penerapan kekuasaan yang bersumber dari dua arah tersebut. Perlu dipikirkan bagaimana
menyusun suatu sistem yang mampu mengintegrasikan kedua sumber kekuasaan yang bersumber
dari Tuhan dan bersumber dari rakyat.

b. Hak Asasi Manusia
Perumusan hak asasi manusia dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar tidak begitu explisit, namun
bila kita cermati secara mendalam nampak dengan jelas bahwa Pembukaan UUD dijiwai oleh konsep
hak asasi manusia. Berikut kami sampaikan beberapa perumusan yang menggambarkan prinsip-
prinsip hak asasi manusia yang dapat kita temukan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar.
1. Kemerdekaan yang dinyatakan oleh rakyat Indonesia ini adalah untuk menciptakan kehidupan
kebangsaan yang bebas, salah satu hak asasi manusia yang selalu didambakan, dan dituntut untuk
dapat direalisasikannya.
2. Kemerdekaan negara Indonesia berciri merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Merdeka,
adil dan makmur merupakan suatu gambaran hak asasi manusia yakni hak kebebasan dan hak
mengejar kebahagiaan.
3. Keseluruhan alinea pertama merupakan penjabaran hak asasi manusia, yakni kebebasan dan
kesetaraan. Kemerdekaan, perikemanusiaan dan perikeadilan merupakan suatu penjabaran dari
kebebasan dan kesetaraan.
c. Faham Demokrasi
Negara Indonesia dengan jelas menganut faham demokrasi, yang mengakui kedaulatan di tangan
rakyat, serta susunan negara Republik Indonesia terbentuk dalam kedaulatan rakyat, yang
merupakan istilah lain dari demokrasi. Meskipun demokrasi yang diterapkan di negara Indonesia
hendaknya berdasar pada Pancasila.
d. Faham Persatuan
Yang diutamakan dalam kehidupan bernegara adalah keseluruhan rakyat Indonesia. Hal ini terbukti
dari rumusan-rumusan berikut :
1. Tujuan dibentuknya pemerintah negara Indonesia adalah untuk (1) melindungi segenap bangsa
Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia, (2) memajukan kesejahteraan umum, (3)
mencerdasakan kehidupan bangsa, dan (4) ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan
kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Hal ini menggambarkan bahwa kepentingan
umum diletakkan di atas kepentingan pribadi tanpa kepentingan pribadi dikorbankan atau

diabaikan.
2. Yang ingin diwujudkan dengan berdirinya negara Indonesia ini adalah suatu keadilan sosial bagi
seluruh rakyat Indonesia. Nampak dalam rumusan tersebut bahwa bukan kepentingan individu yang
ditonjolkan tetapi keseluruhan rakyat Indonesia.
3. Dalam penjelasan UUD 1945 disebutkan bahwa : “Negara” – begitu bunyinya – “melindungi
segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dengan dasar persatuan dengan

mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.” Dalam pembukaan ini diterima aliran

pengertian negara persatuan, negara yang melindungi dan meliputi segenap bangsa seluruhnya.

Negara, menurut pengertian “pembukaan” itu menghendaki persatuan, meliputi segenap bangsa

Indonesia seluruhnya. inilah suatu negara yang tidak boleh dilupakan.

D. SIKAP POSITIF TERHADAP KONSTITUSI NEGARA
1. Menghargai Jasa Para Pahlawan Kemerdekaan
Setiap warga negara harus menghargai dan berterima kasih kepada para pahlawan yang telah
memperjuangkan kemerdekaan Indinesia. Tanpa pengorbanan dan perjuangan mereka, mungkin
kemerdekaan terlambat atau gagal dicapai. Dengan demikian, sudah kewajiban setiap warga negara
untuk mempertahankan dan meneruskan apa yang dicita-citakan dan yang telah diperjuangkan oleh
para pahlawan.
2. Menaati Peraturan
Sebagai warga negara yang baik kita harus menaati peraturan yang berlaku, baik yang diatur dalam
UUD 1945 maupun peraturan hukum lain. Peraturan yang dibuat oleh pemerintah bertujuan
menciptakan kehidupan yang aman, tenteram, serasi, dan seimbang.
Oleh karena itu, sebagai generasi penerus, kita semua harus menaati peraturan yang berlaku di
Indonesia. Jika peraturan ditaati, Indonesia akan menjadi negara yang tertib dan generasi mudanya
hidup menjunjung tinggi hukum.
3. Mendukung upaya Pembangunan
Pembangunan yang dilakukan oleh bangsa Indonesia tidak lain adalah untuk kesejahteraan
rakyatnya. Sebagai warga negara dan generasi muda yang baik kelak akan menjadi penerus bangsa,
harus mendukung upaya pembangunan.
Generasi muda yang cerdas, cekatan, terampil, dan berwawasan luas sangat dibutuhkan oleh negara
kita yang sedang membangun. Generasi-generasi muda yang berkualitas akan memicu semakin
cepatnya upaya pembangunan

Diposkan oleh Koori Nagawa jam 2:25:00 PM

Persamaan Kedudukan Warga Negara dalam berbagai bidang kehidupan

Guru: Nurhadi

Pada bagian ini akan dibahas tentang edudukan warga negara dan pewarganegaraan, persamaan kedudukan
warga negara dalam berbagai aspek kehidupan, dan menghargai persamaan kedudukan tersebut tanpa
memandang suku, agama, ras, gender, dan golongan (SARA GENOL) yang selama ini masih belum terlaksana
dengan

baik.
Penyajian terdiri dari materi presentasi, uji kompetensi, dan tugas secara online. Bagi siswa resmi dapat

mengirimkan tugas atau mengerjakan uji kompetensi dan langsung tersambung ke administrasi nilai guru dan
masing-masing siswa. Selamat belajar!

5 February - 21 February

Materi lengkap SK 5 meliputi semua KD Persamaan Kedudukan WN ada di LKS (tautan di
bawah), silakan unduh dan dipelajari, diisi uji kompetensinya selama satu pekan.

LKS: SK 5 Persamaan kedudukan WN File

22 February - 28 February

Pertemuan 1 dan 2 membahas LKS SK 5 KD 1 dan 2

Siswa membahas LKS secara bersama-sama (kolaboratif), kemudian secara bergiliran
melaporkan hasil kerjanya ke guru setelah pembahasan melalui diskusi selesai.

Guru menilai LKS siswa dan memberikan feedback

Pertemuan ke-3 metode presentasi dan diskusi, khusus materi KD 3 sebagai penguatan dari isi LKS
KD 3.

SK 5 K 3 Persamaan Kedudukan WN tanpa membedakan SARA, budaya, dan golongan File

Bermain Peran

Pada kegiatan pembelajaran ini siswa dibagi menjadi bebrapa kelompok, masing-masing
mendiskusikan permasalahan-permasalahan aktual di dalam bidang ekonomi, polotik, sosial,
budaya, dsb (diundi guru).

Setelah mendapatkan topik dan memilih salah satu kasus yang menarik perhatiannya, siswa
membuat rancangan sosio drama dengan langkah-langkah:

Pertemuan I:

1. Menentukan judul drama

2. Mendiskusikan penulisan rancangan/garis besar: latar belakang, sinopsis, skenario,
pemeran, simpulan dan saran

3. Tugas menyusun rancangan diatas sampai jadi, diketik dalam Ms. Word ( 1 pekan)

Pertemuan II:

Mendiskusikan rancangan di depan kelas, serta latihan dan menentukan kostum (dinilai:
naskah rancangan, ide cerita, kerjasama, partisipasi, inisiatif, dan persamaan tanpa
membedakan kedudukan dalam kelompoknya)

Pertemuan III:

Mendemonstrasikan sosio drama yang sudah dirancang secara bergiliran (durasi masing-
masing peran sekitar 10 menit). Yang dinilai kekompakan, penampilan, pemahaman siswa
atas simpulan isi drama melalui tes lisan)

Catatan: naskah rancangan skenario (word) dan pelaksanaan drama didokumentasikan
(video)

Sosio drama, "Persamaan kedudukan warga negara tanpa membedakan SARAG"

Assignment

Apa Saja Hak Konstitusional Kita sebagai WNI?
Diposting oleh : IKI Penulis : Sekretariat IKI
Kategori: Kewarganegaraan - Dibaca: 232 kali

40 Hak Konstitusional Warga Negara Indonesia:

I. Hak Atas Kewarganegaraan

1. Hak atas status kewarganegaraan Pasal 28D (4)
2. Hak atas kesamaan kedudukan di dalam hokum dan pemerintahan Pasal 27 (1), Pasal 28D (1), Pasal 28D (3)

II. Hak Atas Hidup

3. Hak untuk hidup serta mempertahankan hidup dan kehidupannya. Pasal 28A, Pasal 28I (1)
4. hak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang Pasal 28B (2)

III. Hak Untuk Mengembangkan Diri

5. Hak untuk mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasar, mendapat pendidikan, dan
memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya. Pasal 28C (1)
6. Hak atas jaminan social memungkinkan pengembangan dirinya secara utuh sebagai manusia yang
bermartabat Pasal 28H (3)
7. Hak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosial
Pasal 28F

8. Hak mendapat pendidikan Pasal 31 (1), Pasal 28C (1)

IV. Hak Atas Kemerdekaan Pikiran & Kebebasan Memilih

9. Hak atas kemerdekaan pikiran dan hati nurani Pasal 28I (1)
10. Hak atas kebebasan meyakini kepercayaan Pasal 28E (2)
11. Hak untuk bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya Pasal 28E (1), Pasal 29 (2)
12. Hak untuk bebas memilih pendidikan dan pengajaran , pekerjaan, Kewarganegaraan, tempat tinggal Pasal
28E (1)
13. Hak atas kebebasan berserikat dan berkumpul Pasal 28E (3)
14. Hak untuk menyatakan pikiran dan sikap sesuai dengan hati nurani Pasal 28E (2)

V. Hak Atas Informasi

15. Hak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi Pasal 28F
16. Hak untuk mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi dengan
menggunakan segala jenis swaluran yang tersedia Pasal 28F

VI. Hak Atas kerja & Penghidupan Layak

17. Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan Pasal 27 (2)
18. Hak untuk bekerja dan mendapat imbalan dan perlakuan yang adil dan layak dalam hubungan kerja Pasal
28D (2)
19. Hak untuk tidak diperbudak Pasal 28I (1)

VII. Hak Atas Kepemilikan & Perumahan

20. Hak untuk mempunyai hak milik pribadi Pasal 28H (4)
21. Hak untuk bertempat tinggal Pasal 28H (1)

VIII. Hak Atas Kesehatan & Lingkungan Sehat

22. Hak untuk hidup sejahtera lahir dan batin Pasal 28H (1)
23. Hak untuk mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat Pasal 28H (1)
24. Hak untuk memperoleh pelayanan kesehatan Pasal 28B (1)_

IX. Hak Berkeluarga

25. Hak untuk membentuk keluarga Pasal 28B (1)

X. Hak Atas Kepastian Hukum & Keadialan

26. Hak atas pengakuan, jaminan dan perlindungan dan kepastian hokum yang adil Pasal 28D (1)
27. Hak atas perlakuan yang sama di hadapan hukum Pasal 28D (1), Pasal 27 (1)
28. Hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum Pasal 28 (1)

XI. hak Bebas Dari Ancaman, Diskriminasi & Kekerasan

29. Hak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu
yang merupakan hak asasi Pasal 28G (1)
30. Hak untuk bebas dari penyiksaan atau perlakuan yang merendahkan derajat martabat manusia Pasal 28G
(2)
31. Hak untuk bebas dari perlakuan diskriminatif atas dasar apapun Pasal 28I (2)
32. Hak untuk mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang
sama guna mencapai persamaan dan keadialan. Pasal 28H (2)

XII. Hak Atas Perlindungan

33. Hak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang di bawah
kekuasaanya Pasal 28G (1)
34. Hak untuk mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif Pasal 28I (2)
35. Hak atas perlindungan identitas budaya dan hak masyarakat tradisional yang selaras dengan
perkembangan zaman dan peradaban Pasal 28I (3)
36. Hak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi Pasal 28B (2), Pasal 28I (2)
37. Hak untuk memperoleh suaka politik dari negara lain Pasal 28G (2)

XIII. Hak Memperjuangkan Hak

38. Hak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif Pasal 28C (2)
39. Hak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat Pasal 28, Pasa

Jakarta (ANTARA News) – Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM) menilai
ada kejanggalan pada kasus kekerasan yang terjadi pada Jamaah Ahmadyah pada Minggu
(6/2) di Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten.

“Ada kejanggalan yang terjadi dalam kasus Pandeglang, di mana jumlah pasukan

pengamanan tidak berimbang dengan jumlah massa dan aparat kepolisian telah mengetahui
rencana aksi itu dua hari sebelumnya,” kata Komisioner Komnas HAM M. Ridha Saleh di
Jakarta, Kamis.

Ia menduga ada rekayasa dalam kasus kekerasan yang menimpa warga Ahmadiyah di
Pandeglang sehingga pihaknya membentuk tim investigasi.

“Secepatnya tim investigasi akan menyelidiki kasus tersebut,” katanya.

Untuk menyelidiki kasus tersebut, kata Ridha, Komnas HAM akan memanggil kapolri dan
petinggi-petinggi lainnya yang berkaitan dengan kasus ini untuk mendapatkan informasi
kebijakan apa yang dibuat dalam menyelesaikan kasus tersebut.

Sementara itu, sejumlah aktivis yang mendatangi kantor Komnas HAM, yang meminta
Komnas HAM memanggil Presiden SBY, Kapolri dan Menko Polhukam menuding
penyerangan Jemaat Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten dan kerusuhan di
Temanggung, Jawa Tengah, diduga kuat sebagai pengalihan isu.

Aktivis Petisi 28, Hartsa Mashirul, mengatakan, pengalihan isu adalah kebohongan
pemerintah terhadap bangsa dan negara yang diangkat oleh tokoh lintas agama.

Ia menilai ada kemiripan motif antara kasus kekerasan agama di Cikeusik dan Temanggung
dengan kasus konflik Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan
(AKKBB) dengan Front Pembela Islam (FPI), di Monas pada 1 Juni 2008.

Kasus di Monas tujuannya untuk mengubur isu dan gerakan perlawanan terhadap kenaikan
harga BBM (bahan bakar minyak), sedangkan kekerasan agama di Cikeusik dan Temanggung
mengubur isu kebohongan, korupsi, dan isu rencana pemerintah melarang konsumsi premium
kepada kelas menengah.

“Untuk mengalihkan isu vertikal caranya dengan menciptakan konflik horizontal. Paling
efektif ya dengan cara kekerasan atas nama agama,” katanya.

Hartsa mengecam tindakan pemerintah yang dinilainya melakukan pembiaran atas kekerasan
yang menewaskan tiga orang Jemaat Ahmadiyah di Cikeusik. Dia menilai pemerintah harus
bertanggungjawab.(*)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->