PENDAHULUAN A.

LATAR BELAKANG Sakit kepala merupakan gejala yang paling sering di keluhkan oleh seorang pasien saat berkunjung ke seorang dokter. Namun karena sering di dengar dan biasanya di kemukakan secara samar-samar, maka keluhan ini justru termasuk keluhan atau gejala yang pada umumnya masih dianggap ringan dan tidak di tanggapi secara tepat.(1,2,3) Sakit kepala sendiri bisa di sebabkan oleh karena faktor fisik dan psikis. Untuk sakit kepala yang di sebabkan oleh faktor fisik memang mudah untuk di diagnosa karena pada pasien akan di temukan gejala fisik lain yang menyertai sakit kepala, namun tidak begitu halnya bila sakit kepala di sebabkan oleh faktor psikis untuk itu di perlukan waktu yang lebih lama untuk mencai tahu penyebabnya. Migrain merupakan salah satu penyakit tertua yang telah di deskripsikan oleh Galen pada tahun 200 M, dalam bukunya di gambarkan nyeri kepala yang disebut hernicrania, dari istilah tersebut muncul istilah migrain yang digunakan samapai saat ini. Migrain kadang kala agak sulit di bedakan dengan sakit kepala jenis lain. Migrain adalh sakit kepala yang sering kita jumpai di masyarakat. Migrain merupakan salah satu sakit kepala dengan gejala yang cukup berat dan berulang. Selain sakit kepala yang khas pada satu sisi kepala ( beberapa kasus bisa menyerang kedua sisi kepala ), bersamaan dengan itu pasien juga merasakan gejala lain seperti gangguan pada penglihatan dan mual-mual. Sebelum pasien merasakan sakit kepala migrain, terlebih dahulu mereka akan merasakan semacam aura ( gejala peringatan akan timbulnya migrain ) seperti kepala terasa berdenyut-denyut. (1,2,3)

TINJAUAN PUSTAKA 1. DEFINISI Secara umum migrain merupakan nyeri kepala berulang yang idiopatik, dengan serangan nyeri yang berlangsung 4-72 jam, biasanya sesisi, sifatnya berdenyut, intensitas nyeri sedang-berat , di perhebat oleh aktivitas fisik rutin, dapat disertai nausea, photofobia dan fonofobia. Migrain termasuk salah satu jenis nyeri kepala primer. (1,2,3) Menurut Blau, Migren di definisikan sebagai nyeri kepala yang berulang-ulang dan berlangsung 2-72 jam dan bebas nyeri antara serangan nyeri kepalanya harus berhubungan dengan gangguan visual atau gastrointestinal atau kedua-duanya Migrain bukan penyakit yang boleh dianggap enteng. Penyakit ini menyerang saraf dikepala yang menyebabkan sakit kepala yang parah sehingga dapat membuat orang menjadi lemah.

2. EPIDEMIOLOGI Menurut Nurpin Pain Report sebanyak 73% nyeri pada kepala adalah tipe nyeri yang paling sering dialami. Hasil penelitian yang di lakukan oleh Lipton, steward dan korff (1997), migrain mengenai hampir 30 juta oarng di amerika serikat. Setelah itu The American Migrain Study II dengan melakukan survey terhadap 20.000 rumah tangga. Studi replikasi yang baru ini memperlihatkan bahwa selama dekade terakhir, prevalensi dan distribusi migrain tetap stabil. Prevalensi Migrain adalah : ℵ 18.2% wanita ℵ 6,5& laki-laki ℵ Sebelum usia 12 tahun, migrain lebih sering pada anak laki-laki di banding anak perempuan. ℵ Setelah pubertas, migen semakin sering dijumpai pada anak perempuan di banding anak lakilaki

larsen dan Lauritzen (1981). coklat. Leao pertama melakukan percobaan pada kelinci. perubahan sensivitas sistem saraf da aktivasi sistem trigeminal-vaskular.3) 1. Stress dan kecemasan 3. di duga sebagai gangguan neurobiologis. misalnya tidak ada fase vase vasodilatasi pada pengamatan pada manusia. Cuaca terutama pada cuaca tekanan rendah 7. eksperimen perubahan aliran darah memberikan kesan bahwa manifestasi migren terletak primer di otak dan kelainan vaskular adalah sekunder. Ini didasarkan atas tiga percobaan binatang : (2. Terdapat persamaan antara percobaan bianatang leao dan migren klinikal. Mereka mengambil kesimpulan bahwa penurunan aliran darah otak regional yang meluas kedepan adalah akibat dari depresi yang meluas. dan aliran darah yang berkurang berlangsung terus setelah gajala aura. Makanan dan minuman. Sekarang di perkirakan kelainan primer di otak. seperti : alkohol. Pada waktu serangan migren klasik. Kecepatan perjalanannya di perkirakan 2-5 mm/menit dan di dahului oleh fase rangsangan sel neuron otak yang berlangsung cepat. Dengan pengukuran aliran darah otak regional pada penderita-penderita migren klasik. Faktor herediter 11. 4. akan tetapi terdapat juga perbedaan yang penting. 8. susu. Menstruasi biasanya pada hari pertama menstruasi atau sebelumnya (perubahan hormonal) 2. Jadi sama dengan perjalanan aura pada migren klasik. Ia menemukan bahwa depresi yang meluas timbul akibat reaksi terhadap semacam rangsang lokal pada jaringan korteks otak. .ℵ Pada usia 20 tahun rasio migren pada perempuan terhadap laki-laki adalah sekitar 2:1 (1. ETIOLOGI Sampai saat ini belum di ketahui dengan pasti faktor penyebab migrain. Penyakit kronik misal penyakit ginjal kronik 10. kejua dan buah-buahan.4) 1. Depresi yang meluas ini adalah gelombang yang menjalar akibat penekanan aktivitas sel neuron otak spontan. Psikis baik pada peristiwa duka maupun peristiwa bahagia. Perjalanan dan meluasnya gelombang sama dengan yang terjadi waktu kita melempar batu ke dalam air. Diketahui ada beberapa faktor pencetus timbulnya serangan migren yaitu : (1. Cahaya kilat atau berkedip 6. Terlambat makan 4.2. 5. Penekanan aktivitas sel neuron otak yang menjalar dan meluas (spreading depression dari Leao) Teori depresi yang meluas leao (1944).2.3) 3. sehingga migren termasuk dalam nyeri kapala primer. mereka menemukan penurunan aliran darah pada bagian belakang otak yang meluas ke depan dengan kecepatan yang sama seperti pada depresi yang meluas. Meskipun demikian. Percobaan ini di tunjang oleh penemuan Oleson. dapat menerangkan timbulnya aura pada migrain klasik. PATOFISOLOGI Dulu migran oleh Wolff di sangka sebagai kelainan pembuluh darah (teori vaskular). Faktor kepribadian. Sedangkan keianan di pembuluh darah sekunder. Banyak tidur atau kurang tidur 9.

dan selanjutnya menstimulasi impuls sensorik perivaskuler afferens dari nervus trigeminus (N V) sehingga menimbulkan nyeri kepala yang sifatnya berdenyut. sosis yang ada bahan penyawetnya. coklat. pisang. Rangsangan pada inti-inti ini menyebabkan vasokonstriksi pembuluh darah otak sesisi dan vasodilatasi pembuluh darah di luar otak. misalnya buah jeruk. Pencetus (trigger) migren berasal dari : (2. Beberapa proses tertentu mencetuskan reaksi pada sistem noradrenergik (NA) batang otak melalui locus coeruleus (LC) dan sistem serotonergik (5-HT) melalui nukleus rafe dorsalis (RN) dan sistem trigeminovaskular. 3. yang melibatkan dua sistem sekaligus. Dulu kita mengira bahwa serotoninlah yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah pada fase aura. SP. Faktor pencetus timbulnya migren dapat dibagi dalam faktor ekstrinsik dan faktor intrinsik. kadar serotonin dalam plasma meningkat. Obat-obat anti serotonin misalnya cyproheptadine (Periactin®) dan Pizotefin (Sandomigran® . terik matahari. Ini semua berasal dari gangglion nervus trigeminus sesisi. Seperti di ketahui. Faktor ekstrinsik. Pemikiran sekarang mengatakan bahwa serotonin bekerja melalui sistem trigemino-vaskular yang menyebabkan rasa nyeri kepala dan pelabaran pembuluh darah. sistem sraf pusat dan pembuluh darah perifer. waktu serangan migren. sehingga timbulnya aura. Teori ini menerangkan vasokonstriksi pembuluh darah di dalam otak dan vasodilatasi pembuluh darah di luar otak. Selain itu.Mosegor®) bekerja pada sistem ini untuk mencegah migren.4) Pembuluh darah di otak dipersarafi oleh serat-serat saraf yang mengandung. Sala satu terori lagi mengenai migren adalah teori unifikasi yang di ajukan oleh Lance (1993). Selanjutnya inflamasi neurogenik melalui pelepasan retrograt neuropeptida vasoaktif dan lokal iskemia karena adanya hubungan arteriovenosa akan meningkatkan sensari nyeri. Di katakan bahwa migren menstruasi ini jarang terdapat. Pemberian pil KB dan waktu menopause sering memperngaruhi serangan migren. Korteks serebri : sebagai respon terhadap emosi atau sterss . neurokinin-A (NKA) dan calcitonin gene related paptid (CGRP).4) Inti-inti saraf di batang otak misalnya di rafe dan lokus serules mempunyai hubungan dengan reseptor–reseptor serotonin dan noradrenalin. Selain itu terdapat penekanan reseptor –reseptor nyeri yang letaknya lebih rendah di sumsum tulang daerah leher. baik emosional maupun fisik atau setelah istirahat dari ketegangan. makanan tertentu. Reaksi-reaski tersebut mungkin menginduksi dilatasi arteri dan monostomosa arterivenosa pada sirkulasi kranial (dural dan kulit kepala). Juga dengan pembuluh darah otak yang letaknya lebih tinggi dan sumsum tulang daerah leher yang letaknya lebih rendah. Proyeksi/pacuan dari LC ke korteks serebri dapat mengakibatkan oligemia kortikal dan mungkin meyebabkan penekanan aliran darah. rangsangan oleh serotonin (5hydroxytryptamine) pada ujung-ujung saraf perivaskular menyebabkan rasa nyeri dan pelebaran pembuluh darah sesrisi. dan CGRP menimbulkan pelebaran pembuluh darah arteri otak. substansi P (SP). lingkungan kerja yang kurang menyenangkan . misalnya di pelipis yang melebar dan berdenyut. keju. minuman yang mengandung alkohol.4) 1. Inti-Inti Saraf Di Batang Otak(2. Sistem Trigemino-Vaskular(2. misalnya ketegangan jiwa (stress). hanya di dapat pada 3 dari 600700 penderita. misalnya perubahan hormonal pada wanita yang nyeri kepalanya berhubungan dengan hari tertentu siklus haid. Sedangkan pacuan dari hipotalamus akan menimbulkan fotofobia. faktor intrinsik.2. Lain-lain faktor pencetus seperti hawa terlalu panas. NKA. Mual dan muntah mungkin di sebabkan oleh kerja dopamin atau serotonin pada pusat muntah di batang otak (chemoreseptor trigger zone/CTZ).

5. Hipotalamus sebagai respon terhadap “jam internal” atau perubahan lingkungan internal (perubahan hormonal). 3. tapi telah disingkirkan dengan pemeriksaan penunjang yang memadai (misalnya : MRI atau CT Scan Kepala) Diagnosis migren tanpa Aura : Kriteria :  2 dari 4 karakteristik grup A  1 dari 2 karakteristik grup B Grup A 1.  Selama nyeri kepala. Nyeri kepala unilateral 2. Nyeri sedang atau berat dan dapat menghambat/ mambatasi kegiatan 4. angiografi. Terdapat nausea atau vomit 2. cahaya yang menyilaukan. Migren sederhana atau migren tanpa aura (common migraine)   Nyeri kepala selama 4-72 jam tanpa terapi.5) Klasifikasi migren menurut International Headache Society (IHS) : 1. Pada anak-anak kurang dari 15 tahun.4. suara bising. Di perberat dengan naik tangga atau aktivitas fisik rutin. Nyeri kepala berdenyut 3. Bau-bau tajam 4. Terdapat fotofobia/fonofobia . makanan/minuman. Grup B 1. Nyeri diperberat oleh aktivitas fisik rutin. Sirkulasi karotis interna atau karotis eksterna : sebagai respon terhadap vasodilatasi. KLASIFIKASI(2. Talamus : sebagai respon terhadap stimulasi afferen yang berlebihan .2. 5. minimal satu dari gejala berikut muncul :   Mual atau muntah Fotofobia atau fonofobia  Minimal terdapat satu dari berikut :   Riwayat dan pemeriksaa fisik tidak mengarah pada kelainan lain Riwayat dan pemeriksaan fisik mengarah pada kelainan lain. nyeri kepala dapat berlangsung 20-48 jam Nyeri kepala minimal mempunyai dua karakteristik berikut ini :     Lokasi unilateral Kualitas berenyut Intensitas sedang sampai berat yang menghambat aktivitas sehari-hari.

Satu atau lebih simptom aura reversibel Simptom aura berlangsung lebih dari 4 menit Aura yang tidak berakhir lebih dari 60 menit Nyeri kepala mengikuti dalam 60 menit setelah aura berakhir 3. seringkali nystagmus atau muntah yang timbul secara sporadis dalam waktu singkat . Migren tipe lain  Migren with prolonged aura Memenuhi kriteri migren dengan aura tetapi aura terjadi selama lebih dari 60 menit dan kurang dari 7 hari. penurunan pendengaran. parestesia bilateral. 4. ataksia. penurunan kesadaran. tinitus.seperti membungkuk atau naik tangga 2. diplopia. paresis bilateral atau penurunan derajat kesadaran. paresis. tinitus. gejala visual pada hemifield kedua mata. disartria. gejala visual pada hemifield kedua mata.  Nyeri kepala  Sama dengan migrain tanpa aura Diagnosis migren dengan aura : Kriteria : 3 dari 4 karakteristik 1. penurunan kesadaran)  Gejala aura timbul terhadap selama lebih dari 4 menit atau lebih gejala. cemas. 2. diplopia. Migren dengan aura (classic migraine)  Terdiri dari empat fase yaitu fase : prodormal. fase nyeri kepala dan fase postdormal.  Aura dengan minimal dua serangan sebagai berikut  Satu gejala aura mengindikasikan disfungsi CNS fokal (mis. Migraine aura without headache ( menggantikan migraine equivalent atau achepalic migraine)  Memenuhi kriteria migren dengan aura tetapi tanpa di sertai nyeri kepala  Childhood periodic syndromes yang bisa menjadi precursor atau berhubungan dengan migren  Benign paroxysmal vertigo of childhood Episode disekuilibrium.  Basilar migren (Menggantikan basilar artery migriane) Memenuhi kriteria migren dengan aura dengan dua atau lebih gejala aura sevagai berikut : vertigo. vertigo. ataksia. parestesia. . disarteria. fase aura. 3.

bourbon). . Pada terapi preventif atau profilaksis migrain terutama bertujuan untuk mengurangi frekwensi.9) Penatalaksaan migrain secara garis besar dibagi atas mengurangi faktor resiko. biasanya sulit dibedakan menjadi iritabel. Boursault. 2. berlangsung beberapa jam sampai beberapa hari. tidak selalu timbul. walau pada terapi nonfarmaka juga dapat bertujuan untuk abortif dan pencegahan. sebelum timbul nyeri kepala. akan tetapi defisit neurologis tidak sembuh sempurna dalam 7 hari dan atau pada pemeriksaan neuroimaging di dapatkan infrak iskemik di daerah yang sesuai. makanan yang harus dihindari adalah: MSG. terapi farmaka dengan memakai obat dan terapi nonfarmaka. Aura merupakan gejala fokal neurologi yang komplek dan dapat timbul sebelum. Mengurangi faktor risiko/pencetus ℵ Stres dan kecemasan ℵ Kurang atau telalu banyak tidur. dan dapat pindah kesisi lainnya. obat hormonal . ℵ Hipoglikemia (terlambat makan) ℵ Kelelahan ℵ Perubahan hormonal seperti haid. biasnya 60% unilateral. antara lain : 1. PENATALAKSANAAN (3. Secara umum. Gruyere. Terapi farmaka dibagi atas dua kelompok yaitu terapi abortif (terapi akut) dan terapi preventif (terapi pencegahan). coklat. cheddar. prot.6. maka jenis makanan tersebut harus diidentifikasi dengan cara menambahkan satu jenis makanan sampai gejala muncul. Brie.5) Serangan migren ada empat fase. scotch. pada saat atau setelah serangan nyeri kepala. beberapa minuman beralkohol (anggur merah. sherry. keju (Colby. dan aspartame. Fase aura : berlangsung 0-60 menit. bleu. mozzarella. (2. Romano). hiperaktif atau depresi. perubahan jadwal seperti jetlag. Fase Prodrome : 1-24 jam. Diet dilakukan selama 1 bulan. 1.4.Kadar estrogen yang berfluktuasi atau dapat dilakukan dengan menghentikan pil KB atau obat-obat pengganti estrogen ℵ Diet Menghindari makanan tertentu cukup membantu pada 25-30% penderita migrain.8. durasi dan beratnya nyeri kepala.Pemeriksaan neurologis normal Pemeriksaan EEG normal  Migraine infraction (menggantikan complicated migraine) Telah memenuhi kriteria migren dengan aura Serangan yang terjadi sama persis dengan serangan sebelumnya. Apabila setelah 1 bulan gejala tidak membaik. Parmesan. Penyebab infark yang lain disingkirkan dengan pemeriksaan yang memadai. Roquefort. dapat menjelang nyeri kepala atau dengan nyeri kepala . Fase postdrome : pasca gejala nyeri kepala. Apabila makanan menjadi pencetus gejala. 6. Nyeri kepala Bilateral tidak dapat menyingkirkan diagnosa migren 4. Fase sefalgia : berlangsung 4-72 jam. berarti modifikasi diet tidak bermanfaat. 3. Terapi abortif merupakan pengobatan pada saat serangan akut yang bertujuan untuk meredakan serangan nyeri dan disabilitas pada saat itu dan menghentikan progresivitas.

keju). Kombinasi antara asetaminofen dengan aspirin atau OAINS serta penambahan kafein dikatakan dapat menambah efek analgetik. Dosis obat harus adekuat baik secara obat tunggal atau kombinasi.a. Secara umum dapat dikatakan bahwa terapi memakai analgesia nonspesifik masih dapat menolong pada migrain dengan intensitas nyeri ringan sampai sedang. Naproksen. Terapi farmaka migrain 1. Ketorolak IM membantu pasien dengan mual atau muntah yang berat. Pada umumnya pemberian analgesia opioid dihindari.Sebaiknya dibuat diari makanan selama mengidentifikasi makanan apa yang menjadi pencetus migrain. MSG). 1.nonadrenergik dan dopamin. Pemberian antiemetik akan membantu penyerapan lambung di samping meredakan gejala penyerta seperti mual dan muntah. Domperidon atau metoklopramid sebagai antiemetik dapat diberikan saat serangan nyeri kepala atau bahkan lebih awal yaitu pada saat fase prodromal. Fase prodromal migrain dihubungkan dengan gangguan pada hipotalamus melalui neurotransmiter dopamin dan serotonin. Terapi Abortif Pada terapi abortif dapat diberikan analgesia nonspesifik yaitu analgesia yang dapat diberikan pada kasus nyeri lain selain nyeri kepala. Pada migrain anak dapat diberikan asetaminofen atau ibuprofen. Ketoprofen. Indometasin. Analgesik nonspesifik Yang termasuk analgesia nonspesifik adalah asetaminofen (parasetamol). terutama mengaktivasi reseptor 5HT I B / 1 D. dan atau analgesia spesifik yang hanya bekerja sebagai analgesia nyeri kepala. aspirin dan obat anti inflamasi nonsteroid (OAINS). sementara makanan lain baru menimbulkan gejala setelah 1 hari (coklat. Pasien diminta meminum obatnya begitu serangan migrain terasa. Golongan fenamat.b. 1. karena beberapa jenis makanan dapat langsung menimbulkan gejala (anggur merah. Beberapa obat OAINS yang telah diteliti diberikan pada migrain antara lain adalah: ℵ ℵ ℵ ℵ ℵ ℵ ℵ Diklofenak. Ketorolak. Pada wanita hamil hindari pemberian OAINS setelah minggu ke 32 kehamilan. Pada kasus sedang sampai berat atau berespons buruk dengan OAINS pemberian analgesia spesifik lebih bermanfaat. Apabila satu OAINS tidak efektif dapat dicoba OAINS yang lain. 2. dihidroergotamin (DHE) dan golongan triptan yang merupakan agonis selektif reseptor serotonin pada 5-HT1. Kemungkinan timbulnya efek samping antiemetik seperti sedasi dan parkinsonism pada orang tua patut diperhatikan. Analgesik spesifik Yang termasuk analgesik spesifik yang sering digunakan adalah ergotamin. dan dengan dosis masing-masing obat yang lebih rendah diharapkan akan mengurangi efek samping obat. . Ibuprofen. Mekanisme kerja OAINS pada umumnya terutama menghambat enzim siklooksigenase sehingga sintesa prostaglandin dihambat. α1dan α 2. Efek samping pemberian OAINS perlu dipahami untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Di samping itu ergotamin dan DHE juga berikatan dengan reseptor 5-HT2.

eletriptan. Sumatriptan dapat meredakan nyeri. Terapi episodik diberikan apabila faktor pencetus nyeri kepala dikenal dengan baik sehingga dapat diberikan analgesia sebelumnya. Terapi preventif kronis akan diberikan dalam beberapa bulan bahkan tahun tergantung respons pasien. kramp abdominal. jangka pendek (subakut) atau jangka panjang (kronis). mengantuk. Penyebab lain yang menjadi penghambat adalah preparat ini di Indonesia hanya tersedia dalam bentuk oral dan dari golongan triptan hanya ada sumatriptan. naratriptan. fotofobia dan fonofobia sehingga memperbaiki disabilitas pasien. Biasanya diambil patokan minimal dua sampai tiga bulan. Dosis dibatasi tidak melebihi 10 mg/minggu. Pertimbangan harga kadang menjadi penghambat dipakainya analgesia spesifik ini. Analgesik triptan pada migrain 2. Ergotamin biasanya diberikan pada episode serangan tunggal. Kombinasi ergotamin dengan kafein bertujuan untuk menambah absorpsi ergotamin selain sebagai analgesik pula.Analgesik spesifik dapat diberikan pada migrain dengan nyeri sedang sampai berat. Ergotamin dan DHE diberikan pada migrain sedang sampai berat apabila analgesia nonspesifik kurang terlihat hasilnya atau memberi efek samping. Kontra indikasi antara lain adalah pasien. yang berisiko penyakit jantung koroner. gagal hati dan sepsis. mual. disforia. Efek samping berupa dizziness. Ergot lebih murah dibanding golongan triptan tetapi efek sampingnya lebih besar. Dosis awal sumatriptan adalah 50 mg dengan dosis maksimal dalam 24 jam 200 mg. kardiovaskuler dan penyakit pembuluh perifer (hati-hati pada pasien > 40 tahun) serta gagal ginjal. migrain tipe basiler. hipertensi yang tidak terkontrol. Dosis dan cara pemberian ergotamin dan DHE harus diperhatikan. Nama obat CaraPemberian NNT (95% Cl) :       Sumatriptan 6 mg SC Rizatriptan 10 mg oral Eletriptan 80 mg oral Zolmitriptan 5 mg oral Eletriptan 40 mg oral Sumatriptan 20 mg intranasal       Sumatriptan 100mg oral Rizatriptan 2. Efek samping yang mungkin timbul antara lain mual. Kecenderungan pemakaian obat yang berlebih pada terapi abortif. . dizziness. Golongan triptan generasi kedua (zolmitriptan.5 mg oral Eletriptan 20 mg oral NNT: dalam 2 jam nyeri kepala menghilang Tabel 1.5 mg oral Sumatriptan 50 mg oral Naratriptan 2. Diberikan pada migrain berat atau pasien yang tidak memberikan respon dengan analgesia nonspesifik dengan atau tanpa kombinasi. Terapi preventif Terapi preventif harus selalu diminum tanpa melihat adanya serangan atau tidak. penyakit serebrovaskuler.5 mg oral Zolmitriptan 2. rekurensi nyeri kepala yang lebih rendah dan lebih dapat ditoleransi. Adanya kontra indikasi atau efek samping yang tidak dapat ditoleransi terhadap terapi abortif. Terapi preventif jangka pendek berguna apabila pasien akan terkena faktor risiko yang telah dikenal dalam jangka waktu tertentu seperti pada migrain menstrual. Indikasi:      Penyakit kambuh beberapa kali dalam sebulan Penyakit berlangsung terus menerus selama beberapa minggu atau bulan Penyakit sangat mengganggu kuafitas/gaya hidup penderita. Pengobatan dapat diberikan dalam jangka waktu episodik. Hindari pada kehamilan. rizatriptan) yang tidak ada di Indonesia sebenarnya mempunyai respons yang lebih baik. parestesia. heaviness. penyakit serebrovaskuler. walaupun golongan ini merupakan pilihan sebagai antimigren. nyeri dada non kardial. hipertensi tidak terkendali.

dan beta blocker (propanolol) ℵ Terapi profilaksis lini kedua: methysergide. 2007. Terapi nonfarmaka dimulai dengan edukasi dan menenangkan pasien (reassurance).com/content/e27892/index_en. ℵ Mekanisme kerja obat-obat tersebut tidak seluruhnya dimengerti.DR. http://www.com/ent/topic727. Bila memungkinkan beristirahat di tempat gelap dan tenang dengan dikompres dingin. Pada kehamilan terapi nonfarmaka bahkan diutamakan. Hasan Sjahrir. Prof. Priguna Shidharta. Pada migrain menstrual dapat dianjurkan mengurangi garam dan retensi cairan. Obat dapat diberikan ulang pada tahun berikutnya apabila dizziness muncul lagi setelah terapi dihentikan. Yuneldi anwar. 7. asetazolamid. Migraine Headache. Edisi 12. 2006. Buku Pedoman Standar Pelayanan medik (SPM) & Standar Operasional (SPO) 4. 2006. Dian Rakyat 2. Podoll K.htm 8. Benson AG. Migrainous Vertigo. Karakteristik Nyeri Kepala Migren dan Tension Type Headeche Di Kotamadya Medan. Yogyakarta. Mahar Marjono & Prof .html\ 6. Kapita Selekta Neurologi.ℵ Terapi profilaksis lini pertama: calcium channel blocker (verapamil). Dahlem M. gunakan jenis obat yang lain. antidepresan trisiklik (nortriptyline). terapi nonfarmaka tidak bisa dilupakan. Surabaya. bila tidak ada kontraindikasi. Bila dizziness sudah terkontrol. Neurona. 2005. 2005.emedicine.www. Olahraga terarah yang teratur dan meningkat secara bertahap umumnya sangat membantu. 2008. Sylvia. asam valproat. Airlangga University Press. verapamil lebih sering digunakan pada awal terapi karena efek sampingnya paling minimal dibandingkan yang lain.migraineaura. Terapi nonfarmaka Walaupun terapi farmaka merupakan terapi utama migren. Purnomo H. http. Beberapa penulis mengusulkan terapi alternatif lain seperti meditasi. hipnosis. Intervensi terapi perilaku (behaviour) sangat berperan dalam mengatasi nyeri kepala yang meliputi terapi cognitive-behaviour. Dalam Kumpulan Makalah Pertemuan Ilmiah Nasional II Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia. obat diberikan terus menerus selama minimal 1 tahun (kecuali methysergide yang memerlukan interval bebas obat selama 3-4 minggu pada bulan ke-6 terapi). terapi relaksasi serta terapi biofeedback dengan memakai alat elektromiografi atau memakai suhu kulit atau pulsasi arteri temporalis. edisi kedua. akupunktur dan fitofarmaka. DAFTAR PUSTAKA 1. Diduga obat tersebut menghambat pelepasan neuropeptida ke dalam pembuluh darah dural melalui efek antagonis pada reseptor 5-HT2. 2 . 5. Wilson. Zuraini. Vol 22 No. 2006. oleh karena itu. Satu jenis obat profilaksis tidak lebih efektif daripada obat yang lain. Harsono. Menghindari faktor pencetus mungkin merupakan terapi pencegahan yang murah. edisi 6 jilid 2 EGC 3. Terapi farmaka pencegahan migrain 3. ℵ Apabila dizziness tidak dapat dikontrol dengan satu obat.. Migraine Associated Vertigo.Price & Lorraine M.DR. Nama obat dan dosis        Propranolol 40-240 mg/hari Nadolol 20-160 mg/ hari Metoprolol 50-100 mg/ hari Timolol 20-60 mg/ hari Atenolol 50-100 mg/ hari Amitriptilin 10-200 mg/ hari Nortriptilin 10-150 mg/ hari        Fluoksetin 10-80 mg/ hari Mirtazapin 15-45 mg/ hari Valproat 500-1500 mg/ hari Topiramat 50-200 mg/ hari Gabapentin 900-3600 mg/ hari Verapamil 80-640 mg/hari Flunarizin 5-1 0 mg/hari Tabel 2. Robbins W. Pada saat serangan pasien dianjurkan untuk menghindari stimulasi sensoris berlebihan.A. Neurologi Klinis Dasar. Perhimpunan dokter spesialis Saraf indonesia. Gajahmada University Press.Patofisiologi .

. 2001. . Gofir A. Wibowo S.9. Farmakologi dalam Neurologi. Jakarta. Salemba Medika.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful