PENDAHULUAN A.

LATAR BELAKANG Sakit kepala merupakan gejala yang paling sering di keluhkan oleh seorang pasien saat berkunjung ke seorang dokter. Namun karena sering di dengar dan biasanya di kemukakan secara samar-samar, maka keluhan ini justru termasuk keluhan atau gejala yang pada umumnya masih dianggap ringan dan tidak di tanggapi secara tepat.(1,2,3) Sakit kepala sendiri bisa di sebabkan oleh karena faktor fisik dan psikis. Untuk sakit kepala yang di sebabkan oleh faktor fisik memang mudah untuk di diagnosa karena pada pasien akan di temukan gejala fisik lain yang menyertai sakit kepala, namun tidak begitu halnya bila sakit kepala di sebabkan oleh faktor psikis untuk itu di perlukan waktu yang lebih lama untuk mencai tahu penyebabnya. Migrain merupakan salah satu penyakit tertua yang telah di deskripsikan oleh Galen pada tahun 200 M, dalam bukunya di gambarkan nyeri kepala yang disebut hernicrania, dari istilah tersebut muncul istilah migrain yang digunakan samapai saat ini. Migrain kadang kala agak sulit di bedakan dengan sakit kepala jenis lain. Migrain adalh sakit kepala yang sering kita jumpai di masyarakat. Migrain merupakan salah satu sakit kepala dengan gejala yang cukup berat dan berulang. Selain sakit kepala yang khas pada satu sisi kepala ( beberapa kasus bisa menyerang kedua sisi kepala ), bersamaan dengan itu pasien juga merasakan gejala lain seperti gangguan pada penglihatan dan mual-mual. Sebelum pasien merasakan sakit kepala migrain, terlebih dahulu mereka akan merasakan semacam aura ( gejala peringatan akan timbulnya migrain ) seperti kepala terasa berdenyut-denyut. (1,2,3)

TINJAUAN PUSTAKA 1. DEFINISI Secara umum migrain merupakan nyeri kepala berulang yang idiopatik, dengan serangan nyeri yang berlangsung 4-72 jam, biasanya sesisi, sifatnya berdenyut, intensitas nyeri sedang-berat , di perhebat oleh aktivitas fisik rutin, dapat disertai nausea, photofobia dan fonofobia. Migrain termasuk salah satu jenis nyeri kepala primer. (1,2,3) Menurut Blau, Migren di definisikan sebagai nyeri kepala yang berulang-ulang dan berlangsung 2-72 jam dan bebas nyeri antara serangan nyeri kepalanya harus berhubungan dengan gangguan visual atau gastrointestinal atau kedua-duanya Migrain bukan penyakit yang boleh dianggap enteng. Penyakit ini menyerang saraf dikepala yang menyebabkan sakit kepala yang parah sehingga dapat membuat orang menjadi lemah.

2. EPIDEMIOLOGI Menurut Nurpin Pain Report sebanyak 73% nyeri pada kepala adalah tipe nyeri yang paling sering dialami. Hasil penelitian yang di lakukan oleh Lipton, steward dan korff (1997), migrain mengenai hampir 30 juta oarng di amerika serikat. Setelah itu The American Migrain Study II dengan melakukan survey terhadap 20.000 rumah tangga. Studi replikasi yang baru ini memperlihatkan bahwa selama dekade terakhir, prevalensi dan distribusi migrain tetap stabil. Prevalensi Migrain adalah : ℵ 18.2% wanita ℵ 6,5& laki-laki ℵ Sebelum usia 12 tahun, migrain lebih sering pada anak laki-laki di banding anak perempuan. ℵ Setelah pubertas, migen semakin sering dijumpai pada anak perempuan di banding anak lakilaki

seperti : alkohol. Faktor kepribadian. susu. .ℵ Pada usia 20 tahun rasio migren pada perempuan terhadap laki-laki adalah sekitar 2:1 (1. Sekarang di perkirakan kelainan primer di otak. Terdapat persamaan antara percobaan bianatang leao dan migren klinikal. Penekanan aktivitas sel neuron otak yang menjalar dan meluas (spreading depression dari Leao) Teori depresi yang meluas leao (1944). dan aliran darah yang berkurang berlangsung terus setelah gajala aura. Penyakit kronik misal penyakit ginjal kronik 10. misalnya tidak ada fase vase vasodilatasi pada pengamatan pada manusia. dapat menerangkan timbulnya aura pada migrain klasik.4) 1. eksperimen perubahan aliran darah memberikan kesan bahwa manifestasi migren terletak primer di otak dan kelainan vaskular adalah sekunder. Makanan dan minuman.2.3) 3. coklat. 8. sehingga migren termasuk dalam nyeri kapala primer. Leao pertama melakukan percobaan pada kelinci. kejua dan buah-buahan. di duga sebagai gangguan neurobiologis. Stress dan kecemasan 3. mereka menemukan penurunan aliran darah pada bagian belakang otak yang meluas ke depan dengan kecepatan yang sama seperti pada depresi yang meluas. 4.3) 1. Dengan pengukuran aliran darah otak regional pada penderita-penderita migren klasik. perubahan sensivitas sistem saraf da aktivasi sistem trigeminal-vaskular. akan tetapi terdapat juga perbedaan yang penting. Terlambat makan 4. Cuaca terutama pada cuaca tekanan rendah 7. Mereka mengambil kesimpulan bahwa penurunan aliran darah otak regional yang meluas kedepan adalah akibat dari depresi yang meluas. Cahaya kilat atau berkedip 6. Ia menemukan bahwa depresi yang meluas timbul akibat reaksi terhadap semacam rangsang lokal pada jaringan korteks otak. Psikis baik pada peristiwa duka maupun peristiwa bahagia. Kecepatan perjalanannya di perkirakan 2-5 mm/menit dan di dahului oleh fase rangsangan sel neuron otak yang berlangsung cepat. Banyak tidur atau kurang tidur 9. Ini didasarkan atas tiga percobaan binatang : (2. Menstruasi biasanya pada hari pertama menstruasi atau sebelumnya (perubahan hormonal) 2. Faktor herediter 11. PATOFISOLOGI Dulu migran oleh Wolff di sangka sebagai kelainan pembuluh darah (teori vaskular). Meskipun demikian. Diketahui ada beberapa faktor pencetus timbulnya serangan migren yaitu : (1. Pada waktu serangan migren klasik. Jadi sama dengan perjalanan aura pada migren klasik. Depresi yang meluas ini adalah gelombang yang menjalar akibat penekanan aktivitas sel neuron otak spontan. ETIOLOGI Sampai saat ini belum di ketahui dengan pasti faktor penyebab migrain.2. Perjalanan dan meluasnya gelombang sama dengan yang terjadi waktu kita melempar batu ke dalam air. Percobaan ini di tunjang oleh penemuan Oleson. larsen dan Lauritzen (1981). Sedangkan keianan di pembuluh darah sekunder. 5.

Obat-obat anti serotonin misalnya cyproheptadine (Periactin®) dan Pizotefin (Sandomigran® .4) 1. misalnya buah jeruk.Mosegor®) bekerja pada sistem ini untuk mencegah migren. misalnya ketegangan jiwa (stress). yang melibatkan dua sistem sekaligus. Korteks serebri : sebagai respon terhadap emosi atau sterss . sistem sraf pusat dan pembuluh darah perifer. lingkungan kerja yang kurang menyenangkan . Di katakan bahwa migren menstruasi ini jarang terdapat.2. coklat. Selain itu terdapat penekanan reseptor –reseptor nyeri yang letaknya lebih rendah di sumsum tulang daerah leher. Proyeksi/pacuan dari LC ke korteks serebri dapat mengakibatkan oligemia kortikal dan mungkin meyebabkan penekanan aliran darah. Pemikiran sekarang mengatakan bahwa serotonin bekerja melalui sistem trigemino-vaskular yang menyebabkan rasa nyeri kepala dan pelabaran pembuluh darah. misalnya perubahan hormonal pada wanita yang nyeri kepalanya berhubungan dengan hari tertentu siklus haid. Mual dan muntah mungkin di sebabkan oleh kerja dopamin atau serotonin pada pusat muntah di batang otak (chemoreseptor trigger zone/CTZ). Pemberian pil KB dan waktu menopause sering memperngaruhi serangan migren. kadar serotonin dalam plasma meningkat. baik emosional maupun fisik atau setelah istirahat dari ketegangan. SP.4) Pembuluh darah di otak dipersarafi oleh serat-serat saraf yang mengandung. hanya di dapat pada 3 dari 600700 penderita. terik matahari. Seperti di ketahui.4) Inti-inti saraf di batang otak misalnya di rafe dan lokus serules mempunyai hubungan dengan reseptor–reseptor serotonin dan noradrenalin. Ini semua berasal dari gangglion nervus trigeminus sesisi. Sala satu terori lagi mengenai migren adalah teori unifikasi yang di ajukan oleh Lance (1993). keju. waktu serangan migren. sehingga timbulnya aura. Teori ini menerangkan vasokonstriksi pembuluh darah di dalam otak dan vasodilatasi pembuluh darah di luar otak. Rangsangan pada inti-inti ini menyebabkan vasokonstriksi pembuluh darah otak sesisi dan vasodilatasi pembuluh darah di luar otak. 3. sosis yang ada bahan penyawetnya. Sistem Trigemino-Vaskular(2. minuman yang mengandung alkohol. neurokinin-A (NKA) dan calcitonin gene related paptid (CGRP). Beberapa proses tertentu mencetuskan reaksi pada sistem noradrenergik (NA) batang otak melalui locus coeruleus (LC) dan sistem serotonergik (5-HT) melalui nukleus rafe dorsalis (RN) dan sistem trigeminovaskular. Lain-lain faktor pencetus seperti hawa terlalu panas. Selanjutnya inflamasi neurogenik melalui pelepasan retrograt neuropeptida vasoaktif dan lokal iskemia karena adanya hubungan arteriovenosa akan meningkatkan sensari nyeri. misalnya di pelipis yang melebar dan berdenyut. rangsangan oleh serotonin (5hydroxytryptamine) pada ujung-ujung saraf perivaskular menyebabkan rasa nyeri dan pelebaran pembuluh darah sesrisi. Selain itu. pisang. substansi P (SP). dan CGRP menimbulkan pelebaran pembuluh darah arteri otak. dan selanjutnya menstimulasi impuls sensorik perivaskuler afferens dari nervus trigeminus (N V) sehingga menimbulkan nyeri kepala yang sifatnya berdenyut. Reaksi-reaski tersebut mungkin menginduksi dilatasi arteri dan monostomosa arterivenosa pada sirkulasi kranial (dural dan kulit kepala). Inti-Inti Saraf Di Batang Otak(2. NKA. Dulu kita mengira bahwa serotoninlah yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah pada fase aura. Sedangkan pacuan dari hipotalamus akan menimbulkan fotofobia. Faktor ekstrinsik. Juga dengan pembuluh darah otak yang letaknya lebih tinggi dan sumsum tulang daerah leher yang letaknya lebih rendah. Faktor pencetus timbulnya migren dapat dibagi dalam faktor ekstrinsik dan faktor intrinsik. Pencetus (trigger) migren berasal dari : (2. makanan tertentu. faktor intrinsik.

Hipotalamus sebagai respon terhadap “jam internal” atau perubahan lingkungan internal (perubahan hormonal). KLASIFIKASI(2. minimal satu dari gejala berikut muncul :   Mual atau muntah Fotofobia atau fonofobia  Minimal terdapat satu dari berikut :   Riwayat dan pemeriksaa fisik tidak mengarah pada kelainan lain Riwayat dan pemeriksaan fisik mengarah pada kelainan lain. nyeri kepala dapat berlangsung 20-48 jam Nyeri kepala minimal mempunyai dua karakteristik berikut ini :     Lokasi unilateral Kualitas berenyut Intensitas sedang sampai berat yang menghambat aktivitas sehari-hari. Terdapat fotofobia/fonofobia . angiografi.2. Bau-bau tajam 4. Migren sederhana atau migren tanpa aura (common migraine)   Nyeri kepala selama 4-72 jam tanpa terapi. Nyeri sedang atau berat dan dapat menghambat/ mambatasi kegiatan 4. makanan/minuman. tapi telah disingkirkan dengan pemeriksaan penunjang yang memadai (misalnya : MRI atau CT Scan Kepala) Diagnosis migren tanpa Aura : Kriteria :  2 dari 4 karakteristik grup A  1 dari 2 karakteristik grup B Grup A 1. 3. 5. Terdapat nausea atau vomit 2. Nyeri kepala berdenyut 3. Pada anak-anak kurang dari 15 tahun. Grup B 1. Sirkulasi karotis interna atau karotis eksterna : sebagai respon terhadap vasodilatasi. cahaya yang menyilaukan. Nyeri kepala unilateral 2.4. suara bising. Di perberat dengan naik tangga atau aktivitas fisik rutin. Talamus : sebagai respon terhadap stimulasi afferen yang berlebihan . Nyeri diperberat oleh aktivitas fisik rutin.5) Klasifikasi migren menurut International Headache Society (IHS) : 1.  Selama nyeri kepala. 5.

ataksia.  Basilar migren (Menggantikan basilar artery migriane) Memenuhi kriteria migren dengan aura dengan dua atau lebih gejala aura sevagai berikut : vertigo. 2. paresis bilateral atau penurunan derajat kesadaran. Migraine aura without headache ( menggantikan migraine equivalent atau achepalic migraine)  Memenuhi kriteria migren dengan aura tetapi tanpa di sertai nyeri kepala  Childhood periodic syndromes yang bisa menjadi precursor atau berhubungan dengan migren  Benign paroxysmal vertigo of childhood Episode disekuilibrium. Migren tipe lain  Migren with prolonged aura Memenuhi kriteri migren dengan aura tetapi aura terjadi selama lebih dari 60 menit dan kurang dari 7 hari. Migren dengan aura (classic migraine)  Terdiri dari empat fase yaitu fase : prodormal. disarteria. gejala visual pada hemifield kedua mata. parestesia. cemas. Satu atau lebih simptom aura reversibel Simptom aura berlangsung lebih dari 4 menit Aura yang tidak berakhir lebih dari 60 menit Nyeri kepala mengikuti dalam 60 menit setelah aura berakhir 3. parestesia bilateral. fase nyeri kepala dan fase postdormal. fase aura. ataksia. penurunan pendengaran. penurunan kesadaran)  Gejala aura timbul terhadap selama lebih dari 4 menit atau lebih gejala. paresis.  Nyeri kepala  Sama dengan migrain tanpa aura Diagnosis migren dengan aura : Kriteria : 3 dari 4 karakteristik 1. seringkali nystagmus atau muntah yang timbul secara sporadis dalam waktu singkat .seperti membungkuk atau naik tangga 2. diplopia. . tinitus. 3. penurunan kesadaran. disartria. tinitus. 4. gejala visual pada hemifield kedua mata. vertigo. diplopia.  Aura dengan minimal dua serangan sebagai berikut  Satu gejala aura mengindikasikan disfungsi CNS fokal (mis.

ℵ Hipoglikemia (terlambat makan) ℵ Kelelahan ℵ Perubahan hormonal seperti haid. sherry. Aura merupakan gejala fokal neurologi yang komplek dan dapat timbul sebelum. Parmesan. tidak selalu timbul. Fase aura : berlangsung 0-60 menit. 3. walau pada terapi nonfarmaka juga dapat bertujuan untuk abortif dan pencegahan.Kadar estrogen yang berfluktuasi atau dapat dilakukan dengan menghentikan pil KB atau obat-obat pengganti estrogen ℵ Diet Menghindari makanan tertentu cukup membantu pada 25-30% penderita migrain. prot. (2. cheddar.8. 1. obat hormonal . beberapa minuman beralkohol (anggur merah. PENATALAKSANAAN (3.9) Penatalaksaan migrain secara garis besar dibagi atas mengurangi faktor resiko.4. keju (Colby. scotch. Pada terapi preventif atau profilaksis migrain terutama bertujuan untuk mengurangi frekwensi.Pemeriksaan neurologis normal Pemeriksaan EEG normal  Migraine infraction (menggantikan complicated migraine) Telah memenuhi kriteria migren dengan aura Serangan yang terjadi sama persis dengan serangan sebelumnya. antara lain : 1. Diet dilakukan selama 1 bulan. Roquefort. Brie. perubahan jadwal seperti jetlag. . mozzarella. Secara umum. bleu. Penyebab infark yang lain disingkirkan dengan pemeriksaan yang memadai. Apabila setelah 1 bulan gejala tidak membaik. akan tetapi defisit neurologis tidak sembuh sempurna dalam 7 hari dan atau pada pemeriksaan neuroimaging di dapatkan infrak iskemik di daerah yang sesuai.5) Serangan migren ada empat fase. biasanya sulit dibedakan menjadi iritabel. terapi farmaka dengan memakai obat dan terapi nonfarmaka. dan aspartame. biasnya 60% unilateral. dan dapat pindah kesisi lainnya. pada saat atau setelah serangan nyeri kepala. Fase sefalgia : berlangsung 4-72 jam. berlangsung beberapa jam sampai beberapa hari. Mengurangi faktor risiko/pencetus ℵ Stres dan kecemasan ℵ Kurang atau telalu banyak tidur. coklat. Terapi abortif merupakan pengobatan pada saat serangan akut yang bertujuan untuk meredakan serangan nyeri dan disabilitas pada saat itu dan menghentikan progresivitas. sebelum timbul nyeri kepala.6. Nyeri kepala Bilateral tidak dapat menyingkirkan diagnosa migren 4. bourbon). hiperaktif atau depresi. Gruyere. maka jenis makanan tersebut harus diidentifikasi dengan cara menambahkan satu jenis makanan sampai gejala muncul. berarti modifikasi diet tidak bermanfaat. dapat menjelang nyeri kepala atau dengan nyeri kepala . 2. Romano). Boursault. Fase Prodrome : 1-24 jam. Fase postdrome : pasca gejala nyeri kepala. Terapi farmaka dibagi atas dua kelompok yaitu terapi abortif (terapi akut) dan terapi preventif (terapi pencegahan). makanan yang harus dihindari adalah: MSG. 6. Apabila makanan menjadi pencetus gejala. durasi dan beratnya nyeri kepala.

a. Analgesik spesifik Yang termasuk analgesik spesifik yang sering digunakan adalah ergotamin. Naproksen. Terapi farmaka migrain 1. 1. Indometasin. Ketorolak IM membantu pasien dengan mual atau muntah yang berat. dan atau analgesia spesifik yang hanya bekerja sebagai analgesia nyeri kepala. aspirin dan obat anti inflamasi nonsteroid (OAINS). dan dengan dosis masing-masing obat yang lebih rendah diharapkan akan mengurangi efek samping obat.nonadrenergik dan dopamin. Pada umumnya pemberian analgesia opioid dihindari. Pada migrain anak dapat diberikan asetaminofen atau ibuprofen. Golongan fenamat. Pemberian antiemetik akan membantu penyerapan lambung di samping meredakan gejala penyerta seperti mual dan muntah. Kombinasi antara asetaminofen dengan aspirin atau OAINS serta penambahan kafein dikatakan dapat menambah efek analgetik.b. . Pasien diminta meminum obatnya begitu serangan migrain terasa. sementara makanan lain baru menimbulkan gejala setelah 1 hari (coklat. α1dan α 2. Terapi Abortif Pada terapi abortif dapat diberikan analgesia nonspesifik yaitu analgesia yang dapat diberikan pada kasus nyeri lain selain nyeri kepala. Ibuprofen. Di samping itu ergotamin dan DHE juga berikatan dengan reseptor 5-HT2. Beberapa obat OAINS yang telah diteliti diberikan pada migrain antara lain adalah: ℵ ℵ ℵ ℵ ℵ ℵ ℵ Diklofenak. MSG). Dosis obat harus adekuat baik secara obat tunggal atau kombinasi. Pada wanita hamil hindari pemberian OAINS setelah minggu ke 32 kehamilan. karena beberapa jenis makanan dapat langsung menimbulkan gejala (anggur merah. Domperidon atau metoklopramid sebagai antiemetik dapat diberikan saat serangan nyeri kepala atau bahkan lebih awal yaitu pada saat fase prodromal. keju). Efek samping pemberian OAINS perlu dipahami untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. terutama mengaktivasi reseptor 5HT I B / 1 D.Sebaiknya dibuat diari makanan selama mengidentifikasi makanan apa yang menjadi pencetus migrain. Fase prodromal migrain dihubungkan dengan gangguan pada hipotalamus melalui neurotransmiter dopamin dan serotonin. Kemungkinan timbulnya efek samping antiemetik seperti sedasi dan parkinsonism pada orang tua patut diperhatikan. Pada kasus sedang sampai berat atau berespons buruk dengan OAINS pemberian analgesia spesifik lebih bermanfaat. Ketoprofen. 2. 1. Apabila satu OAINS tidak efektif dapat dicoba OAINS yang lain. Secara umum dapat dikatakan bahwa terapi memakai analgesia nonspesifik masih dapat menolong pada migrain dengan intensitas nyeri ringan sampai sedang. Analgesik nonspesifik Yang termasuk analgesia nonspesifik adalah asetaminofen (parasetamol). dihidroergotamin (DHE) dan golongan triptan yang merupakan agonis selektif reseptor serotonin pada 5-HT1. Mekanisme kerja OAINS pada umumnya terutama menghambat enzim siklooksigenase sehingga sintesa prostaglandin dihambat. Ketorolak.

Ergotamin dan DHE diberikan pada migrain sedang sampai berat apabila analgesia nonspesifik kurang terlihat hasilnya atau memberi efek samping. migrain tipe basiler. jangka pendek (subakut) atau jangka panjang (kronis). Indikasi:      Penyakit kambuh beberapa kali dalam sebulan Penyakit berlangsung terus menerus selama beberapa minggu atau bulan Penyakit sangat mengganggu kuafitas/gaya hidup penderita. Dosis dan cara pemberian ergotamin dan DHE harus diperhatikan. Kombinasi ergotamin dengan kafein bertujuan untuk menambah absorpsi ergotamin selain sebagai analgesik pula. fotofobia dan fonofobia sehingga memperbaiki disabilitas pasien. parestesia. Sumatriptan dapat meredakan nyeri. Terapi preventif jangka pendek berguna apabila pasien akan terkena faktor risiko yang telah dikenal dalam jangka waktu tertentu seperti pada migrain menstrual. heaviness. naratriptan. Pertimbangan harga kadang menjadi penghambat dipakainya analgesia spesifik ini. Pengobatan dapat diberikan dalam jangka waktu episodik.5 mg oral Zolmitriptan 2. Hindari pada kehamilan. gagal hati dan sepsis. penyakit serebrovaskuler. Analgesik triptan pada migrain 2. kramp abdominal. Terapi preventif kronis akan diberikan dalam beberapa bulan bahkan tahun tergantung respons pasien.5 mg oral Sumatriptan 50 mg oral Naratriptan 2. Kontra indikasi antara lain adalah pasien. Nama obat CaraPemberian NNT (95% Cl) :       Sumatriptan 6 mg SC Rizatriptan 10 mg oral Eletriptan 80 mg oral Zolmitriptan 5 mg oral Eletriptan 40 mg oral Sumatriptan 20 mg intranasal       Sumatriptan 100mg oral Rizatriptan 2. Efek samping yang mungkin timbul antara lain mual. nyeri dada non kardial. mengantuk. Adanya kontra indikasi atau efek samping yang tidak dapat ditoleransi terhadap terapi abortif. Dosis awal sumatriptan adalah 50 mg dengan dosis maksimal dalam 24 jam 200 mg. Penyebab lain yang menjadi penghambat adalah preparat ini di Indonesia hanya tersedia dalam bentuk oral dan dari golongan triptan hanya ada sumatriptan. hipertensi tidak terkendali. Terapi episodik diberikan apabila faktor pencetus nyeri kepala dikenal dengan baik sehingga dapat diberikan analgesia sebelumnya. Kecenderungan pemakaian obat yang berlebih pada terapi abortif. Golongan triptan generasi kedua (zolmitriptan.Analgesik spesifik dapat diberikan pada migrain dengan nyeri sedang sampai berat. dizziness. yang berisiko penyakit jantung koroner. disforia. rekurensi nyeri kepala yang lebih rendah dan lebih dapat ditoleransi. penyakit serebrovaskuler. Efek samping berupa dizziness. Ergot lebih murah dibanding golongan triptan tetapi efek sampingnya lebih besar. Terapi preventif Terapi preventif harus selalu diminum tanpa melihat adanya serangan atau tidak.5 mg oral Eletriptan 20 mg oral NNT: dalam 2 jam nyeri kepala menghilang Tabel 1. Diberikan pada migrain berat atau pasien yang tidak memberikan respon dengan analgesia nonspesifik dengan atau tanpa kombinasi. rizatriptan) yang tidak ada di Indonesia sebenarnya mempunyai respons yang lebih baik. walaupun golongan ini merupakan pilihan sebagai antimigren. Dosis dibatasi tidak melebihi 10 mg/minggu. hipertensi yang tidak terkontrol. mual. Ergotamin biasanya diberikan pada episode serangan tunggal. . eletriptan. kardiovaskuler dan penyakit pembuluh perifer (hati-hati pada pasien > 40 tahun) serta gagal ginjal. Biasanya diambil patokan minimal dua sampai tiga bulan.

oleh karena itu.Patofisiologi . Yuneldi anwar. Terapi nonfarmaka Walaupun terapi farmaka merupakan terapi utama migren.htm 8. Sylvia. Bila dizziness sudah terkontrol. Nama obat dan dosis        Propranolol 40-240 mg/hari Nadolol 20-160 mg/ hari Metoprolol 50-100 mg/ hari Timolol 20-60 mg/ hari Atenolol 50-100 mg/ hari Amitriptilin 10-200 mg/ hari Nortriptilin 10-150 mg/ hari        Fluoksetin 10-80 mg/ hari Mirtazapin 15-45 mg/ hari Valproat 500-1500 mg/ hari Topiramat 50-200 mg/ hari Gabapentin 900-3600 mg/ hari Verapamil 80-640 mg/hari Flunarizin 5-1 0 mg/hari Tabel 2. 2008. asetazolamid. gunakan jenis obat yang lain. Neurona. Buku Pedoman Standar Pelayanan medik (SPM) & Standar Operasional (SPO) 4. Airlangga University Press. antidepresan trisiklik (nortriptyline). DAFTAR PUSTAKA 1. Vol 22 No. Surabaya. Zuraini. Mahar Marjono & Prof . 2006. Gajahmada University Press. Migraine Headache. 2007..A. Terapi nonfarmaka dimulai dengan edukasi dan menenangkan pasien (reassurance). akupunktur dan fitofarmaka. Diduga obat tersebut menghambat pelepasan neuropeptida ke dalam pembuluh darah dural melalui efek antagonis pada reseptor 5-HT2.com/ent/topic727. Bila memungkinkan beristirahat di tempat gelap dan tenang dengan dikompres dingin. dan beta blocker (propanolol) ℵ Terapi profilaksis lini kedua: methysergide. hipnosis. Pada kehamilan terapi nonfarmaka bahkan diutamakan.migraineaura. terapi nonfarmaka tidak bisa dilupakan. Dian Rakyat 2. Terapi farmaka pencegahan migrain 3. Olahraga terarah yang teratur dan meningkat secara bertahap umumnya sangat membantu. Harsono. Pada migrain menstrual dapat dianjurkan mengurangi garam dan retensi cairan. Kapita Selekta Neurologi. Obat dapat diberikan ulang pada tahun berikutnya apabila dizziness muncul lagi setelah terapi dihentikan. Neurologi Klinis Dasar. Robbins W.com/content/e27892/index_en. Wilson. verapamil lebih sering digunakan pada awal terapi karena efek sampingnya paling minimal dibandingkan yang lain. Migrainous Vertigo. Hasan Sjahrir. Menghindari faktor pencetus mungkin merupakan terapi pencegahan yang murah.DR. Benson AG. http://www.emedicine. obat diberikan terus menerus selama minimal 1 tahun (kecuali methysergide yang memerlukan interval bebas obat selama 3-4 minggu pada bulan ke-6 terapi). http. Dalam Kumpulan Makalah Pertemuan Ilmiah Nasional II Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia. Pada saat serangan pasien dianjurkan untuk menghindari stimulasi sensoris berlebihan. 2005. Podoll K. Edisi 12. Beberapa penulis mengusulkan terapi alternatif lain seperti meditasi. edisi 6 jilid 2 EGC 3. 5. Prof. Yogyakarta. 2006. Perhimpunan dokter spesialis Saraf indonesia. ℵ Apabila dizziness tidak dapat dikontrol dengan satu obat. Satu jenis obat profilaksis tidak lebih efektif daripada obat yang lain.DR. asam valproat. Priguna Shidharta.www.Price & Lorraine M. 2006. Purnomo H. ℵ Mekanisme kerja obat-obat tersebut tidak seluruhnya dimengerti. 7. Dahlem M.html\ 6. 2005. 2 . Migraine Associated Vertigo.ℵ Terapi profilaksis lini pertama: calcium channel blocker (verapamil). bila tidak ada kontraindikasi. Karakteristik Nyeri Kepala Migren dan Tension Type Headeche Di Kotamadya Medan. terapi relaksasi serta terapi biofeedback dengan memakai alat elektromiografi atau memakai suhu kulit atau pulsasi arteri temporalis. Intervensi terapi perilaku (behaviour) sangat berperan dalam mengatasi nyeri kepala yang meliputi terapi cognitive-behaviour. edisi kedua.

Wibowo S. Farmakologi dalam Neurologi.9. Salemba Medika. . Gofir A. 2001.. Jakarta.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful