PENDAHULUAN A.

LATAR BELAKANG Sakit kepala merupakan gejala yang paling sering di keluhkan oleh seorang pasien saat berkunjung ke seorang dokter. Namun karena sering di dengar dan biasanya di kemukakan secara samar-samar, maka keluhan ini justru termasuk keluhan atau gejala yang pada umumnya masih dianggap ringan dan tidak di tanggapi secara tepat.(1,2,3) Sakit kepala sendiri bisa di sebabkan oleh karena faktor fisik dan psikis. Untuk sakit kepala yang di sebabkan oleh faktor fisik memang mudah untuk di diagnosa karena pada pasien akan di temukan gejala fisik lain yang menyertai sakit kepala, namun tidak begitu halnya bila sakit kepala di sebabkan oleh faktor psikis untuk itu di perlukan waktu yang lebih lama untuk mencai tahu penyebabnya. Migrain merupakan salah satu penyakit tertua yang telah di deskripsikan oleh Galen pada tahun 200 M, dalam bukunya di gambarkan nyeri kepala yang disebut hernicrania, dari istilah tersebut muncul istilah migrain yang digunakan samapai saat ini. Migrain kadang kala agak sulit di bedakan dengan sakit kepala jenis lain. Migrain adalh sakit kepala yang sering kita jumpai di masyarakat. Migrain merupakan salah satu sakit kepala dengan gejala yang cukup berat dan berulang. Selain sakit kepala yang khas pada satu sisi kepala ( beberapa kasus bisa menyerang kedua sisi kepala ), bersamaan dengan itu pasien juga merasakan gejala lain seperti gangguan pada penglihatan dan mual-mual. Sebelum pasien merasakan sakit kepala migrain, terlebih dahulu mereka akan merasakan semacam aura ( gejala peringatan akan timbulnya migrain ) seperti kepala terasa berdenyut-denyut. (1,2,3)

TINJAUAN PUSTAKA 1. DEFINISI Secara umum migrain merupakan nyeri kepala berulang yang idiopatik, dengan serangan nyeri yang berlangsung 4-72 jam, biasanya sesisi, sifatnya berdenyut, intensitas nyeri sedang-berat , di perhebat oleh aktivitas fisik rutin, dapat disertai nausea, photofobia dan fonofobia. Migrain termasuk salah satu jenis nyeri kepala primer. (1,2,3) Menurut Blau, Migren di definisikan sebagai nyeri kepala yang berulang-ulang dan berlangsung 2-72 jam dan bebas nyeri antara serangan nyeri kepalanya harus berhubungan dengan gangguan visual atau gastrointestinal atau kedua-duanya Migrain bukan penyakit yang boleh dianggap enteng. Penyakit ini menyerang saraf dikepala yang menyebabkan sakit kepala yang parah sehingga dapat membuat orang menjadi lemah.

2. EPIDEMIOLOGI Menurut Nurpin Pain Report sebanyak 73% nyeri pada kepala adalah tipe nyeri yang paling sering dialami. Hasil penelitian yang di lakukan oleh Lipton, steward dan korff (1997), migrain mengenai hampir 30 juta oarng di amerika serikat. Setelah itu The American Migrain Study II dengan melakukan survey terhadap 20.000 rumah tangga. Studi replikasi yang baru ini memperlihatkan bahwa selama dekade terakhir, prevalensi dan distribusi migrain tetap stabil. Prevalensi Migrain adalah : ℵ 18.2% wanita ℵ 6,5& laki-laki ℵ Sebelum usia 12 tahun, migrain lebih sering pada anak laki-laki di banding anak perempuan. ℵ Setelah pubertas, migen semakin sering dijumpai pada anak perempuan di banding anak lakilaki

5. Percobaan ini di tunjang oleh penemuan Oleson. Cahaya kilat atau berkedip 6. seperti : alkohol. Faktor kepribadian.2. Sedangkan keianan di pembuluh darah sekunder. coklat. eksperimen perubahan aliran darah memberikan kesan bahwa manifestasi migren terletak primer di otak dan kelainan vaskular adalah sekunder. Depresi yang meluas ini adalah gelombang yang menjalar akibat penekanan aktivitas sel neuron otak spontan. Pada waktu serangan migren klasik. kejua dan buah-buahan. Stress dan kecemasan 3. Perjalanan dan meluasnya gelombang sama dengan yang terjadi waktu kita melempar batu ke dalam air. sehingga migren termasuk dalam nyeri kapala primer. di duga sebagai gangguan neurobiologis. Penekanan aktivitas sel neuron otak yang menjalar dan meluas (spreading depression dari Leao) Teori depresi yang meluas leao (1944). Cuaca terutama pada cuaca tekanan rendah 7. Faktor herediter 11.ℵ Pada usia 20 tahun rasio migren pada perempuan terhadap laki-laki adalah sekitar 2:1 (1. dapat menerangkan timbulnya aura pada migrain klasik.3) 1. larsen dan Lauritzen (1981). Terlambat makan 4. Dengan pengukuran aliran darah otak regional pada penderita-penderita migren klasik. Sekarang di perkirakan kelainan primer di otak. Terdapat persamaan antara percobaan bianatang leao dan migren klinikal. Menstruasi biasanya pada hari pertama menstruasi atau sebelumnya (perubahan hormonal) 2. Banyak tidur atau kurang tidur 9. Psikis baik pada peristiwa duka maupun peristiwa bahagia. PATOFISOLOGI Dulu migran oleh Wolff di sangka sebagai kelainan pembuluh darah (teori vaskular). 8. susu. ETIOLOGI Sampai saat ini belum di ketahui dengan pasti faktor penyebab migrain. Ini didasarkan atas tiga percobaan binatang : (2. Mereka mengambil kesimpulan bahwa penurunan aliran darah otak regional yang meluas kedepan adalah akibat dari depresi yang meluas. Penyakit kronik misal penyakit ginjal kronik 10. Meskipun demikian. . Leao pertama melakukan percobaan pada kelinci. Makanan dan minuman. misalnya tidak ada fase vase vasodilatasi pada pengamatan pada manusia. perubahan sensivitas sistem saraf da aktivasi sistem trigeminal-vaskular. 4. dan aliran darah yang berkurang berlangsung terus setelah gajala aura. Kecepatan perjalanannya di perkirakan 2-5 mm/menit dan di dahului oleh fase rangsangan sel neuron otak yang berlangsung cepat.2. Jadi sama dengan perjalanan aura pada migren klasik. akan tetapi terdapat juga perbedaan yang penting. Diketahui ada beberapa faktor pencetus timbulnya serangan migren yaitu : (1. mereka menemukan penurunan aliran darah pada bagian belakang otak yang meluas ke depan dengan kecepatan yang sama seperti pada depresi yang meluas.4) 1.3) 3. Ia menemukan bahwa depresi yang meluas timbul akibat reaksi terhadap semacam rangsang lokal pada jaringan korteks otak.

Korteks serebri : sebagai respon terhadap emosi atau sterss . keju. Selain itu. Obat-obat anti serotonin misalnya cyproheptadine (Periactin®) dan Pizotefin (Sandomigran® . coklat. makanan tertentu. Selanjutnya inflamasi neurogenik melalui pelepasan retrograt neuropeptida vasoaktif dan lokal iskemia karena adanya hubungan arteriovenosa akan meningkatkan sensari nyeri.4) Pembuluh darah di otak dipersarafi oleh serat-serat saraf yang mengandung. faktor intrinsik. sehingga timbulnya aura. misalnya ketegangan jiwa (stress). Proyeksi/pacuan dari LC ke korteks serebri dapat mengakibatkan oligemia kortikal dan mungkin meyebabkan penekanan aliran darah. Sedangkan pacuan dari hipotalamus akan menimbulkan fotofobia. Reaksi-reaski tersebut mungkin menginduksi dilatasi arteri dan monostomosa arterivenosa pada sirkulasi kranial (dural dan kulit kepala). sistem sraf pusat dan pembuluh darah perifer. kadar serotonin dalam plasma meningkat.2. Rangsangan pada inti-inti ini menyebabkan vasokonstriksi pembuluh darah otak sesisi dan vasodilatasi pembuluh darah di luar otak. Beberapa proses tertentu mencetuskan reaksi pada sistem noradrenergik (NA) batang otak melalui locus coeruleus (LC) dan sistem serotonergik (5-HT) melalui nukleus rafe dorsalis (RN) dan sistem trigeminovaskular. Inti-Inti Saraf Di Batang Otak(2. SP. dan selanjutnya menstimulasi impuls sensorik perivaskuler afferens dari nervus trigeminus (N V) sehingga menimbulkan nyeri kepala yang sifatnya berdenyut.4) Inti-inti saraf di batang otak misalnya di rafe dan lokus serules mempunyai hubungan dengan reseptor–reseptor serotonin dan noradrenalin. Faktor pencetus timbulnya migren dapat dibagi dalam faktor ekstrinsik dan faktor intrinsik. sosis yang ada bahan penyawetnya. Teori ini menerangkan vasokonstriksi pembuluh darah di dalam otak dan vasodilatasi pembuluh darah di luar otak. misalnya perubahan hormonal pada wanita yang nyeri kepalanya berhubungan dengan hari tertentu siklus haid. Pemikiran sekarang mengatakan bahwa serotonin bekerja melalui sistem trigemino-vaskular yang menyebabkan rasa nyeri kepala dan pelabaran pembuluh darah. misalnya buah jeruk. Mual dan muntah mungkin di sebabkan oleh kerja dopamin atau serotonin pada pusat muntah di batang otak (chemoreseptor trigger zone/CTZ). neurokinin-A (NKA) dan calcitonin gene related paptid (CGRP). minuman yang mengandung alkohol. Pencetus (trigger) migren berasal dari : (2. terik matahari. waktu serangan migren. Sistem Trigemino-Vaskular(2. rangsangan oleh serotonin (5hydroxytryptamine) pada ujung-ujung saraf perivaskular menyebabkan rasa nyeri dan pelebaran pembuluh darah sesrisi. Di katakan bahwa migren menstruasi ini jarang terdapat. Juga dengan pembuluh darah otak yang letaknya lebih tinggi dan sumsum tulang daerah leher yang letaknya lebih rendah. hanya di dapat pada 3 dari 600700 penderita. 3. substansi P (SP). lingkungan kerja yang kurang menyenangkan .Mosegor®) bekerja pada sistem ini untuk mencegah migren. pisang. baik emosional maupun fisik atau setelah istirahat dari ketegangan.4) 1. misalnya di pelipis yang melebar dan berdenyut. Sala satu terori lagi mengenai migren adalah teori unifikasi yang di ajukan oleh Lance (1993). Dulu kita mengira bahwa serotoninlah yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah pada fase aura. Faktor ekstrinsik. yang melibatkan dua sistem sekaligus. Ini semua berasal dari gangglion nervus trigeminus sesisi. Seperti di ketahui. NKA. dan CGRP menimbulkan pelebaran pembuluh darah arteri otak. Lain-lain faktor pencetus seperti hawa terlalu panas. Pemberian pil KB dan waktu menopause sering memperngaruhi serangan migren. Selain itu terdapat penekanan reseptor –reseptor nyeri yang letaknya lebih rendah di sumsum tulang daerah leher.

Di perberat dengan naik tangga atau aktivitas fisik rutin. Nyeri kepala unilateral 2.5) Klasifikasi migren menurut International Headache Society (IHS) : 1. 5.4. minimal satu dari gejala berikut muncul :   Mual atau muntah Fotofobia atau fonofobia  Minimal terdapat satu dari berikut :   Riwayat dan pemeriksaa fisik tidak mengarah pada kelainan lain Riwayat dan pemeriksaan fisik mengarah pada kelainan lain. Talamus : sebagai respon terhadap stimulasi afferen yang berlebihan . Migren sederhana atau migren tanpa aura (common migraine)   Nyeri kepala selama 4-72 jam tanpa terapi. 5. Bau-bau tajam 4. nyeri kepala dapat berlangsung 20-48 jam Nyeri kepala minimal mempunyai dua karakteristik berikut ini :     Lokasi unilateral Kualitas berenyut Intensitas sedang sampai berat yang menghambat aktivitas sehari-hari. suara bising. angiografi. 3. Nyeri sedang atau berat dan dapat menghambat/ mambatasi kegiatan 4. Hipotalamus sebagai respon terhadap “jam internal” atau perubahan lingkungan internal (perubahan hormonal). cahaya yang menyilaukan. KLASIFIKASI(2.  Selama nyeri kepala. Sirkulasi karotis interna atau karotis eksterna : sebagai respon terhadap vasodilatasi. tapi telah disingkirkan dengan pemeriksaan penunjang yang memadai (misalnya : MRI atau CT Scan Kepala) Diagnosis migren tanpa Aura : Kriteria :  2 dari 4 karakteristik grup A  1 dari 2 karakteristik grup B Grup A 1. Pada anak-anak kurang dari 15 tahun. Terdapat fotofobia/fonofobia . Terdapat nausea atau vomit 2. makanan/minuman.2. Nyeri diperberat oleh aktivitas fisik rutin. Nyeri kepala berdenyut 3. Grup B 1.

gejala visual pada hemifield kedua mata.  Nyeri kepala  Sama dengan migrain tanpa aura Diagnosis migren dengan aura : Kriteria : 3 dari 4 karakteristik 1. ataksia. paresis bilateral atau penurunan derajat kesadaran. 3.  Aura dengan minimal dua serangan sebagai berikut  Satu gejala aura mengindikasikan disfungsi CNS fokal (mis. paresis. fase aura. parestesia bilateral. tinitus.  Basilar migren (Menggantikan basilar artery migriane) Memenuhi kriteria migren dengan aura dengan dua atau lebih gejala aura sevagai berikut : vertigo. Satu atau lebih simptom aura reversibel Simptom aura berlangsung lebih dari 4 menit Aura yang tidak berakhir lebih dari 60 menit Nyeri kepala mengikuti dalam 60 menit setelah aura berakhir 3. Migren dengan aura (classic migraine)  Terdiri dari empat fase yaitu fase : prodormal. disartria. disarteria. gejala visual pada hemifield kedua mata. cemas. penurunan kesadaran)  Gejala aura timbul terhadap selama lebih dari 4 menit atau lebih gejala. diplopia. ataksia. Migren tipe lain  Migren with prolonged aura Memenuhi kriteri migren dengan aura tetapi aura terjadi selama lebih dari 60 menit dan kurang dari 7 hari. . 4. parestesia. penurunan pendengaran. penurunan kesadaran. Migraine aura without headache ( menggantikan migraine equivalent atau achepalic migraine)  Memenuhi kriteria migren dengan aura tetapi tanpa di sertai nyeri kepala  Childhood periodic syndromes yang bisa menjadi precursor atau berhubungan dengan migren  Benign paroxysmal vertigo of childhood Episode disekuilibrium.seperti membungkuk atau naik tangga 2. fase nyeri kepala dan fase postdormal. tinitus. 2. diplopia. vertigo. seringkali nystagmus atau muntah yang timbul secara sporadis dalam waktu singkat .

beberapa minuman beralkohol (anggur merah. keju (Colby. durasi dan beratnya nyeri kepala. PENATALAKSANAAN (3. Apabila makanan menjadi pencetus gejala. Romano).4. perubahan jadwal seperti jetlag. Pada terapi preventif atau profilaksis migrain terutama bertujuan untuk mengurangi frekwensi. hiperaktif atau depresi. antara lain : 1. 6. bourbon). 3. biasanya sulit dibedakan menjadi iritabel. tidak selalu timbul. sebelum timbul nyeri kepala. Fase aura : berlangsung 0-60 menit.Kadar estrogen yang berfluktuasi atau dapat dilakukan dengan menghentikan pil KB atau obat-obat pengganti estrogen ℵ Diet Menghindari makanan tertentu cukup membantu pada 25-30% penderita migrain. Parmesan. akan tetapi defisit neurologis tidak sembuh sempurna dalam 7 hari dan atau pada pemeriksaan neuroimaging di dapatkan infrak iskemik di daerah yang sesuai. Nyeri kepala Bilateral tidak dapat menyingkirkan diagnosa migren 4. berlangsung beberapa jam sampai beberapa hari. mozzarella. Mengurangi faktor risiko/pencetus ℵ Stres dan kecemasan ℵ Kurang atau telalu banyak tidur. dan aspartame. sherry. Fase sefalgia : berlangsung 4-72 jam. Diet dilakukan selama 1 bulan. dapat menjelang nyeri kepala atau dengan nyeri kepala .5) Serangan migren ada empat fase. prot.9) Penatalaksaan migrain secara garis besar dibagi atas mengurangi faktor resiko. berarti modifikasi diet tidak bermanfaat. (2. maka jenis makanan tersebut harus diidentifikasi dengan cara menambahkan satu jenis makanan sampai gejala muncul. . Penyebab infark yang lain disingkirkan dengan pemeriksaan yang memadai. Terapi abortif merupakan pengobatan pada saat serangan akut yang bertujuan untuk meredakan serangan nyeri dan disabilitas pada saat itu dan menghentikan progresivitas. Brie. Fase Prodrome : 1-24 jam. Terapi farmaka dibagi atas dua kelompok yaitu terapi abortif (terapi akut) dan terapi preventif (terapi pencegahan). Secara umum. walau pada terapi nonfarmaka juga dapat bertujuan untuk abortif dan pencegahan.8. 2. biasnya 60% unilateral. makanan yang harus dihindari adalah: MSG. Fase postdrome : pasca gejala nyeri kepala. dan dapat pindah kesisi lainnya. ℵ Hipoglikemia (terlambat makan) ℵ Kelelahan ℵ Perubahan hormonal seperti haid. cheddar.Pemeriksaan neurologis normal Pemeriksaan EEG normal  Migraine infraction (menggantikan complicated migraine) Telah memenuhi kriteria migren dengan aura Serangan yang terjadi sama persis dengan serangan sebelumnya.6. obat hormonal . terapi farmaka dengan memakai obat dan terapi nonfarmaka. coklat. Boursault. Gruyere. Apabila setelah 1 bulan gejala tidak membaik. bleu. 1. Roquefort. scotch. Aura merupakan gejala fokal neurologi yang komplek dan dapat timbul sebelum. pada saat atau setelah serangan nyeri kepala.

a. dihidroergotamin (DHE) dan golongan triptan yang merupakan agonis selektif reseptor serotonin pada 5-HT1.Sebaiknya dibuat diari makanan selama mengidentifikasi makanan apa yang menjadi pencetus migrain. Analgesik spesifik Yang termasuk analgesik spesifik yang sering digunakan adalah ergotamin. terutama mengaktivasi reseptor 5HT I B / 1 D. Mekanisme kerja OAINS pada umumnya terutama menghambat enzim siklooksigenase sehingga sintesa prostaglandin dihambat. Pasien diminta meminum obatnya begitu serangan migrain terasa. Golongan fenamat. Ketoprofen. Fase prodromal migrain dihubungkan dengan gangguan pada hipotalamus melalui neurotransmiter dopamin dan serotonin. aspirin dan obat anti inflamasi nonsteroid (OAINS). Beberapa obat OAINS yang telah diteliti diberikan pada migrain antara lain adalah: ℵ ℵ ℵ ℵ ℵ ℵ ℵ Diklofenak. Pada umumnya pemberian analgesia opioid dihindari. Dosis obat harus adekuat baik secara obat tunggal atau kombinasi. Pada wanita hamil hindari pemberian OAINS setelah minggu ke 32 kehamilan. Analgesik nonspesifik Yang termasuk analgesia nonspesifik adalah asetaminofen (parasetamol). Apabila satu OAINS tidak efektif dapat dicoba OAINS yang lain. Pada kasus sedang sampai berat atau berespons buruk dengan OAINS pemberian analgesia spesifik lebih bermanfaat. Ketorolak. Naproksen.nonadrenergik dan dopamin. Terapi Abortif Pada terapi abortif dapat diberikan analgesia nonspesifik yaitu analgesia yang dapat diberikan pada kasus nyeri lain selain nyeri kepala. sementara makanan lain baru menimbulkan gejala setelah 1 hari (coklat. keju). 1. MSG). dan dengan dosis masing-masing obat yang lebih rendah diharapkan akan mengurangi efek samping obat. dan atau analgesia spesifik yang hanya bekerja sebagai analgesia nyeri kepala. Indometasin. Terapi farmaka migrain 1. Kombinasi antara asetaminofen dengan aspirin atau OAINS serta penambahan kafein dikatakan dapat menambah efek analgetik. Secara umum dapat dikatakan bahwa terapi memakai analgesia nonspesifik masih dapat menolong pada migrain dengan intensitas nyeri ringan sampai sedang. 1. Di samping itu ergotamin dan DHE juga berikatan dengan reseptor 5-HT2. karena beberapa jenis makanan dapat langsung menimbulkan gejala (anggur merah. 2. Ketorolak IM membantu pasien dengan mual atau muntah yang berat. Kemungkinan timbulnya efek samping antiemetik seperti sedasi dan parkinsonism pada orang tua patut diperhatikan. Pemberian antiemetik akan membantu penyerapan lambung di samping meredakan gejala penyerta seperti mual dan muntah. Efek samping pemberian OAINS perlu dipahami untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. α1dan α 2. Domperidon atau metoklopramid sebagai antiemetik dapat diberikan saat serangan nyeri kepala atau bahkan lebih awal yaitu pada saat fase prodromal. Ibuprofen. .b. Pada migrain anak dapat diberikan asetaminofen atau ibuprofen.

hipertensi yang tidak terkontrol. penyakit serebrovaskuler. Dosis dan cara pemberian ergotamin dan DHE harus diperhatikan. kardiovaskuler dan penyakit pembuluh perifer (hati-hati pada pasien > 40 tahun) serta gagal ginjal. Golongan triptan generasi kedua (zolmitriptan. fotofobia dan fonofobia sehingga memperbaiki disabilitas pasien. . Efek samping yang mungkin timbul antara lain mual. Indikasi:      Penyakit kambuh beberapa kali dalam sebulan Penyakit berlangsung terus menerus selama beberapa minggu atau bulan Penyakit sangat mengganggu kuafitas/gaya hidup penderita. Biasanya diambil patokan minimal dua sampai tiga bulan. Terapi preventif jangka pendek berguna apabila pasien akan terkena faktor risiko yang telah dikenal dalam jangka waktu tertentu seperti pada migrain menstrual. gagal hati dan sepsis.Analgesik spesifik dapat diberikan pada migrain dengan nyeri sedang sampai berat. parestesia. Terapi preventif kronis akan diberikan dalam beberapa bulan bahkan tahun tergantung respons pasien.5 mg oral Eletriptan 20 mg oral NNT: dalam 2 jam nyeri kepala menghilang Tabel 1. rekurensi nyeri kepala yang lebih rendah dan lebih dapat ditoleransi. Dosis awal sumatriptan adalah 50 mg dengan dosis maksimal dalam 24 jam 200 mg. migrain tipe basiler. Diberikan pada migrain berat atau pasien yang tidak memberikan respon dengan analgesia nonspesifik dengan atau tanpa kombinasi. Hindari pada kehamilan. Sumatriptan dapat meredakan nyeri. Pengobatan dapat diberikan dalam jangka waktu episodik. Ergotamin biasanya diberikan pada episode serangan tunggal. Dosis dibatasi tidak melebihi 10 mg/minggu. Terapi preventif Terapi preventif harus selalu diminum tanpa melihat adanya serangan atau tidak. eletriptan. heaviness. rizatriptan) yang tidak ada di Indonesia sebenarnya mempunyai respons yang lebih baik. walaupun golongan ini merupakan pilihan sebagai antimigren. kramp abdominal. Terapi episodik diberikan apabila faktor pencetus nyeri kepala dikenal dengan baik sehingga dapat diberikan analgesia sebelumnya. Penyebab lain yang menjadi penghambat adalah preparat ini di Indonesia hanya tersedia dalam bentuk oral dan dari golongan triptan hanya ada sumatriptan. Kontra indikasi antara lain adalah pasien.5 mg oral Sumatriptan 50 mg oral Naratriptan 2. Pertimbangan harga kadang menjadi penghambat dipakainya analgesia spesifik ini. Efek samping berupa dizziness. hipertensi tidak terkendali. jangka pendek (subakut) atau jangka panjang (kronis). Ergotamin dan DHE diberikan pada migrain sedang sampai berat apabila analgesia nonspesifik kurang terlihat hasilnya atau memberi efek samping. Kombinasi ergotamin dengan kafein bertujuan untuk menambah absorpsi ergotamin selain sebagai analgesik pula. disforia. nyeri dada non kardial. Adanya kontra indikasi atau efek samping yang tidak dapat ditoleransi terhadap terapi abortif. Ergot lebih murah dibanding golongan triptan tetapi efek sampingnya lebih besar. Analgesik triptan pada migrain 2. mual. mengantuk. yang berisiko penyakit jantung koroner. dizziness. Nama obat CaraPemberian NNT (95% Cl) :       Sumatriptan 6 mg SC Rizatriptan 10 mg oral Eletriptan 80 mg oral Zolmitriptan 5 mg oral Eletriptan 40 mg oral Sumatriptan 20 mg intranasal       Sumatriptan 100mg oral Rizatriptan 2. naratriptan.5 mg oral Zolmitriptan 2. penyakit serebrovaskuler. Kecenderungan pemakaian obat yang berlebih pada terapi abortif.

Obat dapat diberikan ulang pada tahun berikutnya apabila dizziness muncul lagi setelah terapi dihentikan.DR. asetazolamid. Pada migrain menstrual dapat dianjurkan mengurangi garam dan retensi cairan.DR. dan beta blocker (propanolol) ℵ Terapi profilaksis lini kedua: methysergide. 5. Nama obat dan dosis        Propranolol 40-240 mg/hari Nadolol 20-160 mg/ hari Metoprolol 50-100 mg/ hari Timolol 20-60 mg/ hari Atenolol 50-100 mg/ hari Amitriptilin 10-200 mg/ hari Nortriptilin 10-150 mg/ hari        Fluoksetin 10-80 mg/ hari Mirtazapin 15-45 mg/ hari Valproat 500-1500 mg/ hari Topiramat 50-200 mg/ hari Gabapentin 900-3600 mg/ hari Verapamil 80-640 mg/hari Flunarizin 5-1 0 mg/hari Tabel 2. terapi nonfarmaka tidak bisa dilupakan. Beberapa penulis mengusulkan terapi alternatif lain seperti meditasi.ℵ Terapi profilaksis lini pertama: calcium channel blocker (verapamil).html\ 6. 2006. hipnosis. Bila dizziness sudah terkontrol. Dahlem M.com/ent/topic727. Yuneldi anwar. Migrainous Vertigo. Mahar Marjono & Prof .migraineaura. oleh karena itu. Terapi nonfarmaka Walaupun terapi farmaka merupakan terapi utama migren. Pada kehamilan terapi nonfarmaka bahkan diutamakan. ℵ Mekanisme kerja obat-obat tersebut tidak seluruhnya dimengerti. Gajahmada University Press. Buku Pedoman Standar Pelayanan medik (SPM) & Standar Operasional (SPO) 4. DAFTAR PUSTAKA 1. Migraine Headache. 2 . Sylvia. Edisi 12. Bila memungkinkan beristirahat di tempat gelap dan tenang dengan dikompres dingin.com/content/e27892/index_en. 2007. Diduga obat tersebut menghambat pelepasan neuropeptida ke dalam pembuluh darah dural melalui efek antagonis pada reseptor 5-HT2. Terapi farmaka pencegahan migrain 3. http://www. Airlangga University Press. antidepresan trisiklik (nortriptyline). Podoll K.htm 8. terapi relaksasi serta terapi biofeedback dengan memakai alat elektromiografi atau memakai suhu kulit atau pulsasi arteri temporalis. edisi 6 jilid 2 EGC 3. Surabaya. Yogyakarta. Migraine Associated Vertigo. 2006. edisi kedua.Price & Lorraine M. Dian Rakyat 2. 2005. Perhimpunan dokter spesialis Saraf indonesia. Terapi nonfarmaka dimulai dengan edukasi dan menenangkan pasien (reassurance).Patofisiologi . Harsono. Neurona. http. Pada saat serangan pasien dianjurkan untuk menghindari stimulasi sensoris berlebihan. 2005. Dalam Kumpulan Makalah Pertemuan Ilmiah Nasional II Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia.. Vol 22 No.www. Olahraga terarah yang teratur dan meningkat secara bertahap umumnya sangat membantu. Robbins W. Satu jenis obat profilaksis tidak lebih efektif daripada obat yang lain.A. asam valproat. Karakteristik Nyeri Kepala Migren dan Tension Type Headeche Di Kotamadya Medan.emedicine. verapamil lebih sering digunakan pada awal terapi karena efek sampingnya paling minimal dibandingkan yang lain. Zuraini. bila tidak ada kontraindikasi. Kapita Selekta Neurologi. Hasan Sjahrir. Intervensi terapi perilaku (behaviour) sangat berperan dalam mengatasi nyeri kepala yang meliputi terapi cognitive-behaviour. obat diberikan terus menerus selama minimal 1 tahun (kecuali methysergide yang memerlukan interval bebas obat selama 3-4 minggu pada bulan ke-6 terapi). Prof. Priguna Shidharta. Neurologi Klinis Dasar. akupunktur dan fitofarmaka. 2008. 2006. Benson AG. 7. gunakan jenis obat yang lain. Wilson. Purnomo H. Menghindari faktor pencetus mungkin merupakan terapi pencegahan yang murah. ℵ Apabila dizziness tidak dapat dikontrol dengan satu obat.

. Farmakologi dalam Neurologi. Gofir A.9.. Salemba Medika. Wibowo S. Jakarta. 2001.