perusahaan cenderung memilih calon yang memiliki kepribadian lebih baik meskipun hard skillnya lebih rendah. tetapi soft skillnya buruk. Kompetensi ini dapat langsung dilihat pada daftar riwayat hidup. emotional awareness) dan self skill ( improvement. Lalu siapa yang harus melakukannya? Pentingnya penerapan pendidikan soft skill idealnya bukan saja hanya untuk anak didik saja. team work. Saat rekrutasi karyawan. Penelitian ini mengungkapkan. empathy dan social skill (leadership. proactivity. Sayangnya. Pendidik seharusnya memberikan muatanmuatan pendidikan soft skill pada proses pembelajarannya. Sedangkan interpersonal skill mencakup social awareness (political awareness. kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20% oleh hard skill dan sisanya 80% oleh soft skill. kompetensi teknis dan akademis (hard skill) lebih mudah diseleksi. leveraging diversity. meskipun tidak dijamin 100% benar namun sangat membantu perusahaan dalam menempatkan ‘the right person in the right place’. Interpretasi hasil psikotes. bahkan bisa dikatakan lebih berorientasi pada pembelajaran hard skill saja. Jika berkaca pada realita di atas. self assessment. dan interpersonal relationship. Hal ini bisa dilihat pada iklan-iklan lowongan kerja berbagai perusahaan yang juga mensyaratkan kemampuan soft skill. conscience). Sedangkan untuk soft skill biasanya dievaluasi oleh psikolog melalui psikotes dan wawancara mendalam. pengalaman kerja. trait & preference. service orientation. Intrapersonal skill mencakup : self awareness (self confident. conflict management. Namun untuk mengubah kurikulum juga bukan hal yang mudah. . kalau mengingat bahwa sebenarnya penentu kesuksesan seseorang itu lebih disebabkan oleh unsur soft skillnya. Train for Skill“. time/source management. yang lebih mengutamakan kemampuan intra dan interpersonal. worthiness. apapun posisi karyawannya. pendekatan ala hard skill saja kini sudah ditinggalkan.Pentingnya Softskill Mengapa ? Dunia kerja percaya bahwa sumber daya manusia yang unggul adalah mereka yang tidak hanya memiliki kemahiran hard skill saja tetapi juga piawai dalam aspek soft skillnya. Percuma jika hard skill oke. Apa ? Konsep tentang soft skill sebenarnya merupakan pengembangan dari konsep yang selama ini dikenal dengan istilah kecerdasan emosional (emotional intelligence). tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Dunia pendidikanpun mengungkapkan bahwa berdasarkan penelitian di Harvard University Amerika Serikat ternyata kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis (hard skill) saja. namun keberhasilan seseorang dalam bekerja biasanya lebih ditentukan oleh soft skillnya yang baik. synergy) Pada proses rekrutasi karyawan. dalam job requirementnya. Hampir semua perusahaan dewasa ini mensyaratkan adanya kombinasi yang sesuai antara hard skill dan soft skill. kemampuan komunikasi. pendidikan soft skill tentu menjadi kebutuhan urgen dalam dunia pendidikan.influence. trust. tetapi juga bagi pendidik. Bahkan kemudian muncul tren dalam strategi rekrutasi „ Recruit for Attitude. seperi team work. self control. Hal tersebut menunjukkan bahwa : hard skill merupakan faktor penting dalam bekerja. communication. Lalu seberapa besar semestinya muatan soft skill dalam kurikulum pendidikan?. Adalah suatu realita bahwa pendidikan di Indonesia lebih memberikan porsi yang lebih besar untuk muatan hard skill. Di kalangan para praktisi SDM. tidak semua pendidik mampu memahami dan menerapkannya. Soft skill sendiri diartikan sebagai kemampuan diluar kemampuan teknis dan akademis. Secara garis besar soft skill bisa digolongkan ke dalam dua kategori : intrapersonal dan interpersonal skill. indeks prestasi dan ketrampilan yang dikuasai. Alasannya sederhana : memberikan pelatihan ketrampilan jauh lebih mudah daripada pembentukan karakter. developing others. cooperation.

Semakin tinggi posisi manajerial seseorang di dalam piramida organisasi. Selain itu soft skill juga bisa diasah dan ditingkatkan dengan cara mengikuti pelatihan-pelatihan maupun seminar-seminar manajemen. maka soft skill menjadi semakin penting baginya. yang tidak hanya semata memiliki hard skill baik tetapi juga didukung oleh soft skill yang tangguh. daya adaptasi. Salah satunya melalui learning by doing. seorang karyawan tidak banyak menghadapai masalah yang berkaitan dengan soft skill. Sumber : Dari berbagai sumber Enter your search terms þÿ Submit search form . Email :alifahnuha@gmail. Pada posisi ini dia akan dituntut untuk berinteraksi dan mengelola berbagai orang dengan berbagai karakter kepribadian. Mereka adalah benar-benar sumber daya manusia unggul. Meskipun. Bagaimana ? HOME :: BIMBINGAN TUGAS AKHIR :: ARTIKEL TEKNOLOGI :: ARTIKEL LAINNYA :: LINK PENTING :: BUKU TAMU Para ahli manajemen percaya bahwa bila ada©dua orang dengan bekal hard skill yang sama.muda dunia adalah kepercayaan diri. maka yang akan Copyright 2008 Sinau Online. satu cara ampuh untuk meningkatkan soft skill adalah dengan berinteraksi dan melakukan aktivitas dengan orang lain. Yang tak lain dan tak bukan merupakan soft skill. Pada posisi bawah. Kemampuan ini bisa diasah dan ditingkatkan seiring dengan pengalaman kerja. Umumnya kelemahan dibidang soft skill berupa karakter yang melekat pada diri seseorang. kepemimpinan dan kemampuan mempengaruhi orang lain. Butuh usaha keras untuk mengubahnya. Saat itulah kecerdasan emosionalnya diuji. Masalah soft skill biasanya menjadi lebih kompleks ketika seseorang berada di posisi manajerial atau ketika dia harus berinteraksi dengan banyak orang. Ada banyak cara meningkatkan soft skill. Namun demikian soft skill bukan sesuatu yang stagnan.com menang dan sukses di masa depan adalah dia yang memiliki soft skill lebih baik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful