Interpretasi hasil psikotes. Lalu seberapa besar semestinya muatan soft skill dalam kurikulum pendidikan?. bahkan bisa dikatakan lebih berorientasi pada pembelajaran hard skill saja. kompetensi teknis dan akademis (hard skill) lebih mudah diseleksi. perusahaan cenderung memilih calon yang memiliki kepribadian lebih baik meskipun hard skillnya lebih rendah. service orientation. tetapi soft skillnya buruk. Soft skill sendiri diartikan sebagai kemampuan diluar kemampuan teknis dan akademis. tidak semua pendidik mampu memahami dan menerapkannya. Dunia pendidikanpun mengungkapkan bahwa berdasarkan penelitian di Harvard University Amerika Serikat ternyata kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis (hard skill) saja. yang lebih mengutamakan kemampuan intra dan interpersonal. tetapi juga bagi pendidik. self assessment. pengalaman kerja. Intrapersonal skill mencakup : self awareness (self confident. proactivity. self control. trait & preference. emotional awareness) dan self skill ( improvement. Penelitian ini mengungkapkan. dan interpersonal relationship. Apa ? Konsep tentang soft skill sebenarnya merupakan pengembangan dari konsep yang selama ini dikenal dengan istilah kecerdasan emosional (emotional intelligence). leveraging diversity. Hal ini bisa dilihat pada iklan-iklan lowongan kerja berbagai perusahaan yang juga mensyaratkan kemampuan soft skill. Sedangkan untuk soft skill biasanya dievaluasi oleh psikolog melalui psikotes dan wawancara mendalam. Di kalangan para praktisi SDM. team work. communication. Secara garis besar soft skill bisa digolongkan ke dalam dua kategori : intrapersonal dan interpersonal skill. Adalah suatu realita bahwa pendidikan di Indonesia lebih memberikan porsi yang lebih besar untuk muatan hard skill. Pendidik seharusnya memberikan muatanmuatan pendidikan soft skill pada proses pembelajarannya. Saat rekrutasi karyawan. conscience). conflict management. seperi team work. kemampuan komunikasi. Bahkan kemudian muncul tren dalam strategi rekrutasi „ Recruit for Attitude. indeks prestasi dan ketrampilan yang dikuasai. kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20% oleh hard skill dan sisanya 80% oleh soft skill. Sayangnya. Alasannya sederhana : memberikan pelatihan ketrampilan jauh lebih mudah daripada pembentukan karakter. Percuma jika hard skill oke.influence. . Train for Skill“. Hal tersebut menunjukkan bahwa : hard skill merupakan faktor penting dalam bekerja. kalau mengingat bahwa sebenarnya penentu kesuksesan seseorang itu lebih disebabkan oleh unsur soft skillnya. Lalu siapa yang harus melakukannya? Pentingnya penerapan pendidikan soft skill idealnya bukan saja hanya untuk anak didik saja. time/source management.Pentingnya Softskill Mengapa ? Dunia kerja percaya bahwa sumber daya manusia yang unggul adalah mereka yang tidak hanya memiliki kemahiran hard skill saja tetapi juga piawai dalam aspek soft skillnya. apapun posisi karyawannya. meskipun tidak dijamin 100% benar namun sangat membantu perusahaan dalam menempatkan ‘the right person in the right place’. namun keberhasilan seseorang dalam bekerja biasanya lebih ditentukan oleh soft skillnya yang baik. pendidikan soft skill tentu menjadi kebutuhan urgen dalam dunia pendidikan. worthiness. pendekatan ala hard skill saja kini sudah ditinggalkan. dalam job requirementnya. Sedangkan interpersonal skill mencakup social awareness (political awareness. Jika berkaca pada realita di atas. Hampir semua perusahaan dewasa ini mensyaratkan adanya kombinasi yang sesuai antara hard skill dan soft skill. developing others. tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill). cooperation. empathy dan social skill (leadership. synergy) Pada proses rekrutasi karyawan. Kompetensi ini dapat langsung dilihat pada daftar riwayat hidup. Namun untuk mengubah kurikulum juga bukan hal yang mudah. trust.

Pada posisi bawah. kepemimpinan dan kemampuan mempengaruhi orang lain. Kemampuan ini bisa diasah dan ditingkatkan seiring dengan pengalaman kerja.muda dunia adalah kepercayaan diri. Semakin tinggi posisi manajerial seseorang di dalam piramida organisasi. Pada posisi ini dia akan dituntut untuk berinteraksi dan mengelola berbagai orang dengan berbagai karakter kepribadian.com menang dan sukses di masa depan adalah dia yang memiliki soft skill lebih baik. Salah satunya melalui learning by doing. maka yang akan Copyright 2008 Sinau Online. Butuh usaha keras untuk mengubahnya. Umumnya kelemahan dibidang soft skill berupa karakter yang melekat pada diri seseorang. Namun demikian soft skill bukan sesuatu yang stagnan. daya adaptasi. Mereka adalah benar-benar sumber daya manusia unggul. Sumber : Dari berbagai sumber Enter your search terms þÿ Submit search form . Meskipun. Bagaimana ? HOME :: BIMBINGAN TUGAS AKHIR :: ARTIKEL TEKNOLOGI :: ARTIKEL LAINNYA :: LINK PENTING :: BUKU TAMU Para ahli manajemen percaya bahwa bila ada©dua orang dengan bekal hard skill yang sama. Yang tak lain dan tak bukan merupakan soft skill. seorang karyawan tidak banyak menghadapai masalah yang berkaitan dengan soft skill. Email :alifahnuha@gmail. Selain itu soft skill juga bisa diasah dan ditingkatkan dengan cara mengikuti pelatihan-pelatihan maupun seminar-seminar manajemen. satu cara ampuh untuk meningkatkan soft skill adalah dengan berinteraksi dan melakukan aktivitas dengan orang lain. Saat itulah kecerdasan emosionalnya diuji. yang tidak hanya semata memiliki hard skill baik tetapi juga didukung oleh soft skill yang tangguh. Ada banyak cara meningkatkan soft skill. Masalah soft skill biasanya menjadi lebih kompleks ketika seseorang berada di posisi manajerial atau ketika dia harus berinteraksi dengan banyak orang. maka soft skill menjadi semakin penting baginya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful