empathy dan social skill (leadership. pendidikan soft skill tentu menjadi kebutuhan urgen dalam dunia pendidikan.influence. meskipun tidak dijamin 100% benar namun sangat membantu perusahaan dalam menempatkan ‘the right person in the right place’. apapun posisi karyawannya. Lalu seberapa besar semestinya muatan soft skill dalam kurikulum pendidikan?. synergy) Pada proses rekrutasi karyawan. pengalaman kerja. Namun untuk mengubah kurikulum juga bukan hal yang mudah. . kemampuan komunikasi. Sayangnya. perusahaan cenderung memilih calon yang memiliki kepribadian lebih baik meskipun hard skillnya lebih rendah. proactivity. Saat rekrutasi karyawan. developing others. Adalah suatu realita bahwa pendidikan di Indonesia lebih memberikan porsi yang lebih besar untuk muatan hard skill. Sedangkan interpersonal skill mencakup social awareness (political awareness. Apa ? Konsep tentang soft skill sebenarnya merupakan pengembangan dari konsep yang selama ini dikenal dengan istilah kecerdasan emosional (emotional intelligence). Hampir semua perusahaan dewasa ini mensyaratkan adanya kombinasi yang sesuai antara hard skill dan soft skill. bahkan bisa dikatakan lebih berorientasi pada pembelajaran hard skill saja. Alasannya sederhana : memberikan pelatihan ketrampilan jauh lebih mudah daripada pembentukan karakter. kompetensi teknis dan akademis (hard skill) lebih mudah diseleksi. namun keberhasilan seseorang dalam bekerja biasanya lebih ditentukan oleh soft skillnya yang baik. Soft skill sendiri diartikan sebagai kemampuan diluar kemampuan teknis dan akademis. Hal ini bisa dilihat pada iklan-iklan lowongan kerja berbagai perusahaan yang juga mensyaratkan kemampuan soft skill. self assessment. Lalu siapa yang harus melakukannya? Pentingnya penerapan pendidikan soft skill idealnya bukan saja hanya untuk anak didik saja. Secara garis besar soft skill bisa digolongkan ke dalam dua kategori : intrapersonal dan interpersonal skill. Train for Skill“. tetapi soft skillnya buruk.Pentingnya Softskill Mengapa ? Dunia kerja percaya bahwa sumber daya manusia yang unggul adalah mereka yang tidak hanya memiliki kemahiran hard skill saja tetapi juga piawai dalam aspek soft skillnya. leveraging diversity. yang lebih mengutamakan kemampuan intra dan interpersonal. communication. pendekatan ala hard skill saja kini sudah ditinggalkan. seperi team work. Dunia pendidikanpun mengungkapkan bahwa berdasarkan penelitian di Harvard University Amerika Serikat ternyata kesuksesan seseorang tidak ditentukan semata-mata oleh pengetahuan dan kemampuan teknis (hard skill) saja. team work. cooperation. Hal tersebut menunjukkan bahwa : hard skill merupakan faktor penting dalam bekerja. kesuksesan hanya ditentukan sekitar 20% oleh hard skill dan sisanya 80% oleh soft skill. Di kalangan para praktisi SDM. Bahkan kemudian muncul tren dalam strategi rekrutasi „ Recruit for Attitude. trait & preference. dalam job requirementnya. worthiness. trust. tetapi juga bagi pendidik. tetapi lebih oleh kemampuan mengelola diri dan orang lain (soft skill). Kompetensi ini dapat langsung dilihat pada daftar riwayat hidup. emotional awareness) dan self skill ( improvement. service orientation. Percuma jika hard skill oke. Sedangkan untuk soft skill biasanya dievaluasi oleh psikolog melalui psikotes dan wawancara mendalam. conflict management. tidak semua pendidik mampu memahami dan menerapkannya. indeks prestasi dan ketrampilan yang dikuasai. dan interpersonal relationship. conscience). time/source management. Jika berkaca pada realita di atas. Intrapersonal skill mencakup : self awareness (self confident. Interpretasi hasil psikotes. kalau mengingat bahwa sebenarnya penentu kesuksesan seseorang itu lebih disebabkan oleh unsur soft skillnya. Pendidik seharusnya memberikan muatanmuatan pendidikan soft skill pada proses pembelajarannya. Penelitian ini mengungkapkan. self control.

satu cara ampuh untuk meningkatkan soft skill adalah dengan berinteraksi dan melakukan aktivitas dengan orang lain. Butuh usaha keras untuk mengubahnya. Sumber : Dari berbagai sumber Enter your search terms þÿ Submit search form . Semakin tinggi posisi manajerial seseorang di dalam piramida organisasi. maka soft skill menjadi semakin penting baginya. maka yang akan Copyright 2008 Sinau Online. seorang karyawan tidak banyak menghadapai masalah yang berkaitan dengan soft skill. Namun demikian soft skill bukan sesuatu yang stagnan. Yang tak lain dan tak bukan merupakan soft skill. kepemimpinan dan kemampuan mempengaruhi orang lain. Masalah soft skill biasanya menjadi lebih kompleks ketika seseorang berada di posisi manajerial atau ketika dia harus berinteraksi dengan banyak orang.muda dunia adalah kepercayaan diri. Kemampuan ini bisa diasah dan ditingkatkan seiring dengan pengalaman kerja. yang tidak hanya semata memiliki hard skill baik tetapi juga didukung oleh soft skill yang tangguh. Umumnya kelemahan dibidang soft skill berupa karakter yang melekat pada diri seseorang.com menang dan sukses di masa depan adalah dia yang memiliki soft skill lebih baik. Salah satunya melalui learning by doing. Saat itulah kecerdasan emosionalnya diuji. daya adaptasi. Pada posisi bawah. Ada banyak cara meningkatkan soft skill. Selain itu soft skill juga bisa diasah dan ditingkatkan dengan cara mengikuti pelatihan-pelatihan maupun seminar-seminar manajemen. Mereka adalah benar-benar sumber daya manusia unggul. Bagaimana ? HOME :: BIMBINGAN TUGAS AKHIR :: ARTIKEL TEKNOLOGI :: ARTIKEL LAINNYA :: LINK PENTING :: BUKU TAMU Para ahli manajemen percaya bahwa bila ada©dua orang dengan bekal hard skill yang sama. Email :alifahnuha@gmail. Pada posisi ini dia akan dituntut untuk berinteraksi dan mengelola berbagai orang dengan berbagai karakter kepribadian. Meskipun.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful