IPA SEBAGAI PROSES

umum

KETERAMPILAN PROSES SAINS

Sistematis

METODE ILMIAH

atau deskripsi. menyentuh. . melihat. bagan. – Observasi dapat pula menggunakan alat bantu. mendengar dan membau.KETERAMPILAN PROSES SAINS • MELAKUKAN OBSERVASI : – observasi adalah keterampilan dalam mengamati objek atau fenomena melalui panca indera. tabel. – Hasil observasi dapat ditampilkan dalam bentuk gambar. grafik. mengecap.

Penafsiran : terjadi punurunan populasi sebesar 20% akibat perubahan kejernihan air . ketika airnya menjadi kotor populasinya menjadi 40 ekor. Contoh : Gejala : Dari hasil pengamatan populasi ikan didalam kolam jernih mencapai 50 ekor.• Menginterpretasi (menafsirkan) – Menafsirkan merupakan kemampuan dalam memberi arti terhadap suatu gejala atau kejadian berdasarkan kejadian lainnya.

Contoh: Kondisi : matahari. bumi. Prediksi : akan terjadi gerhana bulan . bulan berada pada satu garis lurus. bumi terletak diantara matahari dan bulan.• Memprediksi (memperkirakan) – Prediksi diambil berdasarkan pola yang pernah terjadi sebelumnya pada kondisi yang sama.

yaitu variabel yang nilainya dibuat sama dan terkontrol.  Macam-macam variabel a. yang nilainya memberikan saling berpengaruh dan terpengaruh. b. . Variabel terikat.• Mengindentifikasi vairiabel – Variabel adalah suatu yang menjadi pusat/fokus perhatian. yaitu variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas. Variabel bebas. yaitu variabel yang sengaja dapat diubah dan dimanipulasi oleh peneliti. Variabel kontrol . c.

dan tanpa menimbulkan ambigu.• Mengkomunikasikan hasil –Mengkomunikasikan hasil harus disampaikan dengan jelas. Melalui tulisan dalam bentuk laporan. makalah. padat. . Melalui lisan misalnya degan diskusi presentasi atau seminar ilmiah. –Mengkumunikasikan hasil dapat berupa lisan maupun tulisan. jurnal. rinci.

Metode ilmiah digunakan dala penelitian.Metode Ilmiah • Metode ilmiah adalah langkah-langkah sistematis dan teratur yang digunakan dalam rangka mencari kebenaran ilmu pengetahuan. Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif . Baik penelitian kualitatif maupun kuantitatif • Penelitian kualitatif adalah adalah riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif.

. Tujuan penelitian kuantitatif adalah mengembangkan dan menggunakan modelmodel matematis. teori-teori dan/atau hipotesis yang berkaitan dengan fenomena alam.• Penelitian Kuantitatif adalah penelitian ilmiah yang sistematis terhadap bagian-bagian dan fenomena serta hubungan-hubungannya.

Langkah-langkah dalam metode ilmiah 1. Menyusun rumusan masalah a. Masalah disusun dalam bentuk pertanyaan yang singkat padat dan jelas . Masalah tersebut merupakan masalah yang dapat diuji dan dapat dipecahkan c. Masalah menyatakan adanya keterkaitan antara beberapa variabel atau lebih b.

2. hipotesis nol = homogen hipotesis alternatif = tidak homogen . Merumuskan Hipotesis – Hipotesis merupakan jawaban/dugaan sementara terhadap permasalahan yang akan diuji kebenarannya pada proses analisa data. Menyusun Kerangka Teori 3. – Ada 2 macam hipotesis. – Hipotesis harus ditulis dengan singkat dan jelas serta mengandung variabel variabel yang menjadi perhatian. hipotesis nol dan alternatif.

4. Melakukan eksperimen – Eksperimen dilakukan sesuai dengan metode dan instrumen yang telah dibuat dan direncanakan sebelumnya 5. dan menampilakannya/mengelompokkannya dalam bentuk tabel bagan. Mengolah dan menganalisa data – Mengolah data termasuk didalamnya memilahmilih data. . – Metode analisa data dilakukan sesuai dengan jenis penelitian yang diambil.

6. . 7. Mempublikasikan Hasil – mempublikasikan hasil adalah menginformasikan kepada orang lain hasil eksperimen atau penelitian agar dapat diketahui dan ditindaklanjuti melalui verifikasi. Menarik kesimpulan – Kesimpulan diambil berdasarkan hasil dari analisa data dan pembahasan yang dilakukan.

°–f f° ¯ °–f°f¾f ff . ff° ¾½ ¯ ° ¾½ ¯ ° ff° ¾ ¾f °–f° ¯  f° °¾¯ ° f°– f  f f°  °nf°ff° ¾ ¯°f  . °–f ff ¯f¾  ff¯°f ¯ ¯f ¯ ff  f° ¯ °f¯½ff°°f$¯ °– ¯½f°°f ff¯ ° f  f–f° . .  f°f¾f ff ff° ¾ ¾f °–f° © °¾ ½ ° f° f°– f¯  .

°f  ¾¯½f°  ¾¯½f° f¯   f¾ff° f¾ f f°f¾f ff f° ½ ¯ ff¾f° f°– ff°  . . ¯½ f¾f° f¾ ¯ ¯½ f¾f° f¾ f ff ¯ °–°€¯f¾f°  ½f f f°–f°f¾ ¾½ ¯ ° ff ½ ° f° f–f f½f  f f° ° ff°© ¯ f  €f¾ .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful